Sungsang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Sungsang juga adalah nama sebuah wuku

Sungsang (Breech), oleh W.Smellie, 1792

Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal, pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. Kehamilan sungsang didiagnosis melalui bantuan ultrasonografi (USG). Kehamilan sungsang dapat disebabkan oleh banyak hal antara lain kelahiran kembar, cairan amniotik yang berlebihan, hidrosefalus, anencefaly, ari-ari yang pendek dan kelainan rahim. Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi ini ketika lahir. Dalam persalinan prematur, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang lebih tinggi. Pada umur kehamilan 28 minggu, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang adalah 25%. Angka tersebut akan turun seiring dengan umur kehamilan mendekati 40 minggu. Karena risiko persalinan normal pada bayi dengan posisi sungsang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan posisi normal, maka umumnya persalinan akan dilakukan dengan bedah caesar.

2.2 Konsep Dasar Kehamilan Letak Sungsang 2.2.1 DefenisiKehamilan letak sungsang yaitu janin terletak memanjang dengan kepala difundus uteri dan bokong bagian bawah kavum uteri (Prawiroharjo, Sarwono 1999). 2.2.2 Klasifikasi2.2.2.1 Letak bokong murni (Fank Breech)Letak bokong dengan kedua tunkai terangkat keatas2.2.2.2 Letak sungsang sempurna (Campliete Breech)Letak bokong dimana kaki ada disamping bokong (Letak bokong sempurna atau lipat kijang). 2.2.2.3 Letak sungsang sempurna (Incomplite Breech)Letak sungsang

dimana selain bokong bagian yang terendah juga kaki atau lutut, terdiri dari :Kedua kaki : letak kaki sempurna (24%)Satu kaki : letak kaki tidak sempurnaKedua lutut : letak lutut sempurna (1%)Satu lutut : letak lutut tidak sempurna (Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, Sinopsis Obsetri jilid 1 edisi 2, 1998)2.2.3 Diagnosa2.2.3.1 Anamnesa Kehamilan terasa penuh dibagian atas dan gerakan terasa lebih banyak dibagian bawah.2.2.3.2 Pemeriksaan luarDibagian bawah uterus tidak teraba kepala, balutemen negative, teraba kepala dibagian fundus uteri, denyut jantung janin ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi dari pada umbilikus 2.2.3.3 Pemeriksaan dalamSetelah ketuban pecah teraba cakrum, kedua tuberalitas iskit, dan anus, bila teraba bagian kecil bedakan apakah kaki atau tangan(FKUI, Kapita Selekta Kedokteran jilid 1 edisi 3, 1999)2.2.3.4 Pemeriksaan foto rongenBayangan kepala difundus(Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, Sinopsis Obsetri jilid 1 edisi 2, 1998)2.2.4 Etologi / Penyebab Letak Sungsang2.2.4.1 Sudut Ibu a. Keadaan rahim- Rahim arkuatus- Setum pada rahim- Uterus DupletisMioma bersama kehamilan b. Keadaan plasenta- Plasenta retak rendah- Plasenta previac. Keadaan jalan lahir- Kesempitan panggul- Difermitas tulang panggul- Terdapat tumor yang menghalangi jalan lahir dan perputaran keposisi kepala2.2.4.2 Sudut janin Pada janin terdapat berbagai keadaan yang menyebabkan letak sungsangTali pusat pendek atau lilitan tali pusat- Hidrosefalus atau AnensefalusKehamilan kembar- Hidramneon atau Oligohidramneon- Prematuritas(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, 1998)2.2.5 Mekanisme Persalinan Letak sungsang FisiologisBokong masuk PAP dapat melintang atau miring mengikuti jalan lahir dan melakukan putar paksi dalam sehingga trachcanter depan berada dibawah simpesis dengan trachcenter depan sebagai hipamoklion, akan lahir trachcenter belakang, dan selanjunya seluruh bokong lahir, sementara itu bahu memasuki jalan lahir dan mengikuti jalan lahir untuk melakukan putar paksi dalam sehingga bahu depan berada dibawah simpisis, dengan bahu depan sebagai hipomoklion akan lahir bahu belakang bersama dengan tangan belakang, diikuti kelahiran bahu depan dan tangan depan. Bersamaan dengan kelahiran bahu, kepala bayi memasuki jalan lahir dapat melintang atau miring, serta melakukan putar paksi dalam sehingga sub occiput berada dibawah simpisis, sub occiput menjadi hipomoklion, berturutturut akan lahir dagu, mulut, hidnug, muka kepala dan seluruhnya.Persalinan

kepala yang mempunyai terbatas sekitar 8 menit, setelah bokong lahir melampoui batas 8 menit dapat menimbulkan kesakitan atau kematian pada bayi.(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB, 1998) 2.2.6 Prognosis2.2.6.1 Bagi ibuKemunkinan robekan pada perenium lebih besar, juga karena dilakukan tindakan, selain itu ketuban lebih cepat pecah dan partus lebih lama, jadi mudah terkena infeksi.2.2.6.2 Bagi anakProknosa tidak begitu baik, karena ada gangguan peredaran darah plasenta setelah bokong lahir dan juga setelah perut lahir, tali pusat terjepit antara kepala dan panggul, anak bisa menubrito aspiksio(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB, 1998)2.2.7 Penanganan / Terapi  Sikap sewaktu hamilKerena kita tahu bahwa prognosa bagi anak tidak begitu baik, maka usahakan merubah letak janin dengan versi luar.Tujuannya adalah untuk merubah letak menjadi letak kepala hal ini dilakukan pada primi dengan kehamilan 34 minggu, mulai dengan usia kehamilan 36 minggu dan tidak ada panggul sempit, gemili atau plasenta previa.Teknik :- Lebih dahulu bokong dilepaskan dari PAP dan ibu berada dalam posisi Trendelm BurgTangan kiri letakkan dikepala dan tangan kanan pada bokong- Putar ke arah muka atau perut janin- Lalu putar tangan kiri diletakkan dibokong dan tangan kanan dikepala- Setelah berhasil pasang gurita, observasi TTV, DDJ serta keluhan2.2.8 Sikap Bidan Dalam Mengahadapi Letak SungsangBidan yang menghadapi kehamilan dan persalinan letak sungsang sebaiknya :Melakukan rujukan ke puskesmas, dokter keluarga atau dokter ahli untuk mendapatkan petunjuk kepastian dalam lahir- Bila ada kesempatan, melakukan rujukan kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan persalinan yang optimal- Bila terpaksa, melakukan pertolongan persalinan letak sungsang sebaiknya bersama dokter- Klien harus diberikan KIE dan motifasi serta melakukan perjanjian tertulis dalam bentuk Informetconsen(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, 1998) 1. Manuaba, Ida Bagus, Gde, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan da KB. Jakarta : EGC2. Mochtar, Rustam, 1998. Sinopsis Obstetry. Jakarta : EGC3. Prawiroharjo, Sarwono, 2000. Pelayanan Kebidanan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka4. Sastro, Suleman. 1983. Obstetry Fisiologi. Bandung : UNPAD5. Varney, Hursh Midwefery, Sel, Ed. Blok Well, Sucentifie Publication, Boston, London

Posisi sungsang, bisakah normal?
Ditulis oleh admin Wednesday, 25 February 2009

Usia kehamilan istriku sudah memasuki 36 minggu, setelah kami lakukan USG ternyata posisi bayi kami sungsang, apakah bayi kami masih bisa dilahirkan secara normal? atau memang harus melalui operasi cesar?. Apa cara yang harus kami lakukan supaya posisi bayi kami normal?. Terima kasih atas jawabannya. Israr, Jakarta Jika ini kehamilan pertama, maka biasanya sudah tidak berubah lagi. Cara persalinan terbaik untuk letak sungsang ada operasi sesar. Lahir spontan boleh saja dengan beberapa kondisi/syarat khusus (taksiran berat janin tidak lebih dari 3500 gram, panggul luas, bagian terbawah janin adalah bokong, bukan kaki, dan bokong sudah masuk pintu atas panggul serta persalinan timbul secara spontan/tidak diinduksi), tetapi risiko kesakitan dan kematian pada bayi meningkat 3 kali lipat. Jika ini kehamilan kedua atau lebih, masih ada kemungkinan berubah sampai 38 minggu. Saran saya: - pastikan betul usia kehamilannya memang 36 minggu - jika memang yakin usia kehamilan 36 minggu dan ini anak pertama, teliti lagi melalui pemeriksaan USG untuk mencari penyebab sungsang, apakah janinnya besar, bagaimana letak plasenta, apakah ada lilitan tali pusat, bagaimana kondisi panggul dsbnya; jika tidak ditemukan penyebab yang jelas, maka bapak bisa minta pertimbangan dokter untuk melakukan versi luar (diputar) apakah memungkinkan atau tidak - jika ini anak kedua atau lebih, lakukan senam hamil dan gerakan knee-chest (sujudmenungging) minimal 5 kali sehari selama 10-15 menit, bertahap; evaluasi USG pada usia kehamilan 38 minggu, apakah ada perubahan atau tidak; jika tidak ada perubahan dan tidak memenuhi syarat untuk persalinan spontan, sebaiknya operasi sesar saja. Cara persalinan pada letak sungsang yang tidak berkomplikasi (tidak ada penyebab khusus), diserahkan pada bapak-ibu yang bersangkutan untuk memilih, apakah ingin spontan atau operasi sesar dengan mempertimbangan untung-ruginya. Hanya saja, secara medis, rekomendasinya adalah operasi sesar. dr. Valleria Sp.OG Staff Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta Praktek:1. RS Hasanah Graha AfiaJl. Raden Saleh no. 42 DepokTelp. 021-778262672. RS MH Thamrin International CileungsiJl. Raya Narogong Limus Nunggal CileungsiTelp. 021-8235052

Apabila tidak ada indikasi kontra. Karena penyebab letak sungsang tidak diketahui pasti maka pencegahannya pun sulit. pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal.← Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal. namun ada juga (meskipun jauh lebih sedikit) yang menjadi letak sungsang. maka umumnya persalinan akan dilakukan dengan bedah caesar. ada tanda-tanda yang diyakini dokter yang menyebabkan bayi sungsang dapat dilahirkan spontan. kelainan bentuk rahim. sebagian besar akan tetap demikian sampai akhir masa kehamilan. saat ini dilakukan mulai pada usia kehamilan 37 minggu. Meskipun demikian tidak semua bayi sungsang harus lahir dengan operasi. Hal ini karena risiko kematian dan cacat/kecelakaan pada pertolongan persalinan bayi letak sungsang lewat vagina (spontan) jauh lebih tinggi ( 4 kali lebih besar) dari persalinan spontan bayi letak kepala. tumor jinak rahim/mioma. Kehamilan sungsang didiagnosis melalui bantuan ultrasonografi (USG). Demikian juga dengan bayi letak kepala. biasanya dokter akan mencoba melakukan pemutaran dari luar (versi luar) dahulu dilakukan mulai usia kehamilan 28 minggu. antara lain dari jenis letak sungsang (bukan letak kaki) dan kelancaran jalannya persalinan. maka ada kemungkinan untuk dilahirkan melalui vagina secara spontan atau dengan bantuan alat (vakum/forseps). Kehamilan akan ditunggu sampai kontraksi/mulas . terutama pada persalinan anak pertama dengan bayi yang cukup besar. Angka tersebut akan turun seiring dengan umur kehamilan mendekati 40 minggu. dan lebih dari 90% yang menjadi letak kepala pada umur kehamilan cukup bulan (kehamilan > 37 minggu). Saat ini kehamilan ibu masih berusia 5 setengah bulan dan meskipun saat ini bayi dalam letak kepala ia masih dapat berubah. letak plasenta lebih rendah. kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang lebih tinggi. Tapi benarkah bayi sungsang harus dilahirkan dengan operasi? Saat ini lebih banyak bayi letak sungsang yang lahir dengan operasi sesar. Apabila bayi ibu sampai akhir kehamilan nanti tetap dalam letak kepala. atau faktor bayi seperti pada bayi kembar. Mudah-mudahan sampai akhir kehamilan nanti bayi ibu tetap dalam letak kepala. Dalam persalinan prematur. kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang adalah 25%. Pada umur kehamilan 28 minggu. Penyebab letak sungsang sering tidak diketahui pasti. Karena risiko persalinan normal pada bayi dengan posisi sungsang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan posisi normal. Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi ini ketika lahir. secara teori dapat terjadi karena faktor ibu seperti perut kendur. kelainan janin. Lebih dari 50% bayi pernah mengalami letak sungsang dalam kurun 9 bulan kehamilan. hidramnion (cairan ketuban terlalu banyak) dll.

beberapa fetus tidak seperti itu. Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu. Terjadinya letak sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan. mortalitas tiga kali lebih besar dibandingkan dengan presentasi verteks. fetus (janin) yang sedang berkembang sangat bebas untuk bergerak di dalam uterus (rahim). Antara umur kehamilan 32-36 minggu. sumber : hanyawanita health: kesehatan Bagaimana bila anda atau saudari mengalami kehamilan dengan letak sungsang? Letak sungsang merupakan keadaan dimana bokong janin atau kaki berada di bagian bawah kavum uteri (rongga rahim). lendir dan darah. etiologi atau penyebab. dan bagaimana penanganan bila sesorang akan melahirkan bayi dengan letak sungsang. terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm. hal ini disebabkan karena setelah sebagian janin lahir maka uterus akan berkontraksi yang berakibat pada gangguan sirkulasi uteroplasenta. Faktor-faktor lain yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah multiparitas. Ulasan berikut tentang patofisologi. hidrosefalus. fetus bertambah besar sehingga pergerakannya terbatas. panggul sempit. pemeriksaan fisik yang teliti dan seksama. Sangat sulit bagi fetus untuk turn over.Baik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala. Pada ibu yang pernah mengalami operasi sesar tidak dapat dilakukan induksi dengan obat-obatan/infus) jika ketuban pecah dini dan tidak disertai kontraksi persalinan. dan penunjang diagnosis dalam hal ini yaitu pemeriksaan ultrasonografi yang sangat membantu diagnosis dan . janin akan bernafas. misalnya kehamilan lewat waktu (lama hamil > 42 minggu. Asal tidak ada kondisi lain yang menyebabkan harus cesar. Sayangnya. kehamilan kembar. Sebagian besar selama kehamilan.2Untuk menegakkan diagnosis letak sungsang diperlukan beberapa hal. jadi apapun posisi yang dicapai pada saat ini biasanya sama dengan posisi saat persalinan akan dimulai. dan terjadilah aspirasi air ketuban.6 Pada janin.persalinan datang dengan alami dan diharapkan dapat melahirkan tanpa operasi. Letak sungsang terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang. atau persalinan tidak maju. yaitu anamnesis yang komunikatif dan terarah. Untuk ibu hamil dan rekan-rekan yang bergerak dibidang medis ataupun kehamilan ulasan ini sangat perlu diketahui. kemungkinan besar bayi dilahirkan dengan operasi cesar. plasenta previa. hidramnion. dan kadang-kadang letak sungsang disebabkan oleh kelainan uterus dan kelainan bentuk uterus. Apabila bayi ibu menjadi letak sungsang lagi. bagaimana mendiagnosis atau mengetahui apakan janin letak sungsang atau tidak. mekonium. Letak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada.

Persalinan pervaginam sungsang terdiri dari tiga jenis yakni spontan. yakni:1. Berikut akan diulas satu persatu mulai dari definisi menurut dunia kedokteran.3.4. frekuensi letak sungsang lebih tinggi.5.pelaksanaan terapi serta intervensi lebih dini bisa dilakukan. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu. terutama pada primigravida.256 persalinan tunggal dari tahun 1990 sampai 1999 di Parkland Hospital merupakan letak sungsang. Pada presentasi bokong akibat ekstensi kedua . sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindarkan.Khusus pada persalinan pervaginam. hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala.2. 3. sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa.1 PatofisiologiLetak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan dalam uterus. terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala. maka penolong tidak perlu melakukan tindakan yang bertujuan untuk mempercepat kelahiran janin.6Sayangnya.Dikenal beberapa jenis letak sungsang. untuk menolong persalinan letak sungsang diperlukan lebih banyak ketekunan dan kesabaran dibandingkan dengan persalinan presentasi kepala. manual aid dan total ekstraksi dimana semuanya memiliki resiko terutama pada fetal seperti asfiksi dan lainnya sedangkan indikasi untuk melakukan section cesarea pada letak sungsang sama dengan indikasi umum section cesarea secara umum. janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala. sedangkan pada kehamilan cukup bulan.6Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif berkurang. terdapat beberapa teknik atau perasat yang digunakan pada situasi berbeda pada letak sungsang. Mengenai Pengertian dari Persalinan Letak SungsangPersalinan sungsang adalah persalinan untuk melahirkan janin yang membujur dalam uterus dengan bokong atau kaki pada bagian bawah dimana bokong atau kaki akan dilahirkan terlebih dahulu daripada anggota badan lainnya. jumlah air ketuban relatif lebih banyak.3 Sebagai contoh. Letak sungsang terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu. Letak sungsang ini akan memerlukan teknik persalinan yang berbeda dengan persalinan letak kepala baik dalam persalinan pervaginam maupun sectio cesarea. beberapa fetus tidak seperti itu. mengingat bahaya-bahayanya.6• Presentasi bokong (frank breech) (50-70%). Karena bokong dengan kedua tungkai terlipat lebih besar daripada kepala. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang.Ada beberapa komplikasi yang mungkin timbul dalam persalinan sungsang yang dapat mempengaruhi prognosis ibu dan bayi yang dilahirkan yang sedapat mungkin dihindari dengan cara menguasai teknik persalinan sungsang dengan baik guna mencapai “well born baby” dan “well health mother”. Dengan demikian dapat dimengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan. Terjadinya letak sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan. sedangkan kepala berada ruangan yang lebih kecil di segmen bawah uterus. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang. letak sungsang atau letak lintang.2. maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri.5 persen dari 136.Sedangkan dalam persalinan. Dalam kehamilan. PrevalensiLetak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada. namun semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu melahirkan bayi dengan selamat. Selama terjadi kemajuan persalinan dan tidak ada tanda-tanda bahaya yang mengancam kehidupan janin.

persalinan sungsang sebelumnya. karena kepala kurang sesuai dengan bentuk pintu atas panggul. dapat diraba lebih jelas adanya bokong yang ditandai dengan adanya sakrum. Frekuensi terjadinya letak sungsang juga meningkat dengan adanya plesenta previa. Gambar Presentasi letak sungsang. harus dipertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografik atau M. Pada persalinan lama. di bagian bawah uterus tidak dapat diraba bagian yang keras dan bulat.1 DiagnosisDiagnosis letak sungsang pada umumnya tidak sulit. Prematuritas karena bentuk rahim relatif kurang lonjong. Berturut-turut dari kiri ke kanan : complete breech. frank breech. Plasenta yang terletak di daerah kornu fundus uteri dapat pula menyebabkan letak sungsang. Kelainan bentuk kepala: hidrocephalus. 6Setelah ketuban pecah. yakni kepala. Dengan demikian pada pemeriksaan dalam hanya dapat diraba bokong.Faktor lain yang menjadi predisposisi terjadinya letak sungsang selain umur kehamilan termasuk diantaranya relaksasi uterus berkaitan dengan multiparitas. Pada presentasi bokong kaki tidak sempurna hanya terdapat satu kaki di samping bokong.• Presentasi bokong kaki tidak sempurna dan presentasi kaki ( incomplete or footling ) ( 10-30%). dan anus. dan footlink breech. Panggul sempit5. Pada kaki terdapat tumit. maka harus dibedakan dengan tangan. 6Pemeriksaan yang teliti dapat membedakan bokong dengan muka karena jari . 6Apabila diagnosis letak sungsang dengan pemeriksaan luar tidak dapat dibuat. maka diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan dalam. sehingga kadang-kadang sulit untuk membedakan bokong dengan muka.I. Kadang-kadang bokong janin teraba bulat dan dapat memberi kesan seolah-olah kepala. sedangkan pada tangan ditemukan ibu jari yang letaknya tidak sejajar dengan jari-jari lain dan panjang jari kurang lebih sama dengan panjang telapak tangan. Pada presentasi bokong kaki sempurna disamping bokong dapat diraba kaki. Plasenta previa karena menghalangi turunnya kepala ke dalam pintu atas panggul. sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas.3. tetapi hanya sejumlah kecil letak sungsang yang berhubungan dengan plasenta previa.• Presentasi bokong kaki sempurna ( complete breech ) ( 5-10%). uterus mudah berkontraksi atau banyaknya air ketuban. ( Magnetic Resonance Imaging ). anencephalus. Seringkali wanita tersebut menyatakan bahwa kehamilannya terasa lain daripada kehamilannya yang terdahulu. air ketuban masih banyak dan kepala anak relatif besar2. kedua tuber ossis iskii. karena misalnya dinding perut tebal.R.6Fianu dan Vaclavinkova (1978) menemukan prevalensi lebih tinggi pada implantasi plasenta di daerah kornual-fundal pada letak lintang (73 %) dari presentasi vertex (5 %) dengan sonografi.sendi lutut. kelainan uterus dan tumor pelvis. karena terasa penuh di bagian atas dan gerakan terasa lebih banyak di bagian bawah. Denyut jantung janin pada umumnya ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada umbilikus.4. Pada pemeriksaan luar. dan kepala teraba di fundus uteri. Hidramnion karena anak mudah bergerak. Pada presentasi kaki bagian paling rendah adalah satu atau dua kaki. karena plasenta mengurangi luas ruangan di daerah fundus. multi fetus. Apabila masih ada keragu-raguan. Bila dapat diraba kaki. Tidak ada hubungan yang kuat antara letak sungsang dengan pelvis yang menyempit (panggul sempit). tetapi bokong tidak dapat digerakkan semudah kepala. bokong janin mengalami edema. 7 EtiologiAda beberapa penyebab yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah:41. kedua kaki terangkat ke atas sehingga ujungnya terdapat setinggi bahu atau kepala janin.

sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindarkan. karena dapat menambah perdarahan akibat lepasnya plasenta. 6Sebelum melakukan versi luar. Apabila bokong sudah turun. kedua kaki dapat diraba disamping bokong.1. sebab dengan narkosis ringan versi laur jauh lebih sulit dibandingkan bila penderita tetap dalam keadaan sadar. Pada presentasi bokong kaki sempurna. hanya teraba satu kaki di samping bokong. 6 Pada penderita hipertensi. baik melalui penggantian kutub yang satu dengan lainnya pada letak . 6Kalau versi luar gagal karena penderita menegangkan otot-otot dinding perut. sebaiknya tidak melakukan versi luar dengan menggunakan narkosis. Kalau bokong tidak dapat dikeluarkan dari panggul. Versi luar sebaiknya dilakukan pada kehamilan antara 34 dan 38 minggu. Mengingat bahayanya. Kerugian penggunaan narkosis untuk versi luar antara lain: narkosis harus dalam. Tetapi bila kesempitan panggul hanya ringan. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang. 3) hipertensi.yang akan dimasukkan ke dalam anus mengalami rintangan otot. 5) plasenta previa. Versi luar tidak ada gunanya dicoba bila air ketuban terlalu sedikit. karena penderita tidak merasakan sakit ada bahaya kemungkinan digunakan tenaga berlebihan dan dapat mengakibatkan lepasnya plasenta. Sesudah janin berada keadaan presentasi kepala. Disamping itu. Pada panggul sempit tidak ada gunanya melakukan versi luar.6VersiVersi atau pemutaran. diagnosis letak janin harus pasti. kepala didorong masuk ke rongga panggul. Versi luar pada perdarahan antepartum tidak boleh dilakukan. 6 Selanjutnya kedua tangan bekerjasama untuk melaksanakan putaran janin untuk menjadi presentasi kepala. selain janin yang lain dapat menghalangi usaha versi luar tersebut. terutama pada primigravida.6 Penatalaksanaan Dalam kehamilanMengingat bahaya-bahayanya. bokong ditahan dengan satu tangan. 2) perdarahan antepartum. 4) hamil kembar. tindakan ini dilakukan dengan meletakkan jari-jari kedua tangan penolong pada perut ibu bagian bawah untuk mengangkat bokong janin. karena meskipun berhasil menjadi presentasi kepala. sedangkan pada kehamilan kembar. sedang tangan yang lain mendorong kepala ke bawah sedemikian rupa. merupakan tindakan untuk mengubah presentasi janin secara artifisial. usaha versi luar dapat menyebabkan solusio plasenta. 6Kontraindikasi lain untuk melakukan versi luar ialah: 1) panggul sempit. sedangkan setelah minggu ke-38 versi luar sulit untuk berhasil karena janin sudah besar dan jumlah air ketuban relatif berkurang. versi luar harus diusahakan karena kalau berhasil akan memungkinkan dilakukan partus percobaan. Setelah bokong keluar dari panggul. Versi luar hendaknya dilakukan dengan kekuatan yang ringan tanpa mengadakan paksaan. sedangkan denyut jantung janin harus baik. karena kemungkinan besar janin masih dapat memutar sendiri. sedangkan pada presentasi bokong kaki tidak sempurna. hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala. Pada umumnya versi luar sebelum minggu ke-34 belum perlu dilakukan. yang lebih berbahaya ialah bila janin berada dalam satu kantong amnion kemungkinan tali pusat kedua janin akan saling melilit. karena usaha tersebut tidak akan berhasil. usaha untuk melakukan versi luar tidak ada gunanya. sehingga fleksi tubuh bertambah. sedangkan jari yang dimasukkan ke dalam mulut akan meraba tulang rahang dan alveola tanpa ada hambatan. bokong harus dikeluarkan lebih dahulu dari rongga panggul. penggunaan narkosis dapat dipertimbangkan. akhirnya perlu dilakukan seksio sesarea. Selama versi dilakukan dan setelah versi berhasil denyut jantung janin harus selalu diawasi.1.

Dalam stadium awal persalinan. Jika letak janin melintang. kecuali bila janin itu berukuran sangat kecil dan biasanya belum viabel. sementara pada versi dalam.A. alat sonografi akan bermanfaat. versi sefalik luar lebih besar kemungkinannya untuk berhasil jika : (1) bagian presentasi belum turun ke dalam panggul.5. Prosedur Pertolongan Persalinan . versi luar merupakan tindakan manipulasi yang dilakukan lewat dinding abdomen . Managemen Dalam persalinanJenis pimpinan persalinan sungsang1. Versi sefalik dianggap oleh sebagian dokter kebidanan sebagai teknik yang sering berhasil baik dengan morbiditas yang kecil. Jenis versi ini juga diberi nama menurut metode yang dipakai. Jadi. Indikasi tersebut kemudian bisa diperluas sampai pada letak bayi yang tidak stabil biasanya masih bisa berubah secara spontan menjadi letak longitudinal ketika proses persalinan berlangsung. Janin dilahirkan sebagian dengan tenaga dan kekuatan ibu dan sebagian lagi dengan tenaga penolong. atau konversi letak oblik atau letak lintang menjadi letak longitudinal. (1998).IndikasiKecuali pada persalinan bayi kedua dalam kehamilan kembar. Janin dilahirkan dengan kekuatan dan tenaga ibu sendiri. Kemungkinan trauma yang serius pada janin dan ibu pada waktu dilakukan versi podalik dalam dari suatu presentasi kepala. (3) posisi punggung bayi tidak menghadap ke belakang. Akan tetapi versi sefalik luar jarang berhasil kalau serviks sudah mengadakan dilatasi penuh atau kalau ketuban sudah pecah.2. sehingga dokter bisa mendengar suara denyut jantung tersebut selama melakukan tindakan. pengubahannya menjadi presentasi verteks dapat dicoba lewat manuver luar asalkan tidak terdapat disproporsi nyata antara besar janin dan ukuran panggul. (4) pasien tidak gemuk. assisted breech delivery). dapat dilakukan versi sefalik atau podalik. Persalinan pervaginamBerdasarkan tenaga yang dipakai dalam melahirkan janin pervaginam. Jangan menggunakan anestesi. Versi Podalik DalamPerasat ini terdiri dari pemutaran janin oleh dokter kebidanan yang memasukkan tangannya ke dalam rongga rahim. sebelum ketuban pecah. Cara ini lazim disebut cara Bracht. Denyut jantung janin harus dimonitor terusmenerus. dan menariknya keluar lewat serviks. seluruh tangan operator dimasukkan ke dalam kavum uteri. Kalau ada.Menurut Fortunato dkk. B.61. Tindakan ini kemudian diikuti oleh ekstraksi bokong. (2) cairan ketuban masih terdapat dalam jumlah yang normal. persalinan pervaginam dibagi menjadi 3 yaitu:a) Persalinan spontan (spontaneous breech). karena akan mengakibatkan pemakaian tenaga yang tidak semestinya.Tergantung pada bagian presentasi janin (kepala atau bokong).c) Ekstraksi sungsang (total breech extraction).2. berlaku inidikasi yang sama. perubahan presentasi tersebut merupakan satu-satunya alternatif bagi tindakan seksio sesarea.3.4. ketuban masih utuh dan janin yang berada dalam letak lintang berukuran kecil dan atau sudah mati.IndikasiJika presentasi bokong atau bahu (letak lintang) didiagnosis pada minggu-minggu terakhir kehamilan. hanya ada beberapa indikasi untuk dilakukannya versi podalik dalam. Terkadang prosedur ini bisa dibenarkan kalau serviks sudah berdilatasi penuh.b) Manual aid (partial breech axtraction.longitudinal. sementara bagian atas badan janin didorong ke arah yang berlawanan secara trans abdomen. menangkap salah satu atau kedua kaki janin. Persalinan per abdominam ( seksio sesarea)A. sehingga harus dicoba untuk menghindari peningkatan angka mortalitas yang menyertai persalinan sungsang. Versi Sefalik LuarTujuan prosedur ini adalah untuk mengubah presentasi yang kurang menguntungkan menjadi presentasi verteks atau presentasi belakang kepala. Janin dilahirkan seluruhnya dengan memakai tenaga penolong.

5. Pada waktu tali pusat lahir dan tampak sangat tegang.6Tahapan1. Segera setelah bokong lahir. sesuai dengan sumbu panggul. Janin yang baru lahir diletakkan diperut ibu.3. Seorang asisten segera menghisap lendir dan bersamaan dengan itu penolong memotong tali pusat. Agar tenaga mengejan lebih kuat. mulut dan akhirnya seluruh kepala. dagu. sedang penolong berdiri di depan vulva. Bila mulut sudah lahir. Tahap kedua: fase cepat. seorang asisten melakukan ekspresi Kristeller pada fundus uterus. Menjaga agar posisi kepala janin tetap dalam posisi fleksi. Persalinan secara Bracht mengalami kegagalan. Disebut fase lambat karena kepala akan keluar dari ruangan yang bertekanan tinggi (uterus). sehingga mengurangi bahaya infeksi. Cara ini adalah cara yang paling mendekati persalinan fisiologik. Persalinan secara Bracht mengalami kegagalan terutama dalam keadaan panggul sempit. janin. Maksud ekspresi Kristeller ini adalah:a. Sebelum melakukan persalinan. Kemudian penolong melakukan hiperlordosis pada badan janin guna mengikuti gerakan rotasi anterior. yaitu punggung janin didekatkan ke perut ibu. adanya lengan menjungkit atau menunjuk.4.5.7. sedangkan jari-jari lain memegang panggul. sehingga kepala harus dilahirkan secara perlahan-lahan untuk menghindari terjadinya perdarahan intra kranial (adanya ruptur tentorium serebelli). ke dunia luar yang tekanannya lebih rendah. Pada setiap his ibu disuruh mengejan. sehingga tidak semua persalinan letak sungsang dapat dipimpin dengan cara Bracht. misalnya bila terjadi kemacetan baik pada waktu melahirkan bahu atau kepala.Spontan1. penolong harus memperhatikan sekali lagi persiapan untuk ibu. maupun penolong.b. Disebut fase cepat karena pada fase ini kepala janin mulai masuk pintu atas panggul. Keuntungana.disebut fase lambat karena fase ini hanya untuk melahirkan bokong. Pemberian oksitosin ini adalah untuk merangsang kontraksi rahim sehingga fase cepat dapat diselesaikan dalam 2 his berikutnya. Menghindari terjadinya ruang kosong antara fundus uterus dengan kepala janin sehingga tidak terjadi lengan menjungkit. tali pusat dikendorkan lebih dahulu. Tahap pertama: fase lambat. janin dapat bernafas lewat mulut. yaitu bagian yang tidak begitu berbahaya. Episiotomi dikerjakan pada saat bokong membuka vulva. Bersamaan dengan dimulainya gerakan hiperlordosis ini. janin besar. Tahap ketiga: fase lambat. yaitu mulai lahirnya bokong sampai pusat (skapula depan ).2.9.6. Dengan melakukan gerakan hiperlordosis ini berturut-turut lahir tali pusat. bahu dan lengan. yaitu kedua ibu jari penolong sejajar sumbu panjang paha.2.5. sehingga mengurangi trauma pada janin.b. Pada waktu bokong mulai membuka vulva (crowning) disuntikkan 2-5 unit oksitosin intra muskulus. jalan lahir kaku misalnya pada primigravida. sehingga fase cepat dapat segera diselesaikan. Gambar teknik hiperlordosis punggung bayi pada perasat Bracht 7 B. Di Negara Amerika sebagian . Oleh karena itu fase ini harus segera diselesaikan dan tali pusat segera dilonggarkan. perut.Teknik1. sehingga kemungkinan tali pusat terjepit. 5-10% persalinan secara Bracht mengalami kegagalan.6Indikasi1. bokong dicengkram secara Bracht. Ibu tidur dalam posisi litotomi. c. Pada persiapan kelahiran janin harus selalu disediakan cunam Piper. Tangan penolong tidak masuk ke dalam jalan lahir.2. Prosedur Manual Aid1. Penolong hanya mengikuti gerakan ini tanpa melakukan tarikan sehingga gerakan tersebut hanya disesuaikan dengan gaya berat badan janin. yaitu mulai lahirnya mulut sampai seluruh kepala lahir.b. 3.8. Ketika timbul his ibu disuruh mengejan dengan merangkul kedua pangkal paha. Kerugiana. yaitu mulai dari lahirnya pusar sampai lahirnya mulut. Dari semula memang hendak melakukan pertolongan secara manual aid.

kaki janin ditarik curam ke bawah sampai pangkal paha lahir. karena mereka menganggap bahwa sejak pusar lahir adalah fase yang sangat berbahaya bagi janin. Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokanter depan lahir. kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi. Setelah bokong lahir. dan kemungkinan besar tali pusat terjepit diantara kepala janin dan pintu atas panggul.5.6. lahirnya bokong sampai pusar yang dilahirkan dengan tenaga ibu sendiri. pelipatan paha dikait dan ditarik curam ke bawah. Tahap pertama. Tahap ketiga. Kedua tangan penolong memegang betis janin.3.2. Tangan yang di luar mendorong fundus uterus ke bawah. Setelah kaki bawah fleksi pergelangan kaki dipegang oleh jari kedua dan jari ketiga dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut. Tangan yang di dalam mencari kaki depan dengan menelusuri bokong.2.5. Wigan MartinWinckeld. Prague terbalike. lahirnya kepala. maka yang akan lahir lebih dulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus curam ke bawah. Cunam Piper Gambar Melahirkan bahu dan lengan dengan cara klasik/Deventer 7 Gambar Melahirkan bahu dan lengan (Mueller) : ekstraksi depan kemudian belakang 7 Gambar Manual aid Mauriceau-Veit-Smellie 7 Gambar Perasat Prague terbalik 7 Gambar 7. Muellerc. Ekstraksi kaki menggunakan perasat Pinard 7Teknik Ekstraksi Bokong1. Louvset3. Klasik ( Deventer )b. yaitu kedua ibu jari diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang betis.1. Selanjutnya untuk melahirkan badan janin yang lain dilakukan cara persalinan yang sama seperti pada manual aid. Untuk memperkuat . sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan paha. lahirnya bahu dan lengan yang memakai tenaga penolong. Ekstraksi bokong dikerjakan bila jenis letak sungsang adalah letak bokong murni (frank breech). tangan yang searah dengan bagian-bagian kecil janin dimasukkan secara obstetrik ke dalam jalan lahir.Kepala dapat dilahirkan dengan cara:a. Tahap kedua. karena pada saat itulah kepala masuk ke dalam pintu atas panggul. dan jari-jari lain di depan betis. Pegangan dipindahkan pada pangkal paha setinggi muingkin dengan kedua ibu jari di belakang paha. pangkal paha sampai lutut. Najouksc. Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dahulu. Ekstraksi dengan menggunakan cunam Piper 7 C.6Gambar 4. dimasukkan ke dalam jalan lahir dan diletakkan di pelipatan paha depan. Jari telunjuk tangan penolong yang searah dengan bagian kecil janin. Mauriceaub. Bila kedua trokanter telah lahir berarti bokong telah lahir. Dengan pegangan ini badan janin ditarik curam ke bawah sampai pusar lahir.4.2.besar ahli kebidanan cenderung untuk melahirkan letak sungsang secara manual aid. Kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dielevasi ke atas sehingga trokanter belakang lahir. sehingga sukar untuk menurunkan kaki. maka untuk melahirkan janin selanjutnya dipakai teknik pegangan femuro-pelviks. Prosedur Ekstraksi sungsangTeknik Ekstraksi Kaki1. Cara atau teknik untuk melahirkan bahu dan lengan adalah secara:a. Dengan pegangan ini. dan bokong sudah berada di dasar panggul.Tahapan1. sedang tangan yang lain membuka labia. Setelah persiapan selesai. Dengan jari telunjuk ini.

trauma pada fetus dan ibu mungkin dapat dinilai.1. Dislokasi panggul terutama pada waktu melahirkan tungkai yang sangat ekstensi (fleksi maksimal). serviks yang belum terbuka lengkap. Hematoma otot-otot. kemudian janin dapat dilahirkan dengan cara manual aid (bedah kebidanan). dengan bahaya terjepitnya tali pusat pada waktu kepala masuk panggul (fase cepat). Fraktur tulang-tulang kepala. yaitu kematian janin 3 kali lebih banyak dibanding persalinan spontan. dan serviks belum berdilatasi cukup untuk melahirkan kepala tanpa trauma. maka anoksia ini diperberat lagi. bokong dan ekstremitas bawah fetus preterm akan melewati serviks dan dilahirkan. maka perlu dilakukan evaluasi obstetrik dengan teliti.b.5. Pada kehamilan aterm.g. Oleh karena itu cara persalinan ini sekarang sudah tidak dianjurkan lagi pada janin hidup. Setelah bokong lahir. yang dapat menimbulkan sufokasi. Kematian perinatal pada letak sungsang dibanding dengan letak belakang kepala rata-rata 5 kali lebih banyak. yang menimbulkan anoksia.c.tenaga tarikan ini. terjadilah pengecilan rahim. beberapa pergerakan kepala mungkin sukses melewati jalan lahir. Bila sudah diputuskan melahirkan janin pervaginam.Mengingat penyulit pada janin akibat persalinan pervaginam cukup berat. Ini melibatkan persalinan yang sedikit cepat dapat menekan bagian-bagian janin. akan menekan tali pusat. Dislokasi bahu. tetapi hipoksia dan asidemia bertambah berat. Keadaan ini merangsang janin untuk bernapas. Fraktur klavikula ketika melahirkan bahu yang lebar.Pada fetus preterm.Trauma pada otak janin dapat terjadi.Kerusakkan pada tulang janin dapat berupa:a. persalinan mungkin dipaksakan. mukus. Bila dengan tarikan ini trokanter depan mulai tampak di bawah simfisis. atau kepala janin yang dilahirkan secara mendadak. sehingga timbul dekompresi.5Komplikasi pada persalinan pervaginamPersalinan sungsang dengan tarikan sampai pada lahirnya umbilikus dan talipusat menyentuh pelvis.2. tarikan atau keduanya. juga merupakan rangsangan yang kuat untuk janin bernapas. sebelum memutuskan untuk melahirkan janin secara pervaginam. maka jari telunjuk penolong yang lain segera mengait pelipatan paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir. Saat itu.h. maka tangan penolong yang lain mencengkeram pergelangan tangan tadi. Oleh karena itu. pilihan persalinan pervaginam keduanya tidak memuaskan:1.4. Cara persalinan secara ekstraksi total (total extraction) merupakan cara persalinan dengan penyulit janin yang sangat nburuk. insisi Duhrssen pada serviks mugkin dapat dilakukan. atau2. Sufokasi. perbedaan antara ukuran kepala dan bokong biasanya lebih besar daripada fetus yang lebih tua. 3. dan turut menarik curam ke bawah. Asfiksia fetalis.6Penyulit persalinan pervaginam1. sekali letak sungsang melewati introitus vagina. abdomen. persalinan mungkin tertunda beberapa menit ketika melahirkan kepala yang menyusul melewati pelvis ibu. Fraktur humerus ketika hendak melahirkan lengan yang menjungkit (extended).4.f. Pada keadaan yang tidak menguntungkan ini. lengan dan kepala harus lahir secara tepat.d. bokong dipegang secara femuro-pelviks. Paralisis brakialise. cairan amnion dan mekonium akan diaspirasi. khususnya pada panggul sempit atau adanya diproporsi sefalo-pelvik. Walaupun demikian. sehingga terjadi gangguan sirkulasi plasenta dan menimbulkan anoksia janin. maka penolong dituntut untuk menguasai teknik persalinannya secara terampil.3. dan fetal hipoksia mungkin berbahaya. Robertson dan kawan- . Akibatnya darah. Fraktur pada tulangtulang janin. menyebabkan trauma dari penekanan. Kerusakan jaringan otak. Badan janin yang sebagian sudah berada diluar rahim.1.Selain akibat mengecilnya uterus pada waktu badan janin lahir.Bila sebagian besar badan janin telah lahir. Fraktur femur. thoraks. Pada keadaan ini.

keterlibatan tali pusat yang melingkar-lingkar pada fetus lebih umum pada letak sungsang ( Spellacy and associates. pada persalinan pervaginam letak sungsang secara umum lebih rendah dari bila dilakukan persalinan sesarean secara elektif (Flanagan dan kawan-kawan. Dengan cara yang sama.b. insiden pada posisi frank breech sekitar 0. nilai asam basa darah tali pusat secara signifikan berbeda untuk persalinan pervaginam. Flanagan dan kawan-kawan (1987) menekankan bahwa kelahiran bayi pada persalinan sungsang tidak diperburuk oleh perbedaan yang signifikan dari Apgar skor atau status asam basa pada kelahiran.c. Komplikasi lengan menunjuk ( nuchal arm) sampai 6 persen dari persalinan sungsang pervaginam dan dihubungkan dengan peningkatan mortalitas neonatal ( Cheng and Hanah. Mereka juga menemukan tidak ada hubungan kelahiran neonatus yang tidak diinginkan setelah kepala terperangkap. Lebih lanjut. Untuk melakukan penilaian apakah letak sungsang dapat melahirkan per vaginam atau harus per abdominam kadang-kadang sukar. Banyak ahli melaporkan bahwa persalinan letak sungsang pervaginam. lebih dari 3. Prosedur persalinan sungsang per abdominal1. Riwayat persalinan yang buruk (bad obstetric history). 10 persen dari wanita yang dikenali untuk persalinan pervaginam mengalami persalinan sesarean karena berisiko dalam persalinan. Dicurigai . Sebagai contoh.4 persen pada presentasi kepala ( Barrett. misalnya:a. yang gejala-gejalanya akan tampak baik pada waktu persalinan maupun baru di kemudian hari. 1996). bagaimanapun.e.Apgar skor. Primigravida tua. Christian dan Brady (1991) melaporkan bahwa pH darah arteri umbilikus rendah.Frekuensi prolaps tali pusat meningkat apabila fetus berukuran kecil atau bila sungsang tidak dalam posisi bokong murni.D. 1993 ).5 kg-4 kg. Abnormalitas tali pusat ini sepertinya memainkan peran dalam perkembangan janin letak sungsang seperti insiden yang relatif tinggi pola denyut jantung janin yang mencemaskan pada persalinan.d. khususnya pada 1 menit.Albrechtsen dan kawan-kawan (1997) mengevaluasi percobaan untuk memilih persalinan pervaginam atau sesarean pada letak sungsang. 1991 ). dan 5 persen pada letak bokong murni. Sedangkan. Pco2 tinggi. Janin besar. persalinan sesarean meningkatkan Apgar skor tetapi tidak status asm basa. Fetal distres bukan karena prolaps tali pusat didiagnosa pada 5 persen wanita lainnya yang dipilih untuk persalinan pervaginam. Nilai sosial janin tinggi (high social value baby).3. Masalah lain pada mekanisme letak sungsang adalah terperangkapnya lengan di belakang leher. Keseluruhan. yang sesuai dengan 0.kawan ( 1995.5 perse. memberi trauma yang sangat berarti bagi janin. didapatkan 4 persen kejadian prolaps tali pusat.Soernes dan Bakke ( 1986) pada pengamatan awal menyatakan bahwa panjang tali pusat umbilikus lebih pendek pada letak sungsang dari keterlibaletak kepala secara signifikan. Namun hal ini tidak berarti bahwa semua letak sungsang harus dilahirkan per abdominal. dan HCO3 lebih rendah dibandingkan persalinan letak kepala.1987). Beberapa kriteria yang dapat dipakai pegangan bahwa letak sungsang harus dilahirkan per abdominal. insiden prolaps tali pusat pada presentasi kaki adalah 15 persen. Flannagan dan kawan-kawan (1987) menyeleksi 244 wanita dengan letak sungsung yang bervariasi (72 persen adalah frank brech) untuk percobaan persalinan. Socol dan kawan-kawan (1988) menyimpulkan. Persalinan letak sungsang dengan seksio sesarea sudah tentu merupakan cara yang terbaik ditinjau dari janin. Pada 1212 letak sungsang.1996) mengamati tidak ada perbedaan yang bermakna pada kejadian kepala terperangkap pada persalinan sungsang umur kehamilan 28-36 mingggu atau 24-27 minggu. Dalam laporan Collea dan kawan-kawan ( 1978 ).2.

6. secara umum prognosis bagi ibu yang bayinya dilahirkan dengan ekstraksi bokong bagaimanapun juga lebih baik bila dibandingkan pada tindakan seksio sesarea. Pada persalinan sungsang yang sulit terdapat peningkatan risiko maternal. Plasenta previa. dan bayi. Hauth JH. Hematom otot sternokleidomastoideus kadang kala terjadi setelah tindakan ekstraksi. Lebih lanjut. prolapsus funikuli pada presentasi bokong tak lengkap jauh lebih sering dijumpai bila dibandingkan pada presentasi verteks. Distosia (Patologi Persalinan ) dalam Obstetri Patologi bagian obstetri dan ginekologi. dengan akibat yang umumnya fatal. Kelainan fetus. Leveno KJ. 2001: 509-535. Wenstrom KD. dapat mengakibatkan ruptura uteri.Zatuchni dan Andros telah membuat suatu indeks prognosis untuk menilai lebih tepat apakah persalinan dapat dilahirkan per vaginam atau per abdominam. Morbiditas dan mortalitas perinatal dari persalinan yang sulit. hambatan pertumbuhan. khususnya dengan segmen bawah uterus yang sudah tipis. Anomali uterus dan tumor. Di samping peningkatan risiko terjadinya ruptura tentorium dan perdarahan intraserebral. bisa saja terjadi. Tetapi. Berbagai perasat intra uteri. Gant NF. Kadang-kadang leher bayi sendiri dapat patah kalau pada waktu ekstraksi digunakan tenaga yang besar. Prematuritas.2.2.1. DiLeo GM.4. beberapa permasalahan yang lebih serius dapat mengikuti separasi epifisis pada tulang skapula. Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu. Prolaps tali pusat. Cunningham FG. Multipel fetus8.7. Paralisis lengan merupakan peristiwa yang bisa terjadi akibat tekanan oleh jari tangan operator pada pleksus brakialis ketika melakukan traksi. PrognosisBaik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala.f. Berat badan lahir yang rendah pada persalinan preterm.61. Intervensi operatif. Fetal . atau keduanya. KomplikasiPada letak sungsang yang persisten.Fraktur humerus dan klavikula tidak selalu dapat dihindari ketika dilakukan pembebasan lengan. yang menyertai persalinan sungsang. edisi 1979. angka mortalitas perinatal juga meningkat akibat semakin besarnya kemungkinan terjadinya trauma lain pada saat dilakukan ekstraksi. Breech Presentation and Delivery in William Obstetrics. atau persalinan after coming head lewat serviks yang belum berdilatasi lengkap.adanya kesempitan panggul.Bagi janin. meskipun keadaan ini akan hilang spontan. humerus atau femur. meningkatnya komplikasi berikut harus diantisipasi:1.5. dan fraktur femur dapat terjadi dalam pelaksanaan ekstraksi bokong pada persalinan frank breech yang sulit. dan komplikasi ini selanjutnya akan memperburuk prognosis bagi bayi. neonatus. laserasi serviks ataupun keduanya. Gilstrap LC. Meskipun demikian. Kalau bayi ditarik keluar secara paksa lewat panggul yang sempit.3.6 Jika ingin lebih lengkapnya bisa dibaca sumber-sumber tulisan ini: 1. New York: Mc Graw Hill Company. fraktur kompresi berbentuk sendok atau fraktur tengkorak yang sebenarnya. Tindakan manipulasi tersebut dapat pula menyebabkan pelebaran luka episiotomi dan robekan perineum yang dalam. 21st edition. tetapi lebih sering lagi disebabkan oleh peregangan leher secara berlebihan ketika dilakukan pembebasan lengan bayi. Anestesi yang memadai untuk menimbulkan relaksasi uterus yang nyata dapat pula mengakibatkan atonia uteri yang selanjutnya diikuti oleh perdarahan postpartum dari tempat implantasi plasenta. prognosisnya kurang menguntungkan dan akan semakin serius dengan semakin tingginya bagian presentasi pada awal dilakukannya ekstraksi bokong. khususnya seksio sesarea.3. Bandung: Elstar Offset: 169-185.

who has written 62 posts on imadeharyoga. http://www. janin berada dalam posisi 1 atau kedua lutut berada di bawah bokong Penyebab Presentasi bokong terjadi kurang lebih 3% pada semua persalinan. Contact the author Kelainan Kelainan Letak Sungsang Dalam Kehamilan Letak sungsang merupakan suatu letak dimana bokong bayi merupakan bagian rendah dengan atau tanpa kaki (keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri.com/fa/ahealth. 2005. Pada palpasi di bagian bawah . Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. managemen kehamilan.csd. penyebab pasti dari presentasi bokong belum diketahui secara pasti tetapi dapat terjadi pada persalinan premetur. insufisiensi cairan ketuban.ahealthyme. Tipe ini lebih sering pada multigravida 2)Extended brech (frank brech) pada bayi fleksi. last update May 5. Wiknjosastro H.geocities. Persalinan Sungsang. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. Saya I Made Haryoga. gande multi. Terima kasih atas kunjungannya. edisi ke-3. 5. pada posisi ini paha dan lutut bayi fleksi dan kaki menutupi bokong.com/bp/emed. Fischer R. sering terjadi pada primiyang prematur 3)Presentesi kaki. plasenta letak rendah atau tumor yang menghalangi jalan lahir.html. Ada 4 tipe letak sungsang 1)Complete/flexed brech. Wiknjosastro H. polihidramnion memungkinkan terjadinya malpresentasi Diagnosis Diagnosis ditegakan dengan pemerikasaan abdominal. Nugroho. sehingga kaki berada dekat kepala. kesehatan ibu hamil. persalinan letak sungsang. 1999.4.Accessed August 18. Persalinan Sungsang dalam Ilmu Bedah Kebidanan. 2002: 607-622. patofisiologi obgyn. letak sungsang. 2002: 104-122. Selain itu kelainan-kelainan seperti hidrosefalus. accesssed August 9. last update december 10. kebidanan.com. Silakan lihat halaman about me untuk profil saya selengkapnya.Anatomi. Accessed August 9. kehamilan letak sungsang. http//:www. 2006. Selamat datang di rumah saya. 1 atau kedua kaki di bawah bokong 4)Presentasi lutut. Breech Presentation.K. tugas kedokteran This post was written by: haryoga . 2006. janin.emedicine. edisi ke-4.7.6. http://www.com/Yosemite/rapids/cklobpt9. tetapi pada kaki ektensi. bayi. 2006. Patologi Persalinan dan Penanganannya dalam Ilmu Kebidanan. uterus bikormis.css.

anastesi dan ahli anak. Denyut jantung janin terdengar di atas pusat. ruptur organ abdomen dan banyak bahaya untuk otot syaraf. Pada saat pembukaan servik tercapai ¾ nya biasanya ibu ingin mengejan.Kala II persalinan . Kebanyakan dokter ahli kebidanan menganjurkan induksipersalinan pada 38 minggu. bokong dapat melalui servik tetapi kepala tidak melalui servik sehinga ibu dilarang untuk mengejan sampai dilatasi servik lengkap 2.Ruptur organ abdomen 6. Manajemen Persalinan Sungsang Persalinan dianjurkan di rumah sakit di bawah pengawasan dokter ahli obstetri.Fraktur dan dislokasi 4.Oedem genital dan memar atau lecet akibat capformation Kejadian anomali kongenital tinggi pada bayi dengan presentasi atau letak sungsang dan terutama pada BBLR. Jika ibu tidak partus spontan pada 40 minggu biasanya dilakukan induksi persalinan. Bahaya Persalinan sungsang tidak menyebabkan bahaya bagi ibu tetapi menimbulkan hal yang serius bagi bayinya. Kadang-kadang kontraksi uterus hipotonis sehingga dapat dirangsang dengan pemberian oksitosin. Penmeriksaan dengan USG atau rontgen dapat mengetahui letak yang sebenarnya pada pemeriksaan pervaginam teraba bagian lunak anus juga akan teraba bagian sacrum. ketika fetus masih agak kecil. Bahaya persalinan sungsang dapat di simpulkan sebagai berikut: 1. Pelepasan plasenta dapat terjadi pada kala II akibat tarikan dari tali pusat. Bahaya lain adalah fraktur.Kala I persalinan Kala I persalinan lebih lama daripada letak belakang kepala. Jika bokong enganged seperti pada bokong murni dimana terdapat resiko pecah selput ketuban dan prolapsus umbilikal. bundar dan melenting. sementara di fundus teraba bagian yang keras.Perdarahan intrakranial 3. 1. Kematian bayi pada persalinan sungsang 4 kali lebih besar daripada persalinan biasa.Anoksia intra dan ekstra uterin 2.teraba bagian yang kurang keras dan kurang bundar.Kerusakan otot dan syaraf terutama pada otot sterno mastoid dan fleksus brachialis 5. Setelah kepala masuk ke dalam rongga panggul dapat terjadi tekanan pada kepala pada tali pusat dan ini akan menyebabkan hipoksia janin. ibu sebaiknya tidak berjalan-jalan.

untuk menghindarinya biasanya dengan menggunakan forcep erygey’s atau neville barnes untuk kepala yang sudah lahir hal ini memungkinkan untuk mengontrol kecepatan lahirnya kepala. Pertama-tama kandung kancing dikosongkan ketika bokong belakng meregang perineum diberi anastesi lokal dan dilakukan episiotomi. Ada 4 posisi pada letak sungsang: 1. tubuh di simpan di atas abdomen ibu. obat-obatan oksitosin diberikan pada ibu segera seteah bayi lahir. Bayi di pegang pada pergelangan kaki dan menggunakan traksi yang halus.Posisi sacrum anterior kanan 3. Lengan yang normalnya fleksi menyilang di depan dada dengan mudah dilepaskan dan bahu akan lahir. Kepala ditarik ke bawah sampai batas hidung sehingga saluran nafas dapat dibersihkan dan oksigen dapat diberikan segera setelah bayi bernafas. Setelah hidung tampak di vulva . Bokong belakang tampak di vulva dan bokong maju lebih cepat. Selanjutnya kepala dilahirkan dengan lambat.Sacrum kanan/kiri 4. Mulut dibersihkan dari lendir sehingga bayi bernafas tanpa menghisap cairan lendir. Mekanisme persalinan letak sungsang Hubungan sacrum dengan panggul ibu akanmenentukan posisi janin.Pemeriksaan vaginal dilakukan untuk mengetahui pembukaan lengkapsebelum menyuruh ibu mengedan. Sekarang bayi dalamkeadaan menggantung pada berat badannya. Badan bayi maju sampai sejauh umbilikus kemudian kaki di lepaskan/dilahirkan dengan perlahan-lahan.Posisi sacrum kiri depan 2. Perineum ditekan dengan jari untuk membuka mulut bayi.Sacrum kiri/kanan belakang Pertolongan persalinan pada letak sungsang Persalinan letak sungsang dapat ditolong dengan prasar brach ataupun dengan tindakan/extraksi. selama beberapa waktu untuk memudahkan penurunan dan fleksi dari kepala. posisinya sama dengan letak kepalatetapi pada letak sungsang sacrum sebagai penunjuk. Jika kepala dilahirkan dengan cepat dapat terjadi perdarahan intrakranial. lubang hidung segera dibersihkan kepala dilahirkan secara perlahan-lahan. Ketika kuduk dan garis rambut sudah tampak menunjukan bahwa kepala akan lahir. Metode mauriceau digunakan untuk melahirkan kepala dimana terjadi kelambatan . Tali pusat dilongggarkan pada kontraksi berikutnya bahu akan tampak.

DIPOSKAN OLEH BERKAH WATER TECHNOLOGY DI 00. memasukan tiga jari kedalam vagina dan mencari mulut bayi.1998). kepala berada pada fundus uteri. 1-3% pada kehamilan aterm. pada kehamilan 32 minggu 7% dan.Letak sungsang terjadi pada 3-4% dari seluruh persalinan.dari penurunan kepala. kepala yang merupakan bagian terbesar lahir terlebih dahulu. jalan nafas dibersihkan dan kelahiran kepala dilakuka dengan cara yang sama. Jari tengah menekan oksiput untuk membantu fleksi. Trauma lahir pada presentasi bokong banyak dihubungkan dengan usaha untuk mempercepat persalinan dengan tindakan-tindakan untuk mengatasi macetnya persalinan. sedangkan pesalinan letak sungsang justru . Jari tengah dan jari telunjuk tangan kanan disangkutkan pada bahu untuk digunakan sebagai tarikan. tungkai bawah ekstensi .53 Kematian perinatal langsung yang disebabkan karena persalinan presentasi bokong sebesar 4-5 kali dibanding presentasi kepala. presentasi kaki. Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri (2). asisten menekan daerah supra pubik dengan sehalus mungkin kepala dilahirkan melalui jalan lahir. mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan dari persalinan tersebut. kemudian memasukan jari tengah ke dalam mulut dan kepala difleksikan. Tipe letak sungsang yaitu: Frank breech (50-70%) yaitu kedua tungkai fleksi . Sebab kematian perinatal pada persalinan presentasi bokong yang terpenting adalah prematuritas dan penanganan persalinan yang kurang sempurna. Complete breech (5-10%) yaitu tungkai atas lurus keatas. bidan harus mengupayakan membawa ibu ke rumah sakit. bidan menemukan kakus dengan persalinan sungsang.Pengertian Kehamilan SungsangKehamilan pada bayi dengan presentasi bokong (sungsang) dimana bayi letaknya sesuai dengan sumbu badan ibu. tehniknya yaitu dengan menunggangkan bayi apada lengan kiri. Footling (10-30%) yaitu satu atau kedua tungkai atas ekstensi. sedangkan bokong merupakan bagian terbawah di daerah pintu atas panggul atau simfisis (Manuab. Kejadian letak sungsang berkurang dengan bertambahnya usia kehamilan. Letak sungsang pada usia kehamilan kurang dari 28 minggu sebesar 25%.Pada letak kepala. Apabila pada praktek di masyarakat. Pada keadaan emergensi bidan dapat melakukan tehnik ini meskipun jarang dilakukan. dengan akibat hipoksia atau perdarahan di dalam tengkorak.

air ketuban yang berlebihan. Disamping bokong teraba satu kakiD. Dapat dibedakan letak kaki bila kaki terendah . ada pesentasi bokong membakal. plasenta previa. Kedua kaki menjungkit ke atas sampai kepala bayi3. Keterbatasan waktu persalinan kepala dan tidak mempunyai mekanisme maulage dapat menimbulkan kematian bayi yang besar (Manuaba. Letak Bokong Tak Sempurna1. myoma.1996 )Penyebab letak sungsang dapat berasal dari 1.Bentuk- Bentuk Letak Sungsang (Manuaba . Kedua kaki berada di samping bokongC. Kedua kaki bertindak sebagai spalkB. Letak Bokong Murni1. letak bila lutut terendahUntuk menentukan berbagai letak sungsang dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan dalam.1998)). Teraba bokong2. Letak Bokong Tak Sempurna / lutut Satu atau dua kaki dengan ekstensi pada kaki merupakan bagian terendah (Fn Complek Breech). Berdasarkan komposisi dari bokong dan kaki dapat ditentukan bentuk letak sungsang sebagai berikut :A.b. Keadaan jalan lahir1) Kesempitan panggul2) Deformitas tulang panggul3) Terdapat tumor menjalani jalan lahir dan perputaran ke posisi kepala2. Letak Bokong Kaki Sempurna Flexi pada paha dan lutut (Frant Greech). fibra. Banyak yang diketahui sebabnya. Keadaan plasenta1) Plasenta letak rendah2) Plasenta previac.a.hydrocepalus dan janin besar.EtiologiFaktor-faktor presentasi bokong meliputi prematuritas. extensi pada lutut. Kehamilan ganda. Persalinan kepala pada letak sungsang tidak mempunyai mekanisme “Maulage” karena susunan tulang dasar kepala yang rapat dan padat. Sudut Ibu a. Keadaan rahim1) Rahim arkuatus2) Septum pada rahim3) Uterus dupleks4) Mioma bersama kehamilanb. Letak Bokong Kaki Sempurna1.kepala yang merupakan bagian terbesar bayi akan lahir terakhir.. ini merupakan jenis yang tersering dan meliputi hampir 2/3 presentasi bokong.1998). panggul sempit. sehingga hanya mempunyai waktu 8 menit. pemeriksaan foto abdomen. Teraba bokong2. Letak Bokong Murni Flexi pada paha. Teraba bokong2. dan pemeriksaan ultrasonografi. Bila bagian terendah teraba salah satu dan atau kedua kaki atau lutut2. Implantasi plasenta di fundus atau di tonus uteri cenderung untuk mempermudah terjadinya presentasi bokong ( Harry oxorn. Sudut janinPada janin tedapat berbagai keadaan yang .c. setelah badan bayi lahir. Beberapa ibu melahirkan bayinya semua dengan presentasi bokong menunjukkan bahwa bentuk panggulnya adalah sedemikian rupa sehingga lebih cocok untuk presentasi bokong daripada presentasi kepala. Letak Kaki1.

mulut. Dicurigai bokong. Letaknya adalah memanjang. Disamping itu kepala janin merupakan bagian terbesar dan keras serta paling lambat. 1998).e. Tonjolan kepala tidak ada . memberikan gambaran keras menyerupai kepala dan menyebabkan kesalahan diagnostic. ketegangan ligamentum fatundum dan kontraksi braxson hicks. berturut-turut akan lahir dagu. Di atas panggul terasa massa lunak mengalir dan tidak terasa seperti kepala. jauh dari garis tengah dan di belakang. Suboksiput menjadi hipomuklion. bokong mencapai tempat yang lebih luas sehingga terdapat kedudukan letak kepala. 1998) Bokong masuk pintu atas panggul dapat melintang atau miring mengikuti jalan lahir dan melakukan putaran paksi dalam sehingga trochanter depan berada di bawah simfisis.Mekanisme persalinan letak sungsang Mekanisme persalinan letak sungsang berlangsung sebagai berikut :a) Persalinan bokongb) Persalinan bahuc) Persalinan kepala(Manuaba. setelah bokong lahir. Pemeriksaan abdominala. Melalui hukum gaya berat. Dengan bahu depan sebagai hipomoklion akan lahir bahu belakang bersama dengan tangan belakang diikuti kelahiran bahu depan dan tangan depan.b. Kepala berada di fundus uteri.d. kepala janin akan menuju kearah pintu atas panggul. Bersamaan dengan kelahiran bahu. Dengan gerakan kaki janin. Melampaui batas 8 menit dapat menimbulkan kesakitan /kematian bayi (Manuaba. Pada presentasi bokong murni otot-otot paha teregama di atas tulang-tulang dibawahnya. kepala janin berangsur-angsur masuk ke pintu atas panggul. Punggung ada di sebelah kanan dekat dengan garis tengah bagian-bagian kecil ada di sebelah kiri. Persalinan kepala mempunyai waktu terbatas sekitar 8 menit.Diagnosa kedudukan 1.c. muka dan kepala seluruhnya. Mungkin kepala cukup diraba bila kepala ada di bawah tupar/iga-iga. kepala bayi memasuki jalan lahir dapat melintang atau miring. serta melakukan putaran paksi dalam sehingga suboksiput berada di bawah simfisis. hidung. Dengan trochanter depan sebagai hipomoklion akan lahir trochanter belakang dan selanjutnya seluruh bokong lahir untuk melakukan putaran paksi dalam sehingga bahu depan berada dibawah simfisis. Kepala lebih keras dan lebih bulat dari paha bokong dan kadang-kadang dapat dipantulkan (Balloffablle) dari pada bokong uteri teraba terasa massa yang dapat dipantulkan harus dicurigai presentasi bokong.menyebabkan letak sungsang : 1) Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat2) Hedrosefalus atau anesefalus3) Kehamilan kembar4) Hidroamnion atau aligohidromion5) PrematuritasDalam keadaan normal.

Partial breech extraction : Manual and assisted breech deliveryc.4.2002)Langkah klinik1.3) Bagian terendahnya teraba lunak dan ireguler. demikian pula kelainan-kelainan seperti hydrocephalus.2. kepala keluar dari ruangan yang bertekanan tinggi (uterus) ke dunia luar yang tekanannya lebih rendah sehingga kepala harus dilahirkan perlahan-lahan untuk menghindari pendarahan intrakranial (adanya tentorium cerebellum). Ia dapat dikelirukan dngan kepala oleh karena tulang yang keras. berdasarkan jalan lahir yang dilalui. Persalinan Pervaginama. Pada RSA (Right Sacrum Antorior) denyut jantung janin terdengar paling keras di kuadrat kanan atas perut ibu kadang-kadang denyut jantung janin terdengar di bawah umbilicus3. pada fase ini kepala janin masuk PAP. Oksitosin)d) Anastesi lokal (Lidokain 2%)e) Cunam piper.Prosedur Persalinan Bayi Sungsang ( Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. maka persalinan sungsang dibagi menjadi :1. Anus dan tuber ichiadicum terletak pada satu garis. Tahap lama : lahirnya mulut sampai seluruh bagian kepala. sehingga kemungkinan tali pusat terjepit. Persiapan Pasien :a) Ibu dalam posisi litotomi pada tempat tidur persalinanb) Mengosongkan kandung kemih .bokong tidak dapat dipantulkan2. Total breech extraction2. Spontaneous breech (Bracht)b. jika tidak .Menurut Prawirohardjo. Persetujuan tindakan medik2. Denyut jantung janin Denyut jantung janin terdengar paling keras pada atau di atas umbilicus dan pada sisi yang sama pada punggung.3. rektum serta membersihkan daerah perenium dengan antisepticInstrumen :a) Perangkat untuk persalinanb) Perangkat untuk resusitasi bayic) Uterotonika (Ergometrin maleat. Tahap lambat : mulai lahirnya bokong sampai pusar merupakan fase yang tidak berbahaya.4) Kadang-kadang pada presentasi bokong murni sacrum tertarik ke bawah dan teraba oleh jari-jari pemeriksa. Pemeriksaan Sinar XSinar X menunjukkan dengan tepat sikap dan posisi janin. Bokong dapat dikelirukan dengan muka.5) Sakrum ada di kuadran kanan depan panggul dan diameter gitochanterika ada pada diameter obligua kanan. rata dan teratur dengan garis-garis sutura dan fantenella. Pemeriksaan vaginal1) Bagian terendah teraba tinggi2) Tidak teraba kepala yang keras. Tahap cepat : dari lahirnya pusar sampai mulut. Hasil pemeriksaan negatif ini menunjukkan adanya mal presentasi. Persalinan per abdominal : Seksio SesariaProsedur persalinan sungsang secara spontan :1.

Tindakan Pertolongan Partus Sungsanga) Lakukan periksa dalam untuk menilai besarnya pembukaan.Melahirkan bahu depan .Melahirkan bayi : I.5) Gerakkan ke atas hingga lahir dagu. hidung. Cara MullerPengeluaran bahu dan tangan secara Muller dilakukan jika dengan cara Bracht bahu dan tangan tidak bisa lahir. bokong dicekam dan dilahirkan sehingga bokong dan kaki lahir.4) Masukkan dua jari tangan kanan atau kiri (sesuai letak bahu belakang) sejajar dengan lengan bayi.c) Pimpin berulang kali hingga bokong turun ke dasar panggul. bungkus bayi dengan handuk hangat.2) Jangan melakukan intervensi. Cara Bracht1) Segera setelah bokong lahir. jari-jari yang lain memegang daerah panggul). dahi dan kepala.b. mulut. untuk melahirkan lengan belakang bayi. Cara Klasik (Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. b) Intruksikan pasien agar mengedan dengan benar selama ada his.4) Lakukan hiperlordosis janin pada saat anguluc skapula inferior tampak di bawah simfisis (dengan mengikuti gerak rotasi anterior yaitu punggung janin didekatkan ke arah perut ibu tanpa tarikan) disesuaikan dengan lahirnya badan bayi. bersihkan jalan nafas bayi. masker dan kaca mata pelindungb) Cuci tangan hingga siku dengan di bawah air mengalirc) Keringkan tangan dengan handuk DTTd) Pakai sarung tangan DTT / sterile) Memasang duk (kain penutup)4. 2) Tali pusat dikendorkan.5) Setelah bahu dan lengan belakang lahir kedua kaki ditarik ke arah bawah kontra lateral dari langkah sebelumnya untuk melahirkan bahu dan lengan bayi depan dengan cara yang sama.Prosedur :1) Segera setelah bokong lahir.3) Longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada.2002)Pengeluaran bahu dan tangan secara klasik dilakukan jika dengan Bracht baht dan tangan tidak bisa lahir. tali pusat dipotong. ikuti saja proses keluarnya janin. selaput ketuban dan penurunan bokong serta kemungkinan adanya penyulit.6) Letakkan bayi di perut ibu.II. bokong dicekam secara bracht (kedua ibu jari penolong sejajar dengan panjang paha.3) Pegang kaki pada pergelangan kaki dengan satu tangan dan tarik ke atasa.ada sediakan cunam panjangf) Semprit dan jarum no. Dengan tanggan kanan dan menariknya ke arah kiri atas ibu untuk melahirkan bahu kanan bayi yang berada di belakang. Dengan tangan kiri dan menariknya ke arah kanan atas ibu untuk melahirkan bahu kiri bayi yang berada di belakang.III.23 (sekali pakai)g) Alatalat infush) Povidon Iodin 10%i) Perangkat episiotomi dan penjahitan luka episiotomiPersiapan Penolonga) Pakai baju dan alas kaki ruang tindakan. lakukan episiotomi saat bokong membuka vulva dan perineum sudah tipis.

terlebih dahulu dengan menarik kedua kaki dengan cara yang sama seperti klasik, ke arah belakang kontra lateral dari letak bahu depan.Setelah bahu dan lengan depan lahir dilanjutkan langkah yang sama untuk melahirkan bahu dan lengan belakang.IV. Cara

Lovset (Dilakukan bila ada lengan

bayi yang terjungkit di belakang kepala / nuchal arm)(a) Setelah bokong dan kaki bayi lahir memegang bayi dengan kedua tangan. Memutar bayi 180o dengan lengan bayi yang terjungkit ke arah penunjuk jari tangan yang muchal.(b) Memutar kembali 180o ke arah yang berlawanan ke kiri atau ke kanan beberapa kali hingga kedua bahu dan lengan dilahirkan secara Klasik atau Muller.V.

Ekstraksi KakiDilakukan bila kala II tidak maju atau

tampak gejala kegawatan ibu-bayi. Keadaan bayi / ibu mengharuskan bayi segera dilahirkan.1) Tangan kanan masuk secara obstetrik melahirkan bokong, pangkal paha sampai lutut, kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi,tangan yang lain mendorong fundus ke bawah. Setelah kaki fleksi pergelangan kaki dipegang dengan dua jari dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut.2) Kedua tangan penolong memegang betis janin, yaitu kedua ibu jari diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan betis, kaki ditarik turun ke bawah sampai pangkal paha lahir.3) Pegangan dipindah ke pangkal paha sehingga mungkin dengan kedua ibu jari di belakang paha, sejajar sumbu panjang paha dan jari lain di depan paha.4) Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokhanter depan lahir kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dievaluasi ke atas hingga trokhanter belakang lahir. Bila kedua trokhanter lahir berarti bokong telah lahir.5) Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dulu, maka yang akan lahir lebih dahulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus cunam ke bawah.6) Setelah bokong lahir maka dilanjutkan cara Clasik , atau Muller atau Lovset.VI. Teknik

Ekstraksi BokongDikerjakan bila presentasi bokong murni dan
bokong sudah turun di dasar panggul, bila kala II tidak maju atau tampak keadaan janin lebih dari ibu yang mengharuskan bayi segera dilahirkan.1) Jari penunjuk penolong yang searah dengan bagian kecil janin, dimasukkan kedalam jalan lahir dan diletakkan dilipatan paha bagian depan. Dengan jari ini lipat paha atau krista iliaka dikait dan ditarik curam ke bawah. Untuk memperkuat tenaga tarikan ini, maka tangan penolong yang lain menekam pergelangan tadi dan turut menarik curam ke bawah.2) Bila dengan tarikan ini

trokhanter depan mulai tampak di bawah simfisis, maka jari telujuk penolong yang lain mengkait lipatan paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir. 3) Setelah bokong lahir, bayi dilahirkan secara Clasik , atau Muller atau Lovset.Cara

Melahirkan Kepala BayiCara Mauriceu

(dilakukan bila bayi dilahirkan secara manual aid bila dengan Bracht kepala belum lahir).1) Letakkan badan bayi di atas tangan kiri sehingga badan bayi seolah-olah memegang kuda (Untuk penolong kidal meletakkan badan bayi di atas tangan kanan).2) Satu jari dimasukkan di mulut dan dua jari di maksila.3) Tangan kanan memegang atau mencekam bahu tengkuk bayi4) Minta seorang asisten menekan fundus uteri.5) Bersama dengan adanya his, asisten menekan fundus uteri, penolong persalinan melakukan tarikan ke bawah sesuai arah sumbu jalan lahir dibimbing jari yang dimasukkan untuk menekan dagu atau mulut..DAFTAR PUSTAKAProf.Dr.Ida Bagus Gede

Manuaba,SpOG;1998.Ilmu KebidananPenyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan.Jakarta,EGC. Oxorn,Harry&Forte,William R;1996.Ilmu Kebidanan Patologi & Fisiologi.Jakarta,YayasanEssentia Medica..Prawirohardjo, Sarwono;2002.Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal.Jakarta,JNPKKR_POGI.Cunningham FG et al. Premature Rupture of the Membrane. Williams Obstetric, 22st ed. Mc.Graw Hill Publishing Division, New York, 2005.Wiknjosastro H. Distosia Pada Kelainan Letak Serta Bentuk Janin. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta 2005. Fischer Richard et al, Breech Presentation, e medicine, January 2002.

Related Posts by Categories

CONDYLOMA

KODE ICD-10 : A63.0 : Genital warts ( Condyloma acuminata )

Condyloma acuminata (kondiloma akuminata, genital warts, kutil kelamin) atau lebih dikenal dengan istilah penyakit Jengger Ayam, mungkin karena bentuknya yang mirip Jengger Ayam pada condyloma yang luas, adalah kelainan kulit berbentuk kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk mirip jengger ayam, yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe tertentu. Jika pembaca pernah melihat kutil (bahasa jawa: caplak, veruka), seperti itulah bentuk condyloma acuminata. Hanya saja kutil tersebut letaknya di kelamin dan sekitarnya. Bahkan dapat menyebar ke anus (condyloma anogenital). Gambar 1: silahkan klik untuk melihat gambar condyloma acuminata di penis.

Identifikasi HPV untuk pertama kali pada tahun 1907. Kini, lebih 120 jenis subtype HPV telah dapat diidentifikasi. Tapi tidak semua type dapat menyebabkan condyloma acuminata. Sekitar 90 % condyloma acuminata diyakini berhubungan dengan type 6 dan type 11. Belasan tye lainnya dijumpai pula pada penderita condyloma acuminata. Para ahli menengarai HPV type tertentu memiliki kecenderungan onkogenk (potensial menjadi kanker), terutama type 16 dan type 18. Penyebaran Penyakit

Penyebaran condyloma acuminata bersifat kosmopolitan, artinya merambah ke seluruh belahan dunia tanpa memandang ras. Berdasarkan jenis kelamin, frekuensi kejadian antara pria dan wanita sama besarnya. Sedangkan berdasarkan kelompok umur

disebutkan bahwa condyloma acuminata lebih sering dijumpai pada usia dewasa muda dan pada usia tigapuluhan. Hal ini dikaitkan dengan peningkatan aktifitas seksual. ( Gambar 2: silahkan klik untuk melihat condyloma acuminata di vagina ) Penularan dan Perjalanan Penyakit HPV ditularkan melalui kontak langsung, dari mulut ke organ kelamin, dari jari ke organ kelamin dan sebaliknya, serta melalui hubungan seksual, sehingga condyloma acuminata dikelompokkan sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS, STD). Bagaimana mengenalinya ? Masa inkubasi condyloma acuminata berkisar antara 3 minggu sampai 8 bulan dengan rata-rata 3 bulan. Condyloma acuminata relatif mudah dikenali karena bentuknya yang khas, mirip jengger ayam, yakni kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk (berjonjot-jonjot) di organ kelamin dan sekitarnya. Kutil-kutil kecil dapat bergabung membentuk kelompok yang lebih besar mirip dengan bunga kol. Pada umumnya condyloma acuminata berwarna kemerahan, coklat kemerahan, keabu-abuan hingga ada yang berwarna kehitaman. Jika mengalami infeksi sekunder (oleh garukan, gesekan atau sebab lain), condyloma acuminata berubah warna menjadi kehitaman, mudah berdarah dan berbau tak sedap. Pada pria, tempat yang paling disukai (predileksi) Condyloma acuminata diantaranya: gland penis (topi baja si cucakrowo), lekukan antara kepala dan batang penis (sulkus koronarius), jaringan tipis di bawah ujung saluran kencing (frenulum), batang penis dan adakalanya di sekitar anus.

Asam Trikloroasetat 25 % – 50 % dan Krim 5-flurourasil 1-5 %.5 %. PENGOBATAN Hingga kini belum ada obat yang benar-benar memuaskan untuk menghilangkan HPV. yakni dengan melihat bentuk dan predileksi kutil (jonjot-jonjot) pada area kelamin. ← Interferon. ← Laser karbondioksida. meliputi: ← Kemoterapi. . Bedah beku merupakan salah satu pilihan untuk pengobatan condyloma acuminata pada wanita hamil selain menggunakan Asam Trikloroasetat. Dikenal 2 bentuk interferon. Metode ini lebih sedikit meninggalkan jaringan parut ketimbang Bedah Listrik. tempat yang paling digemari si Condyloma acuminata diantaranya: labium (bibir vagina). Pengobatan yang lazim dilakukan adalah untuk menghilangkan condyloma acuminata. Pada condyloma acuminata maka kutil akan berubah warna menjadi putih. Jika meragukan. ← Tindakan Pembedahan. Bedah Listrik (elektrokauterisasi) dan Bedah Beku menggunakan Nitrogen cair. Pada wanita hamil digunakan obat Asam Trikloroasetat 25-50 % seminggu sekali hingga condyloma acuminata bersih. meliputi: Bedah scalpel (menggunakan pisau bedah). Podofilotoksin 0.Sedangkan pada wanita. maka akan dilakukan test sederhana menggunakan asam asetat 5% yang dioleskan di permukaan kutil selama 3-5 menit. yakni pengobatan menggunakan Tinctura Podofilin 25 %. yakni interferon alfa (berbentuk suntikan dan krim) yang diberikan 3 kali seminggu selama 6 minggu dan interferon beta (suntikan) yang diberikan selama 10 hari. Seorang dokter dapat mendiagnosa condyloma acuminata berdasarkan gejala klinis. vagina dan dapat juga mengenai serviks.

Namun demikian tetap dianjurkan menggunakan pengaman (kondom) jika memiliki pasangan dengan riwayat condyloma acuminata. • Dianjurkan untuk tidak berhubungan intim selama masa pengobatan hingga pengobatan selesai dan benar-benar dinyatakan aman oleh dokter yang merawat. Semoga bermanfaat. PENCEGAHAN HPV Secara garis besar. condyloma acuminata memiliki prognosis yang baik. pria dewasa dan wanita usia 9-26 tahun. Penggunaan pengaman (kondom) ditengarai tidak menjamin terjadinya penularan. upaya pencegahan terhadap penularan HPV dapat dilakukan dengan: • • • Menjaga hygiene organ genital. Artinya tidak berbahaya. VAKSINASI Saat ini telah digunakan vaksin Papilloma virus (Gardasil) yang ditujukan untuk pencegahan kanker serviks. . vaksin Gardasil diberikan pada anak laki-laki. Menghindari gonta-ganti pasangan. Meski mudah kambuh (residif). Adapun untuk pencegahan terhadap condyloma acuminata oleh HPV type 6 dan type 11.← Imunoterapi. Metode pengobatan imunoterapi digunakan pada penderita dengan condyloma acuminata yang luas dan resisten (kebal) terhadap pengobatan lain.

256.810. Other types of HPV also cause cervical cancer and probably most anal cancers.11 29120 derm/454 med/1037 C02. It is spread through direct skin-to-skin contact during oral. those infected can still transmit the virus. Warts are the most easily recognized symptom of genital HPV infection. rising to 45% between the ages of 14 and 19.217 Genital warts (or Condylomata acuminata. however it is important to underline that the types of HPV that cause genital warts are not the same as those that cause genital or anal cancer.[5][6][7] HPV prevalence at any one time has been observed in some studies at 27% over all sexually active people. anal warts and anogenital warts) is a highly contagious sexually transmitted disease caused by some sub-types of human papillomavirus (HPV).0 078. genital. where types 6 and 11 are responsible for 90% of genital warts cases.Genital wart From Wikipedia.[1] Whilst of those infected with genital HPV it is estimated that only a "small percentage"[2] (between 1%[3] and 5%[4]) develop genital warts. venereal warts.[8] Contents [hide] 1 Signs and symptoms 2 Prevention 3 Management 4 Epidemiology 5 References 6 External links .650. the free encyclopedia Genital wart(s) Classification and external resources Severe case of genital warts around the anus ICD-10 ICD-9 DiseasesDB eMedicine MeSH A63. or anal sex with an infected partner.

Types 6 and 11 cause genital warts. In other cases they look like small stalks. 6.[10] Severe case of genital warts on a female Severe case of genital warts on a male Prevention See also: HPV vaccine Gardasil (sold by Merck & Co. The vaccine is widely approved for use by young women. a latency (quiet) period of months to years (decades) may occur. Rarely. The immune system eventually clears the virus through interleukins.[11][12] and has been approved for males in some . HPV can last for several years without a symptom. and 11. which slow viral replication. Once cells are invaded by HPV. there is a 70% chance that he or she will also become infected. they usually are seen on the tip of the penis. 18. ideally before the beginning of sexual activity. They are approximately as prevalent in men but the symptoms may be less obvious. on the scrotum.Signs and symptoms Genital warts often occur in clusters and can be very tiny or can spread into large masses in the genital or penis area. The viral particles are able to penetrate the skin and mucosal surfaces through microscopic abrasions in the genital area. If an individual has unprotected sex with an infected partner. on the opening (cervix) to the womb (uterus). In women they occur on the outside and inside of the vagina.) is a vaccine that protects against human papillomavirus types 16. which occur during sexual activity. They also may be found on the shaft of the penis. genital warts also can develop in the mouth or throat of a person who has had oral sex with an infected person[citation needed]. it is being tested for young men. The vaccine is preventive. which recruit interferons. or around (or inside) the anus.[9] Having sex with a partner whose HPV infection is latent and demonstrates no outward symptoms still leaves one vulnerable to becoming infected. not therapeutic. or around (or inside) the anus. When present. and must be given before exposure to the virus type to be effective. while 16 and 18 cause cervical cancer.

It is the purified and standardized active ingredient of the podophyllin (see below).[14] Almost all treatments can potentially cause depigmentation or scarring. although there are no trials studying the effectiveness of removing visible warts in reducing transmission.15%).[18] It appears to have higher clearance rates than podophyllotoxin and imiquimod and • • . Mode of action is undetermined. the US and Canada.15% – 0. There is no way to predict whether they will grow or disappear. one review states that it should only be used for four cycles.[16] Its use is cycled (2 times per day for 3 days then 4–7 days off).[16] Sinecatechins (marketed as Veregen and Polyphenon E) is an ointment of catechins (55% epigallocatechin gallate[10]) extracted from green tea and other components. applied to the affected area.[10] Magnifying glasses or colposcope may also be used to aid in identifying small warts. Warts can sometimes be identified because they show up as white when acetic acid is applied. small raised growth. Podofilox is the first-line treatment due to its low cost. Wartec (0. but this method is not recommended on the vulva because microtrauma and inflammation can also show up as acetowhite. but there are methods to treat visible warts. It causes less local irritation than podofilox but may cause fungal infections (11% in package insert) and flu-like symptoms (less than 5% disclosed in package insert). Marketed as Condylox (0. such as the UK.5%). which could reduce infectivity. a doctor will offer one of several ways to treat them. Management There is no cure for HPV.[15] it can be applied by the patient to the affected area and is not washed off.[13] • A 0.[15] Skin erosion and pain are more commonly reported than with imiquimod and sinecatechins.[10] Depending on the sizes and locations of warts (as well as other factors). Podofilox is safer and more effective than podophyllin.[17] Imiquimod (Aldara) is a topical immune response cream.5% podophyllotoxin (also called podofilox) solution in a gel or cream.15%) and Warticon (0.areas.[13] Genital warts may disappear without treatment. but sometimes eventually develop a fleshy.

fever. confusion.[10] Podophyllin and podofilox should not be used during pregnancy. More effective than cryosurgery and recurrence is at a much lower rate. • • • • • • ← Epidemiology Genital HPV infections have an estimated prevalence in the US of 10– 20% and clinical manifestations in 1% of the sexually active adult population. It kills warts 71–79% of the time. but it is no longer considered an acceptable treatment due to the side-effects. Discontinued A 5% 5-fluorouracil (5-FU) cream was used. or application on mucous membranes.[16] • Liquid nitrogen cryosurgery is safe for pregnancy.[13] Laser ablation does not seem to be any more effective than other physician-applied methods. and leukopenia. applied to the affected area and later washed off. ileus. but recurrence is 38% to 73% 6 months after treatment. as they are absorbed by the skin and could cause birth defects in the fetus.[10] Interferon can be used. and has a greater risk of scarring. this crude herbal extract is not recommended for use on vagina. In severe cases of genital warts. perianal area.[10] Surgical excision is best for large warts.[15] Reported reactions include nausea. This is a surgical procedure. urethra. but it is also expensive and its effect is inconsistent. it is an older procedure but recovery time is generally longer. or urinary meatus.[17] About 80% of those infected are between the ages .[10] Trichloroacetic acid (TCA) is less effective than cryosurgery.[10] Local infections have been reported. but clearance takes longer than with imiquimod.[10] A 20% podophyllin anti-mitotic solution .[17] Electrocauterization can be used. However. or cervix.[17] and is not recommended for use in the vagina.causes less local irritation. vomiting. death has been reported with extensive topical application. coma. renal failure.[3] but is often used as a last resort and is extremely expensive.[10] and must be applied by a physician. it is effective. treatment may require general or spinal anesthesia.[17] US incidence of HPV infection has increased between 1975 and 2006. cervix.

11. Dunton C (July 2008). 2.org. Bloomberg News. Shannon.[dead link] ^ a b c d e f g h i j k Mayeaux EJ.htm ^ http://www.uk/type/cervical-cancer/about/cervical-cancerrisks-and-causes#hpv ^ http://brown.aad. doi:10. ^ Cortez. 5. . Nov 13. ^ Fox PA. J Low Genit Tract Dis 12 (3): 185–192.webmd. 4.org/public/publications/pamphlets/viral_genital. ^ http://www. ^ HPV Vaccine Gardasil May Help Boys.html ^ http://www. "Merck Cancer Shot Cuts Genital Warts.php ^ http://www.cancerhelp. "Genital warts: current and future management options".[17] Although treatments can remove the warts. 10. One study testing genital skin for subclinical HPV using PCR found a prevalence of 10%. Men by WebMD Health News.[17] References 1. Retrieved 2008-09-10. so warts can recur after treatment (about 50–73% of the time[19]).edu/Student_Services/Health_Services/Health_Education/sexual _health/sexually_transmitted_infections/hpv. 13.webmd.mckinley. 9.of 17–33. PMID 18596459. 2008 ^ a b c Kodner CM.0b013e31815dd4b4.html ^ a b O'Mahony C (2005). However. 6. Lesions in Men". and also spontaneously regress.illinois.com) 13 Nov 2008. Nasraty S (December 2004).com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virusinformation-about-human-papillomavirus ^ http://www. PMID 15617297. 14. Michelle Fay and Pettypiece. 7.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virusinformation-about-human-papillomavirus ^ "American Cancer Society: "Can Anal Cancer Be Prevented?"".[17] Traditional theories postulated that the virus remained in the body for a lifetime. 3. "Management of genital warts". (Bloomberg.1097/LGT.edu/Handouts/genital_warts. "Modern management of external genital warts". Am Fam Physician 70 (12): 2335–2342. new studies using sensitive DNA techniques have shown that through immunological response the virus can either be cleared or suppressed to levels below what polymerase chain reaction (PCR) tests can measure. Am J Clin Dermatol 6 (4): 239–243. Tung MY (2005). ^ http://www.gov/std/hpv/stdfact-hpv. 12. PMID 16060711. "Human papillomavirus: burden of illness and 8.cdc. they do not remove the HPV.

Am J Clin Dermatol 6 (6): 365–381.07. and Buschke-Löwenstein tumors have been linked to HPV infections though they were previously a part of the differential diagnosis of condyloma acuminata. ^ a b c von Krogh G. bowenoid papulosis.e1–7. Gynecol. The picture is complicated by proven coexistence of many of these types in the same patient (10-15% of patients). 51-56. seborrheic keratoses. as in the images below.2008. Many of these have been related directly to an increased neoplastic risk in men and women. REPORT TO CONGRESS: Prevention of Genital Human Papillomavirus Infection.77. the lack of adequate information on the oncogenic potential of many other types. PMID 16638419.ajog. Longstaff E (December 2001).1 with many other isolated types. Am. "Podophyllin office therapy against condyloma should be abandoned". 16. 19. Bowenoid papulosis consists of rough papular eruptions attributed to HPV and is considered to be a carcinoma in situ. They may regress or become invasive. Genital wart in pubic area Genital wart in pubic area (look at bottom middle of picture) Approximately 90% of condyloma acuminata are related to HPV types 6 and 11. ^ a b c Meltzer SM. doi:10. 12 (3): 5. PMC 1744412. 39. 40.[dead link] ^ CDC. Background Condyloma acuminatum refers to an epidermal manifestation attributed to the epidermotropic human papillomavirus (HPV). Lehman DS (2006). Tewari KS (March 2009). For example. 58) or high (types 16. ^ a b c d e f g h Scheinfeld N. J. 35. The eruptions can be red. PMID 16343025. 45. These 2 types are the least likely to have a neoplastic potential. HPV . 18. Online J. (2004). 17. Sex Transm Infect 77 (6): 409–412.409. and ongoing identification of additional HPV-related clinical pathology. 43.064. "Green tea catechins for treatment of external genital warts". treatment cost considerations". PMID 19019336. Obstet. Seborrheic keratoses previously were considered a benign skin manifestation. 200 (3): 233. Risk for neoplastic conversion has been determined to be moderate (types 33. More than 100 types of double-stranded HPV papovavirus have been isolated to date. PMID 11714936.1136/sti. or flesh colored. ^ "Veragen package insert" (PDF).6. Retrieved 2008-08-18.15. 18).1016/j. Monk BJ. Dermatol. "An evidence-based review of medical and surgical treatments of genital warts". doi:10. brown.

Pathophysiology Cells of the basal layer of the epidermis are invaded by human papillomavirus (HPV).has been linked to rough plaques indicative of this disease. and particles begins. extremities). and perianal area. and trachea have been reported. HPV-6 even has been reported in other uncommon areas (eg. Uncommon mucosal lesions in the oropharynx. Multiple simultaneous lesions are common and may involve subclinical states as well-differentiated anatomic sites. Panama. Highest prevalence and risk is among young adults in the third decade and in older teenagers.2 however. Consider sexual abuse as a possible underlying problem in pediatric patients. These penetrate through skin and cause mucosal microabrasions. the Netherlands. vulva. passage through an infected vaginal canal at birth may cause respiratory lesions in infants. It has both an infectious and an oncogenic potential. Subclinical infections have been established to carry both an infectious and oncogenic potential. and other developed and underdeveloped countries report HPV infections to be at least as common as in the US. Buschke-Löwenstein tumor (ie. Host cells become infected and develop the morphologic atypical koilocytosis of condyloma acuminata. A latent viral phase begins with no signs or symptoms and can last from a month to several years. giant condyloma) is a fungating. Available data from England. capsids. cervix. A 4-fold or more increase in prevalence has been reported in the last 2 decades. The most commonly affected areas are the penis. International International prevalence has been reported variably. larynx. perineum. Finally. low-grade cancer attributed to HPV. Italy. production of viral DNA. keep in mind that infection by direct manual contact or indirectly by fomites rarely may occur. Finally. Mortality/Morbidity ← Mortality is secondary to malignant transformation to carcinoma in both males and females. Prevalence has been reported to exceed 50%.2 Frequency United States Annual incidence of condyloma acuminatum is 1%. locally invasive. It is considered the most common sexually transmitted disease (STD). Following latency. This oncogenic potential has been reported to triple the risk of genitourinary . vagina.

30. Vulvar condyloma acuminata may interfere with parturition. or progress. acute urethral obstruction in women also may occur. Sex • • Both sexes are susceptible to infection. Trauma then may occur. usually associated with HPV-16. 1 History of multiple lesions. however. Age ← Prevalence is greatest in persons aged 17-33 years. size. producing crusting or erythema. multiple sexual partners. Smoking. The chief complaint usually is one of painless bumps. Rarely. discomfort. History of anal intercourse in both males and females warrants a thorough search for perianal lesions. which are the most commonly isolated viruses. In males. 0 Involvement of more than 1 area is common. 31. Lesions may regress spontaneously. Oral. 25. • Physical Single or multiple papular eruptions may be observed. Lesions may lead to disfigurement of area(s) involved. 23.← ← ← cancer among infected males. Finally. 21. two thirds of individuals who have sexual contact with a partner with condyloma acuminata develop lesions within 3 months. Pruritus may be present. this is rare with HPV types 6 and 11. Fortunately. Coital bleeding may occur. particularly with pregnancy and immunosuppression. 28. Bleeding has been reported in large lesions that can occur during pregnancy. Vaginal bleeding during pregnancy may be due to condyloma eruptions. with incidence peaking in persons aged 20-24 years. 29. 26. HPV infection appears to be more common and worse in patients with various types of immunologic deficiencies. or discharge. bleeding has been reported due to flat warts of the penile urethral meatus. The patient's history may indicate presence of previous or other current STDs. Overt disease may be more common in men (reported in 75% of patients). 22. 27. Clinical History 20. 24. pruritus. or tracheal mucosal lesions (rare) presumably are transferred by oral-genital contact. Latent illness may become active. Secondary infection is uncommon. Generally. is common. laryngeal. and early coital age are risk factors for acquiring condyloma acuminata. infection may be more prevalent in women. urethral bleeding or urinary obstruction may be the presenting complaint when the wart involves the meatus. . Recurrence rates. rather than 1 isolated wart. remain the same. Discharge may be a complaint. Latent illness often becomes active during pregnancy. oral contraceptives. and risk of oncologic progression are highest among those patients.

cauliflower. Eruptions may seem harmless or may have a disturbing appearance. discharge). Male sexual partners of women with cervical intraepithelial neoplasia often have infections with the same viral type. fungating. More than 50% of female patients with external lesions have been found to have negative Papanicolaou (Pap) tests but tested positive for HPV infection using in situ hybridization. or color suggestive of melanoma or malignancy. Eruptions' color may be the same as the skin. or plaquelike. Causes • • • Several of the epidermotropic human papillomaviruses (HPVs) cause condyloma acuminata. vesicles. particularly in patients with history or risk of immunosuppression or anal intercourse. Propensity has been established for penile glans and shaft in men and for vulvovaginal and cervical areas in women. HPV types 6 and 11 most commonly are isolated. Search for evidence of other STDs (eg. Check for irregularity in shape. adenopathy. Carefully search for simultaneously involved multiple sites. Look for perianal lesions. form. Such internal lesions have been found in more than one half of females with external lesions. but many of the more than 60 types of HPV potentially cause condyloma. Some are subclinical. ulcerations. One report indicates that infected males have a 20% chance of having subclinical urethral lesions. Urethral meatus and mucosal lesions can occur. Differential Diagnoses Molluscum Contagiosum Rhabdomyolysis Other Problems to Be Considered Bowen diseaseCondyloma lataDarier disease FibroepitheliomasHailey-Hailey diseaseNeoplasiaNeviPearly . filiform. verrucous.◦ ◦ ◦ • • • ◦ ◦ ◦ ◦ • ◦ ◦ • • Eruptions may appear pearly. Hair or the inner aspect of uncircumcised foreskin hides some lesions. They can be quite smooth (particularly on penile shaft). or they may exhibit erythema or hyperpigmentation. or lobulated. presence of external condyloma acuminata in both men and women warrants a thorough search for cervical or urethral lesions. In contrast to early reports.

Procedures ← Although not ED procedures. gonorrhea. 2 A shiny white appearance of skin represents foci of epithelial hyperplasia (subclinical infection). 2 Hybrid capture Other Tests • Acetowhitening 0 Subclinical lesions can be visualized by wrapping penis with gauze soaked with 5% acetic acid for 5 minutes. and syphilis. the following are listed strictly for educational purposes and to assist readers in understanding and managing potential presenting complications: . in situ hybridization. Although not ED tests. acanthosis. koilocytic abnormality. and mild nuclear abnormality. 1 Using a 10-X hand lens or colposcope. 1 Filter hybridization (Southern blot and slot blot hybridization). warts appear as tiny white papules. test for other STDs. such as HIV. and polymerase chain reaction (PCR): These tests may be used for diagnosis and HPV typing.penile papulesSquamous cell carcinoma in situVulvar neurofibromatosisVulvar vestibular papillae Workup Laboratory Studies ← ← As indicated by history and examination. the following are listed strictly for educational purposes and to assist readers in understanding and managing potential complications: 0 Pap smear: This test is used to look for papillomatosis. chlamydia.

This condition may produce no symptoms at all. Anoscopy Antroscopy Condyloma (Genital Warts) ← ← ← ← ← ← Definition of Condyloma (Genital Warts) Description of Condyloma (Genital Warts) Causes and Risk Factors of Condyloma (Genital Warts) Diagnosis of Condyloma (Genital Warts) Treatment of Condyloma (Genital Warts) Questions To Ask Your Doctor About Condyloma (Genital Warts) Definition of Condyloma (Genital Warts) Genital warts are a sexually transmitted disease that appears externally on the genitalia. internally in the upper vagina or cervix. recurrent after initial success. . The lesion is typically raised and pinkish. pain during intercourse.0 1 2 Colposcopy (stereoscopic microscopy): This is very useful to identify (mostly) cervical lesions. Biopsy: Biopsy is indicated for lesions that are atypical. or frequent urination. or cause itching. which are identified better using acetic acid. in the anal area. tenderness. or resistant to treatment or in patients with a high risk for neoplasia or immunosuppression. burning. and in the male urethra.

Because of a wart's location and sexual mode of transmission. sometimes resembling cauliflower. The viral nature of the condition also has important implications for transmission and treatment.S. The wart itself is actually the "tip of an iceberg" in that the virus lurks in cells of the normalappearing skin around the visible wart. HPV is one of the most common causes of sexually transmitted disease (STD). Like other warts. Genital warts can inflict extreme psychological turmoil.Description of Condyloma (Genital Warts) Some half a million new cases of genital warts are diagnosed in the U. genital warts are small growths. and possibly also in other uro-genital areas. that occur on or near the genitals. Technically known as condyloma acuminata. and even guilty. each year. the genital variety is caused by by the human papillomavirus (HPV). Worldwide. Many if not most people who harbor the virus do not know it. The virus seems to cause visible . and those who have them often feel embarrassed. erupting into visible lesions when the immune system is suppressed. Anyone who has ever had sex is at risk for harboring HPV. it may cause emotional and social problems. The virus may infect cells but not cause warts for many years. angry. Concern about genital warts has increased because of an association between HPV and genital cancers.

Outbreaks appear to be exacerbated during pregnancy and in patients with defective immune systems. doctors have observed that the warm. Deficiencies of folic acid and vitamin A also may trigger genital warts. Text Continues Below Causes and Risk Factors of Condyloma (Genital Warts) Genital warts are spread by sexual contact with an infected partner and are very contagious. partly because nicotine byproducts attack immune system cells in the cervix. They often appear within three months of contact. prevention.lesions when a person's immune system is suppressed. or from taking certain drugs. but many flare up even without an obvious trigger. such as cancer chemotherapy or drugs to prevent rejection of an organ transplant. but do not assure. Condoms can help. This may occur because of illness (particularly other sexually transmitted diseases). Although much remains to be learned about how the papilloma virus progresses. moist environment in the genital area seems to favor wart growth. Smoking raises risk twofold. Patients with a history of genital warts may be at .

An abnormal Pap smear can sometimes indicate a cervical HPV infection. The practitioner may use a type of microscope called a colposcope to examine a woman's cervix to see if there are internal outbreaks. Colposcopy can be valuable in detecting flat lesions that are not visible to the unaided eye. The human papilloma virus is associated with up to 90 percent of all cervical malignancies and is also thought may play a role in cancers of the vagina. vulva and penis. Some types of HPV can cause cervical cancer. With any abnormal Pap smear. a woman should be examined by her doctor. anus. When acetic acid (vinegar) is swabbed on the cervix or penis. Diagnosis of Condyloma (Genital Warts) Finding a cauliflower-like growth on the genitals is reason to see a doctor who can tell if it is genital warts or a different kind of growth.increased risk for certain types of cancer. . but only two-thirds of white areas seen in a colposcope are due to HPV infection. while others can cause vulvar or anal cancer. HPV lesions appear whitish. Sampling cells with a biopsy and testing for HPV genetic material. may be necessary to confirm a diagnosis. Cervical warts may be transmitted to the newborn via passage through the infected birth canal.

applied to the affected area and which should not be washed off) as a topical treatment for genital warts. pain. Visible genital warts can be physically removed using. and the warts tend to recur because HPV is still present in surrounding cells. All of these techniques are uncomfortable. The treatments vary widely in cost. and biological-based approaches that target the virus causing the underlying condition.Treatment of Condyloma (Genital Warts) People with genital warts have a variety of treatments to choose from. . which you can apply and wash off later) or a 5 percent 5-fluorouracil cream Most Condylox users experience a burning sensation. but none is a perfect cure. surgical methods that remove wart tissue. The FDA has approved Condylox (a . an immune response cream applied to the affected warts. heat. cold. Also prescribed is Imiquimod. or erosion of the affected area. Pregnant women should not use these applications as they can cause birth defects. or Trichloroacetic acid (TCA). or excision by a scalpel or laser. Each treatment must be applied to individual warts none is taken systematically.5% podofilox solution. Some doctors prescribe Podocon25 and Podofin (a 20% podophyllin anti-mitotic solution. inflammation. itching. Genital wart treatments fall into three categories: prescription topical preparations that destroy wart tissue.

which then crumbles away. The viral nature of genital warts suggests that anti-viral therapies may be effective. Questions To Ask Your Doctor About Condyloma (Genital Warts) How can these best be removed? What can I do to prevent spreading them to my partner? LETAK LINTANG Judul : Letak LintangDitulis oleh : – Sri Handaryati. and is less likely to leave a scar than excision using a scalpel. This method used liquid nitrogen or a device called a cryoprobe to freeze the wart tissue.Carbon dioxide laser vaporization and conventional surgical excision are best reserved for extensive warts. but it is usually expensive and does not lessen the rate at which the warts return. It is inexpensive. the underlying source of the warts. Cryotherapy is performed on less extensive lesions. scrape.Ratih Ekamawati BAB IPENDAHULUAN . does not require an anesthetic. Interferon therapy attacks the virus. or use a laser to remove affected tissue . Standard treatments burn. freeze. especially for patients who have not responded to other treatment.some doctors inject alpha interferon directly into the warts. to treat warts that have come back.Dewi Sandra marlina Simatupang.

3. hasilnya adalah letak lintang oblik.6%. USA.3 .Pirngadi. sedangkan Greenhill menyebut 0.1 Latar BelakangLetak lintang adalah suatu keadaaan dimana janin melintang (sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu) di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri. BAB IIITINJAUAN PUSTAKA . sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar.3 %) baik di Mayo Clinic maupun di University of Iowa Hospital.6%. Cipto Mangunkuskumo selama 5 tahun 0. Hal ini dapat terjadi karena penegakan diagnosis letak lintang dapat dilihat pada kehamilan muda dengan menggunakan ultrasonografi 3. Kelainan letak pada janin ini termasuk dalam macam-macam bentuk kelainan dalam persalinan (distosia) 1.Dengan ditemukannya letak lintang pada pemeriksaan antenatal.Letak lintang terjadi pada 1 dari 322 kelahiran tunggal (0. RSUP dr. Bila sumbu panjang tersebut membentuk sudut lancip. Medan 0. Insidens pada wanita dengan paritas tinggi mempunyai kemungkinanan 10 kali lebih besar dari nullipara 1. Di Parklannd Hospital. Berdasarkan uraian di atas maka kami perlu menguraikan permasalahan dan penatalaksanaan pada kehamilan dengan janin letak lintang 3.Angka kejadian letak lintang sebesar 1 dalam 300 persalinan.5-0.Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang.3% dan Holland 0. RS Hasan Sadikin Bandung 1.9%. Di Inggris letak lintang oblik dinyatakan sebagai letak lintang yang tidak stabil. antara lain: RSUD dr. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek baik terhadap ibu maupun janinnya. dijumpai letak lintang pada 1 dari 335 janin tunggal yang lahir selama lebih dari 4 tahun 2. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin.2. Letak lintang oblik biasanya hanya terjadi sementara karena kemudian akan berubah menjadi posisi longitudinal atau letak lintang saat persalinan.1.1%.

Bila ketiak dapat diraba. dorso superior ( di atas )d. Apabila bahu sudah masuk kedalam panggul. dorso posterior ( di belakang )c. dorso inferior ( di bawah )5 3.Pada letak lintang bahu menjadi bagian terendah yang juga disebut sebagai presentasi bahu atau presentasi acromnion dimana arah akromion yang menghadap sisi tubuh ibu menentukan jenis letaknya yaitu letak akromion kiri atau kanan 1. Janin prematur3. Relaksasi dinding abdomen pada perut gantung menyebabkan uterus jatuh ke depan.2 Klasifikasi 1. dan di atas simfisiss juga kosong.3 Etiologi Penyebab utama letak lintang adalah 1. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul 1. kecuali bila bahu sudah turun kedalam panggul. Lli II : kepala di kanan2.Pada palpasi fundus uteri kosong.4.2. pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. balotemen kepala teraba pada salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. Panggul sempit dan tumor di daerah panggul6. Plasenta previa4.2.2. yang menyebabkan terjadinya posisi oblik atau melintang. Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri membentang hingga sedikit di atas umbilikus sehingga lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya 1.4 DiagnosisAdanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi. sehingga menimbulkan defleksi sumbu panjang bayi menjauhi sumbu jalan lahir.4 :1.1 DefinisiLetak lintang adalah suatu keadaan dimana sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu (janin melintang di dalam uterus) dengan kepala terletak di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. Menurut posisi punggung terbagi atas :a. arah menutupnya .2. Lli I : kepala di kirib. Cairan amnion berlebih (hidramnion) dan kehamilan kembar5. dorso anterior ( di depan )b. kelainan bentuk rahim seperti uterus arkuatus atau uterus subseptus 3. 3.3. Menurut letak kepala terbagi atas :a. Relaksasi berlebihan dinding abdomen akibat multiparitas yang tinggi Wanita dengan paritas 4 atau lebih memiliki insiden letak lintang 10 kali lipat disbanding wanita nullipara.

dapat dikenali dengan adanya “rasa bergerigi” dari tulang rusuk. Pada saat yang sama. Pada pemeriksaan dalam. sedangkan dada dengan terabanya klavikula. pada tahap awal persalinan. Bila punggungnya terletak di anterior.5 Mekanisme persalinanPada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan. Punggung dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang. kepala berada di sebelah kiri. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. bagian dada bayi. bahu tertahan oleh tepi pintu atas panggul. 3. Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung 1. Denyut jantung janin ditemukan disekitar umbilikus. Bila proses persalinan berlanjut.2. sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. bahu akan terjepit kuat di bagian atas panggul 1. posisi punggung mudah diketahui. akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin. skapula dan klavikula pada sisi thoraks yang lain akan dapat dibedakan. segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis.Pada tahap lanjut persalinan. suatu dataran yang keras membentang di bagian depan perut ibu.Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. Setelah terjadi sedikit penurunan. sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan.2. bahu janin akan dipaksa masuk ke dalam panggul sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan tangan yang sesuai sering menumbung. tidak dapat terjadi persalinan spontan. jika dapat diraba. Setelah ketuban pecah. Bila persalinan diabiarkan tanpa pertolongan. bahu akan terjepit erat di rongga panggul dan salah satu tangan atau lengan sering mengalami prolaps ke vagina dan melewati vulva 2. Bila dilatasi bertambah. kepala berada di sebelah kanan.mrnunjukkan letak dimana kepala janin berada. dengan kepala di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. teraba nodulasi ireguler yang menggambarkan bagian-bagian kecil janin dapat ditemukan pada tempat yang sama. sedangkan janin akan . jika persalinan berlanjut. Kalau ketiak menutup kekiri. bila punggungnya di posterior.

6 PenatalaksaanApabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang.meninggal.4.2. Bagian dinding dada di bawah bahu kemudian menjadi bagian yang paling bergantung dan tampak di vulva. Kepala dan dada kemudian melewati rongga panggul secara bersamaan dan bayi dapat dikeluarkan dalam keadaan terlipat (conduplicatio corpora) atau lahir dengan evolusio spontanea dengan 2 variasi yaitu 1) mekanisme dari Denman dan 2) mekanisme dari Douglas 1. kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. sehingga bahu. bokong dan kaki lahir. 3. Pada cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang. Sebelum melakukan versi luar harus melakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. Dua cara tersebut merupakan variasi suatu mekanisme lahirnya janin dalam letak lintang. dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi prsentasi kepala dengan versi luar. Pada cara Douglas bahu masuk kedalam rongga panggul.4. sehingga bila terjadi perubahan . Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset. sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil. atau plasenta previa. janin mungkin akan memutar kembali. Bila tidak segera dilakukan pertolongan. akan terjadi ruptur uteri (sehingga janin yang meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga perut) atau kondisi dimana his menjadi lemah karena otot rahim kecapaian dan timbulah infeksi intrauterine sampai terjadi tymponia uteri. dan sering kali meninggal pula 1.Bila janin amat kecil (biasanya kurang dari 800gr) dan panggul sangat lebar. badan bagian bawah. akibat fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin 1. tumor dalam panggul. persalinan spontan dapat terjadi meskipun kelainan letak tersebut menetap. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. Janin akan tertekan dengan kepala terdorong ke abdomen. Ibu juga berada dalam keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi. selanjutnya disusul oleh lahirnya kepala.

sehingga pada seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1) bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang wanita tersebut bangun atau meneran.7 Prognosis Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi . harus segera dilakukan seksio sesarea. sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan pervaginam dengan dekapitasi 1. sebaiknya segera dilakukan seksio sesarea. 3) pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan 1. Dalam hal ini persalinan dapat diawasi untuk beberapa waktu guna mengetahui apakah pembukaan berlangsung dengan lancer atau tidak. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli.Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor. Pada permulaan persalinan masih dapat diusahakan mengubah letak lintang menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari empat sentimeter dan ketuban belum pecah. versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptur uteri. Apabila riwayat obstetrik wanita yang bersangkutan baik. dan janin tidak seberapa besar. Versi ekstraksi dapat dilakukan pula pada kehamilan kembar apabila setelah bayi pertama lahir. segera dpat ditentukan diagnosis dan penanganannya. sehingga bila janin masih hidup. dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap untuk kemudian melakukan versi ekstraksi. maka bergantung kepada tekanan.letak. hendaknya dilakukan seksio sesarea dengan segera. dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian dilakukan versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan dengan seksio sesarea. Pada letak lintang kasep. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil. tetapi tidak ada prolapsus funikuli. 3. tidak didapatkan kesempitan panggul. 2) karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his. Jika ketuban pecah. ditemukan bayi kedua berada dalam letak lintang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri. Ilmu Kebidanan (kesembilan ed. D. 366-3726. J. Kehamilan Dengan Letak Lintang. Wiknjosastro. tetapi pada saat ini sudah jarang dilakukan. karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu. Bandung: Bag.com/2009/02/kehamilan-dengan-letaklintang. Case Report: Letak Lintang. sedangkan angka kematian janin di Rumah Sakit Umum Pusat Propinsi Medan 23. (2006).1996). Retrieved Mei 2009. Dokter kandungan yang memeriksanya mengatakan bahwa ibu yang sedang hamil keempat ini posisi janinnya .3% 1. Gilstrap III.presentasi kepala. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. K.. from http://idmgarut. Gant. Admin. Obstetri Patologi.html4.. from Seputar Kedokteran Dan Linux: http://medlinux. Angka kematian ibu berkisar antara 0-2% (RS Hasan Sadikin Bandung.3% dan di RS Hasan Sadikin Bandung 18. kedua dan ketiganya. baik terhadap ibu maupun janinnya 1. F. H. Mochtar. Edisi 2. (1984). (2009..3. Idmgarut. Cunningham. N. 1998. Retrieved Mei 2009. Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD Bandung. DAFTAR PUSTAKA1.). Hauth..2. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek.5. Jakarta: EGC. seperti misalnya panggul sempit. Januari). seperti misalnya terjadinya ruptur uteri dan robekan jalan lahir lainnya. Jakarta : EGC.wordpress. D...blogspot. 1).com Seorang ibu hamil mengeluhkan bentuk perutnya yang hamil kali ini berbeda dibandingkan bentuk perutnya saat kehamilan anak pertama. (2007). K. Vol. tumor panggul dan plasenta previa masih tetap dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan. & Wenstrom. Obstetri Patologi. Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan. tetapi kelainan-kelainan yang menyebabkan letak lintang. G. (2008).). Obstetri William (21 ed. C. (Ed. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. L. Leveno. J. Hal. Letak Lintang (Transverse Lie) dalam Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi.

Adapun beberapa keadaan yang menyebabkan terjadinya kehamilan letak lintang adalah: plasenta previa dimana letak plasenta tidak sebagaimana mestinya hingga menghalangi posisi normal janin dalam kandungan. bagian terbawah janin belum masuk pintu atas panggul. Versi luar dapat dicoba dilakukan bila : persalinan masih dalam fase laten. dan kelainan uterus atau janin lainnya Untuk mengetahui adanya kehamilan letak sungsang biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan dan mendapatkan beberapa kondisi berikut: pemeriksaan luar (palpasi Leopold) diraba kepala di kanan atau di kiri perut ibu.letak lintang. anak dalam keadaan baik.Persalinan pervaginam (persalinan normal melalui vagina) TIDAK MUNGKIN dilakukan. bunyi jantung janin berada di sekitar pusar. segera akan dilakukan pengakhiran persalinan dengan sectio cesarean. dimana janin berada dalam posisi melintang atau tegak lurus terhadap jalan lahir. Namun pada kondisi-kondisi tertentu dokter kandungan berusaha melakukan koreksi letak lintang menjadi memanjang/membujur dengan tindakan versi luar. ditentukan berdasarkan letak punggung : dorsosuperior atau dorsoinferior. panggul sempit. Ini adalah letak yang tidak baik dalam kehamilan trismester akhir. prematuritas karena bayi yang terlalu kecil sehingga dapat berputar-putar. bahu atau iga janin. multiparitas. ibu dalam keadaan baik. Jika embriotomi tidak mungkin dikerjakan. pendulum dinding abdomen. Lalu apa yang akan dilakukan dokter bila terjadi kehamilan letak lintang? Bila janin dalam keadaan hidup. selaput ketuban masih utuh. dorsoanterior atau dorsoposterior. Namun . namun bila janin telah mati dan syarat-syarat embriotomi terpenuhi. fundus uteri terhadap usia gestasi lebih rendah daripada letak memanjang atau membujur. pemeriksaan dalam mungkin dapat diraba lengan. Apakah letak lintang? Letak lintang adalah “presentasi janin. atau telah mati cukup lama. hidramnion atau kelebihan cairan amnion yang juga menyebabkan janin bisa berubah posisi hingga melintang. maka dilakukan embriotomi. kecuali pada keadaan janin sangat kecil.dilakukanlah sectio cesarea. kehamilan multiple atau kehamilan kembar.

semoga ini menjawab pertanyaan Kiki tentang materi yang dia cari kandungan. Pukul 10. RS Hasan Sadikin Bandung 1. kehamilan letak lintang.1% dari 12827 persalinan.9%. Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang pada beberapa rumah sakit sebagai berikut : RSUP Pirngadi Medan 0. Kehamilan letak lintang merupakan kehamilan yang berisiko sehingga alangkah baiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan secara rutin sehingga kelainannya dapat ditanggulangi sejak dini. II. Medrec : 01 05 0768 Usia : 21 tahun Alamat : Sukaresmi Pendidikan terakhir : SMU Pekerjaan : Ibu rumah tangga Tanggal Masuk RS : 15 September 2007 .00 WIB Tanggal Keluar RS : 18 September 2007 ← ANAMNESA Keluhan Utama: hamil Anamnesa Khusus : G2P1A0 mengatakan hamil 9 bulan dan telah diperiksa di dokter ahli kandungan dan dinyatakan letak .Y No. Adapun tindakan versi ekstraksi pada letak lintang hanya boleh dilakukan : pada keadaan dimana anak kedua kehamilan kembar dan selaput ketuban baru pecah atau dipecahkan.versi luar sangat beresiko sehingga jarang dilakukan.6%. lintangletak lintang Letak lintang terjadi bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu memanjang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 °. IDENTIFIKASI KASUS IDENTITAS Nama : Ny. RSUP Cipto Mangunkusumo selama 5 tahun0.

a. tegang TFU : 28 cm LP : 92 cm His : - .a..k Cor : t. ibu rumah tanggara Suami 20 tahun. Ibu partus terakhir 2 tahun yang lalu di bidan dengan berat badan 3500gram dan meninggal beberapa jam setelah bersalin. Pemeriksaan luar: abdomen : cembung.k Pulmo : t. atas hal ini ibu direncanakan untuk dioperasi seksio sesaria. • ANAMNESA TAMBAHAN HPHT : Awal Desember 2006 PNC : Bidan Menikah : Istri 18 tahun.a.lintang.k Abdomen : Lihat status obstetrikus Tinggi Badan : 136 cm Status Obstetrikus a. wiraswasta Menarch : Usia 13 tahun Riwayat KB : - ← PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis Kesadaran : Compos mentis Tekanan darah : 100/70 mmHg Nadi : 84 x/menit Respirasi : 20 x/menit Suhu : Afebris Konjungtiva : Anemis -/Thoraks : t.

jam 12.20 WIB Diagnosa prabedah : G2P1A0 Gravida 37-38 minggu + letak lintang Diagnosa pasca bedah : P2A0 partus maturus dengan • • A.a. dinyakatan letak lintang.Trombosit : 208.a Portio : tebal lunak OUE : tertutup Fluxus : (+).SGOT : 26 U/l .Hb : 11. PEMERIKSAAN PENUNJANG o Hasil USG.GDS : 73 mg/dl .Ht : 35.66 mg/dl .700 /mm3 .5% .9 gr/dl . infus RL 20 gtt/menit b. o Laboratorium lengkap.000 /mm3 . .waktu perdarahan : 2’ . sedikit 32.Leukosit : 7.Kreatinin : 0.Ureum : 13 mg/dl .waktu pembekuan : 8’ DIAGNOSA KERJA G2P1A0 gravida 37 – 38 minggu + letak lintang PENATALAKSANAAN a. rencana operasi Sectio sesaria LAPORAN OPERASI Tanggal : 15 September 2007. Pemeriksaan dalam: v/v : t.LA : lintang b.SGPT : 15 U/l . hasilnya: .

Setelah peritonium dibuka tampak dinding depan uterus 4. 10. Jenis Kelamin laki-laki.33 Plasenta lahir lengkap dengan berat ± 500gr. BB : 2450 gr. KU baik T : 100/70 mmHg . Dilakukan tindakan a dan antiseptik pada daerah abdomen sekitarnya dengan betadine. 5. Segmen Bawah Rahim disayat konkaf dan diperlebar ke kiri dan kanan. Kulit dijahit subkutikuler. Lalu uterus diinjeksi dengan oksitosin 10 IU intramural 6.SC atas indikasi letak lintang Indikasi operasi : Letak Lintang Jenis operasi : Sectio Sesaria Transperitoneal Profunda Prosedur operasi 1. 2. 9. Rongga abdomen dibersihkan lalu dinding abdomen dijahi lapis demi lapis. Dilakukan insisi pfanensteil ± 10 cm 3.30 Bayi lahir dengan ekstraksi kaki. Uterus dijahit 2 lapis secara jelujur interlocking. ukuran 20x20x2 cm 7. Therapi : cefotaxim 1 gr/12 jam kaltropen supp/8 jam A. 8. AS :6-7 cm. Pukul 12. FOLLOW UP POST OPERASI Tanggal 16/ 09/ 07 Keterangan S : nyeri pada luka operasi O : CM. Pukul 12. PB : 45 cm.

sedikit Balance Cairan .output 1500 cc Balance : + 1250 cc Hb : 10. flatus (+) BU (+) TFU : 1 jari di bawah pusat Kontraksi Uterus : +. Mefenamat 3 x 500 mg Mobilisasi 17/09/2007 S : batuk berdahak O : CM.000 Ht : 30. KU baik T : 90/70 mmHg N : 80 x/mnt RR : 22 x/mnt S : afebris .700 Trombosit : 204. baik Luka operasi : tertutup verband ASI +/+ Perdarahan +.5 gr/dl Leukosit : 14.8 % A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : Cefotaxim 1 gr/12 jam Metronidazol 500 mg/12 jam As.N : 84x/menit R : 18x/menit S : afebris Konjungtiva anemis -/BAK terpasang kateter BAB (-).input cairan 2500 cc Darah 250 cc .

BU (+). Apakah penatalaksanaan pasien sudah sesuai dengan . flatus (+).Mefenamat 3 x 500 mg Sulfas Ferous 1×1 BLPL IIi. luka operasi tertutup verband Mobilisasi (+) A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : off infus Mobilisasi bertahap Cefadroksil 2x 500mg As. KU baik T : 110 /60 mmHg N : 80 x/mnt RR : 20 x/mnt S : afebris Konjungtiva anemis -/TFU : 1 jari dibawah pusat BAK (+).Mefenamat 3 x 500 mg Sulfas Ferous 1×1 18/ 09/07 S : mules.Konjungtiva anemis -/TFU : 1 jari dibawah pusat BAK (+) BAB (+).BAB (+) Luka operasi kering A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : Ganti Verband Cefadroksil 2x 500mg As. O : CM. Apakah penegakan diagnosis pada pasien ini sudah benar? 2. PERMASALAHAN 1. batuk berkurang.

DIAGNOSIS Pada inspeksi tampak bahwa perut melebar ke samping dan pada kehamilan cukup bulan.Di depan (dorsoanterior) . sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul. Pada auskultasi BJA dapat dinilai setinggi pusat kanan dan kiri. hidramnion dan kehamilan kembar Keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepalake dalam rongga panggul sempit. PEMBAHASAN IV. Bagaimana prognosis pasien ini ? IV. Kelainan bentuk rahim seperti uterus arkuatus atau uterus subseptus.Di bawah (dorsoinferior) EtTIOLOGI Multiparitas disertai dinding uterus dan perut yang lembek. sedangkan bagian-bagian besar (kepala dan bokong) teraba disamping kiri atau kanan di atas fossa iliaka.Di atas (dorsosuperior) . tumor daerah panggul dan plasenta previa.1. Kehamilan prematur.Di belakang (dorsoposterior) . fundus uteri lebih rendah dari biasa.standar pelayanan ? 3. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. hanya beberapa jari diatas pusat. apakah penegakan diagnosis pada pasien ini sudah benar? LETAK LINTANG Letak lintang ialah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. . Pada palpasi ternyata bahwa fundus uteri maupun bagian bawah rahim kosong. Punggung janin dapat berada : .

Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1. IV. 3. Meskipun versi luar berhasil janin akan dapat memutar kembali oleh karena itu dianjurkan menggunakan korset dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. Pada keadaan hamil diusahakan jadi letak membujur dengan melakukan versi luar pada primigravida yaitu pada usia . sehingga seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap. 2. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. Pada pasien ini penegakkan diagnosis sudah dilakukan dengan benar. Bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. Karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intrauterin pada waktu his. Kemudian sudah dilakukan juga pemeriksaan penunjang USG sebelumnya yang menyatakan pada pasien ini mengalami kehamilan letak lintang.Dan pada USG juga terlihat gambaran letak lintang. Pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil sebaiknya segera dilakukan seksio sesaria. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli. Dan pada pemeriksaan leopold II dimana untuk menentukan letak punggung janin namun pada pasien ini yang teraba bokong dan kepala pada kedua sisi kanan dan kiri.2 apakah penatalaksanaan pada pasien ini sudah sudah sesuai dengan standar pelayanan? PENANGANAN Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang. Dimana sudah dilakukan pemeriksaan luar yaitu pada pemeriksaan leopold.

♣ Terdapat faktor resiko tinggi kehamilan: kasus infertilitas. Berdasarkan ketetapan tersebut dikenal bentuk versi luar : 1. . Kontraindikasi versi luar ♣ Ketuban sudah pecah. sering mengalami keguguran. Untuk dapat melaksanakan versi luar perlu diperhatikan beberapa pertimbangan berikut ini: 1. Versi Sefalik : melakukan perubahan kedudukan janin menjadi letak kepala.kehamilan 34 minggu atau multigravida pada usia kehamilan 36 minggu. ♣ Penderita mempunyai hipertensi ♣ Rahim pernah mengalami pembedahan : seksio sesaria. 2. pengeluaran mioma uteri. 2. Bayi dapat dilahirkan pervaginam Ketuban masih positif utuh. ♣ Penderita pernah mengalami perdarahan selama hamil. ♣ Pada kehamilan kembar. ♣ Pernah mengalami tindakan operasi pervaginam. Bagian terendah belum masuk atau masih dapat dikeluarkan dari PAP. Versi luar adalah upaya yang dilakukan dari luar untuk dapat mengubah kedudukan janin menjadi kedudukan lebih menguntungkan dalam persalinan pervaginam. Syarat versi luar dapat berhasil dengan baik : Dilakukan pada usia kehamilan 34-36 minggu Pada inpartu dilakukan sebelum pembukaan 4 cm. persalinan prematuritas atau kelahiran mati. Versi podalik : perubahan kedudukan janin menjadi letak bokong (sungsang). tinggi badan kurang dari 150 cm. mempunyai deformitas pada tulang panggul/ belakang.

sehingga bahu. Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri. Cara Denman Bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang . MEKANISME PERSALINAN Pada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan. bokong dan kaki lahir. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli harus segera dilakukan seksio sesaria. sudah mati dan menjadi lembek. badan bagian bawah. Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. tidak dapat terjadi persalinan spontan. sehingga bila janin masih hidup hendaknya dilakukan seksio sesaria dengan segera sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan pervaginam dengan dekapitasi. Bahu masuk ke dalam panggul. Janin lahir cara Denman atau Douglas. Pada letak lintang kasep versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptur uteri. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. Cara Douglas. bahu masuk ke dalam rongga panggul.Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin. segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. kadang-kadang persalinan dapat berlangsung spontan. selanjutnya disusun . bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. Kalau janin kecil. Kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. Apabila riwayat obstetrinya baik dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan lengkap untuk kemudian dilakukan versi ekstraksi.

Sesuai dengan tanda dari letak lintang. © Pemeriksaan obstetrik Pemeriksaan luar: . Penegakan diagnosa pada pasien ini sudah tepat. Dan sebaiknya dilakukan kontrasepsi yang tidak mengganggu asi.oleh lahirnya kepala. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. IV. Oleh karena pasien tidak dilakukan tindakan versi luar maka persalinan pervaginam tidak dapat dilakukan. Dan untuk mencegah hal ini terjadi sebaiknya pada saat dilakukan sectio sesaria disertai dengan pemasangan IUD.3 bagaimana prognosis pasien ini? Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek. Namun hal ini bukanlah kesalahan yang mutlak karena pelaksanaan kontrasepsi bisa dilakukan dalam waktu 40 hari setelah partus. Pada pasien tidak dilakukan versi luar karena pasien ini terdapat kontraindikasi untuk dilakukan tindakan tersebut yaitu tinggi badan ibu kurang dari 150 cm (136 cm). baik terhadap ibu maupun janinnya. Sewaktu melakukan sectio sesaria pada pasien ini tidak disertai dengan tindakan pemasangan IUD. V. KESIMPULAN 1. Dan persalinan ibu dilakukan dengan operasi seksio sesaria. Pada Quo ad vitam ad bonam dan quo ad functionam ad bonam. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang disamping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri. Pada pasien ini penatalaksanaannya sudah sesuai dengan standar pelayanan. Dimana pasien yang dilakukan operasi sectio sesaria kontraindikasi bila terjadi kehamilan dalam kurun waktu 2 tahun pasca operasi. Prognosis pada pasien ini bisa dikatakan kurang baik.

sesuai dengan standar pelayanan. Dan sebaiknya menggunakan kontrasepsi yang tidak mengganggu laktasi. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul. © Dilakukannya Operasi sectio sesaria pada pasien ini. © Tindakan versi luar tidak dilakukan karena kontraindikasi yaitu tinggi badan pasien 136 cm. Penatalaksanaan letak lintang pada pasien ini sudah benar. Fungsi reproduksi pada pasien ini masih baik. tegang TFU : 28 cm LP : 92 cm His : LA : lintang © Pemeriksaan penunjang Hasil USG dinyatakan letak lintang. 3. Pengertian Letak Lintang Letak Lintang adalah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain.abdomen : cembung. Punggung janin dapat berada di . Namun pada pasien ini kita harus melakukan motivasi KB. 2. Letak Lintang LETAK LINTANG A. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin.

seperti misalnya uterus arkuatus atau uterus subseptus. Etiologi Sebab terpenting terjadinya letak lintang adalah multiparitas disertai dinding uterus dan perut lembek. janin sering dijumpai dalam letak lintang. Letak lintang I : kepala di kiri b).1998) . maka dalam hal ini disebut juga shoulder presentation. Karena biasanya yang paling rendah adalah bahu. Jika sudut yang dibentuk kedua sumbu ini tajam disebut oblique lie.1992) Letak lintang adalah bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu menyilang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 derajat. Keadaan-keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepala ke dalam rongga panggul seperti misalnya panggul sempit. (Hanifa Wiknjosastro. Demikian pula kelainan bentuk rahim. di atas (dorsosuperior). tumor di daerah panggul dan plasenta previa dan pula mengakibatkan terjadinya letak lintang tersebut. Pada kehamilan prematur.Menurut posisi punggung terbagi atas: a).(Rustam mochtar.Menurut letak kepala terbagi atas: a). Letak lintang II : kepala di kanan . Dorso posterior (di belakang) c). Dorso anterior (di depan) b). yang terdiri dari deviated head presentation (letak kepla mengolak) dan deviated breech presentation (letak bokong mengolak). juga merupakan penyebab terjadinya letak . Dorso inferior (di bawah) B. atau di bawah (dorsoinferior).depan (dorsoanterior). Dorso superior (di atas) d). hidramnion dan kehamilan kembar.dkk. di belakang (dorsoposterior).

Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya.Kelainan uterus seperti arkuatus. dan di atas simfisis juga kosong. kepala janin berada di samping. Kalau ketiak menutup ke kiri. dan tumor-tumor pelvis . bikornus. anaensefalus. arah menutupnya menunjukkan letak dimana kepala janin berada. Pada palpasi fundus uteri kosong.1998) C. Apabila bahu sudah masuk ke dalam panggul.Monster .(Hanifa Wiknjosastro. anak kecil. sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan. Diagnosis Adanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi.dkk. Punggung . Denyut jantung janin ditemukan di sekitar umbilikus. multiparitas.Gemeli (kehamilan ganda) .Fiksasi kepala tidak ada. atau sudah mati.1992) Penyebab dari letak lintang sering merupakan kombinasi dari berbagai faktor.Lumbar skoliosis . pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga. plasenta previa. . karena panggul sempit. Bila ketiak dapat diraba. kepala berada disebelah kanan.Pelvic kidney dan kandung kemih serta rektum yang penuh. atau septum .Janin sudah bergerak pada hidramnio.(Rustam mochtar. Faktorfaktor tersebut adalah: . sering pula penyebabnya tetap merupakan suatu misteri. kepala di sebelah kiri. hidrosefalus.lintang. kecuali bila sudah turun ke dalam panggul.

sedangkan dada dengan terabanya klavikula. kecuali kalau bahu sudah masuk dalam p. Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung. .1992) Diagnosis letak lintang janin diantaranya: 1. 5.(Rustam mochtar. skapula. Bila kepala terletak di kiri.Pemeriksaan dalam agak sukar dilakukan bila pembukaan kecil dan ketuban intak.1998) D. Foto Rontgen Tampak janin dengan letak lintang.Teraba tulang iga.Fundus uteri kosong dan bagian bawah kosong.p.Untuk menentukan tangan kanan atau kiri lakukan cara dengan bersalaman.Fundus uteri lebih rendah dari seharusnya tua kehamilan .dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang.Teraba bahu dan ketiak yang bisa menutup ke kanan atau ke kiri. dan kalau tangan menumbung teraba tangan. Inspeksi Perut membuncit ke samping 2. namun pada letak lintang biasanya ketuban cepat pecah. .(Hanifa Wiknjosastro. Pemeriksaan dalam (VT) .Kepala (ballotement) teraba di kanan atau kiri 3.dkk. . Mekanisme Persalinan Pada letak dengan ukuran panggul normal dan janin . ketiak menutup di kiri.Letak punggung ditentukan dengan adanya skapula letak dada dengan klavikula. Palpasi . Auskultasi DJJ setinggi pusat kanan atau kiri. 4.a. .

Dua cara tersebut merupakan variasi suatu mekanisme lahirnya janin dalam letak . sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makaian tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. sedangkan janin akan meninggal. kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. Dalam usaha untuk mengeluarkan segmen uterus berkontraksi dan beretraksi dan sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipi. Bila tidak segera dilakukan pertolongan. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. sudah mati dan menjadi lembek. Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. sehingga janin yang meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga perut. Pada cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang. tidak dapat terjadi persalinan spontan. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. Bahu masuk ke dalam panggul. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. akan terjadi ruptura uteri. bokong dan kaki lahir. selanjutnya disusul lahirnya kepala. Ibu berada dalam keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi. Kalau janin kecil. kadang-kadang persalian dapat berlangsung spontan. akan menyebabkan kematian janin dan ruptura uteri. dan sering kali meninggal pula. badan bagian bawah.cukup bulan. Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan. Janin lahir dalam keadaan terlipat melalui janin lahir (konduplikasio korpore) atau lahir dengan evolusio spontanea menurut cara Denman atau Douglas. Pada cara Douglas bahu bmasuk ke dalam rongga panggul. sehingga bahi.

Beberapa cara janin lahir spontan: 1. maka bahu akan masuk ke dalam rongga panggul. namun hal ini jarang sekali terjadi. kepala atau bokong. perut.lintang.dkk. Janin hanya dapat lahir spontan. Menurut Denman Setelah bahu lahir kemudian diikuti bokong. bila tangan dimasukkan ke dalam kavum uteri terjepit antara janin dan panggul serta dengan narkosa yang dalam tetap sulit merubah letak janin. 2. . Kalau letak lintang dibiarkan. akan terjadi ruptura uteri dan janin sebagian atau seluruhnya masuk ke dalam rongga perut. turun makin lama makin dalam sampai rongga panggul terisi seluruhnya oleh badan janin.(Hanifa Wiknjosastro. atau bila panggul luas. Bila tidak cepat diberikan pertolongan. dada. Bagian korpus uteri mengecil sedang SBR meregang. bokong. letak lintang berubah spontan mengambil bangun semula dari uterus menjadi leta membujur. Menurut Douglas Bahu diikuti oleh dada. Kadang-kadang oleh karena his. b). dan akhirnya kepala. Conduplicatio corpore Kepala perut berlipat bersama-sama lahir memasuki panggul. Pada letak . sudah mati dan menjadi lembek. akibat fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin. perut. Adanya letak lintang kasep dapat diketahui bila ada ruptura uteri mengancam. Evolutio Spontanea a).1992) Anak normal yang cukup bulan tidak mungkin lahir secara spontan dalam letak lintang. Hali ini disebut letak lintang kasep (Neglected Tranverse Lie). bila kecil (prematur). dan akhirnya dada.

ketuban pecah dini dengan demikian mudah dapat infeksi intrapartum. 2. Faktorfaktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri. Bagi janin Angka kematian tinggi (25-40%). karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu. Partus lama. Prognosis Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi presentasi kepala. tetapi kelaina-kelainan yang menyebabkan letak lintang. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek. juga sering akibat tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. baik terhadap ibu maupun janinnya.1992) Prognosis letak lintang diantaranya: 1. seperti misalnya terjadi rupture uteri dan robekan jalan lahir lainnya.dkk.(Rustam mochtar. yang dapat . Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan.lintang biasanya: • Ketuban cepat pecah • Pembukaan lambat jalannya • Partus jadi lebih lama • Tangan menumbung (20-50%) • Tali pusat menumbung (10%). .1998) E.(Hanifa Wiknjosastro. seperti misalnya panggul sempit . tumor panggul dan plasenta previa masih dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan. atau sewaktu versi dan ekstraksi . Bagi ibu Bahaya yang mengancam adalah ruptura uteri baik spontan.

Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang. berkisar sekitar 92 persen.dianjurkan untuk melakukan posisi bersujud (knee chest position).Begitu juga saran agar si ibu memakai korset atau semacam celana bersepeda nan ketat guna mempertahankan letak janin yang sudah kembali normal. Dan posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal. Bila posisi ini dilakukan dengan baik dan teratur. Cara tersebut antara lain : . dengan posisi perut seakan-akan menggantung ke bawah. Cara ini harus rutin dilakukan setiap hari sebanyak 2 kali. Masing-masing selama 10 menit. Kemungkinan janin akan kembali ke posisi normal.Ibu hamil agar rajin menungging . sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar.disebabkan oleh: .bisa dengan mengepel lantai .1998) F. misalnya pagi dan sore.Ketuban pecah dini.(Rustam mochtar.Trauma partus . Sebelum . .Hipoksia karena kontraksi uterus terus menerus . ibu hamil dapat melakukan beberapa usaha untuk membuat letak janinnya normal meskipun kemungkinan berahasilnya kurang dari 60 %.Prolapsus funiculi . kemungkinan besar bayi yang sungsang dapat kembali ke posisi normal. Penanganan Bila sudah ketahuan sungsang atau melintang.

karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his. tidak didapatkan kesempitan panggul. tumor dalam panggul. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan. Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung pada beberapa faktor. bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. segera dapat ditentukan diagnosis dan penanganannya.melakukan versi luar harus dilakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit. dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. janin mungkin akan memutar kembali. dan janin tidak . Pada permulaan persalianan masih dapat diusahakan mengubah letak janin menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari empat sentimeter (< 4 cm) dan ketuban belum pecah. sebaiknya segera dilakukan seksio seksaria. sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil. sehingga pada seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap 2. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli 3. sehingga bila terjadi perubahan letak. pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil. Apabila riwayat obstetrik wanita yang bersangkutan baik. Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset. atau plasenta previa.

Versi ekstraksi dapat dilakukan pula pada kehamilan kembar apabila setelah bayi pertama lahir. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli. atau multi pada kehamilan 36 minggu. maka bergantung kepada tekanan. harus segera dilakukan seksio seksarea. b).dkk. versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptura uteri. dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian dilakukan versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan dengan seksio sesarea. sehingga bila janin masih hidup. yaitu dengan versi dan ekstraksi.1992) Penanganan letak lintang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dalam hal ini persalinan dapat diawasi untuk beberapa waktu guna mengetahui apakah pembukaaan berlangsung dengan lancar atau tidak. sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan per vaginam dengan dekapitasi. Jika ketuban pecah. antara lain: a). atau embriotomi . ditemukan bayi kedua berada dalam letak lintang. dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap untuk kemudian melakukan versi ekstraksi.seberapa besar. Pada letak kasep. Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang wanita tersebut bangun atau meneran. Sewaktu partus Janin dapat dilahirkan dengan cara pervaginam. tetapi tidak ada prolapsus funikuli. hendaknya dilakukan seksio sesarea dengan segera.(Hanifa Wiknjosastro. Sewaktu hamil Usahakan jadi letak membujur (kepala atau bokong) dengan melakukan versi luar pada primi dengan usia kehamilan 34 minggu.

et al.Bila ketuban sudah pecah dan pembukaan lengkap : versi dan ekstraksi . KEHAMILAN USIA MUDA . bila ada panggul sempit seksio sesarea adalah cara yang terbaik dalam segala letak lintang . Semua primigravida dengan letak lintang harus ditolong dengan seksio sesarea walaupun tidak ada panggul sempit.1998) DAFTAR PUSTAKA Mochtar. Sinopsis Obstetri. Tingkat pertolongan 1) Bila ketuban belum pecah . penanganan letak lintang ada dua cara: 1..(dekapitasi eviserasi) bila janin sudah meninggal. atau perabdominam. c). 2) Bila ketuban pecah . Hanifa.Lama pecah : seksio sesarea . embriotomi secara hati-hati Menurut Eastmant dan Greenhill.Pembukaan 5 cm :tunggu sampai hampir lengkap ketuban dipecahkan. 2.1998. Jakarta: EGC Wiknjosastro. dengan anak hidup. Rustam. Ilmu Kebidanan.Letak lintang kasep dan anak mati: laparotomi.Letak lintang kasep dan anak hidup : seksio sesarea . 1992. seksio sesarea.(Rustam mochtar. atau kalau fasilitas kurang.Pembukaan 5 cm : versi luar . Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. a. stres. misalnya : karena terkejut. b. Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda. Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. (Ubaydillah.Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi. Persalinan prematur. Pasalnya. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan. 2000). cemas. berat badan lahir rendah . Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. Keguguran. 2. adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya.

(BBLR) dan kelainan bawaan. pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang. berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal. seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri. sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran . pengetahuan akan asupan gizi rendah. Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang. Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksiterutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan. keadaan psikologi ibu kurang stabil.

tambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah.. Mudah terjadi infeksi. c.prematur. tingkat sosial ekonomi rendah. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi. Keadaan gizi buruk. berat badan lahir rendah dan cacat bawaan. Keracunan Kehamilan (Gestosis). Kombinasi keadaan alat reproduksi . dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas. Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda. d. membentuk sel darah merah janin dan plasenta. e.lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia.

Kematian ibu yang tinggi. f. selain itu juga disebabkan selaput . Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi. Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain: a.yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun). Resiko bagi ibunya : (1) Mengalami perdarahan. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi.yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia.

baik dengan obat-obatan maupun memakai alat.penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin. (3) Persalinan yang lama dan sulit. kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian ibu. Kematian pada saat melahirkan yang . (2) Kemungkinan keguguran / abortus. kelainan panggul.ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim). Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin. hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja. Pada saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran.kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir.

virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon. dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil. Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). (2) Berat badan lahir rendah (BBLR). (3) Cacat bawaan. diantaranya kelainan genetik dan kromosom. . kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil. hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang. Dari bayinya : (1) Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.disebabkan oleh perdarahan dan infeksi.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. infeksi.500 gram. b. Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2. umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan.

(4) Kematian bayi. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka . ← Keguguran.kematian bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian perinatal.(Manuaba. 2008 by creasoft in Kesehatan Reproduksi Remaja Tagged with anemia. 2000). adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. keguguran. zat besi « Konsep Praktek Klinik Keperawatan Konsep Penyembuhan Luka » Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi.500 gram. remaja. kehamilan. kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari). emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang.1998). Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan. (Ubaydillah. Posted April 23. resiko tinggi. cemas. Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. misalnya : karena terkejut. stres.yang disebabkan berat badan kurang dari 2. Pasalnya.Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda. kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia.

tambahan zat besi dalam tubuh . pengetahuan akan asupan gizi rendah. tingkat sosial ekonomi rendah. Persalinan prematur.Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda. Mudah terjadi infeksi. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan. keadaan psikologi ibu kurang stabil. pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang.← ← ← kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal. seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri. dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas. berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksiterutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan.Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang. berat badan lahir rendah dan cacat bawaan. berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun.Keadaan gizi buruk.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran prematur.

Kematian ibu yang tinggi. Kemungkinan keguguran / abortus.Pada saat hamil . membentuk sel darah merah janin dan plasenta.yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun).kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir. selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim). Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi. Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain: ← • • Resiko bagi ibunya : Mengalami perdarahan. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Keracunan Kehamilan (Gestosis).lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis.Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi..Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi.← ← fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah.

virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. kelainan panggul. Cacat bawaan.Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2. hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil.penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin. Kematian bayi. Berat badan lahir rendah (BBLR). hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang. Persalinan yang lama dan sulit. diantaranya kelainan genetik dan kromosom. baik dengan obat-obatan maupun memakai alat.500 gram. kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian ibu. infeksi. Dari bayinya : Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari).kematian bayi yang masih berumur 7 hari ← ← ← ← .Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin. umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun.• seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil.Kematian pada saat melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan dan infeksi.Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan.

Remaja-remaja Indonesia sedikit demi sedikit mulai mengadopsi budaya Barat dalam cara berpakaian. kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia.yang disebabkan berat badan kurang dari 2. Remaja merupakan kelompok dengan signifikansi tingkat komplikasi yang lebih tinggi selama kehamilan dan persalinan. kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari). Salah satu dampak yang diakibatkan perilaku seks bebas ini yaitu kehamilan dini (kehamilan pada usia remaja. . di mana sebanyak 46% perempuan mengalami kehamilan pertama di bawah usia 20 tahun. perkembangan arus informasi yang pesat banyak mempengaruhi remaja. maupun pola pergaulan yang semakin bebas. bertutur kata.1998).pertama hidupnya atau kematian perinatal. antara 13 – 19 tahun). edited by : ITA AFRIKASARI SUMBER : Dewasa ini.500 gram. Perilaku seks bebas yang sudah lazim di belahan dunia Barat sudah mulai merebak di kalangan remaja Indonesia. Salah satunya dalam hal gaya hidup. Sebagai gambaran data Survei Kesehatan Ibu dan Anak tahun 2000 menunjukkan median umur kehamilan pertama di Indonesia adalah 18 tahun. di desa lebih tinggi (61%) daripada di kota.(Manuaba.

Sedangkan untuk kehamilan pada wanita di usia remaja akhir (15 tahun keatas). Britania. maupun kematian ibu. 1994 ditemukan bahwa dua tahun setelah menstruasi yang pertama. Dari penelitian Royston Erica. fistula obstetrik. khususnya yang berusia 15-19 tahun. hal ini dapat menyebabkan eklampsia (kejang saat melahirkan). usia sudah bukan merupakan faktor resiko utama dalam kehamilan. Padahal. di negara berkembang dimana pelayanan kesehatan mungkin tidak tersedia. lebih dikarenakan faktor sosial-ekonomi daripada biologis. Selain itu alat reproduksinya juga belum siap sepenuhnya. seorang anak wanita masih mungkin mencapai pertumbuhan panggul antara 2–9% dan tinggi badan 1%. Perancis. Kanada. Di negara-negara yang sudah maju. biasanya problem ini diatasi dengan tindakan bedah Caesarea. dan Swedia sejak tahun 1970 menunjukkan suatu kesamaan bahwa resiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan pada remaja. Para remaja yang hamil biasanya terlambat bahkan tidak sama sekali mendapatkan pelayanan prenatal (sebelum kelahiran) yang cukup.Kehamilan pada remaja wanita berusia 14 tahun kebawah memiliki resiko komplikasi medis lebih besar daripada wanita dengan usia lebih dewasa karena panggul belum berkembang dengan sempurna. Beberapa studi yang dilakukan di Amerika Serikat. Masalah-masalah ini dapat mengakibatkan kesulitan sewaktu melahirkan bayi. pelayanan prenatal sangat dibutuhkan untuk menjaga dan menunjang perkembangan bayi yang baik selama . Namun. kematian bayi. sehingga tidak mengherankan apabila persalinan akibat disproporsi antara ukuran kepala bayi dan panggul ibu (disproporsi sefalopelvik) paling sering ditemukan pada ibu yang sangat muda.

dalam kandungan serta kesehatan daripada si ibu sendiri. dan tekanan darah tinggi. Selain itu. kelahiran prematur. masih ada stigma atau pandangan negatif masyarakat yang menempel pada para ibu-remaja. Contoh pelayanan prenatal yang utama adalah peran bidan dan poskesmas dalam memberikan informasi serta mencukupkan kebutuhan gizi bagi ibu dan anaknya.5 kilogram) . Stigma tersebut dapat mempengaruhi cara pandang si ibu-remaja tentang kemampuannya mengasuh anak. Kehamilan dapat menimbulkan tekanan yang cukup besar dalam hubungan muda-mudi. Kehamilan pada usia remaja juga berimplikasi pada kehidupan si remaja selanjutnya. Remaja dengan kehamilan dini biasanya tidak menyelesaikan pendidikannya (putus sekolah). Seorang ibu-remaja juga biasanya mengalami alienasi (pengasingan) dari lingkungan pergaulan dan keluarganya. Kurangnya pendidikan akan berdampak menganggur dalam waktu yang lama ataupun pilihan pekerjaan dengan upah yang rendah. Selain stres emosional yang dirasakan. Belum lagi remaja yang memilih untuk menjadi orangtua tunggal. Komplikasi yang ditimbulkan karena tidak cukupnya pelayanan prenatal antara lain kelahiran bayi dengan berat badan rendah (di bawah 2. 2007) menunjukkan 60% ibu-ibu muda tidak memiliki pasangan laki-laki saat bayi mereka dilahirkan. perasaan menjadi seorang ibu secara umum dan bahkan tentang dirinya sendirinya. penghasilan yang rendah berujung pada ketidaklayakan lingkungan tempat tinggal dan ketidakmampuan untuk mengusahakan pelayanan kesehatan bahkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Perlakuan negatif yang ditujukan pada si ibu- . July 25. Kids Count Data Book Online. anemia. Kedua hal ini sama-sama menimbulkan tekanan ekonomi yang kuat pada si remaja. Baltimore (MD.

org. Referensi : www. Casey Foundation.au Annie E. . 1995 Isi terkait: Bagaimana menghitung usia kehamilan? Saya wanita 28 tahun.remaja dapat mengikis kepercayaan diri dan perasaan berharga sebagai seorang manusia.. July 25.nih. .marchofdimes. Hal-hal tersebut menyebabkan resiko depresi pasca melahirkan yang lebih tinggi pada wanita remaja dibandingkan pada wanita yang berusia lebih dewasa. 2007 Kids Count Data Book Online. Jakarta.. MD.. EGC.nlm. Baltimore.com/professionals www. Soetjiningsih.gov/medlineplus/teenagepregnancy www.. saya ingin menanyakan tentang usia kehamilan. 2007.womhealth. Tumbuh Kembang Anak..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful