P. 1
penjelasan aspal

penjelasan aspal

|Views: 784|Likes:
Published by Junpieter Gultom

More info:

Published by: Junpieter Gultom on Apr 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/19/2014

pdf

text

original

CIVIL ENGINNERING

Laporkan Penyalahgunaan Blog Berikut» Buat Blog

Page 1
Masuk

CIVIL ENGINNERING
S E N I N, 0 4 O K T O B E R 2 0 1 0

Mengenai Saya
Nama: juffrez jufres Lokasi: BOGOR, Bogor Lihat profil lengkapku

BAHAN LAPIS KERAS
BAHAN LAPIS KERAS Yang dimaksud dengan bahan lapis keras adalah semua bahan susun yang diperlukan untuk membuat perkerasan jalan meliputi agregat, aspal, bahan tambah (additive ) serta bahan stabilisasi tanah dasar jika diperlukan khususnya untuk jalan yang dibuat pada daerah dengan tanah dasar yang jelek. I. LAPIS KERAS JALAN Lapis keras jalan adalah bagian dari struktur jalan yang terletak di atas tanah dasar atau subgrade yang dibuat keras agar dapat dilalui lalu lintas yang lewat di atasnya. Tujuan pembuatan lapis keras jalan adalah agar dapat dicapai suatu kekuatan tertentu sehingga mampu meneruskan beban beban lalu lintas yang diterima oleh lapis keras ke dalam bidang yang lebih luas pada tanah dasar, sehingga beban beban tersebut dapat didukung oleh tanah dasar. Pada umumnya, lapis keras jalan dapat digolongkan menjadi tiga golongan besar yaitu : -flexible pavement - rigid pavement - composite pavement Dalam hal ini, yang akan dibahas hanya bahan dari lapis keras yang masuk ke dalam golongan flexible pavement, karena untuk bahan yang digunakan pada rigit pavement sudah dibahas panjang lebar pada matakuliah teknologi beton. PERANCANGAN PERKERASAN Pada umumnya Perancangan Perkerasan dapat dibedakan atas dua pengertian yaitu : 1. Structural Pavement Design (Perancangan Struktur Perkerasan) Yaitu menentukan tebal dari pavement beserta komponenkomponennya antara lain : Menentukan tebal : surface course base course untuk flexible pavement sub base course subgrade plat beton lapis fondasi untuk rigid pavement lapis pasir subgrade 2. Paving Mixture Design (Perancangan Campuran Perkerasan) Yaitu tahapann yang harus dilakukan sebelum pelaksanaan dilapangan dimulai yang bertujuan untuk menentukan kualitas bahan susun yang akan digunakan serta proporsi campuran bahan yang akan digunakan untuk bahan perkerasan. Berlangganan Entri [Atom]

Link
Google News Edit -Me Edit -Me

Posting Sebelumnya
BAHAN LAPIS KERAS LAPORAN PRATIKUM HIDRAULIKA SNI GEMPA 2002 SNI BAJA INPUT MS. PROJECT desine prategang Pembebanan Pada Struktur REFERENSI GEMPA ISIAN BENDEL KUALIFIKASI PENGADAAN ANALISIS SPECIFIC GRAVITY DAN PENYERAPAN AGREGAT H...

Arsip
Januari 2010 April 2010 Oktober 2010

http://www.facebook.com/?sk=nf

3/12/2011 9:09:21 PM

CIVIL ENGINNERING
Misal : Menentukan jenis aspal yang akan dipakai serta perbandingan jumlah aspal dengan batuan Menentukan gradasi serta jenis batuan Menentukan mutu beton serta perbandingan campuran antara semen , pasir krikil (untuk rigid pav) Dll II. BAHAN LAPIS KERAS Bahan utama perkerasan jenis flexible pavement pada umumnya terdiri dari bahan yang disusun sebagai berikut : bahan pengikat : aspal bahan pengisi : agregat kasar, agregat halus, filler. ASPAL Aspal merupakan salah satu bahan pengikat perkerasan yang paling banyak dipakai di Indonesia. Disamping harganya relatif murah, aspal juga banyak tersedia di negara kita yang kaya akan minyak mentah yang banyak mengandung aspal. Aspal merupakan bahan yang termoplastis, yaitu suatu sifat viskositas / kekentalan yang sangat dipengaruhi oleh temperatur. Pada saat temperatur rendah (dingin) aspal akan bersifat keras, dan sebaliknya pada saat temperatur tinggi (panas) aspal akan bersifat lunak, dan lebih bersifat plastis . Kepekaan terhadap temperatur dari tiap hasil produksi aspal berbeda beda tergantung dari asalnya, walaupun aspal tersebut diambilkan dari jenis yang sama.

Page 2

A Viscositas B

Temperatur (oc) Gambar Hubungan Viscositas dan Temperatur (suhu) Oleh karena hal seperti diatas, maka sebelum kita memakai jenis aspal lebih dahulu perlu kita ketahui aspal tersebut berasal dari mana, sehingga pada proses pencampuran antara agregat dengan aspal dapat ditetapkan temperatur yang paling baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sebagai contoh aspal dari dari jenis yang sama produksi Pertamina akan mempunyai kepekaan temperatur yang berbeda dengan aspal produksi Esso. Ada beberapa jenis perkerasan yang menuntut perhatian kusus yang ada kaitannya dengan masalah temperatur, yaitu konstruksi perkerasan pada landas pacu (runway). Bahan maupun jenis konstruksi yang dipakai pada landas pacu secara garis besar menyerupai dengan perkerasan pada perkerasan jalan raya. Bedanya pada runway harus mempunyai daya dukung yang lebih besar, dan biasanya temperatur disekitar landas pacu lebih panas . Sehingga dibutuhkan jenis aspal yang lebih tahan terhadap pengaruh temperatur.

Kekuatan

http://juffrez.blogspot.com/

3/12/2011 9:09:21 PM

CIVIL ENGINNERING
aspal

Page 3

Lama Pembebanan Gambar Hubungan Kekuatan aspal dan Lama Pembebanan Di samping itu aspal juga bersifat reologic yaitu suatu sifat yang sangat dipengaruhi oleh lamanya pembebanan. Semakin lama bebn beada di atas perkerasan, maka kekuatan aspal akan semakin turun, Sebagai contoh bila aspal dibebani selama satu menit akan sangat berbeda pada aspal yang dibebani pada beban yang sama tapi dalam tempo yang lebih lama misal satu jam. Aspal yang dibebani pada waktu yang lebih lama akan mengalami perubahan geometrik yang lebih besar. Disamping kedua sifat terebut aspal juga memiliki sifat yang lain yang disebut sifat Tyxotropy yaitu sifat yang dipengaruhi oleh cuaca. Aspal yang disimpan di udara terbuka dalam dalam jangka waktu yang cukup lama akan mengalami penurunan kelenturan atau fleksibilitasnya menurun sehingga aspal akan menjadi kaku . Hal ini akan labih cepat terjadi apabila aspal dalam drum sudah dibuka.

kelenturan

lama penyimpanan Gambar hubungan kelenturan aspal dan lama penyimpanan Aspal juga merupakan bahan yang memiliki kohesi (kemampuan saling tarik-menarik) yang cukup besar. Sehingga aspal merupakan bahan pengikat aggregat yang baik serta memiliki kemampuan untuk mempertahankan agregat supaya tetap ditempatnya sebagai bahan pengisi pada suatu lapis keras. Aspal juga merupakan bahan yang mudah teroksidasi. Pada udara terbuka, aspal akan mudah beroksidasi dengan udara yang banyak mengandung oksigen, sehingga lama kelamaan permukaan aspal secara perlahan akan menjadi keras dan getas, dan akan kehilangan sifat kohesifnya. Tapi peristiwa oksidasi ini lebih banyak terjadi pada daerah permukaan aspal saja, sehingga biasanya yang mengeras dan yang menjadi getas hanya pada permukaan lapis luarnya sedang lapis aspal bagian dalam tidak banyak mengalami perubahan kecuali hanya perubahan viskositasnya. Pada campuran antara aspal dan agregat, semakin tipis lapisan aspal yang menyelimuti agregat, akan semakin besar tingkat kerapuhan yang terjadi. Lapis aspal yang sudah kehilangan sifat kohesifnya biasanya dikatakan sebagai aspal usang. Menurut proses terjadinya, aspal dapat dibedakan menjadi dua golongan besar yaitu : aspal alam aspal minyak/buatan Aspal alam Di Indonesia, jenis aspal ini banyak terdapat di Pulau Buton, sehingga aspal alam ini sering disebut Butas ( Buton Aspal). Proses terjadinya: Sebelum di proses lebih lanjut, aspal alam ini terdapat di alam terbuka sebagai batuan sehingga biasa disebut batuan aspal / aspal batu (rock

http://juffrez.blogspot.com/

3/12/2011 9:09:21 PM

CIVIL ENGINNERING
asphalt) atau batuan yang bersifat aspal ( asphaltic rock). Dalam bentuk aslinya, Butas di P. Buton (Sulawesi Tenggara) berbentuk sebagai lapisan batu berwarna hitam yang kadang-kadang muncul di atas tanah sebagai gunung kecil. Butas ini dapat terjadi karena pada daerah tersebut banyak mengandung minyak mentah dengan kadar aspal yang cukup tinggi (asphaltic base crude oils). Minyak yang mengandung aspal (bitumen) ini dapat keluar dari bumi akibat adanya tekanan yang disebabkan oleh proses geologi, kemudian meresap diantara celah-celah lapisan serta batuan yang poros (poreous) . Oleh karena terjadinya Butas disebabkan dari proses alam seperti yang sudah dijelaskan di atas, maka akibatnya kandungan aspal pada batuan jumlahnya tidak me nentu, artinya kandungan aspal pada batuan sangat bervariasi ada yang kandungannya sedikit dan ada kandungan aspalnya yang banyak. Di dalam prakteknya, batuan aspal yang ditambang harus diseleksi dulu serta dipilih dari batuan yang memiliki kandungan aspal minimum 25 %. Karena aspal memiliki sifat termoplastis, maka akibatnya batu aspal ini memiki beberapa sifat diantaranya pada temperatur dingin yaitu pada malam dan pagi hari dengan temperatur 28o ke bawah bersifat getas dan mudah pecah . Sebaliknya pada siang hari dengan temperatur 30o ke atas, batu aspal bersifat liat/ulet dan agak sukar untuk dipecah. Oleh karena itu pemecahan batu aspal sebaiknya dilakukan pada malam hari atau pagi hari. Kalau dilakukan pada siang hari sebaiknya harus dilakukan pada tempat yang teduh atau beratap. Karena umur dari sStu aspal (yang ditambang) sudah terlalu tua, maka biasanya aspal yang dikandung sudah kehilangan sifat plastisnya. Tapi justru batu aspal seperti inilah yang mudah dikerjakan dari pada jenis batu aspal yang sifatnya plastis yang masih banyak mengandung minyak. Sebaliknya untuk keperluan pengaspalan jalan dibutuhkan aspal yang agak cair supaya mudah pengerjaannya dan bersifat lentur, sehingga tahan terhadap getaran dan pukulan roda kendaraan . Oleh karena itu pada batu aspal/butas perlu ditambahkan flux oil (minyak pengencer) yang mengandung minyak mentah sehingga aspalnya menjadi lebih encer (diremajakan). Batu butas yang banyak dipergunakan sekarang kira-kira mengandung bagian-bagian sebagai berikut : Aspal murni (bitumen) berat rata-rata sekitar 30 % Debu kapur (debu mineral) ,, ,, ,, 55 % Pasir ,, ,, ,, 15 % Dari hasil penelitian pada butas dapat diambil kesimpulan : Kadar bitumen sangat bervariasi Kualitas bitumen ber beda-beda Komposisi batuan ber beda-beda Berdasarkan kadar bitumen yang dikandungnya , Butas dapat dibedakan atas B25, B30, B35, B40. Sebagai contoh untuk Butas B30, berarti butas tersebut memiliki kadar bitumen rata-rata sebesar 30 %. Aspal minyak/aspal buatan Yang dimaksud dengan aspal minyak atau aspal buatan adalah aspal yang diperoleh dari hasil penyaringan minyak mentah (crude oils). Minyak mentah atau minyak kasar adalah minyak yang didapat secara langsung dari hasil tambang (belum diolah). Pada saat diproses akan didapatkan jenis-jenis minyak yang masingmasing dibedakan atas berat jenisnya. Bahan yang dikandungnya setelah melalui proses penyaringan yang dimulai dari BJ yang paling kecil adalah sbb:

Page 4

http://juffrez.blogspot.com/

3/12/2011 9:09:21 PM

Pemeriksaan dilakukan dengan cara memasukkan jerum penetrasi berdiameter 1 mm dengan beban seberat 100 gram (sudah termasuk berat jarumnya). dikatakan minyak mentah memiliki dasar parafin (paraffin base crude oils) c) campuran antara aspal dan parafin. Seperti yang sudah dijelaskan di depan bahwa aspal merupakan bahan yang bersifat termoplastis. Besarnya penetrasi diukur dan dinyatakan dengan angka yang merupakan kelipatan 0. Ini mengandung arti bahwa kedua grup aspal tersebut pada temperatur 25o C mempunyai kekentalan yang sama. Beberapa contoh jenis aspal ini a. dikatakan angka penetrasi aspal sebesar 50.1 mm adalah 50. Oleh karena itu pemakaian perkerasan yang berkualitas tinggi perlu dipilih jenis aspal semen yang akan dipakai dengan melihat angka penetrasinya. dikatakan minyak mentah memiliki dasar campuran (mixed base crude oils) Jadi minyak mentah belum tentu dapat menghasilkan aspal.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . Proses pemeriksaan penetrasi mengikuti standar AASTHO T 49-80. dikatakan minyak mentah memiliki dasar aspal (asphaltic base crude oils) b) parafin.l. Untuk daerah bercuaca panas atau untuk jalan dengan volume lalulintas yang tinggi digunakan jenis aspal semen dengan penetrasi rendah. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa tambah kecil angka penetrasi aspal maka aspal tersebut akan semakin keras. Tetapi aspal grup Page 5 http://juffrez. Untuk memanfaatkan/ menggunakan semen jenis ini harus dipanaskan dulu sehingga menjadi panas dan mencair. : AC 40-50 AC 50-60 AC 60-70 AC 80-100 AC 120-150 dst.blogspot.1 mm . Untuk menentukan kekerasannya /kekentalannya digunakan standar penetrasi. Waktu yang dibutuhkan untuk memasukkan jarum penetrasi selama 5 detik dengan temperatur aspal sebesar 77o F atau 25o C. maka 5 mm dibagi dengan 0. sifat termoplastis pada setiap jenis aspal tidak sama tergantung dari aspal tersebut berasal dari mana. jenis aspal dibedakan atas bentuknya ada tiga macam : aspal keras (cement asphalt) aspal cair (liquit asphalt) aspal emulsi (emulsified asphalt ) Aspal keras (aspal semen / aspal penetrasi ) Semen jenis ini disebut aspal keras karena pada suhu biasa (temperatur ruang) aspal jenis ini bersifat keras dan padat. Sebagai contoh ada aspal dari grup A dan B dengan angka penetrasi yang sama . sedang aspal semen dengan penetrasi tinggi digunakan untuk daerah yang bercuaca dingin atau untuk jalan dengan volume lalu-lintas rendah.CIVIL ENGINNERING Avtur gasoline (bensin) kerosine (minyak tanah ) diesel oils (solar) minyak pelumas/olie BJ yang paling besar ada tiga kemungkinan : a) aspal. Bila dilihat dari proses pembuatannya serta bahan dasarnya. Di Indonesia aspal semen yang banyak dipakai yaitu aspal semen dengan penetrasi 60-70 dan 80-100. Misal masuknya jarum penetrasi sedalam 5 mm .

c. Jenis aspal ini merupakan jenis aspal cair yang penguapannya lebih lambat bila dibandingkan dengan jenis RC. aspal cair dapat dibedakan atas : a. untuk perbaikan lapis permukaan jalan yang berlubang . Dari hasil pencampuran di atas menghasilkan aspal yang berbentuk cair dalam temperatur ruang. RC ( Rapid Curing Asphalt) Yaitu jenis aspal cair yang dibuat dari pencampuran antara semen aspal dengan bensin (Asphalt Cement (AC) + gasoline). b. yaitu minyak yang dihasilkan dari penyaringan minyak mentah. sehingga untuk menggunakannya tidak diperlukan pemanasan kecuali untuk hal -hal yang kusus. MC (Medium Curing Ashalt) Yaitu jenis aspal cair yang dibuat dari pencampuran antara semen aspal dengan bahan pencair yang lebih kental yaitu minyak tanah (Asphalt Cement (AC) + kerosine). Boleh dikatakan bahwa aspal cair jenis SC ini merupakan jenis yang paling rendah mutunya bila dibandingkan dengan dua type di atas . Akibatnya kalau kita memakai aspal cair dari jenis ini tidak boleh terlalu lama menunda pekerjaan karena aspal akan lebih cepat mengeras. Berdasarkan bahan pencairnya dan kemudahan menguap bahan pelarutnya. Pada prakteknya . SC ( Slow Curing Asphalt) Yaitu jenis aspal cair yang dibuat dari pencampuran antara semen aspal dengan bahan pencair yang lebih kental lagi yairu solar ( Asphalt Cement (AC) + diesel oils). aspal cair ini banyak digunakan sebagai bahan perekat lapis perkerasan atau biasa disebut pelaburan . sebab daya ikatnya kalau sudah mengeras tidak sebaik yang di atas. untuk jalan klas tinggi yang lewat daerah dengan temperatur panas maka yang paling cocok adalah jenis semen dari grup B . sebab aspal grup B merupakan jenis aspal yang memiliki kepekaan terhadap temperatur lebih kecil bila dibandingkan dengan aspal dari grup A atau dapat dilihat pada gambar di atas nilai b lebih kecil bila dibanding dengan a.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . Jenis aspal ini merupakan jenis aspal cair yang paling cepat menguap . Untuk jenis perkerasan tingkat tinggi dengan persyaratan yang ketat misal untuk landas pacu. Maka tampak sekali pada gambar bahwa untuk jenis aspal grup A mempunyai perbedaan viskositas yang sangat menyolok pada temperatur rendah minimum dengan temperatur tinggi maksimum.blogspot. Aspal Cair (liquit asphalt) Yang dimaksud dengan aspal cair yaitu jenis aspal yang dibuat dengan mencampur Aspal semen dengan bahan pencair. Jenis aspal ini merupakan jenis aspal cair yang penguapannya paling lambat bila dibandingkan dengan dua jenis di atas. Page 6 Aspal A Aspal B viskositas 0o F 77o F 100o F Grafik viskositas vs temperatur pada dua aspal yang memiliki angka penetrasi yang sama. dan untuk lapis perkerasan http://juffrez.CIVIL ENGINNERING A memiliki kepekaan temperatur yang lebih besar bila dibandingkan dengan aspal dari grup B.

aspal merupakan fase yang didispersikan.140 RC 250 . Seal coat Pelaburan yang dilakukan untuk merekatkan antara permukaan jalan yang berlubang dengan lapisan penutupnya. Aspal emulsi Kation : Aspal jenis ini biasa juga disebut sebagai Aspal Emulsi Asam.60 SC 30 .1600 MC 800 . Berdasarkan nilai viskositas pada temperatur 60o C .com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . Karena aspal cair merupakan bahan yang berasal dari pencampuran antara benda padat dan benda cair . suatu emulsi terdiri dari dua jenis cairan yang sulit untuk dapat bercampur . dll. maka hasil campuran merupakan hasil aspal baru dengan kekentalan dan kualitas yang berbeda-beda .500 MC 250 . Pada jenis Aspal Emulsi Anion proses pelekatan batuan hanya dapat terjadi pada batuan yang kering saja. aspal cair dapat dibedakan atas : RC 30 . Sifat istimewa Aspal Emulsi Kation adalah bahwa aspal akan cepat mengering dan bekerja untuk mengikat batuan / agregat walaupun batuan tersebut mengandung air.6000 Aspal Emulsi Pada dasarnya.1600 RC 3000. Di dalam pelaksanaannya. yang kualitasnya sangat tergantung dengan bahan pencairnya dan juga perbandingan jumlah campurannya.blogspot. sedang air merupakan fase pencairnya.60 MC 30 . merupakan jenis aspal emulsi yang bermuatan arus listrik positip.140 MC 70 .500 RC 800 . Aspal Emulsi Anion : Aspal jenis ini biasa juga disebut sebagai Aspal Emulsi Alkali .1600 SC 800 . tack coat.140 SC 70 . Berdasarkan muatan listrik yang dikandungnya aspal emulsi dapat dibedakan atas tiga macam : Aspal emulsi Kation Aspal emulsi Anion Aspal emulsi Nonion . daerah bersalju. merupakan jenis aspal emulsi yang bermuatan arus listrik negatip.60 RC 70 . Sifat ini sangat menguntungkan untuk daerah-daerah yang banyak mengandung air (sering hujan). dapat juga untuk klas jalan yang tidak begitu tinggi. Dari ketiga jenis aspal tersebut yang biasa dipergunakan sebagai bahan perkerasan jalan adalah aspal emulsi Kation dan Anion. Jenis pelaburan /pengeleman lapis keras ada bermacam-macam antara lain : prime coat. seal coat.6000 MC 3000 . Tack coat : Adalah jenis pelaburan yang dilakukan untuk merekatkan antara lapis yang lama dengan lapis yang baru untuk jalan yang di upgrade pada saat dilakukan overlay (memberikan lapisan tambahan perkerasan ). salah satu bahan tersebut didispersikan / dibaurkan dalam bentuk butir -butir yang sangat halus. Dalam proses pembuatannya. Aspal Emulsi adalah jenis aspal yang diperoleh dari campuran aspal dengan air. daerah yang berikilim dingin. Prime coat : Adalah jenis pelaburan yang pertama kali dilakukan untuk merekatkan antara base course (lapis fondasi) dengan lapis permukaan .500 SC 250 . Kecepatan reaksi/proses Page 7 http://juffrez.6000 SC 3000 . Jadi Seal coat hanya dilakukan pada pekerjaan penambalan jalan yang dilakukan secara sepotong-sepotong (hanya dilaburkan pada permukaan jalan yang berlubang saja). Didalam temperatur ruang aspal emulsi ini dalam kondisi cair (tidak keras). yang dicampurkan dengan proses kimiawi.CIVIL ENGINNERING dengan mutu sedang dan rendah yang tidak membutuhkan persyaratan yang ketat.

Berat jenis . semakin besar nilai penetrasinya . Syarat aspal AC 60/70 titik nyala sebesar minimal 200 oC Titik bakar aspal Yaitu angka yang menyatakan besarnya suhu aspal yang dipanaskan ketika dileawatkan nyala penguji diatas aspal terjadi kilatan api lebih dari 5 detik. aspal emulsi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu : RS ( Rapid Setting ) aspal emulsi paling cepat bereaksi MS (Medium Setting) aspal emulsi lebih lambat bereaksi SS (Slow Setting ) aspal emulsi paling lambat bereaksi Page 8 PENGUJIAN KUALITAS ASPAL Cara menentukan kualitas aspal dapat dilihat dari besar kecilnya nilai Penetrasi. Titik bakar. tetapi baik untuk bahan pengisi pada dilatasi jembatan. Yaitu angka yang menunjukkan kekerasan aspal yang diukur dari kedalaman masuknya jarum penetrasi yang diberi beban 100 gram selama 5 detik pada suhu ruang 25o C. maka aspal http://juffrez. Titik nyala (clev and open cup) . Semakin tinggi nilai berat jenis aspal. Titik lembek. maka semakin kecil kandungan mineral minyak dan partikel lain di dalam aspal.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . perbaikan jalan sementara dan pembuatan jalan dengan mutu rendah. Aspal jenis ini tidak biasa dipakai sebagai bahan perkerasan jalan. Kelekatan aspal terhadap agregat. maka semakin baik kualitas aspalnya . Kelekatan aspal yang tinggi dapat diartikan bahwa aspal tersebut memiliki kemampuan yang tinggi untuk melekatkan agregat sehingga semakin baik digunakan sebagai bahan ikat perkerasan. penambalan atap dll.0000 . sehingga harganya relatip mahal bila dibandingkan dengan aspal keras. maka semakin lunak aspal tersebut dan sebaliknya .CIVIL ENGINNERING pelekatan lebih lambat bila dibandingkan dengan jenis Aspal Emulsi Kation. Berat Jenis Yaitu angka yang menunjukkan perbandingan berat aspal dengan berat air pada volume yang sama pada suhu ruang. Titik nyala aspal Yaitu angka yang menunjukkan temperature (suhu) aspal yang dipanaskan ketika dilewatkan nyala penguji di atasnya terjadi kilatan api selama sekitar 5 detik. Pada prakteknya jenis aspal ini hanya dipakai sebagai bahan untuk menambal jalan yang berlubang . Berdasarkan kecepatan pengerasannya . Berat jenis aspal minimal sebesar 1. Penetrasi. Kelarutan dalam cairan Carbon Tetra Chlorida (CCL4) dan Daktilitas. Semakin tinggi titik nyala dan titik bakar aspal. Nilai kelekatan aspal yang baik minimal sebesar 85 %. berarti tidak mengantar listrik . Aspal Emulsi Nonion Merupakan jenis aspal emulsi yang tidak mengalami ionisasi .blogspot. Kelekatan aspal terhadap agregat Yaitu angka yang menunjukkan prosentase luasan permukaan agregat batu silikat yang masih terselimuti oleh aspal setelah agergat tersebut direndam selama 24 jam. Semakin besar nilai berat jenis aspal. Kelebihan aspal emulsi bila dibandingkan dengan aspal keras hanya pada segi pelaksanaan konstruksi lebih sederhana dan praktis karena dapat dilakukan tanpa harus dilakukan pemanasan lebih dulu. Untuk Indonesia aspal jenis ini harus dibeli dari luar negri.

55 . aspal cair dan aspal emulsi. Jenis Pemeriksaan Syarat Satuan Pen 60/70 Pen 80/100 Min Maks Min Maks 1. Kelarutan dalam CCl4 99 . 5 det 60 79 80 99 0. Titik lembek 48 58 46 54 oC 3. Daktilitas 25oC.1 mm 2. Page 9 Titik lembek aspal (Ring and Ball test) Yaitu angka yang menunjukkan suhu (temparatur) ketika aspal menyentuh plat baja.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM .% terhadap asli 9.% terhadap asli 8. disamping itu titik lembek juga dipengaruhi oleh kandungan paraffin (lilin) yang terdapat dalam aspal.cm 7. 5 cm/menit 100 . 5 jam . Penetrasi setelah kehilangan berat 75 . Berat jenis (25OC ) 1 .6 % berat 5.blogspot.75 .CIVIL ENGINNERING tersebut semakin baik . PEMILIHAN ASPAL Aspal atau bitumen merupakan material untuk membuat perkerasan yang berfungsi sebagai pengikat apabila dicampur dengan agregat dan berfungsi sebagai perekat apabila digunakan sebagai Prime coat atau Tack coat.cm 10. Klasifikasi aspal berdasarkan nilai penetrasi nilai penetrasi adalah kedalaman jarum penetrasi dengan beban 100 gr selama 5 detik pada suhu 25 o C masuk ke dalam aspal dalam satuan 0. Angka kelarutan aspal juga menunjukkan tingkat kemurnian aspal terhadap kandungan mineral lain. maka aspal semakin baik.0. Penetrasi aspal hasil ekstraksi benda uji 55 .99 . Kehilangan berat 163oC. kekentalan.4 .1 mm.oC 4. Kelarutan aspal dalam cairan Carbon Tetra Chlorida (CCl4) Yaitu angka yang menunjukkan jumlah aspal yang larut dalam cairan CCl4 dalam prosen setelah aspal digoncang atau dikocok selama minimal 20 menit. Besarnya nilai titik nyala dan titik bakar tidak berpengaruh terhadap kualitas perkerasan. II. Jenis –jenis aspal berdasarkan nilai penetrasi adalah : AC 40-50 http://juffrez.1 . maka semakin rendah titik lembeknya dan aspal semakin peka terhadap perubahan suhu. sehingga semakin baik digunakan sebagai bahan ikat perkerasan. a. Syarat aspal yang baik adalah sebagai berikut: No. 2000 .225 .% berat 6. Adapun klasifikasi aspal dapat dibedakan berdasarkan penetrasi.100 . Semakin tinggi kandungan paraffin pada aspal. Semakin tinggi nilai kelarutan aspal. Daktilitas yang tinggi mengindikasikan bahwa aspal semakin lentur. Daktilitas aspal hasil ekstraksi benda uji 40 .Sumber : Depkimpraswil. Titik nyala dan titik bakar 200 . karena pengujian ini hanya berhubungan dengan keselamatan pelaksanaan khususnya pada saat pencampuran (mixing ) terhadap bahaya kebakaran. Penetrasi 25oC. Daktilitas aspal Yaitu angka yang menunjukkan panjang aspal yang ditarik pada suhu 25o C dengan kecepatan 5 cm/menit hingga aspal tersebut putus .0.40 . Titik lembek juga mengindikasikan tingkat kepekaan aspal terhadap perubahan temperature .

3690) adalah sebagai berikut: Pen. .5 Asphalt Cement – angka menunjukkan AC 5 kekentalan pada 60 o C (140 o F) dalam satuan AC 10 100an poises (toleransi AC 20 AC 40 AR 1000 Age Residu – angka menunjukkan kekentalan AR 2000 setelah uji RTFO pada suhu 60 o C ( 140 o F) AR 4000 dalam satuan poises (toleransi AR 8000 AR 16000 c. Aspal Emulsi yang dibuat dari aspal keras + Emulsifier + air bila dilihat dari muatan listrik pada partikel aspalnya. 50 5 Pen 70 5 Pen 100 7 Pen 200 10 Pen 300 10 Pen 450 10 20 30 45 65 Page 10 b. 40 Pen. 2) Kinematis dengan satuan Centi Stokes (cst ) 3) Satuan cgs 1 gr /cm –sec. jika partikel aspalnya tidak bermuatan listrik (netral) Adapun bila ditinjau dari kecepatan pengikatan terdiri dari 3 macam yaitu: . Jenis –jenis aspal menurut kekentalannya adalah : AC 2.Kationik. Aspal cair Aspal yang merupakan hasil olahan dari aspal keras yang dicairkan dengan menggunakan bahan pencair sepeti kerosen. Slow Curing). 15 Pen.blogspot.CIVIL ENGINNERING AC 60-70 (100 gr / 5 dtk / 0.Anionik.Medium Setting (MS) yaitu aspal emulsi yang memiliki kecepatan pengikatan menengah (medium) 25 %) 20%) 1/8” untuk mengisi labu dengan volume 60 ml. bensin atau solar.Nonionik. 25 Pen. aspal emulsi dibedakan menjadi 3 macam yaitu: .Rapid setting (RS) yaitu aspal emulsi yang memiliki kecepatan pengikatan paling cepat. disebut poise (P) S 1unit 1 pa –s (1N – s/m 2 ) disebut 10 P 4) Thin Film Oven Test yaitu kehilangan berat aspal dalam % berat Rolling Thin Film Oven yaitu karakteristik aspal setelah RTFO test untuk menentukan grading aspal semula dinyatakan dalam AR (age residu ) – viscosity graded series. Waktu pengisian menunjukkan kekentalan SF http://juffrez.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . atau 1 dyne – sec/cm 3 . 35 Pen. yaitu apabila partikel aspalnya bermuatan listrik positif .1 mm ) AC 85-100 AC 120-150 AC 200-300 Sedangkan klasifikasi aspal berdasarkan nilai penetrasi menurut British Standart (BS. jika partikel aspalnya bermuatan listrik negatif . Aspal cair diklasifikasikan berdasarkan kecepatan penguapan (Rapid Curing. Klasifikasi berdasarkan nilai kekentalan yang didapat dari uji kekentalan adalah sbb: 1) Saybolt Furol (SF) Aspal suhu 60 o C mengalir melalui pipa (detik). Jenis aspal cair terdiri dari: Rapid Curing (RC) 0 30 angka menunjukkan kekentalan dalam satuan Medium Curing (MC) 1 70 cst pada suhu 60 o C Slow Curing (SC) 2 250 3 800 4 3000 5 d. Medium Curing.

CMS.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM .1 macam –macam aspal emulsi Anionik Kationik BM RS – 1 RS – 2 MS – 1 MS – 2 MS – 2h CRS – 1 CRS – 2 CMS –2 CMS –2h CMS – 2S MC – 1 MC – 2 MS – 1 MS – 2 MSK – 2h MCK – 1 MCK – 2 MSK – 1 MSK – 2 MSK – 2h C = cationik/cepat R = rapid M= medium/mengendap S= slow/sedang S=setting h=harder base asphalt HF= hot float (diukur dengan flaot test.penggunaan alat bervariasi (dari alat berat sampai ringan) .CSS) tergantung kecepatan pengikatan kelebihan : . dimungkinkan penggunaan film aspal tebal S = solvent (more solvent than the orthers) K = kationik/ kental HF MS – 1 HF MS – 2 HF MS – 2h HF MS – 2s SS – 1 SS – 1h CSS – 1 CSS – 1h Page 11 ML – 1 ML – 1K http://juffrez.ramah lingkungan . Pemilihan jenis aspal disesuaikan dengan jenisnya pekerjaan yang akan dilakukan (CRS .CIVIL ENGINNERING .blogspot.Slow setting (SS ) yaitu aspal emulsi yang memiliki kecepatan pengikatan paling lama.mudah pengerjaannya .paling cocok untuk slurry seal Tabel 2. Tack Coat dan Prime Coat .cocok untuk campuran dingin (Cold mix).

-46) . Ttk . Kekentalan (cP) 3. -40) . suhu 20 mm di bawah permukaan perkerasan Tmin = suhu rencana perkerasan terendah . -34. -34. Sebagai contoh untuk jalan negara atau jalan tol harusnya menggunakan aspal dengan nilai penetrasi 40 –70 ( misal AC 40-50 atau AC 60-70). -28.angka belakang menunjukkan suhu PG 64 (-10. -46) maksimum perkerasan PG 58 (-16. kecepatan kendaraan (speed) http://juffrez. -16. ) 1. Pav (o C ) 5. DTT (oC) 6. 7 hari (o C ) – untuk T Suhu terendah rata –rata tahunan (o C) untuk T Lat = lokasi perkerasan di garis lintang (derajat) Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan pilihan jenis aspal yang akan digunakan dalam membuat perkerasan adalah: 1. -40) minimum perkerasan PG 70 (-10. jarak angkut 6. RTFO residu (%) 7.blogspot.9545 ) – 17. b. volume pekerjaan 7. -16. TFO residu (%) 8. maka akibat yang ditimbulkan adalah akan terjadi kerusakan yang lebih cepat sebelum tercapai umur rencana. jumlah lintasan Semakin banyak jumlah lintasan pada suatu jalan yang akan dibuat . -22. tuntutan lingkungan 8.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . -28. maka jenis aspal yang akan digunakan harus mempunyai viskositas yang tinggi yang ditunjukkan dengan nilai penetrasi. gradasi agregat 5. suhu di permukaan perkerasan. tenaga kerja 9. -22.angka depan menunjukkan suhu PG 52 (-10. -40.2289 Lat + 42. -16. -40) . faktor lalu lintas 2. -34. -34.CIVIL ENGINNERING Page 12 MLK – 1 MLK – 1h e. -22.859 Tair + 1.78 Tmin = 0. -40. -28. creep stiffness (oC) T 20mm = (Tair – 0. Performance Grade Asphalt PG 46 (-34. -28. Faktor lalu lintas Faktor lalu lintas akan mempengaruhi jenis aspal yang akan digunakan adalah jumlah lintasan lalu lintas yang diukur dengan ESAL (ekivalen standart axle load) dan kecepatan lalu lintas . a. -22. DSR (oC) 4. karena nilai penetrasi yang rendah akan mempunyai nilai stabilitas yang lebih tinggi dibandingkan nilai penetrasi yang tinggi. Tair = suhu udara tertinggi rata-rata. -16. Apabila perkerasan yang melayani beban lalu lintas yang cukup besar (>1 juta SAL) menggunakan aspal AC 80-100 atau penetrasi yang lebih tinggi.00618 Lat 2 + 0. Adapun kerusakan yang mungkin terjadi diantaranya adalah fracture dan rutting. peralatan yang tersedia 4. -34. Nyala (o C ) PG 82 (-10. -28. -34. ) 2. faktor iklim 3. -22. lain –lain 1.7 o C T20mm = suhu rencana perkerasan tertinggi. -22. -16.pengujian aspal: PG 76 (-10. -28.2) ( 0.

maka dapat digunakan bahan aditive. Iklim Faktor iklim mempunyai peran yang cukup besar dalam menentukan jenis aspal yang akan digunakan .CIVIL ENGINNERING Kecepatan kendaraan akan mempengaruhi lama pembebanan terhadap perkerasan.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . maka aspal yang digunakan adalah aspal penetrasi 200. panas /dingin yang berhubungan dengan suhu udara yang akan mempengaruhi suhu perkerasan b. tetapi apabila alat yang tersedia kurang memadai. Untuk memilih aspal berdasarkan kecepatan lalu lintas apabila menggunakan aspal jenis Performance Grade diperlukan koreksi sbb: a. Kerusakan perkerasan yang diakibatkan karena kesalahan pemilihan aspal pada kasus ini adalah bleeding. 2. Temperatur perkerasan yang dipengaruhi oleh temperatur udara dan letak geografis . Faktor iklim tersebut meliputi: a. penggelar. 3.300 dst atau aspal cair jenis SC dsb. Akibat yang akan terjadi apabila salah dalam memilih aspal ditinjau dari kecepatan kendaraan adalah terjadinya kerusakan perkerasan jenis deformasi seperti bleeding dan rutting. Untuk jumlah lalu lintas (ESAL) 1 juta –30 juta atau >30 juta masing –masing dinaikkan 1 grade. Untuk perkerasan yang melayani kendaraan dengan kecepatan rendah seharusnya menggunakan aspal dengan nilai penetrasi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan perkerasan yang melayani kendaraan cepat. Adapun pengaruh kecepatan terhadap perkerasan adalah sebagai berikut: kecepatan akan mempengaruhi lama pembebanan dan berakibat pada perubahan temperatur perkerasan yang akan berpengaruh pada nilai E perkerasan.blogspot. terminal masing masing dinaikkan 1 grade. b. untuk lalu lintas lambat dan beban berhenti seperti tempat parkir. rutting. pemadat). basah /kering yang akan mempengaruhi kadar air perkerasan. Ketinggian lokasi dari muka air laut yang akan mempengaruhi suhu udara dan tekanan udara yang akhirnya akan berpengaruh terhadap temperatur perkerasan. Sebagai contoh apabila dilapangan alat yang tersedia hanya alat sederhana (alat pencampur. nilai modulus kekakuan perkerasan sangat tergantung oleh modulus kekakuan aspalnya yang dipengaruhi oleh temperatur aspal dan lama pembebanan. Sebagai contoh untuk perkerasan terminal dimana banyak kendaraan yang parkir. Akibat yang ditimbulkan apabila terjadi kesalahan pemilihan aspal Page 13 http://juffrez. deformasi . Untuk mengatasi apabila aspal yang tersedia tidak sesuai yang diinginkan . d. maka jenis aspal yang digunakan harus menggunakan aspal dengan penetrasi rendah misal AC 40-50 atau AC 60-70. maka jenis aspal yang digunakan harus memberikan kesempatan pangerjaan yang lebih lama . sehingga lama pembebanan terhadap perkerasan cukup tinggi. pada daerah dingin lebih cocok apabila digunakan aspal dengan penetrasi tinggi sedangkan pada daerah tropis lebih cocok menggunakan aspal penetrasi rendah (viskositas tinggi). Semakin baik jenis alat yang digunakan maka semakin leluasa dalam memilih jenis aspal. c. Memilih aspal berdasarkan suhu udara berhubungan dengan nilai penetrasi. Peralatan yang tersedia (equipment) : Peralatan untuk melaksanakan pekerjaan jalan yang harus dipertimbangkan dalam memilih aspal meliputi : alat pencampur (AMP & molen) alat penggelar alat pemadat alat yang akan digunakan akan berpengaruh terhadap produktifitas kerja dan pemilihan jenis aspal.

Volume pekerjaan Volume pekerjaan dibedakan antara volume kecil dan volume besar. aspal emulsi maupun aspal Buton. 8. Tetapi apabila suhu pencampuran dinaikkan untuk mendapatkan suhu pemadatan yang sesuai dengan spesifikasi.CIVIL ENGINNERING melihat alat yang tersedia. Untuk pekerjaan dengan volume kecil tentunya alat yang digunakan untuk mencampur . maka akan mengganggu pasien. Disisi lain kebutuhan aspal pada gradasi timpang maupun gradasi terbuka akan membutuhkan aspal yang lebih besar jika dibandingkan dengan gradasi menerus. pemadatan tidak memenuhi syarat khususnya syarat temperatur pencampuran . Hal ini disebabkan karena tenaga kasar yang tidak terlatih akan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam melakukan penggelaran sehingga dimungkinkan akan terjadi penurunan suhu yang cukup besar yang berakibat suhu pemadatan menjadi rendah. Page 14 4. maka dalam menentukan jenis aspal untuk jarak yang jauh seharusnya digunakan aspal yang tidak begitu peka terhadap perubahan temperatur. Hal ini berarti bahwa sebelum pemadatan dilakukan http://juffrez. Buruh (labour ) Tenaga kasar (buruh ) sebaiknya dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan jenis aspal yang akan digunakan . Sebagai contoh pekerjaan jalan pada sebuah rumah sakit. perbedaan tersebut disebabkan karena prosentase rongga antar agregat.blogspot. hal ini akan berpengaruh terhadap pemilihan jenis aspal yang akan digunakan. 6. penggelaran. pemadatan. Jarak angkut akan mempengaruhi dalam pemilihan jenis aspal. gradasi terbuka dan gradasi timpang. Jarak angkut antara AMP dengan lokasi pekerjaan. sehingga aspal yang digunakan cukup aspal yang memungkinkan digunakan alat yang sederhana tersebut. maka dapat digunakan aspal cair atau aspal emulsi yang dicampur secara dingin (Cold mix) sehingga tidak menimbulkan polusi yang cukup besar. hal ini akan berpengaruh terhadap kemudahan aspal untuk memasuki rongga antar butiran agregat. misal dengan menggunakan bahan aditive atau menggunakan aspal cair maupun aspal emulsi. penggelaran. maka aspalnya yang mengalami kerusakan akibat pemanasan yang berlebihan. maka akan sulit untuk mendapatkan hasil yang optimal karena saat pencampuran . Jenis aspal yang cocok untuk gradasi timpang maupun gradasi terbuka adalah aspal yang memiliki viskositas (kekentalan ) yang tinggi sedangkan untuk gradasi rapat jenis aspal yang cocok adalah aspal dengan kekentalan sedang sampai rendah. 7. Gradasi agregat Gradasi agregat dibedakan menjadi 3 yaitu : gradasi menerus (rapat).com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . hal ini disebabkan karena jarak angkut yang cukup jauh memungkinkan terjadinya penurunan temperatur yang cukup besar sehingga untuk mendapatkan suhu pemadatan yang memenuhi syarat akan kesulitan. apabila aspal yang digunakan merupakan aspal yang dapat menimbulkan polusi saat pelaksanaan. Tuntutan lingkungan Tuntutan lingkungan menyangkut hal apakah dalam melaksanakan pekerjaan jalan tersebut menimbulkan polusi yang dapat mengganggu lingkungan dimana pekerjaan tersebut dilaksanakan. Untuk mengatasi hal tersebut . Gradasi terbuka maupun gradasi timpang memiliki rongga yang lebih besar jika dibandingkan dengan gradasi rapat. Jenis aspal yang cocok untuk kasus ini adalah aspal cair. 5. Untuk mengatasi hal tersebut. menggelar maupun untuk memadatkan adalah alat yang sederhana.

Kandungan agregat di dalam lapis perkerasan jalan berkisar antara 90% .075 mm Agregat pengisi / abu batu / filler .blogspot.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . Maka akibatnya kestabilan serta mutu perkerasan jalan lebih ditentukan oleh sifat agregat dan kualitas campuran antara agregat dengan material lainnya. jadi agregat ini telah mengalami pengecilan butiran karena proses alam .5 “ # No 4 = 4. maka aspal yang digunakan sebaiknya aspal yang kurang peka terhadap perubahan suhu ( dapat digunakan bahan aditive yang sesuai) atau menggunakan aspal emulsi maupun aspal cair . 10. Agregat Alami Yaitu agregat yang sudah terbentuk secara alamiah.0.10 .95% (bila dihitung berdasarkan persentase berat) dan berkisar antara 75% .CIVIL ENGINNERING telah terjadi ikatan awal dan akhirnya akan menyebabkan hasil pemadatan yang kurang baik.No.0 “ # No 8 = 2.105 mm # No 40 = 0.75 mm Agregat halus.25 mm Berdasarkan ukuran butirannya.075 mm Agregat pengisi / abu batu / filler .No. 1. yaitu butiran yang tinggal di atas saringan no 4 atau agregat dengan diameter > 4.0. butiran yang terletak antara saringan No. 200 atau terletak antara diameter 2.75 mm .177 mm # 1. Untuk mengatasi hal ini. Ukuran Agregat Cara membedakan jenis agregat yang paling banyak dilakukan ialah dengan dida sarkan kepada ukuran diameter butir .0 mm # No 120 = 0. adalah butiran yang lewat saringan 200 Menurut AASHTO : Agregat kasar.0 mm .75 mm # No 80 = 0. agregat dapat dibagi menjadi dua golongan besar yaitu Agregat Alami dan Agregat Buatan.075 mm # No 60 = 0.42 mm # No 200 = 0.36 mm # No 100 = 0.85% (bila dihitung berdasarkan persentase volume). butiran yang terletak antara saringan No. adalah butiran yang lewat saringan 200 Bila dilihat dari proses terbentuknya. Sebagai contoh kerikil yang terdapat di sungai yang mengalir. atau agregat yang berdiameter > 2mm Agregat halus. 4 . http://juffrez. 200 atau terletak antara diameter 4.6 mm # No140 = 0.12 mm # ½ “ # No 30 = 0.15 mm # ¾ “ # No 10 = 2. Untuk mengetahui ukuran butiran dikenal beberapa ukuran saringan sbb: # 1. sehingga biasanya bentuk dari kerikil sungai agak bulat-bulat / agak tumpul. Page 15 AGREGAT Agregat adalah butiran mineral alami yang berfungsi sebagai bahan pengisi dan sekaligus sebagai bahan pendukung dalam campuran lapis perkerasan jalan . Kerikil ini mengalami pengikisan pada dinding luarnya akibat gesekan-gesekan dengan material lainnya di sungai. agregat dapat dibedakan atas tiga bagian besar : Menurut ASTM Agregat kasar. yaitu butiran yang tinggal di atas saringan No.

yang pada akhirnya akan berpengaruh langsung kepada kestabilan perkerasan. atau oleh gesekan sesama batuan.blogspot. Material ini diperoleh dari hasil pemecahan alat pemecah batu (stone crusher) Agregat buatan yang kedua yaitu agregat yang dahulunya tidak ada kemudian dibuat menjadi ada ( aficial agregat ) Agregat ini biasanya memiliki kualitas yang baik dan bentuk yang baik. Pada umumnya sifat mekanis yang ada pada agregat lonjong hampir sama dengan agregat http://juffrez. Bentuk Agregat Bentuk dari agregat sangat penting untuk di bahas mengingat bentuk dari agregat akan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kestabilan lapis perkerasan yang dibentuk oleh agregat itu sendiri.CIVIL ENGINNERING Agregat Buatan Disebut Agregat Buatan karena keberadaannya akibat rekayasa manusia .8 Agregat berbentuk lonjong banyak dijumpai di sungai atau di bekas endapan sungai. Agregat dapat dikatakan lonjong bila ukuran terpanjangnya > 1. Agregat yang berbentuk bulat bila dilihat dari proses terbentuknya termasuk Agregat Alami. Ada beberapa kelemahan pada agregat bulat bila dipakai untuk konstruksi perkerasan antara lain : a. batu pecah dll. Bentuk dari agregat akan berpengaruh terhadap kemampuan geser. . saling mengunci diantara agregat . karena kuaitas dan bentuk dapat ditentukan pada saat proses pembuatan.8 kali diameter rata-rata. luas bidang kontak sesama agregat kecil b. akibat a dan b sesama agregat mudah tergelincir Oleh karena itu perkerasan yang memakai agregat yang berbentuk bulat tidak akan memiliki stabilitas tinggi.Bulat (rounded ) Page 16 D Yaitu agregat yang mempunyai diameter ke segala arah relative sama. Disarankan untuk agregat bulat hanya dipakai pada konstruksi perkerasan klas menengah dan bawah. kemampuan mengunci sesama agregat kecil c. Bentuk yang bulat ini diakibatkan oleh adanya pengikisan oleh air dan material kecil lainnya. Bentuk agregat semacam ini banyak dijumpai di sungai-sungai.Lonjong (elongated ) D2 D1 D1/D2 > 1. Agregat dari pecahan genting beton dll 2. sehingga menyebabkan keausan pada dinding luar batuan yang pada akhirnya dapat menyebabkan bentuk menjadi tumpul dan bulat. . Misal Split.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . Jenis agregat ini antara lain : Slag ( agregat yang terbuat dari limbah nikel) Klelet (agregat yang terbuat dari limbah pengecoran logam ) ALWA (Artificial Light Weight Aggregate) yaitu agregat yang terbuat dari tanah lempung yang dibakar pada suhu tertentu.

agregat yang paling disukai http://juffrez. Kelebihan agregat berbentuk sudut ini terhadap konstruksi perkerasan jalan : a. pemadatan. karena agregat ini pada kedudukan rata air (horisontal) mudah menjebak gelembung udara sehingga akan memperbesar rongga udara pada campuran.CIVIL ENGINNERING yang berbentuk bulat. Tekstur permukaan akan sangat tergantung kepada kekerasan bahan dasar. Sehingga agregat yang berbentuk lonjong juga tidak menguntungkan bila dijadikan bahan untuk perkerasan yang bermutu tinggi. kemampuan mengunci (interlocking) antar agregat tinggi c. Agregat berbentuk pipih akan mudah pecah pada saat pencampuran .blogspot. dan bahan ini sangat cocok untuk perkerasan yang bermutu tinggi. Oleh karena itu banyaknya agregat pipih biasanya dibatasi. Tekstur Agregat Tekstur agregat diartikan sebagai kondisi alamiah permukaan agregat yang berhubungan dengan kekasaran dan kehalusan. . ukuran molekul. luas bidang kontak sesama agregat relatif tinggi b. 3. D1 D2 D3 Page 17 D1 = D2 = D3 . padat.Kubus (cubical) Ada juga yang mengatakan agregat berbentuk kubus itu dengan agregat bersudut. Pada umumnya tekstur agregat dapat dibedakan atas beberapa tingkatan : sangat halus / licin (glassy) halus (smooth) granular kasar (rough) berkristal (crystalline) berpori berlubang -lubang. Agregat berbentuk kubus akan banyak dijumpai pada material yang dihasilkan dari mesin pemecah batu (stone crusher). disarankan jumlah agregat pipih tidak lebih dari 15%.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . dan besar gaya yang bekerja pada permukaan butiran yang telah mempengaruhi tekstur permukaan tersebut. akibat a dan b antar sesama agregat sulit tergelincir Akibat hal diatas maka perkerasan yang memakai agregat yang berbentuk kubus /bersudut akan memiliki stabilitas yang tinggi.6 kali diameter rata-rata.Pipih D1 D2 D1 = 0. Biasanya untuk kebutuhan lapis perkerasan. Bahan agregat yang keras. berbutir kecil-kecil umumnya menjadikan permukaan butiran agregat bertekstur halus. Di samping itu kepipihan agregat berpengaruh jelek terhadap daya tahan lapis keras. ataupun akibat beban lalu -lintas.6 x D2 Agregat dikatakan pipih bila agregat tersebut memiliki diameter terpendek maksimal 0.

sehingga ikatan antara aspal dengan agregat biasanya baik. Agregat yang akan digunakan sebagai bahan lapis keras haruslah mempunyai ketahanan terhadap degradasi dan disintegrasi dan pada saat pelaksanaan harus dihindarkan dari kemungkinan terjadinya segregasi. disintegrasi. Agregat yang berpori terlalu banyak akan menyerap aspal lebih banyak. Akibat hal di atas maka dikenal dua pengertian : degradasi . yaitu pisahnya agregat antara agregat yang berukuran besar dengan agrgat yang berukuran kecil karena adanya perbedaan berat butiran.blogspot. Kelebihan agregat bertekstur kasar : mempunyai kekuatan geser yang besar ikatan antar partikel lebih kuat sebab bahan ikat (aspal) lebih kuat di dalam mencengkeram agregat .pori dapat didekati dengan menghitung banyaknya air yang dapat terserap / terabsorbsi oleh agregat. sehingga aspal yang menyelimuti agregat akan lebih tipis hal ini akan mengakibatkan cepat lepasnya ikatan antara agregat dengan aspal. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat degradasi antara lain : jenis agregat. Akibat dari dua hal di atas maka campuran akan bersifat : mempunyai stabilitas tinggi lebih mampu menahan deformasi yang akan timbul akibat gaya-gaya yang berasal dari luar . Sifat mekanis yang tergantung pada kadar pori dan absorbsi bentuk dan tekstur permukaan ukuran butiran b. ataupun oleh beban lalu -lintas. didefinisikan sebagai pelapukan pada agregat menjadi butir-butir halus akibat pengaruh kimiawi/alam seperti kelembaban.Bk)/Bk x 100% Bk = Berat benda uji kering oven Bj = Berat benda uji kering permukaan jenuh Biasanya agregat untuk lapis perkerasan besarnya penyerapan dibatasi maksimal 3% dan nilai kelekatan agregat terhadap aspal yang disyaratkan minimal sebesar 95%. Untuk itu dapat didekati dengan rumus seperti yang tersebut di bawah ini : Penyerapan = (Bj . gradasi terbuka mempunyai tingkat degradasi yang lebih besar bila dibandingkan dengan gradasi rapat. Oleh karena itu bila didalam campuran terlalu banyak mengandung agregat berpori dapat menurunkan durabilitas campuran. Daya Tahan Agregat Yang dimaksud dengan daya tahan agregat adalah kemampuan agregat untuk mempertahankan diri terhadap kehancuran baik oleh gaya-gaya mekanis ataupun oleh pengaruh kimia. Untuk mengetahui pori . Segregasi . Hal ini bisa terjadi karena penimbunan yang terlalu tinggi (lebih dari 3 m) atau karena penuangan dari dumptruk yang terlalu tinggi.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . gradasi. pemadatan. Sifat kimiawi agregat Agregat berpori akan menyerap aspal lebih baik.CIVIL ENGINNERING adalah jenis perkerasan yang bertekstur kasar. Daya Lekat Terhadap Aspal Faktor yang mempengaruhi lekatan aspal dan agregat dapat dibedakan atas dua bagian yaitu : a. Di samping itu agregat berpori umumnya lebih mudah pecah /hancur. dan pengaruh perbedaan temperatur yang ber ulang-ulang (siang dan malam). Page 18 http://juffrez. didefinisikan sebagai kehancuran agregat menjadi pertikel yang lebih kecil akibat oleh gaya mekanik yang dapat terjadi pada saat penimbunan. agregat yang lunak akan mengalami degradasi yang lebih besar bila dibandingkan dengan agregat yang keras.

Agregat yang akan diperiksa ditetapkan dulu gradasinya dan dibersihkan dari kotoran (tanah. Besar kecilnya nilai soundness sangat dipengaruhi oleh jenis kandungan mineral sebagai bahan pendukung pokok agregatnya. Setelah selesai agregat dikeluarkan dari mesin abrasi kemudian disaring dengan saringan No. Page 19 4. Agregat yang akan diperiksa nilai pelapukannya dicuci dulu untuk menghilangkan kotoran. lumpur dll). Setelah dicatat beratnya. Semakin tinggi nilai persentase benda uji. agregat terlebih dulu ditimbang dan ditetapkan beratnya. kemudian dikeringkan sampai kering dan ditimbang. Kemudian mesin abrasi Los Angeles diputar dengan kecepatan sekitar 30 . Sebagai pedoman dasar di dalam pelaksanaan pemakaian di lapangan. Yang dimaksud dengan gradasi agregat adalah kombinasi ukuran diameter agregat dalam dalam suatu campuran. agregat yang tidak kuat akan mengalami kehancuran/pelapukan. Untuk agregat dengan nilai soundness sebagai lapis permukaan. 5. jumlahnya tidak dapat untuk mengisi rongga antar agregat . agregat bulat akan mengalami degradasi yang lebih besar bila dibandingkan dengan agregat berbentuk kubus /bersudut. partikel yang lebih kecil mempunyai tingkat degradasi yang lebih kecil dari pada partikel yang besar. Gradasi seragam (uniform graded) Adalah agregat di dalam campuran yang memiliki diameter butiran yang hampir sama. Gradasi agregat dapat dibedakan menjadi 3 jenis : a. degradasi akan terjadi lebih besar pada pemadatan dengan energi pemadatan yang lebih besar. ukuran partikel. agregat kemudian dimasukkan ke dalam mesin abrasi bersama dengan bola-bola baja yang jumlahnya sudah ditentukan. 12% menunjukkan bahwa agregat cukup tahan terhadap pengaruh cuaca dan dapat dipergunakan http://juffrez.33 rpm selama 500 putaran.blogspot. telah diambil patokan sebagai berikut : Nilai abrasi < 30 % berarti agregat baik dipakai pada lapis keras sebagai bahan lapis penutup Nilai abrasi < 40 % berarti agregat baik dipakai pada lapis keras sebagai bahan lapis fondasi atas Nilai abrasi < 50 % berarti agregat baik dipakai pada lapis keras sebagai bahan lapis fondasi bawah. Nilai akhir dinyatakan dengan persen merupakan hasil perbandingan antara berat benda uji yang telah lolos dari saringan No. 12 dengan berat benda uji semula sebelum dimasukkan ke dalam mesin abrasi.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . Gradasi Agregat. Kalaupun mengandung agregat halus. energi pemadatan. maka secara alamiah larutan kimia tersebut akan masuk ke dalam pori-pori agregat. Sebelum dimasukkan ke dalam mesin abrasi. Penentuan Tingkat Ketahanan Ketahanan agregat terhadap penghancuran (degradasi) dapat diperiksa dengan menggunakan alat untuk melihat keausan yaitu alat abrasi Los Angeles (Los Angeles Abrasion Test). 12. Ketahanan agregat terhadap kehancuran akibat pelapukan (disintegrasi) pada umumnya diperiksa dengan menggunakan Saundness . Kehilangan berat akibat perendaman dinyatakan ke dalam persen. Agregat kemudian dicuci dan direndam lagi ke dalam larutan kimia berulangulang sampai lima kali. berarti bertambah besar pula degradasi pada agregat. karena proses kimia.CIVIL ENGINNERING bentuk agregat. agregat direndam ke dalam larutan kimia Natrium Sulfat atau Sodium Sulfat sampai jenuh . Dengan direndamnya agregat ke dalam Natrium Sulfat. Setelah dicatat beratnya.

sehingga akan dapat berakibat terjadinya kerusakan pada konstruksi perkerasan. Pada jenis perkerasan ini. gradasi seragam biasanya dihindari untuk segala macam jenis perkerasan karena gradasi seragam membutuhkan banyak aspal. maka perkerasan yang menggunakan gradasi terbuka biasanya kemampuan penguncian antar butiran kurang sehingga mudah terjadi deformasi antar butiran . bahan agregat yang dipakai juga harus bermutu tinggi. untuk meningkatkan stabilitas dapat digunakan filler dengan komposisi tertentu (terlalu banyak justru akan menurunkan stabilitas ). Pada agregat bergradasi baik biasanya memiliki rongga antar butiran sangat kecil. 200. tegangan antar agregat menjadi lebih besar.blogspot. Oleh karena itu gradasi rapat sering juga disebut sebagai gradasi baik (well graded) atau dapat juga disebut sebagai gradasi menerus (continuous graded). Filler yang bercampur dengan aspal akan mengisi rongga-rongga antar agregat . masing-masing agregat sudah mendapatkan tekanan yang besar dari hasil pemadatan sebelumnya serta oleh adanya kemampuan saling mengunci antar agregat yang baik.CIVIL ENGINNERING Agregat dengan gradasi seragam akan menghasilkan suatu perkerasan yang mempunyai sifat sebagai berikut : stabilitas rendah fleksibilitas tinggi berat volume kecil Pengalaman di lapangan. hal ini akan berakibat naiknya stabilitas lapis keras. sebab sebelum mendapat tekanan dari beban lalu lintas di atasnya. Sehingga pada saat diberi beban akibat berat lalu -lintas . yang sekaligus akan dapat menurunkan fleksibilitasnya. sehingga biaya konstruksi dapat menjadi mahal. Gradasi rapat (dense graded) Adalah agregat di dalam campuran yang memiliki gradasi kasar sampai dengan gradasi halus dalam porsi yang seimbang atau agregat yang memiliki diameter butiran dari mulai butiran yang kasar sampai dengan yang halus semuanya terdapat dalam keadaan yang seimbang .com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . Kalau mutu agregat kurang bagus maka kemungkinan agregat akan mengalami kehancuran. FILLER Filler adalah salah satu dari bahan lapis keras yang berupa butiran yang lolos saringan No. Sehingga aspal yang terkandung di dalamnya biasanya dalam jumlah yang terbatas. c. Ada beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai bahan filler antara lain : • Abu batu Page 20 http://juffrez. Gradasi buruk (poorly graded) Biasa juga disebut sebagai gradasi terbuka atau gradasi senjang. b. Agregat yang bergradasi senjang akan menghasilkan suatu perkerasan yang bersifat : fleksibilitas tinggi stabilitas lebih rendah (bila dibanding dengan gradasi rapat) berat volume lebih rendah (bila dibanding dengan gradasi rapat) Karena ada salah satu fraksi yang hilang. Bahan ini merupakan campuran agregat dengan satu fraksi yang hilang atau terdapat satu fraksi dengan jumlah yang sedikit. Pengalaman di lapangan. Perkerasan dengan agregat yang bergradasi rapat akan menghasilkan suatu perkerasan dengan sifat sebagai berikut : stabilitas tinggi fleksibilitas rendah berat volume tinggi Oleh karena itu perkerasan yang menggunakan agregat bergradasi menerus biasanya meliputi jenis perkerasan bermutu tinggi dengan kemampuan yang tinggi pula sehingga sangat cocok untuk jalan-jalan yang dilewati kendaraan-kendaraan berat dengan frekuensi yang tinggi pula. Fungsi filler adalah sebagai bahan pengisi rongga-rongga antar agregat.

Sifat-sifat yang dimiliki antrara lain • fleksibilitas cukup tinggi • stabilitas rendah • keawetan cukup tinggi untuk lalu-lintas ringan. Adapun jenis lapis permukaan yang umum digunakan di Indonesia antara lain : a. dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas . lapisan yang pertama kali menerima beban langsung dari roda kendaraan. Lapisan ini ditujukan untuk lapis permukaan pada jalan-jalan dengan lalu -lintas ringan. Ketebalan tidak boleh terlalu banyak.blogspot. khususnya pada jalan-jalan dengan lalu -lintas berat serta pada daerah tanjakan. Lapis bersifat non struktural. khususnya untuk daerah yang sulit menyediakan bahan agregat kasar. harus mampu menahan air supaya tidak meresap kedalam badan jalan. • Lapis aus. dan bila diambil urutan dari atas susunannya adalah sebagai berikut : • Lapis permukaan (surface course) • Lapis fondasi atas (base course) • Lapis Fondasi bawah (subbase course) • Tanah dasar (subgrade) surface course base course subbase course compacted subgrade natural subgrade Gambar 3.CIVIL ENGINNERING • Semen • Kapur • Pasir halus dll III. yaitu berfungsi sebagai lapis aus dan kedap air antara lain : Burtu (Laburan Aspal Satu Lapis) merupakan lapis penutup yang terdiri dari lapisan aspal yang ditaburi dengan satu lapis agregat bergradasi seragam dengan tebal maksimum 2 cm Burda (Laburan Aspal Dua Lapis) merupakan lapis penutup yang terdiri dari lapisan aspal yang ditaburi dengan satu lapis agregat yang diulang dua kali ber turut-turut maksimum tebal padat 3. Campuran latasir biasanya memerlukan tambahan filler agar memenuhi kebutuhan akan sifat-sifat yang disyaratkan.1. merupakan lapis penutup yang terdiri dari campuran aspal Buton dengan bahan pelunak dengan Page 21 http://juffrez. LAPIS KERAS LENTUR Pada prinsipnya lapis keras lentur terdiri dari beberapa bagian . • Lapis yang mampu menyebarkan beban kendaraan ke lapis yang ada di bawahnya. Lapisan ini harus memiliki stabilitas yang cukup serta fleksibilitas tinggi.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . yaitu lapisan yang mudah menjadi aus sehingga akan dapat melindungi ban karet kendaraan dari pengaruh gesekan dengan jalan. Latasbum (Lapis Tipis Asbuton Murni ). Lapis Permukaan (surface course) Merupakan lapis yang paling atas dan berfungsi sebagai : • Penahan beban roda. sebab untuk latasir yang terlalu tebal akan mudah terjadi deformasi. Lapisan pada lapis keras lentur 1.5 cm Latasir (Lapis Tipis Aspal Pasir ) merupakan lapis penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir yang dicampur. • Lapis kedap air.

Lasbutag merupakan lapis penutup yang terdiri dari campuran agregat. Lapis Fondasi Lapis fondasi adalah lapis perkersan yang terletak di bawah lapis permukaan yang berfungsi sebagai lapis yang mampu menyebarkan gaya-gaya yang berasal dari roda kendaraan. Agregat yang dipakai sebaiknya bergradasi menerus. dll. tebal padat maksimum 1 cm. gaya-gaya yang disebarkan fondasi ke tanah dasar lebih luas. mineral pengisi (filler) dan aspal keras yang dicampur. Gradasi agregat pada lapis fondasi Macam ayakan Persen berat lolos Persen berat lolos (mm) Klas A Klas B Page 22 http://juffrez.CIVIL ENGINNERING perbandi ngan tertentu yang dicampur secara dingin. pertemuan jalan. sehingga memiliki durabilitas/keawetan yang tinggi b. aspal Buton dengan bahan pelunak dengan perbandingan tertentu yang dicampur secara dingin. dan laston. dihampar. Bahan lapis fondasi yang banyak dipakai adalah Sirtu (pasir batu) klas A untuk LPA dan Sirtu klas B untuk LPB. yang termasuk keluarga aspa panas (hot mix) adalah : latasir. sehingga mutu bahan pada LPA harus lebih baik bila dibandingkan dengan mutu bahan pada LPB. pada daerah tanjakan. Lataston memiliki sifat-sifat antara lain : • fleksibilitas cukup tinggi • stabilitas kurang menonjol • ketahanan terhadap kelelahan cukup tinggi. Lapis perkerasan ini banyak digunakan pada lapis permukaan jalan yang melayani lalu lintas berat. tebal padat maksimum 3.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . merupakan lapis perkerasan yang terdiri dari agregat pokok dan agregat pengunci bergradasi terbuka yang diikat dengan aspal dengan cara disemprotkan di atasnya dan dipadatkan lapis demi lapis . merupakan lapis penutup yang terdiri dari campuran agregat bergradasi timpang . berfungsi sebagai lapisan yang menahan dan menyebarkan beban roda : Penetrasi Makadam /Lapen.blogspot. P LPA LPB Gambar 3. Sirtu klas A memiliki kekerasan serta gradasi yang lebih baik bila dibandingkan dengan sirtu klas B. lataston.5 cm. Lataston (Lapis Tipis Aspal Beton ).5 . yaitu Lapis Pondasi Atas (LPA ) dan Lapis Pondasi Bawah (LPB). Oleh karena itu harganya lebih mahal sirtu klas A. Tabel 3. Aspal yang digunakan adalah dari jenis aspal cair. Lapis fondasi dibagi menjadi dua lapis. Tambah tebal fondasi. Tujuan dari pembedaan mutu semata-mata karena alasan efisiensi.3 cm. Penyebaran gaya oleh lapis fondasi Dengan adanya penyebaran gaya oleh lapis fondasi. yang dicampur. 2. tebal padat antara 2. Laston memiliki sifat-sifat antara lain : • fleksibilitas kurang menonjol • stabilitas tinggi Dari sekian banyak jenis lapis keras di atas . maka tegangan pada LPA akan lebih besar bila dibandingkan dengan tegangan pada LPB. dan dipadatkan dalam keadaan panas .2. Lataston digunakan pada lapis permukaan pada jalan-jalan yang memikul lalu -lintas ringan sampai sedang . Lapisan bersifat struktural. Laston (Lapis Aspal Beton) merupakan lapis perkerasan yang terdiri dari cmapuran agregat bergradasi menerus/tertutup dengan aspal keras.1. dihampar dan dipadatkan dengan suhu panas.

1988 Disamping bahan agregat diatas.33 0.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . Alat uji Marshall pertama kali diperkenalkan oleh Bruce Marshall.075 0 . ALAT PEMERIKSAAN MARSHALL Kinerja campuran beton aspal dapat diperiksa dengan menggunakan alat pemeriksaan Marshal . yang untuk selanjutnya dikembangkan oleh US.100 19 65 .60 25 .25 6 . Perkembangan lapis keras lentur Wearing cource berfungsi sebagai lapis aus dengan ciri fleksibilitasnya tanggi.100 9.45 16 . IV. Masalah-masalah yang sering muncul pada tanah dasar antara lain : • Tanah kurang mampu untuk mendukung beban lalu-lintas .55 1.18 11 .80 4. jenis lapis fondasi yang sering dipakai di Indonesia antara lain adalah : • Fondasi Makadam.81 40 .75 27 .45 0.CIVIL ENGINNERING 63 100 100 37. sehingga terjadi lendutan pada lapis perkerasan • Terjadinya kembang susut yang besar akibat adanya pengaruh air • Tidak meratanya daya dukung tanah dasar yang diakibatkan oleh tidak homo gennya bahan tanah dasar atau mungkin akibat adanya faktor geologi.3.66 2. 3.425 6 .8 0 . Bahannya dapat dipakai Lataston ataupun Laston.20 Sumber DPU.blogspot.5 42 . yaitu fondasi yang kekuatannya berdasarkan pada kekuatan gesekan antar material • Penetrasi Makadam (Lapen) • ATB (Asphalt Treated Base) • dll Dalam perjalanannya. dan stabilitasnya dibatasi. Salah satu susunan lapis keras lentur dapat dilihat seperti yang tampak di bawah ini : Page 23 wearing course binder course base course subbase course compacted subgrade natural subgrade Gambar 3.5 100 67 .33 10 . http://juffrez.36 18 . Lapisan Tanah Dasar (Subgrade) Di bawah lapis fondasi bawah terdapat lapis tanah dasar (subgrade) yang merupakan lapis tanah asli yang dipadatkan agar memenuhi persyaratan tertentu Untuk tanah dasar yang kurang memenuhi persyaratan dapat dilakukan dua cara yaitu • Stabilisasi tanah agar daya dukungnya meningkat • Penggantian bahan tanah dasar dengan tanah yang bekualitas lebih baik Kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan sangat ditentukan oleh sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar. Untuk binder course memiliki ciri fleksibilitas rendah tapi stabilitasnya tinggi. yaitu fondasi yang kekuatannya berdasarkan tumpuan pada material • Fondasi Telford . komposisi lapis keras mangalami perkembangan .16 3 . Bahannya dapat dipakai Lataston/ HRS.

sehingga campuran menjadi semakin rapat dan padat sebab aspal akan akan berfungsi sebagai pelicin. sehingga penambahan volume yang tidak sebanding dengan penambahan masa dapat menyebabkan penurunan nilai density campuran. Sebaliknya nilai flow yang rendah maka campuran akan bersifat kaku dan getas tidak akan mempu mengikuti deformasi akibat oleh beban yang diderita. Kelelehan (flow) Kelelehan menunjukkan besarnya deformasi yang terjadi pada lapis keras akibat beban yang diterimanya . Stabilitas . Tapi rongga antar butiran jumlahnya terbatas tergantung dari type gradasinya.CIVIL ENGINNERING Corp of Engineer. maka campuran akan bersifat kaku. Satuan untuk density adalah gr /mm 2 c. Dan sebaliknya semakin kecil nilai MQ. Tambah tinggi nilai flow maka stabilitas nilainya akan turun. Flow memakai satuan mm . Untuk jalan yang dilewati oleh kendaraan berat serta folume yang Page 24 http://juffrez. Stabilitas sangat tergantung antara lain oleh : jumlah serta beban pemadatan pemadatan gradasi dan penguncian antar agregat kekerasan agregat kadar serta viskositas aspal gesekan antar agregat jumlah rongga antar agregat kohesi / daya ikat antar campuran Satuan untuk stabilitas memakai satuan berat yaitu kg. b. Stabilitas diartikan sebagai kemampuan lapis perkerasan dalam menerima beban lalu-lintas tanpa terjadi deformasi permanen seperti gelombang. d.blogspot. dan lebih mampu mengikuti deformasi akibat adanya beban. jumlah aspal yang dapat mengisi rongga antar butir semakin besar. Semakin besar nilai MQ. sehingga memudahkan butiran untuk mengisi rongga-rongga pada saat dipadatkan. Kepadatan (density) Density menunjukkan besarnya kepadatan suatu campuran yang telah dipadatkan. dan biasanya durabilitasnya (keawetannya) akan rendah juga. Ada beberapa hal yang dapat diperiksa olah alat ini antara lain : a. sehingga penambahan aspal yang berlebihan pada campuran justru akan menyebabkan se olah-olah butiran akan mengambang di dalam aspal yang akan menyebabkan volume campuran akan meningkat. Nilai flow banyak dipengaruhi oleh: kadar dan viskositas aspal gradasi agregat pemadatan Biasanya nilai flow ini selalu berseberangan dengan stabilitas. Nilai density dipengaruhi oleh : gradasi bahan penyusunnya jumlah pemadatan temperatur pemadatan kadar aspal dalam campuran Dengan semakin meningkatnya kadar aspal. Stabilitas yang terlalu tinggi juga kurang baik mengingat perkerasan akan menjadi kaku dan bersifat getas. Nilai density adalah merupakan perbandingan dari massa dibagi dengan volume. Semakin besar nilai density menunjukkan bahwa kerapatannya semakin baik. Nilai flow yang tinggi menandakan campuran bersifat plastis . maka lapisan akan bersifat lentur/plastis . alur atau retak. Marshall Quotient Marshall Quotient (MQ) merupakan hasil bagi antara stabilitas dengan kelelehan (flow).com/ 3/12/2011 9:09:21 PM .

Secara otomatis. nilai MQ akan dipengaruhi oleh nilai stabilitas dan nilai flow. MQ memakai satuan kg/mm . Dengan diberikannya bahan tambah . artinya tambah besar nilai VFWA maka nilai VITM akan semakin turun. karena tidak menyediakan rongga yang cukup bila terjadi pemadatan tambahan akibat beban lalu -lintas. density. demikian pula sebaliknya. e. V. BAHAN TAMBAH Yang dimaksud dengan bahan tambah adalah bahan atau material yang ditambahkan ke dalam campuran selain bahan dasar (agregat dan aspal) dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas campuran. VITM (Void In The Mix) VITM menunjukkan banyaknya pori dalam campuran. Nilai VFWA sangat dipengaruhi oleh : jumlah aspal gradasi agregat pemadatan f. Sehubungan dengan adanya bahan tambah. Bahan tambah biasanya hanya diberikan dalam jumlah yang sedikit serta harus dilakukan pengawasan yang ketat agar jumlahnya tidak berlebihan yang justru dapat mengakibatkan menurunkan kualitasnya. Biasanya nilai VITM akan selalu berseberangan dengan nilai VFWA. Dalam hal-hal yang meragukan terutama untuk pekerjaan-pekerjaan khusus perlu dilakukan pemeriksaan dengan dilakukan pembuatan benda-benda uji yang nantinya akan dilakukan percobaan dilaboratorium. VFWA (Void Filled With Asphalt) VFWA akan menunjukkan persen aspal yang terdapat di dalam rongga antar butiran.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . pemeriksaan benda uji yang dilakukan paling tidak dengan dilakukan pengujian marshall. maka akan terjadi bleding (peristiwa keluarnya aspal dari campuran). Tapi bila jumlah aspal didalam campuran melebihi jumlah rongga. Jenis bahan tambah yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja lapis keras al: Abu terbang (fly ash) Semen Abu vulkanik Kapur Abu sekam Sulfur (belerang) Page 25 http://juffrez.CIVIL ENGINNERING padat biasanya disyaratkan untuk memiliki nilai MQ yang tinggi. Semakin besar nilai VITM menunjukkan semakin porous campuran. biasanya akan terjadi peningkatan stabilitas. sehingga kekedapan campuran terhadap air dan udara semakin besar pula. maka kekedapan perkerasan terhadap air dan udara akan semakin kecil pula. Biasanya bahan tambah yang baik digunakan pada campuran lapis keras adalah bahan yang banyak mengandung silika (SiO2) dan alumina (Al2O3) sebagai bahan utama yang memiliki sifat pozolan . sehingga aspal akan mudah teroksidasi. Semakin besar nilai VFWA maka semakin banyak aspal yang terisi di dalam rongga. Sebaliknya semakin kecil nilai VFWA. sehingga keawetan menurun. Nilai VITM yang terlalu rendah juga kurang menguntungkan. sehingga keawetan akan berkurang. serta memperkecil VITM. sehingga aspal akan cepat teroksidasi. tapi pada saat mengering bersifat keras sulit untuk deformasi.blogspot. yaitu suatru sifat bahan yang bila diberi air memiliki sifat plastis dan mudah dibentuk. Bahan tambah seharusnya hanya berguna kalau sudah ada evaluasi yang teliti tentang pengaruhnya terhadap mutu perkerasan.

blogspot. untuk setiap fly ash memiliki kandungan yang berlainan.20 7 K 2O 0.68 2 Al 2O3 20.25 11 HD (inclu de) H2O 1. silika. hematit.5 .85 9 P 2O 3 0.CIVIL ENGINNERING 1. Jawa banyak dijumpai di Pembangkit Tenaga Listrik Paiton Jawa Timur. deposit atau walastonit.1 . a-kuarsa. magnetit.200 m (mikron). Fasa kristal yang terdiri dari mulit. Fly ash Fly ash (abu terbang) asalah abu yang dihasilkan dari sisa pembakaran batu bara. yaitu : 1. As dll.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM .60 3 TiO2 2. Secara umum ukuran butiran fly ash berkisar antara 0. Struktur dan ukuran butiran fly ash bervariasi. Secara garis besar.55 5 CaO 2. Bahan ini belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan bangunan.65 2 SiO2 17 . 2.8 4 Fe 2O3 0.2 7 Na2O + K 2O 0.36 8 MgO 0. yang biasanya terdiri dari sisa karbon.38 4 Fe 1O3 4. Fly ash banyak terdapat pada pabrik-pabrik atau pembangkit tenaga listrik yang menggunakan bahan batubara. komposisi fly ash terdiri dari berbagai masam unsur yaitu: NO Komposisi Jumlah (%) 1 SiO2 62.6 5 MgO 0. Semen Semen atau PC (portland cement ) merupakan bahan yang dihasilkan dari pabrik. temperatur pembakaran.1 Page 26 http://juffrez.25 3 Al 2O3 3 . komposisi fly ash terbagi dalam empat kolompok. Secara kimiawi.4 6 SO3 1 . Komponen sekunder. dan alumina ditambah dengan bahan tambah lainnya. Cd. Bila dilihat susunan kimianya. bahan dasar/atau bahan utama semen meliputi : kapur.40 10 H2O 0. maka unsur-unsur pokok pada semen biasa adalah sebagai berikut : NO Komposisi Jumlah (%) 1 CaO 60 .5 . Fly ash ini memiliki ukuran butiran yang sangat halus dan berwarna terang ke abu-abuan. Unsur-unsur jejak/sampingan (trace element) misal Pb.14 gr /cc Penambahan fly ash dengan persentase tertentu pada campuran perkerasan dapat meningkatkan stabilitas campuran. hal ini sangat tergantung dari komposisi kimia.5 .77 BJ fly ash = 2. Fasa gelas yang merupakan allumuniumsilica gelas yang membuat fly ash memiliki sifat sebagai Pozolan 2. Secara mineralogi. kapur bebas (CaO ) dan MgO 4. Di P. untuk sementara masih merupakan limbah/ bahan buangan yang belum memiliki nilai ekonomis . dan waktu tinggal.96 6 Na¬2O 3. 3.

blogspot.06 8 MnO 0.36 11 H2O 0. Sehingga untuk jalan-jalan yang melayani lalu -lintas berat biasanya dapat ditambahkan semen dalam jumlah tertentu (harus dilakukan trial mix). Bila semen dicampurkan pada campuran perkerasan jalan . MgO maksimal 5 3.54 HD = hilang terbakar Dengan komposisi seperti di atas maka abu vulkanik juga dapat dipakai sebagai bahan tambah untuk campuran perkerasan.00.84 2 Al 2O3 16. dan penambahan sulfur pada beton aspal dengan berbagai variasi ini akan menyebabkan terjadinya kristalisasi yang berbeda-beda tergantung dari kadar sulfur yang ditambahkan serta http://juffrez. harganya juga murah karena belum terpakai se bagai bahan bangunan. maka biaya konstruksi menjadi lebih mahal. Idealnya kandungan Oksida abu vulkanik menurut ASTM C 618-78 harganya dibatasi seperti yang tercantum di bawah ini : NO Komposisi bahan Jumlah (%) 1. abu vulkanik dapat untuk meningkatkan stabilitas campuran perkerasan. Menurut Kennepohl .62 7 K 2O 2.CIVIL ENGINNERING Semen juga merupakan bahan tambah yang baik untuk meningkatkan kinerja campuran perkerasan. Abu vulkanik Abu vulkanik merupakan salah satu bahan alternatif yang dapat dipergunakan sebagai bahan tambah untuk perkerasan jalan. Hanya saja karena semen merupakan bahan hasil produksi pabrik. SO3 maksimal 4 4. Sulfur (belerang) Sulfur adalah bahan anorganik non metalik yang berupa padat ke kuning-kuning an dengan nilai kepadatan 2. dalam persentase tertentu . H2O maksimal 3 Secara terinci kandungan kimia yang terdapat pada abu mekanik yang diambilkan dari debu gunung Merapi Jawa tengah adalah sebagai berikut : Page 27 No Komposisi Jumlah (%) 1 SiO2 52. Abu vulkanik merupakan bahan yang dihasilkan akibat adanya letusan gunung berapi yang didapat dalam jumlah cukup banyak.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . 3. 4.16 9 TiO 0.29 6 Na2O 3. Abu ini ternyata memiliki kandungan silika dan alumina yang cukup banyak sehingga memiliki sifat sebagai pozolan. Dari beberapa hasil penelitian. bahan sulfur dapat dijadikan bahan tambah untuk campuran beton aspal.85 10 P 2O3 0. Abu vulkanik merupakan bahan yang mudah didapat terutama di daerah yang dekat dengan gunung berapi yang masih aktif.06 5 MgO 3. maka pada kadar semen tertentu akan dapat meningkatkan stabilitas campuran.19 12 HD 0.81 3 Fe 2O3 10.15 4 CaO 9. di samping merupakan limbah. SiO2 + AL 2O3 + Fe2O3 minimal 70 2.

Latasir Lapisan ini ditujukan untuk lapis permukaan pada jalan-jalan dengan lalu-lintas ringan. b minimal = 8 % AC .8 % AC .com/ 3/12/2011 9:09:21 PM .3 % ATB. sebab untuk latasir yang terlalu tebal akan mudah terjadi deformasi . Laston (AC) Lapis perkerasan ini banyak untuk lapis permukaan jalan yang melayani lalu lintas berat. Campuran latasir biasanya memerlukan tambahan filler agar memenuhi kebutuhan akan sifat-sifat yang disyaratkan. Lataston (HRS) Hot Rolled Sheet digunakan pada lapis permukaan pada jalan-jalan yang memikul lalu -lintas ringan sampai sedang . dengan sifat-sifat antara lain : stabilitas tinggi keawetan/durabilitas kurang begitu menonjol 4. Penambahan sulfur pada aspal akan meningkatkan kekakuan pada bahan ikat perkerasan. ATB (Asphalt Treated Base) ATB merupakan bagian dari fondasi. Kadar Aspal Rencana Perbedaan yang tidak kalah penting antara jenis campuran aspal khususnya untuk jumlah kandungan aspal adalah harga kadar bitumen efektif (b ’)yang didefinisikan sebagai kadar total aspal campuran (b) yang dikurangi dengan kehilangan aspal karena absorbsi kedalam agregat ( b’ = b b) b (% berat total campuran) Page 28 HRS.7 % Dasar Filosofi Rencana Campuran Prosedur rencana campuran yang telah ditetapkan untuk Indonesia sangat berbeda bila dibandingkan dengan prosedur yang telah diberikan oleh Asphalt Institute atau organisasi luar negeri yang lain .blogspot. b ’ minimal = 6. khususnya pada jalan-jalan dengan lalu-lintas berat serta pada daerah tanjakan. khususnya untuk daerah yang sulit menyediakan bahan agregat kasar. Jenis Campuran Aspal Panas Ada beberapa jenis campuran aspal panas yang dibedakan atas fungsi serta gradasi yang disyaratkan antara lain : 1. yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan fondasi.5 % ATB. 2. pertemuan jalan . sehingga memiliki durabilitas/keawetan yang tinggi 3. Sifat-sifat yang dimiliki antrara lain fleksibilitas cukup tinggi stabilitas rendah keawetan cukup tinggi untuk lalu-lintas ringan. Ketebalan tidak boleh terlalu banyak. b minimal = 7. b minimal = 6. Lataston termasuk jenis perkerasan yang memiliki gradasi terbuka atau gradasi senjang. Banyak kegagalan http://juffrez. sebab pada kenyataannya kondisi di Indonesia sangat berbeda dengan di luar negeri yang rata-rata memiliki temperatur cukup rendah.2 % dari berat total campuran. dll. b ’ minimal = 6. pada daerah tanjakan.CIVIL ENGINNERING komosisi campuran agregat dengan aspal. Laston merupakan lapis keras yang bergradasi tertutup atau gradasi menerus.8 % Pada umumnya nilai absorbsi /serapan aspal panas terhadap aspal sekitar 1. sehingga secara keseluruhan dapat meningkatkan kekuatan perkerasan. Dengan demikian harga kadar total aspal campuran (b) adalah sbb : HRS. b’ minimal = 6. dengan sifat sifat antara lain : fleksibilitas cukup tinggi ketahanan terhadap kelelahan cukup tinggi.

diposkan oleh civil engineering ( juffrez ) @ 20:59 0 komentar Page 29 LAPORAN PRATIKUM HIDRAULIKA BAB I ALIRAN PADA SALURAN TERBUKA ALIRAN PERMANEN SERAGAM PADA SALURAN LICIN DAN KASAR Maksud dan tujuan a. kemudian dibuat variasi campuran agregat yang kemudian masing-masing variasi agregat dicampur dengan kadar bitumen yang telah disiapkan. Dasar saluran ini dapat diubah kemiringannya. karena kecepatan aliran dan kekasaran dinding relatif besar.Aliran melalui saluran terbuka disebut Seragam ( uniform ) apabila berbagai variabel aliran seperti kedalaman. Didalam aliran seragam. Point gauge ( alat ukur tinggi muka air ).garis energi. http://juffrez. Menentukan koefisien kekasaran Chesy untuk masing – masing saluran tersebut. b. 2.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . Mistar atau pita ukur. Untuk indonesia dipakai metode CQCMU (Central Quality Control & Monitoring Unit) Cara ini dimulai dengan menentukan kadar bitumen efektif. Kedalaman air pada aliran seragam disebut dengan kedalaman normal.komponen gaya berat dalam arah aliran adalah seimbang dengan tahanan geser. 3. Zat cair yang mengalir melalui saluran terbuka akan menimbulkan tegangan geser pada dinding saluran. Mendemontrasikan aliran permanen seragam pada saluran licin dan kasar. Campuran yang memenuhi persyaratan rongga udara.CIVIL ENGINNERING yang telah dialami akibat kita menganut metode dari luar (metode lama) Metode dari luar dimulai dari menentukan campuran agregat kemudian membuat variasi kadar bitumen (aspal) sampai didapatkan spesifikasi rongga udara dan stabilitas terpenuhi. Tahanan ini akan diimbangi oleh komponen gaya berat yang bekerja pada zat cair arah aliran . Aliran disebut permanen apabila variabel aliran di suatu titik seperti kedalaman dan kecepatan tidak berubah menurut waktu. tampang basah . kecepatan dan debit pada setiap tampang di sepanjang aliran adalah tidak konstan. Sebaliknya apabila terjadi pada jarak yang pendek maka disebut aliran berubah cepat. Apabila perubahan aliran terjadi pada jarak yang panjang.blogspot. maka disebut aliran berubah beraturan. Alat yang digunakan Flume Merupakan satu set model saluran terbuka dengan dinding tembus pandang yang diletakan pada struktur rangka kaku . Dasar Teori Pada umumnya tipe aliran melalui saluran terbuka adalah turbulen. Saluran ini dilengkapi pula dengan tangki pelayanan berikut pompa sirkulasi air dan alat pengukur debit. Pada aliran seragam. Tahanan geser ini tergantung pada kecepatan aliran. tampang basah. film aspal. garis muka air dan dasar saluran adalah sejajar sehingga kemiringan ketiga garis tersebut adalah sama. dan stabilitas yang baik yang dipilih. Apabila berubah terhadap waktu maka disebut aliran tidak permanen. Aliran disebut tidak seragam atau berubah apabila variabel aliran seperti kedalaman . kecepatan dan debit pada setiap tampang di sepanjang aliran adalah konstan.

36 cm 2367. Mengalirkan air ke dalam saluran dengan menjalankan pompa. Mengamati keadaan aliran yang terjadi.4 Page 30 Tabel a. kedalaman air ( h ) = 0. satu di bagian hulu dan yang lain di hilir sebagai dan .8 cm2 4 Kecepatan aliran ( V ) 101.5 0.007 cm Kemiringan muka air = 0. h. i.4 cm 2 Luas tampang basah ( A ) 10 cm2 8 cm2 3 Keliling tampang basah ( p ) 21 cm2 20.138 = = 0. Menentukan besarnya koefisien kekasaran Chezy dari hasil pengukuran untuk dasar saluran licin dan kasar. Keliling tampang basah ( P ) P = B + 2 x Y = 20 + 2 x 0.5 = 10 cm 3. 4. e.CIVIL ENGINNERING Berdasarkan keseimbangan gaya – gaya yang terjadi tersebut dapat di turunkan rumus Chesy sebagai berikut : V=C Dengan : V = Kecepatan aliran C = Koefisien Chezy R = Radius hidraulik I = Kemiringan muka air Apabila kecepatan aliran dapat di ketahui . Mencatat kemiringan sebagai .010 = 10 c = = 0. Prosedur Percobaan a. Menggambar sketsa saluran dan letak titk – titik pengukuran. apabila dasar saluran dimiringkan c. Perhitungan tampang basah ( A ) A = B * Y = 20 * 0. Mengulangi prosedur diatas untuk dasar saluran dengan kekasaran . g. Radius hidraulik ( R ) http://juffrez. lalu di bandingkan.blogspot.1 hasil uraian pengamatan pada saluran licin No. 5.0074 cm Debit aliran = 0.5 cm 2.549 c Titik 1 Titik 2 0. Mengukur kedalaman di dua titik yang telah di tentukan jaraknya ( L ).764 cm Perhitungan Pada Titik 1 1. Mengukur kemiringan muka air yang terjadi yaitu : = + f.0549 cm / dt 126. Hasil perhitungan Saluran licin Kemiringan saluran = = 0.941 = = 1.6868 cm / dt 6 Koefisien Chezy 1702. d.5 = 21 cm 4. Mengukur debit aliran dan kecepatan aliran dikedua titik tersebut sebagai dan .5 cm 0. Uraian Titik1 Titik 2 1 Kedalaman Air ( h ) 0.6868 cm / dt 113. b.952 = = 1.3187 cm / dt 5 Kecepatan rerata aliran 113.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . maka akan mudah bagi kita untuk menentukan harga koefisien Chezy tersebut.010 = 1010.

Keliling tampang basah ( P ) P = B + 2 x Y = 20+ 2 x 0.4 cm. Kedalaman air ( h ) = 0. b. Membendung air pada ujung hilir saluran http://juffrez.blogspot. Kecepatan aliran ( V ) V = = = 101.6868 7.764 cm BAB II ALIRAN PERMANEN TIDAK BERATURAN AKIBAT PEMBENDUNGAN Maksud dan tujuan Mendemonstrasikan aliran permanen tidak beraturan akibat pembendungan.3846 cm 5.36 cm Perhitungan pada titik 2 1.3187 c 6.36 cm dan pada titik 2 kedalaman air = 0. Menunjukkan perbedaan koefisien kekasaran Chezy pada kedalaman nomal dan pada aliran terbendung.4 = 8 cm 3. Mengalirkan air ke dalam saluran dengan menjalankan pompa.4 = 20. Alat yang digunakan Flume Point gauge Current meter Mistar /pita ukur Prosedur percobaan a. Mencatat kemiringan sebagai is.6868 c 7. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan dan pengamatan pada saluran licin dapat disimpulkan bahwa semakin dalam air maka koefisien kekasaran Chezynya semakin kecil.764 cm Kemiringan muka air (iW) =+ = 0.007 + = 0. Kecepatan rerata aliran = = = = 113. koefisien kekasaran Chezy = 2367.47619 cm 5. Kecepatan aliran ( V ) V = = = 126.0549 6. hal ini dapat dilihat pada titik 1 dengan kedalaman air (h) = 0. apabila dasar saluran dimiringkan c. Koefisien chezy V=C C = = = 1702.Radius hidraulik ( R ) R = = = 0. Perhitungan tampang basah ( A ) A = B * Y = 20*0. Koefisien chezy V=C C = = = 2367.4 cm 2. Kecepatan rerata aliran = = = =113. koefisien kekasaran Chezy = 1702.0074 cm Page 31 5.5 cm.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM .CIVIL ENGINNERING R = = = 0.8 cm 4.

5 = 70 cm2 3 Keliling tampang basah ( P ) P = B + 2 x Y = 20 + 2 x 3. Mengukur kemiringan muka air yang terjadi yaitu : dengan h adalah kedalaman pada titik ke-n.8172 6.2 cm 4. Koefisien Chezy C = = = 118.9 = 25.CIVIL ENGINNERING d.009 cm 7.2292 cm Pada titik 3 1.1 cm 2.007 cm Debit Aliran = 0. i.9754 = 975.2481 cm 5. Kedalaman air = 2. Menggambar sketsa saluran dan letak titik-titik pengukuran Hasil perhitungan Pada titik 1.007 + = 0.2238 6.1 = 42 cm 3. Kecepatan aliran ( V ) V = = = 16. Kemiringan muka air ( Iω ) = 0.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . h. Kecepatan aliran ( V ) V = = = 23.73 cm 5.1 = = 0.8 cm 4.042 = = 0.009 cm 7.9754 = 975.007+ = 0.8285 cm Pada titik 2 1. Kedalaman air ( h ) = 2.1 = 24. Luas tampang basah ( A ) A = B * Y = 20*2.9 cm 2.9 = 58 cm Keliling tampang basah ( P ) P = B + 2 x Y = 20 + 2 x 2.blogspot. Mengukur kedalaman di beberapa titik yang telah ditentukan jaraknya di sekitar daerah pembendungan.7842 = = 1. Mengukur debit aliran. e. Kemiringan muka air ( i ) = 0. Mengulangi prosedur diatas untuk dasar saluran dengan kekasaran . amati apakah hasilnya konstan atau berubah . Koefisien Chezy V=C C = = = 185. Kedalaman air = 3. Kemiringan Saluran = 0. Mengamati keadaan yang terjadi.4 c 1. f. Radius hidraulik ( R ) R = = = 1. Radius hidraulik ( R ) Page 32 http://juffrez. Radius hidraulik ( R ) R = = = 2. Menentukan besarnya koefisien kekasaran Chezy dari hasil pengukuran pada tiap -tiap titik baik pada aliran dengan pembendungan.4 c = = 1.5 = 27 cm 4. g. luas tampang basah ( A ) A = B x Y = 20 x 3. Keliling tampang basah ( P ) P = B + 2 * Y = 20 + 2 * 2. j.5 cm 2. Luas tampang basah ( A ) A = B x Y = 20*2.

0 2 Luas tampang ( A ) 42 58 70 80 3 Keliling tampang basah ( P ) 24.0342 cm Titik 1 Titik 2 Titik 3 Titik 4 Page 33 h1 h2 h3 h4 Tabel B .5926 cm . Menunjukan bahwa pintu sorong dapat di gunakan sebagai alat ukur dan pengatur debit.5 4. Kecepatan aliran ( V ) V = = = 12.009 0.0 = 80 cm 3. Koefisien Chezy V=C C = = = 76.9 3.73 2.5926 2.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM .8571 cm 5.2213 76.1925 6.8285 118.2 25.2481 2.2213 cm Pada titik 4 1. Kemiringan muka air ( Iw ) = 0. Kecepatan aliran ( V ) V = = = 13.9343 12. Uraian Titik 1 Titik 2 Titik 3 Titik 4 1 Kedalaman air ( h ) 2. Keliling tampang basah ( P ) P = B + 2 xY = 20 + 2 * 4.009 0.CIVIL ENGINNERING R = = = 2.0342 5. Mendemonstrasikan aliran melalui pintu sorong.007 + = 0.blogspot. Luas tampang basah ( A ) A = B * Y = 20 * 4.8521 5 Kecepatan aliran ( V ) 23. Radius hidraulik ( R ) R = = = 2.8172 13.009 cm 7 Koefisien Chezy C = = = 91.0 = 28 cm 4.0 cm 2. 5.009 0. BAB III BANGUNAN KONTROL PINTU SORONG ATAU SLUICE GATE Maksud dan tujuan a.007+ = 0.1 2.9343 6. Alat yang di gunakan http://juffrez. Kesimpulan Dari hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa semakin besar kecepatan aliran (V) maka koefisien kekasaran Chezy semakin besar.1925 6 Kemiringan muka air 0.2238 16.8 27 28 4 Radius hidraulik ( R ) 1.2292 91. Kedalaman air ( h ) = 4.1 Hasil Pengamatan pada saluran licin No.009 cm 7.009 7 Koefisien Chezy 185. Kemiringan muka air ( Iω ) = 0.

CIVIL ENGINNERING b. i. 5. b Mencatat kemiringan sebagai is. Mengukur kemiringan muka air yang terjadi yaitu : dengan h adalah kedalaman pada titik ke-n.7 = = 0. j. d. h. apabila dasar saluran dimiringkan c. Mistar atau pita ukur. Hasil Perhitungan Kemiringan Saluran = = 0. Flume c. Radius hidraulik ( R ) R = = = 3.blogspot.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . Pada pintu sorong ini prinsip konservasi energi dan momentum dapat di terapkan. Mengukur kedalaman di beberapa titik yang telah di tentukan jaraknya di sekitar daerah pembendungan. Menggambar sketsa saluran dan letak titik-titik pengukuran.5 cm 2.9393 cm 5.95 = = 0. Merupakan tiruan pintu air yang banyak di jumpai di saluran – saluran irigasi. kemudian ukur pula kecepatan dititik – titik tersebut. Mengalirkan air ke dalam saluran dengan menjalankan pompa. Kedalaman air = 6. Lebar pintu ini sudah di sesuaikan dengan lebar model saluran yang ada. amati apakah hasilnya konstan atau berubah . Pintu sorong ini berfungsi untuk mengukur maupun untuk mengatur debit saluran. Dasar Teori d.995 = = 0. 3.7571 = = 0. 4.92846 http://juffrez. Mengukur debit aliran. d. Mistar atau pita ukur. e. Mengulangi prosedur diatas untuk dasar saluran dengan kekasaran . Besarnya debit yang di alirkan merupakan fungsi dari kedalaman air di hulu maupun di hilir pintu serta tinggi bukaan pintu tersebut .9007 = 900. Point gauge. Keliling tampang basah ( P ) P = B + 2 x Y = 20 + 2 x 6.007 cm Debit Aliran = 0.9007 = 900. g. Kecepatan aliran ( V ) V = = = 6. Dasar Teori Page 34 Pintu sorong merupakan salah satu konstruksi pengukur dan pengatur debit. 1. Luas tampang basah ( A ) A = B x Y = 20x 6. Menentukan besarnya koefisien kekasaran Chezy dari hasil pengukuran pada tiap -tiap titik baik pada aliran dengan pembendungan. Persamaan Bernoulli hanya dapat apabila kehilangan energi dapat di abaikan atau sudah diketahui. c.5 = 33 cm 4. f. Pintu sorong atau sluice gate. Prosedur Percobaan a. Membendung air pada ujung hilir saluran.5 = 130 cm 3.7 Pada titik 1. Mengamati keadaan yang terjadi.

0094 cm 8.48120 cm 5.007 + = 0.3 cm 2.25443 7.9 = 27. Radius hidraulik ( R ) R = = = 1. Kecepatan aliran ( V ) V = = = 19. Keliling tampang basah ( P ) P = B + 2 x Y = 20 + 2 x 3.6 cm Page 35 4. Kecepatan aliran ( V ) V = = = 13.8699 cm 5. Koefisien Chezy C = = = 36. Koefisien Chezy C = = = 89.3 = 26. Kedalaman air = 3.blogspot. Keliling tampang basah ( P ) P = B + 2 x Y = 20 + 2 x 3. 1. Kecepatan Rerata Aliran = = = 19.8 cm 4.CIVIL ENGINNERING 6.3 = 46 cm 3. Luas tampang basah ( A ) A = B x Y = 20 x 2. Radius hidraulik ( R ) R = = = 2. Kecepatan aliran ( V ) V = = = 11.42069 http://juffrez. Kedalaman air = 3.6891 cm Pada titik 3 1.0094 cm 8. Kemiringan muka air ( Iω ) = 0.3 = 24.6 cm 4.005 cm Pada titik 2 1. Kedalaman air = 2.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . Kecepatan Rerata Aliran = = = 19. Radius hidraulik ( R ) R = = = 2. Kemiringan muka air (Iω) = 0. Kemiringan muka air (Iω) = 0. Luas tampang basah ( A ) A = B x Y = 20 x 3.42069 7.007 + = 0.25443 7.3596 cm Pada titik 4.80576 cm 5.5804 6. Koefisien Chezy C = = = 147.0094 cm 8. Kecepatan Rerata Aliran = = = 13.9 = 78 cm 3.007 + = 0.3 = 66 cm 3.54744 6.9 cm 2.3 cm 2. Keliling tampang basah ( P ) P = B + 2 x Y = 20+ 2 x 2.64697 6. Luas tampang basah ( A ) A = B x Y = 20 x 3. Kecepatan Rerata Aliran = = = 13.

54744 6..CIVIL ENGINNERING 7.1044 6.42069 7.6 26. 1..42069 19.25443 19.0094 cm 8.8 4 Radius hidraulik (R) 3.9393 1. BAB IV GAYA YANG BEKERJA PADA PINTU SORONG Maksud dan tujuan menunjukkan gaya yang bekerja pada pintu sorong Alat yang di gunakan Multipurpose teaching flume. Model pintu sorong Point gauge Stopwatch Dasar teori Pada gambar 4.blogspot. Kemiringan muka air ( Iω ) = 0.0094 8.007 + = 0.0094 0. Koefisien Chezy 36.48120 2.5804 13.0094 0.1044 cm Page 36 Tabel C ..11 berikut dapat di lihat mengenai gaya yang bekerja pada pintu.0094 0. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diatas pada pintu sorong maka dapat disimpulkan bahwa semakin besar kecepatan aliran (V) maka semakin besar koefisien kekasaran Chezy.5 2. 10 ) Gaya pada pintu yang melawan gaya hidrostatis adalah : F= g (y -v ) Dengan: F = resultan gaya dorong pada pintu sorong (non hidrostatis) http://juffrez. Kecepatan rerata aliran 13.005 147.64697 11. Kemiringan muka air 0.80576 5 Kecepatan aliran 6.8699 2.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM .92846 19.3 3.6891 89.9 2 Luas tampang basah (A) 130 46 66 78 3 Keliling tampang basah ( p ) 33 24.6 27. Hasil Pengamatan pada saluran licin No Uraian Titik 1 Titik 2 Titik 3 Titik 4 1 Kedalaman air ( h ) 6.3 3.25443 13. Koefisien Chezy C = = = 71. Pada gambar tersebut di tunjukkan bahwa gaya resultan yang terjadi pada pintu sorong adalah sebagai berikut : F = ρ g y _ .. ( 4.3596 71.

http://juffrez. Membuka pintu sorong setinggi 2 cm dari dasar Mengalirkan air dengan perlahan .00097 -108.00097 .81 x (0.023 0. Hasil pengamatan gaya –gaya yang bekerja pada pintu sorong.393 8. Page 37 yY y QF F F /F y / y 0.2453 N =N =m Kesimpulan Dari data –data di atas maka di dapat F / F sebesar -13.3692 m dengan debit aliran yang sama yaitu 0.2 m Tabel 4.001681 = 8.065 0.2453 -13.146 N dan y / y Sebesar 0.065 – 0.108.. Menggambar grafik hubungan antara F / F dengan y / y Hasil Pengamatan dan perhitungan Lebar pintu = 20 cm = 0. Memasang point gauge atau hook gauge pada hulu pintu dan hilir pintu Dasar saluran sebagai datum pengukuran.blogspot.024 0.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM .CIVIL ENGINNERING F = resultan gaya dorong akibat gaya hidrostatis Q = debit aliran r = rapat massa fluida g = percepatan grafitasi bumi b = lebar pintu sorong y = tinggi bukan pintu y = kadalaman air di hulu pintu y = kedalaman air di hilir pintu Prosedur percobaan Mengukur lebar pintu sorong Memasang pintu sorong pada saluran kurang lebih pada tengah-tengah saluran Memberi Plasticine pada rongga antara pintu dengan dinding saluran supaya hasil pengukuran lebih akurat.lahan hingga yo mencapai 20 cm ( ukurlah dengan point gauge dihulu pintu ) Mengukur debit aliran yang terjadi dengan yo pada ketinggian ini Mengukur ketinggian y di hilir pintu Menaikkan bukaan pintu setinggi 1cm dari posisi semula Mengatur ketinggian air di hulu agar tetap setinggi 20 cm dengan mengubah debit aliran Mencatat debit aliran yang terjadi dan tinggi y Menghitung besarnya gaya pada pintu sorong akibat gaya hidrostatis maupun gaya akibat aliran .393 N F= g (y -v ) = x1000 x 9.om ) = 4905 x 0.10.146 0.3692 F= ρ g y_ = .

Model pintu sorong c.dapat ditunjukan bahwa: y = dan E = E = dengan: E = Energi spesifik minimum y = kedalaman kritik. Gambar di atas menunjukan bahwa dua kedalaman aliran yang mungkin menghasilkan energi yang sama .com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . Pada saluran segi empat dengan lebar 1 satuan panjang. Parameter ini merupakan dasar dari pemahaman yang menyeluruh mengenai perilaku aliran bebas . Pada saluran terbuka .12. Stopwatch 3. Dasar teori Pada kondisi debit aliran yang aliran konstan. energi spesifik di definisikan sebagai jumlah dari energi potensial ( kedalaman aliran ) dan energi kinetik (energi kecepatan). Gambar 4.CIVIL ENGINNERING Page 38 BAB V PENURUNAN PERSAMAAN ENERGI SPESIFIK 1. karena perubahan kecil saja dari energi spesifik akan mengakibatkan perubahan aliran yang cukup besar. Pada saat kemiringan saluran cukup untuk membuat aliran seragam dan kedalaman kritik. Perlu diperhatikan bahwa permukaan air dapat menimbulkan gelombang pada saat aliran mendekati kondisi kritik. yang di kenal sebagai alternate depth. Multi purpose teaching flume b.kurva energi spesifik. kurva energi spesifik adalah minimum dengan hanya ada 1 kedalaman yang menghasilkannya yang kita namakan dengan kedalaman kritik (yc) Aliran pada kedalaman lebih besar dari kedalaman kritik dinamakan dengan aliran sub kritik. Point gauge d. Maksud dan tujuan Menunjukan hubungan antara energi spesifik dan tinggi tenaga pada aliran di hulu pintu sorong. E = y + atau E = y + Dengan : E = Energi spesifik Y = Kedalaman aliran Q = Debit aliran g = Percepatan grafitasi Kurva energi spesifik merupakan kurva hubungan antara kedalaman aliran dengan aliran dengan energi atau tinggi energi.dapat diperkirakan dari kurva energi spesifik. karena respon dari aliran terhadap tinggi tenaga sangat tergantung pada pada apakah kedalaman yang terjadi lebih atau kurang dari kedalaman kritik.kemiringan ini dinamakan dengan kemiringan kritik. 2. http://juffrez.blogspot. tinggi tenaga pada aliran akan mencapai harga minimum pada kondisi kedalaman kritik. Pada titik C.dimana garis aliran adalah paralel. Sementara itu apabila kurang dari kedalaman kritik dinamakan dengan aliran super kritik. Alat yang di gunakan a.

dan super kritik bila dibawah garis).065 0. Alat yang di gunakan Multi purpose Model pintu sorong s Point gauge Stopwatch 3. dan energi kritiknya.plotkan pula harga energi kritiknya.006535 E = y + = 0.blogspot. maka akan terjadi loncat air karena terjadi pelepasan energi.000929 m E = = x 0.065+ = 0.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . Maksud dan tujuan Menunjukan karakteristik loncat air pada aliran di bawah pintu sorong.024954 m y== = 0. HASIL PENGAMATAN DAN HITUNGAN yy Q EE E 0.00097 0.065243 0.006535 m.023 + = 0. 2. Menggambar garis pada gambar tadi melalui titik kritik untuk menunjukan kondisi kritik (atau sub kritik bila berada diatas garis.000929 m = 0. Kurva hubungan antara E dengan Y dan E1 dengan y 1 BAB VI LONCAT AIR 1. Memiringkan saluran sehingga aliran berubah mencapai aliran kritik sepanjang saluran Menghitung harga energi spesifik yang terjadi .024954 0. Fenomena ini dapat terjadi apabila air meluncur di bawah pintu sorong menuju ke bagian http://juffrez.lalu ukur yo dan y1 Menaikkan debit hingga yo mencapai ketinggian 20 cm dari dasar Mengukur debit aliran Mengulangi langkah diatas untuk tinggi bukaan yang lebih besar.023 0. 5. Membuat kurva hubungan antara E dengan yo dan E1 dengan y1 untuk menggambar kurva energi spesifik .CIVIL ENGINNERING Page 39 Prosedur percobaan Memasang pintu sorong pada saluran Memasang point gauge pada saluran (di hulu dan hilir) Membuka pintu sorong Setinggi 1cm dari dasar Mengalirkan air hingga yo mencapai 20cm Mengukur aliran yang terjadi dan ukur y 1 Menaikkan pintu setinggi 1cm dari keadaan semula. Dasar Teori Apabila aliran berubah dari super kritik ke aliran sub kritik.065243 m E = y + = 0.

Menghitung harga V . Mengalirkan air perlahan – lahan sehingga nanti akan terbentuk loncat air yang terjadi di hilir. Menggambar grafik hubungan antara V / gy vs y / y .CIVIL ENGINNERING hilir yang mempunyai kedalaman yang sangat besar. Hasil pengamatan dan perhitungan. loncat air pada pinntu sorong Dengan mempertimbang kan gaya-gaya bekerja pada fluida di kedua sisi loncat air. Hasil pengamatan loncat air pada aliran melalui pintu http://juffrez.y . Permukaan air akan bergelombang dalam rangkaian osilasi yang lama kelamaan akan berkurang menuju daerah dengan aliran sub kritik. Mengulangi lagi untuk debit aliran lain . Menghitung harga H / y dan gambarkan grafik hubungan antara H / y vs y/y . 12. Membuka pintu sorong setinggi 2 cm dari dasar.y dan Q ). Mengukur kedalaman air di hulu dan hilir loncat air. Memasang point gauge pada saluran ( di hulu dan di hilir ). 13. Memasang stop log di hilir saluran. dan menaikkan tinggi stop log. Mengamati dan menggambar sketsa aliran /loncat air yang terjadi.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM . V = kecepatan rerata setelah loncatan air y = kedalaman aliran setelah loncatan hidraulik Prosedur Percobaan Memasang pintu pada saluran. s Page 40 Gambar 4. Amati loncat air yang terjadi dan gambarkan sketsanya.blogspot. maka persamaan di atas dapat di sederhanakan sbb: Dengan : H = total kehilangan energi sepanjang loncat air V = kecepatan rerata sebelum loncat air y = kedalaman aliran sebelum loncatan air. Menaikkan tinggi air di hulu dengan mengubah debit aliran. Loncatan yang bergelombang akan terjadi pada saat perubahan kedalaman yang terjadi tidak besar. y1 y2 y 3 Tabel 4. tinggi bukaan pintu dan ukur debitnya ( y . dapat di tunjukan bahwa : + Karena y ≈ y dan y ≈ y .

03394 m = = 471.0294 H = y + = 0.8491 H = = = 10.com/ 3/12/2011 9:09:21 PM .023 0. Page 41 Kurva hubungan H / y dengan y / y .03394 10.024 0.0422 V = = = 0. yy y QHH 0.CIVIL ENGINNERING sorong .007893 m = = 1.00097 0.033 0.4347 m Kurva hubungan V / gy dengan y / y .blogspot.033 + = 0.8491 m V = = = 0. diposkan oleh civil engineering ( juffrez ) @ 20:53 0 komentar http://juffrez.7 m = = 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->