Aliran dalam Kriminologi Terdapat banyak sekali aliran atau dikenal dengan istilah schooldalam kriminologi, akan tetapi

ada beberapa saja yang berkembang dan memiliki banyak pengikut. AliranKriminologiTeoriHuman NatureTeoriSosiologiAliranKlasik(1600-1850)AliranPositivis(18501920)PembentukanSosiologi(1900-1950)PerkembanganSosiologi(1950)BeccariaJeremy BenthamBiologiPositivis(Lombrosso)PsikologiPositivis(Sigmund Freud)SosiologiPositivis(E. Durkheim)AliranChicagoDifferential Association(E. Sutherland)Strain(R. K. Merton)KontrolSosialLabellingKriminologiKritis

Aliran Klasik Dipelopori oleh Cesare Beccaria dan Jeremy Bentham yang berkembang sekitar abad 18. Secara sederhana aliran atau inti ajaran klasik menyatakan bahwa manusia melakukan kejahatan karena kemauan dan kepentingannya sendiri. Kejahatan merupakan konsekuensi logis dari sifat alami manusia yang memiliki kehendak bebas.

Aliran Positivis Aliran Positivis menolak pendapat aliran klasik yang menyatakan, kejahatan adalah pilihan manusia dan konsekuensi logis dari sifat dasar manusia. Aliran positivis memiliki kaitan secara ilmiah dalam menyelidiki kejahatan dari faktor individu pelaku kejahatan. Pembagian Aliran Positivis Aliran Positivis memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang penyebab kejahatan. Aliran Positivis diklasifikasikan menjadi: Biologi Positivis Psikologi Positivis Sosiologi Positivis Biologi Positivis

bahwa kejahatan terjadi karena perbedaan tingkat psikologis manusia. sehingga kriminologi adalah ilmu /pengetahuan . masih banyak aliran yang ada dalam perkembangan kriminologi diantaranya: Posmodernisme Feminisme Kriminologi Marxis Realisme kanan Realisme kiri dan lain sebagainya Pengantar Kriminologi. Sigmund Freud adalah tokoh aliran ini yang membagi manusia dalam tiga golongan sec psikologis yaitu ego. psikologi positivis menekankan.Pendiri aliran ini adalah Cesare Lombrosso yang diikuti oleh muridya Enrico Ferri dan memiliki banyak pendukung seperti Carles Goring. Pendahuluan. Pertanyaan besar yang dipertanyakan oleh aliran ini adalah apakahbenar hukuman itu merupakan penghalang terjadinya kejahatan lain yang efektif? Travis Hirschi dan David Matza adalah tokoh-tokoh yang mendukung aliran ini. William Sheldon dan lain sebagainya.Inti dari biologi positivis adalah.Biologi Positivis di Italia disebut sebagai mahzab Italia Psikologi Positivis Berbeda dengan biologi positivis. Kriminologi sebagai ilmu pengetahuan yang sifatnya masih baru apabila kita ambil definisinya secara etimologis berasal dari kata crimen yang berarti kejahatan dan logos yang berarti pengetahuan atau ilmu pengetahuan. super ara ego dan orang yang tidak punya naluri Aliran Neo Klasik Aliran Neo Klasik adalah penerus ajaran para utilitarian seperti Jeremy Bentham dan Cesare Lombrosso. bahwa pelaku kejahatan memiliki perbedaan karakterisitik secara fisik dibandingkan manusia yang lain. Selain tiga aliran yang sudah disebutkan.

ahli dari perancis dalam bidang antropologi.000 penduduk. Sarjana lain yang menggunakan statistik dalam pengamatan terhadap kejahatan adalah G Von Mayr ( 1841-1925) ia menemukan bahwa perkembangan antara tingkat pencurian dengan tingkat harga gandum terdapat kesejajaran (positif). Thomas Moore melakukan penelitian bahwa sanksi yang berat bukanlah faktor yang utama untuk memacu efektifitas hukum pidana buktinya lewat penelitiannya ditemukan bahwa para pencopet tetap beraksi disaat dilakukan hukuman mati atas 24 penjahat di tengah-tengah lapangan. Oleh karena pemamahaman kita terhadap dunia social terutama dipengaruhi oleh cara kita menafsirkan peristiwa-peristiwayang kita alami/lihat. Jumlah pencurian bertambah dengan 1 dari antara 100. Paradigma. sementara istilah yang sebelumnya banyak dipakai adalah antropologi criminal. Kemudian abad pertengahan Thomas Aqunio menyatakan bahwa ³ orang kaya memborosboroskan kekayaanya disaat dia jatuh miskin maka dia akan mudah menjadi pencuri´ Perkembangan hukum pidana pada Akhir abad ke 19 yang dirasakan sangat tidak memuaskan membuat para ahli berfikir mengenai efektifitas hukum pidana itu sendiri. Istilah kriminologi untuk pertama kali (1879) digunakan oleh P. perspektif) yang digunakan oleh para kriminolog dalam melihat. manusia adalah sumber dari banyak kejahatan sedangkan Aristotelis menyatakan bahwa kemiskinan adalah sumber dari kejahatan. menafsirkan. Hukum acara pidana dan sistem penghukuman menjadi salah satu pemicu timbulnya kriminologi Perkembangan ilmu statistik juga mempengaruhi timbulnya kriminologi.tentang kejahatan. dalam penelitiannya Quetelet menemukan bahwa kejahatan memiliki pola-pola yang sama setiap tahunnya maka beliau berpendapat bahwa kejahatan dapat diberantas dengan meningkatkan/ memperbaiki kehidupan masyarakat. Bahwa tiap-tiap kenaikan harga gandum 5 sen dalam tahun 1835 ± 1861 di bayern. Ini membuktikan bahwa sanksi hukum pidana tidak berarti apa-apa. Aliran Pemikiran Dalam Kriminologi Yang dimaksud dengan aliran pemikiran disini adalah cara pandang (kerangka acuan. Bonger mengatakan bahwa kriminologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kejahatan seluas-luasnya.H. Menurut E. menanggapi dan menjelaskan fenomena kejahatan. termasuk didalamnya proses pembuatan undang-undang. Ketidakpuasan terhadap hukum pidana. Sutherland. Statistik sebagai pengamatan massal dengan menggunakan angka-angka yang merupakan salah satu pendorong perkembangan ilmu sosial. Dalam perkembangannya ternyata tingkat kesejajaran tidak selalu tampak. Dialah yang pertama kali membuktikan bahwa kejahatan adalah fakta yang ada dimasyarakat. Quetelet (1796-1829) ahli statistik yang pertama kali melakukan pengamatan terhadap kejahatan. Topinard. kriminologi adalah seperangkat pengetahuan yang mempelajari kejahatan sebagai fenomena social. pelanggaran undang-undang dan reaksi terhadap pelanggaran undang-undang. Karena adakalanya berbanding berbalik ( invers) antara perkembangan ekonomi dengan tingkat kejahatan. Meskipun Kriminologi bisa dianggap sebagai ilmu pengetahuan baru yang diakui baru lahir pada abad ke-19 ( sekitar tahun 1850 )bersamaan dengan ilmu sosiologi tetapi karangankarangan tentang kriminologi bisa ditemukan pada zaman kuno yaitu zaman Yunani dimulai dengan karangan Plato dalam ³Republiek´ menyatakan antara lain bahwa emas . sehingga juga bagi para ilmuwan cara . Sebutan kriminologi sendiri diperkenalkan oleh Topinard ( 1830-1911) seorang ahli antropologi dari perancis. Sejarah kriminologi.

dalam arti lain ia adalah penguasa dari dirinya sendiri. yang kedua-duanya merupakan pendekatan yang dikenal pada masa kuno maupun modern. b. Aliran ini melahirkan aliran Neo-Klasik dengan ciri khas yang masih sama tetapi ada beberapa hal yang diperbaharui antara lain adalah kondisi si pelaku dan lingkungan mulai diperhatikan. baik yang bersifat perorangan maupun kelompok. Salah satu tokoh dalam aliran ini adalah Cesare Beccaria ( 1738 ± 1794 ) merupakan tokoh yang menentang kesewenang-wenangan lembaga peradilan pada saat itu. Secara rasionalitas maka tanggapan masyarakat adalah memaksimalkan keuntungan dan menekan kerugian yang ditimbulkan oleh kejahatan. positivisme dan aliran kritis. a. Dalam bukunya Dei Delitti e delle pene secara gamblang dia menyebutkan keberatan-kebaratannya atas hukum pidana. Semua faktor tersebut tidak menjadi pertimbangan peringanan hukuman. Hal-hal yang dipercayai ( belief ) dan sikap-sikap yang membangun iklim intelektual dari setiap orang pada suatu waktu dan tempat tertentu. Pada pendekatan naturalistik penjelasan diberikan secara terperinci dengan melihat dari segi obyek dan kejadian-kejadian dunia kebendaan dan fisik. Ini adalah pokok pikiran aliran klasik dengan dilandasi pemikiran yang demikian maka penjahat dilihat dari batasan-batasan perundang-undangan yang ada. penjahat adalah setiap orang yang melakukan kejahatan. dan beroperasi dalam cara-cara yang bukan menjadi subyek dari control atau pengetahuan manusia yang bersifat terbatas. Dengan demikian untuk dapat memahami dengan baik penjelasan-penjelasan dan teori-teori dalam kriminologi perlu diketahui perbedaan aliran pemikiran/paradigma dalam kriminologi. Kejahatan dipandang sebagai pelanggaran terhadap undang-undang hukum pidana. Aliran Klasik Aliran ini mendasarkan pada pandangan bahwa intelegensi dan rasionalitas merupakan ciri fundamental manusia dan menjadi dasar bagi penjelasan perilaku manusia. adapun ketiga paradigma/ aliran ini adalah aliran klasik. Hal ini dipicu oleh pelaksanaan Code De Penal secara kaku dimana tidak memperhitungkan usia. akan tetapi mahluk yang dibatasi atau ditentukan perangkat biologinya dan . Didalam sejarah intelektual terhadap masalah ³penjelasan´ ini secara umum dapat dibedakan dua cara pendekatan yang mendasar yakni pendekatan spiritistik atau demonologik dan pendekatan naturalistic. penjatuhan hukuman dipukul rata berdasarkan prinsip kesamaan hukum dan kebebasan pribadi. dia tidak terikat oleh batasan-batasan kebendaan atau fisik. Intelegensi mampu membawa manusia untuk berbuat mengarahkan dirinya sendiri. Secara garis besar pendekatan ini dibagi tiga bentuk sistem pemikiran atau bisa disebut sebagai paradigma yang digunakan sebagai kerangka untuk menjelaskan fenomena kejahatan. Adapun keseluruhan bidang pengetahuan tersebut merupakan latar belakang budaya kontemporer yang berupa dunia informasi. Unsur utama dalam penjelasan spiristik adalah sifatnya yang melampaui dunia empiric. Teori adalah bagian dari suatu penjelasan mengenai sesuatu sementara suatu penjelasan dipandang sebagai masuk akal akan dipengaruhi oleh fenomena tertentu yang dipersoalkan didalam keseluruhan bidang pengetahuan. kondisi mental si pelaku. Aliran Positivisme Aliran pemikiran ini bertolak pada pandangan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor diluar kontrolnya. Kriminologi disini sebagai alat untuk menguji sistem hukuman yang dapat meminimalkan kejahatan. Ini berarti manusia bukanlah mahluk yang bebas untuk mengikuti dorongan keinginannya dan intelegensinya. Penjelasan demonologik mendasarkan pada adanya kekuasaan lain atau spirit ( roh).pandang yang dianutnya akan dipengaruhi wujud penjelasan maupun teori yang dihasilkannya. aspek kesalahan. baik yang berupa faktor biologi maupun kultural.

Teori Born Criminal ini di ilhami oleh teori evolusi dari darwin.dan paranoid 3. dalam arti perubahan pada yang satu tidak berarti akan segera membuat perubahan yang lainnya. Dalam perkembangan teorinya bahwa manusia jahat dapat dilihat dari ciri-ciri fisiknya lewat penelitian terhadap 3000 tentara dan narapidana lewat rekam mediknya beberapa diantaranya telingan yang tidak sesuai ukuran. Insane Criminal yaitu orang termasuk dalam golongan orang idiot. Criminal of Passion yaitu orang yang melakukan kejahatan karena cinta. Pendekatan kritis ini secara relatif dapat dibedakan antara pendekatan ³interaksionis´ dan ³konflik´. Lombrosso membantah mengenai Free Will yang menjadi dasar aliran klasik. hidung yang bengkok. c. Lombrosso mulai meletakkan metodologi ilmiah dalam mencari kebenaran mengenai kejahatan serta melihatnya dari banyak faktor. Pendekatan interaksionis berusaha untuk menentukan mengapa tindakan-tindakan dan orang-orang tertentu didefinisikan sebagai kriminal di masyarakat tertentu dengan cara mempelajari ³persepsi´ makna kejahatan yang dimiliki masyarakat yang bersangkutan. marah atapun karena kehormatan. Hubungan antara kejahatan dan proses kriminalisasi secara umum dijelaskan dalam konsep ³penyimpangan´ ( deviance ) dan reaksi sosial. Pada dasarnya teori lombrosso ini membagi penjahat dengan empat golongan. Mereka berpendapat bahwa dunia kultural secara relatif tidak tergantung pada dunia biologik. Salah satu pelopor aliran positivis ini adalah Cesare Lombrosso (1835-1909) seorang dokter dari itali yang mendapat julukan Bapak Kriminologi Modern lewat teorinya yang terkenal yaitu Born Criminal. Aliran Kritis Pemikiran Kritis lebih mengarhkan kepada proses manusia dalam membangun dunianya dimana dia hidup. yaitu : 1. 4. dahi yang menonjol. juga proses sosial yang dimiliki kelompok bersangkutan dalam mendifinisikan seseorang sebagai penjahat. Kejahatan dipandang sebagai bagian dari ³penyimpangan sosial´ dengan arti tindakan yang bersangkutan ³berbeda´ dengan tindakan orang pada umumnya dan terhadap tindakan menyimpang ini diberlakukan reaksi yang negatif dari masyarakat. Ocaccasial criminal atau criminaloid adalah pelaku kejahatan yang berdasarkan pada pengalaman yang terus menerus sehingga mempngaruhi pribadinya. Menurut aliran ini tingkat kejahatan dan ciri-ciri pelaku terutama ditentutakan oleh bagaimana undang-undang disusun dan dijalanka. Menurut pendekatan ³konflik´ orang berbeda karena kekuasaan yang dimilikinya dalam perbuatan dan bekerjanya hukum. Gen ini dapat muncul sewaktu-waktu dan menjadi sifat jahat pada manusia modern. Manusia berubah bukan semata-mata akan intelegensianya akan tetapi melalui proses yang berjalan secara perlahan-lahan dari aspek biologinya atau evolusi kultural. Born Criminal yaitu orang yang memang sejak lahir berbakat menjadi penjahat seperti paham avatisme 2. Secara umum dapat dijelaskan bahwa mereka yang memiliki kekuasaan yang lebih besar dan mempunyai kedudukan yang tinggi dalam . Doktin Avatisme membuktikan bahwa manusia menuruni sifat hewani dari nenek moyangnya. Sehubungan denga itu maka tugas dari kriminologi adalah bagaimana cap jahat tersebut diterapkan terhadap tindakan dan orang-orang tertentu. Sebaliknya Determinis Kultural menganggap bahwa perilaku manusia dalam segala aspeknya selalu berkaitan dan mencerminkan ciri-ciri dunia sosio kultural yang melingkupinya. Aliran ini melahirkan dua pandangan yaitu Determinisme Biologik yang menganggap bahwa organisasi sosial berkembang sebagai hasil individu dan perilakunya dipahami dan diterima sebagai pencerminan umum dari warisan biologik. Mereka juga mempelajari kejahatan oleh agen kontrol sosial dan orang-orang yang diberi batasan sebagai penjahat. embisil.situasi kulturalnya.

Dalam pandangan teori ini bahwa manusia secara terus menerus berlaku uintuk terlibat dalam kelompoknya dengan arti lain hidupnya merupakan bagian dan produk dari kumpulan kumpulan kelompoknya. seperti halnya disiplin ilmu lainnya menghendaki pembatasan atau definisi. dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan dan pengertian mengenai masala h kejahatan. terpisah oleh karena kriminologi telah mempunyai data-data yang teratur secara baik dan konsep teoritis yang menggunakan metode-metode ilmiah. kriminologi memiliki objek tersendiri. Tidak ada suatu ilmu yang memiliki objek formil yang sama. sebab apabila objek formilnya sama maka ilmu itu adalah sama. RUANG LINGKUP DAN DEFINISI KRIMINOLOGI Kriminologi yang berasal dari kata crimen dan logos. Pembeda antara bidang ilmu yang satu dengan bidang ilmu yang lain adalah kedudukan objek formilnya. psikologi. Banyak literatur-literatur tentang kriminologi yang memberikan batasan atau pengertian tentang kriminologi. mengingat kriminologi mengambil konsep dasar dari bidang ilmu yang lain serta mau tidak mau harus diakui. 1970:3). 1992:15).mendifinisikan kejahatan adalah sebagai kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan dirinya sendiri. Kelompok selalu mengawasi dan berusaha untuk menyeimbangkan perilaku individu-individunya sehingga menjadi suatu perilaku yang kolektif. Kriminologi sebagai disiplin ilmu adalah suatu kesatuan pengetahuan ilmiah mengenai kejahatan sebagai gejala sosial (Sutherland. B. 1975:4) adalah layaknya merupakan The king without countries sebab daerah kekuasaannya tidak pernah dite tapkan. hukum. Tujuan dari pemberian definisi tersebut adalah untuk menunjukkan objek serta identitas suatu ilmu. dengan menggunakan metode-metode ilmiah dalam mempelajari dan menganalisa pola -pola . Suatu bidang ilmu harus memiliki objek kajiannya sendiri. sejarah dan ilmu-ilmu yang lain secara sendiri-sendiri atau bersama-sama memberikan bantuannya kepada kriminologi tidak mengurangi peranan kriminologi sebagai suatu subjek yang berdiri sendiri yang didasarkan atas penelitian ilmiah. Kedudukan sosiologi. Dapatkah kriminologi dikatakan sebagai ilmu yang berdiri sendiri. psikiatri. semakin besar kekuasaan seseorang atau sekelompok orang semakin kecil kemungkinannya untuk dijadikan kejahatan dan demikian juga sebaliknya. W olfgang berpendapat. Mengenai hal tersebut. sebagaimana dikutip oleh Romli Atmasasmita (Romli Atmasasmita. Secara umum kejahatan sebagai kebalikan dari kekuasaan. baik objek materiil maupun formil. 1975:4) Kriminologi mengambil konsep dasar dan metodologi dari ilmu tingkah laku manusia dan lebih luas lagi dari nilai -nilai historis dan sosiologis dari hukum p idana. Orientasi sosio-psikologis teori ini pada teori-teori interaksi sosial mengenai pembentukan kepribadian dan konsep ³proses sosial´ dari perilaku kolektif. bahwa krimimologi harus dipandang sebagai pengetahuan yang berdiri sendiri. bahwa kriminologi adalah ilmu yang yang dilahirkan secara tidak sengaja (Romli Atmasasmita. Kriminologi menurut Van Bemmelen (Romli Atmasasmita. Sebagai suatu bidang ilmu tersendiri. Dengan kedudukan seperti itu tidak dipungkiri bahwa adanya hubungan yang seimbang dalam menykong pengetahuan akan timbul dengan berbagai lapangan ilmu. Menurut Sholmo Shohan.

dan bentuk kejahatan tidak sama menurut tempat dan waktu. sedangakan dalam arti sempit kriminologi hanya mempelajari tentang kejahatan. Dengan demikian secara singkat dapat diuraikan. Kejahatan yang dimaksud disini adalah kejahatan dalam arti pelanggaran terhadap undang-undang pidana. diharapkan kriminologi dapat mempelajari pula tingkat kesadaran hukum masyarak at terhadap kejahatan yang dicantumkan dalam undang -undang pidana. suatu konotasi yang tergantung pada nilai -nilai dan skala sosial (I Nyoman Nurjaya. 2. kesederhanaan pemikiran tersebut tidak demikian adanya. . Mengapa demikian. Penger tian kejahatan merupakan suatu pengertian yang relatif. Manheimm (1965) melihat kriminologi dari sisi yang berbeda. perlu dicatat. serta sanksi sosial terhadap keduanya. bahwa kejahatan dedefinisikan secara luas. maka sangatlah tepat kalau pelaku kejahatan tersebut juga dipelajari. yang dapat dikualifikasikan sebagai pelaku kejahatan untuk dapat dikategorikan sebagai pelaku adalah mereka yang telah ditetapkan sebagai pelanggar hukum oleh pengadilan. Banyak sekali tokoh-tokoh yang memberikan definisi tentang kriminologi. Dengan mempelajari kejahatan dan jenis -jenis yang telah dikualifikasikan.dan faktor-faktor kausalitas yang berhubungan dengan kejahatan dan penjahat. mempelajari kejahatan se luas-luasnya adalah termasuk di dalamnya mempelajari tentang patologi sosial. Disinilah letak berkembangnya kriminologi dan sebagai salah satu pemicu dalam perkembangan kriminologi. Banyak para pakar mendefiniskan kejahatan dari berbagai sudut. Kejahatan Berbicara tentang kejahatan. Kriminologi dituntut s ebagai salah satu bidang ilmu yang bisa memberikan sumbangan pemikiran terhadap kebijakan hukum pidana. Objek peneliti an kriminologi tentang pelaku adalah tentang mereka yang telah melakukan kejahatan. menyelidiki sebab -sebab kejahatan dan gejala -gejala kejahatan seluas-luasnya. maka pendekatan yang diperguna kan adalah pendekatan deskriptif. Karena mempelajari kejahatan. atau lebih sederhana lagi kejahatan adalah suatu perbuatan yang bertentangan dengan norma. bahwa objek kriminologi adalah: 1. Seperti apakah batasan kejahatan menurut kriminologi. Setelah mempelajari kejahatannya. Akan tetapi. dan dengan penelitian tersebut diharapkan dapat mengukur tingkat kesadaran masyarakat terhadap hukum yang berlaku dengan muaranya adalah kebijakan hukum pidana baru. Menurut Bonger. Bonger (1934) memberikan definisi kriminologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari. Pelaku Sangat sederhana sekali ketika mengetahui objek kedua dari kriminlogi ini. maka sesuatu yang dapat kita tangkap secara spontan adalah tindakan yang merugikan orang lain atau masyarakat umum. kausalitas dan normatif. yaitu kriminologi dapat dikategorikan secara luas ataupun secara sempit. 1985:60). Diantaranya adalah. Secara luas yakni mempelajari penologi dan metode-metode yang berkaitan dengan kejahatan dan masalah pencegahan kejahatan dengan tindakan yang bersifat non punit.

Penelitian Lombrosso dilakukan setelah itu (1835 -1909) yang hasilnya disusun dalam sebuah buku L¶ uomodelinquen te (1876). Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang cukup mendasar dan cukup masuk akal. Statistik kriminal atau statistik moral menurut Romli Atmasasmita (Romli Atmasasmita. bahkan kegunaan. Ada apa dengan statistik kriminal dan apa hubungannya denga arti penting dan tujuan mempelajari kriminologi. D. 1992:15) yang diperkenalkan oleh Quetelet adalah suatu bentuk observasi tentang kejahatan menggunakan angka yang menemukan adanya regularities dalam perkembangan kejahatan. bahwa asal mula perkembangan kriminologi berasal dari penelitian Cesare Lombrosso (1876). Dalam perkembangannya. Seperti halnya tercantum dalam kitab suci. Untuk mempelajari arti dan tujuan mempelajari kriminologi. Dalam perkembangannya kriminologi bukan lagi sebagai scienc for science tetapi sudah bergeser menjadi science for the welfare of society ( il mu untuk kesejahteraan sosial) atau bahkan dapat dikatakan sebagai science for the interest of the power elite. baik bagi pelaku. Menurut Romli Atmasasmita (Romli Atmasasmita.3. dan setiap kejahatan tertentu dalam masyarakat selalu berulang sama. maka sangat tidak masuk akal apabila kriminologi dipelajari dengan berbagai macam perdebatan tanpa adanya tujuan darn arti pentingnya. ARTI DAN TUJUAN MEMPELAJARI KRIMINOLOGI Kriminologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri dengan memiliki bidang kajian tersendiri pastilah memliki alasan yang cukup rasional kenapa ilmu ini penting. Kejahatan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. namun pendapat lain mengemukakan justru bukan Lombrosso sebagai tonggak perkembangan kriminologi melainkan Adolphe Quetelet (1874). kejahatan dapat dikatakan sebag ai hasil dari suatu proses rekayasa masyarakat baik dibidang sosial. seorang ahli matematika dari Belgia yang memperkenalkan kepada dunia tentang statistic criminal yang kini dipergunakan terutama oleh pihak kepolisian di semua negara dalam memberikan deskripsi tentang perkembangan kejahatan di negaranya. perlu ditinjau kembali awal kelahiran studi tentang kejahatan sebagai lapora n penelitian baru para ilmuwan abad ke-19. bahwa kejahatan dapat diprediksikan. . korban maupun masyarakat secara keseluruhan. politik dan lain sebagainya. Reaksi masyarakat terhadap perbuatan melanggar hukum dan pelaku kejahatan Tidaklah salah kiranya. Dengan kata lain kriminologi harus memiliki peran antisipatif dan reaktif terhadap semua kebijakan di lapangan hukum pidana sehingga dengan demikian dapat dicegah kemunkinan timbulnya akibat -akibat yang merugikan. Banyak yang menyatakan. walaupun istilah kriminologi sendiri untuk kali pertama dipergunakan oleh Topinard. 1992:17) kriminologi harus merupakan suatu kontrol sosial terhadap kebijakan dalam pelaksanaan hukum pidana. Sehingga dalam h al ini keinginan -keinginan dan harapan -harapan masyarakat inilah yang perlu mendapatkan perhatian dari kajian -kajian kriminologi. budaya. Bidang ilmu apapun pasti memiliki arti dan tujuan. bahwa Tuhan menciptakan sesuatu tidak ada yang sia sia. ekonomi. bahwa pada akhirnya masyarakatlah yang menentukan tingkah laku yang bagaimana yang tidak dapat dibenarkan serta perlu mendapat sanksi pidana. seorang anthrop olog Perancis pada tahun 1879. Arti statistik kriminal ini tidak hanya sekedar angka melainkan sebuah makna yang sangat mendalam.

Munculnya lembaga-lembaga kriminologi dibeberapa perguruan tinggi sangat diharapkan dapat memberikan sumbangan -sumbangan dan ide-ide yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan kriminologi sebagai science for welfare of society.Berdasarkan uraian singkat tersebut di atas dapat ditarik sebuah pemikiran. . Arti penting mempelajari kejahatan adalah karena dengan adanya kriminologi dapat dipergunakan sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan dan pelaksanaan hukum pidana. bahwa kriminologi adalah bidang ilmu yang cukup penting dipelajari karena dengan adanya kriminologi dapat dipergunakan sebagai kontrol sosial terhad ap kebijakan dan pelaksanaan hukum pidana. Munculnya lembaga -lembaga kriminologi dibeberapa perguruan tinggi sangat diharapkan dapat memberikan sumbangan -sumbangan dan ide-ide yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan kriminologi sebagai science for welfare of society.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful