METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF

Konsep Dasar Penelitian Kualitatif David William (1995) mendefinisikan penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah, dengan menggunakan metode alamiah, dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang tertarik secara alamiah. 1 Penelitian kualitatif dari sisi lainnya dikemukakan bahwa hal itu merupakan penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan, dan perilaku individu atau sekelompok orang. Ternyata definisi ini hanya mempersoalkan satu metode yaitu wawancara terbuka, sedangkan yang terpenting dari definisi ini mempersoalkan apa yang diteliti yaitu upaya memahami sikap, pandangan, perasaan dan perilaku baik individu maupun sekelompok orang. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau cara kuantifikasi lainnya. Pengertian ini mempertentangkan penelitian kualitatif dengan penelitian yang bernuansa kuantitatif yaitu dengan menonjolkan bahwa usaha kuantifikasi apapun tidak perlu digunakan pada penelitian kualitatif. 2 Penelitian kualitatif didasarkan pada upaya membangun pandangan mereka yang diteliti secara rinci, dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistik dan rumit. Menurut Moleong, penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.

Karakteristik Penelitian Kualitatif Latar alamiah, Manusia sebagai alat (instrumen), metode kualitatif, analisis data secara induktif, teori dari dasar (grounded theory), deskriptif, lebih mementingkan proses daripada hasil, adanya batas yang ditentukan oleh fokus, adanya kriteria khusus untuk keabsahan data, desain yang bersifat sementara, hasil penelitian dirundingkan dan disepakati.

1 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, Cetakan keduapuluh dua, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset, 2006, hal. 5. 2 Ibid., hal. 6.

tidak ada teori apripori yang dapat mencakupi kenyataan-kenyataan jamak yang mungkin dihadapi. Analisis ini lebih merupakan pembentukan abstraksi berdasarkan bagian -bagian yang telah dikumpulkan. gambar. kemudian dikelompok-kelompokkan. Dengan menggunakan analisis secara induktif berarti bahwa upaya pencarian dat bukan a dimaksudkan untuk membuktikan hipotesis yang telah dirumuskan sebelum penelitian diadakan. Ketiga. hal. . Peneliti dalam hal ini menyusun atau membuat gambaran yang menjadi semakin jelas. dan bukan angka-angka. 3 Penelitian kualitatif menggunakan analisis data secara induktif. Ketiga. semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti. wawancara. Ketiga.Penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif yaitu pengamatan. teori dasar-dasar lebih dapat responsif terhadap nilai-nilai kontekstual. analsis induktif lebih dapat membuat hubungan peneliti dengan informan menjadi eksplisit. menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan jamak.. hal. Jadi penyusunan teori berasal dari bawah ke atas (grounded theory).. Pertama. 9-10. 10. atau penelaahan dokumen. analisis demikian dapat memperhitungkan nilainilai secara eksplisit sebagai bagian dari struktur analitik. 5 Ibid. analisis induktif lebih dapat menemukan pengaruh bersama yang mempertajam hubungan-hubungan. Keempat. metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran 3 4 Ibid. Selain itu. 5 Data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata. metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan informan.. penelitian ini mempercayai apa yang dilihat sehingga ia berusaha untuk sejauh mungkin menjadi netral. Pertama. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal. dan akuntabel. proses induktif lebih dapat menemukan kenyataan-kenyataan jamak sebagai yang terdapat dalam data. analisis demikian lebih dapat menguraikan latar secara penuh dan dapat membuat keputusan-keputusan tentang dapat-tidaknya pengalihan pada suatu latar lainnya.4 Penelitian kualitatif lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori substantif yang berasal dari data. Analisis data secara induktif ini digunakan karena beberapa alasan. Kelima. dapat dikenal. Kedua. Dengan deikian. Pertama. Hal itu disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Ibid. Metode kualitatif ini digunakan karena beberapa pertimbangan. hal 10-11. sementara data dikumpulkan dan bagian-bagiannya diuji. yaitu dari sejumlah data yang banyak dikumpulkan dan saling berhubungan. Kedua. Kedua.

penyajian laporan tersebut. catatan atau memo. batas menentukan kenyataan jamak yang kemudian mempertajam fokus. hal. penetapan fokus dapat lebih dekat dihubungkan oleh interaksi antara peneliti dan fokus. teori dibatasi pada pengertian: suatu pernyataan sistematis yang berkaitan dengan seperangkat proposisi yang berasal dari data dan diuji kembali secara empiris. . Pertama. Ketiga. 10 Ibid. desain khususnya masalah yang telah ditetapkan terlebih dahulu apabila peneliti ke lapangan dapat saja diubah. bermacam-macam sistem nilai terkait berhubungan dengan cara yang tidak dapat diramalkan. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal. 11. Jadi. 26. tidak dapat dibayangkan sebelumnya mengenai kenyataan-kenyataan jamak di lapangan. Dengan demikian. Data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara. dan dokumen resmi lainnya. hal. 14. Pada penelitian kualitatif. 8 Ibid.9 Penelitian lapangan (field research) dapat juga dianggap sebagai pendekatan luas dalam penelitian kualitatif atau sebagai metode untuk mengumpulkan data kualitatif.. Pertama.10 6 7 Ibid. Kedua. 6 Penelitian kualitatif lebih banyak mementingkan proses daripada hasil. 13. Ibid. Hal ini disebabkan oleh hubungan bagian-bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses. tidak menggunakan desain yang telah disusun secara ketat dan kaku sehingga tidak dapat diubah lagi. hal. tidak dapat diramalkan sebelumnya apa yang akan berubah karena hal itu akan terjadi dalam interaksi antara peneliti dengan kenyataan. Kedua. Penelitian kualitatif menghendaki ditetapkan adanya batas dalam penelitian atas dasar fokus yang timbul sebagai masalah dalam penelitian.. hal. hal. 7 Penelitian kualitatif menyusun desain yang secara terus-menerus disesuaikan dengan kenyataan di lapangan.8 Landasar teoritis dari penelitian kualitatif bertumpu secara mendasar pada fenomenologi. Ide pentingnya adalah bahwa peneliti berangkat ke µlapangan¶ untuk mengadakan pengamatan tentang sesuatu fenomena dalam suatu keadaan ilmiah atau µin situ¶. 12... 9 Ibid. Seorang peneliti yang mengadakan penelitian kualitatif biasanya berorientasi pada teori yang sudah ada.. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal.