Sungsang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Sungsang juga adalah nama sebuah wuku

Sungsang (Breech), oleh W.Smellie, 1792

Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal, pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. Kehamilan sungsang didiagnosis melalui bantuan ultrasonografi (USG). Kehamilan sungsang dapat disebabkan oleh banyak hal antara lain kelahiran kembar, cairan amniotik yang berlebihan, hidrosefalus, anencefaly, ari-ari yang pendek dan kelainan rahim. Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi ini ketika lahir. Dalam persalinan prematur, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang lebih tinggi. Pada umur kehamilan 28 minggu, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang adalah 25%. Angka tersebut akan turun seiring dengan umur kehamilan mendekati 40 minggu. Karena risiko persalinan normal pada bayi dengan posisi sungsang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan posisi normal, maka umumnya persalinan akan dilakukan dengan bedah caesar.

2.2 Konsep Dasar Kehamilan Letak Sungsang 2.2.1 DefenisiKehamilan letak sungsang yaitu janin terletak memanjang dengan kepala difundus uteri dan bokong bagian bawah kavum uteri (Prawiroharjo, Sarwono 1999). 2.2.2 Klasifikasi2.2.2.1 Letak bokong murni (Fank Breech)Letak bokong dengan kedua tunkai terangkat keatas2.2.2.2 Letak sungsang sempurna (Campliete Breech)Letak bokong dimana kaki ada disamping bokong (Letak bokong sempurna atau lipat kijang). 2.2.2.3 Letak sungsang sempurna (Incomplite Breech)Letak sungsang

dimana selain bokong bagian yang terendah juga kaki atau lutut, terdiri dari :Kedua kaki : letak kaki sempurna (24%)Satu kaki : letak kaki tidak sempurnaKedua lutut : letak lutut sempurna (1%)Satu lutut : letak lutut tidak sempurna (Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, Sinopsis Obsetri jilid 1 edisi 2, 1998)2.2.3 Diagnosa2.2.3.1 Anamnesa Kehamilan terasa penuh dibagian atas dan gerakan terasa lebih banyak dibagian bawah.2.2.3.2 Pemeriksaan luarDibagian bawah uterus tidak teraba kepala, balutemen negative, teraba kepala dibagian fundus uteri, denyut jantung janin ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi dari pada umbilikus 2.2.3.3 Pemeriksaan dalamSetelah ketuban pecah teraba cakrum, kedua tuberalitas iskit, dan anus, bila teraba bagian kecil bedakan apakah kaki atau tangan(FKUI, Kapita Selekta Kedokteran jilid 1 edisi 3, 1999)2.2.3.4 Pemeriksaan foto rongenBayangan kepala difundus(Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, Sinopsis Obsetri jilid 1 edisi 2, 1998)2.2.4 Etologi / Penyebab Letak Sungsang2.2.4.1 Sudut Ibu a. Keadaan rahim- Rahim arkuatus- Setum pada rahim- Uterus DupletisMioma bersama kehamilan b. Keadaan plasenta- Plasenta retak rendah- Plasenta previac. Keadaan jalan lahir- Kesempitan panggul- Difermitas tulang panggul- Terdapat tumor yang menghalangi jalan lahir dan perputaran keposisi kepala2.2.4.2 Sudut janin Pada janin terdapat berbagai keadaan yang menyebabkan letak sungsangTali pusat pendek atau lilitan tali pusat- Hidrosefalus atau AnensefalusKehamilan kembar- Hidramneon atau Oligohidramneon- Prematuritas(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, 1998)2.2.5 Mekanisme Persalinan Letak sungsang FisiologisBokong masuk PAP dapat melintang atau miring mengikuti jalan lahir dan melakukan putar paksi dalam sehingga trachcanter depan berada dibawah simpesis dengan trachcenter depan sebagai hipamoklion, akan lahir trachcenter belakang, dan selanjunya seluruh bokong lahir, sementara itu bahu memasuki jalan lahir dan mengikuti jalan lahir untuk melakukan putar paksi dalam sehingga bahu depan berada dibawah simpisis, dengan bahu depan sebagai hipomoklion akan lahir bahu belakang bersama dengan tangan belakang, diikuti kelahiran bahu depan dan tangan depan. Bersamaan dengan kelahiran bahu, kepala bayi memasuki jalan lahir dapat melintang atau miring, serta melakukan putar paksi dalam sehingga sub occiput berada dibawah simpisis, sub occiput menjadi hipomoklion, berturutturut akan lahir dagu, mulut, hidnug, muka kepala dan seluruhnya.Persalinan

kepala yang mempunyai terbatas sekitar 8 menit, setelah bokong lahir melampoui batas 8 menit dapat menimbulkan kesakitan atau kematian pada bayi.(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB, 1998) 2.2.6 Prognosis2.2.6.1 Bagi ibuKemunkinan robekan pada perenium lebih besar, juga karena dilakukan tindakan, selain itu ketuban lebih cepat pecah dan partus lebih lama, jadi mudah terkena infeksi.2.2.6.2 Bagi anakProknosa tidak begitu baik, karena ada gangguan peredaran darah plasenta setelah bokong lahir dan juga setelah perut lahir, tali pusat terjepit antara kepala dan panggul, anak bisa menubrito aspiksio(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB, 1998)2.2.7 Penanganan / Terapi  Sikap sewaktu hamilKerena kita tahu bahwa prognosa bagi anak tidak begitu baik, maka usahakan merubah letak janin dengan versi luar.Tujuannya adalah untuk merubah letak menjadi letak kepala hal ini dilakukan pada primi dengan kehamilan 34 minggu, mulai dengan usia kehamilan 36 minggu dan tidak ada panggul sempit, gemili atau plasenta previa.Teknik :- Lebih dahulu bokong dilepaskan dari PAP dan ibu berada dalam posisi Trendelm BurgTangan kiri letakkan dikepala dan tangan kanan pada bokong- Putar ke arah muka atau perut janin- Lalu putar tangan kiri diletakkan dibokong dan tangan kanan dikepala- Setelah berhasil pasang gurita, observasi TTV, DDJ serta keluhan2.2.8 Sikap Bidan Dalam Mengahadapi Letak SungsangBidan yang menghadapi kehamilan dan persalinan letak sungsang sebaiknya :Melakukan rujukan ke puskesmas, dokter keluarga atau dokter ahli untuk mendapatkan petunjuk kepastian dalam lahir- Bila ada kesempatan, melakukan rujukan kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan persalinan yang optimal- Bila terpaksa, melakukan pertolongan persalinan letak sungsang sebaiknya bersama dokter- Klien harus diberikan KIE dan motifasi serta melakukan perjanjian tertulis dalam bentuk Informetconsen(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, 1998) 1. Manuaba, Ida Bagus, Gde, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan da KB. Jakarta : EGC2. Mochtar, Rustam, 1998. Sinopsis Obstetry. Jakarta : EGC3. Prawiroharjo, Sarwono, 2000. Pelayanan Kebidanan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka4. Sastro, Suleman. 1983. Obstetry Fisiologi. Bandung : UNPAD5. Varney, Hursh Midwefery, Sel, Ed. Blok Well, Sucentifie Publication, Boston, London

Posisi sungsang, bisakah normal?
Ditulis oleh admin Wednesday, 25 February 2009

Usia kehamilan istriku sudah memasuki 36 minggu, setelah kami lakukan USG ternyata posisi bayi kami sungsang, apakah bayi kami masih bisa dilahirkan secara normal? atau memang harus melalui operasi cesar?. Apa cara yang harus kami lakukan supaya posisi bayi kami normal?. Terima kasih atas jawabannya. Israr, Jakarta Jika ini kehamilan pertama, maka biasanya sudah tidak berubah lagi. Cara persalinan terbaik untuk letak sungsang ada operasi sesar. Lahir spontan boleh saja dengan beberapa kondisi/syarat khusus (taksiran berat janin tidak lebih dari 3500 gram, panggul luas, bagian terbawah janin adalah bokong, bukan kaki, dan bokong sudah masuk pintu atas panggul serta persalinan timbul secara spontan/tidak diinduksi), tetapi risiko kesakitan dan kematian pada bayi meningkat 3 kali lipat. Jika ini kehamilan kedua atau lebih, masih ada kemungkinan berubah sampai 38 minggu. Saran saya: - pastikan betul usia kehamilannya memang 36 minggu - jika memang yakin usia kehamilan 36 minggu dan ini anak pertama, teliti lagi melalui pemeriksaan USG untuk mencari penyebab sungsang, apakah janinnya besar, bagaimana letak plasenta, apakah ada lilitan tali pusat, bagaimana kondisi panggul dsbnya; jika tidak ditemukan penyebab yang jelas, maka bapak bisa minta pertimbangan dokter untuk melakukan versi luar (diputar) apakah memungkinkan atau tidak - jika ini anak kedua atau lebih, lakukan senam hamil dan gerakan knee-chest (sujudmenungging) minimal 5 kali sehari selama 10-15 menit, bertahap; evaluasi USG pada usia kehamilan 38 minggu, apakah ada perubahan atau tidak; jika tidak ada perubahan dan tidak memenuhi syarat untuk persalinan spontan, sebaiknya operasi sesar saja. Cara persalinan pada letak sungsang yang tidak berkomplikasi (tidak ada penyebab khusus), diserahkan pada bapak-ibu yang bersangkutan untuk memilih, apakah ingin spontan atau operasi sesar dengan mempertimbangan untung-ruginya. Hanya saja, secara medis, rekomendasinya adalah operasi sesar. dr. Valleria Sp.OG Staff Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta Praktek:1. RS Hasanah Graha AfiaJl. Raden Saleh no. 42 DepokTelp. 021-778262672. RS MH Thamrin International CileungsiJl. Raya Narogong Limus Nunggal CileungsiTelp. 021-8235052

letak plasenta lebih rendah. antara lain dari jenis letak sungsang (bukan letak kaki) dan kelancaran jalannya persalinan. biasanya dokter akan mencoba melakukan pemutaran dari luar (versi luar) dahulu dilakukan mulai usia kehamilan 28 minggu. saat ini dilakukan mulai pada usia kehamilan 37 minggu. Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi ini ketika lahir. Mudah-mudahan sampai akhir kehamilan nanti bayi ibu tetap dalam letak kepala. Karena risiko persalinan normal pada bayi dengan posisi sungsang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan posisi normal. namun ada juga (meskipun jauh lebih sedikit) yang menjadi letak sungsang. hidramnion (cairan ketuban terlalu banyak) dll. Pada umur kehamilan 28 minggu. Kehamilan sungsang didiagnosis melalui bantuan ultrasonografi (USG). pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. Karena penyebab letak sungsang tidak diketahui pasti maka pencegahannya pun sulit. Penyebab letak sungsang sering tidak diketahui pasti. Lebih dari 50% bayi pernah mengalami letak sungsang dalam kurun 9 bulan kehamilan. Demikian juga dengan bayi letak kepala. Kehamilan akan ditunggu sampai kontraksi/mulas . Angka tersebut akan turun seiring dengan umur kehamilan mendekati 40 minggu. Hal ini karena risiko kematian dan cacat/kecelakaan pada pertolongan persalinan bayi letak sungsang lewat vagina (spontan) jauh lebih tinggi ( 4 kali lebih besar) dari persalinan spontan bayi letak kepala. sebagian besar akan tetap demikian sampai akhir masa kehamilan. secara teori dapat terjadi karena faktor ibu seperti perut kendur. Dalam persalinan prematur. atau faktor bayi seperti pada bayi kembar. kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang lebih tinggi. Apabila bayi ibu sampai akhir kehamilan nanti tetap dalam letak kepala. kelainan janin. kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang adalah 25%. Saat ini kehamilan ibu masih berusia 5 setengah bulan dan meskipun saat ini bayi dalam letak kepala ia masih dapat berubah. Apabila tidak ada indikasi kontra. tumor jinak rahim/mioma. maka umumnya persalinan akan dilakukan dengan bedah caesar. kelainan bentuk rahim. dan lebih dari 90% yang menjadi letak kepala pada umur kehamilan cukup bulan (kehamilan > 37 minggu). ada tanda-tanda yang diyakini dokter yang menyebabkan bayi sungsang dapat dilahirkan spontan. maka ada kemungkinan untuk dilahirkan melalui vagina secara spontan atau dengan bantuan alat (vakum/forseps). terutama pada persalinan anak pertama dengan bayi yang cukup besar. Tapi benarkah bayi sungsang harus dilahirkan dengan operasi? Saat ini lebih banyak bayi letak sungsang yang lahir dengan operasi sesar.← Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal. Meskipun demikian tidak semua bayi sungsang harus lahir dengan operasi.

Letak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada. hidrosefalus. dan bagaimana penanganan bila sesorang akan melahirkan bayi dengan letak sungsang. jadi apapun posisi yang dicapai pada saat ini biasanya sama dengan posisi saat persalinan akan dimulai. bagaimana mendiagnosis atau mengetahui apakan janin letak sungsang atau tidak. Terjadinya letak sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan. Untuk ibu hamil dan rekan-rekan yang bergerak dibidang medis ataupun kehamilan ulasan ini sangat perlu diketahui. etiologi atau penyebab. hal ini disebabkan karena setelah sebagian janin lahir maka uterus akan berkontraksi yang berakibat pada gangguan sirkulasi uteroplasenta. Sayangnya. sumber : hanyawanita health: kesehatan Bagaimana bila anda atau saudari mengalami kehamilan dengan letak sungsang? Letak sungsang merupakan keadaan dimana bokong janin atau kaki berada di bagian bawah kavum uteri (rongga rahim). janin akan bernafas. dan terjadilah aspirasi air ketuban. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang.6 Pada janin. panggul sempit. lendir dan darah. Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu. dan penunjang diagnosis dalam hal ini yaitu pemeriksaan ultrasonografi yang sangat membantu diagnosis dan . kemungkinan besar bayi dilahirkan dengan operasi cesar.persalinan datang dengan alami dan diharapkan dapat melahirkan tanpa operasi. Ulasan berikut tentang patofisologi. plasenta previa. pemeriksaan fisik yang teliti dan seksama. Sangat sulit bagi fetus untuk turn over. hidramnion. Asal tidak ada kondisi lain yang menyebabkan harus cesar. yaitu anamnesis yang komunikatif dan terarah. Apabila bayi ibu menjadi letak sungsang lagi. misalnya kehamilan lewat waktu (lama hamil > 42 minggu. mortalitas tiga kali lebih besar dibandingkan dengan presentasi verteks. atau persalinan tidak maju.Baik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala.2Untuk menegakkan diagnosis letak sungsang diperlukan beberapa hal. dan kadang-kadang letak sungsang disebabkan oleh kelainan uterus dan kelainan bentuk uterus. Antara umur kehamilan 32-36 minggu. Letak sungsang terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu. beberapa fetus tidak seperti itu. terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm. Pada ibu yang pernah mengalami operasi sesar tidak dapat dilakukan induksi dengan obat-obatan/infus) jika ketuban pecah dini dan tidak disertai kontraksi persalinan. kehamilan kembar. fetus bertambah besar sehingga pergerakannya terbatas. fetus (janin) yang sedang berkembang sangat bebas untuk bergerak di dalam uterus (rahim). Faktor-faktor lain yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah multiparitas. mekonium. Sebagian besar selama kehamilan.

Letak sungsang ini akan memerlukan teknik persalinan yang berbeda dengan persalinan letak kepala baik dalam persalinan pervaginam maupun sectio cesarea.3.3 Sebagai contoh.6• Presentasi bokong (frank breech) (50-70%). Persalinan pervaginam sungsang terdiri dari tiga jenis yakni spontan. namun semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu melahirkan bayi dengan selamat.2. sedangkan pada kehamilan cukup bulan. Pada presentasi bokong akibat ekstensi kedua . terdapat beberapa teknik atau perasat yang digunakan pada situasi berbeda pada letak sungsang. terutama pada primigravida. maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri.Dikenal beberapa jenis letak sungsang. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang. PrevalensiLetak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada. mengingat bahaya-bahayanya. Letak sungsang terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu. letak sungsang atau letak lintang.2. jumlah air ketuban relatif lebih banyak. Dalam kehamilan.1 PatofisiologiLetak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan dalam uterus.Ada beberapa komplikasi yang mungkin timbul dalam persalinan sungsang yang dapat mempengaruhi prognosis ibu dan bayi yang dilahirkan yang sedapat mungkin dihindari dengan cara menguasai teknik persalinan sungsang dengan baik guna mencapai “well born baby” dan “well health mother”. terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm. manual aid dan total ekstraksi dimana semuanya memiliki resiko terutama pada fetal seperti asfiksi dan lainnya sedangkan indikasi untuk melakukan section cesarea pada letak sungsang sama dengan indikasi umum section cesarea secara umum.5 persen dari 136. sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. frekuensi letak sungsang lebih tinggi.5. Karena bokong dengan kedua tungkai terlipat lebih besar daripada kepala. Selama terjadi kemajuan persalinan dan tidak ada tanda-tanda bahaya yang mengancam kehidupan janin. yakni:1.6Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif berkurang.6Sayangnya.Sedangkan dalam persalinan. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang. janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala.4.pelaksanaan terapi serta intervensi lebih dini bisa dilakukan. maka penolong tidak perlu melakukan tindakan yang bertujuan untuk mempercepat kelahiran janin. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu. sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindarkan. Mengenai Pengertian dari Persalinan Letak SungsangPersalinan sungsang adalah persalinan untuk melahirkan janin yang membujur dalam uterus dengan bokong atau kaki pada bagian bawah dimana bokong atau kaki akan dilahirkan terlebih dahulu daripada anggota badan lainnya. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala. Terjadinya letak sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan. untuk menolong persalinan letak sungsang diperlukan lebih banyak ketekunan dan kesabaran dibandingkan dengan persalinan presentasi kepala. Berikut akan diulas satu persatu mulai dari definisi menurut dunia kedokteran. hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala.Khusus pada persalinan pervaginam. 3.256 persalinan tunggal dari tahun 1990 sampai 1999 di Parkland Hospital merupakan letak sungsang. Dengan demikian dapat dimengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan. sedangkan kepala berada ruangan yang lebih kecil di segmen bawah uterus. beberapa fetus tidak seperti itu.

kedua kaki terangkat ke atas sehingga ujungnya terdapat setinggi bahu atau kepala janin. maka harus dibedakan dengan tangan. air ketuban masih banyak dan kepala anak relatif besar2. frank breech. 6Apabila diagnosis letak sungsang dengan pemeriksaan luar tidak dapat dibuat. Denyut jantung janin pada umumnya ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada umbilikus. sehingga kadang-kadang sulit untuk membedakan bokong dengan muka. Frekuensi terjadinya letak sungsang juga meningkat dengan adanya plesenta previa. uterus mudah berkontraksi atau banyaknya air ketuban. Pada presentasi kaki bagian paling rendah adalah satu atau dua kaki.sendi lutut. Pada kaki terdapat tumit. Pada presentasi bokong kaki sempurna disamping bokong dapat diraba kaki. Apabila masih ada keragu-raguan. tetapi bokong tidak dapat digerakkan semudah kepala. karena plasenta mengurangi luas ruangan di daerah fundus.6Fianu dan Vaclavinkova (1978) menemukan prevalensi lebih tinggi pada implantasi plasenta di daerah kornual-fundal pada letak lintang (73 %) dari presentasi vertex (5 %) dengan sonografi. Plasenta yang terletak di daerah kornu fundus uteri dapat pula menyebabkan letak sungsang. Plasenta previa karena menghalangi turunnya kepala ke dalam pintu atas panggul. yakni kepala. ( Magnetic Resonance Imaging ). 6Pemeriksaan yang teliti dapat membedakan bokong dengan muka karena jari . 6Setelah ketuban pecah. anencephalus. maka diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan dalam. Kadang-kadang bokong janin teraba bulat dan dapat memberi kesan seolah-olah kepala. karena misalnya dinding perut tebal. sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas. Dengan demikian pada pemeriksaan dalam hanya dapat diraba bokong. sedangkan pada tangan ditemukan ibu jari yang letaknya tidak sejajar dengan jari-jari lain dan panjang jari kurang lebih sama dengan panjang telapak tangan.• Presentasi bokong kaki sempurna ( complete breech ) ( 5-10%).4.R.1 DiagnosisDiagnosis letak sungsang pada umumnya tidak sulit. Prematuritas karena bentuk rahim relatif kurang lonjong. Pada pemeriksaan luar.I. multi fetus. Berturut-turut dari kiri ke kanan : complete breech. Tidak ada hubungan yang kuat antara letak sungsang dengan pelvis yang menyempit (panggul sempit).• Presentasi bokong kaki tidak sempurna dan presentasi kaki ( incomplete or footling ) ( 10-30%). 7 EtiologiAda beberapa penyebab yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah:41.Faktor lain yang menjadi predisposisi terjadinya letak sungsang selain umur kehamilan termasuk diantaranya relaksasi uterus berkaitan dengan multiparitas. dan anus. Bila dapat diraba kaki. dapat diraba lebih jelas adanya bokong yang ditandai dengan adanya sakrum. persalinan sungsang sebelumnya. kedua tuber ossis iskii. dan footlink breech. kelainan uterus dan tumor pelvis. karena kepala kurang sesuai dengan bentuk pintu atas panggul. Panggul sempit5. Gambar Presentasi letak sungsang. dan kepala teraba di fundus uteri. di bagian bawah uterus tidak dapat diraba bagian yang keras dan bulat.3. Pada persalinan lama. Hidramnion karena anak mudah bergerak. harus dipertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografik atau M. karena terasa penuh di bagian atas dan gerakan terasa lebih banyak di bagian bawah. Seringkali wanita tersebut menyatakan bahwa kehamilannya terasa lain daripada kehamilannya yang terdahulu. Kelainan bentuk kepala: hidrocephalus. bokong janin mengalami edema. Pada presentasi bokong kaki tidak sempurna hanya terdapat satu kaki di samping bokong. tetapi hanya sejumlah kecil letak sungsang yang berhubungan dengan plasenta previa.

selain janin yang lain dapat menghalangi usaha versi luar tersebut. karena usaha tersebut tidak akan berhasil. Kerugian penggunaan narkosis untuk versi luar antara lain: narkosis harus dalam.yang akan dimasukkan ke dalam anus mengalami rintangan otot. sebab dengan narkosis ringan versi laur jauh lebih sulit dibandingkan bila penderita tetap dalam keadaan sadar. Mengingat bahayanya. sedangkan setelah minggu ke-38 versi luar sulit untuk berhasil karena janin sudah besar dan jumlah air ketuban relatif berkurang. hanya teraba satu kaki di samping bokong. usaha untuk melakukan versi luar tidak ada gunanya. 6 Pada penderita hipertensi. tindakan ini dilakukan dengan meletakkan jari-jari kedua tangan penolong pada perut ibu bagian bawah untuk mengangkat bokong janin. sedangkan denyut jantung janin harus baik. terutama pada primigravida. kedua kaki dapat diraba disamping bokong. Tetapi bila kesempitan panggul hanya ringan. karena kemungkinan besar janin masih dapat memutar sendiri. kepala didorong masuk ke rongga panggul. Versi luar sebaiknya dilakukan pada kehamilan antara 34 dan 38 minggu. Pada umumnya versi luar sebelum minggu ke-34 belum perlu dilakukan. 5) plasenta previa. Selama versi dilakukan dan setelah versi berhasil denyut jantung janin harus selalu diawasi. usaha versi luar dapat menyebabkan solusio plasenta. 6Sebelum melakukan versi luar. penggunaan narkosis dapat dipertimbangkan. bokong harus dikeluarkan lebih dahulu dari rongga panggul. diagnosis letak janin harus pasti. Sesudah janin berada keadaan presentasi kepala. karena meskipun berhasil menjadi presentasi kepala. sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindarkan. sedangkan jari yang dimasukkan ke dalam mulut akan meraba tulang rahang dan alveola tanpa ada hambatan. Pada panggul sempit tidak ada gunanya melakukan versi luar. Versi luar tidak ada gunanya dicoba bila air ketuban terlalu sedikit. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang. baik melalui penggantian kutub yang satu dengan lainnya pada letak . Disamping itu.1. Versi luar pada perdarahan antepartum tidak boleh dilakukan. Setelah bokong keluar dari panggul. 6Kalau versi luar gagal karena penderita menegangkan otot-otot dinding perut. merupakan tindakan untuk mengubah presentasi janin secara artifisial. 2) perdarahan antepartum. Kalau bokong tidak dapat dikeluarkan dari panggul. sehingga fleksi tubuh bertambah.6VersiVersi atau pemutaran. karena penderita tidak merasakan sakit ada bahaya kemungkinan digunakan tenaga berlebihan dan dapat mengakibatkan lepasnya plasenta. hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala. 4) hamil kembar.1. sebaiknya tidak melakukan versi luar dengan menggunakan narkosis. 6 Selanjutnya kedua tangan bekerjasama untuk melaksanakan putaran janin untuk menjadi presentasi kepala.6 Penatalaksanaan Dalam kehamilanMengingat bahaya-bahayanya. sedang tangan yang lain mendorong kepala ke bawah sedemikian rupa. karena dapat menambah perdarahan akibat lepasnya plasenta. Pada presentasi bokong kaki sempurna. yang lebih berbahaya ialah bila janin berada dalam satu kantong amnion kemungkinan tali pusat kedua janin akan saling melilit. 6Kontraindikasi lain untuk melakukan versi luar ialah: 1) panggul sempit. bokong ditahan dengan satu tangan. sedangkan pada kehamilan kembar. Apabila bokong sudah turun. sedangkan pada presentasi bokong kaki tidak sempurna. versi luar harus diusahakan karena kalau berhasil akan memungkinkan dilakukan partus percobaan. 3) hipertensi. akhirnya perlu dilakukan seksio sesarea. Versi luar hendaknya dilakukan dengan kekuatan yang ringan tanpa mengadakan paksaan.

Terkadang prosedur ini bisa dibenarkan kalau serviks sudah berdilatasi penuh. Versi Podalik DalamPerasat ini terdiri dari pemutaran janin oleh dokter kebidanan yang memasukkan tangannya ke dalam rongga rahim. B. Jadi. Jangan menggunakan anestesi. Versi Sefalik LuarTujuan prosedur ini adalah untuk mengubah presentasi yang kurang menguntungkan menjadi presentasi verteks atau presentasi belakang kepala. Prosedur Pertolongan Persalinan . sehingga dokter bisa mendengar suara denyut jantung tersebut selama melakukan tindakan.2. assisted breech delivery).Dalam stadium awal persalinan. alat sonografi akan bermanfaat. sementara pada versi dalam.A. (3) posisi punggung bayi tidak menghadap ke belakang. Kemungkinan trauma yang serius pada janin dan ibu pada waktu dilakukan versi podalik dalam dari suatu presentasi kepala. Denyut jantung janin harus dimonitor terusmenerus. Persalinan per abdominam ( seksio sesarea)A. pengubahannya menjadi presentasi verteks dapat dicoba lewat manuver luar asalkan tidak terdapat disproporsi nyata antara besar janin dan ukuran panggul. Kalau ada. sementara bagian atas badan janin didorong ke arah yang berlawanan secara trans abdomen. dapat dilakukan versi sefalik atau podalik.Menurut Fortunato dkk. sehingga harus dicoba untuk menghindari peningkatan angka mortalitas yang menyertai persalinan sungsang. (2) cairan ketuban masih terdapat dalam jumlah yang normal.3. berlaku inidikasi yang sama.2. seluruh tangan operator dimasukkan ke dalam kavum uteri.IndikasiKecuali pada persalinan bayi kedua dalam kehamilan kembar. Akan tetapi versi sefalik luar jarang berhasil kalau serviks sudah mengadakan dilatasi penuh atau kalau ketuban sudah pecah. persalinan pervaginam dibagi menjadi 3 yaitu:a) Persalinan spontan (spontaneous breech). (4) pasien tidak gemuk. ketuban masih utuh dan janin yang berada dalam letak lintang berukuran kecil dan atau sudah mati. versi luar merupakan tindakan manipulasi yang dilakukan lewat dinding abdomen . Indikasi tersebut kemudian bisa diperluas sampai pada letak bayi yang tidak stabil biasanya masih bisa berubah secara spontan menjadi letak longitudinal ketika proses persalinan berlangsung. dan menariknya keluar lewat serviks.c) Ekstraksi sungsang (total breech extraction). Jika letak janin melintang. kecuali bila janin itu berukuran sangat kecil dan biasanya belum viabel. Cara ini lazim disebut cara Bracht. (1998). karena akan mengakibatkan pemakaian tenaga yang tidak semestinya. hanya ada beberapa indikasi untuk dilakukannya versi podalik dalam.Tergantung pada bagian presentasi janin (kepala atau bokong). atau konversi letak oblik atau letak lintang menjadi letak longitudinal.IndikasiJika presentasi bokong atau bahu (letak lintang) didiagnosis pada minggu-minggu terakhir kehamilan. versi sefalik luar lebih besar kemungkinannya untuk berhasil jika : (1) bagian presentasi belum turun ke dalam panggul. Managemen Dalam persalinanJenis pimpinan persalinan sungsang1.4. Janin dilahirkan seluruhnya dengan memakai tenaga penolong. Janin dilahirkan dengan kekuatan dan tenaga ibu sendiri.b) Manual aid (partial breech axtraction.61. Janin dilahirkan sebagian dengan tenaga dan kekuatan ibu dan sebagian lagi dengan tenaga penolong. Tindakan ini kemudian diikuti oleh ekstraksi bokong. menangkap salah satu atau kedua kaki janin. sebelum ketuban pecah.longitudinal. Persalinan pervaginamBerdasarkan tenaga yang dipakai dalam melahirkan janin pervaginam.5. Jenis versi ini juga diberi nama menurut metode yang dipakai. Versi sefalik dianggap oleh sebagian dokter kebidanan sebagai teknik yang sering berhasil baik dengan morbiditas yang kecil. perubahan presentasi tersebut merupakan satu-satunya alternatif bagi tindakan seksio sesarea.

7. Sebelum melakukan persalinan.Teknik1. janin.6Indikasi1.b. 3.2. Oleh karena itu fase ini harus segera diselesaikan dan tali pusat segera dilonggarkan. bokong dicengkram secara Bracht. Gambar teknik hiperlordosis punggung bayi pada perasat Bracht 7 B. Penolong hanya mengikuti gerakan ini tanpa melakukan tarikan sehingga gerakan tersebut hanya disesuaikan dengan gaya berat badan janin. maupun penolong. Bila mulut sudah lahir. Dengan melakukan gerakan hiperlordosis ini berturut-turut lahir tali pusat. yaitu mulai dari lahirnya pusar sampai lahirnya mulut.b. Keuntungana. janin besar. Pada persiapan kelahiran janin harus selalu disediakan cunam Piper. Tahap ketiga: fase lambat. Disebut fase cepat karena pada fase ini kepala janin mulai masuk pintu atas panggul. Agar tenaga mengejan lebih kuat.8. Pada setiap his ibu disuruh mengejan. Bersamaan dengan dimulainya gerakan hiperlordosis ini. Maksud ekspresi Kristeller ini adalah:a. Di Negara Amerika sebagian . dagu.4. sehingga tidak semua persalinan letak sungsang dapat dipimpin dengan cara Bracht. sedang penolong berdiri di depan vulva. Pada waktu tali pusat lahir dan tampak sangat tegang.5. Janin yang baru lahir diletakkan diperut ibu. bahu dan lengan. tali pusat dikendorkan lebih dahulu. sehingga mengurangi bahaya infeksi.Spontan1. jalan lahir kaku misalnya pada primigravida. Ketika timbul his ibu disuruh mengejan dengan merangkul kedua pangkal paha. Seorang asisten segera menghisap lendir dan bersamaan dengan itu penolong memotong tali pusat. perut. sehingga mengurangi trauma pada janin. yaitu mulai lahirnya bokong sampai pusat (skapula depan ).2. Tahap pertama: fase lambat.disebut fase lambat karena fase ini hanya untuk melahirkan bokong. Prosedur Manual Aid1. penolong harus memperhatikan sekali lagi persiapan untuk ibu. c.5. mulut dan akhirnya seluruh kepala. janin dapat bernafas lewat mulut. Pemberian oksitosin ini adalah untuk merangsang kontraksi rahim sehingga fase cepat dapat diselesaikan dalam 2 his berikutnya. Pada waktu bokong mulai membuka vulva (crowning) disuntikkan 2-5 unit oksitosin intra muskulus. adanya lengan menjungkit atau menunjuk. Persalinan secara Bracht mengalami kegagalan terutama dalam keadaan panggul sempit.b. Persalinan secara Bracht mengalami kegagalan. sedangkan jari-jari lain memegang panggul. Episiotomi dikerjakan pada saat bokong membuka vulva. yaitu punggung janin didekatkan ke perut ibu. 5-10% persalinan secara Bracht mengalami kegagalan. sehingga kepala harus dilahirkan secara perlahan-lahan untuk menghindari terjadinya perdarahan intra kranial (adanya ruptur tentorium serebelli). Disebut fase lambat karena kepala akan keluar dari ruangan yang bertekanan tinggi (uterus). sehingga fase cepat dapat segera diselesaikan. Menjaga agar posisi kepala janin tetap dalam posisi fleksi. sehingga kemungkinan tali pusat terjepit. misalnya bila terjadi kemacetan baik pada waktu melahirkan bahu atau kepala. Segera setelah bokong lahir. yaitu kedua ibu jari penolong sejajar sumbu panjang paha. Dari semula memang hendak melakukan pertolongan secara manual aid. ke dunia luar yang tekanannya lebih rendah. Cara ini adalah cara yang paling mendekati persalinan fisiologik. Tangan penolong tidak masuk ke dalam jalan lahir.6. Ibu tidur dalam posisi litotomi. Menghindari terjadinya ruang kosong antara fundus uterus dengan kepala janin sehingga tidak terjadi lengan menjungkit.5. yaitu mulai lahirnya mulut sampai seluruh kepala lahir.6Tahapan1. seorang asisten melakukan ekspresi Kristeller pada fundus uterus.9. yaitu bagian yang tidak begitu berbahaya. Kerugiana. Kemudian penolong melakukan hiperlordosis pada badan janin guna mengikuti gerakan rotasi anterior. sesuai dengan sumbu panggul.3. Tahap kedua: fase cepat.2.

Najouksc. Setelah persiapan selesai. Kedua tangan penolong memegang betis janin. Tangan yang di luar mendorong fundus uterus ke bawah. Tahap ketiga. Cunam Piper Gambar Melahirkan bahu dan lengan dengan cara klasik/Deventer 7 Gambar Melahirkan bahu dan lengan (Mueller) : ekstraksi depan kemudian belakang 7 Gambar Manual aid Mauriceau-Veit-Smellie 7 Gambar Perasat Prague terbalik 7 Gambar 7. sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan paha. Tangan yang di dalam mencari kaki depan dengan menelusuri bokong. Pegangan dipindahkan pada pangkal paha setinggi muingkin dengan kedua ibu jari di belakang paha. Prosedur Ekstraksi sungsangTeknik Ekstraksi Kaki1. Tahap kedua. Untuk memperkuat . tangan yang searah dengan bagian-bagian kecil janin dimasukkan secara obstetrik ke dalam jalan lahir. Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokanter depan lahir. dan kemungkinan besar tali pusat terjepit diantara kepala janin dan pintu atas panggul. Ekstraksi dengan menggunakan cunam Piper 7 C. Cara atau teknik untuk melahirkan bahu dan lengan adalah secara:a.1. Mauriceaub. Prague terbalike. Setelah bokong lahir. dan bokong sudah berada di dasar panggul. Louvset3. Ekstraksi bokong dikerjakan bila jenis letak sungsang adalah letak bokong murni (frank breech). Selanjutnya untuk melahirkan badan janin yang lain dilakukan cara persalinan yang sama seperti pada manual aid. Setelah kaki bawah fleksi pergelangan kaki dipegang oleh jari kedua dan jari ketiga dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut. Bila kedua trokanter telah lahir berarti bokong telah lahir. Dengan pegangan ini. pangkal paha sampai lutut.Kepala dapat dilahirkan dengan cara:a. yaitu kedua ibu jari diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang betis. Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dahulu. kaki janin ditarik curam ke bawah sampai pangkal paha lahir. Jari telunjuk tangan penolong yang searah dengan bagian kecil janin.6Gambar 4. lahirnya bahu dan lengan yang memakai tenaga penolong.2. sehingga sukar untuk menurunkan kaki. sedang tangan yang lain membuka labia.besar ahli kebidanan cenderung untuk melahirkan letak sungsang secara manual aid.6.2. karena pada saat itulah kepala masuk ke dalam pintu atas panggul. dan jari-jari lain di depan betis. Dengan jari telunjuk ini. Wigan MartinWinckeld. lahirnya bokong sampai pusar yang dilahirkan dengan tenaga ibu sendiri. dimasukkan ke dalam jalan lahir dan diletakkan di pelipatan paha depan.5.2.Tahapan1. lahirnya kepala. karena mereka menganggap bahwa sejak pusar lahir adalah fase yang sangat berbahaya bagi janin. maka untuk melahirkan janin selanjutnya dipakai teknik pegangan femuro-pelviks. pelipatan paha dikait dan ditarik curam ke bawah. kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi.3.4. Muellerc. Tahap pertama. maka yang akan lahir lebih dulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus curam ke bawah. Ekstraksi kaki menggunakan perasat Pinard 7Teknik Ekstraksi Bokong1.5. Dengan pegangan ini badan janin ditarik curam ke bawah sampai pusar lahir. Kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dielevasi ke atas sehingga trokanter belakang lahir. Klasik ( Deventer )b.

persalinan mungkin tertunda beberapa menit ketika melahirkan kepala yang menyusul melewati pelvis ibu. Fraktur tulang-tulang kepala.g. yaitu kematian janin 3 kali lebih banyak dibanding persalinan spontan. abdomen. dan turut menarik curam ke bawah. Kerusakan jaringan otak. Sufokasi. maka penolong dituntut untuk menguasai teknik persalinannya secara terampil. maka jari telunjuk penolong yang lain segera mengait pelipatan paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir. juga merupakan rangsangan yang kuat untuk janin bernapas.h.Mengingat penyulit pada janin akibat persalinan pervaginam cukup berat.6Penyulit persalinan pervaginam1.2. Setelah bokong lahir. Bila sudah diputuskan melahirkan janin pervaginam.d. perbedaan antara ukuran kepala dan bokong biasanya lebih besar daripada fetus yang lebih tua. Oleh karena itu cara persalinan ini sekarang sudah tidak dianjurkan lagi pada janin hidup. Fraktur pada tulangtulang janin. Fraktur klavikula ketika melahirkan bahu yang lebar. yang dapat menimbulkan sufokasi. Kematian perinatal pada letak sungsang dibanding dengan letak belakang kepala rata-rata 5 kali lebih banyak.4. serviks yang belum terbuka lengkap. Paralisis brakialise. thoraks.Kerusakkan pada tulang janin dapat berupa:a. Fraktur femur. atau kepala janin yang dilahirkan secara mendadak. Saat itu. lengan dan kepala harus lahir secara tepat. Dislokasi bahu. maka anoksia ini diperberat lagi. beberapa pergerakan kepala mungkin sukses melewati jalan lahir. sehingga timbul dekompresi. Bila dengan tarikan ini trokanter depan mulai tampak di bawah simfisis. Ini melibatkan persalinan yang sedikit cepat dapat menekan bagian-bagian janin.f.c. mukus. Badan janin yang sebagian sudah berada diluar rahim. Pada keadaan ini. Asfiksia fetalis. pilihan persalinan pervaginam keduanya tidak memuaskan:1. bokong dipegang secara femuro-pelviks. Dislokasi panggul terutama pada waktu melahirkan tungkai yang sangat ekstensi (fleksi maksimal). Pada keadaan yang tidak menguntungkan ini. terjadilah pengecilan rahim. yang menimbulkan anoksia. Cara persalinan secara ekstraksi total (total extraction) merupakan cara persalinan dengan penyulit janin yang sangat nburuk. tarikan atau keduanya. persalinan mungkin dipaksakan. Keadaan ini merangsang janin untuk bernapas.3.5Komplikasi pada persalinan pervaginamPersalinan sungsang dengan tarikan sampai pada lahirnya umbilikus dan talipusat menyentuh pelvis. 3. insisi Duhrssen pada serviks mugkin dapat dilakukan. cairan amnion dan mekonium akan diaspirasi. Walaupun demikian. akan menekan tali pusat. dan serviks belum berdilatasi cukup untuk melahirkan kepala tanpa trauma.Pada fetus preterm. Hematoma otot-otot. sebelum memutuskan untuk melahirkan janin secara pervaginam. Robertson dan kawan- . bokong dan ekstremitas bawah fetus preterm akan melewati serviks dan dilahirkan.b.4. Pada kehamilan aterm.Bila sebagian besar badan janin telah lahir. trauma pada fetus dan ibu mungkin dapat dinilai. Oleh karena itu. maka perlu dilakukan evaluasi obstetrik dengan teliti.5. dan fetal hipoksia mungkin berbahaya. Fraktur humerus ketika hendak melahirkan lengan yang menjungkit (extended). dengan bahaya terjepitnya tali pusat pada waktu kepala masuk panggul (fase cepat).tenaga tarikan ini.1.1. maka tangan penolong yang lain mencengkeram pergelangan tangan tadi. tetapi hipoksia dan asidemia bertambah berat.Trauma pada otak janin dapat terjadi. sekali letak sungsang melewati introitus vagina.Selain akibat mengecilnya uterus pada waktu badan janin lahir. atau2. sehingga terjadi gangguan sirkulasi plasenta dan menimbulkan anoksia janin. menyebabkan trauma dari penekanan. Akibatnya darah. khususnya pada panggul sempit atau adanya diproporsi sefalo-pelvik. kemudian janin dapat dilahirkan dengan cara manual aid (bedah kebidanan).

didapatkan 4 persen kejadian prolaps tali pusat. Untuk melakukan penilaian apakah letak sungsang dapat melahirkan per vaginam atau harus per abdominam kadang-kadang sukar. memberi trauma yang sangat berarti bagi janin. Primigravida tua.5 perse. Prosedur persalinan sungsang per abdominal1.1987). dan HCO3 lebih rendah dibandingkan persalinan letak kepala. Sebagai contoh. keterlibatan tali pusat yang melingkar-lingkar pada fetus lebih umum pada letak sungsang ( Spellacy and associates. Dicurigai . insiden prolaps tali pusat pada presentasi kaki adalah 15 persen. bagaimanapun. persalinan sesarean meningkatkan Apgar skor tetapi tidak status asm basa. 1991 ). nilai asam basa darah tali pusat secara signifikan berbeda untuk persalinan pervaginam. Christian dan Brady (1991) melaporkan bahwa pH darah arteri umbilikus rendah. Socol dan kawan-kawan (1988) menyimpulkan.b.Soernes dan Bakke ( 1986) pada pengamatan awal menyatakan bahwa panjang tali pusat umbilikus lebih pendek pada letak sungsang dari keterlibaletak kepala secara signifikan.4 persen pada presentasi kepala ( Barrett.Apgar skor.5 kg-4 kg. lebih dari 3.Frekuensi prolaps tali pusat meningkat apabila fetus berukuran kecil atau bila sungsang tidak dalam posisi bokong murni. pada persalinan pervaginam letak sungsang secara umum lebih rendah dari bila dilakukan persalinan sesarean secara elektif (Flanagan dan kawan-kawan. Beberapa kriteria yang dapat dipakai pegangan bahwa letak sungsang harus dilahirkan per abdominal.D. 1996). Riwayat persalinan yang buruk (bad obstetric history). Lebih lanjut. 1993 ). 10 persen dari wanita yang dikenali untuk persalinan pervaginam mengalami persalinan sesarean karena berisiko dalam persalinan. Dengan cara yang sama. yang gejala-gejalanya akan tampak baik pada waktu persalinan maupun baru di kemudian hari. Keseluruhan.d.1996) mengamati tidak ada perbedaan yang bermakna pada kejadian kepala terperangkap pada persalinan sungsang umur kehamilan 28-36 mingggu atau 24-27 minggu. Banyak ahli melaporkan bahwa persalinan letak sungsang pervaginam.kawan ( 1995. Pada 1212 letak sungsang. khususnya pada 1 menit. Namun hal ini tidak berarti bahwa semua letak sungsang harus dilahirkan per abdominal. yang sesuai dengan 0. Flannagan dan kawan-kawan (1987) menyeleksi 244 wanita dengan letak sungsung yang bervariasi (72 persen adalah frank brech) untuk percobaan persalinan. dan 5 persen pada letak bokong murni.e. insiden pada posisi frank breech sekitar 0.3. misalnya:a. Dalam laporan Collea dan kawan-kawan ( 1978 ).2. Abnormalitas tali pusat ini sepertinya memainkan peran dalam perkembangan janin letak sungsang seperti insiden yang relatif tinggi pola denyut jantung janin yang mencemaskan pada persalinan. Janin besar.c. Mereka juga menemukan tidak ada hubungan kelahiran neonatus yang tidak diinginkan setelah kepala terperangkap. Persalinan letak sungsang dengan seksio sesarea sudah tentu merupakan cara yang terbaik ditinjau dari janin. Masalah lain pada mekanisme letak sungsang adalah terperangkapnya lengan di belakang leher. Komplikasi lengan menunjuk ( nuchal arm) sampai 6 persen dari persalinan sungsang pervaginam dan dihubungkan dengan peningkatan mortalitas neonatal ( Cheng and Hanah. Pco2 tinggi. Sedangkan. Nilai sosial janin tinggi (high social value baby).Albrechtsen dan kawan-kawan (1997) mengevaluasi percobaan untuk memilih persalinan pervaginam atau sesarean pada letak sungsang. Fetal distres bukan karena prolaps tali pusat didiagnosa pada 5 persen wanita lainnya yang dipilih untuk persalinan pervaginam. Flanagan dan kawan-kawan (1987) menekankan bahwa kelahiran bayi pada persalinan sungsang tidak diperburuk oleh perbedaan yang signifikan dari Apgar skor atau status asam basa pada kelahiran.

5. laserasi serviks ataupun keduanya. 2001: 509-535. atau persalinan after coming head lewat serviks yang belum berdilatasi lengkap. Anomali uterus dan tumor.6 Jika ingin lebih lengkapnya bisa dibaca sumber-sumber tulisan ini: 1. prolapsus funikuli pada presentasi bokong tak lengkap jauh lebih sering dijumpai bila dibandingkan pada presentasi verteks.7. KomplikasiPada letak sungsang yang persisten. PrognosisBaik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala.2. 21st edition. Paralisis lengan merupakan peristiwa yang bisa terjadi akibat tekanan oleh jari tangan operator pada pleksus brakialis ketika melakukan traksi. Bandung: Elstar Offset: 169-185. dan fraktur femur dapat terjadi dalam pelaksanaan ekstraksi bokong pada persalinan frank breech yang sulit. khususnya seksio sesarea.adanya kesempitan panggul. DiLeo GM. Fetal . prognosisnya kurang menguntungkan dan akan semakin serius dengan semakin tingginya bagian presentasi pada awal dilakukannya ekstraksi bokong.3.Fraktur humerus dan klavikula tidak selalu dapat dihindari ketika dilakukan pembebasan lengan. meningkatnya komplikasi berikut harus diantisipasi:1. hambatan pertumbuhan.4. Kalau bayi ditarik keluar secara paksa lewat panggul yang sempit. Pada persalinan sungsang yang sulit terdapat peningkatan risiko maternal. Tindakan manipulasi tersebut dapat pula menyebabkan pelebaran luka episiotomi dan robekan perineum yang dalam. fraktur kompresi berbentuk sendok atau fraktur tengkorak yang sebenarnya. Wenstrom KD. Intervensi operatif. bisa saja terjadi.Zatuchni dan Andros telah membuat suatu indeks prognosis untuk menilai lebih tepat apakah persalinan dapat dilahirkan per vaginam atau per abdominam.2. Berat badan lahir yang rendah pada persalinan preterm. atau keduanya. meskipun keadaan ini akan hilang spontan. Anestesi yang memadai untuk menimbulkan relaksasi uterus yang nyata dapat pula mengakibatkan atonia uteri yang selanjutnya diikuti oleh perdarahan postpartum dari tempat implantasi plasenta. secara umum prognosis bagi ibu yang bayinya dilahirkan dengan ekstraksi bokong bagaimanapun juga lebih baik bila dibandingkan pada tindakan seksio sesarea. Gant NF.6. Kadang-kadang leher bayi sendiri dapat patah kalau pada waktu ekstraksi digunakan tenaga yang besar. New York: Mc Graw Hill Company. Tetapi.3. Hematom otot sternokleidomastoideus kadang kala terjadi setelah tindakan ekstraksi. edisi 1979. beberapa permasalahan yang lebih serius dapat mengikuti separasi epifisis pada tulang skapula.61. Cunningham FG. dan komplikasi ini selanjutnya akan memperburuk prognosis bagi bayi. Morbiditas dan mortalitas perinatal dari persalinan yang sulit. Plasenta previa. tetapi lebih sering lagi disebabkan oleh peregangan leher secara berlebihan ketika dilakukan pembebasan lengan bayi. Leveno KJ. angka mortalitas perinatal juga meningkat akibat semakin besarnya kemungkinan terjadinya trauma lain pada saat dilakukan ekstraksi. yang menyertai persalinan sungsang. khususnya dengan segmen bawah uterus yang sudah tipis.1. Hauth JH. Berbagai perasat intra uteri. Meskipun demikian. Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu. Prolaps tali pusat.f. Kelainan fetus. Gilstrap LC. Distosia (Patologi Persalinan ) dalam Obstetri Patologi bagian obstetri dan ginekologi. Breech Presentation and Delivery in William Obstetrics. Lebih lanjut. dengan akibat yang umumnya fatal. Multipel fetus8.Bagi janin. dan bayi. Prematuritas. humerus atau femur. dapat mengakibatkan ruptura uteri. neonatus. Di samping peningkatan risiko terjadinya ruptura tentorium dan perdarahan intraserebral.

Tipe ini lebih sering pada multigravida 2)Extended brech (frank brech) pada bayi fleksi. janin. Saya I Made Haryoga. 2005. Pada palpasi di bagian bawah . sehingga kaki berada dekat kepala.4. 1999. tugas kedokteran This post was written by: haryoga .Anatomi.ahealthyme. Ada 4 tipe letak sungsang 1)Complete/flexed brech. Terima kasih atas kunjungannya. Patologi Persalinan dan Penanganannya dalam Ilmu Kebidanan. Selain itu kelainan-kelainan seperti hidrosefalus. pada posisi ini paha dan lutut bayi fleksi dan kaki menutupi bokong.Accessed August 18.css. Wiknjosastro H. kesehatan ibu hamil. Fischer R. last update december 10. edisi ke-4. 2006. penyebab pasti dari presentasi bokong belum diketahui secara pasti tetapi dapat terjadi pada persalinan premetur. plasenta letak rendah atau tumor yang menghalangi jalan lahir. janin berada dalam posisi 1 atau kedua lutut berada di bawah bokong Penyebab Presentasi bokong terjadi kurang lebih 3% pada semua persalinan. http//:www. 2002: 607-622. kehamilan letak sungsang. polihidramnion memungkinkan terjadinya malpresentasi Diagnosis Diagnosis ditegakan dengan pemerikasaan abdominal. Persalinan Sungsang dalam Ilmu Bedah Kebidanan. Wiknjosastro H. sering terjadi pada primiyang prematur 3)Presentesi kaki. Silakan lihat halaman about me untuk profil saya selengkapnya. bayi. kebidanan. uterus bikormis. Contact the author Kelainan Kelainan Letak Sungsang Dalam Kehamilan Letak sungsang merupakan suatu letak dimana bokong bayi merupakan bagian rendah dengan atau tanpa kaki (keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri. 2002: 104-122. last update May 5. persalinan letak sungsang. 2006. http://www. Nugroho. Accessed August 9.who has written 62 posts on imadeharyoga.com/bp/emed.emedicine. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. 5. Persalinan Sungsang.com/fa/ahealth.6.7. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. managemen kehamilan.html. http://www. Breech Presentation. 1 atau kedua kaki di bawah bokong 4)Presentasi lutut. patofisiologi obgyn. letak sungsang.csd.geocities. edisi ke-3. 2006.com. tetapi pada kaki ektensi. accesssed August 9.com/Yosemite/rapids/cklobpt9. Selamat datang di rumah saya. insufisiensi cairan ketuban.K. gande multi.

Kala I persalinan Kala I persalinan lebih lama daripada letak belakang kepala.teraba bagian yang kurang keras dan kurang bundar. Pelepasan plasenta dapat terjadi pada kala II akibat tarikan dari tali pusat. bundar dan melenting. Bahaya lain adalah fraktur. Jika bokong enganged seperti pada bokong murni dimana terdapat resiko pecah selput ketuban dan prolapsus umbilikal. Pada saat pembukaan servik tercapai ¾ nya biasanya ibu ingin mengejan. ruptur organ abdomen dan banyak bahaya untuk otot syaraf. Kadang-kadang kontraksi uterus hipotonis sehingga dapat dirangsang dengan pemberian oksitosin. Bahaya persalinan sungsang dapat di simpulkan sebagai berikut: 1.Oedem genital dan memar atau lecet akibat capformation Kejadian anomali kongenital tinggi pada bayi dengan presentasi atau letak sungsang dan terutama pada BBLR. 1. Penmeriksaan dengan USG atau rontgen dapat mengetahui letak yang sebenarnya pada pemeriksaan pervaginam teraba bagian lunak anus juga akan teraba bagian sacrum. Kematian bayi pada persalinan sungsang 4 kali lebih besar daripada persalinan biasa. sementara di fundus teraba bagian yang keras. anastesi dan ahli anak.Ruptur organ abdomen 6. Manajemen Persalinan Sungsang Persalinan dianjurkan di rumah sakit di bawah pengawasan dokter ahli obstetri.Kerusakan otot dan syaraf terutama pada otot sterno mastoid dan fleksus brachialis 5. ibu sebaiknya tidak berjalan-jalan. Kebanyakan dokter ahli kebidanan menganjurkan induksipersalinan pada 38 minggu.Kala II persalinan . ketika fetus masih agak kecil.Anoksia intra dan ekstra uterin 2. bokong dapat melalui servik tetapi kepala tidak melalui servik sehinga ibu dilarang untuk mengejan sampai dilatasi servik lengkap 2. Jika ibu tidak partus spontan pada 40 minggu biasanya dilakukan induksi persalinan.Fraktur dan dislokasi 4. Bahaya Persalinan sungsang tidak menyebabkan bahaya bagi ibu tetapi menimbulkan hal yang serius bagi bayinya. Setelah kepala masuk ke dalam rongga panggul dapat terjadi tekanan pada kepala pada tali pusat dan ini akan menyebabkan hipoksia janin. Denyut jantung janin terdengar di atas pusat.Perdarahan intrakranial 3.

Jika kepala dilahirkan dengan cepat dapat terjadi perdarahan intrakranial. Selanjutnya kepala dilahirkan dengan lambat. tubuh di simpan di atas abdomen ibu. posisinya sama dengan letak kepalatetapi pada letak sungsang sacrum sebagai penunjuk.Sacrum kiri/kanan belakang Pertolongan persalinan pada letak sungsang Persalinan letak sungsang dapat ditolong dengan prasar brach ataupun dengan tindakan/extraksi. Setelah hidung tampak di vulva . Bayi di pegang pada pergelangan kaki dan menggunakan traksi yang halus. lubang hidung segera dibersihkan kepala dilahirkan secara perlahan-lahan. Ketika kuduk dan garis rambut sudah tampak menunjukan bahwa kepala akan lahir.Posisi sacrum anterior kanan 3. Ada 4 posisi pada letak sungsang: 1. selama beberapa waktu untuk memudahkan penurunan dan fleksi dari kepala. Lengan yang normalnya fleksi menyilang di depan dada dengan mudah dilepaskan dan bahu akan lahir. Sekarang bayi dalamkeadaan menggantung pada berat badannya.Posisi sacrum kiri depan 2. Badan bayi maju sampai sejauh umbilikus kemudian kaki di lepaskan/dilahirkan dengan perlahan-lahan. Metode mauriceau digunakan untuk melahirkan kepala dimana terjadi kelambatan . Perineum ditekan dengan jari untuk membuka mulut bayi. Mekanisme persalinan letak sungsang Hubungan sacrum dengan panggul ibu akanmenentukan posisi janin. Pertama-tama kandung kancing dikosongkan ketika bokong belakng meregang perineum diberi anastesi lokal dan dilakukan episiotomi. obat-obatan oksitosin diberikan pada ibu segera seteah bayi lahir. Tali pusat dilongggarkan pada kontraksi berikutnya bahu akan tampak. Bokong belakang tampak di vulva dan bokong maju lebih cepat.Pemeriksaan vaginal dilakukan untuk mengetahui pembukaan lengkapsebelum menyuruh ibu mengedan. Mulut dibersihkan dari lendir sehingga bayi bernafas tanpa menghisap cairan lendir. untuk menghindarinya biasanya dengan menggunakan forcep erygey’s atau neville barnes untuk kepala yang sudah lahir hal ini memungkinkan untuk mengontrol kecepatan lahirnya kepala.Sacrum kanan/kiri 4. Kepala ditarik ke bawah sampai batas hidung sehingga saluran nafas dapat dibersihkan dan oksigen dapat diberikan segera setelah bayi bernafas.

Letak sungsang pada usia kehamilan kurang dari 28 minggu sebesar 25%. Sebab kematian perinatal pada persalinan presentasi bokong yang terpenting adalah prematuritas dan penanganan persalinan yang kurang sempurna. kemudian memasukan jari tengah ke dalam mulut dan kepala difleksikan.Pada letak kepala. kepala yang merupakan bagian terbesar lahir terlebih dahulu. Footling (10-30%) yaitu satu atau kedua tungkai atas ekstensi. Jari tengah menekan oksiput untuk membantu fleksi. Pada keadaan emergensi bidan dapat melakukan tehnik ini meskipun jarang dilakukan. Tipe letak sungsang yaitu: Frank breech (50-70%) yaitu kedua tungkai fleksi . pada kehamilan 32 minggu 7% dan. tehniknya yaitu dengan menunggangkan bayi apada lengan kiri.Pengertian Kehamilan SungsangKehamilan pada bayi dengan presentasi bokong (sungsang) dimana bayi letaknya sesuai dengan sumbu badan ibu. dengan akibat hipoksia atau perdarahan di dalam tengkorak. Jari tengah dan jari telunjuk tangan kanan disangkutkan pada bahu untuk digunakan sebagai tarikan. 1-3% pada kehamilan aterm. tungkai bawah ekstensi . Kejadian letak sungsang berkurang dengan bertambahnya usia kehamilan. Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri (2). sedangkan pesalinan letak sungsang justru . jalan nafas dibersihkan dan kelahiran kepala dilakuka dengan cara yang sama. presentasi kaki. Trauma lahir pada presentasi bokong banyak dihubungkan dengan usaha untuk mempercepat persalinan dengan tindakan-tindakan untuk mengatasi macetnya persalinan. sedangkan bokong merupakan bagian terbawah di daerah pintu atas panggul atau simfisis (Manuab. memasukan tiga jari kedalam vagina dan mencari mulut bayi. asisten menekan daerah supra pubik dengan sehalus mungkin kepala dilahirkan melalui jalan lahir. bidan menemukan kakus dengan persalinan sungsang.Letak sungsang terjadi pada 3-4% dari seluruh persalinan.1998). bidan harus mengupayakan membawa ibu ke rumah sakit. Apabila pada praktek di masyarakat.53 Kematian perinatal langsung yang disebabkan karena persalinan presentasi bokong sebesar 4-5 kali dibanding presentasi kepala. kepala berada pada fundus uteri. DIPOSKAN OLEH BERKAH WATER TECHNOLOGY DI 00. mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan dari persalinan tersebut.dari penurunan kepala. Complete breech (5-10%) yaitu tungkai atas lurus keatas.

Kehamilan ganda.1996 )Penyebab letak sungsang dapat berasal dari 1. Sudut Ibu a. Keadaan jalan lahir1) Kesempitan panggul2) Deformitas tulang panggul3) Terdapat tumor menjalani jalan lahir dan perputaran ke posisi kepala2.EtiologiFaktor-faktor presentasi bokong meliputi prematuritas. ini merupakan jenis yang tersering dan meliputi hampir 2/3 presentasi bokong. Teraba bokong2. setelah badan bayi lahir. Beberapa ibu melahirkan bayinya semua dengan presentasi bokong menunjukkan bahwa bentuk panggulnya adalah sedemikian rupa sehingga lebih cocok untuk presentasi bokong daripada presentasi kepala.1998). Dapat dibedakan letak kaki bila kaki terendah . pemeriksaan foto abdomen. panggul sempit. Letak Bokong Murni Flexi pada paha. Implantasi plasenta di fundus atau di tonus uteri cenderung untuk mempermudah terjadinya presentasi bokong ( Harry oxorn.b. ada pesentasi bokong membakal. Teraba bokong2. air ketuban yang berlebihan. Keadaan rahim1) Rahim arkuatus2) Septum pada rahim3) Uterus dupleks4) Mioma bersama kehamilanb. Persalinan kepala pada letak sungsang tidak mempunyai mekanisme “Maulage” karena susunan tulang dasar kepala yang rapat dan padat.Bentuk- Bentuk Letak Sungsang (Manuaba . extensi pada lutut. Letak Bokong Tak Sempurna1. Kedua kaki bertindak sebagai spalkB.1998)). Letak Bokong Kaki Sempurna1. plasenta previa. dan pemeriksaan ultrasonografi. Letak Bokong Murni1. Teraba bokong2. Disamping bokong teraba satu kakiD. Letak Bokong Kaki Sempurna Flexi pada paha dan lutut (Frant Greech).a. letak bila lutut terendahUntuk menentukan berbagai letak sungsang dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan dalam. Bila bagian terendah teraba salah satu dan atau kedua kaki atau lutut2.hydrocepalus dan janin besar. Keterbatasan waktu persalinan kepala dan tidak mempunyai mekanisme maulage dapat menimbulkan kematian bayi yang besar (Manuaba. Letak Kaki1. Kedua kaki menjungkit ke atas sampai kepala bayi3. Sudut janinPada janin tedapat berbagai keadaan yang . Letak Bokong Tak Sempurna / lutut Satu atau dua kaki dengan ekstensi pada kaki merupakan bagian terendah (Fn Complek Breech).c.kepala yang merupakan bagian terbesar bayi akan lahir terakhir. sehingga hanya mempunyai waktu 8 menit. Berdasarkan komposisi dari bokong dan kaki dapat ditentukan bentuk letak sungsang sebagai berikut :A. Banyak yang diketahui sebabnya. fibra. Keadaan plasenta1) Plasenta letak rendah2) Plasenta previac. Kedua kaki berada di samping bokongC. myoma..

Pada presentasi bokong murni otot-otot paha teregama di atas tulang-tulang dibawahnya.e.Diagnosa kedudukan 1. Mungkin kepala cukup diraba bila kepala ada di bawah tupar/iga-iga. Kepala berada di fundus uteri. Melalui hukum gaya berat. Dengan gerakan kaki janin. 1998). kepala janin akan menuju kearah pintu atas panggul. Dicurigai bokong. Di atas panggul terasa massa lunak mengalir dan tidak terasa seperti kepala. Kepala lebih keras dan lebih bulat dari paha bokong dan kadang-kadang dapat dipantulkan (Balloffablle) dari pada bokong uteri teraba terasa massa yang dapat dipantulkan harus dicurigai presentasi bokong. Pemeriksaan abdominala. Melampaui batas 8 menit dapat menimbulkan kesakitan /kematian bayi (Manuaba.d.menyebabkan letak sungsang : 1) Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat2) Hedrosefalus atau anesefalus3) Kehamilan kembar4) Hidroamnion atau aligohidromion5) PrematuritasDalam keadaan normal. Persalinan kepala mempunyai waktu terbatas sekitar 8 menit. setelah bokong lahir. Letaknya adalah memanjang. Punggung ada di sebelah kanan dekat dengan garis tengah bagian-bagian kecil ada di sebelah kiri. serta melakukan putaran paksi dalam sehingga suboksiput berada di bawah simfisis. berturut-turut akan lahir dagu. Dengan trochanter depan sebagai hipomoklion akan lahir trochanter belakang dan selanjutnya seluruh bokong lahir untuk melakukan putaran paksi dalam sehingga bahu depan berada dibawah simfisis. memberikan gambaran keras menyerupai kepala dan menyebabkan kesalahan diagnostic. Dengan bahu depan sebagai hipomoklion akan lahir bahu belakang bersama dengan tangan belakang diikuti kelahiran bahu depan dan tangan depan.Mekanisme persalinan letak sungsang Mekanisme persalinan letak sungsang berlangsung sebagai berikut :a) Persalinan bokongb) Persalinan bahuc) Persalinan kepala(Manuaba. Bersamaan dengan kelahiran bahu. ketegangan ligamentum fatundum dan kontraksi braxson hicks. muka dan kepala seluruhnya.b. Tonjolan kepala tidak ada . hidung. kepala janin berangsur-angsur masuk ke pintu atas panggul.c. jauh dari garis tengah dan di belakang. Disamping itu kepala janin merupakan bagian terbesar dan keras serta paling lambat. mulut. bokong mencapai tempat yang lebih luas sehingga terdapat kedudukan letak kepala. kepala bayi memasuki jalan lahir dapat melintang atau miring. Suboksiput menjadi hipomuklion. 1998) Bokong masuk pintu atas panggul dapat melintang atau miring mengikuti jalan lahir dan melakukan putaran paksi dalam sehingga trochanter depan berada di bawah simfisis.

Spontaneous breech (Bracht)b.2002)Langkah klinik1. Persiapan Pasien :a) Ibu dalam posisi litotomi pada tempat tidur persalinanb) Mengosongkan kandung kemih .3) Bagian terendahnya teraba lunak dan ireguler. Persalinan per abdominal : Seksio SesariaProsedur persalinan sungsang secara spontan :1. Partial breech extraction : Manual and assisted breech deliveryc. kepala keluar dari ruangan yang bertekanan tinggi (uterus) ke dunia luar yang tekanannya lebih rendah sehingga kepala harus dilahirkan perlahan-lahan untuk menghindari pendarahan intrakranial (adanya tentorium cerebellum). Bokong dapat dikelirukan dengan muka. Tahap lambat : mulai lahirnya bokong sampai pusar merupakan fase yang tidak berbahaya.4) Kadang-kadang pada presentasi bokong murni sacrum tertarik ke bawah dan teraba oleh jari-jari pemeriksa. berdasarkan jalan lahir yang dilalui. rektum serta membersihkan daerah perenium dengan antisepticInstrumen :a) Perangkat untuk persalinanb) Perangkat untuk resusitasi bayic) Uterotonika (Ergometrin maleat.bokong tidak dapat dipantulkan2. Oksitosin)d) Anastesi lokal (Lidokain 2%)e) Cunam piper.Menurut Prawirohardjo. Ia dapat dikelirukan dngan kepala oleh karena tulang yang keras. Denyut jantung janin Denyut jantung janin terdengar paling keras pada atau di atas umbilicus dan pada sisi yang sama pada punggung. Total breech extraction2. Hasil pemeriksaan negatif ini menunjukkan adanya mal presentasi. Pada RSA (Right Sacrum Antorior) denyut jantung janin terdengar paling keras di kuadrat kanan atas perut ibu kadang-kadang denyut jantung janin terdengar di bawah umbilicus3.5) Sakrum ada di kuadran kanan depan panggul dan diameter gitochanterika ada pada diameter obligua kanan. maka persalinan sungsang dibagi menjadi :1. pada fase ini kepala janin masuk PAP. Persalinan Pervaginama. sehingga kemungkinan tali pusat terjepit. demikian pula kelainan-kelainan seperti hydrocephalus.4. Tahap cepat : dari lahirnya pusar sampai mulut. Tahap lama : lahirnya mulut sampai seluruh bagian kepala. Persetujuan tindakan medik2.Prosedur Persalinan Bayi Sungsang ( Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. Anus dan tuber ichiadicum terletak pada satu garis. jika tidak .3. Pemeriksaan Sinar XSinar X menunjukkan dengan tepat sikap dan posisi janin. rata dan teratur dengan garis-garis sutura dan fantenella.2. Pemeriksaan vaginal1) Bagian terendah teraba tinggi2) Tidak teraba kepala yang keras.

5) Gerakkan ke atas hingga lahir dagu.Melahirkan bahu depan . Dengan tangan kiri dan menariknya ke arah kanan atas ibu untuk melahirkan bahu kiri bayi yang berada di belakang.23 (sekali pakai)g) Alatalat infush) Povidon Iodin 10%i) Perangkat episiotomi dan penjahitan luka episiotomiPersiapan Penolonga) Pakai baju dan alas kaki ruang tindakan.4) Masukkan dua jari tangan kanan atau kiri (sesuai letak bahu belakang) sejajar dengan lengan bayi. Cara Bracht1) Segera setelah bokong lahir.3) Longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada. tali pusat dipotong. bokong dicekam secara bracht (kedua ibu jari penolong sejajar dengan panjang paha. lakukan episiotomi saat bokong membuka vulva dan perineum sudah tipis. Cara Klasik (Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. dahi dan kepala. masker dan kaca mata pelindungb) Cuci tangan hingga siku dengan di bawah air mengalirc) Keringkan tangan dengan handuk DTTd) Pakai sarung tangan DTT / sterile) Memasang duk (kain penutup)4. b) Intruksikan pasien agar mengedan dengan benar selama ada his. Cara MullerPengeluaran bahu dan tangan secara Muller dilakukan jika dengan cara Bracht bahu dan tangan tidak bisa lahir.2) Jangan melakukan intervensi.Melahirkan bayi : I. bokong dicekam dan dilahirkan sehingga bokong dan kaki lahir.3) Pegang kaki pada pergelangan kaki dengan satu tangan dan tarik ke atasa.III. ikuti saja proses keluarnya janin.Prosedur :1) Segera setelah bokong lahir. hidung.5) Setelah bahu dan lengan belakang lahir kedua kaki ditarik ke arah bawah kontra lateral dari langkah sebelumnya untuk melahirkan bahu dan lengan bayi depan dengan cara yang sama. selaput ketuban dan penurunan bokong serta kemungkinan adanya penyulit. jari-jari yang lain memegang daerah panggul). Dengan tanggan kanan dan menariknya ke arah kiri atas ibu untuk melahirkan bahu kanan bayi yang berada di belakang.Tindakan Pertolongan Partus Sungsanga) Lakukan periksa dalam untuk menilai besarnya pembukaan.c) Pimpin berulang kali hingga bokong turun ke dasar panggul. untuk melahirkan lengan belakang bayi.6) Letakkan bayi di perut ibu.II. mulut. bungkus bayi dengan handuk hangat.ada sediakan cunam panjangf) Semprit dan jarum no.2002)Pengeluaran bahu dan tangan secara klasik dilakukan jika dengan Bracht baht dan tangan tidak bisa lahir. 2) Tali pusat dikendorkan. bersihkan jalan nafas bayi.b.4) Lakukan hiperlordosis janin pada saat anguluc skapula inferior tampak di bawah simfisis (dengan mengikuti gerak rotasi anterior yaitu punggung janin didekatkan ke arah perut ibu tanpa tarikan) disesuaikan dengan lahirnya badan bayi.

terlebih dahulu dengan menarik kedua kaki dengan cara yang sama seperti klasik, ke arah belakang kontra lateral dari letak bahu depan.Setelah bahu dan lengan depan lahir dilanjutkan langkah yang sama untuk melahirkan bahu dan lengan belakang.IV. Cara

Lovset (Dilakukan bila ada lengan

bayi yang terjungkit di belakang kepala / nuchal arm)(a) Setelah bokong dan kaki bayi lahir memegang bayi dengan kedua tangan. Memutar bayi 180o dengan lengan bayi yang terjungkit ke arah penunjuk jari tangan yang muchal.(b) Memutar kembali 180o ke arah yang berlawanan ke kiri atau ke kanan beberapa kali hingga kedua bahu dan lengan dilahirkan secara Klasik atau Muller.V.

Ekstraksi KakiDilakukan bila kala II tidak maju atau

tampak gejala kegawatan ibu-bayi. Keadaan bayi / ibu mengharuskan bayi segera dilahirkan.1) Tangan kanan masuk secara obstetrik melahirkan bokong, pangkal paha sampai lutut, kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi,tangan yang lain mendorong fundus ke bawah. Setelah kaki fleksi pergelangan kaki dipegang dengan dua jari dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut.2) Kedua tangan penolong memegang betis janin, yaitu kedua ibu jari diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan betis, kaki ditarik turun ke bawah sampai pangkal paha lahir.3) Pegangan dipindah ke pangkal paha sehingga mungkin dengan kedua ibu jari di belakang paha, sejajar sumbu panjang paha dan jari lain di depan paha.4) Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokhanter depan lahir kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dievaluasi ke atas hingga trokhanter belakang lahir. Bila kedua trokhanter lahir berarti bokong telah lahir.5) Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dulu, maka yang akan lahir lebih dahulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus cunam ke bawah.6) Setelah bokong lahir maka dilanjutkan cara Clasik , atau Muller atau Lovset.VI. Teknik

Ekstraksi BokongDikerjakan bila presentasi bokong murni dan
bokong sudah turun di dasar panggul, bila kala II tidak maju atau tampak keadaan janin lebih dari ibu yang mengharuskan bayi segera dilahirkan.1) Jari penunjuk penolong yang searah dengan bagian kecil janin, dimasukkan kedalam jalan lahir dan diletakkan dilipatan paha bagian depan. Dengan jari ini lipat paha atau krista iliaka dikait dan ditarik curam ke bawah. Untuk memperkuat tenaga tarikan ini, maka tangan penolong yang lain menekam pergelangan tadi dan turut menarik curam ke bawah.2) Bila dengan tarikan ini

trokhanter depan mulai tampak di bawah simfisis, maka jari telujuk penolong yang lain mengkait lipatan paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir. 3) Setelah bokong lahir, bayi dilahirkan secara Clasik , atau Muller atau Lovset.Cara

Melahirkan Kepala BayiCara Mauriceu

(dilakukan bila bayi dilahirkan secara manual aid bila dengan Bracht kepala belum lahir).1) Letakkan badan bayi di atas tangan kiri sehingga badan bayi seolah-olah memegang kuda (Untuk penolong kidal meletakkan badan bayi di atas tangan kanan).2) Satu jari dimasukkan di mulut dan dua jari di maksila.3) Tangan kanan memegang atau mencekam bahu tengkuk bayi4) Minta seorang asisten menekan fundus uteri.5) Bersama dengan adanya his, asisten menekan fundus uteri, penolong persalinan melakukan tarikan ke bawah sesuai arah sumbu jalan lahir dibimbing jari yang dimasukkan untuk menekan dagu atau mulut..DAFTAR PUSTAKAProf.Dr.Ida Bagus Gede

Manuaba,SpOG;1998.Ilmu KebidananPenyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan.Jakarta,EGC. Oxorn,Harry&Forte,William R;1996.Ilmu Kebidanan Patologi & Fisiologi.Jakarta,YayasanEssentia Medica..Prawirohardjo, Sarwono;2002.Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal.Jakarta,JNPKKR_POGI.Cunningham FG et al. Premature Rupture of the Membrane. Williams Obstetric, 22st ed. Mc.Graw Hill Publishing Division, New York, 2005.Wiknjosastro H. Distosia Pada Kelainan Letak Serta Bentuk Janin. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta 2005. Fischer Richard et al, Breech Presentation, e medicine, January 2002.

Related Posts by Categories

CONDYLOMA

KODE ICD-10 : A63.0 : Genital warts ( Condyloma acuminata )

Condyloma acuminata (kondiloma akuminata, genital warts, kutil kelamin) atau lebih dikenal dengan istilah penyakit Jengger Ayam, mungkin karena bentuknya yang mirip Jengger Ayam pada condyloma yang luas, adalah kelainan kulit berbentuk kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk mirip jengger ayam, yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe tertentu. Jika pembaca pernah melihat kutil (bahasa jawa: caplak, veruka), seperti itulah bentuk condyloma acuminata. Hanya saja kutil tersebut letaknya di kelamin dan sekitarnya. Bahkan dapat menyebar ke anus (condyloma anogenital). Gambar 1: silahkan klik untuk melihat gambar condyloma acuminata di penis.

Identifikasi HPV untuk pertama kali pada tahun 1907. Kini, lebih 120 jenis subtype HPV telah dapat diidentifikasi. Tapi tidak semua type dapat menyebabkan condyloma acuminata. Sekitar 90 % condyloma acuminata diyakini berhubungan dengan type 6 dan type 11. Belasan tye lainnya dijumpai pula pada penderita condyloma acuminata. Para ahli menengarai HPV type tertentu memiliki kecenderungan onkogenk (potensial menjadi kanker), terutama type 16 dan type 18. Penyebaran Penyakit

Penyebaran condyloma acuminata bersifat kosmopolitan, artinya merambah ke seluruh belahan dunia tanpa memandang ras. Berdasarkan jenis kelamin, frekuensi kejadian antara pria dan wanita sama besarnya. Sedangkan berdasarkan kelompok umur

disebutkan bahwa condyloma acuminata lebih sering dijumpai pada usia dewasa muda dan pada usia tigapuluhan. Hal ini dikaitkan dengan peningkatan aktifitas seksual. ( Gambar 2: silahkan klik untuk melihat condyloma acuminata di vagina ) Penularan dan Perjalanan Penyakit HPV ditularkan melalui kontak langsung, dari mulut ke organ kelamin, dari jari ke organ kelamin dan sebaliknya, serta melalui hubungan seksual, sehingga condyloma acuminata dikelompokkan sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS, STD). Bagaimana mengenalinya ? Masa inkubasi condyloma acuminata berkisar antara 3 minggu sampai 8 bulan dengan rata-rata 3 bulan. Condyloma acuminata relatif mudah dikenali karena bentuknya yang khas, mirip jengger ayam, yakni kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk (berjonjot-jonjot) di organ kelamin dan sekitarnya. Kutil-kutil kecil dapat bergabung membentuk kelompok yang lebih besar mirip dengan bunga kol. Pada umumnya condyloma acuminata berwarna kemerahan, coklat kemerahan, keabu-abuan hingga ada yang berwarna kehitaman. Jika mengalami infeksi sekunder (oleh garukan, gesekan atau sebab lain), condyloma acuminata berubah warna menjadi kehitaman, mudah berdarah dan berbau tak sedap. Pada pria, tempat yang paling disukai (predileksi) Condyloma acuminata diantaranya: gland penis (topi baja si cucakrowo), lekukan antara kepala dan batang penis (sulkus koronarius), jaringan tipis di bawah ujung saluran kencing (frenulum), batang penis dan adakalanya di sekitar anus.

Pengobatan yang lazim dilakukan adalah untuk menghilangkan condyloma acuminata. ← Tindakan Pembedahan. ← Interferon. Dikenal 2 bentuk interferon. yakni dengan melihat bentuk dan predileksi kutil (jonjot-jonjot) pada area kelamin. PENGOBATAN Hingga kini belum ada obat yang benar-benar memuaskan untuk menghilangkan HPV. . Metode ini lebih sedikit meninggalkan jaringan parut ketimbang Bedah Listrik. Bedah Listrik (elektrokauterisasi) dan Bedah Beku menggunakan Nitrogen cair. Pada wanita hamil digunakan obat Asam Trikloroasetat 25-50 % seminggu sekali hingga condyloma acuminata bersih. yakni pengobatan menggunakan Tinctura Podofilin 25 %. maka akan dilakukan test sederhana menggunakan asam asetat 5% yang dioleskan di permukaan kutil selama 3-5 menit. Pada condyloma acuminata maka kutil akan berubah warna menjadi putih. Bedah beku merupakan salah satu pilihan untuk pengobatan condyloma acuminata pada wanita hamil selain menggunakan Asam Trikloroasetat. tempat yang paling digemari si Condyloma acuminata diantaranya: labium (bibir vagina).5 %. Asam Trikloroasetat 25 % – 50 % dan Krim 5-flurourasil 1-5 %. meliputi: Bedah scalpel (menggunakan pisau bedah).Sedangkan pada wanita. ← Laser karbondioksida. meliputi: ← Kemoterapi. Podofilotoksin 0. Jika meragukan. Seorang dokter dapat mendiagnosa condyloma acuminata berdasarkan gejala klinis. yakni interferon alfa (berbentuk suntikan dan krim) yang diberikan 3 kali seminggu selama 6 minggu dan interferon beta (suntikan) yang diberikan selama 10 hari. vagina dan dapat juga mengenai serviks.

vaksin Gardasil diberikan pada anak laki-laki. pria dewasa dan wanita usia 9-26 tahun. Semoga bermanfaat. Menghindari gonta-ganti pasangan. . Meski mudah kambuh (residif). condyloma acuminata memiliki prognosis yang baik.← Imunoterapi. VAKSINASI Saat ini telah digunakan vaksin Papilloma virus (Gardasil) yang ditujukan untuk pencegahan kanker serviks. Adapun untuk pencegahan terhadap condyloma acuminata oleh HPV type 6 dan type 11. Artinya tidak berbahaya. upaya pencegahan terhadap penularan HPV dapat dilakukan dengan: • • • Menjaga hygiene organ genital. Penggunaan pengaman (kondom) ditengarai tidak menjamin terjadinya penularan. Metode pengobatan imunoterapi digunakan pada penderita dengan condyloma acuminata yang luas dan resisten (kebal) terhadap pengobatan lain. • Dianjurkan untuk tidak berhubungan intim selama masa pengobatan hingga pengobatan selesai dan benar-benar dinyatakan aman oleh dokter yang merawat. Namun demikian tetap dianjurkan menggunakan pengaman (kondom) jika memiliki pasangan dengan riwayat condyloma acuminata. PENCEGAHAN HPV Secara garis besar.

[5][6][7] HPV prevalence at any one time has been observed in some studies at 27% over all sexually active people. anal warts and anogenital warts) is a highly contagious sexually transmitted disease caused by some sub-types of human papillomavirus (HPV).650. Warts are the most easily recognized symptom of genital HPV infection.256. the free encyclopedia Genital wart(s) Classification and external resources Severe case of genital warts around the anus ICD-10 ICD-9 DiseasesDB eMedicine MeSH A63. those infected can still transmit the virus. or anal sex with an infected partner.217 Genital warts (or Condylomata acuminata. genital. where types 6 and 11 are responsible for 90% of genital warts cases. It is spread through direct skin-to-skin contact during oral.[1] Whilst of those infected with genital HPV it is estimated that only a "small percentage"[2] (between 1%[3] and 5%[4]) develop genital warts.810. Other types of HPV also cause cervical cancer and probably most anal cancers. venereal warts.0 078.Genital wart From Wikipedia. rising to 45% between the ages of 14 and 19. however it is important to underline that the types of HPV that cause genital warts are not the same as those that cause genital or anal cancer.[8] Contents [hide] 1 Signs and symptoms 2 Prevention 3 Management 4 Epidemiology 5 References 6 External links .11 29120 derm/454 med/1037 C02.

Once cells are invaded by HPV.Signs and symptoms Genital warts often occur in clusters and can be very tiny or can spread into large masses in the genital or penis area. and must be given before exposure to the virus type to be effective. They are approximately as prevalent in men but the symptoms may be less obvious. on the scrotum. Types 6 and 11 cause genital warts. The vaccine is preventive. The viral particles are able to penetrate the skin and mucosal surfaces through microscopic abrasions in the genital area. Rarely. it is being tested for young men. and 11. which recruit interferons. or around (or inside) the anus. they usually are seen on the tip of the penis. there is a 70% chance that he or she will also become infected. HPV can last for several years without a symptom. In women they occur on the outside and inside of the vagina. not therapeutic.) is a vaccine that protects against human papillomavirus types 16. which slow viral replication. If an individual has unprotected sex with an infected partner. When present.[11][12] and has been approved for males in some . 18. The vaccine is widely approved for use by young women.[10] Severe case of genital warts on a female Severe case of genital warts on a male Prevention See also: HPV vaccine Gardasil (sold by Merck & Co. while 16 and 18 cause cervical cancer. In other cases they look like small stalks. genital warts also can develop in the mouth or throat of a person who has had oral sex with an infected person[citation needed]. ideally before the beginning of sexual activity. The immune system eventually clears the virus through interleukins. which occur during sexual activity. or around (or inside) the anus. 6.[9] Having sex with a partner whose HPV infection is latent and demonstrates no outward symptoms still leaves one vulnerable to becoming infected. on the opening (cervix) to the womb (uterus). a latency (quiet) period of months to years (decades) may occur. They also may be found on the shaft of the penis.

[10] Magnifying glasses or colposcope may also be used to aid in identifying small warts. but sometimes eventually develop a fleshy.5%).[17] Imiquimod (Aldara) is a topical immune response cream.areas.[18] It appears to have higher clearance rates than podophyllotoxin and imiquimod and • • . Mode of action is undetermined. such as the UK. although there are no trials studying the effectiveness of removing visible warts in reducing transmission.[10] Depending on the sizes and locations of warts (as well as other factors).[15] it can be applied by the patient to the affected area and is not washed off. Podofilox is safer and more effective than podophyllin. which could reduce infectivity.[13] • A 0. but there are methods to treat visible warts. Marketed as Condylox (0.15% – 0.[13] Genital warts may disappear without treatment. Management There is no cure for HPV. Podofilox is the first-line treatment due to its low cost.[16] Its use is cycled (2 times per day for 3 days then 4–7 days off). It causes less local irritation than podofilox but may cause fungal infections (11% in package insert) and flu-like symptoms (less than 5% disclosed in package insert).15%) and Warticon (0. Wartec (0. one review states that it should only be used for four cycles.[14] Almost all treatments can potentially cause depigmentation or scarring.15%).[16] Sinecatechins (marketed as Veregen and Polyphenon E) is an ointment of catechins (55% epigallocatechin gallate[10]) extracted from green tea and other components. It is the purified and standardized active ingredient of the podophyllin (see below). the US and Canada.5% podophyllotoxin (also called podofilox) solution in a gel or cream. applied to the affected area. small raised growth. a doctor will offer one of several ways to treat them. but this method is not recommended on the vulva because microtrauma and inflammation can also show up as acetowhite. Warts can sometimes be identified because they show up as white when acetic acid is applied.[15] Skin erosion and pain are more commonly reported than with imiquimod and sinecatechins. There is no way to predict whether they will grow or disappear.

• • • • • • ← Epidemiology Genital HPV infections have an estimated prevalence in the US of 10– 20% and clinical manifestations in 1% of the sexually active adult population. or application on mucous membranes. perianal area. coma.[10] and must be applied by a physician.[10] A 20% podophyllin anti-mitotic solution .[17] Electrocauterization can be used.[10] Local infections have been reported. fever. renal failure. but recurrence is 38% to 73% 6 months after treatment. death has been reported with extensive topical application. ileus. as they are absorbed by the skin and could cause birth defects in the fetus.[13] Laser ablation does not seem to be any more effective than other physician-applied methods.causes less local irritation. However. vomiting. confusion.[10] Podophyllin and podofilox should not be used during pregnancy.[10] Trichloroacetic acid (TCA) is less effective than cryosurgery. but it is also expensive and its effect is inconsistent. but it is no longer considered an acceptable treatment due to the side-effects.[17] and is not recommended for use in the vagina. urethra.[17] About 80% of those infected are between the ages . or cervix. but clearance takes longer than with imiquimod. Discontinued A 5% 5-fluorouracil (5-FU) cream was used. This is a surgical procedure. and leukopenia. or urinary meatus. It kills warts 71–79% of the time. it is an older procedure but recovery time is generally longer. In severe cases of genital warts.[16] • Liquid nitrogen cryosurgery is safe for pregnancy. it is effective. this crude herbal extract is not recommended for use on vagina.[3] but is often used as a last resort and is extremely expensive.[10] Interferon can be used. treatment may require general or spinal anesthesia. More effective than cryosurgery and recurrence is at a much lower rate. and has a greater risk of scarring. applied to the affected area and later washed off. cervix.[15] Reported reactions include nausea.[17] US incidence of HPV infection has increased between 1975 and 2006.[10] Surgical excision is best for large warts.

org/public/publications/pamphlets/viral_genital.html ^ http://www.of 17–33. Nov 13. (Bloomberg. ^ Fox PA. 4. 9. Am J Clin Dermatol 6 (4): 239–243. Lesions in Men". ^ Cortez. PMID 15617297.gov/std/hpv/stdfact-hpv. 11. "Merck Cancer Shot Cuts Genital Warts. PMID 16060711.com) 13 Nov 2008. Shannon. However.webmd.php ^ http://www. Am Fam Physician 70 (12): 2335–2342.html ^ a b O'Mahony C (2005). 14. and also spontaneously regress. One study testing genital skin for subclinical HPV using PCR found a prevalence of 10%.aad.mckinley. J Low Genit Tract Dis 12 (3): 185–192. PMID 18596459. 3.[17] Although treatments can remove the warts. 10.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virusinformation-about-human-papillomavirus ^ "American Cancer Society: "Can Anal Cancer Be Prevented?"". "Management of genital warts".webmd. ^ http://www.htm ^ http://www. ^ http://www.edu/Handouts/genital_warts. 7. Tung MY (2005). Nasraty S (December 2004). Dunton C (July 2008).org. 6. new studies using sensitive DNA techniques have shown that through immunological response the virus can either be cleared or suppressed to levels below what polymerase chain reaction (PCR) tests can measure.cdc.1097/LGT.0b013e31815dd4b4. 2008 ^ a b c Kodner CM.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virusinformation-about-human-papillomavirus ^ http://www. "Modern management of external genital warts".[17] References 1. 2. Retrieved 2008-09-10.edu/Student_Services/Health_Services/Health_Education/sexual _health/sexually_transmitted_infections/hpv. "Genital warts: current and future management options". so warts can recur after treatment (about 50–73% of the time[19]). 5. they do not remove the HPV. .uk/type/cervical-cancer/about/cervical-cancerrisks-and-causes#hpv ^ http://brown. 12. 13.[17] Traditional theories postulated that the virus remained in the body for a lifetime.cancerhelp. ^ HPV Vaccine Gardasil May Help Boys. Michelle Fay and Pettypiece.illinois. doi:10.[dead link] ^ a b c d e f g h i j k Mayeaux EJ. Men by WebMD Health News. Bloomberg News. "Human papillomavirus: burden of illness and 8.

43. PMID 11714936.e1–7.15. seborrheic keratoses. Risk for neoplastic conversion has been determined to be moderate (types 33. 45.1016/j. Retrieved 2008-08-18.[dead link] ^ CDC. ^ "Veragen package insert" (PDF). J. Many of these have been related directly to an increased neoplastic risk in men and women. Background Condyloma acuminatum refers to an epidermal manifestation attributed to the epidermotropic human papillomavirus (HPV). Sex Transm Infect 77 (6): 409–412. "An evidence-based review of medical and surgical treatments of genital warts". PMID 16638419. ^ a b c von Krogh G.1 with many other isolated types. ^ a b c d e f g h Scheinfeld N. Lehman DS (2006). 17. ^ a b c Meltzer SM. They may regress or become invasive. The eruptions can be red. 58) or high (types 16. Dermatol. PMID 19019336.07.064. For example. 35. Tewari KS (March 2009). These 2 types are the least likely to have a neoplastic potential. brown. "Green tea catechins for treatment of external genital warts". bowenoid papulosis. More than 100 types of double-stranded HPV papovavirus have been isolated to date. HPV . 19. and ongoing identification of additional HPV-related clinical pathology. (2004). 51-56.1136/sti. 200 (3): 233. 16. Longstaff E (December 2001). the lack of adequate information on the oncogenic potential of many other types. "Podophyllin office therapy against condyloma should be abandoned". Genital wart in pubic area Genital wart in pubic area (look at bottom middle of picture) Approximately 90% of condyloma acuminata are related to HPV types 6 and 11. Obstet. Monk BJ. treatment cost considerations". Am. Online J.6. and Buschke-Löwenstein tumors have been linked to HPV infections though they were previously a part of the differential diagnosis of condyloma acuminata.2008.409. The picture is complicated by proven coexistence of many of these types in the same patient (10-15% of patients).77. Bowenoid papulosis consists of rough papular eruptions attributed to HPV and is considered to be a carcinoma in situ. Am J Clin Dermatol 6 (6): 365–381. 39. PMC 1744412. 18). 18. doi:10. as in the images below. 12 (3): 5. Seborrheic keratoses previously were considered a benign skin manifestation. PMID 16343025. doi:10. 40.ajog. Gynecol. or flesh colored. REPORT TO CONGRESS: Prevention of Genital Human Papillomavirus Infection.

the Netherlands. vagina. capsids. extremities). Host cells become infected and develop the morphologic atypical koilocytosis of condyloma acuminata. Available data from England. Multiple simultaneous lesions are common and may involve subclinical states as well-differentiated anatomic sites. Subclinical infections have been established to carry both an infectious and oncogenic potential. keep in mind that infection by direct manual contact or indirectly by fomites rarely may occur. perineum. low-grade cancer attributed to HPV. production of viral DNA. and trachea have been reported.2 however. locally invasive. Following latency. and other developed and underdeveloped countries report HPV infections to be at least as common as in the US. A latent viral phase begins with no signs or symptoms and can last from a month to several years. Pathophysiology Cells of the basal layer of the epidermis are invaded by human papillomavirus (HPV). and particles begins. International International prevalence has been reported variably. Prevalence has been reported to exceed 50%. Finally. It is considered the most common sexually transmitted disease (STD). vulva. HPV-6 even has been reported in other uncommon areas (eg.2 Frequency United States Annual incidence of condyloma acuminatum is 1%. cervix. The most commonly affected areas are the penis. giant condyloma) is a fungating.has been linked to rough plaques indicative of this disease. Finally. Panama. It has both an infectious and an oncogenic potential. Highest prevalence and risk is among young adults in the third decade and in older teenagers. passage through an infected vaginal canal at birth may cause respiratory lesions in infants. Italy. Buschke-Löwenstein tumor (ie. Uncommon mucosal lesions in the oropharynx. This oncogenic potential has been reported to triple the risk of genitourinary . larynx. These penetrate through skin and cause mucosal microabrasions. and perianal area. Consider sexual abuse as a possible underlying problem in pediatric patients. Mortality/Morbidity ← Mortality is secondary to malignant transformation to carcinoma in both males and females. A 4-fold or more increase in prevalence has been reported in the last 2 decades.

remain the same. which are the most commonly isolated viruses. 28. oral contraceptives. 27. Secondary infection is uncommon. Lesions may lead to disfigurement of area(s) involved. 0 Involvement of more than 1 area is common. Vulvar condyloma acuminata may interfere with parturition. multiple sexual partners. Age ← Prevalence is greatest in persons aged 17-33 years. Discharge may be a complaint. 21. acute urethral obstruction in women also may occur. . Coital bleeding may occur. discomfort. Trauma then may occur. or discharge. 26. Lesions may regress spontaneously. History of anal intercourse in both males and females warrants a thorough search for perianal lesions. Rarely. 24. Fortunately. infection may be more prevalent in women. and risk of oncologic progression are highest among those patients. Latent illness may become active. Overt disease may be more common in men (reported in 75% of patients).← ← ← cancer among infected males. Clinical History 20. pruritus. Vaginal bleeding during pregnancy may be due to condyloma eruptions. bleeding has been reported due to flat warts of the penile urethral meatus. 23. Sex • • Both sexes are susceptible to infection. 29. • Physical Single or multiple papular eruptions may be observed. Finally. urethral bleeding or urinary obstruction may be the presenting complaint when the wart involves the meatus. however. Pruritus may be present. 22. usually associated with HPV-16. is common. or progress. 31. Oral. In males. and early coital age are risk factors for acquiring condyloma acuminata. laryngeal. 1 History of multiple lesions. Bleeding has been reported in large lesions that can occur during pregnancy. Generally. with incidence peaking in persons aged 20-24 years. Smoking. The chief complaint usually is one of painless bumps. HPV infection appears to be more common and worse in patients with various types of immunologic deficiencies. rather than 1 isolated wart. 25. Latent illness often becomes active during pregnancy. or tracheal mucosal lesions (rare) presumably are transferred by oral-genital contact. particularly with pregnancy and immunosuppression. Recurrence rates. 30. two thirds of individuals who have sexual contact with a partner with condyloma acuminata develop lesions within 3 months. producing crusting or erythema. this is rare with HPV types 6 and 11. size. The patient's history may indicate presence of previous or other current STDs.

Differential Diagnoses Molluscum Contagiosum Rhabdomyolysis Other Problems to Be Considered Bowen diseaseCondyloma lataDarier disease FibroepitheliomasHailey-Hailey diseaseNeoplasiaNeviPearly . Such internal lesions have been found in more than one half of females with external lesions. In contrast to early reports. discharge). verrucous. More than 50% of female patients with external lesions have been found to have negative Papanicolaou (Pap) tests but tested positive for HPV infection using in situ hybridization. particularly in patients with history or risk of immunosuppression or anal intercourse. Hair or the inner aspect of uncircumcised foreskin hides some lesions. fungating. One report indicates that infected males have a 20% chance of having subclinical urethral lesions. Look for perianal lesions. Some are subclinical. presence of external condyloma acuminata in both men and women warrants a thorough search for cervical or urethral lesions. or they may exhibit erythema or hyperpigmentation. Male sexual partners of women with cervical intraepithelial neoplasia often have infections with the same viral type. They can be quite smooth (particularly on penile shaft). form. Urethral meatus and mucosal lesions can occur. Search for evidence of other STDs (eg. HPV types 6 and 11 most commonly are isolated. Causes • • • Several of the epidermotropic human papillomaviruses (HPVs) cause condyloma acuminata. Eruptions' color may be the same as the skin. Propensity has been established for penile glans and shaft in men and for vulvovaginal and cervical areas in women.◦ ◦ ◦ • • • ◦ ◦ ◦ ◦ • ◦ ◦ • • Eruptions may appear pearly. adenopathy. Eruptions may seem harmless or may have a disturbing appearance. Check for irregularity in shape. ulcerations. Carefully search for simultaneously involved multiple sites. filiform. cauliflower. but many of the more than 60 types of HPV potentially cause condyloma. or plaquelike. vesicles. or lobulated. or color suggestive of melanoma or malignancy.

in situ hybridization. acanthosis. the following are listed strictly for educational purposes and to assist readers in understanding and managing potential presenting complications: .penile papulesSquamous cell carcinoma in situVulvar neurofibromatosisVulvar vestibular papillae Workup Laboratory Studies ← ← As indicated by history and examination. Although not ED tests. and mild nuclear abnormality. warts appear as tiny white papules. and polymerase chain reaction (PCR): These tests may be used for diagnosis and HPV typing. 2 Hybrid capture Other Tests • Acetowhitening 0 Subclinical lesions can be visualized by wrapping penis with gauze soaked with 5% acetic acid for 5 minutes. 1 Filter hybridization (Southern blot and slot blot hybridization). gonorrhea. the following are listed strictly for educational purposes and to assist readers in understanding and managing potential complications: 0 Pap smear: This test is used to look for papillomatosis. such as HIV. 2 A shiny white appearance of skin represents foci of epithelial hyperplasia (subclinical infection). Procedures ← Although not ED procedures. test for other STDs. and syphilis. koilocytic abnormality. 1 Using a 10-X hand lens or colposcope. chlamydia.

or resistant to treatment or in patients with a high risk for neoplasia or immunosuppression. and in the male urethra. burning. tenderness. This condition may produce no symptoms at all.0 1 2 Colposcopy (stereoscopic microscopy): This is very useful to identify (mostly) cervical lesions. recurrent after initial success. Anoscopy Antroscopy Condyloma (Genital Warts) ← ← ← ← ← ← Definition of Condyloma (Genital Warts) Description of Condyloma (Genital Warts) Causes and Risk Factors of Condyloma (Genital Warts) Diagnosis of Condyloma (Genital Warts) Treatment of Condyloma (Genital Warts) Questions To Ask Your Doctor About Condyloma (Genital Warts) Definition of Condyloma (Genital Warts) Genital warts are a sexually transmitted disease that appears externally on the genitalia. Biopsy: Biopsy is indicated for lesions that are atypical. in the anal area. . pain during intercourse. which are identified better using acetic acid. or cause itching. or frequent urination. The lesion is typically raised and pinkish. internally in the upper vagina or cervix.

The wart itself is actually the "tip of an iceberg" in that the virus lurks in cells of the normalappearing skin around the visible wart. sometimes resembling cauliflower. and possibly also in other uro-genital areas. the genital variety is caused by by the human papillomavirus (HPV). each year.Description of Condyloma (Genital Warts) Some half a million new cases of genital warts are diagnosed in the U. Genital warts can inflict extreme psychological turmoil. Worldwide. The virus may infect cells but not cause warts for many years. Like other warts. that occur on or near the genitals. Because of a wart's location and sexual mode of transmission. Technically known as condyloma acuminata. Concern about genital warts has increased because of an association between HPV and genital cancers. HPV is one of the most common causes of sexually transmitted disease (STD). Many if not most people who harbor the virus do not know it. erupting into visible lesions when the immune system is suppressed.S. genital warts are small growths. Anyone who has ever had sex is at risk for harboring HPV. The viral nature of the condition also has important implications for transmission and treatment. and even guilty. angry. The virus seems to cause visible . and those who have them often feel embarrassed. it may cause emotional and social problems.

prevention. Smoking raises risk twofold. Deficiencies of folic acid and vitamin A also may trigger genital warts. doctors have observed that the warm. but do not assure. This may occur because of illness (particularly other sexually transmitted diseases). but many flare up even without an obvious trigger. Condoms can help. Outbreaks appear to be exacerbated during pregnancy and in patients with defective immune systems. Although much remains to be learned about how the papilloma virus progresses. such as cancer chemotherapy or drugs to prevent rejection of an organ transplant. Patients with a history of genital warts may be at . Text Continues Below Causes and Risk Factors of Condyloma (Genital Warts) Genital warts are spread by sexual contact with an infected partner and are very contagious. They often appear within three months of contact.lesions when a person's immune system is suppressed. or from taking certain drugs. partly because nicotine byproducts attack immune system cells in the cervix. moist environment in the genital area seems to favor wart growth.

The practitioner may use a type of microscope called a colposcope to examine a woman's cervix to see if there are internal outbreaks. anus. Sampling cells with a biopsy and testing for HPV genetic material. An abnormal Pap smear can sometimes indicate a cervical HPV infection. Cervical warts may be transmitted to the newborn via passage through the infected birth canal. but only two-thirds of white areas seen in a colposcope are due to HPV infection. . With any abnormal Pap smear. The human papilloma virus is associated with up to 90 percent of all cervical malignancies and is also thought may play a role in cancers of the vagina. a woman should be examined by her doctor.increased risk for certain types of cancer. Colposcopy can be valuable in detecting flat lesions that are not visible to the unaided eye. When acetic acid (vinegar) is swabbed on the cervix or penis. Some types of HPV can cause cervical cancer. while others can cause vulvar or anal cancer. vulva and penis. may be necessary to confirm a diagnosis. HPV lesions appear whitish. Diagnosis of Condyloma (Genital Warts) Finding a cauliflower-like growth on the genitals is reason to see a doctor who can tell if it is genital warts or a different kind of growth.

5% podofilox solution. and the warts tend to recur because HPV is still present in surrounding cells. The FDA has approved Condylox (a . The treatments vary widely in cost. surgical methods that remove wart tissue. applied to the affected area and which should not be washed off) as a topical treatment for genital warts. cold.Treatment of Condyloma (Genital Warts) People with genital warts have a variety of treatments to choose from. Some doctors prescribe Podocon25 and Podofin (a 20% podophyllin anti-mitotic solution. but none is a perfect cure. pain. or erosion of the affected area. which you can apply and wash off later) or a 5 percent 5-fluorouracil cream Most Condylox users experience a burning sensation. inflammation. All of these techniques are uncomfortable. heat. or Trichloroacetic acid (TCA). . or excision by a scalpel or laser. Also prescribed is Imiquimod. Genital wart treatments fall into three categories: prescription topical preparations that destroy wart tissue. itching. Visible genital warts can be physically removed using. and biological-based approaches that target the virus causing the underlying condition. Pregnant women should not use these applications as they can cause birth defects. an immune response cream applied to the affected warts. Each treatment must be applied to individual warts none is taken systematically.

to treat warts that have come back. but it is usually expensive and does not lessen the rate at which the warts return.Ratih Ekamawati BAB IPENDAHULUAN . Questions To Ask Your Doctor About Condyloma (Genital Warts) How can these best be removed? What can I do to prevent spreading them to my partner? LETAK LINTANG Judul : Letak LintangDitulis oleh : – Sri Handaryati. especially for patients who have not responded to other treatment. Interferon therapy attacks the virus. which then crumbles away. does not require an anesthetic.Carbon dioxide laser vaporization and conventional surgical excision are best reserved for extensive warts. Cryotherapy is performed on less extensive lesions. and is less likely to leave a scar than excision using a scalpel. The viral nature of genital warts suggests that anti-viral therapies may be effective. or use a laser to remove affected tissue . scrape.some doctors inject alpha interferon directly into the warts.Dewi Sandra marlina Simatupang. freeze. Standard treatments burn. the underlying source of the warts. This method used liquid nitrogen or a device called a cryoprobe to freeze the wart tissue. It is inexpensive.

antara lain: RSUD dr.2.3 %) baik di Mayo Clinic maupun di University of Iowa Hospital. Di Parklannd Hospital.3% dan Holland 0.6%. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri. Berdasarkan uraian di atas maka kami perlu menguraikan permasalahan dan penatalaksanaan pada kehamilan dengan janin letak lintang 3. BAB IIITINJAUAN PUSTAKA .Dengan ditemukannya letak lintang pada pemeriksaan antenatal. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek baik terhadap ibu maupun janinnya.Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang.Letak lintang terjadi pada 1 dari 322 kelahiran tunggal (0.6%. Kelainan letak pada janin ini termasuk dalam macam-macam bentuk kelainan dalam persalinan (distosia) 1. Letak lintang oblik biasanya hanya terjadi sementara karena kemudian akan berubah menjadi posisi longitudinal atau letak lintang saat persalinan.1.1%. USA. Medan 0. Bila sumbu panjang tersebut membentuk sudut lancip.9%. Hal ini dapat terjadi karena penegakan diagnosis letak lintang dapat dilihat pada kehamilan muda dengan menggunakan ultrasonografi 3. Insidens pada wanita dengan paritas tinggi mempunyai kemungkinanan 10 kali lebih besar dari nullipara 1. RS Hasan Sadikin Bandung 1. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar.Pirngadi.5-0. sedangkan Greenhill menyebut 0.3 . dijumpai letak lintang pada 1 dari 335 janin tunggal yang lahir selama lebih dari 4 tahun 2. Cipto Mangunkuskumo selama 5 tahun 0. RSUP dr. hasilnya adalah letak lintang oblik.3.Angka kejadian letak lintang sebesar 1 dalam 300 persalinan. Di Inggris letak lintang oblik dinyatakan sebagai letak lintang yang tidak stabil. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin.1 Latar BelakangLetak lintang adalah suatu keadaaan dimana janin melintang (sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu) di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain.

Bila ketiak dapat diraba.Pada letak lintang bahu menjadi bagian terendah yang juga disebut sebagai presentasi bahu atau presentasi acromnion dimana arah akromion yang menghadap sisi tubuh ibu menentukan jenis letaknya yaitu letak akromion kiri atau kanan 1.3.2.2.3 Etiologi Penyebab utama letak lintang adalah 1. dorso anterior ( di depan )b. Janin prematur3.2.2. Panggul sempit dan tumor di daerah panggul6. Relaksasi dinding abdomen pada perut gantung menyebabkan uterus jatuh ke depan. Menurut posisi punggung terbagi atas :a. kelainan bentuk rahim seperti uterus arkuatus atau uterus subseptus 3.4 DiagnosisAdanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi.Pada palpasi fundus uteri kosong. Relaksasi berlebihan dinding abdomen akibat multiparitas yang tinggi Wanita dengan paritas 4 atau lebih memiliki insiden letak lintang 10 kali lipat disbanding wanita nullipara. dorso posterior ( di belakang )c. dan di atas simfisiss juga kosong. 3.1 DefinisiLetak lintang adalah suatu keadaan dimana sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu (janin melintang di dalam uterus) dengan kepala terletak di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. arah menutupnya . kecuali bila bahu sudah turun kedalam panggul. balotemen kepala teraba pada salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga. dorso superior ( di atas )d. Plasenta previa4.2 Klasifikasi 1. Lli I : kepala di kirib. Menurut letak kepala terbagi atas :a. sehingga menimbulkan defleksi sumbu panjang bayi menjauhi sumbu jalan lahir. dorso inferior ( di bawah )5 3. Lli II : kepala di kanan2.4 :1. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul 1. Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri membentang hingga sedikit di atas umbilikus sehingga lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya 1. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. Apabila bahu sudah masuk kedalam panggul.4. Cairan amnion berlebih (hidramnion) dan kehamilan kembar5. yang menyebabkan terjadinya posisi oblik atau melintang.

suatu dataran yang keras membentang di bagian depan perut ibu. skapula dan klavikula pada sisi thoraks yang lain akan dapat dibedakan. kepala berada di sebelah kanan. Setelah terjadi sedikit penurunan. jika persalinan berlanjut.5 Mekanisme persalinanPada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan. sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan. bila punggungnya di posterior. Punggung dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang. Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung 1. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. sedangkan janin akan . bahu tertahan oleh tepi pintu atas panggul.2. akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri. Setelah ketuban pecah. bahu akan terjepit kuat di bagian atas panggul 1. Kalau ketiak menutup kekiri. pada tahap awal persalinan. 3. posisi punggung mudah diketahui. tidak dapat terjadi persalinan spontan. kepala berada di sebelah kiri. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin. bahu akan terjepit erat di rongga panggul dan salah satu tangan atau lengan sering mengalami prolaps ke vagina dan melewati vulva 2. Bila persalinan diabiarkan tanpa pertolongan. Bila dilatasi bertambah. Bila punggungnya terletak di anterior. sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. bahu janin akan dipaksa masuk ke dalam panggul sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan tangan yang sesuai sering menumbung. Denyut jantung janin ditemukan disekitar umbilikus. dapat dikenali dengan adanya “rasa bergerigi” dari tulang rusuk. Pada pemeriksaan dalam. Pada saat yang sama. jika dapat diraba. sedangkan dada dengan terabanya klavikula.2. dengan kepala di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain.Pada tahap lanjut persalinan. teraba nodulasi ireguler yang menggambarkan bagian-bagian kecil janin dapat ditemukan pada tempat yang sama.mrnunjukkan letak dimana kepala janin berada.Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis. Bila proses persalinan berlanjut. bagian dada bayi.

selanjutnya disusul oleh lahirnya kepala. Pada cara Douglas bahu masuk kedalam rongga panggul. Janin akan tertekan dengan kepala terdorong ke abdomen. Bagian dinding dada di bawah bahu kemudian menjadi bagian yang paling bergantung dan tampak di vulva. akan terjadi ruptur uteri (sehingga janin yang meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga perut) atau kondisi dimana his menjadi lemah karena otot rahim kecapaian dan timbulah infeksi intrauterine sampai terjadi tymponia uteri. Sebelum melakukan versi luar harus melakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit.2.meninggal. dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. Kepala dan dada kemudian melewati rongga panggul secara bersamaan dan bayi dapat dikeluarkan dalam keadaan terlipat (conduplicatio corpora) atau lahir dengan evolusio spontanea dengan 2 variasi yaitu 1) mekanisme dari Denman dan 2) mekanisme dari Douglas 1.4. dan sering kali meninggal pula 1.Bila janin amat kecil (biasanya kurang dari 800gr) dan panggul sangat lebar. akibat fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin 1.4. kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. atau plasenta previa. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. Dua cara tersebut merupakan variasi suatu mekanisme lahirnya janin dalam letak lintang. sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil. persalinan spontan dapat terjadi meskipun kelainan letak tersebut menetap. janin mungkin akan memutar kembali. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi prsentasi kepala dengan versi luar. sehingga bahu.6 PenatalaksaanApabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang. Pada cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. Bila tidak segera dilakukan pertolongan. 3. sehingga bila terjadi perubahan . Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan. Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset. bokong dan kaki lahir. badan bagian bawah. tumor dalam panggul. Ibu juga berada dalam keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi.

Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor. sehingga bila janin masih hidup. Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang wanita tersebut bangun atau meneran. hendaknya dilakukan seksio sesarea dengan segera. Dalam hal ini persalinan dapat diawasi untuk beberapa waktu guna mengetahui apakah pembukaan berlangsung dengan lancer atau tidak. sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan pervaginam dengan dekapitasi 1. segera dpat ditentukan diagnosis dan penanganannya. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli.letak. Jika ketuban pecah. dan janin tidak seberapa besar. dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap untuk kemudian melakukan versi ekstraksi. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1) bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. tidak didapatkan kesempitan panggul. 2) karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil. sehingga pada seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap. Versi ekstraksi dapat dilakukan pula pada kehamilan kembar apabila setelah bayi pertama lahir. Pada letak lintang kasep. tetapi tidak ada prolapsus funikuli.7 Prognosis Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi . dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian dilakukan versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan dengan seksio sesarea. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli. versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptur uteri. harus segera dilakukan seksio sesarea. maka bergantung kepada tekanan. 3) pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan 1. Pada permulaan persalinan masih dapat diusahakan mengubah letak lintang menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari empat sentimeter dan ketuban belum pecah. Apabila riwayat obstetrik wanita yang bersangkutan baik. ditemukan bayi kedua berada dalam letak lintang. sebaiknya segera dilakukan seksio sesarea. 3.

sedangkan angka kematian janin di Rumah Sakit Umum Pusat Propinsi Medan 23. (2008). seperti misalnya terjadinya ruptur uteri dan robekan jalan lahir lainnya.. (2007). (Ed. Dokter kandungan yang memeriksanya mengatakan bahwa ibu yang sedang hamil keempat ini posisi janinnya .wordpress. J. (2006). K. Idmgarut. Hal. tumor panggul dan plasenta previa masih tetap dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan. kedua dan ketiganya.. Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD Bandung.3% 1.). Gilstrap III. from http://idmgarut. C. D. Januari). Leveno.5. (2009. K. Letak Lintang (Transverse Lie) dalam Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin.com/2009/02/kehamilan-dengan-letaklintang.html4. 366-3726. karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu. tetapi pada saat ini sudah jarang dilakukan. Retrieved Mei 2009..1996).3. tetapi kelainan-kelainan yang menyebabkan letak lintang. D. baik terhadap ibu maupun janinnya 1.presentasi kepala. (1984). from Seputar Kedokteran Dan Linux: http://medlinux.blogspot. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek. Case Report: Letak Lintang. Obstetri William (21 ed.2. Edisi 2. Gant.Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri. Jakarta : EGC. H..). G.com Seorang ibu hamil mengeluhkan bentuk perutnya yang hamil kali ini berbeda dibandingkan bentuk perutnya saat kehamilan anak pertama. 1). L. Retrieved Mei 2009. 1998. DAFTAR PUSTAKA1. Cunningham.3% dan di RS Hasan Sadikin Bandung 18. Obstetri Patologi. Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan. Vol. Obstetri Patologi.. Mochtar. Kehamilan Dengan Letak Lintang. Hauth. Wiknjosastro. J.. Admin. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Bandung: Bag. F. Jakarta: EGC. seperti misalnya panggul sempit. Angka kematian ibu berkisar antara 0-2% (RS Hasan Sadikin Bandung. & Wenstrom. Ilmu Kebidanan (kesembilan ed. N.

Lalu apa yang akan dilakukan dokter bila terjadi kehamilan letak lintang? Bila janin dalam keadaan hidup.letak lintang. dimana janin berada dalam posisi melintang atau tegak lurus terhadap jalan lahir. panggul sempit. maka dilakukan embriotomi. atau telah mati cukup lama. pendulum dinding abdomen. kecuali pada keadaan janin sangat kecil. fundus uteri terhadap usia gestasi lebih rendah daripada letak memanjang atau membujur. ibu dalam keadaan baik. hidramnion atau kelebihan cairan amnion yang juga menyebabkan janin bisa berubah posisi hingga melintang. bahu atau iga janin. segera akan dilakukan pengakhiran persalinan dengan sectio cesarean. Namun .Persalinan pervaginam (persalinan normal melalui vagina) TIDAK MUNGKIN dilakukan. prematuritas karena bayi yang terlalu kecil sehingga dapat berputar-putar. namun bila janin telah mati dan syarat-syarat embriotomi terpenuhi. Ini adalah letak yang tidak baik dalam kehamilan trismester akhir.dilakukanlah sectio cesarea. selaput ketuban masih utuh. ditentukan berdasarkan letak punggung : dorsosuperior atau dorsoinferior. dan kelainan uterus atau janin lainnya Untuk mengetahui adanya kehamilan letak sungsang biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan dan mendapatkan beberapa kondisi berikut: pemeriksaan luar (palpasi Leopold) diraba kepala di kanan atau di kiri perut ibu. Apakah letak lintang? Letak lintang adalah “presentasi janin. dorsoanterior atau dorsoposterior. Namun pada kondisi-kondisi tertentu dokter kandungan berusaha melakukan koreksi letak lintang menjadi memanjang/membujur dengan tindakan versi luar. bagian terbawah janin belum masuk pintu atas panggul. bunyi jantung janin berada di sekitar pusar. Adapun beberapa keadaan yang menyebabkan terjadinya kehamilan letak lintang adalah: plasenta previa dimana letak plasenta tidak sebagaimana mestinya hingga menghalangi posisi normal janin dalam kandungan. Versi luar dapat dicoba dilakukan bila : persalinan masih dalam fase laten. multiparitas. pemeriksaan dalam mungkin dapat diraba lengan. Jika embriotomi tidak mungkin dikerjakan. anak dalam keadaan baik. kehamilan multiple atau kehamilan kembar.

IDENTIFIKASI KASUS IDENTITAS Nama : Ny. Pukul 10.Y No. Kehamilan letak lintang merupakan kehamilan yang berisiko sehingga alangkah baiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan secara rutin sehingga kelainannya dapat ditanggulangi sejak dini.versi luar sangat beresiko sehingga jarang dilakukan.1% dari 12827 persalinan. Adapun tindakan versi ekstraksi pada letak lintang hanya boleh dilakukan : pada keadaan dimana anak kedua kehamilan kembar dan selaput ketuban baru pecah atau dipecahkan. lintangletak lintang Letak lintang terjadi bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu memanjang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 °. kehamilan letak lintang. II.9%.6%.00 WIB Tanggal Keluar RS : 18 September 2007 ← ANAMNESA Keluhan Utama: hamil Anamnesa Khusus : G2P1A0 mengatakan hamil 9 bulan dan telah diperiksa di dokter ahli kandungan dan dinyatakan letak . Medrec : 01 05 0768 Usia : 21 tahun Alamat : Sukaresmi Pendidikan terakhir : SMU Pekerjaan : Ibu rumah tangga Tanggal Masuk RS : 15 September 2007 . Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang pada beberapa rumah sakit sebagai berikut : RSUP Pirngadi Medan 0. RS Hasan Sadikin Bandung 1. semoga ini menjawab pertanyaan Kiki tentang materi yang dia cari kandungan. RSUP Cipto Mangunkusumo selama 5 tahun0.

Ibu partus terakhir 2 tahun yang lalu di bidan dengan berat badan 3500gram dan meninggal beberapa jam setelah bersalin.. wiraswasta Menarch : Usia 13 tahun Riwayat KB : - ← PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis Kesadaran : Compos mentis Tekanan darah : 100/70 mmHg Nadi : 84 x/menit Respirasi : 20 x/menit Suhu : Afebris Konjungtiva : Anemis -/Thoraks : t.k Pulmo : t. ibu rumah tanggara Suami 20 tahun.a.k Cor : t. Pemeriksaan luar: abdomen : cembung. tegang TFU : 28 cm LP : 92 cm His : - . atas hal ini ibu direncanakan untuk dioperasi seksio sesaria.lintang. • ANAMNESA TAMBAHAN HPHT : Awal Desember 2006 PNC : Bidan Menikah : Istri 18 tahun.a.a.k Abdomen : Lihat status obstetrikus Tinggi Badan : 136 cm Status Obstetrikus a.

SGPT : 15 U/l .SGOT : 26 U/l .9 gr/dl .a.66 mg/dl .700 /mm3 .LA : lintang b.GDS : 73 mg/dl .Leukosit : 7.Trombosit : 208. sedikit 32.Kreatinin : 0. dinyakatan letak lintang.waktu pembekuan : 8’ DIAGNOSA KERJA G2P1A0 gravida 37 – 38 minggu + letak lintang PENATALAKSANAAN a.a Portio : tebal lunak OUE : tertutup Fluxus : (+). .Hb : 11.000 /mm3 .5% . Pemeriksaan dalam: v/v : t. infus RL 20 gtt/menit b.Ht : 35.waktu perdarahan : 2’ . hasilnya: .Ureum : 13 mg/dl . o Laboratorium lengkap. PEMERIKSAAN PENUNJANG o Hasil USG.20 WIB Diagnosa prabedah : G2P1A0 Gravida 37-38 minggu + letak lintang Diagnosa pasca bedah : P2A0 partus maturus dengan • • A. rencana operasi Sectio sesaria LAPORAN OPERASI Tanggal : 15 September 2007. jam 12.

10. Therapi : cefotaxim 1 gr/12 jam kaltropen supp/8 jam A. BB : 2450 gr.33 Plasenta lahir lengkap dengan berat ± 500gr. 2. Dilakukan tindakan a dan antiseptik pada daerah abdomen sekitarnya dengan betadine. PB : 45 cm. Dilakukan insisi pfanensteil ± 10 cm 3. Jenis Kelamin laki-laki. Pukul 12.30 Bayi lahir dengan ekstraksi kaki. ukuran 20x20x2 cm 7. Lalu uterus diinjeksi dengan oksitosin 10 IU intramural 6. 8. Kulit dijahit subkutikuler. FOLLOW UP POST OPERASI Tanggal 16/ 09/ 07 Keterangan S : nyeri pada luka operasi O : CM. 9. AS :6-7 cm. Uterus dijahit 2 lapis secara jelujur interlocking. KU baik T : 100/70 mmHg . Rongga abdomen dibersihkan lalu dinding abdomen dijahi lapis demi lapis.SC atas indikasi letak lintang Indikasi operasi : Letak Lintang Jenis operasi : Sectio Sesaria Transperitoneal Profunda Prosedur operasi 1. Setelah peritonium dibuka tampak dinding depan uterus 4. Pukul 12. Segmen Bawah Rahim disayat konkaf dan diperlebar ke kiri dan kanan. 5.

flatus (+) BU (+) TFU : 1 jari di bawah pusat Kontraksi Uterus : +.input cairan 2500 cc Darah 250 cc . Mefenamat 3 x 500 mg Mobilisasi 17/09/2007 S : batuk berdahak O : CM.000 Ht : 30.700 Trombosit : 204. sedikit Balance Cairan .output 1500 cc Balance : + 1250 cc Hb : 10.8 % A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : Cefotaxim 1 gr/12 jam Metronidazol 500 mg/12 jam As. baik Luka operasi : tertutup verband ASI +/+ Perdarahan +. KU baik T : 90/70 mmHg N : 80 x/mnt RR : 22 x/mnt S : afebris .5 gr/dl Leukosit : 14.N : 84x/menit R : 18x/menit S : afebris Konjungtiva anemis -/BAK terpasang kateter BAB (-).

Apakah penatalaksanaan pasien sudah sesuai dengan . batuk berkurang. flatus (+). KU baik T : 110 /60 mmHg N : 80 x/mnt RR : 20 x/mnt S : afebris Konjungtiva anemis -/TFU : 1 jari dibawah pusat BAK (+). luka operasi tertutup verband Mobilisasi (+) A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : off infus Mobilisasi bertahap Cefadroksil 2x 500mg As.Mefenamat 3 x 500 mg Sulfas Ferous 1×1 BLPL IIi. O : CM.BAB (+) Luka operasi kering A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : Ganti Verband Cefadroksil 2x 500mg As. PERMASALAHAN 1.Mefenamat 3 x 500 mg Sulfas Ferous 1×1 18/ 09/07 S : mules.Konjungtiva anemis -/TFU : 1 jari dibawah pusat BAK (+) BAB (+). BU (+). Apakah penegakan diagnosis pada pasien ini sudah benar? 2.

Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. . hidramnion dan kehamilan kembar Keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepalake dalam rongga panggul sempit. apakah penegakan diagnosis pada pasien ini sudah benar? LETAK LINTANG Letak lintang ialah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. sedangkan bagian-bagian besar (kepala dan bokong) teraba disamping kiri atau kanan di atas fossa iliaka. Pada auskultasi BJA dapat dinilai setinggi pusat kanan dan kiri. tumor daerah panggul dan plasenta previa. Kehamilan prematur.Di belakang (dorsoposterior) .Di atas (dorsosuperior) .1. PEMBAHASAN IV. fundus uteri lebih rendah dari biasa.Di bawah (dorsoinferior) EtTIOLOGI Multiparitas disertai dinding uterus dan perut yang lembek. Punggung janin dapat berada : .standar pelayanan ? 3. DIAGNOSIS Pada inspeksi tampak bahwa perut melebar ke samping dan pada kehamilan cukup bulan. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul. hanya beberapa jari diatas pusat. Kelainan bentuk rahim seperti uterus arkuatus atau uterus subseptus. Pada palpasi ternyata bahwa fundus uteri maupun bagian bawah rahim kosong. Bagaimana prognosis pasien ini ? IV.Di depan (dorsoanterior) .

Dan pada USG juga terlihat gambaran letak lintang. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1. Karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intrauterin pada waktu his.2 apakah penatalaksanaan pada pasien ini sudah sudah sesuai dengan standar pelayanan? PENANGANAN Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang. Dimana sudah dilakukan pemeriksaan luar yaitu pada pemeriksaan leopold. sehingga seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap. 3. Meskipun versi luar berhasil janin akan dapat memutar kembali oleh karena itu dianjurkan menggunakan korset dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. Pada pasien ini penegakkan diagnosis sudah dilakukan dengan benar. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. IV. 2. Dan pada pemeriksaan leopold II dimana untuk menentukan letak punggung janin namun pada pasien ini yang teraba bokong dan kepala pada kedua sisi kanan dan kiri. Kemudian sudah dilakukan juga pemeriksaan penunjang USG sebelumnya yang menyatakan pada pasien ini mengalami kehamilan letak lintang. Pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan. Bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil sebaiknya segera dilakukan seksio sesaria. Pada keadaan hamil diusahakan jadi letak membujur dengan melakukan versi luar pada primigravida yaitu pada usia .

2. persalinan prematuritas atau kelahiran mati. Versi Sefalik : melakukan perubahan kedudukan janin menjadi letak kepala. Versi podalik : perubahan kedudukan janin menjadi letak bokong (sungsang). Versi luar adalah upaya yang dilakukan dari luar untuk dapat mengubah kedudukan janin menjadi kedudukan lebih menguntungkan dalam persalinan pervaginam. 2. Bagian terendah belum masuk atau masih dapat dikeluarkan dari PAP. Berdasarkan ketetapan tersebut dikenal bentuk versi luar : 1.kehamilan 34 minggu atau multigravida pada usia kehamilan 36 minggu. sering mengalami keguguran. Untuk dapat melaksanakan versi luar perlu diperhatikan beberapa pertimbangan berikut ini: 1. Syarat versi luar dapat berhasil dengan baik : Dilakukan pada usia kehamilan 34-36 minggu Pada inpartu dilakukan sebelum pembukaan 4 cm. ♣ Pernah mengalami tindakan operasi pervaginam. tinggi badan kurang dari 150 cm. ♣ Pada kehamilan kembar. ♣ Penderita pernah mengalami perdarahan selama hamil. ♣ Penderita mempunyai hipertensi ♣ Rahim pernah mengalami pembedahan : seksio sesaria. Bayi dapat dilahirkan pervaginam Ketuban masih positif utuh. mempunyai deformitas pada tulang panggul/ belakang. . Kontraindikasi versi luar ♣ Ketuban sudah pecah. ♣ Terdapat faktor resiko tinggi kehamilan: kasus infertilitas. pengeluaran mioma uteri.

selanjutnya disusun . bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. bahu masuk ke dalam rongga panggul. Janin lahir cara Denman atau Douglas. Pada letak lintang kasep versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptur uteri. sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. kadang-kadang persalinan dapat berlangsung spontan. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli harus segera dilakukan seksio sesaria. sehingga bahu. Kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. Cara Douglas. Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri.Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor. sehingga bila janin masih hidup hendaknya dilakukan seksio sesaria dengan segera sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan pervaginam dengan dekapitasi. bokong dan kaki lahir. Cara Denman Bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang . sudah mati dan menjadi lembek. Bahu masuk ke dalam panggul. badan bagian bawah. Apabila riwayat obstetrinya baik dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan lengkap untuk kemudian dilakukan versi ekstraksi. Kalau janin kecil. tidak dapat terjadi persalinan spontan. MEKANISME PERSALINAN Pada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin. Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep.

3 bagaimana prognosis pasien ini? Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek.oleh lahirnya kepala. Dan untuk mencegah hal ini terjadi sebaiknya pada saat dilakukan sectio sesaria disertai dengan pemasangan IUD. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang disamping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri. baik terhadap ibu maupun janinnya. Dimana pasien yang dilakukan operasi sectio sesaria kontraindikasi bila terjadi kehamilan dalam kurun waktu 2 tahun pasca operasi. © Pemeriksaan obstetrik Pemeriksaan luar: . juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. V. Oleh karena pasien tidak dilakukan tindakan versi luar maka persalinan pervaginam tidak dapat dilakukan. Sesuai dengan tanda dari letak lintang. Prognosis pada pasien ini bisa dikatakan kurang baik. KESIMPULAN 1. Pada pasien ini penatalaksanaannya sudah sesuai dengan standar pelayanan. Pada pasien tidak dilakukan versi luar karena pasien ini terdapat kontraindikasi untuk dilakukan tindakan tersebut yaitu tinggi badan ibu kurang dari 150 cm (136 cm). Namun hal ini bukanlah kesalahan yang mutlak karena pelaksanaan kontrasepsi bisa dilakukan dalam waktu 40 hari setelah partus. Penegakan diagnosa pada pasien ini sudah tepat. Dan persalinan ibu dilakukan dengan operasi seksio sesaria. IV. Dan sebaiknya dilakukan kontrasepsi yang tidak mengganggu asi. Pada Quo ad vitam ad bonam dan quo ad functionam ad bonam. Sewaktu melakukan sectio sesaria pada pasien ini tidak disertai dengan tindakan pemasangan IUD.

sesuai dengan standar pelayanan. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. Punggung janin dapat berada di . Fungsi reproduksi pada pasien ini masih baik. 2. tegang TFU : 28 cm LP : 92 cm His : LA : lintang © Pemeriksaan penunjang Hasil USG dinyatakan letak lintang. 3. © Tindakan versi luar tidak dilakukan karena kontraindikasi yaitu tinggi badan pasien 136 cm. Penatalaksanaan letak lintang pada pasien ini sudah benar. Namun pada pasien ini kita harus melakukan motivasi KB.abdomen : cembung. Dan sebaiknya menggunakan kontrasepsi yang tidak mengganggu laktasi. Pengertian Letak Lintang Letak Lintang adalah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. Letak Lintang LETAK LINTANG A. © Dilakukannya Operasi sectio sesaria pada pasien ini. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul.

di belakang (dorsoposterior).(Rustam mochtar. Dorso inferior (di bawah) B. Letak lintang I : kepala di kiri b). di atas (dorsosuperior). janin sering dijumpai dalam letak lintang. Dorso anterior (di depan) b). yang terdiri dari deviated head presentation (letak kepla mengolak) dan deviated breech presentation (letak bokong mengolak). Dorso superior (di atas) d). Demikian pula kelainan bentuk rahim.dkk. Jika sudut yang dibentuk kedua sumbu ini tajam disebut oblique lie. Etiologi Sebab terpenting terjadinya letak lintang adalah multiparitas disertai dinding uterus dan perut lembek. Dorso posterior (di belakang) c). Keadaan-keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepala ke dalam rongga panggul seperti misalnya panggul sempit. maka dalam hal ini disebut juga shoulder presentation. juga merupakan penyebab terjadinya letak . Pada kehamilan prematur. Karena biasanya yang paling rendah adalah bahu. (Hanifa Wiknjosastro.1992) Letak lintang adalah bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu menyilang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 derajat. hidramnion dan kehamilan kembar.Menurut letak kepala terbagi atas: a). seperti misalnya uterus arkuatus atau uterus subseptus. tumor di daerah panggul dan plasenta previa dan pula mengakibatkan terjadinya letak lintang tersebut.1998) .Menurut posisi punggung terbagi atas: a).depan (dorsoanterior). atau di bawah (dorsoinferior). Letak lintang II : kepala di kanan .

kepala berada disebelah kanan.lintang.Gemeli (kehamilan ganda) .Pelvic kidney dan kandung kemih serta rektum yang penuh. hidrosefalus. arah menutupnya menunjukkan letak dimana kepala janin berada. dan di atas simfisis juga kosong.Monster . Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya. Faktorfaktor tersebut adalah: . atau septum .(Hanifa Wiknjosastro. Denyut jantung janin ditemukan di sekitar umbilikus.1992) Penyebab dari letak lintang sering merupakan kombinasi dari berbagai faktor. Pada palpasi fundus uteri kosong. kepala janin berada di samping.Janin sudah bergerak pada hidramnio.1998) C.dkk. sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan.Kelainan uterus seperti arkuatus.(Rustam mochtar. kecuali bila sudah turun ke dalam panggul. pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga. Kalau ketiak menutup ke kiri. . Punggung . plasenta previa. sering pula penyebabnya tetap merupakan suatu misteri. Bila ketiak dapat diraba.Fiksasi kepala tidak ada. kepala di sebelah kiri. anak kecil.Lumbar skoliosis . Apabila bahu sudah masuk ke dalam panggul. anaensefalus. karena panggul sempit. multiparitas. Diagnosis Adanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi. bikornus. atau sudah mati. dan tumor-tumor pelvis .

namun pada letak lintang biasanya ketuban cepat pecah.1992) Diagnosis letak lintang janin diantaranya: 1.dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang. . 4. skapula. . ketiak menutup di kiri. Palpasi . kecuali kalau bahu sudah masuk dalam p. Mekanisme Persalinan Pada letak dengan ukuran panggul normal dan janin .Pemeriksaan dalam agak sukar dilakukan bila pembukaan kecil dan ketuban intak.Letak punggung ditentukan dengan adanya skapula letak dada dengan klavikula. .Teraba tulang iga.p. 5.a.1998) D.Kepala (ballotement) teraba di kanan atau kiri 3. Auskultasi DJJ setinggi pusat kanan atau kiri.(Rustam mochtar.dkk. Bila kepala terletak di kiri.Teraba bahu dan ketiak yang bisa menutup ke kanan atau ke kiri. Foto Rontgen Tampak janin dengan letak lintang.Fundus uteri kosong dan bagian bawah kosong.Fundus uteri lebih rendah dari seharusnya tua kehamilan . Inspeksi Perut membuncit ke samping 2. sedangkan dada dengan terabanya klavikula. . dan kalau tangan menumbung teraba tangan. Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung.Untuk menentukan tangan kanan atau kiri lakukan cara dengan bersalaman. Pemeriksaan dalam (VT) .(Hanifa Wiknjosastro.

Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan. kadang-kadang persalian dapat berlangsung spontan. sedangkan janin akan meninggal. akan terjadi ruptura uteri. sehingga janin yang meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga perut. bokong dan kaki lahir. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. badan bagian bawah. Bahu masuk ke dalam panggul. sudah mati dan menjadi lembek. Pada cara Douglas bahu bmasuk ke dalam rongga panggul. Pada cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang. Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. dan sering kali meninggal pula. Bila tidak segera dilakukan pertolongan. Dalam usaha untuk mengeluarkan segmen uterus berkontraksi dan beretraksi dan sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipi. Dua cara tersebut merupakan variasi suatu mekanisme lahirnya janin dalam letak . kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. selanjutnya disusul lahirnya kepala.cukup bulan. sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makaian tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. akan menyebabkan kematian janin dan ruptura uteri. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. Kalau janin kecil. Ibu berada dalam keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi. Janin lahir dalam keadaan terlipat melalui janin lahir (konduplikasio korpore) atau lahir dengan evolusio spontanea menurut cara Denman atau Douglas. tidak dapat terjadi persalinan spontan. sehingga bahi.

Bila tidak cepat diberikan pertolongan. Conduplicatio corpore Kepala perut berlipat bersama-sama lahir memasuki panggul. perut. turun makin lama makin dalam sampai rongga panggul terisi seluruhnya oleh badan janin. kepala atau bokong. Menurut Denman Setelah bahu lahir kemudian diikuti bokong. Pada letak . maka bahu akan masuk ke dalam rongga panggul. namun hal ini jarang sekali terjadi. bokong. Menurut Douglas Bahu diikuti oleh dada. dada. dan akhirnya kepala. . Kadang-kadang oleh karena his. bila tangan dimasukkan ke dalam kavum uteri terjepit antara janin dan panggul serta dengan narkosa yang dalam tetap sulit merubah letak janin. Janin hanya dapat lahir spontan. sudah mati dan menjadi lembek. akan terjadi ruptura uteri dan janin sebagian atau seluruhnya masuk ke dalam rongga perut. Beberapa cara janin lahir spontan: 1. Adanya letak lintang kasep dapat diketahui bila ada ruptura uteri mengancam. letak lintang berubah spontan mengambil bangun semula dari uterus menjadi leta membujur. b).(Hanifa Wiknjosastro. perut. 2. Bagian korpus uteri mengecil sedang SBR meregang. bila kecil (prematur). atau bila panggul luas. Evolutio Spontanea a). Hali ini disebut letak lintang kasep (Neglected Tranverse Lie). Kalau letak lintang dibiarkan. dan akhirnya dada.dkk.1992) Anak normal yang cukup bulan tidak mungkin lahir secara spontan dalam letak lintang. akibat fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin.lintang.

karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu.(Hanifa Wiknjosastro. Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan. 2. Faktorfaktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri.(Rustam mochtar. yang dapat . juga sering akibat tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. atau sewaktu versi dan ekstraksi . tumor panggul dan plasenta previa masih dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan. . seperti misalnya terjadi rupture uteri dan robekan jalan lahir lainnya. Prognosis Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi presentasi kepala.1992) Prognosis letak lintang diantaranya: 1.lintang biasanya: • Ketuban cepat pecah • Pembukaan lambat jalannya • Partus jadi lebih lama • Tangan menumbung (20-50%) • Tali pusat menumbung (10%).dkk. Bagi janin Angka kematian tinggi (25-40%). seperti misalnya panggul sempit . tetapi kelaina-kelainan yang menyebabkan letak lintang. Bagi ibu Bahaya yang mengancam adalah ruptura uteri baik spontan. Partus lama. ketuban pecah dini dengan demikian mudah dapat infeksi intrapartum. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek.1998) E. baik terhadap ibu maupun janinnya.

Kemungkinan janin akan kembali ke posisi normal.Hipoksia karena kontraksi uterus terus menerus .disebabkan oleh: .Prolapsus funiculi . dengan posisi perut seakan-akan menggantung ke bawah. Cara tersebut antara lain : . Penanganan Bila sudah ketahuan sungsang atau melintang. Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang.Begitu juga saran agar si ibu memakai korset atau semacam celana bersepeda nan ketat guna mempertahankan letak janin yang sudah kembali normal.dianjurkan untuk melakukan posisi bersujud (knee chest position). Masing-masing selama 10 menit. kemungkinan besar bayi yang sungsang dapat kembali ke posisi normal.(Rustam mochtar.Ketuban pecah dini.Ibu hamil agar rajin menungging . misalnya pagi dan sore.Trauma partus .bisa dengan mengepel lantai . Sebelum .1998) F. berkisar sekitar 92 persen. . Cara ini harus rutin dilakukan setiap hari sebanyak 2 kali. Bila posisi ini dilakukan dengan baik dan teratur. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. Dan posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal. ibu hamil dapat melakukan beberapa usaha untuk membuat letak janinnya normal meskipun kemungkinan berahasilnya kurang dari 60 %.

Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung pada beberapa faktor. Pada permulaan persalianan masih dapat diusahakan mengubah letak janin menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari empat sentimeter (< 4 cm) dan ketuban belum pecah. Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset. sehingga bila terjadi perubahan letak. tidak didapatkan kesempitan panggul. dan janin tidak .melakukan versi luar harus dilakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit. sehingga pada seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap 2. tumor dalam panggul. atau plasenta previa. pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan. Apabila riwayat obstetrik wanita yang bersangkutan baik. bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. sebaiknya segera dilakukan seksio seksaria. karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his. janin mungkin akan memutar kembali. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli 3. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan. dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil. segera dapat ditentukan diagnosis dan penanganannya. sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1.

Versi ekstraksi dapat dilakukan pula pada kehamilan kembar apabila setelah bayi pertama lahir. sehingga bila janin masih hidup. atau multi pada kehamilan 36 minggu. antara lain: a). b). Sewaktu partus Janin dapat dilahirkan dengan cara pervaginam. yaitu dengan versi dan ekstraksi. Jika ketuban pecah. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli.(Hanifa Wiknjosastro. dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian dilakukan versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan dengan seksio sesarea. dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap untuk kemudian melakukan versi ekstraksi. tetapi tidak ada prolapsus funikuli. Sewaktu hamil Usahakan jadi letak membujur (kepala atau bokong) dengan melakukan versi luar pada primi dengan usia kehamilan 34 minggu. harus segera dilakukan seksio seksarea.1992) Penanganan letak lintang dapat dilakukan dengan berbagai cara. versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptura uteri. maka bergantung kepada tekanan.seberapa besar. ditemukan bayi kedua berada dalam letak lintang. Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang wanita tersebut bangun atau meneran.dkk. Dalam hal ini persalinan dapat diawasi untuk beberapa waktu guna mengetahui apakah pembukaaan berlangsung dengan lancar atau tidak. hendaknya dilakukan seksio sesarea dengan segera. Pada letak kasep. sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan per vaginam dengan dekapitasi. atau embriotomi .

Pembukaan 5 cm :tunggu sampai hampir lengkap ketuban dipecahkan.(dekapitasi eviserasi) bila janin sudah meninggal.Letak lintang kasep dan anak mati: laparotomi.Pembukaan 5 cm : versi luar . atau kalau fasilitas kurang..(Rustam mochtar. dengan anak hidup. Semua primigravida dengan letak lintang harus ditolong dengan seksio sesarea walaupun tidak ada panggul sempit.Letak lintang kasep dan anak hidup : seksio sesarea . Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.Lama pecah : seksio sesarea .Bila ketuban sudah pecah dan pembukaan lengkap : versi dan ekstraksi . 1992. Ilmu Kebidanan. embriotomi secara hati-hati Menurut Eastmant dan Greenhill. atau perabdominam. KEHAMILAN USIA MUDA . penanganan letak lintang ada dua cara: 1. Sinopsis Obstetri. seksio sesarea. Hanifa. c). bila ada panggul sempit seksio sesarea adalah cara yang terbaik dalam segala letak lintang .1998. Tingkat pertolongan 1) Bila ketuban belum pecah .et al.1998) DAFTAR PUSTAKA Mochtar. 2. Rustam. Jakarta: EGC Wiknjosastro. 2) Bila ketuban pecah .

misalnya : karena terkejut. (Ubaydillah. 2. Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. Persalinan prematur. cemas. a. stres. berat badan lahir rendah . Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. 2000). Pasalnya. Keguguran. emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang.Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi. b.

selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal. seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri. Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang. pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang.(BBLR) dan kelainan bawaan. berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan. keadaan psikologi ibu kurang stabil. Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksiterutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan. sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran . pengetahuan akan asupan gizi rendah.

. c. tingkat sosial ekonomi rendah.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi.prematur. d. berat badan lahir rendah dan cacat bawaan. Keadaan gizi buruk. Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda. dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas.lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis. Mudah terjadi infeksi. tambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. Kombinasi keadaan alat reproduksi . membentuk sel darah merah janin dan plasenta. e. Keracunan Kehamilan (Gestosis).

selain itu juga disebabkan selaput . Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi. Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi.yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Kematian ibu yang tinggi. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian. Resiko bagi ibunya : (1) Mengalami perdarahan. Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi.yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun). Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain: a. f.

Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin. (3) Persalinan yang lama dan sulit. (2) Kemungkinan keguguran / abortus.kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir. kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian ibu. baik dengan obat-obatan maupun memakai alat. kelainan panggul. hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja. Pada saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. Kematian pada saat melahirkan yang .ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim).penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin.

virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.500 gram. . dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil. Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2. hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang.disebabkan oleh perdarahan dan infeksi. infeksi. Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan. (2) Berat badan lahir rendah (BBLR). (3) Cacat bawaan. b. umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. diantaranya kelainan genetik dan kromosom. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil. Dari bayinya : (1) Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.

kematian bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian perinatal. cemas. 2000).(Manuaba. Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. remaja. zat besi « Konsep Praktek Klinik Keperawatan Konsep Penyembuhan Luka » Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi. emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang.(4) Kematian bayi. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan. kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari).500 gram.1998).Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. 2008 by creasoft in Kesehatan Reproduksi Remaja Tagged with anemia. keguguran. adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia. resiko tinggi. misalnya : karena terkejut. Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda. stres. Pasalnya. Posted April 23. ← Keguguran. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka . kehamilan. (Ubaydillah.yang disebabkan berat badan kurang dari 2.

cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan. berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang.← ← ← kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang. Mudah terjadi infeksi. tingkat sosial ekonomi rendah. pengetahuan akan asupan gizi rendah. Persalinan prematur. dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas. berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi. keadaan psikologi ibu kurang stabil. tambahan zat besi dalam tubuh . seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri.Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksiterutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal.Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda. sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran prematur.Keadaan gizi buruk. berat badan lahir rendah dan cacat bawaan.

lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.← ← fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah.Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi. Keracunan Kehamilan (Gestosis).kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir.Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. Kemungkinan keguguran / abortus.yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun). membentuk sel darah merah janin dan plasenta.. selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim). Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi.Pada saat hamil . Kematian ibu yang tinggi. Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain: ← • • Resiko bagi ibunya : Mengalami perdarahan.Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia.

hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja. baik dengan obat-obatan maupun memakai alat.Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang. infeksi. umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun.Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). Kematian bayi. kelainan panggul. Cacat bawaan.Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan. virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon.penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin. diantaranya kelainan genetik dan kromosom. Berat badan lahir rendah (BBLR).• seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran.kematian bayi yang masih berumur 7 hari ← ← ← ← . kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian ibu.Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin. dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil.Kematian pada saat melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan dan infeksi.500 gram. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil. Persalinan yang lama dan sulit. Dari bayinya : Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.

500 gram.1998). di desa lebih tinggi (61%) daripada di kota. kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari). Salah satu dampak yang diakibatkan perilaku seks bebas ini yaitu kehamilan dini (kehamilan pada usia remaja. Remaja merupakan kelompok dengan signifikansi tingkat komplikasi yang lebih tinggi selama kehamilan dan persalinan. di mana sebanyak 46% perempuan mengalami kehamilan pertama di bawah usia 20 tahun. bertutur kata.yang disebabkan berat badan kurang dari 2. Sebagai gambaran data Survei Kesehatan Ibu dan Anak tahun 2000 menunjukkan median umur kehamilan pertama di Indonesia adalah 18 tahun. Perilaku seks bebas yang sudah lazim di belahan dunia Barat sudah mulai merebak di kalangan remaja Indonesia. edited by : ITA AFRIKASARI SUMBER : Dewasa ini. . maupun pola pergaulan yang semakin bebas. antara 13 – 19 tahun). Salah satunya dalam hal gaya hidup.pertama hidupnya atau kematian perinatal. Remaja-remaja Indonesia sedikit demi sedikit mulai mengadopsi budaya Barat dalam cara berpakaian.(Manuaba. kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia. perkembangan arus informasi yang pesat banyak mempengaruhi remaja.

biasanya problem ini diatasi dengan tindakan bedah Caesarea. Britania. Dari penelitian Royston Erica. Padahal. usia sudah bukan merupakan faktor resiko utama dalam kehamilan. khususnya yang berusia 15-19 tahun. Para remaja yang hamil biasanya terlambat bahkan tidak sama sekali mendapatkan pelayanan prenatal (sebelum kelahiran) yang cukup. Sedangkan untuk kehamilan pada wanita di usia remaja akhir (15 tahun keatas). Beberapa studi yang dilakukan di Amerika Serikat. lebih dikarenakan faktor sosial-ekonomi daripada biologis.Kehamilan pada remaja wanita berusia 14 tahun kebawah memiliki resiko komplikasi medis lebih besar daripada wanita dengan usia lebih dewasa karena panggul belum berkembang dengan sempurna. Masalah-masalah ini dapat mengakibatkan kesulitan sewaktu melahirkan bayi. Di negara-negara yang sudah maju. seorang anak wanita masih mungkin mencapai pertumbuhan panggul antara 2–9% dan tinggi badan 1%. fistula obstetrik. Selain itu alat reproduksinya juga belum siap sepenuhnya. maupun kematian ibu. pelayanan prenatal sangat dibutuhkan untuk menjaga dan menunjang perkembangan bayi yang baik selama . dan Swedia sejak tahun 1970 menunjukkan suatu kesamaan bahwa resiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan pada remaja. Kanada. sehingga tidak mengherankan apabila persalinan akibat disproporsi antara ukuran kepala bayi dan panggul ibu (disproporsi sefalopelvik) paling sering ditemukan pada ibu yang sangat muda. hal ini dapat menyebabkan eklampsia (kejang saat melahirkan). Perancis. Namun. 1994 ditemukan bahwa dua tahun setelah menstruasi yang pertama. di negara berkembang dimana pelayanan kesehatan mungkin tidak tersedia. kematian bayi.

anemia.dalam kandungan serta kesehatan daripada si ibu sendiri. Perlakuan negatif yang ditujukan pada si ibu- . Kehamilan dapat menimbulkan tekanan yang cukup besar dalam hubungan muda-mudi. masih ada stigma atau pandangan negatif masyarakat yang menempel pada para ibu-remaja. Kedua hal ini sama-sama menimbulkan tekanan ekonomi yang kuat pada si remaja. Contoh pelayanan prenatal yang utama adalah peran bidan dan poskesmas dalam memberikan informasi serta mencukupkan kebutuhan gizi bagi ibu dan anaknya. Remaja dengan kehamilan dini biasanya tidak menyelesaikan pendidikannya (putus sekolah). Selain itu. penghasilan yang rendah berujung pada ketidaklayakan lingkungan tempat tinggal dan ketidakmampuan untuk mengusahakan pelayanan kesehatan bahkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Kehamilan pada usia remaja juga berimplikasi pada kehidupan si remaja selanjutnya. Seorang ibu-remaja juga biasanya mengalami alienasi (pengasingan) dari lingkungan pergaulan dan keluarganya. perasaan menjadi seorang ibu secara umum dan bahkan tentang dirinya sendirinya. Baltimore (MD. Komplikasi yang ditimbulkan karena tidak cukupnya pelayanan prenatal antara lain kelahiran bayi dengan berat badan rendah (di bawah 2. dan tekanan darah tinggi.5 kilogram) . Kurangnya pendidikan akan berdampak menganggur dalam waktu yang lama ataupun pilihan pekerjaan dengan upah yang rendah. kelahiran prematur. Belum lagi remaja yang memilih untuk menjadi orangtua tunggal. 2007) menunjukkan 60% ibu-ibu muda tidak memiliki pasangan laki-laki saat bayi mereka dilahirkan. July 25. Kids Count Data Book Online. Selain stres emosional yang dirasakan. Stigma tersebut dapat mempengaruhi cara pandang si ibu-remaja tentang kemampuannya mengasuh anak.

.com/professionals www. Casey Foundation. Jakarta.. Soetjiningsih. 1995 Isi terkait: Bagaimana menghitung usia kehamilan? Saya wanita 28 tahun..gov/medlineplus/teenagepregnancy www. .remaja dapat mengikis kepercayaan diri dan perasaan berharga sebagai seorang manusia.nih. EGC.. Tumbuh Kembang Anak.org. July 25. saya ingin menanyakan tentang usia kehamilan. MD.womhealth.nlm. Hal-hal tersebut menyebabkan resiko depresi pasca melahirkan yang lebih tinggi pada wanita remaja dibandingkan pada wanita yang berusia lebih dewasa. 2007 Kids Count Data Book Online. . 2007.marchofdimes.. Baltimore.au Annie E. Referensi : www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful