Bandung Arry Sanjoyo, dkk.

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
Untuk SMK
Penulis

Ilustrasi Cover Ukuran Buku SAN m

: Tim : 17,6 x 25 cm

SANJOYO, Bandung Arry Matematika Bisnis dan Manajemen Jilid 1 untuk SMK /oleh Bandung Arry, Sri Suprapti, Nur Asyiah, Dian Winda S ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. viii. 214 hlm Daftar Pustaka : A1-A2 Glosarium : B1-B6 ISBN : 978-602-8320-73-3 978-602-8320-74-0

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2009 Diperbanyak oleh:

CV. ARYA DUTA

Jl. Revolusi No. 29 Villa Pertiwi Sukamaju Depok Telp. (021) 8761630, 87906446 Fax. (021) 8757836 email: marketing@aryaduta.co.id ii

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. , berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit didapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional, sehingga dapat digunakan secara luas oleh pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, kami tayangkan lewat internet agar dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualan harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khususnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai salah satu sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

iii

iv

KATA PENGANTAR
Matematika merupakan suatu alat untuk berkomunikasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan matematika kita dapat mengungkapkan gejala-gejala alam, sosial, dan teknik dengan suatu ungkapan rumusan matematika yang tidak memuat makna ganda. Bahkan dengan berbantuan matematika kita dapat menyelesaikan permasalahan sosial, ekonomi, manajemen, dan teknik dengan penyelesaian yang akurat dan optimal. Fakta menunjukkan bahwa beberapa pemenang nobel untuk bidang ekonomi atau teknik berasal dari matematikawan. Oleh karena itu, mempelajari dan menguasai matematika dari usia sekolah dasar maupun lanjut merupakan suatu kebutuhan. Buku ini disusun dengan memperhatikan konsep berfikir matematis dan selalu mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada permasalahan ekonomi, bisnis, dan manajemen. Pada setiap konsep kecil yang dituangkan dalam suatu sub-bab selalu dikaitkan dengan permasalahan sehari-hari. Juga pada setiap bab diawali dengan kalimat motivasi, pembuka dan perangsang bagi pembaca untuk mengerti dari awal, kira-kira akan dipakai seperti apa dan dimana. Belajar matematika tidak cukup hanya dengan mengerti konsep saja. Harus disertai dengan banyak latihan olah pikir serupa dengan contoh-contoh yang diberikan. Untuk itu, pada setiap akhir sub bab diberikan banyak soal-soal sebagai latihan dalam menguasai konsep dan meningkatkan ketrampilan olah pikir dan penyelesaian permasalahan. Buku Matematika SMK Bisnis dan Manajemen ini terdiri dari 11 bab. Bab awal memuat materi dasar dalam matematika, yang akan dipakai untuk materi lain yang ada pada bab sesudahnya. Setiap bab berisi tentang topik kajian matematika yang disajikan lewat orientasi/ilustrasi, teori, beberapa contoh soal mulai dari yang mudah ke soal yang sulit. Sebelum mengerjakan latihan soalsoal pada setiap subbab, didahului dengan rangkuman, dengan tujuan siswa dapat mengingat hal-hal penting dari subbab yang telah dipelajari.

v

Dengan bekal matematika untuk SMK Bisnis dan Manajemen ini, diharapkan lulusan SMK mempunyai bekal yang cukup dalam berfikir secara logis dan sistematis dengan selalu berpijak pada kaidah-kaidah keilmuan matematika dalam menghadapi problema-problema pada dunia kerja. Penulis sangat menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran untuk perbaikan sangat diharapkan oleh penulis. Suatu penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan fasilitas dalam penyusunan buku ini. Terutama kepada beliaubeliau yang dengan ikhlas mengarahkan, mengoreksi, memberikan masukan terhadap isi buku ini. Sekali lagi kami menyampaikan perhargaan yang sangat tinggi dan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Penulis.

Penulis

vi

DAFTAR ISI
Kata Sambutan ....................................................................... ii Kata Pengantar ....................................................................... iii Daftar Isi .................................................................................. vii 1. 1.1 1.1.1 1.1.2 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.3 1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.4 1.4.1 1.4.2 1.5 1.6 1.6.1 1.6.2 1.6.3 1.6.4 2. 2.1 2.1.1 2.1.2 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.3 2.3.1 2.3.2 Sistem Bilangan Real ............................................... Bilangan Real Dan Operasi Pada Real .................... Bilangan Real .............................................................. Operasi Pada Bilangan Real ....................................... Perbandingan, Skala Dan Persen ............................ Perbandingan .............................................................. Skala ........................................................................... Persen ......................................................................... Operasi Pada Bilangan Berpangkat Bulat .............. Pangkat Bilangan Positif ............................................. Pangkat Bilangan Negatif Dan Nol ............................. Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat .................. Bilangan Dalam Bentuk Akar (Irrasional) ............... Operasi Aljabar Pada Bilangan Berbentuk Akar ......... Merasionalkan Penyebut ............................................ Bilangan Berpangkat Rasional ................................ Logaritma ................................................................... Pengertian Logaritma .................................................. Menghitung Logaritma ................................................ Sifat-Sifat Logaritma ................................................... Contoh Pemakaian Logaritma .................................... 1 2 2 15 24 24 28 29 32 33 36 41 50 52 54 58 66 66 68 76 78

Persamaan Dan Pertidaksamaan ............................ 85 Persamaan Linear ..................................................... 86 Persamaan Linear Satu Peubah ................................. 87 Persamaan Linear Dua Peubah .................................. 92 Persamaan Kuadrat .................................................. 98 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat ........................... 100 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat ... 114 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya ....................................................................... 121 Menerapkan Persamaan Kuadrat ............................... 127 Sistem Persamaan Linear ........................................ 138 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah ........................................................................ 140 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah ........................................................................ 147

vii

2.4 2.5 2.5.1 2.5.2 2.5.3 2.5.4 3. 3.1 3.2 3.3 3.3.1 3.3.2 3.3.3 3.3.4 3.4 3.4.1 3.4.2

Sistem Persamaan Linear Dan Kuadrat Dua Peubah ....................................................................... 153 Pertidaksamaan ........................................................ 157 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah ......................... 160 Pertidaksamaan Kuadrat ............................................ 162 Pertidaksamaan Pecah Rasional ................................ 166 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat ....................... 169 Matriks ....................................................................... 175 Matriks Dan Operasinya ........................................... 175 Invers Matriks ............................................................ 186 Determinan ................................................................ 192 Determinan Tingkat Dua ............................................. 195 Determinan Tingkat Tiga ............................................. 196 Sifat-Sifat Dasar Determinan ...................................... 197 Mencari Invers Matriks 199 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Matriks ....................................................................... 206 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Invers Matrks .............................................................. 208 Metoda Cramer ........................................................... 210

viii

Bab 1 SISTEM BILANGAN REAL B real. Penambahan modal usaha Anton tersebut. operasi pada bilangan berpangkat. Jika keuntungan usaha Anton pada tahun 2007 adalah Rp 100. operasi pada logaritma. yaitu 50% dari keuntungan pada tahun 2007. misal setengah keuntungan usaha Anton tahun 2007 digunakan untuk menambah modal usaha. Pada bab ini akan dipelajari tentang bilangan real dan operasi yang dapat dilakukan pada bilangan Operasi-operasi yang berlaku pada bilangan real tersebut meliputi: operasi pada bilangan bulat dan pecahan. juga dapat dinyatakan dalam bentuk persen (%). Besarnya kerugian suatu usaha juga dapat dinyatakan dengan menggunakan bilangan real negatif.000. maka 1 2 modal usaha Anton pada tahun 2007 bertambah sebesar × Rp 100.000 = Rp 50. juga dibahas konversi bilanganbilangan bulat dan bilangan pecahan ke atau dari bentuk persen.000.000.000. Selain itu. ilangan real mempunyai banyak pemakaian. menerapkan operasi pada bilangan irrasional (bentuk akar).000. Sistem Bilangan Real 1 .

maka himpunan tersebut dinamakan himpunan bilangan cacah. 3.1. Himpunan bilangan asli (natural) biasa dilambangkan dengan N. } 2 Sistem Bilangan Real . biasanya orang membilang mulai dari 1. sangatlah penting untuk mengenal berbagai jenis bilangan dan perbedaan di antara bilangan-bilangan tersebut. dan dilambangkan dengan H.1 Bilangan Real dan Operasi pada Real 1. 2. skala. 4. ∎ Bilangan Asli Dalam keseharian. bulat. 2. N = {1. 5. 1. cacah. Dalam sub-bab ini akan dikenalkan mengenai dasar dan istilah yang berkaitan dengan bilangan asli... yaitu: H = {0. pecahan campuran. Bilangan – bilangan ini dinamakan bilangan asli. Pada bab ini juga dibahas masalah perbandingan. 4. 1. seperti dituliskan berikut ini. dan seterusnya. irrasional. } ∎ Bilangan Cacah Jika bilangan 0 dimasukkan dalam himpunan bilangan asli. 6. 5. 3. dan persen. 2. dan real.. Oleh karena itu.1 Bilangan Real Sistem bilangan merupakan dasar matematika.. adalah suatu himpunan yang anggotanya bilangan asli.pecahan desimal. . 5. . rasional. 4. 3.

Misal jumlah apel dalam suatu kardus seharusnya 100 buah apel. CONTOH 1. Dalam perhitungan banyaknya suatu objek. -2.. sering dijumpai adanya kekurangan objek. Himpunan bilangan yang dinotasikan dengan lambang Z dan mempunyai anggota seperti berikut ini dinamakan himpunan bilangan bulat (integer). 2. -3. Untuk menyatakan kekurangan 3 buah apel ini dapat dituliskan dengan symbol -3 buah apel. ∎ Bilangan Bulat Bilangan asli 7 dapat juga dituliskan dengan memberikan tanda + didepannya menjadi +7. Jadi ada kekurangan buah apel sebanyak 3 buah. .. Bilangan 4 adalah bilangan asli dan 4 juga merupakan bilangan cacah. Namun demikian. Jadi bilangan 7 dan +7 adalah sama. Selanjutnya didefiniskan suatu bilangan negatif –n dengan n adalah bilangan asli.1    Bilangan 7 adalah bilangan asli dan 7 juga merupakan bilangan cacah. Z = {. . akan tetapi bukan sebaliknya.1. -1. } Sistem Bilangan Real 3 . tanda + tidak biasa dituliskan... 0. 4. ternyata setelah dilakukan penghitungan banyaknya apel ada 97 buah. 3. 1. Bilangan 0 merupakan bilangan cacah akan tetapi 0 bukan merupakan bilangan asli.-4.Setiap bilangan asli juga merupakan bilangan cacah.

∎ Bilangan Rasional Himpunan bilangan rasional.1. -3. Jadi bilangan bulat terdiri dari:  Bilangan bulat positif. yaitu: -1.. . yaitu: 1. dan  Bilangan bulat negatif. dinotasikan dengan lambang Q. 2.. Karena itu. 𝑞 ∈ 𝑍 𝑑𝑎𝑛 𝑞 ≠ 0 4 Sistem Bilangan Real . Bilangan rasional berbentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 𝑞 dengan p disebut pembilang (numerator) dan q≠0 disebut penyebut (denominator). Bilangan -7 merupakan bilangan bulat akan tetapi -7 bukan merupakan bilangan cacah. Bilangan 0 adalah bilangan cacah dan 0 juga merupakan bilangan bulat. 3. himpunan bilangan rasional dapat dituliskan sebagai berikut.. -2. 𝑄 = 𝑝 𝑞 | 𝑝.  Bilangan bulat 0 (nol).. CONTOH 1. begitu juga himpunan bilangan cacah merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan bulat. Himpunan bilangan asli merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan cacah.2    Bilangan 7 adalah bilangan cacah dan 7 juga merupakan bilangan bulat.Setiap bilangan cacah juga merupakan bilangan bulat. . akan tetapi bukan sebaliknya.

1. 1 2 8 3 =2 . . atau . Bilangan rasional mempunyai tak berhingga banyak bentuk representasi bilangan.CONTOH 1. Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan murni. atau Sifat bilangan rasional: Nilai dari suatu bilangan rasional 𝑝 𝑞 6 8 9 . jika pembilang p dan penyebut q keduanya dikalikan atau dibagi dengan bilangan bulat selain 0. atau yang lainnya. Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan tak murni. Seperti bilangan rasional 1 dapat dituliskan dengan . tidak berubah. Sistem Bilangan Real 5 . 12 2 2 3 3 4 4 3 4 dapat atau 12 . atau . 16 atau yang lainnya. 2 21 3 5 adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a > b. Perhatikan bahwa setiap bilangan bulat juga merupakan bilangan rasional karena setiap bilangan bulat p dapat ditulis sebagai pembagian 𝑝 1 . adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a < b. .3 Berikut ini merupakan contoh-contoh bilangan rasional:  1 1 2 4 2 3 3 7 . bilangan rasional dituliskan dengan .  15 2 =7 .

 1 4 = 0.5 . nilai 7. 1. Untuk i = 1.∎ Bilangan Desimal Bilangan rasional 𝑝 𝑞 dapat dituliskan dalam bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 .  15 2 = 7.25 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 4. 3. nilai 0.25 . 10−2 = 1 100 . nilai 0. 6 Sistem Bilangan Real .47 mempunyai nilai 2 103 + 3 102 + 5 101 + 4 10−1 + 7 10−2 CONTOH 1. dan seterusnya Sedangkan 100 didefinisikan dengan 100 = 1. 10−1 = 1 10 . …. Nilai dari bilangan bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 .4 Berikut ini merupakan contoh-contoh bentuk desimal dari bilangan rasional:  1 2 = 0. di merupakan angka / digit desimal 0.1. 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 adalah d1(10n)+d2(10n-1)+…+dn(100)+dn+1(10-1)+dn+2(10-2)+…dn+m(10m) dengan :    101 = 10. 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 . 102 = 100. 2.5 . 2. atau 9. dan seterusnya. n+m.5 didapat dari membagi bilangan 15 dengan bilangan 2.5 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 2. 103 = 1000. …. 10−3 = 1 1000 . Sebagai gambaran bilangan 235.

3333… angka 3 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas. seperti: a. 1 3 = 0.5 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 .45 𝑝 Sistem Bilangan Real 7 .2525 … . 2.125 dan lainnya.3333 … . Bentuk 0. 25. CONTOH 1. 2. 0. 3. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. tanda … menyatakan angka perulangan 25 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak.33333… ini sering disingkat dengan 0.252525… ini sering disingkat dengan 0. Dengan memperhatikan contoh di atas. Bilangan 0. Bentuk 0. b. 23. Bilangan 0. Jadi x = 2.25 .1. dapat dikatakan bahwa: 1.125125125125… angka 125 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas. Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal tak terbatas. a. 0.3 Penyelesaian: a.  25 99 = 0. seperti bilangan 0.5 . Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal terbatas. tanda … menyatakan angka perulangan 3 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak.3 b.

Jadi x = 23.1. Lanjutkan dengan operasi aljabar. yaitu 3. Lanjutkan dengan operasi aljabar. b. 10 x = 23.33333… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10. atau x= 23 10 b. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. 1. Kita ambil pengali 100 karena angka dibelakang tanda koma terbatas dua angka.Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10.45 Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 100. Jadi x = 1.6 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 . kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya satu angka yang berulang. 100 x = 2345. 0. a. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. atau x= 2345 100 CONTOH 1. didapat hasil berikut ini. didapat hasil berikut ini. Lanjutkan dengan operasi aljabar. didapat hasil berikut ini.123123123… 𝑝 8 Sistem Bilangan Real . Kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma terbatas satu angka.33333… Penyelesaian: a.

123123123… 1000 x = 123 + 0.123123123… 1000 x = 123 + x 999 x = 123 x= 123 999 Langkah-langkah berikut merubah bilangan rasional berbentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . 1. Jika m berhingga / terbatas. dengan r 𝑝 𝑞 Sistem Bilangan Real 9 .33333… 10 x = 12 + x 9 x = 12 x= 12 9 b.33333… 10 x = 12 + 1. 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛 +2 … 𝑑𝑛 +𝑚 menjadi bilangan rasional berbentuk . yaitu 123. Jadi x = 0. maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑟 . maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑚 . Lanjutkan dengan operasi aljabar.123123123… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 1000. Lakukan pemisalan bilangan rasional yang dicari adalah x=𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . didapat hasil berikut ini. 1000 x = 123. Jika m tak berhingga / tak terbatas. 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛+𝑚 . Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x.10 x = 13. 2. kita ambil pengali 1000 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya tiga angka yang berulang.

𝑞 Seperti bilangan desimal x=3.1. 2 ≈ 1.7 Bilangan 2 adalah bilangan irrasional. atau x merupakan bilangan irrasional. ditampilkan dalam bentuk desimal yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple. namun tidak ditunjukkan disini. nilai desimal 2 yang dipotong sampai dengan 30 angka dibelakang tanda koma. Lakukan operasi aljabar untuk membawa x kedalam bentuk dengan p dan q≠0 bilangan bulat. 𝑝 𝑞 Bilangan desimal yang mempunyai angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan tak berulang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 . Akan tetapi. CONTOH 1.414213562373095048801688724209698078569 10 Sistem Bilangan Real . Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 2 tidak ada yang berulang. ∎ Bilangan Irrasional Bilangan irrasional atau bilangan bukan rasional yaitu bilanganbilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai pembagian bilangan bulat. 3.414213562373095048801688724210 .   2 ≈ 1.adalah banyaknya digit yang berulang pada deretan digit dn+1dn+2…dn+m. Oleh karena itu bilangan x tersebut bukan bilangan rasional. Ini dapat dibuktikan secara 2 akan analitis.010010001000010000010000001… tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat.

2 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma. tidak ada sederetan angka yang berulang. Dari titik acuan 0. garis arah ke kanan sebagai arah positif dan titik pada garis arah positif ini menyatakan sebuah bilangan real positif. Bilangan real dapat dikaitkan dengan titik pada sebuah garis. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma. nilai desimal dengan”.1. Garis ini mempunyai arah ke kanan dan ke kiri. ∎ Bilangan Real Gabungan himpunan bilangan rasional dan irrasional membentuk suatu himpunan bilangan yang disebut himpunan bilangan real dan dinotasikan dengan R.67187537694807317667973799073247846210704 .14159265358979323846264338327950288419716 93993751058209749445923078164062 8620900. Dipilih sebuah titik acuan 0 pada garis tersebut.8 Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 𝜋 yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple.141592653589793238462643383280 . Titik acuan awal ini yang berkaitan dengan bilangan real 0. Simbul ≈ adalah simbul “hampir sama CONTOH 1. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 20 angka dibelakang tanda koma.   𝜋 = 3. 𝜋 = 3. Dari titik acuan 0 ke arah kiri sebagai arah Sistem Bilangan Real 11 . yang disebut titik awal.

Tempat dari 3 2 2 dan π merupakan hampiran yang diperoleh dari hampiran desimalnya yaitu 2 ≈ 1.1. 12 Sistem Bilangan Real . dan setiap bilangan real negatif –x dinyatakan dengan titik yang berjarak x satuan ke arah kiri dari titik awal. setiap bilangan real positif x dinyatakan dengan suatu titik yang berjarak x satuan ke arah kanan dari titik awal.1. CONTOH 1.1.9 Perhatikan Gambar 1. Gambar 1. pada garis bilangan real diberi tanda tempat titik-titik dengan koordinat − . Lihat Gambar 1.41 dan 𝜋 ≈ 3.2. kurva geometrik dengan rumus aljabar.negatif dan titik pada garis arah negatif ini menyatakan sebuah bilangan real negatif.1.1 dibawah ini.2 Posisi beberapa bilangan real pada garis bilangan 1 Pada tahun 1637 Ren´e Descartes1 menerbitkan suatu karya filsafat yang berjudul Discourse on the Method of Rightly Conducting the Reason. 2 -3 -2 -1 0 1 2 π 3 4 Gambar 1. bilangan real dinyatakan dengan titik pada sebuah garis.1. Dalam lampiran tersebut Ren´e Descartes menghubungkan aljabar dengan geometri. setiap bilangan real positif x Dengan sembarang satuan pengukuran. 2.14.1. Dalam geometri analitik. yang merupakan kreasi baru dan disebut geometri analitik. suatu cara untuk menjelaskan rumus aljabar dengan kurva geometrik dan sebaliknya. dan 𝜋. Garis Bilangan Real 1 Dengan sembarang satuan pengukuran.

Bilangan real 2 lebih besar dari bilangan real 7 . Bilangan real 2 lebih kecil dari bilangan real .142 < 3 2 = 1. yaitu bilangan-bilangan yang berbentuk a + bi dengan a dan b bilangan real. bilangan-bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat adalah berhubungan.Berdasarkan cara di atas. 5 Karena 3 2 2 ≈ 1. Bilangan real dapat diurut berdasarkan nilai desimalnya. Oleh karena itu persamaan 𝑥 2 = −1 tidak mempunyai penyelesaian dalam bentuk bilangan real.4. yang dinotasikan dengan 𝑖 dan didefinisikan sebagai 𝑖 2 = −1.42 > 7 5 =1. Karena 2 ≈ 1. jika dihimpun membentuk sebuah himpunan bilangan kompleks yang biasa dinotasikan dengan C dan dinyatakan sebagai: 𝐶 = 𝑎 + 𝑏𝑖 | 𝑎. ∎ Bilangan Kompleks Kuadrat suatu bilangan real selalu tak negatif. Pada abad XVIII para matematikawan memperbaiki permasalahan tersebut dengan memperkenalkan bilangan baru.5. Oleh karena itu. bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat berkorespondensi satu-satu. Setiap bilangan real akan dikawankan dengan satu titik tunggal dan setiap titik akan dikawankan dengan satu bilangan real. 𝑏 ∈ 𝑅 Sistem Bilangan Real 13 . Bilangan – bilangan kompleks ini. Definisi ini selanjutnya mengarah pada perkembangan bilangan kompleks.

1-2i = 1 − −1 dengan a = 1 dan b = -2. c.1. Jadi bilangan imajiner berbentuk bi.1.10 Beberapa contoh bilangan kompleks. -5+10i = −5 + 10 −1 dengan a = -5 dan b = 10. himpunan bilangan real adalah himpunan bagian dari bilangan kompleks. 2+i = 2 + −1 dengan a = 2 dan b = 1. Perhatikan bahwa setiap bilangan real a juga merupakan bilangan kompleks karena dapat ditulis sebagai a = a + 0i. d. a. e. Jadi. b. -5 =-5 + 0i dengan a = -5 dan b = 0. sebagai berikut. Bilangan kompleks yang bukan bilangan real disebut bilangan imajiner.3 Diagram Himpunan Bilangan 14 Sistem Bilangan Real .CONTOH 1. 10i = 0 + 10i dengan a = 0 dan b = 10. dengan 𝑏 ∈ 𝑅 Susunan bilangan-bilangan dapat diringkas dalam gambar berikut ini Gambar 1.

dan pembagian. cacah. yaitu bilangan asli. bulat. dan kompleks. kita telah dikenalkan dengan jenis bilangan. irrasional.Pada buku ini. real. rasional.b R maka hasil penjumlahan antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a + b. Langkah – langkah di atas.2 Operasi pada Bilangan Real Sebelum ini. 1. a+b=a. untuk b positif dapat digambarkan sebagai berikut. Sistem Bilangan Real 15 . langkahkan ke kiri sejauh bilangan -b. langkahkan ke kanan sejauh (sebanyak) bilangan kedua b. Untuk b=0. Untuk b > 0. 1. bilangan yang akan dibahas adalah bilangan real. Cara mendapatkan hasil penjumlahan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. Untuk selanjutnya.1. pengurangan. dan tidak akan dibahas lebih mendalam. perkalian. Pada sub bab ini akan diperkenalkan operator dan sifat-sifat operasi dasar pada bilangan real. b merupakan bilangan real atau a. Operasi Penjumlahan (+) Jika a. Untuk b < 0. bilangan kompleks hanya ditampilkan sebagai perkenalan. Beberapa operator yang dapat dikenakan pada bilangan real adalah penjumlahan.

b. berlaku sifat-sifat operasi penjumlahan sebagai berikut. Sifat asosiatif (a + b) + c = a + (b + c) iv.11 Tentukan hasil 5 + 3 dan 3 + 5 + 2 dengan menggambarkan secara geometris.b a c Gambar 1. Sifat komutatif a+b=b+a iii. i. CONTOH 1. bilangan -a dikatakan invers penjumlahan dari a. Sifat tertutup Penjumlahan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga. Adanya elemen invers a + (-a) = 0 . v.1.1. dan c. ii. Adanya elemen identitas/netral a+0=0+a =a Bilangan 0 dinamakan elemen identitas untuk penjumlahan. Penyelesaian: 16 Sistem Bilangan Real .4 Representasi geometris dari c = a + b Sifat operasi penjumlahan Untuk bilangan real a.

Dengan a > 0. Perhatikan bahwa sifat-sifat tertutup. CONTOH 1.12 Tentukan hasil a + a dan a + a + a dengan menggambarkan secara geometris.1.5 3 3 4 5 6 7 8 2 9 10 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 + 3 adalah 8. komutatif dan assosiatif terlihat pada contoh ini. Penyelesaian: a 0 a a 2a 3a Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari a + a adalah 2a. Hasil dari a + a + a = (a + a)+a = 2a + a = 3a Sistem Bilangan Real 17 . Hasil dari 3 + 5 + 2 = (3+5)+2 = 8 + 2 = 10 Lakukan sendiri untuk menjumlahkan 3 + 5 dan 5 + (3 + 2).

b R maka hasil pengurangan / selisih antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a – b = a + (-b). Cara mendapatkan hasil pengurangan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. Langkah – langkah di atas (untuk nilai b > 0) dapat digambarkan sebagai berikut. langkahkan ke kiri sejauh (sebanyak) bilangan kedua b. Untuk b=0. Sifat tidak komutatif Jika a ≠ b. Operasi Pengurangan (-) Jika a. langkahkan ke kanan sejauh bilangan -b. maka a . b. a-b=a. dan c.b ≠ b .1.2.a 18 Sistem Bilangan Real . b c a Gambar 1. ii. Untuk b < 0. i. Sifat tertutup Pengurangan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga. berlaku sifat-sifat operasi pengurangan sebagai berikut.5 Representasi geometris dari c = a – b = a + (-b) Sifat operasi pengurangan Untuk bilangan real a. Untuk b > 0.

3 . Hasil dari 5 . Penyelesaian: 2 -1 0 1 2 3 3 4 5 6 7 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 . Operasi Perkalian (× atau ·) Jika a.1. Jika a merupakan bilangan bulat maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑏 + 𝑏 + ⋯ + 𝑏 Banyaknya suku b adalah a suku Sistem Bilangan Real 19 .2). maka (a . Cara mendapatkan hasil perkalian a dan b.3 dan 5 . Sifat tidak asosiatif Jika c≠ 0.3 .2 dengan menggambarkan secara geom etris.c ≠ a .2 = (5-3)-2 = 2 + 2 = 0 Lakukan sendiri untuk menghitung 3 .c) CONTOH 1.5 dan 5 .(3 .iii.b R maka hasil perkalian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a × b = a·b = ab .b) .3 adalah 2. i. 3.(b .13 Tentukan hasil 5 .

v.1 + 3. b.1 + 3. berlaku sifat-sifat operasi perkalian sebagai berikut.ii. bilangan dikatakan invers perkalian dari a. Penyelesaian: 5 × 3. Sifat komutatif ab=ba iii. Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional. ii. maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑝 𝑟 𝑝 ∙ 𝑟 × = 𝑞 𝑠 𝑞 ∙ 𝑠 Sifat operasi perkalian Untuk bilangan real a.5 20 Sistem Bilangan Real . dan c.1 = 3. Adanya elemen identitas/netral a×1=1×a =a bilangan 1 dinamakan elemen identitas untuk perkalian. Sifat asosiatif (a b)c = a (b c) iv.1 + 3.1 + 3. Adanya elemen invers 𝑎 × = × 𝑎 = 1.1.14 Tentukan hasil 5 × 3. Sifat tertutup Perkalian dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga. i.1 = 15. 1 𝑎 1 𝑎 1 𝑎 CONTOH 1.1 dengan menggunakan definisi di atas.

1. Karena itu.3 merupakan bilangan rasional. dan c. 𝑏 = . 𝑟. b. 1.3 dengan menggunakan definisi di atas.3 = × 3 2 23 10 = 69 20 = 3.15 Tentukan hasil 1. berlaku sifat-sifat operasi pembagian sebagai berikut.5 × 2.45 4. dan 𝑝. Penyelesaian: 1. 𝑞. Sistem Bilangan Real 21 . 𝑠 adalah bilangan bulat Sifat operasi pembagian Untuk bilangan real a. Operasi Pembagian (/ atau ) Jika a. dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional.CONTOH 1. Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional maka ab  p r p s /   q s q r 𝑝 𝑞 𝑟 𝑠 dengan 𝑎 = .5 dan 2.5 × 2.b R dan b≠0 maka hasil pembagian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a/ b = 𝑎 𝑏 Cara mendapatkan hasil pembagian a dan b.

b. Bentuk pecahan desimal dari bilangan rasional adalah berulang.3 = / 3 2 23 10 1. a≠b. Sifat tidak asosiatif Jika a. ii. dan q≠0 adalah bilangan bulat. 1. Sifat tertutup Pembagian dua buah bilangan real dengan penyebut tidak nol menghasilkan bilangan real. c tidak nol. 𝑝 𝑞 22 Sistem Bilangan Real .3 merupakan bilangan rasional. dan a≠b maka a/b ≠ b/a iii. = 3 2 × 10 23 = 30 46  RANGKUMAN    Bilangan real terdiri dari bilangan rasional dan irrasional. Bilangan bulat merupakan bagian dari bilangan rasional. dengan p. dan pembagian.5 2.b≠0.16 Tentukan hasil Penyelesaian: 1.i. Bilangan rasional dapat dinyatakan bentuk . pengurangan.  Operasi yang bekerja pada bilangan real adalah operasi penjumlahan. perkalian. Sifat tidak komutatif Jika a≠0. dan c≠1 maka (a/b)/c ≠ a/(b/c) CONTOH 1.5 dan 2. Karena itu dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional.5 × 2.1.3 dengan menggunakan definisi di atas.

: a. 4 × 3. ∶ c.: a. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. − c. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a.: a. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 − b. Nyatakan bilangan rasional berikut ini dalam bentuk pecahan desimal. tentukan nilai ekpresi berikut ini.25 3. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 × b. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. − 5.SOAL LATIHAN 1-1 1. c. 1 5 4 7 −2 6 b. tentukan nilai ekpresi berikut ini. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. × 6. + c. 3 + 6 b. + 4. × c. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 + b. Dengan menggunakan definisi operator pengurangan pada bilangan real. tentukan nilai ekpresi berikut ini. 3 × 4 b. a.7 c. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. 7. Sistem Bilangan Real 23 . tentukan nilai ekpresi berikut ini. -5 + 9 2. 0 . -2 × 3 c.: a. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 3 : 6 4 ∶ b.

75 b.263 1. perhatikan beberapa ilustrasi berikut: 24 Sistem Bilangan Real . Agar lebih mudah dipahami.8. mewakili beberapa km pada panjang jalan aslinya. Perbandingan ini dituliskan dalam skala peta. Ukuran panjang jalan 1 cm dalam sebuah peta. beratnya dan sebagainya. a. kita akan belajar tentang perbandingan. misalnya membandingkan tingginya. Satu Negara dapat kita gambarkan keadaan geografinya dalam sebuah peta kecil dalam selembar kertas. Dengan demikian perbandingan dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan sederhana. Nyatakan bilangan rasional bentuk pecahan desimal berikut ini dalam bentuk pembagian bilangan bulat. panjangnya. dan persen yang sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari.1 Perbandingn Jika kita mengamati dua buah objek. Pada subbab ini. Untuk membandingkan dua ukuran dapat dinyatakan dengan hasil bagi dari kedua ukuran tersebut. Pada peta tersebut.7777 … c. skala. 0. 1. maka kita bisa membandingkan ukuran kedua objek tersebut.2 Perbandingan Skala dan Persen Kita sering melihat kondisi suatu wilayah atau daerah melalui peta daerah tersebut. biasanya dituliskan perbandingan ukuran panjang dipeta dan panjang aslinya. -15.2. 0.

perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. Sistem Bilangan Real 25 . atau 𝐴 . seseorang harus membayar x rupiah. Dede mempunyai 10 buah buku. Perbandingan berat badan Kiki dan Boy adalah 45 : 72 atau 5 : 8.1. atau 𝐴 𝑦 𝐵 𝐵 𝑥 𝐴 ∎ Perbandingan Senilai Untuk memahami maksud perbandingan senilai. Perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Kantor Pos dari rumah Chacha adalah 400 : 2000 atau 1 : 5. 3. Jika perbandingan dua besaran / ukuran sejenis A dan B adalah A : B = x : y atau 𝐴 𝐵 = 𝑥 𝑦 maka pernyataan perbandingan tersebut dapat diartikan sebagai berikut:     𝐴 = B= 𝑥 = 𝑦 = 𝑥 𝑦 𝑦 𝑥 𝐵 . Berat badan Kiki 45 kg dan berat badan Boy 72 kg. orang tersebut harus membayar sebanyak n x rupiah. sedangkan Zaza mempunyai 5 buah. maka untuk membeli n buah buku. Perbandingan banyaknya buku Dede dan banyaknya buku Zaza adalah 10 : 5 atau 2 : 1. 2. Jarak rumah Chacha ke Sekolah 400 m sedangkan jarak ke Kantor Pos 2 km. atau . Jika membeli sebuah buku.

maka waktu yang diperlukan sebanyak 20 hari. maka waktu yang dibutuhkan 100 hari. maka bahan premium yang diperlukan adalah 6 liter. 2.2.57 menit. Jika dikerjakan oleh dua orang. ∎ Perbandingan Berbalik Nilai Untuk memahami maksud perbandingan berbalik nilai. Untuk menempuh jarak 45 km diperlukan waktu selama 45 menit dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Jika dikerjakan oleh lima orang. makin banyak buku yang akan dibeli. Dari gambaran diatas. Jika dikerjakan oleh empat orang. maka waktu yang dibutuhkan sebanyak 33. jika kecepatan rata-rata 70 km/jam. Suatu pabrik memproduksi sepatu dengan target sebanyak 100 pasang. makin jauh yang harus ditempuh makin banyak premium yang dibutuhkan. makin banyak pula uang yang harus dikeluarkan. maka waktu yang diperlukan sebanyak 50 hari. Begitu juga. Begitu juga. Untuk menempuh jarak 50 km diperlukan bahan bakar sebanyak 1 liter premium. Jika dikerjakan oleh seorang saja. Jika kecepatan rata-rata 80 km/jam. Dari contoh di atas. maka waktu yang diperlukan adalah 38. Begitu juga. bahwa makin banyak pegawai yang ikut mengerjakan makin sedikit hari yang dibutuhkan. dengan menambah kecepatan rata-rata yang diperlukan. jika jarak yang harus ditempuh adalah 300 km. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. waktu yang dibutuhkan makin sedikit. maka waktu yang diperlukan sebanyak 25 hari. 26 Sistem Bilangan Real .75 menit.

Jika pada awal tahun 2007 harga premium adalah Rp 5000.2. Carilah perbandingan antaran panjang dan lebar dari lapangan sepak bola. Penyelesaian: Misal harga premium awal tahun 2007 adalah x dan harga premium awal tahun 2000 adalah y. maka berapakah harga premium pada awal 2000?.CONTOH 1.000 = 𝑅𝑝 1. Penyelesaian: Panjang : Lebar = 110 m : 60 m = 110 : 60 = 11 : 6 CONTOH 1. Atau 𝑥 ∶ 𝑦 = 5 ∶ 1 yang berarti 𝑦 = 1 5 𝑥 = 1 5 × 𝑅𝑝 5.000. Perbandingan antara x dan y adalah 5 : 1.2 Seseorang mengatakan bahwa harga bahan bakar minyak premium pada awal tahun 2007 ini mencapai lima kali lipat dari harga premium tujuh tahun yang lalu.000 Jadi harga premium di awal 2000 adalah Rp 1. Sistem Bilangan Real 27 .1 Lapangan sepak bola mempunyai ukuran panjang 110 m dan lebar 60 m lebar.2.

dan gunung pada suatu wilayah tertentu.3 Suatu peta pulau Jawa mempunyai skala 1 : 2. tentukan jarak sebenarnya? Penyelesaian: Diketahui skala = 1 : 2. blue print) dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Atau 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑚𝑏𝑎𝑟 ∶ 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑜𝑏𝑗𝑒𝑘 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 CONTOH 1. sungai. Untuk melukiskan keseluruhan area dalam tempat tertentu pasti tidak memungkinkan.2. Jika pada miniatur berjarak 1 cm. 28 Sistem Bilangan Real .000.000 = 20.2.000 Jarak sebenarnya = 10 𝑐𝑚 1/2. maka jarak pada gedung aslinya adalah 1cm × 100 = 100cm = 1m.2 Skala Dalam pelajaran Geografi sering diminta untuk menentukan letak suatu pulau. Karena itu perlu penskalaan atau perbandingan yang dapat mewakili tempat-tempat tersebut.000 𝑐𝑚 = 200 𝑘𝑚. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature.000. kota.000. Gambaran yang dibuat sebanding dengan aslinya tetapi dengan ukuran yang lebih kecil dinamakan penskalaan. Misalnya gedung.1.000. Pada peta tersebut jarak antara Jakarta Pusat ke Bandung terukur 10 cm.000. skala antara gedung sebenarnya dengan miniaturnya adalah 1:100.

3 Persen Istilah persen sering kita jumpai dalam keseharian. setiap bilangan persen dapat dinyatakan dalam bentuk real desimal. Perbandingan antara 15 dengan 100 atau ditulis dalam bentuk pecahan adalah 15 100 = 0. a. Potongan harga barang – barang yang dijual oleh suatu toko. Sebaliknya.5%. yaitu dengan cara membagi bilangan persen dengan 100. CONTOH 1. Sebagai contoh. Apa itu maksud dari persen? Akan dibahas dalam subbab ini. bilangan 800% dapat ditulis dalam bentuk desimal menjadi 800% = 800 100 = 8. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%).2. Sebagai contoh. biasanya dinyatakan dalam persen (%).025 × 100% = 2. 7 10 b.2.4 Nyatakan pecahan berikut ini menjadi bentuk persen. 17 25 c. Dengan kata lain pecahan dengan penyebut 100. 30 70 Penyelesaian: a. Kenaikan harga juga dapat dinyatakan dalam persen. ditulis dengan %. bilangan 0.025=0. yaitu dengan cara mengalikan bilangan tersebut dengan 100 dan diikuti dengan tanda %. Setiap bilangan real dalam bentuk desimal dapat dinyatakan dalam persen.025 dapat ditulis dalam bentuk persen 0.1. 7 10 = 7 10 × 100% = 70 % atau 7 10 × 10 10 = 70 100 = 70% Sistem Bilangan Real 29 .15 = 15%.

5% c.5 = 755 1000 1 2 b.75 9 200 c. 50% Penyelesaian: a. Pemerintah mengumumkan kenaikan harga premium sebesar 30% yang diberlakukan bulan depan.000 = Rp 5. = Rp 5.2. a.b. 75.2. 50% = 50 100 b.3 /liter = Rp 6.045 CONTOH 1. c.000 per liter.500/liter 30 Sistem Bilangan Real .000 /liter + 30 100 × Rp 5.857 100 = 42. 75. 4 % 1 2 = = 0.5 100 = 0.857 % CONTOH 1.5 Nyatakan bilangan persen berikut ini menjadi bentuk desimal atau pecahan.6 Misal harga premium saat ini adalah Rp 5.5% = 1 2 9 2 75. 17 25 30 70 × 100% = 17 × 4% = 68% atau × 100/70 100/70 17 25 × = 4 4 68 100 = 68 % = 300/7 100 = 42. 4 % = % = 9/2 100 = = 0.000 × 1 + 0. Berapakah harga premium bulan depan? Penyelesaian: Harga premium bulan depan = harga premium saat ini + 30% dari harga premium saat ini.

000. Seorang pemborong dapat menyelesaikan pembangunan jembatan selama 64 hari dengan pekerja 48 orang. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature. Berat badan Eko 65 kg dan berat badan Seno 73 kg. sedangkan Wati mempunyai 6 buah. Jika harga seluruhnya Rp 12. Berapakah perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Warnet dari rumah Dede ? 4. Wawan mempunyai buku sebanyak 9 buah. Berapakah perbandingan banyaknya buku Wawan dan banyaknya buku Wati? 2. SOAL LATIHAN 1-2 1. maka berapakah banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh Kiki dan Dede? 5. Berapakah perbandingan berat badan Eko dan Seno ? 3. Kiki membeli 2 buah apel dan Dede membeli 8 buah apel. Berapa pekerjakah yang diperlukan bila pembangunan jembatan ingin dipercepat selesai menjadi 12 hari? Sistem Bilangan Real 31 . Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%). RANGKUMAN    Perbandingan antara dua objek dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan. Jarak rumah Dede ke Sekolah adalah 400 m dan jarak rumah Dede ke Warnet adalah 2 km. blue print) dengan ukuran sebenarnya.

Pada gambar blue print dari sebuah gedung. Bilangan berpangkat yaitu suatu bilangan yang dipangkatkan dengan bilangan lain. semua sifat-sifat operasi aljabar dari bilangan berpangkat dan penerapannya. Diuraikan pula. Jika lebar lahan tersebut 8 m kurang dari panjangnya. Jika Zaza naik sepeda motor Z dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. Pabrik A seluas 1. maka tentukan luas lahan tersebut?. Jarak kota A ke kota B adalah 100 km.000 m2. maka tentukan tinggi gedung yang sebenarnya? 1. Tentukan harga jual apel per kg? 8.000. perusahaan tersebut menambah pabrik C seluas jumlahan dari luas pabrik A dan B. Jika tinggi pintu yang sebenarnya adalah 2 m.500 m2.6.3 O perasi pada Bilangan Berpangkat Bulat Pada bagian ini dibahas mengenai pengertian bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya. Setelah dijual. Tentukan luas tanah yang dimiliki oleh perusahaan tersbut. 32 Sistem Bilangan Real . Tika mendapatkan laba 25%. maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? 7. sedangkan pabrik B seluas 2. Sebuah perusahaan mempunyai dua lokasi pabrik. Untuk keperluan diversifikasi usaha. tinggi gedung tersebut adalah 2 cm dan tinggi pintunya adalah 1cm. 9. Pangkat dari suatu bilangan dapat berupa bilangan bulat atau pecahan. Tika membeli apel 10 kg seharga Rp 50. maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? Jika Zaza naik sepeda motor Y dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam. 10. Sebuah lahan berbentuk persegi panjang dengan keliling 100 m.

(-3)2 = (-3) × (-3) = 9 Bilangan -3 dipangkatkan 2.1 : Untuk bilangan bulat positif n dan sembarang bilangan real a.3.000 dapat ditulis sebagai 2 × 106.9 4. 3. ( )5 = 2 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2×2×2×2×2 1 1 32 × × × × = = 25 = Sistem Bilangan Real 33 .3. artinya adalah bilangan -3 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 2 kali. misalnya 2. -32 = . 23 = 2 × 2 × 2 = 8 Bilangan 2 dipangkatkan 3.3. DEFINISI 1.1. bilangan an (dibaca: a pangkat n) mempunyai arti: a × a × a … × a (sebanyak n faktor yang sama) Bilangan a disebut basis dan bilangan n disebut pangkat atau eksponen.1 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat. 1. CONTOH 1.1 Pangkat Bilangan Positif Biasanya penulisan bilangan yang cukup besar akan menjadi sederhana apabila ditulis dalam bentuk perpangkatan. 2. artinya adalah bilangan 2 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 3 kali.000.(3 × 3) = .

maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . CONTOH 1. (24)3 = 24×3 = 212 = 2048 2 3 24 34 16 81 g.3. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0.832 h. a. (-3)5-2 = (-3)5 : (-3)2 = (-243) : 9 = -27 f. (-3)5+2 = (-3)5 × (-3)2 = (-243) × 9 = -2087 c. ( )3+2 = ( )3 × ( )2 = ( ) × = 3 3 3 27 9 2 2 2 8 4 32 261 d. maka iii. 24-3 = 24 23 = 16 8 =2 e. ii. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = . ( )4 = = 34 Sistem Bilangan Real . Jika n bilangan bulat positif dan a.■ Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i. maka berlaku: a. untuk b≠0. b. 24+3 = 24 × 23 = 16 × 8 = 128 b. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 . (-3×4)5 = (-3)5 × 45 = (-243) × 1024 = -248. maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv. b bilangan real sembarang.2 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang.

{3b3a2-3b6} = a4-a2b3 . (a +b ) × (a +b ) = a2(a2+b2) + b2(a2+b2) = a4+a2b2 + {b2a2+b4} = a4+a2b2 + a2b2+b4 = a + 2a b + b c.b3(a2-b3) = a4-a2b3 .CONTOH 1.3b3(a2-b3) = a4-a2b3 .3 : Hitunglah ekspresi berikut ini dan tuliskan hasilnya tanpa menggunakan tanda kurung. a. (a2-3b3) × (a2-b3) d.4a b + 3b 4 2 3 6 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) d. (a2+b2) × (a2+b2) c. (a -3b )×(a -b ) 2 3 2 3 4 2 2 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) = a2(a2-b3) .3. (a2-b2) × (a2+b2) = a2(a2+b2) – b2(a2+b2) = a4+a2b2 – {b2a2+b4} = a4+a2b2 – a2b2–b4} = a -b 2 2 2 2 4 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) b.3a2b3+3b6 = a . (a2-b2) × (a2+b2) b. (a2-b3)2 Penyelesaian: a.{b3a2-b6} = a -a b . (a -b ) 2 3 2 = (a -b ) × (a2-b3) = a2(a2-b3) .2a b + b 4 2 3 6 4 2 3 2 3 4 2 3 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) Sistem Bilangan Real 35 .a b +b = a .

2 Pangkat Bilangan Negatif dan Nol Pada subbab sebelumnya. ( +7)0 = 1 d. telah dibahas mengenai perpangkatan dengan bilangan bulat positif. Perhatikan definisi berikut ini. Selanjutnya dengan tambahan syarat untuk bilangan a. yang artinya perkalian atas basis bilangan (sebagai faktor) sebanyak pangkat yang diketahui. a0 sebagai: a0 = 1 (dibaca: a pangkat 0) didefinisikan CONTOH 1. yaitu agar am ≠ 0 cukup dipilih a ≠ 0. ■ Bilangan Berpangkat Nol Untuk memahami arti bilangan a0. Gagasan-gagasan yang muncul dari sifat-sifat perpangkatan dengan pangkat bilangan bulat positif dapat digunakan untuk mengungkapkan arti pangkat bilangan negatif ataupun pangkat nol. DEFINISI 1. seperti 10-2 atau 70 ?.4 : a. Bagaimana suatu bilangan berpangkat bilangan negatif atau berpangkat nol. agar kesamaan a0 × am = am dipenuhi. apabila a + b ≠ 0 5 36 Sistem Bilangan Real .3.3.2 : Untuk bilangan real a≠0. 20 = 1 b. (-3)0 = 1 −2 c.3. (a + b)0 = 1. perhatikan sifat perpangkatan a0 × am = a0+m = am Jika am ≠ 0 maka haruslah a0 = 1.1.

Mari kita lihat kembali sifat perpangkatan 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 Jika a ≠ 0 dan m = 0 maka didapat 𝑎 0 𝑎 𝑛 = 𝑎 𝑛 = 𝑎0−𝑛 = 𝑎−𝑛 1 Oleh karena itu dibuat definisi bilangan berpangkat negatif berikut ini. (−2𝑥)−4 = = (−5/7)(−5/7) = 25/49 = 25 1 (−2)4 𝑥 4 1 1 49 = = 1 16𝑥 4 Sekarang kita telah mengenal bilangan berpangkat bilangan bulat.■ Bilangan Berpangkat Negatif Bagaimana kita mendefinisikan bilangan pangkat negatif ?. Sistem Bilangan Real 37 .3 : Untuk bilangan bulat n dan bilangan real a≠0.3. baik itu berpangkat bulat positif. (− )−2 = c.5 : a.3. maupun berpangkat 0. 2−5 = 5 7 1 25 = 32 1 (−5/7)2 1 (−2𝑥)4 1 b. bulat negatif. DEFINISI 1. sebagai: a-n = 1 𝑎 𝑛 a-n didefinisikan CONTOH 1.

maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . (4−3 × 2−5 )−1 (5−2 × 25−1 )−2 b.6 : Sederhanakanlah: a. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = CONTOH 1. maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv. ii. maka iii. (4−3 × 2−5 )−1 5−2 × 25−1 −2 = = ((22 )−3 × 2−5 )−1 (5−2 × (52 )−1 )−2 = (2−6 × 2−5 )−1 5−2 × 5−2 = (2−11 )−1 5−4 = 211 × 58 −2 −2 38 Sistem Bilangan Real . Jika n bilangan bulat positif dan a. b.3. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 . Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. Jika m dan n bilangan bulat dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. b bilangan real sembarang dengan a≠0 dan dengan b≠0.Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i. maka berlaku: a. 3−2 +3−2 2−5 −3−2 Penyelesaian: a. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0.

b.3. 3−2 +3−2 2−5 −3−2 = 2 × 3−2 × 25 × 32 26 × 30 26 = 0 = 2 (2−5 − 3−2 ) × 25 × 32 2 × 32 − 25 30 3 − 25 64 64 = = −4 9 − 25 −16 = CONTOH 1.7 : Tuliskan bentuk (𝑥 + 𝑦)−1 𝑥 −2 − 𝑦 −1 ke dalam bentuk pangkat bilangan bulat positif. Penyelesaian: 𝑥 + 𝑦 −1 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 = −2 = = 𝑥 −2 − 𝑦 −1 (𝑥 − 𝑦 −1 ) × 𝑥 2 𝑦 𝑥 0 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 = = 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 × 𝑥 2 𝑦 = 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑦𝑥 + 𝑦 2 − 𝑥 3 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 2 𝑥 2 𝑦 𝑥 2 = 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 Sistem Bilangan Real 39 .

3. ii.000 ditulis sebagai 3. Jarak bumi ke matahari sekitar 150. bilangan 0.000 km. yaitu: i.000. Pergeseran (melompat) n angka ke kanan berarti memunculkan perkalian dengan 10−𝑛 .■ Notasi Ilmiah dari Bilangan Notasi ilmiah dari bilangan digunakan untuk menuliskan bilangan yang sangat besar ataupun bilangan yang sangat kecil.00000016 ditulis sebagai −1. Bentuk baku notasi ilmiah suatu bilangan adalah penulisan dalam bentuk 𝑎 × 10𝑛 dengan -10 < a < 10 dan n bilangan bulat Perlu diperhatikan pengertian perpindahan letak tanda koma (desimal).6 × 10−7 . 40 Sistem Bilangan Real . Jarak bumi ke matahari kira-kira 1.8 : Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. Pergeseran (melompat) n angka/digit ke kiri berarti memunculkan perkalian dengan 10𝑛 .5 × 108 km.000. a. Sebagai contoh. CONTOH 1. bilangan 375.75 × 1011 . b.00002345 Penyelesaian: a. -0.000.

dan kehidupan sehari-hari. dan sifat-sifatnya. Pertama kita awali dengan contoh yang sederhana. permasalahan yang terkait dengan bisnis. Biaya pembersihan Rp. memuat pangkat 2 atau kuadrat. Jika diameter gedung adalah 200 m. Bilangan -0.000 per m2. CONTOH 1. sehingga diperoleh 2. kita akan memakai operasi bilangan berpangkat ini pada beberapa permasalahan matematika. kita telah mengenal bilangan berpangkat. 50. Jadi diperlukan pergeseran ke kanan sebanyak 5 lompatan.00002345 apabila ditulis dalam notasi ilmiah diperlukan menggeser tanda koma hingga setelah angka tak nol pertama.345 × 10−5 . b. maka berapa perkiraan biaya pembersihan permukaan gedung tersebut ? Sistem Bilangan Real 41 .3. operasi bilangan berpangkat.Didapat dengan cara menggeser tanda koma ke kiri sampai setelah angka pertama.9 Seorang pemborong pelayanan kebersihan gedung akan melakukan pekerjaan pembersihan gedung yang bentuknya hampir menyerupai setengah bola. 1. Beberapa penerapan disajikan dalam bentuk contoh. Dalam hal ini diperlukan 8 kali lompatan.3. Pada subbab ini.3 Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat Sebelum ini.

dan π didekati dengan 3. coba kita perhatikan segitiga Pascal berikut ini.140. Karena itu. luas permukaan gedung mendekati 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 dengan L adalah luas permukaan gedung.000. 3. 4. Hasil dari penguraian bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 mempunyai suatu keteraturan koefisien dari setiap suku yang dinamakan Segitiga Pascal.000 × 62. 42 Sistem Bilangan Real .Penyelesaian: Luas permukaan gedung didekati dengan setengah luas kulit bola. sehingga perkiraan biaya pembersihan keseluruhan gedung adalah 𝑅𝑝 50.800 𝑚2 = 𝑅𝑝 3. 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 = 2 × 3. 2. 1. Sekarang kita coba uraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 untuk k = 0.14 × 1002 = 62.000 𝑚2 Untuk contoh penerapan yang lainnya.000. 5 seperti berikut ini. r adalah jari-jari gedung = setengah dari diameter.800 𝑚2 Biaya pembersihan per m2 adalah Rp 50. Segitiga Pascal Salah satu pemakaian bilangan berpangkat adalah untuk menghitung / menguraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 .14.

(i=0). (𝑥 + 𝑦)5 = 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 𝑦 5 o Pada suku ke-1.. ii. mempunyai bentuk x 3 y 2 = 𝑥 5−2 𝑦 2 o Pada suku ke-4. (i=1). 1. 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 1 2 =1 = 1 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 𝑥𝑦 + 𝑦𝑥 + 𝑦 2 = 1 𝑥 2 + 2 𝑥𝑦 + 1 𝑦 2 = 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 + 𝑦 2 iv. mempunyai bentuk 𝑥 5 = 𝑥 5 𝑦 0 = 𝑥 5−0 𝑦 0 o Pada suku ke-2. .. mempunyai bentuk x 2 y 3 = 𝑥 5−3 𝑦 3 o Pada suku ke-5. 2. ada bentuk 𝑥 𝑘−𝑖 𝑦 𝑖 dengan i = 0. (i=3).. bahwa:  Pada setiap suku dari (𝑥 + 𝑦)𝑘 . 4 3 = 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 𝑦 3 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 1 𝑦 4 vi. mempunyai bentuk x1 y 4 = 𝑥 5−4 𝑦 4 o Pada suku ke-6. 3 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥𝑦 + 𝑦 2 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 1 𝑦 3 v. iii. (i=2). mempunyai bentuk 𝑥 4 𝑦 1 = 𝑥 5−1 𝑦 1 o Pada suku ke-3. (i=4). Sebagai ilustrasi.i. k. (i=5). mempunyai bentuk 𝑦 5 = x 0 y 5 = 𝑥 5−5 𝑦 5 Sistem Bilangan Real 43 . 𝑥 + 𝑦 5 = 𝑥 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 1 𝑦 5 Perhatikan pada uraian di atas. perhatikan untuk k=5 berikut ini.

 Konstanta (koefisien) dari tiap-tiap suku pada (𝑥 + 𝑦)0 sampai dengan (𝑥 + 𝑦)5 mempunyai suatu bentuk keteraturan yang dinamakan segitiga Pascal seperti berikut ini.3.2 Segitiga Pascal Delapan Baris 44 Sistem Bilangan Real .1 Segitiga Pascal Enam Baris Kalau diperhatikan nilai-nilai pada suatu baris ke-k pada segitiga Pascal merupakan „jumlahan silang‟ dari baris ke k-1 (baris sebelumnya).2. Gambar 1. Sehingga koefisien segitiga Pascal tersebut dapat kita lanjutkan lagi untuk k=6 dan k=7 seperti Gambar 1.3.3. Gambar 1.

C ONTOH 1.3.10 D engan m enggunakan segitiga Pascal, uraikan bentuk–bentuk perpangkatan dibawah ini. a. 𝑥 + 𝑦
6

b. (𝑥 − 𝑦)7

Penyelesaian:

a. Nilai-nilai pada baris k=6 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 + 𝑦 6 , diperoleh 𝑥 + 𝑦
6

=

= 1 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 1 𝑦 5 = 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 𝑦 5

b. Nilai-nilai pada baris k=7 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 − 𝑦 7 , diperoleh 𝑥 − 𝑦
7

= 𝑥 + (−𝑦)

7 2

= 𝑥 7 + 7𝑥 6 (−𝑦) + 21𝑥 5 −𝑦

+ 35𝑥 4 (−𝑦)3 +

35𝑥 3 (−𝑦)4 + 21𝑥 2 (−𝑦)5 + 7𝑥(−𝑦)6 + (−𝑦)7 = 𝑥 7 − 7𝑥 6 𝑦 + 21𝑥 5 𝑦 2 − 35𝑥 4 𝑦 3 + +35𝑥 3 𝑦 4 − 21𝑥 2 𝑦 5 + 7𝑥𝑦 6 − 𝑦 7

Sistem Bilangan Real

45

CONTOH 1.3.11 Persamaan untuk menghitung investasi dengan modal 𝑀𝑜 = 𝑅𝑝

1.000.000 dengan laju bunga i=10% per tahun selama n tahun adalah 𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah modal awal, sedangkan Mn adalah jumlah uang setelah n tahun. Berapakah total nilai uang setelah 2 tahun ?. 𝑀𝑛 = 1.000.000 × (1 + 0,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (1,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11 × 10−1 )2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11)2 × 10−2 ⟹ 𝑀𝑛 = 121 × 106−2 = 121 × 104 Jadi besarnya investasi setelah dua tahun adalah Rp 1.210.000. CONTOH 1.3.12 Pada tanggal 1 Januari 2004, bapaknya si A meminjam uang bank sebesar untuk pengembangan usaha. Pinjaman tersebut ditagihkan kepada si A pada tanggal 31 Desember 2007 sebesar $ 5208,33. Jika bunga pinjaman sebesar 4% per tahun ditambahkan pada tiap akhir tahun sebagai pinjaman, maka berapa besar yang dipinjam oleh bapaknya si A?

Penyelesaian: Karena bunga ditambahkan sebagai pinjaman di setiap akhir tahun, bank menerapkan bunga berbunga. Oleh karena itu, kita pakai rumus

46

Sistem Bilangan Real

𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah pinjaman awal, sedangkan Mn adalah jumlah pinjaman setelah n tahun. Pinjaman dilakukan selama 4 tahun, dari 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2007. Sedangkan i adalah besarnya bunga tiap tahun. 5208,33 = 𝑀𝑜 × (1 + 0,04)4 ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 (1 + 0,04)4

Kita hitung terlebih dahulu (1 + 0,04)4 sebagai berikut. (1 + 0,04)4 = 1 + 0,04 + 0,042 + 0,043 + 0,044 . = 1,04 + 0,0016 + 0,000064 + 0,00000256. = 1,04166656. Hasil ini dimasukkan ke ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 5208,33 4 = 1,04166656 = 5000 (1 + 0,04)

Jadi besarnya pinjaman oleh bapaknya si A adalah $ 5000.

Sistem Bilangan Real

47

 RANGKUMAN
Bilangan real dapat di pangkatkan dengan bilangan bulat. Untuk bilangan real a≠0, a0 = 1. Untuk n bulat positif dan a real, bilangan an = a×a×a×…×a. Sifat operasi pangkat bulat pada bilangan real: 1. 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 2. (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 3. 5. 𝑎
𝑚 𝑎 𝑛

= 𝑎𝑚 −𝑛
= 𝑎
𝑛 𝑏 𝑛

4. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛

(𝑏 )𝑛 𝑎

SOAL LATIHAN 1-3
1. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini dalam bentuk notasi pangkat (eksponen). a. 5 × 5 × 5 × 5 c. -2 × 4 × 2 × (-16) e. ab × ab × ab b. (-3) × (-3) × (-3) × (-3) d. 2a × 2a × 2a f. (-b) × (-b) × (-b)

2. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini menjadi bentuk bilangan yang lebih sederhana. a. 254 c. (-2ab2)4 e. ( 𝑎2 𝑏 3 )4
3 2

b. (-16)2 d. (2a)5 f. (2 𝑎
−𝑏 2

)4

48

Sistem Bilangan Real

a. b. (-2x-y)2 e. d. 5-3 e. 2+ 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 ) 𝑥 (1 − 4. a. maka sederhanakanlah ekspresi rasional berikut ini. 5-5. (4x2y-3)(2x-2y3)-2 6. 3-5. c. (25-16)3 c. penduduk Indonesia berjumlah 300 juta. Pada tahun 2010.3. 10. Tentukan hasil perkalian berikut ini dan tuliskan dalam bentuk pangkat bilangan positif. e. (2x)3(3y-2) f. maka sederhanakanlah ekspresi berikut ini menjadi bentuk yang tidak memuat tanda kurung. 75 73 8𝑥 2 𝑦 −3 2𝑥 −3 𝑦 −5 b. 7−5 73 h.000000022 cm Sistem Bilangan Real 49 . 24 62 32 15 𝑥 3 𝑦 3𝑥 2 𝑏 3 𝑥𝑦 𝑎𝑥 𝑏 2 𝑦 𝑏𝑦 8𝑎 4 𝑏 2 2 𝑎 2 𝑏 3𝑥 2 15 𝑥 3 𝑦 1 4𝑎𝑏 𝑥 2 𝑦 3𝑥 2 𝑦 𝑥 b.000. Diameter atom Helium b.000 c. a. Jika x dan y adalah bilangan real. 55. 3-5. -0. (-2+16)(2+8)2 d. 53 c. Jika a. 2 2 3 𝑥 𝑦 3 b. × + - 2+ 𝑥 𝑦 (1 − ) 5. 0. f. 903 d. Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah.00000314 e. x dan y adalah bilangan real. 93 d.012 f. (2x+y)3 − 𝑦 2 𝑥 2 − 𝑥𝑦 2 f. g. a. adalah 0.

karena 32 = 9 25 = 5 . DEFINISI 1.4. dan b bilangan positif Tulisan 𝑎 dibaca “akar kuadrat dari a” atau “akar dari a”. Secara notasi matematika: 𝑎 = 𝑏 jika b2 = a. menjadi bilangan semula a. 194481 50 Sistem Bilangan Real .4. 9 = 3 .1 : a.2 : Tentukan hasil akar kuadrat berikut ini. . karena 52 = 25 CONTOH 1.1 : Akar kuadrat suatu bilangan real a non negatif adalah bilangan non negatif b yang kalau dipangkatkan dua.4. a.4 Bilangan dalam Bentuk Akar (Rasional) Pada bagian ini dibahas mengenai bentuk akar. CONTOH 1. 1296 b. b.1. misalnya 16 = 4. Bentuk akar ditulis menggunakan tanda radikal dengan simbul Sedangkan kata akar merupakan terjemahan dari kata root dalam bahasa Inggris. Jadi mencari akar suatu bilangan merupakan kebalikan dari pemangkatan.

difaktorkan 1296. untuk 𝑝 ≥ 0 𝑝 2 = −𝑝. ii. Faktorkan bilangan 194481 menjadi 194481 = 34 × 74 = (32 × 72 )2 .4. Karena akhir bilangan tersebut adalah 2. maka 2 merupakan faktor.Penyelesaian: a. Pertama. tentukan hasil dari 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 .4 : Untuk x bilangan real. b.3 : a. 𝑝 2 = 𝑝. Sistem Bilangan Real 51 . 42 = 4 (−9)2 = − −9 = 9 CONTOH 1. berlaku bahwa: i.4. untuk 𝑝 < 0 CONTOH 1. 194481 = Jadi (32 × 72 )2 194481 = (3 × 7)2 = 441 karena 4412 = 194481 Kalau kita lihat definisi akar di atas. 1296 = 2 × 648 (648 difaktorkan) = 2 × 2 × 324 (324 difaktorkan) 2 × 2 × 162 = 2 (162 difaktorkan) = 23 × 2 × 81 (81 difaktorkan) = 24 × 34 = (2 × 3)4 = ((2 × 3)2 )2 Jadi 1296 = (2 × 3)2 = 62 = 36 karena 362 = 1296 b.

jika (x+1) < 0 atau x < -1 1. jika (x+1) ≥ 0 atau x ≥ -1 = -(x+1). 𝑎𝑏 = 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 = 𝑎 𝑏 CONTOH 1. 36 81 =3 = =3 =2 = 𝑎2 𝑐 4 = 𝑎𝑐 2 jika a > 0. 3 d. Karena pada dasarnya bilangan dalam bentuk akar adalah suatu bilangan real yang dapat dioperasikan. ii. Perkalian dan Pembagian Bilangan Bentuk Akar Jika a dan b merupakan bilangan real positif. maka berlaku: i. 42 × 3 = 42 × 3 = 4 3 5 = 4 3 × 5 = 4 15 36 81 b.1 Operasi Aljabar pada Bilangan Berbentuk Akar Bilangan dalam bentuk akar juga dapat dikenakan operasi aljabar seperti penjumlahan. dan pembagian.4.5 : a. perkalian. pengurangan.Penyelesaian: 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 = 𝑥 + 1 2 = x + 1.4. 4 3 × c. 6 9 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 52 Sistem Bilangan Real .

5 − 2 5 Sistem Bilangan Real 53 . 12 − 5 3 c.4. maka berlaku: i. 2 3 + 5 3 b. 𝑎 𝑐 − 𝑏 𝑐 = (𝑎 − 𝑏) 𝑐 Jika kita lihat sifat di atas. 5 + 5 9 .3 − 5 3 = 2 3 − 5 3 = -3 3 c. 𝑎 𝑐 + 𝑏 𝑐 = (𝑎 + 𝑏) 𝑐 ii. a. sebenarnya operasi jumlah dan kurang di atas sama dengan yang telah lalu. 2 20 + 5 45 − 2 5 Penyelesaian: Jika bilangan dalam tanda akar belum sejenis. b merupakan bilangan real dan c merupakan bilangan real positif. Lihat kembali sifat distributif pada bilangan real. a. CONTOH 1.6 : Tentukan hasil dari pengoperasian bilangan bentuk akar di bawah ini. maka penjumlahan dan pengurangan bilangan dalam bentuk akar hanya dapat dilakukan pada dua bilangan yang sejenis (pada ekspresi i & ii di atas 𝑐 dikatakan bilangan sejenis).■ Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bentuk Akar Jika a. 2 20 + 5 45 − 2 5 = 2 4 . maka kita rubah sebisa mungkin untuk dapat sejenis. 2 3 + 5 3 = (2 + 5) 3 = 7 3 b. 12 − 5 3 = 4.

karena bilangan dalam bentuk akar juga merupakan bilangan real.2 Merasionalkan Penyebut Pada pembagian yang memuat bentuk akar. Proses demikian dinamakan merasionalkan penyebut. hasilnya dapat berupa pecahan dengan penyebut bentuk akar.4.4.= 4 5 + 15 5 − 2 5 = (4 + 15) 5 − 2 5 = (19 − 2) 5 = 17 5 CONTOH 1. 𝑎 × 𝑎 = 𝑎2 ii. Proses merasionalkan penyebut dapat dikerjakan dengan memanfaatkan bentuk perkalian: i. 𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 54 Sistem Bilangan Real .7 : Sederhanakanlah bentuk 3 3 5 3 − Penyelesaian: Sifat distributif pada bilangan real dapat dipakai. 1. Bentuk akar pada penyebut itu dapat diubah sehingga penyebutnya tidak lagi memuat bentuk akar. 3 3 5 3− 12 = 15 3 3 − 3 3 12 = 15(3) – 3 36 = 45 – 18 = 27 12 .

8 : Rasionalkan penyebut pada bilangan: a. 5 2 b. 5 2 = 5 2 × 2 2 = 5 2 2 2 = 10 4 = 10 2 b. Pada kasus ini. Agar tidak merubah nilai bilangan. 2+ 3 5− 2 Penyelesaian: a. Pada kasus ini. pembilang juga dikalikan 2 . yaitu 2. kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut.4. 2+ 3 5− 2 = = = = 2+ 3 5− 2 × 5+ 2 5+ 2 2 5+2 2+ 3 5+ 3 2 5 5− 2 2 2 5+2 2+ 15+ 6 5− 2 2 5+2 2+ 15+ 6 3 Sistem Bilangan Real 55 . 2− 3 5 c. Agar tidak merubah nilai bilangan. gunakan bentuk 𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 . Pada kasus ini. yaitu 5.CONTOH 1. 2− 3 5 × 5 5 = 2 5− 15 25 = 2 5− 15 5 c. kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut. kalikan penyebutnya dengan bilangan ( 5 + 2) dan kalikan pembilang dengan ( 5 + 2). pembilang juga dikalikan 5 . Oleh karena itu.

sehingga kita buat seperti berikut ini.9 : Rasionalkan penyebut pada bilangan 3 2+ 3− 2 . Bentuk akar ini akan kita hilangkan satu per satu. Penyebut 2 + 3 − 2 = (2 + 3) − 2. Penyelesaian: Pada kasus ini.4. penyebut hanya memuat satu bentuk akar = 6+3 3 +3 2 5+4 3 × 5−4 3 5−4 3 = 6+3 3 5− 6+3 3 4 3+15 2−12 6 25+48 30+15 3 − 24 3+36 +15 2−12 6 73 −6−9 3+15 2−12 6 73 = = 56 Sistem Bilangan Real .CONTOH 1. penyebut memuat dua bilangan yang berbentuk akar. 3 (2+ 3)− 2 2+ 3 + 2 2+ 3 + 2 3 2+ 3 +3 2 (2+ 3)2 −2 × = = 6+3 3 +3 2 4+4 3+3 −2 6+3 3 +3 2 5+4 3 = .

11449 1500625 57153600 3. 4. 7. bilangan. 6. c. 256 529 2304 b. d. Sistem Bilangan Real 57 . c. 243 441 1024 2. a. atau 8 ?. a. c. 25𝑥 2 𝑥 2 − 5𝑥 + 6 tiga contoh b. e. carilah nilai akarnya. e. apabila bilangan tersebut dikuadratkan berakhir dengan angka 2.SOAL LATIHAN 1-4 1. Jika x merupakan bilangan real positif. a. f. 1369 15129 18662400 b. Carilah contoh bilangan. d. Carilah dikuadratkan berakhir dengan angka 1 atau 9 ?. d. (𝑥 − 1)2 2𝑥 2 + 18𝑥 + 40 apabila bilangan tersebut 5. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. f. 3. carilah nilai akarnya. Carilah nilai akar dari 14 × 18 × 105 × 625. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. maka tentukan nilai akar berikut ini.

f. Jelaskan bahwa bilangan bulat yang berakhir dengan angka nol sebanyak ganjil bukan merupakan bilangan kuadrat. 3 3 × 2 3 g. a. Tentukan hasil dari operasi aljabar pada bilangan bentuk akar di bawah ini.7. 2 7 5 2 2+3 2 1 𝑏+𝑎 𝑏 5− 2 2− 3− 2 b. f. 3 3 + 2 3 − 5 3 c. Pertanyaan selanjutnya adalah “apakah diperbolehkan bilangan real berpangkat dengan rasional ?”. 8. 1. 58 Sistem Bilangan Real . e. h. a. 18 + 12 − 5 2 75 + 48 − 6 1 3 3 9 ×2 3 𝑎2 𝑏 −5 6 − 24) 𝑎3 𝑏 5 × 9. h.5 Bilangan Berpangkat Rasional Sebelum ini telah dikenalkan perpangkatan bilangan real dengan bilangan bulat. 4 5 − 75 − 250 e. Pada subbab ini akan dibahas bilangan real dipangkatkan dengan bilangan rasional. d. 1−5 2 2 5 5+ 2 2−3 2 5 3− 2 1 2+ 𝑎− 𝑏 c. g. 1 ( 3 b. Rasionalkan bilangan bentuk akar dibawah ini. d.

ditulis dengan 𝑛 𝑎 = 𝑏. DEFINISI 1. b. CONTOH 1. jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 Jika n genap.5.5. 𝑎𝑛 = Untuk lebih jelasnya. jika 𝑏 3 = 𝑎 Untuk lebih jelasnya. jika 𝑎 ≥ 0 −𝑎.2 : Akar pangkat n dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan n menjadi bilangan a.1 : a. kita lihat contoh numerik berikut ini. maka nilai a harus non negatif. untuk sembarang nilai a. 3 3 3 3 3 8=2 125 = 5 −27 = −3 1000 = 10 −1000 = −10 karena 23 = 8. Sistem Bilangan Real 59 .5. Dalam keadaan khusus:   Jika n genap maka Jika n ganjil maka 𝑛 𝑛 𝑎 .DEFINISI 1. jika 𝑎 < 0 𝑎𝑛 = 𝑎 . ditulis dengan 3 𝑎 = 𝑏. e. karena 103 = 1000. kita lihat contoh numerik berikut ini.1 : Akar pangkat tiga dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan 3 menjadi bilangan a. karena (-3)3 = -27. d. karena (-10)3 = -1000. karena 53 = 125. c.

CONTOH 1. c. karena 105 = 100000. 81 difaktorkan. karena (-10)5 = -100000. 5 5 32 = 25 = 2. b. 32 = 2 × 16 = 2 × 2 × 8 = 2 × 2 × 2 × 4 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 25. 4 4 5 5 5 16 = 2 625 = 5 −243 = −3 100000 = 10 −100000 = −10 karena 24 = 16. 81 = 3 × 27 = 3 × 3 × 9 = 3 × 3 × 3 × 3 = 34. 5 −1024 Penyelesaian: a. c. karena 54 = 625. 4 4 81 = 34 = 3. -1024 = -2 × 512 = … = −210 = (−22 )5 = (−4)5 5 5 −1024 = (−4)5 = −4. d. b. 5 32 b.5.5.2 : a. Bilangan dalam tanda akar. Bilangan dalam tanda akar.CONTOH 1. kita akan menelaah arti dari 𝑎𝑛 . 4 81 c. e.3 : Tentukan hasilnya (jika ada). 32 difaktorkan. Berdasarkan rumusan sebelumnya bahwa (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 . 1 Selanjutnya. a. karena (-3)5 = -243. Bilangan dalam tanda akar. sehingga 60 Sistem Bilangan Real . -1024 difaktorkan.

arti dari 𝑎 𝑛 adalah 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 atau 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑚 1 𝑛 𝑚 1 𝑛 𝑚 𝑎𝑚 Untuk memperjelas maksud dari definisi ini. nilai a harus positif. kita lihat contoh berikut ini. Pangkat bilangan rasional secara umum didefinisikan berikut ini.3 : Untuk n bilangan asli. Untuk n ganjil.5.(𝑎𝑛 )𝑛 = 𝑎𝑛 ×𝑛 = 𝑎1 = 𝑎 Dikaitkan dengan rumusan bahwa arti 𝑏 𝑛 = 𝑎. maka dapat diperoleh ( 𝑎)𝑛 = 𝑏 𝑛 = 𝑎 DEFINISI 1.4 : Untuk bilangan bulat non negatif m dan bilangan asli n. DEFINISI 1. arti dari 𝑎𝑛 adalah 𝑎𝑛 = 1 1 𝑛 1 𝑛 𝑛 𝑛 1 1 𝑎 = 𝑏 yang mempunyai 𝑎 atau 𝑎 𝑎𝑛 akan mempunyai nilai apabila:   Untuk n genap.5. Sistem Bilangan Real 61 .

yaitu x2 = 32 Sehingga didapat jawab untuk persamaan itu. 62 Sistem Bilangan Real . 814 3 c. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat 2. 83 Penyelesaian: a. Dalam hal ini. 83 = (83 )2 = ( 8)2 = 22 = 4 b. yaitu 3x = 32 Dengan demikian. jawab dari persamaan tersebut adalah x = 2. Untuk persamaan ke-dua.CONTOH 1. karena pangkatnya genap maka terdapat dua jawab yang mungkin yaitu x = 3 atau 𝑥 = −3.5. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat dengan basis (bilangan yang dipangkatkan) 3. (−27)3 = ((−27)3 )5 = ( −27)5 = (−3)5 = −243 2 1 3 3 1 4 2 1 3 2 b.4 : Tentukan hasil dari operasi perpangkatan berikut ini. 814 = (814 )3 = ( 81)3 = 33 = 27 c. Menyelesaikan Persamaan Pangkat Sederhana Persamaan pangkat mempunyai bentuk seperti 3 x = 9 atau x2 = 9. a. Untuk mendapatkan jawab persamaan pertama. (−27)3 5 Sifat – sifat perpangkatan bilangan rasional sama dengan sifat perpangkatan bilangan bulat.

5 : Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini.5. 2𝑥+2 = 4 2 Penyelesaian: a. 5 2 1 2 5 b. Sistem Bilangan Real 63 . 2𝑥+2 = 22 22 1 b. Ruas kiri dan kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu.Langkah-langkah serupa gambaran di atas. 4𝑥+1 = 2 8 1 22𝑥+2 = 2−3 22 22𝑥+2 = 2 5 − 2 5 2 9 4 Dari sini kita dapatkan bahwa 2𝑥 + 2 = − atau 𝑥 = − . selanjutnya dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan pangkat yang lain. a. 4𝑥+1 = 2 8 = 22 Dari sini kita dapatkan bahwa 𝑥 + 2 = atau 𝑥 = . CONTOH 1. Ruas kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu.

Tentukan nilai akar berikut ini. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. ( b. c. (−0. (8 × 27 × 512)3 e. 1253 3 5 3. d. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. 125000 3 64 3 )4 256 4 5 4 4. jika b3 = a. e. (0. (64 × 256)4 d. RANGKUMAN    Akar pangkat.1253 5 64 Sistem Bilangan Real . jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 𝑛 SOAL LATIHAN 1-5 1. 3 4 5 −64 −256 3125 3 4 2. (81 × 256)4 c. a. f. (−27000)3 f. (−1024 × (−243))5 81 1 )4 256 8 × 27 4 )3 512 4 4 b. ( c. 3 4 5 64 256 −1024 1 b. a. Akar pangkat n. (−27)3 f. (−1024)5 1 4 4 b. a. 273 e. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. a = b. 2564 d. ( d. 𝑚 1 𝑛 3 𝑎 = 𝑏.125)3 4 e. a.00243)5 f. 2564 c. 0.

Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini. a. 𝑥 4 = 4096 d. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional yang sederhana.125)4 d.037037037037037 )3 e. ( 0. Dapatkan semua nilai dari persamaan berikut ini. c. 3 1 4 256 b. (0. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional. 22𝑥 4𝑥 −3 = 4 1 2 e.111111111111111 )2 6. a. (𝑥 2 )2 = 64 3 b. 4 3 81 𝑥 12 𝑥−𝑦 (𝑥+𝑦) 𝑥 b. a. a.125)5 4 d. d. 3 27𝑥 6 𝑦 9 𝑥𝑦 (𝑥+𝑦 3 5 8. ( 81 256 × 16)4 4 1 b. 642𝑥 = 1 4 1 2 b. ( 5 0.00243)6 7. ( )2𝑥 = 16 c.125)4 3 3 c.5. 𝑥 5 = −1024 e. 𝑥 2 𝑥 4 = 3 4 3 243 Sistem Bilangan Real 65 .00243 × 0. (𝑥 2 )4 = 8 f. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. 𝑥 3 = 4096 c.0. a. 42𝑥−1 = ( )2𝑥 f. ( 64 256 × 0. (0. 5𝑥−4 = 125 243 9. 3−𝑥 = 81 d. 3 216 × ( 512)4 3 (−0. 814 × c.

DEFINISI 1. dan x disebut hasil logaritma. Perhatikan definisi berikut ini. berarti a juga harus positif. 66 Sistem Bilangan Real . ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.6. Dengan logaritma. semua sifat-sifat operasi aljabar dari logaritma tersebut.6. 1. maka tidak selalu menghasilkan bilangan real. Jika b negatif dan dipangkatkan dengan bilangan rasional. Karena a = bx. Diuraikan pula. perhitungan dengan bilangan yang sangat besar dapat disederhanakan.1 Pengertian Logaritma Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai arti bilangan berangkat. (a) Bilangan b disebut basis atau bilangan pokok logaritma. (c) Karena b positif dan x real. Permasalahan demikian yang merupakan permasalahan logaritma. Sekarang akan dibahas mengenai permasalahan menentukan bilangan p jika a dan b diketahui.1.6 Logaritma Pada modul ini dibahas mengenai kebalikan dari pemangkatan yang disebut logaritma. Perkalian dapat dihitung dengan penjumlahan dan pembagian dapat dihitung menggunakan pengurangan. nilai bx > 0. misalnya ap = b. dan permasalahannya adalah mencari bilangan b jika a dan p diketahui. (b) Bilangan b dipilih positif. arti dari blog a = x adalah bx = a Berkaitan dengan pengertian logaritma pada definisi di atas.1 : Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1.

maka blog 1 = 0. log10 10.000 = 4. log 2 = −3.000 Penyelesaian: a. 𝑏 𝑏 log 𝑎 = 𝑎 Penulisan 𝑏 log 𝑎 sering ditulis dalam bentuk logb a.25 Sistem Bilangan Real 67 . sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “10 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 10.000. log 2 0. log 2 16 = 4.1 e. karena 161/4 = 2 4 1 d. log10 10.6. karena 2-3 = 1/8 1 8 CONTOH 1.6. karena 102 = 100 b. karena 10-1 = 0. sebab untuk sembarang x maka nilai 1x = 1. a. log10 0. (f) Karena b0 = 1 untuk b > 0. karena 24 = 16 c.000. atau 10 4 = 10. Oleh karena itu.1 a. (e) Gantilah x pada ekspresi bx = a dengan blog a = x akan diperoleh b. log16 2 = .(d) Nilai b harus tidak sama dengan 1. Jawabannya adalah 4. Untuk mencari nilai log10 10. log 3 243 c.000?”. log10 100 = 2. b.2: Tentukan nilai logaritma berikut ini. CONTOH 1.1 = −1.

Kita juga dapat mencari nilai log dari suatu bilangan dengan cara memfaktorkan bilangan tersebut menjadi perkalian basis dari logaritmanya. dapat dihitung beberapa nilai y untuk nilai-nilai x seperti dalam tabel berikut ini: 68 Sistem Bilangan Real . atau 3 5 = 243. Misalnya log10 2 tidak dapat dicari menggunakan cara seperti di atas. Jawabannya adalah 5. 1. maka log 2 0. Dengan demikian logaritma terdefinisi hanya untuk bilangan positif. Untuk mencari nilai log 3 243. Karena 0. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “3 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 243?”.b.2 Menghitung Logaritma Logaritma adalah kebalikan dari proses pemangkatan. Untuk menggambarkan sketsa grafik y = 2x.25 = ¼ = 4-1 = 2-2. Karena 243 = 3 × 3 × 3 × 3 × 3 = 3 5. perhatikan bahwa karena b > 0. Selain itu. Misalkan akan digambarkan grafik pangkat dengan menghitung nilai-nilai pangkat sebanyak mungkin. Oleh karena itu. untuk itu diawali bagian ini dengan mengulang singkat sifat-sifat perpangkatan.6. log 3 243 = 5. c.25 = −2 Tidak semua logaritma dapat dicari hasilnya dengan mudah seperti contoh di atas. Nilai tersebut dapat dicari menggunakan tabel atau kalkulator. maka log 3 243 = 5. berapapun nilai x akan menghasilkan bx yang selalu positif.

Gambar tersebut merupakan pola dari grafik y = ax dengan a > 1. Berdasarkan nilai-nilai pada tabel dan sifat di atas.2 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 1 2 1 2 Dengan cara yang sama. sketsa grafik y = ( )𝑥 dapat digambarkan seperti Gambar 1. (e) Jika x1 < x2. nilai 2x juga makin besar dan 2x > x.6. nilai 2x > 0. Gambar 1. (b) Untuk x makin kecil (negatif).6. (c) Untuk sembarang x.2.1 Grafik 𝑦 = 2 𝑥 Gambar 1. x Sistem Bilangan Real 69 . nilai 2𝑥 1 < 2𝑥 2 . Sketsa grafik y = ( )𝑥 merupakan pola dari grafik 2 1 y = a dengan 0 < a < 1.Tentu saja dapat dihitung lebih banyak nilai y untuk mendapatkan sketsa grafik yang lebih tepat (halus).1. 𝑦 = 2𝑥 dapat disketsakan seperti Gambar 1. nilai 2x = 1.6. nilai 2x makin kecil menuju nol. Dari tabel di atas dapat diamati beberapa sifat berikut: (a) Untuk x makin besar.6. (d) Untuk x = 0.

3 Grafik 𝑦 = 2𝑥 dan 𝑦 = 3𝑥 Berdasarkan informasi ini dapat digambarkan sketsa grafik y = ax.6. berlaku.6. maka ax > bx. Perhatikan bahwa untuk x > 0 maka 2x < 3x dan untuk x < 0 maka 2x> 3. Misal a > b. perhatikan sifat berikut ini.6. maka ax < bx. menunjukkan perbedaan antara grafik y = ( )𝑥 dan y = ( )𝑥 .Untuk memberikan gambaran mengenai grafik y = ax untuk a yang lain. 1 2 1 3 70 Sistem Bilangan Real . (b) untuk x < 0.3. Misalnya perbedaan grafik y = 2x dan y = 3x dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1.xSedangkan Gambar 1. (a) untuk x > 0.

6.Gambar 1.).5 Grafik Logaritma Sistem Bilangan Real 71 .4 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 dan 𝑦 = ( )𝑥 Grafik logaritma dapat dicari dari gafik pangkat. Secara terpisah 1 2 1 3 Gambar 1.6.6.6. Misalnya. untuk mendapatkan gafik y = log 2 𝑥 dapat diperoleh dari pencerminan grafik y = 2x terhadap garis y = x (lihat Gambar ditunjukkan grafik y = log 2 𝑥 pada Gambar 1.. 1.

6.6. jika ditarik garis y = 3 yang memotong grafik kira-kira di titik dengan x = 1.6 (≈ dibaca „hampir sama dengan‟) Secara umum.6.Gambar 1. Hal ini berarti log 2 3 ≈ 1. Sebagai contoh.6 Sketsa Grafik Logaritma Dari grafik-grafik tersebut dapat dicari nilai logaritma dengan ketepatan terbatas.6. Sifat yang lain dari logaritma diberikan berikut ini. berlaku 72 Sistem Bilangan Real .  Untuk sembarang bilangan b > 1.6. untuk mendapatkan nilai log 2 𝑎 dapat diikuti gambaran yang diberikan pada Gambar 1. dari grafik pada Gambar 1. berlaku log 𝑏 𝑝 < log 𝑏 𝑞  Untuk 0 < b < 1 dan 0 < p < q. dan 0 < p < q.6.

(1..5 = 1.log 𝑏 𝑝 > log 𝑏 𝑞 Uraian berikut ini memberikan gambaran menghitung log 2 3 berdasarkan sifat di atas.4) dengan 2 dan diperoleh Sistem Bilangan Real 73 .… Untuk mendapatkan angka ke-dua dari log 2 3 diperlukan nilai perpangkatan dari 2 oleh 0......5 < 2 dan berdasarkan tabel perpangkatan dari 2 di atas diketahui bahwa 1......6. kalikan pertidaksamaan (1.3) diperoleh 1 < 1.5 < 1. dan seterusnya. maka 1 < log 2 3 < 2..6 .6.....2 .. 0..1 Selanjutnya. dengan membagi 2 pertidaksamaan(1. Jadi log 2 3 = 1. (1.6....6..5 terletak di antara 20.....3) karena log 2 2 = 1 dan log 2 22 = 2..1 .... Tabel 1..41 < 1.6.4) Untuk mendapatkan kembali angka 3. Diketahui bahwa 2 < 3 < 22 .51 = 20..

01. dan seterusnya.4) dapat dibagi dengan 1.6. harus dihitung 20.6 Untuk mendapatkan ketepatan yang lebih tinggi.064 < 1.08 = 1. maka pertidaksamaan (1. Tabel 1.6.6 dan ini berarti bahwa 1. Karena 2x > 1 untuk setiap x > 0.09 Hal ini berarti bahwa 74 Sistem Bilangan Real . 20.2.21.064 < 1.08 < 3 < 21+0.6.2 Perhatikan bahwa 1.064 terletak di 20.05 dan kemudian dengan 2 = 21 (angka yang digunakan untuk membagi) sehingga diperoleh 21+0.5 < log 2 3 < 1.41 dan diperoleh 1 < 1.0644 = 20.5+0.5+0. dihitung nilai-nilai seperti dalam Tabel 1.134351773 Seperti sebelumnya.5 < 3 < 21.41 = 20.02.0570 < 1.09 dan untuk mendapatkan kembali angka 3. dikalikan ketaksamaan tersebut dengan 1.

25 dibagi dengan 1.3… .3 Dengan menggunakan tabel pangkat yang telah dibuat di atas.1. Karena diketahui bahwa log 2 3 < 1.6.0163 dan Sistem Bilangan Real 75 . berarti log 2 5 = 2.4 Dengan mengalikan ketaksamaan terakhir dengan 2 2 diperoleh 22+0.59.25 terletak 20.23 < 1.58… Tahapan ini dapat dilanjutkan untuk mendapatkan nilai hampiran dengan ketepatan sesuai yang diinginkan.25 < 2 Selanjutnya menggunakan Tabel 1. CONTOH 1.25 < 1.23 < 1.585 lebih baik dibandingkan dengan log 2 3 ≈ 1.59 Dengan demikian log 2 3 = 1. dan diperoleh 1 < 1. ketaksamaan 1.6. hitunglah log 2 5.58 < log 2 3 < 1.3 = 1.23 dan diperoleh 1 < 1.1.58. diketahui bahwa 1.  Untuk memperoleh ketepatan yang lebih baik.… Ketaksamaan tersebut dibagi dengan 22 = 4.32 = 20. berati log 2 3 ≈ 1.4 Ini berarti log 2 5 = 2.3 < 5 < 22+0. Penyelesaian:   Karena 22 = 4 < 5 < 23.

maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = log 𝑏 𝑝 − log 𝑏 𝑞 iii.0163 terletak 20. bahwa logaritma dapat diturunkan dari perpangkatan.3+0.2.selanjutnya berdasarkan Tabel 1. p > 0 dan q > 0. Jika b > 0. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = 𝑞 log 𝑏 𝑝 76 Sistem Bilangan Real . dan q rasional. b≠1. maka log 𝑏 𝑝 × 𝑞 = log 𝑏 𝑝 + log 𝑏 𝑞 ii.32….03 Dengan mengalikan dengan 22+0.0163 < 1. Jika b > 0. Jika b > 0.3 diperoleh 22+0.0210 = 20. diketahui bahwa 1. p > 0 dan q > 0. Untuk ketepatan tiga angka di belakang koma.3 Sifat-sifat Logaritma Sebagaimana telah diuraikan pada subbab sebelumnya. i. 1. maka log 𝑏 𝑝 = log 𝑏 𝑝 log 𝑏 𝑞 iv. sifat-sifat perpangkatan dapat digunakan untuk mendapatkan sifat-sifat logaritma seperti berikut ini.6. Jika b > 0. p > 0 dan q > 0. b≠1.02 = 1. p real.0140 < 1.6. berarti log 2 5 ≈ 2. b≠1.03 dan ini berarti log 2 5 = 2. b≠1. Dengan pemahaman tersebut.325.3+0.02 < 5 < 22+0.

5 = log10 = log10 3 − log10 2 = 0.1761 Sistem Bilangan Real 77 .1761 2 3  log10 0.CONTOH 1.3010 .6666 … .3010 log10 1.3010 log10 6.3010 + 0.6.5 Misal diketahui log10 2 = 0.4771 = 0. tentukan CONTOH 1.0.3010 = 0.4771 = .4771. Penyelesaian: log10 6 = log10 2 × 3 = log10 2 + log10 3 = 0. Penyelesaian: 3 2 dan log10 3 = 0.6.0.4771.7781 dan log10 3 = 0.5 dan log10 0.6666 … = log10 = log10 2 − log10 3 = 0.4 Misal diketahui log10 2 = 0. tentukan  log10 1.4771 – 0.

3010 log 2 3 dan log 3 2 .6.3010 0. CONTOH 1.CONTOH 1.6666 Penyelesaian: 78 Sistem Bilangan Real . dapatkan log10 16.3010 = 1.58505 = 0. mebagi bilangan.7 Misal diketahui log10 2 = 0.4 Contoh Pemakaian Logaritma Pada subbab ini.6. dapatkan = = 0.3010.6.5 × 0.3010 0.2040 1.6.6309 CONTOH 1.4771 0. Penyelesaian: log10 16 = log10 24 = 4 log10 2 = 4 0. Penyelesaian:   log 2 3 = log 3 2 = log 10 3 log 10 2 log 10 2 log 10 3 dan log10 3 = 0.4771.8 Dengan menggunakan logaritma.6 Misal diketahui log10 2 = 0. hitunglah pendekatan 1. diantaranya: untuk mengalikan bilangan.4771 = 1. menghitung pangkat suatu bilangan. akan disajikan contoh-contoh pemakaian logaritma.

58505 (berdasarkan contoh 1. Perhitungan 9 tahun kemudian menggunakan rumusan. 𝑀9 = 𝑀0 (1 + 0.9 Dapatkan nilai x yang memenuhi 2𝑥 = 3.1761 = 0 𝑥 = 100 = 1 CONTOH 1.5 × 0.000. Sistem Bilangan Real 79 .58505) CONTOH 1.5 + log10 0.000 dideposito dengan bunga 10 % per tahun.6.5 × 0.1761 − 0.Misal 𝑥 = 1.1)9 Tentukan besarnya dana pada akhir tahun ke 9.6666 log10 1.6666 log10 𝑥 = log10 1.10 Dana Rp 100.6.6.6. Penyelesaian: 2𝑥 = 3 Sebelah kiri dan kanan tanda sama dengan dikenakan operasi log 2 log 2 2𝑥 = log 2 3 𝑥 log 2 2 = log 2 3 𝑥 = log 2 3 = 1. log 2 3 = 1.6666 = 0.

i adalah laju bunga per periode bunga.372534 (disini log10 1.1 .041393 = 8. karena sebelumnya tidak ada contoh penghitungan untuk log10 1.000(1 + 0. maka tentukan rumusan berapa lama untuk mencapainya.769 CONTOH 1.372534 = 235.1)9 ⟹ 𝑀9 = 108 (1 + 0.Penyelesaian: 𝑀9 = 100.6.1)9 ⟹ log10 𝑀9 = 8 + 9 × log10 1. n adalah jumlah interval pembayaran Jika diinginkan mencapai nilai tertentu di masa mendatang (Future value/ FV).1 dihitung berbantuan kakulator.000.11 Persamaan untuk menghitung nilai tunai (present value/PV) dari anuitas biasa adalah 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 𝑃𝑉 = 𝑅 × Dengan : R adalah pembayaran periodik dari anuitas.794.1 = 8 + 9 ×0. 80 Sistem Bilangan Real . atau dapat berbantuan tabel logaritma) ⟹ 𝑀9 = 108.

diperoleh 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 × 1 − 1 + 𝑖 𝑖 −𝑛 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 + 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 1 + 𝑖 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 −𝑛 − 𝑙𝑜𝑔10 𝑖 −𝑛 𝐹𝑉 𝑖 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 −𝑛 =1− 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 ⟹ 𝑛 = 𝑙𝑜𝑔10 1 + 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 𝑙𝑜𝑔10 (1 + 𝑖) Sistem Bilangan Real 81 . PV digantikan dengan FV menjadi 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝐹𝑉 = 𝑅 × 𝑖 Kita akan mencari nilai n. berapa lama untuk mendapatkan nilai yang akan datang yang diinginkan. Kenakan operasi log pada kedua sisi persamaan.Penyelesaian: Persamaan pada contoh ini.

log b p q = log b p − log b q log b p log b q 3. maka berlaku : 1. RANGKUMAN  Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1. log 2 10 e. log 2 25 b. log10 0. log10 10. log 5 625 d. a. log 25 125 f. log 5 1 125 2.00001 b.0001 3. e. log b p × q = log b p + log b q 2. log 2 64 c. log 2 75 82 Sistem Bilangan Real . 2log 2 512 f. arti dari blog a = x adalah bx = a. log 2 7 d. log 2 6 c.000 a. log1/2 64 d.6. 10log 10 0. p > 0 dan q > 0. log 2 1 128 b. log 2 64 c. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini. hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan dua angka di belakang koma. a.  Jika b > 0. log 2 15 f. Dengan mengikuti cara pada Contoh 1. log1/2 1 64 e. b≠1. log b p = 4.4. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini. log b pq = q log b p SOAL LATIHAN 1-6 1.

log 8 750 f. Jika dipunyai tabel seperti berikut ini Maka hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan satu angka di belakang koma. Jika log10 2 = 0. log10 11 a. log16 2 b. log 8 36 d. Jika log 8 5 = 0. log 5 16 a.2 5. a.7740 dan log 8 6 = 08616 .20412. log10 15 e. log10 1. log 8 7. log 4 5 d. log10 4. log10 32 f. log 3 8 × log 5 9 × log 2 7 3 b.2 8. Jika log10 16 = 1. log10 2 c. log10 4 e. log10 2 d.5 f. hitunglah Sistem Bilangan Real 83 .4771 . log10 45 a. log 2 25 c. maka hitunglah 7. log 8 30 c. maka hitunglah 6. log 8 150 e. log 8 1. maka hitunglah 9. log10 3 d. maka hitunglah a. log16 10 a. log10 1600 c. log10 256 e. log 25 64 b. log10 24 c. log10 18 b. log10 5 f. log 2 3 × log 3 4 × log 4 5 b. log10 12 b.5 d. Jika log16 5 = 𝑥.4. Dengan menyamakan basis logaritma.3010 dan log10 3 = 0.

a. Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut ini. log 8 𝑥 − log 𝑥 8 − 6 = 0 b. log 2𝑥−1 3 − 4 log 3 2𝑥 − 1 + 3 = 0 84 Sistem Bilangan Real .10.

Pada kenyataannya persamaan atau pertidaksamaan yang muncul dari fenomena nyata dapat berbentuk linear atau tak linear. Model yang berbentuk persamaan atau pertidaksamaan merupakan struktur dari suatu masalah yang mengandung peubah-peubah atau parameter yang dianalisis atau diselesaikan dengan menggunakan operasi matematika.Bab 2 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN Persamaan atau pertidaksamaan merupakan suatu bentuk model matematik yang dibangun dari dunia nyata sebagai bentuk hubungan perwujudan dari alam pikir terhadap suatu masalah. Setiap model persamaan atau pertidaksamaan harus memuat unsur-unsur yang merupakan abstraksi dari kenyataan masalah tersebut. Akan tetapi. Persamaan dan Pertidaksamaan 85 .

misalnya: 1. Perusahaan roti memproduksi 500 bungkus roti setiap hari. dan roti daging. maka berapa biaya masuk objek wisata per orang ?. Roti terdiri dari tiga jenis. b. biaya yang harus dikeluarkan untuk memasuki obyek wisata tersebut sebesar Rp 150. Satu rombongan bus wisata mengunjungi obyek wisata. 2x + 5 = 8 2. a. maka berapakah banyaknya tiap-tiap jenis harus diproduksi agar memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya. Jika dalam satu bus ada 30 orang. 5y = 20 3.pada buku ajar ini akan dibahas bentuk linear dan kuadrat. yaitu: roti keju. 2. dan roti daging paling sedikit 70 bungkus. roti cokelat paling sedikit 100 bungkus.y + 2z – u = 0 x + 2y – u =0 y -z+u =0 z -u =0 86 Persamaan dan Pertidaksamaan . 2x + 3y = -2 x + 2x = 3 2. 2x . Permasalahan ini dapat dimodelkan dalam bentuk pertidaksamaan. 7x + 6y = 10 Selain banyaknya peubah pada persamaan linear juga dapat ditinjau dari banyaknya persamaan linear yang muncul secara serentak disebut sistem persamaan linear. Jika keuntungan dari tiap-tiap jenis roti diketahui. Setiap roti keju diproduksi paling sedikit 50 bungkus.000 per bus. x + 2y + z = -1 -x + y + 2z = 2 x+z = 1 3. Berikut ini beberapa ilustrasi permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari. roti cokelat.1 Persamaan Linear Persamaan dikatakan linear jika pangkat dari peubah adalah 1. seperti: 1.

Dari bentuk–bentuk persamaan linear tersebut.1) Penyelesaian dari persamaan (2. yaitu mendapatkan nilainilai peubah yang memenuhi persamaan tersebut. Berarti x = 2 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut. (2. b. Mendapatkan penyelesaian persamaan. misalnya.1.1. a.1) adalah nilai x yang memenuhi persamaan tersebut. b. dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : 1. ■ Mencari Penyelesaian Persamaan Linear Satu Peubah Perhatikan persamaan ax + b = c. diperoleh Persamaan dan Pertidaksamaan 87 . untuk x = 2 didapat 2(2) +3 = 7. yang berarti x = 1 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut. 2.1 Persamaan Linear Satu Peubah Persamaan linear satu peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : ax + b =c dengan a≠0.1. 2x + 3 = 5 . Menggambar grafik dari persamaan. 2. maka diperoleh 2(1) + 3 = 5. khususnya untuk sistem persamaan dengan 2 peubah . dan c  R. Kedua ruas dikurangi dengan b. 2x + 3 = 7. jika diberikan x = 1.

𝑏 ∈ 𝑅 dan 𝑎 ≠ 0} Himpunan penyelesaiannya adalah : Dari uraian tersebut diatas. terdapat langkah.. Langkah 1 : Kedua ruas dikurangi dengan b. 𝑐..... atau 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 1 𝑎 .2) 𝑎.1.langkah dalam mencari penyelesaian persamaan linear 1 peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 0 sebagai berikut...1 Selesaikan persamaan 3x – 7 = 9 ?... Langkah 2 : Kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari koefisien peubah x yang pada persamaan tersebut adalah a. Penyelesaian: 3x – 7 = 9 3x + (–7) = 9 kedua ruas dikurangi –7 3x +(– 7) – (–7) = 9 – (–7) diperoleh 3x = 16..1. (2.. 88 Persamaan dan Pertidaksamaan .... Kemudian kedua ruas dikalikan dengan 1 𝑎𝑥 𝑎 1 𝑎 diperoleh = (𝑐 − 𝑏) . CONTOH 2...ax + b – b = c – b ax + 0 = c – b atau ax = c – b.

− 7 = −6 kedua ruas ditambah 7 Persamaan dan Pertidaksamaan 89 .3 Dapatkan nilai peubah t yang memenuhi Penyelesaian : 2 𝑡 5 2 𝑡 5 − 7 = −6 ?. Jadi.2 16 3 }. CONTOH 2. kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 2 yaitu diperoleh 1 2 2 = (2𝑥) 1 2 1 2 atau 𝑥 = 1.Kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 3 yaitu diperoleh 3 1 3 1 3𝑥 = 16 3 1 (16) 3 atau 𝑥 = Himpunan penyelesaiannya adalah { CONTOH 2.1.1. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 7 = 5 + 2x ? Penyelesaian: 7 = 5 + 2x kedua ruas dikurangi 5 diperoleh -5 + 7 = -5 + 5 + 2x 2 = 2x. himpunan penyelesaiannya adalah { 1 }.

diperoleh -2y = 9 + 8 atau -2y = 17 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari –2 yaitu 1 −2 1 −2 −2𝑦 = 17 2 1 −2 17 . 2 5 1 2/5 2 𝑡 5 kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari yaitu 5 2 2 5 = 5 2 ( 𝑡) = (1) atau 𝑡 = 2 5 2 5 5 2 Himpunan penyelesaiannya adalah { } CONTOH 2.4 Selesaikan persamaan 3y – 8 = 9 + 5y ? Penyelesaian: 3y – 8 = 9 + 5y kelompokkan y pada ruas kiri dan yang tidak mengandung y pada ruas kanan. diperoleh y=− 90 Persamaan dan Pertidaksamaan .1.2 5 𝑡 − 7 + 7 = −6 + 7 diperoleh = 1. Kurangi kedua ruas dengan –5y dan menambah kedua ruas dengan 8: -5y + 3y – 8 + 8 = 9 + 5y – 5y + 8 .

Himpunan penyelesaiannya adalah {− 17 2 } CONTOH 2. 1 4 1 3 kelompokkan u pada ruas kiri dan yang tidak mengandung u pada ruas kanan yaitu dengan mengurangi kedua ruas dengan -3u dan menambah kedua ruas dengan − .1. + 𝑢 = 3𝑢 − . Persamaan dan Pertidaksamaan 91 .5 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan Penyelesaian: 2 3 2 3 + 𝑢 = 3𝑢 − 4 1 1 3 ?. −3𝑢 + + 𝑢 − = −3𝑢 + 3𝑢 − − − 11 𝑢 4 2 3 1 4 2 3 1 3 2 3 2 3 diperoleh = −1 11 4 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari − 1 −11/4 yaitu = 4 − . 11 − 4 11 − 11 𝑢 4 =− 4 (−1) 11 atau 𝑢 = 4 . 11 4 11 Himpunan penyelesaiannya adalah { }.

4) mempunyai banyak penyelesaian. persamaan (2.1. akan didapat nilai untuk y.3) (2. Penyelesaian dari persamaan (2. (2. Jadi. c  R.2) m erupakan penyelesaian dari persam aan (2.1. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 0 dan y = 2 memenuhi persamaan (2. 4) atau dengan kata lain pasangan (0. 𝑦 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} 92 Persamaan dan Pertidaksamaan .1.2 Persamaan Linear Dua Peubah Persamaan linear dua peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0.1.1.1. 1. Jadi pasangan (0.y).1. suatu nilai x = 1 diperoleh y = 4/3.1.4) 2.2.1.1. nilai x bisa diambil berapa saja.2) merupakan penyelesaian dari p ersam aan (2.3) adalah 𝑥.3) mempunyai tak berhingga banyak penyelesaian yang berbentuk (x. b≠0. Secara umum. himpunan penyelesaian dari (2. Misal diambil lagi.4). Pandang persamaan linear dua peubah 2𝑥 + 3𝑦 = 6 Mari kita amati seperti berikut ini.4). persamaan (2.4) berupa pasangan (x. Oleh karena itu. Dari pengamatan di atas.y) yang memenuhi persamaannya. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 1 dan y = 4/3 memenuhi persamaan (2.1. Misal diambil suatu nilai x = 0 diperoleh y = 2.4).

5 jika 4u – 4 + 4 = -5 + 4 4u = -1 u = -1/4. y) | 3x + 4y = 2 . x.1. 4u – 4 = -5 kedua ruas ditambah 4. 4u – 2v = . y ∈ R maka nilai x dan y yang memenuhi persamaan tersebut ada tak berhingga banyak.7 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan diberikan v = 2 Penyelesaian: 4u – 2v = . y ∈ R} CONTOH 2. untuk v = 2 diperoleh 4u – 2(2) = -5.6 Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan 3x + 4y = 2 ? Penyelesaian: Oleh karena x.5 . himpunan penyelesaiannya adalah { (x . Jadi.CONTOH 2. diperoleh kedua ruas dibagi 4 .1. Himpunan penyelesaiannya adalah : { -1/4 } Persamaan dan Pertidaksamaan 93 .

pengelompokkan pada kedua ruas. kedua ruas dibagi 9 t = -21/9 Himpunan penyelesaiannya adalah : {-21/9} 94 Persamaan dan Pertidaksamaan . atau 9t = -21 .8 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x + 3y = 4x – 8 jika y = -3.CONTOH 2.1. Penyelesaian: 2x + 3y = 4x – 8 .1. kedua ruas dibagi – 2 Diperoleh x = -1/2 CONTOH 2. untuk s = -1 diperoleh 5t – 3 (-1) + 10 = 3(-1 ) – 4t – 5 atau 5t + 3 + 10 = -3 – 4t – 5 atau 5t + 13 = -8 – 4t . untuk y = -3 diperoleh 2x + 3(-3) = 4x -8 2x – 9 = 4x – 8 pengelommpokkan pada kedua ruas.9 Selesaikan persamaan berbentuk 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5 jika s = -1 ? Penyelesaian: 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5. 2x – 4x = -8 + 9 atau -2x = 1 . 5t + 4t = -8 – 13 .

b≠0. b. c  R. 𝑐. dapat diperoleh nilai – nilai x dan y : Untuk x = 0 Untuk x = 1 Untuk x = 2 Untuk x = 3 maka y = 6 maka y = 4 maka y = 2 maka y = 0  RANGKUMAN  Persamaan linear satu peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 𝑐 dengan a ≠ 0.CONTOH 2. 𝑦)|𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} Persamaan dan Pertidaksamaan 95 . y bilangan bulat positif ? Penyelesaian: Dari persamaan 2x + y = 6. 𝑏 ∈ 𝑅} Persamaan linear dua peubah dinyatakan sebagai 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0.1.10 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan linear 2x + y = 6 jika x. dan c  R mempunyai:    penyelesaian 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 himpunan penyelesaian 𝑎 ≠ 0. Dan mempunyai himpunan penyelesaian {(𝑥.

4 ( 2t + 3s ) = 8 t + 8 96 Persamaan dan Pertidaksamaan . c. 7(4+5/p) = 8 2. Dapatkan himpunan semua penyelesaian dari persamaan berikut ini. 6k – 4 = 4 – 6k d. 3 2𝑏−4 1 3 − 2 = 𝑡 + 5 𝑑 4 − =6 7 𝑦 g. a. 5(3x . 7x – 6 = 8 + 8x f.SOAL LATIHAN 2-1 1. 2 𝑑 4 𝑦 4 5 b. 2s + 4 = 4 – 5t. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut untuk s = 1 a. 7x . 7 + 8h = -7-8h e.2) = 10 15y f. a. 3 4𝑥+2 2 2𝑦 −3 = = 4. 3 6𝑡−4 4 2𝑡 b. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 5𝑡 7 2𝑠 𝑡 = 4𝑠 + 4𝑠 5 4𝑠 5𝑡 −6 −6 = +5 = 2 4+4𝑠 f. 3𝑠 − 7 = − 4𝑠 d. 4𝑡+6 4 b. 3 – 2/x = 4 +3/x c. 3y+2/3 =9y-2/3 3. 8 − d. 3 𝑢 −2 = 3 2−𝑢 = 6−4𝑡 4 f. 4x + 5 = 5y -4 c. 5y +3x = 7 d. 𝑠 + 8 = e. e. 2 + 𝑡 = 7𝑡 − 8 c. = 7 4+4𝑏 Selesaikan persamaan berikut ini. 7 ( 4 – 5/p) = 8 h. a. 2 3𝑥−4 3 4−3𝑦 b.7 = 7-7x e.

4 3𝑡 − 2 2𝑠 = 1 4𝑡 −5 h. a. 7𝑢 − = 4𝑣 + d. a. b. e. 4𝑡 − 5𝑠 = 2𝑠 3𝑡 + 4𝑠 untuk t real negatip dan s bilangan sembarang. d. 𝑢 − = 3𝑣 − c. + = f. 2𝑦 𝑧 2 𝑥 3 𝑦 3𝑥+2𝑦 −7 𝑥𝑦 7 8 untuk x = 1 dan y bilangan cacah − = 2 𝑧 untuk y bilangan ganjil dan z bilangan genap. 5𝑝−𝑞 2𝑝 − 8 untuk v=-2 1 2 = 4𝑞 +4 6 untuk 𝑞 = e. y riil b. 5𝑡−2𝑠 3𝑡 = 4𝑠+4 6 Selesaikan persamaan berbentuk. 6. 4𝑚– 3𝑛 = 2 3𝑚 3 𝑣 3𝑢 2𝑣 + 8 untuk v = 1 dan u bilangan bulat + 5𝑛 − 6 untuk m bilangan ganjil dan n bilangan bulat positif. 4x – 3y + 4 = 5 untuk semua bilangan x. Persamaan dan Pertidaksamaan 97 . 4𝑡 + 5𝑠 = 3 𝑣 2𝑠 3𝑡 + 4𝑡 untuk t = -2 3𝑢 4𝑣 c. 5. 2𝑕 𝑥 − = untuk h = y 𝑥 8 𝑕 7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini dengan grafik. 4(2𝑛 + 3𝑚 ) = 8 𝑚 + 8 untuk n=x f. 2x + 4y – 6 = 5 untuk x=2.g.

Bentuk umum persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0. persamaan kuadrat dengan a=1.2. (2. c= 5–1= 4. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x).2𝑥 2 . 3y2+4y+5=1.1 1. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat. 2. Dalam setiap harinya. Pada permasalahan ini. Dalam penjualan. 98 Persamaan dan Pertidaksamaan . Jika si A berhasil menjual x paket. b=4. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A. 𝑥 2 − 2𝑥 + 1 = 0. b. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A.2 Persamaan Kuadrat Persamaan kuadrat seringkali dijumpai dari permasalahan yang muncul dari suatu fenomena nyata. Salah satu pekerjanya bernama si A. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling. b=-2. kita lihat beberapa contoh persamaan kuadrat berikut ini. persamaan kuadrat dengan a=3. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi. c  R.2. dan besarnya adalah 0.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0.2.1) Untuk lebih jelasnya. c=1. CONTOH 2. Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10. Sebagai ilustrasi: si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue.

4n2-16=0. 2.5 = 0 . b. a. 5. 3. 4. bukan persamaan kuadrat karena terdapat pangkat ½ dari peubah u. (2x – 4)2 – 6 = 2x. b. Jika c = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Tak Lengkap. b=2. Jika b = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Sejati. b=0.2. 4. c= 1-1 = 0. persamaan kuadrat dengan a=2. c merupakan bilangan real maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Real.3. Bentuk persamaan kuadrat bergantung pada koefisian dari peubah x yaitu a . c= -16. b . b. persamaan kuadrat dengan a=4. c merupakan bilangan rasional maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Rasional.2 Nyatakan persamaan berikut menjadi bentuk umum. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3 ) Penyelesaian: Bentuk umum persamaan kuadrat yang diminta adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0. u2 + 2u1/2. 3 𝑥−2 + 2 =7 𝑥+3 Persamaan dan Pertidaksamaan 99 . d. Jika nilai a. Jika nilai a. (x – 2)(x + 5) = 0 c. c sehingga terdapat beberapa bentuk persamaan kuadrat : 1. CONTOH 2. 2𝑡 2 + 2𝑡 + 1 = 1.

c dan 100 Persamaan dan Pertidaksamaan .a. b.1 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat Seperti halnya yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa persamaan kuadrat bergantung pada nilai-nilai a. (x – 2)(x + 5) = 0. d. dijabarkan menjadi x2 + 5x – 2x – 10 = 0 atau x2 + 3x – 10 = 0. dijabarkan menjadi 3x2 – 6x + 3 = x2 + 3x 3x2 – x2 – 6x –3x+3= 0 atau 2x2 – 9x+3 = 0. dijabarkan menjadi (2x)2 –2(2x)(4) + (4)2 -6 = 2x 4x2 – 16x + 16 -6 = 2x atau 4x2 – 18x +10 = 0. (2x – 4)2 – 6 = 2x.2. b. 3 𝑥−2 4x2 – 16x – 2x + 10 = 0 atau + 2 =7 𝑥+3 disamakan penyebutnya menjadi 3 𝑥 + 3 + 2(𝑥 − 2) =7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3) atau 3 𝑥 + 3 + 2 𝑥 − 2 = 7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3). dijabarkan menjadi 3x+9+2x -4 = 7(x2 + 3x – 2x -6 ) atau 7x2 +2x – 47=0 2. c. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3) . Oleh karena itu penyelesaian dari persamaan kuadrat tersebut juga bergantung pada nilai a. c. b.

2. 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 (2. Sehingga diperoleh: 𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑥 + 𝑞 = 0.hasil penyelesaian tersebut berupa nilai peubah x yang disebut sebagai akar-akar persamaan kuadrat.2) maka persamaan (2.2) dapat dan 𝑝 𝑞 = 𝑐 𝑎 difaktorkan menjadi (𝑥 + 𝑝)(𝑥 + 𝑞) = 0. Persamaan dan Pertidaksamaan 101 .2. Dengan cara memfaktorkan Cara ini dilakukan berdasarkan pada definisi yang berlaku pada bentuk kesamaan kuadrat bahwa x2 + (a + b)x + ab = (x + a)(x + b). dengan a≠0 kedua ruas dibagi a atau jadikan koefisien x2 menjadi 1 seperti persamaan (2. Himpunan penyelesaian persamaan tersebut adalah { -p. Terdapat 3 cara untuk menyelesaikan persamaan kuadrat : 1. Jadi akar–akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1= -p dan x2=-q.-q }.2). Cara lain dalam memfaktorkan persamaan kuadrat untuk 𝑎 ≠ 1 dapat dilakukan sebagai berikut. Perhatikan bentuk persamaan kuadrat : ax2 + bx + c = 0.2.

maka persamaan (2. Jadi akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah 𝑥1 = 𝑥2 = −𝑞 .3 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x2 – 6x – 20 = 0 ?. terlihat bahwa p = 2 dan q = -5 maka persamaan kuadrat tersebut dapat ditulis (x + 2)(x – 5) = 0 dengan x +2 = 0 dan x – 5 = 0 diperoleh akar – akar x1 = .2. 𝑎 −𝑝 𝑎 dan CONTOH 2. kedua ruas dibagi 2 diperoleh x2 – 3x – 10 = 0 dapat dirubah menjadi x2 + (2 – 5)x + (-5)(2) = 0 .2.2. Sehingga diperoleh 𝑎𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑎𝑥 + 𝑞 = 0 . 102 Persamaan dan Pertidaksamaan .Perhatikan bentuk persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0.2 dan x2 = 5.3) Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 dan 𝑝𝑞 = 𝑐.3) dapat difaktorkan menjadi (𝑎𝑥 + 𝑝)(𝑎𝑥 + 𝑞) = 0. Penyelesaian: 2x2 – 6x – 20 = 0 . persamaan ini dapat ditulis dalam bentuk : 1 𝑎 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 atau 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 (2.

CONTOH 2. 2 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 103 .2 = 0 diperoleh persamaan berbentuk x2 + x – 12 = 0 atau dapat ditulis x2 + (4 – 3)x + 4(-3) = 0 dan terlihat bahwa p = 4 dan q = -3 x2 + x – 12 = (x + 4)(x – 3) = 0 sehingga diperoleh x + 4 =0 dan x – 3 = 0. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2.3}.Jadi. Akar-akar persamaan adalah x1 = 3 dan x2 = -4 sehingga himpunan penyelesaian adalah {-4. 5}. CONTOH 2.2.4 Selesaikan persamaan kuadrat berbentuk 3x2 + 4x .2.10 = 2x2 + 3x + 2 Jadikan persamaan berbentuk umum dengan membuat ruas kanan sama dengan 0 3x2-2x2 + 4x – 3x – 10 .10 = 2x2 + 3x + 2 Penyelesaian: 3x2 + 4x .5 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan kuadrat 1 2 𝑥 3 + 𝑥 + 2 = 0.

Sehingga diperoleh x+2= 0 dan x+ 3 = 0. ruas kiri penyebutnya disamakan.2. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2. 2 𝑥 − = 1.6 Selesaikan persamaan berbentuk Penyelesaian: Pada persamaan 2 𝑥−1 2 𝑥−1 − = 1.Dari persamaan 𝑥 2 + 𝑥 + 2 = 0. Jadi akar-akar persamaannya adalah x1= -2 dan x2= -3. Oleh karena itu. koefisien dari 𝑥 2 dijadikan 1. 2 𝑥 Sehingga diperoleh: 2𝑥 − 2(𝑥 − 1) =1 𝑥(𝑥 − 1) atau 2 =1 𝑥(𝑥 − 1) 104 Persamaan dan Pertidaksamaan . Didapat hasil x2 + 5x + 6 = 0 atau dapat ditulis x2 + (2 + 3)x + 2(3) = 0 dan terlihat bahwa p = 2 dan q = 3 x2 + 5x + 6 = (x + 2)(x + 3 ) = 0.-3} CONTOH 2. kedua ruas dari persamaan dikalikan dengan 3. 3 3 1 2 Untuk itu.

5) merupakan bentuk kuadrat sempurna. Jadi himpunan penyelesaian adalah {-1.5) Persamaan (2. Persamaan dan Pertidaksamaan 105 .2.4) 𝑥 + 𝑝 2 = 𝑞 (2.2. diperoleh: 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Atau 𝑥 2 + 2 𝑥 2 + 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 𝑥 + − + =0 𝑐 𝑎 𝑥 + = 𝑐 𝑎 − 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = − (2. Perhatikan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0. Jadikan koefisien x2 menjadi 1 dengan membagi kedua ruas dengan a. 2.2. Lakukan pemfaktoran sehingga didapat hasil: x2 + (1 – 2)x + (–2)(1) = 0 atau (x + 1)(x – 2) = 0 Dari sini diperoleh x + 1 = 0 atau x – 2 = 0 Sehingga akar–akar persamaan tersebut adalah x1 = -1 atau x2 = 2.2. Dengan Cara Melengkapkan Kuadrat Sempurna Cara lain untuk menyelesaikan persamaan kuadrat adalah dengan melengkapkan kuadrat sempurna.4) dan (2. 2}. didapat: 2 = x(x -1) atau x2 – x – 2 = 0.Selanjutnya kedua ruas dikalikan dengan x(x-1).

Akar – akar persamaan tersebut adalah x1 = -2 dan x2 = -2. Penyelesaian: x2 + 4x + 4 = 0 dapat ditulis x2 + 2(2)x + 22 = (x + 2)2 = (x + 2)(x + 2 )= 0. Himpunan penyelesaiannya adalah : {-2}.8 Nyatakan persamaan kuadrat 3x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?. kedua ruas dibagi 3 diperoleh x2 + 2x + 3 = 0. x2 + 2x + 12 + 2 = 0 atau x2 + 2x + 12 = . CONTOH 2.7 𝑏 2𝑎 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 = 𝑐 𝑎 . Penyelesaian: 3x2 + 6x + 9 = 0.Jika pada persamaan (2.4) nilai menjadi 𝑥 2 + 2 Atau 𝑥 + CONTOH 2. =0 (2. maka persamaan di atas 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0.2.2.2.2. melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna. 106 Persamaan dan Pertidaksamaan .2 .6) Dapatkan himpunan penyelesaian dari x2 + 4x + 4 = 0 ?.

2. 𝑥 2 + 2 𝑥 + 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 2 4 3 2 4 27 16 𝑏 2𝑎 6 4 9 4 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0. atau 27 16 = − . atau 4 9 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 + 3 2 4 = 0. Melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna dengan cara menyatakan persamaan kedalam bentuk 𝑥 2 + 2 Diperoleh hasil berikut ini. kedua ruas dibagi 4 diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0. − + 3 2 4 27 16 + = 0. atau =− Ini merupakan bentuk kuadrat sempurna.Jadi 3x2 + 6x + 9 = x2 + 2x + 12 + 2 = 0 . Persamaan dan Pertidaksamaan 107 . x2 + 2x + 12 = -2 atau (x + 1)2 = .9 Nyatakan persamaan kuadrat 4x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?. Didapat akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. CONTOH 2.2. Penyelesaian: 4x2 + 6x + 9 = 0.

atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = ( )2 − . kedua ruas dibagi dengan a diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0. Dengan Cara Menggunakan Rumus abc Akan ditunjukkan berikut ini bahwa persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a ≠ 0. mempunyai akar-akar 𝑥1 = dan 𝑥2 = −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 Pada ax2 + bx + c = 0. dari persamaan ini diperoleh dua persamaan berikut ini. atau = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 .3. 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 − ( )2 + = 0. atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = (𝑥 + 𝑏 2 ) 2𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 .  Pertama: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥1 = 108 Persamaan dan Pertidaksamaan . lanjutkan dengan melengkapkan dalam bentuk persamaan kuadrat sempurna.

2. biasa dituliskan dalam bentuk: 𝑥12 = −𝑏± 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 (2.7) Persamaan (2.2. akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 − −2 ± −2 2 2 2 𝑥12 = −4 2 6 𝑥12 = 2 ± 4 − 48 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 109 . Penyelesaian: Pada persamaan 2x2 – 2x + 6 = 0.2. Oleh karena itu. CONTOH 2.7) dinamakan rumus abc. dan c = 6. dapatkan akar-akar persamaan kuadrat 2x2 – 2x + 6 = 0 ?. mempunyai a = 2.2.10 Dengan menggunakan rumus abc. b = . Kedua: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 =− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥2 = Kedua akar x1 dan x2 di atas.

11 Selesaikan persamaan kuadrat 3x2 + 2x – 4 = 0 ?. persamaan kuadrat Oleh karena terdapat tersebut tidak mempunyai akar real.𝑥12 = 2 ± −44 4 tanda negatif pada akar.2. CONTOH 2. Penyelesaian: x2 + 5x + 4 = 0 yang mempunyai a = 1. b = 5 dan c = 4 Oleh karena itu. 110 Persamaan dan Pertidaksamaan . akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −5 ± 52 − 4 1 4 2 1 −5 ± 25 − 16 2 5±3 2 5+3 2 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 4 dan 𝑥2 = 5−3 2 = 1.

b = 4 dan c = 4.CONTOH 2.2. Dengan menggunakan rumus abc. ruas sebelah kanan dibuat sama dengan 0 -x2 + 2x2 + 4x +4 = 0 atau dapat ditulis x2 + 4x + 4 = 0. − 2𝑥. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −4 ± 42 − 4 1 4 2 1 −4 ± 16 − 16 2 −4 = −2 2 sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. Jadi himpunan 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari penyelesaiannya adalah { −2 }.12 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan – 𝑥 + 4 = Penyelesaian: – 𝑥 + 4 = −4 𝑥 −4 𝑥 − 2𝑥 ?. Persamaan dan Pertidaksamaan 111 . kalikan kedua ruas dengan x diperoleh -x2 + 4x = -4 -2x2. merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1.

Dengan menggunaakan rumus abc. b = 3 dan c = -4. kedua ruas dibagi 𝑥 + 1 −𝑥 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 . diperoleh: (𝑥 2 + 𝑥) 𝑥 + 2 = −𝑥 2 + 3𝑥 + 4. 𝑥+2 −𝑥 2 +3𝑥+4 𝑥+2 ?.2.CONTOH 2. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −3 ± 32 − 4 1 −4 2 1 −3 ± 9 + 16 2 𝑥12 = 𝑥12 = 112 Persamaan dan Pertidaksamaan .13 Selesaikan persamaan berbentuk 𝑥 2 + 𝑥 = Penyelesaian: 𝑥 2 + 𝑥 = −𝑥 2 +3𝑥+4 . atau −𝑥 2 − 2𝑥 = 𝑥 − 4. atau 𝑥 2 + 3𝑥 − 4 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. kedua ruas dikalikan dengan x + 2. diperoleh: −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 (𝑥 + 1). ruas kanan difaktorkan. atau −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 2 − 3𝑥 − 4.

diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −(−2) ± (−2)2 − 4 1 1 2 1 𝑥12 = Persamaan dan Pertidaksamaan 113 .14 Selesaikan persamaan (x2 – x)(x + 2 ) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6) ? Penyelesaian: (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6 ) . Dengan menggunaakan rumus abc. CONTOH 2. diperoleh (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +(2+3)x + 2(3).𝑥12 = −3 ± 25 −3 ± 5 = 2 2 −3+5 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 1 dan 𝑥2 = −3−5 2 = −4. -x dan -3 diperoleh x2 – 2x +1 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. b = -2 dan c = 1. diperoleh (x2–x)(x+2) = -4(x+2)+(x + 2)(x + 3) kedua ruas dengan (x + 2) didapat (x2 – x) = -4 + (x + 3).2. kedua ruas ditambah 4. dengan memfaktorkan persamaan kuadrat pada ruas kanan.

2. Jika 𝐷 < 0. Jika 𝐷 > 0. ada juga yang akarnya berupa bilangan imaginer. menurut rumus abc dinyatakan sebagai: 114 Persamaan dan Pertidaksamaan . 2. maka persamaan kuadrat mempunyai akar imaginer. x1 ≠ x2. Dari beberapa contoh penyelesaian persamaan kuadrat yang menggunakan rumus abc. maka persamaan kuadrat mempunyai dua akar real berbeda. Nilai ini dinamakan diskriminan dan sering disimbulkan dengan 𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. ada yang dua akarnya kembar (sama nilainya). Ketiga kondisi ini tergantung dari nilai 𝑏 2 − 4𝑎𝑐.𝑥12 = 𝑥12 = 2± 4−4 2 2± 0 =1 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = 1. Akar dari persamaan kuadrat. terlihat bahwa nilai akar ada mempunyai dua akar real berbeda.2 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat Pada subbab ini akan dibahas beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar persamaan kuadrat x1 dan x2. Ada tiga nilai diskriminan yaitu:    Jika 𝐷 = 0. maka persamaan kuadrat mempunyai akar sama atau akar kembar x1 = x2.

9).2.2. maka dapat diperoleh: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 + 2𝑎 2𝑎 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 (2.8) dan (2. Jika 𝑥1 ditambahkan dengan 𝑥2 .2. persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dapat dinyatakan dalam bentuk: 𝑏 𝑐 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 𝑎 𝑎 atau 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 (2.9) Dengan persamaan (2.10) Persamaan dan Pertidaksamaan 115 .8) 2. Jika 𝑥1 dikalikan dengan 𝑥2 .2.2. maka dapat diperoleh: 𝑥1 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 × 2𝑎 2𝑎 𝑏 2 − (𝑏 2 − 4𝑎𝑐) 4𝑎2 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 𝑥1 𝑥2 = (2.𝑥1 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 𝑥2 = Beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar ini adalah: 1.

Salah satu bentuk persamaan kuadrat adalah 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Dari sini terlihat bahwa 𝑝 = 𝑥1 𝑥2 = 1.10).16 Jika 𝑥1 adalah salah satu akar persamaan kuadrat 𝑥 2 − 2𝑝𝑥 + 𝑝 = 0 dan akar lainnya adalah Penyelesaian: 𝑥2 = 1 𝑥 1 1 𝑥 1 maka dapatkan nilai dari p ?. CONTOH 2. didapatkan persamaan kuadrat: x2 – (x1 + x2 )x + x1x2 = 0 atau x2 – 2x – 1 = 0.CONTOH 2.2. 116 Persamaan dan Pertidaksamaan . 𝑥1 𝑥2 = 1 + 2 × 1 − 2 = 1 − 2 = −1 Kita masukkan ke dalam persamaan (2. 𝑥1 + 𝑥2 = 1 + 2 + 1 − 2 = 2 b. atau 𝑥1 𝑥2 = 1.2. Penyelesaian: 𝑥1 = 1 + 2 dan 𝑥2 = 1 − 2 a.15 Carilah persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 + 2 dan 1 − 2.2.

CONTOH 2. Jika salah satu akarnya merupakan 4 kali akar yang lain.2. maka:  4𝑥2 + 𝑥2 = 2 atau 𝑥2 = 2 5 8 5 2 5 Dari ini. didapat:  𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 4𝑝 2𝑝 = =2 Karena diketahui bahwa 𝑥1 = 4𝑥2 . Jadi akar-akarnya adalah 2 5 dan .17 Perhatikan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0. 5 𝑐 𝑎 8 Selanjutnya nilai p dicari dari 𝑥1 𝑥2 = 28 55 = 8 2𝑝 atau = 8 2𝑝 atau nilai 𝑝 = 25 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 117 . nilai 𝑥1 = 4𝑥2 = 4 = . maka dapatkan nilai p dan akar-akar tersebut ? Penyelesaian: Perhatikan kembali bentuk persamaan kuadrat: 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Kalau kita padankan dengan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0.

Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −16 .2. persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 + 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = 2 2 dan 𝑥2 = − 2 Untuk 𝑝2 = −4 2. persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 − 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = −2 2 dan 𝑥2 = 2 118 Persamaan dan Pertidaksamaan . −4 diketahui x1 = -2x2 maka (-2x2)x2 = -4 diperoleh (x2)2 – 2 = 0 atau 𝑥2 = ± 2 dan 𝑥1 = −2𝑥2 = ±2 2 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 =2 2− 2 diperoleh 𝑝1 = 8 2 − 4 2 = 4 2 dan 𝑝2 = −8 2 + 4 2 = −4 2 . Untuk 𝑝1 = 4 2.CONTOH 2.18 Salah satu akar dari persamaan kuadrat -4x2 + px – 16 = 0 adalah -2 kali terhadap akar yang lain. dapatkan nilai p dan bentuk persamaan kuadratnya.

CONTOH 2. Oleh karena x1 = 4 + x2 maka untuk x2 = -6 diperoleh x1 = -2 dan untuk x2 = 2 diperoleh x1 = 6.2. dengan cara faktorisasi dapat diperoleh (x + 6)(x – 2) = 0 yang mempunyai akar-akar x2 = -6 dan x2 = 2. 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 jika untuk nilai x2 = -6 dan x1 = -2 maka diperoleh p = -8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0 . Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = 12 1 = 12 diketahui bahwa x1 – x2 = 4 atau x1 = 4 + x2 maka (4 + x2)x2 = 12 atau x2 + 4x – 12 = 0.19 Dapatkan akar-akar dan nilai p jika persamaan kuadrat berbentuk x2– 2px + 12=0 dan selisih dari akar-akarnya adalah 4. Jika untuk x2 = 2. Persamaan dan Pertidaksamaan 119 . x1 = 6 maka diperoleh p = 8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0.

CONTOH 2.2. diperoleh 1 2 2 3 2 𝑥 3 2 𝑥2 = 1 2 atau dapat ditulis 𝑥 2 − = 0 dengan akar-akar 𝑥12 = ± Untuk akar 𝑥2 = 1 2 3 1 3 3 diperoleh 𝑥1 = 1 − 2 1 3 3 3. dapatkan persamaan kuadrat tersebut.20 Hasil kali akar-akar suatu persamaan kuadrat adalah 2 3 1 2 dan salah satu akar dari akar yang lain. Penyelesaian: Misalkan akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1 dan x2. demikian pula untuk akar 𝑥2 = 3 diperoleh 𝑥1 = − Jadi jumlah kedua akar-akarnya persamaan kuadrat mempunyai 2 1 1 5 kemungkinan yaitu 𝑥1 + 𝑥2 = 3+ 3= 3 atau 3 2 6 𝑥1 + 𝑥2 = 1 3 3− 1 2 3=− 1 6 3 Dengan demikian persamaan kuadratnya adalah 𝑥 2 − atau 𝑥 2 + 1 1 3𝑥 + = 0 6 2 5 1 3𝑥 + = 0 6 2 120 Persamaan dan Pertidaksamaan . telah diketahui bahwa 𝑥1 𝑥2 = 3 4 1 2 dan 𝑥1 = 𝑥2 .

𝑥1 + 𝑥2 d. 2 2 𝑥1 − 𝑥2 + 𝑥 3 2 Penyelesaian: Dari persamaan kuadrat dapat diperoleh hubungan akar-akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −2 4 = −1 2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −1 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 121 . 3 𝑥 1 e. a ≠ 0 dengan akar x1 dan x2.2. 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 Hubungan diantara akar-akar x1 dan x2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 seperti dapat dipakai untuk mempermudah pencarian bentuk-bentuk hubungan antar akar-akar yang lainnya seperti: 1. maka dapatkan nilai – nilai dari hubungan akar-akar dibawah ini : a.2. (x1 .21 Jika akar-akar persamaan kuadrat 4x2 + 2x – 1 = 0 adalah x1 dan x2.x2)2 2. 1 𝑥 1 1 𝑥 2 + CONTOH 2. x12x2+ x22x1+ x1x2 4.2. 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 3 3 c. x12 + x22 3. 2 2 𝑥1 + 𝑥2 2 2 b. (𝑥1 + 𝑥2 )2 f.3 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya Misalkan persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0.

𝑥1 − 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 + 2𝑥1 𝑥2 = ( )2 + 2 = −1 4 122 Persamaan dan Pertidaksamaan . dapat dicari x12 x2 + x22 x1 = x1 x2 ( x1 + x2 ) Sehingga diperoleh x12 x2 + x22 x1 = −1 −1 4 2 = 1 8 c. telah diketahui sebelumnya bahwa bentuk sempurna kesamaan kuadrat: 2 2 𝑥1 + 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 dengan demikian: 2 2 𝑥1 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 − 2𝑥1 𝑥2 = ( −1 2 −1 3 ) −2 = 2 4 4 b. 3 4 Dengan demikian (𝑥1 − 𝑥2 )2 = − 2 4 −1 2 3 −1 4 = 5 4 −1 4 2 2 e. Seperti sebelumnya. dari contoh diatas telah diperoleh x12 + x22 = sehingga diperoleh x13 + x23 = −1 3 2 4 3 4 −1 2 − −1 2 = 2 2 2 2 d. Bentuk 𝑥1 + 𝑥2 dinyatakan dalam bentuk penjumlahan dan perkalian dari akar-akar persamaan kuadrat.2 2 a. (𝑥1 − 𝑥2 )2 = 𝑥1 − 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = 𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥1 𝑥2 2 2 Telah dicari sebelumnya bahwa 𝑥1 + 𝑥2 = . x13 + x23 = ( x1 + x2 )( x12 – x1 x2 + x22 ) = ( x1 + x2 )( x12 + x22– x1 x2 ).

2. Dengan menggunakan penggantian. Dengan menggunakan rumus penjumlahan dan perkalian akarakar. maka didapat penjumlahan akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 dan perkalian akar 𝑥1 𝑥2 = .22 Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah x1 + 3 dan x2 + 3 dimana x1 dan x2 akar-akar persamaan x2 + 4x + 4 = 0.2. Untuk menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya mempunyai hubungan dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui mempunyai 2 cara yaitu: 1. Persamaan dan Pertidaksamaan 123 . CONTOH 2. 3 𝑥 1 + 3 𝑥 2 = 3𝑥 2 +3𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = 3(𝑥 1 +𝑥 2 ) 𝑥 1 𝑥 2 = 3(−2 ) −1/4 1 =6 ■ Menyusun Persamaan Kuadrat Jika Akar-akarnya Mempunyai Hubungan Dengan Akar-akar Persamaan Kuadrat Lainnya.f. 𝑐 𝑎 Untuk menentukan persamaan kuadrat baru perlu untuk dicari akar-akar dari persamaan kuadrat tersebut dan hubungannya dengan akar – akar persamaan kuadrat yang diketahui.  Menggunakan Rumus Penjumlahan dan Perkalian Akar-akar Jika diketahui persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0.

Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah u2 – (u1 + u2)u + u1u2 = 0 atau u2 – 2u + 1 = 0 dan u2 .3 = x1 dapat dicari akar-akar tersebut dari:  x1 + x2 = -4 atau u1 – 2 + u2 – 3 = -4 sehingga u1 – 3 + u2 – 3 = -4 atau u1 + u2 = 2  x1x2 = 4 atau (u1 – 3)(u2 – 3) = 4 atau diperoleh persamaan u1u2 – 3 (u1+ u2) = -5 atau u1u2 = -5 + 3(2) = 1. 124 Persamaan dan Pertidaksamaan . Jika dimisalkan persamaan kuadrat baru berbentuk au2 + bu + c = 0 dengan akar-akar u1 = x1 + 2 atau u1 .Penyelesaian: Persamaan kuadrat x2 + 4x + 4 = 0 mempunyai jumlahan akar-akar x1 + x2 = -4 dan perkalian akar-akar x1x2 = 4 .3 = x2 maka CONTOH 2.2.23 Tentukan persamaan kuadrat yang akar-akarnya 3 𝑥 1 dan 3 𝑥 2 jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat x2 + 2 x + 1 = 0 ? Penyelesaian: Penjumlahan akar-akar x1 + x2 = -2 dan Perkalian akar-akar x1 x2 = 1.

2 2 2 2 b.Misalkan persamaan kuadrat baru berbentuk a y2 + b y + c = 0 dengan akar-akar 𝑦1 = 3 𝑥 1 atau 𝑥1 = 3 𝑦1  x1 + x2 = -2 atau 3(𝑦1 +𝑦2 ) 𝑦1 𝑦2 + 3 𝑦2 3 𝑦1 dan 𝑥2 = 3 𝑦2 .2 y1 y2 atau y1 + y2 = .24 Jika x1dan x 2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat dari x 2 – 4 x + 4 = 0 maka dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya adalah : a. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – (y1 + y2) y + y1 y2 = 0 atau y2 + 6y + 9 = 0  Menggunakan penggantian Untuk mendapatkan persamaan kuadrat yang baru dengan cara penggantian dapat dilakukan jika akar-akar persamaan kuadrat yang baru simetri dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui. dapat dicari: = −2 atau = −2 atau 3(y1 + y2) = -2y1y2. 3 3 = 𝑦1 𝑦2  x1 x2 = 1 atau 1 atau y1 y2 = 9 sehingga dapat diperoleh 3(y1 + y2) = . CONTOH 2. 𝑥1 + 𝑥2 dan 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 𝑥1 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 125 . 1 𝑑 𝑥 1 dan 1 𝑑 𝑥 2 dengan d adalah konstanta yang tidak nol.6 .2.

Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – ( y1 + y2 ) + y1 y2 = 0 atau y2 – 256 = 0 CONTOH 2. kedua ruas dikalikan d2y2 diperoleh 1 – dy + 4d2y2 = 0 atau 4d2y2 – dy + 1 = 0 b.25 Dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 1 𝑥 1 𝑥 2 dan 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 dimana x1 dan x2 merupakan akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0. Oleh karena itu.2.Dari persamaan yang diketahui x2 – 4 x + 4 = 0 dapat diperoleh x1 + x2 = 4 dan x1 x2 = 4 a. Penyelesaian: 126 Persamaan dan Pertidaksamaan . Misalkan akar-akar persamaan baru adalah y1 = x12 + x22 atau y1 = ( x1 + x2 )2 – 2 x1 x2 = 16 – 32 = -16 dan y2 = x12 x2 + x22 x1 atau y2 = x1 x2 ( x1 + x2 ) = 16. dapat dilakukan penggantian dari akar-akar tersebut yaitu 𝑦 = kuadrat x2– 4x +4 = 0 yaitu 1 2 𝑑𝑦 1 𝑑𝑥 1 𝑑𝑦 atau 𝑥 = pada persamaan −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0 atau 1 𝑑𝑦 2 −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0. Misalkan akar-akar persamaan baru adalah 𝑦1 = 𝑦2 = 1 𝑑𝑥 2 1 𝑑𝑥 1 dan dimana penjumlahan dan perkalian dari akar-akar tersebut berbentuk simetri walaupun nilai dari x1 dan x2 dirubah.

Keuntungan tersebut dibagai rata pada setiap anggotanya. Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut. Misalkan akar-akar persamaan kuadrat yang baru adalah 𝑣1 = dan 𝑣2 = 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 = 𝑥 1 +𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = −6 9 = −2 3 1 𝑥 1 𝑥 2 =9 . CONTOH 2. 2. Pada tahun pertama usaha tersebut mendapatkan keuntungan sebesar Rp 10.2.000 lebih banyak dari penerimaan yang dibagai pada semua anggotanya. Jika ada 2 orang anggota tidak mau menerima keuntungan usaha tahun pertama.26 Sekelompok orang melakukan usaha bersama membentuk suatu badan usaha. kita akan menggunakan persamaan kuadrat untuk menyelesaikan beberapa permasalahan. Persamaan dan Pertidaksamaan 127 . Pada subbab ini.Dari persamaan kuadrat yang diketahui diperoleh 𝑥1 + 𝑥2 = dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 = −6 = 9. kita telah belajar banyak tentang persamaan kuadrat dan berbagai cara menyelesaikan persamaan kuadrat. diperoleh persamaan kuadrat 25 3 yang baru adalah v2 – (v1 + v2) + v1v2 = 0 atau 𝑣 2 − 𝑣 − 6 = 0. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 250. Banyak permasalahan yang berhubungan dengan persamaan kuadrat.4 Menerapkan Persamaan Kuadrat Sebelum ini.000.000.2.

000𝑥)(𝑥 − 2) = 10.000𝑥 ⟹ 𝑥 2 − 2𝑥 − 80 = 0 ⟹ 𝑥 − 10 (𝑥 + 8) = 0 128 Persamaan dan Pertidaksamaan .000.000 + 250.000 = 1.000 𝑥 − 2  Jika ada 2 orang tidak mau menerima keuntungan.000𝑥 ⟹ 250.000.000 = 𝑥 𝑥 − 2 10.Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya anggota kelompok.000.000 = 𝑥 𝑥 − 2 ⟹ (10.000. Dari sini diperoleh 𝐴 + 250.  Jika keuntungan dibagi pada semua anggota kelompok.000𝑥 2 + 9.000.000 = 𝐵 ⟹ ⟹ 10.000. maka selisih yang diterima setiap anggota adalah Rp 250.000 𝑥 10.000 𝑥 Jika keuntungan tersebut dibagi (x-2) orang.000.000 10.000𝑥 − 20. maka setiap anggotanya menerima B rupiah.000 + 250.000 + 250. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  10. Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 10.000.000𝑥 ⟹ 25𝑥 2 + 950𝑥 − 2. maka setiap anggotanya menerima A rupiah.000 = 10.000.000.000.500.

nilai x harus lebih besar nol.Dari persamaan ini.000.000.000.2. Dari sini diperoleh 𝐴 + 12. Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 2. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8. Biaya sewa bus ditanggung secara merata oleh peserta wisata.000 𝑥 − 8  Jika ada 8 peserta mengundurkan diri.27 Panitia wisata menyewa sebuah bus seharga Rp 2. Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya peserta wisata.  Jika biaya sewa bus dibagi pada semua peserta.500. maka setiap peserta membayar A rupiah. Karena itu. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang. Tentukan banyaknya peserta wisata tersebut. maka setiap peserta menambah Rp 12.000 𝑥 Jika biaya sewa tersebut dibagi (x-8) orang. Jika pada saat mau berangkat ada 8 orang yang mengundurkan diri. maka setiap peserta membayar B rupiah. Akan tetapi. CONTOH 2. maka setiap peserta harus menambah biaya sebesar Rp 12.500 = 𝐵 Persamaan dan Pertidaksamaan 129 .500. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  2.000.

500𝑥)(𝑥 − 8) = 2.2𝑥 2 .500 = 𝑥 𝑥 − 8 2. Karena itu.000 = 0 ⟹ 𝑥 2 − 8𝑥 − 1.280 = 0 ⟹ 𝑥 − 40 (𝑥 + 8) = 0 Dari persamaan ini. Jika si A berhasil menjual x paket.000.000 + 12.000. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8.000𝑥 − 160. nilai x harus lebih besar nol.000. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi.000. CONTOH 2.000.000𝑥 − 16.2.000.28 Si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0.500𝑥 2 + 1.900.000 + 12. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling.000𝑥 ⟹ 12.000 + 12.000 2.000. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang. dan besarnya adalah 0. Salah satu pekerjanya bernama si A. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A.000 = 𝑥 𝑥 − 8 ⟹ (2.⟹ ⟹ 2. Dalam setiap harinya.000 = 2. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x). dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A. Penyelesaian: 130 Persamaan dan Pertidaksamaan . Akan tetapi.000𝑥 ⟹ 125𝑥 2 − 1. Dalam penjualan.000.500 𝑥 2. Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10.

x tidak boleh negatif.2𝑥 2 = 10. Karena x adalah banyaknya paket barang yang dijual. maka tentukan lebar jalur tersebut.29 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m.500 m2. Jika luas jalur tersebut adalah 2.2. lihat Gambar 2. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola. atau 0.1 Jalur lari dengan lebar tetap.1. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat 𝑥 + 0. Jadi diperoleh hasil x=5.Pada permasalahan ini. si A harus menjual sebanyak 5 paket agar si Pegy memperoleh pendapatan Rp 10 dari penjualan si A. Gambar 2.2𝑥 2 + 𝑥 − 10 = 0 ⇒ 𝑥 2 + 5𝑥 − 50 = 0 ⇒ 𝑥 + 10 (𝑥 − 5) = 0 Diperoleh x=-10 dan x=5.2. CONTOH 2. Luas jalur dalam m2 adalah Persamaan dan Pertidaksamaan 131 . akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap.2. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m.

500 = 4x2 + 300x x2 + 75x . maka   𝑥1 + 𝑥2 = 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 132 Persamaan dan Pertidaksamaan . 2 maka penyelesaiannya adalah 𝑥1 = −𝑝 dan 𝑥1 = −𝑞. Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut adalah 25 m. c  R. Mempunyai bentuk kuadrat sempurna 𝑥 + 𝑝 Mempunyai akar-akar 𝑥1 =  −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 = 𝑞 dan 𝑥2 = Jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat. maka : 2. maka diperoleh x = 25 m.    Jika dapat difaktorkan ke bentuk 𝑥 + 𝑝 𝑥 + 𝑞 = 0.500 m2.2.L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 Karena luas jalur adalah 2. b.  RANGKUMAN  Bentuk umum persamaan kuadrat adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0.500 = 0 (x+100) (x -25)=0 Karena nilai x > 0.

x2 + 5x = -6 f. Peluru ditembakkan vertikal ke udara dengan kecepatan awal v0 dan pada saat Persamaan dan Pertidaksamaan 133 . x2 – 4x – 5 = 0 e. d. 3x2 – 6x = 9 b. a. dengan bantuan murid SMU kelas 1 dianjurkan agar ia berlari 1. 3t2 + t – 2 = 0 f.2 km perjam lebih cepat. x2 – 14x – 32 = 0 Carilah akar persamaan kuadrat dengan cara melengkapkan bentuk sempurna. 3. x2 – 12x – 45 = 0 d. x2 – 2x – 8 = 0. f. x2 + 4x – 8 = 0 4. 2x2 – 6x + 11 = 0. x2 – 5x + 3 = 0 d. a. Dapatkan akar persamaan kuadrat dengan cara memfaktorkan. Setiap sabtu.SOAL LATIHAN 2-2 1. x2 + 2x = 3 2. x2 + x – 12 = 0 c. u2 + 8u – 9 = 0. (x – 1)2 = 100 c. e. 6x2 – 7x + 2 = 0. (y – 2)(y – 2) = 9 e. (2x + 3)2 = 25 b. Amir pelari peserta PON berlatih lari 18 km. Tentukan kecepatan ia berlari ? 5. 2x2 -4x – 2 = 0 c. Carilah akar persamaan kuadrat dengan menggunakan rumus abc. b. a. tujuannya adalah mengurangi waktu tempuh sebesar setengah jam.

sisi balok berbentu empat persegi panjang maka dapatkan luas sisi balok untuk volume = 100 . tentukan bilangan –bilangan tersebut ? 8. 1/t dan t yang berurutan 10. Jumlah pangkat dua dari tiga bilangan ganjil adalah 515 . tinggi =2? 7. alas dan tutup diabaikan. a. 2 dan 7 b. u dan 2 – u d. jika alas dan tutup kotak berbentuk bujur sangkar .5 ) a =( 3 − 5) dan b = ( 3 + 5) a= 1 ( 3− 5) 1 ( 3+ 5) . b= 134 Persamaan dan Pertidaksamaan .tertentu akan mencapai ketinggian sebesar v0t – 10t2 . Suatu tangga dengan panjang 10 bersandar pada tembok . jarak ujung tangga dengan lantai adalah 6. Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya. Jika a dan b akar-akar persamaan kuadrat maka bentuk faktor dari persamaan kuadrat dapat ditulis (x + a)(x + b) = 0 . dapatkan persamaan kuadrat tersebut jika: a. 4 dan -4 c. Suatu kotak berbentuk balok yang mempunyai volume = luas alas × tinggi. tentukan jarak geseran kaki tangga agar ujung atas tangga bergeser sama panjang dengan geseran bawah ? 9. d. a = ( 2 + 5 )( 2 . jika ketinggian maksimum 30 maka tentukan waktu sampai peluru mencapai tanah ? 6. b. a = -3 dan b = 4. c.

14. 16. hasil kali akar-akarnya = c. Akar-akar persamaan (2p – 1)x2 – 15/2x – 3 = 0 saling 1 3 berkebalikan . hasil kali akar-akarnya = 2 d. hasil kali akar-akarnya = -1. b. Diketahui salah satu akar persamaan kuadrat x2 – 2qx + 4q = 0 tiga kali akar yang lain . dapatkan nilai p. jumlah akar-akarnya = 2 .akarnya jika 2x1 + x2 = 2 ? 18. 𝑎 Dapatkan persamaan kuadrat yang hubungan diantara akar- akarnya adalah a. jumlah akar-akarnya = 1 . Salah satu akar persamaan –2x2 + px – p + 2 = 0 sama dengan 0. dapatkan p dan akar. dapatkan nilai p dan akar-akarnya 13. dapatkan nilai p dan akar-akarnya 15. jumlah akar-akarnya = -4 .11. Susunlah suatu persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 2 ± 1 . p 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 135 . hasil kali akar-akarnya = 4. x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat x2 – 3x = . Persamaan kuadrat berbentuk 2x2 + (p + 3) x – 4p = 0 yang selisih akar-akarnya sama dengan 7 . Akar-akar persamaan kuadrat x2 – 2x – 4 = 0 adalah x1 dan x2 . dapatkan bentuk simetri dengan tanpa mencari akar persamaannya . 12. dapatkan nilai p ? 17. jumlah akar-akarnya = 3 . Salah satu akar persamaan kuadrat 3x2 – (p – 3)x + p + 2 = 0 berlawanan 2 kali. dapatkan nilai p dan akar-akarnya.

Susunlah persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 2 kali lebih kecil dari akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0 ? 24. x12 + x12 x2 + x1 x22 + x22 = 2 21. x12 + x22 c. Bilangan x1 dan x2 adalah akar persamaan x2 – 2bx + b2 = 0 . 𝑥1 + 𝑥2 2 2 2 2 c. Akar persamaan kuadrat x2 . dapatkan b jika x12 + x22= 2 ? 23. Akar-akar persamaan 9x2 – 15x + p = 0 adalah x1 dan x2. 𝑥1 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 3 3 b. 1 𝑥 1 −2 dan d. x13 + x12 x2 + x1 x22 + x23 b. tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya a. Hitunglah p jika b .2 2 a.1= 0 adalah x1 dan x2.3x + a . x14 + x24 d. hitunglah p jika a. 1 𝑥 1−3 + 1 𝑥 2−3 19. x12 dan x22 1 2 𝑥 1 1 2 𝑥 2 c. 𝑥 1 𝑥 2 dan 𝑥 2 𝑥 1 1 𝑥 2 −2 b. Akar persamaan kuadrat x2 – (p + 1)x – 2p+4 = 0. dan 136 Persamaan dan Pertidaksamaan . x12 + x22 = x1 + x2 untuk persamaan kuadrat x12 + x22 = 10 berbentuk x2 – px – 4 = 0 ? 22. 𝑥1 + 𝑥2 d. 1 3 𝑥 1 + 1 3 𝑥 2 20. hitunglah bentuk berikut yang merupakan bentuk simetri dari x1 dan x2 a.

28. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 50. Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut. sebelum ada yang mengundurkan diri. maka tentukan jumlah dari dua bilangan genap tersebut.x22. tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya x12 + x22 dan x12 . Persamaan kuadrat 6x2 – x . Andaikan langkah orang tersebut selalu tetap sebesar 60 cm.000 lebih banyak dari penerimaan semula. Sekelompok orang menerima borongan pekerjaan penggalian selokan dengan imbalan sebesar Rp 2 juta yang dibagi rata pada setiap anggotanya. Seseorang berjalan menyusuri sepetak pekarangan berbentuk persegi panjang yang luasnya 216 m2 tanpa berhenti. Persamaan yang akar-akarnya 2 lebih kecil dari persamaan kuadrat x2 – 6ax -6a = 0 adalah 2x2 – 6x + 6 = 0 . 30. tentukan a dan akarakarnya ? 27. Susunlah suatu persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya kebalikan dari akar-akar persamaan x2 – 6ax -6a = 0 ? 26. Jika 2 orang onggotanya mengundurkan diri.25. 29. maka tentukan ukuran pekarangan tersebut jika orang tersebut selesai mengelilingi pekarangannya dalam 100 langkah. Jika jumlah dari kebalikan dua bilangan genap yang berurutan adalah 9 40 . Persamaan dan Pertidaksamaan 137 .12 = 0 mempunyai akar-akar x1 dan x2.

Jika bahan yang tersedia untuk pria sebanyak 100 meter dan wanita 200 meter. Sistem persamaan linear banyak sekali dijumpai dalam banyak aplikasi misalnya:  Seorang pengusaha busana seragam untuk pria dan wanita dengan bentuk yang berbeda dan terbagi dalam 2 ukuran sedang dan besar. Banyaknya seragam pria yang dapat dibuat adalah 1. maka banyaknya seragam yang dapat dibuat untuk ukuran sedang dan besar adalah. dan banyaknya seragam wanita yang dapat dibuat adalah 2𝑥 + 2.2 𝑥 + 1.5𝑦 = 200. Peubah y menyatakan seragam dengan ukuran besar.3 Sistem Persama a n Linear Sistem persamaan linear atau juga disebut sebagai sistem persamaan linear serentak merupakan kumpulan atau himpunan dari persamaan linear.2x + 1. 2. Misalkan peubah x menyatakan seragam dengan ukuran sedang.5𝑦 = 100.5y = 200 138 Persamaan dan Pertidaksamaan . 1. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 2 persamaan.5 meter perseragam wanita.2.2 meter untuk seragam pria dan 2 meter untuk seragam wanita. Dalam buku ini dibahas system persamaan linear: 1.5 meter per seragam pria dan 2. Dan ini membentuk dua persamaan linear berikut ini. Ukuran besar memerlukan 1. 3.5y = 100 dan 2x + 2. Ukuran sedang memerlukan 1. Sistem persamaan linear 2 peubah dengan 2 persamaan. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 3 persamaan.

000 Persamaan dan Pertidaksamaan 139 ..per anak dan Rp1. y menyatakan banyaknya pengunjung anak-anak dan z menyatakan banyaknya pengunjung mobil. Suatu obyek wisata yang mempunyai 3 lokasi dengan bentuk yang berbeda pada suatu tempat yang sama.500.per anak dan Rp1.000 3000 x + 2000 y + 1000 z = 14.per mobil. maka banyaknya pengunjung kedua lokasi wisata tersebut adalah : 2500x + 1500 y + 1000 z = 10..per dewasa.000.500.000. 2.per anak dan Rp1..000 3000 x + 2500 y + 1000 z = 12. setiap lokasi pendapatan yang diperoleh rata-rata adalah 1... Lokasi C sebesar Rp14.000.000.per mobil.dengan harga karcis Rp 3.000  Pada ilustrasi nomor 2.000.per m obil.000.000.000.per dew asa.000. Banyaknya pengunjung dari ketiga lokasi wisata tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut.000 3500 x + 2500 y + 1000 z = 12. Permasalahan ini membentuk suatu sistem persamaan linear: 2500 x + 1500 y + 1000 z = 10.500.000.000.. Rp1. Rp2. jika hanya terdapat 2 lokasi pada obyek wisata tersebut. Lokasi B sebesar Rp 12.000.000.dengan harga karcis Rp2.dengan harga karcis Rp3. Misal x menyatakan banyaknya pengunjung dewasa..000. 3. Rp2...000. Lokasi A sebesar Rp10.per dewasa.000.500..

1) Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Metode Grafik Menyelesaikan sistem persamaan linear dengan metode grafik maka persamaan a1x + b1y = c1 dan a2x + b2y = c2 dapat dipandang sebagai garis lurus maka perpotongan dari kedua garis tersebut merupakan penyelesaian dari sistem persamaan linear .3. b1 . Metode Grafik. Metode gabungan eliminasi dan substitusi. Mencari penyelesaian dari sistem persamaan linear merupakan pasangan (x. c2  R a1 . 2. y) yang memenuhi kedua persamaan linear tersebut sehingga memberikan pernyataan yang benar. Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear yaitu : 1 . Metode Eliminasi 3. 140 Persamaan dan Pertidaksamaan .1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah Sistem persamaan linear dua peubah secara umum dapat ditulis : a1x + b1y = c1 dengan a1 . Metode Matriks. b2 tidak boleh bersama – sama bernilai nol.2. 4. Metode Substitusi. b2 . 5. dibahas pada Bab 3. a2 . b1 . c1  R a2x + b2y = c2 dengan a2 .

𝑏2 ≠ Pada kondosi ini. 𝑐2 = ≠ Pada kondisi ini. 3. CONTOH 2. didapat: untuk x = 0 . terdapat banyak titik yang memberikan jawaban yang benar dan dikatakan bahwa sistem persamaan linear mempunyai banyak penyelesaian. Garis u1 berimpit dengan garis u2 jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 .3. x = 3 Persamaan dan Pertidaksamaan 141 . 𝑏2 ≠ Pada kondisi ini.1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berbentuk x + 2y = 3 dan 2x + y = 3. Garis u1 sejajar dengan u2 namun tidak berhimpit. sistem persamaan linear mempunyai satu penyelesaian/ jawab. jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 𝑏2 𝑐1 . Terdapat satu titik potong jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . 2. sehingga sistem persamaan linear tidak mempunyai penyelesaian. tidak terdapat perpotongan atau singgunggan antara kedua garis tersebut.Misalkan garis u1 : a1x + b1y = c1 dan garis u2 : a2x + b2y = c2 maka akan terdapat beberapa kemungkinan diantara kedua garis tersebut yaitu: 1. y = dan 2 3 untuk y =0 . Penyelesaian: Dari persamaan x + 2y = 3.

Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 .Jadi grafik melalui titik (0. didapat: untuk x=0.0). ) dan (3. 0). dan y=1. Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear ini adalah x=1. Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan substitusi dimaksud adalah melakukan substitusi terhadap salah satu peubah x atau y dari 1 persamaan ke persamaan yang lain. 2) Menyelesaikan Dengan Metode Substitusi. a1x + b1y = c1. 1). b1y = c1.3) dan ( .a1x atau 𝑦 = 𝑎 1 𝑥 disubstitusi 𝑏1 𝑐1 𝑎 1 b2( − 𝑥) = c2 atau 𝑏1 𝑏1 𝑐1 𝑏1 − pada persamaan a2x + b2y = c2 diperoleh a2x + 𝑏2 𝑎1 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑥 = 𝑐2 − 𝑏1 𝑏2 𝑏1 Jadi 142 Persamaan dan Pertidaksamaan . a2x + b2y = c2. y = 3 dan untuk y=0. x = 3 2 Jadi grafik melalui titik (0. 3 2 Dari grafik terlihat bahwa perpotongan garis terjadi disekitar (1. 2 3 Dari persamaan 2x + y = 3.

3 disubstitusikan 5+2𝑦 ) +4 3 y = -2 . kedua ruas = -1.3 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x = 6y + 4 3x + 4y = 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 143 .3. CONTOH 2.2 Dapatkan penyelesaian dari sistem persamaan linear 3x – 2y = 5 2x + 4y = -2 Penyelesaian: Ambil salah satu persamaan 3x – 2y = 5 atau x = ke persamaan lainnya 2x + 4y = -2 atau 2 ( dikalikan 3 didapat 10 + 4y + 12y = .3. didapat: 3x – 2(-1) = 5 atau x = 1 Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah x=1. Nilai y=-1 dimasukkan ke persamaan 3x – 2y = 5.6 atau y = −16 16 5+2𝑦 .𝑏2 𝑐1 𝑏1 𝑥 = 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑏1 𝑐2 − CONTOH 2. dan y=-1.

c2a1 Jadi 𝑦 = 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 dan 144 Persamaan dan Pertidaksamaan . Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi dimaksudkan adalah menghilangkan salah satu peubah dari sistem persamaan dengan menyamakan koefisien dari peubah tersebut. 17 13 +2= . a1x + b1y = c1 | x a2  diperoleh a2a1x + a2b1y = c1a2 a2x + b2y = c2 | x a1  diperoleh a2a1x + a1b2y = c2 a1 (a2b1 – a1b2)y = c1a2 . 17 13 Jadi penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah 𝑥 = 𝑦 = −3 . didapat 3(3y + 2) + 4y = 3 atau 13y = -3 Diperoleh y = didapat x = 3 −3 13 −3 13 dan nilai y ini dimasukkan ke salah satu persamaan.Ambil persamaan 2x = 6y + 4 atau x = 3y + 2 disubstitusikan pada persamaan 3x + 4y = 3. 13 dan 3) Menyelesaikan Dengan Metode Eliminasi.

𝑥 = CONTOH 2.4 𝑐1− 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑏 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 1 𝑎1 Selesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi berbentuk 2u + 8v = -2 -u + 3v = 4 Penyelesaian: 2u + 8v = -2 dikalikan 1 diperoleh -u + 3v = 4 dikalikan 2 diperoleh 2u + 8v = -2 -2u + 6v = 8 14v = 6 atau v = 3/7 2u + 8v = -2 dikalikan 3 diperoleh 6u + 24 v = . 14 CONTOH 2.3. Penyelesaian: 3s – 4t = 6 dikalikan 2 diperoleh 6s – 8t = 12 Persamaan dan Pertidaksamaan 145 .3.38 atau u = −38 .5 Dapatkan himpunan penyelesaian dengan eliminasi jika terdapat persamaan berbentuk 3s – 4t = 6 dan 2s + 5t = .3.6 -u + 3v = 4 dikalikan 8 diperoleh -8u + 24 v = 32 14u = .

23 6 s + 15 t = . 18 −21 }. Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 Penyelesaikan sistem persamaan linear dengan gabungan eliminasi dan subtitusi dimaksudkan adalah melakukan eliminasi terhadap salah satu peubah yang kemudian melakukan subtitusi pada salah satu persamaan atau sebaliknya. 23 23 4) Menyelesaikan Dengan Metode Gabungan Eliminasi dan Substitusi.6 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 3x – 4y = 5 dan -2x + 2y = 4 Penyelesaian: 146 Persamaan dan Pertidaksamaan . CONTOH 2.3.3 dikalikan 4 diperoleh 18 23 atau s = Himpunan penyelesaiannya adalah { .2s + 5t = -3 dikalikan 3 diperoleh −21 .9 -23t = 21 atau t = 3s – 4t = 6 dikalikan 5 diperoleh 15s – 20t = 30 8s + 20t = -12 + 23s = 18 2s + 5t = .

7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 4u – 8v = 7 dan 3u + 2v = 2 Penyelesaian: 4u – 8v = 7 dikalikan 3 diperoleh 12u – 24v = 21 3u + 2v = 2 dikalikan 4 diperoleh 12u + 8v = 8 -32v = 13 atau v = 3u + 2( −13 . dilakukan subtitusi pada persamaan -2x + 2y = 4 maka didapat -2x + 2(-11) = 4 atau x = . 32 - dilakukan subtitusi pada persamaan 3u + 2v = 2 maka : 15 16 15 −13 }.3. Penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah {-13.13.3x – 4y = 5 dikalikan 2 diperoleh 6x – 8y = 10 + -2x + 2y = 4 dikalikan 3 diperoleh -6x + 6y = 12 -2y = 22 atau y = -11 . CONTOH 2. 16 32 −13 32 ) = 2 atau u = Jadi himpunan penyelesaiannya adalah { .3. -11}.2 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah Sistem persamaan linear tiga peubah dapat dinyatakan dalam bentuk Persamaan dan Pertidaksamaan 147 . 2.

x – 2y + z = 2 dikalikan 2 diperoleh 2x + y + 2z = 1 dikalikan 1 diperoleh 2x – 4y + 2z = 4 2x + y + 2z = 1 . a2. c2 . Menyelesaikan sistem persamaan linear 3 peubah dapat dilakukan seperti halnya pada sistem persamaan linear 2 peubah . c3.8 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk x – 2y + z = 2 2x + y + 2z = 1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi .a1 x  b1 y  c1 z  d1 a2 x  b2 y  c2 z  d 2 a3 x  b3 y  c3 z  d3 dengan a1. d3 merupakan (2.c1 . CONTOH 2. b2 . b1 .5y atau y = -3/5 x – 2y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh x – 2y + z = 2 =3 dilakukan 148 Persamaan dan Pertidaksamaan .3. a3 . d2 . b3 . d1 .3.1) bilangan real.

9 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi . subtitusikan pada persamaan -x+ y + z = 2 2 atau x = −9 .-x + y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh -x + y + z = 2 . 3 dilakukan + 2x + 2y + 4z = -2 -3z=5 atau 𝑧 = dilakukan subtitusi pada persamaan 2y + 3z = 1 Persamaan dan Pertidaksamaan 149 . x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 2y + 3z = 1 2x – 2y + z = 3 | x 1 diperoleh 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 | x 2 diperoleh −5 .y + 2z = 4 + dilakukan subtitusi nilai y pada persamaan tersebut diperoleh -(-3/5) + 2z = 4 atau z = didapat -x + ( ) + −3 5 23 = 10 23 10 .3. 10 CONTOH 2.

3. kemudian disubtitusikan pada −5 3 −2 3 persamaan x + y + 2z = -1 diperoleh x + 3 + 2 ( ) = .1 atau x = Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah { −2 −5 . y) persamaan linear tersebut. a.  Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear dua peubah. 2. Metode Grafik. 4. Metode gabungan eliminasi dan substitusi.diperoleh 2y + 3 ( −5 3 ) = 1 atau y = 3. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut dengan menggunakan metode grafik. }. yaitu : 1 . 3 3  RANGKUMAN  Penyelesaian dari sistem persamaan linear dua peubah merupakan pasangan (x. yang memenuhi kedua SOAL LATIHAN 2-3 1. Metode Substitusi. x – 2y = 3 b. 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 2x+y = 1 150 Persamaan dan Pertidaksamaan . Metode Eliminasi 3.

1/2x + 1/3y = 1 -x + 2y = 3 d. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode eliminasi. x + 2y = 3 -x + 2y = 3 d. a. 𝑥 2 −𝑥 𝑥𝑦 = 4 7 x + 2y 3 2𝑥−3 2x + 3y – 2 = 0 𝑦−2 𝑥 e. x + y -3 = 0 = =4 𝑦 − 2 = −2 𝑥 4. 2𝑥 3𝑦 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 2. 3x + 2y = 7 b. a. 3x +5y = 7 3x + 2y – 4 = 0 f.c. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode subtitusi .y = 1 c. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 d. 3 2𝑥−3 2 𝑦 +3 x + 2y = 5 c. 4x – 2y -4 = 0 x+y =3 e. 2x – 2y = -2 b. 2 𝑦+3 2x . 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e. 2x + 3y = 4 x+y =4 = x + 2y – 1 = 0 3. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan gabungan eliminasi dan subtitusi Persamaan dan Pertidaksamaan 151 . x – 4y = 6 =1 f.

a. a. 152 Persamaan dan Pertidaksamaan . tentukan nilai a dan b ? 6.500. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. Jumlah penduduk dari suatu kota A dan B adalah 4. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e.000. Dua titik (2.2y +3z = 12 x + 2y – z = 10 c. jika pada saat tertentu mendapatkan hasil penjualan sebesar Rp 250. dapatkan harga jual setiap pakaian pria dan wanita ? 7.000 dari 120 pakaian wanita dan 100 pakaian pria .000 lebihnya dari 3 kali penduduk kota B dapatkan jumlah penduduk kedua kota tersebut ? 8. 1) yang dilalui oleh garis lurus ax + by = 6 . akan tetapi jumlah penduduk kota A sama dengan 1. Sebuah industri pakaian jadi memproduksi 2 jenis pakian yaitu pria dan wanita.000. x – 3y = -5 2x + z = 10 y + 5z = 5 9. x + 4y – z = 15 2x . 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 d. x – 2y = 3 b. 2x – 3y + z = 2 x + 2y – z = 4 xy +z =1 b. 3) dan (-1. 2𝑥 3𝑦 2x+y = 1 c. demikaian pula dari 90 pakian pria dan 80 pakaian wanita mendapatkan sebesar Rp 200. 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 5. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut.000.

4) c. Untuk menyelesaiakan sistem persamaan tersebut dapat dilakukan dengan cara 1. 0). Diketahui persamaan kuadrat y = ax2 + bx + c . b. 2. (1. 0) dan (2. (2. (-4. tentukan nilai a. 1). 0) dan (0.4. (2.4 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat Dua Peubah Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 (2. + − = 10 𝑥 𝑦 𝑧 2 𝑥 2 𝑥 1 1 3 b. (0. b. b1. − = 2 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 𝑥 3 1 c. (2. 4) dan (-2.1) dimana a1≠0. a2≠0. Persamaan dan Pertidaksamaan 153 .a. c2 merupakan bilangan real. d.1).-1). 1) 2. 0) dan (4. (-2. (0. 0). − + = 1 𝑧 𝑥 𝑦 1 𝑦 2 𝑥 2 1 3 − + =5 + − =8 3 𝑦 1 𝑧 1 𝑦 3 𝑧 + =3 − =1 3 𝑧 1 𝑧 + − = −1 − =2 1 𝑧 2 𝑥 3 𝑧 10. Metode subtitusi. c jika fungsi tersebut melalui titik berikut ini. 1). b2. Metode grafik. a.

1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1.CONTOH 2.2 Selesaikan sistem persamaan berbentuk y = x + 2 dan y = x2 Penyelesian: y=x+2 y = x2 Subtitusikan persamaan 𝑦 = 𝑥 + 2 pada persamaan 𝑦 = 𝑥 2 .4. Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan tersebut dilakukan dengan subsitusi persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 pada 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 diperoleh 𝑥 + 1 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 atau 𝑥 2 + 2𝑥 + 1– 𝑥– 1 = 0. CONTOH 2. (-1. dilakukan faktorisasi diperoleh (x – 2)(x + 1) = 0 dan diperoleh hasil x1 = 2 dan x2 = -1 154 Persamaan dan Pertidaksamaan . 0)}. yaitu untuk x1 = 0 diperoleh y1 = 1 dan untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 0. akan diperoleh x + 2 = x2 atau x2 – x – 2 = 0 . 𝑥 2 + 𝑥 = 0 atau 𝑥(𝑥 + 1) = 0 diperoleh x1 = 0 dan x2 = -1 Nilai-nilai x disubtitusikan pada 𝑦 = 𝑥 + 1.4. Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah {(0. 1).

4) . b2. Metode Grafik. a2≠0. b1. Persamaan dan Pertidaksamaan 155 . yaitu : 1 . didapat: 1. Secara geometrik himpunan penyelesaian tersebut merupakan titik potong dari kedua persamaan. 1 )}. Metode Substitusi. 2.Nilai-nilai x disubtitusikan pada persamaan y = x + 2. c2 merupakan bilangan real  Ada beberapa cara penyelesaian yang dapat dipakai untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dan kuadrat dua peubah. (-1.  RANGKUMAN  Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 dimana a1≠0. seperti yang diperlihatkan pada gambar disamping ini. Untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 1 Sehingga himpunan penyelesaian adalah {(2. Untuk x1 = 2 diperoleh y1 = 4 2.

2x + 5 = 0 y = x2 . a. Tentukan konstanta k agar agar sistem persamaan linear-kuadrat berikut 156 Persamaan dan Pertidaksamaan . y = x -2 y = x2 + 2x .2 c. a. a. y = x y = x + 2x . Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini.SOAL L ATIIHAN 2 --4 S O AL L AT H AN 2 4 1. y . Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. y .3x + 2 b. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini. y = x + 1 y = x2 + 2x . 2 b.3x + 3 5. y + x = 5 y = x2 . a.2 Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. y = . y – 2x -9 = 0 y –x + 5x -5=0 2 c.x = 10 y = x . y =2x y = x + 2x . Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini.2 3. y – 2x = 5 y –x + 5x -5=0 2 c. y – 2x -9 = 0 y –x2 + 5x -5=0 c. y = x – 1 y = x2 . y = 3x + 2 y = x2 + 2x .2 + 5 x y = x2 .1 b.3x + 2 2 b. y = x + 2 y = x2 + 2x . a.3x + 3 4.3x + 2 2 b.1 2.3x + 3 6. y + x – 1=0 y = x .2 2 c.

atau ≥ (lebih besar sama dengan. Mempunyai satu penyelesaian dan kemudian tentukan penyelesaiannya. Tidak mempunyai penyelesaian.1 Beberapa contoh pertidaksamaan. Pada persamaan yang memuat hubungan diantara 2 peubah x dan y. Daerah penyelesaian pada pertidaksamaan dengan satu peubah dapat dinyatakan pada garis bilangan.5 Pertidaksamaan Suatu persamaan dinyatakan dengan tanda “=“. y) merupakan titik pada bidang koordinat yang terletak pada persamaan y = x + 1. pertidaksamaan pecah rasional. 1. maka (x. > (lebih besar).𝑦 = 6𝑥 − 10 𝑦 = 2𝑥 2 − 2𝑥 − 𝑘 o o o Mempunyai dua penyelesaian. 𝑎𝑥 − 𝑐 < 𝑑 + 𝑏𝑥. jika pasangan (x. pertidaksamaan linear dengan satu peubah. ≤ (lebih keci sama dengan). Persamaan dan Pertidaksamaan 157 . 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0. 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 ≥ 𝑑𝑥 . y) berada dibawah grafik y = x + 1. CONTOH 2. jika (x. pertidaksamaan kuadratik. 2. 2. y) merupakan pasangan dari titik yang memenuhi y = x + 1. Untuk hubungan dari peubah – peubah yang menyatakan pertidaksamaan digunakan tanda < (lebih kecil). Pada pertidaksamaan. y) memenuhi pertidaksamaan 𝑦 < 𝑥 + 1. maka pasangan (x.5. Ekspresi y < x + 1 merupakan suatu pertidaksamaan. 3.

untuk sembarang c. b. maka berlaku: a. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑏 < 𝑐 maka 𝑎 < 𝑐.  Interval Himpunan tertentu yang menarik dan sering muncul dalam matematika adalah himpunan bilangan real yang dinamakan selang/interval. f. 158 Persamaan dan Pertidaksamaan . Karena itu. ■ Sifat -Sifat pertidaksamaan Jika a. e. Penyelesaian pertidaksamaan sering terkait dengan selang atau interval. c. 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 ≤ 𝑐. mempunyai sifat yang identik dengan pertidaksamaan dengan tanda <. dan d merupakan bilangan real. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 1 𝑎 1 𝑏 > .4. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 0 maka 𝑎𝑐 > 𝑏𝑐. kita bahas terlebih dahulu tentang selang/ interval. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 > 0 maka 𝑎𝑐 < 𝑏𝑐. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 𝑑 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑑. b. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑐. Untuk pertidaksamaan dengan tanda selain <. d. Secara geometrik interval merupakan sepotong garis pada garis bilangan real. c. pertidaksamaan linear dengan dua peubah.

maka interval tertutup dari a ke b ditulis dengan [a. tetapi tidak memuat titik ujung yang lain disebut interval setengah terbuka atau interval setengah tertutup.DEFINISI 2. sedangkan kurung biasa menunjukkan bahwa titik ujung tidak termasuk dalam interval. atau keduanya.5.1 : Jika a dan b bilangan real dengan a < b. Interval yang diperluas sampai tak terhingga dinamakan interval tak hingga. b) dan didefinisikan dengan: (𝑎. maka interval terbuka dari a ke b ditulis dengan (a. Interval yang titik-titik ujungya berhingga disebut interval berhingga. Simbul −∞ atau ∞ bukan merupakan suatu bilangan. 𝑏 = {𝑥|𝑎 ≤ 𝑥 ≤ 𝑏} Jika a dan b bilangan real dengan a < b. Suatu interval dapat diperluas sampai tak hingga arah positif +∞ atau ∞ . arah negatif (−∞). Persamaan dan Pertidaksamaan 159 . hanya merupakan perluasan ke arah tak berhingga negatif atau tak berhingga positif. b] dan didefinisikan dengan: 𝑎. 𝑏) = {𝑥|𝑎 < 𝑥 < 𝑏} Kurung siku menunjukkan bahwa titik ujung termasuk dalam interval. Interval berhingga yang memuat satu titik ujung.

dan a dan c tidak keduanya nol. sehingga setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan merupakan daerah penyelesaian. didapat 𝑎𝑥 − 𝑐𝑥 < 𝑑– 𝑏 atau 𝑥 <  𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 . maka penyelesaian dari pertidaksamaan linear tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:  Pindahkan cx ke ruas kiri.1) Dengan a.2.1 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan linear 160 Persamaan dan Pertidaksamaan . b.5. atau sebaliknya. 𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 Untuk memperjelas gambaran penyelesaian. Kemudian dinyatakan dalam garis bilangan. dan d bilangan positif dan a-c≠0. Jika dipunyai pertidaksamaan 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 dengan a.1 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 (2.5. c. b. c. Untuk mendapatkan penyelesaian dari pertidaksamaan tersebut. setiap peubah dipindahkan pada ruas kanan dan setiap bilangan dipindahkan keruas kiri. nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan. dan b dipindahkan ke ruas kanan. dan d merupakan bilangan real. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. GAMBAR 2.5. Langkah ini hanya untuk memperjelas gambaran penyelesaian.

CONTOH 2.5. didapat: 4x – 2 < 2x + 1.5. Kedua ruas dikurangi 2x dan dikurangi 2.2 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi 4x – 2 < 2x + 1. didapat: 4𝑥 − 2𝑥 ≥ −3 − 2 ⇒ 2𝑥 ≥ −5 ⇒ 𝑥 ≥ − 2 5 Dalam garis bilangan: Persamaan dan Pertidaksamaan 161 . Penyelesaian: Untuk mendapatkan penyelesaian pindahkan 2x pada ruas kiri dan -2 pada ruas kanan. kedua ruas dikurangi 2x dan dilanjutkan dengan dikurangi -2.3 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan 4𝑥 + 2 ≤ 2𝑥 − 3 ? Penyelesaian: 4𝑥 + 2 ≥ 2𝑥 − 3. 2 Daerah Penyelesaian 3/2 CONTOH 2. Dengan menggunakan sifat pertidaksamaan nomor 3. atau ⇒ 4x – 2x < 1 + 2 ⇒ 2x < 3 3 ⇒ 𝑥 < 2 3 Nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan.

2 Pertidaksamaan Kuadrat Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 (2. 162 Persamaan dan Pertidaksamaan . Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.5.5. Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan kuadrat.CONTOH 2.2) dengan a≠0. atau −7𝑥 > 4. dan c adalah bilangan real. b.5. dilakukan dengan cara:  Ubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2.4 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2 – 4x > 6 + 3x .2). dan lakukan pemfaktoran bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞). 4 7 −1 . dipindahkan 3x keruas kiri dan 2 keruas kanan −4𝑥 − 3𝑥 > 6 − 2. kedua ruas dikalikan dengan 𝑥 < − .5. 7 2. Penyelesaian: 2 − 4𝑥 > 6 + 3𝑥 .

Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 < 0. Persamaan dan Pertidaksamaan 163 . ∞ = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < ∞} 𝑝. yaitu 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞. Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 > 0.2 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan kuadrat Interval yang terbentuk adalah:  −∞. ∞ = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < ∞} Ambil titik uji x pada setiap selang/interval. 𝑝] = {𝑥| − ∞ < 𝑥 ≤ 𝑝} 𝑝. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < 𝑞} 𝑝. 𝑝 = 𝑥 −∞ < 𝑥 < 𝑝 (−∞. Jika kita anggap p < q. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < 𝑝} 𝑝. maka selang-selang pada garis bilangan dapat digambarkan seperti pada Gambar 2.5.2. Gambarkan 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞 pada garis bilangan. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝.5. p q GAMBAR 2. Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 = 0. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan.

Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. +++ -4 -3 ---2.5 dan x = 0. dan (-2. Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. 𝑥 2 + 5𝑥 + 6 < 0 ⇒ (𝑥 + 2)(𝑥 + 3) < 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 + 2 𝑥 + 3 = 0. Penyelesaian dari pertidaksamaannya adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut. diperoleh titik 𝑥 = −3. himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅 dan − 3 < 𝑥 < −2} 164 Persamaan dan Pertidaksamaan . yaitu: (-∞.-3). yaitu (-3. Terdapat beberapa selang/interval yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. misal x = -4. (-3. CONTOH 2. Untuk 𝑥 + 3 = 0. -2). x = -2. Untuk 𝑥 + 2 = 0. -2) .5 -2 +++ 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil nol. diperoleh titik 𝑥 = −2. Atau. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. Ambil titik uji pada masing-masing interval.5 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan x2 + 5x + 6 < 0.5.∞).

yaitu: (−∞. x = 0.5. Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. Untuk 2𝑥 + 1 = 0. Untuk 𝑥 − 2 = 0. misal x = -1.CONTOH 2. ∞). (− . daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. himpunan penyelesaiannya adalah 1 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 165 . Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. diperoleh titik 𝑥 = − . dan (2. Ambil titik uji pada masing-masing interval. 1 2 1 2 1 2 +++ -1 -1/2 --0 2 +++ 3 Karena yang diminta soal adalah nilai – nilai yang lebih besar atau sama dengan nol.6 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2. diperoleh titik 𝑥 = 2. − ] atau [2. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. − ). yaitu (−∞. ∞). 2) . Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan. dan x = 3. Atau. 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2 ⇒ 2𝑥 2 − 𝑥 − 2 ≥ 0 ⇒ (2𝑥 + 1)(𝑥 − 2) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 2𝑥 + 1 𝑥 − 2 = 0.

4). diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan. Gambarkan titik-titik pembuat nol ini pada garis bilangan.𝑥 𝑥 ≤ − 1 dan 𝑥 ≥ 2.  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol. Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan pecah rasional.  Ambil titik uji x pada setiap interval.4) dengan a≠0. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. b. Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0 (2.3) atau 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥 +𝑐 < 0 (2. c≠0.3) atau (2.5. 2 2. Apabila ada bentuk kuadrat.3 PERTIDAKSAMAAN PECAH RASIONAL Bentuk pecah rasional yang akan dibahas disini adalah yang mempunyai pembilang linear dan penyebut berbentuk linear ataupun kuadratik.5. 𝑥 ∈ 𝑅 .5. lakukan pemfaktoran pada bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞). dilakukan dengan cara:  Rubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2.5. 166 Persamaan dan Pertidaksamaan . dan d adalah bilangan real.5.

𝑥 = 0. ∞).5.7 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol. ∞). dan (2. −1) dan (2. Persamaan dan Pertidaksamaan 167 .Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai positif. yaitu (−∞. Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai negatif. 2). 2𝑥−4 𝑥+1 > 0 ?. Dari pembilang: 2x – 4 = 0 diperoleh x = 2 dan Dari Penyebut: x + 1 = 0 diperoleh x = -1. Terdapat beberapa interval yang pada garis bilangan. maka terlihat pada gambar di atas bahwa daerah penyelesaian adalah daerah yang bertanda + yaitu (−∞. Ambil titik uji pada masing-masing interval antara lain 𝑥 = −2. CONTOH 2. +++ -1 --2 +++ Karena yang diminta adalah yang lebih besar nol. −1). (−1. 𝑥 = 3.  Daerah penyelesaian dari pertidaksamaan pecah rasional adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut.

𝑥 = 0 dan didapat hasil tanda seperti pada gambar di bawah ini.8 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Pertidaksamaan dibawa kedalam bentuk (2. Dari pembilang: –x – 6 = 0 diperoleh x = –6 dan Dari Penyebut: Terdapat (−1. (−6.5.3) atau (2.4) sebgai berikut. −1). ---7 -6 +++ -2 ---1 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar nol. 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 > 2 ?. −1). 168 Persamaan dan Pertidaksamaan . 𝑥 = −2.CONTOH 2. x + 1 = 0 diperoleh x = –1.5. −6). yaitu (−6. dan beberapa selang . ∞). misal 𝑥 = −7. >2 −2>0 − 2(𝑥+1) 𝑥+1 ⇒ ⇒ ⇒ 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 >0 −𝑥−6 𝑥+1 >0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol. yaitu (−∞.5. daerah penyelesaiannya adalah yang bertanda +. Ambil titik uji pada masing-masing selang.

4 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat Berikut ini akan diberikan beberapa contoh pemakaian pertidaksamaan kuadrat untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.500 m2. GAMBAR 2.3. CONTOH 2. maka : Persamaan dan Pertidaksamaan 169 .5.5. maka tentukan minimal lebar jalur tersebut.2. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m. Penerapan ini akan disajikan dalam bentuk contoh-contoh. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap. Jika luas jalur tersebut tidak boleh kurang dari 2.500 m2.5.5. lihat Gambar 2.3 Jalur lari mengelilingi lapangan sepak bola Luas jalur dalam m2 adalah L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 = 300x + 4x2 Karena luas jalur adalah 2. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola.9 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m.

x = 0 dan x = 100. Untuk 𝑥 − 25 = 0. +++ -200 -100 --0 25 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar sama dengan nol.2. yaitu: (-∞. 25). dan (25. 170 Persamaan dan Pertidaksamaan . (-100. Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut minimal 25 m. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅. misal x = -200. maka diperoleh x ≥ 25 m. -100] atau [25. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ++ yaitu (-∞.500 ≤ 4x2 + 300x x2 + 75x .-100). Ambil titik uji pada masing-masing interval. 𝑥 ≤ −100 atau 𝑥 ≥ 25}.500 ≥ 0 (x+100) (x -25) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 +100 𝑥 −25 = 0 Untuk 𝑥 + 100 = 0. Karena nilai x > 0. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. diperoleh titik 𝑥 = 25. ∞).2. Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. ∞). Atau. diperoleh titik 𝑥 = −100.

diperoleh:  Pendapatan = 𝑥 188 − 2𝑥 = 188𝑥 − 2𝑥 2  Biaya x unit = 200 + 4x  Keuntungan = Pendapatan – Biaya = 188𝑥 − 2𝑥 2 − 200 + 4𝑥 = −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 Dinyatakan bahwa laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu. Oleh karena itu.5.10 Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=188-2x. Akan didapat interval-interval pada garis real sebagai berikut. Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual untuk dapat memperoleh laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu ?. atau 4000 dalam ribuan. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+4x rupiah (dalam ribuan). carilah titik-titik pembuat nol dan lakukan uji di beberapa titik. Penyelesaian: Banyaknya unit adalah x dan harga per unit adalah (188-2x). diperoleh −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 ≥ 4000 =≫ −2𝑥 2 + 184𝑥 − 4200 ≥ 0 =≫ 𝑥 2 − 92𝑥 + 2100 ≤ 0 =≫ 𝑥 − 50 (𝑥 − 42) ≤ 0 Mirip dengan langkah sebelumnya.CONTOH 2. Persamaan dan Pertidaksamaan 171 .

dan d adalah bilangan real.+++ 0 42 --45 50 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil sama dengan nol. b. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.  Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 dengan a≠0. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. b. c. dan c adalah bilangan real. dan d merupakan bilangan real.  Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥+𝑐 < 0 atau < 0 dengan a≠0. dan a dan c tidak keduanya nol.  RANGKUMAN  Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 Dengan a. . 172 Persamaan dan Pertidaksamaan . Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. Jadi banyaknya barang yang diproduksi per minggu paling sedikit 42 dan paling banyak 50. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda – yaitu 42 ≤ 𝑥 ≤ 50. b. c≠0.

-4x > 4 e. 𝑥 2 −4𝑥+5 𝑥 2 −𝑥−2 𝑥 2 −1 𝑥 2 −2 >0 c. 2𝑥 2 −3𝑥+2 𝑥 2 −5𝑥+6 𝑥 2 +2 3𝑥 <0 b.SOAL LATIHAN 2-6 1. 2𝑥+4 3𝑥+2 2−𝑥 𝑥−2 >0 2−𝑥 𝑥−2 b. 6 2𝑥+4 4 𝑥−1 < 3𝑥 2𝑥−4 c. Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual Persamaan dan Pertidaksamaan 173 . a. 3x + 5 < 5x – 7 b. f. e. e. a. d. 4x + 2 ≤12 g. 𝑥 2 −𝑥−6 𝑥 2 +2𝑥+1 ≤0 <0 > 𝑥 2 −𝑥 𝑥 > 𝑥−1 2 𝑥−2 (𝑥−1) 𝑥−3 (𝑥−4) 5. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+x rupiah (dalam ribuan). 2 – 4x ≥ 6x -2 i. 6x + 6 < 12 – 24x 2. f. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=250-x. 3 ≤ 2x – 7 < 5 c. 2 𝑥−2 >3 < 2 3 h. 2x + 1 < 3x + 5 < 2x + 6 d. + < + 𝑥 3 1 2 𝑥 4 5 6 b . Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. 8 – 4x < 12 f. a. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. d. −5 𝑥−3 + 2𝑥 + 1 > 0 > 5 6 ≥ + 2 𝑥+2 ≥0 2𝑥+3 𝑥 4. x – 3 > 0 d. x-1 < 2x + 1 ≤ 3 + x 3. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. a. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. 2 𝑥 c.

000.500.000 per minggu ?.000 buku. 174 Persamaan dan Pertidaksamaan . Berapa harga maksimum yang harus dikenakan agar penerimaan paling sedikit Rp 15. Sebuah penerbit menjual 5. masing-masing dengan harga Rp 2.000. Jika harga dinaikkan Rp 500. 6.untuk dapat memperoleh laba paling sedikit Rp 100. maka penjualan berkurang 300 buku.

seperti penyelesaian persamaan linear. Perhatikan definisi dibawah ini. menggerakkan gambar dalam suatu ruang. menyatakan sebuah gambar (citra). dan penggunaannya pada penyelesaian sistem persamaan linear. operasi yang berlaku dan beberapa sifat matriks. operasi pada matriks. teori graf. dalam hal ini elemen dari matriks dibatasi pada bilangan real saja. dan sebagainya.1 Matriks Dan Operasinya Pada bagian ini akan dibahas tentang definisi matriks. 3. dan sebagainya. Namun Pada buku ini hanya mengenalkan matriks.Bab 3 MATRIKS Matriks banyak dipakai untuk pengembangan berbagai macam cabang matematika. Dalam penerapannya di bidang grafika komputer matriks dipakai untuk merepresentasi struktur data dari suatu graf. tranformasi linear. Matriks 175 .

3 −2 4 −2 2 0 . Begitu juga matriks selanjutnya mempunyai ukuran 3 x 3.DEFINISI 3. seperti pada Contoh 3. karena matriks terdiri dari tiga baris dan dua kolom. Matriks yang terakhir adalah matriks kolom atau vektor kolom. karena hanya terdiri dari sebuah kolom saja. vektor kolom dan vektor baris biasa dilambangkan dengan sebuah huruf kecil tebal atau huruf kecil diberi garis atasnya. Bilangan-bilangan dalam susunan itu dinamakan anggota/elemen matriks tersebut. −2 3 5 1 −1 1 2 3 . 0 7 Ukuran matriks ditunjukan dengan banyaknya baris dan banyaknya kolom. 176 Matriks . ukuran matriks pertama adalah 3 x 2. sedangkan anggota dari matriks biasanya menggunakan huruf kecil.1. matriks yang ketiga juga dinamakan dengan matriks baris atau vektor baris karena hanya terdiri dari sebuah baris saja. Secara umum notasi untuk sebauh matriks menggunakan huruf besar. Keduanya. CONTOH 3.1.1.1 Beberapa contoh matriks: 1 −2 1 2 2 .1 secara berurutan.1: Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang.

1. Jika banyaknya baris n = 1. 4 2 5 0 ii. maka matriks tersebut dapat ditulis sebagai 𝑎11 𝑎21 ⋮ 𝑎𝑚1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑚2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑚3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑚𝑛 𝐴 = atau dapat ditulis 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 Jika diinginkan untuk menyebut sebuah anggota matriks A pada baris ke-i dan kolom ke-j.2 Matriks A mempunyai ukuran m × n. maka matriks A dinamakan matriks Matriks 177 . Selanjutanya kita akan melihat operasi apa saja yang dapat dikenakan pada matriks. Beberapa contoh matriks baris adalah 2 −7 . i.CONTOH 3. −2 kolom. ■ Beberapa istilah matriks Untuk matriks 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 . 0 . Jika banyaknya baris m = 1. Beberapa contoh matriks baris adalah 3 2 . maka matriks A dinamakan matriks baris. 1 3 −1 3 6 2 2 1 . maka penyebutan itu menggunakan notasi (A)ij = aij.

1 𝐼4 = 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 vii. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 < 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. 0 0 0 0 0 v. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. Jika semua elemen A adalah 0. Beberapa contoh matriks diagonal adalah 3 0 0 2 0 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑛𝑜𝑙.iii. Beberapa contoh matriks bujursangkar adalah −2 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≥ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga bawah. Beberapa contoh matriks identitas adalah 1 𝐼2 = 0 0 . Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. biasa disimbulkan dengan In. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 1. maka matriks A dinamakan matriks bujursangkar (square matriks). 3 5 −2 3 −2 2 0 4 4 1 3 iv. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks identitas (satuan). 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks diagonal. Jika banyaknya baris m = banyaknya kolom n. 0 −2 0 0 −3 0 0 9 vi. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 178 Matriks . maka matriks A dinamakan matriks nol (0). Beberapa contoh matriks nol adalah 0 0 0 0 0 . 1 𝐼3 = 1 0 0 1 0 0 0 0 . 2 −7 .

7 1 0 3 14 −1 3 0 0 0 0 2 2 0 0 0 1 viii. Beberapa contoh matriks simetri bawah adalah 3 0 .3 Pandang beberapa matriks di bawah ini. 0 0 1 𝐼4 = 2 0 0 0 3 −1 0 0 4 5 0 0 0 3 5 1 ix.1. Jika ada dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dikatakan sama. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 3 2 . CONTOH 3. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≤ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga atas. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 > 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. 5 1 0 4 −2 3 −2 0 0 .2: Dua matriks dikatakan sama jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama dan anggota yang berpadanan juga sama. 0 1 −3 6 −3 0 5 2 . maka berlaku aij = bij Perhatikan contoh dibawah ini. 0 1 DEFINISI 3.1. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑗𝑖 maka matriks A dinamakan matriks simetri.Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 1 2 0 . −3 6 6 5 −3 2 −3 2 1 Matriks 179 .

elemen cij = aij + bij. 𝐵 = .3: Jika dua matriks A dan B mempunyai ukuran yang sama.4 Pandang beberapa matriks di bawah ini. elemen cij = aij . maka: 1. 𝐶 = 3 4 3 4 3 4 5 6 Jika matriks A = B.1. DEFINISI 3. maka kedua matriks tersebut dapat dijumlahkan atau dikurangkan. Jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama. Penjumlahan matriks A dan B A+B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B. Untuk menambahkan atau mengurangkan kedua matriks tersebut anggota yang berpadanan dijumlahkan atau dikurangkan. maka nilai x pada A harus sama dengan 2. Pengurangan matriks A dan B A-B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B. Matriks yang tidak mempunyai ukuran yang sama tidak dapat dijumlahkan atau dikurangkan Dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dapat dijumlahkan atau dikurangkan. 180 Matriks .bij .𝐴 = 1 𝑥 1 2 1 2 . CONTOH 3.1. Matriks B tidak sama dengan matriks C karena kedua matriks tersebut tidak mempunyai ukuran yang sama. 2.

1. Penyelesaian: 2𝐴 = 2 1 3 −2 2 −4 = 4 6 8 Matriks 181 . 𝐶 = 4 3 4 5 6 Dapatkan A + B dan A-B. DEFINISI 3.4: Jika sembarang matriks A dikalikan dengan scalar c.5 Pandang beberapa matriks di bawah ini. maka cA adalah sebuah matriks yang ukuranya sama dengan ukuran A dan elemennya adalah caij. 𝐵 = 3 4 3 1 2 2 5 4 6 Dapatkan 2A dan − 𝐵.𝐴 = 1 −2 5 . 𝐵 = 3 4 1 2 1 2 .1. 𝐴 = 1 −2 1 . Penyelesaian: A+B = 1 −2 5 + 3 4 1 1 3 1 + 5 −2 + 2 6 2 = = 3+1 4+4 4 4 0 8 𝐴 − 𝐵 = −2 5 2 1−5 − = 4 1 4 3−1 −4 −4 −2 − 2 = 2 0 4−4 Cobalah lakukan penjumlahan A dengan C. apa bisa dilakukan?. CONTOH 3.

CONTOH 3.1. n dan j=1. atau 𝑐𝑖𝑗 = 𝑛 𝑘=1 𝑎𝑖𝑘 × 𝑏𝑘𝑗 dengan i=1. dan matriks B harus mempunyai ukuran p × n maka hasil-kali A dan B adalah sebuah matriks C yang mempunyai ukuran m x n dan anggota cij berasal dari jumlahan perkalian antara baris ke-i dari matriks A dengan kolom ke-j dari matriks B.1.7 Dapatkan perkalian matriks A dan B 182 Matriks . matriks C berukuran 2x2 karena ukuran A adalah 2x2 dan ukuran B adalah 2x2. ….1 𝐵 2 = 1 2 1 2 3 2 1 2 5 2 3 DEFINISI 3. …. 2.5: Dua matriks A dan B dapat dikalikan. 𝐵 = 3 4 2 3 = 1 1 + −2 2 3 1 + 4(2) Selanjutnya cobalah untuk mengalikan A dengan C. jika matriks A mempunyai ukuran m × p.6 Dapatkan perkalian matriks A dan B jika 𝐴 = Penyelesaian: C= A x B. m CONTOH 3. 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = 1 3 −2 1 0 × 4 2 3 1 0 + −2 3 −3 = 3 0 + 4(3) 11 −6 12 1 −2 1 0 .1. 2.

1 3 1 2 −2 2 × 3 4 4 1 2 1 = −1 17 5 0 6 1 0 2 2 6 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = −4 −7 23 39 Selanjutnya kalau kita mencoba mengalikan A dengan C. 1 Matriks 183 . matriks C berukuran 2x4 karena ukuran A adalah 2x3 dan ukuran B adalah 2x4.8 Dapatkan transpos dari matriks A dan B jika 𝐴 = 1 2 𝐵 = 3 4 2 1 Penyelesaian:  Tranpose matriks A 5 0 6 1 0 2 1 −2 3 4 2 .1.1.jika 𝐴 = 1 −2 3 4 1 2 . CONTOH 3. DEFINISI 3.6: Matriks transpose dari matriks A ditulis AT atau A‟ yang elemennya merupakan elemen A dengan mengubah baris i menjadi kolom i atau mengubah kolom ke i menjadi baris ke i. 𝐵 = 3 1 2 2 5 4 6 1 0 0 1 2 Penyelesaian: C= A x B. tidak dapat dilakukan karena ukurannya tidak memungkinkan untuk dikalikan.

trace A = tr(A) merupakan jumlahan elemen pada diagonal utama matriks A.1. matriks nol. matriks identitas. didefinisikan sebagai jumlah elemen pada diagonal utama matriks A. matriks diagonal. Berbagai macam matriks diantaranya: matriks baris.7: Jika A merupakan persegi.  Pada matriks berlaku operasi kesamaan. 1 0  RANGKUMAN   Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang.  Untuk matriks bujur sangkar A. dan matriks simetri.9 Dapatkan trace dari matriks 𝐴 = Penyelesaian: tr(A) = 1 + 4 = 5 tr(B) = 1+4 + 0 = 5 1 3 1 −2 dan 𝐵 = 3 4 2 2 5 4 6 . matriks bujur sangkar. matriks segitiga atas. pengurangan. matriks segitiga bawah. Tranpose matriks B. penjumlahan.1 𝐴𝑇 = −2 2  3 4 1 . 1 3 2 2 4 1 𝐵𝑇 = 5 6 0 0 1 2 DEFINISI 3. 184 Matriks . matriks kolom. dan perkalian asal memenuhi syarat operasi yang telah didefinisikan. maka trace A dinyatakan dengan tr(A).1. CONTOH 3.

maka dapatkan: 1 3 1 a. dan 𝐶 = 1 2. Tentukan nilai a. dan 𝐶 = 0 1. (A-B)T 𝐴 = 2 4 c. 2A+3B e. a. 𝐵 = 2 3 2 . a. maka: 2 3 1 a. Apakah C+CT dapat dilakukan? −2 −3 . (A+B)T f. d. 𝐵 = 2 3 b. 𝑎 − 1 𝑎 + 𝑏 3 = 5 3 𝑐 𝑏 2 − 1 𝑑 3 Matriks 185 . 4. d pada persamaan matriks berikut ini. Tentukan jenis matriks berikut ini. Apakah B+BT dilakukan? dapat d. A-B d. Apakah A+AT simetri? c. Apakah (B+B)T simetri? 3. 0 −2 2 0 0 −3 2 0 0 0 0 0 0 0 4 0 3 0 c. Jika diberikan matriks 2 −2 2 . A-AT 2 . Jika diberikan matriks 1 −2 3 .SOAL LATIHAN 3-1 𝐴 = 1 4 −1 3 . 1 2 3 2 2 2 3 2 3 1 0 0 2 1 0 1 0 1 b. b. 1 3 𝑎 = 3 3 𝑐 𝑏 𝑑 b. AT+BT b. c.

DEFINISI 3. ditulis B-1. d pada persamaan matriks berikut ini. (ABC)T c.2. B2. AB. c. Jika 2𝑏 + 𝑎 0 −6 = 4𝑧 + 1 3 2𝑧 diberikan matriks 𝐴 = 1 4 −1 3 . sedemikian hingga berlaku AB = BA = I. A2. Tentukan nilai a. Sifat-sifat dasar dari suatu matriks yang mempunyai invers. A(BC). a. Sebaliknya matriks A adalah invers dari matriks B. 𝐵 = 2 3 2 . 186 Matriks . ATB.2 I nvers Matriks Pada bagian ini akan dibahas tentang invers dari suatu matriks dan cara mencari inversnya. matriks A disebut matriks yang dapat dibalik atau matriks yang punya invers dan matriks B disebut invers dari matriks A dan ditulis A-1. Sebaliknya. 𝑎 + 1 𝑑 − 1 6. dan 𝐶 = 0 2 −2 2 . (AB)C b. Sebelumnya perhatikan definisi invers dibawah ini. C2 f. BTA e. maka periksalah mana diantara hasil perkalian 1 3 1 matriks berikut ini yang dapat dioperasikan dan dapatkan hasil perkaliannya. b. Matriks yang mempunyai invers dikatakan matriks non singular.5.1: Misal A merupakan matriks bujur sangkar dan misal ada matriks bujur sangkar B yang berukuran sama dengan ukuran A. CT BT AT 3. matriks yang tidak mempunyai invers dikatakan matriks singular. BA d.

maka (AB)(B-1A-1) = ABB-1A-1 = AIA-1 = I. TEOREMA 4. yaitu B-1A-1. 2. maka invers dari matriks ini adalah tunggal (hanya ada satu). atau A-1=B.1 Misal 𝐴 =   3 1 3 𝐴𝐵 = 1 𝐵𝐴 = 5 2 −5 dan 𝐵 = . Jika suatu matriks mempunyai invers.1: Jika matriks A dan B adalah matriks yang mempunyai invers dan berukuran sama. Perlu diperhatikan bahwa tidak setiap matriks bujur sangkar mempunyai invers. (AB)-1 = B-1A-1 Bukti: Dengan mengalikan kedua sisi pada statemen nomor 2 dengan AB. matriks AB mempunyai invers. Matriks 187 .2. Dapat kita lihat bahwa: 2 −1 3 1 0 5 2 −5 = = 𝐼 0 1 2 −1 3 1 3 5 = 0 1 2 0 = 𝐼 1 2 −5 −1 3 Oleh karena AB=BA=I maka:   matriks A adalah invers dari matriks B. atau B-1=A matriks B adalah invers dari matriks A.CONTOH 3. Oleh karena (AB)(B-1A-1) = I.2. Secara simultan telah ditunjukan bukti untuk (1) dan (2). maka: 1. AB juga mempunyai invers.

Periksalah bahwa: 3 2 3 2 2 2 6 8 = 3 2 3 8 11 3 −2 −1 1 −1 −1 1 2 11 2 3  (𝐴𝐵)−1 = −4 3 2 −4 3 3 −1 −2 −4 = 2 = (𝐴𝐵)−1 1 −4 3 11  𝐵−1 𝐴−1 = −1 −1 1 Untuk menambahkan wawasan kedalaman tentang pembahasan matriks.2.2. Jika matriks A mempunyai invers.2 Misal 𝐴 =    1 1 1 𝐴𝐵 = 1 𝐴−1 = 𝐵−1 = 2 2 2 dan 𝐵 = . DEFINISI 3. maka dapat didefinisikan 𝐴−𝑛 = (𝐴−1 )𝑛 = 𝐴−1 𝐴−1 𝐴−1 … 𝐴−1 188 Matriks .2: Jika A merupakan matriks bujur sangkar. maka dapat didefinisikan 𝐴0 = 𝐼 dan 𝐴𝑛 = 𝐴𝐴𝑛−1 dengan n > 0. berikut ini akan ditampilkan beberapa definisi dan teorema yang tidak dibuktikan.CONTOH 3.

3: Jika matriks A mempunyai invers. maka AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 . 2. 𝐴−1 mempunyai invers dan (𝐴−1 )−1 = 𝐴.TEOREMA 4. maka 𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚+𝑛 dan (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 . TEOREMA 4. kA mempunyai invers dan (𝑘𝐴)−1 = 𝐴−1 .2. n adalah bilangan bulat. Untuk k scalar yang tak nol.2: Jika matriks A merupakan matriks bujur sangkar dan m.2.2. untuk n bilangan bulat positif. 𝐴𝑛 mempunyai invers dan (𝐴𝑛 )−1 = (𝐴−1 )𝑛 .3 Misal 𝐴 =    𝐴−1 1 2 . Periksalah bahwa: 1 3 3 −2 = −1 1 1 2 1 3 1 2 1 3 1 2 11 = 1 3 15 3 −2 −1 1 30 41 3 −2 −1 1 𝐴3 = 𝐴−3 = (𝐴−1 )3 = = 41 −15 3 −2 −1 1 −30 11 TEOREMA 4. 3. Matriks 189 . 1 𝑘 CONTOH 3. maka 1.2.3: Jika matriks A mempunyai invers.

maka:  Invers A disimbulkan dengan 𝐴−1 .2.  AB juga mempunyai invers. n adalah bilangan bulat. (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 = 3 −2 −1 1 𝑇 = 3 −1 −2 1  RANGKUMAN  Untuk matriks A dan B yang mempunyai invers.  Untuk matriks A yang mempunyai invers. matriks AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 190 Matriks .3.CONTOH 3. dan Invers B disimbulkan dengan 𝐵 −1 . Dapatkan invers dari AT. berlaku:  𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚 +𝑛  (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 dengan m.4 Misal 𝐴 = 1 2 dan dari contoh sebelumnya bahwa 1 3 𝐴−1 = 3 −2 . −1 1 Penyelesaian: Berdasarkan teorema 4.2.  (AB)-1 = B-1A-1  Untuk matriks bujur sangkar A.

𝐵 = 𝑥 2 1 −1 1 −1 3 1 . 𝐵 = −2 0 1 1 0 6 1 −3 0 0 1 0 1 3 1 . 𝐴 = 1 2 3 2 1 −1 3 3 . 𝐵 = −2 5 −2 −1 2. 𝐴 = d. (𝐴−1 )−1 c. (𝐴𝑇 )−1 b. 𝐵 = 4 −2 1 1 −1 6 1 0 1 −3 3. a. 𝐴 = b.SOAL LATIHAN 3-2 1. 𝐴−2 1 𝐴 = 0 2 0 0 3 1 . 𝐴 = c. 𝐵 = 0 1 1 2 3 2 . Carilah nilai x. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐴 = 0 2 0 0 1 0 0 3 1 . 𝐵 = 1 2 −1 1 0 −3 2 b. 𝐴 = 0 2 1 b. Jika diberikan matriks maka: Matriks 191 . Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. agar matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 4. 𝐵 = 1 −1 1 4 −2 4 6 4 0 1 4 1 4 0 1 4 −3 4 5. Jika maka: diberikan matriks 𝐴 = 2 4 1 2 −4 −3 dan 𝐴−1 = 16 3 2 2 a. 𝐵 = 0 1 0 0 1 −1 3 5 −3 . 𝐴 = 1 0 0 . a. (𝐴𝐴−1 )−1 d. 𝐴 = 1 0 1 . 1 a.

(𝐴𝑇 )−1 b. akan ditekankan bahasan pada pengertian determinan sebagai fungsi yang mengaitkan setiap matriks bujur sangkar A dengan suatu bilangan real yang disebut determinan dari A dan dinotasikan dengan det(A) atau |A|. …. kolom. Determinan untuk suatu matriks Anxn ditulis 𝑎11 𝑎21 det(A) = |A| = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑛𝑛 merupakan suatu nilai real tertentu yang terdefinisi. ( 1 𝐴)−1 11 3. dengan 2 4 𝐴 = −3 2 4 1 a. dan unsur pada matriks berlaku juga untuk determinan. Pendefinisian nilai dari suatu determinan akan dibahas setelah ini. 192 Matriks . (𝐴−1 )−1 c. Tentukan x c. a22. (𝐴2 )−1 1 0 1 2 dan 𝐵 = 𝑥 11 1 −11 −3 −6 14 6 −7 16 b. 𝐴−2 6. Agar matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐴−2 d. Pengertian baris.a. (𝐴𝐴−1 )−1 d. tetapi perlu diperhatikan bahwa determinan hanya didefinisikan untuk ukuran n x n (berorder n). Elemen a11. ann disebut elemen diagonal utama dari determinan.3 Determinan Dalam subab ini.

Matriks KT dinamakan adjoint dari A. CONTOH 3. Minor dan kofaktor −1 2 dari setiap elemen A. maka: 𝐾11 𝐾21 ⋮ 𝐾𝑛1 𝐾12 𝐾22 ⋮ 𝐾𝑛2 𝐾13 𝐾23 ⋮ 𝐾𝑛3 … 𝐾1𝑛 … 𝐾2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝐾𝑛𝑛 (3.1) 1. Matriks 𝐾 = dinamakan matriks Kofaktor.1 3 −5 . 2. ditulis adj(A)=KT. Akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars.3. Pada suatu determinan dari matriks An×n. apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus (dihilangkan) dari matriks A. Juga dapatkan matriks Kofaktor dan adj(A). Misal 𝐴 = Penyelesaian:   Determinan dari A = det(A)= Minor dari setiap elemen A: 3 −1 −5 2 Matriks 193 .3. Kofaktor dari unsur ars dinotasikan dengan Krs. yaitu Krs = (-1)r+sMrs DEFINISI 3.1: Jika matriks Anxn adalah matriks bujur sangkar dan Kij merupakan kofaktor dari elemen aij. diperoleh dengan mengalikan minor Mrs dengan (-1)r+s. tuliskan determinan dari A.Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11.3.

dihapus.o M11=|2|=2 baris 1 dan kolom 1 pada 3 −1 −5 dihapus. untuk suatu kolom j (3.3. 𝑛 𝑖=1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 . 2 1. 𝐾 = 2 5 1 . 194 Matriks . 3  Matriks adj dari A.2: (NILAI DETERMINAN) Nilai determinan dari matriks Anxn adalah jumlahan dari hasil kali elemen – elemen dalam satu baris (kolom) dengan kofaktornya. dihapus. 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = 2 1 5 . 3 −5 o M12=|-1|=-1 baris 1 dan kolom 2 pada −1 2 3 −5 o M21=|-5|=-5 baris 2 dan kolom 1 pada −1 2 3 −5 o M22=|3|=3 baris 2 dan kolom 2 pada −1 2  Kofaktor dari setiap elemen A: o K11=(-1)1+1M11=2 o o o  K12=(-1)1+2M12=-(-1)=1 K21=(-1)2+1M21=-(-5)=5 K22=(-1)2+2M22=3 Matriks Kofaktor dari A. atau det 𝐴 = Atau det 𝐴 = 𝑛 𝑗 =1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 . 3 DEFINISI 3.3) Rumusan pada definisi di atas ini dinamakan expansi Laplace.3. bukan dihapus.2) untuk suatu baris i (3.3. Ingat bahwa |2| determinan tingkat nilai mutlak.

3.3. CONTOH 3.3.1 Determinan Tingkat Dua Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3. Jika matriks 𝐴 = 𝑎 𝑐 𝑏 . maka dapatkan nilai x.3) dengan memilih 𝑎11 𝑎12 i=1.Dari definisi di atas terlihat dengan jelas bahwa determinan matriks merupakan suatu skalar (nilai real) yang diperoleh dari elemen-elemen matriks dengan operasi tertentu. 2 det(A) = ad-bc = 3(2) – (-5)(-1) = 6-5 = 1. determinan dari matriks 𝐴 = 𝑎 adalah: 21 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎22 − 𝑎12 𝑎21 Dari sini dapat dikatakan bahwa determinan dari matriks 2x2 adalah perkalian elemen diagonal utama dikurangi denga perkalian elemen diagonal kedua.2 3 −1 Penyelesaian: Misal 𝐴 = −5 .3. 2 Penyelesaian: det(A) = ad-bc 2 = 3(2) – (x-5)(-1) Matriks 195 . 3. jika |A|=2. maka det(A) = ad -bc 𝑑 Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut.3 Misal 𝐴 = 3 −1 𝑥 − 5 . dapatkan determinan dari A. CONTOH 3.

3) dengan memilih i=1.3. dari hasil rumusan di atas dapat ditata menjadi: + + + 𝑎11 𝑎12 𝑎13 𝑎11 𝑎12 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎22 𝑎23 𝑎21 𝑎22 𝑎31 𝑎32 𝑎33 𝑎31 𝑎32 196 Matriks . 3.2 Determinan Tingkat Tiga Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3.3.2 = 6 +x-5 atau x = 1. determinan dari matriks 𝑎11 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 adalah: det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 + 𝑎13 𝐾13 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 + 𝑎13 (−1)1+3 𝑀13 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎 32 𝑎23 𝑎21 − 𝑎12 𝑎 𝑎33 31 𝑎23 𝑎21 +𝑎13 𝑎 𝑎33 31 𝑎22 𝑎32 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 𝑎33 = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎32 𝑎23 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 − 𝑎31 𝑎23 + 𝑎13 (𝑎21 𝑎32 − 𝑎31 𝑎22 ) = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎12 𝑎23 𝑎31 + 𝑎13 𝑎21 𝑎32 −𝑎13 𝑎22 𝑎31 + 𝑎11 𝑎23 𝑎32 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 Untuk memudahkan pencarian nilai determinan tingkat 3 secara manual.

Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut. 3. Matriks 197 . dapatkan determinan dari A.3.3. Dengan sifat-sifat ini penghitungan nilai determinan dapat lebih sederhana.3. 2 3 −1 3 −𝑥 2 0 10 = 3(2)2 – (-x)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-x)(-1)2 10 = 12 +3x + 0 – 0 + 0 – 2x atau x =-2.Ini yang dinamakan dengan aturan Sarrus.5 Misal 𝐴 = −1 3 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −5 0 2 1 0 2 −5 0 2 1 . jika |A|=10. maka dapatkan nilai x.4 3 Contoh 3. 0 2 3 −5 −1 2 3 0 = 3(2)2 – (-5)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-5)(-1)2 = 12 +15 + 0 – 0 + 0 – 10 = 17 3 −𝑥 Misal 𝐴 = −1 2 3 0 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −𝑥 2 0 0 1 2 0 1 .3 Sifat-Sifat Dasar Determinan Berikut ini diberikan beberapa sifat dasar determinan dalam bentuk teorema tanpa bukti. CONTOH 3.

maka nilai determinan tersebut adalah nol. vii. maka determinan tersebut dapat ditulis sebagai jumlahan dua determinan.i. maka nilai determinan tersebut adalah nol. Nilai suatu determinan menjadi kelipatan k nilai determinan semula jika elemen . maka nilainya menjadi -1 kali determinan semula. maka nilai determinan tersebut tetap tidak berubah. ii. 198 Matriks . Jika unsur-unsur suatu baris (atau kolom) determinan diganti dengan menambahkan pada unsur-unsur tersebut k kali unsurunsur yang bersesuaian pada baris (atau kolom) yang lain. Jika semua unsur dari satu baris (atau kolom) suatu determinan dapat ditulis sebagai jumlahan dua bilangan. iv. viii. Jika sembarang dua baris (atau kolom) dari determinan ditukar letaknya. Nilai suatu determinan tidak berubah jika baris-barisnya ditulis sebagai kolom-kolom dan sebaliknya. iii. vi.elemen sembarang baris atau kolom pada determinan tersebut dikalikan k. Jika unsur-unsur dari satu baris atau kolom suatu determinan semuanya nol. Jika unsur-unsur yang bersesuaian dari dua baris (atau kolom) dari suatu determinan sebanding. v. Invers dari matriks non-singular A yang berukuran n × n dapat dinyatakan 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎𝑑𝑗(𝐴) Sifat-sifat di atas. merupakan sifat penting dan sering digunakan dalam penghitungan nilai suatu determinan dan invers matriks.

𝑎 CONTOH 3. iii. Jika matriks 𝐴 = i. dapatkan invers dari A.4 Mencari Invers Matriks Untuk mencari invers matriks yang berukuran n × n dapat rumusan 𝐴−1 =  1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 Invers matriks berukuran 2×2 Kita akan mencari invers matriks yang berukuran 2×2 dengan menggunakan determinan dan adjoint. 𝑏 dan det(A) tidak nol.3.6 Misal 𝐴 = 3 −1 −5 . 2 Penyelesaian:  Telah diperoleh dari contoh sebelumnya bahwa det 𝐴 = 3 2 − (−1)(−5) = 1. maka: 𝑑 𝑑 −𝑐 Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾 = −𝑏 𝑎 Matriks adjoint dari A adalah 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = Matriks invers dari A adalah 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎 𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 𝑎 adj 𝐴 = 1 𝑎𝑑 −𝑏𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 .3. ii.3.  𝑎𝑑𝑗(𝐴) = 2 5 1 3 Matriks 199 .

7 Misal 𝐴 = 4 2 . diperoleh 𝐴−1 = = 1 𝑑 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 −𝑐 1 4 2 −2(3) −𝑏 𝑎 1 −1 2 −2 = −3/2 2 −3 4  Invers matriks berukuran 3×3 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 dan A non singular. bisa menggunakan aturan sarrus. Matriks kofaktor dari A adalah 200 Matriks . Invers dari 𝐴 adalah 𝐴−1 = 1 𝑎𝑑𝑗 𝑑𝑒𝑡 (𝐴) 𝐴 = 1 1 2 5 2 = 1 3 1 5 3 CONTOH 3. 𝑎11 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎11 𝑎23 𝑎21 𝑎33 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 ii. 𝑎33 𝑎11 Misal matriks 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 Invers matriks A. dapatkan invers dari A. i. Mencari nilai determinan dari A. dapat dicari sebagai berikut. Mencari matriks kofaktor dari A dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 . 3 2 Penyelesaian: Kita selesaikan langsung menggunakan rumus untuk invers matriks berukuran 2×2.3.

dapatkan invers dari A. Dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 .8 1 Misal matriks 𝐴 = 2 4 Penyelesaian: i. ii.3. Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 CONTOH 3. matriks A non singular.𝐾11 𝐾 = 𝐾21 𝐾31 𝐾12 𝐾22 𝐾32 𝐾13 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾33 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT iii. 1 det(A)=|A|= 2 4 0 1 1 0 1 3 2 1 1 1 4 1 0 1 1 3 . Mencari nilai determinan dari A. 1 2 det(A)=1-0+2-(4+3+0)=-4. bisa menggunakan aturan sarrus. Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾11 𝐾12 𝐾13 𝐾 = 𝐾21 𝐾22 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾31 𝐾32 𝐾33 𝐾11 = (−1)1+1 𝑀11 = 1 3 = 1 1 − 3 1 = −2. 1 1 Matriks 201 . Mencari matriks kofaktor dari A.

−1 2 2 = 1. apa hasil yang didapat ? 202 Matriks . Jadi 𝐾 = −2 −1 1 −1 −1 1 −2 1 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT= 10 −3 −2 −1 iii. 4 = −3. −0 4 = −1. = −1.- 𝐾12 = (−1)1+2 𝑀12 = − 𝐾13 = (−1)1+3 𝑀13 = 𝐾21 = (−1)2+1 𝑀21 𝐾22 = (−1)2+2 𝑀22 𝐾23 = (−1)2+3 𝑀23 𝐾31 = (−1)3+1 𝑀31 𝐾32 = (−1)3+2 𝑀32 𝐾33 = (−1)3+3 𝑀33 −2 10 1 −3 −1 −1 2 4 3 = −{2 1 − 3 4 } = 10. Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 1 −4 = −2 10 −2 1 −1 −3 −1 −1 1 1/2 −1/4 1/4 1/4 = −10/4 3/4 1/2 1/4 −1/4 Silahkan dicoba untuk mengalikan A dengan 𝐴−1 . 1 4 = −2. 2 1 =2 1 −1 4 1 0 1 =− = −{0 2 1 2 1 1 = = 1 1 −1 4 2 1 0 =− =− 1 1 4 1 0 1 = = 0 3 −1 1 3 1 1 =− =− 1 3 2 3 1 0 = = 1 1 −0 2 1 1 = −1. − 1 1 } = 1.

dengan Krs = (-1)r+sMrs     Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11. apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus dari determinan. ditulis adj(A)=KT. a. maka det(A) = ad -bc 𝑑 1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 SOAL LATIHAN 3-3 1. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = c. 𝐴 = d. RANGKUMAN  Pada suatu determinan. Matriks 203 . Matriks KT dinamakan adjoint dari A. Dapatkan Kofaktor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. Jika matriks 𝐴 = 𝐴−1 = 𝑎 𝑐 𝑏 . Krs adalah Kofaktor dari unsur ars. Dapatkan Minor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2. akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars=Mrs.

Dapatkan Matriks Kofaktor. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2 3 1 2 4. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 3. 𝐴 = d. 𝐴 = c. 𝐴 = c. 𝐴 = d. 𝐴 = 0 3 2 1 0 1 0 1 b. 𝐴 = 1 0 −2 1 6 1 204 Matriks . b = 1 −2 6 1 4 0 0 0 1 1 −3 0 1 −3 0 0 3 1 1 −1 d. dan invers dari matriks berikut ini. 𝐴 = 0 3 2 1 1 c . daninvers dari matriks berikut ini. a. 𝐴 = 0 2 0 1 0 d. 𝐴 = c. adjoint. 𝐴 = −2 6 0 0 0 1 1 −3 5. a. 𝐴 = 5 0 0 6 b. dan invers dari matriks berikut ini. 𝐴 = d. adjoint. matriks kofaktor. Dapatkan nilai determinan. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 6.a. 1 0 a. adjoint. 1 0 a. Dapatkan Matriks Kofaktor.

Buktikan bahwa: 10. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. 1 0 𝑥 a. 1 2 𝑥 − 5 =5 1 2 𝑥 − 1 𝑥 + 3 = 𝑥 −2 5 8. 0 2𝑥 0 3 1 0 1 =4 𝑥 − 1 9. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. 1 = c. 2 − 𝑥 1 5 2 − 𝑥 1 6 3 = 𝑥 𝑥 b.Buktikan bahwa: Matriks 205 . Tunjukkan bahwa: 11. a.7. d. 1 = 0 3 1 2 1 𝑥 − 1 𝑥 b.

seperti berikut ini.3.4 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Matriks Pada bab 2. Sekarang kita coba selesaikan dengan menggunakan matriks.4. Ingat kembali tentang sistem persamaan linear dengan n buah variabel dan n buah persamaan.2) (3.1) dengan 𝑎11 𝑎21 𝐴 = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑥1 𝑥2 ⋮ 𝑥𝑛 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … … ⋱ … 𝑎1𝑛 𝑎2𝑛 ⋮ 𝑎𝑛𝑛 𝑋 = 206 Matriks .4. 𝑎11 𝑥1 + 𝑎12 𝑥2 +𝑎13 𝑥13 + ⋯ + 𝑎1𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏1 𝑎21 𝑥1 + 𝑎22 𝑥2 +𝑎23 𝑥13 + ⋯ + 𝑎2𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏2 … 𝑎𝑛1 𝑥1 + 𝑎𝑛2 𝑥2 +𝑎𝑛3 𝑥13 + ⋯ + 𝑎𝑛𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏𝑛 Persamaan (3. 𝐴𝑋 = 𝐵 (3. yang diselesaikan dengan metoda grafis dan substitusi.1) dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks seperti berikut ini. telah mengenalkan tentang sistem persamaan linear.4.

2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1 3 1 −2 𝑥 10 𝑦 = 3 𝑧 −1 Coba lakukan pengalian matriks terhadap persamaan di atas ini.2 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks.1 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks.4.𝐵 = 𝑏1 𝑏2 ⋮ 𝑏𝑛 CONTOH 3.4. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 CONTOH 3. Matriks 207 . apakah kembali ke bentuk seperti persamaan semula?.

Selanjutnya kita akan membahas penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan matriks dan determinan.

3.4.1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Invers Matriks
Perhatikan kembali persamaan (3.4.2), jika kedua ruas kita kalikan dari kiri dengan invers A, didapat 𝐴−1 𝐴𝑋 = 𝐴−1 𝐵 I𝑋 = 𝐴−1 𝐵 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 (3.4.3)

Jadi persamaan (3.4.3) merupakan penyelesaian sistem persamaan linear persamaan (3.4.1). CONTOH 3.4.3 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 𝑥2 = 5 1 2 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Invers dari A:

208

Matriks

𝐴−1 =

1 1 2 𝐾 = 2 1 −1 𝐴 1 2 2/3 −1/3 = −1/3 2/3 2/3 −1/3 −1/3 2/3

1 −1 2 −1 = 2 −1 2 4−1

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 1/3 3 = 7/3 5 𝑥

1 = 1/3 dan 𝑥2 = 7/3

CONTOH 3.4.4 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 , 𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Invers dari A: 𝐴−1 = 1 𝐾 = 2 𝐴 −1 2 1 −1 3 1 1 −1 −2 −1 −5 0 −10 −1 0 −4 −5 −2

Matriks

209

= 

0
1 5

1 5

1

2 1 1 0 −
5

4 5

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 0
1 5 1 5

1

2 1 1 0 −
5 11 5

4 5

10 3 = −1

21 5 11 5

5 𝑥

=

21 5

, 𝑦 = 5 dan 𝑧 =

3.4.2 Metoda Cramer
Untuk menyelesaikan persamaan (3.4.1), dapat menggunakan

determinan dari matriksnya. Metoda ini dinamakan metoda Cramer, namun bukti dari metoda ini tidak dibahas di sini. Pembaca bisa mencari pada literatur lain. Ingat kembali sistem persamaan linear dalam bentuk persamaan matriks berikut ini. 𝐴𝑋 = 𝐵 Jika det(A)≠ 0, maka penyelesaian dari sistem persamaan linear tersebut adalah: 𝑥1 = 𝐷
1 , 𝑥2 𝐷

= 𝐷

2 , 𝐷 𝑥

3 = 𝐷

3 , … , 𝑥𝑛 𝐷

= 𝐷𝑛

𝐷

Dengan D=det(A), dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada determinan D dengan matriks kolom B. Untuk lebih jelasnya, kita lihat contoh-contoh berikut ini.

210

Matriks

CONTOH 3.4.5 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Determinan Dk: 2 1 𝟑 𝐷1 = 𝟓 2 𝐷2 = 1 𝐷 = 1 = 4−1= 3 2 1 =6−5= 1 2 𝟑 = 10 − 3 = 7 𝟓

Penyelesaian untuk X adalah 𝑥1 = 𝐷
1 𝐷

=

1 3

dan 𝑥2 = 𝐷

2 𝐷

=

7 3

CONTOH 3.4.6 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini ddengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1

Matriks

211

𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Determinan Dk: 2 𝐷 = −1 2 10 𝐷1 = 3 −1 2 𝐷2 = −1 2 2 𝐷3 = −1 2  𝑥 = 𝐷1 𝐷 −1 3 1 1 = −5 −1 −2 −1 3 1 1 = −21 −1 −2 10 3 3 1 = −25 −1 −2 −1 10 1 3 = −11 −1 −1 .Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 . 𝑦 == 𝐷2 𝐷 Penyelesaian untuk X adalah = −21 −5 = −25 −5 = 5 dan 𝑧 = 𝐷3 𝐷 = −11 −5 212 Matriks .

maka dengan metode Cramer sistem persamaan linear mempunyai penyelesaian 𝑥1 = 𝐷1 . … . 𝑥2 𝐷 𝐷2 . 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 2. SOAL LATIHAN 3-4 1. 𝐷 𝐷3 . a. −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 Matriks 213 . a. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. 𝑥𝑛 𝐷 𝐷𝑛 𝐷 = 𝑥3 = = Dengan D=det(A). 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada D dengan matriks kolom B. Jika det(A)≠ 0. RANGKUMAN    Sistem persamaan linear dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks 𝐴𝑋 = 𝐵 Penyelesaian sistem persamaan linear persamaan 𝐴𝑋 = 𝐵 mempunyai penyelesaian 𝑋 = 𝐴−1 𝐵. 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b.

−2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b. a. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. mana yang lebih cepat? 214 Matriks . 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 5. Bandingkan antara penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan invers matriks dan menggunakan metode Cramer. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. a.3. 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 4. Gunakan soal nomor 3 dan 4.

2007 8. Yance Lagu M. Koko Martono. Herwati. 2005 12. Endang Riva‟I. 2. 2007.K Noormandiri. Eryanto.A.. B. Ganeca. Firmansyah Noor. Eryanto. Tri Dewilistia. Matematika 1 untuk SMK kelas X Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen Program Keahlian Akuntansi. R. 6. 2007. Matematika Interaktif. 3. Firmansyah Noor. Eryanto. Jurusan Matematika FMIPA-ITS Surabaya. Sembiring. Matematika untuk SMK kelas X. Penerbit Yudistira. Koko Martono. Ganeca. 7. Buku Ajar Kalkulus 2. Edi Suranto. 2004. 5. Yudhistira. Ganeca. Endang Jaiman. Endar Sucipto. Matematika SMU. 2003. Matematika Bisnis Manajemen. Matmatika SMU. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XII Program IPA. Penerbit Erlangga. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XI Program IPA. 2007. Marwanto. 2007. Penerbit Armico Bandung. Daftar Pustaka A1 . Firmansyah Noor. Maman Abdurahman. 2004. R. 2007. Matematika untuk SMK kelas XI. L. Buku Ajar Kalkulus. Matematika Keuangan. HUP. 2007. Yogia. Rivai Wirasasmita.DAFTAR PUSTAKA 1. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas X. 4. Endang Riva‟I. 2006. 13. 10. Jurusan Matematika ITS. 11. Penerbit M2S Bandung. dkk. R. Benny Hendarman. Koko Martono. 2004. 9. HUP. R. Benny Hendarman. Yudistira.

19. 2003. Sembiring. Yohanes. Alih bahasa: I Nyoman Susila. Kalkulus. 17. Wono Setyo Budhi. Olimpiade Matematika SMU. Yudistira. Penerbit. Stewart. 2004. A2 Daftar Pustaka .14. Loedbi. Rama Widya. 15. Matematika SMA dan MA. 2004. Sulasin. Matematika SMU. 2004. Kuntarti. 18. Arman Delta Selaras.. Kastolan. 16. 2002. J. Hendra Gunawan. Matematika Bilingual. Penerbit Erlangga. Srikurnianingsing. Sulistiono. PT. Wila Adiyanto Sukoco. Erlangga 2003. Matematika SMU.

285. 405. 10 tak terbatas. 578 periode. 539. 360. 7 Indeks B1 . 199 angka baku. 13 rasional. 521 kualitatif. 521 kelompok. 380 geometri. 4. 11 bunga. 570 unggal eksak. 567 A adjoint. See domain daerah hasil. 521 diskrit. 5 real. 601 argumentasi. 509 tunggal biasa. 361 aritmatika. 540. 302 aturan hasil kali. 384 geometri. 193. 547 kontinu. 521 kuantitatif. 319 bilangan asli. 407 deret.INDEKS tunggal. 3 cacah. See kodomain data. 2 irasional. 10 kompleks. 391 bidang datar. 410 derajat. See range daerah kawan. 2 bulat. 547 denominator. 397 desimal. 566 majemuk. 521 tunggal. 597. 298 bijektif. 405 biimplikasi. 569 C cramer. 4 derajad. 578 daerah asal. 551 anuitas. 372 aritmatika. 210 D B barisan.

418 jangkauan. 215. 331 matriks. 319 E equally likely. 497 expansi Laplace.terbatas. 20 J jajaran genjang. 552 B2 Indeks . 203.. 208 penjumlahan. 316 fungsi objektif. 282 himpunan. 158 berhingga. 262 G H I ingkaran. 317 implikasi. 530 batang. 450 disjungsi. 159 F faktorial. 549. 514 frekuensi penggabungan. 192. 238 invers. 437. 186. 193. 475 frekuensi harapan. 159 tak hingga. 197 tingkat dua. 159 tertutup. 578 fungsi. 406 garis selidik. 575 domain. 16 perkalian. 194 sifat-sifat. 193 nilai. 281 diskonto. 199. 535 gabungan. 188. 212 1 x 1. 159 terbuka. See nilai determinan interval. 195 tingkat tiga. 297 fungsi. 211. 7 determinan. See negasi injektif. 532 garis. 246 fungsi obyektif. 315 hipotesa. 503 garis. 234. 533 dilatasi. 303 histogram. 196 diagram. 531 lingkaran.

466 saling bebas. 186 transpose. 234 modus. 466. 184. 426 pusat. 470 kalimat terbuka. 203. 206. 548. 552 kofaktor. 297 konveks. 279. proposisi. 506. 193 modal. 541.K kaidah penjumlahan. 554 lingkaran. 447 adjoint. 542 median. 426 logika penghubung. 540. 273 kalimat terbuka. 293 kuartil. 176 mean. 193 kombinasi. 552. 178 diagonal. 272 M matriks. 542 Indeks B3 . 193. 303 konklusi. 178 simetri. 193 anggota. 175. 179 segitiga bawah. 177 nol. 542 minor. 283 Kontradiksi. 246 konvers. 176 baris. 194. 566 L layang-layang. predikat. 299 kontraposisi. 505 sederhana. 178 segitiga atas. 178 kofaktor. 473 perkalian. 487 komplemen. 317 koefisien variasi. 454 konjungsi. 199 kolom. 176. 466 kodomain. 178 identitas. 272 pernyataan. 177 bujursangkar. 502 komposisi. 179 singular. 506 majemuk. 297 kuantor eksistensial. 275 kejadian. 293 universal. 418 model matematika. 426 jari-jari. 509 saling lepas. 180. 183 ukuran.

428 pertidaksamaan. 160 linear. 99 kuadrat sejati. 417 luas. 100 O operator logika. 484. 465. 582. 153 sistem persamaan linear dua peubah. 5 peluang. 99 N negasi. 593 numerator. 121 kuadrat. 592 nilai tunai. 485 Permutasi. 305 tollens. 98 keliling. 5 tak-murni. penyelesaian. 277 sistem persamaan linear. 417 keliling. 539 pecahan murni. 140. 417 luas. 162 linear. 476 pernyataan. 216 linear. 498 bersyarat. 162. 99 linear. 278. daerah penyelesaian. 167 sifat-sifat. 506 permutasi. 582. 539 sampel. 87 penyelesaian persamaan kuadrat. 86 linear dua peubah. 534 B4 Indeks . 217 pecah rasional. 160. 99 kuadrat real. 4 kuadrat tak lengkap. 477 dengan pengulangan. 166 himpunan penyelesaian. 590. 158 piktogram. 480 siklik. 215. 273 primitive. 92 linear satu peubah. 219 kuadrat. 147. 274 persamaan akar persamaan kuadrat. 166 pecah rasional. dua peubah. 429 persegi panjang. 157. 307 kuadrat rasional.ponens. 295 nilai akhir. daerah daerah penyelesaian. 140 persegi. 417 P parameter. 169 kuadrat. 138. 160.

437. 587. 587 rotasi. 595 postnumerando. 466 ruang sampel. 520 Populasi. 442 ruang nol. 540 refleksi. 283 probability. 206. 421 selang. 420 keliling. 409 siku-siku. 590. 539 premis. 420 sama kaki.. 587. See pernyataan luas. See interval sigma. 508 silogisme. 317 rata. 437. 371 R radian. 466. 407 sisi awal. 273. 215. 407 tumpul. 497 tereduksi. 409 sisi akhir. 303 simpangan. 609 sampel.rata. 405. 358 polygon frekuensi. 422 sama sisi. 526 frekuensi. 587 pranumerando. 410 range. 409 suku bunga. 225 statistika. 465 program linear. 423 siku-siku. 429 segitiga. 446 relasi. 536 populasi. 520 sudut. 554 statistik. 592 terbatas. 319 S saldo menurun. 208 sistem pertidaksamaan linear. 539 sarrus. 524 Indeks B5 . 524. 406 sistem persamaan linear.pola bilangan. 216. 197 segi tiga tabel T distribusi frekuensi. 549 sisi sudut. 315 rente kekal. 520 Sample. 234 proposisi. 566 surjektif. 419 jumlahan sudut dalam. 366. 406 lancip.

539 V valuta. 184 transformasi geometri. 437 trapesium. 406 titik sampel. 571 B6 Indeks . 289 tautologi. 539 pemusatan. 550 W waktu eksak. 418 luas. 539 keragaman. 437 translasi. 582 variansi. 571 U ukuran waktu rata-rata. 300 titik. 299 tautology.tabel kebenaran. 433 kemiringan. 466 trace.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful