Cara Menanam Pohon Pisang , dll

Posted on 10 November 2010 by Liya Comp Rate This Pisang Terbaru Pembeli ada dua pilihan: 1. Beli anak pisang yang kecil yang dijual dalam tabung uji dan membelanya secara sendiri dalam polibag hingga besar 2. Atau, beli pokok yang siap sedia dalam polibag untuk ditanam di pusat semaian tertentu. Penanaman Jika membeli terus dalam bentuk anak pisang dalam tabung uji, ikutlah peraturan di bawah. a) keluarkan anak pisang yang kecil daripada botol dan bersihkan dengan teliti agar-agar yang melekat di bahagian akar anak pokok tersebut. b) Pindahkan anak pisang yang telah dibersihkan ke dalam polibag berukuran 6″ X 8″ mengandungi tanah dan sabut kelapa, baja N:P:K (15:15:15) dan kompos. Letakkan polibag di bawah teduhan 70 %. Pengairan Siram air 3 kali sehari dalam 2 minggu pertama kemudian selepas tempoh ini, 2 kali sehari sehingga ditanam di ladang. Jarak Penanaman Tanam pada ketumpatan 2200 pokok/hektar dan jarak 1.5 meter di antara pokok dalam satu baris dan 3.0 meter di antara barisan. Pengendalian Penyakit Layu Pada Tanaman Pisang Tanaman pisang mudah tumbuh di berbagai tempat, penanaman yang dilakukan oleh petani belum teratur dan sering dicampur dengan tanaman lainnya. Selain itu pemeliharaan tanaman pisang belum dilakukan secara intensif, sehingga produksi dan mutu buah yang dihasilkan masih rendah. Jenis Penyakit a. Penyakit Layu Fusarium (Penyakit Panama) Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium oxysparum f. sp. cubense. Jamur penyebab penyakit ini hidup didalam tanah, masuk ke dalam akar, selanjutnya masuk ke dalam bonggol dan jaringan pembuluh.

Gejala dari penyakit ini adalah sepanjang jaringan pembuluh pada batang semu berwarna coklat kemerahan. Daun menguning dan menjadi layu, tangkainya menjadi terkulai dan patah. Kadang-kadang lapisan luar batang semu terbelah dari bawah ke atas. Yang paling khas adalah jika pangkal batang dibelah membujur, terlihat garis-garis coklat atau hitam dari bonggol ke atas melalui jaringan pembuluh ke pangkal dan tangkai daun. Penularan penyakit ini dapat melalui bibit, tanah dan air yang mengalir mengandung spora jamur. b. Penyakit Layu Bakteri (Penyakit Darah atau Penyakit Moko) Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas Solanacearum. Disebut penyakit darah, karena bila akar tinggal/bonggol tanaman sakit dipotong maka keluar cairan kental yang berwarna kemerahan dari berkas pembuluh. Gejala penyakit layu bakteri pada tanaman pisang adalah layunya daun-daun tua sebelum waktunya, daun menguning dan mati, pada tanaman muda terjadi kelayuan yang menyeluruh. Penularan penyakit ini dapat terjadi melalui bibit terinfeksi, serangga yang mengunjungi bunga, alat-alat pemangkasan dan kontak akar. c. Pengendalian Penyakit Layu
• • • • •

menanam bibit pisang yang sehat melakukan pemupukan yang seimbang sanitasidan drainase kebun yang baik agar waktu hujan, air tidak mengalir di permukaan tanah memelihara tanaman dengan hati-hati untuk mengurangi terjadinya luka pada akar. untuk mencegah penularan oleh serangga melalui luka pada bunga yang rontok, maka dapat dilakukan pemotongan jantung.

BINATANG PEROSAK Binatang perosak yang seringkali menyerang pokok pisang ialah bubuk atau kumbang. Masalah ini dapat diselesaikan dengan menggunakan racun serangga seperti dieldrin. Penyakit Anthracnose Gejala ini berlaku apabila bintik-bintik telah muncul dan menyerang buah pisang yang sedang dalam penghantaran dengan menggunakan kapal. Penyakit Darah Pisang PENDAHULUAN Komoditas hortikultura selama ini telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan petani. Perkembangan komoditas hortikultura di NTB akhir-akhir ini mendapat perhatian besar khusus tanaman pisang karena tanaman ini banyak memberikan manfaat diantaranya pemenuhan gizi keluarga dan penambahan pendapatan petani. Pisang termasuk salah satu jenis buah buahan yang cukup potensial di NTB, populasinya cukup besar. Selain itu, permintaan domestik cukup meningkat karena pertumbuhan penduduk, kesadaran masyarakat terhadap gizi, peningkatan pendapatan dan pendidikan serta berkembangnya NTB menjadi daerah wisata nasional maupun internasional. Dua tahun terakhir perkembangan tanaman pisang di NTB mengalami penurunan terutama diakibatkan adanya serangan penyakit, yang disebabkan oleh bakteri. Ferken (1972) mengidentifikasikan penyakit darah pisang disebabkan oleh bakteri (Pseudomonas solanacearum).

Buat parit disekitar barisan tanaman pisang. maka pertumbuhan buah tidak sempurna. pisang kepok dan pisang raja sangat peka (tidak tahan). agar diperhatikan lingkungan kebun pisang agar selalu bersih. 3. Dan buat parit di sekitar barisan pisang. 1. tanah yang terbawa alat-alat transportasi. jangan sembarangan menempatkan batang-batang pisang yang sudah di tebang. apabila dipotong bagian tengah terlihat bintik-bintik berwarna coklat kemerahan. Hasil penelitian Sudirman (2000) tentang penyakit darah pisang (Pseudomonas solanacearum) menyatakan bahwa dari sepuluh jenis tanaman pisang yang diuji. sehingga tidak tergenang apabila ada air hujan. . 3. sedangkan pisang emas lebih tahan. 2. perlu dilarang memasukkan ke daerah yang belum terserang penyakit tersebut. Desinfektan peralatan Peralatan yang akan dipergunakan harus disteril/dibersihkan dulu. Sanitasi Sanitasi sangat penting bagi petani yang mempunyai areal tanaman pisang. penyakit darah pisang sudah menyebar ke seluruh sentra pertanaman pisang di pulau Lombok dan Sumbawa.CARA MENULAR Bakteri Pseudomonas solanacearum ini dapat ditularkan ke tanaman sehat melalui : tanaman. pisang kapal dan pisang ambon bereaksi tidak konsisten. sehingga tidak tergenang apabila ada air hujan. Terapkan sistem drainase yang baik. 2. Apabila buah-buah pisang tersebut di potong atau di belah terlihat adanya cairan atau getah kental berwarna coklat kemerahan yang berbau busuk. Pisang ketip. UPAYA PENGENDALIAN Ada beberapa upaya yang bisa dilaksanakan pada tingkat serangan tertentu sebagai berikut: 1. Pada bagian dalam bungkul dan batang pisang yang sudah terkena penyakit. Perketat Karantina Buah pisang dapat diangkut ke mana-mana untuk tidak terjadi serangan (menular) pada lokasi lain. Pada tanaman dewasa (tanaman pisang yang sudah berbuah) tanda serangan dapat dilihat pada daun ketiga atau keempat dari atas (pucuk) yang mulai menguning serta disusul dengan daun berikutnya lalu mengering. aliran air dan vektor serangga yang menghisap bunga (jantung) pisang. sedang pada tanaman yang masih muda belum menampakkan tanda serangan yang jelas. Akibat dari semua daun menguning. Akhirnya berlanjut tanaman pisang akan menjadi kering dan mati. pisang hijau. Berdasarkan pemantauan di lapangan. apakah pisang tersebut berasal dari daerah yang sudah terserang. pisang susu. alat-alat pertanian. TANDA SERANGAN Penyakit Darah Pisang (Pseudomonas solanacearum) kebanyakan mulai menunjukkan tanda serangan pada tanaman yang sudah berbuah. perlu di perketat pengawasan lalu lintas perdagangan pisang.

Pemupukan Pemupukan dengan bahan organik akan meningkatkan aktivitas mikroorganisme antagonis untuk membunuh bakteri perusak. 7. 5. Pengolahan lahan kebun salak s/d siap tanam oleh karena itu sekaligus dengan membuat lubang tanaman. 8. 4. Eradikasi Apabila sudah terjadi serangan berat pada tanaman pisang. Penanaman bibit penyulaman tanaman yang mati. diadakan pemusnahan (menebang semua pisang yang ada pada lahan tersebut. 11. Tanaman jenis ini tidak mampu menghasilkan buah. Pencangkokan bibit. kertas agar tidak di kunjungi oleh serangga penular sampai selesai pembungaan. Penyiangan. 5. 3. Penyiapan bibit salak. Penanaman pohon peneduh. Pembibitan Dalam usaha pembibitan salak perlu diperhatikan sifat-sifat genetiknya. Pemberantasan hama sebagai penyakit. Panen buah dan penanganan hasil sampai dengan siap jual. Pemupukan. Pembubunan. Sumber : harizamrry Filed under: Perkebunan | Comments Off Cara Budidaya Salak Pondoh Posted on 10 November 2010 by Liya Comp Rate This Urutan Kegiatan Budidaya Salak Pondoh Urut-urutan kegiatan budidaya Salak Pondoh adalah sebagai berikut : 1. 2.4. 6. Secara alami dapat diketahui adanya tanaman salak yang selalu berbunga jantan. dan diganti dengan tanaman pisang yang tahan terhadap penyakit darah pisang (Pseudomonas solanacearum). . Pemangkasan. Isolasi spot Apabila tanaman pisang sedang/akan keluar bunga dilakukan proteksi terhadap bunga tanaman pisang dari vektor serangga yaitu : di bungkus dengan kain. 6. 9. 10.

sekaligus untuk membersihkan tumbuhan pengganggu (gulma). sehingga dalam perhitungan analisa kelayakan akan terlihat biaya tenaga kerja untuk mencangkok (khusus untuk salak Pondoh). lebar 30 cm dan dalamnya juga 30 cm.5 meter. apalagi untuk keperluan dalam jumlah banyak.5 x 2. Sedangkan jarak tanam biasanya 2 x 2 meter atau 2. Kebutuhan pupuk kandang sekitar 20 – 30 ton/ha. ada dua macam cara yaitu : Penggalian Langsung Dengan ukuran tiap lubang ialah sepanjang 60 cm. Jarak tanam berkisar antara 2 x 2 meter atau 2. Setelah diberi pupuk kandang dibiarkan selama 2 minggu. Bersamaan dengan pembuatan bedengan. Berbuah lebat dan berkualitas baik. dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lapangan. Mengembangbiakan salak dengan biji nampaknya jauh lebih mudah dan lebih murah. Untuk mempersiapkan lubang-lubang tanaman. Tunas anakan yang akan dicangkok sudah cukup umur dan mempunyai pelepah 4 – 5 helai. Bibit ini mempunyai beberapa keuntungan antara lain. Bebas hama dan penyakit.5 x 2. Pada tanah-tanah cangkulan tersebut diberikan pupuk kandang sebanyak 5 – 7 kg/lubang tanam. hasil tanaman yang diperoleh sifatnya pasti sama dengan pohon induknya. Untuk selanjutnya. Tanaman salak yang akan dijadikan sebagai induk perbanyakan vegetatif. Jarak antar bedengan sekitar 60 – 80 cm.5 meter. Dalam perhitungan kelayakan usaha tani salak ini diasumsikan untuk pembibitan pertama kali (tahun 0) adalah dengan membeli bibit yang sudah siap untuk ditanam termasuk bibit pejantannya. tidak selalu mempunyai sifat-sifat genetis dan unggul yang sama dengan pohon induknya dan tidak dapat dipastikan apakah bibit tersebut akan menjadi tanaman betina atau justru menjadi tanaman jantan. dapat dipastikan terlebih dahulu kelamin tanaman dimaksud (jantan/betina). sebaiknya dibuatkan dahulu bedengan. Tumbuhnya rimbun dan tidak ada tanda-tanda daunnya menguning. Kelemahan dari sistim pembibitan generatif adalah. barulah dibuatkan lubang tanam berukuran panjang 30 cm. Penggalian Tidak Langsung Untuk daerah yang baru pertama kali hendak ditanami salak. waktu berbuahnya lebih lama. Sedangkan untuk bibit salak tahun-tahun berikutnya dilakukan dengan pencakokan. Pekerjaan mengolah tanah ini diawali dengan pencangkulan sedalam ± 30 cm. Tanaman Pelindung .Untuk mendapatkan bibit salak yang dapat berproduksi dilakukan secara generatif (biji salak) dan vegetatif (tunas anakan). Ukuran bedengan adalah lebar 200 – 250 cm. cepat berbunga dan berbuah serta hasilnya lebih seragam (relatif sama dengan pohon induknya). akan diperoleh kondisi tanaman yang lebih kuat. sebaiknya memiliki kriteria sebagai berikut : Pohon induk harus berumur lebih dari satu tahun. tahap pertama yang harus dilakukan adalah pengolahan tanah yang tujuannya adalah menggemburkan tanah agar menjadi pertumbuhan tanaman yang baik. Bibit vegetatif dapat diperoleh dengan memisahkan anakan baik secara langsung maupun memisahkan anakan secara buatan (cangkok). Disamping itu. pupuk kandang dimasukkan ke dalam tanah. tinggi ± 30 cm. dan dilakukan 3 – 4 minggu sebelum tanam. Penanaman dan Pemeliharaan Sebelum melakukan penanaman. lebar 60 cm dan dalamnya juga 60 cm.

akar bibit mampu hidup dan berkembang secara baik. secepatnya dilakukan penyulaman. Untuk mengoptimalkan fungsi kolam air ini. lamtoro. maka sudah disiapkan lahan yang cukup lembab. pemupukan. Drainase Selain itu. Ukuran kolam disesuaikan dengan luas tanah dan umumnya bilamana mungkin diletakkan lokasi kolamnya di tengah-tengah kebun salak dengan maksud agar dalam musimmusim kemarau kolam ini dapat ikut serta menciptakan iklim mikro dan kelembaban lingkungan dan tanah yang optimal bagi pertumbuhan tanaman salaknya. pencangkokan. Bila ditemukan pertumbuhan salak yang tidak baik atau mati.Untuk tahap-tahap awal karena tanaman salak tidak dapat terkena langsung sinar matahari. penyiangan. dan akar tidak membusuk karena tanah tidak terlalu jenuh air. TSP. sekitar 2 – 3 minggu setelah tanam. pengendalian. Untuk jenis tanaman pelindung ini dapat berbentuk seperti. karena tanaman salak tidak tahan kekeringan dalam waktu yang lama. karena oksigen masih cukup tersedia sehingga mampu merangsang pertumbuhan akar. diperlukan pula pembuatan saluran irigasinya. biasanya terjadi pada bulan November atau Desember. karena tanaman salak tidak tahan terhadap genangan air. Sedangkan untuk biaya tenaga kerja akan meliputi biaya untuk pengolahan tanah. Pemeliharaan kebun salak yang benar dan teratur akan meningkatkan produktivitas kebun dan agar dapat memberikan hasil yang diinginkan. Tanaman salak ini umumnya ditanam pada awal musim penghujan ketika tanah mengandung cukup air yakni 60 – 80%. dadap. Za dan KCl serta pestisida seperti insektisida fungisida. Dengan cara demikian. Dalam keadaan tanah yang gembur dan dengan kelembaban demikian. tetapi tidak becek. hendaknya diadakan pemeriksaan pada kebun salak. baik berupa peningkatan produksi atau peningkatan hasil lainnya. karena tanaman salak tidak tahan akan genangan air dalam waktu yang lama. sebaiknya dipilih bibit cangkokan yang baik disertai pemeliharaan yang intensif. maka biasanya dibuatkan tanaman pelindung yang dapat dilakukan satu tahun sebelum tanaman salak ditanam. Kolam Air Fungsi klolam air ini adalah untuk penyediaan air irigasi kebun salak pada musim-musim kemarau. pembumbunan. . juga dibuatkan drainase. seringkali digunakan pula untuk beternak ikan. Agar pertumbuhan bibit sulaman tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain. Penyulaman ini sebaiknya dilakukan pada awal-awal musim penghujan. turi atau tanaman pelindung lainnya. Penyulaman ini berguna untuk mengetahui jumlah tanaman yang sesungguhnya (produktivitas) aagr nantinya dapat diketahui jumlah produk yang akan dihasilkan. penanaman. Pemeliharaan Tanaman Dalam masa penanaman dan pemeliharaan ini biaya yang timbul adalah meliputi pembelian pupuk kandang. Usaha pemeliharaan tanaman salak yang baik akan meliputi hal seperti berikut ini : • Penyulaman. panen dan pasca panen. Pembuangan air lebih dari lahan sangat penting dilakukan. pemangkasan. Hal seperti ini biasanya terjadi pada waktu musim penghujan. Agar air kolam dapat dialirkan ke sekeliling kebun. Sedangkan pada waktu kemarau drainase akan berfungsi sebagi sarana untuk membagi air dari sumber air (Kolam air). penyulaman.

Pencangkokan. Pemetikan buah biasanya juga dilakukan setelah 7 – 8 bulan sejak terjadinya penyerbukan. membersihkan kotoran dan menyemprotkan fungisida. segera dibersihkan dan dimasukkan ke dalam keranjang. kegiatan ini dilakukan karena tanaman salak tidak dapat tahan terhadap tanah yang mengandung air yang menggenang. Pemangkasan ini bertujuan mengatur pertumbuhan vegetatif ke arah pertumbuhan generatif yang lebih produktif. hal ini dilakukan untuk memperbanyak bibit tanaman salak melalui tunas anakan.• • • • • • Penyiangan. Tindakan pasca panen biasanya yang dilakukan adalah setelah buah dipetik. Sehingga tujuan pemangkasan sebenarnya adalah untuk mengatur dan memacu tanaman salak agar lebih banyak menghasilkan buah. Jalan keluar untuk mengatasi masalah ini adalah melakukan pembumbunan. Teknis pengendaliannya dapat dilakukan dengan membuang buah yang busuk. Kelebihan sifat tanaman salak ini dapat berbunga sepanjang tahun. tempat salak pondoh dibudidayakan. yang dilakukan di sini biasanya memangkas pohon naungan untuk mengatur cahaya matahari (tingkat penyinaran) yang cukup untuk kebutuhan tanaman. Sementara pemangkasan untuk tanaman salak diawali setelah berumur satu tahun. Karena itu. kegiatan ini dilakukan karena tanaman salak tidak dapat tahan terhadap tanah yang mengandung air menggenang. bebas dari serangan hama atau penyakit dan sirkulasi udara tempat penyimpanan berjalan baik. Sampai saat ini buah salak dipasarkan sebagai buah segar. dengan jalan pemupukan. Karena keunikan darai tanaman salak ini terutama salak pondoh adalah dapat dicangkok. Mengenai keuntungan dari pencakokan ini sudah dikemukakan di muka. yang biasanya dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan dapat berulang-ulang tergantung kondisi alamnya. Jalan keluar untuk untuk mengatasi masalah ini adalah melakukan pembumbunan. diperlukan karena dari saat penanaman sampai dengan setiap kali petik buahnya. Petani produsen dapat menjual langsung kepada konsumen seperti misalnya terlihat untuk salak pondoh banyak dijajakan di jalan raya. melancarkan saluran drainase. Pemangkasan. Pemupukan. Pembumbunan. dengan catatan pemeliharaannya secara intensif. Jenis pupuk dapat diketahui ada 2 macam yaitu pupuk organik (pupuk alami) dan pupuk anorganik (pupuk buatan). hal ini dilakukan terutama sebagai tindakan preventif serangan hama dan penyakit terhadap tanaman salak. Buah salak ini biasanya dapat tahan disimpan sampai maksimal 2 atau 3 minggu asalkan buah tersebut tidak luka. perlu usaha untuk memelihara. menambah dan mempertinggi kesuburan tanah. Namun demikian biasanya dalam satu tahun panen besarnya hanya dua kali yaitu bulan Desember/Januari dan bulan juni/juli. tanaman salak telah menyerap sejumlah unsur-unsur makanan. . memudahkan peredaran udara serta pemeliharaan tanaman. Untuk pemetikan buah tidak dipilih satu per satu tapi dipotong bersama tandannya. yang biasanya dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan dapat berulang-ulang tergantung kondisi alamnya. mengurangi kelembaban udara selama musim penghujan dan mempertahankan tingkat keteduhan tertentu selama musim kering. Pengendalian hama dan penyakit tanaman. kondisi tanah menjadi kurus dan akibatnya pertumbuhan tanaman salak terganggu. memangkas pohon naungan. Panen Dan Pasca Panen Panen perdana dengan menggunakan bibit cangkokan vegetatif dimuilai pada usia tanaman salak pondoh berumur 2 – 3 tahun.

Selain itu tanaman salak ini tidak memerlukan banyak air. keranjang dan peralatan lain-lainnya. Sehingga dalam 1 ha dapat ditanami sebanyak 4. Untuk tanaman tahun ke 1 dan ke 2 tanaman salak ini belum dapat berbuah. sering dijumpai petani yang menanamkan salak tanamannya baik. sabit. tapi juga tidak boleh kekurangan air. Paling hanya menghasilkan bibit melalui pencangkokan. tapi tidak dapat berbuah. Hal ini disebabkan kondisi tanaman yang masih rentan terhadap kondisi “stress” baik di musim-musim penghujan maupun kemarau.000 pohon.5 x 2.200 batang tanman salak yang dapat menghasilkan buah. garpu. Pada beberapa kondisi. Dengan asumsi yang dapat dipanen sebanyak 80%. agar buah yang dihasilkan kualitasnya baik. Pada beberapa kondisi. Kalau jarak tanam 2 x 2 m2 maka jumlah batang tanaman salak yang dapat ditanam sebanyak 2. Adapun syarat tumbuh tanaman salak antara lain adalah : • • • Tidak tahan terhadap genangan air Lebih menyenangi naungan (sekitar 50-70% dari jumlah penyinaran penuh) Suhu antara 20-30% . tapi tetap diperlukan pemeliharaan dan perawatan yang intensif. sprayer. tergantung dengan jarak tanam berapa yang akan digunakan. Untuk lahan seluas 1. sering agar buah yang dihasilkan kualitasnya baik.5 m2. asalkan syarat lain juga terpenuhi. Kendala Budidaya Salak Pondoh Tanaman salak walaupun termasuk tanaman yang tidak mengandung resiko tinggi. 2. Kondisi kritis tasa tanaman salak ini akan berlangsung dari penanaman pertama (tahun ke-0) sampai pada tahun ke 2 kurun waktu proyek. Sumber : Afendry Agro Filed under: Perkebunan | Comments Off Cara BUDIDAYA SALAK NGLUMUT Posted on 10 November 2010 by Liya Comp Rate This KEGIATAN 1 : PENYIAPAN LAHAN PENDAHULUAN Untuk membudidayakan tanamansalak tidaklah sulit karena tanaman salak Nglumut dapat tumbuh dari dataran rendah sampai ketinggian 700 metermbuh dari dataran rendah sampai ketinggian 700 meter diatas permukaan laut. seperti 2 x 2 m2 .000 m2 dapat ditanami sebanyak 400 pohon. Produktivitas Buah Salak Pondoh Untuk dapat mengetahui produktivitas tanaman salak. Dalam kenyataan di lapangan ukuran jarak tanam ini bervariasi.5 m2 atau juga yang melakukan jarak tanam dengan ukuran 3 x 1 m2.500 batang. 2 x 2.Peralatan yang digunakan Peralatan yang diperlukan untuk penanaman dan pemeliharaan tanaman salak ini meliputi cangkul. tinggal 3.

Arit. KEGIATAN 2 : PERBANYAKAN BIBIT PENDAHULUAN Perbanyakan bibit salak dapat dilakukan dengan biji ataupun cangkokan. pembaca dapat memperbanyak bibit dengan cara mencangkok yang benar.Tugar/linggis. Memilih lahan untuk tanaman salak Pilihlah lahan yang sesuai degnan syarat tumbuh salak.Air. Umumnya yang dengan menggunakan biji mudah dilakukan tetapi sulit di ketahui hasilnya. 4. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk memperbanyak bibit tanaman salak sebaiknya melalui cangkokan. ir. maka didiamkan terlebih dahulu selama 3. Lakukan pemasangan air untuk menandai tempat pembuatan lubang tanam.4 minggu. 3.5 meter dengan panjang sesuai panjang lahan. LANGKAH KERJA 1. 3. Pemasangan air. 2. TUJUAN Setelah mempelajari brosur ini. Lakukan pembersihan lahan dan pengolahan tanah kemudian buatlah bedengan dengan lebar 2 meter atau 2.5 m Ukuran lubang tanam 40 cm x 40 cm x 40 cm Pisahkan lapisan tanah atas dan lapisan tanah bawah kemudian masing-masing dicampur dengan pupuk kandang kurang lebih 7. 4.5 kg Setelah campuran tanah dan pupuk dimasukkan kedalam lubang. Pengalaman menunjukkan bila bibit berasal dari biji 60% akan menjadi jantan. • • • • Jarak tanam yang umum digunakan adalah 2 m x 2. 2. Membuat lubang tanam. pembaca dapat mengetahui syarat-syarat tumbuh tanaman salak dengan baik. Membersihkan lahan. BAHAN DAN ALAT 1. BAHAN DAN ALAT .Cangkul.• • Jenis tanah yang paling cocok adalah liat berpasir Kemasaman tanah (pH) berkisar 5-7 TUJUAN Setelah mempelajari brosur ini.

siapkan botol infus yang telah dibagi 2 dan dilubangi atau dapat juga menggunakan gelas bekas aqua. Mengingat tanaman salak adalah jenis tanaman yang berumah dua dimana bunga jantan dan bunga betina terpisah tidak dalam satu pohon. Tatah 3. Arit dan Wangkil 2. 3. Di keranjang bambu ini waktunya kurang lebih 4 sampai 6 minggu. Memasang botol infus atau gelas aqua Kalungkan botol infus sampai ke tunas anakan dan isi dengan tanah. 2. Mencari dan memilih anakan Carilah anakan yang telah memiliki daun kurang lebih 4 pelepah dari induk tanaman yang sehat. dll. Memindahkan cangkokan ke dalam keranjang bambu Memindahkan cangkokan ke dalam keranjang bambu Bila cangkokan telah dipisahkan dari induknya maka perlu segera dipindahkan kedalam kerang bambu yang berukuran diameter sekitar 15 cm untuk membantu proses adaptasi terhadap lingkungan bila dipindahkan ke lahan pertanaman. makadalam penanamannya diperlukan tanaman jantan. bumbung bambu. 5. Apabila penanaman dilakukan diluar musim hujan. bumbung bambu. pembaca dapat melakukan penanaman tanaman salak dengan benar. Pemisahan dilakukan dengan hati-hati dengan memotong akar yang berhubungan dengan induk yaitu dengan menggunakan tatah. 6. BAHAN DAN ALAT . Botol bekas infus. bekas aqua. 4. dll. TUJUAN Setelah mempelajari brosur ini. KEGIATAN 3 : PENANAMAN PENDAHULUAN Penanaman tanaman salak sebaiknya dilakukan pada awal musim huja.1. Membersihkan pangkal tunas anakan Bersihkan pangkal tunas anakan kemudian. biasanya 3 sampai 4 bulan sudah bisa di pisah dari induknya. hendaklah selama kurang lebih 2 minggu sejak bibit salak ditanam dilakukan penyiraman pada waktu pagi dan sore hari. 4. Pemisahan dari induk Lakukan pemisahan anakan dari induknya bila telah terdapat tanda-tanda cangkokan berhasil dengan ditandai adanya akar di sekitar botol infus atau gelas aqua.Wangkil LANGKAHft”>LANGKAH KERJA 1. kemudian tanahnya dipadatkan. sehingga tidak memerlukan tambahan tenaga kerja untuk melakukan penyiraman. Menunggu sampai tumbuh akar Hasil cangkokan kita biarkan sampai akar tubuh.

Bunga betina 9. Pemeliharaan bibit Lakukan penyiraman apabila penanaman diluar musim hujan 4. Tatah 6. Menanam bibit Lakukan penanaman bibit pada lubang tanam yang telah disiapkan dengan cara langsung tanpa membuka keranjang bambu tetapi lubang tanam harus diberi furadan terlebih dahulu 3. 4. Pupuk kandang 3. Alat perangkap 10. Ember. Insektisa . Bibit tanaman salak dari cangkokan 2. Pupuk kandang 3. pembaca dapat melakukan penanaman tanaman salak dengan benar. Penanaman tanaman jantan Lakukan penanaman tanaman jantan dengan dengan perbandingan 30 tpenanaman tanaman jantan dengan dengan perbandingan 30 tanaman betina diselingi dengan 1 tanaman jantan ata dapat juga dilakukan penanaman tanaman jantan sebagai pagar keliling. Arit sp. saluran irigasi 2. Cangkul 4. Gunting 7. pemupukan. TUJUAN Setelah mempelajari brosur ini. 2. pemangkasan pelepah. BAHAN DAN ALAT 1. Cangkul 4. Bunga jantan 8. penjarangan buah dan pengendalian hama dan penyakit yang kesemuanya dimaksudkan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan mampu memproduksi secara optimal. Cangkul LANGKAH KERJA 1.1. membantu proses penyerbukan. KEGIATAN 4 : PEMELIHARAAN PENDAHULUAN Kegiatan pemeliharaan tanaman salak berupa penyiraman. Menyiapkan lubang pertanaman Lubang pertanaman yang sudah dipersiapkan kurang lebih 3 atau 4 minggu sebelum penanaman agar dibersihkan lagi dari kemungkinan tumbuhnya rumput atau gulma. Arit 5. Bibit tanaman jantan 3. Lubang tanaman yang sudah diberi pupuk.

3. 7. Pemberian pupuk kandang dapat dilakukan 2 kali setahun sebanyak 15 kg per pohon. ataupun dengan sistem larik untuk memberikan ruang tumbuh dari buah salak tersebut. 4. 6. Untuk tanaman yang berproduksi dapat diberikan urea sebanyak 50 gram. 2. maka perlu dilakukan penjarangan buah sebanyak 1 atau 2 kali yaitu pada waktu sebesar biji kelereng dan sebesar bola pingpong. TSP 40 gram dan KCl 60 gram per pohon per tahun. Bukalah tudung manggar bunga betina dengan menggunakan gunting Serbukilah dengan bunga jantan dengan cara menepuk-nepukkan bunga jantan diatas permukaan bunga betina atau dengan cara mengerik bunga jantan diatas bunga bu dengan cara mengerik bunga jantan diatas bunga betina yang siap diserbuki.2 %.LANGKAH KERJA 1. KEGIATAN 5 : PANEN DAN PASCA PANEN . Melakukan pemangkasan daun/pelepah daun Lakukan pemangkasan pelepah daun hingga tertinggal kurang lebih 8 sampai 10 pelepah saja. Tutuplah bunga betina yang telah diserbuki tersebut dengan tudung yang dibuat dari ujung daun salak agar penyerbukan tidak terganggu oleh air hujan. Penyerbukan tanaman salak • • • • Carilah tanaman salak bunga betina yang siap diserbuki dengan tanda bunga berwarna merah. Untuk tanaman muda dapat diberikan pupuk urea “2″ color=”#FFFFFF”>Untuk tanaman muda dapat diberikan pupuk urea 25 gram. Membentuk rumpun tanaman Lakukan pengurangan terhadap anakan dengan cara mencangkok ataupun membuang anakan sehingga tanaman salak dalam satu rumpun dapat dibiarkan tumbuh 2 atau 3 tanaman saja. Pengendalian hama dan penyakit Umumnya tanaman salak belum banyak mengalami gangguan hama dan penyakit. Melakukan penyiraman Apabila tanaman salak kurang air. 5. Penjarangan dapat dilakukan dengan cara mencongkel buah yang pertumbuhannya tidak baik. Penjarangan buah Untuk memperoleh buah yang seragam dan besar-besar. Selain itu semut merat ataupun serangan jamur putih p semut merat ataupun serangan jamur putih penyebab busuk buah dapat dikendalikan dengan dengan insektisida untuk semut merahnya dan untuk jamur atau cendawan dapat menggunakan fungisida jenis Dithane M-45 atau Benlate 0. maka perlu dilakukan penyiraman baik melalui saluran irigasi ataupun dengan pompa air hingga tanaman betul-betul menunjukkan pertumbuhan yang normal. TSP 20 gram dan KCl 30 gram per pohon per tahun. Pemupukan tanaman salak • • • • • Lakukan pemupukan tanaman salak 2 kali setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Pemberian pupuk dibenamkan di sekitar tanaman salak. Hama dan penyakit yang sering ditemukan antara lain luwak dan bajing yang biasanya dikendalikan dengan perangkap.

00 – 18. ataupun disesuaikan dengan jarak transportasinya 3. apakah untuk manisan. Tanaman salak merupakan tanaman yang memiliki buah non klimatorik atau tidak terjadi proses pematangan. Memilih tanaman salak yang buahnya siap panen. Buah salak yang siap dipanen 2. Waktu panen salak Waktu panen salak hendaknya diperhatikan tingkat kematangan buah salak yang disesuaikan dengan keperluannya. panen sedang pada bulan Mei – Juli. tidak cacat dan layak untuk .PENDAHULUAN Kegiatan panen buah salak dapat diartikan sebagai saat pemetikan buah salak yang telah masak. sehingga penentuan saat panen yang tepat merupakan salah satu faktor yangtepat merupakan salah satu faktor yang penting dalam tahapan panen. bila dipetik mudah lepas dan tercium aroma khas salak. Hal-hal yang perlu diperhatikan waktu panen salak : u panen salak : * Usahakan hati-hati agar buah tidak luka * Tidak terlepas dari tangkai * Pemetikan disesuaikan dengan waktu konsumsi * Waktu pemetikan sebaiknya sore hari antara jam 15.Umumnya dilakukan pada umur 5-6 bulan sejak hari penyerbukan.00. Kegiatan pasca panen Setelah buah salak dipanen maka kegiatan selanjutnya adalah melakukan sortasi yaitu memberihkan dan sekaligus memisahkan buah salak yang baik. Melalui pengamatan di lapangan. Keranjang LANGKAH KERJA 1. TUJUAN Setelah mempelajari brosur ini. 2. Gergaji 3. pembaca dapat melakukan kegiatan panen dan pasca panen tanaman salak dengan benar. Memetik buah salak Gunakan sabit yang tajam dengan ujung yang runcing atau dapat juga dengan menggunakan gergaji 4. panen kecil pada bulan Pebruari – April dan panen susulan pada bulan Agustus – Oktober. hidangan ataukah untuk selai. Tanda-tanda buah salak masak dapat diketahui dari warna kulit buah yang mengkilap. duri kecil pada kulit tidak kelihatan. karena pada saat itu kandungan vitaminnya paling tinggi. 5. musim panen buah salak dapat dipilah menjadi 3 periode yaitu : panen raya pada bulan November – Januari. BAHAN DAN ALAT 1.

bentuk. obat-obatan dan pupuk. biasanya disetor ke pengecer di terminal kendaraan umum. . penyiangan.berat.cadangan bibit. rupa. pengolahan tanah. TUJUAN Setelah mempelajari brosur ini. penyulaman. salak yang berisi 20 buah/kg. pemupukan. biasanya digunakan untuk manisan. 3) Salak mutu C. Selain penggolongan diatas juga dapat digolongkan berdasarkan berat buah yang biasanya dibagi menjadi tiga golongan .diekspor dengan buah hasil sortiran. 2) Salak mutu AB. Setelah itu baru melakukan grading yaitu penggolongan buah salak berdasarkan ukuran buah. Modal tetap (A) terdiri dari komponen bitap (A) terdiri dari komponen bibit. INFORMASI POKOK Dalam menghitung analisa usahatani pada prinsipnya dapat didilakukan dengan cara menghitung modal usaha baik modal tetap (A) maupun modal kerja (B) dan menghitung penghasilannya (C). yaitu : 1) Golongan I. 6. besar-besar (1 kg berisi 11-13 buah) dan warnanya kekuning-kuningan. dll). Penggolongan buah salak Berdasarkan mutu buah salak dapat digolongkan menjadi empat golongan. salak yang berisi 30 buah/kg. KEGIATAN 6 : ANALISA USAHATANI PENDAHULUAN Untuk mengetahui tingkat keuntungan suatu usaha tentunya kegiatan analisasaha tentunya kegiatan analisa sangatlah diperlukan. sehat. 2) Golongan A. & biasanya busuk. dll. Namun umumnya para petani belum melakukan kegiatan analisa usahatani dengan baik dan benar. salak yang berisi 13 buah/kg dan biasanya disetor ke toko buah. adalah salak yang betul-betul super. Artinya seorang petani belum mampu membuat catatan analisa usahatani atau farm recording dengan tertib. Modal kerja (B) terdiri dari upah tenaga (penanaman. biasanya busuk.dan warnanya kekuning-kuningan. biasanya dibeli oleh pengecer di pasar. ataupun pecah dan cacat. sehat. pembaca dapat menghitung analisa usahatani salak serta memperoleh informasi tentang keuntungan budidaya salak. adalah salak yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil (1 kg berisi 1519 buah. 3) Golongan C. yaitu salak yang sudah tidak layak untuk diperdagangkan. peralatan dan sewa tanah. 4) Salak mutu BS. yang digolongkan dalam kelas mut> kelas mutu. yaitu : 1) Salak mutu AA. Satu kilogramnya biasanya berisi 25-30 buah dan biasanya warnanya kehitam-hitaman. warna kulit.

260.000 2.000.) Usahatani (Rp.437.500 05=”#ffffff”> 49.962.6.500 Produksi Nilai Produksi Nilai Produksi Total Penerimaan Pendapatan Buah (Kg) Buah (Rp.40 juta/tahun (harga per kg sekitar Rp.000 61.750 batang Tahun Ke 01 02 03 04 05 Tenaga Kerja (Rp.000 3. Penghasilan (C) yang dimaksud disini adalah produksi yang diperoleh baik buah maupun anakan dikalikan dengan harga jual saat itu.12.) Bibit (Rp.820.820.314.000 50.437.167.000 44.000 ) 0201 0 0 0 0 3. No.500 Biaya Lain-lain Total Biaya Produksi (Rp.000 5.250. Pendapatan petani salak dalam setiap hektarnya dengan populasi 2000 pohon dan produksi 10 kg/pohon/tahun.250.000 14.000 10.322.250.500 Sumber : (Cuplikan dari Sinar Tani.) (Rp.500 6.260.250. No.500 02 2. Di sini perlu kami tambahkan sebagai bahan pembanding hasil analisa usahatani salak Nglumut yang pernah dilakukan.255.000.) (.314.000 1.000 12.20 juta).750.279.) Usahatani (Rp. 3. Untuk menghitung keuntungan yang diperoleh dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Keuntungan (K) = Penghasilan (C) – Biaya total (D) INFORMASI PENUNJANG Sebagai suatu gambaran hasil pengamatan dilapangan usahatani salak ini sangatlah menguntungkan.400.187. edisi bulan September 1999) Analisa Usahatani Salak Pondoh Sleman (Nglumut) setiap Hektar dengan populasi 1.500 ) 01 0 0 0 0 (.500 5.500 11.087.000 Biaya Saprodi (Rp.260.350.000 4.573. 2808 Tahun XXX.000 32.500 4.000 11.000 5.500 2.000 1.761.150.000 5.388.000 1.Modal tetap (A) dan modal kerja (B) adalah merupakan biaya total atau modal usaha (D) yang dikeluarkan untuk suatu proses produksi.676.000 10.000 11.862.500 04 20. bisa memperoleh keuntungan sekitar Rp. edisi bulan September 1999) Filed under: Perkebunan | Comments Off Tahun Ke Budidaya Tanaman Kelapa Sawit .) 1.500 12.000 33. (Cuplikan dari Sinar Tani.000 ) 03 15.000 1.388.279.2808 Tahun XXX.000.697.082.000 5.260.4.) 8.dan biaya produksi per hektar sekitar Rp.000 3279.000 1.500 3.) 2..454.

Titik tumbuh batang kelapa sawit terletak di pucuk batang. cabang-cabang ini juga akan bercabang lagi menjadi akar tersier. c. Di batang tanaman kelapa sawit terdapat pangkal pelepah-pelepah daun yang melekat kukuh dan sukar terlepas walaupun daun telah kering dan mati. Susunan akar kelapa sawit terdiri dari serabut primer yang tumbuh vertikal ke dalam tanah dan horizontal ke samping. Pada tanaman tua. Nama lain dari tanaman kelapa sawit Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang sangat penting. berbentuk seperti kubis dan enak dimakan. pangkal-pangkal pelepah yang masih tertinggal di batang akan terkelupas. Batang Tanaman kelapa sawit umumnya memiliki batang yang tidak bercabang. Akhirnya. Radikula (bakar akar) pada bibit terus tumbuh memanjang ke arah bawah selama enam bulan terusmenerus dan panjang akarnya mencapai 15 cm. Penanaman kelapa sawit yang pertama di Indonesia dilakukan oleh beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit seperti pembukaan kebun di Tanah Itam Ulu oleh Maskapai Oliepalmen Cultuur. 1. Akar primer kelapa sawit terus berkembang. begitu seterusnya. yang telah mempunyai pengalaman menanam kelapa sawit di Afrika. A. sehingga batang kelapa sawit tampak berwarna hitam beruas.Posted on 10 November 2010 by Liya Comp Rate This Teknik Budidaya Tanaman Kelapa Sawit 1. Pada pertumbuhan awal setelah fase muda (seedling) terjadi pembentukan batang yang melebar tanpa terjadi pemanjangan internodia (ruas). terbenam di dalam tajuk daun. Serabut primer ini akan bercabang manjadi akar sekunder ke atas dan ke bawah. Akar Kelapa sawit merupakan tumbuhan monokotil yang tidak memiliki akar tunggang. Daun . dan di sungai Liput oleh Palmbomen Cultuur Mij. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia di pelopori oleh Adrien Hallet. b. di Pulau Raja oleh Maskapai Huilleries de Sumatra – RCMA. B. berkebangsaan Belgia. Kedalaman perakaran tanaman kelapa sawit bisa mencapai 8 meter dan 16 meter secara horizontal. Gambaran Umum Kelapa Sawit Morfologi Kelapa Sawit a.

Biji dura afrika panjangnya 2-3 cm dan bobot rata-rata mencapai 4 gram. Bunga dan buah Tanaman kelapa sawit yang berumur tiga tahun sudah mulai dewasa dan mulai mengeluarkan bunga jantan atau bunga betina. Bunga jantan berbentuk lonjong memanjang. serta lembaga (embryo). daging biji (endosperm) yang berwarna putih dan mengandung minyak. Biji dura deli memiliki bobot 13 gram per biji. kelapa sawit dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut : . dan biji tenera afrika rata-rata memiliki bobot 2 gram per biji. dan setelah matang menjadi merah kuning (oranye). Bibit kelapa sawit memerlukan waktu 3 bulan untuk memantapkan dirinya sebagai organisme yang mampu melakukan fotosintesis dan menyerap makanan dari dalam tanah. Biji Setiap jenis kelapa sawit memiliki ukuran dan bobot biji yang berbeda. Biji kelapa sawit umumnya memiliki periode dorman (masa non-aktif). Jika sudah berwarna oranye. kulit biji (endocrap) atau cangkang atau tempurung yang berwarna hitam dan keras. sehingga dalam 1 kg terdapat 250 biji. Lembaga (embryo) yang keluar dari kulit biji akan berkembang ke dua arah. buah mulai rontok dan berjatuhan (buah leles). daging buah (mesocrap) dari susunan serabut (fibre) dan mengandung minyak. Buah yang sangat muda berwarna hijau pucat. Di tengah-tengah setiap anak daun terbentuk lidi sebagai tulang daun d. Anak-anak daun (foliage leaflet) tersusun berbaris dua sampai ke ujung daun. Di bagian pangkal pelepah daun terbentuk dua baris duri yang sangat tajam dan keras di kedua sisisnya. 1. Arah tegak lurus ke atas (fototropy). Arah tegak lurus ke bawah (geotrophy) disebut dengan radicula yang selanjutnya akan menjadi akar. kemudian menjadi kuning muda. Buah kelapa sawit tersusun dari kulit buah yang licin dan keras (epicrap). bunga betina dari pohon yang satu dibuahi oleh bunga jantan dari pohon yang lainnya dengan perantaraan angin dan atau serangga penyerbuk. sedangkan bunga betina agak bulat. Semakin tua warnanya berubah menjadi hijau kehitaman. Perkecambahannya dapat berlangsung lebih dari 6 bulan dengan keberhasilan sekitar 50%. Tanaman kelapa sawit mengadakan penyrbukan silang (cross pollination). Artinya. Berdasarkan ketebalan cangkang dan daging buah. Jenis Kelapa Sawit. biji kelapa sawit memerlukan pre-treatment. Akar-akar adventif pertama muncul di sebuah ring di atas sambungan radikula-hipokotil dan seterusnya membentuk akarakar sekunder sebelum daun pertama muncul. Plumula tidak keluar sebelum radikulanya tumbuh sekitar 1 cm. e.Tanaman kelapa sawit memiliki daun (frond) yang menyerupai bulu burung atau ayam. Agar perkecambahan dapat berlangsung lebih cepat dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi. disebut dengan plumula yang selanjutnya akan menjadi batang dan daun 2.

Tanaman kelapa sawit memerlukan kondisi lingkungan yang baik agar mampu tumbuh dan berproduksi secara optimal. terutama di kawasan Afrika. 2. dan Amerika Latin. 1. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman kelapa sawit (palm oil) dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Ordo : Palmales Famili : Palmae Sub – Famili : Cocoidae Spesies : 1. Warna buah : dikenal tiga tipe yaitu Nigrescens. Rendemen minyaknya tinggi (lebih dari 23%). Pembagian hujan yang merata dalam satu tahunnya berpengaruh kurang baik karena pertumbuhan vegetatif lebih dominan daripada pertumbuhan generatif. daging buah tipis. Keadaan iklim yang dikehendaki oleh kelapa sawit secara umum adalah sebagai berikut : 1. Keadaan iklim dan tanah merupakan faktor utama bagi pertumbuhan kelapa sawit. lalu dibudidayakan. Elaeis melanococca atau Corozo oleifera (kelapasawit Amerika Latin) Varietas/Tipe : Digolongkan berdasarkan : 1. sehingga jumlah minyak yang dihasilkan sedikit.000 mm per tahun. D. Asia. dan rendemen minyak 21-23%.1. Pisifera memiliki cangkang yang sangat tipis. dan penerapan teknologi lainnya. yaitu Dura. Pisifera. dan rendemen minyak 1517%. Namun curah hujan yang terlalu tinggi kurang . Iklim Kelapa sawit termasuk tanaman daerah tropis yang tumbuh baik antara garis lintang 130 Lintang Utara dan 120 Lintang Selatan. Tandan buahnyahampir selalu gugur sebelum masak. 3.500 – 4. Dura memiliki cangkang tebal (3-5 mm). daging buah tebal. dan Tenera. C. di samping faktor – faktor lainnya seperti sifat genetika. sehingga bunga atau buah yang terbentuk relatif lebih sedikit. Elaeis guineensis Jacq (Kelapa sawit Afrika) 2. perlakuan budidaya. tetapi daging buahnya tebal dan bijinya kecil. dan Albescens 3. tetapi curah hujan optimal 2. Syarat Tumbuh Kelapa sawit semula merupakan tanaman yang tumbuh liar di hutan – hutan. 2. Virescens. Curah Hujan Tanaman Kelapa sawit menghendaki curah hujan 1. Tenera memiliki cangkang agak tipis (2-3 mm). Tebal tipisnya cangkang (endocarp) : dikenal ada tiga varietas/tipe. dengan jumlah hari hujan tidak lebih dari 180 hari per tahun.000 mm per tahun.000 – 3.

kelancaran transportasi.000 mm per tahun tidak berarti kurang baik bagi pertumbuhan kelapa sawit. Keadaan iklim yang demikian mendorong kelapa sawit membentuk bunga dan buah secara terus menerus. pertumbuhan vegetatif seragam. pertumbuhan vegatatif. Suhu dan Tinggi Tempat 3. Pembuatan bibit klon dengan sistem kultur jaringan menggunakan bahan pembiakan yang berasal dari tanaman hasil persilangan antara Deli Dura dan Pisifera yang memiliki sifat – sifat unggul. tetapi masih ada hujan turun yang menyediakan kebutuhan air bagi tanaman. Karena itu. Keuntungan pembiakan kelapa sawit dengan sistem kultur jaringan di antaranya adalah sebagai berikut : . bahan tanaman kelapa sawit dapat diperoleh dalam bentuk bibit atu klon hasil pembiakan secara kultur jaringan (tissue culture). E. dan ketahanan terhadap hama – penyakit.0 – 5. Selain itu. Kelembapan dan Penyinaran Matahari Sifat Kimia Tanah Tanaman Kelapa sawit membutuhkan unsur hara dalam jumlah besar untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif. sehingga diperoleh hasil buah yang tinggi.5.000 – 4. yang musim kemaraunya tegas dan berlangsung selama 4-5 bulan seringkali menyebabkan kerusakan bahkan kematian pada tanaman kelapa sawit. Teknologi perbanyakan Tanaman Teknologi perbanyakan tanaman yang dapat dilakukan pada tanaman kelapa sawit adalah dengan kultur jaringan dan pembibitan untuk perbanyakan secara konvensional. Keadaan curah hujan yang kurang dari 2. Pengembangan kelapa sawit sistem kultur jaringan dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan yang terdapat pada bahan tanaman kelapa sawit yang berasal dari biji yang umumnya memiliki keragaman dalam produksi. dengan musim kemarau jatuh pada bulan juni sampai september. dan terjadinya erosi. Pembiakan Secara Kultur Jaringan Pada pembiakan secara kultur jaringan. 1.menguntungkan bagi penyelenggaraan kebun karena mengganggu kegiatan di kebun seperti pemeliharaan tanaman. kualitas minyak. Di jawa. misalnya di Kalimantan Timur. pembakaran sisa-sisa tanaman pada pembukaan kebun.0 – 6. Sedangkan di Indonesia bagian timur. dan toleran terhadap hama dan penyakit.000 mm per tahun. Bibit kelapa sawit yang diperoleh dengan sistem kultur jaringan ini disebut dengan klon kelapa sawit. yakni berkisar antara 2. untuk mendapatkan produksi yang tinggi dibutuhkan kandungan unsur hara yang tinggi juga. kualitas minyak baik. tanaman kelapa sawit berkembang di daerah Banten Selatan yang iklimnya relatif cukup basah. pH tanah sebaiknya bereaksi asam dengan kisaran nilai 4. yakni produksinya tinggi. asal tidak terjadi defisit air yaitu tidak tercapainya jumlah curah hujan minimum yang 2. Contoh Keadaan curah hujan yang baik adalah di kawasan Sumatera utara.0 dan ber – pH optimum 5.

tidak terlalu tergantung pada musim dan dapat dilaksanakan dengan sistem produksi bibit yang terkendali. Persilangan terpilih harus berproduksi 7 -9 ton minyak sawit/hektar/tahun dan pohon yang dipilih memiliki potensi produksi 9 – 11 ton minyak/hektar/tahun. Media Media untuk tempat menumbuhkan sel – sel pembiak adalah komponen yang tersusun dari senyawa kimia yang mampu mendukung perkembangan dan pertumbuhan jaringan. . 4). vitamin. Program pemuliaan dapat dipersingkat karena pohon terpilih dari hasil pemuliaan langsung dapat diperbanyak secara vegetatif. c. Penyimpanan plasma nutfah untuk tujuan produksi dan bank gen dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Proses atau langkah – langkah pembiakan kelapa sawit dengan sistem kultur jaringan secara garis besarnya adalah sebagai berikut : a. Induksi Kalus Bahan biakan adalah daun kelapa sawit yang manis muda (daun ke – 4. Kriteria pemilihan pohon induk yang akan digunakan sebagai sel-sel pembiakan atau ortet adalah sebagai berikut : 1). dan hormon pada dosis tertentu sehingga memberikan hasil optimum bagi perkembangan jaringan. protein. mineral. dsb. perbanyakan bahan tanaman melalui kultur jaringan dapat menggunakan teknologi Inggris (Unilever) atau teknologi perancis (CIRAD – CP). Peninggian pohon berkisar antara 40 – 55 cm per tahun. ke – 6 atau ke – 7) dan masih aktif. Bahan Kultur jaringan Bahan kultur jaringan menggunakan pohon induk yang dipilih dari hasil persilangan pohon ibu dan pohon bapak tebaik dari varietas Deli Dura X Pisifera. Kandungan asam lemak tidak jenuh di atas 54% 3). genetic orange spotting. Bebas penyakit tajuk (crown disease). 1. 2). misalnya penyakit crown disease. Metode Seperti telah dikemukakan di atas. mikro.200 bahan biakan atau eksplan. Daun Kelapa sawit tersebut diiris melintang berukuran 1 cm. ke – 5. Metode pembiakan kultur jaringan yang dilaksanakan oleh PPKS Medan adalah metode CIRAD – CP yang dilaksanakan melalui lima tahap kegiatan sebagai berikut. b.• • • • • Pembiakan suatu varietas unggul melalui sistem kultur jaringan berjalan dengan cepat. Dari satu pohon induk dapat diperoleh sebanyak 1. Pengendalian sistem produk (bibit klon) secara menyeluruh sehingga produk (bibit) yang dihasilkan seragam. Perbanyakan pohon yang toleran terhadap beberapa penyakit yang bersifat genetis dapat dilakukan secara mudah. Media tumbuh ini terdiri atas unsur – unsur hara makro.

Penumbuhan Akar Pupus yang tumbuh dalam satu kelompok diseleksi untuk penumbuhan akar. tetapi tidak ada hubungannya dengan jenis persilangan. Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging buah dari biji. Sebelum pembibitan awal dilakukan. F. Penumbuhan pupus membutuhkan waktu 2 – 4 bulan. yaitu proses adaptasi planlet dari kondisi laboratorium menjadi kondisi lingkungan alami di luar. Ganti air rendaman setiap hari. Penumbuhan Pupus Embrio yang terpilih untuk penumbuhan pupus dipindahkan ke dalam media baru. .000 gross lux suhu 270C dan kelembaban udara 50% – 60%. Pupus yang masih berukuran kecil dipelihara kembali dalam media penumbuhan pupus Pembiakan Secara Pembibitan Pembibitan klon meliputi pembibitan awal (pre nursery) selama 3 bulan dan pembibitan utama (main nursery) selama 9 bulan. Kemampuan pembiakan embrio dari setiap klon berbeda. Persemaian dan Pembibitan Pembibitan Benih kelapa sawit untuk calon bibit harus dihasilkan dan dikecambahkan oleh lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah. 2. tergantung pada klon yang digunakan. Tangkai tandan buah dilepaskan dari spikeletnya. 1.000 gross lux. embrio juga didapat sebagai stock atau koleksi dalam tabung penyimpanan dengan teknik krioperservasi. Pembibitan Kelapa Sawit. Pupus yang mempunyai ukuran lebih dari 6 cm disapih dari kelompoknya dan dimasukkan ke dalam media induksi akar. Pembentukan Embrio Waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan embrio dari kalus berbeda – beda. lalu keringanginkan. Pada embrio yang sudah matang (mature) dapat ditumbuhi – pupus. 1. Selanjutnya rendam biji tadi dalam Dithane M-45 konsentrasi 0. Embrio tersebut dipelihara di dalam ruang pembiakan dengan intensitas cahaya 1. dikulturkan di dalam ruang pembiakan dengan intensitas cahaya 1. 1. Pembiakan Embrio Embrio muda dipindahkan ke media baru untuk pematangan sekaligus perbanyakannnya. planlet (tanaman baru) perlu melewati fase aklimatisasi. dan kelembaban 50 – 60%. 1. Cuci biji dengan air. 3. 1. lalu rendam dalam air selama 6-7 hari. suhu 300C. Pisahkan buah dari tandannya dan peram lagi selama 3 hari.2 % selama 2 menit. Pematangan embrio membutuhkan waktu 2 – 4 bulan. Gambar 23. Tandan buah diperam selama 3 hari dan sekali-kali disiram air. Proses pengecambahan umumnya dilakukan sebagai berikut.1.

Penanaman Kelapa sawit. 1. 1. pembukaan lahan dapat dilakukan sekaligus atau secara bertahap. dan (c). Simpan benih di ruangan bertemperatur 270 C. atau ajir tanam. rendam benih dalam air sampai kadar air 20-30% dan dikeringanginkan lagi. (b). 3. Persiapan Lahan Tanaman Kelapa sawit sering ditanam pada berbagai kondisi areal sesuai dengan ketersediaan lahan yang akan dibuka menjadi lahan kelapa sawit. yaitu areal yang sebelumnya juga ditanami kelapa sawit.2% selama 1-2 menit. Setelah 10 hari.4. Merumpuk yaitu mengumpulkan dan menumpuk hasil tebangan dan rencekan biasanya memanjang arah utara-selatan agar dapat sinar matahari secukupnya dan cepat kering. G. Penanaman dan Penyulaman Jenis – jenis pekerjaan utama dalam proses penanaman adalah : (a) Pembuatan larikan tanaman atau penempatan pancang. hutan sekunder. Bukaan ulangan (replanting). dimana bibit kelapa sawit akan ditanam. benih berkecambah pada hari ke-30 tidak digunakan lagi. 2. Pengajiran Pada tahap pertama dibuat rancangan larikan (barisan) tanaman serta pancang sebagai titik tanam. H. Setiap 7 hari. memotong pohon – pohon besar yang berdiameter di atas 10 cm dengan menggunakan gergaji mesin atau kapak. semak belukar atau areal yang ditumbuhi lalang. Letak ajir (pancang) harus tepat. Masukkan benih ke dalam larutan Dithane M-45 0. Merencek. kelapa atau komoditas tanaman perkebunan lainnya. yaitu membabad dan memotong pohon – kecil atau semak – semak yang tumbuh dibawah pohon besar. Mengingat areal kebun kelapa sawit yang cukup luas. dan Membakar yaitu membakar rumpukan agar area bersih dari bahan – bahan yang tidak diperlukan. benih dikeringanginkan selama 3 menit. Menumbang. Penanaman tanaman penutup tanah kacangan. Pembukaan Lahan Secara Mekanis Pembukaan lahan secara mekanis dilakukan pada areal hutan dan konversi yang ditumbuhi oleh pohon – pohon besar. 1. Persiapan lahan merupakan kegiatan yang sangat penting dan harus dilaksanakan berdasarkan jadwal kegiatan yang sudah ditetapkan. Setelah 60 hari. dan kelak setiap individu tanaman pun akan lurus teratur serta memperoleh tempat tumbuh yang sama luasnya. Pembukaan lahan secara mekanis ini terdiri dari beberapa pekerjaan sebagai berikut : Babad pendahuluan. memotong – motong cabang – cabang dan ranting – ranting kayu yang sudah tumbang untuk memudahkan perumpukan. Pengajiran atau memancang adalah menentukan tempat – tempat yang akan ditanam bibit kelapa sawit. Namun. yaitu penanaman pada areal yang sebelumnya ditanami dengan tanaman perkebunan seperti karet. 1. yang terpenting adalah keadaan kebun sudah siap dipanen dan dapat memasok buah yang akan diolah ketika pabrik sudah siap berproduksi. Cara membuka untuk tanaman kelapa sawit disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. sehingga terbentuk barisan ajir yang lurus dilihat dari segala arah. Bukaan baru (new planting) pada hutan primer. . Masukkan biji kelapa sawit tersebut ke dalam kaleng pengecambahan dan simpan di dalam ruangan bertemperatur 39oC dengan kelembaban 60-70% selama 60 hari. 5. Konversi.

5 m X 9. biasanya dibuat teras – teras terlebih dahulu. Lubang tanam kelapa sawit biasanya dibuat dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. Tanaman penutup tanah adalah tanaman kacangan (Legume cover crops. dan menekan tumbuhan pengganggu (gulma). Untuk mencapai ketepatan pengajiran. LCC) yang ditanam untuk menutup tanah yang terbuka di antara kelapa sawit karena belum terbentuk tajuk yang dapat menutup permukaan tanah.2 m dan populasi 128 pohon per hektar. letak lubang tanaman harus berada paling dekat 1. dan Mucuna cochinchinensis. 1. 4. mencegah terjadinya erosi. persiapan lubang. Psophocarphus palustries.5 m dari sisi lereng. Ajir ditancapkan di samping lubang dan bila lubang telah selesai dibuat. Pengangkutan bibit ke lapangan. tanaman mempunyai peluang utnuk tumbuh dan berkembang dalam kondisi yang tidak berbeda. menanam bibit pada lubang. Penanaman kelapa sawit dapat juga menggunakan jarak tanam 9.82 m dan jarak antara setiap tanaman adalah 9 m.Dalam keadaan yang demikian. Pada saat menggali. mempertahankan kelembaban tanah. Pueraria javanica.5 m X 9. Menanam Kegiatan menanam terdiri dari kegiatan mempersiapkan bibit di Pembibitan utama. Tanaman Penutup Tanah Penanaman tanaman penutup tanah biasa dilaksanakan pada perkebunan kelapa sawit. Pueraria phaseoloides. Apabila tanaman akan ditanam menurut garis tinggi (kontur) atau dibuat teras melingkari bukit.5 m dengan jarak tegak lurusnya (U-S) 8. Pembuatan lubang yang dilakukan pada saat tanam atau hanya 1-2 hari sebelum tanam tidak dianjurkan. pekerjaan pengajiran harus dilaksanakan oleh pekerja yang terlatih. Jenis – jenis tanaman kacangan penutup tanah yang umum ditanam di perkebunan kelapa sawit adalah Calopogonium caeruleum. Penanaman kacangan penutup tanah sebaiknya dilaksanakan segera setelah pembukaan lahan selesai dilaksanakan. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam harus dibuat beberapa minggu sebelum penanaman agar tanah yang digali dan lubang tanam mengalami pengaruh iklim sehingga terjadi perbaikan tanah secara fisika ataupun kimia dan dapat dilakukan pemeriksaan lubang baik ukurannya maupun jumlah per hektarnya. Untuk penanaman kelapa sawit yang melingkari bukit. Dengan sisitem segitiga sama sisi ini. tetapi ada juga yang hanya berukuran 50 cm x 40 cm x 40 cm. ajir ditancapkan kembali di tengah – tengah lubang. Penanaman tanaman kacangan penutup tanah bertujuan untuk memperbaiki sifat – sifat fisika. dan pemeriksaan areal yang sudah ditanami. 3. baik teras individual maupun teras kolektif. Calopogonium mucunoides. Menaruh bibit di setiap lubang. Penyiangan (pengendalian gulma) . Sistem jarak tanaman yang digunakan umumnya adalah segitiga sama sisi dengan jarak 9 m X 9 m X 9 m. Populasi (kerapatan) tanaman per hektar adalah 143 pohon. tanah atas ditaruh di sebelah dan tanah bawah di sebelah selatan lubang. Centrocema pubescens. kimia dan biologi tanah. I. Jarak Utara-Selatan tanaman adalah 7. 2.

Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara. menyebabkan keadaan kebun menjadi kotor dan lembab. memudahkan pelaksanaan pemeliharaan. dan mencegah berkembangnya hama dan penyakit tertentu. 2. dan sebagainya. sehingga diperoleh hasil yang optimal. yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida. Berdasarkan hasil analisis dapat ditentukan kebutuhan tanaman terhadap jenis – jenis unsur hara secara lebih tepat. harendong (Melastoma malabtrichum). maka berbagai macam gulma dapat tumbuh dengan subur dan mengganggu (menyaingi) pertumbuhan tanaman pokok. dibongkar dengan cangkul. Gambar 24. sehingga dapat ditetapkan dosis pemupukan yang harus diaplikasikan. antara lain sebagai berikut : 1. kendati demikian pertumbuhannya harus dikendalikan. Pemupukan Pemupukan tanaman bertujuan untuk menyediakan unsur – unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan generatif. yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan peralatan dan upaya pengendalian secara konvensional. Chromolaena odorata). digarpu dan sebagainya. Pengendalian gulma secara kimia. yaitu gulma yang memiliki daya saing tinggi terhadap tanaman pokok. Gulma lunak. Secara garis besar jenis – jenis gulma yang dijumpai pada perkebunan kelapa sawit dapat digolongkan menjadi : 1. serta beberapa tumbuhan berkayu diantaranya. sembung rambat (Mikania cordata dan M. misalanya lalang (Imperata cylindrica). yaitu gulma yang keberadaannya dalam budi daya tanaman kelapa sawit dapat di toleransi. J.putihani/krinyuh (Eupathorium odoratum syn. Gulma berbahaya. Pengendalian gulma secara manual. maka ketersediaan unsur – unsur hara di dalam tanah pada saat itu dapat diketahui dan keadaan hara terakhir yang ada pada tanaman dapat diketahui juga. Dosis Pemupukan Kelapa Sawit Berdasarkan Unsur Tanaman. Dengan analisis tanah dan daun. 3. Pengendalian Secara kultur teknis. pakis (Nephrolepis biserata). rumput kipahit (Paspalum conjugatum). Tanaman Kelapa Sawit setelah Pengendalian Gulma 1. baik yang bersifat kontak maupun sistemik. sebab jenis gulma ini dapat menahan erosi tanah.yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan tanaman penutup tanah jenis kacangan. . Untuk menentukan dosis pupuk yang tepat.Upaya pengendalian gulma telah dilaksanakan dengan menanami tanah di antara tanaman kelapa sawit (gawangan) dengan tanaman kacang penutup tanah dan membuat piringan di sekeliling tiap individu tanaman. Yang termasuk gulma lunak misalnya babadotan/wedusan (Ageratum conyzoides). teki (Cyperus rotundus). Tabel 25. lempuyangan (Panicum repens). sebaiknya dilaksanakan analisis tanah dan daun terlebih dahulu. dan tembelekan (Lantana camara) 2. Bila pertumbuhan gulma tidak dikendalikan dengan baik. misalnya dibabad. Pengendalian gulma pada tanaman menghasilkan dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya saingan terhadap tanaman pokok. Micrantha).

terutama proses fotosintesis dan respirasi. L. pada tanaman muda sebaiknya tidak dilakukan pemangkasan.0 m dari pangkal pokok (0.0 m hingga jarak 3. Membantu dan memudahkan pada waktu panen Mengurangi perkembangan epifir Agar proses metabolisme tanaman berjalan lancar.0 1.5 – 3.5 – 1.0 1. K. dan pupuk B (bila diperlukan) diberikan dua kali aplikasi per tahun (salah satu contoh dosis B adalah 0.75 – 1. pupuk P diberikan satu kali aplikasi.5 – 1.Jenis Pupuk Dosis (Kg/Pokok/Tahun) *) Umur Tanaman 5–5 6 – 12 >12 Sulphate of Amonia (ZA) 1.4 – 1. 1.5 *) Keterangan : Pupuk N.5 – 3. 1.0 1.0 0. Pemangkasan Pemangkasan atau disebut juga penunasan adalah pembuangan daun – daun tua atau yang tidak produktif pada tanaman kelapa sawit. dan Mg ditabur secara merata dari jari – jari 1. pemberian pupuk pada Tanaman Menghasilkan (TM) harus dilaksanakan dengan cara sebagai berikut : • • • Pupuk N ditaburkan secara merata pada piringan mulai jarak 50 cm sampia dipinggir luar piringan.0 Rock Phosphate (RP) 0. K.0 1. kecuali dengan maksud mengurangi penguapan oleh daun pada saat tanaman akan dipindahkan dari pembibitan ke areal perkebunan.5 – 1. tanaman muda yang belum menghasilkan (TBM) maupun tanaman yang sudah menghasilkan (TM).0 – 2.0 Kieserite (MgSO4) 0.5 – 2.0 Muriate of Potash (KCl) 0.0 1. Pupuk P. Hama dan penyakit dapat merusak bibit.0 0.5 – 1.0 2.1 Kg per pohon per tahun) Cara pemberian pupuk diperhatikan secara seksama agar pemupukan dapat terlaksana secara efisien. Pemberian pupuk yang pertama dilakukan pada akhir musim hujan yaitu bulan Maret – April dan pemberian pupuk kedua dilakukan pada awal musim hujan yaitu bulan September – Oktober.05 – 0.0 – 2. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman kelapa sawit dapat diserang oleh berbagai hama dan penyakit tanaman sejak di pembibitan hingga di kebun pertanaman. dan Mg diberikan dua kali aplikasi. Adapu tujuan pemangkasan adalah sebagai berikut : • • • • • Memperbaiki sirkulasi udara di sekitar tanaman sehingga dapat membantu proses penyerbukan secara alami Mengurangi penghalangan pembesaran buah dan kehilangan brondolan buah terjepit pada pelepah daun.0 m di luar piringan) Pupuk B ditaburkan secara merata pada jarak 30 – 50 cm dari tanaman pokok Pemberian pupuk pada kelapa sawit diatur dua kali dalam setahun. K.0 – 3. Untuk mencapai maksud tersebut.0 – 2. .

Hama Perusak Daun Ada beberapa jenis hama yang merusak daun tanaman kelapa sawit. Pengendalian hama kumbang tanduk lebih diutamakan pada upaya pencegahan (preventif). Pengendalian hama dan penyakit dapat dilaksanakan secara manual. Oleh karena itu. agar larva hama terbakar dan mati ü mempercepat tertutupnya tanah dengan tanaman penutup tanah dengan tanaman penutup tanah agar dapat menutup bagian – bagian batang hasil tebangan pada saat pembukan lahan yang membusuk di lokasi kebun ü Pemberian bahan pengusir. di antaranya adalah sebagai berikut : a. Daun berubah warna menjadi kuning kemudian mengering. Hama Perusak Akar. Gangguan nematoda ini dijuluki red ring disease. a. bibit dan tanaman muda juga sering diserang oleh hewan besar jenis mamalia terutama bila kebun kelapa sawit dibuka pada lahan yang sebelumnya berupa hutan. hama perusak tandan buah.2. kimia. hama perusak daun.Beberapa jenis hama dan penyakit dapat menimbulkan kerugian yang besar pada bibit. a. pengendalian terhadap hama dan penyakit perlu dilaksanakan secara baik dan benar. Selain serangan hama yang tergolong jenis serangga. Hama Hama yang biasa menyerang tanaman kelapa sawit biasanya terbagi menjadi hama perusak akar. Kumbang Tanduk (Oryctes rhynoceros) Kumbang tanduk banyak menimbulkan kerusakan pada tanaman muda yang baru ditanam hingga berumur 2-3 tahun. atau biologis sesuai dengan hama dan penyakit yang menyerang. yaitu menghambat perkembangan larva dengan mengurangi kemungkinan kumbang bertelur pada medium yang tersedia. misalnya kapur barus yang diletakkan pada batang kelapa sawit yang mulai membusuk (pada pembukaan ulangan) b. a. Hama yang sering merusak akar kelapa sawit adalah nematoda Rhadinaphelenchus cocophilus. Kumbang dewasa (imago) masuk kedaerah titik tumbuh ( pupus ) dengan membuat lubang pada pangkal pelepah daun muda yang masih lunak. tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Hama ini menyerang akar tanaman kelapa sawit. Gejala – gejala umum dari kelapa sawit yang terserang adalah pusat mahkota mengerdil dan daun – daun baru yang akan membuka menjadi tergulung dan tumbuh tegak. Tandan bunga membusuk dan tidak membuka sehingga tidak menghasilkan buah.1. baik hutan primer maupun hutan sekunder. Ulat Setora (Setora nitens) . yakni dengan cara sebagai berikut : ü membakar sampah – sampah dan bagian pohon yang mati.

Panen dan Pengolahan Hasil Panen Panen . pengendalian secara hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami. Ulat Siput (Darna trima Mooore) Ulat Darna trima menyerang daun kelapa sawit. meskipun sering pula menyerang daun pada tanaman dewasa. selanjutnya pohon akan mati. Basal Steam Rot Penyebabnya adalah Ganoderma sp. terutama pada tanaman muda. Gejala pada tingkat serangan pertama secara visual sukar diamati. M. tetapi hanya bisa dilakukan pembuangan bagian yang terserang untuk memperbaiki bentuk tajuk dan mencegah infeksi dari jamur Fusarium sp. Serangga Asinga (Sethothosea Asigna) Ulat dari hama ini menyerang daun kelapa sawit terutama daun yang menyerang dalam keadaan aktif. Pengendalian secara hayati dapat menggunakan musuh alami seperti parasit ulat yaitu lebah Broconidae. yaitu daun nomor 9 – 25. Hama ini merupakan salah satu hama utama yang menyerang tanaman kelapa sawit di sentra perkebunan kelapa sawit Sumatera Utara. b. c. Hama ini kadang – kadang memakan daun kelapa sawit hingga ke lidinya. Pengendalian ulat Darma trima dapat dilaksanakan secara kimia dan hayati. Pengendalian secara hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami seperti parasit telur yaitu lebah Trichogrammatidae I dan lebah Ichneumonidae. Pemberantasan dilakukan dengan membersihkan pohon. cabang daun bagian atas terkulai. Pada tingkat yang lebih lanjut. Penyakit a. Pengendalian hama ini dapat dilakukan secara kimia dan secara hayati. Pengendalian secara kimia dilakukan dengan menyemprot tanaman yang terserang dengan insektisida. Bagian yang diserang adalah pucuk yang belum membuka.Ulat setora muda memakan anak – anak daun dari tanaman muda dan tanaman sudah menghasilkan yang berumur antara 2-8 tahun. d. Marasmius Penyakit marasmius dapat menggagalkan atau merusak pembentukan buah. serta perusak kokoh yaitu lalat Tachinidae c. Pemberantasan yang efektif sampai sekarang belum ada. meskipun hasilnya tidak seefektif cara kimia. Penyakit Tajuk (Crown disease) Biasanya menyerang tanaman kelapa sawit yang berumur 2-3 tahun. Serangan yang hebat dapat menimbulkan kerusakan berat dan dapat dijumpai jumlah ulat yang tinggi pada setiap pelepah kelapa sawit. Penyakit ini tidak bisa diberantas. Pengendalian Hama ulat setora dapat dilakukan secara hayati dan secara kimia. Pengendalian secara kimia dapat menggunakan insektisida. b.

2. cara panen. Para pemanen harus disiapkan peralatan yang akan digunakan. Buah yang jatuh tersebut disebut membrondol. Buah akan berubah menjadi merah jingga ketika masak. jumlah brondolan sekitar 15 – 20 butir. Namun. Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak. Proses pemasakan buah kelapa sawit dapat dilihat dari perubahan warna kulitnya. 1. memungut brondolan dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik.Tanaman kelapa sawit mulai berbunga dan membentuk buah setelah umur 2-3 tahun. rotasi dan sistem panen. Kriteria panen yang perlu diperhatikan adalah matang panen. yaitu tanaman dengan umur kurang dari 10 tahun.ac. secara praktis digunakan kriteria umum yaitu pada setiap 1 kg tandan buah segar (TBS) terdapat dua brondolan. Cara panen Berdasarkan tinggi tanaman. Buah akan menjadi masak sekitar 5-6 bulan setelah penyerbukan. Narasumber : student. Persiapan Panen Untuk menghadapi masa panen dan agar proses dapat berjalan dengan lancar. rotasi dan sistem panen serta mutu panen. ada tiga cara panen yang umum dilakukan oleh perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Cara panen pada tanaman kelapa sawit dengan metode dodos 3. serta mutu panen. kriteria umum yang banyak dipakai adalah berdasarkan jumlah brondolan. Untuk memudahkan pemanenan. Cara egrek digunakan untuk tanaman yang tingginya lebih dari 10 m dengan menggunakan alat arit bergagang panjang. sebaiknya pelepah daun yang menyangga buah dipotong terlebih dahulu dan diatur rapi di tengah gawangan. Kriteria matang panen ditentukan pada saat kandungan minyak maksimal dan kandungan asam lemak bebas atau free fatty acid (ALB atau FFA) minimal. Kriteria matang Panen Kriteria matang panen merupakan indikasi yang dapat membantu pemanen agar memotong buah pada saat yang tepat. sedangkan tanaman dengan ketinggian 5-10 m dipanen dengan cara berdiri dan menggunakan alat kampak siam. memungut brondolan. jumlah brondolan kurang lebih 10 butir dan tanaman dengan umur lebih dari 10 tahun. Jika terlalu matang. Gambar 25. alat panen. dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik. Kriteria panen yang perlu diperhatikan adalah matang panen. kandungan minyak pada daging buah telah maksimal. alat panen. Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak.umm.id Filed under: Perkebunan | Comments Off « Previous Page — Next Page » . buah kelapa sawit akan lepas dan jatuh dari tangkai tandannya. Pada saat ini. Untuk tanaman yang tingginya 2-5 m digunakan cara panen jongkok dengan alat dodos. Pada saat buah masak. cara panen. tempat pengumpulan hasil (TPH) harus disiapkan dan jalan untuk pengangkutan hasil harus diperbaiki.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful