Al-Qur’an dan Hadits tentang ekonomi syariah

I. Al-Qur’an 1. Firman Allah QS. al-Nisa’ [4]: 29: “Hai orang yang beriman! Janganlah kalian saling memakan (mengambil) harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan sukarela di antaramu…”. (sempurnakan satu ayat!!!) 2. Firman Allah QS. al-Baqarah [2]: 282: "Hai orang yang beriman! Jika kamu bermu'amalah tidak secara tunai sampai waktu tertentu, buatlah secara tertulis...". (cukup) 3. Firman Allah QS. Shad [38]: 24: "…Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang bersyarikat itu sebagian dari mereka berbuat zalim kepada sebagian lain, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh; dan amat sedikitlah mereka ini…." 4. Firman Allah QS. al-Baqarah [2]: 275: “…dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba...” (sempurnakan/lengkapkan satu ayat!!!) ). 5. Firman Allah QS. al-Baqarah [2]: 278 – 279: “Hai orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang yang beriman ……. “……. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya ” (lengkapi jika blm lengkap 2 ayat!!!) 6. Firman Allah QS. al-Hasyr [59]: 18 “Hai orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dibuat untuk hari esok (masa depan). Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” 7. “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamiu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah dengan adil…” (QS. an-Nisa [4]: 58). 8. “Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. al-Baqarah [2]: 280) 9. “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” (QS. al-Maidah [5]: 2)

Abu Daud.” (HR. Rasulullah SAW berkata: “Allah swt. dari Abu Hurairah). “Perdamaian dapat dilakukan di antara kaum muslimin. “Nabi bersabda.II. 2. Seluruh anggota manusia bergantung kepada yang lain untuk memenuhi kebutuhannya. 3. Aku keluar dari mereka. 4. berfirman: ‘Aku adalah pihak ketiga dari dua orang yang bersyarikat selama salah satu pihak tidak mengkhianati pihak yang lain. Jika salah satu pihak telah berkhianat. Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat. Hadits 1. muqaradhah (mudharabah). jikalau satu bagian menderita sakit maka bagian lain akan turut menderita” (HR. dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama ia (suka) menolong saudaranya” (HR. Tirmidzi dari ‘Amr bin ‘Auf). Ibnu Majah dari Shuhaib). bukan untuk dijual. kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram. dan mencampur gandum dengan jewawut untuk keperluan rumah tangga. Muslim dari Abu Hurairah 5. Tirmidzi dari ‘Amr bin ‘Auf) Islam dan Ilmu Ekonomi Author: merzagamal.’” (HR. “Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram. dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram” (HR. “Barang siapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia. Dengan semakin berkembangnya peradaban manusia dari . 7 September 2006 : 12:43 pm. ‘Ada tiga hal yang mengandung berkah: jual beli tidak secara tunai. Hadis riwayat Abu Daud dari Abu Hurairah. Ketergantungan mutualistik dalam kehidupan individu dan sosial di antara manusia telah melahirkan sebuah proses evolusi gradual dalam pembentukan sistem pertukaran barang dan pelayanan. Muslim dari Nu’man bin Basyir) 6. saling mengasihi dan mencintai bagaikan tubuh (yang satu). INOVASI BARU: Cara Modern Menjadi Penulis Hebat! Sejak adanya kehidupan manusia di permukaan bumi. “Perumpamaan orang beriman dalam kasih sayang. yang dishahihkan oleh al-Hakim.” (HR. hajat untuk hidup secara kooperatif di antara manusia telah dirasakan dan telah diakui sebagai faktor esensial agar dapat survive dalam kehidupan.

kontribusi Islam dalam pemikiran ekonomi seakan hilang ditelan peradaban dunia sehingga tidak ditemukan bukubuku sejarah pemikiran Ekonomi Islam. 1995). ketika Samuelson dalam buku teks Economics edisi 7. sebagian besar ekonom. tidak satupun ekonom (pakar ekonomi) yang bereaksi. Sementara itu.zaman ke zaman. Torrey dalam disertasinya yang berjudul “The Commercial Theological Terms in the Koran” menyatakan bahwa Al Quran menggunakan terminology bisnis sedemikian ekstensif. C. Penggunaan terminology bisnis (ekonomi) yang sedemikian banyak. regional. yaitu “AlAmwal” (865). sosial. termasuk masalah-masalah yang berhubungan dengan aktivitas ekonomi. karena Islam menganjurkan umatnya untuk melakukan kegiatan bisnis (berusaha) guna memenuhi kebutuhan sosial-ekonomi mereka. Prinsip-prinsip ekonomi yang ada dalam berbagai ayat di Al Qur’an dilengkapi dengan sunah-sunah dari Rasulullah melalui berbagai bentuk Al Hadits dan diterangkan lebih rinci oleh para fuqaha pada saat kejayaan Dinul Islamiyah baik dalam bentuk Al Ijma maupun Al Qiyas. yang dikenal sebagai “Bapak Ilmu Ekonomi”. Al Quran sebagai Kitab Suci Umat Islam bukan hanya mengatur masalah ibadah yang bersifat ritual. Bisnis atau berusaha sebagai bagian dari aktivitas ekonomi selalu memegang peranan vital di dalam kehidupan manusia sepanjang masa.C. tetapi juga memberikan petunjuk yang sempurna (komprehensif) dan abadi (universal) bagi seluruh umat manusia. Al Quran mengandung prinsip-prinsip dan petunjukpetunjuk yang fundamental untuk setiap permasalahan manusia. Rasulullah Shallullahu Alaihi wa Sallam sendiri terlibat di dalam kegiatan bisnis selaku pedagang bersama istrinya Khadijah. bahwa Adam Smith. yakni sejak lima belas abad yang silam. menurut Adiwarman Karim (2002). spontan bereaksi menentang keberadaan Ekonomi yang berdasarkan ajaran Syariah Islam tersebut. menjelaskan bahwa perekonomian yang maju ketika itu adalah perekonomian Arab yang dipimpin Muhammad dan Para Khalifa ur Rasyidin (dalam buku tersebut disebut sebagai Mahomet and his immediate successors). Sementara itu. Ironi lainnya. ternyata judul buku Adam Smith tersebut merupakan saduran dari buku Imam Abu Ubayd. dan internasional. menunjukkan sebuah manifestasi adanya spirit bersifat komersial dalam Al Quran. jika kita simak. ketika Ilmuwan Islam mengangkat kembali Ilmu Ekonomi Islam dengan Al Qur’an dan Al Hadits sebagai sumber rujukan utama. Fenomena tersebut bukanlah suatu hal yang aneh. Lebih ironis lagi. para ulama yang merupakan guru kaum muslimin tidak menolak pemikiran . Namun sejak abad ke 15 hingga pertengahan abad ke 20 Masehi. Adalah sebuah ironi. termasuk ekonom muslim. nasional. Umat Islam telah lama terlibat dalam aktivitas ekonomi. menyebutkan bahwa asal muasal Ilmu ekonomi adalah Bible (Injil). Ia menemukan 20 (dua puluh) macam terminology bisnis dalam Al Quran serta diulang sebanyak 370 kali dalam berbagai ayat (Mustaq Ahmad. Jika kita simak dengan seksama. dalam bukunya The Wealth of Nations (tahun 1766). dalam upaya mengembangkan pemikiran Ekonomi Islam. sistem pertukaran ini berevolusi dari aktivitas yang sederhana kepada aktivitas ekonomi yang modern. adalah. seorang ilmuwan Barat. ilmu ekonomi merupakan warisan peradaban manusia yang dapat diibaratkan sebagai bangunan bertingkat. dimana setiap kaum telah memberikan kontribusi pada zamannya masing-masing dalam mendirikan bangunan tersebut. Oleh karena itu. sehingga kepentingan ekonomi akan mempengaruhi tingkah laku bagi semua tingkat individu.

AlBaqarah ayat 2 & 168. meskipun pengaruh pemikiran ekonom Barat masih terasa. berkreasi. yaitu “dalam bidang muamalah. Sistem Ekonomi Syariah mempunyai beberapa tujuan. Ekonomi Syariah yang merupakan bagian dari sistem perekonomian Syariah. dan dalam mencari kebutuhan hidupnya.Ekonomi Illahiyah (Ke-Tuhan-an) 2. Sistem perekonomian Islam. Ekonomi Akhlaq mengandung arti bahwa kesatuan antara ekonomi dan akhlaq harus berkaitan dengan sektor produksi. Luqman ayat 22). yakni beribadah.Ekonomi Akhlaq 3. Ekonomi Syariah dapat dilihat dari 4 (empat) sudut pandang. Al-Maidah ayat 8.Kesejahteraan Ekonomi dalam kerangka norma moral Islam (dasar pemikiran QS. Ar-Ra’du ayat 36. Dengan demikian seorang Muslim tidak bebas mengerjakan apa saja yang diinginkan atau yang menguntungkan tanpa mempedulikan orang lain. saat ini lebih dikenal dengan istilah Sistem Ekonomi Syariah. distribusi. memiliki karakteristik dan nilai-nilai yang berkonsep kepada “amar ma’ruf nahi mungkar” yang berarti mengerjakan yang benar dan meninggalkan yang dilarang. berusaha mengembangkan Ekonomi Islam sesuai dengan dalil naqli dan dalil aqli. dan konsumsi. Dalam segenap aspek kehidupan bisnis dan transaksi.Menciptakan kebebasan individu dalam konteks kesejahteraan sosial (QS. dunia Islam mempunyai sistem perekonomian yang berbasiskan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Syariah yang bersumber dari Al Quran dan Hadits serta dilengkapi dengan Al Ijma dan Al Qiyas. bekerja keras. yaitu: 1.Membentuk masyarakat dengan tatanan sosial yang solid. manusia harus berdasarkan aturan-aturan (Syariah) dengan tujuan utama untuk mendapatkan Ridho Allah. Al-Maidah ayat 87-88. Az-Zukhruf ayat 32).Ekonomi Keseimbangan Ekonomi Ke-Tuhan-an mengandung arti bahwa manusia diciptakan oleh Allah untuk memenuhi perintah-Nya. serta tidak membedakan antara Muslim dan Non Muslim. saat ini. Melalui perannya sebagai “Khalifah” manusia wajib beramal.Ekonomi Kemanusiaan 4. 4. Kenyataan ini tersirat dalam suatu ungkapan yang diriwayatkan oleh Sayyidina Ali. Al-An’am ayat 165. Para ulama dan pakar ekonomi Islam. kewajiban mereka adalah kewajiban kita dan hak mereka adalah hak kita”. Al-Hujuraat ayat 13. . Asy-Syu’araa ayat 183) 3. dan berinovasi. berdasarkan keadilan dan persaudaraan yang universal (Qs. Ekonomi Kemanusiaan mengandung arti bahwa Allah memberikan predikat “Khalifah” hanya kepada manusia. karena manusia diberi kemampuan dan perasaan yang memungkinkan ia melaksanakan tugasnya. yakni: 1.para filosof dan ilmuwan non Muslim asalkan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Al-Jumu’ah ayat 10).Mencapai distribusi pendapatan dan kekayaan yang adil dan merata (QS. An-Nahl ayat 71. 2. Kegiatan sosial-ekonomi (muamalah) dalam Islam mempunyai cakupan luas dan fleksibel.

khususnya kaum lemah sebagaimana yang terjadi pada masyarakat kapitalis. namun penganut ajaran Islam sendiri. . Dengan demikian. Ekonomi yang moderat tidak menzalimi masyarakat. karena berabad-abad dijajah oleh bangsa Barat. Padahal tanpa disadari ternyata di dunia Barat sendiri telah banyak negara mulai mendalami system perekonomian yang berbasiskan Syariah. jiwa dan raga.Ekonomi Keseimbangan adalah pandangan Islam terhadap hak individu dan masyarakat diletakkan dalam neraca keseimbangan yang adil tentang dunia dan akhirat. Islam juga tidak menzalimi hak individu sebagaimana yang dilakukan oleh kaum sosialis. seringkali tidak menyadari hal itu. dapat dilihat bahwa Sistem Ekonomi Syariah mempunyai konsep yang lengkap dan seimbang dalam segala hal kehidupan. dan juga bahwa pandangan dari Barat selalu lebih hebat. iman dan kekuasaan. Hal itu terjadi karena masih berpikir dengan kerangka ekonomi kapitalis. akal dan hati. Di samping itu. tetapi Islam mengakui hak individu dan masyarakat secara berimbang. perumpamaan dan kenyataan.