MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PENUTUR ASING

Awalnya media merupakan alat bantu mengajar guru (teaching aids), dapat berupa alat bantu visual atau alat lain yang dapat memberikan pengalaman konkret pada siswa. Sekarang media merupakan suatu alat yang terintegrasikan dalam proses belajar mengajar, karena fungsinya sebagai pengantara pesan. Pesan yang disampaikan oleh pemberi pesan dalam hal ini guru dan penerima pesan atau siswa. Menurut Rivai (1978: 11) beberapa tokoh pendidikan berpendapat bahwa pemakaian media pengajaran di dalam interaksi edukatif bukan suatu penghayatan tambahan, akan tetapi media tersebut adalah merupakan bagian dari keseluruhan situasi dan proses interaksi itu. Bahkan menurut Thomas (Rivai, 1978:11) media memiliki makna yang lebih luas lagi, bahwa penggunaan media pembelajaran merupakan kesatuan yang diintegrasikan dengan materi pelajaran, merupakan kesatuan bulat yang tidak bisa dipisah-pisahkan, media juga merupakan bentuk perantara yang dipakai untuk menyebarkan ide-idenya sehingga gagasan itu sampai pada penerima (Hamidjojo, 1977: 1).

Pengertian Media Pembelajaran BIPA Media merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah memiliki makna perantara atau pengantar. Kata ini berasal dari bahasa Latin dan secara gramatikal memiliki makna sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan (Sadiman, 2005: 6). Sementara menurut Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/ NEA) media merupakan bentuk-bentuk komunikasi, baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Media hendaknnya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan dibaca (Sadiman 2005: 7). Dalam dunia pendidikan media diartikan sebagai suatu komponen atau alat

fisik yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Media dalam pembelajaran BIPA disiapkan agar dapat mempermudah pengajar untuk mengajarkan bahasa Indonesia kepada penutur asing. Penutur asingpun dapat dengan mudah memahami materi yang dipelajari.

Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran BIPA Dalam kegiatan pembelajaran yang ditujukan bagi penutur asing, media lebih banyak bertindak sebagai bahan ajar. Media yang disiapkan dalam setiap pembelajaran dapat mempertinggi hasil belajar yang akan dicapai karena informasi yang disampaikan kepada penutur asing akan lebih mudah dicerna. Hal ini sesuai dengan fungsi dan manfaat media itu sendiri. Oleh karena itu, kita perlu tahu fungsi dan manfaat dari media pendidikan itu sendiri (Wirasasmita, 2002: 4-6). Pertama, media pendidikan mempunyai fungsi edukatif sesuai dengan konotasi yang berkenan dengan tujuan pendidikan. Media pula dapat dikategori sebagai salah satu stimuli komunikasi, yaitu kekuatan yang digunakan untuk membina, mangun, atau mendidik manusia dengan tujuan untuk mengubah sikapnya.

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pendidikan dapat membangun sikap positif bagi peserta didik, dalam hal penutur asing. Media yang digunakan oleh seorang guru dapat memotivasi peserta didik karena sifatnya yang impresif dan dramatis, sehingga dapat mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Kedua, media pendidikan mempunyai fungsi sosial, karena media berperan dalam menyampaikan berbagai informasi, konsep, gagasan, serta pengalaman belajar yang diterima oleh setia pembelajar secara bersamaan. Ketiga, media pendidikan memiliki fungsi ekonomi dalam pengertian efisien pencapaian

tujuan instruksional daripada proses belajar mengajar, terhadap sejumlah kelompok besar pembelajar dimungkinkan. Keempat, media pendidikan mempunyai fungsi politis, dalam hal keseragaman misi yang diemban oleh lembaga pendidikan mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah. Kelima, media pendidikan mempunyai fungsi seni budaya dalam hal mempercepat penyebarluasan informasi mengenai hasil seni budaya, ciptaan-ciptaan baru sebagai produk kemajuan yang dicapai di bidang ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi. Penutur asing akan sangat tertarik untuk mempelajari suatu materi apabila di dalam materi pembelajarannya disisipkan muatan seni budaya. Selain pembelajar dapat belajar bahasa Indonesia, mereka pun dapat mengenal sisi budaya Indonesia yang lain. Selain fungsinya, media pendidikan memiliki banyak manfaat. Manfaat dari media pendidikan itu sendiri dapat ditinjau dari segi: a. Content atau isi pelajaran, misalnya dalam menyampaikan suatu konsep yang luas, seorang pengajar dapat menyederhanakannya dengan menampilkan sebuah diagram atau grafik. b. Jumlah pembelajar, dapat dicapai dalam jumlah yang besar dengan menggunakan media pendidikan. Media dapat membantu pemahaman dengan optimal. c. Waktu, dalam menyampaikan materi pelajaran yang singkat kadangkala tidak seimbang dengan banyaknya materi yang harus disampaikan. Media pendidikan akan membantu guru dalam penyampaian materi yang banyak dengan optimal dalam waktu yang singkat. d. Psikologis, dengan penyampaian materi pelajaran melalui media pendidikan yang baik akan dapat menimbulkan kesan nyata, dramatis, impresif sehingga pembelajar lebih menaruh perhatian kepada pelajaran karena menarik perhatian mereka. Media pendidikan dapat menimbulkan kesan nyata, meyakinkan, menarik perhatian, dan menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar pembelajar. Keempat manfaat dari media pendidikan ini telah dibuktikan oleh beberapa penelitian.

Ada juga usaha lain untuk mengklasifikasikan kesamaan atau karakteristik media pendidikan. Beberapa usaha ke arah taksonomi media tersebut antara lain seperti dalam uraian selanjutnya. penyampaian materi dengan mengintegrasikan media dalam kegiatan belajar mengajar.Melihat dari manfaat-manfaat media pendidikan. akan optimalkan penyerapan materi pembelajar. MEDIA PEMBELAJARAN TUGAS MAKALAH MATA KULIAH ICT DALAM PENDIDIKAN MATEMATIKA DESI PANDORA 20092512013 VERA ANGELA 20092512015 .

Dr. M. perantara. Pendapat lain mengemukakan bahwa media adalah suatu sarana yang digunakan untuk menyampaikan . Association of Education and Communication Technology (AECT) memberikan definisi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi (Richey : 1994). Komp.. Sc PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN MATEMATIKA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SRIWIJAYA PALEMBANG Pengertian Media Pembelajaran Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti tengah. atau pengantar (Azhar Arsyad. 2007 : 3).RAINI ANDALUSIA 20092512016 Dosen Pengampuh : Prof. M. ZULKARDI. I.

rekaman audio.pesan dari seorang komunikator kepada komunikan (Suranto. dan kompuiter. Secara lebih khusus Briggs (1979) mengatakan media sebagai sarana fisik untuk menyampaikan isi atau materi pembelajaran. Heinich dan kawan-kawan (1996:8) mengartikan media sebagai perantara yang mengantar informasi dari sumber kepada penerima. bahan-bahan cetakan. televisi. dan sejenisnya adalah tergolong media. Sependapat dengan Briggs. Sarana fisik tersebut dapat berupa buku. Wang Qiyun & Cheung Wing Sum (2003). media biasa disebut sebagai fasilitas pembelajaran yang . foto. gambar yang diproyeksikan. slide. 2005:18). tape rekorder. film. Apabila media tersebut membawa pesan-pesan atau informasi yang mengandung maksud dan tujuan pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran. grafik. kaset. foto. film. kamera video. gambar. Sedangkan Trini Prastati (2005:3) memberi makna media sebagai apa saja yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi ke penerima informasi. Dengan demikian televisi. radio. menyatakan bahwa dalam konteks pendidikan.

Dengan demikian media pembelajaran dapat dikatakan sebagai alat-alat grafis. photografis. Beberapa ahli menggolongkan macam-macam media pembelajaran dari sudut Heinich (1996) menjabarkan media pembelajaran dalam bukunya meliputi : nonprojected . dilihat.membawa pesan kepada pembelajar. dan didengar. yang dapat digunakan untuk menangkap. dan menyusun kembali informasi visual atau verbal atau dapat disimpulkan bahwa media merupakan komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Macam-Macam Media Pembelajaran Media pembelajaran berkembang dari waktu ke waktu. sehingga media dapat dimanipulasi. memproses. atau elektronis. Media dapat dikatakan pula sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual dan peralatannya. seiring dengan perkembangan teknologi. dibaca.

. yaitu media hasil teknologi cetak. foto. sedangkan motionmedia berupa video dan film. yaitu media dengan teknologi tradisional dan media dengan teknologi mutakhir. diagrams. Sementara Seels & Glasgow (1990 : 181-183) membagi media berdasarkan perkembangan terknologi. media hasil teknologi audio visual. media radio and television. dan media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer. computer based multimedia and hypermedia. motionmedia. displays. slides. media hasil teknologi komputer. filmstrips. charts. Projected media terdiri dari slides. projected media. audiomedia. filmstrips. Audiomedia berupa cassettes dan compact discs. dan computer projection. Azhar Arsyad (2007:29) mengelompokkan meda pembelajaran menjadi empat kelompok. overhead transparencies. (b) visual yang tidak diproyeksikan berupa gambar. Nonprojected media berupa photographs. proyeksi overhead. dan models. Media dengan teknologi tradisional meliputi : (a) visual diam yang diproyeksikan berupa proyeksi opaque (tak tembus pandang). computer mediated instruction.media. poster. grafik.

dan hand out. Kedelapan media tersebut adalah . (e) visual dinamis yang diproyeksikan berupa film. Lee & Diana L. (h) realita dapat berupa model. majalah ilmiah. boneka). Hypermedia. modul. specimen (contoh). Sedangkan media dengan teknologi mutakhir meliputi dibedakan menjadi : (a) media berbasis telekomunikasi diantaranya adalah telekonfrence dan distance learning. (b) media berbasis mikroprosesor terdiri dari CAI (Computer Assisted Instruction. (d) penyajian multimedia dibedakan menjadi slide plus suara dan multi image. berkala. permainan papan. miniatur. papan info. teks terprogram. CD (Compact Disc).diagram. workbook. dan Web Pembelajaran (Web Based Learning) Penggolongan media yang lebih aktual dikemukakan oleh William W. Games. Owen (2004:55-56) dengan delapan tipe media pengiriman. (f) media cetak seperti buku teks. (c) audio terdiri dari rekaman piringan dan pita kaset. simulasi. manipulatif (peta. (g) permainan diantaranya teka-teki. televisi. video. pameran.

sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. fungsi kognitif. yaitu fungsi atensi. fungsi afektif. yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.instructor-led. dan Fungsi atensi media visual merupakan inti. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran Levie & Lents dalam Azhar Arsyad (2007) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran. web-based. dan electronic performance support systems (EPSS). computer-based. distance broadcast. Berdasarkan macam-macam media tersebut di atas. menunjukkan bahwa media pembelajaran senantiasa mengalami perkembangan seiring kemajuan ilmu dan teknologi. khususnya media visual. Perkembangan media pembelajaran juga mengikuti tuntutan dan kebutuhan pembelajaran. Media gambar atau animasi yang diproyeksikan melalui LCD dapat memfokuskan dan mengarahkan perhatian mereka kepada . performance support systems (PSS).

media pembelajaran bermanfaat . Misalnya. Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat keterlibatan emosi dan sikap siswa pada saat menyimak tayangan materi pelajaran yang disertai dengan visualisasi. dan Fungsi kognitif media visual terlihat dari kajian-kajian ilmiah yang mengemukakan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Berdasarkan berbagai pendapat di atas. Hal ini berpengaruh terhadap penguasaan mater pelajaran yang lebih baik oleh siswa.pelajaran yang akan mereka terima. Secara umum. media pembelajaran sangat dirasakan manfaatnya dalam proses belajar mengajar. video penggunaan mesin-mesin kantor. tayangan video gambar simulasi kegiatan kantor. Sedangkan fungsi kompensatoris dari media pembelajaran dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa media visual membantu pemahaman dan ingatan isi materi bagi siswa yang lemah dalam membaca.

Dengan lampunya yang amat terang dan sistem optiknya menghasilkan banyak dipergunakan di ruangan biasa tanpa penggelapan.untuk memperlancar interaksi dosen dan mahasiswa. menghasilkan berkas cahaya berbelok 90---0.Cahaya yang amat terang dari lampu proyektor amat kuat menyorot dari dalam kotak kemudian dibiaskan oleh sebuah lensa khusus. Sebuah sistem pemantul cahaya dari cermin dan lensa. yang di tempatkan di atas kotak landasan. 1. Overhead Projector Model 5088 (portable) . terdiri atas sebuah kotak dengan bagian atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan transparansi.melewati sebuah transparan ukuran 20 x 25 cm yang ditempatkan di atas landasan tersebut. dengan maksud membantu mahasiswa 1) OHP (Overhead Projection) OHP merupakan jenis perangkat keras yang sangat sederhana. yaitu lensa fresnel.

Overhead Projector Model 213 (large body) Alat ini hampir tidak bersuara (suara kipas sangat halus). Ukuran badan 380 x 405 x 240 mm. panjang kabel 5 m. Berat keseluruhan 9. dengan focal length 366 mm.Projection stage 254 x 254 mm (10 x 10 ). juga dapat ditambah dengan memasang roll attachment. dengan tempat penyimpanan secara khusus.5 m. Sistem penyinaran dan pendinginan tidak lansung dari lampu ke atas transparansi film. tapi membutuhkan tegangan listrik antara 110/220 Volt dengan daya 480 Watt/ 50 Hz. Panas ruangan dinetralisasi . ON-OF switch tidak diperlukan. sebab lampu lansung terhubung dengan udara luar. Tegangan listrik yang diperlukan 220 Volt/ 50Hz. 2.07 kg.Alat ini tidak bersuara.9 kg. Berat keseluruhan 13.7 cm. Ukuran 322 x 343 x 38 mm. Single optical menghasilkan cahaya yang terang rata-rata sekitar 1800 lumens dan dapat memproyeksikan kurang dari 100 sampai lebih dari 350. dengan daya yang dibutuhkan sekitar 360 Watt. dengan panjang kabel 4. tinggi dengan head lens 45.

oleh adanya kipas angin. dan dilengkapi pula dengan switch pengaman lampu sewaktu penggantian lampu. Focal length 355 mm (14. pada ruangan tersebut ada kipas angin.3 kg. ruang panas dilokalisasi. Sistem pendinginan lampu tidak lansung ke alas transparansi. .2 ). Overhead Projector Model 213 (semi portable) Alat ini tidak bersuara. Kipas angin sebagai alat pendinginan dilengkapi dengan thermostat otomatis.5 m 3. Pengaturan cahaya dapat memproyeksikan transparansi film dari 0o-30o dengan jarak antara 1. 360 Watt. panjang kabel 5 m ada tempat penyimpanan khusus. Penyinaran menggunakan sistem articulate head optic yang menghasilkan cahaya terang dan rata. Penggantian lampu mudah dilakukan serta kontak ON-OFF juga mudah dijangkau.5 m. projection stage 267 x 267 mm dengan sistem pengaman ganda. 3. dengan focal length 355 mm (14. Menggunakan aliran listrik sebesar 220 Volt.2 ). Standard doublet optic yang menghasilkan cahaya terang dan rata. Terangnya cahaya sekitar 2300 lumens. berat 13. 50 Hz. ukuran 355 x 400 x 200 mm dengan tambahan dipasang roll attachment.

terang cahaya 2300 lumens dan rata. otomatis arus listrik terputus. dengan berat 10.05 m. ON-OFF switch mudah dijangkau. Panjang kabel 3. Triplet optical projection head 317 mm.4 kg. Projection stage 254 x 254 mm (10 x 10 ) dengan sistem pengamanan ganda thermostat otomatis untuk kipas angin dan jika pintu tempat penggantian lampu dibuka. Alas untuk transparansi terdiri atas lensa plastik yang biasa disebut fresnellens 3 mm yang dilapisi dua kaca yang kuat serta mudah dibersihkan dan tidak menyilaukan. penggantian lampu mudah dan cepat. Ada pengatur cahaya yang dapat memproyeksikan transparansi film 00-250.5 m. Overhead Projector Model 6202 (portable) Alat ini membuthkan tegangan listrik 220 Volt. Sistem pendinginan tidak diperlukan sebab lampu lansung berhubungan dengan udara luar dan pemakaian daya kecil. 4. proyeksi amat baik antara 1. Berbagai macam overhead . projection stage 285 x 285 mm. terang 2100 lumens.5 sampai 4. daya 200 Watt.

ini harus diproyeksikan setelah sinar menyala dari overhead projector. Konsep materinya (isi pesan) harus mudah ditangkap dan dipahami. maka peta gambar maupun diagram harus sederhana dan dibatasi pada hal- hal yang penting saja. . Kesederhanaan (Simplicity) Untuk OHP. Kekompakan mengandung makna ada jalinan yang harmonis antara bagian-bagian visual dalam kesatuan fungsinya secara keseluruhan. mudah ditangkap dan mudah dipahami. bukan huruf artistik yang dapat membingungkan. Sinar dari overhead projector akan diterima oleh layar atau yang disebut layar portable matte white dan akan tampak jelas bahan-bahan yang ditulis dalam transparansi. Huruf yang dipakai biasanya huruf yang sederhana dan jelas. Jalinan hubungan bagian dapat dinyatakan dalam bentuk tanda-tanda penunjuk seperti panah dan tanda-tanda visual seperti garis. Kalimatnya sederhana dan bermakna. Dalam merancang media. maka hal-hal yang harus diperhatikan adalah: a. Tulisannya harus jelas dan mudah dibaca.

warna. Kadang diperlukan penonjolan tertentu hingga menjadi pusat perhatian. Desain yang mempunyai keseimbangan informal biasanya menganut pola asimetris atau diagonal. dan ruangan. Keseimbangan (Balance) ada dua bentuk keseimbangan. Keseimbangan formal memberi kesan statis dan resmi untuk menata huruf pada caption atau titling.bentuk. yaitu keseimbangan formal dan keseimbangan informal. Dalam teknik penyajian hal ini juga dapat dilakukan dengan cara menutup bagian yang lain. Suatu desain dikatakan mempunyai keseimbangan formal bila dapat dibayangkan adanya garis yang membagi bentuk visual secara simetris. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan memperbesar. Keseimbangan informal memberikan kesan dinamis dan biasanya mempunyai daya penarik perhatian yang . mewarnai. memperjelas . meletakkan pointer dan d. menghilangkan informasi pada unsur atau bagian lain.

Fitur pembesaran proyektor memungkinkan pendidik untuk menulis skrip kecil yang nyaman dalam posisi menulis alam daripada menulis dalam naskah yang terlalu besar di papan tulis dan harus terus memegang tangannya di udara untuk Fungsi OHP (Overhead Projector) Over Head Proyektor secara umum digunakan untuk: . karena transparansi dapat pra-dicetak dan digunakan berulang-ulang. dicuci spidol warna. Ini menghemat waktu. Bahan pengajaran pra-dapat dicetak pada lembaran plastik. memfasilitasi komunikasi yang lebih baik antara siswa dan guru. Overhead biasanya ditempatkan pada ketinggian yang nyaman untuk menulis pendidik dan memungkinkan pendidik untuk menghadapi kelas. dan bukannya materi ditulis secara manual sebelum setiap kelas.Penggunaan dalam Pendidikan Overhead projector yang memudahkan mudah murah lingkungan interaktif bagi para pendidik. atas mana pendidik dapat langsung menulis dengan menggunakan non-permanen.

Untuk memperlihatkan suatu sistem tertentu. 7.1. 5. contoh: bagaimana cara magnet bekerja 6. Pengganti papan tulis dengan menggunakan pen khusus yang dituliskan pada lembar transparansi/gulungan transparansi 2. contoh: kecepatan membukanya rana pada alat photo/tustel model S. Tempat memproyeksikan transparan yang telah disiapkan. Untuk menunjukkan diagram aliran suatu sistem tertentu. Tempat menunjukkan model-model kecil baik dalam bentuk gerak atau diam.R (Single Lens Reflect) Jenis-jenis Over head proyektor 1. 3. Untuk mendemonsrasikan suatu percobaan.L. Tempat menunjukkan bayangan (silhoutte) suatu benda. 4. OHP Type Standart (Standart Lecture Head Type) . contoh: dengan filter khusus dapat ditunjukkan diagram suatu aliran.

dan banyak jenis transparansi. Kemudahan penggunaan. sehingga efektivitas proyeksi Over Head Proyektor presentasinya sangat bergantung pada presenter.2. dapat buram yang kecil. 1. Sistem Over Head Proyektor tidak membuat diri untuk . memungkinkan kontak mata langsung melihat hasil kelayar OHP. Tidak diprogram sebelumnya. . OHP Type Portable (dapat dilihat. sistem optik menghasilkan begitu banyak cahaya pada layar. 2. dan ringan dibawa) lampu terang dan efisien. dari 3. Tidak membuat pembelajaran diri. Over Head Proyektor yang paling ringan dan portabel semua mudah dioperasikan. Over Head Proyektor dapat digunakan dengan pencahayaan normal pada ruangan dioperasikan penonton.

berdiri bebas unit-data proyektor-yang tidak . seperti ilustrasi majalah. liquid crystal display (LCD) panel proyeksi gambar ke komputer yang setara-layar elektronik dari transparansi overhead..3. tidak dapat diproyeksikan yang mungkin sistem Over Head Proyektor bahan tersebut harus dibuat menjadi transparansi melalui beberapa proses produksi. bahan cetak dan transparan item lain. 2) Liquid Crystal Display (LCD) Didesain untuk digunakan dengan perangkat lunak presentasi grafis. Sebuah panel LCD dicolokkan ke dalam komputer dan ditempatkan ke panggung sebuah proyektor overhead intensitas tinggi. LCD panel juga tersedia secara terpisah. Proses produksi yang dibutuhkan.

Jenis populer lainnya slide film yang dikirim untuk diproses. 1. Sekuensing. sebagai peralatan fotografi terus disempurnakan dan disederhanakan. Kurangnya Penerangan. ukuran standar slide adalah 2x2 inci (5 x 5 cm) diukur oleh dimensi terluar. LCD resolusi rendah membuat presentasi kelompok paling cocok ukuran Istilah slide mengacu pada format-kecil foto transparansi yang dipasang secara individual untuk proyeksi satu di suatu waktu. Keterbacaan. maksudnya slide dapat diatur dalam urutan yang berbeda. Ruang harus lebih gelap daripada proyeksi overhead 2. mereka lebih 2. keuntungan besar panel LCD yang memungkinkan Anda untuk proyek apa pun yang muncul di monitor komputer Anda teks. Pilahan foto. komputer dapat menyimpan sejumlah hampir tak terbatas visual. yang dapat dipanggil dengan menekan tombol. . 2.memerlukan sebuah overhead sebagai sumber cahaya mereka. sudah terpasang dalam bingkai 2 inci. Kapasitas besar. 1. data. dimensi sebenarnya dari gambar itu sendiri akan berbeda dengan jenis 1. atau visual ke layar besar. Kamera otomatis.

.html http://loudy92.blogspot. A Simon & Schuster Company. (1996).html . filmstrip berbeda. Heinich. Proyektor otomatis. Instructional media and technologies for learning (5th ed. Gagne. Englewood Cliffs. Russel. R. datang sebagai unit individu. S. plastik. Molenda.com/2010/07/ohp-overhead-projector-oht-overhead. Briggs. 1. http://sataaswelputra. Kemacetan. E. karena slide. 2. Disorganitation (tidak terorganisasi). maksudnya karton.3. New York : Rinehart and Winston. J. and Leslie J. slide dapat dengan mudah mengumpulkan-debu dan sidik kecerobahan pengguna juga dapat menyebabkan kerusakan permanen.. Robert M.). Rentan terhadap kerusakan..com/2008/06/ohp-overhead-projector. M.. mereka dengan mudah dapat menjadi teratur. & Smaldino. set slide dapat dilihat dalam sebuah sajian secara berurutan. D. dan kaca bergeser dari ketebalan yang beragam 3. Inc.blogspot. (1979) Priciples of instructional design. NJ: Prentice-Hall. perakitan program slide akan difasilitasi oleh proyektor saat ini.

Pengembangan media pembelajaran berbasis TI.JPG Lee. 2009 admin Mengisi teka teki silang atau biasanya lebih dikenal dengan sebutan TTS. Diana L.org/wiki/File:OHP-sch. . Willian W. & Owen.wikipedia. secara tidak langsung juga berguna untuk meningkatkan pengetahuan yang bersifat umum dengan cara yang santai. di Universitas Muhammadiyah Purworejo Teka-teki silang untuk pembelajaran September 8th. Sunaryo Sunarto (September 2002).http://en. Multimedia Based Instruktional Design. (2004). San Fransisco : Pfeiffer. memang sungguh mengasyikkan. selain juga berguna untuk mengingat kosakata populer. Makalah disajikan dalam Lokakarya Desain Pembelajaran.

Google akan membantu kita mengarahkan pada beberapa website tertentu yang menyediakan fasilitas membuat teka-teki silang sesuai dengan keinginan kita. metode crossword puzzle. pengertian teka-teki. puzzles tts. teka teki silang untuk pembelajaran. metode teka teki silang. Ada banyak software yang bisa membantu kita untuk membuat teka-teki silang bagi siswa dikelas. teka . pembelajaran teka-teki silang. Bahkan ada sebuah website yang selain membantu kita dalam membuat teka-teki silang. TTS UMUM. teka teki silang pembelajaran. permainan teka-teki silang dalam pembelajaran. situs teka-teki silang. teka teki pengetahuan. pengertian TTS. website ini akan menampilkan teka-teki silang yang kita buat. teka teki silang pengetahuan. teka teki silang pelajaran sd. Teka teki silang dalam pembelajaran sains. dengan kata kunci CROSSWORD . gambar teka teki silang. shingga latihan yang diberikan oleh guru tidak bersifat monoton hanya berupa pertanyaan-pertanyaan baku saja. cara yang paling mudah untuk menemukannya adalah dengan cara mencarinya melalui Google. teka teki selain ?. membuat tts. definisi teka teki silang. pengertian puzzle. teka teki sebagai alat pembelajaran kosa kata. tetapi bisa juga berupa teka-teki silang yang tentu saja akan mengasyikkan untuk dijawab oleh siswa. teka teki tentang pendidikan. metode crossword. teka teki silang pengertian. TTS sains. teka teki silang dalam pembelajaran. strategi crossword puzzle (teka-teki silang). agar bisa juga diakses oleh orang lain dari seluruh dunia. program teka teki silang. teka teki silang online sains. media pembelajaran teka teki silang. model pembelajaran teka-teki silang. definisi tekateki silang. teka teki silang. Klik disini untuk membuat teka-teki silang secara online. teka teki pendidikan. media pembelajaran teka-teki. teka teki silang online pendidikan. berikut juga dengan pengisiannya dapat dilakukan secara online. pengertian crossword puzzle. Software TTS selain crossword. model pembelajaran teka teki silang. model pembelajaran crossword puzzle. teka teki silang online untuk SD. definisi teka-teki. Sumber : klik disini Hasil pencarian menuju artikel ini: pengertian teka-teki silang. METODE PEMBELAJARAN CROSSWORD PUZZLE. media teka-teki silang. teka-teki pendidikan. teka teki silang online. media pembelajaran teka-teki silang. metode pembelajaran teka teki silang.Melihat karakteristik teka-teki silang yang lebih mengedepankan perbedaan dan persamaan kata. sangat sesuai kalau seandainya dipergunakan sebagai sarana untuk latihan para siswa dikelas. tts pendidikan. program teka teki silang untuk pembelajaran. tts santri. teka teki silang dari mata pelajaran. membuat tts online. latihan teka teki silang. persamaan kata tts. media pembelajaran TTS. latihan teka-teki. pengertian teka teki. TTS dalam pembelajaran. media teka teki silang. teka teki silang pendidikan. pengertian teka teki silang.

permainan crossword puzzle sebagai media pembelajaran kosa kata.silangt kata sains. yang berasal dan Bahasa Latin medius yang berarti tengah. teka teki silang pembelajaran sains. sekarang muncul istilah e-Learning. tts pengetahuan teknologi. teka-teki silang pengetahuan umum online. 1977:162). kata media merupakan bentuk jamak dari medium . TTS tentang pelajaran. tips belajar sains dengan metode teka teki silang. teka teki latihan. teka teki silang persamaan kenyal. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia. Dalam perkembangannya. teka-teki silang tentang pendidikan. teka-teki untuk pembelajaran. tts untuk pendidikan. . teka teki silang Media Pembelajaran Pengertian Secara etimologi. teka teki. teka teki silang pengetahuan umum. tts PENGETAHUAN. Istilah media mula-mula dikenal dengan alat peraga. teknik penggunaan TTS untuk pembelajaran di SD. teka teki persamaan kata. teka teki dalam sains. persamaan kata usaha tts. meliputi CD Multimedia Interaktif sebagai bahan ajar offline dan Web sebagai bahan ajar online. teknik pembelajaran crossword. teka-teki umum tingkat SMA. TTS tentang pendidikan. teka teki pemgetahuan. tekatekisilang com. TTS PEMBELAJARAN. kemudian dikenal dengan istilah audio visual aids (alat bantu pandang/dengar). tekatekisilang. Huruf e merupakan singkatan dari elektronik . Media dapat diartikan sebagai suatu bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi (AECT. dan kini istilah yang lazim digunakan dalam dunia pendidikan nasional adalahinstructional media (media pendidikan atau media pembelajaran). tts online. kata medium dapat diartikan sebagai antara atau sedang sehingga pengertian media dapat mengarah pada sesuatu yang mengantar atau meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan. teka-teki silang teknologi. TTS untuk pembelajaran. tts kata umum. Selanjutnya disebut instructional materials (materi pembelajaran). teka teki pengetahuan umum. TEKA TEKI SILANG PENGETAHUAN UMUM SD. Artinya media pembelajaran berupa alat elektronik. tekatekisilang matapelajaran.

bahan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pilihan media tradisional dapat dibedakan menjadi . sehingga dapat merangsang pildran. 1988:11) komponen strategi penyampaian yang dapat dimuati pesan yang akan disampaikan kepada pembelajar bisa berupa alat. 2002:33). film. kaset.dapat disimpulkan bahwa media pengajaran adalah bahan. slide. dan sikap yang baru. yang terdiri antara lain buku. video recorder. alat. dan komputer (Gagne dan Briggs dalam Arsyad. perhatian. guru.Berikut ini beberapa pendapat para ahli komunikasi atau ahli bahasa tentang pengertian media yaitu : orang. yaitu pilihan media tradisional dan pilihan media teknologi mutakhir (Seels & Glasgow dalam Arsyad.televisi. dan lingkungan sekolah (Gerlach dan Ely dalam Ibrahim. dan orang (Degeng. dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa. gambar.grafik. perasaan. atau kejadian yang dapat menciptakan kondisi sehingga memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan. keterapilan. Klasifikasi Dari segi perkembangan teknologi. maupun metode/teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukatif antara guru dan anak didik dapat berlangsung secara efektif dan efesien sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah dicita-citakan. media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi dua kategori luas.. dkk. sehingga proses belajar mengajar berlangsung dengan efektif dan efesien sesuai dengan yang diharapkan (Sadiman. dalam pengertian meliputi buku. material. foto. taperecorder. 1982:3) saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan antara sumber (pemberi pesan) dengan penerima pesan (Blake dan Horalsen dalam Latuheru. 2002:6) alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi. 2002:4) Berdasarkan beberapa pendapat di atas. 1989:142) media sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan pengirim pesan kepada penerima pesan. video kamera.

lembaran lepas (hand-out) 6.cetak. workbook. misal teka-teki. -media berbasis mikroprosesor. permainan papan 7. misal proyeksi opaque (tak tembus pandang). modul. specimen (contoh). pemaran. video 5.misal model. dan filmstrips 2. manipulatif (peta.permainan komputer.majalah ilmiah/berkala.realia. misal slide plus suara (tape).misal computer-assistted instruction.dan compact (video) disc.boneka). multi-image 4. Sedangkan pilihan media teknologi mutakhir dibedakan menjadi -media berbasis telekomunikasi. Tujuan Penggunaan media pengajaran sangat diperlukan dalam kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan khususnya dalam pembelajaran membaca puisi. charts.visual dinamis yang diproyeksikan. slides. diagram.sistem tutor intelejen. misal film. teks terprogram. proyeksi overhead.permainan. Menurut Achsin (1986:17-18) menyatakan bahwa tujuan penggunaan media pengajaran adalah . simulasi.1.misal teleconference.hypermedia.visual diam yang diproyeksikan.visual yang tidak diproyeksikan.kuliah jarak jauh.interaktif. papan info 3. misal buku teks. grafik. misal gambar. poster. penyajian multimedia. televisi. foto.

variasi metode pembelajaran. Sedangkan Sudjana. peningkatan aktivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. meningkatkan motivasi belajar siswa. dkk.1) agar proses belajar mengajar yang sedang berlangsung dapat berjalan dengan tepat guna dan berdaya guna 2) untuk mempermudah bagi guru/pendidik daiam menyampaikan informasi materi kepada anak didik 3) untuk mempermudah bagi anak didik dalam menyerap atau menerima serta memahami materi yang telah disampaikan oleh guru/pendidik 4) untuk dapat mendorong keinginan anak didik untuk mengetahui lebih banyak dan mendalam tentang materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik. Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan penggunaan media adalah ( efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar. Manfaat . (2002:2) menyatakan tentang tujuan pemanfaatan media adalah -pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi -bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami -metode mengajar akan lebih bervariasi -siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar. 5) untuk menghindarkan salah pengertian atau salah paham antara anak didik yang satu dengan yang lain terhadap materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik.

waktu. gambar. dkk. misainya menyaksikan pemutaran film tentang suatu kejadian atau peristiwa. yaitu (1) media pengajaran dapat menarik dan memperbesar perhatian anak didik terhadap materi pengajaran yang disajikan (2) media pengajaran dapat mengatasi perbedaan pengalaman belajar anak didik berdasarkan latar belakang sosil ekonomi (3) media pengajaran dapat membantu anak didik dalam memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara lain (5) media pengajaran dapat membantu perkembangan pikiran anak didik secara teratur tentang hal yang mereka alami dalam kegiatan belajar mengajar mereka.Secara umum manfaat penggunaan media pengajaran dalam kegiatan belajar mengajar. gambar. atau model 2) obyek yang kecil bisa dibantu dengan menggunakan proyektor. (2002:16). misalnya 1) obyek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita. media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan ruang. 1988:23-24). dan daya indera. Sedangkan menurut Sadiman. film. . rangkaian dan urutan kejadian yang mereka saksikan dan pemutaran film tadi akan dapat mereka pelajari secara teratur dan berkesinambungan (6) media pengajaran dapat menumbuhkan kemampuan anak didik untuk berusaha mempelajari sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan (7) media pengajaran dapat mengurangi adanya verbalisme dalain suatu proses (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka) (Latuheru.

dan lainlain. yaitu media pembelajaran dimanfaatkan untuk menunjang tercapainya tujuan tertentu dan pemanfaatannya dipadukan dengan proses belajar mengajar dalam situasi kelas 2) pemanfaatan media di luar situasi kelas atau di luar kelas.3) gerak yang terlalu cepat dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography 4) kejadian atau peristiwa di masa lampau dapat ditampilkan dengan pemutaran film. gempa bumi. Ada beberapa pola pemanfaatan media pembelajaran. iklim. maupun VCD 5) objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model. dan lain-lain. foto. yaitu 1) pemanfaatan media dalam situasi kelas atau di dalam kelas. 6) konsep yang terlalu luas (misalnya gunung berapi. gambar. meliputi (a) pemanfaatan secara bebas yaitu media yang digunakan tidak diharuskan kepada pemakai tertentu dan tidak ada kontrol dan pengawasan dad pembuat atau pengelola media. Pemanfaatan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar perlu direncanakan dan dirancang secara sistematik agar media pembelajaran itu efektif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. video. diagram. dan lain-lain) dapat divisualisasikan dalam bentuk film. serta pemakai tidak dikelola dengan prosedur dan pola tertentu .

baik kelompok kecil (2 8 orang) maupun kelompok besar (9 40 orang). Prinsip-prinsip Pemilihan Media . Artinya media yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan jumlah siswa yang belajar. 4) media dapat juga digunakan secara massal. dapat dikatakan bahwa seorang guru dalam memanfaatkan suatu media untuk digunakan dalarn proses belajar mengajar harus memperhatikan beberapa hal. yaitu . 3. Berdasarkan pendapat tersebut di atas. ratusan bahkan ribuan secara bersama-sama. yaitu penggunaan media oleh seorang saja (sendirian saja) b) pemanfaatan media secara kelompok. penting juga untuk memperhatikan jumlah siswa.tujuan pembelajaran yang akan dicapai . artinya isi pesan yang disampaikan melalui media harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan berbahasa atau kosakata yang dimiliki siswa sehingga memudahkan siswa dalam memahami isi materi yang disampaikan melalui media. meliputi ( a) pemanfaatan media secara perorangan. Karakteristik siswa yang belajar yang dimaksud adalah tingkat pengetahuan siswa terhadap media yang digunakan. artinya media dapat digunakan oleh orang yang jumlahnya puluhan.isi materi pelajaran .strategi belajar mengajar yang digunakan -karakteristik siswa yang belajar. bahasa siswa. Selain itu.pemanfaatan media secara perorangan.(b) pemanfaatan secara terkontrol yaitu media itu digunakan dalam serangkaian kegiatan yang diatur secara sistematik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan untuk dipakai oleh sasaran pemakai (populasi target) tertentu dengan mengikuti pola dan prosedur pembelajaran tertentu hingga mereka dapat mencapai tujuan pembelajaran tersebut. kelompok atau massal.

-pemilihan media hams secara objektif. masing-masing media mempunyai kelebihan dan kelemahan. penggunaan berbagai macam media pembelaiaran yang disusun secara serasi dalam proses belajar mengajar akan mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran 2) pemilihan media hendaknya dilakukan secara objektif. Hal ini disebabkan adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar.Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran merujuk pada pertimbangan seorang guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan. bukan semata-mata didasarkan atas kesenangan guru atau sekedar sebagai selingan atau hiburan. artinya benar-benar digunakan dengan dasar pertimbangan efektivitas belajar siswa. bukan karena kesenangan guru atau sekedar sebagai selingan . guru hendaknya mengenal ciri-ciri dan masing-masing media -pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan kondisi fisik lingkungan. antara lain ( 1) sebelum memilih media pembelajaran. Sedangkan Ibrahim (1991:24) menyatakan beberapa pedoman yang dapat digunakan untuk memilih media pembelajaran. guru harus menyadari bahwa tidak ada satupun media yang paling baik untuk mencapai semua tujuan. pemilihan media itu benar-benar didasarkan atas pertimbangan untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa -tidak ada satu pun media dipakai untuk mencapai semua tujuan. Untuk menggunakan media dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya dipilih secara tepat dengan melihat kelebihan media untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu -pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan metode mengajar dan materi pengajaran. Menurut Rumampuk (1988:19) bahwa prinsip-prinsip pemilihan media adalah ( -harus diketahui dengan jelas media itu dipilih untuk tujuan apa. mengingat media merupakan bagian yang integral dalam proses belajar mengajar -untuk dapat memilih media dengan tepat.

guru harus mengenal ciri-ciri dan tiap tiap media pembelajaran. artinya pemilihan media untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa. metode mengajar yang digunakan serta karakteristik siswa yang belajar (tingkat pengetahuan siswa. ( 2) untuk dapat memilih media dengan tepat. 3) pemilihan media pembelajaran harus berorientasi pada siswa yang belajar. ketersediaan bahan media. Adapun faktor-faktor tersebut adalah (1) tujuan pembelajaran yang ingin dicapai . dapat diturunkan sejumlah faktor yang mempengaruhi penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran yang dapat dipakai sebagai dasar dalam kegiatan pemilihan. Berdasarkan kesimpulan di atas. mutu media. Jadi dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran adalah (1) media yang dipilih harus sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran. 4) pemilihan media harus mempertimbangkan biaya pengadaan.3) pernilihan media hendaknya memperhatikan syarat-syarat a) sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai b) ketersediaan bahan media c) biaya pengadaan d) kualitas atau mutu teknik. dan jumlah siswa yang belajar). dan lingkungan fisik tempat siswa belajar. bahasa siswa.

(2) karakteristik siswa atau sasaran (3) jenis rangsangan belajar yang diinginkan (4) keadaan latar atau lingkungan (5) kondisi setempat (6) luasnya jangkauan yang ingin dilayani (Sadiman 2002:82). Pemilihan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar harus disesuaikan dengan tujuan instruksional membaca puisi yang akan dicapai. guru harus memiliki pengetahuan tentang kemampuan intelektual siswa usia SMA. Pemilihan media pembelajaran oleh guru dalam pembelajaran berbasis kompetensi membaca puisi juga harus berpedornan pada prinsip-prinsip pemilihan media yang dilatari oleh sejumlah faktor di atas. Sehubungan dengan karakteristik siswa. isi materi pelajaran pembelajaran membaca puisi. dan karakteristik siswa. agar guru dapat memilih media yang benar-benar sesuai dengan siswa yang belajar. . Ketepatan dalam pemilihan media akan dapat meningkatkan mutu proses belajar mengajar membaca puisi sehingga guru dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. metode mengajar yang akan digunakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful