P. 1
Batuan Beku

Batuan Beku

|Views: 55|Likes:
Published by fereddyy
geologi
geologi

More info:

Published by: fereddyy on Apr 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2012

pdf

text

original

ƒ

Batuan :
massa yang terdiri atas 1 macam mineral / lebih yang membentuk satuan terkecil dari kerak bumi dan mempunyai komposisi kimia dan mineral yang tetap, sehingga dapat dipisahkan secara jelas satu dengan yang lain

ƒ

Batuan Beku/igneous rock inis (api)
batuan yang terjadi dari pembeku materi kental yg berasal dari dalam bumi (magma)

Ciri : Butiran lebih kasar 2. Jarang terdapat struktur visikular (lubang benda gas) 3. Memiliki tekstur holokristalin
ƒ 1. ƒ

Berdasarkan ukuran (diameter) batuan : tabular & masif

Tabular

Ukuran relatif kecil Agak dekat dengan permukaan Berdasarkan letak/bentuknya di dalam batuan di sekitar ia membeku : SILL & DIKE

Masif

Ukuran relatif besar Letaknya agak dalam Terbagi menjadi : LAKOLIT & BATOLIT

Sill

Concordant/selaras dengan lapisan batuan sekitatnya Mendatar, miring atau tegak sesuai arah lapisan

Dike

Discordant/memotong lapisan batuan sekitarnya Terjadi karena dorongan magma ketika memasuki lapisan batuan cukup kuat

Lakolit

Lakko (luar) lithos (batuan) Letaknya concordant dengan lapisan sekitarnya Ditemukan dibawah suatu dome (kubah) Ukuran relatif lebih kecil

Batolit

Bathos (dalam) lithos (batuan) Discordant dengan lapisan sekitarnya Ukurannya sangat besar Umumnya berstektur granitis Menampakkan struktur aliran dengan kristal-kristal memanjang teratur Ditemukan di bawah rangkaian pegunungan besar, sekaligus inti pegunungan itu sendiri

ƒ

Disebut juga batuan gang / sela ; batuan intrusi / terobosan Membeku di celah/rekahan kerak bumi ataupun di dalam pipa gunung api Ciri : tersusun atas butiran halus dan kasar

ƒ

ƒ

ƒ

Disebut juga batuan leleran ; batuan ekstrusi batuan berasal dari magma ; meleler Berwujud dipermukaan bumi padat, gas atau lewat celah (vulkanis) retakan

Melalui pipa gunung api

Magma bergerak dari dalam ke permukaan bumi

ƒ

Mencapai permukaan bumi dalam keadaan mengalir (effusif) : lava

ƒ

Proses pembentukan :

Materi padat (piroklastis) & lava cair membeku

ƒ

Ciri :

halus 2. Memperlihatkan struktur visikular, terutama di permukaan 3. Terdapat struktur aliran
1. Butiran

ƒ   ƒ   ƒ    

Batuan beku berwarna terang Terdiri atas mineral ringan, mudah pecah, kaya silikat Bersifat asam/silicic/felsic Batuan beku yang berwana gelap Terdiri atas mineral berat, sukar pecah, silikat kurang, kaya mineral fero-magnesia Bersifat basa/maffic Batuan beku intermedier Memiliki sifat antara keduanya Homogen & kompak Tidak ada pelapisan Tidak mengandung fosil

ƒ

Obsidian (Batu Kaca)  

 

Terbentuk jika magma mencapai permukaan membeku dengan cepat sehingga tidak mempunyai susunan dan bangun kristal tersendiri (amorf) Biasanya tidak berwarna hingga berwarna kelabu dan coklat Banyak terdapat di gunung api Digunakan utk dekorasi, dibuat granit buatan, mata lembing, mata panah

ƒ

Granit 
  

Bersifat asam Batuan plutonis Berbutir kasar, Tekstur holokristalin Digunakan utk : fondasi galangan kapal, dermaga, pengeras jalan

ƒ

Gabro 
  

Termasuk batuan dalam Butiran bervariasi, kasar hingga halus, tekstur holokristalin Berwarna hitam Digunakan untuk : pengeras jalan, dekorasi

ƒ

Diorit 


Butiran kasar, holokristalin Digunakan utk : pengeras jalan, fondasi rumah

ƒ

Andesit 
 

Lelehan diorit Butiran halus, holokristalin Digunakan utk : pengeras jalan & bahan bangunan, batu tempel utk dinding ( andesit yang memiliki struktur lembaran)

ƒ

Batu Apung  

Umumnya, setelah cairan lava yang mengandung banyak gas mencapai permukaan, gas akan segera dilepaskan menimbulkan lubang / gelembung pada lava yang telah membeku batu apung Bentuk tidak teratur dan bermacam-macam

ƒ

Granodiorit

ƒ

Tonalit

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->