P. 1
Materi 6 Kopling Tetap

Materi 6 Kopling Tetap

|Views: 925|Likes:

More info:

Published by: Elfonda AndRew Michael on Apr 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPS, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

³ Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros

penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti (tanpa terjadi slip), dimana sumbu kedua poros tersebut terletak pada satu garis lurus atau berbeda sedikit sumbunya. ³

Macam- macam Kopling Tetap
‡ Kopling kaku : kedua sumbu poros harus segaris lurus ‡ Kopling luwes (flexible) : mengizinkan sedikit ketidaklurusan sumbu poros ‡ Kopling Universal : digunakan bila kedua poros akan membentuk sudut yang cukup besar

KOPLING KAKU Kopling Flens Kaku Kopling Flens Tempa Kopling Bus .

KOPLING LUWES ‡ Kopling Flens Luwes Kopling Karet Bintang .

KOPLING Universal Kopling Universal Hook .

2. 4. Pemasangan yang mudah dan cepat Ringkas dan ringan Aman pada putaran tinggi Tidak ada atau sesedikit mungkin bagian yang menjorok (menonjol) 5. Dapat mencegah pembebanan lebih 6. 3. Terdapat sedikit kemungkinan gerakan aksial pada poros sekiranya terjadi pemuaian karena panas. dll. .Hal-hal Penting dalam Perencanaan Kopling Tetap 1.

tidak dapat mengurangi tumbukan dan getaran transmisi. .em ‡ Banyak dipakai pada poros mesin dan transmisi umum di pabrik-pabrik. diikat dengan baut pada flensnya. ‡ Terdiri atas naf dengan flens yang terbuat dari besi cor atau baja cor. ‡ Tidak mengizinkan sedikitpun ketidaklurusan sumbu kedua poros.Kopling Kaku@koplingtetap.

Ukuran KOPLING flens (JIS B 1451-1962) .

Bahan Flens dan Baut .

DIAGRAM ALIR UNTUK MERENCAKAN KOPLING TETAP JENIS FLENS .

Momen puntir rencana T (kg mm) 5. Daya rencana Pd (kW) 4. perlakuan panas. Faktor koreksi fc 3. Sf2 A . Bahan Poros.Mulai 1. kekuatan tarik B (kg/mm2) Apakah poros bertangga atau beralur pasak ? Faktor keamanan Sf1. Daya yang ditransmisikan: P (kW) Putaran poros : n1 (rpm) 2.

Jari-jari filet dari poros bertangga r (mm) Ukuran pasak dan alur pasak 10. Diameter poros ds (mm) 9. Tegangan geser (kg/mm2) B . Tegangan geser yang diijinkan a (kg/mm2) 7. pada pasak 11. Faktor konsentrasi tegangan pada poros bertangga . Faktor koreksi untuk momen puntir Kt Faktor lenturan Cb 8.A 6.

Diameter poros ds (mm) Bahan poros.5 8 9 12. No B X a Sf2 u cb KtX E atauF Ya 13. Perlakuan panas Jari-jari filet dari poros bertangga Ukuran pasak dan alur pasak Selesai .

Tetapi jika bahan poros ditentukan sebagai baja liat misalnya.CATATAN : CAT Bila bahan poros ditentukan sesuai dengan standar. lalu dikalikan dengan 100 dan tambahkan 20 pada hasil perkalian tersebut untuk memperoleh harga kekuatan tariknya .2%. maka kekuatannya dapat diketahui dengan jelas. maka ambillah harga kadar karbon terendah sebesar 0.

Lanjutan«. .

Step 10. ‡ Dalam perhitungan dianggap bahwa hanya 50% saja dari seluruh baut yang berjumlah n buah menerima seluruh beban secara merata. . Pemeriksaan Baut ‡ Sulit sekali untuk menjamin keseragaman distribusi tegangan geser pada baut-baut pengikat flens.

mm) (kg / mm ) 2 .Jika jumlah baut yang menanggung beban dinyatakan dengan ne maka besaranya tegangan geser pada baut dapat dihitung sbb: T 2 B T ! d b X b ne 4 2 8T Xb ! 2 Td b ne B X b e X ba (kg.

5 dan 3. . maka tegangan geser baut b harus dikalikan dengan faktor K b yang dipilih antara 1. Dalam hal ada tumbukan.X ba Wb Sf b x (kg / mm ) b 2 Bagian yang mengalami konsentrasi tegangan seperti bagian ulir harus dijauhkan dari permukaan kontak kopling.

Step 15. ‡ Untuk pemakaian lain umumnya menggunakan besi cor. . Pemeriksaan Flens ‡ Untuk kopling yang dipergunakan bagi tugas-tugas penting seperti menghubungkan turbin dengan generator pakailah baja tempa untuk menghindari bagian yang keropos. jika dikehendaki bahan yang agak kuat pakailah baja cor.

Karena bagian yang keropos rentan terhadap tumbukan. maka faktor koreksi KF harus diambil 2 atau 3 dan dikalikan pada F . XF XF 2T 2 C F X Fa WB Sf F x K F dengan : X Fa .

Contoh Perhitungan: .

Selamat berlatih thankyou .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->