P. 1
mtk_bisnis_dan_manajemen_jilid_1

mtk_bisnis_dan_manajemen_jilid_1

5.0

|Views: 4,661|Likes:

More info:

Published by: Mohammad Farhan Qudratullah on Apr 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2013

pdf

text

original

Sections

  • SISTEM BILANGAN REAL
  • Bilangan Real dan Operasi pada Real
  • 1.2 Perbandingan Skala dan Persen
  • enerapan Operasi Bilangan Berpangkat
  • Bilangan dalam Bentuk Akar (Rasional)
  • Operasi Aljabar pada Bilangan Berbentuk Akar
  • Bilangan Berpangkat Rasional
  • 1.6 Logaritma
  • 1.6.2 Menghitung Logaritma
  • Contoh Pemakaian Logaritma
  • Persamaan Linear Satu Peubah
  • Pandang persamaan linear dua peubah
  • Persamaan Linear Dua Peubah
  • Menyelesaikan Persamaan Kuadrat
  • 2.2.2 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan
  • Pertidaksamaan Linear Satu Peubah
  • 2.5.3 PERTIDAKSAMAAN PECAH RASIONAL
  • Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat
  • Matriks Dan Operasinya
  • ifat-Sifat Dasar Determinan

Bandung Arry Sanjoyo, dkk.

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
Untuk SMK
Penulis

Ilustrasi Cover Ukuran Buku SAN m

: Tim : 17,6 x 25 cm

SANJOYO, Bandung Arry Matematika Bisnis dan Manajemen Jilid 1 untuk SMK /oleh Bandung Arry, Sri Suprapti, Nur Asyiah, Dian Winda S ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. viii. 214 hlm Daftar Pustaka : A1-A2 Glosarium : B1-B6 ISBN : 978-602-8320-73-3 978-602-8320-74-0

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2009 Diperbanyak oleh:

CV. ARYA DUTA

Jl. Revolusi No. 29 Villa Pertiwi Sukamaju Depok Telp. (021) 8761630, 87906446 Fax. (021) 8757836 email: marketing@aryaduta.co.id ii

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. , berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit didapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional, sehingga dapat digunakan secara luas oleh pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, kami tayangkan lewat internet agar dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualan harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khususnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai salah satu sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

iii

iv

KATA PENGANTAR
Matematika merupakan suatu alat untuk berkomunikasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan matematika kita dapat mengungkapkan gejala-gejala alam, sosial, dan teknik dengan suatu ungkapan rumusan matematika yang tidak memuat makna ganda. Bahkan dengan berbantuan matematika kita dapat menyelesaikan permasalahan sosial, ekonomi, manajemen, dan teknik dengan penyelesaian yang akurat dan optimal. Fakta menunjukkan bahwa beberapa pemenang nobel untuk bidang ekonomi atau teknik berasal dari matematikawan. Oleh karena itu, mempelajari dan menguasai matematika dari usia sekolah dasar maupun lanjut merupakan suatu kebutuhan. Buku ini disusun dengan memperhatikan konsep berfikir matematis dan selalu mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada permasalahan ekonomi, bisnis, dan manajemen. Pada setiap konsep kecil yang dituangkan dalam suatu sub-bab selalu dikaitkan dengan permasalahan sehari-hari. Juga pada setiap bab diawali dengan kalimat motivasi, pembuka dan perangsang bagi pembaca untuk mengerti dari awal, kira-kira akan dipakai seperti apa dan dimana. Belajar matematika tidak cukup hanya dengan mengerti konsep saja. Harus disertai dengan banyak latihan olah pikir serupa dengan contoh-contoh yang diberikan. Untuk itu, pada setiap akhir sub bab diberikan banyak soal-soal sebagai latihan dalam menguasai konsep dan meningkatkan ketrampilan olah pikir dan penyelesaian permasalahan. Buku Matematika SMK Bisnis dan Manajemen ini terdiri dari 11 bab. Bab awal memuat materi dasar dalam matematika, yang akan dipakai untuk materi lain yang ada pada bab sesudahnya. Setiap bab berisi tentang topik kajian matematika yang disajikan lewat orientasi/ilustrasi, teori, beberapa contoh soal mulai dari yang mudah ke soal yang sulit. Sebelum mengerjakan latihan soalsoal pada setiap subbab, didahului dengan rangkuman, dengan tujuan siswa dapat mengingat hal-hal penting dari subbab yang telah dipelajari.

v

Dengan bekal matematika untuk SMK Bisnis dan Manajemen ini, diharapkan lulusan SMK mempunyai bekal yang cukup dalam berfikir secara logis dan sistematis dengan selalu berpijak pada kaidah-kaidah keilmuan matematika dalam menghadapi problema-problema pada dunia kerja. Penulis sangat menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran untuk perbaikan sangat diharapkan oleh penulis. Suatu penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan fasilitas dalam penyusunan buku ini. Terutama kepada beliaubeliau yang dengan ikhlas mengarahkan, mengoreksi, memberikan masukan terhadap isi buku ini. Sekali lagi kami menyampaikan perhargaan yang sangat tinggi dan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Penulis.

Penulis

vi

DAFTAR ISI
Kata Sambutan ....................................................................... ii Kata Pengantar ....................................................................... iii Daftar Isi .................................................................................. vii 1. 1.1 1.1.1 1.1.2 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.3 1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.4 1.4.1 1.4.2 1.5 1.6 1.6.1 1.6.2 1.6.3 1.6.4 2. 2.1 2.1.1 2.1.2 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.3 2.3.1 2.3.2 Sistem Bilangan Real ............................................... Bilangan Real Dan Operasi Pada Real .................... Bilangan Real .............................................................. Operasi Pada Bilangan Real ....................................... Perbandingan, Skala Dan Persen ............................ Perbandingan .............................................................. Skala ........................................................................... Persen ......................................................................... Operasi Pada Bilangan Berpangkat Bulat .............. Pangkat Bilangan Positif ............................................. Pangkat Bilangan Negatif Dan Nol ............................. Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat .................. Bilangan Dalam Bentuk Akar (Irrasional) ............... Operasi Aljabar Pada Bilangan Berbentuk Akar ......... Merasionalkan Penyebut ............................................ Bilangan Berpangkat Rasional ................................ Logaritma ................................................................... Pengertian Logaritma .................................................. Menghitung Logaritma ................................................ Sifat-Sifat Logaritma ................................................... Contoh Pemakaian Logaritma .................................... 1 2 2 15 24 24 28 29 32 33 36 41 50 52 54 58 66 66 68 76 78

Persamaan Dan Pertidaksamaan ............................ 85 Persamaan Linear ..................................................... 86 Persamaan Linear Satu Peubah ................................. 87 Persamaan Linear Dua Peubah .................................. 92 Persamaan Kuadrat .................................................. 98 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat ........................... 100 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat ... 114 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya ....................................................................... 121 Menerapkan Persamaan Kuadrat ............................... 127 Sistem Persamaan Linear ........................................ 138 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah ........................................................................ 140 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah ........................................................................ 147

vii

2.4 2.5 2.5.1 2.5.2 2.5.3 2.5.4 3. 3.1 3.2 3.3 3.3.1 3.3.2 3.3.3 3.3.4 3.4 3.4.1 3.4.2

Sistem Persamaan Linear Dan Kuadrat Dua Peubah ....................................................................... 153 Pertidaksamaan ........................................................ 157 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah ......................... 160 Pertidaksamaan Kuadrat ............................................ 162 Pertidaksamaan Pecah Rasional ................................ 166 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat ....................... 169 Matriks ....................................................................... 175 Matriks Dan Operasinya ........................................... 175 Invers Matriks ............................................................ 186 Determinan ................................................................ 192 Determinan Tingkat Dua ............................................. 195 Determinan Tingkat Tiga ............................................. 196 Sifat-Sifat Dasar Determinan ...................................... 197 Mencari Invers Matriks 199 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Matriks ....................................................................... 206 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Invers Matrks .............................................................. 208 Metoda Cramer ........................................................... 210

viii

Pada bab ini akan dipelajari tentang bilangan real dan operasi yang dapat dilakukan pada bilangan Operasi-operasi yang berlaku pada bilangan real tersebut meliputi: operasi pada bilangan bulat dan pecahan. ilangan real mempunyai banyak pemakaian. operasi pada logaritma. Penambahan modal usaha Anton tersebut. operasi pada bilangan berpangkat.000 = Rp 50.000. yaitu 50% dari keuntungan pada tahun 2007.Bab 1 SISTEM BILANGAN REAL B real. misal setengah keuntungan usaha Anton tahun 2007 digunakan untuk menambah modal usaha.000. Selain itu. Jika keuntungan usaha Anton pada tahun 2007 adalah Rp 100. Besarnya kerugian suatu usaha juga dapat dinyatakan dengan menggunakan bilangan real negatif. Sistem Bilangan Real 1 . juga dibahas konversi bilanganbilangan bulat dan bilangan pecahan ke atau dari bentuk persen.000. juga dapat dinyatakan dalam bentuk persen (%). maka 1 2 modal usaha Anton pada tahun 2007 bertambah sebesar × Rp 100. menerapkan operasi pada bilangan irrasional (bentuk akar).000.000.

1. 2. 5. 4..1 Bilangan Real Sistem bilangan merupakan dasar matematika. maka himpunan tersebut dinamakan himpunan bilangan cacah. 1. Bilangan – bilangan ini dinamakan bilangan asli. ∎ Bilangan Asli Dalam keseharian. 2. cacah. 4.pecahan desimal. Oleh karena itu. Himpunan bilangan asli (natural) biasa dilambangkan dengan N. . } 2 Sistem Bilangan Real . dan persen. 3. 3. 5. Pada bab ini juga dibahas masalah perbandingan. 2. dan dilambangkan dengan H. irrasional.1. rasional. 4. seperti dituliskan berikut ini. yaitu: H = {0. dan real. pecahan campuran. skala. 6. biasanya orang membilang mulai dari 1. N = {1. sangatlah penting untuk mengenal berbagai jenis bilangan dan perbedaan di antara bilangan-bilangan tersebut. 5. bulat.. adalah suatu himpunan yang anggotanya bilangan asli. Dalam sub-bab ini akan dikenalkan mengenai dasar dan istilah yang berkaitan dengan bilangan asli. dan seterusnya. 3.. } ∎ Bilangan Cacah Jika bilangan 0 dimasukkan dalam himpunan bilangan asli.1 Bilangan Real dan Operasi pada Real 1.. .

} Sistem Bilangan Real 3 . Selanjutnya didefiniskan suatu bilangan negatif –n dengan n adalah bilangan asli. tanda + tidak biasa dituliskan. Jadi ada kekurangan buah apel sebanyak 3 buah. Bilangan 0 merupakan bilangan cacah akan tetapi 0 bukan merupakan bilangan asli. ∎ Bilangan Bulat Bilangan asli 7 dapat juga dituliskan dengan memberikan tanda + didepannya menjadi +7. CONTOH 1. 1. sering dijumpai adanya kekurangan objek. ternyata setelah dilakukan penghitungan banyaknya apel ada 97 buah. . Z = {.1. Himpunan bilangan yang dinotasikan dengan lambang Z dan mempunyai anggota seperti berikut ini dinamakan himpunan bilangan bulat (integer).-4.. Namun demikian.. -3. Bilangan 4 adalah bilangan asli dan 4 juga merupakan bilangan cacah. . 3.Setiap bilangan asli juga merupakan bilangan cacah.. Misal jumlah apel dalam suatu kardus seharusnya 100 buah apel. 4. -1. Untuk menyatakan kekurangan 3 buah apel ini dapat dituliskan dengan symbol -3 buah apel. akan tetapi bukan sebaliknya. Jadi bilangan 7 dan +7 adalah sama. 2.1    Bilangan 7 adalah bilangan asli dan 7 juga merupakan bilangan cacah. 0. -2.. Dalam perhitungan banyaknya suatu objek.

dinotasikan dengan lambang Q. 𝑞 ∈ 𝑍 𝑑𝑎𝑛 𝑞 ≠ 0 4 Sistem Bilangan Real .Setiap bilangan cacah juga merupakan bilangan bulat. Bilangan 0 adalah bilangan cacah dan 0 juga merupakan bilangan bulat. yaitu: 1. Jadi bilangan bulat terdiri dari:  Bilangan bulat positif.1. . 𝑄 = 𝑝 𝑞 | 𝑝. -3. CONTOH 1. . Himpunan bilangan asli merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan cacah.2    Bilangan 7 adalah bilangan cacah dan 7 juga merupakan bilangan bulat.. himpunan bilangan rasional dapat dituliskan sebagai berikut.. yaitu: -1. dan  Bilangan bulat negatif..  Bilangan bulat 0 (nol). Karena itu. 2. akan tetapi bukan sebaliknya. 3. Bilangan rasional berbentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 𝑞 dengan p disebut pembilang (numerator) dan q≠0 disebut penyebut (denominator).. begitu juga himpunan bilangan cacah merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan bulat. ∎ Bilangan Rasional Himpunan bilangan rasional. -2. Bilangan -7 merupakan bilangan bulat akan tetapi -7 bukan merupakan bilangan cacah.

3 Berikut ini merupakan contoh-contoh bilangan rasional:  1 1 2 4 2 3 3 7 . 16 atau yang lainnya. Sistem Bilangan Real 5 . . atau . Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan tak murni. Bilangan rasional mempunyai tak berhingga banyak bentuk representasi bilangan. 1 2 8 3 =2 . atau . bilangan rasional dituliskan dengan . Perhatikan bahwa setiap bilangan bulat juga merupakan bilangan rasional karena setiap bilangan bulat p dapat ditulis sebagai pembagian 𝑝 1 .1. 12 2 2 3 3 4 4 3 4 dapat atau 12 . tidak berubah. adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a < b. . atau yang lainnya. Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan murni. Seperti bilangan rasional 1 dapat dituliskan dengan .  15 2 =7 . atau Sifat bilangan rasional: Nilai dari suatu bilangan rasional 𝑝 𝑞 6 8 9 . jika pembilang p dan penyebut q keduanya dikalikan atau dibagi dengan bilangan bulat selain 0. 2 21 3 5 adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a > b.CONTOH 1.

2. di merupakan angka / digit desimal 0. ….5 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 2.  15 2 = 7.47 mempunyai nilai 2 103 + 3 102 + 5 101 + 4 10−1 + 7 10−2 CONTOH 1.5 . Sebagai gambaran bilangan 235. 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 . 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 adalah d1(10n)+d2(10n-1)+…+dn(100)+dn+1(10-1)+dn+2(10-2)+…dn+m(10m) dengan :    101 = 10.4 Berikut ini merupakan contoh-contoh bentuk desimal dari bilangan rasional:  1 2 = 0. n+m. 102 = 100. Nilai dari bilangan bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . nilai 0. 10−3 = 1 1000 .∎ Bilangan Desimal Bilangan rasional 𝑝 𝑞 dapat dituliskan dalam bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . 1.1. 3.25 . dan seterusnya. 103 = 1000. 2. atau 9.5 . 6 Sistem Bilangan Real .  1 4 = 0. nilai 0. 10−2 = 1 100 . Untuk i = 1.25 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 4. nilai 7. 10−1 = 1 10 .5 didapat dari membagi bilangan 15 dengan bilangan 2. …. dan seterusnya Sedangkan 100 didefinisikan dengan 100 = 1.

3333 … . 25. 1 3 = 0. Dengan memperhatikan contoh di atas. Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal terbatas.1.5 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 . Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. 2. 0. dapat dikatakan bahwa: 1.5 . 2.2525 … . Bentuk 0. seperti bilangan 0. 23. 0. tanda … menyatakan angka perulangan 3 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak.45 𝑝 Sistem Bilangan Real 7 .3333… angka 3 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas.  25 99 = 0.3 b.252525… ini sering disingkat dengan 0.3 Penyelesaian: a. b. Bentuk 0.125 dan lainnya. Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal tak terbatas. a. Bilangan 0.25 . CONTOH 1. Jadi x = 2.125125125125… angka 125 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas. Bilangan 0. 3. tanda … menyatakan angka perulangan 25 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak.33333… ini sering disingkat dengan 0. seperti: a.

b. didapat hasil berikut ini.1. Lanjutkan dengan operasi aljabar.33333… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10. 1.Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10. atau x= 23 10 b.45 Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 100.33333… Penyelesaian: a. didapat hasil berikut ini. 10 x = 23. Jadi x = 1. kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya satu angka yang berulang. didapat hasil berikut ini. yaitu 3. 100 x = 2345. Jadi x = 23. a. Lanjutkan dengan operasi aljabar.6 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 . atau x= 2345 100 CONTOH 1. 0. Kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma terbatas satu angka.123123123… 𝑝 8 Sistem Bilangan Real . Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. Kita ambil pengali 100 karena angka dibelakang tanda koma terbatas dua angka. Lanjutkan dengan operasi aljabar. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x.

33333… 10 x = 12 + x 9 x = 12 x= 12 9 b. dengan r 𝑝 𝑞 Sistem Bilangan Real 9 . Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. 1. 1000 x = 123. Lakukan pemisalan bilangan rasional yang dicari adalah x=𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑟 . 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛 +2 … 𝑑𝑛 +𝑚 menjadi bilangan rasional berbentuk . kita ambil pengali 1000 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya tiga angka yang berulang.10 x = 13. 2. Jika m tak berhingga / tak terbatas. 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛+𝑚 .33333… 10 x = 12 + 1. Lanjutkan dengan operasi aljabar. Jika m berhingga / terbatas.123123123… 1000 x = 123 + x 999 x = 123 x= 123 999 Langkah-langkah berikut merubah bilangan rasional berbentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 .123123123… 1000 x = 123 + 0. didapat hasil berikut ini. yaitu 123. maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑚 . Jadi x = 0.123123123… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 1000.

2 ≈ 1. CONTOH 1.   2 ≈ 1. ditampilkan dalam bentuk desimal yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple. namun tidak ditunjukkan disini. Akan tetapi.414213562373095048801688724209698078569 10 Sistem Bilangan Real . atau x merupakan bilangan irrasional. 3. Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 2 tidak ada yang berulang. ∎ Bilangan Irrasional Bilangan irrasional atau bilangan bukan rasional yaitu bilanganbilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai pembagian bilangan bulat. Oleh karena itu bilangan x tersebut bukan bilangan rasional. nilai desimal 2 yang dipotong sampai dengan 30 angka dibelakang tanda koma. 𝑝 𝑞 Bilangan desimal yang mempunyai angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan tak berulang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 .010010001000010000010000001… tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat.adalah banyaknya digit yang berulang pada deretan digit dn+1dn+2…dn+m.414213562373095048801688724210 . Ini dapat dibuktikan secara 2 akan analitis.1.7 Bilangan 2 adalah bilangan irrasional. Lakukan operasi aljabar untuk membawa x kedalam bentuk dengan p dan q≠0 bilangan bulat. 𝑞 Seperti bilangan desimal x=3.

  𝜋 = 3. Dipilih sebuah titik acuan 0 pada garis tersebut.1. ∎ Bilangan Real Gabungan himpunan bilangan rasional dan irrasional membentuk suatu himpunan bilangan yang disebut himpunan bilangan real dan dinotasikan dengan R. Garis ini mempunyai arah ke kanan dan ke kiri. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 20 angka dibelakang tanda koma. nilai desimal dengan”. Dari titik acuan 0. tidak ada sederetan angka yang berulang. 𝜋 = 3. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma.67187537694807317667973799073247846210704 .14159265358979323846264338327950288419716 93993751058209749445923078164062 8620900. Simbul ≈ adalah simbul “hampir sama CONTOH 1. Bilangan real dapat dikaitkan dengan titik pada sebuah garis.8 Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 𝜋 yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple. Titik acuan awal ini yang berkaitan dengan bilangan real 0. yang disebut titik awal. garis arah ke kanan sebagai arah positif dan titik pada garis arah positif ini menyatakan sebuah bilangan real positif. Dari titik acuan 0 ke arah kiri sebagai arah Sistem Bilangan Real 11 .141592653589793238462643383280 . 2 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma.

pada garis bilangan real diberi tanda tempat titik-titik dengan koordinat − . suatu cara untuk menjelaskan rumus aljabar dengan kurva geometrik dan sebaliknya. kurva geometrik dengan rumus aljabar.41 dan 𝜋 ≈ 3. Lihat Gambar 1. CONTOH 1.1.1 dibawah ini.negatif dan titik pada garis arah negatif ini menyatakan sebuah bilangan real negatif. setiap bilangan real positif x dinyatakan dengan suatu titik yang berjarak x satuan ke arah kanan dari titik awal.1. Dalam geometri analitik. Dalam lampiran tersebut Ren´e Descartes menghubungkan aljabar dengan geometri.14. bilangan real dinyatakan dengan titik pada sebuah garis.1.2 Posisi beberapa bilangan real pada garis bilangan 1 Pada tahun 1637 Ren´e Descartes1 menerbitkan suatu karya filsafat yang berjudul Discourse on the Method of Rightly Conducting the Reason.2.1. 2. dan 𝜋.1.9 Perhatikan Gambar 1. dan setiap bilangan real negatif –x dinyatakan dengan titik yang berjarak x satuan ke arah kiri dari titik awal. Tempat dari 3 2 2 dan π merupakan hampiran yang diperoleh dari hampiran desimalnya yaitu 2 ≈ 1. yang merupakan kreasi baru dan disebut geometri analitik. 2 -3 -2 -1 0 1 2 π 3 4 Gambar 1. setiap bilangan real positif x Dengan sembarang satuan pengukuran.1. Garis Bilangan Real 1 Dengan sembarang satuan pengukuran. 12 Sistem Bilangan Real . Gambar 1.

Berdasarkan cara di atas.42 > 7 5 =1. bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat berkorespondensi satu-satu. Bilangan – bilangan kompleks ini. Setiap bilangan real akan dikawankan dengan satu titik tunggal dan setiap titik akan dikawankan dengan satu bilangan real. Oleh karena itu persamaan 𝑥 2 = −1 tidak mempunyai penyelesaian dalam bentuk bilangan real. Pada abad XVIII para matematikawan memperbaiki permasalahan tersebut dengan memperkenalkan bilangan baru.5. jika dihimpun membentuk sebuah himpunan bilangan kompleks yang biasa dinotasikan dengan C dan dinyatakan sebagai: 𝐶 = 𝑎 + 𝑏𝑖 | 𝑎. Bilangan real 2 lebih besar dari bilangan real 7 . 5 Karena 3 2 2 ≈ 1.142 < 3 2 = 1. 𝑏 ∈ 𝑅 Sistem Bilangan Real 13 . ∎ Bilangan Kompleks Kuadrat suatu bilangan real selalu tak negatif. Definisi ini selanjutnya mengarah pada perkembangan bilangan kompleks. bilangan-bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat adalah berhubungan. Karena 2 ≈ 1. Bilangan real dapat diurut berdasarkan nilai desimalnya. Oleh karena itu.4. yang dinotasikan dengan 𝑖 dan didefinisikan sebagai 𝑖 2 = −1. yaitu bilangan-bilangan yang berbentuk a + bi dengan a dan b bilangan real. Bilangan real 2 lebih kecil dari bilangan real .

Bilangan kompleks yang bukan bilangan real disebut bilangan imajiner. e. himpunan bilangan real adalah himpunan bagian dari bilangan kompleks. 10i = 0 + 10i dengan a = 0 dan b = 10.3 Diagram Himpunan Bilangan 14 Sistem Bilangan Real . Jadi bilangan imajiner berbentuk bi. Jadi.1. sebagai berikut.10 Beberapa contoh bilangan kompleks. -5+10i = −5 + 10 −1 dengan a = -5 dan b = 10. d. Perhatikan bahwa setiap bilangan real a juga merupakan bilangan kompleks karena dapat ditulis sebagai a = a + 0i. 2+i = 2 + −1 dengan a = 2 dan b = 1. 1-2i = 1 − −1 dengan a = 1 dan b = -2. b.CONTOH 1. c. a. -5 =-5 + 0i dengan a = -5 dan b = 0.1. dengan 𝑏 ∈ 𝑅 Susunan bilangan-bilangan dapat diringkas dalam gambar berikut ini Gambar 1.

Operasi Penjumlahan (+) Jika a.dan pembagian. Untuk b < 0. bilangan yang akan dibahas adalah bilangan real. bilangan kompleks hanya ditampilkan sebagai perkenalan. a+b=a. Untuk b > 0.Pada buku ini. bulat. dan tidak akan dibahas lebih mendalam. irrasional. Untuk b=0. b merupakan bilangan real atau a. pengurangan. Cara mendapatkan hasil penjumlahan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. yaitu bilangan asli.1. Langkah – langkah di atas. 1. Untuk selanjutnya. 1. perkalian. Pada sub bab ini akan diperkenalkan operator dan sifat-sifat operasi dasar pada bilangan real. dan kompleks. kita telah dikenalkan dengan jenis bilangan. untuk b positif dapat digambarkan sebagai berikut. langkahkan ke kanan sejauh (sebanyak) bilangan kedua b. cacah.b R maka hasil penjumlahan antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a + b.2 Operasi pada Bilangan Real Sebelum ini. real. Sistem Bilangan Real 15 . Beberapa operator yang dapat dikenakan pada bilangan real adalah penjumlahan. rasional. langkahkan ke kiri sejauh bilangan -b.

Sifat tertutup Penjumlahan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga.1.1.b a c Gambar 1. bilangan -a dikatakan invers penjumlahan dari a. Penyelesaian: 16 Sistem Bilangan Real .4 Representasi geometris dari c = a + b Sifat operasi penjumlahan Untuk bilangan real a. v. i. b. Sifat asosiatif (a + b) + c = a + (b + c) iv. Sifat komutatif a+b=b+a iii. ii. Adanya elemen identitas/netral a+0=0+a =a Bilangan 0 dinamakan elemen identitas untuk penjumlahan. berlaku sifat-sifat operasi penjumlahan sebagai berikut.11 Tentukan hasil 5 + 3 dan 3 + 5 + 2 dengan menggambarkan secara geometris. CONTOH 1. dan c. Adanya elemen invers a + (-a) = 0 .

Dengan a > 0. komutatif dan assosiatif terlihat pada contoh ini. Hasil dari 3 + 5 + 2 = (3+5)+2 = 8 + 2 = 10 Lakukan sendiri untuk menjumlahkan 3 + 5 dan 5 + (3 + 2).1.5 3 3 4 5 6 7 8 2 9 10 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 + 3 adalah 8. CONTOH 1. Penyelesaian: a 0 a a 2a 3a Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari a + a adalah 2a. Perhatikan bahwa sifat-sifat tertutup.12 Tentukan hasil a + a dan a + a + a dengan menggambarkan secara geometris. Hasil dari a + a + a = (a + a)+a = 2a + a = 3a Sistem Bilangan Real 17 .

Untuk b < 0. langkahkan ke kanan sejauh bilangan -b. Untuk b=0. Langkah – langkah di atas (untuk nilai b > 0) dapat digambarkan sebagai berikut. Sifat tertutup Pengurangan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga.a 18 Sistem Bilangan Real . berlaku sifat-sifat operasi pengurangan sebagai berikut.1. dan c.b R maka hasil pengurangan / selisih antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a – b = a + (-b).b ≠ b . a-b=a. b. Operasi Pengurangan (-) Jika a.5 Representasi geometris dari c = a – b = a + (-b) Sifat operasi pengurangan Untuk bilangan real a.2. Cara mendapatkan hasil pengurangan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. Untuk b > 0. Sifat tidak komutatif Jika a ≠ b. b c a Gambar 1. ii. maka a . langkahkan ke kiri sejauh (sebanyak) bilangan kedua b. i.

2 = (5-3)-2 = 2 + 2 = 0 Lakukan sendiri untuk menghitung 3 . Jika a merupakan bilangan bulat maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑏 + 𝑏 + ⋯ + 𝑏 Banyaknya suku b adalah a suku Sistem Bilangan Real 19 .1.b R maka hasil perkalian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a × b = a·b = ab .c ≠ a . 3.3 .3 .3 adalah 2. Penyelesaian: 2 -1 0 1 2 3 3 4 5 6 7 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 .c) CONTOH 1. Hasil dari 5 .2 dengan menggambarkan secara geom etris.iii.3 dan 5 . maka (a .5 dan 5 . Sifat tidak asosiatif Jika c≠ 0.2).(3 .13 Tentukan hasil 5 .b) .(b . Operasi Perkalian (× atau ·) Jika a. i. Cara mendapatkan hasil perkalian a dan b.

14 Tentukan hasil 5 × 3. v. Sifat tertutup Perkalian dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga. Adanya elemen identitas/netral a×1=1×a =a bilangan 1 dinamakan elemen identitas untuk perkalian.1 + 3. 1 𝑎 1 𝑎 1 𝑎 CONTOH 1.1 = 15.1. b. ii.1 + 3. Sifat komutatif ab=ba iii. Adanya elemen invers 𝑎 × = × 𝑎 = 1. Penyelesaian: 5 × 3. Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional. maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑝 𝑟 𝑝 ∙ 𝑟 × = 𝑞 𝑠 𝑞 ∙ 𝑠 Sifat operasi perkalian Untuk bilangan real a. dan c. bilangan dikatakan invers perkalian dari a.1 dengan menggunakan definisi di atas. berlaku sifat-sifat operasi perkalian sebagai berikut. i.1 + 3.1 = 3.1 + 3. Sifat asosiatif (a b)c = a (b c) iv.ii.5 20 Sistem Bilangan Real .

5 × 2. Sistem Bilangan Real 21 . Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional maka ab  p r p s /   q s q r 𝑝 𝑞 𝑟 𝑠 dengan 𝑎 = .b R dan b≠0 maka hasil pembagian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a/ b = 𝑎 𝑏 Cara mendapatkan hasil pembagian a dan b.15 Tentukan hasil 1. Operasi Pembagian (/ atau ) Jika a.3 merupakan bilangan rasional.5 dan 2. dan 𝑝. 𝑠 adalah bilangan bulat Sifat operasi pembagian Untuk bilangan real a. Karena itu. dan c. berlaku sifat-sifat operasi pembagian sebagai berikut.3 dengan menggunakan definisi di atas. 1.5 × 2. 𝑏 = . Penyelesaian: 1.3 = × 3 2 23 10 = 69 20 = 3. 𝑞. b. 𝑟. dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional.45 4.1.CONTOH 1.

perkalian.5 dan 2.b≠0. a≠b. 𝑝 𝑞 22 Sistem Bilangan Real .1. Sifat tidak komutatif Jika a≠0. dan pembagian. Bilangan rasional dapat dinyatakan bentuk .3 = / 3 2 23 10 1.16 Tentukan hasil Penyelesaian: 1. Bentuk pecahan desimal dari bilangan rasional adalah berulang. b. = 3 2 × 10 23 = 30 46  RANGKUMAN    Bilangan real terdiri dari bilangan rasional dan irrasional.3 dengan menggunakan definisi di atas. c tidak nol.  Operasi yang bekerja pada bilangan real adalah operasi penjumlahan. Bilangan bulat merupakan bagian dari bilangan rasional. dan c≠1 maka (a/b)/c ≠ a/(b/c) CONTOH 1. dengan p. dan a≠b maka a/b ≠ b/a iii.5 × 2. 1. dan q≠0 adalah bilangan bulat. Sifat tidak asosiatif Jika a. ii.5 2. Karena itu dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional.i. Sifat tertutup Pembagian dua buah bilangan real dengan penyebut tidak nol menghasilkan bilangan real.3 merupakan bilangan rasional. pengurangan.

∶ c. tentukan nilai ekpresi berikut ini.: a. c. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 − b.: a. + c. × c. tentukan nilai ekpresi berikut ini. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. tentukan nilai ekpresi berikut ini. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 × b. 3 + 6 b. tentukan nilai ekpresi berikut ini. Sistem Bilangan Real 23 .25 3. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 3 : 6 4 ∶ b. − c. -2 × 3 c. + 4.SOAL LATIHAN 1-1 1.7 c. 4 × 3.: a. a. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. 0 . Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. 7. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 + b. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. Dengan menggunakan definisi operator pengurangan pada bilangan real. 3 × 4 b. × 6. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. Nyatakan bilangan rasional berikut ini dalam bentuk pecahan desimal. -5 + 9 2.: a. − 5. 1 5 4 7 −2 6 b.

75 b. Untuk membandingkan dua ukuran dapat dinyatakan dengan hasil bagi dari kedua ukuran tersebut. 0. panjangnya. Nyatakan bilangan rasional bentuk pecahan desimal berikut ini dalam bentuk pembagian bilangan bulat. beratnya dan sebagainya.2. Perbandingan ini dituliskan dalam skala peta. Satu Negara dapat kita gambarkan keadaan geografinya dalam sebuah peta kecil dalam selembar kertas. Pada subbab ini.1 Perbandingn Jika kita mengamati dua buah objek. -15. misalnya membandingkan tingginya. maka kita bisa membandingkan ukuran kedua objek tersebut. Dengan demikian perbandingan dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan sederhana.2 Perbandingan Skala dan Persen Kita sering melihat kondisi suatu wilayah atau daerah melalui peta daerah tersebut. perhatikan beberapa ilustrasi berikut: 24 Sistem Bilangan Real . skala. kita akan belajar tentang perbandingan. a. dan persen yang sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari. mewakili beberapa km pada panjang jalan aslinya.263 1. Ukuran panjang jalan 1 cm dalam sebuah peta. Pada peta tersebut.8. 0. 1. Agar lebih mudah dipahami.7777 … c. biasanya dituliskan perbandingan ukuran panjang dipeta dan panjang aslinya.

Perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Kantor Pos dari rumah Chacha adalah 400 : 2000 atau 1 : 5. Sistem Bilangan Real 25 . perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. Jika perbandingan dua besaran / ukuran sejenis A dan B adalah A : B = x : y atau 𝐴 𝐵 = 𝑥 𝑦 maka pernyataan perbandingan tersebut dapat diartikan sebagai berikut:     𝐴 = B= 𝑥 = 𝑦 = 𝑥 𝑦 𝑦 𝑥 𝐵 . 3. maka untuk membeli n buah buku. 2. atau 𝐴 . Jarak rumah Chacha ke Sekolah 400 m sedangkan jarak ke Kantor Pos 2 km. atau 𝐴 𝑦 𝐵 𝐵 𝑥 𝐴 ∎ Perbandingan Senilai Untuk memahami maksud perbandingan senilai. sedangkan Zaza mempunyai 5 buah. Jika membeli sebuah buku. Perbandingan banyaknya buku Dede dan banyaknya buku Zaza adalah 10 : 5 atau 2 : 1. Berat badan Kiki 45 kg dan berat badan Boy 72 kg. Perbandingan berat badan Kiki dan Boy adalah 45 : 72 atau 5 : 8.1. atau . orang tersebut harus membayar sebanyak n x rupiah. Dede mempunyai 10 buah buku. seseorang harus membayar x rupiah.

makin jauh yang harus ditempuh makin banyak premium yang dibutuhkan. jika kecepatan rata-rata 70 km/jam. maka waktu yang diperlukan sebanyak 20 hari. Jika dikerjakan oleh dua orang. Jika dikerjakan oleh seorang saja. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. ∎ Perbandingan Berbalik Nilai Untuk memahami maksud perbandingan berbalik nilai. Jika kecepatan rata-rata 80 km/jam. makin banyak buku yang akan dibeli. Begitu juga. waktu yang dibutuhkan makin sedikit.57 menit. Begitu juga. maka waktu yang diperlukan adalah 38. jika jarak yang harus ditempuh adalah 300 km. maka waktu yang dibutuhkan 100 hari. maka waktu yang dibutuhkan sebanyak 33. maka waktu yang diperlukan sebanyak 25 hari.2. maka waktu yang diperlukan sebanyak 50 hari. Begitu juga. Dari gambaran diatas. makin banyak pula uang yang harus dikeluarkan. 2. Untuk menempuh jarak 45 km diperlukan waktu selama 45 menit dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. bahwa makin banyak pegawai yang ikut mengerjakan makin sedikit hari yang dibutuhkan. Jika dikerjakan oleh empat orang. Dari contoh di atas. maka bahan premium yang diperlukan adalah 6 liter. Jika dikerjakan oleh lima orang. Suatu pabrik memproduksi sepatu dengan target sebanyak 100 pasang. 26 Sistem Bilangan Real .75 menit. dengan menambah kecepatan rata-rata yang diperlukan. Untuk menempuh jarak 50 km diperlukan bahan bakar sebanyak 1 liter premium.

maka berapakah harga premium pada awal 2000?. Atau 𝑥 ∶ 𝑦 = 5 ∶ 1 yang berarti 𝑦 = 1 5 𝑥 = 1 5 × 𝑅𝑝 5. Sistem Bilangan Real 27 .2. Penyelesaian: Misal harga premium awal tahun 2007 adalah x dan harga premium awal tahun 2000 adalah y. Carilah perbandingan antaran panjang dan lebar dari lapangan sepak bola.2 Seseorang mengatakan bahwa harga bahan bakar minyak premium pada awal tahun 2007 ini mencapai lima kali lipat dari harga premium tujuh tahun yang lalu.000 Jadi harga premium di awal 2000 adalah Rp 1. Perbandingan antara x dan y adalah 5 : 1. Penyelesaian: Panjang : Lebar = 110 m : 60 m = 110 : 60 = 11 : 6 CONTOH 1.2.1 Lapangan sepak bola mempunyai ukuran panjang 110 m dan lebar 60 m lebar.000 = 𝑅𝑝 1. Jika pada awal tahun 2007 harga premium adalah Rp 5000.000.CONTOH 1.

Untuk melukiskan keseluruhan area dalam tempat tertentu pasti tidak memungkinkan.000.000.000. dan gunung pada suatu wilayah tertentu.2. Karena itu perlu penskalaan atau perbandingan yang dapat mewakili tempat-tempat tersebut.000. sungai. Gambaran yang dibuat sebanding dengan aslinya tetapi dengan ukuran yang lebih kecil dinamakan penskalaan. Jika pada miniatur berjarak 1 cm.000 𝑐𝑚 = 200 𝑘𝑚.2 Skala Dalam pelajaran Geografi sering diminta untuk menentukan letak suatu pulau.000 = 20. kota. tentukan jarak sebenarnya? Penyelesaian: Diketahui skala = 1 : 2.3 Suatu peta pulau Jawa mempunyai skala 1 : 2. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature. Misalnya gedung.2. skala antara gedung sebenarnya dengan miniaturnya adalah 1:100. 28 Sistem Bilangan Real . blue print) dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Atau 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑚𝑏𝑎𝑟 ∶ 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑜𝑏𝑗𝑒𝑘 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 CONTOH 1. maka jarak pada gedung aslinya adalah 1cm × 100 = 100cm = 1m.1.000. Pada peta tersebut jarak antara Jakarta Pusat ke Bandung terukur 10 cm.000 Jarak sebenarnya = 10 𝑐𝑚 1/2.

025 × 100% = 2.1. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%). Perbandingan antara 15 dengan 100 atau ditulis dalam bentuk pecahan adalah 15 100 = 0.025=0. ditulis dengan %.2. Dengan kata lain pecahan dengan penyebut 100. Setiap bilangan real dalam bentuk desimal dapat dinyatakan dalam persen. Sebagai contoh. CONTOH 1.4 Nyatakan pecahan berikut ini menjadi bentuk persen. 7 10 b. yaitu dengan cara mengalikan bilangan tersebut dengan 100 dan diikuti dengan tanda %. 7 10 = 7 10 × 100% = 70 % atau 7 10 × 10 10 = 70 100 = 70% Sistem Bilangan Real 29 .025 dapat ditulis dalam bentuk persen 0. bilangan 0. biasanya dinyatakan dalam persen (%). a. Sebaliknya. Kenaikan harga juga dapat dinyatakan dalam persen. setiap bilangan persen dapat dinyatakan dalam bentuk real desimal. 17 25 c. yaitu dengan cara membagi bilangan persen dengan 100.15 = 15%.5%. bilangan 800% dapat ditulis dalam bentuk desimal menjadi 800% = 800 100 = 8. 30 70 Penyelesaian: a. Potongan harga barang – barang yang dijual oleh suatu toko. Apa itu maksud dari persen? Akan dibahas dalam subbab ini.3 Persen Istilah persen sering kita jumpai dalam keseharian. Sebagai contoh.2.

5% = 1 2 9 2 75.000 per liter.3 /liter = Rp 6.000 × 1 + 0.5 Nyatakan bilangan persen berikut ini menjadi bentuk desimal atau pecahan. 75.b.857 % CONTOH 1. 4 % 1 2 = = 0. = Rp 5.5 100 = 0. 4 % = % = 9/2 100 = = 0.75 9 200 c. Berapakah harga premium bulan depan? Penyelesaian: Harga premium bulan depan = harga premium saat ini + 30% dari harga premium saat ini.2.500/liter 30 Sistem Bilangan Real .857 100 = 42. c.000 = Rp 5.045 CONTOH 1.6 Misal harga premium saat ini adalah Rp 5. 75. 50% Penyelesaian: a.5 = 755 1000 1 2 b. a. Pemerintah mengumumkan kenaikan harga premium sebesar 30% yang diberlakukan bulan depan.000 /liter + 30 100 × Rp 5. 50% = 50 100 b.5% c.2. 17 25 30 70 × 100% = 17 × 4% = 68% atau × 100/70 100/70 17 25 × = 4 4 68 100 = 68 % = 300/7 100 = 42.

sedangkan Wati mempunyai 6 buah. Berapa pekerjakah yang diperlukan bila pembangunan jembatan ingin dipercepat selesai menjadi 12 hari? Sistem Bilangan Real 31 . RANGKUMAN    Perbandingan antara dua objek dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan.000. SOAL LATIHAN 1-2 1. maka berapakah banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh Kiki dan Dede? 5. Berapakah perbandingan banyaknya buku Wawan dan banyaknya buku Wati? 2. Berat badan Eko 65 kg dan berat badan Seno 73 kg. Jika harga seluruhnya Rp 12. Kiki membeli 2 buah apel dan Dede membeli 8 buah apel. Berapakah perbandingan berat badan Eko dan Seno ? 3. Jarak rumah Dede ke Sekolah adalah 400 m dan jarak rumah Dede ke Warnet adalah 2 km. Berapakah perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Warnet dari rumah Dede ? 4. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%). blue print) dengan ukuran sebenarnya. Seorang pemborong dapat menyelesaikan pembangunan jembatan selama 64 hari dengan pekerja 48 orang. Wawan mempunyai buku sebanyak 9 buah. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature.

Pangkat dari suatu bilangan dapat berupa bilangan bulat atau pecahan. maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? 7. maka tentukan tinggi gedung yang sebenarnya? 1. Jika tinggi pintu yang sebenarnya adalah 2 m. Tika membeli apel 10 kg seharga Rp 50. perusahaan tersebut menambah pabrik C seluas jumlahan dari luas pabrik A dan B.6.000.3 O perasi pada Bilangan Berpangkat Bulat Pada bagian ini dibahas mengenai pengertian bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya. Untuk keperluan diversifikasi usaha. Sebuah lahan berbentuk persegi panjang dengan keliling 100 m. maka tentukan luas lahan tersebut?. tinggi gedung tersebut adalah 2 cm dan tinggi pintunya adalah 1cm. Diuraikan pula. Pada gambar blue print dari sebuah gedung. Jarak kota A ke kota B adalah 100 km. 9. semua sifat-sifat operasi aljabar dari bilangan berpangkat dan penerapannya. maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? Jika Zaza naik sepeda motor Y dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam. sedangkan pabrik B seluas 2. Sebuah perusahaan mempunyai dua lokasi pabrik. 10.000 m2. Pabrik A seluas 1. Tika mendapatkan laba 25%. Jika Zaza naik sepeda motor Z dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam.500 m2. Bilangan berpangkat yaitu suatu bilangan yang dipangkatkan dengan bilangan lain. Jika lebar lahan tersebut 8 m kurang dari panjangnya. Tentukan luas tanah yang dimiliki oleh perusahaan tersbut. Setelah dijual. Tentukan harga jual apel per kg? 8. 32 Sistem Bilangan Real .

3. 2. bilangan an (dibaca: a pangkat n) mempunyai arti: a × a × a … × a (sebanyak n faktor yang sama) Bilangan a disebut basis dan bilangan n disebut pangkat atau eksponen.(3 × 3) = . (-3)2 = (-3) × (-3) = 9 Bilangan -3 dipangkatkan 2. 23 = 2 × 2 × 2 = 8 Bilangan 2 dipangkatkan 3. -32 = .000. ( )5 = 2 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2×2×2×2×2 1 1 32 × × × × = = 25 = Sistem Bilangan Real 33 .9 4. DEFINISI 1.3.3.1 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat. 1. misalnya 2. artinya adalah bilangan -3 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 2 kali.000 dapat ditulis sebagai 2 × 106.1 : Untuk bilangan bulat positif n dan sembarang bilangan real a.1. artinya adalah bilangan 2 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 3 kali.1 Pangkat Bilangan Positif Biasanya penulisan bilangan yang cukup besar akan menjadi sederhana apabila ditulis dalam bentuk perpangkatan. 3. CONTOH 1.

b bilangan real sembarang. CONTOH 1. maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv. maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . a. ii. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. ( )4 = = 34 Sistem Bilangan Real . maka berlaku: a. ( )3+2 = ( )3 × ( )2 = ( ) × = 3 3 3 27 9 2 2 2 8 4 32 261 d. maka iii. untuk b≠0.3.2 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat. (-3×4)5 = (-3)5 × 45 = (-243) × 1024 = -248. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. Jika n bilangan bulat positif dan a. 24+3 = 24 × 23 = 16 × 8 = 128 b. (-3)5-2 = (-3)5 : (-3)2 = (-243) : 9 = -27 f. (-3)5+2 = (-3)5 × (-3)2 = (-243) × 9 = -2087 c. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = . Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. b. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 .■ Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i. 24-3 = 24 23 = 16 8 =2 e.832 h. (24)3 = 24×3 = 212 = 2048 2 3 24 34 16 81 g.

4a b + 3b 4 2 3 6 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) d.CONTOH 1. (a -3b )×(a -b ) 2 3 2 3 4 2 2 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) = a2(a2-b3) . a. (a -b ) 2 3 2 = (a -b ) × (a2-b3) = a2(a2-b3) . (a2-3b3) × (a2-b3) d. (a2-b2) × (a2+b2) = a2(a2+b2) – b2(a2+b2) = a4+a2b2 – {b2a2+b4} = a4+a2b2 – a2b2–b4} = a -b 2 2 2 2 4 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) b.3. (a +b ) × (a +b ) = a2(a2+b2) + b2(a2+b2) = a4+a2b2 + {b2a2+b4} = a4+a2b2 + a2b2+b4 = a + 2a b + b c.{b3a2-b6} = a -a b .b3(a2-b3) = a4-a2b3 . (a2-b3)2 Penyelesaian: a.3 : Hitunglah ekspresi berikut ini dan tuliskan hasilnya tanpa menggunakan tanda kurung.{3b3a2-3b6} = a4-a2b3 . (a2+b2) × (a2+b2) c. (a2-b2) × (a2+b2) b.3b3(a2-b3) = a4-a2b3 .3a2b3+3b6 = a .2a b + b 4 2 3 6 4 2 3 2 3 4 2 3 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) Sistem Bilangan Real 35 .a b +b = a .

2 : Untuk bilangan real a≠0. telah dibahas mengenai perpangkatan dengan bilangan bulat positif.1. perhatikan sifat perpangkatan a0 × am = a0+m = am Jika am ≠ 0 maka haruslah a0 = 1. Gagasan-gagasan yang muncul dari sifat-sifat perpangkatan dengan pangkat bilangan bulat positif dapat digunakan untuk mengungkapkan arti pangkat bilangan negatif ataupun pangkat nol.3. ■ Bilangan Berpangkat Nol Untuk memahami arti bilangan a0. DEFINISI 1. yang artinya perkalian atas basis bilangan (sebagai faktor) sebanyak pangkat yang diketahui. 20 = 1 b. (-3)0 = 1 −2 c. Perhatikan definisi berikut ini. agar kesamaan a0 × am = am dipenuhi. Selanjutnya dengan tambahan syarat untuk bilangan a. seperti 10-2 atau 70 ?.3. (a + b)0 = 1. a0 sebagai: a0 = 1 (dibaca: a pangkat 0) didefinisikan CONTOH 1. Bagaimana suatu bilangan berpangkat bilangan negatif atau berpangkat nol. apabila a + b ≠ 0 5 36 Sistem Bilangan Real . yaitu agar am ≠ 0 cukup dipilih a ≠ 0.4 : a.2 Pangkat Bilangan Negatif dan Nol Pada subbab sebelumnya.3. ( +7)0 = 1 d.

sebagai: a-n = 1 𝑎 𝑛 a-n didefinisikan CONTOH 1.3. bulat negatif. Sistem Bilangan Real 37 .3. Mari kita lihat kembali sifat perpangkatan 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 Jika a ≠ 0 dan m = 0 maka didapat 𝑎 0 𝑎 𝑛 = 𝑎 𝑛 = 𝑎0−𝑛 = 𝑎−𝑛 1 Oleh karena itu dibuat definisi bilangan berpangkat negatif berikut ini. maupun berpangkat 0. DEFINISI 1. (− )−2 = c.■ Bilangan Berpangkat Negatif Bagaimana kita mendefinisikan bilangan pangkat negatif ?.5 : a.3 : Untuk bilangan bulat n dan bilangan real a≠0. 2−5 = 5 7 1 25 = 32 1 (−5/7)2 1 (−2𝑥)4 1 b. baik itu berpangkat bulat positif. (−2𝑥)−4 = = (−5/7)(−5/7) = 25/49 = 25 1 (−2)4 𝑥 4 1 1 49 = = 1 16𝑥 4 Sekarang kita telah mengenal bilangan berpangkat bilangan bulat.

(4−3 × 2−5 )−1 (5−2 × 25−1 )−2 b. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = CONTOH 1. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0.Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i. Jika n bilangan bulat positif dan a. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 . (4−3 × 2−5 )−1 5−2 × 25−1 −2 = = ((22 )−3 × 2−5 )−1 (5−2 × (52 )−1 )−2 = (2−6 × 2−5 )−1 5−2 × 5−2 = (2−11 )−1 5−4 = 211 × 58 −2 −2 38 Sistem Bilangan Real . maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv. b. maka berlaku: a. Jika m dan n bilangan bulat dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. b bilangan real sembarang dengan a≠0 dan dengan b≠0. ii.3. maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . 3−2 +3−2 2−5 −3−2 Penyelesaian: a. maka iii.6 : Sederhanakanlah: a. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0.

7 : Tuliskan bentuk (𝑥 + 𝑦)−1 𝑥 −2 − 𝑦 −1 ke dalam bentuk pangkat bilangan bulat positif. Penyelesaian: 𝑥 + 𝑦 −1 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 = −2 = = 𝑥 −2 − 𝑦 −1 (𝑥 − 𝑦 −1 ) × 𝑥 2 𝑦 𝑥 0 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 = = 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 × 𝑥 2 𝑦 = 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑦𝑥 + 𝑦 2 − 𝑥 3 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 2 𝑥 2 𝑦 𝑥 2 = 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 Sistem Bilangan Real 39 . 3−2 +3−2 2−5 −3−2 = 2 × 3−2 × 25 × 32 26 × 30 26 = 0 = 2 (2−5 − 3−2 ) × 25 × 32 2 × 32 − 25 30 3 − 25 64 64 = = −4 9 − 25 −16 = CONTOH 1.3.b.

Sebagai contoh. -0. Bentuk baku notasi ilmiah suatu bilangan adalah penulisan dalam bentuk 𝑎 × 10𝑛 dengan -10 < a < 10 dan n bilangan bulat Perlu diperhatikan pengertian perpindahan letak tanda koma (desimal). 40 Sistem Bilangan Real .6 × 10−7 .■ Notasi Ilmiah dari Bilangan Notasi ilmiah dari bilangan digunakan untuk menuliskan bilangan yang sangat besar ataupun bilangan yang sangat kecil. CONTOH 1. Pergeseran (melompat) n angka ke kanan berarti memunculkan perkalian dengan 10−𝑛 .000.3.5 × 108 km. bilangan 375.00002345 Penyelesaian: a. Jarak bumi ke matahari sekitar 150. Jarak bumi ke matahari kira-kira 1. b.8 : Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. Pergeseran (melompat) n angka/digit ke kiri berarti memunculkan perkalian dengan 10𝑛 .000 km. yaitu: i.000.000.000 ditulis sebagai 3. ii. a. bilangan 0.00000016 ditulis sebagai −1.75 × 1011 .

memuat pangkat 2 atau kuadrat. Beberapa penerapan disajikan dalam bentuk contoh.9 Seorang pemborong pelayanan kebersihan gedung akan melakukan pekerjaan pembersihan gedung yang bentuknya hampir menyerupai setengah bola.000 per m2. sehingga diperoleh 2. kita telah mengenal bilangan berpangkat. permasalahan yang terkait dengan bisnis. Pertama kita awali dengan contoh yang sederhana.3. kita akan memakai operasi bilangan berpangkat ini pada beberapa permasalahan matematika. dan kehidupan sehari-hari.3 Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat Sebelum ini. Biaya pembersihan Rp. Jika diameter gedung adalah 200 m. 50. maka berapa perkiraan biaya pembersihan permukaan gedung tersebut ? Sistem Bilangan Real 41 .Didapat dengan cara menggeser tanda koma ke kiri sampai setelah angka pertama. Jadi diperlukan pergeseran ke kanan sebanyak 5 lompatan. operasi bilangan berpangkat. dan sifat-sifatnya. Dalam hal ini diperlukan 8 kali lompatan.3.345 × 10−5 .00002345 apabila ditulis dalam notasi ilmiah diperlukan menggeser tanda koma hingga setelah angka tak nol pertama. b. Bilangan -0. 1. CONTOH 1. Pada subbab ini.

Hasil dari penguraian bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 mempunyai suatu keteraturan koefisien dari setiap suku yang dinamakan Segitiga Pascal. 1.14 × 1002 = 62. 2.000.14. luas permukaan gedung mendekati 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 dengan L adalah luas permukaan gedung. 3. 5 seperti berikut ini. Karena itu.000 × 62. Segitiga Pascal Salah satu pemakaian bilangan berpangkat adalah untuk menghitung / menguraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 .800 𝑚2 = 𝑅𝑝 3.140.000 𝑚2 Untuk contoh penerapan yang lainnya.Penyelesaian: Luas permukaan gedung didekati dengan setengah luas kulit bola.800 𝑚2 Biaya pembersihan per m2 adalah Rp 50. Sekarang kita coba uraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 untuk k = 0. 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 = 2 × 3. 42 Sistem Bilangan Real .000. sehingga perkiraan biaya pembersihan keseluruhan gedung adalah 𝑅𝑝 50. dan π didekati dengan 3. 4. r adalah jari-jari gedung = setengah dari diameter. coba kita perhatikan segitiga Pascal berikut ini.

Sebagai ilustrasi. (i=3). mempunyai bentuk x 3 y 2 = 𝑥 5−2 𝑦 2 o Pada suku ke-4. (i=2). 3 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥𝑦 + 𝑦 2 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 1 𝑦 3 v. (i=0).i. perhatikan untuk k=5 berikut ini. ii. ada bentuk 𝑥 𝑘−𝑖 𝑦 𝑖 dengan i = 0. (𝑥 + 𝑦)5 = 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 𝑦 5 o Pada suku ke-1. 4 3 = 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 𝑦 3 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 1 𝑦 4 vi.. 𝑥 + 𝑦 5 = 𝑥 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 1 𝑦 5 Perhatikan pada uraian di atas. iii. 1. mempunyai bentuk 𝑦 5 = x 0 y 5 = 𝑥 5−5 𝑦 5 Sistem Bilangan Real 43 . mempunyai bentuk 𝑥 4 𝑦 1 = 𝑥 5−1 𝑦 1 o Pada suku ke-3. k. mempunyai bentuk x1 y 4 = 𝑥 5−4 𝑦 4 o Pada suku ke-6. . (i=5). (i=4). mempunyai bentuk x 2 y 3 = 𝑥 5−3 𝑦 3 o Pada suku ke-5... mempunyai bentuk 𝑥 5 = 𝑥 5 𝑦 0 = 𝑥 5−0 𝑦 0 o Pada suku ke-2. (i=1). bahwa:  Pada setiap suku dari (𝑥 + 𝑦)𝑘 . 2. 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 1 2 =1 = 1 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 𝑥𝑦 + 𝑦𝑥 + 𝑦 2 = 1 𝑥 2 + 2 𝑥𝑦 + 1 𝑦 2 = 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 + 𝑦 2 iv.

 Konstanta (koefisien) dari tiap-tiap suku pada (𝑥 + 𝑦)0 sampai dengan (𝑥 + 𝑦)5 mempunyai suatu bentuk keteraturan yang dinamakan segitiga Pascal seperti berikut ini.3. Sehingga koefisien segitiga Pascal tersebut dapat kita lanjutkan lagi untuk k=6 dan k=7 seperti Gambar 1. Gambar 1.1 Segitiga Pascal Enam Baris Kalau diperhatikan nilai-nilai pada suatu baris ke-k pada segitiga Pascal merupakan „jumlahan silang‟ dari baris ke k-1 (baris sebelumnya). Gambar 1.3.2.3.2 Segitiga Pascal Delapan Baris 44 Sistem Bilangan Real .

C ONTOH 1.3.10 D engan m enggunakan segitiga Pascal, uraikan bentuk–bentuk perpangkatan dibawah ini. a. 𝑥 + 𝑦
6

b. (𝑥 − 𝑦)7

Penyelesaian:

a. Nilai-nilai pada baris k=6 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 + 𝑦 6 , diperoleh 𝑥 + 𝑦
6

=

= 1 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 1 𝑦 5 = 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 𝑦 5

b. Nilai-nilai pada baris k=7 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 − 𝑦 7 , diperoleh 𝑥 − 𝑦
7

= 𝑥 + (−𝑦)

7 2

= 𝑥 7 + 7𝑥 6 (−𝑦) + 21𝑥 5 −𝑦

+ 35𝑥 4 (−𝑦)3 +

35𝑥 3 (−𝑦)4 + 21𝑥 2 (−𝑦)5 + 7𝑥(−𝑦)6 + (−𝑦)7 = 𝑥 7 − 7𝑥 6 𝑦 + 21𝑥 5 𝑦 2 − 35𝑥 4 𝑦 3 + +35𝑥 3 𝑦 4 − 21𝑥 2 𝑦 5 + 7𝑥𝑦 6 − 𝑦 7

Sistem Bilangan Real

45

CONTOH 1.3.11 Persamaan untuk menghitung investasi dengan modal 𝑀𝑜 = 𝑅𝑝

1.000.000 dengan laju bunga i=10% per tahun selama n tahun adalah 𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah modal awal, sedangkan Mn adalah jumlah uang setelah n tahun. Berapakah total nilai uang setelah 2 tahun ?. 𝑀𝑛 = 1.000.000 × (1 + 0,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (1,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11 × 10−1 )2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11)2 × 10−2 ⟹ 𝑀𝑛 = 121 × 106−2 = 121 × 104 Jadi besarnya investasi setelah dua tahun adalah Rp 1.210.000. CONTOH 1.3.12 Pada tanggal 1 Januari 2004, bapaknya si A meminjam uang bank sebesar untuk pengembangan usaha. Pinjaman tersebut ditagihkan kepada si A pada tanggal 31 Desember 2007 sebesar $ 5208,33. Jika bunga pinjaman sebesar 4% per tahun ditambahkan pada tiap akhir tahun sebagai pinjaman, maka berapa besar yang dipinjam oleh bapaknya si A?

Penyelesaian: Karena bunga ditambahkan sebagai pinjaman di setiap akhir tahun, bank menerapkan bunga berbunga. Oleh karena itu, kita pakai rumus

46

Sistem Bilangan Real

𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah pinjaman awal, sedangkan Mn adalah jumlah pinjaman setelah n tahun. Pinjaman dilakukan selama 4 tahun, dari 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2007. Sedangkan i adalah besarnya bunga tiap tahun. 5208,33 = 𝑀𝑜 × (1 + 0,04)4 ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 (1 + 0,04)4

Kita hitung terlebih dahulu (1 + 0,04)4 sebagai berikut. (1 + 0,04)4 = 1 + 0,04 + 0,042 + 0,043 + 0,044 . = 1,04 + 0,0016 + 0,000064 + 0,00000256. = 1,04166656. Hasil ini dimasukkan ke ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 5208,33 4 = 1,04166656 = 5000 (1 + 0,04)

Jadi besarnya pinjaman oleh bapaknya si A adalah $ 5000.

Sistem Bilangan Real

47

 RANGKUMAN
Bilangan real dapat di pangkatkan dengan bilangan bulat. Untuk bilangan real a≠0, a0 = 1. Untuk n bulat positif dan a real, bilangan an = a×a×a×…×a. Sifat operasi pangkat bulat pada bilangan real: 1. 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 2. (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 3. 5. 𝑎
𝑚 𝑎 𝑛

= 𝑎𝑚 −𝑛
= 𝑎
𝑛 𝑏 𝑛

4. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛

(𝑏 )𝑛 𝑎

SOAL LATIHAN 1-3
1. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini dalam bentuk notasi pangkat (eksponen). a. 5 × 5 × 5 × 5 c. -2 × 4 × 2 × (-16) e. ab × ab × ab b. (-3) × (-3) × (-3) × (-3) d. 2a × 2a × 2a f. (-b) × (-b) × (-b)

2. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini menjadi bentuk bilangan yang lebih sederhana. a. 254 c. (-2ab2)4 e. ( 𝑎2 𝑏 3 )4
3 2

b. (-16)2 d. (2a)5 f. (2 𝑎
−𝑏 2

)4

48

Sistem Bilangan Real

Pada tahun 2010. 0. Tentukan hasil perkalian berikut ini dan tuliskan dalam bentuk pangkat bilangan positif. a. (2x+y)3 − 𝑦 2 𝑥 2 − 𝑥𝑦 2 f. Diameter atom Helium b. a. (2x)3(3y-2) f. e. c. (25-16)3 c.012 f. Jika x dan y adalah bilangan real. 55. 10. -0. 2+ 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 ) 𝑥 (1 − 4. 75 73 8𝑥 2 𝑦 −3 2𝑥 −3 𝑦 −5 b. (-2+16)(2+8)2 d.3. (-2x-y)2 e. d. a. Jika a. a. f. 53 c. penduduk Indonesia berjumlah 300 juta.000. 3-5.00000314 e. (4x2y-3)(2x-2y3)-2 6. 93 d. adalah 0. b. 3-5. 903 d. 24 62 32 15 𝑥 3 𝑦 3𝑥 2 𝑏 3 𝑥𝑦 𝑎𝑥 𝑏 2 𝑦 𝑏𝑦 8𝑎 4 𝑏 2 2 𝑎 2 𝑏 3𝑥 2 15 𝑥 3 𝑦 1 4𝑎𝑏 𝑥 2 𝑦 3𝑥 2 𝑦 𝑥 b. 5-3 e. maka sederhanakanlah ekspresi rasional berikut ini. g. Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. 2 2 3 𝑥 𝑦 3 b.000000022 cm Sistem Bilangan Real 49 . × + - 2+ 𝑥 𝑦 (1 − ) 5. 5-5. maka sederhanakanlah ekspresi berikut ini menjadi bentuk yang tidak memuat tanda kurung. x dan y adalah bilangan real. 7−5 73 h.000 c.

Jadi mencari akar suatu bilangan merupakan kebalikan dari pemangkatan. 194481 50 Sistem Bilangan Real . Secara notasi matematika: 𝑎 = 𝑏 jika b2 = a. . b. menjadi bilangan semula a. karena 32 = 9 25 = 5 . 1296 b. CONTOH 1.4 Bilangan dalam Bentuk Akar (Rasional) Pada bagian ini dibahas mengenai bentuk akar. karena 52 = 25 CONTOH 1. 9 = 3 . misalnya 16 = 4. Bentuk akar ditulis menggunakan tanda radikal dengan simbul Sedangkan kata akar merupakan terjemahan dari kata root dalam bahasa Inggris. dan b bilangan positif Tulisan 𝑎 dibaca “akar kuadrat dari a” atau “akar dari a”.1 : Akar kuadrat suatu bilangan real a non negatif adalah bilangan non negatif b yang kalau dipangkatkan dua.4.4. DEFINISI 1.4.1.1 : a.2 : Tentukan hasil akar kuadrat berikut ini. a.

untuk 𝑝 ≥ 0 𝑝 2 = −𝑝.4 : Untuk x bilangan real.3 : a.4. Pertama. 42 = 4 (−9)2 = − −9 = 9 CONTOH 1. difaktorkan 1296. 1296 = 2 × 648 (648 difaktorkan) = 2 × 2 × 324 (324 difaktorkan) 2 × 2 × 162 = 2 (162 difaktorkan) = 23 × 2 × 81 (81 difaktorkan) = 24 × 34 = (2 × 3)4 = ((2 × 3)2 )2 Jadi 1296 = (2 × 3)2 = 62 = 36 karena 362 = 1296 b. 194481 = Jadi (32 × 72 )2 194481 = (3 × 7)2 = 441 karena 4412 = 194481 Kalau kita lihat definisi akar di atas. 𝑝 2 = 𝑝. Sistem Bilangan Real 51 . berlaku bahwa: i.4. b. ii. Faktorkan bilangan 194481 menjadi 194481 = 34 × 74 = (32 × 72 )2 . Karena akhir bilangan tersebut adalah 2.Penyelesaian: a. maka 2 merupakan faktor. tentukan hasil dari 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 . untuk 𝑝 < 0 CONTOH 1.

Perkalian dan Pembagian Bilangan Bentuk Akar Jika a dan b merupakan bilangan real positif.Penyelesaian: 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 = 𝑥 + 1 2 = x + 1. perkalian. ii. 𝑎𝑏 = 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 = 𝑎 𝑏 CONTOH 1.1 Operasi Aljabar pada Bilangan Berbentuk Akar Bilangan dalam bentuk akar juga dapat dikenakan operasi aljabar seperti penjumlahan. dan pembagian.5 : a. 6 9 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 52 Sistem Bilangan Real . maka berlaku: i. 42 × 3 = 42 × 3 = 4 3 5 = 4 3 × 5 = 4 15 36 81 b. pengurangan.4. 3 d. 4 3 × c. 36 81 =3 = =3 =2 = 𝑎2 𝑐 4 = 𝑎𝑐 2 jika a > 0. jika (x+1) < 0 atau x < -1 1. jika (x+1) ≥ 0 atau x ≥ -1 = -(x+1).4. Karena pada dasarnya bilangan dalam bentuk akar adalah suatu bilangan real yang dapat dioperasikan.

2 3 + 5 3 = (2 + 5) 3 = 7 3 b. maka penjumlahan dan pengurangan bilangan dalam bentuk akar hanya dapat dilakukan pada dua bilangan yang sejenis (pada ekspresi i & ii di atas 𝑐 dikatakan bilangan sejenis). 2 20 + 5 45 − 2 5 = 2 4 .4. 𝑎 𝑐 − 𝑏 𝑐 = (𝑎 − 𝑏) 𝑐 Jika kita lihat sifat di atas.■ Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bentuk Akar Jika a. CONTOH 1. sebenarnya operasi jumlah dan kurang di atas sama dengan yang telah lalu. a. 2 3 + 5 3 b.3 − 5 3 = 2 3 − 5 3 = -3 3 c. 2 20 + 5 45 − 2 5 Penyelesaian: Jika bilangan dalam tanda akar belum sejenis. 5 + 5 9 . 12 − 5 3 c. maka kita rubah sebisa mungkin untuk dapat sejenis. Lihat kembali sifat distributif pada bilangan real. 12 − 5 3 = 4.6 : Tentukan hasil dari pengoperasian bilangan bentuk akar di bawah ini. 5 − 2 5 Sistem Bilangan Real 53 . b merupakan bilangan real dan c merupakan bilangan real positif. a. 𝑎 𝑐 + 𝑏 𝑐 = (𝑎 + 𝑏) 𝑐 ii. maka berlaku: i.

𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 54 Sistem Bilangan Real . 1.7 : Sederhanakanlah bentuk 3 3 5 3 − Penyelesaian: Sifat distributif pada bilangan real dapat dipakai.= 4 5 + 15 5 − 2 5 = (4 + 15) 5 − 2 5 = (19 − 2) 5 = 17 5 CONTOH 1.4. 3 3 5 3− 12 = 15 3 3 − 3 3 12 = 15(3) – 3 36 = 45 – 18 = 27 12 .4. hasilnya dapat berupa pecahan dengan penyebut bentuk akar. karena bilangan dalam bentuk akar juga merupakan bilangan real. Proses demikian dinamakan merasionalkan penyebut.2 Merasionalkan Penyebut Pada pembagian yang memuat bentuk akar. Proses merasionalkan penyebut dapat dikerjakan dengan memanfaatkan bentuk perkalian: i. 𝑎 × 𝑎 = 𝑎2 ii. Bentuk akar pada penyebut itu dapat diubah sehingga penyebutnya tidak lagi memuat bentuk akar.

kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut. 2+ 3 5− 2 = = = = 2+ 3 5− 2 × 5+ 2 5+ 2 2 5+2 2+ 3 5+ 3 2 5 5− 2 2 2 5+2 2+ 15+ 6 5− 2 2 5+2 2+ 15+ 6 3 Sistem Bilangan Real 55 . 5 2 = 5 2 × 2 2 = 5 2 2 2 = 10 4 = 10 2 b. kalikan penyebutnya dengan bilangan ( 5 + 2) dan kalikan pembilang dengan ( 5 + 2). Agar tidak merubah nilai bilangan.CONTOH 1. Pada kasus ini. 2− 3 5 c. pembilang juga dikalikan 5 . kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut.4. Oleh karena itu. yaitu 5. pembilang juga dikalikan 2 . yaitu 2. 2− 3 5 × 5 5 = 2 5− 15 25 = 2 5− 15 5 c. Pada kasus ini. 2+ 3 5− 2 Penyelesaian: a. 5 2 b. Agar tidak merubah nilai bilangan. gunakan bentuk 𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 . Pada kasus ini.8 : Rasionalkan penyebut pada bilangan: a.

Bentuk akar ini akan kita hilangkan satu per satu. 3 (2+ 3)− 2 2+ 3 + 2 2+ 3 + 2 3 2+ 3 +3 2 (2+ 3)2 −2 × = = 6+3 3 +3 2 4+4 3+3 −2 6+3 3 +3 2 5+4 3 = . Penyelesaian: Pada kasus ini. penyebut hanya memuat satu bentuk akar = 6+3 3 +3 2 5+4 3 × 5−4 3 5−4 3 = 6+3 3 5− 6+3 3 4 3+15 2−12 6 25+48 30+15 3 − 24 3+36 +15 2−12 6 73 −6−9 3+15 2−12 6 73 = = 56 Sistem Bilangan Real .CONTOH 1. sehingga kita buat seperti berikut ini.9 : Rasionalkan penyebut pada bilangan 3 2+ 3− 2 . Penyebut 2 + 3 − 2 = (2 + 3) − 2. penyebut memuat dua bilangan yang berbentuk akar.4.

maka tentukan nilai akar berikut ini. e. a. Carilah dikuadratkan berakhir dengan angka 1 atau 9 ?. d. 1369 15129 18662400 b. bilangan. 25𝑥 2 𝑥 2 − 5𝑥 + 6 tiga contoh b. Sistem Bilangan Real 57 . 256 529 2304 b. carilah nilai akarnya. Carilah nilai akar dari 14 × 18 × 105 × 625. a. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. carilah nilai akarnya. c. d. Carilah contoh bilangan. 6. f. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. 3. a. d. apabila bilangan tersebut dikuadratkan berakhir dengan angka 2. 11449 1500625 57153600 3. 243 441 1024 2. Jika x merupakan bilangan real positif. f. e.SOAL LATIHAN 1-4 1. c. c. atau 8 ?. (𝑥 − 1)2 2𝑥 2 + 18𝑥 + 40 apabila bilangan tersebut 5. 4. 7.

Pertanyaan selanjutnya adalah “apakah diperbolehkan bilangan real berpangkat dengan rasional ?”. Pada subbab ini akan dibahas bilangan real dipangkatkan dengan bilangan rasional. f. 58 Sistem Bilangan Real . h. 1. Jelaskan bahwa bilangan bulat yang berakhir dengan angka nol sebanyak ganjil bukan merupakan bilangan kuadrat. d. f. 18 + 12 − 5 2 75 + 48 − 6 1 3 3 9 ×2 3 𝑎2 𝑏 −5 6 − 24) 𝑎3 𝑏 5 × 9. 3 3 × 2 3 g. g.5 Bilangan Berpangkat Rasional Sebelum ini telah dikenalkan perpangkatan bilangan real dengan bilangan bulat. 1−5 2 2 5 5+ 2 2−3 2 5 3− 2 1 2+ 𝑎− 𝑏 c. 4 5 − 75 − 250 e. 2 7 5 2 2+3 2 1 𝑏+𝑎 𝑏 5− 2 2− 3− 2 b. 3 3 + 2 3 − 5 3 c. a. a. Tentukan hasil dari operasi aljabar pada bilangan bentuk akar di bawah ini. d. 8. Rasionalkan bilangan bentuk akar dibawah ini. h. 1 ( 3 b. e.7.

ditulis dengan 3 𝑎 = 𝑏. Sistem Bilangan Real 59 . jika 𝑎 < 0 𝑎𝑛 = 𝑎 . karena (-3)3 = -27. maka nilai a harus non negatif. karena 103 = 1000.5. d. CONTOH 1. jika 𝑏 3 = 𝑎 Untuk lebih jelasnya.DEFINISI 1. jika 𝑎 ≥ 0 −𝑎. ditulis dengan 𝑛 𝑎 = 𝑏. 3 3 3 3 3 8=2 125 = 5 −27 = −3 1000 = 10 −1000 = −10 karena 23 = 8.5. kita lihat contoh numerik berikut ini. karena 53 = 125.5.1 : Akar pangkat tiga dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan 3 menjadi bilangan a. e. untuk sembarang nilai a. b. karena (-10)3 = -1000. Dalam keadaan khusus:   Jika n genap maka Jika n ganjil maka 𝑛 𝑛 𝑎 .1 : a.2 : Akar pangkat n dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan n menjadi bilangan a. DEFINISI 1. kita lihat contoh numerik berikut ini. 𝑎𝑛 = Untuk lebih jelasnya. c. jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 Jika n genap.

-1024 difaktorkan. 5 5 32 = 25 = 2. d. kita akan menelaah arti dari 𝑎𝑛 . Bilangan dalam tanda akar. karena (-3)5 = -243. 4 81 c. Bilangan dalam tanda akar. 5 32 b. c. 81 difaktorkan. 4 4 81 = 34 = 3. a. 1 Selanjutnya. karena (-10)5 = -100000. 32 difaktorkan. e. CONTOH 1. Bilangan dalam tanda akar.2 : a.3 : Tentukan hasilnya (jika ada).5.5. c. 5 −1024 Penyelesaian: a. 81 = 3 × 27 = 3 × 3 × 9 = 3 × 3 × 3 × 3 = 34. Berdasarkan rumusan sebelumnya bahwa (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 . 4 4 5 5 5 16 = 2 625 = 5 −243 = −3 100000 = 10 −100000 = −10 karena 24 = 16. sehingga 60 Sistem Bilangan Real . karena 54 = 625. 32 = 2 × 16 = 2 × 2 × 8 = 2 × 2 × 2 × 4 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 25. b. karena 105 = 100000. b.CONTOH 1. -1024 = -2 × 512 = … = −210 = (−22 )5 = (−4)5 5 5 −1024 = (−4)5 = −4.

5.4 : Untuk bilangan bulat non negatif m dan bilangan asli n. DEFINISI 1.(𝑎𝑛 )𝑛 = 𝑎𝑛 ×𝑛 = 𝑎1 = 𝑎 Dikaitkan dengan rumusan bahwa arti 𝑏 𝑛 = 𝑎. arti dari 𝑎𝑛 adalah 𝑎𝑛 = 1 1 𝑛 1 𝑛 𝑛 𝑛 1 1 𝑎 = 𝑏 yang mempunyai 𝑎 atau 𝑎 𝑎𝑛 akan mempunyai nilai apabila:   Untuk n genap.5.3 : Untuk n bilangan asli. Pangkat bilangan rasional secara umum didefinisikan berikut ini. maka dapat diperoleh ( 𝑎)𝑛 = 𝑏 𝑛 = 𝑎 DEFINISI 1. arti dari 𝑎 𝑛 adalah 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 atau 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑚 1 𝑛 𝑚 1 𝑛 𝑚 𝑎𝑚 Untuk memperjelas maksud dari definisi ini. Sistem Bilangan Real 61 . Untuk n ganjil. kita lihat contoh berikut ini. nilai a harus positif.

Untuk persamaan ke-dua. 814 = (814 )3 = ( 81)3 = 33 = 27 c.5. 814 3 c. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat dengan basis (bilangan yang dipangkatkan) 3. (−27)3 5 Sifat – sifat perpangkatan bilangan rasional sama dengan sifat perpangkatan bilangan bulat. a.CONTOH 1. Untuk mendapatkan jawab persamaan pertama. karena pangkatnya genap maka terdapat dua jawab yang mungkin yaitu x = 3 atau 𝑥 = −3. Menyelesaikan Persamaan Pangkat Sederhana Persamaan pangkat mempunyai bentuk seperti 3 x = 9 atau x2 = 9. Dalam hal ini. jawab dari persamaan tersebut adalah x = 2. 62 Sistem Bilangan Real . 83 = (83 )2 = ( 8)2 = 22 = 4 b. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat 2. yaitu x2 = 32 Sehingga didapat jawab untuk persamaan itu.4 : Tentukan hasil dari operasi perpangkatan berikut ini. 83 Penyelesaian: a. (−27)3 = ((−27)3 )5 = ( −27)5 = (−3)5 = −243 2 1 3 3 1 4 2 1 3 2 b. yaitu 3x = 32 Dengan demikian.

Ruas kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu. 2𝑥+2 = 22 22 1 b. 4𝑥+1 = 2 8 1 22𝑥+2 = 2−3 22 22𝑥+2 = 2 5 − 2 5 2 9 4 Dari sini kita dapatkan bahwa 2𝑥 + 2 = − atau 𝑥 = − .Langkah-langkah serupa gambaran di atas. 4𝑥+1 = 2 8 = 22 Dari sini kita dapatkan bahwa 𝑥 + 2 = atau 𝑥 = . CONTOH 1.5.5 : Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini. a. selanjutnya dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan pangkat yang lain. 2𝑥+2 = 4 2 Penyelesaian: a. Ruas kiri dan kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu. 5 2 1 2 5 b. Sistem Bilangan Real 63 .

(−27000)3 f. 3 4 5 64 256 −1024 1 b.125)3 4 e. d. f. (81 × 256)4 c. a = b. ( b. a. (−0. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. a. (−1024)5 1 4 4 b. 1253 3 5 3. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. a. e. 125000 3 64 3 )4 256 4 5 4 4. ( c. 3 4 5 −64 −256 3125 3 4 2. c. Tentukan nilai akar berikut ini. RANGKUMAN    Akar pangkat. 2564 d. 273 e. a. 2564 c. jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 𝑛 SOAL LATIHAN 1-5 1.00243)5 f. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. 𝑚 1 𝑛 3 𝑎 = 𝑏. (−1024 × (−243))5 81 1 )4 256 8 × 27 4 )3 512 4 4 b. (0. (−27)3 f. (64 × 256)4 d. jika b3 = a. (8 × 27 × 512)3 e. Akar pangkat n. 0.1253 5 64 Sistem Bilangan Real . ( d.

( 64 256 × 0. 642𝑥 = 1 4 1 2 b.125)4 3 3 c. a. a. 𝑥 5 = −1024 e.0. 𝑥 3 = 4096 c. a. a. (0. Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 22𝑥 4𝑥 −3 = 4 1 2 e. ( )2𝑥 = 16 c. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional.037037037037037 )3 e. 4 3 81 𝑥 12 𝑥−𝑦 (𝑥+𝑦) 𝑥 b.5.111111111111111 )2 6. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional yang sederhana. 814 × c. (𝑥 2 )2 = 64 3 b. (𝑥 2 )4 = 8 f. ( 5 0.00243)6 7. 𝑥 2 𝑥 4 = 3 4 3 243 Sistem Bilangan Real 65 . 42𝑥−1 = ( )2𝑥 f.125)4 d. 3−𝑥 = 81 d. 3 216 × ( 512)4 3 (−0.00243 × 0. c. d. a. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. 5𝑥−4 = 125 243 9. Dapatkan semua nilai dari persamaan berikut ini. 𝑥 4 = 4096 d. 3 27𝑥 6 𝑦 9 𝑥𝑦 (𝑥+𝑦 3 5 8. 3 1 4 256 b. ( 81 256 × 16)4 4 1 b. (0.125)5 4 d. ( 0.

maka tidak selalu menghasilkan bilangan real. berarti a juga harus positif. Sekarang akan dibahas mengenai permasalahan menentukan bilangan p jika a dan b diketahui. nilai bx > 0. 66 Sistem Bilangan Real . dan x disebut hasil logaritma. Perkalian dapat dihitung dengan penjumlahan dan pembagian dapat dihitung menggunakan pengurangan. Karena a = bx. perhitungan dengan bilangan yang sangat besar dapat disederhanakan. 1. Dengan logaritma. (b) Bilangan b dipilih positif. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. semua sifat-sifat operasi aljabar dari logaritma tersebut. Permasalahan demikian yang merupakan permasalahan logaritma.6. arti dari blog a = x adalah bx = a Berkaitan dengan pengertian logaritma pada definisi di atas. misalnya ap = b.6 Logaritma Pada modul ini dibahas mengenai kebalikan dari pemangkatan yang disebut logaritma.1. dan permasalahannya adalah mencari bilangan b jika a dan p diketahui.6.1 Pengertian Logaritma Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai arti bilangan berangkat. Perhatikan definisi berikut ini. (c) Karena b positif dan x real.1 : Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1. Diuraikan pula. Jika b negatif dan dipangkatkan dengan bilangan rasional. DEFINISI 1. (a) Bilangan b disebut basis atau bilangan pokok logaritma.

maka blog 1 = 0.1 e. log 2 16 = 4.6.2: Tentukan nilai logaritma berikut ini. Jawabannya adalah 4. log 2 0. 𝑏 𝑏 log 𝑎 = 𝑎 Penulisan 𝑏 log 𝑎 sering ditulis dalam bentuk logb a. log16 2 = . (f) Karena b0 = 1 untuk b > 0. b.000 = 4. log 2 = −3.6. CONTOH 1. log10 10.25 Sistem Bilangan Real 67 . karena 161/4 = 2 4 1 d. atau 10 4 = 10. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “10 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 10.000?”. sebab untuk sembarang x maka nilai 1x = 1. log10 0.000 Penyelesaian: a. (e) Gantilah x pada ekspresi bx = a dengan blog a = x akan diperoleh b.(d) Nilai b harus tidak sama dengan 1. Untuk mencari nilai log10 10.000. karena 102 = 100 b. a. Oleh karena itu. log 3 243 c.000.1 a. log10 100 = 2. log10 10. karena 10-1 = 0. karena 24 = 16 c.1 = −1. karena 2-3 = 1/8 1 8 CONTOH 1.

dapat dihitung beberapa nilai y untuk nilai-nilai x seperti dalam tabel berikut ini: 68 Sistem Bilangan Real .b. Nilai tersebut dapat dicari menggunakan tabel atau kalkulator. Jawabannya adalah 5. Untuk menggambarkan sketsa grafik y = 2x. berapapun nilai x akan menghasilkan bx yang selalu positif. Misalnya log10 2 tidak dapat dicari menggunakan cara seperti di atas. Selain itu. maka log 3 243 = 5. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “3 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 243?”. Kita juga dapat mencari nilai log dari suatu bilangan dengan cara memfaktorkan bilangan tersebut menjadi perkalian basis dari logaritmanya. Misalkan akan digambarkan grafik pangkat dengan menghitung nilai-nilai pangkat sebanyak mungkin.6. log 3 243 = 5. 1.2 Menghitung Logaritma Logaritma adalah kebalikan dari proses pemangkatan. Oleh karena itu. perhatikan bahwa karena b > 0. Dengan demikian logaritma terdefinisi hanya untuk bilangan positif. Karena 243 = 3 × 3 × 3 × 3 × 3 = 3 5. c. Untuk mencari nilai log 3 243. maka log 2 0.25 = −2 Tidak semua logaritma dapat dicari hasilnya dengan mudah seperti contoh di atas. atau 3 5 = 243. Karena 0.25 = ¼ = 4-1 = 2-2. untuk itu diawali bagian ini dengan mengulang singkat sifat-sifat perpangkatan.

2 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 1 2 1 2 Dengan cara yang sama.6. 𝑦 = 2𝑥 dapat disketsakan seperti Gambar 1. x Sistem Bilangan Real 69 . Sketsa grafik y = ( )𝑥 merupakan pola dari grafik 2 1 y = a dengan 0 < a < 1. nilai 2x > 0. nilai 2x juga makin besar dan 2x > x. nilai 2x = 1. Dari tabel di atas dapat diamati beberapa sifat berikut: (a) Untuk x makin besar.1. (e) Jika x1 < x2.6. nilai 2x makin kecil menuju nol. (c) Untuk sembarang x. nilai 2𝑥 1 < 2𝑥 2 .Tentu saja dapat dihitung lebih banyak nilai y untuk mendapatkan sketsa grafik yang lebih tepat (halus). (d) Untuk x = 0.1 Grafik 𝑦 = 2 𝑥 Gambar 1.2.6. (b) Untuk x makin kecil (negatif). sketsa grafik y = ( )𝑥 dapat digambarkan seperti Gambar 1. Berdasarkan nilai-nilai pada tabel dan sifat di atas. Gambar 1.6. Gambar tersebut merupakan pola dari grafik y = ax dengan a > 1.

3 Grafik 𝑦 = 2𝑥 dan 𝑦 = 3𝑥 Berdasarkan informasi ini dapat digambarkan sketsa grafik y = ax.6.3. Misalnya perbedaan grafik y = 2x dan y = 3x dapat dilihat pada Gambar 1. (a) untuk x > 0. menunjukkan perbedaan antara grafik y = ( )𝑥 dan y = ( )𝑥 . maka ax < bx.6.6. maka ax > bx. Gambar 1. Perhatikan bahwa untuk x > 0 maka 2x < 3x dan untuk x < 0 maka 2x> 3.Untuk memberikan gambaran mengenai grafik y = ax untuk a yang lain. 1 2 1 3 70 Sistem Bilangan Real . Misal a > b.xSedangkan Gambar 1. berlaku. perhatikan sifat berikut ini. (b) untuk x < 0.

6. 1.6.4 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 dan 𝑦 = ( )𝑥 Grafik logaritma dapat dicari dari gafik pangkat. Secara terpisah 1 2 1 3 Gambar 1.6. Misalnya.5 Grafik Logaritma Sistem Bilangan Real 71 .Gambar 1.6..). untuk mendapatkan gafik y = log 2 𝑥 dapat diperoleh dari pencerminan grafik y = 2x terhadap garis y = x (lihat Gambar ditunjukkan grafik y = log 2 𝑥 pada Gambar 1.

6.Gambar 1. berlaku 72 Sistem Bilangan Real . untuk mendapatkan nilai log 2 𝑎 dapat diikuti gambaran yang diberikan pada Gambar 1.6.  Untuk sembarang bilangan b > 1. jika ditarik garis y = 3 yang memotong grafik kira-kira di titik dengan x = 1. Hal ini berarti log 2 3 ≈ 1.6. Sebagai contoh.6.6 (≈ dibaca „hampir sama dengan‟) Secara umum. berlaku log 𝑏 𝑝 < log 𝑏 𝑞  Untuk 0 < b < 1 dan 0 < p < q. dari grafik pada Gambar 1.6.6. Sifat yang lain dari logaritma diberikan berikut ini. dan 0 < p < q.6 Sketsa Grafik Logaritma Dari grafik-grafik tersebut dapat dicari nilai logaritma dengan ketepatan terbatas.

.3) diperoleh 1 < 1...5 = 1..2 .6.6. Jadi log 2 3 = 1. (1.6.4) Untuk mendapatkan kembali angka 3... (1. 0.41 < 1.6.1 Selanjutnya.… Untuk mendapatkan angka ke-dua dari log 2 3 diperlukan nilai perpangkatan dari 2 oleh 0..5 terletak di antara 20..log 𝑏 𝑝 > log 𝑏 𝑞 Uraian berikut ini memberikan gambaran menghitung log 2 3 berdasarkan sifat di atas. Tabel 1..6.4) dengan 2 dan diperoleh Sistem Bilangan Real 73 . dan seterusnya..1 . Diketahui bahwa 2 < 3 < 22 ..5 < 2 dan berdasarkan tabel perpangkatan dari 2 di atas diketahui bahwa 1. dengan membagi 2 pertidaksamaan(1.5 < 1.3) karena log 2 2 = 1 dan log 2 22 = 2........6 ........51 = 20. kalikan pertidaksamaan (1... maka 1 < log 2 3 < 2......

Tabel 1.4) dapat dibagi dengan 1.5 < log 2 3 < 1.6 Untuk mendapatkan ketepatan yang lebih tinggi.08 < 3 < 21+0.05 dan kemudian dengan 2 = 21 (angka yang digunakan untuk membagi) sehingga diperoleh 21+0.2.5+0.6.5 < 3 < 21.5+0. dihitung nilai-nilai seperti dalam Tabel 1.064 < 1.0644 = 20.134351773 Seperti sebelumnya.01.6.064 < 1.09 Hal ini berarti bahwa 74 Sistem Bilangan Real . 20.6.41 dan diperoleh 1 < 1. dikalikan ketaksamaan tersebut dengan 1. maka pertidaksamaan (1. dan seterusnya. Karena 2x > 1 untuk setiap x > 0.41 = 20.064 terletak di 20. harus dihitung 20.08 = 1.6 dan ini berarti bahwa 1.09 dan untuk mendapatkan kembali angka 3.2 Perhatikan bahwa 1.0570 < 1.21.02.

berati log 2 3 ≈ 1.6. diketahui bahwa 1. berarti log 2 5 = 2.58… Tahapan ini dapat dilanjutkan untuk mendapatkan nilai hampiran dengan ketepatan sesuai yang diinginkan.3… .4 Dengan mengalikan ketaksamaan terakhir dengan 2 2 diperoleh 22+0.25 dibagi dengan 1. Karena diketahui bahwa log 2 3 < 1.25 terletak 20.6.3 Dengan menggunakan tabel pangkat yang telah dibuat di atas.58.3 < 5 < 22+0.3 = 1.25 < 1.25 < 2 Selanjutnya menggunakan Tabel 1.23 < 1.1.4 Ini berarti log 2 5 = 2.0163 dan Sistem Bilangan Real 75 .  Untuk memperoleh ketepatan yang lebih baik.1.59 Dengan demikian log 2 3 = 1.58 < log 2 3 < 1.23 < 1. ketaksamaan 1. Penyelesaian:   Karena 22 = 4 < 5 < 23.… Ketaksamaan tersebut dibagi dengan 22 = 4. hitunglah log 2 5.32 = 20.23 dan diperoleh 1 < 1. dan diperoleh 1 < 1.59.585 lebih baik dibandingkan dengan log 2 3 ≈ 1. CONTOH 1.

3+0.2.6. bahwa logaritma dapat diturunkan dari perpangkatan.325. maka log 𝑏 𝑝 × 𝑞 = log 𝑏 𝑝 + log 𝑏 𝑞 ii. b≠1. maka log 𝑏 𝑝 = log 𝑏 𝑝 log 𝑏 𝑞 iv. p real. Dengan pemahaman tersebut. diketahui bahwa 1. b≠1. Jika b > 0. Untuk ketepatan tiga angka di belakang koma. p > 0 dan q > 0.3 Sifat-sifat Logaritma Sebagaimana telah diuraikan pada subbab sebelumnya. b≠1.32…. p > 0 dan q > 0.3+0.6.0163 terletak 20. Jika b > 0. dan q rasional. Jika b > 0.selanjutnya berdasarkan Tabel 1. sifat-sifat perpangkatan dapat digunakan untuk mendapatkan sifat-sifat logaritma seperti berikut ini. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = log 𝑏 𝑝 − log 𝑏 𝑞 iii.02 < 5 < 22+0.03 dan ini berarti log 2 5 = 2. 1.0210 = 20. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = 𝑞 log 𝑏 𝑝 76 Sistem Bilangan Real . p > 0 dan q > 0. b≠1.3 diperoleh 22+0.0163 < 1.03 Dengan mengalikan dengan 22+0.0140 < 1.02 = 1. berarti log 2 5 ≈ 2. Jika b > 0. i.

4771.4771 = 0.1761 Sistem Bilangan Real 77 . Penyelesaian: 3 2 dan log10 3 = 0.5 Misal diketahui log10 2 = 0.6. Penyelesaian: log10 6 = log10 2 × 3 = log10 2 + log10 3 = 0.3010 .6.0.4771 = .4771 – 0.3010 log10 6.3010 = 0. tentukan  log10 1.3010 + 0.3010 log10 1.0.1761 2 3  log10 0.4 Misal diketahui log10 2 = 0.4771.5 = log10 = log10 3 − log10 2 = 0.CONTOH 1.6666 … . tentukan CONTOH 1.6666 … = log10 = log10 2 − log10 3 = 0.7781 dan log10 3 = 0.5 dan log10 0.

4771.3010 0. CONTOH 1.3010 log 2 3 dan log 3 2 .4771 0. dapatkan log10 16. mebagi bilangan.6.6.6.3010 0.3010.58505 = 0.4 Contoh Pemakaian Logaritma Pada subbab ini. dapatkan = = 0.6309 CONTOH 1. Penyelesaian: log10 16 = log10 24 = 4 log10 2 = 4 0.6 Misal diketahui log10 2 = 0.6666 Penyelesaian: 78 Sistem Bilangan Real . Penyelesaian:   log 2 3 = log 3 2 = log 10 3 log 10 2 log 10 2 log 10 3 dan log10 3 = 0.4771 = 1. diantaranya: untuk mengalikan bilangan.5 × 0. hitunglah pendekatan 1. menghitung pangkat suatu bilangan.3010 = 1.7 Misal diketahui log10 2 = 0. akan disajikan contoh-contoh pemakaian logaritma.6.CONTOH 1.8 Dengan menggunakan logaritma.2040 1.

log 2 3 = 1.58505 (berdasarkan contoh 1.6666 log10 1.5 × 0.6.1761 − 0.6666 log10 𝑥 = log10 1.6. Penyelesaian: 2𝑥 = 3 Sebelah kiri dan kanan tanda sama dengan dikenakan operasi log 2 log 2 2𝑥 = log 2 3 𝑥 log 2 2 = log 2 3 𝑥 = log 2 3 = 1.6.5 × 0.10 Dana Rp 100.000. Perhitungan 9 tahun kemudian menggunakan rumusan.6666 = 0.000 dideposito dengan bunga 10 % per tahun. Sistem Bilangan Real 79 .5 + log10 0.58505) CONTOH 1.6.Misal 𝑥 = 1.1)9 Tentukan besarnya dana pada akhir tahun ke 9.1761 = 0 𝑥 = 100 = 1 CONTOH 1.9 Dapatkan nilai x yang memenuhi 2𝑥 = 3. 𝑀9 = 𝑀0 (1 + 0.

794.1 = 8 + 9 ×0.1)9 ⟹ log10 𝑀9 = 8 + 9 × log10 1. atau dapat berbantuan tabel logaritma) ⟹ 𝑀9 = 108.372534 = 235. maka tentukan rumusan berapa lama untuk mencapainya.000(1 + 0.769 CONTOH 1. 80 Sistem Bilangan Real .1 dihitung berbantuan kakulator. i adalah laju bunga per periode bunga.1)9 ⟹ 𝑀9 = 108 (1 + 0.6.11 Persamaan untuk menghitung nilai tunai (present value/PV) dari anuitas biasa adalah 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 𝑃𝑉 = 𝑅 × Dengan : R adalah pembayaran periodik dari anuitas.041393 = 8.000.Penyelesaian: 𝑀9 = 100.372534 (disini log10 1. karena sebelumnya tidak ada contoh penghitungan untuk log10 1. n adalah jumlah interval pembayaran Jika diinginkan mencapai nilai tertentu di masa mendatang (Future value/ FV).1 .

PV digantikan dengan FV menjadi 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝐹𝑉 = 𝑅 × 𝑖 Kita akan mencari nilai n. Kenakan operasi log pada kedua sisi persamaan. berapa lama untuk mendapatkan nilai yang akan datang yang diinginkan. diperoleh 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 × 1 − 1 + 𝑖 𝑖 −𝑛 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 + 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 1 + 𝑖 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 −𝑛 − 𝑙𝑜𝑔10 𝑖 −𝑛 𝐹𝑉 𝑖 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 −𝑛 =1− 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 ⟹ 𝑛 = 𝑙𝑜𝑔10 1 + 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 𝑙𝑜𝑔10 (1 + 𝑖) Sistem Bilangan Real 81 .Penyelesaian: Persamaan pada contoh ini.

10log 10 0.000 a. p > 0 dan q > 0. RANGKUMAN  Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1. a. a. b≠1. Dengan mengikuti cara pada Contoh 1. log b pq = q log b p SOAL LATIHAN 1-6 1. hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan dua angka di belakang koma.  Jika b > 0. log b p q = log b p − log b q log b p log b q 3. log1/2 1 64 e. log 2 64 c. log 2 15 f. log 2 25 b. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini. e. maka berlaku : 1. log b p = 4. log10 10. log 2 6 c. log 5 1 125 2. arti dari blog a = x adalah bx = a. log 2 1 128 b.00001 b. log 5 625 d. log 2 75 82 Sistem Bilangan Real . log1/2 64 d. 2log 2 512 f.4. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini. log b p × q = log b p + log b q 2.0001 3. log10 0. log 2 64 c. log 2 10 e. log 2 7 d. log 25 125 f.6.

maka hitunglah a. log 8 30 c. log10 15 e.5 f.7740 dan log 8 6 = 08616 . log 4 5 d. maka hitunglah 7. maka hitunglah 6. a.5 d. Jika log10 2 = 0. log 8 36 d.2 5. log 8 150 e. log 8 1. log16 10 a. log10 256 e. log10 11 a.2 8. log10 24 c. log 25 64 b. log 2 3 × log 3 4 × log 4 5 b. log10 1. Dengan menyamakan basis logaritma. Jika log 8 5 = 0.4771 . Jika dipunyai tabel seperti berikut ini Maka hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan satu angka di belakang koma.4. log16 2 b.3010 dan log10 3 = 0. log 8 7. log 3 8 × log 5 9 × log 2 7 3 b. log 8 750 f. log10 12 b. log10 2 d. Jika log10 16 = 1. Jika log16 5 = 𝑥. log10 1600 c. log 5 16 a. log 2 25 c. log10 4. log10 32 f. maka hitunglah 9. log10 2 c. log10 4 e. hitunglah Sistem Bilangan Real 83 .20412. log10 18 b. log10 3 d. log10 5 f. log10 45 a.

Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut ini.10. log 2𝑥−1 3 − 4 log 3 2𝑥 − 1 + 3 = 0 84 Sistem Bilangan Real . log 8 𝑥 − log 𝑥 8 − 6 = 0 b. a.

Bab 2 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN Persamaan atau pertidaksamaan merupakan suatu bentuk model matematik yang dibangun dari dunia nyata sebagai bentuk hubungan perwujudan dari alam pikir terhadap suatu masalah. Persamaan dan Pertidaksamaan 85 . Pada kenyataannya persamaan atau pertidaksamaan yang muncul dari fenomena nyata dapat berbentuk linear atau tak linear. Akan tetapi. Model yang berbentuk persamaan atau pertidaksamaan merupakan struktur dari suatu masalah yang mengandung peubah-peubah atau parameter yang dianalisis atau diselesaikan dengan menggunakan operasi matematika. Setiap model persamaan atau pertidaksamaan harus memuat unsur-unsur yang merupakan abstraksi dari kenyataan masalah tersebut.

7x + 6y = 10 Selain banyaknya peubah pada persamaan linear juga dapat ditinjau dari banyaknya persamaan linear yang muncul secara serentak disebut sistem persamaan linear. Roti terdiri dari tiga jenis. seperti: 1. yaitu: roti keju. maka berapakah banyaknya tiap-tiap jenis harus diproduksi agar memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya. maka berapa biaya masuk objek wisata per orang ?. Setiap roti keju diproduksi paling sedikit 50 bungkus. Perusahaan roti memproduksi 500 bungkus roti setiap hari. dan roti daging. a. dan roti daging paling sedikit 70 bungkus. Satu rombongan bus wisata mengunjungi obyek wisata. roti cokelat.pada buku ajar ini akan dibahas bentuk linear dan kuadrat. roti cokelat paling sedikit 100 bungkus. misalnya: 1.y + 2z – u = 0 x + 2y – u =0 y -z+u =0 z -u =0 86 Persamaan dan Pertidaksamaan . x + 2y + z = -1 -x + y + 2z = 2 x+z = 1 3.000 per bus. biaya yang harus dikeluarkan untuk memasuki obyek wisata tersebut sebesar Rp 150. Berikut ini beberapa ilustrasi permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari. Permasalahan ini dapat dimodelkan dalam bentuk pertidaksamaan. 2x + 3y = -2 x + 2x = 3 2. Jika keuntungan dari tiap-tiap jenis roti diketahui. 5y = 20 3. 2x + 5 = 8 2.1 Persamaan Linear Persamaan dikatakan linear jika pangkat dari peubah adalah 1. b. 2. 2x . Jika dalam satu bus ada 30 orang.

untuk x = 2 didapat 2(2) +3 = 7. diperoleh Persamaan dan Pertidaksamaan 87 .1 Persamaan Linear Satu Peubah Persamaan linear satu peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : ax + b =c dengan a≠0.1) adalah nilai x yang memenuhi persamaan tersebut.Dari bentuk–bentuk persamaan linear tersebut. Kedua ruas dikurangi dengan b.1. (2. yaitu mendapatkan nilainilai peubah yang memenuhi persamaan tersebut. khususnya untuk sistem persamaan dengan 2 peubah . 2x + 3 = 5 . maka diperoleh 2(1) + 3 = 5. 2. yang berarti x = 1 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut. b. dan c  R. a.1) Penyelesaian dari persamaan (2.1. 2x + 3 = 7. Mendapatkan penyelesaian persamaan. ■ Mencari Penyelesaian Persamaan Linear Satu Peubah Perhatikan persamaan ax + b = c. misalnya. jika diberikan x = 1. dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : 1. Menggambar grafik dari persamaan. 2. b.1. Berarti x = 2 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut.

(2......1... CONTOH 2.2) 𝑎. Kemudian kedua ruas dikalikan dengan 1 𝑎𝑥 𝑎 1 𝑎 diperoleh = (𝑐 − 𝑏) . terdapat langkah. atau 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 1 𝑎 .....ax + b – b = c – b ax + 0 = c – b atau ax = c – b. Langkah 2 : Kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari koefisien peubah x yang pada persamaan tersebut adalah a.langkah dalam mencari penyelesaian persamaan linear 1 peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 0 sebagai berikut. 88 Persamaan dan Pertidaksamaan ...1 Selesaikan persamaan 3x – 7 = 9 ?. Penyelesaian: 3x – 7 = 9 3x + (–7) = 9 kedua ruas dikurangi –7 3x +(– 7) – (–7) = 9 – (–7) diperoleh 3x = 16..1. Langkah 1 : Kedua ruas dikurangi dengan b. 𝑏 ∈ 𝑅 dan 𝑎 ≠ 0} Himpunan penyelesaiannya adalah : Dari uraian tersebut diatas... 𝑐.

Jadi. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 7 = 5 + 2x ? Penyelesaian: 7 = 5 + 2x kedua ruas dikurangi 5 diperoleh -5 + 7 = -5 + 5 + 2x 2 = 2x.2 16 3 }. kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 2 yaitu diperoleh 1 2 2 = (2𝑥) 1 2 1 2 atau 𝑥 = 1.1.Kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 3 yaitu diperoleh 3 1 3 1 3𝑥 = 16 3 1 (16) 3 atau 𝑥 = Himpunan penyelesaiannya adalah { CONTOH 2.3 Dapatkan nilai peubah t yang memenuhi Penyelesaian : 2 𝑡 5 2 𝑡 5 − 7 = −6 ?. CONTOH 2. − 7 = −6 kedua ruas ditambah 7 Persamaan dan Pertidaksamaan 89 .1. himpunan penyelesaiannya adalah { 1 }.

1. 2 5 1 2/5 2 𝑡 5 kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari yaitu 5 2 2 5 = 5 2 ( 𝑡) = (1) atau 𝑡 = 2 5 2 5 5 2 Himpunan penyelesaiannya adalah { } CONTOH 2.2 5 𝑡 − 7 + 7 = −6 + 7 diperoleh = 1. diperoleh -2y = 9 + 8 atau -2y = 17 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari –2 yaitu 1 −2 1 −2 −2𝑦 = 17 2 1 −2 17 . diperoleh y=− 90 Persamaan dan Pertidaksamaan . Kurangi kedua ruas dengan –5y dan menambah kedua ruas dengan 8: -5y + 3y – 8 + 8 = 9 + 5y – 5y + 8 .4 Selesaikan persamaan 3y – 8 = 9 + 5y ? Penyelesaian: 3y – 8 = 9 + 5y kelompokkan y pada ruas kiri dan yang tidak mengandung y pada ruas kanan.

Himpunan penyelesaiannya adalah {− 17 2 } CONTOH 2. 11 − 4 11 − 11 𝑢 4 =− 4 (−1) 11 atau 𝑢 = 4 . Persamaan dan Pertidaksamaan 91 .1. 1 4 1 3 kelompokkan u pada ruas kiri dan yang tidak mengandung u pada ruas kanan yaitu dengan mengurangi kedua ruas dengan -3u dan menambah kedua ruas dengan − . + 𝑢 = 3𝑢 − . 11 4 11 Himpunan penyelesaiannya adalah { }.5 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan Penyelesaian: 2 3 2 3 + 𝑢 = 3𝑢 − 4 1 1 3 ?. −3𝑢 + + 𝑢 − = −3𝑢 + 3𝑢 − − − 11 𝑢 4 2 3 1 4 2 3 1 3 2 3 2 3 diperoleh = −1 11 4 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari − 1 −11/4 yaitu = 4 − .

1. Penyelesaian dari persamaan (2.1.3) mempunyai tak berhingga banyak penyelesaian yang berbentuk (x.1.2) merupakan penyelesaian dari p ersam aan (2. nilai x bisa diambil berapa saja. persamaan (2.2.2 Persamaan Linear Dua Peubah Persamaan linear dua peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0. Misal diambil lagi.3) adalah 𝑥. akan didapat nilai untuk y.1. Jadi pasangan (0.1. 4) atau dengan kata lain pasangan (0. Pandang persamaan linear dua peubah 2𝑥 + 3𝑦 = 6 Mari kita amati seperti berikut ini.4). Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 0 dan y = 2 memenuhi persamaan (2.1.3) (2. 1.1. suatu nilai x = 1 diperoleh y = 4/3. Dari pengamatan di atas. 𝑦 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} 92 Persamaan dan Pertidaksamaan . Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 1 dan y = 4/3 memenuhi persamaan (2.1.1. Misal diambil suatu nilai x = 0 diperoleh y = 2.2) m erupakan penyelesaian dari persam aan (2.4) berupa pasangan (x.y). Oleh karena itu. Secara umum.1.4) 2. persamaan (2.1. himpunan penyelesaian dari (2.4) mempunyai banyak penyelesaian. (2.4). c  R. b≠0.y) yang memenuhi persamaannya. Jadi.4).

y ∈ R} CONTOH 2.1. untuk v = 2 diperoleh 4u – 2(2) = -5.7 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan diberikan v = 2 Penyelesaian: 4u – 2v = .1. himpunan penyelesaiannya adalah { (x .CONTOH 2. 4u – 4 = -5 kedua ruas ditambah 4. diperoleh kedua ruas dibagi 4 . 4u – 2v = . Himpunan penyelesaiannya adalah : { -1/4 } Persamaan dan Pertidaksamaan 93 . y ∈ R maka nilai x dan y yang memenuhi persamaan tersebut ada tak berhingga banyak. x.5 jika 4u – 4 + 4 = -5 + 4 4u = -1 u = -1/4.5 . Jadi.6 Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan 3x + 4y = 2 ? Penyelesaian: Oleh karena x. y) | 3x + 4y = 2 .

kedua ruas dibagi – 2 Diperoleh x = -1/2 CONTOH 2.1. pengelompokkan pada kedua ruas.8 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x + 3y = 4x – 8 jika y = -3.9 Selesaikan persamaan berbentuk 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5 jika s = -1 ? Penyelesaian: 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5.CONTOH 2. 2x – 4x = -8 + 9 atau -2x = 1 . untuk y = -3 diperoleh 2x + 3(-3) = 4x -8 2x – 9 = 4x – 8 pengelommpokkan pada kedua ruas. kedua ruas dibagi 9 t = -21/9 Himpunan penyelesaiannya adalah : {-21/9} 94 Persamaan dan Pertidaksamaan . untuk s = -1 diperoleh 5t – 3 (-1) + 10 = 3(-1 ) – 4t – 5 atau 5t + 3 + 10 = -3 – 4t – 5 atau 5t + 13 = -8 – 4t . atau 9t = -21 . Penyelesaian: 2x + 3y = 4x – 8 .1. 5t + 4t = -8 – 13 .

dan c  R mempunyai:    penyelesaian 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 himpunan penyelesaian 𝑎 ≠ 0.CONTOH 2. b.1. b≠0. 𝑐. 𝑦)|𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} Persamaan dan Pertidaksamaan 95 . Dan mempunyai himpunan penyelesaian {(𝑥. 𝑏 ∈ 𝑅} Persamaan linear dua peubah dinyatakan sebagai 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0.10 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan linear 2x + y = 6 jika x. dapat diperoleh nilai – nilai x dan y : Untuk x = 0 Untuk x = 1 Untuk x = 2 Untuk x = 3 maka y = 6 maka y = 4 maka y = 2 maka y = 0  RANGKUMAN  Persamaan linear satu peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 𝑐 dengan a ≠ 0. y bilangan bulat positif ? Penyelesaian: Dari persamaan 2x + y = 6. c  R.

Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut untuk s = 1 a. Dapatkan himpunan semua penyelesaian dari persamaan berikut ini. 5(3x .SOAL LATIHAN 2-1 1. a. 3 4𝑥+2 2 2𝑦 −3 = = 4. 2s + 4 = 4 – 5t.7 = 7-7x e. 4x + 5 = 5y -4 c. a. 3 6𝑡−4 4 2𝑡 b. 7 ( 4 – 5/p) = 8 h. 5𝑡 7 2𝑠 𝑡 = 4𝑠 + 4𝑠 5 4𝑠 5𝑡 −6 −6 = +5 = 2 4+4𝑠 f. 4 ( 2t + 3s ) = 8 t + 8 96 Persamaan dan Pertidaksamaan .2) = 10 15y f. 𝑠 + 8 = e. 3𝑠 − 7 = − 4𝑠 d. 2 𝑑 4 𝑦 4 5 b. 2 3𝑥−4 3 4−3𝑦 b. 7(4+5/p) = 8 2. 3y+2/3 =9y-2/3 3. a. 3 𝑢 −2 = 3 2−𝑢 = 6−4𝑡 4 f. 3 – 2/x = 4 +3/x c. 8 − d. 4𝑡+6 4 b. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 7x – 6 = 8 + 8x f. 5y +3x = 7 d. e. = 7 4+4𝑏 Selesaikan persamaan berikut ini. c. 7 + 8h = -7-8h e. 6k – 4 = 4 – 6k d. 7x . 3 2𝑏−4 1 3 − 2 = 𝑡 + 5 𝑑 4 − =6 7 𝑦 g. 2 + 𝑡 = 7𝑡 − 8 c.

4x – 3y + 4 = 5 untuk semua bilangan x. d. + = f. 4𝑡 + 5𝑠 = 3 𝑣 2𝑠 3𝑡 + 4𝑡 untuk t = -2 3𝑢 4𝑣 c. 6. y riil b. a. 4 3𝑡 − 2 2𝑠 = 1 4𝑡 −5 h. a. e.g. 7𝑢 − = 4𝑣 + d. 4(2𝑛 + 3𝑚 ) = 8 𝑚 + 8 untuk n=x f. 2x + 4y – 6 = 5 untuk x=2. 𝑢 − = 3𝑣 − c. 4𝑡 − 5𝑠 = 2𝑠 3𝑡 + 4𝑠 untuk t real negatip dan s bilangan sembarang. 2𝑦 𝑧 2 𝑥 3 𝑦 3𝑥+2𝑦 −7 𝑥𝑦 7 8 untuk x = 1 dan y bilangan cacah − = 2 𝑧 untuk y bilangan ganjil dan z bilangan genap. 2𝑕 𝑥 − = untuk h = y 𝑥 8 𝑕 7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini dengan grafik. 5. 4𝑚– 3𝑛 = 2 3𝑚 3 𝑣 3𝑢 2𝑣 + 8 untuk v = 1 dan u bilangan bulat + 5𝑛 − 6 untuk m bilangan ganjil dan n bilangan bulat positif. b. 5𝑡−2𝑠 3𝑡 = 4𝑠+4 6 Selesaikan persamaan berbentuk. 5𝑝−𝑞 2𝑝 − 8 untuk v=-2 1 2 = 4𝑞 +4 6 untuk 𝑞 = e. Persamaan dan Pertidaksamaan 97 .

𝑥 2 − 2𝑥 + 1 = 0. Dalam penjualan. Pada permasalahan ini. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A. b=4. kita lihat beberapa contoh persamaan kuadrat berikut ini.2 Persamaan Kuadrat Persamaan kuadrat seringkali dijumpai dari permasalahan yang muncul dari suatu fenomena nyata. c  R. Salah satu pekerjanya bernama si A.2. Bentuk umum persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0. b=-2. Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi. Jika si A berhasil menjual x paket. b.1) Untuk lebih jelasnya. CONTOH 2. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling. persamaan kuadrat dengan a=1. (2. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x).2𝑥 2 . dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat. dan besarnya adalah 0. c= 5–1= 4. persamaan kuadrat dengan a=3. 2.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0. 98 Persamaan dan Pertidaksamaan .2. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A. Dalam setiap harinya.1 1. 3y2+4y+5=1.2. c=1. Sebagai ilustrasi: si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue.

Jika b = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Sejati. c sehingga terdapat beberapa bentuk persamaan kuadrat : 1. Jika nilai a. c merupakan bilangan rasional maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Rasional. Jika c = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Tak Lengkap. a. CONTOH 2. u2 + 2u1/2. b . b. persamaan kuadrat dengan a=4. Bentuk persamaan kuadrat bergantung pada koefisian dari peubah x yaitu a . (2x – 4)2 – 6 = 2x. Jika nilai a.5 = 0 . b. 5. b. 2. 3 𝑥−2 + 2 =7 𝑥+3 Persamaan dan Pertidaksamaan 99 . 2𝑡 2 + 2𝑡 + 1 = 1. c merupakan bilangan real maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Real. bukan persamaan kuadrat karena terdapat pangkat ½ dari peubah u.2. (x – 2)(x + 5) = 0 c. b=2. 4. 3. persamaan kuadrat dengan a=2. c= -16. 4n2-16=0. d.2 Nyatakan persamaan berikut menjadi bentuk umum. 4.3. c= 1-1 = 0. b=0. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3 ) Penyelesaian: Bentuk umum persamaan kuadrat yang diminta adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0.

a. c dan 100 Persamaan dan Pertidaksamaan . dijabarkan menjadi 3x+9+2x -4 = 7(x2 + 3x – 2x -6 ) atau 7x2 +2x – 47=0 2. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3) .2. b. dijabarkan menjadi 3x2 – 6x + 3 = x2 + 3x 3x2 – x2 – 6x –3x+3= 0 atau 2x2 – 9x+3 = 0. (2x – 4)2 – 6 = 2x.1 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat Seperti halnya yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa persamaan kuadrat bergantung pada nilai-nilai a. dijabarkan menjadi (2x)2 –2(2x)(4) + (4)2 -6 = 2x 4x2 – 16x + 16 -6 = 2x atau 4x2 – 18x +10 = 0. b. d. b. (x – 2)(x + 5) = 0. Oleh karena itu penyelesaian dari persamaan kuadrat tersebut juga bergantung pada nilai a. dijabarkan menjadi x2 + 5x – 2x – 10 = 0 atau x2 + 3x – 10 = 0. 3 𝑥−2 4x2 – 16x – 2x + 10 = 0 atau + 2 =7 𝑥+3 disamakan penyebutnya menjadi 3 𝑥 + 3 + 2(𝑥 − 2) =7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3) atau 3 𝑥 + 3 + 2 𝑥 − 2 = 7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3). c. c.

Sehingga diperoleh: 𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑥 + 𝑞 = 0. Terdapat 3 cara untuk menyelesaikan persamaan kuadrat : 1.2. Persamaan dan Pertidaksamaan 101 . Himpunan penyelesaian persamaan tersebut adalah { -p. Dengan cara memfaktorkan Cara ini dilakukan berdasarkan pada definisi yang berlaku pada bentuk kesamaan kuadrat bahwa x2 + (a + b)x + ab = (x + a)(x + b). Cara lain dalam memfaktorkan persamaan kuadrat untuk 𝑎 ≠ 1 dapat dilakukan sebagai berikut.2) maka persamaan (2.2). Jadi akar–akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1= -p dan x2=-q.2. dengan a≠0 kedua ruas dibagi a atau jadikan koefisien x2 menjadi 1 seperti persamaan (2. 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 (2.2.hasil penyelesaian tersebut berupa nilai peubah x yang disebut sebagai akar-akar persamaan kuadrat.2) dapat dan 𝑝 𝑞 = 𝑐 𝑎 difaktorkan menjadi (𝑥 + 𝑝)(𝑥 + 𝑞) = 0.-q }. Perhatikan bentuk persamaan kuadrat : ax2 + bx + c = 0.

2.2 dan x2 = 5.3) dapat difaktorkan menjadi (𝑎𝑥 + 𝑝)(𝑎𝑥 + 𝑞) = 0. Sehingga diperoleh 𝑎𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑎𝑥 + 𝑞 = 0 .2. Penyelesaian: 2x2 – 6x – 20 = 0 .Perhatikan bentuk persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0. terlihat bahwa p = 2 dan q = -5 maka persamaan kuadrat tersebut dapat ditulis (x + 2)(x – 5) = 0 dengan x +2 = 0 dan x – 5 = 0 diperoleh akar – akar x1 = .3 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x2 – 6x – 20 = 0 ?. persamaan ini dapat ditulis dalam bentuk : 1 𝑎 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 atau 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 (2. 𝑎 −𝑝 𝑎 dan CONTOH 2. kedua ruas dibagi 2 diperoleh x2 – 3x – 10 = 0 dapat dirubah menjadi x2 + (2 – 5)x + (-5)(2) = 0 .3) Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 dan 𝑝𝑞 = 𝑐. Jadi akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah 𝑥1 = 𝑥2 = −𝑞 .2. maka persamaan (2. 102 Persamaan dan Pertidaksamaan .

10 = 2x2 + 3x + 2 Penyelesaian: 3x2 + 4x . CONTOH 2. CONTOH 2. 2 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 103 .3}.10 = 2x2 + 3x + 2 Jadikan persamaan berbentuk umum dengan membuat ruas kanan sama dengan 0 3x2-2x2 + 4x – 3x – 10 . himpunan penyelesaiannya adalah : {-2.2 = 0 diperoleh persamaan berbentuk x2 + x – 12 = 0 atau dapat ditulis x2 + (4 – 3)x + 4(-3) = 0 dan terlihat bahwa p = 4 dan q = -3 x2 + x – 12 = (x + 4)(x – 3) = 0 sehingga diperoleh x + 4 =0 dan x – 3 = 0.2.5 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan kuadrat 1 2 𝑥 3 + 𝑥 + 2 = 0.Jadi.2.4 Selesaikan persamaan kuadrat berbentuk 3x2 + 4x . Akar-akar persamaan adalah x1 = 3 dan x2 = -4 sehingga himpunan penyelesaian adalah {-4. 5}.

Jadi akar-akar persamaannya adalah x1= -2 dan x2= -3. Sehingga diperoleh x+2= 0 dan x+ 3 = 0.Dari persamaan 𝑥 2 + 𝑥 + 2 = 0.6 Selesaikan persamaan berbentuk Penyelesaian: Pada persamaan 2 𝑥−1 2 𝑥−1 − = 1. koefisien dari 𝑥 2 dijadikan 1. 2 𝑥 − = 1.-3} CONTOH 2. ruas kiri penyebutnya disamakan.2. Oleh karena itu. 2 𝑥 Sehingga diperoleh: 2𝑥 − 2(𝑥 − 1) =1 𝑥(𝑥 − 1) atau 2 =1 𝑥(𝑥 − 1) 104 Persamaan dan Pertidaksamaan . 3 3 1 2 Untuk itu. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2. kedua ruas dari persamaan dikalikan dengan 3. Didapat hasil x2 + 5x + 6 = 0 atau dapat ditulis x2 + (2 + 3)x + 2(3) = 0 dan terlihat bahwa p = 2 dan q = 3 x2 + 5x + 6 = (x + 2)(x + 3 ) = 0.

4) 𝑥 + 𝑝 2 = 𝑞 (2.2. Jadi himpunan penyelesaian adalah {-1. 2}.2.5) merupakan bentuk kuadrat sempurna.2.2. Perhatikan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0. Persamaan dan Pertidaksamaan 105 . 2.5) Persamaan (2. Dengan Cara Melengkapkan Kuadrat Sempurna Cara lain untuk menyelesaikan persamaan kuadrat adalah dengan melengkapkan kuadrat sempurna.4) dan (2. Lakukan pemfaktoran sehingga didapat hasil: x2 + (1 – 2)x + (–2)(1) = 0 atau (x + 1)(x – 2) = 0 Dari sini diperoleh x + 1 = 0 atau x – 2 = 0 Sehingga akar–akar persamaan tersebut adalah x1 = -1 atau x2 = 2. diperoleh: 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Atau 𝑥 2 + 2 𝑥 2 + 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 𝑥 + − + =0 𝑐 𝑎 𝑥 + = 𝑐 𝑎 − 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = − (2. didapat: 2 = x(x -1) atau x2 – x – 2 = 0.Selanjutnya kedua ruas dikalikan dengan x(x-1). Jadikan koefisien x2 menjadi 1 dengan membagi kedua ruas dengan a.

2.2. 106 Persamaan dan Pertidaksamaan .7 𝑏 2𝑎 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 = 𝑐 𝑎 . Himpunan penyelesaiannya adalah : {-2}. Penyelesaian: 3x2 + 6x + 9 = 0. =0 (2.6) Dapatkan himpunan penyelesaian dari x2 + 4x + 4 = 0 ?.2 . Penyelesaian: x2 + 4x + 4 = 0 dapat ditulis x2 + 2(2)x + 22 = (x + 2)2 = (x + 2)(x + 2 )= 0.8 Nyatakan persamaan kuadrat 3x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?. melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna. CONTOH 2.2. kedua ruas dibagi 3 diperoleh x2 + 2x + 3 = 0. maka persamaan di atas 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0. Akar – akar persamaan tersebut adalah x1 = -2 dan x2 = -2.4) nilai menjadi 𝑥 2 + 2 Atau 𝑥 + CONTOH 2.2. x2 + 2x + 12 + 2 = 0 atau x2 + 2x + 12 = .Jika pada persamaan (2.

atau 4 9 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 + 3 2 4 = 0. CONTOH 2. kedua ruas dibagi 4 diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0. atau 27 16 = − . Melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna dengan cara menyatakan persamaan kedalam bentuk 𝑥 2 + 2 Diperoleh hasil berikut ini.Jadi 3x2 + 6x + 9 = x2 + 2x + 12 + 2 = 0 .9 Nyatakan persamaan kuadrat 4x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?. Didapat akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2.2. x2 + 2x + 12 = -2 atau (x + 1)2 = . 𝑥 2 + 2 𝑥 + 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 2 4 3 2 4 27 16 𝑏 2𝑎 6 4 9 4 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0.2. Penyelesaian: 4x2 + 6x + 9 = 0. Persamaan dan Pertidaksamaan 107 . atau =− Ini merupakan bentuk kuadrat sempurna. − + 3 2 4 27 16 + = 0.

atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = ( )2 − . dari persamaan ini diperoleh dua persamaan berikut ini. 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 − ( )2 + = 0.  Pertama: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥1 = 108 Persamaan dan Pertidaksamaan . kedua ruas dibagi dengan a diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0. lanjutkan dengan melengkapkan dalam bentuk persamaan kuadrat sempurna. mempunyai akar-akar 𝑥1 = dan 𝑥2 = −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 Pada ax2 + bx + c = 0. atau = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 .3. atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = (𝑥 + 𝑏 2 ) 2𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 . Dengan Cara Menggunakan Rumus abc Akan ditunjukkan berikut ini bahwa persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a ≠ 0.

dan c = 6.2. Kedua: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 =− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥2 = Kedua akar x1 dan x2 di atas. CONTOH 2.2. biasa dituliskan dalam bentuk: 𝑥12 = −𝑏± 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 (2.7) dinamakan rumus abc.2.10 Dengan menggunakan rumus abc. b = .2. Penyelesaian: Pada persamaan 2x2 – 2x + 6 = 0. mempunyai a = 2. akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 − −2 ± −2 2 2 2 𝑥12 = −4 2 6 𝑥12 = 2 ± 4 − 48 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 109 .7) Persamaan (2. dapatkan akar-akar persamaan kuadrat 2x2 – 2x + 6 = 0 ?. Oleh karena itu.

akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −5 ± 52 − 4 1 4 2 1 −5 ± 25 − 16 2 5±3 2 5+3 2 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 4 dan 𝑥2 = 5−3 2 = 1. Penyelesaian: x2 + 5x + 4 = 0 yang mempunyai a = 1.𝑥12 = 2 ± −44 4 tanda negatif pada akar. CONTOH 2.11 Selesaikan persamaan kuadrat 3x2 + 2x – 4 = 0 ?.2. 110 Persamaan dan Pertidaksamaan . persamaan kuadrat Oleh karena terdapat tersebut tidak mempunyai akar real. b = 5 dan c = 4 Oleh karena itu.

Dengan menggunakan rumus abc. merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. kalikan kedua ruas dengan x diperoleh -x2 + 4x = -4 -2x2.12 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan – 𝑥 + 4 = Penyelesaian: – 𝑥 + 4 = −4 𝑥 −4 𝑥 − 2𝑥 ?.CONTOH 2. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −4 ± 42 − 4 1 4 2 1 −4 ± 16 − 16 2 −4 = −2 2 sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. − 2𝑥.2. b = 4 dan c = 4. Persamaan dan Pertidaksamaan 111 . ruas sebelah kanan dibuat sama dengan 0 -x2 + 2x2 + 4x +4 = 0 atau dapat ditulis x2 + 4x + 4 = 0. Jadi himpunan 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari penyelesaiannya adalah { −2 }.

atau −𝑥 2 − 2𝑥 = 𝑥 − 4.2.CONTOH 2. atau 𝑥 2 + 3𝑥 − 4 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. ruas kanan difaktorkan.13 Selesaikan persamaan berbentuk 𝑥 2 + 𝑥 = Penyelesaian: 𝑥 2 + 𝑥 = −𝑥 2 +3𝑥+4 . kedua ruas dikalikan dengan x + 2. 𝑥+2 −𝑥 2 +3𝑥+4 𝑥+2 ?. Dengan menggunaakan rumus abc. diperoleh: −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 (𝑥 + 1). b = 3 dan c = -4. kedua ruas dibagi 𝑥 + 1 −𝑥 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 . atau −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 2 − 3𝑥 − 4. diperoleh: (𝑥 2 + 𝑥) 𝑥 + 2 = −𝑥 2 + 3𝑥 + 4. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −3 ± 32 − 4 1 −4 2 1 −3 ± 9 + 16 2 𝑥12 = 𝑥12 = 112 Persamaan dan Pertidaksamaan .

𝑥12 = −3 ± 25 −3 ± 5 = 2 2 −3+5 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 1 dan 𝑥2 = −3−5 2 = −4. b = -2 dan c = 1. CONTOH 2.2. diperoleh (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +(2+3)x + 2(3).14 Selesaikan persamaan (x2 – x)(x + 2 ) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6) ? Penyelesaian: (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6 ) . kedua ruas ditambah 4. diperoleh (x2–x)(x+2) = -4(x+2)+(x + 2)(x + 3) kedua ruas dengan (x + 2) didapat (x2 – x) = -4 + (x + 3). diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −(−2) ± (−2)2 − 4 1 1 2 1 𝑥12 = Persamaan dan Pertidaksamaan 113 . dengan memfaktorkan persamaan kuadrat pada ruas kanan. -x dan -3 diperoleh x2 – 2x +1 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. Dengan menggunaakan rumus abc.

maka persamaan kuadrat mempunyai dua akar real berbeda. x1 ≠ x2. Dari beberapa contoh penyelesaian persamaan kuadrat yang menggunakan rumus abc.2. ada juga yang akarnya berupa bilangan imaginer. 2. maka persamaan kuadrat mempunyai akar sama atau akar kembar x1 = x2.𝑥12 = 𝑥12 = 2± 4−4 2 2± 0 =1 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = 1. maka persamaan kuadrat mempunyai akar imaginer.2 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat Pada subbab ini akan dibahas beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar persamaan kuadrat x1 dan x2. Jika 𝐷 < 0. Nilai ini dinamakan diskriminan dan sering disimbulkan dengan 𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. Jika 𝐷 > 0. terlihat bahwa nilai akar ada mempunyai dua akar real berbeda. ada yang dua akarnya kembar (sama nilainya). Ketiga kondisi ini tergantung dari nilai 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. Akar dari persamaan kuadrat. Ada tiga nilai diskriminan yaitu:    Jika 𝐷 = 0. menurut rumus abc dinyatakan sebagai: 114 Persamaan dan Pertidaksamaan .

8) 2. maka dapat diperoleh: 𝑥1 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 × 2𝑎 2𝑎 𝑏 2 − (𝑏 2 − 4𝑎𝑐) 4𝑎2 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 𝑥1 𝑥2 = (2.2. Jika 𝑥1 dikalikan dengan 𝑥2 . Jika 𝑥1 ditambahkan dengan 𝑥2 . maka dapat diperoleh: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 + 2𝑎 2𝑎 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 (2.9) Dengan persamaan (2.2.8) dan (2.2.2.𝑥1 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 𝑥2 = Beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar ini adalah: 1.2.10) Persamaan dan Pertidaksamaan 115 . persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dapat dinyatakan dalam bentuk: 𝑏 𝑐 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 𝑎 𝑎 atau 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 (2.9).

2.CONTOH 2. 116 Persamaan dan Pertidaksamaan .2. 𝑥1 + 𝑥2 = 1 + 2 + 1 − 2 = 2 b.15 Carilah persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 + 2 dan 1 − 2. Salah satu bentuk persamaan kuadrat adalah 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Dari sini terlihat bahwa 𝑝 = 𝑥1 𝑥2 = 1. atau 𝑥1 𝑥2 = 1. 𝑥1 𝑥2 = 1 + 2 × 1 − 2 = 1 − 2 = −1 Kita masukkan ke dalam persamaan (2. CONTOH 2. didapatkan persamaan kuadrat: x2 – (x1 + x2 )x + x1x2 = 0 atau x2 – 2x – 1 = 0.16 Jika 𝑥1 adalah salah satu akar persamaan kuadrat 𝑥 2 − 2𝑝𝑥 + 𝑝 = 0 dan akar lainnya adalah Penyelesaian: 𝑥2 = 1 𝑥 1 1 𝑥 1 maka dapatkan nilai dari p ?. Penyelesaian: 𝑥1 = 1 + 2 dan 𝑥2 = 1 − 2 a.2.10).

Jika salah satu akarnya merupakan 4 kali akar yang lain. maka:  4𝑥2 + 𝑥2 = 2 atau 𝑥2 = 2 5 8 5 2 5 Dari ini.CONTOH 2. Jadi akar-akarnya adalah 2 5 dan .17 Perhatikan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0. nilai 𝑥1 = 4𝑥2 = 4 = .2. 5 𝑐 𝑎 8 Selanjutnya nilai p dicari dari 𝑥1 𝑥2 = 28 55 = 8 2𝑝 atau = 8 2𝑝 atau nilai 𝑝 = 25 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 117 . maka dapatkan nilai p dan akar-akar tersebut ? Penyelesaian: Perhatikan kembali bentuk persamaan kuadrat: 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Kalau kita padankan dengan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0. didapat:  𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 4𝑝 2𝑝 = =2 Karena diketahui bahwa 𝑥1 = 4𝑥2 .

persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 − 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = −2 2 dan 𝑥2 = 2 118 Persamaan dan Pertidaksamaan .2. dapatkan nilai p dan bentuk persamaan kuadratnya. Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −16 . Untuk 𝑝1 = 4 2. persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 + 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = 2 2 dan 𝑥2 = − 2 Untuk 𝑝2 = −4 2.CONTOH 2. −4 diketahui x1 = -2x2 maka (-2x2)x2 = -4 diperoleh (x2)2 – 2 = 0 atau 𝑥2 = ± 2 dan 𝑥1 = −2𝑥2 = ±2 2 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 =2 2− 2 diperoleh 𝑝1 = 8 2 − 4 2 = 4 2 dan 𝑝2 = −8 2 + 4 2 = −4 2 .18 Salah satu akar dari persamaan kuadrat -4x2 + px – 16 = 0 adalah -2 kali terhadap akar yang lain.

19 Dapatkan akar-akar dan nilai p jika persamaan kuadrat berbentuk x2– 2px + 12=0 dan selisih dari akar-akarnya adalah 4. Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = 12 1 = 12 diketahui bahwa x1 – x2 = 4 atau x1 = 4 + x2 maka (4 + x2)x2 = 12 atau x2 + 4x – 12 = 0. Jika untuk x2 = 2. Oleh karena x1 = 4 + x2 maka untuk x2 = -6 diperoleh x1 = -2 dan untuk x2 = 2 diperoleh x1 = 6. Persamaan dan Pertidaksamaan 119 . dengan cara faktorisasi dapat diperoleh (x + 6)(x – 2) = 0 yang mempunyai akar-akar x2 = -6 dan x2 = 2. x1 = 6 maka diperoleh p = 8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0.2.CONTOH 2. 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 jika untuk nilai x2 = -6 dan x1 = -2 maka diperoleh p = -8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0 .

20 Hasil kali akar-akar suatu persamaan kuadrat adalah 2 3 1 2 dan salah satu akar dari akar yang lain. demikian pula untuk akar 𝑥2 = 3 diperoleh 𝑥1 = − Jadi jumlah kedua akar-akarnya persamaan kuadrat mempunyai 2 1 1 5 kemungkinan yaitu 𝑥1 + 𝑥2 = 3+ 3= 3 atau 3 2 6 𝑥1 + 𝑥2 = 1 3 3− 1 2 3=− 1 6 3 Dengan demikian persamaan kuadratnya adalah 𝑥 2 − atau 𝑥 2 + 1 1 3𝑥 + = 0 6 2 5 1 3𝑥 + = 0 6 2 120 Persamaan dan Pertidaksamaan . Penyelesaian: Misalkan akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1 dan x2.CONTOH 2. diperoleh 1 2 2 3 2 𝑥 3 2 𝑥2 = 1 2 atau dapat ditulis 𝑥 2 − = 0 dengan akar-akar 𝑥12 = ± Untuk akar 𝑥2 = 1 2 3 1 3 3 diperoleh 𝑥1 = 1 − 2 1 3 3 3. dapatkan persamaan kuadrat tersebut.2. telah diketahui bahwa 𝑥1 𝑥2 = 3 4 1 2 dan 𝑥1 = 𝑥2 .

a ≠ 0 dengan akar x1 dan x2. 3 𝑥 1 e.2. 2 2 𝑥1 + 𝑥2 2 2 b.2. 1 𝑥 1 1 𝑥 2 + CONTOH 2. x12x2+ x22x1+ x1x2 4. 2 2 𝑥1 − 𝑥2 + 𝑥 3 2 Penyelesaian: Dari persamaan kuadrat dapat diperoleh hubungan akar-akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −2 4 = −1 2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −1 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 121 . x12 + x22 3. 𝑥1 + 𝑥2 d. (𝑥1 + 𝑥2 )2 f. 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 Hubungan diantara akar-akar x1 dan x2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 seperti dapat dipakai untuk mempermudah pencarian bentuk-bentuk hubungan antar akar-akar yang lainnya seperti: 1.x2)2 2.21 Jika akar-akar persamaan kuadrat 4x2 + 2x – 1 = 0 adalah x1 dan x2. (x1 . maka dapatkan nilai – nilai dari hubungan akar-akar dibawah ini : a.3 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya Misalkan persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0.2. 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 3 3 c.

telah diketahui sebelumnya bahwa bentuk sempurna kesamaan kuadrat: 2 2 𝑥1 + 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 dengan demikian: 2 2 𝑥1 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 − 2𝑥1 𝑥2 = ( −1 2 −1 3 ) −2 = 2 4 4 b. Bentuk 𝑥1 + 𝑥2 dinyatakan dalam bentuk penjumlahan dan perkalian dari akar-akar persamaan kuadrat. 𝑥1 − 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 + 2𝑥1 𝑥2 = ( )2 + 2 = −1 4 122 Persamaan dan Pertidaksamaan . dari contoh diatas telah diperoleh x12 + x22 = sehingga diperoleh x13 + x23 = −1 3 2 4 3 4 −1 2 − −1 2 = 2 2 2 2 d. x13 + x23 = ( x1 + x2 )( x12 – x1 x2 + x22 ) = ( x1 + x2 )( x12 + x22– x1 x2 ).2 2 a. 3 4 Dengan demikian (𝑥1 − 𝑥2 )2 = − 2 4 −1 2 3 −1 4 = 5 4 −1 4 2 2 e. (𝑥1 − 𝑥2 )2 = 𝑥1 − 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = 𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥1 𝑥2 2 2 Telah dicari sebelumnya bahwa 𝑥1 + 𝑥2 = . dapat dicari x12 x2 + x22 x1 = x1 x2 ( x1 + x2 ) Sehingga diperoleh x12 x2 + x22 x1 = −1 −1 4 2 = 1 8 c. Seperti sebelumnya.

f. 𝑐 𝑎 Untuk menentukan persamaan kuadrat baru perlu untuk dicari akar-akar dari persamaan kuadrat tersebut dan hubungannya dengan akar – akar persamaan kuadrat yang diketahui. Persamaan dan Pertidaksamaan 123 . Dengan menggunakan rumus penjumlahan dan perkalian akarakar. maka didapat penjumlahan akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 dan perkalian akar 𝑥1 𝑥2 = . 3 𝑥 1 + 3 𝑥 2 = 3𝑥 2 +3𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = 3(𝑥 1 +𝑥 2 ) 𝑥 1 𝑥 2 = 3(−2 ) −1/4 1 =6 ■ Menyusun Persamaan Kuadrat Jika Akar-akarnya Mempunyai Hubungan Dengan Akar-akar Persamaan Kuadrat Lainnya. 2. Untuk menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya mempunyai hubungan dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui mempunyai 2 cara yaitu: 1. CONTOH 2. Dengan menggunakan penggantian.  Menggunakan Rumus Penjumlahan dan Perkalian Akar-akar Jika diketahui persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0.2.22 Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah x1 + 3 dan x2 + 3 dimana x1 dan x2 akar-akar persamaan x2 + 4x + 4 = 0.

23 Tentukan persamaan kuadrat yang akar-akarnya 3 𝑥 1 dan 3 𝑥 2 jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat x2 + 2 x + 1 = 0 ? Penyelesaian: Penjumlahan akar-akar x1 + x2 = -2 dan Perkalian akar-akar x1 x2 = 1. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah u2 – (u1 + u2)u + u1u2 = 0 atau u2 – 2u + 1 = 0 dan u2 . 124 Persamaan dan Pertidaksamaan .Penyelesaian: Persamaan kuadrat x2 + 4x + 4 = 0 mempunyai jumlahan akar-akar x1 + x2 = -4 dan perkalian akar-akar x1x2 = 4 . Jika dimisalkan persamaan kuadrat baru berbentuk au2 + bu + c = 0 dengan akar-akar u1 = x1 + 2 atau u1 .2.3 = x2 maka CONTOH 2.3 = x1 dapat dicari akar-akar tersebut dari:  x1 + x2 = -4 atau u1 – 2 + u2 – 3 = -4 sehingga u1 – 3 + u2 – 3 = -4 atau u1 + u2 = 2  x1x2 = 4 atau (u1 – 3)(u2 – 3) = 4 atau diperoleh persamaan u1u2 – 3 (u1+ u2) = -5 atau u1u2 = -5 + 3(2) = 1.

2 2 2 2 b.Misalkan persamaan kuadrat baru berbentuk a y2 + b y + c = 0 dengan akar-akar 𝑦1 = 3 𝑥 1 atau 𝑥1 = 3 𝑦1  x1 + x2 = -2 atau 3(𝑦1 +𝑦2 ) 𝑦1 𝑦2 + 3 𝑦2 3 𝑦1 dan 𝑥2 = 3 𝑦2 . Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – (y1 + y2) y + y1 y2 = 0 atau y2 + 6y + 9 = 0  Menggunakan penggantian Untuk mendapatkan persamaan kuadrat yang baru dengan cara penggantian dapat dilakukan jika akar-akar persamaan kuadrat yang baru simetri dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui.2 y1 y2 atau y1 + y2 = . dapat dicari: = −2 atau = −2 atau 3(y1 + y2) = -2y1y2.6 .2. CONTOH 2. 3 3 = 𝑦1 𝑦2  x1 x2 = 1 atau 1 atau y1 y2 = 9 sehingga dapat diperoleh 3(y1 + y2) = . 1 𝑑 𝑥 1 dan 1 𝑑 𝑥 2 dengan d adalah konstanta yang tidak nol.24 Jika x1dan x 2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat dari x 2 – 4 x + 4 = 0 maka dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya adalah : a. 𝑥1 + 𝑥2 dan 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 𝑥1 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 125 .

Misalkan akar-akar persamaan baru adalah 𝑦1 = 𝑦2 = 1 𝑑𝑥 2 1 𝑑𝑥 1 dan dimana penjumlahan dan perkalian dari akar-akar tersebut berbentuk simetri walaupun nilai dari x1 dan x2 dirubah. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – ( y1 + y2 ) + y1 y2 = 0 atau y2 – 256 = 0 CONTOH 2. Penyelesaian: 126 Persamaan dan Pertidaksamaan . kedua ruas dikalikan d2y2 diperoleh 1 – dy + 4d2y2 = 0 atau 4d2y2 – dy + 1 = 0 b.Dari persamaan yang diketahui x2 – 4 x + 4 = 0 dapat diperoleh x1 + x2 = 4 dan x1 x2 = 4 a. dapat dilakukan penggantian dari akar-akar tersebut yaitu 𝑦 = kuadrat x2– 4x +4 = 0 yaitu 1 2 𝑑𝑦 1 𝑑𝑥 1 𝑑𝑦 atau 𝑥 = pada persamaan −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0 atau 1 𝑑𝑦 2 −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0. Misalkan akar-akar persamaan baru adalah y1 = x12 + x22 atau y1 = ( x1 + x2 )2 – 2 x1 x2 = 16 – 32 = -16 dan y2 = x12 x2 + x22 x1 atau y2 = x1 x2 ( x1 + x2 ) = 16. Oleh karena itu.25 Dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 1 𝑥 1 𝑥 2 dan 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 dimana x1 dan x2 merupakan akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0.2.

Jika ada 2 orang anggota tidak mau menerima keuntungan usaha tahun pertama. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 250.Dari persamaan kuadrat yang diketahui diperoleh 𝑥1 + 𝑥2 = dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 = −6 = 9. Keuntungan tersebut dibagai rata pada setiap anggotanya. Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut.000. Banyak permasalahan yang berhubungan dengan persamaan kuadrat. CONTOH 2.000.2.000 lebih banyak dari penerimaan yang dibagai pada semua anggotanya. Misalkan akar-akar persamaan kuadrat yang baru adalah 𝑣1 = dan 𝑣2 = 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 = 𝑥 1 +𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = −6 9 = −2 3 1 𝑥 1 𝑥 2 =9 . Pada tahun pertama usaha tersebut mendapatkan keuntungan sebesar Rp 10. 2. Persamaan dan Pertidaksamaan 127 .26 Sekelompok orang melakukan usaha bersama membentuk suatu badan usaha. Pada subbab ini. kita telah belajar banyak tentang persamaan kuadrat dan berbagai cara menyelesaikan persamaan kuadrat.4 Menerapkan Persamaan Kuadrat Sebelum ini.2. diperoleh persamaan kuadrat 25 3 yang baru adalah v2 – (v1 + v2) + v1v2 = 0 atau 𝑣 2 − 𝑣 − 6 = 0. kita akan menggunakan persamaan kuadrat untuk menyelesaikan beberapa permasalahan.

000𝑥 − 20.000 𝑥 − 2  Jika ada 2 orang tidak mau menerima keuntungan.000 = 1.500.000 = 𝑥 𝑥 − 2 10.000𝑥 2 + 9.  Jika keuntungan dibagi pada semua anggota kelompok.000.000.000𝑥)(𝑥 − 2) = 10.000.000.000.000𝑥 ⟹ 25𝑥 2 + 950𝑥 − 2.000.000 = 𝐵 ⟹ ⟹ 10.000.000𝑥 ⟹ 250.000.000.000 + 250. maka setiap anggotanya menerima B rupiah.000 = 𝑥 𝑥 − 2 ⟹ (10.000 𝑥 Jika keuntungan tersebut dibagi (x-2) orang.000 = 10.000 𝑥 10. maka setiap anggotanya menerima A rupiah.000 10.000 + 250.Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya anggota kelompok. Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 10.000𝑥 ⟹ 𝑥 2 − 2𝑥 − 80 = 0 ⟹ 𝑥 − 10 (𝑥 + 8) = 0 128 Persamaan dan Pertidaksamaan .000 + 250.000. maka selisih yang diterima setiap anggota adalah Rp 250. Dari sini diperoleh 𝐴 + 250. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  10.000.

000. Dari sini diperoleh 𝐴 + 12. CONTOH 2. nilai x harus lebih besar nol. Biaya sewa bus ditanggung secara merata oleh peserta wisata. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  2. Jika pada saat mau berangkat ada 8 orang yang mengundurkan diri.000 𝑥 Jika biaya sewa tersebut dibagi (x-8) orang. maka setiap peserta harus menambah biaya sebesar Rp 12.500.Dari persamaan ini.  Jika biaya sewa bus dibagi pada semua peserta. maka setiap peserta membayar A rupiah. Karena itu.000.000.27 Panitia wisata menyewa sebuah bus seharga Rp 2.500. Akan tetapi.000. maka setiap peserta membayar B rupiah.2. Tentukan banyaknya peserta wisata tersebut.500 = 𝐵 Persamaan dan Pertidaksamaan 129 . diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8. Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya peserta wisata. maka setiap peserta menambah Rp 12.000 𝑥 − 8  Jika ada 8 peserta mengundurkan diri. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang. Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 2.

dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x). Pegy mempunyai banyak pekerja keliling. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A.000.000 = 2.000 = 𝑥 𝑥 − 8 ⟹ (2. dan besarnya adalah 0.000𝑥 ⟹ 125𝑥 2 − 1.000𝑥 − 16. Penyelesaian: 130 Persamaan dan Pertidaksamaan .1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0.⟹ ⟹ 2.28 Si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue.000. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang.500𝑥)(𝑥 − 8) = 2.000.000. Akan tetapi. nilai x harus lebih besar nol. Jika si A berhasil menjual x paket.000 2.500 𝑥 2.280 = 0 ⟹ 𝑥 − 40 (𝑥 + 8) = 0 Dari persamaan ini.000.900. Karena itu. Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10.000𝑥 ⟹ 12.500 = 𝑥 𝑥 − 8 2.2𝑥 2 . Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi.000. Dalam penjualan.000 = 0 ⟹ 𝑥 2 − 8𝑥 − 1. CONTOH 2.000.000 + 12. Salah satu pekerjanya bernama si A.2.000 + 12.000 + 12. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8.000𝑥 − 160.000.500𝑥 2 + 1. Dalam setiap harinya.

x tidak boleh negatif. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat 𝑥 + 0.Pada permasalahan ini.500 m2. si A harus menjual sebanyak 5 paket agar si Pegy memperoleh pendapatan Rp 10 dari penjualan si A. atau 0. Jika luas jalur tersebut adalah 2.2.29 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola. Jadi diperoleh hasil x=5. Karena x adalah banyaknya paket barang yang dijual.1.2𝑥 2 + 𝑥 − 10 = 0 ⇒ 𝑥 2 + 5𝑥 − 50 = 0 ⇒ 𝑥 + 10 (𝑥 − 5) = 0 Diperoleh x=-10 dan x=5.2𝑥 2 = 10. Luas jalur dalam m2 adalah Persamaan dan Pertidaksamaan 131 .2.2. maka tentukan lebar jalur tersebut.1 Jalur lari dengan lebar tetap. lihat Gambar 2. CONTOH 2. Gambar 2. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m.

Mempunyai bentuk kuadrat sempurna 𝑥 + 𝑝 Mempunyai akar-akar 𝑥1 =  −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 = 𝑞 dan 𝑥2 = Jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat.2.  RANGKUMAN  Bentuk umum persamaan kuadrat adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0. b.    Jika dapat difaktorkan ke bentuk 𝑥 + 𝑝 𝑥 + 𝑞 = 0. Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut adalah 25 m. c  R.L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 Karena luas jalur adalah 2.500 = 4x2 + 300x x2 + 75x . maka : 2. maka diperoleh x = 25 m. 2 maka penyelesaiannya adalah 𝑥1 = −𝑝 dan 𝑥1 = −𝑞. maka   𝑥1 + 𝑥2 = 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 132 Persamaan dan Pertidaksamaan .500 = 0 (x+100) (x -25)=0 Karena nilai x > 0.500 m2.

a. (x – 1)2 = 100 c. d. f. Peluru ditembakkan vertikal ke udara dengan kecepatan awal v0 dan pada saat Persamaan dan Pertidaksamaan 133 . Amir pelari peserta PON berlatih lari 18 km. 2x2 -4x – 2 = 0 c. x2 + 2x = 3 2. u2 + 8u – 9 = 0. a. x2 – 14x – 32 = 0 Carilah akar persamaan kuadrat dengan cara melengkapkan bentuk sempurna. x2 – 2x – 8 = 0. x2 + x – 12 = 0 c. (2x + 3)2 = 25 b. tujuannya adalah mengurangi waktu tempuh sebesar setengah jam.SOAL LATIHAN 2-2 1. b. x2 – 4x – 5 = 0 e. (y – 2)(y – 2) = 9 e. 3. x2 + 5x = -6 f. a. Carilah akar persamaan kuadrat dengan menggunakan rumus abc. 2x2 – 6x + 11 = 0. 3x2 – 6x = 9 b. Setiap sabtu. 3t2 + t – 2 = 0 f. 6x2 – 7x + 2 = 0. dengan bantuan murid SMU kelas 1 dianjurkan agar ia berlari 1. x2 + 4x – 8 = 0 4.2 km perjam lebih cepat. x2 – 12x – 45 = 0 d. e. x2 – 5x + 3 = 0 d. Tentukan kecepatan ia berlari ? 5. Dapatkan akar persamaan kuadrat dengan cara memfaktorkan.

alas dan tutup diabaikan.tertentu akan mencapai ketinggian sebesar v0t – 10t2 . 1/t dan t yang berurutan 10. dapatkan persamaan kuadrat tersebut jika: a. c. Jika a dan b akar-akar persamaan kuadrat maka bentuk faktor dari persamaan kuadrat dapat ditulis (x + a)(x + b) = 0 . tentukan bilangan –bilangan tersebut ? 8. d. Suatu kotak berbentuk balok yang mempunyai volume = luas alas × tinggi. 4 dan -4 c.5 ) a =( 3 − 5) dan b = ( 3 + 5) a= 1 ( 3− 5) 1 ( 3+ 5) . Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya. 2 dan 7 b. jika ketinggian maksimum 30 maka tentukan waktu sampai peluru mencapai tanah ? 6. Suatu tangga dengan panjang 10 bersandar pada tembok . b. jarak ujung tangga dengan lantai adalah 6. b= 134 Persamaan dan Pertidaksamaan . Jumlah pangkat dua dari tiga bilangan ganjil adalah 515 . jika alas dan tutup kotak berbentuk bujur sangkar . a. u dan 2 – u d. a = -3 dan b = 4. tinggi =2? 7. tentukan jarak geseran kaki tangga agar ujung atas tangga bergeser sama panjang dengan geseran bawah ? 9. a = ( 2 + 5 )( 2 . sisi balok berbentu empat persegi panjang maka dapatkan luas sisi balok untuk volume = 100 .

Akar-akar persamaan (2p – 1)x2 – 15/2x – 3 = 0 saling 1 3 berkebalikan . hasil kali akar-akarnya = 4. Diketahui salah satu akar persamaan kuadrat x2 – 2qx + 4q = 0 tiga kali akar yang lain . hasil kali akar-akarnya = c.akarnya jika 2x1 + x2 = 2 ? 18. 𝑎 Dapatkan persamaan kuadrat yang hubungan diantara akar- akarnya adalah a. dapatkan nilai p dan akar-akarnya 15. dapatkan bentuk simetri dengan tanpa mencari akar persamaannya . Salah satu akar persamaan –2x2 + px – p + 2 = 0 sama dengan 0. dapatkan p dan akar. dapatkan nilai p dan akar-akarnya. jumlah akar-akarnya = -4 . Susunlah suatu persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 2 ± 1 . hasil kali akar-akarnya = 2 d. Akar-akar persamaan kuadrat x2 – 2x – 4 = 0 adalah x1 dan x2 . jumlah akar-akarnya = 3 . b. dapatkan nilai p dan akar-akarnya 13. p 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 135 . 12. 14. x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat x2 – 3x = . jumlah akar-akarnya = 1 . Salah satu akar persamaan kuadrat 3x2 – (p – 3)x + p + 2 = 0 berlawanan 2 kali. Persamaan kuadrat berbentuk 2x2 + (p + 3) x – 4p = 0 yang selisih akar-akarnya sama dengan 7 . dapatkan nilai p ? 17. 16. dapatkan nilai p.11. hasil kali akar-akarnya = -1. jumlah akar-akarnya = 2 .

Hitunglah p jika b . 𝑥1 + 𝑥2 d. x12 + x12 x2 + x1 x22 + x22 = 2 21.2 2 a.1= 0 adalah x1 dan x2. 1 𝑥 1−3 + 1 𝑥 2−3 19. 𝑥1 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 3 3 b. x14 + x24 d. hitunglah p jika a. 1 𝑥 1 −2 dan d. Akar-akar persamaan 9x2 – 15x + p = 0 adalah x1 dan x2. Akar persamaan kuadrat x2 – (p + 1)x – 2p+4 = 0. x13 + x12 x2 + x1 x22 + x23 b. 𝑥 1 𝑥 2 dan 𝑥 2 𝑥 1 1 𝑥 2 −2 b. Susunlah persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 2 kali lebih kecil dari akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0 ? 24. 𝑥1 + 𝑥2 2 2 2 2 c. dan 136 Persamaan dan Pertidaksamaan . x12 dan x22 1 2 𝑥 1 1 2 𝑥 2 c. x12 + x22 c. Akar persamaan kuadrat x2 . x12 + x22 = x1 + x2 untuk persamaan kuadrat x12 + x22 = 10 berbentuk x2 – px – 4 = 0 ? 22. dapatkan b jika x12 + x22= 2 ? 23. 1 3 𝑥 1 + 1 3 𝑥 2 20. tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya a.3x + a . hitunglah bentuk berikut yang merupakan bentuk simetri dari x1 dan x2 a. Bilangan x1 dan x2 adalah akar persamaan x2 – 2bx + b2 = 0 .

Seseorang berjalan menyusuri sepetak pekarangan berbentuk persegi panjang yang luasnya 216 m2 tanpa berhenti.x22. Persamaan yang akar-akarnya 2 lebih kecil dari persamaan kuadrat x2 – 6ax -6a = 0 adalah 2x2 – 6x + 6 = 0 . Jika jumlah dari kebalikan dua bilangan genap yang berurutan adalah 9 40 .12 = 0 mempunyai akar-akar x1 dan x2. tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya x12 + x22 dan x12 . tentukan a dan akarakarnya ? 27. Susunlah suatu persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya kebalikan dari akar-akar persamaan x2 – 6ax -6a = 0 ? 26. Jika 2 orang onggotanya mengundurkan diri. Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut. sebelum ada yang mengundurkan diri. maka tentukan jumlah dari dua bilangan genap tersebut. Persamaan kuadrat 6x2 – x . Sekelompok orang menerima borongan pekerjaan penggalian selokan dengan imbalan sebesar Rp 2 juta yang dibagi rata pada setiap anggotanya. Persamaan dan Pertidaksamaan 137 . 30. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 50.25. 28.000 lebih banyak dari penerimaan semula. 29. maka tentukan ukuran pekarangan tersebut jika orang tersebut selesai mengelilingi pekarangannya dalam 100 langkah. Andaikan langkah orang tersebut selalu tetap sebesar 60 cm.

2. Dalam buku ini dibahas system persamaan linear: 1. Banyaknya seragam pria yang dapat dibuat adalah 1. Peubah y menyatakan seragam dengan ukuran besar.5 meter perseragam wanita. Jika bahan yang tersedia untuk pria sebanyak 100 meter dan wanita 200 meter.5 meter per seragam pria dan 2. Sistem persamaan linear 2 peubah dengan 2 persamaan. Dan ini membentuk dua persamaan linear berikut ini. maka banyaknya seragam yang dapat dibuat untuk ukuran sedang dan besar adalah. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 2 persamaan.2x + 1.5𝑦 = 100. 2.5y = 200 138 Persamaan dan Pertidaksamaan . Misalkan peubah x menyatakan seragam dengan ukuran sedang. 3.2 𝑥 + 1. Ukuran besar memerlukan 1.2 meter untuk seragam pria dan 2 meter untuk seragam wanita. 1.5𝑦 = 200. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 3 persamaan. dan banyaknya seragam wanita yang dapat dibuat adalah 2𝑥 + 2.5y = 100 dan 2x + 2. Sistem persamaan linear banyak sekali dijumpai dalam banyak aplikasi misalnya:  Seorang pengusaha busana seragam untuk pria dan wanita dengan bentuk yang berbeda dan terbagi dalam 2 ukuran sedang dan besar.3 Sistem Persama a n Linear Sistem persamaan linear atau juga disebut sebagai sistem persamaan linear serentak merupakan kumpulan atau himpunan dari persamaan linear. Ukuran sedang memerlukan 1.

000 Persamaan dan Pertidaksamaan 139 .per mobil.000.000. Rp1.. y menyatakan banyaknya pengunjung anak-anak dan z menyatakan banyaknya pengunjung mobil.500.per m obil. Suatu obyek wisata yang mempunyai 3 lokasi dengan bentuk yang berbeda pada suatu tempat yang sama..000 3000 x + 2500 y + 1000 z = 12. Misal x menyatakan banyaknya pengunjung dewasa... 2.000. Rp2.000.dengan harga karcis Rp3.per dewasa.000 3500 x + 2500 y + 1000 z = 12.000.000.000.000.per dewasa. setiap lokasi pendapatan yang diperoleh rata-rata adalah 1. maka banyaknya pengunjung kedua lokasi wisata tersebut adalah : 2500x + 1500 y + 1000 z = 10.000. Lokasi B sebesar Rp 12.. jika hanya terdapat 2 lokasi pada obyek wisata tersebut.500.per anak dan Rp1.500.per anak dan Rp1.500.000.000 3000 x + 2000 y + 1000 z = 14. Rp2...dengan harga karcis Rp2. Lokasi A sebesar Rp10.000. Banyaknya pengunjung dari ketiga lokasi wisata tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut. 3. Lokasi C sebesar Rp14.000  Pada ilustrasi nomor 2.000.per dew asa. Permasalahan ini membentuk suatu sistem persamaan linear: 2500 x + 1500 y + 1000 z = 10..per anak dan Rp1.000.per mobil...000.dengan harga karcis Rp 3.000.000.

c2  R a1 . Metode Matriks. 2. Metode gabungan eliminasi dan substitusi.3. 140 Persamaan dan Pertidaksamaan .2. b2 tidak boleh bersama – sama bernilai nol. b1 . Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear yaitu : 1 . 5. Metode Grafik. b2 . y) yang memenuhi kedua persamaan linear tersebut sehingga memberikan pernyataan yang benar. Metode Substitusi. c1  R a2x + b2y = c2 dengan a2 . 4. Metode Eliminasi 3.1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah Sistem persamaan linear dua peubah secara umum dapat ditulis : a1x + b1y = c1 dengan a1 . 1) Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Metode Grafik Menyelesaikan sistem persamaan linear dengan metode grafik maka persamaan a1x + b1y = c1 dan a2x + b2y = c2 dapat dipandang sebagai garis lurus maka perpotongan dari kedua garis tersebut merupakan penyelesaian dari sistem persamaan linear . b1 . Mencari penyelesaian dari sistem persamaan linear merupakan pasangan (x. dibahas pada Bab 3. a2 .

jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 𝑏2 𝑐1 .3. didapat: untuk x = 0 . tidak terdapat perpotongan atau singgunggan antara kedua garis tersebut. CONTOH 2.Misalkan garis u1 : a1x + b1y = c1 dan garis u2 : a2x + b2y = c2 maka akan terdapat beberapa kemungkinan diantara kedua garis tersebut yaitu: 1. Penyelesaian: Dari persamaan x + 2y = 3. y = dan 2 3 untuk y =0 . Terdapat satu titik potong jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . terdapat banyak titik yang memberikan jawaban yang benar dan dikatakan bahwa sistem persamaan linear mempunyai banyak penyelesaian.1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berbentuk x + 2y = 3 dan 2x + y = 3. sistem persamaan linear mempunyai satu penyelesaian/ jawab. sehingga sistem persamaan linear tidak mempunyai penyelesaian. 𝑏2 ≠ Pada kondisi ini. 3. x = 3 Persamaan dan Pertidaksamaan 141 . 𝑐2 = ≠ Pada kondisi ini. Garis u1 berimpit dengan garis u2 jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . Garis u1 sejajar dengan u2 namun tidak berhimpit. 𝑏2 ≠ Pada kondosi ini. 2.

a2x + b2y = c2. ) dan (3. a1x + b1y = c1. x = 3 2 Jadi grafik melalui titik (0. dan y=1. y = 3 dan untuk y=0. 1). 3 2 Dari grafik terlihat bahwa perpotongan garis terjadi disekitar (1. Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan substitusi dimaksud adalah melakukan substitusi terhadap salah satu peubah x atau y dari 1 persamaan ke persamaan yang lain.Jadi grafik melalui titik (0.0). didapat: untuk x=0.a1x atau 𝑦 = 𝑎 1 𝑥 disubstitusi 𝑏1 𝑐1 𝑎 1 b2( − 𝑥) = c2 atau 𝑏1 𝑏1 𝑐1 𝑏1 − pada persamaan a2x + b2y = c2 diperoleh a2x + 𝑏2 𝑎1 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑥 = 𝑐2 − 𝑏1 𝑏2 𝑏1 Jadi 142 Persamaan dan Pertidaksamaan .3) dan ( . Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear ini adalah x=1. 0). Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 . 2) Menyelesaikan Dengan Metode Substitusi. 2 3 Dari persamaan 2x + y = 3. b1y = c1.

3. 3 disubstitusikan 5+2𝑦 ) +4 3 y = -2 . dan y=-1. didapat: 3x – 2(-1) = 5 atau x = 1 Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah x=1. CONTOH 2. Nilai y=-1 dimasukkan ke persamaan 3x – 2y = 5.6 atau y = −16 16 5+2𝑦 .3.3 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x = 6y + 4 3x + 4y = 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 143 .𝑏2 𝑐1 𝑏1 𝑥 = 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑏1 𝑐2 − CONTOH 2.2 Dapatkan penyelesaian dari sistem persamaan linear 3x – 2y = 5 2x + 4y = -2 Penyelesaian: Ambil salah satu persamaan 3x – 2y = 5 atau x = ke persamaan lainnya 2x + 4y = -2 atau 2 ( dikalikan 3 didapat 10 + 4y + 12y = . kedua ruas = -1.

c2a1 Jadi 𝑦 = 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 dan 144 Persamaan dan Pertidaksamaan . a1x + b1y = c1 | x a2  diperoleh a2a1x + a2b1y = c1a2 a2x + b2y = c2 | x a1  diperoleh a2a1x + a1b2y = c2 a1 (a2b1 – a1b2)y = c1a2 .Ambil persamaan 2x = 6y + 4 atau x = 3y + 2 disubstitusikan pada persamaan 3x + 4y = 3. 17 13 +2= . didapat 3(3y + 2) + 4y = 3 atau 13y = -3 Diperoleh y = didapat x = 3 −3 13 −3 13 dan nilai y ini dimasukkan ke salah satu persamaan. 13 dan 3) Menyelesaikan Dengan Metode Eliminasi. Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi dimaksudkan adalah menghilangkan salah satu peubah dari sistem persamaan dengan menyamakan koefisien dari peubah tersebut. 17 13 Jadi penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah 𝑥 = 𝑦 = −3 .

4 𝑐1− 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑏 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 1 𝑎1 Selesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi berbentuk 2u + 8v = -2 -u + 3v = 4 Penyelesaian: 2u + 8v = -2 dikalikan 1 diperoleh -u + 3v = 4 dikalikan 2 diperoleh 2u + 8v = -2 -2u + 6v = 8 14v = 6 atau v = 3/7 2u + 8v = -2 dikalikan 3 diperoleh 6u + 24 v = .3.6 -u + 3v = 4 dikalikan 8 diperoleh -8u + 24 v = 32 14u = . 14 CONTOH 2.38 atau u = −38 .3.5 Dapatkan himpunan penyelesaian dengan eliminasi jika terdapat persamaan berbentuk 3s – 4t = 6 dan 2s + 5t = .𝑥 = CONTOH 2.3. Penyelesaian: 3s – 4t = 6 dikalikan 2 diperoleh 6s – 8t = 12 Persamaan dan Pertidaksamaan 145 .

Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 Penyelesaikan sistem persamaan linear dengan gabungan eliminasi dan subtitusi dimaksudkan adalah melakukan eliminasi terhadap salah satu peubah yang kemudian melakukan subtitusi pada salah satu persamaan atau sebaliknya. 18 −21 }. 23 6 s + 15 t = .3 dikalikan 4 diperoleh 18 23 atau s = Himpunan penyelesaiannya adalah { . 23 23 4) Menyelesaikan Dengan Metode Gabungan Eliminasi dan Substitusi.6 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 3x – 4y = 5 dan -2x + 2y = 4 Penyelesaian: 146 Persamaan dan Pertidaksamaan . CONTOH 2.3.9 -23t = 21 atau t = 3s – 4t = 6 dikalikan 5 diperoleh 15s – 20t = 30 8s + 20t = -12 + 23s = 18 2s + 5t = .2s + 5t = -3 dikalikan 3 diperoleh −21 .

2.7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 4u – 8v = 7 dan 3u + 2v = 2 Penyelesaian: 4u – 8v = 7 dikalikan 3 diperoleh 12u – 24v = 21 3u + 2v = 2 dikalikan 4 diperoleh 12u + 8v = 8 -32v = 13 atau v = 3u + 2( −13 .3x – 4y = 5 dikalikan 2 diperoleh 6x – 8y = 10 + -2x + 2y = 4 dikalikan 3 diperoleh -6x + 6y = 12 -2y = 22 atau y = -11 . 16 32 −13 32 ) = 2 atau u = Jadi himpunan penyelesaiannya adalah { .3.2 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah Sistem persamaan linear tiga peubah dapat dinyatakan dalam bentuk Persamaan dan Pertidaksamaan 147 .3. CONTOH 2.13. 32 - dilakukan subtitusi pada persamaan 3u + 2v = 2 maka : 15 16 15 −13 }. -11}. dilakukan subtitusi pada persamaan -2x + 2y = 4 maka didapat -2x + 2(-11) = 4 atau x = . Penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah {-13.

a3 .c1 . x – 2y + z = 2 dikalikan 2 diperoleh 2x + y + 2z = 1 dikalikan 1 diperoleh 2x – 4y + 2z = 4 2x + y + 2z = 1 . Menyelesaikan sistem persamaan linear 3 peubah dapat dilakukan seperti halnya pada sistem persamaan linear 2 peubah . c2 . a2.5y atau y = -3/5 x – 2y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh x – 2y + z = 2 =3 dilakukan 148 Persamaan dan Pertidaksamaan . d2 .a1 x  b1 y  c1 z  d1 a2 x  b2 y  c2 z  d 2 a3 x  b3 y  c3 z  d3 dengan a1. d1 . d3 merupakan (2. b3 .8 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk x – 2y + z = 2 2x + y + 2z = 1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi . CONTOH 2. b2 .3. c3. b1 .1) bilangan real.3.

y + 2z = 4 + dilakukan subtitusi nilai y pada persamaan tersebut diperoleh -(-3/5) + 2z = 4 atau z = didapat -x + ( ) + −3 5 23 = 10 23 10 . x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 2y + 3z = 1 2x – 2y + z = 3 | x 1 diperoleh 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 | x 2 diperoleh −5 .3.-x + y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh -x + y + z = 2 .9 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi . 10 CONTOH 2. 3 dilakukan + 2x + 2y + 4z = -2 -3z=5 atau 𝑧 = dilakukan subtitusi pada persamaan 2y + 3z = 1 Persamaan dan Pertidaksamaan 149 . subtitusikan pada persamaan -x+ y + z = 2 2 atau x = −9 .

diperoleh 2y + 3 ( −5 3 ) = 1 atau y = 3. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut dengan menggunakan metode grafik. 2. 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 2x+y = 1 150 Persamaan dan Pertidaksamaan . 3. Metode gabungan eliminasi dan substitusi. Metode Substitusi. a. y) persamaan linear tersebut. x – 2y = 3 b. yang memenuhi kedua SOAL LATIHAN 2-3 1. }.1 atau x = Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah { −2 −5 .  Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear dua peubah. 3 3  RANGKUMAN  Penyelesaian dari sistem persamaan linear dua peubah merupakan pasangan (x. Metode Eliminasi 3. Metode Grafik. 4. kemudian disubtitusikan pada −5 3 −2 3 persamaan x + y + 2z = -1 diperoleh x + 3 + 2 ( ) = . yaitu : 1 .

x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. 3 2𝑥−3 2 𝑦 +3 x + 2y = 5 c. 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 d. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e. 4x – 2y -4 = 0 x+y =3 e. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan gabungan eliminasi dan subtitusi Persamaan dan Pertidaksamaan 151 . 2x + 3y = 4 x+y =4 = x + 2y – 1 = 0 3. a. 𝑥 2 −𝑥 𝑥𝑦 = 4 7 x + 2y 3 2𝑥−3 2x + 3y – 2 = 0 𝑦−2 𝑥 e. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode eliminasi. 2𝑥 3𝑦 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 2. 1/2x + 1/3y = 1 -x + 2y = 3 d. 3x + 2y = 7 b. a. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode subtitusi . 2x – 2y = -2 b. x + 2y = 3 -x + 2y = 3 d.y = 1 c. x – 4y = 6 =1 f. 3x +5y = 7 3x + 2y – 4 = 0 f. 2 𝑦+3 2x . x + y -3 = 0 = =4 𝑦 − 2 = −2 𝑥 4.c.

demikaian pula dari 90 pakian pria dan 80 pakaian wanita mendapatkan sebesar Rp 200.2y +3z = 12 x + 2y – z = 10 c. Dua titik (2.000 lebihnya dari 3 kali penduduk kota B dapatkan jumlah penduduk kedua kota tersebut ? 8. 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 d. 3) dan (-1. x – 3y = -5 2x + z = 10 y + 5z = 5 9. Jumlah penduduk dari suatu kota A dan B adalah 4. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e. 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 5. tentukan nilai a dan b ? 6. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. Sebuah industri pakaian jadi memproduksi 2 jenis pakian yaitu pria dan wanita. akan tetapi jumlah penduduk kota A sama dengan 1.000. x – 2y = 3 b. 2x – 3y + z = 2 x + 2y – z = 4 xy +z =1 b. a. 2𝑥 3𝑦 2x+y = 1 c.000. jika pada saat tertentu mendapatkan hasil penjualan sebesar Rp 250.a. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f.500. dapatkan harga jual setiap pakaian pria dan wanita ? 7. 152 Persamaan dan Pertidaksamaan . x + 4y – z = 15 2x . 1) yang dilalui oleh garis lurus ax + by = 6 .000 dari 120 pakaian wanita dan 100 pakaian pria .000.

− + = 1 𝑧 𝑥 𝑦 1 𝑦 2 𝑥 2 1 3 − + =5 + − =8 3 𝑦 1 𝑧 1 𝑦 3 𝑧 + =3 − =1 3 𝑧 1 𝑧 + − = −1 − =2 1 𝑧 2 𝑥 3 𝑧 10. a2≠0. Metode subtitusi.1). c jika fungsi tersebut melalui titik berikut ini. tentukan nilai a. b2. 1) 2. 0). 0). 4) c. (-4. − = 2 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 𝑥 3 1 c. 1).-1). 1).1) dimana a1≠0. Diketahui persamaan kuadrat y = ax2 + bx + c . (1. Persamaan dan Pertidaksamaan 153 . (2. (0. 4) dan (-2.4. 0) dan (0. d. Metode grafik.4 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat Dua Peubah Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 (2. (-2. (0. b. 2. b1. (2. c2 merupakan bilangan real. + − = 10 𝑥 𝑦 𝑧 2 𝑥 2 𝑥 1 1 3 b. (2. Untuk menyelesaiakan sistem persamaan tersebut dapat dilakukan dengan cara 1. 0) dan (4. b. a.a. 0) dan (2.

4. Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah {(0. (-1. 0)}. akan diperoleh x + 2 = x2 atau x2 – x – 2 = 0 .1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1.4. 1). 𝑥 2 + 𝑥 = 0 atau 𝑥(𝑥 + 1) = 0 diperoleh x1 = 0 dan x2 = -1 Nilai-nilai x disubtitusikan pada 𝑦 = 𝑥 + 1. dilakukan faktorisasi diperoleh (x – 2)(x + 1) = 0 dan diperoleh hasil x1 = 2 dan x2 = -1 154 Persamaan dan Pertidaksamaan .2 Selesaikan sistem persamaan berbentuk y = x + 2 dan y = x2 Penyelesian: y=x+2 y = x2 Subtitusikan persamaan 𝑦 = 𝑥 + 2 pada persamaan 𝑦 = 𝑥 2 . Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan tersebut dilakukan dengan subsitusi persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 pada 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 diperoleh 𝑥 + 1 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 atau 𝑥 2 + 2𝑥 + 1– 𝑥– 1 = 0. CONTOH 2. yaitu untuk x1 = 0 diperoleh y1 = 1 dan untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 0.CONTOH 2.

Persamaan dan Pertidaksamaan 155 . a2≠0.Nilai-nilai x disubtitusikan pada persamaan y = x + 2. c2 merupakan bilangan real  Ada beberapa cara penyelesaian yang dapat dipakai untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dan kuadrat dua peubah. Secara geometrik himpunan penyelesaian tersebut merupakan titik potong dari kedua persamaan.  RANGKUMAN  Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 dimana a1≠0. (-1. yaitu : 1 . 1 )}. Untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 1 Sehingga himpunan penyelesaian adalah {(2. 2. 4) . didapat: 1. Metode Substitusi. Untuk x1 = 2 diperoleh y1 = 4 2. b1. b2. Metode Grafik. seperti yang diperlihatkan pada gambar disamping ini.

1 b. y + x – 1=0 y = x . y – 2x -9 = 0 y –x + 5x -5=0 2 c.3x + 3 6. y = 3x + 2 y = x2 + 2x .x = 10 y = x .3x + 2 b. Tentukan konstanta k agar agar sistem persamaan linear-kuadrat berikut 156 Persamaan dan Pertidaksamaan .1 2. a. a.3x + 3 4. y – 2x = 5 y –x + 5x -5=0 2 c. a. Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. a. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini.3x + 3 5.2 + 5 x y = x2 .3x + 2 2 b. y = x – 1 y = x2 . Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini. y – 2x -9 = 0 y –x2 + 5x -5=0 c. y = x + 2 y = x2 + 2x .2 c.2 2 c. y + x = 5 y = x2 . y =2x y = x + 2x .2x + 5 = 0 y = x2 . y = x + 1 y = x2 + 2x . 2 b. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini. y = .SOAL L ATIIHAN 2 --4 S O AL L AT H AN 2 4 1. y = x -2 y = x2 + 2x .3x + 2 2 b. y .2 Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut.2 3. a. y = x y = x + 2x . y .

Pada pertidaksamaan. Untuk hubungan dari peubah – peubah yang menyatakan pertidaksamaan digunakan tanda < (lebih kecil). CONTOH 2. 1. y) memenuhi pertidaksamaan 𝑦 < 𝑥 + 1. jika pasangan (x.5 Pertidaksamaan Suatu persamaan dinyatakan dengan tanda “=“. ≤ (lebih keci sama dengan). Daerah penyelesaian pada pertidaksamaan dengan satu peubah dapat dinyatakan pada garis bilangan. 2. maka pasangan (x. atau ≥ (lebih besar sama dengan. Tidak mempunyai penyelesaian.5. > (lebih besar). Mempunyai satu penyelesaian dan kemudian tentukan penyelesaiannya. 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0. pertidaksamaan linear dengan satu peubah. pertidaksamaan kuadratik.𝑦 = 6𝑥 − 10 𝑦 = 2𝑥 2 − 2𝑥 − 𝑘 o o o Mempunyai dua penyelesaian. 2. 𝑎𝑥 − 𝑐 < 𝑑 + 𝑏𝑥. maka (x. Ekspresi y < x + 1 merupakan suatu pertidaksamaan. Persamaan dan Pertidaksamaan 157 . y) berada dibawah grafik y = x + 1. jika (x. pertidaksamaan pecah rasional. y) merupakan titik pada bidang koordinat yang terletak pada persamaan y = x + 1.1 Beberapa contoh pertidaksamaan. 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 ≥ 𝑑𝑥 . 3. Pada persamaan yang memuat hubungan diantara 2 peubah x dan y. y) merupakan pasangan dari titik yang memenuhi y = x + 1.

maka berlaku: a. 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 ≤ 𝑐. Secara geometrik interval merupakan sepotong garis pada garis bilangan real. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 1 𝑎 1 𝑏 > . kita bahas terlebih dahulu tentang selang/ interval. mempunyai sifat yang identik dengan pertidaksamaan dengan tanda <. Untuk pertidaksamaan dengan tanda selain <. Karena itu.  Interval Himpunan tertentu yang menarik dan sering muncul dalam matematika adalah himpunan bilangan real yang dinamakan selang/interval. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑐. 158 Persamaan dan Pertidaksamaan . pertidaksamaan linear dengan dua peubah. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 0 maka 𝑎𝑐 > 𝑏𝑐. ■ Sifat -Sifat pertidaksamaan Jika a. d. untuk sembarang c. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 𝑑 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑑. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑏 < 𝑐 maka 𝑎 < 𝑐. c. c. b. f. Penyelesaian pertidaksamaan sering terkait dengan selang atau interval. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 > 0 maka 𝑎𝑐 < 𝑏𝑐.4. b. e. dan d merupakan bilangan real.

Simbul −∞ atau ∞ bukan merupakan suatu bilangan.1 : Jika a dan b bilangan real dengan a < b. Persamaan dan Pertidaksamaan 159 . maka interval tertutup dari a ke b ditulis dengan [a. 𝑏 = {𝑥|𝑎 ≤ 𝑥 ≤ 𝑏} Jika a dan b bilangan real dengan a < b. b] dan didefinisikan dengan: 𝑎. atau keduanya.DEFINISI 2. arah negatif (−∞). tetapi tidak memuat titik ujung yang lain disebut interval setengah terbuka atau interval setengah tertutup. Interval berhingga yang memuat satu titik ujung.5. Interval yang titik-titik ujungya berhingga disebut interval berhingga. hanya merupakan perluasan ke arah tak berhingga negatif atau tak berhingga positif. maka interval terbuka dari a ke b ditulis dengan (a. Suatu interval dapat diperluas sampai tak hingga arah positif +∞ atau ∞ . Interval yang diperluas sampai tak terhingga dinamakan interval tak hingga. 𝑏) = {𝑥|𝑎 < 𝑥 < 𝑏} Kurung siku menunjukkan bahwa titik ujung termasuk dalam interval. b) dan didefinisikan dengan: (𝑎. sedangkan kurung biasa menunjukkan bahwa titik ujung tidak termasuk dalam interval.

2.1 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan linear 160 Persamaan dan Pertidaksamaan . c.5. GAMBAR 2. dan b dipindahkan ke ruas kanan. c.5. Untuk mendapatkan penyelesaian dari pertidaksamaan tersebut. didapat 𝑎𝑥 − 𝑐𝑥 < 𝑑– 𝑏 atau 𝑥 <  𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 . maka penyelesaian dari pertidaksamaan linear tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:  Pindahkan cx ke ruas kiri. Kemudian dinyatakan dalam garis bilangan.1 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 (2. dan a dan c tidak keduanya nol. 𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 Untuk memperjelas gambaran penyelesaian.5. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. atau sebaliknya.1) Dengan a. sehingga setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan merupakan daerah penyelesaian. nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan. Jika dipunyai pertidaksamaan 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 dengan a. dan d merupakan bilangan real. b. setiap peubah dipindahkan pada ruas kanan dan setiap bilangan dipindahkan keruas kiri. b. dan d bilangan positif dan a-c≠0. Langkah ini hanya untuk memperjelas gambaran penyelesaian.

didapat: 4𝑥 − 2𝑥 ≥ −3 − 2 ⇒ 2𝑥 ≥ −5 ⇒ 𝑥 ≥ − 2 5 Dalam garis bilangan: Persamaan dan Pertidaksamaan 161 . didapat: 4x – 2 < 2x + 1. kedua ruas dikurangi 2x dan dilanjutkan dengan dikurangi -2.5. Kedua ruas dikurangi 2x dan dikurangi 2.2 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi 4x – 2 < 2x + 1. atau ⇒ 4x – 2x < 1 + 2 ⇒ 2x < 3 3 ⇒ 𝑥 < 2 3 Nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan.CONTOH 2. 2 Daerah Penyelesaian 3/2 CONTOH 2.5.3 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan 4𝑥 + 2 ≤ 2𝑥 − 3 ? Penyelesaian: 4𝑥 + 2 ≥ 2𝑥 − 3. Penyelesaian: Untuk mendapatkan penyelesaian pindahkan 2x pada ruas kiri dan -2 pada ruas kanan. Dengan menggunakan sifat pertidaksamaan nomor 3.

CONTOH 2.5. Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan kuadrat.2).2) dengan a≠0. 162 Persamaan dan Pertidaksamaan . dipindahkan 3x keruas kiri dan 2 keruas kanan −4𝑥 − 3𝑥 > 6 − 2. dilakukan dengan cara:  Ubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2. dan lakukan pemfaktoran bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞). kedua ruas dikalikan dengan 𝑥 < − . Penyelesaian: 2 − 4𝑥 > 6 + 3𝑥 .4 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2 – 4x > 6 + 3x . 7 2. b. atau −7𝑥 > 4.5.5.2 Pertidaksamaan Kuadrat Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 (2. dan c adalah bilangan real. 4 7 −1 . Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.5.

2. ∞ = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < ∞} 𝑝.5. maka selang-selang pada garis bilangan dapat digambarkan seperti pada Gambar 2. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝. Persamaan dan Pertidaksamaan 163 . 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < 𝑝} 𝑝. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < 𝑞} 𝑝. ∞ = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < ∞} Ambil titik uji x pada setiap selang/interval. 𝑝] = {𝑥| − ∞ < 𝑥 ≤ 𝑝} 𝑝. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝.5. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan. Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 < 0. Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 = 0. yaitu 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞. p q GAMBAR 2. Jika kita anggap p < q. 𝑝 = 𝑥 −∞ < 𝑥 < 𝑝 (−∞. Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 > 0. Gambarkan 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞 pada garis bilangan.2 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan kuadrat Interval yang terbentuk adalah:  −∞.

5 dan x = 0. +++ -4 -3 ---2. Atau. Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan.-3). daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. Penyelesaian dari pertidaksamaannya adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut. himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅 dan − 3 < 𝑥 < −2} 164 Persamaan dan Pertidaksamaan . Lakukanlah penghitungan tanda + dan -.∞). diperoleh titik 𝑥 = −2.5 -2 +++ 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil nol. -2) . yaitu (-3. Untuk 𝑥 + 3 = 0.5 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan x2 + 5x + 6 < 0. CONTOH 2. misal x = -4. 𝑥 2 + 5𝑥 + 6 < 0 ⇒ (𝑥 + 2)(𝑥 + 3) < 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 + 2 𝑥 + 3 = 0. Terdapat beberapa selang/interval yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. x = -2. yaitu: (-∞. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. diperoleh titik 𝑥 = −3. (-3. Ambil titik uji pada masing-masing interval. -2). Untuk 𝑥 + 2 = 0.5. dan (-2.

Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. Untuk 𝑥 − 2 = 0. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. − ). 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2 ⇒ 2𝑥 2 − 𝑥 − 2 ≥ 0 ⇒ (2𝑥 + 1)(𝑥 − 2) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 2𝑥 + 1 𝑥 − 2 = 0. ∞). yaitu: (−∞. (− . diperoleh titik 𝑥 = − . 1 2 1 2 1 2 +++ -1 -1/2 --0 2 +++ 3 Karena yang diminta soal adalah nilai – nilai yang lebih besar atau sama dengan nol. dan x = 3. dan (2. Atau. ∞).5.6 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2. yaitu (−∞. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. 2) . diperoleh titik 𝑥 = 2. Ambil titik uji pada masing-masing interval.CONTOH 2. himpunan penyelesaiannya adalah 1 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 165 . Untuk 2𝑥 + 1 = 0. x = 0. misal x = -1. − ] atau [2. Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan.

5. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan.3) atau 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥 +𝑐 < 0 (2. dilakukan dengan cara:  Rubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2.4) dengan a≠0. Apabila ada bentuk kuadrat.5. b. Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan pecah rasional.𝑥 𝑥 ≤ − 1 dan 𝑥 ≥ 2. lakukan pemfaktoran pada bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞).  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol.5. Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0 (2.3) atau (2. dan d adalah bilangan real.4). Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. 2 2.5. 166 Persamaan dan Pertidaksamaan . 𝑥 ∈ 𝑅 . Gambarkan titik-titik pembuat nol ini pada garis bilangan.  Ambil titik uji x pada setiap interval. c≠0.3 PERTIDAKSAMAAN PECAH RASIONAL Bentuk pecah rasional yang akan dibahas disini adalah yang mempunyai pembilang linear dan penyebut berbentuk linear ataupun kuadratik.5.

−1). Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai negatif. ∞).5. Terdapat beberapa interval yang pada garis bilangan. CONTOH 2. (−1. dan (2. 𝑥 = 0. 2). yaitu (−∞. Ambil titik uji pada masing-masing interval antara lain 𝑥 = −2. Persamaan dan Pertidaksamaan 167 . −1) dan (2.7 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol. 2𝑥−4 𝑥+1 > 0 ?. 𝑥 = 3. ∞). maka terlihat pada gambar di atas bahwa daerah penyelesaian adalah daerah yang bertanda + yaitu (−∞.Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai positif. +++ -1 --2 +++ Karena yang diminta adalah yang lebih besar nol. Dari pembilang: 2x – 4 = 0 diperoleh x = 2 dan Dari Penyebut: x + 1 = 0 diperoleh x = -1.  Daerah penyelesaian dari pertidaksamaan pecah rasional adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut.

4) sebgai berikut.8 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Pertidaksamaan dibawa kedalam bentuk (2. yaitu (−6.5.5.5. x + 1 = 0 diperoleh x = –1. ∞). −1). 𝑥 = −2. 𝑥 = 0 dan didapat hasil tanda seperti pada gambar di bawah ini. −1). Ambil titik uji pada masing-masing selang. ---7 -6 +++ -2 ---1 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar nol. daerah penyelesaiannya adalah yang bertanda +. yaitu (−∞. 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 > 2 ?. Dari pembilang: –x – 6 = 0 diperoleh x = –6 dan Dari Penyebut: Terdapat (−1. −6). 168 Persamaan dan Pertidaksamaan . misal 𝑥 = −7.3) atau (2. (−6.CONTOH 2. dan beberapa selang . >2 −2>0 − 2(𝑥+1) 𝑥+1 ⇒ ⇒ ⇒ 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 >0 −𝑥−6 𝑥+1 >0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol.

maka tentukan minimal lebar jalur tersebut.5.2. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap.500 m2. CONTOH 2.5.4 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat Berikut ini akan diberikan beberapa contoh pemakaian pertidaksamaan kuadrat untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.5. lihat Gambar 2.500 m2.3.3 Jalur lari mengelilingi lapangan sepak bola Luas jalur dalam m2 adalah L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 = 300x + 4x2 Karena luas jalur adalah 2. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola. Jika luas jalur tersebut tidak boleh kurang dari 2. maka : Persamaan dan Pertidaksamaan 169 .5. GAMBAR 2.9 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m. Penerapan ini akan disajikan dalam bentuk contoh-contoh. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m.

dan (25. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. 170 Persamaan dan Pertidaksamaan . 25).-100). maka diperoleh x ≥ 25 m.500 ≤ 4x2 + 300x x2 + 75x . Ambil titik uji pada masing-masing interval. diperoleh titik 𝑥 = −100.500 ≥ 0 (x+100) (x -25) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 +100 𝑥 −25 = 0 Untuk 𝑥 + 100 = 0. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ++ yaitu (-∞. x = 0 dan x = 100. misal x = -200. himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅. ∞). +++ -200 -100 --0 25 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar sama dengan nol. Untuk 𝑥 − 25 = 0. Karena nilai x > 0.2.2. 𝑥 ≤ −100 atau 𝑥 ≥ 25}. yaitu: (-∞. -100] atau [25. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. (-100. ∞). diperoleh titik 𝑥 = 25. Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut minimal 25 m. Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. Atau.

atau 4000 dalam ribuan. Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual untuk dapat memperoleh laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu ?. Persamaan dan Pertidaksamaan 171 . diperoleh:  Pendapatan = 𝑥 188 − 2𝑥 = 188𝑥 − 2𝑥 2  Biaya x unit = 200 + 4x  Keuntungan = Pendapatan – Biaya = 188𝑥 − 2𝑥 2 − 200 + 4𝑥 = −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 Dinyatakan bahwa laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu.5.10 Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. Penyelesaian: Banyaknya unit adalah x dan harga per unit adalah (188-2x). Akan didapat interval-interval pada garis real sebagai berikut. carilah titik-titik pembuat nol dan lakukan uji di beberapa titik. Oleh karena itu. diperoleh −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 ≥ 4000 =≫ −2𝑥 2 + 184𝑥 − 4200 ≥ 0 =≫ 𝑥 2 − 92𝑥 + 2100 ≤ 0 =≫ 𝑥 − 50 (𝑥 − 42) ≤ 0 Mirip dengan langkah sebelumnya. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+4x rupiah (dalam ribuan).CONTOH 2. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=188-2x.

Jadi banyaknya barang yang diproduksi per minggu paling sedikit 42 dan paling banyak 50.+++ 0 42 --45 50 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil sama dengan nol. c≠0. 172 Persamaan dan Pertidaksamaan . Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.  RANGKUMAN  Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 Dengan a. c. dan d merupakan bilangan real.  Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥+𝑐 < 0 atau < 0 dengan a≠0. b. . b.  Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 dengan a≠0. b. dan c adalah bilangan real. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda – yaitu 42 ≤ 𝑥 ≤ 50. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. dan a dan c tidak keduanya nol. dan d adalah bilangan real.

x-1 < 2x + 1 ≤ 3 + x 3. 4x + 2 ≤12 g. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. e. 8 – 4x < 12 f. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. f. d. f. d. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+x rupiah (dalam ribuan). e. a. -4x > 4 e. 2x + 1 < 3x + 5 < 2x + 6 d. 2 – 4x ≥ 6x -2 i. 2 𝑥−2 >3 < 2 3 h. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. a. 6x + 6 < 12 – 24x 2. 𝑥 2 −𝑥−6 𝑥 2 +2𝑥+1 ≤0 <0 > 𝑥 2 −𝑥 𝑥 > 𝑥−1 2 𝑥−2 (𝑥−1) 𝑥−3 (𝑥−4) 5. 2 𝑥 c. 3x + 5 < 5x – 7 b. 2𝑥 2 −3𝑥+2 𝑥 2 −5𝑥+6 𝑥 2 +2 3𝑥 <0 b. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=250-x. 3 ≤ 2x – 7 < 5 c. −5 𝑥−3 + 2𝑥 + 1 > 0 > 5 6 ≥ + 2 𝑥+2 ≥0 2𝑥+3 𝑥 4. 𝑥 2 −4𝑥+5 𝑥 2 −𝑥−2 𝑥 2 −1 𝑥 2 −2 >0 c. Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. 2𝑥+4 3𝑥+2 2−𝑥 𝑥−2 >0 2−𝑥 𝑥−2 b. a. 6 2𝑥+4 4 𝑥−1 < 3𝑥 2𝑥−4 c. + < + 𝑥 3 1 2 𝑥 4 5 6 b . x – 3 > 0 d. Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual Persamaan dan Pertidaksamaan 173 .SOAL LATIHAN 2-6 1. a.

500. maka penjualan berkurang 300 buku.000 per minggu ?.000.untuk dapat memperoleh laba paling sedikit Rp 100. Sebuah penerbit menjual 5. 174 Persamaan dan Pertidaksamaan . 6.000. Jika harga dinaikkan Rp 500. Berapa harga maksimum yang harus dikenakan agar penerimaan paling sedikit Rp 15.000 buku. masing-masing dengan harga Rp 2.

menyatakan sebuah gambar (citra). seperti penyelesaian persamaan linear. Perhatikan definisi dibawah ini. dan sebagainya.1 Matriks Dan Operasinya Pada bagian ini akan dibahas tentang definisi matriks. Namun Pada buku ini hanya mengenalkan matriks. Dalam penerapannya di bidang grafika komputer matriks dipakai untuk merepresentasi struktur data dari suatu graf. 3. operasi pada matriks. teori graf. Matriks 175 . tranformasi linear. menggerakkan gambar dalam suatu ruang.Bab 3 MATRIKS Matriks banyak dipakai untuk pengembangan berbagai macam cabang matematika. dan penggunaannya pada penyelesaian sistem persamaan linear. dan sebagainya. dalam hal ini elemen dari matriks dibatasi pada bilangan real saja. operasi yang berlaku dan beberapa sifat matriks.

Bilangan-bilangan dalam susunan itu dinamakan anggota/elemen matriks tersebut. ukuran matriks pertama adalah 3 x 2.DEFINISI 3. 3 −2 4 −2 2 0 . karena matriks terdiri dari tiga baris dan dua kolom. seperti pada Contoh 3. sedangkan anggota dari matriks biasanya menggunakan huruf kecil. Keduanya. Secara umum notasi untuk sebauh matriks menggunakan huruf besar.1. matriks yang ketiga juga dinamakan dengan matriks baris atau vektor baris karena hanya terdiri dari sebuah baris saja.1 Beberapa contoh matriks: 1 −2 1 2 2 . 176 Matriks . vektor kolom dan vektor baris biasa dilambangkan dengan sebuah huruf kecil tebal atau huruf kecil diberi garis atasnya. CONTOH 3. −2 3 5 1 −1 1 2 3 .1. Begitu juga matriks selanjutnya mempunyai ukuran 3 x 3.1. Matriks yang terakhir adalah matriks kolom atau vektor kolom.1: Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang. karena hanya terdiri dari sebuah kolom saja. 0 7 Ukuran matriks ditunjukan dengan banyaknya baris dan banyaknya kolom.1 secara berurutan.

maka penyebutan itu menggunakan notasi (A)ij = aij. Beberapa contoh matriks baris adalah 2 −7 . ■ Beberapa istilah matriks Untuk matriks 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 .2 Matriks A mempunyai ukuran m × n.1. −2 kolom. Selanjutanya kita akan melihat operasi apa saja yang dapat dikenakan pada matriks. maka matriks tersebut dapat ditulis sebagai 𝑎11 𝑎21 ⋮ 𝑎𝑚1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑚2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑚3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑚𝑛 𝐴 = atau dapat ditulis 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 Jika diinginkan untuk menyebut sebuah anggota matriks A pada baris ke-i dan kolom ke-j.CONTOH 3. 4 2 5 0 ii. 0 . maka matriks A dinamakan matriks baris. maka matriks A dinamakan matriks Matriks 177 . Jika banyaknya baris m = 1. i. Jika banyaknya baris n = 1. Beberapa contoh matriks baris adalah 3 2 . 1 3 −1 3 6 2 2 1 .

Beberapa contoh matriks identitas adalah 1 𝐼2 = 0 0 . 1 𝐼4 = 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 vii. maka matriks A dinamakan matriks bujursangkar (square matriks). maka matriks A dinamakan matriks nol (0). 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 1. Jika semua elemen A adalah 0. Beberapa contoh matriks diagonal adalah 3 0 0 2 0 . Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 178 Matriks . 3 5 −2 3 −2 2 0 4 4 1 3 iv. 0 −2 0 0 −3 0 0 9 vi. Jika banyaknya baris m = banyaknya kolom n. 2 −7 . 1 𝐼3 = 1 0 0 1 0 0 0 0 . Beberapa contoh matriks nol adalah 0 0 0 0 0 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks diagonal. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. Beberapa contoh matriks bujursangkar adalah −2 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks identitas (satuan). biasa disimbulkan dengan In. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 < 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. 0 0 0 0 0 v. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑛𝑜𝑙. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≥ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga bawah.iii.

1. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 5 1 0 4 −2 3 −2 0 0 . Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 3 2 . 7 1 0 3 14 −1 3 0 0 0 0 2 2 0 0 0 1 viii.2: Dua matriks dikatakan sama jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama dan anggota yang berpadanan juga sama. 0 0 1 𝐼4 = 2 0 0 0 3 −1 0 0 4 5 0 0 0 3 5 1 ix. −3 6 6 5 −3 2 −3 2 1 Matriks 179 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 > 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑗𝑖 maka matriks A dinamakan matriks simetri.1.Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 1 2 0 . Beberapa contoh matriks simetri bawah adalah 3 0 .3 Pandang beberapa matriks di bawah ini. 0 1 −3 6 −3 0 5 2 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≤ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga atas. maka berlaku aij = bij Perhatikan contoh dibawah ini. Jika ada dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dikatakan sama. 0 1 DEFINISI 3. CONTOH 3.

Penjumlahan matriks A dan B A+B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B.1. Pengurangan matriks A dan B A-B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B. Jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama. elemen cij = aij . maka nilai x pada A harus sama dengan 2. 2. elemen cij = aij + bij.𝐴 = 1 𝑥 1 2 1 2 . 𝐵 = .bij .3: Jika dua matriks A dan B mempunyai ukuran yang sama. 180 Matriks .1. maka: 1. DEFINISI 3. Matriks yang tidak mempunyai ukuran yang sama tidak dapat dijumlahkan atau dikurangkan Dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dapat dijumlahkan atau dikurangkan.4 Pandang beberapa matriks di bawah ini. Untuk menambahkan atau mengurangkan kedua matriks tersebut anggota yang berpadanan dijumlahkan atau dikurangkan. maka kedua matriks tersebut dapat dijumlahkan atau dikurangkan. 𝐶 = 3 4 3 4 3 4 5 6 Jika matriks A = B. Matriks B tidak sama dengan matriks C karena kedua matriks tersebut tidak mempunyai ukuran yang sama. CONTOH 3.

1. 𝐶 = 4 3 4 5 6 Dapatkan A + B dan A-B. DEFINISI 3. 𝐴 = 1 −2 1 .𝐴 = 1 −2 5 .5 Pandang beberapa matriks di bawah ini. Penyelesaian: 2𝐴 = 2 1 3 −2 2 −4 = 4 6 8 Matriks 181 . apa bisa dilakukan?. Penyelesaian: A+B = 1 −2 5 + 3 4 1 1 3 1 + 5 −2 + 2 6 2 = = 3+1 4+4 4 4 0 8 𝐴 − 𝐵 = −2 5 2 1−5 − = 4 1 4 3−1 −4 −4 −2 − 2 = 2 0 4−4 Cobalah lakukan penjumlahan A dengan C. CONTOH 3. maka cA adalah sebuah matriks yang ukuranya sama dengan ukuran A dan elemennya adalah caij. 𝐵 = 3 4 1 2 1 2 . 𝐵 = 3 4 3 1 2 2 5 4 6 Dapatkan 2A dan − 𝐵.4: Jika sembarang matriks A dikalikan dengan scalar c.1.

1 𝐵 2 = 1 2 1 2 3 2 1 2 5 2 3 DEFINISI 3.7 Dapatkan perkalian matriks A dan B 182 Matriks .1.1. 2. 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = 1 3 −2 1 0 × 4 2 3 1 0 + −2 3 −3 = 3 0 + 4(3) 11 −6 12 1 −2 1 0 . …. m CONTOH 3. n dan j=1. 2. CONTOH 3. matriks C berukuran 2x2 karena ukuran A adalah 2x2 dan ukuran B adalah 2x2.6 Dapatkan perkalian matriks A dan B jika 𝐴 = Penyelesaian: C= A x B. …. jika matriks A mempunyai ukuran m × p. dan matriks B harus mempunyai ukuran p × n maka hasil-kali A dan B adalah sebuah matriks C yang mempunyai ukuran m x n dan anggota cij berasal dari jumlahan perkalian antara baris ke-i dari matriks A dengan kolom ke-j dari matriks B.5: Dua matriks A dan B dapat dikalikan. 𝐵 = 3 4 2 3 = 1 1 + −2 2 3 1 + 4(2) Selanjutnya cobalah untuk mengalikan A dengan C.1. atau 𝑐𝑖𝑗 = 𝑛 𝑘=1 𝑎𝑖𝑘 × 𝑏𝑘𝑗 dengan i=1.

1. CONTOH 3. matriks C berukuran 2x4 karena ukuran A adalah 2x3 dan ukuran B adalah 2x4.8 Dapatkan transpos dari matriks A dan B jika 𝐴 = 1 2 𝐵 = 3 4 2 1 Penyelesaian:  Tranpose matriks A 5 0 6 1 0 2 1 −2 3 4 2 . 1 Matriks 183 . 𝐵 = 3 1 2 2 5 4 6 1 0 0 1 2 Penyelesaian: C= A x B. 1 3 1 2 −2 2 × 3 4 4 1 2 1 = −1 17 5 0 6 1 0 2 2 6 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = −4 −7 23 39 Selanjutnya kalau kita mencoba mengalikan A dengan C.6: Matriks transpose dari matriks A ditulis AT atau A‟ yang elemennya merupakan elemen A dengan mengubah baris i menjadi kolom i atau mengubah kolom ke i menjadi baris ke i. DEFINISI 3.1. tidak dapat dilakukan karena ukurannya tidak memungkinkan untuk dikalikan.jika 𝐴 = 1 −2 3 4 1 2 .

7: Jika A merupakan persegi. matriks segitiga atas.  Untuk matriks bujur sangkar A. didefinisikan sebagai jumlah elemen pada diagonal utama matriks A. matriks bujur sangkar. CONTOH 3. Tranpose matriks B. matriks nol. matriks diagonal. 184 Matriks . Berbagai macam matriks diantaranya: matriks baris. 1 3 2 2 4 1 𝐵𝑇 = 5 6 0 0 1 2 DEFINISI 3.9 Dapatkan trace dari matriks 𝐴 = Penyelesaian: tr(A) = 1 + 4 = 5 tr(B) = 1+4 + 0 = 5 1 3 1 −2 dan 𝐵 = 3 4 2 2 5 4 6 . pengurangan.1. matriks identitas. trace A = tr(A) merupakan jumlahan elemen pada diagonal utama matriks A.1 𝐴𝑇 = −2 2  3 4 1 .1. dan matriks simetri. matriks kolom. 1 0  RANGKUMAN   Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang. matriks segitiga bawah. dan perkalian asal memenuhi syarat operasi yang telah didefinisikan.  Pada matriks berlaku operasi kesamaan. maka trace A dinyatakan dengan tr(A). penjumlahan.

1 2 3 2 2 2 3 2 3 1 0 0 2 1 0 1 0 1 b. Apakah C+CT dapat dilakukan? −2 −3 . c. AT+BT b. Tentukan jenis matriks berikut ini. maka dapatkan: 1 3 1 a. a. Apakah A+AT simetri? c. Jika diberikan matriks 1 −2 3 . a. d pada persamaan matriks berikut ini. Jika diberikan matriks 2 −2 2 . (A-B)T 𝐴 = 2 4 c. 4. 𝐵 = 2 3 2 . A-AT 2 . dan 𝐶 = 0 1. 𝑎 − 1 𝑎 + 𝑏 3 = 5 3 𝑐 𝑏 2 − 1 𝑑 3 Matriks 185 . dan 𝐶 = 1 2. 1 3 𝑎 = 3 3 𝑐 𝑏 𝑑 b. 2A+3B e. Apakah (B+B)T simetri? 3. A-B d. (A+B)T f. 𝐵 = 2 3 b. d. Apakah B+BT dilakukan? dapat d.SOAL LATIHAN 3-1 𝐴 = 1 4 −1 3 . Tentukan nilai a. b. 0 −2 2 0 0 −3 2 0 0 0 0 0 0 0 4 0 3 0 c. maka: 2 3 1 a.

CT BT AT 3. AB. 𝑎 + 1 𝑑 − 1 6. Sebaliknya. ATB. b. 186 Matriks . 𝐵 = 2 3 2 . Matriks yang mempunyai invers dikatakan matriks non singular. Sebaliknya matriks A adalah invers dari matriks B. BTA e. DEFINISI 3.1: Misal A merupakan matriks bujur sangkar dan misal ada matriks bujur sangkar B yang berukuran sama dengan ukuran A. A(BC). matriks A disebut matriks yang dapat dibalik atau matriks yang punya invers dan matriks B disebut invers dari matriks A dan ditulis A-1. Jika 2𝑏 + 𝑎 0 −6 = 4𝑧 + 1 3 2𝑧 diberikan matriks 𝐴 = 1 4 −1 3 . sedemikian hingga berlaku AB = BA = I. Sifat-sifat dasar dari suatu matriks yang mempunyai invers. dan 𝐶 = 0 2 −2 2 .5. ditulis B-1. Tentukan nilai a. C2 f. maka periksalah mana diantara hasil perkalian 1 3 1 matriks berikut ini yang dapat dioperasikan dan dapatkan hasil perkaliannya. (AB)C b. B2. c.2. Sebelumnya perhatikan definisi invers dibawah ini. A2. matriks yang tidak mempunyai invers dikatakan matriks singular.2 I nvers Matriks Pada bagian ini akan dibahas tentang invers dari suatu matriks dan cara mencari inversnya. d pada persamaan matriks berikut ini. (ABC)T c. a. BA d.

Jika suatu matriks mempunyai invers. atau A-1=B.CONTOH 3.2. maka: 1. yaitu B-1A-1.1: Jika matriks A dan B adalah matriks yang mempunyai invers dan berukuran sama.1 Misal 𝐴 =   3 1 3 𝐴𝐵 = 1 𝐵𝐴 = 5 2 −5 dan 𝐵 = . maka invers dari matriks ini adalah tunggal (hanya ada satu). AB juga mempunyai invers.2. atau B-1=A matriks B adalah invers dari matriks A. maka (AB)(B-1A-1) = ABB-1A-1 = AIA-1 = I. Matriks 187 . Perlu diperhatikan bahwa tidak setiap matriks bujur sangkar mempunyai invers. TEOREMA 4. (AB)-1 = B-1A-1 Bukti: Dengan mengalikan kedua sisi pada statemen nomor 2 dengan AB. Secara simultan telah ditunjukan bukti untuk (1) dan (2). Dapat kita lihat bahwa: 2 −1 3 1 0 5 2 −5 = = 𝐼 0 1 2 −1 3 1 3 5 = 0 1 2 0 = 𝐼 1 2 −5 −1 3 Oleh karena AB=BA=I maka:   matriks A adalah invers dari matriks B. matriks AB mempunyai invers. 2. Oleh karena (AB)(B-1A-1) = I.

Jika matriks A mempunyai invers. maka dapat didefinisikan 𝐴0 = 𝐼 dan 𝐴𝑛 = 𝐴𝐴𝑛−1 dengan n > 0. berikut ini akan ditampilkan beberapa definisi dan teorema yang tidak dibuktikan. DEFINISI 3.CONTOH 3.2.2 Misal 𝐴 =    1 1 1 𝐴𝐵 = 1 𝐴−1 = 𝐵−1 = 2 2 2 dan 𝐵 = .2. Periksalah bahwa: 3 2 3 2 2 2 6 8 = 3 2 3 8 11 3 −2 −1 1 −1 −1 1 2 11 2 3  (𝐴𝐵)−1 = −4 3 2 −4 3 3 −1 −2 −4 = 2 = (𝐴𝐵)−1 1 −4 3 11  𝐵−1 𝐴−1 = −1 −1 1 Untuk menambahkan wawasan kedalaman tentang pembahasan matriks.2: Jika A merupakan matriks bujur sangkar. maka dapat didefinisikan 𝐴−𝑛 = (𝐴−1 )𝑛 = 𝐴−1 𝐴−1 𝐴−1 … 𝐴−1 188 Matriks .

2.2.3: Jika matriks A mempunyai invers. 𝐴𝑛 mempunyai invers dan (𝐴𝑛 )−1 = (𝐴−1 )𝑛 . 1 𝑘 CONTOH 3.2: Jika matriks A merupakan matriks bujur sangkar dan m. TEOREMA 4. 2. untuk n bilangan bulat positif. maka AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 . maka 𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚+𝑛 dan (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 . 𝐴−1 mempunyai invers dan (𝐴−1 )−1 = 𝐴.3 Misal 𝐴 =    𝐴−1 1 2 . n adalah bilangan bulat.2. 3. Periksalah bahwa: 1 3 3 −2 = −1 1 1 2 1 3 1 2 1 3 1 2 11 = 1 3 15 3 −2 −1 1 30 41 3 −2 −1 1 𝐴3 = 𝐴−3 = (𝐴−1 )3 = = 41 −15 3 −2 −1 1 −30 11 TEOREMA 4. Matriks 189 . Untuk k scalar yang tak nol. kA mempunyai invers dan (𝑘𝐴)−1 = 𝐴−1 . maka 1.TEOREMA 4.3: Jika matriks A mempunyai invers.2.

dan Invers B disimbulkan dengan 𝐵 −1 .  (AB)-1 = B-1A-1  Untuk matriks bujur sangkar A.  Untuk matriks A yang mempunyai invers. Dapatkan invers dari AT. matriks AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 190 Matriks .3. n adalah bilangan bulat.CONTOH 3.2.2.  AB juga mempunyai invers. −1 1 Penyelesaian: Berdasarkan teorema 4.4 Misal 𝐴 = 1 2 dan dari contoh sebelumnya bahwa 1 3 𝐴−1 = 3 −2 . maka:  Invers A disimbulkan dengan 𝐴−1 . (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 = 3 −2 −1 1 𝑇 = 3 −1 −2 1  RANGKUMAN  Untuk matriks A dan B yang mempunyai invers. berlaku:  𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚 +𝑛  (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 dengan m.

(𝐴𝐴−1 )−1 d. 𝐵 = 1 2 −1 1 0 −3 2 b. 𝐵 = 0 1 0 0 1 −1 3 5 −3 . Carilah nilai x. 𝐵 = −2 0 1 1 0 6 1 −3 0 0 1 0 1 3 1 . Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. a. 𝐴 = 0 2 1 b. 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 1 −1 3 1 . 𝐴 = 1 0 1 . 𝐵 = 4 −2 1 1 −1 6 1 0 1 −3 3. 𝐵 = 1 −1 1 4 −2 4 6 4 0 1 4 1 4 0 1 4 −3 4 5. Jika maka: diberikan matriks 𝐴 = 2 4 1 2 −4 −3 dan 𝐴−1 = 16 3 2 2 a. 𝐴 = d. Jika diberikan matriks maka: Matriks 191 . 𝐴 = c. (𝐴𝑇 )−1 b. 𝐴 = b. 𝐴 = 0 2 0 0 1 0 0 3 1 . 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 4. 𝐴 = 1 2 3 2 1 −1 3 3 . a. 1 a. 𝐵 = −2 5 −2 −1 2. agar matriks B merupakan invers dari matriks A. (𝐴−1 )−1 c. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A.SOAL LATIHAN 3-2 1. 𝐴−2 1 𝐴 = 0 2 0 0 3 1 . 𝐴 = 1 0 0 . 𝐵 = 0 1 1 2 3 2 .

𝐴−2 d. (𝐴2 )−1 1 0 1 2 dan 𝐵 = 𝑥 11 1 −11 −3 −6 14 6 −7 16 b. kolom. Elemen a11. (𝐴𝐴−1 )−1 d. a22. …. tetapi perlu diperhatikan bahwa determinan hanya didefinisikan untuk ukuran n x n (berorder n). dan unsur pada matriks berlaku juga untuk determinan. Pengertian baris. (𝐴𝑇 )−1 b. ( 1 𝐴)−1 11 3. 𝐴−2 6.3 Determinan Dalam subab ini. 192 Matriks . ann disebut elemen diagonal utama dari determinan. Tentukan x c. Determinan untuk suatu matriks Anxn ditulis 𝑎11 𝑎21 det(A) = |A| = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑛𝑛 merupakan suatu nilai real tertentu yang terdefinisi.a. (𝐴−1 )−1 c. Pendefinisian nilai dari suatu determinan akan dibahas setelah ini. akan ditekankan bahasan pada pengertian determinan sebagai fungsi yang mengaitkan setiap matriks bujur sangkar A dengan suatu bilangan real yang disebut determinan dari A dan dinotasikan dengan det(A) atau |A|. dengan 2 4 𝐴 = −3 2 4 1 a. Agar matriks B merupakan invers dari matriks A.

1 3 −5 . tuliskan determinan dari A. CONTOH 3. Kofaktor dari unsur ars dinotasikan dengan Krs. Juga dapatkan matriks Kofaktor dan adj(A). apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus (dihilangkan) dari matriks A. maka: 𝐾11 𝐾21 ⋮ 𝐾𝑛1 𝐾12 𝐾22 ⋮ 𝐾𝑛2 𝐾13 𝐾23 ⋮ 𝐾𝑛3 … 𝐾1𝑛 … 𝐾2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝐾𝑛𝑛 (3.3. ditulis adj(A)=KT. Minor dan kofaktor −1 2 dari setiap elemen A.3. Matriks KT dinamakan adjoint dari A. 2. Pada suatu determinan dari matriks An×n. diperoleh dengan mengalikan minor Mrs dengan (-1)r+s. Matriks 𝐾 = dinamakan matriks Kofaktor. Akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars.1) 1.1: Jika matriks Anxn adalah matriks bujur sangkar dan Kij merupakan kofaktor dari elemen aij. yaitu Krs = (-1)r+sMrs DEFINISI 3. Misal 𝐴 = Penyelesaian:   Determinan dari A = det(A)= Minor dari setiap elemen A: 3 −1 −5 2 Matriks 193 .3.Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11.

𝑛 𝑖=1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 .3.3. bukan dihapus.2: (NILAI DETERMINAN) Nilai determinan dari matriks Anxn adalah jumlahan dari hasil kali elemen – elemen dalam satu baris (kolom) dengan kofaktornya. 3 −5 o M12=|-1|=-1 baris 1 dan kolom 2 pada −1 2 3 −5 o M21=|-5|=-5 baris 2 dan kolom 1 pada −1 2 3 −5 o M22=|3|=3 baris 2 dan kolom 2 pada −1 2  Kofaktor dari setiap elemen A: o K11=(-1)1+1M11=2 o o o  K12=(-1)1+2M12=-(-1)=1 K21=(-1)2+1M21=-(-5)=5 K22=(-1)2+2M22=3 Matriks Kofaktor dari A.2) untuk suatu baris i (3. 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = 2 1 5 . untuk suatu kolom j (3. dihapus. 194 Matriks . Ingat bahwa |2| determinan tingkat nilai mutlak.3) Rumusan pada definisi di atas ini dinamakan expansi Laplace. 3  Matriks adj dari A.o M11=|2|=2 baris 1 dan kolom 1 pada 3 −1 −5 dihapus. atau det 𝐴 = Atau det 𝐴 = 𝑛 𝑗 =1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 . dihapus. 3 DEFINISI 3. 2 1.3. 𝐾 = 2 5 1 .

2 det(A) = ad-bc = 3(2) – (-5)(-1) = 6-5 = 1.3. CONTOH 3. jika |A|=2.1 Determinan Tingkat Dua Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3.3.Dari definisi di atas terlihat dengan jelas bahwa determinan matriks merupakan suatu skalar (nilai real) yang diperoleh dari elemen-elemen matriks dengan operasi tertentu.3.3 Misal 𝐴 = 3 −1 𝑥 − 5 . 3.3. dapatkan determinan dari A. CONTOH 3. maka dapatkan nilai x. determinan dari matriks 𝐴 = 𝑎 adalah: 21 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎22 − 𝑎12 𝑎21 Dari sini dapat dikatakan bahwa determinan dari matriks 2x2 adalah perkalian elemen diagonal utama dikurangi denga perkalian elemen diagonal kedua. 2 Penyelesaian: det(A) = ad-bc 2 = 3(2) – (x-5)(-1) Matriks 195 . maka det(A) = ad -bc 𝑑 Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut. Jika matriks 𝐴 = 𝑎 𝑐 𝑏 .3) dengan memilih 𝑎11 𝑎12 i=1.2 3 −1 Penyelesaian: Misal 𝐴 = −5 .

3) dengan memilih i=1.3.2 = 6 +x-5 atau x = 1.2 Determinan Tingkat Tiga Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3. 3. determinan dari matriks 𝑎11 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 adalah: det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 + 𝑎13 𝐾13 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 + 𝑎13 (−1)1+3 𝑀13 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎 32 𝑎23 𝑎21 − 𝑎12 𝑎 𝑎33 31 𝑎23 𝑎21 +𝑎13 𝑎 𝑎33 31 𝑎22 𝑎32 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 𝑎33 = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎32 𝑎23 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 − 𝑎31 𝑎23 + 𝑎13 (𝑎21 𝑎32 − 𝑎31 𝑎22 ) = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎12 𝑎23 𝑎31 + 𝑎13 𝑎21 𝑎32 −𝑎13 𝑎22 𝑎31 + 𝑎11 𝑎23 𝑎32 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 Untuk memudahkan pencarian nilai determinan tingkat 3 secara manual.3. dari hasil rumusan di atas dapat ditata menjadi: + + + 𝑎11 𝑎12 𝑎13 𝑎11 𝑎12 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎22 𝑎23 𝑎21 𝑎22 𝑎31 𝑎32 𝑎33 𝑎31 𝑎32 196 Matriks .

dapatkan determinan dari A. maka dapatkan nilai x. Dengan sifat-sifat ini penghitungan nilai determinan dapat lebih sederhana.Ini yang dinamakan dengan aturan Sarrus. 2 3 −1 3 −𝑥 2 0 10 = 3(2)2 – (-x)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-x)(-1)2 10 = 12 +3x + 0 – 0 + 0 – 2x atau x =-2.3.3. 0 2 3 −5 −1 2 3 0 = 3(2)2 – (-5)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-5)(-1)2 = 12 +15 + 0 – 0 + 0 – 10 = 17 3 −𝑥 Misal 𝐴 = −1 2 3 0 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −𝑥 2 0 0 1 2 0 1 .3.5 Misal 𝐴 = −1 3 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −5 0 2 1 0 2 −5 0 2 1 . jika |A|=10. Matriks 197 .3 Sifat-Sifat Dasar Determinan Berikut ini diberikan beberapa sifat dasar determinan dalam bentuk teorema tanpa bukti. 3. CONTOH 3.4 3 Contoh 3. Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut.

Jika unsur-unsur suatu baris (atau kolom) determinan diganti dengan menambahkan pada unsur-unsur tersebut k kali unsurunsur yang bersesuaian pada baris (atau kolom) yang lain.elemen sembarang baris atau kolom pada determinan tersebut dikalikan k. iv. Jika semua unsur dari satu baris (atau kolom) suatu determinan dapat ditulis sebagai jumlahan dua bilangan. Jika unsur-unsur dari satu baris atau kolom suatu determinan semuanya nol. maka determinan tersebut dapat ditulis sebagai jumlahan dua determinan. vi. Jika unsur-unsur yang bersesuaian dari dua baris (atau kolom) dari suatu determinan sebanding. Jika sembarang dua baris (atau kolom) dari determinan ditukar letaknya. Nilai suatu determinan tidak berubah jika baris-barisnya ditulis sebagai kolom-kolom dan sebaliknya. maka nilai determinan tersebut adalah nol. maka nilainya menjadi -1 kali determinan semula. maka nilai determinan tersebut adalah nol. viii. iii. Invers dari matriks non-singular A yang berukuran n × n dapat dinyatakan 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎𝑑𝑗(𝐴) Sifat-sifat di atas. 198 Matriks . merupakan sifat penting dan sering digunakan dalam penghitungan nilai suatu determinan dan invers matriks. Nilai suatu determinan menjadi kelipatan k nilai determinan semula jika elemen . vii.i. ii. v. maka nilai determinan tersebut tetap tidak berubah.

3. 2 Penyelesaian:  Telah diperoleh dari contoh sebelumnya bahwa det 𝐴 = 3 2 − (−1)(−5) = 1. dapatkan invers dari A. iii.3.  𝑎𝑑𝑗(𝐴) = 2 5 1 3 Matriks 199 . maka: 𝑑 𝑑 −𝑐 Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾 = −𝑏 𝑎 Matriks adjoint dari A adalah 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = Matriks invers dari A adalah 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎 𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 𝑎 adj 𝐴 = 1 𝑎𝑑 −𝑏𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 . 𝑎 CONTOH 3.3. Jika matriks 𝐴 = i. 𝑏 dan det(A) tidak nol.4 Mencari Invers Matriks Untuk mencari invers matriks yang berukuran n × n dapat rumusan 𝐴−1 =  1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 Invers matriks berukuran 2×2 Kita akan mencari invers matriks yang berukuran 2×2 dengan menggunakan determinan dan adjoint.6 Misal 𝐴 = 3 −1 −5 . ii.

3.7 Misal 𝐴 = 4 2 . bisa menggunakan aturan sarrus. i. Matriks kofaktor dari A adalah 200 Matriks . Invers dari 𝐴 adalah 𝐴−1 = 1 𝑎𝑑𝑗 𝑑𝑒𝑡 (𝐴) 𝐴 = 1 1 2 5 2 = 1 3 1 5 3 CONTOH 3. Mencari nilai determinan dari A. diperoleh 𝐴−1 = = 1 𝑑 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 −𝑐 1 4 2 −2(3) −𝑏 𝑎 1 −1 2 −2 = −3/2 2 −3 4  Invers matriks berukuran 3×3 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 dan A non singular. Mencari matriks kofaktor dari A dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 . dapatkan invers dari A. dapat dicari sebagai berikut. 𝑎11 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎11 𝑎23 𝑎21 𝑎33 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 ii. 3 2 Penyelesaian: Kita selesaikan langsung menggunakan rumus untuk invers matriks berukuran 2×2. 𝑎33 𝑎11 Misal matriks 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 Invers matriks A.

1 2 det(A)=1-0+2-(4+3+0)=-4. Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 CONTOH 3. matriks A non singular. ii.3. Dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 . bisa menggunakan aturan sarrus. Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾11 𝐾12 𝐾13 𝐾 = 𝐾21 𝐾22 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾31 𝐾32 𝐾33 𝐾11 = (−1)1+1 𝑀11 = 1 3 = 1 1 − 3 1 = −2.𝐾11 𝐾 = 𝐾21 𝐾31 𝐾12 𝐾22 𝐾32 𝐾13 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾33 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT iii. dapatkan invers dari A. Mencari nilai determinan dari A. Mencari matriks kofaktor dari A.8 1 Misal matriks 𝐴 = 2 4 Penyelesaian: i. 1 1 Matriks 201 . 1 det(A)=|A|= 2 4 0 1 1 0 1 3 2 1 1 1 4 1 0 1 1 3 .

−0 4 = −1. apa hasil yang didapat ? 202 Matriks . 2 1 =2 1 −1 4 1 0 1 =− = −{0 2 1 2 1 1 = = 1 1 −1 4 2 1 0 =− =− 1 1 4 1 0 1 = = 0 3 −1 1 3 1 1 =− =− 1 3 2 3 1 0 = = 1 1 −0 2 1 1 = −1. Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 1 −4 = −2 10 −2 1 −1 −3 −1 −1 1 1/2 −1/4 1/4 1/4 = −10/4 3/4 1/2 1/4 −1/4 Silahkan dicoba untuk mengalikan A dengan 𝐴−1 . = −1. 4 = −3. 1 4 = −2.- 𝐾12 = (−1)1+2 𝑀12 = − 𝐾13 = (−1)1+3 𝑀13 = 𝐾21 = (−1)2+1 𝑀21 𝐾22 = (−1)2+2 𝑀22 𝐾23 = (−1)2+3 𝑀23 𝐾31 = (−1)3+1 𝑀31 𝐾32 = (−1)3+2 𝑀32 𝐾33 = (−1)3+3 𝑀33 −2 10 1 −3 −1 −1 2 4 3 = −{2 1 − 3 4 } = 10. − 1 1 } = 1. Jadi 𝐾 = −2 −1 1 −1 −1 1 −2 1 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT= 10 −3 −2 −1 iii. −1 2 2 = 1.

apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus dari determinan. Dapatkan Kofaktor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. Matriks 203 . 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = c. a. 𝐴 = d. Dapatkan Minor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. Krs adalah Kofaktor dari unsur ars. akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars=Mrs. Matriks KT dinamakan adjoint dari A. maka det(A) = ad -bc 𝑑 1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 SOAL LATIHAN 3-3 1. dengan Krs = (-1)r+sMrs     Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11. Jika matriks 𝐴 = 𝐴−1 = 𝑎 𝑐 𝑏 . RANGKUMAN  Pada suatu determinan. ditulis adj(A)=KT. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2.

𝐴 = d. 𝐴 = 5 0 0 6 b. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. Dapatkan nilai determinan. matriks kofaktor. 𝐴 = d. a. adjoint. daninvers dari matriks berikut ini. Dapatkan Matriks Kofaktor. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 3. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 6. 𝐴 = c. adjoint. dan invers dari matriks berikut ini. 𝐴 = c. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = 1 0 −2 1 6 1 204 Matriks . 𝐴 = 0 3 2 1 0 1 0 1 b. 𝐴 = −2 6 0 0 0 1 1 −3 5. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2 3 1 2 4. 𝐴 = d. adjoint. dan invers dari matriks berikut ini.a. 𝐴 = 0 3 2 1 1 c . 1 0 a. 𝐴 = 0 2 0 1 0 d. 𝐴 = c. a. Dapatkan Matriks Kofaktor. b = 1 −2 6 1 4 0 0 0 1 1 −3 0 1 −3 0 0 3 1 1 −1 d. 1 0 a.

7. 1 = c. d. 1 2 𝑥 − 5 =5 1 2 𝑥 − 1 𝑥 + 3 = 𝑥 −2 5 8. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. 0 2𝑥 0 3 1 0 1 =4 𝑥 − 1 9. 1 0 𝑥 a. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. 1 = 0 3 1 2 1 𝑥 − 1 𝑥 b. Buktikan bahwa: 10.Buktikan bahwa: Matriks 205 . 2 − 𝑥 1 5 2 − 𝑥 1 6 3 = 𝑥 𝑥 b. a. Tunjukkan bahwa: 11.

Ingat kembali tentang sistem persamaan linear dengan n buah variabel dan n buah persamaan.3.4. 𝑎11 𝑥1 + 𝑎12 𝑥2 +𝑎13 𝑥13 + ⋯ + 𝑎1𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏1 𝑎21 𝑥1 + 𝑎22 𝑥2 +𝑎23 𝑥13 + ⋯ + 𝑎2𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏2 … 𝑎𝑛1 𝑥1 + 𝑎𝑛2 𝑥2 +𝑎𝑛3 𝑥13 + ⋯ + 𝑎𝑛𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏𝑛 Persamaan (3. seperti berikut ini.4. yang diselesaikan dengan metoda grafis dan substitusi.1) dengan 𝑎11 𝑎21 𝐴 = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑥1 𝑥2 ⋮ 𝑥𝑛 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … … ⋱ … 𝑎1𝑛 𝑎2𝑛 ⋮ 𝑎𝑛𝑛 𝑋 = 206 Matriks .4. telah mengenalkan tentang sistem persamaan linear.2) (3.4 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Matriks Pada bab 2. Sekarang kita coba selesaikan dengan menggunakan matriks.1) dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks seperti berikut ini. 𝐴𝑋 = 𝐵 (3.

Matriks 207 .2 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1 3 1 −2 𝑥 10 𝑦 = 3 𝑧 −1 Coba lakukan pengalian matriks terhadap persamaan di atas ini. apakah kembali ke bentuk seperti persamaan semula?.1 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 CONTOH 3.4.4.𝐵 = 𝑏1 𝑏2 ⋮ 𝑏𝑛 CONTOH 3.

Selanjutnya kita akan membahas penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan matriks dan determinan.

3.4.1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Invers Matriks
Perhatikan kembali persamaan (3.4.2), jika kedua ruas kita kalikan dari kiri dengan invers A, didapat 𝐴−1 𝐴𝑋 = 𝐴−1 𝐵 I𝑋 = 𝐴−1 𝐵 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 (3.4.3)

Jadi persamaan (3.4.3) merupakan penyelesaian sistem persamaan linear persamaan (3.4.1). CONTOH 3.4.3 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 𝑥2 = 5 1 2 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Invers dari A:

208

Matriks

𝐴−1 =

1 1 2 𝐾 = 2 1 −1 𝐴 1 2 2/3 −1/3 = −1/3 2/3 2/3 −1/3 −1/3 2/3

1 −1 2 −1 = 2 −1 2 4−1

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 1/3 3 = 7/3 5 𝑥

1 = 1/3 dan 𝑥2 = 7/3

CONTOH 3.4.4 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 , 𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Invers dari A: 𝐴−1 = 1 𝐾 = 2 𝐴 −1 2 1 −1 3 1 1 −1 −2 −1 −5 0 −10 −1 0 −4 −5 −2

Matriks

209

= 

0
1 5

1 5

1

2 1 1 0 −
5

4 5

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 0
1 5 1 5

1

2 1 1 0 −
5 11 5

4 5

10 3 = −1

21 5 11 5

5 𝑥

=

21 5

, 𝑦 = 5 dan 𝑧 =

3.4.2 Metoda Cramer
Untuk menyelesaikan persamaan (3.4.1), dapat menggunakan

determinan dari matriksnya. Metoda ini dinamakan metoda Cramer, namun bukti dari metoda ini tidak dibahas di sini. Pembaca bisa mencari pada literatur lain. Ingat kembali sistem persamaan linear dalam bentuk persamaan matriks berikut ini. 𝐴𝑋 = 𝐵 Jika det(A)≠ 0, maka penyelesaian dari sistem persamaan linear tersebut adalah: 𝑥1 = 𝐷
1 , 𝑥2 𝐷

= 𝐷

2 , 𝐷 𝑥

3 = 𝐷

3 , … , 𝑥𝑛 𝐷

= 𝐷𝑛

𝐷

Dengan D=det(A), dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada determinan D dengan matriks kolom B. Untuk lebih jelasnya, kita lihat contoh-contoh berikut ini.

210

Matriks

CONTOH 3.4.5 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Determinan Dk: 2 1 𝟑 𝐷1 = 𝟓 2 𝐷2 = 1 𝐷 = 1 = 4−1= 3 2 1 =6−5= 1 2 𝟑 = 10 − 3 = 7 𝟓

Penyelesaian untuk X adalah 𝑥1 = 𝐷
1 𝐷

=

1 3

dan 𝑥2 = 𝐷

2 𝐷

=

7 3

CONTOH 3.4.6 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini ddengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1

Matriks

211

𝑦 == 𝐷2 𝐷 Penyelesaian untuk X adalah = −21 −5 = −25 −5 = 5 dan 𝑧 = 𝐷3 𝐷 = −11 −5 212 Matriks .Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 . 𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Determinan Dk: 2 𝐷 = −1 2 10 𝐷1 = 3 −1 2 𝐷2 = −1 2 2 𝐷3 = −1 2  𝑥 = 𝐷1 𝐷 −1 3 1 1 = −5 −1 −2 −1 3 1 1 = −21 −1 −2 10 3 3 1 = −25 −1 −2 −1 10 1 3 = −11 −1 −1 .

dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada D dengan matriks kolom B. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. 𝑥2 𝐷 𝐷2 . 𝑥𝑛 𝐷 𝐷𝑛 𝐷 = 𝑥3 = = Dengan D=det(A). a. −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d. 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. maka dengan metode Cramer sistem persamaan linear mempunyai penyelesaian 𝑥1 = 𝐷1 . 𝐷 𝐷3 . 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 Matriks 213 . 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. a. RANGKUMAN    Sistem persamaan linear dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks 𝐴𝑋 = 𝐵 Penyelesaian sistem persamaan linear persamaan 𝐴𝑋 = 𝐵 mempunyai penyelesaian 𝑋 = 𝐴−1 𝐵. … . SOAL LATIHAN 3-4 1. Jika det(A)≠ 0. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 2. −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d.

mana yang lebih cepat? 214 Matriks . Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. a. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 4. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b. Bandingkan antara penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan invers matriks dan menggunakan metode Cramer.3. a. Gunakan soal nomor 3 dan 4. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 5. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d.

Matematika Keuangan. Edi Suranto. Endar Sucipto. Matematika untuk SMK kelas XI. 2007. Penerbit M2S Bandung. Ganeca. R. Buku Ajar Kalkulus. 3. R. 9. Koko Martono. Eryanto. Jurusan Matematika ITS. Koko Martono. 2007 8. Maman Abdurahman. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XII Program IPA.K Noormandiri. 10.A. dkk. 2003. 5. HUP. B. 2006. 13. Sembiring. Marwanto. Yudistira. 2007. Buku Ajar Kalkulus 2.DAFTAR PUSTAKA 1. 2007. 2007. Ganeca. 2004. Eryanto. 2004. Yudhistira. 2004. Matematika 1 untuk SMK kelas X Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen Program Keahlian Akuntansi. Tri Dewilistia. 4. Matematika untuk SMK kelas X. Benny Hendarman. Yance Lagu M. Endang Riva‟I. Herwati. Benny Hendarman. Penerbit Erlangga. R. Penerbit Armico Bandung. Koko Martono. Matematika Bisnis Manajemen. 6. 2007. L. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas X. Ganeca. R. 11. Jurusan Matematika FMIPA-ITS Surabaya. Eryanto. HUP. Penerbit Yudistira. 7. 2. Firmansyah Noor. 2005 12. 2007. Rivai Wirasasmita. Firmansyah Noor. Endang Jaiman. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XI Program IPA.. Matematika Interaktif. Yogia. Matematika SMU. Matmatika SMU. Firmansyah Noor. Daftar Pustaka A1 . Endang Riva‟I.

Matematika SMA dan MA.. 15. Alih bahasa: I Nyoman Susila. 18.14. Sulistiono. 2004. Sulasin. Yohanes. Rama Widya. Matematika SMU. 2004. Wono Setyo Budhi. Srikurnianingsing. Hendra Gunawan. Kalkulus. Erlangga 2003. J. Matematika Bilingual. Kastolan. A2 Daftar Pustaka . Matematika SMU. Stewart. Loedbi. Penerbit Erlangga. Wila Adiyanto Sukoco. Arman Delta Selaras. 16. Kuntarti. 2002. 2004. 2003. Olimpiade Matematika SMU. Sembiring. PT. Yudistira. 17. 19. Penerbit.

521 kuantitatif. 569 C cramer. 372 aritmatika. 521 diskrit. 521 tunggal. 407 deret. 380 geometri. 601 argumentasi. 405. 361 aritmatika. 397 desimal. 509 tunggal biasa. 521 kualitatif. 521 kelompok. 578 daerah asal. 3 cacah. 285. 405 biimplikasi. 193. 11 bunga. 551 anuitas. 4. 298 bijektif. 597. 570 unggal eksak. 5 real. 539. 360. 547 kontinu. See range daerah kawan. 391 bidang datar. 319 bilangan asli. 540. 578 periode. 2 bulat. 210 D B barisan. 410 derajat. 10 tak terbatas. 13 rasional. See domain daerah hasil. 7 Indeks B1 . 10 kompleks. 4 derajad.INDEKS tunggal. 302 aturan hasil kali. 199 angka baku. 566 majemuk. 567 A adjoint. 384 geometri. 2 irasional. 547 denominator. See kodomain data.

475 frekuensi harapan. 203. 514 frekuensi penggabungan.terbatas. 159 tertutup. 317 implikasi. 578 fungsi. 194 sifat-sifat. 159 F faktorial. See negasi injektif. 246 fungsi obyektif. 211. 315 hipotesa. 159 tak hingga. 406 garis selidik. 199. 215. 188. 282 himpunan. 418 jangkauan. 193 nilai. 208 penjumlahan. 533 dilatasi. 319 E equally likely. 532 garis. 159 terbuka. 195 tingkat tiga. 497 expansi Laplace. 196 diagram. 331 matriks. 193. 281 diskonto. 20 J jajaran genjang. 549. 535 gabungan. 197 tingkat dua. 16 perkalian. 7 determinan. 552 B2 Indeks . 437. 212 1 x 1. 530 batang. 234. 450 disjungsi. 238 invers. 531 lingkaran. 575 domain. 158 berhingga. 262 G H I ingkaran. 192. 503 garis. 316 fungsi objektif. 303 histogram.. See nilai determinan interval. 186. 297 fungsi.

K kaidah penjumlahan. 426 logika penghubung. 542 median. 179 singular. 554 lingkaran. 466. 509 saling lepas. 470 kalimat terbuka. 506. 418 model matematika. 473 perkalian. 542 minor. 566 L layang-layang. 177 nol. 426 jari-jari. 506 majemuk. 283 Kontradiksi. 487 komplemen. 273 kalimat terbuka. 454 konjungsi. 234 modus. 178 diagonal. 540. 272 pernyataan. 447 adjoint. 541. 178 segitiga atas. 193 kombinasi. 180. 193. 297 konveks. 179 segitiga bawah. 178 identitas. 303 konklusi. 175. 194. 193 modal. 246 konvers. 542 Indeks B3 . 505 sederhana. 177 bujursangkar. 548. 466 kodomain. 178 simetri. 176. 293 universal. 206. 275 kejadian. 176 mean. 293 kuartil. 184. 552 kofaktor. 426 pusat. 272 M matriks. proposisi. 297 kuantor eksistensial. 299 kontraposisi. 203. predikat. 279. 193 anggota. 183 ukuran. 186 transpose. 552. 199 kolom. 178 kofaktor. 176 baris. 317 koefisien variasi. 466 saling bebas. 502 komposisi.

295 nilai akhir. 147. 162 linear. 5 tak-murni. 485 Permutasi. 166 pecah rasional. 216 linear. 429 persegi panjang. 100 O operator logika. daerah penyelesaian. 539 sampel. 215. 153 sistem persamaan linear dua peubah. 476 pernyataan. 277 sistem persamaan linear. 162. 417 keliling. 140. 417 P parameter. 99 linear. 99 N negasi. 92 linear satu peubah. 593 numerator. 273 primitive. dua peubah. 477 dengan pengulangan. daerah daerah penyelesaian. 506 permutasi. 539 pecahan murni. 465. 138.ponens. penyelesaian. 582. 592 nilai tunai. 87 penyelesaian persamaan kuadrat. 140 persegi. 158 piktogram. 4 kuadrat tak lengkap. 217 pecah rasional. 157. 167 sifat-sifat. 99 kuadrat sejati. 169 kuadrat. 98 keliling. 160. 99 kuadrat real. 166 himpunan penyelesaian. 417 luas. 498 bersyarat. 160 linear. 305 tollens. 582. 590. 121 kuadrat. 484. 5 peluang. 160. 274 persamaan akar persamaan kuadrat. 307 kuadrat rasional. 428 pertidaksamaan. 219 kuadrat. 86 linear dua peubah. 534 B4 Indeks . 278. 417 luas. 480 siklik.

303 simpangan. See pernyataan luas. 526 frekuensi. 409 suku bunga. 587.. See interval sigma.rata. 409 siku-siku.pola bilangan. 524. 595 postnumerando. 208 sistem pertidaksamaan linear. 520 Populasi. 536 populasi. 466 ruang sampel. 206. 549 sisi sudut. 437. 422 sama sisi. 520 sudut. 587. 442 ruang nol. 421 selang. 520 Sample. 540 refleksi. 407 sisi awal. 437. 609 sampel. 234 proposisi. 216. 319 S saldo menurun. 554 statistik. 419 jumlahan sudut dalam. 446 relasi. 587 rotasi. 466. 539 sarrus. 409 sisi akhir. 358 polygon frekuensi. 371 R radian. 590. 508 silogisme. 465 program linear. 197 segi tiga tabel T distribusi frekuensi. 366. 420 keliling. 420 sama kaki. 497 tereduksi. 225 statistika. 524 Indeks B5 . 317 rata. 407 tumpul. 273. 539 premis. 587 pranumerando. 315 rente kekal. 215. 592 terbatas. 410 range. 283 probability. 406 sistem persamaan linear. 423 siku-siku. 566 surjektif. 406 lancip. 405. 429 segitiga.

tabel kebenaran. 571 B6 Indeks . 550 W waktu eksak. 184 transformasi geometri. 539 keragaman. 300 titik. 437 translasi. 539 V valuta. 299 tautology. 437 trapesium. 289 tautologi. 582 variansi. 418 luas. 466 trace. 406 titik sampel. 571 U ukuran waktu rata-rata. 433 kemiringan. 539 pemusatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->