TUGAS TERSTUKTUR INSTRUMENTASI

SENSOR BERAT

Oleh : Devi Setyo Erbahari Jamas Axtria Linda Vivi Medianofari Meity Wuri Rutrini A. Faruq Abujihad Triani Purma (A1H009002) (A1H009004) (A1H009015) (A1H009035) (A1H009064) (A1H009072)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PURWOKERTO 2011

KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan tugas terstruktur mata kuliah instrumentasi tentang sensor berat tepat pada waktu yang di tentukan. Tidak lupa kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Arif sudarmadji ST.MT, yang telah memberikan tugas ini serta semua pihak yang telah memmbantu kami dalam menyusun tugas kami ini terutama atas informasiinformasi yang telah diberikan kepada kami tentang sensor. Tugas ini merupakan gambaran mengenai sensor berat dari beberapa jenis sensor. Meskipun tugas ini telah disusun dengan se cermat mungkin, namun tidak tertutup kemungkinan bahwa di dalam tugas kami ini terdapat sejumlah kekurangan dan kekeliruan terutama pada aspek format dan pengetikanya. Oleh karena itu, kami sebagai penyusun mengharapkan banyak kritik dan saran yang membangun kepada saudara pembaca agar kami dapat menyusun tugas yang lebih baik mi waktu mendatang. Kami sebagai penyusun berharap agar tugas ini bermanfaat bagi kami pada khususnya serta saudara pembaca pada umumnya.

Purwokerto, April 2011 Tim Penyusun

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Didunia industri tidak akan luput dari apa yang namanya sensor, sebab umumnya industri-industri mempunyai sejumlah mesin-mesin produksi yang serba otomatis yang digerakan oleh sensor-sensor tersebut sebagai pemberi sinyal masukan untuk diproses lebih lanjut oleh bagian controler. Sensor dalam bahasa indonesia berarti pengindera, pengindera terhadap suhu, tekanan, cahaya, berat dll. Oleh karena itu terdapat berbagai jenis sensor yang ada dilapangan sesuai dengan besaran atau nilai yang hendak dideteksi. Sedangakan macam-macam sensor antara lain adalah : Sensor tekanan (Pressure switch), Sensor suhu (Thermostat, Sensor aliran / Flow switch), Sensor ketinggian (Level switch), Sensor pembatas (Limit switch, Sensor jarak / Proximity switch), Sensor magnet (Reed switch), Sensor berat (Load cell, Sensor cahaya / Photo switch), dll. Masing-maing dari sensor tersebut mempunyai karakteristik dan cara kerja yang berbeda-beda tetapi pada prinsipnya sama yaitu keluaran dari sensor tersebut umumnya berupa kontak n.o dan kontak n.c, namun cara sensor mendeteksi object tergantung dari jenis sensor tersebut. Hasil dari pendeteksian ini diperlukan guna memberikan sinyal masukan ke bagian kontroler. Pada sistem kontrol otomatis, sensor ini mutlak diperlukan karena sangat menunjang untuk membantu/mengontrol gerakan-gerakan mesin agar mesin dapat berjalan dengan sendirinya, tanpa banyak campur tangan manusia sehingga mesin dapat bekerja secara efective dan efisien. Pada makalah ini kami akan membahas lebih dalam mengenai sensor berat.

B. Tujuan

2. PEMBAHASAN Pengertian Sensor . Mengetahui jenis-jenis sensor berat. Mengetahui aplikasi sensor berat II.1. 3. Mengetahui pengertian sensor berat.

motor adalah transduser yang merubah energi listrik menjadi energi mekanik. mekanik.Sensor dan transduser merupakan peralatan atau komponen yang mempunyai peranan penting dalam sebuah sistem pengaturan otomatis. atau sistem manipulasi. LDR (light dependent resistance) sebagai sensor cahaya. generator adalah transduser yang merubah energi mekanik menjadi energi listrik. William D.1 Definisi-definisi D Sharon. dan lainnya. maka biasanya besaran yang bukan listrik diubah terlebih dahulu menjadi suatu sinyal listrik melalui sebuah alat yang disebut transducer Sebelum lebih jauh kita mempelajari sensor dan transduser ada sebuah alat lagi yang selalu melengkapi dan mengiringi keberadaan sensor dan transduser dalam sebuah sistem pengukuran.C. maupun sistem pengontrolan yaitu yang disebut alat ukur. Contoh. seperti besaran fisika. 1. Untuk memakaikan besaran listrik pada sistem pengukuran. optic (radiasi) atau thermal (panas). Contoh.1. mekanis dan sebagainya. energi mekanik dan sebagainya. dan sebagainya. telinga sebagai sensor pendengaran. kimia. kimia. Besaran masukan pada kebanyakan sistem kendali adalah bukan besaran listrik. atau sistem manipulasi atau sistem pengontrolan. mengatakan transduser adalah sebuah alat yang bila digerakan oleh suatu energi di dalam sebuah sistem transmisi. energi kimia. . energi biologi. Ketepatan dan kesesuaian dalam memilih sebuah sensor akan sangat menentukan kinerja dari sistem pengaturan secara otomatis. (1993).. mengatakan sensor adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi gejala-gejala atau sinyal-sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi seperti energi listrik. energi fisika. Camera sebagai sensor penglihatan. kulit sebagai sensor peraba. Transmisi energi ini bisa berupa listrik. dkk (1982). akan menyalurkan energi tersebut dalam bentuk yang sama atau dalam bentuk yang berlainan ke sistem transmisi berikutnya”.

biasanya dapat diketahui secara tepat bagaimana perubahan keluaran dibandingkan dengan masukannya berupa sebuah grafik. Gambar 1.1 memperlihatkan hubungan dari dua buah sensor panas yang berbeda. sebuah sensor panas dapat menghasilkan tegangan sesuai dengan panas yang dirasakannya. memperlihatkan tanggapan linier. Linearitas Ada banyak sensor yang menghasilkan sinyal keluaran yang berubah secara kontinyu sebagai tanggapan terhadap masukan yang berubah secara kontinyu. Garis lurus pada gambar 1. lux-meter untuk intensitas cahaya. 1. .1(b). (1993). adalah tanggapan non-linier. Dalam kasus seperti ini. mengatakan alat ukur adalah sesuatu alat yang berfungsi memberikan batasan nilai atau harga tertentu dari gejala-gejala atau sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi. ampermeter untuk sinyal listrik. sedangkan pada gambar 1.1(a). 1982) a. Contoh: voltmeter. dan sebagainya. tachometer.1. Sebagai contoh. speedometer untuk kecepatan gerak mekanik. dkk.William D.2 Peryaratan Umum Sensor dan Transduser Dalam memilih peralatan sensor dan transduser yang tepat dan sesuai dengan sistem yang akan disensor maka perlu diperhatikan persyaratan umum sensor berikut ini : (D Sharon.C.

b. 1982). yang berarti memiliki kepakaan dua kali dari sensor yang pertama. Tanggapan Waktu Tanggapan waktu pada sensor menunjukan seberapa cepat tanggapannya terhadap perubahan masukan. maka sensitivitasnya juga akan sama untuk jangkauan pengukuran keseluruhan. c. Beberepa sensor panas dapat memiliki kepekaan yang dinyatakan dengan “satu volt per derajat”. Linieritas sensor juga mempengaruhi sensitivitas dari sensor. Keluaran dari transduser panas (D Sharon dkk. Sensor dengan tanggapan paga gambar 1. Sensitivitas sering juga dinyatakan dengan bilangan yang menunjukan “perubahan keluaran dibandingkan unit perubahan masukan”. yang berarti perubahan satu derajat pada masukan akan menghasilkan perubahan satu volt pada keluarannya. Apabila tanggapannya linier.1(b) akan lebih peka pada temperatur yang tinggi dari pada temperatur yang rendah. . Sebagai contoh. Sensor panas lainnya dapat saja memiliki kepekaan “dua volt per derajat”. Sensitivitas Sensitivitas akan menunjukan seberapa jauh kepekaan sensor terhadap kuantitas yang diukur. instrumen dengan tanggapan frekuensi yang jelek adalah sebuah termometer merkuri.Temperatur (masukan) 1 0 (a) Tangapan linier Tegangan (keluaran) 10 0 Temperatur (masukan) 1 0 (b) Tangapan non linier Tegangan (keluaran) 10 0 Gambar 1.1.

Sharon. Temperatu r 50 40 1 siklus Wakt u 30 (a) Perubahan lambat Ratarata 50 40 30 (b) Perubahan cepat Gambar 1. yaitu untuk membandingkan daya keluaran pada frekuensi tertentu dengan daya keluaran pada frekuensi referensi. (1998).2 Temperatur berubah secara kontinyu (D. Misalnya “satu milivolt pada 500 hertz”.B. Misalkan perubahan temperatur terjadi sedikit demi sedikit dan kontinyu terhadap waktu. yaitu pada saat temperatur berubah secara lambat. Yayan I. Apakah ukuran fisik sensor cukup memenuhi untuk dipasang pada tempat yang diperlukan? b. seperti tampak pada gambar 1. Tetapi apabila perubahan temperatur sangat cepat lihat gambar 1. Tanggapan frekuensi dapat pula dinyatakan dengan “decibel (db)”. karena ia bersifat lamban dan hanya akan menunjukan temperatur rata-rata. Apakah ia cukup akurat? adalah dengan mengajukan beberapa . Frekuensi adalah jumlah siklus dalam satu detik dan diberikan dalam satuan hertz (Hz). 1 kilohertz berarti 1000 siklus per detik]. Pada frekuensi rendah.2(b) maka tidak diharapkan akan melihat perubahan besar pada termometer merkuri.2(a).Masukannya adalah temperatur dan keluarannya adalah posisi merkuri. dkk. termometer akan mengikuti perubahan tersebut dengan “setia”. mengatakan ketentuan lain yang perlu diperhatikan dalam memilih sensor yang tepat pertanyaan berikut ini: a. { 1 hertz berarti 1 siklus per detik. 1982) Ada bermacam cara untuk menyatakan tanggapan frekuensi sebuah sensor.

b. malah menimbulkan efek memanaskan air tersebut. Apakah ia tidak mudah rusak dalam pemakaiannya?.1. dkk. yaitu sensor yang dipasang di dalam bodi robot. dan merupakan bagian dari mekanisme servo. kecepatan. semakin komplek suatu sistem otomasi dibangun maka semakin banyak jenis sensor yang digunakan. 1982) a. Internal sensor. Sebagai contoh. Sensor eksternal diperlukan karena dua macam alasan yaitu: 1) Untuk keamanan dan 2) Untuk penuntun. Apakah ia bekerja pada jangkauan yang sesuai? d.c.3 Jenis Sensor dan Transduser Perkembangan sensor dan transduser sangat cepat sesuai kemajuan teknologi otomasi. dan orang-orang dilingkungan dimana robot tersebut digunakan. bila sebuah sensor panas yang besar dicelupkan kedalam jumlah air air yang kecil. Berikut ini adalah dua contoh sederhana untuk mengilustrasikan kasus diatas. Apakah ia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya? g. Apabila robot . dan akselerasi berbagai sambungan mekanik pada robot. Apakah biayanya terlalu mahal? 1. Apakah ia akan mempengaruhi kuantitas yang sedang diukur?. External sensor. komponen. yaitu perlindungan terhadap robot dari kerusakan yang ditimbulkannya sendiri. Robotik adalah sebagai contoh penerapan sistem otomasi yang kompleks. Yang dimaksud untuk keamanan” adalah termasuk keamanan robot. Contoh pertama: andaikan sebuah robot bergerak keposisinya yang baru dan ia menemui suatu halangan. serta keamanan untuk peralatan. Sensor internal diperlukan untuk mengamati posisi. yang dapat berupa mesin lain misalnya. disini sensor yang digunakan dapat dikatagorikan menjadi dua jenis sensor yaitu: (D Sharon. yaitu sensor yang dipasang diluar bodi robot. e. f. bukan menyensornya.

sedangkan apabila terlalu kecil telur akan jatuh terlepas. karena bila tidak ia akan menyemprot tempat yang kosong. Apa yang akan terjadi bila sebuah komponen hilang atau dalam posisi yang salah?. tetapi hal ini bukanlah sesuatu yang diharapkan terjadi pada suatu pabrik. baik sebelum atau setelah terjadi kontak. tetapi contoh berikut akan memberikan pertimbangan. dan juga bergerak dengan kecepatan yang tetap serta mempertahankan suatu jarak tertentu dengan permukaannya. maka sensor harus dapat mengukur seberapa besar tenaga yang tepat untuk mengambil telor tersebut. maka akibatnya akan terjadi kerusakan. robot haruslah menggerakkan tangkai las sepanjang garis las yang telah ditentukan. Contoh kedua: sensor untuk keamanan diilustrasikan dengan problem robot dalam mengambil sebuah telur.tidak memiliki sensor yang mampu mendeteksi halangan tersebut. Untuk melakukan operasi dengan baik. sensor mekanis . Apabila pada robot dipasang pencengkram mekanik (gripper). 1.1. Tenaga yang terlalu besar akan menyebabkan pecahnya telur. sensor thermal (panas) b. Kini bagaimana dengan sensor untuk penuntun atau pemandu?. Contoh pertama: komponen yang terletak diatas ban berjalan tiba di depan robot yang diprogram untuk menyemprotnya. Karena keterkaitan antara sensor dan transduser begitu erat maka pemilihan transduser yang tepat dan sesuai juga perlu diperhatikan. Meskipun tidak terjadi kerusakan. maka peranan dan fungsi sensor akan dilanjutkan oleh transduser.4 Klasifikasi Sensor Secara umum berdasarkan fungsi dan penggunaannya sensor dapat dikelompokan menjadi 3 bagian yaitu: a. Robot tentunya harus memiliki sensor yang dapat mendeteksi ada tidaknya komponen. Katogori ini sangatlah luas. Contoh kedua: sensor untuk penuntun diharapkan cukup canggih dalam pengelasan. Sesuai dengan fungsi sensor sebagai pendeteksi sinyal dan meng-informasikan sinyal tersebut ke sistem berikutnya.

Jenis jenis sensor berat : 1. Sensor berat ini termasuk bagian dari sensor mekanis. tank berat.2 Pengertian sensor berat Sensor berat adalah suatu alat yang dapat mendeteksi berat dan kemudian diubah menjadi sinyal-sinyal listrik.1 Load cell Sel Load. • konfigurasi load cell Gambar 3. komponen sensor berat yang digunakan dalam skala. menimbang industri. konveyor berat. kontrol mesin. • cara kerja mirip dengan sensor tekanan yaitu mengubah gaya menjadi perpindahan • menggunakan rangkaian jembatan untuk pembacaan. kalibrasi dan kompensasi temperatur • alternatif lain menggunakan kristal piezoelektrik untuk mengukur perubahan gaya.2. sensor optik (cahaya) 1.c.34. Beberapa Contoh Konfigurasi Load Cell .

Respon sensor secara umum (a) Simpangan dari garis linear (b) Bentuk sinyal terdefinisi .35.• Spesifikasi Error dan Nonlinearitas pada Sensor Gambar 3.

Macam macam jenis load cell adalah: Load Cell jenis berdasarkan prinsip kerja • • • • • • • Balok kantilever atau tekukan Kompresi Tarik Universal Geser Momen Berongga Bending balok Paralel balok atau Teropong Beam Kaleng kecil Geser balok Single kolom Multi-kolom Serabi Tombol Load Single geser balok berakhir Double berakhir balok geser "S" tipe Batang Inline akhir Digital elektro Angkatan Diafragma / membran Torsi cincin Bending cincin Membuktikan cincin Load Pin Resistif Load Cell berdasarkan jenis konstruksi • • • • • • • • • • • • • • • • • • Load Cell jenis berdasarkan sifat listrik • .

Ketegangan menimbang modul dirancang untuk digunakan dengan tangki dihentikan. hopper berat. atau dukungan balok dari struktur. Tension Weigh Modules Modul Timbang digunakan untuk tangki berat. sisik conveyor. Kompresi menimbang modul dirancang untuk diinstal di bawah kaki. Kami menawarkan berbagai kapasitas untuk memenuhi kebutuhan berbagai aplikasi berat . Berat yang sedang diukur memampatkan berat load cell modul. hopper berat. konversi skala. hopper dosis dan perangkat lainnya yang tersuspensi dari sebuah struktur dukungan. sisik conveyor. menyebabkan perubahan pada sinyal keluaran.• • • • • Piezoelektrik Kapasitansi Analog Digital Wireless Contoh load cell: Compression Weigh Modules Modul Timbang digunakan untuk tangki berat. konversi skala. mounting lugs. Kami menawarkan model untuk memenuhi kebutuhan berbagai aplikasi berat statis dan dinamis dalam berbagai kapasitas.

timbangan kendaraan. skala rel. Double Ended Beam Load Cells Double berakhir balok mencakup pusat dan mengakhiri gaya dimuat untuk tangki dan hopper berat dan skala kendaraan.Canister/Ring Load Cell Sel beban Ring dan sel beban tabung digunakan dalam skala tangki. sisik silo. Kami menawarkan sel beban digital dan sel beban analoge dengan persetujuan OIML dan NTEP juga untuk digunakan di daerah berbahaya. truk berat. kapal berat. .

Kami menawarkan berbagai kapasitas load cell untuk memenuhi kebutuhan berbagai aplikasi berat. berat sistem.S-Beam Load Cells/Tension Load Cells Load sel digunakan untuk tangki berat. Single Ended Beam Load Cells Beam load cell digunakan dalam kelipatan dalam skala lantai. konveyor berat. weighers ikat pinggang. hopper berat. Perumahan stainless steel menyediakan kehandalan terbaik. hopper dosis dan perangkat lainnya yang tersuspensi dari sebuah struktur dukungan. FM . skala cek. Kebanyakan sel balok beban Mettler Toledo sepenuhnya disetujui acc. skala conveyor. skala palet. Trim pot terpadu memungkinkan seseorang untuk meminimalkan kesalahan sudut dengan hanya menggunakan obeng .tidak resistor solder atau terpisah diperlukan. untuk OIML. Analog Junction Boxes Mettler Toledo kotak penyambung analog yang cocok untuk koneksi yang cepat dan sederhana sel beban ganda untuk elektronik berat. NTEP. konversi skala. Ketegangan S-sel yang dirancang untuk digunakan dengan tangki dihentikan.

Secara rinci strain (e) digambarakn sebagai perubahan panjang.dan ATEX sebagai standar. Secara prinsip apabila strain gauge diberi tekanan maka tahanan listrik strain gauge akan berubah karena proses deformasi pada strain gauge dengan besarnya perubahan tahanan listrik tersebut akan mengikuti esarnya perubahan tekanan yang diterima strain gauge.2 Strain Gauge Strain adalah jumlah deformasi dari suatu bagian dalam kaitannya dengan gaya. seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini. Gambar. Dengan demikian mereka dapat secara global digunakan dalam sistem menimbang hukum. Mereka sebagian besar terbuat dari stainless steel untuk mengatasi lingkungan industri yang keras.1 Pengertian Strain “Strain Gauge” pertama kali ditemukan oleh Edward E. Simmons pada 1983 dalam bentuk foil logam yang bersifat insulif (isolasi) yang menempel pada benda yang akan diukur tekanan beratnya. 1.2. Elastisitas strain gauge erupakan perbandingan perubahan panjang terhadap panjang mula – mula : .

Pengukuran Strain (Ketegangan) Pengukuran ketegangan menggunakan strain gauge dilakukan dengan menempatkan strain gauge pada rangkaian jembatan. mempunyai ralat terhadap suhu sebesar 11. Contoh : untuk memperkirakan kompensasi suhu terhadap resistansi. Dalam prakteknya.Parameter dasar dari strain gauge sensitivitas terhdap starin (tegangan). orde pengukuran strain tidak lebih dari milistrain (e x 103 ). misal alumunium yang mempunyai koefisens temperatur 23 ppm/oC dengan nilai resistansi 1000 . secara matematis ditulis sebagai berikut : Nilai faktor gauge bahan berbeda beda contohnya • Metal incompressible Gf = 2 • Piezoresistif Gf =30 Idealnya resistansi ari strain gauge akan berubah hanya merespon adanyan berubahan strain. yan dinyatakan besaranya sebagai faktor gauge. oleh karena itu pengukuran ketegangan memerlukan pengukuran yang sangat . Perushan pembuat starin gauge berusaha meminimalis sensitivitas terhadap suhu (temperatur). dan faktor gauge 2 .5 /oC. Akan tetapi material strain gauge. seperti halnya jenis material yang dipilih sebagai pembentuknya akan dapat merspon perbuhan temperatur. Faktor gauge merupakan perbandingan fraksi perubahan resistansi (∆R) terhadap fraksi perubahan panjang (strain). Oleh karena itu pengaruh suhu sangat penting terhadap strain gauge.

12 Ω. maka regangan itu terhantarkan melalui alas gauge (isolatif) pada foil atau penghantar resistif di dalam gauge tersebut. Perubahan resistansi ini berbanding lurus terhadap besarnya regangan. Setiap Strain gauge memiliki keterbatasan dalam hal suhu. maka untuk 120 Ω gauge dari bahan tersebut hanya mengalami perubahan resistansi 0. Prinsip Kerja Strain Gauge Ketika terjadi regangan pada suatu benda uji (specimen) yang telah di pasangi strain gauge. Dapat digunakan untuk melokalisir bagian evaluasi pengukuran karena jarak titik ukur yang pendek. Memiliki kepekaan yang tinggi terhadap frekuensi sehingga dapat digunakan untuk menelusuri rambatan fluktuasi tegangan. dan ketahanan terhadap kondisi lingkungan pengukuran. dengan faktor gauge 2 akan memperlihatkan resistansi hanya 2 (500 x 10-6) = 0. memudahkan pengolahan data (dataprocessing). batas kemampuan regangan. Hasilnya adalah foil atau penghantar halus tadi akan mengalami perubahan nilai resistansinya. Dengan output berupa sinyal elektrik. Gambar ilustrasi strain gauge .1 %. Namun demikian.akurat dari perubahan yang sangat kecil dari resistansinya. Semua keterbatasan keterbatasan tersebut harus diuji dan dipastikan terlebih dahulu sebelum strain gauge tersebut digunakan. Bentuknya yang sederhana dengan massa / berat yang dapat diabaikan dan ukurannya yang kecil. Alasan Memilih Strain Gauge Strain gauge hadir dengan menawarkan segenap keistimewaan fiturnya jika dibandingkan dengan metode lain. sehingga tidak menimbulkan interferensi (gangguan pengaruh luar) pada tegangan dalam specimen. fatigue (kelelahan). di samping sejumlah keunggulan yang ditawarkan tadi. Memungkinkan melakukan pengukuran di sejumlah titik secara bersamaan dan pengukuran jarak jauh.sebagai contoh : suatu bahan mengalami stran sebesar 500 με. strain gauge juga memiliki beberapa keterbatasan.

GF yang di definisikan sebagai berikut. tekanan. Fungsi dari strain gauge adalah untuk mendeteksi besarnya perubahan. Strain gauge adalah bagian yang sangat penting dari sebuah load cell. Besarnya tekanan yang diterima strain gauge dinyatakan dalam bentuk faktor gauge. perpindahan dan kuantitas mekanis lainnya yang dapat dikonversi menjadi ketegangan dalam anggota mekanis. torsi.Nilai perubahan tahanan pada strain gauge yang mengalami perubahan tekanan tidak signifikan. Strain gauge digunakan untuk pengukuran presisi gaya. yang disebabkan oleh suatu elemen gaya. sehingga untuk dapat memberikan perubahan nilai elektrik maka perubahan tahanan pada strain gauge ini dimasukan ke dalam rangkaian jembatan wheatstone seperti gambar berikut. berat. dalam hal ini berupa dimensi jarak. Strain gauge menghasilkan perubahan nilai tahanan yang proporsional dengan perubahan panjang atau jarak (length). . Dimana RG adalah tahanan sebelum strain gauge diberi tekanan atau sebelum ada deformasi. AR adalah perubahan tahanan listrik yang terjadi dan e adalah tekanannya.

∆R memiliki harga sangat kecil. Sinyal yang dihasilkan oleh strain gauge sangat lemah. Rangkaian Sensor Berat P ada bagian ini akan dijelaskan tentang perancangan sistem yang dibagi atas dua bagian utama yaitu perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak. Selagi elemen gaya tersebut meregang. dengan ketegangan. Setiap perubahan panjang. baik pada bonded maupun unbonded gauge menyebabkan perubahan nilai tahanan listrik. Bonded strain gauge seluruhnya terpasang pada elemen gaya (force member) dengan menggunakan semacam bahan perekat. Strain gauge sangat akurat. hambatan dari elemen merasakan perubahan dalam proporsi pengalaman ketegangan. kompresi. Strain gauge memiliki elemen merasakan ketegangan yang melekat atau berpegang pada materi subjek. Ketika bahan pokok tegang. Pada strain gauge terjadi perubahan tahanan R yang akan diukur dan perubahan ini biasanya kecil. bisa digunakan baik pada arus searah (DC) maupun arus bolak-balik (AC) dan memiliki respons statis dan dinamis yang sangat bagus. Untuk mengukur tahanan pertama kita harus menemukan cara untuk mengkonversikan perubahan tahanan menjadi sebuah arus atau tegangan unutk ditampilkan pada amperemeter atau voltmeter. atau puntiran. Unbonded strain gauge memiliki salah satu ujung yang dipasang pada elemen gaya dan ujung satunya dipasang pada pengumpul gaya (force collector).Pada umumnya strain gauge dipasang sebagai bagian dari rangkaian jembatan Wheatstone untuk aplikasi sirkuit elektrik. Regangan terbuat dari bahan yang berbeda-beda dalam menanggapi resistensi terhadap deformasi bentuknya. tetapi kelemahan ini dapat diperbaiki dengan menggunakan peralatan bantu yang baik. Ada dua tipe dasar strain gauge. Perubahan resistansi dalam elemen penginderaan seperti dikompres atau memanjang diukur dan digunakan untuk menghitung ketegangan dalam materi subjek. strain gauge tersebut juga memanjang. yaitu yang terikat (bonded) dan yang tidak terikat (unbonded). Strain gauge dibuat dari logam dan bahan-bahan semikonduktor. Dalam perancangan ini diperhatikan kondisi alat timbang badan .

Dari kedua alat tersebut diolah hingga menghasilkan suara melalui proses digital. Sehingga pada sistem pengukur tinggi badan ini menggunakan prinsip rangkaian sebagai berikut : Gambar 3. Gambar 3. 3.pada nilai pendekatan yang menunjukkan nilai stabil dari pembacaan yang dilakukan terhadap obyek yang terukur.2 Sensor berat dan tinggi badan Pada sistem penimbang tinggi badan ujung-ujung kumparan geser diberikan tegangan 5 volt sedangkan penggeser menggunakan batang ferit dimana titik pergeseran ferit tersebut menghasilkan tegangan keluaran berdasar prinsip resistor pembagi tegangan.1 Perancangan sistem hardware Pada perancangan hardware menguraikan proses pengolahan sinyal tegangan yang dihasilkan melalui alat ukur dalam hal ini load cell sebagai pengukur berat dan resistor geser yang dihasilkan dari sistem gulungan email sebagai pengukur tinggi badan.2 Rangkaian detektor tegangan pada resistor geser Dengan metode tersebut maka tegangan keluaran dihasilkan melalui perbandingan sebagai berikut : .1 Diagram blok pengolahan tegangan pada sistem timbang badan 3. Proses pengolahan tegangan tersebut seperti pada blok diagram berikut ini.

Gambar 3.Dengan prinsip rangkaian diatas maka semakin tinggi ferit maka semakin besar tegangan yang dihasilkan oleh sistem ini.3 Rangkaian kalibrasi tegangan keluaran sensor. sehingga mempunyai dua fungsi yaitu untuk memperbesar amplitudo tegangan DC yang dihasilkan oleh keluaran sensor sekaligus sebagai pengatur ofset DC nya. Sistem kompensasi/kalibrasi tegangan seperti pada gambar diatas terpasang pada masing-masing sensor yang digunakan dalam sistem timbangan VR-50K pada input noninverting Op-amp I berfungsi sebagai pengatur offset untuk . Pemilihan jenis penguat inverting secara bertingkat ini dimaksudkan untuk. Rangkaian kalibrasi ini berupa rangkaian penguat inverting yang terpasang secara bertingkat. Pada penimbang berat badan menggunakan sensor berat jenis load cell dimana pada sensor ini merupakan jenis transducer yang akan langsung menghasilkan nilai tegangan dari perubahan tekanan yang membebani sensor tersebut. Kenaikan tegangan pada sensor ini terjadi secara linier dimana seiring penambahan beban maka tegangan yang dihasilkan pada sisi keluarannya akan secara linier naik. Perancangan sistem kalibrasi tegangan Rangkaian kalibrasi tegangan atau sering juga disebut kompensasi isyarat merupakan rangkaian yang terdiri dari kombinasi Op-Amp yang diperlukan sebagai pengatur komposisi tegangan yang dihasilkan oleh masing-masing sensor sehingga melalui sistem ini dihasilkan suatu kelinieran tegangan dari ketidak stabilan dan ketidak tepatan tegangan yang dihasilkan oleh masing-masing sensor secara langsung.

dimana perubahan pembacaan data masukan dikendalikan oleh clock yang dihubungkan pada pin WR sehingga perubahan data dimulai setelah input WR tinggi. sedangkan untuk semua proses pengalamatan pada mikrokontroler ini yang diperlukan adalah tegangan digital. Sistem minimum rangkaian ADC 0804 adalah sebagai berikut: . Untuk keperluan pengubahan analog ke digital ini diperlukan rangkaian converter analog ke digital.menentukan nilai awal dari tegangan yang dihasilkan oleh rangkaian kalibrasi ini. untuk itu tegangan analog ini perlu diubah dalam bentuk digital. dalam hal ini menggunakan IC ADC 0804. Dengan selektor ini maka pengukuran dapat dilakukan secara bergantian untuk menghindari benturan alamat pada mikrokontroller sebagai pengalamatan kode suara untuk IC ISD 1420. Perancangan sistem ADC Tegangan yang dihasilkan oleh sensor berat dan sensor tinggi yang dilewatkan pada masing-masing rangkaian kompensasinya merupakan tegangan analog. Dengan menambahkan clock pada ADC 0804 ini menyebabkan keluaran biner ADC 0804 lebih stabil yang juga berimbas terhadap angka-angka digital yang ditampilkan. Rangkaian ADC 0804 yang digunakan adalah respon terkendali. Sedangkan VR-50K pada Op-Amp II berfungsi sebagai penguat tegangan dari tegangan awal yang dihasilkan oleh sensor pada sisi masukan. Untuk itu rangkaian ini dilengkapi dengan rangkaian clock dengan IC CMOS 4081 untuk memberikan kepastian detak ADC 0804. Untuk memilih jenis pengukuran pada timbangan ini dilakukan dengan melalui sebuah selektor switch yang memilih tipe timbangan berat ataupun tipe timbangan tinggi.

output enable dihubungkan ke ground.  32 pin Input/Output yang dapat diprogram. Tegangan biner yang dihasilkan dari ADC 0804 ini memanfaatkan 8 titik keluarannya (D7 sebagai MSB hingga D0 sebagai LSB) sehingga pada kondisi maksimal tegangan biner yang dihasilkan oleh ADC ini adalah 1111 1111 atau 255 kondisi masukan analog.4 Sistem minimum rangkaian ADC 0804 ADC 0804 ini mempunyai masukan (Vin +) yaitu kaki 6 sebagai masukan sinyal analog.Gambar 3. . Kaki chip select (CS) dan Rd aktif low. Kaki WR untuk memulai pengubahan atau yang lebih dikenal dengan start conversion (SC) yang diberi clock dari IC CMOS 4081 yang memberikan perubahan detak dari pulsa rendah kemudian pulsa tinggi untuk memulai perubahan biner ketika masukan berubah. kaki 9 (Vref/2) berfungsi untuk menentukan tegangan referensi (Vref) yang dapat dilakukan dengan mengatur tegangan pada Vref/2 dengan potensio tegangan VR 10K. IC program mikrokontrol AT89C51 Mikrokontroler yang digunakan dalam perancangan ini adalah mikrokontroler AT89C51 yang memiliki kemampuan sebagai berikut:  Kompatibel dengan produk dan program assembler MCS-51  Dapat di simpan program sebesar 4 kByte Flash.  128 x 8 bit internal RAM  Dua buah timer / counter 16 bit.

5.5 Konfigurasi sismin mikrokontroller AT89C51 Perancangan sistem ISD 1420 . Gambar 3.0 sebagai chip select harus selalu dihubungkan dengan kondisi aktif rendah sehingga untuk setiap mode pengukuran yang ingin ditampilkan.Dengan kemampuan sesuai fasilitas mikrokontrol AT89C51 diatas maka pada mikrokontroller ini mampu melakukan pemrograman untuk pengalamatan data masukan sebagai penampil suara sekaligus mampu melakukan pengalamatan untuk menampilkan angka yang diukur pada seven segment. Pada aplikasi ini untuk pengukuran berat dan tinggi badan port 1. Untuk proses pengalamatan kode suara pada system ini menggunakan data pada port 2 yang terhubung dengan port masukan IC ISD 1420 sedangakan untuk pengalamatan kode yang ditampilkan kedalam seven segment menggunakan port 3. Sementara port 1 digunakan sebagai pengendali system kompensasi sehingga jenis timbangan dapat di-select untuk mode ukur tinggi dan ukur berat. Rangkaian mikrokontroler AT89C51 didisain dalam bentuk minimum seperti yang terlihat pada gambar 3. selector harus dihubungkan dengan tegangan low (0 volt). kedua port keluaran tersebut mengambil data dari port 0 yang terhubung dengan data masukan dari ADC 0804.

dan kilogram dipanggil secara berurutan. Sebagai suatu contoh untuk menampilkan suara “lima kilogram” maka data biner untuk masing-masing suku kata lima.dari program wave suara di down load dengan menekan tombol REC pada rangkaian terintegrasi ISD melalui port LPT yang dihubungkan dengan port ISD tersebut . Suara yang didownload kedalam ISD disimpan dalam bit-bit biner dengan satu alamat data untuk setiap satu suku kata. Untuk menampilkan suara dari data yang disimpan dilakukan dengan memanggil data biner tersebut. Metode penyimpanan data suara pada ISD dibatasi oleh lama waktu yang ditentukan oleh masing-masing chip ISD tersebut. Sistem minimum dari rangkaian ISD 1420 yang terintegrasi dengan sistem rekam data adalah sebagai berikut : Gambar 3.6 Skematik rangkaian ISD 1420 Dekoder seven segment BCD 74LS248 .Information Storage Device (ISD) 1420 merupakan suatu chip yang bila secara terintegrasi terhadap komponen pendukung bisa digunakan sebagai penyimpan data suara yang direkam dan didownloadkan didalamnya. Setelah melalui proses editing untuk mendapatkan kualitas suara yang baik . Metode pengisian data suara kedalam ISD ini dilakukan melalui perekam suara yang dapat disimpan dalam bentuk wave. Seperti halnya ISD 1420 diartikan mampu menyimpan data suara hingga maksimal 20 detik. Pada perancangan sistem timbangan dengan tampilan suara ini data yang disimpan kedalam ISD dilakukan dengan memasukkan setiap suku kata dari keseluruhan kata yang harus ditampilkan pada kemungkinan pengukuranyang terjadi.

D.Pemilihan dekoder seven segment menggunakan IC dekoder 74LS248. Kriteria lain adalah karena jenis seven segment yang digunakan adalah jenis katoda bersama dimana 0 menjadi common dan hal ini sangat sesuai dengan karakteristik dekoder 74LS248 dimana keluaran dekoder ini merupakan logika output tinggi atau sering disebut dengan istilah aktif high. Dengan sistem rangkaian seperti ini maka dapat melakukan penghematan IC dekoder tersebut.C. Selanjutnya masukan pengosongan dan pengosongan akan mematikan semua segmen dan mengosongkan penampil hanya bila berisi 0. Gambar 3. Keluaran dari IC ini juga merupakan keluaran yang aktif tinggi. maka hasilnya akan ditampilkan pada tujuh segmen. Pada gambar 3. Sedangkan IC dekoder ini hanya mengaktifkan common seven segmet tersebut melalui sebuah transistor untuk setiap seven segment yang digunakan.B. pemilihan ini berdasar pada beberapa kriteria diantaranya adalah kemampuan IC dekoder tersebut dalam menampilkan model angka pada led seven segment secara sempurna terutama dalam menampilkan angka 9 dan angka 6.7 bilangan BCD tersebut dikodekan. Gambar 3.7 Rangkaian scanning seven segment katoda bersama IC ini masukannya berupa bilangan biner 4-bit yang ditunjukkan pada oleh bilangan A. Metode penyambungan dekoder 74LS248 yang teraplikasi pada seven segment penunjuk berat dan tinggi badan pada pembuatan alat ini dilakukan dengan model scanning melalui port mikrokontroller sehingga untuk sebuah IC bisa digunakan untuk menjalankan seven segment hingga sejumlah port yang dimanfaatkan. Dua masukan lainnya yaitu masukan uji lampu yang berfungsi untuk menguji apakah semua lampu segment beroperasi dengan memberi kondisi rendah (active low). Keduanya diaktifkan oleh masukan rendah (active low).7 memperlihatkan sebuah pendekode BCD ke tujuh segment digunakan untuk mengendalikan sebuah LED .

Dengan masukan–masukan ini. sehingga bagian LED b dan e tidak menyala. Dimana didalam IC program ini merupakan otak dari sistem yang ingin daijalankan pada perancangan alat timbangan digital ini. yang berarti BCD untuk 5. Untuk menjelaskan rangkaian ini..f.f.g.g.c. kita anggap bahwa masukan BCD adalah D=0. C=1. B=0. keluaran dekoder atau penggerak a. dan d. yang akan menampilkan angka 5. Perancangan sistem software Pada sistem perangkat lunak ini berisi tahap-tahap perancangan program pada mikrokontroller AT89C51.c.tampilan tujuh segmen.d akan digerakkan dengan logika tinggi (High) memungkinkan arus melalui bagian LED a. Karena keluaran dari IC ini aktif tinggi maka digunakan tujuh segment katoda bersama. Untuk merancang suatu pengalamatan program terlebih dahulu harus disisun suatu diagram alir agar pengalamatan program terorganisir dengan baik didalamnya. A=1. keluaran b dan e akan low (open). Diagram alir dalam perancangan sofware ini sebagai berikut : .

Dari data yang ada dapat dilihat bahwa beban dari berat dapat mengubah nilai tegangan pada sensor berat. Dari data tersebut dapat dianalisa bahwa semakin besar berat yang dideteksi maka semakin besar nilai tegangan . Untuk melakukan pengukuran lagi dilakukan dengan menekan saklar mode pengukuran kembali yang sekaligus sebagai reset dari sistem yang telah dilakukan. Pada IC program ini dilakukan pengolahan data biner tersebut menjadi alamat suara dan alamat BCD untuk mengaktifkan sevensegment.0 tersebut. Robot banyak digunakan dalam kebutuhan sehari-hari. Sedangkan untuk pengukuran tinggi badan dilakukan dengan menguhubungkan dengan VCC pada saklar yang terhubung dengan port P1. baik di industri maupun di rumah tangga. serta mempelajari prinsip kerja motor servo sebagai penggerak yang merupakan output dari mikrokontroler AVR ATMega 8535. salah satunya difungsikan sebagai pembuat kopi otomatis.8 Diagram alir perancangan software. Pengalamatan suara diterjemahkan melalui ISD 1420 menjadi output suara yang terangkai berdasar alamat masukannya. Dari hasil deteksi sensor berat akan menuju ke mikrokontroler AVR ATMega 8535 yang akan mengeksekusi input sensor berat agar memerintahkan robot untuk bergerak. Setelah mode dipilih ADC akan membaca besaran masukan baik berat maupun tinggi untuk dialamatkan pada mikrokontroller AT89C51. Adapun tujuan dari pembuatan robot pembuat kopi otomatis adalah untuk mengetahui prinsip kerja sensor berat yang merupakan input dari mikrokontroler AVR ATMega 8535. 1. pada sistem ini untuk membedakan mode pengukuran berat dilakukan dengan menghubungkan dengan ground pada saklar yang terhubung dengan port P1. Data yang dihasilkan oleh suara ataupun seven segment ini merupakan data pengukuran yang dilakukan.0. Pada diagram alir diatas terdapat beberapa instruksi yang harus dipilih oleh operator penimbang.Gambar 3.3 Aplikasi Sensor Berat Aplikasi sensor berat dan pengontrolan motor servo pada robot pembuat kopi otomatis berbasis mikrokontroler avr atmega 8535. Saklar mode dimaksudkan untuk memilih jenis pengukuran yang ingin dilakukan (berat atau tinggi).

Penyortir buah f.2 volt. Timbangan digital b. pengatur pemasukan batubara pada mesin pembersih/penghancur. Timbangan digital. timbangan per. Kesimpulan dari proyek akhir ini bahwa sensor berat dapat mendeteksi berat dengan pengubahan sifat mekanis (tekanan) menjadi energi listrik. alat pelengkap robot. Alat pelengkap robot e. penyortir buah. Sensor berat adalah suatu alat yang dapat mendeteksi berat dan kemudian diubah menjadi sinyal-sinyal listrik. Sensor berat terbagi dari load cell dan strain gauge. Aplikasi sensor berat salah satunya adalah pengontrolan motor servo pada robot pembuat kopi otomatis berbasis mikrokontroler avr atmega 8535. 3. Timbangan per d.yang dihasilkan. Pengatur pemasukan batubara pada mesin pembersih/penghancur III. Sensor berat ini termasuk bagian dari sensor mekanis. . Kesimpulan 1. Aplikasi lain dari sensor berat antara lain: a. PENUTUP A. timbangan berat badan. 2. Timbangan berat badan c. Pada saat sensor berat belum mendeteksi berat (0 gram) maka tegangannya sebesar 0.2 volt. pada saat mendeteksi berat cangkir (200 gram) maka tegangan sebesar 1 volt sedangkan pada saat mendeteksi berat cangkir dengan penambahan berat air (400 gram) maka tegangan sebesar 2.

Couch.DAFTAR PUSTAKA Cooper.com/id/en/home/products/Industrial_Weighing_Solutions/load_cells_a nd_weigh_modules/double_ended_beam. Diakses tanggal 7 April 2011 http://id. Diakses tanggal 7 April 2011 http://id. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran.com/ Diakses tanggal 7 April 2011 http://id. 1997.mt.blogspot.html. Penerbit Erlangga. William. 1985.com/id/en/home/products/Industrial_Weighing_Solutions/load_cells_a nd_weigh_modules/canister_ring_LC. http://bravoelectronicpakem. David.com/id/en/home/products/Industrial_Weighing_Solutions/load_cells_a nd_weigh_modules.mt.mt. Jakarta.html. Prentice Hall International Inc. Leon W. Diakses tanggal 7 April 2011 .mt.com/id/en/home/products/Industrial_Weighing_Solutions/load_cells_a nd_weigh_modules/s_cells_tension_cells. Diakses tanggal 7 April 2011 http://id.html..html?sem=08010123. Digital and Analog Communication Systems.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful