P. 1
Referat Sub Div Endokrin - DM tipe 1 ARDYrevisiakhiiiiirrrrr

Referat Sub Div Endokrin - DM tipe 1 ARDYrevisiakhiiiiirrrrr

|Views: 375|Likes:
Published by Ardy Moefty

More info:

Published by: Ardy Moefty on Apr 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM FAKULTAS KEDOKTERAN UNPAD RS HASAN SADIKIN BANDUNG REFERAT SUB BAGIAN ENDOKRINOLOGI DAN

METABOLISME PATOGENESIS DAN PENATALAKSANAAN DM TIPE 1 26 November 2009 Oleh : Ardy Moefty, dr.

I. PENDAHULUAN Selama proses pencernaan, tubuh akan mendapatkan kabohidrat dari sumber makanan yang akan dipecah menjadi molekul-molekul gula. Salah satu molekul tersebut adalah glukosa, sebagai sumber energi utama untuk tubuh. Glukosa diabsorbsi secara langsung ke dalam pembuluh darah setelah setelah makan, tetapi tidak dapat langsung masuk keadalam sel/ jaringan untuk digunakan sebagai energi. Glukosa baru dapat digunakan sebagai bahan energi perlu di bantu insulin yaitu hormon yang dieksresikan oleh sel β-pankreas.3 Pada saat kadar glukosa darah dalam plasma meningkat, merupakan signal sel terhadap sel β-pankreas akan mengeksresikan insulin ke dalam darah. Kemudian insulin melalui reseptornya akan membantu glukosa masuk ke dalam sel sebagai upaya menurunkan kadar gula darah. Terjadinya penurunan kadar gula darah ini mencegah terjadinya peningkatan terusmenerus kadar glukosa darah yang dapat membahayakan (hiperglikemia), yang akhirnya kadar gula darah akan menurun ke dalam batas normal kembali. Kadar glukosa darah dipertahankan dalam keadaan normal dilakukan oleh peran insulin lainnya yaitu berperan dalam produksi glukosa dari organ hepar (Glukoneogenesis). Pada individu yang bukan diabetes , kadar normal dalam puasa akan dipertahankan sekitar 70 sampai dengan 100 mg/dl. 3,

1

kembar monozigot 50 persen. Studi di Boston perbandingan gender pria dengan wanita pada usaia kurang dari 6 tahun yaitu 3:2. Epedemiologi terjadinya DM tipe 1 di Negara Amerika Serikat dimana 2/3 dari Diabetes secara keseluruhan pada pasien kurang dari 19 tahun.000 anak kurang dari 15 tahun). Pada penderita dengan penyebab autoimun. yang menyebabkan glukosa darah yang tinggi dalam darah 1. DM tipe 1 2. Adapun presentasi klinis diabetes tipe 1 diantaranya : • • Gejala klasik Ketoasidosis diabetik 2 1. gender wanita lebih banyak dibandingkan pria.2 Secara umum diabetes dibagi menjadi : .1 sampai 0. dengan ayah penderita DM tipe 1 5-8 persen.Diabetes adalah berkurangnya insulin atau karena adanya berbagai faktor yang menghambat kerja insulin. Di Amerika insidensi 15 sampai 17 per 100. dengan ibu penderita DM tipe 1 sebanyak 2-4 %.000 anak). kedua orangtua diabetes tipe 1 sebanyak 30 persen. DM tipe 2 3. DM pada kehamilan (Gestational DM) Pada penderita dengan Diabetes tipe 1 dimana adanya kerusakan pada sel beta pankreas sehingga menyebabkan gangguan produksi insulin.5 per 100. Resiko genetik tanpa riwayat keluarga dengan diabetes tipe 1 yaitu 0. Berbanding di Venezuela dan China (0. 1. DM tipe lain 4. Insidensi tertinggi ditemukan di Negara Finlandia dan Sardinia (37 samapi 45 per 100. kembar Dizygotik 8 persen.4 %. Usia 4 sampai dengan 6 tahun dan pada usia pubertas (10 sampai dengan 14 tahun).000 anak.

yang memproduksi glukagon) . Mekanisme kematian sel beta tidak diketahui secara pasti. Setelah semua sel beta hancur. yang mengakibatkan defisiensi insulin absolute.5 Jadi Diabetes tipe 1A sangat kuat berhubungan dengan HLA spesifik defesiensi insulin yang severe. II.• Silent (asimptomatik) Pada gejala klasik dimana adanya hiperglikemik dengan gejala poliuria. Diduga sel beta dirusak karena efek dari beberapa sitokin ( Tumor Necrosis Factor. dan sel islet menjadi atrofi dan marker imunologi akan menghilang. . 5. Sel T limfosit berploriferasi (karena rangsangan protein sel islet) yang pada akhirnya menghasilkan sitokin yang menyebabkan insulitis. Secara patologi sel islet pancreas diinfiltrasi dengan sel limfosit (insulitis). Diduga berkaitan dengan metabolisme NO (nitrit 3 . DM tipe 1 dapat disebabkan kelainan imun 1. proses inflamasi mereda. delta sel ( yang atau PP sel ( memproduksi pancreatic Faktor autoimun Sel islet (alfa sel memproduksi somatostatin) polipeptida) secara embriologikal dan fungsional sama dengan sel beta dan mempunyai struktur protein yang sama dengan beta sel.2 atau idiopatik. dan merupakan penyakit autoimun multifaktorial . PATOGENESIS DM TIPE 1 Diabetes mellitus tipe 1 atau dahulu disebut insulin dependent diabetes.6 dan sangat sering Percobaan pada tikus dapat diidentifikasi setelah adanya gangguan humoral dan selular sehingga imun sistem membentuk islet sel autoantibodi kemudian mengaktifasi limfosit di islet sel. Studi terhadap proses autoimun pada manusia dan hewan percobaan untuk DM tipe 1A dimana didapatkan abnormalitas pada humoral dan selular untuk sistem imun. adalah diabetes yang disebabkan kerusakan sel beta pancreas. polidypsi dan kehilangan berat badan. kelenjar limfa peripancreatik dan sistim sirkulasi. Pada pasien dengan DM tipe 1 sering memberikan manifestasi Ketoasidosis diabetik 15 sampai 67 persen. Interferon dan interleukin-1).

1 Autoantibodi dan imunitas selular. Sembilan puluh persen dari pasien DM tipe 1 memperlihatkan adanya DR3 atau DR4 atau keduanya. Sedangkan DR2 bersifat protektif terhadap terjadinya DM. MHC molekul terdiri dari rantai alfa dan rantai beta yang berbentuk suatu peptida pengikat dimana antigen berhubungan dalam patogenesis DM tipe 1. dan ini menjelaskan kenapa DM tipe satu banyak terjadi di Scandinavia dan Sardinia. Faktor Genetik Major histocompatibility complek antigen berkaitan dengan beberapa aktivitas imunologis. Regio ini terdapat gen dengan kode MHC class II yang terdapat di permukaan sel dengan peran seperti makrofag. Adanya insulinitis saat onset diabetes tipe 1 merupakan akibat dari selsel inflamasi (seperti : sel T sitotoksik. Autoantibodi sel Islet tidak menyebabkan kerusakan sel Islet. MHC Gen mayor yang didua ada pada penderita dengan DM tipe 1 yaitu MHC pada regio HLA pada kromosom 6p.oxide) dan sel CD8_T yang bersifat sitotoksik. dan makrophag) saat destruksi oleh 4 . Pasien dengan genetik LA DR 3 dan DR4 mempunyai persentase yang besar untuk terjadinya DM tipe 1. dapat meningkatkan dan menurunkan autoantigen yang merupakan curiga suatu DM tipe 1. Substitusi pada satu atau dua posisi masing masing rantai. Tidak untuk etnik China. Prevalensi variasi genetik pada tiap etnik berbeda .

dan anemia pernisiosa peningkat pada penderita DM tipe 1. Addison disease. Saat onset diabetes tipe 1 diketahui Makrophag memproduksi sitokin yang akan mengaktivasi limfosit. Beberapa upaya telah dibuat untuk mencegah onset dari diabetes tipe 1.sel B. mempertinggi insidensi penyakit autoimun lain pada DM tipe 1. dan berbahaya bila digunakan secara rutin. Penggunaan nicotinamide juga pernah dilakukan.1 Penyakit autoimun lain juga berkaitan dengan DM tipe 1. Imunosupresan dapat mencegah kerusakan fungsi islet cell. namun remisi permanen tidak mudah dicapai. namun tidak memberikan benefit. insidensi terjadinya celiac disease. hipotiroid. Adanya sel islet antibody yang persisten. Faktor Lingkungan 1 5 .

Diabetes pada pasien dengan sindrom congenital Rubella diduga satusatunya bentuk diabetes tipe 1A yang disebabkan infeksi virus. dan bahan yang mengandung nitrosurea. 2 Faktor lingkungan yang paling berperan menyebabkan terjadinya DM tipe 1 adalah infeksi virus. rubella. retrovirus. Virus yang berhubungan dengan kejadian DM tipe 1 pada manusia antara lain mumps. Coxsackie B. pada pasien baru dengan DM tipe 1 dapat memperlihatkan bukti serologis infeksi virus. Yang termasuk pencetus lingkungan termasuk didalamnya yaitu virus . Bukti infeksi virus sebagai bagian etiologi diperoleh dari model hewan.Beberapa lingkungan dapat mencetuskan proses autoimun pada individu dengan dugaan genetik. Infeksi 6 . Identifikasi faktor lingkungan sangat sulit karena kejadiannya yang mendahului beberapa tahun sebelum terjadinya Diabetes Melitus (Gambar 1). Sebagai tambahan. Gambar 1. dan Epstein-Barr virus. protein susu sapi. cytomegalovirus. Beberapa virus dapat menyerang sel B pancreas secara langsung melalui efek cytolytic atau dengan memicu serangan autoimun terhadap sel B pancreas.

kongenital diabetes. .7 Penelitian di Finlandia didapatkan (albumin serum sapi) . 1 Studi lain menyebutkan antara 30-50% 2. merangsang suatu Diduga beberapa komponen albumin di susu sapi respon. dan omponen tersebut autoimun peningkatan resiko untuk terjadinya DM tipe 1 yang berhubungan dengan pengenalan susu sapi formula lebih dini pada bayi dan pada anak-anak yang 7 .2 2 DM tipe 2. sebagai bahan dasar susu formula. hanya seperti dari pasangan mengalami DM tipe 1. Sedangkan pada 1. hampir semua pasangan kembar monozigot terkena. non Rubella tidak menunjukkan adanya hubungan terjadinya Kerusakan sel beta pancreas pada DM tipe 1 merupakan kombinasi dari faktor genetic dan lingkungan yang menjadi pemicu serangan autoimun terhadap sel beta pancreas. lingkungan diketahui menjadi pemicu pada dua pertiga kasus DM tipe 1. Faktor Susu sapi diduga sebagai salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi terjadinya diabetes tipe1. Pada kembar monozigot identik.

dapat memberikan efek resiko berkembangnya islet sel autoantibodi (IA). 9 Faktor perinatal diduga berhubungan dengan meningkatnya resiko DM tipe 1 pada studi Dimana terhadap 892 anak dengan diabetes dan 2991 anak normal di Eropah. neonatal respiratory distress. Namun penelitian secara cross-sectional tidak ada evidens yang berhubungan antara terpapar dini susu sapi untuk terjadinya DM tipe 1. Terdapat hubungan langsung antara berat badan lahir dengan dengan resiko untuk terjadinya diabetes tipe 1. golongan dengan pemberian sereal sebelum usia tiga bulan sejumlah 99.100 berhubungan dengan berkembangnya IA .11 Kejadian DM tipe 1 diduga suatu respon sel mediated untuk protein susu sapi yang spesifik. Dalam dua studi prospektif yang cukup besar datanya.anak dari sepuluh negara mempunyai hubungan yang sangat kuat antara insidensi DM tipe 1 dengan konsumsi beta-casein. dan jaundice. yang berperan dalam patogenesis DM tipe 1. Insidensi mencapai 30% lebih tinggi pada daerah dengan konsentrasi nitrat dalam minumannya yaitu diatas 14. Nitrat — Studi di Colorado dan di Yorkshire ditemukan insidensi terjadinya Diabetes tipe 1 berhubungan dengan konsentrasi nitrat dalam minuman.8 mg/L berbanding dengan daerah dengan konsentrasi nitrat dalam minumannya dibawah 3.mengkonsumsi susu.13 Peningkatan resiko berhubungan dengan sereal yang mengandung gluten.Suatu studi epidemiologi pada anak. inkompatibilitas golongan darah ABO.10 Usia ibu >25 tahun. preeklamsi. beta-casein .2 mg/L.8 Beberapa prospektif studi menyatakan tidak ada hubungan antara memberikan susu sapi dengan berkembangnya autoimunitas sel islet pada anak untuk berkembang menjadi DM tipe 1. 14 Pengenalan awal dari 15 gluten (usia < 3 bulan) meningkatkan resiko terkena penyakit Celiac..pada bayi dengan resiko tinggi Dm tipe 1 waktu untuk pemberian sereal. dibandingkan 99 dengan golongan yang diberikan setelah tujuh bulan. berat badan lahir rendah diduga menjadi penyebab meningkatnya resiko.12 Sereal -. pada bayi yang beresiko tinggi DM tipe 1 . 8 .

Setelah 3 sampai 5 tahun setelah didiagnosis diabetes. Kehilangan C peptide ini berhubungan dengan peningkatan kebutuhan insulin. dan perburukan metabolisme. beberapa anak sudah tidak mempunyai C peptide.Perjalanan terjadinya DM tipe 1 Sel islet autoantibodi ada pada beberapa bulan setelah kelahiran. dan sering berkembang setelah usia 9 bulan. Sejalan dengan waktu (antara beberapa bulan atau tahun) setelah didiagnosis diabetes. Berkembangnya autoantibodi mempunyai kadar yang sangat tinggi. Autoantibodi ini sangat berpengaruh terhadap resiko terjadinya diabetes tipe 1A. Diabetes tipe 1 sangat sulit untuk dideteksi . PENCEGAHAN DIABETES TIPE 1 Pasien dengan diagnosis DM tipe 1 mempunyai sel beta normal lebih kurang antara 10 % sampai 50 % dimana pasien muncul dengan gejala diabetes yang khas seperti Ketoasidosis dimana sekresi insulin yang sedikit. Dalam tertinggi usia insulin antara 9 bulan sampai 3 tahun. 5 persen kejadian anak dengan diabetes tipe1. Keadaan ini disebut dengan “Honeymoon” Phase dari diabetes tipe 1. peningkatan sekresi insulin dan keadaan dimana kebutuhan akan insulin sangat sedikit. Prediksi untuk DM tipe 1 diantaranya menggunakan genetik marker untuk yang beresiko DM tipe 1. beta sel yang bertahan tadi akan mati dan sekresi C-peptida berkurang secara progresif. Pertahanan terhadap C peptide mempunyai peran yang penting suatu usaha untuk mencegah kerusakan sel beta lebih lanjut setelah onset terjadinya diabetes. Biasanya DM tipe 1 yang tidak dideteksi. Dengan pemberian insulin dengan regulasi gula darah akan membuat gula darah yang stabil . Autoantibodi pertama yaitu insulin autoantibodi perkembangannya autoantibodi ini akan mengakibatkan terjdainya diabetes. Beberapa kasus baru diketahui adanya diabetes tipe 1 setelah adanya gejala koma dengan hiperglikemik dan beberapa kasus ketoasidosis dan edema otak. Lebih dari 90 persen pasien dengan 9 . Wanita dengan diabetes gestational. namun jika orangtua dengan riwayat diabetes akan sangat mudah untuk skrining. Genetik yang memungkinkan terjadinya DM tipe 1 diantaranya HLA region pada kromosom 6p.

diduga mempunyai peran regulasi sel T dan memberikan generasi autoimun pada penderita DM tipe 1. DRQB*0302 dan atau DR3. Percobaan pencegahan Pencegahan primer untuk diabetes tipe 1 terdiri dari 3 diantaranya dimana pencegahan terjadinya perkembangan pencegahan primer. pemberian nikotinamida. Percobaan tidak memberikan efek yang berarti untuk mencegah terjadinya penghancuran sel beta.Diabetes tipe 1 terdapat gen DR4. Beberapa usaha pencegahan agar tidak terjadinya kerusakan sel beta lebih lanjut setelah terjadinya diabetes diantaranya dengan pemerian siklosporin. Pemberian Anti-CD3 antibodies .sakit kepala dan hipotensi). Pemberian Siklosporin dimana memberikan efek imunosepresan. Dan pencegahan tersier yaitu setelah terjadinya onset diabetes atau termasuk transplantasi sel islet. DQB*0201. Pemberian anti CD-3 antibodi memberikan efek yang sangat signifikan. Pencegahan sekunder pencegahan sel beta setelah aktifasi autoimunitas sel islet. namun beberapa efek samping membuat benefit negatif. Test glukosa tolerans intra vena ( Intra Vena Glucose Tolerance Test) dimana serum insulin meningkat dari baseline setelah sepuluh menit pemberian glukosa berhubungan dengan fungsi sel beta. azathioprine dan methotrexate. namun CD3 monoclonal antibodi tidak dapat digunakan karena akan memberikan efek samping sitokin mediated TNFa yang begitu besar. Autoantibodi ini sudah digunakan dengan baik untuk pengobatan penyakit akut renal allograft dan psoriatik artritis. pencegahan sekunder dan pencegahan tersier. Modifikasi CD 3 mononukleal antibodi ini memberikan efek samping yang sedikit ( demam. Pemberian thymoglobulin atau antithymocyte globulin (ATG) mempunyai benefit yang baik pada penderita DM tipe 1. glutamic acid decarboxylase dapat dideteksi pada periode preklinis pada DM tipe 1. autoimunitas terhadap sel islet. Penggunaan marker imunologi diantaranya autoantibodi serum sel islet. insulin. Mekanismenya sendiri belum jelas. Pada pasien yang baru saja didiagnosis 10 . Efek samping yang besar seperti resiko imunosepresi dan nefrotoksik membuat siklosporin terapi tidak memberikan benefit pada pencegahan kerusakan sel beta. Beberapa percobaan untuk pencegahan kerusakan sel beta ini diantaranya dengan vaksinasi BCG. yang dilakukan percobaan pada mencit.

Pemberian Anti CD 20 atau Rituximab dimana digunakan untuk terapi B sel neoplasia dan sebagai antibodi mediated penyakit autoimun.dengan diabetes dimana memberikan efek perpanjangan “fase honeymoon” pada penderita DM 1. Studi terhadap 10.000 anak diberikan vitamin D (2000IU/hari) mempunyai efek mengurangi resiko terjadinya DM tipe 1 dibandingkan pemberian vitamin D dosis 11 . Penelitian untuk penggunaan CD 20 pada penderita diabetes tipe 1 masih belum banyak didapatkan informasi. Pada suatu studi Rituximab bermanfaat untuk rheumatoid artritis. Pemberian vitamin D dapat memberikan proteksi untuk terjadinya DM tipe 1. Pencegahan penggunaan susu sapi pada beberapa grup dengan genetik untuk Diabetes tipe 1 dimana didapatkan nilai yang cukup bermakna.

PERBANDINGAN DIABETES TIPE 1 DENGAN TIPE 2 Perbandingan Diabetes tipe 1 dengan tipe 2 12 .rendah (RR0.22).

Insulin Analog 2. intensif terapi dengan penggunaan external pump. 3 Berdasarkan penelitian The Diabetes Control an Complication Trial (DCCT) di Amerika Serikat tahun 1993. Pencapaian target gula darah senormal mungkin ini berhubungan dengan berkurangnya resiko dari komplikasi diabetes. dibandingkan penggunaan insulin konvensional yang berupa pemberian insulin 1-2 kali per hari 2. Insulin NPH b. Target glikemik yang disarankan. bagian gizi. Regular insulin b.DM tipe 1 Reaksi inflamasi pada sel islet Pengrusakan sel B islet Antibodi sel islet (+) Berhubungan dengan HLA Tidak diturunkan secara langsung III. perawat.3 . dan profresi kesehatan lainnya. atau pemberian insulin 3 kali atau lebih akan memperlambat onset dan progresifitas komplikasi mikrovaskular. Insulin Intermediate dan Long acting a. Tujuan dari kerjasama ini terhadap pasien adalah untuk mencapai target gula darah mendekati normal. membutuhkan memerlukan kerjasama baik dari dokter.5% *ACE : American College of Endocrinologist Penggunaan insulin pada DM tipe 1 antara lain3 : 1. PENATALAKSANAAN DM TIPE 1 DM tipe 2 Tidak ada insulinitis Gangguan fungsi sel B Tidak ditemukan antibody sel islet Tidak berkaitan dengan HLA Berkaitan erat dengan faktor genetik Penatalaksaaan DM tipe 1. Glargine 13 . disajikan pada table berikut :3 Parameter Premeal glucose Postprandial glucose HbA1c Normal <100 <140 4-6% ADA 90-130 <180 <7% ACE <110 <140 <6. Berdasarnya rekomendasi American Diabetic Association (ADA) target terapi pada pada DM tipe 1 adalah HbA1c < 7%. Insulin Rapid acting a.

Pemberian insulin dengan pompa insulin external. Kombinasi rapid-acting insulin saat makan (pagi-siang-malam) dan pemberian long-acting insulin sebelum tidur. Puncak (jam) 2-4 1 1 1 6-8 N/A 3-9 Durasi (jam) 6-8 3-4 3-4 3-4 12-16 11-24 6-23 14 . 3. Detemir Preparat Onset (jam) Rapid acting Regular 0.5-1 Lispro 0. Kombinasi rapid acting dan intermediate-acting insulin saat makan pagi dan siang serta intermediate-acting insulin pada malam hari 2.c.25 Aspart 0.25 Glulisine 0.25 Intermediate NPH* 1-3 Long Acting Glargine 1 Detemir 1 *NPH : Neutral Protamine Hagedorn Kombinasi pemberian Insulin3 1.

sekunder mapun tersier. Patogenesis terjadinya DM tipe 1 terdapat banyak teori dan penelitian. Terdapat bermacam insulin yang dapat diberikan pada penderita DM tipe 1. sehingga penderita DM tipe 1 sangat tergantung pada insulin untuk metabolisme glukosa dalam tubuh. 15 . Diduga terjadinya DM tipe 1 karena suatu autoimun yang menyebabkan kerusakan sel beta pancreas.KESIMPULAN Diabetes tipe 1 merupakan bagian dari penyakit Diabetes yang disebabkan kerusakan sel beta pancreas dimana yang menghasilkan insulin. Usaha pencegahan terjadinya DM tipe 1 sudah dilakukan diantaranya pencegahan primer.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->