P. 1
dasar elektro

dasar elektro

|Views: 87|Likes:
Published by selp_gantenk2804

More info:

Published by: selp_gantenk2804 on Apr 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2012

pdf

text

original

Fluksi Medan Magnet, Kuat Medan Magnet dan Kerapatan Fluksi Magnet

Fluksi Medan Magnet - Medan magnet tidak bisa kasat mata namun buktinya bisa diamati dengan kompas atau serbuk halus besi. Daerah sekitar yang ditembus oleh garis gaya magnet disebut gaya medan magnetik atau medan magnetik. Jumlah garis gaya dalam medan magnet disebut fluksi magnetik.

Gambar 1. Belitan kawat berinti udara dan garis-garis gaya magnet. Menurut satuan internasional besaran fluksi magnetik (Φ) diukur dalam Weber, disingkat Wb dan didefinisikan dengan: ”Suatu medan magnet serba sama mempunyai fluksi magnetik sebesar 1 weber bila sebatang penghantar dipotongkan pada garis-garis gaya magnet tsb selama satu detik akan menimbulkan gaya gerak listrik (ggl) sebesar satu volt” Weber = Volt x detik [Φ] = 1 Voltdetik = 1 Wb Belitan kawat yang dialiri arus listrik DC maka didalam inti belitan akan timbul medan magnet yang mengalir dari kutub utara menuju kutub selatan, seperti diperlihatkan pada gambar 2.

Gambar 2. Daerah Pengaruh medan magnet.

Persamaan kuat medan magnet adalah: Dimana: H = Kuat medan magnet lm = Panjang lintasan θ = Gaya gerak magnetik I = Arus mengalir ke belitan N= Jumlah belitan kawat Contoh : Kumparan toroida dengan 6. 6.N [θ] = Amper-turn dimana. N = 500 lilit x 2 A = 1.Pengaruh gaya gerak magnetik akan melingkupi daerah sekitar belitan yang diberikan warna arsir.I) juga sama. Belitan toroida yang besar memiliki diameter lebih besar. arus yang mengalir sebesar 200 mA.000 Amper-lilit/1000 lilit = 1 Ampere. Gaya gerak magnetik (θ) sebanding lurus dengan jumlah belitan (N) dan besarnya arus yang mengalir (I).000 / 0. Hitung besarnya kuat medan magnetiknya Jawaban : H = I. θ = Gaya gerak magnetik I = Arus mengalir ke belitan N = Jumlah belitan kawat Contoh : Belitan kawat sebanyak 500 lilit. sehingga keliling lingkarannya lebih besar. panjang lintasan magnet 30cm.Efektivitas medan magnetik dalam pemakaian sering ditentukan oleh .Dua belitan berbentuk toroida dengan ukuran yang berbeda diameternya. dialiri arus 2 A. Kuat Medan Magnet. Yang akan berbeda adalah kuat medan magnet (H) dari kedua belitan diatas. dan dialirkan arus (I) yang sama maka gaya gerak magnet (Θ = N. Jika keduanya memiliki belitan (N) yang sama.N/Im = 0. Belitan toroida yang kecil tentunya memiliki keliling lebih kecil. Hitunglah a) gaya gerak magnetiknya b) jika kasus a) dipakai 1000 lilit berapa besarnya arus ? Jawaban : a) θ = I . secara singkat kuat medan magnet sebanding dengan amper-lilit.2 A.3 = 4000 A/m Kerapatan Fluksi Magnet . θ=I.000 belitan kawat.000 Ampere-lilit b) I = θ /N = 1.

03 m) = 1.6 x 10E-19C. Bila suatu benda diubah menjadi energi. Prinsip kekekalan menjadikan muatan selalu konstan. Satuan muatan ”Coulomb (C)”. sejumlah muatan positif dan negatif yang sama akan hilang. sedangkan muatan negatif oleh elektron.08T x (0. Muatan yang bertanda sama saling tolak menolak.6x 10E-19C. maka Φ = B. Muatan positif pada bahan dibawa oleh proton. muatan proton adalah +1. .besarnya “kerapatan fluksi magnet”. sedangkan pada permukaan yang lebih sempit kerapatan fluksi magnet akan kuat dan intensitas medannya lebih tinggi.8 Tesla. sedangkan muatan elektron -1. artinya fluksi magnet yang berada pada permukaan yang lebih luas kerapatannya rendah dan intensitas medannya lebih lemah. B = Kerapatan medan magnet Φ = Fluksi magnet A = Penampang inti Contoh : Belitan kawat bentuk inti persegi 50mm x 30 mm. Hitung besar fluksi magnetnya.1. Persamaan fluksi magnet adalah: Dimana. menghasilkan kerapatan fluksi magnet sebesar 0. muatan positif dan muatan negatif. Terdapat dua jenis muatan.05 m x 0. Kerapatan fluksi magnet (B) atau induksi magnetik didefinisikan sebagai: “fluksi persatuan luas penampang” Satuan fluksi magnet adalah Tesla.2 mWb Fenomena Elektrostatis dan Tegangan Listrik Muatan listrik adalah salah satu sifat dasar dari partikel elementer tertentu. muatan dengan tanda berbeda saling tarik menarik seperti dalam gambar-1. Jawaban: B = Φ/ A.A = 0.

batang plastik lainnya digosokkan dengan bulu binatang dan dekatkan ke batang plastik tergantung (gambar-1. Batang plastik digantung bebas dengan benang. dimana batang plastik bermuatan positif menarik potongan kertas yang bermuatan negatif.3). Batang plastik digantung bebas dengan benang. Kejadian diatas menunjukkan fenomena muatan elektrostatis. Yang terjadi potongan kertas kecil akan menempel ke batang plastik.1 Sifat muatan listrik dan gambar 1.2 Fenomena elektrostatis. yang terjadi kedua batang benda saling tolak menolak. Artinya kedua batang plastik memiliki muatan yang sama dan saling tolak menolak.Gambar 1.3 dan 1. Dua benda yang muatannya berbeda akan saling tarik menarik satu dengan lainnya.4 Fenomena muatan listrik antar dua benda. Gambar 1. Sebatang plastik digosokkan pada kain beberapa saat. Dekatkan batang plastik pada potongan kertas kecil. Batang kaca digosokkan dengan kain sutra dan .

2. Artinya batang plastik dan batang gelas memiliki muatan yang berbeda dan saling tarik menarik. 10E18 Satu Coulomb adalah total muatan yang mengandung 6.4).5) Prinsip kerjanya ada dua roda poly yang dipasang sebuah sabuk non-konduktor.e Q Muatan listrik (Coulomb) n Jumlah elektron e Muatan elektro -1. Muatan yang bertanda sama saling tolak menolak.25. Generator Elektrostatis Van de Graf Robert J Van de Graf menciptakan alat generator elektrostatis (lihat gambar 1.25. 10E-19 = 6. Satuan muatan ”coulomb (C)”. Muatan positip dibawa oleh proton.6 x 10E-19C Contoh : Muatan listrik -1C. muatan listrik memiliki muatan positip dan muatan negatif.6x 10E-19C.dekatkan ke batang plastik tergantung (gambar 1. Roda poly atas diberikan selubung yang bisa menghasilkan muatan positif. dan muatan negatif dibawa oleh elektro. .e n Q e= -1/-1. sedangkan muatan elektron -1. hitung jumlah elektron didalamnya Jawaban : Q = n. 1. Yang terjadi kedua batang benda saling tarik menarik. Logam bulat bermuatan positif dan selubung yang bermuatan negatif akan muncul garis medan elektrostatis.6. muatan proton +1.6 x 10E-19C. Persamaan muatan listrik : Q = n. 10E18 elektron Fenomena elektrostatis ada disekitar kita. muatan bertanda berbeda saling tarik menarik. Roda poly diputar searah jarum jam sehingga sabuk bergerak. Sabuk akan menyentuh konduktor runcing. muatan elektrostatis positif akan berkumpul dibola bulat bagian kiri.

1. diperlukan usaha F1 (gambar 1.Kejadian dua buah bola bermuatan positif dan negatif.6 model visual tegangan.3. Jika dipisahkan seperti contoh no. U =Tegangan (V) .6c). untuk itu diperlukan usaha F2 sebesar 2. 4. diperlukan usaha F2 sebesar 2. 3.3. karena muatan keduanya sangat lemah dimana beda potensial antara keduanya mendekati nol. sepert i digambarkan dibawah ini. Persamaan tegangan : U = W/Q [U] = Nm/C = VAs/As = V dimana.F1 (gambar 1. Dengan muatan berbeda kedua bola akan saling tarik menarik. kedua bola hanya diam saja (gambar 1. satu bola visual tegangan bermuatan positif dan satu bola bermuatan negatif.6b). dua bola lainnya tidak bermuatan.Dua buah bola yang masing-masing bermuatan positif. dan negatif. gambar 1. 2.Dua bola yang bermuatan positif dan bermuatan negatif.F1 (gambar 1. adalah usaha yang dibutuhkan untuk membawa muatan satu coulomb dari satu titik ke titik lainnya. maka kedua bola tidak terjadi interaksi. Tegangan Listrik Tegangan atau beda potensial antara dua titik.2. Ada empat bola. dipisahkan jaraknya dua kali jarak pada contoh no.6a).6d).5 Generator elektrostatis Van de Graff 1. Untuk memisahkan kedua bola.Gambar 1.

E2’ dan I2’. umumnya digunakan generator sinkron fasa tiga untuk pembangkit tenaga listrik yang utama. digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. Joule) Q = Muatan (C) Satu Volt adalah beda potensial antara dua titik pada saat melakukan usaha sebesar satu joule untuk memindahkan muatan listrik sebesar satu coulomb. Oleh karenanya produksi MWH dari unit-unit pembangkit listrik memerlukan bahan bakar untuk unit thermis dan memerlukan sejumlah air untuk unit hydro. . Untuk dua buah generator sinkron yang bekerja secara paralel. arus dan dayanya. maka pengaturan frekuensi sistem praktis tergantung pada karakteristik dari generator sinkron tersebut.1) diperbesar. Selanjutnya komponen daya aktif generator 2 akan berubah dari MW2 menjadi MW2’.W = Usaha (Nm. Penambahan kopel penggerak generator memerlukan tambahan bahan bakar pada unit thermis dan pada unit hydro memerlukan penambahan air. maka keadaan akan berubah seperti ditunjukkan oleh vektor Φ2’. tegangan. Contoh : Jika diperlukan usaha 50 Joule untuk setiap memindahkan muatan sebesar 10 Coulomb. Sedangkan untuk daya reaktif (VAR) tidak akan terpengaruh dengan penambahan kopel penggerak ini. misalkan hal ini dilakukan terhadap generator nomor 2.1 Diagram vektor dua buah generator sinkron yang bekerja paralel Apabila kopel penggerak salah satu generator pada gambar (1. Hitung tegangan yang ditimbulkan ? Jawaban : U = W/Q = 50Joule/10Coulomb = 5 V Hubungan Daya Aktif dan Frekuensi Dalam sistem tenaga listrik. maka rotor (kutub) generator akan bergerak maju dalam arti bahwa vektor Φ akan bergerak ke arah yang memperbesar komponen daya aktif MW dari generator. diagram vektor dari fluks magnetik.

sehingga frekuensi akan naik (4) Namun secara tidak langsung penyediaan daya reaktif dapat pula mempengaruhi frekuensi sistem. sehingga dapat dituliskan dengan: f= (2) Hal ini berarti bahwa pengaturan frekuensi sistem merupakan pengaturan dari kopel penggerak generator atau pengaturan daya aktif dari generator. yang selanjutnya dapat menyebabkan kenaikan beban daya aktif. Namun pengaturan frekuensi sistem lebih dominan kaitannya dengan penyediaan daya aktif. maka < 0. ada hubungan antara kopel mekanis penggerak generator dengan perputaran generator. maka b. dengan melihat persamaan (1) dan (2) dinamika frekuensi sistem dalam kaitannya dengan pembangkitan daya aktif dapat dituliskan sebagai berikut [2]: a. Menurut prinsip dasar dalam dinamika rotor. Hukum-Hukum Dasar Listrik Dalam dunia listrik dikenal beberapa hukum-hukum dasar listrik. frekuensi akan turun apabila daya aktif yang dibangkitkan tidak mencukupi kebutuhan beban dan sebaliknya frekuensi akan naik apabila ada kelebihan daya aktif dalam sistem. pengaturan frekuensi sistem di lakukan dengan pengaturan pemberian bahan bakar pada unit thermis dan pengaturan pemberian air pada unit hydro. Sedangkan untuk sistem beban. Secara mekanis. karena penyediaan daya reaktif mempunyai pengaruh besar terhadap kenaikan tegangan. Jika TG – TB = ΔT < 0. Jika TG – TB = ΔT > 0.karena komponen daya reaktif lebih di pengaruhi oleh perubahan pada komponen penguat medan magnet dan tegangan. yaitu: 1. sehingga frekuensi akan turun (3) > 0. dapat dituliskan dalam bentuk persamaan[2]: (TG – TB) = M x (1) dimana: TG = torsi atau kopel penggerak generator TB = torsi atau kopel beban yang membebani generator M = momen inersia dari generator beserta mesin penggeraknya = kecepatan sudut perputaran generator Karena frekuensi yang dihasilkan generator merupakan sama dengan kecepatan rotornya. Hukum Faraday . Untuk mesin penggerak generator.

aplikasi dari hukum ini adalah pada generator. Jean Baptista Biot (17741862) dan Victor Savart (1803-1862) menyatakan bahwa: “Gaya akan dihasilkan oleh arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar yang berada diantara medan magnetik” Hal ini juga merupakan kebalikan dari hukum faraday. Gambar 2. Gambar 1 akan menjelaskan mengenai fenomena tersebut. dimana faraday memprediksikan bahwa tegangan induksi akan timbul pada penghantar yang bergerak dan memotong medan magnetik. Hukum ini diaplikasikan pada mesin-mesin listrik. Heinrich Lenz (1804-1865) menyatakan bahwa: “arus induksi elektromagnetik dan gaya akan selalu berusaha untuk saling meniadakan (gaya aksi dan reaksi)” . dan gambar 2 akan menjelaskan mengenai fenomena tersebut. Hukum Lenz 4.2. akan menimbulkan tegangan induksi pada rangkaian tersebut. Hukum Ampere-Biot-Savart 3. Gaya induksi Elektromagnetik. Hukum Faraday Michael faraday (1791-1867). Hukum Lenz Pada tahun 1835 seorang ilmuwan jenius yang dilahirkan di Estonia. Prinsip Konversi Energi Elektromekanik Kesemua hukum diatas. maka pada penghantar tersebut akan timbul tegangan induksi. Hukum Ampere-Biot-Savart. Induksi Elektromagnetik. Artikel kali ini akan menjelaskan secara sederhana hubungan kesemua hukum tersebut. Hukum Ampere-Biot-Savart 3 orang ilmuwan jenius dari perancis. Perubahan flux medan magnetik didalam suatu rangkaian bahan penghantar. bersama dengan hukum kekekalan energi akan menjelaskan mengenai prinsip kerja dasar dari suatu mesin listrik dinamis. Kedua pernyataan beliau diatas menjadi hukum dasar listrik yang menjelaskan mengenai fenomena induksi elektromagnetik dan hubungan antara perubahan flux dengan tegangan induksi yang ditimbulkan dalam suatu rangkaian. Jika sebuah penghantar memotong garis-garis gaya dari suatu medan magnetik (flux) yang konstan. 2. Gambar 1. seorang ilmuwan jenius dari inggris menyatakan bahwa: 1. Selamat membaca dan semoga bermanfaat. Andre Marie Ampere (1775-1863). Hukum Faraday.

Prinsip Konversi Energi Elektromekanik. Hukum Lenz inilah yang menjelaskan mengenai prinsip kerja dari mesin listrik dinamis (mesin listrik putar) yaitu generator dan motor. elektromekanik dari mesin listrik dinamis dinyatakan: “Semua energi listrik dan energi mekanik mengalir kedalam mesin. Yang akan diungkapkan oleh Lenz adalah gaya yang dihasilkan tersebut berlawanan arah dengan arah gerakan penghantar tersebut.gaya aksi dan reaksi. dan arus induksi ini akan menghasilkan gaya pada penghantar tersebut (hukum ampere-biot-savart). Hukum Lenz. namun dapat berubah bentuk dari satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya” Aplikasi dari 4 dasar prinsip kerja mesin listrik dinamis dan hukum kekalan energi digambarkan sebagai berikut: Gambar 4. sehingga akan saling meniadakan. dan hanya sebagian kecil saja dari energi listrik dan energi mekanik yang mengalir keluar mesin (terbuang) ataupun disimpan didalam mesin itu sendiri. . sedangkan energi yang terbuang tersebut dalam bentuk panas” Sedangkan hukum kekelan energi pertama menyatakan bahwa: “energi tidak dapat diciptakan. maka pada penghantar tersebut akan timbul tegangan induksi (hukum faraday). Konversi Energi Elektromekanik Ketiga hukum dasar listrik diatas terjadi pada proses kerja dari suatu mesin listrik dan hal ini merupakan prinsip dasar dari konversi energi. Kemudian jika pada ujung-ujung penghantar tersebut saling dihubungkan maka akan mengalir arus induksi.Sebagai contoh. jika suatu penghantar diberikan gaya untuk berputar dan memotong garis-garis gaya magnetik. Gambar 3. Secara garis besar.

Gambar 1. wye) atau segitiga (delta.73Vfase Sedangkan untuk arus yang mengalir pada semua fase mempunyai nilai yang sama. V2 dan V3. juga membentuk sistem tegangan 3 fase yang seimbang dengan magnitudenya (akar 3 dikali magnitude dari tegangan fase). sistem 3 fase ini dikenal sebagai sistem yang mempunyai urutan fasa a – b – c . Sedangkan untuk energi yang tersimpan. sedangkan tanda negatif (-) menunjukkan pengurangan energi yang tersimpan. Gambar 1 menunjukkan fasor diagram dari tegangan fase. Sistem 3 Fasa Pada sistem tenaga listrik 3 fase. Vb dan Vc disebut tegangan “fase” atau Vf. sedangkan secara fisik mempunyai perbedaan sebesar 60°. ILine = Ifase . Vline = akar 3 Vfase = 1. tanda positif (+) menujukkan peningkatan energi yang tersimpan. sistem tegangan 3 fase dibangkitkan oleh generator sinkron 3 fase. Keseimbangan dari bentuk-bentuk energi diatas tergantung dari nilai efisiensi mesin dan sistem pendinginannya. Tegangan antara dua terminal dari tiga terminal a – b – c mempunyai besar magnitude dan beda fasa yang berbeda dengan tegangan tiap terminal terhadapa titik netral. Δ. idealnya daya listrik yang dibangkitkan. D). Hubungan Bintang (Y. Panas yang dihasilkan dari suatu mesin yang sedang melakukan proses selalu dalam tanda negatif (-). wye). dan juga pada tegangan yang seimbang. maka nilai maksimum positif dari fase terjadi berturut-turut untuk fase V1. Dengan adanya saluran / titik netral maka besaran tegangan fase dihitung terhadap saluran / titik netralnya. sistem 3 fase. P pembangkitan = P pemakain. Gambar 2. Bila fasor-fasor tegangan tersebut berputar dengan kecepatan sudut dan dengan arah berlawanan jarum jam (arah positif). Tegangan Va. disalurkan dan diserap oleh beban semuanya seimbang. dan dapat dihubungkan secara bintang (Y. Hubungan Bintang (Y. Pada tegangan yang seimbang terdiri dari tegangan 1 fase yang mempunyai magnitude dan frekuensi yang sama tetapi antara 1 fase dengan yang lainnya mempunyai beda fase sebesar 120°listrik.Tanda positif (+) menunjukkan energi masuk. wye) Pada hubungan bintang (Y. wye). sedangkan tanda negatif (-) menunjukkan energi keluar. ujung-ujung tiap fase dihubungkan menjadi satu dan menjadi titik netral atau titik bintang.

73. D) ketiga fase saling dihubungkan sehingga membentuk hubungan segitiga 3 fase. Hubungan Segitiga (delta. Dengan tidak adanya titik netral.cos θ • Pada hubungan bintang.Vf. Gambar 4. IL = If. Pada sistem yang seimbang.73Ifase Daya pada Sistem 3 Fase 1. daya total tersebut sama dengan tiga kali daya fase. dan dapat dituliskan dengan. Δ. Jika sudut antara arus dan tegangan adalah sebesar θ. maka besarnya daya perfasa adalah Pfase = Vfase. Δ. Hubungan Bintang dan Segitiga yang seimbang. maka besarnya tegangan saluran dihitung antar fase.If. maka: Vline = Vfase Tetapi arus saluran dan arus fasa tidak sama dan hubungan antara kedua arus tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan hukum kirchoff. sehingga: Iline = akar 3 Ifase = 1.Ifase. karena besarnya tegangan saluran adalah 1. karena tegangan saluran dan tegangan fasa mempunyai besar magnitude yang sama. Gambar 3.73Vfase maka tegangan perfasanya menjadi Vline/1. maka daya total (PTotal) pada rangkaian hubung bintang (Y) adalah: . D).Ia = Ib = Ic Hubungan Segitiga Pada hubungan segitiga (delta.cos θ sedangkan besarnya total daya adalah penjumlahan dari besarnya daya tiap fase. PT = 3. diperoleh dengan menjumlahkan daya dari tiap-tiap fase. dengan nilai arus saluran sama dengan arus fase. karena daya pada tiap-tiap fasenya sama. Daya sistem 3 fase Pada Beban yang Seimbang Jumlah daya yang diberikan oleh suatu generator 3 fase atau daya yang diserap oleh beban 3 fase.

IL. maka jumlah phasor dan arus netralnya (In) tidak sama dengan nol dan beban dikatakan tidak seimbang. maka daya total (Ptotal) pada rangkaian segitiga adalah: PT = 3. Pada saat terjadi gangguan.73Ifase. Kombinasi dari kedua ketidakseimbangan sangatlah rumit untuk mencari pemecahan permasalahannya.73.VL.73. Untuk contoh kasusnya silahkan lihat electrical science handbook volume 3.cos θ Dari persamaan total daya pada kedua jenis hubungan terlihat bahwa besarnya daya pada kedua jenis hubungan adalah sama.IL/1. . Ketidakseimbangan beban ini dapat saja terjadi karena hubung singkat atau hubung terbuka pada beban.PT = 3.VL. hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan. begitupula dengan jumlah phasor dari arus pada ketiga fase juga sama dengan nol.IL. yang membedakan hanya pada tegangan kerja dan arus yang mengalirinya saja. dan berlaku pada kondisi beban yang seimbang. yaitu: 1.cos θ • Dan pada hubung segitiga. VL = Vfasa.cos θ = 1.VL/1. dengan besaran tegangan line yang sama dengan tegangan fasanya.cos θ = 1. ketidakseimbangan pada sumber listrik (sumber daya). Ketidakseimbangan pada beban. Jika impedansi beban dari ketiga fase tidak sama. 2. oleh karena itu kami hanya akan membahas mengenai ketidakseimbangan beban dengan sumber listrik yang seimbang. Dalam sistem 3 fase ada 2 jenis ketidakseimbangan.IL.VL. Ketidakseimbangan beban pada sistem 3 fase dapat diketahui dengan indikasi naiknya arus pada salahsatu fase dengan tidak wajar. Gambar 5. arus pada tiap fase mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. 2. dan besaran arusnya Iline = 1. saluran netral pada hubungan bintang akan teraliri arus listrik. Daya sistem 3 fase pada beban yang tidak seimbang Sifat terpenting dari pembebanan yang seimbang adalah jumlah phasor dari ketiga tegangan adalah sama dengan nol. sehingga arus perfasanya menjadi IL/1. Ketidakseimbangan beban pada sistem 3 fase.73.73.73.

arah arus listrik dianggap berlawanan dengan arah gerakan elektron. ampere Q = Besarnya muatan listrik. Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-). t = waktu dalam satuan detik. Arus Listrik adalah mengalirnya elektron secara terus menerus dan berkesinambungan pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. Rumus – rumus untuk menghitung banyaknya muatan listrik. 1. satuan arus listrik adalah Ampere. coulomb t = waktu.118 milligram perak dari nitrat perak murni dalam satu detik”. kuat arus dan waktu: Q=Ixt I = Q/t t = Q/I Dimana : Q = Banyaknya muatan listrik dalam satuan coulomb I = Kuat Arus dalam satuan Amper. Kuat Arus Listrik Adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melewati suatu penampang kawat dalam satuan waktu. “1 ampere arus adalah mengalirnya elektron sebanyak 624x10^16 (6. .Teori Dasar Listrik Artikel kali ini lebih saya tujukan kepada orang awam yang ingin mengenal dan mempelajari teknik listrik ataupun bagi mereka yang sudah berkecimpung di dalam teknik elektro untuk sekedar mengingat kembali teori-teori dasar listrik.24151 × 10^18) atau sama dengan 1 Coulumb per detik melewati suatu penampang konduktor” Formula arus listrik adalah: I = Q/t (ampere) Dimana: I = besarnya arus listrik yang mengalir. detik 2. Arah arus listrik dan arah gerakan elektron. Definisi : “Ampere adalah satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1. sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang bergerak dari terminal negatif (-) ke terminal positif(+). Gambar 1.

Bahan terdiri dari kumpulan atom. memiliki kerapatan arus 8. kuat arus dan penampang kawat: J = I/A I=JxA A = I/J Dimana: J = Rapat arus [ A/mm²] I = Kuat arus [ Amp] A = luas penampang kawat [ mm²] 4. Akibatnya terjadi gesekan elektron denganatom dan ini menyebabkan .5A/mm².“Kuat arus listrik biasa juga disebut dengan arus listrik” “muatan listrik memiliki muatan positip dan muatan negatif. sedangkan muatan elektron -1. kabel berpenampang 4 mm². dimana kemampuan hantar arus kabel sudah ditetapkan dalam tabel Kemampuan Hantar Arus (KHA). Satuan muatan ”coulomb (C)”. Muatan positip dibawa oleh proton. maka kerapatan arusnya menjadi 8A/mm² (12A/1. ketika penampang penghantar mengecil 1.6 x 10^-19C. Tahanan dan Daya Hantar Penghantar Penghantar dari bahan metal mudah mengalirkan arus listrik. Kemampuan Hantar Arus (KHA) Berdasarkan tabel KHA kabel pada tabel diatas. Aliran arus listrik merupakan aliran elektron. maka kerapatan arusnya 3A/mm² (12A/4 mm²). setiap atom terdiri proton dan elektron. Arus listrik 12 A mengalir dalam kawat berpenampang 4mm². dan muatan negatif dibawa oleh elektro. 2 inti kabel memiliki KHA 30A. Tabel 1. muatan bertanda berbeda saling tarik menarik” 3. Muatan yang bertanda sama saling tolak menolak. Rumus-rumus dibawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus.6x 10^-19C. Kerapatan arus berpengaruh pada kenaikan temperatur.5mm². Arus listrik mengalir dalam kawat penghantar secara merata menurut luas penampangnya. Gambar 2. tembaga dan aluminium memiliki daya hantar listrik yang tinggi. Suhu penghantar dipertahankan sekitar 300°C. Elektron bebas yang mengalir ini mendapat hambatan saat melewati atom sebelahnya. Kerapatan arus listrik. Kerapatan arus berbanding terbalik dengan penampang penghantar.5 mm²). Rapat Arus Difinisi : “rapat arus ialah besarnya arus listrik tiap-tiap mm² luas penampang kawat”. semakin besar penampang penghantar kerapatan arusnya mengecil. muatan proton +1.

Tahanan didefinisikan sebagai berikut : “1 Ω (satu Ohm) adalah tahanan satu kolom air raksa yang panjangnya 1063 mm dengan penampang 1 mm² pada temperatur 0° C" Daya hantar didefinisikan sebagai berikut: “Kemampuan penghantar arus atau daya hantar arus sedangkan penyekat atau isolasi adalah suatu bahan yang mempunyai tahanan yang besar sekali sehingga tidak mempunyai daya hantar atau daya hantarnya kecil yang berarti sangat sulit dialiri arus listrik”. Dengan demikian kenaikan temperatur menyebabkan kenaikan tahanan penghantar" . Tahanan penghantar memiliki sifat menghambat yang terjadi pada setiap bahan. Rumus untuk menghitung besarnya tahanan listrik terhadap daya hantar arus: R = 1/G G = 1/R Dimana : R = Tahanan/resistansi [ Ω/ohm] G = Daya hantar arus /konduktivitas [Y/mho] Gambar 3. maka tahanan penghantar tersebut adalah” : R = ρ x l/q Dimana : R = tahanan kawat [ Ω/ohm] l = panjang kawat [meter/m] l ρ = tahanan jenis kawat [Ωmm²/meter] q = penampang kawat [mm²] faktot-faktor yang mempengaruhi nilai resistant atau tahanan.penghantar panas. karena tahanan suatu jenis material sangat tergantung pada : • panjang penghantar. dan diameter penampang q serta tahanan jenis ρ (rho). “Bila suatu penghantar dengan panjang l . • luas penampang konduktor. ketika temperatur meningkat ikatan atom makin meningkat akibatnya aliran elektron terhambat. Resistansi Konduktor Tahanan penghantar besarnya berbanding terbalik terhadap luas penampangnya dan juga besarnya tahanan konduktor sesuai hukum Ohm. • jenis konduktor . • temperatur. "Tahanan penghantar dipengaruhi oleh temperatur.

dalam volt W = usaha. Pemasangan alat ukur Volt meter dipasang paralel dengan sumber tegangan atau beban. Hukum Ohm Pada suatu rangkaian tertutup. Pada kondisi sakelar S terbuka maka arus tidak akan mengalir melalui beban . dari hal tersebut. Apabila sakelar S ditutup maka akan mengalir arus ke beban R dan Ampere meter akan menunjuk. atau dinyatakan dengan Rumus : I = V/R V=RxI . hal inidisebabkan tahanan dalam dari Amper meter sangat kecil. Besarnya arus I berubah sebanding dengan tegangan V dan berbanding terbalik dengan beban tahanan R. “Satu Volt adalah beda potensial antara dua titik saat melakukan usaha satu joule untuk memindahkan muatan listrik satu coulomb” Formulasi beda potensial atau tegangan adalah: V = W/Q [volt] Dimana: V = beda potensial atau tegangan. Adanya sumber tegangan 2. Rangkaian Listrik. karena tahanan dalam dari Volt meter sangat tinggi. Adanya beban Gambar 4. apabila dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1.5. Cara Pemasangan Alat Ukur. kita mengetahui adanya perbedaan potensial listrik yang sering disebut “potential difference atau perbedaan potensial”. dalam newton-meter atau Nm atau joule Q = muatan listrik. potensial atau Tegangan potensial listrik adalah fenomena berpindahnya arus listrik akibat lokasi yang berbeda potensialnya. Adanya alat penghubung 3. 1. satuan dari potential difference adalah Volt. “alat ukur tegangan adalah voltmeter dan alat ukur arus listrik adalah amperemeter” 2. Sebaliknya pemasangan alat ukur Ampere meter dipasang seri. dalam coulomb RANGKAIAN LISTRIK Pada suatu rangkaian listrik akan mengalir arus. Dengan kata lain syarat mengalir arus pada suatu rangkaian harus tertutup.

loop arus“ KIRChOFF “ Jadi: I1 + (-I2) + (-I3) + I4 + (-I5 ) = 0 I1 + I4 = I2 + I3 + I5 . jumlah aljabar dari arus-arus yang bertemu di satu titik adalah nol (ΣI=0). HUKUM KIRCHOFF Pada setiap rangkaian listrik. I = arus listrik. ohm • Formula untuk menghtung Daya (P). volt R = resistansi atau tahanan. dalam satuan watt adalah: P=IxV P=IxIxR P = I² x R 3.R = V/I Dimana. Gambar 5. ampere V = tegangan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->