Fluksi Medan Magnet, Kuat Medan Magnet dan Kerapatan Fluksi Magnet

Fluksi Medan Magnet - Medan magnet tidak bisa kasat mata namun buktinya bisa diamati dengan kompas atau serbuk halus besi. Daerah sekitar yang ditembus oleh garis gaya magnet disebut gaya medan magnetik atau medan magnetik. Jumlah garis gaya dalam medan magnet disebut fluksi magnetik.

Gambar 1. Belitan kawat berinti udara dan garis-garis gaya magnet. Menurut satuan internasional besaran fluksi magnetik (Φ) diukur dalam Weber, disingkat Wb dan didefinisikan dengan: ”Suatu medan magnet serba sama mempunyai fluksi magnetik sebesar 1 weber bila sebatang penghantar dipotongkan pada garis-garis gaya magnet tsb selama satu detik akan menimbulkan gaya gerak listrik (ggl) sebesar satu volt” Weber = Volt x detik [Φ] = 1 Voltdetik = 1 Wb Belitan kawat yang dialiri arus listrik DC maka didalam inti belitan akan timbul medan magnet yang mengalir dari kutub utara menuju kutub selatan, seperti diperlihatkan pada gambar 2.

Gambar 2. Daerah Pengaruh medan magnet.

2 A. Kuat Medan Magnet. N = 500 lilit x 2 A = 1. θ = Gaya gerak magnetik I = Arus mengalir ke belitan N = Jumlah belitan kawat Contoh : Belitan kawat sebanyak 500 lilit.I) juga sama.N/Im = 0. Yang akan berbeda adalah kuat medan magnet (H) dari kedua belitan diatas.Efektivitas medan magnetik dalam pemakaian sering ditentukan oleh .3 = 4000 A/m Kerapatan Fluksi Magnet .000 / 0. dialiri arus 2 A. dan dialirkan arus (I) yang sama maka gaya gerak magnet (Θ = N.N [θ] = Amper-turn dimana. Belitan toroida yang besar memiliki diameter lebih besar. θ=I.000 belitan kawat. Gaya gerak magnetik (θ) sebanding lurus dengan jumlah belitan (N) dan besarnya arus yang mengalir (I). Jika keduanya memiliki belitan (N) yang sama. arus yang mengalir sebesar 200 mA.000 Amper-lilit/1000 lilit = 1 Ampere. Hitung besarnya kuat medan magnetiknya Jawaban : H = I. Hitunglah a) gaya gerak magnetiknya b) jika kasus a) dipakai 1000 lilit berapa besarnya arus ? Jawaban : a) θ = I . secara singkat kuat medan magnet sebanding dengan amper-lilit. Belitan toroida yang kecil tentunya memiliki keliling lebih kecil. Persamaan kuat medan magnet adalah: Dimana: H = Kuat medan magnet lm = Panjang lintasan θ = Gaya gerak magnetik I = Arus mengalir ke belitan N= Jumlah belitan kawat Contoh : Kumparan toroida dengan 6. 6. sehingga keliling lingkarannya lebih besar.000 Ampere-lilit b) I = θ /N = 1.Dua belitan berbentuk toroida dengan ukuran yang berbeda diameternya.Pengaruh gaya gerak magnetik akan melingkupi daerah sekitar belitan yang diberikan warna arsir. panjang lintasan magnet 30cm.

08T x (0. Muatan yang bertanda sama saling tolak menolak. artinya fluksi magnet yang berada pada permukaan yang lebih luas kerapatannya rendah dan intensitas medannya lebih lemah. sejumlah muatan positif dan negatif yang sama akan hilang. sedangkan muatan negatif oleh elektron. Hitung besar fluksi magnetnya.besarnya “kerapatan fluksi magnet”. muatan positif dan muatan negatif.A = 0.6 x 10E-19C. Prinsip kekekalan menjadikan muatan selalu konstan. Jawaban: B = Φ/ A. Bila suatu benda diubah menjadi energi. muatan dengan tanda berbeda saling tarik menarik seperti dalam gambar-1. sedangkan pada permukaan yang lebih sempit kerapatan fluksi magnet akan kuat dan intensitas medannya lebih tinggi. menghasilkan kerapatan fluksi magnet sebesar 0.05 m x 0.2 mWb Fenomena Elektrostatis dan Tegangan Listrik Muatan listrik adalah salah satu sifat dasar dari partikel elementer tertentu. . sedangkan muatan elektron -1. maka Φ = B. B = Kerapatan medan magnet Φ = Fluksi magnet A = Penampang inti Contoh : Belitan kawat bentuk inti persegi 50mm x 30 mm.03 m) = 1. muatan proton adalah +1.1. Terdapat dua jenis muatan. Muatan positif pada bahan dibawa oleh proton. Satuan muatan ”Coulomb (C)”. Kerapatan fluksi magnet (B) atau induksi magnetik didefinisikan sebagai: “fluksi persatuan luas penampang” Satuan fluksi magnet adalah Tesla.8 Tesla. Persamaan fluksi magnet adalah: Dimana.6x 10E-19C.

dimana batang plastik bermuatan positif menarik potongan kertas yang bermuatan negatif. Batang kaca digosokkan dengan kain sutra dan . Batang plastik digantung bebas dengan benang.3). Gambar 1.Gambar 1. Batang plastik digantung bebas dengan benang. Sebatang plastik digosokkan pada kain beberapa saat.1 Sifat muatan listrik dan gambar 1. yang terjadi kedua batang benda saling tolak menolak. Kejadian diatas menunjukkan fenomena muatan elektrostatis. Dekatkan batang plastik pada potongan kertas kecil.2 Fenomena elektrostatis. Artinya kedua batang plastik memiliki muatan yang sama dan saling tolak menolak.4 Fenomena muatan listrik antar dua benda. Dua benda yang muatannya berbeda akan saling tarik menarik satu dengan lainnya. batang plastik lainnya digosokkan dengan bulu binatang dan dekatkan ke batang plastik tergantung (gambar-1.3 dan 1. Yang terjadi potongan kertas kecil akan menempel ke batang plastik.

4). 10E18 Satu Coulomb adalah total muatan yang mengandung 6. Persamaan muatan listrik : Q = n. Roda poly atas diberikan selubung yang bisa menghasilkan muatan positif.e Q Muatan listrik (Coulomb) n Jumlah elektron e Muatan elektro -1.25.6.5) Prinsip kerjanya ada dua roda poly yang dipasang sebuah sabuk non-konduktor. hitung jumlah elektron didalamnya Jawaban : Q = n. muatan proton +1. sedangkan muatan elektron -1. muatan elektrostatis positif akan berkumpul dibola bulat bagian kiri. muatan bertanda berbeda saling tarik menarik.e n Q e= -1/-1. dan muatan negatif dibawa oleh elektro. 1.25. Roda poly diputar searah jarum jam sehingga sabuk bergerak. Muatan yang bertanda sama saling tolak menolak. muatan listrik memiliki muatan positip dan muatan negatif. Artinya batang plastik dan batang gelas memiliki muatan yang berbeda dan saling tarik menarik. . Satuan muatan ”coulomb (C)”. 10E18 elektron Fenomena elektrostatis ada disekitar kita.6 x 10E-19C. Generator Elektrostatis Van de Graf Robert J Van de Graf menciptakan alat generator elektrostatis (lihat gambar 1. 10E-19 = 6.6x 10E-19C. Yang terjadi kedua batang benda saling tarik menarik.2. Sabuk akan menyentuh konduktor runcing. Logam bulat bermuatan positif dan selubung yang bermuatan negatif akan muncul garis medan elektrostatis. Muatan positip dibawa oleh proton.dekatkan ke batang plastik tergantung (gambar 1.6 x 10E-19C Contoh : Muatan listrik -1C.

dan negatif.Kejadian dua buah bola bermuatan positif dan negatif.3. gambar 1. Ada empat bola. Jika dipisahkan seperti contoh no.6a). sepert i digambarkan dibawah ini.F1 (gambar 1. dua bola lainnya tidak bermuatan.6d).Dua buah bola yang masing-masing bermuatan positif. diperlukan usaha F2 sebesar 2. dipisahkan jaraknya dua kali jarak pada contoh no. Tegangan Listrik Tegangan atau beda potensial antara dua titik. 1. diperlukan usaha F1 (gambar 1. 3.3. Persamaan tegangan : U = W/Q [U] = Nm/C = VAs/As = V dimana. 4. U =Tegangan (V) .6b). adalah usaha yang dibutuhkan untuk membawa muatan satu coulomb dari satu titik ke titik lainnya. karena muatan keduanya sangat lemah dimana beda potensial antara keduanya mendekati nol. Untuk memisahkan kedua bola. Dengan muatan berbeda kedua bola akan saling tarik menarik. 2.F1 (gambar 1. maka kedua bola tidak terjadi interaksi. satu bola visual tegangan bermuatan positif dan satu bola bermuatan negatif. kedua bola hanya diam saja (gambar 1.Dua bola yang bermuatan positif dan bermuatan negatif.5 Generator elektrostatis Van de Graff 1.Gambar 1.6 model visual tegangan.2.6c). untuk itu diperlukan usaha F2 sebesar 2.

Sedangkan untuk daya reaktif (VAR) tidak akan terpengaruh dengan penambahan kopel penggerak ini. maka pengaturan frekuensi sistem praktis tergantung pada karakteristik dari generator sinkron tersebut. diagram vektor dari fluks magnetik. maka rotor (kutub) generator akan bergerak maju dalam arti bahwa vektor Φ akan bergerak ke arah yang memperbesar komponen daya aktif MW dari generator. misalkan hal ini dilakukan terhadap generator nomor 2. arus dan dayanya. . Penambahan kopel penggerak generator memerlukan tambahan bahan bakar pada unit thermis dan pada unit hydro memerlukan penambahan air. E2’ dan I2’. Contoh : Jika diperlukan usaha 50 Joule untuk setiap memindahkan muatan sebesar 10 Coulomb. Selanjutnya komponen daya aktif generator 2 akan berubah dari MW2 menjadi MW2’. Joule) Q = Muatan (C) Satu Volt adalah beda potensial antara dua titik pada saat melakukan usaha sebesar satu joule untuk memindahkan muatan listrik sebesar satu coulomb.1 Diagram vektor dua buah generator sinkron yang bekerja paralel Apabila kopel penggerak salah satu generator pada gambar (1. digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. Hitung tegangan yang ditimbulkan ? Jawaban : U = W/Q = 50Joule/10Coulomb = 5 V Hubungan Daya Aktif dan Frekuensi Dalam sistem tenaga listrik. umumnya digunakan generator sinkron fasa tiga untuk pembangkit tenaga listrik yang utama. Untuk dua buah generator sinkron yang bekerja secara paralel. Oleh karenanya produksi MWH dari unit-unit pembangkit listrik memerlukan bahan bakar untuk unit thermis dan memerlukan sejumlah air untuk unit hydro.W = Usaha (Nm. tegangan. maka keadaan akan berubah seperti ditunjukkan oleh vektor Φ2’.1) diperbesar.

Hukum-Hukum Dasar Listrik Dalam dunia listrik dikenal beberapa hukum-hukum dasar listrik. yang selanjutnya dapat menyebabkan kenaikan beban daya aktif. Sedangkan untuk sistem beban. yaitu: 1. Secara mekanis. pengaturan frekuensi sistem di lakukan dengan pengaturan pemberian bahan bakar pada unit thermis dan pengaturan pemberian air pada unit hydro. Untuk mesin penggerak generator.karena komponen daya reaktif lebih di pengaruhi oleh perubahan pada komponen penguat medan magnet dan tegangan. dengan melihat persamaan (1) dan (2) dinamika frekuensi sistem dalam kaitannya dengan pembangkitan daya aktif dapat dituliskan sebagai berikut [2]: a. dapat dituliskan dalam bentuk persamaan[2]: (TG – TB) = M x (1) dimana: TG = torsi atau kopel penggerak generator TB = torsi atau kopel beban yang membebani generator M = momen inersia dari generator beserta mesin penggeraknya = kecepatan sudut perputaran generator Karena frekuensi yang dihasilkan generator merupakan sama dengan kecepatan rotornya. Menurut prinsip dasar dalam dinamika rotor. maka < 0. Jika TG – TB = ΔT > 0. karena penyediaan daya reaktif mempunyai pengaruh besar terhadap kenaikan tegangan. ada hubungan antara kopel mekanis penggerak generator dengan perputaran generator. Hukum Faraday . Jika TG – TB = ΔT < 0. frekuensi akan turun apabila daya aktif yang dibangkitkan tidak mencukupi kebutuhan beban dan sebaliknya frekuensi akan naik apabila ada kelebihan daya aktif dalam sistem. sehingga dapat dituliskan dengan: f= (2) Hal ini berarti bahwa pengaturan frekuensi sistem merupakan pengaturan dari kopel penggerak generator atau pengaturan daya aktif dari generator. Namun pengaturan frekuensi sistem lebih dominan kaitannya dengan penyediaan daya aktif. sehingga frekuensi akan turun (3) > 0. maka b. sehingga frekuensi akan naik (4) Namun secara tidak langsung penyediaan daya reaktif dapat pula mempengaruhi frekuensi sistem.

bersama dengan hukum kekekalan energi akan menjelaskan mengenai prinsip kerja dasar dari suatu mesin listrik dinamis. maka pada penghantar tersebut akan timbul tegangan induksi. Andre Marie Ampere (1775-1863). Hukum Ampere-Biot-Savart. Hukum Lenz Pada tahun 1835 seorang ilmuwan jenius yang dilahirkan di Estonia. Induksi Elektromagnetik. dan gambar 2 akan menjelaskan mengenai fenomena tersebut. Hukum Lenz 4. Selamat membaca dan semoga bermanfaat. Hukum ini diaplikasikan pada mesin-mesin listrik. Kedua pernyataan beliau diatas menjadi hukum dasar listrik yang menjelaskan mengenai fenomena induksi elektromagnetik dan hubungan antara perubahan flux dengan tegangan induksi yang ditimbulkan dalam suatu rangkaian. Jean Baptista Biot (17741862) dan Victor Savart (1803-1862) menyatakan bahwa: “Gaya akan dihasilkan oleh arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar yang berada diantara medan magnetik” Hal ini juga merupakan kebalikan dari hukum faraday.2. Hukum Faraday Michael faraday (1791-1867). Gambar 1. aplikasi dari hukum ini adalah pada generator. Gambar 2. 2. Heinrich Lenz (1804-1865) menyatakan bahwa: “arus induksi elektromagnetik dan gaya akan selalu berusaha untuk saling meniadakan (gaya aksi dan reaksi)” . Hukum Ampere-Biot-Savart 3. Jika sebuah penghantar memotong garis-garis gaya dari suatu medan magnetik (flux) yang konstan. Hukum Ampere-Biot-Savart 3 orang ilmuwan jenius dari perancis. Hukum Faraday. Perubahan flux medan magnetik didalam suatu rangkaian bahan penghantar. Prinsip Konversi Energi Elektromekanik Kesemua hukum diatas. Gaya induksi Elektromagnetik. dimana faraday memprediksikan bahwa tegangan induksi akan timbul pada penghantar yang bergerak dan memotong medan magnetik. Gambar 1 akan menjelaskan mengenai fenomena tersebut. akan menimbulkan tegangan induksi pada rangkaian tersebut. seorang ilmuwan jenius dari inggris menyatakan bahwa: 1. Artikel kali ini akan menjelaskan secara sederhana hubungan kesemua hukum tersebut.

Kemudian jika pada ujung-ujung penghantar tersebut saling dihubungkan maka akan mengalir arus induksi. maka pada penghantar tersebut akan timbul tegangan induksi (hukum faraday). sehingga akan saling meniadakan. Secara garis besar.Sebagai contoh. dan arus induksi ini akan menghasilkan gaya pada penghantar tersebut (hukum ampere-biot-savart). Konversi Energi Elektromekanik Ketiga hukum dasar listrik diatas terjadi pada proses kerja dari suatu mesin listrik dan hal ini merupakan prinsip dasar dari konversi energi. jika suatu penghantar diberikan gaya untuk berputar dan memotong garis-garis gaya magnetik. namun dapat berubah bentuk dari satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya” Aplikasi dari 4 dasar prinsip kerja mesin listrik dinamis dan hukum kekalan energi digambarkan sebagai berikut: Gambar 4. Yang akan diungkapkan oleh Lenz adalah gaya yang dihasilkan tersebut berlawanan arah dengan arah gerakan penghantar tersebut. Hukum Lenz inilah yang menjelaskan mengenai prinsip kerja dari mesin listrik dinamis (mesin listrik putar) yaitu generator dan motor. . dan hanya sebagian kecil saja dari energi listrik dan energi mekanik yang mengalir keluar mesin (terbuang) ataupun disimpan didalam mesin itu sendiri. Hukum Lenz. Prinsip Konversi Energi Elektromekanik. sedangkan energi yang terbuang tersebut dalam bentuk panas” Sedangkan hukum kekelan energi pertama menyatakan bahwa: “energi tidak dapat diciptakan.gaya aksi dan reaksi. Gambar 3. elektromekanik dari mesin listrik dinamis dinyatakan: “Semua energi listrik dan energi mekanik mengalir kedalam mesin.

sedangkan secara fisik mempunyai perbedaan sebesar 60°. dan dapat dihubungkan secara bintang (Y. idealnya daya listrik yang dibangkitkan. Vb dan Vc disebut tegangan “fase” atau Vf. Panas yang dihasilkan dari suatu mesin yang sedang melakukan proses selalu dalam tanda negatif (-). Hubungan Bintang (Y. disalurkan dan diserap oleh beban semuanya seimbang. Tegangan antara dua terminal dari tiga terminal a – b – c mempunyai besar magnitude dan beda fasa yang berbeda dengan tegangan tiap terminal terhadapa titik netral. Gambar 1 menunjukkan fasor diagram dari tegangan fase. ujung-ujung tiap fase dihubungkan menjadi satu dan menjadi titik netral atau titik bintang. Sedangkan untuk energi yang tersimpan. dan juga pada tegangan yang seimbang. Sistem 3 Fasa Pada sistem tenaga listrik 3 fase.Tanda positif (+) menunjukkan energi masuk. sistem 3 fase. Bila fasor-fasor tegangan tersebut berputar dengan kecepatan sudut dan dengan arah berlawanan jarum jam (arah positif). sedangkan tanda negatif (-) menunjukkan energi keluar.73Vfase Sedangkan untuk arus yang mengalir pada semua fase mempunyai nilai yang sama. Pada tegangan yang seimbang terdiri dari tegangan 1 fase yang mempunyai magnitude dan frekuensi yang sama tetapi antara 1 fase dengan yang lainnya mempunyai beda fase sebesar 120°listrik. Dengan adanya saluran / titik netral maka besaran tegangan fase dihitung terhadap saluran / titik netralnya. Gambar 1. Hubungan Bintang (Y. maka nilai maksimum positif dari fase terjadi berturut-turut untuk fase V1. wye). Gambar 2. wye) Pada hubungan bintang (Y. P pembangkitan = P pemakain. tanda positif (+) menujukkan peningkatan energi yang tersimpan. Keseimbangan dari bentuk-bentuk energi diatas tergantung dari nilai efisiensi mesin dan sistem pendinginannya. Δ. sedangkan tanda negatif (-) menunjukkan pengurangan energi yang tersimpan. sistem tegangan 3 fase dibangkitkan oleh generator sinkron 3 fase. juga membentuk sistem tegangan 3 fase yang seimbang dengan magnitudenya (akar 3 dikali magnitude dari tegangan fase). D). sistem 3 fase ini dikenal sebagai sistem yang mempunyai urutan fasa a – b – c . Vline = akar 3 Vfase = 1. wye) atau segitiga (delta. wye). ILine = Ifase . V2 dan V3. Tegangan Va.

Vf. Hubungan Segitiga (delta. sehingga: Iline = akar 3 Ifase = 1.Ia = Ib = Ic Hubungan Segitiga Pada hubungan segitiga (delta. karena besarnya tegangan saluran adalah 1. daya total tersebut sama dengan tiga kali daya fase.73. Daya sistem 3 fase Pada Beban yang Seimbang Jumlah daya yang diberikan oleh suatu generator 3 fase atau daya yang diserap oleh beban 3 fase.73Vfase maka tegangan perfasanya menjadi Vline/1. dengan nilai arus saluran sama dengan arus fase. maka: Vline = Vfase Tetapi arus saluran dan arus fasa tidak sama dan hubungan antara kedua arus tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan hukum kirchoff.Ifase. Δ. maka daya total (PTotal) pada rangkaian hubung bintang (Y) adalah: .If. maka besarnya tegangan saluran dihitung antar fase.cos θ • Pada hubungan bintang. karena daya pada tiap-tiap fasenya sama. dan dapat dituliskan dengan. Gambar 4.73Ifase Daya pada Sistem 3 Fase 1. Gambar 3. diperoleh dengan menjumlahkan daya dari tiap-tiap fase. Δ. maka besarnya daya perfasa adalah Pfase = Vfase. Dengan tidak adanya titik netral. Jika sudut antara arus dan tegangan adalah sebesar θ. IL = If. Pada sistem yang seimbang. D) ketiga fase saling dihubungkan sehingga membentuk hubungan segitiga 3 fase. Hubungan Bintang dan Segitiga yang seimbang. PT = 3.cos θ sedangkan besarnya total daya adalah penjumlahan dari besarnya daya tiap fase. D). karena tegangan saluran dan tegangan fasa mempunyai besar magnitude yang sama.

arus pada tiap fase mempunyai perbedaan yang cukup signifikan.VL. Pada saat terjadi gangguan. dengan besaran tegangan line yang sama dengan tegangan fasanya. saluran netral pada hubungan bintang akan teraliri arus listrik.cos θ = 1. Gambar 5. 2. Jika impedansi beban dari ketiga fase tidak sama. ketidakseimbangan pada sumber listrik (sumber daya).IL.cos θ = 1.VL/1. oleh karena itu kami hanya akan membahas mengenai ketidakseimbangan beban dengan sumber listrik yang seimbang.IL/1. . Ketidakseimbangan beban pada sistem 3 fase. Dalam sistem 3 fase ada 2 jenis ketidakseimbangan. hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan. dan berlaku pada kondisi beban yang seimbang.cos θ • Dan pada hubung segitiga.73.73Ifase. maka jumlah phasor dan arus netralnya (In) tidak sama dengan nol dan beban dikatakan tidak seimbang.IL.73. sehingga arus perfasanya menjadi IL/1. Ketidakseimbangan pada beban. begitupula dengan jumlah phasor dari arus pada ketiga fase juga sama dengan nol.73.73. 2. VL = Vfasa. Ketidakseimbangan beban pada sistem 3 fase dapat diketahui dengan indikasi naiknya arus pada salahsatu fase dengan tidak wajar. maka daya total (Ptotal) pada rangkaian segitiga adalah: PT = 3. yaitu: 1. Kombinasi dari kedua ketidakseimbangan sangatlah rumit untuk mencari pemecahan permasalahannya. dan besaran arusnya Iline = 1.IL.VL.cos θ Dari persamaan total daya pada kedua jenis hubungan terlihat bahwa besarnya daya pada kedua jenis hubungan adalah sama. Ketidakseimbangan beban ini dapat saja terjadi karena hubung singkat atau hubung terbuka pada beban.VL. Untuk contoh kasusnya silahkan lihat electrical science handbook volume 3. yang membedakan hanya pada tegangan kerja dan arus yang mengalirinya saja.PT = 3. Daya sistem 3 fase pada beban yang tidak seimbang Sifat terpenting dari pembebanan yang seimbang adalah jumlah phasor dari ketiga tegangan adalah sama dengan nol.73.

Arus Listrik adalah mengalirnya elektron secara terus menerus dan berkesinambungan pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. “1 ampere arus adalah mengalirnya elektron sebanyak 624x10^16 (6. detik 2.Teori Dasar Listrik Artikel kali ini lebih saya tujukan kepada orang awam yang ingin mengenal dan mempelajari teknik listrik ataupun bagi mereka yang sudah berkecimpung di dalam teknik elektro untuk sekedar mengingat kembali teori-teori dasar listrik. 1. Gambar 1. Kuat Arus Listrik Adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melewati suatu penampang kawat dalam satuan waktu. Rumus – rumus untuk menghitung banyaknya muatan listrik. satuan arus listrik adalah Ampere. . coulomb t = waktu.24151 × 10^18) atau sama dengan 1 Coulumb per detik melewati suatu penampang konduktor” Formula arus listrik adalah: I = Q/t (ampere) Dimana: I = besarnya arus listrik yang mengalir. ampere Q = Besarnya muatan listrik.118 milligram perak dari nitrat perak murni dalam satu detik”. Arah arus listrik dan arah gerakan elektron. sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang bergerak dari terminal negatif (-) ke terminal positif(+). arah arus listrik dianggap berlawanan dengan arah gerakan elektron. Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-). kuat arus dan waktu: Q=Ixt I = Q/t t = Q/I Dimana : Q = Banyaknya muatan listrik dalam satuan coulomb I = Kuat Arus dalam satuan Amper. Definisi : “Ampere adalah satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1. t = waktu dalam satuan detik.

kuat arus dan penampang kawat: J = I/A I=JxA A = I/J Dimana: J = Rapat arus [ A/mm²] I = Kuat arus [ Amp] A = luas penampang kawat [ mm²] 4. muatan proton +1. Arus listrik mengalir dalam kawat penghantar secara merata menurut luas penampangnya. Akibatnya terjadi gesekan elektron denganatom dan ini menyebabkan . dan muatan negatif dibawa oleh elektro. ketika penampang penghantar mengecil 1. memiliki kerapatan arus 8. Gambar 2.6x 10^-19C.5 mm²). Aliran arus listrik merupakan aliran elektron. Kerapatan arus berpengaruh pada kenaikan temperatur. kabel berpenampang 4 mm². Rumus-rumus dibawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus.6 x 10^-19C. 2 inti kabel memiliki KHA 30A. Muatan positip dibawa oleh proton. Bahan terdiri dari kumpulan atom. Suhu penghantar dipertahankan sekitar 300°C.5mm². Kemampuan Hantar Arus (KHA) Berdasarkan tabel KHA kabel pada tabel diatas. Elektron bebas yang mengalir ini mendapat hambatan saat melewati atom sebelahnya. Kerapatan arus listrik. Rapat Arus Difinisi : “rapat arus ialah besarnya arus listrik tiap-tiap mm² luas penampang kawat”. setiap atom terdiri proton dan elektron. maka kerapatan arusnya menjadi 8A/mm² (12A/1. tembaga dan aluminium memiliki daya hantar listrik yang tinggi. sedangkan muatan elektron -1.5A/mm². semakin besar penampang penghantar kerapatan arusnya mengecil. Muatan yang bertanda sama saling tolak menolak. maka kerapatan arusnya 3A/mm² (12A/4 mm²). Satuan muatan ”coulomb (C)”. muatan bertanda berbeda saling tarik menarik” 3. Arus listrik 12 A mengalir dalam kawat berpenampang 4mm². Tabel 1.“Kuat arus listrik biasa juga disebut dengan arus listrik” “muatan listrik memiliki muatan positip dan muatan negatif. dimana kemampuan hantar arus kabel sudah ditetapkan dalam tabel Kemampuan Hantar Arus (KHA). Kerapatan arus berbanding terbalik dengan penampang penghantar. Tahanan dan Daya Hantar Penghantar Penghantar dari bahan metal mudah mengalirkan arus listrik.

ketika temperatur meningkat ikatan atom makin meningkat akibatnya aliran elektron terhambat. Tahanan didefinisikan sebagai berikut : “1 Ω (satu Ohm) adalah tahanan satu kolom air raksa yang panjangnya 1063 mm dengan penampang 1 mm² pada temperatur 0° C" Daya hantar didefinisikan sebagai berikut: “Kemampuan penghantar arus atau daya hantar arus sedangkan penyekat atau isolasi adalah suatu bahan yang mempunyai tahanan yang besar sekali sehingga tidak mempunyai daya hantar atau daya hantarnya kecil yang berarti sangat sulit dialiri arus listrik”. "Tahanan penghantar dipengaruhi oleh temperatur. maka tahanan penghantar tersebut adalah” : R = ρ x l/q Dimana : R = tahanan kawat [ Ω/ohm] l = panjang kawat [meter/m] l ρ = tahanan jenis kawat [Ωmm²/meter] q = penampang kawat [mm²] faktot-faktor yang mempengaruhi nilai resistant atau tahanan. • jenis konduktor . • luas penampang konduktor. dan diameter penampang q serta tahanan jenis ρ (rho). Rumus untuk menghitung besarnya tahanan listrik terhadap daya hantar arus: R = 1/G G = 1/R Dimana : R = Tahanan/resistansi [ Ω/ohm] G = Daya hantar arus /konduktivitas [Y/mho] Gambar 3. • temperatur. Tahanan penghantar memiliki sifat menghambat yang terjadi pada setiap bahan.penghantar panas. Dengan demikian kenaikan temperatur menyebabkan kenaikan tahanan penghantar" . Resistansi Konduktor Tahanan penghantar besarnya berbanding terbalik terhadap luas penampangnya dan juga besarnya tahanan konduktor sesuai hukum Ohm. “Bila suatu penghantar dengan panjang l . karena tahanan suatu jenis material sangat tergantung pada : • panjang penghantar.

karena tahanan dalam dari Volt meter sangat tinggi. satuan dari potential difference adalah Volt. dalam newton-meter atau Nm atau joule Q = muatan listrik. apabila dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1. Apabila sakelar S ditutup maka akan mengalir arus ke beban R dan Ampere meter akan menunjuk. Cara Pemasangan Alat Ukur. Pemasangan alat ukur Volt meter dipasang paralel dengan sumber tegangan atau beban. Dengan kata lain syarat mengalir arus pada suatu rangkaian harus tertutup. Hukum Ohm Pada suatu rangkaian tertutup. Adanya alat penghubung 3. Adanya sumber tegangan 2. Rangkaian Listrik. hal inidisebabkan tahanan dalam dari Amper meter sangat kecil. kita mengetahui adanya perbedaan potensial listrik yang sering disebut “potential difference atau perbedaan potensial”. 1. “alat ukur tegangan adalah voltmeter dan alat ukur arus listrik adalah amperemeter” 2. Sebaliknya pemasangan alat ukur Ampere meter dipasang seri. dari hal tersebut. dalam coulomb RANGKAIAN LISTRIK Pada suatu rangkaian listrik akan mengalir arus. Pada kondisi sakelar S terbuka maka arus tidak akan mengalir melalui beban . potensial atau Tegangan potensial listrik adalah fenomena berpindahnya arus listrik akibat lokasi yang berbeda potensialnya. dalam volt W = usaha. Besarnya arus I berubah sebanding dengan tegangan V dan berbanding terbalik dengan beban tahanan R.5. atau dinyatakan dengan Rumus : I = V/R V=RxI . Adanya beban Gambar 4. “Satu Volt adalah beda potensial antara dua titik saat melakukan usaha satu joule untuk memindahkan muatan listrik satu coulomb” Formulasi beda potensial atau tegangan adalah: V = W/Q [volt] Dimana: V = beda potensial atau tegangan.

volt R = resistansi atau tahanan. jumlah aljabar dari arus-arus yang bertemu di satu titik adalah nol (ΣI=0). loop arus“ KIRChOFF “ Jadi: I1 + (-I2) + (-I3) + I4 + (-I5 ) = 0 I1 + I4 = I2 + I3 + I5 . Gambar 5.R = V/I Dimana. I = arus listrik. HUKUM KIRCHOFF Pada setiap rangkaian listrik. ampere V = tegangan. ohm • Formula untuk menghtung Daya (P). dalam satuan watt adalah: P=IxV P=IxIxR P = I² x R 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful