Sungsang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Sungsang juga adalah nama sebuah wuku

Sungsang (Breech), oleh W.Smellie, 1792

Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal, pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. Kehamilan sungsang didiagnosis melalui bantuan ultrasonografi (USG). Kehamilan sungsang dapat disebabkan oleh banyak hal antara lain kelahiran kembar, cairan amniotik yang berlebihan, hidrosefalus, anencefaly, ari-ari yang pendek dan kelainan rahim. Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi ini ketika lahir. Dalam persalinan prematur, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang lebih tinggi. Pada umur kehamilan 28 minggu, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang adalah 25%. Angka tersebut akan turun seiring dengan umur kehamilan mendekati 40 minggu. Karena risiko persalinan normal pada bayi dengan posisi sungsang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan posisi normal, maka umumnya persalinan akan dilakukan dengan bedah caesar.

2.2 Konsep Dasar Kehamilan Letak Sungsang 2.2.1 DefenisiKehamilan letak sungsang yaitu janin terletak memanjang dengan kepala difundus uteri dan bokong bagian bawah kavum uteri (Prawiroharjo, Sarwono 1999). 2.2.2 Klasifikasi2.2.2.1 Letak bokong murni (Fank Breech)Letak bokong dengan kedua tunkai terangkat keatas2.2.2.2 Letak sungsang sempurna (Campliete Breech)Letak bokong dimana kaki ada disamping bokong (Letak bokong sempurna atau lipat kijang). 2.2.2.3 Letak sungsang sempurna (Incomplite Breech)Letak sungsang

dimana selain bokong bagian yang terendah juga kaki atau lutut, terdiri dari :Kedua kaki : letak kaki sempurna (24%)Satu kaki : letak kaki tidak sempurnaKedua lutut : letak lutut sempurna (1%)Satu lutut : letak lutut tidak sempurna (Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, Sinopsis Obsetri jilid 1 edisi 2, 1998)2.2.3 Diagnosa2.2.3.1 Anamnesa Kehamilan terasa penuh dibagian atas dan gerakan terasa lebih banyak dibagian bawah.2.2.3.2 Pemeriksaan luarDibagian bawah uterus tidak teraba kepala, balutemen negative, teraba kepala dibagian fundus uteri, denyut jantung janin ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi dari pada umbilikus 2.2.3.3 Pemeriksaan dalamSetelah ketuban pecah teraba cakrum, kedua tuberalitas iskit, dan anus, bila teraba bagian kecil bedakan apakah kaki atau tangan(FKUI, Kapita Selekta Kedokteran jilid 1 edisi 3, 1999)2.2.3.4 Pemeriksaan foto rongenBayangan kepala difundus(Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, Sinopsis Obsetri jilid 1 edisi 2, 1998)2.2.4 Etologi / Penyebab Letak Sungsang2.2.4.1 Sudut Ibu a. Keadaan rahim- Rahim arkuatus- Setum pada rahim- Uterus DupletisMioma bersama kehamilan b. Keadaan plasenta- Plasenta retak rendah- Plasenta previac. Keadaan jalan lahir- Kesempitan panggul- Difermitas tulang panggul- Terdapat tumor yang menghalangi jalan lahir dan perputaran keposisi kepala2.2.4.2 Sudut janin Pada janin terdapat berbagai keadaan yang menyebabkan letak sungsangTali pusat pendek atau lilitan tali pusat- Hidrosefalus atau AnensefalusKehamilan kembar- Hidramneon atau Oligohidramneon- Prematuritas(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, 1998)2.2.5 Mekanisme Persalinan Letak sungsang FisiologisBokong masuk PAP dapat melintang atau miring mengikuti jalan lahir dan melakukan putar paksi dalam sehingga trachcanter depan berada dibawah simpesis dengan trachcenter depan sebagai hipamoklion, akan lahir trachcenter belakang, dan selanjunya seluruh bokong lahir, sementara itu bahu memasuki jalan lahir dan mengikuti jalan lahir untuk melakukan putar paksi dalam sehingga bahu depan berada dibawah simpisis, dengan bahu depan sebagai hipomoklion akan lahir bahu belakang bersama dengan tangan belakang, diikuti kelahiran bahu depan dan tangan depan. Bersamaan dengan kelahiran bahu, kepala bayi memasuki jalan lahir dapat melintang atau miring, serta melakukan putar paksi dalam sehingga sub occiput berada dibawah simpisis, sub occiput menjadi hipomoklion, berturutturut akan lahir dagu, mulut, hidnug, muka kepala dan seluruhnya.Persalinan

kepala yang mempunyai terbatas sekitar 8 menit, setelah bokong lahir melampoui batas 8 menit dapat menimbulkan kesakitan atau kematian pada bayi.(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB, 1998) 2.2.6 Prognosis2.2.6.1 Bagi ibuKemunkinan robekan pada perenium lebih besar, juga karena dilakukan tindakan, selain itu ketuban lebih cepat pecah dan partus lebih lama, jadi mudah terkena infeksi.2.2.6.2 Bagi anakProknosa tidak begitu baik, karena ada gangguan peredaran darah plasenta setelah bokong lahir dan juga setelah perut lahir, tali pusat terjepit antara kepala dan panggul, anak bisa menubrito aspiksio(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB, 1998)2.2.7 Penanganan / Terapi  Sikap sewaktu hamilKerena kita tahu bahwa prognosa bagi anak tidak begitu baik, maka usahakan merubah letak janin dengan versi luar.Tujuannya adalah untuk merubah letak menjadi letak kepala hal ini dilakukan pada primi dengan kehamilan 34 minggu, mulai dengan usia kehamilan 36 minggu dan tidak ada panggul sempit, gemili atau plasenta previa.Teknik :- Lebih dahulu bokong dilepaskan dari PAP dan ibu berada dalam posisi Trendelm BurgTangan kiri letakkan dikepala dan tangan kanan pada bokong- Putar ke arah muka atau perut janin- Lalu putar tangan kiri diletakkan dibokong dan tangan kanan dikepala- Setelah berhasil pasang gurita, observasi TTV, DDJ serta keluhan2.2.8 Sikap Bidan Dalam Mengahadapi Letak SungsangBidan yang menghadapi kehamilan dan persalinan letak sungsang sebaiknya :Melakukan rujukan ke puskesmas, dokter keluarga atau dokter ahli untuk mendapatkan petunjuk kepastian dalam lahir- Bila ada kesempatan, melakukan rujukan kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan persalinan yang optimal- Bila terpaksa, melakukan pertolongan persalinan letak sungsang sebaiknya bersama dokter- Klien harus diberikan KIE dan motifasi serta melakukan perjanjian tertulis dalam bentuk Informetconsen(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, 1998) 1. Manuaba, Ida Bagus, Gde, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan da KB. Jakarta : EGC2. Mochtar, Rustam, 1998. Sinopsis Obstetry. Jakarta : EGC3. Prawiroharjo, Sarwono, 2000. Pelayanan Kebidanan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka4. Sastro, Suleman. 1983. Obstetry Fisiologi. Bandung : UNPAD5. Varney, Hursh Midwefery, Sel, Ed. Blok Well, Sucentifie Publication, Boston, London

Posisi sungsang, bisakah normal?
Ditulis oleh admin Wednesday, 25 February 2009

Usia kehamilan istriku sudah memasuki 36 minggu, setelah kami lakukan USG ternyata posisi bayi kami sungsang, apakah bayi kami masih bisa dilahirkan secara normal? atau memang harus melalui operasi cesar?. Apa cara yang harus kami lakukan supaya posisi bayi kami normal?. Terima kasih atas jawabannya. Israr, Jakarta Jika ini kehamilan pertama, maka biasanya sudah tidak berubah lagi. Cara persalinan terbaik untuk letak sungsang ada operasi sesar. Lahir spontan boleh saja dengan beberapa kondisi/syarat khusus (taksiran berat janin tidak lebih dari 3500 gram, panggul luas, bagian terbawah janin adalah bokong, bukan kaki, dan bokong sudah masuk pintu atas panggul serta persalinan timbul secara spontan/tidak diinduksi), tetapi risiko kesakitan dan kematian pada bayi meningkat 3 kali lipat. Jika ini kehamilan kedua atau lebih, masih ada kemungkinan berubah sampai 38 minggu. Saran saya: - pastikan betul usia kehamilannya memang 36 minggu - jika memang yakin usia kehamilan 36 minggu dan ini anak pertama, teliti lagi melalui pemeriksaan USG untuk mencari penyebab sungsang, apakah janinnya besar, bagaimana letak plasenta, apakah ada lilitan tali pusat, bagaimana kondisi panggul dsbnya; jika tidak ditemukan penyebab yang jelas, maka bapak bisa minta pertimbangan dokter untuk melakukan versi luar (diputar) apakah memungkinkan atau tidak - jika ini anak kedua atau lebih, lakukan senam hamil dan gerakan knee-chest (sujudmenungging) minimal 5 kali sehari selama 10-15 menit, bertahap; evaluasi USG pada usia kehamilan 38 minggu, apakah ada perubahan atau tidak; jika tidak ada perubahan dan tidak memenuhi syarat untuk persalinan spontan, sebaiknya operasi sesar saja. Cara persalinan pada letak sungsang yang tidak berkomplikasi (tidak ada penyebab khusus), diserahkan pada bapak-ibu yang bersangkutan untuk memilih, apakah ingin spontan atau operasi sesar dengan mempertimbangan untung-ruginya. Hanya saja, secara medis, rekomendasinya adalah operasi sesar. dr. Valleria Sp.OG Staff Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta Praktek:1. RS Hasanah Graha AfiaJl. Raden Saleh no. 42 DepokTelp. 021-778262672. RS MH Thamrin International CileungsiJl. Raya Narogong Limus Nunggal CileungsiTelp. 021-8235052

maka ada kemungkinan untuk dilahirkan melalui vagina secara spontan atau dengan bantuan alat (vakum/forseps). kelainan janin. saat ini dilakukan mulai pada usia kehamilan 37 minggu. sebagian besar akan tetap demikian sampai akhir masa kehamilan. dan lebih dari 90% yang menjadi letak kepala pada umur kehamilan cukup bulan (kehamilan > 37 minggu). namun ada juga (meskipun jauh lebih sedikit) yang menjadi letak sungsang. Demikian juga dengan bayi letak kepala. Angka tersebut akan turun seiring dengan umur kehamilan mendekati 40 minggu. Lebih dari 50% bayi pernah mengalami letak sungsang dalam kurun 9 bulan kehamilan. Kehamilan sungsang didiagnosis melalui bantuan ultrasonografi (USG). Hal ini karena risiko kematian dan cacat/kecelakaan pada pertolongan persalinan bayi letak sungsang lewat vagina (spontan) jauh lebih tinggi ( 4 kali lebih besar) dari persalinan spontan bayi letak kepala. Dalam persalinan prematur. kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang lebih tinggi. antara lain dari jenis letak sungsang (bukan letak kaki) dan kelancaran jalannya persalinan. Mudah-mudahan sampai akhir kehamilan nanti bayi ibu tetap dalam letak kepala. letak plasenta lebih rendah. ada tanda-tanda yang diyakini dokter yang menyebabkan bayi sungsang dapat dilahirkan spontan. Pada umur kehamilan 28 minggu. tumor jinak rahim/mioma. Kehamilan akan ditunggu sampai kontraksi/mulas . hidramnion (cairan ketuban terlalu banyak) dll. pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang adalah 25%. kelainan bentuk rahim.← Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal. Tapi benarkah bayi sungsang harus dilahirkan dengan operasi? Saat ini lebih banyak bayi letak sungsang yang lahir dengan operasi sesar. Apabila tidak ada indikasi kontra. Saat ini kehamilan ibu masih berusia 5 setengah bulan dan meskipun saat ini bayi dalam letak kepala ia masih dapat berubah. biasanya dokter akan mencoba melakukan pemutaran dari luar (versi luar) dahulu dilakukan mulai usia kehamilan 28 minggu. maka umumnya persalinan akan dilakukan dengan bedah caesar. Karena penyebab letak sungsang tidak diketahui pasti maka pencegahannya pun sulit. Penyebab letak sungsang sering tidak diketahui pasti. terutama pada persalinan anak pertama dengan bayi yang cukup besar. Karena risiko persalinan normal pada bayi dengan posisi sungsang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan posisi normal. Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi ini ketika lahir. Apabila bayi ibu sampai akhir kehamilan nanti tetap dalam letak kepala. Meskipun demikian tidak semua bayi sungsang harus lahir dengan operasi. atau faktor bayi seperti pada bayi kembar. secara teori dapat terjadi karena faktor ibu seperti perut kendur.

Ulasan berikut tentang patofisologi. Apabila bayi ibu menjadi letak sungsang lagi. Sayangnya. misalnya kehamilan lewat waktu (lama hamil > 42 minggu. hidramnion. plasenta previa. Terjadinya letak sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan. kehamilan kembar. yaitu anamnesis yang komunikatif dan terarah. Faktor-faktor lain yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah multiparitas. Letak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada. hal ini disebabkan karena setelah sebagian janin lahir maka uterus akan berkontraksi yang berakibat pada gangguan sirkulasi uteroplasenta. Asal tidak ada kondisi lain yang menyebabkan harus cesar. Sebagian besar selama kehamilan. dan penunjang diagnosis dalam hal ini yaitu pemeriksaan ultrasonografi yang sangat membantu diagnosis dan .2Untuk menegakkan diagnosis letak sungsang diperlukan beberapa hal. etiologi atau penyebab. Untuk ibu hamil dan rekan-rekan yang bergerak dibidang medis ataupun kehamilan ulasan ini sangat perlu diketahui. dan terjadilah aspirasi air ketuban.persalinan datang dengan alami dan diharapkan dapat melahirkan tanpa operasi.6 Pada janin. bagaimana mendiagnosis atau mengetahui apakan janin letak sungsang atau tidak. terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm. Antara umur kehamilan 32-36 minggu. hidrosefalus. fetus (janin) yang sedang berkembang sangat bebas untuk bergerak di dalam uterus (rahim). Letak sungsang terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu. atau persalinan tidak maju.Baik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala. sumber : hanyawanita health: kesehatan Bagaimana bila anda atau saudari mengalami kehamilan dengan letak sungsang? Letak sungsang merupakan keadaan dimana bokong janin atau kaki berada di bagian bawah kavum uteri (rongga rahim). fetus bertambah besar sehingga pergerakannya terbatas. pemeriksaan fisik yang teliti dan seksama. lendir dan darah. janin akan bernafas. jadi apapun posisi yang dicapai pada saat ini biasanya sama dengan posisi saat persalinan akan dimulai. mekonium. panggul sempit. Sangat sulit bagi fetus untuk turn over. Pada ibu yang pernah mengalami operasi sesar tidak dapat dilakukan induksi dengan obat-obatan/infus) jika ketuban pecah dini dan tidak disertai kontraksi persalinan. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang. kemungkinan besar bayi dilahirkan dengan operasi cesar. Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu. dan bagaimana penanganan bila sesorang akan melahirkan bayi dengan letak sungsang. dan kadang-kadang letak sungsang disebabkan oleh kelainan uterus dan kelainan bentuk uterus. mortalitas tiga kali lebih besar dibandingkan dengan presentasi verteks. beberapa fetus tidak seperti itu.

Dalam kehamilan. terutama pada primigravida. Karena bokong dengan kedua tungkai terlipat lebih besar daripada kepala. Dengan demikian dapat dimengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan.2.Ada beberapa komplikasi yang mungkin timbul dalam persalinan sungsang yang dapat mempengaruhi prognosis ibu dan bayi yang dilahirkan yang sedapat mungkin dihindari dengan cara menguasai teknik persalinan sungsang dengan baik guna mencapai “well born baby” dan “well health mother”. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang. maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri. letak sungsang atau letak lintang.5 persen dari 136. Letak sungsang terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu.5. Persalinan pervaginam sungsang terdiri dari tiga jenis yakni spontan. Selama terjadi kemajuan persalinan dan tidak ada tanda-tanda bahaya yang mengancam kehidupan janin. untuk menolong persalinan letak sungsang diperlukan lebih banyak ketekunan dan kesabaran dibandingkan dengan persalinan presentasi kepala.6Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif berkurang. Letak sungsang ini akan memerlukan teknik persalinan yang berbeda dengan persalinan letak kepala baik dalam persalinan pervaginam maupun sectio cesarea. jumlah air ketuban relatif lebih banyak.2.6Sayangnya. sedangkan pada kehamilan cukup bulan.3 Sebagai contoh.3. terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm. 3.Khusus pada persalinan pervaginam. Pada presentasi bokong akibat ekstensi kedua .4. hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala. janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu. namun semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu melahirkan bayi dengan selamat. Mengenai Pengertian dari Persalinan Letak SungsangPersalinan sungsang adalah persalinan untuk melahirkan janin yang membujur dalam uterus dengan bokong atau kaki pada bagian bawah dimana bokong atau kaki akan dilahirkan terlebih dahulu daripada anggota badan lainnya. sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindarkan. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang.pelaksanaan terapi serta intervensi lebih dini bisa dilakukan.6• Presentasi bokong (frank breech) (50-70%). Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala.256 persalinan tunggal dari tahun 1990 sampai 1999 di Parkland Hospital merupakan letak sungsang. sedangkan kepala berada ruangan yang lebih kecil di segmen bawah uterus. PrevalensiLetak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada. mengingat bahaya-bahayanya. maka penolong tidak perlu melakukan tindakan yang bertujuan untuk mempercepat kelahiran janin. Berikut akan diulas satu persatu mulai dari definisi menurut dunia kedokteran.Sedangkan dalam persalinan.1 PatofisiologiLetak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan dalam uterus. manual aid dan total ekstraksi dimana semuanya memiliki resiko terutama pada fetal seperti asfiksi dan lainnya sedangkan indikasi untuk melakukan section cesarea pada letak sungsang sama dengan indikasi umum section cesarea secara umum. beberapa fetus tidak seperti itu. frekuensi letak sungsang lebih tinggi.Dikenal beberapa jenis letak sungsang. Terjadinya letak sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan. sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. terdapat beberapa teknik atau perasat yang digunakan pada situasi berbeda pada letak sungsang. yakni:1.

• Presentasi bokong kaki tidak sempurna dan presentasi kaki ( incomplete or footling ) ( 10-30%). ( Magnetic Resonance Imaging ). Pada presentasi bokong kaki tidak sempurna hanya terdapat satu kaki di samping bokong. Frekuensi terjadinya letak sungsang juga meningkat dengan adanya plesenta previa. karena terasa penuh di bagian atas dan gerakan terasa lebih banyak di bagian bawah. Apabila masih ada keragu-raguan. Plasenta previa karena menghalangi turunnya kepala ke dalam pintu atas panggul. dan footlink breech.Faktor lain yang menjadi predisposisi terjadinya letak sungsang selain umur kehamilan termasuk diantaranya relaksasi uterus berkaitan dengan multiparitas. maka harus dibedakan dengan tangan. Gambar Presentasi letak sungsang. 6Pemeriksaan yang teliti dapat membedakan bokong dengan muka karena jari . Pada persalinan lama. bokong janin mengalami edema.R. di bagian bawah uterus tidak dapat diraba bagian yang keras dan bulat. Tidak ada hubungan yang kuat antara letak sungsang dengan pelvis yang menyempit (panggul sempit). Prematuritas karena bentuk rahim relatif kurang lonjong. karena misalnya dinding perut tebal. Berturut-turut dari kiri ke kanan : complete breech. harus dipertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografik atau M. Bila dapat diraba kaki. Pada presentasi bokong kaki sempurna disamping bokong dapat diraba kaki. tetapi bokong tidak dapat digerakkan semudah kepala. anencephalus.• Presentasi bokong kaki sempurna ( complete breech ) ( 5-10%). Seringkali wanita tersebut menyatakan bahwa kehamilannya terasa lain daripada kehamilannya yang terdahulu. frank breech. kedua kaki terangkat ke atas sehingga ujungnya terdapat setinggi bahu atau kepala janin. yakni kepala.6Fianu dan Vaclavinkova (1978) menemukan prevalensi lebih tinggi pada implantasi plasenta di daerah kornual-fundal pada letak lintang (73 %) dari presentasi vertex (5 %) dengan sonografi. Panggul sempit5. 6Setelah ketuban pecah. Kadang-kadang bokong janin teraba bulat dan dapat memberi kesan seolah-olah kepala. dan kepala teraba di fundus uteri.I. kelainan uterus dan tumor pelvis. 6Apabila diagnosis letak sungsang dengan pemeriksaan luar tidak dapat dibuat. sehingga kadang-kadang sulit untuk membedakan bokong dengan muka. maka diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan dalam. uterus mudah berkontraksi atau banyaknya air ketuban. Dengan demikian pada pemeriksaan dalam hanya dapat diraba bokong. 7 EtiologiAda beberapa penyebab yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah:41.1 DiagnosisDiagnosis letak sungsang pada umumnya tidak sulit. Pada kaki terdapat tumit.3. Pada pemeriksaan luar. tetapi hanya sejumlah kecil letak sungsang yang berhubungan dengan plasenta previa. karena plasenta mengurangi luas ruangan di daerah fundus. dapat diraba lebih jelas adanya bokong yang ditandai dengan adanya sakrum. Hidramnion karena anak mudah bergerak. kedua tuber ossis iskii. sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas. karena kepala kurang sesuai dengan bentuk pintu atas panggul. multi fetus. dan anus. sedangkan pada tangan ditemukan ibu jari yang letaknya tidak sejajar dengan jari-jari lain dan panjang jari kurang lebih sama dengan panjang telapak tangan.4. Denyut jantung janin pada umumnya ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada umbilikus.sendi lutut. Pada presentasi kaki bagian paling rendah adalah satu atau dua kaki. air ketuban masih banyak dan kepala anak relatif besar2. Kelainan bentuk kepala: hidrocephalus. Plasenta yang terletak di daerah kornu fundus uteri dapat pula menyebabkan letak sungsang. persalinan sungsang sebelumnya.

4) hamil kembar. sebab dengan narkosis ringan versi laur jauh lebih sulit dibandingkan bila penderita tetap dalam keadaan sadar. bokong harus dikeluarkan lebih dahulu dari rongga panggul.yang akan dimasukkan ke dalam anus mengalami rintangan otot. hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala. versi luar harus diusahakan karena kalau berhasil akan memungkinkan dilakukan partus percobaan. usaha versi luar dapat menyebabkan solusio plasenta. Pada presentasi bokong kaki sempurna.1. Versi luar tidak ada gunanya dicoba bila air ketuban terlalu sedikit. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang. kepala didorong masuk ke rongga panggul. karena usaha tersebut tidak akan berhasil. sehingga fleksi tubuh bertambah. 3) hipertensi. 6 Pada penderita hipertensi. yang lebih berbahaya ialah bila janin berada dalam satu kantong amnion kemungkinan tali pusat kedua janin akan saling melilit. usaha untuk melakukan versi luar tidak ada gunanya. karena meskipun berhasil menjadi presentasi kepala. diagnosis letak janin harus pasti. karena penderita tidak merasakan sakit ada bahaya kemungkinan digunakan tenaga berlebihan dan dapat mengakibatkan lepasnya plasenta.1. 6 Selanjutnya kedua tangan bekerjasama untuk melaksanakan putaran janin untuk menjadi presentasi kepala. merupakan tindakan untuk mengubah presentasi janin secara artifisial. 6Kalau versi luar gagal karena penderita menegangkan otot-otot dinding perut. kedua kaki dapat diraba disamping bokong. penggunaan narkosis dapat dipertimbangkan. Versi luar hendaknya dilakukan dengan kekuatan yang ringan tanpa mengadakan paksaan. 5) plasenta previa. hanya teraba satu kaki di samping bokong. karena kemungkinan besar janin masih dapat memutar sendiri. terutama pada primigravida. sedangkan pada kehamilan kembar. sebaiknya tidak melakukan versi luar dengan menggunakan narkosis. bokong ditahan dengan satu tangan. sedang tangan yang lain mendorong kepala ke bawah sedemikian rupa. Kalau bokong tidak dapat dikeluarkan dari panggul. Pada panggul sempit tidak ada gunanya melakukan versi luar. sedangkan pada presentasi bokong kaki tidak sempurna. sedangkan jari yang dimasukkan ke dalam mulut akan meraba tulang rahang dan alveola tanpa ada hambatan.6 Penatalaksanaan Dalam kehamilanMengingat bahaya-bahayanya. Mengingat bahayanya. Pada umumnya versi luar sebelum minggu ke-34 belum perlu dilakukan. 6Kontraindikasi lain untuk melakukan versi luar ialah: 1) panggul sempit. Tetapi bila kesempitan panggul hanya ringan. tindakan ini dilakukan dengan meletakkan jari-jari kedua tangan penolong pada perut ibu bagian bawah untuk mengangkat bokong janin. 6Sebelum melakukan versi luar. akhirnya perlu dilakukan seksio sesarea. baik melalui penggantian kutub yang satu dengan lainnya pada letak . Sesudah janin berada keadaan presentasi kepala.6VersiVersi atau pemutaran. Versi luar pada perdarahan antepartum tidak boleh dilakukan. Setelah bokong keluar dari panggul. karena dapat menambah perdarahan akibat lepasnya plasenta. sedangkan setelah minggu ke-38 versi luar sulit untuk berhasil karena janin sudah besar dan jumlah air ketuban relatif berkurang. Versi luar sebaiknya dilakukan pada kehamilan antara 34 dan 38 minggu. Kerugian penggunaan narkosis untuk versi luar antara lain: narkosis harus dalam. 2) perdarahan antepartum. selain janin yang lain dapat menghalangi usaha versi luar tersebut. sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindarkan. Disamping itu. Selama versi dilakukan dan setelah versi berhasil denyut jantung janin harus selalu diawasi. Apabila bokong sudah turun. sedangkan denyut jantung janin harus baik.

Menurut Fortunato dkk. sehingga harus dicoba untuk menghindari peningkatan angka mortalitas yang menyertai persalinan sungsang. Akan tetapi versi sefalik luar jarang berhasil kalau serviks sudah mengadakan dilatasi penuh atau kalau ketuban sudah pecah. Versi sefalik dianggap oleh sebagian dokter kebidanan sebagai teknik yang sering berhasil baik dengan morbiditas yang kecil.c) Ekstraksi sungsang (total breech extraction). seluruh tangan operator dimasukkan ke dalam kavum uteri. Janin dilahirkan seluruhnya dengan memakai tenaga penolong. atau konversi letak oblik atau letak lintang menjadi letak longitudinal.A. Denyut jantung janin harus dimonitor terusmenerus. versi luar merupakan tindakan manipulasi yang dilakukan lewat dinding abdomen .IndikasiJika presentasi bokong atau bahu (letak lintang) didiagnosis pada minggu-minggu terakhir kehamilan. Janin dilahirkan sebagian dengan tenaga dan kekuatan ibu dan sebagian lagi dengan tenaga penolong. (3) posisi punggung bayi tidak menghadap ke belakang.5. menangkap salah satu atau kedua kaki janin. alat sonografi akan bermanfaat.longitudinal.4.b) Manual aid (partial breech axtraction. (1998). Jadi. karena akan mengakibatkan pemakaian tenaga yang tidak semestinya. perubahan presentasi tersebut merupakan satu-satunya alternatif bagi tindakan seksio sesarea. Persalinan pervaginamBerdasarkan tenaga yang dipakai dalam melahirkan janin pervaginam.3. Jenis versi ini juga diberi nama menurut metode yang dipakai. pengubahannya menjadi presentasi verteks dapat dicoba lewat manuver luar asalkan tidak terdapat disproporsi nyata antara besar janin dan ukuran panggul. (4) pasien tidak gemuk. Versi Sefalik LuarTujuan prosedur ini adalah untuk mengubah presentasi yang kurang menguntungkan menjadi presentasi verteks atau presentasi belakang kepala. ketuban masih utuh dan janin yang berada dalam letak lintang berukuran kecil dan atau sudah mati. B.61. Jangan menggunakan anestesi. Cara ini lazim disebut cara Bracht. persalinan pervaginam dibagi menjadi 3 yaitu:a) Persalinan spontan (spontaneous breech). sementara bagian atas badan janin didorong ke arah yang berlawanan secara trans abdomen. berlaku inidikasi yang sama.Tergantung pada bagian presentasi janin (kepala atau bokong). (2) cairan ketuban masih terdapat dalam jumlah yang normal. dapat dilakukan versi sefalik atau podalik. Jika letak janin melintang. Prosedur Pertolongan Persalinan . hanya ada beberapa indikasi untuk dilakukannya versi podalik dalam. sehingga dokter bisa mendengar suara denyut jantung tersebut selama melakukan tindakan. Kemungkinan trauma yang serius pada janin dan ibu pada waktu dilakukan versi podalik dalam dari suatu presentasi kepala. sebelum ketuban pecah.IndikasiKecuali pada persalinan bayi kedua dalam kehamilan kembar. Tindakan ini kemudian diikuti oleh ekstraksi bokong. dan menariknya keluar lewat serviks. Janin dilahirkan dengan kekuatan dan tenaga ibu sendiri.2.2. Managemen Dalam persalinanJenis pimpinan persalinan sungsang1. assisted breech delivery). versi sefalik luar lebih besar kemungkinannya untuk berhasil jika : (1) bagian presentasi belum turun ke dalam panggul. Kalau ada. Terkadang prosedur ini bisa dibenarkan kalau serviks sudah berdilatasi penuh. Versi Podalik DalamPerasat ini terdiri dari pemutaran janin oleh dokter kebidanan yang memasukkan tangannya ke dalam rongga rahim. kecuali bila janin itu berukuran sangat kecil dan biasanya belum viabel. Persalinan per abdominam ( seksio sesarea)A. Indikasi tersebut kemudian bisa diperluas sampai pada letak bayi yang tidak stabil biasanya masih bisa berubah secara spontan menjadi letak longitudinal ketika proses persalinan berlangsung.Dalam stadium awal persalinan. sementara pada versi dalam.

Agar tenaga mengejan lebih kuat. dagu.b.2.b. Persalinan secara Bracht mengalami kegagalan terutama dalam keadaan panggul sempit.2.6. 5-10% persalinan secara Bracht mengalami kegagalan. Disebut fase lambat karena kepala akan keluar dari ruangan yang bertekanan tinggi (uterus). yaitu punggung janin didekatkan ke perut ibu.b. seorang asisten melakukan ekspresi Kristeller pada fundus uterus. sehingga fase cepat dapat segera diselesaikan.5. Seorang asisten segera menghisap lendir dan bersamaan dengan itu penolong memotong tali pusat.6Indikasi1. yaitu bagian yang tidak begitu berbahaya. Pada setiap his ibu disuruh mengejan. Janin yang baru lahir diletakkan diperut ibu.6Tahapan1. Cara ini adalah cara yang paling mendekati persalinan fisiologik. adanya lengan menjungkit atau menunjuk. yaitu mulai lahirnya mulut sampai seluruh kepala lahir. Gambar teknik hiperlordosis punggung bayi pada perasat Bracht 7 B.Teknik1. Di Negara Amerika sebagian . Tangan penolong tidak masuk ke dalam jalan lahir. sedang penolong berdiri di depan vulva. bahu dan lengan. Tahap kedua: fase cepat. Pada persiapan kelahiran janin harus selalu disediakan cunam Piper. janin besar. sehingga mengurangi trauma pada janin.9. Persalinan secara Bracht mengalami kegagalan. Disebut fase cepat karena pada fase ini kepala janin mulai masuk pintu atas panggul. Episiotomi dikerjakan pada saat bokong membuka vulva. Dari semula memang hendak melakukan pertolongan secara manual aid. Segera setelah bokong lahir. Bila mulut sudah lahir. Menjaga agar posisi kepala janin tetap dalam posisi fleksi. Pada waktu tali pusat lahir dan tampak sangat tegang. perut. janin dapat bernafas lewat mulut. yaitu mulai dari lahirnya pusar sampai lahirnya mulut. penolong harus memperhatikan sekali lagi persiapan untuk ibu. Pada waktu bokong mulai membuka vulva (crowning) disuntikkan 2-5 unit oksitosin intra muskulus. Prosedur Manual Aid1. Dengan melakukan gerakan hiperlordosis ini berturut-turut lahir tali pusat. Oleh karena itu fase ini harus segera diselesaikan dan tali pusat segera dilonggarkan. Tahap pertama: fase lambat. tali pusat dikendorkan lebih dahulu. sedangkan jari-jari lain memegang panggul. jalan lahir kaku misalnya pada primigravida. sesuai dengan sumbu panggul. 3.7. Keuntungana. Tahap ketiga: fase lambat. Kerugiana. Ketika timbul his ibu disuruh mengejan dengan merangkul kedua pangkal paha.5. mulut dan akhirnya seluruh kepala. janin. ke dunia luar yang tekanannya lebih rendah. Ibu tidur dalam posisi litotomi. Maksud ekspresi Kristeller ini adalah:a. sehingga kemungkinan tali pusat terjepit. sehingga mengurangi bahaya infeksi. misalnya bila terjadi kemacetan baik pada waktu melahirkan bahu atau kepala. Bersamaan dengan dimulainya gerakan hiperlordosis ini. Sebelum melakukan persalinan. Pemberian oksitosin ini adalah untuk merangsang kontraksi rahim sehingga fase cepat dapat diselesaikan dalam 2 his berikutnya. sehingga kepala harus dilahirkan secara perlahan-lahan untuk menghindari terjadinya perdarahan intra kranial (adanya ruptur tentorium serebelli).2. maupun penolong.8. sehingga tidak semua persalinan letak sungsang dapat dipimpin dengan cara Bracht.disebut fase lambat karena fase ini hanya untuk melahirkan bokong. c.3. Menghindari terjadinya ruang kosong antara fundus uterus dengan kepala janin sehingga tidak terjadi lengan menjungkit. yaitu mulai lahirnya bokong sampai pusat (skapula depan ). yaitu kedua ibu jari penolong sejajar sumbu panjang paha.5. Penolong hanya mengikuti gerakan ini tanpa melakukan tarikan sehingga gerakan tersebut hanya disesuaikan dengan gaya berat badan janin. Kemudian penolong melakukan hiperlordosis pada badan janin guna mengikuti gerakan rotasi anterior.4. bokong dicengkram secara Bracht.Spontan1.

3. Muellerc.besar ahli kebidanan cenderung untuk melahirkan letak sungsang secara manual aid. dimasukkan ke dalam jalan lahir dan diletakkan di pelipatan paha depan. Dengan pegangan ini. karena mereka menganggap bahwa sejak pusar lahir adalah fase yang sangat berbahaya bagi janin. Kedua tangan penolong memegang betis janin. Prague terbalike. Selanjutnya untuk melahirkan badan janin yang lain dilakukan cara persalinan yang sama seperti pada manual aid. Tangan yang di luar mendorong fundus uterus ke bawah. kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi. Setelah kaki bawah fleksi pergelangan kaki dipegang oleh jari kedua dan jari ketiga dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut. lahirnya kepala. Mauriceaub. Kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dielevasi ke atas sehingga trokanter belakang lahir.Kepala dapat dilahirkan dengan cara:a.6Gambar 4. Tahap kedua. pangkal paha sampai lutut.4. sedang tangan yang lain membuka labia. Prosedur Ekstraksi sungsangTeknik Ekstraksi Kaki1. Setelah persiapan selesai. Tangan yang di dalam mencari kaki depan dengan menelusuri bokong. yaitu kedua ibu jari diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang betis. kaki janin ditarik curam ke bawah sampai pangkal paha lahir.2. Wigan MartinWinckeld. dan jari-jari lain di depan betis. Dengan jari telunjuk ini. lahirnya bahu dan lengan yang memakai tenaga penolong. Cara atau teknik untuk melahirkan bahu dan lengan adalah secara:a.1. lahirnya bokong sampai pusar yang dilahirkan dengan tenaga ibu sendiri. Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokanter depan lahir. Setelah bokong lahir. Dengan pegangan ini badan janin ditarik curam ke bawah sampai pusar lahir. pelipatan paha dikait dan ditarik curam ke bawah. Louvset3. maka yang akan lahir lebih dulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus curam ke bawah. sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan paha. Ekstraksi dengan menggunakan cunam Piper 7 C.6. Ekstraksi kaki menggunakan perasat Pinard 7Teknik Ekstraksi Bokong1.2. Najouksc. Tahap pertama. Untuk memperkuat . tangan yang searah dengan bagian-bagian kecil janin dimasukkan secara obstetrik ke dalam jalan lahir. Jari telunjuk tangan penolong yang searah dengan bagian kecil janin.Tahapan1. Cunam Piper Gambar Melahirkan bahu dan lengan dengan cara klasik/Deventer 7 Gambar Melahirkan bahu dan lengan (Mueller) : ekstraksi depan kemudian belakang 7 Gambar Manual aid Mauriceau-Veit-Smellie 7 Gambar Perasat Prague terbalik 7 Gambar 7. Klasik ( Deventer )b. sehingga sukar untuk menurunkan kaki. Ekstraksi bokong dikerjakan bila jenis letak sungsang adalah letak bokong murni (frank breech). dan bokong sudah berada di dasar panggul. Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dahulu. Tahap ketiga.5. Bila kedua trokanter telah lahir berarti bokong telah lahir. Pegangan dipindahkan pada pangkal paha setinggi muingkin dengan kedua ibu jari di belakang paha. dan kemungkinan besar tali pusat terjepit diantara kepala janin dan pintu atas panggul. maka untuk melahirkan janin selanjutnya dipakai teknik pegangan femuro-pelviks.2.5. karena pada saat itulah kepala masuk ke dalam pintu atas panggul.

Fraktur femur. terjadilah pengecilan rahim. kemudian janin dapat dilahirkan dengan cara manual aid (bedah kebidanan). Kerusakan jaringan otak. Keadaan ini merangsang janin untuk bernapas. Oleh karena itu cara persalinan ini sekarang sudah tidak dianjurkan lagi pada janin hidup.h. insisi Duhrssen pada serviks mugkin dapat dilakukan.Kerusakkan pada tulang janin dapat berupa:a. bokong dipegang secara femuro-pelviks. Fraktur tulang-tulang kepala. abdomen. sekali letak sungsang melewati introitus vagina. khususnya pada panggul sempit atau adanya diproporsi sefalo-pelvik.1. thoraks. yang menimbulkan anoksia. sehingga terjadi gangguan sirkulasi plasenta dan menimbulkan anoksia janin.d. maka anoksia ini diperberat lagi. Akibatnya darah. Pada kehamilan aterm. serviks yang belum terbuka lengkap. Pada keadaan ini.1. Bila sudah diputuskan melahirkan janin pervaginam.Pada fetus preterm. maka jari telunjuk penolong yang lain segera mengait pelipatan paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir. Oleh karena itu. beberapa pergerakan kepala mungkin sukses melewati jalan lahir. persalinan mungkin dipaksakan. atau kepala janin yang dilahirkan secara mendadak. Setelah bokong lahir.Mengingat penyulit pada janin akibat persalinan pervaginam cukup berat.c. Cara persalinan secara ekstraksi total (total extraction) merupakan cara persalinan dengan penyulit janin yang sangat nburuk. Pada keadaan yang tidak menguntungkan ini. dan turut menarik curam ke bawah.6Penyulit persalinan pervaginam1. Hematoma otot-otot. Fraktur humerus ketika hendak melahirkan lengan yang menjungkit (extended).4. juga merupakan rangsangan yang kuat untuk janin bernapas. sebelum memutuskan untuk melahirkan janin secara pervaginam. dan fetal hipoksia mungkin berbahaya. 3. Saat itu.3. perbedaan antara ukuran kepala dan bokong biasanya lebih besar daripada fetus yang lebih tua. maka penolong dituntut untuk menguasai teknik persalinannya secara terampil.Bila sebagian besar badan janin telah lahir.5Komplikasi pada persalinan pervaginamPersalinan sungsang dengan tarikan sampai pada lahirnya umbilikus dan talipusat menyentuh pelvis. trauma pada fetus dan ibu mungkin dapat dinilai. yaitu kematian janin 3 kali lebih banyak dibanding persalinan spontan. bokong dan ekstremitas bawah fetus preterm akan melewati serviks dan dilahirkan. tetapi hipoksia dan asidemia bertambah berat. Fraktur klavikula ketika melahirkan bahu yang lebar. lengan dan kepala harus lahir secara tepat. Bila dengan tarikan ini trokanter depan mulai tampak di bawah simfisis. maka perlu dilakukan evaluasi obstetrik dengan teliti. Walaupun demikian. maka tangan penolong yang lain mencengkeram pergelangan tangan tadi. persalinan mungkin tertunda beberapa menit ketika melahirkan kepala yang menyusul melewati pelvis ibu.f. Fraktur pada tulangtulang janin.4. Dislokasi bahu. dengan bahaya terjepitnya tali pusat pada waktu kepala masuk panggul (fase cepat).5. Paralisis brakialise.2. tarikan atau keduanya. atau2. akan menekan tali pusat. yang dapat menimbulkan sufokasi. menyebabkan trauma dari penekanan. Robertson dan kawan- .Selain akibat mengecilnya uterus pada waktu badan janin lahir. pilihan persalinan pervaginam keduanya tidak memuaskan:1.Trauma pada otak janin dapat terjadi. Kematian perinatal pada letak sungsang dibanding dengan letak belakang kepala rata-rata 5 kali lebih banyak. dan serviks belum berdilatasi cukup untuk melahirkan kepala tanpa trauma. Ini melibatkan persalinan yang sedikit cepat dapat menekan bagian-bagian janin. Asfiksia fetalis. Sufokasi.tenaga tarikan ini.g. mukus. cairan amnion dan mekonium akan diaspirasi. Badan janin yang sebagian sudah berada diluar rahim.b. sehingga timbul dekompresi. Dislokasi panggul terutama pada waktu melahirkan tungkai yang sangat ekstensi (fleksi maksimal).

Riwayat persalinan yang buruk (bad obstetric history). Namun hal ini tidak berarti bahwa semua letak sungsang harus dilahirkan per abdominal. dan HCO3 lebih rendah dibandingkan persalinan letak kepala. Christian dan Brady (1991) melaporkan bahwa pH darah arteri umbilikus rendah. nilai asam basa darah tali pusat secara signifikan berbeda untuk persalinan pervaginam. Dicurigai . Primigravida tua.1987). Sedangkan.D.5 perse. Dengan cara yang sama. Fetal distres bukan karena prolaps tali pusat didiagnosa pada 5 persen wanita lainnya yang dipilih untuk persalinan pervaginam.c. Janin besar. misalnya:a. Masalah lain pada mekanisme letak sungsang adalah terperangkapnya lengan di belakang leher. Mereka juga menemukan tidak ada hubungan kelahiran neonatus yang tidak diinginkan setelah kepala terperangkap.1996) mengamati tidak ada perbedaan yang bermakna pada kejadian kepala terperangkap pada persalinan sungsang umur kehamilan 28-36 mingggu atau 24-27 minggu.Apgar skor.d. Persalinan letak sungsang dengan seksio sesarea sudah tentu merupakan cara yang terbaik ditinjau dari janin.Albrechtsen dan kawan-kawan (1997) mengevaluasi percobaan untuk memilih persalinan pervaginam atau sesarean pada letak sungsang. bagaimanapun. yang sesuai dengan 0. Socol dan kawan-kawan (1988) menyimpulkan. Pada 1212 letak sungsang. memberi trauma yang sangat berarti bagi janin. Flanagan dan kawan-kawan (1987) menekankan bahwa kelahiran bayi pada persalinan sungsang tidak diperburuk oleh perbedaan yang signifikan dari Apgar skor atau status asam basa pada kelahiran.b. insiden prolaps tali pusat pada presentasi kaki adalah 15 persen. Nilai sosial janin tinggi (high social value baby). yang gejala-gejalanya akan tampak baik pada waktu persalinan maupun baru di kemudian hari. insiden pada posisi frank breech sekitar 0. Dalam laporan Collea dan kawan-kawan ( 1978 ).Soernes dan Bakke ( 1986) pada pengamatan awal menyatakan bahwa panjang tali pusat umbilikus lebih pendek pada letak sungsang dari keterlibaletak kepala secara signifikan.Frekuensi prolaps tali pusat meningkat apabila fetus berukuran kecil atau bila sungsang tidak dalam posisi bokong murni. Prosedur persalinan sungsang per abdominal1. lebih dari 3. 1991 ). pada persalinan pervaginam letak sungsang secara umum lebih rendah dari bila dilakukan persalinan sesarean secara elektif (Flanagan dan kawan-kawan. Sebagai contoh. Lebih lanjut. Flannagan dan kawan-kawan (1987) menyeleksi 244 wanita dengan letak sungsung yang bervariasi (72 persen adalah frank brech) untuk percobaan persalinan. khususnya pada 1 menit.3. 1993 ).kawan ( 1995.5 kg-4 kg. Komplikasi lengan menunjuk ( nuchal arm) sampai 6 persen dari persalinan sungsang pervaginam dan dihubungkan dengan peningkatan mortalitas neonatal ( Cheng and Hanah. Abnormalitas tali pusat ini sepertinya memainkan peran dalam perkembangan janin letak sungsang seperti insiden yang relatif tinggi pola denyut jantung janin yang mencemaskan pada persalinan. didapatkan 4 persen kejadian prolaps tali pusat.4 persen pada presentasi kepala ( Barrett. persalinan sesarean meningkatkan Apgar skor tetapi tidak status asm basa. 10 persen dari wanita yang dikenali untuk persalinan pervaginam mengalami persalinan sesarean karena berisiko dalam persalinan. Banyak ahli melaporkan bahwa persalinan letak sungsang pervaginam. keterlibatan tali pusat yang melingkar-lingkar pada fetus lebih umum pada letak sungsang ( Spellacy and associates. 1996). Keseluruhan.e. Pco2 tinggi. dan 5 persen pada letak bokong murni.2. Beberapa kriteria yang dapat dipakai pegangan bahwa letak sungsang harus dilahirkan per abdominal. Untuk melakukan penilaian apakah letak sungsang dapat melahirkan per vaginam atau harus per abdominam kadang-kadang sukar.

beberapa permasalahan yang lebih serius dapat mengikuti separasi epifisis pada tulang skapula. Gilstrap LC. Kalau bayi ditarik keluar secara paksa lewat panggul yang sempit. 2001: 509-535.Bagi janin. Kelainan fetus. angka mortalitas perinatal juga meningkat akibat semakin besarnya kemungkinan terjadinya trauma lain pada saat dilakukan ekstraksi.f. Berbagai perasat intra uteri. Pada persalinan sungsang yang sulit terdapat peningkatan risiko maternal. Distosia (Patologi Persalinan ) dalam Obstetri Patologi bagian obstetri dan ginekologi.1. meskipun keadaan ini akan hilang spontan. hambatan pertumbuhan. secara umum prognosis bagi ibu yang bayinya dilahirkan dengan ekstraksi bokong bagaimanapun juga lebih baik bila dibandingkan pada tindakan seksio sesarea. Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu. KomplikasiPada letak sungsang yang persisten. Kadang-kadang leher bayi sendiri dapat patah kalau pada waktu ekstraksi digunakan tenaga yang besar. edisi 1979. Berat badan lahir yang rendah pada persalinan preterm. Anestesi yang memadai untuk menimbulkan relaksasi uterus yang nyata dapat pula mengakibatkan atonia uteri yang selanjutnya diikuti oleh perdarahan postpartum dari tempat implantasi plasenta. meningkatnya komplikasi berikut harus diantisipasi:1.Zatuchni dan Andros telah membuat suatu indeks prognosis untuk menilai lebih tepat apakah persalinan dapat dilahirkan per vaginam atau per abdominam.3. prolapsus funikuli pada presentasi bokong tak lengkap jauh lebih sering dijumpai bila dibandingkan pada presentasi verteks.3. prognosisnya kurang menguntungkan dan akan semakin serius dengan semakin tingginya bagian presentasi pada awal dilakukannya ekstraksi bokong. Prematuritas. bisa saja terjadi. Di samping peningkatan risiko terjadinya ruptura tentorium dan perdarahan intraserebral.7. laserasi serviks ataupun keduanya.4. dapat mengakibatkan ruptura uteri. Tetapi. Meskipun demikian. humerus atau femur. Multipel fetus8.2. Gant NF. khususnya dengan segmen bawah uterus yang sudah tipis. dan fraktur femur dapat terjadi dalam pelaksanaan ekstraksi bokong pada persalinan frank breech yang sulit.Fraktur humerus dan klavikula tidak selalu dapat dihindari ketika dilakukan pembebasan lengan. Prolaps tali pusat. tetapi lebih sering lagi disebabkan oleh peregangan leher secara berlebihan ketika dilakukan pembebasan lengan bayi. Intervensi operatif. Lebih lanjut. 21st edition. Wenstrom KD. dan komplikasi ini selanjutnya akan memperburuk prognosis bagi bayi. Anomali uterus dan tumor.6. dan bayi. Tindakan manipulasi tersebut dapat pula menyebabkan pelebaran luka episiotomi dan robekan perineum yang dalam. PrognosisBaik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala. Bandung: Elstar Offset: 169-185. Breech Presentation and Delivery in William Obstetrics. New York: Mc Graw Hill Company.6 Jika ingin lebih lengkapnya bisa dibaca sumber-sumber tulisan ini: 1.adanya kesempitan panggul. Fetal . atau keduanya. Leveno KJ. Cunningham FG. neonatus. Hauth JH. fraktur kompresi berbentuk sendok atau fraktur tengkorak yang sebenarnya. yang menyertai persalinan sungsang. dengan akibat yang umumnya fatal. Plasenta previa.2.61. Hematom otot sternokleidomastoideus kadang kala terjadi setelah tindakan ekstraksi. Morbiditas dan mortalitas perinatal dari persalinan yang sulit.5. atau persalinan after coming head lewat serviks yang belum berdilatasi lengkap. Paralisis lengan merupakan peristiwa yang bisa terjadi akibat tekanan oleh jari tangan operator pada pleksus brakialis ketika melakukan traksi. khususnya seksio sesarea. DiLeo GM.

2006. patofisiologi obgyn. 2002: 607-622.com/bp/emed. last update december 10. Accessed August 9.com. sering terjadi pada primiyang prematur 3)Presentesi kaki. http//:www. tugas kedokteran This post was written by: haryoga . Persalinan Sungsang dalam Ilmu Bedah Kebidanan. edisi ke-3. plasenta letak rendah atau tumor yang menghalangi jalan lahir. Silakan lihat halaman about me untuk profil saya selengkapnya.6. Saya I Made Haryoga. polihidramnion memungkinkan terjadinya malpresentasi Diagnosis Diagnosis ditegakan dengan pemerikasaan abdominal. janin. Terima kasih atas kunjungannya. sehingga kaki berada dekat kepala. http://www. managemen kehamilan.csd.ahealthyme. Wiknjosastro H.7. Contact the author Kelainan Kelainan Letak Sungsang Dalam Kehamilan Letak sungsang merupakan suatu letak dimana bokong bayi merupakan bagian rendah dengan atau tanpa kaki (keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri. Selamat datang di rumah saya. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. kehamilan letak sungsang. insufisiensi cairan ketuban. Ada 4 tipe letak sungsang 1)Complete/flexed brech.geocities.K. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. Nugroho. letak sungsang.who has written 62 posts on imadeharyoga. 1 atau kedua kaki di bawah bokong 4)Presentasi lutut.css.emedicine.4.Accessed August 18. Selain itu kelainan-kelainan seperti hidrosefalus. last update May 5. Patologi Persalinan dan Penanganannya dalam Ilmu Kebidanan. penyebab pasti dari presentasi bokong belum diketahui secara pasti tetapi dapat terjadi pada persalinan premetur. 2006. http://www. kebidanan.com/fa/ahealth. edisi ke-4. 2005. 5. janin berada dalam posisi 1 atau kedua lutut berada di bawah bokong Penyebab Presentasi bokong terjadi kurang lebih 3% pada semua persalinan. pada posisi ini paha dan lutut bayi fleksi dan kaki menutupi bokong. Fischer R. gande multi. 1999.com/Yosemite/rapids/cklobpt9. 2002: 104-122. 2006. Persalinan Sungsang. Breech Presentation. accesssed August 9. kesehatan ibu hamil. Pada palpasi di bagian bawah . tetapi pada kaki ektensi.Anatomi. uterus bikormis. persalinan letak sungsang. bayi.html. Wiknjosastro H. Tipe ini lebih sering pada multigravida 2)Extended brech (frank brech) pada bayi fleksi.

Pelepasan plasenta dapat terjadi pada kala II akibat tarikan dari tali pusat.Oedem genital dan memar atau lecet akibat capformation Kejadian anomali kongenital tinggi pada bayi dengan presentasi atau letak sungsang dan terutama pada BBLR. Bahaya Persalinan sungsang tidak menyebabkan bahaya bagi ibu tetapi menimbulkan hal yang serius bagi bayinya. Bahaya persalinan sungsang dapat di simpulkan sebagai berikut: 1. Kebanyakan dokter ahli kebidanan menganjurkan induksipersalinan pada 38 minggu.Anoksia intra dan ekstra uterin 2.Kala II persalinan . Denyut jantung janin terdengar di atas pusat. sementara di fundus teraba bagian yang keras. Jika ibu tidak partus spontan pada 40 minggu biasanya dilakukan induksi persalinan. Setelah kepala masuk ke dalam rongga panggul dapat terjadi tekanan pada kepala pada tali pusat dan ini akan menyebabkan hipoksia janin. ruptur organ abdomen dan banyak bahaya untuk otot syaraf. Kadang-kadang kontraksi uterus hipotonis sehingga dapat dirangsang dengan pemberian oksitosin. ketika fetus masih agak kecil. anastesi dan ahli anak.Kala I persalinan Kala I persalinan lebih lama daripada letak belakang kepala. Manajemen Persalinan Sungsang Persalinan dianjurkan di rumah sakit di bawah pengawasan dokter ahli obstetri.Fraktur dan dislokasi 4. Jika bokong enganged seperti pada bokong murni dimana terdapat resiko pecah selput ketuban dan prolapsus umbilikal. Pada saat pembukaan servik tercapai ¾ nya biasanya ibu ingin mengejan.Ruptur organ abdomen 6.teraba bagian yang kurang keras dan kurang bundar.Perdarahan intrakranial 3. bokong dapat melalui servik tetapi kepala tidak melalui servik sehinga ibu dilarang untuk mengejan sampai dilatasi servik lengkap 2.Kerusakan otot dan syaraf terutama pada otot sterno mastoid dan fleksus brachialis 5. Bahaya lain adalah fraktur. Kematian bayi pada persalinan sungsang 4 kali lebih besar daripada persalinan biasa. bundar dan melenting. ibu sebaiknya tidak berjalan-jalan. Penmeriksaan dengan USG atau rontgen dapat mengetahui letak yang sebenarnya pada pemeriksaan pervaginam teraba bagian lunak anus juga akan teraba bagian sacrum. 1.

Posisi sacrum anterior kanan 3. Selanjutnya kepala dilahirkan dengan lambat. tubuh di simpan di atas abdomen ibu. Lengan yang normalnya fleksi menyilang di depan dada dengan mudah dilepaskan dan bahu akan lahir.Pemeriksaan vaginal dilakukan untuk mengetahui pembukaan lengkapsebelum menyuruh ibu mengedan. Mulut dibersihkan dari lendir sehingga bayi bernafas tanpa menghisap cairan lendir. lubang hidung segera dibersihkan kepala dilahirkan secara perlahan-lahan. obat-obatan oksitosin diberikan pada ibu segera seteah bayi lahir. Mekanisme persalinan letak sungsang Hubungan sacrum dengan panggul ibu akanmenentukan posisi janin. Perineum ditekan dengan jari untuk membuka mulut bayi. posisinya sama dengan letak kepalatetapi pada letak sungsang sacrum sebagai penunjuk. Kepala ditarik ke bawah sampai batas hidung sehingga saluran nafas dapat dibersihkan dan oksigen dapat diberikan segera setelah bayi bernafas. Badan bayi maju sampai sejauh umbilikus kemudian kaki di lepaskan/dilahirkan dengan perlahan-lahan. Ada 4 posisi pada letak sungsang: 1. Bokong belakang tampak di vulva dan bokong maju lebih cepat. Ketika kuduk dan garis rambut sudah tampak menunjukan bahwa kepala akan lahir. Bayi di pegang pada pergelangan kaki dan menggunakan traksi yang halus. selama beberapa waktu untuk memudahkan penurunan dan fleksi dari kepala.Sacrum kanan/kiri 4. Metode mauriceau digunakan untuk melahirkan kepala dimana terjadi kelambatan .Sacrum kiri/kanan belakang Pertolongan persalinan pada letak sungsang Persalinan letak sungsang dapat ditolong dengan prasar brach ataupun dengan tindakan/extraksi. Setelah hidung tampak di vulva . Sekarang bayi dalamkeadaan menggantung pada berat badannya. Jika kepala dilahirkan dengan cepat dapat terjadi perdarahan intrakranial. Pertama-tama kandung kancing dikosongkan ketika bokong belakng meregang perineum diberi anastesi lokal dan dilakukan episiotomi. untuk menghindarinya biasanya dengan menggunakan forcep erygey’s atau neville barnes untuk kepala yang sudah lahir hal ini memungkinkan untuk mengontrol kecepatan lahirnya kepala.Posisi sacrum kiri depan 2. Tali pusat dilongggarkan pada kontraksi berikutnya bahu akan tampak.

presentasi kaki. Kejadian letak sungsang berkurang dengan bertambahnya usia kehamilan. Apabila pada praktek di masyarakat. Footling (10-30%) yaitu satu atau kedua tungkai atas ekstensi. tehniknya yaitu dengan menunggangkan bayi apada lengan kiri. Tipe letak sungsang yaitu: Frank breech (50-70%) yaitu kedua tungkai fleksi . dengan akibat hipoksia atau perdarahan di dalam tengkorak. sedangkan bokong merupakan bagian terbawah di daerah pintu atas panggul atau simfisis (Manuab. Jari tengah dan jari telunjuk tangan kanan disangkutkan pada bahu untuk digunakan sebagai tarikan.Pada letak kepala. jalan nafas dibersihkan dan kelahiran kepala dilakuka dengan cara yang sama. Letak sungsang pada usia kehamilan kurang dari 28 minggu sebesar 25%. mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan dari persalinan tersebut. Jari tengah menekan oksiput untuk membantu fleksi. Sebab kematian perinatal pada persalinan presentasi bokong yang terpenting adalah prematuritas dan penanganan persalinan yang kurang sempurna. asisten menekan daerah supra pubik dengan sehalus mungkin kepala dilahirkan melalui jalan lahir. tungkai bawah ekstensi .Letak sungsang terjadi pada 3-4% dari seluruh persalinan. Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri (2). bidan harus mengupayakan membawa ibu ke rumah sakit. bidan menemukan kakus dengan persalinan sungsang. Pada keadaan emergensi bidan dapat melakukan tehnik ini meskipun jarang dilakukan. memasukan tiga jari kedalam vagina dan mencari mulut bayi. 1-3% pada kehamilan aterm. pada kehamilan 32 minggu 7% dan. sedangkan pesalinan letak sungsang justru . DIPOSKAN OLEH BERKAH WATER TECHNOLOGY DI 00. Trauma lahir pada presentasi bokong banyak dihubungkan dengan usaha untuk mempercepat persalinan dengan tindakan-tindakan untuk mengatasi macetnya persalinan.53 Kematian perinatal langsung yang disebabkan karena persalinan presentasi bokong sebesar 4-5 kali dibanding presentasi kepala.dari penurunan kepala. kepala yang merupakan bagian terbesar lahir terlebih dahulu. kemudian memasukan jari tengah ke dalam mulut dan kepala difleksikan.1998).Pengertian Kehamilan SungsangKehamilan pada bayi dengan presentasi bokong (sungsang) dimana bayi letaknya sesuai dengan sumbu badan ibu. Complete breech (5-10%) yaitu tungkai atas lurus keatas. kepala berada pada fundus uteri.

air ketuban yang berlebihan.1998). setelah badan bayi lahir. Sudut Ibu a. Letak Bokong Kaki Sempurna1. Persalinan kepala pada letak sungsang tidak mempunyai mekanisme “Maulage” karena susunan tulang dasar kepala yang rapat dan padat. Teraba bokong2. letak bila lutut terendahUntuk menentukan berbagai letak sungsang dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan dalam. Teraba bokong2. Keadaan jalan lahir1) Kesempitan panggul2) Deformitas tulang panggul3) Terdapat tumor menjalani jalan lahir dan perputaran ke posisi kepala2. Kedua kaki berada di samping bokongC. Kehamilan ganda. Teraba bokong2.hydrocepalus dan janin besar.1998)). Letak Bokong Kaki Sempurna Flexi pada paha dan lutut (Frant Greech). Letak Bokong Murni Flexi pada paha. extensi pada lutut. Bila bagian terendah teraba salah satu dan atau kedua kaki atau lutut2. fibra.Bentuk- Bentuk Letak Sungsang (Manuaba . sehingga hanya mempunyai waktu 8 menit.. Letak Bokong Tak Sempurna1. Letak Bokong Tak Sempurna / lutut Satu atau dua kaki dengan ekstensi pada kaki merupakan bagian terendah (Fn Complek Breech). Implantasi plasenta di fundus atau di tonus uteri cenderung untuk mempermudah terjadinya presentasi bokong ( Harry oxorn.1996 )Penyebab letak sungsang dapat berasal dari 1. myoma. plasenta previa. Kedua kaki menjungkit ke atas sampai kepala bayi3. Letak Bokong Murni1. Berdasarkan komposisi dari bokong dan kaki dapat ditentukan bentuk letak sungsang sebagai berikut :A.b. Sudut janinPada janin tedapat berbagai keadaan yang . Dapat dibedakan letak kaki bila kaki terendah . Beberapa ibu melahirkan bayinya semua dengan presentasi bokong menunjukkan bahwa bentuk panggulnya adalah sedemikian rupa sehingga lebih cocok untuk presentasi bokong daripada presentasi kepala.c. Disamping bokong teraba satu kakiD. Keadaan rahim1) Rahim arkuatus2) Septum pada rahim3) Uterus dupleks4) Mioma bersama kehamilanb.kepala yang merupakan bagian terbesar bayi akan lahir terakhir. Banyak yang diketahui sebabnya. ada pesentasi bokong membakal.EtiologiFaktor-faktor presentasi bokong meliputi prematuritas. panggul sempit. Keterbatasan waktu persalinan kepala dan tidak mempunyai mekanisme maulage dapat menimbulkan kematian bayi yang besar (Manuaba. Keadaan plasenta1) Plasenta letak rendah2) Plasenta previac. Kedua kaki bertindak sebagai spalkB.a. Letak Kaki1. ini merupakan jenis yang tersering dan meliputi hampir 2/3 presentasi bokong. pemeriksaan foto abdomen. dan pemeriksaan ultrasonografi.

setelah bokong lahir. Kepala berada di fundus uteri. Pemeriksaan abdominala. berturut-turut akan lahir dagu.c. muka dan kepala seluruhnya.Mekanisme persalinan letak sungsang Mekanisme persalinan letak sungsang berlangsung sebagai berikut :a) Persalinan bokongb) Persalinan bahuc) Persalinan kepala(Manuaba. ketegangan ligamentum fatundum dan kontraksi braxson hicks. Persalinan kepala mempunyai waktu terbatas sekitar 8 menit. kepala bayi memasuki jalan lahir dapat melintang atau miring.d. Dengan bahu depan sebagai hipomoklion akan lahir bahu belakang bersama dengan tangan belakang diikuti kelahiran bahu depan dan tangan depan. 1998) Bokong masuk pintu atas panggul dapat melintang atau miring mengikuti jalan lahir dan melakukan putaran paksi dalam sehingga trochanter depan berada di bawah simfisis. Di atas panggul terasa massa lunak mengalir dan tidak terasa seperti kepala. 1998). bokong mencapai tempat yang lebih luas sehingga terdapat kedudukan letak kepala. serta melakukan putaran paksi dalam sehingga suboksiput berada di bawah simfisis. Dengan gerakan kaki janin. Melalui hukum gaya berat.b.e. Punggung ada di sebelah kanan dekat dengan garis tengah bagian-bagian kecil ada di sebelah kiri. Bersamaan dengan kelahiran bahu.menyebabkan letak sungsang : 1) Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat2) Hedrosefalus atau anesefalus3) Kehamilan kembar4) Hidroamnion atau aligohidromion5) PrematuritasDalam keadaan normal. hidung. Suboksiput menjadi hipomuklion. Mungkin kepala cukup diraba bila kepala ada di bawah tupar/iga-iga. Disamping itu kepala janin merupakan bagian terbesar dan keras serta paling lambat. Dicurigai bokong. Tonjolan kepala tidak ada . Kepala lebih keras dan lebih bulat dari paha bokong dan kadang-kadang dapat dipantulkan (Balloffablle) dari pada bokong uteri teraba terasa massa yang dapat dipantulkan harus dicurigai presentasi bokong. kepala janin berangsur-angsur masuk ke pintu atas panggul. memberikan gambaran keras menyerupai kepala dan menyebabkan kesalahan diagnostic. jauh dari garis tengah dan di belakang. kepala janin akan menuju kearah pintu atas panggul. Letaknya adalah memanjang. Pada presentasi bokong murni otot-otot paha teregama di atas tulang-tulang dibawahnya.Diagnosa kedudukan 1. Melampaui batas 8 menit dapat menimbulkan kesakitan /kematian bayi (Manuaba. Dengan trochanter depan sebagai hipomoklion akan lahir trochanter belakang dan selanjutnya seluruh bokong lahir untuk melakukan putaran paksi dalam sehingga bahu depan berada dibawah simfisis. mulut.

Pemeriksaan Sinar XSinar X menunjukkan dengan tepat sikap dan posisi janin. Ia dapat dikelirukan dngan kepala oleh karena tulang yang keras.4) Kadang-kadang pada presentasi bokong murni sacrum tertarik ke bawah dan teraba oleh jari-jari pemeriksa. Pemeriksaan vaginal1) Bagian terendah teraba tinggi2) Tidak teraba kepala yang keras.2002)Langkah klinik1. Persalinan Pervaginama. Denyut jantung janin Denyut jantung janin terdengar paling keras pada atau di atas umbilicus dan pada sisi yang sama pada punggung.3) Bagian terendahnya teraba lunak dan ireguler. Pada RSA (Right Sacrum Antorior) denyut jantung janin terdengar paling keras di kuadrat kanan atas perut ibu kadang-kadang denyut jantung janin terdengar di bawah umbilicus3. Spontaneous breech (Bracht)b. Hasil pemeriksaan negatif ini menunjukkan adanya mal presentasi. Tahap lambat : mulai lahirnya bokong sampai pusar merupakan fase yang tidak berbahaya. Total breech extraction2. rektum serta membersihkan daerah perenium dengan antisepticInstrumen :a) Perangkat untuk persalinanb) Perangkat untuk resusitasi bayic) Uterotonika (Ergometrin maleat. Persetujuan tindakan medik2. pada fase ini kepala janin masuk PAP. Persalinan per abdominal : Seksio SesariaProsedur persalinan sungsang secara spontan :1.3.bokong tidak dapat dipantulkan2. Oksitosin)d) Anastesi lokal (Lidokain 2%)e) Cunam piper. Anus dan tuber ichiadicum terletak pada satu garis.2. Tahap cepat : dari lahirnya pusar sampai mulut.4. Tahap lama : lahirnya mulut sampai seluruh bagian kepala.5) Sakrum ada di kuadran kanan depan panggul dan diameter gitochanterika ada pada diameter obligua kanan. Partial breech extraction : Manual and assisted breech deliveryc. sehingga kemungkinan tali pusat terjepit. Bokong dapat dikelirukan dengan muka. jika tidak . berdasarkan jalan lahir yang dilalui. maka persalinan sungsang dibagi menjadi :1. kepala keluar dari ruangan yang bertekanan tinggi (uterus) ke dunia luar yang tekanannya lebih rendah sehingga kepala harus dilahirkan perlahan-lahan untuk menghindari pendarahan intrakranial (adanya tentorium cerebellum). Persiapan Pasien :a) Ibu dalam posisi litotomi pada tempat tidur persalinanb) Mengosongkan kandung kemih .Prosedur Persalinan Bayi Sungsang ( Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. demikian pula kelainan-kelainan seperti hydrocephalus. rata dan teratur dengan garis-garis sutura dan fantenella.Menurut Prawirohardjo.

masker dan kaca mata pelindungb) Cuci tangan hingga siku dengan di bawah air mengalirc) Keringkan tangan dengan handuk DTTd) Pakai sarung tangan DTT / sterile) Memasang duk (kain penutup)4.III.6) Letakkan bayi di perut ibu. Cara Bracht1) Segera setelah bokong lahir. dahi dan kepala.Tindakan Pertolongan Partus Sungsanga) Lakukan periksa dalam untuk menilai besarnya pembukaan.5) Gerakkan ke atas hingga lahir dagu.ada sediakan cunam panjangf) Semprit dan jarum no.2) Jangan melakukan intervensi.II. Cara MullerPengeluaran bahu dan tangan secara Muller dilakukan jika dengan cara Bracht bahu dan tangan tidak bisa lahir.23 (sekali pakai)g) Alatalat infush) Povidon Iodin 10%i) Perangkat episiotomi dan penjahitan luka episiotomiPersiapan Penolonga) Pakai baju dan alas kaki ruang tindakan. Dengan tangan kiri dan menariknya ke arah kanan atas ibu untuk melahirkan bahu kiri bayi yang berada di belakang. 2) Tali pusat dikendorkan.3) Longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada. hidung.Melahirkan bahu depan . bungkus bayi dengan handuk hangat. ikuti saja proses keluarnya janin. b) Intruksikan pasien agar mengedan dengan benar selama ada his.3) Pegang kaki pada pergelangan kaki dengan satu tangan dan tarik ke atasa. Cara Klasik (Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. untuk melahirkan lengan belakang bayi. bersihkan jalan nafas bayi. lakukan episiotomi saat bokong membuka vulva dan perineum sudah tipis. selaput ketuban dan penurunan bokong serta kemungkinan adanya penyulit. Dengan tanggan kanan dan menariknya ke arah kiri atas ibu untuk melahirkan bahu kanan bayi yang berada di belakang.2002)Pengeluaran bahu dan tangan secara klasik dilakukan jika dengan Bracht baht dan tangan tidak bisa lahir.b.4) Lakukan hiperlordosis janin pada saat anguluc skapula inferior tampak di bawah simfisis (dengan mengikuti gerak rotasi anterior yaitu punggung janin didekatkan ke arah perut ibu tanpa tarikan) disesuaikan dengan lahirnya badan bayi.Prosedur :1) Segera setelah bokong lahir. mulut. jari-jari yang lain memegang daerah panggul).4) Masukkan dua jari tangan kanan atau kiri (sesuai letak bahu belakang) sejajar dengan lengan bayi. bokong dicekam secara bracht (kedua ibu jari penolong sejajar dengan panjang paha. bokong dicekam dan dilahirkan sehingga bokong dan kaki lahir. tali pusat dipotong.Melahirkan bayi : I.c) Pimpin berulang kali hingga bokong turun ke dasar panggul.5) Setelah bahu dan lengan belakang lahir kedua kaki ditarik ke arah bawah kontra lateral dari langkah sebelumnya untuk melahirkan bahu dan lengan bayi depan dengan cara yang sama.

terlebih dahulu dengan menarik kedua kaki dengan cara yang sama seperti klasik, ke arah belakang kontra lateral dari letak bahu depan.Setelah bahu dan lengan depan lahir dilanjutkan langkah yang sama untuk melahirkan bahu dan lengan belakang.IV. Cara

Lovset (Dilakukan bila ada lengan

bayi yang terjungkit di belakang kepala / nuchal arm)(a) Setelah bokong dan kaki bayi lahir memegang bayi dengan kedua tangan. Memutar bayi 180o dengan lengan bayi yang terjungkit ke arah penunjuk jari tangan yang muchal.(b) Memutar kembali 180o ke arah yang berlawanan ke kiri atau ke kanan beberapa kali hingga kedua bahu dan lengan dilahirkan secara Klasik atau Muller.V.

Ekstraksi KakiDilakukan bila kala II tidak maju atau

tampak gejala kegawatan ibu-bayi. Keadaan bayi / ibu mengharuskan bayi segera dilahirkan.1) Tangan kanan masuk secara obstetrik melahirkan bokong, pangkal paha sampai lutut, kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi,tangan yang lain mendorong fundus ke bawah. Setelah kaki fleksi pergelangan kaki dipegang dengan dua jari dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut.2) Kedua tangan penolong memegang betis janin, yaitu kedua ibu jari diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan betis, kaki ditarik turun ke bawah sampai pangkal paha lahir.3) Pegangan dipindah ke pangkal paha sehingga mungkin dengan kedua ibu jari di belakang paha, sejajar sumbu panjang paha dan jari lain di depan paha.4) Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokhanter depan lahir kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dievaluasi ke atas hingga trokhanter belakang lahir. Bila kedua trokhanter lahir berarti bokong telah lahir.5) Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dulu, maka yang akan lahir lebih dahulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus cunam ke bawah.6) Setelah bokong lahir maka dilanjutkan cara Clasik , atau Muller atau Lovset.VI. Teknik

Ekstraksi BokongDikerjakan bila presentasi bokong murni dan
bokong sudah turun di dasar panggul, bila kala II tidak maju atau tampak keadaan janin lebih dari ibu yang mengharuskan bayi segera dilahirkan.1) Jari penunjuk penolong yang searah dengan bagian kecil janin, dimasukkan kedalam jalan lahir dan diletakkan dilipatan paha bagian depan. Dengan jari ini lipat paha atau krista iliaka dikait dan ditarik curam ke bawah. Untuk memperkuat tenaga tarikan ini, maka tangan penolong yang lain menekam pergelangan tadi dan turut menarik curam ke bawah.2) Bila dengan tarikan ini

trokhanter depan mulai tampak di bawah simfisis, maka jari telujuk penolong yang lain mengkait lipatan paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir. 3) Setelah bokong lahir, bayi dilahirkan secara Clasik , atau Muller atau Lovset.Cara

Melahirkan Kepala BayiCara Mauriceu

(dilakukan bila bayi dilahirkan secara manual aid bila dengan Bracht kepala belum lahir).1) Letakkan badan bayi di atas tangan kiri sehingga badan bayi seolah-olah memegang kuda (Untuk penolong kidal meletakkan badan bayi di atas tangan kanan).2) Satu jari dimasukkan di mulut dan dua jari di maksila.3) Tangan kanan memegang atau mencekam bahu tengkuk bayi4) Minta seorang asisten menekan fundus uteri.5) Bersama dengan adanya his, asisten menekan fundus uteri, penolong persalinan melakukan tarikan ke bawah sesuai arah sumbu jalan lahir dibimbing jari yang dimasukkan untuk menekan dagu atau mulut..DAFTAR PUSTAKAProf.Dr.Ida Bagus Gede

Manuaba,SpOG;1998.Ilmu KebidananPenyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan.Jakarta,EGC. Oxorn,Harry&Forte,William R;1996.Ilmu Kebidanan Patologi & Fisiologi.Jakarta,YayasanEssentia Medica..Prawirohardjo, Sarwono;2002.Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal.Jakarta,JNPKKR_POGI.Cunningham FG et al. Premature Rupture of the Membrane. Williams Obstetric, 22st ed. Mc.Graw Hill Publishing Division, New York, 2005.Wiknjosastro H. Distosia Pada Kelainan Letak Serta Bentuk Janin. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta 2005. Fischer Richard et al, Breech Presentation, e medicine, January 2002.

Related Posts by Categories

CONDYLOMA

KODE ICD-10 : A63.0 : Genital warts ( Condyloma acuminata )

Condyloma acuminata (kondiloma akuminata, genital warts, kutil kelamin) atau lebih dikenal dengan istilah penyakit Jengger Ayam, mungkin karena bentuknya yang mirip Jengger Ayam pada condyloma yang luas, adalah kelainan kulit berbentuk kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk mirip jengger ayam, yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe tertentu. Jika pembaca pernah melihat kutil (bahasa jawa: caplak, veruka), seperti itulah bentuk condyloma acuminata. Hanya saja kutil tersebut letaknya di kelamin dan sekitarnya. Bahkan dapat menyebar ke anus (condyloma anogenital). Gambar 1: silahkan klik untuk melihat gambar condyloma acuminata di penis.

Identifikasi HPV untuk pertama kali pada tahun 1907. Kini, lebih 120 jenis subtype HPV telah dapat diidentifikasi. Tapi tidak semua type dapat menyebabkan condyloma acuminata. Sekitar 90 % condyloma acuminata diyakini berhubungan dengan type 6 dan type 11. Belasan tye lainnya dijumpai pula pada penderita condyloma acuminata. Para ahli menengarai HPV type tertentu memiliki kecenderungan onkogenk (potensial menjadi kanker), terutama type 16 dan type 18. Penyebaran Penyakit

Penyebaran condyloma acuminata bersifat kosmopolitan, artinya merambah ke seluruh belahan dunia tanpa memandang ras. Berdasarkan jenis kelamin, frekuensi kejadian antara pria dan wanita sama besarnya. Sedangkan berdasarkan kelompok umur

disebutkan bahwa condyloma acuminata lebih sering dijumpai pada usia dewasa muda dan pada usia tigapuluhan. Hal ini dikaitkan dengan peningkatan aktifitas seksual. ( Gambar 2: silahkan klik untuk melihat condyloma acuminata di vagina ) Penularan dan Perjalanan Penyakit HPV ditularkan melalui kontak langsung, dari mulut ke organ kelamin, dari jari ke organ kelamin dan sebaliknya, serta melalui hubungan seksual, sehingga condyloma acuminata dikelompokkan sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS, STD). Bagaimana mengenalinya ? Masa inkubasi condyloma acuminata berkisar antara 3 minggu sampai 8 bulan dengan rata-rata 3 bulan. Condyloma acuminata relatif mudah dikenali karena bentuknya yang khas, mirip jengger ayam, yakni kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk (berjonjot-jonjot) di organ kelamin dan sekitarnya. Kutil-kutil kecil dapat bergabung membentuk kelompok yang lebih besar mirip dengan bunga kol. Pada umumnya condyloma acuminata berwarna kemerahan, coklat kemerahan, keabu-abuan hingga ada yang berwarna kehitaman. Jika mengalami infeksi sekunder (oleh garukan, gesekan atau sebab lain), condyloma acuminata berubah warna menjadi kehitaman, mudah berdarah dan berbau tak sedap. Pada pria, tempat yang paling disukai (predileksi) Condyloma acuminata diantaranya: gland penis (topi baja si cucakrowo), lekukan antara kepala dan batang penis (sulkus koronarius), jaringan tipis di bawah ujung saluran kencing (frenulum), batang penis dan adakalanya di sekitar anus.

.5 %. meliputi: ← Kemoterapi. Podofilotoksin 0. Jika meragukan. meliputi: Bedah scalpel (menggunakan pisau bedah).Sedangkan pada wanita. PENGOBATAN Hingga kini belum ada obat yang benar-benar memuaskan untuk menghilangkan HPV. Pada wanita hamil digunakan obat Asam Trikloroasetat 25-50 % seminggu sekali hingga condyloma acuminata bersih. ← Tindakan Pembedahan. yakni pengobatan menggunakan Tinctura Podofilin 25 %. Pada condyloma acuminata maka kutil akan berubah warna menjadi putih. Bedah beku merupakan salah satu pilihan untuk pengobatan condyloma acuminata pada wanita hamil selain menggunakan Asam Trikloroasetat. yakni dengan melihat bentuk dan predileksi kutil (jonjot-jonjot) pada area kelamin. Metode ini lebih sedikit meninggalkan jaringan parut ketimbang Bedah Listrik. Dikenal 2 bentuk interferon. maka akan dilakukan test sederhana menggunakan asam asetat 5% yang dioleskan di permukaan kutil selama 3-5 menit. Pengobatan yang lazim dilakukan adalah untuk menghilangkan condyloma acuminata. Bedah Listrik (elektrokauterisasi) dan Bedah Beku menggunakan Nitrogen cair. ← Laser karbondioksida. Asam Trikloroasetat 25 % – 50 % dan Krim 5-flurourasil 1-5 %. ← Interferon. tempat yang paling digemari si Condyloma acuminata diantaranya: labium (bibir vagina). yakni interferon alfa (berbentuk suntikan dan krim) yang diberikan 3 kali seminggu selama 6 minggu dan interferon beta (suntikan) yang diberikan selama 10 hari. Seorang dokter dapat mendiagnosa condyloma acuminata berdasarkan gejala klinis. vagina dan dapat juga mengenai serviks.

VAKSINASI Saat ini telah digunakan vaksin Papilloma virus (Gardasil) yang ditujukan untuk pencegahan kanker serviks. Menghindari gonta-ganti pasangan. Semoga bermanfaat. vaksin Gardasil diberikan pada anak laki-laki. Adapun untuk pencegahan terhadap condyloma acuminata oleh HPV type 6 dan type 11. Artinya tidak berbahaya. Penggunaan pengaman (kondom) ditengarai tidak menjamin terjadinya penularan. condyloma acuminata memiliki prognosis yang baik. • Dianjurkan untuk tidak berhubungan intim selama masa pengobatan hingga pengobatan selesai dan benar-benar dinyatakan aman oleh dokter yang merawat.← Imunoterapi. upaya pencegahan terhadap penularan HPV dapat dilakukan dengan: • • • Menjaga hygiene organ genital. PENCEGAHAN HPV Secara garis besar. Meski mudah kambuh (residif). Namun demikian tetap dianjurkan menggunakan pengaman (kondom) jika memiliki pasangan dengan riwayat condyloma acuminata. pria dewasa dan wanita usia 9-26 tahun. . Metode pengobatan imunoterapi digunakan pada penderita dengan condyloma acuminata yang luas dan resisten (kebal) terhadap pengobatan lain.

[1] Whilst of those infected with genital HPV it is estimated that only a "small percentage"[2] (between 1%[3] and 5%[4]) develop genital warts.[5][6][7] HPV prevalence at any one time has been observed in some studies at 27% over all sexually active people. where types 6 and 11 are responsible for 90% of genital warts cases.256. genital. anal warts and anogenital warts) is a highly contagious sexually transmitted disease caused by some sub-types of human papillomavirus (HPV). It is spread through direct skin-to-skin contact during oral.Genital wart From Wikipedia.650.[8] Contents [hide] 1 Signs and symptoms 2 Prevention 3 Management 4 Epidemiology 5 References 6 External links .217 Genital warts (or Condylomata acuminata.0 078.11 29120 derm/454 med/1037 C02. or anal sex with an infected partner. venereal warts. the free encyclopedia Genital wart(s) Classification and external resources Severe case of genital warts around the anus ICD-10 ICD-9 DiseasesDB eMedicine MeSH A63. Other types of HPV also cause cervical cancer and probably most anal cancers. Warts are the most easily recognized symptom of genital HPV infection. rising to 45% between the ages of 14 and 19. those infected can still transmit the virus. however it is important to underline that the types of HPV that cause genital warts are not the same as those that cause genital or anal cancer.810.

) is a vaccine that protects against human papillomavirus types 16. They are approximately as prevalent in men but the symptoms may be less obvious. a latency (quiet) period of months to years (decades) may occur. They also may be found on the shaft of the penis. In women they occur on the outside and inside of the vagina. while 16 and 18 cause cervical cancer. The immune system eventually clears the virus through interleukins. If an individual has unprotected sex with an infected partner. it is being tested for young men.[9] Having sex with a partner whose HPV infection is latent and demonstrates no outward symptoms still leaves one vulnerable to becoming infected.Signs and symptoms Genital warts often occur in clusters and can be very tiny or can spread into large masses in the genital or penis area. Rarely. 6. or around (or inside) the anus.[10] Severe case of genital warts on a female Severe case of genital warts on a male Prevention See also: HPV vaccine Gardasil (sold by Merck & Co. ideally before the beginning of sexual activity. which occur during sexual activity. The vaccine is widely approved for use by young women. not therapeutic. Types 6 and 11 cause genital warts. on the scrotum. The vaccine is preventive. and must be given before exposure to the virus type to be effective. Once cells are invaded by HPV. When present. 18. genital warts also can develop in the mouth or throat of a person who has had oral sex with an infected person[citation needed]. In other cases they look like small stalks. or around (or inside) the anus. they usually are seen on the tip of the penis. The viral particles are able to penetrate the skin and mucosal surfaces through microscopic abrasions in the genital area. there is a 70% chance that he or she will also become infected. and 11. which slow viral replication.[11][12] and has been approved for males in some . HPV can last for several years without a symptom. which recruit interferons. on the opening (cervix) to the womb (uterus).

Management There is no cure for HPV. It is the purified and standardized active ingredient of the podophyllin (see below). a doctor will offer one of several ways to treat them. but there are methods to treat visible warts.15%). Mode of action is undetermined. but sometimes eventually develop a fleshy.[10] Magnifying glasses or colposcope may also be used to aid in identifying small warts. which could reduce infectivity. Podofilox is the first-line treatment due to its low cost.[15] Skin erosion and pain are more commonly reported than with imiquimod and sinecatechins.[18] It appears to have higher clearance rates than podophyllotoxin and imiquimod and • • .[14] Almost all treatments can potentially cause depigmentation or scarring.[13] • A 0.[13] Genital warts may disappear without treatment.[16] Sinecatechins (marketed as Veregen and Polyphenon E) is an ointment of catechins (55% epigallocatechin gallate[10]) extracted from green tea and other components. small raised growth.[10] Depending on the sizes and locations of warts (as well as other factors). such as the UK. applied to the affected area. but this method is not recommended on the vulva because microtrauma and inflammation can also show up as acetowhite.[15] it can be applied by the patient to the affected area and is not washed off.areas.[17] Imiquimod (Aldara) is a topical immune response cream.15%) and Warticon (0.15% – 0. the US and Canada.5% podophyllotoxin (also called podofilox) solution in a gel or cream.5%). one review states that it should only be used for four cycles. although there are no trials studying the effectiveness of removing visible warts in reducing transmission.[16] Its use is cycled (2 times per day for 3 days then 4–7 days off). It causes less local irritation than podofilox but may cause fungal infections (11% in package insert) and flu-like symptoms (less than 5% disclosed in package insert). There is no way to predict whether they will grow or disappear. Marketed as Condylox (0. Warts can sometimes be identified because they show up as white when acetic acid is applied. Wartec (0. Podofilox is safer and more effective than podophyllin.

treatment may require general or spinal anesthesia. confusion. and leukopenia. but it is no longer considered an acceptable treatment due to the side-effects.[10] and must be applied by a physician. fever. death has been reported with extensive topical application. but it is also expensive and its effect is inconsistent. but recurrence is 38% to 73% 6 months after treatment. it is effective. It kills warts 71–79% of the time. it is an older procedure but recovery time is generally longer. applied to the affected area and later washed off.[17] US incidence of HPV infection has increased between 1975 and 2006. perianal area. or application on mucous membranes.[10] Surgical excision is best for large warts. coma. renal failure.[17] About 80% of those infected are between the ages .[10] Interferon can be used. or cervix.[15] Reported reactions include nausea.[10] A 20% podophyllin anti-mitotic solution . ileus. but clearance takes longer than with imiquimod.[17] Electrocauterization can be used. this crude herbal extract is not recommended for use on vagina.[10] Trichloroacetic acid (TCA) is less effective than cryosurgery.[3] but is often used as a last resort and is extremely expensive.causes less local irritation. or urinary meatus. vomiting. urethra. However.[10] Podophyllin and podofilox should not be used during pregnancy. Discontinued A 5% 5-fluorouracil (5-FU) cream was used.[10] Local infections have been reported. as they are absorbed by the skin and could cause birth defects in the fetus. More effective than cryosurgery and recurrence is at a much lower rate. and has a greater risk of scarring. • • • • • • ← Epidemiology Genital HPV infections have an estimated prevalence in the US of 10– 20% and clinical manifestations in 1% of the sexually active adult population.[17] and is not recommended for use in the vagina. This is a surgical procedure. cervix. In severe cases of genital warts.[16] • Liquid nitrogen cryosurgery is safe for pregnancy.[13] Laser ablation does not seem to be any more effective than other physician-applied methods.

^ http://www.mckinley.uk/type/cervical-cancer/about/cervical-cancerrisks-and-causes#hpv ^ http://brown.of 17–33. new studies using sensitive DNA techniques have shown that through immunological response the virus can either be cleared or suppressed to levels below what polymerase chain reaction (PCR) tests can measure. ^ http://www. Men by WebMD Health News. (Bloomberg.cancerhelp. Michelle Fay and Pettypiece. "Genital warts: current and future management options". PMID 15617297. Nov 13. One study testing genital skin for subclinical HPV using PCR found a prevalence of 10%. 11. Tung MY (2005). 12. Retrieved 2008-09-10. "Merck Cancer Shot Cuts Genital Warts.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virusinformation-about-human-papillomavirus ^ http://www.html ^ http://www.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virusinformation-about-human-papillomavirus ^ "American Cancer Society: "Can Anal Cancer Be Prevented?"". 13.org/public/publications/pamphlets/viral_genital. 2008 ^ a b c Kodner CM.edu/Student_Services/Health_Services/Health_Education/sexual _health/sexually_transmitted_infections/hpv. and also spontaneously regress. Shannon. ^ Cortez. 9. Nasraty S (December 2004).org. Am J Clin Dermatol 6 (4): 239–243. J Low Genit Tract Dis 12 (3): 185–192.com) 13 Nov 2008. ^ Fox PA. . 6. ^ HPV Vaccine Gardasil May Help Boys.gov/std/hpv/stdfact-hpv. "Modern management of external genital warts". PMID 18596459.edu/Handouts/genital_warts. 5.webmd. However. doi:10. 4.illinois. 10.0b013e31815dd4b4.[17] Although treatments can remove the warts.[17] Traditional theories postulated that the virus remained in the body for a lifetime. Bloomberg News. 14.[17] References 1. 3.aad. Dunton C (July 2008). 7.1097/LGT. Am Fam Physician 70 (12): 2335–2342.cdc. 2.htm ^ http://www.php ^ http://www.html ^ a b O'Mahony C (2005).webmd. Lesions in Men". so warts can recur after treatment (about 50–73% of the time[19]). PMID 16060711. "Human papillomavirus: burden of illness and 8. "Management of genital warts". they do not remove the HPV.[dead link] ^ a b c d e f g h i j k Mayeaux EJ.

45. 39. The picture is complicated by proven coexistence of many of these types in the same patient (10-15% of patients). PMC 1744412. "An evidence-based review of medical and surgical treatments of genital warts". Background Condyloma acuminatum refers to an epidermal manifestation attributed to the epidermotropic human papillomavirus (HPV). Retrieved 2008-08-18. 17.6. "Green tea catechins for treatment of external genital warts".07. ^ a b c Meltzer SM. the lack of adequate information on the oncogenic potential of many other types. doi:10. For example. Tewari KS (March 2009). These 2 types are the least likely to have a neoplastic potential. Genital wart in pubic area Genital wart in pubic area (look at bottom middle of picture) Approximately 90% of condyloma acuminata are related to HPV types 6 and 11. and ongoing identification of additional HPV-related clinical pathology. Bowenoid papulosis consists of rough papular eruptions attributed to HPV and is considered to be a carcinoma in situ. PMID 19019336. ^ a b c von Krogh G. 58) or high (types 16. 43. PMID 16638419. Dermatol. ^ "Veragen package insert" (PDF). 18). HPV . bowenoid papulosis. 16. Online J. brown. treatment cost considerations". PMID 16343025. 35. and Buschke-Löwenstein tumors have been linked to HPV infections though they were previously a part of the differential diagnosis of condyloma acuminata. Seborrheic keratoses previously were considered a benign skin manifestation. Am.ajog. "Podophyllin office therapy against condyloma should be abandoned". Longstaff E (December 2001). PMID 11714936.e1–7. Risk for neoplastic conversion has been determined to be moderate (types 33. 40.77. REPORT TO CONGRESS: Prevention of Genital Human Papillomavirus Infection.2008. as in the images below. or flesh colored. seborrheic keratoses.1136/sti. They may regress or become invasive.15. Gynecol. ^ a b c d e f g h Scheinfeld N. Monk BJ. Lehman DS (2006). 19. 51-56. (2004).1016/j. 18. More than 100 types of double-stranded HPV papovavirus have been isolated to date. 200 (3): 233.409.1 with many other isolated types. Many of these have been related directly to an increased neoplastic risk in men and women. Am J Clin Dermatol 6 (6): 365–381. J.[dead link] ^ CDC. Sex Transm Infect 77 (6): 409–412. The eruptions can be red. doi:10. 12 (3): 5.064. Obstet.

perineum.2 Frequency United States Annual incidence of condyloma acuminatum is 1%. and perianal area.has been linked to rough plaques indicative of this disease. and particles begins. Finally. cervix. capsids. Finally. passage through an infected vaginal canal at birth may cause respiratory lesions in infants. The most commonly affected areas are the penis. Subclinical infections have been established to carry both an infectious and oncogenic potential. Consider sexual abuse as a possible underlying problem in pediatric patients. Prevalence has been reported to exceed 50%.2 however. production of viral DNA. HPV-6 even has been reported in other uncommon areas (eg. keep in mind that infection by direct manual contact or indirectly by fomites rarely may occur. Multiple simultaneous lesions are common and may involve subclinical states as well-differentiated anatomic sites. Available data from England. It is considered the most common sexually transmitted disease (STD). Host cells become infected and develop the morphologic atypical koilocytosis of condyloma acuminata. low-grade cancer attributed to HPV. locally invasive. vagina. A latent viral phase begins with no signs or symptoms and can last from a month to several years. extremities). Pathophysiology Cells of the basal layer of the epidermis are invaded by human papillomavirus (HPV). Mortality/Morbidity ← Mortality is secondary to malignant transformation to carcinoma in both males and females. Italy. larynx. giant condyloma) is a fungating. International International prevalence has been reported variably. the Netherlands. Highest prevalence and risk is among young adults in the third decade and in older teenagers. and other developed and underdeveloped countries report HPV infections to be at least as common as in the US. These penetrate through skin and cause mucosal microabrasions. This oncogenic potential has been reported to triple the risk of genitourinary . A 4-fold or more increase in prevalence has been reported in the last 2 decades. Buschke-Löwenstein tumor (ie. It has both an infectious and an oncogenic potential. and trachea have been reported. Following latency. Uncommon mucosal lesions in the oropharynx. Panama. vulva.

← ← ← cancer among infected males. Rarely. oral contraceptives. this is rare with HPV types 6 and 11. laryngeal. discomfort. producing crusting or erythema. Clinical History 20. The patient's history may indicate presence of previous or other current STDs. 23. rather than 1 isolated wart. however. 31. Oral. HPV infection appears to be more common and worse in patients with various types of immunologic deficiencies. The chief complaint usually is one of painless bumps. remain the same. or progress. acute urethral obstruction in women also may occur. Coital bleeding may occur. Sex • • Both sexes are susceptible to infection. Discharge may be a complaint. Pruritus may be present. 21. which are the most commonly isolated viruses. 0 Involvement of more than 1 area is common. two thirds of individuals who have sexual contact with a partner with condyloma acuminata develop lesions within 3 months. size. 28. Secondary infection is uncommon. Finally. Lesions may lead to disfigurement of area(s) involved. Smoking. bleeding has been reported due to flat warts of the penile urethral meatus. and risk of oncologic progression are highest among those patients. 1 History of multiple lesions. multiple sexual partners. Latent illness often becomes active during pregnancy. Latent illness may become active. usually associated with HPV-16. 24. 26. with incidence peaking in persons aged 20-24 years. Vaginal bleeding during pregnancy may be due to condyloma eruptions. In males. Overt disease may be more common in men (reported in 75% of patients). Generally. Bleeding has been reported in large lesions that can occur during pregnancy. Trauma then may occur. and early coital age are risk factors for acquiring condyloma acuminata. 22. or tracheal mucosal lesions (rare) presumably are transferred by oral-genital contact. . pruritus. infection may be more prevalent in women. • Physical Single or multiple papular eruptions may be observed. is common. Recurrence rates. particularly with pregnancy and immunosuppression. or discharge. Age ← Prevalence is greatest in persons aged 17-33 years. Fortunately. History of anal intercourse in both males and females warrants a thorough search for perianal lesions. urethral bleeding or urinary obstruction may be the presenting complaint when the wart involves the meatus. 25. Lesions may regress spontaneously. Vulvar condyloma acuminata may interfere with parturition. 29. 27. 30.

ulcerations. form. Search for evidence of other STDs (eg. Differential Diagnoses Molluscum Contagiosum Rhabdomyolysis Other Problems to Be Considered Bowen diseaseCondyloma lataDarier disease FibroepitheliomasHailey-Hailey diseaseNeoplasiaNeviPearly . Propensity has been established for penile glans and shaft in men and for vulvovaginal and cervical areas in women. particularly in patients with history or risk of immunosuppression or anal intercourse. filiform. or plaquelike. or they may exhibit erythema or hyperpigmentation. discharge). or lobulated.◦ ◦ ◦ • • • ◦ ◦ ◦ ◦ • ◦ ◦ • • Eruptions may appear pearly. but many of the more than 60 types of HPV potentially cause condyloma. Such internal lesions have been found in more than one half of females with external lesions. Male sexual partners of women with cervical intraepithelial neoplasia often have infections with the same viral type. Look for perianal lesions. Causes • • • Several of the epidermotropic human papillomaviruses (HPVs) cause condyloma acuminata. Eruptions may seem harmless or may have a disturbing appearance. presence of external condyloma acuminata in both men and women warrants a thorough search for cervical or urethral lesions. or color suggestive of melanoma or malignancy. They can be quite smooth (particularly on penile shaft). Some are subclinical. cauliflower. verrucous. Carefully search for simultaneously involved multiple sites. HPV types 6 and 11 most commonly are isolated. vesicles. More than 50% of female patients with external lesions have been found to have negative Papanicolaou (Pap) tests but tested positive for HPV infection using in situ hybridization. Hair or the inner aspect of uncircumcised foreskin hides some lesions. fungating. adenopathy. Eruptions' color may be the same as the skin. Check for irregularity in shape. In contrast to early reports. Urethral meatus and mucosal lesions can occur. One report indicates that infected males have a 20% chance of having subclinical urethral lesions.

2 A shiny white appearance of skin represents foci of epithelial hyperplasia (subclinical infection). Although not ED tests. in situ hybridization. acanthosis. test for other STDs. such as HIV. and syphilis.penile papulesSquamous cell carcinoma in situVulvar neurofibromatosisVulvar vestibular papillae Workup Laboratory Studies ← ← As indicated by history and examination. 2 Hybrid capture Other Tests • Acetowhitening 0 Subclinical lesions can be visualized by wrapping penis with gauze soaked with 5% acetic acid for 5 minutes. and mild nuclear abnormality. gonorrhea. koilocytic abnormality. warts appear as tiny white papules. 1 Using a 10-X hand lens or colposcope. the following are listed strictly for educational purposes and to assist readers in understanding and managing potential complications: 0 Pap smear: This test is used to look for papillomatosis. Procedures ← Although not ED procedures. the following are listed strictly for educational purposes and to assist readers in understanding and managing potential presenting complications: . and polymerase chain reaction (PCR): These tests may be used for diagnosis and HPV typing. 1 Filter hybridization (Southern blot and slot blot hybridization). chlamydia.

tenderness.0 1 2 Colposcopy (stereoscopic microscopy): This is very useful to identify (mostly) cervical lesions. This condition may produce no symptoms at all. and in the male urethra. internally in the upper vagina or cervix. or cause itching. Biopsy: Biopsy is indicated for lesions that are atypical. or resistant to treatment or in patients with a high risk for neoplasia or immunosuppression. which are identified better using acetic acid. pain during intercourse. in the anal area. burning. . recurrent after initial success. Anoscopy Antroscopy Condyloma (Genital Warts) ← ← ← ← ← ← Definition of Condyloma (Genital Warts) Description of Condyloma (Genital Warts) Causes and Risk Factors of Condyloma (Genital Warts) Diagnosis of Condyloma (Genital Warts) Treatment of Condyloma (Genital Warts) Questions To Ask Your Doctor About Condyloma (Genital Warts) Definition of Condyloma (Genital Warts) Genital warts are a sexually transmitted disease that appears externally on the genitalia. The lesion is typically raised and pinkish. or frequent urination.

Like other warts. sometimes resembling cauliflower. Concern about genital warts has increased because of an association between HPV and genital cancers. and those who have them often feel embarrassed. genital warts are small growths. Genital warts can inflict extreme psychological turmoil. it may cause emotional and social problems. Many if not most people who harbor the virus do not know it. and possibly also in other uro-genital areas. Technically known as condyloma acuminata. Because of a wart's location and sexual mode of transmission. that occur on or near the genitals.Description of Condyloma (Genital Warts) Some half a million new cases of genital warts are diagnosed in the U. erupting into visible lesions when the immune system is suppressed. the genital variety is caused by by the human papillomavirus (HPV).S. angry. Worldwide. The virus may infect cells but not cause warts for many years. each year. Anyone who has ever had sex is at risk for harboring HPV. and even guilty. The virus seems to cause visible . HPV is one of the most common causes of sexually transmitted disease (STD). The wart itself is actually the "tip of an iceberg" in that the virus lurks in cells of the normalappearing skin around the visible wart. The viral nature of the condition also has important implications for transmission and treatment.

but do not assure. prevention. Patients with a history of genital warts may be at . Although much remains to be learned about how the papilloma virus progresses. Deficiencies of folic acid and vitamin A also may trigger genital warts. Text Continues Below Causes and Risk Factors of Condyloma (Genital Warts) Genital warts are spread by sexual contact with an infected partner and are very contagious. or from taking certain drugs. doctors have observed that the warm. but many flare up even without an obvious trigger. partly because nicotine byproducts attack immune system cells in the cervix. They often appear within three months of contact. moist environment in the genital area seems to favor wart growth. Smoking raises risk twofold. This may occur because of illness (particularly other sexually transmitted diseases). Condoms can help. Outbreaks appear to be exacerbated during pregnancy and in patients with defective immune systems.lesions when a person's immune system is suppressed. such as cancer chemotherapy or drugs to prevent rejection of an organ transplant.

With any abnormal Pap smear. but only two-thirds of white areas seen in a colposcope are due to HPV infection. anus. Sampling cells with a biopsy and testing for HPV genetic material. while others can cause vulvar or anal cancer. HPV lesions appear whitish. Diagnosis of Condyloma (Genital Warts) Finding a cauliflower-like growth on the genitals is reason to see a doctor who can tell if it is genital warts or a different kind of growth. An abnormal Pap smear can sometimes indicate a cervical HPV infection. Some types of HPV can cause cervical cancer.increased risk for certain types of cancer. Colposcopy can be valuable in detecting flat lesions that are not visible to the unaided eye. may be necessary to confirm a diagnosis. Cervical warts may be transmitted to the newborn via passage through the infected birth canal. When acetic acid (vinegar) is swabbed on the cervix or penis. The human papilloma virus is associated with up to 90 percent of all cervical malignancies and is also thought may play a role in cancers of the vagina. a woman should be examined by her doctor. . The practitioner may use a type of microscope called a colposcope to examine a woman's cervix to see if there are internal outbreaks. vulva and penis.

inflammation. or excision by a scalpel or laser. and the warts tend to recur because HPV is still present in surrounding cells. applied to the affected area and which should not be washed off) as a topical treatment for genital warts. pain. Also prescribed is Imiquimod. heat. surgical methods that remove wart tissue. Genital wart treatments fall into three categories: prescription topical preparations that destroy wart tissue.5% podofilox solution. Visible genital warts can be physically removed using. Some doctors prescribe Podocon25 and Podofin (a 20% podophyllin anti-mitotic solution. Each treatment must be applied to individual warts none is taken systematically. The treatments vary widely in cost. The FDA has approved Condylox (a . which you can apply and wash off later) or a 5 percent 5-fluorouracil cream Most Condylox users experience a burning sensation. Pregnant women should not use these applications as they can cause birth defects. itching. or erosion of the affected area. and biological-based approaches that target the virus causing the underlying condition. but none is a perfect cure. or Trichloroacetic acid (TCA).Treatment of Condyloma (Genital Warts) People with genital warts have a variety of treatments to choose from. . All of these techniques are uncomfortable. an immune response cream applied to the affected warts. cold.

but it is usually expensive and does not lessen the rate at which the warts return. This method used liquid nitrogen or a device called a cryoprobe to freeze the wart tissue. or use a laser to remove affected tissue . Questions To Ask Your Doctor About Condyloma (Genital Warts) How can these best be removed? What can I do to prevent spreading them to my partner? LETAK LINTANG Judul : Letak LintangDitulis oleh : – Sri Handaryati. scrape. does not require an anesthetic.Carbon dioxide laser vaporization and conventional surgical excision are best reserved for extensive warts. Interferon therapy attacks the virus. The viral nature of genital warts suggests that anti-viral therapies may be effective. the underlying source of the warts. especially for patients who have not responded to other treatment. Standard treatments burn. It is inexpensive. to treat warts that have come back.Ratih Ekamawati BAB IPENDAHULUAN . and is less likely to leave a scar than excision using a scalpel. Cryotherapy is performed on less extensive lesions.some doctors inject alpha interferon directly into the warts. freeze.Dewi Sandra marlina Simatupang. which then crumbles away.

Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek baik terhadap ibu maupun janinnya. Cipto Mangunkuskumo selama 5 tahun 0.1 Latar BelakangLetak lintang adalah suatu keadaaan dimana janin melintang (sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu) di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. RS Hasan Sadikin Bandung 1. dijumpai letak lintang pada 1 dari 335 janin tunggal yang lahir selama lebih dari 4 tahun 2.6%. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. RSUP dr. hasilnya adalah letak lintang oblik.9%. Di Parklannd Hospital. USA. Hal ini dapat terjadi karena penegakan diagnosis letak lintang dapat dilihat pada kehamilan muda dengan menggunakan ultrasonografi 3.Dengan ditemukannya letak lintang pada pemeriksaan antenatal. sedangkan Greenhill menyebut 0.Pirngadi. Letak lintang oblik biasanya hanya terjadi sementara karena kemudian akan berubah menjadi posisi longitudinal atau letak lintang saat persalinan. Kelainan letak pada janin ini termasuk dalam macam-macam bentuk kelainan dalam persalinan (distosia) 1.3 . Bila sumbu panjang tersebut membentuk sudut lancip.5-0.1. antara lain: RSUD dr.1%. Medan 0. Insidens pada wanita dengan paritas tinggi mempunyai kemungkinanan 10 kali lebih besar dari nullipara 1. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. BAB IIITINJAUAN PUSTAKA .2.Letak lintang terjadi pada 1 dari 322 kelahiran tunggal (0.3% dan Holland 0. Di Inggris letak lintang oblik dinyatakan sebagai letak lintang yang tidak stabil. Berdasarkan uraian di atas maka kami perlu menguraikan permasalahan dan penatalaksanaan pada kehamilan dengan janin letak lintang 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri.Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang.Angka kejadian letak lintang sebesar 1 dalam 300 persalinan.6%.3 %) baik di Mayo Clinic maupun di University of Iowa Hospital.3.

3. Lli II : kepala di kanan2. Relaksasi dinding abdomen pada perut gantung menyebabkan uterus jatuh ke depan.2. kecuali bila bahu sudah turun kedalam panggul. Menurut letak kepala terbagi atas :a.Pada palpasi fundus uteri kosong.4 :1. dan di atas simfisiss juga kosong. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul 1. Apabila bahu sudah masuk kedalam panggul. sehingga menimbulkan defleksi sumbu panjang bayi menjauhi sumbu jalan lahir. Panggul sempit dan tumor di daerah panggul6. dorso posterior ( di belakang )c. Lli I : kepala di kirib.2 Klasifikasi 1. Cairan amnion berlebih (hidramnion) dan kehamilan kembar5. dorso anterior ( di depan )b. Menurut posisi punggung terbagi atas :a. pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin.2.2. Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri membentang hingga sedikit di atas umbilikus sehingga lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya 1. kelainan bentuk rahim seperti uterus arkuatus atau uterus subseptus 3. yang menyebabkan terjadinya posisi oblik atau melintang. Relaksasi berlebihan dinding abdomen akibat multiparitas yang tinggi Wanita dengan paritas 4 atau lebih memiliki insiden letak lintang 10 kali lipat disbanding wanita nullipara. dorso superior ( di atas )d. dorso inferior ( di bawah )5 3.1 DefinisiLetak lintang adalah suatu keadaan dimana sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu (janin melintang di dalam uterus) dengan kepala terletak di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain.3 Etiologi Penyebab utama letak lintang adalah 1. Plasenta previa4. 3.2. arah menutupnya . Janin prematur3.Pada letak lintang bahu menjadi bagian terendah yang juga disebut sebagai presentasi bahu atau presentasi acromnion dimana arah akromion yang menghadap sisi tubuh ibu menentukan jenis letaknya yaitu letak akromion kiri atau kanan 1.4. Bila ketiak dapat diraba. balotemen kepala teraba pada salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain.4 DiagnosisAdanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi.

Punggung dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang. bila punggungnya di posterior. segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis. 3. dengan kepala di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri. Setelah ketuban pecah. pada tahap awal persalinan. bahu tertahan oleh tepi pintu atas panggul.2. Bila persalinan diabiarkan tanpa pertolongan. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep.2. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin. bahu janin akan dipaksa masuk ke dalam panggul sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan tangan yang sesuai sering menumbung. bagian dada bayi. sedangkan janin akan . Pada saat yang sama. suatu dataran yang keras membentang di bagian depan perut ibu.mrnunjukkan letak dimana kepala janin berada. sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan.5 Mekanisme persalinanPada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan. jika dapat diraba. dapat dikenali dengan adanya “rasa bergerigi” dari tulang rusuk. Pada pemeriksaan dalam. kepala berada di sebelah kiri. Setelah terjadi sedikit penurunan. posisi punggung mudah diketahui. skapula dan klavikula pada sisi thoraks yang lain akan dapat dibedakan. sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. Denyut jantung janin ditemukan disekitar umbilikus. jika persalinan berlanjut. Bila dilatasi bertambah. tidak dapat terjadi persalinan spontan. sedangkan dada dengan terabanya klavikula.Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. teraba nodulasi ireguler yang menggambarkan bagian-bagian kecil janin dapat ditemukan pada tempat yang sama.Pada tahap lanjut persalinan. Bila proses persalinan berlanjut. Kalau ketiak menutup kekiri. bahu akan terjepit kuat di bagian atas panggul 1. Bila punggungnya terletak di anterior. kepala berada di sebelah kanan. Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung 1. bahu akan terjepit erat di rongga panggul dan salah satu tangan atau lengan sering mengalami prolaps ke vagina dan melewati vulva 2.

bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir.Bila janin amat kecil (biasanya kurang dari 800gr) dan panggul sangat lebar.meninggal. Kepala dan dada kemudian melewati rongga panggul secara bersamaan dan bayi dapat dikeluarkan dalam keadaan terlipat (conduplicatio corpora) atau lahir dengan evolusio spontanea dengan 2 variasi yaitu 1) mekanisme dari Denman dan 2) mekanisme dari Douglas 1. Sebelum melakukan versi luar harus melakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit. Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan. Janin akan tertekan dengan kepala terdorong ke abdomen. kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. tumor dalam panggul. dan sering kali meninggal pula 1. sehingga bahu. Dua cara tersebut merupakan variasi suatu mekanisme lahirnya janin dalam letak lintang. persalinan spontan dapat terjadi meskipun kelainan letak tersebut menetap.6 PenatalaksaanApabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi prsentasi kepala dengan versi luar. janin mungkin akan memutar kembali. atau plasenta previa. Bagian dinding dada di bawah bahu kemudian menjadi bagian yang paling bergantung dan tampak di vulva.4. Ibu juga berada dalam keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi. selanjutnya disusul oleh lahirnya kepala. Pada cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang. sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil. 3. Bila tidak segera dilakukan pertolongan. dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. bokong dan kaki lahir.2. badan bagian bawah. akibat fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin 1.4. akan terjadi ruptur uteri (sehingga janin yang meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga perut) atau kondisi dimana his menjadi lemah karena otot rahim kecapaian dan timbulah infeksi intrauterine sampai terjadi tymponia uteri. Pada cara Douglas bahu masuk kedalam rongga panggul. sehingga bila terjadi perubahan .

dan janin tidak seberapa besar. versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptur uteri. ditemukan bayi kedua berada dalam letak lintang. tidak didapatkan kesempitan panggul. Pada letak lintang kasep. Jika ketuban pecah. Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang wanita tersebut bangun atau meneran. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli. segera dpat ditentukan diagnosis dan penanganannya. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1) bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. 3. harus segera dilakukan seksio sesarea.Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor.letak. 2) karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil. 3) pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan 1. dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian dilakukan versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan dengan seksio sesarea. sebaiknya segera dilakukan seksio sesarea. maka bergantung kepada tekanan. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli. sehingga bila janin masih hidup. dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap untuk kemudian melakukan versi ekstraksi. sehingga pada seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap. tetapi tidak ada prolapsus funikuli. Pada permulaan persalinan masih dapat diusahakan mengubah letak lintang menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari empat sentimeter dan ketuban belum pecah. hendaknya dilakukan seksio sesarea dengan segera. Dalam hal ini persalinan dapat diawasi untuk beberapa waktu guna mengetahui apakah pembukaan berlangsung dengan lancer atau tidak.7 Prognosis Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi . Versi ekstraksi dapat dilakukan pula pada kehamilan kembar apabila setelah bayi pertama lahir. sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan pervaginam dengan dekapitasi 1. Apabila riwayat obstetrik wanita yang bersangkutan baik.

Gilstrap III.1996). Retrieved Mei 2009. (2007). Edisi 2. Wiknjosastro. seperti misalnya panggul sempit. from Seputar Kedokteran Dan Linux: http://medlinux.Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri.3% dan di RS Hasan Sadikin Bandung 18. J. H. (2009. Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan. sedangkan angka kematian janin di Rumah Sakit Umum Pusat Propinsi Medan 23. 366-3726.. Hauth. Cunningham. Letak Lintang (Transverse Lie) dalam Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi. Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD Bandung.5. tetapi pada saat ini sudah jarang dilakukan. Obstetri Patologi. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek. K. Leveno. Idmgarut.... Case Report: Letak Lintang. Januari).. Bandung: Bag. Jakarta: EGC.). (Ed. & Wenstrom. from http://idmgarut. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. seperti misalnya terjadinya ruptur uteri dan robekan jalan lahir lainnya. Obstetri William (21 ed. Vol. D.html4. C. baik terhadap ibu maupun janinnya 1. Gant.. Angka kematian ibu berkisar antara 0-2% (RS Hasan Sadikin Bandung. (1984). K. Ilmu Kebidanan (kesembilan ed.3% 1. (2008). Admin. kedua dan ketiganya. tumor panggul dan plasenta previa masih tetap dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan. D. tetapi kelainan-kelainan yang menyebabkan letak lintang. Dokter kandungan yang memeriksanya mengatakan bahwa ibu yang sedang hamil keempat ini posisi janinnya . F. karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu. N.com Seorang ibu hamil mengeluhkan bentuk perutnya yang hamil kali ini berbeda dibandingkan bentuk perutnya saat kehamilan anak pertama.com/2009/02/kehamilan-dengan-letaklintang. Kehamilan Dengan Letak Lintang. Obstetri Patologi. DAFTAR PUSTAKA1. Retrieved Mei 2009. Jakarta : EGC. L. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Hal. 1998. G.2.blogspot. Mochtar. 1).wordpress. (2006).3.).presentasi kepala. J.

bahu atau iga janin. Namun pada kondisi-kondisi tertentu dokter kandungan berusaha melakukan koreksi letak lintang menjadi memanjang/membujur dengan tindakan versi luar. pemeriksaan dalam mungkin dapat diraba lengan. atau telah mati cukup lama. segera akan dilakukan pengakhiran persalinan dengan sectio cesarean. maka dilakukan embriotomi. Namun . namun bila janin telah mati dan syarat-syarat embriotomi terpenuhi. dorsoanterior atau dorsoposterior. ditentukan berdasarkan letak punggung : dorsosuperior atau dorsoinferior.letak lintang.Persalinan pervaginam (persalinan normal melalui vagina) TIDAK MUNGKIN dilakukan. kehamilan multiple atau kehamilan kembar. multiparitas. dan kelainan uterus atau janin lainnya Untuk mengetahui adanya kehamilan letak sungsang biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan dan mendapatkan beberapa kondisi berikut: pemeriksaan luar (palpasi Leopold) diraba kepala di kanan atau di kiri perut ibu. fundus uteri terhadap usia gestasi lebih rendah daripada letak memanjang atau membujur. ibu dalam keadaan baik. hidramnion atau kelebihan cairan amnion yang juga menyebabkan janin bisa berubah posisi hingga melintang. panggul sempit. Apakah letak lintang? Letak lintang adalah “presentasi janin. pendulum dinding abdomen. Lalu apa yang akan dilakukan dokter bila terjadi kehamilan letak lintang? Bila janin dalam keadaan hidup. selaput ketuban masih utuh. bunyi jantung janin berada di sekitar pusar. Adapun beberapa keadaan yang menyebabkan terjadinya kehamilan letak lintang adalah: plasenta previa dimana letak plasenta tidak sebagaimana mestinya hingga menghalangi posisi normal janin dalam kandungan. dimana janin berada dalam posisi melintang atau tegak lurus terhadap jalan lahir. Versi luar dapat dicoba dilakukan bila : persalinan masih dalam fase laten. Jika embriotomi tidak mungkin dikerjakan. prematuritas karena bayi yang terlalu kecil sehingga dapat berputar-putar. bagian terbawah janin belum masuk pintu atas panggul.dilakukanlah sectio cesarea. anak dalam keadaan baik. kecuali pada keadaan janin sangat kecil. Ini adalah letak yang tidak baik dalam kehamilan trismester akhir.

kehamilan letak lintang. RSUP Cipto Mangunkusumo selama 5 tahun0. RS Hasan Sadikin Bandung 1. lintangletak lintang Letak lintang terjadi bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu memanjang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 °. Medrec : 01 05 0768 Usia : 21 tahun Alamat : Sukaresmi Pendidikan terakhir : SMU Pekerjaan : Ibu rumah tangga Tanggal Masuk RS : 15 September 2007 . II. Adapun tindakan versi ekstraksi pada letak lintang hanya boleh dilakukan : pada keadaan dimana anak kedua kehamilan kembar dan selaput ketuban baru pecah atau dipecahkan. IDENTIFIKASI KASUS IDENTITAS Nama : Ny. Kehamilan letak lintang merupakan kehamilan yang berisiko sehingga alangkah baiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan secara rutin sehingga kelainannya dapat ditanggulangi sejak dini. semoga ini menjawab pertanyaan Kiki tentang materi yang dia cari kandungan.6%.9%. Pukul 10.1% dari 12827 persalinan.Y No. Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang pada beberapa rumah sakit sebagai berikut : RSUP Pirngadi Medan 0.00 WIB Tanggal Keluar RS : 18 September 2007 ← ANAMNESA Keluhan Utama: hamil Anamnesa Khusus : G2P1A0 mengatakan hamil 9 bulan dan telah diperiksa di dokter ahli kandungan dan dinyatakan letak .versi luar sangat beresiko sehingga jarang dilakukan.

lintang. wiraswasta Menarch : Usia 13 tahun Riwayat KB : - ← PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis Kesadaran : Compos mentis Tekanan darah : 100/70 mmHg Nadi : 84 x/menit Respirasi : 20 x/menit Suhu : Afebris Konjungtiva : Anemis -/Thoraks : t.k Abdomen : Lihat status obstetrikus Tinggi Badan : 136 cm Status Obstetrikus a.a.a. Ibu partus terakhir 2 tahun yang lalu di bidan dengan berat badan 3500gram dan meninggal beberapa jam setelah bersalin. tegang TFU : 28 cm LP : 92 cm His : - .k Pulmo : t.k Cor : t.a. atas hal ini ibu direncanakan untuk dioperasi seksio sesaria. • ANAMNESA TAMBAHAN HPHT : Awal Desember 2006 PNC : Bidan Menikah : Istri 18 tahun.. Pemeriksaan luar: abdomen : cembung. ibu rumah tanggara Suami 20 tahun.

SGOT : 26 U/l .66 mg/dl . Pemeriksaan dalam: v/v : t.a. PEMERIKSAAN PENUNJANG o Hasil USG.waktu perdarahan : 2’ .a Portio : tebal lunak OUE : tertutup Fluxus : (+).Leukosit : 7. .GDS : 73 mg/dl .700 /mm3 . infus RL 20 gtt/menit b.Kreatinin : 0.Ureum : 13 mg/dl . dinyakatan letak lintang.000 /mm3 .Hb : 11.Ht : 35.9 gr/dl . hasilnya: . sedikit 32. jam 12.SGPT : 15 U/l .5% .Trombosit : 208.waktu pembekuan : 8’ DIAGNOSA KERJA G2P1A0 gravida 37 – 38 minggu + letak lintang PENATALAKSANAAN a. rencana operasi Sectio sesaria LAPORAN OPERASI Tanggal : 15 September 2007.LA : lintang b.20 WIB Diagnosa prabedah : G2P1A0 Gravida 37-38 minggu + letak lintang Diagnosa pasca bedah : P2A0 partus maturus dengan • • A. o Laboratorium lengkap.

9. Jenis Kelamin laki-laki. Segmen Bawah Rahim disayat konkaf dan diperlebar ke kiri dan kanan. Therapi : cefotaxim 1 gr/12 jam kaltropen supp/8 jam A. Uterus dijahit 2 lapis secara jelujur interlocking. 5. KU baik T : 100/70 mmHg . AS :6-7 cm. Setelah peritonium dibuka tampak dinding depan uterus 4. 2. Kulit dijahit subkutikuler.33 Plasenta lahir lengkap dengan berat ± 500gr. FOLLOW UP POST OPERASI Tanggal 16/ 09/ 07 Keterangan S : nyeri pada luka operasi O : CM. 8. ukuran 20x20x2 cm 7. Pukul 12.SC atas indikasi letak lintang Indikasi operasi : Letak Lintang Jenis operasi : Sectio Sesaria Transperitoneal Profunda Prosedur operasi 1. 10. PB : 45 cm. Lalu uterus diinjeksi dengan oksitosin 10 IU intramural 6.30 Bayi lahir dengan ekstraksi kaki. Dilakukan insisi pfanensteil ± 10 cm 3. Dilakukan tindakan a dan antiseptik pada daerah abdomen sekitarnya dengan betadine. BB : 2450 gr. Pukul 12. Rongga abdomen dibersihkan lalu dinding abdomen dijahi lapis demi lapis.

N : 84x/menit R : 18x/menit S : afebris Konjungtiva anemis -/BAK terpasang kateter BAB (-).5 gr/dl Leukosit : 14. baik Luka operasi : tertutup verband ASI +/+ Perdarahan +. flatus (+) BU (+) TFU : 1 jari di bawah pusat Kontraksi Uterus : +. KU baik T : 90/70 mmHg N : 80 x/mnt RR : 22 x/mnt S : afebris .000 Ht : 30.input cairan 2500 cc Darah 250 cc .output 1500 cc Balance : + 1250 cc Hb : 10. sedikit Balance Cairan . Mefenamat 3 x 500 mg Mobilisasi 17/09/2007 S : batuk berdahak O : CM.8 % A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : Cefotaxim 1 gr/12 jam Metronidazol 500 mg/12 jam As.700 Trombosit : 204.

Konjungtiva anemis -/TFU : 1 jari dibawah pusat BAK (+) BAB (+). PERMASALAHAN 1.BAB (+) Luka operasi kering A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : Ganti Verband Cefadroksil 2x 500mg As. BU (+). O : CM. flatus (+). luka operasi tertutup verband Mobilisasi (+) A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : off infus Mobilisasi bertahap Cefadroksil 2x 500mg As. Apakah penegakan diagnosis pada pasien ini sudah benar? 2. KU baik T : 110 /60 mmHg N : 80 x/mnt RR : 20 x/mnt S : afebris Konjungtiva anemis -/TFU : 1 jari dibawah pusat BAK (+).Mefenamat 3 x 500 mg Sulfas Ferous 1×1 BLPL IIi. Apakah penatalaksanaan pasien sudah sesuai dengan .Mefenamat 3 x 500 mg Sulfas Ferous 1×1 18/ 09/07 S : mules. batuk berkurang.

Di bawah (dorsoinferior) EtTIOLOGI Multiparitas disertai dinding uterus dan perut yang lembek.Di belakang (dorsoposterior) . PEMBAHASAN IV. Punggung janin dapat berada : . Bagaimana prognosis pasien ini ? IV.1. apakah penegakan diagnosis pada pasien ini sudah benar? LETAK LINTANG Letak lintang ialah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. Kehamilan prematur.Di depan (dorsoanterior) . hanya beberapa jari diatas pusat. hidramnion dan kehamilan kembar Keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepalake dalam rongga panggul sempit.Di atas (dorsosuperior) . . sedangkan bagian-bagian besar (kepala dan bokong) teraba disamping kiri atau kanan di atas fossa iliaka. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul.standar pelayanan ? 3. Pada auskultasi BJA dapat dinilai setinggi pusat kanan dan kiri. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. Pada palpasi ternyata bahwa fundus uteri maupun bagian bawah rahim kosong. fundus uteri lebih rendah dari biasa. Kelainan bentuk rahim seperti uterus arkuatus atau uterus subseptus. tumor daerah panggul dan plasenta previa. DIAGNOSIS Pada inspeksi tampak bahwa perut melebar ke samping dan pada kehamilan cukup bulan.

Pada keadaan hamil diusahakan jadi letak membujur dengan melakukan versi luar pada primigravida yaitu pada usia . sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. Bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. sehingga seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap.Dan pada USG juga terlihat gambaran letak lintang. Pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil sebaiknya segera dilakukan seksio sesaria. 2. Kemudian sudah dilakukan juga pemeriksaan penunjang USG sebelumnya yang menyatakan pada pasien ini mengalami kehamilan letak lintang. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1. Dan pada pemeriksaan leopold II dimana untuk menentukan letak punggung janin namun pada pasien ini yang teraba bokong dan kepala pada kedua sisi kanan dan kiri. Dimana sudah dilakukan pemeriksaan luar yaitu pada pemeriksaan leopold. 3. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli. Karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intrauterin pada waktu his. Pada pasien ini penegakkan diagnosis sudah dilakukan dengan benar. IV. Meskipun versi luar berhasil janin akan dapat memutar kembali oleh karena itu dianjurkan menggunakan korset dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin.2 apakah penatalaksanaan pada pasien ini sudah sudah sesuai dengan standar pelayanan? PENANGANAN Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang.

Kontraindikasi versi luar ♣ Ketuban sudah pecah. Versi luar adalah upaya yang dilakukan dari luar untuk dapat mengubah kedudukan janin menjadi kedudukan lebih menguntungkan dalam persalinan pervaginam. 2. Syarat versi luar dapat berhasil dengan baik : Dilakukan pada usia kehamilan 34-36 minggu Pada inpartu dilakukan sebelum pembukaan 4 cm. tinggi badan kurang dari 150 cm. Versi Sefalik : melakukan perubahan kedudukan janin menjadi letak kepala. ♣ Pada kehamilan kembar. persalinan prematuritas atau kelahiran mati. sering mengalami keguguran. Untuk dapat melaksanakan versi luar perlu diperhatikan beberapa pertimbangan berikut ini: 1. ♣ Pernah mengalami tindakan operasi pervaginam. ♣ Terdapat faktor resiko tinggi kehamilan: kasus infertilitas. Berdasarkan ketetapan tersebut dikenal bentuk versi luar : 1. Bayi dapat dilahirkan pervaginam Ketuban masih positif utuh. Versi podalik : perubahan kedudukan janin menjadi letak bokong (sungsang). mempunyai deformitas pada tulang panggul/ belakang. . ♣ Penderita mempunyai hipertensi ♣ Rahim pernah mengalami pembedahan : seksio sesaria. Bagian terendah belum masuk atau masih dapat dikeluarkan dari PAP. pengeluaran mioma uteri. 2.kehamilan 34 minggu atau multigravida pada usia kehamilan 36 minggu. ♣ Penderita pernah mengalami perdarahan selama hamil.

Janin lahir cara Denman atau Douglas. Apabila riwayat obstetrinya baik dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan lengkap untuk kemudian dilakukan versi ekstraksi. sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. Kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. Pada letak lintang kasep versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptur uteri. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin. Cara Douglas. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli harus segera dilakukan seksio sesaria. Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. badan bagian bawah. Kalau janin kecil. selanjutnya disusun . kadang-kadang persalinan dapat berlangsung spontan. MEKANISME PERSALINAN Pada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan. sehingga bila janin masih hidup hendaknya dilakukan seksio sesaria dengan segera sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan pervaginam dengan dekapitasi. Bahu masuk ke dalam panggul. segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. Cara Denman Bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang . bahu masuk ke dalam rongga panggul. bokong dan kaki lahir. Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul.Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor. sehingga bahu. tidak dapat terjadi persalinan spontan. sudah mati dan menjadi lembek.

V. Pada Quo ad vitam ad bonam dan quo ad functionam ad bonam. IV. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. Namun hal ini bukanlah kesalahan yang mutlak karena pelaksanaan kontrasepsi bisa dilakukan dalam waktu 40 hari setelah partus. Sewaktu melakukan sectio sesaria pada pasien ini tidak disertai dengan tindakan pemasangan IUD. Dan sebaiknya dilakukan kontrasepsi yang tidak mengganggu asi. © Pemeriksaan obstetrik Pemeriksaan luar: . Pada pasien ini penatalaksanaannya sudah sesuai dengan standar pelayanan.3 bagaimana prognosis pasien ini? Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek. Dan persalinan ibu dilakukan dengan operasi seksio sesaria.oleh lahirnya kepala. KESIMPULAN 1. Sesuai dengan tanda dari letak lintang. Dimana pasien yang dilakukan operasi sectio sesaria kontraindikasi bila terjadi kehamilan dalam kurun waktu 2 tahun pasca operasi. baik terhadap ibu maupun janinnya. Oleh karena pasien tidak dilakukan tindakan versi luar maka persalinan pervaginam tidak dapat dilakukan. Dan untuk mencegah hal ini terjadi sebaiknya pada saat dilakukan sectio sesaria disertai dengan pemasangan IUD. Prognosis pada pasien ini bisa dikatakan kurang baik. Penegakan diagnosa pada pasien ini sudah tepat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang disamping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri. Pada pasien tidak dilakukan versi luar karena pasien ini terdapat kontraindikasi untuk dilakukan tindakan tersebut yaitu tinggi badan ibu kurang dari 150 cm (136 cm).

Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin.abdomen : cembung. 2. Punggung janin dapat berada di . Pengertian Letak Lintang Letak Lintang adalah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. tegang TFU : 28 cm LP : 92 cm His : LA : lintang © Pemeriksaan penunjang Hasil USG dinyatakan letak lintang. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul. Dan sebaiknya menggunakan kontrasepsi yang tidak mengganggu laktasi. © Tindakan versi luar tidak dilakukan karena kontraindikasi yaitu tinggi badan pasien 136 cm. © Dilakukannya Operasi sectio sesaria pada pasien ini. Penatalaksanaan letak lintang pada pasien ini sudah benar. sesuai dengan standar pelayanan. Letak Lintang LETAK LINTANG A. Namun pada pasien ini kita harus melakukan motivasi KB. 3. Fungsi reproduksi pada pasien ini masih baik.

Pada kehamilan prematur. Dorso anterior (di depan) b). atau di bawah (dorsoinferior). seperti misalnya uterus arkuatus atau uterus subseptus. Dorso posterior (di belakang) c). Letak lintang II : kepala di kanan . di belakang (dorsoposterior). Karena biasanya yang paling rendah adalah bahu. di atas (dorsosuperior).Menurut letak kepala terbagi atas: a).1998) . Letak lintang I : kepala di kiri b).Menurut posisi punggung terbagi atas: a). janin sering dijumpai dalam letak lintang.depan (dorsoanterior). tumor di daerah panggul dan plasenta previa dan pula mengakibatkan terjadinya letak lintang tersebut. Etiologi Sebab terpenting terjadinya letak lintang adalah multiparitas disertai dinding uterus dan perut lembek. (Hanifa Wiknjosastro. yang terdiri dari deviated head presentation (letak kepla mengolak) dan deviated breech presentation (letak bokong mengolak).(Rustam mochtar.1992) Letak lintang adalah bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu menyilang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 derajat. Keadaan-keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepala ke dalam rongga panggul seperti misalnya panggul sempit. maka dalam hal ini disebut juga shoulder presentation. Jika sudut yang dibentuk kedua sumbu ini tajam disebut oblique lie. Dorso inferior (di bawah) B. hidramnion dan kehamilan kembar. Dorso superior (di atas) d). Demikian pula kelainan bentuk rahim.dkk. juga merupakan penyebab terjadinya letak .

multiparitas. Denyut jantung janin ditemukan di sekitar umbilikus. Kalau ketiak menutup ke kiri.Lumbar skoliosis .Pelvic kidney dan kandung kemih serta rektum yang penuh.(Rustam mochtar.lintang. Punggung . bikornus. anak kecil. arah menutupnya menunjukkan letak dimana kepala janin berada.(Hanifa Wiknjosastro. karena panggul sempit. atau septum .Monster .1992) Penyebab dari letak lintang sering merupakan kombinasi dari berbagai faktor. kepala berada disebelah kanan. plasenta previa. Diagnosis Adanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi. kecuali bila sudah turun ke dalam panggul. kepala di sebelah kiri. Pada palpasi fundus uteri kosong.Fiksasi kepala tidak ada. . anaensefalus. Apabila bahu sudah masuk ke dalam panggul.Gemeli (kehamilan ganda) .1998) C.Janin sudah bergerak pada hidramnio. hidrosefalus. sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan.Kelainan uterus seperti arkuatus. Bila ketiak dapat diraba. sering pula penyebabnya tetap merupakan suatu misteri. Faktorfaktor tersebut adalah: . pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga. kepala janin berada di samping. Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya.dkk. dan di atas simfisis juga kosong. atau sudah mati. dan tumor-tumor pelvis .

. 5.Fundus uteri lebih rendah dari seharusnya tua kehamilan .(Hanifa Wiknjosastro. skapula.dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang. Auskultasi DJJ setinggi pusat kanan atau kiri.dkk.Fundus uteri kosong dan bagian bawah kosong. Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung. ketiak menutup di kiri. Pemeriksaan dalam (VT) . .1998) D.Kepala (ballotement) teraba di kanan atau kiri 3. Palpasi . 4.Teraba tulang iga. kecuali kalau bahu sudah masuk dalam p. . sedangkan dada dengan terabanya klavikula. dan kalau tangan menumbung teraba tangan. Inspeksi Perut membuncit ke samping 2. namun pada letak lintang biasanya ketuban cepat pecah.Pemeriksaan dalam agak sukar dilakukan bila pembukaan kecil dan ketuban intak.Untuk menentukan tangan kanan atau kiri lakukan cara dengan bersalaman.a.p. .Teraba bahu dan ketiak yang bisa menutup ke kanan atau ke kiri.Letak punggung ditentukan dengan adanya skapula letak dada dengan klavikula. Mekanisme Persalinan Pada letak dengan ukuran panggul normal dan janin . Bila kepala terletak di kiri. Foto Rontgen Tampak janin dengan letak lintang.(Rustam mochtar.1992) Diagnosis letak lintang janin diantaranya: 1.

Dua cara tersebut merupakan variasi suatu mekanisme lahirnya janin dalam letak . kadang-kadang persalian dapat berlangsung spontan. kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. akan menyebabkan kematian janin dan ruptura uteri.cukup bulan. badan bagian bawah. Bahu masuk ke dalam panggul. akan terjadi ruptura uteri. sehingga bahi. bokong dan kaki lahir. Janin lahir dalam keadaan terlipat melalui janin lahir (konduplikasio korpore) atau lahir dengan evolusio spontanea menurut cara Denman atau Douglas. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. sehingga janin yang meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga perut. Dalam usaha untuk mengeluarkan segmen uterus berkontraksi dan beretraksi dan sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipi. Bila tidak segera dilakukan pertolongan. selanjutnya disusul lahirnya kepala. Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan. Kalau janin kecil. sudah mati dan menjadi lembek. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. tidak dapat terjadi persalinan spontan. Ibu berada dalam keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi. dan sering kali meninggal pula. Pada cara Douglas bahu bmasuk ke dalam rongga panggul. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. Pada cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang. sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makaian tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. sedangkan janin akan meninggal. Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul.

bila tangan dimasukkan ke dalam kavum uteri terjepit antara janin dan panggul serta dengan narkosa yang dalam tetap sulit merubah letak janin. kepala atau bokong. dan akhirnya dada. Kalau letak lintang dibiarkan. maka bahu akan masuk ke dalam rongga panggul. turun makin lama makin dalam sampai rongga panggul terisi seluruhnya oleh badan janin. .dkk. Janin hanya dapat lahir spontan. Bagian korpus uteri mengecil sedang SBR meregang. Pada letak .1992) Anak normal yang cukup bulan tidak mungkin lahir secara spontan dalam letak lintang. Adanya letak lintang kasep dapat diketahui bila ada ruptura uteri mengancam.(Hanifa Wiknjosastro. Bila tidak cepat diberikan pertolongan. perut. sudah mati dan menjadi lembek.lintang. Hali ini disebut letak lintang kasep (Neglected Tranverse Lie). letak lintang berubah spontan mengambil bangun semula dari uterus menjadi leta membujur. dada. Beberapa cara janin lahir spontan: 1. Evolutio Spontanea a). bila kecil (prematur). Conduplicatio corpore Kepala perut berlipat bersama-sama lahir memasuki panggul. namun hal ini jarang sekali terjadi. Menurut Douglas Bahu diikuti oleh dada. b). akan terjadi ruptura uteri dan janin sebagian atau seluruhnya masuk ke dalam rongga perut. Menurut Denman Setelah bahu lahir kemudian diikuti bokong. akibat fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin. 2. perut. dan akhirnya kepala. bokong. atau bila panggul luas. Kadang-kadang oleh karena his.

(Hanifa Wiknjosastro. atau sewaktu versi dan ekstraksi . seperti misalnya panggul sempit . tetapi kelaina-kelainan yang menyebabkan letak lintang.dkk.lintang biasanya: • Ketuban cepat pecah • Pembukaan lambat jalannya • Partus jadi lebih lama • Tangan menumbung (20-50%) • Tali pusat menumbung (10%). baik terhadap ibu maupun janinnya. tumor panggul dan plasenta previa masih dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan. Bagi janin Angka kematian tinggi (25-40%). 2. Faktorfaktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri. ketuban pecah dini dengan demikian mudah dapat infeksi intrapartum. juga sering akibat tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin.1998) E. seperti misalnya terjadi rupture uteri dan robekan jalan lahir lainnya. Partus lama. karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu. yang dapat .(Rustam mochtar. Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan. Bagi ibu Bahaya yang mengancam adalah ruptura uteri baik spontan. . Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek. Prognosis Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi presentasi kepala.1992) Prognosis letak lintang diantaranya: 1.

disebabkan oleh: . Cara ini harus rutin dilakukan setiap hari sebanyak 2 kali. . misalnya pagi dan sore.Trauma partus . berkisar sekitar 92 persen. Dan posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal. Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang.Begitu juga saran agar si ibu memakai korset atau semacam celana bersepeda nan ketat guna mempertahankan letak janin yang sudah kembali normal. Kemungkinan janin akan kembali ke posisi normal. kemungkinan besar bayi yang sungsang dapat kembali ke posisi normal. Sebelum . dengan posisi perut seakan-akan menggantung ke bawah.Ketuban pecah dini.bisa dengan mengepel lantai .Ibu hamil agar rajin menungging .Hipoksia karena kontraksi uterus terus menerus .Prolapsus funiculi .(Rustam mochtar. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. Masing-masing selama 10 menit. Bila posisi ini dilakukan dengan baik dan teratur. Penanganan Bila sudah ketahuan sungsang atau melintang.dianjurkan untuk melakukan posisi bersujud (knee chest position).1998) F. ibu hamil dapat melakukan beberapa usaha untuk membuat letak janinnya normal meskipun kemungkinan berahasilnya kurang dari 60 %. Cara tersebut antara lain : .

atau plasenta previa. tumor dalam panggul. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli 3. Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung pada beberapa faktor. Pada permulaan persalianan masih dapat diusahakan mengubah letak janin menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari empat sentimeter (< 4 cm) dan ketuban belum pecah. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil. karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his. tidak didapatkan kesempitan panggul. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan. sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil. sebaiknya segera dilakukan seksio seksaria.melakukan versi luar harus dilakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit. sehingga bila terjadi perubahan letak. dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. segera dapat ditentukan diagnosis dan penanganannya. Apabila riwayat obstetrik wanita yang bersangkutan baik. sehingga pada seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap 2. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1. janin mungkin akan memutar kembali. bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan. Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset. dan janin tidak .

dkk. Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang wanita tersebut bangun atau meneran. tetapi tidak ada prolapsus funikuli. Pada letak kasep. yaitu dengan versi dan ekstraksi. hendaknya dilakukan seksio sesarea dengan segera.(Hanifa Wiknjosastro. ditemukan bayi kedua berada dalam letak lintang. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli. antara lain: a). atau embriotomi . Dalam hal ini persalinan dapat diawasi untuk beberapa waktu guna mengetahui apakah pembukaaan berlangsung dengan lancar atau tidak. maka bergantung kepada tekanan. dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian dilakukan versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan dengan seksio sesarea.seberapa besar. Sewaktu partus Janin dapat dilahirkan dengan cara pervaginam. Jika ketuban pecah. dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap untuk kemudian melakukan versi ekstraksi. versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptura uteri. sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan per vaginam dengan dekapitasi. b). sehingga bila janin masih hidup.1992) Penanganan letak lintang dapat dilakukan dengan berbagai cara. atau multi pada kehamilan 36 minggu. harus segera dilakukan seksio seksarea. Versi ekstraksi dapat dilakukan pula pada kehamilan kembar apabila setelah bayi pertama lahir. Sewaktu hamil Usahakan jadi letak membujur (kepala atau bokong) dengan melakukan versi luar pada primi dengan usia kehamilan 34 minggu.

Lama pecah : seksio sesarea .Letak lintang kasep dan anak mati: laparotomi. seksio sesarea.Bila ketuban sudah pecah dan pembukaan lengkap : versi dan ekstraksi . Tingkat pertolongan 1) Bila ketuban belum pecah .(Rustam mochtar. c). embriotomi secara hati-hati Menurut Eastmant dan Greenhill.Letak lintang kasep dan anak hidup : seksio sesarea . Jakarta: EGC Wiknjosastro. bila ada panggul sempit seksio sesarea adalah cara yang terbaik dalam segala letak lintang . dengan anak hidup. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Hanifa.(dekapitasi eviserasi) bila janin sudah meninggal.Pembukaan 5 cm : versi luar .Pembukaan 5 cm :tunggu sampai hampir lengkap ketuban dipecahkan. atau perabdominam.et al. Sinopsis Obstetri. 2. Semua primigravida dengan letak lintang harus ditolong dengan seksio sesarea walaupun tidak ada panggul sempit. 1992. Rustam.1998) DAFTAR PUSTAKA Mochtar. Ilmu Kebidanan.. atau kalau fasilitas kurang.1998. penanganan letak lintang ada dua cara: 1. 2) Bila ketuban pecah . KEHAMILAN USIA MUDA .

stres. misalnya : karena terkejut. cemas. emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang.Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi. Keguguran. adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. (Ubaydillah. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan. Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. berat badan lahir rendah . Persalinan prematur. Pasalnya. b. Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. 2. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda. a. 2000).

cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan. keadaan psikologi ibu kurang stabil. Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksiterutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan. seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri. pengetahuan akan asupan gizi rendah. Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang. berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal. sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran .(BBLR) dan kelainan bawaan.

dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi. tambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. tingkat sosial ekonomi rendah. e. Kombinasi keadaan alat reproduksi . c. Keracunan Kehamilan (Gestosis). berat badan lahir rendah dan cacat bawaan.prematur. Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda. Keadaan gizi buruk. d.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. Mudah terjadi infeksi.lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis.. membentuk sel darah merah janin dan plasenta.

yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun). Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi. f. Resiko bagi ibunya : (1) Mengalami perdarahan. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi. Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain: a. selain itu juga disebabkan selaput . Kematian ibu yang tinggi.

(3) Persalinan yang lama dan sulit. Kematian pada saat melahirkan yang . hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja. kelainan panggul. baik dengan obat-obatan maupun memakai alat.kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir. Pada saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran.penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin. kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian ibu.ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim). (2) Kemungkinan keguguran / abortus. Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin.

Dari bayinya : (1) Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil. umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. b.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. infeksi. diantaranya kelainan genetik dan kromosom. (3) Cacat bawaan. . (2) Berat badan lahir rendah (BBLR). dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil.disebabkan oleh perdarahan dan infeksi.500 gram. hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang. Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan. Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2. virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon.

Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan.(Manuaba.Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. Pasalnya. cemas. zat besi « Konsep Praktek Klinik Keperawatan Konsep Penyembuhan Luka » Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi. ← Keguguran. adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. keguguran. resiko tinggi. kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari).1998). Posted April 23.kematian bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian perinatal.(4) Kematian bayi. emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka . (Ubaydillah.500 gram. kehamilan. stres. 2000). remaja. 2008 by creasoft in Kesehatan Reproduksi Remaja Tagged with anemia. misalnya : karena terkejut. Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda. kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia.yang disebabkan berat badan kurang dari 2.

sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran prematur. tingkat sosial ekonomi rendah. seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri. pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang.Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda.Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksiterutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan. berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang. berat badan lahir rendah dan cacat bawaan. tambahan zat besi dalam tubuh . dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi.Keadaan gizi buruk. Persalinan prematur. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal. Mudah terjadi infeksi.← ← ← kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. keadaan psikologi ibu kurang stabil. berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. pengetahuan akan asupan gizi rendah.

kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir. membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Kemungkinan keguguran / abortus..← ← fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah.lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi. Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain: ← • • Resiko bagi ibunya : Mengalami perdarahan.Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi. Kematian ibu yang tinggi. selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim).yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun).Pada saat hamil . Keracunan Kehamilan (Gestosis).Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi.

Cacat bawaan. umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil.Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin. Dari bayinya : Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin. virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon. kelainan panggul. hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja. infeksi.Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan. hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang.Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2.kematian bayi yang masih berumur 7 hari ← ← ← ← . dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil.Kematian pada saat melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan dan infeksi.• seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. Kematian bayi. Berat badan lahir rendah (BBLR).hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. baik dengan obat-obatan maupun memakai alat. Persalinan yang lama dan sulit.500 gram.Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian ibu. diantaranya kelainan genetik dan kromosom.

. bertutur kata.1998). di desa lebih tinggi (61%) daripada di kota. Salah satu dampak yang diakibatkan perilaku seks bebas ini yaitu kehamilan dini (kehamilan pada usia remaja. Perilaku seks bebas yang sudah lazim di belahan dunia Barat sudah mulai merebak di kalangan remaja Indonesia. maupun pola pergaulan yang semakin bebas. antara 13 – 19 tahun).500 gram. di mana sebanyak 46% perempuan mengalami kehamilan pertama di bawah usia 20 tahun.pertama hidupnya atau kematian perinatal. edited by : ITA AFRIKASARI SUMBER : Dewasa ini.yang disebabkan berat badan kurang dari 2. kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia.(Manuaba. Remaja merupakan kelompok dengan signifikansi tingkat komplikasi yang lebih tinggi selama kehamilan dan persalinan. Salah satunya dalam hal gaya hidup. perkembangan arus informasi yang pesat banyak mempengaruhi remaja. Remaja-remaja Indonesia sedikit demi sedikit mulai mengadopsi budaya Barat dalam cara berpakaian. Sebagai gambaran data Survei Kesehatan Ibu dan Anak tahun 2000 menunjukkan median umur kehamilan pertama di Indonesia adalah 18 tahun. kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari).

di negara berkembang dimana pelayanan kesehatan mungkin tidak tersedia. Perancis. Masalah-masalah ini dapat mengakibatkan kesulitan sewaktu melahirkan bayi. seorang anak wanita masih mungkin mencapai pertumbuhan panggul antara 2–9% dan tinggi badan 1%. 1994 ditemukan bahwa dua tahun setelah menstruasi yang pertama. dan Swedia sejak tahun 1970 menunjukkan suatu kesamaan bahwa resiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan pada remaja. Para remaja yang hamil biasanya terlambat bahkan tidak sama sekali mendapatkan pelayanan prenatal (sebelum kelahiran) yang cukup. Britania. Kanada. Sedangkan untuk kehamilan pada wanita di usia remaja akhir (15 tahun keatas). maupun kematian ibu. kematian bayi.Kehamilan pada remaja wanita berusia 14 tahun kebawah memiliki resiko komplikasi medis lebih besar daripada wanita dengan usia lebih dewasa karena panggul belum berkembang dengan sempurna. Dari penelitian Royston Erica. pelayanan prenatal sangat dibutuhkan untuk menjaga dan menunjang perkembangan bayi yang baik selama . khususnya yang berusia 15-19 tahun. sehingga tidak mengherankan apabila persalinan akibat disproporsi antara ukuran kepala bayi dan panggul ibu (disproporsi sefalopelvik) paling sering ditemukan pada ibu yang sangat muda. biasanya problem ini diatasi dengan tindakan bedah Caesarea. Di negara-negara yang sudah maju. fistula obstetrik. Namun. usia sudah bukan merupakan faktor resiko utama dalam kehamilan. lebih dikarenakan faktor sosial-ekonomi daripada biologis. Beberapa studi yang dilakukan di Amerika Serikat. hal ini dapat menyebabkan eklampsia (kejang saat melahirkan). Selain itu alat reproduksinya juga belum siap sepenuhnya. Padahal.

Kehamilan pada usia remaja juga berimplikasi pada kehidupan si remaja selanjutnya. Selain itu. penghasilan yang rendah berujung pada ketidaklayakan lingkungan tempat tinggal dan ketidakmampuan untuk mengusahakan pelayanan kesehatan bahkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Kids Count Data Book Online. kelahiran prematur. dan tekanan darah tinggi. Seorang ibu-remaja juga biasanya mengalami alienasi (pengasingan) dari lingkungan pergaulan dan keluarganya. Remaja dengan kehamilan dini biasanya tidak menyelesaikan pendidikannya (putus sekolah). Contoh pelayanan prenatal yang utama adalah peran bidan dan poskesmas dalam memberikan informasi serta mencukupkan kebutuhan gizi bagi ibu dan anaknya. Baltimore (MD. perasaan menjadi seorang ibu secara umum dan bahkan tentang dirinya sendirinya. July 25.5 kilogram) . Stigma tersebut dapat mempengaruhi cara pandang si ibu-remaja tentang kemampuannya mengasuh anak. Perlakuan negatif yang ditujukan pada si ibu- . masih ada stigma atau pandangan negatif masyarakat yang menempel pada para ibu-remaja.dalam kandungan serta kesehatan daripada si ibu sendiri. anemia. Kurangnya pendidikan akan berdampak menganggur dalam waktu yang lama ataupun pilihan pekerjaan dengan upah yang rendah. Belum lagi remaja yang memilih untuk menjadi orangtua tunggal. Komplikasi yang ditimbulkan karena tidak cukupnya pelayanan prenatal antara lain kelahiran bayi dengan berat badan rendah (di bawah 2. 2007) menunjukkan 60% ibu-ibu muda tidak memiliki pasangan laki-laki saat bayi mereka dilahirkan. Kedua hal ini sama-sama menimbulkan tekanan ekonomi yang kuat pada si remaja. Kehamilan dapat menimbulkan tekanan yang cukup besar dalam hubungan muda-mudi. Selain stres emosional yang dirasakan.

1995 Isi terkait: Bagaimana menghitung usia kehamilan? Saya wanita 28 tahun.. ..com/professionals www. .marchofdimes. 2007. MD. saya ingin menanyakan tentang usia kehamilan. Tumbuh Kembang Anak. Soetjiningsih... Casey Foundation.gov/medlineplus/teenagepregnancy www.. 2007 Kids Count Data Book Online. EGC.remaja dapat mengikis kepercayaan diri dan perasaan berharga sebagai seorang manusia. Jakarta.au Annie E. Baltimore.nih. Hal-hal tersebut menyebabkan resiko depresi pasca melahirkan yang lebih tinggi pada wanita remaja dibandingkan pada wanita yang berusia lebih dewasa. Referensi : www.org.nlm.womhealth. July 25.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful