P. 1
Unsur-Unsur Kimiawi Laut

Unsur-Unsur Kimiawi Laut

|Views: 439|Likes:
Published by fereddyy

More info:

Published by: fereddyy on Apr 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/11/2015

pdf

text

original

UNSUR·UNSUR K!N!AW! D!

LAUT
Air laut yang merupakan campuran dari sejumlah unsur atau
komponen kimia yang terbagi atas beberapa fase :
1. Solid (> 0,4S µm)
a. Naterial organik partikulat (detritus tumbuhan)
b. Naterial anorganik partikulat (mineral·mineral)
2. Cas
a. Konservatif (N
2
, Ar dan Xe)
b. Non koservatif (O
2
, CO
2
)
3. Koloid (< 0,4S µm) tapi tidak larut
a. Organik
b. Anorganik
4. Komponen terlarut
a. Komponen anorganik terlarut
Najor (> 1 ppm)
Ninor (< 1 ppm)
b. Komponen organik terlarut
Klasifikasi elemen berdasarkan konsentrasinya : Klasifikasi elemen berdasarkan konsentrasinya :
1.Najor elements (0,0S·7S0 mN)
(Bersifat konservatif)
2.Ninor elements (0,0S·S0 µN)
3.Trace elements (0,0S·S0 nN)
a. Esensial
b. Non esensial
Penentuan dalam pengelompokkan unsur
mayor/minor biasanya dilihat dalam
konsentrasinya. Perhatikan gambar berikut.
Sebagian besar
adalah logam
Klasifikasi elemen dalam air laut
Analisa air laut pertama kali dilakukan Bergman (1773). Analisa air laut pertama kali dilakukan Bergman (1773).
Narcet, 1813 menemukan adanya kesamaan komposisi Narcet, 1813 menemukan adanya kesamaan komposisi
yang relatif stabil dari garam yang relatif stabil dari garam··garam terlarut di laut. garam terlarut di laut.
Sampel diambil dari laut Artic, Atlantik, Nediterania, Laut Sampel diambil dari laut Artic, Atlantik, Nediterania, Laut
Hitam, Laut Baltik dan Laut China. Hitam, Laut Baltik dan Laut China.
Elemen Elemen··elemen kimia terlarut dalam air laut sebagian elemen kimia terlarut dalam air laut sebagian
besar terdiri dari makro elemen ( besar terdiri dari makro elemen (~3S%) dan mikro ~3S%) dan mikro
elemen elemen ((~S%). Karenanya kandungan makro elemen ~S%). Karenanya kandungan makro elemen
(Na (Na
+ +
, Ng , Ng
2+ 2+
, K , K
+ +
, Ca , Ca
2+ 2+
, Cl , Cl
··
, SO , SO
44
22··
) sangat menentukan ) sangat menentukan
salinitas suatu perairan. salinitas suatu perairan.
Berikut disajikan komposisi dan kandungan elemen Berikut disajikan komposisi dan kandungan elemen··
elemen kimia laut pada salinitas 3S ppt (Brown elemen kimia laut pada salinitas 3S ppt (Brown et al, et al,
1332). 1332).
Elemen Kimia
Kadar
(mg/l)
Beberapa Kemungkinan
Spesies Kimia Terlarut
]umlah Total
(Ton)
Chlorine
Sodium
Nagnesium
Sulphur
Calcium
Potassium
Bromine
Carbon
Nitrogen
Strontium
Oxygen
Boron
Silicon
Fluorine
Argon
Lithium
Rubidium
Phosphorus
!odine
Barium
Nolybdenum
Arsenic
Uranium
vanadium
Titanium
Zinc
Nickel
Alumunium
Caesium
Cl
Na
Ng
S
Ca
K
Br
C
N
Sr
O
B
Si
F
Ar
Li
Rb
P
!
Ba
No
As
U
v
Ti
Zn
Ni
Al
Cs
1,3S x 10
4
1,077 x 10
4
1,230 x 10
3
3,0S x 10
2
4,12 x 10
2
3,80 x 10
2
67
28
11,S
8
6
4,4
2
1,3
0,43
0,18
0,12
6 x 10
·2
6 x 10
·2
2 x 10
·2
1 x 10
·2
3,7 x 10
·3
3,2 x 10
·3
2,S x 10
·3
1 x 10
·3
S x 10
·4
4,8 x 10
·4
4 x 10
·4
4 x 10
·4
Cl
·
Na
+
Ng
2+
SO
4

, NaSO
4
·
Ca
2+
K
+
Br
·
HCO
3
·
, CO
3

, CO
2
N
2
gas, NO
3
·
, NH
4
+
Sr
2+
O
2
gas
B(OH)
3
, B(OH)
4
·
, H
2
BO
3
Si(OH)
4
F
·
, NgF
+
Ar gas
Li
+
Rb
+
HPO
4

, PO
4

, H
2
PO
4
·
!O
3
·
, !
·
Ba
2+
NoO
4

HAsO
4

, H
2
AsO
4

UO
2
(CO
3
)
2

H
2
vO
4
·
, HvO
4

Ti(OH)
4
ZnOH
+
, Zn
2+
, ZnCO
3
Ni
2+
, NiCO
3
1
, NiCl
+
Al(OH)
4
·
Cs
+
2,S7 x 10
16
1,42 x 10
16
1,71 x 10
1S
1,2 x 10
1S
S,4S x 10
14
S,02 x 10
14
8,86 x 10
13
3,7 x 10
13
1,S x 10
13
1,06 x 10
13
7,33 x 10
12
S,82 x 10
12
2,64 x 10
12
1,72 x 10
12
S,68 x 10
11
2,38 x 10
11
1,S3 x 10
11
7,33 x 10
10
7,33 x 10
10
2,64 x 10
10
1,32 x 10
10
4,83 x 10
3
4,23 x 10
3
3,31 x 10
3
1,32 x 10
3
6,61 x 10
8
6,3S x 10
8
S,23 x 10
8
S,23 x 10
8
Chromium
Antimony
Krypton
Selenium
Neon
Nanganese
Cadmium
Copper
Tungsten
!ron
Xenon
Zirconium
Bismuth
Niobium
Thallium
Thorium
Hafnium
Helium
Beryllium
Cermanium
Cold
Rhenium
Cobalt
Lanthanum
Neodymium
Lead
Silver
Tantalum
Cr
Sb
Kr
Se
Ne
Nn
Cd
Cu
W
Fe
Xe
Zr
Bi
Nb
Tl
Th
Hf
He
Be
Ce
Au
Re
Co
La
Nd
Pb
Ag
Ta
3 x 10
·4
2,4 x 10
·4
2 x 10
·4
2 x 10
·4
1,2 x 10
·4
1 x 10
·4
1 x 10
·4
1 x 10
·4
1 x 10
·4
S,S x 10
·S
S x 10
·S
3 x 10
·S
2 x 10
·S
1 x 10
·S
1 x 10
·S
1 x 10
·S
7 x 10
·6
6,8 x 10
·6
S,6 x 10
·6
S x 10
·6
4 x 10
·6
4 x 10
·6
3 x 10
·6
3 x 10
·6
3 x 10
·6
2 x 10
·6
2 x 10
·6
2 x 10
·6
Cr(OH)
3
, CrO
4

Sb(OH)
6
·
H
1
1
H
1
1
H
1
1
Kr gas
SeO
3

, SeO
4

CdCl
2
CuCo
3
, CuOH
+
, Cu
2+
WO
4

Fe(OH)
2
+
, Fe(OH)
4
·
Xe gas
Zr(OH)
4
BiO
+
, Bi(OH)
2
+
Nb(OH)
6
·
Tl
+
Th(OH)
4
Hf(OH)
S
He gas
BeOH
+
Ce(OH)
4
, H3CeO
4
·
AuCl
2
·
ReO
4
·
Co
2+
La(OH)
3
Nd(OH)
3
PbCO
3
, Pb(CO
3
)
2

AgCl
2
·
Ta(OH)
S
3,37 x 10
8
3,17 x 10
8
2,64 x 10
8
2,64 x 10
8
1,S3 x 10
8
1,32 x 10
8
1,32 x 10
8
1,32 x 10
8
1,32 x 10
8
7,27 x 10
7
6,61 x 10
7
3,37 x 10
7
2,64 x 10
7
1,32 x 10
7
1,32 x 10
7
1,32 x 10
7
3,2S x 10
6
8,33 x 10
6
7,40 x 10
6
6,61 x 10
6
S,23 x 10
6
S,23 x 10
6
3,37 x 10
6
3,37 x 10
6
3,37 x 10
6
2,64 x 10
6
2,64 x 10
6
2,64 x 10
6
Callium
Yttrium
Nercury
Cerium
Dysprosium
Erbium
Ytterbium
Cadolinium
Praseodymium
Scandium
Tin
Holmium
Lutetium
Thulium
!ndium
Terbium
Palladium
Samarium
Tellurium
Europium
Radium
Protactinium
Radon
Ca
Y
Hg
Ce
Dy
Er
Yb
Cd
Pr
Sc
Sn
Ho
Lu
Tm
!n
Tb
Pd
Sm
Te
Eu
Ra
Pa
Rn
2 x 10
·6
1,3 x 10
·6
1 x 10
·6
1 x 10
·6
3 x 10
·7
8 x 10
·7
8 x 10
·7
7 x 10
·7
6 x 10
·7
6 x 10
·7
6 x 10
·7
2 x 10
·7
2 x 10
·7
2 x 10
·7
1 x 10
·7
1 x 10
·7
S x 10
·8
S x 10
·8
1 x 10
·8
1 x 10
·8
7 x 10
·11
S x 10
·11
6 x 10
·16
Ca(OH)
4
·
Y(OH)
3
HgCl
4

, HgCl
2
Ce(OH)
3
Dy(OH)
3
Er(OH)
3
Yb(OH)
3
Cd(OH)
3
Pr(OH)
3
Sc(OH)
3
SnO(OH)
3
·
Ho(OH)
3
Lu(OH)
Tm(OH)
3
!n(OH)
2
+
Tb(OH)
3
Pd
2+
, PdCl
+
Sm(OH)
3
Te(OH)
6
Eu(OH)
3
Ra
2+
Not known
Rn gas
2,64 x 10
6
1,73 x 10
6
1,32 x 10
6
1,32 x 10
6
1,13 x 10
6
1,06 x 10
6
1,06 x 10
6
3,2S x 10
S
7,33 x 10
S
7,33 x 10
S
7,33 x 10
S
2,64 x 10
S
2,64 x 10
S
2,64 x 10
S
1,32 x 10
S
1,32 x 10
S
6,61 x 10
4
6,61 x 10
4
1,32 x 10
4
1,32 x 10
4
32,S
66,1
7,33 x 10
4
Sumber Sumber··sumber unsur kimia di laut sumber unsur kimia di laut
1. 1. Alloton (Allothoneous) : Berasal dari luar Alloton (Allothoneous) : Berasal dari luar
sistem yang masuk ke dalam laut baik melalui sistem yang masuk ke dalam laut baik melalui
sungai maupun atmosfer. Terutama berasal sungai maupun atmosfer. Terutama berasal
dari hasil proses pelapukan batuan (rock dari hasil proses pelapukan batuan (rock
weathering), erupsi gunung berapi dan limbah weathering), erupsi gunung berapi dan limbah
aktivitas manusia. aktivitas manusia.
2. 2. Autoton (Autothoneous) : Berasal dari dalam Autoton (Autothoneous) : Berasal dari dalam
perairan itu sendiri meliputi proses adveksi, perairan itu sendiri meliputi proses adveksi,
pengadukan (mixing) atau up welling massa pengadukan (mixing) atau up welling massa
air, hasil biodegradasi bahan organik, desorpsi air, hasil biodegradasi bahan organik, desorpsi
atau disolusi, erupsi bawah laut dan aktifitas atau disolusi, erupsi bawah laut dan aktifitas
hidrotermal dasar laut. hidrotermal dasar laut.
KONSEP RES!DENCE T!NE KONSEP RES!DENCE T!NE
Lautan dalam keadaan steady state dalam waktu yang lama
yang bearti laju penambahan unsur·unsur terlarut ke dalam
air laut seimbang dengan laju pengeluarannya sehingga
konsentrasinya tidak berubah terhadap waktu.
Residence Time (waktu tinggal) :
Waktu rata·rata yang dibutuhkan suatu elemen atau substansi
berada dalam badan air sebelum akhirnya hilang karena
proses pengendapan atau proses adsorpsi.
ƒ =
Total massa terlarut dalam lautan
Suplai/pemasukan per tahun
Contohnya Al
3+
, walaupun merupakan salah satu unsur utama
dominan pada batuan igneous (batuan beku karena perapian),
tetapi merupakan elemen minor di laut karena tingkat
kereaktifannya yang tinggi, sehingga mengurangi
konsentrasinya.
Besar kecilnya konsentrasi suatu elemen kimia di laut Besar kecilnya konsentrasi suatu elemen kimia di laut
disebabkan oleh 2 hal : disebabkan oleh 2 hal :
Elemen tersebut sangat reaktif, sehingga dapat berpindah Elemen tersebut sangat reaktif, sehingga dapat berpindah
secara cepat ke dalam sedimen. secara cepat ke dalam sedimen.
Elemen tersebut memang telah berada dalam konsentrasi Elemen tersebut memang telah berada dalam konsentrasi
yang rendah dari sumbernya (ex. Batuan kristal atau gas yang rendah dari sumbernya (ex. Batuan kristal atau gas··
gas yang keluar dari dalam bumi) gas yang keluar dari dalam bumi)
Waktu tinggal beberapa unsur lebih lama dibandingkan
dengan waktu percampuran laut (' S00 tahun). Baik unsur
konservatif maupun non konservatif memiliki waktu tinggal
lebih lama (> 10
S
tahun) dibandingkan waktu percampuran
laut.
Sedangkan CS+, memiliki konsentrasi yang rendah dalam air
laut karena pada sumbernya sendiri (batuan kristal) memang
berada dalam konsentrasi yang rendah.
Elemen·elemen diketahui masuk ke laut melalui 3 cara:
jatuhan bahan·bahan dari atmosfir (the fallout of
substances from atmosfere)
masukan dari air sungai (influx of river water)
dari dalam bumi (!nterior of earth)
Distribusi Elemen di Laut Distribusi Elemen di Laut
1. 1. Conservative profile (Tipe konservatif) : Elemen yang Conservative profile (Tipe konservatif) : Elemen yang
memiliki variasi konsentrasi yang kecil karena sifatnya memiliki variasi konsentrasi yang kecil karena sifatnya
yang tidak reaktif. Terdiri dari hampir semua komponen yang tidak reaktif. Terdiri dari hampir semua komponen
mayor dan beberapa trace metal (Rb mayor dan beberapa trace metal (Rb
+ +
, Cs , Cs
+ +
, NoO , NoO
44
2+ 2+
, ,
WO WO
44
22··
). ).
2. 2. Nutrient type profile (Tipe Sebaran Nutrien) : Tipe Nutrient type profile (Tipe Sebaran Nutrien) : Tipe
sebaran elemen kimia yang mirip dengan sebaran unsur sebaran elemen kimia yang mirip dengan sebaran unsur
hara (konsentrasinya kecil di permukaan dan mengalami hara (konsentrasinya kecil di permukaan dan mengalami
pengkayaan pada kedalaman di bawahnya). pengkayaan pada kedalaman di bawahnya).
Elemen Elemen··elemen tersebut turun ke lapisan kedalaman di elemen tersebut turun ke lapisan kedalaman di
bawahnya melalui plankton dan aktivitas biologi bawahnya melalui plankton dan aktivitas biologi
kemudian diregenerasi oleh bakteri oksidasi. Regenerasi kemudian diregenerasi oleh bakteri oksidasi. Regenerasi
di perairan dangkal tersebut menyerupai nitrat dan fosfat di perairan dangkal tersebut menyerupai nitrat dan fosfat
serta silikat yang terdapat dalam jaringan tubuh makhluk serta silikat yang terdapat dalam jaringan tubuh makhluk
hidup. hidup.
Cambar pola sebaran konservatif Cambar pola sebaran konservatif
Cambar pola sebaran tipe nutrien Cambar pola sebaran tipe nutrien
3. Surface enrichment and depletion at depth 3. Surface enrichment and depletion at depth
(Pengkayaan di permukaan dan mengalami (Pengkayaan di permukaan dan mengalami
penurunan pada lapisan dibawahnya) penurunan pada lapisan dibawahnya)
Elemen tipe ini berasal dari atmosfer, sungai dan Elemen tipe ini berasal dari atmosfer, sungai dan
daratan yang masuk melalui permukaan laut dan daratan yang masuk melalui permukaan laut dan
segera release (hilang) dari badan air. RTnya sangat segera release (hilang) dari badan air. RTnya sangat
singkat. Contoh : Pb Di Bermuda, konsentrasi Pb yang singkat. Contoh : Pb Di Bermuda, konsentrasi Pb yang
masuk mengalami penurunan seiring berlalunya masuk mengalami penurunan seiring berlalunya
waktu. Contoh : Nn yang masuk melalui sungai dan waktu. Contoh : Nn yang masuk melalui sungai dan
mengalami pengurangan (release) melalui dari badan mengalami pengurangan (release) melalui dari badan
sedimen. Reduksi logam di permukaan disebabkan sedimen. Reduksi logam di permukaan disebabkan
oleh proses biologi dan fotokimia. oleh proses biologi dan fotokimia.
Cambar Surface enrichment and depletion at depth Cambar Surface enrichment and depletion at depth
4. Nid 4. Nid··depth minima depth minima
(Tipe minimum di lapisan kedalaman) (Tipe minimum di lapisan kedalaman)
Dihasilkan dari masukan permukaan dan regenerasi di Dihasilkan dari masukan permukaan dan regenerasi di
dekat/dasar atau scavenging ketika melewati kolom air. dekat/dasar atau scavenging ketika melewati kolom air.
Nasukan di permukaan perairan berasal dari jatuhan debu Nasukan di permukaan perairan berasal dari jatuhan debu
atmosfer yang berasal dari benua atau daratan. Nisalnya atmosfer yang berasal dari benua atau daratan. Nisalnya
masukan dari debu Curun Sahara ke Samudera Atlantik lebih masukan dari debu Curun Sahara ke Samudera Atlantik lebih
besar dibandingkan dari Curun Cobi. besar dibandingkan dari Curun Cobi.
Contoh : Cu, Sn dan Al Contoh : Cu, Sn dan Al
Al lebih cepat mengalami scavenging dari permukaan perairan Al lebih cepat mengalami scavenging dari permukaan perairan
melalui adsorbsi atau up take oleh tumbuhan. Partikel melalui adsorbsi atau up take oleh tumbuhan. Partikel
tersebut turun menuju laut dalam dan diendapkan di sedimen. tersebut turun menuju laut dalam dan diendapkan di sedimen.
Resuspensi dan perubahan Al dari sedimen memiliki peranan Resuspensi dan perubahan Al dari sedimen memiliki peranan
penting pada peningkatan konsentrasi di lapisan bawah. penting pada peningkatan konsentrasi di lapisan bawah.
Cambar Nid Cambar Nid··depth minima depth minima
(Tipe minimum di lapisan kedalaman) (Tipe minimum di lapisan kedalaman)
S. Nid S. Nid··depth maxima depth maxima
(Tipe maximum di lapisan kedalaman) (Tipe maximum di lapisan kedalaman)
Tipe ini dihasilkan dari masukan hidrothermal Tipe ini dihasilkan dari masukan hidrothermal
dari sistem mid oceanic ridge. dari sistem mid oceanic ridge.
Contoh : Nn dan He Contoh : Nn dan He
Perubahan yang terus menerus dari elemen Perubahan yang terus menerus dari elemen
ini yang berasal dari lubang ini yang berasal dari lubang··lubang lubang
hidrotermal digunakan untuk menemukan hidrotermal digunakan untuk menemukan
jejak mereka di laut dalam. jejak mereka di laut dalam.
Cambar Nid Cambar Nid··depth maxima depth maxima
(Tipe maximum di lapisan kedalaman) (Tipe maximum di lapisan kedalaman)
6. Nid 6. Nid··depth maxima or minima in the sub oxic layer ( depth maxima or minima in the sub oxic layer (~ 1 km) ~ 1 km)
(Tipe maximum atau minimum di kedalaman sub oxic) (Tipe maximum atau minimum di kedalaman sub oxic)
Sub oxic layer : Lapisan kedalaman dengan konsentrasi Sub oxic layer : Lapisan kedalaman dengan konsentrasi
oksigen rendah yang terdapat di beberapa bagian Samudera oksigen rendah yang terdapat di beberapa bagian Samudera
Pasifik dan Samudera Hindia. Pasifik dan Samudera Hindia.
Proses reduksi dan oksidasi dalam kolom air atau berbatasan Proses reduksi dan oksidasi dalam kolom air atau berbatasan
dengan sedimen dapat menghasilkan pengurangan maksimum dengan sedimen dapat menghasilkan pengurangan maksimum
bentuk Fe dan Nn serta pengurangan minimum jika dalam bentuk Fe dan Nn serta pengurangan minimum jika dalam
bentuk tak larut atau mengalami scavenging oleh fase padat bentuk tak larut atau mengalami scavenging oleh fase padat
(Cr). (Cr).
7. Naxima and minima in anoxic waters 7. Naxima and minima in anoxic waters
Pada daerah dengan sirkulasi terbatas seperti Laut Pada daerah dengan sirkulasi terbatas seperti Laut
Hitam dan Fjords , air dapat menjadi anoksik Hitam dan Fjords , air dapat menjadi anoksik
karena menghasilkan amoniak (H karena menghasilkan amoniak (H
22
S). S).
Dekat daerah perbatasan dua massa air, proses Dekat daerah perbatasan dua massa air, proses
reduksi oksidasi dapat terjadi yang menyebabkan reduksi oksidasi dapat terjadi yang menyebabkan
maxima atau minima dari perubahan kelarutan maxima atau minima dari perubahan kelarutan
beberapa spesies. Contohnya Fe dan Nn yang beberapa spesies. Contohnya Fe dan Nn yang
maximum karena peristiwa reduksi dan oksidasi Fe maximum karena peristiwa reduksi dan oksidasi Fe
dan Nn dekat daerah peralihan kondisi oksik dan dan Nn dekat daerah peralihan kondisi oksik dan
anoksik. anoksik.
Cambar Naxima and minima in anoxic waters Cambar Naxima and minima in anoxic waters
Sebagian besar dari logam yang dipelajari memiliki konsentrasi Sebagian besar dari logam yang dipelajari memiliki konsentrasi
yang tinggi di Pasifik dibandingkan di Atlantik kecuali Pb dan yang tinggi di Pasifik dibandingkan di Atlantik kecuali Pb dan
Al. Angka yang tinggi di lapisan dalam Pasifik dihubungkan Al. Angka yang tinggi di lapisan dalam Pasifik dihubungkan
dengan lebih lamanya akumulasi dari permukaan perairan. dengan lebih lamanya akumulasi dari permukaan perairan.
Untuk Pb dan Al, masukan dari permukaan yang lebih tinggi di Untuk Pb dan Al, masukan dari permukaan yang lebih tinggi di
Atlantik memiliki peranan penting dalam peningkatan Atlantik memiliki peranan penting dalam peningkatan
konsentrasi di lapisan dalam Atlantik. konsentrasi di lapisan dalam Atlantik.
Karena logam Karena logam··logam ini cepat mengalami pengurangan logam ini cepat mengalami pengurangan
(Scavenged) dari badan air, logam tersebut tidak diakumulasi (Scavenged) dari badan air, logam tersebut tidak diakumulasi
di lapisan dalam Pasifik. di lapisan dalam Pasifik.
Konsentrasi sebagian besar dari logam berat di dasar selat Konsentrasi sebagian besar dari logam berat di dasar selat
menunjukkan sumbernya (sungai atau sedimen) sedangkan menunjukkan sumbernya (sungai atau sedimen) sedangkan
konsentrasi yang tinggi di Atlantik mengindikasikan masukan konsentrasi yang tinggi di Atlantik mengindikasikan masukan
dari atmosfer (dari gurun di Afrika). dari atmosfer (dari gurun di Afrika).
!NTERAKS! B!OLOC! !NTERAKS! B!OLOC!
Terdapat korelasi antara konsentrasi elemen Terdapat korelasi antara konsentrasi elemen
dalam tubuh organisme dengan konsentrasi dalam tubuh organisme dengan konsentrasi
elemen di perairan. elemen di perairan.
1. 1. Cl Cl
··
tidak di serap oleh organisme tidak di serap oleh organisme
2. 2. Konsentrasi Na, Ng, Br dan SO Konsentrasi Na, Ng, Br dan SO
44
22··
dalam tubuh dalam tubuh
organisme hampir sama dengan konsentrasi di organisme hampir sama dengan konsentrasi di
air laut air laut
3. 3. Sebagian besar elemen dengan pengecualian Sebagian besar elemen dengan pengecualian
gas mulia terkonsentrasi tinggi dalam jaringan gas mulia terkonsentrasi tinggi dalam jaringan
hidup. hidup.
4. Urutan daya afinitas 4. Urutan daya afinitas Plankton thd logam : Plankton thd logam :
Fe>Al>Ti>Cr>Ca>Zn>Pb>Cu>Nn>Co>Cd Fe>Al>Ti>Cr>Ca>Zn>Pb>Cu>Nn>Co>Cd
S. Logam berat biasanya terkonsentrasi di S. Logam berat biasanya terkonsentrasi di
pencernaan atau ginjal. pencernaan atau ginjal.
lemen konservatif lemen konservatif adalah : adalah :
Elemen yang menunjukkan variasi konsentrasi yang Elemen yang menunjukkan variasi konsentrasi yang
sangat kecil karena sifatnya yang tidak reaktif. sangat kecil karena sifatnya yang tidak reaktif.
Sebagian besar komponen kimia di laut tergolong Sebagian besar komponen kimia di laut tergolong
konservatif. konservatif.
Scavenging : Hilangnya elemen dari badan air
melalui proses adsorbsi, absorpsi, biological uptake
dan pengendapan.
Proses Fotokimia : Proses·proses yang terjadi
sebagai hasil dari penyerapan cahaya.
dsorpsi adalah suatu proses yang terjadi ketika
suatu fluida (cairan maupun gas) terikat kepada
suatu padatan dan akhirnya membentuk suatu film
(lapisan tipis) pada permukaan padatan tersebut.
Proses ini disebabkan adanya kombinasi proses fisika kombinasi proses fisika
dan kimia dan kimia
Berbeda dengan absorpsi, dimana fluida terserap
oleh fuida lainnya dengan membentuk suatu larutan.
drothermal vent terbentuk apabila air laut
yang sejuk meresap ke dalam rekahan di
permukaan kerak bumi. Air ini kemudian dipanaskan
oleh magma yang terdapat di bagian dalam kerak
bumi yang panas, sebelum meledak keluar melalui
lubang yang ada di lantai laut.
a. a. Proses regenerasi dangkal menuju kedalaman Proses regenerasi dangkal menuju kedalaman ' '
1 km menyerupai regenerasi NO 1 km menyerupai regenerasi NO
33
dan PO dan PO
4. 4.
Contoh : Logam Cd (Cambar 3.6) yang Contoh : Logam Cd (Cambar 3.6) yang
mengindikasikan elemen tersebut berasosiasi mengindikasikan elemen tersebut berasosiasi
dengan material biologi hidup dan yang telah dengan material biologi hidup dan yang telah
mati. mati.
b. b. Proses regenerasi dalam menuju kedalaman Proses regenerasi dalam menuju kedalaman
max, hampir sama dengan sebaran silikat. max, hampir sama dengan sebaran silikat.
Contoh : Zn, Ba dan Ce (Cambar 3.8) Contoh : Zn, Ba dan Ce (Cambar 3.8)
c. c. Kombinasi dari dua poin diatas, terjadi pada Kombinasi dari dua poin diatas, terjadi pada
nutrien Ni dan Se (Cb. 3.11 dan 3.12). Contoh nutrien Ni dan Se (Cb. 3.11 dan 3.12). Contoh
logamnya adalah Ag (Cb. 3.13) yang logamnya adalah Ag (Cb. 3.13) yang
dipengaruhi oleh fitoplankton dan diatom dipengaruhi oleh fitoplankton dan diatom
(calcifiers) (calcifiers)
KESET!NBANCAN CEOK!N!A UNSUR KESET!NBANCAN CEOK!N!A UNSUR

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->