P. 1
Sungsang

Sungsang

|Views: 2,042|Likes:
Published by suci_wardhani_1

More info:

Published by: suci_wardhani_1 on Apr 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/02/2013

pdf

text

original

Sungsang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Sungsang juga adalah nama sebuah wuku

Sungsang (Breech), oleh W.Smellie, 1792

Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal, pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. Kehamilan sungsang didiagnosis melalui bantuan ultrasonografi (USG). Kehamilan sungsang dapat disebabkan oleh banyak hal antara lain kelahiran kembar, cairan amniotik yang berlebihan, hidrosefalus, anencefaly, ari-ari yang pendek dan kelainan rahim. Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi ini ketika lahir. Dalam persalinan prematur, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang lebih tinggi. Pada umur kehamilan 28 minggu, kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang adalah 25%. Angka tersebut akan turun seiring dengan umur kehamilan mendekati 40 minggu. Karena risiko persalinan normal pada bayi dengan posisi sungsang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan posisi normal, maka umumnya persalinan akan dilakukan dengan bedah caesar.

2.2 Konsep Dasar Kehamilan Letak Sungsang 2.2.1 DefenisiKehamilan letak sungsang yaitu janin terletak memanjang dengan kepala difundus uteri dan bokong bagian bawah kavum uteri (Prawiroharjo, Sarwono 1999). 2.2.2 Klasifikasi2.2.2.1 Letak bokong murni (Fank Breech)Letak bokong dengan kedua tunkai terangkat keatas2.2.2.2 Letak sungsang sempurna (Campliete Breech)Letak bokong dimana kaki ada disamping bokong (Letak bokong sempurna atau lipat kijang). 2.2.2.3 Letak sungsang sempurna (Incomplite Breech)Letak sungsang

dimana selain bokong bagian yang terendah juga kaki atau lutut, terdiri dari :Kedua kaki : letak kaki sempurna (24%)Satu kaki : letak kaki tidak sempurnaKedua lutut : letak lutut sempurna (1%)Satu lutut : letak lutut tidak sempurna (Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, Sinopsis Obsetri jilid 1 edisi 2, 1998)2.2.3 Diagnosa2.2.3.1 Anamnesa Kehamilan terasa penuh dibagian atas dan gerakan terasa lebih banyak dibagian bawah.2.2.3.2 Pemeriksaan luarDibagian bawah uterus tidak teraba kepala, balutemen negative, teraba kepala dibagian fundus uteri, denyut jantung janin ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi dari pada umbilikus 2.2.3.3 Pemeriksaan dalamSetelah ketuban pecah teraba cakrum, kedua tuberalitas iskit, dan anus, bila teraba bagian kecil bedakan apakah kaki atau tangan(FKUI, Kapita Selekta Kedokteran jilid 1 edisi 3, 1999)2.2.3.4 Pemeriksaan foto rongenBayangan kepala difundus(Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, Sinopsis Obsetri jilid 1 edisi 2, 1998)2.2.4 Etologi / Penyebab Letak Sungsang2.2.4.1 Sudut Ibu a. Keadaan rahim- Rahim arkuatus- Setum pada rahim- Uterus DupletisMioma bersama kehamilan b. Keadaan plasenta- Plasenta retak rendah- Plasenta previac. Keadaan jalan lahir- Kesempitan panggul- Difermitas tulang panggul- Terdapat tumor yang menghalangi jalan lahir dan perputaran keposisi kepala2.2.4.2 Sudut janin Pada janin terdapat berbagai keadaan yang menyebabkan letak sungsangTali pusat pendek atau lilitan tali pusat- Hidrosefalus atau AnensefalusKehamilan kembar- Hidramneon atau Oligohidramneon- Prematuritas(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, 1998)2.2.5 Mekanisme Persalinan Letak sungsang FisiologisBokong masuk PAP dapat melintang atau miring mengikuti jalan lahir dan melakukan putar paksi dalam sehingga trachcanter depan berada dibawah simpesis dengan trachcenter depan sebagai hipamoklion, akan lahir trachcenter belakang, dan selanjunya seluruh bokong lahir, sementara itu bahu memasuki jalan lahir dan mengikuti jalan lahir untuk melakukan putar paksi dalam sehingga bahu depan berada dibawah simpisis, dengan bahu depan sebagai hipomoklion akan lahir bahu belakang bersama dengan tangan belakang, diikuti kelahiran bahu depan dan tangan depan. Bersamaan dengan kelahiran bahu, kepala bayi memasuki jalan lahir dapat melintang atau miring, serta melakukan putar paksi dalam sehingga sub occiput berada dibawah simpisis, sub occiput menjadi hipomoklion, berturutturut akan lahir dagu, mulut, hidnug, muka kepala dan seluruhnya.Persalinan

kepala yang mempunyai terbatas sekitar 8 menit, setelah bokong lahir melampoui batas 8 menit dapat menimbulkan kesakitan atau kematian pada bayi.(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB, 1998) 2.2.6 Prognosis2.2.6.1 Bagi ibuKemunkinan robekan pada perenium lebih besar, juga karena dilakukan tindakan, selain itu ketuban lebih cepat pecah dan partus lebih lama, jadi mudah terkena infeksi.2.2.6.2 Bagi anakProknosa tidak begitu baik, karena ada gangguan peredaran darah plasenta setelah bokong lahir dan juga setelah perut lahir, tali pusat terjepit antara kepala dan panggul, anak bisa menubrito aspiksio(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, DSOG, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB, 1998)2.2.7 Penanganan / Terapi  Sikap sewaktu hamilKerena kita tahu bahwa prognosa bagi anak tidak begitu baik, maka usahakan merubah letak janin dengan versi luar.Tujuannya adalah untuk merubah letak menjadi letak kepala hal ini dilakukan pada primi dengan kehamilan 34 minggu, mulai dengan usia kehamilan 36 minggu dan tidak ada panggul sempit, gemili atau plasenta previa.Teknik :- Lebih dahulu bokong dilepaskan dari PAP dan ibu berada dalam posisi Trendelm BurgTangan kiri letakkan dikepala dan tangan kanan pada bokong- Putar ke arah muka atau perut janin- Lalu putar tangan kiri diletakkan dibokong dan tangan kanan dikepala- Setelah berhasil pasang gurita, observasi TTV, DDJ serta keluhan2.2.8 Sikap Bidan Dalam Mengahadapi Letak SungsangBidan yang menghadapi kehamilan dan persalinan letak sungsang sebaiknya :Melakukan rujukan ke puskesmas, dokter keluarga atau dokter ahli untuk mendapatkan petunjuk kepastian dalam lahir- Bila ada kesempatan, melakukan rujukan kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan persalinan yang optimal- Bila terpaksa, melakukan pertolongan persalinan letak sungsang sebaiknya bersama dokter- Klien harus diberikan KIE dan motifasi serta melakukan perjanjian tertulis dalam bentuk Informetconsen(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, 1998) 1. Manuaba, Ida Bagus, Gde, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan da KB. Jakarta : EGC2. Mochtar, Rustam, 1998. Sinopsis Obstetry. Jakarta : EGC3. Prawiroharjo, Sarwono, 2000. Pelayanan Kebidanan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka4. Sastro, Suleman. 1983. Obstetry Fisiologi. Bandung : UNPAD5. Varney, Hursh Midwefery, Sel, Ed. Blok Well, Sucentifie Publication, Boston, London

Posisi sungsang, bisakah normal?
Ditulis oleh admin Wednesday, 25 February 2009

Usia kehamilan istriku sudah memasuki 36 minggu, setelah kami lakukan USG ternyata posisi bayi kami sungsang, apakah bayi kami masih bisa dilahirkan secara normal? atau memang harus melalui operasi cesar?. Apa cara yang harus kami lakukan supaya posisi bayi kami normal?. Terima kasih atas jawabannya. Israr, Jakarta Jika ini kehamilan pertama, maka biasanya sudah tidak berubah lagi. Cara persalinan terbaik untuk letak sungsang ada operasi sesar. Lahir spontan boleh saja dengan beberapa kondisi/syarat khusus (taksiran berat janin tidak lebih dari 3500 gram, panggul luas, bagian terbawah janin adalah bokong, bukan kaki, dan bokong sudah masuk pintu atas panggul serta persalinan timbul secara spontan/tidak diinduksi), tetapi risiko kesakitan dan kematian pada bayi meningkat 3 kali lipat. Jika ini kehamilan kedua atau lebih, masih ada kemungkinan berubah sampai 38 minggu. Saran saya: - pastikan betul usia kehamilannya memang 36 minggu - jika memang yakin usia kehamilan 36 minggu dan ini anak pertama, teliti lagi melalui pemeriksaan USG untuk mencari penyebab sungsang, apakah janinnya besar, bagaimana letak plasenta, apakah ada lilitan tali pusat, bagaimana kondisi panggul dsbnya; jika tidak ditemukan penyebab yang jelas, maka bapak bisa minta pertimbangan dokter untuk melakukan versi luar (diputar) apakah memungkinkan atau tidak - jika ini anak kedua atau lebih, lakukan senam hamil dan gerakan knee-chest (sujudmenungging) minimal 5 kali sehari selama 10-15 menit, bertahap; evaluasi USG pada usia kehamilan 38 minggu, apakah ada perubahan atau tidak; jika tidak ada perubahan dan tidak memenuhi syarat untuk persalinan spontan, sebaiknya operasi sesar saja. Cara persalinan pada letak sungsang yang tidak berkomplikasi (tidak ada penyebab khusus), diserahkan pada bapak-ibu yang bersangkutan untuk memilih, apakah ingin spontan atau operasi sesar dengan mempertimbangan untung-ruginya. Hanya saja, secara medis, rekomendasinya adalah operasi sesar. dr. Valleria Sp.OG Staff Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta Praktek:1. RS Hasanah Graha AfiaJl. Raden Saleh no. 42 DepokTelp. 021-778262672. RS MH Thamrin International CileungsiJl. Raya Narogong Limus Nunggal CileungsiTelp. 021-8235052

← Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persalinan normal. Kehamilan akan ditunggu sampai kontraksi/mulas . Karena risiko persalinan normal pada bayi dengan posisi sungsang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan posisi normal. pantat atau kaki si bayi yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala pada posisi normal. dan lebih dari 90% yang menjadi letak kepala pada umur kehamilan cukup bulan (kehamilan > 37 minggu). Meskipun demikian tidak semua bayi sungsang harus lahir dengan operasi. Apabila tidak ada indikasi kontra. maka umumnya persalinan akan dilakukan dengan bedah caesar. Mudah-mudahan sampai akhir kehamilan nanti bayi ibu tetap dalam letak kepala. antara lain dari jenis letak sungsang (bukan letak kaki) dan kelancaran jalannya persalinan. terutama pada persalinan anak pertama dengan bayi yang cukup besar. tumor jinak rahim/mioma. Dalam persalinan prematur. Demikian juga dengan bayi letak kepala. maka ada kemungkinan untuk dilahirkan melalui vagina secara spontan atau dengan bantuan alat (vakum/forseps). sebagian besar akan tetap demikian sampai akhir masa kehamilan. ada tanda-tanda yang diyakini dokter yang menyebabkan bayi sungsang dapat dilahirkan spontan. Angka tersebut akan turun seiring dengan umur kehamilan mendekati 40 minggu. kelainan janin. Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi ini ketika lahir. Pada umur kehamilan 28 minggu. Apabila bayi ibu sampai akhir kehamilan nanti tetap dalam letak kepala. biasanya dokter akan mencoba melakukan pemutaran dari luar (versi luar) dahulu dilakukan mulai usia kehamilan 28 minggu. Penyebab letak sungsang sering tidak diketahui pasti. kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang adalah 25%. Saat ini kehamilan ibu masih berusia 5 setengah bulan dan meskipun saat ini bayi dalam letak kepala ia masih dapat berubah. Hal ini karena risiko kematian dan cacat/kecelakaan pada pertolongan persalinan bayi letak sungsang lewat vagina (spontan) jauh lebih tinggi ( 4 kali lebih besar) dari persalinan spontan bayi letak kepala. secara teori dapat terjadi karena faktor ibu seperti perut kendur. Lebih dari 50% bayi pernah mengalami letak sungsang dalam kurun 9 bulan kehamilan. Kehamilan sungsang didiagnosis melalui bantuan ultrasonografi (USG). atau faktor bayi seperti pada bayi kembar. letak plasenta lebih rendah. kelainan bentuk rahim. Tapi benarkah bayi sungsang harus dilahirkan dengan operasi? Saat ini lebih banyak bayi letak sungsang yang lahir dengan operasi sesar. hidramnion (cairan ketuban terlalu banyak) dll. saat ini dilakukan mulai pada usia kehamilan 37 minggu. Karena penyebab letak sungsang tidak diketahui pasti maka pencegahannya pun sulit. namun ada juga (meskipun jauh lebih sedikit) yang menjadi letak sungsang. kemungkinan bayi berada dalam posisi sungsang lebih tinggi.

kemungkinan besar bayi dilahirkan dengan operasi cesar. fetus bertambah besar sehingga pergerakannya terbatas. Sebagian besar selama kehamilan. Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu. janin akan bernafas. Untuk ibu hamil dan rekan-rekan yang bergerak dibidang medis ataupun kehamilan ulasan ini sangat perlu diketahui. mekonium. fetus (janin) yang sedang berkembang sangat bebas untuk bergerak di dalam uterus (rahim). Faktor-faktor lain yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah multiparitas. Letak sungsang terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu. Pada ibu yang pernah mengalami operasi sesar tidak dapat dilakukan induksi dengan obat-obatan/infus) jika ketuban pecah dini dan tidak disertai kontraksi persalinan. sumber : hanyawanita health: kesehatan Bagaimana bila anda atau saudari mengalami kehamilan dengan letak sungsang? Letak sungsang merupakan keadaan dimana bokong janin atau kaki berada di bagian bawah kavum uteri (rongga rahim).2Untuk menegakkan diagnosis letak sungsang diperlukan beberapa hal.persalinan datang dengan alami dan diharapkan dapat melahirkan tanpa operasi. beberapa fetus tidak seperti itu. Asal tidak ada kondisi lain yang menyebabkan harus cesar. pemeriksaan fisik yang teliti dan seksama. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang.Baik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala. Ulasan berikut tentang patofisologi. terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm. Antara umur kehamilan 32-36 minggu. panggul sempit. dan penunjang diagnosis dalam hal ini yaitu pemeriksaan ultrasonografi yang sangat membantu diagnosis dan . yaitu anamnesis yang komunikatif dan terarah. dan terjadilah aspirasi air ketuban. Sangat sulit bagi fetus untuk turn over. mortalitas tiga kali lebih besar dibandingkan dengan presentasi verteks. plasenta previa. kehamilan kembar.6 Pada janin. dan bagaimana penanganan bila sesorang akan melahirkan bayi dengan letak sungsang. hal ini disebabkan karena setelah sebagian janin lahir maka uterus akan berkontraksi yang berakibat pada gangguan sirkulasi uteroplasenta. misalnya kehamilan lewat waktu (lama hamil > 42 minggu. Sayangnya. Apabila bayi ibu menjadi letak sungsang lagi. etiologi atau penyebab. jadi apapun posisi yang dicapai pada saat ini biasanya sama dengan posisi saat persalinan akan dimulai. hidramnion. lendir dan darah. bagaimana mendiagnosis atau mengetahui apakan janin letak sungsang atau tidak. hidrosefalus. Terjadinya letak sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan. Letak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada. dan kadang-kadang letak sungsang disebabkan oleh kelainan uterus dan kelainan bentuk uterus. atau persalinan tidak maju.

sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindarkan. PrevalensiLetak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada. Pada presentasi bokong akibat ekstensi kedua .pelaksanaan terapi serta intervensi lebih dini bisa dilakukan. janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala. 3.3 Sebagai contoh. namun semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu melahirkan bayi dengan selamat.Dikenal beberapa jenis letak sungsang. untuk menolong persalinan letak sungsang diperlukan lebih banyak ketekunan dan kesabaran dibandingkan dengan persalinan presentasi kepala. Persalinan pervaginam sungsang terdiri dari tiga jenis yakni spontan. Selama terjadi kemajuan persalinan dan tidak ada tanda-tanda bahaya yang mengancam kehidupan janin. sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. frekuensi letak sungsang lebih tinggi.6Sayangnya. mengingat bahaya-bahayanya. Berikut akan diulas satu persatu mulai dari definisi menurut dunia kedokteran. Letak sungsang terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang.2.4. Mengenai Pengertian dari Persalinan Letak SungsangPersalinan sungsang adalah persalinan untuk melahirkan janin yang membujur dalam uterus dengan bokong atau kaki pada bagian bawah dimana bokong atau kaki akan dilahirkan terlebih dahulu daripada anggota badan lainnya. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala.2. terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm. hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala. terutama pada primigravida. letak sungsang atau letak lintang. Letak sungsang ini akan memerlukan teknik persalinan yang berbeda dengan persalinan letak kepala baik dalam persalinan pervaginam maupun sectio cesarea.1 PatofisiologiLetak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan dalam uterus. Karena bokong dengan kedua tungkai terlipat lebih besar daripada kepala. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu.Khusus pada persalinan pervaginam.6Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif berkurang. maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri.6• Presentasi bokong (frank breech) (50-70%). beberapa fetus tidak seperti itu. terdapat beberapa teknik atau perasat yang digunakan pada situasi berbeda pada letak sungsang. Dalam kehamilan.Sedangkan dalam persalinan.5 persen dari 136. Sebagian dari mereka berada dalam posisi sungsang.Ada beberapa komplikasi yang mungkin timbul dalam persalinan sungsang yang dapat mempengaruhi prognosis ibu dan bayi yang dilahirkan yang sedapat mungkin dihindari dengan cara menguasai teknik persalinan sungsang dengan baik guna mencapai “well born baby” dan “well health mother”. yakni:1.256 persalinan tunggal dari tahun 1990 sampai 1999 di Parkland Hospital merupakan letak sungsang. jumlah air ketuban relatif lebih banyak. sedangkan kepala berada ruangan yang lebih kecil di segmen bawah uterus.3. sedangkan pada kehamilan cukup bulan. maka penolong tidak perlu melakukan tindakan yang bertujuan untuk mempercepat kelahiran janin. Dengan demikian dapat dimengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan. Terjadinya letak sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan.5. manual aid dan total ekstraksi dimana semuanya memiliki resiko terutama pada fetal seperti asfiksi dan lainnya sedangkan indikasi untuk melakukan section cesarea pada letak sungsang sama dengan indikasi umum section cesarea secara umum.

kelainan uterus dan tumor pelvis. air ketuban masih banyak dan kepala anak relatif besar2. di bagian bawah uterus tidak dapat diraba bagian yang keras dan bulat. Gambar Presentasi letak sungsang.6Fianu dan Vaclavinkova (1978) menemukan prevalensi lebih tinggi pada implantasi plasenta di daerah kornual-fundal pada letak lintang (73 %) dari presentasi vertex (5 %) dengan sonografi. Panggul sempit5. Pada presentasi kaki bagian paling rendah adalah satu atau dua kaki. Plasenta yang terletak di daerah kornu fundus uteri dapat pula menyebabkan letak sungsang. Bila dapat diraba kaki. dapat diraba lebih jelas adanya bokong yang ditandai dengan adanya sakrum. tetapi bokong tidak dapat digerakkan semudah kepala. kedua kaki terangkat ke atas sehingga ujungnya terdapat setinggi bahu atau kepala janin. 6Apabila diagnosis letak sungsang dengan pemeriksaan luar tidak dapat dibuat. dan anus. Pada persalinan lama. Denyut jantung janin pada umumnya ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada umbilikus. Apabila masih ada keragu-raguan. Prematuritas karena bentuk rahim relatif kurang lonjong. Kadang-kadang bokong janin teraba bulat dan dapat memberi kesan seolah-olah kepala. karena kepala kurang sesuai dengan bentuk pintu atas panggul. maka harus dibedakan dengan tangan. Pada presentasi bokong kaki sempurna disamping bokong dapat diraba kaki. karena misalnya dinding perut tebal. maka diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan dalam. Pada presentasi bokong kaki tidak sempurna hanya terdapat satu kaki di samping bokong.• Presentasi bokong kaki sempurna ( complete breech ) ( 5-10%). frank breech.3. dan kepala teraba di fundus uteri. sehingga kadang-kadang sulit untuk membedakan bokong dengan muka. Pada kaki terdapat tumit. karena terasa penuh di bagian atas dan gerakan terasa lebih banyak di bagian bawah. kedua tuber ossis iskii. Tidak ada hubungan yang kuat antara letak sungsang dengan pelvis yang menyempit (panggul sempit).R.• Presentasi bokong kaki tidak sempurna dan presentasi kaki ( incomplete or footling ) ( 10-30%).1 DiagnosisDiagnosis letak sungsang pada umumnya tidak sulit. anencephalus.4. Berturut-turut dari kiri ke kanan : complete breech. 7 EtiologiAda beberapa penyebab yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah:41. Plasenta previa karena menghalangi turunnya kepala ke dalam pintu atas panggul. Seringkali wanita tersebut menyatakan bahwa kehamilannya terasa lain daripada kehamilannya yang terdahulu.Faktor lain yang menjadi predisposisi terjadinya letak sungsang selain umur kehamilan termasuk diantaranya relaksasi uterus berkaitan dengan multiparitas. tetapi hanya sejumlah kecil letak sungsang yang berhubungan dengan plasenta previa. uterus mudah berkontraksi atau banyaknya air ketuban. multi fetus. ( Magnetic Resonance Imaging ). Kelainan bentuk kepala: hidrocephalus. 6Setelah ketuban pecah. Hidramnion karena anak mudah bergerak.sendi lutut. Frekuensi terjadinya letak sungsang juga meningkat dengan adanya plesenta previa. yakni kepala. sedangkan pada tangan ditemukan ibu jari yang letaknya tidak sejajar dengan jari-jari lain dan panjang jari kurang lebih sama dengan panjang telapak tangan. bokong janin mengalami edema. dan footlink breech.I. Pada pemeriksaan luar. persalinan sungsang sebelumnya. 6Pemeriksaan yang teliti dapat membedakan bokong dengan muka karena jari . harus dipertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografik atau M. karena plasenta mengurangi luas ruangan di daerah fundus. Dengan demikian pada pemeriksaan dalam hanya dapat diraba bokong. sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas.

Apabila bokong sudah turun. 6Sebelum melakukan versi luar. 6Kontraindikasi lain untuk melakukan versi luar ialah: 1) panggul sempit. karena usaha tersebut tidak akan berhasil. bokong harus dikeluarkan lebih dahulu dari rongga panggul. sedangkan pada kehamilan kembar. Pada umumnya versi luar sebelum minggu ke-34 belum perlu dilakukan. 6Kalau versi luar gagal karena penderita menegangkan otot-otot dinding perut. baik melalui penggantian kutub yang satu dengan lainnya pada letak . sedangkan pada presentasi bokong kaki tidak sempurna. Setelah bokong keluar dari panggul. Selama versi dilakukan dan setelah versi berhasil denyut jantung janin harus selalu diawasi. Pada panggul sempit tidak ada gunanya melakukan versi luar. sedang tangan yang lain mendorong kepala ke bawah sedemikian rupa. 3) hipertensi. kedua kaki dapat diraba disamping bokong. sehingga fleksi tubuh bertambah. sedangkan denyut jantung janin harus baik. Mengingat bahayanya. Versi luar hendaknya dilakukan dengan kekuatan yang ringan tanpa mengadakan paksaan. hanya teraba satu kaki di samping bokong. usaha untuk melakukan versi luar tidak ada gunanya. akhirnya perlu dilakukan seksio sesarea. Versi luar pada perdarahan antepartum tidak boleh dilakukan. terutama pada primigravida. Disamping itu. kepala didorong masuk ke rongga panggul. hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala. yang lebih berbahaya ialah bila janin berada dalam satu kantong amnion kemungkinan tali pusat kedua janin akan saling melilit. Kalau bokong tidak dapat dikeluarkan dari panggul. Versi luar tidak ada gunanya dicoba bila air ketuban terlalu sedikit. bokong ditahan dengan satu tangan. sedangkan jari yang dimasukkan ke dalam mulut akan meraba tulang rahang dan alveola tanpa ada hambatan. 4) hamil kembar. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang. penggunaan narkosis dapat dipertimbangkan. versi luar harus diusahakan karena kalau berhasil akan memungkinkan dilakukan partus percobaan. merupakan tindakan untuk mengubah presentasi janin secara artifisial.yang akan dimasukkan ke dalam anus mengalami rintangan otot. diagnosis letak janin harus pasti. 5) plasenta previa. 6 Selanjutnya kedua tangan bekerjasama untuk melaksanakan putaran janin untuk menjadi presentasi kepala. karena dapat menambah perdarahan akibat lepasnya plasenta. karena meskipun berhasil menjadi presentasi kepala. selain janin yang lain dapat menghalangi usaha versi luar tersebut. Kerugian penggunaan narkosis untuk versi luar antara lain: narkosis harus dalam. sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindarkan. sebab dengan narkosis ringan versi laur jauh lebih sulit dibandingkan bila penderita tetap dalam keadaan sadar. 6 Pada penderita hipertensi. usaha versi luar dapat menyebabkan solusio plasenta.1. tindakan ini dilakukan dengan meletakkan jari-jari kedua tangan penolong pada perut ibu bagian bawah untuk mengangkat bokong janin. 2) perdarahan antepartum.1.6 Penatalaksanaan Dalam kehamilanMengingat bahaya-bahayanya. Versi luar sebaiknya dilakukan pada kehamilan antara 34 dan 38 minggu.6VersiVersi atau pemutaran. Sesudah janin berada keadaan presentasi kepala. karena penderita tidak merasakan sakit ada bahaya kemungkinan digunakan tenaga berlebihan dan dapat mengakibatkan lepasnya plasenta. Tetapi bila kesempitan panggul hanya ringan. karena kemungkinan besar janin masih dapat memutar sendiri. Pada presentasi bokong kaki sempurna. sedangkan setelah minggu ke-38 versi luar sulit untuk berhasil karena janin sudah besar dan jumlah air ketuban relatif berkurang. sebaiknya tidak melakukan versi luar dengan menggunakan narkosis.

assisted breech delivery). persalinan pervaginam dibagi menjadi 3 yaitu:a) Persalinan spontan (spontaneous breech). Indikasi tersebut kemudian bisa diperluas sampai pada letak bayi yang tidak stabil biasanya masih bisa berubah secara spontan menjadi letak longitudinal ketika proses persalinan berlangsung.IndikasiKecuali pada persalinan bayi kedua dalam kehamilan kembar.IndikasiJika presentasi bokong atau bahu (letak lintang) didiagnosis pada minggu-minggu terakhir kehamilan. Jadi. hanya ada beberapa indikasi untuk dilakukannya versi podalik dalam. (4) pasien tidak gemuk. berlaku inidikasi yang sama.4.5. sementara pada versi dalam. Denyut jantung janin harus dimonitor terusmenerus. sementara bagian atas badan janin didorong ke arah yang berlawanan secara trans abdomen. sehingga harus dicoba untuk menghindari peningkatan angka mortalitas yang menyertai persalinan sungsang. alat sonografi akan bermanfaat. Akan tetapi versi sefalik luar jarang berhasil kalau serviks sudah mengadakan dilatasi penuh atau kalau ketuban sudah pecah. (1998). Jika letak janin melintang. Janin dilahirkan dengan kekuatan dan tenaga ibu sendiri. Persalinan pervaginamBerdasarkan tenaga yang dipakai dalam melahirkan janin pervaginam.longitudinal. seluruh tangan operator dimasukkan ke dalam kavum uteri. Versi Podalik DalamPerasat ini terdiri dari pemutaran janin oleh dokter kebidanan yang memasukkan tangannya ke dalam rongga rahim.3. Prosedur Pertolongan Persalinan . Versi sefalik dianggap oleh sebagian dokter kebidanan sebagai teknik yang sering berhasil baik dengan morbiditas yang kecil. Tindakan ini kemudian diikuti oleh ekstraksi bokong. (3) posisi punggung bayi tidak menghadap ke belakang.Dalam stadium awal persalinan. ketuban masih utuh dan janin yang berada dalam letak lintang berukuran kecil dan atau sudah mati. Managemen Dalam persalinanJenis pimpinan persalinan sungsang1. Jenis versi ini juga diberi nama menurut metode yang dipakai. sehingga dokter bisa mendengar suara denyut jantung tersebut selama melakukan tindakan.c) Ekstraksi sungsang (total breech extraction). Kemungkinan trauma yang serius pada janin dan ibu pada waktu dilakukan versi podalik dalam dari suatu presentasi kepala.Menurut Fortunato dkk. Kalau ada.A.Tergantung pada bagian presentasi janin (kepala atau bokong). pengubahannya menjadi presentasi verteks dapat dicoba lewat manuver luar asalkan tidak terdapat disproporsi nyata antara besar janin dan ukuran panggul. Versi Sefalik LuarTujuan prosedur ini adalah untuk mengubah presentasi yang kurang menguntungkan menjadi presentasi verteks atau presentasi belakang kepala. versi luar merupakan tindakan manipulasi yang dilakukan lewat dinding abdomen . versi sefalik luar lebih besar kemungkinannya untuk berhasil jika : (1) bagian presentasi belum turun ke dalam panggul. (2) cairan ketuban masih terdapat dalam jumlah yang normal.61. kecuali bila janin itu berukuran sangat kecil dan biasanya belum viabel. Janin dilahirkan sebagian dengan tenaga dan kekuatan ibu dan sebagian lagi dengan tenaga penolong. dapat dilakukan versi sefalik atau podalik. Persalinan per abdominam ( seksio sesarea)A. menangkap salah satu atau kedua kaki janin. Janin dilahirkan seluruhnya dengan memakai tenaga penolong. Cara ini lazim disebut cara Bracht. sebelum ketuban pecah.b) Manual aid (partial breech axtraction. karena akan mengakibatkan pemakaian tenaga yang tidak semestinya. atau konversi letak oblik atau letak lintang menjadi letak longitudinal.2. perubahan presentasi tersebut merupakan satu-satunya alternatif bagi tindakan seksio sesarea. Terkadang prosedur ini bisa dibenarkan kalau serviks sudah berdilatasi penuh.2. dan menariknya keluar lewat serviks. Jangan menggunakan anestesi. B.

Kerugiana. yaitu mulai lahirnya mulut sampai seluruh kepala lahir. Menghindari terjadinya ruang kosong antara fundus uterus dengan kepala janin sehingga tidak terjadi lengan menjungkit. Segera setelah bokong lahir. Menjaga agar posisi kepala janin tetap dalam posisi fleksi. Seorang asisten segera menghisap lendir dan bersamaan dengan itu penolong memotong tali pusat. Bersamaan dengan dimulainya gerakan hiperlordosis ini. sehingga kepala harus dilahirkan secara perlahan-lahan untuk menghindari terjadinya perdarahan intra kranial (adanya ruptur tentorium serebelli).6. mulut dan akhirnya seluruh kepala.2. Oleh karena itu fase ini harus segera diselesaikan dan tali pusat segera dilonggarkan. janin dapat bernafas lewat mulut.8.7.9. yaitu mulai lahirnya bokong sampai pusat (skapula depan ). sehingga tidak semua persalinan letak sungsang dapat dipimpin dengan cara Bracht. yaitu mulai dari lahirnya pusar sampai lahirnya mulut. penolong harus memperhatikan sekali lagi persiapan untuk ibu. yaitu kedua ibu jari penolong sejajar sumbu panjang paha. Janin yang baru lahir diletakkan diperut ibu.2. ke dunia luar yang tekanannya lebih rendah.Teknik1. Pada waktu bokong mulai membuka vulva (crowning) disuntikkan 2-5 unit oksitosin intra muskulus. Ibu tidur dalam posisi litotomi. Dengan melakukan gerakan hiperlordosis ini berturut-turut lahir tali pusat. Penolong hanya mengikuti gerakan ini tanpa melakukan tarikan sehingga gerakan tersebut hanya disesuaikan dengan gaya berat badan janin.b. Pemberian oksitosin ini adalah untuk merangsang kontraksi rahim sehingga fase cepat dapat diselesaikan dalam 2 his berikutnya. janin. adanya lengan menjungkit atau menunjuk.disebut fase lambat karena fase ini hanya untuk melahirkan bokong.5. Dari semula memang hendak melakukan pertolongan secara manual aid.6Tahapan1. misalnya bila terjadi kemacetan baik pada waktu melahirkan bahu atau kepala. dagu. Tahap pertama: fase lambat. Pada persiapan kelahiran janin harus selalu disediakan cunam Piper. tali pusat dikendorkan lebih dahulu. Cara ini adalah cara yang paling mendekati persalinan fisiologik. maupun penolong. Disebut fase cepat karena pada fase ini kepala janin mulai masuk pintu atas panggul. Pada waktu tali pusat lahir dan tampak sangat tegang.5.b. Keuntungana. bahu dan lengan. janin besar. sedang penolong berdiri di depan vulva. c.b.3. yaitu punggung janin didekatkan ke perut ibu. Tangan penolong tidak masuk ke dalam jalan lahir. Tahap kedua: fase cepat. Persalinan secara Bracht mengalami kegagalan. jalan lahir kaku misalnya pada primigravida. Disebut fase lambat karena kepala akan keluar dari ruangan yang bertekanan tinggi (uterus). Kemudian penolong melakukan hiperlordosis pada badan janin guna mengikuti gerakan rotasi anterior. 3. Pada setiap his ibu disuruh mengejan. yaitu bagian yang tidak begitu berbahaya. sehingga mengurangi trauma pada janin. sedangkan jari-jari lain memegang panggul. Di Negara Amerika sebagian .5.Spontan1. Bila mulut sudah lahir. Persalinan secara Bracht mengalami kegagalan terutama dalam keadaan panggul sempit.2. Maksud ekspresi Kristeller ini adalah:a. Ketika timbul his ibu disuruh mengejan dengan merangkul kedua pangkal paha. perut.6Indikasi1. bokong dicengkram secara Bracht. Episiotomi dikerjakan pada saat bokong membuka vulva. sehingga mengurangi bahaya infeksi. seorang asisten melakukan ekspresi Kristeller pada fundus uterus. sehingga fase cepat dapat segera diselesaikan. 5-10% persalinan secara Bracht mengalami kegagalan. Gambar teknik hiperlordosis punggung bayi pada perasat Bracht 7 B.4. Tahap ketiga: fase lambat. Prosedur Manual Aid1. Sebelum melakukan persalinan. sehingga kemungkinan tali pusat terjepit. sesuai dengan sumbu panggul. Agar tenaga mengejan lebih kuat.

Klasik ( Deventer )b. Dengan pegangan ini badan janin ditarik curam ke bawah sampai pusar lahir. sedang tangan yang lain membuka labia. Louvset3. Cunam Piper Gambar Melahirkan bahu dan lengan dengan cara klasik/Deventer 7 Gambar Melahirkan bahu dan lengan (Mueller) : ekstraksi depan kemudian belakang 7 Gambar Manual aid Mauriceau-Veit-Smellie 7 Gambar Perasat Prague terbalik 7 Gambar 7. Selanjutnya untuk melahirkan badan janin yang lain dilakukan cara persalinan yang sama seperti pada manual aid.2. Setelah kaki bawah fleksi pergelangan kaki dipegang oleh jari kedua dan jari ketiga dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut.1. Muellerc.2. Tahap ketiga. Prague terbalike.6. sehingga sukar untuk menurunkan kaki. Ekstraksi dengan menggunakan cunam Piper 7 C. Kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dielevasi ke atas sehingga trokanter belakang lahir. Kedua tangan penolong memegang betis janin. lahirnya bokong sampai pusar yang dilahirkan dengan tenaga ibu sendiri. Ekstraksi bokong dikerjakan bila jenis letak sungsang adalah letak bokong murni (frank breech).5. sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan paha. Ekstraksi kaki menggunakan perasat Pinard 7Teknik Ekstraksi Bokong1. kaki janin ditarik curam ke bawah sampai pangkal paha lahir. dan jari-jari lain di depan betis. dan kemungkinan besar tali pusat terjepit diantara kepala janin dan pintu atas panggul. Mauriceaub.2. pelipatan paha dikait dan ditarik curam ke bawah. Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dahulu. Tahap pertama. yaitu kedua ibu jari diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang betis.5. Pegangan dipindahkan pada pangkal paha setinggi muingkin dengan kedua ibu jari di belakang paha. Setelah persiapan selesai. karena mereka menganggap bahwa sejak pusar lahir adalah fase yang sangat berbahaya bagi janin.3. Tangan yang di luar mendorong fundus uterus ke bawah. Cara atau teknik untuk melahirkan bahu dan lengan adalah secara:a.besar ahli kebidanan cenderung untuk melahirkan letak sungsang secara manual aid. Tahap kedua. Jari telunjuk tangan penolong yang searah dengan bagian kecil janin. Prosedur Ekstraksi sungsangTeknik Ekstraksi Kaki1. Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokanter depan lahir. dan bokong sudah berada di dasar panggul. dimasukkan ke dalam jalan lahir dan diletakkan di pelipatan paha depan. Najouksc. lahirnya bahu dan lengan yang memakai tenaga penolong. Wigan MartinWinckeld. Bila kedua trokanter telah lahir berarti bokong telah lahir. kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi. Tangan yang di dalam mencari kaki depan dengan menelusuri bokong. tangan yang searah dengan bagian-bagian kecil janin dimasukkan secara obstetrik ke dalam jalan lahir. karena pada saat itulah kepala masuk ke dalam pintu atas panggul. Dengan pegangan ini. maka untuk melahirkan janin selanjutnya dipakai teknik pegangan femuro-pelviks. maka yang akan lahir lebih dulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus curam ke bawah. Setelah bokong lahir. Untuk memperkuat . pangkal paha sampai lutut. lahirnya kepala.4.Kepala dapat dilahirkan dengan cara:a.6Gambar 4. Dengan jari telunjuk ini.Tahapan1.

Pada fetus preterm. akan menekan tali pusat. Walaupun demikian. Dislokasi panggul terutama pada waktu melahirkan tungkai yang sangat ekstensi (fleksi maksimal). khususnya pada panggul sempit atau adanya diproporsi sefalo-pelvik. Dislokasi bahu. Fraktur humerus ketika hendak melahirkan lengan yang menjungkit (extended). yang menimbulkan anoksia. yang dapat menimbulkan sufokasi. sebelum memutuskan untuk melahirkan janin secara pervaginam.1. dan serviks belum berdilatasi cukup untuk melahirkan kepala tanpa trauma. maka tangan penolong yang lain mencengkeram pergelangan tangan tadi. Sufokasi.h.f. atau2. Kerusakan jaringan otak. Pada keadaan ini.Kerusakkan pada tulang janin dapat berupa:a. Kematian perinatal pada letak sungsang dibanding dengan letak belakang kepala rata-rata 5 kali lebih banyak. dan turut menarik curam ke bawah. sehingga timbul dekompresi.2. Setelah bokong lahir. abdomen. insisi Duhrssen pada serviks mugkin dapat dilakukan. tarikan atau keduanya.4. atau kepala janin yang dilahirkan secara mendadak. Cara persalinan secara ekstraksi total (total extraction) merupakan cara persalinan dengan penyulit janin yang sangat nburuk. Ini melibatkan persalinan yang sedikit cepat dapat menekan bagian-bagian janin. Bila dengan tarikan ini trokanter depan mulai tampak di bawah simfisis.6Penyulit persalinan pervaginam1. Hematoma otot-otot. Akibatnya darah. Pada keadaan yang tidak menguntungkan ini. cairan amnion dan mekonium akan diaspirasi. perbedaan antara ukuran kepala dan bokong biasanya lebih besar daripada fetus yang lebih tua.1. Oleh karena itu cara persalinan ini sekarang sudah tidak dianjurkan lagi pada janin hidup.4. beberapa pergerakan kepala mungkin sukses melewati jalan lahir.Selain akibat mengecilnya uterus pada waktu badan janin lahir. lengan dan kepala harus lahir secara tepat. bokong dipegang secara femuro-pelviks.Mengingat penyulit pada janin akibat persalinan pervaginam cukup berat. Bila sudah diputuskan melahirkan janin pervaginam. persalinan mungkin dipaksakan. Keadaan ini merangsang janin untuk bernapas.Bila sebagian besar badan janin telah lahir. Oleh karena itu. Fraktur tulang-tulang kepala. persalinan mungkin tertunda beberapa menit ketika melahirkan kepala yang menyusul melewati pelvis ibu.5.g. pilihan persalinan pervaginam keduanya tidak memuaskan:1. maka anoksia ini diperberat lagi. kemudian janin dapat dilahirkan dengan cara manual aid (bedah kebidanan). sehingga terjadi gangguan sirkulasi plasenta dan menimbulkan anoksia janin. Fraktur klavikula ketika melahirkan bahu yang lebar. juga merupakan rangsangan yang kuat untuk janin bernapas. sekali letak sungsang melewati introitus vagina. Badan janin yang sebagian sudah berada diluar rahim. 3.tenaga tarikan ini. thoraks. Asfiksia fetalis.c.5Komplikasi pada persalinan pervaginamPersalinan sungsang dengan tarikan sampai pada lahirnya umbilikus dan talipusat menyentuh pelvis. yaitu kematian janin 3 kali lebih banyak dibanding persalinan spontan. Robertson dan kawan- . dan fetal hipoksia mungkin berbahaya.Trauma pada otak janin dapat terjadi. Pada kehamilan aterm. Fraktur pada tulangtulang janin. Paralisis brakialise. maka penolong dituntut untuk menguasai teknik persalinannya secara terampil. bokong dan ekstremitas bawah fetus preterm akan melewati serviks dan dilahirkan. terjadilah pengecilan rahim. menyebabkan trauma dari penekanan. maka perlu dilakukan evaluasi obstetrik dengan teliti.3. trauma pada fetus dan ibu mungkin dapat dinilai.b. maka jari telunjuk penolong yang lain segera mengait pelipatan paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir. Fraktur femur. mukus. tetapi hipoksia dan asidemia bertambah berat. Saat itu.d. dengan bahaya terjepitnya tali pusat pada waktu kepala masuk panggul (fase cepat). serviks yang belum terbuka lengkap.

Primigravida tua. Dengan cara yang sama.b. dan 5 persen pada letak bokong murni.Frekuensi prolaps tali pusat meningkat apabila fetus berukuran kecil atau bila sungsang tidak dalam posisi bokong murni. yang gejala-gejalanya akan tampak baik pada waktu persalinan maupun baru di kemudian hari. Dicurigai . Masalah lain pada mekanisme letak sungsang adalah terperangkapnya lengan di belakang leher. Lebih lanjut.5 perse.Soernes dan Bakke ( 1986) pada pengamatan awal menyatakan bahwa panjang tali pusat umbilikus lebih pendek pada letak sungsang dari keterlibaletak kepala secara signifikan. khususnya pada 1 menit. Abnormalitas tali pusat ini sepertinya memainkan peran dalam perkembangan janin letak sungsang seperti insiden yang relatif tinggi pola denyut jantung janin yang mencemaskan pada persalinan. dan HCO3 lebih rendah dibandingkan persalinan letak kepala. memberi trauma yang sangat berarti bagi janin. Flanagan dan kawan-kawan (1987) menekankan bahwa kelahiran bayi pada persalinan sungsang tidak diperburuk oleh perbedaan yang signifikan dari Apgar skor atau status asam basa pada kelahiran. lebih dari 3. Sebagai contoh.3. Socol dan kawan-kawan (1988) menyimpulkan. Prosedur persalinan sungsang per abdominal1. Sedangkan.c. Komplikasi lengan menunjuk ( nuchal arm) sampai 6 persen dari persalinan sungsang pervaginam dan dihubungkan dengan peningkatan mortalitas neonatal ( Cheng and Hanah. 1991 ).2. Keseluruhan.4 persen pada presentasi kepala ( Barrett. Persalinan letak sungsang dengan seksio sesarea sudah tentu merupakan cara yang terbaik ditinjau dari janin. didapatkan 4 persen kejadian prolaps tali pusat. persalinan sesarean meningkatkan Apgar skor tetapi tidak status asm basa. 1996).e. Janin besar. insiden pada posisi frank breech sekitar 0. misalnya:a.Apgar skor. Namun hal ini tidak berarti bahwa semua letak sungsang harus dilahirkan per abdominal.1987). bagaimanapun.1996) mengamati tidak ada perbedaan yang bermakna pada kejadian kepala terperangkap pada persalinan sungsang umur kehamilan 28-36 mingggu atau 24-27 minggu. keterlibatan tali pusat yang melingkar-lingkar pada fetus lebih umum pada letak sungsang ( Spellacy and associates.kawan ( 1995. Untuk melakukan penilaian apakah letak sungsang dapat melahirkan per vaginam atau harus per abdominam kadang-kadang sukar. Banyak ahli melaporkan bahwa persalinan letak sungsang pervaginam. 1993 ). Nilai sosial janin tinggi (high social value baby).Albrechtsen dan kawan-kawan (1997) mengevaluasi percobaan untuk memilih persalinan pervaginam atau sesarean pada letak sungsang. Pada 1212 letak sungsang. insiden prolaps tali pusat pada presentasi kaki adalah 15 persen. yang sesuai dengan 0. Mereka juga menemukan tidak ada hubungan kelahiran neonatus yang tidak diinginkan setelah kepala terperangkap.5 kg-4 kg. pada persalinan pervaginam letak sungsang secara umum lebih rendah dari bila dilakukan persalinan sesarean secara elektif (Flanagan dan kawan-kawan. nilai asam basa darah tali pusat secara signifikan berbeda untuk persalinan pervaginam. Dalam laporan Collea dan kawan-kawan ( 1978 ). Riwayat persalinan yang buruk (bad obstetric history). Pco2 tinggi.D. Christian dan Brady (1991) melaporkan bahwa pH darah arteri umbilikus rendah. 10 persen dari wanita yang dikenali untuk persalinan pervaginam mengalami persalinan sesarean karena berisiko dalam persalinan.d. Flannagan dan kawan-kawan (1987) menyeleksi 244 wanita dengan letak sungsung yang bervariasi (72 persen adalah frank brech) untuk percobaan persalinan. Beberapa kriteria yang dapat dipakai pegangan bahwa letak sungsang harus dilahirkan per abdominal. Fetal distres bukan karena prolaps tali pusat didiagnosa pada 5 persen wanita lainnya yang dipilih untuk persalinan pervaginam.

atau keduanya. Hauth JH.2.2. Kelainan fetus.Zatuchni dan Andros telah membuat suatu indeks prognosis untuk menilai lebih tepat apakah persalinan dapat dilahirkan per vaginam atau per abdominam. edisi 1979. atau persalinan after coming head lewat serviks yang belum berdilatasi lengkap. Tetapi.7. humerus atau femur. neonatus.f. Prematuritas. Berat badan lahir yang rendah pada persalinan preterm. Gant NF. Distosia (Patologi Persalinan ) dalam Obstetri Patologi bagian obstetri dan ginekologi.6.5. dan bayi. PrognosisBaik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala. bisa saja terjadi. Di samping peningkatan risiko terjadinya ruptura tentorium dan perdarahan intraserebral. Tindakan manipulasi tersebut dapat pula menyebabkan pelebaran luka episiotomi dan robekan perineum yang dalam. Morbiditas dan mortalitas perinatal dari persalinan yang sulit. angka mortalitas perinatal juga meningkat akibat semakin besarnya kemungkinan terjadinya trauma lain pada saat dilakukan ekstraksi. Multipel fetus8. Breech Presentation and Delivery in William Obstetrics. prolapsus funikuli pada presentasi bokong tak lengkap jauh lebih sering dijumpai bila dibandingkan pada presentasi verteks.Fraktur humerus dan klavikula tidak selalu dapat dihindari ketika dilakukan pembebasan lengan. Berbagai perasat intra uteri. Intervensi operatif. New York: Mc Graw Hill Company. dapat mengakibatkan ruptura uteri.61. Leveno KJ. DiLeo GM. Meskipun demikian. Paralisis lengan merupakan peristiwa yang bisa terjadi akibat tekanan oleh jari tangan operator pada pleksus brakialis ketika melakukan traksi.6 Jika ingin lebih lengkapnya bisa dibaca sumber-sumber tulisan ini: 1. khususnya dengan segmen bawah uterus yang sudah tipis. Kalau bayi ditarik keluar secara paksa lewat panggul yang sempit. meningkatnya komplikasi berikut harus diantisipasi:1. secara umum prognosis bagi ibu yang bayinya dilahirkan dengan ekstraksi bokong bagaimanapun juga lebih baik bila dibandingkan pada tindakan seksio sesarea. yang menyertai persalinan sungsang. 21st edition. Wenstrom KD. beberapa permasalahan yang lebih serius dapat mengikuti separasi epifisis pada tulang skapula. Bandung: Elstar Offset: 169-185. tetapi lebih sering lagi disebabkan oleh peregangan leher secara berlebihan ketika dilakukan pembebasan lengan bayi. Cunningham FG. Fetal . 2001: 509-535. Prolaps tali pusat. Kadang-kadang leher bayi sendiri dapat patah kalau pada waktu ekstraksi digunakan tenaga yang besar.Bagi janin. KomplikasiPada letak sungsang yang persisten. Gilstrap LC. fraktur kompresi berbentuk sendok atau fraktur tengkorak yang sebenarnya. hambatan pertumbuhan. dengan akibat yang umumnya fatal. dan fraktur femur dapat terjadi dalam pelaksanaan ekstraksi bokong pada persalinan frank breech yang sulit.adanya kesempitan panggul. meskipun keadaan ini akan hilang spontan. Plasenta previa. khususnya seksio sesarea. Hematom otot sternokleidomastoideus kadang kala terjadi setelah tindakan ekstraksi. prognosisnya kurang menguntungkan dan akan semakin serius dengan semakin tingginya bagian presentasi pada awal dilakukannya ekstraksi bokong.3. Lebih lanjut.4. Pada persalinan sungsang yang sulit terdapat peningkatan risiko maternal. Anomali uterus dan tumor.1.3. laserasi serviks ataupun keduanya. Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu. dan komplikasi ini selanjutnya akan memperburuk prognosis bagi bayi. Anestesi yang memadai untuk menimbulkan relaksasi uterus yang nyata dapat pula mengakibatkan atonia uteri yang selanjutnya diikuti oleh perdarahan postpartum dari tempat implantasi plasenta.

persalinan letak sungsang. Contact the author Kelainan Kelainan Letak Sungsang Dalam Kehamilan Letak sungsang merupakan suatu letak dimana bokong bayi merupakan bagian rendah dengan atau tanpa kaki (keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri. Pada palpasi di bagian bawah . Persalinan Sungsang dalam Ilmu Bedah Kebidanan. bayi. kebidanan. last update december 10. Nugroho.Anatomi. kesehatan ibu hamil. letak sungsang. http://www. Selain itu kelainan-kelainan seperti hidrosefalus. Persalinan Sungsang. Accessed August 9. Patologi Persalinan dan Penanganannya dalam Ilmu Kebidanan. plasenta letak rendah atau tumor yang menghalangi jalan lahir. tetapi pada kaki ektensi.emedicine. Wiknjosastro H. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. Fischer R. janin. 5. accesssed August 9. 2002: 104-122. last update May 5. gande multi. Terima kasih atas kunjungannya.6. pada posisi ini paha dan lutut bayi fleksi dan kaki menutupi bokong.7.ahealthyme. Saya I Made Haryoga.csd. 2006. 1999. http://www. Ada 4 tipe letak sungsang 1)Complete/flexed brech. 2005.K.html. uterus bikormis.com/bp/emed. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. sehingga kaki berada dekat kepala. 2006. janin berada dalam posisi 1 atau kedua lutut berada di bawah bokong Penyebab Presentasi bokong terjadi kurang lebih 3% pada semua persalinan.com/fa/ahealth.com.who has written 62 posts on imadeharyoga. http//:www. edisi ke-4. kehamilan letak sungsang. Wiknjosastro H.Accessed August 18.css.4. sering terjadi pada primiyang prematur 3)Presentesi kaki. tugas kedokteran This post was written by: haryoga . Silakan lihat halaman about me untuk profil saya selengkapnya. Selamat datang di rumah saya. 2006. penyebab pasti dari presentasi bokong belum diketahui secara pasti tetapi dapat terjadi pada persalinan premetur. 1 atau kedua kaki di bawah bokong 4)Presentasi lutut. Tipe ini lebih sering pada multigravida 2)Extended brech (frank brech) pada bayi fleksi. edisi ke-3. polihidramnion memungkinkan terjadinya malpresentasi Diagnosis Diagnosis ditegakan dengan pemerikasaan abdominal. insufisiensi cairan ketuban.com/Yosemite/rapids/cklobpt9. managemen kehamilan. patofisiologi obgyn. 2002: 607-622. Breech Presentation.geocities.

Penmeriksaan dengan USG atau rontgen dapat mengetahui letak yang sebenarnya pada pemeriksaan pervaginam teraba bagian lunak anus juga akan teraba bagian sacrum. Kematian bayi pada persalinan sungsang 4 kali lebih besar daripada persalinan biasa. ruptur organ abdomen dan banyak bahaya untuk otot syaraf.Perdarahan intrakranial 3.Fraktur dan dislokasi 4. Kadang-kadang kontraksi uterus hipotonis sehingga dapat dirangsang dengan pemberian oksitosin.teraba bagian yang kurang keras dan kurang bundar. Denyut jantung janin terdengar di atas pusat. Jika bokong enganged seperti pada bokong murni dimana terdapat resiko pecah selput ketuban dan prolapsus umbilikal. ibu sebaiknya tidak berjalan-jalan.Anoksia intra dan ekstra uterin 2.Kala II persalinan . Bahaya lain adalah fraktur. bundar dan melenting. ketika fetus masih agak kecil. Bahaya persalinan sungsang dapat di simpulkan sebagai berikut: 1. Manajemen Persalinan Sungsang Persalinan dianjurkan di rumah sakit di bawah pengawasan dokter ahli obstetri. Kebanyakan dokter ahli kebidanan menganjurkan induksipersalinan pada 38 minggu. Pada saat pembukaan servik tercapai ¾ nya biasanya ibu ingin mengejan. Pelepasan plasenta dapat terjadi pada kala II akibat tarikan dari tali pusat.Kerusakan otot dan syaraf terutama pada otot sterno mastoid dan fleksus brachialis 5. anastesi dan ahli anak. sementara di fundus teraba bagian yang keras. Setelah kepala masuk ke dalam rongga panggul dapat terjadi tekanan pada kepala pada tali pusat dan ini akan menyebabkan hipoksia janin. 1.Oedem genital dan memar atau lecet akibat capformation Kejadian anomali kongenital tinggi pada bayi dengan presentasi atau letak sungsang dan terutama pada BBLR.Ruptur organ abdomen 6. Jika ibu tidak partus spontan pada 40 minggu biasanya dilakukan induksi persalinan.Kala I persalinan Kala I persalinan lebih lama daripada letak belakang kepala. bokong dapat melalui servik tetapi kepala tidak melalui servik sehinga ibu dilarang untuk mengejan sampai dilatasi servik lengkap 2. Bahaya Persalinan sungsang tidak menyebabkan bahaya bagi ibu tetapi menimbulkan hal yang serius bagi bayinya.

Pemeriksaan vaginal dilakukan untuk mengetahui pembukaan lengkapsebelum menyuruh ibu mengedan. tubuh di simpan di atas abdomen ibu. Pertama-tama kandung kancing dikosongkan ketika bokong belakng meregang perineum diberi anastesi lokal dan dilakukan episiotomi. Bokong belakang tampak di vulva dan bokong maju lebih cepat. Perineum ditekan dengan jari untuk membuka mulut bayi. Jika kepala dilahirkan dengan cepat dapat terjadi perdarahan intrakranial.Sacrum kiri/kanan belakang Pertolongan persalinan pada letak sungsang Persalinan letak sungsang dapat ditolong dengan prasar brach ataupun dengan tindakan/extraksi. Setelah hidung tampak di vulva . Ketika kuduk dan garis rambut sudah tampak menunjukan bahwa kepala akan lahir. untuk menghindarinya biasanya dengan menggunakan forcep erygey’s atau neville barnes untuk kepala yang sudah lahir hal ini memungkinkan untuk mengontrol kecepatan lahirnya kepala. Mekanisme persalinan letak sungsang Hubungan sacrum dengan panggul ibu akanmenentukan posisi janin. lubang hidung segera dibersihkan kepala dilahirkan secara perlahan-lahan. Selanjutnya kepala dilahirkan dengan lambat. selama beberapa waktu untuk memudahkan penurunan dan fleksi dari kepala.Posisi sacrum anterior kanan 3. posisinya sama dengan letak kepalatetapi pada letak sungsang sacrum sebagai penunjuk. Sekarang bayi dalamkeadaan menggantung pada berat badannya. Ada 4 posisi pada letak sungsang: 1.Posisi sacrum kiri depan 2.Sacrum kanan/kiri 4. Tali pusat dilongggarkan pada kontraksi berikutnya bahu akan tampak. obat-obatan oksitosin diberikan pada ibu segera seteah bayi lahir. Badan bayi maju sampai sejauh umbilikus kemudian kaki di lepaskan/dilahirkan dengan perlahan-lahan. Bayi di pegang pada pergelangan kaki dan menggunakan traksi yang halus. Lengan yang normalnya fleksi menyilang di depan dada dengan mudah dilepaskan dan bahu akan lahir. Kepala ditarik ke bawah sampai batas hidung sehingga saluran nafas dapat dibersihkan dan oksigen dapat diberikan segera setelah bayi bernafas. Mulut dibersihkan dari lendir sehingga bayi bernafas tanpa menghisap cairan lendir. Metode mauriceau digunakan untuk melahirkan kepala dimana terjadi kelambatan .

pada kehamilan 32 minggu 7% dan. Apabila pada praktek di masyarakat. Sebab kematian perinatal pada persalinan presentasi bokong yang terpenting adalah prematuritas dan penanganan persalinan yang kurang sempurna.Pada letak kepala. Tipe letak sungsang yaitu: Frank breech (50-70%) yaitu kedua tungkai fleksi .1998). sedangkan bokong merupakan bagian terbawah di daerah pintu atas panggul atau simfisis (Manuab.Pengertian Kehamilan SungsangKehamilan pada bayi dengan presentasi bokong (sungsang) dimana bayi letaknya sesuai dengan sumbu badan ibu. kepala berada pada fundus uteri. Letak sungsang pada usia kehamilan kurang dari 28 minggu sebesar 25%. Jari tengah dan jari telunjuk tangan kanan disangkutkan pada bahu untuk digunakan sebagai tarikan.Letak sungsang terjadi pada 3-4% dari seluruh persalinan.53 Kematian perinatal langsung yang disebabkan karena persalinan presentasi bokong sebesar 4-5 kali dibanding presentasi kepala. Kejadian letak sungsang berkurang dengan bertambahnya usia kehamilan. Pada keadaan emergensi bidan dapat melakukan tehnik ini meskipun jarang dilakukan. Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri (2). Trauma lahir pada presentasi bokong banyak dihubungkan dengan usaha untuk mempercepat persalinan dengan tindakan-tindakan untuk mengatasi macetnya persalinan. sedangkan pesalinan letak sungsang justru . tungkai bawah ekstensi . 1-3% pada kehamilan aterm. DIPOSKAN OLEH BERKAH WATER TECHNOLOGY DI 00. mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan dari persalinan tersebut. presentasi kaki. Jari tengah menekan oksiput untuk membantu fleksi. kemudian memasukan jari tengah ke dalam mulut dan kepala difleksikan. bidan harus mengupayakan membawa ibu ke rumah sakit. dengan akibat hipoksia atau perdarahan di dalam tengkorak. memasukan tiga jari kedalam vagina dan mencari mulut bayi. kepala yang merupakan bagian terbesar lahir terlebih dahulu. Footling (10-30%) yaitu satu atau kedua tungkai atas ekstensi. asisten menekan daerah supra pubik dengan sehalus mungkin kepala dilahirkan melalui jalan lahir.dari penurunan kepala. bidan menemukan kakus dengan persalinan sungsang. tehniknya yaitu dengan menunggangkan bayi apada lengan kiri. jalan nafas dibersihkan dan kelahiran kepala dilakuka dengan cara yang sama. Complete breech (5-10%) yaitu tungkai atas lurus keatas.

extensi pada lutut. Teraba bokong2. Letak Bokong Tak Sempurna / lutut Satu atau dua kaki dengan ekstensi pada kaki merupakan bagian terendah (Fn Complek Breech). Banyak yang diketahui sebabnya.b. Berdasarkan komposisi dari bokong dan kaki dapat ditentukan bentuk letak sungsang sebagai berikut :A. Kedua kaki bertindak sebagai spalkB.hydrocepalus dan janin besar.1996 )Penyebab letak sungsang dapat berasal dari 1. sehingga hanya mempunyai waktu 8 menit.Bentuk- Bentuk Letak Sungsang (Manuaba . Kedua kaki menjungkit ke atas sampai kepala bayi3. pemeriksaan foto abdomen. ada pesentasi bokong membakal.1998)).1998). Letak Bokong Tak Sempurna1. Keterbatasan waktu persalinan kepala dan tidak mempunyai mekanisme maulage dapat menimbulkan kematian bayi yang besar (Manuaba. Teraba bokong2. Sudut Ibu a. Keadaan jalan lahir1) Kesempitan panggul2) Deformitas tulang panggul3) Terdapat tumor menjalani jalan lahir dan perputaran ke posisi kepala2. Keadaan plasenta1) Plasenta letak rendah2) Plasenta previac. Letak Bokong Murni Flexi pada paha. Sudut janinPada janin tedapat berbagai keadaan yang .EtiologiFaktor-faktor presentasi bokong meliputi prematuritas. letak bila lutut terendahUntuk menentukan berbagai letak sungsang dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan dalam. Beberapa ibu melahirkan bayinya semua dengan presentasi bokong menunjukkan bahwa bentuk panggulnya adalah sedemikian rupa sehingga lebih cocok untuk presentasi bokong daripada presentasi kepala. panggul sempit. Keadaan rahim1) Rahim arkuatus2) Septum pada rahim3) Uterus dupleks4) Mioma bersama kehamilanb.. plasenta previa. Kedua kaki berada di samping bokongC. Disamping bokong teraba satu kakiD. Dapat dibedakan letak kaki bila kaki terendah . Letak Kaki1. setelah badan bayi lahir. Persalinan kepala pada letak sungsang tidak mempunyai mekanisme “Maulage” karena susunan tulang dasar kepala yang rapat dan padat.kepala yang merupakan bagian terbesar bayi akan lahir terakhir. fibra. Bila bagian terendah teraba salah satu dan atau kedua kaki atau lutut2. Letak Bokong Murni1.c.a. Kehamilan ganda. Letak Bokong Kaki Sempurna Flexi pada paha dan lutut (Frant Greech). air ketuban yang berlebihan. Implantasi plasenta di fundus atau di tonus uteri cenderung untuk mempermudah terjadinya presentasi bokong ( Harry oxorn. ini merupakan jenis yang tersering dan meliputi hampir 2/3 presentasi bokong. Letak Bokong Kaki Sempurna1. dan pemeriksaan ultrasonografi. Teraba bokong2. myoma.

Pada presentasi bokong murni otot-otot paha teregama di atas tulang-tulang dibawahnya.c. jauh dari garis tengah dan di belakang.d. kepala janin akan menuju kearah pintu atas panggul.menyebabkan letak sungsang : 1) Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat2) Hedrosefalus atau anesefalus3) Kehamilan kembar4) Hidroamnion atau aligohidromion5) PrematuritasDalam keadaan normal. Kepala berada di fundus uteri. memberikan gambaran keras menyerupai kepala dan menyebabkan kesalahan diagnostic. muka dan kepala seluruhnya. berturut-turut akan lahir dagu. Punggung ada di sebelah kanan dekat dengan garis tengah bagian-bagian kecil ada di sebelah kiri. Kepala lebih keras dan lebih bulat dari paha bokong dan kadang-kadang dapat dipantulkan (Balloffablle) dari pada bokong uteri teraba terasa massa yang dapat dipantulkan harus dicurigai presentasi bokong. Suboksiput menjadi hipomuklion. Persalinan kepala mempunyai waktu terbatas sekitar 8 menit. kepala bayi memasuki jalan lahir dapat melintang atau miring. Disamping itu kepala janin merupakan bagian terbesar dan keras serta paling lambat. mulut. Melalui hukum gaya berat.Mekanisme persalinan letak sungsang Mekanisme persalinan letak sungsang berlangsung sebagai berikut :a) Persalinan bokongb) Persalinan bahuc) Persalinan kepala(Manuaba. Dengan bahu depan sebagai hipomoklion akan lahir bahu belakang bersama dengan tangan belakang diikuti kelahiran bahu depan dan tangan depan. 1998) Bokong masuk pintu atas panggul dapat melintang atau miring mengikuti jalan lahir dan melakukan putaran paksi dalam sehingga trochanter depan berada di bawah simfisis. bokong mencapai tempat yang lebih luas sehingga terdapat kedudukan letak kepala. Dicurigai bokong. Dengan trochanter depan sebagai hipomoklion akan lahir trochanter belakang dan selanjutnya seluruh bokong lahir untuk melakukan putaran paksi dalam sehingga bahu depan berada dibawah simfisis. Di atas panggul terasa massa lunak mengalir dan tidak terasa seperti kepala. Bersamaan dengan kelahiran bahu. kepala janin berangsur-angsur masuk ke pintu atas panggul.e.Diagnosa kedudukan 1. 1998). Mungkin kepala cukup diraba bila kepala ada di bawah tupar/iga-iga. Tonjolan kepala tidak ada . Melampaui batas 8 menit dapat menimbulkan kesakitan /kematian bayi (Manuaba. setelah bokong lahir. Pemeriksaan abdominala. Dengan gerakan kaki janin.b. ketegangan ligamentum fatundum dan kontraksi braxson hicks. serta melakukan putaran paksi dalam sehingga suboksiput berada di bawah simfisis. Letaknya adalah memanjang. hidung.

berdasarkan jalan lahir yang dilalui. Pemeriksaan vaginal1) Bagian terendah teraba tinggi2) Tidak teraba kepala yang keras. Persiapan Pasien :a) Ibu dalam posisi litotomi pada tempat tidur persalinanb) Mengosongkan kandung kemih .bokong tidak dapat dipantulkan2. Persalinan Pervaginama. pada fase ini kepala janin masuk PAP. Persalinan per abdominal : Seksio SesariaProsedur persalinan sungsang secara spontan :1.5) Sakrum ada di kuadran kanan depan panggul dan diameter gitochanterika ada pada diameter obligua kanan. Oksitosin)d) Anastesi lokal (Lidokain 2%)e) Cunam piper. Total breech extraction2. demikian pula kelainan-kelainan seperti hydrocephalus. Hasil pemeriksaan negatif ini menunjukkan adanya mal presentasi. Spontaneous breech (Bracht)b.Menurut Prawirohardjo. maka persalinan sungsang dibagi menjadi :1. Tahap lama : lahirnya mulut sampai seluruh bagian kepala.2. Ia dapat dikelirukan dngan kepala oleh karena tulang yang keras. Persetujuan tindakan medik2. kepala keluar dari ruangan yang bertekanan tinggi (uterus) ke dunia luar yang tekanannya lebih rendah sehingga kepala harus dilahirkan perlahan-lahan untuk menghindari pendarahan intrakranial (adanya tentorium cerebellum). rektum serta membersihkan daerah perenium dengan antisepticInstrumen :a) Perangkat untuk persalinanb) Perangkat untuk resusitasi bayic) Uterotonika (Ergometrin maleat.4. Denyut jantung janin Denyut jantung janin terdengar paling keras pada atau di atas umbilicus dan pada sisi yang sama pada punggung. rata dan teratur dengan garis-garis sutura dan fantenella. Tahap lambat : mulai lahirnya bokong sampai pusar merupakan fase yang tidak berbahaya.Prosedur Persalinan Bayi Sungsang ( Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. Bokong dapat dikelirukan dengan muka. sehingga kemungkinan tali pusat terjepit. Pada RSA (Right Sacrum Antorior) denyut jantung janin terdengar paling keras di kuadrat kanan atas perut ibu kadang-kadang denyut jantung janin terdengar di bawah umbilicus3.3) Bagian terendahnya teraba lunak dan ireguler. Tahap cepat : dari lahirnya pusar sampai mulut. Anus dan tuber ichiadicum terletak pada satu garis.2002)Langkah klinik1. Partial breech extraction : Manual and assisted breech deliveryc.3. jika tidak .4) Kadang-kadang pada presentasi bokong murni sacrum tertarik ke bawah dan teraba oleh jari-jari pemeriksa. Pemeriksaan Sinar XSinar X menunjukkan dengan tepat sikap dan posisi janin.

Cara Klasik (Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. Dengan tanggan kanan dan menariknya ke arah kiri atas ibu untuk melahirkan bahu kanan bayi yang berada di belakang. bokong dicekam secara bracht (kedua ibu jari penolong sejajar dengan panjang paha.2) Jangan melakukan intervensi. b) Intruksikan pasien agar mengedan dengan benar selama ada his.6) Letakkan bayi di perut ibu.3) Pegang kaki pada pergelangan kaki dengan satu tangan dan tarik ke atasa. Dengan tangan kiri dan menariknya ke arah kanan atas ibu untuk melahirkan bahu kiri bayi yang berada di belakang.c) Pimpin berulang kali hingga bokong turun ke dasar panggul. untuk melahirkan lengan belakang bayi.b.23 (sekali pakai)g) Alatalat infush) Povidon Iodin 10%i) Perangkat episiotomi dan penjahitan luka episiotomiPersiapan Penolonga) Pakai baju dan alas kaki ruang tindakan.ada sediakan cunam panjangf) Semprit dan jarum no.4) Masukkan dua jari tangan kanan atau kiri (sesuai letak bahu belakang) sejajar dengan lengan bayi.3) Longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada. 2) Tali pusat dikendorkan. tali pusat dipotong.5) Setelah bahu dan lengan belakang lahir kedua kaki ditarik ke arah bawah kontra lateral dari langkah sebelumnya untuk melahirkan bahu dan lengan bayi depan dengan cara yang sama. bersihkan jalan nafas bayi.2002)Pengeluaran bahu dan tangan secara klasik dilakukan jika dengan Bracht baht dan tangan tidak bisa lahir.Tindakan Pertolongan Partus Sungsanga) Lakukan periksa dalam untuk menilai besarnya pembukaan.4) Lakukan hiperlordosis janin pada saat anguluc skapula inferior tampak di bawah simfisis (dengan mengikuti gerak rotasi anterior yaitu punggung janin didekatkan ke arah perut ibu tanpa tarikan) disesuaikan dengan lahirnya badan bayi.II. lakukan episiotomi saat bokong membuka vulva dan perineum sudah tipis. mulut. dahi dan kepala. Cara Bracht1) Segera setelah bokong lahir. jari-jari yang lain memegang daerah panggul).Melahirkan bahu depan . selaput ketuban dan penurunan bokong serta kemungkinan adanya penyulit.III. Cara MullerPengeluaran bahu dan tangan secara Muller dilakukan jika dengan cara Bracht bahu dan tangan tidak bisa lahir. masker dan kaca mata pelindungb) Cuci tangan hingga siku dengan di bawah air mengalirc) Keringkan tangan dengan handuk DTTd) Pakai sarung tangan DTT / sterile) Memasang duk (kain penutup)4. hidung. bungkus bayi dengan handuk hangat.Melahirkan bayi : I. bokong dicekam dan dilahirkan sehingga bokong dan kaki lahir.Prosedur :1) Segera setelah bokong lahir.5) Gerakkan ke atas hingga lahir dagu. ikuti saja proses keluarnya janin.

terlebih dahulu dengan menarik kedua kaki dengan cara yang sama seperti klasik, ke arah belakang kontra lateral dari letak bahu depan.Setelah bahu dan lengan depan lahir dilanjutkan langkah yang sama untuk melahirkan bahu dan lengan belakang.IV. Cara

Lovset (Dilakukan bila ada lengan

bayi yang terjungkit di belakang kepala / nuchal arm)(a) Setelah bokong dan kaki bayi lahir memegang bayi dengan kedua tangan. Memutar bayi 180o dengan lengan bayi yang terjungkit ke arah penunjuk jari tangan yang muchal.(b) Memutar kembali 180o ke arah yang berlawanan ke kiri atau ke kanan beberapa kali hingga kedua bahu dan lengan dilahirkan secara Klasik atau Muller.V.

Ekstraksi KakiDilakukan bila kala II tidak maju atau

tampak gejala kegawatan ibu-bayi. Keadaan bayi / ibu mengharuskan bayi segera dilahirkan.1) Tangan kanan masuk secara obstetrik melahirkan bokong, pangkal paha sampai lutut, kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi,tangan yang lain mendorong fundus ke bawah. Setelah kaki fleksi pergelangan kaki dipegang dengan dua jari dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut.2) Kedua tangan penolong memegang betis janin, yaitu kedua ibu jari diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan betis, kaki ditarik turun ke bawah sampai pangkal paha lahir.3) Pegangan dipindah ke pangkal paha sehingga mungkin dengan kedua ibu jari di belakang paha, sejajar sumbu panjang paha dan jari lain di depan paha.4) Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokhanter depan lahir kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dievaluasi ke atas hingga trokhanter belakang lahir. Bila kedua trokhanter lahir berarti bokong telah lahir.5) Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dulu, maka yang akan lahir lebih dahulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus cunam ke bawah.6) Setelah bokong lahir maka dilanjutkan cara Clasik , atau Muller atau Lovset.VI. Teknik

Ekstraksi BokongDikerjakan bila presentasi bokong murni dan
bokong sudah turun di dasar panggul, bila kala II tidak maju atau tampak keadaan janin lebih dari ibu yang mengharuskan bayi segera dilahirkan.1) Jari penunjuk penolong yang searah dengan bagian kecil janin, dimasukkan kedalam jalan lahir dan diletakkan dilipatan paha bagian depan. Dengan jari ini lipat paha atau krista iliaka dikait dan ditarik curam ke bawah. Untuk memperkuat tenaga tarikan ini, maka tangan penolong yang lain menekam pergelangan tadi dan turut menarik curam ke bawah.2) Bila dengan tarikan ini

trokhanter depan mulai tampak di bawah simfisis, maka jari telujuk penolong yang lain mengkait lipatan paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir. 3) Setelah bokong lahir, bayi dilahirkan secara Clasik , atau Muller atau Lovset.Cara

Melahirkan Kepala BayiCara Mauriceu

(dilakukan bila bayi dilahirkan secara manual aid bila dengan Bracht kepala belum lahir).1) Letakkan badan bayi di atas tangan kiri sehingga badan bayi seolah-olah memegang kuda (Untuk penolong kidal meletakkan badan bayi di atas tangan kanan).2) Satu jari dimasukkan di mulut dan dua jari di maksila.3) Tangan kanan memegang atau mencekam bahu tengkuk bayi4) Minta seorang asisten menekan fundus uteri.5) Bersama dengan adanya his, asisten menekan fundus uteri, penolong persalinan melakukan tarikan ke bawah sesuai arah sumbu jalan lahir dibimbing jari yang dimasukkan untuk menekan dagu atau mulut..DAFTAR PUSTAKAProf.Dr.Ida Bagus Gede

Manuaba,SpOG;1998.Ilmu KebidananPenyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan.Jakarta,EGC. Oxorn,Harry&Forte,William R;1996.Ilmu Kebidanan Patologi & Fisiologi.Jakarta,YayasanEssentia Medica..Prawirohardjo, Sarwono;2002.Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal.Jakarta,JNPKKR_POGI.Cunningham FG et al. Premature Rupture of the Membrane. Williams Obstetric, 22st ed. Mc.Graw Hill Publishing Division, New York, 2005.Wiknjosastro H. Distosia Pada Kelainan Letak Serta Bentuk Janin. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta 2005. Fischer Richard et al, Breech Presentation, e medicine, January 2002.

Related Posts by Categories

CONDYLOMA

KODE ICD-10 : A63.0 : Genital warts ( Condyloma acuminata )

Condyloma acuminata (kondiloma akuminata, genital warts, kutil kelamin) atau lebih dikenal dengan istilah penyakit Jengger Ayam, mungkin karena bentuknya yang mirip Jengger Ayam pada condyloma yang luas, adalah kelainan kulit berbentuk kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk mirip jengger ayam, yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe tertentu. Jika pembaca pernah melihat kutil (bahasa jawa: caplak, veruka), seperti itulah bentuk condyloma acuminata. Hanya saja kutil tersebut letaknya di kelamin dan sekitarnya. Bahkan dapat menyebar ke anus (condyloma anogenital). Gambar 1: silahkan klik untuk melihat gambar condyloma acuminata di penis.

Identifikasi HPV untuk pertama kali pada tahun 1907. Kini, lebih 120 jenis subtype HPV telah dapat diidentifikasi. Tapi tidak semua type dapat menyebabkan condyloma acuminata. Sekitar 90 % condyloma acuminata diyakini berhubungan dengan type 6 dan type 11. Belasan tye lainnya dijumpai pula pada penderita condyloma acuminata. Para ahli menengarai HPV type tertentu memiliki kecenderungan onkogenk (potensial menjadi kanker), terutama type 16 dan type 18. Penyebaran Penyakit

Penyebaran condyloma acuminata bersifat kosmopolitan, artinya merambah ke seluruh belahan dunia tanpa memandang ras. Berdasarkan jenis kelamin, frekuensi kejadian antara pria dan wanita sama besarnya. Sedangkan berdasarkan kelompok umur

disebutkan bahwa condyloma acuminata lebih sering dijumpai pada usia dewasa muda dan pada usia tigapuluhan. Hal ini dikaitkan dengan peningkatan aktifitas seksual. ( Gambar 2: silahkan klik untuk melihat condyloma acuminata di vagina ) Penularan dan Perjalanan Penyakit HPV ditularkan melalui kontak langsung, dari mulut ke organ kelamin, dari jari ke organ kelamin dan sebaliknya, serta melalui hubungan seksual, sehingga condyloma acuminata dikelompokkan sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS, STD). Bagaimana mengenalinya ? Masa inkubasi condyloma acuminata berkisar antara 3 minggu sampai 8 bulan dengan rata-rata 3 bulan. Condyloma acuminata relatif mudah dikenali karena bentuknya yang khas, mirip jengger ayam, yakni kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk (berjonjot-jonjot) di organ kelamin dan sekitarnya. Kutil-kutil kecil dapat bergabung membentuk kelompok yang lebih besar mirip dengan bunga kol. Pada umumnya condyloma acuminata berwarna kemerahan, coklat kemerahan, keabu-abuan hingga ada yang berwarna kehitaman. Jika mengalami infeksi sekunder (oleh garukan, gesekan atau sebab lain), condyloma acuminata berubah warna menjadi kehitaman, mudah berdarah dan berbau tak sedap. Pada pria, tempat yang paling disukai (predileksi) Condyloma acuminata diantaranya: gland penis (topi baja si cucakrowo), lekukan antara kepala dan batang penis (sulkus koronarius), jaringan tipis di bawah ujung saluran kencing (frenulum), batang penis dan adakalanya di sekitar anus.

Metode ini lebih sedikit meninggalkan jaringan parut ketimbang Bedah Listrik.Sedangkan pada wanita. Podofilotoksin 0. ← Tindakan Pembedahan. Dikenal 2 bentuk interferon. Pada wanita hamil digunakan obat Asam Trikloroasetat 25-50 % seminggu sekali hingga condyloma acuminata bersih. yakni pengobatan menggunakan Tinctura Podofilin 25 %. Pada condyloma acuminata maka kutil akan berubah warna menjadi putih. Bedah beku merupakan salah satu pilihan untuk pengobatan condyloma acuminata pada wanita hamil selain menggunakan Asam Trikloroasetat. Seorang dokter dapat mendiagnosa condyloma acuminata berdasarkan gejala klinis. .5 %. yakni interferon alfa (berbentuk suntikan dan krim) yang diberikan 3 kali seminggu selama 6 minggu dan interferon beta (suntikan) yang diberikan selama 10 hari. Asam Trikloroasetat 25 % – 50 % dan Krim 5-flurourasil 1-5 %. vagina dan dapat juga mengenai serviks. meliputi: Bedah scalpel (menggunakan pisau bedah). yakni dengan melihat bentuk dan predileksi kutil (jonjot-jonjot) pada area kelamin. tempat yang paling digemari si Condyloma acuminata diantaranya: labium (bibir vagina). Pengobatan yang lazim dilakukan adalah untuk menghilangkan condyloma acuminata. Jika meragukan. ← Interferon. maka akan dilakukan test sederhana menggunakan asam asetat 5% yang dioleskan di permukaan kutil selama 3-5 menit. meliputi: ← Kemoterapi. Bedah Listrik (elektrokauterisasi) dan Bedah Beku menggunakan Nitrogen cair. ← Laser karbondioksida. PENGOBATAN Hingga kini belum ada obat yang benar-benar memuaskan untuk menghilangkan HPV.

Artinya tidak berbahaya. pria dewasa dan wanita usia 9-26 tahun. . PENCEGAHAN HPV Secara garis besar. Meski mudah kambuh (residif). VAKSINASI Saat ini telah digunakan vaksin Papilloma virus (Gardasil) yang ditujukan untuk pencegahan kanker serviks. Adapun untuk pencegahan terhadap condyloma acuminata oleh HPV type 6 dan type 11. Menghindari gonta-ganti pasangan. vaksin Gardasil diberikan pada anak laki-laki. Penggunaan pengaman (kondom) ditengarai tidak menjamin terjadinya penularan. Metode pengobatan imunoterapi digunakan pada penderita dengan condyloma acuminata yang luas dan resisten (kebal) terhadap pengobatan lain. upaya pencegahan terhadap penularan HPV dapat dilakukan dengan: • • • Menjaga hygiene organ genital. • Dianjurkan untuk tidak berhubungan intim selama masa pengobatan hingga pengobatan selesai dan benar-benar dinyatakan aman oleh dokter yang merawat. Semoga bermanfaat. Namun demikian tetap dianjurkan menggunakan pengaman (kondom) jika memiliki pasangan dengan riwayat condyloma acuminata. condyloma acuminata memiliki prognosis yang baik.← Imunoterapi.

those infected can still transmit the virus.810. the free encyclopedia Genital wart(s) Classification and external resources Severe case of genital warts around the anus ICD-10 ICD-9 DiseasesDB eMedicine MeSH A63.Genital wart From Wikipedia. genital.[5][6][7] HPV prevalence at any one time has been observed in some studies at 27% over all sexually active people.11 29120 derm/454 med/1037 C02. or anal sex with an infected partner.[1] Whilst of those infected with genital HPV it is estimated that only a "small percentage"[2] (between 1%[3] and 5%[4]) develop genital warts.256. anal warts and anogenital warts) is a highly contagious sexually transmitted disease caused by some sub-types of human papillomavirus (HPV). Warts are the most easily recognized symptom of genital HPV infection. however it is important to underline that the types of HPV that cause genital warts are not the same as those that cause genital or anal cancer. rising to 45% between the ages of 14 and 19.650.0 078. Other types of HPV also cause cervical cancer and probably most anal cancers. It is spread through direct skin-to-skin contact during oral.[8] Contents [hide] 1 Signs and symptoms 2 Prevention 3 Management 4 Epidemiology 5 References 6 External links .217 Genital warts (or Condylomata acuminata. venereal warts. where types 6 and 11 are responsible for 90% of genital warts cases.

The vaccine is preventive. They also may be found on the shaft of the penis. which occur during sexual activity. ideally before the beginning of sexual activity. The immune system eventually clears the virus through interleukins. If an individual has unprotected sex with an infected partner. on the opening (cervix) to the womb (uterus). Rarely.Signs and symptoms Genital warts often occur in clusters and can be very tiny or can spread into large masses in the genital or penis area. or around (or inside) the anus. Types 6 and 11 cause genital warts. it is being tested for young men. When present. a latency (quiet) period of months to years (decades) may occur. which slow viral replication. while 16 and 18 cause cervical cancer.[11][12] and has been approved for males in some . In women they occur on the outside and inside of the vagina. there is a 70% chance that he or she will also become infected. The vaccine is widely approved for use by young women. or around (or inside) the anus. which recruit interferons.[10] Severe case of genital warts on a female Severe case of genital warts on a male Prevention See also: HPV vaccine Gardasil (sold by Merck & Co. They are approximately as prevalent in men but the symptoms may be less obvious. genital warts also can develop in the mouth or throat of a person who has had oral sex with an infected person[citation needed]. HPV can last for several years without a symptom. The viral particles are able to penetrate the skin and mucosal surfaces through microscopic abrasions in the genital area. 18. 6. and must be given before exposure to the virus type to be effective. not therapeutic. they usually are seen on the tip of the penis.) is a vaccine that protects against human papillomavirus types 16. on the scrotum.[9] Having sex with a partner whose HPV infection is latent and demonstrates no outward symptoms still leaves one vulnerable to becoming infected. In other cases they look like small stalks. Once cells are invaded by HPV. and 11.

Management There is no cure for HPV. such as the UK. small raised growth. It is the purified and standardized active ingredient of the podophyllin (see below).[10] Depending on the sizes and locations of warts (as well as other factors).[13] • A 0.5%).[16] Its use is cycled (2 times per day for 3 days then 4–7 days off). There is no way to predict whether they will grow or disappear. applied to the affected area. one review states that it should only be used for four cycles.[15] it can be applied by the patient to the affected area and is not washed off.[16] Sinecatechins (marketed as Veregen and Polyphenon E) is an ointment of catechins (55% epigallocatechin gallate[10]) extracted from green tea and other components.15% – 0.areas.[17] Imiquimod (Aldara) is a topical immune response cream. but there are methods to treat visible warts. Podofilox is safer and more effective than podophyllin.15%). although there are no trials studying the effectiveness of removing visible warts in reducing transmission. but this method is not recommended on the vulva because microtrauma and inflammation can also show up as acetowhite.[14] Almost all treatments can potentially cause depigmentation or scarring.[10] Magnifying glasses or colposcope may also be used to aid in identifying small warts.[18] It appears to have higher clearance rates than podophyllotoxin and imiquimod and • • . Warts can sometimes be identified because they show up as white when acetic acid is applied. the US and Canada. which could reduce infectivity. Wartec (0.15%) and Warticon (0.[13] Genital warts may disappear without treatment. but sometimes eventually develop a fleshy.[15] Skin erosion and pain are more commonly reported than with imiquimod and sinecatechins. Marketed as Condylox (0. a doctor will offer one of several ways to treat them. Podofilox is the first-line treatment due to its low cost. It causes less local irritation than podofilox but may cause fungal infections (11% in package insert) and flu-like symptoms (less than 5% disclosed in package insert). Mode of action is undetermined.5% podophyllotoxin (also called podofilox) solution in a gel or cream.

[17] and is not recommended for use in the vagina. However. cervix. it is effective.[3] but is often used as a last resort and is extremely expensive. It kills warts 71–79% of the time. but it is also expensive and its effect is inconsistent. or application on mucous membranes. or cervix. or urinary meatus. ileus. coma.[10] Podophyllin and podofilox should not be used during pregnancy. vomiting.[17] About 80% of those infected are between the ages .causes less local irritation.[10] Surgical excision is best for large warts. death has been reported with extensive topical application. • • • • • • ← Epidemiology Genital HPV infections have an estimated prevalence in the US of 10– 20% and clinical manifestations in 1% of the sexually active adult population. fever. Discontinued A 5% 5-fluorouracil (5-FU) cream was used.[10] Trichloroacetic acid (TCA) is less effective than cryosurgery. it is an older procedure but recovery time is generally longer. applied to the affected area and later washed off.[10] Interferon can be used.[16] • Liquid nitrogen cryosurgery is safe for pregnancy. In severe cases of genital warts.[10] and must be applied by a physician.[15] Reported reactions include nausea. urethra. confusion. but recurrence is 38% to 73% 6 months after treatment. this crude herbal extract is not recommended for use on vagina. but clearance takes longer than with imiquimod. but it is no longer considered an acceptable treatment due to the side-effects. This is a surgical procedure. More effective than cryosurgery and recurrence is at a much lower rate. renal failure. and has a greater risk of scarring. perianal area.[17] US incidence of HPV infection has increased between 1975 and 2006.[17] Electrocauterization can be used.[10] Local infections have been reported. and leukopenia.[13] Laser ablation does not seem to be any more effective than other physician-applied methods. treatment may require general or spinal anesthesia.[10] A 20% podophyllin anti-mitotic solution . as they are absorbed by the skin and could cause birth defects in the fetus.

and also spontaneously regress. PMID 15617297.cancerhelp.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virusinformation-about-human-papillomavirus ^ "American Cancer Society: "Can Anal Cancer Be Prevented?"". Bloomberg News.com) 13 Nov 2008.illinois. 10.1097/LGT.php ^ http://www.[dead link] ^ a b c d e f g h i j k Mayeaux EJ.org.cdc.[17] References 1. 14. ^ HPV Vaccine Gardasil May Help Boys. .htm ^ http://www.of 17–33. One study testing genital skin for subclinical HPV using PCR found a prevalence of 10%. 5.[17] Although treatments can remove the warts. 12. Men by WebMD Health News. Am Fam Physician 70 (12): 2335–2342.edu/Student_Services/Health_Services/Health_Education/sexual _health/sexually_transmitted_infections/hpv. "Modern management of external genital warts".mckinley. "Management of genital warts". "Merck Cancer Shot Cuts Genital Warts. 4.webmd. "Genital warts: current and future management options".aad. ^ http://www. 2008 ^ a b c Kodner CM. J Low Genit Tract Dis 12 (3): 185–192. ^ Cortez. 9. ^ http://www. they do not remove the HPV. 6.org/public/publications/pamphlets/viral_genital. Nov 13. (Bloomberg. ^ Fox PA.uk/type/cervical-cancer/about/cervical-cancerrisks-and-causes#hpv ^ http://brown. Michelle Fay and Pettypiece. 7. However. 11. 13. 2. doi:10. "Human papillomavirus: burden of illness and 8.0b013e31815dd4b4. Shannon.edu/Handouts/genital_warts. new studies using sensitive DNA techniques have shown that through immunological response the virus can either be cleared or suppressed to levels below what polymerase chain reaction (PCR) tests can measure. 3. PMID 18596459.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virusinformation-about-human-papillomavirus ^ http://www.gov/std/hpv/stdfact-hpv. Lesions in Men". Retrieved 2008-09-10. Nasraty S (December 2004). Tung MY (2005). Am J Clin Dermatol 6 (4): 239–243.html ^ http://www. so warts can recur after treatment (about 50–73% of the time[19]).webmd. PMID 16060711.html ^ a b O'Mahony C (2005).[17] Traditional theories postulated that the virus remained in the body for a lifetime. Dunton C (July 2008).

PMID 11714936.064.409.ajog. PMC 1744412. ^ a b c d e f g h Scheinfeld N.e1–7. More than 100 types of double-stranded HPV papovavirus have been isolated to date. "Green tea catechins for treatment of external genital warts". 40. ^ a b c von Krogh G.77. "An evidence-based review of medical and surgical treatments of genital warts". and Buschke-Löwenstein tumors have been linked to HPV infections though they were previously a part of the differential diagnosis of condyloma acuminata. 35. J. 58) or high (types 16. 45. Bowenoid papulosis consists of rough papular eruptions attributed to HPV and is considered to be a carcinoma in situ. Retrieved 2008-08-18.07. Am J Clin Dermatol 6 (6): 365–381. Am. treatment cost considerations". or flesh colored. 19. For example. doi:10.1016/j. 17. Gynecol. Online J. 16. PMID 19019336. Tewari KS (March 2009).1 with many other isolated types. PMID 16638419. seborrheic keratoses. REPORT TO CONGRESS: Prevention of Genital Human Papillomavirus Infection. 43.15.6. doi:10. 12 (3): 5. Dermatol. ^ "Veragen package insert" (PDF). Many of these have been related directly to an increased neoplastic risk in men and women. Longstaff E (December 2001). Sex Transm Infect 77 (6): 409–412. 18. These 2 types are the least likely to have a neoplastic potential.2008. brown. Lehman DS (2006). and ongoing identification of additional HPV-related clinical pathology. 200 (3): 233. Genital wart in pubic area Genital wart in pubic area (look at bottom middle of picture) Approximately 90% of condyloma acuminata are related to HPV types 6 and 11. (2004). Monk BJ. bowenoid papulosis. Risk for neoplastic conversion has been determined to be moderate (types 33. The eruptions can be red. "Podophyllin office therapy against condyloma should be abandoned".[dead link] ^ CDC. 39. 18). PMID 16343025. ^ a b c Meltzer SM. 51-56. as in the images below. HPV . Obstet. They may regress or become invasive. the lack of adequate information on the oncogenic potential of many other types. Background Condyloma acuminatum refers to an epidermal manifestation attributed to the epidermotropic human papillomavirus (HPV).1136/sti. Seborrheic keratoses previously were considered a benign skin manifestation. The picture is complicated by proven coexistence of many of these types in the same patient (10-15% of patients).

vulva. Following latency. keep in mind that infection by direct manual contact or indirectly by fomites rarely may occur. and particles begins. Host cells become infected and develop the morphologic atypical koilocytosis of condyloma acuminata. The most commonly affected areas are the penis. A 4-fold or more increase in prevalence has been reported in the last 2 decades. Mortality/Morbidity ← Mortality is secondary to malignant transformation to carcinoma in both males and females. Consider sexual abuse as a possible underlying problem in pediatric patients. Finally. the Netherlands. Highest prevalence and risk is among young adults in the third decade and in older teenagers. and perianal area. Subclinical infections have been established to carry both an infectious and oncogenic potential. cervix. Finally. Prevalence has been reported to exceed 50%. passage through an infected vaginal canal at birth may cause respiratory lesions in infants. perineum. low-grade cancer attributed to HPV. International International prevalence has been reported variably. Multiple simultaneous lesions are common and may involve subclinical states as well-differentiated anatomic sites. Buschke-Löwenstein tumor (ie. larynx. Panama. It has both an infectious and an oncogenic potential. These penetrate through skin and cause mucosal microabrasions. locally invasive. vagina.2 Frequency United States Annual incidence of condyloma acuminatum is 1%. Uncommon mucosal lesions in the oropharynx. production of viral DNA. It is considered the most common sexually transmitted disease (STD). giant condyloma) is a fungating.has been linked to rough plaques indicative of this disease. A latent viral phase begins with no signs or symptoms and can last from a month to several years. and trachea have been reported.2 however. and other developed and underdeveloped countries report HPV infections to be at least as common as in the US. Pathophysiology Cells of the basal layer of the epidermis are invaded by human papillomavirus (HPV). capsids. HPV-6 even has been reported in other uncommon areas (eg. Available data from England. extremities). This oncogenic potential has been reported to triple the risk of genitourinary . Italy.

remain the same. Trauma then may occur. and risk of oncologic progression are highest among those patients. Overt disease may be more common in men (reported in 75% of patients). Finally. 31. Vulvar condyloma acuminata may interfere with parturition. acute urethral obstruction in women also may occur. • Physical Single or multiple papular eruptions may be observed. Generally. discomfort. Vaginal bleeding during pregnancy may be due to condyloma eruptions. Clinical History 20. is common. or tracheal mucosal lesions (rare) presumably are transferred by oral-genital contact. size. Secondary infection is uncommon. Discharge may be a complaint. bleeding has been reported due to flat warts of the penile urethral meatus. however. usually associated with HPV-16.← ← ← cancer among infected males. or discharge. with incidence peaking in persons aged 20-24 years. producing crusting or erythema. 22. The patient's history may indicate presence of previous or other current STDs. this is rare with HPV types 6 and 11. In males. 27. Age ← Prevalence is greatest in persons aged 17-33 years. oral contraceptives. Latent illness may become active. Rarely. 30. HPV infection appears to be more common and worse in patients with various types of immunologic deficiencies. 28. particularly with pregnancy and immunosuppression. Oral. 25. . 21. two thirds of individuals who have sexual contact with a partner with condyloma acuminata develop lesions within 3 months. laryngeal. which are the most commonly isolated viruses. infection may be more prevalent in women. urethral bleeding or urinary obstruction may be the presenting complaint when the wart involves the meatus. 0 Involvement of more than 1 area is common. Sex • • Both sexes are susceptible to infection. and early coital age are risk factors for acquiring condyloma acuminata. 29. 26. Coital bleeding may occur. Pruritus may be present. Latent illness often becomes active during pregnancy. History of anal intercourse in both males and females warrants a thorough search for perianal lesions. 23. Bleeding has been reported in large lesions that can occur during pregnancy. Smoking. Lesions may lead to disfigurement of area(s) involved. Recurrence rates. pruritus. Lesions may regress spontaneously. The chief complaint usually is one of painless bumps. rather than 1 isolated wart. or progress. 24. Fortunately. multiple sexual partners. 1 History of multiple lesions.

More than 50% of female patients with external lesions have been found to have negative Papanicolaou (Pap) tests but tested positive for HPV infection using in situ hybridization. Look for perianal lesions. particularly in patients with history or risk of immunosuppression or anal intercourse. or they may exhibit erythema or hyperpigmentation. They can be quite smooth (particularly on penile shaft). Such internal lesions have been found in more than one half of females with external lesions. form. Urethral meatus and mucosal lesions can occur. Carefully search for simultaneously involved multiple sites. or lobulated. Eruptions may seem harmless or may have a disturbing appearance. cauliflower. Causes • • • Several of the epidermotropic human papillomaviruses (HPVs) cause condyloma acuminata. fungating. verrucous. Eruptions' color may be the same as the skin. ulcerations. Male sexual partners of women with cervical intraepithelial neoplasia often have infections with the same viral type. Differential Diagnoses Molluscum Contagiosum Rhabdomyolysis Other Problems to Be Considered Bowen diseaseCondyloma lataDarier disease FibroepitheliomasHailey-Hailey diseaseNeoplasiaNeviPearly . adenopathy. discharge). or color suggestive of melanoma or malignancy. filiform. Search for evidence of other STDs (eg. HPV types 6 and 11 most commonly are isolated. Check for irregularity in shape. or plaquelike. presence of external condyloma acuminata in both men and women warrants a thorough search for cervical or urethral lesions. In contrast to early reports. Hair or the inner aspect of uncircumcised foreskin hides some lesions.◦ ◦ ◦ • • • ◦ ◦ ◦ ◦ • ◦ ◦ • • Eruptions may appear pearly. but many of the more than 60 types of HPV potentially cause condyloma. Some are subclinical. vesicles. Propensity has been established for penile glans and shaft in men and for vulvovaginal and cervical areas in women. One report indicates that infected males have a 20% chance of having subclinical urethral lesions.

koilocytic abnormality. the following are listed strictly for educational purposes and to assist readers in understanding and managing potential presenting complications: . in situ hybridization. such as HIV. and syphilis. 1 Filter hybridization (Southern blot and slot blot hybridization). acanthosis. warts appear as tiny white papules. the following are listed strictly for educational purposes and to assist readers in understanding and managing potential complications: 0 Pap smear: This test is used to look for papillomatosis. and mild nuclear abnormality. 1 Using a 10-X hand lens or colposcope. test for other STDs. chlamydia. 2 Hybrid capture Other Tests • Acetowhitening 0 Subclinical lesions can be visualized by wrapping penis with gauze soaked with 5% acetic acid for 5 minutes. and polymerase chain reaction (PCR): These tests may be used for diagnosis and HPV typing. 2 A shiny white appearance of skin represents foci of epithelial hyperplasia (subclinical infection).penile papulesSquamous cell carcinoma in situVulvar neurofibromatosisVulvar vestibular papillae Workup Laboratory Studies ← ← As indicated by history and examination. gonorrhea. Although not ED tests. Procedures ← Although not ED procedures.

in the anal area. pain during intercourse. recurrent after initial success. This condition may produce no symptoms at all. which are identified better using acetic acid. tenderness. internally in the upper vagina or cervix. and in the male urethra. burning. or resistant to treatment or in patients with a high risk for neoplasia or immunosuppression. The lesion is typically raised and pinkish. or cause itching. . Biopsy: Biopsy is indicated for lesions that are atypical.0 1 2 Colposcopy (stereoscopic microscopy): This is very useful to identify (mostly) cervical lesions. or frequent urination. Anoscopy Antroscopy Condyloma (Genital Warts) ← ← ← ← ← ← Definition of Condyloma (Genital Warts) Description of Condyloma (Genital Warts) Causes and Risk Factors of Condyloma (Genital Warts) Diagnosis of Condyloma (Genital Warts) Treatment of Condyloma (Genital Warts) Questions To Ask Your Doctor About Condyloma (Genital Warts) Definition of Condyloma (Genital Warts) Genital warts are a sexually transmitted disease that appears externally on the genitalia.

The viral nature of the condition also has important implications for transmission and treatment. sometimes resembling cauliflower. the genital variety is caused by by the human papillomavirus (HPV). Like other warts. and even guilty. HPV is one of the most common causes of sexually transmitted disease (STD).Description of Condyloma (Genital Warts) Some half a million new cases of genital warts are diagnosed in the U. Concern about genital warts has increased because of an association between HPV and genital cancers. and possibly also in other uro-genital areas. genital warts are small growths. Many if not most people who harbor the virus do not know it. The wart itself is actually the "tip of an iceberg" in that the virus lurks in cells of the normalappearing skin around the visible wart. and those who have them often feel embarrassed. Genital warts can inflict extreme psychological turmoil. erupting into visible lesions when the immune system is suppressed. each year.S. that occur on or near the genitals. Technically known as condyloma acuminata. The virus may infect cells but not cause warts for many years. The virus seems to cause visible . Because of a wart's location and sexual mode of transmission. Anyone who has ever had sex is at risk for harboring HPV. it may cause emotional and social problems. angry. Worldwide.

or from taking certain drugs.lesions when a person's immune system is suppressed. Outbreaks appear to be exacerbated during pregnancy and in patients with defective immune systems. prevention. Deficiencies of folic acid and vitamin A also may trigger genital warts. partly because nicotine byproducts attack immune system cells in the cervix. This may occur because of illness (particularly other sexually transmitted diseases). but do not assure. Smoking raises risk twofold. Although much remains to be learned about how the papilloma virus progresses. doctors have observed that the warm. Condoms can help. moist environment in the genital area seems to favor wart growth. They often appear within three months of contact. Patients with a history of genital warts may be at . Text Continues Below Causes and Risk Factors of Condyloma (Genital Warts) Genital warts are spread by sexual contact with an infected partner and are very contagious. such as cancer chemotherapy or drugs to prevent rejection of an organ transplant. but many flare up even without an obvious trigger.

Colposcopy can be valuable in detecting flat lesions that are not visible to the unaided eye. vulva and penis. Diagnosis of Condyloma (Genital Warts) Finding a cauliflower-like growth on the genitals is reason to see a doctor who can tell if it is genital warts or a different kind of growth. Cervical warts may be transmitted to the newborn via passage through the infected birth canal. HPV lesions appear whitish. With any abnormal Pap smear. while others can cause vulvar or anal cancer. . The practitioner may use a type of microscope called a colposcope to examine a woman's cervix to see if there are internal outbreaks. Sampling cells with a biopsy and testing for HPV genetic material. The human papilloma virus is associated with up to 90 percent of all cervical malignancies and is also thought may play a role in cancers of the vagina.increased risk for certain types of cancer. anus. but only two-thirds of white areas seen in a colposcope are due to HPV infection. a woman should be examined by her doctor. Some types of HPV can cause cervical cancer. An abnormal Pap smear can sometimes indicate a cervical HPV infection. When acetic acid (vinegar) is swabbed on the cervix or penis. may be necessary to confirm a diagnosis.

and the warts tend to recur because HPV is still present in surrounding cells. but none is a perfect cure. inflammation. an immune response cream applied to the affected warts. Each treatment must be applied to individual warts none is taken systematically. or erosion of the affected area. pain.5% podofilox solution. All of these techniques are uncomfortable. applied to the affected area and which should not be washed off) as a topical treatment for genital warts. or excision by a scalpel or laser.Treatment of Condyloma (Genital Warts) People with genital warts have a variety of treatments to choose from. Genital wart treatments fall into three categories: prescription topical preparations that destroy wart tissue. The treatments vary widely in cost. Pregnant women should not use these applications as they can cause birth defects. itching. . surgical methods that remove wart tissue. which you can apply and wash off later) or a 5 percent 5-fluorouracil cream Most Condylox users experience a burning sensation. or Trichloroacetic acid (TCA). Some doctors prescribe Podocon25 and Podofin (a 20% podophyllin anti-mitotic solution. and biological-based approaches that target the virus causing the underlying condition. cold. Visible genital warts can be physically removed using. Also prescribed is Imiquimod. The FDA has approved Condylox (a . heat.

and is less likely to leave a scar than excision using a scalpel. scrape. does not require an anesthetic. Questions To Ask Your Doctor About Condyloma (Genital Warts) How can these best be removed? What can I do to prevent spreading them to my partner? LETAK LINTANG Judul : Letak LintangDitulis oleh : – Sri Handaryati. Standard treatments burn.Dewi Sandra marlina Simatupang. Cryotherapy is performed on less extensive lesions.some doctors inject alpha interferon directly into the warts. but it is usually expensive and does not lessen the rate at which the warts return. which then crumbles away. This method used liquid nitrogen or a device called a cryoprobe to freeze the wart tissue. Interferon therapy attacks the virus. especially for patients who have not responded to other treatment. It is inexpensive. to treat warts that have come back. The viral nature of genital warts suggests that anti-viral therapies may be effective.Ratih Ekamawati BAB IPENDAHULUAN . the underlying source of the warts. or use a laser to remove affected tissue . freeze.Carbon dioxide laser vaporization and conventional surgical excision are best reserved for extensive warts.

2.9%.3 . Hal ini dapat terjadi karena penegakan diagnosis letak lintang dapat dilihat pada kehamilan muda dengan menggunakan ultrasonografi 3.1%. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek baik terhadap ibu maupun janinnya. Letak lintang oblik biasanya hanya terjadi sementara karena kemudian akan berubah menjadi posisi longitudinal atau letak lintang saat persalinan. hasilnya adalah letak lintang oblik.6%. USA.Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang.3 %) baik di Mayo Clinic maupun di University of Iowa Hospital. Medan 0. Cipto Mangunkuskumo selama 5 tahun 0.Letak lintang terjadi pada 1 dari 322 kelahiran tunggal (0. RSUP dr. sedangkan Greenhill menyebut 0.1 Latar BelakangLetak lintang adalah suatu keadaaan dimana janin melintang (sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu) di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. Insidens pada wanita dengan paritas tinggi mempunyai kemungkinanan 10 kali lebih besar dari nullipara 1. Di Inggris letak lintang oblik dinyatakan sebagai letak lintang yang tidak stabil. Bila sumbu panjang tersebut membentuk sudut lancip.Dengan ditemukannya letak lintang pada pemeriksaan antenatal.Angka kejadian letak lintang sebesar 1 dalam 300 persalinan.3% dan Holland 0. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. RS Hasan Sadikin Bandung 1.5-0. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. Di Parklannd Hospital.3. BAB IIITINJAUAN PUSTAKA . Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri. dijumpai letak lintang pada 1 dari 335 janin tunggal yang lahir selama lebih dari 4 tahun 2.6%. Berdasarkan uraian di atas maka kami perlu menguraikan permasalahan dan penatalaksanaan pada kehamilan dengan janin letak lintang 3. antara lain: RSUD dr.Pirngadi.1. Kelainan letak pada janin ini termasuk dalam macam-macam bentuk kelainan dalam persalinan (distosia) 1.

pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga. Panggul sempit dan tumor di daerah panggul6. Lli I : kepala di kirib. 3. Bila ketiak dapat diraba. balotemen kepala teraba pada salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain.2. kelainan bentuk rahim seperti uterus arkuatus atau uterus subseptus 3. Menurut letak kepala terbagi atas :a.1 DefinisiLetak lintang adalah suatu keadaan dimana sumbu panjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu (janin melintang di dalam uterus) dengan kepala terletak di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain. Plasenta previa4. Menurut posisi punggung terbagi atas :a.4 DiagnosisAdanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi. yang menyebabkan terjadinya posisi oblik atau melintang. Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri membentang hingga sedikit di atas umbilikus sehingga lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya 1. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. Apabila bahu sudah masuk kedalam panggul. Relaksasi dinding abdomen pada perut gantung menyebabkan uterus jatuh ke depan. dan di atas simfisiss juga kosong.Pada letak lintang bahu menjadi bagian terendah yang juga disebut sebagai presentasi bahu atau presentasi acromnion dimana arah akromion yang menghadap sisi tubuh ibu menentukan jenis letaknya yaitu letak akromion kiri atau kanan 1. Lli II : kepala di kanan2. dorso posterior ( di belakang )c. sehingga menimbulkan defleksi sumbu panjang bayi menjauhi sumbu jalan lahir.2.2.2. Cairan amnion berlebih (hidramnion) dan kehamilan kembar5. dorso inferior ( di bawah )5 3. dorso superior ( di atas )d.3 Etiologi Penyebab utama letak lintang adalah 1. Relaksasi berlebihan dinding abdomen akibat multiparitas yang tinggi Wanita dengan paritas 4 atau lebih memiliki insiden letak lintang 10 kali lipat disbanding wanita nullipara. sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul 1. arah menutupnya .2 Klasifikasi 1.4. dorso anterior ( di depan )b. kecuali bila bahu sudah turun kedalam panggul. Janin prematur3.3.4 :1.Pada palpasi fundus uteri kosong.

suatu dataran yang keras membentang di bagian depan perut ibu. bahu akan terjepit erat di rongga panggul dan salah satu tangan atau lengan sering mengalami prolaps ke vagina dan melewati vulva 2.2. segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis. Setelah ketuban pecah. Bila proses persalinan berlanjut. Pada saat yang sama. kepala berada di sebelah kanan. sedangkan janin akan . sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. Setelah terjadi sedikit penurunan. Bila punggungnya terletak di anterior. Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung 1. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. dengan kepala di salah satu fossa iliaka dan bokong pada fossa iliaka yang lain.mrnunjukkan letak dimana kepala janin berada. kepala berada di sebelah kiri.2. teraba nodulasi ireguler yang menggambarkan bagian-bagian kecil janin dapat ditemukan pada tempat yang sama. bahu janin akan dipaksa masuk ke dalam panggul sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan tangan yang sesuai sering menumbung. pada tahap awal persalinan. Kalau ketiak menutup kekiri. 3. skapula dan klavikula pada sisi thoraks yang lain akan dapat dibedakan. Denyut jantung janin ditemukan disekitar umbilikus. sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan. jika dapat diraba. Bila persalinan diabiarkan tanpa pertolongan. bila punggungnya di posterior.5 Mekanisme persalinanPada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan. bagian dada bayi. tidak dapat terjadi persalinan spontan. jika persalinan berlanjut. sedangkan dada dengan terabanya klavikula. Punggung dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang. dapat dikenali dengan adanya “rasa bergerigi” dari tulang rusuk. Bila dilatasi bertambah. posisi punggung mudah diketahui. bahu akan terjepit kuat di bagian atas panggul 1. bahu tertahan oleh tepi pintu atas panggul. akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri.Pada tahap lanjut persalinan.Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. Pada pemeriksaan dalam. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin.

sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil. persalinan spontan dapat terjadi meskipun kelainan letak tersebut menetap. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. 3. sehingga bila terjadi perubahan . Kepala dan dada kemudian melewati rongga panggul secara bersamaan dan bayi dapat dikeluarkan dalam keadaan terlipat (conduplicatio corpora) atau lahir dengan evolusio spontanea dengan 2 variasi yaitu 1) mekanisme dari Denman dan 2) mekanisme dari Douglas 1. Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset.meninggal.2. Janin akan tertekan dengan kepala terdorong ke abdomen. akan terjadi ruptur uteri (sehingga janin yang meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga perut) atau kondisi dimana his menjadi lemah karena otot rahim kecapaian dan timbulah infeksi intrauterine sampai terjadi tymponia uteri. Dua cara tersebut merupakan variasi suatu mekanisme lahirnya janin dalam letak lintang.4. Ibu juga berada dalam keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi. dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin.Bila janin amat kecil (biasanya kurang dari 800gr) dan panggul sangat lebar.6 PenatalaksaanApabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang. Bila tidak segera dilakukan pertolongan. tumor dalam panggul. Bagian dinding dada di bawah bahu kemudian menjadi bagian yang paling bergantung dan tampak di vulva. Pada cara Douglas bahu masuk kedalam rongga panggul. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi prsentasi kepala dengan versi luar. sehingga bahu. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. Pada cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang. badan bagian bawah. akibat fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin 1. atau plasenta previa. dan sering kali meninggal pula 1. kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. bokong dan kaki lahir.4. janin mungkin akan memutar kembali. selanjutnya disusul oleh lahirnya kepala. Sebelum melakukan versi luar harus melakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit.

hendaknya dilakukan seksio sesarea dengan segera. dan janin tidak seberapa besar. tetapi tidak ada prolapsus funikuli. Pada permulaan persalinan masih dapat diusahakan mengubah letak lintang menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari empat sentimeter dan ketuban belum pecah. Versi ekstraksi dapat dilakukan pula pada kehamilan kembar apabila setelah bayi pertama lahir. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1) bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. sehingga pada seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap. Pada letak lintang kasep. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli. Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang wanita tersebut bangun atau meneran. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli. dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian dilakukan versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan dengan seksio sesarea. sebaiknya segera dilakukan seksio sesarea. tidak didapatkan kesempitan panggul.letak. ditemukan bayi kedua berada dalam letak lintang. 2) karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his. 3. Apabila riwayat obstetrik wanita yang bersangkutan baik. dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap untuk kemudian melakukan versi ekstraksi. Jika ketuban pecah.Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor. harus segera dilakukan seksio sesarea. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil. segera dpat ditentukan diagnosis dan penanganannya. sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan pervaginam dengan dekapitasi 1. Dalam hal ini persalinan dapat diawasi untuk beberapa waktu guna mengetahui apakah pembukaan berlangsung dengan lancer atau tidak. versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptur uteri. sehingga bila janin masih hidup.7 Prognosis Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi . maka bergantung kepada tekanan. 3) pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan 1.

1998. Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD Bandung.. (2008). D. Bandung: Bag.).. Idmgarut. Retrieved Mei 2009. seperti misalnya panggul sempit. tetapi kelainan-kelainan yang menyebabkan letak lintang.presentasi kepala. Hal. 366-3726. (1984). Obstetri William (21 ed. G. (2006). Angka kematian ibu berkisar antara 0-2% (RS Hasan Sadikin Bandung. Mochtar.wordpress. K. baik terhadap ibu maupun janinnya 1. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek. Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan. (2007). from http://idmgarut.. Kehamilan Dengan Letak Lintang.com/2009/02/kehamilan-dengan-letaklintang. J. Gilstrap III.3. sedangkan angka kematian janin di Rumah Sakit Umum Pusat Propinsi Medan 23. Hauth. from Seputar Kedokteran Dan Linux: http://medlinux. Leveno.. Admin. Letak Lintang (Transverse Lie) dalam Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi. DAFTAR PUSTAKA1. Dokter kandungan yang memeriksanya mengatakan bahwa ibu yang sedang hamil keempat ini posisi janinnya . Obstetri Patologi.5.blogspot.com Seorang ibu hamil mengeluhkan bentuk perutnya yang hamil kali ini berbeda dibandingkan bentuk perutnya saat kehamilan anak pertama. 1). N. (Ed. Wiknjosastro. Cunningham. Retrieved Mei 2009.3% 1.. kedua dan ketiganya. Gant. Januari). H. karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu. Ilmu Kebidanan (kesembilan ed.1996).html4. Jakarta: EGC. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. L.).3% dan di RS Hasan Sadikin Bandung 18. tumor panggul dan plasenta previa masih tetap dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan. Jakarta : EGC.2. Vol. Edisi 2. D. (2009. F. Case Report: Letak Lintang. & Wenstrom. Obstetri Patologi. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin.Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptur uteri. C. K. tetapi pada saat ini sudah jarang dilakukan. seperti misalnya terjadinya ruptur uteri dan robekan jalan lahir lainnya.. J.

Namun . Lalu apa yang akan dilakukan dokter bila terjadi kehamilan letak lintang? Bila janin dalam keadaan hidup. dorsoanterior atau dorsoposterior. anak dalam keadaan baik. namun bila janin telah mati dan syarat-syarat embriotomi terpenuhi. prematuritas karena bayi yang terlalu kecil sehingga dapat berputar-putar. Jika embriotomi tidak mungkin dikerjakan. panggul sempit. maka dilakukan embriotomi. multiparitas. kehamilan multiple atau kehamilan kembar.dilakukanlah sectio cesarea. Versi luar dapat dicoba dilakukan bila : persalinan masih dalam fase laten. bagian terbawah janin belum masuk pintu atas panggul. Namun pada kondisi-kondisi tertentu dokter kandungan berusaha melakukan koreksi letak lintang menjadi memanjang/membujur dengan tindakan versi luar.letak lintang. atau telah mati cukup lama. selaput ketuban masih utuh. kecuali pada keadaan janin sangat kecil. hidramnion atau kelebihan cairan amnion yang juga menyebabkan janin bisa berubah posisi hingga melintang. bahu atau iga janin. segera akan dilakukan pengakhiran persalinan dengan sectio cesarean. ibu dalam keadaan baik. ditentukan berdasarkan letak punggung : dorsosuperior atau dorsoinferior. Apakah letak lintang? Letak lintang adalah “presentasi janin. Adapun beberapa keadaan yang menyebabkan terjadinya kehamilan letak lintang adalah: plasenta previa dimana letak plasenta tidak sebagaimana mestinya hingga menghalangi posisi normal janin dalam kandungan. pemeriksaan dalam mungkin dapat diraba lengan. fundus uteri terhadap usia gestasi lebih rendah daripada letak memanjang atau membujur.Persalinan pervaginam (persalinan normal melalui vagina) TIDAK MUNGKIN dilakukan. Ini adalah letak yang tidak baik dalam kehamilan trismester akhir. dan kelainan uterus atau janin lainnya Untuk mengetahui adanya kehamilan letak sungsang biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan dan mendapatkan beberapa kondisi berikut: pemeriksaan luar (palpasi Leopold) diraba kepala di kanan atau di kiri perut ibu. bunyi jantung janin berada di sekitar pusar. pendulum dinding abdomen. dimana janin berada dalam posisi melintang atau tegak lurus terhadap jalan lahir.

II.versi luar sangat beresiko sehingga jarang dilakukan. Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang pada beberapa rumah sakit sebagai berikut : RSUP Pirngadi Medan 0. RSUP Cipto Mangunkusumo selama 5 tahun0.Y No.9%.6%. IDENTIFIKASI KASUS IDENTITAS Nama : Ny. Kehamilan letak lintang merupakan kehamilan yang berisiko sehingga alangkah baiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan secara rutin sehingga kelainannya dapat ditanggulangi sejak dini. RS Hasan Sadikin Bandung 1. semoga ini menjawab pertanyaan Kiki tentang materi yang dia cari kandungan. Pukul 10. kehamilan letak lintang. Medrec : 01 05 0768 Usia : 21 tahun Alamat : Sukaresmi Pendidikan terakhir : SMU Pekerjaan : Ibu rumah tangga Tanggal Masuk RS : 15 September 2007 . Adapun tindakan versi ekstraksi pada letak lintang hanya boleh dilakukan : pada keadaan dimana anak kedua kehamilan kembar dan selaput ketuban baru pecah atau dipecahkan.1% dari 12827 persalinan.00 WIB Tanggal Keluar RS : 18 September 2007 ← ANAMNESA Keluhan Utama: hamil Anamnesa Khusus : G2P1A0 mengatakan hamil 9 bulan dan telah diperiksa di dokter ahli kandungan dan dinyatakan letak . lintangletak lintang Letak lintang terjadi bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu memanjang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 °.

• ANAMNESA TAMBAHAN HPHT : Awal Desember 2006 PNC : Bidan Menikah : Istri 18 tahun.k Pulmo : t.a.k Cor : t.a. Pemeriksaan luar: abdomen : cembung.. atas hal ini ibu direncanakan untuk dioperasi seksio sesaria.a. tegang TFU : 28 cm LP : 92 cm His : - . wiraswasta Menarch : Usia 13 tahun Riwayat KB : - ← PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis Kesadaran : Compos mentis Tekanan darah : 100/70 mmHg Nadi : 84 x/menit Respirasi : 20 x/menit Suhu : Afebris Konjungtiva : Anemis -/Thoraks : t.k Abdomen : Lihat status obstetrikus Tinggi Badan : 136 cm Status Obstetrikus a. ibu rumah tanggara Suami 20 tahun.lintang. Ibu partus terakhir 2 tahun yang lalu di bidan dengan berat badan 3500gram dan meninggal beberapa jam setelah bersalin.

9 gr/dl . infus RL 20 gtt/menit b.000 /mm3 . sedikit 32. dinyakatan letak lintang.waktu pembekuan : 8’ DIAGNOSA KERJA G2P1A0 gravida 37 – 38 minggu + letak lintang PENATALAKSANAAN a.Trombosit : 208. .a.GDS : 73 mg/dl .Ureum : 13 mg/dl . rencana operasi Sectio sesaria LAPORAN OPERASI Tanggal : 15 September 2007.Leukosit : 7.5% . hasilnya: .waktu perdarahan : 2’ .20 WIB Diagnosa prabedah : G2P1A0 Gravida 37-38 minggu + letak lintang Diagnosa pasca bedah : P2A0 partus maturus dengan • • A.Kreatinin : 0.66 mg/dl .700 /mm3 . jam 12.a Portio : tebal lunak OUE : tertutup Fluxus : (+).SGPT : 15 U/l .Ht : 35.SGOT : 26 U/l .Hb : 11.LA : lintang b. o Laboratorium lengkap. Pemeriksaan dalam: v/v : t. PEMERIKSAAN PENUNJANG o Hasil USG.

Dilakukan tindakan a dan antiseptik pada daerah abdomen sekitarnya dengan betadine. PB : 45 cm. Rongga abdomen dibersihkan lalu dinding abdomen dijahi lapis demi lapis. FOLLOW UP POST OPERASI Tanggal 16/ 09/ 07 Keterangan S : nyeri pada luka operasi O : CM. Kulit dijahit subkutikuler. Uterus dijahit 2 lapis secara jelujur interlocking. BB : 2450 gr. Lalu uterus diinjeksi dengan oksitosin 10 IU intramural 6. 9.SC atas indikasi letak lintang Indikasi operasi : Letak Lintang Jenis operasi : Sectio Sesaria Transperitoneal Profunda Prosedur operasi 1. Pukul 12. Setelah peritonium dibuka tampak dinding depan uterus 4. 5. AS :6-7 cm. Pukul 12.30 Bayi lahir dengan ekstraksi kaki. Therapi : cefotaxim 1 gr/12 jam kaltropen supp/8 jam A.33 Plasenta lahir lengkap dengan berat ± 500gr. KU baik T : 100/70 mmHg . 10. Dilakukan insisi pfanensteil ± 10 cm 3. 2. ukuran 20x20x2 cm 7. 8. Jenis Kelamin laki-laki. Segmen Bawah Rahim disayat konkaf dan diperlebar ke kiri dan kanan.

output 1500 cc Balance : + 1250 cc Hb : 10.N : 84x/menit R : 18x/menit S : afebris Konjungtiva anemis -/BAK terpasang kateter BAB (-). KU baik T : 90/70 mmHg N : 80 x/mnt RR : 22 x/mnt S : afebris . baik Luka operasi : tertutup verband ASI +/+ Perdarahan +.000 Ht : 30.input cairan 2500 cc Darah 250 cc . sedikit Balance Cairan . flatus (+) BU (+) TFU : 1 jari di bawah pusat Kontraksi Uterus : +.8 % A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : Cefotaxim 1 gr/12 jam Metronidazol 500 mg/12 jam As.700 Trombosit : 204. Mefenamat 3 x 500 mg Mobilisasi 17/09/2007 S : batuk berdahak O : CM.5 gr/dl Leukosit : 14.

BU (+). flatus (+).Mefenamat 3 x 500 mg Sulfas Ferous 1×1 BLPL IIi. batuk berkurang. KU baik T : 110 /60 mmHg N : 80 x/mnt RR : 20 x/mnt S : afebris Konjungtiva anemis -/TFU : 1 jari dibawah pusat BAK (+). Apakah penegakan diagnosis pada pasien ini sudah benar? 2.Mefenamat 3 x 500 mg Sulfas Ferous 1×1 18/ 09/07 S : mules. Apakah penatalaksanaan pasien sudah sesuai dengan . PERMASALAHAN 1. O : CM.Konjungtiva anemis -/TFU : 1 jari dibawah pusat BAK (+) BAB (+). luka operasi tertutup verband Mobilisasi (+) A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : off infus Mobilisasi bertahap Cefadroksil 2x 500mg As.BAB (+) Luka operasi kering A : post SCTP atas indikasi letak lintang P : Ganti Verband Cefadroksil 2x 500mg As.

1. . sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul.Di belakang (dorsoposterior) . apakah penegakan diagnosis pada pasien ini sudah benar? LETAK LINTANG Letak lintang ialah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain.standar pelayanan ? 3. DIAGNOSIS Pada inspeksi tampak bahwa perut melebar ke samping dan pada kehamilan cukup bulan. PEMBAHASAN IV. Kelainan bentuk rahim seperti uterus arkuatus atau uterus subseptus.Di atas (dorsosuperior) . Bagaimana prognosis pasien ini ? IV. Pada auskultasi BJA dapat dinilai setinggi pusat kanan dan kiri. Kehamilan prematur.Di bawah (dorsoinferior) EtTIOLOGI Multiparitas disertai dinding uterus dan perut yang lembek. Pada palpasi ternyata bahwa fundus uteri maupun bagian bawah rahim kosong. hidramnion dan kehamilan kembar Keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepalake dalam rongga panggul sempit. fundus uteri lebih rendah dari biasa. Punggung janin dapat berada : . hanya beberapa jari diatas pusat.Di depan (dorsoanterior) . sedangkan bagian-bagian besar (kepala dan bokong) teraba disamping kiri atau kanan di atas fossa iliaka. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. tumor daerah panggul dan plasenta previa.

sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. 2. Dan pada pemeriksaan leopold II dimana untuk menentukan letak punggung janin namun pada pasien ini yang teraba bokong dan kepala pada kedua sisi kanan dan kiri.Dan pada USG juga terlihat gambaran letak lintang. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli. 3. Pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan. Dimana sudah dilakukan pemeriksaan luar yaitu pada pemeriksaan leopold. Pada pasien ini penegakkan diagnosis sudah dilakukan dengan benar. Bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik.2 apakah penatalaksanaan pada pasien ini sudah sudah sesuai dengan standar pelayanan? PENANGANAN Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil sebaiknya segera dilakukan seksio sesaria. Pada keadaan hamil diusahakan jadi letak membujur dengan melakukan versi luar pada primigravida yaitu pada usia . IV. sehingga seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap. Karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intrauterin pada waktu his. Meskipun versi luar berhasil janin akan dapat memutar kembali oleh karena itu dianjurkan menggunakan korset dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1. Kemudian sudah dilakukan juga pemeriksaan penunjang USG sebelumnya yang menyatakan pada pasien ini mengalami kehamilan letak lintang.

sering mengalami keguguran. Bayi dapat dilahirkan pervaginam Ketuban masih positif utuh. ♣ Pada kehamilan kembar. Versi Sefalik : melakukan perubahan kedudukan janin menjadi letak kepala. . 2. Bagian terendah belum masuk atau masih dapat dikeluarkan dari PAP. Versi luar adalah upaya yang dilakukan dari luar untuk dapat mengubah kedudukan janin menjadi kedudukan lebih menguntungkan dalam persalinan pervaginam. 2. ♣ Penderita mempunyai hipertensi ♣ Rahim pernah mengalami pembedahan : seksio sesaria. mempunyai deformitas pada tulang panggul/ belakang.kehamilan 34 minggu atau multigravida pada usia kehamilan 36 minggu. ♣ Pernah mengalami tindakan operasi pervaginam. pengeluaran mioma uteri. Untuk dapat melaksanakan versi luar perlu diperhatikan beberapa pertimbangan berikut ini: 1. ♣ Penderita pernah mengalami perdarahan selama hamil. ♣ Terdapat faktor resiko tinggi kehamilan: kasus infertilitas. tinggi badan kurang dari 150 cm. persalinan prematuritas atau kelahiran mati. Kontraindikasi versi luar ♣ Ketuban sudah pecah. Berdasarkan ketetapan tersebut dikenal bentuk versi luar : 1. Versi podalik : perubahan kedudukan janin menjadi letak bokong (sungsang). Syarat versi luar dapat berhasil dengan baik : Dilakukan pada usia kehamilan 34-36 minggu Pada inpartu dilakukan sebelum pembukaan 4 cm.

Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri. Kalau janin kecil. Cara Denman Bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang . badan bagian bawah. bokong dan kaki lahir. Cara Douglas. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli harus segera dilakukan seksio sesaria. Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. kadang-kadang persalinan dapat berlangsung spontan. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. Janin lahir cara Denman atau Douglas. MEKANISME PERSALINAN Pada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan. Apabila riwayat obstetrinya baik dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan lengkap untuk kemudian dilakukan versi ekstraksi. Kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. sehingga bila janin masih hidup hendaknya dilakukan seksio sesaria dengan segera sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan pervaginam dengan dekapitasi. bahu masuk ke dalam rongga panggul. sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. tidak dapat terjadi persalinan spontan. selanjutnya disusun . sehingga bahu. sudah mati dan menjadi lembek. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin. Pada letak lintang kasep versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptur uteri. segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. Bahu masuk ke dalam panggul. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki.Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung kepada beberapa faktor.

Oleh karena pasien tidak dilakukan tindakan versi luar maka persalinan pervaginam tidak dapat dilakukan. Dan sebaiknya dilakukan kontrasepsi yang tidak mengganggu asi. baik terhadap ibu maupun janinnya. V. Prognosis pada pasien ini bisa dikatakan kurang baik. © Pemeriksaan obstetrik Pemeriksaan luar: . Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang disamping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri. Dimana pasien yang dilakukan operasi sectio sesaria kontraindikasi bila terjadi kehamilan dalam kurun waktu 2 tahun pasca operasi. Sesuai dengan tanda dari letak lintang. juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. KESIMPULAN 1. Dan untuk mencegah hal ini terjadi sebaiknya pada saat dilakukan sectio sesaria disertai dengan pemasangan IUD. IV. Pada pasien ini penatalaksanaannya sudah sesuai dengan standar pelayanan. Pada Quo ad vitam ad bonam dan quo ad functionam ad bonam. Namun hal ini bukanlah kesalahan yang mutlak karena pelaksanaan kontrasepsi bisa dilakukan dalam waktu 40 hari setelah partus. Sewaktu melakukan sectio sesaria pada pasien ini tidak disertai dengan tindakan pemasangan IUD. Dan persalinan ibu dilakukan dengan operasi seksio sesaria.oleh lahirnya kepala.3 bagaimana prognosis pasien ini? Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek. Pada pasien tidak dilakukan versi luar karena pasien ini terdapat kontraindikasi untuk dilakukan tindakan tersebut yaitu tinggi badan ibu kurang dari 150 cm (136 cm). Penegakan diagnosa pada pasien ini sudah tepat.

sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul. Namun pada pasien ini kita harus melakukan motivasi KB. Dan sebaiknya menggunakan kontrasepsi yang tidak mengganggu laktasi. sesuai dengan standar pelayanan.abdomen : cembung. Letak Lintang LETAK LINTANG A. 3. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin. 2. Pengertian Letak Lintang Letak Lintang adalah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. tegang TFU : 28 cm LP : 92 cm His : LA : lintang © Pemeriksaan penunjang Hasil USG dinyatakan letak lintang. Penatalaksanaan letak lintang pada pasien ini sudah benar. © Tindakan versi luar tidak dilakukan karena kontraindikasi yaitu tinggi badan pasien 136 cm. Fungsi reproduksi pada pasien ini masih baik. © Dilakukannya Operasi sectio sesaria pada pasien ini. Punggung janin dapat berada di .

Letak lintang I : kepala di kiri b). (Hanifa Wiknjosastro.(Rustam mochtar. Dorso anterior (di depan) b). Pada kehamilan prematur.1998) . di atas (dorsosuperior). Dorso inferior (di bawah) B. Dorso posterior (di belakang) c).Menurut letak kepala terbagi atas: a). Karena biasanya yang paling rendah adalah bahu. Jika sudut yang dibentuk kedua sumbu ini tajam disebut oblique lie. Keadaan-keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepala ke dalam rongga panggul seperti misalnya panggul sempit. Demikian pula kelainan bentuk rahim.depan (dorsoanterior). yang terdiri dari deviated head presentation (letak kepla mengolak) dan deviated breech presentation (letak bokong mengolak). di belakang (dorsoposterior). Dorso superior (di atas) d). Letak lintang II : kepala di kanan . tumor di daerah panggul dan plasenta previa dan pula mengakibatkan terjadinya letak lintang tersebut. janin sering dijumpai dalam letak lintang. Etiologi Sebab terpenting terjadinya letak lintang adalah multiparitas disertai dinding uterus dan perut lembek. maka dalam hal ini disebut juga shoulder presentation. juga merupakan penyebab terjadinya letak . atau di bawah (dorsoinferior). hidramnion dan kehamilan kembar.Menurut posisi punggung terbagi atas: a).dkk. seperti misalnya uterus arkuatus atau uterus subseptus.1992) Letak lintang adalah bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu menyilang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 derajat.

dan tumor-tumor pelvis . Diagnosis Adanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi.Fiksasi kepala tidak ada. Bila ketiak dapat diraba. bikornus. hidrosefalus. Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya.lintang. Kalau ketiak menutup ke kiri. Punggung .1992) Penyebab dari letak lintang sering merupakan kombinasi dari berbagai faktor. anaensefalus.Janin sudah bergerak pada hidramnio. kepala janin berada di samping. pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga. kepala di sebelah kiri. kepala berada disebelah kanan. arah menutupnya menunjukkan letak dimana kepala janin berada. atau sudah mati. anak kecil.1998) C.(Rustam mochtar. plasenta previa. karena panggul sempit.Pelvic kidney dan kandung kemih serta rektum yang penuh.(Hanifa Wiknjosastro. sering pula penyebabnya tetap merupakan suatu misteri. kecuali bila sudah turun ke dalam panggul. multiparitas. dan di atas simfisis juga kosong.dkk. atau septum . . Apabila bahu sudah masuk ke dalam panggul. sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan. Denyut jantung janin ditemukan di sekitar umbilikus.Kelainan uterus seperti arkuatus. Faktorfaktor tersebut adalah: .Lumbar skoliosis . Pada palpasi fundus uteri kosong.Monster .Gemeli (kehamilan ganda) .

(Rustam mochtar. Foto Rontgen Tampak janin dengan letak lintang. Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung. Palpasi .Untuk menentukan tangan kanan atau kiri lakukan cara dengan bersalaman.(Hanifa Wiknjosastro.Fundus uteri kosong dan bagian bawah kosong. dan kalau tangan menumbung teraba tangan. .dkk. ketiak menutup di kiri. skapula. Bila kepala terletak di kiri. namun pada letak lintang biasanya ketuban cepat pecah. kecuali kalau bahu sudah masuk dalam p.Teraba bahu dan ketiak yang bisa menutup ke kanan atau ke kiri. Inspeksi Perut membuncit ke samping 2.dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang.1998) D.Kepala (ballotement) teraba di kanan atau kiri 3. Pemeriksaan dalam (VT) .Pemeriksaan dalam agak sukar dilakukan bila pembukaan kecil dan ketuban intak. sedangkan dada dengan terabanya klavikula.Letak punggung ditentukan dengan adanya skapula letak dada dengan klavikula.a. .1992) Diagnosis letak lintang janin diantaranya: 1.p. Mekanisme Persalinan Pada letak dengan ukuran panggul normal dan janin . . . 5.Teraba tulang iga. 4.Fundus uteri lebih rendah dari seharusnya tua kehamilan . Auskultasi DJJ setinggi pusat kanan atau kiri.

dan sering kali meninggal pula. sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. kadang-kadang persalian dapat berlangsung spontan. sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makaian tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. tidak dapat terjadi persalinan spontan. Bila tidak segera dilakukan pertolongan. Dalam usaha untuk mengeluarkan segmen uterus berkontraksi dan beretraksi dan sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipi. Dua cara tersebut merupakan variasi suatu mekanisme lahirnya janin dalam letak . sehingga bahi. Kalau janin kecil. bokong dan kaki lahir. akan menyebabkan kematian janin dan ruptura uteri. Janin lahir dalam keadaan terlipat melalui janin lahir (konduplikasio korpore) atau lahir dengan evolusio spontanea menurut cara Denman atau Douglas. Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. Bahu masuk ke dalam panggul. sedangkan janin akan meninggal.cukup bulan. akan terjadi ruptura uteri. kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan. Ibu berada dalam keadaan sangat berbahaya akibat perdarahan dan infeksi. sehingga janin yang meninggal sebagian atau seluruhnya keluar dari uterus dan masuk ke dalam rongga perut. selanjutnya disusul lahirnya kepala. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. sudah mati dan menjadi lembek. badan bagian bawah. Pada cara Denman bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang. bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. kemudian dilewati oleh bokong dan kaki. Pada cara Douglas bahu bmasuk ke dalam rongga panggul.

Pada letak . dada. akibat fleksi lateral yang maksimal dari tubuh janin. Beberapa cara janin lahir spontan: 1. Kalau letak lintang dibiarkan. dan akhirnya kepala. akan terjadi ruptura uteri dan janin sebagian atau seluruhnya masuk ke dalam rongga perut. Menurut Denman Setelah bahu lahir kemudian diikuti bokong. . Conduplicatio corpore Kepala perut berlipat bersama-sama lahir memasuki panggul. atau bila panggul luas.(Hanifa Wiknjosastro.dkk. perut. kepala atau bokong. Hali ini disebut letak lintang kasep (Neglected Tranverse Lie). Bagian korpus uteri mengecil sedang SBR meregang. dan akhirnya dada. 2. bila tangan dimasukkan ke dalam kavum uteri terjepit antara janin dan panggul serta dengan narkosa yang dalam tetap sulit merubah letak janin. Evolutio Spontanea a). letak lintang berubah spontan mengambil bangun semula dari uterus menjadi leta membujur. Bila tidak cepat diberikan pertolongan. sudah mati dan menjadi lembek. maka bahu akan masuk ke dalam rongga panggul.1992) Anak normal yang cukup bulan tidak mungkin lahir secara spontan dalam letak lintang. perut. bila kecil (prematur). Kadang-kadang oleh karena his. namun hal ini jarang sekali terjadi. Janin hanya dapat lahir spontan. turun makin lama makin dalam sampai rongga panggul terisi seluruhnya oleh badan janin. Menurut Douglas Bahu diikuti oleh dada. bokong.lintang. Adanya letak lintang kasep dapat diketahui bila ada ruptura uteri mengancam. b).

Partus lama. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek. Bagi janin Angka kematian tinggi (25-40%). baik terhadap ibu maupun janinnya.lintang biasanya: • Ketuban cepat pecah • Pembukaan lambat jalannya • Partus jadi lebih lama • Tangan menumbung (20-50%) • Tali pusat menumbung (10%). atau sewaktu versi dan ekstraksi . tetapi kelaina-kelainan yang menyebabkan letak lintang. yang dapat .dkk. Faktorfaktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang di samping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri. 2. seperti misalnya panggul sempit . Bagi ibu Bahaya yang mengancam adalah ruptura uteri baik spontan. . Prognosis Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi presentasi kepala. Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan.(Hanifa Wiknjosastro. juga sering akibat tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu. seperti misalnya terjadi rupture uteri dan robekan jalan lahir lainnya.1998) E.1992) Prognosis letak lintang diantaranya: 1. ketuban pecah dini dengan demikian mudah dapat infeksi intrapartum. tumor panggul dan plasenta previa masih dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan.(Rustam mochtar.

dengan posisi perut seakan-akan menggantung ke bawah. .bisa dengan mengepel lantai . Dan posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal. Kemungkinan janin akan kembali ke posisi normal.Hipoksia karena kontraksi uterus terus menerus . kemungkinan besar bayi yang sungsang dapat kembali ke posisi normal.1998) F.Ketuban pecah dini.(Rustam mochtar.Prolapsus funiculi . Bila posisi ini dilakukan dengan baik dan teratur. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar.Begitu juga saran agar si ibu memakai korset atau semacam celana bersepeda nan ketat guna mempertahankan letak janin yang sudah kembali normal.disebabkan oleh: . Penanganan Bila sudah ketahuan sungsang atau melintang. misalnya pagi dan sore.dianjurkan untuk melakukan posisi bersujud (knee chest position). Masing-masing selama 10 menit. Sebelum . berkisar sekitar 92 persen. Cara ini harus rutin dilakukan setiap hari sebanyak 2 kali. Cara tersebut antara lain : .Ibu hamil agar rajin menungging .Trauma partus . ibu hamil dapat melakukan beberapa usaha untuk membuat letak janinnya normal meskipun kemungkinan berahasilnya kurang dari 60 %. Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lintang.

Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset. tumor dalam panggul. maka lebih sering terjadi pecah ketuban sebelum pembukaan serviks sempurna dan dapat mengakibatkan terjadinya prolapsus funikuli 3. sebaiknya segera dilakukan seksio seksaria. dan dilakukan pemeriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil. Apabila riwayat obstetrik wanita yang bersangkutan baik. bahu tidak dapat melakukan dilatasi pada serviks dengan baik. Pada permulaan persalianan masih dapat diusahakan mengubah letak janin menjadi presentasi kepala asalkan pembukaan masih kurang dari empat sentimeter (< 4 cm) dan ketuban belum pecah. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan. tidak didapatkan kesempitan panggul. sehingga pada seorang primigravida kala I menjadi lama dan pembukaan serviks sukar menjadi lengkap 2. janin mungkin akan memutar kembali.melakukan versi luar harus dilakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit. sehingga bila terjadi perubahan letak. segera dapat ditentukan diagnosis dan penanganannya. karena tidak ada bagian besar janin yang menahan tekanan intra-uterin pada waktu his. Pertolongan persalinan letak lintang pada multipara bergantung pada beberapa faktor. atau plasenta previa. dan janin tidak . Sikap ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : 1. pada primigravida versi ekstraksi sukar dilakukan. Pada seorang primigravida bila versi luar tidak berhasil.

atau embriotomi .(Hanifa Wiknjosastro. Pada letak kasep. sehingga bila janin masih hidup.seberapa besar. Jika ketuban pecah. Sewaktu partus Janin dapat dilahirkan dengan cara pervaginam. Versi ekstraksi dapat dilakukan pula pada kehamilan kembar apabila setelah bayi pertama lahir. yaitu dengan versi dan ekstraksi. Dalam hal ini persalinan dapat diawasi untuk beberapa waktu guna mengetahui apakah pembukaaan berlangsung dengan lancar atau tidak. ditemukan bayi kedua berada dalam letak lintang.1992) Penanganan letak lintang dapat dilakukan dengan berbagai cara. dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian dilakukan versi ekstraksi atau mengakhiri persalinan dengan seksio sesarea. tetapi tidak ada prolapsus funikuli. atau multi pada kehamilan 36 minggu. Selama menunggu harus diusahakan supaya ketuban tetap utuh dan melarang wanita tersebut bangun atau meneran. Sewaktu hamil Usahakan jadi letak membujur (kepala atau bokong) dengan melakukan versi luar pada primi dengan usia kehamilan 34 minggu. maka bergantung kepada tekanan.dkk. hendaknya dilakukan seksio sesarea dengan segera. sedangkan pada janin yang sudah mati dilahirkan per vaginam dengan dekapitasi. Apabila ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolapsus funikuli. versi ekstraksi akan mengakibatkan ruptura uteri. antara lain: a). harus segera dilakukan seksio seksarea. b). dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap untuk kemudian melakukan versi ekstraksi.

atau perabdominam. Tingkat pertolongan 1) Bila ketuban belum pecah .1998) DAFTAR PUSTAKA Mochtar. embriotomi secara hati-hati Menurut Eastmant dan Greenhill.Pembukaan 5 cm :tunggu sampai hampir lengkap ketuban dipecahkan. KEHAMILAN USIA MUDA .Lama pecah : seksio sesarea . dengan anak hidup. Sinopsis Obstetri. seksio sesarea.(Rustam mochtar. 1992. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.Pembukaan 5 cm : versi luar . atau kalau fasilitas kurang.1998. 2) Bila ketuban pecah . bila ada panggul sempit seksio sesarea adalah cara yang terbaik dalam segala letak lintang . penanganan letak lintang ada dua cara: 1..Bila ketuban sudah pecah dan pembukaan lengkap : versi dan ekstraksi . Semua primigravida dengan letak lintang harus ditolong dengan seksio sesarea walaupun tidak ada panggul sempit. 2. Ilmu Kebidanan. Jakarta: EGC Wiknjosastro. Rustam. c).et al.Letak lintang kasep dan anak mati: laparotomi.Letak lintang kasep dan anak hidup : seksio sesarea . Hanifa.(dekapitasi eviserasi) bila janin sudah meninggal.

Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi. Keguguran. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan. Pasalnya. adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. misalnya : karena terkejut. a. Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. cemas. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda. b. berat badan lahir rendah . 2. Persalinan prematur. 2000). stres. (Ubaydillah. emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang.

(BBLR) dan kelainan bawaan. Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang. keadaan psikologi ibu kurang stabil. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan. pengetahuan akan asupan gizi rendah. pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang. seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri. sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran . selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal. Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksiterutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan. berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun.

Keracunan Kehamilan (Gestosis). e. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi. Keadaan gizi buruk. membentuk sel darah merah janin dan plasenta. tingkat sosial ekonomi rendah. berat badan lahir rendah dan cacat bawaan. c..lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis. Mudah terjadi infeksi. tambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas. Kombinasi keadaan alat reproduksi . d.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda.prematur.

yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain: a. Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi.yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun). selain itu juga disebabkan selaput . Kematian ibu yang tinggi. f. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian. Resiko bagi ibunya : (1) Mengalami perdarahan. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi.

Pada saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. Kematian pada saat melahirkan yang . hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja. (2) Kemungkinan keguguran / abortus. (3) Persalinan yang lama dan sulit.kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir. Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin.ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim).penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin. baik dengan obat-obatan maupun memakai alat. kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian ibu. kelainan panggul.

Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari).disebabkan oleh perdarahan dan infeksi. Dari bayinya : (1) Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan. umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. b.500 gram. Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan. (3) Cacat bawaan. virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon. dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil. (2) Berat badan lahir rendah (BBLR). hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang. diantaranya kelainan genetik dan kromosom. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil. Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. . infeksi.

2008 by creasoft in Kesehatan Reproduksi Remaja Tagged with anemia.kematian bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian perinatal. (Ubaydillah. kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari).Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan. misalnya : karena terkejut. emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang.500 gram. Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda. kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia. stres. adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. 2000).1998).(4) Kematian bayi.yang disebabkan berat badan kurang dari 2. remaja.(Manuaba. kehamilan. resiko tinggi. keguguran. Pasalnya. ← Keguguran. cemas. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka . zat besi « Konsep Praktek Klinik Keperawatan Konsep Penyembuhan Luka » Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi. Posted April 23.

tingkat sosial ekonomi rendah. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi.Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda. pengetahuan akan asupan gizi rendah.← ← ← kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan. berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan.Keadaan gizi buruk. berat badan lahir rendah dan cacat bawaan. sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran prematur. Mudah terjadi infeksi. Persalinan prematur. seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal. berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. tambahan zat besi dalam tubuh . dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas. pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. keadaan psikologi ibu kurang stabil.Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksiterutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan.

yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun).Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. Kemungkinan keguguran / abortus.Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia.Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi.. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.Pada saat hamil .kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir.lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis. Keracunan Kehamilan (Gestosis).← ← fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain: ← • • Resiko bagi ibunya : Mengalami perdarahan. membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi. selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim). Kematian ibu yang tinggi.

500 gram. umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. Persalinan yang lama dan sulit.Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). Dari bayinya : Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.Kematian pada saat melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan dan infeksi.kematian bayi yang masih berumur 7 hari ← ← ← ← .Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2. infeksi.Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan. virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon.• seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran.penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin. diantaranya kelainan genetik dan kromosom. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil.Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin. Berat badan lahir rendah (BBLR). hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang. hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja. baik dengan obat-obatan maupun memakai alat. Cacat bawaan. kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian ibu. kelainan panggul. dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kematian bayi.

maupun pola pergaulan yang semakin bebas.500 gram.1998).yang disebabkan berat badan kurang dari 2.pertama hidupnya atau kematian perinatal. . di desa lebih tinggi (61%) daripada di kota. Salah satu dampak yang diakibatkan perilaku seks bebas ini yaitu kehamilan dini (kehamilan pada usia remaja. kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari). antara 13 – 19 tahun). kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia.(Manuaba. Sebagai gambaran data Survei Kesehatan Ibu dan Anak tahun 2000 menunjukkan median umur kehamilan pertama di Indonesia adalah 18 tahun. edited by : ITA AFRIKASARI SUMBER : Dewasa ini. bertutur kata. Salah satunya dalam hal gaya hidup. Perilaku seks bebas yang sudah lazim di belahan dunia Barat sudah mulai merebak di kalangan remaja Indonesia. di mana sebanyak 46% perempuan mengalami kehamilan pertama di bawah usia 20 tahun. perkembangan arus informasi yang pesat banyak mempengaruhi remaja. Remaja-remaja Indonesia sedikit demi sedikit mulai mengadopsi budaya Barat dalam cara berpakaian. Remaja merupakan kelompok dengan signifikansi tingkat komplikasi yang lebih tinggi selama kehamilan dan persalinan.

pelayanan prenatal sangat dibutuhkan untuk menjaga dan menunjang perkembangan bayi yang baik selama . Namun. lebih dikarenakan faktor sosial-ekonomi daripada biologis. Sedangkan untuk kehamilan pada wanita di usia remaja akhir (15 tahun keatas). Kanada. hal ini dapat menyebabkan eklampsia (kejang saat melahirkan). 1994 ditemukan bahwa dua tahun setelah menstruasi yang pertama. usia sudah bukan merupakan faktor resiko utama dalam kehamilan. Britania. Masalah-masalah ini dapat mengakibatkan kesulitan sewaktu melahirkan bayi. Beberapa studi yang dilakukan di Amerika Serikat. Para remaja yang hamil biasanya terlambat bahkan tidak sama sekali mendapatkan pelayanan prenatal (sebelum kelahiran) yang cukup. seorang anak wanita masih mungkin mencapai pertumbuhan panggul antara 2–9% dan tinggi badan 1%. maupun kematian ibu. fistula obstetrik. Di negara-negara yang sudah maju. Perancis. khususnya yang berusia 15-19 tahun. kematian bayi. Dari penelitian Royston Erica. biasanya problem ini diatasi dengan tindakan bedah Caesarea. sehingga tidak mengherankan apabila persalinan akibat disproporsi antara ukuran kepala bayi dan panggul ibu (disproporsi sefalopelvik) paling sering ditemukan pada ibu yang sangat muda. di negara berkembang dimana pelayanan kesehatan mungkin tidak tersedia. Padahal.Kehamilan pada remaja wanita berusia 14 tahun kebawah memiliki resiko komplikasi medis lebih besar daripada wanita dengan usia lebih dewasa karena panggul belum berkembang dengan sempurna. Selain itu alat reproduksinya juga belum siap sepenuhnya. dan Swedia sejak tahun 1970 menunjukkan suatu kesamaan bahwa resiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan pada remaja.

Komplikasi yang ditimbulkan karena tidak cukupnya pelayanan prenatal antara lain kelahiran bayi dengan berat badan rendah (di bawah 2. Kedua hal ini sama-sama menimbulkan tekanan ekonomi yang kuat pada si remaja. Perlakuan negatif yang ditujukan pada si ibu- . penghasilan yang rendah berujung pada ketidaklayakan lingkungan tempat tinggal dan ketidakmampuan untuk mengusahakan pelayanan kesehatan bahkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. kelahiran prematur. 2007) menunjukkan 60% ibu-ibu muda tidak memiliki pasangan laki-laki saat bayi mereka dilahirkan. anemia. masih ada stigma atau pandangan negatif masyarakat yang menempel pada para ibu-remaja. Baltimore (MD. Stigma tersebut dapat mempengaruhi cara pandang si ibu-remaja tentang kemampuannya mengasuh anak. Kehamilan pada usia remaja juga berimplikasi pada kehidupan si remaja selanjutnya. Seorang ibu-remaja juga biasanya mengalami alienasi (pengasingan) dari lingkungan pergaulan dan keluarganya. perasaan menjadi seorang ibu secara umum dan bahkan tentang dirinya sendirinya. Kehamilan dapat menimbulkan tekanan yang cukup besar dalam hubungan muda-mudi. Kurangnya pendidikan akan berdampak menganggur dalam waktu yang lama ataupun pilihan pekerjaan dengan upah yang rendah. Kids Count Data Book Online. July 25.5 kilogram) . Selain stres emosional yang dirasakan. Selain itu. Contoh pelayanan prenatal yang utama adalah peran bidan dan poskesmas dalam memberikan informasi serta mencukupkan kebutuhan gizi bagi ibu dan anaknya.dalam kandungan serta kesehatan daripada si ibu sendiri. Remaja dengan kehamilan dini biasanya tidak menyelesaikan pendidikannya (putus sekolah). Belum lagi remaja yang memilih untuk menjadi orangtua tunggal. dan tekanan darah tinggi.

.org. Baltimore.remaja dapat mengikis kepercayaan diri dan perasaan berharga sebagai seorang manusia. Hal-hal tersebut menyebabkan resiko depresi pasca melahirkan yang lebih tinggi pada wanita remaja dibandingkan pada wanita yang berusia lebih dewasa. Referensi : www. saya ingin menanyakan tentang usia kehamilan.. Soetjiningsih. . Tumbuh Kembang Anak.gov/medlineplus/teenagepregnancy www. July 25. . 2007. Jakarta. 1995 Isi terkait: Bagaimana menghitung usia kehamilan? Saya wanita 28 tahun.marchofdimes.. 2007 Kids Count Data Book Online.nih.au Annie E.. EGC..com/professionals www.womhealth. Casey Foundation.nlm. MD.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->