Bandung Arry Sanjoyo, dkk.

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
Untuk SMK
Penulis

Ilustrasi Cover Ukuran Buku SAN m

: Tim : 17,6 x 25 cm

SANJOYO, Bandung Arry Matematika Bisnis dan Manajemen Jilid 1 untuk SMK /oleh Bandung Arry, Sri Suprapti, Nur Asyiah, Dian Winda S ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. viii. 214 hlm Daftar Pustaka : A1-A2 Glosarium : B1-B6 ISBN : 978-602-8320-73-3 978-602-8320-74-0

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2009 Diperbanyak oleh:

CV. ARYA DUTA

Jl. Revolusi No. 29 Villa Pertiwi Sukamaju Depok Telp. (021) 8761630, 87906446 Fax. (021) 8757836 email: marketing@aryaduta.co.id ii

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. , berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit didapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional, sehingga dapat digunakan secara luas oleh pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, kami tayangkan lewat internet agar dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualan harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khususnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai salah satu sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

iii

iv

KATA PENGANTAR
Matematika merupakan suatu alat untuk berkomunikasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan matematika kita dapat mengungkapkan gejala-gejala alam, sosial, dan teknik dengan suatu ungkapan rumusan matematika yang tidak memuat makna ganda. Bahkan dengan berbantuan matematika kita dapat menyelesaikan permasalahan sosial, ekonomi, manajemen, dan teknik dengan penyelesaian yang akurat dan optimal. Fakta menunjukkan bahwa beberapa pemenang nobel untuk bidang ekonomi atau teknik berasal dari matematikawan. Oleh karena itu, mempelajari dan menguasai matematika dari usia sekolah dasar maupun lanjut merupakan suatu kebutuhan. Buku ini disusun dengan memperhatikan konsep berfikir matematis dan selalu mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada permasalahan ekonomi, bisnis, dan manajemen. Pada setiap konsep kecil yang dituangkan dalam suatu sub-bab selalu dikaitkan dengan permasalahan sehari-hari. Juga pada setiap bab diawali dengan kalimat motivasi, pembuka dan perangsang bagi pembaca untuk mengerti dari awal, kira-kira akan dipakai seperti apa dan dimana. Belajar matematika tidak cukup hanya dengan mengerti konsep saja. Harus disertai dengan banyak latihan olah pikir serupa dengan contoh-contoh yang diberikan. Untuk itu, pada setiap akhir sub bab diberikan banyak soal-soal sebagai latihan dalam menguasai konsep dan meningkatkan ketrampilan olah pikir dan penyelesaian permasalahan. Buku Matematika SMK Bisnis dan Manajemen ini terdiri dari 11 bab. Bab awal memuat materi dasar dalam matematika, yang akan dipakai untuk materi lain yang ada pada bab sesudahnya. Setiap bab berisi tentang topik kajian matematika yang disajikan lewat orientasi/ilustrasi, teori, beberapa contoh soal mulai dari yang mudah ke soal yang sulit. Sebelum mengerjakan latihan soalsoal pada setiap subbab, didahului dengan rangkuman, dengan tujuan siswa dapat mengingat hal-hal penting dari subbab yang telah dipelajari.

v

Dengan bekal matematika untuk SMK Bisnis dan Manajemen ini, diharapkan lulusan SMK mempunyai bekal yang cukup dalam berfikir secara logis dan sistematis dengan selalu berpijak pada kaidah-kaidah keilmuan matematika dalam menghadapi problema-problema pada dunia kerja. Penulis sangat menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran untuk perbaikan sangat diharapkan oleh penulis. Suatu penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan fasilitas dalam penyusunan buku ini. Terutama kepada beliaubeliau yang dengan ikhlas mengarahkan, mengoreksi, memberikan masukan terhadap isi buku ini. Sekali lagi kami menyampaikan perhargaan yang sangat tinggi dan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Penulis.

Penulis

vi

DAFTAR ISI
Kata Sambutan ....................................................................... ii Kata Pengantar ....................................................................... iii Daftar Isi .................................................................................. vii 1. 1.1 1.1.1 1.1.2 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.3 1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.4 1.4.1 1.4.2 1.5 1.6 1.6.1 1.6.2 1.6.3 1.6.4 2. 2.1 2.1.1 2.1.2 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.3 2.3.1 2.3.2 Sistem Bilangan Real ............................................... Bilangan Real Dan Operasi Pada Real .................... Bilangan Real .............................................................. Operasi Pada Bilangan Real ....................................... Perbandingan, Skala Dan Persen ............................ Perbandingan .............................................................. Skala ........................................................................... Persen ......................................................................... Operasi Pada Bilangan Berpangkat Bulat .............. Pangkat Bilangan Positif ............................................. Pangkat Bilangan Negatif Dan Nol ............................. Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat .................. Bilangan Dalam Bentuk Akar (Irrasional) ............... Operasi Aljabar Pada Bilangan Berbentuk Akar ......... Merasionalkan Penyebut ............................................ Bilangan Berpangkat Rasional ................................ Logaritma ................................................................... Pengertian Logaritma .................................................. Menghitung Logaritma ................................................ Sifat-Sifat Logaritma ................................................... Contoh Pemakaian Logaritma .................................... 1 2 2 15 24 24 28 29 32 33 36 41 50 52 54 58 66 66 68 76 78

Persamaan Dan Pertidaksamaan ............................ 85 Persamaan Linear ..................................................... 86 Persamaan Linear Satu Peubah ................................. 87 Persamaan Linear Dua Peubah .................................. 92 Persamaan Kuadrat .................................................. 98 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat ........................... 100 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat ... 114 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya ....................................................................... 121 Menerapkan Persamaan Kuadrat ............................... 127 Sistem Persamaan Linear ........................................ 138 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah ........................................................................ 140 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah ........................................................................ 147

vii

2.4 2.5 2.5.1 2.5.2 2.5.3 2.5.4 3. 3.1 3.2 3.3 3.3.1 3.3.2 3.3.3 3.3.4 3.4 3.4.1 3.4.2

Sistem Persamaan Linear Dan Kuadrat Dua Peubah ....................................................................... 153 Pertidaksamaan ........................................................ 157 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah ......................... 160 Pertidaksamaan Kuadrat ............................................ 162 Pertidaksamaan Pecah Rasional ................................ 166 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat ....................... 169 Matriks ....................................................................... 175 Matriks Dan Operasinya ........................................... 175 Invers Matriks ............................................................ 186 Determinan ................................................................ 192 Determinan Tingkat Dua ............................................. 195 Determinan Tingkat Tiga ............................................. 196 Sifat-Sifat Dasar Determinan ...................................... 197 Mencari Invers Matriks 199 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Matriks ....................................................................... 206 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Invers Matrks .............................................................. 208 Metoda Cramer ........................................................... 210

viii

menerapkan operasi pada bilangan irrasional (bentuk akar).000. Besarnya kerugian suatu usaha juga dapat dinyatakan dengan menggunakan bilangan real negatif. Jika keuntungan usaha Anton pada tahun 2007 adalah Rp 100. operasi pada logaritma.000 = Rp 50. juga dapat dinyatakan dalam bentuk persen (%).000. Selain itu. maka 1 2 modal usaha Anton pada tahun 2007 bertambah sebesar × Rp 100.000. operasi pada bilangan berpangkat. misal setengah keuntungan usaha Anton tahun 2007 digunakan untuk menambah modal usaha. Penambahan modal usaha Anton tersebut.Bab 1 SISTEM BILANGAN REAL B real. yaitu 50% dari keuntungan pada tahun 2007. Sistem Bilangan Real 1 . juga dibahas konversi bilanganbilangan bulat dan bilangan pecahan ke atau dari bentuk persen. Pada bab ini akan dipelajari tentang bilangan real dan operasi yang dapat dilakukan pada bilangan Operasi-operasi yang berlaku pada bilangan real tersebut meliputi: operasi pada bilangan bulat dan pecahan.000. ilangan real mempunyai banyak pemakaian.000.

5. maka himpunan tersebut dinamakan himpunan bilangan cacah. Oleh karena itu. 3. } ∎ Bilangan Cacah Jika bilangan 0 dimasukkan dalam himpunan bilangan asli. 2... 3. dan seterusnya. 4. 6. dan dilambangkan dengan H.pecahan desimal. cacah. adalah suatu himpunan yang anggotanya bilangan asli. 3. bulat. biasanya orang membilang mulai dari 1. 4. .1 Bilangan Real dan Operasi pada Real 1. 1. . Bilangan – bilangan ini dinamakan bilangan asli. pecahan campuran. 5.1 Bilangan Real Sistem bilangan merupakan dasar matematika.. 2. 1. N = {1. dan real. irrasional. 4. Dalam sub-bab ini akan dikenalkan mengenai dasar dan istilah yang berkaitan dengan bilangan asli. Himpunan bilangan asli (natural) biasa dilambangkan dengan N. yaitu: H = {0. Pada bab ini juga dibahas masalah perbandingan. } 2 Sistem Bilangan Real . dan persen. skala. rasional. seperti dituliskan berikut ini..1. sangatlah penting untuk mengenal berbagai jenis bilangan dan perbedaan di antara bilangan-bilangan tersebut. ∎ Bilangan Asli Dalam keseharian. 5. 2.

Himpunan bilangan yang dinotasikan dengan lambang Z dan mempunyai anggota seperti berikut ini dinamakan himpunan bilangan bulat (integer). Dalam perhitungan banyaknya suatu objek. Selanjutnya didefiniskan suatu bilangan negatif –n dengan n adalah bilangan asli. sering dijumpai adanya kekurangan objek. 3. -2.. 1. CONTOH 1. 2. Z = {. . 0.. } Sistem Bilangan Real 3 . . Misal jumlah apel dalam suatu kardus seharusnya 100 buah apel. Jadi bilangan 7 dan +7 adalah sama.-4. 4. ternyata setelah dilakukan penghitungan banyaknya apel ada 97 buah. Bilangan 4 adalah bilangan asli dan 4 juga merupakan bilangan cacah. -3.1    Bilangan 7 adalah bilangan asli dan 7 juga merupakan bilangan cacah. ∎ Bilangan Bulat Bilangan asli 7 dapat juga dituliskan dengan memberikan tanda + didepannya menjadi +7. Untuk menyatakan kekurangan 3 buah apel ini dapat dituliskan dengan symbol -3 buah apel. akan tetapi bukan sebaliknya.. -1.1.. Namun demikian. tanda + tidak biasa dituliskan. Bilangan 0 merupakan bilangan cacah akan tetapi 0 bukan merupakan bilangan asli.Setiap bilangan asli juga merupakan bilangan cacah. Jadi ada kekurangan buah apel sebanyak 3 buah.

Jadi bilangan bulat terdiri dari:  Bilangan bulat positif. Bilangan 0 adalah bilangan cacah dan 0 juga merupakan bilangan bulat. Bilangan -7 merupakan bilangan bulat akan tetapi -7 bukan merupakan bilangan cacah. akan tetapi bukan sebaliknya.Setiap bilangan cacah juga merupakan bilangan bulat. 2.1.. 𝑞 ∈ 𝑍 𝑑𝑎𝑛 𝑞 ≠ 0 4 Sistem Bilangan Real . himpunan bilangan rasional dapat dituliskan sebagai berikut. Karena itu. yaitu: -1.. . dan  Bilangan bulat negatif.2    Bilangan 7 adalah bilangan cacah dan 7 juga merupakan bilangan bulat. -3... dinotasikan dengan lambang Q.  Bilangan bulat 0 (nol). -2. yaitu: 1. begitu juga himpunan bilangan cacah merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan bulat. 3. . Himpunan bilangan asli merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan cacah. 𝑄 = 𝑝 𝑞 | 𝑝. Bilangan rasional berbentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 𝑞 dengan p disebut pembilang (numerator) dan q≠0 disebut penyebut (denominator). CONTOH 1. ∎ Bilangan Rasional Himpunan bilangan rasional.

. Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan tak murni.CONTOH 1. 16 atau yang lainnya. Sistem Bilangan Real 5 . bilangan rasional dituliskan dengan .3 Berikut ini merupakan contoh-contoh bilangan rasional:  1 1 2 4 2 3 3 7 . 1 2 8 3 =2 . jika pembilang p dan penyebut q keduanya dikalikan atau dibagi dengan bilangan bulat selain 0. atau .1.  15 2 =7 . atau Sifat bilangan rasional: Nilai dari suatu bilangan rasional 𝑝 𝑞 6 8 9 . Bilangan rasional mempunyai tak berhingga banyak bentuk representasi bilangan. 2 21 3 5 adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a > b. Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan murni. atau . tidak berubah. atau yang lainnya. adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a < b. Seperti bilangan rasional 1 dapat dituliskan dengan . Perhatikan bahwa setiap bilangan bulat juga merupakan bilangan rasional karena setiap bilangan bulat p dapat ditulis sebagai pembagian 𝑝 1 . . 12 2 2 3 3 4 4 3 4 dapat atau 12 .

n+m. 1.  1 4 = 0. 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 adalah d1(10n)+d2(10n-1)+…+dn(100)+dn+1(10-1)+dn+2(10-2)+…dn+m(10m) dengan :    101 = 10. Untuk i = 1.25 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 4. 103 = 1000. nilai 0. nilai 7. 3. ….1.5 . Nilai dari bilangan bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 .4 Berikut ini merupakan contoh-contoh bentuk desimal dari bilangan rasional:  1 2 = 0. dan seterusnya. 2. dan seterusnya Sedangkan 100 didefinisikan dengan 100 = 1. 102 = 100. ….5 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 2. 6 Sistem Bilangan Real .5 didapat dari membagi bilangan 15 dengan bilangan 2. 10−2 = 1 100 . Sebagai gambaran bilangan 235. 10−1 = 1 10 .5 . nilai 0. 2.47 mempunyai nilai 2 103 + 3 102 + 5 101 + 4 10−1 + 7 10−2 CONTOH 1.∎ Bilangan Desimal Bilangan rasional 𝑝 𝑞 dapat dituliskan dalam bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . 10−3 = 1 1000 .  15 2 = 7. di merupakan angka / digit desimal 0.25 . 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 . atau 9.

2. seperti: a. Bilangan 0. tanda … menyatakan angka perulangan 25 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak.3333… angka 3 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas. 1 3 = 0.125 dan lainnya.252525… ini sering disingkat dengan 0. Dengan memperhatikan contoh di atas. 2.25 . 25.3 b.5 .3333 … . 3. Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal tak terbatas.3 Penyelesaian: a.  25 99 = 0.45 𝑝 Sistem Bilangan Real 7 . Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. tanda … menyatakan angka perulangan 3 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak. Jadi x = 2. Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal terbatas.1.125125125125… angka 125 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas. 23. Bentuk 0.2525 … . a.33333… ini sering disingkat dengan 0. 0.5 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 . b. CONTOH 1. seperti bilangan 0. Bilangan 0. Bentuk 0. 0. dapat dikatakan bahwa: 1.

Lanjutkan dengan operasi aljabar. Jadi x = 1. Jadi x = 23. didapat hasil berikut ini.6 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 . 100 x = 2345. a. Lanjutkan dengan operasi aljabar.45 Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 100. 1. 10 x = 23.123123123… 𝑝 8 Sistem Bilangan Real . Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya satu angka yang berulang. Kita ambil pengali 100 karena angka dibelakang tanda koma terbatas dua angka. yaitu 3.Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10. b. didapat hasil berikut ini. 0. Kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma terbatas satu angka. atau x= 2345 100 CONTOH 1. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x.33333… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10. Lanjutkan dengan operasi aljabar. atau x= 23 10 b.1. didapat hasil berikut ini.33333… Penyelesaian: a.

1000 x = 123. Jika m berhingga / terbatas. yaitu 123. maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑚 . Lakukan pemisalan bilangan rasional yang dicari adalah x=𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. Jika m tak berhingga / tak terbatas. kita ambil pengali 1000 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya tiga angka yang berulang. 1. 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛 +2 … 𝑑𝑛 +𝑚 menjadi bilangan rasional berbentuk . Lanjutkan dengan operasi aljabar.123123123… 1000 x = 123 + 0. Jadi x = 0.123123123… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 1000.123123123… 1000 x = 123 + x 999 x = 123 x= 123 999 Langkah-langkah berikut merubah bilangan rasional berbentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 .33333… 10 x = 12 + 1.10 x = 13. didapat hasil berikut ini. 2. dengan r 𝑝 𝑞 Sistem Bilangan Real 9 . maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑟 . 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛+𝑚 .33333… 10 x = 12 + x 9 x = 12 x= 12 9 b.

1.7 Bilangan 2 adalah bilangan irrasional. Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 2 tidak ada yang berulang. 2 ≈ 1. Akan tetapi. Ini dapat dibuktikan secara 2 akan analitis. ∎ Bilangan Irrasional Bilangan irrasional atau bilangan bukan rasional yaitu bilanganbilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai pembagian bilangan bulat. Oleh karena itu bilangan x tersebut bukan bilangan rasional. 𝑞 Seperti bilangan desimal x=3. namun tidak ditunjukkan disini.414213562373095048801688724209698078569 10 Sistem Bilangan Real . Lakukan operasi aljabar untuk membawa x kedalam bentuk dengan p dan q≠0 bilangan bulat.   2 ≈ 1.010010001000010000010000001… tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat.414213562373095048801688724210 . 𝑝 𝑞 Bilangan desimal yang mempunyai angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan tak berulang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 . 3. ditampilkan dalam bentuk desimal yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple. atau x merupakan bilangan irrasional. nilai desimal 2 yang dipotong sampai dengan 30 angka dibelakang tanda koma.adalah banyaknya digit yang berulang pada deretan digit dn+1dn+2…dn+m. CONTOH 1.

𝜋 = 3. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma.14159265358979323846264338327950288419716 93993751058209749445923078164062 8620900. Dipilih sebuah titik acuan 0 pada garis tersebut.1. ∎ Bilangan Real Gabungan himpunan bilangan rasional dan irrasional membentuk suatu himpunan bilangan yang disebut himpunan bilangan real dan dinotasikan dengan R. Bilangan real dapat dikaitkan dengan titik pada sebuah garis.141592653589793238462643383280 . yang disebut titik awal. Titik acuan awal ini yang berkaitan dengan bilangan real 0. garis arah ke kanan sebagai arah positif dan titik pada garis arah positif ini menyatakan sebuah bilangan real positif. tidak ada sederetan angka yang berulang. nilai desimal dengan”. Garis ini mempunyai arah ke kanan dan ke kiri.8 Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 𝜋 yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple.67187537694807317667973799073247846210704 . Dari titik acuan 0 ke arah kiri sebagai arah Sistem Bilangan Real 11 . 2 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma.   𝜋 = 3. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 20 angka dibelakang tanda koma. Simbul ≈ adalah simbul “hampir sama CONTOH 1. Dari titik acuan 0.

Tempat dari 3 2 2 dan π merupakan hampiran yang diperoleh dari hampiran desimalnya yaitu 2 ≈ 1.negatif dan titik pada garis arah negatif ini menyatakan sebuah bilangan real negatif.2.1 dibawah ini.1. suatu cara untuk menjelaskan rumus aljabar dengan kurva geometrik dan sebaliknya. dan setiap bilangan real negatif –x dinyatakan dengan titik yang berjarak x satuan ke arah kiri dari titik awal. Garis Bilangan Real 1 Dengan sembarang satuan pengukuran. 2.1.41 dan 𝜋 ≈ 3.1.1. Dalam lampiran tersebut Ren´e Descartes menghubungkan aljabar dengan geometri.14. 12 Sistem Bilangan Real .1. Gambar 1. pada garis bilangan real diberi tanda tempat titik-titik dengan koordinat − . CONTOH 1.1.2 Posisi beberapa bilangan real pada garis bilangan 1 Pada tahun 1637 Ren´e Descartes1 menerbitkan suatu karya filsafat yang berjudul Discourse on the Method of Rightly Conducting the Reason. bilangan real dinyatakan dengan titik pada sebuah garis.9 Perhatikan Gambar 1. dan 𝜋. setiap bilangan real positif x Dengan sembarang satuan pengukuran. yang merupakan kreasi baru dan disebut geometri analitik. 2 -3 -2 -1 0 1 2 π 3 4 Gambar 1. Lihat Gambar 1. kurva geometrik dengan rumus aljabar. setiap bilangan real positif x dinyatakan dengan suatu titik yang berjarak x satuan ke arah kanan dari titik awal. Dalam geometri analitik.

Bilangan – bilangan kompleks ini.5. Setiap bilangan real akan dikawankan dengan satu titik tunggal dan setiap titik akan dikawankan dengan satu bilangan real. bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat berkorespondensi satu-satu. Oleh karena itu persamaan 𝑥 2 = −1 tidak mempunyai penyelesaian dalam bentuk bilangan real. Pada abad XVIII para matematikawan memperbaiki permasalahan tersebut dengan memperkenalkan bilangan baru.4. Definisi ini selanjutnya mengarah pada perkembangan bilangan kompleks. Bilangan real 2 lebih kecil dari bilangan real .Berdasarkan cara di atas. yang dinotasikan dengan 𝑖 dan didefinisikan sebagai 𝑖 2 = −1.42 > 7 5 =1. Karena 2 ≈ 1. Oleh karena itu. Bilangan real dapat diurut berdasarkan nilai desimalnya. 𝑏 ∈ 𝑅 Sistem Bilangan Real 13 . jika dihimpun membentuk sebuah himpunan bilangan kompleks yang biasa dinotasikan dengan C dan dinyatakan sebagai: 𝐶 = 𝑎 + 𝑏𝑖 | 𝑎. ∎ Bilangan Kompleks Kuadrat suatu bilangan real selalu tak negatif. Bilangan real 2 lebih besar dari bilangan real 7 .142 < 3 2 = 1. bilangan-bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat adalah berhubungan. 5 Karena 3 2 2 ≈ 1. yaitu bilangan-bilangan yang berbentuk a + bi dengan a dan b bilangan real.

CONTOH 1.1. 2+i = 2 + −1 dengan a = 2 dan b = 1. dengan 𝑏 ∈ 𝑅 Susunan bilangan-bilangan dapat diringkas dalam gambar berikut ini Gambar 1. Jadi bilangan imajiner berbentuk bi. Perhatikan bahwa setiap bilangan real a juga merupakan bilangan kompleks karena dapat ditulis sebagai a = a + 0i. e. a.10 Beberapa contoh bilangan kompleks. Bilangan kompleks yang bukan bilangan real disebut bilangan imajiner. c. 10i = 0 + 10i dengan a = 0 dan b = 10. b. 1-2i = 1 − −1 dengan a = 1 dan b = -2. d. -5+10i = −5 + 10 −1 dengan a = -5 dan b = 10. Jadi. sebagai berikut.1. himpunan bilangan real adalah himpunan bagian dari bilangan kompleks. -5 =-5 + 0i dengan a = -5 dan b = 0.3 Diagram Himpunan Bilangan 14 Sistem Bilangan Real .

1. Cara mendapatkan hasil penjumlahan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. irrasional.2 Operasi pada Bilangan Real Sebelum ini. bilangan kompleks hanya ditampilkan sebagai perkenalan. langkahkan ke kiri sejauh bilangan -b. dan tidak akan dibahas lebih mendalam. cacah. b merupakan bilangan real atau a. real. pengurangan. yaitu bilangan asli. Pada sub bab ini akan diperkenalkan operator dan sifat-sifat operasi dasar pada bilangan real. a+b=a.b R maka hasil penjumlahan antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a + b. rasional. Untuk b < 0. bilangan yang akan dibahas adalah bilangan real. dan kompleks. Sistem Bilangan Real 15 . Untuk b=0.dan pembagian. langkahkan ke kanan sejauh (sebanyak) bilangan kedua b. Untuk b > 0. Langkah – langkah di atas. bulat. kita telah dikenalkan dengan jenis bilangan. Operasi Penjumlahan (+) Jika a.Pada buku ini. Beberapa operator yang dapat dikenakan pada bilangan real adalah penjumlahan. untuk b positif dapat digambarkan sebagai berikut. perkalian. Untuk selanjutnya. 1.1.

dan c. v. bilangan -a dikatakan invers penjumlahan dari a. Adanya elemen invers a + (-a) = 0 . b.4 Representasi geometris dari c = a + b Sifat operasi penjumlahan Untuk bilangan real a.1. berlaku sifat-sifat operasi penjumlahan sebagai berikut. CONTOH 1.b a c Gambar 1. Sifat komutatif a+b=b+a iii. Adanya elemen identitas/netral a+0=0+a =a Bilangan 0 dinamakan elemen identitas untuk penjumlahan. i. ii. Sifat asosiatif (a + b) + c = a + (b + c) iv.1.11 Tentukan hasil 5 + 3 dan 3 + 5 + 2 dengan menggambarkan secara geometris. Penyelesaian: 16 Sistem Bilangan Real . Sifat tertutup Penjumlahan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga.

komutatif dan assosiatif terlihat pada contoh ini.1. Perhatikan bahwa sifat-sifat tertutup. Dengan a > 0.12 Tentukan hasil a + a dan a + a + a dengan menggambarkan secara geometris. Hasil dari a + a + a = (a + a)+a = 2a + a = 3a Sistem Bilangan Real 17 . Hasil dari 3 + 5 + 2 = (3+5)+2 = 8 + 2 = 10 Lakukan sendiri untuk menjumlahkan 3 + 5 dan 5 + (3 + 2).5 3 3 4 5 6 7 8 2 9 10 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 + 3 adalah 8. CONTOH 1. Penyelesaian: a 0 a a 2a 3a Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari a + a adalah 2a.

Sifat tertutup Pengurangan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga. berlaku sifat-sifat operasi pengurangan sebagai berikut. a-b=a. Cara mendapatkan hasil pengurangan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan.b ≠ b . b c a Gambar 1.5 Representasi geometris dari c = a – b = a + (-b) Sifat operasi pengurangan Untuk bilangan real a. Untuk b=0. b.2.1. dan c. Untuk b < 0. Operasi Pengurangan (-) Jika a. Untuk b > 0. Langkah – langkah di atas (untuk nilai b > 0) dapat digambarkan sebagai berikut. maka a . ii. i. langkahkan ke kiri sejauh (sebanyak) bilangan kedua b.b R maka hasil pengurangan / selisih antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a – b = a + (-b). Sifat tidak komutatif Jika a ≠ b. langkahkan ke kanan sejauh bilangan -b.a 18 Sistem Bilangan Real .

3 adalah 2. Hasil dari 5 .3 .2 dengan menggambarkan secara geom etris.b) . Penyelesaian: 2 -1 0 1 2 3 3 4 5 6 7 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 .3 .b R maka hasil perkalian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a × b = a·b = ab .2).(b .5 dan 5 .c) CONTOH 1.(3 .iii. i. maka (a .13 Tentukan hasil 5 . Jika a merupakan bilangan bulat maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑏 + 𝑏 + ⋯ + 𝑏 Banyaknya suku b adalah a suku Sistem Bilangan Real 19 . 3. Cara mendapatkan hasil perkalian a dan b.c ≠ a .2 = (5-3)-2 = 2 + 2 = 0 Lakukan sendiri untuk menghitung 3 .1. Sifat tidak asosiatif Jika c≠ 0. Operasi Perkalian (× atau ·) Jika a.3 dan 5 .

Sifat asosiatif (a b)c = a (b c) iv. berlaku sifat-sifat operasi perkalian sebagai berikut. b.1.1 = 3. dan c. 1 𝑎 1 𝑎 1 𝑎 CONTOH 1.1 + 3. bilangan dikatakan invers perkalian dari a. Adanya elemen identitas/netral a×1=1×a =a bilangan 1 dinamakan elemen identitas untuk perkalian.14 Tentukan hasil 5 × 3. Sifat komutatif ab=ba iii. i. Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional. ii. maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑝 𝑟 𝑝 ∙ 𝑟 × = 𝑞 𝑠 𝑞 ∙ 𝑠 Sifat operasi perkalian Untuk bilangan real a.ii.1 + 3. v.5 20 Sistem Bilangan Real .1 = 15. Sifat tertutup Perkalian dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga. Adanya elemen invers 𝑎 × = × 𝑎 = 1.1 + 3. Penyelesaian: 5 × 3.1 dengan menggunakan definisi di atas.1 + 3.

Karena itu.CONTOH 1.1.5 × 2. berlaku sifat-sifat operasi pembagian sebagai berikut. dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional.45 4.b R dan b≠0 maka hasil pembagian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a/ b = 𝑎 𝑏 Cara mendapatkan hasil pembagian a dan b. Sistem Bilangan Real 21 .15 Tentukan hasil 1. Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional maka ab  p r p s /   q s q r 𝑝 𝑞 𝑟 𝑠 dengan 𝑎 = . b.3 merupakan bilangan rasional. 1. dan 𝑝. 𝑞.3 = × 3 2 23 10 = 69 20 = 3. 𝑏 = . 𝑟. 𝑠 adalah bilangan bulat Sifat operasi pembagian Untuk bilangan real a.3 dengan menggunakan definisi di atas. dan c. Penyelesaian: 1.5 dan 2. Operasi Pembagian (/ atau ) Jika a.5 × 2.

 Operasi yang bekerja pada bilangan real adalah operasi penjumlahan. a≠b. Bilangan bulat merupakan bagian dari bilangan rasional. c tidak nol. pengurangan. 𝑝 𝑞 22 Sistem Bilangan Real . ii.3 dengan menggunakan definisi di atas. dengan p. dan c≠1 maka (a/b)/c ≠ a/(b/c) CONTOH 1. b. Bilangan rasional dapat dinyatakan bentuk . dan pembagian. Sifat tidak asosiatif Jika a. Karena itu dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional.b≠0.1. dan q≠0 adalah bilangan bulat. = 3 2 × 10 23 = 30 46  RANGKUMAN    Bilangan real terdiri dari bilangan rasional dan irrasional. Bentuk pecahan desimal dari bilangan rasional adalah berulang.5 dan 2. 1. Sifat tidak komutatif Jika a≠0.i.5 2. Sifat tertutup Pembagian dua buah bilangan real dengan penyebut tidak nol menghasilkan bilangan real. dan a≠b maka a/b ≠ b/a iii. perkalian.3 = / 3 2 23 10 1.5 × 2.16 Tentukan hasil Penyelesaian: 1.3 merupakan bilangan rasional.

0 . 3 × 4 b. tentukan nilai ekpresi berikut ini. 1 5 4 7 −2 6 b. Nyatakan bilangan rasional berikut ini dalam bentuk pecahan desimal.: a.7 c. × 6. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. − 5. − c. × c. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. a.: a. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 + b. -2 × 3 c.: a. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 3 : 6 4 ∶ b.SOAL LATIHAN 1-1 1.: a. -5 + 9 2. Dengan menggunakan definisi operator pengurangan pada bilangan real. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real.25 3. 4 × 3. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. c. 7. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. ∶ c. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 × b. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 − b. Sistem Bilangan Real 23 . + c. tentukan nilai ekpresi berikut ini. tentukan nilai ekpresi berikut ini. 3 + 6 b. tentukan nilai ekpresi berikut ini. + 4.

misalnya membandingkan tingginya. biasanya dituliskan perbandingan ukuran panjang dipeta dan panjang aslinya.8. Ukuran panjang jalan 1 cm dalam sebuah peta.2. panjangnya.1 Perbandingn Jika kita mengamati dua buah objek. Satu Negara dapat kita gambarkan keadaan geografinya dalam sebuah peta kecil dalam selembar kertas. Agar lebih mudah dipahami. dan persen yang sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari.75 b. Pada subbab ini. -15. Pada peta tersebut. Nyatakan bilangan rasional bentuk pecahan desimal berikut ini dalam bentuk pembagian bilangan bulat. 0. beratnya dan sebagainya. perhatikan beberapa ilustrasi berikut: 24 Sistem Bilangan Real . a. mewakili beberapa km pada panjang jalan aslinya. 0. 1. skala.263 1. Perbandingan ini dituliskan dalam skala peta.7777 … c. kita akan belajar tentang perbandingan. Untuk membandingkan dua ukuran dapat dinyatakan dengan hasil bagi dari kedua ukuran tersebut. maka kita bisa membandingkan ukuran kedua objek tersebut.2 Perbandingan Skala dan Persen Kita sering melihat kondisi suatu wilayah atau daerah melalui peta daerah tersebut. Dengan demikian perbandingan dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan sederhana.

2. Perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Kantor Pos dari rumah Chacha adalah 400 : 2000 atau 1 : 5. Jika membeli sebuah buku. orang tersebut harus membayar sebanyak n x rupiah.1. sedangkan Zaza mempunyai 5 buah. Jarak rumah Chacha ke Sekolah 400 m sedangkan jarak ke Kantor Pos 2 km. atau . atau 𝐴 . Perbandingan berat badan Kiki dan Boy adalah 45 : 72 atau 5 : 8. Sistem Bilangan Real 25 . atau 𝐴 𝑦 𝐵 𝐵 𝑥 𝐴 ∎ Perbandingan Senilai Untuk memahami maksud perbandingan senilai. maka untuk membeli n buah buku. Berat badan Kiki 45 kg dan berat badan Boy 72 kg. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. Perbandingan banyaknya buku Dede dan banyaknya buku Zaza adalah 10 : 5 atau 2 : 1. Jika perbandingan dua besaran / ukuran sejenis A dan B adalah A : B = x : y atau 𝐴 𝐵 = 𝑥 𝑦 maka pernyataan perbandingan tersebut dapat diartikan sebagai berikut:     𝐴 = B= 𝑥 = 𝑦 = 𝑥 𝑦 𝑦 𝑥 𝐵 . seseorang harus membayar x rupiah. 3. Dede mempunyai 10 buah buku.

maka waktu yang dibutuhkan 100 hari. maka waktu yang diperlukan sebanyak 25 hari.75 menit. Begitu juga. Begitu juga. Begitu juga. Jika dikerjakan oleh seorang saja. ∎ Perbandingan Berbalik Nilai Untuk memahami maksud perbandingan berbalik nilai. makin banyak buku yang akan dibeli. 2. jika jarak yang harus ditempuh adalah 300 km. Dari gambaran diatas. dengan menambah kecepatan rata-rata yang diperlukan. Dari contoh di atas. Untuk menempuh jarak 50 km diperlukan bahan bakar sebanyak 1 liter premium. maka waktu yang diperlukan adalah 38. maka waktu yang diperlukan sebanyak 50 hari. makin banyak pula uang yang harus dikeluarkan. maka bahan premium yang diperlukan adalah 6 liter. jika kecepatan rata-rata 70 km/jam. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. Jika dikerjakan oleh empat orang. maka waktu yang diperlukan sebanyak 20 hari. Jika kecepatan rata-rata 80 km/jam.57 menit. waktu yang dibutuhkan makin sedikit. maka waktu yang dibutuhkan sebanyak 33. makin jauh yang harus ditempuh makin banyak premium yang dibutuhkan.2. Jika dikerjakan oleh dua orang. Untuk menempuh jarak 45 km diperlukan waktu selama 45 menit dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Jika dikerjakan oleh lima orang. Suatu pabrik memproduksi sepatu dengan target sebanyak 100 pasang. 26 Sistem Bilangan Real . bahwa makin banyak pegawai yang ikut mengerjakan makin sedikit hari yang dibutuhkan.

Jika pada awal tahun 2007 harga premium adalah Rp 5000.000.2.2 Seseorang mengatakan bahwa harga bahan bakar minyak premium pada awal tahun 2007 ini mencapai lima kali lipat dari harga premium tujuh tahun yang lalu. Perbandingan antara x dan y adalah 5 : 1. Carilah perbandingan antaran panjang dan lebar dari lapangan sepak bola. maka berapakah harga premium pada awal 2000?. Penyelesaian: Panjang : Lebar = 110 m : 60 m = 110 : 60 = 11 : 6 CONTOH 1. Atau 𝑥 ∶ 𝑦 = 5 ∶ 1 yang berarti 𝑦 = 1 5 𝑥 = 1 5 × 𝑅𝑝 5. Sistem Bilangan Real 27 .1 Lapangan sepak bola mempunyai ukuran panjang 110 m dan lebar 60 m lebar.CONTOH 1.2.000 Jadi harga premium di awal 2000 adalah Rp 1.000 = 𝑅𝑝 1. Penyelesaian: Misal harga premium awal tahun 2007 adalah x dan harga premium awal tahun 2000 adalah y.

3 Suatu peta pulau Jawa mempunyai skala 1 : 2.000.2. Jika pada miniatur berjarak 1 cm.000. blue print) dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Karena itu perlu penskalaan atau perbandingan yang dapat mewakili tempat-tempat tersebut. Atau 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑚𝑏𝑎𝑟 ∶ 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑜𝑏𝑗𝑒𝑘 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 CONTOH 1. Untuk melukiskan keseluruhan area dalam tempat tertentu pasti tidak memungkinkan. dan gunung pada suatu wilayah tertentu.000 Jarak sebenarnya = 10 𝑐𝑚 1/2. skala antara gedung sebenarnya dengan miniaturnya adalah 1:100. 28 Sistem Bilangan Real . Pada peta tersebut jarak antara Jakarta Pusat ke Bandung terukur 10 cm.2 Skala Dalam pelajaran Geografi sering diminta untuk menentukan letak suatu pulau. maka jarak pada gedung aslinya adalah 1cm × 100 = 100cm = 1m.000.000 𝑐𝑚 = 200 𝑘𝑚. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature. Gambaran yang dibuat sebanding dengan aslinya tetapi dengan ukuran yang lebih kecil dinamakan penskalaan.2.1.000 = 20. Misalnya gedung. tentukan jarak sebenarnya? Penyelesaian: Diketahui skala = 1 : 2.000. sungai. kota.000.

Sebagai contoh. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%). Dengan kata lain pecahan dengan penyebut 100. Apa itu maksud dari persen? Akan dibahas dalam subbab ini. Kenaikan harga juga dapat dinyatakan dalam persen. Setiap bilangan real dalam bentuk desimal dapat dinyatakan dalam persen.15 = 15%. Sebagai contoh. 7 10 = 7 10 × 100% = 70 % atau 7 10 × 10 10 = 70 100 = 70% Sistem Bilangan Real 29 . ditulis dengan %. yaitu dengan cara mengalikan bilangan tersebut dengan 100 dan diikuti dengan tanda %. yaitu dengan cara membagi bilangan persen dengan 100.2.025 × 100% = 2. 17 25 c. 30 70 Penyelesaian: a. Sebaliknya.5%. setiap bilangan persen dapat dinyatakan dalam bentuk real desimal.1. biasanya dinyatakan dalam persen (%). a. 7 10 b.4 Nyatakan pecahan berikut ini menjadi bentuk persen.3 Persen Istilah persen sering kita jumpai dalam keseharian. bilangan 0.025=0.2. CONTOH 1.025 dapat ditulis dalam bentuk persen 0. bilangan 800% dapat ditulis dalam bentuk desimal menjadi 800% = 800 100 = 8. Perbandingan antara 15 dengan 100 atau ditulis dalam bentuk pecahan adalah 15 100 = 0. Potongan harga barang – barang yang dijual oleh suatu toko.

17 25 30 70 × 100% = 17 × 4% = 68% atau × 100/70 100/70 17 25 × = 4 4 68 100 = 68 % = 300/7 100 = 42. = Rp 5. c. 75.5% c.5 100 = 0. 50% = 50 100 b. 4 % = % = 9/2 100 = = 0. a.5 Nyatakan bilangan persen berikut ini menjadi bentuk desimal atau pecahan.857 % CONTOH 1. 50% Penyelesaian: a.6 Misal harga premium saat ini adalah Rp 5.000 /liter + 30 100 × Rp 5. 4 % 1 2 = = 0.857 100 = 42.5 = 755 1000 1 2 b.3 /liter = Rp 6.000 × 1 + 0. Pemerintah mengumumkan kenaikan harga premium sebesar 30% yang diberlakukan bulan depan.75 9 200 c. Berapakah harga premium bulan depan? Penyelesaian: Harga premium bulan depan = harga premium saat ini + 30% dari harga premium saat ini.2.045 CONTOH 1.000 per liter.2.000 = Rp 5.500/liter 30 Sistem Bilangan Real .5% = 1 2 9 2 75.b. 75.

Berapa pekerjakah yang diperlukan bila pembangunan jembatan ingin dipercepat selesai menjadi 12 hari? Sistem Bilangan Real 31 . blue print) dengan ukuran sebenarnya. Jika harga seluruhnya Rp 12. maka berapakah banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh Kiki dan Dede? 5. Seorang pemborong dapat menyelesaikan pembangunan jembatan selama 64 hari dengan pekerja 48 orang. Berapakah perbandingan berat badan Eko dan Seno ? 3. sedangkan Wati mempunyai 6 buah. SOAL LATIHAN 1-2 1. Berapakah perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Warnet dari rumah Dede ? 4. Kiki membeli 2 buah apel dan Dede membeli 8 buah apel.000. Wawan mempunyai buku sebanyak 9 buah. Jarak rumah Dede ke Sekolah adalah 400 m dan jarak rumah Dede ke Warnet adalah 2 km. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature. Berat badan Eko 65 kg dan berat badan Seno 73 kg. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%). Berapakah perbandingan banyaknya buku Wawan dan banyaknya buku Wati? 2. RANGKUMAN    Perbandingan antara dua objek dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan.

sedangkan pabrik B seluas 2. Tika membeli apel 10 kg seharga Rp 50. Pabrik A seluas 1. 32 Sistem Bilangan Real . Jika lebar lahan tersebut 8 m kurang dari panjangnya. tinggi gedung tersebut adalah 2 cm dan tinggi pintunya adalah 1cm. maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? 7.500 m2. 10. Tentukan harga jual apel per kg? 8. Jika Zaza naik sepeda motor Z dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. perusahaan tersebut menambah pabrik C seluas jumlahan dari luas pabrik A dan B.6. Bilangan berpangkat yaitu suatu bilangan yang dipangkatkan dengan bilangan lain. Jarak kota A ke kota B adalah 100 km. Pada gambar blue print dari sebuah gedung. Tentukan luas tanah yang dimiliki oleh perusahaan tersbut. maka tentukan luas lahan tersebut?. Sebuah lahan berbentuk persegi panjang dengan keliling 100 m. Untuk keperluan diversifikasi usaha. 9. semua sifat-sifat operasi aljabar dari bilangan berpangkat dan penerapannya. Sebuah perusahaan mempunyai dua lokasi pabrik. Pangkat dari suatu bilangan dapat berupa bilangan bulat atau pecahan. Jika tinggi pintu yang sebenarnya adalah 2 m.3 O perasi pada Bilangan Berpangkat Bulat Pada bagian ini dibahas mengenai pengertian bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya.000 m2. maka tentukan tinggi gedung yang sebenarnya? 1.000. Setelah dijual. Diuraikan pula. Tika mendapatkan laba 25%. maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? Jika Zaza naik sepeda motor Y dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam.

bilangan an (dibaca: a pangkat n) mempunyai arti: a × a × a … × a (sebanyak n faktor yang sama) Bilangan a disebut basis dan bilangan n disebut pangkat atau eksponen.1. 1.9 4.000.(3 × 3) = . artinya adalah bilangan 2 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 3 kali. -32 = .3. 2.000 dapat ditulis sebagai 2 × 106. DEFINISI 1.1 : Untuk bilangan bulat positif n dan sembarang bilangan real a. 23 = 2 × 2 × 2 = 8 Bilangan 2 dipangkatkan 3. ( )5 = 2 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2×2×2×2×2 1 1 32 × × × × = = 25 = Sistem Bilangan Real 33 .3. artinya adalah bilangan -3 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 2 kali. CONTOH 1. (-3)2 = (-3) × (-3) = 9 Bilangan -3 dipangkatkan 2.3. 3.1 Pangkat Bilangan Positif Biasanya penulisan bilangan yang cukup besar akan menjadi sederhana apabila ditulis dalam bentuk perpangkatan. misalnya 2.1 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat.

Jika n bilangan bulat positif dan a.3.■ Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i. (-3)5-2 = (-3)5 : (-3)2 = (-243) : 9 = -27 f. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. b. ii. (-3×4)5 = (-3)5 × 45 = (-243) × 1024 = -248. (-3)5+2 = (-3)5 × (-3)2 = (-243) × 9 = -2087 c. a. untuk b≠0. CONTOH 1. 24-3 = 24 23 = 16 8 =2 e.832 h. b bilangan real sembarang. (24)3 = 24×3 = 212 = 2048 2 3 24 34 16 81 g. ( )3+2 = ( )3 × ( )2 = ( ) × = 3 3 3 27 9 2 2 2 8 4 32 261 d. 24+3 = 24 × 23 = 16 × 8 = 128 b. maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . ( )4 = = 34 Sistem Bilangan Real . maka iii. maka berlaku: a. maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 . (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = .2 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat.

3 : Hitunglah ekspresi berikut ini dan tuliskan hasilnya tanpa menggunakan tanda kurung.3a2b3+3b6 = a .a b +b = a . (a -b ) 2 3 2 = (a -b ) × (a2-b3) = a2(a2-b3) . (a +b ) × (a +b ) = a2(a2+b2) + b2(a2+b2) = a4+a2b2 + {b2a2+b4} = a4+a2b2 + a2b2+b4 = a + 2a b + b c.4a b + 3b 4 2 3 6 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) d. (a2-b3)2 Penyelesaian: a.CONTOH 1.2a b + b 4 2 3 6 4 2 3 2 3 4 2 3 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) Sistem Bilangan Real 35 . (a2-3b3) × (a2-b3) d.b3(a2-b3) = a4-a2b3 .3. (a2-b2) × (a2+b2) b. (a2-b2) × (a2+b2) = a2(a2+b2) – b2(a2+b2) = a4+a2b2 – {b2a2+b4} = a4+a2b2 – a2b2–b4} = a -b 2 2 2 2 4 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) b. a.{3b3a2-3b6} = a4-a2b3 .3b3(a2-b3) = a4-a2b3 . (a -3b )×(a -b ) 2 3 2 3 4 2 2 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) = a2(a2-b3) . (a2+b2) × (a2+b2) c.{b3a2-b6} = a -a b .

1. ( +7)0 = 1 d. yang artinya perkalian atas basis bilangan (sebagai faktor) sebanyak pangkat yang diketahui. Gagasan-gagasan yang muncul dari sifat-sifat perpangkatan dengan pangkat bilangan bulat positif dapat digunakan untuk mengungkapkan arti pangkat bilangan negatif ataupun pangkat nol. seperti 10-2 atau 70 ?. (a + b)0 = 1. (-3)0 = 1 −2 c. perhatikan sifat perpangkatan a0 × am = a0+m = am Jika am ≠ 0 maka haruslah a0 = 1.3. apabila a + b ≠ 0 5 36 Sistem Bilangan Real .3. ■ Bilangan Berpangkat Nol Untuk memahami arti bilangan a0. Perhatikan definisi berikut ini.3. agar kesamaan a0 × am = am dipenuhi. Bagaimana suatu bilangan berpangkat bilangan negatif atau berpangkat nol. 20 = 1 b.4 : a. yaitu agar am ≠ 0 cukup dipilih a ≠ 0. DEFINISI 1. Selanjutnya dengan tambahan syarat untuk bilangan a. telah dibahas mengenai perpangkatan dengan bilangan bulat positif.2 Pangkat Bilangan Negatif dan Nol Pada subbab sebelumnya.2 : Untuk bilangan real a≠0. a0 sebagai: a0 = 1 (dibaca: a pangkat 0) didefinisikan CONTOH 1.

baik itu berpangkat bulat positif. Sistem Bilangan Real 37 . bulat negatif. DEFINISI 1.■ Bilangan Berpangkat Negatif Bagaimana kita mendefinisikan bilangan pangkat negatif ?.3. Mari kita lihat kembali sifat perpangkatan 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 Jika a ≠ 0 dan m = 0 maka didapat 𝑎 0 𝑎 𝑛 = 𝑎 𝑛 = 𝑎0−𝑛 = 𝑎−𝑛 1 Oleh karena itu dibuat definisi bilangan berpangkat negatif berikut ini. sebagai: a-n = 1 𝑎 𝑛 a-n didefinisikan CONTOH 1. maupun berpangkat 0. 2−5 = 5 7 1 25 = 32 1 (−5/7)2 1 (−2𝑥)4 1 b.5 : a. (− )−2 = c.3 : Untuk bilangan bulat n dan bilangan real a≠0. (−2𝑥)−4 = = (−5/7)(−5/7) = 25/49 = 25 1 (−2)4 𝑥 4 1 1 49 = = 1 16𝑥 4 Sekarang kita telah mengenal bilangan berpangkat bilangan bulat.3.

(4−3 × 2−5 )−1 5−2 × 25−1 −2 = = ((22 )−3 × 2−5 )−1 (5−2 × (52 )−1 )−2 = (2−6 × 2−5 )−1 5−2 × 5−2 = (2−11 )−1 5−4 = 211 × 58 −2 −2 38 Sistem Bilangan Real .3. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0.Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i. b. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = CONTOH 1. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 . Jika n bilangan bulat positif dan a. Jika m dan n bilangan bulat dan a bilangan real sembarang dengan a≠0.6 : Sederhanakanlah: a. maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. maka berlaku: a. maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . ii. 3−2 +3−2 2−5 −3−2 Penyelesaian: a. b bilangan real sembarang dengan a≠0 dan dengan b≠0. maka iii. (4−3 × 2−5 )−1 (5−2 × 25−1 )−2 b.

7 : Tuliskan bentuk (𝑥 + 𝑦)−1 𝑥 −2 − 𝑦 −1 ke dalam bentuk pangkat bilangan bulat positif.b. Penyelesaian: 𝑥 + 𝑦 −1 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 = −2 = = 𝑥 −2 − 𝑦 −1 (𝑥 − 𝑦 −1 ) × 𝑥 2 𝑦 𝑥 0 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 = = 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 × 𝑥 2 𝑦 = 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑦𝑥 + 𝑦 2 − 𝑥 3 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 2 𝑥 2 𝑦 𝑥 2 = 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 Sistem Bilangan Real 39 .3. 3−2 +3−2 2−5 −3−2 = 2 × 3−2 × 25 × 32 26 × 30 26 = 0 = 2 (2−5 − 3−2 ) × 25 × 32 2 × 32 − 25 30 3 − 25 64 64 = = −4 9 − 25 −16 = CONTOH 1.

6 × 10−7 . Jarak bumi ke matahari kira-kira 1. yaitu: i. Sebagai contoh.000 ditulis sebagai 3. Pergeseran (melompat) n angka/digit ke kiri berarti memunculkan perkalian dengan 10𝑛 . Bentuk baku notasi ilmiah suatu bilangan adalah penulisan dalam bentuk 𝑎 × 10𝑛 dengan -10 < a < 10 dan n bilangan bulat Perlu diperhatikan pengertian perpindahan letak tanda koma (desimal). a.5 × 108 km. ii.3. b.000. 40 Sistem Bilangan Real . bilangan 375.00002345 Penyelesaian: a. Pergeseran (melompat) n angka ke kanan berarti memunculkan perkalian dengan 10−𝑛 .000 km.■ Notasi Ilmiah dari Bilangan Notasi ilmiah dari bilangan digunakan untuk menuliskan bilangan yang sangat besar ataupun bilangan yang sangat kecil.8 : Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. -0.75 × 1011 . Jarak bumi ke matahari sekitar 150.00000016 ditulis sebagai −1. CONTOH 1.000. bilangan 0.000.

3 Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat Sebelum ini. sehingga diperoleh 2. dan sifat-sifatnya. Dalam hal ini diperlukan 8 kali lompatan.345 × 10−5 .00002345 apabila ditulis dalam notasi ilmiah diperlukan menggeser tanda koma hingga setelah angka tak nol pertama. maka berapa perkiraan biaya pembersihan permukaan gedung tersebut ? Sistem Bilangan Real 41 .9 Seorang pemborong pelayanan kebersihan gedung akan melakukan pekerjaan pembersihan gedung yang bentuknya hampir menyerupai setengah bola. operasi bilangan berpangkat. b. memuat pangkat 2 atau kuadrat.000 per m2. Jika diameter gedung adalah 200 m. permasalahan yang terkait dengan bisnis. Biaya pembersihan Rp.3. Bilangan -0. kita akan memakai operasi bilangan berpangkat ini pada beberapa permasalahan matematika. Pada subbab ini. dan kehidupan sehari-hari. 50. Jadi diperlukan pergeseran ke kanan sebanyak 5 lompatan. kita telah mengenal bilangan berpangkat.3. CONTOH 1. Pertama kita awali dengan contoh yang sederhana. 1. Beberapa penerapan disajikan dalam bentuk contoh.Didapat dengan cara menggeser tanda koma ke kiri sampai setelah angka pertama.

5 seperti berikut ini. 4.000 × 62.14 × 1002 = 62.800 𝑚2 Biaya pembersihan per m2 adalah Rp 50. 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 = 2 × 3. r adalah jari-jari gedung = setengah dari diameter. sehingga perkiraan biaya pembersihan keseluruhan gedung adalah 𝑅𝑝 50. Karena itu. Sekarang kita coba uraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 untuk k = 0.000 𝑚2 Untuk contoh penerapan yang lainnya. 2. coba kita perhatikan segitiga Pascal berikut ini.Penyelesaian: Luas permukaan gedung didekati dengan setengah luas kulit bola. Segitiga Pascal Salah satu pemakaian bilangan berpangkat adalah untuk menghitung / menguraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 . Hasil dari penguraian bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 mempunyai suatu keteraturan koefisien dari setiap suku yang dinamakan Segitiga Pascal.140. 42 Sistem Bilangan Real . luas permukaan gedung mendekati 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 dengan L adalah luas permukaan gedung. 1. dan π didekati dengan 3.000. 3.800 𝑚2 = 𝑅𝑝 3.14.000.

𝑥 + 𝑦 5 = 𝑥 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 1 𝑦 5 Perhatikan pada uraian di atas. (i=2). (𝑥 + 𝑦)5 = 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 𝑦 5 o Pada suku ke-1. mempunyai bentuk x1 y 4 = 𝑥 5−4 𝑦 4 o Pada suku ke-6. perhatikan untuk k=5 berikut ini. k. (i=5). mempunyai bentuk x 3 y 2 = 𝑥 5−2 𝑦 2 o Pada suku ke-4. 1.. mempunyai bentuk 𝑦 5 = x 0 y 5 = 𝑥 5−5 𝑦 5 Sistem Bilangan Real 43 . Sebagai ilustrasi. (i=4).i.. ada bentuk 𝑥 𝑘−𝑖 𝑦 𝑖 dengan i = 0. (i=3). 2. ii.. . 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 1 2 =1 = 1 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 𝑥𝑦 + 𝑦𝑥 + 𝑦 2 = 1 𝑥 2 + 2 𝑥𝑦 + 1 𝑦 2 = 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 + 𝑦 2 iv. (i=1). 3 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥𝑦 + 𝑦 2 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 1 𝑦 3 v. mempunyai bentuk 𝑥 4 𝑦 1 = 𝑥 5−1 𝑦 1 o Pada suku ke-3. bahwa:  Pada setiap suku dari (𝑥 + 𝑦)𝑘 . 4 3 = 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 𝑦 3 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 1 𝑦 4 vi. iii. mempunyai bentuk 𝑥 5 = 𝑥 5 𝑦 0 = 𝑥 5−0 𝑦 0 o Pada suku ke-2. mempunyai bentuk x 2 y 3 = 𝑥 5−3 𝑦 3 o Pada suku ke-5. (i=0).

Sehingga koefisien segitiga Pascal tersebut dapat kita lanjutkan lagi untuk k=6 dan k=7 seperti Gambar 1.3.2 Segitiga Pascal Delapan Baris 44 Sistem Bilangan Real . Gambar 1. Gambar 1.2.1 Segitiga Pascal Enam Baris Kalau diperhatikan nilai-nilai pada suatu baris ke-k pada segitiga Pascal merupakan „jumlahan silang‟ dari baris ke k-1 (baris sebelumnya).3.3. Konstanta (koefisien) dari tiap-tiap suku pada (𝑥 + 𝑦)0 sampai dengan (𝑥 + 𝑦)5 mempunyai suatu bentuk keteraturan yang dinamakan segitiga Pascal seperti berikut ini.

C ONTOH 1.3.10 D engan m enggunakan segitiga Pascal, uraikan bentuk–bentuk perpangkatan dibawah ini. a. 𝑥 + 𝑦
6

b. (𝑥 − 𝑦)7

Penyelesaian:

a. Nilai-nilai pada baris k=6 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 + 𝑦 6 , diperoleh 𝑥 + 𝑦
6

=

= 1 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 1 𝑦 5 = 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 𝑦 5

b. Nilai-nilai pada baris k=7 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 − 𝑦 7 , diperoleh 𝑥 − 𝑦
7

= 𝑥 + (−𝑦)

7 2

= 𝑥 7 + 7𝑥 6 (−𝑦) + 21𝑥 5 −𝑦

+ 35𝑥 4 (−𝑦)3 +

35𝑥 3 (−𝑦)4 + 21𝑥 2 (−𝑦)5 + 7𝑥(−𝑦)6 + (−𝑦)7 = 𝑥 7 − 7𝑥 6 𝑦 + 21𝑥 5 𝑦 2 − 35𝑥 4 𝑦 3 + +35𝑥 3 𝑦 4 − 21𝑥 2 𝑦 5 + 7𝑥𝑦 6 − 𝑦 7

Sistem Bilangan Real

45

CONTOH 1.3.11 Persamaan untuk menghitung investasi dengan modal 𝑀𝑜 = 𝑅𝑝

1.000.000 dengan laju bunga i=10% per tahun selama n tahun adalah 𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah modal awal, sedangkan Mn adalah jumlah uang setelah n tahun. Berapakah total nilai uang setelah 2 tahun ?. 𝑀𝑛 = 1.000.000 × (1 + 0,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (1,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11 × 10−1 )2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11)2 × 10−2 ⟹ 𝑀𝑛 = 121 × 106−2 = 121 × 104 Jadi besarnya investasi setelah dua tahun adalah Rp 1.210.000. CONTOH 1.3.12 Pada tanggal 1 Januari 2004, bapaknya si A meminjam uang bank sebesar untuk pengembangan usaha. Pinjaman tersebut ditagihkan kepada si A pada tanggal 31 Desember 2007 sebesar $ 5208,33. Jika bunga pinjaman sebesar 4% per tahun ditambahkan pada tiap akhir tahun sebagai pinjaman, maka berapa besar yang dipinjam oleh bapaknya si A?

Penyelesaian: Karena bunga ditambahkan sebagai pinjaman di setiap akhir tahun, bank menerapkan bunga berbunga. Oleh karena itu, kita pakai rumus

46

Sistem Bilangan Real

𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah pinjaman awal, sedangkan Mn adalah jumlah pinjaman setelah n tahun. Pinjaman dilakukan selama 4 tahun, dari 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2007. Sedangkan i adalah besarnya bunga tiap tahun. 5208,33 = 𝑀𝑜 × (1 + 0,04)4 ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 (1 + 0,04)4

Kita hitung terlebih dahulu (1 + 0,04)4 sebagai berikut. (1 + 0,04)4 = 1 + 0,04 + 0,042 + 0,043 + 0,044 . = 1,04 + 0,0016 + 0,000064 + 0,00000256. = 1,04166656. Hasil ini dimasukkan ke ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 5208,33 4 = 1,04166656 = 5000 (1 + 0,04)

Jadi besarnya pinjaman oleh bapaknya si A adalah $ 5000.

Sistem Bilangan Real

47

 RANGKUMAN
Bilangan real dapat di pangkatkan dengan bilangan bulat. Untuk bilangan real a≠0, a0 = 1. Untuk n bulat positif dan a real, bilangan an = a×a×a×…×a. Sifat operasi pangkat bulat pada bilangan real: 1. 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 2. (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 3. 5. 𝑎
𝑚 𝑎 𝑛

= 𝑎𝑚 −𝑛
= 𝑎
𝑛 𝑏 𝑛

4. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛

(𝑏 )𝑛 𝑎

SOAL LATIHAN 1-3
1. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini dalam bentuk notasi pangkat (eksponen). a. 5 × 5 × 5 × 5 c. -2 × 4 × 2 × (-16) e. ab × ab × ab b. (-3) × (-3) × (-3) × (-3) d. 2a × 2a × 2a f. (-b) × (-b) × (-b)

2. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini menjadi bentuk bilangan yang lebih sederhana. a. 254 c. (-2ab2)4 e. ( 𝑎2 𝑏 3 )4
3 2

b. (-16)2 d. (2a)5 f. (2 𝑎
−𝑏 2

)4

48

Sistem Bilangan Real

e. 0. f. (2x)3(3y-2) f. a.3. Tentukan hasil perkalian berikut ini dan tuliskan dalam bentuk pangkat bilangan positif. × + - 2+ 𝑥 𝑦 (1 − ) 5. 5-5. 24 62 32 15 𝑥 3 𝑦 3𝑥 2 𝑏 3 𝑥𝑦 𝑎𝑥 𝑏 2 𝑦 𝑏𝑦 8𝑎 4 𝑏 2 2 𝑎 2 𝑏 3𝑥 2 15 𝑥 3 𝑦 1 4𝑎𝑏 𝑥 2 𝑦 3𝑥 2 𝑦 𝑥 b. d. 3-5. (-2+16)(2+8)2 d. 75 73 8𝑥 2 𝑦 −3 2𝑥 −3 𝑦 −5 b. Jika x dan y adalah bilangan real. x dan y adalah bilangan real.012 f.000 c. b. Jika a. Diameter atom Helium b. (2x+y)3 − 𝑦 2 𝑥 2 − 𝑥𝑦 2 f. 5-3 e. a. Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. 7−5 73 h. penduduk Indonesia berjumlah 300 juta. 3-5. 53 c. 55. 10. 93 d. (25-16)3 c.000. a. 2+ 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 ) 𝑥 (1 − 4. maka sederhanakanlah ekspresi rasional berikut ini. 2 2 3 𝑥 𝑦 3 b.000000022 cm Sistem Bilangan Real 49 . 903 d. c. a. (4x2y-3)(2x-2y3)-2 6. Pada tahun 2010. adalah 0. -0. (-2x-y)2 e. maka sederhanakanlah ekspresi berikut ini menjadi bentuk yang tidak memuat tanda kurung.00000314 e. g.

1 : Akar kuadrat suatu bilangan real a non negatif adalah bilangan non negatif b yang kalau dipangkatkan dua. CONTOH 1.4 Bilangan dalam Bentuk Akar (Rasional) Pada bagian ini dibahas mengenai bentuk akar. Bentuk akar ditulis menggunakan tanda radikal dengan simbul Sedangkan kata akar merupakan terjemahan dari kata root dalam bahasa Inggris. . 194481 50 Sistem Bilangan Real .4. DEFINISI 1. karena 32 = 9 25 = 5 . a. b. karena 52 = 25 CONTOH 1. misalnya 16 = 4.1. menjadi bilangan semula a. Secara notasi matematika: 𝑎 = 𝑏 jika b2 = a.4. 1296 b. dan b bilangan positif Tulisan 𝑎 dibaca “akar kuadrat dari a” atau “akar dari a”.4. 9 = 3 . Jadi mencari akar suatu bilangan merupakan kebalikan dari pemangkatan.1 : a.2 : Tentukan hasil akar kuadrat berikut ini.

maka 2 merupakan faktor. 194481 = Jadi (32 × 72 )2 194481 = (3 × 7)2 = 441 karena 4412 = 194481 Kalau kita lihat definisi akar di atas. tentukan hasil dari 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 . b. ii. untuk 𝑝 < 0 CONTOH 1. Sistem Bilangan Real 51 .Penyelesaian: a. difaktorkan 1296. untuk 𝑝 ≥ 0 𝑝 2 = −𝑝.4. Pertama. Faktorkan bilangan 194481 menjadi 194481 = 34 × 74 = (32 × 72 )2 . Karena akhir bilangan tersebut adalah 2.3 : a.4 : Untuk x bilangan real. 42 = 4 (−9)2 = − −9 = 9 CONTOH 1. 𝑝 2 = 𝑝.4. berlaku bahwa: i. 1296 = 2 × 648 (648 difaktorkan) = 2 × 2 × 324 (324 difaktorkan) 2 × 2 × 162 = 2 (162 difaktorkan) = 23 × 2 × 81 (81 difaktorkan) = 24 × 34 = (2 × 3)4 = ((2 × 3)2 )2 Jadi 1296 = (2 × 3)2 = 62 = 36 karena 362 = 1296 b.

Penyelesaian: 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 = 𝑥 + 1 2 = x + 1. 3 d. Karena pada dasarnya bilangan dalam bentuk akar adalah suatu bilangan real yang dapat dioperasikan.1 Operasi Aljabar pada Bilangan Berbentuk Akar Bilangan dalam bentuk akar juga dapat dikenakan operasi aljabar seperti penjumlahan. ii. Perkalian dan Pembagian Bilangan Bentuk Akar Jika a dan b merupakan bilangan real positif. perkalian. 𝑎𝑏 = 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 = 𝑎 𝑏 CONTOH 1. 42 × 3 = 42 × 3 = 4 3 5 = 4 3 × 5 = 4 15 36 81 b. dan pembagian. pengurangan.4.5 : a. 6 9 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 52 Sistem Bilangan Real .4. 4 3 × c. jika (x+1) < 0 atau x < -1 1. 36 81 =3 = =3 =2 = 𝑎2 𝑐 4 = 𝑎𝑐 2 jika a > 0. maka berlaku: i. jika (x+1) ≥ 0 atau x ≥ -1 = -(x+1).

maka penjumlahan dan pengurangan bilangan dalam bentuk akar hanya dapat dilakukan pada dua bilangan yang sejenis (pada ekspresi i & ii di atas 𝑐 dikatakan bilangan sejenis). CONTOH 1.3 − 5 3 = 2 3 − 5 3 = -3 3 c. 5 − 2 5 Sistem Bilangan Real 53 . 2 3 + 5 3 = (2 + 5) 3 = 7 3 b.■ Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bentuk Akar Jika a. 2 20 + 5 45 − 2 5 Penyelesaian: Jika bilangan dalam tanda akar belum sejenis.6 : Tentukan hasil dari pengoperasian bilangan bentuk akar di bawah ini. sebenarnya operasi jumlah dan kurang di atas sama dengan yang telah lalu. 2 20 + 5 45 − 2 5 = 2 4 . maka berlaku: i. 2 3 + 5 3 b. a. a. 𝑎 𝑐 + 𝑏 𝑐 = (𝑎 + 𝑏) 𝑐 ii. 12 − 5 3 = 4. 𝑎 𝑐 − 𝑏 𝑐 = (𝑎 − 𝑏) 𝑐 Jika kita lihat sifat di atas. maka kita rubah sebisa mungkin untuk dapat sejenis. Lihat kembali sifat distributif pada bilangan real.4. 5 + 5 9 . b merupakan bilangan real dan c merupakan bilangan real positif. 12 − 5 3 c.

Proses merasionalkan penyebut dapat dikerjakan dengan memanfaatkan bentuk perkalian: i. 𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 54 Sistem Bilangan Real . 1.4. 𝑎 × 𝑎 = 𝑎2 ii.2 Merasionalkan Penyebut Pada pembagian yang memuat bentuk akar. karena bilangan dalam bentuk akar juga merupakan bilangan real.4.7 : Sederhanakanlah bentuk 3 3 5 3 − Penyelesaian: Sifat distributif pada bilangan real dapat dipakai. Proses demikian dinamakan merasionalkan penyebut. hasilnya dapat berupa pecahan dengan penyebut bentuk akar.= 4 5 + 15 5 − 2 5 = (4 + 15) 5 − 2 5 = (19 − 2) 5 = 17 5 CONTOH 1. 3 3 5 3− 12 = 15 3 3 − 3 3 12 = 15(3) – 3 36 = 45 – 18 = 27 12 . Bentuk akar pada penyebut itu dapat diubah sehingga penyebutnya tidak lagi memuat bentuk akar.

Oleh karena itu. pembilang juga dikalikan 2 . yaitu 2. 2− 3 5 c. Pada kasus ini. Agar tidak merubah nilai bilangan. Pada kasus ini. pembilang juga dikalikan 5 . 2+ 3 5− 2 Penyelesaian: a. 5 2 = 5 2 × 2 2 = 5 2 2 2 = 10 4 = 10 2 b. 2+ 3 5− 2 = = = = 2+ 3 5− 2 × 5+ 2 5+ 2 2 5+2 2+ 3 5+ 3 2 5 5− 2 2 2 5+2 2+ 15+ 6 5− 2 2 5+2 2+ 15+ 6 3 Sistem Bilangan Real 55 . 5 2 b. kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut. yaitu 5.8 : Rasionalkan penyebut pada bilangan: a. Pada kasus ini.CONTOH 1. Agar tidak merubah nilai bilangan. 2− 3 5 × 5 5 = 2 5− 15 25 = 2 5− 15 5 c. kalikan penyebutnya dengan bilangan ( 5 + 2) dan kalikan pembilang dengan ( 5 + 2).4. gunakan bentuk 𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 . kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut.

sehingga kita buat seperti berikut ini. penyebut memuat dua bilangan yang berbentuk akar.CONTOH 1. 3 (2+ 3)− 2 2+ 3 + 2 2+ 3 + 2 3 2+ 3 +3 2 (2+ 3)2 −2 × = = 6+3 3 +3 2 4+4 3+3 −2 6+3 3 +3 2 5+4 3 = .9 : Rasionalkan penyebut pada bilangan 3 2+ 3− 2 . penyebut hanya memuat satu bentuk akar = 6+3 3 +3 2 5+4 3 × 5−4 3 5−4 3 = 6+3 3 5− 6+3 3 4 3+15 2−12 6 25+48 30+15 3 − 24 3+36 +15 2−12 6 73 −6−9 3+15 2−12 6 73 = = 56 Sistem Bilangan Real . Penyebut 2 + 3 − 2 = (2 + 3) − 2. Bentuk akar ini akan kita hilangkan satu per satu. Penyelesaian: Pada kasus ini.4.

f. d.SOAL LATIHAN 1-4 1. maka tentukan nilai akar berikut ini. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. carilah nilai akarnya. 256 529 2304 b. a. 3. Carilah contoh bilangan. d. d. e. e. Jika x merupakan bilangan real positif. (𝑥 − 1)2 2𝑥 2 + 18𝑥 + 40 apabila bilangan tersebut 5. atau 8 ?. 7. bilangan. a. 6. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. 11449 1500625 57153600 3. 25𝑥 2 𝑥 2 − 5𝑥 + 6 tiga contoh b. apabila bilangan tersebut dikuadratkan berakhir dengan angka 2. c. Carilah dikuadratkan berakhir dengan angka 1 atau 9 ?. 4. Sistem Bilangan Real 57 . c. f. a. c. 243 441 1024 2. 1369 15129 18662400 b. Carilah nilai akar dari 14 × 18 × 105 × 625. carilah nilai akarnya.

Jelaskan bahwa bilangan bulat yang berakhir dengan angka nol sebanyak ganjil bukan merupakan bilangan kuadrat. 4 5 − 75 − 250 e. 3 3 × 2 3 g. 18 + 12 − 5 2 75 + 48 − 6 1 3 3 9 ×2 3 𝑎2 𝑏 −5 6 − 24) 𝑎3 𝑏 5 × 9. 1. 8. d. 58 Sistem Bilangan Real .5 Bilangan Berpangkat Rasional Sebelum ini telah dikenalkan perpangkatan bilangan real dengan bilangan bulat. h. h. 2 7 5 2 2+3 2 1 𝑏+𝑎 𝑏 5− 2 2− 3− 2 b. 3 3 + 2 3 − 5 3 c. 1−5 2 2 5 5+ 2 2−3 2 5 3− 2 1 2+ 𝑎− 𝑏 c. f.7. 1 ( 3 b. d. g. Rasionalkan bilangan bentuk akar dibawah ini. Tentukan hasil dari operasi aljabar pada bilangan bentuk akar di bawah ini. Pada subbab ini akan dibahas bilangan real dipangkatkan dengan bilangan rasional. Pertanyaan selanjutnya adalah “apakah diperbolehkan bilangan real berpangkat dengan rasional ?”. e. a. f. a.

jika 𝑎 ≥ 0 −𝑎. kita lihat contoh numerik berikut ini.1 : a.5. DEFINISI 1. Dalam keadaan khusus:   Jika n genap maka Jika n ganjil maka 𝑛 𝑛 𝑎 . jika 𝑏 3 = 𝑎 Untuk lebih jelasnya. ditulis dengan 𝑛 𝑎 = 𝑏.DEFINISI 1. jika 𝑎 < 0 𝑎𝑛 = 𝑎 . karena 53 = 125. jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 Jika n genap. Sistem Bilangan Real 59 .5. b. karena (-3)3 = -27.1 : Akar pangkat tiga dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan 3 menjadi bilangan a.2 : Akar pangkat n dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan n menjadi bilangan a. e. d. ditulis dengan 3 𝑎 = 𝑏.5. untuk sembarang nilai a. CONTOH 1. 𝑎𝑛 = Untuk lebih jelasnya. 3 3 3 3 3 8=2 125 = 5 −27 = −3 1000 = 10 −1000 = −10 karena 23 = 8. karena (-10)3 = -1000. maka nilai a harus non negatif. karena 103 = 1000. kita lihat contoh numerik berikut ini. c.

5 32 b. karena 105 = 100000. kita akan menelaah arti dari 𝑎𝑛 . sehingga 60 Sistem Bilangan Real . d. a. 32 = 2 × 16 = 2 × 2 × 8 = 2 × 2 × 2 × 4 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 25. b. 81 difaktorkan. c. karena (-10)5 = -100000. e. b. 5 −1024 Penyelesaian: a.CONTOH 1. Bilangan dalam tanda akar. CONTOH 1. 4 81 c. 1 Selanjutnya. c. karena (-3)5 = -243. karena 54 = 625. 4 4 81 = 34 = 3. 81 = 3 × 27 = 3 × 3 × 9 = 3 × 3 × 3 × 3 = 34. Bilangan dalam tanda akar. Bilangan dalam tanda akar. 32 difaktorkan.2 : a. 4 4 5 5 5 16 = 2 625 = 5 −243 = −3 100000 = 10 −100000 = −10 karena 24 = 16. 5 5 32 = 25 = 2. Berdasarkan rumusan sebelumnya bahwa (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 .5. -1024 difaktorkan. -1024 = -2 × 512 = … = −210 = (−22 )5 = (−4)5 5 5 −1024 = (−4)5 = −4.3 : Tentukan hasilnya (jika ada).5.

Pangkat bilangan rasional secara umum didefinisikan berikut ini. maka dapat diperoleh ( 𝑎)𝑛 = 𝑏 𝑛 = 𝑎 DEFINISI 1.5. kita lihat contoh berikut ini. Untuk n ganjil.3 : Untuk n bilangan asli. arti dari 𝑎 𝑛 adalah 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 atau 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑚 1 𝑛 𝑚 1 𝑛 𝑚 𝑎𝑚 Untuk memperjelas maksud dari definisi ini. Sistem Bilangan Real 61 .4 : Untuk bilangan bulat non negatif m dan bilangan asli n.(𝑎𝑛 )𝑛 = 𝑎𝑛 ×𝑛 = 𝑎1 = 𝑎 Dikaitkan dengan rumusan bahwa arti 𝑏 𝑛 = 𝑎. DEFINISI 1. nilai a harus positif.5. arti dari 𝑎𝑛 adalah 𝑎𝑛 = 1 1 𝑛 1 𝑛 𝑛 𝑛 1 1 𝑎 = 𝑏 yang mempunyai 𝑎 atau 𝑎 𝑎𝑛 akan mempunyai nilai apabila:   Untuk n genap.

a. 814 3 c. Dalam hal ini. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat dengan basis (bilangan yang dipangkatkan) 3. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat 2. karena pangkatnya genap maka terdapat dua jawab yang mungkin yaitu x = 3 atau 𝑥 = −3. yaitu 3x = 32 Dengan demikian. Menyelesaikan Persamaan Pangkat Sederhana Persamaan pangkat mempunyai bentuk seperti 3 x = 9 atau x2 = 9. 62 Sistem Bilangan Real . yaitu x2 = 32 Sehingga didapat jawab untuk persamaan itu. (−27)3 5 Sifat – sifat perpangkatan bilangan rasional sama dengan sifat perpangkatan bilangan bulat. 83 Penyelesaian: a. 814 = (814 )3 = ( 81)3 = 33 = 27 c. (−27)3 = ((−27)3 )5 = ( −27)5 = (−3)5 = −243 2 1 3 3 1 4 2 1 3 2 b. 83 = (83 )2 = ( 8)2 = 22 = 4 b.5.4 : Tentukan hasil dari operasi perpangkatan berikut ini. Untuk persamaan ke-dua.CONTOH 1. Untuk mendapatkan jawab persamaan pertama. jawab dari persamaan tersebut adalah x = 2.

Ruas kiri dan kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu. Ruas kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu. a. CONTOH 1. 2𝑥+2 = 22 22 1 b. Sistem Bilangan Real 63 .5 : Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 4𝑥+1 = 2 8 1 22𝑥+2 = 2−3 22 22𝑥+2 = 2 5 − 2 5 2 9 4 Dari sini kita dapatkan bahwa 2𝑥 + 2 = − atau 𝑥 = − . selanjutnya dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan pangkat yang lain.Langkah-langkah serupa gambaran di atas. 4𝑥+1 = 2 8 = 22 Dari sini kita dapatkan bahwa 𝑥 + 2 = atau 𝑥 = . 2𝑥+2 = 4 2 Penyelesaian: a. 5 2 1 2 5 b.5.

2564 d. f. jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 𝑛 SOAL LATIHAN 1-5 1. (64 × 256)4 d.00243)5 f. (−27000)3 f. 0. 3 4 5 −64 −256 3125 3 4 2.1253 5 64 Sistem Bilangan Real . a. (−0. jika b3 = a. e. d. a. a = b. a. (−1024 × (−243))5 81 1 )4 256 8 × 27 4 )3 512 4 4 b. c. Tentukan nilai akar berikut ini. ( d. (0. Akar pangkat n. ( c. (−1024)5 1 4 4 b. (8 × 27 × 512)3 e. 125000 3 64 3 )4 256 4 5 4 4.125)3 4 e. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. (−27)3 f. (81 × 256)4 c. ( b. a. 273 e. 2564 c. RANGKUMAN    Akar pangkat. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. 3 4 5 64 256 −1024 1 b. 𝑚 1 𝑛 3 𝑎 = 𝑏. 1253 3 5 3. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini.

22𝑥 4𝑥 −3 = 4 1 2 e. 𝑥 2 𝑥 4 = 3 4 3 243 Sistem Bilangan Real 65 . 3−𝑥 = 81 d. a. 4 3 81 𝑥 12 𝑥−𝑦 (𝑥+𝑦) 𝑥 b. (𝑥 2 )4 = 8 f. 5𝑥−4 = 125 243 9. 𝑥 4 = 4096 d. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional yang sederhana. Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini. ( )2𝑥 = 16 c. a.0. 642𝑥 = 1 4 1 2 b.5. Dapatkan semua nilai dari persamaan berikut ini.037037037037037 )3 e. 3 27𝑥 6 𝑦 9 𝑥𝑦 (𝑥+𝑦 3 5 8. d. (0. 814 × c. 42𝑥−1 = ( )2𝑥 f. 𝑥 5 = −1024 e.125)4 d. a. ( 81 256 × 16)4 4 1 b. c.111111111111111 )2 6. 𝑥 3 = 4096 c. (0.125)4 3 3 c. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini.125)5 4 d. (𝑥 2 )2 = 64 3 b.00243)6 7. 3 1 4 256 b. ( 0. ( 5 0. ( 64 256 × 0. a. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional. 3 216 × ( 512)4 3 (−0.00243 × 0. a.

(c) Karena b positif dan x real. (b) Bilangan b dipilih positif. arti dari blog a = x adalah bx = a Berkaitan dengan pengertian logaritma pada definisi di atas. Sekarang akan dibahas mengenai permasalahan menentukan bilangan p jika a dan b diketahui.6 Logaritma Pada modul ini dibahas mengenai kebalikan dari pemangkatan yang disebut logaritma.6. Diuraikan pula. berarti a juga harus positif. Karena a = bx.1. DEFINISI 1. nilai bx > 0. Permasalahan demikian yang merupakan permasalahan logaritma. Jika b negatif dan dipangkatkan dengan bilangan rasional.6. Perkalian dapat dihitung dengan penjumlahan dan pembagian dapat dihitung menggunakan pengurangan. (a) Bilangan b disebut basis atau bilangan pokok logaritma. Dengan logaritma. semua sifat-sifat operasi aljabar dari logaritma tersebut. 66 Sistem Bilangan Real . Perhatikan definisi berikut ini. 1. dan x disebut hasil logaritma. dan permasalahannya adalah mencari bilangan b jika a dan p diketahui. misalnya ap = b. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. perhitungan dengan bilangan yang sangat besar dapat disederhanakan.1 : Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1. maka tidak selalu menghasilkan bilangan real.1 Pengertian Logaritma Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai arti bilangan berangkat.

1 = −1. maka blog 1 = 0.000.000.1 a. Oleh karena itu. Jawabannya adalah 4. Untuk mencari nilai log10 10.1 e. log 2 16 = 4. karena 2-3 = 1/8 1 8 CONTOH 1. 𝑏 𝑏 log 𝑎 = 𝑎 Penulisan 𝑏 log 𝑎 sering ditulis dalam bentuk logb a.000?”. karena 10-1 = 0. a. (e) Gantilah x pada ekspresi bx = a dengan blog a = x akan diperoleh b. karena 102 = 100 b.6. (f) Karena b0 = 1 untuk b > 0. b. log 2 = −3. CONTOH 1. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “10 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 10. log10 10.2: Tentukan nilai logaritma berikut ini. atau 10 4 = 10.6. log 2 0. log10 0. karena 24 = 16 c.(d) Nilai b harus tidak sama dengan 1. log10 10. karena 161/4 = 2 4 1 d.000 = 4. log 3 243 c.25 Sistem Bilangan Real 67 . log10 100 = 2.000 Penyelesaian: a. sebab untuk sembarang x maka nilai 1x = 1. log16 2 = .

Selain itu.25 = −2 Tidak semua logaritma dapat dicari hasilnya dengan mudah seperti contoh di atas. Misalnya log10 2 tidak dapat dicari menggunakan cara seperti di atas. maka log 2 0. Untuk mencari nilai log 3 243. Oleh karena itu. Jawabannya adalah 5. untuk itu diawali bagian ini dengan mengulang singkat sifat-sifat perpangkatan.6. Karena 243 = 3 × 3 × 3 × 3 × 3 = 3 5.2 Menghitung Logaritma Logaritma adalah kebalikan dari proses pemangkatan. berapapun nilai x akan menghasilkan bx yang selalu positif. Dengan demikian logaritma terdefinisi hanya untuk bilangan positif. Untuk menggambarkan sketsa grafik y = 2x. Kita juga dapat mencari nilai log dari suatu bilangan dengan cara memfaktorkan bilangan tersebut menjadi perkalian basis dari logaritmanya. log 3 243 = 5. Karena 0. 1. perhatikan bahwa karena b > 0.25 = ¼ = 4-1 = 2-2. maka log 3 243 = 5. Nilai tersebut dapat dicari menggunakan tabel atau kalkulator. atau 3 5 = 243. c. Misalkan akan digambarkan grafik pangkat dengan menghitung nilai-nilai pangkat sebanyak mungkin.b. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “3 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 243?”. dapat dihitung beberapa nilai y untuk nilai-nilai x seperti dalam tabel berikut ini: 68 Sistem Bilangan Real .

1 Grafik 𝑦 = 2 𝑥 Gambar 1. Berdasarkan nilai-nilai pada tabel dan sifat di atas.6. Gambar tersebut merupakan pola dari grafik y = ax dengan a > 1. Sketsa grafik y = ( )𝑥 merupakan pola dari grafik 2 1 y = a dengan 0 < a < 1. 𝑦 = 2𝑥 dapat disketsakan seperti Gambar 1. x Sistem Bilangan Real 69 . (d) Untuk x = 0.Tentu saja dapat dihitung lebih banyak nilai y untuk mendapatkan sketsa grafik yang lebih tepat (halus).2 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 1 2 1 2 Dengan cara yang sama. (c) Untuk sembarang x. nilai 2x > 0. nilai 2𝑥 1 < 2𝑥 2 .1. Gambar 1. (b) Untuk x makin kecil (negatif).2. Dari tabel di atas dapat diamati beberapa sifat berikut: (a) Untuk x makin besar. nilai 2x juga makin besar dan 2x > x.6. nilai 2x makin kecil menuju nol. sketsa grafik y = ( )𝑥 dapat digambarkan seperti Gambar 1.6. (e) Jika x1 < x2.6. nilai 2x = 1.

xSedangkan Gambar 1.Untuk memberikan gambaran mengenai grafik y = ax untuk a yang lain.6. maka ax < bx. Misal a > b. Perhatikan bahwa untuk x > 0 maka 2x < 3x dan untuk x < 0 maka 2x> 3. Gambar 1. perhatikan sifat berikut ini. menunjukkan perbedaan antara grafik y = ( )𝑥 dan y = ( )𝑥 .3. maka ax > bx.3 Grafik 𝑦 = 2𝑥 dan 𝑦 = 3𝑥 Berdasarkan informasi ini dapat digambarkan sketsa grafik y = ax. Misalnya perbedaan grafik y = 2x dan y = 3x dapat dilihat pada Gambar 1. (a) untuk x > 0.6. 1 2 1 3 70 Sistem Bilangan Real . berlaku.6. (b) untuk x < 0.

4 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 dan 𝑦 = ( )𝑥 Grafik logaritma dapat dicari dari gafik pangkat.5 Grafik Logaritma Sistem Bilangan Real 71 .6.Gambar 1.6. Misalnya. 1. Secara terpisah 1 2 1 3 Gambar 1.. untuk mendapatkan gafik y = log 2 𝑥 dapat diperoleh dari pencerminan grafik y = 2x terhadap garis y = x (lihat Gambar ditunjukkan grafik y = log 2 𝑥 pada Gambar 1.).6.6.

dari grafik pada Gambar 1. berlaku log 𝑏 𝑝 < log 𝑏 𝑞  Untuk 0 < b < 1 dan 0 < p < q. Hal ini berarti log 2 3 ≈ 1.6.6. berlaku 72 Sistem Bilangan Real .Gambar 1.6.6 Sketsa Grafik Logaritma Dari grafik-grafik tersebut dapat dicari nilai logaritma dengan ketepatan terbatas. dan 0 < p < q.6. jika ditarik garis y = 3 yang memotong grafik kira-kira di titik dengan x = 1.6. Sebagai contoh. untuk mendapatkan nilai log 2 𝑎 dapat diikuti gambaran yang diberikan pada Gambar 1.6 (≈ dibaca „hampir sama dengan‟) Secara umum.  Untuk sembarang bilangan b > 1. Sifat yang lain dari logaritma diberikan berikut ini.6.

.4) dengan 2 dan diperoleh Sistem Bilangan Real 73 .log 𝑏 𝑝 > log 𝑏 𝑞 Uraian berikut ini memberikan gambaran menghitung log 2 3 berdasarkan sifat di atas...3) karena log 2 2 = 1 dan log 2 22 = 2..6.3) diperoleh 1 < 1......5 = 1.51 = 20..2 ...4) Untuk mendapatkan kembali angka 3..5 < 1. Tabel 1.6.6 ...5 terletak di antara 20..1 Selanjutnya. 0.… Untuk mendapatkan angka ke-dua dari log 2 3 diperlukan nilai perpangkatan dari 2 oleh 0.5 < 2 dan berdasarkan tabel perpangkatan dari 2 di atas diketahui bahwa 1.. kalikan pertidaksamaan (1.6.6. (1.... Diketahui bahwa 2 < 3 < 22 . Jadi log 2 3 = 1...41 < 1. (1.. dengan membagi 2 pertidaksamaan(1. maka 1 < log 2 3 < 2...6. dan seterusnya....1 .....

21.2.6 Untuk mendapatkan ketepatan yang lebih tinggi.41 dan diperoleh 1 < 1. 20.08 = 1.09 dan untuk mendapatkan kembali angka 3.5+0.0644 = 20. Karena 2x > 1 untuk setiap x > 0.064 terletak di 20.09 Hal ini berarti bahwa 74 Sistem Bilangan Real . maka pertidaksamaan (1.5+0. dan seterusnya.064 < 1.0570 < 1.134351773 Seperti sebelumnya.02.01.41 = 20.6.5 < 3 < 21.6.05 dan kemudian dengan 2 = 21 (angka yang digunakan untuk membagi) sehingga diperoleh 21+0. dihitung nilai-nilai seperti dalam Tabel 1. Tabel 1. harus dihitung 20.064 < 1.5 < log 2 3 < 1.6.4) dapat dibagi dengan 1.2 Perhatikan bahwa 1. dikalikan ketaksamaan tersebut dengan 1.6 dan ini berarti bahwa 1.08 < 3 < 21+0.

3 < 5 < 22+0.23 < 1.23 < 1.6.59 Dengan demikian log 2 3 = 1.1. berarti log 2 5 = 2. hitunglah log 2 5.4 Dengan mengalikan ketaksamaan terakhir dengan 2 2 diperoleh 22+0.59.58.25 dibagi dengan 1. Penyelesaian:   Karena 22 = 4 < 5 < 23. CONTOH 1.  Untuk memperoleh ketepatan yang lebih baik. ketaksamaan 1.6. berati log 2 3 ≈ 1. diketahui bahwa 1.3… .1.58 < log 2 3 < 1.585 lebih baik dibandingkan dengan log 2 3 ≈ 1.4 Ini berarti log 2 5 = 2.32 = 20.25 < 2 Selanjutnya menggunakan Tabel 1.58… Tahapan ini dapat dilanjutkan untuk mendapatkan nilai hampiran dengan ketepatan sesuai yang diinginkan.25 < 1. dan diperoleh 1 < 1.25 terletak 20.… Ketaksamaan tersebut dibagi dengan 22 = 4.23 dan diperoleh 1 < 1.3 Dengan menggunakan tabel pangkat yang telah dibuat di atas. Karena diketahui bahwa log 2 3 < 1.3 = 1.0163 dan Sistem Bilangan Real 75 .

2.02 = 1.3+0.03 dan ini berarti log 2 5 = 2.0163 terletak 20. Dengan pemahaman tersebut.03 Dengan mengalikan dengan 22+0.3+0.3 Sifat-sifat Logaritma Sebagaimana telah diuraikan pada subbab sebelumnya. p > 0 dan q > 0.6. b≠1.3 diperoleh 22+0.selanjutnya berdasarkan Tabel 1. Jika b > 0. p > 0 dan q > 0.0140 < 1. berarti log 2 5 ≈ 2. sifat-sifat perpangkatan dapat digunakan untuk mendapatkan sifat-sifat logaritma seperti berikut ini. p real.32…. diketahui bahwa 1.6. dan q rasional. p > 0 dan q > 0. Untuk ketepatan tiga angka di belakang koma. Jika b > 0.325. Jika b > 0.0210 = 20.0163 < 1.02 < 5 < 22+0. 1. b≠1. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = log 𝑏 𝑝 − log 𝑏 𝑞 iii. maka log 𝑏 𝑝 = log 𝑏 𝑝 log 𝑏 𝑞 iv. i. Jika b > 0. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = 𝑞 log 𝑏 𝑝 76 Sistem Bilangan Real . b≠1. bahwa logaritma dapat diturunkan dari perpangkatan. b≠1. maka log 𝑏 𝑝 × 𝑞 = log 𝑏 𝑝 + log 𝑏 𝑞 ii.

4 Misal diketahui log10 2 = 0.6.3010 log10 1.CONTOH 1.3010 + 0. Penyelesaian: log10 6 = log10 2 × 3 = log10 2 + log10 3 = 0.4771 – 0.5 dan log10 0.5 Misal diketahui log10 2 = 0.4771 = 0.5 = log10 = log10 3 − log10 2 = 0. Penyelesaian: 3 2 dan log10 3 = 0. tentukan CONTOH 1.1761 Sistem Bilangan Real 77 .0.3010 log10 6.4771 = .6.6666 … .3010 = 0.6666 … = log10 = log10 2 − log10 3 = 0. tentukan  log10 1.1761 2 3  log10 0.4771.4771.3010 .7781 dan log10 3 = 0.0.

dapatkan log10 16.3010 log 2 3 dan log 3 2 .6. Penyelesaian: log10 16 = log10 24 = 4 log10 2 = 4 0.3010 0.58505 = 0.3010 0.6.6666 Penyelesaian: 78 Sistem Bilangan Real .7 Misal diketahui log10 2 = 0.3010 = 1. menghitung pangkat suatu bilangan.CONTOH 1.4 Contoh Pemakaian Logaritma Pada subbab ini.6309 CONTOH 1.6.5 × 0.2040 1.6 Misal diketahui log10 2 = 0. CONTOH 1.6.3010.4771 0.4771. akan disajikan contoh-contoh pemakaian logaritma.8 Dengan menggunakan logaritma. hitunglah pendekatan 1. Penyelesaian:   log 2 3 = log 3 2 = log 10 3 log 10 2 log 10 2 log 10 3 dan log10 3 = 0. mebagi bilangan.4771 = 1. diantaranya: untuk mengalikan bilangan. dapatkan = = 0.

000 dideposito dengan bunga 10 % per tahun. Perhitungan 9 tahun kemudian menggunakan rumusan.Misal 𝑥 = 1.10 Dana Rp 100.5 + log10 0.6666 log10 𝑥 = log10 1.5 × 0.6.58505 (berdasarkan contoh 1.1761 = 0 𝑥 = 100 = 1 CONTOH 1. 𝑀9 = 𝑀0 (1 + 0.5 × 0.6.1761 − 0.6.6.000. log 2 3 = 1.1)9 Tentukan besarnya dana pada akhir tahun ke 9. Sistem Bilangan Real 79 .6666 log10 1. Penyelesaian: 2𝑥 = 3 Sebelah kiri dan kanan tanda sama dengan dikenakan operasi log 2 log 2 2𝑥 = log 2 3 𝑥 log 2 2 = log 2 3 𝑥 = log 2 3 = 1.58505) CONTOH 1.6666 = 0.9 Dapatkan nilai x yang memenuhi 2𝑥 = 3.

n adalah jumlah interval pembayaran Jika diinginkan mencapai nilai tertentu di masa mendatang (Future value/ FV).372534 = 235. i adalah laju bunga per periode bunga.372534 (disini log10 1.1 dihitung berbantuan kakulator.Penyelesaian: 𝑀9 = 100. atau dapat berbantuan tabel logaritma) ⟹ 𝑀9 = 108. maka tentukan rumusan berapa lama untuk mencapainya.1)9 ⟹ log10 𝑀9 = 8 + 9 × log10 1.794.769 CONTOH 1.000. karena sebelumnya tidak ada contoh penghitungan untuk log10 1.1)9 ⟹ 𝑀9 = 108 (1 + 0.1 = 8 + 9 ×0.1 .6.11 Persamaan untuk menghitung nilai tunai (present value/PV) dari anuitas biasa adalah 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 𝑃𝑉 = 𝑅 × Dengan : R adalah pembayaran periodik dari anuitas.000(1 + 0.041393 = 8. 80 Sistem Bilangan Real .

Kenakan operasi log pada kedua sisi persamaan. diperoleh 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 × 1 − 1 + 𝑖 𝑖 −𝑛 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 + 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 1 + 𝑖 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 −𝑛 − 𝑙𝑜𝑔10 𝑖 −𝑛 𝐹𝑉 𝑖 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 −𝑛 =1− 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 ⟹ 𝑛 = 𝑙𝑜𝑔10 1 + 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 𝑙𝑜𝑔10 (1 + 𝑖) Sistem Bilangan Real 81 .Penyelesaian: Persamaan pada contoh ini. berapa lama untuk mendapatkan nilai yang akan datang yang diinginkan. PV digantikan dengan FV menjadi 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝐹𝑉 = 𝑅 × 𝑖 Kita akan mencari nilai n.

p > 0 dan q > 0. log b pq = q log b p SOAL LATIHAN 1-6 1. log 2 7 d. log b p q = log b p − log b q log b p log b q 3. a. a. arti dari blog a = x adalah bx = a. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini.00001 b. log 2 15 f. maka berlaku : 1.  Jika b > 0. log1/2 1 64 e. Dengan mengikuti cara pada Contoh 1. b≠1.0001 3. log10 10. log1/2 64 d. log 2 25 b. 10log 10 0. log b p = 4. log 5 625 d. log 2 64 c. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini.6. log 25 125 f. log 2 6 c. log 2 75 82 Sistem Bilangan Real . hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan dua angka di belakang koma. log 5 1 125 2. log b p × q = log b p + log b q 2. log 2 64 c. log 2 1 128 b. log10 0.4. e. log 2 10 e. 2log 2 512 f.000 a. RANGKUMAN  Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1.

maka hitunglah 9. log16 2 b. maka hitunglah 7. log16 10 a.20412. log 8 750 f. log10 256 e. log10 1600 c. log 8 150 e. log10 4. log 25 64 b.7740 dan log 8 6 = 08616 .2 8. hitunglah Sistem Bilangan Real 83 . log10 15 e. log10 3 d.5 f. Jika dipunyai tabel seperti berikut ini Maka hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan satu angka di belakang koma. a. log 8 36 d. Dengan menyamakan basis logaritma. log 8 7. log10 32 f.4771 . log10 45 a. log 8 30 c. Jika log10 16 = 1. log10 18 b. log10 4 e. log 2 25 c. Jika log 8 5 = 0. log10 2 c. maka hitunglah a.2 5. log 5 16 a.4. log 4 5 d. log10 11 a. maka hitunglah 6. Jika log10 2 = 0.5 d. log10 12 b. log 3 8 × log 5 9 × log 2 7 3 b. log10 1. log10 5 f. log10 2 d.3010 dan log10 3 = 0. Jika log16 5 = 𝑥. log 8 1. log10 24 c. log 2 3 × log 3 4 × log 4 5 b.

log 2𝑥−1 3 − 4 log 3 2𝑥 − 1 + 3 = 0 84 Sistem Bilangan Real . log 8 𝑥 − log 𝑥 8 − 6 = 0 b.10. Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut ini. a.

Akan tetapi. Pada kenyataannya persamaan atau pertidaksamaan yang muncul dari fenomena nyata dapat berbentuk linear atau tak linear. Setiap model persamaan atau pertidaksamaan harus memuat unsur-unsur yang merupakan abstraksi dari kenyataan masalah tersebut.Bab 2 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN Persamaan atau pertidaksamaan merupakan suatu bentuk model matematik yang dibangun dari dunia nyata sebagai bentuk hubungan perwujudan dari alam pikir terhadap suatu masalah. Model yang berbentuk persamaan atau pertidaksamaan merupakan struktur dari suatu masalah yang mengandung peubah-peubah atau parameter yang dianalisis atau diselesaikan dengan menggunakan operasi matematika. Persamaan dan Pertidaksamaan 85 .

dan roti daging.1 Persamaan Linear Persamaan dikatakan linear jika pangkat dari peubah adalah 1. Roti terdiri dari tiga jenis. a. Satu rombongan bus wisata mengunjungi obyek wisata. seperti: 1. Jika dalam satu bus ada 30 orang. roti cokelat paling sedikit 100 bungkus. 2x + 5 = 8 2. maka berapakah banyaknya tiap-tiap jenis harus diproduksi agar memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya. x + 2y + z = -1 -x + y + 2z = 2 x+z = 1 3.pada buku ajar ini akan dibahas bentuk linear dan kuadrat. dan roti daging paling sedikit 70 bungkus. Permasalahan ini dapat dimodelkan dalam bentuk pertidaksamaan. 2x + 3y = -2 x + 2x = 3 2. Jika keuntungan dari tiap-tiap jenis roti diketahui. 7x + 6y = 10 Selain banyaknya peubah pada persamaan linear juga dapat ditinjau dari banyaknya persamaan linear yang muncul secara serentak disebut sistem persamaan linear. 5y = 20 3. misalnya: 1. maka berapa biaya masuk objek wisata per orang ?.000 per bus. 2. roti cokelat. biaya yang harus dikeluarkan untuk memasuki obyek wisata tersebut sebesar Rp 150. Setiap roti keju diproduksi paling sedikit 50 bungkus. b. Perusahaan roti memproduksi 500 bungkus roti setiap hari. 2x .y + 2z – u = 0 x + 2y – u =0 y -z+u =0 z -u =0 86 Persamaan dan Pertidaksamaan . Berikut ini beberapa ilustrasi permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari. yaitu: roti keju.

diperoleh Persamaan dan Pertidaksamaan 87 . dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : 1.1. untuk x = 2 didapat 2(2) +3 = 7.Dari bentuk–bentuk persamaan linear tersebut. b. 2. Mendapatkan penyelesaian persamaan. dan c  R. 2x + 3 = 7. 2.1. ■ Mencari Penyelesaian Persamaan Linear Satu Peubah Perhatikan persamaan ax + b = c.1) adalah nilai x yang memenuhi persamaan tersebut. misalnya. maka diperoleh 2(1) + 3 = 5. Menggambar grafik dari persamaan. a. Kedua ruas dikurangi dengan b.1 Persamaan Linear Satu Peubah Persamaan linear satu peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : ax + b =c dengan a≠0. 2x + 3 = 5 . yang berarti x = 1 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut. Berarti x = 2 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut. jika diberikan x = 1. yaitu mendapatkan nilainilai peubah yang memenuhi persamaan tersebut. b.1. khususnya untuk sistem persamaan dengan 2 peubah . (2.1) Penyelesaian dari persamaan (2.

2) 𝑎. 𝑏 ∈ 𝑅 dan 𝑎 ≠ 0} Himpunan penyelesaiannya adalah : Dari uraian tersebut diatas... terdapat langkah..... (2. Langkah 2 : Kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari koefisien peubah x yang pada persamaan tersebut adalah a...... 𝑐.. Penyelesaian: 3x – 7 = 9 3x + (–7) = 9 kedua ruas dikurangi –7 3x +(– 7) – (–7) = 9 – (–7) diperoleh 3x = 16. atau 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 1 𝑎 .1. 88 Persamaan dan Pertidaksamaan . Kemudian kedua ruas dikalikan dengan 1 𝑎𝑥 𝑎 1 𝑎 diperoleh = (𝑐 − 𝑏) .. CONTOH 2.ax + b – b = c – b ax + 0 = c – b atau ax = c – b.1. Langkah 1 : Kedua ruas dikurangi dengan b.langkah dalam mencari penyelesaian persamaan linear 1 peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 0 sebagai berikut....1 Selesaikan persamaan 3x – 7 = 9 ?.

− 7 = −6 kedua ruas ditambah 7 Persamaan dan Pertidaksamaan 89 .1.2 16 3 }.Kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 3 yaitu diperoleh 3 1 3 1 3𝑥 = 16 3 1 (16) 3 atau 𝑥 = Himpunan penyelesaiannya adalah { CONTOH 2. CONTOH 2. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 7 = 5 + 2x ? Penyelesaian: 7 = 5 + 2x kedua ruas dikurangi 5 diperoleh -5 + 7 = -5 + 5 + 2x 2 = 2x.3 Dapatkan nilai peubah t yang memenuhi Penyelesaian : 2 𝑡 5 2 𝑡 5 − 7 = −6 ?. kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 2 yaitu diperoleh 1 2 2 = (2𝑥) 1 2 1 2 atau 𝑥 = 1. himpunan penyelesaiannya adalah { 1 }. Jadi.1.

diperoleh y=− 90 Persamaan dan Pertidaksamaan .1. Kurangi kedua ruas dengan –5y dan menambah kedua ruas dengan 8: -5y + 3y – 8 + 8 = 9 + 5y – 5y + 8 .4 Selesaikan persamaan 3y – 8 = 9 + 5y ? Penyelesaian: 3y – 8 = 9 + 5y kelompokkan y pada ruas kiri dan yang tidak mengandung y pada ruas kanan. 2 5 1 2/5 2 𝑡 5 kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari yaitu 5 2 2 5 = 5 2 ( 𝑡) = (1) atau 𝑡 = 2 5 2 5 5 2 Himpunan penyelesaiannya adalah { } CONTOH 2. diperoleh -2y = 9 + 8 atau -2y = 17 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari –2 yaitu 1 −2 1 −2 −2𝑦 = 17 2 1 −2 17 .2 5 𝑡 − 7 + 7 = −6 + 7 diperoleh = 1.

Persamaan dan Pertidaksamaan 91 . 1 4 1 3 kelompokkan u pada ruas kiri dan yang tidak mengandung u pada ruas kanan yaitu dengan mengurangi kedua ruas dengan -3u dan menambah kedua ruas dengan − . 11 − 4 11 − 11 𝑢 4 =− 4 (−1) 11 atau 𝑢 = 4 .Himpunan penyelesaiannya adalah {− 17 2 } CONTOH 2. 11 4 11 Himpunan penyelesaiannya adalah { }. + 𝑢 = 3𝑢 − .5 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan Penyelesaian: 2 3 2 3 + 𝑢 = 3𝑢 − 4 1 1 3 ?. −3𝑢 + + 𝑢 − = −3𝑢 + 3𝑢 − − − 11 𝑢 4 2 3 1 4 2 3 1 3 2 3 2 3 diperoleh = −1 11 4 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari − 1 −11/4 yaitu = 4 − .1.

4).1.4) berupa pasangan (x. Misal diambil lagi.1.3) adalah 𝑥. persamaan (2. himpunan penyelesaian dari (2.1. b≠0.1.1.2) m erupakan penyelesaian dari persam aan (2. akan didapat nilai untuk y.3) (2. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 1 dan y = 4/3 memenuhi persamaan (2.y) yang memenuhi persamaannya. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 0 dan y = 2 memenuhi persamaan (2. Misal diambil suatu nilai x = 0 diperoleh y = 2. persamaan (2.4).1.4).1. Dari pengamatan di atas. Jadi pasangan (0. Oleh karena itu.2 Persamaan Linear Dua Peubah Persamaan linear dua peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0.2. Penyelesaian dari persamaan (2. 1. Pandang persamaan linear dua peubah 2𝑥 + 3𝑦 = 6 Mari kita amati seperti berikut ini.1. nilai x bisa diambil berapa saja. (2.1. 4) atau dengan kata lain pasangan (0. 𝑦 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} 92 Persamaan dan Pertidaksamaan .y).1. c  R.4) mempunyai banyak penyelesaian. Jadi. suatu nilai x = 1 diperoleh y = 4/3. Secara umum.3) mempunyai tak berhingga banyak penyelesaian yang berbentuk (x.1.2) merupakan penyelesaian dari p ersam aan (2.4) 2.

4u – 4 = -5 kedua ruas ditambah 4.1.5 jika 4u – 4 + 4 = -5 + 4 4u = -1 u = -1/4.6 Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan 3x + 4y = 2 ? Penyelesaian: Oleh karena x. x. diperoleh kedua ruas dibagi 4 . y) | 3x + 4y = 2 . himpunan penyelesaiannya adalah { (x . y ∈ R} CONTOH 2. 4u – 2v = . y ∈ R maka nilai x dan y yang memenuhi persamaan tersebut ada tak berhingga banyak.1. Himpunan penyelesaiannya adalah : { -1/4 } Persamaan dan Pertidaksamaan 93 .5 . Jadi.CONTOH 2.7 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan diberikan v = 2 Penyelesaian: 4u – 2v = . untuk v = 2 diperoleh 4u – 2(2) = -5.

atau 9t = -21 .8 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x + 3y = 4x – 8 jika y = -3.CONTOH 2. Penyelesaian: 2x + 3y = 4x – 8 . kedua ruas dibagi 9 t = -21/9 Himpunan penyelesaiannya adalah : {-21/9} 94 Persamaan dan Pertidaksamaan . 2x – 4x = -8 + 9 atau -2x = 1 .9 Selesaikan persamaan berbentuk 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5 jika s = -1 ? Penyelesaian: 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5. kedua ruas dibagi – 2 Diperoleh x = -1/2 CONTOH 2.1. 5t + 4t = -8 – 13 .1. pengelompokkan pada kedua ruas. untuk y = -3 diperoleh 2x + 3(-3) = 4x -8 2x – 9 = 4x – 8 pengelommpokkan pada kedua ruas. untuk s = -1 diperoleh 5t – 3 (-1) + 10 = 3(-1 ) – 4t – 5 atau 5t + 3 + 10 = -3 – 4t – 5 atau 5t + 13 = -8 – 4t .

b. dapat diperoleh nilai – nilai x dan y : Untuk x = 0 Untuk x = 1 Untuk x = 2 Untuk x = 3 maka y = 6 maka y = 4 maka y = 2 maka y = 0  RANGKUMAN  Persamaan linear satu peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 𝑐 dengan a ≠ 0. c  R. 𝑦)|𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} Persamaan dan Pertidaksamaan 95 . 𝑐. b≠0.CONTOH 2. dan c  R mempunyai:    penyelesaian 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 himpunan penyelesaian 𝑎 ≠ 0.1.10 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan linear 2x + y = 6 jika x. Dan mempunyai himpunan penyelesaian {(𝑥. y bilangan bulat positif ? Penyelesaian: Dari persamaan 2x + y = 6. 𝑏 ∈ 𝑅} Persamaan linear dua peubah dinyatakan sebagai 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0.

3𝑠 − 7 = − 4𝑠 d. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 7(4+5/p) = 8 2. 7 + 8h = -7-8h e. c. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut untuk s = 1 a. 7 ( 4 – 5/p) = 8 h. a. 7x – 6 = 8 + 8x f. 6k – 4 = 4 – 6k d. = 7 4+4𝑏 Selesaikan persamaan berikut ini. 5(3x . 𝑠 + 8 = e. 2 3𝑥−4 3 4−3𝑦 b. 4x + 5 = 5y -4 c. 2s + 4 = 4 – 5t.7 = 7-7x e. e. 2 + 𝑡 = 7𝑡 − 8 c. 3 – 2/x = 4 +3/x c. a. 8 − d. a.2) = 10 15y f. 7x . 3y+2/3 =9y-2/3 3. 5y +3x = 7 d. Dapatkan himpunan semua penyelesaian dari persamaan berikut ini. 3 4𝑥+2 2 2𝑦 −3 = = 4. 3 2𝑏−4 1 3 − 2 = 𝑡 + 5 𝑑 4 − =6 7 𝑦 g. 4𝑡+6 4 b. 2 𝑑 4 𝑦 4 5 b. 3 6𝑡−4 4 2𝑡 b. 3 𝑢 −2 = 3 2−𝑢 = 6−4𝑡 4 f. 5𝑡 7 2𝑠 𝑡 = 4𝑠 + 4𝑠 5 4𝑠 5𝑡 −6 −6 = +5 = 2 4+4𝑠 f. 4 ( 2t + 3s ) = 8 t + 8 96 Persamaan dan Pertidaksamaan .SOAL LATIHAN 2-1 1.

Persamaan dan Pertidaksamaan 97 . e. 2𝑕 𝑥 − = untuk h = y 𝑥 8 𝑕 7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini dengan grafik. 𝑢 − = 3𝑣 − c. 7𝑢 − = 4𝑣 + d. 2𝑦 𝑧 2 𝑥 3 𝑦 3𝑥+2𝑦 −7 𝑥𝑦 7 8 untuk x = 1 dan y bilangan cacah − = 2 𝑧 untuk y bilangan ganjil dan z bilangan genap. 4𝑚– 3𝑛 = 2 3𝑚 3 𝑣 3𝑢 2𝑣 + 8 untuk v = 1 dan u bilangan bulat + 5𝑛 − 6 untuk m bilangan ganjil dan n bilangan bulat positif. 4(2𝑛 + 3𝑚 ) = 8 𝑚 + 8 untuk n=x f. y riil b. 5𝑡−2𝑠 3𝑡 = 4𝑠+4 6 Selesaikan persamaan berbentuk. 4 3𝑡 − 2 2𝑠 = 1 4𝑡 −5 h. 4𝑡 − 5𝑠 = 2𝑠 3𝑡 + 4𝑠 untuk t real negatip dan s bilangan sembarang. a.g. 4𝑡 + 5𝑠 = 3 𝑣 2𝑠 3𝑡 + 4𝑡 untuk t = -2 3𝑢 4𝑣 c. b. 5. d. + = f. 2x + 4y – 6 = 5 untuk x=2. 5𝑝−𝑞 2𝑝 − 8 untuk v=-2 1 2 = 4𝑞 +4 6 untuk 𝑞 = e. a. 6. 4x – 3y + 4 = 5 untuk semua bilangan x.

Pegy mempunyai banyak pekerja keliling. b. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x). Salah satu pekerjanya bernama si A. 2. Bentuk umum persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0. Jika si A berhasil menjual x paket. dan besarnya adalah 0. 𝑥 2 − 2𝑥 + 1 = 0. Pada permasalahan ini. kita lihat beberapa contoh persamaan kuadrat berikut ini. 3y2+4y+5=1. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat. persamaan kuadrat dengan a=1. CONTOH 2. Dalam setiap harinya. Dalam penjualan. b=4.2.1 1. Sebagai ilustrasi: si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue. b=-2. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi.2 Persamaan Kuadrat Persamaan kuadrat seringkali dijumpai dari permasalahan yang muncul dari suatu fenomena nyata. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A.2. Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10. c  R.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0.2𝑥 2 .2. persamaan kuadrat dengan a=3. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A. c=1. c= 5–1= 4. (2. 98 Persamaan dan Pertidaksamaan .1) Untuk lebih jelasnya.

c= -16. CONTOH 2. c= 1-1 = 0. c merupakan bilangan rasional maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Rasional.3. 3. b.5 = 0 . 4n2-16=0. b=2. b=0. b . d. 2. Jika c = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Tak Lengkap. b. a. c merupakan bilangan real maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Real. Bentuk persamaan kuadrat bergantung pada koefisian dari peubah x yaitu a . 5. Jika b = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Sejati. 2𝑡 2 + 2𝑡 + 1 = 1. persamaan kuadrat dengan a=2.2 Nyatakan persamaan berikut menjadi bentuk umum. u2 + 2u1/2. bukan persamaan kuadrat karena terdapat pangkat ½ dari peubah u. 3 𝑥−2 + 2 =7 𝑥+3 Persamaan dan Pertidaksamaan 99 . persamaan kuadrat dengan a=4. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3 ) Penyelesaian: Bentuk umum persamaan kuadrat yang diminta adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0. Jika nilai a. c sehingga terdapat beberapa bentuk persamaan kuadrat : 1. (x – 2)(x + 5) = 0 c. 4.2. (2x – 4)2 – 6 = 2x. b. 4. Jika nilai a.

b. dijabarkan menjadi 3x2 – 6x + 3 = x2 + 3x 3x2 – x2 – 6x –3x+3= 0 atau 2x2 – 9x+3 = 0. b. c. b. Oleh karena itu penyelesaian dari persamaan kuadrat tersebut juga bergantung pada nilai a. dijabarkan menjadi 3x+9+2x -4 = 7(x2 + 3x – 2x -6 ) atau 7x2 +2x – 47=0 2.a. d. (x – 2)(x + 5) = 0. c dan 100 Persamaan dan Pertidaksamaan . dijabarkan menjadi (2x)2 –2(2x)(4) + (4)2 -6 = 2x 4x2 – 16x + 16 -6 = 2x atau 4x2 – 18x +10 = 0. 3 𝑥−2 4x2 – 16x – 2x + 10 = 0 atau + 2 =7 𝑥+3 disamakan penyebutnya menjadi 3 𝑥 + 3 + 2(𝑥 − 2) =7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3) atau 3 𝑥 + 3 + 2 𝑥 − 2 = 7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3). dijabarkan menjadi x2 + 5x – 2x – 10 = 0 atau x2 + 3x – 10 = 0. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3) .1 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat Seperti halnya yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa persamaan kuadrat bergantung pada nilai-nilai a. (2x – 4)2 – 6 = 2x. c.2.

Sehingga diperoleh: 𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑥 + 𝑞 = 0.hasil penyelesaian tersebut berupa nilai peubah x yang disebut sebagai akar-akar persamaan kuadrat.2. Dengan cara memfaktorkan Cara ini dilakukan berdasarkan pada definisi yang berlaku pada bentuk kesamaan kuadrat bahwa x2 + (a + b)x + ab = (x + a)(x + b).2) maka persamaan (2.2.-q }. Jadi akar–akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1= -p dan x2=-q. Persamaan dan Pertidaksamaan 101 . Cara lain dalam memfaktorkan persamaan kuadrat untuk 𝑎 ≠ 1 dapat dilakukan sebagai berikut. Terdapat 3 cara untuk menyelesaikan persamaan kuadrat : 1.2) dapat dan 𝑝 𝑞 = 𝑐 𝑎 difaktorkan menjadi (𝑥 + 𝑝)(𝑥 + 𝑞) = 0. 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 (2.2). dengan a≠0 kedua ruas dibagi a atau jadikan koefisien x2 menjadi 1 seperti persamaan (2. Perhatikan bentuk persamaan kuadrat : ax2 + bx + c = 0. Himpunan penyelesaian persamaan tersebut adalah { -p.2.

2. kedua ruas dibagi 2 diperoleh x2 – 3x – 10 = 0 dapat dirubah menjadi x2 + (2 – 5)x + (-5)(2) = 0 .2. 102 Persamaan dan Pertidaksamaan .Perhatikan bentuk persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0. Sehingga diperoleh 𝑎𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑎𝑥 + 𝑞 = 0 . Penyelesaian: 2x2 – 6x – 20 = 0 .3) dapat difaktorkan menjadi (𝑎𝑥 + 𝑝)(𝑎𝑥 + 𝑞) = 0. persamaan ini dapat ditulis dalam bentuk : 1 𝑎 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 atau 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 (2.2. 𝑎 −𝑝 𝑎 dan CONTOH 2.3 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x2 – 6x – 20 = 0 ?. terlihat bahwa p = 2 dan q = -5 maka persamaan kuadrat tersebut dapat ditulis (x + 2)(x – 5) = 0 dengan x +2 = 0 dan x – 5 = 0 diperoleh akar – akar x1 = . Jadi akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah 𝑥1 = 𝑥2 = −𝑞 .3) Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 dan 𝑝𝑞 = 𝑐. maka persamaan (2.2 dan x2 = 5.

Jadi.2.2. CONTOH 2. 2 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 103 .10 = 2x2 + 3x + 2 Penyelesaian: 3x2 + 4x .3}. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2.4 Selesaikan persamaan kuadrat berbentuk 3x2 + 4x .5 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan kuadrat 1 2 𝑥 3 + 𝑥 + 2 = 0. CONTOH 2. Akar-akar persamaan adalah x1 = 3 dan x2 = -4 sehingga himpunan penyelesaian adalah {-4.2 = 0 diperoleh persamaan berbentuk x2 + x – 12 = 0 atau dapat ditulis x2 + (4 – 3)x + 4(-3) = 0 dan terlihat bahwa p = 4 dan q = -3 x2 + x – 12 = (x + 4)(x – 3) = 0 sehingga diperoleh x + 4 =0 dan x – 3 = 0.10 = 2x2 + 3x + 2 Jadikan persamaan berbentuk umum dengan membuat ruas kanan sama dengan 0 3x2-2x2 + 4x – 3x – 10 . 5}.

3 3 1 2 Untuk itu. Jadi akar-akar persamaannya adalah x1= -2 dan x2= -3. 2 𝑥 − = 1. Didapat hasil x2 + 5x + 6 = 0 atau dapat ditulis x2 + (2 + 3)x + 2(3) = 0 dan terlihat bahwa p = 2 dan q = 3 x2 + 5x + 6 = (x + 2)(x + 3 ) = 0. Sehingga diperoleh x+2= 0 dan x+ 3 = 0.6 Selesaikan persamaan berbentuk Penyelesaian: Pada persamaan 2 𝑥−1 2 𝑥−1 − = 1.-3} CONTOH 2.2.Dari persamaan 𝑥 2 + 𝑥 + 2 = 0. ruas kiri penyebutnya disamakan. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2. 2 𝑥 Sehingga diperoleh: 2𝑥 − 2(𝑥 − 1) =1 𝑥(𝑥 − 1) atau 2 =1 𝑥(𝑥 − 1) 104 Persamaan dan Pertidaksamaan . kedua ruas dari persamaan dikalikan dengan 3. koefisien dari 𝑥 2 dijadikan 1. Oleh karena itu.

Jadikan koefisien x2 menjadi 1 dengan membagi kedua ruas dengan a. Perhatikan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0.2.4) 𝑥 + 𝑝 2 = 𝑞 (2. 2}. Persamaan dan Pertidaksamaan 105 . diperoleh: 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Atau 𝑥 2 + 2 𝑥 2 + 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 𝑥 + − + =0 𝑐 𝑎 𝑥 + = 𝑐 𝑎 − 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = − (2. didapat: 2 = x(x -1) atau x2 – x – 2 = 0. Lakukan pemfaktoran sehingga didapat hasil: x2 + (1 – 2)x + (–2)(1) = 0 atau (x + 1)(x – 2) = 0 Dari sini diperoleh x + 1 = 0 atau x – 2 = 0 Sehingga akar–akar persamaan tersebut adalah x1 = -1 atau x2 = 2.Selanjutnya kedua ruas dikalikan dengan x(x-1).2. Jadi himpunan penyelesaian adalah {-1.2. Dengan Cara Melengkapkan Kuadrat Sempurna Cara lain untuk menyelesaikan persamaan kuadrat adalah dengan melengkapkan kuadrat sempurna. 2.5) merupakan bentuk kuadrat sempurna.5) Persamaan (2.4) dan (2.2.

Himpunan penyelesaiannya adalah : {-2}. CONTOH 2.2.8 Nyatakan persamaan kuadrat 3x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?. x2 + 2x + 12 + 2 = 0 atau x2 + 2x + 12 = . melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna.4) nilai menjadi 𝑥 2 + 2 Atau 𝑥 + CONTOH 2. maka persamaan di atas 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0.2.2. kedua ruas dibagi 3 diperoleh x2 + 2x + 3 = 0.2 . 106 Persamaan dan Pertidaksamaan . Penyelesaian: 3x2 + 6x + 9 = 0.7 𝑏 2𝑎 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 = 𝑐 𝑎 . Penyelesaian: x2 + 4x + 4 = 0 dapat ditulis x2 + 2(2)x + 22 = (x + 2)2 = (x + 2)(x + 2 )= 0. Akar – akar persamaan tersebut adalah x1 = -2 dan x2 = -2. =0 (2.6) Dapatkan himpunan penyelesaian dari x2 + 4x + 4 = 0 ?.Jika pada persamaan (2.2.

kedua ruas dibagi 4 diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0. atau 4 9 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 + 3 2 4 = 0. Didapat akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. Melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna dengan cara menyatakan persamaan kedalam bentuk 𝑥 2 + 2 Diperoleh hasil berikut ini. − + 3 2 4 27 16 + = 0.2.Jadi 3x2 + 6x + 9 = x2 + 2x + 12 + 2 = 0 . CONTOH 2. atau =− Ini merupakan bentuk kuadrat sempurna. x2 + 2x + 12 = -2 atau (x + 1)2 = . Persamaan dan Pertidaksamaan 107 . Penyelesaian: 4x2 + 6x + 9 = 0. 𝑥 2 + 2 𝑥 + 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 2 4 3 2 4 27 16 𝑏 2𝑎 6 4 9 4 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0.2. atau 27 16 = − .9 Nyatakan persamaan kuadrat 4x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?.

dari persamaan ini diperoleh dua persamaan berikut ini. Dengan Cara Menggunakan Rumus abc Akan ditunjukkan berikut ini bahwa persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a ≠ 0. atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = ( )2 − . 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 − ( )2 + = 0. atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = (𝑥 + 𝑏 2 ) 2𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 . mempunyai akar-akar 𝑥1 = dan 𝑥2 = −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 Pada ax2 + bx + c = 0. lanjutkan dengan melengkapkan dalam bentuk persamaan kuadrat sempurna. kedua ruas dibagi dengan a diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0.  Pertama: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥1 = 108 Persamaan dan Pertidaksamaan .3. atau = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 .

7) Persamaan (2.10 Dengan menggunakan rumus abc. dan c = 6.2. Penyelesaian: Pada persamaan 2x2 – 2x + 6 = 0. CONTOH 2. Oleh karena itu. mempunyai a = 2. Kedua: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 =− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥2 = Kedua akar x1 dan x2 di atas. akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 − −2 ± −2 2 2 2 𝑥12 = −4 2 6 𝑥12 = 2 ± 4 − 48 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 109 . b = .2.2.2. dapatkan akar-akar persamaan kuadrat 2x2 – 2x + 6 = 0 ?. biasa dituliskan dalam bentuk: 𝑥12 = −𝑏± 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 (2.7) dinamakan rumus abc.

110 Persamaan dan Pertidaksamaan . CONTOH 2.11 Selesaikan persamaan kuadrat 3x2 + 2x – 4 = 0 ?.𝑥12 = 2 ± −44 4 tanda negatif pada akar. persamaan kuadrat Oleh karena terdapat tersebut tidak mempunyai akar real. Penyelesaian: x2 + 5x + 4 = 0 yang mempunyai a = 1.2. b = 5 dan c = 4 Oleh karena itu. akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −5 ± 52 − 4 1 4 2 1 −5 ± 25 − 16 2 5±3 2 5+3 2 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 4 dan 𝑥2 = 5−3 2 = 1.

2. b = 4 dan c = 4. kalikan kedua ruas dengan x diperoleh -x2 + 4x = -4 -2x2.12 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan – 𝑥 + 4 = Penyelesaian: – 𝑥 + 4 = −4 𝑥 −4 𝑥 − 2𝑥 ?. Jadi himpunan 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari penyelesaiannya adalah { −2 }. ruas sebelah kanan dibuat sama dengan 0 -x2 + 2x2 + 4x +4 = 0 atau dapat ditulis x2 + 4x + 4 = 0. − 2𝑥.CONTOH 2. merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −4 ± 42 − 4 1 4 2 1 −4 ± 16 − 16 2 −4 = −2 2 sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. Persamaan dan Pertidaksamaan 111 . Dengan menggunakan rumus abc.

diperoleh: −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 (𝑥 + 1). b = 3 dan c = -4.CONTOH 2. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −3 ± 32 − 4 1 −4 2 1 −3 ± 9 + 16 2 𝑥12 = 𝑥12 = 112 Persamaan dan Pertidaksamaan . Dengan menggunaakan rumus abc. diperoleh: (𝑥 2 + 𝑥) 𝑥 + 2 = −𝑥 2 + 3𝑥 + 4.2. kedua ruas dibagi 𝑥 + 1 −𝑥 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 . 𝑥+2 −𝑥 2 +3𝑥+4 𝑥+2 ?. atau −𝑥 2 − 2𝑥 = 𝑥 − 4. atau −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 2 − 3𝑥 − 4. ruas kanan difaktorkan.13 Selesaikan persamaan berbentuk 𝑥 2 + 𝑥 = Penyelesaian: 𝑥 2 + 𝑥 = −𝑥 2 +3𝑥+4 . kedua ruas dikalikan dengan x + 2. atau 𝑥 2 + 3𝑥 − 4 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1.

b = -2 dan c = 1.14 Selesaikan persamaan (x2 – x)(x + 2 ) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6) ? Penyelesaian: (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6 ) .𝑥12 = −3 ± 25 −3 ± 5 = 2 2 −3+5 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 1 dan 𝑥2 = −3−5 2 = −4. diperoleh (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +(2+3)x + 2(3). CONTOH 2. -x dan -3 diperoleh x2 – 2x +1 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. Dengan menggunaakan rumus abc. diperoleh (x2–x)(x+2) = -4(x+2)+(x + 2)(x + 3) kedua ruas dengan (x + 2) didapat (x2 – x) = -4 + (x + 3).2. kedua ruas ditambah 4. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −(−2) ± (−2)2 − 4 1 1 2 1 𝑥12 = Persamaan dan Pertidaksamaan 113 . dengan memfaktorkan persamaan kuadrat pada ruas kanan.

Ada tiga nilai diskriminan yaitu:    Jika 𝐷 = 0.2 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat Pada subbab ini akan dibahas beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar persamaan kuadrat x1 dan x2. menurut rumus abc dinyatakan sebagai: 114 Persamaan dan Pertidaksamaan . Ketiga kondisi ini tergantung dari nilai 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. 2. Jika 𝐷 > 0. Nilai ini dinamakan diskriminan dan sering disimbulkan dengan 𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. ada juga yang akarnya berupa bilangan imaginer.𝑥12 = 𝑥12 = 2± 4−4 2 2± 0 =1 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = 1. terlihat bahwa nilai akar ada mempunyai dua akar real berbeda. Akar dari persamaan kuadrat. maka persamaan kuadrat mempunyai akar sama atau akar kembar x1 = x2. maka persamaan kuadrat mempunyai akar imaginer.2. ada yang dua akarnya kembar (sama nilainya). Jika 𝐷 < 0. Dari beberapa contoh penyelesaian persamaan kuadrat yang menggunakan rumus abc. maka persamaan kuadrat mempunyai dua akar real berbeda. x1 ≠ x2.

8) dan (2. Jika 𝑥1 ditambahkan dengan 𝑥2 .9) Dengan persamaan (2.10) Persamaan dan Pertidaksamaan 115 .2. maka dapat diperoleh: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 + 2𝑎 2𝑎 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 (2. Jika 𝑥1 dikalikan dengan 𝑥2 .𝑥1 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 𝑥2 = Beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar ini adalah: 1.2.2.8) 2. persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dapat dinyatakan dalam bentuk: 𝑏 𝑐 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 𝑎 𝑎 atau 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 (2. maka dapat diperoleh: 𝑥1 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 × 2𝑎 2𝑎 𝑏 2 − (𝑏 2 − 4𝑎𝑐) 4𝑎2 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 𝑥1 𝑥2 = (2.2.9).2.

16 Jika 𝑥1 adalah salah satu akar persamaan kuadrat 𝑥 2 − 2𝑝𝑥 + 𝑝 = 0 dan akar lainnya adalah Penyelesaian: 𝑥2 = 1 𝑥 1 1 𝑥 1 maka dapatkan nilai dari p ?. atau 𝑥1 𝑥2 = 1. Penyelesaian: 𝑥1 = 1 + 2 dan 𝑥2 = 1 − 2 a. didapatkan persamaan kuadrat: x2 – (x1 + x2 )x + x1x2 = 0 atau x2 – 2x – 1 = 0. CONTOH 2. 𝑥1 𝑥2 = 1 + 2 × 1 − 2 = 1 − 2 = −1 Kita masukkan ke dalam persamaan (2.15 Carilah persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 + 2 dan 1 − 2.10). Salah satu bentuk persamaan kuadrat adalah 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Dari sini terlihat bahwa 𝑝 = 𝑥1 𝑥2 = 1.2. 𝑥1 + 𝑥2 = 1 + 2 + 1 − 2 = 2 b.2.CONTOH 2.2. 116 Persamaan dan Pertidaksamaan .

5 𝑐 𝑎 8 Selanjutnya nilai p dicari dari 𝑥1 𝑥2 = 28 55 = 8 2𝑝 atau = 8 2𝑝 atau nilai 𝑝 = 25 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 117 . nilai 𝑥1 = 4𝑥2 = 4 = . Jika salah satu akarnya merupakan 4 kali akar yang lain. maka:  4𝑥2 + 𝑥2 = 2 atau 𝑥2 = 2 5 8 5 2 5 Dari ini. didapat:  𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 4𝑝 2𝑝 = =2 Karena diketahui bahwa 𝑥1 = 4𝑥2 .CONTOH 2. Jadi akar-akarnya adalah 2 5 dan .2.17 Perhatikan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0. maka dapatkan nilai p dan akar-akar tersebut ? Penyelesaian: Perhatikan kembali bentuk persamaan kuadrat: 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Kalau kita padankan dengan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0.

CONTOH 2. Untuk 𝑝1 = 4 2.18 Salah satu akar dari persamaan kuadrat -4x2 + px – 16 = 0 adalah -2 kali terhadap akar yang lain. −4 diketahui x1 = -2x2 maka (-2x2)x2 = -4 diperoleh (x2)2 – 2 = 0 atau 𝑥2 = ± 2 dan 𝑥1 = −2𝑥2 = ±2 2 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 =2 2− 2 diperoleh 𝑝1 = 8 2 − 4 2 = 4 2 dan 𝑝2 = −8 2 + 4 2 = −4 2 . persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 + 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = 2 2 dan 𝑥2 = − 2 Untuk 𝑝2 = −4 2. persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 − 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = −2 2 dan 𝑥2 = 2 118 Persamaan dan Pertidaksamaan . Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −16 . dapatkan nilai p dan bentuk persamaan kuadratnya.2.

Jika untuk x2 = 2.2.19 Dapatkan akar-akar dan nilai p jika persamaan kuadrat berbentuk x2– 2px + 12=0 dan selisih dari akar-akarnya adalah 4. Oleh karena x1 = 4 + x2 maka untuk x2 = -6 diperoleh x1 = -2 dan untuk x2 = 2 diperoleh x1 = 6. Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = 12 1 = 12 diketahui bahwa x1 – x2 = 4 atau x1 = 4 + x2 maka (4 + x2)x2 = 12 atau x2 + 4x – 12 = 0. x1 = 6 maka diperoleh p = 8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0. Persamaan dan Pertidaksamaan 119 . 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 jika untuk nilai x2 = -6 dan x1 = -2 maka diperoleh p = -8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0 . dengan cara faktorisasi dapat diperoleh (x + 6)(x – 2) = 0 yang mempunyai akar-akar x2 = -6 dan x2 = 2.CONTOH 2.

demikian pula untuk akar 𝑥2 = 3 diperoleh 𝑥1 = − Jadi jumlah kedua akar-akarnya persamaan kuadrat mempunyai 2 1 1 5 kemungkinan yaitu 𝑥1 + 𝑥2 = 3+ 3= 3 atau 3 2 6 𝑥1 + 𝑥2 = 1 3 3− 1 2 3=− 1 6 3 Dengan demikian persamaan kuadratnya adalah 𝑥 2 − atau 𝑥 2 + 1 1 3𝑥 + = 0 6 2 5 1 3𝑥 + = 0 6 2 120 Persamaan dan Pertidaksamaan . Penyelesaian: Misalkan akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1 dan x2. dapatkan persamaan kuadrat tersebut.2. telah diketahui bahwa 𝑥1 𝑥2 = 3 4 1 2 dan 𝑥1 = 𝑥2 .20 Hasil kali akar-akar suatu persamaan kuadrat adalah 2 3 1 2 dan salah satu akar dari akar yang lain.CONTOH 2. diperoleh 1 2 2 3 2 𝑥 3 2 𝑥2 = 1 2 atau dapat ditulis 𝑥 2 − = 0 dengan akar-akar 𝑥12 = ± Untuk akar 𝑥2 = 1 2 3 1 3 3 diperoleh 𝑥1 = 1 − 2 1 3 3 3.

(x1 . a ≠ 0 dengan akar x1 dan x2. (𝑥1 + 𝑥2 )2 f.2.2. x12x2+ x22x1+ x1x2 4. 𝑥1 + 𝑥2 d. maka dapatkan nilai – nilai dari hubungan akar-akar dibawah ini : a. 1 𝑥 1 1 𝑥 2 + CONTOH 2.x2)2 2. x12 + x22 3. 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 3 3 c. 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 Hubungan diantara akar-akar x1 dan x2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 seperti dapat dipakai untuk mempermudah pencarian bentuk-bentuk hubungan antar akar-akar yang lainnya seperti: 1.3 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya Misalkan persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0.21 Jika akar-akar persamaan kuadrat 4x2 + 2x – 1 = 0 adalah x1 dan x2. 2 2 𝑥1 + 𝑥2 2 2 b. 3 𝑥 1 e. 2 2 𝑥1 − 𝑥2 + 𝑥 3 2 Penyelesaian: Dari persamaan kuadrat dapat diperoleh hubungan akar-akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −2 4 = −1 2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −1 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 121 .2.

dari contoh diatas telah diperoleh x12 + x22 = sehingga diperoleh x13 + x23 = −1 3 2 4 3 4 −1 2 − −1 2 = 2 2 2 2 d. x13 + x23 = ( x1 + x2 )( x12 – x1 x2 + x22 ) = ( x1 + x2 )( x12 + x22– x1 x2 ). Seperti sebelumnya. telah diketahui sebelumnya bahwa bentuk sempurna kesamaan kuadrat: 2 2 𝑥1 + 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 dengan demikian: 2 2 𝑥1 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 − 2𝑥1 𝑥2 = ( −1 2 −1 3 ) −2 = 2 4 4 b. Bentuk 𝑥1 + 𝑥2 dinyatakan dalam bentuk penjumlahan dan perkalian dari akar-akar persamaan kuadrat. dapat dicari x12 x2 + x22 x1 = x1 x2 ( x1 + x2 ) Sehingga diperoleh x12 x2 + x22 x1 = −1 −1 4 2 = 1 8 c.2 2 a. 𝑥1 − 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 + 2𝑥1 𝑥2 = ( )2 + 2 = −1 4 122 Persamaan dan Pertidaksamaan . 3 4 Dengan demikian (𝑥1 − 𝑥2 )2 = − 2 4 −1 2 3 −1 4 = 5 4 −1 4 2 2 e. (𝑥1 − 𝑥2 )2 = 𝑥1 − 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = 𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥1 𝑥2 2 2 Telah dicari sebelumnya bahwa 𝑥1 + 𝑥2 = .

maka didapat penjumlahan akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 dan perkalian akar 𝑥1 𝑥2 = .  Menggunakan Rumus Penjumlahan dan Perkalian Akar-akar Jika diketahui persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0. CONTOH 2.f.2.22 Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah x1 + 3 dan x2 + 3 dimana x1 dan x2 akar-akar persamaan x2 + 4x + 4 = 0. Dengan menggunakan penggantian. 2. Untuk menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya mempunyai hubungan dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui mempunyai 2 cara yaitu: 1. 𝑐 𝑎 Untuk menentukan persamaan kuadrat baru perlu untuk dicari akar-akar dari persamaan kuadrat tersebut dan hubungannya dengan akar – akar persamaan kuadrat yang diketahui. Persamaan dan Pertidaksamaan 123 . 3 𝑥 1 + 3 𝑥 2 = 3𝑥 2 +3𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = 3(𝑥 1 +𝑥 2 ) 𝑥 1 𝑥 2 = 3(−2 ) −1/4 1 =6 ■ Menyusun Persamaan Kuadrat Jika Akar-akarnya Mempunyai Hubungan Dengan Akar-akar Persamaan Kuadrat Lainnya. Dengan menggunakan rumus penjumlahan dan perkalian akarakar.

2.3 = x1 dapat dicari akar-akar tersebut dari:  x1 + x2 = -4 atau u1 – 2 + u2 – 3 = -4 sehingga u1 – 3 + u2 – 3 = -4 atau u1 + u2 = 2  x1x2 = 4 atau (u1 – 3)(u2 – 3) = 4 atau diperoleh persamaan u1u2 – 3 (u1+ u2) = -5 atau u1u2 = -5 + 3(2) = 1. 124 Persamaan dan Pertidaksamaan . Jika dimisalkan persamaan kuadrat baru berbentuk au2 + bu + c = 0 dengan akar-akar u1 = x1 + 2 atau u1 .23 Tentukan persamaan kuadrat yang akar-akarnya 3 𝑥 1 dan 3 𝑥 2 jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat x2 + 2 x + 1 = 0 ? Penyelesaian: Penjumlahan akar-akar x1 + x2 = -2 dan Perkalian akar-akar x1 x2 = 1.Penyelesaian: Persamaan kuadrat x2 + 4x + 4 = 0 mempunyai jumlahan akar-akar x1 + x2 = -4 dan perkalian akar-akar x1x2 = 4 .3 = x2 maka CONTOH 2. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah u2 – (u1 + u2)u + u1u2 = 0 atau u2 – 2u + 1 = 0 dan u2 .

3 3 = 𝑦1 𝑦2  x1 x2 = 1 atau 1 atau y1 y2 = 9 sehingga dapat diperoleh 3(y1 + y2) = . CONTOH 2. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – (y1 + y2) y + y1 y2 = 0 atau y2 + 6y + 9 = 0  Menggunakan penggantian Untuk mendapatkan persamaan kuadrat yang baru dengan cara penggantian dapat dilakukan jika akar-akar persamaan kuadrat yang baru simetri dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui. 1 𝑑 𝑥 1 dan 1 𝑑 𝑥 2 dengan d adalah konstanta yang tidak nol.24 Jika x1dan x 2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat dari x 2 – 4 x + 4 = 0 maka dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya adalah : a.6 . 2 2 2 2 b.2.2 y1 y2 atau y1 + y2 = .Misalkan persamaan kuadrat baru berbentuk a y2 + b y + c = 0 dengan akar-akar 𝑦1 = 3 𝑥 1 atau 𝑥1 = 3 𝑦1  x1 + x2 = -2 atau 3(𝑦1 +𝑦2 ) 𝑦1 𝑦2 + 3 𝑦2 3 𝑦1 dan 𝑥2 = 3 𝑦2 . dapat dicari: = −2 atau = −2 atau 3(y1 + y2) = -2y1y2. 𝑥1 + 𝑥2 dan 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 𝑥1 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 125 .

dapat dilakukan penggantian dari akar-akar tersebut yaitu 𝑦 = kuadrat x2– 4x +4 = 0 yaitu 1 2 𝑑𝑦 1 𝑑𝑥 1 𝑑𝑦 atau 𝑥 = pada persamaan −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0 atau 1 𝑑𝑦 2 −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0.25 Dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 1 𝑥 1 𝑥 2 dan 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 dimana x1 dan x2 merupakan akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – ( y1 + y2 ) + y1 y2 = 0 atau y2 – 256 = 0 CONTOH 2. Oleh karena itu. Penyelesaian: 126 Persamaan dan Pertidaksamaan .Dari persamaan yang diketahui x2 – 4 x + 4 = 0 dapat diperoleh x1 + x2 = 4 dan x1 x2 = 4 a. kedua ruas dikalikan d2y2 diperoleh 1 – dy + 4d2y2 = 0 atau 4d2y2 – dy + 1 = 0 b. Misalkan akar-akar persamaan baru adalah y1 = x12 + x22 atau y1 = ( x1 + x2 )2 – 2 x1 x2 = 16 – 32 = -16 dan y2 = x12 x2 + x22 x1 atau y2 = x1 x2 ( x1 + x2 ) = 16.2. Misalkan akar-akar persamaan baru adalah 𝑦1 = 𝑦2 = 1 𝑑𝑥 2 1 𝑑𝑥 1 dan dimana penjumlahan dan perkalian dari akar-akar tersebut berbentuk simetri walaupun nilai dari x1 dan x2 dirubah.

Keuntungan tersebut dibagai rata pada setiap anggotanya. kita telah belajar banyak tentang persamaan kuadrat dan berbagai cara menyelesaikan persamaan kuadrat. kita akan menggunakan persamaan kuadrat untuk menyelesaikan beberapa permasalahan.2. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 250.26 Sekelompok orang melakukan usaha bersama membentuk suatu badan usaha. Misalkan akar-akar persamaan kuadrat yang baru adalah 𝑣1 = dan 𝑣2 = 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 = 𝑥 1 +𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = −6 9 = −2 3 1 𝑥 1 𝑥 2 =9 .000 lebih banyak dari penerimaan yang dibagai pada semua anggotanya.000. diperoleh persamaan kuadrat 25 3 yang baru adalah v2 – (v1 + v2) + v1v2 = 0 atau 𝑣 2 − 𝑣 − 6 = 0. Jika ada 2 orang anggota tidak mau menerima keuntungan usaha tahun pertama. Pada tahun pertama usaha tersebut mendapatkan keuntungan sebesar Rp 10. CONTOH 2.000.Dari persamaan kuadrat yang diketahui diperoleh 𝑥1 + 𝑥2 = dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 = −6 = 9. Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut. Pada subbab ini.4 Menerapkan Persamaan Kuadrat Sebelum ini. 2. Persamaan dan Pertidaksamaan 127 . Banyak permasalahan yang berhubungan dengan persamaan kuadrat.2.

maka setiap anggotanya menerima A rupiah. maka setiap anggotanya menerima B rupiah.000.000 + 250.000. Dari sini diperoleh 𝐴 + 250.000 = 1.000.000.000.000.000𝑥 ⟹ 𝑥 2 − 2𝑥 − 80 = 0 ⟹ 𝑥 − 10 (𝑥 + 8) = 0 128 Persamaan dan Pertidaksamaan .000 𝑥 − 2  Jika ada 2 orang tidak mau menerima keuntungan.000 = 𝐵 ⟹ ⟹ 10.000𝑥 − 20.000.000 10.  Jika keuntungan dibagi pada semua anggota kelompok.000.000𝑥 ⟹ 25𝑥 2 + 950𝑥 − 2.Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya anggota kelompok.000 𝑥 Jika keuntungan tersebut dibagi (x-2) orang.000.000.000 + 250.000 = 𝑥 𝑥 − 2 10. maka selisih yang diterima setiap anggota adalah Rp 250. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  10.000 = 10.000𝑥 2 + 9.000𝑥 ⟹ 250.000 + 250.000. Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 10.000𝑥)(𝑥 − 2) = 10.000 𝑥 10.500.000 = 𝑥 𝑥 − 2 ⟹ (10.

maka setiap peserta harus menambah biaya sebesar Rp 12. CONTOH 2.000 𝑥 Jika biaya sewa tersebut dibagi (x-8) orang.27 Panitia wisata menyewa sebuah bus seharga Rp 2. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang.000.2.500. maka setiap peserta membayar B rupiah. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  2.Dari persamaan ini.000 𝑥 − 8  Jika ada 8 peserta mengundurkan diri.500.000. maka setiap peserta membayar A rupiah.  Jika biaya sewa bus dibagi pada semua peserta. Dari sini diperoleh 𝐴 + 12.000. nilai x harus lebih besar nol. Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 2. Tentukan banyaknya peserta wisata tersebut.500 = 𝐵 Persamaan dan Pertidaksamaan 129 . Biaya sewa bus ditanggung secara merata oleh peserta wisata. Karena itu. Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya peserta wisata. maka setiap peserta menambah Rp 12. Jika pada saat mau berangkat ada 8 orang yang mengundurkan diri.000. Akan tetapi.

500𝑥)(𝑥 − 8) = 2.000 + 12.000𝑥 ⟹ 12.2.000.000. Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10.000. Karena itu. Akan tetapi. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A.000 = 𝑥 𝑥 − 8 ⟹ (2.2𝑥 2 .280 = 0 ⟹ 𝑥 − 40 (𝑥 + 8) = 0 Dari persamaan ini. Dalam penjualan. nilai x harus lebih besar nol.500 = 𝑥 𝑥 − 8 2.900. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling. Penyelesaian: 130 Persamaan dan Pertidaksamaan .000.000𝑥 − 16. Jika si A berhasil menjual x paket. CONTOH 2.⟹ ⟹ 2.000. Dalam setiap harinya. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x). Salah satu pekerjanya bernama si A.500 𝑥 2.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8.000 + 12.000.500𝑥 2 + 1.000.000𝑥 ⟹ 125𝑥 2 − 1.000 = 0 ⟹ 𝑥 2 − 8𝑥 − 1.000 + 12. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang. dan besarnya adalah 0.000.28 Si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi.000 = 2.000 2. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A.000𝑥 − 160.

2. Gambar 2.2𝑥 2 + 𝑥 − 10 = 0 ⇒ 𝑥 2 + 5𝑥 − 50 = 0 ⇒ 𝑥 + 10 (𝑥 − 5) = 0 Diperoleh x=-10 dan x=5. si A harus menjual sebanyak 5 paket agar si Pegy memperoleh pendapatan Rp 10 dari penjualan si A. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola. Jadi diperoleh hasil x=5.500 m2.1 Jalur lari dengan lebar tetap. Luas jalur dalam m2 adalah Persamaan dan Pertidaksamaan 131 . atau 0. lihat Gambar 2.1.Pada permasalahan ini.2. Jika luas jalur tersebut adalah 2.29 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m.2. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap. x tidak boleh negatif. CONTOH 2. Karena x adalah banyaknya paket barang yang dijual. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat 𝑥 + 0. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m. maka tentukan lebar jalur tersebut.2𝑥 2 = 10.

2. c  R.  RANGKUMAN  Bentuk umum persamaan kuadrat adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0. 2 maka penyelesaiannya adalah 𝑥1 = −𝑝 dan 𝑥1 = −𝑞. Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut adalah 25 m.500 = 0 (x+100) (x -25)=0 Karena nilai x > 0.L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 Karena luas jalur adalah 2. b.500 = 4x2 + 300x x2 + 75x . maka   𝑥1 + 𝑥2 = 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 132 Persamaan dan Pertidaksamaan . maka : 2.    Jika dapat difaktorkan ke bentuk 𝑥 + 𝑝 𝑥 + 𝑞 = 0. maka diperoleh x = 25 m. Mempunyai bentuk kuadrat sempurna 𝑥 + 𝑝 Mempunyai akar-akar 𝑥1 =  −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 = 𝑞 dan 𝑥2 = Jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat.500 m2.

3x2 – 6x = 9 b. Tentukan kecepatan ia berlari ? 5.SOAL LATIHAN 2-2 1. Amir pelari peserta PON berlatih lari 18 km. x2 + x – 12 = 0 c. x2 – 5x + 3 = 0 d. a. 3t2 + t – 2 = 0 f. x2 – 12x – 45 = 0 d. u2 + 8u – 9 = 0. 3. 6x2 – 7x + 2 = 0. x2 – 2x – 8 = 0. x2 – 4x – 5 = 0 e. 2x2 – 6x + 11 = 0. (2x + 3)2 = 25 b. (y – 2)(y – 2) = 9 e. x2 + 4x – 8 = 0 4.2 km perjam lebih cepat. x2 + 2x = 3 2. tujuannya adalah mengurangi waktu tempuh sebesar setengah jam. Dapatkan akar persamaan kuadrat dengan cara memfaktorkan. dengan bantuan murid SMU kelas 1 dianjurkan agar ia berlari 1. f. b. d. 2x2 -4x – 2 = 0 c. Carilah akar persamaan kuadrat dengan menggunakan rumus abc. x2 – 14x – 32 = 0 Carilah akar persamaan kuadrat dengan cara melengkapkan bentuk sempurna. a. (x – 1)2 = 100 c. x2 + 5x = -6 f. Peluru ditembakkan vertikal ke udara dengan kecepatan awal v0 dan pada saat Persamaan dan Pertidaksamaan 133 . a. e. Setiap sabtu.

jarak ujung tangga dengan lantai adalah 6. dapatkan persamaan kuadrat tersebut jika: a. b. Jumlah pangkat dua dari tiga bilangan ganjil adalah 515 . jika alas dan tutup kotak berbentuk bujur sangkar . tinggi =2? 7. b= 134 Persamaan dan Pertidaksamaan . Suatu tangga dengan panjang 10 bersandar pada tembok . 2 dan 7 b. d. tentukan bilangan –bilangan tersebut ? 8. tentukan jarak geseran kaki tangga agar ujung atas tangga bergeser sama panjang dengan geseran bawah ? 9. sisi balok berbentu empat persegi panjang maka dapatkan luas sisi balok untuk volume = 100 . u dan 2 – u d.5 ) a =( 3 − 5) dan b = ( 3 + 5) a= 1 ( 3− 5) 1 ( 3+ 5) . c. Suatu kotak berbentuk balok yang mempunyai volume = luas alas × tinggi. jika ketinggian maksimum 30 maka tentukan waktu sampai peluru mencapai tanah ? 6. Jika a dan b akar-akar persamaan kuadrat maka bentuk faktor dari persamaan kuadrat dapat ditulis (x + a)(x + b) = 0 . 4 dan -4 c. Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya. a = -3 dan b = 4. 1/t dan t yang berurutan 10.tertentu akan mencapai ketinggian sebesar v0t – 10t2 . alas dan tutup diabaikan. a = ( 2 + 5 )( 2 . a.

Salah satu akar persamaan –2x2 + px – p + 2 = 0 sama dengan 0. dapatkan nilai p dan akar-akarnya 13. Diketahui salah satu akar persamaan kuadrat x2 – 2qx + 4q = 0 tiga kali akar yang lain . hasil kali akar-akarnya = 2 d. jumlah akar-akarnya = -4 . Akar-akar persamaan kuadrat x2 – 2x – 4 = 0 adalah x1 dan x2 . Persamaan kuadrat berbentuk 2x2 + (p + 3) x – 4p = 0 yang selisih akar-akarnya sama dengan 7 . b. hasil kali akar-akarnya = c. dapatkan p dan akar. 𝑎 Dapatkan persamaan kuadrat yang hubungan diantara akar- akarnya adalah a. 16. p 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 135 . hasil kali akar-akarnya = 4. dapatkan nilai p. x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat x2 – 3x = .11. Susunlah suatu persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 2 ± 1 . hasil kali akar-akarnya = -1. jumlah akar-akarnya = 1 . 12. dapatkan bentuk simetri dengan tanpa mencari akar persamaannya .akarnya jika 2x1 + x2 = 2 ? 18. jumlah akar-akarnya = 3 . 14. dapatkan nilai p ? 17. Akar-akar persamaan (2p – 1)x2 – 15/2x – 3 = 0 saling 1 3 berkebalikan . jumlah akar-akarnya = 2 . Salah satu akar persamaan kuadrat 3x2 – (p – 3)x + p + 2 = 0 berlawanan 2 kali. dapatkan nilai p dan akar-akarnya 15. dapatkan nilai p dan akar-akarnya.

𝑥1 + 𝑥2 d. Akar persamaan kuadrat x2 – (p + 1)x – 2p+4 = 0. hitunglah bentuk berikut yang merupakan bentuk simetri dari x1 dan x2 a. Akar persamaan kuadrat x2 .2 2 a. 𝑥 1 𝑥 2 dan 𝑥 2 𝑥 1 1 𝑥 2 −2 b. 𝑥1 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 3 3 b. dan 136 Persamaan dan Pertidaksamaan . Susunlah persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 2 kali lebih kecil dari akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0 ? 24. x13 + x12 x2 + x1 x22 + x23 b. x12 + x12 x2 + x1 x22 + x22 = 2 21. Akar-akar persamaan 9x2 – 15x + p = 0 adalah x1 dan x2. 𝑥1 + 𝑥2 2 2 2 2 c. 1 𝑥 1 −2 dan d. hitunglah p jika a.3x + a . x12 dan x22 1 2 𝑥 1 1 2 𝑥 2 c.1= 0 adalah x1 dan x2. 1 𝑥 1−3 + 1 𝑥 2−3 19. Bilangan x1 dan x2 adalah akar persamaan x2 – 2bx + b2 = 0 . x14 + x24 d. dapatkan b jika x12 + x22= 2 ? 23. x12 + x22 = x1 + x2 untuk persamaan kuadrat x12 + x22 = 10 berbentuk x2 – px – 4 = 0 ? 22. Hitunglah p jika b . 1 3 𝑥 1 + 1 3 𝑥 2 20. x12 + x22 c. tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya a.

Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut.000 lebih banyak dari penerimaan semula. Jika 2 orang onggotanya mengundurkan diri. Sekelompok orang menerima borongan pekerjaan penggalian selokan dengan imbalan sebesar Rp 2 juta yang dibagi rata pada setiap anggotanya. tentukan a dan akarakarnya ? 27. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 50. 28. tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya x12 + x22 dan x12 . Seseorang berjalan menyusuri sepetak pekarangan berbentuk persegi panjang yang luasnya 216 m2 tanpa berhenti.12 = 0 mempunyai akar-akar x1 dan x2. Susunlah suatu persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya kebalikan dari akar-akar persamaan x2 – 6ax -6a = 0 ? 26. Andaikan langkah orang tersebut selalu tetap sebesar 60 cm. maka tentukan jumlah dari dua bilangan genap tersebut. 30. sebelum ada yang mengundurkan diri. Jika jumlah dari kebalikan dua bilangan genap yang berurutan adalah 9 40 . 29.25. Persamaan kuadrat 6x2 – x . Persamaan dan Pertidaksamaan 137 . maka tentukan ukuran pekarangan tersebut jika orang tersebut selesai mengelilingi pekarangannya dalam 100 langkah. Persamaan yang akar-akarnya 2 lebih kecil dari persamaan kuadrat x2 – 6ax -6a = 0 adalah 2x2 – 6x + 6 = 0 .x22.

3.5 meter per seragam pria dan 2. Ukuran besar memerlukan 1.2 meter untuk seragam pria dan 2 meter untuk seragam wanita.5 meter perseragam wanita. Peubah y menyatakan seragam dengan ukuran besar. dan banyaknya seragam wanita yang dapat dibuat adalah 2𝑥 + 2.5y = 100 dan 2x + 2. Sistem persamaan linear banyak sekali dijumpai dalam banyak aplikasi misalnya:  Seorang pengusaha busana seragam untuk pria dan wanita dengan bentuk yang berbeda dan terbagi dalam 2 ukuran sedang dan besar. 1. Ukuran sedang memerlukan 1. Misalkan peubah x menyatakan seragam dengan ukuran sedang. Dan ini membentuk dua persamaan linear berikut ini.5𝑦 = 200.5y = 200 138 Persamaan dan Pertidaksamaan .2x + 1.2 𝑥 + 1.2.5𝑦 = 100. Sistem persamaan linear 2 peubah dengan 2 persamaan.3 Sistem Persama a n Linear Sistem persamaan linear atau juga disebut sebagai sistem persamaan linear serentak merupakan kumpulan atau himpunan dari persamaan linear. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 2 persamaan. maka banyaknya seragam yang dapat dibuat untuk ukuran sedang dan besar adalah. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 3 persamaan. 2. Jika bahan yang tersedia untuk pria sebanyak 100 meter dan wanita 200 meter. Dalam buku ini dibahas system persamaan linear: 1. Banyaknya seragam pria yang dapat dibuat adalah 1.

.000  Pada ilustrasi nomor 2..per mobil. Rp2.000. maka banyaknya pengunjung kedua lokasi wisata tersebut adalah : 2500x + 1500 y + 1000 z = 10. Misal x menyatakan banyaknya pengunjung dewasa.000 3000 x + 2500 y + 1000 z = 12.per m obil. Banyaknya pengunjung dari ketiga lokasi wisata tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut.000 3000 x + 2000 y + 1000 z = 14. Permasalahan ini membentuk suatu sistem persamaan linear: 2500 x + 1500 y + 1000 z = 10..000.dengan harga karcis Rp 3.per anak dan Rp1. Lokasi C sebesar Rp14.000. Lokasi A sebesar Rp10.500. Lokasi B sebesar Rp 12. Rp1.000.per dewasa.000.500.000.000.000.000.000 Persamaan dan Pertidaksamaan 139 .per dew asa..dengan harga karcis Rp3..000..000. y menyatakan banyaknya pengunjung anak-anak dan z menyatakan banyaknya pengunjung mobil.500.500..per anak dan Rp1..000. Suatu obyek wisata yang mempunyai 3 lokasi dengan bentuk yang berbeda pada suatu tempat yang sama. jika hanya terdapat 2 lokasi pada obyek wisata tersebut.dengan harga karcis Rp2.. 3. Rp2.per dewasa.per mobil.000.000 3500 x + 2500 y + 1000 z = 12. 2.000..000.000.per anak dan Rp1. setiap lokasi pendapatan yang diperoleh rata-rata adalah 1.

y) yang memenuhi kedua persamaan linear tersebut sehingga memberikan pernyataan yang benar. b1 . b2 tidak boleh bersama – sama bernilai nol.2. 4. 2. a2 .1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah Sistem persamaan linear dua peubah secara umum dapat ditulis : a1x + b1y = c1 dengan a1 .3. Metode gabungan eliminasi dan substitusi. dibahas pada Bab 3. b2 . Metode Grafik. 1) Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Metode Grafik Menyelesaikan sistem persamaan linear dengan metode grafik maka persamaan a1x + b1y = c1 dan a2x + b2y = c2 dapat dipandang sebagai garis lurus maka perpotongan dari kedua garis tersebut merupakan penyelesaian dari sistem persamaan linear . Mencari penyelesaian dari sistem persamaan linear merupakan pasangan (x. Metode Matriks. Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear yaitu : 1 . 140 Persamaan dan Pertidaksamaan . c2  R a1 . 5. b1 . Metode Substitusi. c1  R a2x + b2y = c2 dengan a2 . Metode Eliminasi 3.

Garis u1 berimpit dengan garis u2 jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . didapat: untuk x = 0 . Terdapat satu titik potong jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . sehingga sistem persamaan linear tidak mempunyai penyelesaian. CONTOH 2. Penyelesaian: Dari persamaan x + 2y = 3. Garis u1 sejajar dengan u2 namun tidak berhimpit.3. 𝑏2 ≠ Pada kondisi ini.1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berbentuk x + 2y = 3 dan 2x + y = 3. 2.Misalkan garis u1 : a1x + b1y = c1 dan garis u2 : a2x + b2y = c2 maka akan terdapat beberapa kemungkinan diantara kedua garis tersebut yaitu: 1. tidak terdapat perpotongan atau singgunggan antara kedua garis tersebut. jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 𝑏2 𝑐1 . y = dan 2 3 untuk y =0 . x = 3 Persamaan dan Pertidaksamaan 141 . 3. sistem persamaan linear mempunyai satu penyelesaian/ jawab. 𝑏2 ≠ Pada kondosi ini. terdapat banyak titik yang memberikan jawaban yang benar dan dikatakan bahwa sistem persamaan linear mempunyai banyak penyelesaian. 𝑐2 = ≠ Pada kondisi ini.

b1y = c1. didapat: untuk x=0. 2) Menyelesaikan Dengan Metode Substitusi. Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 . 3 2 Dari grafik terlihat bahwa perpotongan garis terjadi disekitar (1. Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear ini adalah x=1. a1x + b1y = c1.Jadi grafik melalui titik (0. 0).0). dan y=1. 2 3 Dari persamaan 2x + y = 3. ) dan (3. 1).3) dan ( .a1x atau 𝑦 = 𝑎 1 𝑥 disubstitusi 𝑏1 𝑐1 𝑎 1 b2( − 𝑥) = c2 atau 𝑏1 𝑏1 𝑐1 𝑏1 − pada persamaan a2x + b2y = c2 diperoleh a2x + 𝑏2 𝑎1 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑥 = 𝑐2 − 𝑏1 𝑏2 𝑏1 Jadi 142 Persamaan dan Pertidaksamaan . a2x + b2y = c2. Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan substitusi dimaksud adalah melakukan substitusi terhadap salah satu peubah x atau y dari 1 persamaan ke persamaan yang lain. x = 3 2 Jadi grafik melalui titik (0. y = 3 dan untuk y=0.

dan y=-1. Nilai y=-1 dimasukkan ke persamaan 3x – 2y = 5. CONTOH 2. didapat: 3x – 2(-1) = 5 atau x = 1 Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah x=1. 3 disubstitusikan 5+2𝑦 ) +4 3 y = -2 .3.𝑏2 𝑐1 𝑏1 𝑥 = 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑏1 𝑐2 − CONTOH 2.2 Dapatkan penyelesaian dari sistem persamaan linear 3x – 2y = 5 2x + 4y = -2 Penyelesaian: Ambil salah satu persamaan 3x – 2y = 5 atau x = ke persamaan lainnya 2x + 4y = -2 atau 2 ( dikalikan 3 didapat 10 + 4y + 12y = .3 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x = 6y + 4 3x + 4y = 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 143 .6 atau y = −16 16 5+2𝑦 . kedua ruas = -1.3.

a1x + b1y = c1 | x a2  diperoleh a2a1x + a2b1y = c1a2 a2x + b2y = c2 | x a1  diperoleh a2a1x + a1b2y = c2 a1 (a2b1 – a1b2)y = c1a2 . didapat 3(3y + 2) + 4y = 3 atau 13y = -3 Diperoleh y = didapat x = 3 −3 13 −3 13 dan nilai y ini dimasukkan ke salah satu persamaan. 17 13 +2= . 17 13 Jadi penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah 𝑥 = 𝑦 = −3 . 13 dan 3) Menyelesaikan Dengan Metode Eliminasi. Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi dimaksudkan adalah menghilangkan salah satu peubah dari sistem persamaan dengan menyamakan koefisien dari peubah tersebut.Ambil persamaan 2x = 6y + 4 atau x = 3y + 2 disubstitusikan pada persamaan 3x + 4y = 3.c2a1 Jadi 𝑦 = 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 dan 144 Persamaan dan Pertidaksamaan .

6 -u + 3v = 4 dikalikan 8 diperoleh -8u + 24 v = 32 14u = .3.𝑥 = CONTOH 2.38 atau u = −38 . Penyelesaian: 3s – 4t = 6 dikalikan 2 diperoleh 6s – 8t = 12 Persamaan dan Pertidaksamaan 145 .3.4 𝑐1− 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑏 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 1 𝑎1 Selesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi berbentuk 2u + 8v = -2 -u + 3v = 4 Penyelesaian: 2u + 8v = -2 dikalikan 1 diperoleh -u + 3v = 4 dikalikan 2 diperoleh 2u + 8v = -2 -2u + 6v = 8 14v = 6 atau v = 3/7 2u + 8v = -2 dikalikan 3 diperoleh 6u + 24 v = .5 Dapatkan himpunan penyelesaian dengan eliminasi jika terdapat persamaan berbentuk 3s – 4t = 6 dan 2s + 5t = .3. 14 CONTOH 2.

18 −21 }.9 -23t = 21 atau t = 3s – 4t = 6 dikalikan 5 diperoleh 15s – 20t = 30 8s + 20t = -12 + 23s = 18 2s + 5t = .3 dikalikan 4 diperoleh 18 23 atau s = Himpunan penyelesaiannya adalah { . 23 23 4) Menyelesaikan Dengan Metode Gabungan Eliminasi dan Substitusi.3.2s + 5t = -3 dikalikan 3 diperoleh −21 .6 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 3x – 4y = 5 dan -2x + 2y = 4 Penyelesaian: 146 Persamaan dan Pertidaksamaan . CONTOH 2. Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 Penyelesaikan sistem persamaan linear dengan gabungan eliminasi dan subtitusi dimaksudkan adalah melakukan eliminasi terhadap salah satu peubah yang kemudian melakukan subtitusi pada salah satu persamaan atau sebaliknya. 23 6 s + 15 t = .

3x – 4y = 5 dikalikan 2 diperoleh 6x – 8y = 10 + -2x + 2y = 4 dikalikan 3 diperoleh -6x + 6y = 12 -2y = 22 atau y = -11 .3. CONTOH 2. -11}.13. 16 32 −13 32 ) = 2 atau u = Jadi himpunan penyelesaiannya adalah { .3. 2.7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 4u – 8v = 7 dan 3u + 2v = 2 Penyelesaian: 4u – 8v = 7 dikalikan 3 diperoleh 12u – 24v = 21 3u + 2v = 2 dikalikan 4 diperoleh 12u + 8v = 8 -32v = 13 atau v = 3u + 2( −13 . dilakukan subtitusi pada persamaan -2x + 2y = 4 maka didapat -2x + 2(-11) = 4 atau x = . 32 - dilakukan subtitusi pada persamaan 3u + 2v = 2 maka : 15 16 15 −13 }.2 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah Sistem persamaan linear tiga peubah dapat dinyatakan dalam bentuk Persamaan dan Pertidaksamaan 147 . Penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah {-13.

d2 . a3 . x – 2y + z = 2 dikalikan 2 diperoleh 2x + y + 2z = 1 dikalikan 1 diperoleh 2x – 4y + 2z = 4 2x + y + 2z = 1 . d1 .3. a2.5y atau y = -3/5 x – 2y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh x – 2y + z = 2 =3 dilakukan 148 Persamaan dan Pertidaksamaan . d3 merupakan (2.3.c1 . b3 .8 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk x – 2y + z = 2 2x + y + 2z = 1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi . Menyelesaikan sistem persamaan linear 3 peubah dapat dilakukan seperti halnya pada sistem persamaan linear 2 peubah .1) bilangan real.a1 x  b1 y  c1 z  d1 a2 x  b2 y  c2 z  d 2 a3 x  b3 y  c3 z  d3 dengan a1. c2 . c3. CONTOH 2. b1 . b2 .

10 CONTOH 2.3.-x + y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh -x + y + z = 2 . 3 dilakukan + 2x + 2y + 4z = -2 -3z=5 atau 𝑧 = dilakukan subtitusi pada persamaan 2y + 3z = 1 Persamaan dan Pertidaksamaan 149 .9 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi .y + 2z = 4 + dilakukan subtitusi nilai y pada persamaan tersebut diperoleh -(-3/5) + 2z = 4 atau z = didapat -x + ( ) + −3 5 23 = 10 23 10 . x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 2y + 3z = 1 2x – 2y + z = 3 | x 1 diperoleh 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 | x 2 diperoleh −5 . subtitusikan pada persamaan -x+ y + z = 2 2 atau x = −9 .

4. y) persamaan linear tersebut.diperoleh 2y + 3 ( −5 3 ) = 1 atau y = 3. yaitu : 1 . 2. Metode Eliminasi 3.1 atau x = Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah { −2 −5 . x – 2y = 3 b. 3. }. Metode Substitusi. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut dengan menggunakan metode grafik. Metode gabungan eliminasi dan substitusi.  Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear dua peubah. yang memenuhi kedua SOAL LATIHAN 2-3 1. 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 2x+y = 1 150 Persamaan dan Pertidaksamaan . kemudian disubtitusikan pada −5 3 −2 3 persamaan x + y + 2z = -1 diperoleh x + 3 + 2 ( ) = . Metode Grafik. a. 3 3  RANGKUMAN  Penyelesaian dari sistem persamaan linear dua peubah merupakan pasangan (x.

3x +5y = 7 3x + 2y – 4 = 0 f. 2x – 2y = -2 b. 𝑥 2 −𝑥 𝑥𝑦 = 4 7 x + 2y 3 2𝑥−3 2x + 3y – 2 = 0 𝑦−2 𝑥 e. 3 2𝑥−3 2 𝑦 +3 x + 2y = 5 c. 1/2x + 1/3y = 1 -x + 2y = 3 d. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e. x + y -3 = 0 = =4 𝑦 − 2 = −2 𝑥 4. 3x + 2y = 7 b. a. 2 𝑦+3 2x . x + 2y = 3 -x + 2y = 3 d. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode eliminasi.c. x – 4y = 6 =1 f. 2x + 3y = 4 x+y =4 = x + 2y – 1 = 0 3. 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 d. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan gabungan eliminasi dan subtitusi Persamaan dan Pertidaksamaan 151 . a. 2𝑥 3𝑦 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 2. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode subtitusi .y = 1 c. 4x – 2y -4 = 0 x+y =3 e.

Jumlah penduduk dari suatu kota A dan B adalah 4.000 dari 120 pakaian wanita dan 100 pakaian pria . dapatkan harga jual setiap pakaian pria dan wanita ? 7. tentukan nilai a dan b ? 6. demikaian pula dari 90 pakian pria dan 80 pakaian wanita mendapatkan sebesar Rp 200. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e. a. Sebuah industri pakaian jadi memproduksi 2 jenis pakian yaitu pria dan wanita.a. 3) dan (-1.000 lebihnya dari 3 kali penduduk kota B dapatkan jumlah penduduk kedua kota tersebut ? 8.000. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. x – 2y = 3 b. 2x – 3y + z = 2 x + 2y – z = 4 xy +z =1 b. 1) yang dilalui oleh garis lurus ax + by = 6 .000. Dua titik (2.000.500. x – 3y = -5 2x + z = 10 y + 5z = 5 9. 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 5. 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 d. 152 Persamaan dan Pertidaksamaan . akan tetapi jumlah penduduk kota A sama dengan 1. x + 4y – z = 15 2x . jika pada saat tertentu mendapatkan hasil penjualan sebesar Rp 250.2y +3z = 12 x + 2y – z = 10 c. 2𝑥 3𝑦 2x+y = 1 c. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut.

+ − = 10 𝑥 𝑦 𝑧 2 𝑥 2 𝑥 1 1 3 b. Untuk menyelesaiakan sistem persamaan tersebut dapat dilakukan dengan cara 1. b. 0) dan (2. Metode subtitusi. (-2. 4) c.a. 0) dan (0. Metode grafik. b1. 1). (-4. (2. (2. Diketahui persamaan kuadrat y = ax2 + bx + c . 1). (0. 2. b2. a2≠0. 4) dan (-2. (1. c jika fungsi tersebut melalui titik berikut ini. c2 merupakan bilangan real. a. (2.1). 1) 2. 0). b.1) dimana a1≠0. Persamaan dan Pertidaksamaan 153 . d.4 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat Dua Peubah Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 (2. tentukan nilai a. (0. − + = 1 𝑧 𝑥 𝑦 1 𝑦 2 𝑥 2 1 3 − + =5 + − =8 3 𝑦 1 𝑧 1 𝑦 3 𝑧 + =3 − =1 3 𝑧 1 𝑧 + − = −1 − =2 1 𝑧 2 𝑥 3 𝑧 10. 0). 0) dan (4. − = 2 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 𝑥 3 1 c.-1).4.

4. dilakukan faktorisasi diperoleh (x – 2)(x + 1) = 0 dan diperoleh hasil x1 = 2 dan x2 = -1 154 Persamaan dan Pertidaksamaan .2 Selesaikan sistem persamaan berbentuk y = x + 2 dan y = x2 Penyelesian: y=x+2 y = x2 Subtitusikan persamaan 𝑦 = 𝑥 + 2 pada persamaan 𝑦 = 𝑥 2 . akan diperoleh x + 2 = x2 atau x2 – x – 2 = 0 . 1). (-1. 𝑥 2 + 𝑥 = 0 atau 𝑥(𝑥 + 1) = 0 diperoleh x1 = 0 dan x2 = -1 Nilai-nilai x disubtitusikan pada 𝑦 = 𝑥 + 1. CONTOH 2. Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan tersebut dilakukan dengan subsitusi persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 pada 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 diperoleh 𝑥 + 1 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 atau 𝑥 2 + 2𝑥 + 1– 𝑥– 1 = 0.4. 0)}.CONTOH 2.1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1. yaitu untuk x1 = 0 diperoleh y1 = 1 dan untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 0. Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah {(0.

Metode Substitusi. (-1. Untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 1 Sehingga himpunan penyelesaian adalah {(2. 4) . seperti yang diperlihatkan pada gambar disamping ini. 1 )}. didapat: 1. Untuk x1 = 2 diperoleh y1 = 4 2. Metode Grafik. b2.  RANGKUMAN  Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 dimana a1≠0. b1.Nilai-nilai x disubtitusikan pada persamaan y = x + 2. c2 merupakan bilangan real  Ada beberapa cara penyelesaian yang dapat dipakai untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dan kuadrat dua peubah. yaitu : 1 . Persamaan dan Pertidaksamaan 155 . a2≠0. Secara geometrik himpunan penyelesaian tersebut merupakan titik potong dari kedua persamaan. 2.

y = 3x + 2 y = x2 + 2x . y . y – 2x -9 = 0 y –x + 5x -5=0 2 c. Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut.x = 10 y = x .1 b.3x + 2 2 b.3x + 2 b.SOAL L ATIIHAN 2 --4 S O AL L AT H AN 2 4 1. a.2 + 5 x y = x2 . y = x – 1 y = x2 . y = .3x + 3 5. y – 2x = 5 y –x + 5x -5=0 2 c. y = x -2 y = x2 + 2x . a. a. y =2x y = x + 2x . y – 2x -9 = 0 y –x2 + 5x -5=0 c.2 Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. Tentukan konstanta k agar agar sistem persamaan linear-kuadrat berikut 156 Persamaan dan Pertidaksamaan .1 2. a.2 2 c.2 3. y + x = 5 y = x2 .2x + 5 = 0 y = x2 . Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini. y .3x + 3 4. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini.3x + 2 2 b. y = x y = x + 2x . y = x + 1 y = x2 + 2x .2 c. a.3x + 3 6. y + x – 1=0 y = x . y = x + 2 y = x2 + 2x . 2 b.

pertidaksamaan linear dengan satu peubah. jika pasangan (x. Daerah penyelesaian pada pertidaksamaan dengan satu peubah dapat dinyatakan pada garis bilangan.𝑦 = 6𝑥 − 10 𝑦 = 2𝑥 2 − 2𝑥 − 𝑘 o o o Mempunyai dua penyelesaian. Ekspresi y < x + 1 merupakan suatu pertidaksamaan. 3. pertidaksamaan kuadratik. 2. y) memenuhi pertidaksamaan 𝑦 < 𝑥 + 1. Mempunyai satu penyelesaian dan kemudian tentukan penyelesaiannya. maka pasangan (x. Pada pertidaksamaan. Pada persamaan yang memuat hubungan diantara 2 peubah x dan y. maka (x. Tidak mempunyai penyelesaian. 1. CONTOH 2. Untuk hubungan dari peubah – peubah yang menyatakan pertidaksamaan digunakan tanda < (lebih kecil).5. jika (x. atau ≥ (lebih besar sama dengan. y) berada dibawah grafik y = x + 1. > (lebih besar). y) merupakan pasangan dari titik yang memenuhi y = x + 1. 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0. 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 ≥ 𝑑𝑥 . ≤ (lebih keci sama dengan). y) merupakan titik pada bidang koordinat yang terletak pada persamaan y = x + 1. 𝑎𝑥 − 𝑐 < 𝑑 + 𝑏𝑥. Persamaan dan Pertidaksamaan 157 . 2.1 Beberapa contoh pertidaksamaan.5 Pertidaksamaan Suatu persamaan dinyatakan dengan tanda “=“. pertidaksamaan pecah rasional.

Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 𝑑 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑑. ■ Sifat -Sifat pertidaksamaan Jika a. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 > 0 maka 𝑎𝑐 < 𝑏𝑐. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑏 < 𝑐 maka 𝑎 < 𝑐. Penyelesaian pertidaksamaan sering terkait dengan selang atau interval. dan d merupakan bilangan real. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 0 maka 𝑎𝑐 > 𝑏𝑐. untuk sembarang c. maka berlaku: a. kita bahas terlebih dahulu tentang selang/ interval. 158 Persamaan dan Pertidaksamaan .  Interval Himpunan tertentu yang menarik dan sering muncul dalam matematika adalah himpunan bilangan real yang dinamakan selang/interval. b. b. mempunyai sifat yang identik dengan pertidaksamaan dengan tanda <.4. Karena itu. Secara geometrik interval merupakan sepotong garis pada garis bilangan real. d. c. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑐. c. e. 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 ≤ 𝑐. f. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 1 𝑎 1 𝑏 > . Untuk pertidaksamaan dengan tanda selain <. pertidaksamaan linear dengan dua peubah.

Simbul −∞ atau ∞ bukan merupakan suatu bilangan. atau keduanya. Interval yang diperluas sampai tak terhingga dinamakan interval tak hingga.5. 𝑏) = {𝑥|𝑎 < 𝑥 < 𝑏} Kurung siku menunjukkan bahwa titik ujung termasuk dalam interval. tetapi tidak memuat titik ujung yang lain disebut interval setengah terbuka atau interval setengah tertutup. b] dan didefinisikan dengan: 𝑎.1 : Jika a dan b bilangan real dengan a < b. maka interval terbuka dari a ke b ditulis dengan (a. Interval berhingga yang memuat satu titik ujung. b) dan didefinisikan dengan: (𝑎. Persamaan dan Pertidaksamaan 159 . Suatu interval dapat diperluas sampai tak hingga arah positif +∞ atau ∞ . maka interval tertutup dari a ke b ditulis dengan [a. arah negatif (−∞). sedangkan kurung biasa menunjukkan bahwa titik ujung tidak termasuk dalam interval. Interval yang titik-titik ujungya berhingga disebut interval berhingga. 𝑏 = {𝑥|𝑎 ≤ 𝑥 ≤ 𝑏} Jika a dan b bilangan real dengan a < b.DEFINISI 2. hanya merupakan perluasan ke arah tak berhingga negatif atau tak berhingga positif.

Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. setiap peubah dipindahkan pada ruas kanan dan setiap bilangan dipindahkan keruas kiri. GAMBAR 2. dan d merupakan bilangan real. 𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 Untuk memperjelas gambaran penyelesaian. b. dan d bilangan positif dan a-c≠0. maka penyelesaian dari pertidaksamaan linear tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:  Pindahkan cx ke ruas kiri. sehingga setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan merupakan daerah penyelesaian. Untuk mendapatkan penyelesaian dari pertidaksamaan tersebut. didapat 𝑎𝑥 − 𝑐𝑥 < 𝑑– 𝑏 atau 𝑥 <  𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 . Langkah ini hanya untuk memperjelas gambaran penyelesaian.5. b. c. c.1 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan linear 160 Persamaan dan Pertidaksamaan .5. nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan. Jika dipunyai pertidaksamaan 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 dengan a. atau sebaliknya. dan a dan c tidak keduanya nol. Kemudian dinyatakan dalam garis bilangan.5.1) Dengan a.1 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 (2. dan b dipindahkan ke ruas kanan.2.

CONTOH 2. Kedua ruas dikurangi 2x dan dikurangi 2.5.3 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan 4𝑥 + 2 ≤ 2𝑥 − 3 ? Penyelesaian: 4𝑥 + 2 ≥ 2𝑥 − 3. Dengan menggunakan sifat pertidaksamaan nomor 3. Penyelesaian: Untuk mendapatkan penyelesaian pindahkan 2x pada ruas kiri dan -2 pada ruas kanan. didapat: 4x – 2 < 2x + 1.5. 2 Daerah Penyelesaian 3/2 CONTOH 2.2 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi 4x – 2 < 2x + 1. kedua ruas dikurangi 2x dan dilanjutkan dengan dikurangi -2. atau ⇒ 4x – 2x < 1 + 2 ⇒ 2x < 3 3 ⇒ 𝑥 < 2 3 Nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan. didapat: 4𝑥 − 2𝑥 ≥ −3 − 2 ⇒ 2𝑥 ≥ −5 ⇒ 𝑥 ≥ − 2 5 Dalam garis bilangan: Persamaan dan Pertidaksamaan 161 .

2 Pertidaksamaan Kuadrat Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 (2.2) dengan a≠0. kedua ruas dikalikan dengan 𝑥 < − . b.5. Penyelesaian: 2 − 4𝑥 > 6 + 3𝑥 .5. dilakukan dengan cara:  Ubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2. dan lakukan pemfaktoran bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞). atau −7𝑥 > 4.2). 7 2.4 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2 – 4x > 6 + 3x .CONTOH 2. 162 Persamaan dan Pertidaksamaan .5. dan c adalah bilangan real. dipindahkan 3x keruas kiri dan 2 keruas kanan −4𝑥 − 3𝑥 > 6 − 2. 4 7 −1 . Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.5. Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan kuadrat.

 Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 = 0. p q GAMBAR 2. Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 < 0. Jika kita anggap p < q. 𝑝 = 𝑥 −∞ < 𝑥 < 𝑝 (−∞. ∞ = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < ∞} 𝑝. 𝑝] = {𝑥| − ∞ < 𝑥 ≤ 𝑝} 𝑝. Gambarkan 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞 pada garis bilangan. Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 > 0. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < 𝑞} 𝑝. yaitu 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < 𝑝} 𝑝. Persamaan dan Pertidaksamaan 163 .5. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝.2.5. maka selang-selang pada garis bilangan dapat digambarkan seperti pada Gambar 2.2 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan kuadrat Interval yang terbentuk adalah:  −∞. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝. ∞ = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < ∞} Ambil titik uji x pada setiap selang/interval.

 Penyelesaian dari pertidaksamaannya adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut. CONTOH 2.5 dan x = 0. Untuk 𝑥 + 3 = 0. yaitu (-3.∞). Lakukanlah penghitungan tanda + dan -.-3). himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅 dan − 3 < 𝑥 < −2} 164 Persamaan dan Pertidaksamaan . Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan. diperoleh titik 𝑥 = −2. diperoleh titik 𝑥 = −3. +++ -4 -3 ---2. -2). misal x = -4. Atau. x = -2. 𝑥 2 + 5𝑥 + 6 < 0 ⇒ (𝑥 + 2)(𝑥 + 3) < 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 + 2 𝑥 + 3 = 0. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. Terdapat beberapa selang/interval yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. Ambil titik uji pada masing-masing interval. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─.5 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan x2 + 5x + 6 < 0. -2) .5. yaitu: (-∞. (-3. dan (-2. Untuk 𝑥 + 2 = 0.5 -2 +++ 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil nol.

∞). yaitu (−∞. dan x = 3. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini.6 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. dan (2. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. Ambil titik uji pada masing-masing interval. 2) . misal x = -1. ∞). 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2 ⇒ 2𝑥 2 − 𝑥 − 2 ≥ 0 ⇒ (2𝑥 + 1)(𝑥 − 2) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 2𝑥 + 1 𝑥 − 2 = 0.CONTOH 2. Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. diperoleh titik 𝑥 = 2. diperoleh titik 𝑥 = − . yaitu: (−∞. − ). Untuk 𝑥 − 2 = 0. x = 0. Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan. Atau. Untuk 2𝑥 + 1 = 0. 1 2 1 2 1 2 +++ -1 -1/2 --0 2 +++ 3 Karena yang diminta soal adalah nilai – nilai yang lebih besar atau sama dengan nol. (− . − ] atau [2.5. himpunan penyelesaiannya adalah 1 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 165 .

4). 166 Persamaan dan Pertidaksamaan . diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan. Gambarkan titik-titik pembuat nol ini pada garis bilangan.5.  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol. 𝑥 ∈ 𝑅 . Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan pecah rasional. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.3) atau (2.3) atau 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥 +𝑐 < 0 (2.5. Apabila ada bentuk kuadrat.𝑥 𝑥 ≤ − 1 dan 𝑥 ≥ 2. c≠0. dan d adalah bilangan real.  Ambil titik uji x pada setiap interval.5. b. 2 2. Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0 (2. lakukan pemfaktoran pada bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞). dilakukan dengan cara:  Rubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2.5.4) dengan a≠0.3 PERTIDAKSAMAAN PECAH RASIONAL Bentuk pecah rasional yang akan dibahas disini adalah yang mempunyai pembilang linear dan penyebut berbentuk linear ataupun kuadratik.5.

 Daerah penyelesaian dari pertidaksamaan pecah rasional adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut. 2𝑥−4 𝑥+1 > 0 ?. Persamaan dan Pertidaksamaan 167 . Ambil titik uji pada masing-masing interval antara lain 𝑥 = −2. 2). Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai negatif.7 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol. −1) dan (2. 𝑥 = 3. +++ -1 --2 +++ Karena yang diminta adalah yang lebih besar nol. dan (2. yaitu (−∞. maka terlihat pada gambar di atas bahwa daerah penyelesaian adalah daerah yang bertanda + yaitu (−∞. Terdapat beberapa interval yang pada garis bilangan. Dari pembilang: 2x – 4 = 0 diperoleh x = 2 dan Dari Penyebut: x + 1 = 0 diperoleh x = -1. 𝑥 = 0. ∞). −1).5. (−1.Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai positif. ∞). CONTOH 2.

>2 −2>0 − 2(𝑥+1) 𝑥+1 ⇒ ⇒ ⇒ 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 >0 −𝑥−6 𝑥+1 >0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol.5. daerah penyelesaiannya adalah yang bertanda +. Ambil titik uji pada masing-masing selang. yaitu (−∞. (−6. x + 1 = 0 diperoleh x = –1. misal 𝑥 = −7. −1).8 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Pertidaksamaan dibawa kedalam bentuk (2. −6).5. dan beberapa selang . yaitu (−6.4) sebgai berikut.3) atau (2.5.CONTOH 2. 𝑥 = −2. 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 > 2 ?. 168 Persamaan dan Pertidaksamaan . 𝑥 = 0 dan didapat hasil tanda seperti pada gambar di bawah ini. Dari pembilang: –x – 6 = 0 diperoleh x = –6 dan Dari Penyebut: Terdapat (−1. −1). ---7 -6 +++ -2 ---1 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar nol. ∞).

lihat Gambar 2. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap. Jika luas jalur tersebut tidak boleh kurang dari 2. GAMBAR 2. maka : Persamaan dan Pertidaksamaan 169 .500 m2. maka tentukan minimal lebar jalur tersebut.5. Penerapan ini akan disajikan dalam bentuk contoh-contoh.3. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m.9 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m.5. CONTOH 2.3 Jalur lari mengelilingi lapangan sepak bola Luas jalur dalam m2 adalah L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 = 300x + 4x2 Karena luas jalur adalah 2.4 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat Berikut ini akan diberikan beberapa contoh pemakaian pertidaksamaan kuadrat untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.5.5.500 m2.2.

daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ++ yaitu (-∞. 170 Persamaan dan Pertidaksamaan . x = 0 dan x = 100. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. diperoleh titik 𝑥 = −100. himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅. ∞).2. Untuk 𝑥 − 25 = 0.2. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. misal x = -200. diperoleh titik 𝑥 = 25.500 ≥ 0 (x+100) (x -25) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 +100 𝑥 −25 = 0 Untuk 𝑥 + 100 = 0. dan (25. +++ -200 -100 --0 25 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar sama dengan nol. Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. 25). Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut minimal 25 m.500 ≤ 4x2 + 300x x2 + 75x . maka diperoleh x ≥ 25 m.-100). yaitu: (-∞. Ambil titik uji pada masing-masing interval. ∞). 𝑥 ≤ −100 atau 𝑥 ≥ 25}. Atau. Karena nilai x > 0. -100] atau [25. (-100.

5.CONTOH 2. Persamaan dan Pertidaksamaan 171 . diperoleh:  Pendapatan = 𝑥 188 − 2𝑥 = 188𝑥 − 2𝑥 2  Biaya x unit = 200 + 4x  Keuntungan = Pendapatan – Biaya = 188𝑥 − 2𝑥 2 − 200 + 4𝑥 = −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 Dinyatakan bahwa laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu. atau 4000 dalam ribuan. diperoleh −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 ≥ 4000 =≫ −2𝑥 2 + 184𝑥 − 4200 ≥ 0 =≫ 𝑥 2 − 92𝑥 + 2100 ≤ 0 =≫ 𝑥 − 50 (𝑥 − 42) ≤ 0 Mirip dengan langkah sebelumnya. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=188-2x. Penyelesaian: Banyaknya unit adalah x dan harga per unit adalah (188-2x). carilah titik-titik pembuat nol dan lakukan uji di beberapa titik. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+4x rupiah (dalam ribuan). Oleh karena itu. Akan didapat interval-interval pada garis real sebagai berikut.10 Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual untuk dapat memperoleh laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu ?.

daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda – yaitu 42 ≤ 𝑥 ≤ 50. dan d merupakan bilangan real. b. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. b.+++ 0 42 --45 50 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil sama dengan nol. c≠0. c. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. .  RANGKUMAN  Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 Dengan a. dan d adalah bilangan real.  Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 dengan a≠0. b. dan c adalah bilangan real. 172 Persamaan dan Pertidaksamaan . dan a dan c tidak keduanya nol.  Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥+𝑐 < 0 atau < 0 dengan a≠0. Jadi banyaknya barang yang diproduksi per minggu paling sedikit 42 dan paling banyak 50.

2x + 1 < 3x + 5 < 2x + 6 d. 6x + 6 < 12 – 24x 2.SOAL LATIHAN 2-6 1. + < + 𝑥 3 1 2 𝑥 4 5 6 b . Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual Persamaan dan Pertidaksamaan 173 . Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. a. f. d. a. 3 ≤ 2x – 7 < 5 c. Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. 8 – 4x < 12 f. a. a. 2𝑥 2 −3𝑥+2 𝑥 2 −5𝑥+6 𝑥 2 +2 3𝑥 <0 b. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. -4x > 4 e. 6 2𝑥+4 4 𝑥−1 < 3𝑥 2𝑥−4 c. e. −5 𝑥−3 + 2𝑥 + 1 > 0 > 5 6 ≥ + 2 𝑥+2 ≥0 2𝑥+3 𝑥 4. e. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=250-x. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. 2 – 4x ≥ 6x -2 i. 4x + 2 ≤12 g. x – 3 > 0 d. x-1 < 2x + 1 ≤ 3 + x 3. 𝑥 2 −4𝑥+5 𝑥 2 −𝑥−2 𝑥 2 −1 𝑥 2 −2 >0 c. 2𝑥+4 3𝑥+2 2−𝑥 𝑥−2 >0 2−𝑥 𝑥−2 b. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+x rupiah (dalam ribuan). f. d. 2 𝑥 c. 3x + 5 < 5x – 7 b. 𝑥 2 −𝑥−6 𝑥 2 +2𝑥+1 ≤0 <0 > 𝑥 2 −𝑥 𝑥 > 𝑥−1 2 𝑥−2 (𝑥−1) 𝑥−3 (𝑥−4) 5. 2 𝑥−2 >3 < 2 3 h.

174 Persamaan dan Pertidaksamaan . Jika harga dinaikkan Rp 500.untuk dapat memperoleh laba paling sedikit Rp 100.500. Sebuah penerbit menjual 5. masing-masing dengan harga Rp 2.000.000 per minggu ?.000 buku. maka penjualan berkurang 300 buku. Berapa harga maksimum yang harus dikenakan agar penerimaan paling sedikit Rp 15. 6.000.

3. operasi yang berlaku dan beberapa sifat matriks. seperti penyelesaian persamaan linear. menggerakkan gambar dalam suatu ruang. Dalam penerapannya di bidang grafika komputer matriks dipakai untuk merepresentasi struktur data dari suatu graf. menyatakan sebuah gambar (citra). dan penggunaannya pada penyelesaian sistem persamaan linear. operasi pada matriks. dan sebagainya. teori graf. Matriks 175 .1 Matriks Dan Operasinya Pada bagian ini akan dibahas tentang definisi matriks. dan sebagainya. tranformasi linear.Bab 3 MATRIKS Matriks banyak dipakai untuk pengembangan berbagai macam cabang matematika. dalam hal ini elemen dari matriks dibatasi pada bilangan real saja. Namun Pada buku ini hanya mengenalkan matriks. Perhatikan definisi dibawah ini.

CONTOH 3. karena hanya terdiri dari sebuah kolom saja. 176 Matriks .1.DEFINISI 3. Matriks yang terakhir adalah matriks kolom atau vektor kolom. sedangkan anggota dari matriks biasanya menggunakan huruf kecil.1. karena matriks terdiri dari tiga baris dan dua kolom. ukuran matriks pertama adalah 3 x 2. vektor kolom dan vektor baris biasa dilambangkan dengan sebuah huruf kecil tebal atau huruf kecil diberi garis atasnya. Begitu juga matriks selanjutnya mempunyai ukuran 3 x 3.1 secara berurutan. Secara umum notasi untuk sebauh matriks menggunakan huruf besar.1 Beberapa contoh matriks: 1 −2 1 2 2 . 0 7 Ukuran matriks ditunjukan dengan banyaknya baris dan banyaknya kolom. 3 −2 4 −2 2 0 .1: Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang. seperti pada Contoh 3. Bilangan-bilangan dalam susunan itu dinamakan anggota/elemen matriks tersebut. Keduanya.1. matriks yang ketiga juga dinamakan dengan matriks baris atau vektor baris karena hanya terdiri dari sebuah baris saja. −2 3 5 1 −1 1 2 3 .

2 Matriks A mempunyai ukuran m × n. 0 . maka penyebutan itu menggunakan notasi (A)ij = aij. Beberapa contoh matriks baris adalah 3 2 . i. maka matriks A dinamakan matriks baris. Jika banyaknya baris n = 1. Selanjutanya kita akan melihat operasi apa saja yang dapat dikenakan pada matriks. ■ Beberapa istilah matriks Untuk matriks 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 . 1 3 −1 3 6 2 2 1 .1. Jika banyaknya baris m = 1. Beberapa contoh matriks baris adalah 2 −7 . maka matriks A dinamakan matriks Matriks 177 . −2 kolom.CONTOH 3. 4 2 5 0 ii. maka matriks tersebut dapat ditulis sebagai 𝑎11 𝑎21 ⋮ 𝑎𝑚1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑚2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑚3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑚𝑛 𝐴 = atau dapat ditulis 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 Jika diinginkan untuk menyebut sebuah anggota matriks A pada baris ke-i dan kolom ke-j.

3 5 −2 3 −2 2 0 4 4 1 3 iv. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 178 Matriks . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks diagonal. Beberapa contoh matriks nol adalah 0 0 0 0 0 .iii. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. maka matriks A dinamakan matriks bujursangkar (square matriks). 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 < 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑛𝑜𝑙. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≥ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga bawah. 0 −2 0 0 −3 0 0 9 vi. biasa disimbulkan dengan In. 2 −7 . 1 𝐼4 = 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 vii. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 1. Beberapa contoh matriks bujursangkar adalah −2 . Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 0 0 0 0 0 v. Jika banyaknya baris m = banyaknya kolom n. maka matriks A dinamakan matriks nol (0). Beberapa contoh matriks identitas adalah 1 𝐼2 = 0 0 . 1 𝐼3 = 1 0 0 1 0 0 0 0 . Beberapa contoh matriks diagonal adalah 3 0 0 2 0 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks identitas (satuan). Jika semua elemen A adalah 0.

Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 0 1 DEFINISI 3. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑗𝑖 maka matriks A dinamakan matriks simetri. 7 1 0 3 14 −1 3 0 0 0 0 2 2 0 0 0 1 viii. Jika ada dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dikatakan sama. −3 6 6 5 −3 2 −3 2 1 Matriks 179 .2: Dua matriks dikatakan sama jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama dan anggota yang berpadanan juga sama. CONTOH 3. Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 3 2 .1. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 > 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. Beberapa contoh matriks simetri bawah adalah 3 0 .Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 1 2 0 .1. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≤ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga atas. 0 0 1 𝐼4 = 2 0 0 0 3 −1 0 0 4 5 0 0 0 3 5 1 ix. 0 1 −3 6 −3 0 5 2 .3 Pandang beberapa matriks di bawah ini. maka berlaku aij = bij Perhatikan contoh dibawah ini. 5 1 0 4 −2 3 −2 0 0 .

elemen cij = aij . maka nilai x pada A harus sama dengan 2. Jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama.𝐴 = 1 𝑥 1 2 1 2 .1.4 Pandang beberapa matriks di bawah ini.1. Untuk menambahkan atau mengurangkan kedua matriks tersebut anggota yang berpadanan dijumlahkan atau dikurangkan.bij . 𝐶 = 3 4 3 4 3 4 5 6 Jika matriks A = B. 2. maka: 1. Matriks B tidak sama dengan matriks C karena kedua matriks tersebut tidak mempunyai ukuran yang sama. maka kedua matriks tersebut dapat dijumlahkan atau dikurangkan.3: Jika dua matriks A dan B mempunyai ukuran yang sama. 180 Matriks . Pengurangan matriks A dan B A-B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B. Penjumlahan matriks A dan B A+B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B. elemen cij = aij + bij. CONTOH 3. DEFINISI 3. Matriks yang tidak mempunyai ukuran yang sama tidak dapat dijumlahkan atau dikurangkan Dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dapat dijumlahkan atau dikurangkan. 𝐵 = .

𝐴 = 1 −2 5 . maka cA adalah sebuah matriks yang ukuranya sama dengan ukuran A dan elemennya adalah caij. 𝐵 = 3 4 1 2 1 2 . 𝐶 = 4 3 4 5 6 Dapatkan A + B dan A-B. Penyelesaian: A+B = 1 −2 5 + 3 4 1 1 3 1 + 5 −2 + 2 6 2 = = 3+1 4+4 4 4 0 8 𝐴 − 𝐵 = −2 5 2 1−5 − = 4 1 4 3−1 −4 −4 −2 − 2 = 2 0 4−4 Cobalah lakukan penjumlahan A dengan C. CONTOH 3. apa bisa dilakukan?.5 Pandang beberapa matriks di bawah ini. Penyelesaian: 2𝐴 = 2 1 3 −2 2 −4 = 4 6 8 Matriks 181 .1. DEFINISI 3. 𝐵 = 3 4 3 1 2 2 5 4 6 Dapatkan 2A dan − 𝐵.4: Jika sembarang matriks A dikalikan dengan scalar c. 𝐴 = 1 −2 1 .1.

atau 𝑐𝑖𝑗 = 𝑛 𝑘=1 𝑎𝑖𝑘 × 𝑏𝑘𝑗 dengan i=1. m CONTOH 3. ….1. 𝐵 = 3 4 2 3 = 1 1 + −2 2 3 1 + 4(2) Selanjutnya cobalah untuk mengalikan A dengan C.7 Dapatkan perkalian matriks A dan B 182 Matriks . n dan j=1. 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = 1 3 −2 1 0 × 4 2 3 1 0 + −2 3 −3 = 3 0 + 4(3) 11 −6 12 1 −2 1 0 .6 Dapatkan perkalian matriks A dan B jika 𝐴 = Penyelesaian: C= A x B. jika matriks A mempunyai ukuran m × p. dan matriks B harus mempunyai ukuran p × n maka hasil-kali A dan B adalah sebuah matriks C yang mempunyai ukuran m x n dan anggota cij berasal dari jumlahan perkalian antara baris ke-i dari matriks A dengan kolom ke-j dari matriks B. ….5: Dua matriks A dan B dapat dikalikan.1.1.1 𝐵 2 = 1 2 1 2 3 2 1 2 5 2 3 DEFINISI 3. matriks C berukuran 2x2 karena ukuran A adalah 2x2 dan ukuran B adalah 2x2. 2. 2. CONTOH 3.

8 Dapatkan transpos dari matriks A dan B jika 𝐴 = 1 2 𝐵 = 3 4 2 1 Penyelesaian:  Tranpose matriks A 5 0 6 1 0 2 1 −2 3 4 2 .1.1. DEFINISI 3. 1 Matriks 183 . CONTOH 3. matriks C berukuran 2x4 karena ukuran A adalah 2x3 dan ukuran B adalah 2x4.jika 𝐴 = 1 −2 3 4 1 2 . 𝐵 = 3 1 2 2 5 4 6 1 0 0 1 2 Penyelesaian: C= A x B. tidak dapat dilakukan karena ukurannya tidak memungkinkan untuk dikalikan. 1 3 1 2 −2 2 × 3 4 4 1 2 1 = −1 17 5 0 6 1 0 2 2 6 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = −4 −7 23 39 Selanjutnya kalau kita mencoba mengalikan A dengan C.6: Matriks transpose dari matriks A ditulis AT atau A‟ yang elemennya merupakan elemen A dengan mengubah baris i menjadi kolom i atau mengubah kolom ke i menjadi baris ke i.

1 0  RANGKUMAN   Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang. matriks bujur sangkar.1.7: Jika A merupakan persegi. trace A = tr(A) merupakan jumlahan elemen pada diagonal utama matriks A. CONTOH 3. 184 Matriks .9 Dapatkan trace dari matriks 𝐴 = Penyelesaian: tr(A) = 1 + 4 = 5 tr(B) = 1+4 + 0 = 5 1 3 1 −2 dan 𝐵 = 3 4 2 2 5 4 6 . penjumlahan. dan matriks simetri. pengurangan. maka trace A dinyatakan dengan tr(A). matriks segitiga atas. matriks kolom.1. matriks segitiga bawah. Berbagai macam matriks diantaranya: matriks baris. didefinisikan sebagai jumlah elemen pada diagonal utama matriks A. matriks identitas.  Pada matriks berlaku operasi kesamaan. matriks diagonal. dan perkalian asal memenuhi syarat operasi yang telah didefinisikan.  Untuk matriks bujur sangkar A. Tranpose matriks B.1 𝐴𝑇 = −2 2  3 4 1 . 1 3 2 2 4 1 𝐵𝑇 = 5 6 0 0 1 2 DEFINISI 3. matriks nol.

0 −2 2 0 0 −3 2 0 0 0 0 0 0 0 4 0 3 0 c. 𝑎 − 1 𝑎 + 𝑏 3 = 5 3 𝑐 𝑏 2 − 1 𝑑 3 Matriks 185 . Jika diberikan matriks 2 −2 2 . Jika diberikan matriks 1 −2 3 . 𝐵 = 2 3 2 . d pada persamaan matriks berikut ini.SOAL LATIHAN 3-1 𝐴 = 1 4 −1 3 . Tentukan nilai a. dan 𝐶 = 1 2. Apakah B+BT dilakukan? dapat d. A-AT 2 . d. A-B d. AT+BT b. Apakah (B+B)T simetri? 3. (A+B)T f. maka dapatkan: 1 3 1 a. Apakah C+CT dapat dilakukan? −2 −3 . 1 3 𝑎 = 3 3 𝑐 𝑏 𝑑 b. maka: 2 3 1 a. 4. c. dan 𝐶 = 0 1. 2A+3B e. a. (A-B)T 𝐴 = 2 4 c. Apakah A+AT simetri? c. 1 2 3 2 2 2 3 2 3 1 0 0 2 1 0 1 0 1 b. a. Tentukan jenis matriks berikut ini. b. 𝐵 = 2 3 b.

2.2 I nvers Matriks Pada bagian ini akan dibahas tentang invers dari suatu matriks dan cara mencari inversnya. Sebaliknya. B2.1: Misal A merupakan matriks bujur sangkar dan misal ada matriks bujur sangkar B yang berukuran sama dengan ukuran A. AB. matriks A disebut matriks yang dapat dibalik atau matriks yang punya invers dan matriks B disebut invers dari matriks A dan ditulis A-1. BTA e. a. A(BC). ATB. d pada persamaan matriks berikut ini. b. (ABC)T c. c. CT BT AT 3. dan 𝐶 = 0 2 −2 2 . 𝐵 = 2 3 2 . Sebelumnya perhatikan definisi invers dibawah ini. Tentukan nilai a. 186 Matriks . BA d. Jika 2𝑏 + 𝑎 0 −6 = 4𝑧 + 1 3 2𝑧 diberikan matriks 𝐴 = 1 4 −1 3 . ditulis B-1. sedemikian hingga berlaku AB = BA = I. Matriks yang mempunyai invers dikatakan matriks non singular. 𝑎 + 1 𝑑 − 1 6. DEFINISI 3. Sifat-sifat dasar dari suatu matriks yang mempunyai invers. Sebaliknya matriks A adalah invers dari matriks B. maka periksalah mana diantara hasil perkalian 1 3 1 matriks berikut ini yang dapat dioperasikan dan dapatkan hasil perkaliannya. (AB)C b. A2. C2 f.5. matriks yang tidak mempunyai invers dikatakan matriks singular.

Matriks 187 .2. Dapat kita lihat bahwa: 2 −1 3 1 0 5 2 −5 = = 𝐼 0 1 2 −1 3 1 3 5 = 0 1 2 0 = 𝐼 1 2 −5 −1 3 Oleh karena AB=BA=I maka:   matriks A adalah invers dari matriks B. AB juga mempunyai invers. atau A-1=B. matriks AB mempunyai invers. maka invers dari matriks ini adalah tunggal (hanya ada satu). atau B-1=A matriks B adalah invers dari matriks A. Jika suatu matriks mempunyai invers. Perlu diperhatikan bahwa tidak setiap matriks bujur sangkar mempunyai invers. maka (AB)(B-1A-1) = ABB-1A-1 = AIA-1 = I.1: Jika matriks A dan B adalah matriks yang mempunyai invers dan berukuran sama.2.1 Misal 𝐴 =   3 1 3 𝐴𝐵 = 1 𝐵𝐴 = 5 2 −5 dan 𝐵 = . Oleh karena (AB)(B-1A-1) = I. yaitu B-1A-1. (AB)-1 = B-1A-1 Bukti: Dengan mengalikan kedua sisi pada statemen nomor 2 dengan AB. maka: 1. TEOREMA 4.CONTOH 3. Secara simultan telah ditunjukan bukti untuk (1) dan (2). 2.

maka dapat didefinisikan 𝐴−𝑛 = (𝐴−1 )𝑛 = 𝐴−1 𝐴−1 𝐴−1 … 𝐴−1 188 Matriks . DEFINISI 3. Periksalah bahwa: 3 2 3 2 2 2 6 8 = 3 2 3 8 11 3 −2 −1 1 −1 −1 1 2 11 2 3  (𝐴𝐵)−1 = −4 3 2 −4 3 3 −1 −2 −4 = 2 = (𝐴𝐵)−1 1 −4 3 11  𝐵−1 𝐴−1 = −1 −1 1 Untuk menambahkan wawasan kedalaman tentang pembahasan matriks.2 Misal 𝐴 =    1 1 1 𝐴𝐵 = 1 𝐴−1 = 𝐵−1 = 2 2 2 dan 𝐵 = .2: Jika A merupakan matriks bujur sangkar.2.CONTOH 3.2. maka dapat didefinisikan 𝐴0 = 𝐼 dan 𝐴𝑛 = 𝐴𝐴𝑛−1 dengan n > 0. Jika matriks A mempunyai invers. berikut ini akan ditampilkan beberapa definisi dan teorema yang tidak dibuktikan.

Untuk k scalar yang tak nol. Matriks 189 .2. Periksalah bahwa: 1 3 3 −2 = −1 1 1 2 1 3 1 2 1 3 1 2 11 = 1 3 15 3 −2 −1 1 30 41 3 −2 −1 1 𝐴3 = 𝐴−3 = (𝐴−1 )3 = = 41 −15 3 −2 −1 1 −30 11 TEOREMA 4. kA mempunyai invers dan (𝑘𝐴)−1 = 𝐴−1 . maka AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 . 2. maka 1. maka 𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚+𝑛 dan (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 . 1 𝑘 CONTOH 3.3: Jika matriks A mempunyai invers.2.3: Jika matriks A mempunyai invers. TEOREMA 4.2.2: Jika matriks A merupakan matriks bujur sangkar dan m. 𝐴𝑛 mempunyai invers dan (𝐴𝑛 )−1 = (𝐴−1 )𝑛 . untuk n bilangan bulat positif.2. 3.TEOREMA 4. n adalah bilangan bulat. 𝐴−1 mempunyai invers dan (𝐴−1 )−1 = 𝐴.3 Misal 𝐴 =    𝐴−1 1 2 .

2. (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 = 3 −2 −1 1 𝑇 = 3 −1 −2 1  RANGKUMAN  Untuk matriks A dan B yang mempunyai invers.  AB juga mempunyai invers.4 Misal 𝐴 = 1 2 dan dari contoh sebelumnya bahwa 1 3 𝐴−1 = 3 −2 . maka:  Invers A disimbulkan dengan 𝐴−1 . dan Invers B disimbulkan dengan 𝐵 −1 . Dapatkan invers dari AT.2.3. matriks AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 190 Matriks .  Untuk matriks A yang mempunyai invers. n adalah bilangan bulat.  (AB)-1 = B-1A-1  Untuk matriks bujur sangkar A.CONTOH 3. −1 1 Penyelesaian: Berdasarkan teorema 4. berlaku:  𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚 +𝑛  (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 dengan m.

Jika maka: diberikan matriks 𝐴 = 2 4 1 2 −4 −3 dan 𝐴−1 = 16 3 2 2 a. 𝐵 = −2 0 1 1 0 6 1 −3 0 0 1 0 1 3 1 . 𝐴−2 1 𝐴 = 0 2 0 0 3 1 . Carilah nilai x. agar matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐴 = 1 2 3 2 1 −1 3 3 . 𝐴 = 1 0 0 . (𝐴−1 )−1 c. 𝐵 = 0 1 0 0 1 −1 3 5 −3 . Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. a. 1 a. 𝐵 = 1 2 −1 1 0 −3 2 b. 𝐵 = 0 1 1 2 3 2 . Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. a. 𝐵 = 4 −2 1 1 −1 6 1 0 1 −3 3. 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 1 −1 3 1 . 𝐴 = 0 2 0 0 1 0 0 3 1 . 𝐴 = 1 0 1 . (𝐴𝐴−1 )−1 d.SOAL LATIHAN 3-2 1. (𝐴𝑇 )−1 b. 𝐴 = b. 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 4. 𝐴 = d. 𝐵 = 1 −1 1 4 −2 4 6 4 0 1 4 1 4 0 1 4 −3 4 5. 𝐴 = 0 2 1 b. Jika diberikan matriks maka: Matriks 191 . 𝐴 = c. 𝐵 = −2 5 −2 −1 2.

dan unsur pada matriks berlaku juga untuk determinan. (𝐴2 )−1 1 0 1 2 dan 𝐵 = 𝑥 11 1 −11 −3 −6 14 6 −7 16 b. (𝐴−1 )−1 c. dengan 2 4 𝐴 = −3 2 4 1 a. 𝐴−2 6. 192 Matriks . (𝐴𝐴−1 )−1 d. akan ditekankan bahasan pada pengertian determinan sebagai fungsi yang mengaitkan setiap matriks bujur sangkar A dengan suatu bilangan real yang disebut determinan dari A dan dinotasikan dengan det(A) atau |A|. kolom. tetapi perlu diperhatikan bahwa determinan hanya didefinisikan untuk ukuran n x n (berorder n). a22. (𝐴𝑇 )−1 b. Elemen a11. ( 1 𝐴)−1 11 3. …. Tentukan x c.3 Determinan Dalam subab ini. Agar matriks B merupakan invers dari matriks A.a. Pendefinisian nilai dari suatu determinan akan dibahas setelah ini. 𝐴−2 d. Determinan untuk suatu matriks Anxn ditulis 𝑎11 𝑎21 det(A) = |A| = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑛𝑛 merupakan suatu nilai real tertentu yang terdefinisi. Pengertian baris. ann disebut elemen diagonal utama dari determinan.

ditulis adj(A)=KT. Matriks 𝐾 = dinamakan matriks Kofaktor. Pada suatu determinan dari matriks An×n. Kofaktor dari unsur ars dinotasikan dengan Krs. yaitu Krs = (-1)r+sMrs DEFINISI 3.1) 1.3.3. 2.3. diperoleh dengan mengalikan minor Mrs dengan (-1)r+s.Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11. Misal 𝐴 = Penyelesaian:   Determinan dari A = det(A)= Minor dari setiap elemen A: 3 −1 −5 2 Matriks 193 . Matriks KT dinamakan adjoint dari A. Minor dan kofaktor −1 2 dari setiap elemen A. Juga dapatkan matriks Kofaktor dan adj(A). apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus (dihilangkan) dari matriks A.1: Jika matriks Anxn adalah matriks bujur sangkar dan Kij merupakan kofaktor dari elemen aij.1 3 −5 . maka: 𝐾11 𝐾21 ⋮ 𝐾𝑛1 𝐾12 𝐾22 ⋮ 𝐾𝑛2 𝐾13 𝐾23 ⋮ 𝐾𝑛3 … 𝐾1𝑛 … 𝐾2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝐾𝑛𝑛 (3. CONTOH 3. tuliskan determinan dari A. Akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars.

2: (NILAI DETERMINAN) Nilai determinan dari matriks Anxn adalah jumlahan dari hasil kali elemen – elemen dalam satu baris (kolom) dengan kofaktornya.3.3. Ingat bahwa |2| determinan tingkat nilai mutlak.2) untuk suatu baris i (3. dihapus.o M11=|2|=2 baris 1 dan kolom 1 pada 3 −1 −5 dihapus. 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = 2 1 5 .3) Rumusan pada definisi di atas ini dinamakan expansi Laplace. bukan dihapus.3. atau det 𝐴 = Atau det 𝐴 = 𝑛 𝑗 =1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 . 𝐾 = 2 5 1 . 3  Matriks adj dari A. 194 Matriks . 2 1. 3 DEFINISI 3. 𝑛 𝑖=1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 . untuk suatu kolom j (3. dihapus. 3 −5 o M12=|-1|=-1 baris 1 dan kolom 2 pada −1 2 3 −5 o M21=|-5|=-5 baris 2 dan kolom 1 pada −1 2 3 −5 o M22=|3|=3 baris 2 dan kolom 2 pada −1 2  Kofaktor dari setiap elemen A: o K11=(-1)1+1M11=2 o o o  K12=(-1)1+2M12=-(-1)=1 K21=(-1)2+1M21=-(-5)=5 K22=(-1)2+2M22=3 Matriks Kofaktor dari A.

2 det(A) = ad-bc = 3(2) – (-5)(-1) = 6-5 = 1.3. CONTOH 3. maka dapatkan nilai x. CONTOH 3. maka det(A) = ad -bc 𝑑 Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut.3 Misal 𝐴 = 3 −1 𝑥 − 5 .3.3. dapatkan determinan dari A.Dari definisi di atas terlihat dengan jelas bahwa determinan matriks merupakan suatu skalar (nilai real) yang diperoleh dari elemen-elemen matriks dengan operasi tertentu. determinan dari matriks 𝐴 = 𝑎 adalah: 21 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎22 − 𝑎12 𝑎21 Dari sini dapat dikatakan bahwa determinan dari matriks 2x2 adalah perkalian elemen diagonal utama dikurangi denga perkalian elemen diagonal kedua.2 3 −1 Penyelesaian: Misal 𝐴 = −5 . 3.1 Determinan Tingkat Dua Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3. Jika matriks 𝐴 = 𝑎 𝑐 𝑏 .3. 2 Penyelesaian: det(A) = ad-bc 2 = 3(2) – (x-5)(-1) Matriks 195 .3) dengan memilih 𝑎11 𝑎12 i=1. jika |A|=2.

dari hasil rumusan di atas dapat ditata menjadi: + + + 𝑎11 𝑎12 𝑎13 𝑎11 𝑎12 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎22 𝑎23 𝑎21 𝑎22 𝑎31 𝑎32 𝑎33 𝑎31 𝑎32 196 Matriks .3.2 = 6 +x-5 atau x = 1.3.2 Determinan Tingkat Tiga Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3.3) dengan memilih i=1. determinan dari matriks 𝑎11 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 adalah: det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 + 𝑎13 𝐾13 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 + 𝑎13 (−1)1+3 𝑀13 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎 32 𝑎23 𝑎21 − 𝑎12 𝑎 𝑎33 31 𝑎23 𝑎21 +𝑎13 𝑎 𝑎33 31 𝑎22 𝑎32 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 𝑎33 = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎32 𝑎23 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 − 𝑎31 𝑎23 + 𝑎13 (𝑎21 𝑎32 − 𝑎31 𝑎22 ) = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎12 𝑎23 𝑎31 + 𝑎13 𝑎21 𝑎32 −𝑎13 𝑎22 𝑎31 + 𝑎11 𝑎23 𝑎32 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 Untuk memudahkan pencarian nilai determinan tingkat 3 secara manual. 3.

maka dapatkan nilai x. dapatkan determinan dari A.4 3 Contoh 3. jika |A|=10. Matriks 197 .3. Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut. 0 2 3 −5 −1 2 3 0 = 3(2)2 – (-5)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-5)(-1)2 = 12 +15 + 0 – 0 + 0 – 10 = 17 3 −𝑥 Misal 𝐴 = −1 2 3 0 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −𝑥 2 0 0 1 2 0 1 .3. CONTOH 3.3. 2 3 −1 3 −𝑥 2 0 10 = 3(2)2 – (-x)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-x)(-1)2 10 = 12 +3x + 0 – 0 + 0 – 2x atau x =-2.3 Sifat-Sifat Dasar Determinan Berikut ini diberikan beberapa sifat dasar determinan dalam bentuk teorema tanpa bukti. 3.Ini yang dinamakan dengan aturan Sarrus. Dengan sifat-sifat ini penghitungan nilai determinan dapat lebih sederhana.5 Misal 𝐴 = −1 3 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −5 0 2 1 0 2 −5 0 2 1 .

elemen sembarang baris atau kolom pada determinan tersebut dikalikan k. iv. maka nilai determinan tersebut adalah nol. Jika sembarang dua baris (atau kolom) dari determinan ditukar letaknya. maka nilainya menjadi -1 kali determinan semula. Nilai suatu determinan menjadi kelipatan k nilai determinan semula jika elemen . vii. Invers dari matriks non-singular A yang berukuran n × n dapat dinyatakan 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎𝑑𝑗(𝐴) Sifat-sifat di atas.i. Jika unsur-unsur dari satu baris atau kolom suatu determinan semuanya nol. vi. Jika unsur-unsur yang bersesuaian dari dua baris (atau kolom) dari suatu determinan sebanding. maka determinan tersebut dapat ditulis sebagai jumlahan dua determinan. 198 Matriks . Jika unsur-unsur suatu baris (atau kolom) determinan diganti dengan menambahkan pada unsur-unsur tersebut k kali unsurunsur yang bersesuaian pada baris (atau kolom) yang lain. Nilai suatu determinan tidak berubah jika baris-barisnya ditulis sebagai kolom-kolom dan sebaliknya. viii. maka nilai determinan tersebut adalah nol. iii. merupakan sifat penting dan sering digunakan dalam penghitungan nilai suatu determinan dan invers matriks. v. Jika semua unsur dari satu baris (atau kolom) suatu determinan dapat ditulis sebagai jumlahan dua bilangan. maka nilai determinan tersebut tetap tidak berubah. ii.

dapatkan invers dari A.4 Mencari Invers Matriks Untuk mencari invers matriks yang berukuran n × n dapat rumusan 𝐴−1 =  1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 Invers matriks berukuran 2×2 Kita akan mencari invers matriks yang berukuran 2×2 dengan menggunakan determinan dan adjoint.6 Misal 𝐴 = 3 −1 −5 .3.  𝑎𝑑𝑗(𝐴) = 2 5 1 3 Matriks 199 . maka: 𝑑 𝑑 −𝑐 Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾 = −𝑏 𝑎 Matriks adjoint dari A adalah 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = Matriks invers dari A adalah 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎 𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 𝑎 adj 𝐴 = 1 𝑎𝑑 −𝑏𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 . 2 Penyelesaian:  Telah diperoleh dari contoh sebelumnya bahwa det 𝐴 = 3 2 − (−1)(−5) = 1. 𝑏 dan det(A) tidak nol. ii. Jika matriks 𝐴 = i. iii.3.3. 𝑎 CONTOH 3.

 Invers dari 𝐴 adalah 𝐴−1 = 1 𝑎𝑑𝑗 𝑑𝑒𝑡 (𝐴) 𝐴 = 1 1 2 5 2 = 1 3 1 5 3 CONTOH 3. 3 2 Penyelesaian: Kita selesaikan langsung menggunakan rumus untuk invers matriks berukuran 2×2.3. i.7 Misal 𝐴 = 4 2 . dapatkan invers dari A. Matriks kofaktor dari A adalah 200 Matriks . Mencari matriks kofaktor dari A dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 . Mencari nilai determinan dari A. bisa menggunakan aturan sarrus. dapat dicari sebagai berikut. 𝑎11 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎11 𝑎23 𝑎21 𝑎33 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 ii. diperoleh 𝐴−1 = = 1 𝑑 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 −𝑐 1 4 2 −2(3) −𝑏 𝑎 1 −1 2 −2 = −3/2 2 −3 4  Invers matriks berukuran 3×3 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 dan A non singular. 𝑎33 𝑎11 Misal matriks 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 Invers matriks A.

Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 CONTOH 3. matriks A non singular. dapatkan invers dari A. Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾11 𝐾12 𝐾13 𝐾 = 𝐾21 𝐾22 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾31 𝐾32 𝐾33 𝐾11 = (−1)1+1 𝑀11 = 1 3 = 1 1 − 3 1 = −2. bisa menggunakan aturan sarrus. Dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 .𝐾11 𝐾 = 𝐾21 𝐾31 𝐾12 𝐾22 𝐾32 𝐾13 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾33 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT iii. ii.3.8 1 Misal matriks 𝐴 = 2 4 Penyelesaian: i. 1 det(A)=|A|= 2 4 0 1 1 0 1 3 2 1 1 1 4 1 0 1 1 3 . Mencari matriks kofaktor dari A. Mencari nilai determinan dari A. 1 2 det(A)=1-0+2-(4+3+0)=-4. 1 1 Matriks 201 .

Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 1 −4 = −2 10 −2 1 −1 −3 −1 −1 1 1/2 −1/4 1/4 1/4 = −10/4 3/4 1/2 1/4 −1/4 Silahkan dicoba untuk mengalikan A dengan 𝐴−1 . −1 2 2 = 1. apa hasil yang didapat ? 202 Matriks . 2 1 =2 1 −1 4 1 0 1 =− = −{0 2 1 2 1 1 = = 1 1 −1 4 2 1 0 =− =− 1 1 4 1 0 1 = = 0 3 −1 1 3 1 1 =− =− 1 3 2 3 1 0 = = 1 1 −0 2 1 1 = −1. − 1 1 } = 1.- 𝐾12 = (−1)1+2 𝑀12 = − 𝐾13 = (−1)1+3 𝑀13 = 𝐾21 = (−1)2+1 𝑀21 𝐾22 = (−1)2+2 𝑀22 𝐾23 = (−1)2+3 𝑀23 𝐾31 = (−1)3+1 𝑀31 𝐾32 = (−1)3+2 𝑀32 𝐾33 = (−1)3+3 𝑀33 −2 10 1 −3 −1 −1 2 4 3 = −{2 1 − 3 4 } = 10. 4 = −3. 1 4 = −2. Jadi 𝐾 = −2 −1 1 −1 −1 1 −2 1 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT= 10 −3 −2 −1 iii. = −1. −0 4 = −1.

𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. Jika matriks 𝐴 = 𝐴−1 = 𝑎 𝑐 𝑏 . maka det(A) = ad -bc 𝑑 1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 SOAL LATIHAN 3-3 1. RANGKUMAN  Pada suatu determinan. dengan Krs = (-1)r+sMrs     Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2. a. akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars=Mrs. Matriks 203 . Dapatkan Kofaktor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. Dapatkan Minor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. 𝐴 = d. Matriks KT dinamakan adjoint dari A. 𝐴 = c. ditulis adj(A)=KT. apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus dari determinan. Krs adalah Kofaktor dari unsur ars.

adjoint. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2 3 1 2 4. 𝐴 = c. Dapatkan Matriks Kofaktor. adjoint.a. 𝐴 = d. 𝐴 = d. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 6. a. dan invers dari matriks berikut ini. 𝐴 = d. 𝐴 = c. 𝐴 = 0 2 0 1 0 d. b = 1 −2 6 1 4 0 0 0 1 1 −3 0 1 −3 0 0 3 1 1 −1 d. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐴 = 0 3 2 1 1 c . 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 3. a. dan invers dari matriks berikut ini. 𝐴 = 5 0 0 6 b. matriks kofaktor. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = 1 0 −2 1 6 1 204 Matriks . 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = c. 1 0 a. daninvers dari matriks berikut ini. Dapatkan Matriks Kofaktor. adjoint. Dapatkan nilai determinan. 1 0 a. 𝐴 = −2 6 0 0 0 1 1 −3 5. 𝐴 = 0 3 2 1 0 1 0 1 b.

1 0 𝑥 a. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini.7. 1 2 𝑥 − 5 =5 1 2 𝑥 − 1 𝑥 + 3 = 𝑥 −2 5 8. 2 − 𝑥 1 5 2 − 𝑥 1 6 3 = 𝑥 𝑥 b. d. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. 1 = 0 3 1 2 1 𝑥 − 1 𝑥 b. 0 2𝑥 0 3 1 0 1 =4 𝑥 − 1 9. Tunjukkan bahwa: 11. 1 = c.Buktikan bahwa: Matriks 205 . Buktikan bahwa: 10. a.

yang diselesaikan dengan metoda grafis dan substitusi.1) dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks seperti berikut ini.1) dengan 𝑎11 𝑎21 𝐴 = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑥1 𝑥2 ⋮ 𝑥𝑛 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … … ⋱ … 𝑎1𝑛 𝑎2𝑛 ⋮ 𝑎𝑛𝑛 𝑋 = 206 Matriks . 𝑎11 𝑥1 + 𝑎12 𝑥2 +𝑎13 𝑥13 + ⋯ + 𝑎1𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏1 𝑎21 𝑥1 + 𝑎22 𝑥2 +𝑎23 𝑥13 + ⋯ + 𝑎2𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏2 … 𝑎𝑛1 𝑥1 + 𝑎𝑛2 𝑥2 +𝑎𝑛3 𝑥13 + ⋯ + 𝑎𝑛𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏𝑛 Persamaan (3.4. seperti berikut ini.3.4. 𝐴𝑋 = 𝐵 (3. Ingat kembali tentang sistem persamaan linear dengan n buah variabel dan n buah persamaan. telah mengenalkan tentang sistem persamaan linear.4.2) (3. Sekarang kita coba selesaikan dengan menggunakan matriks.4 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Matriks Pada bab 2.

4.4. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1 3 1 −2 𝑥 10 𝑦 = 3 𝑧 −1 Coba lakukan pengalian matriks terhadap persamaan di atas ini. Matriks 207 . apakah kembali ke bentuk seperti persamaan semula?.2 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 CONTOH 3.𝐵 = 𝑏1 𝑏2 ⋮ 𝑏𝑛 CONTOH 3.1 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks.

Selanjutnya kita akan membahas penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan matriks dan determinan.

3.4.1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Invers Matriks
Perhatikan kembali persamaan (3.4.2), jika kedua ruas kita kalikan dari kiri dengan invers A, didapat 𝐴−1 𝐴𝑋 = 𝐴−1 𝐵 I𝑋 = 𝐴−1 𝐵 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 (3.4.3)

Jadi persamaan (3.4.3) merupakan penyelesaian sistem persamaan linear persamaan (3.4.1). CONTOH 3.4.3 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 𝑥2 = 5 1 2 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Invers dari A:

208

Matriks

𝐴−1 =

1 1 2 𝐾 = 2 1 −1 𝐴 1 2 2/3 −1/3 = −1/3 2/3 2/3 −1/3 −1/3 2/3

1 −1 2 −1 = 2 −1 2 4−1

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 1/3 3 = 7/3 5 𝑥

1 = 1/3 dan 𝑥2 = 7/3

CONTOH 3.4.4 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 , 𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Invers dari A: 𝐴−1 = 1 𝐾 = 2 𝐴 −1 2 1 −1 3 1 1 −1 −2 −1 −5 0 −10 −1 0 −4 −5 −2

Matriks

209

= 

0
1 5

1 5

1

2 1 1 0 −
5

4 5

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 0
1 5 1 5

1

2 1 1 0 −
5 11 5

4 5

10 3 = −1

21 5 11 5

5 𝑥

=

21 5

, 𝑦 = 5 dan 𝑧 =

3.4.2 Metoda Cramer
Untuk menyelesaikan persamaan (3.4.1), dapat menggunakan

determinan dari matriksnya. Metoda ini dinamakan metoda Cramer, namun bukti dari metoda ini tidak dibahas di sini. Pembaca bisa mencari pada literatur lain. Ingat kembali sistem persamaan linear dalam bentuk persamaan matriks berikut ini. 𝐴𝑋 = 𝐵 Jika det(A)≠ 0, maka penyelesaian dari sistem persamaan linear tersebut adalah: 𝑥1 = 𝐷
1 , 𝑥2 𝐷

= 𝐷

2 , 𝐷 𝑥

3 = 𝐷

3 , … , 𝑥𝑛 𝐷

= 𝐷𝑛

𝐷

Dengan D=det(A), dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada determinan D dengan matriks kolom B. Untuk lebih jelasnya, kita lihat contoh-contoh berikut ini.

210

Matriks

CONTOH 3.4.5 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Determinan Dk: 2 1 𝟑 𝐷1 = 𝟓 2 𝐷2 = 1 𝐷 = 1 = 4−1= 3 2 1 =6−5= 1 2 𝟑 = 10 − 3 = 7 𝟓

Penyelesaian untuk X adalah 𝑥1 = 𝐷
1 𝐷

=

1 3

dan 𝑥2 = 𝐷

2 𝐷

=

7 3

CONTOH 3.4.6 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini ddengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1

Matriks

211

𝑦 == 𝐷2 𝐷 Penyelesaian untuk X adalah = −21 −5 = −25 −5 = 5 dan 𝑧 = 𝐷3 𝐷 = −11 −5 212 Matriks . 𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Determinan Dk: 2 𝐷 = −1 2 10 𝐷1 = 3 −1 2 𝐷2 = −1 2 2 𝐷3 = −1 2  𝑥 = 𝐷1 𝐷 −1 3 1 1 = −5 −1 −2 −1 3 1 1 = −21 −1 −2 10 3 3 1 = −25 −1 −2 −1 10 1 3 = −11 −1 −1 .Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 .

… . 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 Matriks 213 . −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d. RANGKUMAN    Sistem persamaan linear dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks 𝐴𝑋 = 𝐵 Penyelesaian sistem persamaan linear persamaan 𝐴𝑋 = 𝐵 mempunyai penyelesaian 𝑋 = 𝐴−1 𝐵. 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. 𝐷 𝐷3 . Jika det(A)≠ 0. maka dengan metode Cramer sistem persamaan linear mempunyai penyelesaian 𝑥1 = 𝐷1 . a. dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada D dengan matriks kolom B. 𝑥𝑛 𝐷 𝐷𝑛 𝐷 = 𝑥3 = = Dengan D=det(A). 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. a. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. 𝑥2 𝐷 𝐷2 . −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d. SOAL LATIHAN 3-4 1. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 2. 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b.

2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. Gunakan soal nomor 3 dan 4. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 5. a. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 4.3. 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b. a. mana yang lebih cepat? 214 Matriks . 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b. Bandingkan antara penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan invers matriks dan menggunakan metode Cramer. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c.

Matematika Keuangan. 2007. 6. 2003. B. Daftar Pustaka A1 .K Noormandiri. 2005 12. HUP. dkk. Matematika Interaktif. Yudistira. Eryanto. 2007. 4. Penerbit Yudistira. Rivai Wirasasmita. Benny Hendarman. Ganeca. 2. Koko Martono. 7. 2007. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XI Program IPA. HUP. L. 2006. Endang Riva‟I. R.A. Koko Martono. Eryanto. R. Eryanto. Koko Martono. Buku Ajar Kalkulus. Matmatika SMU. Yogia. Jurusan Matematika FMIPA-ITS Surabaya. 13. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XII Program IPA. Jurusan Matematika ITS. 2007. Endang Jaiman. R. 9. 2007. Endar Sucipto. 11.. Firmansyah Noor. Ganeca. Firmansyah Noor. Benny Hendarman. Tri Dewilistia. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas X. 3. Matematika Bisnis Manajemen. Matematika 1 untuk SMK kelas X Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen Program Keahlian Akuntansi. Marwanto. Ganeca. Herwati. Matematika untuk SMK kelas X. 2004. Yance Lagu M. R.DAFTAR PUSTAKA 1. Penerbit Armico Bandung. 2007 8. Endang Riva‟I. Maman Abdurahman. Penerbit Erlangga. Edi Suranto. 2004. Yudhistira. Sembiring. 5. 2004. Firmansyah Noor. 2007. Matematika SMU. Penerbit M2S Bandung. 10. Matematika untuk SMK kelas XI. Buku Ajar Kalkulus 2.

Hendra Gunawan. Alih bahasa: I Nyoman Susila. 2004. Kalkulus. 17. Wono Setyo Budhi. Penerbit Erlangga.. Sembiring. Kuntarti. Loedbi. Sulistiono. Matematika SMU. 2002. Sulasin. A2 Daftar Pustaka . Erlangga 2003. Wila Adiyanto Sukoco. Matematika SMU. Matematika Bilingual.14. Olimpiade Matematika SMU. Stewart. J. 19. Yohanes. PT. Yudistira. Kastolan. Arman Delta Selaras. 18. 16. 2003. Penerbit. 2004. 15. Matematika SMA dan MA. Srikurnianingsing. 2004. Rama Widya.

2 irasional. 407 deret. 3 cacah. 384 geometri. See domain daerah hasil. 405. 567 A adjoint. See range daerah kawan. 391 bidang datar. 521 kelompok. 521 kualitatif. 302 aturan hasil kali. 193. 11 bunga. 566 majemuk. 551 anuitas. 4 derajad. See kodomain data. 410 derajat. 319 bilangan asli. 540. 10 kompleks. 360. 597. 521 diskrit. 2 bulat. 521 tunggal. 5 real. 298 bijektif. 570 unggal eksak. 10 tak terbatas. 405 biimplikasi. 397 desimal. 521 kuantitatif. 547 denominator. 569 C cramer. 547 kontinu. 7 Indeks B1 . 361 aritmatika. 199 angka baku. 578 periode. 539. 210 D B barisan. 4. 285. 13 rasional. 601 argumentasi. 380 geometri. 578 daerah asal. 509 tunggal biasa. 372 aritmatika.INDEKS tunggal.

158 berhingga. 418 jangkauan.terbatas. 188. 450 disjungsi. See negasi injektif. 193. 7 determinan. 282 himpunan. 530 batang. 208 penjumlahan. 159 F faktorial. 20 J jajaran genjang. 331 matriks. 303 histogram. 316 fungsi objektif. 262 G H I ingkaran. 535 gabungan. 199. 315 hipotesa. 503 garis. 578 fungsi. 215. 212 1 x 1. 203. 159 tertutup. 16 perkalian. 406 garis selidik. 159 tak hingga. 497 expansi Laplace. 552 B2 Indeks . 531 lingkaran. 194 sifat-sifat. 238 invers. 234. 159 terbuka. 192.. 475 frekuensi harapan. 575 domain. 317 implikasi. 246 fungsi obyektif. 193 nilai. 532 garis. 297 fungsi. 197 tingkat dua. 437. 549. 514 frekuensi penggabungan. 196 diagram. 319 E equally likely. 281 diskonto. 195 tingkat tiga. 211. 533 dilatasi. See nilai determinan interval. 186.

177 nol. 176 baris. 178 identitas. 454 konjungsi. 293 universal. proposisi. 426 pusat.K kaidah penjumlahan. 509 saling lepas. 426 logika penghubung. 178 simetri. 279. predikat. 317 koefisien variasi. 542 minor. 418 model matematika. 426 jari-jari. 566 L layang-layang. 542 Indeks B3 . 206. 179 segitiga bawah. 283 Kontradiksi. 541. 506. 552 kofaktor. 203. 303 konklusi. 193 anggota. 505 sederhana. 180. 176. 246 konvers. 272 pernyataan. 178 segitiga atas. 487 komplemen. 542 median. 293 kuartil. 470 kalimat terbuka. 466. 297 konveks. 178 diagonal. 178 kofaktor. 176 mean. 548. 299 kontraposisi. 540. 177 bujursangkar. 272 M matriks. 273 kalimat terbuka. 473 perkalian. 466 saling bebas. 193 modal. 194. 193 kombinasi. 179 singular. 184. 502 komposisi. 554 lingkaran. 175. 275 kejadian. 183 ukuran. 447 adjoint. 552. 193. 506 majemuk. 186 transpose. 297 kuantor eksistensial. 466 kodomain. 234 modus. 199 kolom.

138. 92 linear satu peubah. 100 O operator logika. 484. 498 bersyarat. 215. 590. 465. 99 kuadrat sejati. 153 sistem persamaan linear dua peubah. 534 B4 Indeks . 428 pertidaksamaan. 99 linear. 169 kuadrat. 166 himpunan penyelesaian. 5 tak-murni. 4 kuadrat tak lengkap. 140 persegi. 140. 476 pernyataan. 417 luas. 417 keliling.ponens. 295 nilai akhir. 167 sifat-sifat. penyelesaian. 98 keliling. 147. 121 kuadrat. 592 nilai tunai. daerah daerah penyelesaian. 417 luas. 217 pecah rasional. 86 linear dua peubah. 160. 273 primitive. 158 piktogram. 160 linear. 216 linear. 157. 593 numerator. daerah penyelesaian. 429 persegi panjang. 582. 480 siklik. 5 peluang. 485 Permutasi. 417 P parameter. 166 pecah rasional. 539 pecahan murni. 99 kuadrat real. 219 kuadrat. 277 sistem persamaan linear. 87 penyelesaian persamaan kuadrat. 539 sampel. 582. 160. 307 kuadrat rasional. 99 N negasi. 278. 305 tollens. 274 persamaan akar persamaan kuadrat. 162. dua peubah. 506 permutasi. 162 linear. 477 dengan pengulangan.

437. 283 probability. 358 polygon frekuensi. 587 rotasi. 497 tereduksi. 524. 406 sistem persamaan linear. 520 Sample. 405.. 466. 234 proposisi. 409 siku-siku. 554 statistik. 609 sampel. 273. 539 sarrus.pola bilangan. 422 sama sisi. 216. 410 range.rata. 409 suku bunga. 317 rata. 420 keliling. 419 jumlahan sudut dalam. See interval sigma. 587. 366. 590. 429 segitiga. 197 segi tiga tabel T distribusi frekuensi. 208 sistem pertidaksamaan linear. 524 Indeks B5 . 420 sama kaki. 442 ruang nol. 423 siku-siku. 587 pranumerando. See pernyataan luas. 539 premis. 526 frekuensi. 592 terbatas. 536 populasi. 371 R radian. 595 postnumerando. 407 tumpul. 407 sisi awal. 409 sisi akhir. 315 rente kekal. 520 Populasi. 566 surjektif. 446 relasi. 215. 225 statistika. 540 refleksi. 421 selang. 549 sisi sudut. 587. 508 silogisme. 206. 466 ruang sampel. 520 sudut. 303 simpangan. 319 S saldo menurun. 406 lancip. 437. 465 program linear.

582 variansi. 550 W waktu eksak. 571 U ukuran waktu rata-rata. 437 trapesium. 539 keragaman. 433 kemiringan. 539 V valuta. 299 tautology. 418 luas. 406 titik sampel. 184 transformasi geometri. 539 pemusatan.tabel kebenaran. 437 translasi. 300 titik. 466 trace. 571 B6 Indeks . 289 tautologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful