Oleh: Ismoyowati Disajikan pada pelatihan Jabfung PKM, di Jakarta -31Agustus 2010

ETIKA
Ethics→adat, budipekerti
Telaah dan penilaian kelakuan manusia ditinjau dari kesusilaannya (filsafat)
Kumpulan keharusan, kumpulan kewajiban yang dibutuhkan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu Biasanya didasarkan pada hal tertentuagama, kesejahteraan atau kemakmuran negara

PRINSIP ETIKA
Hipocrates: •Tidak merugikan (non-maleficence) •Membawa kebaikan (beficence) •Menjaga kerahasiaan (confidensiality) •Otonomi pasien (autonomy of patient) •Berkata benar (truth telling) •Berlaku adil (justice) •Menghormati (privacy)

Wartawan. Bisnis.SISTEMATIKA ETIKA Umum: kondisi dasar manusia bertindak secara etis Khusus → individual: kewajiban dan sikap manusia thd diri sendiri → sosial → Sikap terhadap manusia . Promo Pendidik Kesehatan. Guru/Dosen.Etika keluarga .Etika lingk hidup . Kesehatan.Etika Profesi (Biomedis. tor dan Perawat dll) .Etika politik .

baik mengenai adekuasi pendidikannya maupun mengenai kompetensi orang-orang hasil didikannya tradisi kultural dalam menggunakan keahlian tertentu serta keterampilan dalam penggunaan tradisi okupasi/pekerjaan memiliki sejumlah sarana institusional untuk menjamin bahwa kompetensi yang dimiliki itu akan digunakan secara bertanggung jawab. serta cara rekrutasi pengemban profesi  Penguasaan  Komplek . wujudnya adalah organisasi profesi dengan prosedur penegakannya. Mensyaratkan pendidikan teknis yang formal lengkap dengan cara pengujian yang terinstusionalisasikan.

pelatihan tertentu yang diakui secara resmi termasuk organisasi profesi Mempunyai etika yaitu nilai yang patut dan layak serta mutlak mendukung keberadaan nya/eksistensinya Memperoleh imbalan jasa yang layak untuk kegiatan profesional yang dilakukan Bersedia dituntut jika melakukan malpraktek diluar kewenangannya yang merugikan klien     . Memiliki kompetensi yang menunjang untuk latihan dan kewenangan yang dimiliki Berpendidikan dan lulus dari suatu pendidikan.

adalah Seseorang yang memiliki keahlian dan atau keterampilan dalam promosi dan pendidikan / penyuluhan kesehatan yang diperoleh melalui pendidikan formal yang diakui oleh perkumpulan ini (ART PPPKMI Pasal I Ayat 2) .

PAN/8/2000) Penyuluh Kesehatan Masyarakat Terampil adalah Jabatan Penyuluh Kesehatan Masyarakat yang pelaksanaan tugasnya meliputi kegiatan teknis operasional yang bersifat keterampilan di bidang penyuluhan kesehatan masyarakat/promosi kesehatan. (SK MENPAN No. Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli adalah Jabatan Penyuluh Kesehatan Masyarakat yang pelaksanaan tugasnya meliputi kegiatanan pengembangan pengetahuan. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwewenang untuk melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat. penerapan konsep teori. ilmu dan seni untuk pemecahan masalah dan proses pembelajaran dengan cara sistematis di bidang penyuluhan kesehatan masyarakat/promosi kesehatan. tanggung jawab.Penyuluh Kesehatan Masyarakat adalah PNS yang diberi tugas.58/KEP/M. .

MUKADIMAH BABI:KEWAJIBAN UMUM: Pasal 1-5 BAB II:KEWAJIBAN TERHADAP MASYARAKAT: Pasal 6-13 BAB III:KEWAJIBAN TERHADAP SESAMA PROFESI: Pasal 14-17 BAB IV:KEWAJIBAN TERHADAP PROFESI LAIN: Pasal 18-20 BAB V:KEWAJIBAN TERHADAP PROFESINYA: Pasal 21-27 BAB VI:KEWAJIBAN TERHADAP DIRI SENDIRI: Pasal 28-32 BAB VII:PENUTUP: Pasal 33 .

politik. keterbukaan. dan mengamalkan etika profesi Promotor dan Pendidik Kesehatan. Promotor dan Pendidik Kesehatan harus jujur tentang kualifikasi dan keterbatasan keahlian mereka.BAB I:KEWAJIBAN UMUM Pasal 1: Setiap Promotor dan Pendidik Kesehatan harus menjunjung tinggi. Pasal 2: Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Promotor dan Pendidik Kesehatan lebih mementingkan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi. Promotor dan Pendidik Kesehatan tidak boleh membeda-bedakan masyarakat atas pertimbangan keyakinan. suku. dan sebagainya. menghayati. Tanggung jawab utama Promotor dan Pendidik Kesehatan adalah kepada masyarakat. dan saling menguntungkan. . Promotor Pendidik Kesehatan harus sejalan dengan profesi atau keahliannya. Pasal 3: Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Pasal 5: Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Dalam setiap urusan. Pasal 4: Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. sosial. agama. Promotor dan Pendidik Kesehatan hendaknya menggunakan pendekatan kemitraan dengan mengutamakan prinsip kesetaraan. golongan. ekonomi.

Promotor Pendidik Kesehatan harus mempertimbangkan semua isu dan memberikan prioritas kepada mereka yang tujuannya lebih dekat pada prinsip-prinsip penentuan diri sendiri dan meningkatkan kebebasan untuk memilih. kelompok. ikhlas dan jujur. Promotor dan Pendidik Kesehatan harus melibatkan klien mereka secara aktif di dalam seluruh proses pendidikan perubahan sehingga semua aspek dipahami secara jelas oleh klien. Promotor Pendidik Kesehatan berurusan dengan masyarakat. Promotor Pendidik Kesehatan selalu berorientasi kepada masyarakat baik sebagai individu maupun masyarakat luas sesuai dengan potensi sosial budaya masyarakat setempat. Pasal 7: Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Promotor dan Pendidik Kesehatan harus melindungi hak individu untuk membuat keputusan mereka sendiri berkenaan dengan kesehatan sepanjang keputusan tersebut tidak menunjukkan ancaman bagi yang lain. atau institusi. .BAB II:KEWAJIBAN TERHADAP MASYARAKAT Pasal 6: Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. agensi. Promotor dan Pendidik Kesehatan harus terus terang. Jika ada konflik minat di antara individu.

. Pasal 11: Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Tidak mengeksploitasi masyarakat dengan mengemukakan kenyataan-kenyataan yang tidak benar atau membesar-besarkan potensi keuntungan pelayanan atau program dengan mana dia berhubungan. Promotor dan Pendidik Kesehatan harus sesuai prosedur dan langkah-langkah yang profesional. Promotor dan Pendidik Kesehatan harus melindungi kesejahteraan fisik.BAB II:KEWAJIBAN TERHADAP MASYARAKAT Pasal 8: Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Promotor dan Pendidik Kesehatan harus bertanggung jawab dalam upaya melindungi. Pasal 9: Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Pasal 10: Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Dalam keadaan di mana privasi seringkali terancam. memelihara. sosial. Promotor dan Pendidik Kesehatan harus berdasarkan fakta melalui penelitian atau kajian ilmiah. Promotor dan Pendidik Kesehatan harus menggunakan pendekatan yang menyeluruh secara multi disiplin dengan mengutamakan upaya preventif dan promotif. dan psikologis masyarakat dan menjamin privasi dan kehormatan mereka.

Percaya bahwa kesehatan adalah hak dasar manusia. . Pasal 13: Promotor dan Pendidik Kesehatan menegaskan etik egaliter. Promotor dan Pendidik Kesehatan harus melihat antisipasi kedepan.BAB II:KEWAJIBAN TERHADAP MASYARAKAT Pasal 12: Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. memiliki tanggung jawab untuk berbicara pada isu-isu yang akan mempunyai efek mengganggu atau merusak atas kesehatan masyarakat.at. Promotor dan Pendidik Kesehatan harus mencurahkan kehidupan profesional mereka untuk memperbaiki kesejahteraan orang. mereka bertindak untuk memastikan bahwa baik manfaat maupun kualitas pelayanan profesional mereka tidak disangkal ataupun dihalangi semua orang pada siapa mereka bertanggung jawab. baik menyangkut masalah kesehatan maupun masalah bukan kesehatan yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat.

. ketimbang karena paksaan. Di mana tindakan sukarela tidak berhasil dalam menghasilkan dampak yang diinginkan. atau akan mendapatkan bahaya. tindakan yang membatasi kebebasan agen yang menghasilkan bahaya dibenarkan. di mana masyarakat sedang ada dalam bahaya. Promotor dan Pendidik Kesehatan harus menghindari strategi dan metode yang secara jelas ada pelanggaran dari moral yang diterima dan stándar legal. Pilihan strategi dan metode harus mencakup keterlibatan aktif orang yang akan diintervensi. Promotor dan Pendidik Kesehatan harus menerapkan strategi dan metode yang mengarahkan perubahan kapan saja dimungkinkan dengan pilihan. strategi paksaan dan metode diperlukan tetapi harus dikerjakan dengan lebih hati-hati.BAB V:KEWAJIBAN TERHADAP PROFESINYA Pasal 21: Promotor dan Pendidik Kesehatan hendaknya bersikap proaktif dalam mengatasi masalah kesehatan dan hendaknya senantiasa memelihara dan meningkatkan profesi promosi kesehatan. Pasal 22: Untuk melindungi kepercayaan dalam profesi. Pasal 23: Promotor dan Pendidik Kesehatan dalam menerapkan strategi dan metode harus tidak memberikan beban perubahan hanya pada populasi sasaran tetapi harus melibatkan kelompok yang tepat lainnya untuk mendapat perubahan yang efektif. . Akan tetapi.

yang dapat dihasilkan dari strategi yang diusulkan harus dikomunikasikan kepada semua individu yang tepat yang akan diintervensi. membagi pengalaman dan saling membantu diantara sesama profesi promosi kesehatan. mereka harus menjamin bahwa tidak ada praktek pengecualian terhadap individu berdasarkan sex. Pasal 25: Ketika Promotor dan Pendidik Kesehatan berperan serta dalam aksi berkaitan dengan kontrak (sewa). baik positif maupun negatif. Pasal 27: Promotor dan Pendidik Kesehatan hendaknya selalu berkomunikasi. .BAB V:KEWAJIBAN TERHADAP PROFESINYA Pasal 24: Hasil/dampak potensial. ras atau etnik. atau kenaikan pangkat. Pasal 26: Promotor dan Pendidik Kesehatan harus melindungi dan meningkatkan integritas profesi melalui diskusi yang bertanggung jawab dan kritik terhadap profesi. promosi. atau atribut non-profesional lainnya.

Pasal 30: Promotor dan Pendidik Kesehatan hendaknya menghindari komitmen yang saling bersaing. situasi konflik minat. .BAB VI:KEWAJIBAN TERHADAP DIRI SENDIRI Pasal 28: Promotor dan Pendidik Kesehatan harus memelihara kesehatannya agar dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik. Kejujuran personal dan profesional dan integritas adalah kualitas esensial dari seorang Promotor dan Pendidik Kesehatan. dan dukungan terhadap produk. persetujuan rahasia. Pasal 29: Promotor dan Pendidik Kesehatan harus menjadi panutan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pasal 31: Promotor dan Pendidik Kesehatan harus bertanggung jawab untuk reputasi yang baik disiplin mereka.

Penciptaan dan pendistribusian program baru dan material termasuk publikasi makalah profesi dan biasa. Promotor dan Pendidik Kesehatan harus mempertahankan kompetensi mereka pada tingkat yang paling tinggi melalui belajar dan pelatihan yang berkelanjutan.Peninjauan awal produk baru dan material media.Keterlibatan dalam isu-isu ekonomi dan legislatif berhubungan dengan kesehatan masyarakat . maupun biasa. 5. 2. 3. misalnya: 1.BAB VI:KEWAJIBAN TERHADAP DIRI SENDIRI Pasal 32: Promotor dan Pendidik Kesehatan harus senantiasa berusaha untuk mengembangkan dirinya dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Mengkaji ulang jurnal-jurnal profesional. teknikal.Keanggotaan aktif dalam organisasi profesi. 4.

1 Agustus 2003 .PERKUMPULAN PPKMI •Lahir 14 Februari 1988 • Azas Dasar: Pancasila dan UUD 1945 • Akte Notaris: Eko Hari Poernomo. No. SH .3.

Visi Menjadi organisasi Promotor dan Pendidik Kesehatan Profesional yang tanggap terhadap tantangan pembangunan kesehatan nasional dan global .

Misi • Menggerakkan pembangunan Indonesia Sehat berbasis perilaku • Melakukan penelitian dan pengembangan program. serta tukar menukar dan pendayagunaan informasi iptek di bidang promosi dan pendidikan kesehatn dalam skala lokal. baik lokal. nasional dan global • Menggerakkan peningkatan Promotor dan Pendidik Kesehatan berkaitan dengan penataan / pengaturan dan pembinaannya baik secara kuantitas maupun kualitas • Meningkatkan kemitraan dan kerjasama dengan berbagai pihak.nasional maupun global dalam rangka mempromosikan perilaku sehat .

rohaniah dan sosial rakyat Indonesia khususnya dan umat manusia umumnya Melindungi kepentingan anggota Membantu pemerintah dalam program pembangunan nasional (Pasal II Ayat 2 AD PPPKMI) .Tujuan Umum sejalan dengan tujuan IAKMI     Turut dalam pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan masyarakat Turut dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat badaniah.

LSM. integritas moral dan etika profesi serta melindungi dan memperjuangkan kepentingan anggota.Tujuan Khusus • • Melestarikan profesi promostor dan pendidik kesehatan dan kehidupan profesinya. Mengembangkan . Swasta. Meningkatkan kapasitas promosi kesehatan utamanya kapasitas SDM Promkes Profesional Melakukan pembinaan kehidupan profesi. regional dan global. (Pasal II Ayat 2 AD PPPKMI) • • • • . dan profesi . antar profesi kesehatan. mempraktekan dan mendayagunakan ilmu dan seni promosi kesehatan serta keterampilan profesi dalam program pembangunan Indonesia Sehat berbasis perilaku. Menggalang kemitraan baik dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Media Massa serta mengembangkan jejaring nasional.

• Anggota terdiri dari anggota muda. anggota luar biasa dan anggota kehormatan. • Anggota biasa secara otomatis adalah anggota IAKMI Pasal IV AD PPPKMI . anggota biasa. Anggota • Tenaga fungsional PKM secara otomatis menjadi anggota biasa.

WN Indonesia. Biasa dan Luar Biasa tetapi berjasa dalam bidang promosi dan pendidikan/ penyuluhan kesehatan Pasal III Ayat 1 ART PPPKMI .yang diakui oleh PPPKMI Anggota Luar Biasa Anggota Pakar/ahli promosi dan pendidikan/penyuluhan bukan WN Indonesia.Anggota Muda Tenaga promosi dan pendidikan/PKM Terampil Anggota Biasa Pakar/ahli promosi dan pendidikan/ PKM. yg sudah mendapat pendidikan dan pelatihan . Ahli madya yg bekerja dalam bidang pendidikan/penyuluhan kesehatan dan inovasi sosial. Mahasiswa yg sedang mengikuti pendidikan di bidang promosi dan pendidikan/penyuluhan. anggota IAKMI . Para peminat dalam bidang pendidikan/ penyuluhan kesehatan Anggota Kehormatan Mereka yang tidak termasuk Anggota Muda.

setelah mendapat persetujuan MUNAS Pasal III Ayat 2 ART PPPKMI .Penerimaan dan Pengangkatan Anggota a. setelah yg bersangkutan mengajukan formulir pendaftaran disertai uang pangkal dan telah disetujui oleh Pengurus Harian b. Anggota Kehormatan diangkat oleh Pengurus Harian atas usul anggota biasa PPPKMI. Anggota muda. anggota biasa dan anggota luar biasa diterima.

.) *) diisi oleh sekretariat **) coret yang tidak perlu ***)formulir dapat ...…………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….: ( ( ) ) HP : E-mail : Registrasi baru/ulang ** Muda/Biasa/Luar Biasa/Kehormatan* Pendidikan (tulislah semua tingkat pendidikan yang ijazahnya digunakan untuk pekerjaan) Tingkat/Jenjang Peminatan/Jurusan Institusi Tahun Lulus Gelar Minat khusus dalam bidang………………...Formulir Pendaftaran: *** Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia Indonesian Society for Health Promotor and Educator REGISTRASI ANGGOTA No. 2x3 3 lembar (…………..Anggota:……………………* Status Registrasi Status Anggota Daerah/Cabang Nama Lengkelar Alamat Rumah Kota/Prov/Kode Pos Telepon Fax Pekerjaan Sekarang Alamat Kantor : : : : : : : : : : Telp.. Pas Foto ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

anggota biasa mempunyai hak untuk memilih dan dipilih Anggota muda. Anggota muda. anggota biasa dan anggota luar biasa mempunyai hak untuk diperjuangkan dan dilindungi kepentingan yang bersangkutan dengan bidang keahliannya d. anggota biasa dan anggota luar biasa berkewajiban membayar iuran c.Hak dan Kewajiban Anggota a. Anggota luar biasa dan bersama anggota kehormatan mempunyai hak memberikan nasihat-nasihat pendapat/saransaran Pasal III Ayat 3 ART PPPKMI . Anggota muda. Anggota muda. Anggota muda. anggota biasa dan anggota luar biasa dalam MUNAS e. anggota biasa dan anggota luar biasa wajib mentaati AD dan ART b.

atau pelanggaran kode etik a. Karena anggota meninggal atau atas permintaan sendiri b.Penghentian Anggota a.Pencabutan keanggotaan secara tetap dilakukan oleh MUNAS Pasal III Ayat 4 ART PPPKMI . Keanggotaan dapat dicabut untuk sementara oleh Pengurus Harian karena tindakan yang menyalahi kewajiban atau merugikan PPPKMI. Anggota yang dicabut keanggotaannya oleh Pengurus Harian berhak mengajukan pembelaan kepada MUNAS berikutnya.

dipilih untuk masa 4 tahun oleh musyawarah daerah/cabang. Dewan Pakar serta dipilih untuk masa 4 tahun oleh MUNAS Pasal VI Ayat 1 AD PPPKMI Pengurus Cabang berkedudukan di provinsi. Cabang PPPKMI dapat dibentuk bila mempunyai anggota sekurang-kurangnya 5 orang Pasal VI . Pengurus Cabang Pasal VI AD PPPKMI Pengurus Pusat berkedudukan di Jakarta/Ibu kota RI dan terdiri atas Dewan Penasihat dan Pengurus Harian.Susunan Organisasi Organisasi PPPKMI terdiri dari Pengurus Pusat. dan kabupaten/kota. Ayat 2 AD PPPKMI .

Selanjutnya dilakukan pelantikan sebagai pengesahan berdirinya Perkumpulan PPKMI Cabang. .Cabang Provinsi untuk melantik Perkumpulan PPKMI Cabang Kabupaten/Kota.Pengajuan Perkumpulan PPKMI Cabang diajukan ke Perkumpulan PPKMI Pusat.Prosedur Pembentukan PPPKMI Cabang 1. Perkumpulan PPKMI Pusat dapat mendelegasikan kepada Perkumpulan PPKMI. untuk diterbitkan SK Pendirian. 3.Badan Formatur Cabang mengajukan pembentukan Perkumpulan PPKMI dengan melampirkan susunan Pengurus Harian dan Dewan Penasihat 2.

Musyawarah Nasional MUNAS/MUBES diadakan 4 th sekali kecuali apabila sewaktu-waktu diperlukan dan diminta oleh ½ jumlah cabang Pasal VI I Ayat 1 AD PPPKMI .

ART PPPKMI .• Lambang disahkan oleh MUNAS • Gambar peta Indonesia yg berada dalam lingkaran elips : Indonesia dengan lingkungan yg sehat • Obor dengan lilitan ular: pencerahan kesehatan •5 garis : perkumpulan yg berazaskan Pancasila dan lima pilar kesehatan Pasal VII.

MARS PPPKMI Ciptaan H.MKes Maju bersama masyarakat bina hidup bersih dan sehat melalui promosi dan pendidikan kesehatan Meningkatkan kemandirian terus menggalang kemitraan paradigma sehat pilar utama ciptakan sehat sebagai budaya PPPKMI motor penggerak pembangunan berwawasan sehat PPPKMI wadah mulia menuju Indonesia Sehat .Mursidi SKM.

Terimakasih Terimakasih Terimakasih Wabillahi taufik walhidayah Wassallamualaikum wr.wb. .

88 3/4308.3 !7424947 /.3 .:3.8 W 0307.3 503/.3 31472.3 -07. /.2 8079.3.3 5747.: W 0..3 080.:...2 8.. W 0307.9.3:3..3 574248 /.3 /03.3 !03// 080..3 /.9.93 /.3 502-. 4.843.$0.9 -07-.9.  3.3 50302-.3 4-. 9:..8 590 / -/.9 507.3 3/4308. 8079.3 503//.3 503.7 /.$0.7 203:.3 5033.3 50309.9.

503.3 /.9:7.3 .

9:7. -.8.3 0297. 80. /03.9. -.: 80. 2.3 /.2.3 507.7. 4-.2 202574248.33. -.503.3 502-3.399.2 7.9..:5:3 :.3.8 2.3 07./. 5.9 .:5:3 4-. 3..3 -07-. :./.8 W 033...843... 4.

349.3 2: 50309.. /.2 5747.3 /03.7.3 2.3 /07.2 5033.2 50302-. .%::.3.9 080.3 2. /.3.3  < < < < %:7:9 /.9 !!! .8.7.3 080.9 %:7:9 /.:.9 3/4308./.3 3..9.. :8:83.3.39: 5020739. 7. 02-..3:3.2 -/.8.843.3 848.3 :2.2502-. /.9 2..9 -.3 9::.8.9..3:8.9.3 /. :2:23. !. 74..3 . 03/:3 050393..3 &2:2 80..

25747.2 502-.9!!! W W W W .%::..3 :8:8 W W 0089.8247.9.3.8574248080.3050393.2.33/4308.3502-3.34-.3:9.3574108/.35741083.30.90.89.:5:3 5020739.0907.5:8.3 0/:5.3203/.3 20257./.7574108080.35020739.3503//080.3574108574248947/.: 033.203/:3/.38079.3-.7.:.3202507:.30297.07.3:3. 5741088079.:3.32:/..8.3 803574248080..3/.89.25.  /.88.9.8079.3574108 39079.5.$0.8 $!74208!7410843.3. 7043.3.88507.3574108 03./.9. !.30/:5.5.9-07-.9./03. .349.. 0302-./..3.3.843.3..309.3/. 0.39.89.9..92..20302-. 0/.733.3 $ $. .

.3 349.W 349.98 203..4942.3.4942. W 349.-.349.:. !.907/7/.1:3843. .80.-.349.7.. 0472. .-.8.349.8.349..7.349. W %03./.8.2:/.!80.349.  ./.8.98.7-.'!!! .8./.7 .9.

%03. :/.3.3503//.574248 /.349..

7 .8. . SS^È SS^ÈS \^[[_ VSZ \WZVVSZÈ SZYY[`S  \WZVVSZÈ SZYY[`S   ZV[ZW_S Y _aVS WZVS\S` \WZVVSZ VSZ   ZV[ZW_S Y \WS`SZ  SZYVSa [W  SZYVSa 349. 349. !.25 349.!%07. :..7.8.

!..7.

.3 503//.3. 574248 /.

.88.3. 503//. .503::.3 -:.3 3/4308.

3 203:9 503//.3 574248 /.3 / -/.3.  80/..88. .3 503//.

503::.3.3  503//.

3   2.3 503//.2 -/./. /..503::.  -007.3.

9.3.503::.3 /.3 080.3 503//.

34.5023. !.8 848.3.2 -/.9 /.3 503//..7..

9 503//.3 !.503::.3.3 080.7.9.5023.

8. :/.8. /.8. . .3 070.3 :. -/.3 574248 /.7 .3 349.2 ..3 503//.9. 909. 9072.3 9/.8: 349.3. 0472.8.5 -07. /. .503::.39/.

503::.3.3 080.3 503//.9.

9#%!!! .3 !..503::.8.

349.!!! 8090.3 349.390.349.3.3 /.203/.7.8.:. .8.5.9..3&$ !./.940!03:7:8.2:/.3/8079.3:9.:.3 1472:7503/.9 507809::.8.7. 349. 8090.3 !03.349.7.3.7-./.8:8:.3 .9.3.9.0472.3 - 349.8.-078.3.-.-.. /9072.35.!03072.:.19. .9#%!!! . /809::40!03:7:8.3203.3/.

19.3:39:5007.3.9503//.3 .3 !03// 080. `S`a_WY_`^S_ `S`a_ZYY[`S SW^SÈSTSZY SS WZYWS^ SS` aS [`SÈ ^[bÈ [VW [_ WW\[Z S WW^SSZ WS^SZY SS` SZ`[^           W\   S WY_`^S_ TS^aÈaSZY ÙÙ aVSÈS_SÈ aS^ S_SÈ W[^S`SZÙ !03//.3$4.4709.39/.9 3/4308..7.9/507-.091470.3/ /:.2-/..472:7!03/.9:8:8/.3.3 ZYS`È WZSZY WZS`SZÈ a^a_SZ Z_``a_ SaZ aa_ WS^ 3.3..93.9!7424947 .3 !. 3/4308./:3..947 #$%#$ % 4 349..507: 1472:7/.3..7 /84080709.7.9.9 .7.3 9:8.8.8494  02-.3 !07:25:.5..802:.3 !7424947 /.

/149445 .

- 2039.7-.0472..9503/.:39:202 /.-.7-.349. -070. .2:/.9.3202-./..30.33.3 2025:3./.-.8.8.7:7.8.3.2:/.3.:.202-07.-.8./.8.349.9/.3/3/:3 050393.8.2:/.3-/..3-078.8.-.3.2025:3..:..349..349.8.3/03.349.. .2:/.7 -. 349.33.349..2.. . / 349.8.349.3 349.349. .349.7-.3-078./.9 3.8.:.3/. 2025:3. .3:9.3 0. 349. /.7-../.8. .3.-.9.2:/.3./.3.349.8.5.:.:39:/507:.3 .3#% - 349.-.2&$ 0 349.:.-.3/5349.

.7.3 !.7.9#%!!! .3 8.8.8.

-:9 0.3 . .3 05.-. 40 !03:7:8 ..: .9.3 80. .3 40 &$ !.8... .:.8 507239.7.3 .7..-:9 :39: 802039.349.:. 349.349.7.9#%!!! .3 !!! . .703./.-:9.7..: 207:..3 -07.3.33.3 4/0 09 .3 /. 203.7... 909.3 . .3 803/7 - 0.3/.. 2033.9. 0.: 50.9.. 93/. 40 !03:7:8 .9 /.9..3 0.3203.349.5 /. &$-07:93..!03039.5.3 349.349.3 502-0. !03.703.

3 7.-.9  !03:7:8.38.8.9 -070/:/:.3 !.8 7.38.$:8:3.7!03:7:8!:8.'!!! !03:7:8 !:8.8!!!907/7/.3 / .79..

/5 :39: 2. 9.38 /.:3 40 &$ !.9 /.'.-:5.8.9. #/.-.8.3 !03:7:8 .3/574.3 0.903.3 .3 !.3-070/:/:.-: 49.8 0.3 907/7 .7..7 8079.8.3 !03.9!!! !03:7:8.

/.:340 2:8.8.07...49.7.9. /5:39:2.

3 !.33.' .3 :7.9 /-039:-.349.8..-.9!!! ..2025:3.80:7.5. 47.3 .3!!!/.-..

3 !07:25:.3 /.3  .3  $0.8.-.:.9 /.3:93.3 !! .-.3 !!!.9:7 .3 !! !:8.3 80-.3 8:8:3.39 !07:25:.38 :39: 20.9 203/00.3 !! .3 !! .8.3 20..39.3 !! !:8.3 !07:25:.-.3 !74.5.3 50. /.903.9 :39: /907-9.!7480/:7 !02-039:.3 .3 !03:7:8 .3 502-039:.7.3 05. !07:25:.3 !! /03.:.3 203. !07:25:./.3 !! .-.3 -07/73..-.3 $ !03/7.:.3 472. 50308.3 0 !07:25:.-.3 0.:.-:5.3 !07:25:.9  !03.3 /.3 !!!.-./.257.3 !03.

.49.

7.843. &$.:8.. .

8.3980.0.. .'..3 !.5.3/239.-./.40 :2.9: . 80.&$/.-.9!!! ..:.3/.9:/507:.

23.9.' #%!!! . -07.3 !.3080.2-.78507:25:.3!.33:3.3 80.3 -07.32.9.340 &$ W .7 503.2-..7509.W ./.3/8.7..39.7080.3:.3 W.3058 3/4308.8.9 W -47/03.3.3/4308.. 5.8.07./.8././03...

..2..3 080.9. 80.3 80.59.3 0297.$0..9 !!!. 2:.3 503//. !!!2494750307.3 80. .3:3.3 :78/$ 08 .3/7..3 907:8 203.: 574248 /.3 80./.7 :9.: -078. -:/.9 5.9 -3.7.8.9 . /:5 -078 /.8.#$!!! 59..3 033.9..9 80-. 2./2.3 -07.2.3 02. 502-.3 5.9 20.7. 203:: 3/4308..

.%072.88..2:.:1 . ../....:2 7 - .8 %072.-.8 . 9.8 %072.