GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN

PERTEMUAN I PENGERTIAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN Didalam bidang kedokteran gigi istilah gigi tiruan/ dental prothetis meliputi ‡ Gigi tiruan sebagian lepasan/partial denture ‡ Gigi tiruan cekat/Fixed denture ‡ Gigi tiruan lengkap/Full denture Definisi gigi tiruan sebagian ‡ Osborne (1925) gigi tiruan sebagian adalah gigi tiruan yg menggantikan sebagian dari pada gigi asli yang hilang dan dapat dilepas sendiri oleh sang pasien dari mulutnya ‡ Applegate (1925) gigi tiruan sebagian adlh suatu alat yg dapat dilepas menggantikan gigi asli yg hilang& memperoleh dukungan utama dr jaringan sadel dng suatu dukungan tambahan dr gigi asli yg masih tertinggal ‡ Mc.Cracken (1973) suatu restorasi prostetic yn menggantikan gg asli yg hilang&bagian lain dr rahang yg tak bergg sebagian,mendapat dukungaan terutama dr jaringan dibawahnya & sebagian dr gg asli yg masih tertinggal dipakai sebagai gg pegangan /abutment ‡ Glossary of prosthodontics (1999) GTS merupakan bag.prostodonsia yg menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang dng gigi tiruan&didukung oleh gigi, mukosa atau kombinasi gigi-mukosa yang dipasang&dilepas oleh pasien Akibat kehilangan gigi ‡ Migrasi dan rotasi Hilangnya kesinambungan lengkung gg dpt menyebabkan pergeseran yaitu miring atau berputarnya gg sehingga tdk kuat menahan beban misalnya beban pengunyahan,hal ini dpt merusak srtuktur periodontal dan gigi mudah karises ‡ Erupsi berlebih Pada gigi yg tertinggal akan mengalami erupsi berlebih kearah daerah gigi yg hilang ‡ Penurunan energi kunyah Terutama pada kehilangan gigi posterior ‡ Ganguan pada TMJ Kehilangan gigi terutama pada posterior dpt menyebabkan berubahnya tomporo mandibul joint ‡ Terganggunya kebersihan mulut Pada kehilangan gigi terdapat celah antar gigi sehingga makanan dapat masuk,lama lama menimbulkan plak dan akhirnya karises ‡ Beban berlebih pada jaringan pendukung Kehilangan gigi,maka jumlah gigi akan berkurang dan menyebabkan berkurangnya daya tahan terhadap tekanan dan oleh karena itu jaringan pendukung bebannya menjadi bertambah,hal ini menyebabkan kerusakan membran priodontal yang pada akhirnya menyebabkan gigi-gigi tarsebut menjadi goyah ‡ Kelainan berbicara Labio dental adlh huruf yg diucapkan antara lidah dng gigi dpn atas.apabila kehilangan gigi depan maka huruf F,V,PH tidak dapat terucap dng baik.demikian juga pd huruf linguo-dental ‡ Penampilan buruk ‡ Atrisi/gigi erosi

Pada GTS hubungan gigi gaya ini diteruskan ke tulang alveolae melalui ligmen periodontal oleh karna itu disterbusi dapat merata 4.all tooth suported case c.open face:GTS yg dibuat tanpa gusi tiruan labial.prosessus alveolaris telah mengalami absorbsi 2.removable partil denture= GTS Lepasan b.biasa pada gigi anterior 3.vulcanite denture -dibuat dari vulkanit b.keadaan prosessus aleolaris masih baik 2.harus dapat menjaga pemeliharaan gigi tiruan dengan benar terutama kebersihan PEMBAGIAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN ‡ Berdasarkan bahan yang dipakai untuk membuat a.Peningkatan akumulasi plak Kurangnya kebersihan pd pemakai GTSL maka plak mudah menempel dan dpt terjadi inflamasi pada jaringan periodontal kemudian terbentuk poket juga resorbsi tulang alveolar berlebihan 2.Difungsi otot kunyah&wajah.Terjadinya peradangan mukosa&resorbsi tulang bawahnya C.harus dapat mendesain gigi tiruan tersebut dengan benar dan tepat B.anterior tooth suported case b.Trauma langsung pada gigi yg digunakan sebagai gigi pendukung / abutment.‡ Pd pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan dapat menimbulkan efek: 1.Pasien.bila pasien berusaha menghindari kontak dng cara mengubah pola gerak kunyahnya B.fixed denture/bridge= GTC ‡ Saat pemasangan a. gigi tiruan tsb dibuat apabila 1.Tehniker.mucosa / tissue borne-didukung mukosa c.acrylic denture-dibuat dari akrilik c.perbaikan profil .frame denture-dibuat dari logam ‡ Dilepas/tidak dapat dilepas a.mucosa and tooth-didukung gigi&mukosa ‡ Letak daerah tak bergigi / sadel a.free and supotred case ‡ Memakai wing bagian bukal/labial atau tidak A.harus bekerja sesuai intruksi dari perintah dokternya C.convesional-dipasang setelah gigi hilang b.Kerusakan pada gigi atau jaringan periodontal ‡ Untuk menetralisir efek akibat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan maka: A. pembuatan klamer yg terlalu menekan gigi pendukung tersebut dapat merusak email 3.Distribusi gaya kunyah Gaya fungsional disalurkan oleh GTS ke jaringan yg berkontak&berada dibawahnya.close face:GTS yg dibuat gusi tiruan bagian labial.Permukaan okusal ‡ adanya kontak oklusi yg prematur mengakibatkan: A.immediete-dipasang segera setelah gigi hilang / dicabut ‡ Jaringan pendukung a.Dokter gigi.tooth borne-didukung oleh gigi b.pasien mempunyai lebar mulut terlalu lebar B. gigi tiruan tsb dibuat apabila 1.

dari filosofi yg berhubungan dng keindahan dlm alam.Mengembalikan fungsi pengunyahan Secara teori.tali suara..tetapi kurang memikirkan keaslian dan keharmonisannya dalam prosthodonsi yg perlu diperhatikanadlh estetik membuat gigi tiruan secara 1. D.TUJUAN/FUNGSI PEMBUATAN GTS ADALAH: A. .sifat statis: gigi palatum 2.mandibula suara berawal dari laring-palatum-dan dibantu gigi gelligi shg terbentuk suara.Hygiene 2.dasar2dr estetik adlh keindahan.dll Alat bicara mempunyai 2 sifat: 1. sifat dinamis: lidah..huruf hidup / vokal: A.Mengembalikan fungsi bicara Ada 2 golongan huruf yaitu:s 1.U.O 2.Mengembalikan fungsi estetik Estetik adlh cab.apabila gigi posterior hilang menyebabkan pengunyahan kurang baik sehingga mengakibatkan pencernaan terganggu dan akhirnya timbul macam2 penyakit pencernaan C.keharmonisan Kosmetik adlh hny mementingkan keindahan sehingga kadang2berlebihan. NB: seperti biasa yang di dalam kotak itu tambahan ya teman2.Tidak boleh kelihatan palsu B.C.huruf mati / kongsonan: B.I.F«..keaslian.bibir.E.Harmonis dengan gigi asli 3.D.Ruang resonansi berada dalam rongga mulut dan sinus maksilaris.

lebih cenderung memperhatikan estetis .Auto anamnesis : cerita mengenai keadaan penyakit disampaikan sendiri oleh pasien . Pekerjaan. Ditinjau dari cara penyampaian à ada 2 macam .Anamnesis Pasif : pasien sendiri yang bercerita kepada si pemeriksa . ukuran gigi .anak ) 2.bentuk gigi lebih besar menunujukan kejantanan 5.bentuk gigi relatif lebih banyak lengkungan / membulat Pria : . Usia . sedang pada Asia cembung ) 2.menghubungi pasien bila terjadi sesuatu .Memelihara jaringan pendukungnya 3. untuk : . kesulitan bahasa.melakukan modifikasi jenis perawatan yg mungkin diperlukan sehubungan dg faktor jenis pekerjaan misal guru. warna.Untuk dapat mempertahankan gigi-gigi yg ada 2. perlu diketahui untuk : .Allo anamnesis : cerita yang tidak disampaikan sendiri oleh pasien yg bersangkutan melainkan melalui bantuan orang lain ( pasien bisu. karena ras berhubungan dg penyusunan gigi depan ( profil orang Eropa lurus.membedakan seorang penderita dg yg lainnya . sebab pria membutuhkan kekuatan mastikasi yg lebih besar .Anamnesis Aktif : pasien perlu dibantu pertanyaan dalam penyampaian ceritanya HAL-HAL YG DITANYAKAN PADA PENDERITA : 1.lebih cenderung membutuhkan protesa yg lebih kuat. Nama penderita . Ditinjau dari segi inisiatif penyampaian cerita : . Alamat. artis 4.Menciptakan estetis yang harmonis dan memuaskan ž Cara diagnosis : evakuasi thd penderita (diskusi) à anamnesis à data diagnostik ANAMNESIS : ž Yaitu riwayat yg lalu dari suatu penyakit atau kelainan berdasarkan ingatan penderita pd waktu dilakukan wawancara dan pemeriksaan medik/dental ž Macam anamnesis : 1.mengetahui latar belakang lingkungan hidup seorang pasien shg dapat pula diketahui status sosialnya 3. Jenis kelamin : wanita : . untuk : .keadaan sosial ekonomi pasien ( biasanya lebih tinggi lebih besar tuntutannta ) . untuk menentukan bentuk.PERTEMUAN II DIAGNOSIS BIDANG PROSTODONSI Diagnosis ž adalah proses yg dilakukan untuk mengenali / mengetahui terdapatnya keadaan yg tidak wajar / alamiah dan meneliti adanya abnormalitas serta menetapkan penyebabnya ž diterapkan untuk membuat rencana perawatan ž Tujuan diagnosis :Untuk mengetahui keadaan à 1.mengetahui asal suku atau rasnya.

Besar kedua rahang sesuai / tidak ? . Tujuan pembuatan gigi tiruan à lebih mementingkan pemenuhan faktor estetik atau fungsional ? 9.belum mengetahui prosedur pembutan dan pemakaian gigi tiruan à perlu penjelasan [ pencetakan. Waktu dan letak gigi yg terakhir dicabut/hilang à gts immediate 7.telinga . Pemeriksaan status umum : DM. Kebiasaan / bad habid : .bruksisma à dianjurkan memakai gigi tiruan dimalam hari 10. adaptasi thd gigi tiruan baru: a.adaptasi lebih sulit 6. Pengalaman memakai gigi tiruan.bentuk muka . Penderita yg pernah memakai gigi tiruan : .mata .pembengkakan wajah .adaptasi mudah .usia muda : .kesehatan mulut .jumlah gigi yg terlihat ketika pasien berbicara .toleransi jaringan . depresi mental. Penderita yg belum pernah memakai gigi tiruan : . Pemeriksaan status lokal : ž Extra oral .sering membanding-bandingkan gts barunya dg yang pernah dipakai sebelumnya b.hidung . awal pemakaian yang sering menimbulkan rasa sakit itulah sebabnya penerangan yang diberikan menjadi penting sekali ] 8.Asimetri wajah . penentuan gigitan. penyakit pendarahan 11.lebih mudah dan cepat beradaptasi thd gigi tiruan usia tua : .bibir . alergi.Susunan gigi teratur / tidak ? .profil .

ž Intra oral . jumlah akar .berhubungan dg penentuan gigi pegangan 6.. Lidah Pertemuan III KLASIFIKASI GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN Endang Wahyuningtyas 1. Status gigi [ goyah. klasifikasi menurut: a. Torus palatinus [ dibebaskan ] 15.melihat bentuk . Ro foto : . warna. Cummer ‡ Sadel : Bagian dari prosessus alveolaris yang telah kehilangan gigi ‡ Tipe sadel : 1. malposisi] 5. Kelainan gigi [ jumlah. Swenson c.keadaan umum : 1. Artikulasi [ untuk mengetahua adanya hambatan oklusi] 8. OH [ plak. huruf V] 14.melihat kelainan bentuk pd residual ridge . stain = baik. panjang. Kennedy b.Berdasarkan sadel/daerah yang tidak bergigi. kalkulus. buruk] 2.keadaan vitalitas gigi . Bentuk palatum [ huruf U = menguntungkan karena stabilitas .Melihat/ memeriksa struktur tulang yg akan menjadi pendukung .sisa akar . Proc alveolaris 13. Frenulum 10. Sadel tertutup / Bounded sadel . Mukosa mulut 3. bentuk] 11. Sadel ujung bebas/Free end Sadel 2.. Austin Lidge d. KLASIFIKASI DAERAH YANG TIDAK BERGIGI : Maksud utama pembuatan klasifikasi untuk rahang yang sebagian giginya sudah hilang adalah: agar dokter gigi dapat berkomunikasi sejelas mungkin tentang keadaan rongga mulut yang akan dibuatkan gigi tiruan Dasar klasifikasi : 1. Frekwensi karies 4. sedang.Macam gigi [ sulung. Oklusi 7. Applegate Kennedy 2.keadaan kelainan periapikal . Vestibulum 9. Miller b. permanen] 12. migrasi. klasifikasi menurut: a.Berdasarkan Retainer.

Kelas IV Daerah yang tidak bergigi terletak dibagian anterior dan melewati garis tengah rahang/median line. Secara klinis dijumpai: 1.KENNEDY Kelas I a. b. .Klasifikasi Kennedy Syarat: 1. 5. Daerah yang tidak bergigi sama dengan klasifikasi Kennedy. Klasifikasi hendaknya dibuat setelah semua pencabutan gigi selesai dilaksanakan atau gigi yang diindikasikan untuk dicabut selesai dicabut 2. gigi ini tidak termasuk dalam klasifikasi. M2 hilang tidak akan diganti jika antagonisnya sudah hilang. 7. Banyaknya modifikasi ditentukan oleh banyaknya ruangan yang tidak bergigi. Bagian tidak bergigi paling posterior menentukan Klas utama dalam klasifikasi. Bila gigi M3 masih ada dan akan digunakan sebagai pengganti. Tidak ada modifikasi pada klasifikasi Kennedy Klas IV. 8. Kelas III Daerah yang tidak bergigi terletak diantara gigi yang masih ada dibagian posterior. 6 Daerah tidak bergigi lain daripada yang sudah ditetapkan dalam klasifikasi masuk dalam modifikasi dan disebut sesuai dengan jumlah daerah atau ruangannya. gigi ini dimasukkan klasifikasi 4. Untuk kelas ini tidak ada modifikasi KLASIFIKASI APPLEGATE . Bila gigi M3 hilang dan tidak akan diganti. 3. Derajat resorbsi residual ridge bervariasi. Keadaan ini sering dijumpai pada rahang bawah dan biasanya telah beberapa tahun kehilangan gigi. c. Klasifikasi Kennedy ada 4 Klas : Kelas I Daerah tidak bergigi terletak dibagian posterior dari gigi yang masih ada dan berada pada kedua sisi rahang / Bilateral Free End Kelas II Daerah yang tidak bergigi terletak dibagian posterior gigi yg ada. pd 1 sisi rahang/unilateral free end.

Gigi harus disusun dengan "overjet" besar. seperti pada kasus akibat trauma 2. Beban oklusal berlebihan Indikasi pelayanan prostodonsi.Karena pengunyahan satu sisi. 5.Gigi antagonis relatif lebih ekstrusi dan tidak teratur.2. Indikasi pelayanan prostodonsia: Gigi tiruan sebagian lepasan disain bilateral perluasan basis distal. Secara klinis dijumpai keadaan: 1. sering dijumpai kelainan sendi temporomandibula. . 4. 3. Tulang pendukung mengalami resorbsi cervikal dan atau disertai goyangnya gigi secara berlebihan. Tenggang waktu pasien tidak bergigi akan mempengaruhi stabilitas gigi tiruan yang akan dipasang. 3. 4. Jumlah gigi yang masih tertinggal bagian anterior umumnya sekitar 6 10 gigi. ‡ Kelas IV ‡ Daerah tidak bergigi sama dengan klas IV Kennedy. Gigi antagonis sudah ekstrusi dalam berbagai derajat 6. Gigi asli yang masih tinggal sudah migrasi ke dalam berbagai posisi.Pada kasus ekstrim karena tertundanya pembuatan gigi tiruan untuk jangka waktu tertntu karena perlu pencabutan satu atau lebih gigi antagonis. Gigi tiruan sebagian lepasan dukungan gigi dengan desain bilateral. Ada kemungkinan dijumpai kelainan sendi temporomandibula. 5. Daerah tidak bergigi sudah panjang. Bentuk dan panjang akar gigi kurang memadai 3. Jarak antar lengkung rahang bagian posterior biasanya sudah mengecil. Tulang alveolar sudah banyak hilang. 4. tidak lagi mampu memberi dukungan kepada gigi tiruan secara keseluruhan.Resorbsi tulang alveolar terlibat lebih banyak 2. Indikasi pelayanan prostodonsia: Gigi tiruan sebagian lepasan dengan desain bilateral dan perluasan basis distal Kelas II Daerah tidak bergigi sama dengan kelas II Secara klinis dijumpai keadaan : 1. Kelas III Keadaan tidak bergigi paradental dengan kedua gigi tetangga. 7.Ekstrusi menyebabkan rumitnya pembuatan restorasi pada gigi antagonis. 2. ‡ Pada umumnya untuk klas ini dapat dibuat gigi tiruan sebagian lepasan bila: 1. sehingga dibutuhkan banyak gigi pendukung.

pulpa gigi masih lebar 4. Dibutuhkan distribusi merata melalui lebih banyak gigi penahan. pasien menolak pembuatan geligi tiruan cekat . usia pasien masih muda 2. ‡ Kelas VI ‡ Daerah tak bergigi paradental dengan ke dua gigi tetangga gigi asli dapat dipakai sebagai gigi penahan.Diperlukan dukungan danretensi tambahan dari gigi penahan 5. biasanya karena salah satu alasan berikut ini : 1. sehingga perlu penebalan sayap untuk memenuhi faktor estetik ‡ Indikasi pelayanan Prosthodontic Klas IV : a) Geligi tiruan cekat. daerah tak bergigi sangat panjang 2. bila gigi gigi tetangga masih kuat b) Geligi tiruan sebagian lepasan dengan desain bilateral dan dukungan gigi atau jaringan atau kombinasi.Mulut pasien depresif. pada pasien dengan daya kunyah besar. sisa processus alveolaris memadai 4. dan sekalipun dilakukan tetap tidak memberikan dukungan yang memadai. Kasus seperti ini sering kali merupakan daerah tak bergigi yang terjadi pertama kalinya dalam mulut ‡ Biasanya dijumpai keadaan klinis : 1. tetapi tetap dirasakan perlunya mempertahankan geligi yang masih tinggal ini ‡ Indikasi pelayanan Prosthodontik kelas V: Geligi tiruan sebagian lepasan dengan desain bilateral dan prinsip basis berujung bebas tetapi di bagian anterior. kendala waktu untuk pembuatan gigi tiruan cekat 6. c) Pada kasus meragukan sebaiknya dibuat GTSL ‡ Kelas V ‡ Daerah tak bergigi paradental. daerah tak bergigi yang pendek 2. kesehatan pasien tak memungkinkan dilakukannya preparasi segera 5. mencegah ekstrusi gigi antagonis 3.3. 4. daya kunyah pasien tidak besar ‡ Indikasi pelayanan prosthodontik kelas VI ‡ a) geligi tiruan cekat ‡ b) geligi tiruan sebagian lepasan dukungan gigi dan desain unilateral (protesa sadel) ‡ Pemilihan geligi tiruan lepasan dalam hal ini didasarkan pada: 1. bentuk atau panjang akar gigitetangga memadai sebagai pendukung penuh 3. daya kunyah pasien berlebihan 3 bentuk atau panjang akar gigi penahan kurang memadai 4 tulang pendukung lemah penguatan dengan splin tidak diharapkan. dimana gigi asli anterior tidak dapat dipakai sebagai gigi penahan atau tak mampu menahan daya kunyah ‡ Kasus seperti ini banyak dijumpai pada rahang atas karena gigi caninus yang dicabut karena malposisi atau terjadinya kecelakaan ‡ Gigi bagian anterior kurang disukai sebagai gigi penahan.

sebutan menjadi kelas .. ‡ Untuk penambahan ruangan yang lebih dari satu. KLASIFIKASI SWENSON ‡ Pada dasarnya sama dengan klasifikasi Kennedy Kelas I : Unilateral free end Kelas II : Ujung bebas bilateral/ Bilateral free end Kelas III : Bounded sadle Kelas IV : Anterior tooth supported KELAS I KELAS II KELAS III KELAS IV KLASIFIKASI AUSTIN DAN LIDGE Lebih sederhana karena pengklasifikasiannya berdasarkan wilayah daerah gigi yang hilang. KLASIFIKASI BERDASARKAN LETAK KLAMER ‡ Klasifikasi ini didasarkan pada letak klamer. maka disebut kelas. dengan batas median line. Diberi tambahan angka arab sesuai jumlahnya. a) Daerah gigi yang hilang anterior A b) Daerah gigi yang hilang posterior: P ‡ Pada masing masing derah tersebut dibagi 2 lagi.7.... Kelas I Miller : . klasifikasi Aplegate Kennedy mengenai juga modifikasi untuk daerah tak bergigi tambahan. ‡ Bila tambahan ini terletak di anterior. Contoh : Kelas II Modifikasi 2A (atau 1P atau 2A dan 3P dan seterusnya). modifikasi A ‡ Pada penambahan yang terletak di posterior. modifikasi P. keadaan sosial ekonomi pasien tak menunjang ‡ Selain ke enam kelas tersebut di atas. dimuka huruf petunjuk modifikasi..

‡ Median line dengan lokasi fulkrum tegak lurus. 4 Kelas IV protesa dengan 3 4 klamer. letak berhadapan. Kelas II Miller ‡ Memakai 2 klamer. dengan letak klamer harus berhadapan dan tegak lurus dengan median line Kelas II Miller ‡ Memakai 2 klamer. letaknya diagonal. bila dihubungkan dengan garis membentuk segiempat dan terletak ditengah tengah protesa. letak klamer sedemikian rupa sehingga bila ditarik akan berbentuk segitiga yang letaknya kira kira ditengah protesa.Menggunakan 2 klamer. Kelas IV Miller R Memakai 4 klamer. letak pada 1 sisi/bidang. . bila dihubungkan dengan gads membentuk segi empat dan berada di tengah protesa. bila dihubungkan membentuk garis tegak lurus pada median line. berorientasi pada frame protesa 2 Kelas II protesa dengan 2 retensi direct. diagonal dimana garis fulkrum melewati median line. 3 Kelas III protesa dengan 2 atau lebih retensi direct. ‡ Median line dengan lokasi fulkrum tegak lurus. Kelas III Miller ‡ Menggunakan 3 klamer. Klasifikasi Cummer 1 Kelas I protesa dengan 2 retensi (klamer) direct. diagonal dimana garis fulkrum melewati median line.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful