mtk_bisnis_dan_manajemen_jilid_1

Bandung Arry Sanjoyo, dkk.

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
Untuk SMK
Penulis

Ilustrasi Cover Ukuran Buku SAN m

: Tim : 17,6 x 25 cm

SANJOYO, Bandung Arry Matematika Bisnis dan Manajemen Jilid 1 untuk SMK /oleh Bandung Arry, Sri Suprapti, Nur Asyiah, Dian Winda S ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. viii. 214 hlm Daftar Pustaka : A1-A2 Glosarium : B1-B6 ISBN : 978-602-8320-73-3 978-602-8320-74-0

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2009 Diperbanyak oleh:

CV. ARYA DUTA

Jl. Revolusi No. 29 Villa Pertiwi Sukamaju Depok Telp. (021) 8761630, 87906446 Fax. (021) 8757836 email: marketing@aryaduta.co.id ii

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. , berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit didapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional, sehingga dapat digunakan secara luas oleh pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, kami tayangkan lewat internet agar dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualan harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khususnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai salah satu sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

iii

iv

KATA PENGANTAR
Matematika merupakan suatu alat untuk berkomunikasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan matematika kita dapat mengungkapkan gejala-gejala alam, sosial, dan teknik dengan suatu ungkapan rumusan matematika yang tidak memuat makna ganda. Bahkan dengan berbantuan matematika kita dapat menyelesaikan permasalahan sosial, ekonomi, manajemen, dan teknik dengan penyelesaian yang akurat dan optimal. Fakta menunjukkan bahwa beberapa pemenang nobel untuk bidang ekonomi atau teknik berasal dari matematikawan. Oleh karena itu, mempelajari dan menguasai matematika dari usia sekolah dasar maupun lanjut merupakan suatu kebutuhan. Buku ini disusun dengan memperhatikan konsep berfikir matematis dan selalu mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada permasalahan ekonomi, bisnis, dan manajemen. Pada setiap konsep kecil yang dituangkan dalam suatu sub-bab selalu dikaitkan dengan permasalahan sehari-hari. Juga pada setiap bab diawali dengan kalimat motivasi, pembuka dan perangsang bagi pembaca untuk mengerti dari awal, kira-kira akan dipakai seperti apa dan dimana. Belajar matematika tidak cukup hanya dengan mengerti konsep saja. Harus disertai dengan banyak latihan olah pikir serupa dengan contoh-contoh yang diberikan. Untuk itu, pada setiap akhir sub bab diberikan banyak soal-soal sebagai latihan dalam menguasai konsep dan meningkatkan ketrampilan olah pikir dan penyelesaian permasalahan. Buku Matematika SMK Bisnis dan Manajemen ini terdiri dari 11 bab. Bab awal memuat materi dasar dalam matematika, yang akan dipakai untuk materi lain yang ada pada bab sesudahnya. Setiap bab berisi tentang topik kajian matematika yang disajikan lewat orientasi/ilustrasi, teori, beberapa contoh soal mulai dari yang mudah ke soal yang sulit. Sebelum mengerjakan latihan soalsoal pada setiap subbab, didahului dengan rangkuman, dengan tujuan siswa dapat mengingat hal-hal penting dari subbab yang telah dipelajari.

v

Dengan bekal matematika untuk SMK Bisnis dan Manajemen ini, diharapkan lulusan SMK mempunyai bekal yang cukup dalam berfikir secara logis dan sistematis dengan selalu berpijak pada kaidah-kaidah keilmuan matematika dalam menghadapi problema-problema pada dunia kerja. Penulis sangat menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran untuk perbaikan sangat diharapkan oleh penulis. Suatu penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan fasilitas dalam penyusunan buku ini. Terutama kepada beliaubeliau yang dengan ikhlas mengarahkan, mengoreksi, memberikan masukan terhadap isi buku ini. Sekali lagi kami menyampaikan perhargaan yang sangat tinggi dan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Penulis.

Penulis

vi

DAFTAR ISI
Kata Sambutan ....................................................................... ii Kata Pengantar ....................................................................... iii Daftar Isi .................................................................................. vii 1. 1.1 1.1.1 1.1.2 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.3 1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.4 1.4.1 1.4.2 1.5 1.6 1.6.1 1.6.2 1.6.3 1.6.4 2. 2.1 2.1.1 2.1.2 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.3 2.3.1 2.3.2 Sistem Bilangan Real ............................................... Bilangan Real Dan Operasi Pada Real .................... Bilangan Real .............................................................. Operasi Pada Bilangan Real ....................................... Perbandingan, Skala Dan Persen ............................ Perbandingan .............................................................. Skala ........................................................................... Persen ......................................................................... Operasi Pada Bilangan Berpangkat Bulat .............. Pangkat Bilangan Positif ............................................. Pangkat Bilangan Negatif Dan Nol ............................. Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat .................. Bilangan Dalam Bentuk Akar (Irrasional) ............... Operasi Aljabar Pada Bilangan Berbentuk Akar ......... Merasionalkan Penyebut ............................................ Bilangan Berpangkat Rasional ................................ Logaritma ................................................................... Pengertian Logaritma .................................................. Menghitung Logaritma ................................................ Sifat-Sifat Logaritma ................................................... Contoh Pemakaian Logaritma .................................... 1 2 2 15 24 24 28 29 32 33 36 41 50 52 54 58 66 66 68 76 78

Persamaan Dan Pertidaksamaan ............................ 85 Persamaan Linear ..................................................... 86 Persamaan Linear Satu Peubah ................................. 87 Persamaan Linear Dua Peubah .................................. 92 Persamaan Kuadrat .................................................. 98 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat ........................... 100 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat ... 114 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya ....................................................................... 121 Menerapkan Persamaan Kuadrat ............................... 127 Sistem Persamaan Linear ........................................ 138 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah ........................................................................ 140 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah ........................................................................ 147

vii

2.4 2.5 2.5.1 2.5.2 2.5.3 2.5.4 3. 3.1 3.2 3.3 3.3.1 3.3.2 3.3.3 3.3.4 3.4 3.4.1 3.4.2

Sistem Persamaan Linear Dan Kuadrat Dua Peubah ....................................................................... 153 Pertidaksamaan ........................................................ 157 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah ......................... 160 Pertidaksamaan Kuadrat ............................................ 162 Pertidaksamaan Pecah Rasional ................................ 166 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat ....................... 169 Matriks ....................................................................... 175 Matriks Dan Operasinya ........................................... 175 Invers Matriks ............................................................ 186 Determinan ................................................................ 192 Determinan Tingkat Dua ............................................. 195 Determinan Tingkat Tiga ............................................. 196 Sifat-Sifat Dasar Determinan ...................................... 197 Mencari Invers Matriks 199 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Matriks ....................................................................... 206 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Invers Matrks .............................................................. 208 Metoda Cramer ........................................................... 210

viii

000 = Rp 50. Besarnya kerugian suatu usaha juga dapat dinyatakan dengan menggunakan bilangan real negatif. yaitu 50% dari keuntungan pada tahun 2007.000. Pada bab ini akan dipelajari tentang bilangan real dan operasi yang dapat dilakukan pada bilangan Operasi-operasi yang berlaku pada bilangan real tersebut meliputi: operasi pada bilangan bulat dan pecahan. Sistem Bilangan Real 1 . juga dibahas konversi bilanganbilangan bulat dan bilangan pecahan ke atau dari bentuk persen. juga dapat dinyatakan dalam bentuk persen (%). operasi pada logaritma. menerapkan operasi pada bilangan irrasional (bentuk akar).000.000. operasi pada bilangan berpangkat. ilangan real mempunyai banyak pemakaian. Jika keuntungan usaha Anton pada tahun 2007 adalah Rp 100.Bab 1 SISTEM BILANGAN REAL B real.000. Penambahan modal usaha Anton tersebut. maka 1 2 modal usaha Anton pada tahun 2007 bertambah sebesar × Rp 100. misal setengah keuntungan usaha Anton tahun 2007 digunakan untuk menambah modal usaha. Selain itu.000.

3. 5. 5. 6. Oleh karena itu..pecahan desimal. dan persen.. 5. yaitu: H = {0. maka himpunan tersebut dinamakan himpunan bilangan cacah.. seperti dituliskan berikut ini. 2. dan seterusnya. N = {1. 2. Pada bab ini juga dibahas masalah perbandingan. biasanya orang membilang mulai dari 1. 3. Dalam sub-bab ini akan dikenalkan mengenai dasar dan istilah yang berkaitan dengan bilangan asli. 1.1 Bilangan Real dan Operasi pada Real 1. adalah suatu himpunan yang anggotanya bilangan asli.. pecahan campuran. Himpunan bilangan asli (natural) biasa dilambangkan dengan N. 2. . dan dilambangkan dengan H. } 2 Sistem Bilangan Real . sangatlah penting untuk mengenal berbagai jenis bilangan dan perbedaan di antara bilangan-bilangan tersebut. 4. 4.1 Bilangan Real Sistem bilangan merupakan dasar matematika. irrasional. skala. bulat. rasional. 4. Bilangan – bilangan ini dinamakan bilangan asli.1. ∎ Bilangan Asli Dalam keseharian. 3. cacah. dan real. 1. . } ∎ Bilangan Cacah Jika bilangan 0 dimasukkan dalam himpunan bilangan asli.

Bilangan 4 adalah bilangan asli dan 4 juga merupakan bilangan cacah. } Sistem Bilangan Real 3 .1. Z = {. ternyata setelah dilakukan penghitungan banyaknya apel ada 97 buah. 1. 2. .. Bilangan 0 merupakan bilangan cacah akan tetapi 0 bukan merupakan bilangan asli. Misal jumlah apel dalam suatu kardus seharusnya 100 buah apel. sering dijumpai adanya kekurangan objek.. 4. Dalam perhitungan banyaknya suatu objek. akan tetapi bukan sebaliknya. Jadi bilangan 7 dan +7 adalah sama. Jadi ada kekurangan buah apel sebanyak 3 buah. Untuk menyatakan kekurangan 3 buah apel ini dapat dituliskan dengan symbol -3 buah apel.Setiap bilangan asli juga merupakan bilangan cacah. tanda + tidak biasa dituliskan. Namun demikian. 0.-4. Selanjutnya didefiniskan suatu bilangan negatif –n dengan n adalah bilangan asli... -1.1    Bilangan 7 adalah bilangan asli dan 7 juga merupakan bilangan cacah. Himpunan bilangan yang dinotasikan dengan lambang Z dan mempunyai anggota seperti berikut ini dinamakan himpunan bilangan bulat (integer). . -2. ∎ Bilangan Bulat Bilangan asli 7 dapat juga dituliskan dengan memberikan tanda + didepannya menjadi +7. 3. CONTOH 1. -3.

Karena itu.1.2    Bilangan 7 adalah bilangan cacah dan 7 juga merupakan bilangan bulat. akan tetapi bukan sebaliknya. Bilangan 0 adalah bilangan cacah dan 0 juga merupakan bilangan bulat.. -3. 3. himpunan bilangan rasional dapat dituliskan sebagai berikut. dinotasikan dengan lambang Q.. -2. . 𝑄 = 𝑝 𝑞 | 𝑝. . CONTOH 1. Himpunan bilangan asli merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan cacah.Setiap bilangan cacah juga merupakan bilangan bulat. 2. yaitu: 1.  Bilangan bulat 0 (nol). Bilangan rasional berbentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 𝑞 dengan p disebut pembilang (numerator) dan q≠0 disebut penyebut (denominator).. yaitu: -1. Bilangan -7 merupakan bilangan bulat akan tetapi -7 bukan merupakan bilangan cacah.. 𝑞 ∈ 𝑍 𝑑𝑎𝑛 𝑞 ≠ 0 4 Sistem Bilangan Real . Jadi bilangan bulat terdiri dari:  Bilangan bulat positif. ∎ Bilangan Rasional Himpunan bilangan rasional. dan  Bilangan bulat negatif. begitu juga himpunan bilangan cacah merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan bulat.

. jika pembilang p dan penyebut q keduanya dikalikan atau dibagi dengan bilangan bulat selain 0. Bilangan rasional mempunyai tak berhingga banyak bentuk representasi bilangan.3 Berikut ini merupakan contoh-contoh bilangan rasional:  1 1 2 4 2 3 3 7 . atau . Perhatikan bahwa setiap bilangan bulat juga merupakan bilangan rasional karena setiap bilangan bulat p dapat ditulis sebagai pembagian 𝑝 1 . 1 2 8 3 =2 . 12 2 2 3 3 4 4 3 4 dapat atau 12 .1. atau . atau Sifat bilangan rasional: Nilai dari suatu bilangan rasional 𝑝 𝑞 6 8 9 . Seperti bilangan rasional 1 dapat dituliskan dengan . bilangan rasional dituliskan dengan . Sistem Bilangan Real 5 . tidak berubah.CONTOH 1. Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan murni. 2 21 3 5 adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a > b. .  15 2 =7 . adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a < b. 16 atau yang lainnya. atau yang lainnya. Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan tak murni.

4 Berikut ini merupakan contoh-contoh bentuk desimal dari bilangan rasional:  1 2 = 0.25 . Nilai dari bilangan bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 .  15 2 = 7. 102 = 100. 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 . dan seterusnya Sedangkan 100 didefinisikan dengan 100 = 1. n+m. 2.1. atau 9.25 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 4. 1. 6 Sistem Bilangan Real . 3.5 . 10−2 = 1 100 . nilai 0.∎ Bilangan Desimal Bilangan rasional 𝑝 𝑞 dapat dituliskan dalam bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . 10−3 = 1 1000 . Untuk i = 1.5 . …. 103 = 1000.5 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 2. 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 adalah d1(10n)+d2(10n-1)+…+dn(100)+dn+1(10-1)+dn+2(10-2)+…dn+m(10m) dengan :    101 = 10. nilai 0. di merupakan angka / digit desimal 0.5 didapat dari membagi bilangan 15 dengan bilangan 2. dan seterusnya.  1 4 = 0. …. 2.47 mempunyai nilai 2 103 + 3 102 + 5 101 + 4 10−1 + 7 10−2 CONTOH 1. nilai 7. Sebagai gambaran bilangan 235. 10−1 = 1 10 .

1. a.25 . 25. 23. Bentuk 0. 1 3 = 0. seperti: a. 2. Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal tak terbatas. Bilangan 0. tanda … menyatakan angka perulangan 3 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak. tanda … menyatakan angka perulangan 25 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak.3 b. Jadi x = 2. b. 3.5 .125125125125… angka 125 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas.5 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 . CONTOH 1. dapat dikatakan bahwa: 1. Bilangan 0.3333… angka 3 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas. seperti bilangan 0. Dengan memperhatikan contoh di atas.125 dan lainnya. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x.45 𝑝 Sistem Bilangan Real 7 .3 Penyelesaian: a.252525… ini sering disingkat dengan 0. 0. Bentuk 0. 2.33333… ini sering disingkat dengan 0.3333 … .  25 99 = 0. 0.2525 … . Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal terbatas.

10 x = 23. atau x= 23 10 b.123123123… 𝑝 8 Sistem Bilangan Real . Jadi x = 23. didapat hasil berikut ini.6 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 . atau x= 2345 100 CONTOH 1. didapat hasil berikut ini. 1. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. 0. 100 x = 2345. Kita ambil pengali 100 karena angka dibelakang tanda koma terbatas dua angka. Lanjutkan dengan operasi aljabar. yaitu 3.33333… Penyelesaian: a.45 Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 100. b.1. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. Kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma terbatas satu angka. a. Lanjutkan dengan operasi aljabar.33333… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10. kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya satu angka yang berulang. Jadi x = 1. Lanjutkan dengan operasi aljabar.Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10. didapat hasil berikut ini.

123123123… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 1000. 2. Jadi x = 0.10 x = 13.123123123… 1000 x = 123 + 0. 1000 x = 123. yaitu 123.33333… 10 x = 12 + 1. 1. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x.123123123… 1000 x = 123 + x 999 x = 123 x= 123 999 Langkah-langkah berikut merubah bilangan rasional berbentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛+𝑚 . maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑚 . Lanjutkan dengan operasi aljabar. didapat hasil berikut ini. Jika m berhingga / terbatas. dengan r 𝑝 𝑞 Sistem Bilangan Real 9 . Jika m tak berhingga / tak terbatas. maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑟 . Lakukan pemisalan bilangan rasional yang dicari adalah x=𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛 +2 … 𝑑𝑛 +𝑚 menjadi bilangan rasional berbentuk .33333… 10 x = 12 + x 9 x = 12 x= 12 9 b. kita ambil pengali 1000 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya tiga angka yang berulang.

Ini dapat dibuktikan secara 2 akan analitis.7 Bilangan 2 adalah bilangan irrasional. atau x merupakan bilangan irrasional. Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 2 tidak ada yang berulang. 𝑝 𝑞 Bilangan desimal yang mempunyai angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan tak berulang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 . namun tidak ditunjukkan disini. 𝑞 Seperti bilangan desimal x=3.1. Lakukan operasi aljabar untuk membawa x kedalam bentuk dengan p dan q≠0 bilangan bulat. 3.010010001000010000010000001… tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat. ∎ Bilangan Irrasional Bilangan irrasional atau bilangan bukan rasional yaitu bilanganbilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai pembagian bilangan bulat. nilai desimal 2 yang dipotong sampai dengan 30 angka dibelakang tanda koma.414213562373095048801688724210 . CONTOH 1. Oleh karena itu bilangan x tersebut bukan bilangan rasional.   2 ≈ 1. 2 ≈ 1. Akan tetapi. ditampilkan dalam bentuk desimal yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple.adalah banyaknya digit yang berulang pada deretan digit dn+1dn+2…dn+m.414213562373095048801688724209698078569 10 Sistem Bilangan Real .

141592653589793238462643383280 . Simbul ≈ adalah simbul “hampir sama CONTOH 1. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 20 angka dibelakang tanda koma. Dipilih sebuah titik acuan 0 pada garis tersebut. Titik acuan awal ini yang berkaitan dengan bilangan real 0.67187537694807317667973799073247846210704 . garis arah ke kanan sebagai arah positif dan titik pada garis arah positif ini menyatakan sebuah bilangan real positif. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma.1. ∎ Bilangan Real Gabungan himpunan bilangan rasional dan irrasional membentuk suatu himpunan bilangan yang disebut himpunan bilangan real dan dinotasikan dengan R. Garis ini mempunyai arah ke kanan dan ke kiri. Dari titik acuan 0. 𝜋 = 3.8 Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 𝜋 yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple. nilai desimal dengan”. tidak ada sederetan angka yang berulang. Dari titik acuan 0 ke arah kiri sebagai arah Sistem Bilangan Real 11 . 2 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma. Bilangan real dapat dikaitkan dengan titik pada sebuah garis. yang disebut titik awal.   𝜋 = 3.14159265358979323846264338327950288419716 93993751058209749445923078164062 8620900.

dan setiap bilangan real negatif –x dinyatakan dengan titik yang berjarak x satuan ke arah kiri dari titik awal.2 Posisi beberapa bilangan real pada garis bilangan 1 Pada tahun 1637 Ren´e Descartes1 menerbitkan suatu karya filsafat yang berjudul Discourse on the Method of Rightly Conducting the Reason.negatif dan titik pada garis arah negatif ini menyatakan sebuah bilangan real negatif.1.1 dibawah ini.9 Perhatikan Gambar 1. Dalam lampiran tersebut Ren´e Descartes menghubungkan aljabar dengan geometri. Gambar 1.1. suatu cara untuk menjelaskan rumus aljabar dengan kurva geometrik dan sebaliknya. setiap bilangan real positif x Dengan sembarang satuan pengukuran. kurva geometrik dengan rumus aljabar. setiap bilangan real positif x dinyatakan dengan suatu titik yang berjarak x satuan ke arah kanan dari titik awal.1.2. pada garis bilangan real diberi tanda tempat titik-titik dengan koordinat − .1. 2 -3 -2 -1 0 1 2 π 3 4 Gambar 1. Dalam geometri analitik. Lihat Gambar 1. 12 Sistem Bilangan Real . bilangan real dinyatakan dengan titik pada sebuah garis.1. dan 𝜋.1.14.41 dan 𝜋 ≈ 3. Garis Bilangan Real 1 Dengan sembarang satuan pengukuran. yang merupakan kreasi baru dan disebut geometri analitik. Tempat dari 3 2 2 dan π merupakan hampiran yang diperoleh dari hampiran desimalnya yaitu 2 ≈ 1. 2. CONTOH 1.

Bilangan real 2 lebih besar dari bilangan real 7 . Bilangan real 2 lebih kecil dari bilangan real . Definisi ini selanjutnya mengarah pada perkembangan bilangan kompleks. Oleh karena itu persamaan 𝑥 2 = −1 tidak mempunyai penyelesaian dalam bentuk bilangan real. Setiap bilangan real akan dikawankan dengan satu titik tunggal dan setiap titik akan dikawankan dengan satu bilangan real.4. 5 Karena 3 2 2 ≈ 1. yaitu bilangan-bilangan yang berbentuk a + bi dengan a dan b bilangan real. 𝑏 ∈ 𝑅 Sistem Bilangan Real 13 . bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat berkorespondensi satu-satu. jika dihimpun membentuk sebuah himpunan bilangan kompleks yang biasa dinotasikan dengan C dan dinyatakan sebagai: 𝐶 = 𝑎 + 𝑏𝑖 | 𝑎.42 > 7 5 =1. Pada abad XVIII para matematikawan memperbaiki permasalahan tersebut dengan memperkenalkan bilangan baru.Berdasarkan cara di atas. ∎ Bilangan Kompleks Kuadrat suatu bilangan real selalu tak negatif. Oleh karena itu.142 < 3 2 = 1.5. Karena 2 ≈ 1. yang dinotasikan dengan 𝑖 dan didefinisikan sebagai 𝑖 2 = −1. Bilangan real dapat diurut berdasarkan nilai desimalnya. bilangan-bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat adalah berhubungan. Bilangan – bilangan kompleks ini.

himpunan bilangan real adalah himpunan bagian dari bilangan kompleks.1. 1-2i = 1 − −1 dengan a = 1 dan b = -2. d.10 Beberapa contoh bilangan kompleks. e. 10i = 0 + 10i dengan a = 0 dan b = 10. c. b. 2+i = 2 + −1 dengan a = 2 dan b = 1. -5+10i = −5 + 10 −1 dengan a = -5 dan b = 10.CONTOH 1. Bilangan kompleks yang bukan bilangan real disebut bilangan imajiner. dengan 𝑏 ∈ 𝑅 Susunan bilangan-bilangan dapat diringkas dalam gambar berikut ini Gambar 1. sebagai berikut. Perhatikan bahwa setiap bilangan real a juga merupakan bilangan kompleks karena dapat ditulis sebagai a = a + 0i. Jadi bilangan imajiner berbentuk bi. Jadi.3 Diagram Himpunan Bilangan 14 Sistem Bilangan Real . a.1. -5 =-5 + 0i dengan a = -5 dan b = 0.

cacah. Beberapa operator yang dapat dikenakan pada bilangan real adalah penjumlahan. bilangan yang akan dibahas adalah bilangan real. 1. perkalian. kita telah dikenalkan dengan jenis bilangan. Operasi Penjumlahan (+) Jika a. real. Untuk selanjutnya. Untuk b > 0. Cara mendapatkan hasil penjumlahan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. b merupakan bilangan real atau a. yaitu bilangan asli.Pada buku ini. 1. langkahkan ke kiri sejauh bilangan -b. dan kompleks. Untuk b=0. irrasional. bilangan kompleks hanya ditampilkan sebagai perkenalan. Untuk b < 0. bulat.2 Operasi pada Bilangan Real Sebelum ini. rasional.dan pembagian. langkahkan ke kanan sejauh (sebanyak) bilangan kedua b.1. Pada sub bab ini akan diperkenalkan operator dan sifat-sifat operasi dasar pada bilangan real. a+b=a. pengurangan.b R maka hasil penjumlahan antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a + b. Langkah – langkah di atas. Sistem Bilangan Real 15 . dan tidak akan dibahas lebih mendalam. untuk b positif dapat digambarkan sebagai berikut.

b a c Gambar 1.1.1. Sifat tertutup Penjumlahan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga.4 Representasi geometris dari c = a + b Sifat operasi penjumlahan Untuk bilangan real a. b. v.11 Tentukan hasil 5 + 3 dan 3 + 5 + 2 dengan menggambarkan secara geometris. berlaku sifat-sifat operasi penjumlahan sebagai berikut. Penyelesaian: 16 Sistem Bilangan Real . CONTOH 1. Sifat asosiatif (a + b) + c = a + (b + c) iv. dan c. Adanya elemen invers a + (-a) = 0 . Sifat komutatif a+b=b+a iii. bilangan -a dikatakan invers penjumlahan dari a. ii. i. Adanya elemen identitas/netral a+0=0+a =a Bilangan 0 dinamakan elemen identitas untuk penjumlahan.

CONTOH 1.1. Penyelesaian: a 0 a a 2a 3a Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari a + a adalah 2a. Perhatikan bahwa sifat-sifat tertutup. Hasil dari a + a + a = (a + a)+a = 2a + a = 3a Sistem Bilangan Real 17 .5 3 3 4 5 6 7 8 2 9 10 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 + 3 adalah 8.12 Tentukan hasil a + a dan a + a + a dengan menggambarkan secara geometris. Dengan a > 0. komutatif dan assosiatif terlihat pada contoh ini. Hasil dari 3 + 5 + 2 = (3+5)+2 = 8 + 2 = 10 Lakukan sendiri untuk menjumlahkan 3 + 5 dan 5 + (3 + 2).

langkahkan ke kiri sejauh (sebanyak) bilangan kedua b.5 Representasi geometris dari c = a – b = a + (-b) Sifat operasi pengurangan Untuk bilangan real a. ii. maka a . i. Cara mendapatkan hasil pengurangan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. Untuk b < 0.a 18 Sistem Bilangan Real . b. Untuk b=0. dan c. Sifat tidak komutatif Jika a ≠ b. Operasi Pengurangan (-) Jika a.b R maka hasil pengurangan / selisih antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a – b = a + (-b). Langkah – langkah di atas (untuk nilai b > 0) dapat digambarkan sebagai berikut. b c a Gambar 1.2.b ≠ b .1. Untuk b > 0. langkahkan ke kanan sejauh bilangan -b. Sifat tertutup Pengurangan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga. berlaku sifat-sifat operasi pengurangan sebagai berikut. a-b=a.

Hasil dari 5 . Jika a merupakan bilangan bulat maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑏 + 𝑏 + ⋯ + 𝑏 Banyaknya suku b adalah a suku Sistem Bilangan Real 19 .3 .3 dan 5 . Penyelesaian: 2 -1 0 1 2 3 3 4 5 6 7 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 . Operasi Perkalian (× atau ·) Jika a.b R maka hasil perkalian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a × b = a·b = ab . i.2 dengan menggambarkan secara geom etris.3 adalah 2.3 .iii. 3.c ≠ a . Sifat tidak asosiatif Jika c≠ 0.2).1.c) CONTOH 1.2 = (5-3)-2 = 2 + 2 = 0 Lakukan sendiri untuk menghitung 3 . Cara mendapatkan hasil perkalian a dan b.(3 . maka (a .b) .5 dan 5 .(b .13 Tentukan hasil 5 .

1 + 3.1 = 3. dan c. 1 𝑎 1 𝑎 1 𝑎 CONTOH 1. Sifat komutatif ab=ba iii.1 + 3. Adanya elemen identitas/netral a×1=1×a =a bilangan 1 dinamakan elemen identitas untuk perkalian. Adanya elemen invers 𝑎 × = × 𝑎 = 1. Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional.14 Tentukan hasil 5 × 3.1.ii.5 20 Sistem Bilangan Real .1 dengan menggunakan definisi di atas. berlaku sifat-sifat operasi perkalian sebagai berikut. b.1 = 15. bilangan dikatakan invers perkalian dari a. Sifat asosiatif (a b)c = a (b c) iv. v. i. ii. Sifat tertutup Perkalian dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga.1 + 3. Penyelesaian: 5 × 3. maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑝 𝑟 𝑝 ∙ 𝑟 × = 𝑞 𝑠 𝑞 ∙ 𝑠 Sifat operasi perkalian Untuk bilangan real a.1 + 3.

5 dan 2. Penyelesaian: 1. 𝑠 adalah bilangan bulat Sifat operasi pembagian Untuk bilangan real a. Sistem Bilangan Real 21 .b R dan b≠0 maka hasil pembagian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a/ b = 𝑎 𝑏 Cara mendapatkan hasil pembagian a dan b.5 × 2.45 4. Karena itu. dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional. b.CONTOH 1. berlaku sifat-sifat operasi pembagian sebagai berikut. 1.3 dengan menggunakan definisi di atas. 𝑟. 𝑞.15 Tentukan hasil 1.5 × 2. 𝑏 = . Operasi Pembagian (/ atau ) Jika a.1. dan c. dan 𝑝. Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional maka ab  p r p s /   q s q r 𝑝 𝑞 𝑟 𝑠 dengan 𝑎 = .3 merupakan bilangan rasional.3 = × 3 2 23 10 = 69 20 = 3.

3 merupakan bilangan rasional.3 = / 3 2 23 10 1. dengan p.5 dan 2. 1. Bentuk pecahan desimal dari bilangan rasional adalah berulang. Bilangan rasional dapat dinyatakan bentuk . dan c≠1 maka (a/b)/c ≠ a/(b/c) CONTOH 1. b. Sifat tidak asosiatif Jika a.1. dan a≠b maka a/b ≠ b/a iii.  Operasi yang bekerja pada bilangan real adalah operasi penjumlahan.b≠0. ii. a≠b. = 3 2 × 10 23 = 30 46  RANGKUMAN    Bilangan real terdiri dari bilangan rasional dan irrasional. Sifat tidak komutatif Jika a≠0.3 dengan menggunakan definisi di atas.i.16 Tentukan hasil Penyelesaian: 1. c tidak nol. 𝑝 𝑞 22 Sistem Bilangan Real . Bilangan bulat merupakan bagian dari bilangan rasional. perkalian. Sifat tertutup Pembagian dua buah bilangan real dengan penyebut tidak nol menghasilkan bilangan real.5 × 2. Karena itu dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional. dan pembagian. pengurangan. dan q≠0 adalah bilangan bulat.5 2.

7 c. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 3 : 6 4 ∶ b. × c. -5 + 9 2.: a. 0 . tentukan nilai ekpresi berikut ini. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 × b. c. 3 + 6 b. − c. tentukan nilai ekpresi berikut ini. + 4. 1 5 4 7 −2 6 b. Nyatakan bilangan rasional berikut ini dalam bentuk pecahan desimal.: a. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. ∶ c. tentukan nilai ekpresi berikut ini.25 3. 4 × 3.SOAL LATIHAN 1-1 1. − 5. 3 × 4 b. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. Sistem Bilangan Real 23 . 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 − b. Dengan menggunakan definisi operator pengurangan pada bilangan real. a.: a. tentukan nilai ekpresi berikut ini.: a. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. + c. -2 × 3 c. × 6. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 + b. 7.

Nyatakan bilangan rasional bentuk pecahan desimal berikut ini dalam bentuk pembagian bilangan bulat. Satu Negara dapat kita gambarkan keadaan geografinya dalam sebuah peta kecil dalam selembar kertas. Untuk membandingkan dua ukuran dapat dinyatakan dengan hasil bagi dari kedua ukuran tersebut. Pada subbab ini. 0.2. misalnya membandingkan tingginya. dan persen yang sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari.1 Perbandingn Jika kita mengamati dua buah objek. 1. a. Pada peta tersebut.75 b. panjangnya. beratnya dan sebagainya. Agar lebih mudah dipahami. perhatikan beberapa ilustrasi berikut: 24 Sistem Bilangan Real . Perbandingan ini dituliskan dalam skala peta. kita akan belajar tentang perbandingan. Ukuran panjang jalan 1 cm dalam sebuah peta. mewakili beberapa km pada panjang jalan aslinya.7777 … c.8.2 Perbandingan Skala dan Persen Kita sering melihat kondisi suatu wilayah atau daerah melalui peta daerah tersebut. biasanya dituliskan perbandingan ukuran panjang dipeta dan panjang aslinya. -15. skala. Dengan demikian perbandingan dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan sederhana. maka kita bisa membandingkan ukuran kedua objek tersebut. 0.263 1.

Perbandingan berat badan Kiki dan Boy adalah 45 : 72 atau 5 : 8. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. Dede mempunyai 10 buah buku. maka untuk membeli n buah buku. atau 𝐴 . atau . Jika perbandingan dua besaran / ukuran sejenis A dan B adalah A : B = x : y atau 𝐴 𝐵 = 𝑥 𝑦 maka pernyataan perbandingan tersebut dapat diartikan sebagai berikut:     𝐴 = B= 𝑥 = 𝑦 = 𝑥 𝑦 𝑦 𝑥 𝐵 .1. Jika membeli sebuah buku. orang tersebut harus membayar sebanyak n x rupiah. atau 𝐴 𝑦 𝐵 𝐵 𝑥 𝐴 ∎ Perbandingan Senilai Untuk memahami maksud perbandingan senilai. 3. 2. Berat badan Kiki 45 kg dan berat badan Boy 72 kg. seseorang harus membayar x rupiah. Jarak rumah Chacha ke Sekolah 400 m sedangkan jarak ke Kantor Pos 2 km. sedangkan Zaza mempunyai 5 buah. Perbandingan banyaknya buku Dede dan banyaknya buku Zaza adalah 10 : 5 atau 2 : 1. Perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Kantor Pos dari rumah Chacha adalah 400 : 2000 atau 1 : 5. Sistem Bilangan Real 25 .

maka waktu yang diperlukan adalah 38. jika kecepatan rata-rata 70 km/jam. Jika dikerjakan oleh lima orang. jika jarak yang harus ditempuh adalah 300 km. maka waktu yang dibutuhkan sebanyak 33. Suatu pabrik memproduksi sepatu dengan target sebanyak 100 pasang. Dari contoh di atas.75 menit. dengan menambah kecepatan rata-rata yang diperlukan. Dari gambaran diatas. makin banyak pula uang yang harus dikeluarkan. 26 Sistem Bilangan Real .57 menit. maka bahan premium yang diperlukan adalah 6 liter.2. Jika dikerjakan oleh dua orang. ∎ Perbandingan Berbalik Nilai Untuk memahami maksud perbandingan berbalik nilai. Untuk menempuh jarak 45 km diperlukan waktu selama 45 menit dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. maka waktu yang dibutuhkan 100 hari. makin jauh yang harus ditempuh makin banyak premium yang dibutuhkan. Begitu juga. Jika dikerjakan oleh seorang saja. Begitu juga. makin banyak buku yang akan dibeli. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. waktu yang dibutuhkan makin sedikit. Jika dikerjakan oleh empat orang. 2. Jika kecepatan rata-rata 80 km/jam. maka waktu yang diperlukan sebanyak 25 hari. Untuk menempuh jarak 50 km diperlukan bahan bakar sebanyak 1 liter premium. Begitu juga. maka waktu yang diperlukan sebanyak 20 hari. bahwa makin banyak pegawai yang ikut mengerjakan makin sedikit hari yang dibutuhkan. maka waktu yang diperlukan sebanyak 50 hari.

Carilah perbandingan antaran panjang dan lebar dari lapangan sepak bola.000. Penyelesaian: Panjang : Lebar = 110 m : 60 m = 110 : 60 = 11 : 6 CONTOH 1. Penyelesaian: Misal harga premium awal tahun 2007 adalah x dan harga premium awal tahun 2000 adalah y.2.000 Jadi harga premium di awal 2000 adalah Rp 1. Jika pada awal tahun 2007 harga premium adalah Rp 5000. maka berapakah harga premium pada awal 2000?. Sistem Bilangan Real 27 .000 = 𝑅𝑝 1.2.CONTOH 1.1 Lapangan sepak bola mempunyai ukuran panjang 110 m dan lebar 60 m lebar. Perbandingan antara x dan y adalah 5 : 1.2 Seseorang mengatakan bahwa harga bahan bakar minyak premium pada awal tahun 2007 ini mencapai lima kali lipat dari harga premium tujuh tahun yang lalu. Atau 𝑥 ∶ 𝑦 = 5 ∶ 1 yang berarti 𝑦 = 1 5 𝑥 = 1 5 × 𝑅𝑝 5.

3 Suatu peta pulau Jawa mempunyai skala 1 : 2. 28 Sistem Bilangan Real . Misalnya gedung. blue print) dibandingkan dengan ukuran sebenarnya.000. Pada peta tersebut jarak antara Jakarta Pusat ke Bandung terukur 10 cm.2.000 𝑐𝑚 = 200 𝑘𝑚. Karena itu perlu penskalaan atau perbandingan yang dapat mewakili tempat-tempat tersebut. Jika pada miniatur berjarak 1 cm. dan gunung pada suatu wilayah tertentu. Atau 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑚𝑏𝑎𝑟 ∶ 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑜𝑏𝑗𝑒𝑘 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 CONTOH 1.000.000. sungai. skala antara gedung sebenarnya dengan miniaturnya adalah 1:100.2 Skala Dalam pelajaran Geografi sering diminta untuk menentukan letak suatu pulau. Untuk melukiskan keseluruhan area dalam tempat tertentu pasti tidak memungkinkan.1.000 Jarak sebenarnya = 10 𝑐𝑚 1/2.000 = 20. kota.2. tentukan jarak sebenarnya? Penyelesaian: Diketahui skala = 1 : 2.000. maka jarak pada gedung aslinya adalah 1cm × 100 = 100cm = 1m. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature.000. Gambaran yang dibuat sebanding dengan aslinya tetapi dengan ukuran yang lebih kecil dinamakan penskalaan.

025 × 100% = 2. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%). 7 10 b.4 Nyatakan pecahan berikut ini menjadi bentuk persen.3 Persen Istilah persen sering kita jumpai dalam keseharian.15 = 15%.2. 30 70 Penyelesaian: a. bilangan 800% dapat ditulis dalam bentuk desimal menjadi 800% = 800 100 = 8.5%. yaitu dengan cara membagi bilangan persen dengan 100. Sebaliknya. Dengan kata lain pecahan dengan penyebut 100.2. Apa itu maksud dari persen? Akan dibahas dalam subbab ini. Setiap bilangan real dalam bentuk desimal dapat dinyatakan dalam persen. a.025 dapat ditulis dalam bentuk persen 0. Sebagai contoh. Sebagai contoh. bilangan 0. biasanya dinyatakan dalam persen (%). ditulis dengan %. Perbandingan antara 15 dengan 100 atau ditulis dalam bentuk pecahan adalah 15 100 = 0.1. yaitu dengan cara mengalikan bilangan tersebut dengan 100 dan diikuti dengan tanda %. CONTOH 1. Potongan harga barang – barang yang dijual oleh suatu toko. 17 25 c. setiap bilangan persen dapat dinyatakan dalam bentuk real desimal.025=0. Kenaikan harga juga dapat dinyatakan dalam persen. 7 10 = 7 10 × 100% = 70 % atau 7 10 × 10 10 = 70 100 = 70% Sistem Bilangan Real 29 .

500/liter 30 Sistem Bilangan Real . 75.5 = 755 1000 1 2 b.000 = Rp 5. 75.b. c.000 per liter.857 100 = 42.6 Misal harga premium saat ini adalah Rp 5. 17 25 30 70 × 100% = 17 × 4% = 68% atau × 100/70 100/70 17 25 × = 4 4 68 100 = 68 % = 300/7 100 = 42.000 /liter + 30 100 × Rp 5.2.3 /liter = Rp 6.5 100 = 0. 4 % 1 2 = = 0.045 CONTOH 1. a. 4 % = % = 9/2 100 = = 0. 50% Penyelesaian: a. 50% = 50 100 b.5 Nyatakan bilangan persen berikut ini menjadi bentuk desimal atau pecahan.857 % CONTOH 1.75 9 200 c.2. = Rp 5.5% c. Berapakah harga premium bulan depan? Penyelesaian: Harga premium bulan depan = harga premium saat ini + 30% dari harga premium saat ini.000 × 1 + 0. Pemerintah mengumumkan kenaikan harga premium sebesar 30% yang diberlakukan bulan depan.5% = 1 2 9 2 75.

blue print) dengan ukuran sebenarnya. maka berapakah banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh Kiki dan Dede? 5. Berapakah perbandingan banyaknya buku Wawan dan banyaknya buku Wati? 2. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%). Wawan mempunyai buku sebanyak 9 buah. Berapakah perbandingan berat badan Eko dan Seno ? 3. Jarak rumah Dede ke Sekolah adalah 400 m dan jarak rumah Dede ke Warnet adalah 2 km.000. RANGKUMAN    Perbandingan antara dua objek dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan. Berat badan Eko 65 kg dan berat badan Seno 73 kg. Berapa pekerjakah yang diperlukan bila pembangunan jembatan ingin dipercepat selesai menjadi 12 hari? Sistem Bilangan Real 31 . Seorang pemborong dapat menyelesaikan pembangunan jembatan selama 64 hari dengan pekerja 48 orang. SOAL LATIHAN 1-2 1. Kiki membeli 2 buah apel dan Dede membeli 8 buah apel. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature. sedangkan Wati mempunyai 6 buah. Jika harga seluruhnya Rp 12. Berapakah perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Warnet dari rumah Dede ? 4.

maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? Jika Zaza naik sepeda motor Y dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam. Setelah dijual. Jika lebar lahan tersebut 8 m kurang dari panjangnya. Jika Zaza naik sepeda motor Z dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam.000. tinggi gedung tersebut adalah 2 cm dan tinggi pintunya adalah 1cm. maka tentukan tinggi gedung yang sebenarnya? 1. Tentukan luas tanah yang dimiliki oleh perusahaan tersbut. maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? 7. Diuraikan pula. Pabrik A seluas 1. maka tentukan luas lahan tersebut?.000 m2. Pangkat dari suatu bilangan dapat berupa bilangan bulat atau pecahan. Sebuah perusahaan mempunyai dua lokasi pabrik. 9.500 m2. Sebuah lahan berbentuk persegi panjang dengan keliling 100 m. Tentukan harga jual apel per kg? 8. Tika membeli apel 10 kg seharga Rp 50. Jarak kota A ke kota B adalah 100 km. semua sifat-sifat operasi aljabar dari bilangan berpangkat dan penerapannya.6. perusahaan tersebut menambah pabrik C seluas jumlahan dari luas pabrik A dan B. 10. 32 Sistem Bilangan Real . Tika mendapatkan laba 25%. Jika tinggi pintu yang sebenarnya adalah 2 m. sedangkan pabrik B seluas 2. Pada gambar blue print dari sebuah gedung. Untuk keperluan diversifikasi usaha. Bilangan berpangkat yaitu suatu bilangan yang dipangkatkan dengan bilangan lain.3 O perasi pada Bilangan Berpangkat Bulat Pada bagian ini dibahas mengenai pengertian bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya.

3. ( )5 = 2 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2×2×2×2×2 1 1 32 × × × × = = 25 = Sistem Bilangan Real 33 . artinya adalah bilangan -3 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 2 kali.9 4.1 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat. 2. DEFINISI 1. 1.1 : Untuk bilangan bulat positif n dan sembarang bilangan real a.3.3.000. (-3)2 = (-3) × (-3) = 9 Bilangan -3 dipangkatkan 2.(3 × 3) = . misalnya 2. artinya adalah bilangan 2 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 3 kali. CONTOH 1. -32 = .1 Pangkat Bilangan Positif Biasanya penulisan bilangan yang cukup besar akan menjadi sederhana apabila ditulis dalam bentuk perpangkatan. bilangan an (dibaca: a pangkat n) mempunyai arti: a × a × a … × a (sebanyak n faktor yang sama) Bilangan a disebut basis dan bilangan n disebut pangkat atau eksponen.000 dapat ditulis sebagai 2 × 106.1.3. 23 = 2 × 2 × 2 = 8 Bilangan 2 dipangkatkan 3.

maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv. ii.832 h. a. b bilangan real sembarang. CONTOH 1. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. maka iii. (-3×4)5 = (-3)5 × 45 = (-243) × 1024 = -248. 24+3 = 24 × 23 = 16 × 8 = 128 b.3. (-3)5+2 = (-3)5 × (-3)2 = (-243) × 9 = -2087 c. b. 24-3 = 24 23 = 16 8 =2 e. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. ( )3+2 = ( )3 × ( )2 = ( ) × = 3 3 3 27 9 2 2 2 8 4 32 261 d. (-3)5-2 = (-3)5 : (-3)2 = (-243) : 9 = -27 f. untuk b≠0. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 . (24)3 = 24×3 = 212 = 2048 2 3 24 34 16 81 g. ( )4 = = 34 Sistem Bilangan Real . maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . maka berlaku: a.2 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat.■ Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. Jika n bilangan bulat positif dan a. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = .

3.CONTOH 1.{b3a2-b6} = a -a b .3b3(a2-b3) = a4-a2b3 .3 : Hitunglah ekspresi berikut ini dan tuliskan hasilnya tanpa menggunakan tanda kurung.4a b + 3b 4 2 3 6 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) d. (a +b ) × (a +b ) = a2(a2+b2) + b2(a2+b2) = a4+a2b2 + {b2a2+b4} = a4+a2b2 + a2b2+b4 = a + 2a b + b c.{3b3a2-3b6} = a4-a2b3 . (a2-b2) × (a2+b2) = a2(a2+b2) – b2(a2+b2) = a4+a2b2 – {b2a2+b4} = a4+a2b2 – a2b2–b4} = a -b 2 2 2 2 4 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) b.3a2b3+3b6 = a .2a b + b 4 2 3 6 4 2 3 2 3 4 2 3 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) Sistem Bilangan Real 35 . (a -3b )×(a -b ) 2 3 2 3 4 2 2 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) = a2(a2-b3) . (a -b ) 2 3 2 = (a -b ) × (a2-b3) = a2(a2-b3) . (a2-3b3) × (a2-b3) d. (a2-b2) × (a2+b2) b. (a2-b3)2 Penyelesaian: a.b3(a2-b3) = a4-a2b3 . (a2+b2) × (a2+b2) c.a b +b = a . a.

2 : Untuk bilangan real a≠0.1. apabila a + b ≠ 0 5 36 Sistem Bilangan Real . ■ Bilangan Berpangkat Nol Untuk memahami arti bilangan a0.4 : a. agar kesamaan a0 × am = am dipenuhi.3. telah dibahas mengenai perpangkatan dengan bilangan bulat positif. Gagasan-gagasan yang muncul dari sifat-sifat perpangkatan dengan pangkat bilangan bulat positif dapat digunakan untuk mengungkapkan arti pangkat bilangan negatif ataupun pangkat nol. yaitu agar am ≠ 0 cukup dipilih a ≠ 0. seperti 10-2 atau 70 ?. Selanjutnya dengan tambahan syarat untuk bilangan a. perhatikan sifat perpangkatan a0 × am = a0+m = am Jika am ≠ 0 maka haruslah a0 = 1. (-3)0 = 1 −2 c. DEFINISI 1. a0 sebagai: a0 = 1 (dibaca: a pangkat 0) didefinisikan CONTOH 1. yang artinya perkalian atas basis bilangan (sebagai faktor) sebanyak pangkat yang diketahui.3. ( +7)0 = 1 d. Perhatikan definisi berikut ini.2 Pangkat Bilangan Negatif dan Nol Pada subbab sebelumnya.3. (a + b)0 = 1. Bagaimana suatu bilangan berpangkat bilangan negatif atau berpangkat nol. 20 = 1 b.

5 : a. 2−5 = 5 7 1 25 = 32 1 (−5/7)2 1 (−2𝑥)4 1 b. sebagai: a-n = 1 𝑎 𝑛 a-n didefinisikan CONTOH 1. Mari kita lihat kembali sifat perpangkatan 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 Jika a ≠ 0 dan m = 0 maka didapat 𝑎 0 𝑎 𝑛 = 𝑎 𝑛 = 𝑎0−𝑛 = 𝑎−𝑛 1 Oleh karena itu dibuat definisi bilangan berpangkat negatif berikut ini.3 : Untuk bilangan bulat n dan bilangan real a≠0. (−2𝑥)−4 = = (−5/7)(−5/7) = 25/49 = 25 1 (−2)4 𝑥 4 1 1 49 = = 1 16𝑥 4 Sekarang kita telah mengenal bilangan berpangkat bilangan bulat. DEFINISI 1. baik itu berpangkat bulat positif. maupun berpangkat 0.3. Sistem Bilangan Real 37 . (− )−2 = c. bulat negatif.3.■ Bilangan Berpangkat Negatif Bagaimana kita mendefinisikan bilangan pangkat negatif ?.

𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 . b bilangan real sembarang dengan a≠0 dan dengan b≠0. ii. b.6 : Sederhanakanlah: a. maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv. maka berlaku: a.3. 3−2 +3−2 2−5 −3−2 Penyelesaian: a. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. Jika n bilangan bulat positif dan a. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = CONTOH 1. Jika m dan n bilangan bulat dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. maka iii. (4−3 × 2−5 )−1 (5−2 × 25−1 )−2 b. (4−3 × 2−5 )−1 5−2 × 25−1 −2 = = ((22 )−3 × 2−5 )−1 (5−2 × (52 )−1 )−2 = (2−6 × 2−5 )−1 5−2 × 5−2 = (2−11 )−1 5−4 = 211 × 58 −2 −2 38 Sistem Bilangan Real .Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i.

b.3. 3−2 +3−2 2−5 −3−2 = 2 × 3−2 × 25 × 32 26 × 30 26 = 0 = 2 (2−5 − 3−2 ) × 25 × 32 2 × 32 − 25 30 3 − 25 64 64 = = −4 9 − 25 −16 = CONTOH 1.7 : Tuliskan bentuk (𝑥 + 𝑦)−1 𝑥 −2 − 𝑦 −1 ke dalam bentuk pangkat bilangan bulat positif. Penyelesaian: 𝑥 + 𝑦 −1 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 = −2 = = 𝑥 −2 − 𝑦 −1 (𝑥 − 𝑦 −1 ) × 𝑥 2 𝑦 𝑥 0 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 = = 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 × 𝑥 2 𝑦 = 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑦𝑥 + 𝑦 2 − 𝑥 3 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 2 𝑥 2 𝑦 𝑥 2 = 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 Sistem Bilangan Real 39 .

75 × 1011 .000. yaitu: i. Pergeseran (melompat) n angka/digit ke kiri berarti memunculkan perkalian dengan 10𝑛 . bilangan 0.00000016 ditulis sebagai −1.000 ditulis sebagai 3. ii.000 km. Jarak bumi ke matahari kira-kira 1. Jarak bumi ke matahari sekitar 150. CONTOH 1.■ Notasi Ilmiah dari Bilangan Notasi ilmiah dari bilangan digunakan untuk menuliskan bilangan yang sangat besar ataupun bilangan yang sangat kecil.6 × 10−7 .3. b.8 : Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. bilangan 375.000. a. 40 Sistem Bilangan Real .000. Pergeseran (melompat) n angka ke kanan berarti memunculkan perkalian dengan 10−𝑛 .5 × 108 km. Sebagai contoh.00002345 Penyelesaian: a. -0. Bentuk baku notasi ilmiah suatu bilangan adalah penulisan dalam bentuk 𝑎 × 10𝑛 dengan -10 < a < 10 dan n bilangan bulat Perlu diperhatikan pengertian perpindahan letak tanda koma (desimal).

Didapat dengan cara menggeser tanda koma ke kiri sampai setelah angka pertama. 1. Biaya pembersihan Rp. dan sifat-sifatnya. operasi bilangan berpangkat. kita telah mengenal bilangan berpangkat. Beberapa penerapan disajikan dalam bentuk contoh. Dalam hal ini diperlukan 8 kali lompatan.3 Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat Sebelum ini. Jadi diperlukan pergeseran ke kanan sebanyak 5 lompatan. maka berapa perkiraan biaya pembersihan permukaan gedung tersebut ? Sistem Bilangan Real 41 .9 Seorang pemborong pelayanan kebersihan gedung akan melakukan pekerjaan pembersihan gedung yang bentuknya hampir menyerupai setengah bola.345 × 10−5 . 50. Jika diameter gedung adalah 200 m. kita akan memakai operasi bilangan berpangkat ini pada beberapa permasalahan matematika.000 per m2. memuat pangkat 2 atau kuadrat. Pertama kita awali dengan contoh yang sederhana. dan kehidupan sehari-hari. CONTOH 1. Bilangan -0. permasalahan yang terkait dengan bisnis. Pada subbab ini.3. b.00002345 apabila ditulis dalam notasi ilmiah diperlukan menggeser tanda koma hingga setelah angka tak nol pertama. sehingga diperoleh 2.3.

4. 3. luas permukaan gedung mendekati 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 dengan L adalah luas permukaan gedung. 2. coba kita perhatikan segitiga Pascal berikut ini.14. dan π didekati dengan 3.000.14 × 1002 = 62.800 𝑚2 = 𝑅𝑝 3. Sekarang kita coba uraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 untuk k = 0. Hasil dari penguraian bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 mempunyai suatu keteraturan koefisien dari setiap suku yang dinamakan Segitiga Pascal.140. r adalah jari-jari gedung = setengah dari diameter. Segitiga Pascal Salah satu pemakaian bilangan berpangkat adalah untuk menghitung / menguraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 . 5 seperti berikut ini. 1.000 𝑚2 Untuk contoh penerapan yang lainnya.000 × 62. Karena itu. 42 Sistem Bilangan Real .800 𝑚2 Biaya pembersihan per m2 adalah Rp 50. 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 = 2 × 3.Penyelesaian: Luas permukaan gedung didekati dengan setengah luas kulit bola.000. sehingga perkiraan biaya pembersihan keseluruhan gedung adalah 𝑅𝑝 50.

.. (i=0). (i=4). mempunyai bentuk 𝑥 5 = 𝑥 5 𝑦 0 = 𝑥 5−0 𝑦 0 o Pada suku ke-2. 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 1 2 =1 = 1 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 𝑥𝑦 + 𝑦𝑥 + 𝑦 2 = 1 𝑥 2 + 2 𝑥𝑦 + 1 𝑦 2 = 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 + 𝑦 2 iv. mempunyai bentuk 𝑦 5 = x 0 y 5 = 𝑥 5−5 𝑦 5 Sistem Bilangan Real 43 . iii. 𝑥 + 𝑦 5 = 𝑥 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 1 𝑦 5 Perhatikan pada uraian di atas. mempunyai bentuk x 2 y 3 = 𝑥 5−3 𝑦 3 o Pada suku ke-5. (𝑥 + 𝑦)5 = 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 𝑦 5 o Pada suku ke-1. mempunyai bentuk 𝑥 4 𝑦 1 = 𝑥 5−1 𝑦 1 o Pada suku ke-3. (i=2). ii. k. (i=5).i. perhatikan untuk k=5 berikut ini. mempunyai bentuk x 3 y 2 = 𝑥 5−2 𝑦 2 o Pada suku ke-4. Sebagai ilustrasi. 1. (i=3). 2. bahwa:  Pada setiap suku dari (𝑥 + 𝑦)𝑘 .. 3 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥𝑦 + 𝑦 2 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 1 𝑦 3 v.. 4 3 = 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 𝑦 3 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 1 𝑦 4 vi. (i=1). ada bentuk 𝑥 𝑘−𝑖 𝑦 𝑖 dengan i = 0. mempunyai bentuk x1 y 4 = 𝑥 5−4 𝑦 4 o Pada suku ke-6.

3.1 Segitiga Pascal Enam Baris Kalau diperhatikan nilai-nilai pada suatu baris ke-k pada segitiga Pascal merupakan „jumlahan silang‟ dari baris ke k-1 (baris sebelumnya). Gambar 1. Konstanta (koefisien) dari tiap-tiap suku pada (𝑥 + 𝑦)0 sampai dengan (𝑥 + 𝑦)5 mempunyai suatu bentuk keteraturan yang dinamakan segitiga Pascal seperti berikut ini.2. Sehingga koefisien segitiga Pascal tersebut dapat kita lanjutkan lagi untuk k=6 dan k=7 seperti Gambar 1. Gambar 1.2 Segitiga Pascal Delapan Baris 44 Sistem Bilangan Real .3.3.

C ONTOH 1.3.10 D engan m enggunakan segitiga Pascal, uraikan bentuk–bentuk perpangkatan dibawah ini. a. 𝑥 + 𝑦
6

b. (𝑥 − 𝑦)7

Penyelesaian:

a. Nilai-nilai pada baris k=6 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 + 𝑦 6 , diperoleh 𝑥 + 𝑦
6

=

= 1 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 1 𝑦 5 = 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 𝑦 5

b. Nilai-nilai pada baris k=7 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 − 𝑦 7 , diperoleh 𝑥 − 𝑦
7

= 𝑥 + (−𝑦)

7 2

= 𝑥 7 + 7𝑥 6 (−𝑦) + 21𝑥 5 −𝑦

+ 35𝑥 4 (−𝑦)3 +

35𝑥 3 (−𝑦)4 + 21𝑥 2 (−𝑦)5 + 7𝑥(−𝑦)6 + (−𝑦)7 = 𝑥 7 − 7𝑥 6 𝑦 + 21𝑥 5 𝑦 2 − 35𝑥 4 𝑦 3 + +35𝑥 3 𝑦 4 − 21𝑥 2 𝑦 5 + 7𝑥𝑦 6 − 𝑦 7

Sistem Bilangan Real

45

CONTOH 1.3.11 Persamaan untuk menghitung investasi dengan modal 𝑀𝑜 = 𝑅𝑝

1.000.000 dengan laju bunga i=10% per tahun selama n tahun adalah 𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah modal awal, sedangkan Mn adalah jumlah uang setelah n tahun. Berapakah total nilai uang setelah 2 tahun ?. 𝑀𝑛 = 1.000.000 × (1 + 0,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (1,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11 × 10−1 )2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11)2 × 10−2 ⟹ 𝑀𝑛 = 121 × 106−2 = 121 × 104 Jadi besarnya investasi setelah dua tahun adalah Rp 1.210.000. CONTOH 1.3.12 Pada tanggal 1 Januari 2004, bapaknya si A meminjam uang bank sebesar untuk pengembangan usaha. Pinjaman tersebut ditagihkan kepada si A pada tanggal 31 Desember 2007 sebesar $ 5208,33. Jika bunga pinjaman sebesar 4% per tahun ditambahkan pada tiap akhir tahun sebagai pinjaman, maka berapa besar yang dipinjam oleh bapaknya si A?

Penyelesaian: Karena bunga ditambahkan sebagai pinjaman di setiap akhir tahun, bank menerapkan bunga berbunga. Oleh karena itu, kita pakai rumus

46

Sistem Bilangan Real

𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah pinjaman awal, sedangkan Mn adalah jumlah pinjaman setelah n tahun. Pinjaman dilakukan selama 4 tahun, dari 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2007. Sedangkan i adalah besarnya bunga tiap tahun. 5208,33 = 𝑀𝑜 × (1 + 0,04)4 ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 (1 + 0,04)4

Kita hitung terlebih dahulu (1 + 0,04)4 sebagai berikut. (1 + 0,04)4 = 1 + 0,04 + 0,042 + 0,043 + 0,044 . = 1,04 + 0,0016 + 0,000064 + 0,00000256. = 1,04166656. Hasil ini dimasukkan ke ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 5208,33 4 = 1,04166656 = 5000 (1 + 0,04)

Jadi besarnya pinjaman oleh bapaknya si A adalah $ 5000.

Sistem Bilangan Real

47

 RANGKUMAN
Bilangan real dapat di pangkatkan dengan bilangan bulat. Untuk bilangan real a≠0, a0 = 1. Untuk n bulat positif dan a real, bilangan an = a×a×a×…×a. Sifat operasi pangkat bulat pada bilangan real: 1. 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 2. (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 3. 5. 𝑎
𝑚 𝑎 𝑛

= 𝑎𝑚 −𝑛
= 𝑎
𝑛 𝑏 𝑛

4. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛

(𝑏 )𝑛 𝑎

SOAL LATIHAN 1-3
1. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini dalam bentuk notasi pangkat (eksponen). a. 5 × 5 × 5 × 5 c. -2 × 4 × 2 × (-16) e. ab × ab × ab b. (-3) × (-3) × (-3) × (-3) d. 2a × 2a × 2a f. (-b) × (-b) × (-b)

2. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini menjadi bentuk bilangan yang lebih sederhana. a. 254 c. (-2ab2)4 e. ( 𝑎2 𝑏 3 )4
3 2

b. (-16)2 d. (2a)5 f. (2 𝑎
−𝑏 2

)4

48

Sistem Bilangan Real

55. Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. (2x)3(3y-2) f. 5-5. g. f. Pada tahun 2010. a. 3-5. maka sederhanakanlah ekspresi berikut ini menjadi bentuk yang tidak memuat tanda kurung.00000314 e. c. adalah 0. 53 c. 10. d. e. a. 93 d. 24 62 32 15 𝑥 3 𝑦 3𝑥 2 𝑏 3 𝑥𝑦 𝑎𝑥 𝑏 2 𝑦 𝑏𝑦 8𝑎 4 𝑏 2 2 𝑎 2 𝑏 3𝑥 2 15 𝑥 3 𝑦 1 4𝑎𝑏 𝑥 2 𝑦 3𝑥 2 𝑦 𝑥 b. a. (-2+16)(2+8)2 d. 903 d. b. Jika x dan y adalah bilangan real.000 c. (25-16)3 c. -0. Diameter atom Helium b.000000022 cm Sistem Bilangan Real 49 . (-2x-y)2 e.3. penduduk Indonesia berjumlah 300 juta. x dan y adalah bilangan real. × + - 2+ 𝑥 𝑦 (1 − ) 5. (4x2y-3)(2x-2y3)-2 6. Tentukan hasil perkalian berikut ini dan tuliskan dalam bentuk pangkat bilangan positif.000.012 f. a. maka sederhanakanlah ekspresi rasional berikut ini. 7−5 73 h. 2 2 3 𝑥 𝑦 3 b. (2x+y)3 − 𝑦 2 𝑥 2 − 𝑥𝑦 2 f. 3-5. 2+ 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 ) 𝑥 (1 − 4. 5-3 e. Jika a. 0. 75 73 8𝑥 2 𝑦 −3 2𝑥 −3 𝑦 −5 b.

194481 50 Sistem Bilangan Real .2 : Tentukan hasil akar kuadrat berikut ini.4. Jadi mencari akar suatu bilangan merupakan kebalikan dari pemangkatan.4. menjadi bilangan semula a. misalnya 16 = 4.4 Bilangan dalam Bentuk Akar (Rasional) Pada bagian ini dibahas mengenai bentuk akar. dan b bilangan positif Tulisan 𝑎 dibaca “akar kuadrat dari a” atau “akar dari a”. b.1 : a. 9 = 3 . a. CONTOH 1.1. karena 52 = 25 CONTOH 1. Bentuk akar ditulis menggunakan tanda radikal dengan simbul Sedangkan kata akar merupakan terjemahan dari kata root dalam bahasa Inggris. Secara notasi matematika: 𝑎 = 𝑏 jika b2 = a. 1296 b. . DEFINISI 1. karena 32 = 9 25 = 5 .1 : Akar kuadrat suatu bilangan real a non negatif adalah bilangan non negatif b yang kalau dipangkatkan dua.4.

tentukan hasil dari 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 . Sistem Bilangan Real 51 .Penyelesaian: a. 194481 = Jadi (32 × 72 )2 194481 = (3 × 7)2 = 441 karena 4412 = 194481 Kalau kita lihat definisi akar di atas.4. untuk 𝑝 ≥ 0 𝑝 2 = −𝑝. ii. maka 2 merupakan faktor. berlaku bahwa: i.4 : Untuk x bilangan real. b.3 : a. 42 = 4 (−9)2 = − −9 = 9 CONTOH 1. Faktorkan bilangan 194481 menjadi 194481 = 34 × 74 = (32 × 72 )2 . 𝑝 2 = 𝑝. 1296 = 2 × 648 (648 difaktorkan) = 2 × 2 × 324 (324 difaktorkan) 2 × 2 × 162 = 2 (162 difaktorkan) = 23 × 2 × 81 (81 difaktorkan) = 24 × 34 = (2 × 3)4 = ((2 × 3)2 )2 Jadi 1296 = (2 × 3)2 = 62 = 36 karena 362 = 1296 b.4. Pertama. difaktorkan 1296. untuk 𝑝 < 0 CONTOH 1. Karena akhir bilangan tersebut adalah 2.

𝑎𝑏 = 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 = 𝑎 𝑏 CONTOH 1. 4 3 × c. 42 × 3 = 42 × 3 = 4 3 5 = 4 3 × 5 = 4 15 36 81 b.5 : a. maka berlaku: i. pengurangan. 36 81 =3 = =3 =2 = 𝑎2 𝑐 4 = 𝑎𝑐 2 jika a > 0. dan pembagian. jika (x+1) ≥ 0 atau x ≥ -1 = -(x+1). Perkalian dan Pembagian Bilangan Bentuk Akar Jika a dan b merupakan bilangan real positif. Karena pada dasarnya bilangan dalam bentuk akar adalah suatu bilangan real yang dapat dioperasikan. ii.1 Operasi Aljabar pada Bilangan Berbentuk Akar Bilangan dalam bentuk akar juga dapat dikenakan operasi aljabar seperti penjumlahan. 3 d. jika (x+1) < 0 atau x < -1 1.4.Penyelesaian: 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 = 𝑥 + 1 2 = x + 1. perkalian. 6 9 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 52 Sistem Bilangan Real .4.

2 20 + 5 45 − 2 5 = 2 4 . Lihat kembali sifat distributif pada bilangan real.6 : Tentukan hasil dari pengoperasian bilangan bentuk akar di bawah ini. 5 − 2 5 Sistem Bilangan Real 53 . CONTOH 1. a. 𝑎 𝑐 + 𝑏 𝑐 = (𝑎 + 𝑏) 𝑐 ii.■ Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bentuk Akar Jika a.3 − 5 3 = 2 3 − 5 3 = -3 3 c. 12 − 5 3 = 4. b merupakan bilangan real dan c merupakan bilangan real positif. 2 3 + 5 3 = (2 + 5) 3 = 7 3 b. 2 3 + 5 3 b. maka berlaku: i. 2 20 + 5 45 − 2 5 Penyelesaian: Jika bilangan dalam tanda akar belum sejenis.4. maka kita rubah sebisa mungkin untuk dapat sejenis. a. maka penjumlahan dan pengurangan bilangan dalam bentuk akar hanya dapat dilakukan pada dua bilangan yang sejenis (pada ekspresi i & ii di atas 𝑐 dikatakan bilangan sejenis). 𝑎 𝑐 − 𝑏 𝑐 = (𝑎 − 𝑏) 𝑐 Jika kita lihat sifat di atas. 5 + 5 9 . 12 − 5 3 c. sebenarnya operasi jumlah dan kurang di atas sama dengan yang telah lalu.

= 4 5 + 15 5 − 2 5 = (4 + 15) 5 − 2 5 = (19 − 2) 5 = 17 5 CONTOH 1. 𝑎 × 𝑎 = 𝑎2 ii.7 : Sederhanakanlah bentuk 3 3 5 3 − Penyelesaian: Sifat distributif pada bilangan real dapat dipakai.4. Bentuk akar pada penyebut itu dapat diubah sehingga penyebutnya tidak lagi memuat bentuk akar. Proses merasionalkan penyebut dapat dikerjakan dengan memanfaatkan bentuk perkalian: i. Proses demikian dinamakan merasionalkan penyebut. 𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 54 Sistem Bilangan Real . hasilnya dapat berupa pecahan dengan penyebut bentuk akar. 1.4. 3 3 5 3− 12 = 15 3 3 − 3 3 12 = 15(3) – 3 36 = 45 – 18 = 27 12 .2 Merasionalkan Penyebut Pada pembagian yang memuat bentuk akar. karena bilangan dalam bentuk akar juga merupakan bilangan real.

Oleh karena itu.CONTOH 1. kalikan penyebutnya dengan bilangan ( 5 + 2) dan kalikan pembilang dengan ( 5 + 2). 2− 3 5 c. Pada kasus ini. 5 2 b. kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut. Agar tidak merubah nilai bilangan. 5 2 = 5 2 × 2 2 = 5 2 2 2 = 10 4 = 10 2 b. kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut. yaitu 2. yaitu 5. gunakan bentuk 𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 . 2+ 3 5− 2 Penyelesaian: a. Pada kasus ini. Pada kasus ini.4. Agar tidak merubah nilai bilangan. pembilang juga dikalikan 5 . 2− 3 5 × 5 5 = 2 5− 15 25 = 2 5− 15 5 c.8 : Rasionalkan penyebut pada bilangan: a. 2+ 3 5− 2 = = = = 2+ 3 5− 2 × 5+ 2 5+ 2 2 5+2 2+ 3 5+ 3 2 5 5− 2 2 2 5+2 2+ 15+ 6 5− 2 2 5+2 2+ 15+ 6 3 Sistem Bilangan Real 55 . pembilang juga dikalikan 2 .

3 (2+ 3)− 2 2+ 3 + 2 2+ 3 + 2 3 2+ 3 +3 2 (2+ 3)2 −2 × = = 6+3 3 +3 2 4+4 3+3 −2 6+3 3 +3 2 5+4 3 = . Penyelesaian: Pada kasus ini.4. penyebut memuat dua bilangan yang berbentuk akar. penyebut hanya memuat satu bentuk akar = 6+3 3 +3 2 5+4 3 × 5−4 3 5−4 3 = 6+3 3 5− 6+3 3 4 3+15 2−12 6 25+48 30+15 3 − 24 3+36 +15 2−12 6 73 −6−9 3+15 2−12 6 73 = = 56 Sistem Bilangan Real . Bentuk akar ini akan kita hilangkan satu per satu.9 : Rasionalkan penyebut pada bilangan 3 2+ 3− 2 . Penyebut 2 + 3 − 2 = (2 + 3) − 2. sehingga kita buat seperti berikut ini.CONTOH 1.

a. a. f. maka tentukan nilai akar berikut ini. c. atau 8 ?. Carilah dikuadratkan berakhir dengan angka 1 atau 9 ?. a. apabila bilangan tersebut dikuadratkan berakhir dengan angka 2. 11449 1500625 57153600 3. 3. d. Carilah nilai akar dari 14 × 18 × 105 × 625.SOAL LATIHAN 1-4 1. Carilah contoh bilangan. f. c. 25𝑥 2 𝑥 2 − 5𝑥 + 6 tiga contoh b. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. d. Jika x merupakan bilangan real positif. carilah nilai akarnya. (𝑥 − 1)2 2𝑥 2 + 18𝑥 + 40 apabila bilangan tersebut 5. 243 441 1024 2. 7. 4. c. Sistem Bilangan Real 57 . d. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. 6. e. 1369 15129 18662400 b. carilah nilai akarnya. e. 256 529 2304 b. bilangan.

18 + 12 − 5 2 75 + 48 − 6 1 3 3 9 ×2 3 𝑎2 𝑏 −5 6 − 24) 𝑎3 𝑏 5 × 9. Tentukan hasil dari operasi aljabar pada bilangan bentuk akar di bawah ini. Pertanyaan selanjutnya adalah “apakah diperbolehkan bilangan real berpangkat dengan rasional ?”. Pada subbab ini akan dibahas bilangan real dipangkatkan dengan bilangan rasional. 4 5 − 75 − 250 e. 3 3 + 2 3 − 5 3 c. d. 3 3 × 2 3 g.5 Bilangan Berpangkat Rasional Sebelum ini telah dikenalkan perpangkatan bilangan real dengan bilangan bulat. 58 Sistem Bilangan Real . e. 1−5 2 2 5 5+ 2 2−3 2 5 3− 2 1 2+ 𝑎− 𝑏 c. 1. h. 2 7 5 2 2+3 2 1 𝑏+𝑎 𝑏 5− 2 2− 3− 2 b. f. f. Jelaskan bahwa bilangan bulat yang berakhir dengan angka nol sebanyak ganjil bukan merupakan bilangan kuadrat. a. 1 ( 3 b. g. h.7. a. Rasionalkan bilangan bentuk akar dibawah ini. 8. d.

karena (-10)3 = -1000. 3 3 3 3 3 8=2 125 = 5 −27 = −3 1000 = 10 −1000 = −10 karena 23 = 8.1 : Akar pangkat tiga dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan 3 menjadi bilangan a. e.5. ditulis dengan 𝑛 𝑎 = 𝑏. jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 Jika n genap. karena 103 = 1000. jika 𝑏 3 = 𝑎 Untuk lebih jelasnya. jika 𝑎 ≥ 0 −𝑎. 𝑎𝑛 = Untuk lebih jelasnya. karena 53 = 125.2 : Akar pangkat n dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan n menjadi bilangan a. Sistem Bilangan Real 59 . Dalam keadaan khusus:   Jika n genap maka Jika n ganjil maka 𝑛 𝑛 𝑎 . maka nilai a harus non negatif.5. DEFINISI 1. CONTOH 1. b.1 : a. untuk sembarang nilai a.DEFINISI 1. c. d. ditulis dengan 3 𝑎 = 𝑏. kita lihat contoh numerik berikut ini. jika 𝑎 < 0 𝑎𝑛 = 𝑎 . kita lihat contoh numerik berikut ini.5. karena (-3)3 = -27.

karena (-3)5 = -243. 4 81 c. 5 −1024 Penyelesaian: a.2 : a.3 : Tentukan hasilnya (jika ada). 4 4 81 = 34 = 3. 81 difaktorkan. 5 32 b. 5 5 32 = 25 = 2.CONTOH 1. b. 32 = 2 × 16 = 2 × 2 × 8 = 2 × 2 × 2 × 4 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 25. Berdasarkan rumusan sebelumnya bahwa (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 . CONTOH 1. 4 4 5 5 5 16 = 2 625 = 5 −243 = −3 100000 = 10 −100000 = −10 karena 24 = 16. a. d. c. kita akan menelaah arti dari 𝑎𝑛 . c.5. -1024 difaktorkan. 32 difaktorkan. Bilangan dalam tanda akar. Bilangan dalam tanda akar. 1 Selanjutnya. -1024 = -2 × 512 = … = −210 = (−22 )5 = (−4)5 5 5 −1024 = (−4)5 = −4. b. e. karena (-10)5 = -100000. Bilangan dalam tanda akar. karena 54 = 625. 81 = 3 × 27 = 3 × 3 × 9 = 3 × 3 × 3 × 3 = 34. karena 105 = 100000. sehingga 60 Sistem Bilangan Real .5.

4 : Untuk bilangan bulat non negatif m dan bilangan asli n. arti dari 𝑎𝑛 adalah 𝑎𝑛 = 1 1 𝑛 1 𝑛 𝑛 𝑛 1 1 𝑎 = 𝑏 yang mempunyai 𝑎 atau 𝑎 𝑎𝑛 akan mempunyai nilai apabila:   Untuk n genap. arti dari 𝑎 𝑛 adalah 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 atau 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑚 1 𝑛 𝑚 1 𝑛 𝑚 𝑎𝑚 Untuk memperjelas maksud dari definisi ini.(𝑎𝑛 )𝑛 = 𝑎𝑛 ×𝑛 = 𝑎1 = 𝑎 Dikaitkan dengan rumusan bahwa arti 𝑏 𝑛 = 𝑎.3 : Untuk n bilangan asli.5. maka dapat diperoleh ( 𝑎)𝑛 = 𝑏 𝑛 = 𝑎 DEFINISI 1. Pangkat bilangan rasional secara umum didefinisikan berikut ini. Sistem Bilangan Real 61 . nilai a harus positif.5. kita lihat contoh berikut ini. Untuk n ganjil. DEFINISI 1.

83 Penyelesaian: a.4 : Tentukan hasil dari operasi perpangkatan berikut ini. jawab dari persamaan tersebut adalah x = 2. 62 Sistem Bilangan Real . ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat 2.5. karena pangkatnya genap maka terdapat dua jawab yang mungkin yaitu x = 3 atau 𝑥 = −3. 814 = (814 )3 = ( 81)3 = 33 = 27 c. Menyelesaikan Persamaan Pangkat Sederhana Persamaan pangkat mempunyai bentuk seperti 3 x = 9 atau x2 = 9. 83 = (83 )2 = ( 8)2 = 22 = 4 b. Dalam hal ini. a. yaitu x2 = 32 Sehingga didapat jawab untuk persamaan itu. (−27)3 = ((−27)3 )5 = ( −27)5 = (−3)5 = −243 2 1 3 3 1 4 2 1 3 2 b.CONTOH 1. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat dengan basis (bilangan yang dipangkatkan) 3. yaitu 3x = 32 Dengan demikian. Untuk mendapatkan jawab persamaan pertama. (−27)3 5 Sifat – sifat perpangkatan bilangan rasional sama dengan sifat perpangkatan bilangan bulat. Untuk persamaan ke-dua. 814 3 c.

Sistem Bilangan Real 63 . Ruas kiri dan kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu. Ruas kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu. 5 2 1 2 5 b. 2𝑥+2 = 22 22 1 b. 4𝑥+1 = 2 8 1 22𝑥+2 = 2−3 22 22𝑥+2 = 2 5 − 2 5 2 9 4 Dari sini kita dapatkan bahwa 2𝑥 + 2 = − atau 𝑥 = − .5 : Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 2𝑥+2 = 4 2 Penyelesaian: a.Langkah-langkah serupa gambaran di atas. a. CONTOH 1.5. 4𝑥+1 = 2 8 = 22 Dari sini kita dapatkan bahwa 𝑥 + 2 = atau 𝑥 = . selanjutnya dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan pangkat yang lain.

125000 3 64 3 )4 256 4 5 4 4. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. Akar pangkat n. 3 4 5 −64 −256 3125 3 4 2. 1253 3 5 3. a. ( c. (81 × 256)4 c. a. (64 × 256)4 d. 2564 c. 0. a = b. 273 e. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. ( d. Tentukan nilai akar berikut ini. (−27000)3 f. a.00243)5 f. (−1024 × (−243))5 81 1 )4 256 8 × 27 4 )3 512 4 4 b. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. jika b3 = a.125)3 4 e. f. d. (−0. RANGKUMAN    Akar pangkat. c. 𝑚 1 𝑛 3 𝑎 = 𝑏. 3 4 5 64 256 −1024 1 b. (8 × 27 × 512)3 e. jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 𝑛 SOAL LATIHAN 1-5 1.1253 5 64 Sistem Bilangan Real . a. ( b. e. (−1024)5 1 4 4 b. (−27)3 f. 2564 d. (0.

d. 𝑥 5 = −1024 e.125)4 d. (𝑥 2 )4 = 8 f. a. (0. (𝑥 2 )2 = 64 3 b. 3 216 × ( 512)4 3 (−0. 5𝑥−4 = 125 243 9. 3−𝑥 = 81 d. Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 𝑥 4 = 4096 d. (0.00243 × 0. ( )2𝑥 = 16 c. a.037037037037037 )3 e. c. a. ( 0. 3 27𝑥 6 𝑦 9 𝑥𝑦 (𝑥+𝑦 3 5 8. 42𝑥−1 = ( )2𝑥 f. 642𝑥 = 1 4 1 2 b. ( 5 0.125)5 4 d. 22𝑥 4𝑥 −3 = 4 1 2 e. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. 814 × c.125)4 3 3 c. Dapatkan semua nilai dari persamaan berikut ini. 𝑥 2 𝑥 4 = 3 4 3 243 Sistem Bilangan Real 65 .00243)6 7. 3 1 4 256 b. ( 64 256 × 0.111111111111111 )2 6. a. a.5. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional yang sederhana. 𝑥 3 = 4096 c. ( 81 256 × 16)4 4 1 b. 4 3 81 𝑥 12 𝑥−𝑦 (𝑥+𝑦) 𝑥 b.0.

(b) Bilangan b dipilih positif. 1. Dengan logaritma. Diuraikan pula. dan x disebut hasil logaritma.1. Karena a = bx. perhitungan dengan bilangan yang sangat besar dapat disederhanakan. (c) Karena b positif dan x real. arti dari blog a = x adalah bx = a Berkaitan dengan pengertian logaritma pada definisi di atas. misalnya ap = b. nilai bx > 0. Perhatikan definisi berikut ini. Sekarang akan dibahas mengenai permasalahan menentukan bilangan p jika a dan b diketahui. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. DEFINISI 1. maka tidak selalu menghasilkan bilangan real. dan permasalahannya adalah mencari bilangan b jika a dan p diketahui. semua sifat-sifat operasi aljabar dari logaritma tersebut. 66 Sistem Bilangan Real .1 : Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1. Permasalahan demikian yang merupakan permasalahan logaritma. Perkalian dapat dihitung dengan penjumlahan dan pembagian dapat dihitung menggunakan pengurangan.1 Pengertian Logaritma Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai arti bilangan berangkat. (a) Bilangan b disebut basis atau bilangan pokok logaritma.6.6 Logaritma Pada modul ini dibahas mengenai kebalikan dari pemangkatan yang disebut logaritma. berarti a juga harus positif.6. Jika b negatif dan dipangkatkan dengan bilangan rasional.

(f) Karena b0 = 1 untuk b > 0. log16 2 = . log10 0.000 Penyelesaian: a. log10 100 = 2.(d) Nilai b harus tidak sama dengan 1.6. log 2 = −3. karena 2-3 = 1/8 1 8 CONTOH 1. b. 𝑏 𝑏 log 𝑎 = 𝑎 Penulisan 𝑏 log 𝑎 sering ditulis dalam bentuk logb a.000?”. log10 10.2: Tentukan nilai logaritma berikut ini.6. a. karena 10-1 = 0. Jawabannya adalah 4. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “10 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 10. log 3 243 c. atau 10 4 = 10.1 e. (e) Gantilah x pada ekspresi bx = a dengan blog a = x akan diperoleh b.000 = 4. karena 102 = 100 b.000.1 = −1. log 2 0.000. Untuk mencari nilai log10 10.1 a. log10 10.25 Sistem Bilangan Real 67 . CONTOH 1. maka blog 1 = 0. karena 161/4 = 2 4 1 d. sebab untuk sembarang x maka nilai 1x = 1. Oleh karena itu. karena 24 = 16 c. log 2 16 = 4.

c. Karena 243 = 3 × 3 × 3 × 3 × 3 = 3 5. Selain itu. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “3 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 243?”. Untuk menggambarkan sketsa grafik y = 2x. Kita juga dapat mencari nilai log dari suatu bilangan dengan cara memfaktorkan bilangan tersebut menjadi perkalian basis dari logaritmanya. 1. perhatikan bahwa karena b > 0. maka log 3 243 = 5. Oleh karena itu. Misalkan akan digambarkan grafik pangkat dengan menghitung nilai-nilai pangkat sebanyak mungkin. log 3 243 = 5. Dengan demikian logaritma terdefinisi hanya untuk bilangan positif. berapapun nilai x akan menghasilkan bx yang selalu positif. Jawabannya adalah 5. Untuk mencari nilai log 3 243. Nilai tersebut dapat dicari menggunakan tabel atau kalkulator. untuk itu diawali bagian ini dengan mengulang singkat sifat-sifat perpangkatan.25 = −2 Tidak semua logaritma dapat dicari hasilnya dengan mudah seperti contoh di atas.b.2 Menghitung Logaritma Logaritma adalah kebalikan dari proses pemangkatan. maka log 2 0.25 = ¼ = 4-1 = 2-2. atau 3 5 = 243. Karena 0. dapat dihitung beberapa nilai y untuk nilai-nilai x seperti dalam tabel berikut ini: 68 Sistem Bilangan Real . Misalnya log10 2 tidak dapat dicari menggunakan cara seperti di atas.6.

Tentu saja dapat dihitung lebih banyak nilai y untuk mendapatkan sketsa grafik yang lebih tepat (halus). (b) Untuk x makin kecil (negatif). Gambar 1. x Sistem Bilangan Real 69 . Berdasarkan nilai-nilai pada tabel dan sifat di atas.6. nilai 2𝑥 1 < 2𝑥 2 .6.6. Sketsa grafik y = ( )𝑥 merupakan pola dari grafik 2 1 y = a dengan 0 < a < 1. sketsa grafik y = ( )𝑥 dapat digambarkan seperti Gambar 1. (e) Jika x1 < x2. 𝑦 = 2𝑥 dapat disketsakan seperti Gambar 1. nilai 2x = 1.1 Grafik 𝑦 = 2 𝑥 Gambar 1.2. nilai 2x juga makin besar dan 2x > x. (c) Untuk sembarang x.2 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 1 2 1 2 Dengan cara yang sama. (d) Untuk x = 0. nilai 2x makin kecil menuju nol. nilai 2x > 0. Gambar tersebut merupakan pola dari grafik y = ax dengan a > 1.6. Dari tabel di atas dapat diamati beberapa sifat berikut: (a) Untuk x makin besar.1.

6. (a) untuk x > 0. maka ax > bx. Gambar 1.6. (b) untuk x < 0. perhatikan sifat berikut ini. Misalnya perbedaan grafik y = 2x dan y = 3x dapat dilihat pada Gambar 1.6. berlaku. Misal a > b.3. Perhatikan bahwa untuk x > 0 maka 2x < 3x dan untuk x < 0 maka 2x> 3.xSedangkan Gambar 1.Untuk memberikan gambaran mengenai grafik y = ax untuk a yang lain. maka ax < bx. menunjukkan perbedaan antara grafik y = ( )𝑥 dan y = ( )𝑥 . 1 2 1 3 70 Sistem Bilangan Real .3 Grafik 𝑦 = 2𝑥 dan 𝑦 = 3𝑥 Berdasarkan informasi ini dapat digambarkan sketsa grafik y = ax.

Misalnya.4 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 dan 𝑦 = ( )𝑥 Grafik logaritma dapat dicari dari gafik pangkat.). 1.6.. Secara terpisah 1 2 1 3 Gambar 1.6. untuk mendapatkan gafik y = log 2 𝑥 dapat diperoleh dari pencerminan grafik y = 2x terhadap garis y = x (lihat Gambar ditunjukkan grafik y = log 2 𝑥 pada Gambar 1.6.5 Grafik Logaritma Sistem Bilangan Real 71 .6.Gambar 1.

untuk mendapatkan nilai log 2 𝑎 dapat diikuti gambaran yang diberikan pada Gambar 1.6. Sebagai contoh.6 Sketsa Grafik Logaritma Dari grafik-grafik tersebut dapat dicari nilai logaritma dengan ketepatan terbatas. berlaku log 𝑏 𝑝 < log 𝑏 𝑞  Untuk 0 < b < 1 dan 0 < p < q.Gambar 1. dan 0 < p < q. Hal ini berarti log 2 3 ≈ 1. dari grafik pada Gambar 1.6 (≈ dibaca „hampir sama dengan‟) Secara umum.6.6.6. berlaku 72 Sistem Bilangan Real .  Untuk sembarang bilangan b > 1. Sifat yang lain dari logaritma diberikan berikut ini. jika ditarik garis y = 3 yang memotong grafik kira-kira di titik dengan x = 1.6.6.

1 Selanjutnya... Jadi log 2 3 = 1.....2 ..1 .log 𝑏 𝑝 > log 𝑏 𝑞 Uraian berikut ini memberikan gambaran menghitung log 2 3 berdasarkan sifat di atas.... dan seterusnya...5 = 1.6. maka 1 < log 2 3 < 2.6.. (1...4) dengan 2 dan diperoleh Sistem Bilangan Real 73 ...6. 0.6..6 .3) karena log 2 2 = 1 dan log 2 22 = 2...6....5 < 2 dan berdasarkan tabel perpangkatan dari 2 di atas diketahui bahwa 1.3) diperoleh 1 < 1.5 terletak di antara 20. Tabel 1.5 < 1.... (1.4) Untuk mendapatkan kembali angka 3.51 = 20.. dengan membagi 2 pertidaksamaan(1. Diketahui bahwa 2 < 3 < 22 . kalikan pertidaksamaan (1..41 < 1.....… Untuk mendapatkan angka ke-dua dari log 2 3 diperlukan nilai perpangkatan dari 2 oleh 0.

20.08 < 3 < 21+0. harus dihitung 20.5 < log 2 3 < 1.41 dan diperoleh 1 < 1.09 Hal ini berarti bahwa 74 Sistem Bilangan Real . maka pertidaksamaan (1.08 = 1.6.6 Untuk mendapatkan ketepatan yang lebih tinggi.6.0570 < 1.2 Perhatikan bahwa 1.05 dan kemudian dengan 2 = 21 (angka yang digunakan untuk membagi) sehingga diperoleh 21+0.21.01. Tabel 1.064 < 1. dikalikan ketaksamaan tersebut dengan 1. dan seterusnya.5+0. Karena 2x > 1 untuk setiap x > 0.4) dapat dibagi dengan 1.064 terletak di 20.6.5 < 3 < 21.02.0644 = 20.2.41 = 20.5+0.6 dan ini berarti bahwa 1.064 < 1.134351773 Seperti sebelumnya. dihitung nilai-nilai seperti dalam Tabel 1.09 dan untuk mendapatkan kembali angka 3.

25 < 2 Selanjutnya menggunakan Tabel 1.25 terletak 20.585 lebih baik dibandingkan dengan log 2 3 ≈ 1. Penyelesaian:   Karena 22 = 4 < 5 < 23.1.32 = 20.23 < 1.6. ketaksamaan 1.25 < 1.3 = 1.  Untuk memperoleh ketepatan yang lebih baik. berarti log 2 5 = 2.59 Dengan demikian log 2 3 = 1.23 < 1.4 Ini berarti log 2 5 = 2.0163 dan Sistem Bilangan Real 75 .58 < log 2 3 < 1.3 < 5 < 22+0.… Ketaksamaan tersebut dibagi dengan 22 = 4. Karena diketahui bahwa log 2 3 < 1.3 Dengan menggunakan tabel pangkat yang telah dibuat di atas.58… Tahapan ini dapat dilanjutkan untuk mendapatkan nilai hampiran dengan ketepatan sesuai yang diinginkan. CONTOH 1.1.25 dibagi dengan 1.6. hitunglah log 2 5.58. dan diperoleh 1 < 1.23 dan diperoleh 1 < 1. berati log 2 3 ≈ 1.3… .4 Dengan mengalikan ketaksamaan terakhir dengan 2 2 diperoleh 22+0.59. diketahui bahwa 1.

i.0210 = 20. diketahui bahwa 1. p > 0 dan q > 0. sifat-sifat perpangkatan dapat digunakan untuk mendapatkan sifat-sifat logaritma seperti berikut ini. berarti log 2 5 ≈ 2. Jika b > 0.325. bahwa logaritma dapat diturunkan dari perpangkatan. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = 𝑞 log 𝑏 𝑝 76 Sistem Bilangan Real . maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = log 𝑏 𝑝 − log 𝑏 𝑞 iii.6. b≠1. b≠1. maka log 𝑏 𝑝 = log 𝑏 𝑝 log 𝑏 𝑞 iv. Jika b > 0.0163 < 1. p real. Dengan pemahaman tersebut. b≠1.2. Jika b > 0. 1.02 < 5 < 22+0.32….03 Dengan mengalikan dengan 22+0. dan q rasional.02 = 1.3+0.6.3 Sifat-sifat Logaritma Sebagaimana telah diuraikan pada subbab sebelumnya. b≠1. p > 0 dan q > 0.0140 < 1.selanjutnya berdasarkan Tabel 1.03 dan ini berarti log 2 5 = 2.0163 terletak 20.3 diperoleh 22+0. Jika b > 0. p > 0 dan q > 0. Untuk ketepatan tiga angka di belakang koma.3+0. maka log 𝑏 𝑝 × 𝑞 = log 𝑏 𝑝 + log 𝑏 𝑞 ii.

tentukan CONTOH 1.6666 … .3010 + 0.6.4 Misal diketahui log10 2 = 0. Penyelesaian: log10 6 = log10 2 × 3 = log10 2 + log10 3 = 0.7781 dan log10 3 = 0.0.4771 = .6. Penyelesaian: 3 2 dan log10 3 = 0.CONTOH 1. tentukan  log10 1.3010 .3010 log10 1.5 Misal diketahui log10 2 = 0.1761 Sistem Bilangan Real 77 .4771 = 0.4771.6666 … = log10 = log10 2 − log10 3 = 0.4771 – 0.1761 2 3  log10 0.5 dan log10 0.3010 log10 6.5 = log10 = log10 3 − log10 2 = 0.3010 = 0.0.4771.

4771 0.2040 1.6 Misal diketahui log10 2 = 0.7 Misal diketahui log10 2 = 0.4771. hitunglah pendekatan 1. Penyelesaian:   log 2 3 = log 3 2 = log 10 3 log 10 2 log 10 2 log 10 3 dan log10 3 = 0. Penyelesaian: log10 16 = log10 24 = 4 log10 2 = 4 0.CONTOH 1.8 Dengan menggunakan logaritma.3010 = 1.3010 log 2 3 dan log 3 2 .3010.6.6309 CONTOH 1.6. dapatkan = = 0.4 Contoh Pemakaian Logaritma Pada subbab ini. CONTOH 1. dapatkan log10 16.6.3010 0.4771 = 1.6666 Penyelesaian: 78 Sistem Bilangan Real .6.3010 0.58505 = 0. diantaranya: untuk mengalikan bilangan.5 × 0. mebagi bilangan. akan disajikan contoh-contoh pemakaian logaritma. menghitung pangkat suatu bilangan.

6.9 Dapatkan nilai x yang memenuhi 2𝑥 = 3.6.6666 log10 𝑥 = log10 1.58505) CONTOH 1.10 Dana Rp 100. Perhitungan 9 tahun kemudian menggunakan rumusan.5 × 0. 𝑀9 = 𝑀0 (1 + 0. log 2 3 = 1.6.000.1761 − 0.1761 = 0 𝑥 = 100 = 1 CONTOH 1.5 × 0.Misal 𝑥 = 1.58505 (berdasarkan contoh 1.6666 log10 1. Penyelesaian: 2𝑥 = 3 Sebelah kiri dan kanan tanda sama dengan dikenakan operasi log 2 log 2 2𝑥 = log 2 3 𝑥 log 2 2 = log 2 3 𝑥 = log 2 3 = 1. Sistem Bilangan Real 79 .1)9 Tentukan besarnya dana pada akhir tahun ke 9.5 + log10 0.6666 = 0.6.000 dideposito dengan bunga 10 % per tahun.

1)9 ⟹ log10 𝑀9 = 8 + 9 × log10 1. karena sebelumnya tidak ada contoh penghitungan untuk log10 1.11 Persamaan untuk menghitung nilai tunai (present value/PV) dari anuitas biasa adalah 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 𝑃𝑉 = 𝑅 × Dengan : R adalah pembayaran periodik dari anuitas. atau dapat berbantuan tabel logaritma) ⟹ 𝑀9 = 108.769 CONTOH 1. n adalah jumlah interval pembayaran Jika diinginkan mencapai nilai tertentu di masa mendatang (Future value/ FV).1 .1)9 ⟹ 𝑀9 = 108 (1 + 0.6.Penyelesaian: 𝑀9 = 100.794.000. 80 Sistem Bilangan Real .1 dihitung berbantuan kakulator.372534 = 235. i adalah laju bunga per periode bunga.372534 (disini log10 1. maka tentukan rumusan berapa lama untuk mencapainya.041393 = 8.000(1 + 0.1 = 8 + 9 ×0.

Kenakan operasi log pada kedua sisi persamaan. diperoleh 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 × 1 − 1 + 𝑖 𝑖 −𝑛 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 + 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 1 + 𝑖 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 −𝑛 − 𝑙𝑜𝑔10 𝑖 −𝑛 𝐹𝑉 𝑖 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 −𝑛 =1− 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 ⟹ 𝑛 = 𝑙𝑜𝑔10 1 + 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 𝑙𝑜𝑔10 (1 + 𝑖) Sistem Bilangan Real 81 . PV digantikan dengan FV menjadi 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝐹𝑉 = 𝑅 × 𝑖 Kita akan mencari nilai n.Penyelesaian: Persamaan pada contoh ini. berapa lama untuk mendapatkan nilai yang akan datang yang diinginkan.

b≠1. log b pq = q log b p SOAL LATIHAN 1-6 1. log b p × q = log b p + log b q 2.4. log b p = 4. log 2 64 c.6. e. log 5 625 d. hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan dua angka di belakang koma.  Jika b > 0. RANGKUMAN  Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1. log 2 7 d. maka berlaku : 1. log1/2 64 d. log 2 6 c. log1/2 1 64 e. 2log 2 512 f. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini. p > 0 dan q > 0. log 2 25 b. log b p q = log b p − log b q log b p log b q 3. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini. log 25 125 f. log 2 75 82 Sistem Bilangan Real . 10log 10 0.0001 3. log10 10. log 5 1 125 2. log 2 64 c. log 2 15 f. log10 0. arti dari blog a = x adalah bx = a.00001 b. a. a. Dengan mengikuti cara pada Contoh 1.000 a. log 2 1 128 b. log 2 10 e.

log10 3 d. maka hitunglah a. log 8 1.5 d. log 8 30 c. Jika dipunyai tabel seperti berikut ini Maka hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan satu angka di belakang koma. log 4 5 d. log 8 750 f. Jika log10 2 = 0. log 2 3 × log 3 4 × log 4 5 b. log10 2 d. log 8 150 e. maka hitunglah 6. Jika log 8 5 = 0. log10 18 b. log10 256 e. hitunglah Sistem Bilangan Real 83 . log10 1600 c.4771 . log10 45 a. Jika log10 16 = 1. log10 5 f. log 8 36 d. log10 24 c. maka hitunglah 9. a.2 5.4.20412. log16 2 b. maka hitunglah 7.2 8. log 5 16 a. log10 2 c. log10 32 f. log 25 64 b. Jika log16 5 = 𝑥. log10 15 e. log10 4 e. log10 1.3010 dan log10 3 = 0. log10 4. log10 11 a. log 3 8 × log 5 9 × log 2 7 3 b. log 8 7. log16 10 a. log10 12 b.5 f. Dengan menyamakan basis logaritma. log 2 25 c.7740 dan log 8 6 = 08616 .

Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut ini. log 2𝑥−1 3 − 4 log 3 2𝑥 − 1 + 3 = 0 84 Sistem Bilangan Real . a. log 8 𝑥 − log 𝑥 8 − 6 = 0 b.10.

Setiap model persamaan atau pertidaksamaan harus memuat unsur-unsur yang merupakan abstraksi dari kenyataan masalah tersebut. Persamaan dan Pertidaksamaan 85 . Pada kenyataannya persamaan atau pertidaksamaan yang muncul dari fenomena nyata dapat berbentuk linear atau tak linear. Model yang berbentuk persamaan atau pertidaksamaan merupakan struktur dari suatu masalah yang mengandung peubah-peubah atau parameter yang dianalisis atau diselesaikan dengan menggunakan operasi matematika.Bab 2 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN Persamaan atau pertidaksamaan merupakan suatu bentuk model matematik yang dibangun dari dunia nyata sebagai bentuk hubungan perwujudan dari alam pikir terhadap suatu masalah. Akan tetapi.

dan roti daging. roti cokelat paling sedikit 100 bungkus.y + 2z – u = 0 x + 2y – u =0 y -z+u =0 z -u =0 86 Persamaan dan Pertidaksamaan . 2x + 3y = -2 x + 2x = 3 2.pada buku ajar ini akan dibahas bentuk linear dan kuadrat. maka berapakah banyaknya tiap-tiap jenis harus diproduksi agar memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya. Setiap roti keju diproduksi paling sedikit 50 bungkus. Permasalahan ini dapat dimodelkan dalam bentuk pertidaksamaan. a.000 per bus. 2x + 5 = 8 2. misalnya: 1. Perusahaan roti memproduksi 500 bungkus roti setiap hari. Satu rombongan bus wisata mengunjungi obyek wisata. roti cokelat. 2. 7x + 6y = 10 Selain banyaknya peubah pada persamaan linear juga dapat ditinjau dari banyaknya persamaan linear yang muncul secara serentak disebut sistem persamaan linear. Jika keuntungan dari tiap-tiap jenis roti diketahui. 5y = 20 3. b. biaya yang harus dikeluarkan untuk memasuki obyek wisata tersebut sebesar Rp 150. x + 2y + z = -1 -x + y + 2z = 2 x+z = 1 3. 2x .1 Persamaan Linear Persamaan dikatakan linear jika pangkat dari peubah adalah 1. Berikut ini beberapa ilustrasi permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari. seperti: 1. yaitu: roti keju. Jika dalam satu bus ada 30 orang. dan roti daging paling sedikit 70 bungkus. maka berapa biaya masuk objek wisata per orang ?. Roti terdiri dari tiga jenis.

diperoleh Persamaan dan Pertidaksamaan 87 . Mendapatkan penyelesaian persamaan. khususnya untuk sistem persamaan dengan 2 peubah .1. 2. b.Dari bentuk–bentuk persamaan linear tersebut. (2. dan c  R. Berarti x = 2 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut. Menggambar grafik dari persamaan. misalnya.1. maka diperoleh 2(1) + 3 = 5. Kedua ruas dikurangi dengan b.1 Persamaan Linear Satu Peubah Persamaan linear satu peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : ax + b =c dengan a≠0. jika diberikan x = 1.1. 2x + 3 = 7.1) Penyelesaian dari persamaan (2.1) adalah nilai x yang memenuhi persamaan tersebut. yaitu mendapatkan nilainilai peubah yang memenuhi persamaan tersebut. b. a. dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : 1. untuk x = 2 didapat 2(2) +3 = 7. 2x + 3 = 5 . yang berarti x = 1 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut. ■ Mencari Penyelesaian Persamaan Linear Satu Peubah Perhatikan persamaan ax + b = c. 2.

. Langkah 2 : Kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari koefisien peubah x yang pada persamaan tersebut adalah a... Kemudian kedua ruas dikalikan dengan 1 𝑎𝑥 𝑎 1 𝑎 diperoleh = (𝑐 − 𝑏) ...1..... Langkah 1 : Kedua ruas dikurangi dengan b.. 𝑐.. 88 Persamaan dan Pertidaksamaan .langkah dalam mencari penyelesaian persamaan linear 1 peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 0 sebagai berikut.2) 𝑎..1.. terdapat langkah. atau 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 1 𝑎 .1 Selesaikan persamaan 3x – 7 = 9 ?. CONTOH 2. 𝑏 ∈ 𝑅 dan 𝑎 ≠ 0} Himpunan penyelesaiannya adalah : Dari uraian tersebut diatas. (2...ax + b – b = c – b ax + 0 = c – b atau ax = c – b. Penyelesaian: 3x – 7 = 9 3x + (–7) = 9 kedua ruas dikurangi –7 3x +(– 7) – (–7) = 9 – (–7) diperoleh 3x = 16..

himpunan penyelesaiannya adalah { 1 }.Kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 3 yaitu diperoleh 3 1 3 1 3𝑥 = 16 3 1 (16) 3 atau 𝑥 = Himpunan penyelesaiannya adalah { CONTOH 2.1. CONTOH 2. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 7 = 5 + 2x ? Penyelesaian: 7 = 5 + 2x kedua ruas dikurangi 5 diperoleh -5 + 7 = -5 + 5 + 2x 2 = 2x. kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 2 yaitu diperoleh 1 2 2 = (2𝑥) 1 2 1 2 atau 𝑥 = 1.2 16 3 }. Jadi. − 7 = −6 kedua ruas ditambah 7 Persamaan dan Pertidaksamaan 89 .1.3 Dapatkan nilai peubah t yang memenuhi Penyelesaian : 2 𝑡 5 2 𝑡 5 − 7 = −6 ?.

diperoleh -2y = 9 + 8 atau -2y = 17 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari –2 yaitu 1 −2 1 −2 −2𝑦 = 17 2 1 −2 17 .1. diperoleh y=− 90 Persamaan dan Pertidaksamaan .4 Selesaikan persamaan 3y – 8 = 9 + 5y ? Penyelesaian: 3y – 8 = 9 + 5y kelompokkan y pada ruas kiri dan yang tidak mengandung y pada ruas kanan.2 5 𝑡 − 7 + 7 = −6 + 7 diperoleh = 1. Kurangi kedua ruas dengan –5y dan menambah kedua ruas dengan 8: -5y + 3y – 8 + 8 = 9 + 5y – 5y + 8 . 2 5 1 2/5 2 𝑡 5 kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari yaitu 5 2 2 5 = 5 2 ( 𝑡) = (1) atau 𝑡 = 2 5 2 5 5 2 Himpunan penyelesaiannya adalah { } CONTOH 2.

11 4 11 Himpunan penyelesaiannya adalah { }. −3𝑢 + + 𝑢 − = −3𝑢 + 3𝑢 − − − 11 𝑢 4 2 3 1 4 2 3 1 3 2 3 2 3 diperoleh = −1 11 4 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari − 1 −11/4 yaitu = 4 − . 1 4 1 3 kelompokkan u pada ruas kiri dan yang tidak mengandung u pada ruas kanan yaitu dengan mengurangi kedua ruas dengan -3u dan menambah kedua ruas dengan − . Persamaan dan Pertidaksamaan 91 . + 𝑢 = 3𝑢 − . 11 − 4 11 − 11 𝑢 4 =− 4 (−1) 11 atau 𝑢 = 4 .1.5 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan Penyelesaian: 2 3 2 3 + 𝑢 = 3𝑢 − 4 1 1 3 ?.Himpunan penyelesaiannya adalah {− 17 2 } CONTOH 2.

1.3) adalah 𝑥.1.4) berupa pasangan (x.3) mempunyai tak berhingga banyak penyelesaian yang berbentuk (x.4).2) m erupakan penyelesaian dari persam aan (2.2) merupakan penyelesaian dari p ersam aan (2. Penyelesaian dari persamaan (2.4). Secara umum.3) (2.1.1. himpunan penyelesaian dari (2. Jadi. Misal diambil suatu nilai x = 0 diperoleh y = 2. Pandang persamaan linear dua peubah 2𝑥 + 3𝑦 = 6 Mari kita amati seperti berikut ini. 4) atau dengan kata lain pasangan (0.y). Jadi pasangan (0.2. b≠0. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 1 dan y = 4/3 memenuhi persamaan (2.y) yang memenuhi persamaannya.1. 𝑦 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} 92 Persamaan dan Pertidaksamaan . Oleh karena itu.4).1. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 0 dan y = 2 memenuhi persamaan (2. Misal diambil lagi. nilai x bisa diambil berapa saja.1. Dari pengamatan di atas.4) 2. suatu nilai x = 1 diperoleh y = 4/3. akan didapat nilai untuk y. persamaan (2.1. c  R.1.2 Persamaan Linear Dua Peubah Persamaan linear dua peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0. (2.1.1.4) mempunyai banyak penyelesaian. 1. persamaan (2.

y ∈ R maka nilai x dan y yang memenuhi persamaan tersebut ada tak berhingga banyak.6 Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan 3x + 4y = 2 ? Penyelesaian: Oleh karena x. y ∈ R} CONTOH 2.7 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan diberikan v = 2 Penyelesaian: 4u – 2v = .5 jika 4u – 4 + 4 = -5 + 4 4u = -1 u = -1/4. y) | 3x + 4y = 2 .5 . himpunan penyelesaiannya adalah { (x . 4u – 4 = -5 kedua ruas ditambah 4.1. untuk v = 2 diperoleh 4u – 2(2) = -5. Jadi. Himpunan penyelesaiannya adalah : { -1/4 } Persamaan dan Pertidaksamaan 93 . 4u – 2v = . x.CONTOH 2.1. diperoleh kedua ruas dibagi 4 .

1. untuk y = -3 diperoleh 2x + 3(-3) = 4x -8 2x – 9 = 4x – 8 pengelommpokkan pada kedua ruas. kedua ruas dibagi – 2 Diperoleh x = -1/2 CONTOH 2.1. Penyelesaian: 2x + 3y = 4x – 8 .9 Selesaikan persamaan berbentuk 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5 jika s = -1 ? Penyelesaian: 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5. pengelompokkan pada kedua ruas. untuk s = -1 diperoleh 5t – 3 (-1) + 10 = 3(-1 ) – 4t – 5 atau 5t + 3 + 10 = -3 – 4t – 5 atau 5t + 13 = -8 – 4t . atau 9t = -21 . 5t + 4t = -8 – 13 . 2x – 4x = -8 + 9 atau -2x = 1 . kedua ruas dibagi 9 t = -21/9 Himpunan penyelesaiannya adalah : {-21/9} 94 Persamaan dan Pertidaksamaan .8 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x + 3y = 4x – 8 jika y = -3.CONTOH 2.

dan c  R mempunyai:    penyelesaian 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 himpunan penyelesaian 𝑎 ≠ 0. 𝑦)|𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} Persamaan dan Pertidaksamaan 95 . dapat diperoleh nilai – nilai x dan y : Untuk x = 0 Untuk x = 1 Untuk x = 2 Untuk x = 3 maka y = 6 maka y = 4 maka y = 2 maka y = 0  RANGKUMAN  Persamaan linear satu peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 𝑐 dengan a ≠ 0. 𝑏 ∈ 𝑅} Persamaan linear dua peubah dinyatakan sebagai 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0.10 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan linear 2x + y = 6 jika x. b. Dan mempunyai himpunan penyelesaian {(𝑥.1.CONTOH 2. 𝑐. b≠0. y bilangan bulat positif ? Penyelesaian: Dari persamaan 2x + y = 6. c  R.

2s + 4 = 4 – 5t. 3 – 2/x = 4 +3/x c. 3 𝑢 −2 = 3 2−𝑢 = 6−4𝑡 4 f. 2 + 𝑡 = 7𝑡 − 8 c. a. 7x . Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 7 + 8h = -7-8h e. 7(4+5/p) = 8 2. 4x + 5 = 5y -4 c. 2 𝑑 4 𝑦 4 5 b. 2 3𝑥−4 3 4−3𝑦 b. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut untuk s = 1 a. a. 3y+2/3 =9y-2/3 3. 4𝑡+6 4 b. 5𝑡 7 2𝑠 𝑡 = 4𝑠 + 4𝑠 5 4𝑠 5𝑡 −6 −6 = +5 = 2 4+4𝑠 f.2) = 10 15y f.7 = 7-7x e. e. a. 3 6𝑡−4 4 2𝑡 b. 𝑠 + 8 = e. 3 2𝑏−4 1 3 − 2 = 𝑡 + 5 𝑑 4 − =6 7 𝑦 g. 8 − d. 4 ( 2t + 3s ) = 8 t + 8 96 Persamaan dan Pertidaksamaan . 5(3x . c.SOAL LATIHAN 2-1 1. 7 ( 4 – 5/p) = 8 h. Dapatkan himpunan semua penyelesaian dari persamaan berikut ini. 5y +3x = 7 d. 6k – 4 = 4 – 6k d. 7x – 6 = 8 + 8x f. 3 4𝑥+2 2 2𝑦 −3 = = 4. 3𝑠 − 7 = − 4𝑠 d. = 7 4+4𝑏 Selesaikan persamaan berikut ini.

Persamaan dan Pertidaksamaan 97 .g. y riil b. 5𝑝−𝑞 2𝑝 − 8 untuk v=-2 1 2 = 4𝑞 +4 6 untuk 𝑞 = e. 4𝑡 + 5𝑠 = 3 𝑣 2𝑠 3𝑡 + 4𝑡 untuk t = -2 3𝑢 4𝑣 c. 2𝑕 𝑥 − = untuk h = y 𝑥 8 𝑕 7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini dengan grafik. 4x – 3y + 4 = 5 untuk semua bilangan x. d. 4(2𝑛 + 3𝑚 ) = 8 𝑚 + 8 untuk n=x f. 6. 𝑢 − = 3𝑣 − c. a. + = f. e. 2x + 4y – 6 = 5 untuk x=2. 7𝑢 − = 4𝑣 + d. 5. 4 3𝑡 − 2 2𝑠 = 1 4𝑡 −5 h. b. 5𝑡−2𝑠 3𝑡 = 4𝑠+4 6 Selesaikan persamaan berbentuk. 4𝑚– 3𝑛 = 2 3𝑚 3 𝑣 3𝑢 2𝑣 + 8 untuk v = 1 dan u bilangan bulat + 5𝑛 − 6 untuk m bilangan ganjil dan n bilangan bulat positif. 4𝑡 − 5𝑠 = 2𝑠 3𝑡 + 4𝑠 untuk t real negatip dan s bilangan sembarang. 2𝑦 𝑧 2 𝑥 3 𝑦 3𝑥+2𝑦 −7 𝑥𝑦 7 8 untuk x = 1 dan y bilangan cacah − = 2 𝑧 untuk y bilangan ganjil dan z bilangan genap. a.

2. kita lihat beberapa contoh persamaan kuadrat berikut ini. Sebagai ilustrasi: si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue. b=4. c=1. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A. 98 Persamaan dan Pertidaksamaan . CONTOH 2. Dalam penjualan. (2. persamaan kuadrat dengan a=3. Dalam setiap harinya.2𝑥 2 . Jika si A berhasil menjual x paket. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling. persamaan kuadrat dengan a=1.2.2. b=-2. Salah satu pekerjanya bernama si A. Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10. 3y2+4y+5=1. c  R.1) Untuk lebih jelasnya. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat.2 Persamaan Kuadrat Persamaan kuadrat seringkali dijumpai dari permasalahan yang muncul dari suatu fenomena nyata. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x). Bentuk umum persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0. 𝑥 2 − 2𝑥 + 1 = 0.2.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0. b. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi. Pada permasalahan ini.1 1. dan besarnya adalah 0. c= 5–1= 4.

bukan persamaan kuadrat karena terdapat pangkat ½ dari peubah u. 2. c merupakan bilangan real maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Real. b=0. 5. 3 𝑥−2 + 2 =7 𝑥+3 Persamaan dan Pertidaksamaan 99 . c= 1-1 = 0. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3 ) Penyelesaian: Bentuk umum persamaan kuadrat yang diminta adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0. Bentuk persamaan kuadrat bergantung pada koefisian dari peubah x yaitu a .5 = 0 . b. Jika b = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Sejati. CONTOH 2. a. u2 + 2u1/2. (2x – 4)2 – 6 = 2x. persamaan kuadrat dengan a=2. c sehingga terdapat beberapa bentuk persamaan kuadrat : 1.3. b=2. Jika c = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Tak Lengkap.2 Nyatakan persamaan berikut menjadi bentuk umum. b . 4.2. 4n2-16=0. 3. 4. (x – 2)(x + 5) = 0 c. b. Jika nilai a. d. b. persamaan kuadrat dengan a=4. c merupakan bilangan rasional maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Rasional. Jika nilai a. 2𝑡 2 + 2𝑡 + 1 = 1. c= -16.

dijabarkan menjadi 3x+9+2x -4 = 7(x2 + 3x – 2x -6 ) atau 7x2 +2x – 47=0 2.1 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat Seperti halnya yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa persamaan kuadrat bergantung pada nilai-nilai a. dijabarkan menjadi x2 + 5x – 2x – 10 = 0 atau x2 + 3x – 10 = 0. 3 𝑥−2 4x2 – 16x – 2x + 10 = 0 atau + 2 =7 𝑥+3 disamakan penyebutnya menjadi 3 𝑥 + 3 + 2(𝑥 − 2) =7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3) atau 3 𝑥 + 3 + 2 𝑥 − 2 = 7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3). d. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3) .a. dijabarkan menjadi (2x)2 –2(2x)(4) + (4)2 -6 = 2x 4x2 – 16x + 16 -6 = 2x atau 4x2 – 18x +10 = 0. c dan 100 Persamaan dan Pertidaksamaan . dijabarkan menjadi 3x2 – 6x + 3 = x2 + 3x 3x2 – x2 – 6x –3x+3= 0 atau 2x2 – 9x+3 = 0. c.2. b. (x – 2)(x + 5) = 0. b. (2x – 4)2 – 6 = 2x. c. b. Oleh karena itu penyelesaian dari persamaan kuadrat tersebut juga bergantung pada nilai a.

2.2.-q }.2). Dengan cara memfaktorkan Cara ini dilakukan berdasarkan pada definisi yang berlaku pada bentuk kesamaan kuadrat bahwa x2 + (a + b)x + ab = (x + a)(x + b).2. Jadi akar–akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1= -p dan x2=-q. Sehingga diperoleh: 𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑥 + 𝑞 = 0. Cara lain dalam memfaktorkan persamaan kuadrat untuk 𝑎 ≠ 1 dapat dilakukan sebagai berikut. Perhatikan bentuk persamaan kuadrat : ax2 + bx + c = 0. Himpunan penyelesaian persamaan tersebut adalah { -p.2) maka persamaan (2. Terdapat 3 cara untuk menyelesaikan persamaan kuadrat : 1.2) dapat dan 𝑝 𝑞 = 𝑐 𝑎 difaktorkan menjadi (𝑥 + 𝑝)(𝑥 + 𝑞) = 0. dengan a≠0 kedua ruas dibagi a atau jadikan koefisien x2 menjadi 1 seperti persamaan (2. Persamaan dan Pertidaksamaan 101 .hasil penyelesaian tersebut berupa nilai peubah x yang disebut sebagai akar-akar persamaan kuadrat. 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 (2.

2. kedua ruas dibagi 2 diperoleh x2 – 3x – 10 = 0 dapat dirubah menjadi x2 + (2 – 5)x + (-5)(2) = 0 . maka persamaan (2.3 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x2 – 6x – 20 = 0 ?. Penyelesaian: 2x2 – 6x – 20 = 0 . 𝑎 −𝑝 𝑎 dan CONTOH 2. persamaan ini dapat ditulis dalam bentuk : 1 𝑎 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 atau 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 (2.2.3) Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 dan 𝑝𝑞 = 𝑐.2 dan x2 = 5.Perhatikan bentuk persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0. 102 Persamaan dan Pertidaksamaan .2. Sehingga diperoleh 𝑎𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑎𝑥 + 𝑞 = 0 . Jadi akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah 𝑥1 = 𝑥2 = −𝑞 .3) dapat difaktorkan menjadi (𝑎𝑥 + 𝑝)(𝑎𝑥 + 𝑞) = 0. terlihat bahwa p = 2 dan q = -5 maka persamaan kuadrat tersebut dapat ditulis (x + 2)(x – 5) = 0 dengan x +2 = 0 dan x – 5 = 0 diperoleh akar – akar x1 = .

5 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan kuadrat 1 2 𝑥 3 + 𝑥 + 2 = 0.Jadi. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2.2.2 = 0 diperoleh persamaan berbentuk x2 + x – 12 = 0 atau dapat ditulis x2 + (4 – 3)x + 4(-3) = 0 dan terlihat bahwa p = 4 dan q = -3 x2 + x – 12 = (x + 4)(x – 3) = 0 sehingga diperoleh x + 4 =0 dan x – 3 = 0.2. 2 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 103 . Akar-akar persamaan adalah x1 = 3 dan x2 = -4 sehingga himpunan penyelesaian adalah {-4.10 = 2x2 + 3x + 2 Jadikan persamaan berbentuk umum dengan membuat ruas kanan sama dengan 0 3x2-2x2 + 4x – 3x – 10 . CONTOH 2.3}. 5}. CONTOH 2.10 = 2x2 + 3x + 2 Penyelesaian: 3x2 + 4x .4 Selesaikan persamaan kuadrat berbentuk 3x2 + 4x .

2. Sehingga diperoleh x+2= 0 dan x+ 3 = 0. Jadi akar-akar persamaannya adalah x1= -2 dan x2= -3. Oleh karena itu. koefisien dari 𝑥 2 dijadikan 1. 2 𝑥 − = 1.-3} CONTOH 2. 2 𝑥 Sehingga diperoleh: 2𝑥 − 2(𝑥 − 1) =1 𝑥(𝑥 − 1) atau 2 =1 𝑥(𝑥 − 1) 104 Persamaan dan Pertidaksamaan .6 Selesaikan persamaan berbentuk Penyelesaian: Pada persamaan 2 𝑥−1 2 𝑥−1 − = 1. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2. Didapat hasil x2 + 5x + 6 = 0 atau dapat ditulis x2 + (2 + 3)x + 2(3) = 0 dan terlihat bahwa p = 2 dan q = 3 x2 + 5x + 6 = (x + 2)(x + 3 ) = 0. 3 3 1 2 Untuk itu. ruas kiri penyebutnya disamakan.Dari persamaan 𝑥 2 + 𝑥 + 2 = 0. kedua ruas dari persamaan dikalikan dengan 3.

Lakukan pemfaktoran sehingga didapat hasil: x2 + (1 – 2)x + (–2)(1) = 0 atau (x + 1)(x – 2) = 0 Dari sini diperoleh x + 1 = 0 atau x – 2 = 0 Sehingga akar–akar persamaan tersebut adalah x1 = -1 atau x2 = 2.4) dan (2. Jadikan koefisien x2 menjadi 1 dengan membagi kedua ruas dengan a.4) 𝑥 + 𝑝 2 = 𝑞 (2. Persamaan dan Pertidaksamaan 105 . didapat: 2 = x(x -1) atau x2 – x – 2 = 0. 2}.5) Persamaan (2. 2. diperoleh: 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Atau 𝑥 2 + 2 𝑥 2 + 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 𝑥 + − + =0 𝑐 𝑎 𝑥 + = 𝑐 𝑎 − 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = − (2.2.Selanjutnya kedua ruas dikalikan dengan x(x-1). Jadi himpunan penyelesaian adalah {-1. Perhatikan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0.2.5) merupakan bentuk kuadrat sempurna.2. Dengan Cara Melengkapkan Kuadrat Sempurna Cara lain untuk menyelesaikan persamaan kuadrat adalah dengan melengkapkan kuadrat sempurna.2.

2.8 Nyatakan persamaan kuadrat 3x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?.Jika pada persamaan (2.6) Dapatkan himpunan penyelesaian dari x2 + 4x + 4 = 0 ?. 106 Persamaan dan Pertidaksamaan .2. Himpunan penyelesaiannya adalah : {-2}. Penyelesaian: x2 + 4x + 4 = 0 dapat ditulis x2 + 2(2)x + 22 = (x + 2)2 = (x + 2)(x + 2 )= 0. maka persamaan di atas 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0. =0 (2.2 . Akar – akar persamaan tersebut adalah x1 = -2 dan x2 = -2. Penyelesaian: 3x2 + 6x + 9 = 0.2. kedua ruas dibagi 3 diperoleh x2 + 2x + 3 = 0. CONTOH 2.2.4) nilai menjadi 𝑥 2 + 2 Atau 𝑥 + CONTOH 2. x2 + 2x + 12 + 2 = 0 atau x2 + 2x + 12 = .7 𝑏 2𝑎 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 = 𝑐 𝑎 . melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna.

Penyelesaian: 4x2 + 6x + 9 = 0.2. atau =− Ini merupakan bentuk kuadrat sempurna. Persamaan dan Pertidaksamaan 107 . atau 4 9 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 + 3 2 4 = 0. Didapat akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. kedua ruas dibagi 4 diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0. atau 27 16 = − .Jadi 3x2 + 6x + 9 = x2 + 2x + 12 + 2 = 0 . 𝑥 2 + 2 𝑥 + 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 2 4 3 2 4 27 16 𝑏 2𝑎 6 4 9 4 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0.9 Nyatakan persamaan kuadrat 4x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?.2. Melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna dengan cara menyatakan persamaan kedalam bentuk 𝑥 2 + 2 Diperoleh hasil berikut ini. CONTOH 2. − + 3 2 4 27 16 + = 0. x2 + 2x + 12 = -2 atau (x + 1)2 = .

atau = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 . atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = ( )2 − . kedua ruas dibagi dengan a diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0.  Pertama: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥1 = 108 Persamaan dan Pertidaksamaan . 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 − ( )2 + = 0. dari persamaan ini diperoleh dua persamaan berikut ini. atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = (𝑥 + 𝑏 2 ) 2𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 . lanjutkan dengan melengkapkan dalam bentuk persamaan kuadrat sempurna. Dengan Cara Menggunakan Rumus abc Akan ditunjukkan berikut ini bahwa persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a ≠ 0. mempunyai akar-akar 𝑥1 = dan 𝑥2 = −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 Pada ax2 + bx + c = 0.3.

akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 − −2 ± −2 2 2 2 𝑥12 = −4 2 6 𝑥12 = 2 ± 4 − 48 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 109 .7) Persamaan (2. Oleh karena itu. dan c = 6. dapatkan akar-akar persamaan kuadrat 2x2 – 2x + 6 = 0 ?. Kedua: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 =− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥2 = Kedua akar x1 dan x2 di atas.2. mempunyai a = 2.2.7) dinamakan rumus abc.10 Dengan menggunakan rumus abc.2. Penyelesaian: Pada persamaan 2x2 – 2x + 6 = 0. CONTOH 2. biasa dituliskan dalam bentuk: 𝑥12 = −𝑏± 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 (2. b = .2.

CONTOH 2. persamaan kuadrat Oleh karena terdapat tersebut tidak mempunyai akar real. b = 5 dan c = 4 Oleh karena itu.11 Selesaikan persamaan kuadrat 3x2 + 2x – 4 = 0 ?. 110 Persamaan dan Pertidaksamaan . Penyelesaian: x2 + 5x + 4 = 0 yang mempunyai a = 1.2. akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −5 ± 52 − 4 1 4 2 1 −5 ± 25 − 16 2 5±3 2 5+3 2 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 4 dan 𝑥2 = 5−3 2 = 1.𝑥12 = 2 ± −44 4 tanda negatif pada akar.

12 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan – 𝑥 + 4 = Penyelesaian: – 𝑥 + 4 = −4 𝑥 −4 𝑥 − 2𝑥 ?.CONTOH 2.2. ruas sebelah kanan dibuat sama dengan 0 -x2 + 2x2 + 4x +4 = 0 atau dapat ditulis x2 + 4x + 4 = 0. b = 4 dan c = 4. − 2𝑥. Persamaan dan Pertidaksamaan 111 . kalikan kedua ruas dengan x diperoleh -x2 + 4x = -4 -2x2. Jadi himpunan 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari penyelesaiannya adalah { −2 }. Dengan menggunakan rumus abc. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −4 ± 42 − 4 1 4 2 1 −4 ± 16 − 16 2 −4 = −2 2 sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1.

diperoleh: −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 (𝑥 + 1). kedua ruas dikalikan dengan x + 2. b = 3 dan c = -4. kedua ruas dibagi 𝑥 + 1 −𝑥 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 .13 Selesaikan persamaan berbentuk 𝑥 2 + 𝑥 = Penyelesaian: 𝑥 2 + 𝑥 = −𝑥 2 +3𝑥+4 . 𝑥+2 −𝑥 2 +3𝑥+4 𝑥+2 ?. atau −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 2 − 3𝑥 − 4. Dengan menggunaakan rumus abc. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −3 ± 32 − 4 1 −4 2 1 −3 ± 9 + 16 2 𝑥12 = 𝑥12 = 112 Persamaan dan Pertidaksamaan .CONTOH 2. diperoleh: (𝑥 2 + 𝑥) 𝑥 + 2 = −𝑥 2 + 3𝑥 + 4.2. atau −𝑥 2 − 2𝑥 = 𝑥 − 4. atau 𝑥 2 + 3𝑥 − 4 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. ruas kanan difaktorkan.

b = -2 dan c = 1. dengan memfaktorkan persamaan kuadrat pada ruas kanan. diperoleh (x2–x)(x+2) = -4(x+2)+(x + 2)(x + 3) kedua ruas dengan (x + 2) didapat (x2 – x) = -4 + (x + 3). -x dan -3 diperoleh x2 – 2x +1 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1.𝑥12 = −3 ± 25 −3 ± 5 = 2 2 −3+5 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 1 dan 𝑥2 = −3−5 2 = −4.14 Selesaikan persamaan (x2 – x)(x + 2 ) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6) ? Penyelesaian: (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6 ) .2. kedua ruas ditambah 4. Dengan menggunaakan rumus abc. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −(−2) ± (−2)2 − 4 1 1 2 1 𝑥12 = Persamaan dan Pertidaksamaan 113 . CONTOH 2. diperoleh (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +(2+3)x + 2(3).

menurut rumus abc dinyatakan sebagai: 114 Persamaan dan Pertidaksamaan . Nilai ini dinamakan diskriminan dan sering disimbulkan dengan 𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. terlihat bahwa nilai akar ada mempunyai dua akar real berbeda. maka persamaan kuadrat mempunyai akar imaginer.2. maka persamaan kuadrat mempunyai akar sama atau akar kembar x1 = x2. x1 ≠ x2. Dari beberapa contoh penyelesaian persamaan kuadrat yang menggunakan rumus abc.𝑥12 = 𝑥12 = 2± 4−4 2 2± 0 =1 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = 1. Jika 𝐷 < 0.2 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat Pada subbab ini akan dibahas beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar persamaan kuadrat x1 dan x2. maka persamaan kuadrat mempunyai dua akar real berbeda. Ketiga kondisi ini tergantung dari nilai 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. Ada tiga nilai diskriminan yaitu:    Jika 𝐷 = 0. ada yang dua akarnya kembar (sama nilainya). ada juga yang akarnya berupa bilangan imaginer. 2. Jika 𝐷 > 0. Akar dari persamaan kuadrat.

persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dapat dinyatakan dalam bentuk: 𝑏 𝑐 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 𝑎 𝑎 atau 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 (2.8) 2.2.2. Jika 𝑥1 dikalikan dengan 𝑥2 . Jika 𝑥1 ditambahkan dengan 𝑥2 .9).10) Persamaan dan Pertidaksamaan 115 .8) dan (2. maka dapat diperoleh: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 + 2𝑎 2𝑎 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 (2.2. maka dapat diperoleh: 𝑥1 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 × 2𝑎 2𝑎 𝑏 2 − (𝑏 2 − 4𝑎𝑐) 4𝑎2 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 𝑥1 𝑥2 = (2.𝑥1 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 𝑥2 = Beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar ini adalah: 1.2.2.9) Dengan persamaan (2.

10). 116 Persamaan dan Pertidaksamaan . 𝑥1 𝑥2 = 1 + 2 × 1 − 2 = 1 − 2 = −1 Kita masukkan ke dalam persamaan (2.2.2. Penyelesaian: 𝑥1 = 1 + 2 dan 𝑥2 = 1 − 2 a. CONTOH 2.CONTOH 2.2. atau 𝑥1 𝑥2 = 1. Salah satu bentuk persamaan kuadrat adalah 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Dari sini terlihat bahwa 𝑝 = 𝑥1 𝑥2 = 1. 𝑥1 + 𝑥2 = 1 + 2 + 1 − 2 = 2 b. didapatkan persamaan kuadrat: x2 – (x1 + x2 )x + x1x2 = 0 atau x2 – 2x – 1 = 0.16 Jika 𝑥1 adalah salah satu akar persamaan kuadrat 𝑥 2 − 2𝑝𝑥 + 𝑝 = 0 dan akar lainnya adalah Penyelesaian: 𝑥2 = 1 𝑥 1 1 𝑥 1 maka dapatkan nilai dari p ?.15 Carilah persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 + 2 dan 1 − 2.

17 Perhatikan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0. 5 𝑐 𝑎 8 Selanjutnya nilai p dicari dari 𝑥1 𝑥2 = 28 55 = 8 2𝑝 atau = 8 2𝑝 atau nilai 𝑝 = 25 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 117 . nilai 𝑥1 = 4𝑥2 = 4 = . didapat:  𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 4𝑝 2𝑝 = =2 Karena diketahui bahwa 𝑥1 = 4𝑥2 . maka dapatkan nilai p dan akar-akar tersebut ? Penyelesaian: Perhatikan kembali bentuk persamaan kuadrat: 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Kalau kita padankan dengan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0.CONTOH 2. Jika salah satu akarnya merupakan 4 kali akar yang lain.2. maka:  4𝑥2 + 𝑥2 = 2 atau 𝑥2 = 2 5 8 5 2 5 Dari ini. Jadi akar-akarnya adalah 2 5 dan .

dapatkan nilai p dan bentuk persamaan kuadratnya. Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −16 . −4 diketahui x1 = -2x2 maka (-2x2)x2 = -4 diperoleh (x2)2 – 2 = 0 atau 𝑥2 = ± 2 dan 𝑥1 = −2𝑥2 = ±2 2 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 =2 2− 2 diperoleh 𝑝1 = 8 2 − 4 2 = 4 2 dan 𝑝2 = −8 2 + 4 2 = −4 2 .CONTOH 2. Untuk 𝑝1 = 4 2. persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 + 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = 2 2 dan 𝑥2 = − 2 Untuk 𝑝2 = −4 2. persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 − 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = −2 2 dan 𝑥2 = 2 118 Persamaan dan Pertidaksamaan .18 Salah satu akar dari persamaan kuadrat -4x2 + px – 16 = 0 adalah -2 kali terhadap akar yang lain.2.

x1 = 6 maka diperoleh p = 8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0. Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = 12 1 = 12 diketahui bahwa x1 – x2 = 4 atau x1 = 4 + x2 maka (4 + x2)x2 = 12 atau x2 + 4x – 12 = 0. 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 jika untuk nilai x2 = -6 dan x1 = -2 maka diperoleh p = -8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0 . Oleh karena x1 = 4 + x2 maka untuk x2 = -6 diperoleh x1 = -2 dan untuk x2 = 2 diperoleh x1 = 6.CONTOH 2. Jika untuk x2 = 2.2.19 Dapatkan akar-akar dan nilai p jika persamaan kuadrat berbentuk x2– 2px + 12=0 dan selisih dari akar-akarnya adalah 4. Persamaan dan Pertidaksamaan 119 . dengan cara faktorisasi dapat diperoleh (x + 6)(x – 2) = 0 yang mempunyai akar-akar x2 = -6 dan x2 = 2.

2.CONTOH 2. demikian pula untuk akar 𝑥2 = 3 diperoleh 𝑥1 = − Jadi jumlah kedua akar-akarnya persamaan kuadrat mempunyai 2 1 1 5 kemungkinan yaitu 𝑥1 + 𝑥2 = 3+ 3= 3 atau 3 2 6 𝑥1 + 𝑥2 = 1 3 3− 1 2 3=− 1 6 3 Dengan demikian persamaan kuadratnya adalah 𝑥 2 − atau 𝑥 2 + 1 1 3𝑥 + = 0 6 2 5 1 3𝑥 + = 0 6 2 120 Persamaan dan Pertidaksamaan . telah diketahui bahwa 𝑥1 𝑥2 = 3 4 1 2 dan 𝑥1 = 𝑥2 . Penyelesaian: Misalkan akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1 dan x2. diperoleh 1 2 2 3 2 𝑥 3 2 𝑥2 = 1 2 atau dapat ditulis 𝑥 2 − = 0 dengan akar-akar 𝑥12 = ± Untuk akar 𝑥2 = 1 2 3 1 3 3 diperoleh 𝑥1 = 1 − 2 1 3 3 3. dapatkan persamaan kuadrat tersebut.20 Hasil kali akar-akar suatu persamaan kuadrat adalah 2 3 1 2 dan salah satu akar dari akar yang lain.

x12 + x22 3.2. (𝑥1 + 𝑥2 )2 f. x12x2+ x22x1+ x1x2 4. 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 Hubungan diantara akar-akar x1 dan x2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 seperti dapat dipakai untuk mempermudah pencarian bentuk-bentuk hubungan antar akar-akar yang lainnya seperti: 1.3 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya Misalkan persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0. 2 2 𝑥1 − 𝑥2 + 𝑥 3 2 Penyelesaian: Dari persamaan kuadrat dapat diperoleh hubungan akar-akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −2 4 = −1 2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −1 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 121 .2. a ≠ 0 dengan akar x1 dan x2. 1 𝑥 1 1 𝑥 2 + CONTOH 2. 3 𝑥 1 e. 𝑥1 + 𝑥2 d.21 Jika akar-akar persamaan kuadrat 4x2 + 2x – 1 = 0 adalah x1 dan x2. 2 2 𝑥1 + 𝑥2 2 2 b.x2)2 2. 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 3 3 c. (x1 . maka dapatkan nilai – nilai dari hubungan akar-akar dibawah ini : a.2.

3 4 Dengan demikian (𝑥1 − 𝑥2 )2 = − 2 4 −1 2 3 −1 4 = 5 4 −1 4 2 2 e. dari contoh diatas telah diperoleh x12 + x22 = sehingga diperoleh x13 + x23 = −1 3 2 4 3 4 −1 2 − −1 2 = 2 2 2 2 d. Seperti sebelumnya. 𝑥1 − 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 + 2𝑥1 𝑥2 = ( )2 + 2 = −1 4 122 Persamaan dan Pertidaksamaan . (𝑥1 − 𝑥2 )2 = 𝑥1 − 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = 𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥1 𝑥2 2 2 Telah dicari sebelumnya bahwa 𝑥1 + 𝑥2 = . x13 + x23 = ( x1 + x2 )( x12 – x1 x2 + x22 ) = ( x1 + x2 )( x12 + x22– x1 x2 ). dapat dicari x12 x2 + x22 x1 = x1 x2 ( x1 + x2 ) Sehingga diperoleh x12 x2 + x22 x1 = −1 −1 4 2 = 1 8 c. Bentuk 𝑥1 + 𝑥2 dinyatakan dalam bentuk penjumlahan dan perkalian dari akar-akar persamaan kuadrat.2 2 a. telah diketahui sebelumnya bahwa bentuk sempurna kesamaan kuadrat: 2 2 𝑥1 + 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 dengan demikian: 2 2 𝑥1 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 − 2𝑥1 𝑥2 = ( −1 2 −1 3 ) −2 = 2 4 4 b.

Persamaan dan Pertidaksamaan 123 . 𝑐 𝑎 Untuk menentukan persamaan kuadrat baru perlu untuk dicari akar-akar dari persamaan kuadrat tersebut dan hubungannya dengan akar – akar persamaan kuadrat yang diketahui.  Menggunakan Rumus Penjumlahan dan Perkalian Akar-akar Jika diketahui persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0. 2.f. Dengan menggunakan penggantian. CONTOH 2.2. 3 𝑥 1 + 3 𝑥 2 = 3𝑥 2 +3𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = 3(𝑥 1 +𝑥 2 ) 𝑥 1 𝑥 2 = 3(−2 ) −1/4 1 =6 ■ Menyusun Persamaan Kuadrat Jika Akar-akarnya Mempunyai Hubungan Dengan Akar-akar Persamaan Kuadrat Lainnya. maka didapat penjumlahan akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 dan perkalian akar 𝑥1 𝑥2 = . Dengan menggunakan rumus penjumlahan dan perkalian akarakar.22 Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah x1 + 3 dan x2 + 3 dimana x1 dan x2 akar-akar persamaan x2 + 4x + 4 = 0. Untuk menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya mempunyai hubungan dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui mempunyai 2 cara yaitu: 1.

Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah u2 – (u1 + u2)u + u1u2 = 0 atau u2 – 2u + 1 = 0 dan u2 . Jika dimisalkan persamaan kuadrat baru berbentuk au2 + bu + c = 0 dengan akar-akar u1 = x1 + 2 atau u1 .23 Tentukan persamaan kuadrat yang akar-akarnya 3 𝑥 1 dan 3 𝑥 2 jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat x2 + 2 x + 1 = 0 ? Penyelesaian: Penjumlahan akar-akar x1 + x2 = -2 dan Perkalian akar-akar x1 x2 = 1.3 = x2 maka CONTOH 2. 124 Persamaan dan Pertidaksamaan .3 = x1 dapat dicari akar-akar tersebut dari:  x1 + x2 = -4 atau u1 – 2 + u2 – 3 = -4 sehingga u1 – 3 + u2 – 3 = -4 atau u1 + u2 = 2  x1x2 = 4 atau (u1 – 3)(u2 – 3) = 4 atau diperoleh persamaan u1u2 – 3 (u1+ u2) = -5 atau u1u2 = -5 + 3(2) = 1.Penyelesaian: Persamaan kuadrat x2 + 4x + 4 = 0 mempunyai jumlahan akar-akar x1 + x2 = -4 dan perkalian akar-akar x1x2 = 4 .2.

24 Jika x1dan x 2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat dari x 2 – 4 x + 4 = 0 maka dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya adalah : a. 2 2 2 2 b. 𝑥1 + 𝑥2 dan 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 𝑥1 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 125 . Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – (y1 + y2) y + y1 y2 = 0 atau y2 + 6y + 9 = 0  Menggunakan penggantian Untuk mendapatkan persamaan kuadrat yang baru dengan cara penggantian dapat dilakukan jika akar-akar persamaan kuadrat yang baru simetri dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui.2 y1 y2 atau y1 + y2 = .Misalkan persamaan kuadrat baru berbentuk a y2 + b y + c = 0 dengan akar-akar 𝑦1 = 3 𝑥 1 atau 𝑥1 = 3 𝑦1  x1 + x2 = -2 atau 3(𝑦1 +𝑦2 ) 𝑦1 𝑦2 + 3 𝑦2 3 𝑦1 dan 𝑥2 = 3 𝑦2 . 3 3 = 𝑦1 𝑦2  x1 x2 = 1 atau 1 atau y1 y2 = 9 sehingga dapat diperoleh 3(y1 + y2) = . 1 𝑑 𝑥 1 dan 1 𝑑 𝑥 2 dengan d adalah konstanta yang tidak nol.2. dapat dicari: = −2 atau = −2 atau 3(y1 + y2) = -2y1y2.6 . CONTOH 2.

Misalkan akar-akar persamaan baru adalah y1 = x12 + x22 atau y1 = ( x1 + x2 )2 – 2 x1 x2 = 16 – 32 = -16 dan y2 = x12 x2 + x22 x1 atau y2 = x1 x2 ( x1 + x2 ) = 16.2. Oleh karena itu. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – ( y1 + y2 ) + y1 y2 = 0 atau y2 – 256 = 0 CONTOH 2.Dari persamaan yang diketahui x2 – 4 x + 4 = 0 dapat diperoleh x1 + x2 = 4 dan x1 x2 = 4 a. Penyelesaian: 126 Persamaan dan Pertidaksamaan . dapat dilakukan penggantian dari akar-akar tersebut yaitu 𝑦 = kuadrat x2– 4x +4 = 0 yaitu 1 2 𝑑𝑦 1 𝑑𝑥 1 𝑑𝑦 atau 𝑥 = pada persamaan −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0 atau 1 𝑑𝑦 2 −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0.25 Dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 1 𝑥 1 𝑥 2 dan 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 dimana x1 dan x2 merupakan akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0. Misalkan akar-akar persamaan baru adalah 𝑦1 = 𝑦2 = 1 𝑑𝑥 2 1 𝑑𝑥 1 dan dimana penjumlahan dan perkalian dari akar-akar tersebut berbentuk simetri walaupun nilai dari x1 dan x2 dirubah. kedua ruas dikalikan d2y2 diperoleh 1 – dy + 4d2y2 = 0 atau 4d2y2 – dy + 1 = 0 b.

Jika ada 2 orang anggota tidak mau menerima keuntungan usaha tahun pertama.26 Sekelompok orang melakukan usaha bersama membentuk suatu badan usaha. 2. Persamaan dan Pertidaksamaan 127 . Pada subbab ini. Keuntungan tersebut dibagai rata pada setiap anggotanya.000.000. kita akan menggunakan persamaan kuadrat untuk menyelesaikan beberapa permasalahan. Banyak permasalahan yang berhubungan dengan persamaan kuadrat. Pada tahun pertama usaha tersebut mendapatkan keuntungan sebesar Rp 10.4 Menerapkan Persamaan Kuadrat Sebelum ini.Dari persamaan kuadrat yang diketahui diperoleh 𝑥1 + 𝑥2 = dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 = −6 = 9.2. Misalkan akar-akar persamaan kuadrat yang baru adalah 𝑣1 = dan 𝑣2 = 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 = 𝑥 1 +𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = −6 9 = −2 3 1 𝑥 1 𝑥 2 =9 . Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut. CONTOH 2.2. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 250. kita telah belajar banyak tentang persamaan kuadrat dan berbagai cara menyelesaikan persamaan kuadrat. diperoleh persamaan kuadrat 25 3 yang baru adalah v2 – (v1 + v2) + v1v2 = 0 atau 𝑣 2 − 𝑣 − 6 = 0.000 lebih banyak dari penerimaan yang dibagai pada semua anggotanya.

000𝑥 − 20.000 = 1.Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya anggota kelompok.000.000.000 𝑥 Jika keuntungan tersebut dibagi (x-2) orang.000 + 250.000 = 𝑥 𝑥 − 2 10. maka setiap anggotanya menerima B rupiah.000𝑥 ⟹ 𝑥 2 − 2𝑥 − 80 = 0 ⟹ 𝑥 − 10 (𝑥 + 8) = 0 128 Persamaan dan Pertidaksamaan . Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 10.000 𝑥 − 2  Jika ada 2 orang tidak mau menerima keuntungan.000.000𝑥 2 + 9.000𝑥 ⟹ 250.000. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  10.000 10.000.000.000 = 𝑥 𝑥 − 2 ⟹ (10.000𝑥)(𝑥 − 2) = 10. maka selisih yang diterima setiap anggota adalah Rp 250.000.000.000 + 250.000𝑥 ⟹ 25𝑥 2 + 950𝑥 − 2.000 + 250.000 = 𝐵 ⟹ ⟹ 10.000 = 10.  Jika keuntungan dibagi pada semua anggota kelompok.000 𝑥 10. maka setiap anggotanya menerima A rupiah.500.000.000.000. Dari sini diperoleh 𝐴 + 250.

maka setiap peserta harus menambah biaya sebesar Rp 12.500 = 𝐵 Persamaan dan Pertidaksamaan 129 .  Jika biaya sewa bus dibagi pada semua peserta.000. Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya peserta wisata.000. CONTOH 2.Dari persamaan ini. Biaya sewa bus ditanggung secara merata oleh peserta wisata. Tentukan banyaknya peserta wisata tersebut. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang.000.500.500. maka setiap peserta membayar B rupiah.000 𝑥 − 8  Jika ada 8 peserta mengundurkan diri. Akan tetapi.000.000 𝑥 Jika biaya sewa tersebut dibagi (x-8) orang. Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 2. maka setiap peserta menambah Rp 12. Dari sini diperoleh 𝐴 + 12. Jika pada saat mau berangkat ada 8 orang yang mengundurkan diri. maka setiap peserta membayar A rupiah. Karena itu.2. nilai x harus lebih besar nol. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  2.27 Panitia wisata menyewa sebuah bus seharga Rp 2.

000 = 2. Jika si A berhasil menjual x paket.000 2. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x).000𝑥 − 16. Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling.000. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A.500𝑥)(𝑥 − 8) = 2.000 + 12. Penyelesaian: 130 Persamaan dan Pertidaksamaan . diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang.000.000. CONTOH 2.000.000 = 0 ⟹ 𝑥 2 − 8𝑥 − 1.28 Si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8. Karena itu.000𝑥 ⟹ 12.2𝑥 2 . nilai x harus lebih besar nol.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0.2.000 = 𝑥 𝑥 − 8 ⟹ (2.280 = 0 ⟹ 𝑥 − 40 (𝑥 + 8) = 0 Dari persamaan ini.000 + 12. Dalam penjualan. dan besarnya adalah 0. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A.000.000. Dalam setiap harinya.000.500 = 𝑥 𝑥 − 8 2.500𝑥 2 + 1.000𝑥 ⟹ 125𝑥 2 − 1.000. Salah satu pekerjanya bernama si A.⟹ ⟹ 2.500 𝑥 2. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi. Akan tetapi.900.000 + 12.000𝑥 − 160.

si A harus menjual sebanyak 5 paket agar si Pegy memperoleh pendapatan Rp 10 dari penjualan si A.2. Luas jalur dalam m2 adalah Persamaan dan Pertidaksamaan 131 . Gambar 2. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola. maka tentukan lebar jalur tersebut. atau 0.29 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m.1 Jalur lari dengan lebar tetap. Jika luas jalur tersebut adalah 2.Pada permasalahan ini. CONTOH 2.2. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap.500 m2. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m. x tidak boleh negatif. Jadi diperoleh hasil x=5.2𝑥 2 = 10.2.2𝑥 2 + 𝑥 − 10 = 0 ⇒ 𝑥 2 + 5𝑥 − 50 = 0 ⇒ 𝑥 + 10 (𝑥 − 5) = 0 Diperoleh x=-10 dan x=5. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat 𝑥 + 0.1. Karena x adalah banyaknya paket barang yang dijual. lihat Gambar 2.

L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 Karena luas jalur adalah 2.500 = 4x2 + 300x x2 + 75x .500 m2. maka   𝑥1 + 𝑥2 = 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 132 Persamaan dan Pertidaksamaan . b.  RANGKUMAN  Bentuk umum persamaan kuadrat adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0.    Jika dapat difaktorkan ke bentuk 𝑥 + 𝑝 𝑥 + 𝑞 = 0. Mempunyai bentuk kuadrat sempurna 𝑥 + 𝑝 Mempunyai akar-akar 𝑥1 =  −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 = 𝑞 dan 𝑥2 = Jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat. 2 maka penyelesaiannya adalah 𝑥1 = −𝑝 dan 𝑥1 = −𝑞. maka : 2.2. c  R. maka diperoleh x = 25 m. Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut adalah 25 m.500 = 0 (x+100) (x -25)=0 Karena nilai x > 0.

3. f. x2 – 4x – 5 = 0 e. Tentukan kecepatan ia berlari ? 5. 3x2 – 6x = 9 b. a. x2 + x – 12 = 0 c. 2x2 – 6x + 11 = 0. Dapatkan akar persamaan kuadrat dengan cara memfaktorkan. (y – 2)(y – 2) = 9 e. d. Amir pelari peserta PON berlatih lari 18 km. Peluru ditembakkan vertikal ke udara dengan kecepatan awal v0 dan pada saat Persamaan dan Pertidaksamaan 133 . Setiap sabtu.2 km perjam lebih cepat. x2 – 14x – 32 = 0 Carilah akar persamaan kuadrat dengan cara melengkapkan bentuk sempurna. a. 2x2 -4x – 2 = 0 c. tujuannya adalah mengurangi waktu tempuh sebesar setengah jam. 3t2 + t – 2 = 0 f. dengan bantuan murid SMU kelas 1 dianjurkan agar ia berlari 1. 6x2 – 7x + 2 = 0. x2 + 2x = 3 2. e. Carilah akar persamaan kuadrat dengan menggunakan rumus abc. x2 + 5x = -6 f. (2x + 3)2 = 25 b. x2 – 12x – 45 = 0 d.SOAL LATIHAN 2-2 1. a. b. u2 + 8u – 9 = 0. (x – 1)2 = 100 c. x2 – 2x – 8 = 0. x2 + 4x – 8 = 0 4. x2 – 5x + 3 = 0 d.

1/t dan t yang berurutan 10. c. dapatkan persamaan kuadrat tersebut jika: a. jika alas dan tutup kotak berbentuk bujur sangkar . b= 134 Persamaan dan Pertidaksamaan . a. 4 dan -4 c. d. jarak ujung tangga dengan lantai adalah 6.tertentu akan mencapai ketinggian sebesar v0t – 10t2 .5 ) a =( 3 − 5) dan b = ( 3 + 5) a= 1 ( 3− 5) 1 ( 3+ 5) . tentukan bilangan –bilangan tersebut ? 8. 2 dan 7 b. alas dan tutup diabaikan. a = ( 2 + 5 )( 2 . a = -3 dan b = 4. tentukan jarak geseran kaki tangga agar ujung atas tangga bergeser sama panjang dengan geseran bawah ? 9. jika ketinggian maksimum 30 maka tentukan waktu sampai peluru mencapai tanah ? 6. tinggi =2? 7. u dan 2 – u d. sisi balok berbentu empat persegi panjang maka dapatkan luas sisi balok untuk volume = 100 . Suatu tangga dengan panjang 10 bersandar pada tembok . Jika a dan b akar-akar persamaan kuadrat maka bentuk faktor dari persamaan kuadrat dapat ditulis (x + a)(x + b) = 0 . b. Suatu kotak berbentuk balok yang mempunyai volume = luas alas × tinggi. Jumlah pangkat dua dari tiga bilangan ganjil adalah 515 . Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya.

hasil kali akar-akarnya = -1. dapatkan p dan akar. 12. x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat x2 – 3x = . dapatkan bentuk simetri dengan tanpa mencari akar persamaannya . p 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 135 . dapatkan nilai p dan akar-akarnya 13. hasil kali akar-akarnya = 4. Salah satu akar persamaan –2x2 + px – p + 2 = 0 sama dengan 0. jumlah akar-akarnya = 3 . jumlah akar-akarnya = 2 . Akar-akar persamaan kuadrat x2 – 2x – 4 = 0 adalah x1 dan x2 . 𝑎 Dapatkan persamaan kuadrat yang hubungan diantara akar- akarnya adalah a. hasil kali akar-akarnya = 2 d. dapatkan nilai p. Diketahui salah satu akar persamaan kuadrat x2 – 2qx + 4q = 0 tiga kali akar yang lain . jumlah akar-akarnya = 1 . jumlah akar-akarnya = -4 .akarnya jika 2x1 + x2 = 2 ? 18. 14. Akar-akar persamaan (2p – 1)x2 – 15/2x – 3 = 0 saling 1 3 berkebalikan . dapatkan nilai p ? 17. dapatkan nilai p dan akar-akarnya. Persamaan kuadrat berbentuk 2x2 + (p + 3) x – 4p = 0 yang selisih akar-akarnya sama dengan 7 . b. Salah satu akar persamaan kuadrat 3x2 – (p – 3)x + p + 2 = 0 berlawanan 2 kali.11. hasil kali akar-akarnya = c. Susunlah suatu persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 2 ± 1 . dapatkan nilai p dan akar-akarnya 15. 16.

3x + a . Susunlah persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 2 kali lebih kecil dari akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0 ? 24. x12 dan x22 1 2 𝑥 1 1 2 𝑥 2 c. 𝑥1 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 3 3 b. x12 + x12 x2 + x1 x22 + x22 = 2 21.2 2 a. x12 + x22 c. dapatkan b jika x12 + x22= 2 ? 23. x12 + x22 = x1 + x2 untuk persamaan kuadrat x12 + x22 = 10 berbentuk x2 – px – 4 = 0 ? 22. Hitunglah p jika b . hitunglah bentuk berikut yang merupakan bentuk simetri dari x1 dan x2 a. Akar-akar persamaan 9x2 – 15x + p = 0 adalah x1 dan x2. x13 + x12 x2 + x1 x22 + x23 b. 1 𝑥 1−3 + 1 𝑥 2−3 19. 𝑥 1 𝑥 2 dan 𝑥 2 𝑥 1 1 𝑥 2 −2 b. x14 + x24 d. tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya a. Bilangan x1 dan x2 adalah akar persamaan x2 – 2bx + b2 = 0 . 1 3 𝑥 1 + 1 3 𝑥 2 20. Akar persamaan kuadrat x2 . Akar persamaan kuadrat x2 – (p + 1)x – 2p+4 = 0. hitunglah p jika a. dan 136 Persamaan dan Pertidaksamaan . 1 𝑥 1 −2 dan d.1= 0 adalah x1 dan x2. 𝑥1 + 𝑥2 2 2 2 2 c. 𝑥1 + 𝑥2 d.

Susunlah suatu persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya kebalikan dari akar-akar persamaan x2 – 6ax -6a = 0 ? 26.x22.25. Andaikan langkah orang tersebut selalu tetap sebesar 60 cm. Seseorang berjalan menyusuri sepetak pekarangan berbentuk persegi panjang yang luasnya 216 m2 tanpa berhenti. tentukan a dan akarakarnya ? 27. Jika 2 orang onggotanya mengundurkan diri. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 50. tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya x12 + x22 dan x12 . maka tentukan jumlah dari dua bilangan genap tersebut. maka tentukan ukuran pekarangan tersebut jika orang tersebut selesai mengelilingi pekarangannya dalam 100 langkah. 30. Persamaan yang akar-akarnya 2 lebih kecil dari persamaan kuadrat x2 – 6ax -6a = 0 adalah 2x2 – 6x + 6 = 0 .000 lebih banyak dari penerimaan semula. Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut. Persamaan dan Pertidaksamaan 137 . 28. Sekelompok orang menerima borongan pekerjaan penggalian selokan dengan imbalan sebesar Rp 2 juta yang dibagi rata pada setiap anggotanya. sebelum ada yang mengundurkan diri. Persamaan kuadrat 6x2 – x . Jika jumlah dari kebalikan dua bilangan genap yang berurutan adalah 9 40 .12 = 0 mempunyai akar-akar x1 dan x2. 29.

5𝑦 = 200. Dan ini membentuk dua persamaan linear berikut ini. Ukuran sedang memerlukan 1. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 2 persamaan.5𝑦 = 100. Jika bahan yang tersedia untuk pria sebanyak 100 meter dan wanita 200 meter. Sistem persamaan linear banyak sekali dijumpai dalam banyak aplikasi misalnya:  Seorang pengusaha busana seragam untuk pria dan wanita dengan bentuk yang berbeda dan terbagi dalam 2 ukuran sedang dan besar. Misalkan peubah x menyatakan seragam dengan ukuran sedang.5 meter per seragam pria dan 2.5 meter perseragam wanita. 2.3 Sistem Persama a n Linear Sistem persamaan linear atau juga disebut sebagai sistem persamaan linear serentak merupakan kumpulan atau himpunan dari persamaan linear.5y = 100 dan 2x + 2. Peubah y menyatakan seragam dengan ukuran besar. Dalam buku ini dibahas system persamaan linear: 1.2 meter untuk seragam pria dan 2 meter untuk seragam wanita.2x + 1. dan banyaknya seragam wanita yang dapat dibuat adalah 2𝑥 + 2. 3. Sistem persamaan linear 2 peubah dengan 2 persamaan. maka banyaknya seragam yang dapat dibuat untuk ukuran sedang dan besar adalah.2. Ukuran besar memerlukan 1.5y = 200 138 Persamaan dan Pertidaksamaan . Banyaknya seragam pria yang dapat dibuat adalah 1. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 3 persamaan. 1.2 𝑥 + 1.

000.500.500.per mobil.per anak dan Rp1..000. Rp2..per dew asa. Lokasi C sebesar Rp14. setiap lokasi pendapatan yang diperoleh rata-rata adalah 1.000  Pada ilustrasi nomor 2.dengan harga karcis Rp2.per dewasa. maka banyaknya pengunjung kedua lokasi wisata tersebut adalah : 2500x + 1500 y + 1000 z = 10....000.000.per mobil. Misal x menyatakan banyaknya pengunjung dewasa. Banyaknya pengunjung dari ketiga lokasi wisata tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut.000.000. Lokasi A sebesar Rp10.per dewasa. 2.per anak dan Rp1.500.000 3000 x + 2500 y + 1000 z = 12.000. Permasalahan ini membentuk suatu sistem persamaan linear: 2500 x + 1500 y + 1000 z = 10.000. jika hanya terdapat 2 lokasi pada obyek wisata tersebut.000 Persamaan dan Pertidaksamaan 139 ..000 3500 x + 2500 y + 1000 z = 12.. Suatu obyek wisata yang mempunyai 3 lokasi dengan bentuk yang berbeda pada suatu tempat yang sama...500. Rp1.dengan harga karcis Rp 3.000.000. y menyatakan banyaknya pengunjung anak-anak dan z menyatakan banyaknya pengunjung mobil.000.000 3000 x + 2000 y + 1000 z = 14.000.000.000. 3. Rp2.per m obil.000..000. Lokasi B sebesar Rp 12.per anak dan Rp1.dengan harga karcis Rp3.

1) Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Metode Grafik Menyelesaikan sistem persamaan linear dengan metode grafik maka persamaan a1x + b1y = c1 dan a2x + b2y = c2 dapat dipandang sebagai garis lurus maka perpotongan dari kedua garis tersebut merupakan penyelesaian dari sistem persamaan linear .3. dibahas pada Bab 3. 5. 4. b2 . Metode Grafik. Metode Eliminasi 3. b1 . c2  R a1 .1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah Sistem persamaan linear dua peubah secara umum dapat ditulis : a1x + b1y = c1 dengan a1 . Metode gabungan eliminasi dan substitusi. y) yang memenuhi kedua persamaan linear tersebut sehingga memberikan pernyataan yang benar. b1 . Metode Substitusi. a2 . c1  R a2x + b2y = c2 dengan a2 . Mencari penyelesaian dari sistem persamaan linear merupakan pasangan (x. Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear yaitu : 1 . 140 Persamaan dan Pertidaksamaan . 2.2. b2 tidak boleh bersama – sama bernilai nol. Metode Matriks.

2. jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 𝑏2 𝑐1 . sistem persamaan linear mempunyai satu penyelesaian/ jawab. sehingga sistem persamaan linear tidak mempunyai penyelesaian.3.1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berbentuk x + 2y = 3 dan 2x + y = 3.Misalkan garis u1 : a1x + b1y = c1 dan garis u2 : a2x + b2y = c2 maka akan terdapat beberapa kemungkinan diantara kedua garis tersebut yaitu: 1. Terdapat satu titik potong jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . 𝑐2 = ≠ Pada kondisi ini. Garis u1 berimpit dengan garis u2 jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . 𝑏2 ≠ Pada kondisi ini. didapat: untuk x = 0 . Garis u1 sejajar dengan u2 namun tidak berhimpit. tidak terdapat perpotongan atau singgunggan antara kedua garis tersebut. Penyelesaian: Dari persamaan x + 2y = 3. y = dan 2 3 untuk y =0 . CONTOH 2. 3. x = 3 Persamaan dan Pertidaksamaan 141 . terdapat banyak titik yang memberikan jawaban yang benar dan dikatakan bahwa sistem persamaan linear mempunyai banyak penyelesaian. 𝑏2 ≠ Pada kondosi ini.

y = 3 dan untuk y=0. Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan substitusi dimaksud adalah melakukan substitusi terhadap salah satu peubah x atau y dari 1 persamaan ke persamaan yang lain.0). 1). 3 2 Dari grafik terlihat bahwa perpotongan garis terjadi disekitar (1.Jadi grafik melalui titik (0. a1x + b1y = c1. x = 3 2 Jadi grafik melalui titik (0. didapat: untuk x=0.a1x atau 𝑦 = 𝑎 1 𝑥 disubstitusi 𝑏1 𝑐1 𝑎 1 b2( − 𝑥) = c2 atau 𝑏1 𝑏1 𝑐1 𝑏1 − pada persamaan a2x + b2y = c2 diperoleh a2x + 𝑏2 𝑎1 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑥 = 𝑐2 − 𝑏1 𝑏2 𝑏1 Jadi 142 Persamaan dan Pertidaksamaan .3) dan ( . a2x + b2y = c2. ) dan (3. Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear ini adalah x=1. b1y = c1. dan y=1. 2) Menyelesaikan Dengan Metode Substitusi. 0). 2 3 Dari persamaan 2x + y = 3. Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 .

3 disubstitusikan 5+2𝑦 ) +4 3 y = -2 . dan y=-1.3.3 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x = 6y + 4 3x + 4y = 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 143 .3.6 atau y = −16 16 5+2𝑦 . didapat: 3x – 2(-1) = 5 atau x = 1 Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah x=1. kedua ruas = -1. Nilai y=-1 dimasukkan ke persamaan 3x – 2y = 5. CONTOH 2.2 Dapatkan penyelesaian dari sistem persamaan linear 3x – 2y = 5 2x + 4y = -2 Penyelesaian: Ambil salah satu persamaan 3x – 2y = 5 atau x = ke persamaan lainnya 2x + 4y = -2 atau 2 ( dikalikan 3 didapat 10 + 4y + 12y = .𝑏2 𝑐1 𝑏1 𝑥 = 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑏1 𝑐2 − CONTOH 2.

a1x + b1y = c1 | x a2  diperoleh a2a1x + a2b1y = c1a2 a2x + b2y = c2 | x a1  diperoleh a2a1x + a1b2y = c2 a1 (a2b1 – a1b2)y = c1a2 . 17 13 Jadi penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah 𝑥 = 𝑦 = −3 . 17 13 +2= . 13 dan 3) Menyelesaikan Dengan Metode Eliminasi. didapat 3(3y + 2) + 4y = 3 atau 13y = -3 Diperoleh y = didapat x = 3 −3 13 −3 13 dan nilai y ini dimasukkan ke salah satu persamaan.Ambil persamaan 2x = 6y + 4 atau x = 3y + 2 disubstitusikan pada persamaan 3x + 4y = 3.c2a1 Jadi 𝑦 = 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 dan 144 Persamaan dan Pertidaksamaan . Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi dimaksudkan adalah menghilangkan salah satu peubah dari sistem persamaan dengan menyamakan koefisien dari peubah tersebut.

6 -u + 3v = 4 dikalikan 8 diperoleh -8u + 24 v = 32 14u = .4 𝑐1− 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑏 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 1 𝑎1 Selesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi berbentuk 2u + 8v = -2 -u + 3v = 4 Penyelesaian: 2u + 8v = -2 dikalikan 1 diperoleh -u + 3v = 4 dikalikan 2 diperoleh 2u + 8v = -2 -2u + 6v = 8 14v = 6 atau v = 3/7 2u + 8v = -2 dikalikan 3 diperoleh 6u + 24 v = .3.5 Dapatkan himpunan penyelesaian dengan eliminasi jika terdapat persamaan berbentuk 3s – 4t = 6 dan 2s + 5t = .𝑥 = CONTOH 2. Penyelesaian: 3s – 4t = 6 dikalikan 2 diperoleh 6s – 8t = 12 Persamaan dan Pertidaksamaan 145 . 14 CONTOH 2.38 atau u = −38 .3.3.

Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 Penyelesaikan sistem persamaan linear dengan gabungan eliminasi dan subtitusi dimaksudkan adalah melakukan eliminasi terhadap salah satu peubah yang kemudian melakukan subtitusi pada salah satu persamaan atau sebaliknya. 23 23 4) Menyelesaikan Dengan Metode Gabungan Eliminasi dan Substitusi.6 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 3x – 4y = 5 dan -2x + 2y = 4 Penyelesaian: 146 Persamaan dan Pertidaksamaan . CONTOH 2.3 dikalikan 4 diperoleh 18 23 atau s = Himpunan penyelesaiannya adalah { . 23 6 s + 15 t = .2s + 5t = -3 dikalikan 3 diperoleh −21 .9 -23t = 21 atau t = 3s – 4t = 6 dikalikan 5 diperoleh 15s – 20t = 30 8s + 20t = -12 + 23s = 18 2s + 5t = . 18 −21 }.3.

3. 16 32 −13 32 ) = 2 atau u = Jadi himpunan penyelesaiannya adalah { . dilakukan subtitusi pada persamaan -2x + 2y = 4 maka didapat -2x + 2(-11) = 4 atau x = . CONTOH 2.2 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah Sistem persamaan linear tiga peubah dapat dinyatakan dalam bentuk Persamaan dan Pertidaksamaan 147 .3. -11}. 32 - dilakukan subtitusi pada persamaan 3u + 2v = 2 maka : 15 16 15 −13 }.7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 4u – 8v = 7 dan 3u + 2v = 2 Penyelesaian: 4u – 8v = 7 dikalikan 3 diperoleh 12u – 24v = 21 3u + 2v = 2 dikalikan 4 diperoleh 12u + 8v = 8 -32v = 13 atau v = 3u + 2( −13 .13. Penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah {-13.3x – 4y = 5 dikalikan 2 diperoleh 6x – 8y = 10 + -2x + 2y = 4 dikalikan 3 diperoleh -6x + 6y = 12 -2y = 22 atau y = -11 . 2.

x – 2y + z = 2 dikalikan 2 diperoleh 2x + y + 2z = 1 dikalikan 1 diperoleh 2x – 4y + 2z = 4 2x + y + 2z = 1 .5y atau y = -3/5 x – 2y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh x – 2y + z = 2 =3 dilakukan 148 Persamaan dan Pertidaksamaan . d1 . d2 . b3 . b2 . a3 . Menyelesaikan sistem persamaan linear 3 peubah dapat dilakukan seperti halnya pada sistem persamaan linear 2 peubah .3. a2. c2 .8 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk x – 2y + z = 2 2x + y + 2z = 1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi . c3.1) bilangan real. CONTOH 2. d3 merupakan (2. b1 .a1 x  b1 y  c1 z  d1 a2 x  b2 y  c2 z  d 2 a3 x  b3 y  c3 z  d3 dengan a1.3.c1 .

x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 2y + 3z = 1 2x – 2y + z = 3 | x 1 diperoleh 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 | x 2 diperoleh −5 . 10 CONTOH 2.9 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi .y + 2z = 4 + dilakukan subtitusi nilai y pada persamaan tersebut diperoleh -(-3/5) + 2z = 4 atau z = didapat -x + ( ) + −3 5 23 = 10 23 10 .-x + y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh -x + y + z = 2 . subtitusikan pada persamaan -x+ y + z = 2 2 atau x = −9 .3. 3 dilakukan + 2x + 2y + 4z = -2 -3z=5 atau 𝑧 = dilakukan subtitusi pada persamaan 2y + 3z = 1 Persamaan dan Pertidaksamaan 149 .

3 3  RANGKUMAN  Penyelesaian dari sistem persamaan linear dua peubah merupakan pasangan (x. 3. Metode Eliminasi 3.diperoleh 2y + 3 ( −5 3 ) = 1 atau y = 3. kemudian disubtitusikan pada −5 3 −2 3 persamaan x + y + 2z = -1 diperoleh x + 3 + 2 ( ) = . yaitu : 1 . x – 2y = 3 b. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut dengan menggunakan metode grafik. 2. y) persamaan linear tersebut.  Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear dua peubah. Metode Grafik. Metode Substitusi.1 atau x = Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah { −2 −5 . 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 2x+y = 1 150 Persamaan dan Pertidaksamaan . a. Metode gabungan eliminasi dan substitusi. yang memenuhi kedua SOAL LATIHAN 2-3 1. 4. }.

2x – 2y = -2 b. 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 d. 3x + 2y = 7 b. 3 2𝑥−3 2 𝑦 +3 x + 2y = 5 c. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. x + 2y = 3 -x + 2y = 3 d. x – 4y = 6 =1 f. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan gabungan eliminasi dan subtitusi Persamaan dan Pertidaksamaan 151 . x + y -3 = 0 = =4 𝑦 − 2 = −2 𝑥 4. a. 2𝑥 3𝑦 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 2. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode subtitusi . Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode eliminasi. 𝑥 2 −𝑥 𝑥𝑦 = 4 7 x + 2y 3 2𝑥−3 2x + 3y – 2 = 0 𝑦−2 𝑥 e. 2 𝑦+3 2x . 3x +5y = 7 3x + 2y – 4 = 0 f.y = 1 c. a. 2x + 3y = 4 x+y =4 = x + 2y – 1 = 0 3. 1/2x + 1/3y = 1 -x + 2y = 3 d. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e.c. 4x – 2y -4 = 0 x+y =3 e.

000. 152 Persamaan dan Pertidaksamaan . Sebuah industri pakaian jadi memproduksi 2 jenis pakian yaitu pria dan wanita. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut. 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 d. 1) yang dilalui oleh garis lurus ax + by = 6 . akan tetapi jumlah penduduk kota A sama dengan 1. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. x – 2y = 3 b.000 dari 120 pakaian wanita dan 100 pakaian pria . 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 5. tentukan nilai a dan b ? 6.a. x – 3y = -5 2x + z = 10 y + 5z = 5 9. jika pada saat tertentu mendapatkan hasil penjualan sebesar Rp 250.000. Jumlah penduduk dari suatu kota A dan B adalah 4. 2𝑥 3𝑦 2x+y = 1 c.500. dapatkan harga jual setiap pakaian pria dan wanita ? 7. demikaian pula dari 90 pakian pria dan 80 pakaian wanita mendapatkan sebesar Rp 200. x + 4y – z = 15 2x .000 lebihnya dari 3 kali penduduk kota B dapatkan jumlah penduduk kedua kota tersebut ? 8.000. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. Dua titik (2.2y +3z = 12 x + 2y – z = 10 c. 3) dan (-1. 2x – 3y + z = 2 x + 2y – z = 4 xy +z =1 b. a.

(2.1). 0) dan (0. tentukan nilai a. b1. − = 2 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 𝑥 3 1 c. 0). c2 merupakan bilangan real. Diketahui persamaan kuadrat y = ax2 + bx + c . b2. b.1) dimana a1≠0. (-4. 4) c. Untuk menyelesaiakan sistem persamaan tersebut dapat dilakukan dengan cara 1. (2. b. (1. a.-1). 0). 1) 2. (-2. (0. Metode grafik. 1). 0) dan (4. − + = 1 𝑧 𝑥 𝑦 1 𝑦 2 𝑥 2 1 3 − + =5 + − =8 3 𝑦 1 𝑧 1 𝑦 3 𝑧 + =3 − =1 3 𝑧 1 𝑧 + − = −1 − =2 1 𝑧 2 𝑥 3 𝑧 10. 0) dan (2.4. 4) dan (-2. c jika fungsi tersebut melalui titik berikut ini. + − = 10 𝑥 𝑦 𝑧 2 𝑥 2 𝑥 1 1 3 b. a2≠0. d. 2.a. 1). Metode subtitusi. Persamaan dan Pertidaksamaan 153 . (0.4 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat Dua Peubah Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 (2. (2.

(-1. dilakukan faktorisasi diperoleh (x – 2)(x + 1) = 0 dan diperoleh hasil x1 = 2 dan x2 = -1 154 Persamaan dan Pertidaksamaan .4. Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan tersebut dilakukan dengan subsitusi persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 pada 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 diperoleh 𝑥 + 1 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 atau 𝑥 2 + 2𝑥 + 1– 𝑥– 1 = 0. Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah {(0. 0)}.CONTOH 2. akan diperoleh x + 2 = x2 atau x2 – x – 2 = 0 .2 Selesaikan sistem persamaan berbentuk y = x + 2 dan y = x2 Penyelesian: y=x+2 y = x2 Subtitusikan persamaan 𝑦 = 𝑥 + 2 pada persamaan 𝑦 = 𝑥 2 .1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1. CONTOH 2. 1). yaitu untuk x1 = 0 diperoleh y1 = 1 dan untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 0. 𝑥 2 + 𝑥 = 0 atau 𝑥(𝑥 + 1) = 0 diperoleh x1 = 0 dan x2 = -1 Nilai-nilai x disubtitusikan pada 𝑦 = 𝑥 + 1.4.

Metode Substitusi. a2≠0. Persamaan dan Pertidaksamaan 155 . seperti yang diperlihatkan pada gambar disamping ini. yaitu : 1 . Secara geometrik himpunan penyelesaian tersebut merupakan titik potong dari kedua persamaan. c2 merupakan bilangan real  Ada beberapa cara penyelesaian yang dapat dipakai untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dan kuadrat dua peubah. Untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 1 Sehingga himpunan penyelesaian adalah {(2. didapat: 1.  RANGKUMAN  Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 dimana a1≠0. 1 )}.Nilai-nilai x disubtitusikan pada persamaan y = x + 2. b1. 4) . b2. Untuk x1 = 2 diperoleh y1 = 4 2. 2. (-1. Metode Grafik.

Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini. y . a.1 2.3x + 3 5.3x + 3 4. y = x + 1 y = x2 + 2x . y = x – 1 y = x2 .3x + 2 b. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini. a. y = x y = x + 2x . y + x – 1=0 y = x .2 c. a. y – 2x -9 = 0 y –x2 + 5x -5=0 c. y = 3x + 2 y = x2 + 2x .3x + 2 2 b.2 Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. y – 2x = 5 y –x + 5x -5=0 2 c. Tentukan konstanta k agar agar sistem persamaan linear-kuadrat berikut 156 Persamaan dan Pertidaksamaan . Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini. Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut.3x + 2 2 b.2 3.1 b. y = x -2 y = x2 + 2x . y – 2x -9 = 0 y –x + 5x -5=0 2 c. a. y =2x y = x + 2x . a.x = 10 y = x .2 + 5 x y = x2 .2x + 5 = 0 y = x2 .2 2 c.3x + 3 6. y = . y + x = 5 y = x2 . y = x + 2 y = x2 + 2x . y . 2 b.SOAL L ATIIHAN 2 --4 S O AL L AT H AN 2 4 1.

Tidak mempunyai penyelesaian. atau ≥ (lebih besar sama dengan. 1. > (lebih besar). CONTOH 2. maka (x. jika (x. y) merupakan pasangan dari titik yang memenuhi y = x + 1.1 Beberapa contoh pertidaksamaan. Mempunyai satu penyelesaian dan kemudian tentukan penyelesaiannya.𝑦 = 6𝑥 − 10 𝑦 = 2𝑥 2 − 2𝑥 − 𝑘 o o o Mempunyai dua penyelesaian. pertidaksamaan pecah rasional. maka pasangan (x. Daerah penyelesaian pada pertidaksamaan dengan satu peubah dapat dinyatakan pada garis bilangan. 2. y) berada dibawah grafik y = x + 1. 3. Untuk hubungan dari peubah – peubah yang menyatakan pertidaksamaan digunakan tanda < (lebih kecil). pertidaksamaan linear dengan satu peubah. y) memenuhi pertidaksamaan 𝑦 < 𝑥 + 1. y) merupakan titik pada bidang koordinat yang terletak pada persamaan y = x + 1. pertidaksamaan kuadratik. 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 ≥ 𝑑𝑥 . Ekspresi y < x + 1 merupakan suatu pertidaksamaan.5. ≤ (lebih keci sama dengan). Persamaan dan Pertidaksamaan 157 . jika pasangan (x. 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0. Pada pertidaksamaan. 𝑎𝑥 − 𝑐 < 𝑑 + 𝑏𝑥. Pada persamaan yang memuat hubungan diantara 2 peubah x dan y. 2.5 Pertidaksamaan Suatu persamaan dinyatakan dengan tanda “=“.

Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑏 < 𝑐 maka 𝑎 < 𝑐. dan d merupakan bilangan real. f. Secara geometrik interval merupakan sepotong garis pada garis bilangan real. c. Penyelesaian pertidaksamaan sering terkait dengan selang atau interval. kita bahas terlebih dahulu tentang selang/ interval. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑐. ■ Sifat -Sifat pertidaksamaan Jika a.  Interval Himpunan tertentu yang menarik dan sering muncul dalam matematika adalah himpunan bilangan real yang dinamakan selang/interval. b. 158 Persamaan dan Pertidaksamaan . Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 > 0 maka 𝑎𝑐 < 𝑏𝑐. b.4. mempunyai sifat yang identik dengan pertidaksamaan dengan tanda <. e. 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 ≤ 𝑐. d. Karena itu. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 𝑑 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑑. Untuk pertidaksamaan dengan tanda selain <. c. pertidaksamaan linear dengan dua peubah. untuk sembarang c. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 0 maka 𝑎𝑐 > 𝑏𝑐. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 1 𝑎 1 𝑏 > . maka berlaku: a.

Interval yang titik-titik ujungya berhingga disebut interval berhingga. maka interval tertutup dari a ke b ditulis dengan [a. b) dan didefinisikan dengan: (𝑎. maka interval terbuka dari a ke b ditulis dengan (a. tetapi tidak memuat titik ujung yang lain disebut interval setengah terbuka atau interval setengah tertutup. Interval berhingga yang memuat satu titik ujung. hanya merupakan perluasan ke arah tak berhingga negatif atau tak berhingga positif.DEFINISI 2. Simbul −∞ atau ∞ bukan merupakan suatu bilangan. b] dan didefinisikan dengan: 𝑎. Interval yang diperluas sampai tak terhingga dinamakan interval tak hingga. Persamaan dan Pertidaksamaan 159 . Suatu interval dapat diperluas sampai tak hingga arah positif +∞ atau ∞ . sedangkan kurung biasa menunjukkan bahwa titik ujung tidak termasuk dalam interval.1 : Jika a dan b bilangan real dengan a < b. 𝑏) = {𝑥|𝑎 < 𝑥 < 𝑏} Kurung siku menunjukkan bahwa titik ujung termasuk dalam interval. atau keduanya. 𝑏 = {𝑥|𝑎 ≤ 𝑥 ≤ 𝑏} Jika a dan b bilangan real dengan a < b. arah negatif (−∞).5.

5.1 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan linear 160 Persamaan dan Pertidaksamaan .5. dan a dan c tidak keduanya nol. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. GAMBAR 2. c. maka penyelesaian dari pertidaksamaan linear tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:  Pindahkan cx ke ruas kiri. b. Langkah ini hanya untuk memperjelas gambaran penyelesaian. nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan.1 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 (2. didapat 𝑎𝑥 − 𝑐𝑥 < 𝑑– 𝑏 atau 𝑥 <  𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 .1) Dengan a. c. Kemudian dinyatakan dalam garis bilangan. dan b dipindahkan ke ruas kanan. atau sebaliknya. dan d merupakan bilangan real. dan d bilangan positif dan a-c≠0. sehingga setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan merupakan daerah penyelesaian. 𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 Untuk memperjelas gambaran penyelesaian. b. Jika dipunyai pertidaksamaan 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 dengan a. Untuk mendapatkan penyelesaian dari pertidaksamaan tersebut.5. setiap peubah dipindahkan pada ruas kanan dan setiap bilangan dipindahkan keruas kiri.2.

5.5. Dengan menggunakan sifat pertidaksamaan nomor 3.CONTOH 2. Kedua ruas dikurangi 2x dan dikurangi 2. 2 Daerah Penyelesaian 3/2 CONTOH 2. atau ⇒ 4x – 2x < 1 + 2 ⇒ 2x < 3 3 ⇒ 𝑥 < 2 3 Nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan. kedua ruas dikurangi 2x dan dilanjutkan dengan dikurangi -2.2 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi 4x – 2 < 2x + 1. didapat: 4x – 2 < 2x + 1. didapat: 4𝑥 − 2𝑥 ≥ −3 − 2 ⇒ 2𝑥 ≥ −5 ⇒ 𝑥 ≥ − 2 5 Dalam garis bilangan: Persamaan dan Pertidaksamaan 161 . Penyelesaian: Untuk mendapatkan penyelesaian pindahkan 2x pada ruas kiri dan -2 pada ruas kanan.3 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan 4𝑥 + 2 ≤ 2𝑥 − 3 ? Penyelesaian: 4𝑥 + 2 ≥ 2𝑥 − 3.

5.5. 7 2. kedua ruas dikalikan dengan 𝑥 < − . atau −7𝑥 > 4. Penyelesaian: 2 − 4𝑥 > 6 + 3𝑥 . dipindahkan 3x keruas kiri dan 2 keruas kanan −4𝑥 − 3𝑥 > 6 − 2.5. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. dilakukan dengan cara:  Ubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2.5.2 Pertidaksamaan Kuadrat Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 (2. dan lakukan pemfaktoran bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞). Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan kuadrat. b. dan c adalah bilangan real.CONTOH 2.2).2) dengan a≠0.4 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2 – 4x > 6 + 3x . 4 7 −1 . 162 Persamaan dan Pertidaksamaan .

5. yaitu 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞. maka selang-selang pada garis bilangan dapat digambarkan seperti pada Gambar 2. Gambarkan 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞 pada garis bilangan. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan. 𝑝] = {𝑥| − ∞ < 𝑥 ≤ 𝑝} 𝑝. Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 = 0. ∞ = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < ∞} 𝑝. Jika kita anggap p < q.2. ∞ = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < ∞} Ambil titik uji x pada setiap selang/interval.5. Persamaan dan Pertidaksamaan 163 . Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 > 0. Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 < 0. 𝑝 = 𝑥 −∞ < 𝑥 < 𝑝 (−∞.2 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan kuadrat Interval yang terbentuk adalah:  −∞. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < 𝑝} 𝑝. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < 𝑞} 𝑝. p q GAMBAR 2. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝.

yaitu (-3. Ambil titik uji pada masing-masing interval. Terdapat beberapa selang/interval yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. +++ -4 -3 ---2. x = -2. (-3. Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan.5 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan x2 + 5x + 6 < 0.∞). 𝑥 2 + 5𝑥 + 6 < 0 ⇒ (𝑥 + 2)(𝑥 + 3) < 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 + 2 𝑥 + 3 = 0. misal x = -4. diperoleh titik 𝑥 = −3. -2) . diperoleh titik 𝑥 = −2. Penyelesaian dari pertidaksamaannya adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut. yaitu: (-∞. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini.5 dan x = 0.-3). -2). Untuk 𝑥 + 2 = 0. dan (-2. Untuk 𝑥 + 3 = 0. himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅 dan − 3 < 𝑥 < −2} 164 Persamaan dan Pertidaksamaan . Atau.5 -2 +++ 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil nol.5. CONTOH 2.

himpunan penyelesaiannya adalah 1 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 165 . 1 2 1 2 1 2 +++ -1 -1/2 --0 2 +++ 3 Karena yang diminta soal adalah nilai – nilai yang lebih besar atau sama dengan nol. Atau. diperoleh titik 𝑥 = − . x = 0. yaitu (−∞. Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan.6 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. dan x = 3. Untuk 𝑥 − 2 = 0. ∞). dan (2. 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2 ⇒ 2𝑥 2 − 𝑥 − 2 ≥ 0 ⇒ (2𝑥 + 1)(𝑥 − 2) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 2𝑥 + 1 𝑥 − 2 = 0. Ambil titik uji pada masing-masing interval. ∞). daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. (− . Untuk 2𝑥 + 1 = 0.5. Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan. yaitu: (−∞.CONTOH 2. misal x = -1. − ). Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. − ] atau [2. 2) . diperoleh titik 𝑥 = 2.

dan d adalah bilangan real.3 PERTIDAKSAMAAN PECAH RASIONAL Bentuk pecah rasional yang akan dibahas disini adalah yang mempunyai pembilang linear dan penyebut berbentuk linear ataupun kuadratik. c≠0. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan. 2 2.  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol.5.5.𝑥 𝑥 ≤ − 1 dan 𝑥 ≥ 2. 166 Persamaan dan Pertidaksamaan .3) atau (2.5. 𝑥 ∈ 𝑅 . Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.  Ambil titik uji x pada setiap interval. dilakukan dengan cara:  Rubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2. Apabila ada bentuk kuadrat.5. lakukan pemfaktoran pada bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞). Gambarkan titik-titik pembuat nol ini pada garis bilangan. b. Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0 (2.4).4) dengan a≠0.5. Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan pecah rasional.3) atau 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥 +𝑐 < 0 (2.

𝑥 = 0. ∞).  Daerah penyelesaian dari pertidaksamaan pecah rasional adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut. Ambil titik uji pada masing-masing interval antara lain 𝑥 = −2. 2). 𝑥 = 3. 2𝑥−4 𝑥+1 > 0 ?. Persamaan dan Pertidaksamaan 167 .7 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol. ∞). Dari pembilang: 2x – 4 = 0 diperoleh x = 2 dan Dari Penyebut: x + 1 = 0 diperoleh x = -1.Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai positif. dan (2. (−1. Terdapat beberapa interval yang pada garis bilangan. Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai negatif.5. −1) dan (2. CONTOH 2. maka terlihat pada gambar di atas bahwa daerah penyelesaian adalah daerah yang bertanda + yaitu (−∞. +++ -1 --2 +++ Karena yang diminta adalah yang lebih besar nol. yaitu (−∞. −1).

Dari pembilang: –x – 6 = 0 diperoleh x = –6 dan Dari Penyebut: Terdapat (−1. yaitu (−6. ---7 -6 +++ -2 ---1 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar nol.5. −6). Ambil titik uji pada masing-masing selang. 𝑥 = 0 dan didapat hasil tanda seperti pada gambar di bawah ini.5.3) atau (2. 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 > 2 ?. dan beberapa selang . (−6.8 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Pertidaksamaan dibawa kedalam bentuk (2.CONTOH 2. misal 𝑥 = −7. yaitu (−∞. daerah penyelesaiannya adalah yang bertanda +. >2 −2>0 − 2(𝑥+1) 𝑥+1 ⇒ ⇒ ⇒ 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 >0 −𝑥−6 𝑥+1 >0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol.4) sebgai berikut. ∞). x + 1 = 0 diperoleh x = –1. 𝑥 = −2. −1). −1). 168 Persamaan dan Pertidaksamaan .5.

lihat Gambar 2.5.500 m2. GAMBAR 2. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap.5. CONTOH 2. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m.5.5. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola. Penerapan ini akan disajikan dalam bentuk contoh-contoh.4 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat Berikut ini akan diberikan beberapa contoh pemakaian pertidaksamaan kuadrat untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari. maka tentukan minimal lebar jalur tersebut. maka : Persamaan dan Pertidaksamaan 169 .500 m2.3.9 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m.3 Jalur lari mengelilingi lapangan sepak bola Luas jalur dalam m2 adalah L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 = 300x + 4x2 Karena luas jalur adalah 2.2. Jika luas jalur tersebut tidak boleh kurang dari 2.

∞). maka diperoleh x ≥ 25 m. Karena nilai x > 0. ∞). 𝑥 ≤ −100 atau 𝑥 ≥ 25}. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. Untuk 𝑥 − 25 = 0. Atau. 170 Persamaan dan Pertidaksamaan .500 ≥ 0 (x+100) (x -25) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 +100 𝑥 −25 = 0 Untuk 𝑥 + 100 = 0. yaitu: (-∞. -100] atau [25. +++ -200 -100 --0 25 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar sama dengan nol.2. dan (25.-100).2. Ambil titik uji pada masing-masing interval. Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. misal x = -200. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ++ yaitu (-∞. x = 0 dan x = 100. diperoleh titik 𝑥 = 25.500 ≤ 4x2 + 300x x2 + 75x . himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅. (-100. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. diperoleh titik 𝑥 = −100. 25). Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut minimal 25 m.

Persamaan dan Pertidaksamaan 171 . diperoleh −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 ≥ 4000 =≫ −2𝑥 2 + 184𝑥 − 4200 ≥ 0 =≫ 𝑥 2 − 92𝑥 + 2100 ≤ 0 =≫ 𝑥 − 50 (𝑥 − 42) ≤ 0 Mirip dengan langkah sebelumnya. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=188-2x. atau 4000 dalam ribuan. carilah titik-titik pembuat nol dan lakukan uji di beberapa titik. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+4x rupiah (dalam ribuan). Oleh karena itu.10 Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu.CONTOH 2. diperoleh:  Pendapatan = 𝑥 188 − 2𝑥 = 188𝑥 − 2𝑥 2  Biaya x unit = 200 + 4x  Keuntungan = Pendapatan – Biaya = 188𝑥 − 2𝑥 2 − 200 + 4𝑥 = −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 Dinyatakan bahwa laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu. Penyelesaian: Banyaknya unit adalah x dan harga per unit adalah (188-2x). Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual untuk dapat memperoleh laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu ?.5. Akan didapat interval-interval pada garis real sebagai berikut.

Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. b. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. Jadi banyaknya barang yang diproduksi per minggu paling sedikit 42 dan paling banyak 50. dan d merupakan bilangan real. c≠0. c.+++ 0 42 --45 50 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil sama dengan nol. 172 Persamaan dan Pertidaksamaan .  RANGKUMAN  Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 Dengan a. dan a dan c tidak keduanya nol. dan c adalah bilangan real.  Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 dengan a≠0. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda – yaitu 42 ≤ 𝑥 ≤ 50. b. b. .  Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥+𝑐 < 0 atau < 0 dengan a≠0. dan d adalah bilangan real.

e.SOAL LATIHAN 2-6 1. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=250-x. 2x + 1 < 3x + 5 < 2x + 6 d. 𝑥 2 −𝑥−6 𝑥 2 +2𝑥+1 ≤0 <0 > 𝑥 2 −𝑥 𝑥 > 𝑥−1 2 𝑥−2 (𝑥−1) 𝑥−3 (𝑥−4) 5. f. a. 4x + 2 ≤12 g. 8 – 4x < 12 f. −5 𝑥−3 + 2𝑥 + 1 > 0 > 5 6 ≥ + 2 𝑥+2 ≥0 2𝑥+3 𝑥 4. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. 2𝑥 2 −3𝑥+2 𝑥 2 −5𝑥+6 𝑥 2 +2 3𝑥 <0 b. x – 3 > 0 d. e. -4x > 4 e. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. x-1 < 2x + 1 ≤ 3 + x 3. a. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. d. + < + 𝑥 3 1 2 𝑥 4 5 6 b . a. 3 ≤ 2x – 7 < 5 c. f. Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual Persamaan dan Pertidaksamaan 173 . Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. 2 𝑥−2 >3 < 2 3 h. 2𝑥+4 3𝑥+2 2−𝑥 𝑥−2 >0 2−𝑥 𝑥−2 b. 6x + 6 < 12 – 24x 2. a. d. 6 2𝑥+4 4 𝑥−1 < 3𝑥 2𝑥−4 c. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+x rupiah (dalam ribuan). 2 𝑥 c. 2 – 4x ≥ 6x -2 i. 𝑥 2 −4𝑥+5 𝑥 2 −𝑥−2 𝑥 2 −1 𝑥 2 −2 >0 c. 3x + 5 < 5x – 7 b. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut.

6.000. masing-masing dengan harga Rp 2.500. maka penjualan berkurang 300 buku.000 per minggu ?. 174 Persamaan dan Pertidaksamaan . Sebuah penerbit menjual 5. Berapa harga maksimum yang harus dikenakan agar penerimaan paling sedikit Rp 15.untuk dapat memperoleh laba paling sedikit Rp 100. Jika harga dinaikkan Rp 500.000.000 buku.

menggerakkan gambar dalam suatu ruang.Bab 3 MATRIKS Matriks banyak dipakai untuk pengembangan berbagai macam cabang matematika. dan penggunaannya pada penyelesaian sistem persamaan linear. dalam hal ini elemen dari matriks dibatasi pada bilangan real saja. tranformasi linear. teori graf. Namun Pada buku ini hanya mengenalkan matriks. Matriks 175 . operasi yang berlaku dan beberapa sifat matriks. dan sebagainya.1 Matriks Dan Operasinya Pada bagian ini akan dibahas tentang definisi matriks. 3. menyatakan sebuah gambar (citra). seperti penyelesaian persamaan linear. operasi pada matriks. Dalam penerapannya di bidang grafika komputer matriks dipakai untuk merepresentasi struktur data dari suatu graf. dan sebagainya. Perhatikan definisi dibawah ini.

1 Beberapa contoh matriks: 1 −2 1 2 2 .1: Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang. 0 7 Ukuran matriks ditunjukan dengan banyaknya baris dan banyaknya kolom. vektor kolom dan vektor baris biasa dilambangkan dengan sebuah huruf kecil tebal atau huruf kecil diberi garis atasnya. karena matriks terdiri dari tiga baris dan dua kolom. seperti pada Contoh 3. matriks yang ketiga juga dinamakan dengan matriks baris atau vektor baris karena hanya terdiri dari sebuah baris saja. −2 3 5 1 −1 1 2 3 . Secara umum notasi untuk sebauh matriks menggunakan huruf besar. Matriks yang terakhir adalah matriks kolom atau vektor kolom. Keduanya.1.1.DEFINISI 3. 176 Matriks . ukuran matriks pertama adalah 3 x 2. karena hanya terdiri dari sebuah kolom saja.1. sedangkan anggota dari matriks biasanya menggunakan huruf kecil.1 secara berurutan. 3 −2 4 −2 2 0 . Bilangan-bilangan dalam susunan itu dinamakan anggota/elemen matriks tersebut. CONTOH 3. Begitu juga matriks selanjutnya mempunyai ukuran 3 x 3.

Selanjutanya kita akan melihat operasi apa saja yang dapat dikenakan pada matriks. i.CONTOH 3. ■ Beberapa istilah matriks Untuk matriks 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 . Beberapa contoh matriks baris adalah 2 −7 .2 Matriks A mempunyai ukuran m × n. −2 kolom. Jika banyaknya baris m = 1.1. 0 . maka matriks A dinamakan matriks Matriks 177 . maka matriks tersebut dapat ditulis sebagai 𝑎11 𝑎21 ⋮ 𝑎𝑚1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑚2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑚3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑚𝑛 𝐴 = atau dapat ditulis 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 Jika diinginkan untuk menyebut sebuah anggota matriks A pada baris ke-i dan kolom ke-j. 1 3 −1 3 6 2 2 1 . 4 2 5 0 ii. Jika banyaknya baris n = 1. Beberapa contoh matriks baris adalah 3 2 . maka matriks A dinamakan matriks baris. maka penyebutan itu menggunakan notasi (A)ij = aij.

Beberapa contoh matriks diagonal adalah 3 0 0 2 0 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks diagonal. biasa disimbulkan dengan In.iii. Jika banyaknya baris m = banyaknya kolom n. 178 Matriks . Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks identitas (satuan). Jika semua elemen A adalah 0. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≥ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga bawah. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑛𝑜𝑙. Beberapa contoh matriks bujursangkar adalah −2 . 0 0 0 0 0 v. maka matriks A dinamakan matriks nol (0). Beberapa contoh matriks identitas adalah 1 𝐼2 = 0 0 . Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 < 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. maka matriks A dinamakan matriks bujursangkar (square matriks). 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 1. 3 5 −2 3 −2 2 0 4 4 1 3 iv. 1 𝐼3 = 1 0 0 1 0 0 0 0 . 2 −7 . Beberapa contoh matriks nol adalah 0 0 0 0 0 . 1 𝐼4 = 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 vii. 0 −2 0 0 −3 0 0 9 vi.

maka berlaku aij = bij Perhatikan contoh dibawah ini. Beberapa contoh matriks simetri bawah adalah 3 0 . 0 0 1 𝐼4 = 2 0 0 0 3 −1 0 0 4 5 0 0 0 3 5 1 ix. 0 1 −3 6 −3 0 5 2 .Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 1 2 0 .1. CONTOH 3. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≤ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga atas. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑗𝑖 maka matriks A dinamakan matriks simetri.2: Dua matriks dikatakan sama jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama dan anggota yang berpadanan juga sama. 5 1 0 4 −2 3 −2 0 0 .3 Pandang beberapa matriks di bawah ini. −3 6 6 5 −3 2 −3 2 1 Matriks 179 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 > 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. Jika ada dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dikatakan sama. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 7 1 0 3 14 −1 3 0 0 0 0 2 2 0 0 0 1 viii. 0 1 DEFINISI 3.1. Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 3 2 .

elemen cij = aij + bij. maka kedua matriks tersebut dapat dijumlahkan atau dikurangkan. Untuk menambahkan atau mengurangkan kedua matriks tersebut anggota yang berpadanan dijumlahkan atau dikurangkan.3: Jika dua matriks A dan B mempunyai ukuran yang sama. maka nilai x pada A harus sama dengan 2. Pengurangan matriks A dan B A-B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B. maka: 1.bij . Matriks yang tidak mempunyai ukuran yang sama tidak dapat dijumlahkan atau dikurangkan Dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dapat dijumlahkan atau dikurangkan. 𝐶 = 3 4 3 4 3 4 5 6 Jika matriks A = B. DEFINISI 3.𝐴 = 1 𝑥 1 2 1 2 . Matriks B tidak sama dengan matriks C karena kedua matriks tersebut tidak mempunyai ukuran yang sama. Jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama. elemen cij = aij . CONTOH 3.4 Pandang beberapa matriks di bawah ini. Penjumlahan matriks A dan B A+B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B. 𝐵 = . 180 Matriks . 2.1.1.

𝐴 = 1 −2 1 . Penyelesaian: A+B = 1 −2 5 + 3 4 1 1 3 1 + 5 −2 + 2 6 2 = = 3+1 4+4 4 4 0 8 𝐴 − 𝐵 = −2 5 2 1−5 − = 4 1 4 3−1 −4 −4 −2 − 2 = 2 0 4−4 Cobalah lakukan penjumlahan A dengan C. CONTOH 3.1. DEFINISI 3. apa bisa dilakukan?. Penyelesaian: 2𝐴 = 2 1 3 −2 2 −4 = 4 6 8 Matriks 181 . 𝐵 = 3 4 1 2 1 2 . 𝐵 = 3 4 3 1 2 2 5 4 6 Dapatkan 2A dan − 𝐵.𝐴 = 1 −2 5 .5 Pandang beberapa matriks di bawah ini. maka cA adalah sebuah matriks yang ukuranya sama dengan ukuran A dan elemennya adalah caij.4: Jika sembarang matriks A dikalikan dengan scalar c.1. 𝐶 = 4 3 4 5 6 Dapatkan A + B dan A-B.

1.1. jika matriks A mempunyai ukuran m × p.7 Dapatkan perkalian matriks A dan B 182 Matriks . n dan j=1. 𝐵 = 3 4 2 3 = 1 1 + −2 2 3 1 + 4(2) Selanjutnya cobalah untuk mengalikan A dengan C. …. dan matriks B harus mempunyai ukuran p × n maka hasil-kali A dan B adalah sebuah matriks C yang mempunyai ukuran m x n dan anggota cij berasal dari jumlahan perkalian antara baris ke-i dari matriks A dengan kolom ke-j dari matriks B. atau 𝑐𝑖𝑗 = 𝑛 𝑘=1 𝑎𝑖𝑘 × 𝑏𝑘𝑗 dengan i=1. 2. matriks C berukuran 2x2 karena ukuran A adalah 2x2 dan ukuran B adalah 2x2. 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = 1 3 −2 1 0 × 4 2 3 1 0 + −2 3 −3 = 3 0 + 4(3) 11 −6 12 1 −2 1 0 . CONTOH 3. m CONTOH 3.5: Dua matriks A dan B dapat dikalikan.6 Dapatkan perkalian matriks A dan B jika 𝐴 = Penyelesaian: C= A x B. 2.1.1 𝐵 2 = 1 2 1 2 3 2 1 2 5 2 3 DEFINISI 3. ….

1. 1 3 1 2 −2 2 × 3 4 4 1 2 1 = −1 17 5 0 6 1 0 2 2 6 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = −4 −7 23 39 Selanjutnya kalau kita mencoba mengalikan A dengan C. tidak dapat dilakukan karena ukurannya tidak memungkinkan untuk dikalikan.6: Matriks transpose dari matriks A ditulis AT atau A‟ yang elemennya merupakan elemen A dengan mengubah baris i menjadi kolom i atau mengubah kolom ke i menjadi baris ke i. matriks C berukuran 2x4 karena ukuran A adalah 2x3 dan ukuran B adalah 2x4. DEFINISI 3. CONTOH 3.jika 𝐴 = 1 −2 3 4 1 2 .1. 𝐵 = 3 1 2 2 5 4 6 1 0 0 1 2 Penyelesaian: C= A x B.8 Dapatkan transpos dari matriks A dan B jika 𝐴 = 1 2 𝐵 = 3 4 2 1 Penyelesaian:  Tranpose matriks A 5 0 6 1 0 2 1 −2 3 4 2 . 1 Matriks 183 .

matriks diagonal. 184 Matriks . matriks identitas.9 Dapatkan trace dari matriks 𝐴 = Penyelesaian: tr(A) = 1 + 4 = 5 tr(B) = 1+4 + 0 = 5 1 3 1 −2 dan 𝐵 = 3 4 2 2 5 4 6 . matriks nol. dan perkalian asal memenuhi syarat operasi yang telah didefinisikan. matriks bujur sangkar.1. Berbagai macam matriks diantaranya: matriks baris.  Untuk matriks bujur sangkar A. pengurangan. dan matriks simetri. matriks kolom. penjumlahan. CONTOH 3.1.1 𝐴𝑇 = −2 2  3 4 1 . 1 0  RANGKUMAN   Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang. didefinisikan sebagai jumlah elemen pada diagonal utama matriks A. trace A = tr(A) merupakan jumlahan elemen pada diagonal utama matriks A.7: Jika A merupakan persegi. matriks segitiga atas. Tranpose matriks B. 1 3 2 2 4 1 𝐵𝑇 = 5 6 0 0 1 2 DEFINISI 3. matriks segitiga bawah.  Pada matriks berlaku operasi kesamaan. maka trace A dinyatakan dengan tr(A).

(A+B)T f. Apakah B+BT dilakukan? dapat d. b. AT+BT b. 𝑎 − 1 𝑎 + 𝑏 3 = 5 3 𝑐 𝑏 2 − 1 𝑑 3 Matriks 185 . 4. a. Apakah C+CT dapat dilakukan? −2 −3 . 1 3 𝑎 = 3 3 𝑐 𝑏 𝑑 b. Apakah (B+B)T simetri? 3. (A-B)T 𝐴 = 2 4 c. Tentukan nilai a. 𝐵 = 2 3 2 . d. Jika diberikan matriks 1 −2 3 . 𝐵 = 2 3 b. dan 𝐶 = 1 2. 0 −2 2 0 0 −3 2 0 0 0 0 0 0 0 4 0 3 0 c. maka: 2 3 1 a. 1 2 3 2 2 2 3 2 3 1 0 0 2 1 0 1 0 1 b. d pada persamaan matriks berikut ini. a. Tentukan jenis matriks berikut ini. Apakah A+AT simetri? c. Jika diberikan matriks 2 −2 2 . c. dan 𝐶 = 0 1.SOAL LATIHAN 3-1 𝐴 = 1 4 −1 3 . A-AT 2 . 2A+3B e. A-B d. maka dapatkan: 1 3 1 a.

b. sedemikian hingga berlaku AB = BA = I. Sebaliknya matriks A adalah invers dari matriks B. maka periksalah mana diantara hasil perkalian 1 3 1 matriks berikut ini yang dapat dioperasikan dan dapatkan hasil perkaliannya. CT BT AT 3. DEFINISI 3. (ABC)T c. matriks yang tidak mempunyai invers dikatakan matriks singular.1: Misal A merupakan matriks bujur sangkar dan misal ada matriks bujur sangkar B yang berukuran sama dengan ukuran A. Tentukan nilai a. ATB.5. AB. Sebaliknya. A(BC). Matriks yang mempunyai invers dikatakan matriks non singular. 𝐵 = 2 3 2 . Sebelumnya perhatikan definisi invers dibawah ini. dan 𝐶 = 0 2 −2 2 . BTA e. C2 f. c. Jika 2𝑏 + 𝑎 0 −6 = 4𝑧 + 1 3 2𝑧 diberikan matriks 𝐴 = 1 4 −1 3 .2 I nvers Matriks Pada bagian ini akan dibahas tentang invers dari suatu matriks dan cara mencari inversnya. B2. a. 𝑎 + 1 𝑑 − 1 6. 186 Matriks . d pada persamaan matriks berikut ini. ditulis B-1. BA d. matriks A disebut matriks yang dapat dibalik atau matriks yang punya invers dan matriks B disebut invers dari matriks A dan ditulis A-1. A2.2. Sifat-sifat dasar dari suatu matriks yang mempunyai invers. (AB)C b.

TEOREMA 4. Oleh karena (AB)(B-1A-1) = I. maka invers dari matriks ini adalah tunggal (hanya ada satu).CONTOH 3. yaitu B-1A-1.2. (AB)-1 = B-1A-1 Bukti: Dengan mengalikan kedua sisi pada statemen nomor 2 dengan AB. Secara simultan telah ditunjukan bukti untuk (1) dan (2).1: Jika matriks A dan B adalah matriks yang mempunyai invers dan berukuran sama. maka (AB)(B-1A-1) = ABB-1A-1 = AIA-1 = I. Dapat kita lihat bahwa: 2 −1 3 1 0 5 2 −5 = = 𝐼 0 1 2 −1 3 1 3 5 = 0 1 2 0 = 𝐼 1 2 −5 −1 3 Oleh karena AB=BA=I maka:   matriks A adalah invers dari matriks B. maka: 1. matriks AB mempunyai invers. 2. Jika suatu matriks mempunyai invers.1 Misal 𝐴 =   3 1 3 𝐴𝐵 = 1 𝐵𝐴 = 5 2 −5 dan 𝐵 = . Matriks 187 . Perlu diperhatikan bahwa tidak setiap matriks bujur sangkar mempunyai invers. atau A-1=B.2. atau B-1=A matriks B adalah invers dari matriks A. AB juga mempunyai invers.

2.2. maka dapat didefinisikan 𝐴−𝑛 = (𝐴−1 )𝑛 = 𝐴−1 𝐴−1 𝐴−1 … 𝐴−1 188 Matriks .CONTOH 3. Periksalah bahwa: 3 2 3 2 2 2 6 8 = 3 2 3 8 11 3 −2 −1 1 −1 −1 1 2 11 2 3  (𝐴𝐵)−1 = −4 3 2 −4 3 3 −1 −2 −4 = 2 = (𝐴𝐵)−1 1 −4 3 11  𝐵−1 𝐴−1 = −1 −1 1 Untuk menambahkan wawasan kedalaman tentang pembahasan matriks. DEFINISI 3. maka dapat didefinisikan 𝐴0 = 𝐼 dan 𝐴𝑛 = 𝐴𝐴𝑛−1 dengan n > 0. berikut ini akan ditampilkan beberapa definisi dan teorema yang tidak dibuktikan.2 Misal 𝐴 =    1 1 1 𝐴𝐵 = 1 𝐴−1 = 𝐵−1 = 2 2 2 dan 𝐵 = .2: Jika A merupakan matriks bujur sangkar. Jika matriks A mempunyai invers.

TEOREMA 4.3: Jika matriks A mempunyai invers.TEOREMA 4. 𝐴−1 mempunyai invers dan (𝐴−1 )−1 = 𝐴. 1 𝑘 CONTOH 3.3: Jika matriks A mempunyai invers.2. 3. 2. Untuk k scalar yang tak nol.2. Periksalah bahwa: 1 3 3 −2 = −1 1 1 2 1 3 1 2 1 3 1 2 11 = 1 3 15 3 −2 −1 1 30 41 3 −2 −1 1 𝐴3 = 𝐴−3 = (𝐴−1 )3 = = 41 −15 3 −2 −1 1 −30 11 TEOREMA 4. 𝐴𝑛 mempunyai invers dan (𝐴𝑛 )−1 = (𝐴−1 )𝑛 .2.2. maka AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 . Matriks 189 .2: Jika matriks A merupakan matriks bujur sangkar dan m. untuk n bilangan bulat positif. maka 1. n adalah bilangan bulat. kA mempunyai invers dan (𝑘𝐴)−1 = 𝐴−1 .3 Misal 𝐴 =    𝐴−1 1 2 . maka 𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚+𝑛 dan (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 .

maka:  Invers A disimbulkan dengan 𝐴−1 .2.3. dan Invers B disimbulkan dengan 𝐵 −1 . (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 = 3 −2 −1 1 𝑇 = 3 −1 −2 1  RANGKUMAN  Untuk matriks A dan B yang mempunyai invers. Dapatkan invers dari AT. berlaku:  𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚 +𝑛  (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 dengan m. n adalah bilangan bulat.4 Misal 𝐴 = 1 2 dan dari contoh sebelumnya bahwa 1 3 𝐴−1 = 3 −2 .  (AB)-1 = B-1A-1  Untuk matriks bujur sangkar A.  Untuk matriks A yang mempunyai invers.2. −1 1 Penyelesaian: Berdasarkan teorema 4. matriks AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 190 Matriks .CONTOH 3.  AB juga mempunyai invers.

𝐴 = c. 𝐴 = 1 0 0 . 1 a. 𝐵 = −2 0 1 1 0 6 1 −3 0 0 1 0 1 3 1 . (𝐴−1 )−1 c. Carilah nilai x. 𝐴 = 1 2 3 2 1 −1 3 3 . a. 𝐵 = 1 2 −1 1 0 −3 2 b. (𝐴𝐴−1 )−1 d. 𝐴−2 1 𝐴 = 0 2 0 0 3 1 . 𝐵 = −2 5 −2 −1 2. 𝐵 = 0 1 0 0 1 −1 3 5 −3 . (𝐴𝑇 )−1 b.SOAL LATIHAN 3-2 1. 𝐴 = 0 2 1 b. 𝐴 = 0 2 0 0 1 0 0 3 1 . 𝐴 = d. a. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐵 = 1 −1 1 4 −2 4 6 4 0 1 4 1 4 0 1 4 −3 4 5. 𝐴 = 1 0 1 . Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐵 = 4 −2 1 1 −1 6 1 0 1 −3 3. Jika diberikan matriks maka: Matriks 191 . 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 1 −1 3 1 . agar matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 4. 𝐵 = 0 1 1 2 3 2 . 𝐴 = b. Jika maka: diberikan matriks 𝐴 = 2 4 1 2 −4 −3 dan 𝐴−1 = 16 3 2 2 a.

Pengertian baris. Determinan untuk suatu matriks Anxn ditulis 𝑎11 𝑎21 det(A) = |A| = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑛𝑛 merupakan suatu nilai real tertentu yang terdefinisi. tetapi perlu diperhatikan bahwa determinan hanya didefinisikan untuk ukuran n x n (berorder n). Elemen a11. (𝐴𝑇 )−1 b. 192 Matriks . akan ditekankan bahasan pada pengertian determinan sebagai fungsi yang mengaitkan setiap matriks bujur sangkar A dengan suatu bilangan real yang disebut determinan dari A dan dinotasikan dengan det(A) atau |A|. 𝐴−2 6. dengan 2 4 𝐴 = −3 2 4 1 a. 𝐴−2 d. (𝐴𝐴−1 )−1 d. Agar matriks B merupakan invers dari matriks A. Tentukan x c.3 Determinan Dalam subab ini. kolom. (𝐴−1 )−1 c.a. a22. (𝐴2 )−1 1 0 1 2 dan 𝐵 = 𝑥 11 1 −11 −3 −6 14 6 −7 16 b. Pendefinisian nilai dari suatu determinan akan dibahas setelah ini. ( 1 𝐴)−1 11 3. …. dan unsur pada matriks berlaku juga untuk determinan. ann disebut elemen diagonal utama dari determinan.

3.1) 1. diperoleh dengan mengalikan minor Mrs dengan (-1)r+s. Juga dapatkan matriks Kofaktor dan adj(A). yaitu Krs = (-1)r+sMrs DEFINISI 3. Pada suatu determinan dari matriks An×n. CONTOH 3. tuliskan determinan dari A. apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus (dihilangkan) dari matriks A. Kofaktor dari unsur ars dinotasikan dengan Krs. Akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars.1: Jika matriks Anxn adalah matriks bujur sangkar dan Kij merupakan kofaktor dari elemen aij.3.1 3 −5 . maka: 𝐾11 𝐾21 ⋮ 𝐾𝑛1 𝐾12 𝐾22 ⋮ 𝐾𝑛2 𝐾13 𝐾23 ⋮ 𝐾𝑛3 … 𝐾1𝑛 … 𝐾2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝐾𝑛𝑛 (3. Minor dan kofaktor −1 2 dari setiap elemen A.3. 2.Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11. Matriks KT dinamakan adjoint dari A. Matriks 𝐾 = dinamakan matriks Kofaktor. ditulis adj(A)=KT. Misal 𝐴 = Penyelesaian:   Determinan dari A = det(A)= Minor dari setiap elemen A: 3 −1 −5 2 Matriks 193 .

3. dihapus.2: (NILAI DETERMINAN) Nilai determinan dari matriks Anxn adalah jumlahan dari hasil kali elemen – elemen dalam satu baris (kolom) dengan kofaktornya. 194 Matriks . untuk suatu kolom j (3. 3 −5 o M12=|-1|=-1 baris 1 dan kolom 2 pada −1 2 3 −5 o M21=|-5|=-5 baris 2 dan kolom 1 pada −1 2 3 −5 o M22=|3|=3 baris 2 dan kolom 2 pada −1 2  Kofaktor dari setiap elemen A: o K11=(-1)1+1M11=2 o o o  K12=(-1)1+2M12=-(-1)=1 K21=(-1)2+1M21=-(-5)=5 K22=(-1)2+2M22=3 Matriks Kofaktor dari A. 3  Matriks adj dari A. 3 DEFINISI 3. 2 1.3. atau det 𝐴 = Atau det 𝐴 = 𝑛 𝑗 =1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 . Ingat bahwa |2| determinan tingkat nilai mutlak.o M11=|2|=2 baris 1 dan kolom 1 pada 3 −1 −5 dihapus. 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = 2 1 5 . 𝐾 = 2 5 1 .3) Rumusan pada definisi di atas ini dinamakan expansi Laplace.3. 𝑛 𝑖=1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 .2) untuk suatu baris i (3. bukan dihapus. dihapus.

3) dengan memilih 𝑎11 𝑎12 i=1. maka det(A) = ad -bc 𝑑 Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut. 2 Penyelesaian: det(A) = ad-bc 2 = 3(2) – (x-5)(-1) Matriks 195 . jika |A|=2.1 Determinan Tingkat Dua Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3.3. CONTOH 3. maka dapatkan nilai x.3.Dari definisi di atas terlihat dengan jelas bahwa determinan matriks merupakan suatu skalar (nilai real) yang diperoleh dari elemen-elemen matriks dengan operasi tertentu.2 3 −1 Penyelesaian: Misal 𝐴 = −5 . 2 det(A) = ad-bc = 3(2) – (-5)(-1) = 6-5 = 1.3 Misal 𝐴 = 3 −1 𝑥 − 5 . CONTOH 3. Jika matriks 𝐴 = 𝑎 𝑐 𝑏 .3. 3. dapatkan determinan dari A. determinan dari matriks 𝐴 = 𝑎 adalah: 21 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎22 − 𝑎12 𝑎21 Dari sini dapat dikatakan bahwa determinan dari matriks 2x2 adalah perkalian elemen diagonal utama dikurangi denga perkalian elemen diagonal kedua.3.

3. dari hasil rumusan di atas dapat ditata menjadi: + + + 𝑎11 𝑎12 𝑎13 𝑎11 𝑎12 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎22 𝑎23 𝑎21 𝑎22 𝑎31 𝑎32 𝑎33 𝑎31 𝑎32 196 Matriks .2 Determinan Tingkat Tiga Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3.3.2 = 6 +x-5 atau x = 1.3. determinan dari matriks 𝑎11 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 adalah: det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 + 𝑎13 𝐾13 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 + 𝑎13 (−1)1+3 𝑀13 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎 32 𝑎23 𝑎21 − 𝑎12 𝑎 𝑎33 31 𝑎23 𝑎21 +𝑎13 𝑎 𝑎33 31 𝑎22 𝑎32 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 𝑎33 = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎32 𝑎23 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 − 𝑎31 𝑎23 + 𝑎13 (𝑎21 𝑎32 − 𝑎31 𝑎22 ) = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎12 𝑎23 𝑎31 + 𝑎13 𝑎21 𝑎32 −𝑎13 𝑎22 𝑎31 + 𝑎11 𝑎23 𝑎32 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 Untuk memudahkan pencarian nilai determinan tingkat 3 secara manual.3) dengan memilih i=1.

maka dapatkan nilai x.5 Misal 𝐴 = −1 3 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −5 0 2 1 0 2 −5 0 2 1 . 2 3 −1 3 −𝑥 2 0 10 = 3(2)2 – (-x)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-x)(-1)2 10 = 12 +3x + 0 – 0 + 0 – 2x atau x =-2. Matriks 197 . Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut. 0 2 3 −5 −1 2 3 0 = 3(2)2 – (-5)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-5)(-1)2 = 12 +15 + 0 – 0 + 0 – 10 = 17 3 −𝑥 Misal 𝐴 = −1 2 3 0 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −𝑥 2 0 0 1 2 0 1 .3.3.3.3 Sifat-Sifat Dasar Determinan Berikut ini diberikan beberapa sifat dasar determinan dalam bentuk teorema tanpa bukti.4 3 Contoh 3. dapatkan determinan dari A. CONTOH 3. 3.Ini yang dinamakan dengan aturan Sarrus. Dengan sifat-sifat ini penghitungan nilai determinan dapat lebih sederhana. jika |A|=10.

maka nilai determinan tersebut adalah nol.elemen sembarang baris atau kolom pada determinan tersebut dikalikan k. maka nilai determinan tersebut adalah nol. v. maka nilai determinan tersebut tetap tidak berubah. Jika unsur-unsur dari satu baris atau kolom suatu determinan semuanya nol.i. Jika unsur-unsur yang bersesuaian dari dua baris (atau kolom) dari suatu determinan sebanding. merupakan sifat penting dan sering digunakan dalam penghitungan nilai suatu determinan dan invers matriks. iv. vii. maka nilainya menjadi -1 kali determinan semula. iii. ii. Nilai suatu determinan menjadi kelipatan k nilai determinan semula jika elemen . Nilai suatu determinan tidak berubah jika baris-barisnya ditulis sebagai kolom-kolom dan sebaliknya. viii. Invers dari matriks non-singular A yang berukuran n × n dapat dinyatakan 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎𝑑𝑗(𝐴) Sifat-sifat di atas. Jika semua unsur dari satu baris (atau kolom) suatu determinan dapat ditulis sebagai jumlahan dua bilangan. maka determinan tersebut dapat ditulis sebagai jumlahan dua determinan. Jika unsur-unsur suatu baris (atau kolom) determinan diganti dengan menambahkan pada unsur-unsur tersebut k kali unsurunsur yang bersesuaian pada baris (atau kolom) yang lain. vi. 198 Matriks . Jika sembarang dua baris (atau kolom) dari determinan ditukar letaknya.

iii. 𝑎 CONTOH 3.4 Mencari Invers Matriks Untuk mencari invers matriks yang berukuran n × n dapat rumusan 𝐴−1 =  1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 Invers matriks berukuran 2×2 Kita akan mencari invers matriks yang berukuran 2×2 dengan menggunakan determinan dan adjoint. maka: 𝑑 𝑑 −𝑐 Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾 = −𝑏 𝑎 Matriks adjoint dari A adalah 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = Matriks invers dari A adalah 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎 𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 𝑎 adj 𝐴 = 1 𝑎𝑑 −𝑏𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 .  𝑎𝑑𝑗(𝐴) = 2 5 1 3 Matriks 199 .3. ii.3. 𝑏 dan det(A) tidak nol.3. Jika matriks 𝐴 = i.6 Misal 𝐴 = 3 −1 −5 . 2 Penyelesaian:  Telah diperoleh dari contoh sebelumnya bahwa det 𝐴 = 3 2 − (−1)(−5) = 1. dapatkan invers dari A.

diperoleh 𝐴−1 = = 1 𝑑 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 −𝑐 1 4 2 −2(3) −𝑏 𝑎 1 −1 2 −2 = −3/2 2 −3 4  Invers matriks berukuran 3×3 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 dan A non singular.3. Matriks kofaktor dari A adalah 200 Matriks . bisa menggunakan aturan sarrus. 3 2 Penyelesaian: Kita selesaikan langsung menggunakan rumus untuk invers matriks berukuran 2×2. 𝑎33 𝑎11 Misal matriks 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 Invers matriks A.7 Misal 𝐴 = 4 2 . dapat dicari sebagai berikut. Mencari matriks kofaktor dari A dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 . 𝑎11 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎11 𝑎23 𝑎21 𝑎33 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 ii. dapatkan invers dari A. Mencari nilai determinan dari A. i. Invers dari 𝐴 adalah 𝐴−1 = 1 𝑎𝑑𝑗 𝑑𝑒𝑡 (𝐴) 𝐴 = 1 1 2 5 2 = 1 3 1 5 3 CONTOH 3.

Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 CONTOH 3. Dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 .𝐾11 𝐾 = 𝐾21 𝐾31 𝐾12 𝐾22 𝐾32 𝐾13 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾33 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT iii. 1 2 det(A)=1-0+2-(4+3+0)=-4. ii. dapatkan invers dari A.8 1 Misal matriks 𝐴 = 2 4 Penyelesaian: i. matriks A non singular. 1 1 Matriks 201 . 1 det(A)=|A|= 2 4 0 1 1 0 1 3 2 1 1 1 4 1 0 1 1 3 . Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾11 𝐾12 𝐾13 𝐾 = 𝐾21 𝐾22 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾31 𝐾32 𝐾33 𝐾11 = (−1)1+1 𝑀11 = 1 3 = 1 1 − 3 1 = −2.3. bisa menggunakan aturan sarrus. Mencari matriks kofaktor dari A. Mencari nilai determinan dari A.

− 1 1 } = 1. 4 = −3.- 𝐾12 = (−1)1+2 𝑀12 = − 𝐾13 = (−1)1+3 𝑀13 = 𝐾21 = (−1)2+1 𝑀21 𝐾22 = (−1)2+2 𝑀22 𝐾23 = (−1)2+3 𝑀23 𝐾31 = (−1)3+1 𝑀31 𝐾32 = (−1)3+2 𝑀32 𝐾33 = (−1)3+3 𝑀33 −2 10 1 −3 −1 −1 2 4 3 = −{2 1 − 3 4 } = 10. −1 2 2 = 1. 1 4 = −2. Jadi 𝐾 = −2 −1 1 −1 −1 1 −2 1 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT= 10 −3 −2 −1 iii. Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 1 −4 = −2 10 −2 1 −1 −3 −1 −1 1 1/2 −1/4 1/4 1/4 = −10/4 3/4 1/2 1/4 −1/4 Silahkan dicoba untuk mengalikan A dengan 𝐴−1 . apa hasil yang didapat ? 202 Matriks . −0 4 = −1. 2 1 =2 1 −1 4 1 0 1 =− = −{0 2 1 2 1 1 = = 1 1 −1 4 2 1 0 =− =− 1 1 4 1 0 1 = = 0 3 −1 1 3 1 1 =− =− 1 3 2 3 1 0 = = 1 1 −0 2 1 1 = −1. = −1.

Matriks 203 . dengan Krs = (-1)r+sMrs     Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11. akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars=Mrs. Dapatkan Kofaktor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. 𝐴 = c. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2. maka det(A) = ad -bc 𝑑 1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 SOAL LATIHAN 3-3 1. apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus dari determinan. a. ditulis adj(A)=KT. Jika matriks 𝐴 = 𝐴−1 = 𝑎 𝑐 𝑏 . Matriks KT dinamakan adjoint dari A. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = d. Dapatkan Minor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. RANGKUMAN  Pada suatu determinan. Krs adalah Kofaktor dari unsur ars.

a. Dapatkan Matriks Kofaktor. adjoint. 𝐴 = d. 𝐴 = d. 𝐴 = 1 0 −2 1 6 1 204 Matriks .a. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = −2 6 0 0 0 1 1 −3 5. matriks kofaktor. adjoint. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. dan invers dari matriks berikut ini. 𝐴 = c. 𝐴 = d. dan invers dari matriks berikut ini. 𝐴 = c. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 6. Dapatkan Matriks Kofaktor. 𝐴 = c. 𝐴 = 0 2 0 1 0 d. adjoint. 𝐴 = 0 3 2 1 1 c . b = 1 −2 6 1 4 0 0 0 1 1 −3 0 1 −3 0 0 3 1 1 −1 d. daninvers dari matriks berikut ini. 1 0 a. 𝐴 = 5 0 0 6 b. 1 0 a. 𝐴 = 0 3 2 1 0 1 0 1 b. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 3. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2 3 1 2 4. Dapatkan nilai determinan. a.

Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. 0 2𝑥 0 3 1 0 1 =4 𝑥 − 1 9. 1 = 0 3 1 2 1 𝑥 − 1 𝑥 b.7. Buktikan bahwa: 10. 1 2 𝑥 − 5 =5 1 2 𝑥 − 1 𝑥 + 3 = 𝑥 −2 5 8. 1 = c. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. 1 0 𝑥 a. 2 − 𝑥 1 5 2 − 𝑥 1 6 3 = 𝑥 𝑥 b.Buktikan bahwa: Matriks 205 . d. a. Tunjukkan bahwa: 11.

2) (3.4. Sekarang kita coba selesaikan dengan menggunakan matriks.4.4 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Matriks Pada bab 2. seperti berikut ini. telah mengenalkan tentang sistem persamaan linear.1) dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks seperti berikut ini. 𝐴𝑋 = 𝐵 (3.1) dengan 𝑎11 𝑎21 𝐴 = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑥1 𝑥2 ⋮ 𝑥𝑛 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … … ⋱ … 𝑎1𝑛 𝑎2𝑛 ⋮ 𝑎𝑛𝑛 𝑋 = 206 Matriks .4. 𝑎11 𝑥1 + 𝑎12 𝑥2 +𝑎13 𝑥13 + ⋯ + 𝑎1𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏1 𝑎21 𝑥1 + 𝑎22 𝑥2 +𝑎23 𝑥13 + ⋯ + 𝑎2𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏2 … 𝑎𝑛1 𝑥1 + 𝑎𝑛2 𝑥2 +𝑎𝑛3 𝑥13 + ⋯ + 𝑎𝑛𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏𝑛 Persamaan (3. Ingat kembali tentang sistem persamaan linear dengan n buah variabel dan n buah persamaan. yang diselesaikan dengan metoda grafis dan substitusi.3.

1 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks.4.2 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks. apakah kembali ke bentuk seperti persamaan semula?. Matriks 207 . 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 CONTOH 3. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1 3 1 −2 𝑥 10 𝑦 = 3 𝑧 −1 Coba lakukan pengalian matriks terhadap persamaan di atas ini.4.𝐵 = 𝑏1 𝑏2 ⋮ 𝑏𝑛 CONTOH 3.

Selanjutnya kita akan membahas penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan matriks dan determinan.

3.4.1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Invers Matriks
Perhatikan kembali persamaan (3.4.2), jika kedua ruas kita kalikan dari kiri dengan invers A, didapat 𝐴−1 𝐴𝑋 = 𝐴−1 𝐵 I𝑋 = 𝐴−1 𝐵 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 (3.4.3)

Jadi persamaan (3.4.3) merupakan penyelesaian sistem persamaan linear persamaan (3.4.1). CONTOH 3.4.3 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 𝑥2 = 5 1 2 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Invers dari A:

208

Matriks

𝐴−1 =

1 1 2 𝐾 = 2 1 −1 𝐴 1 2 2/3 −1/3 = −1/3 2/3 2/3 −1/3 −1/3 2/3

1 −1 2 −1 = 2 −1 2 4−1

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 1/3 3 = 7/3 5 𝑥

1 = 1/3 dan 𝑥2 = 7/3

CONTOH 3.4.4 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 , 𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Invers dari A: 𝐴−1 = 1 𝐾 = 2 𝐴 −1 2 1 −1 3 1 1 −1 −2 −1 −5 0 −10 −1 0 −4 −5 −2

Matriks

209

= 

0
1 5

1 5

1

2 1 1 0 −
5

4 5

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 0
1 5 1 5

1

2 1 1 0 −
5 11 5

4 5

10 3 = −1

21 5 11 5

5 𝑥

=

21 5

, 𝑦 = 5 dan 𝑧 =

3.4.2 Metoda Cramer
Untuk menyelesaikan persamaan (3.4.1), dapat menggunakan

determinan dari matriksnya. Metoda ini dinamakan metoda Cramer, namun bukti dari metoda ini tidak dibahas di sini. Pembaca bisa mencari pada literatur lain. Ingat kembali sistem persamaan linear dalam bentuk persamaan matriks berikut ini. 𝐴𝑋 = 𝐵 Jika det(A)≠ 0, maka penyelesaian dari sistem persamaan linear tersebut adalah: 𝑥1 = 𝐷
1 , 𝑥2 𝐷

= 𝐷

2 , 𝐷 𝑥

3 = 𝐷

3 , … , 𝑥𝑛 𝐷

= 𝐷𝑛

𝐷

Dengan D=det(A), dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada determinan D dengan matriks kolom B. Untuk lebih jelasnya, kita lihat contoh-contoh berikut ini.

210

Matriks

CONTOH 3.4.5 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Determinan Dk: 2 1 𝟑 𝐷1 = 𝟓 2 𝐷2 = 1 𝐷 = 1 = 4−1= 3 2 1 =6−5= 1 2 𝟑 = 10 − 3 = 7 𝟓

Penyelesaian untuk X adalah 𝑥1 = 𝐷
1 𝐷

=

1 3

dan 𝑥2 = 𝐷

2 𝐷

=

7 3

CONTOH 3.4.6 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini ddengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1

Matriks

211

𝑦 == 𝐷2 𝐷 Penyelesaian untuk X adalah = −21 −5 = −25 −5 = 5 dan 𝑧 = 𝐷3 𝐷 = −11 −5 212 Matriks . 𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Determinan Dk: 2 𝐷 = −1 2 10 𝐷1 = 3 −1 2 𝐷2 = −1 2 2 𝐷3 = −1 2  𝑥 = 𝐷1 𝐷 −1 3 1 1 = −5 −1 −2 −1 3 1 1 = −21 −1 −2 10 3 3 1 = −25 −1 −2 −1 10 1 3 = −11 −1 −1 .Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 .

2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. RANGKUMAN    Sistem persamaan linear dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks 𝐴𝑋 = 𝐵 Penyelesaian sistem persamaan linear persamaan 𝐴𝑋 = 𝐵 mempunyai penyelesaian 𝑋 = 𝐴−1 𝐵. a. 𝑥𝑛 𝐷 𝐷𝑛 𝐷 = 𝑥3 = = Dengan D=det(A). maka dengan metode Cramer sistem persamaan linear mempunyai penyelesaian 𝑥1 = 𝐷1 . −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada D dengan matriks kolom B. SOAL LATIHAN 3-4 1. … . 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. Jika det(A)≠ 0. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 2. 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. 𝑥2 𝐷 𝐷2 . Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 𝐷 𝐷3 . a. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 Matriks 213 . −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d.

a. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d.3. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b. Gunakan soal nomor 3 dan 4. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 5. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. mana yang lebih cepat? 214 Matriks . −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. Bandingkan antara penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan invers matriks dan menggunakan metode Cramer. 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b. a. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 4.

Rivai Wirasasmita. L. Buku Ajar Kalkulus. 13. 2007. Firmansyah Noor. 10. 2007 8. Endar Sucipto. 2007. Matematika SMU. Endang Riva‟I. Koko Martono. B. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas X. 2007. Buku Ajar Kalkulus 2. Marwanto. Yance Lagu M. 2004. Daftar Pustaka A1 . Penerbit Erlangga. 2007. Matmatika SMU. Endang Jaiman. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XII Program IPA. Jurusan Matematika FMIPA-ITS Surabaya. Ganeca. dkk.. 2003. Herwati. Jurusan Matematika ITS. 2005 12. Koko Martono. Matematika untuk SMK kelas X. 2007. Eryanto. Penerbit Armico Bandung. Ganeca. 3. Benny Hendarman. Tri Dewilistia. Penerbit M2S Bandung. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XI Program IPA. R. Yudistira.DAFTAR PUSTAKA 1. 6. Sembiring. 2006. Eryanto. Koko Martono. Firmansyah Noor. 2004. 5. 11. R. Matematika untuk SMK kelas XI. R. Matematika 1 untuk SMK kelas X Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen Program Keahlian Akuntansi. Matematika Keuangan. Edi Suranto. Yudhistira. Eryanto. Matematika Bisnis Manajemen. 9. HUP.A.K Noormandiri. HUP. Firmansyah Noor. 2007. R. Yogia. Ganeca. Matematika Interaktif. Benny Hendarman. 2004. 7. Maman Abdurahman. Penerbit Yudistira. 4. Endang Riva‟I. 2.

Matematika SMU. Kalkulus. Hendra Gunawan. 2003. Penerbit Erlangga. Wono Setyo Budhi. 2004. Rama Widya. 2004. J. 16. 18. Matematika SMU. Srikurnianingsing. Matematika SMA dan MA. Kuntarti. Erlangga 2003. Wila Adiyanto Sukoco. 2002. Alih bahasa: I Nyoman Susila. Arman Delta Selaras. Yohanes. Kastolan.14. Yudistira.. A2 Daftar Pustaka . 15. 2004. Matematika Bilingual. Sulistiono. 17. Olimpiade Matematika SMU. Stewart. 19. Penerbit. Sembiring. Sulasin. Loedbi. PT.

521 tunggal. 285. 298 bijektif. 210 D B barisan. 13 rasional. 521 diskrit. 405 biimplikasi. See range daerah kawan. 410 derajat. 319 bilangan asli. 10 tak terbatas. 567 A adjoint. See domain daerah hasil. 521 kuantitatif. 521 kualitatif. 4. 3 cacah. 566 majemuk. 4 derajad.INDEKS tunggal. 569 C cramer. 601 argumentasi. 380 geometri. 199 angka baku. 397 desimal. 11 bunga. 193. 570 unggal eksak. 5 real. 597. 372 aritmatika. 391 bidang datar. 405. 384 geometri. 509 tunggal biasa. 547 kontinu. 578 daerah asal. See kodomain data. 547 denominator. 539. 2 irasional. 361 aritmatika. 2 bulat. 7 Indeks B1 . 10 kompleks. 407 deret. 551 anuitas. 521 kelompok. 578 periode. 360. 302 aturan hasil kali. 540.

193 nilai. 194 sifat-sifat. 197 tingkat dua. 186.terbatas. 418 jangkauan. 159 F faktorial. 406 garis selidik. 315 hipotesa. 317 implikasi.. See negasi injektif. 549. 196 diagram. 535 gabungan. 532 garis. 7 determinan. 262 G H I ingkaran. 533 dilatasi. 246 fungsi obyektif. 552 B2 Indeks . 575 domain. 530 batang. 450 disjungsi. 531 lingkaran. 195 tingkat tiga. 199. 578 fungsi. 192. 238 invers. 16 perkalian. 211. 20 J jajaran genjang. 159 tertutup. 234. 437. 331 matriks. 281 diskonto. 193. 497 expansi Laplace. 212 1 x 1. 208 penjumlahan. 316 fungsi objektif. 297 fungsi. 159 terbuka. 203. 158 berhingga. 159 tak hingga. 215. 514 frekuensi penggabungan. 282 himpunan. 319 E equally likely. See nilai determinan interval. 503 garis. 188. 475 frekuensi harapan. 303 histogram.

176 baris. 502 komposisi. 275 kejadian. 179 singular. 199 kolom. 542 median. 506. 426 jari-jari. 186 transpose. 178 diagonal. 566 L layang-layang. 279. 178 identitas. 454 konjungsi. 466 kodomain.K kaidah penjumlahan. 470 kalimat terbuka. 548. 176. 180. 184. proposisi. 540. 554 lingkaran. 178 kofaktor. 177 nol. 203. 505 sederhana. 317 koefisien variasi. 293 kuartil. 473 perkalian. predikat. 426 logika penghubung. 193 modal. 542 minor. 206. 193 anggota. 297 kuantor eksistensial. 542 Indeks B3 . 175. 297 konveks. 418 model matematika. 194. 178 segitiga atas. 176 mean. 193 kombinasi. 272 M matriks. 466 saling bebas. 273 kalimat terbuka. 552. 246 konvers. 541. 179 segitiga bawah. 234 modus. 193. 487 komplemen. 178 simetri. 299 kontraposisi. 293 universal. 283 Kontradiksi. 509 saling lepas. 303 konklusi. 447 adjoint. 506 majemuk. 552 kofaktor. 466. 177 bujursangkar. 272 pernyataan. 183 ukuran. 426 pusat.

5 peluang. 138. 278. 465. 147. 160 linear. 582. 92 linear satu peubah. 273 primitive. 162 linear. daerah penyelesaian. 498 bersyarat. 477 dengan pengulangan. 216 linear. 417 luas. 417 P parameter. penyelesaian. 157. dua peubah. daerah daerah penyelesaian. 140. 140 persegi.ponens. 99 N negasi. 158 piktogram. 160. 98 keliling. 162. 295 nilai akhir. 274 persamaan akar persamaan kuadrat. 484. 167 sifat-sifat. 217 pecah rasional. 100 O operator logika. 534 B4 Indeks . 539 pecahan murni. 219 kuadrat. 86 linear dua peubah. 429 persegi panjang. 153 sistem persamaan linear dua peubah. 506 permutasi. 121 kuadrat. 305 tollens. 87 penyelesaian persamaan kuadrat. 99 kuadrat sejati. 593 numerator. 5 tak-murni. 160. 417 luas. 166 pecah rasional. 582. 277 sistem persamaan linear. 215. 590. 428 pertidaksamaan. 476 pernyataan. 169 kuadrat. 539 sampel. 166 himpunan penyelesaian. 99 kuadrat real. 307 kuadrat rasional. 99 linear. 592 nilai tunai. 480 siklik. 4 kuadrat tak lengkap. 485 Permutasi. 417 keliling.

419 jumlahan sudut dalam. 442 ruang nol. 539 premis. 407 tumpul. 409 siku-siku. 303 simpangan. 206. 215. 409 sisi akhir. 273. 592 terbatas. 429 segitiga. 508 silogisme. 423 siku-siku. 407 sisi awal. 409 suku bunga. 520 Sample. 587.pola bilangan. 420 sama kaki. 520 Populasi. 465 program linear. 466 ruang sampel. 524 Indeks B5 . 587 rotasi. 520 sudut. 317 rata. 319 S saldo menurun. 315 rente kekal. 234 proposisi. 566 surjektif. 410 range. 539 sarrus. 225 statistika. 437. 283 probability. See pernyataan luas. 609 sampel. 466. 524. 216. 446 relasi. 406 sistem persamaan linear. 590. 358 polygon frekuensi. 549 sisi sudut. 526 frekuensi. 366. See interval sigma. 420 keliling. 497 tereduksi. 587. 587 pranumerando. 540 refleksi. 595 postnumerando. 536 populasi. 422 sama sisi. 197 segi tiga tabel T distribusi frekuensi. 406 lancip. 437..rata. 405. 208 sistem pertidaksamaan linear. 371 R radian. 421 selang. 554 statistik.

tabel kebenaran. 550 W waktu eksak. 418 luas. 466 trace. 582 variansi. 437 trapesium. 433 kemiringan. 289 tautologi. 300 titik. 539 V valuta. 539 pemusatan. 184 transformasi geometri. 571 U ukuran waktu rata-rata. 571 B6 Indeks . 539 keragaman. 437 translasi. 299 tautology. 406 titik sampel.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful