P. 1
CONTOH KRITIK SASTRA

CONTOH KRITIK SASTRA

|Views: 6,858|Likes:
Published by Stevano Andreas

More info:

Published by: Stevano Andreas on Apr 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/24/2014

pdf

text

original

CONTOH KRITIK SASTRA (US

)

KEPASRAHAN DALAN PU!S! CHA!R!L ANWAR, SEBUAH
PENBERONTAKAN BAT!N YANC RAPUH
Puisi·puisi Chairil Anwar sebagai penyair pelopor angkatan 4S banyak memengaruhi sajak·sajak penyair
sezaman dan sesudahnya. Puisi·puisi Chairil padat akan makna walau dikemas dengan sederhana. Keberaniannya
dalam menggunakan kata·kata sederhana tetapi sarat makna merupakan ciri khasnya. Tak heran jika puisi·puisinya
menginspirasi para penyair lain untuk berani dalam memilih kata, bukan lagi kata·kata klise seperti puisi·puisi
angkatan sebelumnya. Para penyair pada angkatan tersebut menulis puisi tanpa memedulikan ikatan·ikatan formal
seperti puisi lama karena mereka beranggapan bahwa bentuk·bentuk formal bukanlah hakikat puisi, melainkan
hanya merupakan sarana kepuitisan saja.

]ika kita menilik puisi·puisi ciptaan Chairil Anwar yang bermakna dalam seperti ¨Aku", ¨Senja di Pelabuhan
Kecil", dan ¨Kepada Peminta·minta", tentunya kita akan mengetahui bahwa puisi·puisi tersebut mengekspresikan diri
penyairnya. Dalam ¨Aku", penyair merasa bahwa selama ini ia hidup dalam ketidakbebasan sehingga dia
memberontak, dia tak mau terikat dengan aturan, ia ingin bebas. /Kalau sampai waktuku ku mau tak seorang kan
merayu/ tidak juga kau/ Biar peluru menembus kulitku/ Aku akan meradang/menerjang/ Aku mau hidup seribu
tahun lagi/ . Dalam puisi tersebut tersirat bahwa ia tak mau dipengaruhi oleh siapa pun bahkan ia sangat ingin
hidup seribu tahun lagi, yang menyiratkan makna bahwa ia akan tetap hidup untuk terus berkarya tanpa
dipengaruhi oleh orang lain. Dia ingin bebas. ]iwa pemberontak sangat terlihat dalam puisi ini.

Namun, semangat itu tak nampak dalam puisi yang lain, yaitu ¨Senja di Pelabuhan Kecil dan ¨Kepada
Peminta·minta". Dalam puisi tersebut justru terlihat kerapuhan yang ada dalam diri penyair. Dalam puisi ¨Senja di
Pelabuhan Kecil" tercermin kerapuhan jiwa penyair karena cintanya yang tak kesampaian pada seseorang yang
dikaguminya yaitu Sri Ayati. Lihat saja judul puisinya ¨Senja di Pelabuhan Kecil: Buat Sri Ayati . Sebuah pengharapan
yang sangat akan cintanya, tetapi tak berbalas. Hal ini terlukis jelas pada bait ketiga
Tiada lagi, aku sendiri
Nenyisir semenanjung, masih pengap harap
Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
Dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
Di sini dapat kita rasakan suasana sedih, sepi, dan tak ada harapan lagi untuk mendapatkan cinta dari orang yang
dikaguminya. Suasana pantai semakin menggambarkan kesepian yang dialami oleh penyair. Bahkan, sedu·sedan
tangis penyair dapat terdengar sampai pantai yang keempat. Sebuah hiperbola yang menggambarkan betapa sunyi
dan sepi suasana waktu itu.

Kerapuhan jiwa pengarang terlihat pula dalam puisi ¨Kepada Peminta·minta" Nengenai makna kata peminta·
minta dalam puisi tersebut dapat berarti peminta·minta dalam arti sebenarnya yaitu orang yang meminta sedekah
atau pengemis. Selain itu, kata tersebut bisa diartikan sebagai makna kias dari orang yang meminta penyair untuk
ingat pada Tuhan, untuk menyembah Tuhan (Dia). Bahasa puisi yang multyinterpretablemembebaskan kita untuk
mengartikan kata itu tak sesuai konteksnya. Seruan peminta·minta itu diterima oleh penyair hingga ia akan
menghadap Dia dan menyerahkan segala dosanya. !a sudah sangat sadar akan segala dosanya itu sehingga penyair
menginginkan untuk tidak selalu diperingatkan saja karena hal tersebut akan membuat darahnya menjadi beku oleh
rasa berdosanya. Seperti yang terlihat dalam bait pertama.
/Baik,baik aku akan menghadap Dia/ /menyerahkan diri dan segala dosa/ /Tapi jangan tentang lagi aku/ /nanti
darahku jadi beku/

Hal ini sangat bertentangan dengan puisi yang pertama. Dalam puisi tersebut penyair tak mau dipengaruhi
oleh siapa pun, tetapi dalam puisi kedua penyair mudah sekali dipengaruhi hanya oleh seorang peminta·minta
walaupun ia sudah menyadari akan dosa·dosanya sendiri. Pemberontakan yang berubah menjadi kepasrahan
walaupun ia minta untuk tidak ditentang karena ia akan merasa sangat tersiksa . Di sini nampak bahwa sebenarnya
di balik sifat pemberontaknya, ada rasa takut dalam hatinya karena ia menyadari bahwa manusia tetaplah seorang
makhluk yang lemah, yang tak pernah luput dari dosa. Bait pertama yang diulang pada bait keempat menekankan
masalah dan memberikan intensitas renungan terhadap masalah tersebut , yaitu masalah dosa manusia.

!de dalam puisi tersebut yang bersifat abstrak digunakan untuk memudahkan pemahaman pembaca, supaya
dapat dirasakan oleh pembaca. Hal ini dilakukan dengan mengongkretkan pengertian dengan kiasan dan citraan.
Seperti dalam baris/menyerahkan diri dan segala dosa/. Dosa yang abstrak dikonkretkan seolah·olah dapat dipegang
sehingga dapat 'diserahkan' . Untuk menyatakan pengertian bahwa penyair merasa sangat berdosa,
pengonkretannya dilakukan dengan memberikan citraan peraba /.darahku menjadi beku/. Begitu juga peringatan
atau seruan dikonkretkan dengan divisualkan dengan /jangan tentang lagi aku/. Nenentang atau memandang lebih
konkret daripada hanya ¨memberi peringatan".

Selain dikonkretkan dengan citraan·citraan, untuk menyatakan betapa tersiksanya penyair juga digunakan
sarana retorika atau majas hiperbola. / tapi jangan tentang lagi aku/ /nanti darahku jadi beku/ /sudah tercacar
semua di muka/ /nanah meleleh dari muka/ /bersuara tiap kau melangkah/ /mengerang tiap aku memandang/ .
Pemilihan kata berupa citraan kesakitan menunjukkan koherensi yang kuat : darahku jadi beku, sudah
tercacar, nanah meleleh, kau usap juga, mengerang, menetes, merebah, mengganggu, menghempas
di bumi keras, segala dosa, nanti darahku jadi beku. Semua itu menunjukkan bahwa orang yang sadar akan
dosa·dosanya itu rasanya sangat sakit, sangat menderita, dan tersiksa.

Bunyi vokal a dan u yang dominan semuanya memberi gambaran suasana yang berat dan sedih, sesuai
dengan suasana kesakitan dan penderitaan. Walaupun tergolong puisi baru, puisi ini belum bisa meninggalkan pola
puisi lama dalam hal persajakan atau rima akhir. Namun hal itu bukan disebabkan penyair masih terbelenggu oleh
aturan penulisan puisi lama, melainkan hal tersebut dilakukan untuk menciptakan kemerduan dan kelancaran
ekspresi yang membuat liris dan juga memperkeras arti.

Dalam puisi tersebut terlihat nyata bahwa masa lalu penyair yang penuh dosa akhirnya menjadikan dirinya
yang sekeras batu terpaksa menyerah kepada Tuhan lewat perintah sang peminta·minta. Nasa lalu penyair yang
kelam menyadarkan dirinya, tak akan tentram hati seseorang yang telah banyak berbuat dosa. Sebuah refleksi diri
yang bisa menjadi bahan kontemplasi bagi pembaca. Kerapuhan batin yang membelenggu hidupnya selama ini
tergambar jelas lewat puisi ini.

Konsistensi sebenarnya harus tetap dipertahankan. ]ika penyair·penyair angkatan '4S mangatakan bahwa
hakikat puisi tak ditentukan oleh bentuk·bentuk formal, seharusnya penyair mempunyai cara baru untuk
memerhatikan kepuitisan dan ke·estetisan puisi tanpa harus mengikuti pola puisi lama. Pembaruan dalam puisi perlu
diciptakan agar dunia kesusastraan semakin kaya akan kreasi para penyairnya sehingga akan menambah wawasan
juga bagi penikmat seni sastra.
Salatiga, 13 Februari 2010

Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta - WS Rendra
Pelacur-pelacur Kota Jakarta
Dari kelas tinggi dan kelas rendah
Telah diganyang
Telah haru-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu
Sesalkan mana yang mesti kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kaurelakan dirimu dibikin korban
Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan
Karena
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kaurela dibikin korban
Sarinah
Katakan kepada mereka
Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
Tentang perjuangan nusa bangsa
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
Ia sebut kau inspirasi revolusi
Sambil ia buka kutangmu
Dan kau Dasima
Khabarkan pada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Secara bergiliran memelukmu
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya
Politisi dan pegawai tinggi
Adalah caluk yang rapi
Kongres-kongres dan konferensi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang `tidak´
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja
Ijazah sekolah tanpa guna
Para kepala jawatan
Akan membuka kesempatan
Kalau kau membuka kesempatan
Kalau kau membuka paha
Sedang diluar pemerintahan
Perusahaan-perusahaan macet
Lapangan kerja tak ada
Revolusi para pemimpin
Adalah revolusi dewa-dewa
Mereka berjuang untuk syurga
Dan tidak untuk bumi
Revolusi dewa-dewa
Tak pernah menghasilkan
Lebih banyak lapangan kerja
Bagi rakyatnya
Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang
mereka ciptakan
Namun
Sesalkan mana yang kau kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kau rela dibikin korban
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Berhentilah tersipu-sipu
Ketika kubaca di koran
Bagaimana badut-badut mengganyang kalian
Menuduh kalian sumber bencana negara
Aku jadi murka
Kalian adalah temanku
Ini tak bisa dibiarkan
Astaga
Mulut-mulut badut
Mulut-mulut yang latah bahkan seks mereka
politikkan
Saudari-saudariku
Membubarkan kalian
Tidak semudah membubarkan partai politik
Mereka harus beri kalian kerja
Mereka harus pulihkan darjat kalian
Mereka harus ikut memikul kesalahan
Saudari-saudariku. Bersatulah
Ambillah galah
Kibarkan kutang-kutangmu dihujungnya
Araklah keliling kota
Sebagai panji yang telah mereka nodai
Kinilah giliranmu menuntut
Katakanlah kepada mereka
Menganjurkan mengganyang pelacuran
Tanpa menganjurkan
Mengahwini para bekas pelacur
Adalah omong kosong
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Saudari-saudariku
Jangan melulur keder pada lelaki
Dengan mudah
Kalian bisa telanjangi kaum palsu
Naikkan tarifmu dua kali
Dan mereka akan klabakan
Mogoklah satu bulan
Dan mereka akan puyeng
Lalu mereka akan berzina
Dengan isteri saudaranya.

7: ....9 :/.2 445. 75.5.9 736769 ..93 5.9 :.5  /.2.52.

4.2 75.  #:.:.5 ::1.5.5 1..9 :.

4455.1..55.5 :19. .2.: 15. /9. 1.52.25.5.2.93 7. .5. 124.7: .3.5 4.3.

5092..25.7:.29.2.497. '.2.:19.....:5.52.5.4.9..7:.

: 7.5 1.. 2.9 3.7:5.2 /9.3.  /2.4 443 2. 75.5 3.5 5.. 455:79.9.

. 23: :79.. 7:.2.

1.52. #..7: .5..97..52...57...5.75.52.5:/345.9:/.44132..453:7:.9.

 492.5694.3 :79.2.2.. 2. 7: 3.95. /9.5. /5.7.4.5 /...

/5.2..27..5:.22.497.45327:.   2.3/2. .52.53..5 .2. 7:  43.2 694.9.:.5:.5.5.

5/94.9.5.7:07.4:79..25.2 &5.#45..935.3.5 03 1.1.57./.1#3.1.

..2.5.5..2./. ..45..545.7:.

55//.9. /.55 17 :9/ . . 175. 1.9:/.2 1.2..15.2 .9.:...5  .5 .224..452:79:2.53.5. /. .4.1.3. /.2 .9:/.5 7.1.1.3.5 49.: . :3.7:..5 3..2 2 .9 739 454/: 23. .  ..5 3.9:9.47.2 5.: ...52.2..1..2:69.4 2.3.4 7: .4 2  75.93. .5 .2 1.2//..5 2 4.74/965. 2...  .5..5...2..5459.7.9 63 :.5 03 1. &5. 1 #3.. :. 17 1.5 4.:.:.45  :4.. 17 :9/ . .2:. 5 .. .9 49..519 75.95.5 49.1. .5 .2.96369.5 3. . ./.9: /92.5 :5.57.3..25.92.7 17 5..2..2 4... 75 /.3.4 7: .5 .47:5   !.24.47. 44/965.3.5 459.  .55//. .5. #45.. 175.

5.2.1 #3.932:3..9.5.505.5 .7.4 63 75.45.5 12.5  :1. 05.2 2:..5:. .3. :175..90945 29.. .:./:.5:.5.4.5.35.5/:.1./. &/.95.3..5 .503...151.247.5 ..1.&9.5.5.  &.47:./.. '.7..1.47:&5.53.&9.47.97..969.3.9 2..2:519 5:9:45...:1 :7 1.7.3.5 2:7.2.: ..5..5 ..:.92.5 03 .:..2.29...9:/.2451.5 . ::69.3.75.:75.7.1.912..1..7.7 :51.1#3.45.5.5:2. .4/.5 1..137:5.505.7 &2.93.2/9/.25 45.:.2.. . 75.&5. :4.9 .5.5 7.5:3.55 4...3.3.5..2.9  .7...7.:.7.1../.9..9./. .:7.2.1.2..9.3.9.5 . 7.5.5 12.41975.45.3.5.

..545.75.47:7.7.   9.5247.:1.4/..915.73.1...7.9.5/..3.5..93.92.47..5.1.91.5.5 .:.7..5:7:.5.9:.#45.79/63.5:75.2.7. &/.:5 1...

25.4.745.45. 55....2.

9:/.1.9.1.3..745./9..7.47:. 45.

2 454/.45.2.:12.. .4.754: &3.2 45. '..5. 7: .5:/.969.5 2.. 7.  &9.2 ::..4. ./:.5445.5.... .1.1.543.2:5.:1.. 265.9.:2.9.69.5. 2..95..5 2..  ./344//.5445.5 .3....:.75.2.:/5.2. 5. '.95...9:/.5 745.1.9.5  5.5.25.979..2 5..

7 .1/2  .5.1.9.3..1.2. 75  .579..1.7 1.3.3.:5.5 19 1.5:..5. 63 75.5.4.1. 16:.2.7. . :2.2 /.2.24.5 745.31795.2.94.4.47:.1.3 175.5 .5.9 45552..5 45.35:. '.:1.9 41.175.5 45.1.2.16:.:.7...515..:.9..5 3.9.. &79.55.  .2. .93.5 :. . 459.3..2.5459.3.5..79.5.. 1.5:..2..1.5.1.45..2 .57:. . 75.9 63 :.5.75.16:. .3.2:3.2 .544/.5./916:. 63 :69.45.5.9:/.2 5./9.95.5.5:..4 7: 21.9 .5.5.75.3..1/263 9.9 5.2. .9:/.7 .4/..2.9.:..

 :1.5 16:. 45.9 .2.3..45.1. .75 .

1...549.:/5. 45..2..9/.5:.74/965.:.3.75.1..1.5.9. :55.4..5...47.:9..:.73.5 .95.5 ..2. 1/..5 /9/.. .25.16:.5.5..1.9:2:.2.45.95.4.5 .45.:..52.3. :519  #4/965..21.:69..2.2/...32:..5.2.1 27.95.

..5:.2. .22.52.. .452.   11.3.2795.5.74.:.1. ..9:/.2.16:.3.79./:..5 759.5 63 74/./..5 4.4.55. 6:.3 5 13.4.574.1.2.57.1. 1.16:.5.9:/.2.5:.:. 19.3..2126529.2.5 456529..9.9.916:.4/.2441.37.:955...5191...5 1..0.9:459..4.5:63.5.574/.:.1..  .7.9.4.544/92.247.5/9:..534.3.513.:.5 15..47:.4.5 2..232.215..2. :7.:.5  &79.5 15./:.9.5 0.3.0.55.5:.3.1.

5.2 45.515.1.5 :5.55...5   &3.51:.5.. /916:.5 /.515.5..2.7.2.7..17.1.44/9795.53/ 26529.:9.5  5..:.....9.9.544/92.9 49.5..5 15.5.2.5..579.795..97.5 ..5 0. 1.1.22...2.50..63./.  756529.5126529.9.2  55..53..5 759.5. 1:9.5 126529..1/2 .515.245.. :.32.13.5. 75.51..1.44..

: 79/63.1/2 &4.5.43.7 .5 2:.5.45522..5  45.9..90.5. /97.142.5..2. 0..: :.2 45.  .3.5 4547..5 .692.:  49/.5.5.5.5  5. 4..9:2:..5.7 ..5 /..9  5.5 3.  459.2. .52.5 2..2.9.16:.545522..4331. 433  2.5 2695: . 15.2.51.90.9.0. 5..2 .5.5/. 9.72.....: 1/429./9:.9. . .459.2 5.9.0.9 :4.0.244..5 16:. . 75..5 #43.1..5 :.942.5.2.  45. 1.69.9.5.1 /2  :1. . 1.5 2.7.7.1. :.1 /2 :1.9.9.2 .5:.9.

9:/..5 :1  ::.2 4507.9. :.5 7: 3.:.4519..9. 15...2:.379:.5 5.9/3563 .../.  43.:.375..4.1.5 .5 753:./2.   562.9:/.3 .5  .5..9.93.5 :29. 7:3.47:.22.5.   .39:1.3.3.5.51:/.5.2. 795.:.455.5 :4.45.:. '.5.57519.9.50.5 /9...1. .:.:.29 !.2.:.2..: /.97.5763.5.3.5 1.9:2:..32.5 1645.4.. 27. :.5./2.575.4/...5 3. 459.51. 1.2.5 2491. 1.5 745.16:.5 :.5:.4. .12. .544/.3. 44/9 ..5..2:.5195.9.3.52.45.:.57516:...5 2:79:.5.94.5 . 13.963657:/.5..9 7:5/34/:.5 23.3 ..5.. 1.295.9.447929.94.4...75.

 .5: :/5.92.2.1 /.5.:....5 /. 5 .445.5.0.9.5 ..: /.5  2.9 .9.4.4.4/. 75.5..473..2.5.::69.16:.. :3.5 23. .5 44/35 175. .. 45.7.7:5   65::.5 265.5.9. 3.5195.93.1./.2/9/.5 /:.:3.3 75. &/.3.9: .45.932:19 .95.7 179. 74/..  9...52.

9 .5.2...5  4.5 /..5.75.2.. .2 1.2....22.52. 7: .5 63 /5.

3  :.2.2 449.2 694.527.9 4475.52.51./5.:.9. 75. 0.9 5.9:5. /..

 &.47:793 107...9:452.4/.545.95.252.:5.2.915..7:3.:5:.57..763..:.2::..9.9. #4/.:7.:.51.:...529.5:4.57:..3.2.75.3.:. /9./.:.7524..5.4.2.9   .9....9.5 ..

7.9:-:.2-:92: .4:8/0.3..3.3 !07:8.:749.2532: 9493. .70.7: -7: 070..3 %. ..3..3...33:8...50.4:8 $.32089..320::70/075.3/72:/-347-./8. .3 .4:8/0./... !..0.3.5073.893/.9.3.203..3-.3.79.3..38.../-347-...8. 3..3507:.3 0283. /0..90785: 85: 09.20308..3.3:7.3./:9 -./720:: %.3 $..42434843 !0.3.37.-07..8..:/.90.7.350.3:02-..3.7..8: .3..307. ..39:-:3.::35.2070.02.:749.../.9.3 2070.4:8 $0.3:9.32.08025.9.:9. -.79.7.-07:.:2070..-.3 070.0.. 07039.32: .-.8.. ./-347-.712:/:..3203.5..-:..7. ./.:70. .3....3807.30. 8..7.39-. $08.:/.:9 0/07 %073.95:9:8.5.9:.:7 /.-.39.-.32070...7 8.:7..-8.8703/.70.:70.7: 078..850.5 43708 43708/.549 070..:9..3 $.32:203:39:9 .2:3 $08.:/..3.32.3 ..2.2-../. 03.9.:202-:.7.5.5073.:7 !0.3:7.:7 50.39/.5.3..95:9:8.390785: 85: $08.-.2070. $.7: .:808.3:39:8:7.3...3:39:202-0.3 %..3 03. !498/.7.-..:0.3..3.3... 2-.2.-.3 9/.7:85:.9.5.3.3.3.:/.3 %0... $0-.3/.3. 03.30.804.7.05.3 $.3 507:8.38082070.3:7.5:39:..3 03:/:.3.:/5.8.307.:749..:3.73.3 .5.50225370. .3.:2503.705.3 .3.:/.37. !0.-07/..389078..05. ::9 2::9-.3 0--.35..3.078.7.:/.3.32.3 %.35.9.-. $...:39:-:2 #0.. $0../:9 ::9 2::9.3947203907 .80-. . .9./.3.3.9/.32. 070.5.35.79.2. 03.8 %07.79.390.7:8-07.3.3.32020:2: ..8..9 .. ...3.-8.7./:9203.2.32030.202-:-.3 .93 /.... %0.80-:9..38:2-07-03.3 ..9..3..39./..:.9039.9.32:/../2:7.2070.7.:7 50.:70. :.7.  ./.5.:7 50.39..3. ..343107038 %.30-.:0..3203. 549...30. $#03/7..9.902..3 %./-.32:/::33.5...3-073./...75020739.../47.35.3 .79.59.4:85.305.7:8:9202:08.3.7.7.08025.7. ..:.5..502253 /.30. . /0.3 .7 8.5073.3 89.3.32070.3-8.3 44.3 . ..0-:7:9.203. $0/.7..3.:7 50.302.3 .35.5.703.8.79.3.3 !0.3.3.390.7.2:7.0349...:-.2-.:808.:/.3.:808.32089.570./.9:. . 7.-0.707.7 8.7.7.7.350.82. #0..3. %.9.0.:3857...8090.3/:..:.39.:25.307.7: 02-:-. 070. .802:/.    ..!0. 9-.37.3 %/.7.3: 39.3202-:.:....2.3...93../.703.39.:749..3.7.32: :.35:03 .34/.3...870.35.2: %039.-077.3 :9.:749.09 .35.:.:202-:.4:8 $.3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->