Bandung Arry Sanjoyo, dkk.

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
Untuk SMK
Penulis

Ilustrasi Cover Ukuran Buku SAN m

: Tim : 17,6 x 25 cm

SANJOYO, Bandung Arry Matematika Bisnis dan Manajemen Jilid 1 untuk SMK /oleh Bandung Arry, Sri Suprapti, Nur Asyiah, Dian Winda S ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. viii. 214 hlm Daftar Pustaka : A1-A2 Glosarium : B1-B6 ISBN : 978-602-8320-73-3 978-602-8320-74-0

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2009 Diperbanyak oleh:

CV. ARYA DUTA

Jl. Revolusi No. 29 Villa Pertiwi Sukamaju Depok Telp. (021) 8761630, 87906446 Fax. (021) 8757836 email: marketing@aryaduta.co.id ii

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. , berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit didapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional, sehingga dapat digunakan secara luas oleh pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, kami tayangkan lewat internet agar dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualan harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khususnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai salah satu sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

iii

iv

KATA PENGANTAR
Matematika merupakan suatu alat untuk berkomunikasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan matematika kita dapat mengungkapkan gejala-gejala alam, sosial, dan teknik dengan suatu ungkapan rumusan matematika yang tidak memuat makna ganda. Bahkan dengan berbantuan matematika kita dapat menyelesaikan permasalahan sosial, ekonomi, manajemen, dan teknik dengan penyelesaian yang akurat dan optimal. Fakta menunjukkan bahwa beberapa pemenang nobel untuk bidang ekonomi atau teknik berasal dari matematikawan. Oleh karena itu, mempelajari dan menguasai matematika dari usia sekolah dasar maupun lanjut merupakan suatu kebutuhan. Buku ini disusun dengan memperhatikan konsep berfikir matematis dan selalu mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada permasalahan ekonomi, bisnis, dan manajemen. Pada setiap konsep kecil yang dituangkan dalam suatu sub-bab selalu dikaitkan dengan permasalahan sehari-hari. Juga pada setiap bab diawali dengan kalimat motivasi, pembuka dan perangsang bagi pembaca untuk mengerti dari awal, kira-kira akan dipakai seperti apa dan dimana. Belajar matematika tidak cukup hanya dengan mengerti konsep saja. Harus disertai dengan banyak latihan olah pikir serupa dengan contoh-contoh yang diberikan. Untuk itu, pada setiap akhir sub bab diberikan banyak soal-soal sebagai latihan dalam menguasai konsep dan meningkatkan ketrampilan olah pikir dan penyelesaian permasalahan. Buku Matematika SMK Bisnis dan Manajemen ini terdiri dari 11 bab. Bab awal memuat materi dasar dalam matematika, yang akan dipakai untuk materi lain yang ada pada bab sesudahnya. Setiap bab berisi tentang topik kajian matematika yang disajikan lewat orientasi/ilustrasi, teori, beberapa contoh soal mulai dari yang mudah ke soal yang sulit. Sebelum mengerjakan latihan soalsoal pada setiap subbab, didahului dengan rangkuman, dengan tujuan siswa dapat mengingat hal-hal penting dari subbab yang telah dipelajari.

v

Dengan bekal matematika untuk SMK Bisnis dan Manajemen ini, diharapkan lulusan SMK mempunyai bekal yang cukup dalam berfikir secara logis dan sistematis dengan selalu berpijak pada kaidah-kaidah keilmuan matematika dalam menghadapi problema-problema pada dunia kerja. Penulis sangat menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran untuk perbaikan sangat diharapkan oleh penulis. Suatu penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan fasilitas dalam penyusunan buku ini. Terutama kepada beliaubeliau yang dengan ikhlas mengarahkan, mengoreksi, memberikan masukan terhadap isi buku ini. Sekali lagi kami menyampaikan perhargaan yang sangat tinggi dan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Penulis.

Penulis

vi

DAFTAR ISI
Kata Sambutan ....................................................................... ii Kata Pengantar ....................................................................... iii Daftar Isi .................................................................................. vii 1. 1.1 1.1.1 1.1.2 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.3 1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.4 1.4.1 1.4.2 1.5 1.6 1.6.1 1.6.2 1.6.3 1.6.4 2. 2.1 2.1.1 2.1.2 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.3 2.3.1 2.3.2 Sistem Bilangan Real ............................................... Bilangan Real Dan Operasi Pada Real .................... Bilangan Real .............................................................. Operasi Pada Bilangan Real ....................................... Perbandingan, Skala Dan Persen ............................ Perbandingan .............................................................. Skala ........................................................................... Persen ......................................................................... Operasi Pada Bilangan Berpangkat Bulat .............. Pangkat Bilangan Positif ............................................. Pangkat Bilangan Negatif Dan Nol ............................. Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat .................. Bilangan Dalam Bentuk Akar (Irrasional) ............... Operasi Aljabar Pada Bilangan Berbentuk Akar ......... Merasionalkan Penyebut ............................................ Bilangan Berpangkat Rasional ................................ Logaritma ................................................................... Pengertian Logaritma .................................................. Menghitung Logaritma ................................................ Sifat-Sifat Logaritma ................................................... Contoh Pemakaian Logaritma .................................... 1 2 2 15 24 24 28 29 32 33 36 41 50 52 54 58 66 66 68 76 78

Persamaan Dan Pertidaksamaan ............................ 85 Persamaan Linear ..................................................... 86 Persamaan Linear Satu Peubah ................................. 87 Persamaan Linear Dua Peubah .................................. 92 Persamaan Kuadrat .................................................. 98 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat ........................... 100 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat ... 114 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya ....................................................................... 121 Menerapkan Persamaan Kuadrat ............................... 127 Sistem Persamaan Linear ........................................ 138 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah ........................................................................ 140 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah ........................................................................ 147

vii

2.4 2.5 2.5.1 2.5.2 2.5.3 2.5.4 3. 3.1 3.2 3.3 3.3.1 3.3.2 3.3.3 3.3.4 3.4 3.4.1 3.4.2

Sistem Persamaan Linear Dan Kuadrat Dua Peubah ....................................................................... 153 Pertidaksamaan ........................................................ 157 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah ......................... 160 Pertidaksamaan Kuadrat ............................................ 162 Pertidaksamaan Pecah Rasional ................................ 166 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat ....................... 169 Matriks ....................................................................... 175 Matriks Dan Operasinya ........................................... 175 Invers Matriks ............................................................ 186 Determinan ................................................................ 192 Determinan Tingkat Dua ............................................. 195 Determinan Tingkat Tiga ............................................. 196 Sifat-Sifat Dasar Determinan ...................................... 197 Mencari Invers Matriks 199 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Matriks ....................................................................... 206 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Invers Matrks .............................................................. 208 Metoda Cramer ........................................................... 210

viii

yaitu 50% dari keuntungan pada tahun 2007. maka 1 2 modal usaha Anton pada tahun 2007 bertambah sebesar × Rp 100. Besarnya kerugian suatu usaha juga dapat dinyatakan dengan menggunakan bilangan real negatif.000.000. Sistem Bilangan Real 1 . Selain itu. operasi pada logaritma.000 = Rp 50.Bab 1 SISTEM BILANGAN REAL B real.000.000.000. juga dapat dinyatakan dalam bentuk persen (%). juga dibahas konversi bilanganbilangan bulat dan bilangan pecahan ke atau dari bentuk persen. menerapkan operasi pada bilangan irrasional (bentuk akar). Pada bab ini akan dipelajari tentang bilangan real dan operasi yang dapat dilakukan pada bilangan Operasi-operasi yang berlaku pada bilangan real tersebut meliputi: operasi pada bilangan bulat dan pecahan. ilangan real mempunyai banyak pemakaian. misal setengah keuntungan usaha Anton tahun 2007 digunakan untuk menambah modal usaha. Jika keuntungan usaha Anton pada tahun 2007 adalah Rp 100. Penambahan modal usaha Anton tersebut. operasi pada bilangan berpangkat.

pecahan campuran. 5. Bilangan – bilangan ini dinamakan bilangan asli. } ∎ Bilangan Cacah Jika bilangan 0 dimasukkan dalam himpunan bilangan asli. N = {1. 4. } 2 Sistem Bilangan Real . 3. 2.. sangatlah penting untuk mengenal berbagai jenis bilangan dan perbedaan di antara bilangan-bilangan tersebut. . Oleh karena itu. 4. Dalam sub-bab ini akan dikenalkan mengenai dasar dan istilah yang berkaitan dengan bilangan asli.1 Bilangan Real Sistem bilangan merupakan dasar matematika. dan real. Himpunan bilangan asli (natural) biasa dilambangkan dengan N. . adalah suatu himpunan yang anggotanya bilangan asli. yaitu: H = {0. 1. maka himpunan tersebut dinamakan himpunan bilangan cacah. 4.. seperti dituliskan berikut ini. irrasional. 3. 3. cacah. ∎ Bilangan Asli Dalam keseharian. biasanya orang membilang mulai dari 1. 2. 6. dan dilambangkan dengan H. 5.1 Bilangan Real dan Operasi pada Real 1. dan seterusnya. rasional. bulat. Pada bab ini juga dibahas masalah perbandingan.1.. skala. dan persen. 5. 2.pecahan desimal. 1..

Untuk menyatakan kekurangan 3 buah apel ini dapat dituliskan dengan symbol -3 buah apel. akan tetapi bukan sebaliknya.. 1. Dalam perhitungan banyaknya suatu objek. . Bilangan 0 merupakan bilangan cacah akan tetapi 0 bukan merupakan bilangan asli. Namun demikian. -1.. Jadi bilangan 7 dan +7 adalah sama. Bilangan 4 adalah bilangan asli dan 4 juga merupakan bilangan cacah. tanda + tidak biasa dituliskan..-4. ternyata setelah dilakukan penghitungan banyaknya apel ada 97 buah. 0.. ∎ Bilangan Bulat Bilangan asli 7 dapat juga dituliskan dengan memberikan tanda + didepannya menjadi +7. . Jadi ada kekurangan buah apel sebanyak 3 buah.Setiap bilangan asli juga merupakan bilangan cacah. Himpunan bilangan yang dinotasikan dengan lambang Z dan mempunyai anggota seperti berikut ini dinamakan himpunan bilangan bulat (integer). CONTOH 1. sering dijumpai adanya kekurangan objek. -3. Z = {. 4. Misal jumlah apel dalam suatu kardus seharusnya 100 buah apel.1    Bilangan 7 adalah bilangan asli dan 7 juga merupakan bilangan cacah. 3. 2. -2. } Sistem Bilangan Real 3 .1. Selanjutnya didefiniskan suatu bilangan negatif –n dengan n adalah bilangan asli.

. ∎ Bilangan Rasional Himpunan bilangan rasional. 3. -2. Jadi bilangan bulat terdiri dari:  Bilangan bulat positif. dinotasikan dengan lambang Q. dan  Bilangan bulat negatif.1. CONTOH 1. Bilangan rasional berbentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 𝑞 dengan p disebut pembilang (numerator) dan q≠0 disebut penyebut (denominator). Bilangan 0 adalah bilangan cacah dan 0 juga merupakan bilangan bulat..  Bilangan bulat 0 (nol). Karena itu.2    Bilangan 7 adalah bilangan cacah dan 7 juga merupakan bilangan bulat. yaitu: -1.. 𝑄 = 𝑝 𝑞 | 𝑝. -3. Bilangan -7 merupakan bilangan bulat akan tetapi -7 bukan merupakan bilangan cacah. begitu juga himpunan bilangan cacah merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan bulat. 2. akan tetapi bukan sebaliknya.Setiap bilangan cacah juga merupakan bilangan bulat. . himpunan bilangan rasional dapat dituliskan sebagai berikut. 𝑞 ∈ 𝑍 𝑑𝑎𝑛 𝑞 ≠ 0 4 Sistem Bilangan Real . Himpunan bilangan asli merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan cacah. yaitu: 1...

16 atau yang lainnya.  15 2 =7 . 12 2 2 3 3 4 4 3 4 dapat atau 12 .CONTOH 1. atau yang lainnya. atau . Perhatikan bahwa setiap bilangan bulat juga merupakan bilangan rasional karena setiap bilangan bulat p dapat ditulis sebagai pembagian 𝑝 1 . atau . Seperti bilangan rasional 1 dapat dituliskan dengan . tidak berubah. 2 21 3 5 adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a > b. jika pembilang p dan penyebut q keduanya dikalikan atau dibagi dengan bilangan bulat selain 0. adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a < b. Bilangan rasional mempunyai tak berhingga banyak bentuk representasi bilangan. Sistem Bilangan Real 5 . . .1.3 Berikut ini merupakan contoh-contoh bilangan rasional:  1 1 2 4 2 3 3 7 . 1 2 8 3 =2 . Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan tak murni. atau Sifat bilangan rasional: Nilai dari suatu bilangan rasional 𝑝 𝑞 6 8 9 . bilangan rasional dituliskan dengan . Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan murni.

Untuk i = 1.5 . di merupakan angka / digit desimal 0. nilai 0. 10−1 = 1 10 .5 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 2.4 Berikut ini merupakan contoh-contoh bentuk desimal dari bilangan rasional:  1 2 = 0. 6 Sistem Bilangan Real . …. ….5 didapat dari membagi bilangan 15 dengan bilangan 2. nilai 7. nilai 0.25 . 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 adalah d1(10n)+d2(10n-1)+…+dn(100)+dn+1(10-1)+dn+2(10-2)+…dn+m(10m) dengan :    101 = 10. 10−3 = 1 1000 . 2. 1. n+m. dan seterusnya. 102 = 100. dan seterusnya Sedangkan 100 didefinisikan dengan 100 = 1. 10−2 = 1 100 . Sebagai gambaran bilangan 235. Nilai dari bilangan bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 .  1 4 = 0. 2.47 mempunyai nilai 2 103 + 3 102 + 5 101 + 4 10−1 + 7 10−2 CONTOH 1.∎ Bilangan Desimal Bilangan rasional 𝑝 𝑞 dapat dituliskan dalam bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 . 3.25 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 4.5 . 103 = 1000. atau 9.1.  15 2 = 7.

0.45 𝑝 Sistem Bilangan Real 7 . 0. seperti: a. CONTOH 1.252525… ini sering disingkat dengan 0. seperti bilangan 0. dapat dikatakan bahwa: 1. Bentuk 0.125 dan lainnya. 25.5 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 . a. 2. Bilangan 0.3333… angka 3 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas. Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal tak terbatas.5 . Jadi x = 2. Dengan memperhatikan contoh di atas. 2. tanda … menyatakan angka perulangan 3 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak. Bilangan 0.1.33333… ini sering disingkat dengan 0. 1 3 = 0.3 b. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. Bentuk 0.125125125125… angka 125 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas. tanda … menyatakan angka perulangan 25 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak.  25 99 = 0.25 .3 Penyelesaian: a.3333 … . 3. Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal terbatas.2525 … . b. 23.

10 x = 23.45 Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 100.33333… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10. Lanjutkan dengan operasi aljabar.6 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 .Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. didapat hasil berikut ini.33333… Penyelesaian: a. Lanjutkan dengan operasi aljabar. 1.123123123… 𝑝 8 Sistem Bilangan Real . Lanjutkan dengan operasi aljabar. Jadi x = 23. atau x= 23 10 b. Kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma terbatas satu angka. 0. Kita ambil pengali 100 karena angka dibelakang tanda koma terbatas dua angka. didapat hasil berikut ini. a.1. 100 x = 2345. kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya satu angka yang berulang. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. yaitu 3. atau x= 2345 100 CONTOH 1. b. Jadi x = 1. didapat hasil berikut ini.

maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑚 . Jadi x = 0. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. yaitu 123. dengan r 𝑝 𝑞 Sistem Bilangan Real 9 .10 x = 13. Jika m tak berhingga / tak terbatas.123123123… 1000 x = 123 + 0. Lanjutkan dengan operasi aljabar. 2. 1. Lakukan pemisalan bilangan rasional yang dicari adalah x=𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . didapat hasil berikut ini. 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛+𝑚 . maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑟 . Jika m berhingga / terbatas. 1000 x = 123. 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛 +2 … 𝑑𝑛 +𝑚 menjadi bilangan rasional berbentuk .123123123… 1000 x = 123 + x 999 x = 123 x= 123 999 Langkah-langkah berikut merubah bilangan rasional berbentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . kita ambil pengali 1000 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya tiga angka yang berulang.33333… 10 x = 12 + x 9 x = 12 x= 12 9 b.123123123… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 1000.33333… 10 x = 12 + 1.

namun tidak ditunjukkan disini.adalah banyaknya digit yang berulang pada deretan digit dn+1dn+2…dn+m. Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 2 tidak ada yang berulang. ∎ Bilangan Irrasional Bilangan irrasional atau bilangan bukan rasional yaitu bilanganbilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai pembagian bilangan bulat. atau x merupakan bilangan irrasional.010010001000010000010000001… tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat. Ini dapat dibuktikan secara 2 akan analitis. CONTOH 1.   2 ≈ 1.414213562373095048801688724210 . ditampilkan dalam bentuk desimal yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple. Lakukan operasi aljabar untuk membawa x kedalam bentuk dengan p dan q≠0 bilangan bulat.1. 𝑞 Seperti bilangan desimal x=3. 3. nilai desimal 2 yang dipotong sampai dengan 30 angka dibelakang tanda koma. Oleh karena itu bilangan x tersebut bukan bilangan rasional. Akan tetapi.414213562373095048801688724209698078569 10 Sistem Bilangan Real . 𝑝 𝑞 Bilangan desimal yang mempunyai angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan tak berulang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 .7 Bilangan 2 adalah bilangan irrasional. 2 ≈ 1.

Bilangan real dapat dikaitkan dengan titik pada sebuah garis. Dipilih sebuah titik acuan 0 pada garis tersebut. ∎ Bilangan Real Gabungan himpunan bilangan rasional dan irrasional membentuk suatu himpunan bilangan yang disebut himpunan bilangan real dan dinotasikan dengan R. yang disebut titik awal.14159265358979323846264338327950288419716 93993751058209749445923078164062 8620900.   𝜋 = 3. Simbul ≈ adalah simbul “hampir sama CONTOH 1. Dari titik acuan 0.1. 2 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma.141592653589793238462643383280 .67187537694807317667973799073247846210704 . garis arah ke kanan sebagai arah positif dan titik pada garis arah positif ini menyatakan sebuah bilangan real positif. 𝜋 = 3. tidak ada sederetan angka yang berulang. Titik acuan awal ini yang berkaitan dengan bilangan real 0.8 Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 𝜋 yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 20 angka dibelakang tanda koma. Garis ini mempunyai arah ke kanan dan ke kiri. nilai desimal dengan”. Dari titik acuan 0 ke arah kiri sebagai arah Sistem Bilangan Real 11 .

Tempat dari 3 2 2 dan π merupakan hampiran yang diperoleh dari hampiran desimalnya yaitu 2 ≈ 1.1. dan setiap bilangan real negatif –x dinyatakan dengan titik yang berjarak x satuan ke arah kiri dari titik awal. Gambar 1.2 Posisi beberapa bilangan real pada garis bilangan 1 Pada tahun 1637 Ren´e Descartes1 menerbitkan suatu karya filsafat yang berjudul Discourse on the Method of Rightly Conducting the Reason.1 dibawah ini. 2 -3 -2 -1 0 1 2 π 3 4 Gambar 1.1. kurva geometrik dengan rumus aljabar.1.14. Lihat Gambar 1. 2.41 dan 𝜋 ≈ 3. suatu cara untuk menjelaskan rumus aljabar dengan kurva geometrik dan sebaliknya. setiap bilangan real positif x Dengan sembarang satuan pengukuran. yang merupakan kreasi baru dan disebut geometri analitik. CONTOH 1. Dalam geometri analitik.1. Garis Bilangan Real 1 Dengan sembarang satuan pengukuran. pada garis bilangan real diberi tanda tempat titik-titik dengan koordinat − . setiap bilangan real positif x dinyatakan dengan suatu titik yang berjarak x satuan ke arah kanan dari titik awal.1.9 Perhatikan Gambar 1. bilangan real dinyatakan dengan titik pada sebuah garis. Dalam lampiran tersebut Ren´e Descartes menghubungkan aljabar dengan geometri. dan 𝜋.2. 12 Sistem Bilangan Real .1.negatif dan titik pada garis arah negatif ini menyatakan sebuah bilangan real negatif.

Bilangan real 2 lebih kecil dari bilangan real . Setiap bilangan real akan dikawankan dengan satu titik tunggal dan setiap titik akan dikawankan dengan satu bilangan real.142 < 3 2 = 1.Berdasarkan cara di atas. Bilangan – bilangan kompleks ini. Karena 2 ≈ 1. ∎ Bilangan Kompleks Kuadrat suatu bilangan real selalu tak negatif. Pada abad XVIII para matematikawan memperbaiki permasalahan tersebut dengan memperkenalkan bilangan baru. bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat berkorespondensi satu-satu. Definisi ini selanjutnya mengarah pada perkembangan bilangan kompleks. Bilangan real 2 lebih besar dari bilangan real 7 . bilangan-bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat adalah berhubungan. Oleh karena itu persamaan 𝑥 2 = −1 tidak mempunyai penyelesaian dalam bentuk bilangan real.5. 5 Karena 3 2 2 ≈ 1.42 > 7 5 =1. yaitu bilangan-bilangan yang berbentuk a + bi dengan a dan b bilangan real. Bilangan real dapat diurut berdasarkan nilai desimalnya. jika dihimpun membentuk sebuah himpunan bilangan kompleks yang biasa dinotasikan dengan C dan dinyatakan sebagai: 𝐶 = 𝑎 + 𝑏𝑖 | 𝑎. 𝑏 ∈ 𝑅 Sistem Bilangan Real 13 . yang dinotasikan dengan 𝑖 dan didefinisikan sebagai 𝑖 2 = −1.4. Oleh karena itu.

sebagai berikut. e. Jadi. Perhatikan bahwa setiap bilangan real a juga merupakan bilangan kompleks karena dapat ditulis sebagai a = a + 0i.1. Bilangan kompleks yang bukan bilangan real disebut bilangan imajiner. 2+i = 2 + −1 dengan a = 2 dan b = 1. -5 =-5 + 0i dengan a = -5 dan b = 0. 10i = 0 + 10i dengan a = 0 dan b = 10.3 Diagram Himpunan Bilangan 14 Sistem Bilangan Real . dengan 𝑏 ∈ 𝑅 Susunan bilangan-bilangan dapat diringkas dalam gambar berikut ini Gambar 1. Jadi bilangan imajiner berbentuk bi. d. -5+10i = −5 + 10 −1 dengan a = -5 dan b = 10.10 Beberapa contoh bilangan kompleks. a. himpunan bilangan real adalah himpunan bagian dari bilangan kompleks. b.CONTOH 1. 1-2i = 1 − −1 dengan a = 1 dan b = -2.1. c.

dan pembagian. a+b=a.b R maka hasil penjumlahan antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a + b. kita telah dikenalkan dengan jenis bilangan. langkahkan ke kanan sejauh (sebanyak) bilangan kedua b. Untuk b < 0.2 Operasi pada Bilangan Real Sebelum ini. real. langkahkan ke kiri sejauh bilangan -b. rasional.1. perkalian. Untuk b=0.Pada buku ini. Cara mendapatkan hasil penjumlahan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. yaitu bilangan asli. Sistem Bilangan Real 15 . untuk b positif dapat digambarkan sebagai berikut. Beberapa operator yang dapat dikenakan pada bilangan real adalah penjumlahan. Langkah – langkah di atas. 1. bilangan kompleks hanya ditampilkan sebagai perkenalan. dan tidak akan dibahas lebih mendalam. Pada sub bab ini akan diperkenalkan operator dan sifat-sifat operasi dasar pada bilangan real. dan kompleks. Untuk b > 0. 1. bilangan yang akan dibahas adalah bilangan real. pengurangan. Operasi Penjumlahan (+) Jika a. cacah. Untuk selanjutnya. b merupakan bilangan real atau a. bulat. irrasional.

ii.1. Adanya elemen identitas/netral a+0=0+a =a Bilangan 0 dinamakan elemen identitas untuk penjumlahan.11 Tentukan hasil 5 + 3 dan 3 + 5 + 2 dengan menggambarkan secara geometris. dan c.4 Representasi geometris dari c = a + b Sifat operasi penjumlahan Untuk bilangan real a. i. v. Sifat tertutup Penjumlahan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga.b a c Gambar 1. b. Adanya elemen invers a + (-a) = 0 . Penyelesaian: 16 Sistem Bilangan Real . bilangan -a dikatakan invers penjumlahan dari a.1. berlaku sifat-sifat operasi penjumlahan sebagai berikut. CONTOH 1. Sifat komutatif a+b=b+a iii. Sifat asosiatif (a + b) + c = a + (b + c) iv.

Penyelesaian: a 0 a a 2a 3a Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari a + a adalah 2a. Hasil dari a + a + a = (a + a)+a = 2a + a = 3a Sistem Bilangan Real 17 . Hasil dari 3 + 5 + 2 = (3+5)+2 = 8 + 2 = 10 Lakukan sendiri untuk menjumlahkan 3 + 5 dan 5 + (3 + 2). Dengan a > 0. CONTOH 1.5 3 3 4 5 6 7 8 2 9 10 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 + 3 adalah 8.1. komutatif dan assosiatif terlihat pada contoh ini.12 Tentukan hasil a + a dan a + a + a dengan menggambarkan secara geometris. Perhatikan bahwa sifat-sifat tertutup.

langkahkan ke kanan sejauh bilangan -b.b R maka hasil pengurangan / selisih antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a – b = a + (-b). Operasi Pengurangan (-) Jika a. Cara mendapatkan hasil pengurangan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. Untuk b > 0. berlaku sifat-sifat operasi pengurangan sebagai berikut.2. Untuk b=0. langkahkan ke kiri sejauh (sebanyak) bilangan kedua b.b ≠ b . Untuk b < 0.1. Langkah – langkah di atas (untuk nilai b > 0) dapat digambarkan sebagai berikut. ii.5 Representasi geometris dari c = a – b = a + (-b) Sifat operasi pengurangan Untuk bilangan real a. i. maka a . a-b=a. dan c. Sifat tertutup Pengurangan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga. Sifat tidak komutatif Jika a ≠ b. b.a 18 Sistem Bilangan Real . b c a Gambar 1.

3.(b .2 dengan menggambarkan secara geom etris.(3 .2). Cara mendapatkan hasil perkalian a dan b.1. i.3 .5 dan 5 . Jika a merupakan bilangan bulat maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑏 + 𝑏 + ⋯ + 𝑏 Banyaknya suku b adalah a suku Sistem Bilangan Real 19 .3 .13 Tentukan hasil 5 . Penyelesaian: 2 -1 0 1 2 3 3 4 5 6 7 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 . Hasil dari 5 .c) CONTOH 1.b R maka hasil perkalian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a × b = a·b = ab .b) . Sifat tidak asosiatif Jika c≠ 0.2 = (5-3)-2 = 2 + 2 = 0 Lakukan sendiri untuk menghitung 3 . maka (a .c ≠ a . Operasi Perkalian (× atau ·) Jika a.iii.3 dan 5 .3 adalah 2.

dan c. i. Adanya elemen invers 𝑎 × = × 𝑎 = 1.1 = 3.14 Tentukan hasil 5 × 3.1 + 3. v.1 + 3. berlaku sifat-sifat operasi perkalian sebagai berikut.1 = 15.1 dengan menggunakan definisi di atas.ii. bilangan dikatakan invers perkalian dari a. Sifat komutatif ab=ba iii.1 + 3. Sifat asosiatif (a b)c = a (b c) iv. Adanya elemen identitas/netral a×1=1×a =a bilangan 1 dinamakan elemen identitas untuk perkalian. Sifat tertutup Perkalian dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga.1. maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑝 𝑟 𝑝 ∙ 𝑟 × = 𝑞 𝑠 𝑞 ∙ 𝑠 Sifat operasi perkalian Untuk bilangan real a. Penyelesaian: 5 × 3.5 20 Sistem Bilangan Real .1 + 3. Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional. 1 𝑎 1 𝑎 1 𝑎 CONTOH 1. b. ii.

𝑠 adalah bilangan bulat Sifat operasi pembagian Untuk bilangan real a. Karena itu. b.3 merupakan bilangan rasional.5 dan 2.1.5 × 2.45 4. berlaku sifat-sifat operasi pembagian sebagai berikut. Operasi Pembagian (/ atau ) Jika a. 𝑞. Penyelesaian: 1. 1.3 = × 3 2 23 10 = 69 20 = 3. dan 𝑝. 𝑟. Sistem Bilangan Real 21 . dan c.3 dengan menggunakan definisi di atas.5 × 2. dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional. Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional maka ab  p r p s /   q s q r 𝑝 𝑞 𝑟 𝑠 dengan 𝑎 = .15 Tentukan hasil 1. 𝑏 = .b R dan b≠0 maka hasil pembagian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a/ b = 𝑎 𝑏 Cara mendapatkan hasil pembagian a dan b.CONTOH 1.

a≠b. Sifat tidak komutatif Jika a≠0. c tidak nol. perkalian.3 = / 3 2 23 10 1. 𝑝 𝑞 22 Sistem Bilangan Real .3 dengan menggunakan definisi di atas. Sifat tidak asosiatif Jika a. ii. dan q≠0 adalah bilangan bulat.5 2. = 3 2 × 10 23 = 30 46  RANGKUMAN    Bilangan real terdiri dari bilangan rasional dan irrasional. b.16 Tentukan hasil Penyelesaian: 1.3 merupakan bilangan rasional.  Operasi yang bekerja pada bilangan real adalah operasi penjumlahan. dan a≠b maka a/b ≠ b/a iii. 1. dengan p. Karena itu dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional.i. Sifat tertutup Pembagian dua buah bilangan real dengan penyebut tidak nol menghasilkan bilangan real. pengurangan. Bilangan rasional dapat dinyatakan bentuk .b≠0. dan pembagian.1.5 × 2. Bentuk pecahan desimal dari bilangan rasional adalah berulang.5 dan 2. dan c≠1 maka (a/b)/c ≠ a/(b/c) CONTOH 1. Bilangan bulat merupakan bagian dari bilangan rasional.

tentukan nilai ekpresi berikut ini.: a. tentukan nilai ekpresi berikut ini. tentukan nilai ekpresi berikut ini. − c. -5 + 9 2. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. 0 . tentukan nilai ekpresi berikut ini. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 3 : 6 4 ∶ b. -2 × 3 c. + 4.7 c. Dengan menggunakan definisi operator pengurangan pada bilangan real. Sistem Bilangan Real 23 .25 3. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 + b. 7. × 6.SOAL LATIHAN 1-1 1. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 × b.: a. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. 1 5 4 7 −2 6 b. 3 × 4 b.: a. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. − 5.: a. + c. c. ∶ c. 3 + 6 b. 4 × 3. × c. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 − b. Nyatakan bilangan rasional berikut ini dalam bentuk pecahan desimal. a.

a.263 1. -15. misalnya membandingkan tingginya. kita akan belajar tentang perbandingan. mewakili beberapa km pada panjang jalan aslinya.1 Perbandingn Jika kita mengamati dua buah objek. Agar lebih mudah dipahami.2. Satu Negara dapat kita gambarkan keadaan geografinya dalam sebuah peta kecil dalam selembar kertas. 0. skala.2 Perbandingan Skala dan Persen Kita sering melihat kondisi suatu wilayah atau daerah melalui peta daerah tersebut. dan persen yang sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari.8.7777 … c. panjangnya. biasanya dituliskan perbandingan ukuran panjang dipeta dan panjang aslinya. Nyatakan bilangan rasional bentuk pecahan desimal berikut ini dalam bentuk pembagian bilangan bulat. maka kita bisa membandingkan ukuran kedua objek tersebut. Ukuran panjang jalan 1 cm dalam sebuah peta. perhatikan beberapa ilustrasi berikut: 24 Sistem Bilangan Real . Untuk membandingkan dua ukuran dapat dinyatakan dengan hasil bagi dari kedua ukuran tersebut. Pada peta tersebut. 1. 0. Perbandingan ini dituliskan dalam skala peta. Pada subbab ini.75 b. Dengan demikian perbandingan dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan sederhana. beratnya dan sebagainya.

Perbandingan banyaknya buku Dede dan banyaknya buku Zaza adalah 10 : 5 atau 2 : 1. Jika membeli sebuah buku. 3. Sistem Bilangan Real 25 .1. Perbandingan berat badan Kiki dan Boy adalah 45 : 72 atau 5 : 8. sedangkan Zaza mempunyai 5 buah. atau . Perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Kantor Pos dari rumah Chacha adalah 400 : 2000 atau 1 : 5. 2. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. Jarak rumah Chacha ke Sekolah 400 m sedangkan jarak ke Kantor Pos 2 km. Berat badan Kiki 45 kg dan berat badan Boy 72 kg. atau 𝐴 𝑦 𝐵 𝐵 𝑥 𝐴 ∎ Perbandingan Senilai Untuk memahami maksud perbandingan senilai. seseorang harus membayar x rupiah. Dede mempunyai 10 buah buku. maka untuk membeli n buah buku. atau 𝐴 . orang tersebut harus membayar sebanyak n x rupiah. Jika perbandingan dua besaran / ukuran sejenis A dan B adalah A : B = x : y atau 𝐴 𝐵 = 𝑥 𝑦 maka pernyataan perbandingan tersebut dapat diartikan sebagai berikut:     𝐴 = B= 𝑥 = 𝑦 = 𝑥 𝑦 𝑦 𝑥 𝐵 .

maka bahan premium yang diperlukan adalah 6 liter. Jika dikerjakan oleh dua orang.57 menit. maka waktu yang diperlukan adalah 38.2. Dari gambaran diatas. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. maka waktu yang dibutuhkan sebanyak 33. 26 Sistem Bilangan Real . maka waktu yang dibutuhkan 100 hari. dengan menambah kecepatan rata-rata yang diperlukan. ∎ Perbandingan Berbalik Nilai Untuk memahami maksud perbandingan berbalik nilai. Jika kecepatan rata-rata 80 km/jam. Dari contoh di atas. maka waktu yang diperlukan sebanyak 50 hari. Begitu juga. jika jarak yang harus ditempuh adalah 300 km. Begitu juga. maka waktu yang diperlukan sebanyak 25 hari. makin banyak pula uang yang harus dikeluarkan. Jika dikerjakan oleh lima orang. waktu yang dibutuhkan makin sedikit. Untuk menempuh jarak 45 km diperlukan waktu selama 45 menit dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. makin banyak buku yang akan dibeli. Begitu juga. Jika dikerjakan oleh empat orang.75 menit. 2. jika kecepatan rata-rata 70 km/jam. maka waktu yang diperlukan sebanyak 20 hari. Untuk menempuh jarak 50 km diperlukan bahan bakar sebanyak 1 liter premium. Suatu pabrik memproduksi sepatu dengan target sebanyak 100 pasang. makin jauh yang harus ditempuh makin banyak premium yang dibutuhkan. bahwa makin banyak pegawai yang ikut mengerjakan makin sedikit hari yang dibutuhkan. Jika dikerjakan oleh seorang saja.

Sistem Bilangan Real 27 . Perbandingan antara x dan y adalah 5 : 1. Atau 𝑥 ∶ 𝑦 = 5 ∶ 1 yang berarti 𝑦 = 1 5 𝑥 = 1 5 × 𝑅𝑝 5. Jika pada awal tahun 2007 harga premium adalah Rp 5000. Carilah perbandingan antaran panjang dan lebar dari lapangan sepak bola. maka berapakah harga premium pada awal 2000?. Penyelesaian: Misal harga premium awal tahun 2007 adalah x dan harga premium awal tahun 2000 adalah y.1 Lapangan sepak bola mempunyai ukuran panjang 110 m dan lebar 60 m lebar.2.000 Jadi harga premium di awal 2000 adalah Rp 1.CONTOH 1.000 = 𝑅𝑝 1.2.2 Seseorang mengatakan bahwa harga bahan bakar minyak premium pada awal tahun 2007 ini mencapai lima kali lipat dari harga premium tujuh tahun yang lalu. Penyelesaian: Panjang : Lebar = 110 m : 60 m = 110 : 60 = 11 : 6 CONTOH 1.000.

000.000 = 20.000.000.000. skala antara gedung sebenarnya dengan miniaturnya adalah 1:100. dan gunung pada suatu wilayah tertentu. 28 Sistem Bilangan Real . maka jarak pada gedung aslinya adalah 1cm × 100 = 100cm = 1m.000. kota.2 Skala Dalam pelajaran Geografi sering diminta untuk menentukan letak suatu pulau. Karena itu perlu penskalaan atau perbandingan yang dapat mewakili tempat-tempat tersebut.1. Misalnya gedung. Jika pada miniatur berjarak 1 cm. Pada peta tersebut jarak antara Jakarta Pusat ke Bandung terukur 10 cm. sungai.3 Suatu peta pulau Jawa mempunyai skala 1 : 2.000 𝑐𝑚 = 200 𝑘𝑚.2.000 Jarak sebenarnya = 10 𝑐𝑚 1/2. Gambaran yang dibuat sebanding dengan aslinya tetapi dengan ukuran yang lebih kecil dinamakan penskalaan.2. Atau 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑚𝑏𝑎𝑟 ∶ 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑜𝑏𝑗𝑒𝑘 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 CONTOH 1. blue print) dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. tentukan jarak sebenarnya? Penyelesaian: Diketahui skala = 1 : 2. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature. Untuk melukiskan keseluruhan area dalam tempat tertentu pasti tidak memungkinkan.

025 × 100% = 2. yaitu dengan cara membagi bilangan persen dengan 100. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%). Kenaikan harga juga dapat dinyatakan dalam persen. Sebaliknya.3 Persen Istilah persen sering kita jumpai dalam keseharian.5%. CONTOH 1. Potongan harga barang – barang yang dijual oleh suatu toko.2. Sebagai contoh. Perbandingan antara 15 dengan 100 atau ditulis dalam bentuk pecahan adalah 15 100 = 0.4 Nyatakan pecahan berikut ini menjadi bentuk persen.15 = 15%.2.1. yaitu dengan cara mengalikan bilangan tersebut dengan 100 dan diikuti dengan tanda %. 30 70 Penyelesaian: a. bilangan 0. 7 10 b.025=0. bilangan 800% dapat ditulis dalam bentuk desimal menjadi 800% = 800 100 = 8. setiap bilangan persen dapat dinyatakan dalam bentuk real desimal. Dengan kata lain pecahan dengan penyebut 100.025 dapat ditulis dalam bentuk persen 0. ditulis dengan %. 17 25 c. a. biasanya dinyatakan dalam persen (%). Apa itu maksud dari persen? Akan dibahas dalam subbab ini. Sebagai contoh. Setiap bilangan real dalam bentuk desimal dapat dinyatakan dalam persen. 7 10 = 7 10 × 100% = 70 % atau 7 10 × 10 10 = 70 100 = 70% Sistem Bilangan Real 29 .

75 9 200 c.000 × 1 + 0.000 = Rp 5.5% c. 4 % = % = 9/2 100 = = 0. 75.000 /liter + 30 100 × Rp 5.857 100 = 42.5 Nyatakan bilangan persen berikut ini menjadi bentuk desimal atau pecahan.857 % CONTOH 1. 50% Penyelesaian: a. Pemerintah mengumumkan kenaikan harga premium sebesar 30% yang diberlakukan bulan depan.b.500/liter 30 Sistem Bilangan Real .2.6 Misal harga premium saat ini adalah Rp 5.045 CONTOH 1. c.5 = 755 1000 1 2 b.000 per liter. 75.5% = 1 2 9 2 75. Berapakah harga premium bulan depan? Penyelesaian: Harga premium bulan depan = harga premium saat ini + 30% dari harga premium saat ini. = Rp 5.5 100 = 0. 4 % 1 2 = = 0. 50% = 50 100 b.3 /liter = Rp 6. 17 25 30 70 × 100% = 17 × 4% = 68% atau × 100/70 100/70 17 25 × = 4 4 68 100 = 68 % = 300/7 100 = 42. a.2.

Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%). blue print) dengan ukuran sebenarnya. Berat badan Eko 65 kg dan berat badan Seno 73 kg. Berapa pekerjakah yang diperlukan bila pembangunan jembatan ingin dipercepat selesai menjadi 12 hari? Sistem Bilangan Real 31 . Wawan mempunyai buku sebanyak 9 buah. sedangkan Wati mempunyai 6 buah. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature. Kiki membeli 2 buah apel dan Dede membeli 8 buah apel. SOAL LATIHAN 1-2 1. Jika harga seluruhnya Rp 12. Jarak rumah Dede ke Sekolah adalah 400 m dan jarak rumah Dede ke Warnet adalah 2 km. maka berapakah banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh Kiki dan Dede? 5. Berapakah perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Warnet dari rumah Dede ? 4. Seorang pemborong dapat menyelesaikan pembangunan jembatan selama 64 hari dengan pekerja 48 orang. RANGKUMAN    Perbandingan antara dua objek dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan. Berapakah perbandingan banyaknya buku Wawan dan banyaknya buku Wati? 2. Berapakah perbandingan berat badan Eko dan Seno ? 3.000.

maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? Jika Zaza naik sepeda motor Y dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam. Pabrik A seluas 1. Pangkat dari suatu bilangan dapat berupa bilangan bulat atau pecahan. Setelah dijual. Tika membeli apel 10 kg seharga Rp 50.3 O perasi pada Bilangan Berpangkat Bulat Pada bagian ini dibahas mengenai pengertian bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya.6. Sebuah perusahaan mempunyai dua lokasi pabrik. tinggi gedung tersebut adalah 2 cm dan tinggi pintunya adalah 1cm. 32 Sistem Bilangan Real . Untuk keperluan diversifikasi usaha. perusahaan tersebut menambah pabrik C seluas jumlahan dari luas pabrik A dan B. Tika mendapatkan laba 25%. Tentukan harga jual apel per kg? 8. 10. Sebuah lahan berbentuk persegi panjang dengan keliling 100 m. Jarak kota A ke kota B adalah 100 km. Jika Zaza naik sepeda motor Z dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. maka tentukan tinggi gedung yang sebenarnya? 1. maka tentukan luas lahan tersebut?.500 m2. Diuraikan pula. Jika tinggi pintu yang sebenarnya adalah 2 m.000 m2. Tentukan luas tanah yang dimiliki oleh perusahaan tersbut. Pada gambar blue print dari sebuah gedung. Bilangan berpangkat yaitu suatu bilangan yang dipangkatkan dengan bilangan lain. 9.000. maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? 7. semua sifat-sifat operasi aljabar dari bilangan berpangkat dan penerapannya. sedangkan pabrik B seluas 2. Jika lebar lahan tersebut 8 m kurang dari panjangnya.

-32 = .1 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat. 3. CONTOH 1. artinya adalah bilangan -3 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 2 kali.(3 × 3) = . artinya adalah bilangan 2 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 3 kali.3. misalnya 2. 23 = 2 × 2 × 2 = 8 Bilangan 2 dipangkatkan 3.3.1 : Untuk bilangan bulat positif n dan sembarang bilangan real a. ( )5 = 2 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2×2×2×2×2 1 1 32 × × × × = = 25 = Sistem Bilangan Real 33 .000 dapat ditulis sebagai 2 × 106. 1.1 Pangkat Bilangan Positif Biasanya penulisan bilangan yang cukup besar akan menjadi sederhana apabila ditulis dalam bentuk perpangkatan. DEFINISI 1.9 4.000. 2.1. (-3)2 = (-3) × (-3) = 9 Bilangan -3 dipangkatkan 2. bilangan an (dibaca: a pangkat n) mempunyai arti: a × a × a … × a (sebanyak n faktor yang sama) Bilangan a disebut basis dan bilangan n disebut pangkat atau eksponen.3.

b. 24+3 = 24 × 23 = 16 × 8 = 128 b. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. maka iii. maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv. a. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 . (-3)5-2 = (-3)5 : (-3)2 = (-243) : 9 = -27 f. ( )4 = = 34 Sistem Bilangan Real . (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = .3. ii. ( )3+2 = ( )3 × ( )2 = ( ) × = 3 3 3 27 9 2 2 2 8 4 32 261 d. (-3)5+2 = (-3)5 × (-3)2 = (-243) × 9 = -2087 c. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. Jika n bilangan bulat positif dan a. maka berlaku: a. maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. (24)3 = 24×3 = 212 = 2048 2 3 24 34 16 81 g. untuk b≠0. CONTOH 1. b bilangan real sembarang.■ Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i. (-3×4)5 = (-3)5 × 45 = (-243) × 1024 = -248.2 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat.832 h. 24-3 = 24 23 = 16 8 =2 e.

(a2-b2) × (a2+b2) b. (a2-b2) × (a2+b2) = a2(a2+b2) – b2(a2+b2) = a4+a2b2 – {b2a2+b4} = a4+a2b2 – a2b2–b4} = a -b 2 2 2 2 4 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) b.2a b + b 4 2 3 6 4 2 3 2 3 4 2 3 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) Sistem Bilangan Real 35 .{3b3a2-3b6} = a4-a2b3 . (a2-3b3) × (a2-b3) d. (a -b ) 2 3 2 = (a -b ) × (a2-b3) = a2(a2-b3) . (a2-b3)2 Penyelesaian: a. (a2+b2) × (a2+b2) c.b3(a2-b3) = a4-a2b3 .3 : Hitunglah ekspresi berikut ini dan tuliskan hasilnya tanpa menggunakan tanda kurung. (a -3b )×(a -b ) 2 3 2 3 4 2 2 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) = a2(a2-b3) . (a +b ) × (a +b ) = a2(a2+b2) + b2(a2+b2) = a4+a2b2 + {b2a2+b4} = a4+a2b2 + a2b2+b4 = a + 2a b + b c. a.3b3(a2-b3) = a4-a2b3 .{b3a2-b6} = a -a b .4a b + 3b 4 2 3 6 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) d.3.CONTOH 1.3a2b3+3b6 = a .a b +b = a .

( +7)0 = 1 d. agar kesamaan a0 × am = am dipenuhi.4 : a.2 : Untuk bilangan real a≠0. Selanjutnya dengan tambahan syarat untuk bilangan a.3. telah dibahas mengenai perpangkatan dengan bilangan bulat positif. a0 sebagai: a0 = 1 (dibaca: a pangkat 0) didefinisikan CONTOH 1. DEFINISI 1.3. (-3)0 = 1 −2 c. (a + b)0 = 1.1. apabila a + b ≠ 0 5 36 Sistem Bilangan Real .3.2 Pangkat Bilangan Negatif dan Nol Pada subbab sebelumnya. perhatikan sifat perpangkatan a0 × am = a0+m = am Jika am ≠ 0 maka haruslah a0 = 1. yaitu agar am ≠ 0 cukup dipilih a ≠ 0. 20 = 1 b. seperti 10-2 atau 70 ?. Bagaimana suatu bilangan berpangkat bilangan negatif atau berpangkat nol. Gagasan-gagasan yang muncul dari sifat-sifat perpangkatan dengan pangkat bilangan bulat positif dapat digunakan untuk mengungkapkan arti pangkat bilangan negatif ataupun pangkat nol. yang artinya perkalian atas basis bilangan (sebagai faktor) sebanyak pangkat yang diketahui. ■ Bilangan Berpangkat Nol Untuk memahami arti bilangan a0. Perhatikan definisi berikut ini.

baik itu berpangkat bulat positif. Mari kita lihat kembali sifat perpangkatan 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 Jika a ≠ 0 dan m = 0 maka didapat 𝑎 0 𝑎 𝑛 = 𝑎 𝑛 = 𝑎0−𝑛 = 𝑎−𝑛 1 Oleh karena itu dibuat definisi bilangan berpangkat negatif berikut ini. maupun berpangkat 0. bulat negatif. (−2𝑥)−4 = = (−5/7)(−5/7) = 25/49 = 25 1 (−2)4 𝑥 4 1 1 49 = = 1 16𝑥 4 Sekarang kita telah mengenal bilangan berpangkat bilangan bulat.3 : Untuk bilangan bulat n dan bilangan real a≠0.3. Sistem Bilangan Real 37 .5 : a.3. (− )−2 = c. DEFINISI 1.■ Bilangan Berpangkat Negatif Bagaimana kita mendefinisikan bilangan pangkat negatif ?. sebagai: a-n = 1 𝑎 𝑛 a-n didefinisikan CONTOH 1. 2−5 = 5 7 1 25 = 32 1 (−5/7)2 1 (−2𝑥)4 1 b.

Jika m dan n bilangan bulat dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. b. b bilangan real sembarang dengan a≠0 dan dengan b≠0. maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv. 3−2 +3−2 2−5 −3−2 Penyelesaian: a. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. Jika n bilangan bulat positif dan a.6 : Sederhanakanlah: a. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 . maka iii. maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . ii. maka berlaku: a.3. (4−3 × 2−5 )−1 (5−2 × 25−1 )−2 b.Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = CONTOH 1. (4−3 × 2−5 )−1 5−2 × 25−1 −2 = = ((22 )−3 × 2−5 )−1 (5−2 × (52 )−1 )−2 = (2−6 × 2−5 )−1 5−2 × 5−2 = (2−11 )−1 5−4 = 211 × 58 −2 −2 38 Sistem Bilangan Real .

Penyelesaian: 𝑥 + 𝑦 −1 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 = −2 = = 𝑥 −2 − 𝑦 −1 (𝑥 − 𝑦 −1 ) × 𝑥 2 𝑦 𝑥 0 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 = = 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 × 𝑥 2 𝑦 = 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑦𝑥 + 𝑦 2 − 𝑥 3 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 2 𝑥 2 𝑦 𝑥 2 = 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 Sistem Bilangan Real 39 .b. 3−2 +3−2 2−5 −3−2 = 2 × 3−2 × 25 × 32 26 × 30 26 = 0 = 2 (2−5 − 3−2 ) × 25 × 32 2 × 32 − 25 30 3 − 25 64 64 = = −4 9 − 25 −16 = CONTOH 1.7 : Tuliskan bentuk (𝑥 + 𝑦)−1 𝑥 −2 − 𝑦 −1 ke dalam bentuk pangkat bilangan bulat positif.3.

CONTOH 1.5 × 108 km.000.000 km.8 : Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. Pergeseran (melompat) n angka ke kanan berarti memunculkan perkalian dengan 10−𝑛 .000.00002345 Penyelesaian: a. bilangan 0.75 × 1011 . Jarak bumi ke matahari kira-kira 1. a. b. Sebagai contoh. ii. Pergeseran (melompat) n angka/digit ke kiri berarti memunculkan perkalian dengan 10𝑛 .00000016 ditulis sebagai −1.■ Notasi Ilmiah dari Bilangan Notasi ilmiah dari bilangan digunakan untuk menuliskan bilangan yang sangat besar ataupun bilangan yang sangat kecil. -0. Jarak bumi ke matahari sekitar 150.6 × 10−7 . Bentuk baku notasi ilmiah suatu bilangan adalah penulisan dalam bentuk 𝑎 × 10𝑛 dengan -10 < a < 10 dan n bilangan bulat Perlu diperhatikan pengertian perpindahan letak tanda koma (desimal). 40 Sistem Bilangan Real . yaitu: i.3. bilangan 375.000 ditulis sebagai 3.000.

maka berapa perkiraan biaya pembersihan permukaan gedung tersebut ? Sistem Bilangan Real 41 .000 per m2. Pada subbab ini. b.345 × 10−5 . kita akan memakai operasi bilangan berpangkat ini pada beberapa permasalahan matematika. Dalam hal ini diperlukan 8 kali lompatan. permasalahan yang terkait dengan bisnis. memuat pangkat 2 atau kuadrat. Beberapa penerapan disajikan dalam bentuk contoh. Pertama kita awali dengan contoh yang sederhana. operasi bilangan berpangkat. Jika diameter gedung adalah 200 m. Biaya pembersihan Rp.3. 50.Didapat dengan cara menggeser tanda koma ke kiri sampai setelah angka pertama.3 Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat Sebelum ini. 1. dan kehidupan sehari-hari.9 Seorang pemborong pelayanan kebersihan gedung akan melakukan pekerjaan pembersihan gedung yang bentuknya hampir menyerupai setengah bola. Jadi diperlukan pergeseran ke kanan sebanyak 5 lompatan.00002345 apabila ditulis dalam notasi ilmiah diperlukan menggeser tanda koma hingga setelah angka tak nol pertama. CONTOH 1. Bilangan -0. dan sifat-sifatnya. kita telah mengenal bilangan berpangkat.3. sehingga diperoleh 2.

4.Penyelesaian: Luas permukaan gedung didekati dengan setengah luas kulit bola.000 × 62. 5 seperti berikut ini. 2. r adalah jari-jari gedung = setengah dari diameter. 1. dan π didekati dengan 3. Hasil dari penguraian bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 mempunyai suatu keteraturan koefisien dari setiap suku yang dinamakan Segitiga Pascal. sehingga perkiraan biaya pembersihan keseluruhan gedung adalah 𝑅𝑝 50. Segitiga Pascal Salah satu pemakaian bilangan berpangkat adalah untuk menghitung / menguraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 .140.000 𝑚2 Untuk contoh penerapan yang lainnya. 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 = 2 × 3.14 × 1002 = 62. Sekarang kita coba uraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 untuk k = 0. Karena itu.000. 42 Sistem Bilangan Real .800 𝑚2 = 𝑅𝑝 3.800 𝑚2 Biaya pembersihan per m2 adalah Rp 50.14. luas permukaan gedung mendekati 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 dengan L adalah luas permukaan gedung. coba kita perhatikan segitiga Pascal berikut ini.000. 3.

bahwa:  Pada setiap suku dari (𝑥 + 𝑦)𝑘 .. ii.. mempunyai bentuk x 3 y 2 = 𝑥 5−2 𝑦 2 o Pada suku ke-4. ada bentuk 𝑥 𝑘−𝑖 𝑦 𝑖 dengan i = 0. (i=4). 4 3 = 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 𝑦 3 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 1 𝑦 4 vi. (i=2). (i=5).i. mempunyai bentuk x 2 y 3 = 𝑥 5−3 𝑦 3 o Pada suku ke-5. mempunyai bentuk x1 y 4 = 𝑥 5−4 𝑦 4 o Pada suku ke-6. mempunyai bentuk 𝑥 4 𝑦 1 = 𝑥 5−1 𝑦 1 o Pada suku ke-3. mempunyai bentuk 𝑥 5 = 𝑥 5 𝑦 0 = 𝑥 5−0 𝑦 0 o Pada suku ke-2. . (i=3). iii. k. 2. Sebagai ilustrasi. 1. (𝑥 + 𝑦)5 = 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 𝑦 5 o Pada suku ke-1. 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 1 2 =1 = 1 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 𝑥𝑦 + 𝑦𝑥 + 𝑦 2 = 1 𝑥 2 + 2 𝑥𝑦 + 1 𝑦 2 = 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 + 𝑦 2 iv. 3 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥𝑦 + 𝑦 2 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 1 𝑦 3 v. 𝑥 + 𝑦 5 = 𝑥 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 1 𝑦 5 Perhatikan pada uraian di atas. (i=1).. mempunyai bentuk 𝑦 5 = x 0 y 5 = 𝑥 5−5 𝑦 5 Sistem Bilangan Real 43 . (i=0). perhatikan untuk k=5 berikut ini.

 Konstanta (koefisien) dari tiap-tiap suku pada (𝑥 + 𝑦)0 sampai dengan (𝑥 + 𝑦)5 mempunyai suatu bentuk keteraturan yang dinamakan segitiga Pascal seperti berikut ini.2 Segitiga Pascal Delapan Baris 44 Sistem Bilangan Real .3. Gambar 1.1 Segitiga Pascal Enam Baris Kalau diperhatikan nilai-nilai pada suatu baris ke-k pada segitiga Pascal merupakan „jumlahan silang‟ dari baris ke k-1 (baris sebelumnya).3. Sehingga koefisien segitiga Pascal tersebut dapat kita lanjutkan lagi untuk k=6 dan k=7 seperti Gambar 1.3. Gambar 1.2.

C ONTOH 1.3.10 D engan m enggunakan segitiga Pascal, uraikan bentuk–bentuk perpangkatan dibawah ini. a. 𝑥 + 𝑦
6

b. (𝑥 − 𝑦)7

Penyelesaian:

a. Nilai-nilai pada baris k=6 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 + 𝑦 6 , diperoleh 𝑥 + 𝑦
6

=

= 1 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 1 𝑦 5 = 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 𝑦 5

b. Nilai-nilai pada baris k=7 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 − 𝑦 7 , diperoleh 𝑥 − 𝑦
7

= 𝑥 + (−𝑦)

7 2

= 𝑥 7 + 7𝑥 6 (−𝑦) + 21𝑥 5 −𝑦

+ 35𝑥 4 (−𝑦)3 +

35𝑥 3 (−𝑦)4 + 21𝑥 2 (−𝑦)5 + 7𝑥(−𝑦)6 + (−𝑦)7 = 𝑥 7 − 7𝑥 6 𝑦 + 21𝑥 5 𝑦 2 − 35𝑥 4 𝑦 3 + +35𝑥 3 𝑦 4 − 21𝑥 2 𝑦 5 + 7𝑥𝑦 6 − 𝑦 7

Sistem Bilangan Real

45

CONTOH 1.3.11 Persamaan untuk menghitung investasi dengan modal 𝑀𝑜 = 𝑅𝑝

1.000.000 dengan laju bunga i=10% per tahun selama n tahun adalah 𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah modal awal, sedangkan Mn adalah jumlah uang setelah n tahun. Berapakah total nilai uang setelah 2 tahun ?. 𝑀𝑛 = 1.000.000 × (1 + 0,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (1,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11 × 10−1 )2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11)2 × 10−2 ⟹ 𝑀𝑛 = 121 × 106−2 = 121 × 104 Jadi besarnya investasi setelah dua tahun adalah Rp 1.210.000. CONTOH 1.3.12 Pada tanggal 1 Januari 2004, bapaknya si A meminjam uang bank sebesar untuk pengembangan usaha. Pinjaman tersebut ditagihkan kepada si A pada tanggal 31 Desember 2007 sebesar $ 5208,33. Jika bunga pinjaman sebesar 4% per tahun ditambahkan pada tiap akhir tahun sebagai pinjaman, maka berapa besar yang dipinjam oleh bapaknya si A?

Penyelesaian: Karena bunga ditambahkan sebagai pinjaman di setiap akhir tahun, bank menerapkan bunga berbunga. Oleh karena itu, kita pakai rumus

46

Sistem Bilangan Real

𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah pinjaman awal, sedangkan Mn adalah jumlah pinjaman setelah n tahun. Pinjaman dilakukan selama 4 tahun, dari 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2007. Sedangkan i adalah besarnya bunga tiap tahun. 5208,33 = 𝑀𝑜 × (1 + 0,04)4 ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 (1 + 0,04)4

Kita hitung terlebih dahulu (1 + 0,04)4 sebagai berikut. (1 + 0,04)4 = 1 + 0,04 + 0,042 + 0,043 + 0,044 . = 1,04 + 0,0016 + 0,000064 + 0,00000256. = 1,04166656. Hasil ini dimasukkan ke ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 5208,33 4 = 1,04166656 = 5000 (1 + 0,04)

Jadi besarnya pinjaman oleh bapaknya si A adalah $ 5000.

Sistem Bilangan Real

47

 RANGKUMAN
Bilangan real dapat di pangkatkan dengan bilangan bulat. Untuk bilangan real a≠0, a0 = 1. Untuk n bulat positif dan a real, bilangan an = a×a×a×…×a. Sifat operasi pangkat bulat pada bilangan real: 1. 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 2. (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 3. 5. 𝑎
𝑚 𝑎 𝑛

= 𝑎𝑚 −𝑛
= 𝑎
𝑛 𝑏 𝑛

4. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛

(𝑏 )𝑛 𝑎

SOAL LATIHAN 1-3
1. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini dalam bentuk notasi pangkat (eksponen). a. 5 × 5 × 5 × 5 c. -2 × 4 × 2 × (-16) e. ab × ab × ab b. (-3) × (-3) × (-3) × (-3) d. 2a × 2a × 2a f. (-b) × (-b) × (-b)

2. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini menjadi bentuk bilangan yang lebih sederhana. a. 254 c. (-2ab2)4 e. ( 𝑎2 𝑏 3 )4
3 2

b. (-16)2 d. (2a)5 f. (2 𝑎
−𝑏 2

)4

48

Sistem Bilangan Real

x dan y adalah bilangan real. maka sederhanakanlah ekspresi berikut ini menjadi bentuk yang tidak memuat tanda kurung. 2+ 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 ) 𝑥 (1 − 4. Diameter atom Helium b. 3-5. a. 55. maka sederhanakanlah ekspresi rasional berikut ini. a.000. 53 c. Tentukan hasil perkalian berikut ini dan tuliskan dalam bentuk pangkat bilangan positif. (-2+16)(2+8)2 d. (2x)3(3y-2) f. (4x2y-3)(2x-2y3)-2 6. a. 3-5. Jika x dan y adalah bilangan real. 903 d. 93 d.3. -0. 24 62 32 15 𝑥 3 𝑦 3𝑥 2 𝑏 3 𝑥𝑦 𝑎𝑥 𝑏 2 𝑦 𝑏𝑦 8𝑎 4 𝑏 2 2 𝑎 2 𝑏 3𝑥 2 15 𝑥 3 𝑦 1 4𝑎𝑏 𝑥 2 𝑦 3𝑥 2 𝑦 𝑥 b. (25-16)3 c. 75 73 8𝑥 2 𝑦 −3 2𝑥 −3 𝑦 −5 b.000 c.000000022 cm Sistem Bilangan Real 49 . 5-3 e. (2x+y)3 − 𝑦 2 𝑥 2 − 𝑥𝑦 2 f. 2 2 3 𝑥 𝑦 3 b. 0. Jika a.012 f. d. 7−5 73 h. c. penduduk Indonesia berjumlah 300 juta. adalah 0. (-2x-y)2 e. 5-5. Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. g. b.00000314 e. e. 10. a. × + - 2+ 𝑥 𝑦 (1 − ) 5. Pada tahun 2010. f.

b. DEFINISI 1. Jadi mencari akar suatu bilangan merupakan kebalikan dari pemangkatan. 1296 b. 9 = 3 . 194481 50 Sistem Bilangan Real . Secara notasi matematika: 𝑎 = 𝑏 jika b2 = a. karena 32 = 9 25 = 5 .2 : Tentukan hasil akar kuadrat berikut ini.4. .4 Bilangan dalam Bentuk Akar (Rasional) Pada bagian ini dibahas mengenai bentuk akar. misalnya 16 = 4. a. menjadi bilangan semula a.1 : a.4.1.1 : Akar kuadrat suatu bilangan real a non negatif adalah bilangan non negatif b yang kalau dipangkatkan dua. CONTOH 1. dan b bilangan positif Tulisan 𝑎 dibaca “akar kuadrat dari a” atau “akar dari a”. Bentuk akar ditulis menggunakan tanda radikal dengan simbul Sedangkan kata akar merupakan terjemahan dari kata root dalam bahasa Inggris. karena 52 = 25 CONTOH 1.4.

tentukan hasil dari 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 . Sistem Bilangan Real 51 . difaktorkan 1296.4. berlaku bahwa: i.4.Penyelesaian: a. b. untuk 𝑝 ≥ 0 𝑝 2 = −𝑝. maka 2 merupakan faktor. Faktorkan bilangan 194481 menjadi 194481 = 34 × 74 = (32 × 72 )2 . 𝑝 2 = 𝑝. 42 = 4 (−9)2 = − −9 = 9 CONTOH 1.4 : Untuk x bilangan real. Karena akhir bilangan tersebut adalah 2. untuk 𝑝 < 0 CONTOH 1.3 : a. 194481 = Jadi (32 × 72 )2 194481 = (3 × 7)2 = 441 karena 4412 = 194481 Kalau kita lihat definisi akar di atas. Pertama. ii. 1296 = 2 × 648 (648 difaktorkan) = 2 × 2 × 324 (324 difaktorkan) 2 × 2 × 162 = 2 (162 difaktorkan) = 23 × 2 × 81 (81 difaktorkan) = 24 × 34 = (2 × 3)4 = ((2 × 3)2 )2 Jadi 1296 = (2 × 3)2 = 62 = 36 karena 362 = 1296 b.

maka berlaku: i. 36 81 =3 = =3 =2 = 𝑎2 𝑐 4 = 𝑎𝑐 2 jika a > 0.4. 42 × 3 = 42 × 3 = 4 3 5 = 4 3 × 5 = 4 15 36 81 b. 4 3 × c. pengurangan. Perkalian dan Pembagian Bilangan Bentuk Akar Jika a dan b merupakan bilangan real positif.1 Operasi Aljabar pada Bilangan Berbentuk Akar Bilangan dalam bentuk akar juga dapat dikenakan operasi aljabar seperti penjumlahan. jika (x+1) ≥ 0 atau x ≥ -1 = -(x+1). ii.4. 𝑎𝑏 = 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 = 𝑎 𝑏 CONTOH 1. perkalian. dan pembagian. jika (x+1) < 0 atau x < -1 1. 6 9 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 52 Sistem Bilangan Real . 3 d. Karena pada dasarnya bilangan dalam bentuk akar adalah suatu bilangan real yang dapat dioperasikan.Penyelesaian: 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 = 𝑥 + 1 2 = x + 1.5 : a.

3 − 5 3 = 2 3 − 5 3 = -3 3 c. 2 3 + 5 3 = (2 + 5) 3 = 7 3 b. maka berlaku: i.6 : Tentukan hasil dari pengoperasian bilangan bentuk akar di bawah ini. a. 5 − 2 5 Sistem Bilangan Real 53 .4. b merupakan bilangan real dan c merupakan bilangan real positif. 2 3 + 5 3 b. 12 − 5 3 c. Lihat kembali sifat distributif pada bilangan real. 12 − 5 3 = 4. 5 + 5 9 . a. 𝑎 𝑐 − 𝑏 𝑐 = (𝑎 − 𝑏) 𝑐 Jika kita lihat sifat di atas. 2 20 + 5 45 − 2 5 = 2 4 . 2 20 + 5 45 − 2 5 Penyelesaian: Jika bilangan dalam tanda akar belum sejenis. maka penjumlahan dan pengurangan bilangan dalam bentuk akar hanya dapat dilakukan pada dua bilangan yang sejenis (pada ekspresi i & ii di atas 𝑐 dikatakan bilangan sejenis). 𝑎 𝑐 + 𝑏 𝑐 = (𝑎 + 𝑏) 𝑐 ii. maka kita rubah sebisa mungkin untuk dapat sejenis.■ Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bentuk Akar Jika a. CONTOH 1. sebenarnya operasi jumlah dan kurang di atas sama dengan yang telah lalu.

3 3 5 3− 12 = 15 3 3 − 3 3 12 = 15(3) – 3 36 = 45 – 18 = 27 12 .= 4 5 + 15 5 − 2 5 = (4 + 15) 5 − 2 5 = (19 − 2) 5 = 17 5 CONTOH 1. Bentuk akar pada penyebut itu dapat diubah sehingga penyebutnya tidak lagi memuat bentuk akar. hasilnya dapat berupa pecahan dengan penyebut bentuk akar.4.7 : Sederhanakanlah bentuk 3 3 5 3 − Penyelesaian: Sifat distributif pada bilangan real dapat dipakai. 𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 54 Sistem Bilangan Real . karena bilangan dalam bentuk akar juga merupakan bilangan real. Proses merasionalkan penyebut dapat dikerjakan dengan memanfaatkan bentuk perkalian: i.4. 𝑎 × 𝑎 = 𝑎2 ii. 1.2 Merasionalkan Penyebut Pada pembagian yang memuat bentuk akar. Proses demikian dinamakan merasionalkan penyebut.

kalikan penyebutnya dengan bilangan ( 5 + 2) dan kalikan pembilang dengan ( 5 + 2). Pada kasus ini. 2− 3 5 × 5 5 = 2 5− 15 25 = 2 5− 15 5 c. 5 2 b.8 : Rasionalkan penyebut pada bilangan: a. Pada kasus ini. 2+ 3 5− 2 Penyelesaian: a. gunakan bentuk 𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 . yaitu 5. kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut. 5 2 = 5 2 × 2 2 = 5 2 2 2 = 10 4 = 10 2 b.CONTOH 1. pembilang juga dikalikan 2 . yaitu 2. Pada kasus ini. Oleh karena itu. Agar tidak merubah nilai bilangan. Agar tidak merubah nilai bilangan. 2+ 3 5− 2 = = = = 2+ 3 5− 2 × 5+ 2 5+ 2 2 5+2 2+ 3 5+ 3 2 5 5− 2 2 2 5+2 2+ 15+ 6 5− 2 2 5+2 2+ 15+ 6 3 Sistem Bilangan Real 55 . pembilang juga dikalikan 5 . kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut.4. 2− 3 5 c.

penyebut hanya memuat satu bentuk akar = 6+3 3 +3 2 5+4 3 × 5−4 3 5−4 3 = 6+3 3 5− 6+3 3 4 3+15 2−12 6 25+48 30+15 3 − 24 3+36 +15 2−12 6 73 −6−9 3+15 2−12 6 73 = = 56 Sistem Bilangan Real . penyebut memuat dua bilangan yang berbentuk akar.4.CONTOH 1. Bentuk akar ini akan kita hilangkan satu per satu. Penyelesaian: Pada kasus ini. 3 (2+ 3)− 2 2+ 3 + 2 2+ 3 + 2 3 2+ 3 +3 2 (2+ 3)2 −2 × = = 6+3 3 +3 2 4+4 3+3 −2 6+3 3 +3 2 5+4 3 = .9 : Rasionalkan penyebut pada bilangan 3 2+ 3− 2 . sehingga kita buat seperti berikut ini. Penyebut 2 + 3 − 2 = (2 + 3) − 2.

1369 15129 18662400 b.SOAL LATIHAN 1-4 1. a. atau 8 ?. d. e. e. 256 529 2304 b. 4. Jika x merupakan bilangan real positif. f. 25𝑥 2 𝑥 2 − 5𝑥 + 6 tiga contoh b. Carilah nilai akar dari 14 × 18 × 105 × 625. d. d. maka tentukan nilai akar berikut ini. Carilah contoh bilangan. Sistem Bilangan Real 57 . Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. c. 11449 1500625 57153600 3. f. bilangan. 243 441 1024 2. c. carilah nilai akarnya. a. a. carilah nilai akarnya. Carilah dikuadratkan berakhir dengan angka 1 atau 9 ?. c. 6. apabila bilangan tersebut dikuadratkan berakhir dengan angka 2. 7. (𝑥 − 1)2 2𝑥 2 + 18𝑥 + 40 apabila bilangan tersebut 5. 3. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar.

2 7 5 2 2+3 2 1 𝑏+𝑎 𝑏 5− 2 2− 3− 2 b. Tentukan hasil dari operasi aljabar pada bilangan bentuk akar di bawah ini. 4 5 − 75 − 250 e. h. f. 58 Sistem Bilangan Real . Pertanyaan selanjutnya adalah “apakah diperbolehkan bilangan real berpangkat dengan rasional ?”. h. 3 3 × 2 3 g. 1. d. d.7. 1−5 2 2 5 5+ 2 2−3 2 5 3− 2 1 2+ 𝑎− 𝑏 c. Rasionalkan bilangan bentuk akar dibawah ini. g. f.5 Bilangan Berpangkat Rasional Sebelum ini telah dikenalkan perpangkatan bilangan real dengan bilangan bulat. a. e. 1 ( 3 b. a. 3 3 + 2 3 − 5 3 c. Pada subbab ini akan dibahas bilangan real dipangkatkan dengan bilangan rasional. Jelaskan bahwa bilangan bulat yang berakhir dengan angka nol sebanyak ganjil bukan merupakan bilangan kuadrat. 18 + 12 − 5 2 75 + 48 − 6 1 3 3 9 ×2 3 𝑎2 𝑏 −5 6 − 24) 𝑎3 𝑏 5 × 9. 8.

DEFINISI 1. maka nilai a harus non negatif.5. kita lihat contoh numerik berikut ini. d.1 : Akar pangkat tiga dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan 3 menjadi bilangan a. karena 103 = 1000. Sistem Bilangan Real 59 . ditulis dengan 𝑛 𝑎 = 𝑏. kita lihat contoh numerik berikut ini. b.2 : Akar pangkat n dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan n menjadi bilangan a. untuk sembarang nilai a.5. jika 𝑎 ≥ 0 −𝑎.DEFINISI 1. karena (-10)3 = -1000.1 : a. CONTOH 1. jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 Jika n genap.5. karena 53 = 125. e. c. jika 𝑏 3 = 𝑎 Untuk lebih jelasnya. 𝑎𝑛 = Untuk lebih jelasnya. jika 𝑎 < 0 𝑎𝑛 = 𝑎 . karena (-3)3 = -27. ditulis dengan 3 𝑎 = 𝑏. 3 3 3 3 3 8=2 125 = 5 −27 = −3 1000 = 10 −1000 = −10 karena 23 = 8. Dalam keadaan khusus:   Jika n genap maka Jika n ganjil maka 𝑛 𝑛 𝑎 .

-1024 difaktorkan. karena (-3)5 = -243.2 : a. b. Berdasarkan rumusan sebelumnya bahwa (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 .CONTOH 1. 5 −1024 Penyelesaian: a. karena 105 = 100000. 4 4 81 = 34 = 3. 32 = 2 × 16 = 2 × 2 × 8 = 2 × 2 × 2 × 4 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 25. karena (-10)5 = -100000. Bilangan dalam tanda akar. Bilangan dalam tanda akar.3 : Tentukan hasilnya (jika ada). c. 5 32 b. 5 5 32 = 25 = 2. 81 difaktorkan. 4 81 c. a. c.5.5. CONTOH 1. d. kita akan menelaah arti dari 𝑎𝑛 . -1024 = -2 × 512 = … = −210 = (−22 )5 = (−4)5 5 5 −1024 = (−4)5 = −4. 32 difaktorkan. e. 4 4 5 5 5 16 = 2 625 = 5 −243 = −3 100000 = 10 −100000 = −10 karena 24 = 16. karena 54 = 625. b. 1 Selanjutnya. 81 = 3 × 27 = 3 × 3 × 9 = 3 × 3 × 3 × 3 = 34. sehingga 60 Sistem Bilangan Real . Bilangan dalam tanda akar.

maka dapat diperoleh ( 𝑎)𝑛 = 𝑏 𝑛 = 𝑎 DEFINISI 1. Untuk n ganjil.5.3 : Untuk n bilangan asli. arti dari 𝑎𝑛 adalah 𝑎𝑛 = 1 1 𝑛 1 𝑛 𝑛 𝑛 1 1 𝑎 = 𝑏 yang mempunyai 𝑎 atau 𝑎 𝑎𝑛 akan mempunyai nilai apabila:   Untuk n genap.(𝑎𝑛 )𝑛 = 𝑎𝑛 ×𝑛 = 𝑎1 = 𝑎 Dikaitkan dengan rumusan bahwa arti 𝑏 𝑛 = 𝑎. arti dari 𝑎 𝑛 adalah 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 atau 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑚 1 𝑛 𝑚 1 𝑛 𝑚 𝑎𝑚 Untuk memperjelas maksud dari definisi ini. Sistem Bilangan Real 61 . Pangkat bilangan rasional secara umum didefinisikan berikut ini. nilai a harus positif. DEFINISI 1.4 : Untuk bilangan bulat non negatif m dan bilangan asli n.5. kita lihat contoh berikut ini.

814 3 c.4 : Tentukan hasil dari operasi perpangkatan berikut ini. 814 = (814 )3 = ( 81)3 = 33 = 27 c.5. 83 Penyelesaian: a. yaitu x2 = 32 Sehingga didapat jawab untuk persamaan itu. yaitu 3x = 32 Dengan demikian.CONTOH 1. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat 2. Untuk mendapatkan jawab persamaan pertama. (−27)3 5 Sifat – sifat perpangkatan bilangan rasional sama dengan sifat perpangkatan bilangan bulat. Dalam hal ini. karena pangkatnya genap maka terdapat dua jawab yang mungkin yaitu x = 3 atau 𝑥 = −3. Untuk persamaan ke-dua. 83 = (83 )2 = ( 8)2 = 22 = 4 b. (−27)3 = ((−27)3 )5 = ( −27)5 = (−3)5 = −243 2 1 3 3 1 4 2 1 3 2 b. a. 62 Sistem Bilangan Real . ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat dengan basis (bilangan yang dipangkatkan) 3. Menyelesaikan Persamaan Pangkat Sederhana Persamaan pangkat mempunyai bentuk seperti 3 x = 9 atau x2 = 9. jawab dari persamaan tersebut adalah x = 2.

5 2 1 2 5 b. selanjutnya dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan pangkat yang lain.Langkah-langkah serupa gambaran di atas. Ruas kiri dan kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu. a. Ruas kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu.5 : Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini.5. 2𝑥+2 = 4 2 Penyelesaian: a. Sistem Bilangan Real 63 . CONTOH 1. 4𝑥+1 = 2 8 = 22 Dari sini kita dapatkan bahwa 𝑥 + 2 = atau 𝑥 = . 2𝑥+2 = 22 22 1 b. 4𝑥+1 = 2 8 1 22𝑥+2 = 2−3 22 22𝑥+2 = 2 5 − 2 5 2 9 4 Dari sini kita dapatkan bahwa 2𝑥 + 2 = − atau 𝑥 = − .

(−0. RANGKUMAN    Akar pangkat. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. ( c. 125000 3 64 3 )4 256 4 5 4 4. (−27000)3 f.1253 5 64 Sistem Bilangan Real . jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 𝑛 SOAL LATIHAN 1-5 1.125)3 4 e. Akar pangkat n. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. jika b3 = a. a. 2564 c. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. (64 × 256)4 d. c. f. 1253 3 5 3. (−1024 × (−243))5 81 1 )4 256 8 × 27 4 )3 512 4 4 b. 3 4 5 64 256 −1024 1 b. a = b. 273 e. (8 × 27 × 512)3 e. Tentukan nilai akar berikut ini. a. ( b. ( d. d. (0. a. a. 3 4 5 −64 −256 3125 3 4 2. (81 × 256)4 c. (−1024)5 1 4 4 b. e. 2564 d.00243)5 f. (−27)3 f. 0. 𝑚 1 𝑛 3 𝑎 = 𝑏.

42𝑥−1 = ( )2𝑥 f. ( 81 256 × 16)4 4 1 b.111111111111111 )2 6. 3−𝑥 = 81 d. Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini.125)5 4 d. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional. (𝑥 2 )2 = 64 3 b. Dapatkan semua nilai dari persamaan berikut ini. 3 216 × ( 512)4 3 (−0.00243)6 7. ( 64 256 × 0.00243 × 0. 3 27𝑥 6 𝑦 9 𝑥𝑦 (𝑥+𝑦 3 5 8. (0. 814 × c. 𝑥 5 = −1024 e.037037037037037 )3 e. 5𝑥−4 = 125 243 9. a. a. d. ( )2𝑥 = 16 c. 4 3 81 𝑥 12 𝑥−𝑦 (𝑥+𝑦) 𝑥 b. (𝑥 2 )4 = 8 f. 22𝑥 4𝑥 −3 = 4 1 2 e. 𝑥 4 = 4096 d. (0.5.0. a. 3 1 4 256 b. ( 0. a. 642𝑥 = 1 4 1 2 b. ( 5 0.125)4 3 3 c. a. 𝑥 2 𝑥 4 = 3 4 3 243 Sistem Bilangan Real 65 . c. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional yang sederhana.125)4 d. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. 𝑥 3 = 4096 c.

Sekarang akan dibahas mengenai permasalahan menentukan bilangan p jika a dan b diketahui. Permasalahan demikian yang merupakan permasalahan logaritma. arti dari blog a = x adalah bx = a Berkaitan dengan pengertian logaritma pada definisi di atas. semua sifat-sifat operasi aljabar dari logaritma tersebut. DEFINISI 1. nilai bx > 0. (c) Karena b positif dan x real. dan x disebut hasil logaritma. Perkalian dapat dihitung dengan penjumlahan dan pembagian dapat dihitung menggunakan pengurangan.1. (a) Bilangan b disebut basis atau bilangan pokok logaritma. berarti a juga harus positif. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.1 : Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1. misalnya ap = b. maka tidak selalu menghasilkan bilangan real. Dengan logaritma. Perhatikan definisi berikut ini. perhitungan dengan bilangan yang sangat besar dapat disederhanakan.6. Jika b negatif dan dipangkatkan dengan bilangan rasional. (b) Bilangan b dipilih positif. Karena a = bx. 66 Sistem Bilangan Real . Diuraikan pula.6. 1. dan permasalahannya adalah mencari bilangan b jika a dan p diketahui.1 Pengertian Logaritma Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai arti bilangan berangkat.6 Logaritma Pada modul ini dibahas mengenai kebalikan dari pemangkatan yang disebut logaritma.

Jawabannya adalah 4.1 = −1.(d) Nilai b harus tidak sama dengan 1. log 2 0. log10 10.000 = 4. atau 10 4 = 10. (e) Gantilah x pada ekspresi bx = a dengan blog a = x akan diperoleh b. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “10 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 10.000. karena 2-3 = 1/8 1 8 CONTOH 1.000 Penyelesaian: a. CONTOH 1. karena 10-1 = 0. (f) Karena b0 = 1 untuk b > 0. log10 0.1 e. log 2 = −3. a.000?”. Untuk mencari nilai log10 10. log 3 243 c.6. karena 24 = 16 c.1 a. maka blog 1 = 0. 𝑏 𝑏 log 𝑎 = 𝑎 Penulisan 𝑏 log 𝑎 sering ditulis dalam bentuk logb a. karena 161/4 = 2 4 1 d. log10 100 = 2. Oleh karena itu.000. log 2 16 = 4. log10 10.25 Sistem Bilangan Real 67 .6. log16 2 = . sebab untuk sembarang x maka nilai 1x = 1. b. karena 102 = 100 b.2: Tentukan nilai logaritma berikut ini.

log 3 243 = 5. Karena 0. Oleh karena itu. Untuk mencari nilai log 3 243. untuk itu diawali bagian ini dengan mengulang singkat sifat-sifat perpangkatan. Karena 243 = 3 × 3 × 3 × 3 × 3 = 3 5.25 = −2 Tidak semua logaritma dapat dicari hasilnya dengan mudah seperti contoh di atas. Jawabannya adalah 5. maka log 3 243 = 5. dapat dihitung beberapa nilai y untuk nilai-nilai x seperti dalam tabel berikut ini: 68 Sistem Bilangan Real . Misalkan akan digambarkan grafik pangkat dengan menghitung nilai-nilai pangkat sebanyak mungkin. atau 3 5 = 243. maka log 2 0. 1. perhatikan bahwa karena b > 0. Misalnya log10 2 tidak dapat dicari menggunakan cara seperti di atas. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “3 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 243?”.2 Menghitung Logaritma Logaritma adalah kebalikan dari proses pemangkatan.b.25 = ¼ = 4-1 = 2-2. Selain itu. Untuk menggambarkan sketsa grafik y = 2x. Kita juga dapat mencari nilai log dari suatu bilangan dengan cara memfaktorkan bilangan tersebut menjadi perkalian basis dari logaritmanya.6. Nilai tersebut dapat dicari menggunakan tabel atau kalkulator. berapapun nilai x akan menghasilkan bx yang selalu positif. c. Dengan demikian logaritma terdefinisi hanya untuk bilangan positif.

𝑦 = 2𝑥 dapat disketsakan seperti Gambar 1.2. (b) Untuk x makin kecil (negatif). nilai 2x > 0.1 Grafik 𝑦 = 2 𝑥 Gambar 1. nilai 2𝑥 1 < 2𝑥 2 . nilai 2x juga makin besar dan 2x > x. (c) Untuk sembarang x. x Sistem Bilangan Real 69 .6. nilai 2x makin kecil menuju nol. Sketsa grafik y = ( )𝑥 merupakan pola dari grafik 2 1 y = a dengan 0 < a < 1. (e) Jika x1 < x2.Tentu saja dapat dihitung lebih banyak nilai y untuk mendapatkan sketsa grafik yang lebih tepat (halus). Dari tabel di atas dapat diamati beberapa sifat berikut: (a) Untuk x makin besar. Gambar tersebut merupakan pola dari grafik y = ax dengan a > 1. Berdasarkan nilai-nilai pada tabel dan sifat di atas. (d) Untuk x = 0.6.2 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 1 2 1 2 Dengan cara yang sama.6. sketsa grafik y = ( )𝑥 dapat digambarkan seperti Gambar 1.6.1. nilai 2x = 1. Gambar 1.

Untuk memberikan gambaran mengenai grafik y = ax untuk a yang lain. berlaku. perhatikan sifat berikut ini. maka ax > bx.3 Grafik 𝑦 = 2𝑥 dan 𝑦 = 3𝑥 Berdasarkan informasi ini dapat digambarkan sketsa grafik y = ax. (b) untuk x < 0. (a) untuk x > 0. 1 2 1 3 70 Sistem Bilangan Real . menunjukkan perbedaan antara grafik y = ( )𝑥 dan y = ( )𝑥 . Misal a > b. maka ax < bx.6. Gambar 1.xSedangkan Gambar 1. Perhatikan bahwa untuk x > 0 maka 2x < 3x dan untuk x < 0 maka 2x> 3.3.6.6. Misalnya perbedaan grafik y = 2x dan y = 3x dapat dilihat pada Gambar 1.

).6. Misalnya. 1.5 Grafik Logaritma Sistem Bilangan Real 71 .4 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 dan 𝑦 = ( )𝑥 Grafik logaritma dapat dicari dari gafik pangkat. Secara terpisah 1 2 1 3 Gambar 1.6.6..Gambar 1. untuk mendapatkan gafik y = log 2 𝑥 dapat diperoleh dari pencerminan grafik y = 2x terhadap garis y = x (lihat Gambar ditunjukkan grafik y = log 2 𝑥 pada Gambar 1.6.

untuk mendapatkan nilai log 2 𝑎 dapat diikuti gambaran yang diberikan pada Gambar 1.6.Gambar 1.6. dan 0 < p < q.6 (≈ dibaca „hampir sama dengan‟) Secara umum. berlaku log 𝑏 𝑝 < log 𝑏 𝑞  Untuk 0 < b < 1 dan 0 < p < q. berlaku 72 Sistem Bilangan Real .6. Sifat yang lain dari logaritma diberikan berikut ini. dari grafik pada Gambar 1.6.6. Sebagai contoh. Hal ini berarti log 2 3 ≈ 1. jika ditarik garis y = 3 yang memotong grafik kira-kira di titik dengan x = 1.6 Sketsa Grafik Logaritma Dari grafik-grafik tersebut dapat dicari nilai logaritma dengan ketepatan terbatas.6.  Untuk sembarang bilangan b > 1.

.6..6...5 = 1.… Untuk mendapatkan angka ke-dua dari log 2 3 diperlukan nilai perpangkatan dari 2 oleh 0.. dan seterusnya.1 Selanjutnya.3) diperoleh 1 < 1.4) Untuk mendapatkan kembali angka 3..... Tabel 1..2 .6....log 𝑏 𝑝 > log 𝑏 𝑞 Uraian berikut ini memberikan gambaran menghitung log 2 3 berdasarkan sifat di atas.5 terletak di antara 20. Diketahui bahwa 2 < 3 < 22 .... maka 1 < log 2 3 < 2..5 < 1.. dengan membagi 2 pertidaksamaan(1..6.. (1..3) karena log 2 2 = 1 dan log 2 22 = 2. kalikan pertidaksamaan (1.51 = 20. (1........6 . 0. Jadi log 2 3 = 1.4) dengan 2 dan diperoleh Sistem Bilangan Real 73 ..6.5 < 2 dan berdasarkan tabel perpangkatan dari 2 di atas diketahui bahwa 1..41 < 1..1 ..

09 dan untuk mendapatkan kembali angka 3. dan seterusnya.09 Hal ini berarti bahwa 74 Sistem Bilangan Real .6 dan ini berarti bahwa 1.6. dikalikan ketaksamaan tersebut dengan 1.41 = 20.02.6.21.064 < 1.6 Untuk mendapatkan ketepatan yang lebih tinggi. Karena 2x > 1 untuk setiap x > 0.0570 < 1.05 dan kemudian dengan 2 = 21 (angka yang digunakan untuk membagi) sehingga diperoleh 21+0. Tabel 1.01.2 Perhatikan bahwa 1. 20.5 < 3 < 21.134351773 Seperti sebelumnya.5+0.6.08 < 3 < 21+0. dihitung nilai-nilai seperti dalam Tabel 1.2.0644 = 20.4) dapat dibagi dengan 1.064 < 1. harus dihitung 20. maka pertidaksamaan (1.5 < log 2 3 < 1.08 = 1.5+0.064 terletak di 20.41 dan diperoleh 1 < 1.

23 < 1.25 dibagi dengan 1.25 < 2 Selanjutnya menggunakan Tabel 1.58 < log 2 3 < 1. dan diperoleh 1 < 1.1.  Untuk memperoleh ketepatan yang lebih baik.25 < 1. CONTOH 1.0163 dan Sistem Bilangan Real 75 .4 Ini berarti log 2 5 = 2.58… Tahapan ini dapat dilanjutkan untuk mendapatkan nilai hampiran dengan ketepatan sesuai yang diinginkan.… Ketaksamaan tersebut dibagi dengan 22 = 4. berarti log 2 5 = 2.1.3 Dengan menggunakan tabel pangkat yang telah dibuat di atas.6.3 < 5 < 22+0. Penyelesaian:   Karena 22 = 4 < 5 < 23.23 dan diperoleh 1 < 1.25 terletak 20. berati log 2 3 ≈ 1.59 Dengan demikian log 2 3 = 1.3 = 1.59.585 lebih baik dibandingkan dengan log 2 3 ≈ 1.58.6.23 < 1. ketaksamaan 1. hitunglah log 2 5. diketahui bahwa 1.3… . Karena diketahui bahwa log 2 3 < 1.4 Dengan mengalikan ketaksamaan terakhir dengan 2 2 diperoleh 22+0.32 = 20.

0210 = 20.0140 < 1.selanjutnya berdasarkan Tabel 1.325.6.03 Dengan mengalikan dengan 22+0. berarti log 2 5 ≈ 2. maka log 𝑏 𝑝 = log 𝑏 𝑝 log 𝑏 𝑞 iv. p > 0 dan q > 0. i.6. 1. maka log 𝑏 𝑝 × 𝑞 = log 𝑏 𝑝 + log 𝑏 𝑞 ii.3 Sifat-sifat Logaritma Sebagaimana telah diuraikan pada subbab sebelumnya. b≠1. b≠1. b≠1.02 = 1.03 dan ini berarti log 2 5 = 2. Jika b > 0. Untuk ketepatan tiga angka di belakang koma. p real.32…. Jika b > 0. p > 0 dan q > 0.02 < 5 < 22+0.3+0. Dengan pemahaman tersebut. sifat-sifat perpangkatan dapat digunakan untuk mendapatkan sifat-sifat logaritma seperti berikut ini.2. bahwa logaritma dapat diturunkan dari perpangkatan. Jika b > 0. b≠1. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = log 𝑏 𝑝 − log 𝑏 𝑞 iii. dan q rasional. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = 𝑞 log 𝑏 𝑝 76 Sistem Bilangan Real . Jika b > 0. diketahui bahwa 1.0163 < 1.3 diperoleh 22+0. p > 0 dan q > 0.0163 terletak 20.3+0.

tentukan  log10 1.5 = log10 = log10 3 − log10 2 = 0.1761 2 3  log10 0.4771 = .6.4 Misal diketahui log10 2 = 0.3010 .4771.4771 = 0.5 dan log10 0.7781 dan log10 3 = 0.4771 – 0.6666 … .6666 … = log10 = log10 2 − log10 3 = 0. Penyelesaian: 3 2 dan log10 3 = 0. tentukan CONTOH 1.3010 log10 6.3010 + 0.0.CONTOH 1.3010 = 0. Penyelesaian: log10 6 = log10 2 × 3 = log10 2 + log10 3 = 0.3010 log10 1.6.1761 Sistem Bilangan Real 77 .5 Misal diketahui log10 2 = 0.0.4771.

Penyelesaian:   log 2 3 = log 3 2 = log 10 3 log 10 2 log 10 2 log 10 3 dan log10 3 = 0.7 Misal diketahui log10 2 = 0.6.3010 0.4771 = 1.4771 0.3010.4 Contoh Pemakaian Logaritma Pada subbab ini. mebagi bilangan.CONTOH 1.8 Dengan menggunakan logaritma.4771. dapatkan log10 16.6666 Penyelesaian: 78 Sistem Bilangan Real . akan disajikan contoh-contoh pemakaian logaritma. hitunglah pendekatan 1.6.2040 1.6 Misal diketahui log10 2 = 0.6.6. Penyelesaian: log10 16 = log10 24 = 4 log10 2 = 4 0.3010 = 1.3010 log 2 3 dan log 3 2 . menghitung pangkat suatu bilangan. diantaranya: untuk mengalikan bilangan.5 × 0.58505 = 0. dapatkan = = 0.3010 0. CONTOH 1.6309 CONTOH 1.

000.6666 log10 1. 𝑀9 = 𝑀0 (1 + 0.5 + log10 0.6.1761 − 0.000 dideposito dengan bunga 10 % per tahun.5 × 0.58505) CONTOH 1. Penyelesaian: 2𝑥 = 3 Sebelah kiri dan kanan tanda sama dengan dikenakan operasi log 2 log 2 2𝑥 = log 2 3 𝑥 log 2 2 = log 2 3 𝑥 = log 2 3 = 1.6666 log10 𝑥 = log10 1.10 Dana Rp 100.6.1761 = 0 𝑥 = 100 = 1 CONTOH 1.5 × 0. Perhitungan 9 tahun kemudian menggunakan rumusan.58505 (berdasarkan contoh 1.6.6666 = 0.9 Dapatkan nilai x yang memenuhi 2𝑥 = 3.6. Sistem Bilangan Real 79 .1)9 Tentukan besarnya dana pada akhir tahun ke 9. log 2 3 = 1.Misal 𝑥 = 1.

n adalah jumlah interval pembayaran Jika diinginkan mencapai nilai tertentu di masa mendatang (Future value/ FV).1)9 ⟹ log10 𝑀9 = 8 + 9 × log10 1. karena sebelumnya tidak ada contoh penghitungan untuk log10 1. 80 Sistem Bilangan Real .6.1 = 8 + 9 ×0.769 CONTOH 1.372534 = 235.1 . atau dapat berbantuan tabel logaritma) ⟹ 𝑀9 = 108.794.1)9 ⟹ 𝑀9 = 108 (1 + 0. i adalah laju bunga per periode bunga.1 dihitung berbantuan kakulator.000.Penyelesaian: 𝑀9 = 100.11 Persamaan untuk menghitung nilai tunai (present value/PV) dari anuitas biasa adalah 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 𝑃𝑉 = 𝑅 × Dengan : R adalah pembayaran periodik dari anuitas. maka tentukan rumusan berapa lama untuk mencapainya.041393 = 8.000(1 + 0.372534 (disini log10 1.

diperoleh 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 × 1 − 1 + 𝑖 𝑖 −𝑛 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 + 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 1 + 𝑖 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 −𝑛 − 𝑙𝑜𝑔10 𝑖 −𝑛 𝐹𝑉 𝑖 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 −𝑛 =1− 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 ⟹ 𝑛 = 𝑙𝑜𝑔10 1 + 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 𝑙𝑜𝑔10 (1 + 𝑖) Sistem Bilangan Real 81 .Penyelesaian: Persamaan pada contoh ini. PV digantikan dengan FV menjadi 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝐹𝑉 = 𝑅 × 𝑖 Kita akan mencari nilai n. Kenakan operasi log pada kedua sisi persamaan. berapa lama untuk mendapatkan nilai yang akan datang yang diinginkan.

p > 0 dan q > 0. a.00001 b. log 2 7 d.  Jika b > 0.4. log b p = 4. log10 10. log 2 75 82 Sistem Bilangan Real . Dengan mengikuti cara pada Contoh 1. log 2 25 b. log 5 625 d. log10 0.6. log 5 1 125 2. b≠1. maka berlaku : 1. a. log b pq = q log b p SOAL LATIHAN 1-6 1. arti dari blog a = x adalah bx = a. log 2 64 c. e. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini. log 2 10 e. log 25 125 f.000 a. log1/2 1 64 e. log b p q = log b p − log b q log b p log b q 3. RANGKUMAN  Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1. log 2 6 c. hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan dua angka di belakang koma. 10log 10 0. log 2 1 128 b. 2log 2 512 f. log 2 15 f. log1/2 64 d.0001 3. log 2 64 c. log b p × q = log b p + log b q 2.

log10 24 c. log 2 3 × log 3 4 × log 4 5 b.3010 dan log10 3 = 0. log10 18 b.4771 . log10 256 e. hitunglah Sistem Bilangan Real 83 . log 8 750 f. maka hitunglah 9.5 f.2 8. log10 4 e. log10 1600 c. Dengan menyamakan basis logaritma. maka hitunglah 6.2 5. log10 2 d. log10 2 c. a. log16 2 b. log16 10 a. log10 5 f. Jika log10 16 = 1.5 d. Jika dipunyai tabel seperti berikut ini Maka hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan satu angka di belakang koma. log 8 30 c.4. Jika log10 2 = 0. log10 12 b. maka hitunglah a. log10 32 f. log 2 25 c. log 3 8 × log 5 9 × log 2 7 3 b.20412. log10 3 d. log10 15 e. Jika log 8 5 = 0. maka hitunglah 7. log10 11 a. log 8 150 e. log 8 1. Jika log16 5 = 𝑥. log10 45 a. log10 1. log10 4. log 4 5 d.7740 dan log 8 6 = 08616 . log 5 16 a. log 8 36 d. log 8 7. log 25 64 b.

Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut ini. a. log 2𝑥−1 3 − 4 log 3 2𝑥 − 1 + 3 = 0 84 Sistem Bilangan Real .10. log 8 𝑥 − log 𝑥 8 − 6 = 0 b.

Model yang berbentuk persamaan atau pertidaksamaan merupakan struktur dari suatu masalah yang mengandung peubah-peubah atau parameter yang dianalisis atau diselesaikan dengan menggunakan operasi matematika. Akan tetapi. Setiap model persamaan atau pertidaksamaan harus memuat unsur-unsur yang merupakan abstraksi dari kenyataan masalah tersebut. Persamaan dan Pertidaksamaan 85 . Pada kenyataannya persamaan atau pertidaksamaan yang muncul dari fenomena nyata dapat berbentuk linear atau tak linear.Bab 2 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN Persamaan atau pertidaksamaan merupakan suatu bentuk model matematik yang dibangun dari dunia nyata sebagai bentuk hubungan perwujudan dari alam pikir terhadap suatu masalah.

a. dan roti daging. Setiap roti keju diproduksi paling sedikit 50 bungkus. yaitu: roti keju. b. 2. 2x + 5 = 8 2. 2x + 3y = -2 x + 2x = 3 2. Roti terdiri dari tiga jenis. dan roti daging paling sedikit 70 bungkus. roti cokelat paling sedikit 100 bungkus. maka berapa biaya masuk objek wisata per orang ?. biaya yang harus dikeluarkan untuk memasuki obyek wisata tersebut sebesar Rp 150.1 Persamaan Linear Persamaan dikatakan linear jika pangkat dari peubah adalah 1.y + 2z – u = 0 x + 2y – u =0 y -z+u =0 z -u =0 86 Persamaan dan Pertidaksamaan . Perusahaan roti memproduksi 500 bungkus roti setiap hari. maka berapakah banyaknya tiap-tiap jenis harus diproduksi agar memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya. Satu rombongan bus wisata mengunjungi obyek wisata.000 per bus. 5y = 20 3. Jika keuntungan dari tiap-tiap jenis roti diketahui. roti cokelat. 7x + 6y = 10 Selain banyaknya peubah pada persamaan linear juga dapat ditinjau dari banyaknya persamaan linear yang muncul secara serentak disebut sistem persamaan linear. 2x . Jika dalam satu bus ada 30 orang. x + 2y + z = -1 -x + y + 2z = 2 x+z = 1 3. misalnya: 1. seperti: 1. Permasalahan ini dapat dimodelkan dalam bentuk pertidaksamaan. Berikut ini beberapa ilustrasi permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari.pada buku ajar ini akan dibahas bentuk linear dan kuadrat.

dan c  R. Mendapatkan penyelesaian persamaan. dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : 1. misalnya.1) adalah nilai x yang memenuhi persamaan tersebut. jika diberikan x = 1. yaitu mendapatkan nilainilai peubah yang memenuhi persamaan tersebut. 2. untuk x = 2 didapat 2(2) +3 = 7. 2.1. b. khususnya untuk sistem persamaan dengan 2 peubah .1.Dari bentuk–bentuk persamaan linear tersebut. Kedua ruas dikurangi dengan b. ■ Mencari Penyelesaian Persamaan Linear Satu Peubah Perhatikan persamaan ax + b = c. Menggambar grafik dari persamaan. Berarti x = 2 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut.1. maka diperoleh 2(1) + 3 = 5. diperoleh Persamaan dan Pertidaksamaan 87 .1) Penyelesaian dari persamaan (2. 2x + 3 = 7. 2x + 3 = 5 . yang berarti x = 1 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut. b. (2.1 Persamaan Linear Satu Peubah Persamaan linear satu peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : ax + b =c dengan a≠0. a.

..2) 𝑎.. terdapat langkah.....langkah dalam mencari penyelesaian persamaan linear 1 peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 0 sebagai berikut.1 Selesaikan persamaan 3x – 7 = 9 ?. Langkah 1 : Kedua ruas dikurangi dengan b.. 88 Persamaan dan Pertidaksamaan . atau 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 1 𝑎 .. Kemudian kedua ruas dikalikan dengan 1 𝑎𝑥 𝑎 1 𝑎 diperoleh = (𝑐 − 𝑏) .ax + b – b = c – b ax + 0 = c – b atau ax = c – b.. (2.1.... 𝑏 ∈ 𝑅 dan 𝑎 ≠ 0} Himpunan penyelesaiannya adalah : Dari uraian tersebut diatas. Langkah 2 : Kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari koefisien peubah x yang pada persamaan tersebut adalah a. Penyelesaian: 3x – 7 = 9 3x + (–7) = 9 kedua ruas dikurangi –7 3x +(– 7) – (–7) = 9 – (–7) diperoleh 3x = 16.1. CONTOH 2.... 𝑐.

CONTOH 2. − 7 = −6 kedua ruas ditambah 7 Persamaan dan Pertidaksamaan 89 .3 Dapatkan nilai peubah t yang memenuhi Penyelesaian : 2 𝑡 5 2 𝑡 5 − 7 = −6 ?.1. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 7 = 5 + 2x ? Penyelesaian: 7 = 5 + 2x kedua ruas dikurangi 5 diperoleh -5 + 7 = -5 + 5 + 2x 2 = 2x.2 16 3 }. himpunan penyelesaiannya adalah { 1 }. Jadi. kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 2 yaitu diperoleh 1 2 2 = (2𝑥) 1 2 1 2 atau 𝑥 = 1.1.Kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 3 yaitu diperoleh 3 1 3 1 3𝑥 = 16 3 1 (16) 3 atau 𝑥 = Himpunan penyelesaiannya adalah { CONTOH 2.

diperoleh y=− 90 Persamaan dan Pertidaksamaan .2 5 𝑡 − 7 + 7 = −6 + 7 diperoleh = 1. 2 5 1 2/5 2 𝑡 5 kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari yaitu 5 2 2 5 = 5 2 ( 𝑡) = (1) atau 𝑡 = 2 5 2 5 5 2 Himpunan penyelesaiannya adalah { } CONTOH 2.1. diperoleh -2y = 9 + 8 atau -2y = 17 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari –2 yaitu 1 −2 1 −2 −2𝑦 = 17 2 1 −2 17 . Kurangi kedua ruas dengan –5y dan menambah kedua ruas dengan 8: -5y + 3y – 8 + 8 = 9 + 5y – 5y + 8 .4 Selesaikan persamaan 3y – 8 = 9 + 5y ? Penyelesaian: 3y – 8 = 9 + 5y kelompokkan y pada ruas kiri dan yang tidak mengandung y pada ruas kanan.

1 4 1 3 kelompokkan u pada ruas kiri dan yang tidak mengandung u pada ruas kanan yaitu dengan mengurangi kedua ruas dengan -3u dan menambah kedua ruas dengan − . + 𝑢 = 3𝑢 − .Himpunan penyelesaiannya adalah {− 17 2 } CONTOH 2. 11 − 4 11 − 11 𝑢 4 =− 4 (−1) 11 atau 𝑢 = 4 . −3𝑢 + + 𝑢 − = −3𝑢 + 3𝑢 − − − 11 𝑢 4 2 3 1 4 2 3 1 3 2 3 2 3 diperoleh = −1 11 4 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari − 1 −11/4 yaitu = 4 − . 11 4 11 Himpunan penyelesaiannya adalah { }.5 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan Penyelesaian: 2 3 2 3 + 𝑢 = 3𝑢 − 4 1 1 3 ?.1. Persamaan dan Pertidaksamaan 91 .

1.y). 𝑦 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} 92 Persamaan dan Pertidaksamaan . c  R.1. himpunan penyelesaian dari (2. Misal diambil suatu nilai x = 0 diperoleh y = 2. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 0 dan y = 2 memenuhi persamaan (2.4) mempunyai banyak penyelesaian. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 1 dan y = 4/3 memenuhi persamaan (2.1. akan didapat nilai untuk y. persamaan (2. Pandang persamaan linear dua peubah 2𝑥 + 3𝑦 = 6 Mari kita amati seperti berikut ini. Misal diambil lagi.3) adalah 𝑥. Penyelesaian dari persamaan (2. b≠0.4) 2.1.2 Persamaan Linear Dua Peubah Persamaan linear dua peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0. nilai x bisa diambil berapa saja. (2.4).4).1. Jadi pasangan (0.1.1. Jadi.y) yang memenuhi persamaannya.2. 4) atau dengan kata lain pasangan (0. Secara umum.1.3) (2.1.1.2) m erupakan penyelesaian dari persam aan (2. Dari pengamatan di atas.4). Oleh karena itu. suatu nilai x = 1 diperoleh y = 4/3. 1. persamaan (2.4) berupa pasangan (x.1.2) merupakan penyelesaian dari p ersam aan (2.3) mempunyai tak berhingga banyak penyelesaian yang berbentuk (x.

x. y) | 3x + 4y = 2 .6 Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan 3x + 4y = 2 ? Penyelesaian: Oleh karena x.5 jika 4u – 4 + 4 = -5 + 4 4u = -1 u = -1/4.1. diperoleh kedua ruas dibagi 4 .1. Himpunan penyelesaiannya adalah : { -1/4 } Persamaan dan Pertidaksamaan 93 . Jadi. 4u – 4 = -5 kedua ruas ditambah 4. untuk v = 2 diperoleh 4u – 2(2) = -5. y ∈ R maka nilai x dan y yang memenuhi persamaan tersebut ada tak berhingga banyak.5 . himpunan penyelesaiannya adalah { (x . y ∈ R} CONTOH 2. 4u – 2v = .7 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan diberikan v = 2 Penyelesaian: 4u – 2v = .CONTOH 2.

1.8 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x + 3y = 4x – 8 jika y = -3.1. untuk y = -3 diperoleh 2x + 3(-3) = 4x -8 2x – 9 = 4x – 8 pengelommpokkan pada kedua ruas. kedua ruas dibagi 9 t = -21/9 Himpunan penyelesaiannya adalah : {-21/9} 94 Persamaan dan Pertidaksamaan .CONTOH 2. atau 9t = -21 . 2x – 4x = -8 + 9 atau -2x = 1 . 5t + 4t = -8 – 13 . untuk s = -1 diperoleh 5t – 3 (-1) + 10 = 3(-1 ) – 4t – 5 atau 5t + 3 + 10 = -3 – 4t – 5 atau 5t + 13 = -8 – 4t . pengelompokkan pada kedua ruas. kedua ruas dibagi – 2 Diperoleh x = -1/2 CONTOH 2.9 Selesaikan persamaan berbentuk 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5 jika s = -1 ? Penyelesaian: 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5. Penyelesaian: 2x + 3y = 4x – 8 .

𝑏 ∈ 𝑅} Persamaan linear dua peubah dinyatakan sebagai 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0.CONTOH 2. y bilangan bulat positif ? Penyelesaian: Dari persamaan 2x + y = 6. b≠0.1.10 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan linear 2x + y = 6 jika x. dapat diperoleh nilai – nilai x dan y : Untuk x = 0 Untuk x = 1 Untuk x = 2 Untuk x = 3 maka y = 6 maka y = 4 maka y = 2 maka y = 0  RANGKUMAN  Persamaan linear satu peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 𝑐 dengan a ≠ 0. Dan mempunyai himpunan penyelesaian {(𝑥. dan c  R mempunyai:    penyelesaian 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 himpunan penyelesaian 𝑎 ≠ 0. 𝑦)|𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} Persamaan dan Pertidaksamaan 95 . b. c  R. 𝑐.

a.2) = 10 15y f. 7(4+5/p) = 8 2. 2 + 𝑡 = 7𝑡 − 8 c. 7x – 6 = 8 + 8x f. 3 2𝑏−4 1 3 − 2 = 𝑡 + 5 𝑑 4 − =6 7 𝑦 g. 7 ( 4 – 5/p) = 8 h. 6k – 4 = 4 – 6k d. 𝑠 + 8 = e. Dapatkan himpunan semua penyelesaian dari persamaan berikut ini. 3 4𝑥+2 2 2𝑦 −3 = = 4.SOAL LATIHAN 2-1 1. a. c. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 7x . 5y +3x = 7 d. 3 6𝑡−4 4 2𝑡 b. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut untuk s = 1 a. a. 3 𝑢 −2 = 3 2−𝑢 = 6−4𝑡 4 f. 3y+2/3 =9y-2/3 3. 8 − d. e. = 7 4+4𝑏 Selesaikan persamaan berikut ini. 3𝑠 − 7 = − 4𝑠 d. 4 ( 2t + 3s ) = 8 t + 8 96 Persamaan dan Pertidaksamaan .7 = 7-7x e. 4x + 5 = 5y -4 c. 7 + 8h = -7-8h e. 4𝑡+6 4 b. 2 3𝑥−4 3 4−3𝑦 b. 2 𝑑 4 𝑦 4 5 b. 2s + 4 = 4 – 5t. 5𝑡 7 2𝑠 𝑡 = 4𝑠 + 4𝑠 5 4𝑠 5𝑡 −6 −6 = +5 = 2 4+4𝑠 f. 5(3x . 3 – 2/x = 4 +3/x c.

4 3𝑡 − 2 2𝑠 = 1 4𝑡 −5 h. a.g. y riil b. a. 7𝑢 − = 4𝑣 + d. 5. 2𝑦 𝑧 2 𝑥 3 𝑦 3𝑥+2𝑦 −7 𝑥𝑦 7 8 untuk x = 1 dan y bilangan cacah − = 2 𝑧 untuk y bilangan ganjil dan z bilangan genap. d. 4x – 3y + 4 = 5 untuk semua bilangan x. 2𝑕 𝑥 − = untuk h = y 𝑥 8 𝑕 7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini dengan grafik. 6. 4𝑚– 3𝑛 = 2 3𝑚 3 𝑣 3𝑢 2𝑣 + 8 untuk v = 1 dan u bilangan bulat + 5𝑛 − 6 untuk m bilangan ganjil dan n bilangan bulat positif. b. 5𝑡−2𝑠 3𝑡 = 4𝑠+4 6 Selesaikan persamaan berbentuk. 4𝑡 − 5𝑠 = 2𝑠 3𝑡 + 4𝑠 untuk t real negatip dan s bilangan sembarang. e. 4𝑡 + 5𝑠 = 3 𝑣 2𝑠 3𝑡 + 4𝑡 untuk t = -2 3𝑢 4𝑣 c. 2x + 4y – 6 = 5 untuk x=2. 5𝑝−𝑞 2𝑝 − 8 untuk v=-2 1 2 = 4𝑞 +4 6 untuk 𝑞 = e. 𝑢 − = 3𝑣 − c. Persamaan dan Pertidaksamaan 97 . + = f. 4(2𝑛 + 3𝑚 ) = 8 𝑚 + 8 untuk n=x f.

kita lihat beberapa contoh persamaan kuadrat berikut ini. persamaan kuadrat dengan a=1. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling. 2.2. persamaan kuadrat dengan a=3. Sebagai ilustrasi: si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A.2. b=4. Dalam penjualan. Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10.2 Persamaan Kuadrat Persamaan kuadrat seringkali dijumpai dari permasalahan yang muncul dari suatu fenomena nyata.2𝑥 2 . 𝑥 2 − 2𝑥 + 1 = 0. CONTOH 2. Salah satu pekerjanya bernama si A. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat.1) Untuk lebih jelasnya. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi. 3y2+4y+5=1. Dalam setiap harinya. Bentuk umum persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x). (2. Jika si A berhasil menjual x paket. c=1. 98 Persamaan dan Pertidaksamaan . b.2. dan besarnya adalah 0. b=-2. c  R. c= 5–1= 4. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A. Pada permasalahan ini.1 1.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0.

b.3. Jika c = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Tak Lengkap. persamaan kuadrat dengan a=4. d. persamaan kuadrat dengan a=2. (2x – 4)2 – 6 = 2x. a. 4. (x – 2)(x + 5) = 0 c. b . CONTOH 2.2 Nyatakan persamaan berikut menjadi bentuk umum. 2𝑡 2 + 2𝑡 + 1 = 1.5 = 0 . Jika nilai a. c= -16. 4. c merupakan bilangan rasional maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Rasional. bukan persamaan kuadrat karena terdapat pangkat ½ dari peubah u. 3. u2 + 2u1/2. Jika nilai a. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3 ) Penyelesaian: Bentuk umum persamaan kuadrat yang diminta adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0. Bentuk persamaan kuadrat bergantung pada koefisian dari peubah x yaitu a . b=2. 2. b=0. 3 𝑥−2 + 2 =7 𝑥+3 Persamaan dan Pertidaksamaan 99 . 5.2. c= 1-1 = 0. c sehingga terdapat beberapa bentuk persamaan kuadrat : 1. b. c merupakan bilangan real maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Real. 4n2-16=0. Jika b = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Sejati. b.

b. b. c. 3 𝑥−2 4x2 – 16x – 2x + 10 = 0 atau + 2 =7 𝑥+3 disamakan penyebutnya menjadi 3 𝑥 + 3 + 2(𝑥 − 2) =7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3) atau 3 𝑥 + 3 + 2 𝑥 − 2 = 7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3).1 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat Seperti halnya yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa persamaan kuadrat bergantung pada nilai-nilai a. c. (2x – 4)2 – 6 = 2x. dijabarkan menjadi 3x2 – 6x + 3 = x2 + 3x 3x2 – x2 – 6x –3x+3= 0 atau 2x2 – 9x+3 = 0.2. dijabarkan menjadi (2x)2 –2(2x)(4) + (4)2 -6 = 2x 4x2 – 16x + 16 -6 = 2x atau 4x2 – 18x +10 = 0. (x – 2)(x + 5) = 0.a. c dan 100 Persamaan dan Pertidaksamaan . 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3) . dijabarkan menjadi x2 + 5x – 2x – 10 = 0 atau x2 + 3x – 10 = 0. Oleh karena itu penyelesaian dari persamaan kuadrat tersebut juga bergantung pada nilai a. b. d. dijabarkan menjadi 3x+9+2x -4 = 7(x2 + 3x – 2x -6 ) atau 7x2 +2x – 47=0 2.

Himpunan penyelesaian persamaan tersebut adalah { -p. Persamaan dan Pertidaksamaan 101 .2. Dengan cara memfaktorkan Cara ini dilakukan berdasarkan pada definisi yang berlaku pada bentuk kesamaan kuadrat bahwa x2 + (a + b)x + ab = (x + a)(x + b).2) maka persamaan (2. Jadi akar–akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1= -p dan x2=-q. Cara lain dalam memfaktorkan persamaan kuadrat untuk 𝑎 ≠ 1 dapat dilakukan sebagai berikut. dengan a≠0 kedua ruas dibagi a atau jadikan koefisien x2 menjadi 1 seperti persamaan (2. Terdapat 3 cara untuk menyelesaikan persamaan kuadrat : 1.2).2. Perhatikan bentuk persamaan kuadrat : ax2 + bx + c = 0. 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 (2.hasil penyelesaian tersebut berupa nilai peubah x yang disebut sebagai akar-akar persamaan kuadrat.2.-q }. Sehingga diperoleh: 𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑥 + 𝑞 = 0.2) dapat dan 𝑝 𝑞 = 𝑐 𝑎 difaktorkan menjadi (𝑥 + 𝑝)(𝑥 + 𝑞) = 0.

3) Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 dan 𝑝𝑞 = 𝑐.3) dapat difaktorkan menjadi (𝑎𝑥 + 𝑝)(𝑎𝑥 + 𝑞) = 0. Sehingga diperoleh 𝑎𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑎𝑥 + 𝑞 = 0 .2 dan x2 = 5. maka persamaan (2. kedua ruas dibagi 2 diperoleh x2 – 3x – 10 = 0 dapat dirubah menjadi x2 + (2 – 5)x + (-5)(2) = 0 . persamaan ini dapat ditulis dalam bentuk : 1 𝑎 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 atau 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 (2. Penyelesaian: 2x2 – 6x – 20 = 0 . 102 Persamaan dan Pertidaksamaan .2. Jadi akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah 𝑥1 = 𝑥2 = −𝑞 .2.3 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x2 – 6x – 20 = 0 ?.2. 𝑎 −𝑝 𝑎 dan CONTOH 2.Perhatikan bentuk persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0. terlihat bahwa p = 2 dan q = -5 maka persamaan kuadrat tersebut dapat ditulis (x + 2)(x – 5) = 0 dengan x +2 = 0 dan x – 5 = 0 diperoleh akar – akar x1 = .

5 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan kuadrat 1 2 𝑥 3 + 𝑥 + 2 = 0.2.2.10 = 2x2 + 3x + 2 Jadikan persamaan berbentuk umum dengan membuat ruas kanan sama dengan 0 3x2-2x2 + 4x – 3x – 10 . 5}.2 = 0 diperoleh persamaan berbentuk x2 + x – 12 = 0 atau dapat ditulis x2 + (4 – 3)x + 4(-3) = 0 dan terlihat bahwa p = 4 dan q = -3 x2 + x – 12 = (x + 4)(x – 3) = 0 sehingga diperoleh x + 4 =0 dan x – 3 = 0. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2.4 Selesaikan persamaan kuadrat berbentuk 3x2 + 4x . CONTOH 2.Jadi. CONTOH 2. Akar-akar persamaan adalah x1 = 3 dan x2 = -4 sehingga himpunan penyelesaian adalah {-4.3}.10 = 2x2 + 3x + 2 Penyelesaian: 3x2 + 4x . 2 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 103 .

himpunan penyelesaiannya adalah : {-2.2.-3} CONTOH 2. Jadi akar-akar persamaannya adalah x1= -2 dan x2= -3. Didapat hasil x2 + 5x + 6 = 0 atau dapat ditulis x2 + (2 + 3)x + 2(3) = 0 dan terlihat bahwa p = 2 dan q = 3 x2 + 5x + 6 = (x + 2)(x + 3 ) = 0. ruas kiri penyebutnya disamakan.6 Selesaikan persamaan berbentuk Penyelesaian: Pada persamaan 2 𝑥−1 2 𝑥−1 − = 1. Oleh karena itu. kedua ruas dari persamaan dikalikan dengan 3. 2 𝑥 Sehingga diperoleh: 2𝑥 − 2(𝑥 − 1) =1 𝑥(𝑥 − 1) atau 2 =1 𝑥(𝑥 − 1) 104 Persamaan dan Pertidaksamaan . Sehingga diperoleh x+2= 0 dan x+ 3 = 0. koefisien dari 𝑥 2 dijadikan 1. 2 𝑥 − = 1. 3 3 1 2 Untuk itu.Dari persamaan 𝑥 2 + 𝑥 + 2 = 0.

Jadi himpunan penyelesaian adalah {-1.2. Persamaan dan Pertidaksamaan 105 . Lakukan pemfaktoran sehingga didapat hasil: x2 + (1 – 2)x + (–2)(1) = 0 atau (x + 1)(x – 2) = 0 Dari sini diperoleh x + 1 = 0 atau x – 2 = 0 Sehingga akar–akar persamaan tersebut adalah x1 = -1 atau x2 = 2.2.Selanjutnya kedua ruas dikalikan dengan x(x-1).5) Persamaan (2.4) dan (2.5) merupakan bentuk kuadrat sempurna.4) 𝑥 + 𝑝 2 = 𝑞 (2. 2}. didapat: 2 = x(x -1) atau x2 – x – 2 = 0.2. Dengan Cara Melengkapkan Kuadrat Sempurna Cara lain untuk menyelesaikan persamaan kuadrat adalah dengan melengkapkan kuadrat sempurna. 2. diperoleh: 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Atau 𝑥 2 + 2 𝑥 2 + 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 𝑥 + − + =0 𝑐 𝑎 𝑥 + = 𝑐 𝑎 − 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = − (2.2. Jadikan koefisien x2 menjadi 1 dengan membagi kedua ruas dengan a. Perhatikan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0.

2 .2.8 Nyatakan persamaan kuadrat 3x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?.2. 106 Persamaan dan Pertidaksamaan .2. Himpunan penyelesaiannya adalah : {-2}. Penyelesaian: x2 + 4x + 4 = 0 dapat ditulis x2 + 2(2)x + 22 = (x + 2)2 = (x + 2)(x + 2 )= 0. maka persamaan di atas 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0.2. Penyelesaian: 3x2 + 6x + 9 = 0. CONTOH 2. kedua ruas dibagi 3 diperoleh x2 + 2x + 3 = 0.6) Dapatkan himpunan penyelesaian dari x2 + 4x + 4 = 0 ?. melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna.Jika pada persamaan (2.4) nilai menjadi 𝑥 2 + 2 Atau 𝑥 + CONTOH 2.7 𝑏 2𝑎 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 = 𝑐 𝑎 . Akar – akar persamaan tersebut adalah x1 = -2 dan x2 = -2. =0 (2. x2 + 2x + 12 + 2 = 0 atau x2 + 2x + 12 = .

atau 27 16 = − .Jadi 3x2 + 6x + 9 = x2 + 2x + 12 + 2 = 0 . Penyelesaian: 4x2 + 6x + 9 = 0.2. Didapat akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. kedua ruas dibagi 4 diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0.2.9 Nyatakan persamaan kuadrat 4x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?. x2 + 2x + 12 = -2 atau (x + 1)2 = . CONTOH 2. 𝑥 2 + 2 𝑥 + 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 2 4 3 2 4 27 16 𝑏 2𝑎 6 4 9 4 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0. Persamaan dan Pertidaksamaan 107 . Melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna dengan cara menyatakan persamaan kedalam bentuk 𝑥 2 + 2 Diperoleh hasil berikut ini. atau 4 9 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 + 3 2 4 = 0. atau =− Ini merupakan bentuk kuadrat sempurna. − + 3 2 4 27 16 + = 0.

3.  Pertama: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥1 = 108 Persamaan dan Pertidaksamaan . atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = (𝑥 + 𝑏 2 ) 2𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 . atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = ( )2 − . mempunyai akar-akar 𝑥1 = dan 𝑥2 = −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 Pada ax2 + bx + c = 0. lanjutkan dengan melengkapkan dalam bentuk persamaan kuadrat sempurna. dari persamaan ini diperoleh dua persamaan berikut ini. atau = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 . Dengan Cara Menggunakan Rumus abc Akan ditunjukkan berikut ini bahwa persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a ≠ 0. 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 − ( )2 + = 0. kedua ruas dibagi dengan a diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0.

 Kedua: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 =− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥2 = Kedua akar x1 dan x2 di atas.2.7) dinamakan rumus abc. akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 − −2 ± −2 2 2 2 𝑥12 = −4 2 6 𝑥12 = 2 ± 4 − 48 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 109 .2. dapatkan akar-akar persamaan kuadrat 2x2 – 2x + 6 = 0 ?. CONTOH 2. mempunyai a = 2.10 Dengan menggunakan rumus abc. Penyelesaian: Pada persamaan 2x2 – 2x + 6 = 0. dan c = 6.2.7) Persamaan (2. b = . Oleh karena itu.2. biasa dituliskan dalam bentuk: 𝑥12 = −𝑏± 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 (2.

b = 5 dan c = 4 Oleh karena itu. 110 Persamaan dan Pertidaksamaan . akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −5 ± 52 − 4 1 4 2 1 −5 ± 25 − 16 2 5±3 2 5+3 2 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 4 dan 𝑥2 = 5−3 2 = 1. Penyelesaian: x2 + 5x + 4 = 0 yang mempunyai a = 1. CONTOH 2. persamaan kuadrat Oleh karena terdapat tersebut tidak mempunyai akar real.2.11 Selesaikan persamaan kuadrat 3x2 + 2x – 4 = 0 ?.𝑥12 = 2 ± −44 4 tanda negatif pada akar.

ruas sebelah kanan dibuat sama dengan 0 -x2 + 2x2 + 4x +4 = 0 atau dapat ditulis x2 + 4x + 4 = 0. b = 4 dan c = 4. Dengan menggunakan rumus abc. Persamaan dan Pertidaksamaan 111 .CONTOH 2. merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. Jadi himpunan 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari penyelesaiannya adalah { −2 }. − 2𝑥.2.12 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan – 𝑥 + 4 = Penyelesaian: – 𝑥 + 4 = −4 𝑥 −4 𝑥 − 2𝑥 ?. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −4 ± 42 − 4 1 4 2 1 −4 ± 16 − 16 2 −4 = −2 2 sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. kalikan kedua ruas dengan x diperoleh -x2 + 4x = -4 -2x2.

atau −𝑥 2 − 2𝑥 = 𝑥 − 4. b = 3 dan c = -4. kedua ruas dikalikan dengan x + 2. atau 𝑥 2 + 3𝑥 − 4 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1.13 Selesaikan persamaan berbentuk 𝑥 2 + 𝑥 = Penyelesaian: 𝑥 2 + 𝑥 = −𝑥 2 +3𝑥+4 . diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −3 ± 32 − 4 1 −4 2 1 −3 ± 9 + 16 2 𝑥12 = 𝑥12 = 112 Persamaan dan Pertidaksamaan .CONTOH 2. kedua ruas dibagi 𝑥 + 1 −𝑥 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 . ruas kanan difaktorkan. atau −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 2 − 3𝑥 − 4. diperoleh: (𝑥 2 + 𝑥) 𝑥 + 2 = −𝑥 2 + 3𝑥 + 4.2. 𝑥+2 −𝑥 2 +3𝑥+4 𝑥+2 ?. Dengan menggunaakan rumus abc. diperoleh: −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 (𝑥 + 1).

diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −(−2) ± (−2)2 − 4 1 1 2 1 𝑥12 = Persamaan dan Pertidaksamaan 113 . diperoleh (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +(2+3)x + 2(3).14 Selesaikan persamaan (x2 – x)(x + 2 ) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6) ? Penyelesaian: (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6 ) . CONTOH 2.2. diperoleh (x2–x)(x+2) = -4(x+2)+(x + 2)(x + 3) kedua ruas dengan (x + 2) didapat (x2 – x) = -4 + (x + 3). dengan memfaktorkan persamaan kuadrat pada ruas kanan.𝑥12 = −3 ± 25 −3 ± 5 = 2 2 −3+5 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 1 dan 𝑥2 = −3−5 2 = −4. b = -2 dan c = 1. kedua ruas ditambah 4. -x dan -3 diperoleh x2 – 2x +1 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. Dengan menggunaakan rumus abc.

ada juga yang akarnya berupa bilangan imaginer. Ada tiga nilai diskriminan yaitu:    Jika 𝐷 = 0. Akar dari persamaan kuadrat. terlihat bahwa nilai akar ada mempunyai dua akar real berbeda. ada yang dua akarnya kembar (sama nilainya). x1 ≠ x2. Ketiga kondisi ini tergantung dari nilai 𝑏 2 − 4𝑎𝑐.2.2 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat Pada subbab ini akan dibahas beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar persamaan kuadrat x1 dan x2. Jika 𝐷 < 0. 2. maka persamaan kuadrat mempunyai akar imaginer. Nilai ini dinamakan diskriminan dan sering disimbulkan dengan 𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. menurut rumus abc dinyatakan sebagai: 114 Persamaan dan Pertidaksamaan . Dari beberapa contoh penyelesaian persamaan kuadrat yang menggunakan rumus abc.𝑥12 = 𝑥12 = 2± 4−4 2 2± 0 =1 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = 1. Jika 𝐷 > 0. maka persamaan kuadrat mempunyai akar sama atau akar kembar x1 = x2. maka persamaan kuadrat mempunyai dua akar real berbeda.

10) Persamaan dan Pertidaksamaan 115 . maka dapat diperoleh: 𝑥1 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 × 2𝑎 2𝑎 𝑏 2 − (𝑏 2 − 4𝑎𝑐) 4𝑎2 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 𝑥1 𝑥2 = (2.2. Jika 𝑥1 dikalikan dengan 𝑥2 . persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dapat dinyatakan dalam bentuk: 𝑏 𝑐 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 𝑎 𝑎 atau 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 (2. maka dapat diperoleh: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 + 2𝑎 2𝑎 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 (2.8) 2.2. Jika 𝑥1 ditambahkan dengan 𝑥2 .9) Dengan persamaan (2.2.2.9).𝑥1 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 𝑥2 = Beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar ini adalah: 1.2.8) dan (2.

10). atau 𝑥1 𝑥2 = 1. CONTOH 2. Penyelesaian: 𝑥1 = 1 + 2 dan 𝑥2 = 1 − 2 a. 𝑥1 + 𝑥2 = 1 + 2 + 1 − 2 = 2 b. 𝑥1 𝑥2 = 1 + 2 × 1 − 2 = 1 − 2 = −1 Kita masukkan ke dalam persamaan (2.2. didapatkan persamaan kuadrat: x2 – (x1 + x2 )x + x1x2 = 0 atau x2 – 2x – 1 = 0.16 Jika 𝑥1 adalah salah satu akar persamaan kuadrat 𝑥 2 − 2𝑝𝑥 + 𝑝 = 0 dan akar lainnya adalah Penyelesaian: 𝑥2 = 1 𝑥 1 1 𝑥 1 maka dapatkan nilai dari p ?.2. Salah satu bentuk persamaan kuadrat adalah 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Dari sini terlihat bahwa 𝑝 = 𝑥1 𝑥2 = 1.2. 116 Persamaan dan Pertidaksamaan .CONTOH 2.15 Carilah persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 + 2 dan 1 − 2.

CONTOH 2. Jika salah satu akarnya merupakan 4 kali akar yang lain. nilai 𝑥1 = 4𝑥2 = 4 = . Jadi akar-akarnya adalah 2 5 dan .17 Perhatikan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0. maka dapatkan nilai p dan akar-akar tersebut ? Penyelesaian: Perhatikan kembali bentuk persamaan kuadrat: 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Kalau kita padankan dengan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0.2. maka:  4𝑥2 + 𝑥2 = 2 atau 𝑥2 = 2 5 8 5 2 5 Dari ini. didapat:  𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 4𝑝 2𝑝 = =2 Karena diketahui bahwa 𝑥1 = 4𝑥2 . 5 𝑐 𝑎 8 Selanjutnya nilai p dicari dari 𝑥1 𝑥2 = 28 55 = 8 2𝑝 atau = 8 2𝑝 atau nilai 𝑝 = 25 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 117 .

2. Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −16 .CONTOH 2. persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 − 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = −2 2 dan 𝑥2 = 2 118 Persamaan dan Pertidaksamaan .18 Salah satu akar dari persamaan kuadrat -4x2 + px – 16 = 0 adalah -2 kali terhadap akar yang lain. Untuk 𝑝1 = 4 2. persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 + 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = 2 2 dan 𝑥2 = − 2 Untuk 𝑝2 = −4 2. −4 diketahui x1 = -2x2 maka (-2x2)x2 = -4 diperoleh (x2)2 – 2 = 0 atau 𝑥2 = ± 2 dan 𝑥1 = −2𝑥2 = ±2 2 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 =2 2− 2 diperoleh 𝑝1 = 8 2 − 4 2 = 4 2 dan 𝑝2 = −8 2 + 4 2 = −4 2 . dapatkan nilai p dan bentuk persamaan kuadratnya.

𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 jika untuk nilai x2 = -6 dan x1 = -2 maka diperoleh p = -8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0 . x1 = 6 maka diperoleh p = 8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0. Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = 12 1 = 12 diketahui bahwa x1 – x2 = 4 atau x1 = 4 + x2 maka (4 + x2)x2 = 12 atau x2 + 4x – 12 = 0. Persamaan dan Pertidaksamaan 119 . Jika untuk x2 = 2.CONTOH 2.2. Oleh karena x1 = 4 + x2 maka untuk x2 = -6 diperoleh x1 = -2 dan untuk x2 = 2 diperoleh x1 = 6.19 Dapatkan akar-akar dan nilai p jika persamaan kuadrat berbentuk x2– 2px + 12=0 dan selisih dari akar-akarnya adalah 4. dengan cara faktorisasi dapat diperoleh (x + 6)(x – 2) = 0 yang mempunyai akar-akar x2 = -6 dan x2 = 2.

telah diketahui bahwa 𝑥1 𝑥2 = 3 4 1 2 dan 𝑥1 = 𝑥2 .CONTOH 2. demikian pula untuk akar 𝑥2 = 3 diperoleh 𝑥1 = − Jadi jumlah kedua akar-akarnya persamaan kuadrat mempunyai 2 1 1 5 kemungkinan yaitu 𝑥1 + 𝑥2 = 3+ 3= 3 atau 3 2 6 𝑥1 + 𝑥2 = 1 3 3− 1 2 3=− 1 6 3 Dengan demikian persamaan kuadratnya adalah 𝑥 2 − atau 𝑥 2 + 1 1 3𝑥 + = 0 6 2 5 1 3𝑥 + = 0 6 2 120 Persamaan dan Pertidaksamaan . dapatkan persamaan kuadrat tersebut.2. Penyelesaian: Misalkan akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1 dan x2.20 Hasil kali akar-akar suatu persamaan kuadrat adalah 2 3 1 2 dan salah satu akar dari akar yang lain. diperoleh 1 2 2 3 2 𝑥 3 2 𝑥2 = 1 2 atau dapat ditulis 𝑥 2 − = 0 dengan akar-akar 𝑥12 = ± Untuk akar 𝑥2 = 1 2 3 1 3 3 diperoleh 𝑥1 = 1 − 2 1 3 3 3.

x12 + x22 3.3 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya Misalkan persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0.21 Jika akar-akar persamaan kuadrat 4x2 + 2x – 1 = 0 adalah x1 dan x2. x12x2+ x22x1+ x1x2 4.x2)2 2. 2 2 𝑥1 + 𝑥2 2 2 b. 3 𝑥 1 e. 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 3 3 c. 2 2 𝑥1 − 𝑥2 + 𝑥 3 2 Penyelesaian: Dari persamaan kuadrat dapat diperoleh hubungan akar-akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −2 4 = −1 2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −1 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 121 . 𝑥1 + 𝑥2 d. maka dapatkan nilai – nilai dari hubungan akar-akar dibawah ini : a.2. 1 𝑥 1 1 𝑥 2 + CONTOH 2. (𝑥1 + 𝑥2 )2 f. 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 Hubungan diantara akar-akar x1 dan x2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 seperti dapat dipakai untuk mempermudah pencarian bentuk-bentuk hubungan antar akar-akar yang lainnya seperti: 1.2.2. (x1 . a ≠ 0 dengan akar x1 dan x2.

Bentuk 𝑥1 + 𝑥2 dinyatakan dalam bentuk penjumlahan dan perkalian dari akar-akar persamaan kuadrat. telah diketahui sebelumnya bahwa bentuk sempurna kesamaan kuadrat: 2 2 𝑥1 + 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 dengan demikian: 2 2 𝑥1 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 − 2𝑥1 𝑥2 = ( −1 2 −1 3 ) −2 = 2 4 4 b. 3 4 Dengan demikian (𝑥1 − 𝑥2 )2 = − 2 4 −1 2 3 −1 4 = 5 4 −1 4 2 2 e. 𝑥1 − 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 + 2𝑥1 𝑥2 = ( )2 + 2 = −1 4 122 Persamaan dan Pertidaksamaan . dapat dicari x12 x2 + x22 x1 = x1 x2 ( x1 + x2 ) Sehingga diperoleh x12 x2 + x22 x1 = −1 −1 4 2 = 1 8 c. (𝑥1 − 𝑥2 )2 = 𝑥1 − 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = 𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥1 𝑥2 2 2 Telah dicari sebelumnya bahwa 𝑥1 + 𝑥2 = .2 2 a. x13 + x23 = ( x1 + x2 )( x12 – x1 x2 + x22 ) = ( x1 + x2 )( x12 + x22– x1 x2 ). dari contoh diatas telah diperoleh x12 + x22 = sehingga diperoleh x13 + x23 = −1 3 2 4 3 4 −1 2 − −1 2 = 2 2 2 2 d. Seperti sebelumnya.

2. Untuk menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya mempunyai hubungan dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui mempunyai 2 cara yaitu: 1. Dengan menggunakan penggantian. Dengan menggunakan rumus penjumlahan dan perkalian akarakar.22 Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah x1 + 3 dan x2 + 3 dimana x1 dan x2 akar-akar persamaan x2 + 4x + 4 = 0.2. maka didapat penjumlahan akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 dan perkalian akar 𝑥1 𝑥2 = . 𝑐 𝑎 Untuk menentukan persamaan kuadrat baru perlu untuk dicari akar-akar dari persamaan kuadrat tersebut dan hubungannya dengan akar – akar persamaan kuadrat yang diketahui. CONTOH 2.f. Persamaan dan Pertidaksamaan 123 .  Menggunakan Rumus Penjumlahan dan Perkalian Akar-akar Jika diketahui persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0. 3 𝑥 1 + 3 𝑥 2 = 3𝑥 2 +3𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = 3(𝑥 1 +𝑥 2 ) 𝑥 1 𝑥 2 = 3(−2 ) −1/4 1 =6 ■ Menyusun Persamaan Kuadrat Jika Akar-akarnya Mempunyai Hubungan Dengan Akar-akar Persamaan Kuadrat Lainnya.

Penyelesaian: Persamaan kuadrat x2 + 4x + 4 = 0 mempunyai jumlahan akar-akar x1 + x2 = -4 dan perkalian akar-akar x1x2 = 4 .3 = x2 maka CONTOH 2.3 = x1 dapat dicari akar-akar tersebut dari:  x1 + x2 = -4 atau u1 – 2 + u2 – 3 = -4 sehingga u1 – 3 + u2 – 3 = -4 atau u1 + u2 = 2  x1x2 = 4 atau (u1 – 3)(u2 – 3) = 4 atau diperoleh persamaan u1u2 – 3 (u1+ u2) = -5 atau u1u2 = -5 + 3(2) = 1. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah u2 – (u1 + u2)u + u1u2 = 0 atau u2 – 2u + 1 = 0 dan u2 . 124 Persamaan dan Pertidaksamaan .2. Jika dimisalkan persamaan kuadrat baru berbentuk au2 + bu + c = 0 dengan akar-akar u1 = x1 + 2 atau u1 .23 Tentukan persamaan kuadrat yang akar-akarnya 3 𝑥 1 dan 3 𝑥 2 jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat x2 + 2 x + 1 = 0 ? Penyelesaian: Penjumlahan akar-akar x1 + x2 = -2 dan Perkalian akar-akar x1 x2 = 1.

2. 𝑥1 + 𝑥2 dan 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 𝑥1 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 125 .Misalkan persamaan kuadrat baru berbentuk a y2 + b y + c = 0 dengan akar-akar 𝑦1 = 3 𝑥 1 atau 𝑥1 = 3 𝑦1  x1 + x2 = -2 atau 3(𝑦1 +𝑦2 ) 𝑦1 𝑦2 + 3 𝑦2 3 𝑦1 dan 𝑥2 = 3 𝑦2 . CONTOH 2.24 Jika x1dan x 2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat dari x 2 – 4 x + 4 = 0 maka dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya adalah : a. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – (y1 + y2) y + y1 y2 = 0 atau y2 + 6y + 9 = 0  Menggunakan penggantian Untuk mendapatkan persamaan kuadrat yang baru dengan cara penggantian dapat dilakukan jika akar-akar persamaan kuadrat yang baru simetri dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui. dapat dicari: = −2 atau = −2 atau 3(y1 + y2) = -2y1y2.2 y1 y2 atau y1 + y2 = .6 . 3 3 = 𝑦1 𝑦2  x1 x2 = 1 atau 1 atau y1 y2 = 9 sehingga dapat diperoleh 3(y1 + y2) = . 1 𝑑 𝑥 1 dan 1 𝑑 𝑥 2 dengan d adalah konstanta yang tidak nol. 2 2 2 2 b.

Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – ( y1 + y2 ) + y1 y2 = 0 atau y2 – 256 = 0 CONTOH 2. Penyelesaian: 126 Persamaan dan Pertidaksamaan . Misalkan akar-akar persamaan baru adalah y1 = x12 + x22 atau y1 = ( x1 + x2 )2 – 2 x1 x2 = 16 – 32 = -16 dan y2 = x12 x2 + x22 x1 atau y2 = x1 x2 ( x1 + x2 ) = 16.Dari persamaan yang diketahui x2 – 4 x + 4 = 0 dapat diperoleh x1 + x2 = 4 dan x1 x2 = 4 a. dapat dilakukan penggantian dari akar-akar tersebut yaitu 𝑦 = kuadrat x2– 4x +4 = 0 yaitu 1 2 𝑑𝑦 1 𝑑𝑥 1 𝑑𝑦 atau 𝑥 = pada persamaan −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0 atau 1 𝑑𝑦 2 −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0. Oleh karena itu.25 Dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 1 𝑥 1 𝑥 2 dan 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 dimana x1 dan x2 merupakan akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0.2. kedua ruas dikalikan d2y2 diperoleh 1 – dy + 4d2y2 = 0 atau 4d2y2 – dy + 1 = 0 b. Misalkan akar-akar persamaan baru adalah 𝑦1 = 𝑦2 = 1 𝑑𝑥 2 1 𝑑𝑥 1 dan dimana penjumlahan dan perkalian dari akar-akar tersebut berbentuk simetri walaupun nilai dari x1 dan x2 dirubah.

Banyak permasalahan yang berhubungan dengan persamaan kuadrat.4 Menerapkan Persamaan Kuadrat Sebelum ini.2. Keuntungan tersebut dibagai rata pada setiap anggotanya.000. Misalkan akar-akar persamaan kuadrat yang baru adalah 𝑣1 = dan 𝑣2 = 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 = 𝑥 1 +𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = −6 9 = −2 3 1 𝑥 1 𝑥 2 =9 . maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 250. kita akan menggunakan persamaan kuadrat untuk menyelesaikan beberapa permasalahan.000. Pada tahun pertama usaha tersebut mendapatkan keuntungan sebesar Rp 10. Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut.26 Sekelompok orang melakukan usaha bersama membentuk suatu badan usaha. Pada subbab ini. kita telah belajar banyak tentang persamaan kuadrat dan berbagai cara menyelesaikan persamaan kuadrat. Jika ada 2 orang anggota tidak mau menerima keuntungan usaha tahun pertama.2.000 lebih banyak dari penerimaan yang dibagai pada semua anggotanya. Persamaan dan Pertidaksamaan 127 . CONTOH 2.Dari persamaan kuadrat yang diketahui diperoleh 𝑥1 + 𝑥2 = dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 = −6 = 9. diperoleh persamaan kuadrat 25 3 yang baru adalah v2 – (v1 + v2) + v1v2 = 0 atau 𝑣 2 − 𝑣 − 6 = 0. 2.

000 = 10.000 + 250.Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya anggota kelompok.000.000𝑥 − 20.000. Dari sini diperoleh 𝐴 + 250.000𝑥 ⟹ 25𝑥 2 + 950𝑥 − 2.000.000. maka selisih yang diterima setiap anggota adalah Rp 250.000𝑥)(𝑥 − 2) = 10.000.000. maka setiap anggotanya menerima A rupiah.000 = 𝑥 𝑥 − 2 10.000𝑥 ⟹ 𝑥 2 − 2𝑥 − 80 = 0 ⟹ 𝑥 − 10 (𝑥 + 8) = 0 128 Persamaan dan Pertidaksamaan . Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 10.000.000 𝑥 Jika keuntungan tersebut dibagi (x-2) orang.000 + 250.000𝑥 ⟹ 250.  Jika keuntungan dibagi pada semua anggota kelompok.000 = 𝑥 𝑥 − 2 ⟹ (10.000 𝑥 − 2  Jika ada 2 orang tidak mau menerima keuntungan.500.000 + 250.000 10.000 𝑥 10.000.000 = 𝐵 ⟹ ⟹ 10. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  10.000 = 1. maka setiap anggotanya menerima B rupiah.000.000.000𝑥 2 + 9.000.

500.000 𝑥 − 8  Jika ada 8 peserta mengundurkan diri. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  2.000. maka setiap peserta membayar B rupiah.000. Tentukan banyaknya peserta wisata tersebut. maka setiap peserta membayar A rupiah. Karena itu. Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya peserta wisata. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8. maka setiap peserta menambah Rp 12. Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 2.2.500 = 𝐵 Persamaan dan Pertidaksamaan 129 . Dari sini diperoleh 𝐴 + 12. Akan tetapi. maka setiap peserta harus menambah biaya sebesar Rp 12. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang. nilai x harus lebih besar nol.500.000. Biaya sewa bus ditanggung secara merata oleh peserta wisata. CONTOH 2.000.Dari persamaan ini. Jika pada saat mau berangkat ada 8 orang yang mengundurkan diri.000 𝑥 Jika biaya sewa tersebut dibagi (x-8) orang.  Jika biaya sewa bus dibagi pada semua peserta.27 Panitia wisata menyewa sebuah bus seharga Rp 2.

28 Si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue.000𝑥 ⟹ 12.000𝑥 ⟹ 125𝑥 2 − 1. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8.280 = 0 ⟹ 𝑥 − 40 (𝑥 + 8) = 0 Dari persamaan ini.000.000 + 12. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A. Karena itu. Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10. Jika si A berhasil menjual x paket.900. Akan tetapi.000.000.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0.000𝑥 − 160.500𝑥 2 + 1.500 = 𝑥 𝑥 − 8 2. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang.000. Dalam penjualan. nilai x harus lebih besar nol.000 = 0 ⟹ 𝑥 2 − 8𝑥 − 1. dan besarnya adalah 0. Salah satu pekerjanya bernama si A.000 + 12.2𝑥 2 . Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x).2.000. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling. Dalam setiap harinya. Penyelesaian: 130 Persamaan dan Pertidaksamaan .000.000 = 𝑥 𝑥 − 8 ⟹ (2.000 + 12.000𝑥 − 16.000 2. CONTOH 2.000.500𝑥)(𝑥 − 8) = 2.000 = 2.000.⟹ ⟹ 2.500 𝑥 2.

si A harus menjual sebanyak 5 paket agar si Pegy memperoleh pendapatan Rp 10 dari penjualan si A. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap. Luas jalur dalam m2 adalah Persamaan dan Pertidaksamaan 131 . lihat Gambar 2.2. Jika luas jalur tersebut adalah 2. Karena x adalah banyaknya paket barang yang dijual. CONTOH 2.2. Jadi diperoleh hasil x=5.2. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola. maka tentukan lebar jalur tersebut.Pada permasalahan ini. atau 0.500 m2.2𝑥 2 = 10.29 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m. x tidak boleh negatif. Gambar 2. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat 𝑥 + 0. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m.1.2𝑥 2 + 𝑥 − 10 = 0 ⇒ 𝑥 2 + 5𝑥 − 50 = 0 ⇒ 𝑥 + 10 (𝑥 − 5) = 0 Diperoleh x=-10 dan x=5.1 Jalur lari dengan lebar tetap.

 RANGKUMAN  Bentuk umum persamaan kuadrat adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0.500 = 0 (x+100) (x -25)=0 Karena nilai x > 0.L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 Karena luas jalur adalah 2. 2 maka penyelesaiannya adalah 𝑥1 = −𝑝 dan 𝑥1 = −𝑞. maka : 2. Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut adalah 25 m.500 = 4x2 + 300x x2 + 75x . b. Mempunyai bentuk kuadrat sempurna 𝑥 + 𝑝 Mempunyai akar-akar 𝑥1 =  −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 = 𝑞 dan 𝑥2 = Jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat. c  R.    Jika dapat difaktorkan ke bentuk 𝑥 + 𝑝 𝑥 + 𝑞 = 0.500 m2.2. maka   𝑥1 + 𝑥2 = 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 132 Persamaan dan Pertidaksamaan . maka diperoleh x = 25 m.

(x – 1)2 = 100 c. a. Tentukan kecepatan ia berlari ? 5. Peluru ditembakkan vertikal ke udara dengan kecepatan awal v0 dan pada saat Persamaan dan Pertidaksamaan 133 . u2 + 8u – 9 = 0. 3t2 + t – 2 = 0 f. x2 – 4x – 5 = 0 e. x2 – 2x – 8 = 0. a. Setiap sabtu. b. (y – 2)(y – 2) = 9 e. 3x2 – 6x = 9 b. Dapatkan akar persamaan kuadrat dengan cara memfaktorkan. x2 – 5x + 3 = 0 d. Carilah akar persamaan kuadrat dengan menggunakan rumus abc. x2 + x – 12 = 0 c.SOAL LATIHAN 2-2 1. x2 + 4x – 8 = 0 4.2 km perjam lebih cepat. 3. x2 + 2x = 3 2. 6x2 – 7x + 2 = 0. x2 – 14x – 32 = 0 Carilah akar persamaan kuadrat dengan cara melengkapkan bentuk sempurna. Amir pelari peserta PON berlatih lari 18 km. d. x2 + 5x = -6 f. 2x2 -4x – 2 = 0 c. 2x2 – 6x + 11 = 0. e. a. tujuannya adalah mengurangi waktu tempuh sebesar setengah jam. x2 – 12x – 45 = 0 d. dengan bantuan murid SMU kelas 1 dianjurkan agar ia berlari 1. f. (2x + 3)2 = 25 b.

c. tentukan bilangan –bilangan tersebut ? 8. 1/t dan t yang berurutan 10.5 ) a =( 3 − 5) dan b = ( 3 + 5) a= 1 ( 3− 5) 1 ( 3+ 5) . u dan 2 – u d. Suatu kotak berbentuk balok yang mempunyai volume = luas alas × tinggi. Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya. a = ( 2 + 5 )( 2 . a = -3 dan b = 4. dapatkan persamaan kuadrat tersebut jika: a. Jika a dan b akar-akar persamaan kuadrat maka bentuk faktor dari persamaan kuadrat dapat ditulis (x + a)(x + b) = 0 . jarak ujung tangga dengan lantai adalah 6. sisi balok berbentu empat persegi panjang maka dapatkan luas sisi balok untuk volume = 100 . a. tentukan jarak geseran kaki tangga agar ujung atas tangga bergeser sama panjang dengan geseran bawah ? 9. alas dan tutup diabaikan. Jumlah pangkat dua dari tiga bilangan ganjil adalah 515 . b= 134 Persamaan dan Pertidaksamaan . Suatu tangga dengan panjang 10 bersandar pada tembok . d. 2 dan 7 b. jika ketinggian maksimum 30 maka tentukan waktu sampai peluru mencapai tanah ? 6. 4 dan -4 c. b.tertentu akan mencapai ketinggian sebesar v0t – 10t2 . jika alas dan tutup kotak berbentuk bujur sangkar . tinggi =2? 7.

dapatkan nilai p. Susunlah suatu persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 2 ± 1 . jumlah akar-akarnya = 3 . x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat x2 – 3x = . Akar-akar persamaan (2p – 1)x2 – 15/2x – 3 = 0 saling 1 3 berkebalikan . 𝑎 Dapatkan persamaan kuadrat yang hubungan diantara akar- akarnya adalah a. 16. jumlah akar-akarnya = -4 . jumlah akar-akarnya = 1 . Diketahui salah satu akar persamaan kuadrat x2 – 2qx + 4q = 0 tiga kali akar yang lain .akarnya jika 2x1 + x2 = 2 ? 18. hasil kali akar-akarnya = 4. b. jumlah akar-akarnya = 2 . dapatkan nilai p dan akar-akarnya 13. Salah satu akar persamaan –2x2 + px – p + 2 = 0 sama dengan 0. dapatkan nilai p dan akar-akarnya. p 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 135 . 12. Persamaan kuadrat berbentuk 2x2 + (p + 3) x – 4p = 0 yang selisih akar-akarnya sama dengan 7 . dapatkan p dan akar. dapatkan nilai p dan akar-akarnya 15. hasil kali akar-akarnya = c. 14. Akar-akar persamaan kuadrat x2 – 2x – 4 = 0 adalah x1 dan x2 .11. hasil kali akar-akarnya = -1. hasil kali akar-akarnya = 2 d. dapatkan bentuk simetri dengan tanpa mencari akar persamaannya . Salah satu akar persamaan kuadrat 3x2 – (p – 3)x + p + 2 = 0 berlawanan 2 kali. dapatkan nilai p ? 17.

x14 + x24 d. hitunglah p jika a. 𝑥1 + 𝑥2 2 2 2 2 c.1= 0 adalah x1 dan x2. dapatkan b jika x12 + x22= 2 ? 23. 1 3 𝑥 1 + 1 3 𝑥 2 20. x12 dan x22 1 2 𝑥 1 1 2 𝑥 2 c. dan 136 Persamaan dan Pertidaksamaan . x12 + x22 c. x13 + x12 x2 + x1 x22 + x23 b. hitunglah bentuk berikut yang merupakan bentuk simetri dari x1 dan x2 a. 𝑥1 + 𝑥2 d. Hitunglah p jika b . Akar-akar persamaan 9x2 – 15x + p = 0 adalah x1 dan x2. Susunlah persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 2 kali lebih kecil dari akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0 ? 24. tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya a. x12 + x22 = x1 + x2 untuk persamaan kuadrat x12 + x22 = 10 berbentuk x2 – px – 4 = 0 ? 22. 𝑥1 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 3 3 b. x12 + x12 x2 + x1 x22 + x22 = 2 21. 1 𝑥 1−3 + 1 𝑥 2−3 19. 𝑥 1 𝑥 2 dan 𝑥 2 𝑥 1 1 𝑥 2 −2 b. 1 𝑥 1 −2 dan d.2 2 a.3x + a . Akar persamaan kuadrat x2 – (p + 1)x – 2p+4 = 0. Akar persamaan kuadrat x2 . Bilangan x1 dan x2 adalah akar persamaan x2 – 2bx + b2 = 0 .

29. maka tentukan ukuran pekarangan tersebut jika orang tersebut selesai mengelilingi pekarangannya dalam 100 langkah. Jika jumlah dari kebalikan dua bilangan genap yang berurutan adalah 9 40 .x22. Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut. Jika 2 orang onggotanya mengundurkan diri.25. tentukan a dan akarakarnya ? 27. tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya x12 + x22 dan x12 . Seseorang berjalan menyusuri sepetak pekarangan berbentuk persegi panjang yang luasnya 216 m2 tanpa berhenti. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 50. Susunlah suatu persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya kebalikan dari akar-akar persamaan x2 – 6ax -6a = 0 ? 26. maka tentukan jumlah dari dua bilangan genap tersebut. sebelum ada yang mengundurkan diri. Persamaan dan Pertidaksamaan 137 . Persamaan kuadrat 6x2 – x . Sekelompok orang menerima borongan pekerjaan penggalian selokan dengan imbalan sebesar Rp 2 juta yang dibagi rata pada setiap anggotanya. Andaikan langkah orang tersebut selalu tetap sebesar 60 cm. 28. Persamaan yang akar-akarnya 2 lebih kecil dari persamaan kuadrat x2 – 6ax -6a = 0 adalah 2x2 – 6x + 6 = 0 .12 = 0 mempunyai akar-akar x1 dan x2.000 lebih banyak dari penerimaan semula. 30.

5 meter perseragam wanita. 2.2 meter untuk seragam pria dan 2 meter untuk seragam wanita.3 Sistem Persama a n Linear Sistem persamaan linear atau juga disebut sebagai sistem persamaan linear serentak merupakan kumpulan atau himpunan dari persamaan linear. 1.2. Ukuran sedang memerlukan 1.5 meter per seragam pria dan 2. Banyaknya seragam pria yang dapat dibuat adalah 1.5y = 100 dan 2x + 2. Jika bahan yang tersedia untuk pria sebanyak 100 meter dan wanita 200 meter. Peubah y menyatakan seragam dengan ukuran besar.5𝑦 = 100. maka banyaknya seragam yang dapat dibuat untuk ukuran sedang dan besar adalah. Misalkan peubah x menyatakan seragam dengan ukuran sedang. dan banyaknya seragam wanita yang dapat dibuat adalah 2𝑥 + 2. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 3 persamaan. Ukuran besar memerlukan 1. Sistem persamaan linear banyak sekali dijumpai dalam banyak aplikasi misalnya:  Seorang pengusaha busana seragam untuk pria dan wanita dengan bentuk yang berbeda dan terbagi dalam 2 ukuran sedang dan besar.2 𝑥 + 1.5𝑦 = 200.2x + 1.5y = 200 138 Persamaan dan Pertidaksamaan . Dan ini membentuk dua persamaan linear berikut ini. 3. Dalam buku ini dibahas system persamaan linear: 1. Sistem persamaan linear 2 peubah dengan 2 persamaan. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 2 persamaan.

000.per m obil. Banyaknya pengunjung dari ketiga lokasi wisata tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut..000.dengan harga karcis Rp2.000 3000 x + 2000 y + 1000 z = 14.000..000.000. Rp2. jika hanya terdapat 2 lokasi pada obyek wisata tersebut.000  Pada ilustrasi nomor 2. setiap lokasi pendapatan yang diperoleh rata-rata adalah 1..000 3500 x + 2500 y + 1000 z = 12.per anak dan Rp1. 3.000. Misal x menyatakan banyaknya pengunjung dewasa. Permasalahan ini membentuk suatu sistem persamaan linear: 2500 x + 1500 y + 1000 z = 10.000 3000 x + 2500 y + 1000 z = 12.000.000. Lokasi C sebesar Rp14.500.. Rp2. Lokasi B sebesar Rp 12. Lokasi A sebesar Rp10..000.per mobil..000.per anak dan Rp1.000. Suatu obyek wisata yang mempunyai 3 lokasi dengan bentuk yang berbeda pada suatu tempat yang sama..000.per mobil.per dew asa.500.per anak dan Rp1.000.000.per dewasa. Rp1. 2.000 Persamaan dan Pertidaksamaan 139 .500.dengan harga karcis Rp3. y menyatakan banyaknya pengunjung anak-anak dan z menyatakan banyaknya pengunjung mobil.. maka banyaknya pengunjung kedua lokasi wisata tersebut adalah : 2500x + 1500 y + 1000 z = 10.000..500.000..dengan harga karcis Rp 3.per dewasa.

Metode Eliminasi 3.2. y) yang memenuhi kedua persamaan linear tersebut sehingga memberikan pernyataan yang benar. Metode gabungan eliminasi dan substitusi. 1) Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Metode Grafik Menyelesaikan sistem persamaan linear dengan metode grafik maka persamaan a1x + b1y = c1 dan a2x + b2y = c2 dapat dipandang sebagai garis lurus maka perpotongan dari kedua garis tersebut merupakan penyelesaian dari sistem persamaan linear . 5.1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah Sistem persamaan linear dua peubah secara umum dapat ditulis : a1x + b1y = c1 dengan a1 . b1 . Metode Grafik. dibahas pada Bab 3. Metode Matriks.3. c1  R a2x + b2y = c2 dengan a2 . 2. Mencari penyelesaian dari sistem persamaan linear merupakan pasangan (x. Metode Substitusi. a2 . Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear yaitu : 1 . b1 . c2  R a1 . 4. b2 . b2 tidak boleh bersama – sama bernilai nol. 140 Persamaan dan Pertidaksamaan .

Garis u1 berimpit dengan garis u2 jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 𝑏2 𝑐1 . Garis u1 sejajar dengan u2 namun tidak berhimpit. 2.1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berbentuk x + 2y = 3 dan 2x + y = 3. sistem persamaan linear mempunyai satu penyelesaian/ jawab. 𝑏2 ≠ Pada kondisi ini. Terdapat satu titik potong jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . terdapat banyak titik yang memberikan jawaban yang benar dan dikatakan bahwa sistem persamaan linear mempunyai banyak penyelesaian.Misalkan garis u1 : a1x + b1y = c1 dan garis u2 : a2x + b2y = c2 maka akan terdapat beberapa kemungkinan diantara kedua garis tersebut yaitu: 1. y = dan 2 3 untuk y =0 . Penyelesaian: Dari persamaan x + 2y = 3. x = 3 Persamaan dan Pertidaksamaan 141 . tidak terdapat perpotongan atau singgunggan antara kedua garis tersebut. 𝑐2 = ≠ Pada kondisi ini.3. 𝑏2 ≠ Pada kondosi ini. sehingga sistem persamaan linear tidak mempunyai penyelesaian. didapat: untuk x = 0 . 3. CONTOH 2.

0). didapat: untuk x=0. Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear ini adalah x=1. 2 3 Dari persamaan 2x + y = 3. b1y = c1. Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan substitusi dimaksud adalah melakukan substitusi terhadap salah satu peubah x atau y dari 1 persamaan ke persamaan yang lain. Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 . a2x + b2y = c2. a1x + b1y = c1.Jadi grafik melalui titik (0. ) dan (3. y = 3 dan untuk y=0. 3 2 Dari grafik terlihat bahwa perpotongan garis terjadi disekitar (1.a1x atau 𝑦 = 𝑎 1 𝑥 disubstitusi 𝑏1 𝑐1 𝑎 1 b2( − 𝑥) = c2 atau 𝑏1 𝑏1 𝑐1 𝑏1 − pada persamaan a2x + b2y = c2 diperoleh a2x + 𝑏2 𝑎1 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑥 = 𝑐2 − 𝑏1 𝑏2 𝑏1 Jadi 142 Persamaan dan Pertidaksamaan . 2) Menyelesaikan Dengan Metode Substitusi. x = 3 2 Jadi grafik melalui titik (0.3) dan ( . 1). dan y=1.0).

kedua ruas = -1. dan y=-1.3. Nilai y=-1 dimasukkan ke persamaan 3x – 2y = 5. didapat: 3x – 2(-1) = 5 atau x = 1 Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah x=1.3.6 atau y = −16 16 5+2𝑦 .3 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x = 6y + 4 3x + 4y = 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 143 . 3 disubstitusikan 5+2𝑦 ) +4 3 y = -2 .2 Dapatkan penyelesaian dari sistem persamaan linear 3x – 2y = 5 2x + 4y = -2 Penyelesaian: Ambil salah satu persamaan 3x – 2y = 5 atau x = ke persamaan lainnya 2x + 4y = -2 atau 2 ( dikalikan 3 didapat 10 + 4y + 12y = .𝑏2 𝑐1 𝑏1 𝑥 = 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑏1 𝑐2 − CONTOH 2. CONTOH 2.

Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi dimaksudkan adalah menghilangkan salah satu peubah dari sistem persamaan dengan menyamakan koefisien dari peubah tersebut. 17 13 Jadi penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah 𝑥 = 𝑦 = −3 . a1x + b1y = c1 | x a2  diperoleh a2a1x + a2b1y = c1a2 a2x + b2y = c2 | x a1  diperoleh a2a1x + a1b2y = c2 a1 (a2b1 – a1b2)y = c1a2 .c2a1 Jadi 𝑦 = 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 dan 144 Persamaan dan Pertidaksamaan . 13 dan 3) Menyelesaikan Dengan Metode Eliminasi.Ambil persamaan 2x = 6y + 4 atau x = 3y + 2 disubstitusikan pada persamaan 3x + 4y = 3. 17 13 +2= . didapat 3(3y + 2) + 4y = 3 atau 13y = -3 Diperoleh y = didapat x = 3 −3 13 −3 13 dan nilai y ini dimasukkan ke salah satu persamaan.

14 CONTOH 2.38 atau u = −38 .4 𝑐1− 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑏 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 1 𝑎1 Selesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi berbentuk 2u + 8v = -2 -u + 3v = 4 Penyelesaian: 2u + 8v = -2 dikalikan 1 diperoleh -u + 3v = 4 dikalikan 2 diperoleh 2u + 8v = -2 -2u + 6v = 8 14v = 6 atau v = 3/7 2u + 8v = -2 dikalikan 3 diperoleh 6u + 24 v = .6 -u + 3v = 4 dikalikan 8 diperoleh -8u + 24 v = 32 14u = .𝑥 = CONTOH 2.3.3. Penyelesaian: 3s – 4t = 6 dikalikan 2 diperoleh 6s – 8t = 12 Persamaan dan Pertidaksamaan 145 .5 Dapatkan himpunan penyelesaian dengan eliminasi jika terdapat persamaan berbentuk 3s – 4t = 6 dan 2s + 5t = .3.

6 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 3x – 4y = 5 dan -2x + 2y = 4 Penyelesaian: 146 Persamaan dan Pertidaksamaan .3.3 dikalikan 4 diperoleh 18 23 atau s = Himpunan penyelesaiannya adalah { . 23 23 4) Menyelesaikan Dengan Metode Gabungan Eliminasi dan Substitusi. 23 6 s + 15 t = .2s + 5t = -3 dikalikan 3 diperoleh −21 . 18 −21 }. CONTOH 2. Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 Penyelesaikan sistem persamaan linear dengan gabungan eliminasi dan subtitusi dimaksudkan adalah melakukan eliminasi terhadap salah satu peubah yang kemudian melakukan subtitusi pada salah satu persamaan atau sebaliknya.9 -23t = 21 atau t = 3s – 4t = 6 dikalikan 5 diperoleh 15s – 20t = 30 8s + 20t = -12 + 23s = 18 2s + 5t = .

dilakukan subtitusi pada persamaan -2x + 2y = 4 maka didapat -2x + 2(-11) = 4 atau x = .3.13.3x – 4y = 5 dikalikan 2 diperoleh 6x – 8y = 10 + -2x + 2y = 4 dikalikan 3 diperoleh -6x + 6y = 12 -2y = 22 atau y = -11 . 16 32 −13 32 ) = 2 atau u = Jadi himpunan penyelesaiannya adalah { . 32 - dilakukan subtitusi pada persamaan 3u + 2v = 2 maka : 15 16 15 −13 }. Penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah {-13.7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 4u – 8v = 7 dan 3u + 2v = 2 Penyelesaian: 4u – 8v = 7 dikalikan 3 diperoleh 12u – 24v = 21 3u + 2v = 2 dikalikan 4 diperoleh 12u + 8v = 8 -32v = 13 atau v = 3u + 2( −13 . CONTOH 2. -11}. 2.3.2 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah Sistem persamaan linear tiga peubah dapat dinyatakan dalam bentuk Persamaan dan Pertidaksamaan 147 .

5y atau y = -3/5 x – 2y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh x – 2y + z = 2 =3 dilakukan 148 Persamaan dan Pertidaksamaan . b1 .1) bilangan real. CONTOH 2. x – 2y + z = 2 dikalikan 2 diperoleh 2x + y + 2z = 1 dikalikan 1 diperoleh 2x – 4y + 2z = 4 2x + y + 2z = 1 . Menyelesaikan sistem persamaan linear 3 peubah dapat dilakukan seperti halnya pada sistem persamaan linear 2 peubah . a3 .3. b3 . d1 .c1 . a2. b2 .8 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk x – 2y + z = 2 2x + y + 2z = 1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi . c2 . c3.3.a1 x  b1 y  c1 z  d1 a2 x  b2 y  c2 z  d 2 a3 x  b3 y  c3 z  d3 dengan a1. d3 merupakan (2. d2 .

3. 10 CONTOH 2. 3 dilakukan + 2x + 2y + 4z = -2 -3z=5 atau 𝑧 = dilakukan subtitusi pada persamaan 2y + 3z = 1 Persamaan dan Pertidaksamaan 149 . x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 2y + 3z = 1 2x – 2y + z = 3 | x 1 diperoleh 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 | x 2 diperoleh −5 .-x + y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh -x + y + z = 2 . subtitusikan pada persamaan -x+ y + z = 2 2 atau x = −9 .y + 2z = 4 + dilakukan subtitusi nilai y pada persamaan tersebut diperoleh -(-3/5) + 2z = 4 atau z = didapat -x + ( ) + −3 5 23 = 10 23 10 .9 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi .

x – 2y = 3 b. 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 2x+y = 1 150 Persamaan dan Pertidaksamaan . 3 3  RANGKUMAN  Penyelesaian dari sistem persamaan linear dua peubah merupakan pasangan (x. kemudian disubtitusikan pada −5 3 −2 3 persamaan x + y + 2z = -1 diperoleh x + 3 + 2 ( ) = . a. Metode gabungan eliminasi dan substitusi. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut dengan menggunakan metode grafik. Metode Grafik. Metode Substitusi.diperoleh 2y + 3 ( −5 3 ) = 1 atau y = 3. }. 4. y) persamaan linear tersebut. yang memenuhi kedua SOAL LATIHAN 2-3 1.1 atau x = Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah { −2 −5 . 3.  Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear dua peubah. 2. yaitu : 1 . Metode Eliminasi 3.

a. a. x – 4y = 6 =1 f. 3x +5y = 7 3x + 2y – 4 = 0 f. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e. 3 2𝑥−3 2 𝑦 +3 x + 2y = 5 c. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode subtitusi . 3x + 2y = 7 b. x + 2y = 3 -x + 2y = 3 d. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode eliminasi. 4x – 2y -4 = 0 x+y =3 e. 2x + 3y = 4 x+y =4 = x + 2y – 1 = 0 3.c.y = 1 c. 2x – 2y = -2 b. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 d. 1/2x + 1/3y = 1 -x + 2y = 3 d. 2 𝑦+3 2x . x + y -3 = 0 = =4 𝑦 − 2 = −2 𝑥 4. 𝑥 2 −𝑥 𝑥𝑦 = 4 7 x + 2y 3 2𝑥−3 2x + 3y – 2 = 0 𝑦−2 𝑥 e. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan gabungan eliminasi dan subtitusi Persamaan dan Pertidaksamaan 151 . 2𝑥 3𝑦 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 2.

2y +3z = 12 x + 2y – z = 10 c. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. 3) dan (-1.000. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut.000 dari 120 pakaian wanita dan 100 pakaian pria . a. 2𝑥 3𝑦 2x+y = 1 c. 1) yang dilalui oleh garis lurus ax + by = 6 .000.000 lebihnya dari 3 kali penduduk kota B dapatkan jumlah penduduk kedua kota tersebut ? 8. Jumlah penduduk dari suatu kota A dan B adalah 4. dapatkan harga jual setiap pakaian pria dan wanita ? 7. 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 d. tentukan nilai a dan b ? 6.000. 152 Persamaan dan Pertidaksamaan . Sebuah industri pakaian jadi memproduksi 2 jenis pakian yaitu pria dan wanita. 2x – 3y + z = 2 x + 2y – z = 4 xy +z =1 b. x + 4y – z = 15 2x . 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e. Dua titik (2. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut. jika pada saat tertentu mendapatkan hasil penjualan sebesar Rp 250.a. akan tetapi jumlah penduduk kota A sama dengan 1. x – 3y = -5 2x + z = 10 y + 5z = 5 9. x – 2y = 3 b. 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 5. demikaian pula dari 90 pakian pria dan 80 pakaian wanita mendapatkan sebesar Rp 200.500.

0) dan (2. 2. 1). (0. d. Persamaan dan Pertidaksamaan 153 . 4) dan (-2. c2 merupakan bilangan real.-1). 0) dan (0. + − = 10 𝑥 𝑦 𝑧 2 𝑥 2 𝑥 1 1 3 b. (0. 1) 2. 0). Metode subtitusi. − + = 1 𝑧 𝑥 𝑦 1 𝑦 2 𝑥 2 1 3 − + =5 + − =8 3 𝑦 1 𝑧 1 𝑦 3 𝑧 + =3 − =1 3 𝑧 1 𝑧 + − = −1 − =2 1 𝑧 2 𝑥 3 𝑧 10. Diketahui persamaan kuadrat y = ax2 + bx + c . Untuk menyelesaiakan sistem persamaan tersebut dapat dilakukan dengan cara 1. − = 2 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 𝑥 3 1 c. b. a. 4) c. 1). (2. b.1) dimana a1≠0.1).a. a2≠0. (2. (-4. (2. (1. tentukan nilai a. b1.4 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat Dua Peubah Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 (2. b2. (-2. 0) dan (4. 0).4. c jika fungsi tersebut melalui titik berikut ini. Metode grafik.

𝑥 2 + 𝑥 = 0 atau 𝑥(𝑥 + 1) = 0 diperoleh x1 = 0 dan x2 = -1 Nilai-nilai x disubtitusikan pada 𝑦 = 𝑥 + 1.2 Selesaikan sistem persamaan berbentuk y = x + 2 dan y = x2 Penyelesian: y=x+2 y = x2 Subtitusikan persamaan 𝑦 = 𝑥 + 2 pada persamaan 𝑦 = 𝑥 2 . akan diperoleh x + 2 = x2 atau x2 – x – 2 = 0 . dilakukan faktorisasi diperoleh (x – 2)(x + 1) = 0 dan diperoleh hasil x1 = 2 dan x2 = -1 154 Persamaan dan Pertidaksamaan . 0)}.1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1. CONTOH 2.4. Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah {(0.CONTOH 2. (-1. Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan tersebut dilakukan dengan subsitusi persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 pada 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 diperoleh 𝑥 + 1 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 atau 𝑥 2 + 2𝑥 + 1– 𝑥– 1 = 0.4. yaitu untuk x1 = 0 diperoleh y1 = 1 dan untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 0. 1).

Metode Substitusi. Metode Grafik. (-1. 2. Persamaan dan Pertidaksamaan 155 . c2 merupakan bilangan real  Ada beberapa cara penyelesaian yang dapat dipakai untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dan kuadrat dua peubah.Nilai-nilai x disubtitusikan pada persamaan y = x + 2. yaitu : 1 .  RANGKUMAN  Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 dimana a1≠0. 4) . Secara geometrik himpunan penyelesaian tersebut merupakan titik potong dari kedua persamaan. Untuk x1 = 2 diperoleh y1 = 4 2. b2. a2≠0. b1. didapat: 1. Untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 1 Sehingga himpunan penyelesaian adalah {(2. 1 )}. seperti yang diperlihatkan pada gambar disamping ini.

2 Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. Tentukan konstanta k agar agar sistem persamaan linear-kuadrat berikut 156 Persamaan dan Pertidaksamaan . a. 2 b. y = .3x + 3 4. Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. y .2 c.3x + 3 6. y . y = x – 1 y = x2 . y = x + 2 y = x2 + 2x . Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini. y – 2x = 5 y –x + 5x -5=0 2 c. y – 2x -9 = 0 y –x + 5x -5=0 2 c. a.3x + 2 b.2 2 c.x = 10 y = x . y + x – 1=0 y = x . y =2x y = x + 2x .2 + 5 x y = x2 . y = x y = x + 2x .3x + 2 2 b. a. y = x -2 y = x2 + 2x . a. y = x + 1 y = x2 + 2x . y – 2x -9 = 0 y –x2 + 5x -5=0 c.SOAL L ATIIHAN 2 --4 S O AL L AT H AN 2 4 1.1 b. y = 3x + 2 y = x2 + 2x . Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini.3x + 3 5.2x + 5 = 0 y = x2 .3x + 2 2 b. a.1 2.2 3. y + x = 5 y = x2 .

2. Mempunyai satu penyelesaian dan kemudian tentukan penyelesaiannya. 𝑎𝑥 − 𝑐 < 𝑑 + 𝑏𝑥. y) merupakan titik pada bidang koordinat yang terletak pada persamaan y = x + 1.𝑦 = 6𝑥 − 10 𝑦 = 2𝑥 2 − 2𝑥 − 𝑘 o o o Mempunyai dua penyelesaian. jika (x. CONTOH 2. atau ≥ (lebih besar sama dengan. ≤ (lebih keci sama dengan). 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 ≥ 𝑑𝑥 . 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0. y) memenuhi pertidaksamaan 𝑦 < 𝑥 + 1. pertidaksamaan linear dengan satu peubah. Tidak mempunyai penyelesaian. 2. 1. maka (x. Ekspresi y < x + 1 merupakan suatu pertidaksamaan. y) berada dibawah grafik y = x + 1. 3.5 Pertidaksamaan Suatu persamaan dinyatakan dengan tanda “=“. > (lebih besar).1 Beberapa contoh pertidaksamaan. Daerah penyelesaian pada pertidaksamaan dengan satu peubah dapat dinyatakan pada garis bilangan. pertidaksamaan pecah rasional. Pada persamaan yang memuat hubungan diantara 2 peubah x dan y. Untuk hubungan dari peubah – peubah yang menyatakan pertidaksamaan digunakan tanda < (lebih kecil). pertidaksamaan kuadratik. maka pasangan (x. jika pasangan (x. Persamaan dan Pertidaksamaan 157 . Pada pertidaksamaan.5. y) merupakan pasangan dari titik yang memenuhi y = x + 1.

pertidaksamaan linear dengan dua peubah.  Interval Himpunan tertentu yang menarik dan sering muncul dalam matematika adalah himpunan bilangan real yang dinamakan selang/interval. maka berlaku: a.4. Penyelesaian pertidaksamaan sering terkait dengan selang atau interval. dan d merupakan bilangan real. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 0 maka 𝑎𝑐 > 𝑏𝑐. e. b. 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 ≤ 𝑐. b. f. Untuk pertidaksamaan dengan tanda selain <. d. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑐. c. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑏 < 𝑐 maka 𝑎 < 𝑐. 158 Persamaan dan Pertidaksamaan . Karena itu. untuk sembarang c. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 1 𝑎 1 𝑏 > . ■ Sifat -Sifat pertidaksamaan Jika a. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 > 0 maka 𝑎𝑐 < 𝑏𝑐. mempunyai sifat yang identik dengan pertidaksamaan dengan tanda <. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 𝑑 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑑. Secara geometrik interval merupakan sepotong garis pada garis bilangan real. c. kita bahas terlebih dahulu tentang selang/ interval.

Persamaan dan Pertidaksamaan 159 . Interval berhingga yang memuat satu titik ujung.1 : Jika a dan b bilangan real dengan a < b. Interval yang diperluas sampai tak terhingga dinamakan interval tak hingga. sedangkan kurung biasa menunjukkan bahwa titik ujung tidak termasuk dalam interval. maka interval tertutup dari a ke b ditulis dengan [a. hanya merupakan perluasan ke arah tak berhingga negatif atau tak berhingga positif. tetapi tidak memuat titik ujung yang lain disebut interval setengah terbuka atau interval setengah tertutup.DEFINISI 2. Simbul −∞ atau ∞ bukan merupakan suatu bilangan. maka interval terbuka dari a ke b ditulis dengan (a. 𝑏 = {𝑥|𝑎 ≤ 𝑥 ≤ 𝑏} Jika a dan b bilangan real dengan a < b. Suatu interval dapat diperluas sampai tak hingga arah positif +∞ atau ∞ . b) dan didefinisikan dengan: (𝑎. arah negatif (−∞). b] dan didefinisikan dengan: 𝑎. 𝑏) = {𝑥|𝑎 < 𝑥 < 𝑏} Kurung siku menunjukkan bahwa titik ujung termasuk dalam interval. atau keduanya.5. Interval yang titik-titik ujungya berhingga disebut interval berhingga.

Kemudian dinyatakan dalam garis bilangan. nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan.1 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 (2. atau sebaliknya.1) Dengan a. setiap peubah dipindahkan pada ruas kanan dan setiap bilangan dipindahkan keruas kiri. b.5. sehingga setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan merupakan daerah penyelesaian. GAMBAR 2. c. dan a dan c tidak keduanya nol. dan b dipindahkan ke ruas kanan. didapat 𝑎𝑥 − 𝑐𝑥 < 𝑑– 𝑏 atau 𝑥 <  𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 . c. Jika dipunyai pertidaksamaan 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 dengan a.1 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan linear 160 Persamaan dan Pertidaksamaan . Untuk mendapatkan penyelesaian dari pertidaksamaan tersebut. b. dan d merupakan bilangan real.5. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.5. 𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 Untuk memperjelas gambaran penyelesaian.2. maka penyelesaian dari pertidaksamaan linear tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:  Pindahkan cx ke ruas kiri. dan d bilangan positif dan a-c≠0. Langkah ini hanya untuk memperjelas gambaran penyelesaian.

3 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan 4𝑥 + 2 ≤ 2𝑥 − 3 ? Penyelesaian: 4𝑥 + 2 ≥ 2𝑥 − 3. 2 Daerah Penyelesaian 3/2 CONTOH 2. Kedua ruas dikurangi 2x dan dikurangi 2. kedua ruas dikurangi 2x dan dilanjutkan dengan dikurangi -2. atau ⇒ 4x – 2x < 1 + 2 ⇒ 2x < 3 3 ⇒ 𝑥 < 2 3 Nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan. didapat: 4x – 2 < 2x + 1. Penyelesaian: Untuk mendapatkan penyelesaian pindahkan 2x pada ruas kiri dan -2 pada ruas kanan. didapat: 4𝑥 − 2𝑥 ≥ −3 − 2 ⇒ 2𝑥 ≥ −5 ⇒ 𝑥 ≥ − 2 5 Dalam garis bilangan: Persamaan dan Pertidaksamaan 161 .5.5. Dengan menggunakan sifat pertidaksamaan nomor 3.2 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi 4x – 2 < 2x + 1.CONTOH 2.

7 2. 4 7 −1 .5.2). dan lakukan pemfaktoran bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞).5.2 Pertidaksamaan Kuadrat Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 (2.5. kedua ruas dikalikan dengan 𝑥 < − . b. 162 Persamaan dan Pertidaksamaan . Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.5.2) dengan a≠0.CONTOH 2. atau −7𝑥 > 4.4 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2 – 4x > 6 + 3x . dan c adalah bilangan real. dipindahkan 3x keruas kiri dan 2 keruas kanan −4𝑥 − 3𝑥 > 6 − 2. dilakukan dengan cara:  Ubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2. Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan kuadrat. Penyelesaian: 2 − 4𝑥 > 6 + 3𝑥 .

p q GAMBAR 2. Jika kita anggap p < q. maka selang-selang pada garis bilangan dapat digambarkan seperti pada Gambar 2. yaitu 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞. ∞ = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < ∞} 𝑝. ∞ = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < ∞} Ambil titik uji x pada setiap selang/interval. 𝑝] = {𝑥| − ∞ < 𝑥 ≤ 𝑝} 𝑝. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < 𝑝} 𝑝.2.5. Gambarkan 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞 pada garis bilangan. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < 𝑞} 𝑝. Persamaan dan Pertidaksamaan 163 . Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 = 0. Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 < 0. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝.2 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan kuadrat Interval yang terbentuk adalah:  −∞. Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 > 0. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan.5. 𝑝 = 𝑥 −∞ < 𝑥 < 𝑝 (−∞.

𝑥 2 + 5𝑥 + 6 < 0 ⇒ (𝑥 + 2)(𝑥 + 3) < 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 + 2 𝑥 + 3 = 0. yaitu: (-∞. yaitu (-3. CONTOH 2. x = -2. (-3. Terdapat beberapa selang/interval yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅 dan − 3 < 𝑥 < −2} 164 Persamaan dan Pertidaksamaan .5 dan x = 0. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. Ambil titik uji pada masing-masing interval. diperoleh titik 𝑥 = −3. diperoleh titik 𝑥 = −2. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan. misal x = -4. -2) . Untuk 𝑥 + 3 = 0. Penyelesaian dari pertidaksamaannya adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut. Atau. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini.∞). -2).5 -2 +++ 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil nol. +++ -4 -3 ---2.5 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan x2 + 5x + 6 < 0.-3).5. Untuk 𝑥 + 2 = 0. dan (-2.

Untuk 2𝑥 + 1 = 0. Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. dan (2. ∞). − ). Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. misal x = -1. Atau. (− . x = 0. himpunan penyelesaiannya adalah 1 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 165 . 1 2 1 2 1 2 +++ -1 -1/2 --0 2 +++ 3 Karena yang diminta soal adalah nilai – nilai yang lebih besar atau sama dengan nol. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. diperoleh titik 𝑥 = − .CONTOH 2. diperoleh titik 𝑥 = 2. Untuk 𝑥 − 2 = 0.5.6 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2. 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2 ⇒ 2𝑥 2 − 𝑥 − 2 ≥ 0 ⇒ (2𝑥 + 1)(𝑥 − 2) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 2𝑥 + 1 𝑥 − 2 = 0. yaitu (−∞. 2) . daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. − ] atau [2. Ambil titik uji pada masing-masing interval. ∞). yaitu: (−∞. dan x = 3.

3) atau (2. Apabila ada bentuk kuadrat.  Ambil titik uji x pada setiap interval. Gambarkan titik-titik pembuat nol ini pada garis bilangan. dilakukan dengan cara:  Rubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2. c≠0.4) dengan a≠0.3 PERTIDAKSAMAAN PECAH RASIONAL Bentuk pecah rasional yang akan dibahas disini adalah yang mempunyai pembilang linear dan penyebut berbentuk linear ataupun kuadratik. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.5. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan. 166 Persamaan dan Pertidaksamaan . dan d adalah bilangan real. lakukan pemfaktoran pada bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞).5.  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol.𝑥 𝑥 ≤ − 1 dan 𝑥 ≥ 2.5. Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan pecah rasional. 2 2.3) atau 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥 +𝑐 < 0 (2.4). Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0 (2.5. 𝑥 ∈ 𝑅 . b.5.

dan (2. Persamaan dan Pertidaksamaan 167 . yaitu (−∞. ∞). 2𝑥−4 𝑥+1 > 0 ?. (−1. ∞).  Daerah penyelesaian dari pertidaksamaan pecah rasional adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut. CONTOH 2. Ambil titik uji pada masing-masing interval antara lain 𝑥 = −2. 𝑥 = 0. −1) dan (2.Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai positif. +++ -1 --2 +++ Karena yang diminta adalah yang lebih besar nol. −1). 𝑥 = 3. Terdapat beberapa interval yang pada garis bilangan. Dari pembilang: 2x – 4 = 0 diperoleh x = 2 dan Dari Penyebut: x + 1 = 0 diperoleh x = -1. 2).5. maka terlihat pada gambar di atas bahwa daerah penyelesaian adalah daerah yang bertanda + yaitu (−∞. Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai negatif.7 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol.

8 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Pertidaksamaan dibawa kedalam bentuk (2.5. yaitu (−∞. 168 Persamaan dan Pertidaksamaan . Dari pembilang: –x – 6 = 0 diperoleh x = –6 dan Dari Penyebut: Terdapat (−1.CONTOH 2. daerah penyelesaiannya adalah yang bertanda +.4) sebgai berikut. ---7 -6 +++ -2 ---1 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar nol. Ambil titik uji pada masing-masing selang. 𝑥 = 0 dan didapat hasil tanda seperti pada gambar di bawah ini.5. −1). −1). misal 𝑥 = −7. dan beberapa selang .5. −6).3) atau (2. 𝑥 = −2. >2 −2>0 − 2(𝑥+1) 𝑥+1 ⇒ ⇒ ⇒ 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 >0 −𝑥−6 𝑥+1 >0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol. x + 1 = 0 diperoleh x = –1. yaitu (−6. 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 > 2 ?. (−6. ∞).

5.2.3 Jalur lari mengelilingi lapangan sepak bola Luas jalur dalam m2 adalah L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 = 300x + 4x2 Karena luas jalur adalah 2. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap.5.5.5. Jika luas jalur tersebut tidak boleh kurang dari 2. Penerapan ini akan disajikan dalam bentuk contoh-contoh.9 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m.500 m2. CONTOH 2.500 m2. maka tentukan minimal lebar jalur tersebut.3. GAMBAR 2. lihat Gambar 2. maka : Persamaan dan Pertidaksamaan 169 . Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m.4 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat Berikut ini akan diberikan beberapa contoh pemakaian pertidaksamaan kuadrat untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut minimal 25 m. misal x = -200. Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. Ambil titik uji pada masing-masing interval. ∞). -100] atau [25. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ++ yaitu (-∞. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. ∞). Atau. diperoleh titik 𝑥 = 25.500 ≥ 0 (x+100) (x -25) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 +100 𝑥 −25 = 0 Untuk 𝑥 + 100 = 0.2.-100). Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. Untuk 𝑥 − 25 = 0.500 ≤ 4x2 + 300x x2 + 75x . 170 Persamaan dan Pertidaksamaan . +++ -200 -100 --0 25 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar sama dengan nol. Karena nilai x > 0. yaitu: (-∞. maka diperoleh x ≥ 25 m. dan (25. x = 0 dan x = 100. diperoleh titik 𝑥 = −100. 𝑥 ≤ −100 atau 𝑥 ≥ 25}. himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅.2. (-100. 25).

diperoleh:  Pendapatan = 𝑥 188 − 2𝑥 = 188𝑥 − 2𝑥 2  Biaya x unit = 200 + 4x  Keuntungan = Pendapatan – Biaya = 188𝑥 − 2𝑥 2 − 200 + 4𝑥 = −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 Dinyatakan bahwa laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu. Oleh karena itu.5.10 Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. carilah titik-titik pembuat nol dan lakukan uji di beberapa titik. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+4x rupiah (dalam ribuan). Persamaan dan Pertidaksamaan 171 .CONTOH 2. Penyelesaian: Banyaknya unit adalah x dan harga per unit adalah (188-2x). Akan didapat interval-interval pada garis real sebagai berikut. atau 4000 dalam ribuan. Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual untuk dapat memperoleh laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu ?. diperoleh −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 ≥ 4000 =≫ −2𝑥 2 + 184𝑥 − 4200 ≥ 0 =≫ 𝑥 2 − 92𝑥 + 2100 ≤ 0 =≫ 𝑥 − 50 (𝑥 − 42) ≤ 0 Mirip dengan langkah sebelumnya. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=188-2x.

 RANGKUMAN  Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 Dengan a. c≠0. dan c adalah bilangan real. dan d adalah bilangan real. c. 172 Persamaan dan Pertidaksamaan . b. dan a dan c tidak keduanya nol. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. b. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. Jadi banyaknya barang yang diproduksi per minggu paling sedikit 42 dan paling banyak 50.+++ 0 42 --45 50 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil sama dengan nol.  Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥+𝑐 < 0 atau < 0 dengan a≠0.  Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 dengan a≠0. . daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda – yaitu 42 ≤ 𝑥 ≤ 50. dan d merupakan bilangan real. b.

3x + 5 < 5x – 7 b. a. f. 2 – 4x ≥ 6x -2 i. e. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual Persamaan dan Pertidaksamaan 173 . a. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. d. a. 𝑥 2 −4𝑥+5 𝑥 2 −𝑥−2 𝑥 2 −1 𝑥 2 −2 >0 c. x-1 < 2x + 1 ≤ 3 + x 3. 2𝑥+4 3𝑥+2 2−𝑥 𝑥−2 >0 2−𝑥 𝑥−2 b. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+x rupiah (dalam ribuan). d. + < + 𝑥 3 1 2 𝑥 4 5 6 b . Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=250-x. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. a. 8 – 4x < 12 f. 6 2𝑥+4 4 𝑥−1 < 3𝑥 2𝑥−4 c. f.SOAL LATIHAN 2-6 1. 𝑥 2 −𝑥−6 𝑥 2 +2𝑥+1 ≤0 <0 > 𝑥 2 −𝑥 𝑥 > 𝑥−1 2 𝑥−2 (𝑥−1) 𝑥−3 (𝑥−4) 5. x – 3 > 0 d. -4x > 4 e. Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. 2 𝑥−2 >3 < 2 3 h. 2 𝑥 c. 3 ≤ 2x – 7 < 5 c. 6x + 6 < 12 – 24x 2. 2x + 1 < 3x + 5 < 2x + 6 d. e. 4x + 2 ≤12 g. −5 𝑥−3 + 2𝑥 + 1 > 0 > 5 6 ≥ + 2 𝑥+2 ≥0 2𝑥+3 𝑥 4. 2𝑥 2 −3𝑥+2 𝑥 2 −5𝑥+6 𝑥 2 +2 3𝑥 <0 b.

Sebuah penerbit menjual 5. 6. maka penjualan berkurang 300 buku.000 per minggu ?. Jika harga dinaikkan Rp 500. masing-masing dengan harga Rp 2.000 buku. Berapa harga maksimum yang harus dikenakan agar penerimaan paling sedikit Rp 15.untuk dapat memperoleh laba paling sedikit Rp 100.500.000. 174 Persamaan dan Pertidaksamaan .000.

Perhatikan definisi dibawah ini. menggerakkan gambar dalam suatu ruang.Bab 3 MATRIKS Matriks banyak dipakai untuk pengembangan berbagai macam cabang matematika. Namun Pada buku ini hanya mengenalkan matriks. operasi pada matriks. teori graf. seperti penyelesaian persamaan linear. Matriks 175 . dan sebagainya. Dalam penerapannya di bidang grafika komputer matriks dipakai untuk merepresentasi struktur data dari suatu graf. operasi yang berlaku dan beberapa sifat matriks. menyatakan sebuah gambar (citra). dan sebagainya. tranformasi linear. dan penggunaannya pada penyelesaian sistem persamaan linear.1 Matriks Dan Operasinya Pada bagian ini akan dibahas tentang definisi matriks. dalam hal ini elemen dari matriks dibatasi pada bilangan real saja. 3.

CONTOH 3. 0 7 Ukuran matriks ditunjukan dengan banyaknya baris dan banyaknya kolom. Bilangan-bilangan dalam susunan itu dinamakan anggota/elemen matriks tersebut. 3 −2 4 −2 2 0 . Secara umum notasi untuk sebauh matriks menggunakan huruf besar. sedangkan anggota dari matriks biasanya menggunakan huruf kecil.1 Beberapa contoh matriks: 1 −2 1 2 2 .1: Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang. matriks yang ketiga juga dinamakan dengan matriks baris atau vektor baris karena hanya terdiri dari sebuah baris saja.1 secara berurutan. Begitu juga matriks selanjutnya mempunyai ukuran 3 x 3. karena hanya terdiri dari sebuah kolom saja.DEFINISI 3.1. seperti pada Contoh 3.1. ukuran matriks pertama adalah 3 x 2. −2 3 5 1 −1 1 2 3 . Keduanya. Matriks yang terakhir adalah matriks kolom atau vektor kolom. vektor kolom dan vektor baris biasa dilambangkan dengan sebuah huruf kecil tebal atau huruf kecil diberi garis atasnya.1. 176 Matriks . karena matriks terdiri dari tiga baris dan dua kolom.

maka matriks tersebut dapat ditulis sebagai 𝑎11 𝑎21 ⋮ 𝑎𝑚1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑚2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑚3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑚𝑛 𝐴 = atau dapat ditulis 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 Jika diinginkan untuk menyebut sebuah anggota matriks A pada baris ke-i dan kolom ke-j. i. Beberapa contoh matriks baris adalah 2 −7 . 4 2 5 0 ii. Selanjutanya kita akan melihat operasi apa saja yang dapat dikenakan pada matriks. −2 kolom. Jika banyaknya baris m = 1. Beberapa contoh matriks baris adalah 3 2 .2 Matriks A mempunyai ukuran m × n. maka penyebutan itu menggunakan notasi (A)ij = aij. Jika banyaknya baris n = 1. maka matriks A dinamakan matriks baris.1. ■ Beberapa istilah matriks Untuk matriks 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 . 0 . maka matriks A dinamakan matriks Matriks 177 . 1 3 −1 3 6 2 2 1 .CONTOH 3.

iii. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. Jika semua elemen A adalah 0. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks diagonal. Jika banyaknya baris m = banyaknya kolom n. 0 −2 0 0 −3 0 0 9 vi. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 < 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. maka matriks A dinamakan matriks bujursangkar (square matriks). Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. Beberapa contoh matriks identitas adalah 1 𝐼2 = 0 0 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≥ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga bawah. Beberapa contoh matriks bujursangkar adalah −2 . 2 −7 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑛𝑜𝑙. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks identitas (satuan). 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 1. biasa disimbulkan dengan In. 1 𝐼3 = 1 0 0 1 0 0 0 0 . Beberapa contoh matriks diagonal adalah 3 0 0 2 0 . maka matriks A dinamakan matriks nol (0). 3 5 −2 3 −2 2 0 4 4 1 3 iv. Beberapa contoh matriks nol adalah 0 0 0 0 0 . 178 Matriks . 1 𝐼4 = 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 vii. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 0 0 0 0 0 v.

−3 6 6 5 −3 2 −3 2 1 Matriks 179 .3 Pandang beberapa matriks di bawah ini. 5 1 0 4 −2 3 −2 0 0 . CONTOH 3.Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 1 2 0 .1. 0 1 −3 6 −3 0 5 2 . Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑗𝑖 maka matriks A dinamakan matriks simetri. maka berlaku aij = bij Perhatikan contoh dibawah ini.2: Dua matriks dikatakan sama jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama dan anggota yang berpadanan juga sama. 7 1 0 3 14 −1 3 0 0 0 0 2 2 0 0 0 1 viii. 0 1 DEFINISI 3. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 > 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. Jika ada dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dikatakan sama. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. Beberapa contoh matriks simetri bawah adalah 3 0 .1. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≤ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga atas. Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 3 2 . 0 0 1 𝐼4 = 2 0 0 0 3 −1 0 0 4 5 0 0 0 3 5 1 ix.

Matriks B tidak sama dengan matriks C karena kedua matriks tersebut tidak mempunyai ukuran yang sama.bij . CONTOH 3. maka: 1.3: Jika dua matriks A dan B mempunyai ukuran yang sama. Penjumlahan matriks A dan B A+B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B. 𝐵 = . 𝐶 = 3 4 3 4 3 4 5 6 Jika matriks A = B. elemen cij = aij + bij. Pengurangan matriks A dan B A-B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B. DEFINISI 3. maka kedua matriks tersebut dapat dijumlahkan atau dikurangkan. Jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama. elemen cij = aij .𝐴 = 1 𝑥 1 2 1 2 . 2. Untuk menambahkan atau mengurangkan kedua matriks tersebut anggota yang berpadanan dijumlahkan atau dikurangkan.4 Pandang beberapa matriks di bawah ini.1.1. Matriks yang tidak mempunyai ukuran yang sama tidak dapat dijumlahkan atau dikurangkan Dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dapat dijumlahkan atau dikurangkan. maka nilai x pada A harus sama dengan 2. 180 Matriks .

𝐵 = 3 4 1 2 1 2 .5 Pandang beberapa matriks di bawah ini. apa bisa dilakukan?. DEFINISI 3. 𝐶 = 4 3 4 5 6 Dapatkan A + B dan A-B. 𝐵 = 3 4 3 1 2 2 5 4 6 Dapatkan 2A dan − 𝐵. CONTOH 3.4: Jika sembarang matriks A dikalikan dengan scalar c.𝐴 = 1 −2 5 .1. maka cA adalah sebuah matriks yang ukuranya sama dengan ukuran A dan elemennya adalah caij.1. 𝐴 = 1 −2 1 . Penyelesaian: 2𝐴 = 2 1 3 −2 2 −4 = 4 6 8 Matriks 181 . Penyelesaian: A+B = 1 −2 5 + 3 4 1 1 3 1 + 5 −2 + 2 6 2 = = 3+1 4+4 4 4 0 8 𝐴 − 𝐵 = −2 5 2 1−5 − = 4 1 4 3−1 −4 −4 −2 − 2 = 2 0 4−4 Cobalah lakukan penjumlahan A dengan C.

atau 𝑐𝑖𝑗 = 𝑛 𝑘=1 𝑎𝑖𝑘 × 𝑏𝑘𝑗 dengan i=1. m CONTOH 3. 2. …. n dan j=1. 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = 1 3 −2 1 0 × 4 2 3 1 0 + −2 3 −3 = 3 0 + 4(3) 11 −6 12 1 −2 1 0 . 𝐵 = 3 4 2 3 = 1 1 + −2 2 3 1 + 4(2) Selanjutnya cobalah untuk mengalikan A dengan C.6 Dapatkan perkalian matriks A dan B jika 𝐴 = Penyelesaian: C= A x B. matriks C berukuran 2x2 karena ukuran A adalah 2x2 dan ukuran B adalah 2x2.1. jika matriks A mempunyai ukuran m × p. dan matriks B harus mempunyai ukuran p × n maka hasil-kali A dan B adalah sebuah matriks C yang mempunyai ukuran m x n dan anggota cij berasal dari jumlahan perkalian antara baris ke-i dari matriks A dengan kolom ke-j dari matriks B. ….1 𝐵 2 = 1 2 1 2 3 2 1 2 5 2 3 DEFINISI 3. 2.7 Dapatkan perkalian matriks A dan B 182 Matriks .5: Dua matriks A dan B dapat dikalikan.1.1. CONTOH 3.

matriks C berukuran 2x4 karena ukuran A adalah 2x3 dan ukuran B adalah 2x4.1.8 Dapatkan transpos dari matriks A dan B jika 𝐴 = 1 2 𝐵 = 3 4 2 1 Penyelesaian:  Tranpose matriks A 5 0 6 1 0 2 1 −2 3 4 2 . 1 3 1 2 −2 2 × 3 4 4 1 2 1 = −1 17 5 0 6 1 0 2 2 6 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = −4 −7 23 39 Selanjutnya kalau kita mencoba mengalikan A dengan C.6: Matriks transpose dari matriks A ditulis AT atau A‟ yang elemennya merupakan elemen A dengan mengubah baris i menjadi kolom i atau mengubah kolom ke i menjadi baris ke i. tidak dapat dilakukan karena ukurannya tidak memungkinkan untuk dikalikan. DEFINISI 3. 1 Matriks 183 . 𝐵 = 3 1 2 2 5 4 6 1 0 0 1 2 Penyelesaian: C= A x B. CONTOH 3.jika 𝐴 = 1 −2 3 4 1 2 .1.

9 Dapatkan trace dari matriks 𝐴 = Penyelesaian: tr(A) = 1 + 4 = 5 tr(B) = 1+4 + 0 = 5 1 3 1 −2 dan 𝐵 = 3 4 2 2 5 4 6 . pengurangan. matriks segitiga bawah. maka trace A dinyatakan dengan tr(A). 1 3 2 2 4 1 𝐵𝑇 = 5 6 0 0 1 2 DEFINISI 3. matriks nol. matriks segitiga atas. matriks kolom.7: Jika A merupakan persegi.1 𝐴𝑇 = −2 2  3 4 1 . dan matriks simetri. CONTOH 3. matriks identitas.  Untuk matriks bujur sangkar A. dan perkalian asal memenuhi syarat operasi yang telah didefinisikan. 1 0  RANGKUMAN   Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang. matriks diagonal. matriks bujur sangkar. penjumlahan.1.  Pada matriks berlaku operasi kesamaan. didefinisikan sebagai jumlah elemen pada diagonal utama matriks A. 184 Matriks . Tranpose matriks B.1. trace A = tr(A) merupakan jumlahan elemen pada diagonal utama matriks A. Berbagai macam matriks diantaranya: matriks baris.

1 3 𝑎 = 3 3 𝑐 𝑏 𝑑 b. (A-B)T 𝐴 = 2 4 c. a. Apakah A+AT simetri? c. c. dan 𝐶 = 0 1. Apakah C+CT dapat dilakukan? −2 −3 . Apakah (B+B)T simetri? 3. 𝐵 = 2 3 2 . d pada persamaan matriks berikut ini. Tentukan nilai a. b. maka: 2 3 1 a. 𝐵 = 2 3 b. 4. 1 2 3 2 2 2 3 2 3 1 0 0 2 1 0 1 0 1 b. 0 −2 2 0 0 −3 2 0 0 0 0 0 0 0 4 0 3 0 c. A-AT 2 . AT+BT b. Jika diberikan matriks 2 −2 2 . Jika diberikan matriks 1 −2 3 . A-B d. 𝑎 − 1 𝑎 + 𝑏 3 = 5 3 𝑐 𝑏 2 − 1 𝑑 3 Matriks 185 . Apakah B+BT dilakukan? dapat d. a. Tentukan jenis matriks berikut ini. d. (A+B)T f. 2A+3B e. maka dapatkan: 1 3 1 a. dan 𝐶 = 1 2.SOAL LATIHAN 3-1 𝐴 = 1 4 −1 3 .

5. a.2. B2. AB. Jika 2𝑏 + 𝑎 0 −6 = 4𝑧 + 1 3 2𝑧 diberikan matriks 𝐴 = 1 4 −1 3 . matriks yang tidak mempunyai invers dikatakan matriks singular. matriks A disebut matriks yang dapat dibalik atau matriks yang punya invers dan matriks B disebut invers dari matriks A dan ditulis A-1. Sebelumnya perhatikan definisi invers dibawah ini. (ABC)T c. 𝐵 = 2 3 2 . BA d. BTA e. sedemikian hingga berlaku AB = BA = I.2 I nvers Matriks Pada bagian ini akan dibahas tentang invers dari suatu matriks dan cara mencari inversnya. d pada persamaan matriks berikut ini. ditulis B-1. 𝑎 + 1 𝑑 − 1 6. Tentukan nilai a. Sebaliknya matriks A adalah invers dari matriks B. ATB.1: Misal A merupakan matriks bujur sangkar dan misal ada matriks bujur sangkar B yang berukuran sama dengan ukuran A. 186 Matriks . Sifat-sifat dasar dari suatu matriks yang mempunyai invers. A(BC). c. maka periksalah mana diantara hasil perkalian 1 3 1 matriks berikut ini yang dapat dioperasikan dan dapatkan hasil perkaliannya. (AB)C b. Matriks yang mempunyai invers dikatakan matriks non singular. b. DEFINISI 3. CT BT AT 3. A2. dan 𝐶 = 0 2 −2 2 . C2 f. Sebaliknya.

1: Jika matriks A dan B adalah matriks yang mempunyai invers dan berukuran sama.2. TEOREMA 4. yaitu B-1A-1. Secara simultan telah ditunjukan bukti untuk (1) dan (2). Jika suatu matriks mempunyai invers. Perlu diperhatikan bahwa tidak setiap matriks bujur sangkar mempunyai invers. (AB)-1 = B-1A-1 Bukti: Dengan mengalikan kedua sisi pada statemen nomor 2 dengan AB. atau A-1=B. maka (AB)(B-1A-1) = ABB-1A-1 = AIA-1 = I. atau B-1=A matriks B adalah invers dari matriks A. Matriks 187 . Oleh karena (AB)(B-1A-1) = I. Dapat kita lihat bahwa: 2 −1 3 1 0 5 2 −5 = = 𝐼 0 1 2 −1 3 1 3 5 = 0 1 2 0 = 𝐼 1 2 −5 −1 3 Oleh karena AB=BA=I maka:   matriks A adalah invers dari matriks B.2. matriks AB mempunyai invers. 2.1 Misal 𝐴 =   3 1 3 𝐴𝐵 = 1 𝐵𝐴 = 5 2 −5 dan 𝐵 = . maka invers dari matriks ini adalah tunggal (hanya ada satu). AB juga mempunyai invers.CONTOH 3. maka: 1.

2: Jika A merupakan matriks bujur sangkar.2.2. Jika matriks A mempunyai invers. berikut ini akan ditampilkan beberapa definisi dan teorema yang tidak dibuktikan. DEFINISI 3.2 Misal 𝐴 =    1 1 1 𝐴𝐵 = 1 𝐴−1 = 𝐵−1 = 2 2 2 dan 𝐵 = . maka dapat didefinisikan 𝐴−𝑛 = (𝐴−1 )𝑛 = 𝐴−1 𝐴−1 𝐴−1 … 𝐴−1 188 Matriks . Periksalah bahwa: 3 2 3 2 2 2 6 8 = 3 2 3 8 11 3 −2 −1 1 −1 −1 1 2 11 2 3  (𝐴𝐵)−1 = −4 3 2 −4 3 3 −1 −2 −4 = 2 = (𝐴𝐵)−1 1 −4 3 11  𝐵−1 𝐴−1 = −1 −1 1 Untuk menambahkan wawasan kedalaman tentang pembahasan matriks. maka dapat didefinisikan 𝐴0 = 𝐼 dan 𝐴𝑛 = 𝐴𝐴𝑛−1 dengan n > 0.CONTOH 3.

untuk n bilangan bulat positif.3: Jika matriks A mempunyai invers.TEOREMA 4. n adalah bilangan bulat.2.3 Misal 𝐴 =    𝐴−1 1 2 .2. TEOREMA 4.2. maka AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 . Untuk k scalar yang tak nol. Matriks 189 . Periksalah bahwa: 1 3 3 −2 = −1 1 1 2 1 3 1 2 1 3 1 2 11 = 1 3 15 3 −2 −1 1 30 41 3 −2 −1 1 𝐴3 = 𝐴−3 = (𝐴−1 )3 = = 41 −15 3 −2 −1 1 −30 11 TEOREMA 4.2. kA mempunyai invers dan (𝑘𝐴)−1 = 𝐴−1 . 𝐴−1 mempunyai invers dan (𝐴−1 )−1 = 𝐴. maka 1.3: Jika matriks A mempunyai invers. 𝐴𝑛 mempunyai invers dan (𝐴𝑛 )−1 = (𝐴−1 )𝑛 .2: Jika matriks A merupakan matriks bujur sangkar dan m. 2. 1 𝑘 CONTOH 3. maka 𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚+𝑛 dan (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 . 3.

 (AB)-1 = B-1A-1  Untuk matriks bujur sangkar A.CONTOH 3. Dapatkan invers dari AT. −1 1 Penyelesaian: Berdasarkan teorema 4.2. maka:  Invers A disimbulkan dengan 𝐴−1 . berlaku:  𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚 +𝑛  (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 dengan m.4 Misal 𝐴 = 1 2 dan dari contoh sebelumnya bahwa 1 3 𝐴−1 = 3 −2 .  AB juga mempunyai invers. dan Invers B disimbulkan dengan 𝐵 −1 .  Untuk matriks A yang mempunyai invers. (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 = 3 −2 −1 1 𝑇 = 3 −1 −2 1  RANGKUMAN  Untuk matriks A dan B yang mempunyai invers. n adalah bilangan bulat.3.2. matriks AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 190 Matriks .

𝐴 = b. 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 1 −1 3 1 . 𝐵 = −2 5 −2 −1 2.SOAL LATIHAN 3-2 1. 𝐵 = −2 0 1 1 0 6 1 −3 0 0 1 0 1 3 1 . 𝐴 = 0 2 0 0 1 0 0 3 1 . (𝐴−1 )−1 c. 𝐴 = 1 2 3 2 1 −1 3 3 . 𝐴 = c. (𝐴𝐴−1 )−1 d. Carilah nilai x. 1 a. a. 𝐵 = 1 −1 1 4 −2 4 6 4 0 1 4 1 4 0 1 4 −3 4 5. 𝐴 = 0 2 1 b. agar matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐵 = 4 −2 1 1 −1 6 1 0 1 −3 3. 𝐴 = d. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐵 = 1 2 −1 1 0 −3 2 b. a. 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 4. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐴 = 1 0 0 . 𝐵 = 0 1 1 2 3 2 . (𝐴𝑇 )−1 b. Jika diberikan matriks maka: Matriks 191 . Jika maka: diberikan matriks 𝐴 = 2 4 1 2 −4 −3 dan 𝐴−1 = 16 3 2 2 a. 𝐵 = 0 1 0 0 1 −1 3 5 −3 . 𝐴−2 1 𝐴 = 0 2 0 0 3 1 . 𝐴 = 1 0 1 .

Pendefinisian nilai dari suatu determinan akan dibahas setelah ini. ( 1 𝐴)−1 11 3. tetapi perlu diperhatikan bahwa determinan hanya didefinisikan untuk ukuran n x n (berorder n). …. 𝐴−2 d. (𝐴2 )−1 1 0 1 2 dan 𝐵 = 𝑥 11 1 −11 −3 −6 14 6 −7 16 b. kolom. ann disebut elemen diagonal utama dari determinan.a. 192 Matriks . Elemen a11. akan ditekankan bahasan pada pengertian determinan sebagai fungsi yang mengaitkan setiap matriks bujur sangkar A dengan suatu bilangan real yang disebut determinan dari A dan dinotasikan dengan det(A) atau |A|. dengan 2 4 𝐴 = −3 2 4 1 a. Determinan untuk suatu matriks Anxn ditulis 𝑎11 𝑎21 det(A) = |A| = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑛𝑛 merupakan suatu nilai real tertentu yang terdefinisi.3 Determinan Dalam subab ini. (𝐴𝑇 )−1 b. a22. Agar matriks B merupakan invers dari matriks A. Pengertian baris. dan unsur pada matriks berlaku juga untuk determinan. (𝐴−1 )−1 c. (𝐴𝐴−1 )−1 d. Tentukan x c. 𝐴−2 6.

maka: 𝐾11 𝐾21 ⋮ 𝐾𝑛1 𝐾12 𝐾22 ⋮ 𝐾𝑛2 𝐾13 𝐾23 ⋮ 𝐾𝑛3 … 𝐾1𝑛 … 𝐾2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝐾𝑛𝑛 (3. Matriks 𝐾 = dinamakan matriks Kofaktor. 2. CONTOH 3. Matriks KT dinamakan adjoint dari A.Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11. diperoleh dengan mengalikan minor Mrs dengan (-1)r+s. Misal 𝐴 = Penyelesaian:   Determinan dari A = det(A)= Minor dari setiap elemen A: 3 −1 −5 2 Matriks 193 . Minor dan kofaktor −1 2 dari setiap elemen A. Akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars. tuliskan determinan dari A.1: Jika matriks Anxn adalah matriks bujur sangkar dan Kij merupakan kofaktor dari elemen aij. Kofaktor dari unsur ars dinotasikan dengan Krs.3.3.1) 1. apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus (dihilangkan) dari matriks A.3. yaitu Krs = (-1)r+sMrs DEFINISI 3. Pada suatu determinan dari matriks An×n. ditulis adj(A)=KT. Juga dapatkan matriks Kofaktor dan adj(A).1 3 −5 .

2 1.3) Rumusan pada definisi di atas ini dinamakan expansi Laplace. 3 DEFINISI 3. Ingat bahwa |2| determinan tingkat nilai mutlak.2) untuk suatu baris i (3. dihapus. dihapus. 3 −5 o M12=|-1|=-1 baris 1 dan kolom 2 pada −1 2 3 −5 o M21=|-5|=-5 baris 2 dan kolom 1 pada −1 2 3 −5 o M22=|3|=3 baris 2 dan kolom 2 pada −1 2  Kofaktor dari setiap elemen A: o K11=(-1)1+1M11=2 o o o  K12=(-1)1+2M12=-(-1)=1 K21=(-1)2+1M21=-(-5)=5 K22=(-1)2+2M22=3 Matriks Kofaktor dari A.2: (NILAI DETERMINAN) Nilai determinan dari matriks Anxn adalah jumlahan dari hasil kali elemen – elemen dalam satu baris (kolom) dengan kofaktornya. 194 Matriks . 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = 2 1 5 .3. atau det 𝐴 = Atau det 𝐴 = 𝑛 𝑗 =1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 .3. 𝑛 𝑖=1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 . 𝐾 = 2 5 1 .3.o M11=|2|=2 baris 1 dan kolom 1 pada 3 −1 −5 dihapus. untuk suatu kolom j (3. bukan dihapus. 3  Matriks adj dari A.

3.3 Misal 𝐴 = 3 −1 𝑥 − 5 .3. 3. CONTOH 3. CONTOH 3.Dari definisi di atas terlihat dengan jelas bahwa determinan matriks merupakan suatu skalar (nilai real) yang diperoleh dari elemen-elemen matriks dengan operasi tertentu. maka det(A) = ad -bc 𝑑 Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut.3.2 3 −1 Penyelesaian: Misal 𝐴 = −5 . maka dapatkan nilai x.3. 2 det(A) = ad-bc = 3(2) – (-5)(-1) = 6-5 = 1.1 Determinan Tingkat Dua Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3. dapatkan determinan dari A.3) dengan memilih 𝑎11 𝑎12 i=1. 2 Penyelesaian: det(A) = ad-bc 2 = 3(2) – (x-5)(-1) Matriks 195 . Jika matriks 𝐴 = 𝑎 𝑐 𝑏 . jika |A|=2. determinan dari matriks 𝐴 = 𝑎 adalah: 21 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎22 − 𝑎12 𝑎21 Dari sini dapat dikatakan bahwa determinan dari matriks 2x2 adalah perkalian elemen diagonal utama dikurangi denga perkalian elemen diagonal kedua.

determinan dari matriks 𝑎11 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 adalah: det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 + 𝑎13 𝐾13 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 + 𝑎13 (−1)1+3 𝑀13 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎 32 𝑎23 𝑎21 − 𝑎12 𝑎 𝑎33 31 𝑎23 𝑎21 +𝑎13 𝑎 𝑎33 31 𝑎22 𝑎32 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 𝑎33 = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎32 𝑎23 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 − 𝑎31 𝑎23 + 𝑎13 (𝑎21 𝑎32 − 𝑎31 𝑎22 ) = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎12 𝑎23 𝑎31 + 𝑎13 𝑎21 𝑎32 −𝑎13 𝑎22 𝑎31 + 𝑎11 𝑎23 𝑎32 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 Untuk memudahkan pencarian nilai determinan tingkat 3 secara manual.3. dari hasil rumusan di atas dapat ditata menjadi: + + + 𝑎11 𝑎12 𝑎13 𝑎11 𝑎12 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎22 𝑎23 𝑎21 𝑎22 𝑎31 𝑎32 𝑎33 𝑎31 𝑎32 196 Matriks .2 = 6 +x-5 atau x = 1.2 Determinan Tingkat Tiga Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3.3.3) dengan memilih i=1. 3.

Ini yang dinamakan dengan aturan Sarrus. Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut.5 Misal 𝐴 = −1 3 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −5 0 2 1 0 2 −5 0 2 1 .3 Sifat-Sifat Dasar Determinan Berikut ini diberikan beberapa sifat dasar determinan dalam bentuk teorema tanpa bukti.4 3 Contoh 3. Dengan sifat-sifat ini penghitungan nilai determinan dapat lebih sederhana.3. CONTOH 3. dapatkan determinan dari A. 0 2 3 −5 −1 2 3 0 = 3(2)2 – (-5)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-5)(-1)2 = 12 +15 + 0 – 0 + 0 – 10 = 17 3 −𝑥 Misal 𝐴 = −1 2 3 0 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −𝑥 2 0 0 1 2 0 1 . 2 3 −1 3 −𝑥 2 0 10 = 3(2)2 – (-x)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-x)(-1)2 10 = 12 +3x + 0 – 0 + 0 – 2x atau x =-2.3.3. maka dapatkan nilai x. Matriks 197 . 3. jika |A|=10.

maka nilai determinan tersebut adalah nol. Jika semua unsur dari satu baris (atau kolom) suatu determinan dapat ditulis sebagai jumlahan dua bilangan. Jika unsur-unsur yang bersesuaian dari dua baris (atau kolom) dari suatu determinan sebanding. Jika unsur-unsur dari satu baris atau kolom suatu determinan semuanya nol.elemen sembarang baris atau kolom pada determinan tersebut dikalikan k.i. Jika unsur-unsur suatu baris (atau kolom) determinan diganti dengan menambahkan pada unsur-unsur tersebut k kali unsurunsur yang bersesuaian pada baris (atau kolom) yang lain. ii. Invers dari matriks non-singular A yang berukuran n × n dapat dinyatakan 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎𝑑𝑗(𝐴) Sifat-sifat di atas. Jika sembarang dua baris (atau kolom) dari determinan ditukar letaknya. vi. Nilai suatu determinan tidak berubah jika baris-barisnya ditulis sebagai kolom-kolom dan sebaliknya. maka nilai determinan tersebut adalah nol. maka nilai determinan tersebut tetap tidak berubah. Nilai suatu determinan menjadi kelipatan k nilai determinan semula jika elemen . maka determinan tersebut dapat ditulis sebagai jumlahan dua determinan. iv. viii. vii. merupakan sifat penting dan sering digunakan dalam penghitungan nilai suatu determinan dan invers matriks. iii. v. maka nilainya menjadi -1 kali determinan semula. 198 Matriks .

3. 2 Penyelesaian:  Telah diperoleh dari contoh sebelumnya bahwa det 𝐴 = 3 2 − (−1)(−5) = 1. Jika matriks 𝐴 = i.6 Misal 𝐴 = 3 −1 −5 . dapatkan invers dari A.3. ii.3.  𝑎𝑑𝑗(𝐴) = 2 5 1 3 Matriks 199 . 𝑏 dan det(A) tidak nol.4 Mencari Invers Matriks Untuk mencari invers matriks yang berukuran n × n dapat rumusan 𝐴−1 =  1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 Invers matriks berukuran 2×2 Kita akan mencari invers matriks yang berukuran 2×2 dengan menggunakan determinan dan adjoint. 𝑎 CONTOH 3. maka: 𝑑 𝑑 −𝑐 Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾 = −𝑏 𝑎 Matriks adjoint dari A adalah 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = Matriks invers dari A adalah 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎 𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 𝑎 adj 𝐴 = 1 𝑎𝑑 −𝑏𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 . iii.

𝑎11 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎11 𝑎23 𝑎21 𝑎33 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 ii. dapatkan invers dari A. bisa menggunakan aturan sarrus. Matriks kofaktor dari A adalah 200 Matriks . 3 2 Penyelesaian: Kita selesaikan langsung menggunakan rumus untuk invers matriks berukuran 2×2.7 Misal 𝐴 = 4 2 . Mencari nilai determinan dari A. Invers dari 𝐴 adalah 𝐴−1 = 1 𝑎𝑑𝑗 𝑑𝑒𝑡 (𝐴) 𝐴 = 1 1 2 5 2 = 1 3 1 5 3 CONTOH 3.3. Mencari matriks kofaktor dari A dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 . i. diperoleh 𝐴−1 = = 1 𝑑 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 −𝑐 1 4 2 −2(3) −𝑏 𝑎 1 −1 2 −2 = −3/2 2 −3 4  Invers matriks berukuran 3×3 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 dan A non singular. dapat dicari sebagai berikut. 𝑎33 𝑎11 Misal matriks 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 Invers matriks A.

Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 CONTOH 3.𝐾11 𝐾 = 𝐾21 𝐾31 𝐾12 𝐾22 𝐾32 𝐾13 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾33 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT iii. dapatkan invers dari A. Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾11 𝐾12 𝐾13 𝐾 = 𝐾21 𝐾22 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾31 𝐾32 𝐾33 𝐾11 = (−1)1+1 𝑀11 = 1 3 = 1 1 − 3 1 = −2. Dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 . Mencari nilai determinan dari A.8 1 Misal matriks 𝐴 = 2 4 Penyelesaian: i. Mencari matriks kofaktor dari A. bisa menggunakan aturan sarrus. ii. 1 det(A)=|A|= 2 4 0 1 1 0 1 3 2 1 1 1 4 1 0 1 1 3 . 1 2 det(A)=1-0+2-(4+3+0)=-4. 1 1 Matriks 201 .3. matriks A non singular.

Jadi 𝐾 = −2 −1 1 −1 −1 1 −2 1 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT= 10 −3 −2 −1 iii. −0 4 = −1. Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 1 −4 = −2 10 −2 1 −1 −3 −1 −1 1 1/2 −1/4 1/4 1/4 = −10/4 3/4 1/2 1/4 −1/4 Silahkan dicoba untuk mengalikan A dengan 𝐴−1 . 4 = −3. apa hasil yang didapat ? 202 Matriks . = −1. −1 2 2 = 1. − 1 1 } = 1. 1 4 = −2. 2 1 =2 1 −1 4 1 0 1 =− = −{0 2 1 2 1 1 = = 1 1 −1 4 2 1 0 =− =− 1 1 4 1 0 1 = = 0 3 −1 1 3 1 1 =− =− 1 3 2 3 1 0 = = 1 1 −0 2 1 1 = −1.- 𝐾12 = (−1)1+2 𝑀12 = − 𝐾13 = (−1)1+3 𝑀13 = 𝐾21 = (−1)2+1 𝑀21 𝐾22 = (−1)2+2 𝑀22 𝐾23 = (−1)2+3 𝑀23 𝐾31 = (−1)3+1 𝑀31 𝐾32 = (−1)3+2 𝑀32 𝐾33 = (−1)3+3 𝑀33 −2 10 1 −3 −1 −1 2 4 3 = −{2 1 − 3 4 } = 10.

dengan Krs = (-1)r+sMrs     Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11. maka det(A) = ad -bc 𝑑 1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 SOAL LATIHAN 3-3 1. ditulis adj(A)=KT. 𝐴 = c. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2. Matriks 203 . a. Matriks KT dinamakan adjoint dari A. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. Dapatkan Kofaktor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. RANGKUMAN  Pada suatu determinan. Dapatkan Minor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. Jika matriks 𝐴 = 𝐴−1 = 𝑎 𝑐 𝑏 . 𝐴 = d. akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars=Mrs. apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus dari determinan. Krs adalah Kofaktor dari unsur ars.

𝐴 = 0 3 2 1 0 1 0 1 b. matriks kofaktor. dan invers dari matriks berikut ini. 𝐴 = d. a. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐴 = d. a. 𝐴 = c. 𝐴 = 5 0 0 6 b. adjoint. 𝐴 = 1 0 −2 1 6 1 204 Matriks . daninvers dari matriks berikut ini. 𝐴 = 0 3 2 1 1 c . Dapatkan Matriks Kofaktor. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = d. Dapatkan Matriks Kofaktor. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 6. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 3. dan invers dari matriks berikut ini. 𝐴 = −2 6 0 0 0 1 1 −3 5. 1 0 a. Dapatkan nilai determinan. 𝐴 = c. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2 3 1 2 4. 𝐴 = 0 2 0 1 0 d. 1 0 a.a. 𝐴 = c. b = 1 −2 6 1 4 0 0 0 1 1 −3 0 1 −3 0 0 3 1 1 −1 d. adjoint. adjoint.

1 = c. a. 1 2 𝑥 − 5 =5 1 2 𝑥 − 1 𝑥 + 3 = 𝑥 −2 5 8. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini.7. d. Tunjukkan bahwa: 11. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. 0 2𝑥 0 3 1 0 1 =4 𝑥 − 1 9.Buktikan bahwa: Matriks 205 . Buktikan bahwa: 10. 2 − 𝑥 1 5 2 − 𝑥 1 6 3 = 𝑥 𝑥 b. 1 0 𝑥 a. 1 = 0 3 1 2 1 𝑥 − 1 𝑥 b.

4.2) (3. 𝑎11 𝑥1 + 𝑎12 𝑥2 +𝑎13 𝑥13 + ⋯ + 𝑎1𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏1 𝑎21 𝑥1 + 𝑎22 𝑥2 +𝑎23 𝑥13 + ⋯ + 𝑎2𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏2 … 𝑎𝑛1 𝑥1 + 𝑎𝑛2 𝑥2 +𝑎𝑛3 𝑥13 + ⋯ + 𝑎𝑛𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏𝑛 Persamaan (3. yang diselesaikan dengan metoda grafis dan substitusi.4.1) dengan 𝑎11 𝑎21 𝐴 = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑥1 𝑥2 ⋮ 𝑥𝑛 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … … ⋱ … 𝑎1𝑛 𝑎2𝑛 ⋮ 𝑎𝑛𝑛 𝑋 = 206 Matriks . 𝐴𝑋 = 𝐵 (3. Sekarang kita coba selesaikan dengan menggunakan matriks.1) dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks seperti berikut ini. seperti berikut ini. Ingat kembali tentang sistem persamaan linear dengan n buah variabel dan n buah persamaan.3.4 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Matriks Pada bab 2.4. telah mengenalkan tentang sistem persamaan linear.

𝐵 = 𝑏1 𝑏2 ⋮ 𝑏𝑛 CONTOH 3. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 CONTOH 3. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1 3 1 −2 𝑥 10 𝑦 = 3 𝑧 −1 Coba lakukan pengalian matriks terhadap persamaan di atas ini. apakah kembali ke bentuk seperti persamaan semula?.4. Matriks 207 .4.1 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks.2 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks.

Selanjutnya kita akan membahas penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan matriks dan determinan.

3.4.1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Invers Matriks
Perhatikan kembali persamaan (3.4.2), jika kedua ruas kita kalikan dari kiri dengan invers A, didapat 𝐴−1 𝐴𝑋 = 𝐴−1 𝐵 I𝑋 = 𝐴−1 𝐵 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 (3.4.3)

Jadi persamaan (3.4.3) merupakan penyelesaian sistem persamaan linear persamaan (3.4.1). CONTOH 3.4.3 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 𝑥2 = 5 1 2 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Invers dari A:

208

Matriks

𝐴−1 =

1 1 2 𝐾 = 2 1 −1 𝐴 1 2 2/3 −1/3 = −1/3 2/3 2/3 −1/3 −1/3 2/3

1 −1 2 −1 = 2 −1 2 4−1

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 1/3 3 = 7/3 5 𝑥

1 = 1/3 dan 𝑥2 = 7/3

CONTOH 3.4.4 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 , 𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Invers dari A: 𝐴−1 = 1 𝐾 = 2 𝐴 −1 2 1 −1 3 1 1 −1 −2 −1 −5 0 −10 −1 0 −4 −5 −2

Matriks

209

= 

0
1 5

1 5

1

2 1 1 0 −
5

4 5

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 0
1 5 1 5

1

2 1 1 0 −
5 11 5

4 5

10 3 = −1

21 5 11 5

5 𝑥

=

21 5

, 𝑦 = 5 dan 𝑧 =

3.4.2 Metoda Cramer
Untuk menyelesaikan persamaan (3.4.1), dapat menggunakan

determinan dari matriksnya. Metoda ini dinamakan metoda Cramer, namun bukti dari metoda ini tidak dibahas di sini. Pembaca bisa mencari pada literatur lain. Ingat kembali sistem persamaan linear dalam bentuk persamaan matriks berikut ini. 𝐴𝑋 = 𝐵 Jika det(A)≠ 0, maka penyelesaian dari sistem persamaan linear tersebut adalah: 𝑥1 = 𝐷
1 , 𝑥2 𝐷

= 𝐷

2 , 𝐷 𝑥

3 = 𝐷

3 , … , 𝑥𝑛 𝐷

= 𝐷𝑛

𝐷

Dengan D=det(A), dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada determinan D dengan matriks kolom B. Untuk lebih jelasnya, kita lihat contoh-contoh berikut ini.

210

Matriks

CONTOH 3.4.5 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Determinan Dk: 2 1 𝟑 𝐷1 = 𝟓 2 𝐷2 = 1 𝐷 = 1 = 4−1= 3 2 1 =6−5= 1 2 𝟑 = 10 − 3 = 7 𝟓

Penyelesaian untuk X adalah 𝑥1 = 𝐷
1 𝐷

=

1 3

dan 𝑥2 = 𝐷

2 𝐷

=

7 3

CONTOH 3.4.6 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini ddengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1

Matriks

211

𝑦 == 𝐷2 𝐷 Penyelesaian untuk X adalah = −21 −5 = −25 −5 = 5 dan 𝑧 = 𝐷3 𝐷 = −11 −5 212 Matriks . 𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Determinan Dk: 2 𝐷 = −1 2 10 𝐷1 = 3 −1 2 𝐷2 = −1 2 2 𝐷3 = −1 2  𝑥 = 𝐷1 𝐷 −1 3 1 1 = −5 −1 −2 −1 3 1 1 = −21 −1 −2 10 3 3 1 = −25 −1 −2 −1 10 1 3 = −11 −1 −1 .Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 .

Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 2. RANGKUMAN    Sistem persamaan linear dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks 𝐴𝑋 = 𝐵 Penyelesaian sistem persamaan linear persamaan 𝐴𝑋 = 𝐵 mempunyai penyelesaian 𝑋 = 𝐴−1 𝐵. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. Jika det(A)≠ 0. 𝑥𝑛 𝐷 𝐷𝑛 𝐷 = 𝑥3 = = Dengan D=det(A). dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada D dengan matriks kolom B. 𝑥2 𝐷 𝐷2 . 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d. … . SOAL LATIHAN 3-4 1. a. a. 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 Matriks 213 . 𝐷 𝐷3 . maka dengan metode Cramer sistem persamaan linear mempunyai penyelesaian 𝑥1 = 𝐷1 .

a. 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b. a. 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b.3. Bandingkan antara penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan invers matriks dan menggunakan metode Cramer. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 5. Gunakan soal nomor 3 dan 4. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 4. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. mana yang lebih cepat? 214 Matriks .

R. Daftar Pustaka A1 . 2. Matmatika SMU. 2004. Benny Hendarman. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas X. Matematika untuk SMK kelas X. 6. R. 2006. L. Ganeca. Eryanto. Firmansyah Noor. Maman Abdurahman. 2004. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XII Program IPA. Endang Riva‟I. Koko Martono. Matematika untuk SMK kelas XI. R. Endar Sucipto. Matematika Interaktif. 2007. 2005 12. R. Yudhistira. Endang Riva‟I. Rivai Wirasasmita. Ganeca. 9. Sembiring. Penerbit Erlangga.DAFTAR PUSTAKA 1. Matematika Bisnis Manajemen. Matematika Keuangan. Penerbit Armico Bandung. Koko Martono. Herwati. 7. 2007 8. 2004. B. Ganeca. Firmansyah Noor. Koko Martono. Tri Dewilistia.. Endang Jaiman. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XI Program IPA. 2007.K Noormandiri. 2007. 4. Firmansyah Noor. Matematika SMU. Yogia. Benny Hendarman. Penerbit M2S Bandung. Jurusan Matematika ITS. 2007. 13. 2007. 2007. Buku Ajar Kalkulus. Edi Suranto. 5. Matematika 1 untuk SMK kelas X Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen Program Keahlian Akuntansi. Buku Ajar Kalkulus 2. HUP. Yance Lagu M. Eryanto. Yudistira. 2003. Marwanto. 10. dkk.A. Penerbit Yudistira. 11. 3. HUP. Jurusan Matematika FMIPA-ITS Surabaya. Eryanto.

Arman Delta Selaras. Olimpiade Matematika SMU. 2004. 15. Kastolan. Yudistira. Kuntarti. J. Loedbi. Sembiring. 17. 2002. Wila Adiyanto Sukoco. 19. Stewart. 18. Erlangga 2003. 2004. Rama Widya.14. Sulistiono. A2 Daftar Pustaka . Matematika SMU. Hendra Gunawan. Wono Setyo Budhi. Sulasin. Matematika Bilingual. Matematika SMU. 2004. Alih bahasa: I Nyoman Susila. PT. 2003. Penerbit Erlangga. Matematika SMA dan MA.. Srikurnianingsing. 16. Yohanes. Penerbit. Kalkulus.

578 periode. 302 aturan hasil kali. 2 irasional. 547 denominator. 193. 540. 578 daerah asal. 372 aritmatika. 569 C cramer. 4. 4 derajad. 570 unggal eksak. 3 cacah. 601 argumentasi. 405. 521 kuantitatif. 397 desimal. 509 tunggal biasa. See range daerah kawan. 567 A adjoint. 7 Indeks B1 . 551 anuitas. 199 angka baku. 210 D B barisan. 10 tak terbatas. 407 deret. See domain daerah hasil. 405 biimplikasi. 384 geometri. 319 bilangan asli. See kodomain data. 5 real. 2 bulat. 361 aritmatika. 391 bidang datar. 285. 380 geometri. 597. 360. 521 diskrit. 547 kontinu. 521 tunggal. 566 majemuk. 521 kualitatif.INDEKS tunggal. 298 bijektif. 10 kompleks. 410 derajat. 539. 521 kelompok. 13 rasional. 11 bunga.

234. 158 berhingga. 303 histogram. 193 nilai. 281 diskonto. 297 fungsi. 196 diagram. 212 1 x 1. 7 determinan. 192. 199. 159 F faktorial. 159 tak hingga. 159 tertutup. 193. 16 perkalian. 315 hipotesa. 159 terbuka. 246 fungsi obyektif. 406 garis selidik. 316 fungsi objektif. 531 lingkaran. 211. 331 matriks. See negasi injektif. 203. See nilai determinan interval. 20 J jajaran genjang. 535 gabungan. 552 B2 Indeks . 549. 475 frekuensi harapan.terbatas. 195 tingkat tiga. 317 implikasi. 533 dilatasi. 238 invers. 282 himpunan. 530 batang. 497 expansi Laplace. 437. 514 frekuensi penggabungan. 503 garis. 262 G H I ingkaran. 194 sifat-sifat. 578 fungsi. 215. 208 penjumlahan. 197 tingkat dua. 188. 450 disjungsi. 319 E equally likely. 575 domain.. 418 jangkauan. 186. 532 garis.

554 lingkaran. 176. 470 kalimat terbuka. 297 konveks. 193 modal. 552. 552 kofaktor. 418 model matematika. 283 Kontradiksi. 176 mean. 542 minor. 540. 178 kofaktor. 193 anggota. 178 identitas. 447 adjoint. 272 M matriks. 177 nol. 178 diagonal. 203. 178 segitiga atas. 275 kejadian. 206. 454 konjungsi. 272 pernyataan. 180. 273 kalimat terbuka. 293 universal. 179 segitiga bawah. 234 modus. 303 konklusi. 184. 426 pusat. 193 kombinasi. 566 L layang-layang. 297 kuantor eksistensial. 193. 509 saling lepas. 473 perkalian. 466 kodomain. 194. predikat. 487 komplemen. 299 kontraposisi. 246 konvers. 502 komposisi. 175. 426 logika penghubung. 317 koefisien variasi. 542 median. 279. proposisi. 466 saling bebas. 186 transpose. 542 Indeks B3 . 293 kuartil.K kaidah penjumlahan. 505 sederhana. 177 bujursangkar. 466. 506 majemuk. 426 jari-jari. 179 singular. 541. 176 baris. 183 ukuran. 548. 199 kolom. 506. 178 simetri.

166 himpunan penyelesaian. 219 kuadrat. daerah daerah penyelesaian. 140. 5 tak-murni. 465. 305 tollens. 99 linear. 582. 4 kuadrat tak lengkap. 167 sifat-sifat. 147. 160 linear. 157. 160. 216 linear. 534 B4 Indeks . 274 persamaan akar persamaan kuadrat. 5 peluang. 429 persegi panjang. 215. 506 permutasi. 121 kuadrat. 484. 278. 160. 539 pecahan murni. 480 siklik. 582. 99 kuadrat sejati. 99 kuadrat real. 166 pecah rasional. 86 linear dua peubah. daerah penyelesaian. 417 keliling. 273 primitive. 87 penyelesaian persamaan kuadrat. 140 persegi. 169 kuadrat. 476 pernyataan. 100 O operator logika. 295 nilai akhir. 428 pertidaksamaan. 590. 417 P parameter. 158 piktogram. 539 sampel. dua peubah. 307 kuadrat rasional. 477 dengan pengulangan. 153 sistem persamaan linear dua peubah. 593 numerator. 485 Permutasi. penyelesaian. 92 linear satu peubah. 592 nilai tunai. 162. 98 keliling. 277 sistem persamaan linear. 217 pecah rasional. 417 luas. 162 linear. 99 N negasi. 138.ponens. 498 bersyarat. 417 luas.

315 rente kekal. 524. 524 Indeks B5 . 358 polygon frekuensi. 420 sama kaki. 437. 371 R radian. 508 silogisme. See interval sigma. 409 sisi akhir. 303 simpangan. 419 jumlahan sudut dalam.rata. 234 proposisi. 539 premis. 437. 406 lancip. 446 relasi.pola bilangan. 216. 406 sistem persamaan linear. 587. 319 S saldo menurun. 407 tumpul. 587 pranumerando. 595 postnumerando. 549 sisi sudut. 466. 520 sudut. 215. 197 segi tiga tabel T distribusi frekuensi. 409 siku-siku. 410 range. 590. 520 Populasi. 554 statistik. 420 keliling. 405. 465 program linear. 540 refleksi. 273. 407 sisi awal. 520 Sample. 609 sampel. 423 siku-siku.. 317 rata. 225 statistika. 208 sistem pertidaksamaan linear. 566 surjektif. 283 probability. 466 ruang sampel. 497 tereduksi. 587 rotasi. 592 terbatas. 526 frekuensi. See pernyataan luas. 422 sama sisi. 409 suku bunga. 421 selang. 366. 206. 442 ruang nol. 587. 429 segitiga. 536 populasi. 539 sarrus.

433 kemiringan.tabel kebenaran. 289 tautologi. 550 W waktu eksak. 539 keragaman. 299 tautology. 418 luas. 406 titik sampel. 539 V valuta. 582 variansi. 466 trace. 184 transformasi geometri. 300 titik. 437 trapesium. 571 B6 Indeks . 571 U ukuran waktu rata-rata. 539 pemusatan. 437 translasi.