P. 1
POLARISASI CAHAYA

POLARISASI CAHAYA

|Views: 702|Likes:
Published by Rizky Rahman

More info:

Published by: Rizky Rahman on Apr 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2013

pdf

text

original

POLARISASI CAHAYA

Pengertian
Polarisasi cahaya adalah salah satu sifat cahaya yang bergerak secara oscillasi dan menuju arah tertentu. Karena cahaya termasuk gelombang elektromagnetik, maka cahaya ini mempunyai medan listrik, dan juga medan magnet, yang keduanya saling beroscilasi dan saling tegak lurus satu sama lain, serta tegak lurus terhadap arah rambatan (lihat gambar).

Jenis polarisasi melingkar dari gelombang cahaya, dengan medan E (hijau) dan medan H (merah), dan arah rambatan ke atas

Cahaya juga dikategorikan sebagai gelombang transversal; yang berarti bahwa cahaya merambat tegak lurus terhadap arah oscilasinya. Adapun syaratnya adalah bahwa gelombang tersebut mempunyai arah oscilasi tegak lurus terhadap bidang rambatannya. Gelombang bunyi, berbeda dengan gelombang cahaya, tidak dapat terpolarisasi sehingga dia bukan gelombang transversal. Suatu cahaya dikatakan terpolarisasi apabila cahaya itu bergerak me rambat ke arah tertentu. Arah polarisasi gelombang ini dicirikan oleh arah vektor bidang medan listrik gelombang tersebut serta arah vektor bidang medan magnetnya. Beberapa macam / jenis polarisasi: polarisasi linear, polarisasi melingkar, polarisasi ellip s. Gelombang dengan polarisasi melingkar dan polarisasi ellips dapat diuraikan menjadi 2 gelombang dengan polarisasi tegak lurus. Polarisasi linear terjadi ketika cahaya merambat hanya dengan satu arah yang tegak lurus terhadap arah rambatan atau bidang me an d listriknya.

Jenis Polarisasi
1. POLARISASI LINIER Hanya nilai medan listrik E yang berosilasi, arahnya tetap . 1.1 Polarisasi Vertikal

Ex (z, t) = Eox cos (kz - t) x Ey (z, t) = Eoy cos (kz ± t +I) y

yaitu dalam sumbu-y (vertikal). t) = Eoy cos (kz ± t +I) y Jika tidak ada perbedaan fasa (I = 0) dan pada sumbu-x nol (E0x = E0V). t) = Eox cos (kz . maka hanya ada satu komponen.Jika amplitudo pada sumbu-x nol (E0x = 0). t) = Eoy cos (kz ± t +I) y .2 Polarisasi Pada Sudut 45o Ex (z. Merupakan superposisi polarisasi pada arah dan arah-y -x Ex (z. POLARISASI MELINGKAR Nilai medan listrik tetap. maka Ex = Ey. 2.t) x Ey (z. t) = Eox cos (kz . 1. arahnya yang berubah.t) x Ey (z.

POLARISASI KARENA PEMANTULAN o Cahaya yang datang ke cermin dengan sudut datang sebesar 57 .3. Peristi a ini menunjukkan terjadinya peristi a polarisasi. POLAR ASI ELlIPS Mer n gabungan dari polari asi linier dan polarisasi sir ular. maka tidak akan ada cahaya yang dipantulkan oleh cermin II. Polarisator akan menyebabkan . maka sinar yang terpantul akan merupakan cahaya yang terpolarisasi. Jadi nilai dan arah medan listri berubah-ubah Pen ebab Polarisasi 1. Cermin I disebut polarisator. Apabila cermin II diputar sehingga arah bidang getar antara cermin I dan cermin II saling tegak lurus. sedangkan cermin II disebut analisator. Cahaya yang berasal dari cermin I adalah cahaya terpolarisasi akan dipantulkan ke cermin.

Sudut datang sinar yang dapat menimbulkan cahaya yang dipantulkan dengan cahaya yang dibiaskan merupakan sinar yang terpolarisasi. sedangkan analisator akan menganalisis sinar tersebut merupakan sinar terpolarisasi atau tidak. Di mana cahaya yang dipantulkan merupakan cahaya yang terpolarisasi sempuna. POLARISASI KARENA PEMANTUKAN DAN PEMBIASAN Berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan para ilmuwan Fisika menunjukkan bahwa polarisasi karena pemantulan dan pembiasan dapat terjadi apabila cahaya yang dipantulkan dengan cahaya yang dibiaskan saling tegak lurus atau membentuk sudut 90o. r sedangkan sinar bias merupakan sinar terpolarisasi sebagian. 2.sinar yang tak terpolarisasi menjadi sinar yang terpolarisasi. Pada saat sinar pantul dan sinar bias saling tegak lurus (membentuk sudut 90o) akan berlaku . Sudut datang seperti ini dinamakan sudut polarisasi (ip) atau sudut Brewster.

yang memenuhi hukum Snelius dan cahaya l ini tidak terpolarisasi.ketentuan bahwa : i' + r = 90o atau Dari hukum Snellius tentang pembiasan berlaku bahwa : r = 90o - i 3. POLARISASI KARENA ABSORBSI . 4. misalnya pada kristal kalsit. Sedangkan cahaya yang dibelokkan disebut cahaya istimewa karena tidak memenuhi hukum Snellius dan cahaya ini adalah cahaya yang terpolarisasi. POLARISASI KARENA BIAS KEMBAR (PEMBIASAN GANDA) Polarisasi karena bias kembar dapat terjadi apabila cahaya melewati suatu bahan yang mempunyai indeks bias ganda atau lebih dari satu. Cahaya yang lurus disebut cahaya biasa.

Polaroid banyak digunakan dalam kehidupan sehari hari. antara lain untuk pelindung pada kacamata dari sinar matahari (kacamata sun glasses) dan polaroid untuk kamera. 5. Seberkas sinar yang telah melewati polaroid hanya akan memiliki satu bidang getar saja sehingga sinar yang telah melewati polaroid adalah sinar yang terpolarisasi.Selektif Polaroid adalah suatu bahan yang dapat menyerap arah bidang getar gelombang cahaya dan hanya melewatkan salah satu bidang getar. POLARISASI KARENA HAMBURAN Polarisasi cahaya karena peristiwa hamburan dapat terjadi pada peristiwa terhamburnya cahaya matahari oleh partikel partikel debu di atmosfer yang menyelubungi Bumi. Peristiwa polarisasi ini disebut polarisasi karena absorbsi selektif. Cahaya matahari yang terhambur oleh partikel debu dapat .

terpolarisasi. . Hal itu disebabkan oleh warna cahaya biru dihamburkan paling efektif dibandingkan dengan cahaya-cahaya warna yang lainnya. Itulah sebabnya pada hari yang cerah langit kelihatan berwarna biru. 6. Cahaya terpolarisasi melewati zat optik aktif. PEMUTARAN BIDANG POLARISASI Seberkas cahaya tak terpolarisasi melewati sebuah polarisator sehingga cahaya yang diteruskan terpolarisasi. maka arah polarisasinya dapat berputar. misalnya larutan gula pasir.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->