BAB SHOLAT Sholat menurut ahli bahasa adalah doa dan menurut ahli syariat adalah sesuatu pekerjaan

dan perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Menurut semua ulama’ yang beragama Islam dengan berlandaskan hadits dari nabi kita Muhammad saw bahwa sholat pada hakekatnya adalah do’a (hubungan yang paling dekat antara hamba dan Tuhan-nya yaitu Alah SWT) akan tetapi tidak cukup atau tidak syah jika seseorang berdo’a saja tanpa sholat. Bahkan barang siapa yang meninggalkan sholat maka dia termasuk orang kafir, karena sholat termasuk rukun Islam, nabi Muhammad saw yang diutus oleh Allah SWT untuk umat Islam saja beliau melaksanakan sholat hingga kaki-kaki beliau bengkak (membesar), dan beliau memerintahkan sholat atas perintah dari Allah SWT untuk semua orang yang mengakui dan memeluk agama Islam tanpa terkecuali, jadi kalo ada orang yang mengaku memeluk agam Islam tapi tidak sholat berarti orang itu perlu diragukan keIslamannya. Dan sholat adalah kunci dari semua ibadah kita, jika sholat kita benar dan baik, maka semua ibadah kita akan benar dan baik juga seperti yang disabdakan oleh nabi Muhammad saw. Beliau Rasulullah saw bersabda bahwa sholat adalah tiang agama, jika sholat ditegakkan (dijalankan menurut aturan-aturannya), maka dia sudah menegakkan agamanya (melaksanakan semua perintah dari Allah SWT yang ada pada agama Islam). Semoga kita diberi hidayah (petunjuk) dan anugrah dari Allah SWT sehingga dengan kuat dan senang dan benar dalam melaksanakan sholat. Amin.

1.Sholat dibagi menjadi 5 waktu: a.Dhuhur (yaitu awal sholat yang dilakukan di dalam syariat Islam). Masuknya waktu dhuhur dari tergelincirnya matahari (setelah istiwa’/matahari di tengahtengah) sampai ke persamaan ukuran sesuatu benda dengan bayangannya (dan ini ditempat katulistiwa, jika lebih maka ditambah menurut posisi matahari) dan jumlahnya 4 rokaat. b.Asar Masuknya waktu asar dari persamaan ukuran sesuatu benda dengan bayangannya dan ditambah sedikit (akhir waktu dhuhur ditambah sedikit) sanpai ke terbenamnya matahari (bulatannya) dan sholat asar ada 4 rokaat. c.Magrib. Masuknya waktu magrib dari terbenamnya matahari (bulatannya) secara keseluruhan (apabila dilihat dari gunung, maka hilangnya cahaya matahari dan timbulnya gelap dari arah timur) sampai ke terbenamnya mega yang berwarna merah, dan jumlahnya sholat magrib ada 3 rokaat. d.Isya’ Masuknya waktu isya’ dari terbenamnya mega yang berwarna merah (akhir waktu

magrib) sampai ke terbitnya Fajar Shodiq. Fajar Shodiq adalah suatu cahaya membentang luas di langit dari selatan ke utara dan bertambah terang dengan berjalannya waktu, jika sebelumnya dinamakan Fajar Kadzib (dusta) yaitu cahaya yang memanjang di langit dari timur ke barat lalu menghilang cahayanya dan sholat isya’ ada 4 rokaat. e.Shubuh Masuknya waktu shubuh dari terbitnya Fajar Shodiq sampai ke terbitnya sebagian kecil dari matahari (bulatannya) dan sholat shubuh ada 2 rokaat.

2.Udzur-udzur di dalam sholat ada 4 macam: a.Tidur Apabila seseorang tidur sebelum masuknya waktu sholat lalu bangun setelah lewatnya waktu sholat, maka sholatnya dianggap udzur (tidak dosa) jika tidak disengaja, tapi kalo seseorang tidur setelah masuknya waktu sholat maka hukum tidurnya adalah haram dan berdosa dan wajib langsung mengqodo’ sholatnya, kalo sampai melewati batas waktu sholat. Bagi orang yang berada disampingnya orang tidur, maka wajib membangunkan orang tidur tersebut jika sudah masuk waktunya sholat, jika tidak maka dia juga akan mendapatkan dosanya tapi jika sudah dibangunkan tapi dia malas atau sulit dibangunkan, maka sudah terlepas kewajibannya. b.Lupa Tanpa sengaja dan bukan karena kebiasaan. Contoh : jika sudah masuk waktu sholat (dhuhur) lalu diakhirkan dan dia melakukan sesuatu pekerjaan sampai lewat waktu sholat (lewatnya waktu dhuhur dan masuknya waktu ashar) maka hukumnya haram dan dosa. c.Jamak antara 2 sholat, takdim (didahulukan) atau ta’khir (diakhirkan). d.Dipaksa dengan syarat yang memaksa lebih kuat dan jahat, dan tidak bisa meminta bantuan orang lain akan disakiti (dipukul dengan keras atau dibunuh) dan tidak ada pilihan lain.

3.Syarat-syarat wajibnya sholat, diantaranya: a.Islam b.Baligh c.Berakal d.Suci dari haid dan nifas

4.Syarat-syaratnya sholat ada 8 perkara: a.Suci dari hadast besar dan kecil b.Suci dari najis yang berada di baju, badan dan tempat (dan juga yang berhubungan dengan itu semua). c.Menutupi aurotnya. d.Menghadap ke kiblat. e.Masuknya waktu sholat. f.Mengetahui tentang kewajibannya sholat. g.Tidak menyakini bahwa salah satu fardhu sholat itu hukumnya sunnah. h.Menjauhi sesuatu yang membatalkan sholat dengan bersentuhan wanita yang bukan muhrimnya, memegang kemaluannya, keluar angin/air dari salah satu dua lubang atau memutuskan sholatnya (membatalkannya sendiri). 5.Aurat dibagi menjadi 4 bagian: a.Auratnya laki-laki pada saat sholat atau bukan, yaitu antara pusar sampai ke lututnya dan sunah menutupi badan yang atas dengan memakai baju. b.Auratnya perempuan yang merdeka (bukan budak / hamba sahaya) di dalam sholat yaitu semua badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangan. c.Auratnya perempuan yang merdeka atau budak jika ada orang yang bukan mahromnya yaitu semua badannya. d.Auratnya perempuan ketika ada mahromnya yaitu antara pusar sampai ke lutut.

6.Rukun-rukunnya sholat ada 17 perkara: a.Niat, misalnya: Usholli fardhol dhuhri arba’ rokaatin lillahi ta’ala. Jika sholat wajib maka niatnya harus menyebutkan kalimat usholli, kemudian menyebutkan sholat yang akan dikerjakan, misalnya dhuhur atau ashar, dll) kemudian menyebutkan kalimat fardhon. Jika sholat sunnah cukup dengan menyebutkan kalimat usholli kemudian sholat yang akan dikerjakan, misalnya : dhuha atau witir atau tahajud atau qobliyah atau ba’diyah. b.Takbirotul ihram, yaitu kalimat “ALLAHU AKBAR” Adapun syarat-syaratnya diantaranya:

misalnya : AAALLAHU … .Tidak boleh menambahkan huruf wawu diantara lafadz Allah dan Akbar. jika tidak bisa maka dibaringkan menghadap kiblat dengan tangan kanan dibawah seperti posisi jenazah waktu dikuburkan). misalnya: ALLAHUUUUWAKBAR. maka takbirnya makmum setelah takbirnya imam. . .Memakai lafadz AKBAR . menurut semua imam basmalah juga termasuk Fatihah. contoh ar-rohman. misalnya : akabbar.Membaca surah Al-Fatihah. dll.Tidak menambah hamzah diawal lafadz ALLAH. tapi harus diusahakan terus-menerus dengan syarat tidak was-was (ragu-ragu)) c.Harus memakai bahasa Arab (kalo terjemahannya tidak sah) . apabila tidak mampu dengan berbaring (caranya jika kepala bisa diangkat maka kepala diberi bantal dihadapkan kiblat dengan kaki diluruskan dan telapak kaki menghadap kiblat. .. contoh : akbaaaar .Memakai lafadz ALLAH (tidak boleh diganti dengan nama-nama dari Asmaul Husna). jika menurut Imam Maliki maka basmalahnya cukup dipelankan diposisi jahar dan semua ada marja’marja’nya hadits dari rasulullah saw.Menghadap kiblat .Bagi yang berjamaah. maka tidak sah) . dan syarat-syaratnya membaca basmalah diantaranya: .Berusaha menyamakan tatkala mengucapkan takbir dengan bersama mengucapkan niat dalam hati (jika tidak bisa tidak apa-apa. jika tidak mampu karena sakit maka boleh duduk.Tidak boleh memanjangkan huruf ba’ di lafadz akbar.Harus mendengar sendiri bacaan takbirnya (menurut kebanyakan manusia mendengarkan sendiri) . isya’ dan shubuh.Waktu membaca takbiratulirham setelah masuknya waktu sholat (jika belum mau mengerjakan sholat. tapi menurut Imam Syafi’i dan Imam Hambali bacaan basmalah harus dijahar (dilantangkan) jika ditempat jahar seperti magrib.Berdiri bagi yang mampu. .Tidak boleh mentasydidkan lafadz akbar.Harus tertib antara lafadz Allah lalu lafadz Akbar . d.

Ruku’. .Dan bermaksud untuk sujud (jadi kalo jatuh dari I’tidal maka tidak sah) .Tidak boleh berhenti dalam membaca surah Al Fatihah sebentar atau lama dengan maksud memutuskan bacaannya. kedua telapak tangan. i.Harus membaca dengan fasih (artinya benar dalam membacanya dan jelas dalam semua tasydid-tasydidnya) . lutut dan kedua telapak kaki (jika lutut tertutup sarung / kain lain maka hukumnya sah) . f.I’tidal (bangun dari ruku’) disunnahkan berdiri tegak lalu mengucapkan bacaan i'tidal.Tuma’ninah yaitu diam sebentar dengan batasan mengucapkan subhanallah. k. h. batas syahnya ruku’ yaitu badan dibungkukkan sampai kedua tangan bisa memegang kedua lutut. disunnahkan sejajar antara kepala.Tuma’ninah sewaktu I’tidal yaitu diam sebentar dengan batasan mengucapkan subhanallah. j.Duduk diantara dua sujud ..Tuma’ninah di ruku’ yaitu diam sebentar dengan batasan mengucapkan subhanallah.Tidak menambah bacaan lain diantara ayat-ayat Al Fatihah.Sujud dua kali adapun syarat-syaratnya adalah: .Harus menempelkan 7 anggota sujud ditempat sujud tanpa penghalang . e.Kepala lebih rendah daripada punggung yang paling bawah. g.Harus tertib dalam bacaan fatihah . punggung dan dubur dan membaca bacaan ruku’.Harus membaca semua surah Al Fatihah termasuk basmalah .Anggota sujud : kening.

Sunnah-sunnah di saat sholat. .Berdiam sebentar diantara: .Sunnah-sunnahnya sholat. minimal : Allahumma sholli ala Muhammad.Mengarahkan pandangan matanya ke tempat sujud. dan paling sempurna mengucapkan sholawat ibrohimiyah.Tasyahud akhir (tahiyat akhir) n.Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan jari-jari tangan kanan memegang pergelangan tangan kiri lalu meletakkan keduanya dibawah dada.l. membaca basmalah.Posisi duduk tatkala bertahiyat akhir. iqomah. adapun tempat yang sunnah tatkala mengangkat kedua tangan yaitu: Ketika takbiratul ihram Ketika akan ruku’ Ketika bangun dari ruku’ (i'tidal) Ketika bangun dari tasyahud awal (tahiyat yang pertama) . yaitu: .Salam yaitu mengucapkan Assalamu’alaikum wa rahmatullahi. kecuali jika ada wanita atau sesuatu hal lain dihadapannya yang bisa menganggu konsentrasi) .Tuma’ninah yaitu diam sebentar dengan batasan mengucapkan subhanallah.Tertib (dari a sampai dengan q) 7.Tenang dan berusaha untuk khusu’ .Mengangkat kedua tangannya pada tempatnya. bersiwak. sewaktu setelah takbiratul ihram sampai akan mau ruku’. .Bersholawat untuk nabi Muhammad diwaktu tahiyat akhir.Memahami tentang bacaan-bacaan yang dibacanya wajib atau sunnah . diantaranya: a. dzat yang menciptakannya).Berta’awudz (mengucapkan a’udzubillahi minassyaitonnirojim) . b. m.Sunnah-sunnahnya sebelum sholat yaitu: Memakai wangi-wangian. adzan. o.Membuka kedua matanya (tidak memejamkannya). dengan keadaan tenang tatkala akan sholat dan khusu’ tatkala akan sholat (menghadirkan ruh dan pikirannya dengan memusatkan di satu tujuan yaitu menghadap Allah SWT. p. q. berpakaian yang rapi.

10. dll 9. maka tidak batal sholatnya).Sujud Syahwi Sujud syahwi adalah sujud yang dilakukan karena meninggalkan sesuatu bagian dari sholat. diantaranya: a. diantaranya: a.Sesuatu yang makruh dikerjakan dalam sholat.Berbicara sedikit atau banyak (jika satu huruf yang tidak berarti.Gerakan yang banyak. Disunnahkan dalam membaca wirid (bacaan) untuk berjamaah (bersama-sama) karena sesuatu yang dibaca dalam kebersamaan (berjamaah) akan menimbulkan kekhusu’an dan akan dikabulkan oleh Allah (jika salah satu yang dikabulkan maka yang lain akan ikut dikabulkan oleh Allah SWT) apalagi yang menuntun bacaannya adalah imam sholatnya.Membaca jahar (lantang) ditempat-tempat sir (pelan) b.Memberi isyarat kepada seseorang tanpa maksud tertentu. yaitu 3 gerakan lebih secara berkesambungan (1 gerakan tangan ke atas maka dihitung 1 gerakan. yaitu : aaamin dan tidak boleh mentasdidkan mim yaitu : aaammmin c. Dengan sujud syahwi maka sesuatu yang kurang pada sholat akan menjadi . dll.Meninggalkan salah satu rukun-rukunnya sholat. jika dengan tangan kiri secara bersamaan maka dihitung 2 gerakan begitu juga jika langkahan kaki). seperti subhanallah. alhamdulillah dan allahuakbar.Makan walau sedikit (jika bekas makanan yang ada diantara gigi-gigi jika tidak bisa dikeluarkan dan tertelan tanpa sengaja maka sholatnya sah) d. b.Menoleh tanpa maksud c.Sesuatu yang membatalkan sholat.antara takbiratul ihram dengan doa pembuka antara ta’awudz dengan bacaan Al Fatihah antara akhir surah Al Fatihah dengan ucapan amin antara ucapan amin dengan bacaan surah-surah yang lain antara bacaan surah-surah dengan ruku’ # dalam mengucapkan amin yang benar yaitu harus memanjangkan alifnya. Lalu berdoa (meminta semua hajat-hajatnya) kepada Allah SWT. 8.Sunnah setelah sholat diantaranya: Membaca wirid yang dilakukan oleh nabi Muhammad saw. c.

Qunut dan dalam keadaan berdiri (bagi yang mampu) dan bersholawat atas nabi Muhammad saw serta keluarga dan para sahabatnya. seperti . . . lalu dia menambah 1 rokaat lagi kemudian disunnahkan sujud syahwi.Tasyahud awal dan duduknya serta bersholawat kepada nabi Muhammad saw. sholawat atas nabi Muhammad saw ditahiyat akhir dan salam. dengan sengaja atau tidak.sempurna tapi tidak meninggalkan rukun-rukunnya sholat. Akan tetapi jika memindahkan bacaan takbiratulihram atau salam bukan pada tempatnya. maka dia harus langsung membaca Al Fatihah dan kemudian disunnahkan sujud syahwi. Rukun qauli adalah takbiratul ihram. Begitu pula kalo dia ragu dalam rokaatnya (saya sudah 3 rokaat atau 2 rokaat dalam sholat magrib) maka dia harus mengambil yang lebih sedikit yaitu 2 rokaat. tasyahud akhir. . b. d. maka batal sholatnya. karena dengan sujud syahwi bisa menyempurnakan kekurangan yang ada pada sholat tersebut (karena meninggalkan hal-hal yang ada di atas). maka disunnahkan sujud syahwi. maka dia harus menambahkan 1 rokaat lagi dan kemudian disunnahkan sujud syahwi. maka hukum sholatnya batal (seperti yang tertera pada semua kitab Fiqih). c.Bersholawat untuk keluarga nabi ditakhiyat akhir. # Jika ragu dalam sholat dan waktu keraguannya lama.Memindahkan rukun qauli yang bukan pada tempatnya tanpa disengaja. Dan caranya yaitu dilakukan setelah tahiyat akhir sebelum salam dengan dua kali bersujud dan membaca “subhanaladzi layashu walayanamu” Adapun sebab-sebabnya: a.Ragu-ragu dalam melakukan rukun Fi’li yaitu dia ragu-ragu apakah sudah melakukan ruku’ (contoh) atau belum? Dan dia diposisi sujud. Maksudnya memindahkan rukun qauli yang bukan pada tempatnya yaitu : sewaktu dia baca Al Fatihah dalam keadaan lupa dia membaca tahiyat akhir. memasukkan makan yang sedikit sekali ke mulut.Sesuatu yang membatalkan jika disengaja tapi tidak membatalkan jika tidak disengaja apabila dilakukan dalam keadaan lupa. Fatihah.Meninggalkan sebagian dari aba’dussholat atau sebagian dari sebagiannya. maka batal sholatnya). Itu semua kalo ditinggalkan dalam keadaan sengaja ataupun tidak. seperti: .

11.Yang membaca dalam keadaan sadar (selain orang yang bermimpi.takbirotul ihram .Sewaktu mendengarkannya langsung bersujud (tidak boleh berselang waktu). g. an-Najm: 62. al-Israa': 107. # Rukun-rukun sujud tilawah diantaranya: . ar-Ra'd: 15. al-'Alaq:19.salam .Sujud Tilawah Adalah sujud yang dilakukan ketika mendengar bacaan Al Qur’an yang ada tertera kalimat Sajadah di dalam Al Qur’an. # Adapun bacaannya : “subhanallah walhamdulillah walailaha illallahu allahuakbar atau subhana rabiyal a’la wabihamdzi. mabuk.Sujud Syukur .Yang membaca satu orang e.duduk .Membacanya satu ayat yang sempurna (jika pada ayat sujud saja / tidak sempurna maka tidak shah) d. al-Haj: 18. 12. Insyiqaaq: 21. an-Nahl: 49. an-Naml: 25. lupa atau dari tape/radio. al-Furqaan: 60. # Ayat-ayat yang berhubungan dengan sujud tilawah diantaranya : Surah al-A'raaf: 206. Adapun syarat-syaratnya diantaranya: a.niat . Maryam: 58.Selain sewaktu melakukan sholat jenazah f.Yang membaca dalam keadaan suci (selain junub. dll).Bagi ma’mum harus sujud mengikuti imam.sujud .tuma’ninah (diam sebentar) . Shaad: 24. c. dibaca 3 kali. haid dan nifas) b. Fusshilat: 38. jika imam tidak sujud maka ma’mum juga tidak sujud.tertib # Adapun caranya yaitu dilakukan dua kali seperti sujud biasa dalam keadaan suci.

Idul Fitri dan Idul Adha.Istisqo’ (meminta hujan) jumlahnya 2 rokaat . Keutamaan sholat sunnah menurut urutannya: .Kusuf (gerhana matahari) jumlahnya 2 rokaat. dan jumlahnya 2 rokaat.Sholat yang berkenaan dengan sebab-sebab: . b. . . Kusuf. kemudian kalimat syukur yang ada pada diri kita sendiri dan di dalam hati (berdoa) dan dalam keadaan suci. # Caranya dengan bertakbirotul ihram kemudian bersujud 2 kali. 13.Sholat terlebih dahulu lalu sebabnya (sholat untuk mendapatkan sesuatu sebab) seperti sholat istikhoroh (meminta petunjuk). maka hukumnya mubah. . kemudian salam. tahiyatul masjid dan sunnah wudhu. Sholat yang tidak disunnahkan dalam berjamaah seperti qobliyah. Adapun bacaannya yaitu : alhamdulillahi. khusuf (gernaha bulan). # Dianjurkan (disunnah) bershodaqoh setelah itu agar ditambah kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah SWT dan agar selalu dijaga dari kekufuran akan nikmat. .Khusuf (gerhana bulan) jumlahnya 2 rokaat.Bab Sholat-sholat Sunnah Sholat sunnah dibagi menjadi 3 macam: a. c. .Sholat mutlak yaitu sholat-sholat sunnah yang lain. .Sholat sunnah mu’aqot (tertentu) Seperti : tarawih (khusus di bulan ramadhan) dan witir (setelah sholat isya’ sampai sebelum shubuh).Sebabnya didahulukan kemudian dilakukannya sholat sunnah seperti : thowaf.Sesuatu kejadian yang terjadi bersamaan dengan sholat seperti : kusuf (gerhana matahari). Idul Fitri.Sujud syukur adalah sujud untuk orang yang mendapatkan kenikmatan dhohir / bathin dari Allah SWT yang lebih dan untuk orang yang telah diselamatkan dari bencana besar / kecil dan ketika kita diberi oleh Allah sifat-sifat yang baik tatkala melihat kebejatan orang lain.Witir jumlahnya 11 rokaat paling banyak dan sedikitnya 1 rokaat. Sholat yang disunnahkan berjamaah yaitu : sholat Idul Adha. ba’diyah dan sholat sunnah yang lain ) jika dilakukan berjamaah. Khusuf dan Tarawih.

Gairu muakadah yaitu sholat yang kadang ditinggalkan nabi Muhammad saw. kecuali sholat yang didahului kejadiannya kemudian sholatnya (seperti : thowaf.Ketika terbitnya matahari sampai terbitnya matahari kira-kira satu tombak (kalo diperkirakan dari jauh). sholat nadzar. 2 rokaat sesudah isya’.Sholat-sholat sunnah yang lain jumlahnya minimal 2 rokaat dan maksimal tidak terbatas. b.Waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan sholat. 2 rokaat sebelum dan sesudah (ba’diyah) dhuhur. dan diperjalanan seperti 2 rokaat sebelum (qobliyah) shubuh.Ketika terbitnya mega kuning sampai tenggelamnya matahari. dalam perjalanan seperti 2 rokaat (setelah 2rokaat) sebelum dan sesudah dhuhur. 4 rokaat sebelum ashar.Muakadah yaitu sholat yang sering dilakukan oleh nabi Muhammad saw. bersabda (yang artinya) Sesungguhnya sholat . . 15. 2 rokaat sesudah magrib. Dari keseluruhan sholat-sholat sunnah dibagi menjadi 2 bagian: .Tarawih jumlahnya 8 rakaat dan maksimal 20 rakaat. Ada 5 waktu: a.Setelah sholat subuh sampai terbitnya matahari. # Sholat jenazah sebaiknya dilakukan sebelum sholat asar. c. tahiyatul masjid dan sunnah wudhu dan sesuatu kejadian yang bersamaan dengan sholatnya (seperti kusuf dan khusuf).Di waktu istiwa’ (matahari pas berada diatas kepala) sampai lewatnya waktu istiwa’ (bergeser) selain hari Jum’at. 2 rokaat sebelum magrib dan isya’ dan lain-lain dari sholat-sholat sunnah. .Setelah sholat asar sampai terbenamnya matahari (akhir waktu asar). d. bahwa Rosulullah SAW. .Rowatib (qobliyah/ba’diyah) jumlahnya 2 rokaat minimal dam maksimal 4 rokaat. di rumah. witir.Bab sholat berjamaah: Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim. dhuha. e.. 14.

Ma’mum laki-laki mengikuti imam laki-laki.Ma.berjamaah lebih tinggi tingkatannya (derajatnya) 25 kali di bandingkan sholat sendiri (munfarit) dan sholat berjamaah sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. f.Antara ma’mum dengan imam tidak boleh ada halangan yaitu kalau ma’mum berjalan mendekati imam dengan cara maju bukan dengan cara meloncat.Ma’mum banci mengikuti imam laki-laki.Ma’mum harus mengetahui semua gerakan-gerakan imam dengan cara melihat atau mendengar dengan jelas melalui imam atau ma’mum yang ada didepan. diantaranya: a. kecuali kalau ma’mum laki-lakinya belum baligh. e. . b. d. i.mum harus berniat ma’muman. j.Ma’mum perempuan mengikuti imam laki-laki.Bagi ma’mum tidak mengetahui kalo imamnya mengerjakan sesuatu yang membatalkan sholatnya. g. b. karena ma’mum berjalan menuju imam dengan berbalik atau mundur).Ma’mum tidak menyakini bahwa imamnya bertayamum sedangkan ma’mum berwudhu dengan memakai air. Keterangan syah dalam berjama’ah: a.Imam harus fasih dalam membaca Al Fatihah.Gerakan ma’mum tidak mendahului gerakan imam dengan dua rukun (ruku’ atau I’tidal dan lain-lain) atau terlambat 2 rukun dari gerakan imam.Imam tidak menjadi ma’mum dari imam yang lain. Adapun syarat-syaratnya berjamaah.Ma’mum tidak boleh melebihi batas imam yaitu telapak kaki ma’mum harus dibelakang telapak kaki imam (tidak bolah sama / mendahului.Ma’mum perempuan mengikuti imam perempuan. k. d.Ma’mum harus dekat dengan imam atau ma’mum yang didepan. h. berbalik badan atau mundur (kalau ma’mum diposisi tingkat maka syah kalau tangga yang menuju ketingkat berada didalam masjid bukan halaman / teras masjid. c.Ma’mum laki-laki tidak boleh mengikuti imam perempuan dalam segala hal.Ma’mum perempuan mengikuti imam banci. c. e.

Berkesinabungan antara sholat ke satu dengan sholat yang ke dua (tidak boleh terputus waktu antara dua sholat (dhuhur dengan ashar).Fasih dalam mengucapkan / membaca surat Al Fatihah dan surat-surat yang lain. 3. a. Syarat-syarat iman diantaranya: a.Niat jama’taqdim pada sholat yang pertama yaitu niatnya diwaktu melaksanakan sholat dhuhur (kalau dhuhur dengan ashar) diawal.seperti yang disabda di dalam hadist. Semua sholat diperboleh untuk berjamaah walaupun beda raka’at. kalau berbeda gerakan maka tidak syah seperti sholat wajib / sunnah berjamaah dengan sholat kusuf. pertengahan atau akhir sholat dhuhur sebelum salam. khusuf atau sholat jenazah karena gerakannya berbeda.Islam b. 6.Mengerti dan memahami tentang hukum-hukum sholat dan wudhu (fiqihnya) e.memulai yang pertama (kalau dhuhur dan ashar. kalau terputus lama melebihi dua rakaat tanpa sunah (kurang lebih1 menit 20 detik) maka hukum jama’nya menjadi batal (tidak syah) 5.Lamanya halangan ( udzur) sampai pada ta’biratulihram di sholat yang ke dua. maka dimulai dhuhur dahulu baru ashar) 2. dan cara mengucapkanya hanya didalam hati tanpa diucapkan dalam lisan. 16.Yang dimaksud dengan banci adalah seseorang yang mempunyai dua alat kelamin pada aslinya (dari lahir) bukan laki-laki yang berubah dirinya menjadi perempuan atau sebaliknya dalam hal apapun maka seperti itu sangat dilaknat oleh Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.Berumur (baligh) c.Masih ada sisa waktu diwaktu sholat yang pertama (dhuhur) 4. .Bab sholat jama’ Jama’ dibagi 2 perkara : taqdim dan ta’khir Jama’ taqdim adalah sesuatu sholat yang digabungkan dengan sholat lain dengan syarat karena berpergian luar kota (musafir)adapun waktunya dimajukan diwaktu sholat yang ditaqdimi contoh dhuhur dan ashar. maka sholat ashar mengerjakanya diwaktu dzuhur dan rokaatnya tetap (tidak berubah) kalau jama’ takhir maka sebaliknya dari jama’ taqdim.Syarat-syarat jama’ taqdim diantaranya: 1.Berakal d.Meyakini kebenaran (syah) sholat yang pertama.

Safarnya (perjalananya) yang diperbolehkan (tidak untuk bermaksiat) diwaktu pertama niatnya dalam perjalanan (safar) d.Hanya diperbolehkan pada sholat yang jumlah roka’atnya 4.Jarak perjalananya 82 km (markhalatain) c.Berkesinabungan dalam perjalanan sampai habisnya waktu sholat yang dikerjakan.Bagi yang mengqosor tidak boleh berjama’ah (mengikuti) dengan imam yang tidak mengqosor (sempurna) kalau sebaliknya maka boleh (syah) 18.Bab sholat Jum’at Sholat Jum’at adalah sholat yang dilakukan diwaktu dhuhur dan sholat Jum’at adalah sholat yang paling utama di antaranya sholat-sholat yang lain . Barang siapa yang meninggalkan sholat Jum’at 3 kali . Rasulullah pada saat itu berjama’ah dengan sebagikan kecil sahabatnya.Berniat mengqosor sholat diwaktu takbirotul ihram yaitu mengucapkan niat qosor pada takbirotul ihrom. maka letaknya niat berada diwaktu dhuhur) dan waktu yang paling akhir.Lamanya halangan (udzur) sampai selesai dalam mengerjakan sholat yang kedua 17. sholat Jum’at pertama kali dilaksanakan dimalam Isra’ mi’raj dimasjid Nabawi.b. Sholat qosor adalah sholat 4 roka’at yang diringkas menjadi 2 raka’at dan itu hanya pada sholat dhuhur.Mengetahui tentang di perbolehkanya qosor yaitu mengetahui awal niatnya dan jarak yang tepat untuk mengqosor sholat (82 km) e. b. yaitu kalau dia belum sampai 82 km lalu dia pulang (kembali) maka dia tidak diperbolehkan mengqosor sholatnya. ashar dan isya’ selain itu tidak boleh diqosor. yaitu yang mencukupi kalu sholat 4 roka’at (kalau dhuhur) 2. Adapun syarat-syaratnya : a. Bab sholat qosor. Syarat-syarat jama’ta’khir diantaranya: 1.Niat ta’khir (mangangkhirkan) diwaktu pada sholat yang pertama (kalau dhuhur dengan ashar. g. (pada sholat berjumlah 4 raka’at) f.

maka perempuan tidak sah sholat Jum’atnya e.Melakukan sholat secara berjama’ah d. Usiikum.Berwasiat Taqwa dikedua khotbah (pertama dan kedua).Laki-laki. Syarat-syarat wajib sholat Jum’at: a.Sehat jasmani f.Baligh c.Membaca ayat suci Al-Qur’an disalah satu khotbah (ulama’ banyak melakukanya di akhir khotbah yang pertama) e. maka boleh menggunakan masjid yang lainya f.Rukun-rukun khotbah Jum’at a.Aqil (berakal) d.berturut-turut.Ditempat yang tertentu (bukan ditempat yang untuk berpergian / tempat transit) c.Jumlah yang menghadiri sholat Jum’at sebanyak 40 orang laki-laki.bukan musyafir) Syarat-syarat syahnya sholat jum. kalau masjid yang pertama penuh.Ber mustautin (mustautin yaitu seseorang yang bertempat tinggal didaerah tersebut dan tidak pernah pergi kecuali ketika adakeperluan.Mengucapkan hamdallah di kedua khotbah (khotbah pertama dan kedua) dan yang dimaksud hamdallah harus dengan kalimat “alhamdu atau anahamidun atau hamdan. c.Membaca sholawat untuk Nabi Muhammad saw di kedua khotbah (pertamadan kedua).Do’a untuk mu’minin dan mu’minat diakhir khotbah yang kedua. dengan syarat tidak menyebutkan kalimat khitob (percakapan dua orang yang sedang berhadapan). niscaya Allah memenuhi hatinya dengan sifat kemunafikan (diriwayatkan oleh Imam Abi Daud Turmudzi dan Nasai).didahului 2 khotbah 19.Islam b. baligh. Adapun kalimatnya yaitu harus memakai lafadz As sholatu. (kalimat yang artinya perintah untuk melakukan satu ibadah atau meninggalkan satu larangan) d. Dalam wasiat taqwa harus meyebutkan kalimat Wasoya. . mustautin e. usholli atau sholla tidak dengan kalimat yang lainya dan yang kedua harus menyebutkan Nama nabi Muhammad atau Ahmad.Melakukan sholat Jum’at diwaktu dhuhur b. tanpa udzur syar’I. atau Athi’ullaha dengan menambah kalimat taqwa tidak boleh yang lain. tidak boleh yang lain kemudian harus menggunakan lafadz Allah tidak boleh diganti dengan nama-nama yang lain seperti yang tertera di Asma’ul Khusna b.at a.dilakukan di satu tempat (masjid) setiap kelurahan.

b.Berkesinambungan antara dua khotbah dengan sholat Jum’atnya (harus langsung setelah khotbah dan tidak boleh melebihi dua roka’at sholat tanpa sunah-sunahnya sholat (kurang lebih 1menit 30 detik) h.Suci dari najis dipakaian.20.Syarat syahnya berkhotbah a.Berkesinambungan antara khotbah yang pertama dengan khotbah yang kedua dengan terpisah duduk antara dua khotbah g.Duduk diantara dua khotbah dan batas waktunya duduk dengan mengucapkan subhanallah 3 kali minimal. Memperbanyak do’a untuk diri sendiri. sebelum adzan Jum’at 22.Ke dua rukun-rukun khotbah harus didengarkan minimal 40 orang laki-laki. dan maksimal lamanya membaca surat Al-Ikhlas tidak boleh lebih (disunnahkan bagi khotib membacanya) f. Iid artinya kembali ke fitroh umat Islam.Berdiri bagi yang mampu e. badan dan tempat c. Memakai wangi-wangian d. Bagi yang sholat Jum’at disunnahkan menghadirinya lebih awal. Memakai pakaian yang bersih dan suci. adapun waktunya setelah terbitnya matahari sampai akan mendatangi sholat Jum’at (bagi yang sholat Jum’at) sampai sore hari.a. Memperbanyak dzikir e. Iid dibagi menjadi dua perkara : a. baligh j.Kedua khotbah dilakukan waktu dhuhur 21. Mendengarkan khotbah Jum’at g. dan yang paling utama memakai warna putih c. berakal. Mandi.BAB Sholat Iid. keluarga dan muslimin dan muslimat h.Iid Adha : yaitu hari ke 10 pada bulan Dzulhijah hukumnya adalah sunnah (sholat Iid adalah sholat sunnah yang paling utama) . f.w.Suci dari dua khadast yaitu kecil dan besar b.Menutupi aurot d. Memperbanyak sholawat atas nabi kita Muhammad s.Sunah-sunahnya di Jum’at diantaranya: a.Rukun-rukun kedua khotbah harus memakai bahasa Arab (tidak yang lainnya) i.

Menghidupkan malam iid dengan bertakbir dan ibadah-ibadah yang lain c. terutama yang batin) d. perempuan yang tidak tua atau anak-anak kalo perempuan diharamkan memakai wangi-wangian yang berlebihan. apalagi sampai tercium aroma wanginya pada laki-laki yang bukan muhrimnya maka itu dianggap zina seperti yang disabdakan nabi Muhammad s.Iid Fitri : yaitu awal (tgl 1) bulan Syawal hukumnya adalah sunnah. Adapun waktu kedua Iid dari terbitnya matahari sampai bergeraknya matahari kalo Idul Adha disunahkan mengerjakan sholat Iid diawal waktu. berwarna putih atau yang lainnya tapi lebih utama berwarna putih g.Memakai wangi-wangian e. diantaranya : a.w di dalam hadist-hadist beliau.Mendatangi masjid lebih awal (pagi-pagi) h.Menuju ke masjid dengan jalan yang lebih cepat dan pulang ( keluar) dari masjid dengan jalan lain yang lebih lama ( lebih jauh dari datangnya) atau sebaliknya i.Mandi (membersihkan badan yang dhohir. lebih afdhol dimasjid (jika tidak cukup boleh dilapangan) b.a.b.Sholat dengan berjama’ah.Disunnahkan makan dengan korma atau sesuatu yang manis tatkala mau menuju ke masjid di hari raya Iid Fitri k.Berpakaian yang terbaik yang dimilikinya.Bertakbir tatkala menuju masjid dengan bersuara # Perhatian : memakai wangi-wangian dianjurkan untuk laki-laki.Berhias diri (berpenampilan yang rapi dan menutupi aurat) f. dan Idul Fitri disunnahkan mengakhirkan sholat Iid dari sholat Iid adha yaitu terbitnya matahari dengan ketinggian 1 tombok (dengan perkiraan). # Tata cara mengerjakan Sholat Iid : . kalo bagi istri disunnahkan memakai wangi-wangian tatkala berada dirumah untuk menghormati suaminya.Berpuasa dari subuh sampai mengerjakan sholat iid di hari raya Iid Adha j. Adapun sunnah-sunnah yang dilakukan.

berbeda dengan sholat Jum’at (kalo sholat Jum’at didahului khutbah) dan tata cara khutbahnya sama dengan khutbah Jum’at. tanpa terikat dengan waktu).13 dzulhijjah. salam kenal. kalo takbir moqoyat (yaitu takbir yang terikat dengan waktu) di iid adha yaitu setelah sholat fardhu(wajib) dari malam iid sampai setelah sholat ashar hari tasyrik yaitu tanggal 11.wb.Adapun khutbah Iid disunnahkan bertakbir khutbah yang pertama 9 x dan 7 x dikhutbah yang kedua kemudian melanjutkan khutbahnya adapun tempatnya diawal kedua khutbah f.. saya mau bertanya bolehkah melakukan solat tahyatul masjid kemudian sholat sunah pada waktu khotib membaca khutbah jum'at. Sedangkan takbir Iid Adha dimulai dari terbenamnya matahari malam iid sampai turunnya khotib (yang berkhutbah) itu takbir mursal (yaitu takbir yang bebas.. e.. Diposkan oleh Madadun Nabawiy di 08:31 Label: Fiqh Imam Syafi'i 1 komentar: munzazam banjarnegara mengatakan.Disunnah sewaktu takbir (setelah mengucapkan allahu akbar) mengucapkan subhanaallah walhamdulillah walailahaillallah wa allahuakbar d.12..wr.Sholat Iid dilakukan 2 roka’at kemudian setelah sholat diisi dengan khotbah. assalamualaikum. dan tempatnya yaitu setelah membaca iftitah (sebelum membaca al-fatihah) b. terima kasih.Bertakbir 5 x diroka’at yang kedua c. Adapun sholatnya: a.Bertakbir 7 x diroka’at yang pertama.Takbir Iidul Fitri dimulai dari terbenamnya matahari malam iid sampai turunnya khotib (yang berkhutbah) dari mimbar.Tatkala bertakbir disunnahkan mengangkat kedua tangannya (seperti tatkala bertakbirotulihrom) lalu kembali meletakkan kedua tangannya di bawah dada.. .

Firman Allah: {‫حافظوا على الصلوات والصلة الوسطى وقوموا ل قانتين * فإن خفتم فرجال أو ركبانا، فإذا أمنتم فاذكروا ال كما‬ ً ُ ً َ ِ ِ ّ ّ ّ 239 ،238 :‫]علمكم ما لم تكونوا تعلمون{ ]البقرة‬ ّ “Peliharalah segala shalat-(mu). Shalat adalah wasiat terakhir Rasulullah saw.com dakwatuna. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu. sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu.Shalat adalah salah satu dari lima rukun Islam. maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. menyuruh memelihara shalat setiap saat. saat aman atau ketakutan. Kemudian apabila kamu telah merasa aman.Fiqih Shalat Oleh: Tim dakwatuna. dan siap-siagalah kamu. ketika mukim atau musafir.101 :‫]فإذا اطمأننتم فأقيموا الصلة إن الصلة كانت على المؤمنين كتابا موقوتا{ ]النساء‬ ً َ ً ِ ِ َ َ ّ ّ َ ُْ َ Dan apabila kamu bepergian di muka bumi. kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka’at). Dan apabila kamu berada di tengahtengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk.com . ingatlah Allah di waktu berdiri. jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu. yang menegaskan bahwa shalat tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi yang paling genting sekalipun. Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya). maka sebutlah Allah (shalatlah). kepada umatnya ketika hendak meninggal dunia. Sesungguhnya orangorang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu. Shalat adalah amal pertama yang diperhitungkan di hari kiamat. lalu bersembahyanglah mereka denganmu. Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat-(mu). Shalat merupakan tiang agama yang tidak akan tegak tanpanya. jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit. di waktu duduk dan di waktu berbaring.” (Al-Baqarah: 238-239) Sebagaimana Allah telah menjelaskan cara shalat di waktu perang. maka tidaklah mengapa kamu menqashar sembahyang(mu). lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Allah swt. Shalat adalah ibadah pertama yang Allah wajibkan. maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata. maka dirikanlah . Firman Allah: {‫وإذا ضربتم في الرض فليس عليكم جناح أن تقصروا من الصلة إن خفتم أن يفتنكم الذين كفروا إن الكافرين كانوا‬ ّ َ ُ َِ ّ َ ُ َ ‫لكم عدوا مبينا * وإذا كنت فيهم فأقمت لهم الصلة فلتقم طائفة منهم معك وليأخذوا أسلحتهم، فإذا سجدوا فليكونوا من‬ َْ ُ َ ََ َْ َ ٌ َْ َ ُ َ َ َ ُ ً ُ ّ ُ ‫ورائكم، ولتأت طائفة أخرى لم يصلوا فليصلوا معك وليأخذوا حذرهم وأسلحتهم ود الذين كفروا لو تغفلون عن‬ ُْ َ َ ّ َِ ِ ُ ْ ّ ُ ْ َّ ُ َ ٌ ِ َْ ِ ‫أسلحتكم وأمتعتكم فيميلون عليكم ميلة واحدة ول جناح عليكم إن كان بكم أذى من مطر أو كنتم مرضى أن تضعوا‬ َ َ ُ َ ِ ً ُْ ْ ً ِ ً َ َ َ ِْ َِ َ ‫أسلحتكم وخذوا حذركم إن ال أعد للكافرين عذابا مهينا * فإذا قضيتم الصلة فاذكروا ال قياما وقعودا وعلى جنوبكم‬ ُِ ُ ً ُ ً ِ ْ ُ َ ً ُ ً ِ ّ ِْ َِ 103 . Shalat adalah ajaran agama yang terakhir ditinggalkan umat Islam. dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Kemudian apabila kamu telah aman. dan (peliharalah) shalat wusthaa.

Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. dan Ahmad) 2.a. Hadits Abdullah bin Syaqiq Al-‘Uqailiy. Jika tidak mau bertaubat.” Sabda Nabi. bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan tidak mengingkari kewajibannya. maka dihukum mati. mandi di sana lima kali sehari. “Bagaimana pendapatmu jika ada sungai di depan pintu rumah di antaramu. telah menjelaskan bahwa shalat menghapus kesalahan. demikian juga menurut Imam Ahmad bin Hanbal.” (Muslim. Hadits Jabir r. {‫فخلف من بعدهم خلف أضاعوا الصلة واتبعوا الشهوات فسوف يلقون غيا{ ]مريم:95[، وقال: }فويل للمصلين‬ ّ ٌ َْ َ ّ ََ َِ ّ ّ ٌ َْ ِ ْ َ ِ َ َ 5 ،4 :‫]الذين هم عن صلتهم ساهون { ]الماعون‬ ِ َ ُ “Maka datanglah sesudah mereka. (Tirmidzi.shalat itu (sebagaimana biasa). antara lain Umar bin Khaththab. “Tidak ada. Abdullah ibnu Mas’ud. berkata: Rasulullah saw.” (Maryam: 59). Abu Hanifah berkata. tentang kafirnya orang yang meninggalkan shalat. apakah masih ada daki di tubuhnya?” Mereka menjawab. berkata. maka mereka kelak akan menemui kesesatan. “Tidak . maka ia kafir. Mu’adz bin Jabal. tidak pernah menganggap amal yang jika ditinggalkan menjadi kafir selain shalat. hukumnya kafir juga menurut sebagian shahabat. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Hadits Buraidah. berkata: Rasulullah saw. ya Rasulallah. Sedangkan jika meninggalkannya dengan sengaja. tidak membuatnya kafir. Hakim. bersabda. ‫“ بين الرجل والكفر ترك الصلة‬Batas ّ ُ ُ ِ antara kufur dengan seseorang adalah shalat. Sedangkan menurut jumhurul ulama. bukan kafir murtad menurut Asy-Syafi’i dan Malik. “Para shahabat Nabi Muhammad saw. hukumnya kafir murtad. Ibnu Majah.” (Al-Ma’un: 4-5) Rasulullah saw. dan menshahihkannya dengan standar Bukhari Muslim) Para sahabat dan para imam telah berijma’ bahwa barangsiapa yang meninggalkan shalat karena mengingkari kewajibannya atau melecehkannya. bersabda.” (An-Nisa: 101-103) Allah swt. Abu Daud. mengancam orang-orang yang mengabaikan shalat. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. akantetapi fasik yang disuruh bertaubat.” (Ahmad dan Ashabussunan) 3. ‫العهد الذي بيننا وبينهم الصلة، فمن تركها فقد كفر‬ ََ َ َ ّ َ ُ “Perjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya. Allah menghapus kesalahan dengan shalat. pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya.” (Bukhari dan Muslim) Ada beberapa hadits dari Rasulullah saw. antara lain: 1. “Itulah perumpamaan shalat lima waktu. Abdullah ibnu Abbas. At Tirmidziy. tidak mengingkari kewajibannya.

Orang itu berkata. Disunnahkan mengakhirkannya ketika sangat panas.” Lalu Rasulullah bersabda. telah menetapkan waktu setiap shalat fardhu. kecuali jika kamu beribadah sunnah. tetapi dita’zir dan disekap (dipenjara) sampai mau shalat. Shalat fajar.[3] 3. sehingga bayangan benda sama dengan aslinya. waktunya sejak terbenam matahari. Dan dipukul jika tidak mengerjakannya setelah berusia sepuluh tahun. Shalat ashar.a.” (Bukhari dan Muslim) Allah swt. hanya saja shalat dianjurkan untuk diperintahkan kepada anak-anak yang sudah berumur tujuh tahun. sesuai dengan hadits seorang A’rabiy yang menemui Rasulullah saw. Shalat zhuhur. “Demi Allah yang telah memuliakanmu.” Kemudian orang itu bertanya dan Rasulullah memberitahukan beberapa syariat Islam.[4] dan diperbolehkan mengakhirkannya selama belum hilang rona merah di langit. Seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Anas r. dan makruh melaksanakannya setelah matahari menguning. “Ya Rasulullah. Ini agar shalat menjadi kebiasaannya. “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. pisahkan tempat tidur mereka.[2] 2. sampai terbenam matahari. dan pukullah ia jika berusia sepuluh tahun. Shalat isya’. Disunnahkan melaksanakannya di awal waktu. 5. di luar bayangan waktu zawal. waktunya sejak hilang rona merah sehingga terbit fajar. yang mengatakan hadits ini shahih sesuai dengan persyaratan Imam Muslim) WAKTU SHALAT Shalat yang diwajibkan atas setiap muslim sehari semalam adalah lima waktu.dibunuh. Dan waktu shalat adalah: 1. dan Hakim. Shalat maghrib. waktunya sejak bayangan benda sama dengan aslinya. Seperti dalam hadits. «‫“ »أفلح العرابي إن صدق‬Orang A’rabiy itu beruntung jika ia benar (dengan ََ ْ ّ َ ucapannya).” (An Nisa: 103). 4.” (Ahmad. inilah yang lebih shahih. Firman Allah. Shalat ashar disebut shalat wustha. dan bertanya. beritahukan kepadaku tentang shalat fardhu yang telah Allah wajibkan kepadaku?” Jawab Nabi. dan di awal waktu di selain itu. waktunya sejak terbit fajar shadiq sehingga terbit matahari.” Meskipun shalat tidak diwajibkan kecuali kepada muslim yang berakal dan baligh. dan disunnahkan melaksanakannya di akhir waktu menurut madzhab Hanafi. saya tidak akan beribadah sunnah sedikitpun dan tidak akan mengurangi kewajiban sedikitpun. Disunnahkan . Abu Daud. sehingga hilang rona merah. “Shalat lima waktu. disunnahkan pelaksanaannya di awal waktu menurut Syafi’iyah[1]. waktunya sejak tergelincir matahari dari pertengahan langit. dan memerintahkan kita untuk berdisiplin memeliharanya. Disunnahkan melaksanakannya di awal waktu. “Perintahkan anakmu shalat ketika berusia tujuh tahun.

mendatanginya di waktu maghrib ketika matahari terbenam. waktu maghrib selama belum hilang awan merah. dan waktu shubuh dari sejak terbit fajar sehingga terbit matahari.a. Kemudian Jibril a.” Rasulullah shalat zhuhur ketika bayangan benda telah sama dengan aslinya. shalat ashar ketika bayangan benda telah dua kali benda aslinya. baik qadha maupun ada’ (bukan qadha). An-Nasa’i dan Tirmidzi. datang kembali di waktu ashar dan mengatakan. mendatanginya waktu maghrib di waktu yang sama dengan kemarin.s. Bukhari mengomentari hadits ini.” (Muslim) Jika seorang muslim tertidur sebelum melaksanakan shalat fardhu atau lupa belum melaksanakannya. selama belum datang waktu ashar. kemudian mendatanginya ketika isya’ dan mengatakan bangun dan shalatlah. “Bangun dan shalatlah. dan berkata. Kemudian Jibril mendatanginya ketika sudah sangat terang. Sedangkan shalat fardhu. “Bangun dan shalatlah. maka haram. “Bangun lalu shalatlah”.”) Waktu-waktu yang dijelaskan dalam hadits di atas adalah waktu jawaz (boleh). Rasulullah shalat isya’ ketika telah hilang rona merah. Lalu Jibril mendatanginya waktu fajar ketika fajar sudah menyingsing. “Inilah hadits yang paling shahih tentang waktu shalat. Dari Jabir bin Abdillah r. Kemudian Jibril a. seperti yang pernah disebutkan dalam hadits Rasulullah saw. atau sepertiga malam. Kecuali jika sengaja shalat ketika sedang terbit atau saat terbenam.s. berkata. dan dalam kondisi udzur dan darurat. “Antara dua waktu itulah waktu shalat. terbenam. “Bangun dan shalatlah. dan ketika tepat di tengah. maka sah hukumnya tanpa makruh. waktu shalat itu membentang sampai datang waktu shalat berikutnya. dan waktu ashar itu selama matahari belum menguning. Dan menurut madzhab Maliki haram hukumnya shalat sunnah pada waktu itu meskipun ada .mengakhirkan pelaksanaannya hingga tengah malam. dan mengatakan.” Maka Rasulullah saw. Lalu Jibril mendatanginya waktu ashar dan berkata. maka ia wajib melaksanakannya ketika ingat. baik shalat fardhu maupun sunnah. Keesokan harinya Jibril datang waktu zhuhur dan mengatakan. “Waktu zhuhur itu ketika matahari telah bergeser sampai bayangan seseorang sama dengan tingginya. kedatangan Malaikat Jibril a.” Maka Rasulullah shalat fajar. Kemudian Jibril mendatanginya di waktu isya’ ketika sudah berlalu separuh malam. dan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan berbincang sesudahnya. Makruh hukumnya shalat sunnah setelah shubuh sehingga terbit matahari. Seperti yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash bahwa Rasulullah saw. Jibril a.s. Dan menurut madzhab Syafi’i makruh hukumnya shalat sunnah tanpa sebab. Diperbolehkan juga melaksanakannya setelah tengah malam. lalu Rasulullah shalat isya’.” (Ahmad. dan sesudah ashar sehingga terbenam matahari.” Rasulullah saw. Kecuali waktu shalat fajar yang habis dengan terbitnya matahari.s. bersabada. Kemudian Jibril a. “Bangun dan shalatlah. waktu isya’ hingga tengah malam.s. maka Rasulullah shalat zhuhur ketika matahari bergeser ke arah barat. shalat ashar ketika bayangan benda sudah sama dengan aslinya. Sedangkan ketika matahari terbit. maka hukum shalat di waktu itu tidak sah menurut madzhab Hanafi.. tidak berubah. bahwa Rasulullah saw. Dan menurut madzhab Syafi’i tidak makruh shalat sunnah pada dua waktu ini jika ada sebab tertentu seperti tahiyyatul masjid.

dari Rasulullah saw. Sebagaimana disunnahkan pula berdiri ketika orang yang qamat mengucapkan ‫قد‬ ‫قامت الصلة‬ . sebagai utusan. Aku ridha Allah sebagai Tuhanku. Keduanya hukumnya wajib di masjid menurut imam Malik dan fardhu kifyaah menurut imam Ahmad.ل إله إل ال‬ Sedang iqamat dengan menambahkan (‫ )حي على الفلح‬setelah 2) ‫قد قامت الصلة‬x) ّ Adzan dan iqamat hukumnya sunnah muakkadah untuk melaksanakan shalat fardhu. Disunnahkan bagi yang mendengar qamat untuk mengucapkan seperti yang dikatakan oleh orang yang qamat. Nabi Muhammad saw. bagi munfarid maupun berjamaah. 4) ‫ال أكبر‬x)، 2) ‫أشهد أن ل إله إل ال‬x)، 2) ‫أشهد أن محمدا رسول ال‬x) 2) ‫حي على الصلة‬x) ‫حي على الفلح‬ ً ّ ّ 2)x)، 2) ‫ال أكبر‬x) ‫. berikan kepadanya tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan. Berikan kepada Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan.sebab. ADZAN DAN IQAMAT Adzan artinya pemberitahuan tentang telah datang waktu shalat. Tetapi diperbolehkan shalat fardhu baik qadha maupun ada’ pada saat terbit atau terbenam matahari. Di antara doa ma’tsur dalam hal ini adalah yang diriwayatkan dari Sa’d bin Abi Waqas. Akan diampuni dosa-dosanya. Sedang ketika saat matahari berada tepat di tengah. Tiada sekutu baginya. Islam agamaku. Maha Esa. dan shalat yang tegak.” (Muslim dan Tirmidzi) Disunnahkan ada jarak antara adzan dan iqamat untuk memberi kesempatan orang hadir ke masjid. “Barangsiapa yang mengucapkan ketika mendengar mu’adzdzin: ‫أشهد أن ل إله إل ال وحده ل شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله، رضيت بال ربا، وبالسلم دينا، وبمحمد صلى‬ ٍ ً ِ ِ ً َ َ ً ُ َ َ ّ ‫ال عليه وسلم رسول، غفر ال له ذنوبه‬ ُ َ ً Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Lafadhnya sebagai berikut. Dan bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusannya. maka hukumnya tidak makruh dan tidak haram.” (Bukhari) Disunnahkan berdoa antara adzan dan iqamat. Diperbolehkan juga iqamat selain orang yang adzan[5]. menurut jumhurul ulama. Disunnhkan bagi yang mendengar adzan untuk mengucapkan seperti yang diucapkan oleh muadzdzin kecuali dalam bacaan 2) ‫حي على الصلة‬x) 2) ‫حي على الفلح‬x) yang dijawab ّ ّ dengan : ‫ ل حول ول قوة إل بال العلي العظي‬kemudian bershalawat atas Nabi sesudah adzan dan ّ َ mengucapkan : ‫اللهم رب هذه الدعوة التامة والصلة القائمة آت محمدا الوسيلة والفضيلة، وابعثه مقاما محمودا‬ ً ً ّ ُ ِ ِ ِ ِّ ِ ِ ّ ّ ‫الذي وعدته‬ “Ya Allah Pemilik panggilan yang sempurna ini.

” (Al-Khamsah dan disahihkan oleh Tirmidzi). sesungguhnya ia lebih besar pahalanya.. Wanita tidak disunnahkan adzan dan iqamat. [3] Adalah Rasulullah jika di saat sangat dingin menyegerakan shalat dan jika di waktu sangat panas menunda sehingga agak dingin ketika shalat. “Kami shalat maghrib bersama Rasulullah saw. 2. Artikel utama untuk bagian ini adalah: Rukun Salat Salat Berjamaah 13 Rukun Salat : 1. Hal ini ditetapkan dalam As-Sunnah seperti dalam riwayat Bukhari. kemudian shalat Rasulullah pada saat masih gelap setelah itu sampai wafat (Al-Baihaqi.” (Al-Jama’ah). 3.” (Muslim) [5]Hadits yang menyatakan. dengan sanad shahih). [4] Hadits Rafi’ bin Khudaij. mereka tidak dapat dikenali karena masih gelap. Diperbolehkan berbicara antara qamat dan shalat.. dan tidak mengulang iqamat meskipun penghalang itu panjang. bahwa Rasulullah saw. Tetapi tidak apa-apa jika melakukannya. “Bahwasannya para wanita mukminah kembali ke rumahnya setelah shalat shubuh bersama Nabi Muhammad saw. Berdiri Niat Takbiratul ihram Membaca surat Al Fatihah pada tiap rakaat Ruku' dengan tuma'ninah . ketika selesai shalat di antara kami masih melihat letak sandalnya. Juga hadits Aisyah r. maka adzan untuk shalat pertama dan qamat untuk setiap shalat. barangsiapa adzan.a.Diajarkan bagi orang yang mengqadha shalat yang terlewatkan untuk adzan dan iqamat. Aisyah r.a. 4. Dan jika shalat yang ditinggalkan itu banyak. shalat shubuh pertama di awal waktu. [1] Hujjah Imam Syafi’i adalah hadits Ibnu Mas’ud. 5.. [2] Dalil madzhab Hanafi adalah hadits: Akhirkan shalat fajar. lalu shalat hari berikutnya di akhir waktu. pernah melakukannya seperti yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi.

• Salat yang dapat dilakukan secara berjama'ah antara lain : o Salat Fardhu o Salat Tarawih Salat yang mesti dilakukan berjama'ah antara lain: o Salat Jumat o Salat Hari Raya (Ied) o Salat Istisqa' • Artikel utama untuk bagian ini adalah: Salat Wajib yaitu salat yang tidak wajib berjamaah tetapi sebaiknya berjamaah [sunting] Salat dalam kondisi khusus Artikel utama untuk bagian ini adalah: Safar (perjalanan). sedangkan bila ia tidak mampu untuk duduk maka ia diperbolehkan salat dengan berbaring. Membaca salam yang pertama 13. I'tidal dengan tuma'ninah 7. bila dengan berbaring ia tidak mampu melakukan gerakan tertentu ia dapat melakukannya dengan isyarat. ia diperkenankan menggabungkan (jama’) atau meringkas (qashar) salatnya. Sujud dua kali dengan tuma'ninah 8. Menjama' salat berarti menggabungkan dua . sholawat kepada nabi 11. dan Salat Jama’ Dalam situasi dan kondisi tertentu kewajiban melakukan salat diberi keringanan tertentu. Sedangkan bila seseorang sedang dalam perjalanan. Salat Qashar. Bila seseorang dalam kondisi sakit hingga tidak bisa berdiri maka ia dibolehkan melakukan salat dengan posisi duduk. Duduk dengan tuma'ninah serta membaca tasyahud akhir dan 10. Misalkan saat seseorang sakit dan saat berada dalam perjalanan (safar). Tertib (melakukan rukun secara berurutan) [sunting] Salat Berjama'ah Artikel utama untuk bagian ini adalah: Salat Berjama'ah Salat tertentu dianjurkan untuk dilakukan secara bersama-sama(berjama'ah). Duduk antara dua sujud dengan tuma'ninah 9. berlindung kepada Allah dari siksa jahannam dan kubur serta fitnah hidup dan mati dan kekejian fitnah dajjal 12. Pada salat berjama'ah seseorang yang dianggap paling kompeten akan ditunjuk sebagai Imam Salat. dan yang lain akan berlaku sebagai Makmum.6.

kecuali orang-orang yang mengerjakan salat. Mengqasar salat berarti meringkas salat yang tadinya 4 raka'at (dzuhur. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. . maka Dia memberi keringanan kepadamu. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah. yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya (al-Ma’arij : 19-23)70:19 [sunting] Sejarah Salat Fadhu Salat yang mula-mula diwajibkan bagi Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya adalah Salat Malam.ashar. karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan mohonlah ampunan kepada Allah.salat pada satu waktu yakni dzuhur dengan ashar atau maghrib dengan isya. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu.isya) menjadi 2 rakaat. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. maka mereka kelak akan menemui kesesatan (Maryam: 59)19:59 Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. turunlah ayat berikutnya. Setelah beberapa lama kemudian. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat lain) Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (al-‘Ankabut : 45) 29:45 Maka datanglah sesudah mereka. menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan (QS. yaitu sejak diturunkannya Surat al-Muzzammil (73) ayat 1-19. • • • • Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: Hendaklah mereka mendirikan salat. dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah. atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang. kitab suci agama Islam. [sunting] Salat dalam Al Qur'an Berikut ini adalah ayat-ayat yang membahas tentang salat di dalam Al Qur'an. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh-kesah.Ibrahim :31)14:31 Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji (zinah) dan mungkar. yaitu ayat 20: Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

. dan ulama salaf lainnya berkata mengenai ayat 20 ini. "Sesungguhnya ayat ini menghapus kewajiban Salat Malam yang mula-mula Allah wajibkan bagi umat Islam. al-Hasan. Ibnu Abbas. Qatadah. Ikrimah. hukum Salat Malam menjadi sunat.Dengan turunnya ayat ini. Mujahid.

sempurnakanlah wudhu’mu. Untuk memudahkan membacanya. lalu lebih baik lagi di print diatas kertas (sekitar 27 halaman). Setelah ayat ini turun beliau sholat menghadap Ka’bah. Bukhari. Tentang hal ini telah turun pula firman Allah dalam Surah Al Baqarah : 115: “Kemana saja kamu menghadapkan muka. Kami palingkan kamu ke kiblat yang kamu inginkan. Beberapa perbedaan pendapat dari para ulama dalam bacaan dan gerakan sholat hendaknya dijadikan dorongan semangat bagi kita untuk mempelajari ilmu (agama) secara lebih jauh lagi melalui sumber-sumber yang sunnah dan dari ulama-ulama yang telah diakui kemurnian aqidahnya dan keilmuannya. .” (HR. Oleh karena itu. Muslim dan Siraj). disarankan untuk meng-copypaste tulisan ini ke program microsoft words atau sejenisnya. Al Baqarah : 144). disana ada wajah Allah. hal ini terjadi sebelum turunnya firman Allah: “Kami telah melihat kamu menengadahkan kepalamu ke langit. MENGHADAP KA’BAH Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila berdiri untuk sholat fardhu atau sholat sunnah.” (QS. Beliau memerintahkan berbuat demikian sebagaimana sabdanya kepada orang yang sholatnya salah: “Bila engkau berdiri untuk sholat. yang intinya bersumber dari buku pegangan populer SIFAT SHOLAT NABI dari karya Syekh Nashiruddin Al Bani (Kitab Shifatu Shalaati an Nabiyyi Shallallahi ‘Alaihi wa Sallam min at-Takbiiri ilaa at Tasliimi Kaannaka Taraahaa) yang dijadikan rujukan ahlus sunnah wal jamaah. kemudian menghadaplah ke kiblat. lalu bertakbirlah.Bismillah. Berikut ini adalah panduan sholat sesuai sunnah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalaam.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah sholat menghadap Baitul Maqdis. beliau menghadap Ka’bah. hadapkanlah wajahmu ke sebagian arah Masjidil Haram.

sholatlah dengan berjalan kaki atau berkendaraan. hewan tunggangan.” (QS. Adapun yang dapat dijadikan sutrah bisa terdiri dari berbagai benda. tumpukan buku. Thabrani. “Peliharalah semua sholat dan sholat wustha dan berdirilah dengan tenang karena Allah. . (HR. dan Ibnu Sa’ad. ujarnya.Pada waktu sholat subuh kaum muslim yang tinggal di Quba’ kedatangan seorang utusan Rasulullah untuk menyampaikan berita. 290). Jika kamu dalam keadaa aman. tiang setinggi pelana.” Pada saat itu mereka tengah menghadap ke Syam (Baitul Maqdis). Dan hendaklah sutrah itu diletakkan tidak terlalu jauh dari tempat kita berdiri sholat sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. ingatlah kepada Allah dengan cara yang telah diajarkan kepada kamu yang mana sebelumnya kamu tidak mengetahui (cara tersebut). Al Baqarah : 238. antara lain: tiang masjid. tombak yang ditancapkan ke tanah. Baca Kitab Al Irwa’. Bukhari dan Ahmad). tas. kotak. Siraj. beliau disuruh menghadap Ka’bah. pelana. pohon. “Sesungguhnya semalam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mendapat wahyu. Jika kamu dalam ketakutan. red). (hendaklah) kalian menghadap ke sana. dari Imam Ahmad. sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Al Baqarah : 238). beliau melakukan sholat sunnah di atas kendaraannya. Ahmad. BERDIRI Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat fardhu atau sunnah (memulainya dengan) berdiri karena memenuhi perintah Allah dalam QS. Oleh karena itu. MENGHADAP SUTRAH Sutrah dalam sholat menjadi keharusan imam dan orang yang sholat sendirian. Apabila bepergian. dinding dan lain-lain yang semisalnya (misalnya orang yang sedang sholat atau sedang duduk di depan kita. “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri shalat dekat sutrah (pembatas) yang jarak antara beliau dengan pembatas di depannya 3 hasta. Mereka lalu berputar (imam mereka memutar haluan sehingga ia mengimami mereka menghadap kiblat). Bukhari.” (HR. hadits No. demikian pendapat Ibnu Hani’ dalam Kitab Masa’il. Muslim. Beliau mengajarkan kepada umatnya agar melakukan sholat khauf dengan berjalan kaki atau berkendaraan. sekalipun di masjid besar. tempat tidur.

Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang jayyid (baik)). Disahkan oleh Hakim. “Kejadian ini merupakan isyarat dari Imam Ahmad bahwa orang yang sholat di masjid besar atau masjid kecil tetap berkewajiban memasang sutrah di depannya.” (HR. bunuhlah dia karena dia ditemani oleh setan. Bukhari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semua amal tergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapat (balasan) sesuai dengan niatnya. hendaklah dia mendekati sutrahnya sehingga setan tidak dapat memutus sholatnya. Beliau juga bersabda: “Bila seseorang di antara kamu sholat menghadap sutrah. Inti dari hadits ini menunjukkan pentingnya sutrah. Al Bazzar dan Hakim. lalu berkata kepada saya. menghambakan diri kepada Allah Ta’ala semata. sedangkan anjuran untuk membunuh akan dijelaskan kondisi dan persyaratannya dalam bab lain. disetujui olah Dzahabi dan Nawawi). padahal saya melakukan sholat di dalam masjid kami. NIAT Niat berarti men-sengaja untuk sholat. hadits no. “Pada suatu hari saya sholat tanpa memasang sutrah di depan saya. Abu Dawud. Muslim dan lain-lain.” (HR. Baca Al Irwa’. ‘Pasanglah sesuatu sebagai sutrahmu!’ Kemudian aku memasang orang untuk menjadi sutrah.” (HR.” Syaikh Al Albani mengatakan.Beliau mengatakan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kamu sholat tanpa menghadap sutrah dan janganlah engkau membiarkan seseorang lewat di hadapan kamu (tanpa engkau cegah). Imam Ahmad melihat kejadian ini. Niat tidak dilafadzkan (tidak diucapkan baik di mulut ataupun di dalam hati) . 22). serta menguatkannya dalam hati. Jika dia terus memaksa lewat di depanmu.

” (Muttafaqun ‘alaihi). Hal itu tidak pernah diperbuat oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maupun para shahabat beliau. .Dan tidaklah disebutkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak pula dari salah seorang sahabatnya bahwa niat itu dilafadzkan. AsSuyuthi berkata. GERAKAN DAN BACAAN SOLAT TAKBIRATUL IHROM Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu memulai sholatnya (dilakukan hanya sekali ketika hendak memulai suatu sholat) dengan takbiratul ihrom yakni mengucapkan Allahu Akbar di awal sholat dan beliau pun pernah memerintahkan seperti itu kepada orang yang sholatnya salah. lalu ucapkanlah takbiratul ihrom. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila engkau hendak mengerjakan sholat.” (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Thabrani dengan sanad shahih).” (Masaail al Imam Ahmad hal 31 dan Majmuu’ al Fataawaa XXII/28). kemudian ia mengucapkan Allahu Akbar. Abu Dawud bertanya kepada Imam Ahmad. Takbirotul ihrom diucapkan dengan lisan Takbirotul ihrom tersebut harus diucapkan dengan lisan (bukan diucapkan di dalam hati). Dia berkata. maka sempurnakanlah wudhu’mu terlebih dahulu kemudian menghadaplah ke arah kiblat. (Ini semua berarti bahwa tidak diperbolehkannya mengucapkan niat semacam “Ushalli… dan seterusnya” sebelum sholat. Beliau bersabda kepada orang itu: “Sesungguhnya sholat seseorang tidak sempurna sebelum dia berwudhu’ dan melakukan wudhu’ sesuai ketentuannya. red). “Tidak. Mereka dulu tidak pernah melafadzkan niat sholat sedikitpun selain hanya lafadz takbir. “Was-was dalam niat sholat dan dalam thaharah termasuk kebodohan terhadap syariat atau membingungkan akal. “Apakah orang sholat mengatakan sesuatu sebelum dia takbir?” Imam Ahmad menjawab.” Asy Syafi’i berkata. “Yang termasuk perbuatan bid’ah adalah was-was (selalu ragu) sewaktu berniat sholat.” (Lihat al Amr bi al Itbaa’ wa al Nahy ‘an al Ibtidaa’).

Muslim). ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya setentang telinga setiap kali bertakbir (didalam sholat). Tidak mengeraskan suara ini jika dia tidak menjumpai rintangan. membaca tasbih ketika ruku’. tanpa menggerakkan lidahnya. “Adapun seseorang yang membaca dalam hati. seperti suara yang sangat gaduh. setiap kali bertakbir untuk ruku’ dan setiap kali bangkit dari ruku’nya.Muhammad Ibnu Rusyd berkata. . maka disunnahkan baginya untuk tidak mengeraskan suara ketika membaca lafadz takbir.” (Muttafaqun ‘alaihi). baik apakah dia sedang menjadi makmum atau ketika sholat sendiri. “…adapun selain imam. tasyahud. Ini berlaku secara umum baik ketika membaca ayat-ayat al Qur-an.” (al Majmuu’ III/295). ‘Hendaklah suaranya bisa didengar sendiri dan orang yang berada disampingnya. maka hal itu tidak disebut dengan membaca. Asy Syafi’i berkata dalam al Umm.’.” An Nawawi berkata. Tidak patut dia menambah volume suara lebih dari ukuran itu. berdasarkan hadits riwayat Malik bin Al-Huwairits radhiyyallahu anhu. takbir. Karena yang disebut dengan membaca adalah dengan melafadzkannya di mulut. “Demikianlah nash yang dikemukakan Syafi’i dan disepakati oleh para pengikutnya. ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya setentang bahu jika hendak memulai sholat. Batas minimal suara yang pelan adalah bisa didengar oleh dirinya sendiri jika pendengarannya normal. Atau mengangkat kedua tangannya setentang telinga.” (HR. berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radiyallahu anhuma. salam dan doa-doa dalam sholat baik yang hukumnya wajib maupun sunnah…” beliau melanjutkan. MENGANGKAT KEDUA TANGAN Disunnahkan mengangkat kedua tangannya setentang bahu (lihat gambar) ketika bertakbir dengan merapatkan jari-jemari tangannya.

para nabi. Ibnu Khuzaimah.” (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Ibnu Hibban dan Adh Dhiya’ dengan sanad shahih).Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud. kemudian orang itu meletakkan tangan kanannya pada tangan kirinya. lalu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam melepaskannya.” (sanad shahih). diperintahkan untuk segera berbuka dan mengakhirkan sahur serta meletakkan tangan kanan pada tangan kiri (bersedekap) ketika melakukan sholat. berdasarkan hadits Nasa’i dan Daraquthni: “Tetapi beliau terkadang menggenggamkan jari-jari tangan kanannya pada lengan kirinya. tetapi orang ini meletakkan tangan kirinya pada tangan kanannya. 485). Beliau bersabda: “Kami. Dalam sebuah riwayat pernah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam melewati seorang yang sedang sholat. hadits no. Nasa’i. Ibnu Khuzaimah. pergelangan dan lengan kirinya (lihat gambar) berdasar hadits dari Wail bin Hujur: “Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertakbir kemudian meletakkan tangan kanannya di atas telapak tangan kiri. (Shifat Sholat Nabi). dengan sanad yang shahih dan dishahihkan pula oleh Ibnu Hibban. BERSEDEKAP Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan tangan kanan di atas tangan kirinya (bersedekap). Beliau terkadang juga menggenggam pergelangan tangan kirinya dengan tangan kanannya (lihat gambar) . pergelangan tangan kiri atau lengan kirinya. Tamam dan Hakim disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya dengan membuka jari-jarinya lurus ke atas (tidak merenggangkannya dan tidak pula menggengamnya). Meletakkan atau menggenggam tangan? Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan lengan kanan pada punggung telapak kirinya.” (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan sanad yang shahih). Bersedekap di dada .

Larangan menengadah ke langit Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang keras menengadah ke langit (ketika sholat). Muslim. Tirmidzi dan Hakim).” (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke tempat sujud. Ahmad dari Wail bin Hujur). Nasa’i dan Ahmad). Ibnu Khuzaimah. Beliau mengangkat kedua tangannya ketika berdo’a qunut dan melakukan qunut sebeluim ruku’. Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).” MEMANDANG TEMPAT SUJUD Pada saat mengerjakan sholat. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. . bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hendaklah sekelompok orang benar-benar menghentikan pandangan matanya yang terangkat ke langit ketika berdoa dalam sholat atau hendaklah mereka benar-benar menjaga pandangan mata mereka.” (HR. halaman 222 berkata: “Imam Ishaq meriwayatkan hadits secara mutawatir kepada kami…. Imam Mawarzi dalam Kitab Masa’il.” (HR.Menyedekapkan tangan di dada adalah perbuatan yang benar menurut sunnah berdasarkan hadits: “Beliau meletakkan kedua tangannya di atas dadanya. janganlah menoleh ke kanan atau ke kiri karena Allah akan senantiasa menghadapkan wajah-Nya kepada hamba yang sedang sholat selama ia tidak menoleh ke kanan atau ke kiri. Rasulullah juga melarang seseorang menoleh ke kanan atau ke kiri ketika sholat.” Pendapat yang semacam ini juga dikemukakan oleh Qadhi ‘Iyadh al Maliki dalam bab Mustahabatu ash Sholat pada Kitab Al I’lam. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengalihkan pandangannya dari tempat sujud (di dalam sholat).” (HR. beliau bersabda: “Jika kalian sholat. Beliau menyedekapkan tangannya berdekatan dengan teteknya. beliau berkata: “Dia meletakkan tangan kanan pada punggung tangan kiri di dada. Cara-cara yang sesuai sunnah ini dilakukan oleh Imam Ishaq bin Rahawaih.

.Dalam Zaadul Ma’aad (I/248) disebutkan bahwa makruh hukumnya orang yang sedang sholat menolehkan kepalanya tanpa ada keperluan. “Jumhur ulama (sebagian besar ulama)mengatakan bawa menoleh yang ringan tidak menyebabkan shalat menjadi rusak. dihadapan dinding yang bergambar dan sebagainya.” Juga dimakruhkan shalat dihadapan sesuatu yang bisa merusak konsentrasi atau di tempat yang ada gambar-gambarnya. Ibnu Abdil Bar berkata. diatas sajadah yang ada lukisan atau ukiran.

MEMBACA DO’A ISTIFTAH Doa istiftah yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bermacam-macam. Allah. Bukhari. dan membaca ayat-ayat al Qur-an yang dihafalnya…” (HR. Dalam doa istiftah tersebut beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan pujian. salju dan embun. Atau kadang-kadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga membaca dalam sholat fardhu: “WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAN [MUSLIMAN] WA MAA ANA MINAL MUSYRIKIIN. LAA SYARIIKALAHU WABIDZALIKA UMIRTU WA ANA AWWALUL MUSLIMIIN. Allah cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air. Muslim dan Ibnu Abi Syaibah). Ya. Allah. bersihkanlah kau dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Abu Dawud dan Hakim. disahkan oleh Hakim. . ALLAAHUMMAGHSILNII BIL MAA’I WATS TSALJI WAL BARADI” artinya: “Ya. mengucapkan kalimat keagungan (doa istiftah). disetujui oleh Dzahabi). INNA SHOLATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAHI RABBIL ‘ALAMIIN. Adapun bacaan doa istiftah yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diantaranya adalah: “ALLAHUUMMA BA’ID BAINII WA BAINA KHATHAAYAAYA KAMAA BAA’ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIBI. Ya.” (HR. Beliau pernah memerintahkan hal ini kepada orang yang salah melakukan sholatnya dengan sabdanya: “Tidak sempurna sholat seseorang sebelum ia bertakbir. ALLAAHUMMA NAQQINII MIN KHATHAAYAAYA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANAS. mengucapkan pujian. sanjungan dan kalimat keagungan untuk Allah.

hidupku dan matiku semata-mata untuk Allah. TABAARAKTA WA TA'AALAITA ASTAGHFIRUKA WAATUUBU ILAIKA" yang artinya: "Aku hadapkan wajahku kepada Pencipta seluruh langit dan bumu dengan penuh kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orangorang musyrik. Engkau Mahamulia dan Mahatinggi. [WAL MAHDIYYU MAN HADAITA]. Muslim dan Ibnu Abi Syaibah) MEMBACA TA’AWWUDZ . FAGHFIRLII DZAMBI JAMII’AN. Rabb semesta alam. Engkaulah Penguasa. [Engkau Mahasuci dan Mahaterpuji]. DHALAMTU NAFSII. [tiada tempat memohon keselamatan dan perlindungan dari siksa-Mu kecuali hanya Engkau semata]. Sesungguhnya hanya Engkaulah yang berhak mengampuni semua dosa. LAA ILAAHA ILLA ANTA [SUBHAANAKA WA BIHAMDIKA] ANTA RABBII WA ANA ‘ABDUKA. aku telah menganiaya diriku dan aku mengakui dosa-dosaku. WA’TARAFTU BIDZAMBI. Ya Allah. sedang segala keburukan tidak datang dariMu. [Orang yang terpimpin adalah orang yang Engkau beri petunjuk]. Sholatku. karena hanya Engkaulah yang dapat memberi petunjuk kepada akhlaq yang terbaik dan jauhkanlah diriku dari akhlaq buruk. Demikianlah aku diperintah dan aku termasuk orang yang pertama-tama menjadi muslim. WASY SYARRULAISA ILAIKA. Engkaulah Rabbku dan aku hamba-Mu. WAL KHAIRU KULLUHU FII YADAIKA. Aku jawab seruan-Mu. tiada sesuatu pun yang menyekutui-Nya. Aku berada dalam kekuasaan-Mu dan akan kembali kepada-Mu. INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA.” (Hadits diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari. aku mohon ampun kepadaMu dan bertaubat kepada-Mu. WAHDINII LI AHSANIL AKHLAAQI LAA YAHDII LI AHSANIHAA ILLA ANTA. WASHRIF ‘ANNII SAYYI-AHAA LAA YASHRIFU ‘ANNII SAYYI-AHAA ILLA ANTA LABBAIKA WA SA’DAIKA. ANA BIKA WA ILAIKA [LAA MANJAA WALAA MALJA-A MINKA ILLA ILAIKA. ibadahku. maka ampunilah semua dosaku. tiada Ilah selain Engkau semata-mata.ALLAHUMMA ANTAL MALIKU. Berilah aku petunjuk kepada akhlaq yang paling baik.

dari kesombongannya.Membaca doa ta’awwudz adalah disunnahkan dalam setiap raka’at. Dan pendapat ini adalah yang paling shahih dalam madzhab Syafi’i dan diperkuat oleh Ibnu Hazm (Lihat al Majmuu’ III/323 dan Tamaam al Minnah 172-177).” (An Nahl : 98). dan dari hembusannya (yang menyebabkan kerusakan akhlaq).” (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud. MEMBACA AL FATIHAH Hukum Membaca Al-Fatihah Membaca Al-Fatihah merupakan salah satu dari sekian banyak rukun sholat. Ibnu Majah. Nabi biasa membaca ta’awwudz yang berbunyi: “A’UUDZUBILLAHI MINASY SYAITHAANIR RAJIIM MIN HAMAZIHI WA NAFKHIHI WANAFTSIHI” artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. dari semburannya (yang menyebabkn gila). jadi kalau dalam sholat tidak membaca Al-Fatihah maka tidak sah sholatnya berdasarkan perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya): . Daraquthni. Atau mengucapkan: “A’UUZUBILLAHIS SAMII’IL ALIIM MINASY SYAITHAANIR RAJIIM…” artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk…” (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud dan Tirmidzi dengan sanad hasan). Hakim dan dishahkan olehnya serta oleh Ibnu Hibban dan Dzahabi). sebagaimana firman Allah ta’ala: “Apabila kamu membaca al Qur-an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

satu roka’at terakhir sholat Mahgrib dan dua roka’at terakhir sholat ‘Isyak. Lantas bagaimana kalau imam membaca secara keras…? Tentang ini Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa pernah Rasulullah melarang makmum membaca surat dibelakang imam kecuali surat Al-Fatihah (maksudnya hanya dibolehkan membaca AlFatihah saat sholat berjamaah.“Tidak dianggap sholat (tidak sah sholatnya) bagi yang tidak membaca Al-Fatihah” (Hadits Shahih dikeluarkan oleh Al-Jama’ah: yakni Al-Imam AlBukhari. Abu Dawud. begitu pun pada sholat jama’ah ketika imam membacanya secara sirr (tidak diperdengarkan) yakni pada sholat Dhuhur. ‘Ashr. maka para makmum wajib membaca surat Al-Fatihah tersebut secara sendiri-sendiri secara sirr (tidak dikeraskan suaranya). An-Nasa-i dan Ibnu Majah). Muslim.” (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhori. tapi dengan cepat wahai Rasulullah. Abu Dawud. sholatnya buntung. sholatnya buntung…tidak sempurna” (Hadits Shahih dikeluarkan oleh Al-Imam Muslim dan Abu ‘Awwanah). At-Tirmidzi. dan Ahmad. dihasankan oleh At-Tirmidzi dan Ad-Daraquthni) . “Barangsiapa yang sholat tanpa membaca Al-Fatihah maka sholatnya buntung. red) : “Betulkah kalian tadi membaca (surat) dibelakang imam kalian?” Kami menjawab: “Ya. Kapan Kita Wajib Membaca Surat Al-Fatihah Jelas bagi kita kalau sedang sholat sendirian (munfarid) maka wajib untuk membaca Al-Fatihah.” Berkata Rasul: “Kalian tidak boleh melakukannya lagi kecuali membaca Al-Fatihah. karena tidak ada sholat bagi yang tidak membacanya.

dan apabila imam membaca. “Barangsiapa sholat mengikuti imam (bermakmum). wahai Rasulullah. maka bertakbirlah kalian.” Berkata Abu Hurairah. ia berkata: Telah berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :”Dijadikan imam itu hanya untuk diikuti.Selanjutnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang makmum membaca surat apapun ketika imam membacanya dengan jahr (diperdengarkan / dikeraskannya suara imam) baik itu AlFatihah maupun surat lainnya. Imam Muslim berkata: Hadits ini menurut pandanganku Shahih). An Nasa-i dan Malik.” (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ibnu Abi Syaibah. Abu Dawud no. beliau bertanya: “Apakah ada seseorang diantara kamu yang membaca bersamaku tadi?” Maka seorang laki-laki menjawab. Thahawi dan Ahmad lihat kitab Irwa-ul Ghalil oleh Syaikh Al-Albani). Hal ini selaras dengan keterangan dari Al-Imam Malik dan Ahmad bin Hanbal tentang wajibnya makmum diam bila imam membaca dengan jahr/keras. Dari Abu Hurairah.” Kemudian beliau berkata. Ad-Daraquthni. “Sungguh aku katakan: Mengapakah (bacaan)ku ditentang dengan Al-Qur-an (juga). Abu Hatim Ar Razi menshahihkannya. At Tirmidzi. kemudian berhentilah orang-orang dari membaca bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada sholatsholat yang Rasulullah keraskan bacaannya. An-Nasa-i. Oleh karena itu apabila imam takbir. Berdasar arahan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Dari Abu Hurairah. 603 & 604. ketika mereka sudah mendengar (larangan) yang demikian itu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sesudah mendirikan sholat yang beliau keraskan bacaannya dalam sholat itu. 846. maka hendaklah kalian diam (sambil memperhatikan bacaan imam itu)…” (Hadits Shahih dikeluarkan oleh Imam Ahmad. Ibnu Majah no. “Ya ada. . Imam Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan). Ibnu Majah. (Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud. maka bacaan imam telah menjadi bacaannya juga.

Ibnu Abi Dawud. dishahihkan oleh Hakim. sebagaimana telah diterangkan oleh Ibnu Abbas. Adh Dhohak. Cara Membaca Al Fatihah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Al-Fatihah pada setiap roka’at. tidak menyambung satu ayat dengan ayat berikutnya (washol) berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud. Ibarahim An Nakha-i. baik di dalam sholat maupun di luar sholat wajib diam mendengarkannya walaupun sebab turunnya berkenaan tentang sholat. Selain itu juga berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Dan apabila dibacakan Al-Qur-an hendaklah kamu dengarkan ia dan diamlah sambil memperhatikan (bacaannya). Jadi bunyinya: kemudian berhenti. baik Al-Fatihahnya maupun surat yang lain. Sa’id bin Jubair. kemudian berhenti. Tetapi keumuman ayat ini telah menjadi khusus dan tertentu (wajibnya) hanya untuk sholat. Hakim menshahihkannya. disetujui Adz-Dzahabi. Membacanya dengan berhenti pada setiap akhir ayat (waqof). Ayat ini asalnya berbentuk umum yakni dimana saja kita mendengar bacaan Al-Qur-an. Begitulah seterusnya sampai selesai ayat yang terakhir. Mujahid. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dan lain-lain. dan disetujui oleh AdzDzahabi. Berdasarkan riwayat yang mutawatir dikeluarkan oleh Tamam Ar Razi. Terkadang beliau membaca: ( MAALIKI YAUMIDDIIN ) Atau dengan memendekkan bacaan ‘maa’ menjadi: ( MALIKI YAUMIDDIIN ). Seandainya Seseorang Belum Hafal Al-Fatihah . Abu Nu’aim. Sahmi dan ‘Amr Ad Dani. agar kamu diberi rahmat. Lihat Tafsir Ibnu Katsir II/280-281. dan Al Hakim.” (Al-A’raaf : 204). Qotadah.Hadits-hadits tersebut merupakan dalil yang tegas dan kuat tentang wajib diamnya makmum apabila mendengar bacaan imam.

Thabrani dan Ibnu Hibban disahihkan oleh Hakim dan disetujui oleh Ad-Dzahabi).” (Hadits Shahih dikeluarkan oleh Al-Imam Abu Dawud. tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan solusinya. WALHAMDULILLAHI. WALLAHU AKBAR. Al-Hakim. 807). Ibnu Khuzaimah. WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHI artinya: “Maha Suci Allah.” . MEMBACA AMIN Hukum Bagi Imam: Membaca amin disunnahkan bagi imam sholat. WA LAA ILAHA ILLALLAHU. Dari Abu hurairah. Tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah.” (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ibnu Hibban. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Jika kamu hafal suatu ayat Al-Qur-an maka bacalah ayat tersebut. Nasehatnya untuk orang yang belum hafal Al-Fatihah (tentunya dia tak berhak jadi Imam): Ucapkanlah: SUBHANALLAHI. tiada Ilah (yang haq) kecuali Allah. AdDaraquthni dan Ibnu Majah.Bagi seseorang yang belum hafal Al Fatihah terutama bagi yang baru masuk Islam. jika selesai membaca surat Ummul Kitab (Al-Fatihah) mengeraskan suaranya dan membaca amin. tetapi sanadnya shahih. Hakim. baca Shahih Abi Dawud hadits no. oleh Al-Albani dalam Al-Silsilah AlShahihah dikatakan sebagai hadits yang berkualitas shahih) “Bila Nabi selesai membaca Al-Fatihah (dalam sholat). Allah Maha Besar. jika tidak maka bacalah Tahmid.” (Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi dihasankan oleh At-Tirmidzi. dia berkata: “Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Takbir dan Tahlil. beliau mengucapkan amiin dengan suara keras dan panjang. Al-Baihaqi. Segala puji milik Allah.

Ishaq dan para imam fikih lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Jika imam membaca amiin maka hendaklah kalian juga membaca amiin.(Hadits shahih dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Abu Dawud) Hadits tersebut mensyari’atkan para imam untuk mengeraskan bacaan amin. Aku pernah mendengar sebuah kabar tentang anjuran dia akan hal itu. dosa-dosanya masa lalu diampuni. Ahmad. hendaklah kalian mengucapkan amiin) barangsiapa ucapan aminnya bersamaan dengan malaikat. Namun hukum wajib itu tidak mutlak harus dilakukan oleh makmum. Didalamnya dinukil perkataan (atsar) bahwa Ibnu Al-Zubair membaca amin bersama para makmum sampai seakan-akan ada gaung dalam masjidnya. Adapun bagi imam dan orang yang sholat sendiri. Dalam shahihnya Al-Bukhari membuat suatu bab dengan judul ‘baab jahr al-imaan bi al-ta-miin’ (artinya: bab tentang imam mengeraskan suara ketika membaca amin). Bahkan dia menganjurkan hal itu kepada semua orang. II/262).” . (lihat Nailul Authaar. atsar para shahabat dan perkataan para ulama. Mereka baru diwajibkan membaca amiin ketika imam juga membacanya. Juga perkataan Nafi’ (maula Ibnu Umar): Dulu Ibnu Umar selalu membaca aamiin dengan suara yang keras. (dalam riwayat lain disebutkan: “bila seseorang diantara kamu mengucapkan amin dalam sholat bersamaan dengan malaikat dilangit mengucapkannya). Dalam riwayat lain: “(apabila imam mengucapkan amiin. Pendapat ini dipertegas oleh Asy-Syaukani. ucapkanlah amiin [karena malaikat juga mengucapkan amiin dan imam pun mengucapkan amiin].” Hal ini mengisyaratkan bahwa membaca amiin itu hukumnya wajib bagi makmum.” Hukum Bagi Makmum: Dalam hal ini ada beberapa petunjuk dari Nabi (Hadits). “Bila imam selesai membaca ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladhdhooolliin. demikian yang menjadi pendapat Al-Imam AlBukhari. As-Syafi’i. maka hukumnya hanya sunnah.

” (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim) Cara membaca surat Dalam satu sholat terkadang beliau membagi satu surat dalam dua roka’at. Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim. sedangkan kalau sebagai imam disesuaikan dengan kondisi makmumnya (misalnya ada bayi yang menangis maka bacaan diperpendek). Banyak hadits yang menceritakan perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang itu. kadang pula surat yang sama dibaca pada roka’at pertama dan kedua. 178 BACAAN SURAT SETELAH AL FATIHAH Membaca surat Al Qur-an setelah membaca Al Fatihah dalan sholat hukumnya sunnah karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkan tidak membacanya. (berdasar hadits yang dikeluarkan oleh AlImam Ahmad dan Abu Ya’la. An-Nasa-i dan Ad-Darimi) Syaikh Al-Albani mengomentari masalah ini sebagai berikut: “Aku berkata: Masalah ini harus diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diremehkan dengan cara meninggalkannya. tiba-tiba aku mendengar suara tangis bayi sehingga aku memperpendek sholatku karena aku tahu betapa gelisah ibunya karena tangis bayi itu. Muslim. juga hadits shahih yang dikeluarkan oleh Al-Imam Abu Dawud dan Al-Baihaqi atau riwayat dari Ahmad. Termasuk kesempurnaan dalam mengerjakan masalah ini adalah dengan membarengi bacaan amin sang imam. (Tamaamul Minnah hal. Rasulullah bersabda “Aku melakukan sholat dan aku ingin memperpanjang bacaannya akan tetapi. disahkan oleh Al-Hakim disetujui oleh Ad-Dzahabi) .(Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari. Membaca surat AlQur-an ini dilakukan pada dua roka’at pertama. dan tidak mendahuluinya. Panjang pendeknya surat yang dibaca Pada sholat munfarid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat-surat yang panjang kecuali dalam kondisi sakit atau sibuk.

Ahmad dan ‘Abdul Ghani Al-Maqdisi) Dalam riwayat lain disebutkan: “Untuk setiap satu surat (dibaca) dalam satu roka’at. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya dengan tartil.dan beliau membaca satu per satu kalimat. tidak lambat juga tidak cepat -sebagaimana diperintahkan oleh Allah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Berikanlah setiap surat haknya. Muslim dan Abu Dawud) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering membaca suatu surat dari awal sampai selesai selesai. (berdasar hadits shahih dikeluarkan oleh AlBukhari dan Muslim) Dalam sholat yang bacaannya di-jahr-kan Nabi membaca dengan keras dan jelas.Terkadang beliau membolehkan membaca dua surat atau lebih dalam satu roka’at. dinyatakan oleh At-Tirmidzi sebagai hadits shahih) Tata cara bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya membaca surat dengan jumlah ayat yang berimbang antara roka’at pertama dengan roka’at kedua.” Perintah dalam hadits tersebut bersifat sunnah bukan wajib.(Berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al-Imam AlBukhari dan At-Tirmidzi. (Berdasarkan hadits yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari. Dalam membaca surat Al-Qur-an. Rasulullah bersabda bahwa orang yang membaca Al-Qur-an kelak akan diseru: . tetapi terkadang beliau memperdengarkan bacaannya kepada mereka tapi tidak sekeras seperti ketika di-jahr-kan. Tetapi pada sholat dzuhur dan ashar juga pada sholat maghrib pada roka’at ketiga ataupun dua roka’at terakhir sholat isya’ Nabi membacanya dengan lirih yang hanya bisa diketahui kalau Nabi sedang membaca dari gerakan jenggotnya. yaitu dalam setiap (roka’at) ruku’ dan sujud.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ibnu Abi Syaibah.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ibnu Nashr dan At-Thohawi) Dijelaskan oleh Syaikh Al-Albani: “Seyogyanya kalian membaca satu surat utuh dalam setiap satu roka’at sehingga roka’at tersebut memperoleh haknya dengan sempurna. sehingga satu surat memerlukan waktu yang lebih panjang dibanding kalau dibaca biasa (tanpa dilagukan).

maka beliau juga memerintahkan yang demikian itu: “Perindahlah/hiasilah Al-Qur-an dengan suara kalian [karena suara yang bagus menambah keindahan Al-Qur-an]. demikian beliau juga memerintahkan kepada para shahabatnya. dishahihkan oleh Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi) RUKU’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah selesai membaca surat dari Al-Qur-an kemudian berhenti sejenak. Abu Dawud. Ad-Darimi. terus mengangkat kedua tangannya sambil bertakbir seperti ketika takbiratul ihrom (setentang bahu atau daun telinga) kemudian rukuk (merundukkan badan kedepan dipatahkan pada pinggang. karena kedudukanmu berada di akhir ayat yang engkau baca.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari. hal itu dilakukan ketika bertakbir hendak rukuk dan ketika mengangkat kepalanya (bangkit) dari ruku’ ….” (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari . Al-Hakim dan Tamam Ar-Razi) “Bukanlah dari golongan kami orang yang tidak melagukan Al-Quran.“Bacalah. salah satunya adalah: Dari Abdullah bin Umar. Muslim dan Malik) Cara Ruku’ > Bila Rasulullah ruku’ maka beliau meletakkan telapak tangannya pada lututnya. . Berdasarkan beberapa hadits. ia berkata: “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berdiri dalam sholat mengangkat kedua tangannya sampai setentang kedua bahunya.” (Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Al-Hakim. dishahihkan oleh At-Tirmidzi) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Al-Qur-an dengan suara yang bagus.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud dan At-Tirmidzi. telitilah dan tartilkan sebagaimana kamu dulu mentartilkan di dunia. dengan punggung dan kepala lurus sejajar lantai).

” Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Abu Dawud) > Menekankan tangannya pada lututnya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu ‘Awwanah.“Bahwasanya shallallahu ‘alaihi wa sallam (ketika ruku’) meletakkan kedua tangannya pada kedua lututnya. meluruskan dan membentangkan punggungnya sehingga bila air dituangkan di atas punggung beliau. Abu Dawud dan Sahmi dishahihkan oleh Ad-Daraquthni) > Thuma-ninah/Bersikap Tenang .” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dan Abu Dawud) > Merenggangkan jari-jemarinya “Beliau merenggangkan jari-jarinya. kepala tidak mendongak tidak pula menunduk tetapi tengah-tengah antara kedua keadaan tersebut “Beliau tidak mendongakkan kepalanya dan tidak pula menundukkannya.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud dan Bukhari) “Sholat seseorang sempurna sebelum dia melakukan ruku’ dan sujud dengan meluruskan punggungnya.” (Hadits di keluarkan oleh Al Imam Thabrani. “Beliau bila ruku’. “Jika kamu ruku’ maka letakkan kedua tanganmu pada kedua lututmu dan bentangkanlah (luruskan) punggungmu serta tekankan tangan untuk ruku’. ‘Abdullah bin Ahmad dan ibnu Majah) > Antara kepala dan punggung lurus. Adz-Dzahabi dan AtThayalisi menyetujuinya) > Merenggangkan kedua sikunya dari lambungnya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Hakim dan dia menshahihkannya. air tersebut tidak akan bergerak.

” 3. SUBHAANA RABBIYAL ‘ADHZIM 3 kali atau lebih (Berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad. lagi Maha Agung. 1. Yang artinya: .Beliau pernah melihat orang yang ruku’ dengan tidak sempurna dan sujud seperti burung mematuk. Abu Dawud. Yang artinya: “Maha Suci Rabbku. berdiri setelah ruku’ dan sujudnya juga duduk antara dua sujud hampir sama lamanya. SUBBUUHUN QUDDUUSUN RABBUL MALA-IKATI WAR RUUH (Berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Abu ‘Awwanah). Al-Ajiri. dua biji kurma yang tidak mengenyangkan. Ibnu Majah dan lain-lain). Abu Dawud.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim) Yang Dibaca Ketika Ruku’ Do’a yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada beberapa macam. lalu berkata: “Kalau orang ini mati dalam keadaan seperti itu. Adh-Dhiya’ dan Ibnu Asakir dengan sanad shahih. Yang artinya: “Maha Suci Rabbku lagi Maha Agung dan segenap pujian bagi-Nya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Ya’la. SUBHAANA RABBIYAL ‘ADHZIMI WA BIHAMDIH 3 kali (Berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad. semuanya pernah dibaca oleh beliau jadi kadang membaca ini kadang yang lain. Al-Baihaqi. dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah) > Memperlama Ruku’ “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan ruku’. ia mati diluar agama Muhammad [sholatnya seperti gagak mematuk makanan] sebagaimana orang ruku’ tidak sempurna dan sujudnya cepat seperti burung lapar yang memakan satu. AdDaroquthni dan Al-Baihaqi).” 2.

SUBHAANAKALLAHUMMA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII Yang artinya: “Maha Suci Engkau ya. Yang Dilarang Ketika Ruku’ Larangan disini adalah larangan dari Rasulullah bahwa sewaktu ruku’ kita tidak boleh membaca Al-Qur-an.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim). Dikatakan bahwa ada riwayat dari ‘A-isyah yang menunjukkan bahwa Rasulullah sejak turunnya surat An-Nashr -yang artinya: “Hendaklah engkau mengucapkan tasbih dengan memuji Rabbmu dan memohon ampun kepada-Nya. Do’a ini yang paling sering dibaca. An-Nashr 110:3)-. Maha Suci Rabb para malaikat dan ruh. Allah.” 4. Sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat.” (TQS. bahwasanya dia berkata: “Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperbanyak membaca Subhanakallahumma Wa Bihamdika Allahummaghfirlii dalam ruku’nya dan sujudnya. dan dengan memuji-Mu Ya. beliau mentakwilkan Al-Qur-an.” Berdasarkan hadits dari ‘A-isyah. Berdasarkan hadits: “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membaca Al-Qur-an dalam ruku’ dan sujud. Dan lain-lain sesuai dengan hadits-hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah ampunilah aku.“Maha Suci. waktu ruku’ dan sujud beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu membaca do’a ini hingga wafatnya. 5.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Abu ‘Awwanah) “Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca Al-Qur-an sewaktu ruku’ dan sujud…” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Abu ‘Awwanah I’TIDAL DARI RUKU’ (Bangkit dari Ruku’) Cara i’tidal dari ruku’ .

Yang Dibaca Ketika I’tidal dari Ruku’ Seperti ditunjuk hadits di atas ketika bangkit (mengangkat kepala) dari ruku’ itu membaca: (SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH) Kemudian ketika sudah tegak dan selesai bacaan tersebut disahut dengan bacaan: RABBANAA LAKAL HAMD (Rabbku.Setelah ruku’ dengan sempurna dan selesai membaca do’a. diantaranya: Dari Abdullah bin Umar. maka kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal). ia berkata: “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berdiri dalam sholat mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua pundaknya. Muslim dan Malik). Waktu bangkit tersebut membaca (SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH) disertai dengan mengangkat kedua tangan sebagaimana waktu takbiratul ihrom. Hal ini berdasarkan keterangan beberapa hadits. Rabbku. Rabbku dan segala puji kepada-Mu) Dalilnya adalah hadits dari Abu Hurairah: . segala puji kepada-Mu) atau ALLAAHUMMA RABBANAA WA LAKAL HAMD (Ya. Allah. hal itu dilakukan ketika bertakbir mau rukuk dan ketika mengangkat kepalanya (bangkit ) dari ruku’ sambil mengucapkan SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH…” (Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari. Allah. segala puji kepada-Mu) atau RABBANAA WA LAKAL HAMD (Rabbku dan segala puji kepada-Mu) atau ALLAAHUMMA RABBANAA LAKAL HAMD (Ya.

Abu Dawud. WA MIL-A MAA SYI-TA MIN SYAI-IN BA’D (Mencakup seluruh langit dan seluruh bumi dan segenap yang Engkau kehendaki selain dari itu) berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Ibnu Majah. Muslim. Bagi yang hendak mengerjakan pendapat yang pertama tidak apa-apa dan bagi siapa yang mengerjakan sesuai dengan pendapat kedua tidak mengapa. Dan Do’a lain-lain Cara I’tidal (Berdiri Tegak Setelah Bangkit dari Ruku’ ) Adapun dalam tata cara i’tidal ulama berbeda pendapat menjadi dua pendapat. red). maka ucapkanlah oleh kalian ALLAHUMMA RABBANA WA LAKALHAMD.” . An-Nasa-i. barangsiapa yang ucapannya tadi bertepatan dengan ucapan para malaikat diampunkan dosa-dosanya yang telah lewat.” (Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari. Hal ini berdasarkan nash dibawah ini: Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam An-Nasa-i yang artinya: “Ia (Wa-il bin Hujr) berkata: “Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau berdiri dalam sholat. beliau memgang tangan kirinya dengan tangan kanannya. pertama mengatakan sedekap dan yang kedua mengatakan tidak bersedekap tapi melepaskannya. At-Ztirmidzi. Keterangan untuk pendapat pertama: Kembali meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri atau menggenggamnya dan menaruhnya di dada. ketika telah berdiri. Ibnu Majah dan Malik) Kadang ditambah dengan bacaan: MIL-ASSAMAAWAATI. hendaknya ini dijadikan tantangan dan mendorong semangat kita untuk meneliti secara ilmiah diantara pendapat yang akan kita ikuti.“Apabila imam mengucapkan SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH. (Dalam tulisan ini kami hindarkan dahulu pendapat mana yang paling rajih untuk diikuti. WA MIL-ALARDHL.

ia berkata dari Abu Hazm. Dengan demikian dapatlah dimengerti bahwasanya maksud dari hadits Sahl diatas adalah disyari’atkan bagi Mushalli ketika berdiri dalam sholat agar meletakkan tangan kanannya atas lengan kirinya. Dalam rincian Sunnah tersebut tidak tersisa kecuali dalam keadaan berdiri. Karena tidak ada riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membedakan antara keduanya.) Disamping itu ada pula ketetapan dari hadits Wa-il bin Hujr pada riwayat An-Nasa-i dengan sanad yang shahih: Bahwasanya apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri dalam sholat beliau memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya. ia berkata dari Sahl bin Sa’d ia berkata: “Adalah orang-orang (para shahabat) diperintah (oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ) agar seseorang meletakkan tangan kanannya atas lengan kirinya dalam sholat. ia berkata dari Malik.” . Sama saja baik berdiri sebelum ruku’ maupun sesudahnya.” Komentar Abu Hazm: “Saya tidak mengetahui perintah tersebut kecuali disandarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam . dan dalam keadaan duduk antara dua sujud begitu pun dalam tasyahud ia meletakkannya di atas kedua pahanya dan lututnya dengan dalil masing-masing secara rinci. Dan sudah dimengerti bahwa Sunnah (Nabi) menjelaskan orang sholat dalam ruku’ meletakkan kedua telapak tangangnya pada kedua lututnya. (Kembali pada kaidah ushul fiqh: “asal dari ibadah adalah haram kecuali ada penunjukannya” -per. edisi Dzulhijjah 1393 H/Januari 1974 M.Berkata Al-Imam Al-Bukhari dalam shahihnya: “Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah.” Komentar dari Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baaz (termaktub dalam fatwanya yang dimuat dalam majalah Rabithah ‘Alam Islamy. tahun XI): “Dari hadits shahih ini ada petunjuk diisyaratkan meletakkan tangan kanan atas tangan kiri ketika seorang Mushalli (orang yang sholat) tengah berdiri baik sebelum ruku’ maupun sesudahnya. Karena Sahl menginformasikan bahwa para shahabat diperintahkan untuk meletakkan tangan kanannya atas lengan kirinya dalam sholat. dan dalam sujud ia meletakkan kedua telapak tangannya pada bumi (tempat sujud) sejajar dengan keddua bahunya atau telinganya. oleh karena itu barangsiapa membedakan keduanya haruslah menunjukkan dalilnya.

wordpress. Al-Hakim.(Sedangkan Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi dalam salah satu ceramah menegaskan pendapat yang diikutinya agar melepaskan tangan (tidak bersedekap) atau meluruskan tangan ke bawah saat bangkit dari ruku’ (i’tidal). dan riwayat lain oleh Ad-Darimi. Caranya Dengan tanpa atau kadang-kadang dengan mengangkat kedua tangan (setentang pundak atau daun telinga) seraya bertakbir.” (dalam riwayat lain disebutkan: “Jika kamu berdiri i’tidal. Dan untuk mendengarkan ceramah mengenai hal ini beliau silahkan klik link ceramah beliau di blog www. red.kajian sunnah. .” (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim. badan turun condong kedepan menuju ke tempat sujud.com DISINI) Thuma-ninah dan Memperlama Dalam I’tidal “Kemudian angkatlah kepalamu sampai engkau berdiri dengan tegak [sehingga tiap-tiap ruas tulang belakangmu kembali pata tempatnya]. dengan meletakkan kedua lutut terlebih dahulu (lihat gambar) baru kemudian meletakkan kedua tangan (lihat gambar) pada tempat kepala diletakkan dan kemudian meletakkan kepala kepala dengan menyentuhkan/ menekankan hidung dan jidat/ kening/ dahi ke lantai (tangan sejajar dengan pundak atau daun telinga). As-Syafi’i dan Ahmad) Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri terkadang dikomentari oleh shahabat: “Dia telah lupa” [karena saking lamanya berdiri]. Muslim dan Ahmad) SUJUD Sujud dilakukan setelah i’tidal thuma-ninah dan jawab tasmi’ (Rabbana Lakal Hamd…dst). luruskanlah punggungmu dan tegakkanlah kepalamu sampai ruas tulang punggungmu mapan ke tempatnya). (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari.

Dari Wail bin Hujr, berkat, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak sujud meletakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya dan apabila bangkit mengangkat dua tangan sebelum kedua lututnya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Tirmidzi An-Nasa’i, Ibnu Majah dan AdDaarimy) “Terkadang beliau mengangkat kedua tangannya ketika hendak sujud.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam An-Nasa’i dan Daraquthni) “Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya [dan membentangkan] serta merapatkan jari-jarinya dan menghadapkannya ke arah kiblat.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Al-Hakim, Al-Baihaqi) “Beliau meletakkan tangannya sejajar dengan bahunya” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Tirmidzi) “Terkadang beliau meletakkan tangannya sejajar dengan daun telinganya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam An-Nasa’i) Cara Sujud >Bersujud pada 7 anggota badan , yakni jidat/kening/dahi dan hidung (1), dua telapak tangan (3), dua lutut (5) dan dua ujung kaki (7). Hal ini berdasar hadits: Dari Ibnu ‘Abbas berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Aku diperintah untuk bersujud (dalam riwayat lain; Kami diperintah untuk bersujud) dengan tujuh (7) anggota badan; yakni kening sekaligus hidung, dua tangan (dalam lafadhz lain; dua telapak tangan), dua lutut, jari-jari kedua kaki dan kami tidak boleh menyibak lengan baju dan rambut kepala.” (Hadits dikeluarkan oleh Al-Jama’ah) > Dilakukan dengan menekan “Apabila kamu sujud, sujudlah dengan menekan.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad) “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menekankan kedua lututnya dan bagian depan telapak kaki ke tanah.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Baihaqi)

>Kedua lengan/siku tidak ditempelkan pada lantai, tapi diangkat dan dijauhkan dari sisi rusuk/lambung. Dari Abu Humaid As-Sa’diy, bahwasanya Nabi shalallau ‘alaihi wasallam bila sujud maka menekankan hidung dan dahinya di tanah serta menjauhkan kedua tangannya dari dua sisi perutnya, tangannya ditaruh sebanding dua bahu beliau.” (Diriwayatkan oleh Al Imam At-Tirmidzi) Dari Anas bin Malik, dari Nabi shalallau ‘alaihi wasallam bersabda: “Luruskanlah kalian dalam sujud dan jangan kamu menghamparkan kedua lengannya seperti anjing menghamparkan kakinya.” (Diriwayatkan oleh Al-Jama’ah kecuali Al Imam An-Nasa-i, lafadhz ini bagi Al Imam Al-Bukhari) “Beliau mengangkat kedua lengannya dari lantai dan menjauhkannya dari lambungnya sehingga warna putih ketiaknya terlihat dari belakang” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim) > Menjauhkan perut/lambung dari kedua paha Dari Abi Humaid tentang sifat sholat Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Apabila dia sujud, beliau merenggangkan antara dua pahanya (dengan) tidak menopang perutnya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud) > Merapatkan jari-jemari Dari Wa-il, bahwasanya Nabi shalallau ‘alaihi wasallam jika sujud maka merapatkan jari-jemarinya. (Diriwayatkan oleh Al Imam Al-Hakim) > Menegakkan telapak kaki dan saling merapatkan/ menempelkan antara dua tumit Berkata ‘A-isyah isteri Nabi shalallau ‘alaihi wasallam: “Aku kehilangan Rasulullah shalallau ‘alaihi wasallam padahal beliau tadi tidur bersamaku, kemudian aku dapati beliau tengah sujud dengan merapatkan kedua tumitnya (dan) menghadapkan ujung-ujung jarinya ke kiblat, aku dengar…” (Diriwayatkan oleh Al Imam Al-Hakim dan Ibnu Huzaimah) > Thuma-ninah dan sujud dengan lama

Sebagaimana rukun sholat yang lain mesti dikerjakan dengan thumaninah. Juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kalau bersujud baiasanya lama. “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan ruku’, berdiri setelah ruku’ dan sujudnya juga duduk antara dua sujud hampir sama lamanya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim Sujud Langsung Pada Tanah atau Boleh Di Atas Alas “Para shahabat sholat berjama’ah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada cuaca yang panas. Bila ada yang tidak sanggup menekankan dahinya di atas tanah maka membentangkan kainnya kemudian sujud di atasnya” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim) Bacaan Sujud Rasulullah membaca SUBHAANA RABBIYAL A’LAA 3 kali (berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dll) atau kadang-kadang membaca SUBHAANA RABBIYAL A’LAA WA BIHAMDIH, 3 kali (berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud dll) atau SUBHAANAKALLAAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAAHUMMAGHFIRLII (berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim) Bacaan Yang Dilarang Selama Sujud “Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca Al-Qur-an sewaktu ruku’ dan sujud…” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Abu ‘Awwanah).

duduk iftirasy (duduk dengan meletakkan pantat pada telapak kaki kiri dan kaki kanan ditegakkan) dan duduk iq’ak (duduk dengan menegakkan kedua telapak kaki dan duduk diatas tumit). Ada dua macam tipe duduk antara dua sujud.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim) *Komentar Syaikh Al-Albani: duduknya syaithan adalah dua telapak kaki ditegakkan kemudian duduk dilantai antara dua kaki tersebut dengan dua tangan menekan dilantai. “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dari sujudnya seraya bertakbir” (Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim) DUDUK ANTARA DUA SUJUD Duduk ini dilakukan antara sujud yang pertama dan sujud yang kedua. pada roka’at pertama sampai terakhir. Hal ini berdasar hadits: Dari ‘A-isyah berkata: “Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghamparkan kaki beliau yang kiri dan menegakkan kaki yang kanan. baliau melarang dari duduknya syaithan.dan berkata Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Apabila engkau sujud maka tekankanlah dalam sujudmu lalu kalau bangun duduklah di atas pahamu yang kiri.BANGUN DARI SUJUD PERTAMA Setelah sujud pertama -dimana dalam setiap roka’at ada dua sujudmaka kemudian bangun untuk melakukan duduk diantara dua sujud. Dari Rifa’ah bin Rafi’ -dalam haditsnya. yakni [duduk dengan menegakkan telapak dan tumit kedua kakinya].” (Hadits dikeluarkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dengan lafadhz Abu Dawud) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang duduk iq’ak. (Hadits dikeluarkan oleh Muslim) Waktu duduk antara dua sujud ini telapak kaki kanan ditegakkan dan jarinya diarahkan ke kiblat: Beliau menegakkan kaki kanannya (Al-Bukhari) . Dalam bangun dari sujud ini disertai dengan takbir dan kadang mengangkat tangan (Berdasar hadits dari Ahmad dan Al-Hakim).

“Maka tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersujud dia meletakkan kedua lututnya ke lantai sebelum meletakkan kedua tangannya. RABBIGHFIRLII Dari Hudzaifah. bangkit berdiri seraya bertakbir tanpa mengangkat kedua tangan.berkata (Wail). bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan dalam sujudnya (dengan do’a): Rabighfirlii. > Bangkit/bangun dari sujud untuk berdiri (dari akhir roka’at pertama dan ketiga) didahului dengan duduk istirahat atau tanpa duduk istirahat.dan apabila bangkit dia bangkit atas kedua lututnya dengan bertumpu pada satu paha. yaitu bangkit menuju roka’at berikut dari posisi sujud kedua -pada akhir roka’at pertama dan ketiga. (Hadits dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan lafadhz Ibnu Majah) ALLAAHUMMAGHFIRLII WARHAMNII WA ‘AAFINII WAHDINII WARZUQNII (Abu Dawud) ALLAAHUMMAGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARZUQNII WARFA’NII (Ibnu Majah) ALLAAHUMMAGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WAHDINII WARZUQNII (At-Tirmidzi) MENUJU ROKA’AT BERIKUTNYA Pada masalah ini ada dua tempat/kondisi. Tangan bertumpu pada satu pahanya Dari Wail bin Hujr dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam . Berkata (Wa-il): Bila sujud maka …. Ketika bangkit bisa dengan tangan bertumpu pada lantai atau bisa juga bertumpu pada pahanya.dan bangkit dari posisi duduk tasyahhud awal -pada roka’at kedua. Rabbighfirlii.” (Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud) Tangan bertumpu pada lantai (tempat sujud) ..Menghadapkan jari-jemarinya ke kiblat (An-Nasa-i) Bacaannya RABBIGHFIRLII.

pada masing-masing posisi kaki kanan ditegakkan. Mengangkat tangan ketika takbir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangkit dari duduknya mengucapkan takbir.” (Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari. . (Hadits dikeluarkan oleh AlBukhari) Duduk istirahat sebentar sebelum bangkit berdiri Dari Malik bin Huwairits bahwasanya dia melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sholat. kemudian berdiri (Hadits dikeluarkan oleh Abu Ya’la) DUDUK TASYAHHUD AWWAL DAN TASYAHHUD AKHIR Tasyahhud awwal dan duduknya merupakan kewajiban dalam sholat Tempat dilakukannya Duduk tasyahhud awwal terdapat hanya pada sholat yang jumlah roka’atnya lebih dari dua (2). pada sholat wajib dilakukan pada roka’at yang ke-2. Masing-masing dilakukan setelah sujud yang kedua. Sedang duduk tasyahhud akhir dilakukan pada roka’at yang terakhir. Abu Dawud dan At-Tirmidzi) > Bangkit dari duduk tasyahhud awwal (dari roka’at kedua) dengan mengangkat kedua tangan seraya bertakbir seperti pada takbiratul ihram. Cara duduk tasyahhud awwal dan tasyahhud akhir Waktu tasyahhud awwal duduknya iftirasy (duduk diatas telapak kaki kiri) sedang pada tasyahhud akhir duduknya tawaruk (duduk dengan kaki kiri dihamparkan kesamping kanan dan duduk diatas lantai). maka bila pada roka’at yang ganjil tidaklah beliau bangkit sampai duduk terlebih dulu dengan lurus.Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertumpu pada lantai ketika bangkit ke roka’at kedua.

maka dalam blog ini tidak ditentukan mana pilihan yang sebaiknya diikuti. red) dan/atau menggerak-gerakkan jari telunjuk dan penglihatan ditujukan kepadanya. berisyarat dengan telunjuk kanan. maka beliau hamparkan kakinya yang kiri dan menaruh tangannya yang kiri atas pahanya dan lututnya yang kiri dan ujung sikunya diatas paha kanannya.Dari Abi Humaid As-Sa’idiy tentang sifat sholat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Kemudian beliau duduk. sedang tangan kirinya ditaruh/terhampar di paha kiri. . Selama melakukan duduk tasyahhud awwal maupun tasyahhud akhir.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad. “Maka apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk dalam dua roka’at (tasyahhud awwal) beliau duduk diatas kaki kirinya dan bila duduk dalam roka’at yang akhir (-tasyahhud akhir) beliau majukan kaki kirinya dan duduk di tempat kedudukannya (lantai dll). Berisyarat dengan telunjuk. beliau hamparkan padanya. Hendaknya hal ini menjadi dorongan semangat untuk mencari tahu dalil-dalil yang akan kita ikuti. Abu Dawud dan An-Nasa-i). Kadang pada suatu sholat digerakkan pada sholat lain boleh juga tidak digerakgerakkan. bisa digerakkan bisa tidak (Sehubungan adanya perbedaan pendapat antara mendiamkan telunjuk yang ditegakkan dengan pendapat menggerakgerakkan telunjuk.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Nasa-i). Dari Ibnu ‘Umar berkata Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wa sallam bila duduk didalam shalat meletakkan dua tangannya pada dua lututnya dan mengangkat telunjuk yang kanan lalu berdoa dengannya sedang tangannya yang kiri diatas lututnya yang kiri. red). kemudian beliau menggenggam jari-jarinya dan membuat satu lingkaran kemudian mengangkat jari beliau maka aku lihat beliau menggerak-gerakkannya berdo’a dengannya. disunnahkan menggerak-gerakkannya. dia berkat.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud) Letak tangan ketika duduk Untuk kedua cara duduk tersebut tangan kanan ditaruh di paha kanan sambil berisyarat (menegakkan jari telunjuk.

Salah satu contoh riwayat yang baik adalah sebagai berikut: Dari Abdullah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa apabila shalat hendak mengucapkan: “AT-TAHIYYAATU LILLAHI WAS SHOLAWATU WAT THAYYIBAAT. maka kami berkata : ‘Ya Rasulullah kami sudah tahu bagaimana cara mengucapkan salam kepadamu.Aku bersaksi bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq selain Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammmad itu hamba daan utusan-Nya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud).“Dari Abdullah Bin Zubair bahwasanya ia menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan jarinya ketika berdoa dan tidak menggerakannya. shalawat dann kebaikan kepunyaan Allah. Dari Ka’ab bin Ujrah berkata : “Maukah aku hadiahkan kepadamu sesuatu ? Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepada kami. ASYHADU ALLAA ILAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA RASULUHU” artinya: segala kehormatan. AS-SALAMU’ALAIKA AYYUHAN NABIY WA RAHMATULLAHI WA BARAKATUHU. Kiranya keselamatan tetap atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari). karena sesungguhnya apabila kalian mengucapkan sudah mengenai semua hamba Allah yang shalih di langit dan di bumi. untuk itu hendaklah dipilih yang kuat dan lafadhznya belum ditambah-tambah. lantas bagaimana kami harus bershalawat kepadamu? Beliau berkata : ucapkanlah: “ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHALLAITA ‘ALAA AALI IBRAHIIM. AS-SALAAMU ‘ALAINA WA ‘ALAA ‘IBAADILLAHIS SHALIHIN. INNAKA HAMIIDUM MAJIID.” . INNAKA HAMIIDUM MAJIID. ALLAAHUMMA BAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BARAKTA ‘ALAA AALI IBRAHIIM. semoga keselamatan terlimpah atasmu wahai Nabi dan juga rahmat Allah dan barakah-Nya. Membaca do’a At-Tahiyyaat dan As-Sholawaat Do’a tahiyyat ini ada beberapa versi.

Muslim. dia berkata: “ALLAAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAMA WA MIN ‘ADZAABIL QABRI WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT WA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAAL.Apabila kamu telah selesai bertasyahhud akhir maka… (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad. red).” artinya: “Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam. setelah membaca sholawat secara lengkap. maka dalam blog ini tidak ditentukan dahulu mana pilihan yang sebaiknya diikuti. Abu Dawud dan Ibnu Majah) Ta’awudz (berlindung dari 4 hal) ini dibaca hanya ketika tasyahhud akhir. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim.. Dari Abu Hurairah berkata. Hendaknya hal ini menjadi dorongan semangat untuk mencari tahu dalil-dalil yang akan kita ikuti. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim dengan lafadhz Muslim) Berdo’a dengan do’a/permohonan lainnya …kemudian (supaya) dia memilih do’a yang dia kagumi/senangi… (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dan Al-Bukhari) . Hal ini dilakukan pada duduk tasyahhud akhir saja. …. berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Apabila kamu telah selesai bertasyahhud maka hendaklah berlindung kepada Allah dari empat (4) hal.” (Sehubungan adanya perbedaan pendapat apakah pada tasyahud awwal sebaiknya membaca sholawat (sebagian ataupun secara lengkap) dengan pendapat yang menyatakan tidak membaca sholawat pada tasyahud awwal.artinya: “Ya Allah berikanlah Shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibarahim. Berdo’a berlindung dari empat (4) hal. fitnahnya hidup dan mati serta fitnahnya AlMasiihid Dajjaal. siksa kubur.

(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad. dari bapaknya. pembukanya takbir dan penutupnya (yaitu sholat) adalah mengucapkan salam. ia berkata: Aku sholat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau membaca salam ke sebelah kanan (menoleh ke kanan): “As Salamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh. Muslim dan An-Nasa-i serta ibnu Majah) Dari ‘Alqomah bin Wa-il. Dari ‘Amir bin Sa’ad. dari bapaknya berkata: Saya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi salam ke sebelah kanan dan sebelah kirinya hingga terlihat putih pipinya. dilakukan dalam posisi duduk tasyahhud akhir setelah membaca do’a minta perlindungan dari 4 fitnah atau tambahan do’a lainnya. “Kunci sholat adalah bersuci.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud) Macam-macam Bacaan Salam Kadang-kadang beliau membaca: As Salamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh— As Salamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh atau As Salamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh— As Salamu’alaikum Wa Rahmatullahi (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah) atau . (Hadits dikeluarkan dan disahkan oleh Al Imam Al-Hakim dan Adz-Dzahabi) Caranya Dengan menolehkan wajah ke kanan seraya mengucapkan do’a salam kemudian ke kiri.” Dan kesebelah kiri: “As Salamu’alaikum Wa Rahmatullahi.SALAM Salam sebagai tanda berakhirnya gerakan sholat.

“Mengapa kamu menggerakkan tangan kamu seperti gerakan ekor kuda yang lari terbirit-birit dikejar binatang buas? Bila seseorang diantara kamu mengucapkan salam. Abu ‘Awanah.As Salamu’alaikum Wa Rahmatullahi— As Salamu’alaikum Wa Rahmatullahi (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim) atau As Salamu’alaikum Wa Rahmatullahi— As Salamu’alaikum (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dan An-Nasa-i) atau As Salamu’alaikum dengan sedikit menoleh ke kanan tanpa menoleh ke kiri (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani) Gerak yang dilarang Sering terlihat orang yang mengucapkan salam ketika menoleh ke kanan dibarengi dengan gerakan telapak tangan dibuka kemudian ketika menoleh ke kiri tangan kirinya di buka. Ibnu Khuzaimah dan At-Thabrani). . kemudian ia mengucapkan salam dengan berpaling kepada saudaranya yang di sebelah kanan dan saudaranya di sebelah kiri). Gerakan tangan ini dilarang oleh shallallahu ‘alaihi wa sallam. hendaklah ia berpaling kepada temannya dan tidak perlu menggerakkan tangannya. (Pada riwayat lain disebutkan: “Seseorang diantara kamu cukup meletakkan tangannya di atas pahanya.” [Ketika mereka sholat lagi bersama Rasullullah. mereka tidak melakukannya lagi]. (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim.

Hal seperti ini dilakukan oleh syi’ah Iran dan sekitarnya. . Maksud dari gerakan itu adalah melaknat malaikat Jibril karena mereka mengatakan Jibril telah salah menyampaikan wahyu.Diantara gerakkan bid’ah yang dilakukan saat salam adalah gerakkan yang dilakukan oleh orang syi’ah dengan menepukkan kedua tangannya di atas paha tiga kali. sebagai pengganti salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri.

kemudian surat Al Ikhlas. kalau seandainya setelah shalat subuh dan maghrib dibaca tiga kali. LAHUN NI’MATU WALAHUL FADHLU WALAHUTS TSANAA-UL HASAN. kemudian dilanjutkan dengan: ALLAHUMMA ANTAS SALAAM WA MINKAS SALAAM TABAARAKTA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU. WA LAA MU’TIYA LIMAA MANA’TA. LAA NA’BUDU ILLA IYYAHU. LAA ILAAHA ILLALLAHU. untuk melengkapi bilangan menjadi seratus bacalah: LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU. Khusus setelah shalat subuh dan maghrib. LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH LAA ILAAHA ILLALLAHU. Al Falaq dan An Nas. LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR. ALLAHU AKBAR tigapuluh tiga kali. bacalah zikir yang dibawah ini sepuluh kali setelah mengucapkan zikir yang di atas: LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU. ALLAHUMMA LAA MAA NI’A LIMAA A’THOITA. LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYII WAYUMIIT WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR Kemudian membaca: SUBHAANALLAH tigapuluh tiga kali. seorang muslim mengucapkan setelah setiap shalat fardu membaca ASTAGHFIRULLAH tiga kali. WALAA YANFA’ DZAL JADDI MINKAL JADDU. LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR Kemudian membaca ayat kursi. ALHAMDULILLAH tigapuluh tiga kali. .Dzikir Setelah Sholat Dari Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz kepada seluruh orang melihat tulisan ini dari kalangan kaum muslimin “Merupakan dari perbuatan sunnah. MUKHLISHIINA LAHUDDINA WALAU KARIHAL KAAFIRUUN.

Inilah yang lebih baik (afdhal) dan semoga Allah menganugerahkan shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad dan atas keluarga beliau dan sahabat-sahabatnya serta yang mengikutinya dengan baik sampai hari pembalasan. Penerbit : Pustaka Al Kautsar. Sifat Sholat Nabi Edisi Revisi. BEBERAPA KESALAHAN GERAKAN SHOLAT Ruku’ – Tangan tidak pada lutut (insya Allah akan dijelaskan dalam bab lain) Punggung mendongak ke atas (insya Allah akan dijelaskan dalam bab lain) I’tidal – Tangan menengadah ke atas (insya Allah akan dijelaskan dalam bab lain) Sujud – Siku menempel pada lantai (insya Allah akan dijelaskan dalam bab lain) Duduk diantara 2 sujud – Tidak iftirasyi (insya Allah akan dijelaskan dalam bab lain) BUKU-BUKU RUJUKAN : 1. Cetakan ke-10. Cetakan ke-14. Penerbit : At Tibyan. karya Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin dan Syaikh Abdulaziz bin Baz. Al Fiqhu lilmustawar raabi’il ibtida-i. Penerbit : Jum’iyatu Ihyaut Turots Al-Islamii -Lajnah Junuubi Syarqi Asiya . Terjemahan dari Kitab Fatawa Hammah wa Risalah fii Shifati Sholatin Nabii Shalalahu ‘alaihi wasalam 4. Terjemahan dari Kitab Shifatu Shalaati an Nabiyyi Shallallahi ‘Alaihi wa Sallam min at-Takbiiri ilaa at Tasliimi Kaannaka Taraahaa 2. Bandung. Cetakan Pertama. Terjemahan dari Kitab Fiqhus Sunnah 5. Sifat Sholat Nabi Shalalahu ‘alaihi wasalam dan Dzikir-dzikir Pilihan. karya Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin. Terjemahan dari Kitab Shifatus Shalah 3. Jakarta. karya Muhammad Nashiruddin Al-Albani Penerbit : Media Hidayah. silsilatul manahijid diraasah. Fikih Sunnah Jilid 1 dan 2. karya Sayyid Sabiq. Yogyakarta. Al Ma’arif. Penerbit : PT. Sifat Shalat Nabi. Solo.

penyusun : Ustadz Abdul Hakim Abdat 8. Koreksi Total Ritual Sholat. Cetakan ke-3. karya Abu Ubaid Masyhur bin Hasan Mahmud bin Salman. Kumpulan Tulisan tentang Sholat. Penerbit At-Tibyan. Jakarta. Penerbit : Pustaka Azzam. Solo . Terjemahan dari Kitab al Qaulul mubin fii akhta-il Mushallin 7.6. Sifat Wudhu Nabi. Shalat karya Syeikh Abdullah bin Sholeh Al Ubailan 10. Tuntunan Shalat menurut Al-Quran dan As-Sunnah. karya Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin 9. karya Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Jibrin.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.