Bandung Arry Sanjoyo, dkk.

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
Untuk SMK
Penulis

Ilustrasi Cover Ukuran Buku SAN m

: Tim : 17,6 x 25 cm

SANJOYO, Bandung Arry Matematika Bisnis dan Manajemen Jilid 1 untuk SMK /oleh Bandung Arry, Sri Suprapti, Nur Asyiah, Dian Winda S ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. viii. 214 hlm Daftar Pustaka : A1-A2 Glosarium : B1-B6 ISBN : 978-602-8320-73-3 978-602-8320-74-0

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2009 Diperbanyak oleh:

CV. ARYA DUTA

Jl. Revolusi No. 29 Villa Pertiwi Sukamaju Depok Telp. (021) 8761630, 87906446 Fax. (021) 8757836 email: marketing@aryaduta.co.id ii

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. , berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit didapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional, sehingga dapat digunakan secara luas oleh pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, kami tayangkan lewat internet agar dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualan harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khususnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai salah satu sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

iii

iv

KATA PENGANTAR
Matematika merupakan suatu alat untuk berkomunikasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan matematika kita dapat mengungkapkan gejala-gejala alam, sosial, dan teknik dengan suatu ungkapan rumusan matematika yang tidak memuat makna ganda. Bahkan dengan berbantuan matematika kita dapat menyelesaikan permasalahan sosial, ekonomi, manajemen, dan teknik dengan penyelesaian yang akurat dan optimal. Fakta menunjukkan bahwa beberapa pemenang nobel untuk bidang ekonomi atau teknik berasal dari matematikawan. Oleh karena itu, mempelajari dan menguasai matematika dari usia sekolah dasar maupun lanjut merupakan suatu kebutuhan. Buku ini disusun dengan memperhatikan konsep berfikir matematis dan selalu mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada permasalahan ekonomi, bisnis, dan manajemen. Pada setiap konsep kecil yang dituangkan dalam suatu sub-bab selalu dikaitkan dengan permasalahan sehari-hari. Juga pada setiap bab diawali dengan kalimat motivasi, pembuka dan perangsang bagi pembaca untuk mengerti dari awal, kira-kira akan dipakai seperti apa dan dimana. Belajar matematika tidak cukup hanya dengan mengerti konsep saja. Harus disertai dengan banyak latihan olah pikir serupa dengan contoh-contoh yang diberikan. Untuk itu, pada setiap akhir sub bab diberikan banyak soal-soal sebagai latihan dalam menguasai konsep dan meningkatkan ketrampilan olah pikir dan penyelesaian permasalahan. Buku Matematika SMK Bisnis dan Manajemen ini terdiri dari 11 bab. Bab awal memuat materi dasar dalam matematika, yang akan dipakai untuk materi lain yang ada pada bab sesudahnya. Setiap bab berisi tentang topik kajian matematika yang disajikan lewat orientasi/ilustrasi, teori, beberapa contoh soal mulai dari yang mudah ke soal yang sulit. Sebelum mengerjakan latihan soalsoal pada setiap subbab, didahului dengan rangkuman, dengan tujuan siswa dapat mengingat hal-hal penting dari subbab yang telah dipelajari.

v

Dengan bekal matematika untuk SMK Bisnis dan Manajemen ini, diharapkan lulusan SMK mempunyai bekal yang cukup dalam berfikir secara logis dan sistematis dengan selalu berpijak pada kaidah-kaidah keilmuan matematika dalam menghadapi problema-problema pada dunia kerja. Penulis sangat menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran untuk perbaikan sangat diharapkan oleh penulis. Suatu penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan fasilitas dalam penyusunan buku ini. Terutama kepada beliaubeliau yang dengan ikhlas mengarahkan, mengoreksi, memberikan masukan terhadap isi buku ini. Sekali lagi kami menyampaikan perhargaan yang sangat tinggi dan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Penulis.

Penulis

vi

DAFTAR ISI
Kata Sambutan ....................................................................... ii Kata Pengantar ....................................................................... iii Daftar Isi .................................................................................. vii 1. 1.1 1.1.1 1.1.2 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.3 1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.4 1.4.1 1.4.2 1.5 1.6 1.6.1 1.6.2 1.6.3 1.6.4 2. 2.1 2.1.1 2.1.2 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.3 2.3.1 2.3.2 Sistem Bilangan Real ............................................... Bilangan Real Dan Operasi Pada Real .................... Bilangan Real .............................................................. Operasi Pada Bilangan Real ....................................... Perbandingan, Skala Dan Persen ............................ Perbandingan .............................................................. Skala ........................................................................... Persen ......................................................................... Operasi Pada Bilangan Berpangkat Bulat .............. Pangkat Bilangan Positif ............................................. Pangkat Bilangan Negatif Dan Nol ............................. Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat .................. Bilangan Dalam Bentuk Akar (Irrasional) ............... Operasi Aljabar Pada Bilangan Berbentuk Akar ......... Merasionalkan Penyebut ............................................ Bilangan Berpangkat Rasional ................................ Logaritma ................................................................... Pengertian Logaritma .................................................. Menghitung Logaritma ................................................ Sifat-Sifat Logaritma ................................................... Contoh Pemakaian Logaritma .................................... 1 2 2 15 24 24 28 29 32 33 36 41 50 52 54 58 66 66 68 76 78

Persamaan Dan Pertidaksamaan ............................ 85 Persamaan Linear ..................................................... 86 Persamaan Linear Satu Peubah ................................. 87 Persamaan Linear Dua Peubah .................................. 92 Persamaan Kuadrat .................................................. 98 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat ........................... 100 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat ... 114 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya ....................................................................... 121 Menerapkan Persamaan Kuadrat ............................... 127 Sistem Persamaan Linear ........................................ 138 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah ........................................................................ 140 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah ........................................................................ 147

vii

2.4 2.5 2.5.1 2.5.2 2.5.3 2.5.4 3. 3.1 3.2 3.3 3.3.1 3.3.2 3.3.3 3.3.4 3.4 3.4.1 3.4.2

Sistem Persamaan Linear Dan Kuadrat Dua Peubah ....................................................................... 153 Pertidaksamaan ........................................................ 157 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah ......................... 160 Pertidaksamaan Kuadrat ............................................ 162 Pertidaksamaan Pecah Rasional ................................ 166 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat ....................... 169 Matriks ....................................................................... 175 Matriks Dan Operasinya ........................................... 175 Invers Matriks ............................................................ 186 Determinan ................................................................ 192 Determinan Tingkat Dua ............................................. 195 Determinan Tingkat Tiga ............................................. 196 Sifat-Sifat Dasar Determinan ...................................... 197 Mencari Invers Matriks 199 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Matriks ....................................................................... 206 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Invers Matrks .............................................................. 208 Metoda Cramer ........................................................... 210

viii

Bab 1 SISTEM BILANGAN REAL B real. menerapkan operasi pada bilangan irrasional (bentuk akar). Selain itu. Besarnya kerugian suatu usaha juga dapat dinyatakan dengan menggunakan bilangan real negatif. Jika keuntungan usaha Anton pada tahun 2007 adalah Rp 100. misal setengah keuntungan usaha Anton tahun 2007 digunakan untuk menambah modal usaha. Sistem Bilangan Real 1 .000.000 = Rp 50. maka 1 2 modal usaha Anton pada tahun 2007 bertambah sebesar × Rp 100.000. operasi pada logaritma. Pada bab ini akan dipelajari tentang bilangan real dan operasi yang dapat dilakukan pada bilangan Operasi-operasi yang berlaku pada bilangan real tersebut meliputi: operasi pada bilangan bulat dan pecahan. juga dapat dinyatakan dalam bentuk persen (%). operasi pada bilangan berpangkat. ilangan real mempunyai banyak pemakaian. Penambahan modal usaha Anton tersebut. yaitu 50% dari keuntungan pada tahun 2007.000.000.000. juga dibahas konversi bilanganbilangan bulat dan bilangan pecahan ke atau dari bentuk persen.

4. 6.. adalah suatu himpunan yang anggotanya bilangan asli.1. rasional. seperti dituliskan berikut ini. dan real. 3. dan seterusnya.1 Bilangan Real dan Operasi pada Real 1. sangatlah penting untuk mengenal berbagai jenis bilangan dan perbedaan di antara bilangan-bilangan tersebut.1 Bilangan Real Sistem bilangan merupakan dasar matematika. 4. } ∎ Bilangan Cacah Jika bilangan 0 dimasukkan dalam himpunan bilangan asli. ∎ Bilangan Asli Dalam keseharian.pecahan desimal. Pada bab ini juga dibahas masalah perbandingan. 2. irrasional. Oleh karena itu. Dalam sub-bab ini akan dikenalkan mengenai dasar dan istilah yang berkaitan dengan bilangan asli. skala. . 5. Bilangan – bilangan ini dinamakan bilangan asli. } 2 Sistem Bilangan Real . 1. 5. 3. pecahan campuran. 2. dan dilambangkan dengan H. 5.. yaitu: H = {0. Himpunan bilangan asli (natural) biasa dilambangkan dengan N. maka himpunan tersebut dinamakan himpunan bilangan cacah. biasanya orang membilang mulai dari 1. 2. dan persen. . 3. N = {1. cacah. 1.. bulat.. 4.

∎ Bilangan Bulat Bilangan asli 7 dapat juga dituliskan dengan memberikan tanda + didepannya menjadi +7. Misal jumlah apel dalam suatu kardus seharusnya 100 buah apel.Setiap bilangan asli juga merupakan bilangan cacah. Z = {. Bilangan 0 merupakan bilangan cacah akan tetapi 0 bukan merupakan bilangan asli. Selanjutnya didefiniskan suatu bilangan negatif –n dengan n adalah bilangan asli. -1. -3. 0. ternyata setelah dilakukan penghitungan banyaknya apel ada 97 buah. Jadi ada kekurangan buah apel sebanyak 3 buah. sering dijumpai adanya kekurangan objek. Namun demikian. akan tetapi bukan sebaliknya. Himpunan bilangan yang dinotasikan dengan lambang Z dan mempunyai anggota seperti berikut ini dinamakan himpunan bilangan bulat (integer).1.. Bilangan 4 adalah bilangan asli dan 4 juga merupakan bilangan cacah. Jadi bilangan 7 dan +7 adalah sama.. Dalam perhitungan banyaknya suatu objek. 2. . Untuk menyatakan kekurangan 3 buah apel ini dapat dituliskan dengan symbol -3 buah apel.-4..1    Bilangan 7 adalah bilangan asli dan 7 juga merupakan bilangan cacah. } Sistem Bilangan Real 3 . 1. 4. CONTOH 1. -2.. 3. . tanda + tidak biasa dituliskan.

Setiap bilangan cacah juga merupakan bilangan bulat. dan  Bilangan bulat negatif.. 2. -3.. -2. Karena itu. 3. 𝑞 ∈ 𝑍 𝑑𝑎𝑛 𝑞 ≠ 0 4 Sistem Bilangan Real . Bilangan 0 adalah bilangan cacah dan 0 juga merupakan bilangan bulat. Bilangan -7 merupakan bilangan bulat akan tetapi -7 bukan merupakan bilangan cacah. 𝑄 = 𝑝 𝑞 | 𝑝. begitu juga himpunan bilangan cacah merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan bulat. Jadi bilangan bulat terdiri dari:  Bilangan bulat positif. yaitu: -1.  Bilangan bulat 0 (nol). yaitu: 1.2    Bilangan 7 adalah bilangan cacah dan 7 juga merupakan bilangan bulat. . akan tetapi bukan sebaliknya. Himpunan bilangan asli merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan cacah. Bilangan rasional berbentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 𝑞 dengan p disebut pembilang (numerator) dan q≠0 disebut penyebut (denominator). himpunan bilangan rasional dapat dituliskan sebagai berikut.1... . ∎ Bilangan Rasional Himpunan bilangan rasional. dinotasikan dengan lambang Q. CONTOH 1.

adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a < b. atau yang lainnya. Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan tak murni. atau Sifat bilangan rasional: Nilai dari suatu bilangan rasional 𝑝 𝑞 6 8 9 . Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan murni. Bilangan rasional mempunyai tak berhingga banyak bentuk representasi bilangan. jika pembilang p dan penyebut q keduanya dikalikan atau dibagi dengan bilangan bulat selain 0. 16 atau yang lainnya. Sistem Bilangan Real 5 . 2 21 3 5 adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a > b.3 Berikut ini merupakan contoh-contoh bilangan rasional:  1 1 2 4 2 3 3 7 . atau . bilangan rasional dituliskan dengan .  15 2 =7 .1. 12 2 2 3 3 4 4 3 4 dapat atau 12 . . Seperti bilangan rasional 1 dapat dituliskan dengan .CONTOH 1. 1 2 8 3 =2 . atau . Perhatikan bahwa setiap bilangan bulat juga merupakan bilangan rasional karena setiap bilangan bulat p dapat ditulis sebagai pembagian 𝑝 1 . tidak berubah. .

Sebagai gambaran bilangan 235. Nilai dari bilangan bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . nilai 0.5 . nilai 0. 102 = 100. 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 adalah d1(10n)+d2(10n-1)+…+dn(100)+dn+1(10-1)+dn+2(10-2)+…dn+m(10m) dengan :    101 = 10. n+m. 1. 6 Sistem Bilangan Real . ….25 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 4. Untuk i = 1.4 Berikut ini merupakan contoh-contoh bentuk desimal dari bilangan rasional:  1 2 = 0.5 . atau 9. dan seterusnya.  15 2 = 7.1. …. dan seterusnya Sedangkan 100 didefinisikan dengan 100 = 1. 3. nilai 7.  1 4 = 0. 10−1 = 1 10 . 2.47 mempunyai nilai 2 103 + 3 102 + 5 101 + 4 10−1 + 7 10−2 CONTOH 1. 2.25 . 10−2 = 1 100 . 10−3 = 1 1000 .5 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 2. 103 = 1000.5 didapat dari membagi bilangan 15 dengan bilangan 2. di merupakan angka / digit desimal 0. 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 .∎ Bilangan Desimal Bilangan rasional 𝑝 𝑞 dapat dituliskan dalam bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 .

125 dan lainnya. a. Bentuk 0. seperti bilangan 0. 2.3 b. seperti: a. Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal tak terbatas. 23. Bentuk 0. 2.252525… ini sering disingkat dengan 0. Jadi x = 2. tanda … menyatakan angka perulangan 3 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak. 0.2525 … .25 . 25.33333… ini sering disingkat dengan 0. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x.  25 99 = 0.1. CONTOH 1. Bilangan 0. dapat dikatakan bahwa: 1. Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal terbatas.3333… angka 3 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas.3 Penyelesaian: a. 0. 3. b.3333 … .45 𝑝 Sistem Bilangan Real 7 . Bilangan 0. tanda … menyatakan angka perulangan 25 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak. 1 3 = 0.5 .5 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 .125125125125… angka 125 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas. Dengan memperhatikan contoh di atas.

atau x= 23 10 b.45 Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 100. Kita ambil pengali 100 karena angka dibelakang tanda koma terbatas dua angka. Kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma terbatas satu angka.1. kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya satu angka yang berulang. Jadi x = 23. Jadi x = 1. yaitu 3. Lanjutkan dengan operasi aljabar. b. didapat hasil berikut ini. didapat hasil berikut ini.123123123… 𝑝 8 Sistem Bilangan Real . 10 x = 23.33333… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10.6 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 . Lanjutkan dengan operasi aljabar. a. 1. 100 x = 2345. didapat hasil berikut ini.Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10.33333… Penyelesaian: a. atau x= 2345 100 CONTOH 1. Lanjutkan dengan operasi aljabar. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. 0.

10 x = 13. Jika m tak berhingga / tak terbatas. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. Jadi x = 0.123123123… 1000 x = 123 + x 999 x = 123 x= 123 999 Langkah-langkah berikut merubah bilangan rasional berbentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛+𝑚 . maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑟 . Jika m berhingga / terbatas. maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑚 . 2.123123123… 1000 x = 123 + 0. kita ambil pengali 1000 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya tiga angka yang berulang. 1. dengan r 𝑝 𝑞 Sistem Bilangan Real 9 . didapat hasil berikut ini.123123123… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 1000. 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛 +2 … 𝑑𝑛 +𝑚 menjadi bilangan rasional berbentuk . 1000 x = 123. yaitu 123.33333… 10 x = 12 + 1.33333… 10 x = 12 + x 9 x = 12 x= 12 9 b. Lanjutkan dengan operasi aljabar. Lakukan pemisalan bilangan rasional yang dicari adalah x=𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 .

adalah banyaknya digit yang berulang pada deretan digit dn+1dn+2…dn+m. atau x merupakan bilangan irrasional. Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 2 tidak ada yang berulang. 𝑞 Seperti bilangan desimal x=3. namun tidak ditunjukkan disini. Akan tetapi. 3.   2 ≈ 1. Ini dapat dibuktikan secara 2 akan analitis. nilai desimal 2 yang dipotong sampai dengan 30 angka dibelakang tanda koma.7 Bilangan 2 adalah bilangan irrasional. ditampilkan dalam bentuk desimal yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple. Oleh karena itu bilangan x tersebut bukan bilangan rasional.414213562373095048801688724210 . Lakukan operasi aljabar untuk membawa x kedalam bentuk dengan p dan q≠0 bilangan bulat. 𝑝 𝑞 Bilangan desimal yang mempunyai angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan tak berulang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 . ∎ Bilangan Irrasional Bilangan irrasional atau bilangan bukan rasional yaitu bilanganbilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai pembagian bilangan bulat. 2 ≈ 1.1.010010001000010000010000001… tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat. CONTOH 1.414213562373095048801688724209698078569 10 Sistem Bilangan Real .

Dipilih sebuah titik acuan 0 pada garis tersebut. Dari titik acuan 0 ke arah kiri sebagai arah Sistem Bilangan Real 11 . 2 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma.8 Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 𝜋 yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple.   𝜋 = 3.1.141592653589793238462643383280 . yang disebut titik awal. Titik acuan awal ini yang berkaitan dengan bilangan real 0. Simbul ≈ adalah simbul “hampir sama CONTOH 1. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma. Bilangan real dapat dikaitkan dengan titik pada sebuah garis. Garis ini mempunyai arah ke kanan dan ke kiri.14159265358979323846264338327950288419716 93993751058209749445923078164062 8620900. Dari titik acuan 0. tidak ada sederetan angka yang berulang. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 20 angka dibelakang tanda koma. 𝜋 = 3. ∎ Bilangan Real Gabungan himpunan bilangan rasional dan irrasional membentuk suatu himpunan bilangan yang disebut himpunan bilangan real dan dinotasikan dengan R. nilai desimal dengan”.67187537694807317667973799073247846210704 . garis arah ke kanan sebagai arah positif dan titik pada garis arah positif ini menyatakan sebuah bilangan real positif.

14. Tempat dari 3 2 2 dan π merupakan hampiran yang diperoleh dari hampiran desimalnya yaitu 2 ≈ 1. setiap bilangan real positif x dinyatakan dengan suatu titik yang berjarak x satuan ke arah kanan dari titik awal. yang merupakan kreasi baru dan disebut geometri analitik. dan setiap bilangan real negatif –x dinyatakan dengan titik yang berjarak x satuan ke arah kiri dari titik awal.1.negatif dan titik pada garis arah negatif ini menyatakan sebuah bilangan real negatif. setiap bilangan real positif x Dengan sembarang satuan pengukuran. suatu cara untuk menjelaskan rumus aljabar dengan kurva geometrik dan sebaliknya. CONTOH 1. 2. 2 -3 -2 -1 0 1 2 π 3 4 Gambar 1. 12 Sistem Bilangan Real .41 dan 𝜋 ≈ 3.1.1.2. Garis Bilangan Real 1 Dengan sembarang satuan pengukuran. Dalam geometri analitik. pada garis bilangan real diberi tanda tempat titik-titik dengan koordinat − .1. Lihat Gambar 1. Gambar 1.1. kurva geometrik dengan rumus aljabar. Dalam lampiran tersebut Ren´e Descartes menghubungkan aljabar dengan geometri. dan 𝜋.1 dibawah ini.2 Posisi beberapa bilangan real pada garis bilangan 1 Pada tahun 1637 Ren´e Descartes1 menerbitkan suatu karya filsafat yang berjudul Discourse on the Method of Rightly Conducting the Reason. bilangan real dinyatakan dengan titik pada sebuah garis.1.9 Perhatikan Gambar 1.

Berdasarkan cara di atas. jika dihimpun membentuk sebuah himpunan bilangan kompleks yang biasa dinotasikan dengan C dan dinyatakan sebagai: 𝐶 = 𝑎 + 𝑏𝑖 | 𝑎.142 < 3 2 = 1. yang dinotasikan dengan 𝑖 dan didefinisikan sebagai 𝑖 2 = −1. Bilangan real 2 lebih kecil dari bilangan real . Oleh karena itu persamaan 𝑥 2 = −1 tidak mempunyai penyelesaian dalam bentuk bilangan real. Bilangan real dapat diurut berdasarkan nilai desimalnya.5. bilangan-bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat adalah berhubungan. Bilangan real 2 lebih besar dari bilangan real 7 . 5 Karena 3 2 2 ≈ 1. yaitu bilangan-bilangan yang berbentuk a + bi dengan a dan b bilangan real. Definisi ini selanjutnya mengarah pada perkembangan bilangan kompleks. bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat berkorespondensi satu-satu. Oleh karena itu. ∎ Bilangan Kompleks Kuadrat suatu bilangan real selalu tak negatif. 𝑏 ∈ 𝑅 Sistem Bilangan Real 13 .4. Pada abad XVIII para matematikawan memperbaiki permasalahan tersebut dengan memperkenalkan bilangan baru. Setiap bilangan real akan dikawankan dengan satu titik tunggal dan setiap titik akan dikawankan dengan satu bilangan real. Bilangan – bilangan kompleks ini.42 > 7 5 =1. Karena 2 ≈ 1.

b. d. 1-2i = 1 − −1 dengan a = 1 dan b = -2. c.1. dengan 𝑏 ∈ 𝑅 Susunan bilangan-bilangan dapat diringkas dalam gambar berikut ini Gambar 1. Perhatikan bahwa setiap bilangan real a juga merupakan bilangan kompleks karena dapat ditulis sebagai a = a + 0i. e. -5+10i = −5 + 10 −1 dengan a = -5 dan b = 10. 10i = 0 + 10i dengan a = 0 dan b = 10. Jadi bilangan imajiner berbentuk bi. 2+i = 2 + −1 dengan a = 2 dan b = 1.CONTOH 1.1.10 Beberapa contoh bilangan kompleks. a. Jadi. -5 =-5 + 0i dengan a = -5 dan b = 0.3 Diagram Himpunan Bilangan 14 Sistem Bilangan Real . Bilangan kompleks yang bukan bilangan real disebut bilangan imajiner. sebagai berikut. himpunan bilangan real adalah himpunan bagian dari bilangan kompleks.

Pada buku ini. bilangan kompleks hanya ditampilkan sebagai perkenalan. Untuk b=0. untuk b positif dapat digambarkan sebagai berikut.1. Operasi Penjumlahan (+) Jika a. rasional.b R maka hasil penjumlahan antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a + b. bilangan yang akan dibahas adalah bilangan real. b merupakan bilangan real atau a.dan pembagian. a+b=a. irrasional. pengurangan.2 Operasi pada Bilangan Real Sebelum ini. dan kompleks. yaitu bilangan asli. Pada sub bab ini akan diperkenalkan operator dan sifat-sifat operasi dasar pada bilangan real. Sistem Bilangan Real 15 . Untuk b < 0. cacah. langkahkan ke kiri sejauh bilangan -b. bulat. Langkah – langkah di atas. langkahkan ke kanan sejauh (sebanyak) bilangan kedua b. 1. perkalian. kita telah dikenalkan dengan jenis bilangan. Cara mendapatkan hasil penjumlahan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. Untuk b > 0. 1. dan tidak akan dibahas lebih mendalam. Beberapa operator yang dapat dikenakan pada bilangan real adalah penjumlahan. Untuk selanjutnya. real.

bilangan -a dikatakan invers penjumlahan dari a.4 Representasi geometris dari c = a + b Sifat operasi penjumlahan Untuk bilangan real a. i. Sifat asosiatif (a + b) + c = a + (b + c) iv. Adanya elemen invers a + (-a) = 0 . CONTOH 1. Sifat tertutup Penjumlahan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga.b a c Gambar 1. Penyelesaian: 16 Sistem Bilangan Real .11 Tentukan hasil 5 + 3 dan 3 + 5 + 2 dengan menggambarkan secara geometris.1. dan c. Sifat komutatif a+b=b+a iii. v.1. berlaku sifat-sifat operasi penjumlahan sebagai berikut. b. ii. Adanya elemen identitas/netral a+0=0+a =a Bilangan 0 dinamakan elemen identitas untuk penjumlahan.

5 3 3 4 5 6 7 8 2 9 10 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 + 3 adalah 8. Perhatikan bahwa sifat-sifat tertutup. Hasil dari a + a + a = (a + a)+a = 2a + a = 3a Sistem Bilangan Real 17 . CONTOH 1.12 Tentukan hasil a + a dan a + a + a dengan menggambarkan secara geometris. Dengan a > 0. Penyelesaian: a 0 a a 2a 3a Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari a + a adalah 2a.1. Hasil dari 3 + 5 + 2 = (3+5)+2 = 8 + 2 = 10 Lakukan sendiri untuk menjumlahkan 3 + 5 dan 5 + (3 + 2). komutatif dan assosiatif terlihat pada contoh ini.

i. Cara mendapatkan hasil pengurangan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan.2. Langkah – langkah di atas (untuk nilai b > 0) dapat digambarkan sebagai berikut. Untuk b < 0. Operasi Pengurangan (-) Jika a. maka a . Untuk b=0. langkahkan ke kiri sejauh (sebanyak) bilangan kedua b. b.5 Representasi geometris dari c = a – b = a + (-b) Sifat operasi pengurangan Untuk bilangan real a.b R maka hasil pengurangan / selisih antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a – b = a + (-b). ii. Sifat tidak komutatif Jika a ≠ b.1. Untuk b > 0. a-b=a. berlaku sifat-sifat operasi pengurangan sebagai berikut. langkahkan ke kanan sejauh bilangan -b. dan c. Sifat tertutup Pengurangan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga.b ≠ b .a 18 Sistem Bilangan Real . b c a Gambar 1.

b) .3 . Jika a merupakan bilangan bulat maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑏 + 𝑏 + ⋯ + 𝑏 Banyaknya suku b adalah a suku Sistem Bilangan Real 19 . maka (a . Cara mendapatkan hasil perkalian a dan b. i. Operasi Perkalian (× atau ·) Jika a.2 dengan menggambarkan secara geom etris. Sifat tidak asosiatif Jika c≠ 0.1.3 .b R maka hasil perkalian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a × b = a·b = ab .13 Tentukan hasil 5 .iii.5 dan 5 .2).(b .3 dan 5 . Hasil dari 5 .c ≠ a .3 adalah 2. Penyelesaian: 2 -1 0 1 2 3 3 4 5 6 7 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 .(3 . 3.c) CONTOH 1.2 = (5-3)-2 = 2 + 2 = 0 Lakukan sendiri untuk menghitung 3 .

Adanya elemen identitas/netral a×1=1×a =a bilangan 1 dinamakan elemen identitas untuk perkalian.ii. i.1 + 3. dan c.5 20 Sistem Bilangan Real . Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional.1 + 3. berlaku sifat-sifat operasi perkalian sebagai berikut. Adanya elemen invers 𝑎 × = × 𝑎 = 1. maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑝 𝑟 𝑝 ∙ 𝑟 × = 𝑞 𝑠 𝑞 ∙ 𝑠 Sifat operasi perkalian Untuk bilangan real a. bilangan dikatakan invers perkalian dari a. Sifat komutatif ab=ba iii.14 Tentukan hasil 5 × 3.1 = 15.1. v. Sifat asosiatif (a b)c = a (b c) iv. ii.1 + 3.1 + 3. b. Penyelesaian: 5 × 3. Sifat tertutup Perkalian dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga.1 dengan menggunakan definisi di atas. 1 𝑎 1 𝑎 1 𝑎 CONTOH 1.1 = 3.

3 dengan menggunakan definisi di atas. 1. berlaku sifat-sifat operasi pembagian sebagai berikut.b R dan b≠0 maka hasil pembagian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a/ b = 𝑎 𝑏 Cara mendapatkan hasil pembagian a dan b.15 Tentukan hasil 1. dan 𝑝.CONTOH 1. 𝑟.5 × 2. 𝑠 adalah bilangan bulat Sifat operasi pembagian Untuk bilangan real a. dan c.45 4.3 = × 3 2 23 10 = 69 20 = 3. Operasi Pembagian (/ atau ) Jika a. Karena itu. Sistem Bilangan Real 21 . Penyelesaian: 1.1.5 dan 2. dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional.5 × 2. 𝑞. Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional maka ab  p r p s /   q s q r 𝑝 𝑞 𝑟 𝑠 dengan 𝑎 = .3 merupakan bilangan rasional. b. 𝑏 = .

ii. Karena itu dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional.5 2.  Operasi yang bekerja pada bilangan real adalah operasi penjumlahan.1.3 = / 3 2 23 10 1. c tidak nol.b≠0. dengan p. Bilangan rasional dapat dinyatakan bentuk . 1.5 dan 2. Sifat tertutup Pembagian dua buah bilangan real dengan penyebut tidak nol menghasilkan bilangan real. dan pembagian. dan q≠0 adalah bilangan bulat. Bilangan bulat merupakan bagian dari bilangan rasional. = 3 2 × 10 23 = 30 46  RANGKUMAN    Bilangan real terdiri dari bilangan rasional dan irrasional.5 × 2. 𝑝 𝑞 22 Sistem Bilangan Real . dan c≠1 maka (a/b)/c ≠ a/(b/c) CONTOH 1.3 dengan menggunakan definisi di atas.i. b.3 merupakan bilangan rasional. Sifat tidak asosiatif Jika a. pengurangan.16 Tentukan hasil Penyelesaian: 1. Bentuk pecahan desimal dari bilangan rasional adalah berulang. Sifat tidak komutatif Jika a≠0. perkalian. dan a≠b maka a/b ≠ b/a iii. a≠b.

: a. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. 3 + 6 b. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 − b. tentukan nilai ekpresi berikut ini. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 3 : 6 4 ∶ b. 4 × 3. Nyatakan bilangan rasional berikut ini dalam bentuk pecahan desimal. 3 × 4 b. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. c. -5 + 9 2.SOAL LATIHAN 1-1 1. Sistem Bilangan Real 23 .: a. tentukan nilai ekpresi berikut ini.7 c. − c. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 × b.: a. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 + b. 1 5 4 7 −2 6 b. + 4. -2 × 3 c. + c. × 6. 7. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. × c.25 3. − 5. ∶ c. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. tentukan nilai ekpresi berikut ini. tentukan nilai ekpresi berikut ini.: a. a. 0 . Dengan menggunakan definisi operator pengurangan pada bilangan real.

Agar lebih mudah dipahami.8.75 b. perhatikan beberapa ilustrasi berikut: 24 Sistem Bilangan Real . Nyatakan bilangan rasional bentuk pecahan desimal berikut ini dalam bentuk pembagian bilangan bulat. biasanya dituliskan perbandingan ukuran panjang dipeta dan panjang aslinya. 0. Dengan demikian perbandingan dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan sederhana. a. maka kita bisa membandingkan ukuran kedua objek tersebut.2 Perbandingan Skala dan Persen Kita sering melihat kondisi suatu wilayah atau daerah melalui peta daerah tersebut. misalnya membandingkan tingginya. 0. Ukuran panjang jalan 1 cm dalam sebuah peta. beratnya dan sebagainya. Pada peta tersebut. -15. Satu Negara dapat kita gambarkan keadaan geografinya dalam sebuah peta kecil dalam selembar kertas.2. dan persen yang sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari. Untuk membandingkan dua ukuran dapat dinyatakan dengan hasil bagi dari kedua ukuran tersebut.263 1.7777 … c.1 Perbandingn Jika kita mengamati dua buah objek. skala. mewakili beberapa km pada panjang jalan aslinya. 1. Pada subbab ini. panjangnya. Perbandingan ini dituliskan dalam skala peta. kita akan belajar tentang perbandingan.

Perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Kantor Pos dari rumah Chacha adalah 400 : 2000 atau 1 : 5. Dede mempunyai 10 buah buku. sedangkan Zaza mempunyai 5 buah. Perbandingan berat badan Kiki dan Boy adalah 45 : 72 atau 5 : 8. Perbandingan banyaknya buku Dede dan banyaknya buku Zaza adalah 10 : 5 atau 2 : 1. Sistem Bilangan Real 25 . 2. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. atau . 3. orang tersebut harus membayar sebanyak n x rupiah. Jarak rumah Chacha ke Sekolah 400 m sedangkan jarak ke Kantor Pos 2 km. atau 𝐴 𝑦 𝐵 𝐵 𝑥 𝐴 ∎ Perbandingan Senilai Untuk memahami maksud perbandingan senilai. Jika perbandingan dua besaran / ukuran sejenis A dan B adalah A : B = x : y atau 𝐴 𝐵 = 𝑥 𝑦 maka pernyataan perbandingan tersebut dapat diartikan sebagai berikut:     𝐴 = B= 𝑥 = 𝑦 = 𝑥 𝑦 𝑦 𝑥 𝐵 .1. seseorang harus membayar x rupiah. atau 𝐴 . Berat badan Kiki 45 kg dan berat badan Boy 72 kg. maka untuk membeli n buah buku. Jika membeli sebuah buku.

Untuk menempuh jarak 50 km diperlukan bahan bakar sebanyak 1 liter premium. maka waktu yang dibutuhkan sebanyak 33. Jika kecepatan rata-rata 80 km/jam. maka waktu yang diperlukan sebanyak 20 hari. makin banyak pula uang yang harus dikeluarkan. Jika dikerjakan oleh lima orang. 2. maka waktu yang diperlukan sebanyak 50 hari. Jika dikerjakan oleh empat orang. Dari contoh di atas. Untuk menempuh jarak 45 km diperlukan waktu selama 45 menit dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. jika jarak yang harus ditempuh adalah 300 km.75 menit.2. waktu yang dibutuhkan makin sedikit. Begitu juga. Jika dikerjakan oleh dua orang. makin jauh yang harus ditempuh makin banyak premium yang dibutuhkan. maka waktu yang dibutuhkan 100 hari. makin banyak buku yang akan dibeli. Suatu pabrik memproduksi sepatu dengan target sebanyak 100 pasang. Jika dikerjakan oleh seorang saja. Begitu juga. 26 Sistem Bilangan Real . ∎ Perbandingan Berbalik Nilai Untuk memahami maksud perbandingan berbalik nilai. jika kecepatan rata-rata 70 km/jam. Dari gambaran diatas. maka waktu yang diperlukan adalah 38. Begitu juga. maka bahan premium yang diperlukan adalah 6 liter. bahwa makin banyak pegawai yang ikut mengerjakan makin sedikit hari yang dibutuhkan.57 menit. dengan menambah kecepatan rata-rata yang diperlukan. maka waktu yang diperlukan sebanyak 25 hari.

000 Jadi harga premium di awal 2000 adalah Rp 1.2. Atau 𝑥 ∶ 𝑦 = 5 ∶ 1 yang berarti 𝑦 = 1 5 𝑥 = 1 5 × 𝑅𝑝 5. Sistem Bilangan Real 27 .2 Seseorang mengatakan bahwa harga bahan bakar minyak premium pada awal tahun 2007 ini mencapai lima kali lipat dari harga premium tujuh tahun yang lalu.1 Lapangan sepak bola mempunyai ukuran panjang 110 m dan lebar 60 m lebar. Penyelesaian: Misal harga premium awal tahun 2007 adalah x dan harga premium awal tahun 2000 adalah y. Perbandingan antara x dan y adalah 5 : 1.2. Penyelesaian: Panjang : Lebar = 110 m : 60 m = 110 : 60 = 11 : 6 CONTOH 1. Jika pada awal tahun 2007 harga premium adalah Rp 5000. maka berapakah harga premium pada awal 2000?.CONTOH 1.000.000 = 𝑅𝑝 1. Carilah perbandingan antaran panjang dan lebar dari lapangan sepak bola.

tentukan jarak sebenarnya? Penyelesaian: Diketahui skala = 1 : 2. maka jarak pada gedung aslinya adalah 1cm × 100 = 100cm = 1m.1.3 Suatu peta pulau Jawa mempunyai skala 1 : 2.000.000. Atau 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑚𝑏𝑎𝑟 ∶ 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑜𝑏𝑗𝑒𝑘 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 CONTOH 1.000.2.2 Skala Dalam pelajaran Geografi sering diminta untuk menentukan letak suatu pulau.2. dan gunung pada suatu wilayah tertentu. Gambaran yang dibuat sebanding dengan aslinya tetapi dengan ukuran yang lebih kecil dinamakan penskalaan.000. Untuk melukiskan keseluruhan area dalam tempat tertentu pasti tidak memungkinkan. kota. blue print) dibandingkan dengan ukuran sebenarnya.000 Jarak sebenarnya = 10 𝑐𝑚 1/2. Misalnya gedung. Jika pada miniatur berjarak 1 cm.000 𝑐𝑚 = 200 𝑘𝑚. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature. sungai. Karena itu perlu penskalaan atau perbandingan yang dapat mewakili tempat-tempat tersebut.000 = 20.000. skala antara gedung sebenarnya dengan miniaturnya adalah 1:100. 28 Sistem Bilangan Real . Pada peta tersebut jarak antara Jakarta Pusat ke Bandung terukur 10 cm.

bilangan 0. Sebagai contoh.3 Persen Istilah persen sering kita jumpai dalam keseharian. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%). 7 10 b.15 = 15%. setiap bilangan persen dapat dinyatakan dalam bentuk real desimal. Perbandingan antara 15 dengan 100 atau ditulis dalam bentuk pecahan adalah 15 100 = 0.025=0. Dengan kata lain pecahan dengan penyebut 100. Apa itu maksud dari persen? Akan dibahas dalam subbab ini. yaitu dengan cara membagi bilangan persen dengan 100. biasanya dinyatakan dalam persen (%).025 dapat ditulis dalam bentuk persen 0. bilangan 800% dapat ditulis dalam bentuk desimal menjadi 800% = 800 100 = 8. yaitu dengan cara mengalikan bilangan tersebut dengan 100 dan diikuti dengan tanda %. Kenaikan harga juga dapat dinyatakan dalam persen.1. ditulis dengan %. 7 10 = 7 10 × 100% = 70 % atau 7 10 × 10 10 = 70 100 = 70% Sistem Bilangan Real 29 . 30 70 Penyelesaian: a. a.2.025 × 100% = 2.4 Nyatakan pecahan berikut ini menjadi bentuk persen. Sebagai contoh. Setiap bilangan real dalam bentuk desimal dapat dinyatakan dalam persen. CONTOH 1. Sebaliknya.2.5%. Potongan harga barang – barang yang dijual oleh suatu toko. 17 25 c.

5 100 = 0.5 = 755 1000 1 2 b.045 CONTOH 1. 75.857 % CONTOH 1. 50% = 50 100 b. c.5% = 1 2 9 2 75.2.5 Nyatakan bilangan persen berikut ini menjadi bentuk desimal atau pecahan.5% c. 4 % = % = 9/2 100 = = 0.6 Misal harga premium saat ini adalah Rp 5.000 × 1 + 0. = Rp 5.3 /liter = Rp 6. Pemerintah mengumumkan kenaikan harga premium sebesar 30% yang diberlakukan bulan depan.b.2. 50% Penyelesaian: a.75 9 200 c. 4 % 1 2 = = 0.000 /liter + 30 100 × Rp 5.000 per liter. 75. 17 25 30 70 × 100% = 17 × 4% = 68% atau × 100/70 100/70 17 25 × = 4 4 68 100 = 68 % = 300/7 100 = 42.500/liter 30 Sistem Bilangan Real .857 100 = 42. a.000 = Rp 5. Berapakah harga premium bulan depan? Penyelesaian: Harga premium bulan depan = harga premium saat ini + 30% dari harga premium saat ini.

Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature. Kiki membeli 2 buah apel dan Dede membeli 8 buah apel. Berapakah perbandingan banyaknya buku Wawan dan banyaknya buku Wati? 2. Jarak rumah Dede ke Sekolah adalah 400 m dan jarak rumah Dede ke Warnet adalah 2 km. Jika harga seluruhnya Rp 12. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%). Berapa pekerjakah yang diperlukan bila pembangunan jembatan ingin dipercepat selesai menjadi 12 hari? Sistem Bilangan Real 31 . maka berapakah banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh Kiki dan Dede? 5. blue print) dengan ukuran sebenarnya. RANGKUMAN    Perbandingan antara dua objek dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan. SOAL LATIHAN 1-2 1. sedangkan Wati mempunyai 6 buah. Berat badan Eko 65 kg dan berat badan Seno 73 kg. Berapakah perbandingan berat badan Eko dan Seno ? 3. Seorang pemborong dapat menyelesaikan pembangunan jembatan selama 64 hari dengan pekerja 48 orang. Wawan mempunyai buku sebanyak 9 buah. Berapakah perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Warnet dari rumah Dede ? 4.000.

Tika membeli apel 10 kg seharga Rp 50. Setelah dijual. Pabrik A seluas 1. Pangkat dari suatu bilangan dapat berupa bilangan bulat atau pecahan. Diuraikan pula. tinggi gedung tersebut adalah 2 cm dan tinggi pintunya adalah 1cm.000 m2. maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? 7. Jika Zaza naik sepeda motor Z dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. maka tentukan tinggi gedung yang sebenarnya? 1. maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? Jika Zaza naik sepeda motor Y dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam. Sebuah lahan berbentuk persegi panjang dengan keliling 100 m.3 O perasi pada Bilangan Berpangkat Bulat Pada bagian ini dibahas mengenai pengertian bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya. semua sifat-sifat operasi aljabar dari bilangan berpangkat dan penerapannya. sedangkan pabrik B seluas 2.000. Jika tinggi pintu yang sebenarnya adalah 2 m. maka tentukan luas lahan tersebut?. Pada gambar blue print dari sebuah gedung. Tentukan luas tanah yang dimiliki oleh perusahaan tersbut.500 m2. 32 Sistem Bilangan Real . 9. 10. Tentukan harga jual apel per kg? 8.6. Tika mendapatkan laba 25%. Sebuah perusahaan mempunyai dua lokasi pabrik. Bilangan berpangkat yaitu suatu bilangan yang dipangkatkan dengan bilangan lain. Jika lebar lahan tersebut 8 m kurang dari panjangnya. Jarak kota A ke kota B adalah 100 km. Untuk keperluan diversifikasi usaha. perusahaan tersebut menambah pabrik C seluas jumlahan dari luas pabrik A dan B.

1. misalnya 2. 2. (-3)2 = (-3) × (-3) = 9 Bilangan -3 dipangkatkan 2. bilangan an (dibaca: a pangkat n) mempunyai arti: a × a × a … × a (sebanyak n faktor yang sama) Bilangan a disebut basis dan bilangan n disebut pangkat atau eksponen. artinya adalah bilangan -3 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 2 kali. -32 = .3.3. CONTOH 1.(3 × 3) = .000.1. 23 = 2 × 2 × 2 = 8 Bilangan 2 dipangkatkan 3. DEFINISI 1.1 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat.1 Pangkat Bilangan Positif Biasanya penulisan bilangan yang cukup besar akan menjadi sederhana apabila ditulis dalam bentuk perpangkatan.1 : Untuk bilangan bulat positif n dan sembarang bilangan real a. 3.9 4. ( )5 = 2 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2×2×2×2×2 1 1 32 × × × × = = 25 = Sistem Bilangan Real 33 .000 dapat ditulis sebagai 2 × 106. artinya adalah bilangan 2 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 3 kali.3.

maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . ii. maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv.2 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat. maka iii.3. untuk b≠0. (-3)5+2 = (-3)5 × (-3)2 = (-243) × 9 = -2087 c. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 . b.■ Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i. a. Jika n bilangan bulat positif dan a. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. ( )3+2 = ( )3 × ( )2 = ( ) × = 3 3 3 27 9 2 2 2 8 4 32 261 d. (-3×4)5 = (-3)5 × 45 = (-243) × 1024 = -248. 24-3 = 24 23 = 16 8 =2 e. (24)3 = 24×3 = 212 = 2048 2 3 24 34 16 81 g.832 h. maka berlaku: a. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. 24+3 = 24 × 23 = 16 × 8 = 128 b. ( )4 = = 34 Sistem Bilangan Real . CONTOH 1. (-3)5-2 = (-3)5 : (-3)2 = (-243) : 9 = -27 f. b bilangan real sembarang. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = .

(a +b ) × (a +b ) = a2(a2+b2) + b2(a2+b2) = a4+a2b2 + {b2a2+b4} = a4+a2b2 + a2b2+b4 = a + 2a b + b c.3b3(a2-b3) = a4-a2b3 . (a2-b2) × (a2+b2) b. (a2-3b3) × (a2-b3) d.3 : Hitunglah ekspresi berikut ini dan tuliskan hasilnya tanpa menggunakan tanda kurung. (a2+b2) × (a2+b2) c. (a2-b3)2 Penyelesaian: a. (a -b ) 2 3 2 = (a -b ) × (a2-b3) = a2(a2-b3) .a b +b = a . a.{3b3a2-3b6} = a4-a2b3 . (a2-b2) × (a2+b2) = a2(a2+b2) – b2(a2+b2) = a4+a2b2 – {b2a2+b4} = a4+a2b2 – a2b2–b4} = a -b 2 2 2 2 4 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) b.b3(a2-b3) = a4-a2b3 . (a -3b )×(a -b ) 2 3 2 3 4 2 2 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) = a2(a2-b3) .{b3a2-b6} = a -a b .4a b + 3b 4 2 3 6 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) d.CONTOH 1.2a b + b 4 2 3 6 4 2 3 2 3 4 2 3 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) Sistem Bilangan Real 35 .3a2b3+3b6 = a .3.

(-3)0 = 1 −2 c. seperti 10-2 atau 70 ?. yaitu agar am ≠ 0 cukup dipilih a ≠ 0. ( +7)0 = 1 d. a0 sebagai: a0 = 1 (dibaca: a pangkat 0) didefinisikan CONTOH 1.3. apabila a + b ≠ 0 5 36 Sistem Bilangan Real . perhatikan sifat perpangkatan a0 × am = a0+m = am Jika am ≠ 0 maka haruslah a0 = 1.1. yang artinya perkalian atas basis bilangan (sebagai faktor) sebanyak pangkat yang diketahui. telah dibahas mengenai perpangkatan dengan bilangan bulat positif. Perhatikan definisi berikut ini.2 : Untuk bilangan real a≠0. DEFINISI 1. ■ Bilangan Berpangkat Nol Untuk memahami arti bilangan a0. (a + b)0 = 1.3. 20 = 1 b. agar kesamaan a0 × am = am dipenuhi. Gagasan-gagasan yang muncul dari sifat-sifat perpangkatan dengan pangkat bilangan bulat positif dapat digunakan untuk mengungkapkan arti pangkat bilangan negatif ataupun pangkat nol. Bagaimana suatu bilangan berpangkat bilangan negatif atau berpangkat nol.3. Selanjutnya dengan tambahan syarat untuk bilangan a.2 Pangkat Bilangan Negatif dan Nol Pada subbab sebelumnya.4 : a.

2−5 = 5 7 1 25 = 32 1 (−5/7)2 1 (−2𝑥)4 1 b.■ Bilangan Berpangkat Negatif Bagaimana kita mendefinisikan bilangan pangkat negatif ?.3.3. sebagai: a-n = 1 𝑎 𝑛 a-n didefinisikan CONTOH 1. maupun berpangkat 0. (−2𝑥)−4 = = (−5/7)(−5/7) = 25/49 = 25 1 (−2)4 𝑥 4 1 1 49 = = 1 16𝑥 4 Sekarang kita telah mengenal bilangan berpangkat bilangan bulat.3 : Untuk bilangan bulat n dan bilangan real a≠0. (− )−2 = c. baik itu berpangkat bulat positif. bulat negatif. Sistem Bilangan Real 37 . DEFINISI 1.5 : a. Mari kita lihat kembali sifat perpangkatan 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 Jika a ≠ 0 dan m = 0 maka didapat 𝑎 0 𝑎 𝑛 = 𝑎 𝑛 = 𝑎0−𝑛 = 𝑎−𝑛 1 Oleh karena itu dibuat definisi bilangan berpangkat negatif berikut ini.

Jika m dan n bilangan bulat dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. Jika n bilangan bulat positif dan a. 3−2 +3−2 2−5 −3−2 Penyelesaian: a. maka iii. (4−3 × 2−5 )−1 5−2 × 25−1 −2 = = ((22 )−3 × 2−5 )−1 (5−2 × (52 )−1 )−2 = (2−6 × 2−5 )−1 5−2 × 5−2 = (2−11 )−1 5−4 = 211 × 58 −2 −2 38 Sistem Bilangan Real . Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. (4−3 × 2−5 )−1 (5−2 × 25−1 )−2 b. maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 .3. maka berlaku: a.Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i. b bilangan real sembarang dengan a≠0 dan dengan b≠0. b. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. ii. maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 .6 : Sederhanakanlah: a. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = CONTOH 1.

b. 3−2 +3−2 2−5 −3−2 = 2 × 3−2 × 25 × 32 26 × 30 26 = 0 = 2 (2−5 − 3−2 ) × 25 × 32 2 × 32 − 25 30 3 − 25 64 64 = = −4 9 − 25 −16 = CONTOH 1.3.7 : Tuliskan bentuk (𝑥 + 𝑦)−1 𝑥 −2 − 𝑦 −1 ke dalam bentuk pangkat bilangan bulat positif. Penyelesaian: 𝑥 + 𝑦 −1 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 = −2 = = 𝑥 −2 − 𝑦 −1 (𝑥 − 𝑦 −1 ) × 𝑥 2 𝑦 𝑥 0 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 = = 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 × 𝑥 2 𝑦 = 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑦𝑥 + 𝑦 2 − 𝑥 3 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 2 𝑥 2 𝑦 𝑥 2 = 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 Sistem Bilangan Real 39 .

5 × 108 km.000. Jarak bumi ke matahari sekitar 150. ii.75 × 1011 . yaitu: i.000 ditulis sebagai 3. bilangan 0.000.8 : Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. Sebagai contoh.00002345 Penyelesaian: a. a. b.000.3.6 × 10−7 . CONTOH 1. bilangan 375. -0. Pergeseran (melompat) n angka ke kanan berarti memunculkan perkalian dengan 10−𝑛 . Bentuk baku notasi ilmiah suatu bilangan adalah penulisan dalam bentuk 𝑎 × 10𝑛 dengan -10 < a < 10 dan n bilangan bulat Perlu diperhatikan pengertian perpindahan letak tanda koma (desimal). Jarak bumi ke matahari kira-kira 1.000 km. 40 Sistem Bilangan Real .■ Notasi Ilmiah dari Bilangan Notasi ilmiah dari bilangan digunakan untuk menuliskan bilangan yang sangat besar ataupun bilangan yang sangat kecil.00000016 ditulis sebagai −1. Pergeseran (melompat) n angka/digit ke kiri berarti memunculkan perkalian dengan 10𝑛 .

Biaya pembersihan Rp.3. CONTOH 1. Dalam hal ini diperlukan 8 kali lompatan.Didapat dengan cara menggeser tanda koma ke kiri sampai setelah angka pertama. 1. Pertama kita awali dengan contoh yang sederhana. Jadi diperlukan pergeseran ke kanan sebanyak 5 lompatan. memuat pangkat 2 atau kuadrat. Bilangan -0.00002345 apabila ditulis dalam notasi ilmiah diperlukan menggeser tanda koma hingga setelah angka tak nol pertama. permasalahan yang terkait dengan bisnis.3. Pada subbab ini. Jika diameter gedung adalah 200 m.000 per m2. dan sifat-sifatnya. dan kehidupan sehari-hari. maka berapa perkiraan biaya pembersihan permukaan gedung tersebut ? Sistem Bilangan Real 41 . Beberapa penerapan disajikan dalam bentuk contoh. 50.9 Seorang pemborong pelayanan kebersihan gedung akan melakukan pekerjaan pembersihan gedung yang bentuknya hampir menyerupai setengah bola. kita telah mengenal bilangan berpangkat. b. sehingga diperoleh 2. kita akan memakai operasi bilangan berpangkat ini pada beberapa permasalahan matematika.345 × 10−5 .3 Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat Sebelum ini. operasi bilangan berpangkat.

000 𝑚2 Untuk contoh penerapan yang lainnya. dan π didekati dengan 3. sehingga perkiraan biaya pembersihan keseluruhan gedung adalah 𝑅𝑝 50. Hasil dari penguraian bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 mempunyai suatu keteraturan koefisien dari setiap suku yang dinamakan Segitiga Pascal. 5 seperti berikut ini. luas permukaan gedung mendekati 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 dengan L adalah luas permukaan gedung. Karena itu. 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 = 2 × 3.800 𝑚2 = 𝑅𝑝 3. Segitiga Pascal Salah satu pemakaian bilangan berpangkat adalah untuk menghitung / menguraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 . 1. Sekarang kita coba uraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 untuk k = 0. coba kita perhatikan segitiga Pascal berikut ini. r adalah jari-jari gedung = setengah dari diameter.14 × 1002 = 62.140.800 𝑚2 Biaya pembersihan per m2 adalah Rp 50. 3.Penyelesaian: Luas permukaan gedung didekati dengan setengah luas kulit bola.14.000.000. 2.000 × 62. 4. 42 Sistem Bilangan Real .

(i=3).. mempunyai bentuk x 2 y 3 = 𝑥 5−3 𝑦 3 o Pada suku ke-5. bahwa:  Pada setiap suku dari (𝑥 + 𝑦)𝑘 . (i=2). ada bentuk 𝑥 𝑘−𝑖 𝑦 𝑖 dengan i = 0. perhatikan untuk k=5 berikut ini.i.. k. Sebagai ilustrasi. mempunyai bentuk 𝑥 5 = 𝑥 5 𝑦 0 = 𝑥 5−0 𝑦 0 o Pada suku ke-2. (i=4). 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 1 2 =1 = 1 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 𝑥𝑦 + 𝑦𝑥 + 𝑦 2 = 1 𝑥 2 + 2 𝑥𝑦 + 1 𝑦 2 = 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 + 𝑦 2 iv. mempunyai bentuk x1 y 4 = 𝑥 5−4 𝑦 4 o Pada suku ke-6. 4 3 = 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 𝑦 3 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 1 𝑦 4 vi. (i=5). 3 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥𝑦 + 𝑦 2 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 1 𝑦 3 v. 2. 1. (i=0). mempunyai bentuk x 3 y 2 = 𝑥 5−2 𝑦 2 o Pada suku ke-4. . (i=1). mempunyai bentuk 𝑦 5 = x 0 y 5 = 𝑥 5−5 𝑦 5 Sistem Bilangan Real 43 . ii.. 𝑥 + 𝑦 5 = 𝑥 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 1 𝑦 5 Perhatikan pada uraian di atas. mempunyai bentuk 𝑥 4 𝑦 1 = 𝑥 5−1 𝑦 1 o Pada suku ke-3. (𝑥 + 𝑦)5 = 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 𝑦 5 o Pada suku ke-1. iii.

3. Gambar 1. Konstanta (koefisien) dari tiap-tiap suku pada (𝑥 + 𝑦)0 sampai dengan (𝑥 + 𝑦)5 mempunyai suatu bentuk keteraturan yang dinamakan segitiga Pascal seperti berikut ini.2 Segitiga Pascal Delapan Baris 44 Sistem Bilangan Real .1 Segitiga Pascal Enam Baris Kalau diperhatikan nilai-nilai pada suatu baris ke-k pada segitiga Pascal merupakan „jumlahan silang‟ dari baris ke k-1 (baris sebelumnya). Gambar 1.3.3.2. Sehingga koefisien segitiga Pascal tersebut dapat kita lanjutkan lagi untuk k=6 dan k=7 seperti Gambar 1.

C ONTOH 1.3.10 D engan m enggunakan segitiga Pascal, uraikan bentuk–bentuk perpangkatan dibawah ini. a. 𝑥 + 𝑦
6

b. (𝑥 − 𝑦)7

Penyelesaian:

a. Nilai-nilai pada baris k=6 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 + 𝑦 6 , diperoleh 𝑥 + 𝑦
6

=

= 1 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 1 𝑦 5 = 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 𝑦 5

b. Nilai-nilai pada baris k=7 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 − 𝑦 7 , diperoleh 𝑥 − 𝑦
7

= 𝑥 + (−𝑦)

7 2

= 𝑥 7 + 7𝑥 6 (−𝑦) + 21𝑥 5 −𝑦

+ 35𝑥 4 (−𝑦)3 +

35𝑥 3 (−𝑦)4 + 21𝑥 2 (−𝑦)5 + 7𝑥(−𝑦)6 + (−𝑦)7 = 𝑥 7 − 7𝑥 6 𝑦 + 21𝑥 5 𝑦 2 − 35𝑥 4 𝑦 3 + +35𝑥 3 𝑦 4 − 21𝑥 2 𝑦 5 + 7𝑥𝑦 6 − 𝑦 7

Sistem Bilangan Real

45

CONTOH 1.3.11 Persamaan untuk menghitung investasi dengan modal 𝑀𝑜 = 𝑅𝑝

1.000.000 dengan laju bunga i=10% per tahun selama n tahun adalah 𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah modal awal, sedangkan Mn adalah jumlah uang setelah n tahun. Berapakah total nilai uang setelah 2 tahun ?. 𝑀𝑛 = 1.000.000 × (1 + 0,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (1,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11 × 10−1 )2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11)2 × 10−2 ⟹ 𝑀𝑛 = 121 × 106−2 = 121 × 104 Jadi besarnya investasi setelah dua tahun adalah Rp 1.210.000. CONTOH 1.3.12 Pada tanggal 1 Januari 2004, bapaknya si A meminjam uang bank sebesar untuk pengembangan usaha. Pinjaman tersebut ditagihkan kepada si A pada tanggal 31 Desember 2007 sebesar $ 5208,33. Jika bunga pinjaman sebesar 4% per tahun ditambahkan pada tiap akhir tahun sebagai pinjaman, maka berapa besar yang dipinjam oleh bapaknya si A?

Penyelesaian: Karena bunga ditambahkan sebagai pinjaman di setiap akhir tahun, bank menerapkan bunga berbunga. Oleh karena itu, kita pakai rumus

46

Sistem Bilangan Real

𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah pinjaman awal, sedangkan Mn adalah jumlah pinjaman setelah n tahun. Pinjaman dilakukan selama 4 tahun, dari 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2007. Sedangkan i adalah besarnya bunga tiap tahun. 5208,33 = 𝑀𝑜 × (1 + 0,04)4 ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 (1 + 0,04)4

Kita hitung terlebih dahulu (1 + 0,04)4 sebagai berikut. (1 + 0,04)4 = 1 + 0,04 + 0,042 + 0,043 + 0,044 . = 1,04 + 0,0016 + 0,000064 + 0,00000256. = 1,04166656. Hasil ini dimasukkan ke ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 5208,33 4 = 1,04166656 = 5000 (1 + 0,04)

Jadi besarnya pinjaman oleh bapaknya si A adalah $ 5000.

Sistem Bilangan Real

47

 RANGKUMAN
Bilangan real dapat di pangkatkan dengan bilangan bulat. Untuk bilangan real a≠0, a0 = 1. Untuk n bulat positif dan a real, bilangan an = a×a×a×…×a. Sifat operasi pangkat bulat pada bilangan real: 1. 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 2. (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 3. 5. 𝑎
𝑚 𝑎 𝑛

= 𝑎𝑚 −𝑛
= 𝑎
𝑛 𝑏 𝑛

4. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛

(𝑏 )𝑛 𝑎

SOAL LATIHAN 1-3
1. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini dalam bentuk notasi pangkat (eksponen). a. 5 × 5 × 5 × 5 c. -2 × 4 × 2 × (-16) e. ab × ab × ab b. (-3) × (-3) × (-3) × (-3) d. 2a × 2a × 2a f. (-b) × (-b) × (-b)

2. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini menjadi bentuk bilangan yang lebih sederhana. a. 254 c. (-2ab2)4 e. ( 𝑎2 𝑏 3 )4
3 2

b. (-16)2 d. (2a)5 f. (2 𝑎
−𝑏 2

)4

48

Sistem Bilangan Real

(2x)3(3y-2) f.00000314 e. Jika a. Pada tahun 2010. (25-16)3 c. -0. a. penduduk Indonesia berjumlah 300 juta. b. Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. × + - 2+ 𝑥 𝑦 (1 − ) 5. 24 62 32 15 𝑥 3 𝑦 3𝑥 2 𝑏 3 𝑥𝑦 𝑎𝑥 𝑏 2 𝑦 𝑏𝑦 8𝑎 4 𝑏 2 2 𝑎 2 𝑏 3𝑥 2 15 𝑥 3 𝑦 1 4𝑎𝑏 𝑥 2 𝑦 3𝑥 2 𝑦 𝑥 b.000. 93 d. Diameter atom Helium b. 2+ 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 ) 𝑥 (1 − 4. Tentukan hasil perkalian berikut ini dan tuliskan dalam bentuk pangkat bilangan positif. 0. adalah 0. c. (-2x-y)2 e. Jika x dan y adalah bilangan real. 55. 10. 75 73 8𝑥 2 𝑦 −3 2𝑥 −3 𝑦 −5 b.012 f. 5-5. maka sederhanakanlah ekspresi rasional berikut ini. 3-5. (-2+16)(2+8)2 d. a. g. 53 c. d. e.3. maka sederhanakanlah ekspresi berikut ini menjadi bentuk yang tidak memuat tanda kurung.000 c. (4x2y-3)(2x-2y3)-2 6. 2 2 3 𝑥 𝑦 3 b.000000022 cm Sistem Bilangan Real 49 . 3-5. 903 d. x dan y adalah bilangan real. f. 5-3 e. (2x+y)3 − 𝑦 2 𝑥 2 − 𝑥𝑦 2 f. 7−5 73 h. a. a.

CONTOH 1.4. karena 52 = 25 CONTOH 1. karena 32 = 9 25 = 5 . 194481 50 Sistem Bilangan Real . a.1 : a. 1296 b.2 : Tentukan hasil akar kuadrat berikut ini. Jadi mencari akar suatu bilangan merupakan kebalikan dari pemangkatan. . misalnya 16 = 4.4. menjadi bilangan semula a. Secara notasi matematika: 𝑎 = 𝑏 jika b2 = a.1 : Akar kuadrat suatu bilangan real a non negatif adalah bilangan non negatif b yang kalau dipangkatkan dua. 9 = 3 . DEFINISI 1. b. dan b bilangan positif Tulisan 𝑎 dibaca “akar kuadrat dari a” atau “akar dari a”.1.4 Bilangan dalam Bentuk Akar (Rasional) Pada bagian ini dibahas mengenai bentuk akar.4. Bentuk akar ditulis menggunakan tanda radikal dengan simbul Sedangkan kata akar merupakan terjemahan dari kata root dalam bahasa Inggris.

4 : Untuk x bilangan real. 42 = 4 (−9)2 = − −9 = 9 CONTOH 1.4.Penyelesaian: a. tentukan hasil dari 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 . Sistem Bilangan Real 51 .4. untuk 𝑝 < 0 CONTOH 1. 194481 = Jadi (32 × 72 )2 194481 = (3 × 7)2 = 441 karena 4412 = 194481 Kalau kita lihat definisi akar di atas. b. 1296 = 2 × 648 (648 difaktorkan) = 2 × 2 × 324 (324 difaktorkan) 2 × 2 × 162 = 2 (162 difaktorkan) = 23 × 2 × 81 (81 difaktorkan) = 24 × 34 = (2 × 3)4 = ((2 × 3)2 )2 Jadi 1296 = (2 × 3)2 = 62 = 36 karena 362 = 1296 b.3 : a. 𝑝 2 = 𝑝. Faktorkan bilangan 194481 menjadi 194481 = 34 × 74 = (32 × 72 )2 . maka 2 merupakan faktor. Pertama. untuk 𝑝 ≥ 0 𝑝 2 = −𝑝. berlaku bahwa: i. ii. Karena akhir bilangan tersebut adalah 2. difaktorkan 1296.

6 9 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 52 Sistem Bilangan Real . jika (x+1) ≥ 0 atau x ≥ -1 = -(x+1). 3 d. 42 × 3 = 42 × 3 = 4 3 5 = 4 3 × 5 = 4 15 36 81 b.4. maka berlaku: i. 4 3 × c.4. jika (x+1) < 0 atau x < -1 1. dan pembagian. ii. Perkalian dan Pembagian Bilangan Bentuk Akar Jika a dan b merupakan bilangan real positif. 𝑎𝑏 = 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 = 𝑎 𝑏 CONTOH 1. perkalian. pengurangan.1 Operasi Aljabar pada Bilangan Berbentuk Akar Bilangan dalam bentuk akar juga dapat dikenakan operasi aljabar seperti penjumlahan.Penyelesaian: 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 = 𝑥 + 1 2 = x + 1.5 : a. 36 81 =3 = =3 =2 = 𝑎2 𝑐 4 = 𝑎𝑐 2 jika a > 0. Karena pada dasarnya bilangan dalam bentuk akar adalah suatu bilangan real yang dapat dioperasikan.

𝑎 𝑐 + 𝑏 𝑐 = (𝑎 + 𝑏) 𝑐 ii. maka penjumlahan dan pengurangan bilangan dalam bentuk akar hanya dapat dilakukan pada dua bilangan yang sejenis (pada ekspresi i & ii di atas 𝑐 dikatakan bilangan sejenis). a. 5 + 5 9 . 2 3 + 5 3 = (2 + 5) 3 = 7 3 b.4.■ Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bentuk Akar Jika a. 12 − 5 3 = 4. 5 − 2 5 Sistem Bilangan Real 53 . a. 12 − 5 3 c. 𝑎 𝑐 − 𝑏 𝑐 = (𝑎 − 𝑏) 𝑐 Jika kita lihat sifat di atas. 2 20 + 5 45 − 2 5 Penyelesaian: Jika bilangan dalam tanda akar belum sejenis. 2 20 + 5 45 − 2 5 = 2 4 .3 − 5 3 = 2 3 − 5 3 = -3 3 c. Lihat kembali sifat distributif pada bilangan real. sebenarnya operasi jumlah dan kurang di atas sama dengan yang telah lalu. CONTOH 1. maka kita rubah sebisa mungkin untuk dapat sejenis. b merupakan bilangan real dan c merupakan bilangan real positif. 2 3 + 5 3 b.6 : Tentukan hasil dari pengoperasian bilangan bentuk akar di bawah ini. maka berlaku: i.

4. Proses merasionalkan penyebut dapat dikerjakan dengan memanfaatkan bentuk perkalian: i. 3 3 5 3− 12 = 15 3 3 − 3 3 12 = 15(3) – 3 36 = 45 – 18 = 27 12 . hasilnya dapat berupa pecahan dengan penyebut bentuk akar.= 4 5 + 15 5 − 2 5 = (4 + 15) 5 − 2 5 = (19 − 2) 5 = 17 5 CONTOH 1. 1.2 Merasionalkan Penyebut Pada pembagian yang memuat bentuk akar. 𝑎 × 𝑎 = 𝑎2 ii. Proses demikian dinamakan merasionalkan penyebut. 𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 54 Sistem Bilangan Real . karena bilangan dalam bentuk akar juga merupakan bilangan real. Bentuk akar pada penyebut itu dapat diubah sehingga penyebutnya tidak lagi memuat bentuk akar.4.7 : Sederhanakanlah bentuk 3 3 5 3 − Penyelesaian: Sifat distributif pada bilangan real dapat dipakai.

Oleh karena itu. pembilang juga dikalikan 5 . pembilang juga dikalikan 2 .CONTOH 1. Agar tidak merubah nilai bilangan. 5 2 = 5 2 × 2 2 = 5 2 2 2 = 10 4 = 10 2 b.4. Pada kasus ini. 2+ 3 5− 2 = = = = 2+ 3 5− 2 × 5+ 2 5+ 2 2 5+2 2+ 3 5+ 3 2 5 5− 2 2 2 5+2 2+ 15+ 6 5− 2 2 5+2 2+ 15+ 6 3 Sistem Bilangan Real 55 . yaitu 2.8 : Rasionalkan penyebut pada bilangan: a. Pada kasus ini. 5 2 b. kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut. Agar tidak merubah nilai bilangan. kalikan penyebutnya dengan bilangan ( 5 + 2) dan kalikan pembilang dengan ( 5 + 2). 2− 3 5 c. 2+ 3 5− 2 Penyelesaian: a. gunakan bentuk 𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 . yaitu 5. kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut. 2− 3 5 × 5 5 = 2 5− 15 25 = 2 5− 15 5 c. Pada kasus ini.

sehingga kita buat seperti berikut ini. 3 (2+ 3)− 2 2+ 3 + 2 2+ 3 + 2 3 2+ 3 +3 2 (2+ 3)2 −2 × = = 6+3 3 +3 2 4+4 3+3 −2 6+3 3 +3 2 5+4 3 = . penyebut memuat dua bilangan yang berbentuk akar.4. penyebut hanya memuat satu bentuk akar = 6+3 3 +3 2 5+4 3 × 5−4 3 5−4 3 = 6+3 3 5− 6+3 3 4 3+15 2−12 6 25+48 30+15 3 − 24 3+36 +15 2−12 6 73 −6−9 3+15 2−12 6 73 = = 56 Sistem Bilangan Real .CONTOH 1.9 : Rasionalkan penyebut pada bilangan 3 2+ 3− 2 . Penyebut 2 + 3 − 2 = (2 + 3) − 2. Penyelesaian: Pada kasus ini. Bentuk akar ini akan kita hilangkan satu per satu.

a. Carilah contoh bilangan. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. Carilah dikuadratkan berakhir dengan angka 1 atau 9 ?. carilah nilai akarnya. 256 529 2304 b. atau 8 ?. (𝑥 − 1)2 2𝑥 2 + 18𝑥 + 40 apabila bilangan tersebut 5. 1369 15129 18662400 b. 4. f. 25𝑥 2 𝑥 2 − 5𝑥 + 6 tiga contoh b. 243 441 1024 2. a. c. 11449 1500625 57153600 3. f. Sistem Bilangan Real 57 . maka tentukan nilai akar berikut ini. d. a. e. d. c. d. carilah nilai akarnya. c. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. apabila bilangan tersebut dikuadratkan berakhir dengan angka 2. e. bilangan. Carilah nilai akar dari 14 × 18 × 105 × 625. 7. 6. 3.SOAL LATIHAN 1-4 1. Jika x merupakan bilangan real positif.

Pertanyaan selanjutnya adalah “apakah diperbolehkan bilangan real berpangkat dengan rasional ?”. f. 3 3 + 2 3 − 5 3 c.7. h. Pada subbab ini akan dibahas bilangan real dipangkatkan dengan bilangan rasional. 58 Sistem Bilangan Real . d. a. f. e. 18 + 12 − 5 2 75 + 48 − 6 1 3 3 9 ×2 3 𝑎2 𝑏 −5 6 − 24) 𝑎3 𝑏 5 × 9. d. 3 3 × 2 3 g. Tentukan hasil dari operasi aljabar pada bilangan bentuk akar di bawah ini. g.5 Bilangan Berpangkat Rasional Sebelum ini telah dikenalkan perpangkatan bilangan real dengan bilangan bulat. Rasionalkan bilangan bentuk akar dibawah ini. h. 2 7 5 2 2+3 2 1 𝑏+𝑎 𝑏 5− 2 2− 3− 2 b. a. 8. Jelaskan bahwa bilangan bulat yang berakhir dengan angka nol sebanyak ganjil bukan merupakan bilangan kuadrat. 4 5 − 75 − 250 e. 1−5 2 2 5 5+ 2 2−3 2 5 3− 2 1 2+ 𝑎− 𝑏 c. 1. 1 ( 3 b.

CONTOH 1. karena 103 = 1000. d. jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 Jika n genap.1 : Akar pangkat tiga dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan 3 menjadi bilangan a.5. maka nilai a harus non negatif. jika 𝑏 3 = 𝑎 Untuk lebih jelasnya. 3 3 3 3 3 8=2 125 = 5 −27 = −3 1000 = 10 −1000 = −10 karena 23 = 8. b.5. karena (-10)3 = -1000. karena 53 = 125. jika 𝑎 ≥ 0 −𝑎.1 : a.5. DEFINISI 1. Sistem Bilangan Real 59 . untuk sembarang nilai a. e. c. kita lihat contoh numerik berikut ini. jika 𝑎 < 0 𝑎𝑛 = 𝑎 . ditulis dengan 3 𝑎 = 𝑏. Dalam keadaan khusus:   Jika n genap maka Jika n ganjil maka 𝑛 𝑛 𝑎 .2 : Akar pangkat n dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan n menjadi bilangan a. 𝑎𝑛 = Untuk lebih jelasnya. ditulis dengan 𝑛 𝑎 = 𝑏.DEFINISI 1. karena (-3)3 = -27. kita lihat contoh numerik berikut ini.

4 4 81 = 34 = 3. 5 32 b. 32 difaktorkan. b. e. Bilangan dalam tanda akar. karena 54 = 625.5. -1024 difaktorkan. 32 = 2 × 16 = 2 × 2 × 8 = 2 × 2 × 2 × 4 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 25. sehingga 60 Sistem Bilangan Real . c. 5 5 32 = 25 = 2.5. Berdasarkan rumusan sebelumnya bahwa (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 . -1024 = -2 × 512 = … = −210 = (−22 )5 = (−4)5 5 5 −1024 = (−4)5 = −4.CONTOH 1. 81 = 3 × 27 = 3 × 3 × 9 = 3 × 3 × 3 × 3 = 34. d. CONTOH 1. kita akan menelaah arti dari 𝑎𝑛 . Bilangan dalam tanda akar. karena (-3)5 = -243.2 : a.3 : Tentukan hasilnya (jika ada). c. 81 difaktorkan. 5 −1024 Penyelesaian: a. 4 81 c. Bilangan dalam tanda akar. karena 105 = 100000. a. 4 4 5 5 5 16 = 2 625 = 5 −243 = −3 100000 = 10 −100000 = −10 karena 24 = 16. karena (-10)5 = -100000. b. 1 Selanjutnya.

maka dapat diperoleh ( 𝑎)𝑛 = 𝑏 𝑛 = 𝑎 DEFINISI 1.5. kita lihat contoh berikut ini.(𝑎𝑛 )𝑛 = 𝑎𝑛 ×𝑛 = 𝑎1 = 𝑎 Dikaitkan dengan rumusan bahwa arti 𝑏 𝑛 = 𝑎. nilai a harus positif.3 : Untuk n bilangan asli. Untuk n ganjil. Pangkat bilangan rasional secara umum didefinisikan berikut ini. DEFINISI 1.5. arti dari 𝑎 𝑛 adalah 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 atau 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑚 1 𝑛 𝑚 1 𝑛 𝑚 𝑎𝑚 Untuk memperjelas maksud dari definisi ini.4 : Untuk bilangan bulat non negatif m dan bilangan asli n. Sistem Bilangan Real 61 . arti dari 𝑎𝑛 adalah 𝑎𝑛 = 1 1 𝑛 1 𝑛 𝑛 𝑛 1 1 𝑎 = 𝑏 yang mempunyai 𝑎 atau 𝑎 𝑎𝑛 akan mempunyai nilai apabila:   Untuk n genap.

Untuk mendapatkan jawab persamaan pertama. Menyelesaikan Persamaan Pangkat Sederhana Persamaan pangkat mempunyai bentuk seperti 3 x = 9 atau x2 = 9. Dalam hal ini. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat dengan basis (bilangan yang dipangkatkan) 3. (−27)3 5 Sifat – sifat perpangkatan bilangan rasional sama dengan sifat perpangkatan bilangan bulat.4 : Tentukan hasil dari operasi perpangkatan berikut ini. jawab dari persamaan tersebut adalah x = 2.5. 814 = (814 )3 = ( 81)3 = 33 = 27 c. 62 Sistem Bilangan Real . 83 = (83 )2 = ( 8)2 = 22 = 4 b. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat 2. 814 3 c. yaitu 3x = 32 Dengan demikian. yaitu x2 = 32 Sehingga didapat jawab untuk persamaan itu. karena pangkatnya genap maka terdapat dua jawab yang mungkin yaitu x = 3 atau 𝑥 = −3. (−27)3 = ((−27)3 )5 = ( −27)5 = (−3)5 = −243 2 1 3 3 1 4 2 1 3 2 b. a.CONTOH 1. 83 Penyelesaian: a. Untuk persamaan ke-dua.

4𝑥+1 = 2 8 = 22 Dari sini kita dapatkan bahwa 𝑥 + 2 = atau 𝑥 = . Ruas kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu. 2𝑥+2 = 4 2 Penyelesaian: a. a.5 : Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini. Ruas kiri dan kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu. 4𝑥+1 = 2 8 1 22𝑥+2 = 2−3 22 22𝑥+2 = 2 5 − 2 5 2 9 4 Dari sini kita dapatkan bahwa 2𝑥 + 2 = − atau 𝑥 = − . 5 2 1 2 5 b. Sistem Bilangan Real 63 .5. 2𝑥+2 = 22 22 1 b.Langkah-langkah serupa gambaran di atas. CONTOH 1. selanjutnya dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan pangkat yang lain.

0. ( b. (−27)3 f. ( d. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. a = b. Tentukan nilai akar berikut ini. 273 e. 125000 3 64 3 )4 256 4 5 4 4. (0. a. a. a. (−1024)5 1 4 4 b.125)3 4 e. 3 4 5 −64 −256 3125 3 4 2. d. ( c. (−27000)3 f.1253 5 64 Sistem Bilangan Real . 2564 d. jika b3 = a. 3 4 5 64 256 −1024 1 b. a. (8 × 27 × 512)3 e. e. c. RANGKUMAN    Akar pangkat. 2564 c. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. (64 × 256)4 d. (−1024 × (−243))5 81 1 )4 256 8 × 27 4 )3 512 4 4 b.00243)5 f. Akar pangkat n. jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 𝑛 SOAL LATIHAN 1-5 1. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. (81 × 256)4 c. (−0. 𝑚 1 𝑛 3 𝑎 = 𝑏. 1253 3 5 3. f.

( )2𝑥 = 16 c. 𝑥 4 = 4096 d.00243 × 0. ( 5 0. 3 216 × ( 512)4 3 (−0. a. (𝑥 2 )2 = 64 3 b. (0. Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 3−𝑥 = 81 d. Dapatkan semua nilai dari persamaan berikut ini.111111111111111 )2 6. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. 4 3 81 𝑥 12 𝑥−𝑦 (𝑥+𝑦) 𝑥 b. a. 3 1 4 256 b. c. 5𝑥−4 = 125 243 9. 𝑥 5 = −1024 e. 𝑥 3 = 4096 c. a. (𝑥 2 )4 = 8 f. a. ( 81 256 × 16)4 4 1 b.5.125)5 4 d. 22𝑥 4𝑥 −3 = 4 1 2 e.00243)6 7. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional yang sederhana. (0.0. 42𝑥−1 = ( )2𝑥 f. ( 64 256 × 0. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional. d.125)4 3 3 c. ( 0. 𝑥 2 𝑥 4 = 3 4 3 243 Sistem Bilangan Real 65 . 814 × c.125)4 d. 642𝑥 = 1 4 1 2 b. 3 27𝑥 6 𝑦 9 𝑥𝑦 (𝑥+𝑦 3 5 8.037037037037037 )3 e. a.

misalnya ap = b. semua sifat-sifat operasi aljabar dari logaritma tersebut.6 Logaritma Pada modul ini dibahas mengenai kebalikan dari pemangkatan yang disebut logaritma. (b) Bilangan b dipilih positif. 1. Karena a = bx. Perkalian dapat dihitung dengan penjumlahan dan pembagian dapat dihitung menggunakan pengurangan. Jika b negatif dan dipangkatkan dengan bilangan rasional. dan x disebut hasil logaritma.6.1 : Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1. dan permasalahannya adalah mencari bilangan b jika a dan p diketahui. maka tidak selalu menghasilkan bilangan real. Sekarang akan dibahas mengenai permasalahan menentukan bilangan p jika a dan b diketahui. 66 Sistem Bilangan Real . Diuraikan pula. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. DEFINISI 1. Dengan logaritma.1. (c) Karena b positif dan x real. (a) Bilangan b disebut basis atau bilangan pokok logaritma. Perhatikan definisi berikut ini. nilai bx > 0.6.1 Pengertian Logaritma Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai arti bilangan berangkat. Permasalahan demikian yang merupakan permasalahan logaritma. arti dari blog a = x adalah bx = a Berkaitan dengan pengertian logaritma pada definisi di atas. perhitungan dengan bilangan yang sangat besar dapat disederhanakan. berarti a juga harus positif.

25 Sistem Bilangan Real 67 . Untuk mencari nilai log10 10.000 = 4.000. log10 10. karena 10-1 = 0.6.2: Tentukan nilai logaritma berikut ini. log 2 = −3. CONTOH 1. log16 2 = . karena 102 = 100 b. log10 0. log 2 0. log10 100 = 2. karena 161/4 = 2 4 1 d. log10 10. Jawabannya adalah 4. atau 10 4 = 10.000?”. log 3 243 c. b. karena 2-3 = 1/8 1 8 CONTOH 1.6.1 a. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “10 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 10. maka blog 1 = 0.000. (e) Gantilah x pada ekspresi bx = a dengan blog a = x akan diperoleh b.(d) Nilai b harus tidak sama dengan 1. log 2 16 = 4. a.1 e. sebab untuk sembarang x maka nilai 1x = 1. Oleh karena itu.000 Penyelesaian: a. karena 24 = 16 c. 𝑏 𝑏 log 𝑎 = 𝑎 Penulisan 𝑏 log 𝑎 sering ditulis dalam bentuk logb a. (f) Karena b0 = 1 untuk b > 0.1 = −1.

perhatikan bahwa karena b > 0. dapat dihitung beberapa nilai y untuk nilai-nilai x seperti dalam tabel berikut ini: 68 Sistem Bilangan Real . berapapun nilai x akan menghasilkan bx yang selalu positif.6. Nilai tersebut dapat dicari menggunakan tabel atau kalkulator. Karena 0. c. Kita juga dapat mencari nilai log dari suatu bilangan dengan cara memfaktorkan bilangan tersebut menjadi perkalian basis dari logaritmanya.2 Menghitung Logaritma Logaritma adalah kebalikan dari proses pemangkatan. Misalnya log10 2 tidak dapat dicari menggunakan cara seperti di atas.25 = ¼ = 4-1 = 2-2. atau 3 5 = 243. Karena 243 = 3 × 3 × 3 × 3 × 3 = 3 5. Dengan demikian logaritma terdefinisi hanya untuk bilangan positif.b. Selain itu. 1. untuk itu diawali bagian ini dengan mengulang singkat sifat-sifat perpangkatan. log 3 243 = 5.25 = −2 Tidak semua logaritma dapat dicari hasilnya dengan mudah seperti contoh di atas. Misalkan akan digambarkan grafik pangkat dengan menghitung nilai-nilai pangkat sebanyak mungkin. Oleh karena itu. maka log 3 243 = 5. Untuk menggambarkan sketsa grafik y = 2x. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “3 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 243?”. Jawabannya adalah 5. Untuk mencari nilai log 3 243. maka log 2 0.

(b) Untuk x makin kecil (negatif).2 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 1 2 1 2 Dengan cara yang sama.Tentu saja dapat dihitung lebih banyak nilai y untuk mendapatkan sketsa grafik yang lebih tepat (halus). Berdasarkan nilai-nilai pada tabel dan sifat di atas. Gambar tersebut merupakan pola dari grafik y = ax dengan a > 1.6. sketsa grafik y = ( )𝑥 dapat digambarkan seperti Gambar 1. (c) Untuk sembarang x. (d) Untuk x = 0.6. 𝑦 = 2𝑥 dapat disketsakan seperti Gambar 1. nilai 2x = 1. nilai 2x juga makin besar dan 2x > x. Dari tabel di atas dapat diamati beberapa sifat berikut: (a) Untuk x makin besar.6.6. x Sistem Bilangan Real 69 .2. nilai 2x > 0. nilai 2𝑥 1 < 2𝑥 2 . Sketsa grafik y = ( )𝑥 merupakan pola dari grafik 2 1 y = a dengan 0 < a < 1.1. nilai 2x makin kecil menuju nol. (e) Jika x1 < x2. Gambar 1.1 Grafik 𝑦 = 2 𝑥 Gambar 1.

Untuk memberikan gambaran mengenai grafik y = ax untuk a yang lain.xSedangkan Gambar 1.6. Perhatikan bahwa untuk x > 0 maka 2x < 3x dan untuk x < 0 maka 2x> 3.6. 1 2 1 3 70 Sistem Bilangan Real . Misalnya perbedaan grafik y = 2x dan y = 3x dapat dilihat pada Gambar 1. berlaku.3. Misal a > b.6. perhatikan sifat berikut ini. menunjukkan perbedaan antara grafik y = ( )𝑥 dan y = ( )𝑥 . Gambar 1.3 Grafik 𝑦 = 2𝑥 dan 𝑦 = 3𝑥 Berdasarkan informasi ini dapat digambarkan sketsa grafik y = ax. maka ax > bx. (a) untuk x > 0. (b) untuk x < 0. maka ax < bx.

6. 1. Misalnya. Secara terpisah 1 2 1 3 Gambar 1.4 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 dan 𝑦 = ( )𝑥 Grafik logaritma dapat dicari dari gafik pangkat.).5 Grafik Logaritma Sistem Bilangan Real 71 .6..Gambar 1.6. untuk mendapatkan gafik y = log 2 𝑥 dapat diperoleh dari pencerminan grafik y = 2x terhadap garis y = x (lihat Gambar ditunjukkan grafik y = log 2 𝑥 pada Gambar 1.6.

Sebagai contoh. dari grafik pada Gambar 1.6 Sketsa Grafik Logaritma Dari grafik-grafik tersebut dapat dicari nilai logaritma dengan ketepatan terbatas.6 (≈ dibaca „hampir sama dengan‟) Secara umum.6. berlaku log 𝑏 𝑝 < log 𝑏 𝑞  Untuk 0 < b < 1 dan 0 < p < q.6. jika ditarik garis y = 3 yang memotong grafik kira-kira di titik dengan x = 1. Sifat yang lain dari logaritma diberikan berikut ini.Gambar 1.  Untuk sembarang bilangan b > 1. berlaku 72 Sistem Bilangan Real .6. dan 0 < p < q.6.6.6. Hal ini berarti log 2 3 ≈ 1. untuk mendapatkan nilai log 2 𝑎 dapat diikuti gambaran yang diberikan pada Gambar 1.

… Untuk mendapatkan angka ke-dua dari log 2 3 diperlukan nilai perpangkatan dari 2 oleh 0.6. dengan membagi 2 pertidaksamaan(1..5 < 2 dan berdasarkan tabel perpangkatan dari 2 di atas diketahui bahwa 1.. maka 1 < log 2 3 < 2. Diketahui bahwa 2 < 3 < 22 ..... (1.1 .41 < 1..5 = 1.....3) karena log 2 2 = 1 dan log 2 22 = 2. Jadi log 2 3 = 1. 0......51 = 20. (1..5 < 1..6.. Tabel 1....6 .2 ..6.6.. dan seterusnya..log 𝑏 𝑝 > log 𝑏 𝑞 Uraian berikut ini memberikan gambaran menghitung log 2 3 berdasarkan sifat di atas..1 Selanjutnya....4) dengan 2 dan diperoleh Sistem Bilangan Real 73 ..4) Untuk mendapatkan kembali angka 3.3) diperoleh 1 < 1.5 terletak di antara 20...6. kalikan pertidaksamaan (1.

0570 < 1. Karena 2x > 1 untuk setiap x > 0.2. Tabel 1.2 Perhatikan bahwa 1.5+0.6 Untuk mendapatkan ketepatan yang lebih tinggi.08 < 3 < 21+0.4) dapat dibagi dengan 1.41 dan diperoleh 1 < 1.21.08 = 1.064 < 1.09 Hal ini berarti bahwa 74 Sistem Bilangan Real .01.6. 20.05 dan kemudian dengan 2 = 21 (angka yang digunakan untuk membagi) sehingga diperoleh 21+0.134351773 Seperti sebelumnya.6 dan ini berarti bahwa 1. dikalikan ketaksamaan tersebut dengan 1.41 = 20.5+0. maka pertidaksamaan (1.09 dan untuk mendapatkan kembali angka 3.064 terletak di 20.064 < 1. dihitung nilai-nilai seperti dalam Tabel 1. harus dihitung 20.02.5 < log 2 3 < 1.0644 = 20.5 < 3 < 21. dan seterusnya.6.6.

Karena diketahui bahwa log 2 3 < 1. dan diperoleh 1 < 1. hitunglah log 2 5.… Ketaksamaan tersebut dibagi dengan 22 = 4.3 < 5 < 22+0.585 lebih baik dibandingkan dengan log 2 3 ≈ 1.3 = 1. ketaksamaan 1.0163 dan Sistem Bilangan Real 75 .25 dibagi dengan 1.3 Dengan menggunakan tabel pangkat yang telah dibuat di atas.58… Tahapan ini dapat dilanjutkan untuk mendapatkan nilai hampiran dengan ketepatan sesuai yang diinginkan. CONTOH 1.25 < 2 Selanjutnya menggunakan Tabel 1.1. berarti log 2 5 = 2.58.23 < 1.32 = 20.  Untuk memperoleh ketepatan yang lebih baik.23 < 1. Penyelesaian:   Karena 22 = 4 < 5 < 23.58 < log 2 3 < 1.4 Ini berarti log 2 5 = 2. diketahui bahwa 1.23 dan diperoleh 1 < 1.25 < 1.59.6.3… .6.4 Dengan mengalikan ketaksamaan terakhir dengan 2 2 diperoleh 22+0.59 Dengan demikian log 2 3 = 1.1. berati log 2 3 ≈ 1.25 terletak 20.

3+0. p real.325. Jika b > 0.02 < 5 < 22+0. b≠1. Jika b > 0. berarti log 2 5 ≈ 2.02 = 1.6. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = 𝑞 log 𝑏 𝑝 76 Sistem Bilangan Real .2.0140 < 1. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = log 𝑏 𝑝 − log 𝑏 𝑞 iii. Untuk ketepatan tiga angka di belakang koma.0210 = 20.03 Dengan mengalikan dengan 22+0.3 diperoleh 22+0. p > 0 dan q > 0. p > 0 dan q > 0.0163 < 1. maka log 𝑏 𝑝 = log 𝑏 𝑝 log 𝑏 𝑞 iv. b≠1. Dengan pemahaman tersebut. sifat-sifat perpangkatan dapat digunakan untuk mendapatkan sifat-sifat logaritma seperti berikut ini. p > 0 dan q > 0. b≠1.3+0. 1. i. maka log 𝑏 𝑝 × 𝑞 = log 𝑏 𝑝 + log 𝑏 𝑞 ii.03 dan ini berarti log 2 5 = 2. bahwa logaritma dapat diturunkan dari perpangkatan. b≠1.0163 terletak 20.3 Sifat-sifat Logaritma Sebagaimana telah diuraikan pada subbab sebelumnya. Jika b > 0.selanjutnya berdasarkan Tabel 1. Jika b > 0.32….6. dan q rasional. diketahui bahwa 1.

6666 … .1761 Sistem Bilangan Real 77 .6. Penyelesaian: log10 6 = log10 2 × 3 = log10 2 + log10 3 = 0.6.5 = log10 = log10 3 − log10 2 = 0.3010 log10 1.5 Misal diketahui log10 2 = 0.3010 = 0.5 dan log10 0.3010 + 0.4771 = .4771. tentukan  log10 1. Penyelesaian: 3 2 dan log10 3 = 0.4771.CONTOH 1.4 Misal diketahui log10 2 = 0.3010 .7781 dan log10 3 = 0.4771 – 0.0.4771 = 0.6666 … = log10 = log10 2 − log10 3 = 0.3010 log10 6. tentukan CONTOH 1.0.1761 2 3  log10 0.

8 Dengan menggunakan logaritma.4771 = 1. dapatkan log10 16.4 Contoh Pemakaian Logaritma Pada subbab ini.6 Misal diketahui log10 2 = 0.6309 CONTOH 1. CONTOH 1. mebagi bilangan.6. Penyelesaian: log10 16 = log10 24 = 4 log10 2 = 4 0.3010 = 1.3010 log 2 3 dan log 3 2 . Penyelesaian:   log 2 3 = log 3 2 = log 10 3 log 10 2 log 10 2 log 10 3 dan log10 3 = 0. hitunglah pendekatan 1.4771 0.4771.7 Misal diketahui log10 2 = 0. akan disajikan contoh-contoh pemakaian logaritma.6. diantaranya: untuk mengalikan bilangan.6666 Penyelesaian: 78 Sistem Bilangan Real .6.6.3010 0.3010. dapatkan = = 0.CONTOH 1.2040 1.3010 0. menghitung pangkat suatu bilangan.5 × 0.58505 = 0.

58505) CONTOH 1.5 × 0.5 + log10 0.6.10 Dana Rp 100.6.6666 log10 1.6666 = 0.1)9 Tentukan besarnya dana pada akhir tahun ke 9.58505 (berdasarkan contoh 1. 𝑀9 = 𝑀0 (1 + 0.000 dideposito dengan bunga 10 % per tahun. Penyelesaian: 2𝑥 = 3 Sebelah kiri dan kanan tanda sama dengan dikenakan operasi log 2 log 2 2𝑥 = log 2 3 𝑥 log 2 2 = log 2 3 𝑥 = log 2 3 = 1.5 × 0.1761 = 0 𝑥 = 100 = 1 CONTOH 1.Misal 𝑥 = 1.6.6.000. log 2 3 = 1.9 Dapatkan nilai x yang memenuhi 2𝑥 = 3. Perhitungan 9 tahun kemudian menggunakan rumusan.1761 − 0.6666 log10 𝑥 = log10 1. Sistem Bilangan Real 79 .

maka tentukan rumusan berapa lama untuk mencapainya.11 Persamaan untuk menghitung nilai tunai (present value/PV) dari anuitas biasa adalah 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 𝑃𝑉 = 𝑅 × Dengan : R adalah pembayaran periodik dari anuitas.000(1 + 0. i adalah laju bunga per periode bunga.769 CONTOH 1.794.041393 = 8.372534 = 235.000.372534 (disini log10 1. atau dapat berbantuan tabel logaritma) ⟹ 𝑀9 = 108.1 .1)9 ⟹ log10 𝑀9 = 8 + 9 × log10 1. n adalah jumlah interval pembayaran Jika diinginkan mencapai nilai tertentu di masa mendatang (Future value/ FV). 80 Sistem Bilangan Real .1)9 ⟹ 𝑀9 = 108 (1 + 0.6.1 dihitung berbantuan kakulator.1 = 8 + 9 ×0. karena sebelumnya tidak ada contoh penghitungan untuk log10 1.Penyelesaian: 𝑀9 = 100.

Penyelesaian: Persamaan pada contoh ini. berapa lama untuk mendapatkan nilai yang akan datang yang diinginkan. Kenakan operasi log pada kedua sisi persamaan. PV digantikan dengan FV menjadi 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝐹𝑉 = 𝑅 × 𝑖 Kita akan mencari nilai n. diperoleh 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 × 1 − 1 + 𝑖 𝑖 −𝑛 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 + 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 1 + 𝑖 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 −𝑛 − 𝑙𝑜𝑔10 𝑖 −𝑛 𝐹𝑉 𝑖 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 −𝑛 =1− 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 ⟹ 𝑛 = 𝑙𝑜𝑔10 1 + 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 𝑙𝑜𝑔10 (1 + 𝑖) Sistem Bilangan Real 81 .

b≠1. log b p × q = log b p + log b q 2. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini.00001 b. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini. log 2 1 128 b. maka berlaku : 1. log10 10. log 2 64 c. log1/2 1 64 e. hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan dua angka di belakang koma. log1/2 64 d. log 5 625 d.6. arti dari blog a = x adalah bx = a. a. log 25 125 f. log 2 75 82 Sistem Bilangan Real . log10 0. log b p q = log b p − log b q log b p log b q 3. log b p = 4.0001 3. p > 0 dan q > 0. log 2 64 c. log 2 10 e. log 2 7 d. RANGKUMAN  Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1. Dengan mengikuti cara pada Contoh 1. log 2 6 c.  Jika b > 0. e. log b pq = q log b p SOAL LATIHAN 1-6 1. log 2 25 b. 2log 2 512 f. log 2 15 f.000 a. log 5 1 125 2.4. a. 10log 10 0.

log10 12 b. Jika log16 5 = 𝑥. log10 45 a. maka hitunglah a. log 25 64 b. log10 32 f. log 2 25 c. log10 18 b. Jika log 8 5 = 0. log10 1. log 8 30 c. log10 4.5 d.5 f. maka hitunglah 6.2 8. maka hitunglah 9. maka hitunglah 7. log16 2 b. log10 24 c. log 5 16 a. log10 3 d. Jika log10 2 = 0. Dengan menyamakan basis logaritma. Jika log10 16 = 1. log 8 150 e. log10 15 e.4. log 8 36 d. log 8 7.2 5. log10 11 a. log10 1600 c. log 4 5 d. hitunglah Sistem Bilangan Real 83 . log 8 750 f. log10 256 e. log10 2 d.7740 dan log 8 6 = 08616 . log 8 1. Jika dipunyai tabel seperti berikut ini Maka hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan satu angka di belakang koma.20412. a. log10 2 c.4771 . log 2 3 × log 3 4 × log 4 5 b.3010 dan log10 3 = 0. log10 5 f. log16 10 a. log10 4 e. log 3 8 × log 5 9 × log 2 7 3 b.

log 2𝑥−1 3 − 4 log 3 2𝑥 − 1 + 3 = 0 84 Sistem Bilangan Real . log 8 𝑥 − log 𝑥 8 − 6 = 0 b. Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut ini.10. a.

Model yang berbentuk persamaan atau pertidaksamaan merupakan struktur dari suatu masalah yang mengandung peubah-peubah atau parameter yang dianalisis atau diselesaikan dengan menggunakan operasi matematika. Setiap model persamaan atau pertidaksamaan harus memuat unsur-unsur yang merupakan abstraksi dari kenyataan masalah tersebut. Akan tetapi. Pada kenyataannya persamaan atau pertidaksamaan yang muncul dari fenomena nyata dapat berbentuk linear atau tak linear.Bab 2 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN Persamaan atau pertidaksamaan merupakan suatu bentuk model matematik yang dibangun dari dunia nyata sebagai bentuk hubungan perwujudan dari alam pikir terhadap suatu masalah. Persamaan dan Pertidaksamaan 85 .

2x + 3y = -2 x + 2x = 3 2. 2x + 5 = 8 2. yaitu: roti keju. 7x + 6y = 10 Selain banyaknya peubah pada persamaan linear juga dapat ditinjau dari banyaknya persamaan linear yang muncul secara serentak disebut sistem persamaan linear. dan roti daging. biaya yang harus dikeluarkan untuk memasuki obyek wisata tersebut sebesar Rp 150. a. x + 2y + z = -1 -x + y + 2z = 2 x+z = 1 3. b. Permasalahan ini dapat dimodelkan dalam bentuk pertidaksamaan.y + 2z – u = 0 x + 2y – u =0 y -z+u =0 z -u =0 86 Persamaan dan Pertidaksamaan .1 Persamaan Linear Persamaan dikatakan linear jika pangkat dari peubah adalah 1. Roti terdiri dari tiga jenis.000 per bus. Berikut ini beberapa ilustrasi permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari. Jika dalam satu bus ada 30 orang. seperti: 1. Setiap roti keju diproduksi paling sedikit 50 bungkus. misalnya: 1.pada buku ajar ini akan dibahas bentuk linear dan kuadrat. 5y = 20 3. maka berapakah banyaknya tiap-tiap jenis harus diproduksi agar memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya. Jika keuntungan dari tiap-tiap jenis roti diketahui. 2x . Perusahaan roti memproduksi 500 bungkus roti setiap hari. roti cokelat paling sedikit 100 bungkus. maka berapa biaya masuk objek wisata per orang ?. Satu rombongan bus wisata mengunjungi obyek wisata. 2. roti cokelat. dan roti daging paling sedikit 70 bungkus.

1 Persamaan Linear Satu Peubah Persamaan linear satu peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : ax + b =c dengan a≠0. Berarti x = 2 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut.1) adalah nilai x yang memenuhi persamaan tersebut. b. misalnya. 2x + 3 = 7. b. jika diberikan x = 1.Dari bentuk–bentuk persamaan linear tersebut. dan c  R. yaitu mendapatkan nilainilai peubah yang memenuhi persamaan tersebut. a. (2.1. dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : 1.1.1. untuk x = 2 didapat 2(2) +3 = 7. 2x + 3 = 5 .1) Penyelesaian dari persamaan (2. 2. diperoleh Persamaan dan Pertidaksamaan 87 . 2. maka diperoleh 2(1) + 3 = 5. ■ Mencari Penyelesaian Persamaan Linear Satu Peubah Perhatikan persamaan ax + b = c. khususnya untuk sistem persamaan dengan 2 peubah . Mendapatkan penyelesaian persamaan. yang berarti x = 1 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut. Kedua ruas dikurangi dengan b. Menggambar grafik dari persamaan.

Penyelesaian: 3x – 7 = 9 3x + (–7) = 9 kedua ruas dikurangi –7 3x +(– 7) – (–7) = 9 – (–7) diperoleh 3x = 16.. 𝑐. terdapat langkah...langkah dalam mencari penyelesaian persamaan linear 1 peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 0 sebagai berikut.. CONTOH 2.1 Selesaikan persamaan 3x – 7 = 9 ?. 88 Persamaan dan Pertidaksamaan ..2) 𝑎... (2..1. Langkah 1 : Kedua ruas dikurangi dengan b.ax + b – b = c – b ax + 0 = c – b atau ax = c – b..1. atau 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 1 𝑎 ... Kemudian kedua ruas dikalikan dengan 1 𝑎𝑥 𝑎 1 𝑎 diperoleh = (𝑐 − 𝑏) .... Langkah 2 : Kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari koefisien peubah x yang pada persamaan tersebut adalah a... 𝑏 ∈ 𝑅 dan 𝑎 ≠ 0} Himpunan penyelesaiannya adalah : Dari uraian tersebut diatas.

1.2 16 3 }.3 Dapatkan nilai peubah t yang memenuhi Penyelesaian : 2 𝑡 5 2 𝑡 5 − 7 = −6 ?. kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 2 yaitu diperoleh 1 2 2 = (2𝑥) 1 2 1 2 atau 𝑥 = 1.1. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 7 = 5 + 2x ? Penyelesaian: 7 = 5 + 2x kedua ruas dikurangi 5 diperoleh -5 + 7 = -5 + 5 + 2x 2 = 2x. Jadi. CONTOH 2.Kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 3 yaitu diperoleh 3 1 3 1 3𝑥 = 16 3 1 (16) 3 atau 𝑥 = Himpunan penyelesaiannya adalah { CONTOH 2. himpunan penyelesaiannya adalah { 1 }. − 7 = −6 kedua ruas ditambah 7 Persamaan dan Pertidaksamaan 89 .

Kurangi kedua ruas dengan –5y dan menambah kedua ruas dengan 8: -5y + 3y – 8 + 8 = 9 + 5y – 5y + 8 .4 Selesaikan persamaan 3y – 8 = 9 + 5y ? Penyelesaian: 3y – 8 = 9 + 5y kelompokkan y pada ruas kiri dan yang tidak mengandung y pada ruas kanan.1. diperoleh -2y = 9 + 8 atau -2y = 17 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari –2 yaitu 1 −2 1 −2 −2𝑦 = 17 2 1 −2 17 . diperoleh y=− 90 Persamaan dan Pertidaksamaan . 2 5 1 2/5 2 𝑡 5 kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari yaitu 5 2 2 5 = 5 2 ( 𝑡) = (1) atau 𝑡 = 2 5 2 5 5 2 Himpunan penyelesaiannya adalah { } CONTOH 2.2 5 𝑡 − 7 + 7 = −6 + 7 diperoleh = 1.

−3𝑢 + + 𝑢 − = −3𝑢 + 3𝑢 − − − 11 𝑢 4 2 3 1 4 2 3 1 3 2 3 2 3 diperoleh = −1 11 4 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari − 1 −11/4 yaitu = 4 − . + 𝑢 = 3𝑢 − .1.Himpunan penyelesaiannya adalah {− 17 2 } CONTOH 2.5 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan Penyelesaian: 2 3 2 3 + 𝑢 = 3𝑢 − 4 1 1 3 ?. 1 4 1 3 kelompokkan u pada ruas kiri dan yang tidak mengandung u pada ruas kanan yaitu dengan mengurangi kedua ruas dengan -3u dan menambah kedua ruas dengan − . Persamaan dan Pertidaksamaan 91 . 11 − 4 11 − 11 𝑢 4 =− 4 (−1) 11 atau 𝑢 = 4 . 11 4 11 Himpunan penyelesaiannya adalah { }.

akan didapat nilai untuk y.1. Oleh karena itu.2. 1. Misal diambil lagi.1.4). himpunan penyelesaian dari (2.y). Penyelesaian dari persamaan (2. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 0 dan y = 2 memenuhi persamaan (2. b≠0.1. Jadi. 𝑦 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} 92 Persamaan dan Pertidaksamaan . Misal diambil suatu nilai x = 0 diperoleh y = 2.1.1.1.2 Persamaan Linear Dua Peubah Persamaan linear dua peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0.3) adalah 𝑥.1.4).2) m erupakan penyelesaian dari persam aan (2. Secara umum. suatu nilai x = 1 diperoleh y = 4/3. persamaan (2. (2. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 1 dan y = 4/3 memenuhi persamaan (2.4) berupa pasangan (x.2) merupakan penyelesaian dari p ersam aan (2. Pandang persamaan linear dua peubah 2𝑥 + 3𝑦 = 6 Mari kita amati seperti berikut ini.y) yang memenuhi persamaannya.3) (2.1.4). nilai x bisa diambil berapa saja. c  R. persamaan (2. Dari pengamatan di atas. 4) atau dengan kata lain pasangan (0. Jadi pasangan (0.1.3) mempunyai tak berhingga banyak penyelesaian yang berbentuk (x.4) mempunyai banyak penyelesaian.4) 2.1.1.

5 . y) | 3x + 4y = 2 .5 jika 4u – 4 + 4 = -5 + 4 4u = -1 u = -1/4. untuk v = 2 diperoleh 4u – 2(2) = -5. Jadi. 4u – 4 = -5 kedua ruas ditambah 4. x. y ∈ R} CONTOH 2.6 Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan 3x + 4y = 2 ? Penyelesaian: Oleh karena x.1. Himpunan penyelesaiannya adalah : { -1/4 } Persamaan dan Pertidaksamaan 93 . y ∈ R maka nilai x dan y yang memenuhi persamaan tersebut ada tak berhingga banyak. himpunan penyelesaiannya adalah { (x .7 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan diberikan v = 2 Penyelesaian: 4u – 2v = .1. 4u – 2v = .CONTOH 2. diperoleh kedua ruas dibagi 4 .

Penyelesaian: 2x + 3y = 4x – 8 . untuk y = -3 diperoleh 2x + 3(-3) = 4x -8 2x – 9 = 4x – 8 pengelommpokkan pada kedua ruas.1. kedua ruas dibagi 9 t = -21/9 Himpunan penyelesaiannya adalah : {-21/9} 94 Persamaan dan Pertidaksamaan . kedua ruas dibagi – 2 Diperoleh x = -1/2 CONTOH 2. 2x – 4x = -8 + 9 atau -2x = 1 . pengelompokkan pada kedua ruas.CONTOH 2.8 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x + 3y = 4x – 8 jika y = -3.9 Selesaikan persamaan berbentuk 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5 jika s = -1 ? Penyelesaian: 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5. atau 9t = -21 . untuk s = -1 diperoleh 5t – 3 (-1) + 10 = 3(-1 ) – 4t – 5 atau 5t + 3 + 10 = -3 – 4t – 5 atau 5t + 13 = -8 – 4t . 5t + 4t = -8 – 13 .1.

1. c  R.10 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan linear 2x + y = 6 jika x. 𝑏 ∈ 𝑅} Persamaan linear dua peubah dinyatakan sebagai 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0. 𝑦)|𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} Persamaan dan Pertidaksamaan 95 . b. 𝑐.CONTOH 2. Dan mempunyai himpunan penyelesaian {(𝑥. b≠0. dan c  R mempunyai:    penyelesaian 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 himpunan penyelesaian 𝑎 ≠ 0. dapat diperoleh nilai – nilai x dan y : Untuk x = 0 Untuk x = 1 Untuk x = 2 Untuk x = 3 maka y = 6 maka y = 4 maka y = 2 maka y = 0  RANGKUMAN  Persamaan linear satu peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 𝑐 dengan a ≠ 0. y bilangan bulat positif ? Penyelesaian: Dari persamaan 2x + y = 6.

4 ( 2t + 3s ) = 8 t + 8 96 Persamaan dan Pertidaksamaan . 7(4+5/p) = 8 2. 3 𝑢 −2 = 3 2−𝑢 = 6−4𝑡 4 f. 3 2𝑏−4 1 3 − 2 = 𝑡 + 5 𝑑 4 − =6 7 𝑦 g. 7 ( 4 – 5/p) = 8 h. 2 𝑑 4 𝑦 4 5 b. 3 4𝑥+2 2 2𝑦 −3 = = 4. c. a. 3 – 2/x = 4 +3/x c. Dapatkan himpunan semua penyelesaian dari persamaan berikut ini. 2 + 𝑡 = 7𝑡 − 8 c. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini.SOAL LATIHAN 2-1 1. = 7 4+4𝑏 Selesaikan persamaan berikut ini. 𝑠 + 8 = e. 5y +3x = 7 d. a. 7 + 8h = -7-8h e. 2s + 4 = 4 – 5t. e. 7x – 6 = 8 + 8x f. 5(3x .7 = 7-7x e. 4𝑡+6 4 b. 3y+2/3 =9y-2/3 3. 7x . 2 3𝑥−4 3 4−3𝑦 b. 5𝑡 7 2𝑠 𝑡 = 4𝑠 + 4𝑠 5 4𝑠 5𝑡 −6 −6 = +5 = 2 4+4𝑠 f. 8 − d.2) = 10 15y f. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut untuk s = 1 a. 6k – 4 = 4 – 6k d. a. 3 6𝑡−4 4 2𝑡 b. 3𝑠 − 7 = − 4𝑠 d. 4x + 5 = 5y -4 c.

𝑢 − = 3𝑣 − c. 7𝑢 − = 4𝑣 + d. 4𝑚– 3𝑛 = 2 3𝑚 3 𝑣 3𝑢 2𝑣 + 8 untuk v = 1 dan u bilangan bulat + 5𝑛 − 6 untuk m bilangan ganjil dan n bilangan bulat positif. Persamaan dan Pertidaksamaan 97 . y riil b. 4(2𝑛 + 3𝑚 ) = 8 𝑚 + 8 untuk n=x f. 4 3𝑡 − 2 2𝑠 = 1 4𝑡 −5 h. 5𝑝−𝑞 2𝑝 − 8 untuk v=-2 1 2 = 4𝑞 +4 6 untuk 𝑞 = e. 2𝑦 𝑧 2 𝑥 3 𝑦 3𝑥+2𝑦 −7 𝑥𝑦 7 8 untuk x = 1 dan y bilangan cacah − = 2 𝑧 untuk y bilangan ganjil dan z bilangan genap. 2x + 4y – 6 = 5 untuk x=2. 5𝑡−2𝑠 3𝑡 = 4𝑠+4 6 Selesaikan persamaan berbentuk. a. 6. 4𝑡 − 5𝑠 = 2𝑠 3𝑡 + 4𝑠 untuk t real negatip dan s bilangan sembarang.g. e. d. b. + = f. 4𝑡 + 5𝑠 = 3 𝑣 2𝑠 3𝑡 + 4𝑡 untuk t = -2 3𝑢 4𝑣 c. a. 2𝑕 𝑥 − = untuk h = y 𝑥 8 𝑕 7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini dengan grafik. 4x – 3y + 4 = 5 untuk semua bilangan x. 5.

dan besarnya adalah 0. 98 Persamaan dan Pertidaksamaan . si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x).1 1. kita lihat beberapa contoh persamaan kuadrat berikut ini.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0. 3y2+4y+5=1. c= 5–1= 4. Dalam setiap harinya. c=1.2 Persamaan Kuadrat Persamaan kuadrat seringkali dijumpai dari permasalahan yang muncul dari suatu fenomena nyata. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat.2. 𝑥 2 − 2𝑥 + 1 = 0.1) Untuk lebih jelasnya. CONTOH 2. 2. b=-2. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A. b. Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling. c  R. Jika si A berhasil menjual x paket. Dalam penjualan. Salah satu pekerjanya bernama si A. Sebagai ilustrasi: si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue.2. (2. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A.2. persamaan kuadrat dengan a=3. Pada permasalahan ini. Bentuk umum persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0.2𝑥 2 . persamaan kuadrat dengan a=1. b=4.

Jika nilai a. (x – 2)(x + 5) = 0 c.2 Nyatakan persamaan berikut menjadi bentuk umum. d. b. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3 ) Penyelesaian: Bentuk umum persamaan kuadrat yang diminta adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0. 4. 4n2-16=0. c merupakan bilangan real maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Real. a. 2.3.5 = 0 . 3 𝑥−2 + 2 =7 𝑥+3 Persamaan dan Pertidaksamaan 99 . persamaan kuadrat dengan a=4. b. CONTOH 2. b . 2𝑡 2 + 2𝑡 + 1 = 1. persamaan kuadrat dengan a=2. 5. c merupakan bilangan rasional maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Rasional. u2 + 2u1/2. b=2. c= -16. c sehingga terdapat beberapa bentuk persamaan kuadrat : 1. Bentuk persamaan kuadrat bergantung pada koefisian dari peubah x yaitu a . bukan persamaan kuadrat karena terdapat pangkat ½ dari peubah u. Jika b = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Sejati. (2x – 4)2 – 6 = 2x. Jika c = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Tak Lengkap. 4. c= 1-1 = 0. Jika nilai a.2. 3. b=0. b.

dijabarkan menjadi 3x+9+2x -4 = 7(x2 + 3x – 2x -6 ) atau 7x2 +2x – 47=0 2. b. dijabarkan menjadi (2x)2 –2(2x)(4) + (4)2 -6 = 2x 4x2 – 16x + 16 -6 = 2x atau 4x2 – 18x +10 = 0. Oleh karena itu penyelesaian dari persamaan kuadrat tersebut juga bergantung pada nilai a. dijabarkan menjadi x2 + 5x – 2x – 10 = 0 atau x2 + 3x – 10 = 0. (x – 2)(x + 5) = 0. c dan 100 Persamaan dan Pertidaksamaan . b. d. b.1 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat Seperti halnya yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa persamaan kuadrat bergantung pada nilai-nilai a. c.a. 3 𝑥−2 4x2 – 16x – 2x + 10 = 0 atau + 2 =7 𝑥+3 disamakan penyebutnya menjadi 3 𝑥 + 3 + 2(𝑥 − 2) =7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3) atau 3 𝑥 + 3 + 2 𝑥 − 2 = 7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3). dijabarkan menjadi 3x2 – 6x + 3 = x2 + 3x 3x2 – x2 – 6x –3x+3= 0 atau 2x2 – 9x+3 = 0. (2x – 4)2 – 6 = 2x. c. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3) .2.

Himpunan penyelesaian persamaan tersebut adalah { -p. Terdapat 3 cara untuk menyelesaikan persamaan kuadrat : 1.-q }. Cara lain dalam memfaktorkan persamaan kuadrat untuk 𝑎 ≠ 1 dapat dilakukan sebagai berikut. 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 (2.2).2) dapat dan 𝑝 𝑞 = 𝑐 𝑎 difaktorkan menjadi (𝑥 + 𝑝)(𝑥 + 𝑞) = 0. Sehingga diperoleh: 𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑥 + 𝑞 = 0.2. Jadi akar–akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1= -p dan x2=-q.2. Dengan cara memfaktorkan Cara ini dilakukan berdasarkan pada definisi yang berlaku pada bentuk kesamaan kuadrat bahwa x2 + (a + b)x + ab = (x + a)(x + b).hasil penyelesaian tersebut berupa nilai peubah x yang disebut sebagai akar-akar persamaan kuadrat. Perhatikan bentuk persamaan kuadrat : ax2 + bx + c = 0.2) maka persamaan (2. dengan a≠0 kedua ruas dibagi a atau jadikan koefisien x2 menjadi 1 seperti persamaan (2.2. Persamaan dan Pertidaksamaan 101 .

102 Persamaan dan Pertidaksamaan .2 dan x2 = 5.3) Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 dan 𝑝𝑞 = 𝑐. maka persamaan (2. terlihat bahwa p = 2 dan q = -5 maka persamaan kuadrat tersebut dapat ditulis (x + 2)(x – 5) = 0 dengan x +2 = 0 dan x – 5 = 0 diperoleh akar – akar x1 = .3) dapat difaktorkan menjadi (𝑎𝑥 + 𝑝)(𝑎𝑥 + 𝑞) = 0. 𝑎 −𝑝 𝑎 dan CONTOH 2. kedua ruas dibagi 2 diperoleh x2 – 3x – 10 = 0 dapat dirubah menjadi x2 + (2 – 5)x + (-5)(2) = 0 .2.Perhatikan bentuk persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0. Sehingga diperoleh 𝑎𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑎𝑥 + 𝑞 = 0 .2.3 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x2 – 6x – 20 = 0 ?. persamaan ini dapat ditulis dalam bentuk : 1 𝑎 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 atau 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 (2. Jadi akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah 𝑥1 = 𝑥2 = −𝑞 .2. Penyelesaian: 2x2 – 6x – 20 = 0 .

4 Selesaikan persamaan kuadrat berbentuk 3x2 + 4x .Jadi.2. CONTOH 2.3}.10 = 2x2 + 3x + 2 Jadikan persamaan berbentuk umum dengan membuat ruas kanan sama dengan 0 3x2-2x2 + 4x – 3x – 10 . 5}. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2. CONTOH 2. Akar-akar persamaan adalah x1 = 3 dan x2 = -4 sehingga himpunan penyelesaian adalah {-4.10 = 2x2 + 3x + 2 Penyelesaian: 3x2 + 4x .2 = 0 diperoleh persamaan berbentuk x2 + x – 12 = 0 atau dapat ditulis x2 + (4 – 3)x + 4(-3) = 0 dan terlihat bahwa p = 4 dan q = -3 x2 + x – 12 = (x + 4)(x – 3) = 0 sehingga diperoleh x + 4 =0 dan x – 3 = 0. 2 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 103 .2.5 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan kuadrat 1 2 𝑥 3 + 𝑥 + 2 = 0.

3 3 1 2 Untuk itu. 2 𝑥 − = 1.-3} CONTOH 2.2. koefisien dari 𝑥 2 dijadikan 1. 2 𝑥 Sehingga diperoleh: 2𝑥 − 2(𝑥 − 1) =1 𝑥(𝑥 − 1) atau 2 =1 𝑥(𝑥 − 1) 104 Persamaan dan Pertidaksamaan . Didapat hasil x2 + 5x + 6 = 0 atau dapat ditulis x2 + (2 + 3)x + 2(3) = 0 dan terlihat bahwa p = 2 dan q = 3 x2 + 5x + 6 = (x + 2)(x + 3 ) = 0. Oleh karena itu. Jadi akar-akar persamaannya adalah x1= -2 dan x2= -3.6 Selesaikan persamaan berbentuk Penyelesaian: Pada persamaan 2 𝑥−1 2 𝑥−1 − = 1. Sehingga diperoleh x+2= 0 dan x+ 3 = 0. kedua ruas dari persamaan dikalikan dengan 3.Dari persamaan 𝑥 2 + 𝑥 + 2 = 0. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2. ruas kiri penyebutnya disamakan.

Jadikan koefisien x2 menjadi 1 dengan membagi kedua ruas dengan a. Lakukan pemfaktoran sehingga didapat hasil: x2 + (1 – 2)x + (–2)(1) = 0 atau (x + 1)(x – 2) = 0 Dari sini diperoleh x + 1 = 0 atau x – 2 = 0 Sehingga akar–akar persamaan tersebut adalah x1 = -1 atau x2 = 2. Dengan Cara Melengkapkan Kuadrat Sempurna Cara lain untuk menyelesaikan persamaan kuadrat adalah dengan melengkapkan kuadrat sempurna.5) merupakan bentuk kuadrat sempurna. diperoleh: 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Atau 𝑥 2 + 2 𝑥 2 + 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 𝑥 + − + =0 𝑐 𝑎 𝑥 + = 𝑐 𝑎 − 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = − (2. didapat: 2 = x(x -1) atau x2 – x – 2 = 0.2. Persamaan dan Pertidaksamaan 105 .Selanjutnya kedua ruas dikalikan dengan x(x-1).5) Persamaan (2. Jadi himpunan penyelesaian adalah {-1.2.2. Perhatikan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0. 2}.2.4) dan (2. 2.4) 𝑥 + 𝑝 2 = 𝑞 (2.

2.4) nilai menjadi 𝑥 2 + 2 Atau 𝑥 + CONTOH 2. Penyelesaian: x2 + 4x + 4 = 0 dapat ditulis x2 + 2(2)x + 22 = (x + 2)2 = (x + 2)(x + 2 )= 0. CONTOH 2. Himpunan penyelesaiannya adalah : {-2}. x2 + 2x + 12 + 2 = 0 atau x2 + 2x + 12 = .Jika pada persamaan (2.2 . kedua ruas dibagi 3 diperoleh x2 + 2x + 3 = 0.6) Dapatkan himpunan penyelesaian dari x2 + 4x + 4 = 0 ?.2. Akar – akar persamaan tersebut adalah x1 = -2 dan x2 = -2.2.8 Nyatakan persamaan kuadrat 3x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?.7 𝑏 2𝑎 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 = 𝑐 𝑎 . 106 Persamaan dan Pertidaksamaan . melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna. Penyelesaian: 3x2 + 6x + 9 = 0. maka persamaan di atas 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0.2. =0 (2.

− + 3 2 4 27 16 + = 0. 𝑥 2 + 2 𝑥 + 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 2 4 3 2 4 27 16 𝑏 2𝑎 6 4 9 4 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0.2. CONTOH 2.Jadi 3x2 + 6x + 9 = x2 + 2x + 12 + 2 = 0 . atau 4 9 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 + 3 2 4 = 0. Persamaan dan Pertidaksamaan 107 .9 Nyatakan persamaan kuadrat 4x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?. Melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna dengan cara menyatakan persamaan kedalam bentuk 𝑥 2 + 2 Diperoleh hasil berikut ini. kedua ruas dibagi 4 diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0. Didapat akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. x2 + 2x + 12 = -2 atau (x + 1)2 = . atau 27 16 = − .2. atau =− Ini merupakan bentuk kuadrat sempurna. Penyelesaian: 4x2 + 6x + 9 = 0.

atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = (𝑥 + 𝑏 2 ) 2𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 . 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 − ( )2 + = 0.  Pertama: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥1 = 108 Persamaan dan Pertidaksamaan . mempunyai akar-akar 𝑥1 = dan 𝑥2 = −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 Pada ax2 + bx + c = 0. Dengan Cara Menggunakan Rumus abc Akan ditunjukkan berikut ini bahwa persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a ≠ 0. kedua ruas dibagi dengan a diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0. lanjutkan dengan melengkapkan dalam bentuk persamaan kuadrat sempurna. atau = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 .3. atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = ( )2 − . dari persamaan ini diperoleh dua persamaan berikut ini.

2. Penyelesaian: Pada persamaan 2x2 – 2x + 6 = 0. b = .7) Persamaan (2.2. dan c = 6.2. biasa dituliskan dalam bentuk: 𝑥12 = −𝑏± 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 (2. Kedua: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 =− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥2 = Kedua akar x1 dan x2 di atas.2. CONTOH 2. Oleh karena itu. akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 − −2 ± −2 2 2 2 𝑥12 = −4 2 6 𝑥12 = 2 ± 4 − 48 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 109 . dapatkan akar-akar persamaan kuadrat 2x2 – 2x + 6 = 0 ?. mempunyai a = 2.10 Dengan menggunakan rumus abc.7) dinamakan rumus abc.

110 Persamaan dan Pertidaksamaan . persamaan kuadrat Oleh karena terdapat tersebut tidak mempunyai akar real. akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −5 ± 52 − 4 1 4 2 1 −5 ± 25 − 16 2 5±3 2 5+3 2 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 4 dan 𝑥2 = 5−3 2 = 1. CONTOH 2.11 Selesaikan persamaan kuadrat 3x2 + 2x – 4 = 0 ?. Penyelesaian: x2 + 5x + 4 = 0 yang mempunyai a = 1. b = 5 dan c = 4 Oleh karena itu.2.𝑥12 = 2 ± −44 4 tanda negatif pada akar.

2. b = 4 dan c = 4. Persamaan dan Pertidaksamaan 111 . − 2𝑥. Dengan menggunakan rumus abc. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −4 ± 42 − 4 1 4 2 1 −4 ± 16 − 16 2 −4 = −2 2 sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. Jadi himpunan 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari penyelesaiannya adalah { −2 }. kalikan kedua ruas dengan x diperoleh -x2 + 4x = -4 -2x2. ruas sebelah kanan dibuat sama dengan 0 -x2 + 2x2 + 4x +4 = 0 atau dapat ditulis x2 + 4x + 4 = 0.CONTOH 2.12 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan – 𝑥 + 4 = Penyelesaian: – 𝑥 + 4 = −4 𝑥 −4 𝑥 − 2𝑥 ?.

kedua ruas dibagi 𝑥 + 1 −𝑥 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 . atau −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 2 − 3𝑥 − 4. atau −𝑥 2 − 2𝑥 = 𝑥 − 4. diperoleh: −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 (𝑥 + 1). diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −3 ± 32 − 4 1 −4 2 1 −3 ± 9 + 16 2 𝑥12 = 𝑥12 = 112 Persamaan dan Pertidaksamaan .13 Selesaikan persamaan berbentuk 𝑥 2 + 𝑥 = Penyelesaian: 𝑥 2 + 𝑥 = −𝑥 2 +3𝑥+4 . Dengan menggunaakan rumus abc. ruas kanan difaktorkan. atau 𝑥 2 + 3𝑥 − 4 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1.CONTOH 2. kedua ruas dikalikan dengan x + 2. 𝑥+2 −𝑥 2 +3𝑥+4 𝑥+2 ?. b = 3 dan c = -4. diperoleh: (𝑥 2 + 𝑥) 𝑥 + 2 = −𝑥 2 + 3𝑥 + 4.2.

𝑥12 = −3 ± 25 −3 ± 5 = 2 2 −3+5 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 1 dan 𝑥2 = −3−5 2 = −4. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −(−2) ± (−2)2 − 4 1 1 2 1 𝑥12 = Persamaan dan Pertidaksamaan 113 .2.14 Selesaikan persamaan (x2 – x)(x + 2 ) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6) ? Penyelesaian: (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6 ) . -x dan -3 diperoleh x2 – 2x +1 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. b = -2 dan c = 1. kedua ruas ditambah 4. CONTOH 2. dengan memfaktorkan persamaan kuadrat pada ruas kanan. diperoleh (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +(2+3)x + 2(3). Dengan menggunaakan rumus abc. diperoleh (x2–x)(x+2) = -4(x+2)+(x + 2)(x + 3) kedua ruas dengan (x + 2) didapat (x2 – x) = -4 + (x + 3).

Jika 𝐷 < 0. Dari beberapa contoh penyelesaian persamaan kuadrat yang menggunakan rumus abc. 2.2. ada yang dua akarnya kembar (sama nilainya). Akar dari persamaan kuadrat. maka persamaan kuadrat mempunyai akar sama atau akar kembar x1 = x2. terlihat bahwa nilai akar ada mempunyai dua akar real berbeda.𝑥12 = 𝑥12 = 2± 4−4 2 2± 0 =1 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = 1. Ketiga kondisi ini tergantung dari nilai 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. menurut rumus abc dinyatakan sebagai: 114 Persamaan dan Pertidaksamaan . ada juga yang akarnya berupa bilangan imaginer. Jika 𝐷 > 0. maka persamaan kuadrat mempunyai dua akar real berbeda. Nilai ini dinamakan diskriminan dan sering disimbulkan dengan 𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. x1 ≠ x2.2 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat Pada subbab ini akan dibahas beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar persamaan kuadrat x1 dan x2. maka persamaan kuadrat mempunyai akar imaginer. Ada tiga nilai diskriminan yaitu:    Jika 𝐷 = 0.

8) 2.8) dan (2.2.2.2. Jika 𝑥1 ditambahkan dengan 𝑥2 .10) Persamaan dan Pertidaksamaan 115 .9). Jika 𝑥1 dikalikan dengan 𝑥2 . maka dapat diperoleh: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 + 2𝑎 2𝑎 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 (2. persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dapat dinyatakan dalam bentuk: 𝑏 𝑐 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 𝑎 𝑎 atau 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 (2.2.2. maka dapat diperoleh: 𝑥1 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 × 2𝑎 2𝑎 𝑏 2 − (𝑏 2 − 4𝑎𝑐) 4𝑎2 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 𝑥1 𝑥2 = (2.9) Dengan persamaan (2.𝑥1 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 𝑥2 = Beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar ini adalah: 1.

Salah satu bentuk persamaan kuadrat adalah 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Dari sini terlihat bahwa 𝑝 = 𝑥1 𝑥2 = 1.2. atau 𝑥1 𝑥2 = 1.15 Carilah persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 + 2 dan 1 − 2. CONTOH 2.10).CONTOH 2. 116 Persamaan dan Pertidaksamaan .16 Jika 𝑥1 adalah salah satu akar persamaan kuadrat 𝑥 2 − 2𝑝𝑥 + 𝑝 = 0 dan akar lainnya adalah Penyelesaian: 𝑥2 = 1 𝑥 1 1 𝑥 1 maka dapatkan nilai dari p ?. 𝑥1 𝑥2 = 1 + 2 × 1 − 2 = 1 − 2 = −1 Kita masukkan ke dalam persamaan (2.2. Penyelesaian: 𝑥1 = 1 + 2 dan 𝑥2 = 1 − 2 a.2. 𝑥1 + 𝑥2 = 1 + 2 + 1 − 2 = 2 b. didapatkan persamaan kuadrat: x2 – (x1 + x2 )x + x1x2 = 0 atau x2 – 2x – 1 = 0.

2.CONTOH 2.17 Perhatikan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0. nilai 𝑥1 = 4𝑥2 = 4 = . Jadi akar-akarnya adalah 2 5 dan . maka:  4𝑥2 + 𝑥2 = 2 atau 𝑥2 = 2 5 8 5 2 5 Dari ini. 5 𝑐 𝑎 8 Selanjutnya nilai p dicari dari 𝑥1 𝑥2 = 28 55 = 8 2𝑝 atau = 8 2𝑝 atau nilai 𝑝 = 25 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 117 . maka dapatkan nilai p dan akar-akar tersebut ? Penyelesaian: Perhatikan kembali bentuk persamaan kuadrat: 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Kalau kita padankan dengan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0. Jika salah satu akarnya merupakan 4 kali akar yang lain. didapat:  𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 4𝑝 2𝑝 = =2 Karena diketahui bahwa 𝑥1 = 4𝑥2 .

Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −16 . Untuk 𝑝1 = 4 2. persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 − 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = −2 2 dan 𝑥2 = 2 118 Persamaan dan Pertidaksamaan .CONTOH 2. −4 diketahui x1 = -2x2 maka (-2x2)x2 = -4 diperoleh (x2)2 – 2 = 0 atau 𝑥2 = ± 2 dan 𝑥1 = −2𝑥2 = ±2 2 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 =2 2− 2 diperoleh 𝑝1 = 8 2 − 4 2 = 4 2 dan 𝑝2 = −8 2 + 4 2 = −4 2 .2. persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 + 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = 2 2 dan 𝑥2 = − 2 Untuk 𝑝2 = −4 2. dapatkan nilai p dan bentuk persamaan kuadratnya.18 Salah satu akar dari persamaan kuadrat -4x2 + px – 16 = 0 adalah -2 kali terhadap akar yang lain.

19 Dapatkan akar-akar dan nilai p jika persamaan kuadrat berbentuk x2– 2px + 12=0 dan selisih dari akar-akarnya adalah 4. Jika untuk x2 = 2. Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = 12 1 = 12 diketahui bahwa x1 – x2 = 4 atau x1 = 4 + x2 maka (4 + x2)x2 = 12 atau x2 + 4x – 12 = 0. x1 = 6 maka diperoleh p = 8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0. Oleh karena x1 = 4 + x2 maka untuk x2 = -6 diperoleh x1 = -2 dan untuk x2 = 2 diperoleh x1 = 6. Persamaan dan Pertidaksamaan 119 .2. 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 jika untuk nilai x2 = -6 dan x1 = -2 maka diperoleh p = -8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0 .CONTOH 2. dengan cara faktorisasi dapat diperoleh (x + 6)(x – 2) = 0 yang mempunyai akar-akar x2 = -6 dan x2 = 2.

telah diketahui bahwa 𝑥1 𝑥2 = 3 4 1 2 dan 𝑥1 = 𝑥2 . Penyelesaian: Misalkan akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1 dan x2.CONTOH 2. demikian pula untuk akar 𝑥2 = 3 diperoleh 𝑥1 = − Jadi jumlah kedua akar-akarnya persamaan kuadrat mempunyai 2 1 1 5 kemungkinan yaitu 𝑥1 + 𝑥2 = 3+ 3= 3 atau 3 2 6 𝑥1 + 𝑥2 = 1 3 3− 1 2 3=− 1 6 3 Dengan demikian persamaan kuadratnya adalah 𝑥 2 − atau 𝑥 2 + 1 1 3𝑥 + = 0 6 2 5 1 3𝑥 + = 0 6 2 120 Persamaan dan Pertidaksamaan .20 Hasil kali akar-akar suatu persamaan kuadrat adalah 2 3 1 2 dan salah satu akar dari akar yang lain.2. diperoleh 1 2 2 3 2 𝑥 3 2 𝑥2 = 1 2 atau dapat ditulis 𝑥 2 − = 0 dengan akar-akar 𝑥12 = ± Untuk akar 𝑥2 = 1 2 3 1 3 3 diperoleh 𝑥1 = 1 − 2 1 3 3 3. dapatkan persamaan kuadrat tersebut.

x12 + x22 3. maka dapatkan nilai – nilai dari hubungan akar-akar dibawah ini : a. 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 3 3 c.x2)2 2. (𝑥1 + 𝑥2 )2 f.2. 2 2 𝑥1 + 𝑥2 2 2 b. 3 𝑥 1 e. 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 Hubungan diantara akar-akar x1 dan x2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 seperti dapat dipakai untuk mempermudah pencarian bentuk-bentuk hubungan antar akar-akar yang lainnya seperti: 1. 𝑥1 + 𝑥2 d.2.21 Jika akar-akar persamaan kuadrat 4x2 + 2x – 1 = 0 adalah x1 dan x2.3 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya Misalkan persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0. (x1 . a ≠ 0 dengan akar x1 dan x2.2. 1 𝑥 1 1 𝑥 2 + CONTOH 2. x12x2+ x22x1+ x1x2 4. 2 2 𝑥1 − 𝑥2 + 𝑥 3 2 Penyelesaian: Dari persamaan kuadrat dapat diperoleh hubungan akar-akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −2 4 = −1 2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −1 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 121 .

3 4 Dengan demikian (𝑥1 − 𝑥2 )2 = − 2 4 −1 2 3 −1 4 = 5 4 −1 4 2 2 e. (𝑥1 − 𝑥2 )2 = 𝑥1 − 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = 𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥1 𝑥2 2 2 Telah dicari sebelumnya bahwa 𝑥1 + 𝑥2 = .2 2 a. 𝑥1 − 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 + 2𝑥1 𝑥2 = ( )2 + 2 = −1 4 122 Persamaan dan Pertidaksamaan . dari contoh diatas telah diperoleh x12 + x22 = sehingga diperoleh x13 + x23 = −1 3 2 4 3 4 −1 2 − −1 2 = 2 2 2 2 d. Seperti sebelumnya. dapat dicari x12 x2 + x22 x1 = x1 x2 ( x1 + x2 ) Sehingga diperoleh x12 x2 + x22 x1 = −1 −1 4 2 = 1 8 c. Bentuk 𝑥1 + 𝑥2 dinyatakan dalam bentuk penjumlahan dan perkalian dari akar-akar persamaan kuadrat. telah diketahui sebelumnya bahwa bentuk sempurna kesamaan kuadrat: 2 2 𝑥1 + 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 dengan demikian: 2 2 𝑥1 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 − 2𝑥1 𝑥2 = ( −1 2 −1 3 ) −2 = 2 4 4 b. x13 + x23 = ( x1 + x2 )( x12 – x1 x2 + x22 ) = ( x1 + x2 )( x12 + x22– x1 x2 ).

2. 2.f.22 Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah x1 + 3 dan x2 + 3 dimana x1 dan x2 akar-akar persamaan x2 + 4x + 4 = 0. 𝑐 𝑎 Untuk menentukan persamaan kuadrat baru perlu untuk dicari akar-akar dari persamaan kuadrat tersebut dan hubungannya dengan akar – akar persamaan kuadrat yang diketahui. Persamaan dan Pertidaksamaan 123 . 3 𝑥 1 + 3 𝑥 2 = 3𝑥 2 +3𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = 3(𝑥 1 +𝑥 2 ) 𝑥 1 𝑥 2 = 3(−2 ) −1/4 1 =6 ■ Menyusun Persamaan Kuadrat Jika Akar-akarnya Mempunyai Hubungan Dengan Akar-akar Persamaan Kuadrat Lainnya. Dengan menggunakan penggantian.  Menggunakan Rumus Penjumlahan dan Perkalian Akar-akar Jika diketahui persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0. Untuk menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya mempunyai hubungan dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui mempunyai 2 cara yaitu: 1. Dengan menggunakan rumus penjumlahan dan perkalian akarakar. maka didapat penjumlahan akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 dan perkalian akar 𝑥1 𝑥2 = . CONTOH 2.

2. 124 Persamaan dan Pertidaksamaan .3 = x2 maka CONTOH 2. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah u2 – (u1 + u2)u + u1u2 = 0 atau u2 – 2u + 1 = 0 dan u2 .3 = x1 dapat dicari akar-akar tersebut dari:  x1 + x2 = -4 atau u1 – 2 + u2 – 3 = -4 sehingga u1 – 3 + u2 – 3 = -4 atau u1 + u2 = 2  x1x2 = 4 atau (u1 – 3)(u2 – 3) = 4 atau diperoleh persamaan u1u2 – 3 (u1+ u2) = -5 atau u1u2 = -5 + 3(2) = 1. Jika dimisalkan persamaan kuadrat baru berbentuk au2 + bu + c = 0 dengan akar-akar u1 = x1 + 2 atau u1 .23 Tentukan persamaan kuadrat yang akar-akarnya 3 𝑥 1 dan 3 𝑥 2 jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat x2 + 2 x + 1 = 0 ? Penyelesaian: Penjumlahan akar-akar x1 + x2 = -2 dan Perkalian akar-akar x1 x2 = 1.Penyelesaian: Persamaan kuadrat x2 + 4x + 4 = 0 mempunyai jumlahan akar-akar x1 + x2 = -4 dan perkalian akar-akar x1x2 = 4 .

3 3 = 𝑦1 𝑦2  x1 x2 = 1 atau 1 atau y1 y2 = 9 sehingga dapat diperoleh 3(y1 + y2) = . 𝑥1 + 𝑥2 dan 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 𝑥1 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 125 .2 y1 y2 atau y1 + y2 = .2.6 . 1 𝑑 𝑥 1 dan 1 𝑑 𝑥 2 dengan d adalah konstanta yang tidak nol.24 Jika x1dan x 2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat dari x 2 – 4 x + 4 = 0 maka dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya adalah : a.Misalkan persamaan kuadrat baru berbentuk a y2 + b y + c = 0 dengan akar-akar 𝑦1 = 3 𝑥 1 atau 𝑥1 = 3 𝑦1  x1 + x2 = -2 atau 3(𝑦1 +𝑦2 ) 𝑦1 𝑦2 + 3 𝑦2 3 𝑦1 dan 𝑥2 = 3 𝑦2 . CONTOH 2. 2 2 2 2 b. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – (y1 + y2) y + y1 y2 = 0 atau y2 + 6y + 9 = 0  Menggunakan penggantian Untuk mendapatkan persamaan kuadrat yang baru dengan cara penggantian dapat dilakukan jika akar-akar persamaan kuadrat yang baru simetri dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui. dapat dicari: = −2 atau = −2 atau 3(y1 + y2) = -2y1y2.

dapat dilakukan penggantian dari akar-akar tersebut yaitu 𝑦 = kuadrat x2– 4x +4 = 0 yaitu 1 2 𝑑𝑦 1 𝑑𝑥 1 𝑑𝑦 atau 𝑥 = pada persamaan −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0 atau 1 𝑑𝑦 2 −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0. Misalkan akar-akar persamaan baru adalah 𝑦1 = 𝑦2 = 1 𝑑𝑥 2 1 𝑑𝑥 1 dan dimana penjumlahan dan perkalian dari akar-akar tersebut berbentuk simetri walaupun nilai dari x1 dan x2 dirubah. Oleh karena itu.Dari persamaan yang diketahui x2 – 4 x + 4 = 0 dapat diperoleh x1 + x2 = 4 dan x1 x2 = 4 a. kedua ruas dikalikan d2y2 diperoleh 1 – dy + 4d2y2 = 0 atau 4d2y2 – dy + 1 = 0 b. Penyelesaian: 126 Persamaan dan Pertidaksamaan . Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – ( y1 + y2 ) + y1 y2 = 0 atau y2 – 256 = 0 CONTOH 2.25 Dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 1 𝑥 1 𝑥 2 dan 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 dimana x1 dan x2 merupakan akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0.2. Misalkan akar-akar persamaan baru adalah y1 = x12 + x22 atau y1 = ( x1 + x2 )2 – 2 x1 x2 = 16 – 32 = -16 dan y2 = x12 x2 + x22 x1 atau y2 = x1 x2 ( x1 + x2 ) = 16.

Banyak permasalahan yang berhubungan dengan persamaan kuadrat. 2.000.000. Keuntungan tersebut dibagai rata pada setiap anggotanya.4 Menerapkan Persamaan Kuadrat Sebelum ini.2. Pada tahun pertama usaha tersebut mendapatkan keuntungan sebesar Rp 10. Jika ada 2 orang anggota tidak mau menerima keuntungan usaha tahun pertama. CONTOH 2. Persamaan dan Pertidaksamaan 127 .000 lebih banyak dari penerimaan yang dibagai pada semua anggotanya. kita telah belajar banyak tentang persamaan kuadrat dan berbagai cara menyelesaikan persamaan kuadrat. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 250. kita akan menggunakan persamaan kuadrat untuk menyelesaikan beberapa permasalahan. Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut.26 Sekelompok orang melakukan usaha bersama membentuk suatu badan usaha. diperoleh persamaan kuadrat 25 3 yang baru adalah v2 – (v1 + v2) + v1v2 = 0 atau 𝑣 2 − 𝑣 − 6 = 0.2. Misalkan akar-akar persamaan kuadrat yang baru adalah 𝑣1 = dan 𝑣2 = 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 = 𝑥 1 +𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = −6 9 = −2 3 1 𝑥 1 𝑥 2 =9 .Dari persamaan kuadrat yang diketahui diperoleh 𝑥1 + 𝑥2 = dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 = −6 = 9. Pada subbab ini.

000.000.000.000 = 𝐵 ⟹ ⟹ 10.000𝑥 2 + 9.000 𝑥 Jika keuntungan tersebut dibagi (x-2) orang.000 10.000𝑥 − 20. maka selisih yang diterima setiap anggota adalah Rp 250. Dari sini diperoleh 𝐴 + 250.000𝑥 ⟹ 25𝑥 2 + 950𝑥 − 2.000 = 𝑥 𝑥 − 2 ⟹ (10.  Jika keuntungan dibagi pada semua anggota kelompok.000 𝑥 − 2  Jika ada 2 orang tidak mau menerima keuntungan. maka setiap anggotanya menerima A rupiah.000 = 1.000𝑥 ⟹ 250.000 = 10. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  10.000.000 𝑥 10.000.000𝑥)(𝑥 − 2) = 10. maka setiap anggotanya menerima B rupiah.000 + 250.000.000.000𝑥 ⟹ 𝑥 2 − 2𝑥 − 80 = 0 ⟹ 𝑥 − 10 (𝑥 + 8) = 0 128 Persamaan dan Pertidaksamaan . Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 10.000 + 250.000.000.000.500.000.000 = 𝑥 𝑥 − 2 10.000 + 250.Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya anggota kelompok.

diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8.000. maka setiap peserta membayar A rupiah.000.500. maka setiap peserta membayar B rupiah. nilai x harus lebih besar nol.2. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  2. maka setiap peserta harus menambah biaya sebesar Rp 12. Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya peserta wisata.000 𝑥 − 8  Jika ada 8 peserta mengundurkan diri. Dari sini diperoleh 𝐴 + 12. Jika pada saat mau berangkat ada 8 orang yang mengundurkan diri.500. Akan tetapi.Dari persamaan ini. Tentukan banyaknya peserta wisata tersebut.000 𝑥 Jika biaya sewa tersebut dibagi (x-8) orang. maka setiap peserta menambah Rp 12. CONTOH 2.27 Panitia wisata menyewa sebuah bus seharga Rp 2.  Jika biaya sewa bus dibagi pada semua peserta.500 = 𝐵 Persamaan dan Pertidaksamaan 129 . Biaya sewa bus ditanggung secara merata oleh peserta wisata.000. Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 2. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang. Karena itu.000.

Karena itu.000.500𝑥 2 + 1.000 + 12.2𝑥 2 . si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x).000. Penyelesaian: 130 Persamaan dan Pertidaksamaan . Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10.28 Si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue.000.000 2.000. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A.000𝑥 ⟹ 125𝑥 2 − 1. Dalam setiap harinya.500 𝑥 2.500 = 𝑥 𝑥 − 8 2.000 = 2.900.000.000𝑥 ⟹ 12. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi. Akan tetapi.500𝑥)(𝑥 − 8) = 2.⟹ ⟹ 2. nilai x harus lebih besar nol. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A.000 + 12.000.280 = 0 ⟹ 𝑥 − 40 (𝑥 + 8) = 0 Dari persamaan ini.000 = 𝑥 𝑥 − 8 ⟹ (2. Salah satu pekerjanya bernama si A.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0.000 = 0 ⟹ 𝑥 2 − 8𝑥 − 1.000𝑥 − 16. Dalam penjualan.000𝑥 − 160. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang.000 + 12.2. CONTOH 2. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling.000. Jika si A berhasil menjual x paket. dan besarnya adalah 0.000.

Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m.2. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat 𝑥 + 0. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap.2.29 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m. atau 0.1.Pada permasalahan ini. maka tentukan lebar jalur tersebut. Jika luas jalur tersebut adalah 2. CONTOH 2. lihat Gambar 2. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola. Luas jalur dalam m2 adalah Persamaan dan Pertidaksamaan 131 .2𝑥 2 + 𝑥 − 10 = 0 ⇒ 𝑥 2 + 5𝑥 − 50 = 0 ⇒ 𝑥 + 10 (𝑥 − 5) = 0 Diperoleh x=-10 dan x=5. Karena x adalah banyaknya paket barang yang dijual.2. x tidak boleh negatif. Jadi diperoleh hasil x=5. Gambar 2. si A harus menjual sebanyak 5 paket agar si Pegy memperoleh pendapatan Rp 10 dari penjualan si A.1 Jalur lari dengan lebar tetap.500 m2.2𝑥 2 = 10.

c  R.500 m2. maka diperoleh x = 25 m.    Jika dapat difaktorkan ke bentuk 𝑥 + 𝑝 𝑥 + 𝑞 = 0. Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut adalah 25 m.  RANGKUMAN  Bentuk umum persamaan kuadrat adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0.500 = 0 (x+100) (x -25)=0 Karena nilai x > 0. b.500 = 4x2 + 300x x2 + 75x . 2 maka penyelesaiannya adalah 𝑥1 = −𝑝 dan 𝑥1 = −𝑞. maka   𝑥1 + 𝑥2 = 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 132 Persamaan dan Pertidaksamaan .L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 Karena luas jalur adalah 2. Mempunyai bentuk kuadrat sempurna 𝑥 + 𝑝 Mempunyai akar-akar 𝑥1 =  −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 = 𝑞 dan 𝑥2 = Jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat. maka : 2.2.

Setiap sabtu. x2 – 5x + 3 = 0 d.2 km perjam lebih cepat.SOAL LATIHAN 2-2 1. x2 + 5x = -6 f. (y – 2)(y – 2) = 9 e. x2 – 12x – 45 = 0 d. 2x2 – 6x + 11 = 0. x2 – 4x – 5 = 0 e. Peluru ditembakkan vertikal ke udara dengan kecepatan awal v0 dan pada saat Persamaan dan Pertidaksamaan 133 . 6x2 – 7x + 2 = 0. Amir pelari peserta PON berlatih lari 18 km. Tentukan kecepatan ia berlari ? 5. x2 + 4x – 8 = 0 4. a. 3t2 + t – 2 = 0 f. f. x2 – 2x – 8 = 0. a. x2 – 14x – 32 = 0 Carilah akar persamaan kuadrat dengan cara melengkapkan bentuk sempurna. 3x2 – 6x = 9 b. tujuannya adalah mengurangi waktu tempuh sebesar setengah jam. Carilah akar persamaan kuadrat dengan menggunakan rumus abc. Dapatkan akar persamaan kuadrat dengan cara memfaktorkan. u2 + 8u – 9 = 0. (x – 1)2 = 100 c. x2 + x – 12 = 0 c. 2x2 -4x – 2 = 0 c. e. a. dengan bantuan murid SMU kelas 1 dianjurkan agar ia berlari 1. b. (2x + 3)2 = 25 b. d. 3. x2 + 2x = 3 2.

d. sisi balok berbentu empat persegi panjang maka dapatkan luas sisi balok untuk volume = 100 . Jika a dan b akar-akar persamaan kuadrat maka bentuk faktor dari persamaan kuadrat dapat ditulis (x + a)(x + b) = 0 . u dan 2 – u d. a = ( 2 + 5 )( 2 . b= 134 Persamaan dan Pertidaksamaan . Suatu tangga dengan panjang 10 bersandar pada tembok . a = -3 dan b = 4. a. Suatu kotak berbentuk balok yang mempunyai volume = luas alas × tinggi. 2 dan 7 b. b.tertentu akan mencapai ketinggian sebesar v0t – 10t2 . tinggi =2? 7. 4 dan -4 c. Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya. jika alas dan tutup kotak berbentuk bujur sangkar . 1/t dan t yang berurutan 10. alas dan tutup diabaikan. tentukan bilangan –bilangan tersebut ? 8. jika ketinggian maksimum 30 maka tentukan waktu sampai peluru mencapai tanah ? 6.5 ) a =( 3 − 5) dan b = ( 3 + 5) a= 1 ( 3− 5) 1 ( 3+ 5) . Jumlah pangkat dua dari tiga bilangan ganjil adalah 515 . tentukan jarak geseran kaki tangga agar ujung atas tangga bergeser sama panjang dengan geseran bawah ? 9. jarak ujung tangga dengan lantai adalah 6. c. dapatkan persamaan kuadrat tersebut jika: a.

Susunlah suatu persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 2 ± 1 . Salah satu akar persamaan kuadrat 3x2 – (p – 3)x + p + 2 = 0 berlawanan 2 kali. dapatkan nilai p dan akar-akarnya 15. hasil kali akar-akarnya = c. dapatkan nilai p dan akar-akarnya. Persamaan kuadrat berbentuk 2x2 + (p + 3) x – 4p = 0 yang selisih akar-akarnya sama dengan 7 . 12. 14. jumlah akar-akarnya = 2 . dapatkan nilai p. jumlah akar-akarnya = 1 . b. x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat x2 – 3x = . p 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 135 . dapatkan bentuk simetri dengan tanpa mencari akar persamaannya . 16. jumlah akar-akarnya = 3 . dapatkan nilai p ? 17.11. Salah satu akar persamaan –2x2 + px – p + 2 = 0 sama dengan 0. dapatkan p dan akar. dapatkan nilai p dan akar-akarnya 13. jumlah akar-akarnya = -4 . Akar-akar persamaan (2p – 1)x2 – 15/2x – 3 = 0 saling 1 3 berkebalikan . 𝑎 Dapatkan persamaan kuadrat yang hubungan diantara akar- akarnya adalah a. hasil kali akar-akarnya = 2 d. Diketahui salah satu akar persamaan kuadrat x2 – 2qx + 4q = 0 tiga kali akar yang lain . hasil kali akar-akarnya = 4.akarnya jika 2x1 + x2 = 2 ? 18. hasil kali akar-akarnya = -1. Akar-akar persamaan kuadrat x2 – 2x – 4 = 0 adalah x1 dan x2 .

Akar-akar persamaan 9x2 – 15x + p = 0 adalah x1 dan x2. x12 + x22 = x1 + x2 untuk persamaan kuadrat x12 + x22 = 10 berbentuk x2 – px – 4 = 0 ? 22. 1 𝑥 1 −2 dan d. Akar persamaan kuadrat x2 – (p + 1)x – 2p+4 = 0. 𝑥1 + 𝑥2 2 2 2 2 c. 𝑥1 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 3 3 b. x14 + x24 d. x12 dan x22 1 2 𝑥 1 1 2 𝑥 2 c. dan 136 Persamaan dan Pertidaksamaan . 1 𝑥 1−3 + 1 𝑥 2−3 19.2 2 a. Hitunglah p jika b .1= 0 adalah x1 dan x2. x12 + x22 c. dapatkan b jika x12 + x22= 2 ? 23.3x + a . x12 + x12 x2 + x1 x22 + x22 = 2 21. Susunlah persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 2 kali lebih kecil dari akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0 ? 24. 1 3 𝑥 1 + 1 3 𝑥 2 20. x13 + x12 x2 + x1 x22 + x23 b. Akar persamaan kuadrat x2 . hitunglah p jika a. 𝑥1 + 𝑥2 d. Bilangan x1 dan x2 adalah akar persamaan x2 – 2bx + b2 = 0 . tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya a. hitunglah bentuk berikut yang merupakan bentuk simetri dari x1 dan x2 a. 𝑥 1 𝑥 2 dan 𝑥 2 𝑥 1 1 𝑥 2 −2 b.

28.12 = 0 mempunyai akar-akar x1 dan x2. maka tentukan ukuran pekarangan tersebut jika orang tersebut selesai mengelilingi pekarangannya dalam 100 langkah. Persamaan yang akar-akarnya 2 lebih kecil dari persamaan kuadrat x2 – 6ax -6a = 0 adalah 2x2 – 6x + 6 = 0 . Seseorang berjalan menyusuri sepetak pekarangan berbentuk persegi panjang yang luasnya 216 m2 tanpa berhenti.000 lebih banyak dari penerimaan semula. 29. maka tentukan jumlah dari dua bilangan genap tersebut. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 50. Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut. Susunlah suatu persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya kebalikan dari akar-akar persamaan x2 – 6ax -6a = 0 ? 26. tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya x12 + x22 dan x12 . Persamaan dan Pertidaksamaan 137 . Sekelompok orang menerima borongan pekerjaan penggalian selokan dengan imbalan sebesar Rp 2 juta yang dibagi rata pada setiap anggotanya. sebelum ada yang mengundurkan diri. 30. Jika jumlah dari kebalikan dua bilangan genap yang berurutan adalah 9 40 .x22. Andaikan langkah orang tersebut selalu tetap sebesar 60 cm. tentukan a dan akarakarnya ? 27.25. Persamaan kuadrat 6x2 – x . Jika 2 orang onggotanya mengundurkan diri.

Ukuran sedang memerlukan 1. Dalam buku ini dibahas system persamaan linear: 1. dan banyaknya seragam wanita yang dapat dibuat adalah 2𝑥 + 2. Banyaknya seragam pria yang dapat dibuat adalah 1. Misalkan peubah x menyatakan seragam dengan ukuran sedang. Peubah y menyatakan seragam dengan ukuran besar. Sistem persamaan linear banyak sekali dijumpai dalam banyak aplikasi misalnya:  Seorang pengusaha busana seragam untuk pria dan wanita dengan bentuk yang berbeda dan terbagi dalam 2 ukuran sedang dan besar.5𝑦 = 100. 3.2 meter untuk seragam pria dan 2 meter untuk seragam wanita. 1.5 meter perseragam wanita. Dan ini membentuk dua persamaan linear berikut ini.2.2 𝑥 + 1. Ukuran besar memerlukan 1. 2. maka banyaknya seragam yang dapat dibuat untuk ukuran sedang dan besar adalah.3 Sistem Persama a n Linear Sistem persamaan linear atau juga disebut sebagai sistem persamaan linear serentak merupakan kumpulan atau himpunan dari persamaan linear. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 2 persamaan. Sistem persamaan linear 2 peubah dengan 2 persamaan.2x + 1.5y = 200 138 Persamaan dan Pertidaksamaan .5y = 100 dan 2x + 2. Jika bahan yang tersedia untuk pria sebanyak 100 meter dan wanita 200 meter.5 meter per seragam pria dan 2.5𝑦 = 200. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 3 persamaan.

y menyatakan banyaknya pengunjung anak-anak dan z menyatakan banyaknya pengunjung mobil.000.000. Lokasi A sebesar Rp10.000 3500 x + 2500 y + 1000 z = 12.000.per mobil. Lokasi B sebesar Rp 12...000  Pada ilustrasi nomor 2.500. setiap lokasi pendapatan yang diperoleh rata-rata adalah 1.000 Persamaan dan Pertidaksamaan 139 .000 3000 x + 2500 y + 1000 z = 12.dengan harga karcis Rp2.per anak dan Rp1. maka banyaknya pengunjung kedua lokasi wisata tersebut adalah : 2500x + 1500 y + 1000 z = 10.000.per m obil.. Rp1.. jika hanya terdapat 2 lokasi pada obyek wisata tersebut. Rp2.per dewasa.per mobil.000.per dewasa. Misal x menyatakan banyaknya pengunjung dewasa.000.. Rp2.000.per dew asa. Lokasi C sebesar Rp14.000. Permasalahan ini membentuk suatu sistem persamaan linear: 2500 x + 1500 y + 1000 z = 10. Banyaknya pengunjung dari ketiga lokasi wisata tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut.dengan harga karcis Rp 3.. 2.500. 3.500.000.000 3000 x + 2000 y + 1000 z = 14.per anak dan Rp1.000.000....000.000.000.. Suatu obyek wisata yang mempunyai 3 lokasi dengan bentuk yang berbeda pada suatu tempat yang sama.000.dengan harga karcis Rp3.000.500.per anak dan Rp1.

140 Persamaan dan Pertidaksamaan . Metode gabungan eliminasi dan substitusi. b1 . Metode Substitusi. 5.3. y) yang memenuhi kedua persamaan linear tersebut sehingga memberikan pernyataan yang benar. 4. b1 . b2 . Metode Grafik. b2 tidak boleh bersama – sama bernilai nol. c2  R a1 . 2. Metode Matriks. a2 . dibahas pada Bab 3. Metode Eliminasi 3. Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear yaitu : 1 . Mencari penyelesaian dari sistem persamaan linear merupakan pasangan (x.1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah Sistem persamaan linear dua peubah secara umum dapat ditulis : a1x + b1y = c1 dengan a1 . c1  R a2x + b2y = c2 dengan a2 .2. 1) Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Metode Grafik Menyelesaikan sistem persamaan linear dengan metode grafik maka persamaan a1x + b1y = c1 dan a2x + b2y = c2 dapat dipandang sebagai garis lurus maka perpotongan dari kedua garis tersebut merupakan penyelesaian dari sistem persamaan linear .

Garis u1 sejajar dengan u2 namun tidak berhimpit. 𝑏2 ≠ Pada kondisi ini. terdapat banyak titik yang memberikan jawaban yang benar dan dikatakan bahwa sistem persamaan linear mempunyai banyak penyelesaian. sistem persamaan linear mempunyai satu penyelesaian/ jawab. didapat: untuk x = 0 . 2. sehingga sistem persamaan linear tidak mempunyai penyelesaian. tidak terdapat perpotongan atau singgunggan antara kedua garis tersebut. y = dan 2 3 untuk y =0 . Terdapat satu titik potong jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . 3. CONTOH 2. jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 𝑏2 𝑐1 . x = 3 Persamaan dan Pertidaksamaan 141 .3.Misalkan garis u1 : a1x + b1y = c1 dan garis u2 : a2x + b2y = c2 maka akan terdapat beberapa kemungkinan diantara kedua garis tersebut yaitu: 1. 𝑐2 = ≠ Pada kondisi ini. Penyelesaian: Dari persamaan x + 2y = 3.1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berbentuk x + 2y = 3 dan 2x + y = 3. Garis u1 berimpit dengan garis u2 jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . 𝑏2 ≠ Pada kondosi ini.

Jadi grafik melalui titik (0. 3 2 Dari grafik terlihat bahwa perpotongan garis terjadi disekitar (1. Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan substitusi dimaksud adalah melakukan substitusi terhadap salah satu peubah x atau y dari 1 persamaan ke persamaan yang lain. didapat: untuk x=0. b1y = c1. ) dan (3. 2) Menyelesaikan Dengan Metode Substitusi. Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 . a1x + b1y = c1.a1x atau 𝑦 = 𝑎 1 𝑥 disubstitusi 𝑏1 𝑐1 𝑎 1 b2( − 𝑥) = c2 atau 𝑏1 𝑏1 𝑐1 𝑏1 − pada persamaan a2x + b2y = c2 diperoleh a2x + 𝑏2 𝑎1 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑥 = 𝑐2 − 𝑏1 𝑏2 𝑏1 Jadi 142 Persamaan dan Pertidaksamaan . dan y=1. Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear ini adalah x=1. 1).3) dan ( . x = 3 2 Jadi grafik melalui titik (0. a2x + b2y = c2. 0). 2 3 Dari persamaan 2x + y = 3.0). y = 3 dan untuk y=0.

dan y=-1. didapat: 3x – 2(-1) = 5 atau x = 1 Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah x=1.6 atau y = −16 16 5+2𝑦 .3.𝑏2 𝑐1 𝑏1 𝑥 = 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑏1 𝑐2 − CONTOH 2. kedua ruas = -1. CONTOH 2.2 Dapatkan penyelesaian dari sistem persamaan linear 3x – 2y = 5 2x + 4y = -2 Penyelesaian: Ambil salah satu persamaan 3x – 2y = 5 atau x = ke persamaan lainnya 2x + 4y = -2 atau 2 ( dikalikan 3 didapat 10 + 4y + 12y = .3 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x = 6y + 4 3x + 4y = 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 143 .3. 3 disubstitusikan 5+2𝑦 ) +4 3 y = -2 . Nilai y=-1 dimasukkan ke persamaan 3x – 2y = 5.

Ambil persamaan 2x = 6y + 4 atau x = 3y + 2 disubstitusikan pada persamaan 3x + 4y = 3.c2a1 Jadi 𝑦 = 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 dan 144 Persamaan dan Pertidaksamaan . a1x + b1y = c1 | x a2  diperoleh a2a1x + a2b1y = c1a2 a2x + b2y = c2 | x a1  diperoleh a2a1x + a1b2y = c2 a1 (a2b1 – a1b2)y = c1a2 . Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi dimaksudkan adalah menghilangkan salah satu peubah dari sistem persamaan dengan menyamakan koefisien dari peubah tersebut. 17 13 +2= . 13 dan 3) Menyelesaikan Dengan Metode Eliminasi. 17 13 Jadi penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah 𝑥 = 𝑦 = −3 . didapat 3(3y + 2) + 4y = 3 atau 13y = -3 Diperoleh y = didapat x = 3 −3 13 −3 13 dan nilai y ini dimasukkan ke salah satu persamaan.

38 atau u = −38 . 14 CONTOH 2.6 -u + 3v = 4 dikalikan 8 diperoleh -8u + 24 v = 32 14u = .𝑥 = CONTOH 2. Penyelesaian: 3s – 4t = 6 dikalikan 2 diperoleh 6s – 8t = 12 Persamaan dan Pertidaksamaan 145 .4 𝑐1− 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑏 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 1 𝑎1 Selesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi berbentuk 2u + 8v = -2 -u + 3v = 4 Penyelesaian: 2u + 8v = -2 dikalikan 1 diperoleh -u + 3v = 4 dikalikan 2 diperoleh 2u + 8v = -2 -2u + 6v = 8 14v = 6 atau v = 3/7 2u + 8v = -2 dikalikan 3 diperoleh 6u + 24 v = .5 Dapatkan himpunan penyelesaian dengan eliminasi jika terdapat persamaan berbentuk 3s – 4t = 6 dan 2s + 5t = .3.3.3.

6 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 3x – 4y = 5 dan -2x + 2y = 4 Penyelesaian: 146 Persamaan dan Pertidaksamaan . CONTOH 2.9 -23t = 21 atau t = 3s – 4t = 6 dikalikan 5 diperoleh 15s – 20t = 30 8s + 20t = -12 + 23s = 18 2s + 5t = . 23 6 s + 15 t = .2s + 5t = -3 dikalikan 3 diperoleh −21 . Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 Penyelesaikan sistem persamaan linear dengan gabungan eliminasi dan subtitusi dimaksudkan adalah melakukan eliminasi terhadap salah satu peubah yang kemudian melakukan subtitusi pada salah satu persamaan atau sebaliknya.3. 18 −21 }. 23 23 4) Menyelesaikan Dengan Metode Gabungan Eliminasi dan Substitusi.3 dikalikan 4 diperoleh 18 23 atau s = Himpunan penyelesaiannya adalah { .

7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 4u – 8v = 7 dan 3u + 2v = 2 Penyelesaian: 4u – 8v = 7 dikalikan 3 diperoleh 12u – 24v = 21 3u + 2v = 2 dikalikan 4 diperoleh 12u + 8v = 8 -32v = 13 atau v = 3u + 2( −13 .3. 32 - dilakukan subtitusi pada persamaan 3u + 2v = 2 maka : 15 16 15 −13 }.3.2 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah Sistem persamaan linear tiga peubah dapat dinyatakan dalam bentuk Persamaan dan Pertidaksamaan 147 .3x – 4y = 5 dikalikan 2 diperoleh 6x – 8y = 10 + -2x + 2y = 4 dikalikan 3 diperoleh -6x + 6y = 12 -2y = 22 atau y = -11 . 2. dilakukan subtitusi pada persamaan -2x + 2y = 4 maka didapat -2x + 2(-11) = 4 atau x = . CONTOH 2.13. Penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah {-13. -11}. 16 32 −13 32 ) = 2 atau u = Jadi himpunan penyelesaiannya adalah { .

c1 . b2 . b1 .8 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk x – 2y + z = 2 2x + y + 2z = 1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi . d2 . a2. b3 . d1 .1) bilangan real. CONTOH 2. c2 .3. Menyelesaikan sistem persamaan linear 3 peubah dapat dilakukan seperti halnya pada sistem persamaan linear 2 peubah . c3. x – 2y + z = 2 dikalikan 2 diperoleh 2x + y + 2z = 1 dikalikan 1 diperoleh 2x – 4y + 2z = 4 2x + y + 2z = 1 . d3 merupakan (2. a3 .5y atau y = -3/5 x – 2y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh x – 2y + z = 2 =3 dilakukan 148 Persamaan dan Pertidaksamaan .a1 x  b1 y  c1 z  d1 a2 x  b2 y  c2 z  d 2 a3 x  b3 y  c3 z  d3 dengan a1.3.

subtitusikan pada persamaan -x+ y + z = 2 2 atau x = −9 .y + 2z = 4 + dilakukan subtitusi nilai y pada persamaan tersebut diperoleh -(-3/5) + 2z = 4 atau z = didapat -x + ( ) + −3 5 23 = 10 23 10 . 10 CONTOH 2.9 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi . 3 dilakukan + 2x + 2y + 4z = -2 -3z=5 atau 𝑧 = dilakukan subtitusi pada persamaan 2y + 3z = 1 Persamaan dan Pertidaksamaan 149 . x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 2y + 3z = 1 2x – 2y + z = 3 | x 1 diperoleh 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 | x 2 diperoleh −5 .-x + y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh -x + y + z = 2 .3.

yang memenuhi kedua SOAL LATIHAN 2-3 1. 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 2x+y = 1 150 Persamaan dan Pertidaksamaan . a. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut dengan menggunakan metode grafik. Metode Substitusi.diperoleh 2y + 3 ( −5 3 ) = 1 atau y = 3. 3 3  RANGKUMAN  Penyelesaian dari sistem persamaan linear dua peubah merupakan pasangan (x. }.  Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear dua peubah. yaitu : 1 . Metode Eliminasi 3. 2. kemudian disubtitusikan pada −5 3 −2 3 persamaan x + y + 2z = -1 diperoleh x + 3 + 2 ( ) = .1 atau x = Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah { −2 −5 . Metode gabungan eliminasi dan substitusi. 4. Metode Grafik. 3. x – 2y = 3 b. y) persamaan linear tersebut.

Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan gabungan eliminasi dan subtitusi Persamaan dan Pertidaksamaan 151 . a. 2x + 3y = 4 x+y =4 = x + 2y – 1 = 0 3. x + 2y = 3 -x + 2y = 3 d. 3x +5y = 7 3x + 2y – 4 = 0 f. 1/2x + 1/3y = 1 -x + 2y = 3 d. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e. 𝑥 2 −𝑥 𝑥𝑦 = 4 7 x + 2y 3 2𝑥−3 2x + 3y – 2 = 0 𝑦−2 𝑥 e. a. 4x – 2y -4 = 0 x+y =3 e.y = 1 c. 2x – 2y = -2 b. x + y -3 = 0 = =4 𝑦 − 2 = −2 𝑥 4. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode subtitusi .c. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode eliminasi. 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 d. 2 𝑦+3 2x . 3x + 2y = 7 b. 3 2𝑥−3 2 𝑦 +3 x + 2y = 5 c. 2𝑥 3𝑦 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 2. x – 4y = 6 =1 f.

000 lebihnya dari 3 kali penduduk kota B dapatkan jumlah penduduk kedua kota tersebut ? 8. 2x – 3y + z = 2 x + 2y – z = 4 xy +z =1 b. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. jika pada saat tertentu mendapatkan hasil penjualan sebesar Rp 250. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut. Sebuah industri pakaian jadi memproduksi 2 jenis pakian yaitu pria dan wanita.000. a.000 dari 120 pakaian wanita dan 100 pakaian pria . 152 Persamaan dan Pertidaksamaan .a. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. tentukan nilai a dan b ? 6. x + 4y – z = 15 2x .000. demikaian pula dari 90 pakian pria dan 80 pakaian wanita mendapatkan sebesar Rp 200. 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 d. Dua titik (2. 1) yang dilalui oleh garis lurus ax + by = 6 .000.500. x – 3y = -5 2x + z = 10 y + 5z = 5 9. 3) dan (-1. dapatkan harga jual setiap pakaian pria dan wanita ? 7. 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 5. 2𝑥 3𝑦 2x+y = 1 c. akan tetapi jumlah penduduk kota A sama dengan 1. Jumlah penduduk dari suatu kota A dan B adalah 4.2y +3z = 12 x + 2y – z = 10 c. x – 2y = 3 b.

0) dan (4. Metode grafik. (1. 0). 1).a. (0. a.1). 0) dan (0. − = 2 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 𝑥 3 1 c. c2 merupakan bilangan real. b.1) dimana a1≠0.4. b. 1). 0) dan (2. (2. d. b1. Persamaan dan Pertidaksamaan 153 . (2. c jika fungsi tersebut melalui titik berikut ini.4 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat Dua Peubah Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 (2. (-2. 0). Diketahui persamaan kuadrat y = ax2 + bx + c . 1) 2. a2≠0. tentukan nilai a. (0. b2. 4) c. − + = 1 𝑧 𝑥 𝑦 1 𝑦 2 𝑥 2 1 3 − + =5 + − =8 3 𝑦 1 𝑧 1 𝑦 3 𝑧 + =3 − =1 3 𝑧 1 𝑧 + − = −1 − =2 1 𝑧 2 𝑥 3 𝑧 10. 4) dan (-2. Untuk menyelesaiakan sistem persamaan tersebut dapat dilakukan dengan cara 1.-1). 2. Metode subtitusi. (2. + − = 10 𝑥 𝑦 𝑧 2 𝑥 2 𝑥 1 1 3 b. (-4.

Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan tersebut dilakukan dengan subsitusi persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 pada 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 diperoleh 𝑥 + 1 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 atau 𝑥 2 + 2𝑥 + 1– 𝑥– 1 = 0. 0)}.CONTOH 2.4. yaitu untuk x1 = 0 diperoleh y1 = 1 dan untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 0. (-1. 𝑥 2 + 𝑥 = 0 atau 𝑥(𝑥 + 1) = 0 diperoleh x1 = 0 dan x2 = -1 Nilai-nilai x disubtitusikan pada 𝑦 = 𝑥 + 1. akan diperoleh x + 2 = x2 atau x2 – x – 2 = 0 . CONTOH 2. Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah {(0. 1).1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1.2 Selesaikan sistem persamaan berbentuk y = x + 2 dan y = x2 Penyelesian: y=x+2 y = x2 Subtitusikan persamaan 𝑦 = 𝑥 + 2 pada persamaan 𝑦 = 𝑥 2 .4. dilakukan faktorisasi diperoleh (x – 2)(x + 1) = 0 dan diperoleh hasil x1 = 2 dan x2 = -1 154 Persamaan dan Pertidaksamaan .

Metode Substitusi. yaitu : 1 . Persamaan dan Pertidaksamaan 155 . Secara geometrik himpunan penyelesaian tersebut merupakan titik potong dari kedua persamaan. 4) . c2 merupakan bilangan real  Ada beberapa cara penyelesaian yang dapat dipakai untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dan kuadrat dua peubah. (-1. Metode Grafik.Nilai-nilai x disubtitusikan pada persamaan y = x + 2.  RANGKUMAN  Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 dimana a1≠0. seperti yang diperlihatkan pada gambar disamping ini. Untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 1 Sehingga himpunan penyelesaian adalah {(2. didapat: 1. a2≠0. b1. b2. Untuk x1 = 2 diperoleh y1 = 4 2. 1 )}. 2.

Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini. y = x + 2 y = x2 + 2x . y – 2x -9 = 0 y –x2 + 5x -5=0 c. y = x – 1 y = x2 .2x + 5 = 0 y = x2 .SOAL L ATIIHAN 2 --4 S O AL L AT H AN 2 4 1. y = x + 1 y = x2 + 2x .2 2 c.1 b. y = x -2 y = x2 + 2x . Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini.3x + 2 b. a.2 Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini. y =2x y = x + 2x . y . a. y . y + x = 5 y = x2 .3x + 3 4.3x + 3 5.3x + 3 6. y = 3x + 2 y = x2 + 2x . a. y = x y = x + 2x . y – 2x -9 = 0 y –x + 5x -5=0 2 c. a. y + x – 1=0 y = x .1 2. Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. y – 2x = 5 y –x + 5x -5=0 2 c. y = .3x + 2 2 b. Tentukan konstanta k agar agar sistem persamaan linear-kuadrat berikut 156 Persamaan dan Pertidaksamaan .3x + 2 2 b. a.2 3.2 c.2 + 5 x y = x2 . 2 b.x = 10 y = x .

pertidaksamaan linear dengan satu peubah. y) merupakan titik pada bidang koordinat yang terletak pada persamaan y = x + 1. ≤ (lebih keci sama dengan). > (lebih besar).5. y) merupakan pasangan dari titik yang memenuhi y = x + 1. pertidaksamaan kuadratik.𝑦 = 6𝑥 − 10 𝑦 = 2𝑥 2 − 2𝑥 − 𝑘 o o o Mempunyai dua penyelesaian.1 Beberapa contoh pertidaksamaan. y) berada dibawah grafik y = x + 1. 𝑎𝑥 − 𝑐 < 𝑑 + 𝑏𝑥. jika pasangan (x. Persamaan dan Pertidaksamaan 157 . Ekspresi y < x + 1 merupakan suatu pertidaksamaan. maka (x. pertidaksamaan pecah rasional. 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0. Mempunyai satu penyelesaian dan kemudian tentukan penyelesaiannya. Pada pertidaksamaan. atau ≥ (lebih besar sama dengan. 1. Pada persamaan yang memuat hubungan diantara 2 peubah x dan y. Tidak mempunyai penyelesaian. 2. maka pasangan (x. jika (x. CONTOH 2. 3. 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 ≥ 𝑑𝑥 .5 Pertidaksamaan Suatu persamaan dinyatakan dengan tanda “=“. 2. Untuk hubungan dari peubah – peubah yang menyatakan pertidaksamaan digunakan tanda < (lebih kecil). Daerah penyelesaian pada pertidaksamaan dengan satu peubah dapat dinyatakan pada garis bilangan. y) memenuhi pertidaksamaan 𝑦 < 𝑥 + 1.

Untuk pertidaksamaan dengan tanda selain <. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑏 < 𝑐 maka 𝑎 < 𝑐. ■ Sifat -Sifat pertidaksamaan Jika a. kita bahas terlebih dahulu tentang selang/ interval. untuk sembarang c. c. mempunyai sifat yang identik dengan pertidaksamaan dengan tanda <. pertidaksamaan linear dengan dua peubah. e. 158 Persamaan dan Pertidaksamaan . Karena itu. Secara geometrik interval merupakan sepotong garis pada garis bilangan real. d. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 1 𝑎 1 𝑏 > . f.  Interval Himpunan tertentu yang menarik dan sering muncul dalam matematika adalah himpunan bilangan real yang dinamakan selang/interval. Penyelesaian pertidaksamaan sering terkait dengan selang atau interval. dan d merupakan bilangan real. b. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 > 0 maka 𝑎𝑐 < 𝑏𝑐. b. maka berlaku: a. c. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 0 maka 𝑎𝑐 > 𝑏𝑐. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 𝑑 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑑.4. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑐. 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 ≤ 𝑐.

maka interval terbuka dari a ke b ditulis dengan (a. Persamaan dan Pertidaksamaan 159 . Interval berhingga yang memuat satu titik ujung. b] dan didefinisikan dengan: 𝑎. 𝑏) = {𝑥|𝑎 < 𝑥 < 𝑏} Kurung siku menunjukkan bahwa titik ujung termasuk dalam interval.DEFINISI 2. Suatu interval dapat diperluas sampai tak hingga arah positif +∞ atau ∞ . Interval yang diperluas sampai tak terhingga dinamakan interval tak hingga. Interval yang titik-titik ujungya berhingga disebut interval berhingga. 𝑏 = {𝑥|𝑎 ≤ 𝑥 ≤ 𝑏} Jika a dan b bilangan real dengan a < b. atau keduanya. b) dan didefinisikan dengan: (𝑎. hanya merupakan perluasan ke arah tak berhingga negatif atau tak berhingga positif. maka interval tertutup dari a ke b ditulis dengan [a.1 : Jika a dan b bilangan real dengan a < b. sedangkan kurung biasa menunjukkan bahwa titik ujung tidak termasuk dalam interval. arah negatif (−∞). Simbul −∞ atau ∞ bukan merupakan suatu bilangan. tetapi tidak memuat titik ujung yang lain disebut interval setengah terbuka atau interval setengah tertutup.5.

atau sebaliknya. dan d bilangan positif dan a-c≠0. b.2. dan d merupakan bilangan real.1 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan linear 160 Persamaan dan Pertidaksamaan . dan a dan c tidak keduanya nol. Kemudian dinyatakan dalam garis bilangan. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. c. Jika dipunyai pertidaksamaan 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 dengan a.1) Dengan a. c. didapat 𝑎𝑥 − 𝑐𝑥 < 𝑑– 𝑏 atau 𝑥 <  𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 . setiap peubah dipindahkan pada ruas kanan dan setiap bilangan dipindahkan keruas kiri.5. b.5. Untuk mendapatkan penyelesaian dari pertidaksamaan tersebut. maka penyelesaian dari pertidaksamaan linear tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:  Pindahkan cx ke ruas kiri. dan b dipindahkan ke ruas kanan. sehingga setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan merupakan daerah penyelesaian.1 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 (2. GAMBAR 2. Langkah ini hanya untuk memperjelas gambaran penyelesaian. nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan. 𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 Untuk memperjelas gambaran penyelesaian.5.

didapat: 4x – 2 < 2x + 1. 2 Daerah Penyelesaian 3/2 CONTOH 2.5.CONTOH 2. Dengan menggunakan sifat pertidaksamaan nomor 3.2 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi 4x – 2 < 2x + 1. kedua ruas dikurangi 2x dan dilanjutkan dengan dikurangi -2. didapat: 4𝑥 − 2𝑥 ≥ −3 − 2 ⇒ 2𝑥 ≥ −5 ⇒ 𝑥 ≥ − 2 5 Dalam garis bilangan: Persamaan dan Pertidaksamaan 161 .3 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan 4𝑥 + 2 ≤ 2𝑥 − 3 ? Penyelesaian: 4𝑥 + 2 ≥ 2𝑥 − 3. Penyelesaian: Untuk mendapatkan penyelesaian pindahkan 2x pada ruas kiri dan -2 pada ruas kanan.5. Kedua ruas dikurangi 2x dan dikurangi 2. atau ⇒ 4x – 2x < 1 + 2 ⇒ 2x < 3 3 ⇒ 𝑥 < 2 3 Nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan.

5. b. dan lakukan pemfaktoran bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞). kedua ruas dikalikan dengan 𝑥 < − .5.5. 4 7 −1 . Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan kuadrat. dilakukan dengan cara:  Ubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2. atau −7𝑥 > 4. dan c adalah bilangan real.CONTOH 2. dipindahkan 3x keruas kiri dan 2 keruas kanan −4𝑥 − 3𝑥 > 6 − 2.4 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2 – 4x > 6 + 3x .2). 7 2. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.2 Pertidaksamaan Kuadrat Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 (2.5.2) dengan a≠0. 162 Persamaan dan Pertidaksamaan . Penyelesaian: 2 − 4𝑥 > 6 + 3𝑥 .

∞ = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < ∞} 𝑝. Gambarkan 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞 pada garis bilangan. p q GAMBAR 2. 𝑝] = {𝑥| − ∞ < 𝑥 ≤ 𝑝} 𝑝. yaitu 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞. Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 < 0. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝. 𝑝 = 𝑥 −∞ < 𝑥 < 𝑝 (−∞. ∞ = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < ∞} Ambil titik uji x pada setiap selang/interval.2 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan kuadrat Interval yang terbentuk adalah:  −∞.5.5. Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 = 0. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝. Persamaan dan Pertidaksamaan 163 . Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 > 0. maka selang-selang pada garis bilangan dapat digambarkan seperti pada Gambar 2. Jika kita anggap p < q.2. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < 𝑞} 𝑝. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < 𝑝} 𝑝.

5 dan x = 0. dan (-2. +++ -4 -3 ---2.5 -2 +++ 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil nol. Ambil titik uji pada masing-masing interval. Untuk 𝑥 + 3 = 0. yaitu: (-∞.-3). Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. -2). daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini.∞). yaitu (-3. (-3.5.5 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan x2 + 5x + 6 < 0. -2) . 𝑥 2 + 5𝑥 + 6 < 0 ⇒ (𝑥 + 2)(𝑥 + 3) < 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 + 2 𝑥 + 3 = 0. x = -2. misal x = -4. diperoleh titik 𝑥 = −2. Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan. Atau. Untuk 𝑥 + 2 = 0. CONTOH 2. Penyelesaian dari pertidaksamaannya adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut. himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅 dan − 3 < 𝑥 < −2} 164 Persamaan dan Pertidaksamaan . diperoleh titik 𝑥 = −3. Terdapat beberapa selang/interval yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan.

− ] atau [2.6 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2. dan x = 3. himpunan penyelesaiannya adalah 1 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 165 . yaitu: (−∞. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. Atau. 1 2 1 2 1 2 +++ -1 -1/2 --0 2 +++ 3 Karena yang diminta soal adalah nilai – nilai yang lebih besar atau sama dengan nol. ∞). akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. dan (2. 2) . 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2 ⇒ 2𝑥 2 − 𝑥 − 2 ≥ 0 ⇒ (2𝑥 + 1)(𝑥 − 2) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 2𝑥 + 1 𝑥 − 2 = 0. x = 0. diperoleh titik 𝑥 = 2.CONTOH 2. Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. Untuk 2𝑥 + 1 = 0. diperoleh titik 𝑥 = − . ∞). Ambil titik uji pada masing-masing interval. − ). yaitu (−∞.5. misal x = -1. Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. (− . Untuk 𝑥 − 2 = 0.

c≠0. Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0 (2. 𝑥 ∈ 𝑅 .3) atau (2. Apabila ada bentuk kuadrat.4) dengan a≠0.5. Gambarkan titik-titik pembuat nol ini pada garis bilangan. dan d adalah bilangan real.5. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan.5.5.4).𝑥 𝑥 ≤ − 1 dan 𝑥 ≥ 2. Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan pecah rasional. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.  Ambil titik uji x pada setiap interval.5. 166 Persamaan dan Pertidaksamaan .  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol. dilakukan dengan cara:  Rubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2.3 PERTIDAKSAMAAN PECAH RASIONAL Bentuk pecah rasional yang akan dibahas disini adalah yang mempunyai pembilang linear dan penyebut berbentuk linear ataupun kuadratik.3) atau 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥 +𝑐 < 0 (2. b. lakukan pemfaktoran pada bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞). 2 2.

∞).7 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol. 2). Terdapat beberapa interval yang pada garis bilangan. dan (2. 2𝑥−4 𝑥+1 > 0 ?. maka terlihat pada gambar di atas bahwa daerah penyelesaian adalah daerah yang bertanda + yaitu (−∞. Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai negatif. Persamaan dan Pertidaksamaan 167 . −1) dan (2. Dari pembilang: 2x – 4 = 0 diperoleh x = 2 dan Dari Penyebut: x + 1 = 0 diperoleh x = -1. ∞). CONTOH 2. −1). +++ -1 --2 +++ Karena yang diminta adalah yang lebih besar nol. Ambil titik uji pada masing-masing interval antara lain 𝑥 = −2.  Daerah penyelesaian dari pertidaksamaan pecah rasional adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut.Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai positif.5. (−1. 𝑥 = 0. yaitu (−∞. 𝑥 = 3.

x + 1 = 0 diperoleh x = –1. yaitu (−6. 𝑥 = −2.8 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Pertidaksamaan dibawa kedalam bentuk (2.5. 𝑥 = 0 dan didapat hasil tanda seperti pada gambar di bawah ini. −1). 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 > 2 ?. yaitu (−∞. 168 Persamaan dan Pertidaksamaan .CONTOH 2.4) sebgai berikut. −1). −6). Dari pembilang: –x – 6 = 0 diperoleh x = –6 dan Dari Penyebut: Terdapat (−1. daerah penyelesaiannya adalah yang bertanda +.5. ∞). >2 −2>0 − 2(𝑥+1) 𝑥+1 ⇒ ⇒ ⇒ 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 >0 −𝑥−6 𝑥+1 >0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol. (−6. misal 𝑥 = −7.3) atau (2.5. dan beberapa selang . Ambil titik uji pada masing-masing selang. ---7 -6 +++ -2 ---1 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar nol.

3 Jalur lari mengelilingi lapangan sepak bola Luas jalur dalam m2 adalah L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 = 300x + 4x2 Karena luas jalur adalah 2.3.9 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m.500 m2. maka tentukan minimal lebar jalur tersebut. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap. Jika luas jalur tersebut tidak boleh kurang dari 2.5.4 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat Berikut ini akan diberikan beberapa contoh pemakaian pertidaksamaan kuadrat untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m. Penerapan ini akan disajikan dalam bentuk contoh-contoh.5. GAMBAR 2. maka : Persamaan dan Pertidaksamaan 169 .5.500 m2.5. CONTOH 2.2. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola. lihat Gambar 2.

Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. (-100.500 ≤ 4x2 + 300x x2 + 75x . himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅. Atau. Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut minimal 25 m. diperoleh titik 𝑥 = 25. -100] atau [25. 𝑥 ≤ −100 atau 𝑥 ≥ 25}. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ++ yaitu (-∞.500 ≥ 0 (x+100) (x -25) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 +100 𝑥 −25 = 0 Untuk 𝑥 + 100 = 0. 170 Persamaan dan Pertidaksamaan . ∞). Untuk 𝑥 − 25 = 0. 25). yaitu: (-∞. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. +++ -200 -100 --0 25 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar sama dengan nol.2. x = 0 dan x = 100.2. dan (25. diperoleh titik 𝑥 = −100. maka diperoleh x ≥ 25 m. Karena nilai x > 0. ∞).-100). Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. misal x = -200. Ambil titik uji pada masing-masing interval.

diperoleh −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 ≥ 4000 =≫ −2𝑥 2 + 184𝑥 − 4200 ≥ 0 =≫ 𝑥 2 − 92𝑥 + 2100 ≤ 0 =≫ 𝑥 − 50 (𝑥 − 42) ≤ 0 Mirip dengan langkah sebelumnya. atau 4000 dalam ribuan. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+4x rupiah (dalam ribuan).5. Akan didapat interval-interval pada garis real sebagai berikut. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=188-2x. diperoleh:  Pendapatan = 𝑥 188 − 2𝑥 = 188𝑥 − 2𝑥 2  Biaya x unit = 200 + 4x  Keuntungan = Pendapatan – Biaya = 188𝑥 − 2𝑥 2 − 200 + 4𝑥 = −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 Dinyatakan bahwa laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu. carilah titik-titik pembuat nol dan lakukan uji di beberapa titik. Persamaan dan Pertidaksamaan 171 .10 Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu.CONTOH 2. Oleh karena itu. Penyelesaian: Banyaknya unit adalah x dan harga per unit adalah (188-2x). Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual untuk dapat memperoleh laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu ?.

Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.  Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 dengan a≠0. dan d merupakan bilangan real. Jadi banyaknya barang yang diproduksi per minggu paling sedikit 42 dan paling banyak 50. b.  RANGKUMAN  Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 Dengan a. dan d adalah bilangan real. dan c adalah bilangan real. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda – yaitu 42 ≤ 𝑥 ≤ 50. 172 Persamaan dan Pertidaksamaan .  Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥+𝑐 < 0 atau < 0 dengan a≠0. dan a dan c tidak keduanya nol. b. b. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. .+++ 0 42 --45 50 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil sama dengan nol. c. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. c≠0.

Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. 3x + 5 < 5x – 7 b. f. 2𝑥 2 −3𝑥+2 𝑥 2 −5𝑥+6 𝑥 2 +2 3𝑥 <0 b. d. 2 𝑥−2 >3 < 2 3 h. 6 2𝑥+4 4 𝑥−1 < 3𝑥 2𝑥−4 c. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=250-x. a. 8 – 4x < 12 f. d. 6x + 6 < 12 – 24x 2. Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. 𝑥 2 −4𝑥+5 𝑥 2 −𝑥−2 𝑥 2 −1 𝑥 2 −2 >0 c. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. x-1 < 2x + 1 ≤ 3 + x 3. + < + 𝑥 3 1 2 𝑥 4 5 6 b . a. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. 2x + 1 < 3x + 5 < 2x + 6 d.SOAL LATIHAN 2-6 1. f. a. 2 𝑥 c. -4x > 4 e. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+x rupiah (dalam ribuan). Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual Persamaan dan Pertidaksamaan 173 . e. 3 ≤ 2x – 7 < 5 c. x – 3 > 0 d. 2 – 4x ≥ 6x -2 i. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. 𝑥 2 −𝑥−6 𝑥 2 +2𝑥+1 ≤0 <0 > 𝑥 2 −𝑥 𝑥 > 𝑥−1 2 𝑥−2 (𝑥−1) 𝑥−3 (𝑥−4) 5. 2𝑥+4 3𝑥+2 2−𝑥 𝑥−2 >0 2−𝑥 𝑥−2 b. a. −5 𝑥−3 + 2𝑥 + 1 > 0 > 5 6 ≥ + 2 𝑥+2 ≥0 2𝑥+3 𝑥 4. 4x + 2 ≤12 g. e.

174 Persamaan dan Pertidaksamaan . Sebuah penerbit menjual 5.untuk dapat memperoleh laba paling sedikit Rp 100. masing-masing dengan harga Rp 2.000 buku. maka penjualan berkurang 300 buku.500.000 per minggu ?. Jika harga dinaikkan Rp 500. Berapa harga maksimum yang harus dikenakan agar penerimaan paling sedikit Rp 15. 6.000.000.

Matriks 175 . 3. menyatakan sebuah gambar (citra).1 Matriks Dan Operasinya Pada bagian ini akan dibahas tentang definisi matriks. dan sebagainya. dan sebagainya.Bab 3 MATRIKS Matriks banyak dipakai untuk pengembangan berbagai macam cabang matematika. dalam hal ini elemen dari matriks dibatasi pada bilangan real saja. Dalam penerapannya di bidang grafika komputer matriks dipakai untuk merepresentasi struktur data dari suatu graf. operasi yang berlaku dan beberapa sifat matriks. menggerakkan gambar dalam suatu ruang. teori graf. operasi pada matriks. dan penggunaannya pada penyelesaian sistem persamaan linear. tranformasi linear. Perhatikan definisi dibawah ini. Namun Pada buku ini hanya mengenalkan matriks. seperti penyelesaian persamaan linear.

matriks yang ketiga juga dinamakan dengan matriks baris atau vektor baris karena hanya terdiri dari sebuah baris saja.1 Beberapa contoh matriks: 1 −2 1 2 2 . Keduanya. 176 Matriks . 3 −2 4 −2 2 0 . Begitu juga matriks selanjutnya mempunyai ukuran 3 x 3. Matriks yang terakhir adalah matriks kolom atau vektor kolom. Secara umum notasi untuk sebauh matriks menggunakan huruf besar. ukuran matriks pertama adalah 3 x 2. karena matriks terdiri dari tiga baris dan dua kolom. 0 7 Ukuran matriks ditunjukan dengan banyaknya baris dan banyaknya kolom. seperti pada Contoh 3.1.1: Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang.DEFINISI 3. sedangkan anggota dari matriks biasanya menggunakan huruf kecil. Bilangan-bilangan dalam susunan itu dinamakan anggota/elemen matriks tersebut.1. karena hanya terdiri dari sebuah kolom saja. −2 3 5 1 −1 1 2 3 .1.1 secara berurutan. vektor kolom dan vektor baris biasa dilambangkan dengan sebuah huruf kecil tebal atau huruf kecil diberi garis atasnya. CONTOH 3.

2 Matriks A mempunyai ukuran m × n. −2 kolom. Selanjutanya kita akan melihat operasi apa saja yang dapat dikenakan pada matriks. Beberapa contoh matriks baris adalah 2 −7 . maka matriks A dinamakan matriks Matriks 177 .CONTOH 3. 0 . Beberapa contoh matriks baris adalah 3 2 . maka penyebutan itu menggunakan notasi (A)ij = aij. Jika banyaknya baris n = 1.1. ■ Beberapa istilah matriks Untuk matriks 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 . 1 3 −1 3 6 2 2 1 . maka matriks tersebut dapat ditulis sebagai 𝑎11 𝑎21 ⋮ 𝑎𝑚1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑚2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑚3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑚𝑛 𝐴 = atau dapat ditulis 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 Jika diinginkan untuk menyebut sebuah anggota matriks A pada baris ke-i dan kolom ke-j. 4 2 5 0 ii. i. Jika banyaknya baris m = 1. maka matriks A dinamakan matriks baris.

iii. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks diagonal. Beberapa contoh matriks bujursangkar adalah −2 . 0 −2 0 0 −3 0 0 9 vi. 0 0 0 0 0 v. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≥ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga bawah. 3 5 −2 3 −2 2 0 4 4 1 3 iv. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. Beberapa contoh matriks diagonal adalah 3 0 0 2 0 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 < 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. Jika semua elemen A adalah 0. 1 𝐼3 = 1 0 0 1 0 0 0 0 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑛𝑜𝑙. Beberapa contoh matriks nol adalah 0 0 0 0 0 . maka matriks A dinamakan matriks nol (0). 178 Matriks . Beberapa contoh matriks identitas adalah 1 𝐼2 = 0 0 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks identitas (satuan). maka matriks A dinamakan matriks bujursangkar (square matriks). Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 2 −7 . 1 𝐼4 = 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 vii. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 1. biasa disimbulkan dengan In. Jika banyaknya baris m = banyaknya kolom n.

CONTOH 3. 5 1 0 4 −2 3 −2 0 0 . Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 3 2 . −3 6 6 5 −3 2 −3 2 1 Matriks 179 . 7 1 0 3 14 −1 3 0 0 0 0 2 2 0 0 0 1 viii. Beberapa contoh matriks simetri bawah adalah 3 0 . 0 1 DEFINISI 3. 0 0 1 𝐼4 = 2 0 0 0 3 −1 0 0 4 5 0 0 0 3 5 1 ix.2: Dua matriks dikatakan sama jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama dan anggota yang berpadanan juga sama.1.Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 1 2 0 . Jika ada dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dikatakan sama.1. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≤ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga atas. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 > 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛.3 Pandang beberapa matriks di bawah ini. 0 1 −3 6 −3 0 5 2 . Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑗𝑖 maka matriks A dinamakan matriks simetri. maka berlaku aij = bij Perhatikan contoh dibawah ini.

DEFINISI 3. Jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama.3: Jika dua matriks A dan B mempunyai ukuran yang sama. Matriks B tidak sama dengan matriks C karena kedua matriks tersebut tidak mempunyai ukuran yang sama. CONTOH 3. 𝐵 = .1.4 Pandang beberapa matriks di bawah ini. maka: 1. Pengurangan matriks A dan B A-B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B. 2. maka nilai x pada A harus sama dengan 2. elemen cij = aij . maka kedua matriks tersebut dapat dijumlahkan atau dikurangkan. Matriks yang tidak mempunyai ukuran yang sama tidak dapat dijumlahkan atau dikurangkan Dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dapat dijumlahkan atau dikurangkan.𝐴 = 1 𝑥 1 2 1 2 . 180 Matriks .1. 𝐶 = 3 4 3 4 3 4 5 6 Jika matriks A = B. elemen cij = aij + bij. Untuk menambahkan atau mengurangkan kedua matriks tersebut anggota yang berpadanan dijumlahkan atau dikurangkan.bij . Penjumlahan matriks A dan B A+B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B.

1. Penyelesaian: A+B = 1 −2 5 + 3 4 1 1 3 1 + 5 −2 + 2 6 2 = = 3+1 4+4 4 4 0 8 𝐴 − 𝐵 = −2 5 2 1−5 − = 4 1 4 3−1 −4 −4 −2 − 2 = 2 0 4−4 Cobalah lakukan penjumlahan A dengan C.4: Jika sembarang matriks A dikalikan dengan scalar c. 𝐶 = 4 3 4 5 6 Dapatkan A + B dan A-B.𝐴 = 1 −2 5 . 𝐵 = 3 4 3 1 2 2 5 4 6 Dapatkan 2A dan − 𝐵. 𝐴 = 1 −2 1 . apa bisa dilakukan?. 𝐵 = 3 4 1 2 1 2 . CONTOH 3. DEFINISI 3. Penyelesaian: 2𝐴 = 2 1 3 −2 2 −4 = 4 6 8 Matriks 181 .5 Pandang beberapa matriks di bawah ini.1. maka cA adalah sebuah matriks yang ukuranya sama dengan ukuran A dan elemennya adalah caij.

𝐵 = 3 4 2 3 = 1 1 + −2 2 3 1 + 4(2) Selanjutnya cobalah untuk mengalikan A dengan C. m CONTOH 3. ….1. CONTOH 3.5: Dua matriks A dan B dapat dikalikan.1. 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = 1 3 −2 1 0 × 4 2 3 1 0 + −2 3 −3 = 3 0 + 4(3) 11 −6 12 1 −2 1 0 .1 𝐵 2 = 1 2 1 2 3 2 1 2 5 2 3 DEFINISI 3.7 Dapatkan perkalian matriks A dan B 182 Matriks . matriks C berukuran 2x2 karena ukuran A adalah 2x2 dan ukuran B adalah 2x2. atau 𝑐𝑖𝑗 = 𝑛 𝑘=1 𝑎𝑖𝑘 × 𝑏𝑘𝑗 dengan i=1. 2. dan matriks B harus mempunyai ukuran p × n maka hasil-kali A dan B adalah sebuah matriks C yang mempunyai ukuran m x n dan anggota cij berasal dari jumlahan perkalian antara baris ke-i dari matriks A dengan kolom ke-j dari matriks B. 2. n dan j=1. jika matriks A mempunyai ukuran m × p.1.6 Dapatkan perkalian matriks A dan B jika 𝐴 = Penyelesaian: C= A x B. ….

1 Matriks 183 . tidak dapat dilakukan karena ukurannya tidak memungkinkan untuk dikalikan. CONTOH 3.8 Dapatkan transpos dari matriks A dan B jika 𝐴 = 1 2 𝐵 = 3 4 2 1 Penyelesaian:  Tranpose matriks A 5 0 6 1 0 2 1 −2 3 4 2 .1.jika 𝐴 = 1 −2 3 4 1 2 . DEFINISI 3.1. 1 3 1 2 −2 2 × 3 4 4 1 2 1 = −1 17 5 0 6 1 0 2 2 6 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = −4 −7 23 39 Selanjutnya kalau kita mencoba mengalikan A dengan C. 𝐵 = 3 1 2 2 5 4 6 1 0 0 1 2 Penyelesaian: C= A x B.6: Matriks transpose dari matriks A ditulis AT atau A‟ yang elemennya merupakan elemen A dengan mengubah baris i menjadi kolom i atau mengubah kolom ke i menjadi baris ke i. matriks C berukuran 2x4 karena ukuran A adalah 2x3 dan ukuran B adalah 2x4.

 Untuk matriks bujur sangkar A. Tranpose matriks B. matriks nol. matriks bujur sangkar. matriks segitiga bawah. 1 0  RANGKUMAN   Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang. CONTOH 3. Berbagai macam matriks diantaranya: matriks baris. 1 3 2 2 4 1 𝐵𝑇 = 5 6 0 0 1 2 DEFINISI 3.1. matriks diagonal. maka trace A dinyatakan dengan tr(A). matriks kolom. matriks segitiga atas. matriks identitas. trace A = tr(A) merupakan jumlahan elemen pada diagonal utama matriks A. dan matriks simetri. penjumlahan.1. pengurangan.9 Dapatkan trace dari matriks 𝐴 = Penyelesaian: tr(A) = 1 + 4 = 5 tr(B) = 1+4 + 0 = 5 1 3 1 −2 dan 𝐵 = 3 4 2 2 5 4 6 . 184 Matriks .1 𝐴𝑇 = −2 2  3 4 1 . didefinisikan sebagai jumlah elemen pada diagonal utama matriks A. dan perkalian asal memenuhi syarat operasi yang telah didefinisikan.7: Jika A merupakan persegi.  Pada matriks berlaku operasi kesamaan.

d pada persamaan matriks berikut ini. a. A-B d. Apakah A+AT simetri? c. 2A+3B e. 𝑎 − 1 𝑎 + 𝑏 3 = 5 3 𝑐 𝑏 2 − 1 𝑑 3 Matriks 185 . AT+BT b. dan 𝐶 = 0 1. maka: 2 3 1 a. b. (A+B)T f. a. Apakah B+BT dilakukan? dapat d. Tentukan jenis matriks berikut ini. maka dapatkan: 1 3 1 a. c. 4. 𝐵 = 2 3 2 .SOAL LATIHAN 3-1 𝐴 = 1 4 −1 3 . Jika diberikan matriks 1 −2 3 . dan 𝐶 = 1 2. 𝐵 = 2 3 b. d. (A-B)T 𝐴 = 2 4 c. Jika diberikan matriks 2 −2 2 . 0 −2 2 0 0 −3 2 0 0 0 0 0 0 0 4 0 3 0 c. Apakah (B+B)T simetri? 3. 1 3 𝑎 = 3 3 𝑐 𝑏 𝑑 b. 1 2 3 2 2 2 3 2 3 1 0 0 2 1 0 1 0 1 b. Tentukan nilai a. A-AT 2 . Apakah C+CT dapat dilakukan? −2 −3 .

C2 f. (AB)C b. 186 Matriks . 𝑎 + 1 𝑑 − 1 6.1: Misal A merupakan matriks bujur sangkar dan misal ada matriks bujur sangkar B yang berukuran sama dengan ukuran A. matriks yang tidak mempunyai invers dikatakan matriks singular. a. Jika 2𝑏 + 𝑎 0 −6 = 4𝑧 + 1 3 2𝑧 diberikan matriks 𝐴 = 1 4 −1 3 . A(BC). B2. DEFINISI 3. BTA e.2. A2. Sebelumnya perhatikan definisi invers dibawah ini. CT BT AT 3. AB. Tentukan nilai a. BA d. d pada persamaan matriks berikut ini. c. b. maka periksalah mana diantara hasil perkalian 1 3 1 matriks berikut ini yang dapat dioperasikan dan dapatkan hasil perkaliannya.5. ATB. matriks A disebut matriks yang dapat dibalik atau matriks yang punya invers dan matriks B disebut invers dari matriks A dan ditulis A-1. (ABC)T c. Sebaliknya. ditulis B-1. 𝐵 = 2 3 2 . Sebaliknya matriks A adalah invers dari matriks B. sedemikian hingga berlaku AB = BA = I.2 I nvers Matriks Pada bagian ini akan dibahas tentang invers dari suatu matriks dan cara mencari inversnya. dan 𝐶 = 0 2 −2 2 . Sifat-sifat dasar dari suatu matriks yang mempunyai invers. Matriks yang mempunyai invers dikatakan matriks non singular.

2. 2. AB juga mempunyai invers. matriks AB mempunyai invers. Dapat kita lihat bahwa: 2 −1 3 1 0 5 2 −5 = = 𝐼 0 1 2 −1 3 1 3 5 = 0 1 2 0 = 𝐼 1 2 −5 −1 3 Oleh karena AB=BA=I maka:   matriks A adalah invers dari matriks B. (AB)-1 = B-1A-1 Bukti: Dengan mengalikan kedua sisi pada statemen nomor 2 dengan AB. atau A-1=B.CONTOH 3. maka: 1. Jika suatu matriks mempunyai invers. yaitu B-1A-1. Oleh karena (AB)(B-1A-1) = I. Secara simultan telah ditunjukan bukti untuk (1) dan (2).1: Jika matriks A dan B adalah matriks yang mempunyai invers dan berukuran sama. Matriks 187 . atau B-1=A matriks B adalah invers dari matriks A.2. maka (AB)(B-1A-1) = ABB-1A-1 = AIA-1 = I.1 Misal 𝐴 =   3 1 3 𝐴𝐵 = 1 𝐵𝐴 = 5 2 −5 dan 𝐵 = . Perlu diperhatikan bahwa tidak setiap matriks bujur sangkar mempunyai invers. TEOREMA 4. maka invers dari matriks ini adalah tunggal (hanya ada satu).

maka dapat didefinisikan 𝐴0 = 𝐼 dan 𝐴𝑛 = 𝐴𝐴𝑛−1 dengan n > 0.CONTOH 3. DEFINISI 3. Jika matriks A mempunyai invers.2.2 Misal 𝐴 =    1 1 1 𝐴𝐵 = 1 𝐴−1 = 𝐵−1 = 2 2 2 dan 𝐵 = . maka dapat didefinisikan 𝐴−𝑛 = (𝐴−1 )𝑛 = 𝐴−1 𝐴−1 𝐴−1 … 𝐴−1 188 Matriks .2: Jika A merupakan matriks bujur sangkar. Periksalah bahwa: 3 2 3 2 2 2 6 8 = 3 2 3 8 11 3 −2 −1 1 −1 −1 1 2 11 2 3  (𝐴𝐵)−1 = −4 3 2 −4 3 3 −1 −2 −4 = 2 = (𝐴𝐵)−1 1 −4 3 11  𝐵−1 𝐴−1 = −1 −1 1 Untuk menambahkan wawasan kedalaman tentang pembahasan matriks.2. berikut ini akan ditampilkan beberapa definisi dan teorema yang tidak dibuktikan.

maka 1.3: Jika matriks A mempunyai invers.2.3 Misal 𝐴 =    𝐴−1 1 2 . kA mempunyai invers dan (𝑘𝐴)−1 = 𝐴−1 . Untuk k scalar yang tak nol. Periksalah bahwa: 1 3 3 −2 = −1 1 1 2 1 3 1 2 1 3 1 2 11 = 1 3 15 3 −2 −1 1 30 41 3 −2 −1 1 𝐴3 = 𝐴−3 = (𝐴−1 )3 = = 41 −15 3 −2 −1 1 −30 11 TEOREMA 4. TEOREMA 4. 2. maka 𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚+𝑛 dan (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 .TEOREMA 4.2.2. maka AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 . 𝐴𝑛 mempunyai invers dan (𝐴𝑛 )−1 = (𝐴−1 )𝑛 .2: Jika matriks A merupakan matriks bujur sangkar dan m.3: Jika matriks A mempunyai invers.2. 3. Matriks 189 . untuk n bilangan bulat positif. 𝐴−1 mempunyai invers dan (𝐴−1 )−1 = 𝐴. 1 𝑘 CONTOH 3. n adalah bilangan bulat.

 Untuk matriks A yang mempunyai invers.4 Misal 𝐴 = 1 2 dan dari contoh sebelumnya bahwa 1 3 𝐴−1 = 3 −2 . dan Invers B disimbulkan dengan 𝐵 −1 . Dapatkan invers dari AT. n adalah bilangan bulat.2.  AB juga mempunyai invers. berlaku:  𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚 +𝑛  (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 dengan m.3.CONTOH 3.2. matriks AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 190 Matriks .  (AB)-1 = B-1A-1  Untuk matriks bujur sangkar A. −1 1 Penyelesaian: Berdasarkan teorema 4. (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 = 3 −2 −1 1 𝑇 = 3 −1 −2 1  RANGKUMAN  Untuk matriks A dan B yang mempunyai invers. maka:  Invers A disimbulkan dengan 𝐴−1 .

𝐵 = 0 1 0 0 1 −1 3 5 −3 . Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐵 = 1 −1 1 4 −2 4 6 4 0 1 4 1 4 0 1 4 −3 4 5. (𝐴𝑇 )−1 b. 1 a. Carilah nilai x. 𝐴 = 1 0 1 . 𝐵 = −2 0 1 1 0 6 1 −3 0 0 1 0 1 3 1 . (𝐴𝐴−1 )−1 d. Jika diberikan matriks maka: Matriks 191 . 𝐴 = d. 𝐴 = 1 0 0 . a.SOAL LATIHAN 3-2 1. 𝐴 = c. 𝐵 = 1 2 −1 1 0 −3 2 b. a. 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 4. agar matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐵 = 4 −2 1 1 −1 6 1 0 1 −3 3. 𝐴 = 0 2 0 0 1 0 0 3 1 . 𝐵 = 0 1 1 2 3 2 . Jika maka: diberikan matriks 𝐴 = 2 4 1 2 −4 −3 dan 𝐴−1 = 16 3 2 2 a. 𝐴 = 0 2 1 b. 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 1 −1 3 1 . Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. (𝐴−1 )−1 c. 𝐴 = b. 𝐴 = 1 2 3 2 1 −1 3 3 . 𝐴−2 1 𝐴 = 0 2 0 0 3 1 . 𝐵 = −2 5 −2 −1 2.

kolom. 𝐴−2 6. (𝐴𝑇 )−1 b. 192 Matriks .3 Determinan Dalam subab ini. Elemen a11. Agar matriks B merupakan invers dari matriks A. Tentukan x c. akan ditekankan bahasan pada pengertian determinan sebagai fungsi yang mengaitkan setiap matriks bujur sangkar A dengan suatu bilangan real yang disebut determinan dari A dan dinotasikan dengan det(A) atau |A|. a22. (𝐴−1 )−1 c. ann disebut elemen diagonal utama dari determinan. (𝐴2 )−1 1 0 1 2 dan 𝐵 = 𝑥 11 1 −11 −3 −6 14 6 −7 16 b. tetapi perlu diperhatikan bahwa determinan hanya didefinisikan untuk ukuran n x n (berorder n). 𝐴−2 d.a. …. Pengertian baris. (𝐴𝐴−1 )−1 d. Determinan untuk suatu matriks Anxn ditulis 𝑎11 𝑎21 det(A) = |A| = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑛𝑛 merupakan suatu nilai real tertentu yang terdefinisi. dengan 2 4 𝐴 = −3 2 4 1 a. ( 1 𝐴)−1 11 3. Pendefinisian nilai dari suatu determinan akan dibahas setelah ini. dan unsur pada matriks berlaku juga untuk determinan.

3. CONTOH 3. maka: 𝐾11 𝐾21 ⋮ 𝐾𝑛1 𝐾12 𝐾22 ⋮ 𝐾𝑛2 𝐾13 𝐾23 ⋮ 𝐾𝑛3 … 𝐾1𝑛 … 𝐾2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝐾𝑛𝑛 (3.Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11.1) 1. apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus (dihilangkan) dari matriks A. Matriks KT dinamakan adjoint dari A. Pada suatu determinan dari matriks An×n. tuliskan determinan dari A.3. diperoleh dengan mengalikan minor Mrs dengan (-1)r+s. Minor dan kofaktor −1 2 dari setiap elemen A. Juga dapatkan matriks Kofaktor dan adj(A). Kofaktor dari unsur ars dinotasikan dengan Krs.3. Akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars. Matriks 𝐾 = dinamakan matriks Kofaktor.1: Jika matriks Anxn adalah matriks bujur sangkar dan Kij merupakan kofaktor dari elemen aij. 2. yaitu Krs = (-1)r+sMrs DEFINISI 3. Misal 𝐴 = Penyelesaian:   Determinan dari A = det(A)= Minor dari setiap elemen A: 3 −1 −5 2 Matriks 193 . ditulis adj(A)=KT.1 3 −5 .

2 1. 194 Matriks . 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = 2 1 5 . 𝐾 = 2 5 1 . 3 −5 o M12=|-1|=-1 baris 1 dan kolom 2 pada −1 2 3 −5 o M21=|-5|=-5 baris 2 dan kolom 1 pada −1 2 3 −5 o M22=|3|=3 baris 2 dan kolom 2 pada −1 2  Kofaktor dari setiap elemen A: o K11=(-1)1+1M11=2 o o o  K12=(-1)1+2M12=-(-1)=1 K21=(-1)2+1M21=-(-5)=5 K22=(-1)2+2M22=3 Matriks Kofaktor dari A.o M11=|2|=2 baris 1 dan kolom 1 pada 3 −1 −5 dihapus. Ingat bahwa |2| determinan tingkat nilai mutlak. 3  Matriks adj dari A.3) Rumusan pada definisi di atas ini dinamakan expansi Laplace.2: (NILAI DETERMINAN) Nilai determinan dari matriks Anxn adalah jumlahan dari hasil kali elemen – elemen dalam satu baris (kolom) dengan kofaktornya. dihapus.3. dihapus. bukan dihapus.2) untuk suatu baris i (3.3. untuk suatu kolom j (3. 𝑛 𝑖=1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 . atau det 𝐴 = Atau det 𝐴 = 𝑛 𝑗 =1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 .3. 3 DEFINISI 3.

jika |A|=2. Jika matriks 𝐴 = 𝑎 𝑐 𝑏 .Dari definisi di atas terlihat dengan jelas bahwa determinan matriks merupakan suatu skalar (nilai real) yang diperoleh dari elemen-elemen matriks dengan operasi tertentu.3.3) dengan memilih 𝑎11 𝑎12 i=1. maka dapatkan nilai x. CONTOH 3.3. maka det(A) = ad -bc 𝑑 Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut.1 Determinan Tingkat Dua Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3.2 3 −1 Penyelesaian: Misal 𝐴 = −5 .3 Misal 𝐴 = 3 −1 𝑥 − 5 . 2 det(A) = ad-bc = 3(2) – (-5)(-1) = 6-5 = 1. 2 Penyelesaian: det(A) = ad-bc 2 = 3(2) – (x-5)(-1) Matriks 195 . determinan dari matriks 𝐴 = 𝑎 adalah: 21 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎22 − 𝑎12 𝑎21 Dari sini dapat dikatakan bahwa determinan dari matriks 2x2 adalah perkalian elemen diagonal utama dikurangi denga perkalian elemen diagonal kedua. CONTOH 3.3. dapatkan determinan dari A. 3.3.

3. determinan dari matriks 𝑎11 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 adalah: det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 + 𝑎13 𝐾13 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 + 𝑎13 (−1)1+3 𝑀13 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎 32 𝑎23 𝑎21 − 𝑎12 𝑎 𝑎33 31 𝑎23 𝑎21 +𝑎13 𝑎 𝑎33 31 𝑎22 𝑎32 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 𝑎33 = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎32 𝑎23 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 − 𝑎31 𝑎23 + 𝑎13 (𝑎21 𝑎32 − 𝑎31 𝑎22 ) = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎12 𝑎23 𝑎31 + 𝑎13 𝑎21 𝑎32 −𝑎13 𝑎22 𝑎31 + 𝑎11 𝑎23 𝑎32 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 Untuk memudahkan pencarian nilai determinan tingkat 3 secara manual.3. 3.2 = 6 +x-5 atau x = 1. dari hasil rumusan di atas dapat ditata menjadi: + + + 𝑎11 𝑎12 𝑎13 𝑎11 𝑎12 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎22 𝑎23 𝑎21 𝑎22 𝑎31 𝑎32 𝑎33 𝑎31 𝑎32 196 Matriks .2 Determinan Tingkat Tiga Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3.3) dengan memilih i=1.

5 Misal 𝐴 = −1 3 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −5 0 2 1 0 2 −5 0 2 1 . 2 3 −1 3 −𝑥 2 0 10 = 3(2)2 – (-x)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-x)(-1)2 10 = 12 +3x + 0 – 0 + 0 – 2x atau x =-2.4 3 Contoh 3.Ini yang dinamakan dengan aturan Sarrus.3 Sifat-Sifat Dasar Determinan Berikut ini diberikan beberapa sifat dasar determinan dalam bentuk teorema tanpa bukti. 0 2 3 −5 −1 2 3 0 = 3(2)2 – (-5)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-5)(-1)2 = 12 +15 + 0 – 0 + 0 – 10 = 17 3 −𝑥 Misal 𝐴 = −1 2 3 0 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −𝑥 2 0 0 1 2 0 1 . Matriks 197 . CONTOH 3. dapatkan determinan dari A. Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut.3. jika |A|=10. maka dapatkan nilai x.3. 3.3. Dengan sifat-sifat ini penghitungan nilai determinan dapat lebih sederhana.

maka determinan tersebut dapat ditulis sebagai jumlahan dua determinan. iii. Invers dari matriks non-singular A yang berukuran n × n dapat dinyatakan 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎𝑑𝑗(𝐴) Sifat-sifat di atas. Nilai suatu determinan tidak berubah jika baris-barisnya ditulis sebagai kolom-kolom dan sebaliknya. Jika semua unsur dari satu baris (atau kolom) suatu determinan dapat ditulis sebagai jumlahan dua bilangan.elemen sembarang baris atau kolom pada determinan tersebut dikalikan k. vi. maka nilainya menjadi -1 kali determinan semula. v. 198 Matriks . maka nilai determinan tersebut adalah nol. Jika unsur-unsur dari satu baris atau kolom suatu determinan semuanya nol. ii.i. maka nilai determinan tersebut tetap tidak berubah. vii. iv. maka nilai determinan tersebut adalah nol. Jika sembarang dua baris (atau kolom) dari determinan ditukar letaknya. Nilai suatu determinan menjadi kelipatan k nilai determinan semula jika elemen . Jika unsur-unsur yang bersesuaian dari dua baris (atau kolom) dari suatu determinan sebanding. Jika unsur-unsur suatu baris (atau kolom) determinan diganti dengan menambahkan pada unsur-unsur tersebut k kali unsurunsur yang bersesuaian pada baris (atau kolom) yang lain. merupakan sifat penting dan sering digunakan dalam penghitungan nilai suatu determinan dan invers matriks. viii.

2 Penyelesaian:  Telah diperoleh dari contoh sebelumnya bahwa det 𝐴 = 3 2 − (−1)(−5) = 1. iii.3.6 Misal 𝐴 = 3 −1 −5 .  𝑎𝑑𝑗(𝐴) = 2 5 1 3 Matriks 199 . ii.3. 𝑎 CONTOH 3. 𝑏 dan det(A) tidak nol.4 Mencari Invers Matriks Untuk mencari invers matriks yang berukuran n × n dapat rumusan 𝐴−1 =  1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 Invers matriks berukuran 2×2 Kita akan mencari invers matriks yang berukuran 2×2 dengan menggunakan determinan dan adjoint.3. Jika matriks 𝐴 = i. maka: 𝑑 𝑑 −𝑐 Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾 = −𝑏 𝑎 Matriks adjoint dari A adalah 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = Matriks invers dari A adalah 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎 𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 𝑎 adj 𝐴 = 1 𝑎𝑑 −𝑏𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 . dapatkan invers dari A.

Matriks kofaktor dari A adalah 200 Matriks . 𝑎11 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎11 𝑎23 𝑎21 𝑎33 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 ii. Invers dari 𝐴 adalah 𝐴−1 = 1 𝑎𝑑𝑗 𝑑𝑒𝑡 (𝐴) 𝐴 = 1 1 2 5 2 = 1 3 1 5 3 CONTOH 3.7 Misal 𝐴 = 4 2 . Mencari matriks kofaktor dari A dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 . dapat dicari sebagai berikut.3. 3 2 Penyelesaian: Kita selesaikan langsung menggunakan rumus untuk invers matriks berukuran 2×2. Mencari nilai determinan dari A. dapatkan invers dari A. 𝑎33 𝑎11 Misal matriks 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 Invers matriks A. bisa menggunakan aturan sarrus. i. diperoleh 𝐴−1 = = 1 𝑑 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 −𝑐 1 4 2 −2(3) −𝑏 𝑎 1 −1 2 −2 = −3/2 2 −3 4  Invers matriks berukuran 3×3 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 dan A non singular.

1 2 det(A)=1-0+2-(4+3+0)=-4. Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 CONTOH 3. ii.8 1 Misal matriks 𝐴 = 2 4 Penyelesaian: i. Mencari nilai determinan dari A. matriks A non singular. Mencari matriks kofaktor dari A.𝐾11 𝐾 = 𝐾21 𝐾31 𝐾12 𝐾22 𝐾32 𝐾13 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾33 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT iii. dapatkan invers dari A. 1 1 Matriks 201 . bisa menggunakan aturan sarrus.3. 1 det(A)=|A|= 2 4 0 1 1 0 1 3 2 1 1 1 4 1 0 1 1 3 . Dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 . Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾11 𝐾12 𝐾13 𝐾 = 𝐾21 𝐾22 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾31 𝐾32 𝐾33 𝐾11 = (−1)1+1 𝑀11 = 1 3 = 1 1 − 3 1 = −2.

Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 1 −4 = −2 10 −2 1 −1 −3 −1 −1 1 1/2 −1/4 1/4 1/4 = −10/4 3/4 1/2 1/4 −1/4 Silahkan dicoba untuk mengalikan A dengan 𝐴−1 . 2 1 =2 1 −1 4 1 0 1 =− = −{0 2 1 2 1 1 = = 1 1 −1 4 2 1 0 =− =− 1 1 4 1 0 1 = = 0 3 −1 1 3 1 1 =− =− 1 3 2 3 1 0 = = 1 1 −0 2 1 1 = −1. = −1. − 1 1 } = 1.- 𝐾12 = (−1)1+2 𝑀12 = − 𝐾13 = (−1)1+3 𝑀13 = 𝐾21 = (−1)2+1 𝑀21 𝐾22 = (−1)2+2 𝑀22 𝐾23 = (−1)2+3 𝑀23 𝐾31 = (−1)3+1 𝑀31 𝐾32 = (−1)3+2 𝑀32 𝐾33 = (−1)3+3 𝑀33 −2 10 1 −3 −1 −1 2 4 3 = −{2 1 − 3 4 } = 10. −0 4 = −1. apa hasil yang didapat ? 202 Matriks . 4 = −3. Jadi 𝐾 = −2 −1 1 −1 −1 1 −2 1 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT= 10 −3 −2 −1 iii. −1 2 2 = 1. 1 4 = −2.

Matriks 203 . apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus dari determinan. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2. ditulis adj(A)=KT. RANGKUMAN  Pada suatu determinan. dengan Krs = (-1)r+sMrs     Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11. Dapatkan Kofaktor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars=Mrs. 𝐴 = d. Krs adalah Kofaktor dari unsur ars. Jika matriks 𝐴 = 𝐴−1 = 𝑎 𝑐 𝑏 . a. 𝐴 = c. Dapatkan Minor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. maka det(A) = ad -bc 𝑑 1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 SOAL LATIHAN 3-3 1. Matriks KT dinamakan adjoint dari A. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b.

1 0 a.a. 𝐴 = d. 𝐴 = d. adjoint. 𝐴 = −2 6 0 0 0 1 1 −3 5. a. adjoint. a. 𝐴 = 0 3 2 1 1 c . adjoint. 𝐴 = 0 3 2 1 0 1 0 1 b. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 3. 𝐴 = c. 1 0 a. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = d. Dapatkan Matriks Kofaktor. Dapatkan nilai determinan. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = 0 2 0 1 0 d. b = 1 −2 6 1 4 0 0 0 1 1 −3 0 1 −3 0 0 3 1 1 −1 d. dan invers dari matriks berikut ini. 𝐴 = 1 0 −2 1 6 1 204 Matriks . dan invers dari matriks berikut ini. 𝐴 = 5 0 0 6 b. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 6. Dapatkan Matriks Kofaktor. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. daninvers dari matriks berikut ini. matriks kofaktor. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2 3 1 2 4. 𝐴 = c. 𝐴 = c.

Tunjukkan bahwa: 11. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. Buktikan bahwa: 10. 1 0 𝑥 a. 1 = 0 3 1 2 1 𝑥 − 1 𝑥 b. a. 0 2𝑥 0 3 1 0 1 =4 𝑥 − 1 9.Buktikan bahwa: Matriks 205 .7. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. 2 − 𝑥 1 5 2 − 𝑥 1 6 3 = 𝑥 𝑥 b. 1 = c. 1 2 𝑥 − 5 =5 1 2 𝑥 − 1 𝑥 + 3 = 𝑥 −2 5 8. d.

seperti berikut ini.1) dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks seperti berikut ini.4. Ingat kembali tentang sistem persamaan linear dengan n buah variabel dan n buah persamaan. Sekarang kita coba selesaikan dengan menggunakan matriks.3.1) dengan 𝑎11 𝑎21 𝐴 = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑥1 𝑥2 ⋮ 𝑥𝑛 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … … ⋱ … 𝑎1𝑛 𝑎2𝑛 ⋮ 𝑎𝑛𝑛 𝑋 = 206 Matriks . yang diselesaikan dengan metoda grafis dan substitusi.4. 𝐴𝑋 = 𝐵 (3.4.4 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Matriks Pada bab 2. telah mengenalkan tentang sistem persamaan linear.2) (3. 𝑎11 𝑥1 + 𝑎12 𝑥2 +𝑎13 𝑥13 + ⋯ + 𝑎1𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏1 𝑎21 𝑥1 + 𝑎22 𝑥2 +𝑎23 𝑥13 + ⋯ + 𝑎2𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏2 … 𝑎𝑛1 𝑥1 + 𝑎𝑛2 𝑥2 +𝑎𝑛3 𝑥13 + ⋯ + 𝑎𝑛𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏𝑛 Persamaan (3.

Matriks 207 .𝐵 = 𝑏1 𝑏2 ⋮ 𝑏𝑛 CONTOH 3. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 CONTOH 3. apakah kembali ke bentuk seperti persamaan semula?.4.2 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1 3 1 −2 𝑥 10 𝑦 = 3 𝑧 −1 Coba lakukan pengalian matriks terhadap persamaan di atas ini.1 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks.4.

Selanjutnya kita akan membahas penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan matriks dan determinan.

3.4.1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Invers Matriks
Perhatikan kembali persamaan (3.4.2), jika kedua ruas kita kalikan dari kiri dengan invers A, didapat 𝐴−1 𝐴𝑋 = 𝐴−1 𝐵 I𝑋 = 𝐴−1 𝐵 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 (3.4.3)

Jadi persamaan (3.4.3) merupakan penyelesaian sistem persamaan linear persamaan (3.4.1). CONTOH 3.4.3 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 𝑥2 = 5 1 2 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Invers dari A:

208

Matriks

𝐴−1 =

1 1 2 𝐾 = 2 1 −1 𝐴 1 2 2/3 −1/3 = −1/3 2/3 2/3 −1/3 −1/3 2/3

1 −1 2 −1 = 2 −1 2 4−1

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 1/3 3 = 7/3 5 𝑥

1 = 1/3 dan 𝑥2 = 7/3

CONTOH 3.4.4 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 , 𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Invers dari A: 𝐴−1 = 1 𝐾 = 2 𝐴 −1 2 1 −1 3 1 1 −1 −2 −1 −5 0 −10 −1 0 −4 −5 −2

Matriks

209

= 

0
1 5

1 5

1

2 1 1 0 −
5

4 5

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 0
1 5 1 5

1

2 1 1 0 −
5 11 5

4 5

10 3 = −1

21 5 11 5

5 𝑥

=

21 5

, 𝑦 = 5 dan 𝑧 =

3.4.2 Metoda Cramer
Untuk menyelesaikan persamaan (3.4.1), dapat menggunakan

determinan dari matriksnya. Metoda ini dinamakan metoda Cramer, namun bukti dari metoda ini tidak dibahas di sini. Pembaca bisa mencari pada literatur lain. Ingat kembali sistem persamaan linear dalam bentuk persamaan matriks berikut ini. 𝐴𝑋 = 𝐵 Jika det(A)≠ 0, maka penyelesaian dari sistem persamaan linear tersebut adalah: 𝑥1 = 𝐷
1 , 𝑥2 𝐷

= 𝐷

2 , 𝐷 𝑥

3 = 𝐷

3 , … , 𝑥𝑛 𝐷

= 𝐷𝑛

𝐷

Dengan D=det(A), dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada determinan D dengan matriks kolom B. Untuk lebih jelasnya, kita lihat contoh-contoh berikut ini.

210

Matriks

CONTOH 3.4.5 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Determinan Dk: 2 1 𝟑 𝐷1 = 𝟓 2 𝐷2 = 1 𝐷 = 1 = 4−1= 3 2 1 =6−5= 1 2 𝟑 = 10 − 3 = 7 𝟓

Penyelesaian untuk X adalah 𝑥1 = 𝐷
1 𝐷

=

1 3

dan 𝑥2 = 𝐷

2 𝐷

=

7 3

CONTOH 3.4.6 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini ddengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1

Matriks

211

𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Determinan Dk: 2 𝐷 = −1 2 10 𝐷1 = 3 −1 2 𝐷2 = −1 2 2 𝐷3 = −1 2  𝑥 = 𝐷1 𝐷 −1 3 1 1 = −5 −1 −2 −1 3 1 1 = −21 −1 −2 10 3 3 1 = −25 −1 −2 −1 10 1 3 = −11 −1 −1 .Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 . 𝑦 == 𝐷2 𝐷 Penyelesaian untuk X adalah = −21 −5 = −25 −5 = 5 dan 𝑧 = 𝐷3 𝐷 = −11 −5 212 Matriks .

𝐷 𝐷3 . Jika det(A)≠ 0. SOAL LATIHAN 3-4 1. 𝑥2 𝐷 𝐷2 . maka dengan metode Cramer sistem persamaan linear mempunyai penyelesaian 𝑥1 = 𝐷1 . 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. a. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 2. a. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. RANGKUMAN    Sistem persamaan linear dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks 𝐴𝑋 = 𝐵 Penyelesaian sistem persamaan linear persamaan 𝐴𝑋 = 𝐵 mempunyai penyelesaian 𝑋 = 𝐴−1 𝐵. −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 Matriks 213 . … . −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada D dengan matriks kolom B. 𝑥𝑛 𝐷 𝐷𝑛 𝐷 = 𝑥3 = = Dengan D=det(A).

𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 4. mana yang lebih cepat? 214 Matriks . Bandingkan antara penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan invers matriks dan menggunakan metode Cramer. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. Gunakan soal nomor 3 dan 4. 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b.3. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. a. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 5. 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. a.

K Noormandiri. Ganeca.. 2007. Eryanto. 2004. L. 6. Eryanto. 2007. R. Ganeca. Yudhistira. B. Endar Sucipto. Matematika 1 untuk SMK kelas X Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen Program Keahlian Akuntansi. Matematika untuk SMK kelas XI. Matematika Bisnis Manajemen. HUP. Firmansyah Noor. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas X. Jurusan Matematika ITS. R. R. Yance Lagu M. 2004. 2007.A. 2007 8. Matematika Interaktif. 4. 3. Firmansyah Noor. 2006. Rivai Wirasasmita. 2004. 2005 12. Marwanto. Yogia. Daftar Pustaka A1 . Penerbit Armico Bandung. Endang Riva‟I. Benny Hendarman. 7. 9. Benny Hendarman. Matematika untuk SMK kelas X. Koko Martono. Koko Martono. Penerbit M2S Bandung. 2003. Penerbit Erlangga. 11. Matematika SMU. Jurusan Matematika FMIPA-ITS Surabaya. Koko Martono. Matmatika SMU. 2007. 2007. Penerbit Yudistira. HUP. 2007. dkk. 13. 2. Buku Ajar Kalkulus 2. Endang Jaiman. Herwati. Maman Abdurahman. R. Edi Suranto. Firmansyah Noor. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XI Program IPA. Sembiring. Buku Ajar Kalkulus. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XII Program IPA. 5. Tri Dewilistia. Matematika Keuangan.DAFTAR PUSTAKA 1. Endang Riva‟I. Yudistira. Ganeca. 10. Eryanto.

Arman Delta Selaras. Yudistira. Hendra Gunawan. Matematika SMU. PT. Kuntarti. 19. 16. 2002. 17. 2003. Alih bahasa: I Nyoman Susila. Rama Widya. Loedbi. Srikurnianingsing. 18. Kalkulus. Sembiring. Penerbit Erlangga. Erlangga 2003. Matematika SMA dan MA. Stewart. Kastolan.. Olimpiade Matematika SMU. Wila Adiyanto Sukoco. Penerbit. 2004. 2004. A2 Daftar Pustaka . Matematika SMU. J. Sulistiono. 2004. Matematika Bilingual. Wono Setyo Budhi. Sulasin. 15. Yohanes.14.

578 daerah asal. 302 aturan hasil kali. 285. 521 kuantitatif. 4 derajad. 540. 298 bijektif. 7 Indeks B1 . 13 rasional. 521 tunggal. 193. 521 kualitatif. 319 bilangan asli. 10 tak terbatas. 199 angka baku. 521 diskrit. 407 deret. 551 anuitas. 566 majemuk. 372 aritmatika. 5 real. 405 biimplikasi. 547 denominator. 578 periode. 570 unggal eksak. 210 D B barisan. 539. 4. 10 kompleks. See kodomain data. 2 bulat. 601 argumentasi. 361 aritmatika. 384 geometri. 11 bunga. 3 cacah. 521 kelompok. See range daerah kawan. See domain daerah hasil. 569 C cramer. 2 irasional. 547 kontinu. 380 geometri. 391 bidang datar. 410 derajat.INDEKS tunggal. 397 desimal. 597. 509 tunggal biasa. 405. 360. 567 A adjoint.

See negasi injektif. 575 domain. 450 disjungsi. 196 diagram. 194 sifat-sifat. 246 fungsi obyektif. 514 frekuensi penggabungan. 238 invers. See nilai determinan interval. 315 hipotesa. 530 batang. 7 determinan. 406 garis selidik. 159 tertutup. 197 tingkat dua. 186. 549. 20 J jajaran genjang. 552 B2 Indeks . 158 berhingga. 159 terbuka. 215. 532 garis.. 159 F faktorial. 195 tingkat tiga. 533 dilatasi. 282 himpunan. 188. 281 diskonto. 531 lingkaran. 211. 159 tak hingga. 418 jangkauan. 192. 317 implikasi. 475 frekuensi harapan. 208 penjumlahan. 437. 497 expansi Laplace. 297 fungsi. 16 perkalian. 234. 578 fungsi. 193 nilai. 535 gabungan. 212 1 x 1. 199. 316 fungsi objektif. 331 matriks. 319 E equally likely. 193. 503 garis.terbatas. 303 histogram. 203. 262 G H I ingkaran.

K kaidah penjumlahan. 193. 246 konvers. 184. 552. 283 Kontradiksi. 566 L layang-layang. 179 segitiga bawah. 426 pusat. 178 diagonal. 272 pernyataan. predikat. 176 mean. 299 kontraposisi. 194. 199 kolom. 177 nol. 548. 303 konklusi. 418 model matematika. 466 kodomain. 178 kofaktor. 273 kalimat terbuka. 542 minor. 178 segitiga atas. 176 baris. 552 kofaktor. 193 modal. 186 transpose. 466. 183 ukuran. 293 kuartil. 177 bujursangkar. 203. 506. 554 lingkaran. 179 singular. 206. 178 identitas. 502 komposisi. 506 majemuk. 487 komplemen. 505 sederhana. 426 jari-jari. 272 M matriks. 470 kalimat terbuka. 193 kombinasi. 234 modus. 279. 542 median. 447 adjoint. 180. 541. 542 Indeks B3 . 426 logika penghubung. 473 perkalian. 297 konveks. 297 kuantor eksistensial. 293 universal. 540. 275 kejadian. 178 simetri. 176. 454 konjungsi. 509 saling lepas. 175. proposisi. 317 koefisien variasi. 466 saling bebas. 193 anggota.

216 linear. 278. 476 pernyataan. 590. 160. 534 B4 Indeks . 87 penyelesaian persamaan kuadrat. 465. 140 persegi. 480 siklik. 5 tak-murni. 5 peluang. 166 himpunan penyelesaian. 593 numerator. 582. 277 sistem persamaan linear. 99 kuadrat real. penyelesaian. 99 kuadrat sejati. 140. 147. 158 piktogram. 506 permutasi. 484. 485 Permutasi. 417 P parameter. 417 luas. 169 kuadrat. 273 primitive. 157. 219 kuadrat. 4 kuadrat tak lengkap. 592 nilai tunai. 92 linear satu peubah. 160 linear. 99 linear. 160. 98 keliling. 274 persamaan akar persamaan kuadrat. 138. 539 pecahan murni. 582. daerah daerah penyelesaian. 477 dengan pengulangan. 162. 121 kuadrat. 305 tollens. 166 pecah rasional. 295 nilai akhir. daerah penyelesaian. 428 pertidaksamaan. 498 bersyarat.ponens. 86 linear dua peubah. 539 sampel. 417 luas. 417 keliling. 307 kuadrat rasional. 99 N negasi. 167 sifat-sifat. 153 sistem persamaan linear dua peubah. 429 persegi panjang. dua peubah. 100 O operator logika. 217 pecah rasional. 215. 162 linear.

409 siku-siku. 590. 520 Populasi. 419 jumlahan sudut dalam. 592 terbatas. 420 keliling. 437. 405. 609 sampel. 520 sudut. 409 suku bunga. 283 probability. 406 sistem persamaan linear. 421 selang. 319 S saldo menurun. 524 Indeks B5 . 429 segitiga. 406 lancip. 437. 466 ruang sampel. See pernyataan luas. 554 statistik. 497 tereduksi. 549 sisi sudut. 315 rente kekal. 206. 366. 409 sisi akhir.rata. 197 segi tiga tabel T distribusi frekuensi. 587 rotasi. 423 siku-siku. 587. 524. 303 simpangan. 539 sarrus. 526 frekuensi. 540 refleksi. 520 Sample. 407 tumpul. 536 populasi. 407 sisi awal. 442 ruang nol. 566 surjektif. 234 proposisi. 465 program linear. 446 relasi. 358 polygon frekuensi. 273. 208 sistem pertidaksamaan linear. 215. 216. 595 postnumerando. 317 rata. 466.. 371 R radian. 587 pranumerando. 508 silogisme. 420 sama kaki. See interval sigma. 539 premis.pola bilangan. 422 sama sisi. 587. 225 statistika. 410 range.

437 trapesium. 289 tautologi. 550 W waktu eksak. 539 pemusatan. 437 translasi. 539 V valuta. 184 transformasi geometri.tabel kebenaran. 418 luas. 571 U ukuran waktu rata-rata. 539 keragaman. 433 kemiringan. 571 B6 Indeks . 300 titik. 406 titik sampel. 582 variansi. 466 trace. 299 tautology.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful