P. 1
Rumus Fisika SMP dan Teori Tata Surya

Rumus Fisika SMP dan Teori Tata Surya

|Views: 784|Likes:
Published by Ibnu Haris
Berisi kumpulan Rumus Fisika SMP dan beberapa teori tata surya
Berisi kumpulan Rumus Fisika SMP dan beberapa teori tata surya

More info:

Published by: Ibnu Haris on Apr 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

RUMUS-RUMUS FISIKA SMP

NAMA KELAS / NO NO 1 RUMUS Massa Jenis = 2 : : SIMBOL = massa jenis m = massa v = volum SATUAN (SI) Kg/m3 Kg m3 INFORMASI PENTING 1 g/cm3 =1000 Kg/m3 3 3 1 Kg/m = 0,001 g/cm

m V

Pemuaian panjang zat padat
( N! N .E . ( T o

N! N  (N t o

(N pertambahan panjang = N = panjang mula-mula o E = koefisien muai zat padat
T = perubahan suhu

m m o / C atau /K o C m

Khusus bagian ini (N o dan N tidak harus dalam meter asalkan satuan keduanya sama misal dalam cm

N= panjang akhir t
3 Kalor a. Kalor untuk menaikan suhu benda Q = m.c. T b. Kalor untuk merubah wujud benda Q = m.L c. Asas Black m1.c1.(T1-Tc) = m2.c2.(Tc-T2) d. Alat Pemanas P = daya alat pemanas t = waktu untuk menaikan suhu s = jarak v = kecepatan t = waktu Q = kalor m = massa c = kalor jenis L = kalor laten (kalor uap, kalor embun, kalor beku, kalor lebur) Joule Kg o J/Kg C J/kg 1 kalori = 4,2 Joule 1 Joule = o,24 kalori

T1>T2 (Benda yang mempunyai suhu lebih diletakkan di ruas kiri) watt sekon M m/s s

P.t ! m.c.(T
4 Gerak Lurus Beraturan s = v.t

1 km/jam = 1 x 1 m/s = 1 x

5 m/s 18

18 m/s 5

5

6

Gerak Lurus Berubah Beraturan Vt = vo+at Vt2 = vo2 + 2as S = vot+(1/2)a.t2 Gaya F = m.a Berat w = m.g

vo = kecepatan awal Vt = kecepatan akhir a = percepatan t = waktu s = jarak F = gaya m = massa a = percepatan w = berat g = percepatan gravitasi p = tekanan F = gaya A = luas permukaan bidang = massa jenis cairan g = percepatan gravitasi h = kedalaman zat cair F1 = gaya pada penampang 1 F2 = gaya pada penampang 2 A1 = Luas penampang 1 A2 = Luas penampang 2

m/s m/s 2 m/s sekon m Newton kg m/s2 N 2 m/s Pascal (Pa) N m2 Kg/m 2 m/s m N N m
3

Untuk perlambatan a bernilai negatif

Besarnya massa selalu tetap, namun berat tergantung percepatan gravitasi di mana benda tsb berada 1 Pa = 1 N/m2

7

Tekanan Zat Padat

p!
8

F A

Tekanan Zat Cair

p ! V .g .h
Sistem hidrolik

F1 F 2 ! A1 A2
Gaya apung / gaya ke atas FA = wu wf

FA = Gaya ke atas wu= berat benda ditimbang di udara wf = berat benda dalam cairan V = volum zat cair yang dipindahkan

N N N

Sistem hidrolik diaplikasikan pada mesin pengangkat mobil sehingga beban yang berat dapat diangkat dengan gaya yang lebih kecil, satuan A1 harus sama dengan A2 dan satuan F1 harus sama dengan F2 .V.g merupakan berat zat cair yang dipindahkan benda ketika benda dicelupkan ke dalam suatu cairan

FA = .V.g

1

NO 9

RUMUS Tekanan gas pada ruang tertutup P1.V1 = P2.V2 Energi potensial Ep = m.g.h Energi Kinetik Ek =

SIMBOL P = Tekanan V = Volume gas m = massa g = percepatan gravitasi h = ketinggian v = kecepatan

SATUAN (SI) atm m3 kg m/s2 m m/s

INFORMASI PENTING Suhu gas dianggap tetap

10

1 2 mv 2

Pada saat buah kelapa jatuh dari pohon, buah mengalami perubahan bentuk energi dari energi potensial menjadi energi kinetik Pada takal / sistem katrol, besarnya KM ditentukan oleh jumlah banyak tali yang menanggung beban atau biasanya sama dengan jumlah katrol dalam sistem tsb.

11

Pesawat Sederhana Pengungkit w. N = N. F w F Keuntungan mekanis Pengungkit KM = Katrol KM =

w N F = F N w w F w s = F h

w = berat beban F = gaya / kuasa N = lengan beban w N = lengan kuasa F KM = keuntungan mekanis s = panjang bidang miring h = tinggi bidang miring permukaan tanah

dari

N N m m m m

Bidang Miring KM = 12

Getaran f=

n 1 = t T 1 t = T= n f

f = frekuensi getaran / gelombang T = periode getaran / gelombang n = jumlah getaran / gelombang v = cepat rambat gelombang P = panjang (satu) gelombang

Hertz sekon m/s m

Hertz = 1/sekon

13

Gelombang v = P. f Bunyi d=

v.t 2

14

Cahaya Cermin Lengkung (cekung dan cembung)

1 R 2 1 1 1 !  f So Si Si Hi M ! ! So Ho f !
Menentukan sifat bayangan cermin cekung Ruang Benda+Ruang Bay = 5 III II R f I IV O

d = kedalaman v = cepat rambat gelombang bunyi t = selang waktu antara suara (atau sonar) dikirim sampai didengar / diterima kembali f = jarak fokus cermin R = jari-jari kelengkungan cermin So = jarak benda di depan cermin Si = jarak bayangan dari cermin Hi = Tinggi bayangan Ho = Tinggi benda M = Perbesaran

m m/s sekon

Rumus ini dapat digunakan untuk mengukur kedalaman air atau kedalaman gua. f cermin cekung (+) f cermin cembung (-) Si (+)=bayangannyata Si (-)=bayangan maya M > 1 bay diperbesar M = 1 bay sama besar M < 1 bay diperkecil

cm cm cm cm cm cm x (kali)

Lensa (cekung dan cembung)

1 ! f

Pada cermin cekung : Ruang Ruang Sifat Benda Bayangan Bayangan I IV maya, tegak, diperbesar II III nyata, terbalik, diperbesar III II nyata, terbalik, diperkecil tepat tepat di R nyata, di R terbalik, sama besar tepat tepat di f tidak di f terbentuk bayangan

Bayangan yang dibentuk cermin cembung selalu bersifat : maya, tegak, diperkecil Untuk mencari kekuatan lensa, jarak fokus harus dalam meter f lensa cembung (+) f lensa cekung (-) Si (+)=bayangannyata Si (-)=bayangan maya M > 1 bay diperbesar M = 1 bay sama besar M < 1 bay diperkecil Bayangan yang dibentuk lensa cekung selalu bersifat : maya, tegak, diperkecil

 

2

NO

RUMUS

SIMBOL

SATUAN (SI) dioptri

INFORMASI PENTING

1 1 1 !  f So Si Si Hi M ! ! So Ho
(depan) belakang) 2F2 F2 (

O F1 2F1

15

Alat Optik a. Lup

25cm 1 f 25cm Mt= f
Ma= b. Mikroskop M = fob x fok

P = kekuatan lensa f = jarak fokus lensa Pada lensa cembung : Ruang Ruang Sifat Benda Bayangan Bayangan O-F2 di depan maya, tegak, lensa diperbesar F2 di kanan nyata, 2F2 2F1 terbalik, diperbesar 2F2 2F1 nyata, terbalik, sama besar tepat di F2 Ma = Perbesaran untuk mata berakomodasi maksimum Mt = Perbesaran untuk mata tidak berakomodasi / rileks f = fokus lup M = Perbesaran Mikroskop fob = fokus lensa obyektif fok = fokus lensa okuler

- (kali) - (kali)

Lensa okuler merupakan lensa yang berada di dekat mata pengamat Lensa obyektif berada di dekat obyek yang diamati

- (kali) cm cm

16

Listrik Statis

k .Q1Q2 d2 Q I! t F!
17 Listrik Dinamis

F = gaya coulomb k = konstanta coulomb Q = muatan listrik d = jarak antar muatan I = arus listrik t = waktu V = beda potensial W = energi listrik Q = muatan listrik R = hambatan = hambatan jenis

N Nm2/c2 coulomb m ampere sekon volt joule coulomb ohm( ) m m m2

V!

W Q

Hukum Coulomb V = I.R Hambatan Penghantar

N R!V A
Rangkaian Seri R Rt = R1+R2+....+Rn Rangkaian Paralel R

N= panjang kawat penghantar
A = Luas penampang penghantar

1 1 1 1 !   ....  Rt R1 R2 Rn
Rangkaian Paralel terdiri dari 2 Resistor Rt =

R1 xR2 R1  R2
I = kuat arus n = jumlah elemen E = GGL (gaya gerak listrik) r = hambatan dalam sumber tegangan R = hambatan luar total ampere Volt ohm ohm

Hukum Kirchoff 1 7 I masuk = 7 I keluar Rangkaian Listrik dengan hambatan dalam a. Baterai Seri

I!

n.) n.r  R

GGL merupakan beda potensial baterai yang dihitung saat rangkaian terbuka atau beda potensial asli baterai

b. Baterai Paralel

3

NO

RUMUS

SIMBOL

SATUAN (SI)

INFORMASI PENTING

I!

E r R n

18

Energi Listrik dan Daya Listrik a. Energi Listrik W = Q.V W = V.I.t 2 W = I Rt W=

V2 t R

W = Energi Listrik Q = Muatan Listrik V = tegangan / beda potensial I = Kuat Arus Listrik P = Daya Listrik t = waktu

joule coulomb volt ampere watt sekon

i kalori 4,2 Joule I J = 0,24 kal

b. Daya Listrik P = V.I 2 P= I R P=

V2 R W P= t

19

Gaya Lorentz F = B.i. N

F = Gaya Lorentz B = Kuat medan magnet i = kuat arus listrik N= panjang kawat Vp = tegangan primer / masukan Vs = teg. Sekunder / keluaran Ip = Arus primer / masukan Is = Arus sekunder / keluaran Np = jumlah lilitan primer Ns = Jumlah lilitan sekunder Ws = Energi keluaran Wp = Energi masukan Ps = Daya keluaran Pp = Daya masukan

N Tesla A m V V A A J J watt watt

20

Transformator

Np Vp ! Ns Vs Vp Is ! Vs Ip Np Is ! Ns Ip
Efisiensi Transformator

Ws x100% Wp Ps x100% L! Pp L!

4

SISTEM TATA SURYA

Teori Asal Usul Tata Surya
Bumi kita terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu bersamaan dengan terbentuknya satu sistem tata surya yang dinamakan keluarga matahari . Banyak hipotesis tentang asal-usul tata surya telah ditemukan para ahli , diantaranya adalah sebagai berikut : A. Hipotesis nebula (teori Kabut ) Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1775, kemudian disempurnakan oleh Simon de Laplace pada tahun 1796, hipotesis ini lebih dikenal hipotesis nebula KantLaplace. Hipotesis nebula ini terdiri dari beberapa tahap. 1. Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan besar 2. Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut sebagai planet, bergerak mengelilingi matahari. 3. Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan Keluarga Matahari

Gambaran proses hipotesis nebula yang merupakan salah satu teori yang di yakini para ahli fisika dapat menjelaskan asal usul tata surya B. Hipotesis Planetisimal dan Pasang Surut Bintang

Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukaan oleh Thomas C. Chamberlain dan Forrest R Moulton pada tahun 1900. Hipotesis ini menyatakan bahwa pada mulanya tata surya berupa matahari saja. Pada suatu saat melintas bintang lain yang ukurannya hampir sama dengan matahari, bintang tersebut melintas begitu dekat sehingga hampir menjadi tabrakan. Karena dekatnya lintasan pengaruh gaya gravitasi antara dua bintang tersebut mengakibatkan tertariknya gas dan materi ringan pada bagian tepi.

Karena pengaruh gaya gravitasi tersebut sebagian materi terlempar meninggalkan permukaan matahari dan permukaan bintang. Materi-materi yang terlempar mulai menyusut dan membentuk gumpalangumpalan yang disebut planetisimal. Planetisimal- Planetisimal lalu menjadi dingin dan padat yang pada akhirnya membentuk planet-planet yang mengelilingi matahari.

Pada tahun 1917 James Jean dan Herold mengemukakan teori yang hampir mirip dengan teori planetisimal yang biasa disebut teori pasang surut. Teori ini menyatakan bahwa sejak awal memang sudah ada dua matahari, gaya gravitasi salah satu matahari mengakibatkan materi matahari yang lain sedikit-demisedikit meninggalkan permukaannya, selanjutnya terbentuklah planet-planet.

5

C. Hipotesis Kondensasi Hipotesis kondensasi dikemukakan oleh GP.Kuiper pada tahun 1950. Hipotesis ini menyatakan bahwa tata surya pada mulanya berupa bola kabut raksasa. Kabut ini terdiri dari debu, es, dan gas. Bola kabut ini berputar pada porosnya sehingga bagian-bagian yang ringan terlempar ke luar, sedangkan bagian yang berat berkumpul di pusatnya membentuk sebuah cakram mulai menyusut dan perputarannya semakin cepat, serta suhunya bertambah, akhirnya terbentuklah matahari. Bagian tepi cakram yang berupa gas dan debu mulai bertarikan, sehingga terbentuk gumpalan. Gumpalan-gumpalan ini disebut protoplanet yang lambat laun makin dingin dan padat yang pada akhinya membentuk planet

D. Hipotesis Bintang Kembar Hipotesis bintang kembar dikemukakan oleh Fred Hoyle pada tahun 1956. Hipotesis ini menyatakan bahwa pada awalnya tata surya berupa dua bintang yang berukuran hampir sama dan letaknya berdekatan. Dari kedua bintang tersebut, dengan salah satunya belum stabil. Pada bintang yang tidak stabil ini suatu saat terjadi reaksi yang sangat cepat sehingga menghasilkan energi berupa panas, dan akhirnya bintang tersebut meledak menjadi serpihan-serpihan kecil. Serpihan-serpihan tersebut terperangkap oleh gaya gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai bergerak mengelilinginya. Karena adanya gaya gravitasi serpihan yang letaknya berdekatan bergabung sedikit demi sedikit dan akhirnya membentuk planet, dan terbentuklah susunan tata surya.

6

Orbit Planet
Garis edar planet (orbit) adalah lintasan planet mengelilingi matahari. Sistem benda angkasa yang menempatkan bumi sebagai pusat tata surya disebut sistem geosentris ( geo atinya bumi, sentris arinya pusat). Sistem geosentris lambat laun tumbang oleh teori yang dikemukkan oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543) dari Polandia yang dikenal dengan sistem heliosentris yang menekankan bahwa matahari sebagai pusat tata surya dan semua planet, termasuk bumi mengelilingi matahari. Tata surya, menurut kesepakatan para ahli terdiri atas Matahari dan 8 planet yang mengelilinginya yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, serta benda planet lainnya seperti satelit, asteroit, komet dan meteor. Setiap planet diikuti oleh benda langit yang lebih kecil disebut satelit. Hukum Kepler I menyatakan bahwa garis edar semua planet mengelilingi matahari berbentuk elips dan matahari berada pada salah satu titik fokus elips tersebut. Karena bentuk orbit planet berbentuk elips, maka terdapat posisi planet pada garis edar yang jaraknya paling dekat dengan matahari yang disebut prihelium. Sebaliknya terdapat posisi planet pada orbit yang jaraknya paling jauh ke matahari yang disebut aphelium. Berdasarkan garis edarnya terhadap garis edar bumi maka planet dapat di klasifikasikan menjadi planet dalam dan planet luar. Planet dalam atau planet inferior adalah planet yang memiliki garis edar ke matahari lebih dekat dibandingkan garis edar bumi. Planet yang termasuk kelompok ini adalah merkurius dan venus. Palanet luar atau planet superior adalah planet yang memiliki garis edar ke matahari lebih jauh dibandingkan garis edar bumi. Planet yang termasuk kelompok ini adalah Mars, Jupiter, Sarturnus, Uranus, dan Neptunus.

Perbandingan Antar Planet
Berdasarkan ukuran dan komposisi bahan penyusunya planet dibagi menjadi planet terestial dan planet raksasa. 1. Planet terestial adalah planet yang ukuran dan komposisi bahan penyusunnya sejenis, yaitu batubatuan.Tergolong planet terestial adalah Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. 2. Planet raksasa adalah planet yang ukurannya besar dan sebagian besar penyusunnya terdiri dari es dan gas. Tergolong planet raksasa adalah Jupiter, Uranus, Saturnus, dan Neptunus

Gambar perbandingan antar planet

7

Nama Merkurius Venus Bumi Mars Jupiter Saturnus Uranus Neptunus

Garis (km)

tengah Massa (1024 kg) 4 878 0,33 12 102 4,88 5,98 0,64 1 899 568,5 86,9 102,4

Kala rotasi 59 hari 243 hari 23,9 24,6 9,9 10,7 jam jam jam jam

Kala revolusi 88 hari 224,7 hari 365,3 687 11,9 29,5 hari hari tahun tahun

Jarak rata-rata ke matahari (106 km) 58 108 150 228 778 1 427 2 870 4 497

12 758 6 787 142 800 120 540 51 200 49 500

17.2 jam 161 jam

84 tahun 164,8 tahun

Karakteristik planet
Planet adalah benda angkasa dalam tata surya yang mengelilingi matahari pada lintasan tertentu. Peredaran planet mengelilingi matahari disebut revolusi, sedangkan waktu yang dibutuhkan planet untuk melakukan sekali revolusi disebut kala revolusi. Disamping itu, planet juga berputar mengelilingi sumbunya yang disebut rotasi. Waktu yang dibutuhkan planet mengelilingi satu kali rotasi disebut kala rotasi. Planet tidak menghasilkan cahaya sendiri, planet hanya memantulkan cahaya matahari yang jatuh padanya, sehingga nampak seperti bintang.Persatuan Astronomi Internasional (International Astronomical Union = IAU) mengumumkan berdasarkan kesepakatan , maka dalam sistem Tata Surya terdapat delapan planet, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Neptunus Merkurius Venus Bumi Mars Jupiter Saturnus Uranus

Gambar Susunan Planet pada Sistem Tata Surya

Merkurius
Planet merkurius adalah planet yang terdekat dengan matahari pada sistem tata surya, planet ini berukuran kecil dan hampir tidak mempunyai atmosfer, akibatnya langit kelihatan gelap seperti di angkasa lepas. Permukaannya dipenuhi kawah (tampak berlubang-lubang) seperti permukaan sebuah bulan. Pada siang hari, suhu di permukaan merkurius sangat panas, mencapai 400oC dan sebaliknya suhu pada malam hari sangat dingin hingga 200oC. Periode planet ini kira-kira 88 hari, sedangkan periode rotasinya 59 hari. Diameter planet ini adalah 4.880 km, dengan jarak rata-rata Merkurius ke matahari 58 juta km.

Merkurius tampak seperti bintang yang sangat cerah

Venus

8

Planet ini tampak sangat mengkilap karena memiliki atmosfer yang tebal seperti awan putih yang menyelubungi permukaan venus. Awan ini terjadi akibat dari pembakaran asam sulfat panas. Atmosfer Venus mengandung 97% karbondioksida (CO2) dan 3%nitrogen, sehingga hampir tidak mungkin terdapat kehidupan. Suhu siang hari dapat mencapai 500oC. Venus sering disebut bintang pagi atau bintang senja karena terlihat berkilauan di timur pada saat terbit matahari dan saat tenggelam di ufuk barat. Arah rotasi Venus berlawanan dengan arah rotasi planet-planet lain. Selain itu, jangka waktu rotasi Venus lebih lama daripada jangka wakturevolusinya dalam mengelilingi matahari. Kala revolusi planet venus adalah 224,7 hari, sedangkan kala rotasinya 244 hari dengan diameternya 12.100 km. Planet Venus dengan kandungan atmosfernya yang pekat dengan COo

Bumi
Bumi merupakan planet ketiga berdasarkan jaraknya dari matahari dalam tata surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi denganmatahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (ing:astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dariangin matahari, sinar ultra ungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, danEksosfer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain. Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan bumi diseliputi air.Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida, dan gas lain. Bumi mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer.

Mars
Planet mars mempunyai permukaan berbatu-batu yang terlihat merah yang disebabkan oleh kandungan oksida besi didalamnya, sedangkan warna lainnya yang berubah ditimbulkan oleh adanya angin yang mengangkat debu dari permukaannya.Suhu permukaannya lebih dingin daripada suhu permukaan bumi karena letaknya yang lebih jauh dari matahari. Jarak mars ke matahari kira-kira 227,9 km. Mars mempunyai kutub es yang diberi nama Olympus dengan ketinggian 23.000 m dari permukaan tanah sekitarnya. Planet ini mempunyai 2 satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Planet ini mengorbit selama 686 hari dalam mengelilingi matahari. Dalam mitologi Yunani, Mars identik dengan dewa perang, yaitu Aries, putra dariZeus dan Hera

Jupiter

9

Planet jupiter adalah planet yang terbesar dalam tata surya.Diameternya 13.000 km, dengan jarak rata-rata ke matahari 778,3 juta km. Jupiter memiliki periode rotasi selama 10 jam dan periode revolusi adalah 11,86 tahun. Awan yang berputar pada jupiter bergerak dengan kelajuan 200 mil per jam. Atmosfer jupiter terdiri dari hidrogen (H), helium (He),metana (CH4), dan amonia (NH3). Suhu di permukaan planet ini berkisar dari -140oC sampai dengan 21oC. Seperti planet lain, Jupiter tersusun atas unsur besi dan unsur beratlainnya. Jupiter memiliki 63 satelit, di antaranya Io,Europa, Ganymede, Callisto (Galilean moons)

Saturnus
Saturnus merupakan planet yang mudah dibedakan dengan planet lainnya, karena planet ini mempunyai cincin. Cincin tersebut adalah bongkahan-bongkahan es meteorit dengan lebar 402.000 km dan tebal 15 km dengan Suhu di permukaan Saturnus adalah -170 oC. Saturnus berevolusi dalam waktu 29,46 tahun. Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus, dan Matahari akan berada dalam satu garis lurus. Selain berrevolusi, Saturnus juga berrotasi dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 10 jam 14 menit. Saturnus memiliki kerapatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya berupa gas dan cairan. Inti Saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat. Atmosfer Saturnus tersusun atas gas amoniakdan metana. Hal ini tentu tidak memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus Saturnus diketahui memiliki 56 buah satelit alami. Tujuh diantaranya cukup masif untuk dapat runtuh berbentuk bola di bawah gaya gravitasinya sendiri. Mereka adalahMimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan (Satelit terbesar dengan ukuran lebih besar dari planet Merkurius), dan Iapetus.

Foto saturnus

Uranus
Planet Uranus ditemukan oleh Wiliam Herschel pada tahun 1781, planet ini terselubung kabut tebal terutama terdiri dari gas metan. Garis tengahnya kira-kira empat kali garis tengah bumi. Uranus merupakan planet pemantul cahaya matahari yang baik. Oleh karena itu kita dapat mudah melihat planet itu berwarna biru. Keunikan planet ini adalah poros putaranya hampir berimpit dengan bidang edarnya. Jarak rata-rata ke matahari 2.369 juta km. Kala revolusi planet uranus adalah 84 tahun, dengan kala rotasinya 17,25 jam Uranus memiliki diameter mencapai 51.118 km dan memiliki massa 14,54 massa Bumi. Bentuk planet ini mirip dengan Bulan dengan permukaan berwarna hijau dan biru. Uranus memiliki 18 satelit alami, diantaranya Ariel, Umbriel, Miranda, Titania, dan Oberon.

Neptunus

10

Neptunus merupakan saudara kembar dari Uranus yang ditemukan pada Agustus 1846. Neptunus memiliki jarak rata-rata dengan Matahari sebesar 4.450 juta km. Pada planet ini tidak terdapat kehidupan dengan suhu permukaan planet -120 oC. Neptunus memiliki diameter mencapai 49.530 km dan memiliki massa 17,2 massaBumi. Periode rotasi planet ini adaah 16,1 jam., sedangkan periode revolusi adalah 164,8 tahun. Bentuk planet ini mirip dengan Bulan dengan permukaan terdapat lapisan tipis silikat. Komposisi penyusun planet ini adalah besi dan unsur berat lainnya. Planet Neptunus memiliki 8 buah satelit, di antaranya Triton, Proteus, Nereid, dan Larissa.

Satelit
Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Satelit mengelilingi matahari dan satelit tidak menghasilkan cahaya sendiri. Satelit tampak bercahaya karena memantulkan cahaya matahari yang jatuh pada permukaannya. Terdapat dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan. Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.Bulan adalah satelit pengiring planet bumi, hampir seluruh planet dalam tata surya memiliki satelit. Berikut adalah jenis dari satelit buatan yang ada saat ini : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Satelit astronomi Satelit komunikasi Satelit pengamat Bumi Satelit navigasi Satelit mata-mata Satelit tenaga surya Stasiun angkasa Satelit cuaca

Foto Phobos Satelit alam mars Planet Bumi Jupiter Satelit Bulan Ganimede Calistro Io Europa Titan Rhea Diameter (km) Massa (1020kg) 3 476 735 5 262 1 4 800 1 3 630 3 138 480 5 1 150 1 530 Jarak dari planet (km) 384 000 482 1 070 000 077 1 883 000 894 422 000 671 000 346 1 25 222 527 000 000

Saturnus

11

Uranus

Neptunus

Lapetus Dione Tetis Titania Oberon Umbriel Ariel Triton

1 1 1 048 1 1 1 1 160 2 720

435 120 7,5 610 550 190 13 -

19 3 11 295 000 35 29 13 191 000 355 000

561 377 436 583 266

000 000 000 000 000

Asteroid
Asteroid adalah benda-benda angkasa kecil yang mengelilingi matahari. Hampir seluruh asteroid berada diantara garis edar planet Mars dan Jupiter. Arah revolusi asteroid sama dengan arah revolusi planet. Kadang asteroid sering disebut planet minor. Asteroid terbesar yang kini dikenal adalah 2001 KX 76, lintasan orbitnya di dekat Pluto yang ditemukan pada 23 Agustus 2001. Asteroid pertama kali ditemukan oleh Giuseppe Piazzi, seseorang astronom dari Sisilia pada tanggal 1 Januari 1801, namun hanya 30 buah yang memiliki garis tenggah lebih dari 200 km.

Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tatasurya tata surya berjumlah total antara 1.1 hingga 1.9 juta. Astéroid terluas dalam sistem tatasurya sebelah dalam yaitu Ceres, dengan diameter 900-1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam yaitu Pallas dan Vesta dengan diameter kurang lebih 500 km. Bentuk orbit asteroid juga berbentuk elips, sebagian asteroid memiliki orbit yang menyimpang, Trojan merupakan kumpulan asteroid yang orbitnya berhimpit dengan orbit Jupiter, dengan jumlah asteroid yang begitu banyak hingga nampak seperti pita.

Foto. Asteroid-Trojan

Komet
Komet adalah benda angkasa kecil yang mengelilingi matahari pada orbit yang sangat lonjong. Sudut kemiringan orbit komet terhadap ekliptika bervariasi dan kadang sangat besar. Komet terbentuk dari gas (karbon dioksida, metana, ) dan debu yang membeku, ketika mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Ekor komet selalu terarah menjauhi matahari yang disebabkan adanya hembusan angin matahari. Komet ditemukan pertama kali oleh Tycho Brahe pada tahun 1577. Komet ini dinamai komet besar. Komet pertama yang diketahui muncul berulang adalah Komet Halley, nama ini diambil dari nama seorang astronom Inggris, Edmunt Halley. Komet ini muncul setiap 76 tahun sekali. Komet Halley pernah muncul tahun 1571,1607,1682,1757, dan terahir tahun 1986, dan mungkin akan muncul kembali pada tahun 2061. Terdapat beberapa komet yang terkenal, diantaranya: · Komet Halley, . · Komet West · Komet Encke, · Komet Hyakutake · Komet Hale-Bopp

12

Komet mempunyai orbit berbentuk elips, ia mempunyai dua ekor

Komet Halley

Komet Hyakutake pada 25 Maret 1996.

Meteorid
Ruang antar planet mengandung banyak partikel, partikel-partikel tersebut dinamakan meteorid. Meteorid yang memasuki bumi dan menyala akibat gesekan dengan atmosfer dinamakan meteor. Meteor sering kita sebut bintang jatuh. Dalam sehari sekitar 100 ± 1000 ton materi meteorit menghantam Bumi. Materi-materi yang berbentuk debu sampai dengan objek berukuran beberapa kilometer, bergerak memasuki Bumi dengan kecepatan lebih dari 11 km/s. Materi-materi yang berbentuk debu sampai dengan objek berukuran beberapa kilometer, bergerak memasuki Bumi dengan kecepatan lebih dari 11 km/s. Kebanyakan meteor habis terbakar karena bergesekan dengan atmosfer bumi.

Meteorid yang sampai Bumi dinamakan meteorit. Meteorit terbesar yang diketahui adalah yang jatuh di Hoba West, Namibia. Volum meteorit tersebut berkisar 7 m 3 dengan massa 60 ton. Bukti-bukti jatuhnya objek-objek luar angkasa ini bisa terlihat dari kawah yang terbentuk di berbagai belahan Bumi. Kawah terbesar adalah kawah Barringer di Arizona yang berdiameter lebih dari 1000 m dan memiliki kedalaman 170 m

Dampak meteor yang jatuh di Arizona

Foto meteorit

13

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->