Sungsang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Sungsang juga adalah nama sebuah wuku

Sungsang (Breech), oleh W.Smellie, 1792

Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal, pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. Kehamilan sungsang didiagnosis melalui bantuan ultrasonografi (USG). Kehamilan sungsang dapat disebabkan oleh banyak hal antara lain kelahiran kembar, cairan amniotik yang berlebihan, hidrosefalus, anencefaly, ari-ari yang pendek dan kelainan rahim. Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi ini ketika lahir. Dalam persalinan prematur, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang lebih tinggi. Pada umur kehamilan 28 minggu, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang adalah 25%. Angka tersebut akan turun seiring dengan umur kehamilan mendekati 40 minggu. Karena risiko persalinan normal pada bayi dengan posisi sungsang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan posisi normal, maka umumnya persalinan akan dilakukan dengan bedah caesar.

2.2 Konsep Dasar Kehamilan Letak Sungsang 2.2.1 DefenisiKehamilan letak sungsang yaitu janin terletak memanjang dengan kepala difundus uteri dan bokong bagian bawah kavum uteri (Prawiroharjo, Sarwono 1999). 2.2.2 Klasifikasi2.2.2.1 Letak bokong murni (Fank Breech)Letak bokong dengan kedua tunkai terangkat keatas2.2.2.2 Letak sungsang sempurna (Campliete Breech)Letak bokong dimana kaki ada disamping bokong (Letak bokong sempurna atau lipat kijang). 2.2.2.3 Letak sungsang sempurna (Incomplite Breech)Letak sungsang

dimana selain bokong bagian yang terendah juga kaki atau lutut, terdiri dari :Kedua kaki : letak kaki sempurna (24%)Satu kaki : letak kaki tidak sempurnaKedua lutut : letak lutut sempurna (1%)Satu lutut : letak lutut tidak sempurna (Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, Sinopsis Obsetri jilid 1 edisi 2, 1998)2.2.3 Diagnosa2.2.3.1 Anamnesa Kehamilan terasa penuh dibagian atas dan gerakan terasa lebih banyak dibagian bawah.2.2.3.2 Pemeriksaan luarDibagian bawah uterus tidak teraba kepala, balutemen negative, teraba kepala dibagian fundus uteri, denyut jantung janin ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi dari pada umbilikus 2.2.3.3 Pemeriksaan dalamSetelah ketuban pecah teraba cakrum, kedua tuberalitas iskit, dan anus, bila teraba bagian kecil bedakan apakah kaki atau tangan(FKUI, Kapita Selekta Kedokteran jilid 1 edisi 3, 1999)2.2.3.4 Pemeriksaan foto rongenBayangan kepala difundus(Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, Sinopsis Obsetri jilid 1 edisi 2, 1998)2.2.4 Etologi / Penyebab Letak Sungsang2.2.4.1 Sudut Ibu a. Keadaan rahim- Rahim arkuatus- Setum pada rahim- Uterus DupletisMioma bersama kehamilan b. Keadaan plasenta- Plasenta retak rendah- Plasenta previac. Keadaan jalan lahir- Kesempitan panggul- Difermitas tulang panggul- Terdapat tumor yang menghalangi jalan lahir dan perputaran keposisi kepala2.2.4.2 Sudut janin Pada janin terdapat berbagai keadaan yang menyebabkan letak sungsangTali pusat pendek atau lilitan tali pusat- Hidrosefalus atau AnensefalusKehamilan kembar- Hidramneon atau Oligohidramneon- Prematuritas(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, 1998)2.2.5 Mekanisme Persalinan Letak sungsang FisiologisBokong masuk PAP dapat melintang atau miring mengikuti jalan lahir dan melakukan putar paksi dalam sehingga trachcanter depan berada dibawah simpesis dengan trachcenter depan sebagai hipamoklion, akan lahir trachcenter belakang, dan selanjunya seluruh bokong lahir, sementara itu bahu memasuki jalan lahir dan mengikuti jalan lahir untuk melakukan putar paksi dalam sehingga bahu depan berada dibawah simpisis, dengan bahu depan sebagai hipomoklion akan lahir bahu belakang bersama dengan tangan belakang, diikuti kelahiran bahu depan dan tangan depan. Bersamaan dengan kelahiran bahu, kepala bayi memasuki jalan lahir dapat melintang atau miring, serta melakukan putar paksi dalam sehingga sub occiput berada dibawah simpisis, sub occiput menjadi hipomoklion, berturutturut akan lahir dagu, mulut, hidnug, muka kepala dan seluruhnya.Persalinan

kepala yang mempunyai terbatas sekitar 8 menit, setelah bokong lahir melampoui batas 8 menit dapat menimbulkan kesakitan atau kematian pada bayi.(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB, 1998) 2.2.6 Prognosis2.2.6.1 Bagi ibuKemunkinan robekan pada perenium lebih besar, juga karena dilakukan tindakan, selain itu ketuban lebih cepat pecah dan partus lebih lama, jadi mudah terkena infeksi.2.2.6.2 Bagi anakProknosa tidak begitu baik, karena ada gangguan peredaran darah plasenta setelah bokong lahir dan juga setelah perut lahir, tali pusat terjepit antara kepala dan panggul, anak bisa menubrito aspiksio(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB, 1998)2.2.7 Penanganan / Terapi  Sikap sewaktu hamilKerena kita tahu bahwa prognosa bagi anak tidak begitu baik, maka usahakan merubah letak janin dengan versi luar.Tujuannya adalah untuk merubah letak menjadi letak kepala hal ini dilakukan pada primi dengan kehamilan 34 minggu, mulai dengan usia kehamilan 36 minggu dan tidak ada panggul sempit, gemili atau plasenta previa.Teknik :- Lebih dahulu bokong dilepaskan dari PAP dan ibu berada dalam posisi Trendelm BurgTangan kiri letakkan dikepala dan tangan kanan pada bokong- Putar ke arah muka atau perut janin- Lalu putar tangan kiri diletakkan dibokong dan tangan kanan dikepala- Setelah berhasil pasang gurita, observasi TTV, DDJ serta keluhan2.2.8 Sikap Bidan Dalam Mengahadapi Letak SungsangBidan yang menghadapi kehamilan dan persalinan letak sungsang sebaiknya :Melakukan rujukan ke puskesmas, dokter keluarga atau dokter ahli untuk mendapatkan petunjuk kepastian dalam lahir- Bila ada kesempatan, melakukan rujukan kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan persalinan yang optimal- Bila terpaksa, melakukan pertolongan persalinan letak sungsang sebaiknya bersama dokter- Klien harus diberikan KIE dan motifasi serta melakukan perjanjian tertulis dalam bentuk Informetconsen(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, 1998) 1. Manuaba, Ida Bagus, Gde, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan da KB. Jakarta : EGC2. Mochtar, Rustam, 1998. Sinopsis Obstetry. Jakarta : EGC3. Prawiroharjo, Sarwono, 2000. Pelayanan Kebidanan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka4. Sastro, Suleman. 1983. Obstetry Fisiologi. Bandung : UNPAD5. Varney, Hursh Midwefery, Sel, Ed. Blok Well, Sucentifie Publication, Boston, London

Posisi sungsang, bisakah normal?
Ditulis oleh admin Wednesday, 25 February 2009

Usia kehamilan istriku sudah memasuki 36 minggu, setelah kami lakukan USG ternyata posisi bayi kami sungsang, apakah bayi kami masih bisa dilahirkan secara normal? atau memang harus melalui operasi cesar?. Apa cara yang harus kami lakukan supaya posisi bayi kami normal?. Terima kasih atas jawabannya. Israr, Jakarta Jika ini kehamilan pertama, maka biasanya sudah tidak berubah lagi. Cara persalinan terbaik untuk letak sungsang ada operasi sesar. Lahir spontan boleh saja dengan beberapa kondisi/syarat khusus (taksiran berat janin tidak lebih dari 3500 gram, panggul luas, bagian terbawah janin adalah bokong, bukan kaki, dan bokong sudah masuk pintu atas panggul serta persalinan timbul secara spontan/tidak diinduksi), tetapi risiko kesakitan dan kematian pada bayi meningkat 3 kali lipat. Jika ini kehamilan kedua atau lebih, masih ada kemungkinan berubah sampai 38 minggu. Saran saya: - pastikan betul usia kehamilannya memang 36 minggu - jika memang yakin usia kehamilan 36 minggu dan ini anak pertama, teliti lagi melalui pemeriksaan USG untuk mencari penyebab sungsang, apakah janinnya besar, bagaimana letak plasenta, apakah ada lilitan tali pusat, bagaimana kondisi panggul dsbnya; jika tidak ditemukan penyebab yang jelas, maka bapak bisa minta pertimbangan dokter untuk melakukan versi luar (diputar) apakah memungkinkan atau tidak - jika ini anak kedua atau lebih, lakukan senam hamil dan gerakan knee-chest (sujudmenungging) minimal 5 kali sehari selama 10-15 menit, bertahap; evaluasi USG pada usia kehamilan 38 minggu, apakah ada perubahan atau tidak; jika tidak ada perubahan dan tidak memenuhi syarat untuk persalinan spontan, sebaiknya operasi sesar saja. Cara persalinan pada letak sungsang yang tidak berkomplikasi (tidak ada penyebab khusus), diserahkan pada bapak-ibu yang bersangkutan untuk memilih, apakah ingin spontan atau operasi sesar dengan mempertimbangan untung-ruginya. Hanya saja, secara medis, rekomendasinya adalah operasi sesar. dr. Valleria Sp.OG Staff Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta Praktek:1. RS Hasanah Graha AfiaJl. Raden Saleh no. 42 DepokTelp. 021-778262672. RS MH Thamrin International CileungsiJl. Raya Narogong Limus Nunggal CileungsiTelp. 021-8235052

Penyebab letak sungsang sering tidak diketahui pasti. letak plasenta lebih rendah. Angka tersebut akan turun seiring dengan umur kehamilan mendekati 40 minggu. Karena penyebab letak sungsang tidak diketahui pasti maka pencegahannya pun sulit. saat ini dilakukan mulai pada usia kehamilan 37 minggu. Apabila bayi ibu sampai akhir kehamilan nanti tetap dalam letak kepala. kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang adalah 25%. biasanya dokter akan mencoba melakukan pemutaran dari luar (versi luar) dahulu dilakukan mulai usia kehamilan 28 minggu. kelainan bentuk rahim. terutama pada persalinan anak pertama dengan bayi yang cukup besar. Karena risiko persalinan normal pada bayi dengan posisi sungsang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan posisi normal. Dalam persalinan prematur. Lebih dari 50% bayi pernah mengalami letak sungsang dalam kurun 9 bulan kehamilan. kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang lebih tinggi. Kehamilan akan ditunggu sampai kontraksi/mulas . namun ada juga (meskipun jauh lebih sedikit) yang menjadi letak sungsang. secara teori dapat terjadi karena faktor ibu seperti perut kendur. tumor jinak rahim/mioma. antara lain dari jenis letak sungsang (bukan letak kaki) dan kelancaran jalannya persalinan.← Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal. Saat ini kehamilan ibu masih berusia 5 setengah bulan dan meskipun saat ini bayi dalam letak kepala ia masih dapat berubah. Hal ini karena risiko kematian dan cacat/kecelakaan pada pertolongan persalinan bayi letak sungsang lewat vagina (spontan) jauh lebih tinggi ( 4 kali lebih besar) dari persalinan spontan bayi letak kepala. maka umumnya persalinan akan dilakukan dengan bedah caesar. Meskipun demikian tidak semua bayi sungsang harus lahir dengan operasi. maka ada kemungkinan untuk dilahirkan melalui vagina secara spontan atau dengan bantuan alat (vakum/forseps). ada tanda-tanda yang diyakini dokter yang menyebabkan bayi sungsang dapat dilahirkan spontan. Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi ini ketika lahir. Tapi benarkah bayi sungsang harus dilahirkan dengan operasi? Saat ini lebih banyak bayi letak sungsang yang lahir dengan operasi sesar. sebagian besar akan tetap demikian sampai akhir masa kehamilan. pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. Pada umur kehamilan 28 minggu. Mudah-mudahan sampai akhir kehamilan nanti bayi ibu tetap dalam letak kepala. Kehamilan sungsang didiagnosis melalui bantuan ultrasonografi (USG). atau faktor bayi seperti pada bayi kembar. kelainan janin. hidramnion (cairan ketuban terlalu banyak) dll. Demikian juga dengan bayi letak kepala. dan lebih dari 90% yang menjadi letak kepala pada umur kehamilan cukup bulan (kehamilan > 37 minggu). Apabila tidak ada indikasi kontra.

dan terjadilah aspirasi air ketuban. Faktor-faktor lain yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah multiparitas. Sayangnya. Antara umur kehamilan 32-36 minggu. lendir dan darah. hidrosefalus. mortalitas tiga kali lebih besar dibandingkan dengan presentasi verteks.2Untuk menegakkan diagnosis letak sungsang diperlukan beberapa hal. janin akan bernafas.persalinan datang dengan alami dan diharapkan dapat melahirkan tanpa operasi. sumber : hanyawanita health: kesehatan Bagaimana bila anda atau saudari mengalami kehamilan dengan letak sungsang? Letak sungsang merupakan keadaan dimana bokong janin atau kaki berada di bagian bawah kavum uteri (rongga rahim). kehamilan kembar. kemungkinan besar bayi dilahirkan dengan operasi cesar. Sebagian besar selama kehamilan. Letak sungsang terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu. Terjadinya letak sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan. dan penunjang diagnosis dalam hal ini yaitu pemeriksaan ultrasonografi yang sangat membantu diagnosis dan . pemeriksaan fisik yang teliti dan seksama. fetus (janin) yang sedang berkembang sangat bebas untuk bergerak di dalam uterus (rahim). Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu. Letak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada. yaitu anamnesis yang komunikatif dan terarah. Ulasan berikut tentang patofisologi. Untuk ibu hamil dan rekan-rekan yang bergerak dibidang medis ataupun kehamilan ulasan ini sangat perlu diketahui.Baik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala. beberapa fetus tidak seperti itu. dan bagaimana penanganan bila sesorang akan melahirkan bayi dengan letak sungsang. Apabila bayi ibu menjadi letak sungsang lagi. fetus bertambah besar sehingga pergerakannya terbatas. mekonium. hal ini disebabkan karena setelah sebagian janin lahir maka uterus akan berkontraksi yang berakibat pada gangguan sirkulasi uteroplasenta. jadi apapun posisi yang dicapai pada saat ini biasanya sama dengan posisi saat persalinan akan dimulai. panggul sempit. misalnya kehamilan lewat waktu (lama hamil > 42 minggu. terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang. hidramnion. dan kadang-kadang letak sungsang disebabkan oleh kelainan uterus dan kelainan bentuk uterus. atau persalinan tidak maju. plasenta previa. Pada ibu yang pernah mengalami operasi sesar tidak dapat dilakukan induksi dengan obat-obatan/infus) jika ketuban pecah dini dan tidak disertai kontraksi persalinan. etiologi atau penyebab. bagaimana mendiagnosis atau mengetahui apakan janin letak sungsang atau tidak. Asal tidak ada kondisi lain yang menyebabkan harus cesar. Sangat sulit bagi fetus untuk turn over.6 Pada janin.

6• Presentasi bokong (frank breech) (50-70%). Dengan demikian dapat dimengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan. sedangkan kepala berada ruangan yang lebih kecil di segmen bawah uterus. frekuensi letak sungsang lebih tinggi.4.2.1 PatofisiologiLetak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan dalam uterus. Letak sungsang ini akan memerlukan teknik persalinan yang berbeda dengan persalinan letak kepala baik dalam persalinan pervaginam maupun sectio cesarea.5 persen dari 136. Selama terjadi kemajuan persalinan dan tidak ada tanda-tanda bahaya yang mengancam kehidupan janin. PrevalensiLetak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada. Terjadinya letak sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan. Berikut akan diulas satu persatu mulai dari definisi menurut dunia kedokteran.Ada beberapa komplikasi yang mungkin timbul dalam persalinan sungsang yang dapat mempengaruhi prognosis ibu dan bayi yang dilahirkan yang sedapat mungkin dihindari dengan cara menguasai teknik persalinan sungsang dengan baik guna mencapai “well born baby” dan “well health mother”. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu. Dalam kehamilan.pelaksanaan terapi serta intervensi lebih dini bisa dilakukan.Sedangkan dalam persalinan. sedangkan pada kehamilan cukup bulan. letak sungsang atau letak lintang.Dikenal beberapa jenis letak sungsang. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang. 3. jumlah air ketuban relatif lebih banyak. mengingat bahaya-bahayanya. Karena bokong dengan kedua tungkai terlipat lebih besar daripada kepala. sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa.3. yakni:1. untuk menolong persalinan letak sungsang diperlukan lebih banyak ketekunan dan kesabaran dibandingkan dengan persalinan presentasi kepala. Persalinan pervaginam sungsang terdiri dari tiga jenis yakni spontan. terutama pada primigravida. Letak sungsang terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu.Khusus pada persalinan pervaginam. sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindarkan. terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm. namun semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu melahirkan bayi dengan selamat.256 persalinan tunggal dari tahun 1990 sampai 1999 di Parkland Hospital merupakan letak sungsang. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang.6Sayangnya. maka penolong tidak perlu melakukan tindakan yang bertujuan untuk mempercepat kelahiran janin.2. Mengenai Pengertian dari Persalinan Letak SungsangPersalinan sungsang adalah persalinan untuk melahirkan janin yang membujur dalam uterus dengan bokong atau kaki pada bagian bawah dimana bokong atau kaki akan dilahirkan terlebih dahulu daripada anggota badan lainnya.3 Sebagai contoh. hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala. beberapa fetus tidak seperti itu. janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala.5. terdapat beberapa teknik atau perasat yang digunakan pada situasi berbeda pada letak sungsang. maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri. manual aid dan total ekstraksi dimana semuanya memiliki resiko terutama pada fetal seperti asfiksi dan lainnya sedangkan indikasi untuk melakukan section cesarea pada letak sungsang sama dengan indikasi umum section cesarea secara umum. Pada presentasi bokong akibat ekstensi kedua .6Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif berkurang.

bokong janin mengalami edema. Frekuensi terjadinya letak sungsang juga meningkat dengan adanya plesenta previa. 6Apabila diagnosis letak sungsang dengan pemeriksaan luar tidak dapat dibuat. harus dipertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografik atau M.• Presentasi bokong kaki tidak sempurna dan presentasi kaki ( incomplete or footling ) ( 10-30%). dan anus. Dengan demikian pada pemeriksaan dalam hanya dapat diraba bokong. Denyut jantung janin pada umumnya ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada umbilikus. persalinan sungsang sebelumnya. kedua kaki terangkat ke atas sehingga ujungnya terdapat setinggi bahu atau kepala janin. dan kepala teraba di fundus uteri. anencephalus. Kadang-kadang bokong janin teraba bulat dan dapat memberi kesan seolah-olah kepala.• Presentasi bokong kaki sempurna ( complete breech ) ( 5-10%).6Fianu dan Vaclavinkova (1978) menemukan prevalensi lebih tinggi pada implantasi plasenta di daerah kornual-fundal pada letak lintang (73 %) dari presentasi vertex (5 %) dengan sonografi. karena plasenta mengurangi luas ruangan di daerah fundus. Kelainan bentuk kepala: hidrocephalus. karena kepala kurang sesuai dengan bentuk pintu atas panggul.R. Pada presentasi bokong kaki sempurna disamping bokong dapat diraba kaki. karena terasa penuh di bagian atas dan gerakan terasa lebih banyak di bagian bawah.3. 6Setelah ketuban pecah. air ketuban masih banyak dan kepala anak relatif besar2. Plasenta yang terletak di daerah kornu fundus uteri dapat pula menyebabkan letak sungsang. uterus mudah berkontraksi atau banyaknya air ketuban. Gambar Presentasi letak sungsang. tetapi bokong tidak dapat digerakkan semudah kepala. multi fetus. Pada kaki terdapat tumit. kelainan uterus dan tumor pelvis. Seringkali wanita tersebut menyatakan bahwa kehamilannya terasa lain daripada kehamilannya yang terdahulu.1 DiagnosisDiagnosis letak sungsang pada umumnya tidak sulit. dapat diraba lebih jelas adanya bokong yang ditandai dengan adanya sakrum. Pada pemeriksaan luar. tetapi hanya sejumlah kecil letak sungsang yang berhubungan dengan plasenta previa. Berturut-turut dari kiri ke kanan : complete breech. 6Pemeriksaan yang teliti dapat membedakan bokong dengan muka karena jari . maka harus dibedakan dengan tangan. Plasenta previa karena menghalangi turunnya kepala ke dalam pintu atas panggul. sedangkan pada tangan ditemukan ibu jari yang letaknya tidak sejajar dengan jari-jari lain dan panjang jari kurang lebih sama dengan panjang telapak tangan. Pada presentasi bokong kaki tidak sempurna hanya terdapat satu kaki di samping bokong.4. di bagian bawah uterus tidak dapat diraba bagian yang keras dan bulat. yakni kepala. Panggul sempit5. Apabila masih ada keragu-raguan. karena misalnya dinding perut tebal.Faktor lain yang menjadi predisposisi terjadinya letak sungsang selain umur kehamilan termasuk diantaranya relaksasi uterus berkaitan dengan multiparitas. sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas. sehingga kadang-kadang sulit untuk membedakan bokong dengan muka. Prematuritas karena bentuk rahim relatif kurang lonjong.I. Pada presentasi kaki bagian paling rendah adalah satu atau dua kaki. 7 EtiologiAda beberapa penyebab yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah:41. maka diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan dalam. Pada persalinan lama. Hidramnion karena anak mudah bergerak. kedua tuber ossis iskii. frank breech. dan footlink breech. ( Magnetic Resonance Imaging ). Bila dapat diraba kaki. Tidak ada hubungan yang kuat antara letak sungsang dengan pelvis yang menyempit (panggul sempit).sendi lutut.

sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindarkan. sedangkan pada kehamilan kembar. hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala. usaha versi luar dapat menyebabkan solusio plasenta. Kalau bokong tidak dapat dikeluarkan dari panggul. 6Sebelum melakukan versi luar. sedangkan pada presentasi bokong kaki tidak sempurna. 2) perdarahan antepartum. Disamping itu. 5) plasenta previa.1. 6Kontraindikasi lain untuk melakukan versi luar ialah: 1) panggul sempit. penggunaan narkosis dapat dipertimbangkan. karena meskipun berhasil menjadi presentasi kepala. Kerugian penggunaan narkosis untuk versi luar antara lain: narkosis harus dalam. 4) hamil kembar. bokong harus dikeluarkan lebih dahulu dari rongga panggul. 6 Selanjutnya kedua tangan bekerjasama untuk melaksanakan putaran janin untuk menjadi presentasi kepala. diagnosis letak janin harus pasti. Versi luar pada perdarahan antepartum tidak boleh dilakukan. Versi luar sebaiknya dilakukan pada kehamilan antara 34 dan 38 minggu. Setelah bokong keluar dari panggul. Mengingat bahayanya. terutama pada primigravida. sedang tangan yang lain mendorong kepala ke bawah sedemikian rupa. Selama versi dilakukan dan setelah versi berhasil denyut jantung janin harus selalu diawasi.yang akan dimasukkan ke dalam anus mengalami rintangan otot. karena usaha tersebut tidak akan berhasil. sehingga fleksi tubuh bertambah. Pada presentasi bokong kaki sempurna. Pada umumnya versi luar sebelum minggu ke-34 belum perlu dilakukan. sedangkan jari yang dimasukkan ke dalam mulut akan meraba tulang rahang dan alveola tanpa ada hambatan. 6 Pada penderita hipertensi. versi luar harus diusahakan karena kalau berhasil akan memungkinkan dilakukan partus percobaan. Sesudah janin berada keadaan presentasi kepala.6VersiVersi atau pemutaran. Tetapi bila kesempitan panggul hanya ringan. sebab dengan narkosis ringan versi laur jauh lebih sulit dibandingkan bila penderita tetap dalam keadaan sadar.1. sedangkan denyut jantung janin harus baik. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang. kedua kaki dapat diraba disamping bokong. baik melalui penggantian kutub yang satu dengan lainnya pada letak . tindakan ini dilakukan dengan meletakkan jari-jari kedua tangan penolong pada perut ibu bagian bawah untuk mengangkat bokong janin. karena dapat menambah perdarahan akibat lepasnya plasenta. akhirnya perlu dilakukan seksio sesarea.6 Penatalaksanaan Dalam kehamilanMengingat bahaya-bahayanya. Apabila bokong sudah turun. 6Kalau versi luar gagal karena penderita menegangkan otot-otot dinding perut. Versi luar hendaknya dilakukan dengan kekuatan yang ringan tanpa mengadakan paksaan. Versi luar tidak ada gunanya dicoba bila air ketuban terlalu sedikit. selain janin yang lain dapat menghalangi usaha versi luar tersebut. usaha untuk melakukan versi luar tidak ada gunanya. sedangkan setelah minggu ke-38 versi luar sulit untuk berhasil karena janin sudah besar dan jumlah air ketuban relatif berkurang. bokong ditahan dengan satu tangan. Pada panggul sempit tidak ada gunanya melakukan versi luar. 3) hipertensi. sebaiknya tidak melakukan versi luar dengan menggunakan narkosis. karena penderita tidak merasakan sakit ada bahaya kemungkinan digunakan tenaga berlebihan dan dapat mengakibatkan lepasnya plasenta. merupakan tindakan untuk mengubah presentasi janin secara artifisial. hanya teraba satu kaki di samping bokong. kepala didorong masuk ke rongga panggul. yang lebih berbahaya ialah bila janin berada dalam satu kantong amnion kemungkinan tali pusat kedua janin akan saling melilit. karena kemungkinan besar janin masih dapat memutar sendiri.

Persalinan pervaginamBerdasarkan tenaga yang dipakai dalam melahirkan janin pervaginam. Jika letak janin melintang. perubahan presentasi tersebut merupakan satu-satunya alternatif bagi tindakan seksio sesarea. sehingga dokter bisa mendengar suara denyut jantung tersebut selama melakukan tindakan. (2) cairan ketuban masih terdapat dalam jumlah yang normal. dapat dilakukan versi sefalik atau podalik. Tindakan ini kemudian diikuti oleh ekstraksi bokong. Jenis versi ini juga diberi nama menurut metode yang dipakai. sehingga harus dicoba untuk menghindari peningkatan angka mortalitas yang menyertai persalinan sungsang. persalinan pervaginam dibagi menjadi 3 yaitu:a) Persalinan spontan (spontaneous breech). sementara bagian atas badan janin didorong ke arah yang berlawanan secara trans abdomen.2.61. Kalau ada. Denyut jantung janin harus dimonitor terusmenerus. Prosedur Pertolongan Persalinan . atau konversi letak oblik atau letak lintang menjadi letak longitudinal. Janin dilahirkan dengan kekuatan dan tenaga ibu sendiri. Terkadang prosedur ini bisa dibenarkan kalau serviks sudah berdilatasi penuh. Versi Podalik DalamPerasat ini terdiri dari pemutaran janin oleh dokter kebidanan yang memasukkan tangannya ke dalam rongga rahim.IndikasiKecuali pada persalinan bayi kedua dalam kehamilan kembar.longitudinal. alat sonografi akan bermanfaat. ketuban masih utuh dan janin yang berada dalam letak lintang berukuran kecil dan atau sudah mati.5. versi luar merupakan tindakan manipulasi yang dilakukan lewat dinding abdomen . (4) pasien tidak gemuk. kecuali bila janin itu berukuran sangat kecil dan biasanya belum viabel. (3) posisi punggung bayi tidak menghadap ke belakang. Cara ini lazim disebut cara Bracht. Jadi.Dalam stadium awal persalinan. Kemungkinan trauma yang serius pada janin dan ibu pada waktu dilakukan versi podalik dalam dari suatu presentasi kepala.c) Ekstraksi sungsang (total breech extraction). Persalinan per abdominam ( seksio sesarea)A. pengubahannya menjadi presentasi verteks dapat dicoba lewat manuver luar asalkan tidak terdapat disproporsi nyata antara besar janin dan ukuran panggul. Versi sefalik dianggap oleh sebagian dokter kebidanan sebagai teknik yang sering berhasil baik dengan morbiditas yang kecil. Managemen Dalam persalinanJenis pimpinan persalinan sungsang1.b) Manual aid (partial breech axtraction. sementara pada versi dalam. Akan tetapi versi sefalik luar jarang berhasil kalau serviks sudah mengadakan dilatasi penuh atau kalau ketuban sudah pecah. seluruh tangan operator dimasukkan ke dalam kavum uteri. Janin dilahirkan seluruhnya dengan memakai tenaga penolong. B. dan menariknya keluar lewat serviks. menangkap salah satu atau kedua kaki janin. Versi Sefalik LuarTujuan prosedur ini adalah untuk mengubah presentasi yang kurang menguntungkan menjadi presentasi verteks atau presentasi belakang kepala. karena akan mengakibatkan pemakaian tenaga yang tidak semestinya. hanya ada beberapa indikasi untuk dilakukannya versi podalik dalam. Jangan menggunakan anestesi. sebelum ketuban pecah.2.4. berlaku inidikasi yang sama.3. assisted breech delivery).A. (1998).Tergantung pada bagian presentasi janin (kepala atau bokong). Indikasi tersebut kemudian bisa diperluas sampai pada letak bayi yang tidak stabil biasanya masih bisa berubah secara spontan menjadi letak longitudinal ketika proses persalinan berlangsung. Janin dilahirkan sebagian dengan tenaga dan kekuatan ibu dan sebagian lagi dengan tenaga penolong. versi sefalik luar lebih besar kemungkinannya untuk berhasil jika : (1) bagian presentasi belum turun ke dalam panggul.IndikasiJika presentasi bokong atau bahu (letak lintang) didiagnosis pada minggu-minggu terakhir kehamilan.Menurut Fortunato dkk.

Cara ini adalah cara yang paling mendekati persalinan fisiologik.2. Segera setelah bokong lahir. Kerugiana. sehingga mengurangi trauma pada janin. Pada persiapan kelahiran janin harus selalu disediakan cunam Piper. Bila mulut sudah lahir. sedang penolong berdiri di depan vulva.b.disebut fase lambat karena fase ini hanya untuk melahirkan bokong. Pada waktu bokong mulai membuka vulva (crowning) disuntikkan 2-5 unit oksitosin intra muskulus.6Indikasi1. yaitu mulai lahirnya bokong sampai pusat (skapula depan ). maupun penolong. sesuai dengan sumbu panggul. seorang asisten melakukan ekspresi Kristeller pada fundus uterus. Sebelum melakukan persalinan. Prosedur Manual Aid1. Pemberian oksitosin ini adalah untuk merangsang kontraksi rahim sehingga fase cepat dapat diselesaikan dalam 2 his berikutnya. Episiotomi dikerjakan pada saat bokong membuka vulva. Tahap pertama: fase lambat. Penolong hanya mengikuti gerakan ini tanpa melakukan tarikan sehingga gerakan tersebut hanya disesuaikan dengan gaya berat badan janin.9. Disebut fase cepat karena pada fase ini kepala janin mulai masuk pintu atas panggul. Bersamaan dengan dimulainya gerakan hiperlordosis ini. yaitu bagian yang tidak begitu berbahaya. Maksud ekspresi Kristeller ini adalah:a. sedangkan jari-jari lain memegang panggul. Gambar teknik hiperlordosis punggung bayi pada perasat Bracht 7 B. Menjaga agar posisi kepala janin tetap dalam posisi fleksi. misalnya bila terjadi kemacetan baik pada waktu melahirkan bahu atau kepala. sehingga kemungkinan tali pusat terjepit.Teknik1. Oleh karena itu fase ini harus segera diselesaikan dan tali pusat segera dilonggarkan.2. penolong harus memperhatikan sekali lagi persiapan untuk ibu. Keuntungana. ke dunia luar yang tekanannya lebih rendah. janin. Agar tenaga mengejan lebih kuat. mulut dan akhirnya seluruh kepala. Persalinan secara Bracht mengalami kegagalan terutama dalam keadaan panggul sempit. 3. Pada waktu tali pusat lahir dan tampak sangat tegang. perut.2.5. adanya lengan menjungkit atau menunjuk.Spontan1.b. Tangan penolong tidak masuk ke dalam jalan lahir.4. dagu. sehingga mengurangi bahaya infeksi. sehingga tidak semua persalinan letak sungsang dapat dipimpin dengan cara Bracht. bahu dan lengan. c.6. Janin yang baru lahir diletakkan diperut ibu. yaitu kedua ibu jari penolong sejajar sumbu panjang paha. janin dapat bernafas lewat mulut. Di Negara Amerika sebagian . yaitu mulai dari lahirnya pusar sampai lahirnya mulut. bokong dicengkram secara Bracht. Tahap ketiga: fase lambat. yaitu punggung janin didekatkan ke perut ibu. sehingga fase cepat dapat segera diselesaikan.7.5. Dengan melakukan gerakan hiperlordosis ini berturut-turut lahir tali pusat.3. Seorang asisten segera menghisap lendir dan bersamaan dengan itu penolong memotong tali pusat. Persalinan secara Bracht mengalami kegagalan. tali pusat dikendorkan lebih dahulu. yaitu mulai lahirnya mulut sampai seluruh kepala lahir. Dari semula memang hendak melakukan pertolongan secara manual aid. Disebut fase lambat karena kepala akan keluar dari ruangan yang bertekanan tinggi (uterus). Ibu tidur dalam posisi litotomi. 5-10% persalinan secara Bracht mengalami kegagalan.8. janin besar.6Tahapan1.5. Pada setiap his ibu disuruh mengejan.b. jalan lahir kaku misalnya pada primigravida. Menghindari terjadinya ruang kosong antara fundus uterus dengan kepala janin sehingga tidak terjadi lengan menjungkit. Kemudian penolong melakukan hiperlordosis pada badan janin guna mengikuti gerakan rotasi anterior. Tahap kedua: fase cepat. Ketika timbul his ibu disuruh mengejan dengan merangkul kedua pangkal paha. sehingga kepala harus dilahirkan secara perlahan-lahan untuk menghindari terjadinya perdarahan intra kranial (adanya ruptur tentorium serebelli).

karena mereka menganggap bahwa sejak pusar lahir adalah fase yang sangat berbahaya bagi janin.2. lahirnya bokong sampai pusar yang dilahirkan dengan tenaga ibu sendiri. Jari telunjuk tangan penolong yang searah dengan bagian kecil janin. Tahap kedua.4. Najouksc. Kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dielevasi ke atas sehingga trokanter belakang lahir. Bila kedua trokanter telah lahir berarti bokong telah lahir. Untuk memperkuat . Muellerc. pelipatan paha dikait dan ditarik curam ke bawah.6Gambar 4. Louvset3.1. Klasik ( Deventer )b. lahirnya bahu dan lengan yang memakai tenaga penolong.Tahapan1.2.2. Tahap pertama. Wigan MartinWinckeld. Mauriceaub. Dengan pegangan ini badan janin ditarik curam ke bawah sampai pusar lahir. sedang tangan yang lain membuka labia. dimasukkan ke dalam jalan lahir dan diletakkan di pelipatan paha depan. Setelah bokong lahir. maka untuk melahirkan janin selanjutnya dipakai teknik pegangan femuro-pelviks. Prosedur Ekstraksi sungsangTeknik Ekstraksi Kaki1.5. sehingga sukar untuk menurunkan kaki. Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokanter depan lahir. Ekstraksi bokong dikerjakan bila jenis letak sungsang adalah letak bokong murni (frank breech). Ekstraksi kaki menggunakan perasat Pinard 7Teknik Ekstraksi Bokong1. Setelah persiapan selesai. dan kemungkinan besar tali pusat terjepit diantara kepala janin dan pintu atas panggul. yaitu kedua ibu jari diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang betis. Tahap ketiga. Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dahulu.6. sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan paha. Prague terbalike. Dengan pegangan ini. dan bokong sudah berada di dasar panggul. kaki janin ditarik curam ke bawah sampai pangkal paha lahir. pangkal paha sampai lutut. lahirnya kepala. karena pada saat itulah kepala masuk ke dalam pintu atas panggul.5. Tangan yang di luar mendorong fundus uterus ke bawah. Selanjutnya untuk melahirkan badan janin yang lain dilakukan cara persalinan yang sama seperti pada manual aid. Setelah kaki bawah fleksi pergelangan kaki dipegang oleh jari kedua dan jari ketiga dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut.Kepala dapat dilahirkan dengan cara:a. Dengan jari telunjuk ini. Pegangan dipindahkan pada pangkal paha setinggi muingkin dengan kedua ibu jari di belakang paha. Tangan yang di dalam mencari kaki depan dengan menelusuri bokong. tangan yang searah dengan bagian-bagian kecil janin dimasukkan secara obstetrik ke dalam jalan lahir.besar ahli kebidanan cenderung untuk melahirkan letak sungsang secara manual aid.3. dan jari-jari lain di depan betis. Cara atau teknik untuk melahirkan bahu dan lengan adalah secara:a. Kedua tangan penolong memegang betis janin. Ekstraksi dengan menggunakan cunam Piper 7 C. kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi. maka yang akan lahir lebih dulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus curam ke bawah. Cunam Piper Gambar Melahirkan bahu dan lengan dengan cara klasik/Deventer 7 Gambar Melahirkan bahu dan lengan (Mueller) : ekstraksi depan kemudian belakang 7 Gambar Manual aid Mauriceau-Veit-Smellie 7 Gambar Perasat Prague terbalik 7 Gambar 7.

4. tetapi hipoksia dan asidemia bertambah berat. Ini melibatkan persalinan yang sedikit cepat dapat menekan bagian-bagian janin. sebelum memutuskan untuk melahirkan janin secara pervaginam. maka penolong dituntut untuk menguasai teknik persalinannya secara terampil.Pada fetus preterm. Pada kehamilan aterm. perbedaan antara ukuran kepala dan bokong biasanya lebih besar daripada fetus yang lebih tua.tenaga tarikan ini. Kematian perinatal pada letak sungsang dibanding dengan letak belakang kepala rata-rata 5 kali lebih banyak. Sufokasi.4. lengan dan kepala harus lahir secara tepat. Fraktur tulang-tulang kepala. Fraktur humerus ketika hendak melahirkan lengan yang menjungkit (extended). serviks yang belum terbuka lengkap. Bila dengan tarikan ini trokanter depan mulai tampak di bawah simfisis. yang dapat menimbulkan sufokasi.h. yaitu kematian janin 3 kali lebih banyak dibanding persalinan spontan. tarikan atau keduanya. Saat itu. trauma pada fetus dan ibu mungkin dapat dinilai. maka jari telunjuk penolong yang lain segera mengait pelipatan paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir. cairan amnion dan mekonium akan diaspirasi. Paralisis brakialise. Cara persalinan secara ekstraksi total (total extraction) merupakan cara persalinan dengan penyulit janin yang sangat nburuk. beberapa pergerakan kepala mungkin sukses melewati jalan lahir.Selain akibat mengecilnya uterus pada waktu badan janin lahir. yang menimbulkan anoksia. Fraktur pada tulangtulang janin.5. abdomen. Hematoma otot-otot. khususnya pada panggul sempit atau adanya diproporsi sefalo-pelvik. akan menekan tali pusat. Badan janin yang sebagian sudah berada diluar rahim. maka anoksia ini diperberat lagi. Setelah bokong lahir.6Penyulit persalinan pervaginam1. juga merupakan rangsangan yang kuat untuk janin bernapas. Walaupun demikian.b. Dislokasi bahu. sekali letak sungsang melewati introitus vagina.2.d. atau2. bokong dan ekstremitas bawah fetus preterm akan melewati serviks dan dilahirkan. terjadilah pengecilan rahim.Kerusakkan pada tulang janin dapat berupa:a. Akibatnya darah. dan fetal hipoksia mungkin berbahaya. mukus. atau kepala janin yang dilahirkan secara mendadak. persalinan mungkin tertunda beberapa menit ketika melahirkan kepala yang menyusul melewati pelvis ibu.1. Fraktur klavikula ketika melahirkan bahu yang lebar. sehingga timbul dekompresi. Oleh karena itu.5Komplikasi pada persalinan pervaginamPersalinan sungsang dengan tarikan sampai pada lahirnya umbilikus dan talipusat menyentuh pelvis. thoraks. menyebabkan trauma dari penekanan. Bila sudah diputuskan melahirkan janin pervaginam.Mengingat penyulit pada janin akibat persalinan pervaginam cukup berat. persalinan mungkin dipaksakan. maka perlu dilakukan evaluasi obstetrik dengan teliti.1. pilihan persalinan pervaginam keduanya tidak memuaskan:1. 3.g. Fraktur femur. Dislokasi panggul terutama pada waktu melahirkan tungkai yang sangat ekstensi (fleksi maksimal). Robertson dan kawan- . Kerusakan jaringan otak.c. bokong dipegang secara femuro-pelviks.3. dan serviks belum berdilatasi cukup untuk melahirkan kepala tanpa trauma. sehingga terjadi gangguan sirkulasi plasenta dan menimbulkan anoksia janin. kemudian janin dapat dilahirkan dengan cara manual aid (bedah kebidanan). Keadaan ini merangsang janin untuk bernapas. maka tangan penolong yang lain mencengkeram pergelangan tangan tadi.f.Trauma pada otak janin dapat terjadi. dan turut menarik curam ke bawah. insisi Duhrssen pada serviks mugkin dapat dilakukan.Bila sebagian besar badan janin telah lahir. Oleh karena itu cara persalinan ini sekarang sudah tidak dianjurkan lagi pada janin hidup. dengan bahaya terjepitnya tali pusat pada waktu kepala masuk panggul (fase cepat). Asfiksia fetalis. Pada keadaan ini. Pada keadaan yang tidak menguntungkan ini.

Apgar skor. dan 5 persen pada letak bokong murni. persalinan sesarean meningkatkan Apgar skor tetapi tidak status asm basa.5 perse. Prosedur persalinan sungsang per abdominal1. Lebih lanjut. lebih dari 3. Sebagai contoh. 1993 ). Abnormalitas tali pusat ini sepertinya memainkan peran dalam perkembangan janin letak sungsang seperti insiden yang relatif tinggi pola denyut jantung janin yang mencemaskan pada persalinan. yang sesuai dengan 0.D. Komplikasi lengan menunjuk ( nuchal arm) sampai 6 persen dari persalinan sungsang pervaginam dan dihubungkan dengan peningkatan mortalitas neonatal ( Cheng and Hanah.c. bagaimanapun. dan HCO3 lebih rendah dibandingkan persalinan letak kepala. Janin besar. pada persalinan pervaginam letak sungsang secara umum lebih rendah dari bila dilakukan persalinan sesarean secara elektif (Flanagan dan kawan-kawan. Beberapa kriteria yang dapat dipakai pegangan bahwa letak sungsang harus dilahirkan per abdominal.d. nilai asam basa darah tali pusat secara signifikan berbeda untuk persalinan pervaginam.3.Albrechtsen dan kawan-kawan (1997) mengevaluasi percobaan untuk memilih persalinan pervaginam atau sesarean pada letak sungsang. insiden pada posisi frank breech sekitar 0. Pco2 tinggi. Fetal distres bukan karena prolaps tali pusat didiagnosa pada 5 persen wanita lainnya yang dipilih untuk persalinan pervaginam. Mereka juga menemukan tidak ada hubungan kelahiran neonatus yang tidak diinginkan setelah kepala terperangkap. Primigravida tua.e. keterlibatan tali pusat yang melingkar-lingkar pada fetus lebih umum pada letak sungsang ( Spellacy and associates. 1991 ). 1996). yang gejala-gejalanya akan tampak baik pada waktu persalinan maupun baru di kemudian hari.1987). misalnya:a. Nilai sosial janin tinggi (high social value baby).Frekuensi prolaps tali pusat meningkat apabila fetus berukuran kecil atau bila sungsang tidak dalam posisi bokong murni.Soernes dan Bakke ( 1986) pada pengamatan awal menyatakan bahwa panjang tali pusat umbilikus lebih pendek pada letak sungsang dari keterlibaletak kepala secara signifikan. didapatkan 4 persen kejadian prolaps tali pusat. Banyak ahli melaporkan bahwa persalinan letak sungsang pervaginam.2.kawan ( 1995.4 persen pada presentasi kepala ( Barrett. Dalam laporan Collea dan kawan-kawan ( 1978 ). Untuk melakukan penilaian apakah letak sungsang dapat melahirkan per vaginam atau harus per abdominam kadang-kadang sukar. Namun hal ini tidak berarti bahwa semua letak sungsang harus dilahirkan per abdominal. Christian dan Brady (1991) melaporkan bahwa pH darah arteri umbilikus rendah.5 kg-4 kg. 10 persen dari wanita yang dikenali untuk persalinan pervaginam mengalami persalinan sesarean karena berisiko dalam persalinan.b. Socol dan kawan-kawan (1988) menyimpulkan. Dicurigai .1996) mengamati tidak ada perbedaan yang bermakna pada kejadian kepala terperangkap pada persalinan sungsang umur kehamilan 28-36 mingggu atau 24-27 minggu. Masalah lain pada mekanisme letak sungsang adalah terperangkapnya lengan di belakang leher. Flannagan dan kawan-kawan (1987) menyeleksi 244 wanita dengan letak sungsung yang bervariasi (72 persen adalah frank brech) untuk percobaan persalinan. Sedangkan. Keseluruhan. Riwayat persalinan yang buruk (bad obstetric history). khususnya pada 1 menit. insiden prolaps tali pusat pada presentasi kaki adalah 15 persen. Dengan cara yang sama. Persalinan letak sungsang dengan seksio sesarea sudah tentu merupakan cara yang terbaik ditinjau dari janin. Flanagan dan kawan-kawan (1987) menekankan bahwa kelahiran bayi pada persalinan sungsang tidak diperburuk oleh perbedaan yang signifikan dari Apgar skor atau status asam basa pada kelahiran. memberi trauma yang sangat berarti bagi janin. Pada 1212 letak sungsang.

Zatuchni dan Andros telah membuat suatu indeks prognosis untuk menilai lebih tepat apakah persalinan dapat dilahirkan per vaginam atau per abdominam. Kelainan fetus. bisa saja terjadi. Paralisis lengan merupakan peristiwa yang bisa terjadi akibat tekanan oleh jari tangan operator pada pleksus brakialis ketika melakukan traksi.f. fraktur kompresi berbentuk sendok atau fraktur tengkorak yang sebenarnya. prolapsus funikuli pada presentasi bokong tak lengkap jauh lebih sering dijumpai bila dibandingkan pada presentasi verteks. dapat mengakibatkan ruptura uteri. atau keduanya. Distosia (Patologi Persalinan ) dalam Obstetri Patologi bagian obstetri dan ginekologi.5.7.61. Kadang-kadang leher bayi sendiri dapat patah kalau pada waktu ekstraksi digunakan tenaga yang besar. khususnya dengan segmen bawah uterus yang sudah tipis. Meskipun demikian. Gilstrap LC. dengan akibat yang umumnya fatal. KomplikasiPada letak sungsang yang persisten. DiLeo GM. Anestesi yang memadai untuk menimbulkan relaksasi uterus yang nyata dapat pula mengakibatkan atonia uteri yang selanjutnya diikuti oleh perdarahan postpartum dari tempat implantasi plasenta. Kalau bayi ditarik keluar secara paksa lewat panggul yang sempit.2. Prematuritas. Leveno KJ. hambatan pertumbuhan. meningkatnya komplikasi berikut harus diantisipasi:1.adanya kesempitan panggul. Morbiditas dan mortalitas perinatal dari persalinan yang sulit. dan bayi. Lebih lanjut. dan komplikasi ini selanjutnya akan memperburuk prognosis bagi bayi. Di samping peningkatan risiko terjadinya ruptura tentorium dan perdarahan intraserebral. New York: Mc Graw Hill Company. Intervensi operatif. Tindakan manipulasi tersebut dapat pula menyebabkan pelebaran luka episiotomi dan robekan perineum yang dalam. Prolaps tali pusat. tetapi lebih sering lagi disebabkan oleh peregangan leher secara berlebihan ketika dilakukan pembebasan lengan bayi. Berbagai perasat intra uteri. secara umum prognosis bagi ibu yang bayinya dilahirkan dengan ekstraksi bokong bagaimanapun juga lebih baik bila dibandingkan pada tindakan seksio sesarea. Anomali uterus dan tumor.6 Jika ingin lebih lengkapnya bisa dibaca sumber-sumber tulisan ini: 1.2. humerus atau femur.6.Bagi janin. laserasi serviks ataupun keduanya. Breech Presentation and Delivery in William Obstetrics.1.3. edisi 1979. 2001: 509-535. Wenstrom KD. Tetapi. Hauth JH.Fraktur humerus dan klavikula tidak selalu dapat dihindari ketika dilakukan pembebasan lengan. yang menyertai persalinan sungsang. dan fraktur femur dapat terjadi dalam pelaksanaan ekstraksi bokong pada persalinan frank breech yang sulit. angka mortalitas perinatal juga meningkat akibat semakin besarnya kemungkinan terjadinya trauma lain pada saat dilakukan ekstraksi. Berat badan lahir yang rendah pada persalinan preterm.3. beberapa permasalahan yang lebih serius dapat mengikuti separasi epifisis pada tulang skapula. Gant NF. khususnya seksio sesarea. Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu. meskipun keadaan ini akan hilang spontan.4. PrognosisBaik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala. neonatus. prognosisnya kurang menguntungkan dan akan semakin serius dengan semakin tingginya bagian presentasi pada awal dilakukannya ekstraksi bokong. Pada persalinan sungsang yang sulit terdapat peningkatan risiko maternal. Fetal . Bandung: Elstar Offset: 169-185. Hematom otot sternokleidomastoideus kadang kala terjadi setelah tindakan ekstraksi. atau persalinan after coming head lewat serviks yang belum berdilatasi lengkap. 21st edition. Multipel fetus8. Plasenta previa. Cunningham FG.

Ada 4 tipe letak sungsang 1)Complete/flexed brech. Patologi Persalinan dan Penanganannya dalam Ilmu Kebidanan. Persalinan Sungsang. gande multi. sehingga kaki berada dekat kepala. Fischer R. penyebab pasti dari presentasi bokong belum diketahui secara pasti tetapi dapat terjadi pada persalinan premetur. 1999. polihidramnion memungkinkan terjadinya malpresentasi Diagnosis Diagnosis ditegakan dengan pemerikasaan abdominal. janin berada dalam posisi 1 atau kedua lutut berada di bawah bokong Penyebab Presentasi bokong terjadi kurang lebih 3% pada semua persalinan. 2006. bayi. Breech Presentation. 2006.K. persalinan letak sungsang.6. 2006.geocities.com/bp/emed. tetapi pada kaki ektensi.csd. Wiknjosastro H. 2002: 607-622. uterus bikormis. 1 atau kedua kaki di bawah bokong 4)Presentasi lutut. http//:www. managemen kehamilan. Terima kasih atas kunjungannya. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. http://www.who has written 62 posts on imadeharyoga. accesssed August 9. Selamat datang di rumah saya. kesehatan ibu hamil.4. kebidanan. Selain itu kelainan-kelainan seperti hidrosefalus.emedicine.ahealthyme. insufisiensi cairan ketuban. Accessed August 9. tugas kedokteran This post was written by: haryoga .com.com/Yosemite/rapids/cklobpt9. plasenta letak rendah atau tumor yang menghalangi jalan lahir. Pada palpasi di bagian bawah .css. 2002: 104-122. 5. last update May 5.com/fa/ahealth. Nugroho. edisi ke-4.html. pada posisi ini paha dan lutut bayi fleksi dan kaki menutupi bokong. kehamilan letak sungsang.Accessed August 18. http://www.Anatomi. sering terjadi pada primiyang prematur 3)Presentesi kaki. letak sungsang. Persalinan Sungsang dalam Ilmu Bedah Kebidanan. janin. Wiknjosastro H. Silakan lihat halaman about me untuk profil saya selengkapnya. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. last update december 10. Contact the author Kelainan Kelainan Letak Sungsang Dalam Kehamilan Letak sungsang merupakan suatu letak dimana bokong bayi merupakan bagian rendah dengan atau tanpa kaki (keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri. Saya I Made Haryoga.7. patofisiologi obgyn. edisi ke-3. Tipe ini lebih sering pada multigravida 2)Extended brech (frank brech) pada bayi fleksi. 2005.

Pelepasan plasenta dapat terjadi pada kala II akibat tarikan dari tali pusat. Pada saat pembukaan servik tercapai ¾ nya biasanya ibu ingin mengejan. Bahaya persalinan sungsang dapat di simpulkan sebagai berikut: 1. Manajemen Persalinan Sungsang Persalinan dianjurkan di rumah sakit di bawah pengawasan dokter ahli obstetri. sementara di fundus teraba bagian yang keras.Anoksia intra dan ekstra uterin 2. ibu sebaiknya tidak berjalan-jalan.teraba bagian yang kurang keras dan kurang bundar. Bahaya lain adalah fraktur.Kala I persalinan Kala I persalinan lebih lama daripada letak belakang kepala. ruptur organ abdomen dan banyak bahaya untuk otot syaraf. bokong dapat melalui servik tetapi kepala tidak melalui servik sehinga ibu dilarang untuk mengejan sampai dilatasi servik lengkap 2.Kerusakan otot dan syaraf terutama pada otot sterno mastoid dan fleksus brachialis 5. Kebanyakan dokter ahli kebidanan menganjurkan induksipersalinan pada 38 minggu.Ruptur organ abdomen 6. Penmeriksaan dengan USG atau rontgen dapat mengetahui letak yang sebenarnya pada pemeriksaan pervaginam teraba bagian lunak anus juga akan teraba bagian sacrum. Jika bokong enganged seperti pada bokong murni dimana terdapat resiko pecah selput ketuban dan prolapsus umbilikal. Kadang-kadang kontraksi uterus hipotonis sehingga dapat dirangsang dengan pemberian oksitosin.Kala II persalinan . anastesi dan ahli anak. ketika fetus masih agak kecil. Denyut jantung janin terdengar di atas pusat.Oedem genital dan memar atau lecet akibat capformation Kejadian anomali kongenital tinggi pada bayi dengan presentasi atau letak sungsang dan terutama pada BBLR. Bahaya Persalinan sungsang tidak menyebabkan bahaya bagi ibu tetapi menimbulkan hal yang serius bagi bayinya. Kematian bayi pada persalinan sungsang 4 kali lebih besar daripada persalinan biasa. bundar dan melenting. Jika ibu tidak partus spontan pada 40 minggu biasanya dilakukan induksi persalinan. Setelah kepala masuk ke dalam rongga panggul dapat terjadi tekanan pada kepala pada tali pusat dan ini akan menyebabkan hipoksia janin.Perdarahan intrakranial 3. 1.Fraktur dan dislokasi 4.

untuk menghindarinya biasanya dengan menggunakan forcep erygey’s atau neville barnes untuk kepala yang sudah lahir hal ini memungkinkan untuk mengontrol kecepatan lahirnya kepala. selama beberapa waktu untuk memudahkan penurunan dan fleksi dari kepala. Ada 4 posisi pada letak sungsang: 1. Perineum ditekan dengan jari untuk membuka mulut bayi. Mulut dibersihkan dari lendir sehingga bayi bernafas tanpa menghisap cairan lendir.Sacrum kanan/kiri 4. Metode mauriceau digunakan untuk melahirkan kepala dimana terjadi kelambatan . Pertama-tama kandung kancing dikosongkan ketika bokong belakng meregang perineum diberi anastesi lokal dan dilakukan episiotomi. Kepala ditarik ke bawah sampai batas hidung sehingga saluran nafas dapat dibersihkan dan oksigen dapat diberikan segera setelah bayi bernafas. Jika kepala dilahirkan dengan cepat dapat terjadi perdarahan intrakranial. Bayi di pegang pada pergelangan kaki dan menggunakan traksi yang halus. Bokong belakang tampak di vulva dan bokong maju lebih cepat. Ketika kuduk dan garis rambut sudah tampak menunjukan bahwa kepala akan lahir. posisinya sama dengan letak kepalatetapi pada letak sungsang sacrum sebagai penunjuk. Mekanisme persalinan letak sungsang Hubungan sacrum dengan panggul ibu akanmenentukan posisi janin. Badan bayi maju sampai sejauh umbilikus kemudian kaki di lepaskan/dilahirkan dengan perlahan-lahan.Pemeriksaan vaginal dilakukan untuk mengetahui pembukaan lengkapsebelum menyuruh ibu mengedan.Posisi sacrum anterior kanan 3. Setelah hidung tampak di vulva . Tali pusat dilongggarkan pada kontraksi berikutnya bahu akan tampak. Selanjutnya kepala dilahirkan dengan lambat.Posisi sacrum kiri depan 2. tubuh di simpan di atas abdomen ibu. Lengan yang normalnya fleksi menyilang di depan dada dengan mudah dilepaskan dan bahu akan lahir. Sekarang bayi dalamkeadaan menggantung pada berat badannya.Sacrum kiri/kanan belakang Pertolongan persalinan pada letak sungsang Persalinan letak sungsang dapat ditolong dengan prasar brach ataupun dengan tindakan/extraksi. obat-obatan oksitosin diberikan pada ibu segera seteah bayi lahir. lubang hidung segera dibersihkan kepala dilahirkan secara perlahan-lahan.

53 Kematian perinatal langsung yang disebabkan karena persalinan presentasi bokong sebesar 4-5 kali dibanding presentasi kepala.Pada letak kepala. 1-3% pada kehamilan aterm. sedangkan pesalinan letak sungsang justru .dari penurunan kepala. presentasi kaki. Trauma lahir pada presentasi bokong banyak dihubungkan dengan usaha untuk mempercepat persalinan dengan tindakan-tindakan untuk mengatasi macetnya persalinan. asisten menekan daerah supra pubik dengan sehalus mungkin kepala dilahirkan melalui jalan lahir. dengan akibat hipoksia atau perdarahan di dalam tengkorak. Apabila pada praktek di masyarakat. bidan menemukan kakus dengan persalinan sungsang.Pengertian Kehamilan SungsangKehamilan pada bayi dengan presentasi bokong (sungsang) dimana bayi letaknya sesuai dengan sumbu badan ibu. memasukan tiga jari kedalam vagina dan mencari mulut bayi.Letak sungsang terjadi pada 3-4% dari seluruh persalinan. Letak sungsang pada usia kehamilan kurang dari 28 minggu sebesar 25%. pada kehamilan 32 minggu 7% dan. Complete breech (5-10%) yaitu tungkai atas lurus keatas. Tipe letak sungsang yaitu: Frank breech (50-70%) yaitu kedua tungkai fleksi . kemudian memasukan jari tengah ke dalam mulut dan kepala difleksikan. kepala yang merupakan bagian terbesar lahir terlebih dahulu. Jari tengah menekan oksiput untuk membantu fleksi. Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri (2). Kejadian letak sungsang berkurang dengan bertambahnya usia kehamilan. mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan dari persalinan tersebut. Pada keadaan emergensi bidan dapat melakukan tehnik ini meskipun jarang dilakukan. Sebab kematian perinatal pada persalinan presentasi bokong yang terpenting adalah prematuritas dan penanganan persalinan yang kurang sempurna. kepala berada pada fundus uteri. tungkai bawah ekstensi . DIPOSKAN OLEH BERKAH WATER TECHNOLOGY DI 00. sedangkan bokong merupakan bagian terbawah di daerah pintu atas panggul atau simfisis (Manuab. Footling (10-30%) yaitu satu atau kedua tungkai atas ekstensi. tehniknya yaitu dengan menunggangkan bayi apada lengan kiri. jalan nafas dibersihkan dan kelahiran kepala dilakuka dengan cara yang sama. Jari tengah dan jari telunjuk tangan kanan disangkutkan pada bahu untuk digunakan sebagai tarikan.1998). bidan harus mengupayakan membawa ibu ke rumah sakit.

panggul sempit. Sudut Ibu a. letak bila lutut terendahUntuk menentukan berbagai letak sungsang dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan dalam. Letak Kaki1. dan pemeriksaan ultrasonografi. air ketuban yang berlebihan. Banyak yang diketahui sebabnya.1998)).1996 )Penyebab letak sungsang dapat berasal dari 1. Kehamilan ganda. Implantasi plasenta di fundus atau di tonus uteri cenderung untuk mempermudah terjadinya presentasi bokong ( Harry oxorn. Keterbatasan waktu persalinan kepala dan tidak mempunyai mekanisme maulage dapat menimbulkan kematian bayi yang besar (Manuaba. Letak Bokong Tak Sempurna1.c. Letak Bokong Murni Flexi pada paha. Letak Bokong Kaki Sempurna1. extensi pada lutut. Beberapa ibu melahirkan bayinya semua dengan presentasi bokong menunjukkan bahwa bentuk panggulnya adalah sedemikian rupa sehingga lebih cocok untuk presentasi bokong daripada presentasi kepala. myoma. Kedua kaki berada di samping bokongC. Keadaan plasenta1) Plasenta letak rendah2) Plasenta previac. Keadaan jalan lahir1) Kesempitan panggul2) Deformitas tulang panggul3) Terdapat tumor menjalani jalan lahir dan perputaran ke posisi kepala2. setelah badan bayi lahir. Sudut janinPada janin tedapat berbagai keadaan yang . Kedua kaki menjungkit ke atas sampai kepala bayi3. Kedua kaki bertindak sebagai spalkB. Letak Bokong Kaki Sempurna Flexi pada paha dan lutut (Frant Greech).hydrocepalus dan janin besar. Letak Bokong Tak Sempurna / lutut Satu atau dua kaki dengan ekstensi pada kaki merupakan bagian terendah (Fn Complek Breech). Teraba bokong2. Keadaan rahim1) Rahim arkuatus2) Septum pada rahim3) Uterus dupleks4) Mioma bersama kehamilanb. Teraba bokong2. Berdasarkan komposisi dari bokong dan kaki dapat ditentukan bentuk letak sungsang sebagai berikut :A. Disamping bokong teraba satu kakiD. fibra. Letak Bokong Murni1.a. Persalinan kepala pada letak sungsang tidak mempunyai mekanisme “Maulage” karena susunan tulang dasar kepala yang rapat dan padat. sehingga hanya mempunyai waktu 8 menit. plasenta previa.kepala yang merupakan bagian terbesar bayi akan lahir terakhir.Bentuk- Bentuk Letak Sungsang (Manuaba . Dapat dibedakan letak kaki bila kaki terendah .. pemeriksaan foto abdomen.b. ada pesentasi bokong membakal. Bila bagian terendah teraba salah satu dan atau kedua kaki atau lutut2. Teraba bokong2. ini merupakan jenis yang tersering dan meliputi hampir 2/3 presentasi bokong.EtiologiFaktor-faktor presentasi bokong meliputi prematuritas.1998).

Melalui hukum gaya berat. Kepala berada di fundus uteri.c. mulut.menyebabkan letak sungsang : 1) Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat2) Hedrosefalus atau anesefalus3) Kehamilan kembar4) Hidroamnion atau aligohidromion5) PrematuritasDalam keadaan normal. muka dan kepala seluruhnya.Mekanisme persalinan letak sungsang Mekanisme persalinan letak sungsang berlangsung sebagai berikut :a) Persalinan bokongb) Persalinan bahuc) Persalinan kepala(Manuaba. Letaknya adalah memanjang.Diagnosa kedudukan 1. Dengan trochanter depan sebagai hipomoklion akan lahir trochanter belakang dan selanjutnya seluruh bokong lahir untuk melakukan putaran paksi dalam sehingga bahu depan berada dibawah simfisis.e. bokong mencapai tempat yang lebih luas sehingga terdapat kedudukan letak kepala. Melampaui batas 8 menit dapat menimbulkan kesakitan /kematian bayi (Manuaba. kepala janin berangsur-angsur masuk ke pintu atas panggul. Dicurigai bokong. Di atas panggul terasa massa lunak mengalir dan tidak terasa seperti kepala. ketegangan ligamentum fatundum dan kontraksi braxson hicks. kepala bayi memasuki jalan lahir dapat melintang atau miring. hidung. Persalinan kepala mempunyai waktu terbatas sekitar 8 menit. Disamping itu kepala janin merupakan bagian terbesar dan keras serta paling lambat. Mungkin kepala cukup diraba bila kepala ada di bawah tupar/iga-iga. 1998) Bokong masuk pintu atas panggul dapat melintang atau miring mengikuti jalan lahir dan melakukan putaran paksi dalam sehingga trochanter depan berada di bawah simfisis. Dengan bahu depan sebagai hipomoklion akan lahir bahu belakang bersama dengan tangan belakang diikuti kelahiran bahu depan dan tangan depan. Kepala lebih keras dan lebih bulat dari paha bokong dan kadang-kadang dapat dipantulkan (Balloffablle) dari pada bokong uteri teraba terasa massa yang dapat dipantulkan harus dicurigai presentasi bokong.b. Pada presentasi bokong murni otot-otot paha teregama di atas tulang-tulang dibawahnya. serta melakukan putaran paksi dalam sehingga suboksiput berada di bawah simfisis. Punggung ada di sebelah kanan dekat dengan garis tengah bagian-bagian kecil ada di sebelah kiri. jauh dari garis tengah dan di belakang. Suboksiput menjadi hipomuklion. setelah bokong lahir. Dengan gerakan kaki janin. memberikan gambaran keras menyerupai kepala dan menyebabkan kesalahan diagnostic. Tonjolan kepala tidak ada .d. 1998). kepala janin akan menuju kearah pintu atas panggul. Pemeriksaan abdominala. berturut-turut akan lahir dagu. Bersamaan dengan kelahiran bahu.

3) Bagian terendahnya teraba lunak dan ireguler. berdasarkan jalan lahir yang dilalui.4. rektum serta membersihkan daerah perenium dengan antisepticInstrumen :a) Perangkat untuk persalinanb) Perangkat untuk resusitasi bayic) Uterotonika (Ergometrin maleat. Oksitosin)d) Anastesi lokal (Lidokain 2%)e) Cunam piper.3. Persalinan per abdominal : Seksio SesariaProsedur persalinan sungsang secara spontan :1. kepala keluar dari ruangan yang bertekanan tinggi (uterus) ke dunia luar yang tekanannya lebih rendah sehingga kepala harus dilahirkan perlahan-lahan untuk menghindari pendarahan intrakranial (adanya tentorium cerebellum). Tahap cepat : dari lahirnya pusar sampai mulut.5) Sakrum ada di kuadran kanan depan panggul dan diameter gitochanterika ada pada diameter obligua kanan. Persiapan Pasien :a) Ibu dalam posisi litotomi pada tempat tidur persalinanb) Mengosongkan kandung kemih . Tahap lama : lahirnya mulut sampai seluruh bagian kepala. jika tidak . Persalinan Pervaginama. demikian pula kelainan-kelainan seperti hydrocephalus.2. Tahap lambat : mulai lahirnya bokong sampai pusar merupakan fase yang tidak berbahaya. Hasil pemeriksaan negatif ini menunjukkan adanya mal presentasi.Prosedur Persalinan Bayi Sungsang ( Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. Denyut jantung janin Denyut jantung janin terdengar paling keras pada atau di atas umbilicus dan pada sisi yang sama pada punggung.Menurut Prawirohardjo. Bokong dapat dikelirukan dengan muka. Total breech extraction2.bokong tidak dapat dipantulkan2. sehingga kemungkinan tali pusat terjepit. Spontaneous breech (Bracht)b. Partial breech extraction : Manual and assisted breech deliveryc. Pemeriksaan Sinar XSinar X menunjukkan dengan tepat sikap dan posisi janin. Ia dapat dikelirukan dngan kepala oleh karena tulang yang keras. Pada RSA (Right Sacrum Antorior) denyut jantung janin terdengar paling keras di kuadrat kanan atas perut ibu kadang-kadang denyut jantung janin terdengar di bawah umbilicus3.2002)Langkah klinik1.4) Kadang-kadang pada presentasi bokong murni sacrum tertarik ke bawah dan teraba oleh jari-jari pemeriksa. Persetujuan tindakan medik2. maka persalinan sungsang dibagi menjadi :1. Pemeriksaan vaginal1) Bagian terendah teraba tinggi2) Tidak teraba kepala yang keras. Anus dan tuber ichiadicum terletak pada satu garis. pada fase ini kepala janin masuk PAP. rata dan teratur dengan garis-garis sutura dan fantenella.

II. bungkus bayi dengan handuk hangat. Cara MullerPengeluaran bahu dan tangan secara Muller dilakukan jika dengan cara Bracht bahu dan tangan tidak bisa lahir. 2) Tali pusat dikendorkan.c) Pimpin berulang kali hingga bokong turun ke dasar panggul.6) Letakkan bayi di perut ibu.4) Masukkan dua jari tangan kanan atau kiri (sesuai letak bahu belakang) sejajar dengan lengan bayi. jari-jari yang lain memegang daerah panggul). bokong dicekam dan dilahirkan sehingga bokong dan kaki lahir.Tindakan Pertolongan Partus Sungsanga) Lakukan periksa dalam untuk menilai besarnya pembukaan.b.4) Lakukan hiperlordosis janin pada saat anguluc skapula inferior tampak di bawah simfisis (dengan mengikuti gerak rotasi anterior yaitu punggung janin didekatkan ke arah perut ibu tanpa tarikan) disesuaikan dengan lahirnya badan bayi.3) Longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada.Melahirkan bahu depan . selaput ketuban dan penurunan bokong serta kemungkinan adanya penyulit.Melahirkan bayi : I.23 (sekali pakai)g) Alatalat infush) Povidon Iodin 10%i) Perangkat episiotomi dan penjahitan luka episiotomiPersiapan Penolonga) Pakai baju dan alas kaki ruang tindakan. lakukan episiotomi saat bokong membuka vulva dan perineum sudah tipis.III. hidung. b) Intruksikan pasien agar mengedan dengan benar selama ada his.2002)Pengeluaran bahu dan tangan secara klasik dilakukan jika dengan Bracht baht dan tangan tidak bisa lahir. masker dan kaca mata pelindungb) Cuci tangan hingga siku dengan di bawah air mengalirc) Keringkan tangan dengan handuk DTTd) Pakai sarung tangan DTT / sterile) Memasang duk (kain penutup)4. Cara Bracht1) Segera setelah bokong lahir. bersihkan jalan nafas bayi. mulut. bokong dicekam secara bracht (kedua ibu jari penolong sejajar dengan panjang paha.ada sediakan cunam panjangf) Semprit dan jarum no.3) Pegang kaki pada pergelangan kaki dengan satu tangan dan tarik ke atasa. untuk melahirkan lengan belakang bayi. Cara Klasik (Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. Dengan tangan kiri dan menariknya ke arah kanan atas ibu untuk melahirkan bahu kiri bayi yang berada di belakang.5) Gerakkan ke atas hingga lahir dagu. ikuti saja proses keluarnya janin. dahi dan kepala.5) Setelah bahu dan lengan belakang lahir kedua kaki ditarik ke arah bawah kontra lateral dari langkah sebelumnya untuk melahirkan bahu dan lengan bayi depan dengan cara yang sama.2) Jangan melakukan intervensi. Dengan tanggan kanan dan menariknya ke arah kiri atas ibu untuk melahirkan bahu kanan bayi yang berada di belakang.Prosedur :1) Segera setelah bokong lahir. tali pusat dipotong.

terlebih dahulu dengan menarik kedua kaki dengan cara yang sama seperti klasik, ke arah belakang kontra lateral dari letak bahu depan.Setelah bahu dan lengan depan lahir dilanjutkan langkah yang sama untuk melahirkan bahu dan lengan belakang.IV. Cara

Lovset (Dilakukan bila ada lengan

bayi yang terjungkit di belakang kepala / nuchal arm)(a) Setelah bokong dan kaki bayi lahir memegang bayi dengan kedua tangan. Memutar bayi 180o dengan lengan bayi yang terjungkit ke arah penunjuk jari tangan yang muchal.(b) Memutar kembali 180o ke arah yang berlawanan ke kiri atau ke kanan beberapa kali hingga kedua bahu dan lengan dilahirkan secara Klasik atau Muller.V.

Ekstraksi KakiDilakukan bila kala II tidak maju atau

tampak gejala kegawatan ibu-bayi. Keadaan bayi / ibu mengharuskan bayi segera dilahirkan.1) Tangan kanan masuk secara obstetrik melahirkan bokong, pangkal paha sampai lutut, kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi,tangan yang lain mendorong fundus ke bawah. Setelah kaki fleksi pergelangan kaki dipegang dengan dua jari dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut.2) Kedua tangan penolong memegang betis janin, yaitu kedua ibu jari diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan betis, kaki ditarik turun ke bawah sampai pangkal paha lahir.3) Pegangan dipindah ke pangkal paha sehingga mungkin dengan kedua ibu jari di belakang paha, sejajar sumbu panjang paha dan jari lain di depan paha.4) Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokhanter depan lahir kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dievaluasi ke atas hingga trokhanter belakang lahir. Bila kedua trokhanter lahir berarti bokong telah lahir.5) Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dulu, maka yang akan lahir lebih dahulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus cunam ke bawah.6) Setelah bokong lahir maka dilanjutkan cara Clasik , atau Muller atau Lovset.VI. Teknik

Ekstraksi BokongDikerjakan bila presentasi bokong murni dan
bokong sudah turun di dasar panggul, bila kala II tidak maju atau tampak keadaan janin lebih dari ibu yang mengharuskan bayi segera dilahirkan.1) Jari penunjuk penolong yang searah dengan bagian kecil janin, dimasukkan kedalam jalan lahir dan diletakkan dilipatan paha bagian depan. Dengan jari ini lipat paha atau krista iliaka dikait dan ditarik curam ke bawah. Untuk memperkuat tenaga tarikan ini, maka tangan penolong yang lain menekam pergelangan tadi dan turut menarik curam ke bawah.2) Bila dengan tarikan ini

trokhanter depan mulai tampak di bawah simfisis, maka jari telujuk penolong yang lain mengkait lipatan paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir. 3) Setelah bokong lahir, bayi dilahirkan secara Clasik , atau Muller atau Lovset.Cara

Melahirkan Kepala BayiCara Mauriceu

(dilakukan bila bayi dilahirkan secara manual aid bila dengan Bracht kepala belum lahir).1) Letakkan badan bayi di atas tangan kiri sehingga badan bayi seolah-olah memegang kuda (Untuk penolong kidal meletakkan badan bayi di atas tangan kanan).2) Satu jari dimasukkan di mulut dan dua jari di maksila.3) Tangan kanan memegang atau mencekam bahu tengkuk bayi4) Minta seorang asisten menekan fundus uteri.5) Bersama dengan adanya his, asisten menekan fundus uteri, penolong persalinan melakukan tarikan ke bawah sesuai arah sumbu jalan lahir dibimbing jari yang dimasukkan untuk menekan dagu atau mulut..DAFTAR PUSTAKAProf.Dr.Ida Bagus Gede

Manuaba,SpOG;1998.Ilmu KebidananPenyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan.Jakarta,EGC. Oxorn,Harry&Forte,William R;1996.Ilmu Kebidanan Patologi & Fisiologi.Jakarta,YayasanEssentia Medica..Prawirohardjo, Sarwono;2002.Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal.Jakarta,JNPKKR_POGI.Cunningham FG et al. Premature Rupture of the Membrane. Williams Obstetric, 22st ed. Mc.Graw Hill Publishing Division, New York, 2005.Wiknjosastro H. Distosia Pada Kelainan Letak Serta Bentuk Janin. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta 2005. Fischer Richard et al, Breech Presentation, e medicine, January 2002.

Related Posts by Categories

CONDYLOMA

KODE ICD-10 : A63.0 : Genital warts ( Condyloma acuminata )

Condyloma acuminata (kondiloma akuminata, genital warts, kutil kelamin) atau lebih dikenal dengan istilah penyakit Jengger Ayam, mungkin karena bentuknya yang mirip Jengger Ayam pada condyloma yang luas, adalah kelainan kulit berbentuk kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk mirip jengger ayam, yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe tertentu. Jika pembaca pernah melihat kutil (bahasa jawa: caplak, veruka), seperti itulah bentuk condyloma acuminata. Hanya saja kutil tersebut letaknya di kelamin dan sekitarnya. Bahkan dapat menyebar ke anus (condyloma anogenital). Gambar 1: silahkan klik untuk melihat gambar condyloma acuminata di penis.

Identifikasi HPV untuk pertama kali pada tahun 1907. Kini, lebih 120 jenis subtype HPV telah dapat diidentifikasi. Tapi tidak semua type dapat menyebabkan condyloma acuminata. Sekitar 90 % condyloma acuminata diyakini berhubungan dengan type 6 dan type 11. Belasan tye lainnya dijumpai pula pada penderita condyloma acuminata. Para ahli menengarai HPV type tertentu memiliki kecenderungan onkogenk (potensial menjadi kanker), terutama type 16 dan type 18. Penyebaran Penyakit

Penyebaran condyloma acuminata bersifat kosmopolitan, artinya merambah ke seluruh belahan dunia tanpa memandang ras. Berdasarkan jenis kelamin, frekuensi kejadian antara pria dan wanita sama besarnya. Sedangkan berdasarkan kelompok umur

disebutkan bahwa condyloma acuminata lebih sering dijumpai pada usia dewasa muda dan pada usia tigapuluhan. Hal ini dikaitkan dengan peningkatan aktifitas seksual. ( Gambar 2: silahkan klik untuk melihat condyloma acuminata di vagina ) Penularan dan Perjalanan Penyakit HPV ditularkan melalui kontak langsung, dari mulut ke organ kelamin, dari jari ke organ kelamin dan sebaliknya, serta melalui hubungan seksual, sehingga condyloma acuminata dikelompokkan sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS, STD). Bagaimana mengenalinya ? Masa inkubasi condyloma acuminata berkisar antara 3 minggu sampai 8 bulan dengan rata-rata 3 bulan. Condyloma acuminata relatif mudah dikenali karena bentuknya yang khas, mirip jengger ayam, yakni kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk (berjonjot-jonjot) di organ kelamin dan sekitarnya. Kutil-kutil kecil dapat bergabung membentuk kelompok yang lebih besar mirip dengan bunga kol. Pada umumnya condyloma acuminata berwarna kemerahan, coklat kemerahan, keabu-abuan hingga ada yang berwarna kehitaman. Jika mengalami infeksi sekunder (oleh garukan, gesekan atau sebab lain), condyloma acuminata berubah warna menjadi kehitaman, mudah berdarah dan berbau tak sedap. Pada pria, tempat yang paling disukai (predileksi) Condyloma acuminata diantaranya: gland penis (topi baja si cucakrowo), lekukan antara kepala dan batang penis (sulkus koronarius), jaringan tipis di bawah ujung saluran kencing (frenulum), batang penis dan adakalanya di sekitar anus.

Asam Trikloroasetat 25 % – 50 % dan Krim 5-flurourasil 1-5 %. Jika meragukan. ← Tindakan Pembedahan. Dikenal 2 bentuk interferon. Pengobatan yang lazim dilakukan adalah untuk menghilangkan condyloma acuminata. Pada condyloma acuminata maka kutil akan berubah warna menjadi putih. Seorang dokter dapat mendiagnosa condyloma acuminata berdasarkan gejala klinis. Pada wanita hamil digunakan obat Asam Trikloroasetat 25-50 % seminggu sekali hingga condyloma acuminata bersih. ← Laser karbondioksida. Bedah Listrik (elektrokauterisasi) dan Bedah Beku menggunakan Nitrogen cair. Bedah beku merupakan salah satu pilihan untuk pengobatan condyloma acuminata pada wanita hamil selain menggunakan Asam Trikloroasetat. . meliputi: Bedah scalpel (menggunakan pisau bedah). yakni dengan melihat bentuk dan predileksi kutil (jonjot-jonjot) pada area kelamin. meliputi: ← Kemoterapi. Metode ini lebih sedikit meninggalkan jaringan parut ketimbang Bedah Listrik. ← Interferon. maka akan dilakukan test sederhana menggunakan asam asetat 5% yang dioleskan di permukaan kutil selama 3-5 menit. yakni pengobatan menggunakan Tinctura Podofilin 25 %. Podofilotoksin 0. vagina dan dapat juga mengenai serviks.5 %. PENGOBATAN Hingga kini belum ada obat yang benar-benar memuaskan untuk menghilangkan HPV. yakni interferon alfa (berbentuk suntikan dan krim) yang diberikan 3 kali seminggu selama 6 minggu dan interferon beta (suntikan) yang diberikan selama 10 hari.Sedangkan pada wanita. tempat yang paling digemari si Condyloma acuminata diantaranya: labium (bibir vagina).

Adapun untuk pencegahan terhadap condyloma acuminata oleh HPV type 6 dan type 11. Penggunaan pengaman (kondom) ditengarai tidak menjamin terjadinya penularan. condyloma acuminata memiliki prognosis yang baik. upaya pencegahan terhadap penularan HPV dapat dilakukan dengan: • • • Menjaga hygiene organ genital. Semoga bermanfaat. Artinya tidak berbahaya. Metode pengobatan imunoterapi digunakan pada penderita dengan condyloma acuminata yang luas dan resisten (kebal) terhadap pengobatan lain.← Imunoterapi. pria dewasa dan wanita usia 9-26 tahun. PENCEGAHAN HPV Secara garis besar. . Namun demikian tetap dianjurkan menggunakan pengaman (kondom) jika memiliki pasangan dengan riwayat condyloma acuminata. vaksin Gardasil diberikan pada anak laki-laki. Menghindari gonta-ganti pasangan. VAKSINASI Saat ini telah digunakan vaksin Papilloma virus (Gardasil) yang ditujukan untuk pencegahan kanker serviks. • Dianjurkan untuk tidak berhubungan intim selama masa pengobatan hingga pengobatan selesai dan benar-benar dinyatakan aman oleh dokter yang merawat. Meski mudah kambuh (residif).

650. the free encyclopedia Genital wart(s) Classification and external resources Severe case of genital warts around the anus ICD-10 ICD-9 DiseasesDB eMedicine MeSH A63. It is spread through direct skin-to-skin contact during oral.Genital wart From Wikipedia.810.[1] Whilst of those infected with genital HPV it is estimated that only a "small percentage"[2] (between 1%[3] and 5%[4]) develop genital warts. genital.[8] Contents [hide] 1 Signs and symptoms 2 Prevention 3 Management 4 Epidemiology 5 References 6 External links . Warts are the most easily recognized symptom of genital HPV infection.256. however it is important to underline that the types of HPV that cause genital warts are not the same as those that cause genital or anal cancer. rising to 45% between the ages of 14 and 19.11 29120 derm/454 med/1037 C02.217 Genital warts (or Condylomata acuminata. venereal warts.0 078. anal warts and anogenital warts) is a highly contagious sexually transmitted disease caused by some sub-types of human papillomavirus (HPV).[5][6][7] HPV prevalence at any one time has been observed in some studies at 27% over all sexually active people. Other types of HPV also cause cervical cancer and probably most anal cancers. those infected can still transmit the virus. where types 6 and 11 are responsible for 90% of genital warts cases. or anal sex with an infected partner.

Rarely. which recruit interferons. they usually are seen on the tip of the penis. which occur during sexual activity.[9] Having sex with a partner whose HPV infection is latent and demonstrates no outward symptoms still leaves one vulnerable to becoming infected. or around (or inside) the anus. The viral particles are able to penetrate the skin and mucosal surfaces through microscopic abrasions in the genital area. They are approximately as prevalent in men but the symptoms may be less obvious. Once cells are invaded by HPV. while 16 and 18 cause cervical cancer.) is a vaccine that protects against human papillomavirus types 16. on the opening (cervix) to the womb (uterus). If an individual has unprotected sex with an infected partner. The immune system eventually clears the virus through interleukins. not therapeutic. In women they occur on the outside and inside of the vagina.Signs and symptoms Genital warts often occur in clusters and can be very tiny or can spread into large masses in the genital or penis area. on the scrotum. Types 6 and 11 cause genital warts. The vaccine is preventive.[11][12] and has been approved for males in some . it is being tested for young men. which slow viral replication. a latency (quiet) period of months to years (decades) may occur. genital warts also can develop in the mouth or throat of a person who has had oral sex with an infected person[citation needed]. and must be given before exposure to the virus type to be effective. 6.[10] Severe case of genital warts on a female Severe case of genital warts on a male Prevention See also: HPV vaccine Gardasil (sold by Merck & Co. 18. The vaccine is widely approved for use by young women. ideally before the beginning of sexual activity. and 11. When present. or around (or inside) the anus. They also may be found on the shaft of the penis. HPV can last for several years without a symptom. In other cases they look like small stalks. there is a 70% chance that he or she will also become infected.

[16] Sinecatechins (marketed as Veregen and Polyphenon E) is an ointment of catechins (55% epigallocatechin gallate[10]) extracted from green tea and other components. Wartec (0. which could reduce infectivity.15% – 0.[15] Skin erosion and pain are more commonly reported than with imiquimod and sinecatechins.[10] Depending on the sizes and locations of warts (as well as other factors). small raised growth.15%). It causes less local irritation than podofilox but may cause fungal infections (11% in package insert) and flu-like symptoms (less than 5% disclosed in package insert). a doctor will offer one of several ways to treat them.areas. Mode of action is undetermined. Marketed as Condylox (0. but sometimes eventually develop a fleshy.[13] • A 0. There is no way to predict whether they will grow or disappear. but this method is not recommended on the vulva because microtrauma and inflammation can also show up as acetowhite. It is the purified and standardized active ingredient of the podophyllin (see below). applied to the affected area.[14] Almost all treatments can potentially cause depigmentation or scarring.15%) and Warticon (0. Management There is no cure for HPV. but there are methods to treat visible warts.[13] Genital warts may disappear without treatment.5% podophyllotoxin (also called podofilox) solution in a gel or cream. Podofilox is safer and more effective than podophyllin. Warts can sometimes be identified because they show up as white when acetic acid is applied.[16] Its use is cycled (2 times per day for 3 days then 4–7 days off). one review states that it should only be used for four cycles.5%). Podofilox is the first-line treatment due to its low cost. the US and Canada.[17] Imiquimod (Aldara) is a topical immune response cream. although there are no trials studying the effectiveness of removing visible warts in reducing transmission. such as the UK.[10] Magnifying glasses or colposcope may also be used to aid in identifying small warts.[15] it can be applied by the patient to the affected area and is not washed off.[18] It appears to have higher clearance rates than podophyllotoxin and imiquimod and • • .

but it is no longer considered an acceptable treatment due to the side-effects.causes less local irritation. or cervix. and leukopenia. applied to the affected area and later washed off. cervix.[17] US incidence of HPV infection has increased between 1975 and 2006. ileus. or urinary meatus. as they are absorbed by the skin and could cause birth defects in the fetus. However.[10] A 20% podophyllin anti-mitotic solution . In severe cases of genital warts. perianal area. death has been reported with extensive topical application. but clearance takes longer than with imiquimod. • • • • • • ← Epidemiology Genital HPV infections have an estimated prevalence in the US of 10– 20% and clinical manifestations in 1% of the sexually active adult population. vomiting.[16] • Liquid nitrogen cryosurgery is safe for pregnancy. it is effective. or application on mucous membranes. it is an older procedure but recovery time is generally longer. and has a greater risk of scarring. It kills warts 71–79% of the time.[10] Interferon can be used. treatment may require general or spinal anesthesia. fever. This is a surgical procedure.[10] Local infections have been reported.[17] About 80% of those infected are between the ages . but it is also expensive and its effect is inconsistent.[17] and is not recommended for use in the vagina. coma. this crude herbal extract is not recommended for use on vagina.[10] Surgical excision is best for large warts. confusion.[3] but is often used as a last resort and is extremely expensive. renal failure.[10] and must be applied by a physician. More effective than cryosurgery and recurrence is at a much lower rate. urethra.[15] Reported reactions include nausea.[17] Electrocauterization can be used.[10] Podophyllin and podofilox should not be used during pregnancy.[13] Laser ablation does not seem to be any more effective than other physician-applied methods. Discontinued A 5% 5-fluorouracil (5-FU) cream was used. but recurrence is 38% to 73% 6 months after treatment.[10] Trichloroacetic acid (TCA) is less effective than cryosurgery.

and also spontaneously regress. ^ HPV Vaccine Gardasil May Help Boys. so warts can recur after treatment (about 50–73% of the time[19]). 10. 3.mckinley.html ^ http://www. Shannon. Nov 13. 2.edu/Handouts/genital_warts. new studies using sensitive DNA techniques have shown that through immunological response the virus can either be cleared or suppressed to levels below what polymerase chain reaction (PCR) tests can measure. 9. ^ http://www. "Human papillomavirus: burden of illness and 8. However. Nasraty S (December 2004).1097/LGT.illinois. 14. 5. 4.gov/std/hpv/stdfact-hpv.cdc.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virusinformation-about-human-papillomavirus ^ http://www. Michelle Fay and Pettypiece. 7. J Low Genit Tract Dis 12 (3): 185–192.0b013e31815dd4b4. ^ Fox PA. "Modern management of external genital warts".org. One study testing genital skin for subclinical HPV using PCR found a prevalence of 10%. Lesions in Men". Am J Clin Dermatol 6 (4): 239–243.html ^ a b O'Mahony C (2005).htm ^ http://www. Bloomberg News. 13. PMID 16060711. Am Fam Physician 70 (12): 2335–2342. ^ Cortez.edu/Student_Services/Health_Services/Health_Education/sexual _health/sexually_transmitted_infections/hpv. ^ http://www.aad. 12.uk/type/cervical-cancer/about/cervical-cancerrisks-and-causes#hpv ^ http://brown. .cancerhelp. Retrieved 2008-09-10.webmd.[17] Traditional theories postulated that the virus remained in the body for a lifetime.org/public/publications/pamphlets/viral_genital. (Bloomberg. "Genital warts: current and future management options".[17] Although treatments can remove the warts. "Management of genital warts".com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virusinformation-about-human-papillomavirus ^ "American Cancer Society: "Can Anal Cancer Be Prevented?"". Tung MY (2005). Dunton C (July 2008).[17] References 1. PMID 18596459. "Merck Cancer Shot Cuts Genital Warts. they do not remove the HPV. 6. 2008 ^ a b c Kodner CM.com) 13 Nov 2008.of 17–33.[dead link] ^ a b c d e f g h i j k Mayeaux EJ.webmd. doi:10. Men by WebMD Health News. 11. PMID 15617297.php ^ http://www.

as in the images below. 19. and Buschke-Löwenstein tumors have been linked to HPV infections though they were previously a part of the differential diagnosis of condyloma acuminata. ^ a b c d e f g h Scheinfeld N. 51-56.e1–7. PMID 19019336. treatment cost considerations".2008. Seborrheic keratoses previously were considered a benign skin manifestation. PMID 16343025.15. (2004).1136/sti.6. Longstaff E (December 2001). Monk BJ. 43. "Podophyllin office therapy against condyloma should be abandoned". 18. HPV . 12 (3): 5.1 with many other isolated types. Am. 17. Retrieved 2008-08-18.1016/j.[dead link] ^ CDC. REPORT TO CONGRESS: Prevention of Genital Human Papillomavirus Infection. Risk for neoplastic conversion has been determined to be moderate (types 33. 16. 35. For example. Sex Transm Infect 77 (6): 409–412. Gynecol. "Green tea catechins for treatment of external genital warts". ^ "Veragen package insert" (PDF). Dermatol. Obstet. doi:10. doi:10. ^ a b c Meltzer SM. These 2 types are the least likely to have a neoplastic potential. seborrheic keratoses. Lehman DS (2006).064. 58) or high (types 16. The eruptions can be red. 40. 200 (3): 233. The picture is complicated by proven coexistence of many of these types in the same patient (10-15% of patients). Tewari KS (March 2009). PMC 1744412. They may regress or become invasive. PMID 16638419.ajog. 45. brown. More than 100 types of double-stranded HPV papovavirus have been isolated to date. ^ a b c von Krogh G. 39. PMID 11714936. Many of these have been related directly to an increased neoplastic risk in men and women. Bowenoid papulosis consists of rough papular eruptions attributed to HPV and is considered to be a carcinoma in situ. J.07. or flesh colored. Genital wart in pubic area Genital wart in pubic area (look at bottom middle of picture) Approximately 90% of condyloma acuminata are related to HPV types 6 and 11.409. 18). "An evidence-based review of medical and surgical treatments of genital warts". and ongoing identification of additional HPV-related clinical pathology. the lack of adequate information on the oncogenic potential of many other types. Am J Clin Dermatol 6 (6): 365–381. bowenoid papulosis. Background Condyloma acuminatum refers to an epidermal manifestation attributed to the epidermotropic human papillomavirus (HPV). Online J.77.

2 Frequency United States Annual incidence of condyloma acuminatum is 1%. perineum. A 4-fold or more increase in prevalence has been reported in the last 2 decades. vulva. and particles begins. HPV-6 even has been reported in other uncommon areas (eg. Host cells become infected and develop the morphologic atypical koilocytosis of condyloma acuminata. Mortality/Morbidity ← Mortality is secondary to malignant transformation to carcinoma in both males and females. locally invasive. These penetrate through skin and cause mucosal microabrasions. Uncommon mucosal lesions in the oropharynx. Prevalence has been reported to exceed 50%. A latent viral phase begins with no signs or symptoms and can last from a month to several years.has been linked to rough plaques indicative of this disease. It has both an infectious and an oncogenic potential. Pathophysiology Cells of the basal layer of the epidermis are invaded by human papillomavirus (HPV). Finally. keep in mind that infection by direct manual contact or indirectly by fomites rarely may occur. Subclinical infections have been established to carry both an infectious and oncogenic potential. Buschke-Löwenstein tumor (ie. Finally. vagina. and trachea have been reported. Multiple simultaneous lesions are common and may involve subclinical states as well-differentiated anatomic sites. extremities). Available data from England. Italy. Consider sexual abuse as a possible underlying problem in pediatric patients. the Netherlands. cervix. It is considered the most common sexually transmitted disease (STD). production of viral DNA. giant condyloma) is a fungating. The most commonly affected areas are the penis. This oncogenic potential has been reported to triple the risk of genitourinary . capsids. International International prevalence has been reported variably. larynx. low-grade cancer attributed to HPV. Following latency. and perianal area. Highest prevalence and risk is among young adults in the third decade and in older teenagers. and other developed and underdeveloped countries report HPV infections to be at least as common as in the US. Panama.2 however. passage through an infected vaginal canal at birth may cause respiratory lesions in infants.

The patient's history may indicate presence of previous or other current STDs. oral contraceptives. Age ← Prevalence is greatest in persons aged 17-33 years.← ← ← cancer among infected males. 28. 31. Vaginal bleeding during pregnancy may be due to condyloma eruptions. rather than 1 isolated wart. 21. In males. remain the same. History of anal intercourse in both males and females warrants a thorough search for perianal lesions. 23. bleeding has been reported due to flat warts of the penile urethral meatus. Latent illness may become active. Bleeding has been reported in large lesions that can occur during pregnancy. Pruritus may be present. . 27. Secondary infection is uncommon. The chief complaint usually is one of painless bumps. Discharge may be a complaint. 24. 1 History of multiple lesions. infection may be more prevalent in women. Trauma then may occur. Recurrence rates. Rarely. producing crusting or erythema. is common. 30. 0 Involvement of more than 1 area is common. and risk of oncologic progression are highest among those patients. Oral. HPV infection appears to be more common and worse in patients with various types of immunologic deficiencies. with incidence peaking in persons aged 20-24 years. Coital bleeding may occur. 22. Smoking. particularly with pregnancy and immunosuppression. and early coital age are risk factors for acquiring condyloma acuminata. pruritus. Generally. • Physical Single or multiple papular eruptions may be observed. laryngeal. discomfort. size. Finally. Overt disease may be more common in men (reported in 75% of patients). or progress. 26. two thirds of individuals who have sexual contact with a partner with condyloma acuminata develop lesions within 3 months. Latent illness often becomes active during pregnancy. Clinical History 20. or discharge. which are the most commonly isolated viruses. acute urethral obstruction in women also may occur. however. this is rare with HPV types 6 and 11. Fortunately. Vulvar condyloma acuminata may interfere with parturition. Lesions may lead to disfigurement of area(s) involved. multiple sexual partners. 25. Sex • • Both sexes are susceptible to infection. Lesions may regress spontaneously. 29. usually associated with HPV-16. or tracheal mucosal lesions (rare) presumably are transferred by oral-genital contact. urethral bleeding or urinary obstruction may be the presenting complaint when the wart involves the meatus.

Causes • • • Several of the epidermotropic human papillomaviruses (HPVs) cause condyloma acuminata. One report indicates that infected males have a 20% chance of having subclinical urethral lesions. Differential Diagnoses Molluscum Contagiosum Rhabdomyolysis Other Problems to Be Considered Bowen diseaseCondyloma lataDarier disease FibroepitheliomasHailey-Hailey diseaseNeoplasiaNeviPearly . They can be quite smooth (particularly on penile shaft).◦ ◦ ◦ • • • ◦ ◦ ◦ ◦ • ◦ ◦ • • Eruptions may appear pearly. or lobulated. Search for evidence of other STDs (eg. presence of external condyloma acuminata in both men and women warrants a thorough search for cervical or urethral lesions. Check for irregularity in shape. or color suggestive of melanoma or malignancy. Look for perianal lesions. Male sexual partners of women with cervical intraepithelial neoplasia often have infections with the same viral type. cauliflower. Propensity has been established for penile glans and shaft in men and for vulvovaginal and cervical areas in women. Carefully search for simultaneously involved multiple sites. Eruptions' color may be the same as the skin. verrucous. Urethral meatus and mucosal lesions can occur. Some are subclinical. filiform. ulcerations. adenopathy. Such internal lesions have been found in more than one half of females with external lesions. In contrast to early reports. fungating. or plaquelike. vesicles. HPV types 6 and 11 most commonly are isolated. More than 50% of female patients with external lesions have been found to have negative Papanicolaou (Pap) tests but tested positive for HPV infection using in situ hybridization. Hair or the inner aspect of uncircumcised foreskin hides some lesions. Eruptions may seem harmless or may have a disturbing appearance. discharge). or they may exhibit erythema or hyperpigmentation. but many of the more than 60 types of HPV potentially cause condyloma. form. particularly in patients with history or risk of immunosuppression or anal intercourse.

such as HIV. in situ hybridization. and mild nuclear abnormality. the following are listed strictly for educational purposes and to assist readers in understanding and managing potential presenting complications: . test for other STDs. 2 A shiny white appearance of skin represents foci of epithelial hyperplasia (subclinical infection). chlamydia. acanthosis. and polymerase chain reaction (PCR): These tests may be used for diagnosis and HPV typing. gonorrhea. 1 Using a 10-X hand lens or colposcope. the following are listed strictly for educational purposes and to assist readers in understanding and managing potential complications: 0 Pap smear: This test is used to look for papillomatosis. warts appear as tiny white papules. Although not ED tests. 1 Filter hybridization (Southern blot and slot blot hybridization).penile papulesSquamous cell carcinoma in situVulvar neurofibromatosisVulvar vestibular papillae Workup Laboratory Studies ← ← As indicated by history and examination. 2 Hybrid capture Other Tests • Acetowhitening 0 Subclinical lesions can be visualized by wrapping penis with gauze soaked with 5% acetic acid for 5 minutes. koilocytic abnormality. Procedures ← Although not ED procedures. and syphilis.

or resistant to treatment or in patients with a high risk for neoplasia or immunosuppression. or cause itching. burning. recurrent after initial success. pain during intercourse. . and in the male urethra. The lesion is typically raised and pinkish. Anoscopy Antroscopy Condyloma (Genital Warts) ← ← ← ← ← ← Definition of Condyloma (Genital Warts) Description of Condyloma (Genital Warts) Causes and Risk Factors of Condyloma (Genital Warts) Diagnosis of Condyloma (Genital Warts) Treatment of Condyloma (Genital Warts) Questions To Ask Your Doctor About Condyloma (Genital Warts) Definition of Condyloma (Genital Warts) Genital warts are a sexually transmitted disease that appears externally on the genitalia. or frequent urination.0 1 2 Colposcopy (stereoscopic microscopy): This is very useful to identify (mostly) cervical lesions. internally in the upper vagina or cervix. which are identified better using acetic acid. This condition may produce no symptoms at all. in the anal area. tenderness. Biopsy: Biopsy is indicated for lesions that are atypical.

each year. Many if not most people who harbor the virus do not know it. The viral nature of the condition also has important implications for transmission and treatment. Anyone who has ever had sex is at risk for harboring HPV. The wart itself is actually the "tip of an iceberg" in that the virus lurks in cells of the normalappearing skin around the visible wart. angry. the genital variety is caused by by the human papillomavirus (HPV). and those who have them often feel embarrassed. HPV is one of the most common causes of sexually transmitted disease (STD). genital warts are small growths. it may cause emotional and social problems. Concern about genital warts has increased because of an association between HPV and genital cancers. Technically known as condyloma acuminata.Description of Condyloma (Genital Warts) Some half a million new cases of genital warts are diagnosed in the U. The virus may infect cells but not cause warts for many years.S. erupting into visible lesions when the immune system is suppressed. Genital warts can inflict extreme psychological turmoil. that occur on or near the genitals. The virus seems to cause visible . and possibly also in other uro-genital areas. Because of a wart's location and sexual mode of transmission. sometimes resembling cauliflower. Worldwide. Like other warts. and even guilty.

Text Continues Below Causes and Risk Factors of Condyloma (Genital Warts) Genital warts are spread by sexual contact with an infected partner and are very contagious. Condoms can help. This may occur because of illness (particularly other sexually transmitted diseases). or from taking certain drugs. Smoking raises risk twofold. such as cancer chemotherapy or drugs to prevent rejection of an organ transplant. but do not assure. Although much remains to be learned about how the papilloma virus progresses. partly because nicotine byproducts attack immune system cells in the cervix. They often appear within three months of contact.lesions when a person's immune system is suppressed. moist environment in the genital area seems to favor wart growth. Outbreaks appear to be exacerbated during pregnancy and in patients with defective immune systems. Deficiencies of folic acid and vitamin A also may trigger genital warts. but many flare up even without an obvious trigger. doctors have observed that the warm. Patients with a history of genital warts may be at . prevention.

may be necessary to confirm a diagnosis. anus. but only two-thirds of white areas seen in a colposcope are due to HPV infection. Cervical warts may be transmitted to the newborn via passage through the infected birth canal. vulva and penis. HPV lesions appear whitish. Sampling cells with a biopsy and testing for HPV genetic material. Some types of HPV can cause cervical cancer. An abnormal Pap smear can sometimes indicate a cervical HPV infection. Colposcopy can be valuable in detecting flat lesions that are not visible to the unaided eye.increased risk for certain types of cancer. a woman should be examined by her doctor. When acetic acid (vinegar) is swabbed on the cervix or penis. Diagnosis of Condyloma (Genital Warts) Finding a cauliflower-like growth on the genitals is reason to see a doctor who can tell if it is genital warts or a different kind of growth. The human papilloma virus is associated with up to 90 percent of all cervical malignancies and is also thought may play a role in cancers of the vagina. . while others can cause vulvar or anal cancer. The practitioner may use a type of microscope called a colposcope to examine a woman's cervix to see if there are internal outbreaks. With any abnormal Pap smear.

but none is a perfect cure. Visible genital warts can be physically removed using. pain. The FDA has approved Condylox (a . applied to the affected area and which should not be washed off) as a topical treatment for genital warts.Treatment of Condyloma (Genital Warts) People with genital warts have a variety of treatments to choose from. heat. and the warts tend to recur because HPV is still present in surrounding cells. All of these techniques are uncomfortable. cold. inflammation. or excision by a scalpel or laser. an immune response cream applied to the affected warts. Genital wart treatments fall into three categories: prescription topical preparations that destroy wart tissue. Pregnant women should not use these applications as they can cause birth defects. surgical methods that remove wart tissue. or Trichloroacetic acid (TCA). Some doctors prescribe Podocon25 and Podofin (a 20% podophyllin anti-mitotic solution. or erosion of the affected area. itching. which you can apply and wash off later) or a 5 percent 5-fluorouracil cream Most Condylox users experience a burning sensation. Each treatment must be applied to individual warts none is taken systematically. Also prescribed is Imiquimod.5% podofilox solution. The treatments vary widely in cost. . and biological-based approaches that target the virus causing the underlying condition.

freeze. does not require an anesthetic. especially for patients who have not responded to other treatment. It is inexpensive.Ratih Ekamawati BAB IPENDAHULUAN . Interferon therapy attacks the virus. This method used liquid nitrogen or a device called a cryoprobe to freeze the wart tissue. and is less likely to leave a scar than excision using a scalpel.some doctors inject alpha interferon directly into the warts.Carbon dioxide laser vaporization and conventional surgical excision are best reserved for extensive warts. Standard treatments burn. the underlying source of the warts. which then crumbles away. to treat warts that have come back. Questions To Ask Your Doctor About Condyloma (Genital Warts) How can these best be removed? What can I do to prevent spreading them to my partner? LETAK LINTANG Judul : Letak LintangDitulis oleh : – Sri Handaryati. or use a laser to remove affected tissue . but it is usually expensive and does not lessen the rate at which the warts return. The viral nature of genital warts suggests that anti-viral therapies may be effective. scrape. Cryotherapy is performed on less extensive lesions.Dewi Sandra marlina Simatupang.

sedangkan Greenhill menyebut 0.Pirngadi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri. Berdasarkan uraian di atas maka kami perlu menguraikan permasalahan dan penatalaksanaan pada kehamilan dengan janin letak lintang 3.Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang.Letak lintang terjadi pada 1 dari 322 kelahiran tunggal (0. Bila sumbu panjang tersebut membentuk sudut lancip. RS Hasan Sadikin Bandung 1. Letak lintang oblik biasanya hanya terjadi sementara karena kemudian akan berubah menjadi posisi longitudinal atau letak lintang saat persalinan.6%. Kelainan letak pada janin ini termasuk dalam macam-macam bentuk kelainan dalam persalinan (distosia) 1. dijumpai letak lintang pada 1 dari 335 janin tunggal yang lahir selama lebih dari 4 tahun 2.Dengan ditemukannya letak lintang pada pemeriksaan antenatal. BAB IIITINJAUAN PUSTAKA . Hal ini dapat terjadi karena penegakan diagnosis letak lintang dapat dilihat pada kehamilan muda dengan menggunakan ultrasonografi 3. Insidens pada wanita dengan paritas tinggi mempunyai kemungkinanan 10 kali lebih besar dari nullipara 1.1 Latar BelakangLetak lintang adalah suatu keadaaan dimana janin melintang (sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu) di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain.1%.3.3 .Angka kejadian letak lintang sebesar 1 dalam 300 persalinan.9%.3% dan Holland 0.6%. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek baik terhadap ibu maupun janinnya. Di Parklannd Hospital.3 %) baik di Mayo Clinic maupun di University of Iowa Hospital.5-0. Cipto Mangunkuskumo selama 5 tahun 0.2. antara lain: RSUD dr. USA.1. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. RSUP dr. Di Inggris letak lintang oblik dinyatakan sebagai letak lintang yang tidak stabil. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. Medan 0. hasilnya adalah letak lintang oblik.

Apabila bahu sudah masuk kedalam panggul. dorso anterior ( di depan )b. Plasenta previa4. dorso inferior ( di bawah )5 3.4 DiagnosisAdanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi.Pada letak lintang bahu menjadi bagian terendah yang juga disebut sebagai presentasi bahu atau presentasi acromnion dimana arah akromion yang menghadap sisi tubuh ibu menentukan jenis letaknya yaitu letak akromion kiri atau kanan 1. Janin prematur3.3.2. balotemen kepala teraba pada salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. Panggul sempit dan tumor di daerah panggul6. Lli II : kepala di kanan2. 3.2. arah menutupnya .2. dan di atas simfisiss juga kosong. Bila ketiak dapat diraba. dorso superior ( di atas )d.Pada palpasi fundus uteri kosong. sehingga menimbulkan defleksi sumbu panjang bayi menjauhi sumbu jalan lahir.4 :1. Lli I : kepala di kirib.2 Klasifikasi 1. dorso posterior ( di belakang )c. Relaksasi berlebihan dinding abdomen akibat multiparitas yang tinggi Wanita dengan paritas 4 atau lebih memiliki insiden letak lintang 10 kali lipat disbanding wanita nullipara. kecuali bila bahu sudah turun kedalam panggul. Menurut posisi punggung terbagi atas :a. yang menyebabkan terjadinya posisi oblik atau melintang. Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri membentang hingga sedikit di atas umbilikus sehingga lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya 1.3 Etiologi Penyebab utama letak lintang adalah 1. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin.1 DefinisiLetak lintang adalah suatu keadaan dimana sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu (janin melintang di dalam uterus) dengan kepala terletak di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. kelainan bentuk rahim seperti uterus arkuatus atau uterus subseptus 3. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul 1. Relaksasi dinding abdomen pada perut gantung menyebabkan uterus jatuh ke depan. Menurut letak kepala terbagi atas :a.2. Cairan amnion berlebih (hidramnion) dan kehamilan kembar5. pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga.4.

sedangkan dada dengan terabanya klavikula. skapula dan klavikula pada sisi thoraks yang lain akan dapat dibedakan. suatu dataran yang keras membentang di bagian depan perut ibu. Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung 1. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. 3.Pada tahap lanjut persalinan. bahu janin akan dipaksa masuk ke dalam panggul sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan tangan yang sesuai sering menumbung. Setelah ketuban pecah. Pada pemeriksaan dalam. Setelah terjadi sedikit penurunan. bila punggungnya di posterior. bahu akan terjepit erat di rongga panggul dan salah satu tangan atau lengan sering mengalami prolaps ke vagina dan melewati vulva 2.Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. teraba nodulasi ireguler yang menggambarkan bagian-bagian kecil janin dapat ditemukan pada tempat yang sama. bagian dada bayi.2. tidak dapat terjadi persalinan spontan. dengan kepala di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. jika dapat diraba. Denyut jantung janin ditemukan disekitar umbilikus.2. Kalau ketiak menutup kekiri. jika persalinan berlanjut. kepala berada di sebelah kanan. Bila proses persalinan berlanjut.5 Mekanisme persalinanPada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan. Pada saat yang sama. Bila dilatasi bertambah. segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis. akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri. posisi punggung mudah diketahui. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin. pada tahap awal persalinan.mrnunjukkan letak dimana kepala janin berada. bahu tertahan oleh tepi pintu atas panggul. sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan. Bila punggungnya terletak di anterior. kepala berada di sebelah kiri. sedangkan janin akan . sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. Punggung dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang. Bila persalinan diabiarkan tanpa pertolongan. dapat dikenali dengan adanya “rasa bergerigi” dari tulang rusuk. bahu akan terjepit kuat di bagian atas panggul 1.

Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan. atau plasenta previa. Pada cara Douglas bahu masuk kedalam rongga panggul.2. Pada cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang. tumor dalam panggul.meninggal. Janin akan tertekan dengan kepala terdorong ke abdomen. sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil. Sebelum melakukan versi luar harus melakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit. akan terjadi ruptur uteri (sehingga janin yang meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga perut) atau kondisi dimana his menjadi lemah karena otot rahim kecapaian dan timbulah infeksi intrauterine sampai terjadi tymponia uteri.4. persalinan spontan dapat terjadi meskipun kelainan letak tersebut menetap. Bila tidak segera dilakukan pertolongan. badan bagian bawah. selanjutnya disusul oleh lahirnya kepala. dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. Dua cara tersebut merupakan variasi suatu mekanisme lahirnya janin dalam letak lintang. sehingga bahu. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir.4. Kepala dan dada kemudian melewati rongga panggul secara bersamaan dan bayi dapat dikeluarkan dalam keadaan terlipat (conduplicatio corpora) atau lahir dengan evolusio spontanea dengan 2 variasi yaitu 1) mekanisme dari Denman dan 2) mekanisme dari Douglas 1.Bila janin amat kecil (biasanya kurang dari 800gr) dan panggul sangat lebar. Ibu juga berada dalam keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi. 3. akibat fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin 1. Bagian dinding dada di bawah bahu kemudian menjadi bagian yang paling bergantung dan tampak di vulva. kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi prsentasi kepala dengan versi luar. janin mungkin akan memutar kembali. Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki.6 PenatalaksaanApabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang. sehingga bila terjadi perubahan . dan sering kali meninggal pula 1. bokong dan kaki lahir.

7 Prognosis Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi . 3. tidak didapatkan kesempitan panggul. dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian dilakukan versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan dengan seksio sesarea. versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptur uteri. Pada permulaan persalinan masih dapat diusahakan mengubah letak lintang menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari empat sentimeter dan ketuban belum pecah. Pada letak lintang kasep. segera dpat ditentukan diagnosis dan penanganannya. ditemukan bayi kedua berada dalam letak lintang. dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap untuk kemudian melakukan versi ekstraksi. hendaknya dilakukan seksio sesarea dengan segera. sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan pervaginam dengan dekapitasi 1. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1) bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik.Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor. Apabila riwayat obstetrik wanita yang bersangkutan baik. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli. maka bergantung kepada tekanan. sehingga pada seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap. Dalam hal ini persalinan dapat diawasi untuk beberapa waktu guna mengetahui apakah pembukaan berlangsung dengan lancer atau tidak. sebaiknya segera dilakukan seksio sesarea. 3) pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan 1. harus segera dilakukan seksio sesarea. Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang wanita tersebut bangun atau meneran. 2) karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his. tetapi tidak ada prolapsus funikuli. Jika ketuban pecah.letak. Versi ekstraksi dapat dilakukan pula pada kehamilan kembar apabila setelah bayi pertama lahir. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil. sehingga bila janin masih hidup. dan janin tidak seberapa besar.

tetapi kelainan-kelainan yang menyebabkan letak lintang. karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu.Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri. Idmgarut.3% 1. Jakarta: EGC. Angka kematian ibu berkisar antara 0-2% (RS Hasan Sadikin Bandung. Hauth. Cunningham.2. Admin.5. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. C. 1).wordpress. K. (Ed. Retrieved Mei 2009. D. Obstetri Patologi. Case Report: Letak Lintang. seperti misalnya panggul sempit. Obstetri William (21 ed. baik terhadap ibu maupun janinnya 1. Dokter kandungan yang memeriksanya mengatakan bahwa ibu yang sedang hamil keempat ini posisi janinnya . Obstetri Patologi. Bandung: Bag. K. kedua dan ketiganya. Ilmu Kebidanan (kesembilan ed.. Jakarta : EGC. (2008).. D. N. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. Gant.presentasi kepala. Gilstrap III. Mochtar. F. Letak Lintang (Transverse Lie) dalam Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi. Edisi 2. H. DAFTAR PUSTAKA1.1996). Hal. J. Wiknjosastro. & Wenstrom. Kehamilan Dengan Letak Lintang. from Seputar Kedokteran Dan Linux: http://medlinux. Vol. (2006). (1984). 366-3726.. tetapi pada saat ini sudah jarang dilakukan.com/2009/02/kehamilan-dengan-letaklintang.3% dan di RS Hasan Sadikin Bandung 18.3. (2007). 1998. seperti misalnya terjadinya ruptur uteri dan robekan jalan lahir lainnya. Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek.. J. L.html4. sedangkan angka kematian janin di Rumah Sakit Umum Pusat Propinsi Medan 23. from http://idmgarut. Januari). G.com Seorang ibu hamil mengeluhkan bentuk perutnya yang hamil kali ini berbeda dibandingkan bentuk perutnya saat kehamilan anak pertama. Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD Bandung..). (2009..blogspot.). Retrieved Mei 2009. Leveno. tumor panggul dan plasenta previa masih tetap dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan.

Namun . prematuritas karena bayi yang terlalu kecil sehingga dapat berputar-putar. panggul sempit. fundus uteri terhadap usia gestasi lebih rendah daripada letak memanjang atau membujur. dorsoanterior atau dorsoposterior.letak lintang. Apakah letak lintang? Letak lintang adalah “presentasi janin. ditentukan berdasarkan letak punggung : dorsosuperior atau dorsoinferior. bagian terbawah janin belum masuk pintu atas panggul. kehamilan multiple atau kehamilan kembar. ibu dalam keadaan baik. hidramnion atau kelebihan cairan amnion yang juga menyebabkan janin bisa berubah posisi hingga melintang.dilakukanlah sectio cesarea. kecuali pada keadaan janin sangat kecil. pendulum dinding abdomen.Persalinan pervaginam (persalinan normal melalui vagina) TIDAK MUNGKIN dilakukan. dimana janin berada dalam posisi melintang atau tegak lurus terhadap jalan lahir. Ini adalah letak yang tidak baik dalam kehamilan trismester akhir. Namun pada kondisi-kondisi tertentu dokter kandungan berusaha melakukan koreksi letak lintang menjadi memanjang/membujur dengan tindakan versi luar. Lalu apa yang akan dilakukan dokter bila terjadi kehamilan letak lintang? Bila janin dalam keadaan hidup. selaput ketuban masih utuh. multiparitas. segera akan dilakukan pengakhiran persalinan dengan sectio cesarean. Adapun beberapa keadaan yang menyebabkan terjadinya kehamilan letak lintang adalah: plasenta previa dimana letak plasenta tidak sebagaimana mestinya hingga menghalangi posisi normal janin dalam kandungan. maka dilakukan embriotomi. pemeriksaan dalam mungkin dapat diraba lengan. anak dalam keadaan baik. bunyi jantung janin berada di sekitar pusar. dan kelainan uterus atau janin lainnya Untuk mengetahui adanya kehamilan letak sungsang biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan dan mendapatkan beberapa kondisi berikut: pemeriksaan luar (palpasi Leopold) diraba kepala di kanan atau di kiri perut ibu. bahu atau iga janin. atau telah mati cukup lama. Jika embriotomi tidak mungkin dikerjakan. namun bila janin telah mati dan syarat-syarat embriotomi terpenuhi. Versi luar dapat dicoba dilakukan bila : persalinan masih dalam fase laten.

RSUP Cipto Mangunkusumo selama 5 tahun0.00 WIB Tanggal Keluar RS : 18 September 2007 ← ANAMNESA Keluhan Utama: hamil Anamnesa Khusus : G2P1A0 mengatakan hamil 9 bulan dan telah diperiksa di dokter ahli kandungan dan dinyatakan letak . Kehamilan letak lintang merupakan kehamilan yang berisiko sehingga alangkah baiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan secara rutin sehingga kelainannya dapat ditanggulangi sejak dini.9%. kehamilan letak lintang. semoga ini menjawab pertanyaan Kiki tentang materi yang dia cari kandungan.1% dari 12827 persalinan. lintangletak lintang Letak lintang terjadi bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu memanjang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 °. Pukul 10.6%. II.Y No. RS Hasan Sadikin Bandung 1. Medrec : 01 05 0768 Usia : 21 tahun Alamat : Sukaresmi Pendidikan terakhir : SMU Pekerjaan : Ibu rumah tangga Tanggal Masuk RS : 15 September 2007 . Adapun tindakan versi ekstraksi pada letak lintang hanya boleh dilakukan : pada keadaan dimana anak kedua kehamilan kembar dan selaput ketuban baru pecah atau dipecahkan. IDENTIFIKASI KASUS IDENTITAS Nama : Ny.versi luar sangat beresiko sehingga jarang dilakukan. Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang pada beberapa rumah sakit sebagai berikut : RSUP Pirngadi Medan 0.

k Pulmo : t. wiraswasta Menarch : Usia 13 tahun Riwayat KB : - ← PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis Kesadaran : Compos mentis Tekanan darah : 100/70 mmHg Nadi : 84 x/menit Respirasi : 20 x/menit Suhu : Afebris Konjungtiva : Anemis -/Thoraks : t. atas hal ini ibu direncanakan untuk dioperasi seksio sesaria. Pemeriksaan luar: abdomen : cembung. ibu rumah tanggara Suami 20 tahun.lintang.k Abdomen : Lihat status obstetrikus Tinggi Badan : 136 cm Status Obstetrikus a.a.k Cor : t.a.a. • ANAMNESA TAMBAHAN HPHT : Awal Desember 2006 PNC : Bidan Menikah : Istri 18 tahun.. tegang TFU : 28 cm LP : 92 cm His : - . Ibu partus terakhir 2 tahun yang lalu di bidan dengan berat badan 3500gram dan meninggal beberapa jam setelah bersalin.

infus RL 20 gtt/menit b.SGPT : 15 U/l .a Portio : tebal lunak OUE : tertutup Fluxus : (+).Trombosit : 208. dinyakatan letak lintang. jam 12.GDS : 73 mg/dl .Leukosit : 7. o Laboratorium lengkap.700 /mm3 . rencana operasi Sectio sesaria LAPORAN OPERASI Tanggal : 15 September 2007.000 /mm3 .Ht : 35. hasilnya: .Ureum : 13 mg/dl .SGOT : 26 U/l .5% . sedikit 32.a. PEMERIKSAAN PENUNJANG o Hasil USG.66 mg/dl . Pemeriksaan dalam: v/v : t.waktu pembekuan : 8’ DIAGNOSA KERJA G2P1A0 gravida 37 – 38 minggu + letak lintang PENATALAKSANAAN a.LA : lintang b.9 gr/dl . .20 WIB Diagnosa prabedah : G2P1A0 Gravida 37-38 minggu + letak lintang Diagnosa pasca bedah : P2A0 partus maturus dengan • • A.Kreatinin : 0.Hb : 11.waktu perdarahan : 2’ .

SC atas indikasi letak lintang Indikasi operasi : Letak Lintang Jenis operasi : Sectio Sesaria Transperitoneal Profunda Prosedur operasi 1. KU baik T : 100/70 mmHg . Dilakukan insisi pfanensteil ± 10 cm 3. 2. BB : 2450 gr. Jenis Kelamin laki-laki. Uterus dijahit 2 lapis secara jelujur interlocking. FOLLOW UP POST OPERASI Tanggal 16/ 09/ 07 Keterangan S : nyeri pada luka operasi O : CM.30 Bayi lahir dengan ekstraksi kaki. 8. Segmen Bawah Rahim disayat konkaf dan diperlebar ke kiri dan kanan. 5. Pukul 12. 9. AS :6-7 cm. Setelah peritonium dibuka tampak dinding depan uterus 4. Rongga abdomen dibersihkan lalu dinding abdomen dijahi lapis demi lapis. Therapi : cefotaxim 1 gr/12 jam kaltropen supp/8 jam A. Pukul 12.33 Plasenta lahir lengkap dengan berat ± 500gr. 10. Dilakukan tindakan a dan antiseptik pada daerah abdomen sekitarnya dengan betadine. Kulit dijahit subkutikuler. ukuran 20x20x2 cm 7. PB : 45 cm. Lalu uterus diinjeksi dengan oksitosin 10 IU intramural 6.

000 Ht : 30.output 1500 cc Balance : + 1250 cc Hb : 10. baik Luka operasi : tertutup verband ASI +/+ Perdarahan +. sedikit Balance Cairan .input cairan 2500 cc Darah 250 cc .5 gr/dl Leukosit : 14. KU baik T : 90/70 mmHg N : 80 x/mnt RR : 22 x/mnt S : afebris . flatus (+) BU (+) TFU : 1 jari di bawah pusat Kontraksi Uterus : +.N : 84x/menit R : 18x/menit S : afebris Konjungtiva anemis -/BAK terpasang kateter BAB (-).700 Trombosit : 204. Mefenamat 3 x 500 mg Mobilisasi 17/09/2007 S : batuk berdahak O : CM.8 % A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : Cefotaxim 1 gr/12 jam Metronidazol 500 mg/12 jam As.

Apakah penegakan diagnosis pada pasien ini sudah benar? 2.Mefenamat 3 x 500 mg Sulfas Ferous 1×1 BLPL IIi. Apakah penatalaksanaan pasien sudah sesuai dengan . flatus (+). BU (+). PERMASALAHAN 1. luka operasi tertutup verband Mobilisasi (+) A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : off infus Mobilisasi bertahap Cefadroksil 2x 500mg As. O : CM. batuk berkurang.BAB (+) Luka operasi kering A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : Ganti Verband Cefadroksil 2x 500mg As.Mefenamat 3 x 500 mg Sulfas Ferous 1×1 18/ 09/07 S : mules. KU baik T : 110 /60 mmHg N : 80 x/mnt RR : 20 x/mnt S : afebris Konjungtiva anemis -/TFU : 1 jari dibawah pusat BAK (+).Konjungtiva anemis -/TFU : 1 jari dibawah pusat BAK (+) BAB (+).

tumor daerah panggul dan plasenta previa.standar pelayanan ? 3. . sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. Pada auskultasi BJA dapat dinilai setinggi pusat kanan dan kiri. PEMBAHASAN IV.Di bawah (dorsoinferior) EtTIOLOGI Multiparitas disertai dinding uterus dan perut yang lembek. Kehamilan prematur. Bagaimana prognosis pasien ini ? IV.Di depan (dorsoanterior) . hanya beberapa jari diatas pusat.Di belakang (dorsoposterior) .1. hidramnion dan kehamilan kembar Keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepalake dalam rongga panggul sempit. DIAGNOSIS Pada inspeksi tampak bahwa perut melebar ke samping dan pada kehamilan cukup bulan.Di atas (dorsosuperior) . Punggung janin dapat berada : . sedangkan bagian-bagian besar (kepala dan bokong) teraba disamping kiri atau kanan di atas fossa iliaka. fundus uteri lebih rendah dari biasa. Kelainan bentuk rahim seperti uterus arkuatus atau uterus subseptus. Pada palpasi ternyata bahwa fundus uteri maupun bagian bawah rahim kosong. apakah penegakan diagnosis pada pasien ini sudah benar? LETAK LINTANG Letak lintang ialah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain.

sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. Pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan.2 apakah penatalaksanaan pada pasien ini sudah sudah sesuai dengan standar pelayanan? PENANGANAN Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang. sehingga seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap. Dan pada pemeriksaan leopold II dimana untuk menentukan letak punggung janin namun pada pasien ini yang teraba bokong dan kepala pada kedua sisi kanan dan kiri. Kemudian sudah dilakukan juga pemeriksaan penunjang USG sebelumnya yang menyatakan pada pasien ini mengalami kehamilan letak lintang. Bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil sebaiknya segera dilakukan seksio sesaria. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1. Karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intrauterin pada waktu his. 3. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli.Dan pada USG juga terlihat gambaran letak lintang. Pada pasien ini penegakkan diagnosis sudah dilakukan dengan benar. Meskipun versi luar berhasil janin akan dapat memutar kembali oleh karena itu dianjurkan menggunakan korset dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. Pada keadaan hamil diusahakan jadi letak membujur dengan melakukan versi luar pada primigravida yaitu pada usia . Dimana sudah dilakukan pemeriksaan luar yaitu pada pemeriksaan leopold. 2. IV.

persalinan prematuritas atau kelahiran mati. pengeluaran mioma uteri. Berdasarkan ketetapan tersebut dikenal bentuk versi luar : 1. ♣ Penderita mempunyai hipertensi ♣ Rahim pernah mengalami pembedahan : seksio sesaria. ♣ Penderita pernah mengalami perdarahan selama hamil. mempunyai deformitas pada tulang panggul/ belakang. Versi luar adalah upaya yang dilakukan dari luar untuk dapat mengubah kedudukan janin menjadi kedudukan lebih menguntungkan dalam persalinan pervaginam. ♣ Pada kehamilan kembar. sering mengalami keguguran. Versi podalik : perubahan kedudukan janin menjadi letak bokong (sungsang). Bagian terendah belum masuk atau masih dapat dikeluarkan dari PAP. Bayi dapat dilahirkan pervaginam Ketuban masih positif utuh. Kontraindikasi versi luar ♣ Ketuban sudah pecah. Syarat versi luar dapat berhasil dengan baik : Dilakukan pada usia kehamilan 34-36 minggu Pada inpartu dilakukan sebelum pembukaan 4 cm.kehamilan 34 minggu atau multigravida pada usia kehamilan 36 minggu. ♣ Terdapat faktor resiko tinggi kehamilan: kasus infertilitas. 2. tinggi badan kurang dari 150 cm. 2. Untuk dapat melaksanakan versi luar perlu diperhatikan beberapa pertimbangan berikut ini: 1. . Versi Sefalik : melakukan perubahan kedudukan janin menjadi letak kepala. ♣ Pernah mengalami tindakan operasi pervaginam.

Apabila riwayat obstetrinya baik dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan lengkap untuk kemudian dilakukan versi ekstraksi. Cara Denman Bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang .Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin. Kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. Janin lahir cara Denman atau Douglas. segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli harus segera dilakukan seksio sesaria. bokong dan kaki lahir. Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri. sehingga bila janin masih hidup hendaknya dilakukan seksio sesaria dengan segera sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan pervaginam dengan dekapitasi. Bahu masuk ke dalam panggul. Cara Douglas. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. badan bagian bawah. sudah mati dan menjadi lembek. sehingga bahu. tidak dapat terjadi persalinan spontan. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. MEKANISME PERSALINAN Pada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan. Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. selanjutnya disusun . kadang-kadang persalinan dapat berlangsung spontan. Kalau janin kecil. Pada letak lintang kasep versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptur uteri. bahu masuk ke dalam rongga panggul.

V.3 bagaimana prognosis pasien ini? Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek. Penegakan diagnosa pada pasien ini sudah tepat. Pada pasien ini penatalaksanaannya sudah sesuai dengan standar pelayanan. Dimana pasien yang dilakukan operasi sectio sesaria kontraindikasi bila terjadi kehamilan dalam kurun waktu 2 tahun pasca operasi. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. Sewaktu melakukan sectio sesaria pada pasien ini tidak disertai dengan tindakan pemasangan IUD. Namun hal ini bukanlah kesalahan yang mutlak karena pelaksanaan kontrasepsi bisa dilakukan dalam waktu 40 hari setelah partus. Prognosis pada pasien ini bisa dikatakan kurang baik.oleh lahirnya kepala. KESIMPULAN 1. IV. Dan sebaiknya dilakukan kontrasepsi yang tidak mengganggu asi. Pada pasien tidak dilakukan versi luar karena pasien ini terdapat kontraindikasi untuk dilakukan tindakan tersebut yaitu tinggi badan ibu kurang dari 150 cm (136 cm). Oleh karena pasien tidak dilakukan tindakan versi luar maka persalinan pervaginam tidak dapat dilakukan. Dan persalinan ibu dilakukan dengan operasi seksio sesaria. Dan untuk mencegah hal ini terjadi sebaiknya pada saat dilakukan sectio sesaria disertai dengan pemasangan IUD. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang disamping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri. © Pemeriksaan obstetrik Pemeriksaan luar: . Pada Quo ad vitam ad bonam dan quo ad functionam ad bonam. baik terhadap ibu maupun janinnya. Sesuai dengan tanda dari letak lintang.

Pengertian Letak Lintang Letak Lintang adalah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. Penatalaksanaan letak lintang pada pasien ini sudah benar. Letak Lintang LETAK LINTANG A.abdomen : cembung. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul. Punggung janin dapat berada di . Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. © Dilakukannya Operasi sectio sesaria pada pasien ini. Namun pada pasien ini kita harus melakukan motivasi KB. tegang TFU : 28 cm LP : 92 cm His : LA : lintang © Pemeriksaan penunjang Hasil USG dinyatakan letak lintang. Dan sebaiknya menggunakan kontrasepsi yang tidak mengganggu laktasi. 2. Fungsi reproduksi pada pasien ini masih baik. 3. sesuai dengan standar pelayanan. © Tindakan versi luar tidak dilakukan karena kontraindikasi yaitu tinggi badan pasien 136 cm.

Pada kehamilan prematur. tumor di daerah panggul dan plasenta previa dan pula mengakibatkan terjadinya letak lintang tersebut. di belakang (dorsoposterior). di atas (dorsosuperior).dkk. atau di bawah (dorsoinferior). yang terdiri dari deviated head presentation (letak kepla mengolak) dan deviated breech presentation (letak bokong mengolak).Menurut posisi punggung terbagi atas: a). Demikian pula kelainan bentuk rahim. hidramnion dan kehamilan kembar. Dorso posterior (di belakang) c). Dorso anterior (di depan) b).1992) Letak lintang adalah bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu menyilang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 derajat.(Rustam mochtar. juga merupakan penyebab terjadinya letak . janin sering dijumpai dalam letak lintang. Karena biasanya yang paling rendah adalah bahu. maka dalam hal ini disebut juga shoulder presentation.1998) . Letak lintang I : kepala di kiri b). Etiologi Sebab terpenting terjadinya letak lintang adalah multiparitas disertai dinding uterus dan perut lembek. Dorso inferior (di bawah) B. Dorso superior (di atas) d). seperti misalnya uterus arkuatus atau uterus subseptus. (Hanifa Wiknjosastro. Keadaan-keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepala ke dalam rongga panggul seperti misalnya panggul sempit. Jika sudut yang dibentuk kedua sumbu ini tajam disebut oblique lie.Menurut letak kepala terbagi atas: a).depan (dorsoanterior). Letak lintang II : kepala di kanan .

pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga. arah menutupnya menunjukkan letak dimana kepala janin berada. Denyut jantung janin ditemukan di sekitar umbilikus. karena panggul sempit. . Apabila bahu sudah masuk ke dalam panggul. plasenta previa. Kalau ketiak menutup ke kiri.Fiksasi kepala tidak ada.1992) Penyebab dari letak lintang sering merupakan kombinasi dari berbagai faktor. Pada palpasi fundus uteri kosong. sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan.1998) C.Gemeli (kehamilan ganda) .Lumbar skoliosis . Bila ketiak dapat diraba. kepala berada disebelah kanan. anaensefalus. Punggung .(Rustam mochtar. dan di atas simfisis juga kosong. Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya. atau septum .lintang.(Hanifa Wiknjosastro. kecuali bila sudah turun ke dalam panggul. Diagnosis Adanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi. dan tumor-tumor pelvis .Monster . sering pula penyebabnya tetap merupakan suatu misteri. anak kecil.Kelainan uterus seperti arkuatus. atau sudah mati.Janin sudah bergerak pada hidramnio.dkk. bikornus. multiparitas. kepala di sebelah kiri. Faktorfaktor tersebut adalah: .Pelvic kidney dan kandung kemih serta rektum yang penuh. hidrosefalus. kepala janin berada di samping.

. kecuali kalau bahu sudah masuk dalam p.Teraba tulang iga.p. Bila kepala terletak di kiri. namun pada letak lintang biasanya ketuban cepat pecah. Inspeksi Perut membuncit ke samping 2.dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang.Letak punggung ditentukan dengan adanya skapula letak dada dengan klavikula. Foto Rontgen Tampak janin dengan letak lintang. ketiak menutup di kiri.Fundus uteri kosong dan bagian bawah kosong.(Rustam mochtar. dan kalau tangan menumbung teraba tangan. .Untuk menentukan tangan kanan atau kiri lakukan cara dengan bersalaman. .1992) Diagnosis letak lintang janin diantaranya: 1. Pemeriksaan dalam (VT) . Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung. 4. sedangkan dada dengan terabanya klavikula.Pemeriksaan dalam agak sukar dilakukan bila pembukaan kecil dan ketuban intak. Palpasi .Teraba bahu dan ketiak yang bisa menutup ke kanan atau ke kiri.1998) D.Kepala (ballotement) teraba di kanan atau kiri 3. skapula.Fundus uteri lebih rendah dari seharusnya tua kehamilan .dkk. Mekanisme Persalinan Pada letak dengan ukuran panggul normal dan janin . Auskultasi DJJ setinggi pusat kanan atau kiri. 5.(Hanifa Wiknjosastro.a. .

kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. kadang-kadang persalian dapat berlangsung spontan. tidak dapat terjadi persalinan spontan. Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. selanjutnya disusul lahirnya kepala. Dalam usaha untuk mengeluarkan segmen uterus berkontraksi dan beretraksi dan sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipi. Dua cara tersebut merupakan variasi suatu mekanisme lahirnya janin dalam letak . badan bagian bawah. Kalau janin kecil. akan menyebabkan kematian janin dan ruptura uteri. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. dan sering kali meninggal pula. akan terjadi ruptura uteri. sudah mati dan menjadi lembek. Janin lahir dalam keadaan terlipat melalui janin lahir (konduplikasio korpore) atau lahir dengan evolusio spontanea menurut cara Denman atau Douglas. Ibu berada dalam keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi. sehingga janin yang meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga perut.cukup bulan. sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makaian tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan. Pada cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang. Bahu masuk ke dalam panggul. bokong dan kaki lahir. sehingga bahi. Pada cara Douglas bahu bmasuk ke dalam rongga panggul. sedangkan janin akan meninggal. sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. Bila tidak segera dilakukan pertolongan.

Conduplicatio corpore Kepala perut berlipat bersama-sama lahir memasuki panggul.(Hanifa Wiknjosastro. turun makin lama makin dalam sampai rongga panggul terisi seluruhnya oleh badan janin. perut. Adanya letak lintang kasep dapat diketahui bila ada ruptura uteri mengancam.1992) Anak normal yang cukup bulan tidak mungkin lahir secara spontan dalam letak lintang. bila kecil (prematur). Bagian korpus uteri mengecil sedang SBR meregang. Menurut Douglas Bahu diikuti oleh dada. dada. akan terjadi ruptura uteri dan janin sebagian atau seluruhnya masuk ke dalam rongga perut. b). sudah mati dan menjadi lembek. Evolutio Spontanea a). akibat fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin. 2. letak lintang berubah spontan mengambil bangun semula dari uterus menjadi leta membujur. Bila tidak cepat diberikan pertolongan. Pada letak . bokong. . atau bila panggul luas. Beberapa cara janin lahir spontan: 1. maka bahu akan masuk ke dalam rongga panggul. Menurut Denman Setelah bahu lahir kemudian diikuti bokong. perut. Kadang-kadang oleh karena his. Hali ini disebut letak lintang kasep (Neglected Tranverse Lie). bila tangan dimasukkan ke dalam kavum uteri terjepit antara janin dan panggul serta dengan narkosa yang dalam tetap sulit merubah letak janin. dan akhirnya dada.lintang. Janin hanya dapat lahir spontan. Kalau letak lintang dibiarkan. dan akhirnya kepala.dkk. kepala atau bokong. namun hal ini jarang sekali terjadi.

tetapi kelaina-kelainan yang menyebabkan letak lintang. tumor panggul dan plasenta previa masih dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan. baik terhadap ibu maupun janinnya. 2. karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu. . atau sewaktu versi dan ekstraksi .dkk. Partus lama. ketuban pecah dini dengan demikian mudah dapat infeksi intrapartum. yang dapat . Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan.(Hanifa Wiknjosastro. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek. Prognosis Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi presentasi kepala.1992) Prognosis letak lintang diantaranya: 1. juga sering akibat tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin.(Rustam mochtar.1998) E. Faktorfaktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri. seperti misalnya terjadi rupture uteri dan robekan jalan lahir lainnya. seperti misalnya panggul sempit . Bagi ibu Bahaya yang mengancam adalah ruptura uteri baik spontan. Bagi janin Angka kematian tinggi (25-40%).lintang biasanya: • Ketuban cepat pecah • Pembukaan lambat jalannya • Partus jadi lebih lama • Tangan menumbung (20-50%) • Tali pusat menumbung (10%).

Bila posisi ini dilakukan dengan baik dan teratur. Cara tersebut antara lain : .dianjurkan untuk melakukan posisi bersujud (knee chest position). . Kemungkinan janin akan kembali ke posisi normal.(Rustam mochtar.1998) F. kemungkinan besar bayi yang sungsang dapat kembali ke posisi normal. dengan posisi perut seakan-akan menggantung ke bawah. berkisar sekitar 92 persen.Trauma partus .Ketuban pecah dini. Cara ini harus rutin dilakukan setiap hari sebanyak 2 kali. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar.bisa dengan mengepel lantai . ibu hamil dapat melakukan beberapa usaha untuk membuat letak janinnya normal meskipun kemungkinan berahasilnya kurang dari 60 %.Prolapsus funiculi .disebabkan oleh: . Sebelum .Hipoksia karena kontraksi uterus terus menerus . Penanganan Bila sudah ketahuan sungsang atau melintang. Dan posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal. Masing-masing selama 10 menit.Ibu hamil agar rajin menungging . misalnya pagi dan sore.Begitu juga saran agar si ibu memakai korset atau semacam celana bersepeda nan ketat guna mempertahankan letak janin yang sudah kembali normal. Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang.

Pada permulaan persalianan masih dapat diusahakan mengubah letak janin menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari empat sentimeter (< 4 cm) dan ketuban belum pecah. bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset. karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his. tumor dalam panggul. sehingga bila terjadi perubahan letak. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1. dan janin tidak . maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli 3. sehingga pada seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap 2. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil. dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. Apabila riwayat obstetrik wanita yang bersangkutan baik. Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung pada beberapa faktor. pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan. segera dapat ditentukan diagnosis dan penanganannya. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan. janin mungkin akan memutar kembali. atau plasenta previa. sebaiknya segera dilakukan seksio seksaria. tidak didapatkan kesempitan panggul.melakukan versi luar harus dilakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit. sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil.

Jika ketuban pecah. versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptura uteri. maka bergantung kepada tekanan. Sewaktu partus Janin dapat dilahirkan dengan cara pervaginam.dkk. Pada letak kasep. antara lain: a). Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli.seberapa besar. sehingga bila janin masih hidup. b). Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang wanita tersebut bangun atau meneran. Dalam hal ini persalinan dapat diawasi untuk beberapa waktu guna mengetahui apakah pembukaaan berlangsung dengan lancar atau tidak. atau multi pada kehamilan 36 minggu. yaitu dengan versi dan ekstraksi. tetapi tidak ada prolapsus funikuli. Versi ekstraksi dapat dilakukan pula pada kehamilan kembar apabila setelah bayi pertama lahir.1992) Penanganan letak lintang dapat dilakukan dengan berbagai cara. harus segera dilakukan seksio seksarea. ditemukan bayi kedua berada dalam letak lintang. dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian dilakukan versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan dengan seksio sesarea. hendaknya dilakukan seksio sesarea dengan segera. dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap untuk kemudian melakukan versi ekstraksi. atau embriotomi .(Hanifa Wiknjosastro. Sewaktu hamil Usahakan jadi letak membujur (kepala atau bokong) dengan melakukan versi luar pada primi dengan usia kehamilan 34 minggu. sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan per vaginam dengan dekapitasi.

.et al. 2) Bila ketuban pecah . Rustam. c).(Rustam mochtar.Pembukaan 5 cm :tunggu sampai hampir lengkap ketuban dipecahkan. 1992.Pembukaan 5 cm : versi luar . KEHAMILAN USIA MUDA . dengan anak hidup. Hanifa. Sinopsis Obstetri.Lama pecah : seksio sesarea . atau perabdominam. atau kalau fasilitas kurang. Ilmu Kebidanan.1998) DAFTAR PUSTAKA Mochtar. Jakarta: EGC Wiknjosastro.Letak lintang kasep dan anak hidup : seksio sesarea . 2.Bila ketuban sudah pecah dan pembukaan lengkap : versi dan ekstraksi .Letak lintang kasep dan anak mati: laparotomi.(dekapitasi eviserasi) bila janin sudah meninggal. embriotomi secara hati-hati Menurut Eastmant dan Greenhill. bila ada panggul sempit seksio sesarea adalah cara yang terbaik dalam segala letak lintang . Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.1998. Semua primigravida dengan letak lintang harus ditolong dengan seksio sesarea walaupun tidak ada panggul sempit. seksio sesarea. Tingkat pertolongan 1) Bila ketuban belum pecah . penanganan letak lintang ada dua cara: 1.

Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan. Pasalnya. 2. 2000). stres. a. misalnya : karena terkejut. b. emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. berat badan lahir rendah . cemas. Persalinan prematur. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. Keguguran. adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. (Ubaydillah.Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi. Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat.

cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan.(BBLR) dan kelainan bawaan. Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksiterutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal. Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang. berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. keadaan psikologi ibu kurang stabil. sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran . pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang. pengetahuan akan asupan gizi rendah. seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri.

e.. tambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. tingkat sosial ekonomi rendah. Keracunan Kehamilan (Gestosis). d.lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis. Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. berat badan lahir rendah dan cacat bawaan. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi. Keadaan gizi buruk. dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas.prematur. membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Kombinasi keadaan alat reproduksi . Mudah terjadi infeksi. c.

Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi. selain itu juga disebabkan selaput . Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain: a.yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun). f. Kematian ibu yang tinggi. Resiko bagi ibunya : (1) Mengalami perdarahan. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi.

(2) Kemungkinan keguguran / abortus. kelainan panggul.penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin.kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir. hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja. Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin. Kematian pada saat melahirkan yang .ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim). kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian ibu. (3) Persalinan yang lama dan sulit. Pada saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. baik dengan obat-obatan maupun memakai alat.

hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.disebabkan oleh perdarahan dan infeksi. Dari bayinya : (1) Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan. Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). b. virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon. umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan. diantaranya kelainan genetik dan kromosom. .500 gram. (3) Cacat bawaan. infeksi. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil. (2) Berat badan lahir rendah (BBLR). dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil. hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang. Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2.

kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari). Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka . Pasalnya. resiko tinggi. keguguran. misalnya : karena terkejut.(4) Kematian bayi. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan.yang disebabkan berat badan kurang dari 2. (Ubaydillah.kematian bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian perinatal. Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. cemas. Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda. ← Keguguran. kehamilan. kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia.(Manuaba. emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya.Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. Posted April 23. 2000). remaja. zat besi « Konsep Praktek Klinik Keperawatan Konsep Penyembuhan Luka » Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi.500 gram. stres.1998). 2008 by creasoft in Kesehatan Reproduksi Remaja Tagged with anemia.

berat badan lahir rendah dan cacat bawaan. sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran prematur. tingkat sosial ekonomi rendah.Keadaan gizi buruk.Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang. pengetahuan akan asupan gizi rendah. pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan.Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksiterutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi. tambahan zat besi dalam tubuh .Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda. keadaan psikologi ibu kurang stabil. Mudah terjadi infeksi. seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal. Persalinan prematur. berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.← ← ← kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia.

lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi.Pada saat hamil . Kemungkinan keguguran / abortus. membentuk sel darah merah janin dan plasenta.kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir. Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain: ← • • Resiko bagi ibunya : Mengalami perdarahan..Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi.Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Kematian ibu yang tinggi. Keracunan Kehamilan (Gestosis). selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim).← ← fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah.yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun). Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi.

Kematian bayi. Berat badan lahir rendah (BBLR).Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil. virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon.Kematian pada saat melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan dan infeksi.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. baik dengan obat-obatan maupun memakai alat.Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). Cacat bawaan. kelainan panggul. kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian ibu. Persalinan yang lama dan sulit. hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja. dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil. Dari bayinya : Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan. umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun.• seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran.kematian bayi yang masih berumur 7 hari ← ← ← ← .Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2.Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin.penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin.500 gram. hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang. infeksi. diantaranya kelainan genetik dan kromosom.

perkembangan arus informasi yang pesat banyak mempengaruhi remaja. Remaja merupakan kelompok dengan signifikansi tingkat komplikasi yang lebih tinggi selama kehamilan dan persalinan. edited by : ITA AFRIKASARI SUMBER : Dewasa ini.yang disebabkan berat badan kurang dari 2. kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia. .pertama hidupnya atau kematian perinatal. di desa lebih tinggi (61%) daripada di kota.1998). kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari). Remaja-remaja Indonesia sedikit demi sedikit mulai mengadopsi budaya Barat dalam cara berpakaian. maupun pola pergaulan yang semakin bebas. di mana sebanyak 46% perempuan mengalami kehamilan pertama di bawah usia 20 tahun.(Manuaba. antara 13 – 19 tahun). Salah satunya dalam hal gaya hidup. Salah satu dampak yang diakibatkan perilaku seks bebas ini yaitu kehamilan dini (kehamilan pada usia remaja.500 gram. bertutur kata. Sebagai gambaran data Survei Kesehatan Ibu dan Anak tahun 2000 menunjukkan median umur kehamilan pertama di Indonesia adalah 18 tahun. Perilaku seks bebas yang sudah lazim di belahan dunia Barat sudah mulai merebak di kalangan remaja Indonesia.

fistula obstetrik. usia sudah bukan merupakan faktor resiko utama dalam kehamilan. Beberapa studi yang dilakukan di Amerika Serikat. maupun kematian ibu. 1994 ditemukan bahwa dua tahun setelah menstruasi yang pertama. biasanya problem ini diatasi dengan tindakan bedah Caesarea. Selain itu alat reproduksinya juga belum siap sepenuhnya. di negara berkembang dimana pelayanan kesehatan mungkin tidak tersedia. Di negara-negara yang sudah maju. Britania. Para remaja yang hamil biasanya terlambat bahkan tidak sama sekali mendapatkan pelayanan prenatal (sebelum kelahiran) yang cukup. lebih dikarenakan faktor sosial-ekonomi daripada biologis. Dari penelitian Royston Erica. seorang anak wanita masih mungkin mencapai pertumbuhan panggul antara 2–9% dan tinggi badan 1%. Perancis. khususnya yang berusia 15-19 tahun. Namun.Kehamilan pada remaja wanita berusia 14 tahun kebawah memiliki resiko komplikasi medis lebih besar daripada wanita dengan usia lebih dewasa karena panggul belum berkembang dengan sempurna. pelayanan prenatal sangat dibutuhkan untuk menjaga dan menunjang perkembangan bayi yang baik selama . Masalah-masalah ini dapat mengakibatkan kesulitan sewaktu melahirkan bayi. Kanada. sehingga tidak mengherankan apabila persalinan akibat disproporsi antara ukuran kepala bayi dan panggul ibu (disproporsi sefalopelvik) paling sering ditemukan pada ibu yang sangat muda. hal ini dapat menyebabkan eklampsia (kejang saat melahirkan). dan Swedia sejak tahun 1970 menunjukkan suatu kesamaan bahwa resiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan pada remaja. kematian bayi. Padahal. Sedangkan untuk kehamilan pada wanita di usia remaja akhir (15 tahun keatas).

dan tekanan darah tinggi. Komplikasi yang ditimbulkan karena tidak cukupnya pelayanan prenatal antara lain kelahiran bayi dengan berat badan rendah (di bawah 2. Perlakuan negatif yang ditujukan pada si ibu- . Selain stres emosional yang dirasakan. Kedua hal ini sama-sama menimbulkan tekanan ekonomi yang kuat pada si remaja. kelahiran prematur. Kehamilan pada usia remaja juga berimplikasi pada kehidupan si remaja selanjutnya. perasaan menjadi seorang ibu secara umum dan bahkan tentang dirinya sendirinya. Remaja dengan kehamilan dini biasanya tidak menyelesaikan pendidikannya (putus sekolah). Contoh pelayanan prenatal yang utama adalah peran bidan dan poskesmas dalam memberikan informasi serta mencukupkan kebutuhan gizi bagi ibu dan anaknya. Kurangnya pendidikan akan berdampak menganggur dalam waktu yang lama ataupun pilihan pekerjaan dengan upah yang rendah. July 25.dalam kandungan serta kesehatan daripada si ibu sendiri. Baltimore (MD.5 kilogram) . Seorang ibu-remaja juga biasanya mengalami alienasi (pengasingan) dari lingkungan pergaulan dan keluarganya. anemia. Kids Count Data Book Online. Selain itu. Belum lagi remaja yang memilih untuk menjadi orangtua tunggal. 2007) menunjukkan 60% ibu-ibu muda tidak memiliki pasangan laki-laki saat bayi mereka dilahirkan. penghasilan yang rendah berujung pada ketidaklayakan lingkungan tempat tinggal dan ketidakmampuan untuk mengusahakan pelayanan kesehatan bahkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Stigma tersebut dapat mempengaruhi cara pandang si ibu-remaja tentang kemampuannya mengasuh anak. masih ada stigma atau pandangan negatif masyarakat yang menempel pada para ibu-remaja. Kehamilan dapat menimbulkan tekanan yang cukup besar dalam hubungan muda-mudi.

July 25. Jakarta.remaja dapat mengikis kepercayaan diri dan perasaan berharga sebagai seorang manusia.womhealth. .com/professionals www. 2007...org. Referensi : www.gov/medlineplus/teenagepregnancy www.au Annie E. EGC. 2007 Kids Count Data Book Online.nih... Baltimore. Casey Foundation.marchofdimes. Hal-hal tersebut menyebabkan resiko depresi pasca melahirkan yang lebih tinggi pada wanita remaja dibandingkan pada wanita yang berusia lebih dewasa. Soetjiningsih. . Tumbuh Kembang Anak. 1995 Isi terkait: Bagaimana menghitung usia kehamilan? Saya wanita 28 tahun. MD.nlm. saya ingin menanyakan tentang usia kehamilan..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful