Bandung Arry Sanjoyo, dkk.

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
Untuk SMK
Penulis

Ilustrasi Cover Ukuran Buku SAN m

: Tim : 17,6 x 25 cm

SANJOYO, Bandung Arry Matematika Bisnis dan Manajemen Jilid 1 untuk SMK /oleh Bandung Arry, Sri Suprapti, Nur Asyiah, Dian Winda S ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. viii. 214 hlm Daftar Pustaka : A1-A2 Glosarium : B1-B6 ISBN : 978-602-8320-73-3 978-602-8320-74-0

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2009 Diperbanyak oleh:

CV. ARYA DUTA

Jl. Revolusi No. 29 Villa Pertiwi Sukamaju Depok Telp. (021) 8761630, 87906446 Fax. (021) 8757836 email: marketing@aryaduta.co.id ii

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. , berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit didapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional, sehingga dapat digunakan secara luas oleh pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, kami tayangkan lewat internet agar dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualan harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khususnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai salah satu sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

iii

iv

KATA PENGANTAR
Matematika merupakan suatu alat untuk berkomunikasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan matematika kita dapat mengungkapkan gejala-gejala alam, sosial, dan teknik dengan suatu ungkapan rumusan matematika yang tidak memuat makna ganda. Bahkan dengan berbantuan matematika kita dapat menyelesaikan permasalahan sosial, ekonomi, manajemen, dan teknik dengan penyelesaian yang akurat dan optimal. Fakta menunjukkan bahwa beberapa pemenang nobel untuk bidang ekonomi atau teknik berasal dari matematikawan. Oleh karena itu, mempelajari dan menguasai matematika dari usia sekolah dasar maupun lanjut merupakan suatu kebutuhan. Buku ini disusun dengan memperhatikan konsep berfikir matematis dan selalu mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada permasalahan ekonomi, bisnis, dan manajemen. Pada setiap konsep kecil yang dituangkan dalam suatu sub-bab selalu dikaitkan dengan permasalahan sehari-hari. Juga pada setiap bab diawali dengan kalimat motivasi, pembuka dan perangsang bagi pembaca untuk mengerti dari awal, kira-kira akan dipakai seperti apa dan dimana. Belajar matematika tidak cukup hanya dengan mengerti konsep saja. Harus disertai dengan banyak latihan olah pikir serupa dengan contoh-contoh yang diberikan. Untuk itu, pada setiap akhir sub bab diberikan banyak soal-soal sebagai latihan dalam menguasai konsep dan meningkatkan ketrampilan olah pikir dan penyelesaian permasalahan. Buku Matematika SMK Bisnis dan Manajemen ini terdiri dari 11 bab. Bab awal memuat materi dasar dalam matematika, yang akan dipakai untuk materi lain yang ada pada bab sesudahnya. Setiap bab berisi tentang topik kajian matematika yang disajikan lewat orientasi/ilustrasi, teori, beberapa contoh soal mulai dari yang mudah ke soal yang sulit. Sebelum mengerjakan latihan soalsoal pada setiap subbab, didahului dengan rangkuman, dengan tujuan siswa dapat mengingat hal-hal penting dari subbab yang telah dipelajari.

v

Dengan bekal matematika untuk SMK Bisnis dan Manajemen ini, diharapkan lulusan SMK mempunyai bekal yang cukup dalam berfikir secara logis dan sistematis dengan selalu berpijak pada kaidah-kaidah keilmuan matematika dalam menghadapi problema-problema pada dunia kerja. Penulis sangat menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran untuk perbaikan sangat diharapkan oleh penulis. Suatu penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan fasilitas dalam penyusunan buku ini. Terutama kepada beliaubeliau yang dengan ikhlas mengarahkan, mengoreksi, memberikan masukan terhadap isi buku ini. Sekali lagi kami menyampaikan perhargaan yang sangat tinggi dan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Penulis.

Penulis

vi

DAFTAR ISI
Kata Sambutan ....................................................................... ii Kata Pengantar ....................................................................... iii Daftar Isi .................................................................................. vii 1. 1.1 1.1.1 1.1.2 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.3 1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.4 1.4.1 1.4.2 1.5 1.6 1.6.1 1.6.2 1.6.3 1.6.4 2. 2.1 2.1.1 2.1.2 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.3 2.3.1 2.3.2 Sistem Bilangan Real ............................................... Bilangan Real Dan Operasi Pada Real .................... Bilangan Real .............................................................. Operasi Pada Bilangan Real ....................................... Perbandingan, Skala Dan Persen ............................ Perbandingan .............................................................. Skala ........................................................................... Persen ......................................................................... Operasi Pada Bilangan Berpangkat Bulat .............. Pangkat Bilangan Positif ............................................. Pangkat Bilangan Negatif Dan Nol ............................. Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat .................. Bilangan Dalam Bentuk Akar (Irrasional) ............... Operasi Aljabar Pada Bilangan Berbentuk Akar ......... Merasionalkan Penyebut ............................................ Bilangan Berpangkat Rasional ................................ Logaritma ................................................................... Pengertian Logaritma .................................................. Menghitung Logaritma ................................................ Sifat-Sifat Logaritma ................................................... Contoh Pemakaian Logaritma .................................... 1 2 2 15 24 24 28 29 32 33 36 41 50 52 54 58 66 66 68 76 78

Persamaan Dan Pertidaksamaan ............................ 85 Persamaan Linear ..................................................... 86 Persamaan Linear Satu Peubah ................................. 87 Persamaan Linear Dua Peubah .................................. 92 Persamaan Kuadrat .................................................. 98 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat ........................... 100 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat ... 114 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya ....................................................................... 121 Menerapkan Persamaan Kuadrat ............................... 127 Sistem Persamaan Linear ........................................ 138 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah ........................................................................ 140 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah ........................................................................ 147

vii

2.4 2.5 2.5.1 2.5.2 2.5.3 2.5.4 3. 3.1 3.2 3.3 3.3.1 3.3.2 3.3.3 3.3.4 3.4 3.4.1 3.4.2

Sistem Persamaan Linear Dan Kuadrat Dua Peubah ....................................................................... 153 Pertidaksamaan ........................................................ 157 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah ......................... 160 Pertidaksamaan Kuadrat ............................................ 162 Pertidaksamaan Pecah Rasional ................................ 166 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat ....................... 169 Matriks ....................................................................... 175 Matriks Dan Operasinya ........................................... 175 Invers Matriks ............................................................ 186 Determinan ................................................................ 192 Determinan Tingkat Dua ............................................. 195 Determinan Tingkat Tiga ............................................. 196 Sifat-Sifat Dasar Determinan ...................................... 197 Mencari Invers Matriks 199 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Matriks ....................................................................... 206 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Invers Matrks .............................................................. 208 Metoda Cramer ........................................................... 210

viii

misal setengah keuntungan usaha Anton tahun 2007 digunakan untuk menambah modal usaha. Besarnya kerugian suatu usaha juga dapat dinyatakan dengan menggunakan bilangan real negatif.000. ilangan real mempunyai banyak pemakaian. yaitu 50% dari keuntungan pada tahun 2007. menerapkan operasi pada bilangan irrasional (bentuk akar). Jika keuntungan usaha Anton pada tahun 2007 adalah Rp 100. maka 1 2 modal usaha Anton pada tahun 2007 bertambah sebesar × Rp 100.Bab 1 SISTEM BILANGAN REAL B real. operasi pada bilangan berpangkat. operasi pada logaritma.000. Pada bab ini akan dipelajari tentang bilangan real dan operasi yang dapat dilakukan pada bilangan Operasi-operasi yang berlaku pada bilangan real tersebut meliputi: operasi pada bilangan bulat dan pecahan.000.000 = Rp 50.000. Selain itu. juga dapat dinyatakan dalam bentuk persen (%). juga dibahas konversi bilanganbilangan bulat dan bilangan pecahan ke atau dari bentuk persen. Sistem Bilangan Real 1 .000. Penambahan modal usaha Anton tersebut.

. skala. dan real. dan seterusnya.1 Bilangan Real dan Operasi pada Real 1. Pada bab ini juga dibahas masalah perbandingan. 2. N = {1. dan dilambangkan dengan H. . 1.. 2. irrasional. Oleh karena itu. bulat. adalah suatu himpunan yang anggotanya bilangan asli. .1 Bilangan Real Sistem bilangan merupakan dasar matematika. 3. 6. 2. rasional. yaitu: H = {0.. Bilangan – bilangan ini dinamakan bilangan asli. maka himpunan tersebut dinamakan himpunan bilangan cacah. dan persen. 5. } 2 Sistem Bilangan Real . sangatlah penting untuk mengenal berbagai jenis bilangan dan perbedaan di antara bilangan-bilangan tersebut. Dalam sub-bab ini akan dikenalkan mengenai dasar dan istilah yang berkaitan dengan bilangan asli. 5. 4. 3. pecahan campuran. 4.pecahan desimal. Himpunan bilangan asli (natural) biasa dilambangkan dengan N. 4. seperti dituliskan berikut ini. ∎ Bilangan Asli Dalam keseharian. 5.1.. cacah. 3. } ∎ Bilangan Cacah Jika bilangan 0 dimasukkan dalam himpunan bilangan asli. biasanya orang membilang mulai dari 1. 1.

-1.. tanda + tidak biasa dituliskan.. Namun demikian. Z = {. Selanjutnya didefiniskan suatu bilangan negatif –n dengan n adalah bilangan asli. 0. akan tetapi bukan sebaliknya. } Sistem Bilangan Real 3 .1. Himpunan bilangan yang dinotasikan dengan lambang Z dan mempunyai anggota seperti berikut ini dinamakan himpunan bilangan bulat (integer). sering dijumpai adanya kekurangan objek..-4. Bilangan 0 merupakan bilangan cacah akan tetapi 0 bukan merupakan bilangan asli.1    Bilangan 7 adalah bilangan asli dan 7 juga merupakan bilangan cacah. Jadi ada kekurangan buah apel sebanyak 3 buah. ∎ Bilangan Bulat Bilangan asli 7 dapat juga dituliskan dengan memberikan tanda + didepannya menjadi +7.Setiap bilangan asli juga merupakan bilangan cacah. 3. 4. . 2. Misal jumlah apel dalam suatu kardus seharusnya 100 buah apel. -3. .. Dalam perhitungan banyaknya suatu objek. 1. -2. Jadi bilangan 7 dan +7 adalah sama. CONTOH 1. ternyata setelah dilakukan penghitungan banyaknya apel ada 97 buah. Bilangan 4 adalah bilangan asli dan 4 juga merupakan bilangan cacah. Untuk menyatakan kekurangan 3 buah apel ini dapat dituliskan dengan symbol -3 buah apel.

∎ Bilangan Rasional Himpunan bilangan rasional. begitu juga himpunan bilangan cacah merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan bulat. Himpunan bilangan asli merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan cacah..Setiap bilangan cacah juga merupakan bilangan bulat. CONTOH 1. akan tetapi bukan sebaliknya.2    Bilangan 7 adalah bilangan cacah dan 7 juga merupakan bilangan bulat.. 𝑄 = 𝑝 𝑞 | 𝑝. Bilangan -7 merupakan bilangan bulat akan tetapi -7 bukan merupakan bilangan cacah. Jadi bilangan bulat terdiri dari:  Bilangan bulat positif. dinotasikan dengan lambang Q. . yaitu: 1. -3. -2. 2. himpunan bilangan rasional dapat dituliskan sebagai berikut.. yaitu: -1. Bilangan 0 adalah bilangan cacah dan 0 juga merupakan bilangan bulat. 𝑞 ∈ 𝑍 𝑑𝑎𝑛 𝑞 ≠ 0 4 Sistem Bilangan Real . . 3..  Bilangan bulat 0 (nol). Bilangan rasional berbentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 𝑞 dengan p disebut pembilang (numerator) dan q≠0 disebut penyebut (denominator). dan  Bilangan bulat negatif. Karena itu.1.

1. Bilangan rasional mempunyai tak berhingga banyak bentuk representasi bilangan. 1 2 8 3 =2 . adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a < b. Perhatikan bahwa setiap bilangan bulat juga merupakan bilangan rasional karena setiap bilangan bulat p dapat ditulis sebagai pembagian 𝑝 1 . 16 atau yang lainnya. 2 21 3 5 adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a > b. atau . 12 2 2 3 3 4 4 3 4 dapat atau 12 . . Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan murni. bilangan rasional dituliskan dengan . tidak berubah.CONTOH 1.3 Berikut ini merupakan contoh-contoh bilangan rasional:  1 1 2 4 2 3 3 7 . atau .  15 2 =7 . Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan tak murni. . jika pembilang p dan penyebut q keduanya dikalikan atau dibagi dengan bilangan bulat selain 0. atau Sifat bilangan rasional: Nilai dari suatu bilangan rasional 𝑝 𝑞 6 8 9 . atau yang lainnya. Seperti bilangan rasional 1 dapat dituliskan dengan . Sistem Bilangan Real 5 .

1. nilai 0. 3. 10−1 = 1 10 .5 . Nilai dari bilangan bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 .25 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 4. nilai 7. 10−2 = 1 100 .∎ Bilangan Desimal Bilangan rasional 𝑝 𝑞 dapat dituliskan dalam bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 .  1 4 = 0.4 Berikut ini merupakan contoh-contoh bentuk desimal dari bilangan rasional:  1 2 = 0.5 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 2. 10−3 = 1 1000 .1. 103 = 1000. …. di merupakan angka / digit desimal 0. 102 = 100. dan seterusnya Sedangkan 100 didefinisikan dengan 100 = 1. 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 .25 . Sebagai gambaran bilangan 235.47 mempunyai nilai 2 103 + 3 102 + 5 101 + 4 10−1 + 7 10−2 CONTOH 1. nilai 0. atau 9. 2. 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 adalah d1(10n)+d2(10n-1)+…+dn(100)+dn+1(10-1)+dn+2(10-2)+…dn+m(10m) dengan :    101 = 10. Untuk i = 1. ….5 didapat dari membagi bilangan 15 dengan bilangan 2. 2.5 . n+m. dan seterusnya. 6 Sistem Bilangan Real .  15 2 = 7.

3 b.125 dan lainnya.125125125125… angka 125 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas. Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal tak terbatas.3 Penyelesaian: a. 0. Bilangan 0.33333… ini sering disingkat dengan 0. 0.45 𝑝 Sistem Bilangan Real 7 .252525… ini sering disingkat dengan 0. seperti: a.3333 … . a. 2. 25.5 . 3. Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal terbatas.2525 … . 2.3333… angka 3 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas. Bentuk 0. Dengan memperhatikan contoh di atas. seperti bilangan 0.5 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 . Bentuk 0.1. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. Jadi x = 2. tanda … menyatakan angka perulangan 3 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak.25 . dapat dikatakan bahwa: 1. Bilangan 0. tanda … menyatakan angka perulangan 25 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak. b. 1 3 = 0.  25 99 = 0. 23. CONTOH 1.

Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. Jadi x = 1. 100 x = 2345. 1.6 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 . b. didapat hasil berikut ini. didapat hasil berikut ini.33333… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10. didapat hasil berikut ini. atau x= 2345 100 CONTOH 1. 10 x = 23.33333… Penyelesaian: a.123123123… 𝑝 8 Sistem Bilangan Real . Kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma terbatas satu angka. kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya satu angka yang berulang. Jadi x = 23.1. atau x= 23 10 b. Lanjutkan dengan operasi aljabar. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x.Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10.45 Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 100. Lanjutkan dengan operasi aljabar. Kita ambil pengali 100 karena angka dibelakang tanda koma terbatas dua angka. 0. Lanjutkan dengan operasi aljabar. a. yaitu 3.

kita ambil pengali 1000 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya tiga angka yang berulang. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. yaitu 123. Jadi x = 0. Jika m berhingga / terbatas.33333… 10 x = 12 + 1. 1000 x = 123. Jika m tak berhingga / tak terbatas. didapat hasil berikut ini.123123123… 1000 x = 123 + x 999 x = 123 x= 123 999 Langkah-langkah berikut merubah bilangan rasional berbentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . dengan r 𝑝 𝑞 Sistem Bilangan Real 9 . 2.123123123… 1000 x = 123 + 0.123123123… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 1000.10 x = 13. maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑚 . Lakukan pemisalan bilangan rasional yang dicari adalah x=𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . 1. 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛 +2 … 𝑑𝑛 +𝑚 menjadi bilangan rasional berbentuk . Lanjutkan dengan operasi aljabar. 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛+𝑚 . maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑟 .33333… 10 x = 12 + x 9 x = 12 x= 12 9 b.

414213562373095048801688724210 . Akan tetapi. 𝑞 Seperti bilangan desimal x=3. namun tidak ditunjukkan disini.7 Bilangan 2 adalah bilangan irrasional. atau x merupakan bilangan irrasional. 𝑝 𝑞 Bilangan desimal yang mempunyai angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan tak berulang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 . ditampilkan dalam bentuk desimal yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple. nilai desimal 2 yang dipotong sampai dengan 30 angka dibelakang tanda koma. ∎ Bilangan Irrasional Bilangan irrasional atau bilangan bukan rasional yaitu bilanganbilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai pembagian bilangan bulat. Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 2 tidak ada yang berulang.414213562373095048801688724209698078569 10 Sistem Bilangan Real . 2 ≈ 1. Lakukan operasi aljabar untuk membawa x kedalam bentuk dengan p dan q≠0 bilangan bulat. 3.   2 ≈ 1. Ini dapat dibuktikan secara 2 akan analitis. Oleh karena itu bilangan x tersebut bukan bilangan rasional.1.010010001000010000010000001… tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat. CONTOH 1.adalah banyaknya digit yang berulang pada deretan digit dn+1dn+2…dn+m.

  𝜋 = 3. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma. ∎ Bilangan Real Gabungan himpunan bilangan rasional dan irrasional membentuk suatu himpunan bilangan yang disebut himpunan bilangan real dan dinotasikan dengan R. Dipilih sebuah titik acuan 0 pada garis tersebut. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 20 angka dibelakang tanda koma. Dari titik acuan 0. Bilangan real dapat dikaitkan dengan titik pada sebuah garis.8 Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 𝜋 yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple. Simbul ≈ adalah simbul “hampir sama CONTOH 1. Garis ini mempunyai arah ke kanan dan ke kiri.1. Dari titik acuan 0 ke arah kiri sebagai arah Sistem Bilangan Real 11 . Titik acuan awal ini yang berkaitan dengan bilangan real 0. 2 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma.141592653589793238462643383280 . 𝜋 = 3. tidak ada sederetan angka yang berulang.14159265358979323846264338327950288419716 93993751058209749445923078164062 8620900.67187537694807317667973799073247846210704 . yang disebut titik awal. nilai desimal dengan”. garis arah ke kanan sebagai arah positif dan titik pada garis arah positif ini menyatakan sebuah bilangan real positif.

bilangan real dinyatakan dengan titik pada sebuah garis. Dalam lampiran tersebut Ren´e Descartes menghubungkan aljabar dengan geometri.1.2 Posisi beberapa bilangan real pada garis bilangan 1 Pada tahun 1637 Ren´e Descartes1 menerbitkan suatu karya filsafat yang berjudul Discourse on the Method of Rightly Conducting the Reason.9 Perhatikan Gambar 1. Gambar 1.1 dibawah ini. 12 Sistem Bilangan Real . yang merupakan kreasi baru dan disebut geometri analitik.1. Garis Bilangan Real 1 Dengan sembarang satuan pengukuran.1. 2 -3 -2 -1 0 1 2 π 3 4 Gambar 1. 2.2. suatu cara untuk menjelaskan rumus aljabar dengan kurva geometrik dan sebaliknya. Dalam geometri analitik. Tempat dari 3 2 2 dan π merupakan hampiran yang diperoleh dari hampiran desimalnya yaitu 2 ≈ 1.1. Lihat Gambar 1. dan setiap bilangan real negatif –x dinyatakan dengan titik yang berjarak x satuan ke arah kiri dari titik awal.1. kurva geometrik dengan rumus aljabar.negatif dan titik pada garis arah negatif ini menyatakan sebuah bilangan real negatif.14.41 dan 𝜋 ≈ 3. pada garis bilangan real diberi tanda tempat titik-titik dengan koordinat − . setiap bilangan real positif x Dengan sembarang satuan pengukuran. CONTOH 1.1. setiap bilangan real positif x dinyatakan dengan suatu titik yang berjarak x satuan ke arah kanan dari titik awal. dan 𝜋.

5 Karena 3 2 2 ≈ 1. Pada abad XVIII para matematikawan memperbaiki permasalahan tersebut dengan memperkenalkan bilangan baru. yaitu bilangan-bilangan yang berbentuk a + bi dengan a dan b bilangan real. Bilangan real 2 lebih besar dari bilangan real 7 . bilangan-bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat adalah berhubungan. bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat berkorespondensi satu-satu. Setiap bilangan real akan dikawankan dengan satu titik tunggal dan setiap titik akan dikawankan dengan satu bilangan real. ∎ Bilangan Kompleks Kuadrat suatu bilangan real selalu tak negatif.5.142 < 3 2 = 1.Berdasarkan cara di atas. 𝑏 ∈ 𝑅 Sistem Bilangan Real 13 . Bilangan – bilangan kompleks ini.4. jika dihimpun membentuk sebuah himpunan bilangan kompleks yang biasa dinotasikan dengan C dan dinyatakan sebagai: 𝐶 = 𝑎 + 𝑏𝑖 | 𝑎. Karena 2 ≈ 1.42 > 7 5 =1. Oleh karena itu. Oleh karena itu persamaan 𝑥 2 = −1 tidak mempunyai penyelesaian dalam bentuk bilangan real. Bilangan real 2 lebih kecil dari bilangan real . Bilangan real dapat diurut berdasarkan nilai desimalnya. Definisi ini selanjutnya mengarah pada perkembangan bilangan kompleks. yang dinotasikan dengan 𝑖 dan didefinisikan sebagai 𝑖 2 = −1.

sebagai berikut.1. -5+10i = −5 + 10 −1 dengan a = -5 dan b = 10. dengan 𝑏 ∈ 𝑅 Susunan bilangan-bilangan dapat diringkas dalam gambar berikut ini Gambar 1.1. e. 10i = 0 + 10i dengan a = 0 dan b = 10. Bilangan kompleks yang bukan bilangan real disebut bilangan imajiner. Perhatikan bahwa setiap bilangan real a juga merupakan bilangan kompleks karena dapat ditulis sebagai a = a + 0i. c. b. d. Jadi.3 Diagram Himpunan Bilangan 14 Sistem Bilangan Real . 2+i = 2 + −1 dengan a = 2 dan b = 1. 1-2i = 1 − −1 dengan a = 1 dan b = -2. a.10 Beberapa contoh bilangan kompleks. -5 =-5 + 0i dengan a = -5 dan b = 0. Jadi bilangan imajiner berbentuk bi.CONTOH 1. himpunan bilangan real adalah himpunan bagian dari bilangan kompleks.

pengurangan. Untuk b=0. Untuk b > 0. irrasional. 1.dan pembagian. perkalian. Langkah – langkah di atas.Pada buku ini. b merupakan bilangan real atau a. bilangan yang akan dibahas adalah bilangan real. dan tidak akan dibahas lebih mendalam. langkahkan ke kanan sejauh (sebanyak) bilangan kedua b. Pada sub bab ini akan diperkenalkan operator dan sifat-sifat operasi dasar pada bilangan real. bulat.2 Operasi pada Bilangan Real Sebelum ini. Untuk selanjutnya. Operasi Penjumlahan (+) Jika a. cacah. 1. real.b R maka hasil penjumlahan antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a + b. a+b=a. dan kompleks. Untuk b < 0. Sistem Bilangan Real 15 . bilangan kompleks hanya ditampilkan sebagai perkenalan. rasional.1. Cara mendapatkan hasil penjumlahan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. yaitu bilangan asli. langkahkan ke kiri sejauh bilangan -b. kita telah dikenalkan dengan jenis bilangan. untuk b positif dapat digambarkan sebagai berikut. Beberapa operator yang dapat dikenakan pada bilangan real adalah penjumlahan.

b. Sifat tertutup Penjumlahan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga. ii. Adanya elemen identitas/netral a+0=0+a =a Bilangan 0 dinamakan elemen identitas untuk penjumlahan. bilangan -a dikatakan invers penjumlahan dari a.b a c Gambar 1. berlaku sifat-sifat operasi penjumlahan sebagai berikut. CONTOH 1.1. Penyelesaian: 16 Sistem Bilangan Real .4 Representasi geometris dari c = a + b Sifat operasi penjumlahan Untuk bilangan real a.11 Tentukan hasil 5 + 3 dan 3 + 5 + 2 dengan menggambarkan secara geometris. i. dan c. Sifat asosiatif (a + b) + c = a + (b + c) iv. v. Sifat komutatif a+b=b+a iii.1. Adanya elemen invers a + (-a) = 0 .

Dengan a > 0. komutatif dan assosiatif terlihat pada contoh ini. Penyelesaian: a 0 a a 2a 3a Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari a + a adalah 2a.12 Tentukan hasil a + a dan a + a + a dengan menggambarkan secara geometris.1. Hasil dari a + a + a = (a + a)+a = 2a + a = 3a Sistem Bilangan Real 17 . CONTOH 1. Perhatikan bahwa sifat-sifat tertutup. Hasil dari 3 + 5 + 2 = (3+5)+2 = 8 + 2 = 10 Lakukan sendiri untuk menjumlahkan 3 + 5 dan 5 + (3 + 2).5 3 3 4 5 6 7 8 2 9 10 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 + 3 adalah 8.

berlaku sifat-sifat operasi pengurangan sebagai berikut. maka a . i. b. Untuk b=0.b R maka hasil pengurangan / selisih antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a – b = a + (-b). ii. Sifat tidak komutatif Jika a ≠ b.2. Operasi Pengurangan (-) Jika a.1. a-b=a.b ≠ b . Cara mendapatkan hasil pengurangan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. langkahkan ke kiri sejauh (sebanyak) bilangan kedua b. Untuk b < 0.a 18 Sistem Bilangan Real . dan c. Untuk b > 0. b c a Gambar 1.5 Representasi geometris dari c = a – b = a + (-b) Sifat operasi pengurangan Untuk bilangan real a. langkahkan ke kanan sejauh bilangan -b. Langkah – langkah di atas (untuk nilai b > 0) dapat digambarkan sebagai berikut. Sifat tertutup Pengurangan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga.

Sifat tidak asosiatif Jika c≠ 0.b) .2 = (5-3)-2 = 2 + 2 = 0 Lakukan sendiri untuk menghitung 3 . maka (a . Operasi Perkalian (× atau ·) Jika a. Hasil dari 5 .c) CONTOH 1.2 dengan menggambarkan secara geom etris.(3 .3 dan 5 .3 .c ≠ a . Jika a merupakan bilangan bulat maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑏 + 𝑏 + ⋯ + 𝑏 Banyaknya suku b adalah a suku Sistem Bilangan Real 19 .13 Tentukan hasil 5 . i.3 .2).1.b R maka hasil perkalian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a × b = a·b = ab .5 dan 5 .3 adalah 2.iii. Cara mendapatkan hasil perkalian a dan b. Penyelesaian: 2 -1 0 1 2 3 3 4 5 6 7 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 . 3.(b .

berlaku sifat-sifat operasi perkalian sebagai berikut.1 + 3.1 dengan menggunakan definisi di atas.5 20 Sistem Bilangan Real . Adanya elemen identitas/netral a×1=1×a =a bilangan 1 dinamakan elemen identitas untuk perkalian. Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional. Sifat asosiatif (a b)c = a (b c) iv.1.1 = 3. maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑝 𝑟 𝑝 ∙ 𝑟 × = 𝑞 𝑠 𝑞 ∙ 𝑠 Sifat operasi perkalian Untuk bilangan real a.1 = 15.1 + 3. v.ii. i.1 + 3. b.14 Tentukan hasil 5 × 3. bilangan dikatakan invers perkalian dari a. dan c. ii. Penyelesaian: 5 × 3. Sifat tertutup Perkalian dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga. Sifat komutatif ab=ba iii. Adanya elemen invers 𝑎 × = × 𝑎 = 1. 1 𝑎 1 𝑎 1 𝑎 CONTOH 1.1 + 3.

1. dan 𝑝. b.5 × 2. 𝑟. Karena itu.3 merupakan bilangan rasional. Penyelesaian: 1.CONTOH 1. 𝑞. dan c. 𝑠 adalah bilangan bulat Sifat operasi pembagian Untuk bilangan real a. Operasi Pembagian (/ atau ) Jika a.3 = × 3 2 23 10 = 69 20 = 3.b R dan b≠0 maka hasil pembagian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a/ b = 𝑎 𝑏 Cara mendapatkan hasil pembagian a dan b. Sistem Bilangan Real 21 .3 dengan menggunakan definisi di atas.1. Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional maka ab  p r p s /   q s q r 𝑝 𝑞 𝑟 𝑠 dengan 𝑎 = . 𝑏 = . berlaku sifat-sifat operasi pembagian sebagai berikut.45 4. dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional.5 × 2.5 dan 2.15 Tentukan hasil 1.

b≠0. a≠b.16 Tentukan hasil Penyelesaian: 1. 1. perkalian. Bilangan rasional dapat dinyatakan bentuk . dan c≠1 maka (a/b)/c ≠ a/(b/c) CONTOH 1.3 = / 3 2 23 10 1. dan a≠b maka a/b ≠ b/a iii. Bentuk pecahan desimal dari bilangan rasional adalah berulang.3 dengan menggunakan definisi di atas.1. Sifat tidak asosiatif Jika a. 𝑝 𝑞 22 Sistem Bilangan Real . Sifat tertutup Pembagian dua buah bilangan real dengan penyebut tidak nol menghasilkan bilangan real. pengurangan. c tidak nol. Bilangan bulat merupakan bagian dari bilangan rasional. Sifat tidak komutatif Jika a≠0. ii. dan pembagian.5 × 2.5 2. b.5 dan 2. dengan p.  Operasi yang bekerja pada bilangan real adalah operasi penjumlahan. = 3 2 × 10 23 = 30 46  RANGKUMAN    Bilangan real terdiri dari bilangan rasional dan irrasional.i.3 merupakan bilangan rasional. dan q≠0 adalah bilangan bulat. Karena itu dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional.

4 × 3. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 × b. tentukan nilai ekpresi berikut ini. Dengan menggunakan definisi operator pengurangan pada bilangan real. + 4. + c. 7. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. Sistem Bilangan Real 23 . × c.SOAL LATIHAN 1-1 1. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 3 : 6 4 ∶ b.: a.: a. a.: a. -5 + 9 2.25 3. − c. tentukan nilai ekpresi berikut ini. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 + b.: a. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 − b. ∶ c. 1 5 4 7 −2 6 b. -2 × 3 c. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. − 5.7 c. 3 + 6 b. 0 . tentukan nilai ekpresi berikut ini. 3 × 4 b. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. c. tentukan nilai ekpresi berikut ini. × 6. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. Nyatakan bilangan rasional berikut ini dalam bentuk pecahan desimal.

-15. skala. biasanya dituliskan perbandingan ukuran panjang dipeta dan panjang aslinya. maka kita bisa membandingkan ukuran kedua objek tersebut. Dengan demikian perbandingan dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan sederhana. Pada subbab ini. Ukuran panjang jalan 1 cm dalam sebuah peta.263 1.75 b. 0. a.2. mewakili beberapa km pada panjang jalan aslinya.8. Agar lebih mudah dipahami.1 Perbandingn Jika kita mengamati dua buah objek. Pada peta tersebut.2 Perbandingan Skala dan Persen Kita sering melihat kondisi suatu wilayah atau daerah melalui peta daerah tersebut.7777 … c. perhatikan beberapa ilustrasi berikut: 24 Sistem Bilangan Real . 0. dan persen yang sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari. 1. beratnya dan sebagainya. kita akan belajar tentang perbandingan. Perbandingan ini dituliskan dalam skala peta. Satu Negara dapat kita gambarkan keadaan geografinya dalam sebuah peta kecil dalam selembar kertas. Untuk membandingkan dua ukuran dapat dinyatakan dengan hasil bagi dari kedua ukuran tersebut. Nyatakan bilangan rasional bentuk pecahan desimal berikut ini dalam bentuk pembagian bilangan bulat. misalnya membandingkan tingginya. panjangnya.

Perbandingan berat badan Kiki dan Boy adalah 45 : 72 atau 5 : 8. atau 𝐴 . seseorang harus membayar x rupiah. atau . Jika perbandingan dua besaran / ukuran sejenis A dan B adalah A : B = x : y atau 𝐴 𝐵 = 𝑥 𝑦 maka pernyataan perbandingan tersebut dapat diartikan sebagai berikut:     𝐴 = B= 𝑥 = 𝑦 = 𝑥 𝑦 𝑦 𝑥 𝐵 . 2. sedangkan Zaza mempunyai 5 buah. Perbandingan banyaknya buku Dede dan banyaknya buku Zaza adalah 10 : 5 atau 2 : 1. Jarak rumah Chacha ke Sekolah 400 m sedangkan jarak ke Kantor Pos 2 km. Perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Kantor Pos dari rumah Chacha adalah 400 : 2000 atau 1 : 5. Sistem Bilangan Real 25 . maka untuk membeli n buah buku. Dede mempunyai 10 buah buku. orang tersebut harus membayar sebanyak n x rupiah. Berat badan Kiki 45 kg dan berat badan Boy 72 kg.1. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. 3. Jika membeli sebuah buku. atau 𝐴 𝑦 𝐵 𝐵 𝑥 𝐴 ∎ Perbandingan Senilai Untuk memahami maksud perbandingan senilai.

Jika dikerjakan oleh seorang saja. bahwa makin banyak pegawai yang ikut mengerjakan makin sedikit hari yang dibutuhkan. Untuk menempuh jarak 50 km diperlukan bahan bakar sebanyak 1 liter premium. Jika dikerjakan oleh dua orang. Begitu juga. Suatu pabrik memproduksi sepatu dengan target sebanyak 100 pasang. Untuk menempuh jarak 45 km diperlukan waktu selama 45 menit dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Jika dikerjakan oleh lima orang. Begitu juga. 2. maka waktu yang dibutuhkan sebanyak 33. Dari gambaran diatas. Jika kecepatan rata-rata 80 km/jam. makin banyak buku yang akan dibeli. waktu yang dibutuhkan makin sedikit. jika jarak yang harus ditempuh adalah 300 km. makin jauh yang harus ditempuh makin banyak premium yang dibutuhkan. maka bahan premium yang diperlukan adalah 6 liter. jika kecepatan rata-rata 70 km/jam. maka waktu yang diperlukan adalah 38. makin banyak pula uang yang harus dikeluarkan. 26 Sistem Bilangan Real . maka waktu yang diperlukan sebanyak 50 hari. maka waktu yang diperlukan sebanyak 20 hari. Dari contoh di atas. ∎ Perbandingan Berbalik Nilai Untuk memahami maksud perbandingan berbalik nilai. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. Begitu juga. dengan menambah kecepatan rata-rata yang diperlukan.2. Jika dikerjakan oleh empat orang.75 menit. maka waktu yang dibutuhkan 100 hari.57 menit. maka waktu yang diperlukan sebanyak 25 hari.

2 Seseorang mengatakan bahwa harga bahan bakar minyak premium pada awal tahun 2007 ini mencapai lima kali lipat dari harga premium tujuh tahun yang lalu.2. Penyelesaian: Misal harga premium awal tahun 2007 adalah x dan harga premium awal tahun 2000 adalah y.1 Lapangan sepak bola mempunyai ukuran panjang 110 m dan lebar 60 m lebar. Carilah perbandingan antaran panjang dan lebar dari lapangan sepak bola.000 Jadi harga premium di awal 2000 adalah Rp 1. Atau 𝑥 ∶ 𝑦 = 5 ∶ 1 yang berarti 𝑦 = 1 5 𝑥 = 1 5 × 𝑅𝑝 5.000 = 𝑅𝑝 1. Perbandingan antara x dan y adalah 5 : 1.000. Penyelesaian: Panjang : Lebar = 110 m : 60 m = 110 : 60 = 11 : 6 CONTOH 1. Sistem Bilangan Real 27 . Jika pada awal tahun 2007 harga premium adalah Rp 5000. maka berapakah harga premium pada awal 2000?.2.CONTOH 1.

Atau 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑚𝑏𝑎𝑟 ∶ 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑜𝑏𝑗𝑒𝑘 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 CONTOH 1.2 Skala Dalam pelajaran Geografi sering diminta untuk menentukan letak suatu pulau. sungai.000 𝑐𝑚 = 200 𝑘𝑚.000. Karena itu perlu penskalaan atau perbandingan yang dapat mewakili tempat-tempat tersebut.000. Gambaran yang dibuat sebanding dengan aslinya tetapi dengan ukuran yang lebih kecil dinamakan penskalaan. kota.2.3 Suatu peta pulau Jawa mempunyai skala 1 : 2. Untuk melukiskan keseluruhan area dalam tempat tertentu pasti tidak memungkinkan. Jika pada miniatur berjarak 1 cm. Pada peta tersebut jarak antara Jakarta Pusat ke Bandung terukur 10 cm. maka jarak pada gedung aslinya adalah 1cm × 100 = 100cm = 1m. Misalnya gedung.000. blue print) dibandingkan dengan ukuran sebenarnya.000 = 20.1. tentukan jarak sebenarnya? Penyelesaian: Diketahui skala = 1 : 2.2. dan gunung pada suatu wilayah tertentu.000.000. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature. skala antara gedung sebenarnya dengan miniaturnya adalah 1:100.000 Jarak sebenarnya = 10 𝑐𝑚 1/2. 28 Sistem Bilangan Real .

Setiap bilangan real dalam bentuk desimal dapat dinyatakan dalam persen. biasanya dinyatakan dalam persen (%). ditulis dengan %. Dengan kata lain pecahan dengan penyebut 100. 7 10 b. 7 10 = 7 10 × 100% = 70 % atau 7 10 × 10 10 = 70 100 = 70% Sistem Bilangan Real 29 .025 dapat ditulis dalam bentuk persen 0. yaitu dengan cara mengalikan bilangan tersebut dengan 100 dan diikuti dengan tanda %. Apa itu maksud dari persen? Akan dibahas dalam subbab ini. bilangan 800% dapat ditulis dalam bentuk desimal menjadi 800% = 800 100 = 8. Kenaikan harga juga dapat dinyatakan dalam persen. a.2.4 Nyatakan pecahan berikut ini menjadi bentuk persen. setiap bilangan persen dapat dinyatakan dalam bentuk real desimal.15 = 15%. Sebaliknya.025 × 100% = 2.1. Sebagai contoh. yaitu dengan cara membagi bilangan persen dengan 100. Potongan harga barang – barang yang dijual oleh suatu toko.025=0. 30 70 Penyelesaian: a. bilangan 0. 17 25 c.2. Sebagai contoh.5%. Perbandingan antara 15 dengan 100 atau ditulis dalam bentuk pecahan adalah 15 100 = 0. CONTOH 1.3 Persen Istilah persen sering kita jumpai dalam keseharian. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%).

Berapakah harga premium bulan depan? Penyelesaian: Harga premium bulan depan = harga premium saat ini + 30% dari harga premium saat ini.500/liter 30 Sistem Bilangan Real . 50% = 50 100 b.000 = Rp 5.857 100 = 42. c.5 Nyatakan bilangan persen berikut ini menjadi bentuk desimal atau pecahan.5 = 755 1000 1 2 b. 75. 17 25 30 70 × 100% = 17 × 4% = 68% atau × 100/70 100/70 17 25 × = 4 4 68 100 = 68 % = 300/7 100 = 42. 4 % 1 2 = = 0. 4 % = % = 9/2 100 = = 0.000 per liter.5 100 = 0.2.b. Pemerintah mengumumkan kenaikan harga premium sebesar 30% yang diberlakukan bulan depan. a.857 % CONTOH 1.2.3 /liter = Rp 6. = Rp 5.5% = 1 2 9 2 75.75 9 200 c.045 CONTOH 1. 50% Penyelesaian: a.5% c. 75.000 × 1 + 0.000 /liter + 30 100 × Rp 5.6 Misal harga premium saat ini adalah Rp 5.

blue print) dengan ukuran sebenarnya. RANGKUMAN    Perbandingan antara dua objek dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan. Berapa pekerjakah yang diperlukan bila pembangunan jembatan ingin dipercepat selesai menjadi 12 hari? Sistem Bilangan Real 31 .000. Berapakah perbandingan banyaknya buku Wawan dan banyaknya buku Wati? 2. Kiki membeli 2 buah apel dan Dede membeli 8 buah apel. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature. Seorang pemborong dapat menyelesaikan pembangunan jembatan selama 64 hari dengan pekerja 48 orang. Berat badan Eko 65 kg dan berat badan Seno 73 kg. sedangkan Wati mempunyai 6 buah. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%). Jika harga seluruhnya Rp 12. maka berapakah banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh Kiki dan Dede? 5. SOAL LATIHAN 1-2 1. Berapakah perbandingan berat badan Eko dan Seno ? 3. Wawan mempunyai buku sebanyak 9 buah. Berapakah perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Warnet dari rumah Dede ? 4. Jarak rumah Dede ke Sekolah adalah 400 m dan jarak rumah Dede ke Warnet adalah 2 km.

maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? Jika Zaza naik sepeda motor Y dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam. 9. Jika lebar lahan tersebut 8 m kurang dari panjangnya. Sebuah perusahaan mempunyai dua lokasi pabrik. Pada gambar blue print dari sebuah gedung. Jika tinggi pintu yang sebenarnya adalah 2 m. 32 Sistem Bilangan Real . maka tentukan tinggi gedung yang sebenarnya? 1.000 m2. Tika mendapatkan laba 25%.000. Tika membeli apel 10 kg seharga Rp 50. maka tentukan luas lahan tersebut?. semua sifat-sifat operasi aljabar dari bilangan berpangkat dan penerapannya.500 m2.6.3 O perasi pada Bilangan Berpangkat Bulat Pada bagian ini dibahas mengenai pengertian bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya. perusahaan tersebut menambah pabrik C seluas jumlahan dari luas pabrik A dan B. sedangkan pabrik B seluas 2. Jarak kota A ke kota B adalah 100 km. Tentukan harga jual apel per kg? 8. maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? 7. Diuraikan pula. tinggi gedung tersebut adalah 2 cm dan tinggi pintunya adalah 1cm. Pabrik A seluas 1. Jika Zaza naik sepeda motor Z dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. Pangkat dari suatu bilangan dapat berupa bilangan bulat atau pecahan. Tentukan luas tanah yang dimiliki oleh perusahaan tersbut. Sebuah lahan berbentuk persegi panjang dengan keliling 100 m. Bilangan berpangkat yaitu suatu bilangan yang dipangkatkan dengan bilangan lain. 10. Setelah dijual. Untuk keperluan diversifikasi usaha.

1.3.000.3.1 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat.9 4. 3. artinya adalah bilangan -3 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 2 kali.3. ( )5 = 2 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2×2×2×2×2 1 1 32 × × × × = = 25 = Sistem Bilangan Real 33 . (-3)2 = (-3) × (-3) = 9 Bilangan -3 dipangkatkan 2.1 Pangkat Bilangan Positif Biasanya penulisan bilangan yang cukup besar akan menjadi sederhana apabila ditulis dalam bentuk perpangkatan.(3 × 3) = .1. DEFINISI 1. CONTOH 1. 23 = 2 × 2 × 2 = 8 Bilangan 2 dipangkatkan 3. -32 = . artinya adalah bilangan 2 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 3 kali. misalnya 2.1 : Untuk bilangan bulat positif n dan sembarang bilangan real a. bilangan an (dibaca: a pangkat n) mempunyai arti: a × a × a … × a (sebanyak n faktor yang sama) Bilangan a disebut basis dan bilangan n disebut pangkat atau eksponen.000 dapat ditulis sebagai 2 × 106. 2.

a. (24)3 = 24×3 = 212 = 2048 2 3 24 34 16 81 g. b bilangan real sembarang.■ Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i. 24-3 = 24 23 = 16 8 =2 e. Jika n bilangan bulat positif dan a. b. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. (-3)5+2 = (-3)5 × (-3)2 = (-243) × 9 = -2087 c. maka iii. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = . maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . CONTOH 1.2 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat. untuk b≠0. 24+3 = 24 × 23 = 16 × 8 = 128 b. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. ii.832 h. ( )4 = = 34 Sistem Bilangan Real . ( )3+2 = ( )3 × ( )2 = ( ) × = 3 3 3 27 9 2 2 2 8 4 32 261 d.3. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 . Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. (-3)5-2 = (-3)5 : (-3)2 = (-243) : 9 = -27 f. maka berlaku: a. (-3×4)5 = (-3)5 × 45 = (-243) × 1024 = -248. maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv.

3.3a2b3+3b6 = a . (a -b ) 2 3 2 = (a -b ) × (a2-b3) = a2(a2-b3) .3 : Hitunglah ekspresi berikut ini dan tuliskan hasilnya tanpa menggunakan tanda kurung.a b +b = a . (a2-b2) × (a2+b2) = a2(a2+b2) – b2(a2+b2) = a4+a2b2 – {b2a2+b4} = a4+a2b2 – a2b2–b4} = a -b 2 2 2 2 4 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) b. (a2-b3)2 Penyelesaian: a.{b3a2-b6} = a -a b .4a b + 3b 4 2 3 6 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) d. (a2+b2) × (a2+b2) c.b3(a2-b3) = a4-a2b3 .2a b + b 4 2 3 6 4 2 3 2 3 4 2 3 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) Sistem Bilangan Real 35 .{3b3a2-3b6} = a4-a2b3 . (a +b ) × (a +b ) = a2(a2+b2) + b2(a2+b2) = a4+a2b2 + {b2a2+b4} = a4+a2b2 + a2b2+b4 = a + 2a b + b c. (a -3b )×(a -b ) 2 3 2 3 4 2 2 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) = a2(a2-b3) . (a2-b2) × (a2+b2) b.CONTOH 1.3b3(a2-b3) = a4-a2b3 . a. (a2-3b3) × (a2-b3) d.

3. a0 sebagai: a0 = 1 (dibaca: a pangkat 0) didefinisikan CONTOH 1.2 : Untuk bilangan real a≠0. (a + b)0 = 1. Perhatikan definisi berikut ini.1. apabila a + b ≠ 0 5 36 Sistem Bilangan Real . seperti 10-2 atau 70 ?.4 : a. Gagasan-gagasan yang muncul dari sifat-sifat perpangkatan dengan pangkat bilangan bulat positif dapat digunakan untuk mengungkapkan arti pangkat bilangan negatif ataupun pangkat nol. (-3)0 = 1 −2 c.2 Pangkat Bilangan Negatif dan Nol Pada subbab sebelumnya. ( +7)0 = 1 d. yaitu agar am ≠ 0 cukup dipilih a ≠ 0. DEFINISI 1. 20 = 1 b. Selanjutnya dengan tambahan syarat untuk bilangan a.3. ■ Bilangan Berpangkat Nol Untuk memahami arti bilangan a0. perhatikan sifat perpangkatan a0 × am = a0+m = am Jika am ≠ 0 maka haruslah a0 = 1. telah dibahas mengenai perpangkatan dengan bilangan bulat positif.3. agar kesamaan a0 × am = am dipenuhi. yang artinya perkalian atas basis bilangan (sebagai faktor) sebanyak pangkat yang diketahui. Bagaimana suatu bilangan berpangkat bilangan negatif atau berpangkat nol.

3. (−2𝑥)−4 = = (−5/7)(−5/7) = 25/49 = 25 1 (−2)4 𝑥 4 1 1 49 = = 1 16𝑥 4 Sekarang kita telah mengenal bilangan berpangkat bilangan bulat.■ Bilangan Berpangkat Negatif Bagaimana kita mendefinisikan bilangan pangkat negatif ?. baik itu berpangkat bulat positif. Sistem Bilangan Real 37 .3 : Untuk bilangan bulat n dan bilangan real a≠0.3. maupun berpangkat 0.5 : a. sebagai: a-n = 1 𝑎 𝑛 a-n didefinisikan CONTOH 1. bulat negatif. (− )−2 = c. 2−5 = 5 7 1 25 = 32 1 (−5/7)2 1 (−2𝑥)4 1 b. Mari kita lihat kembali sifat perpangkatan 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 Jika a ≠ 0 dan m = 0 maka didapat 𝑎 0 𝑎 𝑛 = 𝑎 𝑛 = 𝑎0−𝑛 = 𝑎−𝑛 1 Oleh karena itu dibuat definisi bilangan berpangkat negatif berikut ini. DEFINISI 1.

3. b. Jika n bilangan bulat positif dan a. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = CONTOH 1. Jika m dan n bilangan bulat dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. maka iii. (4−3 × 2−5 )−1 (5−2 × 25−1 )−2 b. (4−3 × 2−5 )−1 5−2 × 25−1 −2 = = ((22 )−3 × 2−5 )−1 (5−2 × (52 )−1 )−2 = (2−6 × 2−5 )−1 5−2 × 5−2 = (2−11 )−1 5−4 = 211 × 58 −2 −2 38 Sistem Bilangan Real . Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0.Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i.6 : Sederhanakanlah: a. maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . ii. b bilangan real sembarang dengan a≠0 dan dengan b≠0. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 . 3−2 +3−2 2−5 −3−2 Penyelesaian: a. maka berlaku: a. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv.

b.7 : Tuliskan bentuk (𝑥 + 𝑦)−1 𝑥 −2 − 𝑦 −1 ke dalam bentuk pangkat bilangan bulat positif.3. 3−2 +3−2 2−5 −3−2 = 2 × 3−2 × 25 × 32 26 × 30 26 = 0 = 2 (2−5 − 3−2 ) × 25 × 32 2 × 32 − 25 30 3 − 25 64 64 = = −4 9 − 25 −16 = CONTOH 1. Penyelesaian: 𝑥 + 𝑦 −1 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 = −2 = = 𝑥 −2 − 𝑦 −1 (𝑥 − 𝑦 −1 ) × 𝑥 2 𝑦 𝑥 0 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 = = 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 × 𝑥 2 𝑦 = 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑦𝑥 + 𝑦 2 − 𝑥 3 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 2 𝑥 2 𝑦 𝑥 2 = 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 Sistem Bilangan Real 39 .

000.000 km.00002345 Penyelesaian: a.00000016 ditulis sebagai −1. b. bilangan 375.8 : Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah.6 × 10−7 . CONTOH 1. -0.75 × 1011 . yaitu: i.■ Notasi Ilmiah dari Bilangan Notasi ilmiah dari bilangan digunakan untuk menuliskan bilangan yang sangat besar ataupun bilangan yang sangat kecil. ii. Pergeseran (melompat) n angka/digit ke kiri berarti memunculkan perkalian dengan 10𝑛 . Jarak bumi ke matahari sekitar 150.5 × 108 km. Pergeseran (melompat) n angka ke kanan berarti memunculkan perkalian dengan 10−𝑛 . Sebagai contoh.000. 40 Sistem Bilangan Real .3. bilangan 0.000. Bentuk baku notasi ilmiah suatu bilangan adalah penulisan dalam bentuk 𝑎 × 10𝑛 dengan -10 < a < 10 dan n bilangan bulat Perlu diperhatikan pengertian perpindahan letak tanda koma (desimal). Jarak bumi ke matahari kira-kira 1.000 ditulis sebagai 3. a.

dan kehidupan sehari-hari.00002345 apabila ditulis dalam notasi ilmiah diperlukan menggeser tanda koma hingga setelah angka tak nol pertama. Biaya pembersihan Rp. Pada subbab ini. sehingga diperoleh 2. kita telah mengenal bilangan berpangkat. b.3. permasalahan yang terkait dengan bisnis. Jika diameter gedung adalah 200 m. CONTOH 1.3. Jadi diperlukan pergeseran ke kanan sebanyak 5 lompatan. Bilangan -0. dan sifat-sifatnya. Beberapa penerapan disajikan dalam bentuk contoh. 50. Pertama kita awali dengan contoh yang sederhana.345 × 10−5 . operasi bilangan berpangkat.Didapat dengan cara menggeser tanda koma ke kiri sampai setelah angka pertama.000 per m2. memuat pangkat 2 atau kuadrat.3 Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat Sebelum ini. kita akan memakai operasi bilangan berpangkat ini pada beberapa permasalahan matematika. Dalam hal ini diperlukan 8 kali lompatan. 1. maka berapa perkiraan biaya pembersihan permukaan gedung tersebut ? Sistem Bilangan Real 41 .9 Seorang pemborong pelayanan kebersihan gedung akan melakukan pekerjaan pembersihan gedung yang bentuknya hampir menyerupai setengah bola.

3. Karena itu. 1. sehingga perkiraan biaya pembersihan keseluruhan gedung adalah 𝑅𝑝 50.14 × 1002 = 62. 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 = 2 × 3. 2. r adalah jari-jari gedung = setengah dari diameter. Segitiga Pascal Salah satu pemakaian bilangan berpangkat adalah untuk menghitung / menguraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 . dan π didekati dengan 3. Hasil dari penguraian bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 mempunyai suatu keteraturan koefisien dari setiap suku yang dinamakan Segitiga Pascal.140. coba kita perhatikan segitiga Pascal berikut ini.000 × 62. 5 seperti berikut ini.Penyelesaian: Luas permukaan gedung didekati dengan setengah luas kulit bola. 4.000.14.800 𝑚2 = 𝑅𝑝 3.000 𝑚2 Untuk contoh penerapan yang lainnya.000. 42 Sistem Bilangan Real . Sekarang kita coba uraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 untuk k = 0. luas permukaan gedung mendekati 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 dengan L adalah luas permukaan gedung.800 𝑚2 Biaya pembersihan per m2 adalah Rp 50.

(i=0). mempunyai bentuk x1 y 4 = 𝑥 5−4 𝑦 4 o Pada suku ke-6. mempunyai bentuk 𝑥 5 = 𝑥 5 𝑦 0 = 𝑥 5−0 𝑦 0 o Pada suku ke-2. (𝑥 + 𝑦)5 = 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 𝑦 5 o Pada suku ke-1. ii. bahwa:  Pada setiap suku dari (𝑥 + 𝑦)𝑘 . k. mempunyai bentuk 𝑥 4 𝑦 1 = 𝑥 5−1 𝑦 1 o Pada suku ke-3. mempunyai bentuk 𝑦 5 = x 0 y 5 = 𝑥 5−5 𝑦 5 Sistem Bilangan Real 43 . 4 3 = 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 𝑦 3 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 1 𝑦 4 vi.. iii. 2. (i=1). (i=3). 3 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥𝑦 + 𝑦 2 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 1 𝑦 3 v.i. mempunyai bentuk x 2 y 3 = 𝑥 5−3 𝑦 3 o Pada suku ke-5. mempunyai bentuk x 3 y 2 = 𝑥 5−2 𝑦 2 o Pada suku ke-4. ada bentuk 𝑥 𝑘−𝑖 𝑦 𝑖 dengan i = 0. 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 1 2 =1 = 1 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 𝑥𝑦 + 𝑦𝑥 + 𝑦 2 = 1 𝑥 2 + 2 𝑥𝑦 + 1 𝑦 2 = 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 + 𝑦 2 iv. 1. Sebagai ilustrasi. . (i=5).. (i=2). (i=4).. perhatikan untuk k=5 berikut ini. 𝑥 + 𝑦 5 = 𝑥 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 1 𝑦 5 Perhatikan pada uraian di atas.

Gambar 1. Konstanta (koefisien) dari tiap-tiap suku pada (𝑥 + 𝑦)0 sampai dengan (𝑥 + 𝑦)5 mempunyai suatu bentuk keteraturan yang dinamakan segitiga Pascal seperti berikut ini. Sehingga koefisien segitiga Pascal tersebut dapat kita lanjutkan lagi untuk k=6 dan k=7 seperti Gambar 1.2. Gambar 1.1 Segitiga Pascal Enam Baris Kalau diperhatikan nilai-nilai pada suatu baris ke-k pada segitiga Pascal merupakan „jumlahan silang‟ dari baris ke k-1 (baris sebelumnya).2 Segitiga Pascal Delapan Baris 44 Sistem Bilangan Real .3.3.3.

C ONTOH 1.3.10 D engan m enggunakan segitiga Pascal, uraikan bentuk–bentuk perpangkatan dibawah ini. a. 𝑥 + 𝑦
6

b. (𝑥 − 𝑦)7

Penyelesaian:

a. Nilai-nilai pada baris k=6 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 + 𝑦 6 , diperoleh 𝑥 + 𝑦
6

=

= 1 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 1 𝑦 5 = 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 𝑦 5

b. Nilai-nilai pada baris k=7 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 − 𝑦 7 , diperoleh 𝑥 − 𝑦
7

= 𝑥 + (−𝑦)

7 2

= 𝑥 7 + 7𝑥 6 (−𝑦) + 21𝑥 5 −𝑦

+ 35𝑥 4 (−𝑦)3 +

35𝑥 3 (−𝑦)4 + 21𝑥 2 (−𝑦)5 + 7𝑥(−𝑦)6 + (−𝑦)7 = 𝑥 7 − 7𝑥 6 𝑦 + 21𝑥 5 𝑦 2 − 35𝑥 4 𝑦 3 + +35𝑥 3 𝑦 4 − 21𝑥 2 𝑦 5 + 7𝑥𝑦 6 − 𝑦 7

Sistem Bilangan Real

45

CONTOH 1.3.11 Persamaan untuk menghitung investasi dengan modal 𝑀𝑜 = 𝑅𝑝

1.000.000 dengan laju bunga i=10% per tahun selama n tahun adalah 𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah modal awal, sedangkan Mn adalah jumlah uang setelah n tahun. Berapakah total nilai uang setelah 2 tahun ?. 𝑀𝑛 = 1.000.000 × (1 + 0,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (1,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11 × 10−1 )2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11)2 × 10−2 ⟹ 𝑀𝑛 = 121 × 106−2 = 121 × 104 Jadi besarnya investasi setelah dua tahun adalah Rp 1.210.000. CONTOH 1.3.12 Pada tanggal 1 Januari 2004, bapaknya si A meminjam uang bank sebesar untuk pengembangan usaha. Pinjaman tersebut ditagihkan kepada si A pada tanggal 31 Desember 2007 sebesar $ 5208,33. Jika bunga pinjaman sebesar 4% per tahun ditambahkan pada tiap akhir tahun sebagai pinjaman, maka berapa besar yang dipinjam oleh bapaknya si A?

Penyelesaian: Karena bunga ditambahkan sebagai pinjaman di setiap akhir tahun, bank menerapkan bunga berbunga. Oleh karena itu, kita pakai rumus

46

Sistem Bilangan Real

𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah pinjaman awal, sedangkan Mn adalah jumlah pinjaman setelah n tahun. Pinjaman dilakukan selama 4 tahun, dari 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2007. Sedangkan i adalah besarnya bunga tiap tahun. 5208,33 = 𝑀𝑜 × (1 + 0,04)4 ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 (1 + 0,04)4

Kita hitung terlebih dahulu (1 + 0,04)4 sebagai berikut. (1 + 0,04)4 = 1 + 0,04 + 0,042 + 0,043 + 0,044 . = 1,04 + 0,0016 + 0,000064 + 0,00000256. = 1,04166656. Hasil ini dimasukkan ke ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 5208,33 4 = 1,04166656 = 5000 (1 + 0,04)

Jadi besarnya pinjaman oleh bapaknya si A adalah $ 5000.

Sistem Bilangan Real

47

 RANGKUMAN
Bilangan real dapat di pangkatkan dengan bilangan bulat. Untuk bilangan real a≠0, a0 = 1. Untuk n bulat positif dan a real, bilangan an = a×a×a×…×a. Sifat operasi pangkat bulat pada bilangan real: 1. 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 2. (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 3. 5. 𝑎
𝑚 𝑎 𝑛

= 𝑎𝑚 −𝑛
= 𝑎
𝑛 𝑏 𝑛

4. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛

(𝑏 )𝑛 𝑎

SOAL LATIHAN 1-3
1. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini dalam bentuk notasi pangkat (eksponen). a. 5 × 5 × 5 × 5 c. -2 × 4 × 2 × (-16) e. ab × ab × ab b. (-3) × (-3) × (-3) × (-3) d. 2a × 2a × 2a f. (-b) × (-b) × (-b)

2. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini menjadi bentuk bilangan yang lebih sederhana. a. 254 c. (-2ab2)4 e. ( 𝑎2 𝑏 3 )4
3 2

b. (-16)2 d. (2a)5 f. (2 𝑎
−𝑏 2

)4

48

Sistem Bilangan Real

5-3 e. c. a. (-2+16)(2+8)2 d. maka sederhanakanlah ekspresi rasional berikut ini. 2 2 3 𝑥 𝑦 3 b. -0.3. 3-5. 24 62 32 15 𝑥 3 𝑦 3𝑥 2 𝑏 3 𝑥𝑦 𝑎𝑥 𝑏 2 𝑦 𝑏𝑦 8𝑎 4 𝑏 2 2 𝑎 2 𝑏 3𝑥 2 15 𝑥 3 𝑦 1 4𝑎𝑏 𝑥 2 𝑦 3𝑥 2 𝑦 𝑥 b. 7−5 73 h. (2x)3(3y-2) f. 53 c. g. (2x+y)3 − 𝑦 2 𝑥 2 − 𝑥𝑦 2 f. a. e. a. 93 d. Jika a. Diameter atom Helium b. adalah 0. x dan y adalah bilangan real.000. maka sederhanakanlah ekspresi berikut ini menjadi bentuk yang tidak memuat tanda kurung. Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. Pada tahun 2010. 5-5. b.00000314 e. × + - 2+ 𝑥 𝑦 (1 − ) 5. 75 73 8𝑥 2 𝑦 −3 2𝑥 −3 𝑦 −5 b. penduduk Indonesia berjumlah 300 juta.000 c.000000022 cm Sistem Bilangan Real 49 . 2+ 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 ) 𝑥 (1 − 4. (-2x-y)2 e. Tentukan hasil perkalian berikut ini dan tuliskan dalam bentuk pangkat bilangan positif. f. Jika x dan y adalah bilangan real. 10. a. (25-16)3 c. 903 d.012 f. 55. 0. 3-5. (4x2y-3)(2x-2y3)-2 6. d.

1 : Akar kuadrat suatu bilangan real a non negatif adalah bilangan non negatif b yang kalau dipangkatkan dua. 9 = 3 . b. CONTOH 1. 194481 50 Sistem Bilangan Real . karena 52 = 25 CONTOH 1.4.4. DEFINISI 1. a. Bentuk akar ditulis menggunakan tanda radikal dengan simbul Sedangkan kata akar merupakan terjemahan dari kata root dalam bahasa Inggris.2 : Tentukan hasil akar kuadrat berikut ini.4 Bilangan dalam Bentuk Akar (Rasional) Pada bagian ini dibahas mengenai bentuk akar. misalnya 16 = 4.4. Secara notasi matematika: 𝑎 = 𝑏 jika b2 = a. . karena 32 = 9 25 = 5 . dan b bilangan positif Tulisan 𝑎 dibaca “akar kuadrat dari a” atau “akar dari a”.1. menjadi bilangan semula a.1 : a. Jadi mencari akar suatu bilangan merupakan kebalikan dari pemangkatan. 1296 b.

tentukan hasil dari 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 . Sistem Bilangan Real 51 . Pertama.Penyelesaian: a. maka 2 merupakan faktor. 𝑝 2 = 𝑝. ii.3 : a. b. 194481 = Jadi (32 × 72 )2 194481 = (3 × 7)2 = 441 karena 4412 = 194481 Kalau kita lihat definisi akar di atas. untuk 𝑝 ≥ 0 𝑝 2 = −𝑝.4. Faktorkan bilangan 194481 menjadi 194481 = 34 × 74 = (32 × 72 )2 . untuk 𝑝 < 0 CONTOH 1. berlaku bahwa: i. difaktorkan 1296. Karena akhir bilangan tersebut adalah 2. 42 = 4 (−9)2 = − −9 = 9 CONTOH 1. 1296 = 2 × 648 (648 difaktorkan) = 2 × 2 × 324 (324 difaktorkan) 2 × 2 × 162 = 2 (162 difaktorkan) = 23 × 2 × 81 (81 difaktorkan) = 24 × 34 = (2 × 3)4 = ((2 × 3)2 )2 Jadi 1296 = (2 × 3)2 = 62 = 36 karena 362 = 1296 b.4.4 : Untuk x bilangan real.

dan pembagian.5 : a. 3 d. Karena pada dasarnya bilangan dalam bentuk akar adalah suatu bilangan real yang dapat dioperasikan.4. 36 81 =3 = =3 =2 = 𝑎2 𝑐 4 = 𝑎𝑐 2 jika a > 0. 𝑎𝑏 = 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 = 𝑎 𝑏 CONTOH 1. 42 × 3 = 42 × 3 = 4 3 5 = 4 3 × 5 = 4 15 36 81 b.1 Operasi Aljabar pada Bilangan Berbentuk Akar Bilangan dalam bentuk akar juga dapat dikenakan operasi aljabar seperti penjumlahan. maka berlaku: i. 6 9 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 52 Sistem Bilangan Real .Penyelesaian: 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 = 𝑥 + 1 2 = x + 1. pengurangan. 4 3 × c. jika (x+1) ≥ 0 atau x ≥ -1 = -(x+1).4. ii. Perkalian dan Pembagian Bilangan Bentuk Akar Jika a dan b merupakan bilangan real positif. perkalian. jika (x+1) < 0 atau x < -1 1.

maka kita rubah sebisa mungkin untuk dapat sejenis. Lihat kembali sifat distributif pada bilangan real. 5 − 2 5 Sistem Bilangan Real 53 . 2 3 + 5 3 = (2 + 5) 3 = 7 3 b. 12 − 5 3 c. 5 + 5 9 . maka berlaku: i.4.6 : Tentukan hasil dari pengoperasian bilangan bentuk akar di bawah ini. a. 2 3 + 5 3 b. CONTOH 1. sebenarnya operasi jumlah dan kurang di atas sama dengan yang telah lalu. a. 𝑎 𝑐 + 𝑏 𝑐 = (𝑎 + 𝑏) 𝑐 ii. 12 − 5 3 = 4. 𝑎 𝑐 − 𝑏 𝑐 = (𝑎 − 𝑏) 𝑐 Jika kita lihat sifat di atas. 2 20 + 5 45 − 2 5 = 2 4 .3 − 5 3 = 2 3 − 5 3 = -3 3 c. b merupakan bilangan real dan c merupakan bilangan real positif. 2 20 + 5 45 − 2 5 Penyelesaian: Jika bilangan dalam tanda akar belum sejenis. maka penjumlahan dan pengurangan bilangan dalam bentuk akar hanya dapat dilakukan pada dua bilangan yang sejenis (pada ekspresi i & ii di atas 𝑐 dikatakan bilangan sejenis).■ Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bentuk Akar Jika a.

hasilnya dapat berupa pecahan dengan penyebut bentuk akar.4. 3 3 5 3− 12 = 15 3 3 − 3 3 12 = 15(3) – 3 36 = 45 – 18 = 27 12 . 1.4. karena bilangan dalam bentuk akar juga merupakan bilangan real.2 Merasionalkan Penyebut Pada pembagian yang memuat bentuk akar. 𝑎 × 𝑎 = 𝑎2 ii. Bentuk akar pada penyebut itu dapat diubah sehingga penyebutnya tidak lagi memuat bentuk akar. Proses demikian dinamakan merasionalkan penyebut.= 4 5 + 15 5 − 2 5 = (4 + 15) 5 − 2 5 = (19 − 2) 5 = 17 5 CONTOH 1. Proses merasionalkan penyebut dapat dikerjakan dengan memanfaatkan bentuk perkalian: i. 𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 54 Sistem Bilangan Real .7 : Sederhanakanlah bentuk 3 3 5 3 − Penyelesaian: Sifat distributif pada bilangan real dapat dipakai.

Agar tidak merubah nilai bilangan. kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut. kalikan penyebutnya dengan bilangan ( 5 + 2) dan kalikan pembilang dengan ( 5 + 2). Pada kasus ini. 5 2 b. yaitu 5.4. 2− 3 5 c. 2+ 3 5− 2 = = = = 2+ 3 5− 2 × 5+ 2 5+ 2 2 5+2 2+ 3 5+ 3 2 5 5− 2 2 2 5+2 2+ 15+ 6 5− 2 2 5+2 2+ 15+ 6 3 Sistem Bilangan Real 55 . 5 2 = 5 2 × 2 2 = 5 2 2 2 = 10 4 = 10 2 b.8 : Rasionalkan penyebut pada bilangan: a. 2− 3 5 × 5 5 = 2 5− 15 25 = 2 5− 15 5 c. Oleh karena itu. Pada kasus ini. yaitu 2. kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut. pembilang juga dikalikan 2 . 2+ 3 5− 2 Penyelesaian: a.CONTOH 1. Agar tidak merubah nilai bilangan. gunakan bentuk 𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 . Pada kasus ini. pembilang juga dikalikan 5 .

9 : Rasionalkan penyebut pada bilangan 3 2+ 3− 2 . penyebut memuat dua bilangan yang berbentuk akar. penyebut hanya memuat satu bentuk akar = 6+3 3 +3 2 5+4 3 × 5−4 3 5−4 3 = 6+3 3 5− 6+3 3 4 3+15 2−12 6 25+48 30+15 3 − 24 3+36 +15 2−12 6 73 −6−9 3+15 2−12 6 73 = = 56 Sistem Bilangan Real . 3 (2+ 3)− 2 2+ 3 + 2 2+ 3 + 2 3 2+ 3 +3 2 (2+ 3)2 −2 × = = 6+3 3 +3 2 4+4 3+3 −2 6+3 3 +3 2 5+4 3 = . Penyebut 2 + 3 − 2 = (2 + 3) − 2. Bentuk akar ini akan kita hilangkan satu per satu.CONTOH 1. sehingga kita buat seperti berikut ini. Penyelesaian: Pada kasus ini.4.

a. 11449 1500625 57153600 3. Carilah nilai akar dari 14 × 18 × 105 × 625. f. atau 8 ?. carilah nilai akarnya. 3. f. Carilah contoh bilangan. 243 441 1024 2. (𝑥 − 1)2 2𝑥 2 + 18𝑥 + 40 apabila bilangan tersebut 5. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. 4. c. c. a. d. 25𝑥 2 𝑥 2 − 5𝑥 + 6 tiga contoh b. a. 7. bilangan. Sistem Bilangan Real 57 . Jika x merupakan bilangan real positif. Carilah dikuadratkan berakhir dengan angka 1 atau 9 ?.SOAL LATIHAN 1-4 1. 6. maka tentukan nilai akar berikut ini. d. 1369 15129 18662400 b. 256 529 2304 b. carilah nilai akarnya. d. c. apabila bilangan tersebut dikuadratkan berakhir dengan angka 2. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. e. e.

8. 1−5 2 2 5 5+ 2 2−3 2 5 3− 2 1 2+ 𝑎− 𝑏 c. Pertanyaan selanjutnya adalah “apakah diperbolehkan bilangan real berpangkat dengan rasional ?”. 1. f. Rasionalkan bilangan bentuk akar dibawah ini. h.7. Pada subbab ini akan dibahas bilangan real dipangkatkan dengan bilangan rasional. 1 ( 3 b. Tentukan hasil dari operasi aljabar pada bilangan bentuk akar di bawah ini. f. g. 4 5 − 75 − 250 e. d. d. a. Jelaskan bahwa bilangan bulat yang berakhir dengan angka nol sebanyak ganjil bukan merupakan bilangan kuadrat. a. 18 + 12 − 5 2 75 + 48 − 6 1 3 3 9 ×2 3 𝑎2 𝑏 −5 6 − 24) 𝑎3 𝑏 5 × 9. h. 2 7 5 2 2+3 2 1 𝑏+𝑎 𝑏 5− 2 2− 3− 2 b. 3 3 × 2 3 g. 3 3 + 2 3 − 5 3 c. 58 Sistem Bilangan Real .5 Bilangan Berpangkat Rasional Sebelum ini telah dikenalkan perpangkatan bilangan real dengan bilangan bulat. e.

5.5. 𝑎𝑛 = Untuk lebih jelasnya.1 : a. ditulis dengan 𝑛 𝑎 = 𝑏. karena (-3)3 = -27. ditulis dengan 3 𝑎 = 𝑏. c. karena 103 = 1000. kita lihat contoh numerik berikut ini.5.1 : Akar pangkat tiga dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan 3 menjadi bilangan a. jika 𝑏 3 = 𝑎 Untuk lebih jelasnya. 3 3 3 3 3 8=2 125 = 5 −27 = −3 1000 = 10 −1000 = −10 karena 23 = 8. Dalam keadaan khusus:   Jika n genap maka Jika n ganjil maka 𝑛 𝑛 𝑎 . maka nilai a harus non negatif. DEFINISI 1.2 : Akar pangkat n dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan n menjadi bilangan a. kita lihat contoh numerik berikut ini. b. d. untuk sembarang nilai a. e. jika 𝑎 < 0 𝑎𝑛 = 𝑎 . karena (-10)3 = -1000. Sistem Bilangan Real 59 .DEFINISI 1. CONTOH 1. jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 Jika n genap. jika 𝑎 ≥ 0 −𝑎. karena 53 = 125.

Bilangan dalam tanda akar. 81 = 3 × 27 = 3 × 3 × 9 = 3 × 3 × 3 × 3 = 34. c. a. e. -1024 = -2 × 512 = … = −210 = (−22 )5 = (−4)5 5 5 −1024 = (−4)5 = −4. 1 Selanjutnya. sehingga 60 Sistem Bilangan Real . 4 4 81 = 34 = 3. 32 = 2 × 16 = 2 × 2 × 8 = 2 × 2 × 2 × 4 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 25. d.3 : Tentukan hasilnya (jika ada).2 : a.5. karena (-3)5 = -243. kita akan menelaah arti dari 𝑎𝑛 . b. Bilangan dalam tanda akar. Berdasarkan rumusan sebelumnya bahwa (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 . 4 4 5 5 5 16 = 2 625 = 5 −243 = −3 100000 = 10 −100000 = −10 karena 24 = 16. b. -1024 difaktorkan. CONTOH 1. 4 81 c. karena 105 = 100000. Bilangan dalam tanda akar.5. 81 difaktorkan. c. 5 5 32 = 25 = 2. karena 54 = 625.CONTOH 1. karena (-10)5 = -100000. 5 32 b. 32 difaktorkan. 5 −1024 Penyelesaian: a.

(𝑎𝑛 )𝑛 = 𝑎𝑛 ×𝑛 = 𝑎1 = 𝑎 Dikaitkan dengan rumusan bahwa arti 𝑏 𝑛 = 𝑎. nilai a harus positif. Untuk n ganjil. Sistem Bilangan Real 61 . arti dari 𝑎 𝑛 adalah 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 atau 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑚 1 𝑛 𝑚 1 𝑛 𝑚 𝑎𝑚 Untuk memperjelas maksud dari definisi ini.3 : Untuk n bilangan asli.5. DEFINISI 1. maka dapat diperoleh ( 𝑎)𝑛 = 𝑏 𝑛 = 𝑎 DEFINISI 1.4 : Untuk bilangan bulat non negatif m dan bilangan asli n. Pangkat bilangan rasional secara umum didefinisikan berikut ini. arti dari 𝑎𝑛 adalah 𝑎𝑛 = 1 1 𝑛 1 𝑛 𝑛 𝑛 1 1 𝑎 = 𝑏 yang mempunyai 𝑎 atau 𝑎 𝑎𝑛 akan mempunyai nilai apabila:   Untuk n genap. kita lihat contoh berikut ini.5.

yaitu 3x = 32 Dengan demikian. a. Untuk mendapatkan jawab persamaan pertama.5. yaitu x2 = 32 Sehingga didapat jawab untuk persamaan itu. 814 3 c. 814 = (814 )3 = ( 81)3 = 33 = 27 c.4 : Tentukan hasil dari operasi perpangkatan berikut ini. karena pangkatnya genap maka terdapat dua jawab yang mungkin yaitu x = 3 atau 𝑥 = −3. Untuk persamaan ke-dua. jawab dari persamaan tersebut adalah x = 2. 62 Sistem Bilangan Real . (−27)3 5 Sifat – sifat perpangkatan bilangan rasional sama dengan sifat perpangkatan bilangan bulat. Dalam hal ini. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat 2. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat dengan basis (bilangan yang dipangkatkan) 3. 83 = (83 )2 = ( 8)2 = 22 = 4 b. 83 Penyelesaian: a. Menyelesaikan Persamaan Pangkat Sederhana Persamaan pangkat mempunyai bentuk seperti 3 x = 9 atau x2 = 9. (−27)3 = ((−27)3 )5 = ( −27)5 = (−3)5 = −243 2 1 3 3 1 4 2 1 3 2 b.CONTOH 1.

4𝑥+1 = 2 8 = 22 Dari sini kita dapatkan bahwa 𝑥 + 2 = atau 𝑥 = .5 : Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 5 2 1 2 5 b.5. Sistem Bilangan Real 63 .Langkah-langkah serupa gambaran di atas. Ruas kiri dan kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu. Ruas kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu. CONTOH 1. 4𝑥+1 = 2 8 1 22𝑥+2 = 2−3 22 22𝑥+2 = 2 5 − 2 5 2 9 4 Dari sini kita dapatkan bahwa 2𝑥 + 2 = − atau 𝑥 = − . 2𝑥+2 = 22 22 1 b. a. selanjutnya dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan pangkat yang lain. 2𝑥+2 = 4 2 Penyelesaian: a.

(64 × 256)4 d.00243)5 f. a. jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 𝑛 SOAL LATIHAN 1-5 1. 𝑚 1 𝑛 3 𝑎 = 𝑏. (−1024)5 1 4 4 b. (8 × 27 × 512)3 e. d. (−27000)3 f. ( b. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. a = b. e. 0. 3 4 5 −64 −256 3125 3 4 2. RANGKUMAN    Akar pangkat. ( d. 3 4 5 64 256 −1024 1 b. (0. 2564 c.1253 5 64 Sistem Bilangan Real . 2564 d. (−1024 × (−243))5 81 1 )4 256 8 × 27 4 )3 512 4 4 b. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. Akar pangkat n. ( c. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. 1253 3 5 3. (−27)3 f. (−0. (81 × 256)4 c. a. f. 125000 3 64 3 )4 256 4 5 4 4. Tentukan nilai akar berikut ini.125)3 4 e. a. jika b3 = a. a. c. 273 e.

𝑥 4 = 4096 d. Dapatkan semua nilai dari persamaan berikut ini. ( 0.125)4 3 3 c. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional. (0. 𝑥 5 = −1024 e. 3 27𝑥 6 𝑦 9 𝑥𝑦 (𝑥+𝑦 3 5 8. 4 3 81 𝑥 12 𝑥−𝑦 (𝑥+𝑦) 𝑥 b.111111111111111 )2 6.00243 × 0.125)5 4 d. ( )2𝑥 = 16 c. a. 3 1 4 256 b. a. 3 216 × ( 512)4 3 (−0. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. (𝑥 2 )2 = 64 3 b.00243)6 7. a. a. ( 81 256 × 16)4 4 1 b.125)4 d. 3−𝑥 = 81 d.5. a.0. ( 5 0. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional yang sederhana. c. 𝑥 2 𝑥 4 = 3 4 3 243 Sistem Bilangan Real 65 . d. (0. ( 64 256 × 0.037037037037037 )3 e. 5𝑥−4 = 125 243 9. 642𝑥 = 1 4 1 2 b. 22𝑥 4𝑥 −3 = 4 1 2 e. 𝑥 3 = 4096 c. (𝑥 2 )4 = 8 f. 814 × c. Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 42𝑥−1 = ( )2𝑥 f.

Karena a = bx. (a) Bilangan b disebut basis atau bilangan pokok logaritma.6. perhitungan dengan bilangan yang sangat besar dapat disederhanakan. Dengan logaritma. Diuraikan pula. 66 Sistem Bilangan Real . Permasalahan demikian yang merupakan permasalahan logaritma. dan x disebut hasil logaritma.6 Logaritma Pada modul ini dibahas mengenai kebalikan dari pemangkatan yang disebut logaritma.1 Pengertian Logaritma Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai arti bilangan berangkat. arti dari blog a = x adalah bx = a Berkaitan dengan pengertian logaritma pada definisi di atas. dan permasalahannya adalah mencari bilangan b jika a dan p diketahui. Perhatikan definisi berikut ini. Perkalian dapat dihitung dengan penjumlahan dan pembagian dapat dihitung menggunakan pengurangan. berarti a juga harus positif. Sekarang akan dibahas mengenai permasalahan menentukan bilangan p jika a dan b diketahui. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. DEFINISI 1.1 : Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1. (b) Bilangan b dipilih positif.1. maka tidak selalu menghasilkan bilangan real. nilai bx > 0.6. 1. Jika b negatif dan dipangkatkan dengan bilangan rasional. (c) Karena b positif dan x real. misalnya ap = b. semua sifat-sifat operasi aljabar dari logaritma tersebut.

b. log10 10.1 a. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “10 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 10. log 2 16 = 4.(d) Nilai b harus tidak sama dengan 1.000?”. CONTOH 1. (e) Gantilah x pada ekspresi bx = a dengan blog a = x akan diperoleh b. atau 10 4 = 10. log10 0. (f) Karena b0 = 1 untuk b > 0.2: Tentukan nilai logaritma berikut ini. karena 2-3 = 1/8 1 8 CONTOH 1. karena 24 = 16 c.000.1 e.6. log10 100 = 2.000 Penyelesaian: a.000.6. karena 10-1 = 0.000 = 4. maka blog 1 = 0. sebab untuk sembarang x maka nilai 1x = 1. log 3 243 c. log16 2 = .1 = −1. karena 161/4 = 2 4 1 d. log 2 0. Oleh karena itu. log 2 = −3. Untuk mencari nilai log10 10. Jawabannya adalah 4. log10 10.25 Sistem Bilangan Real 67 . karena 102 = 100 b. 𝑏 𝑏 log 𝑎 = 𝑎 Penulisan 𝑏 log 𝑎 sering ditulis dalam bentuk logb a. a.

Kita juga dapat mencari nilai log dari suatu bilangan dengan cara memfaktorkan bilangan tersebut menjadi perkalian basis dari logaritmanya.6. Karena 243 = 3 × 3 × 3 × 3 × 3 = 3 5. Untuk menggambarkan sketsa grafik y = 2x. log 3 243 = 5. maka log 3 243 = 5. berapapun nilai x akan menghasilkan bx yang selalu positif. Selain itu. dapat dihitung beberapa nilai y untuk nilai-nilai x seperti dalam tabel berikut ini: 68 Sistem Bilangan Real . Oleh karena itu. untuk itu diawali bagian ini dengan mengulang singkat sifat-sifat perpangkatan. maka log 2 0.25 = ¼ = 4-1 = 2-2. c.25 = −2 Tidak semua logaritma dapat dicari hasilnya dengan mudah seperti contoh di atas.b. Karena 0. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “3 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 243?”. Jawabannya adalah 5. Misalnya log10 2 tidak dapat dicari menggunakan cara seperti di atas. Nilai tersebut dapat dicari menggunakan tabel atau kalkulator. atau 3 5 = 243. Dengan demikian logaritma terdefinisi hanya untuk bilangan positif. 1. perhatikan bahwa karena b > 0.2 Menghitung Logaritma Logaritma adalah kebalikan dari proses pemangkatan. Untuk mencari nilai log 3 243. Misalkan akan digambarkan grafik pangkat dengan menghitung nilai-nilai pangkat sebanyak mungkin.

nilai 2x = 1.1 Grafik 𝑦 = 2 𝑥 Gambar 1.Tentu saja dapat dihitung lebih banyak nilai y untuk mendapatkan sketsa grafik yang lebih tepat (halus). nilai 2x juga makin besar dan 2x > x. Berdasarkan nilai-nilai pada tabel dan sifat di atas. nilai 2𝑥 1 < 2𝑥 2 . 𝑦 = 2𝑥 dapat disketsakan seperti Gambar 1. sketsa grafik y = ( )𝑥 dapat digambarkan seperti Gambar 1. (e) Jika x1 < x2.6. Dari tabel di atas dapat diamati beberapa sifat berikut: (a) Untuk x makin besar. x Sistem Bilangan Real 69 . Gambar 1. nilai 2x makin kecil menuju nol. Sketsa grafik y = ( )𝑥 merupakan pola dari grafik 2 1 y = a dengan 0 < a < 1. (c) Untuk sembarang x. Gambar tersebut merupakan pola dari grafik y = ax dengan a > 1. (b) Untuk x makin kecil (negatif).6. (d) Untuk x = 0.2.2 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 1 2 1 2 Dengan cara yang sama.1.6. nilai 2x > 0.6.

Untuk memberikan gambaran mengenai grafik y = ax untuk a yang lain. perhatikan sifat berikut ini. menunjukkan perbedaan antara grafik y = ( )𝑥 dan y = ( )𝑥 .xSedangkan Gambar 1. 1 2 1 3 70 Sistem Bilangan Real . maka ax > bx. Perhatikan bahwa untuk x > 0 maka 2x < 3x dan untuk x < 0 maka 2x> 3. Gambar 1.6.6. berlaku. maka ax < bx.3 Grafik 𝑦 = 2𝑥 dan 𝑦 = 3𝑥 Berdasarkan informasi ini dapat digambarkan sketsa grafik y = ax. Misalnya perbedaan grafik y = 2x dan y = 3x dapat dilihat pada Gambar 1.6. (b) untuk x < 0. Misal a > b.3. (a) untuk x > 0.

Secara terpisah 1 2 1 3 Gambar 1..6.6.4 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 dan 𝑦 = ( )𝑥 Grafik logaritma dapat dicari dari gafik pangkat.6. 1.5 Grafik Logaritma Sistem Bilangan Real 71 .Gambar 1.). untuk mendapatkan gafik y = log 2 𝑥 dapat diperoleh dari pencerminan grafik y = 2x terhadap garis y = x (lihat Gambar ditunjukkan grafik y = log 2 𝑥 pada Gambar 1.6. Misalnya.

berlaku log 𝑏 𝑝 < log 𝑏 𝑞  Untuk 0 < b < 1 dan 0 < p < q.  Untuk sembarang bilangan b > 1.Gambar 1.6.6. Sebagai contoh.6. Sifat yang lain dari logaritma diberikan berikut ini. jika ditarik garis y = 3 yang memotong grafik kira-kira di titik dengan x = 1.6.6. Hal ini berarti log 2 3 ≈ 1.6. dari grafik pada Gambar 1.6 Sketsa Grafik Logaritma Dari grafik-grafik tersebut dapat dicari nilai logaritma dengan ketepatan terbatas. berlaku 72 Sistem Bilangan Real . dan 0 < p < q.6 (≈ dibaca „hampir sama dengan‟) Secara umum. untuk mendapatkan nilai log 2 𝑎 dapat diikuti gambaran yang diberikan pada Gambar 1.

3) diperoleh 1 < 1..2 ...1 .....1 Selanjutnya...6..6.. 0. kalikan pertidaksamaan (1.51 = 20..6.5 = 1.4) dengan 2 dan diperoleh Sistem Bilangan Real 73 .... Diketahui bahwa 2 < 3 < 22 .3) karena log 2 2 = 1 dan log 2 22 = 2.log 𝑏 𝑝 > log 𝑏 𝑞 Uraian berikut ini memberikan gambaran menghitung log 2 3 berdasarkan sifat di atas..6.6..5 < 2 dan berdasarkan tabel perpangkatan dari 2 di atas diketahui bahwa 1.. dengan membagi 2 pertidaksamaan(1.... dan seterusnya.... (1..41 < 1.. maka 1 < log 2 3 < 2. (1. Jadi log 2 3 = 1.. Tabel 1.… Untuk mendapatkan angka ke-dua dari log 2 3 diperlukan nilai perpangkatan dari 2 oleh 0..4) Untuk mendapatkan kembali angka 3.5 terletak di antara 20...5 < 1.6 ...

5+0. harus dihitung 20.064 terletak di 20.2 Perhatikan bahwa 1.08 < 3 < 21+0.5 < 3 < 21.064 < 1.6 dan ini berarti bahwa 1.09 Hal ini berarti bahwa 74 Sistem Bilangan Real . maka pertidaksamaan (1.5+0. dan seterusnya.6. dikalikan ketaksamaan tersebut dengan 1.01.134351773 Seperti sebelumnya.6 Untuk mendapatkan ketepatan yang lebih tinggi. Tabel 1.4) dapat dibagi dengan 1.08 = 1.0570 < 1.41 = 20.6. dihitung nilai-nilai seperti dalam Tabel 1.41 dan diperoleh 1 < 1.09 dan untuk mendapatkan kembali angka 3.5 < log 2 3 < 1. 20.05 dan kemudian dengan 2 = 21 (angka yang digunakan untuk membagi) sehingga diperoleh 21+0.2. Karena 2x > 1 untuk setiap x > 0.064 < 1.02.0644 = 20.6.21.

23 < 1.3 < 5 < 22+0.25 terletak 20.58.1.0163 dan Sistem Bilangan Real 75 .6.  Untuk memperoleh ketepatan yang lebih baik.25 < 2 Selanjutnya menggunakan Tabel 1. Penyelesaian:   Karena 22 = 4 < 5 < 23. ketaksamaan 1.23 dan diperoleh 1 < 1.3 = 1. hitunglah log 2 5.23 < 1.4 Dengan mengalikan ketaksamaan terakhir dengan 2 2 diperoleh 22+0.32 = 20.58… Tahapan ini dapat dilanjutkan untuk mendapatkan nilai hampiran dengan ketepatan sesuai yang diinginkan.59.4 Ini berarti log 2 5 = 2. Karena diketahui bahwa log 2 3 < 1.58 < log 2 3 < 1.… Ketaksamaan tersebut dibagi dengan 22 = 4. berati log 2 3 ≈ 1.3… . diketahui bahwa 1. dan diperoleh 1 < 1.25 < 1.585 lebih baik dibandingkan dengan log 2 3 ≈ 1.59 Dengan demikian log 2 3 = 1.1. CONTOH 1. berarti log 2 5 = 2.6.25 dibagi dengan 1.3 Dengan menggunakan tabel pangkat yang telah dibuat di atas.

325.2. berarti log 2 5 ≈ 2. p > 0 dan q > 0. p real. Jika b > 0. Jika b > 0. diketahui bahwa 1. b≠1. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = 𝑞 log 𝑏 𝑝 76 Sistem Bilangan Real .32….0210 = 20.0163 terletak 20. Untuk ketepatan tiga angka di belakang koma. Dengan pemahaman tersebut.0140 < 1.0163 < 1.3+0. i.03 Dengan mengalikan dengan 22+0. sifat-sifat perpangkatan dapat digunakan untuk mendapatkan sifat-sifat logaritma seperti berikut ini.02 = 1.02 < 5 < 22+0.6.3 diperoleh 22+0. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = log 𝑏 𝑝 − log 𝑏 𝑞 iii. bahwa logaritma dapat diturunkan dari perpangkatan.03 dan ini berarti log 2 5 = 2. p > 0 dan q > 0. p > 0 dan q > 0. maka log 𝑏 𝑝 = log 𝑏 𝑝 log 𝑏 𝑞 iv.selanjutnya berdasarkan Tabel 1.3 Sifat-sifat Logaritma Sebagaimana telah diuraikan pada subbab sebelumnya. Jika b > 0. b≠1. b≠1. b≠1. 1.6. Jika b > 0. maka log 𝑏 𝑝 × 𝑞 = log 𝑏 𝑝 + log 𝑏 𝑞 ii. dan q rasional.3+0.

Penyelesaian: log10 6 = log10 2 × 3 = log10 2 + log10 3 = 0.6666 … = log10 = log10 2 − log10 3 = 0.6.4771.4771 = 0.3010 + 0.1761 2 3  log10 0.1761 Sistem Bilangan Real 77 .3010 = 0.6666 … .3010 log10 1.0.3010 .7781 dan log10 3 = 0. Penyelesaian: 3 2 dan log10 3 = 0.4771 = .CONTOH 1. tentukan CONTOH 1.4771.6.5 dan log10 0.5 = log10 = log10 3 − log10 2 = 0.0.3010 log10 6.5 Misal diketahui log10 2 = 0.4 Misal diketahui log10 2 = 0.4771 – 0. tentukan  log10 1.

7 Misal diketahui log10 2 = 0. Penyelesaian: log10 16 = log10 24 = 4 log10 2 = 4 0.3010 0. dapatkan = = 0.3010.5 × 0.6.2040 1. mebagi bilangan.3010 log 2 3 dan log 3 2 .6309 CONTOH 1.6.6. CONTOH 1.4771 = 1.6666 Penyelesaian: 78 Sistem Bilangan Real . diantaranya: untuk mengalikan bilangan. Penyelesaian:   log 2 3 = log 3 2 = log 10 3 log 10 2 log 10 2 log 10 3 dan log10 3 = 0. hitunglah pendekatan 1.3010 = 1.58505 = 0.4 Contoh Pemakaian Logaritma Pada subbab ini. akan disajikan contoh-contoh pemakaian logaritma.3010 0.8 Dengan menggunakan logaritma.CONTOH 1.6 Misal diketahui log10 2 = 0.4771.4771 0. menghitung pangkat suatu bilangan.6. dapatkan log10 16.

1761 = 0 𝑥 = 100 = 1 CONTOH 1.5 × 0.Misal 𝑥 = 1.6666 log10 1.5 × 0.6.6.1761 − 0.000.5 + log10 0.1)9 Tentukan besarnya dana pada akhir tahun ke 9. Perhitungan 9 tahun kemudian menggunakan rumusan.10 Dana Rp 100. log 2 3 = 1.58505 (berdasarkan contoh 1.6. Sistem Bilangan Real 79 .6666 log10 𝑥 = log10 1.6666 = 0.9 Dapatkan nilai x yang memenuhi 2𝑥 = 3.58505) CONTOH 1.6. 𝑀9 = 𝑀0 (1 + 0.000 dideposito dengan bunga 10 % per tahun. Penyelesaian: 2𝑥 = 3 Sebelah kiri dan kanan tanda sama dengan dikenakan operasi log 2 log 2 2𝑥 = log 2 3 𝑥 log 2 2 = log 2 3 𝑥 = log 2 3 = 1.

6. maka tentukan rumusan berapa lama untuk mencapainya.1 dihitung berbantuan kakulator.1)9 ⟹ 𝑀9 = 108 (1 + 0.372534 = 235. 80 Sistem Bilangan Real . atau dapat berbantuan tabel logaritma) ⟹ 𝑀9 = 108.1)9 ⟹ log10 𝑀9 = 8 + 9 × log10 1. karena sebelumnya tidak ada contoh penghitungan untuk log10 1.000(1 + 0.041393 = 8.Penyelesaian: 𝑀9 = 100.000.11 Persamaan untuk menghitung nilai tunai (present value/PV) dari anuitas biasa adalah 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 𝑃𝑉 = 𝑅 × Dengan : R adalah pembayaran periodik dari anuitas.769 CONTOH 1.1 = 8 + 9 ×0.794. i adalah laju bunga per periode bunga. n adalah jumlah interval pembayaran Jika diinginkan mencapai nilai tertentu di masa mendatang (Future value/ FV).372534 (disini log10 1.1 .

Penyelesaian: Persamaan pada contoh ini. PV digantikan dengan FV menjadi 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝐹𝑉 = 𝑅 × 𝑖 Kita akan mencari nilai n. berapa lama untuk mendapatkan nilai yang akan datang yang diinginkan. diperoleh 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 × 1 − 1 + 𝑖 𝑖 −𝑛 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 + 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 1 + 𝑖 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 −𝑛 − 𝑙𝑜𝑔10 𝑖 −𝑛 𝐹𝑉 𝑖 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 −𝑛 =1− 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 ⟹ 𝑛 = 𝑙𝑜𝑔10 1 + 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 𝑙𝑜𝑔10 (1 + 𝑖) Sistem Bilangan Real 81 . Kenakan operasi log pada kedua sisi persamaan.

log1/2 64 d. a.  Jika b > 0. e. 2log 2 512 f. Dengan mengikuti cara pada Contoh 1. log10 10. arti dari blog a = x adalah bx = a. log 2 7 d.000 a.0001 3. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini. a. b≠1. p > 0 dan q > 0.4. log 5 1 125 2. log b p × q = log b p + log b q 2. log 2 75 82 Sistem Bilangan Real . Tentukan nilai dari logaritma berikut ini. log 2 25 b. log10 0. maka berlaku : 1. log b pq = q log b p SOAL LATIHAN 1-6 1. log 2 6 c. log 2 64 c. log1/2 1 64 e. log 2 1 128 b. log 2 15 f. 10log 10 0.00001 b. RANGKUMAN  Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1. log 2 64 c. log 25 125 f. log b p q = log b p − log b q log b p log b q 3. log 5 625 d. log 2 10 e. log b p = 4.6. hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan dua angka di belakang koma.

log10 15 e. log10 4 e. log 2 3 × log 3 4 × log 4 5 b. log10 32 f.2 5. log10 4. Jika log10 16 = 1. log10 1600 c.5 f.4771 . log 8 7.2 8. log16 2 b. Jika log10 2 = 0. log 3 8 × log 5 9 × log 2 7 3 b. log 8 1. log10 24 c. log10 12 b. Dengan menyamakan basis logaritma. log10 1.20412. log 2 25 c. log 4 5 d. Jika dipunyai tabel seperti berikut ini Maka hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan satu angka di belakang koma.5 d. maka hitunglah 9. log 25 64 b. log10 2 d. log16 10 a. log10 256 e. log 8 36 d. log10 18 b. log10 3 d. Jika log 8 5 = 0. log 8 750 f. hitunglah Sistem Bilangan Real 83 . log 5 16 a. log10 11 a. a.3010 dan log10 3 = 0. log10 45 a.7740 dan log 8 6 = 08616 . Jika log16 5 = 𝑥. log 8 150 e. maka hitunglah a. maka hitunglah 6.4. log10 5 f. log 8 30 c. log10 2 c. maka hitunglah 7.

Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut ini.10. log 2𝑥−1 3 − 4 log 3 2𝑥 − 1 + 3 = 0 84 Sistem Bilangan Real . log 8 𝑥 − log 𝑥 8 − 6 = 0 b. a.

Akan tetapi. Model yang berbentuk persamaan atau pertidaksamaan merupakan struktur dari suatu masalah yang mengandung peubah-peubah atau parameter yang dianalisis atau diselesaikan dengan menggunakan operasi matematika.Bab 2 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN Persamaan atau pertidaksamaan merupakan suatu bentuk model matematik yang dibangun dari dunia nyata sebagai bentuk hubungan perwujudan dari alam pikir terhadap suatu masalah. Setiap model persamaan atau pertidaksamaan harus memuat unsur-unsur yang merupakan abstraksi dari kenyataan masalah tersebut. Pada kenyataannya persamaan atau pertidaksamaan yang muncul dari fenomena nyata dapat berbentuk linear atau tak linear. Persamaan dan Pertidaksamaan 85 .

2x + 5 = 8 2. roti cokelat paling sedikit 100 bungkus.000 per bus. seperti: 1. x + 2y + z = -1 -x + y + 2z = 2 x+z = 1 3. Jika dalam satu bus ada 30 orang. Satu rombongan bus wisata mengunjungi obyek wisata.1 Persamaan Linear Persamaan dikatakan linear jika pangkat dari peubah adalah 1. roti cokelat. biaya yang harus dikeluarkan untuk memasuki obyek wisata tersebut sebesar Rp 150.y + 2z – u = 0 x + 2y – u =0 y -z+u =0 z -u =0 86 Persamaan dan Pertidaksamaan . Permasalahan ini dapat dimodelkan dalam bentuk pertidaksamaan. dan roti daging. 7x + 6y = 10 Selain banyaknya peubah pada persamaan linear juga dapat ditinjau dari banyaknya persamaan linear yang muncul secara serentak disebut sistem persamaan linear. Setiap roti keju diproduksi paling sedikit 50 bungkus. 2x + 3y = -2 x + 2x = 3 2. 2. yaitu: roti keju. Jika keuntungan dari tiap-tiap jenis roti diketahui. maka berapa biaya masuk objek wisata per orang ?. dan roti daging paling sedikit 70 bungkus. b. a. 2x .pada buku ajar ini akan dibahas bentuk linear dan kuadrat. Berikut ini beberapa ilustrasi permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari. Roti terdiri dari tiga jenis. maka berapakah banyaknya tiap-tiap jenis harus diproduksi agar memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya. Perusahaan roti memproduksi 500 bungkus roti setiap hari. misalnya: 1. 5y = 20 3.

2x + 3 = 7.1 Persamaan Linear Satu Peubah Persamaan linear satu peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : ax + b =c dengan a≠0. Mendapatkan penyelesaian persamaan. 2. 2x + 3 = 5 . (2.1. dan c  R. 2. ■ Mencari Penyelesaian Persamaan Linear Satu Peubah Perhatikan persamaan ax + b = c. untuk x = 2 didapat 2(2) +3 = 7. dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : 1. misalnya. b. jika diberikan x = 1. diperoleh Persamaan dan Pertidaksamaan 87 . maka diperoleh 2(1) + 3 = 5. b. yaitu mendapatkan nilainilai peubah yang memenuhi persamaan tersebut. Kedua ruas dikurangi dengan b.1) Penyelesaian dari persamaan (2.1.Dari bentuk–bentuk persamaan linear tersebut. Menggambar grafik dari persamaan. yang berarti x = 1 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut.1) adalah nilai x yang memenuhi persamaan tersebut. Berarti x = 2 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut. khususnya untuk sistem persamaan dengan 2 peubah .1. a.

𝑐... 𝑏 ∈ 𝑅 dan 𝑎 ≠ 0} Himpunan penyelesaiannya adalah : Dari uraian tersebut diatas. 88 Persamaan dan Pertidaksamaan .ax + b – b = c – b ax + 0 = c – b atau ax = c – b. Penyelesaian: 3x – 7 = 9 3x + (–7) = 9 kedua ruas dikurangi –7 3x +(– 7) – (–7) = 9 – (–7) diperoleh 3x = 16.... CONTOH 2. atau 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 1 𝑎 .....1...langkah dalam mencari penyelesaian persamaan linear 1 peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 0 sebagai berikut.1 Selesaikan persamaan 3x – 7 = 9 ?....2) 𝑎. terdapat langkah.. (2. Langkah 2 : Kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari koefisien peubah x yang pada persamaan tersebut adalah a.. Kemudian kedua ruas dikalikan dengan 1 𝑎𝑥 𝑎 1 𝑎 diperoleh = (𝑐 − 𝑏) .1. Langkah 1 : Kedua ruas dikurangi dengan b.

1. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 7 = 5 + 2x ? Penyelesaian: 7 = 5 + 2x kedua ruas dikurangi 5 diperoleh -5 + 7 = -5 + 5 + 2x 2 = 2x. himpunan penyelesaiannya adalah { 1 }.2 16 3 }.Kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 3 yaitu diperoleh 3 1 3 1 3𝑥 = 16 3 1 (16) 3 atau 𝑥 = Himpunan penyelesaiannya adalah { CONTOH 2. − 7 = −6 kedua ruas ditambah 7 Persamaan dan Pertidaksamaan 89 .3 Dapatkan nilai peubah t yang memenuhi Penyelesaian : 2 𝑡 5 2 𝑡 5 − 7 = −6 ?. kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 2 yaitu diperoleh 1 2 2 = (2𝑥) 1 2 1 2 atau 𝑥 = 1.1. CONTOH 2. Jadi.

1. Kurangi kedua ruas dengan –5y dan menambah kedua ruas dengan 8: -5y + 3y – 8 + 8 = 9 + 5y – 5y + 8 .2 5 𝑡 − 7 + 7 = −6 + 7 diperoleh = 1. diperoleh y=− 90 Persamaan dan Pertidaksamaan . 2 5 1 2/5 2 𝑡 5 kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari yaitu 5 2 2 5 = 5 2 ( 𝑡) = (1) atau 𝑡 = 2 5 2 5 5 2 Himpunan penyelesaiannya adalah { } CONTOH 2.4 Selesaikan persamaan 3y – 8 = 9 + 5y ? Penyelesaian: 3y – 8 = 9 + 5y kelompokkan y pada ruas kiri dan yang tidak mengandung y pada ruas kanan. diperoleh -2y = 9 + 8 atau -2y = 17 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari –2 yaitu 1 −2 1 −2 −2𝑦 = 17 2 1 −2 17 .

Persamaan dan Pertidaksamaan 91 .Himpunan penyelesaiannya adalah {− 17 2 } CONTOH 2. −3𝑢 + + 𝑢 − = −3𝑢 + 3𝑢 − − − 11 𝑢 4 2 3 1 4 2 3 1 3 2 3 2 3 diperoleh = −1 11 4 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari − 1 −11/4 yaitu = 4 − . 1 4 1 3 kelompokkan u pada ruas kiri dan yang tidak mengandung u pada ruas kanan yaitu dengan mengurangi kedua ruas dengan -3u dan menambah kedua ruas dengan − .5 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan Penyelesaian: 2 3 2 3 + 𝑢 = 3𝑢 − 4 1 1 3 ?. 11 − 4 11 − 11 𝑢 4 =− 4 (−1) 11 atau 𝑢 = 4 . + 𝑢 = 3𝑢 − .1. 11 4 11 Himpunan penyelesaiannya adalah { }.

Pandang persamaan linear dua peubah 2𝑥 + 3𝑦 = 6 Mari kita amati seperti berikut ini. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 0 dan y = 2 memenuhi persamaan (2. 4) atau dengan kata lain pasangan (0.1. persamaan (2.1.4).y).4).4).1.3) adalah 𝑥.4) 2. persamaan (2. Dari pengamatan di atas. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 1 dan y = 4/3 memenuhi persamaan (2. Secara umum.1. 𝑦 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} 92 Persamaan dan Pertidaksamaan . Jadi pasangan (0.1. Jadi.2.2 Persamaan Linear Dua Peubah Persamaan linear dua peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0.3) (2. himpunan penyelesaian dari (2.2) merupakan penyelesaian dari p ersam aan (2.1. c  R.3) mempunyai tak berhingga banyak penyelesaian yang berbentuk (x. 1.1. nilai x bisa diambil berapa saja. Penyelesaian dari persamaan (2. Misal diambil lagi.y) yang memenuhi persamaannya.4) mempunyai banyak penyelesaian. (2.2) m erupakan penyelesaian dari persam aan (2. b≠0.1.1. akan didapat nilai untuk y.1. Oleh karena itu. suatu nilai x = 1 diperoleh y = 4/3.4) berupa pasangan (x. Misal diambil suatu nilai x = 0 diperoleh y = 2.1.

y ∈ R maka nilai x dan y yang memenuhi persamaan tersebut ada tak berhingga banyak. y) | 3x + 4y = 2 . 4u – 4 = -5 kedua ruas ditambah 4. Jadi. diperoleh kedua ruas dibagi 4 .1.6 Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan 3x + 4y = 2 ? Penyelesaian: Oleh karena x. x. Himpunan penyelesaiannya adalah : { -1/4 } Persamaan dan Pertidaksamaan 93 .1.7 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan diberikan v = 2 Penyelesaian: 4u – 2v = . himpunan penyelesaiannya adalah { (x . y ∈ R} CONTOH 2.5 .CONTOH 2. untuk v = 2 diperoleh 4u – 2(2) = -5. 4u – 2v = .5 jika 4u – 4 + 4 = -5 + 4 4u = -1 u = -1/4.

untuk s = -1 diperoleh 5t – 3 (-1) + 10 = 3(-1 ) – 4t – 5 atau 5t + 3 + 10 = -3 – 4t – 5 atau 5t + 13 = -8 – 4t .8 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x + 3y = 4x – 8 jika y = -3.9 Selesaikan persamaan berbentuk 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5 jika s = -1 ? Penyelesaian: 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5. Penyelesaian: 2x + 3y = 4x – 8 . pengelompokkan pada kedua ruas. kedua ruas dibagi – 2 Diperoleh x = -1/2 CONTOH 2. untuk y = -3 diperoleh 2x + 3(-3) = 4x -8 2x – 9 = 4x – 8 pengelommpokkan pada kedua ruas. atau 9t = -21 . 2x – 4x = -8 + 9 atau -2x = 1 .1. 5t + 4t = -8 – 13 .1.CONTOH 2. kedua ruas dibagi 9 t = -21/9 Himpunan penyelesaiannya adalah : {-21/9} 94 Persamaan dan Pertidaksamaan .

dapat diperoleh nilai – nilai x dan y : Untuk x = 0 Untuk x = 1 Untuk x = 2 Untuk x = 3 maka y = 6 maka y = 4 maka y = 2 maka y = 0  RANGKUMAN  Persamaan linear satu peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 𝑐 dengan a ≠ 0.CONTOH 2. b. c  R. Dan mempunyai himpunan penyelesaian {(𝑥.10 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan linear 2x + y = 6 jika x. 𝑐. 𝑦)|𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} Persamaan dan Pertidaksamaan 95 . b≠0. 𝑏 ∈ 𝑅} Persamaan linear dua peubah dinyatakan sebagai 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0. dan c  R mempunyai:    penyelesaian 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 himpunan penyelesaian 𝑎 ≠ 0. y bilangan bulat positif ? Penyelesaian: Dari persamaan 2x + y = 6.1.

2 3𝑥−4 3 4−3𝑦 b. e.7 = 7-7x e. Dapatkan himpunan semua penyelesaian dari persamaan berikut ini. 3 – 2/x = 4 +3/x c. = 7 4+4𝑏 Selesaikan persamaan berikut ini. 7 ( 4 – 5/p) = 8 h. a. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 2s + 4 = 4 – 5t. 3 6𝑡−4 4 2𝑡 b. 3 𝑢 −2 = 3 2−𝑢 = 6−4𝑡 4 f. 4𝑡+6 4 b. a. 7x – 6 = 8 + 8x f. 3 4𝑥+2 2 2𝑦 −3 = = 4. 4 ( 2t + 3s ) = 8 t + 8 96 Persamaan dan Pertidaksamaan . 6k – 4 = 4 – 6k d. 5(3x . Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut untuk s = 1 a. 2 𝑑 4 𝑦 4 5 b. 8 − d. c. 3y+2/3 =9y-2/3 3. 2 + 𝑡 = 7𝑡 − 8 c. 𝑠 + 8 = e. 5𝑡 7 2𝑠 𝑡 = 4𝑠 + 4𝑠 5 4𝑠 5𝑡 −6 −6 = +5 = 2 4+4𝑠 f. 7x . 5y +3x = 7 d.SOAL LATIHAN 2-1 1. 7 + 8h = -7-8h e. a. 3𝑠 − 7 = − 4𝑠 d. 7(4+5/p) = 8 2. 4x + 5 = 5y -4 c.2) = 10 15y f. 3 2𝑏−4 1 3 − 2 = 𝑡 + 5 𝑑 4 − =6 7 𝑦 g.

+ = f. 4x – 3y + 4 = 5 untuk semua bilangan x. e. 𝑢 − = 3𝑣 − c. 4𝑡 − 5𝑠 = 2𝑠 3𝑡 + 4𝑠 untuk t real negatip dan s bilangan sembarang. 6. 5𝑝−𝑞 2𝑝 − 8 untuk v=-2 1 2 = 4𝑞 +4 6 untuk 𝑞 = e. 5. a. 2𝑕 𝑥 − = untuk h = y 𝑥 8 𝑕 7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini dengan grafik. 7𝑢 − = 4𝑣 + d. y riil b. d. 5𝑡−2𝑠 3𝑡 = 4𝑠+4 6 Selesaikan persamaan berbentuk.g. 4 3𝑡 − 2 2𝑠 = 1 4𝑡 −5 h. 4(2𝑛 + 3𝑚 ) = 8 𝑚 + 8 untuk n=x f. Persamaan dan Pertidaksamaan 97 . a. 4𝑚– 3𝑛 = 2 3𝑚 3 𝑣 3𝑢 2𝑣 + 8 untuk v = 1 dan u bilangan bulat + 5𝑛 − 6 untuk m bilangan ganjil dan n bilangan bulat positif. 2x + 4y – 6 = 5 untuk x=2. 4𝑡 + 5𝑠 = 3 𝑣 2𝑠 3𝑡 + 4𝑡 untuk t = -2 3𝑢 4𝑣 c. b. 2𝑦 𝑧 2 𝑥 3 𝑦 3𝑥+2𝑦 −7 𝑥𝑦 7 8 untuk x = 1 dan y bilangan cacah − = 2 𝑧 untuk y bilangan ganjil dan z bilangan genap.

𝑥 2 − 2𝑥 + 1 = 0. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A. b=-2. Dalam setiap harinya. dan besarnya adalah 0. c=1. Bentuk umum persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling.2. (2. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x). Pada permasalahan ini. Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10.2 Persamaan Kuadrat Persamaan kuadrat seringkali dijumpai dari permasalahan yang muncul dari suatu fenomena nyata. persamaan kuadrat dengan a=3. kita lihat beberapa contoh persamaan kuadrat berikut ini.2. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A. CONTOH 2. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi. Salah satu pekerjanya bernama si A. b=4.1) Untuk lebih jelasnya. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat.2. Sebagai ilustrasi: si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue. b. Jika si A berhasil menjual x paket.1 1. persamaan kuadrat dengan a=1. 3y2+4y+5=1. 2. c= 5–1= 4.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0. Dalam penjualan.2𝑥 2 . 98 Persamaan dan Pertidaksamaan . c  R.

3. b.5 = 0 . 4n2-16=0. 5. u2 + 2u1/2. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3 ) Penyelesaian: Bentuk umum persamaan kuadrat yang diminta adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0. 3 𝑥−2 + 2 =7 𝑥+3 Persamaan dan Pertidaksamaan 99 . c= 1-1 = 0. b=2. b=0. b . a. (x – 2)(x + 5) = 0 c. c= -16. 4. 2. persamaan kuadrat dengan a=2. b.2 Nyatakan persamaan berikut menjadi bentuk umum. c merupakan bilangan rasional maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Rasional. 3. Jika c = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Tak Lengkap. b. Bentuk persamaan kuadrat bergantung pada koefisian dari peubah x yaitu a . Jika b = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Sejati. (2x – 4)2 – 6 = 2x. Jika nilai a. persamaan kuadrat dengan a=4. CONTOH 2. d.2. c merupakan bilangan real maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Real. 2𝑡 2 + 2𝑡 + 1 = 1. Jika nilai a. c sehingga terdapat beberapa bentuk persamaan kuadrat : 1. 4. bukan persamaan kuadrat karena terdapat pangkat ½ dari peubah u.

Oleh karena itu penyelesaian dari persamaan kuadrat tersebut juga bergantung pada nilai a. d. b. (x – 2)(x + 5) = 0. c dan 100 Persamaan dan Pertidaksamaan . c.2. 3 𝑥−2 4x2 – 16x – 2x + 10 = 0 atau + 2 =7 𝑥+3 disamakan penyebutnya menjadi 3 𝑥 + 3 + 2(𝑥 − 2) =7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3) atau 3 𝑥 + 3 + 2 𝑥 − 2 = 7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3). dijabarkan menjadi 3x2 – 6x + 3 = x2 + 3x 3x2 – x2 – 6x –3x+3= 0 atau 2x2 – 9x+3 = 0. c.a. b. dijabarkan menjadi 3x+9+2x -4 = 7(x2 + 3x – 2x -6 ) atau 7x2 +2x – 47=0 2. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3) . dijabarkan menjadi (2x)2 –2(2x)(4) + (4)2 -6 = 2x 4x2 – 16x + 16 -6 = 2x atau 4x2 – 18x +10 = 0.1 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat Seperti halnya yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa persamaan kuadrat bergantung pada nilai-nilai a. (2x – 4)2 – 6 = 2x. dijabarkan menjadi x2 + 5x – 2x – 10 = 0 atau x2 + 3x – 10 = 0. b.

2).2. Perhatikan bentuk persamaan kuadrat : ax2 + bx + c = 0.2) maka persamaan (2.hasil penyelesaian tersebut berupa nilai peubah x yang disebut sebagai akar-akar persamaan kuadrat. Terdapat 3 cara untuk menyelesaikan persamaan kuadrat : 1.2.2) dapat dan 𝑝 𝑞 = 𝑐 𝑎 difaktorkan menjadi (𝑥 + 𝑝)(𝑥 + 𝑞) = 0. Sehingga diperoleh: 𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑥 + 𝑞 = 0. Persamaan dan Pertidaksamaan 101 . Himpunan penyelesaian persamaan tersebut adalah { -p. 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 (2. Cara lain dalam memfaktorkan persamaan kuadrat untuk 𝑎 ≠ 1 dapat dilakukan sebagai berikut. Dengan cara memfaktorkan Cara ini dilakukan berdasarkan pada definisi yang berlaku pada bentuk kesamaan kuadrat bahwa x2 + (a + b)x + ab = (x + a)(x + b).2.-q }. Jadi akar–akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1= -p dan x2=-q. dengan a≠0 kedua ruas dibagi a atau jadikan koefisien x2 menjadi 1 seperti persamaan (2.

maka persamaan (2.2.3) Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 dan 𝑝𝑞 = 𝑐. persamaan ini dapat ditulis dalam bentuk : 1 𝑎 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 atau 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 (2. 102 Persamaan dan Pertidaksamaan .Perhatikan bentuk persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0.2. 𝑎 −𝑝 𝑎 dan CONTOH 2. Jadi akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah 𝑥1 = 𝑥2 = −𝑞 .2 dan x2 = 5.2.3) dapat difaktorkan menjadi (𝑎𝑥 + 𝑝)(𝑎𝑥 + 𝑞) = 0. terlihat bahwa p = 2 dan q = -5 maka persamaan kuadrat tersebut dapat ditulis (x + 2)(x – 5) = 0 dengan x +2 = 0 dan x – 5 = 0 diperoleh akar – akar x1 = . Penyelesaian: 2x2 – 6x – 20 = 0 . Sehingga diperoleh 𝑎𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑎𝑥 + 𝑞 = 0 .3 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x2 – 6x – 20 = 0 ?. kedua ruas dibagi 2 diperoleh x2 – 3x – 10 = 0 dapat dirubah menjadi x2 + (2 – 5)x + (-5)(2) = 0 .

CONTOH 2.10 = 2x2 + 3x + 2 Penyelesaian: 3x2 + 4x .10 = 2x2 + 3x + 2 Jadikan persamaan berbentuk umum dengan membuat ruas kanan sama dengan 0 3x2-2x2 + 4x – 3x – 10 .3}.2 = 0 diperoleh persamaan berbentuk x2 + x – 12 = 0 atau dapat ditulis x2 + (4 – 3)x + 4(-3) = 0 dan terlihat bahwa p = 4 dan q = -3 x2 + x – 12 = (x + 4)(x – 3) = 0 sehingga diperoleh x + 4 =0 dan x – 3 = 0.5 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan kuadrat 1 2 𝑥 3 + 𝑥 + 2 = 0. CONTOH 2. 2 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 103 . Akar-akar persamaan adalah x1 = 3 dan x2 = -4 sehingga himpunan penyelesaian adalah {-4.Jadi.2. 5}. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2.4 Selesaikan persamaan kuadrat berbentuk 3x2 + 4x .2.

Sehingga diperoleh x+2= 0 dan x+ 3 = 0. 2 𝑥 − = 1. Didapat hasil x2 + 5x + 6 = 0 atau dapat ditulis x2 + (2 + 3)x + 2(3) = 0 dan terlihat bahwa p = 2 dan q = 3 x2 + 5x + 6 = (x + 2)(x + 3 ) = 0. Jadi akar-akar persamaannya adalah x1= -2 dan x2= -3. Oleh karena itu. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2. koefisien dari 𝑥 2 dijadikan 1. 3 3 1 2 Untuk itu.2.Dari persamaan 𝑥 2 + 𝑥 + 2 = 0.-3} CONTOH 2. kedua ruas dari persamaan dikalikan dengan 3.6 Selesaikan persamaan berbentuk Penyelesaian: Pada persamaan 2 𝑥−1 2 𝑥−1 − = 1. 2 𝑥 Sehingga diperoleh: 2𝑥 − 2(𝑥 − 1) =1 𝑥(𝑥 − 1) atau 2 =1 𝑥(𝑥 − 1) 104 Persamaan dan Pertidaksamaan . ruas kiri penyebutnya disamakan.

2. 2.2. Jadikan koefisien x2 menjadi 1 dengan membagi kedua ruas dengan a. didapat: 2 = x(x -1) atau x2 – x – 2 = 0.2. Dengan Cara Melengkapkan Kuadrat Sempurna Cara lain untuk menyelesaikan persamaan kuadrat adalah dengan melengkapkan kuadrat sempurna. Persamaan dan Pertidaksamaan 105 . diperoleh: 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Atau 𝑥 2 + 2 𝑥 2 + 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 𝑥 + − + =0 𝑐 𝑎 𝑥 + = 𝑐 𝑎 − 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = − (2.2. Jadi himpunan penyelesaian adalah {-1.Selanjutnya kedua ruas dikalikan dengan x(x-1).5) Persamaan (2.4) 𝑥 + 𝑝 2 = 𝑞 (2. 2}. Perhatikan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0.4) dan (2.5) merupakan bentuk kuadrat sempurna. Lakukan pemfaktoran sehingga didapat hasil: x2 + (1 – 2)x + (–2)(1) = 0 atau (x + 1)(x – 2) = 0 Dari sini diperoleh x + 1 = 0 atau x – 2 = 0 Sehingga akar–akar persamaan tersebut adalah x1 = -1 atau x2 = 2.

7 𝑏 2𝑎 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 = 𝑐 𝑎 .2.6) Dapatkan himpunan penyelesaian dari x2 + 4x + 4 = 0 ?. Himpunan penyelesaiannya adalah : {-2}.8 Nyatakan persamaan kuadrat 3x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?. CONTOH 2. Akar – akar persamaan tersebut adalah x1 = -2 dan x2 = -2.2 . 106 Persamaan dan Pertidaksamaan .2.2. kedua ruas dibagi 3 diperoleh x2 + 2x + 3 = 0. maka persamaan di atas 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0. melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna. x2 + 2x + 12 + 2 = 0 atau x2 + 2x + 12 = .2. =0 (2.Jika pada persamaan (2.4) nilai menjadi 𝑥 2 + 2 Atau 𝑥 + CONTOH 2. Penyelesaian: x2 + 4x + 4 = 0 dapat ditulis x2 + 2(2)x + 22 = (x + 2)2 = (x + 2)(x + 2 )= 0. Penyelesaian: 3x2 + 6x + 9 = 0.

9 Nyatakan persamaan kuadrat 4x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?.2. x2 + 2x + 12 = -2 atau (x + 1)2 = . 𝑥 2 + 2 𝑥 + 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 2 4 3 2 4 27 16 𝑏 2𝑎 6 4 9 4 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0. Melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna dengan cara menyatakan persamaan kedalam bentuk 𝑥 2 + 2 Diperoleh hasil berikut ini.Jadi 3x2 + 6x + 9 = x2 + 2x + 12 + 2 = 0 . CONTOH 2. Penyelesaian: 4x2 + 6x + 9 = 0. atau 4 9 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 + 3 2 4 = 0.2. Persamaan dan Pertidaksamaan 107 . Didapat akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. kedua ruas dibagi 4 diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0. − + 3 2 4 27 16 + = 0. atau =− Ini merupakan bentuk kuadrat sempurna. atau 27 16 = − .

dari persamaan ini diperoleh dua persamaan berikut ini. atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = (𝑥 + 𝑏 2 ) 2𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 . 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 − ( )2 + = 0.3. kedua ruas dibagi dengan a diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0. lanjutkan dengan melengkapkan dalam bentuk persamaan kuadrat sempurna. mempunyai akar-akar 𝑥1 = dan 𝑥2 = −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 Pada ax2 + bx + c = 0. Dengan Cara Menggunakan Rumus abc Akan ditunjukkan berikut ini bahwa persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a ≠ 0. atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = ( )2 − .  Pertama: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥1 = 108 Persamaan dan Pertidaksamaan . atau = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 .

2. b = .7) Persamaan (2. mempunyai a = 2.2. biasa dituliskan dalam bentuk: 𝑥12 = −𝑏± 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 (2. akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 − −2 ± −2 2 2 2 𝑥12 = −4 2 6 𝑥12 = 2 ± 4 − 48 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 109 .2.7) dinamakan rumus abc. CONTOH 2.2. Oleh karena itu. dapatkan akar-akar persamaan kuadrat 2x2 – 2x + 6 = 0 ?. Kedua: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 =− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥2 = Kedua akar x1 dan x2 di atas. Penyelesaian: Pada persamaan 2x2 – 2x + 6 = 0. dan c = 6.10 Dengan menggunakan rumus abc.

b = 5 dan c = 4 Oleh karena itu. persamaan kuadrat Oleh karena terdapat tersebut tidak mempunyai akar real.2. Penyelesaian: x2 + 5x + 4 = 0 yang mempunyai a = 1. 110 Persamaan dan Pertidaksamaan . CONTOH 2.11 Selesaikan persamaan kuadrat 3x2 + 2x – 4 = 0 ?.𝑥12 = 2 ± −44 4 tanda negatif pada akar. akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −5 ± 52 − 4 1 4 2 1 −5 ± 25 − 16 2 5±3 2 5+3 2 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 4 dan 𝑥2 = 5−3 2 = 1.

− 2𝑥.CONTOH 2. kalikan kedua ruas dengan x diperoleh -x2 + 4x = -4 -2x2. Dengan menggunakan rumus abc. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −4 ± 42 − 4 1 4 2 1 −4 ± 16 − 16 2 −4 = −2 2 sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. Persamaan dan Pertidaksamaan 111 . Jadi himpunan 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari penyelesaiannya adalah { −2 }. ruas sebelah kanan dibuat sama dengan 0 -x2 + 2x2 + 4x +4 = 0 atau dapat ditulis x2 + 4x + 4 = 0. b = 4 dan c = 4. merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1.2.12 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan – 𝑥 + 4 = Penyelesaian: – 𝑥 + 4 = −4 𝑥 −4 𝑥 − 2𝑥 ?.

b = 3 dan c = -4.2. atau −𝑥 2 − 2𝑥 = 𝑥 − 4. diperoleh: −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 (𝑥 + 1). atau 𝑥 2 + 3𝑥 − 4 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1.13 Selesaikan persamaan berbentuk 𝑥 2 + 𝑥 = Penyelesaian: 𝑥 2 + 𝑥 = −𝑥 2 +3𝑥+4 . kedua ruas dikalikan dengan x + 2. ruas kanan difaktorkan. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −3 ± 32 − 4 1 −4 2 1 −3 ± 9 + 16 2 𝑥12 = 𝑥12 = 112 Persamaan dan Pertidaksamaan .CONTOH 2. 𝑥+2 −𝑥 2 +3𝑥+4 𝑥+2 ?. Dengan menggunaakan rumus abc. kedua ruas dibagi 𝑥 + 1 −𝑥 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 . atau −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 2 − 3𝑥 − 4. diperoleh: (𝑥 2 + 𝑥) 𝑥 + 2 = −𝑥 2 + 3𝑥 + 4.

diperoleh (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +(2+3)x + 2(3).2.14 Selesaikan persamaan (x2 – x)(x + 2 ) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6) ? Penyelesaian: (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6 ) . diperoleh (x2–x)(x+2) = -4(x+2)+(x + 2)(x + 3) kedua ruas dengan (x + 2) didapat (x2 – x) = -4 + (x + 3). diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −(−2) ± (−2)2 − 4 1 1 2 1 𝑥12 = Persamaan dan Pertidaksamaan 113 . -x dan -3 diperoleh x2 – 2x +1 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. dengan memfaktorkan persamaan kuadrat pada ruas kanan. CONTOH 2. b = -2 dan c = 1. Dengan menggunaakan rumus abc.𝑥12 = −3 ± 25 −3 ± 5 = 2 2 −3+5 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 1 dan 𝑥2 = −3−5 2 = −4. kedua ruas ditambah 4.

terlihat bahwa nilai akar ada mempunyai dua akar real berbeda.2 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat Pada subbab ini akan dibahas beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar persamaan kuadrat x1 dan x2. maka persamaan kuadrat mempunyai dua akar real berbeda. ada yang dua akarnya kembar (sama nilainya).2. Ada tiga nilai diskriminan yaitu:    Jika 𝐷 = 0. maka persamaan kuadrat mempunyai akar imaginer. Jika 𝐷 < 0. Jika 𝐷 > 0. x1 ≠ x2. menurut rumus abc dinyatakan sebagai: 114 Persamaan dan Pertidaksamaan . Ketiga kondisi ini tergantung dari nilai 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. 2. maka persamaan kuadrat mempunyai akar sama atau akar kembar x1 = x2. ada juga yang akarnya berupa bilangan imaginer.𝑥12 = 𝑥12 = 2± 4−4 2 2± 0 =1 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = 1. Akar dari persamaan kuadrat. Nilai ini dinamakan diskriminan dan sering disimbulkan dengan 𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. Dari beberapa contoh penyelesaian persamaan kuadrat yang menggunakan rumus abc.

2.2. maka dapat diperoleh: 𝑥1 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 × 2𝑎 2𝑎 𝑏 2 − (𝑏 2 − 4𝑎𝑐) 4𝑎2 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 𝑥1 𝑥2 = (2. maka dapat diperoleh: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 + 2𝑎 2𝑎 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 (2.8) dan (2. Jika 𝑥1 ditambahkan dengan 𝑥2 .2.2.2.9).10) Persamaan dan Pertidaksamaan 115 .9) Dengan persamaan (2. persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dapat dinyatakan dalam bentuk: 𝑏 𝑐 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 𝑎 𝑎 atau 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 (2. Jika 𝑥1 dikalikan dengan 𝑥2 .𝑥1 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 𝑥2 = Beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar ini adalah: 1.8) 2.

16 Jika 𝑥1 adalah salah satu akar persamaan kuadrat 𝑥 2 − 2𝑝𝑥 + 𝑝 = 0 dan akar lainnya adalah Penyelesaian: 𝑥2 = 1 𝑥 1 1 𝑥 1 maka dapatkan nilai dari p ?. CONTOH 2. 116 Persamaan dan Pertidaksamaan .15 Carilah persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 + 2 dan 1 − 2.2.2. 𝑥1 + 𝑥2 = 1 + 2 + 1 − 2 = 2 b. atau 𝑥1 𝑥2 = 1.10). didapatkan persamaan kuadrat: x2 – (x1 + x2 )x + x1x2 = 0 atau x2 – 2x – 1 = 0. 𝑥1 𝑥2 = 1 + 2 × 1 − 2 = 1 − 2 = −1 Kita masukkan ke dalam persamaan (2. Salah satu bentuk persamaan kuadrat adalah 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Dari sini terlihat bahwa 𝑝 = 𝑥1 𝑥2 = 1.2.CONTOH 2. Penyelesaian: 𝑥1 = 1 + 2 dan 𝑥2 = 1 − 2 a.

5 𝑐 𝑎 8 Selanjutnya nilai p dicari dari 𝑥1 𝑥2 = 28 55 = 8 2𝑝 atau = 8 2𝑝 atau nilai 𝑝 = 25 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 117 .17 Perhatikan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0. maka:  4𝑥2 + 𝑥2 = 2 atau 𝑥2 = 2 5 8 5 2 5 Dari ini. Jika salah satu akarnya merupakan 4 kali akar yang lain. nilai 𝑥1 = 4𝑥2 = 4 = .2. Jadi akar-akarnya adalah 2 5 dan .CONTOH 2. maka dapatkan nilai p dan akar-akar tersebut ? Penyelesaian: Perhatikan kembali bentuk persamaan kuadrat: 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Kalau kita padankan dengan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0. didapat:  𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 4𝑝 2𝑝 = =2 Karena diketahui bahwa 𝑥1 = 4𝑥2 .

18 Salah satu akar dari persamaan kuadrat -4x2 + px – 16 = 0 adalah -2 kali terhadap akar yang lain. Untuk 𝑝1 = 4 2.CONTOH 2.2. persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 + 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = 2 2 dan 𝑥2 = − 2 Untuk 𝑝2 = −4 2. −4 diketahui x1 = -2x2 maka (-2x2)x2 = -4 diperoleh (x2)2 – 2 = 0 atau 𝑥2 = ± 2 dan 𝑥1 = −2𝑥2 = ±2 2 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 =2 2− 2 diperoleh 𝑝1 = 8 2 − 4 2 = 4 2 dan 𝑝2 = −8 2 + 4 2 = −4 2 . persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 − 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = −2 2 dan 𝑥2 = 2 118 Persamaan dan Pertidaksamaan . dapatkan nilai p dan bentuk persamaan kuadratnya. Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −16 .

CONTOH 2.19 Dapatkan akar-akar dan nilai p jika persamaan kuadrat berbentuk x2– 2px + 12=0 dan selisih dari akar-akarnya adalah 4. 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 jika untuk nilai x2 = -6 dan x1 = -2 maka diperoleh p = -8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0 . Jika untuk x2 = 2.2. Persamaan dan Pertidaksamaan 119 . Oleh karena x1 = 4 + x2 maka untuk x2 = -6 diperoleh x1 = -2 dan untuk x2 = 2 diperoleh x1 = 6. x1 = 6 maka diperoleh p = 8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0. Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = 12 1 = 12 diketahui bahwa x1 – x2 = 4 atau x1 = 4 + x2 maka (4 + x2)x2 = 12 atau x2 + 4x – 12 = 0. dengan cara faktorisasi dapat diperoleh (x + 6)(x – 2) = 0 yang mempunyai akar-akar x2 = -6 dan x2 = 2.

demikian pula untuk akar 𝑥2 = 3 diperoleh 𝑥1 = − Jadi jumlah kedua akar-akarnya persamaan kuadrat mempunyai 2 1 1 5 kemungkinan yaitu 𝑥1 + 𝑥2 = 3+ 3= 3 atau 3 2 6 𝑥1 + 𝑥2 = 1 3 3− 1 2 3=− 1 6 3 Dengan demikian persamaan kuadratnya adalah 𝑥 2 − atau 𝑥 2 + 1 1 3𝑥 + = 0 6 2 5 1 3𝑥 + = 0 6 2 120 Persamaan dan Pertidaksamaan .20 Hasil kali akar-akar suatu persamaan kuadrat adalah 2 3 1 2 dan salah satu akar dari akar yang lain. diperoleh 1 2 2 3 2 𝑥 3 2 𝑥2 = 1 2 atau dapat ditulis 𝑥 2 − = 0 dengan akar-akar 𝑥12 = ± Untuk akar 𝑥2 = 1 2 3 1 3 3 diperoleh 𝑥1 = 1 − 2 1 3 3 3. Penyelesaian: Misalkan akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1 dan x2.2. telah diketahui bahwa 𝑥1 𝑥2 = 3 4 1 2 dan 𝑥1 = 𝑥2 . dapatkan persamaan kuadrat tersebut.CONTOH 2.

x12 + x22 3.2.2.21 Jika akar-akar persamaan kuadrat 4x2 + 2x – 1 = 0 adalah x1 dan x2. 2 2 𝑥1 − 𝑥2 + 𝑥 3 2 Penyelesaian: Dari persamaan kuadrat dapat diperoleh hubungan akar-akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −2 4 = −1 2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −1 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 121 .3 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya Misalkan persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0. maka dapatkan nilai – nilai dari hubungan akar-akar dibawah ini : a. 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 3 3 c. 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 Hubungan diantara akar-akar x1 dan x2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 seperti dapat dipakai untuk mempermudah pencarian bentuk-bentuk hubungan antar akar-akar yang lainnya seperti: 1. 3 𝑥 1 e.x2)2 2. (𝑥1 + 𝑥2 )2 f. 2 2 𝑥1 + 𝑥2 2 2 b. (x1 .2. 1 𝑥 1 1 𝑥 2 + CONTOH 2. a ≠ 0 dengan akar x1 dan x2. x12x2+ x22x1+ x1x2 4. 𝑥1 + 𝑥2 d.

𝑥1 − 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 + 2𝑥1 𝑥2 = ( )2 + 2 = −1 4 122 Persamaan dan Pertidaksamaan . 3 4 Dengan demikian (𝑥1 − 𝑥2 )2 = − 2 4 −1 2 3 −1 4 = 5 4 −1 4 2 2 e. dari contoh diatas telah diperoleh x12 + x22 = sehingga diperoleh x13 + x23 = −1 3 2 4 3 4 −1 2 − −1 2 = 2 2 2 2 d. dapat dicari x12 x2 + x22 x1 = x1 x2 ( x1 + x2 ) Sehingga diperoleh x12 x2 + x22 x1 = −1 −1 4 2 = 1 8 c. Bentuk 𝑥1 + 𝑥2 dinyatakan dalam bentuk penjumlahan dan perkalian dari akar-akar persamaan kuadrat.2 2 a. (𝑥1 − 𝑥2 )2 = 𝑥1 − 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = 𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥1 𝑥2 2 2 Telah dicari sebelumnya bahwa 𝑥1 + 𝑥2 = . Seperti sebelumnya. telah diketahui sebelumnya bahwa bentuk sempurna kesamaan kuadrat: 2 2 𝑥1 + 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 dengan demikian: 2 2 𝑥1 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 − 2𝑥1 𝑥2 = ( −1 2 −1 3 ) −2 = 2 4 4 b. x13 + x23 = ( x1 + x2 )( x12 – x1 x2 + x22 ) = ( x1 + x2 )( x12 + x22– x1 x2 ).

Untuk menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya mempunyai hubungan dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui mempunyai 2 cara yaitu: 1. maka didapat penjumlahan akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 dan perkalian akar 𝑥1 𝑥2 = .  Menggunakan Rumus Penjumlahan dan Perkalian Akar-akar Jika diketahui persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0.f.2. Persamaan dan Pertidaksamaan 123 . Dengan menggunakan rumus penjumlahan dan perkalian akarakar. CONTOH 2. 𝑐 𝑎 Untuk menentukan persamaan kuadrat baru perlu untuk dicari akar-akar dari persamaan kuadrat tersebut dan hubungannya dengan akar – akar persamaan kuadrat yang diketahui. Dengan menggunakan penggantian.22 Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah x1 + 3 dan x2 + 3 dimana x1 dan x2 akar-akar persamaan x2 + 4x + 4 = 0. 2. 3 𝑥 1 + 3 𝑥 2 = 3𝑥 2 +3𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = 3(𝑥 1 +𝑥 2 ) 𝑥 1 𝑥 2 = 3(−2 ) −1/4 1 =6 ■ Menyusun Persamaan Kuadrat Jika Akar-akarnya Mempunyai Hubungan Dengan Akar-akar Persamaan Kuadrat Lainnya.

3 = x1 dapat dicari akar-akar tersebut dari:  x1 + x2 = -4 atau u1 – 2 + u2 – 3 = -4 sehingga u1 – 3 + u2 – 3 = -4 atau u1 + u2 = 2  x1x2 = 4 atau (u1 – 3)(u2 – 3) = 4 atau diperoleh persamaan u1u2 – 3 (u1+ u2) = -5 atau u1u2 = -5 + 3(2) = 1.2. 124 Persamaan dan Pertidaksamaan .3 = x2 maka CONTOH 2.23 Tentukan persamaan kuadrat yang akar-akarnya 3 𝑥 1 dan 3 𝑥 2 jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat x2 + 2 x + 1 = 0 ? Penyelesaian: Penjumlahan akar-akar x1 + x2 = -2 dan Perkalian akar-akar x1 x2 = 1.Penyelesaian: Persamaan kuadrat x2 + 4x + 4 = 0 mempunyai jumlahan akar-akar x1 + x2 = -4 dan perkalian akar-akar x1x2 = 4 . Jika dimisalkan persamaan kuadrat baru berbentuk au2 + bu + c = 0 dengan akar-akar u1 = x1 + 2 atau u1 . Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah u2 – (u1 + u2)u + u1u2 = 0 atau u2 – 2u + 1 = 0 dan u2 .

24 Jika x1dan x 2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat dari x 2 – 4 x + 4 = 0 maka dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya adalah : a.Misalkan persamaan kuadrat baru berbentuk a y2 + b y + c = 0 dengan akar-akar 𝑦1 = 3 𝑥 1 atau 𝑥1 = 3 𝑦1  x1 + x2 = -2 atau 3(𝑦1 +𝑦2 ) 𝑦1 𝑦2 + 3 𝑦2 3 𝑦1 dan 𝑥2 = 3 𝑦2 .2.2 y1 y2 atau y1 + y2 = . CONTOH 2. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – (y1 + y2) y + y1 y2 = 0 atau y2 + 6y + 9 = 0  Menggunakan penggantian Untuk mendapatkan persamaan kuadrat yang baru dengan cara penggantian dapat dilakukan jika akar-akar persamaan kuadrat yang baru simetri dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui. dapat dicari: = −2 atau = −2 atau 3(y1 + y2) = -2y1y2. 1 𝑑 𝑥 1 dan 1 𝑑 𝑥 2 dengan d adalah konstanta yang tidak nol. 3 3 = 𝑦1 𝑦2  x1 x2 = 1 atau 1 atau y1 y2 = 9 sehingga dapat diperoleh 3(y1 + y2) = . 2 2 2 2 b.6 . 𝑥1 + 𝑥2 dan 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 𝑥1 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 125 .

Oleh karena itu.25 Dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 1 𝑥 1 𝑥 2 dan 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 dimana x1 dan x2 merupakan akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – ( y1 + y2 ) + y1 y2 = 0 atau y2 – 256 = 0 CONTOH 2. Misalkan akar-akar persamaan baru adalah 𝑦1 = 𝑦2 = 1 𝑑𝑥 2 1 𝑑𝑥 1 dan dimana penjumlahan dan perkalian dari akar-akar tersebut berbentuk simetri walaupun nilai dari x1 dan x2 dirubah.Dari persamaan yang diketahui x2 – 4 x + 4 = 0 dapat diperoleh x1 + x2 = 4 dan x1 x2 = 4 a.2. Misalkan akar-akar persamaan baru adalah y1 = x12 + x22 atau y1 = ( x1 + x2 )2 – 2 x1 x2 = 16 – 32 = -16 dan y2 = x12 x2 + x22 x1 atau y2 = x1 x2 ( x1 + x2 ) = 16. kedua ruas dikalikan d2y2 diperoleh 1 – dy + 4d2y2 = 0 atau 4d2y2 – dy + 1 = 0 b. Penyelesaian: 126 Persamaan dan Pertidaksamaan . dapat dilakukan penggantian dari akar-akar tersebut yaitu 𝑦 = kuadrat x2– 4x +4 = 0 yaitu 1 2 𝑑𝑦 1 𝑑𝑥 1 𝑑𝑦 atau 𝑥 = pada persamaan −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0 atau 1 𝑑𝑦 2 −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0.

kita telah belajar banyak tentang persamaan kuadrat dan berbagai cara menyelesaikan persamaan kuadrat.4 Menerapkan Persamaan Kuadrat Sebelum ini.000 lebih banyak dari penerimaan yang dibagai pada semua anggotanya. CONTOH 2.Dari persamaan kuadrat yang diketahui diperoleh 𝑥1 + 𝑥2 = dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 = −6 = 9. Misalkan akar-akar persamaan kuadrat yang baru adalah 𝑣1 = dan 𝑣2 = 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 = 𝑥 1 +𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = −6 9 = −2 3 1 𝑥 1 𝑥 2 =9 .000. Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut. kita akan menggunakan persamaan kuadrat untuk menyelesaikan beberapa permasalahan.2. Jika ada 2 orang anggota tidak mau menerima keuntungan usaha tahun pertama. Persamaan dan Pertidaksamaan 127 . Banyak permasalahan yang berhubungan dengan persamaan kuadrat. Pada subbab ini. Pada tahun pertama usaha tersebut mendapatkan keuntungan sebesar Rp 10. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 250.000.26 Sekelompok orang melakukan usaha bersama membentuk suatu badan usaha.2. Keuntungan tersebut dibagai rata pada setiap anggotanya. 2. diperoleh persamaan kuadrat 25 3 yang baru adalah v2 – (v1 + v2) + v1v2 = 0 atau 𝑣 2 − 𝑣 − 6 = 0.

Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  10.000𝑥 2 + 9.000𝑥)(𝑥 − 2) = 10.000.000. Dari sini diperoleh 𝐴 + 250. Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 10.000.000 10.  Jika keuntungan dibagi pada semua anggota kelompok.000. maka selisih yang diterima setiap anggota adalah Rp 250.Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya anggota kelompok. maka setiap anggotanya menerima A rupiah.000𝑥 ⟹ 𝑥 2 − 2𝑥 − 80 = 0 ⟹ 𝑥 − 10 (𝑥 + 8) = 0 128 Persamaan dan Pertidaksamaan .000 = 10.000 = 𝑥 𝑥 − 2 ⟹ (10.000𝑥 ⟹ 25𝑥 2 + 950𝑥 − 2.000 = 1.000 𝑥 10.000𝑥 ⟹ 250.000. maka setiap anggotanya menerima B rupiah.000 = 𝐵 ⟹ ⟹ 10.000.000𝑥 − 20.500.000.000 𝑥 Jika keuntungan tersebut dibagi (x-2) orang.000 = 𝑥 𝑥 − 2 10.000 + 250.000.000 + 250.000 𝑥 − 2  Jika ada 2 orang tidak mau menerima keuntungan.000.000.000.000 + 250.

diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8.27 Panitia wisata menyewa sebuah bus seharga Rp 2.000 𝑥 Jika biaya sewa tersebut dibagi (x-8) orang.Dari persamaan ini. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  2. nilai x harus lebih besar nol. maka setiap peserta menambah Rp 12. Dari sini diperoleh 𝐴 + 12. maka setiap peserta membayar A rupiah. maka setiap peserta membayar B rupiah. Tentukan banyaknya peserta wisata tersebut. Akan tetapi. Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 2.500 = 𝐵 Persamaan dan Pertidaksamaan 129 .000. Jika pada saat mau berangkat ada 8 orang yang mengundurkan diri.000 𝑥 − 8  Jika ada 8 peserta mengundurkan diri.000.2. Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya peserta wisata. Biaya sewa bus ditanggung secara merata oleh peserta wisata. CONTOH 2.500.  Jika biaya sewa bus dibagi pada semua peserta. maka setiap peserta harus menambah biaya sebesar Rp 12. Karena itu.500.000.000.

900. dan besarnya adalah 0.000.000 + 12.⟹ ⟹ 2.000𝑥 ⟹ 125𝑥 2 − 1.2𝑥 2 .1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0.500 = 𝑥 𝑥 − 8 2. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8.000.000𝑥 ⟹ 12.000 + 12.500 𝑥 2.000 = 2. Karena itu.28 Si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue.000.000 + 12.000𝑥 − 160. CONTOH 2. Akan tetapi. Dalam setiap harinya.000 2. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang.000 = 𝑥 𝑥 − 8 ⟹ (2.000 = 0 ⟹ 𝑥 2 − 8𝑥 − 1.000. Salah satu pekerjanya bernama si A.000𝑥 − 16.2. Jika si A berhasil menjual x paket. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling. Penyelesaian: 130 Persamaan dan Pertidaksamaan . Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A.000.500𝑥)(𝑥 − 8) = 2. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi.280 = 0 ⟹ 𝑥 − 40 (𝑥 + 8) = 0 Dari persamaan ini.500𝑥 2 + 1.000. Dalam penjualan.000. nilai x harus lebih besar nol. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x).000.

Jadi diperoleh hasil x=5.2𝑥 2 = 10.500 m2. si A harus menjual sebanyak 5 paket agar si Pegy memperoleh pendapatan Rp 10 dari penjualan si A.2. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola.1.2. Gambar 2.2. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat 𝑥 + 0. x tidak boleh negatif.Pada permasalahan ini. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap.29 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m. Karena x adalah banyaknya paket barang yang dijual. Jika luas jalur tersebut adalah 2. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m. atau 0.1 Jalur lari dengan lebar tetap. maka tentukan lebar jalur tersebut. CONTOH 2. Luas jalur dalam m2 adalah Persamaan dan Pertidaksamaan 131 .2𝑥 2 + 𝑥 − 10 = 0 ⇒ 𝑥 2 + 5𝑥 − 50 = 0 ⇒ 𝑥 + 10 (𝑥 − 5) = 0 Diperoleh x=-10 dan x=5. lihat Gambar 2.

2 maka penyelesaiannya adalah 𝑥1 = −𝑝 dan 𝑥1 = −𝑞.500 m2.L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 Karena luas jalur adalah 2. Mempunyai bentuk kuadrat sempurna 𝑥 + 𝑝 Mempunyai akar-akar 𝑥1 =  −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 = 𝑞 dan 𝑥2 = Jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat.2. Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut adalah 25 m.  RANGKUMAN  Bentuk umum persamaan kuadrat adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0. b. maka diperoleh x = 25 m. maka   𝑥1 + 𝑥2 = 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 132 Persamaan dan Pertidaksamaan . c  R.    Jika dapat difaktorkan ke bentuk 𝑥 + 𝑝 𝑥 + 𝑞 = 0. maka : 2.500 = 0 (x+100) (x -25)=0 Karena nilai x > 0.500 = 4x2 + 300x x2 + 75x .

(y – 2)(y – 2) = 9 e. 3. x2 + 2x = 3 2. a. d. 3t2 + t – 2 = 0 f. x2 – 4x – 5 = 0 e. x2 + 5x = -6 f. b. (x – 1)2 = 100 c. Peluru ditembakkan vertikal ke udara dengan kecepatan awal v0 dan pada saat Persamaan dan Pertidaksamaan 133 . Setiap sabtu. 2x2 – 6x + 11 = 0. f. Tentukan kecepatan ia berlari ? 5. Carilah akar persamaan kuadrat dengan menggunakan rumus abc.2 km perjam lebih cepat. x2 + 4x – 8 = 0 4. Amir pelari peserta PON berlatih lari 18 km.SOAL LATIHAN 2-2 1. x2 – 12x – 45 = 0 d. x2 + x – 12 = 0 c. (2x + 3)2 = 25 b. x2 – 2x – 8 = 0. 2x2 -4x – 2 = 0 c. 3x2 – 6x = 9 b. dengan bantuan murid SMU kelas 1 dianjurkan agar ia berlari 1. x2 – 14x – 32 = 0 Carilah akar persamaan kuadrat dengan cara melengkapkan bentuk sempurna. 6x2 – 7x + 2 = 0. a. u2 + 8u – 9 = 0. Dapatkan akar persamaan kuadrat dengan cara memfaktorkan. a. tujuannya adalah mengurangi waktu tempuh sebesar setengah jam. e. x2 – 5x + 3 = 0 d.

4 dan -4 c. d.5 ) a =( 3 − 5) dan b = ( 3 + 5) a= 1 ( 3− 5) 1 ( 3+ 5) . a = -3 dan b = 4. jika alas dan tutup kotak berbentuk bujur sangkar . b= 134 Persamaan dan Pertidaksamaan . tinggi =2? 7. Jumlah pangkat dua dari tiga bilangan ganjil adalah 515 . sisi balok berbentu empat persegi panjang maka dapatkan luas sisi balok untuk volume = 100 . jarak ujung tangga dengan lantai adalah 6. b. tentukan bilangan –bilangan tersebut ? 8. Suatu tangga dengan panjang 10 bersandar pada tembok .tertentu akan mencapai ketinggian sebesar v0t – 10t2 . Suatu kotak berbentuk balok yang mempunyai volume = luas alas × tinggi. alas dan tutup diabaikan. tentukan jarak geseran kaki tangga agar ujung atas tangga bergeser sama panjang dengan geseran bawah ? 9. 1/t dan t yang berurutan 10. dapatkan persamaan kuadrat tersebut jika: a. jika ketinggian maksimum 30 maka tentukan waktu sampai peluru mencapai tanah ? 6. a. 2 dan 7 b. Jika a dan b akar-akar persamaan kuadrat maka bentuk faktor dari persamaan kuadrat dapat ditulis (x + a)(x + b) = 0 . a = ( 2 + 5 )( 2 . c. u dan 2 – u d. Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya.

16. b. dapatkan nilai p dan akar-akarnya 15. dapatkan nilai p ? 17. Susunlah suatu persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 2 ± 1 . dapatkan p dan akar.11. p 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 135 . x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat x2 – 3x = . Salah satu akar persamaan kuadrat 3x2 – (p – 3)x + p + 2 = 0 berlawanan 2 kali. hasil kali akar-akarnya = 2 d. hasil kali akar-akarnya = 4. hasil kali akar-akarnya = -1. Akar-akar persamaan kuadrat x2 – 2x – 4 = 0 adalah x1 dan x2 . dapatkan nilai p. 14. dapatkan bentuk simetri dengan tanpa mencari akar persamaannya . jumlah akar-akarnya = 1 . 𝑎 Dapatkan persamaan kuadrat yang hubungan diantara akar- akarnya adalah a. jumlah akar-akarnya = 3 . Salah satu akar persamaan –2x2 + px – p + 2 = 0 sama dengan 0. jumlah akar-akarnya = 2 . dapatkan nilai p dan akar-akarnya 13. hasil kali akar-akarnya = c. Akar-akar persamaan (2p – 1)x2 – 15/2x – 3 = 0 saling 1 3 berkebalikan . jumlah akar-akarnya = -4 . Persamaan kuadrat berbentuk 2x2 + (p + 3) x – 4p = 0 yang selisih akar-akarnya sama dengan 7 .akarnya jika 2x1 + x2 = 2 ? 18. dapatkan nilai p dan akar-akarnya. 12. Diketahui salah satu akar persamaan kuadrat x2 – 2qx + 4q = 0 tiga kali akar yang lain .

dan 136 Persamaan dan Pertidaksamaan . Susunlah persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 2 kali lebih kecil dari akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0 ? 24. x12 dan x22 1 2 𝑥 1 1 2 𝑥 2 c. 1 3 𝑥 1 + 1 3 𝑥 2 20. x12 + x22 = x1 + x2 untuk persamaan kuadrat x12 + x22 = 10 berbentuk x2 – px – 4 = 0 ? 22. 𝑥 1 𝑥 2 dan 𝑥 2 𝑥 1 1 𝑥 2 −2 b. x14 + x24 d. dapatkan b jika x12 + x22= 2 ? 23. x13 + x12 x2 + x1 x22 + x23 b. tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya a. Akar-akar persamaan 9x2 – 15x + p = 0 adalah x1 dan x2. 1 𝑥 1−3 + 1 𝑥 2−3 19.3x + a . 𝑥1 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 3 3 b. Akar persamaan kuadrat x2 – (p + 1)x – 2p+4 = 0. hitunglah bentuk berikut yang merupakan bentuk simetri dari x1 dan x2 a. Bilangan x1 dan x2 adalah akar persamaan x2 – 2bx + b2 = 0 . x12 + x22 c. Hitunglah p jika b . 1 𝑥 1 −2 dan d. 𝑥1 + 𝑥2 2 2 2 2 c. Akar persamaan kuadrat x2 . hitunglah p jika a. 𝑥1 + 𝑥2 d.2 2 a. x12 + x12 x2 + x1 x22 + x22 = 2 21.1= 0 adalah x1 dan x2.

Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut.25. Jika 2 orang onggotanya mengundurkan diri. Persamaan dan Pertidaksamaan 137 . Persamaan yang akar-akarnya 2 lebih kecil dari persamaan kuadrat x2 – 6ax -6a = 0 adalah 2x2 – 6x + 6 = 0 . Seseorang berjalan menyusuri sepetak pekarangan berbentuk persegi panjang yang luasnya 216 m2 tanpa berhenti. Persamaan kuadrat 6x2 – x . tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya x12 + x22 dan x12 .x22. Jika jumlah dari kebalikan dua bilangan genap yang berurutan adalah 9 40 . Andaikan langkah orang tersebut selalu tetap sebesar 60 cm. 30. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 50. tentukan a dan akarakarnya ? 27. 28. maka tentukan ukuran pekarangan tersebut jika orang tersebut selesai mengelilingi pekarangannya dalam 100 langkah. Susunlah suatu persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya kebalikan dari akar-akar persamaan x2 – 6ax -6a = 0 ? 26. maka tentukan jumlah dari dua bilangan genap tersebut. Sekelompok orang menerima borongan pekerjaan penggalian selokan dengan imbalan sebesar Rp 2 juta yang dibagi rata pada setiap anggotanya. 29. sebelum ada yang mengundurkan diri.12 = 0 mempunyai akar-akar x1 dan x2.000 lebih banyak dari penerimaan semula.

Peubah y menyatakan seragam dengan ukuran besar. Dan ini membentuk dua persamaan linear berikut ini.2x + 1.5y = 200 138 Persamaan dan Pertidaksamaan .3 Sistem Persama a n Linear Sistem persamaan linear atau juga disebut sebagai sistem persamaan linear serentak merupakan kumpulan atau himpunan dari persamaan linear. 2.5 meter perseragam wanita.5y = 100 dan 2x + 2. 3.2 meter untuk seragam pria dan 2 meter untuk seragam wanita. Jika bahan yang tersedia untuk pria sebanyak 100 meter dan wanita 200 meter. Ukuran besar memerlukan 1. Banyaknya seragam pria yang dapat dibuat adalah 1.2. Sistem persamaan linear 2 peubah dengan 2 persamaan. maka banyaknya seragam yang dapat dibuat untuk ukuran sedang dan besar adalah. Sistem persamaan linear banyak sekali dijumpai dalam banyak aplikasi misalnya:  Seorang pengusaha busana seragam untuk pria dan wanita dengan bentuk yang berbeda dan terbagi dalam 2 ukuran sedang dan besar. 1. Dalam buku ini dibahas system persamaan linear: 1. Misalkan peubah x menyatakan seragam dengan ukuran sedang.5 meter per seragam pria dan 2.2 𝑥 + 1. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 2 persamaan.5𝑦 = 200.5𝑦 = 100. dan banyaknya seragam wanita yang dapat dibuat adalah 2𝑥 + 2. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 3 persamaan. Ukuran sedang memerlukan 1.

.500.000. Lokasi B sebesar Rp 12.000.per anak dan Rp1.per m obil.000.000. 2.000. Misal x menyatakan banyaknya pengunjung dewasa.000. Permasalahan ini membentuk suatu sistem persamaan linear: 2500 x + 1500 y + 1000 z = 10.500..000. 3.000 3000 x + 2000 y + 1000 z = 14. Lokasi A sebesar Rp10.. jika hanya terdapat 2 lokasi pada obyek wisata tersebut.000 Persamaan dan Pertidaksamaan 139 . Suatu obyek wisata yang mempunyai 3 lokasi dengan bentuk yang berbeda pada suatu tempat yang sama..000.per anak dan Rp1.. Rp2..000.000. Lokasi C sebesar Rp14.000.000.000.per mobil.per dewasa. Rp1.per mobil.500. Rp2. maka banyaknya pengunjung kedua lokasi wisata tersebut adalah : 2500x + 1500 y + 1000 z = 10.dengan harga karcis Rp3.000 3000 x + 2500 y + 1000 z = 12.dengan harga karcis Rp 3.dengan harga karcis Rp2.. y menyatakan banyaknya pengunjung anak-anak dan z menyatakan banyaknya pengunjung mobil.per anak dan Rp1.000.500. Banyaknya pengunjung dari ketiga lokasi wisata tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut.000.000..000  Pada ilustrasi nomor 2..000 3500 x + 2500 y + 1000 z = 12. setiap lokasi pendapatan yang diperoleh rata-rata adalah 1.per dew asa.per dewasa..

4. Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear yaitu : 1 . b2 tidak boleh bersama – sama bernilai nol.3. Mencari penyelesaian dari sistem persamaan linear merupakan pasangan (x. Metode gabungan eliminasi dan substitusi. c1  R a2x + b2y = c2 dengan a2 . b1 . 140 Persamaan dan Pertidaksamaan .2. c2  R a1 . b2 . dibahas pada Bab 3. 5. Metode Substitusi. Metode Matriks.1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah Sistem persamaan linear dua peubah secara umum dapat ditulis : a1x + b1y = c1 dengan a1 . y) yang memenuhi kedua persamaan linear tersebut sehingga memberikan pernyataan yang benar. 2. a2 . 1) Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Metode Grafik Menyelesaikan sistem persamaan linear dengan metode grafik maka persamaan a1x + b1y = c1 dan a2x + b2y = c2 dapat dipandang sebagai garis lurus maka perpotongan dari kedua garis tersebut merupakan penyelesaian dari sistem persamaan linear . Metode Eliminasi 3. b1 . Metode Grafik.

2. tidak terdapat perpotongan atau singgunggan antara kedua garis tersebut. Penyelesaian: Dari persamaan x + 2y = 3. didapat: untuk x = 0 . Terdapat satu titik potong jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . 3. 𝑏2 ≠ Pada kondisi ini. terdapat banyak titik yang memberikan jawaban yang benar dan dikatakan bahwa sistem persamaan linear mempunyai banyak penyelesaian.3.Misalkan garis u1 : a1x + b1y = c1 dan garis u2 : a2x + b2y = c2 maka akan terdapat beberapa kemungkinan diantara kedua garis tersebut yaitu: 1. CONTOH 2. Garis u1 sejajar dengan u2 namun tidak berhimpit. 𝑏2 ≠ Pada kondosi ini. x = 3 Persamaan dan Pertidaksamaan 141 . Garis u1 berimpit dengan garis u2 jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . sehingga sistem persamaan linear tidak mempunyai penyelesaian. y = dan 2 3 untuk y =0 . 𝑐2 = ≠ Pada kondisi ini. jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 𝑏2 𝑐1 . sistem persamaan linear mempunyai satu penyelesaian/ jawab.1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berbentuk x + 2y = 3 dan 2x + y = 3.

y = 3 dan untuk y=0. dan y=1. 2 3 Dari persamaan 2x + y = 3. didapat: untuk x=0. ) dan (3. Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan substitusi dimaksud adalah melakukan substitusi terhadap salah satu peubah x atau y dari 1 persamaan ke persamaan yang lain. Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 . 0).a1x atau 𝑦 = 𝑎 1 𝑥 disubstitusi 𝑏1 𝑐1 𝑎 1 b2( − 𝑥) = c2 atau 𝑏1 𝑏1 𝑐1 𝑏1 − pada persamaan a2x + b2y = c2 diperoleh a2x + 𝑏2 𝑎1 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑥 = 𝑐2 − 𝑏1 𝑏2 𝑏1 Jadi 142 Persamaan dan Pertidaksamaan . 2) Menyelesaikan Dengan Metode Substitusi. x = 3 2 Jadi grafik melalui titik (0. 1). Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear ini adalah x=1. b1y = c1. a2x + b2y = c2. 3 2 Dari grafik terlihat bahwa perpotongan garis terjadi disekitar (1.Jadi grafik melalui titik (0. a1x + b1y = c1.3) dan ( .0).

𝑏2 𝑐1 𝑏1 𝑥 = 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑏1 𝑐2 − CONTOH 2. CONTOH 2. didapat: 3x – 2(-1) = 5 atau x = 1 Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah x=1.3.2 Dapatkan penyelesaian dari sistem persamaan linear 3x – 2y = 5 2x + 4y = -2 Penyelesaian: Ambil salah satu persamaan 3x – 2y = 5 atau x = ke persamaan lainnya 2x + 4y = -2 atau 2 ( dikalikan 3 didapat 10 + 4y + 12y = . 3 disubstitusikan 5+2𝑦 ) +4 3 y = -2 .3 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x = 6y + 4 3x + 4y = 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 143 . kedua ruas = -1.6 atau y = −16 16 5+2𝑦 . Nilai y=-1 dimasukkan ke persamaan 3x – 2y = 5.3. dan y=-1.

a1x + b1y = c1 | x a2  diperoleh a2a1x + a2b1y = c1a2 a2x + b2y = c2 | x a1  diperoleh a2a1x + a1b2y = c2 a1 (a2b1 – a1b2)y = c1a2 .c2a1 Jadi 𝑦 = 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 dan 144 Persamaan dan Pertidaksamaan . 17 13 +2= . Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi dimaksudkan adalah menghilangkan salah satu peubah dari sistem persamaan dengan menyamakan koefisien dari peubah tersebut. didapat 3(3y + 2) + 4y = 3 atau 13y = -3 Diperoleh y = didapat x = 3 −3 13 −3 13 dan nilai y ini dimasukkan ke salah satu persamaan. 13 dan 3) Menyelesaikan Dengan Metode Eliminasi.Ambil persamaan 2x = 6y + 4 atau x = 3y + 2 disubstitusikan pada persamaan 3x + 4y = 3. 17 13 Jadi penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah 𝑥 = 𝑦 = −3 .

3.5 Dapatkan himpunan penyelesaian dengan eliminasi jika terdapat persamaan berbentuk 3s – 4t = 6 dan 2s + 5t = .6 -u + 3v = 4 dikalikan 8 diperoleh -8u + 24 v = 32 14u = .38 atau u = −38 .𝑥 = CONTOH 2.3.3. 14 CONTOH 2. Penyelesaian: 3s – 4t = 6 dikalikan 2 diperoleh 6s – 8t = 12 Persamaan dan Pertidaksamaan 145 .4 𝑐1− 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑏 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 1 𝑎1 Selesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi berbentuk 2u + 8v = -2 -u + 3v = 4 Penyelesaian: 2u + 8v = -2 dikalikan 1 diperoleh -u + 3v = 4 dikalikan 2 diperoleh 2u + 8v = -2 -2u + 6v = 8 14v = 6 atau v = 3/7 2u + 8v = -2 dikalikan 3 diperoleh 6u + 24 v = .

3. Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 Penyelesaikan sistem persamaan linear dengan gabungan eliminasi dan subtitusi dimaksudkan adalah melakukan eliminasi terhadap salah satu peubah yang kemudian melakukan subtitusi pada salah satu persamaan atau sebaliknya. 23 6 s + 15 t = . CONTOH 2.6 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 3x – 4y = 5 dan -2x + 2y = 4 Penyelesaian: 146 Persamaan dan Pertidaksamaan .2s + 5t = -3 dikalikan 3 diperoleh −21 .3 dikalikan 4 diperoleh 18 23 atau s = Himpunan penyelesaiannya adalah { . 18 −21 }.9 -23t = 21 atau t = 3s – 4t = 6 dikalikan 5 diperoleh 15s – 20t = 30 8s + 20t = -12 + 23s = 18 2s + 5t = . 23 23 4) Menyelesaikan Dengan Metode Gabungan Eliminasi dan Substitusi.

32 - dilakukan subtitusi pada persamaan 3u + 2v = 2 maka : 15 16 15 −13 }.3x – 4y = 5 dikalikan 2 diperoleh 6x – 8y = 10 + -2x + 2y = 4 dikalikan 3 diperoleh -6x + 6y = 12 -2y = 22 atau y = -11 . CONTOH 2. -11}.13.3. Penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah {-13.2 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah Sistem persamaan linear tiga peubah dapat dinyatakan dalam bentuk Persamaan dan Pertidaksamaan 147 .7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 4u – 8v = 7 dan 3u + 2v = 2 Penyelesaian: 4u – 8v = 7 dikalikan 3 diperoleh 12u – 24v = 21 3u + 2v = 2 dikalikan 4 diperoleh 12u + 8v = 8 -32v = 13 atau v = 3u + 2( −13 . dilakukan subtitusi pada persamaan -2x + 2y = 4 maka didapat -2x + 2(-11) = 4 atau x = . 16 32 −13 32 ) = 2 atau u = Jadi himpunan penyelesaiannya adalah { .3. 2.

Menyelesaikan sistem persamaan linear 3 peubah dapat dilakukan seperti halnya pada sistem persamaan linear 2 peubah . c2 . x – 2y + z = 2 dikalikan 2 diperoleh 2x + y + 2z = 1 dikalikan 1 diperoleh 2x – 4y + 2z = 4 2x + y + 2z = 1 .1) bilangan real.3. CONTOH 2. a3 . b1 .8 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk x – 2y + z = 2 2x + y + 2z = 1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi . b3 .a1 x  b1 y  c1 z  d1 a2 x  b2 y  c2 z  d 2 a3 x  b3 y  c3 z  d3 dengan a1.3.5y atau y = -3/5 x – 2y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh x – 2y + z = 2 =3 dilakukan 148 Persamaan dan Pertidaksamaan . d1 . a2. d3 merupakan (2. d2 . b2 . c3.c1 .

3. 10 CONTOH 2.9 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi . 3 dilakukan + 2x + 2y + 4z = -2 -3z=5 atau 𝑧 = dilakukan subtitusi pada persamaan 2y + 3z = 1 Persamaan dan Pertidaksamaan 149 .y + 2z = 4 + dilakukan subtitusi nilai y pada persamaan tersebut diperoleh -(-3/5) + 2z = 4 atau z = didapat -x + ( ) + −3 5 23 = 10 23 10 . subtitusikan pada persamaan -x+ y + z = 2 2 atau x = −9 . x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 2y + 3z = 1 2x – 2y + z = 3 | x 1 diperoleh 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 | x 2 diperoleh −5 .-x + y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh -x + y + z = 2 .

yaitu : 1 . kemudian disubtitusikan pada −5 3 −2 3 persamaan x + y + 2z = -1 diperoleh x + 3 + 2 ( ) = . 2. Metode Eliminasi 3. a. 4.  Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear dua peubah. 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 2x+y = 1 150 Persamaan dan Pertidaksamaan . Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut dengan menggunakan metode grafik.1 atau x = Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah { −2 −5 . Metode gabungan eliminasi dan substitusi.diperoleh 2y + 3 ( −5 3 ) = 1 atau y = 3. x – 2y = 3 b. Metode Substitusi. }. 3 3  RANGKUMAN  Penyelesaian dari sistem persamaan linear dua peubah merupakan pasangan (x. Metode Grafik. y) persamaan linear tersebut. 3. yang memenuhi kedua SOAL LATIHAN 2-3 1.

a. 2 𝑦+3 2x . 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 d. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode eliminasi. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode subtitusi . Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan gabungan eliminasi dan subtitusi Persamaan dan Pertidaksamaan 151 .y = 1 c. 𝑥 2 −𝑥 𝑥𝑦 = 4 7 x + 2y 3 2𝑥−3 2x + 3y – 2 = 0 𝑦−2 𝑥 e. 3x + 2y = 7 b. 3x +5y = 7 3x + 2y – 4 = 0 f. x – 4y = 6 =1 f. 2𝑥 3𝑦 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 2. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. x + y -3 = 0 = =4 𝑦 − 2 = −2 𝑥 4.c. 2x + 3y = 4 x+y =4 = x + 2y – 1 = 0 3. 2x – 2y = -2 b. 1/2x + 1/3y = 1 -x + 2y = 3 d. 3 2𝑥−3 2 𝑦 +3 x + 2y = 5 c. a. 4x – 2y -4 = 0 x+y =3 e. x + 2y = 3 -x + 2y = 3 d.

Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut. 2𝑥 3𝑦 2x+y = 1 c.000. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e.000 lebihnya dari 3 kali penduduk kota B dapatkan jumlah penduduk kedua kota tersebut ? 8.000 dari 120 pakaian wanita dan 100 pakaian pria . 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 d. demikaian pula dari 90 pakian pria dan 80 pakaian wanita mendapatkan sebesar Rp 200. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. 152 Persamaan dan Pertidaksamaan .a. 1) yang dilalui oleh garis lurus ax + by = 6 . 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 5. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. 2x – 3y + z = 2 x + 2y – z = 4 xy +z =1 b. x – 3y = -5 2x + z = 10 y + 5z = 5 9. x – 2y = 3 b. a.000. Dua titik (2. jika pada saat tertentu mendapatkan hasil penjualan sebesar Rp 250. 3) dan (-1. dapatkan harga jual setiap pakaian pria dan wanita ? 7.2y +3z = 12 x + 2y – z = 10 c. akan tetapi jumlah penduduk kota A sama dengan 1. Sebuah industri pakaian jadi memproduksi 2 jenis pakian yaitu pria dan wanita. tentukan nilai a dan b ? 6. x + 4y – z = 15 2x .000.500. Jumlah penduduk dari suatu kota A dan B adalah 4.

4. (2. − = 2 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 𝑥 3 1 c. + − = 10 𝑥 𝑦 𝑧 2 𝑥 2 𝑥 1 1 3 b. 1). b. c jika fungsi tersebut melalui titik berikut ini. 1). (0. (2. d. (0.a. 4) c. (1. 2. Metode subtitusi.-1). (-2. a.4 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat Dua Peubah Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 (2. − + = 1 𝑧 𝑥 𝑦 1 𝑦 2 𝑥 2 1 3 − + =5 + − =8 3 𝑦 1 𝑧 1 𝑦 3 𝑧 + =3 − =1 3 𝑧 1 𝑧 + − = −1 − =2 1 𝑧 2 𝑥 3 𝑧 10. 4) dan (-2. c2 merupakan bilangan real. Diketahui persamaan kuadrat y = ax2 + bx + c .1) dimana a1≠0. (2. 0) dan (0. 0) dan (4. 0). 0) dan (2. Untuk menyelesaiakan sistem persamaan tersebut dapat dilakukan dengan cara 1. 1) 2. tentukan nilai a. a2≠0. Persamaan dan Pertidaksamaan 153 .1). (-4. Metode grafik. 0). b2. b. b1.

CONTOH 2. akan diperoleh x + 2 = x2 atau x2 – x – 2 = 0 . Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah {(0.4. yaitu untuk x1 = 0 diperoleh y1 = 1 dan untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 0. dilakukan faktorisasi diperoleh (x – 2)(x + 1) = 0 dan diperoleh hasil x1 = 2 dan x2 = -1 154 Persamaan dan Pertidaksamaan . 𝑥 2 + 𝑥 = 0 atau 𝑥(𝑥 + 1) = 0 diperoleh x1 = 0 dan x2 = -1 Nilai-nilai x disubtitusikan pada 𝑦 = 𝑥 + 1. 1).4. (-1. Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan tersebut dilakukan dengan subsitusi persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 pada 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 diperoleh 𝑥 + 1 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 atau 𝑥 2 + 2𝑥 + 1– 𝑥– 1 = 0.2 Selesaikan sistem persamaan berbentuk y = x + 2 dan y = x2 Penyelesian: y=x+2 y = x2 Subtitusikan persamaan 𝑦 = 𝑥 + 2 pada persamaan 𝑦 = 𝑥 2 .1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1. 0)}.CONTOH 2.

b1. a2≠0. Persamaan dan Pertidaksamaan 155 . 2. Untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 1 Sehingga himpunan penyelesaian adalah {(2.  RANGKUMAN  Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 dimana a1≠0. Metode Grafik. yaitu : 1 . Secara geometrik himpunan penyelesaian tersebut merupakan titik potong dari kedua persamaan. 4) . didapat: 1.Nilai-nilai x disubtitusikan pada persamaan y = x + 2. seperti yang diperlihatkan pada gambar disamping ini. b2. Untuk x1 = 2 diperoleh y1 = 4 2. c2 merupakan bilangan real  Ada beberapa cara penyelesaian yang dapat dipakai untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dan kuadrat dua peubah. Metode Substitusi. 1 )}. (-1.

y . a. y – 2x -9 = 0 y –x2 + 5x -5=0 c. y + x = 5 y = x2 . y = x – 1 y = x2 . a. y = x + 2 y = x2 + 2x . a. y = 3x + 2 y = x2 + 2x . y = x + 1 y = x2 + 2x . Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut.SOAL L ATIIHAN 2 --4 S O AL L AT H AN 2 4 1.3x + 2 b. 2 b.1 2. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini.3x + 3 4. y =2x y = x + 2x . a. y + x – 1=0 y = x . Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini.2 Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut.2 + 5 x y = x2 . y = x -2 y = x2 + 2x .2 3.x = 10 y = x . y = . y – 2x -9 = 0 y –x + 5x -5=0 2 c.3x + 2 2 b. a. y – 2x = 5 y –x + 5x -5=0 2 c. y = x y = x + 2x . Tentukan konstanta k agar agar sistem persamaan linear-kuadrat berikut 156 Persamaan dan Pertidaksamaan .1 b.3x + 3 6. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini.2 c.2x + 5 = 0 y = x2 .3x + 2 2 b.3x + 3 5.2 2 c. y .

pertidaksamaan pecah rasional. ≤ (lebih keci sama dengan). y) memenuhi pertidaksamaan 𝑦 < 𝑥 + 1. Ekspresi y < x + 1 merupakan suatu pertidaksamaan. > (lebih besar). Daerah penyelesaian pada pertidaksamaan dengan satu peubah dapat dinyatakan pada garis bilangan. jika pasangan (x. maka (x. Mempunyai satu penyelesaian dan kemudian tentukan penyelesaiannya. Persamaan dan Pertidaksamaan 157 . maka pasangan (x. 𝑎𝑥 − 𝑐 < 𝑑 + 𝑏𝑥. 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 ≥ 𝑑𝑥 . Tidak mempunyai penyelesaian. 1. Untuk hubungan dari peubah – peubah yang menyatakan pertidaksamaan digunakan tanda < (lebih kecil). y) berada dibawah grafik y = x + 1.1 Beberapa contoh pertidaksamaan. 2. pertidaksamaan linear dengan satu peubah.5. jika (x. y) merupakan pasangan dari titik yang memenuhi y = x + 1.𝑦 = 6𝑥 − 10 𝑦 = 2𝑥 2 − 2𝑥 − 𝑘 o o o Mempunyai dua penyelesaian.5 Pertidaksamaan Suatu persamaan dinyatakan dengan tanda “=“. 3. pertidaksamaan kuadratik. 2. y) merupakan titik pada bidang koordinat yang terletak pada persamaan y = x + 1. CONTOH 2. Pada persamaan yang memuat hubungan diantara 2 peubah x dan y. Pada pertidaksamaan. 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0. atau ≥ (lebih besar sama dengan.

Jika 𝑎 < 𝑏 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑐. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 0 maka 𝑎𝑐 > 𝑏𝑐. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 1 𝑎 1 𝑏 > . maka berlaku: a. untuk sembarang c. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 > 0 maka 𝑎𝑐 < 𝑏𝑐. 158 Persamaan dan Pertidaksamaan .4. mempunyai sifat yang identik dengan pertidaksamaan dengan tanda <. e. ■ Sifat -Sifat pertidaksamaan Jika a. b. kita bahas terlebih dahulu tentang selang/ interval. Karena itu. d. Secara geometrik interval merupakan sepotong garis pada garis bilangan real. 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 ≤ 𝑐. f. dan d merupakan bilangan real. c. c. pertidaksamaan linear dengan dua peubah.  Interval Himpunan tertentu yang menarik dan sering muncul dalam matematika adalah himpunan bilangan real yang dinamakan selang/interval. Penyelesaian pertidaksamaan sering terkait dengan selang atau interval. Untuk pertidaksamaan dengan tanda selain <. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑏 < 𝑐 maka 𝑎 < 𝑐. b. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 𝑑 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑑.

arah negatif (−∞). b) dan didefinisikan dengan: (𝑎. maka interval terbuka dari a ke b ditulis dengan (a. sedangkan kurung biasa menunjukkan bahwa titik ujung tidak termasuk dalam interval.DEFINISI 2. Simbul −∞ atau ∞ bukan merupakan suatu bilangan. hanya merupakan perluasan ke arah tak berhingga negatif atau tak berhingga positif.5. Interval yang diperluas sampai tak terhingga dinamakan interval tak hingga. 𝑏) = {𝑥|𝑎 < 𝑥 < 𝑏} Kurung siku menunjukkan bahwa titik ujung termasuk dalam interval. maka interval tertutup dari a ke b ditulis dengan [a. atau keduanya. Suatu interval dapat diperluas sampai tak hingga arah positif +∞ atau ∞ . Interval berhingga yang memuat satu titik ujung. b] dan didefinisikan dengan: 𝑎. tetapi tidak memuat titik ujung yang lain disebut interval setengah terbuka atau interval setengah tertutup.1 : Jika a dan b bilangan real dengan a < b. 𝑏 = {𝑥|𝑎 ≤ 𝑥 ≤ 𝑏} Jika a dan b bilangan real dengan a < b. Persamaan dan Pertidaksamaan 159 . Interval yang titik-titik ujungya berhingga disebut interval berhingga.

1 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan linear 160 Persamaan dan Pertidaksamaan . dan a dan c tidak keduanya nol. Untuk mendapatkan penyelesaian dari pertidaksamaan tersebut. dan b dipindahkan ke ruas kanan. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. GAMBAR 2. dan d merupakan bilangan real.1 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 (2. c. Jika dipunyai pertidaksamaan 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 dengan a. b. didapat 𝑎𝑥 − 𝑐𝑥 < 𝑑– 𝑏 atau 𝑥 <  𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 . Langkah ini hanya untuk memperjelas gambaran penyelesaian. maka penyelesaian dari pertidaksamaan linear tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:  Pindahkan cx ke ruas kiri. b. sehingga setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan merupakan daerah penyelesaian. Kemudian dinyatakan dalam garis bilangan. setiap peubah dipindahkan pada ruas kanan dan setiap bilangan dipindahkan keruas kiri.1) Dengan a.5. atau sebaliknya.5. nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan.5. c.2. dan d bilangan positif dan a-c≠0. 𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 Untuk memperjelas gambaran penyelesaian.

5. 2 Daerah Penyelesaian 3/2 CONTOH 2.3 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan 4𝑥 + 2 ≤ 2𝑥 − 3 ? Penyelesaian: 4𝑥 + 2 ≥ 2𝑥 − 3. Dengan menggunakan sifat pertidaksamaan nomor 3. didapat: 4x – 2 < 2x + 1.5. Penyelesaian: Untuk mendapatkan penyelesaian pindahkan 2x pada ruas kiri dan -2 pada ruas kanan. atau ⇒ 4x – 2x < 1 + 2 ⇒ 2x < 3 3 ⇒ 𝑥 < 2 3 Nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan.2 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi 4x – 2 < 2x + 1. didapat: 4𝑥 − 2𝑥 ≥ −3 − 2 ⇒ 2𝑥 ≥ −5 ⇒ 𝑥 ≥ − 2 5 Dalam garis bilangan: Persamaan dan Pertidaksamaan 161 . Kedua ruas dikurangi 2x dan dikurangi 2. kedua ruas dikurangi 2x dan dilanjutkan dengan dikurangi -2.CONTOH 2.

2). 162 Persamaan dan Pertidaksamaan . 7 2. kedua ruas dikalikan dengan 𝑥 < − . Penyelesaian: 2 − 4𝑥 > 6 + 3𝑥 .5. 4 7 −1 . atau −7𝑥 > 4.2) dengan a≠0.CONTOH 2.5.5. Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan kuadrat.5. dipindahkan 3x keruas kiri dan 2 keruas kanan −4𝑥 − 3𝑥 > 6 − 2. dilakukan dengan cara:  Ubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. dan c adalah bilangan real. b.4 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2 – 4x > 6 + 3x .2 Pertidaksamaan Kuadrat Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 (2. dan lakukan pemfaktoran bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞).

 Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 = 0. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝. Persamaan dan Pertidaksamaan 163 . Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 > 0.2 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan kuadrat Interval yang terbentuk adalah:  −∞. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < 𝑝} 𝑝. maka selang-selang pada garis bilangan dapat digambarkan seperti pada Gambar 2. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan. ∞ = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < ∞} Ambil titik uji x pada setiap selang/interval. Jika kita anggap p < q. 𝑝 = 𝑥 −∞ < 𝑥 < 𝑝 (−∞. 𝑝] = {𝑥| − ∞ < 𝑥 ≤ 𝑝} 𝑝. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < 𝑞} 𝑝. ∞ = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < ∞} 𝑝.5.5. Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 < 0. yaitu 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞.2. p q GAMBAR 2. Gambarkan 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞 pada garis bilangan.

misal x = -4.-3). Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. Terdapat beberapa selang/interval yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. Untuk 𝑥 + 3 = 0. Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan. dan (-2. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini.5 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan x2 + 5x + 6 < 0. CONTOH 2. yaitu: (-∞. (-3. Penyelesaian dari pertidaksamaannya adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut.5 dan x = 0.5 -2 +++ 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil nol. Atau. Untuk 𝑥 + 2 = 0. +++ -4 -3 ---2. x = -2.∞). 𝑥 2 + 5𝑥 + 6 < 0 ⇒ (𝑥 + 2)(𝑥 + 3) < 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 + 2 𝑥 + 3 = 0. -2). diperoleh titik 𝑥 = −2.5. himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅 dan − 3 < 𝑥 < −2} 164 Persamaan dan Pertidaksamaan . -2) . Ambil titik uji pada masing-masing interval. yaitu (-3. diperoleh titik 𝑥 = −3.

∞). ∞). diperoleh titik 𝑥 = 2. yaitu: (−∞. himpunan penyelesaiannya adalah 1 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 165 . Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan.CONTOH 2. diperoleh titik 𝑥 = − . 1 2 1 2 1 2 +++ -1 -1/2 --0 2 +++ 3 Karena yang diminta soal adalah nilai – nilai yang lebih besar atau sama dengan nol. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini.5. 2) . Untuk 2𝑥 + 1 = 0. x = 0. Untuk 𝑥 − 2 = 0. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. − ). misal x = -1. Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan. Ambil titik uji pada masing-masing interval. dan x = 3. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2 ⇒ 2𝑥 2 − 𝑥 − 2 ≥ 0 ⇒ (2𝑥 + 1)(𝑥 − 2) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 2𝑥 + 1 𝑥 − 2 = 0.6 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2. − ] atau [2. Atau. yaitu (−∞. dan (2. (− .

166 Persamaan dan Pertidaksamaan .3 PERTIDAKSAMAAN PECAH RASIONAL Bentuk pecah rasional yang akan dibahas disini adalah yang mempunyai pembilang linear dan penyebut berbentuk linear ataupun kuadratik.5.5.  Ambil titik uji x pada setiap interval.  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol. dan d adalah bilangan real. dilakukan dengan cara:  Rubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. lakukan pemfaktoran pada bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞).4).𝑥 𝑥 ≤ − 1 dan 𝑥 ≥ 2.5.5. 𝑥 ∈ 𝑅 . c≠0.3) atau 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥 +𝑐 < 0 (2. b. Gambarkan titik-titik pembuat nol ini pada garis bilangan.4) dengan a≠0. Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan pecah rasional.3) atau (2. Apabila ada bentuk kuadrat. 2 2.5. Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0 (2. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan.

Persamaan dan Pertidaksamaan 167 . ∞). (−1. 2). CONTOH 2. Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai negatif. 𝑥 = 3. Ambil titik uji pada masing-masing interval antara lain 𝑥 = −2. 𝑥 = 0.Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai positif. yaitu (−∞. maka terlihat pada gambar di atas bahwa daerah penyelesaian adalah daerah yang bertanda + yaitu (−∞. Terdapat beberapa interval yang pada garis bilangan.5. +++ -1 --2 +++ Karena yang diminta adalah yang lebih besar nol. ∞). −1).7 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol.  Daerah penyelesaian dari pertidaksamaan pecah rasional adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut. −1) dan (2. 2𝑥−4 𝑥+1 > 0 ?. Dari pembilang: 2x – 4 = 0 diperoleh x = 2 dan Dari Penyebut: x + 1 = 0 diperoleh x = -1. dan (2.

4) sebgai berikut. misal 𝑥 = −7. (−6. ---7 -6 +++ -2 ---1 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar nol. dan beberapa selang . >2 −2>0 − 2(𝑥+1) 𝑥+1 ⇒ ⇒ ⇒ 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 >0 −𝑥−6 𝑥+1 >0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol.3) atau (2. ∞). 𝑥 = −2.8 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Pertidaksamaan dibawa kedalam bentuk (2. x + 1 = 0 diperoleh x = –1.5. 168 Persamaan dan Pertidaksamaan . 𝑥 = 0 dan didapat hasil tanda seperti pada gambar di bawah ini.CONTOH 2. Ambil titik uji pada masing-masing selang.5. −6). −1). yaitu (−∞. 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 > 2 ?. −1). daerah penyelesaiannya adalah yang bertanda +. yaitu (−6. Dari pembilang: –x – 6 = 0 diperoleh x = –6 dan Dari Penyebut: Terdapat (−1.5.

4 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat Berikut ini akan diberikan beberapa contoh pemakaian pertidaksamaan kuadrat untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.5.5. GAMBAR 2.5. maka tentukan minimal lebar jalur tersebut.9 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m.500 m2. maka : Persamaan dan Pertidaksamaan 169 .5. Jika luas jalur tersebut tidak boleh kurang dari 2. Penerapan ini akan disajikan dalam bentuk contoh-contoh.500 m2. lihat Gambar 2. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m.3. CONTOH 2.3 Jalur lari mengelilingi lapangan sepak bola Luas jalur dalam m2 adalah L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 = 300x + 4x2 Karena luas jalur adalah 2.2. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola.

-100] atau [25. Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut minimal 25 m. Karena nilai x > 0. 25).2. (-100. Untuk 𝑥 − 25 = 0.-100). ∞). +++ -200 -100 --0 25 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar sama dengan nol. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. diperoleh titik 𝑥 = −100. maka diperoleh x ≥ 25 m. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. Atau. ∞).500 ≤ 4x2 + 300x x2 + 75x . x = 0 dan x = 100. Ambil titik uji pada masing-masing interval. diperoleh titik 𝑥 = 25. dan (25. yaitu: (-∞.2. misal x = -200. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ++ yaitu (-∞. 170 Persamaan dan Pertidaksamaan . himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅. 𝑥 ≤ −100 atau 𝑥 ≥ 25}. Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan.500 ≥ 0 (x+100) (x -25) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 +100 𝑥 −25 = 0 Untuk 𝑥 + 100 = 0.

diperoleh −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 ≥ 4000 =≫ −2𝑥 2 + 184𝑥 − 4200 ≥ 0 =≫ 𝑥 2 − 92𝑥 + 2100 ≤ 0 =≫ 𝑥 − 50 (𝑥 − 42) ≤ 0 Mirip dengan langkah sebelumnya. diperoleh:  Pendapatan = 𝑥 188 − 2𝑥 = 188𝑥 − 2𝑥 2  Biaya x unit = 200 + 4x  Keuntungan = Pendapatan – Biaya = 188𝑥 − 2𝑥 2 − 200 + 4𝑥 = −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 Dinyatakan bahwa laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu.10 Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual untuk dapat memperoleh laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu ?. Penyelesaian: Banyaknya unit adalah x dan harga per unit adalah (188-2x). carilah titik-titik pembuat nol dan lakukan uji di beberapa titik. Akan didapat interval-interval pada garis real sebagai berikut. Persamaan dan Pertidaksamaan 171 .CONTOH 2. atau 4000 dalam ribuan. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=188-2x.5. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+4x rupiah (dalam ribuan). Oleh karena itu.

Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. dan a dan c tidak keduanya nol. Jadi banyaknya barang yang diproduksi per minggu paling sedikit 42 dan paling banyak 50.  Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥+𝑐 < 0 atau < 0 dengan a≠0. b. b.+++ 0 42 --45 50 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil sama dengan nol. b. dan d merupakan bilangan real. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.  RANGKUMAN  Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 Dengan a. dan c adalah bilangan real. dan d adalah bilangan real. . 172 Persamaan dan Pertidaksamaan . daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda – yaitu 42 ≤ 𝑥 ≤ 50. c≠0. c.  Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 dengan a≠0.

4x + 2 ≤12 g. + < + 𝑥 3 1 2 𝑥 4 5 6 b . Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. d. 2𝑥+4 3𝑥+2 2−𝑥 𝑥−2 >0 2−𝑥 𝑥−2 b. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=250-x. Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual Persamaan dan Pertidaksamaan 173 . −5 𝑥−3 + 2𝑥 + 1 > 0 > 5 6 ≥ + 2 𝑥+2 ≥0 2𝑥+3 𝑥 4. e. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+x rupiah (dalam ribuan). 3 ≤ 2x – 7 < 5 c. a. e. x – 3 > 0 d. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. 2 𝑥−2 >3 < 2 3 h. a. 2 – 4x ≥ 6x -2 i. a. x-1 < 2x + 1 ≤ 3 + x 3. f. Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. 𝑥 2 −4𝑥+5 𝑥 2 −𝑥−2 𝑥 2 −1 𝑥 2 −2 >0 c. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. 𝑥 2 −𝑥−6 𝑥 2 +2𝑥+1 ≤0 <0 > 𝑥 2 −𝑥 𝑥 > 𝑥−1 2 𝑥−2 (𝑥−1) 𝑥−3 (𝑥−4) 5. 2 𝑥 c. 3x + 5 < 5x – 7 b.SOAL LATIHAN 2-6 1. a. f. 6 2𝑥+4 4 𝑥−1 < 3𝑥 2𝑥−4 c. 6x + 6 < 12 – 24x 2. d. 2𝑥 2 −3𝑥+2 𝑥 2 −5𝑥+6 𝑥 2 +2 3𝑥 <0 b. -4x > 4 e. 8 – 4x < 12 f. 2x + 1 < 3x + 5 < 2x + 6 d.

masing-masing dengan harga Rp 2.000. Berapa harga maksimum yang harus dikenakan agar penerimaan paling sedikit Rp 15. 174 Persamaan dan Pertidaksamaan . 6.000 buku.untuk dapat memperoleh laba paling sedikit Rp 100.000. Sebuah penerbit menjual 5.000 per minggu ?.500. Jika harga dinaikkan Rp 500. maka penjualan berkurang 300 buku.

operasi pada matriks. Namun Pada buku ini hanya mengenalkan matriks. Matriks 175 .Bab 3 MATRIKS Matriks banyak dipakai untuk pengembangan berbagai macam cabang matematika. Perhatikan definisi dibawah ini. menyatakan sebuah gambar (citra). 3.1 Matriks Dan Operasinya Pada bagian ini akan dibahas tentang definisi matriks. dan sebagainya. operasi yang berlaku dan beberapa sifat matriks. seperti penyelesaian persamaan linear. teori graf. menggerakkan gambar dalam suatu ruang. dan penggunaannya pada penyelesaian sistem persamaan linear. dalam hal ini elemen dari matriks dibatasi pada bilangan real saja. dan sebagainya. tranformasi linear. Dalam penerapannya di bidang grafika komputer matriks dipakai untuk merepresentasi struktur data dari suatu graf.

1. 3 −2 4 −2 2 0 .1 Beberapa contoh matriks: 1 −2 1 2 2 .1.1 secara berurutan. −2 3 5 1 −1 1 2 3 . seperti pada Contoh 3. Bilangan-bilangan dalam susunan itu dinamakan anggota/elemen matriks tersebut. ukuran matriks pertama adalah 3 x 2. Matriks yang terakhir adalah matriks kolom atau vektor kolom. sedangkan anggota dari matriks biasanya menggunakan huruf kecil.1: Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang.1. CONTOH 3. karena matriks terdiri dari tiga baris dan dua kolom. Begitu juga matriks selanjutnya mempunyai ukuran 3 x 3. karena hanya terdiri dari sebuah kolom saja. Secara umum notasi untuk sebauh matriks menggunakan huruf besar.DEFINISI 3. 0 7 Ukuran matriks ditunjukan dengan banyaknya baris dan banyaknya kolom. 176 Matriks . vektor kolom dan vektor baris biasa dilambangkan dengan sebuah huruf kecil tebal atau huruf kecil diberi garis atasnya. matriks yang ketiga juga dinamakan dengan matriks baris atau vektor baris karena hanya terdiri dari sebuah baris saja. Keduanya.

1. Jika banyaknya baris m = 1. Jika banyaknya baris n = 1. ■ Beberapa istilah matriks Untuk matriks 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 .CONTOH 3. Beberapa contoh matriks baris adalah 3 2 . Beberapa contoh matriks baris adalah 2 −7 . maka matriks tersebut dapat ditulis sebagai 𝑎11 𝑎21 ⋮ 𝑎𝑚1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑚2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑚3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑚𝑛 𝐴 = atau dapat ditulis 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 Jika diinginkan untuk menyebut sebuah anggota matriks A pada baris ke-i dan kolom ke-j. 0 . maka matriks A dinamakan matriks Matriks 177 . −2 kolom. 1 3 −1 3 6 2 2 1 . 4 2 5 0 ii.2 Matriks A mempunyai ukuran m × n. i. Selanjutanya kita akan melihat operasi apa saja yang dapat dikenakan pada matriks. maka penyebutan itu menggunakan notasi (A)ij = aij. maka matriks A dinamakan matriks baris.

2 −7 .iii. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks diagonal. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks identitas (satuan). Beberapa contoh matriks nol adalah 0 0 0 0 0 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑛𝑜𝑙. 3 5 −2 3 −2 2 0 4 4 1 3 iv. 0 0 0 0 0 v. 1 𝐼3 = 1 0 0 1 0 0 0 0 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 < 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. Beberapa contoh matriks identitas adalah 1 𝐼2 = 0 0 . Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 1. Jika semua elemen A adalah 0. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≥ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga bawah. 178 Matriks . biasa disimbulkan dengan In. Beberapa contoh matriks bujursangkar adalah −2 . maka matriks A dinamakan matriks nol (0). Beberapa contoh matriks diagonal adalah 3 0 0 2 0 . 1 𝐼4 = 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 vii. Jika banyaknya baris m = banyaknya kolom n. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. maka matriks A dinamakan matriks bujursangkar (square matriks). 0 −2 0 0 −3 0 0 9 vi. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0.

Jika ada dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dikatakan sama. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑗𝑖 maka matriks A dinamakan matriks simetri.3 Pandang beberapa matriks di bawah ini.Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 1 2 0 . CONTOH 3. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 > 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. −3 6 6 5 −3 2 −3 2 1 Matriks 179 . 0 1 DEFINISI 3. 7 1 0 3 14 −1 3 0 0 0 0 2 2 0 0 0 1 viii. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≤ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga atas. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 3 2 .1. 0 1 −3 6 −3 0 5 2 . maka berlaku aij = bij Perhatikan contoh dibawah ini.1. Beberapa contoh matriks simetri bawah adalah 3 0 . 5 1 0 4 −2 3 −2 0 0 .2: Dua matriks dikatakan sama jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama dan anggota yang berpadanan juga sama. 0 0 1 𝐼4 = 2 0 0 0 3 −1 0 0 4 5 0 0 0 3 5 1 ix.

𝐶 = 3 4 3 4 3 4 5 6 Jika matriks A = B. maka: 1. 2.3: Jika dua matriks A dan B mempunyai ukuran yang sama. Untuk menambahkan atau mengurangkan kedua matriks tersebut anggota yang berpadanan dijumlahkan atau dikurangkan. Jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama. DEFINISI 3. CONTOH 3. 180 Matriks .𝐴 = 1 𝑥 1 2 1 2 . maka kedua matriks tersebut dapat dijumlahkan atau dikurangkan. elemen cij = aij . 𝐵 = .4 Pandang beberapa matriks di bawah ini. Penjumlahan matriks A dan B A+B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B.1. maka nilai x pada A harus sama dengan 2.1. elemen cij = aij + bij. Matriks B tidak sama dengan matriks C karena kedua matriks tersebut tidak mempunyai ukuran yang sama. Pengurangan matriks A dan B A-B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B.bij . Matriks yang tidak mempunyai ukuran yang sama tidak dapat dijumlahkan atau dikurangkan Dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dapat dijumlahkan atau dikurangkan.

DEFINISI 3. 𝐴 = 1 −2 1 . Penyelesaian: A+B = 1 −2 5 + 3 4 1 1 3 1 + 5 −2 + 2 6 2 = = 3+1 4+4 4 4 0 8 𝐴 − 𝐵 = −2 5 2 1−5 − = 4 1 4 3−1 −4 −4 −2 − 2 = 2 0 4−4 Cobalah lakukan penjumlahan A dengan C. Penyelesaian: 2𝐴 = 2 1 3 −2 2 −4 = 4 6 8 Matriks 181 .1.4: Jika sembarang matriks A dikalikan dengan scalar c.1. maka cA adalah sebuah matriks yang ukuranya sama dengan ukuran A dan elemennya adalah caij. 𝐶 = 4 3 4 5 6 Dapatkan A + B dan A-B. CONTOH 3.𝐴 = 1 −2 5 . 𝐵 = 3 4 1 2 1 2 . apa bisa dilakukan?.5 Pandang beberapa matriks di bawah ini. 𝐵 = 3 4 3 1 2 2 5 4 6 Dapatkan 2A dan − 𝐵.

….6 Dapatkan perkalian matriks A dan B jika 𝐴 = Penyelesaian: C= A x B. n dan j=1.1. matriks C berukuran 2x2 karena ukuran A adalah 2x2 dan ukuran B adalah 2x2. 2.1 𝐵 2 = 1 2 1 2 3 2 1 2 5 2 3 DEFINISI 3. jika matriks A mempunyai ukuran m × p. CONTOH 3.1. 2. atau 𝑐𝑖𝑗 = 𝑛 𝑘=1 𝑎𝑖𝑘 × 𝑏𝑘𝑗 dengan i=1. m CONTOH 3.1.7 Dapatkan perkalian matriks A dan B 182 Matriks . …. dan matriks B harus mempunyai ukuran p × n maka hasil-kali A dan B adalah sebuah matriks C yang mempunyai ukuran m x n dan anggota cij berasal dari jumlahan perkalian antara baris ke-i dari matriks A dengan kolom ke-j dari matriks B.5: Dua matriks A dan B dapat dikalikan. 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = 1 3 −2 1 0 × 4 2 3 1 0 + −2 3 −3 = 3 0 + 4(3) 11 −6 12 1 −2 1 0 . 𝐵 = 3 4 2 3 = 1 1 + −2 2 3 1 + 4(2) Selanjutnya cobalah untuk mengalikan A dengan C.

jika 𝐴 = 1 −2 3 4 1 2 . 1 Matriks 183 . DEFINISI 3. matriks C berukuran 2x4 karena ukuran A adalah 2x3 dan ukuran B adalah 2x4. tidak dapat dilakukan karena ukurannya tidak memungkinkan untuk dikalikan.1. 1 3 1 2 −2 2 × 3 4 4 1 2 1 = −1 17 5 0 6 1 0 2 2 6 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = −4 −7 23 39 Selanjutnya kalau kita mencoba mengalikan A dengan C.1.8 Dapatkan transpos dari matriks A dan B jika 𝐴 = 1 2 𝐵 = 3 4 2 1 Penyelesaian:  Tranpose matriks A 5 0 6 1 0 2 1 −2 3 4 2 .6: Matriks transpose dari matriks A ditulis AT atau A‟ yang elemennya merupakan elemen A dengan mengubah baris i menjadi kolom i atau mengubah kolom ke i menjadi baris ke i. 𝐵 = 3 1 2 2 5 4 6 1 0 0 1 2 Penyelesaian: C= A x B. CONTOH 3.

penjumlahan.9 Dapatkan trace dari matriks 𝐴 = Penyelesaian: tr(A) = 1 + 4 = 5 tr(B) = 1+4 + 0 = 5 1 3 1 −2 dan 𝐵 = 3 4 2 2 5 4 6 . 1 3 2 2 4 1 𝐵𝑇 = 5 6 0 0 1 2 DEFINISI 3.1. CONTOH 3.1. matriks identitas. matriks segitiga atas. dan perkalian asal memenuhi syarat operasi yang telah didefinisikan. matriks bujur sangkar. Tranpose matriks B. maka trace A dinyatakan dengan tr(A). pengurangan.7: Jika A merupakan persegi. dan matriks simetri.  Pada matriks berlaku operasi kesamaan. matriks kolom. didefinisikan sebagai jumlah elemen pada diagonal utama matriks A. 184 Matriks . matriks nol. matriks diagonal. matriks segitiga bawah.1 𝐴𝑇 = −2 2  3 4 1 .  Untuk matriks bujur sangkar A. trace A = tr(A) merupakan jumlahan elemen pada diagonal utama matriks A. Berbagai macam matriks diantaranya: matriks baris. 1 0  RANGKUMAN   Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang.

dan 𝐶 = 1 2. 1 2 3 2 2 2 3 2 3 1 0 0 2 1 0 1 0 1 b. Apakah A+AT simetri? c. (A-B)T 𝐴 = 2 4 c. maka: 2 3 1 a. a. c. b. d pada persamaan matriks berikut ini. 𝐵 = 2 3 b. Jika diberikan matriks 1 −2 3 . maka dapatkan: 1 3 1 a. 4. Tentukan nilai a. Tentukan jenis matriks berikut ini. d. dan 𝐶 = 0 1. 0 −2 2 0 0 −3 2 0 0 0 0 0 0 0 4 0 3 0 c. 1 3 𝑎 = 3 3 𝑐 𝑏 𝑑 b. Jika diberikan matriks 2 −2 2 . 𝐵 = 2 3 2 . Apakah B+BT dilakukan? dapat d. Apakah (B+B)T simetri? 3. a. AT+BT b. (A+B)T f. Apakah C+CT dapat dilakukan? −2 −3 . A-B d. A-AT 2 .SOAL LATIHAN 3-1 𝐴 = 1 4 −1 3 . 2A+3B e. 𝑎 − 1 𝑎 + 𝑏 3 = 5 3 𝑐 𝑏 2 − 1 𝑑 3 Matriks 185 .

2 I nvers Matriks Pada bagian ini akan dibahas tentang invers dari suatu matriks dan cara mencari inversnya. AB. 𝑎 + 1 𝑑 − 1 6. BTA e. a. Jika 2𝑏 + 𝑎 0 −6 = 4𝑧 + 1 3 2𝑧 diberikan matriks 𝐴 = 1 4 −1 3 . A2. Tentukan nilai a. matriks A disebut matriks yang dapat dibalik atau matriks yang punya invers dan matriks B disebut invers dari matriks A dan ditulis A-1. C2 f. d pada persamaan matriks berikut ini.2. BA d.1: Misal A merupakan matriks bujur sangkar dan misal ada matriks bujur sangkar B yang berukuran sama dengan ukuran A. (ABC)T c. A(BC).5. sedemikian hingga berlaku AB = BA = I. CT BT AT 3. b. ATB. DEFINISI 3. dan 𝐶 = 0 2 −2 2 . Sifat-sifat dasar dari suatu matriks yang mempunyai invers. maka periksalah mana diantara hasil perkalian 1 3 1 matriks berikut ini yang dapat dioperasikan dan dapatkan hasil perkaliannya. ditulis B-1. 186 Matriks . matriks yang tidak mempunyai invers dikatakan matriks singular. B2. 𝐵 = 2 3 2 . Matriks yang mempunyai invers dikatakan matriks non singular. c. Sebaliknya matriks A adalah invers dari matriks B. Sebelumnya perhatikan definisi invers dibawah ini. Sebaliknya. (AB)C b.

TEOREMA 4. Secara simultan telah ditunjukan bukti untuk (1) dan (2). atau A-1=B. Perlu diperhatikan bahwa tidak setiap matriks bujur sangkar mempunyai invers. maka invers dari matriks ini adalah tunggal (hanya ada satu).1 Misal 𝐴 =   3 1 3 𝐴𝐵 = 1 𝐵𝐴 = 5 2 −5 dan 𝐵 = .1: Jika matriks A dan B adalah matriks yang mempunyai invers dan berukuran sama. Dapat kita lihat bahwa: 2 −1 3 1 0 5 2 −5 = = 𝐼 0 1 2 −1 3 1 3 5 = 0 1 2 0 = 𝐼 1 2 −5 −1 3 Oleh karena AB=BA=I maka:   matriks A adalah invers dari matriks B. 2. maka (AB)(B-1A-1) = ABB-1A-1 = AIA-1 = I. AB juga mempunyai invers.2. Oleh karena (AB)(B-1A-1) = I. yaitu B-1A-1. Jika suatu matriks mempunyai invers.CONTOH 3. maka: 1. Matriks 187 .2. atau B-1=A matriks B adalah invers dari matriks A. (AB)-1 = B-1A-1 Bukti: Dengan mengalikan kedua sisi pada statemen nomor 2 dengan AB. matriks AB mempunyai invers.

berikut ini akan ditampilkan beberapa definisi dan teorema yang tidak dibuktikan.CONTOH 3. DEFINISI 3. Periksalah bahwa: 3 2 3 2 2 2 6 8 = 3 2 3 8 11 3 −2 −1 1 −1 −1 1 2 11 2 3  (𝐴𝐵)−1 = −4 3 2 −4 3 3 −1 −2 −4 = 2 = (𝐴𝐵)−1 1 −4 3 11  𝐵−1 𝐴−1 = −1 −1 1 Untuk menambahkan wawasan kedalaman tentang pembahasan matriks.2.2 Misal 𝐴 =    1 1 1 𝐴𝐵 = 1 𝐴−1 = 𝐵−1 = 2 2 2 dan 𝐵 = .2. maka dapat didefinisikan 𝐴0 = 𝐼 dan 𝐴𝑛 = 𝐴𝐴𝑛−1 dengan n > 0. Jika matriks A mempunyai invers. maka dapat didefinisikan 𝐴−𝑛 = (𝐴−1 )𝑛 = 𝐴−1 𝐴−1 𝐴−1 … 𝐴−1 188 Matriks .2: Jika A merupakan matriks bujur sangkar.

𝐴−1 mempunyai invers dan (𝐴−1 )−1 = 𝐴. maka AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 . 2. n adalah bilangan bulat. 3. Periksalah bahwa: 1 3 3 −2 = −1 1 1 2 1 3 1 2 1 3 1 2 11 = 1 3 15 3 −2 −1 1 30 41 3 −2 −1 1 𝐴3 = 𝐴−3 = (𝐴−1 )3 = = 41 −15 3 −2 −1 1 −30 11 TEOREMA 4. untuk n bilangan bulat positif.3: Jika matriks A mempunyai invers.TEOREMA 4.2. maka 𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚+𝑛 dan (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 .3 Misal 𝐴 =    𝐴−1 1 2 .2. Untuk k scalar yang tak nol.2.2. 𝐴𝑛 mempunyai invers dan (𝐴𝑛 )−1 = (𝐴−1 )𝑛 . TEOREMA 4. maka 1. 1 𝑘 CONTOH 3.2: Jika matriks A merupakan matriks bujur sangkar dan m. Matriks 189 .3: Jika matriks A mempunyai invers. kA mempunyai invers dan (𝑘𝐴)−1 = 𝐴−1 .

2. (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 = 3 −2 −1 1 𝑇 = 3 −1 −2 1  RANGKUMAN  Untuk matriks A dan B yang mempunyai invers.  (AB)-1 = B-1A-1  Untuk matriks bujur sangkar A. dan Invers B disimbulkan dengan 𝐵 −1 . berlaku:  𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚 +𝑛  (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 dengan m.  Untuk matriks A yang mempunyai invers. −1 1 Penyelesaian: Berdasarkan teorema 4.4 Misal 𝐴 = 1 2 dan dari contoh sebelumnya bahwa 1 3 𝐴−1 = 3 −2 .3.CONTOH 3. maka:  Invers A disimbulkan dengan 𝐴−1 . n adalah bilangan bulat.2. Dapatkan invers dari AT.  AB juga mempunyai invers. matriks AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 190 Matriks .

𝐴 = d. 𝐵 = −2 0 1 1 0 6 1 −3 0 0 1 0 1 3 1 . 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 4. 𝐵 = 1 2 −1 1 0 −3 2 b. Jika maka: diberikan matriks 𝐴 = 2 4 1 2 −4 −3 dan 𝐴−1 = 16 3 2 2 a. 𝐵 = 1 −1 1 4 −2 4 6 4 0 1 4 1 4 0 1 4 −3 4 5. (𝐴𝐴−1 )−1 d. 1 a. (𝐴𝑇 )−1 b. 𝐴 = 1 2 3 2 1 −1 3 3 . Carilah nilai x. (𝐴−1 )−1 c. a. 𝐵 = 0 1 0 0 1 −1 3 5 −3 . 𝐴−2 1 𝐴 = 0 2 0 0 3 1 . 𝐴 = 1 0 0 . 𝐴 = 0 2 1 b. agar matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐵 = −2 5 −2 −1 2. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐴 = 0 2 0 0 1 0 0 3 1 . Jika diberikan matriks maka: Matriks 191 . 𝐴 = 1 0 1 . 𝐴 = c. a. 𝐵 = 0 1 1 2 3 2 . Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐵 = 4 −2 1 1 −1 6 1 0 1 −3 3.SOAL LATIHAN 3-2 1. 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 1 −1 3 1 . 𝐴 = b.

a22. 𝐴−2 d. (𝐴−1 )−1 c. dan unsur pada matriks berlaku juga untuk determinan. Pendefinisian nilai dari suatu determinan akan dibahas setelah ini. kolom. (𝐴2 )−1 1 0 1 2 dan 𝐵 = 𝑥 11 1 −11 −3 −6 14 6 −7 16 b. Elemen a11. Determinan untuk suatu matriks Anxn ditulis 𝑎11 𝑎21 det(A) = |A| = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑛𝑛 merupakan suatu nilai real tertentu yang terdefinisi.3 Determinan Dalam subab ini.a. Tentukan x c. Pengertian baris. dengan 2 4 𝐴 = −3 2 4 1 a. 𝐴−2 6. …. tetapi perlu diperhatikan bahwa determinan hanya didefinisikan untuk ukuran n x n (berorder n). ( 1 𝐴)−1 11 3. ann disebut elemen diagonal utama dari determinan. akan ditekankan bahasan pada pengertian determinan sebagai fungsi yang mengaitkan setiap matriks bujur sangkar A dengan suatu bilangan real yang disebut determinan dari A dan dinotasikan dengan det(A) atau |A|. (𝐴𝑇 )−1 b. Agar matriks B merupakan invers dari matriks A. (𝐴𝐴−1 )−1 d. 192 Matriks .

Juga dapatkan matriks Kofaktor dan adj(A). 2. Kofaktor dari unsur ars dinotasikan dengan Krs. Akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars. maka: 𝐾11 𝐾21 ⋮ 𝐾𝑛1 𝐾12 𝐾22 ⋮ 𝐾𝑛2 𝐾13 𝐾23 ⋮ 𝐾𝑛3 … 𝐾1𝑛 … 𝐾2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝐾𝑛𝑛 (3.1) 1. Pada suatu determinan dari matriks An×n. CONTOH 3. diperoleh dengan mengalikan minor Mrs dengan (-1)r+s. tuliskan determinan dari A.3.Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11.1: Jika matriks Anxn adalah matriks bujur sangkar dan Kij merupakan kofaktor dari elemen aij.3. ditulis adj(A)=KT. Matriks KT dinamakan adjoint dari A. Minor dan kofaktor −1 2 dari setiap elemen A. yaitu Krs = (-1)r+sMrs DEFINISI 3. apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus (dihilangkan) dari matriks A.3. Matriks 𝐾 = dinamakan matriks Kofaktor.1 3 −5 . Misal 𝐴 = Penyelesaian:   Determinan dari A = det(A)= Minor dari setiap elemen A: 3 −1 −5 2 Matriks 193 .

3. 3  Matriks adj dari A. dihapus. 2 1. Ingat bahwa |2| determinan tingkat nilai mutlak.3. atau det 𝐴 = Atau det 𝐴 = 𝑛 𝑗 =1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 .2) untuk suatu baris i (3. bukan dihapus. 3 DEFINISI 3. 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = 2 1 5 . 𝑛 𝑖=1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 .2: (NILAI DETERMINAN) Nilai determinan dari matriks Anxn adalah jumlahan dari hasil kali elemen – elemen dalam satu baris (kolom) dengan kofaktornya. dihapus. 194 Matriks .o M11=|2|=2 baris 1 dan kolom 1 pada 3 −1 −5 dihapus. 𝐾 = 2 5 1 .3) Rumusan pada definisi di atas ini dinamakan expansi Laplace. 3 −5 o M12=|-1|=-1 baris 1 dan kolom 2 pada −1 2 3 −5 o M21=|-5|=-5 baris 2 dan kolom 1 pada −1 2 3 −5 o M22=|3|=3 baris 2 dan kolom 2 pada −1 2  Kofaktor dari setiap elemen A: o K11=(-1)1+1M11=2 o o o  K12=(-1)1+2M12=-(-1)=1 K21=(-1)2+1M21=-(-5)=5 K22=(-1)2+2M22=3 Matriks Kofaktor dari A.3. untuk suatu kolom j (3.

2 Penyelesaian: det(A) = ad-bc 2 = 3(2) – (x-5)(-1) Matriks 195 .2 3 −1 Penyelesaian: Misal 𝐴 = −5 . CONTOH 3. CONTOH 3. dapatkan determinan dari A. jika |A|=2. 2 det(A) = ad-bc = 3(2) – (-5)(-1) = 6-5 = 1. maka dapatkan nilai x. 3.1 Determinan Tingkat Dua Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3. determinan dari matriks 𝐴 = 𝑎 adalah: 21 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎22 − 𝑎12 𝑎21 Dari sini dapat dikatakan bahwa determinan dari matriks 2x2 adalah perkalian elemen diagonal utama dikurangi denga perkalian elemen diagonal kedua.3.3.3 Misal 𝐴 = 3 −1 𝑥 − 5 .3.Dari definisi di atas terlihat dengan jelas bahwa determinan matriks merupakan suatu skalar (nilai real) yang diperoleh dari elemen-elemen matriks dengan operasi tertentu.3) dengan memilih 𝑎11 𝑎12 i=1.3. Jika matriks 𝐴 = 𝑎 𝑐 𝑏 . maka det(A) = ad -bc 𝑑 Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut.

3. determinan dari matriks 𝑎11 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 adalah: det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 + 𝑎13 𝐾13 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 + 𝑎13 (−1)1+3 𝑀13 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎 32 𝑎23 𝑎21 − 𝑎12 𝑎 𝑎33 31 𝑎23 𝑎21 +𝑎13 𝑎 𝑎33 31 𝑎22 𝑎32 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 𝑎33 = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎32 𝑎23 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 − 𝑎31 𝑎23 + 𝑎13 (𝑎21 𝑎32 − 𝑎31 𝑎22 ) = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎12 𝑎23 𝑎31 + 𝑎13 𝑎21 𝑎32 −𝑎13 𝑎22 𝑎31 + 𝑎11 𝑎23 𝑎32 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 Untuk memudahkan pencarian nilai determinan tingkat 3 secara manual.3) dengan memilih i=1. 3. dari hasil rumusan di atas dapat ditata menjadi: + + + 𝑎11 𝑎12 𝑎13 𝑎11 𝑎12 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎22 𝑎23 𝑎21 𝑎22 𝑎31 𝑎32 𝑎33 𝑎31 𝑎32 196 Matriks .2 = 6 +x-5 atau x = 1.2 Determinan Tingkat Tiga Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3.3.

3.3 Sifat-Sifat Dasar Determinan Berikut ini diberikan beberapa sifat dasar determinan dalam bentuk teorema tanpa bukti. 2 3 −1 3 −𝑥 2 0 10 = 3(2)2 – (-x)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-x)(-1)2 10 = 12 +3x + 0 – 0 + 0 – 2x atau x =-2. 0 2 3 −5 −1 2 3 0 = 3(2)2 – (-5)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-5)(-1)2 = 12 +15 + 0 – 0 + 0 – 10 = 17 3 −𝑥 Misal 𝐴 = −1 2 3 0 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −𝑥 2 0 0 1 2 0 1 . maka dapatkan nilai x.3. Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut. Dengan sifat-sifat ini penghitungan nilai determinan dapat lebih sederhana. Matriks 197 . 3.3.4 3 Contoh 3. dapatkan determinan dari A. CONTOH 3. jika |A|=10.Ini yang dinamakan dengan aturan Sarrus.5 Misal 𝐴 = −1 3 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −5 0 2 1 0 2 −5 0 2 1 .

Jika semua unsur dari satu baris (atau kolom) suatu determinan dapat ditulis sebagai jumlahan dua bilangan. 198 Matriks . maka nilai determinan tersebut adalah nol. Nilai suatu determinan menjadi kelipatan k nilai determinan semula jika elemen . v. maka determinan tersebut dapat ditulis sebagai jumlahan dua determinan. iii. Jika unsur-unsur suatu baris (atau kolom) determinan diganti dengan menambahkan pada unsur-unsur tersebut k kali unsurunsur yang bersesuaian pada baris (atau kolom) yang lain. vi. viii. iv. ii. maka nilai determinan tersebut adalah nol.i. merupakan sifat penting dan sering digunakan dalam penghitungan nilai suatu determinan dan invers matriks.elemen sembarang baris atau kolom pada determinan tersebut dikalikan k. vii. Jika sembarang dua baris (atau kolom) dari determinan ditukar letaknya. Nilai suatu determinan tidak berubah jika baris-barisnya ditulis sebagai kolom-kolom dan sebaliknya. Jika unsur-unsur dari satu baris atau kolom suatu determinan semuanya nol. maka nilai determinan tersebut tetap tidak berubah. Jika unsur-unsur yang bersesuaian dari dua baris (atau kolom) dari suatu determinan sebanding. Invers dari matriks non-singular A yang berukuran n × n dapat dinyatakan 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎𝑑𝑗(𝐴) Sifat-sifat di atas. maka nilainya menjadi -1 kali determinan semula.

3.  𝑎𝑑𝑗(𝐴) = 2 5 1 3 Matriks 199 . 𝑏 dan det(A) tidak nol. maka: 𝑑 𝑑 −𝑐 Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾 = −𝑏 𝑎 Matriks adjoint dari A adalah 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = Matriks invers dari A adalah 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎 𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 𝑎 adj 𝐴 = 1 𝑎𝑑 −𝑏𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 . ii.4 Mencari Invers Matriks Untuk mencari invers matriks yang berukuran n × n dapat rumusan 𝐴−1 =  1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 Invers matriks berukuran 2×2 Kita akan mencari invers matriks yang berukuran 2×2 dengan menggunakan determinan dan adjoint.3.6 Misal 𝐴 = 3 −1 −5 .3. 𝑎 CONTOH 3. Jika matriks 𝐴 = i. 2 Penyelesaian:  Telah diperoleh dari contoh sebelumnya bahwa det 𝐴 = 3 2 − (−1)(−5) = 1. iii. dapatkan invers dari A.

7 Misal 𝐴 = 4 2 . Matriks kofaktor dari A adalah 200 Matriks . 𝑎11 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎11 𝑎23 𝑎21 𝑎33 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 ii. dapatkan invers dari A. Mencari nilai determinan dari A. dapat dicari sebagai berikut. Invers dari 𝐴 adalah 𝐴−1 = 1 𝑎𝑑𝑗 𝑑𝑒𝑡 (𝐴) 𝐴 = 1 1 2 5 2 = 1 3 1 5 3 CONTOH 3. 3 2 Penyelesaian: Kita selesaikan langsung menggunakan rumus untuk invers matriks berukuran 2×2.3. i. Mencari matriks kofaktor dari A dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 . 𝑎33 𝑎11 Misal matriks 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 Invers matriks A. diperoleh 𝐴−1 = = 1 𝑑 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 −𝑐 1 4 2 −2(3) −𝑏 𝑎 1 −1 2 −2 = −3/2 2 −3 4  Invers matriks berukuran 3×3 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 dan A non singular. bisa menggunakan aturan sarrus.

3.8 1 Misal matriks 𝐴 = 2 4 Penyelesaian: i. 1 1 Matriks 201 .𝐾11 𝐾 = 𝐾21 𝐾31 𝐾12 𝐾22 𝐾32 𝐾13 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾33 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT iii. Dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 . Mencari matriks kofaktor dari A. Mencari nilai determinan dari A. ii. 1 det(A)=|A|= 2 4 0 1 1 0 1 3 2 1 1 1 4 1 0 1 1 3 . Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾11 𝐾12 𝐾13 𝐾 = 𝐾21 𝐾22 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾31 𝐾32 𝐾33 𝐾11 = (−1)1+1 𝑀11 = 1 3 = 1 1 − 3 1 = −2. Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 CONTOH 3. matriks A non singular. 1 2 det(A)=1-0+2-(4+3+0)=-4. bisa menggunakan aturan sarrus. dapatkan invers dari A.

4 = −3. Jadi 𝐾 = −2 −1 1 −1 −1 1 −2 1 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT= 10 −3 −2 −1 iii. 1 4 = −2. = −1. −1 2 2 = 1. apa hasil yang didapat ? 202 Matriks . − 1 1 } = 1. 2 1 =2 1 −1 4 1 0 1 =− = −{0 2 1 2 1 1 = = 1 1 −1 4 2 1 0 =− =− 1 1 4 1 0 1 = = 0 3 −1 1 3 1 1 =− =− 1 3 2 3 1 0 = = 1 1 −0 2 1 1 = −1. Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 1 −4 = −2 10 −2 1 −1 −3 −1 −1 1 1/2 −1/4 1/4 1/4 = −10/4 3/4 1/2 1/4 −1/4 Silahkan dicoba untuk mengalikan A dengan 𝐴−1 . −0 4 = −1.- 𝐾12 = (−1)1+2 𝑀12 = − 𝐾13 = (−1)1+3 𝑀13 = 𝐾21 = (−1)2+1 𝑀21 𝐾22 = (−1)2+2 𝑀22 𝐾23 = (−1)2+3 𝑀23 𝐾31 = (−1)3+1 𝑀31 𝐾32 = (−1)3+2 𝑀32 𝐾33 = (−1)3+3 𝑀33 −2 10 1 −3 −1 −1 2 4 3 = −{2 1 − 3 4 } = 10.

𝐴 = c. Matriks KT dinamakan adjoint dari A. Dapatkan Kofaktor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus dari determinan. dengan Krs = (-1)r+sMrs     Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11. Jika matriks 𝐴 = 𝐴−1 = 𝑎 𝑐 𝑏 . akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars=Mrs. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2. maka det(A) = ad -bc 𝑑 1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 SOAL LATIHAN 3-3 1. 𝐴 = d. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. a. Dapatkan Minor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. RANGKUMAN  Pada suatu determinan. Matriks 203 . Krs adalah Kofaktor dari unsur ars. ditulis adj(A)=KT.

𝐴 = c. matriks kofaktor. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 3. 𝐴 = d. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐴 = c. 𝐴 = 5 0 0 6 b. Dapatkan nilai determinan. adjoint. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 6. 1 0 a. 1 0 a. a. 𝐴 = 0 3 2 1 1 c . Dapatkan Matriks Kofaktor. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. daninvers dari matriks berikut ini. 𝐴 = d. 𝐴 = c. dan invers dari matriks berikut ini. 𝐴 = 1 0 −2 1 6 1 204 Matriks . 𝐴 = −2 6 0 0 0 1 1 −3 5.a. 𝐴 = d. 𝐴 = 0 2 0 1 0 d. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2 3 1 2 4. a. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. adjoint. 𝐴 = 0 3 2 1 0 1 0 1 b. Dapatkan Matriks Kofaktor. adjoint. b = 1 −2 6 1 4 0 0 0 1 1 −3 0 1 −3 0 0 3 1 1 −1 d. dan invers dari matriks berikut ini.

2 − 𝑥 1 5 2 − 𝑥 1 6 3 = 𝑥 𝑥 b. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. Buktikan bahwa: 10. 1 0 𝑥 a. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. 1 2 𝑥 − 5 =5 1 2 𝑥 − 1 𝑥 + 3 = 𝑥 −2 5 8.Buktikan bahwa: Matriks 205 . 0 2𝑥 0 3 1 0 1 =4 𝑥 − 1 9. d. 1 = 0 3 1 2 1 𝑥 − 1 𝑥 b. 1 = c. Tunjukkan bahwa: 11. a.7.

seperti berikut ini. telah mengenalkan tentang sistem persamaan linear.4 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Matriks Pada bab 2.1) dengan 𝑎11 𝑎21 𝐴 = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑥1 𝑥2 ⋮ 𝑥𝑛 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … … ⋱ … 𝑎1𝑛 𝑎2𝑛 ⋮ 𝑎𝑛𝑛 𝑋 = 206 Matriks .2) (3. Sekarang kita coba selesaikan dengan menggunakan matriks.3.4. yang diselesaikan dengan metoda grafis dan substitusi.4. 𝑎11 𝑥1 + 𝑎12 𝑥2 +𝑎13 𝑥13 + ⋯ + 𝑎1𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏1 𝑎21 𝑥1 + 𝑎22 𝑥2 +𝑎23 𝑥13 + ⋯ + 𝑎2𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏2 … 𝑎𝑛1 𝑥1 + 𝑎𝑛2 𝑥2 +𝑎𝑛3 𝑥13 + ⋯ + 𝑎𝑛𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏𝑛 Persamaan (3. 𝐴𝑋 = 𝐵 (3.4. Ingat kembali tentang sistem persamaan linear dengan n buah variabel dan n buah persamaan.1) dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks seperti berikut ini.

2 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks.4.𝐵 = 𝑏1 𝑏2 ⋮ 𝑏𝑛 CONTOH 3. Matriks 207 .4.1 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 CONTOH 3. apakah kembali ke bentuk seperti persamaan semula?. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1 3 1 −2 𝑥 10 𝑦 = 3 𝑧 −1 Coba lakukan pengalian matriks terhadap persamaan di atas ini.

Selanjutnya kita akan membahas penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan matriks dan determinan.

3.4.1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Invers Matriks
Perhatikan kembali persamaan (3.4.2), jika kedua ruas kita kalikan dari kiri dengan invers A, didapat 𝐴−1 𝐴𝑋 = 𝐴−1 𝐵 I𝑋 = 𝐴−1 𝐵 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 (3.4.3)

Jadi persamaan (3.4.3) merupakan penyelesaian sistem persamaan linear persamaan (3.4.1). CONTOH 3.4.3 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 𝑥2 = 5 1 2 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Invers dari A:

208

Matriks

𝐴−1 =

1 1 2 𝐾 = 2 1 −1 𝐴 1 2 2/3 −1/3 = −1/3 2/3 2/3 −1/3 −1/3 2/3

1 −1 2 −1 = 2 −1 2 4−1

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 1/3 3 = 7/3 5 𝑥

1 = 1/3 dan 𝑥2 = 7/3

CONTOH 3.4.4 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 , 𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Invers dari A: 𝐴−1 = 1 𝐾 = 2 𝐴 −1 2 1 −1 3 1 1 −1 −2 −1 −5 0 −10 −1 0 −4 −5 −2

Matriks

209

= 

0
1 5

1 5

1

2 1 1 0 −
5

4 5

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 0
1 5 1 5

1

2 1 1 0 −
5 11 5

4 5

10 3 = −1

21 5 11 5

5 𝑥

=

21 5

, 𝑦 = 5 dan 𝑧 =

3.4.2 Metoda Cramer
Untuk menyelesaikan persamaan (3.4.1), dapat menggunakan

determinan dari matriksnya. Metoda ini dinamakan metoda Cramer, namun bukti dari metoda ini tidak dibahas di sini. Pembaca bisa mencari pada literatur lain. Ingat kembali sistem persamaan linear dalam bentuk persamaan matriks berikut ini. 𝐴𝑋 = 𝐵 Jika det(A)≠ 0, maka penyelesaian dari sistem persamaan linear tersebut adalah: 𝑥1 = 𝐷
1 , 𝑥2 𝐷

= 𝐷

2 , 𝐷 𝑥

3 = 𝐷

3 , … , 𝑥𝑛 𝐷

= 𝐷𝑛

𝐷

Dengan D=det(A), dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada determinan D dengan matriks kolom B. Untuk lebih jelasnya, kita lihat contoh-contoh berikut ini.

210

Matriks

CONTOH 3.4.5 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Determinan Dk: 2 1 𝟑 𝐷1 = 𝟓 2 𝐷2 = 1 𝐷 = 1 = 4−1= 3 2 1 =6−5= 1 2 𝟑 = 10 − 3 = 7 𝟓

Penyelesaian untuk X adalah 𝑥1 = 𝐷
1 𝐷

=

1 3

dan 𝑥2 = 𝐷

2 𝐷

=

7 3

CONTOH 3.4.6 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini ddengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1

Matriks

211

𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Determinan Dk: 2 𝐷 = −1 2 10 𝐷1 = 3 −1 2 𝐷2 = −1 2 2 𝐷3 = −1 2  𝑥 = 𝐷1 𝐷 −1 3 1 1 = −5 −1 −2 −1 3 1 1 = −21 −1 −2 10 3 3 1 = −25 −1 −2 −1 10 1 3 = −11 −1 −1 . 𝑦 == 𝐷2 𝐷 Penyelesaian untuk X adalah = −21 −5 = −25 −5 = 5 dan 𝑧 = 𝐷3 𝐷 = −11 −5 212 Matriks .Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 .

𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. 𝑥2 𝐷 𝐷2 . −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d. 𝐷 𝐷3 . 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. 𝑥𝑛 𝐷 𝐷𝑛 𝐷 = 𝑥3 = = Dengan D=det(A). Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 2. maka dengan metode Cramer sistem persamaan linear mempunyai penyelesaian 𝑥1 = 𝐷1 . Jika det(A)≠ 0. a. … . 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 Matriks 213 . RANGKUMAN    Sistem persamaan linear dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks 𝐴𝑋 = 𝐵 Penyelesaian sistem persamaan linear persamaan 𝐴𝑋 = 𝐵 mempunyai penyelesaian 𝑋 = 𝐴−1 𝐵. 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. SOAL LATIHAN 3-4 1. a. dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada D dengan matriks kolom B.

𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks.3. 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b. Gunakan soal nomor 3 dan 4. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. mana yang lebih cepat? 214 Matriks . 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 5. a. Bandingkan antara penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan invers matriks dan menggunakan metode Cramer. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 4. a.

13. 11. Endang Riva‟I. 2007 8. Yance Lagu M. Yogia.A. 2007. Daftar Pustaka A1 . Matematika Keuangan. Eryanto. Rivai Wirasasmita. Endar Sucipto. Benny Hendarman. Maman Abdurahman. Firmansyah Noor. 2006. Buku Ajar Kalkulus. 10. L. Herwati. 3. Benny Hendarman. R. 2007. 6. Ganeca. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas X. Koko Martono. HUP. dkk. 2004. B. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XII Program IPA. 5. Buku Ajar Kalkulus 2. 2. Endang Jaiman. Ganeca. Yudistira. Sembiring. Penerbit Erlangga.K Noormandiri. Matmatika SMU.. Koko Martono. Eryanto. Eryanto. Matematika Bisnis Manajemen. R. 7. Matematika SMU. 2004. HUP. 2007. Matematika Interaktif. Ganeca. 2003. Matematika untuk SMK kelas XI. Jurusan Matematika ITS. Endang Riva‟I. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XI Program IPA. 2007. Edi Suranto. 4. Firmansyah Noor. 2004. R. 9. Tri Dewilistia. Yudhistira. Penerbit Yudistira. Koko Martono. Firmansyah Noor. Penerbit M2S Bandung. 2007. R.DAFTAR PUSTAKA 1. Matematika untuk SMK kelas X. 2005 12. Penerbit Armico Bandung. Jurusan Matematika FMIPA-ITS Surabaya. 2007. Matematika 1 untuk SMK kelas X Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen Program Keahlian Akuntansi. Marwanto.

Stewart. 2003. Wono Setyo Budhi. Loedbi. Wila Adiyanto Sukoco. Rama Widya. Penerbit Erlangga. PT. J. Srikurnianingsing. Olimpiade Matematika SMU. Arman Delta Selaras. Hendra Gunawan. Kalkulus. Yudistira. 15. Penerbit. Matematika SMA dan MA. Erlangga 2003. Matematika SMU. 17. A2 Daftar Pustaka . 2002. 2004. Yohanes. Sulistiono. 16. 18.. Matematika SMU. 2004. 2004. Sulasin. Kastolan. Alih bahasa: I Nyoman Susila. 19. Matematika Bilingual.14. Kuntarti. Sembiring.

597. 4 derajad. 380 geometri. 521 diskrit. 509 tunggal biasa. 4. 210 D B barisan. 601 argumentasi. See domain daerah hasil. 10 tak terbatas. 319 bilangan asli. 551 anuitas. 405 biimplikasi. 11 bunga. 567 A adjoint. 10 kompleks. 521 tunggal. 360. 3 cacah. 521 kualitatif. 397 desimal. 539. 361 aritmatika. 302 aturan hasil kali. 547 kontinu. 578 periode. 570 unggal eksak. 521 kelompok. 2 irasional. 547 denominator. See kodomain data. 578 daerah asal. 391 bidang datar. 410 derajat. 13 rasional. 405. 407 deret. 285. 569 C cramer. 372 aritmatika. 193. 5 real. 298 bijektif. See range daerah kawan. 540. 566 majemuk. 384 geometri. 199 angka baku. 7 Indeks B1 . 2 bulat. 521 kuantitatif.INDEKS tunggal.

203. 418 jangkauan. 186. 194 sifat-sifat. 317 implikasi. 319 E equally likely. 234. 303 histogram. 315 hipotesa. 196 diagram. 532 garis.terbatas. 497 expansi Laplace. 159 tak hingga. 531 lingkaran. 530 batang. 552 B2 Indeks . 282 himpunan. 406 garis selidik. 211. 192. 533 dilatasi.. 197 tingkat dua. 246 fungsi obyektif. 7 determinan. 20 J jajaran genjang. 212 1 x 1. 193 nilai. 159 terbuka. 238 invers. 159 F faktorial. 159 tertutup. 208 penjumlahan. 297 fungsi. 437. 262 G H I ingkaran. 158 berhingga. 535 gabungan. 578 fungsi. 199. 316 fungsi objektif. 475 frekuensi harapan. See nilai determinan interval. See negasi injektif. 514 frekuensi penggabungan. 575 domain. 188. 195 tingkat tiga. 215. 281 diskonto. 549. 16 perkalian. 503 garis. 193. 450 disjungsi. 331 matriks.

275 kejadian. 502 komposisi. 273 kalimat terbuka. 194. 509 saling lepas. 272 pernyataan. 542 median. 283 Kontradiksi. 178 kofaktor. 199 kolom. 203. 183 ukuran. 186 transpose. 206. 279. 505 sederhana. 542 Indeks B3 . 418 model matematika. 178 simetri. 447 adjoint. 193 modal. 293 kuartil. 179 singular. 176. 184. 466 kodomain. 466 saling bebas. 466. 177 bujursangkar. proposisi. 178 diagonal. 234 modus. 506. 552. 175. 470 kalimat terbuka. 297 konveks. 177 nol.K kaidah penjumlahan. 426 logika penghubung. 178 identitas. 566 L layang-layang. 297 kuantor eksistensial. 548. 193. 303 konklusi. predikat. 193 anggota. 180. 554 lingkaran. 540. 176 baris. 272 M matriks. 246 konvers. 178 segitiga atas. 473 perkalian. 317 koefisien variasi. 426 pusat. 299 kontraposisi. 426 jari-jari. 487 komplemen. 506 majemuk. 179 segitiga bawah. 542 minor. 176 mean. 193 kombinasi. 541. 552 kofaktor. 293 universal. 454 konjungsi.

99 linear. 153 sistem persamaan linear dua peubah.ponens. 160. 166 himpunan penyelesaian. 99 kuadrat real. 162 linear. 160. penyelesaian. 417 keliling. 485 Permutasi. 219 kuadrat. 417 luas. 305 tollens. 477 dengan pengulangan. 506 permutasi. 121 kuadrat. 465. 534 B4 Indeks . 86 linear dua peubah. 277 sistem persamaan linear. 498 bersyarat. 215. daerah penyelesaian. 87 penyelesaian persamaan kuadrat. 166 pecah rasional. 592 nilai tunai. 274 persamaan akar persamaan kuadrat. 480 siklik. 484. 98 keliling. 157. 100 O operator logika. 169 kuadrat. 295 nilai akhir. 162. dua peubah. 476 pernyataan. 99 N negasi. 138. 582. 429 persegi panjang. 428 pertidaksamaan. 539 pecahan murni. 590. 147. 140 persegi. 167 sifat-sifat. 539 sampel. 593 numerator. 582. 160 linear. 217 pecah rasional. 158 piktogram. 99 kuadrat sejati. 307 kuadrat rasional. 5 peluang. 5 tak-murni. 4 kuadrat tak lengkap. 417 luas. 216 linear. 92 linear satu peubah. 278. 140. 273 primitive. daerah daerah penyelesaian. 417 P parameter.

520 Populasi. 216. 554 statistik. 420 sama kaki. 407 sisi awal. 410 range. 524 Indeks B5 . 197 segi tiga tabel T distribusi frekuensi. 423 siku-siku. 406 sistem persamaan linear.pola bilangan.. 520 sudut. 319 S saldo menurun. 358 polygon frekuensi. 366. 587. 566 surjektif. 406 lancip. 587. 419 jumlahan sudut dalam. 273. 526 frekuensi. 465 program linear. 446 relasi. 421 selang. See pernyataan luas. 429 segitiga. 206. 539 premis. 587 rotasi. 409 suku bunga. 317 rata. 595 postnumerando. 422 sama sisi. 497 tereduksi. 442 ruang nol. 520 Sample. 536 populasi. 283 probability. 508 silogisme. 466. 234 proposisi. 539 sarrus. 225 statistika. 407 tumpul. 409 sisi akhir. 587 pranumerando. 524. 540 refleksi. 549 sisi sudut. 437. 590. 466 ruang sampel. 405. 303 simpangan. 371 R radian. 420 keliling. 409 siku-siku. See interval sigma. 437. 315 rente kekal.rata. 592 terbatas. 215. 208 sistem pertidaksamaan linear. 609 sampel.

299 tautology. 571 U ukuran waktu rata-rata. 539 keragaman. 437 trapesium.tabel kebenaran. 418 luas. 433 kemiringan. 406 titik sampel. 289 tautologi. 300 titik. 184 transformasi geometri. 539 pemusatan. 539 V valuta. 437 translasi. 550 W waktu eksak. 571 B6 Indeks . 582 variansi. 466 trace.