P. 1
geometri

geometri

|Views: 558|Likes:
Published by Ridwan Piliang

More info:

Published by: Ridwan Piliang on Apr 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2013

pdf

text

original

SUMBU SEKAWAN HIPERBOLA

Jika 2a adalah konstanta yang dirujuk pada suatu hiperbol yang mempunyai focus di (c,0) dan (-c, 0), maka persamaan hiperbol adalah x2 y2 = 1«««««««««««««««««««««««««««..(i) a2 b2
y

.
V¶(-c,0)

B(0,b)

..

F¶(-a,0)
O

F(a,0)

..

V(c,0)

x

.

B¶(0,-b)

Sketsa grafik hiperbol dalam teorema diperlihatkan dalam gambar di atas. Sekarang kita memperlihatkan cara memperoleh grafik ini. Dari persamaannya kita amati bahwa grafiknya simetris terhadap sumbu x dan y. Seperti halnya dengan ellips, garis yang melalui kedua focus dinamakan sumbu utama hiperbol. Jadi untuk hiperbol ini sumbu x adalah sumbu utama. Titik dimana grafik memotong sumbu utama dinamakan puncak, dan titik tengah di antara kedua puncak dinamakan pusat hiperbol. Untuk hiperbol ini puncaknya di V (a, 0) dan V¶(-a,0) dan pusatnya dititk asal. Potongan garis V¶V pada sumbu utama dinamakan sumbu transversal

hiperbol, dan panjangnya 2a satuan ; jadi panjang setengah sumbu transversal adalah a satuan. Substitusi 0 untuk x dalam (i) menghasilkan y2 = -b2 yang tidak mempunyai jawab riil. Sebagai akibatnya hiperbol tidak memotong sumbu y. Akan tetapi

1

potongan garis dengan titik ujung (0,-b) dan (0,b) dinamakan sumbu sekawan hiperbol dan panjangnya 2b satuan. Jadi panjang setengah sumbu sekawan adalah b satuan.

Penyelesaian y dinyatakan dalam x menghasilkan y= s
b a

x 2  a 2 «««««««.««««««««««««..««.(ii)

Dari (ii) kita simpulkan, jika x < a tak ada nilai riil untuk y. Karena itu tak ada titik (x,y) pada hiperbol dengan ±a < x < a. Dari (8) kita juga meihat, jika x > a, maka y mempunyai dua nilai riil. Jadi hiperbol mempunyai dua cabang. Cabang yang satu membuat puncak V (a, 0) dan meluas ke tak- terhingga ke kanan V. Cabang lain memuat puncak V¶ (a,0) dan meluas ke tak-terhingga ke kiri V¶.

CONTOH 1: Diketahui hiperbol x2 y2 =1 9 16 Carilah puncak, focus, dan panjang sumbu transversal dan sumbu sekawan. Gambarlah sketsa dari hiperbol, dan tunjukkan fokusnya.

PENYELESAIAN Persamaan yang diberikan berbentuk (i) ; jadi a = 3 dan b = 4. karena itu puncaknya adalah V (3, 0) dan V¶ (-3, 0). Panjang sumbu transversal adalah 2a atau 6, panjang sumbu sekawan adalah 2b atau 8.

2

y

. ..
V¶(-5,0) F¶(-3,0)
O

B(0,4)

F(3,0)

..

V(5,0)

x

.

B¶(0,-4)

karena dari b 2 ! c 2  a 2 kita peroleh 16 ! c 2  9 , jadi c = 5. Dengan demikian fokusnya adalah F(5,0) dan F¶(-5,0).

CONTOH 2: Carilah persamaan hiperbola dengan suatu focus di (5,0) dan titik-itik sumbu sekawan adalah (0,2)dan (0,-2).

PENYELESAIAN: Karena titik-titik sumbu sekawan ada di (0,2) dan (0,-2), maka b= 2, sumbu utama terletak pada sumbu x, dan pusat di titik asal. Dengan demikian persamaannya berbentuk x2 y2  2 ! 1 , karena fokusnya di (5,0), maka c = 5, dan karenanya b 2 ! c 2  a 2 , 2 a b a 2 ! 25  4. Jadi a ! 21 , dan persamaan hiperbolanya adalah x2 y2  !1 21 4 Jika dalam persamaan (i), x dan y dipertukarkan, kita peroleh: y2 x2  ! 1 ««««««««««««...««««««««««««(iii) a 2 b2

3

Yang merupakan persamaan hiperbola dengan pusat titik asal dan sumbu utama terletak pada sumbu y. Hiperbola dengan persamaan y2 x2 = 1 mempunyai focus dan puncak pada 9 16

sumbu y karena persamaannya berbentuk (iii) sketsa grafik persamaan ini terlihat dengan gambar dibawah ini.
y

5

-5

O

x 5

-5

Tak ada ketasaksamaan umum yang melibatkan a dan b yang sesuai dengan ketaksamaan a > b untuk suatu ellips. Untuk suatu hiperol mungkin terjadi hubungan a < b, seperti dalam ilustrasi 1, dimana a = 3 dan b = 4 ; mungkin pula terjadi a > b, seperti untuk hiperbol pada contoh 2, dimana a = hiperbol a = b, maka hiperbol itu dikatakan sama sisi. 21 dan b = 2. Jika untuk suatu

Garis y = mx + b adalah suatu asimtot dari grafik persamaan y = f(x) jika salah satu pernyataan berikut benar: (i). lim ?f ( x)  (mx  b)A! 0, dan untuk suatu M > 0, f(x) { mx + b bila x > M
x p g

(ii). lim ?f ( x)  (mx  b)A! 0, dan untuk suatu M <0. f(x) { mx + b bila x < M
x p g

Untuk hiperbola

x2 y2  ! 1 , penyelesaian untuk y menghasilkan: a 2 b2

4

b x 2  a 2 , jaadi jika a b f ( x) ! x2  a2 ; aka a b b » «b x 2  a 2  x¼ lim f ( x)  x ! lim ¬ x p g x p g a a a ½ ­ y !s b ( x 2  a 2  x)( x 2  a 2  x ) ! lim a x p g x2  a2  x ! b lim a x p g a x  a2  x
2

!0

Karena itu garis y !

b x adlah suatu asimtot dari grafik y a

cara yang sama dapat diperlihatkan bahwa y ! grafik y ! 

b b x 2  a 2 , sebagai akibatnya garis y ! x adalah asimtot dari a a

x2 y2 b  2 ! 1 . Dengan cara yang sama dapat ditunjukkan garis y !  x adalah 2 a a b asimtot untuk hiperbola yang sama. x2 y2 b b Jadi garis y ! x dan y !  x adalah asimtot dari 2  2 ! 1 . a a a b

Tinjau pesamaan

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa ini juga adalah persamaan hiperbola dengan sumbu y sebagai sumbu nyata dan sumbu x sebagisumbu sumbu imaginer, yang asimtotnya
y!s b x , serta sifat-sifat lainnya yang dimiliki oleh hiperbola a

 

!

b a

x 2  a 2 . Dengan

b x juga merupakan asimtot dari a

HIPERBOLA SEKAWAN

x2 y2 x2 y2  2 ! 1 persamaan ini dapat ditulis 2  2 ! 1 . a2 b a b

5

ini.Hiperbola didapat dengan jalan saling menukar

x y dan a b

dari hiperbola

x2 y2 x2 y2 y2 x2  2 ! 1 . Hiperbola 2  2 ! 1 dan hiperbola 2  2 ! 1 DUA Hiperbola a2 b a b b a Sekawan.

Asimtot kedua hiperboa sekawan adalah sama yaitu y ! s

b x . Oleh karena a

tiu keempat puncak dari kedua hiperbola ini adalah ( s a,0) dan (0, s b) maka keempat garis singgung membentuk suatu persegi yang panjang sisinya sejajar dengan kedua sumbu koordinat, sedangkan titik sudutnya terletak pada kedua asimtotnya.

y!
(0,b) (-a,0)
O

b x a

(a,0)

x

(0,-b)

y!
x2 y2  ! 1 , bila a =b maka persamaan hiperbola a2 b2

b x a

x2 y2  ! 1 menjadi a2 b2

x2 y2  2 ! 1  x 2  y 2 ! a 2 hiperbola ini disebut Hiperbola Samasisi. Ukuran 2 a a sumbu nyatanya sama dengan ukuran sumbu imaginer yang sama dengan 2a. Asimtot dari hiperbola ini adalah x ± y = 0 dan x + y = 0 dan saling berpotongan. Hiperbola yang mempunyai asimtot saling tegak lurus disebut hiperbola Ortogonal. Grafik hiperbola sekawan samasisi adalah juga hiperbola ortogonal. Grafik hiperbola

6

sekawan samasisi sebagai berikut.

x 2  y 2 ! a 2 dan y 2  x 2 ! a 2 dapat dilihat dengan gambar

y

(0,a) (-a,0)
O

(a,0)

x

(0,-a)

Kita

juga

dapat

menguraikan

factor-faktor

dari

x2 y2  !0 a2 b2

mejadi

¨ x y ¸¨ x y ¸ ©  ¹©  ¹ ! 0 ª a b ºª a b º ¨x y¸ ¨x y¸ Yang setara dengan kedua persamaan ©  ¹ ! 0 dan ©  ¹ ! 0 dari persamaan ªa bº ªa bº

(iii)

kita
dan

melihat

asimtotnya

adalah

garis

dengan

persamaan

x y  !0 a b

x y  !0 a b

yang sama dengan persamaan hiperbola dengan x2 y2  ! 1 . Hiperbola ini adalah Sekawan dengan b2 a2

persamaan ini dengan hiperbola hiperbola persamaan (iii).

Jika suatu hiperbola di (h , k) dan sumbu utamanya sejajar dengan sumbu x, dan jika sumbu-sumbu koordinat digeser sehingga titik (h, k) merupakan titik asal

7

yang baru maka persamaan hiperbola terhadap system koordinat baru ini adalah x2 y2  ! 1 jika kita ganti x dengan x ± h dan y menjadi y ± h akan menjadi: a2 b2

x  h 2  y  k 2
a2 b2

! 1 ««««««««««««««««««««««....(iv)

Dengan cara yang sama suatu hiperbola yang berkoordinat di (h, k ) dan sumbu utamanya sejajar dengan sumbu y adalah:

y  k 2  x  h 2
a2 b2

! 1 «««««««««««««««««««««««.(v)

CONTOH 3: Puncak suatu hiperbola di (-5, -3 ) dan (-5, -1) dan titik-titik sumbu sekawannya di (-7, -2) dan (3-, -2 ). Carilah persamaan hiperbola dan persamaan asimtotnya. Gambar sketsa grafik dan dan asimtotnya!

PENYELESAIAN Jarak antara dua puncak adalah 2a.; jadi 2a =2, dan a = 1, panjang sumbu sekawannya adalah 2b; jadi 2b =4 dan b = 2. Karena sumbu utama sejajar dengan sumbu y persamaan hiperbola berbentuk

y  k 2 x  h 2
a2  b2

! 1 , derngan pusat

(h,k ) terletak tepat pada tengah-tengah kedua puncak, dan karena itu berada dititik (-5, -2) maka menjadi:

y  2 2 x  5 2 
1 4

!1

Dengan menggunakan car menginget penurunan persamaan asimtot kita peroleh : ¨ y  2 2 x  5 2 ¸¨ y  2 2 x  5 2 ¸ © ¹© ¹!0   © 1 2 ¹© 1 2 ¹ ª ºª º

8

Yang memberikan
y2! 1 x  5 dan 2 y2! 1 x  5 2

Sketsa grafik hiperbola dan asimtotnya adalah:
y

. . .

V
(-5,-2)

O

x

Jika persamaan (iv) dan (v) kitan hilangkan pecahan dan kita gabungkan sukusukunya, maka akan menjadi: Ax 2  Cy 2  Dx  Ey  F ! 0 «««««««««««««««««.(vi) A dan C berbeda tanda dimana AC <0 . dengan melengkapkan kuadrat dalam x dan y dalam persamaan (vi) dengan AC< 0 akan menghasilkan:

E 2 x  h  F 2 y  k ! H .......... .......... .......... .......... .......... .......... .......... .......... ...( vii ) jika H E2 H " 0, pers (vii ) dapat ditulis dengan
2

2

2

x  h 

y  k 2
H F2

!1

9

CONTOH 4: 4 x 2  12 y 2  24 x  96 y  181 ! 0 4 x 2  6 x  12( y 2  8 y ) ! 181
2

x 4

2 

6 x  9  12( y 2  8 y  16) ! 181  36  192 4( x 2  3) 2  12 y 2  4

! 25
2

Persamaan ini berbentuk persamaan (vii) dengan H = 25 > 0 dan dapat dituliskan sebagai

x  3 2 y  4 2 
25 4 25 12

!1

Dan jika persamaan (vii), H< 0 akan dapat dituliskan dengan

y  k 2 x  h 2
H E2  H F2

!1

Jika dalam persamaan umum berderajat DUA x 2  y 2  x  Ey  F ! 0

B = 0 dan

berpotongan

CONTOH 5: Tentukan grafik persamaan 9 x 2  4 y 2  8 x  16 y  29 ! 0

PENYELESAIAN: B = 0, dan AC = -36 < 0, grafiknya sustu hiperbola atau dua garis yang berpotongan. Dengan melengkapkan kuadrat dalam x dan y, kita peroleh:

¡

¢£

¢

£

< 0, maka grafiknya berupa hiperbola atau dua garis yang

10

9 x 2  2 x  1  4( y 2  4 y  4) ! 29  9  16 9( x  1) 2  4( y  2) 2 ! 36 ( y  2) 2 ( x  1) 2  !1 9 4

Jadi grafiknya adalah suatu hiperbola dengan sumbu utama sejajar dengan sumbu y dan pusatnya di (1, -2).

11

DAFTAR PUSTAKA Hutahaean, Leithold, Dkk. Kalkuklus dan Ilmu Analitik Jakarta: Erlangga Leithold, Louis. 1985. Kalkulus Dan Ilmu Analitik 2. Jakarta : Bina Aksara Tim Penyusun. 2009. Geometri Analitik Bidang. Medan. FKIP UMN.

12

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->