Sungsang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Sungsang juga adalah nama sebuah wuku

Sungsang (Breech), oleh W.Smellie, 1792

Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal, pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. Kehamilan sungsang didiagnosis melalui bantuan ultrasonografi (USG). Kehamilan sungsang dapat disebabkan oleh banyak hal antara lain kelahiran kembar, cairan amniotik yang berlebihan, hidrosefalus, anencefaly, ari-ari yang pendek dan kelainan rahim. Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi ini ketika lahir. Dalam persalinan prematur, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang lebih tinggi. Pada umur kehamilan 28 minggu, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang adalah 25%. Angka tersebut akan turun seiring dengan umur kehamilan mendekati 40 minggu. Karena risiko persalinan normal pada bayi dengan posisi sungsang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan posisi normal, maka umumnya persalinan akan dilakukan dengan bedah caesar.

2.2 Konsep Dasar Kehamilan Letak Sungsang 2.2.1 DefenisiKehamilan letak sungsang yaitu janin terletak memanjang dengan kepala difundus uteri dan bokong bagian bawah kavum uteri (Prawiroharjo, Sarwono 1999). 2.2.2 Klasifikasi2.2.2.1 Letak bokong murni (Fank Breech)Letak bokong dengan kedua tunkai terangkat keatas2.2.2.2 Letak sungsang sempurna (Campliete Breech)Letak bokong dimana kaki ada disamping bokong (Letak bokong sempurna atau lipat kijang). 2.2.2.3 Letak sungsang sempurna (Incomplite Breech)Letak sungsang

dimana selain bokong bagian yang terendah juga kaki atau lutut, terdiri dari :Kedua kaki : letak kaki sempurna (24%)Satu kaki : letak kaki tidak sempurnaKedua lutut : letak lutut sempurna (1%)Satu lutut : letak lutut tidak sempurna (Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, Sinopsis Obsetri jilid 1 edisi 2, 1998)2.2.3 Diagnosa2.2.3.1 Anamnesa Kehamilan terasa penuh dibagian atas dan gerakan terasa lebih banyak dibagian bawah.2.2.3.2 Pemeriksaan luarDibagian bawah uterus tidak teraba kepala, balutemen negative, teraba kepala dibagian fundus uteri, denyut jantung janin ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi dari pada umbilikus 2.2.3.3 Pemeriksaan dalamSetelah ketuban pecah teraba cakrum, kedua tuberalitas iskit, dan anus, bila teraba bagian kecil bedakan apakah kaki atau tangan(FKUI, Kapita Selekta Kedokteran jilid 1 edisi 3, 1999)2.2.3.4 Pemeriksaan foto rongenBayangan kepala difundus(Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, Sinopsis Obsetri jilid 1 edisi 2, 1998)2.2.4 Etologi / Penyebab Letak Sungsang2.2.4.1 Sudut Ibu a. Keadaan rahim- Rahim arkuatus- Setum pada rahim- Uterus DupletisMioma bersama kehamilan b. Keadaan plasenta- Plasenta retak rendah- Plasenta previac. Keadaan jalan lahir- Kesempitan panggul- Difermitas tulang panggul- Terdapat tumor yang menghalangi jalan lahir dan perputaran keposisi kepala2.2.4.2 Sudut janin Pada janin terdapat berbagai keadaan yang menyebabkan letak sungsangTali pusat pendek atau lilitan tali pusat- Hidrosefalus atau AnensefalusKehamilan kembar- Hidramneon atau Oligohidramneon- Prematuritas(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, 1998)2.2.5 Mekanisme Persalinan Letak sungsang FisiologisBokong masuk PAP dapat melintang atau miring mengikuti jalan lahir dan melakukan putar paksi dalam sehingga trachcanter depan berada dibawah simpesis dengan trachcenter depan sebagai hipamoklion, akan lahir trachcenter belakang, dan selanjunya seluruh bokong lahir, sementara itu bahu memasuki jalan lahir dan mengikuti jalan lahir untuk melakukan putar paksi dalam sehingga bahu depan berada dibawah simpisis, dengan bahu depan sebagai hipomoklion akan lahir bahu belakang bersama dengan tangan belakang, diikuti kelahiran bahu depan dan tangan depan. Bersamaan dengan kelahiran bahu, kepala bayi memasuki jalan lahir dapat melintang atau miring, serta melakukan putar paksi dalam sehingga sub occiput berada dibawah simpisis, sub occiput menjadi hipomoklion, berturutturut akan lahir dagu, mulut, hidnug, muka kepala dan seluruhnya.Persalinan

kepala yang mempunyai terbatas sekitar 8 menit, setelah bokong lahir melampoui batas 8 menit dapat menimbulkan kesakitan atau kematian pada bayi.(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB, 1998) 2.2.6 Prognosis2.2.6.1 Bagi ibuKemunkinan robekan pada perenium lebih besar, juga karena dilakukan tindakan, selain itu ketuban lebih cepat pecah dan partus lebih lama, jadi mudah terkena infeksi.2.2.6.2 Bagi anakProknosa tidak begitu baik, karena ada gangguan peredaran darah plasenta setelah bokong lahir dan juga setelah perut lahir, tali pusat terjepit antara kepala dan panggul, anak bisa menubrito aspiksio(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB, 1998)2.2.7 Penanganan / Terapi  Sikap sewaktu hamilKerena kita tahu bahwa prognosa bagi anak tidak begitu baik, maka usahakan merubah letak janin dengan versi luar.Tujuannya adalah untuk merubah letak menjadi letak kepala hal ini dilakukan pada primi dengan kehamilan 34 minggu, mulai dengan usia kehamilan 36 minggu dan tidak ada panggul sempit, gemili atau plasenta previa.Teknik :- Lebih dahulu bokong dilepaskan dari PAP dan ibu berada dalam posisi Trendelm BurgTangan kiri letakkan dikepala dan tangan kanan pada bokong- Putar ke arah muka atau perut janin- Lalu putar tangan kiri diletakkan dibokong dan tangan kanan dikepala- Setelah berhasil pasang gurita, observasi TTV, DDJ serta keluhan2.2.8 Sikap Bidan Dalam Mengahadapi Letak SungsangBidan yang menghadapi kehamilan dan persalinan letak sungsang sebaiknya :Melakukan rujukan ke puskesmas, dokter keluarga atau dokter ahli untuk mendapatkan petunjuk kepastian dalam lahir- Bila ada kesempatan, melakukan rujukan kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan persalinan yang optimal- Bila terpaksa, melakukan pertolongan persalinan letak sungsang sebaiknya bersama dokter- Klien harus diberikan KIE dan motifasi serta melakukan perjanjian tertulis dalam bentuk Informetconsen(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, 1998) 1. Manuaba, Ida Bagus, Gde, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan da KB. Jakarta : EGC2. Mochtar, Rustam, 1998. Sinopsis Obstetry. Jakarta : EGC3. Prawiroharjo, Sarwono, 2000. Pelayanan Kebidanan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka4. Sastro, Suleman. 1983. Obstetry Fisiologi. Bandung : UNPAD5. Varney, Hursh Midwefery, Sel, Ed. Blok Well, Sucentifie Publication, Boston, London

Posisi sungsang, bisakah normal?
Ditulis oleh admin Wednesday, 25 February 2009

Usia kehamilan istriku sudah memasuki 36 minggu, setelah kami lakukan USG ternyata posisi bayi kami sungsang, apakah bayi kami masih bisa dilahirkan secara normal? atau memang harus melalui operasi cesar?. Apa cara yang harus kami lakukan supaya posisi bayi kami normal?. Terima kasih atas jawabannya. Israr, Jakarta Jika ini kehamilan pertama, maka biasanya sudah tidak berubah lagi. Cara persalinan terbaik untuk letak sungsang ada operasi sesar. Lahir spontan boleh saja dengan beberapa kondisi/syarat khusus (taksiran berat janin tidak lebih dari 3500 gram, panggul luas, bagian terbawah janin adalah bokong, bukan kaki, dan bokong sudah masuk pintu atas panggul serta persalinan timbul secara spontan/tidak diinduksi), tetapi risiko kesakitan dan kematian pada bayi meningkat 3 kali lipat. Jika ini kehamilan kedua atau lebih, masih ada kemungkinan berubah sampai 38 minggu. Saran saya: - pastikan betul usia kehamilannya memang 36 minggu - jika memang yakin usia kehamilan 36 minggu dan ini anak pertama, teliti lagi melalui pemeriksaan USG untuk mencari penyebab sungsang, apakah janinnya besar, bagaimana letak plasenta, apakah ada lilitan tali pusat, bagaimana kondisi panggul dsbnya; jika tidak ditemukan penyebab yang jelas, maka bapak bisa minta pertimbangan dokter untuk melakukan versi luar (diputar) apakah memungkinkan atau tidak - jika ini anak kedua atau lebih, lakukan senam hamil dan gerakan knee-chest (sujudmenungging) minimal 5 kali sehari selama 10-15 menit, bertahap; evaluasi USG pada usia kehamilan 38 minggu, apakah ada perubahan atau tidak; jika tidak ada perubahan dan tidak memenuhi syarat untuk persalinan spontan, sebaiknya operasi sesar saja. Cara persalinan pada letak sungsang yang tidak berkomplikasi (tidak ada penyebab khusus), diserahkan pada bapak-ibu yang bersangkutan untuk memilih, apakah ingin spontan atau operasi sesar dengan mempertimbangan untung-ruginya. Hanya saja, secara medis, rekomendasinya adalah operasi sesar. dr. Valleria Sp.OG Staff Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta Praktek:1. RS Hasanah Graha AfiaJl. Raden Saleh no. 42 DepokTelp. 021-778262672. RS MH Thamrin International CileungsiJl. Raya Narogong Limus Nunggal CileungsiTelp. 021-8235052

Kehamilan akan ditunggu sampai kontraksi/mulas . sebagian besar akan tetap demikian sampai akhir masa kehamilan. letak plasenta lebih rendah. Dalam persalinan prematur. hidramnion (cairan ketuban terlalu banyak) dll. secara teori dapat terjadi karena faktor ibu seperti perut kendur. ada tanda-tanda yang diyakini dokter yang menyebabkan bayi sungsang dapat dilahirkan spontan. Apabila bayi ibu sampai akhir kehamilan nanti tetap dalam letak kepala. kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang adalah 25%.← Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal. kelainan bentuk rahim. dan lebih dari 90% yang menjadi letak kepala pada umur kehamilan cukup bulan (kehamilan > 37 minggu). tumor jinak rahim/mioma. Kehamilan sungsang didiagnosis melalui bantuan ultrasonografi (USG). Angka tersebut akan turun seiring dengan umur kehamilan mendekati 40 minggu. atau faktor bayi seperti pada bayi kembar. kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang lebih tinggi. kelainan janin. Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi ini ketika lahir. maka ada kemungkinan untuk dilahirkan melalui vagina secara spontan atau dengan bantuan alat (vakum/forseps). biasanya dokter akan mencoba melakukan pemutaran dari luar (versi luar) dahulu dilakukan mulai usia kehamilan 28 minggu. Karena penyebab letak sungsang tidak diketahui pasti maka pencegahannya pun sulit. Penyebab letak sungsang sering tidak diketahui pasti. Saat ini kehamilan ibu masih berusia 5 setengah bulan dan meskipun saat ini bayi dalam letak kepala ia masih dapat berubah. Apabila tidak ada indikasi kontra. maka umumnya persalinan akan dilakukan dengan bedah caesar. Mudah-mudahan sampai akhir kehamilan nanti bayi ibu tetap dalam letak kepala. Karena risiko persalinan normal pada bayi dengan posisi sungsang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan posisi normal. Lebih dari 50% bayi pernah mengalami letak sungsang dalam kurun 9 bulan kehamilan. namun ada juga (meskipun jauh lebih sedikit) yang menjadi letak sungsang. saat ini dilakukan mulai pada usia kehamilan 37 minggu. Pada umur kehamilan 28 minggu. Hal ini karena risiko kematian dan cacat/kecelakaan pada pertolongan persalinan bayi letak sungsang lewat vagina (spontan) jauh lebih tinggi ( 4 kali lebih besar) dari persalinan spontan bayi letak kepala. Tapi benarkah bayi sungsang harus dilahirkan dengan operasi? Saat ini lebih banyak bayi letak sungsang yang lahir dengan operasi sesar. antara lain dari jenis letak sungsang (bukan letak kaki) dan kelancaran jalannya persalinan. terutama pada persalinan anak pertama dengan bayi yang cukup besar. Demikian juga dengan bayi letak kepala. pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. Meskipun demikian tidak semua bayi sungsang harus lahir dengan operasi.

sumber : hanyawanita health: kesehatan Bagaimana bila anda atau saudari mengalami kehamilan dengan letak sungsang? Letak sungsang merupakan keadaan dimana bokong janin atau kaki berada di bagian bawah kavum uteri (rongga rahim). hal ini disebabkan karena setelah sebagian janin lahir maka uterus akan berkontraksi yang berakibat pada gangguan sirkulasi uteroplasenta. dan bagaimana penanganan bila sesorang akan melahirkan bayi dengan letak sungsang. Ulasan berikut tentang patofisologi. hidramnion. Terjadinya letak sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan. janin akan bernafas. Faktor-faktor lain yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah multiparitas.6 Pada janin. mortalitas tiga kali lebih besar dibandingkan dengan presentasi verteks. Letak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada. kemungkinan besar bayi dilahirkan dengan operasi cesar. bagaimana mendiagnosis atau mengetahui apakan janin letak sungsang atau tidak. dan kadang-kadang letak sungsang disebabkan oleh kelainan uterus dan kelainan bentuk uterus.Baik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala. Antara umur kehamilan 32-36 minggu. lendir dan darah. terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm. Sayangnya. atau persalinan tidak maju. kehamilan kembar. Sangat sulit bagi fetus untuk turn over. fetus (janin) yang sedang berkembang sangat bebas untuk bergerak di dalam uterus (rahim). beberapa fetus tidak seperti itu. Pada ibu yang pernah mengalami operasi sesar tidak dapat dilakukan induksi dengan obat-obatan/infus) jika ketuban pecah dini dan tidak disertai kontraksi persalinan. dan penunjang diagnosis dalam hal ini yaitu pemeriksaan ultrasonografi yang sangat membantu diagnosis dan . panggul sempit.2Untuk menegakkan diagnosis letak sungsang diperlukan beberapa hal. jadi apapun posisi yang dicapai pada saat ini biasanya sama dengan posisi saat persalinan akan dimulai. misalnya kehamilan lewat waktu (lama hamil > 42 minggu. Apabila bayi ibu menjadi letak sungsang lagi. Asal tidak ada kondisi lain yang menyebabkan harus cesar. plasenta previa. pemeriksaan fisik yang teliti dan seksama. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang. Sebagian besar selama kehamilan. Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu. Untuk ibu hamil dan rekan-rekan yang bergerak dibidang medis ataupun kehamilan ulasan ini sangat perlu diketahui.persalinan datang dengan alami dan diharapkan dapat melahirkan tanpa operasi. yaitu anamnesis yang komunikatif dan terarah. etiologi atau penyebab. mekonium. hidrosefalus. fetus bertambah besar sehingga pergerakannya terbatas. dan terjadilah aspirasi air ketuban. Letak sungsang terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu.

pelaksanaan terapi serta intervensi lebih dini bisa dilakukan. Karena bokong dengan kedua tungkai terlipat lebih besar daripada kepala. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu. Letak sungsang ini akan memerlukan teknik persalinan yang berbeda dengan persalinan letak kepala baik dalam persalinan pervaginam maupun sectio cesarea. beberapa fetus tidak seperti itu. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang.6Sayangnya. Pada presentasi bokong akibat ekstensi kedua .3 Sebagai contoh. maka penolong tidak perlu melakukan tindakan yang bertujuan untuk mempercepat kelahiran janin. Dengan demikian dapat dimengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan. sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. Selama terjadi kemajuan persalinan dan tidak ada tanda-tanda bahaya yang mengancam kehidupan janin.Khusus pada persalinan pervaginam. 3. untuk menolong persalinan letak sungsang diperlukan lebih banyak ketekunan dan kesabaran dibandingkan dengan persalinan presentasi kepala.5 persen dari 136.5. hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala. yakni:1. sedangkan pada kehamilan cukup bulan. terutama pada primigravida. Letak sungsang terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu. Berikut akan diulas satu persatu mulai dari definisi menurut dunia kedokteran. Mengenai Pengertian dari Persalinan Letak SungsangPersalinan sungsang adalah persalinan untuk melahirkan janin yang membujur dalam uterus dengan bokong atau kaki pada bagian bawah dimana bokong atau kaki akan dilahirkan terlebih dahulu daripada anggota badan lainnya.Sedangkan dalam persalinan. terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm.6• Presentasi bokong (frank breech) (50-70%). maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri.1 PatofisiologiLetak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan dalam uterus. manual aid dan total ekstraksi dimana semuanya memiliki resiko terutama pada fetal seperti asfiksi dan lainnya sedangkan indikasi untuk melakukan section cesarea pada letak sungsang sama dengan indikasi umum section cesarea secara umum.6Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif berkurang. frekuensi letak sungsang lebih tinggi. namun semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu melahirkan bayi dengan selamat.Ada beberapa komplikasi yang mungkin timbul dalam persalinan sungsang yang dapat mempengaruhi prognosis ibu dan bayi yang dilahirkan yang sedapat mungkin dihindari dengan cara menguasai teknik persalinan sungsang dengan baik guna mencapai “well born baby” dan “well health mother”. janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala. Terjadinya letak sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan. sedangkan kepala berada ruangan yang lebih kecil di segmen bawah uterus. mengingat bahaya-bahayanya. jumlah air ketuban relatif lebih banyak. sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindarkan.2. letak sungsang atau letak lintang. Dalam kehamilan. Persalinan pervaginam sungsang terdiri dari tiga jenis yakni spontan.4.3. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala.Dikenal beberapa jenis letak sungsang.256 persalinan tunggal dari tahun 1990 sampai 1999 di Parkland Hospital merupakan letak sungsang. PrevalensiLetak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada. terdapat beberapa teknik atau perasat yang digunakan pada situasi berbeda pada letak sungsang.2. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang.

Pada kaki terdapat tumit. anencephalus. yakni kepala. Plasenta previa karena menghalangi turunnya kepala ke dalam pintu atas panggul. Frekuensi terjadinya letak sungsang juga meningkat dengan adanya plesenta previa. Panggul sempit5. kedua tuber ossis iskii. 6Apabila diagnosis letak sungsang dengan pemeriksaan luar tidak dapat dibuat. Seringkali wanita tersebut menyatakan bahwa kehamilannya terasa lain daripada kehamilannya yang terdahulu. Denyut jantung janin pada umumnya ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada umbilikus. dapat diraba lebih jelas adanya bokong yang ditandai dengan adanya sakrum. persalinan sungsang sebelumnya. dan footlink breech. sehingga kadang-kadang sulit untuk membedakan bokong dengan muka.4. Berturut-turut dari kiri ke kanan : complete breech. maka diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan dalam. ( Magnetic Resonance Imaging ). Pada presentasi bokong kaki sempurna disamping bokong dapat diraba kaki. 6Setelah ketuban pecah. dan kepala teraba di fundus uteri. 6Pemeriksaan yang teliti dapat membedakan bokong dengan muka karena jari . bokong janin mengalami edema. Dengan demikian pada pemeriksaan dalam hanya dapat diraba bokong.• Presentasi bokong kaki sempurna ( complete breech ) ( 5-10%). Tidak ada hubungan yang kuat antara letak sungsang dengan pelvis yang menyempit (panggul sempit). sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas. uterus mudah berkontraksi atau banyaknya air ketuban. sedangkan pada tangan ditemukan ibu jari yang letaknya tidak sejajar dengan jari-jari lain dan panjang jari kurang lebih sama dengan panjang telapak tangan. Prematuritas karena bentuk rahim relatif kurang lonjong. dan anus. maka harus dibedakan dengan tangan. tetapi bokong tidak dapat digerakkan semudah kepala. Pada presentasi bokong kaki tidak sempurna hanya terdapat satu kaki di samping bokong. multi fetus. 7 EtiologiAda beberapa penyebab yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah:41. Pada presentasi kaki bagian paling rendah adalah satu atau dua kaki. tetapi hanya sejumlah kecil letak sungsang yang berhubungan dengan plasenta previa. karena kepala kurang sesuai dengan bentuk pintu atas panggul.sendi lutut.Faktor lain yang menjadi predisposisi terjadinya letak sungsang selain umur kehamilan termasuk diantaranya relaksasi uterus berkaitan dengan multiparitas. Kadang-kadang bokong janin teraba bulat dan dapat memberi kesan seolah-olah kepala. Pada persalinan lama. air ketuban masih banyak dan kepala anak relatif besar2. Pada pemeriksaan luar. Apabila masih ada keragu-raguan.I. harus dipertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografik atau M. Bila dapat diraba kaki. karena misalnya dinding perut tebal.6Fianu dan Vaclavinkova (1978) menemukan prevalensi lebih tinggi pada implantasi plasenta di daerah kornual-fundal pada letak lintang (73 %) dari presentasi vertex (5 %) dengan sonografi.R. di bagian bawah uterus tidak dapat diraba bagian yang keras dan bulat. karena terasa penuh di bagian atas dan gerakan terasa lebih banyak di bagian bawah.1 DiagnosisDiagnosis letak sungsang pada umumnya tidak sulit.• Presentasi bokong kaki tidak sempurna dan presentasi kaki ( incomplete or footling ) ( 10-30%).3. Plasenta yang terletak di daerah kornu fundus uteri dapat pula menyebabkan letak sungsang. frank breech. Hidramnion karena anak mudah bergerak. kedua kaki terangkat ke atas sehingga ujungnya terdapat setinggi bahu atau kepala janin. kelainan uterus dan tumor pelvis. karena plasenta mengurangi luas ruangan di daerah fundus. Gambar Presentasi letak sungsang. Kelainan bentuk kepala: hidrocephalus.

usaha untuk melakukan versi luar tidak ada gunanya. kedua kaki dapat diraba disamping bokong. karena meskipun berhasil menjadi presentasi kepala. sedangkan denyut jantung janin harus baik. 6Kalau versi luar gagal karena penderita menegangkan otot-otot dinding perut. baik melalui penggantian kutub yang satu dengan lainnya pada letak . Setelah bokong keluar dari panggul. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang. Tetapi bila kesempitan panggul hanya ringan. Selama versi dilakukan dan setelah versi berhasil denyut jantung janin harus selalu diawasi. Kalau bokong tidak dapat dikeluarkan dari panggul.6VersiVersi atau pemutaran. Pada presentasi bokong kaki sempurna. Versi luar tidak ada gunanya dicoba bila air ketuban terlalu sedikit. penggunaan narkosis dapat dipertimbangkan. Pada umumnya versi luar sebelum minggu ke-34 belum perlu dilakukan. Disamping itu. karena kemungkinan besar janin masih dapat memutar sendiri. akhirnya perlu dilakukan seksio sesarea. karena usaha tersebut tidak akan berhasil. merupakan tindakan untuk mengubah presentasi janin secara artifisial.yang akan dimasukkan ke dalam anus mengalami rintangan otot.6 Penatalaksanaan Dalam kehamilanMengingat bahaya-bahayanya. 6 Selanjutnya kedua tangan bekerjasama untuk melaksanakan putaran janin untuk menjadi presentasi kepala. bokong harus dikeluarkan lebih dahulu dari rongga panggul. sebab dengan narkosis ringan versi laur jauh lebih sulit dibandingkan bila penderita tetap dalam keadaan sadar.1. kepala didorong masuk ke rongga panggul. Kerugian penggunaan narkosis untuk versi luar antara lain: narkosis harus dalam. Pada panggul sempit tidak ada gunanya melakukan versi luar. Sesudah janin berada keadaan presentasi kepala. sehingga fleksi tubuh bertambah. sebaiknya tidak melakukan versi luar dengan menggunakan narkosis. karena penderita tidak merasakan sakit ada bahaya kemungkinan digunakan tenaga berlebihan dan dapat mengakibatkan lepasnya plasenta. Versi luar pada perdarahan antepartum tidak boleh dilakukan. sedangkan pada presentasi bokong kaki tidak sempurna. versi luar harus diusahakan karena kalau berhasil akan memungkinkan dilakukan partus percobaan. tindakan ini dilakukan dengan meletakkan jari-jari kedua tangan penolong pada perut ibu bagian bawah untuk mengangkat bokong janin. sedang tangan yang lain mendorong kepala ke bawah sedemikian rupa. 6 Pada penderita hipertensi. Versi luar hendaknya dilakukan dengan kekuatan yang ringan tanpa mengadakan paksaan. 6Kontraindikasi lain untuk melakukan versi luar ialah: 1) panggul sempit. 2) perdarahan antepartum. sedangkan pada kehamilan kembar. sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindarkan. terutama pada primigravida. hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala. hanya teraba satu kaki di samping bokong. 4) hamil kembar. bokong ditahan dengan satu tangan. usaha versi luar dapat menyebabkan solusio plasenta. Versi luar sebaiknya dilakukan pada kehamilan antara 34 dan 38 minggu. karena dapat menambah perdarahan akibat lepasnya plasenta. sedangkan jari yang dimasukkan ke dalam mulut akan meraba tulang rahang dan alveola tanpa ada hambatan. yang lebih berbahaya ialah bila janin berada dalam satu kantong amnion kemungkinan tali pusat kedua janin akan saling melilit. Mengingat bahayanya. 6Sebelum melakukan versi luar. 3) hipertensi. sedangkan setelah minggu ke-38 versi luar sulit untuk berhasil karena janin sudah besar dan jumlah air ketuban relatif berkurang.1. diagnosis letak janin harus pasti. 5) plasenta previa. Apabila bokong sudah turun. selain janin yang lain dapat menghalangi usaha versi luar tersebut.

3. sementara bagian atas badan janin didorong ke arah yang berlawanan secara trans abdomen. (2) cairan ketuban masih terdapat dalam jumlah yang normal. Akan tetapi versi sefalik luar jarang berhasil kalau serviks sudah mengadakan dilatasi penuh atau kalau ketuban sudah pecah. Prosedur Pertolongan Persalinan . atau konversi letak oblik atau letak lintang menjadi letak longitudinal. Cara ini lazim disebut cara Bracht. (4) pasien tidak gemuk. Tindakan ini kemudian diikuti oleh ekstraksi bokong.2. seluruh tangan operator dimasukkan ke dalam kavum uteri.Menurut Fortunato dkk. Janin dilahirkan seluruhnya dengan memakai tenaga penolong. Kemungkinan trauma yang serius pada janin dan ibu pada waktu dilakukan versi podalik dalam dari suatu presentasi kepala. B. sehingga dokter bisa mendengar suara denyut jantung tersebut selama melakukan tindakan. sementara pada versi dalam. persalinan pervaginam dibagi menjadi 3 yaitu:a) Persalinan spontan (spontaneous breech). berlaku inidikasi yang sama. pengubahannya menjadi presentasi verteks dapat dicoba lewat manuver luar asalkan tidak terdapat disproporsi nyata antara besar janin dan ukuran panggul.A. Jadi. karena akan mengakibatkan pemakaian tenaga yang tidak semestinya.5. Jenis versi ini juga diberi nama menurut metode yang dipakai. sehingga harus dicoba untuk menghindari peningkatan angka mortalitas yang menyertai persalinan sungsang. perubahan presentasi tersebut merupakan satu-satunya alternatif bagi tindakan seksio sesarea. Indikasi tersebut kemudian bisa diperluas sampai pada letak bayi yang tidak stabil biasanya masih bisa berubah secara spontan menjadi letak longitudinal ketika proses persalinan berlangsung. Jika letak janin melintang. Versi sefalik dianggap oleh sebagian dokter kebidanan sebagai teknik yang sering berhasil baik dengan morbiditas yang kecil. ketuban masih utuh dan janin yang berada dalam letak lintang berukuran kecil dan atau sudah mati.b) Manual aid (partial breech axtraction. Kalau ada.2. assisted breech delivery). versi sefalik luar lebih besar kemungkinannya untuk berhasil jika : (1) bagian presentasi belum turun ke dalam panggul. (1998). Versi Sefalik LuarTujuan prosedur ini adalah untuk mengubah presentasi yang kurang menguntungkan menjadi presentasi verteks atau presentasi belakang kepala. kecuali bila janin itu berukuran sangat kecil dan biasanya belum viabel.Dalam stadium awal persalinan. Janin dilahirkan sebagian dengan tenaga dan kekuatan ibu dan sebagian lagi dengan tenaga penolong. sebelum ketuban pecah. Versi Podalik DalamPerasat ini terdiri dari pemutaran janin oleh dokter kebidanan yang memasukkan tangannya ke dalam rongga rahim.longitudinal. hanya ada beberapa indikasi untuk dilakukannya versi podalik dalam. Jangan menggunakan anestesi. dapat dilakukan versi sefalik atau podalik. versi luar merupakan tindakan manipulasi yang dilakukan lewat dinding abdomen .IndikasiJika presentasi bokong atau bahu (letak lintang) didiagnosis pada minggu-minggu terakhir kehamilan. Persalinan per abdominam ( seksio sesarea)A.c) Ekstraksi sungsang (total breech extraction).IndikasiKecuali pada persalinan bayi kedua dalam kehamilan kembar. Terkadang prosedur ini bisa dibenarkan kalau serviks sudah berdilatasi penuh.4. alat sonografi akan bermanfaat.Tergantung pada bagian presentasi janin (kepala atau bokong). (3) posisi punggung bayi tidak menghadap ke belakang. Denyut jantung janin harus dimonitor terusmenerus. Persalinan pervaginamBerdasarkan tenaga yang dipakai dalam melahirkan janin pervaginam. dan menariknya keluar lewat serviks. Managemen Dalam persalinanJenis pimpinan persalinan sungsang1. Janin dilahirkan dengan kekuatan dan tenaga ibu sendiri. menangkap salah satu atau kedua kaki janin.61.

2. Seorang asisten segera menghisap lendir dan bersamaan dengan itu penolong memotong tali pusat. Oleh karena itu fase ini harus segera diselesaikan dan tali pusat segera dilonggarkan.5. bahu dan lengan.3. yaitu kedua ibu jari penolong sejajar sumbu panjang paha. Persalinan secara Bracht mengalami kegagalan.8.4. Janin yang baru lahir diletakkan diperut ibu. Segera setelah bokong lahir. yaitu mulai dari lahirnya pusar sampai lahirnya mulut. jalan lahir kaku misalnya pada primigravida. ke dunia luar yang tekanannya lebih rendah. sehingga mengurangi bahaya infeksi.Teknik1. Tahap kedua: fase cepat.6.6Indikasi1. sehingga kemungkinan tali pusat terjepit. penolong harus memperhatikan sekali lagi persiapan untuk ibu.2. Ketika timbul his ibu disuruh mengejan dengan merangkul kedua pangkal paha. sedangkan jari-jari lain memegang panggul. yaitu bagian yang tidak begitu berbahaya. janin. tali pusat dikendorkan lebih dahulu. yaitu punggung janin didekatkan ke perut ibu. Pada waktu bokong mulai membuka vulva (crowning) disuntikkan 2-5 unit oksitosin intra muskulus. sehingga fase cepat dapat segera diselesaikan. sehingga mengurangi trauma pada janin. sesuai dengan sumbu panggul. Ibu tidur dalam posisi litotomi. Disebut fase cepat karena pada fase ini kepala janin mulai masuk pintu atas panggul. Bersamaan dengan dimulainya gerakan hiperlordosis ini.2.6Tahapan1. Persalinan secara Bracht mengalami kegagalan terutama dalam keadaan panggul sempit. Di Negara Amerika sebagian .b. Tangan penolong tidak masuk ke dalam jalan lahir. Disebut fase lambat karena kepala akan keluar dari ruangan yang bertekanan tinggi (uterus). Episiotomi dikerjakan pada saat bokong membuka vulva. janin besar. 3. misalnya bila terjadi kemacetan baik pada waktu melahirkan bahu atau kepala. Pada persiapan kelahiran janin harus selalu disediakan cunam Piper. yaitu mulai lahirnya mulut sampai seluruh kepala lahir. Tahap ketiga: fase lambat. Keuntungana. Sebelum melakukan persalinan. Tahap pertama: fase lambat. adanya lengan menjungkit atau menunjuk. Dengan melakukan gerakan hiperlordosis ini berturut-turut lahir tali pusat. c. Kerugiana. janin dapat bernafas lewat mulut. yaitu mulai lahirnya bokong sampai pusat (skapula depan ). 5-10% persalinan secara Bracht mengalami kegagalan.disebut fase lambat karena fase ini hanya untuk melahirkan bokong. Pada waktu tali pusat lahir dan tampak sangat tegang. Pada setiap his ibu disuruh mengejan.7. perut.b. Menghindari terjadinya ruang kosong antara fundus uterus dengan kepala janin sehingga tidak terjadi lengan menjungkit. Penolong hanya mengikuti gerakan ini tanpa melakukan tarikan sehingga gerakan tersebut hanya disesuaikan dengan gaya berat badan janin. seorang asisten melakukan ekspresi Kristeller pada fundus uterus. Dari semula memang hendak melakukan pertolongan secara manual aid. Maksud ekspresi Kristeller ini adalah:a. Cara ini adalah cara yang paling mendekati persalinan fisiologik. Pemberian oksitosin ini adalah untuk merangsang kontraksi rahim sehingga fase cepat dapat diselesaikan dalam 2 his berikutnya. sedang penolong berdiri di depan vulva. sehingga tidak semua persalinan letak sungsang dapat dipimpin dengan cara Bracht. sehingga kepala harus dilahirkan secara perlahan-lahan untuk menghindari terjadinya perdarahan intra kranial (adanya ruptur tentorium serebelli). maupun penolong.b. dagu. Bila mulut sudah lahir.5.9. mulut dan akhirnya seluruh kepala.Spontan1.5. Agar tenaga mengejan lebih kuat. Menjaga agar posisi kepala janin tetap dalam posisi fleksi. Prosedur Manual Aid1. bokong dicengkram secara Bracht. Gambar teknik hiperlordosis punggung bayi pada perasat Bracht 7 B. Kemudian penolong melakukan hiperlordosis pada badan janin guna mengikuti gerakan rotasi anterior.

Tahap ketiga. dan jari-jari lain di depan betis. Tahap pertama.4. Dengan jari telunjuk ini. lahirnya bahu dan lengan yang memakai tenaga penolong.3. sehingga sukar untuk menurunkan kaki. kaki janin ditarik curam ke bawah sampai pangkal paha lahir. lahirnya kepala.1. pelipatan paha dikait dan ditarik curam ke bawah. Mauriceaub. Kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dielevasi ke atas sehingga trokanter belakang lahir. Wigan MartinWinckeld. karena pada saat itulah kepala masuk ke dalam pintu atas panggul. yaitu kedua ibu jari diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang betis.Kepala dapat dilahirkan dengan cara:a. Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokanter depan lahir. Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dahulu.2. maka yang akan lahir lebih dulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus curam ke bawah. pangkal paha sampai lutut. kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi. dan kemungkinan besar tali pusat terjepit diantara kepala janin dan pintu atas panggul. Setelah kaki bawah fleksi pergelangan kaki dipegang oleh jari kedua dan jari ketiga dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut. dimasukkan ke dalam jalan lahir dan diletakkan di pelipatan paha depan. sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan paha. karena mereka menganggap bahwa sejak pusar lahir adalah fase yang sangat berbahaya bagi janin. Setelah bokong lahir. Prosedur Ekstraksi sungsangTeknik Ekstraksi Kaki1. Jari telunjuk tangan penolong yang searah dengan bagian kecil janin.2. Cara atau teknik untuk melahirkan bahu dan lengan adalah secara:a.6Gambar 4. maka untuk melahirkan janin selanjutnya dipakai teknik pegangan femuro-pelviks. tangan yang searah dengan bagian-bagian kecil janin dimasukkan secara obstetrik ke dalam jalan lahir. Tahap kedua. Kedua tangan penolong memegang betis janin.6. Untuk memperkuat . dan bokong sudah berada di dasar panggul. Selanjutnya untuk melahirkan badan janin yang lain dilakukan cara persalinan yang sama seperti pada manual aid. Dengan pegangan ini.besar ahli kebidanan cenderung untuk melahirkan letak sungsang secara manual aid. Dengan pegangan ini badan janin ditarik curam ke bawah sampai pusar lahir. sedang tangan yang lain membuka labia. Tangan yang di luar mendorong fundus uterus ke bawah. Bila kedua trokanter telah lahir berarti bokong telah lahir. lahirnya bokong sampai pusar yang dilahirkan dengan tenaga ibu sendiri.5. Cunam Piper Gambar Melahirkan bahu dan lengan dengan cara klasik/Deventer 7 Gambar Melahirkan bahu dan lengan (Mueller) : ekstraksi depan kemudian belakang 7 Gambar Manual aid Mauriceau-Veit-Smellie 7 Gambar Perasat Prague terbalik 7 Gambar 7. Klasik ( Deventer )b. Setelah persiapan selesai. Pegangan dipindahkan pada pangkal paha setinggi muingkin dengan kedua ibu jari di belakang paha. Tangan yang di dalam mencari kaki depan dengan menelusuri bokong. Prague terbalike. Ekstraksi bokong dikerjakan bila jenis letak sungsang adalah letak bokong murni (frank breech). Ekstraksi kaki menggunakan perasat Pinard 7Teknik Ekstraksi Bokong1. Louvset3. Ekstraksi dengan menggunakan cunam Piper 7 C.Tahapan1.5. Muellerc.2. Najouksc.

tenaga tarikan ini. Sufokasi. terjadilah pengecilan rahim. Pada kehamilan aterm. khususnya pada panggul sempit atau adanya diproporsi sefalo-pelvik. Pada keadaan yang tidak menguntungkan ini. persalinan mungkin tertunda beberapa menit ketika melahirkan kepala yang menyusul melewati pelvis ibu. Walaupun demikian. cairan amnion dan mekonium akan diaspirasi. Ini melibatkan persalinan yang sedikit cepat dapat menekan bagian-bagian janin. dengan bahaya terjepitnya tali pusat pada waktu kepala masuk panggul (fase cepat). Fraktur pada tulangtulang janin. Kematian perinatal pada letak sungsang dibanding dengan letak belakang kepala rata-rata 5 kali lebih banyak. maka jari telunjuk penolong yang lain segera mengait pelipatan paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir. dan fetal hipoksia mungkin berbahaya.5. menyebabkan trauma dari penekanan. Cara persalinan secara ekstraksi total (total extraction) merupakan cara persalinan dengan penyulit janin yang sangat nburuk. Asfiksia fetalis. Pada keadaan ini.Bila sebagian besar badan janin telah lahir. yang dapat menimbulkan sufokasi. Fraktur humerus ketika hendak melahirkan lengan yang menjungkit (extended). pilihan persalinan pervaginam keduanya tidak memuaskan:1. 3. serviks yang belum terbuka lengkap. kemudian janin dapat dilahirkan dengan cara manual aid (bedah kebidanan). Bila sudah diputuskan melahirkan janin pervaginam. Robertson dan kawan- . Keadaan ini merangsang janin untuk bernapas.Selain akibat mengecilnya uterus pada waktu badan janin lahir. maka penolong dituntut untuk menguasai teknik persalinannya secara terampil. bokong dipegang secara femuro-pelviks. Paralisis brakialise.Mengingat penyulit pada janin akibat persalinan pervaginam cukup berat. sehingga terjadi gangguan sirkulasi plasenta dan menimbulkan anoksia janin. Kerusakan jaringan otak. maka tangan penolong yang lain mencengkeram pergelangan tangan tadi. lengan dan kepala harus lahir secara tepat. sebelum memutuskan untuk melahirkan janin secara pervaginam.5Komplikasi pada persalinan pervaginamPersalinan sungsang dengan tarikan sampai pada lahirnya umbilikus dan talipusat menyentuh pelvis. beberapa pergerakan kepala mungkin sukses melewati jalan lahir. juga merupakan rangsangan yang kuat untuk janin bernapas. Bila dengan tarikan ini trokanter depan mulai tampak di bawah simfisis. thoraks. tetapi hipoksia dan asidemia bertambah berat. Oleh karena itu. trauma pada fetus dan ibu mungkin dapat dinilai. Fraktur klavikula ketika melahirkan bahu yang lebar.Pada fetus preterm. Dislokasi panggul terutama pada waktu melahirkan tungkai yang sangat ekstensi (fleksi maksimal).6Penyulit persalinan pervaginam1. abdomen. Fraktur femur.d.1. mukus. perbedaan antara ukuran kepala dan bokong biasanya lebih besar daripada fetus yang lebih tua. Akibatnya darah. atau2. persalinan mungkin dipaksakan. insisi Duhrssen pada serviks mugkin dapat dilakukan.3. Setelah bokong lahir. tarikan atau keduanya. sehingga timbul dekompresi.4. Oleh karena itu cara persalinan ini sekarang sudah tidak dianjurkan lagi pada janin hidup. maka anoksia ini diperberat lagi. Fraktur tulang-tulang kepala. bokong dan ekstremitas bawah fetus preterm akan melewati serviks dan dilahirkan. Dislokasi bahu. yang menimbulkan anoksia.1. maka perlu dilakukan evaluasi obstetrik dengan teliti. yaitu kematian janin 3 kali lebih banyak dibanding persalinan spontan. Badan janin yang sebagian sudah berada diluar rahim.g.4. Saat itu.b. dan serviks belum berdilatasi cukup untuk melahirkan kepala tanpa trauma.f.c.Kerusakkan pada tulang janin dapat berupa:a. Hematoma otot-otot.Trauma pada otak janin dapat terjadi.h. akan menekan tali pusat. atau kepala janin yang dilahirkan secara mendadak. sekali letak sungsang melewati introitus vagina.2. dan turut menarik curam ke bawah.

1991 ). Namun hal ini tidak berarti bahwa semua letak sungsang harus dilahirkan per abdominal. Christian dan Brady (1991) melaporkan bahwa pH darah arteri umbilikus rendah. Riwayat persalinan yang buruk (bad obstetric history). Masalah lain pada mekanisme letak sungsang adalah terperangkapnya lengan di belakang leher. misalnya:a. Socol dan kawan-kawan (1988) menyimpulkan. pada persalinan pervaginam letak sungsang secara umum lebih rendah dari bila dilakukan persalinan sesarean secara elektif (Flanagan dan kawan-kawan.3. yang gejala-gejalanya akan tampak baik pada waktu persalinan maupun baru di kemudian hari. yang sesuai dengan 0. insiden pada posisi frank breech sekitar 0.d.D.e. lebih dari 3. Untuk melakukan penilaian apakah letak sungsang dapat melahirkan per vaginam atau harus per abdominam kadang-kadang sukar. memberi trauma yang sangat berarti bagi janin. 1996). Primigravida tua. persalinan sesarean meningkatkan Apgar skor tetapi tidak status asm basa. Sedangkan. Keseluruhan. Nilai sosial janin tinggi (high social value baby). Dicurigai . Prosedur persalinan sungsang per abdominal1. Dengan cara yang sama. dan 5 persen pada letak bokong murni. Dalam laporan Collea dan kawan-kawan ( 1978 ). Beberapa kriteria yang dapat dipakai pegangan bahwa letak sungsang harus dilahirkan per abdominal. insiden prolaps tali pusat pada presentasi kaki adalah 15 persen. keterlibatan tali pusat yang melingkar-lingkar pada fetus lebih umum pada letak sungsang ( Spellacy and associates. 1993 ). Abnormalitas tali pusat ini sepertinya memainkan peran dalam perkembangan janin letak sungsang seperti insiden yang relatif tinggi pola denyut jantung janin yang mencemaskan pada persalinan. Persalinan letak sungsang dengan seksio sesarea sudah tentu merupakan cara yang terbaik ditinjau dari janin. Janin besar.Albrechtsen dan kawan-kawan (1997) mengevaluasi percobaan untuk memilih persalinan pervaginam atau sesarean pada letak sungsang. Pco2 tinggi. Sebagai contoh.Apgar skor. Flannagan dan kawan-kawan (1987) menyeleksi 244 wanita dengan letak sungsung yang bervariasi (72 persen adalah frank brech) untuk percobaan persalinan.kawan ( 1995. khususnya pada 1 menit. Mereka juga menemukan tidak ada hubungan kelahiran neonatus yang tidak diinginkan setelah kepala terperangkap. 10 persen dari wanita yang dikenali untuk persalinan pervaginam mengalami persalinan sesarean karena berisiko dalam persalinan. Komplikasi lengan menunjuk ( nuchal arm) sampai 6 persen dari persalinan sungsang pervaginam dan dihubungkan dengan peningkatan mortalitas neonatal ( Cheng and Hanah. nilai asam basa darah tali pusat secara signifikan berbeda untuk persalinan pervaginam.1996) mengamati tidak ada perbedaan yang bermakna pada kejadian kepala terperangkap pada persalinan sungsang umur kehamilan 28-36 mingggu atau 24-27 minggu.2.1987). Pada 1212 letak sungsang.5 perse.c.Soernes dan Bakke ( 1986) pada pengamatan awal menyatakan bahwa panjang tali pusat umbilikus lebih pendek pada letak sungsang dari keterlibaletak kepala secara signifikan.4 persen pada presentasi kepala ( Barrett.b.5 kg-4 kg.Frekuensi prolaps tali pusat meningkat apabila fetus berukuran kecil atau bila sungsang tidak dalam posisi bokong murni. didapatkan 4 persen kejadian prolaps tali pusat. Lebih lanjut. Banyak ahli melaporkan bahwa persalinan letak sungsang pervaginam. Flanagan dan kawan-kawan (1987) menekankan bahwa kelahiran bayi pada persalinan sungsang tidak diperburuk oleh perbedaan yang signifikan dari Apgar skor atau status asam basa pada kelahiran. dan HCO3 lebih rendah dibandingkan persalinan letak kepala. bagaimanapun. Fetal distres bukan karena prolaps tali pusat didiagnosa pada 5 persen wanita lainnya yang dipilih untuk persalinan pervaginam.

f. meningkatnya komplikasi berikut harus diantisipasi:1. Multipel fetus8. 21st edition. Anomali uterus dan tumor. Prolaps tali pusat. yang menyertai persalinan sungsang. Fetal .7. hambatan pertumbuhan.Fraktur humerus dan klavikula tidak selalu dapat dihindari ketika dilakukan pembebasan lengan. Meskipun demikian. Leveno KJ. New York: Mc Graw Hill Company.1. 2001: 509-535. KomplikasiPada letak sungsang yang persisten.6 Jika ingin lebih lengkapnya bisa dibaca sumber-sumber tulisan ini: 1. Breech Presentation and Delivery in William Obstetrics. khususnya dengan segmen bawah uterus yang sudah tipis. Cunningham FG. Anestesi yang memadai untuk menimbulkan relaksasi uterus yang nyata dapat pula mengakibatkan atonia uteri yang selanjutnya diikuti oleh perdarahan postpartum dari tempat implantasi plasenta.adanya kesempitan panggul. Morbiditas dan mortalitas perinatal dari persalinan yang sulit.5. prolapsus funikuli pada presentasi bokong tak lengkap jauh lebih sering dijumpai bila dibandingkan pada presentasi verteks.Zatuchni dan Andros telah membuat suatu indeks prognosis untuk menilai lebih tepat apakah persalinan dapat dilahirkan per vaginam atau per abdominam.2. Prematuritas. fraktur kompresi berbentuk sendok atau fraktur tengkorak yang sebenarnya. dan bayi. atau persalinan after coming head lewat serviks yang belum berdilatasi lengkap. angka mortalitas perinatal juga meningkat akibat semakin besarnya kemungkinan terjadinya trauma lain pada saat dilakukan ekstraksi. PrognosisBaik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala. beberapa permasalahan yang lebih serius dapat mengikuti separasi epifisis pada tulang skapula. dapat mengakibatkan ruptura uteri. Distosia (Patologi Persalinan ) dalam Obstetri Patologi bagian obstetri dan ginekologi. Kadang-kadang leher bayi sendiri dapat patah kalau pada waktu ekstraksi digunakan tenaga yang besar. Kalau bayi ditarik keluar secara paksa lewat panggul yang sempit. Berat badan lahir yang rendah pada persalinan preterm.2. Paralisis lengan merupakan peristiwa yang bisa terjadi akibat tekanan oleh jari tangan operator pada pleksus brakialis ketika melakukan traksi. atau keduanya. Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu. Lebih lanjut. Gant NF. Hauth JH.4. prognosisnya kurang menguntungkan dan akan semakin serius dengan semakin tingginya bagian presentasi pada awal dilakukannya ekstraksi bokong. meskipun keadaan ini akan hilang spontan.61. khususnya seksio sesarea. dan komplikasi ini selanjutnya akan memperburuk prognosis bagi bayi. tetapi lebih sering lagi disebabkan oleh peregangan leher secara berlebihan ketika dilakukan pembebasan lengan bayi.3. bisa saja terjadi. Di samping peningkatan risiko terjadinya ruptura tentorium dan perdarahan intraserebral. laserasi serviks ataupun keduanya. Hematom otot sternokleidomastoideus kadang kala terjadi setelah tindakan ekstraksi. humerus atau femur. Plasenta previa. dengan akibat yang umumnya fatal. Kelainan fetus. Bandung: Elstar Offset: 169-185. Berbagai perasat intra uteri. secara umum prognosis bagi ibu yang bayinya dilahirkan dengan ekstraksi bokong bagaimanapun juga lebih baik bila dibandingkan pada tindakan seksio sesarea.6. Gilstrap LC. Intervensi operatif. Wenstrom KD. neonatus. Tetapi. dan fraktur femur dapat terjadi dalam pelaksanaan ekstraksi bokong pada persalinan frank breech yang sulit. Tindakan manipulasi tersebut dapat pula menyebabkan pelebaran luka episiotomi dan robekan perineum yang dalam.Bagi janin. Pada persalinan sungsang yang sulit terdapat peningkatan risiko maternal. DiLeo GM.3. edisi 1979.

last update May 5. accesssed August 9. kesehatan ibu hamil. 2006.com/Yosemite/rapids/cklobpt9.html.com/fa/ahealth.com. persalinan letak sungsang. Wiknjosastro H.6.4. bayi. Saya I Made Haryoga.css. managemen kehamilan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.who has written 62 posts on imadeharyoga.geocities. 1999. 2002: 104-122. Accessed August 9.Accessed August 18. 2006. http://www. 2005. Persalinan Sungsang. 1 atau kedua kaki di bawah bokong 4)Presentasi lutut. Selamat datang di rumah saya. 2002: 607-622. Contact the author Kelainan Kelainan Letak Sungsang Dalam Kehamilan Letak sungsang merupakan suatu letak dimana bokong bayi merupakan bagian rendah dengan atau tanpa kaki (keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri. janin. edisi ke-3. penyebab pasti dari presentasi bokong belum diketahui secara pasti tetapi dapat terjadi pada persalinan premetur. Ada 4 tipe letak sungsang 1)Complete/flexed brech. pada posisi ini paha dan lutut bayi fleksi dan kaki menutupi bokong. uterus bikormis.ahealthyme. sehingga kaki berada dekat kepala.emedicine.7. Wiknjosastro H. Tipe ini lebih sering pada multigravida 2)Extended brech (frank brech) pada bayi fleksi. 5. kehamilan letak sungsang. Breech Presentation. letak sungsang.K. sering terjadi pada primiyang prematur 3)Presentesi kaki. tetapi pada kaki ektensi. insufisiensi cairan ketuban. 2006. Persalinan Sungsang dalam Ilmu Bedah Kebidanan. gande multi.Anatomi.csd.com/bp/emed. janin berada dalam posisi 1 atau kedua lutut berada di bawah bokong Penyebab Presentasi bokong terjadi kurang lebih 3% pada semua persalinan. http://www. Terima kasih atas kunjungannya. Pada palpasi di bagian bawah . http//:www. last update december 10. Fischer R. kebidanan. Selain itu kelainan-kelainan seperti hidrosefalus. plasenta letak rendah atau tumor yang menghalangi jalan lahir. patofisiologi obgyn. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. Silakan lihat halaman about me untuk profil saya selengkapnya. polihidramnion memungkinkan terjadinya malpresentasi Diagnosis Diagnosis ditegakan dengan pemerikasaan abdominal. tugas kedokteran This post was written by: haryoga . edisi ke-4. Patologi Persalinan dan Penanganannya dalam Ilmu Kebidanan. Nugroho.

Fraktur dan dislokasi 4.Oedem genital dan memar atau lecet akibat capformation Kejadian anomali kongenital tinggi pada bayi dengan presentasi atau letak sungsang dan terutama pada BBLR. ruptur organ abdomen dan banyak bahaya untuk otot syaraf. Bahaya Persalinan sungsang tidak menyebabkan bahaya bagi ibu tetapi menimbulkan hal yang serius bagi bayinya. Jika ibu tidak partus spontan pada 40 minggu biasanya dilakukan induksi persalinan. Setelah kepala masuk ke dalam rongga panggul dapat terjadi tekanan pada kepala pada tali pusat dan ini akan menyebabkan hipoksia janin. sementara di fundus teraba bagian yang keras. bokong dapat melalui servik tetapi kepala tidak melalui servik sehinga ibu dilarang untuk mengejan sampai dilatasi servik lengkap 2. Kebanyakan dokter ahli kebidanan menganjurkan induksipersalinan pada 38 minggu. bundar dan melenting. Bahaya persalinan sungsang dapat di simpulkan sebagai berikut: 1. Kematian bayi pada persalinan sungsang 4 kali lebih besar daripada persalinan biasa.teraba bagian yang kurang keras dan kurang bundar.Kerusakan otot dan syaraf terutama pada otot sterno mastoid dan fleksus brachialis 5. Jika bokong enganged seperti pada bokong murni dimana terdapat resiko pecah selput ketuban dan prolapsus umbilikal.Perdarahan intrakranial 3. ibu sebaiknya tidak berjalan-jalan. ketika fetus masih agak kecil.Ruptur organ abdomen 6. 1. Penmeriksaan dengan USG atau rontgen dapat mengetahui letak yang sebenarnya pada pemeriksaan pervaginam teraba bagian lunak anus juga akan teraba bagian sacrum. Bahaya lain adalah fraktur. Pelepasan plasenta dapat terjadi pada kala II akibat tarikan dari tali pusat. Pada saat pembukaan servik tercapai ¾ nya biasanya ibu ingin mengejan.Kala II persalinan . Manajemen Persalinan Sungsang Persalinan dianjurkan di rumah sakit di bawah pengawasan dokter ahli obstetri.Kala I persalinan Kala I persalinan lebih lama daripada letak belakang kepala.Anoksia intra dan ekstra uterin 2. Kadang-kadang kontraksi uterus hipotonis sehingga dapat dirangsang dengan pemberian oksitosin. anastesi dan ahli anak. Denyut jantung janin terdengar di atas pusat.

Ketika kuduk dan garis rambut sudah tampak menunjukan bahwa kepala akan lahir. Ada 4 posisi pada letak sungsang: 1. tubuh di simpan di atas abdomen ibu.Sacrum kiri/kanan belakang Pertolongan persalinan pada letak sungsang Persalinan letak sungsang dapat ditolong dengan prasar brach ataupun dengan tindakan/extraksi. selama beberapa waktu untuk memudahkan penurunan dan fleksi dari kepala. Sekarang bayi dalamkeadaan menggantung pada berat badannya. Metode mauriceau digunakan untuk melahirkan kepala dimana terjadi kelambatan . posisinya sama dengan letak kepalatetapi pada letak sungsang sacrum sebagai penunjuk.Pemeriksaan vaginal dilakukan untuk mengetahui pembukaan lengkapsebelum menyuruh ibu mengedan. Mekanisme persalinan letak sungsang Hubungan sacrum dengan panggul ibu akanmenentukan posisi janin. Bokong belakang tampak di vulva dan bokong maju lebih cepat.Posisi sacrum anterior kanan 3. Selanjutnya kepala dilahirkan dengan lambat. Lengan yang normalnya fleksi menyilang di depan dada dengan mudah dilepaskan dan bahu akan lahir.Sacrum kanan/kiri 4. Bayi di pegang pada pergelangan kaki dan menggunakan traksi yang halus. Kepala ditarik ke bawah sampai batas hidung sehingga saluran nafas dapat dibersihkan dan oksigen dapat diberikan segera setelah bayi bernafas. Mulut dibersihkan dari lendir sehingga bayi bernafas tanpa menghisap cairan lendir. Pertama-tama kandung kancing dikosongkan ketika bokong belakng meregang perineum diberi anastesi lokal dan dilakukan episiotomi.Posisi sacrum kiri depan 2. untuk menghindarinya biasanya dengan menggunakan forcep erygey’s atau neville barnes untuk kepala yang sudah lahir hal ini memungkinkan untuk mengontrol kecepatan lahirnya kepala. lubang hidung segera dibersihkan kepala dilahirkan secara perlahan-lahan. Setelah hidung tampak di vulva . obat-obatan oksitosin diberikan pada ibu segera seteah bayi lahir. Badan bayi maju sampai sejauh umbilikus kemudian kaki di lepaskan/dilahirkan dengan perlahan-lahan. Perineum ditekan dengan jari untuk membuka mulut bayi. Tali pusat dilongggarkan pada kontraksi berikutnya bahu akan tampak. Jika kepala dilahirkan dengan cepat dapat terjadi perdarahan intrakranial.

dari penurunan kepala. Trauma lahir pada presentasi bokong banyak dihubungkan dengan usaha untuk mempercepat persalinan dengan tindakan-tindakan untuk mengatasi macetnya persalinan. asisten menekan daerah supra pubik dengan sehalus mungkin kepala dilahirkan melalui jalan lahir. sedangkan pesalinan letak sungsang justru . Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri (2).Pengertian Kehamilan SungsangKehamilan pada bayi dengan presentasi bokong (sungsang) dimana bayi letaknya sesuai dengan sumbu badan ibu. presentasi kaki. Letak sungsang pada usia kehamilan kurang dari 28 minggu sebesar 25%.Pada letak kepala. sedangkan bokong merupakan bagian terbawah di daerah pintu atas panggul atau simfisis (Manuab. Tipe letak sungsang yaitu: Frank breech (50-70%) yaitu kedua tungkai fleksi . bidan harus mengupayakan membawa ibu ke rumah sakit. dengan akibat hipoksia atau perdarahan di dalam tengkorak. pada kehamilan 32 minggu 7% dan. kepala berada pada fundus uteri. Sebab kematian perinatal pada persalinan presentasi bokong yang terpenting adalah prematuritas dan penanganan persalinan yang kurang sempurna. jalan nafas dibersihkan dan kelahiran kepala dilakuka dengan cara yang sama. Kejadian letak sungsang berkurang dengan bertambahnya usia kehamilan. mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan dari persalinan tersebut. kemudian memasukan jari tengah ke dalam mulut dan kepala difleksikan. Footling (10-30%) yaitu satu atau kedua tungkai atas ekstensi.Letak sungsang terjadi pada 3-4% dari seluruh persalinan. Complete breech (5-10%) yaitu tungkai atas lurus keatas.1998). Apabila pada praktek di masyarakat. tungkai bawah ekstensi . bidan menemukan kakus dengan persalinan sungsang. memasukan tiga jari kedalam vagina dan mencari mulut bayi. 1-3% pada kehamilan aterm. Jari tengah menekan oksiput untuk membantu fleksi. tehniknya yaitu dengan menunggangkan bayi apada lengan kiri. kepala yang merupakan bagian terbesar lahir terlebih dahulu. Pada keadaan emergensi bidan dapat melakukan tehnik ini meskipun jarang dilakukan.53 Kematian perinatal langsung yang disebabkan karena persalinan presentasi bokong sebesar 4-5 kali dibanding presentasi kepala. DIPOSKAN OLEH BERKAH WATER TECHNOLOGY DI 00. Jari tengah dan jari telunjuk tangan kanan disangkutkan pada bahu untuk digunakan sebagai tarikan.

Beberapa ibu melahirkan bayinya semua dengan presentasi bokong menunjukkan bahwa bentuk panggulnya adalah sedemikian rupa sehingga lebih cocok untuk presentasi bokong daripada presentasi kepala. Keterbatasan waktu persalinan kepala dan tidak mempunyai mekanisme maulage dapat menimbulkan kematian bayi yang besar (Manuaba. pemeriksaan foto abdomen. Kehamilan ganda. Letak Bokong Murni Flexi pada paha. Kedua kaki berada di samping bokongC. Keadaan rahim1) Rahim arkuatus2) Septum pada rahim3) Uterus dupleks4) Mioma bersama kehamilanb. dan pemeriksaan ultrasonografi. Letak Bokong Kaki Sempurna1. Letak Kaki1.Bentuk- Bentuk Letak Sungsang (Manuaba . Letak Bokong Kaki Sempurna Flexi pada paha dan lutut (Frant Greech). Teraba bokong2. Teraba bokong2.c. Kedua kaki menjungkit ke atas sampai kepala bayi3. Sudut janinPada janin tedapat berbagai keadaan yang . Letak Bokong Tak Sempurna / lutut Satu atau dua kaki dengan ekstensi pada kaki merupakan bagian terendah (Fn Complek Breech). ada pesentasi bokong membakal.kepala yang merupakan bagian terbesar bayi akan lahir terakhir. Teraba bokong2. Berdasarkan komposisi dari bokong dan kaki dapat ditentukan bentuk letak sungsang sebagai berikut :A.EtiologiFaktor-faktor presentasi bokong meliputi prematuritas.1996 )Penyebab letak sungsang dapat berasal dari 1. myoma. Letak Bokong Tak Sempurna1. Dapat dibedakan letak kaki bila kaki terendah . Letak Bokong Murni1. Persalinan kepala pada letak sungsang tidak mempunyai mekanisme “Maulage” karena susunan tulang dasar kepala yang rapat dan padat.1998).1998)). setelah badan bayi lahir. fibra. Sudut Ibu a.a. ini merupakan jenis yang tersering dan meliputi hampir 2/3 presentasi bokong. plasenta previa.hydrocepalus dan janin besar. Bila bagian terendah teraba salah satu dan atau kedua kaki atau lutut2. sehingga hanya mempunyai waktu 8 menit. Implantasi plasenta di fundus atau di tonus uteri cenderung untuk mempermudah terjadinya presentasi bokong ( Harry oxorn. Kedua kaki bertindak sebagai spalkB. Keadaan plasenta1) Plasenta letak rendah2) Plasenta previac. Disamping bokong teraba satu kakiD. Keadaan jalan lahir1) Kesempitan panggul2) Deformitas tulang panggul3) Terdapat tumor menjalani jalan lahir dan perputaran ke posisi kepala2. Banyak yang diketahui sebabnya.b.. air ketuban yang berlebihan. letak bila lutut terendahUntuk menentukan berbagai letak sungsang dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan dalam. panggul sempit. extensi pada lutut.

e.b.c. mulut. 1998). Bersamaan dengan kelahiran bahu.Mekanisme persalinan letak sungsang Mekanisme persalinan letak sungsang berlangsung sebagai berikut :a) Persalinan bokongb) Persalinan bahuc) Persalinan kepala(Manuaba. 1998) Bokong masuk pintu atas panggul dapat melintang atau miring mengikuti jalan lahir dan melakukan putaran paksi dalam sehingga trochanter depan berada di bawah simfisis. Melalui hukum gaya berat. berturut-turut akan lahir dagu. Persalinan kepala mempunyai waktu terbatas sekitar 8 menit. Di atas panggul terasa massa lunak mengalir dan tidak terasa seperti kepala. jauh dari garis tengah dan di belakang. kepala bayi memasuki jalan lahir dapat melintang atau miring. Letaknya adalah memanjang. Suboksiput menjadi hipomuklion. memberikan gambaran keras menyerupai kepala dan menyebabkan kesalahan diagnostic. kepala janin akan menuju kearah pintu atas panggul. setelah bokong lahir. Punggung ada di sebelah kanan dekat dengan garis tengah bagian-bagian kecil ada di sebelah kiri. Melampaui batas 8 menit dapat menimbulkan kesakitan /kematian bayi (Manuaba. Dengan trochanter depan sebagai hipomoklion akan lahir trochanter belakang dan selanjutnya seluruh bokong lahir untuk melakukan putaran paksi dalam sehingga bahu depan berada dibawah simfisis. Disamping itu kepala janin merupakan bagian terbesar dan keras serta paling lambat. hidung. Tonjolan kepala tidak ada . Kepala lebih keras dan lebih bulat dari paha bokong dan kadang-kadang dapat dipantulkan (Balloffablle) dari pada bokong uteri teraba terasa massa yang dapat dipantulkan harus dicurigai presentasi bokong. Pemeriksaan abdominala. Kepala berada di fundus uteri. bokong mencapai tempat yang lebih luas sehingga terdapat kedudukan letak kepala.Diagnosa kedudukan 1. muka dan kepala seluruhnya. ketegangan ligamentum fatundum dan kontraksi braxson hicks. serta melakukan putaran paksi dalam sehingga suboksiput berada di bawah simfisis. Mungkin kepala cukup diraba bila kepala ada di bawah tupar/iga-iga. kepala janin berangsur-angsur masuk ke pintu atas panggul. Pada presentasi bokong murni otot-otot paha teregama di atas tulang-tulang dibawahnya. Dengan bahu depan sebagai hipomoklion akan lahir bahu belakang bersama dengan tangan belakang diikuti kelahiran bahu depan dan tangan depan.menyebabkan letak sungsang : 1) Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat2) Hedrosefalus atau anesefalus3) Kehamilan kembar4) Hidroamnion atau aligohidromion5) PrematuritasDalam keadaan normal. Dicurigai bokong. Dengan gerakan kaki janin.d.

Persiapan Pasien :a) Ibu dalam posisi litotomi pada tempat tidur persalinanb) Mengosongkan kandung kemih . kepala keluar dari ruangan yang bertekanan tinggi (uterus) ke dunia luar yang tekanannya lebih rendah sehingga kepala harus dilahirkan perlahan-lahan untuk menghindari pendarahan intrakranial (adanya tentorium cerebellum). Tahap cepat : dari lahirnya pusar sampai mulut. sehingga kemungkinan tali pusat terjepit.3) Bagian terendahnya teraba lunak dan ireguler. Oksitosin)d) Anastesi lokal (Lidokain 2%)e) Cunam piper. Persetujuan tindakan medik2. rata dan teratur dengan garis-garis sutura dan fantenella.2002)Langkah klinik1. jika tidak .2. demikian pula kelainan-kelainan seperti hydrocephalus.3. Anus dan tuber ichiadicum terletak pada satu garis.4) Kadang-kadang pada presentasi bokong murni sacrum tertarik ke bawah dan teraba oleh jari-jari pemeriksa. Ia dapat dikelirukan dngan kepala oleh karena tulang yang keras. Spontaneous breech (Bracht)b. Partial breech extraction : Manual and assisted breech deliveryc. pada fase ini kepala janin masuk PAP.5) Sakrum ada di kuadran kanan depan panggul dan diameter gitochanterika ada pada diameter obligua kanan. Pemeriksaan vaginal1) Bagian terendah teraba tinggi2) Tidak teraba kepala yang keras. rektum serta membersihkan daerah perenium dengan antisepticInstrumen :a) Perangkat untuk persalinanb) Perangkat untuk resusitasi bayic) Uterotonika (Ergometrin maleat. Persalinan Pervaginama. Denyut jantung janin Denyut jantung janin terdengar paling keras pada atau di atas umbilicus dan pada sisi yang sama pada punggung. Tahap lambat : mulai lahirnya bokong sampai pusar merupakan fase yang tidak berbahaya.Menurut Prawirohardjo.bokong tidak dapat dipantulkan2. Persalinan per abdominal : Seksio SesariaProsedur persalinan sungsang secara spontan :1. Pemeriksaan Sinar XSinar X menunjukkan dengan tepat sikap dan posisi janin. Total breech extraction2. Bokong dapat dikelirukan dengan muka. berdasarkan jalan lahir yang dilalui. Pada RSA (Right Sacrum Antorior) denyut jantung janin terdengar paling keras di kuadrat kanan atas perut ibu kadang-kadang denyut jantung janin terdengar di bawah umbilicus3. Hasil pemeriksaan negatif ini menunjukkan adanya mal presentasi. Tahap lama : lahirnya mulut sampai seluruh bagian kepala.4. maka persalinan sungsang dibagi menjadi :1.Prosedur Persalinan Bayi Sungsang ( Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal.

hidung.II.c) Pimpin berulang kali hingga bokong turun ke dasar panggul. b) Intruksikan pasien agar mengedan dengan benar selama ada his. jari-jari yang lain memegang daerah panggul).5) Gerakkan ke atas hingga lahir dagu.3) Longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada. bokong dicekam secara bracht (kedua ibu jari penolong sejajar dengan panjang paha. tali pusat dipotong.III.3) Pegang kaki pada pergelangan kaki dengan satu tangan dan tarik ke atasa. Dengan tangan kiri dan menariknya ke arah kanan atas ibu untuk melahirkan bahu kiri bayi yang berada di belakang.ada sediakan cunam panjangf) Semprit dan jarum no.6) Letakkan bayi di perut ibu.Prosedur :1) Segera setelah bokong lahir. untuk melahirkan lengan belakang bayi. ikuti saja proses keluarnya janin.b. dahi dan kepala. bungkus bayi dengan handuk hangat.5) Setelah bahu dan lengan belakang lahir kedua kaki ditarik ke arah bawah kontra lateral dari langkah sebelumnya untuk melahirkan bahu dan lengan bayi depan dengan cara yang sama. Dengan tanggan kanan dan menariknya ke arah kiri atas ibu untuk melahirkan bahu kanan bayi yang berada di belakang. Cara Klasik (Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. Cara MullerPengeluaran bahu dan tangan secara Muller dilakukan jika dengan cara Bracht bahu dan tangan tidak bisa lahir. bokong dicekam dan dilahirkan sehingga bokong dan kaki lahir. lakukan episiotomi saat bokong membuka vulva dan perineum sudah tipis.4) Lakukan hiperlordosis janin pada saat anguluc skapula inferior tampak di bawah simfisis (dengan mengikuti gerak rotasi anterior yaitu punggung janin didekatkan ke arah perut ibu tanpa tarikan) disesuaikan dengan lahirnya badan bayi. 2) Tali pusat dikendorkan.2002)Pengeluaran bahu dan tangan secara klasik dilakukan jika dengan Bracht baht dan tangan tidak bisa lahir.Melahirkan bahu depan . bersihkan jalan nafas bayi.Tindakan Pertolongan Partus Sungsanga) Lakukan periksa dalam untuk menilai besarnya pembukaan.Melahirkan bayi : I.4) Masukkan dua jari tangan kanan atau kiri (sesuai letak bahu belakang) sejajar dengan lengan bayi.2) Jangan melakukan intervensi.23 (sekali pakai)g) Alatalat infush) Povidon Iodin 10%i) Perangkat episiotomi dan penjahitan luka episiotomiPersiapan Penolonga) Pakai baju dan alas kaki ruang tindakan. mulut. Cara Bracht1) Segera setelah bokong lahir. masker dan kaca mata pelindungb) Cuci tangan hingga siku dengan di bawah air mengalirc) Keringkan tangan dengan handuk DTTd) Pakai sarung tangan DTT / sterile) Memasang duk (kain penutup)4. selaput ketuban dan penurunan bokong serta kemungkinan adanya penyulit.

terlebih dahulu dengan menarik kedua kaki dengan cara yang sama seperti klasik, ke arah belakang kontra lateral dari letak bahu depan.Setelah bahu dan lengan depan lahir dilanjutkan langkah yang sama untuk melahirkan bahu dan lengan belakang.IV. Cara

Lovset (Dilakukan bila ada lengan

bayi yang terjungkit di belakang kepala / nuchal arm)(a) Setelah bokong dan kaki bayi lahir memegang bayi dengan kedua tangan. Memutar bayi 180o dengan lengan bayi yang terjungkit ke arah penunjuk jari tangan yang muchal.(b) Memutar kembali 180o ke arah yang berlawanan ke kiri atau ke kanan beberapa kali hingga kedua bahu dan lengan dilahirkan secara Klasik atau Muller.V.

Ekstraksi KakiDilakukan bila kala II tidak maju atau

tampak gejala kegawatan ibu-bayi. Keadaan bayi / ibu mengharuskan bayi segera dilahirkan.1) Tangan kanan masuk secara obstetrik melahirkan bokong, pangkal paha sampai lutut, kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi,tangan yang lain mendorong fundus ke bawah. Setelah kaki fleksi pergelangan kaki dipegang dengan dua jari dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut.2) Kedua tangan penolong memegang betis janin, yaitu kedua ibu jari diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan betis, kaki ditarik turun ke bawah sampai pangkal paha lahir.3) Pegangan dipindah ke pangkal paha sehingga mungkin dengan kedua ibu jari di belakang paha, sejajar sumbu panjang paha dan jari lain di depan paha.4) Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokhanter depan lahir kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dievaluasi ke atas hingga trokhanter belakang lahir. Bila kedua trokhanter lahir berarti bokong telah lahir.5) Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dulu, maka yang akan lahir lebih dahulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus cunam ke bawah.6) Setelah bokong lahir maka dilanjutkan cara Clasik , atau Muller atau Lovset.VI. Teknik

Ekstraksi BokongDikerjakan bila presentasi bokong murni dan
bokong sudah turun di dasar panggul, bila kala II tidak maju atau tampak keadaan janin lebih dari ibu yang mengharuskan bayi segera dilahirkan.1) Jari penunjuk penolong yang searah dengan bagian kecil janin, dimasukkan kedalam jalan lahir dan diletakkan dilipatan paha bagian depan. Dengan jari ini lipat paha atau krista iliaka dikait dan ditarik curam ke bawah. Untuk memperkuat tenaga tarikan ini, maka tangan penolong yang lain menekam pergelangan tadi dan turut menarik curam ke bawah.2) Bila dengan tarikan ini

trokhanter depan mulai tampak di bawah simfisis, maka jari telujuk penolong yang lain mengkait lipatan paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir. 3) Setelah bokong lahir, bayi dilahirkan secara Clasik , atau Muller atau Lovset.Cara

Melahirkan Kepala BayiCara Mauriceu

(dilakukan bila bayi dilahirkan secara manual aid bila dengan Bracht kepala belum lahir).1) Letakkan badan bayi di atas tangan kiri sehingga badan bayi seolah-olah memegang kuda (Untuk penolong kidal meletakkan badan bayi di atas tangan kanan).2) Satu jari dimasukkan di mulut dan dua jari di maksila.3) Tangan kanan memegang atau mencekam bahu tengkuk bayi4) Minta seorang asisten menekan fundus uteri.5) Bersama dengan adanya his, asisten menekan fundus uteri, penolong persalinan melakukan tarikan ke bawah sesuai arah sumbu jalan lahir dibimbing jari yang dimasukkan untuk menekan dagu atau mulut..DAFTAR PUSTAKAProf.Dr.Ida Bagus Gede

Manuaba,SpOG;1998.Ilmu KebidananPenyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan.Jakarta,EGC. Oxorn,Harry&Forte,William R;1996.Ilmu Kebidanan Patologi & Fisiologi.Jakarta,YayasanEssentia Medica..Prawirohardjo, Sarwono;2002.Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal.Jakarta,JNPKKR_POGI.Cunningham FG et al. Premature Rupture of the Membrane. Williams Obstetric, 22st ed. Mc.Graw Hill Publishing Division, New York, 2005.Wiknjosastro H. Distosia Pada Kelainan Letak Serta Bentuk Janin. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta 2005. Fischer Richard et al, Breech Presentation, e medicine, January 2002.

Related Posts by Categories

CONDYLOMA

KODE ICD-10 : A63.0 : Genital warts ( Condyloma acuminata )

Condyloma acuminata (kondiloma akuminata, genital warts, kutil kelamin) atau lebih dikenal dengan istilah penyakit Jengger Ayam, mungkin karena bentuknya yang mirip Jengger Ayam pada condyloma yang luas, adalah kelainan kulit berbentuk kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk mirip jengger ayam, yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe tertentu. Jika pembaca pernah melihat kutil (bahasa jawa: caplak, veruka), seperti itulah bentuk condyloma acuminata. Hanya saja kutil tersebut letaknya di kelamin dan sekitarnya. Bahkan dapat menyebar ke anus (condyloma anogenital). Gambar 1: silahkan klik untuk melihat gambar condyloma acuminata di penis.

Identifikasi HPV untuk pertama kali pada tahun 1907. Kini, lebih 120 jenis subtype HPV telah dapat diidentifikasi. Tapi tidak semua type dapat menyebabkan condyloma acuminata. Sekitar 90 % condyloma acuminata diyakini berhubungan dengan type 6 dan type 11. Belasan tye lainnya dijumpai pula pada penderita condyloma acuminata. Para ahli menengarai HPV type tertentu memiliki kecenderungan onkogenk (potensial menjadi kanker), terutama type 16 dan type 18. Penyebaran Penyakit

Penyebaran condyloma acuminata bersifat kosmopolitan, artinya merambah ke seluruh belahan dunia tanpa memandang ras. Berdasarkan jenis kelamin, frekuensi kejadian antara pria dan wanita sama besarnya. Sedangkan berdasarkan kelompok umur

disebutkan bahwa condyloma acuminata lebih sering dijumpai pada usia dewasa muda dan pada usia tigapuluhan. Hal ini dikaitkan dengan peningkatan aktifitas seksual. ( Gambar 2: silahkan klik untuk melihat condyloma acuminata di vagina ) Penularan dan Perjalanan Penyakit HPV ditularkan melalui kontak langsung, dari mulut ke organ kelamin, dari jari ke organ kelamin dan sebaliknya, serta melalui hubungan seksual, sehingga condyloma acuminata dikelompokkan sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS, STD). Bagaimana mengenalinya ? Masa inkubasi condyloma acuminata berkisar antara 3 minggu sampai 8 bulan dengan rata-rata 3 bulan. Condyloma acuminata relatif mudah dikenali karena bentuknya yang khas, mirip jengger ayam, yakni kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk (berjonjot-jonjot) di organ kelamin dan sekitarnya. Kutil-kutil kecil dapat bergabung membentuk kelompok yang lebih besar mirip dengan bunga kol. Pada umumnya condyloma acuminata berwarna kemerahan, coklat kemerahan, keabu-abuan hingga ada yang berwarna kehitaman. Jika mengalami infeksi sekunder (oleh garukan, gesekan atau sebab lain), condyloma acuminata berubah warna menjadi kehitaman, mudah berdarah dan berbau tak sedap. Pada pria, tempat yang paling disukai (predileksi) Condyloma acuminata diantaranya: gland penis (topi baja si cucakrowo), lekukan antara kepala dan batang penis (sulkus koronarius), jaringan tipis di bawah ujung saluran kencing (frenulum), batang penis dan adakalanya di sekitar anus.

← Tindakan Pembedahan. Pada wanita hamil digunakan obat Asam Trikloroasetat 25-50 % seminggu sekali hingga condyloma acuminata bersih. meliputi: Bedah scalpel (menggunakan pisau bedah). ← Laser karbondioksida. Seorang dokter dapat mendiagnosa condyloma acuminata berdasarkan gejala klinis. Bedah beku merupakan salah satu pilihan untuk pengobatan condyloma acuminata pada wanita hamil selain menggunakan Asam Trikloroasetat. yakni interferon alfa (berbentuk suntikan dan krim) yang diberikan 3 kali seminggu selama 6 minggu dan interferon beta (suntikan) yang diberikan selama 10 hari.Sedangkan pada wanita. maka akan dilakukan test sederhana menggunakan asam asetat 5% yang dioleskan di permukaan kutil selama 3-5 menit. yakni pengobatan menggunakan Tinctura Podofilin 25 %. ← Interferon. Jika meragukan. yakni dengan melihat bentuk dan predileksi kutil (jonjot-jonjot) pada area kelamin. Metode ini lebih sedikit meninggalkan jaringan parut ketimbang Bedah Listrik. PENGOBATAN Hingga kini belum ada obat yang benar-benar memuaskan untuk menghilangkan HPV. tempat yang paling digemari si Condyloma acuminata diantaranya: labium (bibir vagina). Pengobatan yang lazim dilakukan adalah untuk menghilangkan condyloma acuminata. vagina dan dapat juga mengenai serviks. Pada condyloma acuminata maka kutil akan berubah warna menjadi putih.5 %. Podofilotoksin 0. Dikenal 2 bentuk interferon. meliputi: ← Kemoterapi. Asam Trikloroasetat 25 % – 50 % dan Krim 5-flurourasil 1-5 %. Bedah Listrik (elektrokauterisasi) dan Bedah Beku menggunakan Nitrogen cair. .

condyloma acuminata memiliki prognosis yang baik. • Dianjurkan untuk tidak berhubungan intim selama masa pengobatan hingga pengobatan selesai dan benar-benar dinyatakan aman oleh dokter yang merawat.← Imunoterapi. Namun demikian tetap dianjurkan menggunakan pengaman (kondom) jika memiliki pasangan dengan riwayat condyloma acuminata. Meski mudah kambuh (residif). pria dewasa dan wanita usia 9-26 tahun. Penggunaan pengaman (kondom) ditengarai tidak menjamin terjadinya penularan. Metode pengobatan imunoterapi digunakan pada penderita dengan condyloma acuminata yang luas dan resisten (kebal) terhadap pengobatan lain. Artinya tidak berbahaya. VAKSINASI Saat ini telah digunakan vaksin Papilloma virus (Gardasil) yang ditujukan untuk pencegahan kanker serviks. PENCEGAHAN HPV Secara garis besar. Adapun untuk pencegahan terhadap condyloma acuminata oleh HPV type 6 dan type 11. . vaksin Gardasil diberikan pada anak laki-laki. upaya pencegahan terhadap penularan HPV dapat dilakukan dengan: • • • Menjaga hygiene organ genital. Semoga bermanfaat. Menghindari gonta-ganti pasangan.

Warts are the most easily recognized symptom of genital HPV infection.[5][6][7] HPV prevalence at any one time has been observed in some studies at 27% over all sexually active people.256. venereal warts.0 078.Genital wart From Wikipedia.650.11 29120 derm/454 med/1037 C02. genital. the free encyclopedia Genital wart(s) Classification and external resources Severe case of genital warts around the anus ICD-10 ICD-9 DiseasesDB eMedicine MeSH A63. rising to 45% between the ages of 14 and 19. those infected can still transmit the virus.[8] Contents [hide] 1 Signs and symptoms 2 Prevention 3 Management 4 Epidemiology 5 References 6 External links . or anal sex with an infected partner.810. however it is important to underline that the types of HPV that cause genital warts are not the same as those that cause genital or anal cancer. Other types of HPV also cause cervical cancer and probably most anal cancers.[1] Whilst of those infected with genital HPV it is estimated that only a "small percentage"[2] (between 1%[3] and 5%[4]) develop genital warts. anal warts and anogenital warts) is a highly contagious sexually transmitted disease caused by some sub-types of human papillomavirus (HPV). where types 6 and 11 are responsible for 90% of genital warts cases. It is spread through direct skin-to-skin contact during oral.217 Genital warts (or Condylomata acuminata.

6. and must be given before exposure to the virus type to be effective.[11][12] and has been approved for males in some . or around (or inside) the anus. and 11. In other cases they look like small stalks. The viral particles are able to penetrate the skin and mucosal surfaces through microscopic abrasions in the genital area. In women they occur on the outside and inside of the vagina. If an individual has unprotected sex with an infected partner. The vaccine is widely approved for use by young women. 18.) is a vaccine that protects against human papillomavirus types 16. They are approximately as prevalent in men but the symptoms may be less obvious. while 16 and 18 cause cervical cancer.Signs and symptoms Genital warts often occur in clusters and can be very tiny or can spread into large masses in the genital or penis area. When present. it is being tested for young men. genital warts also can develop in the mouth or throat of a person who has had oral sex with an infected person[citation needed]. not therapeutic. The immune system eventually clears the virus through interleukins.[9] Having sex with a partner whose HPV infection is latent and demonstrates no outward symptoms still leaves one vulnerable to becoming infected. they usually are seen on the tip of the penis. Once cells are invaded by HPV. Rarely. on the opening (cervix) to the womb (uterus). on the scrotum. which slow viral replication. The vaccine is preventive. ideally before the beginning of sexual activity. Types 6 and 11 cause genital warts.[10] Severe case of genital warts on a female Severe case of genital warts on a male Prevention See also: HPV vaccine Gardasil (sold by Merck & Co. HPV can last for several years without a symptom. or around (or inside) the anus. a latency (quiet) period of months to years (decades) may occur. there is a 70% chance that he or she will also become infected. They also may be found on the shaft of the penis. which occur during sexual activity. which recruit interferons.

[16] Sinecatechins (marketed as Veregen and Polyphenon E) is an ointment of catechins (55% epigallocatechin gallate[10]) extracted from green tea and other components. the US and Canada.15%) and Warticon (0. Wartec (0.[17] Imiquimod (Aldara) is a topical immune response cream. small raised growth. but there are methods to treat visible warts.areas. a doctor will offer one of several ways to treat them. but this method is not recommended on the vulva because microtrauma and inflammation can also show up as acetowhite. Management There is no cure for HPV.[14] Almost all treatments can potentially cause depigmentation or scarring. but sometimes eventually develop a fleshy.[18] It appears to have higher clearance rates than podophyllotoxin and imiquimod and • • .5% podophyllotoxin (also called podofilox) solution in a gel or cream. Marketed as Condylox (0. such as the UK.[15] Skin erosion and pain are more commonly reported than with imiquimod and sinecatechins. Mode of action is undetermined.15%).[13] • A 0. There is no way to predict whether they will grow or disappear. one review states that it should only be used for four cycles. It causes less local irritation than podofilox but may cause fungal infections (11% in package insert) and flu-like symptoms (less than 5% disclosed in package insert).[10] Depending on the sizes and locations of warts (as well as other factors).[13] Genital warts may disappear without treatment. It is the purified and standardized active ingredient of the podophyllin (see below). applied to the affected area.15% – 0.[15] it can be applied by the patient to the affected area and is not washed off.5%). Warts can sometimes be identified because they show up as white when acetic acid is applied. Podofilox is the first-line treatment due to its low cost.[10] Magnifying glasses or colposcope may also be used to aid in identifying small warts.[16] Its use is cycled (2 times per day for 3 days then 4–7 days off). although there are no trials studying the effectiveness of removing visible warts in reducing transmission. which could reduce infectivity. Podofilox is safer and more effective than podophyllin.

coma. vomiting. In severe cases of genital warts. confusion. death has been reported with extensive topical application. • • • • • • ← Epidemiology Genital HPV infections have an estimated prevalence in the US of 10– 20% and clinical manifestations in 1% of the sexually active adult population. but clearance takes longer than with imiquimod. but it is also expensive and its effect is inconsistent.[10] Surgical excision is best for large warts.causes less local irritation.[16] • Liquid nitrogen cryosurgery is safe for pregnancy. Discontinued A 5% 5-fluorouracil (5-FU) cream was used.[17] and is not recommended for use in the vagina. treatment may require general or spinal anesthesia. renal failure. More effective than cryosurgery and recurrence is at a much lower rate. applied to the affected area and later washed off. This is a surgical procedure.[10] Podophyllin and podofilox should not be used during pregnancy.[10] and must be applied by a physician.[10] Trichloroacetic acid (TCA) is less effective than cryosurgery. it is an older procedure but recovery time is generally longer. However.[17] About 80% of those infected are between the ages . or urinary meatus.[15] Reported reactions include nausea.[17] US incidence of HPV infection has increased between 1975 and 2006. fever.[10] Local infections have been reported. urethra. but recurrence is 38% to 73% 6 months after treatment.[10] Interferon can be used. it is effective. this crude herbal extract is not recommended for use on vagina. and has a greater risk of scarring. cervix. It kills warts 71–79% of the time. or application on mucous membranes. perianal area.[17] Electrocauterization can be used.[3] but is often used as a last resort and is extremely expensive.[13] Laser ablation does not seem to be any more effective than other physician-applied methods. as they are absorbed by the skin and could cause birth defects in the fetus. ileus. or cervix. and leukopenia. but it is no longer considered an acceptable treatment due to the side-effects.[10] A 20% podophyllin anti-mitotic solution .

[17] Traditional theories postulated that the virus remained in the body for a lifetime. 11. and also spontaneously regress. Michelle Fay and Pettypiece. PMID 16060711. 6. ^ http://www.[17] Although treatments can remove the warts. PMID 18596459.[dead link] ^ a b c d e f g h i j k Mayeaux EJ.cdc. Retrieved 2008-09-10. 9. (Bloomberg. Bloomberg News. so warts can recur after treatment (about 50–73% of the time[19]). ^ Cortez.webmd. 13. Am Fam Physician 70 (12): 2335–2342. PMID 15617297. they do not remove the HPV. 2008 ^ a b c Kodner CM. Shannon. "Modern management of external genital warts".html ^ a b O'Mahony C (2005).[17] References 1. 2.uk/type/cervical-cancer/about/cervical-cancerrisks-and-causes#hpv ^ http://brown. ^ http://www.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virusinformation-about-human-papillomavirus ^ "American Cancer Society: "Can Anal Cancer Be Prevented?"". Lesions in Men".cancerhelp. Nasraty S (December 2004). Men by WebMD Health News. 12. Nov 13.1097/LGT. Am J Clin Dermatol 6 (4): 239–243. "Management of genital warts".aad.webmd. "Merck Cancer Shot Cuts Genital Warts. However.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virusinformation-about-human-papillomavirus ^ http://www.html ^ http://www.com) 13 Nov 2008.php ^ http://www. new studies using sensitive DNA techniques have shown that through immunological response the virus can either be cleared or suppressed to levels below what polymerase chain reaction (PCR) tests can measure. . 5. 3. ^ Fox PA.of 17–33. "Genital warts: current and future management options". Dunton C (July 2008). Tung MY (2005).htm ^ http://www.org.gov/std/hpv/stdfact-hpv.edu/Handouts/genital_warts. 14. 4.mckinley. One study testing genital skin for subclinical HPV using PCR found a prevalence of 10%.0b013e31815dd4b4. 10. doi:10. "Human papillomavirus: burden of illness and 8. 7. ^ HPV Vaccine Gardasil May Help Boys.illinois. J Low Genit Tract Dis 12 (3): 185–192.org/public/publications/pamphlets/viral_genital.edu/Student_Services/Health_Services/Health_Education/sexual _health/sexually_transmitted_infections/hpv.

e1–7. Am J Clin Dermatol 6 (6): 365–381. Risk for neoplastic conversion has been determined to be moderate (types 33. (2004). PMID 16343025. 39. bowenoid papulosis. Gynecol. Retrieved 2008-08-18.409. 200 (3): 233. Longstaff E (December 2001). More than 100 types of double-stranded HPV papovavirus have been isolated to date. 19.1016/j.1 with many other isolated types. ^ "Veragen package insert" (PDF).064. Genital wart in pubic area Genital wart in pubic area (look at bottom middle of picture) Approximately 90% of condyloma acuminata are related to HPV types 6 and 11. Am. The eruptions can be red. Many of these have been related directly to an increased neoplastic risk in men and women. PMID 19019336. "An evidence-based review of medical and surgical treatments of genital warts". 43. 16. 58) or high (types 16.ajog. Tewari KS (March 2009). HPV . "Podophyllin office therapy against condyloma should be abandoned". 40. PMC 1744412. the lack of adequate information on the oncogenic potential of many other types. or flesh colored. The picture is complicated by proven coexistence of many of these types in the same patient (10-15% of patients). treatment cost considerations". and ongoing identification of additional HPV-related clinical pathology. 35. Lehman DS (2006).6. 51-56. PMID 16638419. REPORT TO CONGRESS: Prevention of Genital Human Papillomavirus Infection. ^ a b c von Krogh G. 18. Sex Transm Infect 77 (6): 409–412. and Buschke-Löwenstein tumors have been linked to HPV infections though they were previously a part of the differential diagnosis of condyloma acuminata. 17. doi:10. Monk BJ.1136/sti. 12 (3): 5. as in the images below. Online J. Background Condyloma acuminatum refers to an epidermal manifestation attributed to the epidermotropic human papillomavirus (HPV). seborrheic keratoses. They may regress or become invasive.2008. J.77. 18). 45. brown. "Green tea catechins for treatment of external genital warts". Obstet. For example.07.[dead link] ^ CDC. Dermatol. PMID 11714936.15. Bowenoid papulosis consists of rough papular eruptions attributed to HPV and is considered to be a carcinoma in situ. ^ a b c Meltzer SM. doi:10. These 2 types are the least likely to have a neoplastic potential. Seborrheic keratoses previously were considered a benign skin manifestation. ^ a b c d e f g h Scheinfeld N.

Mortality/Morbidity ← Mortality is secondary to malignant transformation to carcinoma in both males and females. and particles begins. giant condyloma) is a fungating. and perianal area.2 however. Multiple simultaneous lesions are common and may involve subclinical states as well-differentiated anatomic sites.2 Frequency United States Annual incidence of condyloma acuminatum is 1%. locally invasive. larynx. and trachea have been reported. low-grade cancer attributed to HPV. Available data from England. cervix. Subclinical infections have been established to carry both an infectious and oncogenic potential. This oncogenic potential has been reported to triple the risk of genitourinary . It is considered the most common sexually transmitted disease (STD). HPV-6 even has been reported in other uncommon areas (eg. and other developed and underdeveloped countries report HPV infections to be at least as common as in the US. Prevalence has been reported to exceed 50%.has been linked to rough plaques indicative of this disease. A latent viral phase begins with no signs or symptoms and can last from a month to several years. passage through an infected vaginal canal at birth may cause respiratory lesions in infants. vulva. capsids. perineum. Host cells become infected and develop the morphologic atypical koilocytosis of condyloma acuminata. production of viral DNA. Pathophysiology Cells of the basal layer of the epidermis are invaded by human papillomavirus (HPV). Italy. extremities). vagina. These penetrate through skin and cause mucosal microabrasions. keep in mind that infection by direct manual contact or indirectly by fomites rarely may occur. The most commonly affected areas are the penis. Finally. Consider sexual abuse as a possible underlying problem in pediatric patients. Uncommon mucosal lesions in the oropharynx. International International prevalence has been reported variably. the Netherlands. Following latency. Buschke-Löwenstein tumor (ie. Highest prevalence and risk is among young adults in the third decade and in older teenagers. Panama. A 4-fold or more increase in prevalence has been reported in the last 2 decades. Finally. It has both an infectious and an oncogenic potential.

Bleeding has been reported in large lesions that can occur during pregnancy. is common. or progress. usually associated with HPV-16. History of anal intercourse in both males and females warrants a thorough search for perianal lesions. Trauma then may occur. discomfort. Age ← Prevalence is greatest in persons aged 17-33 years. 28. remain the same. which are the most commonly isolated viruses. • Physical Single or multiple papular eruptions may be observed. 21. or tracheal mucosal lesions (rare) presumably are transferred by oral-genital contact. 24. 30. acute urethral obstruction in women also may occur. Vaginal bleeding during pregnancy may be due to condyloma eruptions. Latent illness may become active. Latent illness often becomes active during pregnancy. Sex • • Both sexes are susceptible to infection. The chief complaint usually is one of painless bumps. pruritus. 0 Involvement of more than 1 area is common. . 26. however. 29. Finally. In males. Vulvar condyloma acuminata may interfere with parturition. 31. rather than 1 isolated wart. Oral. infection may be more prevalent in women. and risk of oncologic progression are highest among those patients. bleeding has been reported due to flat warts of the penile urethral meatus. oral contraceptives. with incidence peaking in persons aged 20-24 years. or discharge. Lesions may regress spontaneously. particularly with pregnancy and immunosuppression. Lesions may lead to disfigurement of area(s) involved. Rarely. laryngeal. 23. 27. two thirds of individuals who have sexual contact with a partner with condyloma acuminata develop lesions within 3 months. Generally. size. urethral bleeding or urinary obstruction may be the presenting complaint when the wart involves the meatus. 25. Recurrence rates. producing crusting or erythema. multiple sexual partners. Pruritus may be present. 1 History of multiple lesions.← ← ← cancer among infected males. 22. and early coital age are risk factors for acquiring condyloma acuminata. this is rare with HPV types 6 and 11. Overt disease may be more common in men (reported in 75% of patients). Smoking. The patient's history may indicate presence of previous or other current STDs. Clinical History 20. Secondary infection is uncommon. Coital bleeding may occur. Fortunately. Discharge may be a complaint. HPV infection appears to be more common and worse in patients with various types of immunologic deficiencies.

Carefully search for simultaneously involved multiple sites. or color suggestive of melanoma or malignancy. More than 50% of female patients with external lesions have been found to have negative Papanicolaou (Pap) tests but tested positive for HPV infection using in situ hybridization. Differential Diagnoses Molluscum Contagiosum Rhabdomyolysis Other Problems to Be Considered Bowen diseaseCondyloma lataDarier disease FibroepitheliomasHailey-Hailey diseaseNeoplasiaNeviPearly . They can be quite smooth (particularly on penile shaft). ulcerations. or plaquelike. Eruptions may seem harmless or may have a disturbing appearance. form. Some are subclinical. In contrast to early reports. verrucous. Such internal lesions have been found in more than one half of females with external lesions. Eruptions' color may be the same as the skin. vesicles. or they may exhibit erythema or hyperpigmentation. adenopathy. presence of external condyloma acuminata in both men and women warrants a thorough search for cervical or urethral lesions. HPV types 6 and 11 most commonly are isolated. particularly in patients with history or risk of immunosuppression or anal intercourse. fungating. Urethral meatus and mucosal lesions can occur. Propensity has been established for penile glans and shaft in men and for vulvovaginal and cervical areas in women. Check for irregularity in shape. cauliflower. Causes • • • Several of the epidermotropic human papillomaviruses (HPVs) cause condyloma acuminata. Hair or the inner aspect of uncircumcised foreskin hides some lesions. but many of the more than 60 types of HPV potentially cause condyloma. filiform. Search for evidence of other STDs (eg. or lobulated.◦ ◦ ◦ • • • ◦ ◦ ◦ ◦ • ◦ ◦ • • Eruptions may appear pearly. One report indicates that infected males have a 20% chance of having subclinical urethral lesions. discharge). Look for perianal lesions. Male sexual partners of women with cervical intraepithelial neoplasia often have infections with the same viral type.

the following are listed strictly for educational purposes and to assist readers in understanding and managing potential complications: 0 Pap smear: This test is used to look for papillomatosis. in situ hybridization. warts appear as tiny white papules. the following are listed strictly for educational purposes and to assist readers in understanding and managing potential presenting complications: . gonorrhea. 1 Filter hybridization (Southern blot and slot blot hybridization). such as HIV. and mild nuclear abnormality. chlamydia.penile papulesSquamous cell carcinoma in situVulvar neurofibromatosisVulvar vestibular papillae Workup Laboratory Studies ← ← As indicated by history and examination. and syphilis. test for other STDs. 1 Using a 10-X hand lens or colposcope. 2 Hybrid capture Other Tests • Acetowhitening 0 Subclinical lesions can be visualized by wrapping penis with gauze soaked with 5% acetic acid for 5 minutes. Although not ED tests. koilocytic abnormality. acanthosis. 2 A shiny white appearance of skin represents foci of epithelial hyperplasia (subclinical infection). and polymerase chain reaction (PCR): These tests may be used for diagnosis and HPV typing. Procedures ← Although not ED procedures.

recurrent after initial success.0 1 2 Colposcopy (stereoscopic microscopy): This is very useful to identify (mostly) cervical lesions. Biopsy: Biopsy is indicated for lesions that are atypical. tenderness. Anoscopy Antroscopy Condyloma (Genital Warts) ← ← ← ← ← ← Definition of Condyloma (Genital Warts) Description of Condyloma (Genital Warts) Causes and Risk Factors of Condyloma (Genital Warts) Diagnosis of Condyloma (Genital Warts) Treatment of Condyloma (Genital Warts) Questions To Ask Your Doctor About Condyloma (Genital Warts) Definition of Condyloma (Genital Warts) Genital warts are a sexually transmitted disease that appears externally on the genitalia. This condition may produce no symptoms at all. burning. or cause itching. or resistant to treatment or in patients with a high risk for neoplasia or immunosuppression. and in the male urethra. which are identified better using acetic acid. The lesion is typically raised and pinkish. in the anal area. . or frequent urination. internally in the upper vagina or cervix. pain during intercourse.

Genital warts can inflict extreme psychological turmoil. Because of a wart's location and sexual mode of transmission. Many if not most people who harbor the virus do not know it. genital warts are small growths. that occur on or near the genitals. and even guilty. and those who have them often feel embarrassed. it may cause emotional and social problems. sometimes resembling cauliflower.S. The viral nature of the condition also has important implications for transmission and treatment.Description of Condyloma (Genital Warts) Some half a million new cases of genital warts are diagnosed in the U. the genital variety is caused by by the human papillomavirus (HPV). The wart itself is actually the "tip of an iceberg" in that the virus lurks in cells of the normalappearing skin around the visible wart. erupting into visible lesions when the immune system is suppressed. Technically known as condyloma acuminata. Like other warts. each year. Concern about genital warts has increased because of an association between HPV and genital cancers. HPV is one of the most common causes of sexually transmitted disease (STD). Anyone who has ever had sex is at risk for harboring HPV. The virus may infect cells but not cause warts for many years. and possibly also in other uro-genital areas. Worldwide. The virus seems to cause visible . angry.

Patients with a history of genital warts may be at . such as cancer chemotherapy or drugs to prevent rejection of an organ transplant. Smoking raises risk twofold. Text Continues Below Causes and Risk Factors of Condyloma (Genital Warts) Genital warts are spread by sexual contact with an infected partner and are very contagious. They often appear within three months of contact. Outbreaks appear to be exacerbated during pregnancy and in patients with defective immune systems. Although much remains to be learned about how the papilloma virus progresses. Condoms can help. This may occur because of illness (particularly other sexually transmitted diseases). prevention. doctors have observed that the warm. but do not assure. Deficiencies of folic acid and vitamin A also may trigger genital warts. but many flare up even without an obvious trigger. or from taking certain drugs. moist environment in the genital area seems to favor wart growth. partly because nicotine byproducts attack immune system cells in the cervix.lesions when a person's immune system is suppressed.

An abnormal Pap smear can sometimes indicate a cervical HPV infection. The practitioner may use a type of microscope called a colposcope to examine a woman's cervix to see if there are internal outbreaks. Colposcopy can be valuable in detecting flat lesions that are not visible to the unaided eye. HPV lesions appear whitish.increased risk for certain types of cancer. may be necessary to confirm a diagnosis. but only two-thirds of white areas seen in a colposcope are due to HPV infection. a woman should be examined by her doctor. The human papilloma virus is associated with up to 90 percent of all cervical malignancies and is also thought may play a role in cancers of the vagina. Cervical warts may be transmitted to the newborn via passage through the infected birth canal. With any abnormal Pap smear. while others can cause vulvar or anal cancer. Some types of HPV can cause cervical cancer. vulva and penis. anus. . Diagnosis of Condyloma (Genital Warts) Finding a cauliflower-like growth on the genitals is reason to see a doctor who can tell if it is genital warts or a different kind of growth. When acetic acid (vinegar) is swabbed on the cervix or penis. Sampling cells with a biopsy and testing for HPV genetic material.

. and biological-based approaches that target the virus causing the underlying condition.Treatment of Condyloma (Genital Warts) People with genital warts have a variety of treatments to choose from. inflammation. heat. applied to the affected area and which should not be washed off) as a topical treatment for genital warts. Visible genital warts can be physically removed using. which you can apply and wash off later) or a 5 percent 5-fluorouracil cream Most Condylox users experience a burning sensation. Pregnant women should not use these applications as they can cause birth defects. pain. Each treatment must be applied to individual warts none is taken systematically. cold. and the warts tend to recur because HPV is still present in surrounding cells. All of these techniques are uncomfortable. or Trichloroacetic acid (TCA). or erosion of the affected area. The FDA has approved Condylox (a . or excision by a scalpel or laser. The treatments vary widely in cost. Genital wart treatments fall into three categories: prescription topical preparations that destroy wart tissue. surgical methods that remove wart tissue. itching. but none is a perfect cure. an immune response cream applied to the affected warts.5% podofilox solution. Some doctors prescribe Podocon25 and Podofin (a 20% podophyllin anti-mitotic solution. Also prescribed is Imiquimod.

Carbon dioxide laser vaporization and conventional surgical excision are best reserved for extensive warts. Cryotherapy is performed on less extensive lesions. to treat warts that have come back. This method used liquid nitrogen or a device called a cryoprobe to freeze the wart tissue. but it is usually expensive and does not lessen the rate at which the warts return. and is less likely to leave a scar than excision using a scalpel.some doctors inject alpha interferon directly into the warts. Interferon therapy attacks the virus.Dewi Sandra marlina Simatupang. scrape. The viral nature of genital warts suggests that anti-viral therapies may be effective. freeze.Ratih Ekamawati BAB IPENDAHULUAN . the underlying source of the warts. It is inexpensive. Questions To Ask Your Doctor About Condyloma (Genital Warts) How can these best be removed? What can I do to prevent spreading them to my partner? LETAK LINTANG Judul : Letak LintangDitulis oleh : – Sri Handaryati. which then crumbles away. especially for patients who have not responded to other treatment. or use a laser to remove affected tissue . Standard treatments burn. does not require an anesthetic.

antara lain: RSUD dr.3 .6%. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek baik terhadap ibu maupun janinnya. sedangkan Greenhill menyebut 0. Cipto Mangunkuskumo selama 5 tahun 0.3 %) baik di Mayo Clinic maupun di University of Iowa Hospital. BAB IIITINJAUAN PUSTAKA .1%. dijumpai letak lintang pada 1 dari 335 janin tunggal yang lahir selama lebih dari 4 tahun 2.6%.Dengan ditemukannya letak lintang pada pemeriksaan antenatal.Pirngadi. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. Kelainan letak pada janin ini termasuk dalam macam-macam bentuk kelainan dalam persalinan (distosia) 1. RSUP dr. Medan 0.1.3% dan Holland 0. USA. hasilnya adalah letak lintang oblik. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin.Letak lintang terjadi pada 1 dari 322 kelahiran tunggal (0. Bila sumbu panjang tersebut membentuk sudut lancip. Letak lintang oblik biasanya hanya terjadi sementara karena kemudian akan berubah menjadi posisi longitudinal atau letak lintang saat persalinan. Berdasarkan uraian di atas maka kami perlu menguraikan permasalahan dan penatalaksanaan pada kehamilan dengan janin letak lintang 3.Angka kejadian letak lintang sebesar 1 dalam 300 persalinan.9%.Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang.3.5-0.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri. Di Inggris letak lintang oblik dinyatakan sebagai letak lintang yang tidak stabil.1 Latar BelakangLetak lintang adalah suatu keadaaan dimana janin melintang (sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu) di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. Hal ini dapat terjadi karena penegakan diagnosis letak lintang dapat dilihat pada kehamilan muda dengan menggunakan ultrasonografi 3. Insidens pada wanita dengan paritas tinggi mempunyai kemungkinanan 10 kali lebih besar dari nullipara 1. RS Hasan Sadikin Bandung 1. Di Parklannd Hospital.

pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga. Panggul sempit dan tumor di daerah panggul6. Lli I : kepala di kirib. dorso posterior ( di belakang )c. Relaksasi berlebihan dinding abdomen akibat multiparitas yang tinggi Wanita dengan paritas 4 atau lebih memiliki insiden letak lintang 10 kali lipat disbanding wanita nullipara. Cairan amnion berlebih (hidramnion) dan kehamilan kembar5. yang menyebabkan terjadinya posisi oblik atau melintang. Janin prematur3. arah menutupnya .4.2. dorso superior ( di atas )d. Menurut posisi punggung terbagi atas :a. dorso inferior ( di bawah )5 3.Pada letak lintang bahu menjadi bagian terendah yang juga disebut sebagai presentasi bahu atau presentasi acromnion dimana arah akromion yang menghadap sisi tubuh ibu menentukan jenis letaknya yaitu letak akromion kiri atau kanan 1. dorso anterior ( di depan )b. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul 1.1 DefinisiLetak lintang adalah suatu keadaan dimana sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu (janin melintang di dalam uterus) dengan kepala terletak di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. kecuali bila bahu sudah turun kedalam panggul.3 Etiologi Penyebab utama letak lintang adalah 1. Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri membentang hingga sedikit di atas umbilikus sehingga lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya 1.4 DiagnosisAdanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi. dan di atas simfisiss juga kosong. Bila ketiak dapat diraba. 3.Pada palpasi fundus uteri kosong.3. sehingga menimbulkan defleksi sumbu panjang bayi menjauhi sumbu jalan lahir. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. Apabila bahu sudah masuk kedalam panggul. Lli II : kepala di kanan2.2 Klasifikasi 1. Menurut letak kepala terbagi atas :a. balotemen kepala teraba pada salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. Relaksasi dinding abdomen pada perut gantung menyebabkan uterus jatuh ke depan.2.2. Plasenta previa4. kelainan bentuk rahim seperti uterus arkuatus atau uterus subseptus 3.2.4 :1.

Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. Setelah ketuban pecah.2. skapula dan klavikula pada sisi thoraks yang lain akan dapat dibedakan. suatu dataran yang keras membentang di bagian depan perut ibu. segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis. Punggung dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang. Pada pemeriksaan dalam. dengan kepala di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan. Setelah terjadi sedikit penurunan.Pada tahap lanjut persalinan. sedangkan dada dengan terabanya klavikula.mrnunjukkan letak dimana kepala janin berada. kepala berada di sebelah kanan. bahu akan terjepit kuat di bagian atas panggul 1. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin. bahu akan terjepit erat di rongga panggul dan salah satu tangan atau lengan sering mengalami prolaps ke vagina dan melewati vulva 2.Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. bila punggungnya di posterior.5 Mekanisme persalinanPada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan. dapat dikenali dengan adanya “rasa bergerigi” dari tulang rusuk. Bila proses persalinan berlanjut. jika dapat diraba. kepala berada di sebelah kiri. bagian dada bayi. posisi punggung mudah diketahui. Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung 1. teraba nodulasi ireguler yang menggambarkan bagian-bagian kecil janin dapat ditemukan pada tempat yang sama. Bila persalinan diabiarkan tanpa pertolongan. Pada saat yang sama. pada tahap awal persalinan. Denyut jantung janin ditemukan disekitar umbilikus. Bila dilatasi bertambah. Bila punggungnya terletak di anterior. 3. tidak dapat terjadi persalinan spontan. bahu janin akan dipaksa masuk ke dalam panggul sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan tangan yang sesuai sering menumbung. bahu tertahan oleh tepi pintu atas panggul.2. akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri. sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. Kalau ketiak menutup kekiri. jika persalinan berlanjut. sedangkan janin akan .

6 PenatalaksaanApabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang. selanjutnya disusul oleh lahirnya kepala. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan. Bagian dinding dada di bawah bahu kemudian menjadi bagian yang paling bergantung dan tampak di vulva. Sebelum melakukan versi luar harus melakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir.4. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi prsentasi kepala dengan versi luar. 3. Dua cara tersebut merupakan variasi suatu mekanisme lahirnya janin dalam letak lintang. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. badan bagian bawah. dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. Bila tidak segera dilakukan pertolongan. Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset.2. Kepala dan dada kemudian melewati rongga panggul secara bersamaan dan bayi dapat dikeluarkan dalam keadaan terlipat (conduplicatio corpora) atau lahir dengan evolusio spontanea dengan 2 variasi yaitu 1) mekanisme dari Denman dan 2) mekanisme dari Douglas 1. atau plasenta previa. sehingga bahu. dan sering kali meninggal pula 1. Janin akan tertekan dengan kepala terdorong ke abdomen. akibat fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin 1.meninggal. janin mungkin akan memutar kembali. Ibu juga berada dalam keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi.4. Pada cara Douglas bahu masuk kedalam rongga panggul. Pada cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang. kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. akan terjadi ruptur uteri (sehingga janin yang meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga perut) atau kondisi dimana his menjadi lemah karena otot rahim kecapaian dan timbulah infeksi intrauterine sampai terjadi tymponia uteri. bokong dan kaki lahir. tumor dalam panggul. sehingga bila terjadi perubahan . sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil.Bila janin amat kecil (biasanya kurang dari 800gr) dan panggul sangat lebar. persalinan spontan dapat terjadi meskipun kelainan letak tersebut menetap.

Versi ekstraksi dapat dilakukan pula pada kehamilan kembar apabila setelah bayi pertama lahir. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil. Pada permulaan persalinan masih dapat diusahakan mengubah letak lintang menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari empat sentimeter dan ketuban belum pecah. dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap untuk kemudian melakukan versi ekstraksi. Pada letak lintang kasep. tetapi tidak ada prolapsus funikuli. hendaknya dilakukan seksio sesarea dengan segera. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli.Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor.letak. 3) pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan 1. 2) karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli. Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang wanita tersebut bangun atau meneran. ditemukan bayi kedua berada dalam letak lintang. sehingga pada seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap. Jika ketuban pecah. maka bergantung kepada tekanan. 3.7 Prognosis Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi . sehingga bila janin masih hidup. segera dpat ditentukan diagnosis dan penanganannya. sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan pervaginam dengan dekapitasi 1. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1) bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. Dalam hal ini persalinan dapat diawasi untuk beberapa waktu guna mengetahui apakah pembukaan berlangsung dengan lancer atau tidak. sebaiknya segera dilakukan seksio sesarea. dan janin tidak seberapa besar. dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian dilakukan versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan dengan seksio sesarea. Apabila riwayat obstetrik wanita yang bersangkutan baik. versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptur uteri. tidak didapatkan kesempitan panggul. harus segera dilakukan seksio sesarea.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri. G. seperti misalnya terjadinya ruptur uteri dan robekan jalan lahir lainnya. Obstetri William (21 ed. Admin. seperti misalnya panggul sempit. Wiknjosastro. K. (2008).3% 1. L. N. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin.3% dan di RS Hasan Sadikin Bandung 18. C.wordpress. 366-3726. (2006). Gant.5... K. Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD Bandung. Case Report: Letak Lintang. Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan.2. Kehamilan Dengan Letak Lintang.blogspot.). Retrieved Mei 2009. sedangkan angka kematian janin di Rumah Sakit Umum Pusat Propinsi Medan 23. Mochtar. D. D.presentasi kepala. (1984).1996).. karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu. Cunningham.3.. from Seputar Kedokteran Dan Linux: http://medlinux. 1998. 1). Retrieved Mei 2009.com/2009/02/kehamilan-dengan-letaklintang.. (2009. Bandung: Bag. Vol. F. Hal. tumor panggul dan plasenta previa masih tetap dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan. kedua dan ketiganya. (Ed. Hauth. Edisi 2. J. from http://idmgarut. Obstetri Patologi. H. Angka kematian ibu berkisar antara 0-2% (RS Hasan Sadikin Bandung. Letak Lintang (Transverse Lie) dalam Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi. Obstetri Patologi. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek.. tetapi pada saat ini sudah jarang dilakukan.). (2007).com Seorang ibu hamil mengeluhkan bentuk perutnya yang hamil kali ini berbeda dibandingkan bentuk perutnya saat kehamilan anak pertama. Ilmu Kebidanan (kesembilan ed. Gilstrap III. Leveno. Jakarta: EGC. J. Januari). DAFTAR PUSTAKA1. baik terhadap ibu maupun janinnya 1. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. & Wenstrom. Dokter kandungan yang memeriksanya mengatakan bahwa ibu yang sedang hamil keempat ini posisi janinnya . tetapi kelainan-kelainan yang menyebabkan letak lintang. Idmgarut.html4. Jakarta : EGC.

dorsoanterior atau dorsoposterior. pemeriksaan dalam mungkin dapat diraba lengan. prematuritas karena bayi yang terlalu kecil sehingga dapat berputar-putar. Ini adalah letak yang tidak baik dalam kehamilan trismester akhir. fundus uteri terhadap usia gestasi lebih rendah daripada letak memanjang atau membujur. maka dilakukan embriotomi. anak dalam keadaan baik. pendulum dinding abdomen. Apakah letak lintang? Letak lintang adalah “presentasi janin. hidramnion atau kelebihan cairan amnion yang juga menyebabkan janin bisa berubah posisi hingga melintang. ibu dalam keadaan baik. Adapun beberapa keadaan yang menyebabkan terjadinya kehamilan letak lintang adalah: plasenta previa dimana letak plasenta tidak sebagaimana mestinya hingga menghalangi posisi normal janin dalam kandungan. bunyi jantung janin berada di sekitar pusar. dimana janin berada dalam posisi melintang atau tegak lurus terhadap jalan lahir. bahu atau iga janin. atau telah mati cukup lama. Versi luar dapat dicoba dilakukan bila : persalinan masih dalam fase laten. dan kelainan uterus atau janin lainnya Untuk mengetahui adanya kehamilan letak sungsang biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan dan mendapatkan beberapa kondisi berikut: pemeriksaan luar (palpasi Leopold) diraba kepala di kanan atau di kiri perut ibu. kecuali pada keadaan janin sangat kecil. segera akan dilakukan pengakhiran persalinan dengan sectio cesarean. Jika embriotomi tidak mungkin dikerjakan. multiparitas. Lalu apa yang akan dilakukan dokter bila terjadi kehamilan letak lintang? Bila janin dalam keadaan hidup.Persalinan pervaginam (persalinan normal melalui vagina) TIDAK MUNGKIN dilakukan. bagian terbawah janin belum masuk pintu atas panggul. namun bila janin telah mati dan syarat-syarat embriotomi terpenuhi. selaput ketuban masih utuh. kehamilan multiple atau kehamilan kembar. ditentukan berdasarkan letak punggung : dorsosuperior atau dorsoinferior. Namun pada kondisi-kondisi tertentu dokter kandungan berusaha melakukan koreksi letak lintang menjadi memanjang/membujur dengan tindakan versi luar. Namun .letak lintang. panggul sempit.dilakukanlah sectio cesarea.

RS Hasan Sadikin Bandung 1. Medrec : 01 05 0768 Usia : 21 tahun Alamat : Sukaresmi Pendidikan terakhir : SMU Pekerjaan : Ibu rumah tangga Tanggal Masuk RS : 15 September 2007 . lintangletak lintang Letak lintang terjadi bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu memanjang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 °. Kehamilan letak lintang merupakan kehamilan yang berisiko sehingga alangkah baiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan secara rutin sehingga kelainannya dapat ditanggulangi sejak dini. II.9%.versi luar sangat beresiko sehingga jarang dilakukan. Adapun tindakan versi ekstraksi pada letak lintang hanya boleh dilakukan : pada keadaan dimana anak kedua kehamilan kembar dan selaput ketuban baru pecah atau dipecahkan. IDENTIFIKASI KASUS IDENTITAS Nama : Ny. Pukul 10.1% dari 12827 persalinan. Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang pada beberapa rumah sakit sebagai berikut : RSUP Pirngadi Medan 0.6%. kehamilan letak lintang.00 WIB Tanggal Keluar RS : 18 September 2007 ← ANAMNESA Keluhan Utama: hamil Anamnesa Khusus : G2P1A0 mengatakan hamil 9 bulan dan telah diperiksa di dokter ahli kandungan dan dinyatakan letak .Y No. RSUP Cipto Mangunkusumo selama 5 tahun0. semoga ini menjawab pertanyaan Kiki tentang materi yang dia cari kandungan.

k Pulmo : t. ibu rumah tanggara Suami 20 tahun.k Cor : t.a.a. Pemeriksaan luar: abdomen : cembung.a. • ANAMNESA TAMBAHAN HPHT : Awal Desember 2006 PNC : Bidan Menikah : Istri 18 tahun. wiraswasta Menarch : Usia 13 tahun Riwayat KB : - ← PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis Kesadaran : Compos mentis Tekanan darah : 100/70 mmHg Nadi : 84 x/menit Respirasi : 20 x/menit Suhu : Afebris Konjungtiva : Anemis -/Thoraks : t.lintang. tegang TFU : 28 cm LP : 92 cm His : - . atas hal ini ibu direncanakan untuk dioperasi seksio sesaria. Ibu partus terakhir 2 tahun yang lalu di bidan dengan berat badan 3500gram dan meninggal beberapa jam setelah bersalin..k Abdomen : Lihat status obstetrikus Tinggi Badan : 136 cm Status Obstetrikus a.

PEMERIKSAAN PENUNJANG o Hasil USG.a Portio : tebal lunak OUE : tertutup Fluxus : (+).waktu pembekuan : 8’ DIAGNOSA KERJA G2P1A0 gravida 37 – 38 minggu + letak lintang PENATALAKSANAAN a.SGOT : 26 U/l .GDS : 73 mg/dl .5% .Hb : 11. o Laboratorium lengkap.20 WIB Diagnosa prabedah : G2P1A0 Gravida 37-38 minggu + letak lintang Diagnosa pasca bedah : P2A0 partus maturus dengan • • A.a.Ht : 35.000 /mm3 . rencana operasi Sectio sesaria LAPORAN OPERASI Tanggal : 15 September 2007.Leukosit : 7. .LA : lintang b.700 /mm3 .Kreatinin : 0. hasilnya: .66 mg/dl .Ureum : 13 mg/dl .9 gr/dl . dinyakatan letak lintang.Trombosit : 208. infus RL 20 gtt/menit b. sedikit 32.waktu perdarahan : 2’ . Pemeriksaan dalam: v/v : t.SGPT : 15 U/l . jam 12.

ukuran 20x20x2 cm 7. Lalu uterus diinjeksi dengan oksitosin 10 IU intramural 6. Therapi : cefotaxim 1 gr/12 jam kaltropen supp/8 jam A. 8. 10. KU baik T : 100/70 mmHg . 5. Dilakukan tindakan a dan antiseptik pada daerah abdomen sekitarnya dengan betadine. Jenis Kelamin laki-laki. Uterus dijahit 2 lapis secara jelujur interlocking. AS :6-7 cm. Pukul 12. PB : 45 cm.33 Plasenta lahir lengkap dengan berat ± 500gr. Dilakukan insisi pfanensteil ± 10 cm 3.SC atas indikasi letak lintang Indikasi operasi : Letak Lintang Jenis operasi : Sectio Sesaria Transperitoneal Profunda Prosedur operasi 1. Rongga abdomen dibersihkan lalu dinding abdomen dijahi lapis demi lapis. 9.30 Bayi lahir dengan ekstraksi kaki. BB : 2450 gr. Segmen Bawah Rahim disayat konkaf dan diperlebar ke kiri dan kanan. 2. FOLLOW UP POST OPERASI Tanggal 16/ 09/ 07 Keterangan S : nyeri pada luka operasi O : CM. Pukul 12. Kulit dijahit subkutikuler. Setelah peritonium dibuka tampak dinding depan uterus 4.

Mefenamat 3 x 500 mg Mobilisasi 17/09/2007 S : batuk berdahak O : CM.5 gr/dl Leukosit : 14. KU baik T : 90/70 mmHg N : 80 x/mnt RR : 22 x/mnt S : afebris .output 1500 cc Balance : + 1250 cc Hb : 10.N : 84x/menit R : 18x/menit S : afebris Konjungtiva anemis -/BAK terpasang kateter BAB (-). flatus (+) BU (+) TFU : 1 jari di bawah pusat Kontraksi Uterus : +.input cairan 2500 cc Darah 250 cc .700 Trombosit : 204.000 Ht : 30. baik Luka operasi : tertutup verband ASI +/+ Perdarahan +. sedikit Balance Cairan .8 % A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : Cefotaxim 1 gr/12 jam Metronidazol 500 mg/12 jam As.

luka operasi tertutup verband Mobilisasi (+) A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : off infus Mobilisasi bertahap Cefadroksil 2x 500mg As.Mefenamat 3 x 500 mg Sulfas Ferous 1×1 BLPL IIi. Apakah penatalaksanaan pasien sudah sesuai dengan . batuk berkurang. Apakah penegakan diagnosis pada pasien ini sudah benar? 2.Mefenamat 3 x 500 mg Sulfas Ferous 1×1 18/ 09/07 S : mules.BAB (+) Luka operasi kering A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : Ganti Verband Cefadroksil 2x 500mg As. flatus (+).Konjungtiva anemis -/TFU : 1 jari dibawah pusat BAK (+) BAB (+). KU baik T : 110 /60 mmHg N : 80 x/mnt RR : 20 x/mnt S : afebris Konjungtiva anemis -/TFU : 1 jari dibawah pusat BAK (+). BU (+). O : CM. PERMASALAHAN 1.

Di belakang (dorsoposterior) . Kehamilan prematur. Pada auskultasi BJA dapat dinilai setinggi pusat kanan dan kiri. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul. hanya beberapa jari diatas pusat. tumor daerah panggul dan plasenta previa. DIAGNOSIS Pada inspeksi tampak bahwa perut melebar ke samping dan pada kehamilan cukup bulan.1. Bagaimana prognosis pasien ini ? IV. apakah penegakan diagnosis pada pasien ini sudah benar? LETAK LINTANG Letak lintang ialah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain.Di bawah (dorsoinferior) EtTIOLOGI Multiparitas disertai dinding uterus dan perut yang lembek. Pada palpasi ternyata bahwa fundus uteri maupun bagian bawah rahim kosong. PEMBAHASAN IV. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. hidramnion dan kehamilan kembar Keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepalake dalam rongga panggul sempit. Kelainan bentuk rahim seperti uterus arkuatus atau uterus subseptus. sedangkan bagian-bagian besar (kepala dan bokong) teraba disamping kiri atau kanan di atas fossa iliaka. . fundus uteri lebih rendah dari biasa.Di depan (dorsoanterior) .Di atas (dorsosuperior) . Punggung janin dapat berada : .standar pelayanan ? 3.

sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. Pada pasien ini penegakkan diagnosis sudah dilakukan dengan benar. Karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intrauterin pada waktu his. 2. Pada keadaan hamil diusahakan jadi letak membujur dengan melakukan versi luar pada primigravida yaitu pada usia .Dan pada USG juga terlihat gambaran letak lintang. Dimana sudah dilakukan pemeriksaan luar yaitu pada pemeriksaan leopold.2 apakah penatalaksanaan pada pasien ini sudah sudah sesuai dengan standar pelayanan? PENANGANAN Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang. Dan pada pemeriksaan leopold II dimana untuk menentukan letak punggung janin namun pada pasien ini yang teraba bokong dan kepala pada kedua sisi kanan dan kiri. IV. Bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil sebaiknya segera dilakukan seksio sesaria. Meskipun versi luar berhasil janin akan dapat memutar kembali oleh karena itu dianjurkan menggunakan korset dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. Pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan. 3. Kemudian sudah dilakukan juga pemeriksaan penunjang USG sebelumnya yang menyatakan pada pasien ini mengalami kehamilan letak lintang. sehingga seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli.

Untuk dapat melaksanakan versi luar perlu diperhatikan beberapa pertimbangan berikut ini: 1. ♣ Penderita pernah mengalami perdarahan selama hamil. Versi Sefalik : melakukan perubahan kedudukan janin menjadi letak kepala.kehamilan 34 minggu atau multigravida pada usia kehamilan 36 minggu. Versi podalik : perubahan kedudukan janin menjadi letak bokong (sungsang). sering mengalami keguguran. mempunyai deformitas pada tulang panggul/ belakang. persalinan prematuritas atau kelahiran mati. Syarat versi luar dapat berhasil dengan baik : Dilakukan pada usia kehamilan 34-36 minggu Pada inpartu dilakukan sebelum pembukaan 4 cm. Bayi dapat dilahirkan pervaginam Ketuban masih positif utuh. 2. ♣ Pada kehamilan kembar. pengeluaran mioma uteri. 2. tinggi badan kurang dari 150 cm. Versi luar adalah upaya yang dilakukan dari luar untuk dapat mengubah kedudukan janin menjadi kedudukan lebih menguntungkan dalam persalinan pervaginam. Kontraindikasi versi luar ♣ Ketuban sudah pecah. ♣ Penderita mempunyai hipertensi ♣ Rahim pernah mengalami pembedahan : seksio sesaria. ♣ Terdapat faktor resiko tinggi kehamilan: kasus infertilitas. ♣ Pernah mengalami tindakan operasi pervaginam. . Berdasarkan ketetapan tersebut dikenal bentuk versi luar : 1. Bagian terendah belum masuk atau masih dapat dikeluarkan dari PAP.

Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli harus segera dilakukan seksio sesaria. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin. Cara Denman Bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang . segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. Kalau janin kecil. selanjutnya disusun . Kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. bahu masuk ke dalam rongga panggul. badan bagian bawah. Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. sehingga bila janin masih hidup hendaknya dilakukan seksio sesaria dengan segera sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan pervaginam dengan dekapitasi. sudah mati dan menjadi lembek. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri. sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. Apabila riwayat obstetrinya baik dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan lengkap untuk kemudian dilakukan versi ekstraksi.Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor. bokong dan kaki lahir. Pada letak lintang kasep versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptur uteri. Bahu masuk ke dalam panggul. sehingga bahu. MEKANISME PERSALINAN Pada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan. tidak dapat terjadi persalinan spontan. Janin lahir cara Denman atau Douglas. Cara Douglas. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. kadang-kadang persalinan dapat berlangsung spontan.

Namun hal ini bukanlah kesalahan yang mutlak karena pelaksanaan kontrasepsi bisa dilakukan dalam waktu 40 hari setelah partus. V.oleh lahirnya kepala. Dan persalinan ibu dilakukan dengan operasi seksio sesaria. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang disamping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri. Dimana pasien yang dilakukan operasi sectio sesaria kontraindikasi bila terjadi kehamilan dalam kurun waktu 2 tahun pasca operasi. baik terhadap ibu maupun janinnya. Pada Quo ad vitam ad bonam dan quo ad functionam ad bonam. Pada pasien ini penatalaksanaannya sudah sesuai dengan standar pelayanan. Penegakan diagnosa pada pasien ini sudah tepat. Prognosis pada pasien ini bisa dikatakan kurang baik. Pada pasien tidak dilakukan versi luar karena pasien ini terdapat kontraindikasi untuk dilakukan tindakan tersebut yaitu tinggi badan ibu kurang dari 150 cm (136 cm). Oleh karena pasien tidak dilakukan tindakan versi luar maka persalinan pervaginam tidak dapat dilakukan. Dan untuk mencegah hal ini terjadi sebaiknya pada saat dilakukan sectio sesaria disertai dengan pemasangan IUD. © Pemeriksaan obstetrik Pemeriksaan luar: . KESIMPULAN 1. IV. Sewaktu melakukan sectio sesaria pada pasien ini tidak disertai dengan tindakan pemasangan IUD.3 bagaimana prognosis pasien ini? Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. Dan sebaiknya dilakukan kontrasepsi yang tidak mengganggu asi. Sesuai dengan tanda dari letak lintang.

tegang TFU : 28 cm LP : 92 cm His : LA : lintang © Pemeriksaan penunjang Hasil USG dinyatakan letak lintang. © Dilakukannya Operasi sectio sesaria pada pasien ini. Namun pada pasien ini kita harus melakukan motivasi KB. sesuai dengan standar pelayanan. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul. Pengertian Letak Lintang Letak Lintang adalah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. © Tindakan versi luar tidak dilakukan karena kontraindikasi yaitu tinggi badan pasien 136 cm. Dan sebaiknya menggunakan kontrasepsi yang tidak mengganggu laktasi. Penatalaksanaan letak lintang pada pasien ini sudah benar. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. 3. Punggung janin dapat berada di . Fungsi reproduksi pada pasien ini masih baik. 2.abdomen : cembung. Letak Lintang LETAK LINTANG A.

Demikian pula kelainan bentuk rahim.Menurut posisi punggung terbagi atas: a). Pada kehamilan prematur. yang terdiri dari deviated head presentation (letak kepla mengolak) dan deviated breech presentation (letak bokong mengolak). Jika sudut yang dibentuk kedua sumbu ini tajam disebut oblique lie. Dorso inferior (di bawah) B.(Rustam mochtar. seperti misalnya uterus arkuatus atau uterus subseptus. Dorso posterior (di belakang) c). (Hanifa Wiknjosastro.dkk. di atas (dorsosuperior). Dorso superior (di atas) d). Letak lintang I : kepala di kiri b). Letak lintang II : kepala di kanan . hidramnion dan kehamilan kembar.1998) . juga merupakan penyebab terjadinya letak . janin sering dijumpai dalam letak lintang. maka dalam hal ini disebut juga shoulder presentation. Keadaan-keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepala ke dalam rongga panggul seperti misalnya panggul sempit. tumor di daerah panggul dan plasenta previa dan pula mengakibatkan terjadinya letak lintang tersebut.1992) Letak lintang adalah bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu menyilang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 derajat.depan (dorsoanterior). atau di bawah (dorsoinferior). Karena biasanya yang paling rendah adalah bahu.Menurut letak kepala terbagi atas: a). Dorso anterior (di depan) b). Etiologi Sebab terpenting terjadinya letak lintang adalah multiparitas disertai dinding uterus dan perut lembek. di belakang (dorsoposterior).

plasenta previa. kepala berada disebelah kanan. arah menutupnya menunjukkan letak dimana kepala janin berada. Punggung . dan tumor-tumor pelvis . sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan. Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya. Bila ketiak dapat diraba. bikornus. Pada palpasi fundus uteri kosong. kepala di sebelah kiri. karena panggul sempit. Faktorfaktor tersebut adalah: .Pelvic kidney dan kandung kemih serta rektum yang penuh.Kelainan uterus seperti arkuatus. anak kecil. atau sudah mati. Diagnosis Adanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi. hidrosefalus.(Rustam mochtar. atau septum .Janin sudah bergerak pada hidramnio. sering pula penyebabnya tetap merupakan suatu misteri. Kalau ketiak menutup ke kiri.Monster .1998) C.(Hanifa Wiknjosastro. dan di atas simfisis juga kosong. kecuali bila sudah turun ke dalam panggul.Fiksasi kepala tidak ada.dkk. kepala janin berada di samping.1992) Penyebab dari letak lintang sering merupakan kombinasi dari berbagai faktor.Gemeli (kehamilan ganda) .Lumbar skoliosis . Denyut jantung janin ditemukan di sekitar umbilikus. pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga.lintang. anaensefalus. multiparitas. Apabila bahu sudah masuk ke dalam panggul. .

Inspeksi Perut membuncit ke samping 2.Pemeriksaan dalam agak sukar dilakukan bila pembukaan kecil dan ketuban intak. Palpasi . sedangkan dada dengan terabanya klavikula.Fundus uteri lebih rendah dari seharusnya tua kehamilan .Teraba bahu dan ketiak yang bisa menutup ke kanan atau ke kiri. Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung.dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang. Pemeriksaan dalam (VT) . Mekanisme Persalinan Pada letak dengan ukuran panggul normal dan janin . Foto Rontgen Tampak janin dengan letak lintang. skapula.Untuk menentukan tangan kanan atau kiri lakukan cara dengan bersalaman. Auskultasi DJJ setinggi pusat kanan atau kiri.Kepala (ballotement) teraba di kanan atau kiri 3. .a. ketiak menutup di kiri. kecuali kalau bahu sudah masuk dalam p. . .1998) D.dkk. namun pada letak lintang biasanya ketuban cepat pecah. dan kalau tangan menumbung teraba tangan.Letak punggung ditentukan dengan adanya skapula letak dada dengan klavikula. 4.1992) Diagnosis letak lintang janin diantaranya: 1.Teraba tulang iga.Fundus uteri kosong dan bagian bawah kosong.p.(Hanifa Wiknjosastro. Bila kepala terletak di kiri. . 5.(Rustam mochtar.

sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. Ibu berada dalam keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi. Dalam usaha untuk mengeluarkan segmen uterus berkontraksi dan beretraksi dan sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipi. Kalau janin kecil. bokong dan kaki lahir. sehingga janin yang meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga perut. Janin lahir dalam keadaan terlipat melalui janin lahir (konduplikasio korpore) atau lahir dengan evolusio spontanea menurut cara Denman atau Douglas. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan. akan terjadi ruptura uteri. akan menyebabkan kematian janin dan ruptura uteri. tidak dapat terjadi persalinan spontan. selanjutnya disusul lahirnya kepala. Dua cara tersebut merupakan variasi suatu mekanisme lahirnya janin dalam letak . sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makaian tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. sudah mati dan menjadi lembek. Pada cara Douglas bahu bmasuk ke dalam rongga panggul. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. Pada cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang. Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. badan bagian bawah. dan sering kali meninggal pula. sedangkan janin akan meninggal. sehingga bahi. kadang-kadang persalian dapat berlangsung spontan. Bahu masuk ke dalam panggul. Bila tidak segera dilakukan pertolongan.cukup bulan. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir.

namun hal ini jarang sekali terjadi. dan akhirnya kepala. Janin hanya dapat lahir spontan.(Hanifa Wiknjosastro. b). akibat fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin. turun makin lama makin dalam sampai rongga panggul terisi seluruhnya oleh badan janin. Menurut Douglas Bahu diikuti oleh dada. Pada letak . Beberapa cara janin lahir spontan: 1. Conduplicatio corpore Kepala perut berlipat bersama-sama lahir memasuki panggul. Kalau letak lintang dibiarkan. bila tangan dimasukkan ke dalam kavum uteri terjepit antara janin dan panggul serta dengan narkosa yang dalam tetap sulit merubah letak janin. Bagian korpus uteri mengecil sedang SBR meregang. perut. dan akhirnya dada. Hali ini disebut letak lintang kasep (Neglected Tranverse Lie).lintang.dkk.1992) Anak normal yang cukup bulan tidak mungkin lahir secara spontan dalam letak lintang. perut. maka bahu akan masuk ke dalam rongga panggul. atau bila panggul luas. letak lintang berubah spontan mengambil bangun semula dari uterus menjadi leta membujur. kepala atau bokong. Adanya letak lintang kasep dapat diketahui bila ada ruptura uteri mengancam. . Bila tidak cepat diberikan pertolongan. akan terjadi ruptura uteri dan janin sebagian atau seluruhnya masuk ke dalam rongga perut. bokong. sudah mati dan menjadi lembek. 2. dada. bila kecil (prematur). Kadang-kadang oleh karena his. Menurut Denman Setelah bahu lahir kemudian diikuti bokong. Evolutio Spontanea a).

Bagi ibu Bahaya yang mengancam adalah ruptura uteri baik spontan.lintang biasanya: • Ketuban cepat pecah • Pembukaan lambat jalannya • Partus jadi lebih lama • Tangan menumbung (20-50%) • Tali pusat menumbung (10%). baik terhadap ibu maupun janinnya. . Bagi janin Angka kematian tinggi (25-40%).1992) Prognosis letak lintang diantaranya: 1. Faktorfaktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri. ketuban pecah dini dengan demikian mudah dapat infeksi intrapartum. tetapi kelaina-kelainan yang menyebabkan letak lintang.dkk. Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan. karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu. Partus lama. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek.(Hanifa Wiknjosastro. seperti misalnya terjadi rupture uteri dan robekan jalan lahir lainnya. juga sering akibat tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. seperti misalnya panggul sempit . tumor panggul dan plasenta previa masih dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan.1998) E. 2. Prognosis Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi presentasi kepala. yang dapat . atau sewaktu versi dan ekstraksi .(Rustam mochtar.

Masing-masing selama 10 menit.Trauma partus . . berkisar sekitar 92 persen.Hipoksia karena kontraksi uterus terus menerus . Dan posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal. Cara tersebut antara lain : . Cara ini harus rutin dilakukan setiap hari sebanyak 2 kali.bisa dengan mengepel lantai .1998) F. Bila posisi ini dilakukan dengan baik dan teratur. Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang.Prolapsus funiculi . ibu hamil dapat melakukan beberapa usaha untuk membuat letak janinnya normal meskipun kemungkinan berahasilnya kurang dari 60 %.Ibu hamil agar rajin menungging .Ketuban pecah dini. Kemungkinan janin akan kembali ke posisi normal. Sebelum . sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar.Begitu juga saran agar si ibu memakai korset atau semacam celana bersepeda nan ketat guna mempertahankan letak janin yang sudah kembali normal. kemungkinan besar bayi yang sungsang dapat kembali ke posisi normal. misalnya pagi dan sore. Penanganan Bila sudah ketahuan sungsang atau melintang.disebabkan oleh: .dianjurkan untuk melakukan posisi bersujud (knee chest position).(Rustam mochtar. dengan posisi perut seakan-akan menggantung ke bawah.

dan janin tidak . Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1. Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung pada beberapa faktor. sebaiknya segera dilakukan seksio seksaria. Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset. tidak didapatkan kesempitan panggul. sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil. janin mungkin akan memutar kembali. segera dapat ditentukan diagnosis dan penanganannya. sehingga bila terjadi perubahan letak. bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. sehingga pada seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap 2.melakukan versi luar harus dilakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit. dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. tumor dalam panggul. karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan. atau plasenta previa. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil. Pada permulaan persalianan masih dapat diusahakan mengubah letak janin menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari empat sentimeter (< 4 cm) dan ketuban belum pecah. pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli 3. Apabila riwayat obstetrik wanita yang bersangkutan baik.

yaitu dengan versi dan ekstraksi. Sewaktu partus Janin dapat dilahirkan dengan cara pervaginam. maka bergantung kepada tekanan. dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian dilakukan versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan dengan seksio sesarea. Jika ketuban pecah. antara lain: a). Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang wanita tersebut bangun atau meneran. b).(Hanifa Wiknjosastro. harus segera dilakukan seksio seksarea. versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptura uteri. atau multi pada kehamilan 36 minggu. atau embriotomi . Pada letak kasep.dkk. tetapi tidak ada prolapsus funikuli. ditemukan bayi kedua berada dalam letak lintang. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli. sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan per vaginam dengan dekapitasi. sehingga bila janin masih hidup. Sewaktu hamil Usahakan jadi letak membujur (kepala atau bokong) dengan melakukan versi luar pada primi dengan usia kehamilan 34 minggu.seberapa besar. hendaknya dilakukan seksio sesarea dengan segera. dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap untuk kemudian melakukan versi ekstraksi. Versi ekstraksi dapat dilakukan pula pada kehamilan kembar apabila setelah bayi pertama lahir.1992) Penanganan letak lintang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dalam hal ini persalinan dapat diawasi untuk beberapa waktu guna mengetahui apakah pembukaaan berlangsung dengan lancar atau tidak.

Letak lintang kasep dan anak mati: laparotomi.Letak lintang kasep dan anak hidup : seksio sesarea . 2) Bila ketuban pecah .Pembukaan 5 cm : versi luar .1998.(dekapitasi eviserasi) bila janin sudah meninggal. 1992. penanganan letak lintang ada dua cara: 1. Jakarta: EGC Wiknjosastro. 2.Bila ketuban sudah pecah dan pembukaan lengkap : versi dan ekstraksi . atau perabdominam. bila ada panggul sempit seksio sesarea adalah cara yang terbaik dalam segala letak lintang . Rustam.1998) DAFTAR PUSTAKA Mochtar. atau kalau fasilitas kurang. c). Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. dengan anak hidup. Tingkat pertolongan 1) Bila ketuban belum pecah .(Rustam mochtar. Ilmu Kebidanan.et al.. KEHAMILAN USIA MUDA . Semua primigravida dengan letak lintang harus ditolong dengan seksio sesarea walaupun tidak ada panggul sempit. Hanifa.Lama pecah : seksio sesarea . embriotomi secara hati-hati Menurut Eastmant dan Greenhill.Pembukaan 5 cm :tunggu sampai hampir lengkap ketuban dipecahkan. Sinopsis Obstetri. seksio sesarea.

Keguguran. Persalinan prematur. 2000). emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. cemas. Pasalnya. berat badan lahir rendah . b. adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. a. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan. Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda. 2.Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. misalnya : karena terkejut. Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. stres. (Ubaydillah.

keadaan psikologi ibu kurang stabil. berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran .(BBLR) dan kelainan bawaan. pengetahuan akan asupan gizi rendah. Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang. pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang. Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksiterutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan. seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan.

.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. d. membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Keracunan Kehamilan (Gestosis). Mudah terjadi infeksi. dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi. c. berat badan lahir rendah dan cacat bawaan. tambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. e. Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda. Keadaan gizi buruk. tingkat sosial ekonomi rendah.lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis. Kombinasi keadaan alat reproduksi .prematur.

Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian. selain itu juga disebabkan selaput .yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Kematian ibu yang tinggi. Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi.yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun). Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain: a. Resiko bagi ibunya : (1) Mengalami perdarahan. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi. f.

kelainan panggul.kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir. kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian ibu.ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim). Pada saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. (2) Kemungkinan keguguran / abortus. Kematian pada saat melahirkan yang . Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin. (3) Persalinan yang lama dan sulit. baik dengan obat-obatan maupun memakai alat. hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja.penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin.

diantaranya kelainan genetik dan kromosom.500 gram. Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan. umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. (3) Cacat bawaan. (2) Berat badan lahir rendah (BBLR). Dari bayinya : (1) Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan. Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2. infeksi. virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon. Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil. hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. .disebabkan oleh perdarahan dan infeksi. b.

misalnya : karena terkejut.1998). zat besi « Konsep Praktek Klinik Keperawatan Konsep Penyembuhan Luka » Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi.kematian bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian perinatal.(Manuaba. 2008 by creasoft in Kesehatan Reproduksi Remaja Tagged with anemia.(4) Kematian bayi. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka . adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. remaja. keguguran.Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. kehamilan. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan. cemas. Posted April 23.yang disebabkan berat badan kurang dari 2.500 gram. resiko tinggi. (Ubaydillah. kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia. Pasalnya. kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari). stres. ← Keguguran. emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. 2000). Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda.

berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksiterutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan. pengetahuan akan asupan gizi rendah. dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas. seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri.Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda.Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang.← ← ← kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. Mudah terjadi infeksi. berat badan lahir rendah dan cacat bawaan. tambahan zat besi dalam tubuh . pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal. keadaan psikologi ibu kurang stabil. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan. tingkat sosial ekonomi rendah.Keadaan gizi buruk.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. Persalinan prematur. sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran prematur.

Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian. membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain: ← • • Resiko bagi ibunya : Mengalami perdarahan. Kemungkinan keguguran / abortus.← ← fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi.yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun).Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi.Pada saat hamil .kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir. Kematian ibu yang tinggi..Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi. selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim). Keracunan Kehamilan (Gestosis).Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia.lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis.

Cacat bawaan. baik dengan obat-obatan maupun memakai alat. kelainan panggul.Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang.Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil.Kematian pada saat melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan dan infeksi. virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon. Berat badan lahir rendah (BBLR). infeksi. Persalinan yang lama dan sulit.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kematian bayi. diantaranya kelainan genetik dan kromosom.• seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian ibu. dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil.Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2. hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja.500 gram. Dari bayinya : Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin.kematian bayi yang masih berumur 7 hari ← ← ← ← .Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin.

(Manuaba. Perilaku seks bebas yang sudah lazim di belahan dunia Barat sudah mulai merebak di kalangan remaja Indonesia.pertama hidupnya atau kematian perinatal. perkembangan arus informasi yang pesat banyak mempengaruhi remaja. maupun pola pergaulan yang semakin bebas. Sebagai gambaran data Survei Kesehatan Ibu dan Anak tahun 2000 menunjukkan median umur kehamilan pertama di Indonesia adalah 18 tahun.500 gram. edited by : ITA AFRIKASARI SUMBER : Dewasa ini. kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari).1998). di desa lebih tinggi (61%) daripada di kota. Salah satunya dalam hal gaya hidup. Remaja-remaja Indonesia sedikit demi sedikit mulai mengadopsi budaya Barat dalam cara berpakaian. bertutur kata.yang disebabkan berat badan kurang dari 2. . di mana sebanyak 46% perempuan mengalami kehamilan pertama di bawah usia 20 tahun. Remaja merupakan kelompok dengan signifikansi tingkat komplikasi yang lebih tinggi selama kehamilan dan persalinan. kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia. antara 13 – 19 tahun). Salah satu dampak yang diakibatkan perilaku seks bebas ini yaitu kehamilan dini (kehamilan pada usia remaja.

biasanya problem ini diatasi dengan tindakan bedah Caesarea. lebih dikarenakan faktor sosial-ekonomi daripada biologis. khususnya yang berusia 15-19 tahun. Sedangkan untuk kehamilan pada wanita di usia remaja akhir (15 tahun keatas). sehingga tidak mengherankan apabila persalinan akibat disproporsi antara ukuran kepala bayi dan panggul ibu (disproporsi sefalopelvik) paling sering ditemukan pada ibu yang sangat muda. di negara berkembang dimana pelayanan kesehatan mungkin tidak tersedia. Padahal. Dari penelitian Royston Erica. dan Swedia sejak tahun 1970 menunjukkan suatu kesamaan bahwa resiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan pada remaja. kematian bayi. Masalah-masalah ini dapat mengakibatkan kesulitan sewaktu melahirkan bayi. 1994 ditemukan bahwa dua tahun setelah menstruasi yang pertama. Britania. Para remaja yang hamil biasanya terlambat bahkan tidak sama sekali mendapatkan pelayanan prenatal (sebelum kelahiran) yang cukup. Di negara-negara yang sudah maju. Namun.Kehamilan pada remaja wanita berusia 14 tahun kebawah memiliki resiko komplikasi medis lebih besar daripada wanita dengan usia lebih dewasa karena panggul belum berkembang dengan sempurna. Selain itu alat reproduksinya juga belum siap sepenuhnya. pelayanan prenatal sangat dibutuhkan untuk menjaga dan menunjang perkembangan bayi yang baik selama . Kanada. seorang anak wanita masih mungkin mencapai pertumbuhan panggul antara 2–9% dan tinggi badan 1%. hal ini dapat menyebabkan eklampsia (kejang saat melahirkan). usia sudah bukan merupakan faktor resiko utama dalam kehamilan. Perancis. maupun kematian ibu. fistula obstetrik. Beberapa studi yang dilakukan di Amerika Serikat.

Baltimore (MD. Kedua hal ini sama-sama menimbulkan tekanan ekonomi yang kuat pada si remaja. kelahiran prematur. dan tekanan darah tinggi. perasaan menjadi seorang ibu secara umum dan bahkan tentang dirinya sendirinya. Perlakuan negatif yang ditujukan pada si ibu- . Selain itu. anemia. Remaja dengan kehamilan dini biasanya tidak menyelesaikan pendidikannya (putus sekolah). July 25. Contoh pelayanan prenatal yang utama adalah peran bidan dan poskesmas dalam memberikan informasi serta mencukupkan kebutuhan gizi bagi ibu dan anaknya.5 kilogram) . Kids Count Data Book Online. penghasilan yang rendah berujung pada ketidaklayakan lingkungan tempat tinggal dan ketidakmampuan untuk mengusahakan pelayanan kesehatan bahkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Kurangnya pendidikan akan berdampak menganggur dalam waktu yang lama ataupun pilihan pekerjaan dengan upah yang rendah. 2007) menunjukkan 60% ibu-ibu muda tidak memiliki pasangan laki-laki saat bayi mereka dilahirkan. Komplikasi yang ditimbulkan karena tidak cukupnya pelayanan prenatal antara lain kelahiran bayi dengan berat badan rendah (di bawah 2. Kehamilan pada usia remaja juga berimplikasi pada kehidupan si remaja selanjutnya. Stigma tersebut dapat mempengaruhi cara pandang si ibu-remaja tentang kemampuannya mengasuh anak. Selain stres emosional yang dirasakan. Belum lagi remaja yang memilih untuk menjadi orangtua tunggal.dalam kandungan serta kesehatan daripada si ibu sendiri. Seorang ibu-remaja juga biasanya mengalami alienasi (pengasingan) dari lingkungan pergaulan dan keluarganya. Kehamilan dapat menimbulkan tekanan yang cukup besar dalam hubungan muda-mudi. masih ada stigma atau pandangan negatif masyarakat yang menempel pada para ibu-remaja.

marchofdimes. Casey Foundation. Tumbuh Kembang Anak. ..com/professionals www.nih.gov/medlineplus/teenagepregnancy www. Soetjiningsih.womhealth. Jakarta. saya ingin menanyakan tentang usia kehamilan.. 2007 Kids Count Data Book Online..remaja dapat mengikis kepercayaan diri dan perasaan berharga sebagai seorang manusia. Referensi : www. Baltimore.. 1995 Isi terkait: Bagaimana menghitung usia kehamilan? Saya wanita 28 tahun. EGC.au Annie E. 2007. .org.nlm. MD. Hal-hal tersebut menyebabkan resiko depresi pasca melahirkan yang lebih tinggi pada wanita remaja dibandingkan pada wanita yang berusia lebih dewasa.. July 25.