Sungsang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Sungsang juga adalah nama sebuah wuku

Sungsang (Breech), oleh W.Smellie, 1792

Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal, pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. Kehamilan sungsang didiagnosis melalui bantuan ultrasonografi (USG). Kehamilan sungsang dapat disebabkan oleh banyak hal antara lain kelahiran kembar, cairan amniotik yang berlebihan, hidrosefalus, anencefaly, ari-ari yang pendek dan kelainan rahim. Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi ini ketika lahir. Dalam persalinan prematur, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang lebih tinggi. Pada umur kehamilan 28 minggu, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang adalah 25%. Angka tersebut akan turun seiring dengan umur kehamilan mendekati 40 minggu. Karena risiko persalinan normal pada bayi dengan posisi sungsang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan posisi normal, maka umumnya persalinan akan dilakukan dengan bedah caesar.

2.2 Konsep Dasar Kehamilan Letak Sungsang 2.2.1 DefenisiKehamilan letak sungsang yaitu janin terletak memanjang dengan kepala difundus uteri dan bokong bagian bawah kavum uteri (Prawiroharjo, Sarwono 1999). 2.2.2 Klasifikasi2.2.2.1 Letak bokong murni (Fank Breech)Letak bokong dengan kedua tunkai terangkat keatas2.2.2.2 Letak sungsang sempurna (Campliete Breech)Letak bokong dimana kaki ada disamping bokong (Letak bokong sempurna atau lipat kijang). 2.2.2.3 Letak sungsang sempurna (Incomplite Breech)Letak sungsang

dimana selain bokong bagian yang terendah juga kaki atau lutut, terdiri dari :Kedua kaki : letak kaki sempurna (24%)Satu kaki : letak kaki tidak sempurnaKedua lutut : letak lutut sempurna (1%)Satu lutut : letak lutut tidak sempurna (Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, Sinopsis Obsetri jilid 1 edisi 2, 1998)2.2.3 Diagnosa2.2.3.1 Anamnesa Kehamilan terasa penuh dibagian atas dan gerakan terasa lebih banyak dibagian bawah.2.2.3.2 Pemeriksaan luarDibagian bawah uterus tidak teraba kepala, balutemen negative, teraba kepala dibagian fundus uteri, denyut jantung janin ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi dari pada umbilikus 2.2.3.3 Pemeriksaan dalamSetelah ketuban pecah teraba cakrum, kedua tuberalitas iskit, dan anus, bila teraba bagian kecil bedakan apakah kaki atau tangan(FKUI, Kapita Selekta Kedokteran jilid 1 edisi 3, 1999)2.2.3.4 Pemeriksaan foto rongenBayangan kepala difundus(Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, Sinopsis Obsetri jilid 1 edisi 2, 1998)2.2.4 Etologi / Penyebab Letak Sungsang2.2.4.1 Sudut Ibu a. Keadaan rahim- Rahim arkuatus- Setum pada rahim- Uterus DupletisMioma bersama kehamilan b. Keadaan plasenta- Plasenta retak rendah- Plasenta previac. Keadaan jalan lahir- Kesempitan panggul- Difermitas tulang panggul- Terdapat tumor yang menghalangi jalan lahir dan perputaran keposisi kepala2.2.4.2 Sudut janin Pada janin terdapat berbagai keadaan yang menyebabkan letak sungsangTali pusat pendek atau lilitan tali pusat- Hidrosefalus atau AnensefalusKehamilan kembar- Hidramneon atau Oligohidramneon- Prematuritas(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, 1998)2.2.5 Mekanisme Persalinan Letak sungsang FisiologisBokong masuk PAP dapat melintang atau miring mengikuti jalan lahir dan melakukan putar paksi dalam sehingga trachcanter depan berada dibawah simpesis dengan trachcenter depan sebagai hipamoklion, akan lahir trachcenter belakang, dan selanjunya seluruh bokong lahir, sementara itu bahu memasuki jalan lahir dan mengikuti jalan lahir untuk melakukan putar paksi dalam sehingga bahu depan berada dibawah simpisis, dengan bahu depan sebagai hipomoklion akan lahir bahu belakang bersama dengan tangan belakang, diikuti kelahiran bahu depan dan tangan depan. Bersamaan dengan kelahiran bahu, kepala bayi memasuki jalan lahir dapat melintang atau miring, serta melakukan putar paksi dalam sehingga sub occiput berada dibawah simpisis, sub occiput menjadi hipomoklion, berturutturut akan lahir dagu, mulut, hidnug, muka kepala dan seluruhnya.Persalinan

kepala yang mempunyai terbatas sekitar 8 menit, setelah bokong lahir melampoui batas 8 menit dapat menimbulkan kesakitan atau kematian pada bayi.(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB, 1998) 2.2.6 Prognosis2.2.6.1 Bagi ibuKemunkinan robekan pada perenium lebih besar, juga karena dilakukan tindakan, selain itu ketuban lebih cepat pecah dan partus lebih lama, jadi mudah terkena infeksi.2.2.6.2 Bagi anakProknosa tidak begitu baik, karena ada gangguan peredaran darah plasenta setelah bokong lahir dan juga setelah perut lahir, tali pusat terjepit antara kepala dan panggul, anak bisa menubrito aspiksio(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB, 1998)2.2.7 Penanganan / Terapi  Sikap sewaktu hamilKerena kita tahu bahwa prognosa bagi anak tidak begitu baik, maka usahakan merubah letak janin dengan versi luar.Tujuannya adalah untuk merubah letak menjadi letak kepala hal ini dilakukan pada primi dengan kehamilan 34 minggu, mulai dengan usia kehamilan 36 minggu dan tidak ada panggul sempit, gemili atau plasenta previa.Teknik :- Lebih dahulu bokong dilepaskan dari PAP dan ibu berada dalam posisi Trendelm BurgTangan kiri letakkan dikepala dan tangan kanan pada bokong- Putar ke arah muka atau perut janin- Lalu putar tangan kiri diletakkan dibokong dan tangan kanan dikepala- Setelah berhasil pasang gurita, observasi TTV, DDJ serta keluhan2.2.8 Sikap Bidan Dalam Mengahadapi Letak SungsangBidan yang menghadapi kehamilan dan persalinan letak sungsang sebaiknya :Melakukan rujukan ke puskesmas, dokter keluarga atau dokter ahli untuk mendapatkan petunjuk kepastian dalam lahir- Bila ada kesempatan, melakukan rujukan kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan persalinan yang optimal- Bila terpaksa, melakukan pertolongan persalinan letak sungsang sebaiknya bersama dokter- Klien harus diberikan KIE dan motifasi serta melakukan perjanjian tertulis dalam bentuk Informetconsen(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, 1998) 1. Manuaba, Ida Bagus, Gde, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan da KB. Jakarta : EGC2. Mochtar, Rustam, 1998. Sinopsis Obstetry. Jakarta : EGC3. Prawiroharjo, Sarwono, 2000. Pelayanan Kebidanan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka4. Sastro, Suleman. 1983. Obstetry Fisiologi. Bandung : UNPAD5. Varney, Hursh Midwefery, Sel, Ed. Blok Well, Sucentifie Publication, Boston, London

Posisi sungsang, bisakah normal?
Ditulis oleh admin Wednesday, 25 February 2009

Usia kehamilan istriku sudah memasuki 36 minggu, setelah kami lakukan USG ternyata posisi bayi kami sungsang, apakah bayi kami masih bisa dilahirkan secara normal? atau memang harus melalui operasi cesar?. Apa cara yang harus kami lakukan supaya posisi bayi kami normal?. Terima kasih atas jawabannya. Israr, Jakarta Jika ini kehamilan pertama, maka biasanya sudah tidak berubah lagi. Cara persalinan terbaik untuk letak sungsang ada operasi sesar. Lahir spontan boleh saja dengan beberapa kondisi/syarat khusus (taksiran berat janin tidak lebih dari 3500 gram, panggul luas, bagian terbawah janin adalah bokong, bukan kaki, dan bokong sudah masuk pintu atas panggul serta persalinan timbul secara spontan/tidak diinduksi), tetapi risiko kesakitan dan kematian pada bayi meningkat 3 kali lipat. Jika ini kehamilan kedua atau lebih, masih ada kemungkinan berubah sampai 38 minggu. Saran saya: - pastikan betul usia kehamilannya memang 36 minggu - jika memang yakin usia kehamilan 36 minggu dan ini anak pertama, teliti lagi melalui pemeriksaan USG untuk mencari penyebab sungsang, apakah janinnya besar, bagaimana letak plasenta, apakah ada lilitan tali pusat, bagaimana kondisi panggul dsbnya; jika tidak ditemukan penyebab yang jelas, maka bapak bisa minta pertimbangan dokter untuk melakukan versi luar (diputar) apakah memungkinkan atau tidak - jika ini anak kedua atau lebih, lakukan senam hamil dan gerakan knee-chest (sujudmenungging) minimal 5 kali sehari selama 10-15 menit, bertahap; evaluasi USG pada usia kehamilan 38 minggu, apakah ada perubahan atau tidak; jika tidak ada perubahan dan tidak memenuhi syarat untuk persalinan spontan, sebaiknya operasi sesar saja. Cara persalinan pada letak sungsang yang tidak berkomplikasi (tidak ada penyebab khusus), diserahkan pada bapak-ibu yang bersangkutan untuk memilih, apakah ingin spontan atau operasi sesar dengan mempertimbangan untung-ruginya. Hanya saja, secara medis, rekomendasinya adalah operasi sesar. dr. Valleria Sp.OG Staff Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta Praktek:1. RS Hasanah Graha AfiaJl. Raden Saleh no. 42 DepokTelp. 021-778262672. RS MH Thamrin International CileungsiJl. Raya Narogong Limus Nunggal CileungsiTelp. 021-8235052

Karena risiko persalinan normal pada bayi dengan posisi sungsang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan posisi normal. Kehamilan sungsang didiagnosis melalui bantuan ultrasonografi (USG). Saat ini kehamilan ibu masih berusia 5 setengah bulan dan meskipun saat ini bayi dalam letak kepala ia masih dapat berubah. maka ada kemungkinan untuk dilahirkan melalui vagina secara spontan atau dengan bantuan alat (vakum/forseps). Lebih dari 50% bayi pernah mengalami letak sungsang dalam kurun 9 bulan kehamilan. Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi ini ketika lahir. Meskipun demikian tidak semua bayi sungsang harus lahir dengan operasi. kelainan janin. Pada umur kehamilan 28 minggu. maka umumnya persalinan akan dilakukan dengan bedah caesar. Tapi benarkah bayi sungsang harus dilahirkan dengan operasi? Saat ini lebih banyak bayi letak sungsang yang lahir dengan operasi sesar. sebagian besar akan tetap demikian sampai akhir masa kehamilan. hidramnion (cairan ketuban terlalu banyak) dll. Mudah-mudahan sampai akhir kehamilan nanti bayi ibu tetap dalam letak kepala. saat ini dilakukan mulai pada usia kehamilan 37 minggu. Penyebab letak sungsang sering tidak diketahui pasti. Angka tersebut akan turun seiring dengan umur kehamilan mendekati 40 minggu. secara teori dapat terjadi karena faktor ibu seperti perut kendur. dan lebih dari 90% yang menjadi letak kepala pada umur kehamilan cukup bulan (kehamilan > 37 minggu). letak plasenta lebih rendah. terutama pada persalinan anak pertama dengan bayi yang cukup besar. Kehamilan akan ditunggu sampai kontraksi/mulas . kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang lebih tinggi. namun ada juga (meskipun jauh lebih sedikit) yang menjadi letak sungsang. Apabila tidak ada indikasi kontra. pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. Dalam persalinan prematur. Karena penyebab letak sungsang tidak diketahui pasti maka pencegahannya pun sulit.← Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal. biasanya dokter akan mencoba melakukan pemutaran dari luar (versi luar) dahulu dilakukan mulai usia kehamilan 28 minggu. Apabila bayi ibu sampai akhir kehamilan nanti tetap dalam letak kepala. atau faktor bayi seperti pada bayi kembar. antara lain dari jenis letak sungsang (bukan letak kaki) dan kelancaran jalannya persalinan. ada tanda-tanda yang diyakini dokter yang menyebabkan bayi sungsang dapat dilahirkan spontan. kelainan bentuk rahim. kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang adalah 25%. Demikian juga dengan bayi letak kepala. tumor jinak rahim/mioma. Hal ini karena risiko kematian dan cacat/kecelakaan pada pertolongan persalinan bayi letak sungsang lewat vagina (spontan) jauh lebih tinggi ( 4 kali lebih besar) dari persalinan spontan bayi letak kepala.

bagaimana mendiagnosis atau mengetahui apakan janin letak sungsang atau tidak. panggul sempit. atau persalinan tidak maju. misalnya kehamilan lewat waktu (lama hamil > 42 minggu. beberapa fetus tidak seperti itu. Sangat sulit bagi fetus untuk turn over. Pada ibu yang pernah mengalami operasi sesar tidak dapat dilakukan induksi dengan obat-obatan/infus) jika ketuban pecah dini dan tidak disertai kontraksi persalinan. hidrosefalus. Letak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada.6 Pada janin. fetus bertambah besar sehingga pergerakannya terbatas. janin akan bernafas.Baik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala. fetus (janin) yang sedang berkembang sangat bebas untuk bergerak di dalam uterus (rahim). Sebagian besar selama kehamilan. terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm. dan terjadilah aspirasi air ketuban. hidramnion. etiologi atau penyebab. kemungkinan besar bayi dilahirkan dengan operasi cesar.persalinan datang dengan alami dan diharapkan dapat melahirkan tanpa operasi. pemeriksaan fisik yang teliti dan seksama. lendir dan darah. jadi apapun posisi yang dicapai pada saat ini biasanya sama dengan posisi saat persalinan akan dimulai. Asal tidak ada kondisi lain yang menyebabkan harus cesar. Terjadinya letak sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan.2Untuk menegakkan diagnosis letak sungsang diperlukan beberapa hal. Untuk ibu hamil dan rekan-rekan yang bergerak dibidang medis ataupun kehamilan ulasan ini sangat perlu diketahui. sumber : hanyawanita health: kesehatan Bagaimana bila anda atau saudari mengalami kehamilan dengan letak sungsang? Letak sungsang merupakan keadaan dimana bokong janin atau kaki berada di bagian bawah kavum uteri (rongga rahim). Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu. Ulasan berikut tentang patofisologi. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang. kehamilan kembar. Faktor-faktor lain yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah multiparitas. plasenta previa. dan kadang-kadang letak sungsang disebabkan oleh kelainan uterus dan kelainan bentuk uterus. mortalitas tiga kali lebih besar dibandingkan dengan presentasi verteks. Letak sungsang terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu. mekonium. hal ini disebabkan karena setelah sebagian janin lahir maka uterus akan berkontraksi yang berakibat pada gangguan sirkulasi uteroplasenta. Apabila bayi ibu menjadi letak sungsang lagi. dan penunjang diagnosis dalam hal ini yaitu pemeriksaan ultrasonografi yang sangat membantu diagnosis dan . dan bagaimana penanganan bila sesorang akan melahirkan bayi dengan letak sungsang. yaitu anamnesis yang komunikatif dan terarah. Antara umur kehamilan 32-36 minggu. Sayangnya.

frekuensi letak sungsang lebih tinggi. Letak sungsang ini akan memerlukan teknik persalinan yang berbeda dengan persalinan letak kepala baik dalam persalinan pervaginam maupun sectio cesarea. janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala. Persalinan pervaginam sungsang terdiri dari tiga jenis yakni spontan. Karena bokong dengan kedua tungkai terlipat lebih besar daripada kepala.6• Presentasi bokong (frank breech) (50-70%). Letak sungsang terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu.3 Sebagai contoh. sedangkan kepala berada ruangan yang lebih kecil di segmen bawah uterus.5. mengingat bahaya-bahayanya.Dikenal beberapa jenis letak sungsang.6Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif berkurang. PrevalensiLetak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada. Mengenai Pengertian dari Persalinan Letak SungsangPersalinan sungsang adalah persalinan untuk melahirkan janin yang membujur dalam uterus dengan bokong atau kaki pada bagian bawah dimana bokong atau kaki akan dilahirkan terlebih dahulu daripada anggota badan lainnya. Terjadinya letak sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan.5 persen dari 136. Dengan demikian dapat dimengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan.Sedangkan dalam persalinan. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu. jumlah air ketuban relatif lebih banyak. Berikut akan diulas satu persatu mulai dari definisi menurut dunia kedokteran. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala.1 PatofisiologiLetak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan dalam uterus. maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri. Dalam kehamilan.Khusus pada persalinan pervaginam.4.pelaksanaan terapi serta intervensi lebih dini bisa dilakukan. namun semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu melahirkan bayi dengan selamat. letak sungsang atau letak lintang. yakni:1. terutama pada primigravida. sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindarkan. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang.Ada beberapa komplikasi yang mungkin timbul dalam persalinan sungsang yang dapat mempengaruhi prognosis ibu dan bayi yang dilahirkan yang sedapat mungkin dihindari dengan cara menguasai teknik persalinan sungsang dengan baik guna mencapai “well born baby” dan “well health mother”. maka penolong tidak perlu melakukan tindakan yang bertujuan untuk mempercepat kelahiran janin. sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa.3.2. terdapat beberapa teknik atau perasat yang digunakan pada situasi berbeda pada letak sungsang. Pada presentasi bokong akibat ekstensi kedua .2. terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm. hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala. Selama terjadi kemajuan persalinan dan tidak ada tanda-tanda bahaya yang mengancam kehidupan janin. manual aid dan total ekstraksi dimana semuanya memiliki resiko terutama pada fetal seperti asfiksi dan lainnya sedangkan indikasi untuk melakukan section cesarea pada letak sungsang sama dengan indikasi umum section cesarea secara umum. untuk menolong persalinan letak sungsang diperlukan lebih banyak ketekunan dan kesabaran dibandingkan dengan persalinan presentasi kepala. beberapa fetus tidak seperti itu.256 persalinan tunggal dari tahun 1990 sampai 1999 di Parkland Hospital merupakan letak sungsang. sedangkan pada kehamilan cukup bulan.6Sayangnya. 3.

tetapi hanya sejumlah kecil letak sungsang yang berhubungan dengan plasenta previa. tetapi bokong tidak dapat digerakkan semudah kepala. di bagian bawah uterus tidak dapat diraba bagian yang keras dan bulat.sendi lutut. Berturut-turut dari kiri ke kanan : complete breech. dan kepala teraba di fundus uteri. 6Setelah ketuban pecah. uterus mudah berkontraksi atau banyaknya air ketuban. Pada presentasi bokong kaki tidak sempurna hanya terdapat satu kaki di samping bokong. Dengan demikian pada pemeriksaan dalam hanya dapat diraba bokong. Kelainan bentuk kepala: hidrocephalus. anencephalus. multi fetus. Frekuensi terjadinya letak sungsang juga meningkat dengan adanya plesenta previa. 7 EtiologiAda beberapa penyebab yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah:41. dan anus. 6Pemeriksaan yang teliti dapat membedakan bokong dengan muka karena jari . Seringkali wanita tersebut menyatakan bahwa kehamilannya terasa lain daripada kehamilannya yang terdahulu. Apabila masih ada keragu-raguan. ( Magnetic Resonance Imaging ).6Fianu dan Vaclavinkova (1978) menemukan prevalensi lebih tinggi pada implantasi plasenta di daerah kornual-fundal pada letak lintang (73 %) dari presentasi vertex (5 %) dengan sonografi. Plasenta yang terletak di daerah kornu fundus uteri dapat pula menyebabkan letak sungsang.1 DiagnosisDiagnosis letak sungsang pada umumnya tidak sulit.3.• Presentasi bokong kaki tidak sempurna dan presentasi kaki ( incomplete or footling ) ( 10-30%).I. Denyut jantung janin pada umumnya ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada umbilikus. karena kepala kurang sesuai dengan bentuk pintu atas panggul. sehingga kadang-kadang sulit untuk membedakan bokong dengan muka. Hidramnion karena anak mudah bergerak. persalinan sungsang sebelumnya. kedua tuber ossis iskii. 6Apabila diagnosis letak sungsang dengan pemeriksaan luar tidak dapat dibuat. Pada persalinan lama. Kadang-kadang bokong janin teraba bulat dan dapat memberi kesan seolah-olah kepala.4. dan footlink breech. Pada presentasi bokong kaki sempurna disamping bokong dapat diraba kaki.Faktor lain yang menjadi predisposisi terjadinya letak sungsang selain umur kehamilan termasuk diantaranya relaksasi uterus berkaitan dengan multiparitas. sedangkan pada tangan ditemukan ibu jari yang letaknya tidak sejajar dengan jari-jari lain dan panjang jari kurang lebih sama dengan panjang telapak tangan. Pada kaki terdapat tumit. Pada pemeriksaan luar. sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas. karena terasa penuh di bagian atas dan gerakan terasa lebih banyak di bagian bawah. karena plasenta mengurangi luas ruangan di daerah fundus. bokong janin mengalami edema. kelainan uterus dan tumor pelvis. Prematuritas karena bentuk rahim relatif kurang lonjong. Tidak ada hubungan yang kuat antara letak sungsang dengan pelvis yang menyempit (panggul sempit).• Presentasi bokong kaki sempurna ( complete breech ) ( 5-10%). Pada presentasi kaki bagian paling rendah adalah satu atau dua kaki. harus dipertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografik atau M. Gambar Presentasi letak sungsang. dapat diraba lebih jelas adanya bokong yang ditandai dengan adanya sakrum. maka harus dibedakan dengan tangan. frank breech. air ketuban masih banyak dan kepala anak relatif besar2. Bila dapat diraba kaki. yakni kepala. kedua kaki terangkat ke atas sehingga ujungnya terdapat setinggi bahu atau kepala janin. maka diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan dalam. karena misalnya dinding perut tebal. Plasenta previa karena menghalangi turunnya kepala ke dalam pintu atas panggul. Panggul sempit5.R.

Versi luar sebaiknya dilakukan pada kehamilan antara 34 dan 38 minggu. Selama versi dilakukan dan setelah versi berhasil denyut jantung janin harus selalu diawasi. usaha versi luar dapat menyebabkan solusio plasenta. Pada presentasi bokong kaki sempurna. terutama pada primigravida. 2) perdarahan antepartum.1. 6Kalau versi luar gagal karena penderita menegangkan otot-otot dinding perut.6 Penatalaksanaan Dalam kehamilanMengingat bahaya-bahayanya. sedangkan pada presentasi bokong kaki tidak sempurna. hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala. Pada panggul sempit tidak ada gunanya melakukan versi luar. karena meskipun berhasil menjadi presentasi kepala.6VersiVersi atau pemutaran. 4) hamil kembar.yang akan dimasukkan ke dalam anus mengalami rintangan otot. bokong ditahan dengan satu tangan. akhirnya perlu dilakukan seksio sesarea. merupakan tindakan untuk mengubah presentasi janin secara artifisial. Kalau bokong tidak dapat dikeluarkan dari panggul. Kerugian penggunaan narkosis untuk versi luar antara lain: narkosis harus dalam. 5) plasenta previa. Mengingat bahayanya. usaha untuk melakukan versi luar tidak ada gunanya. Disamping itu. karena dapat menambah perdarahan akibat lepasnya plasenta. sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindarkan. tindakan ini dilakukan dengan meletakkan jari-jari kedua tangan penolong pada perut ibu bagian bawah untuk mengangkat bokong janin. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang. Versi luar hendaknya dilakukan dengan kekuatan yang ringan tanpa mengadakan paksaan. sebab dengan narkosis ringan versi laur jauh lebih sulit dibandingkan bila penderita tetap dalam keadaan sadar. karena kemungkinan besar janin masih dapat memutar sendiri. Sesudah janin berada keadaan presentasi kepala. sehingga fleksi tubuh bertambah. kedua kaki dapat diraba disamping bokong. karena usaha tersebut tidak akan berhasil. versi luar harus diusahakan karena kalau berhasil akan memungkinkan dilakukan partus percobaan. 3) hipertensi.1. Pada umumnya versi luar sebelum minggu ke-34 belum perlu dilakukan. sedangkan setelah minggu ke-38 versi luar sulit untuk berhasil karena janin sudah besar dan jumlah air ketuban relatif berkurang. karena penderita tidak merasakan sakit ada bahaya kemungkinan digunakan tenaga berlebihan dan dapat mengakibatkan lepasnya plasenta. hanya teraba satu kaki di samping bokong. Tetapi bila kesempitan panggul hanya ringan. kepala didorong masuk ke rongga panggul. 6 Selanjutnya kedua tangan bekerjasama untuk melaksanakan putaran janin untuk menjadi presentasi kepala. 6Kontraindikasi lain untuk melakukan versi luar ialah: 1) panggul sempit. Apabila bokong sudah turun. Setelah bokong keluar dari panggul. yang lebih berbahaya ialah bila janin berada dalam satu kantong amnion kemungkinan tali pusat kedua janin akan saling melilit. penggunaan narkosis dapat dipertimbangkan. sedang tangan yang lain mendorong kepala ke bawah sedemikian rupa. 6 Pada penderita hipertensi. Versi luar pada perdarahan antepartum tidak boleh dilakukan. bokong harus dikeluarkan lebih dahulu dari rongga panggul. diagnosis letak janin harus pasti. sedangkan pada kehamilan kembar. selain janin yang lain dapat menghalangi usaha versi luar tersebut. sebaiknya tidak melakukan versi luar dengan menggunakan narkosis. sedangkan jari yang dimasukkan ke dalam mulut akan meraba tulang rahang dan alveola tanpa ada hambatan. Versi luar tidak ada gunanya dicoba bila air ketuban terlalu sedikit. sedangkan denyut jantung janin harus baik. baik melalui penggantian kutub yang satu dengan lainnya pada letak . 6Sebelum melakukan versi luar.

berlaku inidikasi yang sama. alat sonografi akan bermanfaat. Versi Sefalik LuarTujuan prosedur ini adalah untuk mengubah presentasi yang kurang menguntungkan menjadi presentasi verteks atau presentasi belakang kepala. Cara ini lazim disebut cara Bracht. (4) pasien tidak gemuk.3. persalinan pervaginam dibagi menjadi 3 yaitu:a) Persalinan spontan (spontaneous breech). versi sefalik luar lebih besar kemungkinannya untuk berhasil jika : (1) bagian presentasi belum turun ke dalam panggul. karena akan mengakibatkan pemakaian tenaga yang tidak semestinya. Kemungkinan trauma yang serius pada janin dan ibu pada waktu dilakukan versi podalik dalam dari suatu presentasi kepala. Persalinan pervaginamBerdasarkan tenaga yang dipakai dalam melahirkan janin pervaginam.5. Denyut jantung janin harus dimonitor terusmenerus. Jenis versi ini juga diberi nama menurut metode yang dipakai. Akan tetapi versi sefalik luar jarang berhasil kalau serviks sudah mengadakan dilatasi penuh atau kalau ketuban sudah pecah. Jadi.4. menangkap salah satu atau kedua kaki janin.2. Kalau ada. (3) posisi punggung bayi tidak menghadap ke belakang. atau konversi letak oblik atau letak lintang menjadi letak longitudinal.Menurut Fortunato dkk. Janin dilahirkan sebagian dengan tenaga dan kekuatan ibu dan sebagian lagi dengan tenaga penolong. Indikasi tersebut kemudian bisa diperluas sampai pada letak bayi yang tidak stabil biasanya masih bisa berubah secara spontan menjadi letak longitudinal ketika proses persalinan berlangsung. versi luar merupakan tindakan manipulasi yang dilakukan lewat dinding abdomen . Versi sefalik dianggap oleh sebagian dokter kebidanan sebagai teknik yang sering berhasil baik dengan morbiditas yang kecil.Dalam stadium awal persalinan. dan menariknya keluar lewat serviks. Tindakan ini kemudian diikuti oleh ekstraksi bokong.Tergantung pada bagian presentasi janin (kepala atau bokong).c) Ekstraksi sungsang (total breech extraction). B. (2) cairan ketuban masih terdapat dalam jumlah yang normal. Managemen Dalam persalinanJenis pimpinan persalinan sungsang1. dapat dilakukan versi sefalik atau podalik.2. Janin dilahirkan dengan kekuatan dan tenaga ibu sendiri. Prosedur Pertolongan Persalinan . sebelum ketuban pecah.longitudinal. pengubahannya menjadi presentasi verteks dapat dicoba lewat manuver luar asalkan tidak terdapat disproporsi nyata antara besar janin dan ukuran panggul. Jika letak janin melintang. sehingga harus dicoba untuk menghindari peningkatan angka mortalitas yang menyertai persalinan sungsang. sehingga dokter bisa mendengar suara denyut jantung tersebut selama melakukan tindakan. sementara pada versi dalam. seluruh tangan operator dimasukkan ke dalam kavum uteri. ketuban masih utuh dan janin yang berada dalam letak lintang berukuran kecil dan atau sudah mati.IndikasiJika presentasi bokong atau bahu (letak lintang) didiagnosis pada minggu-minggu terakhir kehamilan.A.IndikasiKecuali pada persalinan bayi kedua dalam kehamilan kembar. kecuali bila janin itu berukuran sangat kecil dan biasanya belum viabel. Versi Podalik DalamPerasat ini terdiri dari pemutaran janin oleh dokter kebidanan yang memasukkan tangannya ke dalam rongga rahim. Persalinan per abdominam ( seksio sesarea)A. assisted breech delivery). Terkadang prosedur ini bisa dibenarkan kalau serviks sudah berdilatasi penuh.b) Manual aid (partial breech axtraction. Jangan menggunakan anestesi.61. sementara bagian atas badan janin didorong ke arah yang berlawanan secara trans abdomen. (1998). Janin dilahirkan seluruhnya dengan memakai tenaga penolong. hanya ada beberapa indikasi untuk dilakukannya versi podalik dalam. perubahan presentasi tersebut merupakan satu-satunya alternatif bagi tindakan seksio sesarea.

4. Pemberian oksitosin ini adalah untuk merangsang kontraksi rahim sehingga fase cepat dapat diselesaikan dalam 2 his berikutnya. Maksud ekspresi Kristeller ini adalah:a. bahu dan lengan. jalan lahir kaku misalnya pada primigravida.b. Menghindari terjadinya ruang kosong antara fundus uterus dengan kepala janin sehingga tidak terjadi lengan menjungkit. sehingga mengurangi trauma pada janin.3.2. janin dapat bernafas lewat mulut. Episiotomi dikerjakan pada saat bokong membuka vulva.6Tahapan1. tali pusat dikendorkan lebih dahulu.5.2. bokong dicengkram secara Bracht. janin. Segera setelah bokong lahir. yaitu kedua ibu jari penolong sejajar sumbu panjang paha. misalnya bila terjadi kemacetan baik pada waktu melahirkan bahu atau kepala. Kemudian penolong melakukan hiperlordosis pada badan janin guna mengikuti gerakan rotasi anterior. Disebut fase cepat karena pada fase ini kepala janin mulai masuk pintu atas panggul.disebut fase lambat karena fase ini hanya untuk melahirkan bokong. yaitu mulai lahirnya bokong sampai pusat (skapula depan ).b.6.6Indikasi1.2. 5-10% persalinan secara Bracht mengalami kegagalan. mulut dan akhirnya seluruh kepala. sehingga tidak semua persalinan letak sungsang dapat dipimpin dengan cara Bracht. sehingga mengurangi bahaya infeksi. Disebut fase lambat karena kepala akan keluar dari ruangan yang bertekanan tinggi (uterus). sehingga kepala harus dilahirkan secara perlahan-lahan untuk menghindari terjadinya perdarahan intra kranial (adanya ruptur tentorium serebelli). Keuntungana. Pada setiap his ibu disuruh mengejan. Tahap pertama: fase lambat. Persalinan secara Bracht mengalami kegagalan terutama dalam keadaan panggul sempit. Persalinan secara Bracht mengalami kegagalan. Menjaga agar posisi kepala janin tetap dalam posisi fleksi. Tangan penolong tidak masuk ke dalam jalan lahir. Tahap ketiga: fase lambat. Agar tenaga mengejan lebih kuat. Dengan melakukan gerakan hiperlordosis ini berturut-turut lahir tali pusat. Ibu tidur dalam posisi litotomi. Pada persiapan kelahiran janin harus selalu disediakan cunam Piper. Pada waktu bokong mulai membuka vulva (crowning) disuntikkan 2-5 unit oksitosin intra muskulus. Bila mulut sudah lahir. adanya lengan menjungkit atau menunjuk. ke dunia luar yang tekanannya lebih rendah. yaitu punggung janin didekatkan ke perut ibu. yaitu bagian yang tidak begitu berbahaya. Tahap kedua: fase cepat. maupun penolong.Teknik1.9.7. Kerugiana. penolong harus memperhatikan sekali lagi persiapan untuk ibu. yaitu mulai lahirnya mulut sampai seluruh kepala lahir. Sebelum melakukan persalinan. Gambar teknik hiperlordosis punggung bayi pada perasat Bracht 7 B. perut. sesuai dengan sumbu panggul. Janin yang baru lahir diletakkan diperut ibu. sedang penolong berdiri di depan vulva. 3. Oleh karena itu fase ini harus segera diselesaikan dan tali pusat segera dilonggarkan. Cara ini adalah cara yang paling mendekati persalinan fisiologik. Dari semula memang hendak melakukan pertolongan secara manual aid. yaitu mulai dari lahirnya pusar sampai lahirnya mulut. sehingga fase cepat dapat segera diselesaikan.5. Ketika timbul his ibu disuruh mengejan dengan merangkul kedua pangkal paha. sedangkan jari-jari lain memegang panggul.5. Pada waktu tali pusat lahir dan tampak sangat tegang. Prosedur Manual Aid1. Penolong hanya mengikuti gerakan ini tanpa melakukan tarikan sehingga gerakan tersebut hanya disesuaikan dengan gaya berat badan janin. dagu. Di Negara Amerika sebagian .b. Seorang asisten segera menghisap lendir dan bersamaan dengan itu penolong memotong tali pusat.8. sehingga kemungkinan tali pusat terjepit. c. seorang asisten melakukan ekspresi Kristeller pada fundus uterus. Bersamaan dengan dimulainya gerakan hiperlordosis ini.Spontan1. janin besar.

Bila kedua trokanter telah lahir berarti bokong telah lahir. Selanjutnya untuk melahirkan badan janin yang lain dilakukan cara persalinan yang sama seperti pada manual aid. Tangan yang di dalam mencari kaki depan dengan menelusuri bokong. Prague terbalike. Ekstraksi kaki menggunakan perasat Pinard 7Teknik Ekstraksi Bokong1. Tangan yang di luar mendorong fundus uterus ke bawah. dimasukkan ke dalam jalan lahir dan diletakkan di pelipatan paha depan. Muellerc. Untuk memperkuat . Pegangan dipindahkan pada pangkal paha setinggi muingkin dengan kedua ibu jari di belakang paha.2. karena pada saat itulah kepala masuk ke dalam pintu atas panggul.6Gambar 4. dan bokong sudah berada di dasar panggul.1. Dengan pegangan ini badan janin ditarik curam ke bawah sampai pusar lahir. Louvset3. maka yang akan lahir lebih dulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus curam ke bawah. Prosedur Ekstraksi sungsangTeknik Ekstraksi Kaki1. sedang tangan yang lain membuka labia. Ekstraksi bokong dikerjakan bila jenis letak sungsang adalah letak bokong murni (frank breech). Cunam Piper Gambar Melahirkan bahu dan lengan dengan cara klasik/Deventer 7 Gambar Melahirkan bahu dan lengan (Mueller) : ekstraksi depan kemudian belakang 7 Gambar Manual aid Mauriceau-Veit-Smellie 7 Gambar Perasat Prague terbalik 7 Gambar 7. pangkal paha sampai lutut. Tahap kedua. yaitu kedua ibu jari diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang betis. lahirnya bokong sampai pusar yang dilahirkan dengan tenaga ibu sendiri. pelipatan paha dikait dan ditarik curam ke bawah. Tahap ketiga. Mauriceaub.3. sehingga sukar untuk menurunkan kaki.6.5. Ekstraksi dengan menggunakan cunam Piper 7 C. tangan yang searah dengan bagian-bagian kecil janin dimasukkan secara obstetrik ke dalam jalan lahir.4. dan kemungkinan besar tali pusat terjepit diantara kepala janin dan pintu atas panggul. lahirnya bahu dan lengan yang memakai tenaga penolong. Setelah persiapan selesai. sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan paha. Kedua tangan penolong memegang betis janin.2. Cara atau teknik untuk melahirkan bahu dan lengan adalah secara:a. Dengan jari telunjuk ini. Setelah bokong lahir. maka untuk melahirkan janin selanjutnya dipakai teknik pegangan femuro-pelviks. Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dahulu. Tahap pertama. Kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dielevasi ke atas sehingga trokanter belakang lahir. kaki janin ditarik curam ke bawah sampai pangkal paha lahir.5. Setelah kaki bawah fleksi pergelangan kaki dipegang oleh jari kedua dan jari ketiga dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut. kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi.2. Najouksc. Klasik ( Deventer )b. dan jari-jari lain di depan betis. lahirnya kepala. Wigan MartinWinckeld. karena mereka menganggap bahwa sejak pusar lahir adalah fase yang sangat berbahaya bagi janin.besar ahli kebidanan cenderung untuk melahirkan letak sungsang secara manual aid.Kepala dapat dilahirkan dengan cara:a. Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokanter depan lahir.Tahapan1. Dengan pegangan ini. Jari telunjuk tangan penolong yang searah dengan bagian kecil janin.

5Komplikasi pada persalinan pervaginamPersalinan sungsang dengan tarikan sampai pada lahirnya umbilikus dan talipusat menyentuh pelvis. Akibatnya darah. Fraktur femur. abdomen. sehingga terjadi gangguan sirkulasi plasenta dan menimbulkan anoksia janin. Setelah bokong lahir.2. Fraktur tulang-tulang kepala. tetapi hipoksia dan asidemia bertambah berat.h. Robertson dan kawan- . terjadilah pengecilan rahim.Selain akibat mengecilnya uterus pada waktu badan janin lahir. maka anoksia ini diperberat lagi.6Penyulit persalinan pervaginam1. Saat itu. dan fetal hipoksia mungkin berbahaya.g. yaitu kematian janin 3 kali lebih banyak dibanding persalinan spontan.3.Trauma pada otak janin dapat terjadi. maka jari telunjuk penolong yang lain segera mengait pelipatan paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir. Pada keadaan ini. Ini melibatkan persalinan yang sedikit cepat dapat menekan bagian-bagian janin. Badan janin yang sebagian sudah berada diluar rahim.c. Bila dengan tarikan ini trokanter depan mulai tampak di bawah simfisis. trauma pada fetus dan ibu mungkin dapat dinilai. dan serviks belum berdilatasi cukup untuk melahirkan kepala tanpa trauma. beberapa pergerakan kepala mungkin sukses melewati jalan lahir. Sufokasi. Walaupun demikian. Fraktur klavikula ketika melahirkan bahu yang lebar. sekali letak sungsang melewati introitus vagina. Fraktur pada tulangtulang janin. Pada keadaan yang tidak menguntungkan ini. cairan amnion dan mekonium akan diaspirasi.1.5. Paralisis brakialise. tarikan atau keduanya. dengan bahaya terjepitnya tali pusat pada waktu kepala masuk panggul (fase cepat). atau2. persalinan mungkin dipaksakan. dan turut menarik curam ke bawah. Fraktur humerus ketika hendak melahirkan lengan yang menjungkit (extended).Kerusakkan pada tulang janin dapat berupa:a. Asfiksia fetalis. Pada kehamilan aterm. Kerusakan jaringan otak. juga merupakan rangsangan yang kuat untuk janin bernapas.f. sehingga timbul dekompresi. Kematian perinatal pada letak sungsang dibanding dengan letak belakang kepala rata-rata 5 kali lebih banyak. atau kepala janin yang dilahirkan secara mendadak. Oleh karena itu. yang dapat menimbulkan sufokasi. thoraks. maka tangan penolong yang lain mencengkeram pergelangan tangan tadi. Dislokasi bahu. menyebabkan trauma dari penekanan. bokong dipegang secara femuro-pelviks.4.1. Cara persalinan secara ekstraksi total (total extraction) merupakan cara persalinan dengan penyulit janin yang sangat nburuk. akan menekan tali pusat. kemudian janin dapat dilahirkan dengan cara manual aid (bedah kebidanan).4. yang menimbulkan anoksia. maka penolong dituntut untuk menguasai teknik persalinannya secara terampil. mukus. bokong dan ekstremitas bawah fetus preterm akan melewati serviks dan dilahirkan. maka perlu dilakukan evaluasi obstetrik dengan teliti. persalinan mungkin tertunda beberapa menit ketika melahirkan kepala yang menyusul melewati pelvis ibu.b. perbedaan antara ukuran kepala dan bokong biasanya lebih besar daripada fetus yang lebih tua. pilihan persalinan pervaginam keduanya tidak memuaskan:1. Oleh karena itu cara persalinan ini sekarang sudah tidak dianjurkan lagi pada janin hidup.Mengingat penyulit pada janin akibat persalinan pervaginam cukup berat. serviks yang belum terbuka lengkap.Pada fetus preterm. Dislokasi panggul terutama pada waktu melahirkan tungkai yang sangat ekstensi (fleksi maksimal).Bila sebagian besar badan janin telah lahir.d. insisi Duhrssen pada serviks mugkin dapat dilakukan.tenaga tarikan ini. sebelum memutuskan untuk melahirkan janin secara pervaginam. Keadaan ini merangsang janin untuk bernapas. Hematoma otot-otot. khususnya pada panggul sempit atau adanya diproporsi sefalo-pelvik. Bila sudah diputuskan melahirkan janin pervaginam. 3. lengan dan kepala harus lahir secara tepat.

insiden pada posisi frank breech sekitar 0. Flannagan dan kawan-kawan (1987) menyeleksi 244 wanita dengan letak sungsung yang bervariasi (72 persen adalah frank brech) untuk percobaan persalinan. dan 5 persen pada letak bokong murni.Soernes dan Bakke ( 1986) pada pengamatan awal menyatakan bahwa panjang tali pusat umbilikus lebih pendek pada letak sungsang dari keterlibaletak kepala secara signifikan. Riwayat persalinan yang buruk (bad obstetric history). Mereka juga menemukan tidak ada hubungan kelahiran neonatus yang tidak diinginkan setelah kepala terperangkap. lebih dari 3. Lebih lanjut. Dalam laporan Collea dan kawan-kawan ( 1978 ). Fetal distres bukan karena prolaps tali pusat didiagnosa pada 5 persen wanita lainnya yang dipilih untuk persalinan pervaginam.d. nilai asam basa darah tali pusat secara signifikan berbeda untuk persalinan pervaginam. insiden prolaps tali pusat pada presentasi kaki adalah 15 persen. Beberapa kriteria yang dapat dipakai pegangan bahwa letak sungsang harus dilahirkan per abdominal.D.1987). Primigravida tua. 1993 ).Albrechtsen dan kawan-kawan (1997) mengevaluasi percobaan untuk memilih persalinan pervaginam atau sesarean pada letak sungsang. Dicurigai .b. persalinan sesarean meningkatkan Apgar skor tetapi tidak status asm basa. misalnya:a.c. Sebagai contoh. Pco2 tinggi.3. Banyak ahli melaporkan bahwa persalinan letak sungsang pervaginam. Nilai sosial janin tinggi (high social value baby). Socol dan kawan-kawan (1988) menyimpulkan. pada persalinan pervaginam letak sungsang secara umum lebih rendah dari bila dilakukan persalinan sesarean secara elektif (Flanagan dan kawan-kawan.kawan ( 1995.Apgar skor. Namun hal ini tidak berarti bahwa semua letak sungsang harus dilahirkan per abdominal. Sedangkan. Pada 1212 letak sungsang. didapatkan 4 persen kejadian prolaps tali pusat. memberi trauma yang sangat berarti bagi janin. dan HCO3 lebih rendah dibandingkan persalinan letak kepala.5 kg-4 kg. 10 persen dari wanita yang dikenali untuk persalinan pervaginam mengalami persalinan sesarean karena berisiko dalam persalinan. Flanagan dan kawan-kawan (1987) menekankan bahwa kelahiran bayi pada persalinan sungsang tidak diperburuk oleh perbedaan yang signifikan dari Apgar skor atau status asam basa pada kelahiran. Untuk melakukan penilaian apakah letak sungsang dapat melahirkan per vaginam atau harus per abdominam kadang-kadang sukar. 1996). Christian dan Brady (1991) melaporkan bahwa pH darah arteri umbilikus rendah. yang gejala-gejalanya akan tampak baik pada waktu persalinan maupun baru di kemudian hari. yang sesuai dengan 0. keterlibatan tali pusat yang melingkar-lingkar pada fetus lebih umum pada letak sungsang ( Spellacy and associates. Prosedur persalinan sungsang per abdominal1. Abnormalitas tali pusat ini sepertinya memainkan peran dalam perkembangan janin letak sungsang seperti insiden yang relatif tinggi pola denyut jantung janin yang mencemaskan pada persalinan.2. Keseluruhan.Frekuensi prolaps tali pusat meningkat apabila fetus berukuran kecil atau bila sungsang tidak dalam posisi bokong murni. Dengan cara yang sama. 1991 ).e.1996) mengamati tidak ada perbedaan yang bermakna pada kejadian kepala terperangkap pada persalinan sungsang umur kehamilan 28-36 mingggu atau 24-27 minggu. bagaimanapun.4 persen pada presentasi kepala ( Barrett. khususnya pada 1 menit. Janin besar. Komplikasi lengan menunjuk ( nuchal arm) sampai 6 persen dari persalinan sungsang pervaginam dan dihubungkan dengan peningkatan mortalitas neonatal ( Cheng and Hanah. Masalah lain pada mekanisme letak sungsang adalah terperangkapnya lengan di belakang leher. Persalinan letak sungsang dengan seksio sesarea sudah tentu merupakan cara yang terbaik ditinjau dari janin.5 perse.

6. angka mortalitas perinatal juga meningkat akibat semakin besarnya kemungkinan terjadinya trauma lain pada saat dilakukan ekstraksi. beberapa permasalahan yang lebih serius dapat mengikuti separasi epifisis pada tulang skapula. Distosia (Patologi Persalinan ) dalam Obstetri Patologi bagian obstetri dan ginekologi. Di samping peningkatan risiko terjadinya ruptura tentorium dan perdarahan intraserebral. Berat badan lahir yang rendah pada persalinan preterm. Plasenta previa. bisa saja terjadi. DiLeo GM. atau keduanya. khususnya seksio sesarea. atau persalinan after coming head lewat serviks yang belum berdilatasi lengkap. laserasi serviks ataupun keduanya. khususnya dengan segmen bawah uterus yang sudah tipis. Paralisis lengan merupakan peristiwa yang bisa terjadi akibat tekanan oleh jari tangan operator pada pleksus brakialis ketika melakukan traksi. dapat mengakibatkan ruptura uteri. hambatan pertumbuhan. Prematuritas. Wenstrom KD.Bagi janin. Tindakan manipulasi tersebut dapat pula menyebabkan pelebaran luka episiotomi dan robekan perineum yang dalam. Lebih lanjut.7. Leveno KJ. neonatus. fraktur kompresi berbentuk sendok atau fraktur tengkorak yang sebenarnya. Berbagai perasat intra uteri. Morbiditas dan mortalitas perinatal dari persalinan yang sulit. KomplikasiPada letak sungsang yang persisten.f. meskipun keadaan ini akan hilang spontan. Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu. Meskipun demikian.61.6 Jika ingin lebih lengkapnya bisa dibaca sumber-sumber tulisan ini: 1. Anomali uterus dan tumor. Kelainan fetus. PrognosisBaik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala.5. dan bayi. dan komplikasi ini selanjutnya akan memperburuk prognosis bagi bayi. yang menyertai persalinan sungsang. Prolaps tali pusat. 2001: 509-535. Kalau bayi ditarik keluar secara paksa lewat panggul yang sempit.4.adanya kesempitan panggul. Kadang-kadang leher bayi sendiri dapat patah kalau pada waktu ekstraksi digunakan tenaga yang besar.Fraktur humerus dan klavikula tidak selalu dapat dihindari ketika dilakukan pembebasan lengan. 21st edition. Gant NF. Anestesi yang memadai untuk menimbulkan relaksasi uterus yang nyata dapat pula mengakibatkan atonia uteri yang selanjutnya diikuti oleh perdarahan postpartum dari tempat implantasi plasenta. secara umum prognosis bagi ibu yang bayinya dilahirkan dengan ekstraksi bokong bagaimanapun juga lebih baik bila dibandingkan pada tindakan seksio sesarea. Intervensi operatif.2.Zatuchni dan Andros telah membuat suatu indeks prognosis untuk menilai lebih tepat apakah persalinan dapat dilahirkan per vaginam atau per abdominam. dengan akibat yang umumnya fatal.3. edisi 1979.1. New York: Mc Graw Hill Company. humerus atau femur. Multipel fetus8. Gilstrap LC.3. Pada persalinan sungsang yang sulit terdapat peningkatan risiko maternal. prognosisnya kurang menguntungkan dan akan semakin serius dengan semakin tingginya bagian presentasi pada awal dilakukannya ekstraksi bokong. Hauth JH. Tetapi. Fetal .2. tetapi lebih sering lagi disebabkan oleh peregangan leher secara berlebihan ketika dilakukan pembebasan lengan bayi. Bandung: Elstar Offset: 169-185. meningkatnya komplikasi berikut harus diantisipasi:1. prolapsus funikuli pada presentasi bokong tak lengkap jauh lebih sering dijumpai bila dibandingkan pada presentasi verteks. Breech Presentation and Delivery in William Obstetrics. Cunningham FG. Hematom otot sternokleidomastoideus kadang kala terjadi setelah tindakan ekstraksi. dan fraktur femur dapat terjadi dalam pelaksanaan ekstraksi bokong pada persalinan frank breech yang sulit.

Pada palpasi di bagian bawah . 2002: 607-622. gande multi. letak sungsang. Wiknjosastro H. Accessed August 9. 2002: 104-122. polihidramnion memungkinkan terjadinya malpresentasi Diagnosis Diagnosis ditegakan dengan pemerikasaan abdominal. janin berada dalam posisi 1 atau kedua lutut berada di bawah bokong Penyebab Presentasi bokong terjadi kurang lebih 3% pada semua persalinan. Persalinan Sungsang dalam Ilmu Bedah Kebidanan. Selain itu kelainan-kelainan seperti hidrosefalus.K. patofisiologi obgyn. sering terjadi pada primiyang prematur 3)Presentesi kaki. insufisiensi cairan ketuban.css. last update december 10. Silakan lihat halaman about me untuk profil saya selengkapnya.7. Nugroho. Patologi Persalinan dan Penanganannya dalam Ilmu Kebidanan. last update May 5. tetapi pada kaki ektensi. janin. tugas kedokteran This post was written by: haryoga .com/bp/emed. plasenta letak rendah atau tumor yang menghalangi jalan lahir. bayi. http://www. Selamat datang di rumah saya. Tipe ini lebih sering pada multigravida 2)Extended brech (frank brech) pada bayi fleksi.csd. Persalinan Sungsang. Ada 4 tipe letak sungsang 1)Complete/flexed brech. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. kehamilan letak sungsang.Accessed August 18. kesehatan ibu hamil. accesssed August 9. Saya I Made Haryoga.geocities.6. Wiknjosastro H. 2006.Anatomi.com/fa/ahealth. sehingga kaki berada dekat kepala. uterus bikormis. penyebab pasti dari presentasi bokong belum diketahui secara pasti tetapi dapat terjadi pada persalinan premetur. edisi ke-3. Fischer R. Terima kasih atas kunjungannya. http//:www.4. 5. kebidanan. 2006.com/Yosemite/rapids/cklobpt9.who has written 62 posts on imadeharyoga.emedicine. Breech Presentation. persalinan letak sungsang. 2006. managemen kehamilan. edisi ke-4.com.html. http://www. 2005. 1999. 1 atau kedua kaki di bawah bokong 4)Presentasi lutut.ahealthyme. pada posisi ini paha dan lutut bayi fleksi dan kaki menutupi bokong. Contact the author Kelainan Kelainan Letak Sungsang Dalam Kehamilan Letak sungsang merupakan suatu letak dimana bokong bayi merupakan bagian rendah dengan atau tanpa kaki (keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri.

Setelah kepala masuk ke dalam rongga panggul dapat terjadi tekanan pada kepala pada tali pusat dan ini akan menyebabkan hipoksia janin. Bahaya lain adalah fraktur. Pelepasan plasenta dapat terjadi pada kala II akibat tarikan dari tali pusat. ruptur organ abdomen dan banyak bahaya untuk otot syaraf. Denyut jantung janin terdengar di atas pusat. Kebanyakan dokter ahli kebidanan menganjurkan induksipersalinan pada 38 minggu. Kadang-kadang kontraksi uterus hipotonis sehingga dapat dirangsang dengan pemberian oksitosin.teraba bagian yang kurang keras dan kurang bundar. Jika bokong enganged seperti pada bokong murni dimana terdapat resiko pecah selput ketuban dan prolapsus umbilikal.Fraktur dan dislokasi 4. Penmeriksaan dengan USG atau rontgen dapat mengetahui letak yang sebenarnya pada pemeriksaan pervaginam teraba bagian lunak anus juga akan teraba bagian sacrum.Ruptur organ abdomen 6. Kematian bayi pada persalinan sungsang 4 kali lebih besar daripada persalinan biasa.Anoksia intra dan ekstra uterin 2. Pada saat pembukaan servik tercapai ¾ nya biasanya ibu ingin mengejan.Perdarahan intrakranial 3. bokong dapat melalui servik tetapi kepala tidak melalui servik sehinga ibu dilarang untuk mengejan sampai dilatasi servik lengkap 2.Kala II persalinan . Jika ibu tidak partus spontan pada 40 minggu biasanya dilakukan induksi persalinan. anastesi dan ahli anak. 1. Manajemen Persalinan Sungsang Persalinan dianjurkan di rumah sakit di bawah pengawasan dokter ahli obstetri. Bahaya Persalinan sungsang tidak menyebabkan bahaya bagi ibu tetapi menimbulkan hal yang serius bagi bayinya. ketika fetus masih agak kecil.Kerusakan otot dan syaraf terutama pada otot sterno mastoid dan fleksus brachialis 5. ibu sebaiknya tidak berjalan-jalan. bundar dan melenting. Bahaya persalinan sungsang dapat di simpulkan sebagai berikut: 1.Oedem genital dan memar atau lecet akibat capformation Kejadian anomali kongenital tinggi pada bayi dengan presentasi atau letak sungsang dan terutama pada BBLR.Kala I persalinan Kala I persalinan lebih lama daripada letak belakang kepala. sementara di fundus teraba bagian yang keras.

Jika kepala dilahirkan dengan cepat dapat terjadi perdarahan intrakranial. Mekanisme persalinan letak sungsang Hubungan sacrum dengan panggul ibu akanmenentukan posisi janin. selama beberapa waktu untuk memudahkan penurunan dan fleksi dari kepala. Lengan yang normalnya fleksi menyilang di depan dada dengan mudah dilepaskan dan bahu akan lahir. Mulut dibersihkan dari lendir sehingga bayi bernafas tanpa menghisap cairan lendir. Badan bayi maju sampai sejauh umbilikus kemudian kaki di lepaskan/dilahirkan dengan perlahan-lahan. Bayi di pegang pada pergelangan kaki dan menggunakan traksi yang halus. tubuh di simpan di atas abdomen ibu. Pertama-tama kandung kancing dikosongkan ketika bokong belakng meregang perineum diberi anastesi lokal dan dilakukan episiotomi. lubang hidung segera dibersihkan kepala dilahirkan secara perlahan-lahan.Sacrum kanan/kiri 4.Posisi sacrum anterior kanan 3. Ketika kuduk dan garis rambut sudah tampak menunjukan bahwa kepala akan lahir. obat-obatan oksitosin diberikan pada ibu segera seteah bayi lahir.Posisi sacrum kiri depan 2. Kepala ditarik ke bawah sampai batas hidung sehingga saluran nafas dapat dibersihkan dan oksigen dapat diberikan segera setelah bayi bernafas. Perineum ditekan dengan jari untuk membuka mulut bayi. Bokong belakang tampak di vulva dan bokong maju lebih cepat. Setelah hidung tampak di vulva .Sacrum kiri/kanan belakang Pertolongan persalinan pada letak sungsang Persalinan letak sungsang dapat ditolong dengan prasar brach ataupun dengan tindakan/extraksi. Sekarang bayi dalamkeadaan menggantung pada berat badannya. Tali pusat dilongggarkan pada kontraksi berikutnya bahu akan tampak. Selanjutnya kepala dilahirkan dengan lambat. Metode mauriceau digunakan untuk melahirkan kepala dimana terjadi kelambatan .Pemeriksaan vaginal dilakukan untuk mengetahui pembukaan lengkapsebelum menyuruh ibu mengedan. Ada 4 posisi pada letak sungsang: 1. untuk menghindarinya biasanya dengan menggunakan forcep erygey’s atau neville barnes untuk kepala yang sudah lahir hal ini memungkinkan untuk mengontrol kecepatan lahirnya kepala. posisinya sama dengan letak kepalatetapi pada letak sungsang sacrum sebagai penunjuk.

sedangkan pesalinan letak sungsang justru . Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri (2).dari penurunan kepala. Pada keadaan emergensi bidan dapat melakukan tehnik ini meskipun jarang dilakukan. pada kehamilan 32 minggu 7% dan. bidan menemukan kakus dengan persalinan sungsang. DIPOSKAN OLEH BERKAH WATER TECHNOLOGY DI 00. mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan dari persalinan tersebut. kepala berada pada fundus uteri.1998). Footling (10-30%) yaitu satu atau kedua tungkai atas ekstensi. dengan akibat hipoksia atau perdarahan di dalam tengkorak. bidan harus mengupayakan membawa ibu ke rumah sakit. 1-3% pada kehamilan aterm. memasukan tiga jari kedalam vagina dan mencari mulut bayi. Tipe letak sungsang yaitu: Frank breech (50-70%) yaitu kedua tungkai fleksi . Sebab kematian perinatal pada persalinan presentasi bokong yang terpenting adalah prematuritas dan penanganan persalinan yang kurang sempurna. presentasi kaki. kepala yang merupakan bagian terbesar lahir terlebih dahulu.Letak sungsang terjadi pada 3-4% dari seluruh persalinan. jalan nafas dibersihkan dan kelahiran kepala dilakuka dengan cara yang sama. kemudian memasukan jari tengah ke dalam mulut dan kepala difleksikan. Letak sungsang pada usia kehamilan kurang dari 28 minggu sebesar 25%.Pada letak kepala. Jari tengah menekan oksiput untuk membantu fleksi. Kejadian letak sungsang berkurang dengan bertambahnya usia kehamilan. Jari tengah dan jari telunjuk tangan kanan disangkutkan pada bahu untuk digunakan sebagai tarikan. asisten menekan daerah supra pubik dengan sehalus mungkin kepala dilahirkan melalui jalan lahir. tehniknya yaitu dengan menunggangkan bayi apada lengan kiri.Pengertian Kehamilan SungsangKehamilan pada bayi dengan presentasi bokong (sungsang) dimana bayi letaknya sesuai dengan sumbu badan ibu. Apabila pada praktek di masyarakat. Complete breech (5-10%) yaitu tungkai atas lurus keatas.53 Kematian perinatal langsung yang disebabkan karena persalinan presentasi bokong sebesar 4-5 kali dibanding presentasi kepala. tungkai bawah ekstensi . sedangkan bokong merupakan bagian terbawah di daerah pintu atas panggul atau simfisis (Manuab. Trauma lahir pada presentasi bokong banyak dihubungkan dengan usaha untuk mempercepat persalinan dengan tindakan-tindakan untuk mengatasi macetnya persalinan.

Letak Bokong Tak Sempurna / lutut Satu atau dua kaki dengan ekstensi pada kaki merupakan bagian terendah (Fn Complek Breech).kepala yang merupakan bagian terbesar bayi akan lahir terakhir. Teraba bokong2. setelah badan bayi lahir. Banyak yang diketahui sebabnya. Letak Kaki1.Bentuk- Bentuk Letak Sungsang (Manuaba . ada pesentasi bokong membakal. Implantasi plasenta di fundus atau di tonus uteri cenderung untuk mempermudah terjadinya presentasi bokong ( Harry oxorn. Keadaan jalan lahir1) Kesempitan panggul2) Deformitas tulang panggul3) Terdapat tumor menjalani jalan lahir dan perputaran ke posisi kepala2. Letak Bokong Murni1. Letak Bokong Kaki Sempurna1.c. Keterbatasan waktu persalinan kepala dan tidak mempunyai mekanisme maulage dapat menimbulkan kematian bayi yang besar (Manuaba. myoma. Keadaan rahim1) Rahim arkuatus2) Septum pada rahim3) Uterus dupleks4) Mioma bersama kehamilanb. sehingga hanya mempunyai waktu 8 menit. Teraba bokong2. Kedua kaki bertindak sebagai spalkB. Sudut Ibu a. Letak Bokong Murni Flexi pada paha. panggul sempit. Beberapa ibu melahirkan bayinya semua dengan presentasi bokong menunjukkan bahwa bentuk panggulnya adalah sedemikian rupa sehingga lebih cocok untuk presentasi bokong daripada presentasi kepala. plasenta previa. Kedua kaki menjungkit ke atas sampai kepala bayi3. Letak Bokong Tak Sempurna1. dan pemeriksaan ultrasonografi. Teraba bokong2. Persalinan kepala pada letak sungsang tidak mempunyai mekanisme “Maulage” karena susunan tulang dasar kepala yang rapat dan padat. Keadaan plasenta1) Plasenta letak rendah2) Plasenta previac. Berdasarkan komposisi dari bokong dan kaki dapat ditentukan bentuk letak sungsang sebagai berikut :A.b. Kehamilan ganda.1996 )Penyebab letak sungsang dapat berasal dari 1. letak bila lutut terendahUntuk menentukan berbagai letak sungsang dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan dalam.1998). extensi pada lutut.1998)). air ketuban yang berlebihan. pemeriksaan foto abdomen. Bila bagian terendah teraba salah satu dan atau kedua kaki atau lutut2. ini merupakan jenis yang tersering dan meliputi hampir 2/3 presentasi bokong. Dapat dibedakan letak kaki bila kaki terendah .EtiologiFaktor-faktor presentasi bokong meliputi prematuritas.hydrocepalus dan janin besar. Sudut janinPada janin tedapat berbagai keadaan yang .a. Kedua kaki berada di samping bokongC. Disamping bokong teraba satu kakiD.. Letak Bokong Kaki Sempurna Flexi pada paha dan lutut (Frant Greech). fibra.

Disamping itu kepala janin merupakan bagian terbesar dan keras serta paling lambat. Mungkin kepala cukup diraba bila kepala ada di bawah tupar/iga-iga. kepala janin berangsur-angsur masuk ke pintu atas panggul. Dengan trochanter depan sebagai hipomoklion akan lahir trochanter belakang dan selanjutnya seluruh bokong lahir untuk melakukan putaran paksi dalam sehingga bahu depan berada dibawah simfisis. Melampaui batas 8 menit dapat menimbulkan kesakitan /kematian bayi (Manuaba. Suboksiput menjadi hipomuklion. Kepala berada di fundus uteri. ketegangan ligamentum fatundum dan kontraksi braxson hicks.Diagnosa kedudukan 1. serta melakukan putaran paksi dalam sehingga suboksiput berada di bawah simfisis. memberikan gambaran keras menyerupai kepala dan menyebabkan kesalahan diagnostic. Tonjolan kepala tidak ada . kepala bayi memasuki jalan lahir dapat melintang atau miring. setelah bokong lahir. Di atas panggul terasa massa lunak mengalir dan tidak terasa seperti kepala. Pemeriksaan abdominala. Letaknya adalah memanjang. kepala janin akan menuju kearah pintu atas panggul.d. Bersamaan dengan kelahiran bahu.menyebabkan letak sungsang : 1) Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat2) Hedrosefalus atau anesefalus3) Kehamilan kembar4) Hidroamnion atau aligohidromion5) PrematuritasDalam keadaan normal.Mekanisme persalinan letak sungsang Mekanisme persalinan letak sungsang berlangsung sebagai berikut :a) Persalinan bokongb) Persalinan bahuc) Persalinan kepala(Manuaba. mulut. Punggung ada di sebelah kanan dekat dengan garis tengah bagian-bagian kecil ada di sebelah kiri. berturut-turut akan lahir dagu. hidung. 1998).e. Dicurigai bokong. bokong mencapai tempat yang lebih luas sehingga terdapat kedudukan letak kepala. Persalinan kepala mempunyai waktu terbatas sekitar 8 menit.c. jauh dari garis tengah dan di belakang. Melalui hukum gaya berat. Kepala lebih keras dan lebih bulat dari paha bokong dan kadang-kadang dapat dipantulkan (Balloffablle) dari pada bokong uteri teraba terasa massa yang dapat dipantulkan harus dicurigai presentasi bokong. Dengan bahu depan sebagai hipomoklion akan lahir bahu belakang bersama dengan tangan belakang diikuti kelahiran bahu depan dan tangan depan. muka dan kepala seluruhnya. Pada presentasi bokong murni otot-otot paha teregama di atas tulang-tulang dibawahnya. 1998) Bokong masuk pintu atas panggul dapat melintang atau miring mengikuti jalan lahir dan melakukan putaran paksi dalam sehingga trochanter depan berada di bawah simfisis.b. Dengan gerakan kaki janin.

maka persalinan sungsang dibagi menjadi :1. pada fase ini kepala janin masuk PAP. demikian pula kelainan-kelainan seperti hydrocephalus.5) Sakrum ada di kuadran kanan depan panggul dan diameter gitochanterika ada pada diameter obligua kanan. berdasarkan jalan lahir yang dilalui.2. Ia dapat dikelirukan dngan kepala oleh karena tulang yang keras.3. Denyut jantung janin Denyut jantung janin terdengar paling keras pada atau di atas umbilicus dan pada sisi yang sama pada punggung. kepala keluar dari ruangan yang bertekanan tinggi (uterus) ke dunia luar yang tekanannya lebih rendah sehingga kepala harus dilahirkan perlahan-lahan untuk menghindari pendarahan intrakranial (adanya tentorium cerebellum). Persalinan Pervaginama.4) Kadang-kadang pada presentasi bokong murni sacrum tertarik ke bawah dan teraba oleh jari-jari pemeriksa. Tahap lambat : mulai lahirnya bokong sampai pusar merupakan fase yang tidak berbahaya. Spontaneous breech (Bracht)b.bokong tidak dapat dipantulkan2. sehingga kemungkinan tali pusat terjepit. Pada RSA (Right Sacrum Antorior) denyut jantung janin terdengar paling keras di kuadrat kanan atas perut ibu kadang-kadang denyut jantung janin terdengar di bawah umbilicus3. Anus dan tuber ichiadicum terletak pada satu garis.Menurut Prawirohardjo. jika tidak . Persetujuan tindakan medik2. Tahap lama : lahirnya mulut sampai seluruh bagian kepala. rata dan teratur dengan garis-garis sutura dan fantenella. Pemeriksaan Sinar XSinar X menunjukkan dengan tepat sikap dan posisi janin.Prosedur Persalinan Bayi Sungsang ( Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal.4. Total breech extraction2. Persalinan per abdominal : Seksio SesariaProsedur persalinan sungsang secara spontan :1. Partial breech extraction : Manual and assisted breech deliveryc. Oksitosin)d) Anastesi lokal (Lidokain 2%)e) Cunam piper. Bokong dapat dikelirukan dengan muka.2002)Langkah klinik1. Pemeriksaan vaginal1) Bagian terendah teraba tinggi2) Tidak teraba kepala yang keras. Persiapan Pasien :a) Ibu dalam posisi litotomi pada tempat tidur persalinanb) Mengosongkan kandung kemih . Tahap cepat : dari lahirnya pusar sampai mulut. rektum serta membersihkan daerah perenium dengan antisepticInstrumen :a) Perangkat untuk persalinanb) Perangkat untuk resusitasi bayic) Uterotonika (Ergometrin maleat.3) Bagian terendahnya teraba lunak dan ireguler. Hasil pemeriksaan negatif ini menunjukkan adanya mal presentasi.

4) Masukkan dua jari tangan kanan atau kiri (sesuai letak bahu belakang) sejajar dengan lengan bayi. untuk melahirkan lengan belakang bayi.ada sediakan cunam panjangf) Semprit dan jarum no.Melahirkan bayi : I. Dengan tangan kiri dan menariknya ke arah kanan atas ibu untuk melahirkan bahu kiri bayi yang berada di belakang.2002)Pengeluaran bahu dan tangan secara klasik dilakukan jika dengan Bracht baht dan tangan tidak bisa lahir.5) Setelah bahu dan lengan belakang lahir kedua kaki ditarik ke arah bawah kontra lateral dari langkah sebelumnya untuk melahirkan bahu dan lengan bayi depan dengan cara yang sama. Cara Klasik (Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. bokong dicekam dan dilahirkan sehingga bokong dan kaki lahir. dahi dan kepala. Cara MullerPengeluaran bahu dan tangan secara Muller dilakukan jika dengan cara Bracht bahu dan tangan tidak bisa lahir.Tindakan Pertolongan Partus Sungsanga) Lakukan periksa dalam untuk menilai besarnya pembukaan. masker dan kaca mata pelindungb) Cuci tangan hingga siku dengan di bawah air mengalirc) Keringkan tangan dengan handuk DTTd) Pakai sarung tangan DTT / sterile) Memasang duk (kain penutup)4. selaput ketuban dan penurunan bokong serta kemungkinan adanya penyulit. bokong dicekam secara bracht (kedua ibu jari penolong sejajar dengan panjang paha.Prosedur :1) Segera setelah bokong lahir.5) Gerakkan ke atas hingga lahir dagu.Melahirkan bahu depan .6) Letakkan bayi di perut ibu. Dengan tanggan kanan dan menariknya ke arah kiri atas ibu untuk melahirkan bahu kanan bayi yang berada di belakang.III.23 (sekali pakai)g) Alatalat infush) Povidon Iodin 10%i) Perangkat episiotomi dan penjahitan luka episiotomiPersiapan Penolonga) Pakai baju dan alas kaki ruang tindakan. jari-jari yang lain memegang daerah panggul). ikuti saja proses keluarnya janin. hidung. bersihkan jalan nafas bayi. b) Intruksikan pasien agar mengedan dengan benar selama ada his. Cara Bracht1) Segera setelah bokong lahir.c) Pimpin berulang kali hingga bokong turun ke dasar panggul.4) Lakukan hiperlordosis janin pada saat anguluc skapula inferior tampak di bawah simfisis (dengan mengikuti gerak rotasi anterior yaitu punggung janin didekatkan ke arah perut ibu tanpa tarikan) disesuaikan dengan lahirnya badan bayi.2) Jangan melakukan intervensi. mulut. lakukan episiotomi saat bokong membuka vulva dan perineum sudah tipis.3) Pegang kaki pada pergelangan kaki dengan satu tangan dan tarik ke atasa. 2) Tali pusat dikendorkan.3) Longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada. tali pusat dipotong.b.II. bungkus bayi dengan handuk hangat.

terlebih dahulu dengan menarik kedua kaki dengan cara yang sama seperti klasik, ke arah belakang kontra lateral dari letak bahu depan.Setelah bahu dan lengan depan lahir dilanjutkan langkah yang sama untuk melahirkan bahu dan lengan belakang.IV. Cara

Lovset (Dilakukan bila ada lengan

bayi yang terjungkit di belakang kepala / nuchal arm)(a) Setelah bokong dan kaki bayi lahir memegang bayi dengan kedua tangan. Memutar bayi 180o dengan lengan bayi yang terjungkit ke arah penunjuk jari tangan yang muchal.(b) Memutar kembali 180o ke arah yang berlawanan ke kiri atau ke kanan beberapa kali hingga kedua bahu dan lengan dilahirkan secara Klasik atau Muller.V.

Ekstraksi KakiDilakukan bila kala II tidak maju atau

tampak gejala kegawatan ibu-bayi. Keadaan bayi / ibu mengharuskan bayi segera dilahirkan.1) Tangan kanan masuk secara obstetrik melahirkan bokong, pangkal paha sampai lutut, kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi,tangan yang lain mendorong fundus ke bawah. Setelah kaki fleksi pergelangan kaki dipegang dengan dua jari dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut.2) Kedua tangan penolong memegang betis janin, yaitu kedua ibu jari diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan betis, kaki ditarik turun ke bawah sampai pangkal paha lahir.3) Pegangan dipindah ke pangkal paha sehingga mungkin dengan kedua ibu jari di belakang paha, sejajar sumbu panjang paha dan jari lain di depan paha.4) Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokhanter depan lahir kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dievaluasi ke atas hingga trokhanter belakang lahir. Bila kedua trokhanter lahir berarti bokong telah lahir.5) Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dulu, maka yang akan lahir lebih dahulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus cunam ke bawah.6) Setelah bokong lahir maka dilanjutkan cara Clasik , atau Muller atau Lovset.VI. Teknik

Ekstraksi BokongDikerjakan bila presentasi bokong murni dan
bokong sudah turun di dasar panggul, bila kala II tidak maju atau tampak keadaan janin lebih dari ibu yang mengharuskan bayi segera dilahirkan.1) Jari penunjuk penolong yang searah dengan bagian kecil janin, dimasukkan kedalam jalan lahir dan diletakkan dilipatan paha bagian depan. Dengan jari ini lipat paha atau krista iliaka dikait dan ditarik curam ke bawah. Untuk memperkuat tenaga tarikan ini, maka tangan penolong yang lain menekam pergelangan tadi dan turut menarik curam ke bawah.2) Bila dengan tarikan ini

trokhanter depan mulai tampak di bawah simfisis, maka jari telujuk penolong yang lain mengkait lipatan paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir. 3) Setelah bokong lahir, bayi dilahirkan secara Clasik , atau Muller atau Lovset.Cara

Melahirkan Kepala BayiCara Mauriceu

(dilakukan bila bayi dilahirkan secara manual aid bila dengan Bracht kepala belum lahir).1) Letakkan badan bayi di atas tangan kiri sehingga badan bayi seolah-olah memegang kuda (Untuk penolong kidal meletakkan badan bayi di atas tangan kanan).2) Satu jari dimasukkan di mulut dan dua jari di maksila.3) Tangan kanan memegang atau mencekam bahu tengkuk bayi4) Minta seorang asisten menekan fundus uteri.5) Bersama dengan adanya his, asisten menekan fundus uteri, penolong persalinan melakukan tarikan ke bawah sesuai arah sumbu jalan lahir dibimbing jari yang dimasukkan untuk menekan dagu atau mulut..DAFTAR PUSTAKAProf.Dr.Ida Bagus Gede

Manuaba,SpOG;1998.Ilmu KebidananPenyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan.Jakarta,EGC. Oxorn,Harry&Forte,William R;1996.Ilmu Kebidanan Patologi & Fisiologi.Jakarta,YayasanEssentia Medica..Prawirohardjo, Sarwono;2002.Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal.Jakarta,JNPKKR_POGI.Cunningham FG et al. Premature Rupture of the Membrane. Williams Obstetric, 22st ed. Mc.Graw Hill Publishing Division, New York, 2005.Wiknjosastro H. Distosia Pada Kelainan Letak Serta Bentuk Janin. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta 2005. Fischer Richard et al, Breech Presentation, e medicine, January 2002.

Related Posts by Categories

CONDYLOMA

KODE ICD-10 : A63.0 : Genital warts ( Condyloma acuminata )

Condyloma acuminata (kondiloma akuminata, genital warts, kutil kelamin) atau lebih dikenal dengan istilah penyakit Jengger Ayam, mungkin karena bentuknya yang mirip Jengger Ayam pada condyloma yang luas, adalah kelainan kulit berbentuk kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk mirip jengger ayam, yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe tertentu. Jika pembaca pernah melihat kutil (bahasa jawa: caplak, veruka), seperti itulah bentuk condyloma acuminata. Hanya saja kutil tersebut letaknya di kelamin dan sekitarnya. Bahkan dapat menyebar ke anus (condyloma anogenital). Gambar 1: silahkan klik untuk melihat gambar condyloma acuminata di penis.

Identifikasi HPV untuk pertama kali pada tahun 1907. Kini, lebih 120 jenis subtype HPV telah dapat diidentifikasi. Tapi tidak semua type dapat menyebabkan condyloma acuminata. Sekitar 90 % condyloma acuminata diyakini berhubungan dengan type 6 dan type 11. Belasan tye lainnya dijumpai pula pada penderita condyloma acuminata. Para ahli menengarai HPV type tertentu memiliki kecenderungan onkogenk (potensial menjadi kanker), terutama type 16 dan type 18. Penyebaran Penyakit

Penyebaran condyloma acuminata bersifat kosmopolitan, artinya merambah ke seluruh belahan dunia tanpa memandang ras. Berdasarkan jenis kelamin, frekuensi kejadian antara pria dan wanita sama besarnya. Sedangkan berdasarkan kelompok umur

disebutkan bahwa condyloma acuminata lebih sering dijumpai pada usia dewasa muda dan pada usia tigapuluhan. Hal ini dikaitkan dengan peningkatan aktifitas seksual. ( Gambar 2: silahkan klik untuk melihat condyloma acuminata di vagina ) Penularan dan Perjalanan Penyakit HPV ditularkan melalui kontak langsung, dari mulut ke organ kelamin, dari jari ke organ kelamin dan sebaliknya, serta melalui hubungan seksual, sehingga condyloma acuminata dikelompokkan sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS, STD). Bagaimana mengenalinya ? Masa inkubasi condyloma acuminata berkisar antara 3 minggu sampai 8 bulan dengan rata-rata 3 bulan. Condyloma acuminata relatif mudah dikenali karena bentuknya yang khas, mirip jengger ayam, yakni kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk (berjonjot-jonjot) di organ kelamin dan sekitarnya. Kutil-kutil kecil dapat bergabung membentuk kelompok yang lebih besar mirip dengan bunga kol. Pada umumnya condyloma acuminata berwarna kemerahan, coklat kemerahan, keabu-abuan hingga ada yang berwarna kehitaman. Jika mengalami infeksi sekunder (oleh garukan, gesekan atau sebab lain), condyloma acuminata berubah warna menjadi kehitaman, mudah berdarah dan berbau tak sedap. Pada pria, tempat yang paling disukai (predileksi) Condyloma acuminata diantaranya: gland penis (topi baja si cucakrowo), lekukan antara kepala dan batang penis (sulkus koronarius), jaringan tipis di bawah ujung saluran kencing (frenulum), batang penis dan adakalanya di sekitar anus.

Asam Trikloroasetat 25 % – 50 % dan Krim 5-flurourasil 1-5 %. tempat yang paling digemari si Condyloma acuminata diantaranya: labium (bibir vagina). PENGOBATAN Hingga kini belum ada obat yang benar-benar memuaskan untuk menghilangkan HPV. Metode ini lebih sedikit meninggalkan jaringan parut ketimbang Bedah Listrik. meliputi: ← Kemoterapi. Pengobatan yang lazim dilakukan adalah untuk menghilangkan condyloma acuminata. yakni dengan melihat bentuk dan predileksi kutil (jonjot-jonjot) pada area kelamin. vagina dan dapat juga mengenai serviks. ← Laser karbondioksida. Bedah beku merupakan salah satu pilihan untuk pengobatan condyloma acuminata pada wanita hamil selain menggunakan Asam Trikloroasetat. Pada condyloma acuminata maka kutil akan berubah warna menjadi putih. meliputi: Bedah scalpel (menggunakan pisau bedah).5 %. yakni pengobatan menggunakan Tinctura Podofilin 25 %. ← Interferon. maka akan dilakukan test sederhana menggunakan asam asetat 5% yang dioleskan di permukaan kutil selama 3-5 menit. Bedah Listrik (elektrokauterisasi) dan Bedah Beku menggunakan Nitrogen cair. yakni interferon alfa (berbentuk suntikan dan krim) yang diberikan 3 kali seminggu selama 6 minggu dan interferon beta (suntikan) yang diberikan selama 10 hari. Jika meragukan. Dikenal 2 bentuk interferon.Sedangkan pada wanita. Seorang dokter dapat mendiagnosa condyloma acuminata berdasarkan gejala klinis. Pada wanita hamil digunakan obat Asam Trikloroasetat 25-50 % seminggu sekali hingga condyloma acuminata bersih. ← Tindakan Pembedahan. Podofilotoksin 0. .

vaksin Gardasil diberikan pada anak laki-laki. Meski mudah kambuh (residif). • Dianjurkan untuk tidak berhubungan intim selama masa pengobatan hingga pengobatan selesai dan benar-benar dinyatakan aman oleh dokter yang merawat.← Imunoterapi. VAKSINASI Saat ini telah digunakan vaksin Papilloma virus (Gardasil) yang ditujukan untuk pencegahan kanker serviks. . Menghindari gonta-ganti pasangan. PENCEGAHAN HPV Secara garis besar. Semoga bermanfaat. Metode pengobatan imunoterapi digunakan pada penderita dengan condyloma acuminata yang luas dan resisten (kebal) terhadap pengobatan lain. Namun demikian tetap dianjurkan menggunakan pengaman (kondom) jika memiliki pasangan dengan riwayat condyloma acuminata. Penggunaan pengaman (kondom) ditengarai tidak menjamin terjadinya penularan. Artinya tidak berbahaya. Adapun untuk pencegahan terhadap condyloma acuminata oleh HPV type 6 dan type 11. pria dewasa dan wanita usia 9-26 tahun. upaya pencegahan terhadap penularan HPV dapat dilakukan dengan: • • • Menjaga hygiene organ genital. condyloma acuminata memiliki prognosis yang baik.

256. Other types of HPV also cause cervical cancer and probably most anal cancers.810.11 29120 derm/454 med/1037 C02. venereal warts.650. rising to 45% between the ages of 14 and 19. Warts are the most easily recognized symptom of genital HPV infection.[5][6][7] HPV prevalence at any one time has been observed in some studies at 27% over all sexually active people.217 Genital warts (or Condylomata acuminata. however it is important to underline that the types of HPV that cause genital warts are not the same as those that cause genital or anal cancer. genital.Genital wart From Wikipedia.[8] Contents [hide] 1 Signs and symptoms 2 Prevention 3 Management 4 Epidemiology 5 References 6 External links . the free encyclopedia Genital wart(s) Classification and external resources Severe case of genital warts around the anus ICD-10 ICD-9 DiseasesDB eMedicine MeSH A63. those infected can still transmit the virus.[1] Whilst of those infected with genital HPV it is estimated that only a "small percentage"[2] (between 1%[3] and 5%[4]) develop genital warts. where types 6 and 11 are responsible for 90% of genital warts cases. anal warts and anogenital warts) is a highly contagious sexually transmitted disease caused by some sub-types of human papillomavirus (HPV). or anal sex with an infected partner. It is spread through direct skin-to-skin contact during oral.0 078.

and must be given before exposure to the virus type to be effective. They also may be found on the shaft of the penis. Once cells are invaded by HPV. 18.) is a vaccine that protects against human papillomavirus types 16. it is being tested for young men. on the scrotum. Types 6 and 11 cause genital warts. or around (or inside) the anus. In other cases they look like small stalks. a latency (quiet) period of months to years (decades) may occur. and 11. The viral particles are able to penetrate the skin and mucosal surfaces through microscopic abrasions in the genital area. ideally before the beginning of sexual activity. which slow viral replication. Rarely. which recruit interferons. which occur during sexual activity. while 16 and 18 cause cervical cancer. The vaccine is widely approved for use by young women. They are approximately as prevalent in men but the symptoms may be less obvious. If an individual has unprotected sex with an infected partner. In women they occur on the outside and inside of the vagina. genital warts also can develop in the mouth or throat of a person who has had oral sex with an infected person[citation needed].Signs and symptoms Genital warts often occur in clusters and can be very tiny or can spread into large masses in the genital or penis area. there is a 70% chance that he or she will also become infected. on the opening (cervix) to the womb (uterus). or around (or inside) the anus.[11][12] and has been approved for males in some .[10] Severe case of genital warts on a female Severe case of genital warts on a male Prevention See also: HPV vaccine Gardasil (sold by Merck & Co. they usually are seen on the tip of the penis. The vaccine is preventive.[9] Having sex with a partner whose HPV infection is latent and demonstrates no outward symptoms still leaves one vulnerable to becoming infected. The immune system eventually clears the virus through interleukins. 6. When present. not therapeutic. HPV can last for several years without a symptom.

[15] Skin erosion and pain are more commonly reported than with imiquimod and sinecatechins.areas. There is no way to predict whether they will grow or disappear.[13] Genital warts may disappear without treatment.[16] Its use is cycled (2 times per day for 3 days then 4–7 days off). a doctor will offer one of several ways to treat them. such as the UK. but this method is not recommended on the vulva because microtrauma and inflammation can also show up as acetowhite.[14] Almost all treatments can potentially cause depigmentation or scarring. but sometimes eventually develop a fleshy. Podofilox is the first-line treatment due to its low cost.15% – 0. small raised growth.[10] Magnifying glasses or colposcope may also be used to aid in identifying small warts. Mode of action is undetermined.[16] Sinecatechins (marketed as Veregen and Polyphenon E) is an ointment of catechins (55% epigallocatechin gallate[10]) extracted from green tea and other components. but there are methods to treat visible warts.15%) and Warticon (0. Warts can sometimes be identified because they show up as white when acetic acid is applied.15%). Management There is no cure for HPV. It is the purified and standardized active ingredient of the podophyllin (see below).[17] Imiquimod (Aldara) is a topical immune response cream. the US and Canada. one review states that it should only be used for four cycles.[13] • A 0. Podofilox is safer and more effective than podophyllin. applied to the affected area.[10] Depending on the sizes and locations of warts (as well as other factors).[15] it can be applied by the patient to the affected area and is not washed off.[18] It appears to have higher clearance rates than podophyllotoxin and imiquimod and • • . It causes less local irritation than podofilox but may cause fungal infections (11% in package insert) and flu-like symptoms (less than 5% disclosed in package insert). which could reduce infectivity. Wartec (0. Marketed as Condylox (0.5% podophyllotoxin (also called podofilox) solution in a gel or cream. although there are no trials studying the effectiveness of removing visible warts in reducing transmission.5%).

or cervix. and has a greater risk of scarring.[17] and is not recommended for use in the vagina. and leukopenia.[10] Local infections have been reported.[13] Laser ablation does not seem to be any more effective than other physician-applied methods. death has been reported with extensive topical application. this crude herbal extract is not recommended for use on vagina.[10] A 20% podophyllin anti-mitotic solution .[16] • Liquid nitrogen cryosurgery is safe for pregnancy. it is an older procedure but recovery time is generally longer.[15] Reported reactions include nausea. but it is no longer considered an acceptable treatment due to the side-effects. applied to the affected area and later washed off.[10] Surgical excision is best for large warts.[17] About 80% of those infected are between the ages . it is effective. fever. treatment may require general or spinal anesthesia. • • • • • • ← Epidemiology Genital HPV infections have an estimated prevalence in the US of 10– 20% and clinical manifestations in 1% of the sexually active adult population. but recurrence is 38% to 73% 6 months after treatment. However. It kills warts 71–79% of the time. vomiting. renal failure.[3] but is often used as a last resort and is extremely expensive.[10] Trichloroacetic acid (TCA) is less effective than cryosurgery. perianal area.[17] US incidence of HPV infection has increased between 1975 and 2006. or urinary meatus.[17] Electrocauterization can be used. Discontinued A 5% 5-fluorouracil (5-FU) cream was used. as they are absorbed by the skin and could cause birth defects in the fetus. but it is also expensive and its effect is inconsistent. but clearance takes longer than with imiquimod. cervix. This is a surgical procedure. More effective than cryosurgery and recurrence is at a much lower rate. In severe cases of genital warts. coma.[10] and must be applied by a physician. urethra.causes less local irritation. confusion.[10] Interferon can be used. ileus. or application on mucous membranes.[10] Podophyllin and podofilox should not be used during pregnancy.

webmd. 10. However.[17] Although treatments can remove the warts. Bloomberg News. ^ Fox PA.org/public/publications/pamphlets/viral_genital. "Genital warts: current and future management options". Lesions in Men".[17] Traditional theories postulated that the virus remained in the body for a lifetime. 9.uk/type/cervical-cancer/about/cervical-cancerrisks-and-causes#hpv ^ http://brown. ^ http://www. PMID 16060711.[dead link] ^ a b c d e f g h i j k Mayeaux EJ.gov/std/hpv/stdfact-hpv. PMID 15617297. Michelle Fay and Pettypiece.htm ^ http://www. new studies using sensitive DNA techniques have shown that through immunological response the virus can either be cleared or suppressed to levels below what polymerase chain reaction (PCR) tests can measure. 11. Tung MY (2005). 6. they do not remove the HPV.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virusinformation-about-human-papillomavirus ^ "American Cancer Society: "Can Anal Cancer Be Prevented?"". so warts can recur after treatment (about 50–73% of the time[19]).1097/LGT.0b013e31815dd4b4.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virusinformation-about-human-papillomavirus ^ http://www.cdc. Am J Clin Dermatol 6 (4): 239–243. . 2.org. Nov 13. Am Fam Physician 70 (12): 2335–2342. and also spontaneously regress. Nasraty S (December 2004). ^ Cortez. 7. 14.of 17–33. 2008 ^ a b c Kodner CM. "Modern management of external genital warts". Shannon.html ^ http://www. "Merck Cancer Shot Cuts Genital Warts. 13.edu/Handouts/genital_warts.cancerhelp.illinois. ^ http://www.php ^ http://www. (Bloomberg. 4. PMID 18596459.com) 13 Nov 2008.webmd. Dunton C (July 2008). 5. J Low Genit Tract Dis 12 (3): 185–192. "Management of genital warts". ^ HPV Vaccine Gardasil May Help Boys.mckinley.[17] References 1. 3. Men by WebMD Health News. 12. Retrieved 2008-09-10. doi:10.html ^ a b O'Mahony C (2005). "Human papillomavirus: burden of illness and 8. One study testing genital skin for subclinical HPV using PCR found a prevalence of 10%.edu/Student_Services/Health_Services/Health_Education/sexual _health/sexually_transmitted_infections/hpv.aad.

[dead link] ^ CDC.77. 12 (3): 5. 18. doi:10.409. 45. doi:10. (2004). Online J. More than 100 types of double-stranded HPV papovavirus have been isolated to date. 18). HPV . 43. 16. 35. Lehman DS (2006). "An evidence-based review of medical and surgical treatments of genital warts".1016/j. 200 (3): 233. treatment cost considerations". PMID 16638419. bowenoid papulosis.064. Dermatol. Monk BJ. "Podophyllin office therapy against condyloma should be abandoned". PMC 1744412. These 2 types are the least likely to have a neoplastic potential. 19.2008. Background Condyloma acuminatum refers to an epidermal manifestation attributed to the epidermotropic human papillomavirus (HPV). 17.ajog. Gynecol.e1–7. Retrieved 2008-08-18.07. For example. "Green tea catechins for treatment of external genital warts".1136/sti. as in the images below. They may regress or become invasive. ^ a b c Meltzer SM. ^ a b c von Krogh G. Longstaff E (December 2001). and Buschke-Löwenstein tumors have been linked to HPV infections though they were previously a part of the differential diagnosis of condyloma acuminata. Genital wart in pubic area Genital wart in pubic area (look at bottom middle of picture) Approximately 90% of condyloma acuminata are related to HPV types 6 and 11. PMID 16343025. Am. PMID 11714936. ^ "Veragen package insert" (PDF). Bowenoid papulosis consists of rough papular eruptions attributed to HPV and is considered to be a carcinoma in situ. The picture is complicated by proven coexistence of many of these types in the same patient (10-15% of patients). Sex Transm Infect 77 (6): 409–412. brown.15. 40. The eruptions can be red. 58) or high (types 16.1 with many other isolated types. J. seborrheic keratoses. the lack of adequate information on the oncogenic potential of many other types. Am J Clin Dermatol 6 (6): 365–381. Obstet. 39. Risk for neoplastic conversion has been determined to be moderate (types 33. ^ a b c d e f g h Scheinfeld N. PMID 19019336. REPORT TO CONGRESS: Prevention of Genital Human Papillomavirus Infection. Many of these have been related directly to an increased neoplastic risk in men and women. and ongoing identification of additional HPV-related clinical pathology. Seborrheic keratoses previously were considered a benign skin manifestation. or flesh colored. Tewari KS (March 2009). 51-56.6.

vagina.2 Frequency United States Annual incidence of condyloma acuminatum is 1%. Consider sexual abuse as a possible underlying problem in pediatric patients. Subclinical infections have been established to carry both an infectious and oncogenic potential. Uncommon mucosal lesions in the oropharynx. Panama. It has both an infectious and an oncogenic potential. It is considered the most common sexually transmitted disease (STD). Host cells become infected and develop the morphologic atypical koilocytosis of condyloma acuminata. the Netherlands. A 4-fold or more increase in prevalence has been reported in the last 2 decades. Following latency. perineum. Italy.has been linked to rough plaques indicative of this disease. The most commonly affected areas are the penis. production of viral DNA. keep in mind that infection by direct manual contact or indirectly by fomites rarely may occur. vulva. giant condyloma) is a fungating. low-grade cancer attributed to HPV. capsids. and other developed and underdeveloped countries report HPV infections to be at least as common as in the US. A latent viral phase begins with no signs or symptoms and can last from a month to several years. locally invasive. These penetrate through skin and cause mucosal microabrasions. Highest prevalence and risk is among young adults in the third decade and in older teenagers. Finally. and trachea have been reported. Finally. passage through an infected vaginal canal at birth may cause respiratory lesions in infants. and perianal area. International International prevalence has been reported variably. Multiple simultaneous lesions are common and may involve subclinical states as well-differentiated anatomic sites. larynx. Buschke-Löwenstein tumor (ie. Prevalence has been reported to exceed 50%. Pathophysiology Cells of the basal layer of the epidermis are invaded by human papillomavirus (HPV). This oncogenic potential has been reported to triple the risk of genitourinary . Available data from England. Mortality/Morbidity ← Mortality is secondary to malignant transformation to carcinoma in both males and females. HPV-6 even has been reported in other uncommon areas (eg. extremities). cervix. and particles begins.2 however.

infection may be more prevalent in women. is common. . Recurrence rates. multiple sexual partners. Trauma then may occur. • Physical Single or multiple papular eruptions may be observed. particularly with pregnancy and immunosuppression. oral contraceptives. 30. History of anal intercourse in both males and females warrants a thorough search for perianal lesions. 24. Lesions may lead to disfigurement of area(s) involved. 1 History of multiple lesions. discomfort. 28. pruritus. 25. and early coital age are risk factors for acquiring condyloma acuminata. Overt disease may be more common in men (reported in 75% of patients). Smoking. Sex • • Both sexes are susceptible to infection. Coital bleeding may occur. and risk of oncologic progression are highest among those patients. The chief complaint usually is one of painless bumps. 22. Age ← Prevalence is greatest in persons aged 17-33 years. Bleeding has been reported in large lesions that can occur during pregnancy. 29. which are the most commonly isolated viruses. Lesions may regress spontaneously. Generally. Latent illness often becomes active during pregnancy. or progress.← ← ← cancer among infected males. Discharge may be a complaint. or discharge. 23. 31. Rarely. Vulvar condyloma acuminata may interfere with parturition. two thirds of individuals who have sexual contact with a partner with condyloma acuminata develop lesions within 3 months. remain the same. with incidence peaking in persons aged 20-24 years. 0 Involvement of more than 1 area is common. size. Pruritus may be present. 26. Fortunately. however. Oral. usually associated with HPV-16. Finally. Clinical History 20. The patient's history may indicate presence of previous or other current STDs. producing crusting or erythema. Latent illness may become active. rather than 1 isolated wart. bleeding has been reported due to flat warts of the penile urethral meatus. Vaginal bleeding during pregnancy may be due to condyloma eruptions. Secondary infection is uncommon. 21. acute urethral obstruction in women also may occur. HPV infection appears to be more common and worse in patients with various types of immunologic deficiencies. this is rare with HPV types 6 and 11. In males. urethral bleeding or urinary obstruction may be the presenting complaint when the wart involves the meatus. or tracheal mucosal lesions (rare) presumably are transferred by oral-genital contact. laryngeal. 27.

Hair or the inner aspect of uncircumcised foreskin hides some lesions. Propensity has been established for penile glans and shaft in men and for vulvovaginal and cervical areas in women. ulcerations. presence of external condyloma acuminata in both men and women warrants a thorough search for cervical or urethral lesions. vesicles. cauliflower. filiform. Causes • • • Several of the epidermotropic human papillomaviruses (HPVs) cause condyloma acuminata. fungating. Eruptions' color may be the same as the skin. adenopathy. Some are subclinical. Eruptions may seem harmless or may have a disturbing appearance. verrucous. Search for evidence of other STDs (eg. or they may exhibit erythema or hyperpigmentation. They can be quite smooth (particularly on penile shaft). Differential Diagnoses Molluscum Contagiosum Rhabdomyolysis Other Problems to Be Considered Bowen diseaseCondyloma lataDarier disease FibroepitheliomasHailey-Hailey diseaseNeoplasiaNeviPearly . HPV types 6 and 11 most commonly are isolated. Check for irregularity in shape. discharge). Male sexual partners of women with cervical intraepithelial neoplasia often have infections with the same viral type. Carefully search for simultaneously involved multiple sites. More than 50% of female patients with external lesions have been found to have negative Papanicolaou (Pap) tests but tested positive for HPV infection using in situ hybridization.◦ ◦ ◦ • • • ◦ ◦ ◦ ◦ • ◦ ◦ • • Eruptions may appear pearly. In contrast to early reports. Such internal lesions have been found in more than one half of females with external lesions. but many of the more than 60 types of HPV potentially cause condyloma. One report indicates that infected males have a 20% chance of having subclinical urethral lesions. Urethral meatus and mucosal lesions can occur. form. Look for perianal lesions. or lobulated. particularly in patients with history or risk of immunosuppression or anal intercourse. or plaquelike. or color suggestive of melanoma or malignancy.

1 Filter hybridization (Southern blot and slot blot hybridization). and mild nuclear abnormality. in situ hybridization. the following are listed strictly for educational purposes and to assist readers in understanding and managing potential presenting complications: . 1 Using a 10-X hand lens or colposcope. warts appear as tiny white papules. and syphilis. acanthosis. Although not ED tests. such as HIV. Procedures ← Although not ED procedures. the following are listed strictly for educational purposes and to assist readers in understanding and managing potential complications: 0 Pap smear: This test is used to look for papillomatosis. koilocytic abnormality. 2 A shiny white appearance of skin represents foci of epithelial hyperplasia (subclinical infection). chlamydia.penile papulesSquamous cell carcinoma in situVulvar neurofibromatosisVulvar vestibular papillae Workup Laboratory Studies ← ← As indicated by history and examination. gonorrhea. and polymerase chain reaction (PCR): These tests may be used for diagnosis and HPV typing. test for other STDs. 2 Hybrid capture Other Tests • Acetowhitening 0 Subclinical lesions can be visualized by wrapping penis with gauze soaked with 5% acetic acid for 5 minutes.

recurrent after initial success. Biopsy: Biopsy is indicated for lesions that are atypical. and in the male urethra. tenderness. Anoscopy Antroscopy Condyloma (Genital Warts) ← ← ← ← ← ← Definition of Condyloma (Genital Warts) Description of Condyloma (Genital Warts) Causes and Risk Factors of Condyloma (Genital Warts) Diagnosis of Condyloma (Genital Warts) Treatment of Condyloma (Genital Warts) Questions To Ask Your Doctor About Condyloma (Genital Warts) Definition of Condyloma (Genital Warts) Genital warts are a sexually transmitted disease that appears externally on the genitalia. which are identified better using acetic acid. . The lesion is typically raised and pinkish. or frequent urination. internally in the upper vagina or cervix. in the anal area.0 1 2 Colposcopy (stereoscopic microscopy): This is very useful to identify (mostly) cervical lesions. This condition may produce no symptoms at all. or cause itching. or resistant to treatment or in patients with a high risk for neoplasia or immunosuppression. pain during intercourse. burning.

genital warts are small growths. it may cause emotional and social problems. and those who have them often feel embarrassed. the genital variety is caused by by the human papillomavirus (HPV). Anyone who has ever had sex is at risk for harboring HPV. The virus may infect cells but not cause warts for many years. Genital warts can inflict extreme psychological turmoil. The viral nature of the condition also has important implications for transmission and treatment. HPV is one of the most common causes of sexually transmitted disease (STD).Description of Condyloma (Genital Warts) Some half a million new cases of genital warts are diagnosed in the U. and even guilty. sometimes resembling cauliflower. angry. that occur on or near the genitals. and possibly also in other uro-genital areas. Many if not most people who harbor the virus do not know it. Like other warts. each year. erupting into visible lesions when the immune system is suppressed.S. Technically known as condyloma acuminata. Because of a wart's location and sexual mode of transmission. The wart itself is actually the "tip of an iceberg" in that the virus lurks in cells of the normalappearing skin around the visible wart. The virus seems to cause visible . Concern about genital warts has increased because of an association between HPV and genital cancers. Worldwide.

Text Continues Below Causes and Risk Factors of Condyloma (Genital Warts) Genital warts are spread by sexual contact with an infected partner and are very contagious. or from taking certain drugs. This may occur because of illness (particularly other sexually transmitted diseases). doctors have observed that the warm. Condoms can help. such as cancer chemotherapy or drugs to prevent rejection of an organ transplant. but many flare up even without an obvious trigger. Patients with a history of genital warts may be at . but do not assure. Although much remains to be learned about how the papilloma virus progresses.lesions when a person's immune system is suppressed. moist environment in the genital area seems to favor wart growth. Smoking raises risk twofold. prevention. partly because nicotine byproducts attack immune system cells in the cervix. Outbreaks appear to be exacerbated during pregnancy and in patients with defective immune systems. They often appear within three months of contact. Deficiencies of folic acid and vitamin A also may trigger genital warts.

increased risk for certain types of cancer. a woman should be examined by her doctor. but only two-thirds of white areas seen in a colposcope are due to HPV infection. may be necessary to confirm a diagnosis. Cervical warts may be transmitted to the newborn via passage through the infected birth canal. Sampling cells with a biopsy and testing for HPV genetic material. . When acetic acid (vinegar) is swabbed on the cervix or penis. The practitioner may use a type of microscope called a colposcope to examine a woman's cervix to see if there are internal outbreaks. With any abnormal Pap smear. HPV lesions appear whitish. anus. while others can cause vulvar or anal cancer. The human papilloma virus is associated with up to 90 percent of all cervical malignancies and is also thought may play a role in cancers of the vagina. An abnormal Pap smear can sometimes indicate a cervical HPV infection. vulva and penis. Colposcopy can be valuable in detecting flat lesions that are not visible to the unaided eye. Diagnosis of Condyloma (Genital Warts) Finding a cauliflower-like growth on the genitals is reason to see a doctor who can tell if it is genital warts or a different kind of growth. Some types of HPV can cause cervical cancer.

itching. or excision by a scalpel or laser. an immune response cream applied to the affected warts. applied to the affected area and which should not be washed off) as a topical treatment for genital warts. The FDA has approved Condylox (a . cold. or erosion of the affected area. Each treatment must be applied to individual warts none is taken systematically. or Trichloroacetic acid (TCA). surgical methods that remove wart tissue. All of these techniques are uncomfortable. . Visible genital warts can be physically removed using. Genital wart treatments fall into three categories: prescription topical preparations that destroy wart tissue.5% podofilox solution. but none is a perfect cure. Some doctors prescribe Podocon25 and Podofin (a 20% podophyllin anti-mitotic solution. inflammation. Pregnant women should not use these applications as they can cause birth defects. heat. and biological-based approaches that target the virus causing the underlying condition.Treatment of Condyloma (Genital Warts) People with genital warts have a variety of treatments to choose from. and the warts tend to recur because HPV is still present in surrounding cells. Also prescribed is Imiquimod. which you can apply and wash off later) or a 5 percent 5-fluorouracil cream Most Condylox users experience a burning sensation. pain. The treatments vary widely in cost.

which then crumbles away.some doctors inject alpha interferon directly into the warts. especially for patients who have not responded to other treatment. Interferon therapy attacks the virus. freeze.Carbon dioxide laser vaporization and conventional surgical excision are best reserved for extensive warts. Standard treatments burn. Cryotherapy is performed on less extensive lesions. scrape. It is inexpensive.Ratih Ekamawati BAB IPENDAHULUAN . but it is usually expensive and does not lessen the rate at which the warts return. or use a laser to remove affected tissue . and is less likely to leave a scar than excision using a scalpel.Dewi Sandra marlina Simatupang. does not require an anesthetic. Questions To Ask Your Doctor About Condyloma (Genital Warts) How can these best be removed? What can I do to prevent spreading them to my partner? LETAK LINTANG Judul : Letak LintangDitulis oleh : – Sri Handaryati. The viral nature of genital warts suggests that anti-viral therapies may be effective. to treat warts that have come back. the underlying source of the warts. This method used liquid nitrogen or a device called a cryoprobe to freeze the wart tissue.

hasilnya adalah letak lintang oblik.2.3. Letak lintang oblik biasanya hanya terjadi sementara karena kemudian akan berubah menjadi posisi longitudinal atau letak lintang saat persalinan. Berdasarkan uraian di atas maka kami perlu menguraikan permasalahan dan penatalaksanaan pada kehamilan dengan janin letak lintang 3. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek baik terhadap ibu maupun janinnya.6%.9%.5-0.1. BAB IIITINJAUAN PUSTAKA . RSUP dr.1%.Letak lintang terjadi pada 1 dari 322 kelahiran tunggal (0.Pirngadi. sedangkan Greenhill menyebut 0.3% dan Holland 0. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. Hal ini dapat terjadi karena penegakan diagnosis letak lintang dapat dilihat pada kehamilan muda dengan menggunakan ultrasonografi 3.3 . Cipto Mangunkuskumo selama 5 tahun 0.Angka kejadian letak lintang sebesar 1 dalam 300 persalinan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri. RS Hasan Sadikin Bandung 1. antara lain: RSUD dr. Di Inggris letak lintang oblik dinyatakan sebagai letak lintang yang tidak stabil.Dengan ditemukannya letak lintang pada pemeriksaan antenatal. USA. Di Parklannd Hospital. Kelainan letak pada janin ini termasuk dalam macam-macam bentuk kelainan dalam persalinan (distosia) 1.6%.3 %) baik di Mayo Clinic maupun di University of Iowa Hospital. Medan 0. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin.Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang. Bila sumbu panjang tersebut membentuk sudut lancip. dijumpai letak lintang pada 1 dari 335 janin tunggal yang lahir selama lebih dari 4 tahun 2. Insidens pada wanita dengan paritas tinggi mempunyai kemungkinanan 10 kali lebih besar dari nullipara 1.1 Latar BelakangLetak lintang adalah suatu keadaaan dimana janin melintang (sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu) di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain.

Lli I : kepala di kirib.2 Klasifikasi 1.4 DiagnosisAdanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi. arah menutupnya . dorso anterior ( di depan )b. dorso posterior ( di belakang )c. Apabila bahu sudah masuk kedalam panggul. Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri membentang hingga sedikit di atas umbilikus sehingga lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya 1. balotemen kepala teraba pada salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. Panggul sempit dan tumor di daerah panggul6. pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga. Cairan amnion berlebih (hidramnion) dan kehamilan kembar5.2.1 DefinisiLetak lintang adalah suatu keadaan dimana sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu (janin melintang di dalam uterus) dengan kepala terletak di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. 3. sehingga menimbulkan defleksi sumbu panjang bayi menjauhi sumbu jalan lahir. kecuali bila bahu sudah turun kedalam panggul. Lli II : kepala di kanan2. dan di atas simfisiss juga kosong.4 :1. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul 1. dorso superior ( di atas )d. Janin prematur3. dorso inferior ( di bawah )5 3. Relaksasi dinding abdomen pada perut gantung menyebabkan uterus jatuh ke depan.2.2.2.3 Etiologi Penyebab utama letak lintang adalah 1.3.4. Bila ketiak dapat diraba. Menurut posisi punggung terbagi atas :a. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin.Pada letak lintang bahu menjadi bagian terendah yang juga disebut sebagai presentasi bahu atau presentasi acromnion dimana arah akromion yang menghadap sisi tubuh ibu menentukan jenis letaknya yaitu letak akromion kiri atau kanan 1. yang menyebabkan terjadinya posisi oblik atau melintang.Pada palpasi fundus uteri kosong. kelainan bentuk rahim seperti uterus arkuatus atau uterus subseptus 3. Menurut letak kepala terbagi atas :a. Relaksasi berlebihan dinding abdomen akibat multiparitas yang tinggi Wanita dengan paritas 4 atau lebih memiliki insiden letak lintang 10 kali lipat disbanding wanita nullipara. Plasenta previa4.

Setelah terjadi sedikit penurunan. Punggung dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang. suatu dataran yang keras membentang di bagian depan perut ibu. sedangkan dada dengan terabanya klavikula. tidak dapat terjadi persalinan spontan. sedangkan janin akan .Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. Bila punggungnya terletak di anterior. Setelah ketuban pecah. Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung 1. dapat dikenali dengan adanya “rasa bergerigi” dari tulang rusuk. bahu janin akan dipaksa masuk ke dalam panggul sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan tangan yang sesuai sering menumbung. skapula dan klavikula pada sisi thoraks yang lain akan dapat dibedakan. Pada pemeriksaan dalam. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. dengan kepala di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik.mrnunjukkan letak dimana kepala janin berada. sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan. bila punggungnya di posterior. segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis. pada tahap awal persalinan. posisi punggung mudah diketahui. Bila persalinan diabiarkan tanpa pertolongan. Denyut jantung janin ditemukan disekitar umbilikus. bagian dada bayi. 3. kepala berada di sebelah kiri.5 Mekanisme persalinanPada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan. Pada saat yang sama. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin. bahu tertahan oleh tepi pintu atas panggul. akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri. bahu akan terjepit kuat di bagian atas panggul 1. teraba nodulasi ireguler yang menggambarkan bagian-bagian kecil janin dapat ditemukan pada tempat yang sama.2. kepala berada di sebelah kanan. jika dapat diraba. Kalau ketiak menutup kekiri.2. jika persalinan berlanjut.Pada tahap lanjut persalinan. Bila dilatasi bertambah. Bila proses persalinan berlanjut. bahu akan terjepit erat di rongga panggul dan salah satu tangan atau lengan sering mengalami prolaps ke vagina dan melewati vulva 2.

Sebelum melakukan versi luar harus melakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit. Bila tidak segera dilakukan pertolongan.2. Pada cara Douglas bahu masuk kedalam rongga panggul. sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil. Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset.meninggal. Ibu juga berada dalam keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi prsentasi kepala dengan versi luar. sehingga bila terjadi perubahan .4. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. akan terjadi ruptur uteri (sehingga janin yang meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga perut) atau kondisi dimana his menjadi lemah karena otot rahim kecapaian dan timbulah infeksi intrauterine sampai terjadi tymponia uteri.Bila janin amat kecil (biasanya kurang dari 800gr) dan panggul sangat lebar. badan bagian bawah. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. tumor dalam panggul. Dua cara tersebut merupakan variasi suatu mekanisme lahirnya janin dalam letak lintang. Pada cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang. sehingga bahu.4. dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. bokong dan kaki lahir. Kepala dan dada kemudian melewati rongga panggul secara bersamaan dan bayi dapat dikeluarkan dalam keadaan terlipat (conduplicatio corpora) atau lahir dengan evolusio spontanea dengan 2 variasi yaitu 1) mekanisme dari Denman dan 2) mekanisme dari Douglas 1. selanjutnya disusul oleh lahirnya kepala. akibat fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin 1. 3. Bagian dinding dada di bawah bahu kemudian menjadi bagian yang paling bergantung dan tampak di vulva. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan. janin mungkin akan memutar kembali.6 PenatalaksaanApabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang. kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. Janin akan tertekan dengan kepala terdorong ke abdomen. dan sering kali meninggal pula 1. persalinan spontan dapat terjadi meskipun kelainan letak tersebut menetap. atau plasenta previa.

Apabila riwayat obstetrik wanita yang bersangkutan baik. dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap untuk kemudian melakukan versi ekstraksi. Versi ekstraksi dapat dilakukan pula pada kehamilan kembar apabila setelah bayi pertama lahir. hendaknya dilakukan seksio sesarea dengan segera. Pada permulaan persalinan masih dapat diusahakan mengubah letak lintang menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari empat sentimeter dan ketuban belum pecah. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli. sehingga bila janin masih hidup. sebaiknya segera dilakukan seksio sesarea. segera dpat ditentukan diagnosis dan penanganannya. 3. Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang wanita tersebut bangun atau meneran. tidak didapatkan kesempitan panggul. maka bergantung kepada tekanan. Pada letak lintang kasep. versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptur uteri.Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor. ditemukan bayi kedua berada dalam letak lintang. 2) karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his. 3) pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan 1. sehingga pada seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap.letak. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli. tetapi tidak ada prolapsus funikuli. dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian dilakukan versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan dengan seksio sesarea. sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan pervaginam dengan dekapitasi 1. dan janin tidak seberapa besar. Jika ketuban pecah. Dalam hal ini persalinan dapat diawasi untuk beberapa waktu guna mengetahui apakah pembukaan berlangsung dengan lancer atau tidak.7 Prognosis Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi . harus segera dilakukan seksio sesarea. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1) bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik.

baik terhadap ibu maupun janinnya 1. tumor panggul dan plasenta previa masih tetap dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan. 366-3726. Admin. Mochtar. from Seputar Kedokteran Dan Linux: http://medlinux. (2007). Letak Lintang (Transverse Lie) dalam Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi.Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri.2. tetapi kelainan-kelainan yang menyebabkan letak lintang.). (2006).com/2009/02/kehamilan-dengan-letaklintang. sedangkan angka kematian janin di Rumah Sakit Umum Pusat Propinsi Medan 23. & Wenstrom. Idmgarut.5. Case Report: Letak Lintang. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek. Wiknjosastro. Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD Bandung. Angka kematian ibu berkisar antara 0-2% (RS Hasan Sadikin Bandung. Gilstrap III.3% 1. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Cunningham. K.3.html4. G. 1).. L. Obstetri William (21 ed.. D..1996). K. 1998.). from http://idmgarut.presentasi kepala. Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan. seperti misalnya panggul sempit. seperti misalnya terjadinya ruptur uteri dan robekan jalan lahir lainnya. (2009. (2008). Leveno. D. H. (Ed. Obstetri Patologi... Hauth. Jakarta : EGC. DAFTAR PUSTAKA1.com Seorang ibu hamil mengeluhkan bentuk perutnya yang hamil kali ini berbeda dibandingkan bentuk perutnya saat kehamilan anak pertama. N. Jakarta: EGC. karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu.blogspot. tetapi pada saat ini sudah jarang dilakukan. J. Retrieved Mei 2009. Kehamilan Dengan Letak Lintang. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. Januari). Bandung: Bag. J. C. Ilmu Kebidanan (kesembilan ed. Dokter kandungan yang memeriksanya mengatakan bahwa ibu yang sedang hamil keempat ini posisi janinnya .3% dan di RS Hasan Sadikin Bandung 18. Hal. F. Retrieved Mei 2009. Obstetri Patologi. (1984)..wordpress. Edisi 2. Vol. Gant. kedua dan ketiganya.

pendulum dinding abdomen. selaput ketuban masih utuh. pemeriksaan dalam mungkin dapat diraba lengan. Jika embriotomi tidak mungkin dikerjakan.letak lintang. ditentukan berdasarkan letak punggung : dorsosuperior atau dorsoinferior. maka dilakukan embriotomi. kecuali pada keadaan janin sangat kecil. Namun .Persalinan pervaginam (persalinan normal melalui vagina) TIDAK MUNGKIN dilakukan. dorsoanterior atau dorsoposterior. Lalu apa yang akan dilakukan dokter bila terjadi kehamilan letak lintang? Bila janin dalam keadaan hidup. atau telah mati cukup lama. dimana janin berada dalam posisi melintang atau tegak lurus terhadap jalan lahir. Ini adalah letak yang tidak baik dalam kehamilan trismester akhir. prematuritas karena bayi yang terlalu kecil sehingga dapat berputar-putar. Versi luar dapat dicoba dilakukan bila : persalinan masih dalam fase laten. Namun pada kondisi-kondisi tertentu dokter kandungan berusaha melakukan koreksi letak lintang menjadi memanjang/membujur dengan tindakan versi luar. multiparitas. segera akan dilakukan pengakhiran persalinan dengan sectio cesarean. Adapun beberapa keadaan yang menyebabkan terjadinya kehamilan letak lintang adalah: plasenta previa dimana letak plasenta tidak sebagaimana mestinya hingga menghalangi posisi normal janin dalam kandungan. anak dalam keadaan baik. Apakah letak lintang? Letak lintang adalah “presentasi janin. bahu atau iga janin. namun bila janin telah mati dan syarat-syarat embriotomi terpenuhi.dilakukanlah sectio cesarea. panggul sempit. bunyi jantung janin berada di sekitar pusar. kehamilan multiple atau kehamilan kembar. ibu dalam keadaan baik. hidramnion atau kelebihan cairan amnion yang juga menyebabkan janin bisa berubah posisi hingga melintang. fundus uteri terhadap usia gestasi lebih rendah daripada letak memanjang atau membujur. bagian terbawah janin belum masuk pintu atas panggul. dan kelainan uterus atau janin lainnya Untuk mengetahui adanya kehamilan letak sungsang biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan dan mendapatkan beberapa kondisi berikut: pemeriksaan luar (palpasi Leopold) diraba kepala di kanan atau di kiri perut ibu.

Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang pada beberapa rumah sakit sebagai berikut : RSUP Pirngadi Medan 0. RS Hasan Sadikin Bandung 1. semoga ini menjawab pertanyaan Kiki tentang materi yang dia cari kandungan.9%. Kehamilan letak lintang merupakan kehamilan yang berisiko sehingga alangkah baiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan secara rutin sehingga kelainannya dapat ditanggulangi sejak dini. Pukul 10. Medrec : 01 05 0768 Usia : 21 tahun Alamat : Sukaresmi Pendidikan terakhir : SMU Pekerjaan : Ibu rumah tangga Tanggal Masuk RS : 15 September 2007 . lintangletak lintang Letak lintang terjadi bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu memanjang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 °.1% dari 12827 persalinan.versi luar sangat beresiko sehingga jarang dilakukan.Y No. RSUP Cipto Mangunkusumo selama 5 tahun0. kehamilan letak lintang. IDENTIFIKASI KASUS IDENTITAS Nama : Ny. Adapun tindakan versi ekstraksi pada letak lintang hanya boleh dilakukan : pada keadaan dimana anak kedua kehamilan kembar dan selaput ketuban baru pecah atau dipecahkan.6%.00 WIB Tanggal Keluar RS : 18 September 2007 ← ANAMNESA Keluhan Utama: hamil Anamnesa Khusus : G2P1A0 mengatakan hamil 9 bulan dan telah diperiksa di dokter ahli kandungan dan dinyatakan letak . II.

Pemeriksaan luar: abdomen : cembung..lintang.a. • ANAMNESA TAMBAHAN HPHT : Awal Desember 2006 PNC : Bidan Menikah : Istri 18 tahun. atas hal ini ibu direncanakan untuk dioperasi seksio sesaria. wiraswasta Menarch : Usia 13 tahun Riwayat KB : - ← PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis Kesadaran : Compos mentis Tekanan darah : 100/70 mmHg Nadi : 84 x/menit Respirasi : 20 x/menit Suhu : Afebris Konjungtiva : Anemis -/Thoraks : t. Ibu partus terakhir 2 tahun yang lalu di bidan dengan berat badan 3500gram dan meninggal beberapa jam setelah bersalin.k Pulmo : t.a.a. ibu rumah tanggara Suami 20 tahun. tegang TFU : 28 cm LP : 92 cm His : - .k Cor : t.k Abdomen : Lihat status obstetrikus Tinggi Badan : 136 cm Status Obstetrikus a.

jam 12. infus RL 20 gtt/menit b.000 /mm3 .Ureum : 13 mg/dl .a.waktu pembekuan : 8’ DIAGNOSA KERJA G2P1A0 gravida 37 – 38 minggu + letak lintang PENATALAKSANAAN a.5% .waktu perdarahan : 2’ . Pemeriksaan dalam: v/v : t.SGPT : 15 U/l .700 /mm3 .66 mg/dl .Trombosit : 208.LA : lintang b. rencana operasi Sectio sesaria LAPORAN OPERASI Tanggal : 15 September 2007.20 WIB Diagnosa prabedah : G2P1A0 Gravida 37-38 minggu + letak lintang Diagnosa pasca bedah : P2A0 partus maturus dengan • • A.SGOT : 26 U/l . o Laboratorium lengkap. dinyakatan letak lintang.Ht : 35.Hb : 11.Leukosit : 7. sedikit 32.Kreatinin : 0.a Portio : tebal lunak OUE : tertutup Fluxus : (+).GDS : 73 mg/dl . hasilnya: .9 gr/dl . PEMERIKSAAN PENUNJANG o Hasil USG. .

BB : 2450 gr. AS :6-7 cm. Kulit dijahit subkutikuler. Jenis Kelamin laki-laki. PB : 45 cm. FOLLOW UP POST OPERASI Tanggal 16/ 09/ 07 Keterangan S : nyeri pada luka operasi O : CM. KU baik T : 100/70 mmHg .33 Plasenta lahir lengkap dengan berat ± 500gr. Uterus dijahit 2 lapis secara jelujur interlocking. Pukul 12. 9. 10. Segmen Bawah Rahim disayat konkaf dan diperlebar ke kiri dan kanan.30 Bayi lahir dengan ekstraksi kaki. ukuran 20x20x2 cm 7. Pukul 12. 5. 8. Lalu uterus diinjeksi dengan oksitosin 10 IU intramural 6. Setelah peritonium dibuka tampak dinding depan uterus 4. 2. Therapi : cefotaxim 1 gr/12 jam kaltropen supp/8 jam A. Dilakukan insisi pfanensteil ± 10 cm 3. Dilakukan tindakan a dan antiseptik pada daerah abdomen sekitarnya dengan betadine.SC atas indikasi letak lintang Indikasi operasi : Letak Lintang Jenis operasi : Sectio Sesaria Transperitoneal Profunda Prosedur operasi 1. Rongga abdomen dibersihkan lalu dinding abdomen dijahi lapis demi lapis.

700 Trombosit : 204. Mefenamat 3 x 500 mg Mobilisasi 17/09/2007 S : batuk berdahak O : CM. flatus (+) BU (+) TFU : 1 jari di bawah pusat Kontraksi Uterus : +.8 % A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : Cefotaxim 1 gr/12 jam Metronidazol 500 mg/12 jam As.output 1500 cc Balance : + 1250 cc Hb : 10.000 Ht : 30. sedikit Balance Cairan . KU baik T : 90/70 mmHg N : 80 x/mnt RR : 22 x/mnt S : afebris .5 gr/dl Leukosit : 14.input cairan 2500 cc Darah 250 cc . baik Luka operasi : tertutup verband ASI +/+ Perdarahan +.N : 84x/menit R : 18x/menit S : afebris Konjungtiva anemis -/BAK terpasang kateter BAB (-).

Mefenamat 3 x 500 mg Sulfas Ferous 1×1 BLPL IIi. luka operasi tertutup verband Mobilisasi (+) A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : off infus Mobilisasi bertahap Cefadroksil 2x 500mg As.Mefenamat 3 x 500 mg Sulfas Ferous 1×1 18/ 09/07 S : mules. Apakah penatalaksanaan pasien sudah sesuai dengan . O : CM.BAB (+) Luka operasi kering A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : Ganti Verband Cefadroksil 2x 500mg As. PERMASALAHAN 1. batuk berkurang. BU (+). KU baik T : 110 /60 mmHg N : 80 x/mnt RR : 20 x/mnt S : afebris Konjungtiva anemis -/TFU : 1 jari dibawah pusat BAK (+).Konjungtiva anemis -/TFU : 1 jari dibawah pusat BAK (+) BAB (+). Apakah penegakan diagnosis pada pasien ini sudah benar? 2. flatus (+).

hidramnion dan kehamilan kembar Keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepalake dalam rongga panggul sempit.1. DIAGNOSIS Pada inspeksi tampak bahwa perut melebar ke samping dan pada kehamilan cukup bulan. Kelainan bentuk rahim seperti uterus arkuatus atau uterus subseptus. hanya beberapa jari diatas pusat. sedangkan bagian-bagian besar (kepala dan bokong) teraba disamping kiri atau kanan di atas fossa iliaka.Di belakang (dorsoposterior) . Kehamilan prematur. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. Pada palpasi ternyata bahwa fundus uteri maupun bagian bawah rahim kosong. Punggung janin dapat berada : . Pada auskultasi BJA dapat dinilai setinggi pusat kanan dan kiri.Di atas (dorsosuperior) . Bagaimana prognosis pasien ini ? IV.Di depan (dorsoanterior) . fundus uteri lebih rendah dari biasa. PEMBAHASAN IV. apakah penegakan diagnosis pada pasien ini sudah benar? LETAK LINTANG Letak lintang ialah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain.standar pelayanan ? 3. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul. tumor daerah panggul dan plasenta previa. .Di bawah (dorsoinferior) EtTIOLOGI Multiparitas disertai dinding uterus dan perut yang lembek.

Dimana sudah dilakukan pemeriksaan luar yaitu pada pemeriksaan leopold. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil sebaiknya segera dilakukan seksio sesaria. Pada pasien ini penegakkan diagnosis sudah dilakukan dengan benar. 3. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1.Dan pada USG juga terlihat gambaran letak lintang. Pada keadaan hamil diusahakan jadi letak membujur dengan melakukan versi luar pada primigravida yaitu pada usia . IV. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli. Pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan. Kemudian sudah dilakukan juga pemeriksaan penunjang USG sebelumnya yang menyatakan pada pasien ini mengalami kehamilan letak lintang. Meskipun versi luar berhasil janin akan dapat memutar kembali oleh karena itu dianjurkan menggunakan korset dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. sehingga seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap. Dan pada pemeriksaan leopold II dimana untuk menentukan letak punggung janin namun pada pasien ini yang teraba bokong dan kepala pada kedua sisi kanan dan kiri.2 apakah penatalaksanaan pada pasien ini sudah sudah sesuai dengan standar pelayanan? PENANGANAN Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang. Karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intrauterin pada waktu his. Bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. 2.

♣ Pada kehamilan kembar. tinggi badan kurang dari 150 cm. . mempunyai deformitas pada tulang panggul/ belakang. Untuk dapat melaksanakan versi luar perlu diperhatikan beberapa pertimbangan berikut ini: 1. Versi luar adalah upaya yang dilakukan dari luar untuk dapat mengubah kedudukan janin menjadi kedudukan lebih menguntungkan dalam persalinan pervaginam. Bayi dapat dilahirkan pervaginam Ketuban masih positif utuh. ♣ Pernah mengalami tindakan operasi pervaginam. sering mengalami keguguran. 2. persalinan prematuritas atau kelahiran mati. Kontraindikasi versi luar ♣ Ketuban sudah pecah. Versi podalik : perubahan kedudukan janin menjadi letak bokong (sungsang). ♣ Terdapat faktor resiko tinggi kehamilan: kasus infertilitas. Syarat versi luar dapat berhasil dengan baik : Dilakukan pada usia kehamilan 34-36 minggu Pada inpartu dilakukan sebelum pembukaan 4 cm. ♣ Penderita mempunyai hipertensi ♣ Rahim pernah mengalami pembedahan : seksio sesaria. 2. Versi Sefalik : melakukan perubahan kedudukan janin menjadi letak kepala. Berdasarkan ketetapan tersebut dikenal bentuk versi luar : 1. ♣ Penderita pernah mengalami perdarahan selama hamil.kehamilan 34 minggu atau multigravida pada usia kehamilan 36 minggu. Bagian terendah belum masuk atau masih dapat dikeluarkan dari PAP. pengeluaran mioma uteri.

sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. sehingga bila janin masih hidup hendaknya dilakukan seksio sesaria dengan segera sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan pervaginam dengan dekapitasi. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. Kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. Cara Denman Bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang . sehingga bahu. Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. Kalau janin kecil. Cara Douglas. selanjutnya disusun . Janin lahir cara Denman atau Douglas. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. badan bagian bawah. MEKANISME PERSALINAN Pada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan. bokong dan kaki lahir. Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri. Bahu masuk ke dalam panggul. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin. tidak dapat terjadi persalinan spontan. Apabila riwayat obstetrinya baik dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan lengkap untuk kemudian dilakukan versi ekstraksi. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. kadang-kadang persalinan dapat berlangsung spontan.Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor. sudah mati dan menjadi lembek. Pada letak lintang kasep versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptur uteri. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli harus segera dilakukan seksio sesaria. bahu masuk ke dalam rongga panggul.

Oleh karena pasien tidak dilakukan tindakan versi luar maka persalinan pervaginam tidak dapat dilakukan. Pada pasien ini penatalaksanaannya sudah sesuai dengan standar pelayanan. Namun hal ini bukanlah kesalahan yang mutlak karena pelaksanaan kontrasepsi bisa dilakukan dalam waktu 40 hari setelah partus. © Pemeriksaan obstetrik Pemeriksaan luar: . Prognosis pada pasien ini bisa dikatakan kurang baik. Dan untuk mencegah hal ini terjadi sebaiknya pada saat dilakukan sectio sesaria disertai dengan pemasangan IUD. Dimana pasien yang dilakukan operasi sectio sesaria kontraindikasi bila terjadi kehamilan dalam kurun waktu 2 tahun pasca operasi. V.oleh lahirnya kepala. Dan persalinan ibu dilakukan dengan operasi seksio sesaria. Dan sebaiknya dilakukan kontrasepsi yang tidak mengganggu asi. Penegakan diagnosa pada pasien ini sudah tepat. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. Sesuai dengan tanda dari letak lintang. KESIMPULAN 1. Sewaktu melakukan sectio sesaria pada pasien ini tidak disertai dengan tindakan pemasangan IUD. Pada pasien tidak dilakukan versi luar karena pasien ini terdapat kontraindikasi untuk dilakukan tindakan tersebut yaitu tinggi badan ibu kurang dari 150 cm (136 cm). Pada Quo ad vitam ad bonam dan quo ad functionam ad bonam. baik terhadap ibu maupun janinnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang disamping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri. IV.3 bagaimana prognosis pasien ini? Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek.

2. Pengertian Letak Lintang Letak Lintang adalah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. sesuai dengan standar pelayanan. Punggung janin dapat berada di . tegang TFU : 28 cm LP : 92 cm His : LA : lintang © Pemeriksaan penunjang Hasil USG dinyatakan letak lintang. Penatalaksanaan letak lintang pada pasien ini sudah benar. Namun pada pasien ini kita harus melakukan motivasi KB. Fungsi reproduksi pada pasien ini masih baik.abdomen : cembung. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. © Tindakan versi luar tidak dilakukan karena kontraindikasi yaitu tinggi badan pasien 136 cm. Dan sebaiknya menggunakan kontrasepsi yang tidak mengganggu laktasi. 3. © Dilakukannya Operasi sectio sesaria pada pasien ini. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul. Letak Lintang LETAK LINTANG A.

di atas (dorsosuperior). Letak lintang I : kepala di kiri b).(Rustam mochtar.depan (dorsoanterior). maka dalam hal ini disebut juga shoulder presentation.Menurut letak kepala terbagi atas: a).1992) Letak lintang adalah bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu menyilang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 derajat. Pada kehamilan prematur. Dorso anterior (di depan) b).dkk. Demikian pula kelainan bentuk rahim. Etiologi Sebab terpenting terjadinya letak lintang adalah multiparitas disertai dinding uterus dan perut lembek.1998) . Dorso superior (di atas) d). janin sering dijumpai dalam letak lintang. juga merupakan penyebab terjadinya letak . seperti misalnya uterus arkuatus atau uterus subseptus. Keadaan-keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepala ke dalam rongga panggul seperti misalnya panggul sempit. Letak lintang II : kepala di kanan . Jika sudut yang dibentuk kedua sumbu ini tajam disebut oblique lie.Menurut posisi punggung terbagi atas: a). atau di bawah (dorsoinferior). Dorso posterior (di belakang) c). di belakang (dorsoposterior). Karena biasanya yang paling rendah adalah bahu. Dorso inferior (di bawah) B. (Hanifa Wiknjosastro. hidramnion dan kehamilan kembar. tumor di daerah panggul dan plasenta previa dan pula mengakibatkan terjadinya letak lintang tersebut. yang terdiri dari deviated head presentation (letak kepla mengolak) dan deviated breech presentation (letak bokong mengolak).

dan di atas simfisis juga kosong. pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga. Kalau ketiak menutup ke kiri.1992) Penyebab dari letak lintang sering merupakan kombinasi dari berbagai faktor. dan tumor-tumor pelvis .lintang. Punggung .Kelainan uterus seperti arkuatus.(Rustam mochtar. Pada palpasi fundus uteri kosong. kepala berada disebelah kanan.Gemeli (kehamilan ganda) .dkk. atau sudah mati.(Hanifa Wiknjosastro. kepala di sebelah kiri.1998) C.Pelvic kidney dan kandung kemih serta rektum yang penuh.Lumbar skoliosis . Apabila bahu sudah masuk ke dalam panggul. Faktorfaktor tersebut adalah: . kepala janin berada di samping. Diagnosis Adanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi. Bila ketiak dapat diraba.Fiksasi kepala tidak ada. arah menutupnya menunjukkan letak dimana kepala janin berada. Denyut jantung janin ditemukan di sekitar umbilikus.Janin sudah bergerak pada hidramnio. anaensefalus. bikornus. anak kecil. sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan. atau septum . . plasenta previa. sering pula penyebabnya tetap merupakan suatu misteri. kecuali bila sudah turun ke dalam panggul. karena panggul sempit. Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya.Monster . hidrosefalus. multiparitas.

Teraba tulang iga. .1992) Diagnosis letak lintang janin diantaranya: 1. dan kalau tangan menumbung teraba tangan. namun pada letak lintang biasanya ketuban cepat pecah. . Inspeksi Perut membuncit ke samping 2. Pemeriksaan dalam (VT) .p. Palpasi . Foto Rontgen Tampak janin dengan letak lintang. .Pemeriksaan dalam agak sukar dilakukan bila pembukaan kecil dan ketuban intak. 4. Bila kepala terletak di kiri.(Hanifa Wiknjosastro. Auskultasi DJJ setinggi pusat kanan atau kiri.(Rustam mochtar.1998) D. 5.dkk.Fundus uteri kosong dan bagian bawah kosong.Teraba bahu dan ketiak yang bisa menutup ke kanan atau ke kiri. Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung. sedangkan dada dengan terabanya klavikula. skapula.a.Untuk menentukan tangan kanan atau kiri lakukan cara dengan bersalaman. Mekanisme Persalinan Pada letak dengan ukuran panggul normal dan janin .Kepala (ballotement) teraba di kanan atau kiri 3.dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang. kecuali kalau bahu sudah masuk dalam p. .Letak punggung ditentukan dengan adanya skapula letak dada dengan klavikula.Fundus uteri lebih rendah dari seharusnya tua kehamilan . ketiak menutup di kiri.

Ibu berada dalam keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi. Janin lahir dalam keadaan terlipat melalui janin lahir (konduplikasio korpore) atau lahir dengan evolusio spontanea menurut cara Denman atau Douglas. sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. Kalau janin kecil.cukup bulan. Bila tidak segera dilakukan pertolongan. bokong dan kaki lahir. Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. sudah mati dan menjadi lembek. sehingga janin yang meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga perut. Dua cara tersebut merupakan variasi suatu mekanisme lahirnya janin dalam letak . Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makaian tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. sedangkan janin akan meninggal. akan menyebabkan kematian janin dan ruptura uteri. tidak dapat terjadi persalinan spontan. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. akan terjadi ruptura uteri. Bahu masuk ke dalam panggul. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. Pada cara Douglas bahu bmasuk ke dalam rongga panggul. Dalam usaha untuk mengeluarkan segmen uterus berkontraksi dan beretraksi dan sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipi. kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. selanjutnya disusul lahirnya kepala. kadang-kadang persalian dapat berlangsung spontan. Pada cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang. dan sering kali meninggal pula. badan bagian bawah. sehingga bahi.

bila tangan dimasukkan ke dalam kavum uteri terjepit antara janin dan panggul serta dengan narkosa yang dalam tetap sulit merubah letak janin. dada. bokong. Kalau letak lintang dibiarkan. dan akhirnya kepala.(Hanifa Wiknjosastro. Beberapa cara janin lahir spontan: 1. sudah mati dan menjadi lembek.dkk. maka bahu akan masuk ke dalam rongga panggul. Menurut Douglas Bahu diikuti oleh dada. akan terjadi ruptura uteri dan janin sebagian atau seluruhnya masuk ke dalam rongga perut.lintang. atau bila panggul luas. turun makin lama makin dalam sampai rongga panggul terisi seluruhnya oleh badan janin. Menurut Denman Setelah bahu lahir kemudian diikuti bokong. kepala atau bokong. namun hal ini jarang sekali terjadi. b). Conduplicatio corpore Kepala perut berlipat bersama-sama lahir memasuki panggul. Kadang-kadang oleh karena his. Adanya letak lintang kasep dapat diketahui bila ada ruptura uteri mengancam. Janin hanya dapat lahir spontan. Hali ini disebut letak lintang kasep (Neglected Tranverse Lie). Bagian korpus uteri mengecil sedang SBR meregang. . akibat fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin. bila kecil (prematur). letak lintang berubah spontan mengambil bangun semula dari uterus menjadi leta membujur. Bila tidak cepat diberikan pertolongan. Evolutio Spontanea a).1992) Anak normal yang cukup bulan tidak mungkin lahir secara spontan dalam letak lintang. perut. dan akhirnya dada. Pada letak . 2. perut.

(Hanifa Wiknjosastro.1998) E.dkk. Faktorfaktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri. karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu. Bagi ibu Bahaya yang mengancam adalah ruptura uteri baik spontan. baik terhadap ibu maupun janinnya. Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan. Partus lama. yang dapat . Prognosis Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi presentasi kepala. juga sering akibat tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin.1992) Prognosis letak lintang diantaranya: 1. 2. ketuban pecah dini dengan demikian mudah dapat infeksi intrapartum. atau sewaktu versi dan ekstraksi . Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek. seperti misalnya panggul sempit .lintang biasanya: • Ketuban cepat pecah • Pembukaan lambat jalannya • Partus jadi lebih lama • Tangan menumbung (20-50%) • Tali pusat menumbung (10%). tumor panggul dan plasenta previa masih dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan. seperti misalnya terjadi rupture uteri dan robekan jalan lahir lainnya. .(Rustam mochtar. Bagi janin Angka kematian tinggi (25-40%). tetapi kelaina-kelainan yang menyebabkan letak lintang.

disebabkan oleh: . Masing-masing selama 10 menit. Kemungkinan janin akan kembali ke posisi normal.Ibu hamil agar rajin menungging . kemungkinan besar bayi yang sungsang dapat kembali ke posisi normal. Cara ini harus rutin dilakukan setiap hari sebanyak 2 kali. misalnya pagi dan sore.dianjurkan untuk melakukan posisi bersujud (knee chest position). dengan posisi perut seakan-akan menggantung ke bawah.Hipoksia karena kontraksi uterus terus menerus .Begitu juga saran agar si ibu memakai korset atau semacam celana bersepeda nan ketat guna mempertahankan letak janin yang sudah kembali normal.Ketuban pecah dini.1998) F. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar.Trauma partus . berkisar sekitar 92 persen. Sebelum . Penanganan Bila sudah ketahuan sungsang atau melintang.bisa dengan mengepel lantai . Dan posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal. Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang. .Prolapsus funiculi .(Rustam mochtar. ibu hamil dapat melakukan beberapa usaha untuk membuat letak janinnya normal meskipun kemungkinan berahasilnya kurang dari 60 %. Cara tersebut antara lain : . Bila posisi ini dilakukan dengan baik dan teratur.

sehingga bila terjadi perubahan letak. Pada permulaan persalianan masih dapat diusahakan mengubah letak janin menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari empat sentimeter (< 4 cm) dan ketuban belum pecah. sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil. pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil. segera dapat ditentukan diagnosis dan penanganannya. karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his. bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. tumor dalam panggul. atau plasenta previa. Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung pada beberapa faktor. Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset. janin mungkin akan memutar kembali. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli 3. sebaiknya segera dilakukan seksio seksaria. tidak didapatkan kesempitan panggul. Apabila riwayat obstetrik wanita yang bersangkutan baik. dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin.melakukan versi luar harus dilakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit. dan janin tidak . Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan. sehingga pada seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap 2.

tetapi tidak ada prolapsus funikuli. hendaknya dilakukan seksio sesarea dengan segera. Dalam hal ini persalinan dapat diawasi untuk beberapa waktu guna mengetahui apakah pembukaaan berlangsung dengan lancar atau tidak. atau multi pada kehamilan 36 minggu. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli. ditemukan bayi kedua berada dalam letak lintang. atau embriotomi . maka bergantung kepada tekanan. versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptura uteri. sehingga bila janin masih hidup. b).seberapa besar. Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang wanita tersebut bangun atau meneran. antara lain: a). sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan per vaginam dengan dekapitasi. yaitu dengan versi dan ekstraksi.(Hanifa Wiknjosastro. Versi ekstraksi dapat dilakukan pula pada kehamilan kembar apabila setelah bayi pertama lahir. dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian dilakukan versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan dengan seksio sesarea. Pada letak kasep.dkk.1992) Penanganan letak lintang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Jika ketuban pecah. Sewaktu partus Janin dapat dilahirkan dengan cara pervaginam. Sewaktu hamil Usahakan jadi letak membujur (kepala atau bokong) dengan melakukan versi luar pada primi dengan usia kehamilan 34 minggu. harus segera dilakukan seksio seksarea. dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap untuk kemudian melakukan versi ekstraksi.

2) Bila ketuban pecah .Letak lintang kasep dan anak mati: laparotomi. Tingkat pertolongan 1) Bila ketuban belum pecah . Sinopsis Obstetri.1998) DAFTAR PUSTAKA Mochtar.1998.(dekapitasi eviserasi) bila janin sudah meninggal. 1992.(Rustam mochtar..Pembukaan 5 cm :tunggu sampai hampir lengkap ketuban dipecahkan. Rustam. atau kalau fasilitas kurang. atau perabdominam.Letak lintang kasep dan anak hidup : seksio sesarea . KEHAMILAN USIA MUDA . dengan anak hidup. Semua primigravida dengan letak lintang harus ditolong dengan seksio sesarea walaupun tidak ada panggul sempit. 2. seksio sesarea.et al. Jakarta: EGC Wiknjosastro.Bila ketuban sudah pecah dan pembukaan lengkap : versi dan ekstraksi . bila ada panggul sempit seksio sesarea adalah cara yang terbaik dalam segala letak lintang .Pembukaan 5 cm : versi luar . c). penanganan letak lintang ada dua cara: 1. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Ilmu Kebidanan. Hanifa. embriotomi secara hati-hati Menurut Eastmant dan Greenhill.Lama pecah : seksio sesarea .

emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. Persalinan prematur. berat badan lahir rendah . cemas. misalnya : karena terkejut. stres. Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan. (Ubaydillah.Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi. Pasalnya. 2000). Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. b. Keguguran. 2. a.

pengetahuan akan asupan gizi rendah. sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran . keadaan psikologi ibu kurang stabil. pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang.(BBLR) dan kelainan bawaan. Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan. Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksiterutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal. seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri. berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun.

c.lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis. berat badan lahir rendah dan cacat bawaan. dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas. membentuk sel darah merah janin dan plasenta. tambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. Keadaan gizi buruk. Mudah terjadi infeksi. Keracunan Kehamilan (Gestosis).. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi. e. Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda. tingkat sosial ekonomi rendah. Kombinasi keadaan alat reproduksi .karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. d.prematur.

Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi.yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun). Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian. Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain: a. Resiko bagi ibunya : (1) Mengalami perdarahan. f. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi. selain itu juga disebabkan selaput .yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Kematian ibu yang tinggi.

(3) Persalinan yang lama dan sulit.penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin. kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian ibu. Kematian pada saat melahirkan yang . Pada saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin.kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir. (2) Kemungkinan keguguran / abortus.ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim). hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja. baik dengan obat-obatan maupun memakai alat. kelainan panggul.

Dari bayinya : (1) Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan. (2) Berat badan lahir rendah (BBLR).disebabkan oleh perdarahan dan infeksi. virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon. . Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2. dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil. (3) Cacat bawaan. umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. infeksi. Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan.500 gram. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil. hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang. b.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. diantaranya kelainan genetik dan kromosom.

adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya.(Manuaba. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan. remaja. zat besi « Konsep Praktek Klinik Keperawatan Konsep Penyembuhan Luka » Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi. emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. 2008 by creasoft in Kesehatan Reproduksi Remaja Tagged with anemia. Posted April 23.(4) Kematian bayi. kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia. Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda. kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari). kehamilan.kematian bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian perinatal. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka .500 gram. Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya. resiko tinggi. (Ubaydillah. misalnya : karena terkejut.Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. 2000). ← Keguguran.1998).yang disebabkan berat badan kurang dari 2. cemas. keguguran. stres.

seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri.Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda. berat badan lahir rendah dan cacat bawaan. tambahan zat besi dalam tubuh . tingkat sosial ekonomi rendah. pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang.Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksiterutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan. pengetahuan akan asupan gizi rendah. berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan. berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun.Keadaan gizi buruk.Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang. sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran prematur. Mudah terjadi infeksi. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi. Persalinan prematur.← ← ← kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. keadaan psikologi ibu kurang stabil. dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas.

lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis. Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain: ← • • Resiko bagi ibunya : Mengalami perdarahan.Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi. membentuk sel darah merah janin dan plasenta.Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi.Pada saat hamil . Keracunan Kehamilan (Gestosis). Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian. Kemungkinan keguguran / abortus. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi.Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim). Kematian ibu yang tinggi.yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun).kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir.← ← fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah..

virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil. hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang.500 gram.Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin.penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin.kematian bayi yang masih berumur 7 hari ← ← ← ← . dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil. diantaranya kelainan genetik dan kromosom. infeksi. Kematian bayi.Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2. baik dengan obat-obatan maupun memakai alat. Cacat bawaan. kelainan panggul. umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja.Kematian pada saat melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan dan infeksi. Dari bayinya : Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.• seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. Persalinan yang lama dan sulit.Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan.Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian ibu.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berat badan lahir rendah (BBLR).

Perilaku seks bebas yang sudah lazim di belahan dunia Barat sudah mulai merebak di kalangan remaja Indonesia.500 gram. kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari). Salah satu dampak yang diakibatkan perilaku seks bebas ini yaitu kehamilan dini (kehamilan pada usia remaja.yang disebabkan berat badan kurang dari 2.(Manuaba. Salah satunya dalam hal gaya hidup. Sebagai gambaran data Survei Kesehatan Ibu dan Anak tahun 2000 menunjukkan median umur kehamilan pertama di Indonesia adalah 18 tahun. kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia. maupun pola pergaulan yang semakin bebas. edited by : ITA AFRIKASARI SUMBER : Dewasa ini. . Remaja-remaja Indonesia sedikit demi sedikit mulai mengadopsi budaya Barat dalam cara berpakaian. Remaja merupakan kelompok dengan signifikansi tingkat komplikasi yang lebih tinggi selama kehamilan dan persalinan.1998). di desa lebih tinggi (61%) daripada di kota. bertutur kata. antara 13 – 19 tahun).pertama hidupnya atau kematian perinatal. di mana sebanyak 46% perempuan mengalami kehamilan pertama di bawah usia 20 tahun. perkembangan arus informasi yang pesat banyak mempengaruhi remaja.

Beberapa studi yang dilakukan di Amerika Serikat. pelayanan prenatal sangat dibutuhkan untuk menjaga dan menunjang perkembangan bayi yang baik selama . Dari penelitian Royston Erica. seorang anak wanita masih mungkin mencapai pertumbuhan panggul antara 2–9% dan tinggi badan 1%. dan Swedia sejak tahun 1970 menunjukkan suatu kesamaan bahwa resiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan pada remaja. fistula obstetrik. usia sudah bukan merupakan faktor resiko utama dalam kehamilan. Masalah-masalah ini dapat mengakibatkan kesulitan sewaktu melahirkan bayi. lebih dikarenakan faktor sosial-ekonomi daripada biologis. Perancis. Britania. di negara berkembang dimana pelayanan kesehatan mungkin tidak tersedia. Namun. Kanada. sehingga tidak mengherankan apabila persalinan akibat disproporsi antara ukuran kepala bayi dan panggul ibu (disproporsi sefalopelvik) paling sering ditemukan pada ibu yang sangat muda. maupun kematian ibu. Sedangkan untuk kehamilan pada wanita di usia remaja akhir (15 tahun keatas).Kehamilan pada remaja wanita berusia 14 tahun kebawah memiliki resiko komplikasi medis lebih besar daripada wanita dengan usia lebih dewasa karena panggul belum berkembang dengan sempurna. Selain itu alat reproduksinya juga belum siap sepenuhnya. hal ini dapat menyebabkan eklampsia (kejang saat melahirkan). Di negara-negara yang sudah maju. Para remaja yang hamil biasanya terlambat bahkan tidak sama sekali mendapatkan pelayanan prenatal (sebelum kelahiran) yang cukup. khususnya yang berusia 15-19 tahun. kematian bayi. 1994 ditemukan bahwa dua tahun setelah menstruasi yang pertama. biasanya problem ini diatasi dengan tindakan bedah Caesarea. Padahal.

masih ada stigma atau pandangan negatif masyarakat yang menempel pada para ibu-remaja. Baltimore (MD. Selain itu. Stigma tersebut dapat mempengaruhi cara pandang si ibu-remaja tentang kemampuannya mengasuh anak. Seorang ibu-remaja juga biasanya mengalami alienasi (pengasingan) dari lingkungan pergaulan dan keluarganya. Belum lagi remaja yang memilih untuk menjadi orangtua tunggal. anemia.5 kilogram) . kelahiran prematur. dan tekanan darah tinggi. Kehamilan dapat menimbulkan tekanan yang cukup besar dalam hubungan muda-mudi. Kurangnya pendidikan akan berdampak menganggur dalam waktu yang lama ataupun pilihan pekerjaan dengan upah yang rendah. Kids Count Data Book Online. Remaja dengan kehamilan dini biasanya tidak menyelesaikan pendidikannya (putus sekolah).dalam kandungan serta kesehatan daripada si ibu sendiri. perasaan menjadi seorang ibu secara umum dan bahkan tentang dirinya sendirinya. July 25. Kedua hal ini sama-sama menimbulkan tekanan ekonomi yang kuat pada si remaja. Komplikasi yang ditimbulkan karena tidak cukupnya pelayanan prenatal antara lain kelahiran bayi dengan berat badan rendah (di bawah 2. 2007) menunjukkan 60% ibu-ibu muda tidak memiliki pasangan laki-laki saat bayi mereka dilahirkan. Perlakuan negatif yang ditujukan pada si ibu- . Kehamilan pada usia remaja juga berimplikasi pada kehidupan si remaja selanjutnya. Contoh pelayanan prenatal yang utama adalah peran bidan dan poskesmas dalam memberikan informasi serta mencukupkan kebutuhan gizi bagi ibu dan anaknya. penghasilan yang rendah berujung pada ketidaklayakan lingkungan tempat tinggal dan ketidakmampuan untuk mengusahakan pelayanan kesehatan bahkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Selain stres emosional yang dirasakan.

. July 25. Referensi : www. Jakarta. Casey Foundation..com/professionals www. . .au Annie E.nih. 1995 Isi terkait: Bagaimana menghitung usia kehamilan? Saya wanita 28 tahun. MD. saya ingin menanyakan tentang usia kehamilan. EGC. Tumbuh Kembang Anak. 2007 Kids Count Data Book Online. 2007. Soetjiningsih..womhealth.marchofdimes.org.remaja dapat mengikis kepercayaan diri dan perasaan berharga sebagai seorang manusia.. Hal-hal tersebut menyebabkan resiko depresi pasca melahirkan yang lebih tinggi pada wanita remaja dibandingkan pada wanita yang berusia lebih dewasa. Baltimore..gov/medlineplus/teenagepregnancy www.nlm.