P. 1
Gempa Bumi

Gempa Bumi

|Views: 99|Likes:
Published by fereddyy

More info:

Published by: fereddyy on Apr 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2015

pdf

text

original

copyright@2008--lady_ann83

ƒ

Gempa bumi adalah getaran (goncangan) yang terjadi karena pergerakan (bergesernya) lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi dan juga bisa dikarenakan adanya letusan gunung berapi. Gempa bumi berlaku apabila tenaga yang tersimpan dalam bumi, biasanya di dalam bentuk geseran batu, tiba-tiba terlepas.

ƒ

ƒ

Gelombang seismik adalah getaran kerak bumi yang diakibatkan adanya gangguan pada salah satu lapisan bumi Getaran yang sampai ke permukaan bumi pada umumnya menyebabkan pergerakan ke berbagai arah disebut gempa bumi Gelombang seismik dibagi 2 : 1. Gelombang dalam (body wave) 2. Gelombang permukaan (surface water)

ƒ

ƒ

a.

GELOMBANG DALAM (Body wave) 

Adalah gelombang yang merambat di dalam bumi, dari pusat gempa menuju ke segala arah Ada 2 tipe gelombang : 1. Gelombang longitudinal (gelombang primer) Merupakan tipe gelombang pertama yang dicatat seismograf Arah getaran ke depan dan ke belakang, sehingga materi yang dilaluinya mengalami tekanan dan perenggangan (seperti spiral) sering disebut Push-Pull Wave atau CompressionalWave Cara perambatannya seperti cara perambatan suara di udara Kecepatannya tergolong tinggi 

2.

GelombangTransversal (Gelombang sekunder) Arah getaran tegak lurus pada garis arah ke mana ia bergerak Kecepatannya lebih rendah dibanding gelombang primer Hanya dapat melalui benda yg berwujud padat Bila melewati benda yang berwujud gas dan cair, gelombang ini hilang / tidak tercatat oleh seismograf

b.

GELOMBANG PERMUKAAN (Surface wave) 
  

Adalah gelombang yang merambat ke permukaan bumi dan kemudian melanjutkan perjalanannya di permukaan bumi Gelombang ini tercatat oleh seismograf Kecepatan perambatan 3-4 km/dtk Bentuknya seperti gelombang air, ada yang primer dan sekunder

ƒ

Dalam mempelajari gempa bumi, ada 2 teori utama yaitu Plat Tectonic dan Elastic Rebound Theory (Teori Pantulan Elastis)

ELASTIC REBOUNDTHEORY  merupakan teori pertama yang mampu menjelaskan tentang gempa bumi secara memuaskan  dikemukakan oleh Henry Feilding Reid, setelah terjadi gempa bumi di San Fransisco pada tahun 1906 gempa bumi merupakan hasil pantulan elastis dari regangan energi pada batuan atau sisi lain kerak bumi secara elastis yang terjadi sebelumnya pada suatu periode waktu, lempengan bumi bergerak relatif ke arah berlainan, kecuali pada batas lempeng dimana mereka terkunci

jika jalanan dibangun dengan arah yang berlawanan dengan lempeng (time 1) yaitu tegak lurus dengan lempeng, dimana gerak lempeng akan terkunci pada 1 titik pergerakan lempeng yang makin menjauh batuan pada lempeng terkunci menambah perubahan bentuk elastisitas (time 2). Perubahan bentuk tersebut terjadi rata-rata beberapa cm/th. ketika peregangan yang terjadi terakumulasi akan mampu mengakibatkan gerakan batuan dengan cukup kuat muncul gempa bumi.

periode waktu antara time 1 dan time 2 dapat memakan waktu berbulan-bulan hingga beratus-ratus tahun, sementara dari time 2 ke time 3 hanya membutuhkan beberapa detik. seperti halnya pantulan elastis, semakin kuat batuan mengalami peregangan energi elastis yang ada makin kuat potensi terjadinya gempa juga makin besar. energi yang terkumpul itu akan terlepas bersamaan dengan pecahnya sebagian panas sebagian energi merusak batu dan sebagian membentuk gelombang elastis

Faktor-faktor yang menyebabkan gempa bumi :
1. 2. 3.

bergeser dan terpisahnya lapisan-lapisan yang terdapat dalam kerak bumi letusan gunung berapi yang sangat dahsyat adanya runtuhan yang menyebabkan timbulnya guncangan di permukaan bumi

1. GEMPA BUMI TEKTONIK 

Adalah gempa bumi yang terjadi karena lapisan kerak bumi yang

keras menjadi genting (lunak) dan akhirnya bergerak, atau yang bertalian dengan peristiwa-peristiwa tektonisme 
Dari sekian banyak tektonisme yang terjadi, yang paling banyak

menghasilkan gempa adalah dislokasi (displacement) yang kita kenal dengan nama patahan (dis : terpisah ; locus : tempat) sering disebut dengan gempa dislokasi 
Pergeseran kerak bumi di sepanjang bidang patahan menimbulkan

guncangan merambat ke segala arah dalam dan lebar

dapat menghasilkan jurang

2.

GEMPA BUMI VULKANIS 
Adalah gempa bumi yang terjadi akibat aktivitas vulkanisme, baik

sebelum, sedang atau sesudah letusan. 
Magma yang keluar lewat pipa-pipa gunung api bergeser dengan

batuan penyusun tubuh gunung api getarannya diteruskan kemanamana lewat materi yang menyusun kerak bumi

3.

GEMPA BUMI TERBAN/RUNTUHAN 
Adalah gempa bumi yang terjadi akibat adanya runtuhan, termasuk

longsor, atap gua bawah tanah runtuh (biasanya pada daerah kapur), ataupun runtuhan di dalam lubang tambang 
Guncangan tidak begitu hebat, dengan daerah sangat terbatas (radius

± 1-2 km) 
Jarang terjadi, tempat bahaya bersifat lokal dan terjadi pada tempat

yang curam dan biasanya pada lahan gundul

4.

GEMPA BUMI BUATAN 
Adalah getaran bumi yang terjadi akibat adanya aktivitas manusia di

kulit bumi sehingga menyebabkan getaran yang cukup berarti 
Cth. Aktivitas peledakan buatan dalam proses pembuatan jalan

tembus 
Tidak mengakibatkan kerusakan serius dan pengaruhnya bersifat lokal 

Adalah gempa bumi yang terjadi di dasar laut.  Dapat mengakibatkan timbulnya tsunami  Sama halnya dengan gempa di darat, gempa bumi sub-marine juga

dapat diukur menggunakan skala richter atau skala mercalli  Terjadinya gempa sub-marine dijelaskan di teori plate tectonic

ƒ

Tingkatan besar kecilnya gempa dapat diukur melalui besarnya simpangan jarum yang dipasang pada alat pencatat gempa bumi (seismograf) Alat ini dapat digunakan baik pada gempa di benua muapun sub-marine

ƒ

ƒ

Berdasarkan kedalamannya, gempa bumi diklasifikasikan sbb :
No 1 2 3 Kriteria Dangkal Sedang Dalam Kedalaman (km) Dobrein < 70 70 300 > 300 Allison < 60 60 300 > 300 700 Lee Stokes < 100 > 100

ƒ ƒ

Ketiga klasifikasi di atas, tidak memiliki argumen yang kuat Berkembang pendapat, dalam gempa bumi yang lebih penting adalah penentuan besar/kecilnya gempa serta jarak antara titik pusat gempa

ƒ

Pusat gempa bumi dalam bumi, bukanlah suatu titik. Melainkan berupa garis atau daerah, yaitu sepanjang patahan dimana terjadi pergeseran permukaan bumi Pusat gempa bumi disebut hyposentrum Tempat di permukaan bumi yang tegak lurus di atas hyposentrum disebut episentrum Kedua istilah tersebut diambil dari bahasa Yunani : hypo = di bawah ; epi = di atas

ƒ ƒ

ƒ

ƒ

Untuk menentukan letak suatu episentrum gempa, diperlukan catatan gempa bumi minimal 3 stasiun pencatat gempa. Jarak stasiun ke episentrum dapat dihitung dengan menggunakan persamaan hukum Laska :

[( S - P ) - r ] megameter
Keterangan : (delta) = jarak ke episentrum S = saat tibanya gelombang sekunder pada seismograf P = saat tibanya gelombang primer pada seismograf r = 1 menit ; 1 megameter = 1.000 km

ƒ

Contoh : Gempa tercatat pada seismograf stasiun di Jakarta : a. Gelombang longitudinal pada jam 10 26 32 b. Gelombang transversal pada jam 10 27 56 c. Berapa jarak jakarta dari episentrum ? Jawab :
[( S - P ) - r ] megameter [(10 27' 56" - 10 26' 32" ) - 1' ] x 1000 km (1' 24" - 1' ) x 1000 km 24 60 x 1000 km = 400 km

Jarak episentrum ke Jkt = 400 km

ƒ

Skala Richter Dibuat oleh Charles F. Richter th. 1935 Tidak memiliki batas bawah & atas Gempa yang berkisar 7 ke atas gempa kuat Gempa yang lebih kecil dari 2 gempa lemah 

Skala Mercalli :

Skala 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Gejala yang Tampak Tidak terasa, hanya tercatat oleh seismograf Dirasakan oleh orang yg sedang tidur, terutama tidur di lantai Terasa didalam rumah, namun belum diketahui kalau asalnya dari suatu gempa bumi. Getarannya spt truk ringan yang lewat Terasa dalam rumah seperti truk berat yang lewat. Benda yg digantung bergoyang, pintu dan jendela gemeretak Terasa oleh orang yang di luar rumah, daun pintu bergoyang, benda yang digantung jatuh Terasa oleh semua orang. Barang dari kaca pecah, yang berjalan tidak stabil jalannya, banyak orang lari ketakutan Orang merasa sulit berdiri tegak, tembok runtuh Sulit mengemudikan mobil, cabang pohon patah, rumah yang fondasinya kurang kuat runtuh Kepanikan umum terjadi, pipa bawah tanah pecah, tembok rubuh, rumah yg fondasi kuat retak pada dindingnnya Bangunan beton rusak, bendungan hancur, air danau bergolak Pipa bawah tanah hancur total, jembatan hancur, rel KA bengkok Kerusakan total, batuan retak, benda-benda terlempar ke udara

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->