P. 1
adm sekolah pendidikan (tia)

adm sekolah pendidikan (tia)

|Views: 85|Likes:
Published by Chideat Hellyc

More info:

Published by: Chideat Hellyc on Apr 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2015

pdf

text

original

BAB I PENGERTIAN, DASAR-DASAR DAN TUJUAN, SERTA RUANG LINGKUP ADMINISTRASI PENDIDIKAN

1. Pengertian Administrasi Pendidikan
Untuk dapat memahami administrasi pendidikan secara keseluruhan, maka perlu terlebih dahulu membahas titik awal pengertian tersebut, yaitu Administrasi. Pengertian dasar tentang administrasi itu akan merupakan tumpuan pemahaman administrasi pendidikan seutuhnya. Secara sederhana administrasi ini berasal dari kata Latin ´adµ dan ´ministroµ. Ad mempunyai arti ´kepadaµ dan ministro berarti ´melayaniµ. Secara bebas dapat diartikan bahwa administrasi itu merupakan pelayanan atau pengabdian terhadap subjek terten Memang, zaman dulu tu. administrasi dikenakan kepada pekerjaan yang berkaitan dengan pengabdian atau pelayanan kepada raja atau menteri-menteri dalam tugas mengelola pemerintahannya. Kini administrasi itu telah mengalami perkembangan yang pesat sehingga a dministrasi ini mempunyai pengertian atau konotasi yang luas. Secara garis besarnya pengertian itu antara lain sebagai berikut: - mempunyai pengertian sama dengan manajemen; - menyuruh orang agar bekerja secara produktif; - memanfaatkan manusia, material, uang, metode secara terpadu; - mencapai suatu tujuan melalui orang lain; - fungsi eksekutif pemerintah. Bahkan banyak orang yang beranggapan bahwa administrasi itu sama dengan pekerjaan juru tulis, tata usaha, kerja kantor, atau pekerjaan yang bersangkut paut dengan tulis menulis. Yang dimaksudkan dengan administrasi di sini tentu saja bukan pengertian yang terakhir itu. Administrasi adalah upaya mencapai tujuan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan orang-orang dalam suatu pola kerjasama. Efektif dalam arti hasil yang dicapai upaya itu sama dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan efisien berhubungan dengan penggunaan sumber dana, daya dan waktu yang ekonomis. Selain manusia dan tujuan, administrasi sangat mempedulikan keadaan sumber. Sumber adalah segala hal yang membantu tercapainya tujuan baik berupa tenaga, material, uang, ataupun waktu. Sumber yang langka cenderung menggagalkan tercapainya tujuan. Sedangkan sumber yang berlimpah cenderung kepada pemborosan dan bahkan penyimpangan dari tuj an yang telah disepakati. u Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa pada dasamya yang menjadi perhatian administrasi adalah tujuan, manusia, sumber, dan juga waktu. Kalau keempat unsur tersebut digabungkan dan dilihat dari bentuk dan perilakunya, maka akan menampakkan dirinya sebagai suatu satuan sosial tertentu, yang sering disebut organisasi. Dan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi itu adalah subsistem dari organisasi itu sendiri yang unsur-unsumya terdiri dari unsur organisasi yaitu tujuan, orang-orang, sumber, dan waktu. Secara umum dapat dinyatakan bahwa organisasi itu adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih yang secara sadar dimaksudkan untuk mencapai tujuan. Gabungan orang yang bekerja sarna itu didoro g oleh n kesadaran manusia bahwa kebutuhan seseorang itu mudah terpenuhi bila diupayakan bersama orang lain. Karena kekurangmampuan, waktu, daya tahan dan bahan-bahan manusia menjadi sadar bahwa harapan dan kebutuhannya itu perlu bantuan orang lain. Orang-orang itu kemudian bergabung, menetapkan tujuan bersama, menyepakati bentuk kegiatan dan upaya mencapai tujuan, dan terbentuklah organisasi. Dan upaya agar semua unsur organisasi itu bisa berfungsi atau berlaku secara efektif dan efisien, produktif, optimal, atau bahkan maksimal adalah administrasi. Menurut jenisnya organisasi ini terdiri dari tiga jenis yaitu organisasi formal, sosial dan informal. Ciri khusus dari organisasi formal adalah organisasi yang secara formal menetapkan tujuan yang akan dicapainya itu dengan tertulis berdasarkan peraturan atau hukum yang berlaku, menetapkan pola kegiatan, dan menekan pada koordinasi dan hierarki kewenangan. Termasuk ke dalam organisasi ini ialah sekolah, madrasah, perusahaan, penjara, organisasi politik dan massa. Organisasi sosial adalah organisasi yang dibentuk berdasarkan tujuan yang tidak formal, tetapi secara implisit terpaut dengan pola kerja yang longgar dan bahkan tidak ada hierarkis kewenangan. Termasuk ke dalam jenis ini umpamanya sekumpulan sahabat untuk mengisi waktu senggang, pertemuan untuk mengenang masa lalu atau bernostalgia, dan kumpulan lulusan atau alumni suatu organisasi pendidikan. Organisasi informal adalah organisasi yang terbentuk dalam organisasi formal tetapi tidak termasuk dalam struktur atau peraturan yang tertulis. Organisasi ini timbul secara spontan dan didorong oleh kebutuhan akan pergaulan, persahabatan, rasa aman di antara anggota organisasi formal. Termasuk ke dalam jenis ini ialah kumpulan arisan, persahabatan, hobi dan rekreasi di antara para karyawan suatu perusahaan. Keberadaan organisasi informal dalam organisasi formal bersifat
1

kontroversial, dapat menjadi pendukung bagi keberhasilan atau sebaliknya dapat menjadi penghalang tercapainya tujuan suatu organisasi. Administrasi pendidikan mengandung dua pokok pikiran yaitu administrasi dan pendidikan. Pengertian administrasi telah dikemukakan di muka secara agak rinci. Pengertian pendidikan akan dikemukakan pada bagian berikut ini. Berdasarkan asas legal pengertian pendidikan ini dapat disimak dari Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor II/MPR/1988 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara. Dalam GBHN tahun 1988 ini pendidikan dibataskan sebagai proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Pe didikan n berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Berikut beberapa pendapat para ahli tentang pendidikan : 1) Carter V. Good dalam µDictionary of Educationµ dijelaskan sebagai berikut : - Seni, praktek, atau profesi sebagai pengajar - Ilmu yang sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan prinsip -prinsip dan metode mengajar, pengawasan dan bimbingan murid, dalam arti luas digantikan dengan istilah pendidikan. Menurut Carter, pendidikan berarti : - Proses perkembangan pribadi - Proses sosial - Profesional cources - Seni untuk membuat dan memahami ilmu pengetahuan yang tersusun yang dikembangkan pada masa lampau oleh tiap generasi bangsa. 2) Prof. Richey dalam buku ´Planning for Teaching and Introduction to Educationµ menjelaskan hakekat pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung dalam sekolah saj . Pendidikan adalah a suatu aktifitas sosial yang esensial yang memungkinkan masyarakat yang kompleks, modern, fungsi pendidikan ini mengalami proses spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal, yang tetap berhubungan dalam proses pendidikan informal di luar sekolah. 3) Brubacher dalam bukunya ´Modern Phylosofies, Educationµ dinyatakan sebagai berikut : Pendidikan adalah proses timbal balik dari tiap pribadi manusia dalam penyesuaian dirinya dengan alam, dengan teman, dan dengan alam semesta. 4) John Dewey memandang pendidikan sebagai suatu proses pembentukan kecakapan fundamental secara intelektual dalam emosi sesama manusia.1 (1 Tholib Kasan, Dasar-Dasar Pendidikan, Studia Press, Jakarta, 2005) Mengacu pada batasan tersebut di atas terdapat beber apa hal yang berkenaan dengan administrasi. Seperti yang telah dikemukakan di muka, pendidikan itu adalah suatu proses. Proses dalam hal ini dapat diartikan bahwa pendidikan terdiri dari serangkaian tindakan yang menuju ke suatu hasil tertentu. Tindakan tersebut bisa saja suatu perbuatan yang tampak tetapi juga bisa tidak tampak. Pada umumnya tindakan dalam pendidikan itu merupakan tindakan yang tidak tampak nyata. Namun demikian, tindakan dalam pendidikan itu hampir selamanya bersifat formal, dalam artian tindakan-tindakan itu dibuat sengaja dan bertujuan. Kesengajaan proses pendidikan ini akan lebih nyata bila pendidikan itu dipandang secara sosiologis. Pendidikan adalah proses sengaja untuk meneruskan atau mentransmisi budaya orang dewasa kepada generasi yang lebih muda. Proses ini mengandung suatu tindakan asasi yaitu pemilihan atau seleksi keterampilan, fakta, nilai, dan sikap yang paling berharga dan penting dari kebudayaan untuk diajarkan kepada generasi yang lebih muda itu. Pemilihan dan pengambilan keputusan itu merupakan tindakan yang sengaja. Dalam pendidikan itu terdapat dua jenis proses, yaitu proses pendidikan dan nonpendidikan. Proses pendidikan sering juga disebut proses teknis sedangkan nonpendidikan sering disebut nonteknik. Administrasi tergolong proses nonteknis yang pada dasarnya berfungsi agar proses teknik berjalan dengan mulus. Fungsi proses administrasi itu adalah merancang, mengatur, mengkoordinasikan, menyediakan fasilitas, mengarahkan, memperbaiki proses teknis. Sedangkan proses teknis itu merupakan proses yang secara langsung berkenaan dengan pendidikan itu sendiri seperti perencanaan, penilaian, pelaksanaan pengajaran dan kurikulum, Abdurrahman An-Nahlawi (1989; 50) menyatakan bahwa proses pendidikan adalah pengembangan kepribadian manusia, agar seluruh aspek ini dapat terlaksana secara harmonis dan sempurna, di samping seluruh potensi manusia dapat terpadu untuk mencapai tujuan yang merupakan pangkal segala usaha, konsep, tingkah laku, dan getar perasaan hati.

2

Hal lain yang perlu ditinjau lebih lanjut dari pengertian pendidikan itu berkenaan dengan perubahan atau kondisi diri manusia yang diharapkan baik yang bersifat fisik maupun mental. Semua batasan pendidikan yang dikemukakan di muka itu semuanya menunjukkan adanya tujuan. Bahk GBHN 1988 lebih lanjut menunjukkan an tujuan umum pendidikan itu menjadi lebih rinci. Tujuan tersebut adalah pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, berkerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terarnpil serta sehat jasmani dan rohani.2 (2 Dr. Supandi dkk., Administrasi Pendidikan, UT, Jakarta, 1992.) Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa administrasi adalah aktivitas-aktivitas untuk mencapai suatu tujuan, atau proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang pengertian administrasi pendidikan, baiklah kita kemukakan di sini beberapa rumusan dari para ahli sebagai berikut: a. Sondang P. Siagian, MPA. PhD. Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu, untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. b. Ars. The Liang Gie, dalam Pengertian, Kedudukan dan Ilmu Administrasi rnengatakan bahwa: Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilaksanakan oleh sekelompok orang dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. c. Drs. Soehari Trisna, dalarn Segi-Segi Administrasi Sekolah. Administrasi adalah keseluruhan proses penyelenggaraan dalam usaha kerja sama dua orang atau lebih dengan s ecara rasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efisien. d. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam Pedoman Pelaksanaan Kurikulum, buku III D. Administrasi ialah usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber (personel maupun material) secara efektif dan efisien guna untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. e. Jesse B. Sears, dalam The Nature of Administration Process 1950. Educational administration is the process as including the following activities planning, or anization, g direction, coordination, and control. f. Drs. M. Ngalim Parwanto, dalam Administrasi Pendidikan 1967. Administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel, spiritual dan material yang bersangkut-paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. g. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam Kurikulum Usaha-Usaha Perbaikan dalam Bidang Pendidikan dan Administrasi Pendidikan. Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan, pembiayaan, dan pelaporan dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personel, material, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. h. Administrasi Pendidikan ialah suatu cara bekerja dengan orang-orang, dalam rangka usaha mencapai tujuan pendidikan yang efektif, yang berarti mendatangkan hasil yang baik dan tepat, sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditentukan. i. Administrasi pendidikan dapat pula diartikan sebagai pelaksanaan pimpinan yang mewujudkan aktivitas kerjasama yang efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. j. Administrasi pendidikan adalah semua kegiatan sekolah dari yang meliputi usaha-usaha besar seperti perumusan polis, pengarahan usaha, koordinasi, konsultasi, korespondensi, kontrol dan seterusnya, sampai kepada usaha-usaha kecil dan sederhana seperti menjaga sekolah, menyapu halaman dan sebagainya. Melihat rumusan-rumusan tersebut di atas, jelaslah kiranya bahwa administrasi pendidikan meliputi berbagai aspek dan kegiatan yang kesemuanya ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang dicita -citakan. Perlu diketahui, bahwa rumusan-rumusan tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan satu dengan yang lain, melainkan saling berhubungan erat dan saling melengkapi. Hanya saja tekanan dari masing-masing rumusan itu berbeda-beda. Ada yang menekankan pada: cara bekerja dengan orang-orang dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Ada pula yang menekankan pada: pelaksanaan pimpinan. Dan ada lagi yang tekanannya lebih menunjukkan pengertian yang lebih luas, yaitu mencakup semua kegiatan sekolah yang ditujukan ke arah tercapainya tujuan pendidikan. Dengan beberapa pengertian tersebut di atas, maka perlu ditegaskan di sini: a. Bahwa administrasi pendidikan itu merupakan proses keseluruhan dan kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang ada sangkut-pautnya dengan tugas-tugas pendidikan. b. Bahwa administrasi pendidikan itu mencakup kegiatan-kegiatan yang luas, yang meliputi: kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, khususnya dalam bidang pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah.
3

c. Bahwa administrasi pendidikan itu bukan hanya sekedar kegiatan µtata usahaµ seperti yang dilakukan di kantor-kantor tata usaha sekolah atau kantor-kantor inspeksi pendidikan lainnya. Secara sederhana dan mudah, dapat dikatakan: "Administrasi pendidikan adalah suatu ilmu tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah, agar tercapai tujuan pendidikan di sekolah itu." Singkatnya: Administrasi pendidikan ialah pembinaan, pengawasan dan pelaksanaan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan-urusan sekolah. Memperluas pemahaman tentang pengertian administrasi pendidikan berikut ini dikemukakan beberapa batasan atau definisi. a. Hadari Nawawi mengatakan: Administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pend idikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama berupa lembaga pendidikan formal. Beliau menekankan pada proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang terutama pada pendidikan formal. Selanjutnya dikatak an, ada perbedaan antara administrasi pendidikan dan kegiatan operasional kependidikan. Kegiatan operasional kependidikan adalah kegiatan-kegiatan teknis edukatif, seperti kegiatan belajar mengajar, bimbingan dan penyuluhan dan sebagainya. Sedangkan administrasi pendidikan menyangkut kemampuan mengendalikan kegiatan operasional itu agar serempak seluruhnya bergerak dan terarah pada pencapaian tujuan pendidikan. Tujuan itu adalah mengusahakan terwujudnya efisiensi dan efektivitas yang tinggi. b. Pendapat lain yang dikemukakan adalah batasan dari Engkoswara. Beliau mengatakan: Administrasi Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu manusia, kurikulum atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan pendidikan yang disepakati. Selanjutnya dikatakan, tujuan administrasi pendidikan adalah untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif yaitu efektif dan efisien. Ukuran keberhasilan administrasi pendidikan adalah produktivitas pendidikan, yang pertama dilihat pada produk, hasil atau efektivitas dan pada proses, suasana atau efisiensi. Dalam pencapaian produktivitas itu diperlukan suatu proses, minimal meliputi perilaku manusia berorganisasi, perilaku itu dapat dinyatakan dalam bentuk perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan atau pembinaan atas tugas kewajiban administratif. Tugas kewajiban administratif itu dapat dikelompokkan dalam tujuh kategori, yaitu: 1) program pendidikan; 2) murid; 3) personel; 4) kantor sekolah; 5) keuangan sekolah; 6) pelayanan bantuan; dan 7) hubungan sekolah masyarakat. Tugas kewajiban di atas dapat dikategorikan ke dalam manusia, program pendidikan atau sumber belajar dan fasilitas. c. Menurut Ngalim Purwanto: Administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasikan segala sesuatu, baik personel, spiritual dan material, yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. Selanjutnya dikatakan, di dalam proses administrasi pendidikan, segenap usaha orang-orang yang terlibat di dalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan, diorganisir dan dikoordinir secara efektif dan semua materi yang diperlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien. Dari beberapa batasan di atas dapat disimpulkan bahwa: administrasi pendidikan adalah tindakan mengkoordinasikan perilaku manusia dalam pendidikan, agar sumber daya yang ada dapat ditata sebaik mungkin, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif.

2. Dasar dan Tujuan Dasar
Administrasi akan berhasil baik apabila didasarkan atas dasar-dasar yang tepat. Dasar diartikan sebagai suatu kebenaran yang fundamental yang dapat dipergunakan sebagai landasan dan pedoman bertindak dalam kehidupan bermasyarakat. Berikut ini akan dipaparkan beberapa dasar yang perlu diperhatikan agar administrator dapat mencapai sukses dalam tugasnya. Terdapat banyak dasar administrasi, antara lain: a. Prinsip efisiensi
4

Kurikulum inilah yang menjadi landasan operasional dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. Bentuk pembaruan sistem pendidikan di sekolah itu tertuang dalam bentuk kurikulum. akan dapat dilihat dari makin banyaknya pekerjaan operatif yang harus dilakukan oleh administrator. Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan Jika disertai pekerjaan manajemen dan operatif dalam waktu yang sama. Upaya pembaruan itu dilakukan antara lain juga untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah. maka pemimpin yang berhasil harus mampu menimbulkan kesadaran untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya. Perlu ditambahkan bahwa ada dua asas yang dapat dipergunakan sebagai landasan kerja kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. yakni merencanakan. Kelima prinsip itu adalah: 1) Prinsip fleksibilitas Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah hendaknya dilakukan dengan mengingat faktorfaktor dan kemampuan untuk menyediakan fasilitas bagi berlangsungnya program pendidikan di sekolah. dimensi kedua juga perlu diperhatikan yaitu pentingnya penyelesaian tugas oleh setiap anggota organisasi sesuai dengan pertelaan tugas (job description). Jangan sampai terjadi kasus. mengusahakan kepuasan kerja. maka ia mengorbankan pentingnya penyelesaian tugas secara baik dan tepat pada waktunya. 5 . yaitu: asas idiil dan landasan operasional. Asas idiil Pelaksanaan administrasi pendidikan di suatu negara tergantung pada sistem pendidikan yang dianut oleh suatu negara. Gaya kepemimpinan yang tepat adalah apabila administrator memperhitungkan taraf kematangan para anggota organisasi. e. Dalam pendekatan sistem. maka pekerjaan pokoknya yaitu pengelolaan akan terbengkalai. dapat menimbulkan motivasi bekerja untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan organisasi. Bila dalam organisasi telah ada hubungan baik. baik secara horizontal maupun secara vertikal. Hal ini juga merupakan ciri khas tentang tinggi atau rendahnya taraf organisasi. sampai melupakan kegairahan kerja dan kepentingan pribadi bawahannya. a. Syarat pertama adalah ia sebagai pemimpin harus memelihara hubungan baik antara bawahannya. dimensi pelaksanaan tugas dan dimensi situasi dan kondisi (sikon) yang ada. c. tetapi kesadaran bekerja belum memadai. bahwa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional seperti yang tercantum dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Prinsip keempat ini perlu penjelasan. Kurikulum yang dimaksud adalah kurikulum 1975. Di samping itu. b. yakni yang memperhatikan dimensi-dimensi hubungan antar manusia (human relationship). Sistem pendidikan yang dianut oleh negara Indonesia adalah sistem pendidikan Pancasila. seseorang administrasi cenderung untuk memberikan prioritas pertama pada pekerjaan operatif. yaitu sistem pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan pada Pancasila dan Undang -Undang Dasar 1945. karena pemimpin mementingkan hubungan baik dengan anggotanya. Karena proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah itu dilakukan dalam kurikulum 1975. Ada lima buah prinsip yang melandasi kurikulum 1975 ini. maka landasan idiil yang dipergunakan dalam kegiatan administrasi pendidikan di sekolah juga Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Administrator harus mampu menghindari kecenderungan negatif ini. sebab bila ia terlalu sibuk dengan tugas-tugas operatif. mengarahkan dan mengontrol. Prinsip kerjasama Seseorang administrator akan berhasil baik dalam tugasnya bila ia mampu mengembangkan kerjasama di antara orang-orang yang terlibat.Seorang administrasi akan berhasil dalam tugasnya bilamana dia efisien dalam menggunakan semua sumber tenaga dana dan fasilitas yang ada. d. mengorganisasikan. Dan sebaliknya jangan sampai terlalu mengutamakan kewajiban kerja. b. sistem pendidikan di sekolah di Indonesia telah mengalami pembaruan. Asas operasional/prinsip Sebagaimana telah diketahui. Prinsip kepemimpinan yang efektif Seorang administrator yang berhasil dalam tugasnya apabila ia menggunakan gaya kepemimpinan yang efektif. Ini berarti ia harus mengenal bawahannya apa kepentingan kepentingannya. dan situasi yang ada. Prinsip pengelolaan Administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien melalui orang-orang lain dengan jalan melakukan pekerjaan manajemen. kegiatan administrasi merupakan salah satu komponen instrumental proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Makin rendah taraf suatu organisasi. Administrator akan berhasil dalam melaksanakan tugasnya apabila ia memiiiki gaya kepemimpinan yang efektif. maka kelima prinsip yang dipergunakan untuk melandasi kurikulum 1975 juga harus menjadi landasan operasional bagi kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. Karena administrasi pendidikan pada hakikatnya adalah sub-sistem dari sistem pendidikan secara luas.

efisiensi. Sedang pada tujuan khusus pertanyaan pertanyaan itu sudah dijabarkan secara khusus dengan ditinjau dari tiga bidang pengembangan tingkah laku manusia melalui pendidikan. di lain pihak masyarakat dan pemerintah diharapkan untuk dapat menciptakan situasi yang menantang untuk belajar. Karena sekolah merupakan subsistem pendidikan nasional. 5) Prinsip pendidikan seumur hidup Prinsip ini berarti bahwa setiap manusia Indonesia diharapkan untuk selalu berkembang sepanjang hidupnya. kuat lahir dan batin. 3) Memiliki bekal untuk melanjutkan pelajaran ke Sekolah Lanjutan Atas dan untuk tujuan ke masyarakat. maka tujuan administrasi pendidikan di Indonesia yang dilaksanakan di sekolah juga bersumber dari tujuan pendidikan nasional. 3) Prinsip berorientasi pada tujuan Sesuai dengan pendekatan sistem maka semua kegiatan pendidikan harus berorientasi pada tujuan. 6 . melainkan juga menyangkut masalah pendayagunaan tenaga secara optimal. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh. tujuan operasional yang sudah dirumuskan itu juga menjadi gantungan orientasi bagi pelaksanaan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. IKIP Semarang Press. Sedangkan dalam lembaga atau sekolah. Keempat tujuan tersebut dapat digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan suatu penyelenggaraan sekolah. Tujuan Menurut Sergiovanni dan Carver (1975). 4) Prinsip kontinuitas Prinsip kontinuitas ini hendaknya juga dipergunakan sebagai landasan operasional dalam melaksanakan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. keterampilan. yaitu: bidang pengetahuan. Prinsip ini juga harus digunakan sebagai landasan operasional bagi kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. Administrasi Pendidikan. 1989) Contoh tujuan umum a. melaksanakan administrasi pendidikan kiranya prinsip tersebut perlu digunakan sebagai landasan operasional. sehat. 2) Menguasai hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di SD. dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusiamanusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri yang serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Misalnya: Walaupun kegiatan administrasi siswa yang dilakukan di Sekolah Dasar berbeda dengan yang dilakukan di Sekolah Menengah Pertama. c. Dalam. dan kepuasan kerja. sehat. tujuan institusional untuk masing-masing jenjang dan jenis sekolah dalarn kurikulurn tahun 1975 dirumuskan berupa tujuan umum dan tujuan khusus. yaitu: efektivitas produksi. memperkuat kepribadian. Tujuan institusional pendidikan untuk semua tingkat dan jenis sekolah telah dibakukan oleh pemerintah dalam kurikulum 1975. bidang keterampilan dan bidang nilai dan sikap. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Dasar (SD) adalah agar lulusan: 1) Memiliki sifat-sifat dasar sebagai warga negara yang baik. keterampilan dan sikap dasar yang diperlukan untuk melanjutkan pelajaran. kuat lahir dan batin.Berdasarkan pada prinsip ini berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatan administrasi hendaknya mengingat faktor-faktor ekosistem dan kemampuan untuk menyediakan fasilitas itu. 3) Memiliki pengetahuan. Tujuan umum dirumuskan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang lebih mencakup hal yang luas. b. 2) Sehat jasmani dan rohani. kecerdasan. administrasi pendidikan merupakan subsistem dalam sistem pendidikan sekolah. Sesuai dengan yang digariskan dalam GBHN tujuan pendidikan nasional adalah: Meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2) Prinsip efisien dan efektivitas Pada hakikatnya efisiensi tidak hanya menyangkut penggunaan waktu secara tepat. tetapi ada hubungan hierarkinya. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik sebagai manusia utuh. bekerja di masyarakat dan mengembangkan diri. Sesuai dengan keputusan-keputusan tersebut. 2) Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di SMP. Di samping itu tujuan administrasi pendidikan di Indonesia juga menunjang tercapainya tujuan pendidikan nasional tersebut. Tujuan administrasi berusaha untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah tersebut.3 (3 Tim MKDK IKIP Semarang. kemampuan menyesuaikan diri (adaptiveness). mempertinggi budi pekerti. ada empat tujuan administrasi. Karena administrasi pendidikan di sekolah merupakan komponen input instrumental dalam sistem pendidikan maka untuk menjamin tercapainya tujuan tersebut.

yaitu manusia pembangunan yang bermoral Pancasila yang utuh. keterampilan dan sikap hidup yang sangat berbeda dengan petugas di sekolah kuno. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Teknologi Menengah (STM) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik. 2) Menjadi warga negara Indonesia yang bermoral Pancasila yang memiliki sifat yang baik dan konstruktif sebagai warga masyarakat. keluarga dan sekolah secara bertanggung jawab. administrasi pendidikan di sekolah bertujuan menciptakan situasi yang memungkinkan anak mempunyai pengetahuan dasar yang kuat untuk melanjutkan pelajaran. yaitu sebagai makhluk Tuhan. hal. kurang memperhatikan adanya perkembangan masyarakat yang selalu berubah itu. demokrasi dan keadilan sosial dalam kehidupan. c. Dan dengan demikian dapat berd sendiri serta iri menyumbangkan kecakapannya bagi pembangunan masyarakat berPancasila. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki pengetahuan dan pengertian dasar. mempun yai suatu kecakapan dan keterampilan khusus untuk dapat hidup sendiri dan dalam masyarakat. 4 Ibid. 9. agar pendidikan dan pengajaran berlangsung baik. yang merupakan bekal untuk hidupnya dalam masyarakat. tepatnya administrasi pendidikan. mengupayakan agar tujuan pendidikan dapat tercapai. pergaulan. bahwa Indonesia sekarang terus bernsaha meningkatkan adanya sekolah-sekolah progressif community oriented (berorientasi pada masyarakat modern). d. 2) Menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang memiliki pengetahuan. mengenai hak dan kewajiban sebagai manusia Pancasila sesuai dengan ketetapan MPRS No. kuat lahir dan batin. 3) Memiliki pengetahuan. Dapatlah sekarang dimengerti. Tampak jelas. 2) Menyebarluaskan dan berusaha menanamkan tujuan pendidikan itu kepada anggota lembaga. b) Mengembangkan dan mengamalkan Ilmu dan profesinya. menyeleksi. Sekolah kuno hanya mengutamakan pengetahuan melulu. sehingga tercapai tujuan khusus sekolah tersebut. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) adalah agar lulusan: 1) Sehat jasmani dan rohani.4 Kiranya jelas. serta menerima dan percaya kepada kaidah -kaidah dan cara-cara pengamalan agama masing-masing. makhluk sosial dan makhluk perseorangan.IV /1973 dan berbuat selaras dengan pengertian itu. sehingga tujuan pendidikan tersebut menjadi kebutuhan dan pendorong kerja para anggota lembaga. e. Adapun tugas administrasi. yaitu: Sekolah Dasar atau Taman Kanak-kanak. menjabarkan dan menetapkan tujuan pendidikan yang akan dicapai sesuai dengan lembaga atau organisasi pendidikan yang bersangkutan secara formal. 4) Memiliki untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat. b. 7 . Secara agak rinci dan kewajiban administrasi sehubungan dengan tujuan pendidikan ini dapat di emukakan sebagai k berikut: 1) Berusaha agar tujuan pendidikan tampil secara formal dengan jalan merumuskan. sehat. bahwa tujuan administrasi pendidikan di sekolah adalah mempersiapkan situasi di sekolah. tidak lagi berpusat pada pengetahuan semata. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki salah satu keterampilan atau kecakapan khusus. keterampilan dan nilai serta sikap yang diperlukan untuk: a) Melaksanakan tugasnya secara afektif sebagai guru di lembaga pendidikan dasar. e) Menggunakan prinsip kemanusiaan. serta mempunyai sikap hidup sebagai manusia Pancasila dengan pengabdian untuk pembangunan masyarakat Pancasila Indonesia. d) Mengembangkan dan membina kepemimpinan yang demokratis dan bertanggung jawab dalam interaksi sosial dengan murid dan anak-anak. c) Menggunakan prinsip pendidikan seumur hidup di sekolah maupun di luar sekolah sebagai alat utama bagi kemajuan pribadi masyarakat.3) Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga perguruan tinggi. melainkan berpusat pada kebutuhan hidup (life centered). yaitu: a. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki dasar-dasar ilmu pengetahuan yang kokoh serta keterampilan untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang lebih tinggi. keterampilan dan sikap sebagai guru teknik dalam bidang teknologi industri sesuai dengan jurusan yang dipilihnya. baik dalam peribadatan maupun kehidupan sehari-hari dan dalam hubungan antar agama dan bidang-bidang kehidupan lainnya. bahwa penyelenggaraan sekolah menuntut para guru untuk memimpin peningkatan pengetahuan. Secara singkat.

laporan. u penempatan serta pengarahan dan bimbingan proses dan tujuan pendidikan akan mengalami kegagalan. pemindahan. menyeleksi. 4) Evaluasi kemajuan murid. Bidang pengawasan (supervisi). kegiatan yang bersifat kemasyarakatan. dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran. mengupayakan agar informasi tentang hasil dan proses itu menjadi umpan balik yang dapat memperbaiki proses dan hasil selanjutnya. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa kegiatan yang nonpendidikan atau nonedukatif yang tidak seimbang dengan kegiatan pendidikan akan menurunkan mutu pendidikan itu sendiri. anggota masyarakat. pengisian buku induk. 2) Mengusahakan dan mengembangkan kerjasama yang baik antara guru. 5) Refreshing dan up-grading guru-guru. Pendidikan adalah upaya manusia demi manusia itu sendiri. 2) Melaksanakan organisasi kurikulum beserta metode-metodenya. ini meliputi: 1) Organisasi dan struktur pegawai tata usaha. 5) Korespondensi/ surat menyurat. perlu juga diusahakan agar proses untuk mencapai tujuan nonpendidikan tidak terlalu banyak sehingga menghambat tercapainya tujuan pendidikan. menjabarkan dan menetapkan proses berupa tindakan. ai 3) Mengusahakan dan membuat pedoman cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran. dan hukum-hukum untuk mewujudkan kesempurnaan. administrasi atau teknik justru sering terlalu banyak sehingga kegiatan edukatif menjadi terlalaikan. dan abdi Allah. Upaya ini sering dikaitkan dengan pengawasan melekat ataupun pengendalian mutu dalam pendidikan. Dengan pengertian lain manusia itu adalah subjek dan sekaligus pula menjadi objek. b. e. 6) Masalah pengangkatan. 2) Masalah kesehatan murid. 4) Keuangan dan pembukuannya. 4) Mengawasi pelaksanaan proses pendidikan dan lainnya dengan memantau memeriksa dan mengendalikan setiap kegiatan dan tindakan pada setiap tahap proses sistem. 3) Masalah kesejahteraan murid. raport dan sebagainya. Berkaitan dengan hal ini. 2) Anggaran belanja keuangan sekolah. yang meliputi antara lain: 1) Usaha membangkitkan semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masing masing sebaik-baiknya. 2) Organisasi personel guru. yang meliputi antara lain: 1) Organisasi murid. kebaikan serta kebahagiaan seperti yang diberlakukan Allah. Bidang personalia murid. penempatan. Unsur lain yang penting dikemukakan dalam pendidikan ini dan mempunyai hubungan yang erat dengan administrasi pendidikan ialah unsur manusia. Di dalam praktek.3) Memilih. kegiatan. Tetapi yang sangat penting dan perlu diketahui oleh para kepala sekolah dan guru-guru pada umumnya ialah sebagai berikut: a. 4) Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman guru-guru pada umumnya. murid dan pegaw tata usaha sekolah. disesuaikan dengan pembaruan pendidikan dan lingkungan masyarakat. . 8 . 5) Bimbingan dan penyuluhan bagi murid. 5) Menilai hasil yang telah dicapai dan proses yang sedang atau telah berlaku. 3) Masalah kepegawaian dan personalia sekolah. 4) Masalah kondite dan evaluasi kemajuan guru. Bidang tata usaha sekolah. Bidang personalia guru. Pada dasarnya pengawasan ini lebih menekankan kepada usaha mengembalikan proses yang menyimpang pada hukum dan tahap perkembangan serta interaksinya. Ruang Lingkup Bidang-bidang yang tercakup dalam administrasi pendidikan adalah sangat banyak dan luas. c. 3. Bidang pelaksanaan dan pembinaan kurikulum: 1) Berpedoman dan mengetrapkan apa yang tercantum dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan. meliputi antara lain: 1) Pengangkatan dan penempatan tenaga guru. Di dalam pendidikan itu terpaut manusia yang mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. 3) Masalah kepegawaian. d. dan pola kerja yang diperhitungkan dapat memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dan itulah merupakan tugas dan kewajiban administrasi pendidikan yang berkaitan dengan manusia sebagai individu. Sudah dapat dibayangkan bahwa tanpa koordinasi pengat ran kerja.

Abu .administrasi perlengkapan. keuangan serta humas atau hubungan dengan masyarakat. Adapu rincian ruang n lingkup yang penulis sinyalir tersebut di atas. sebetulnya masih bisa dijelaskan lagi secara lebih rinci dan lebih luas lagi. Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa skopa atau ruang lingkup administrasi pendidikan itu meliputi segala hal yang pada dasarnya ditekankan pada pelaksanaan kegiatan /usaha pendidikan supaya berjalan secara teratur dan tertib yang semua itu diorientasikan pada tujuan pendidikan. Bidang kegiatan ini disebut juga "management of administrative function" yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan agar semua orang dalam organisasi/kelompok kerjasama mengerjakan hal -hal yang tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. administrasi keuangan. . Jakarta.administrasi perpustakaan. Hadari Nawawi menyatakan. persiapan harian dan sebagainya. H. disebutkan pula mengenai ruang lingkup kegiatan administrasi sekolah adalah meIiputi: . .administrasi pembinaan kesiswaan.Demikianlah antara lain bidang-bidang yang tercakup di dalam administrasi pendidikan. seperti: ketatausahaan sekolah. Bumi Aksara. proses belajar-mengajar. Ruang lingkup tersebut meliputi bidang-bidang kegiatan sebagai berikut: a. . Dapatlah disingkatkan bahwa bidang-bidang tersebut di atas dapat dikelompokkan sebagai berikut: .administrasi kepegawaian. . . Ahmad Rohani HM.administrasi keuangan. alat-alat perlengkapan. b. kesiswaan. penyusunan silabus. dan lain-lain. bahwa: secara umum ruang lingkup administrasi berlaku juga di dalam administrasi pendidikan. . Administrasi Pendidikan Sekolah. pembinaan kurikulum. Ahmadi. Ini semua merupakan cakupan atau skopa dari administrasi sekolah / administrasi pendidikan. & Drs. peralatan pengajaran.administrasi surat menyurat. Manajemen administratif (administrative management). gedung dan perlengkapan.administrasi program pengajaran. .administrasi murid/ siswa.administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat. Karena itu butir-butir yang menjadi cakupan atau yang termasuk ke dalam skopa administrasi pendidikan sesungguhnya amat luas dan banyak. Sementara itu.Bidang administrasi kurikulum.Bidang administrasi personal. Manajemen operatif (operative management) Bidang kegiatan ini disebut juga "management of operative function" yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan dan membina agar dalam mengerjakan pekerjaan yang menjadi beban tugas masing-masing setiap orang melaksanakan dengan tepat dan benar5 (5 Drs. . Administrasi pendidikan seringkali diistilahkan dengan administrasi sekolah seperti halnya dalam Kurikulum 1984 (Dalam Buku Petunjuk Pengelolaan) disebutkan bahwa administrasi sekolah (maksudnya administrasi pendidikan) mencakup pengaturan. personalia. 1990) 9 . . yang mencakup di dalamnya pelaksanaan kurikulum.Bidang administrasi material. Dalam buku "Pedoman Umum Menyelenggarakan Administrasi Sekolah Menengah (1984)". Dr. . yang mencakup di dalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah dan sebagainya. yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi.

Staffing. yaitu: (1) perencanaan (2) organisasi (3) direksi (4) koordinasi (5) pengawasan. kegiatan selalu dimulai dengan perencanaan. seorang industrialis Prancis pada permulaan abad ini. L. Yang dimaksudkan oleh Fayol 10 . di bidang pemerintahan dan sebagainya. telah mengemukakan lima unsur kegiatan dalam administrasi. Antara dua pengelompokan menurut Fayol dan menurut Gulick itu tampaknya seolah-olah ada perbedaan. di bidang usaha. di bidang perdagangan. Lima kegiatan inilah yang dianggap oleh Fayol sebagai unsur unsur kegiatan pokok yang harus terdapat dalam proses administrasi. di bidang industri. Reporting dan Budgeting. Ada pula yang melihatnya dalam segi lain. dan dengan pengertian lain mengenai batas-batas tiap jenis kegiatan itu. akan merupakan singkatan POSDCORB. yaitu sampai tujuh. seorang ahli Public Administration di Amerika dalam tahun 30-an mengemukakan lebih banyak jumlah kegiatan. Organizing. Gulick. terdapat sedikit perbedaan antara beberapa ahli administrasi. apakah di bidang pendidikan. yaitu gabungan dari: Planning. jenis dan urutan kegiatan tertentu diperlukan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Henry Fayol umpamanya. Coordinating. A. Tentang jumlah dan jenis kegiatan yang tercakup dalam administrasi. dan diakhiri dengan penilaian keberhasilan. baik dalam jenis maupun jumlah kegiatan. yang memungkinkan suatu kelompok menncapai tujuan usahanya secara efektif dan efisien. dan terjadilah suatu proses. Di bidang apapun tujuan yang harus dicapai itu. Di bidang apapun usaha itu.BAB II PROSES ADMINISTRASI PENDIDIKAN Proses merupakan serangkaian kegiatan-kegiatan tertentu yang teratur dan terarah. UNSUR-UNSUR KEGIATAN DALAM ADMINISTRASI Administrasi merupakan suatu proses yang menyeluruh dan terdiri dari bermacam kegiatan/aktivitas di dalam pelaksanaannya. Di antaranya terdapat serangkaian kegiatan-kegiatan yang berhubungan dan bersambungan. jika huruf-huruf awalnya dirangkaikan. Directing. Tujuan kegiatan itu. Sebetulnya tidak sedemikian besar perbedaannya.

Rencana harus dengan jelas mengemukakan: apa yang akan dicapai. alasan-alasan apa yang digunakan dalam menentukan cara-cara pencapaian itu. Suatu usaha tanpa rencana. Perencanaan merupakan persiapan yang harus dilakukan sebelum suatu usaha dilaksanakan. Organizing Pengorganisasian merupakan kelanjutan dari perencanaan. pembagian dan penyusunan tanggung jawab. Maksud pengorganisasian ini ialah agar semua pekerjaan dapat berjalan pada waktunya. hanya sebutannya berlainan. Karena itu yang diutamakan adalah reporting & recording. bagaimana pentahapan penyelesaiannya. bagaimana mengadakan penyesuaian dan perubahan rencana. Rencana merupakan juga landasan untuk mengadakan penilaian di kemudian hari. bagaimana mengelompokkan kegiatan-kegiatan itu menurut jenisnya. bagaimana mengadakan seleksi agar benar-benar diperoleh tenaga yang diperlukan itu. merupakan penuntun ke arah mana kegiatan harus dilakukan. dan sebagainya. biasanya . yang dalam bidangnya yaitu industri. Staffing Staffing berarti penyusunan staf. penentuan personil yang diperlukan. oleh Gulick tidak disebut pengawasan. secara langsung. Mengenai perencanaan ini di bagian lain akan kita mendapatkan uraian yang agak lebih terperinci. Ini dapat dilakukan secara tidak langsung melalui catatan dan laporan. di mana dapat dicari/diperoleh tenaga-tenaga yang memiliki pengetahuan dan kecakapan itu. Rencana merupakan titik tolak bagi pelaksanaan. dengan cara apa akan dicapainya. Setelah diatur susunan pekerjaan. perlu diperhatikan oleh pemimpin: pengetahuan dan kecakapan apa yang diperlukan bagi setiap macam tugas/pekerjaan yang telah disusun itu. dengan berpedoman pada prinsip ´the right man in the right placeµ. memilih dan menentukan tenaga yang diperlukan bagi tiap jenis kegiatan itu. Ada kemungkinan dalam pelaksanaan terlalu sering diadakan perubahan dan penyesuaian. kita akan berikan uraian seperlunya dari tiap unsur ini berdasarkan pembagian Gulick. si pemimpin harus menguasai benar bidang pekerjaannya. dan mengetahui pula prinsip-prinsip yang digunakan dalam penyusunan organisasi. dan diketahui macam. dan seterusnya. Ini semua yang kita maksudkan dengan organisasi. kegiatan mana yang lebih dahulu harus dilaksanakan dan mana yang kemudian. Karena yang tujuh unsur ini merupakan yang lengkap dan dapat dijadikan pengertian dasar bagi jenis -jenis kegiatan menurut pembagian siapa pun. 1. tidak dapat mengharapkan pelaksanaan yang teratur. pimpinan harus mengisinya dengan tenaga tenaga yang sesuai. dan penyusunan tugas-tugas bagi setiap bagian yang mempunyai tanggung jawab tertentu. bagaimana mencapainya. menuruturutan pentingnya. apakah dapat dianggap berhasil atau tidak. Rencana adalah prasyarat dalam usaha apapun. Sampai di mana suatu usaha telah terlaksana. Dalam usaha mencari. bilamana dan bagaimana akan mengadakan penilaian. bagaimana hubungan antara bagian-bagian/kelompok kegiatan-kegiatan itu.sebetulnya sama saja dengan yang dimaksudkan oleh Gulick. Planning Perencanaan merupakan kegiatan pertama yang harus dilakukan dalam rangka administrasi. siapa yang akan melaksanakannya. luas dan bidang pekerjaan yang akan dilakukan. Umpamanya yang dimaksudkan oleh Fayol dengan organisasi. dan batas-batas kegiatannya berbeda. menurut saluan-saluran yang dapat memberikan kelancaran sebaik-baiknya. sehinggatidak mempunyai arah tertentu. Dan yang dimaksudkan oleh Fayol dengan pengawasan. menurut pentingnya. Pengelompokan kegiatan berarti pula pengelompokan tanggung jawab. 11 . menurut waktunya. Kita perlu mengatur/menyusun: ada berapa macam kegiatan. bilamana dapat diharapkan selesainya. 2. dan sebagainya kita perlu mengadakan pengelompokan tentang kegiatan -kegiatan yang akan dilaksanakan. kemungkinan-kemungkinan apa yang kiranya dapat mempengaruhi pelaksanaan. 3. dapat dinilai dengan membandingkan kemajuannya dengan rencana yang telah ditetapkan pada permulaan. Setelah direncanakan apa yang akan dicapai. mengetahui secara mendetail macam-macam kegiatan yang diperlukan dalam rangka keseluruhan usahanya itu. Untuk menyusun pola pembagian tugas dan taggungjawab. meskipun dalam kegiatan administrasi tentu ada pengawasan itu. oleh Gulick lebih diperinci lagi menjadi organizing dan staffing.

akan jelaslah bahwa masalah koordinasi dalam pelaksanaannya sangat memerlukan keterampilan dalam Human Relation dan Group Process. (sinkron/synchroon = waktu yang bertepatan. pemimpin harus mengarahkan perhatiannya pada cara kerja sama antara petugas-petugas yang diawasi itu. menghindarkan kesalahan-kesalahan yang diperkirakan dapat timbul dalam pekerjaan. bagaimana selanjutnya memberikan bimbingan dan meningkatkan kesanggupan/kemampuan mereka. Jika kita telaah peranan seorang koordinator yang diuraikan di atas ini. memupuk rasa persatuan. menurut prinsip -prinsip demokrasi dan efisiensi kerja. Istilah yang sekarang sering kita dengar ialah KIS. mengoreksi kekurangan-kekurangan dan memperkecil/meniadakan hambatan-hambatan.jika sudah diseleksi. memberikan bimbingan dalam rangka perbaikan cara -cara bekerja. mengeluarkan perintah/instruksi dalam rangka pelaksanaannya: apa dan bagaimana yang harus dilaksanakan. memberikan contoh dalam sikap dan cara bekerja. bersamaan). 5. menemukan kebaikan/kemajuan dan kekurangan/kesalahan dalam pekerjaan. penghargaan apa yang dapat diberikan kepada mereka. Sebagai direktur ia merupakan pimpinan eksekutif tertinggi dan merupakan pengawas serta pemberi arah dalam pelaksanaan usaha menurut pola dan rencana yang telah disusun. Pemimpin harus berusaha agar: setiap bagian/petugas melaksanakan tugasnya dengan cara dan dalam waktu yang sudah ditentukan. menguasai tidaknya bidang pekerjaan yang dihadapinya itu. agar tidak merugikan wibawanya dan tidak menimbulkan tekanantekanan atau ketegangan-ketegangan pada yang dipimpinnya. singkatan dari Koordinasi. dan bijaksana pula. Coordinating Mengkoordinasi artinya menyatukan/menyamakan arah. yang harus menghasilkan Integrasi (=penyatuan) dari tiap bagian ke dalam keseluruhannya. menghindarkan konkurensi/kompetisi yang tidak sehat. Semua tugas -tugas itu harus dilakukan oleh direktur. demi peningkatan usaha dan pencapaian tujuan sebaik -baiknya. ialah segala sesuatu berjalan menurut rencana pada waktu yang tepat. agar setiap bagian/petugas merupakan unsur -unsur yang tidak lepas dari keseluruhan kelompok. memupuk dan mengembangkan saling percaya-mempercayai dan banyak membantu antara bagianbagian/petugas-petugas: menghindarkan dan menyelesaikan segala macam perbedaan pendapat atau pertentangan yang menghambat lancarnya usaha. Directing Dalam pengertian "directing" ini tersimpul banyak hal. demokratis tidaknya. yang diperhatikan oleh pimpinan adalah terutama cara-cara pelaksanaan teknis oleh pelaksana-pelaksana yang harus sesuai dengan tujuan dan tidak menyimpang dari garis/pola yang sudah ditentukan. Kegiatan yang dilakukan dalam peranannya sebagai direktur antara lain: memberikan penerangan/penjelasan/informasi tentang keseluruhan usahanya itu. yang memberikan direksi atau pengarahan. agar mereka bersedia memikul tanggung jawab dan melaksanakan tugas pekerjaannya sebaik-baiknya. agar ada Sinkronisasi. Itulah semua yang harus mendapat perhatian pemimpin dalam rangka penempatan personil yang sesuai dengan tugas/pekerjaan yang telah disusun. 4. tidak ada bagian/petugas yang menghambat atau merugikan pekerjaan bagian/petugas lain. mengadakan pengawasan/pemeriksaan/inspeksi. seperti: memberikan petunjuk-petunjuk bagaimana tugas-tugas harus dilaksanakan. dalam rangka staffing. Persoalannya tidak hanya sampai pada penempatan dan penugasan saja. 6. bagaimana menempatkan mereka ke dalam fungsi yang sesuai dan tanggung jawab yang serasi. terus-menerus mempelajari sebab-sebab yang dapat melemahkan kesanggupan dan kemauan bekerja. Pemimpin harus terus memperhatikan kondisi dan daya kerja petugas-petugasnya. Recording & Reporting 12 . Sebagai koordinator. dan sebagainya. Dalam tugasnya sebagai direktur. Dalam kegiatan ini akan ternyata peranan pimpinan sebagai direktur: cakap tidaknya. di samping penguasaan seluruh kegiatan usaha secara teknis profesional. menghindarkan "overlapping" dalam tugas dan pelaksanaannya yang dapat membingungkan dan mengacaukan. dengan memberikan bimbingan dan pembinaan secara kontinu. Cara melaksanakan peranannya itu harus sesuai dengan tempat. waktu dan kebutuhan.

ia harus tahu pula beberapa peraturan pokok mengenai keuangan dan pertanggungan jawab keuangan pemerintah. mengetahui juga beberapa faktor utama yang dapat mempengaruhi keadaan ekonomi dan keuangan negara kita. dan hubungan antar-manusia di dalarn proses administrasi itu. Dan semuanya itu merupakan proses yang dinamis. Budgeting Kegiatan ini meliputi bidang administrasi finansial yang meliputi: perencanaan dan penyusunan anggaran biaya. Pimpinan bertanggung jawab tentang perkembangan dan maju mundurnya usaha yang dipimpinnya. yang sudah ditentukan saluran -saluran hubungannya. Dalam rangka pencatatan dan pelaporan ini pemimpin harus mempunyai pedoman tentang: Apa yang harus dicatat. 7. Bagaimana menyusun laporan yang singkat. dengan cara-cara yang sudah lazim menggunakan berbagai alat pencatat (formulir. jelaslah kiranya bahwa administrasi bukan hak dan kewajiban perorangan. B. Dalam administrasi demikian. Semua unsur manusia yang menggerakkan proses administrasi. dan reporting berarti pelaporan. Bagaimana menyimpan catatan-catatan secara teratur dan sistimatis. daftar. Ia sedikitnya harus dapat menyusun rencana keuangan untuk kantor/perusahaannya dalam garis besar harus mengetahui keadaan umum ekonomi dan keuangan. Bagaimana menggunakan laporan-laporan itu dalam rangka peningkatan dan pengembangan usaha. mengawasi dan mempertanggungjawabkan uang negara. Kepada siapa harus diberikan laporan. Dengan demikian "reporting" ini mencakup kegiatan-kegiatan yang luas. kepada atasan dan kepada semua pihak yang berkepentingan_dengan usaha itu. buku. Jadi untuk itu diperlukan kegiatan "inspeksi" yang memeriksa dan mengadakan checking tentang semua keadaan dan perkembangannya. Apa yang harus dilaporkan. mencari dan mengusahakan sumber-sumber biaya. Dalam bagian pencatatan dan pelaporan ini sangat banyak diperlukan "clerical workµ. Anggapan yang mekanistis ini melihat semua unsur/bagian/ komponennya sebagai bagian-bagian yang sudah mutlak ditentukan tempatnya dan gunanya. Bagaimana menyimpan laporan-laporan itu agar setiap saat dapat dipergunakan sebagai sumber data. Masalah kepemimpinan dalam administrasi merupakan masalah tanggung jawab: pengorganisasian tanggungjawab. pengarahan tanggungjawab dan pendelegasian tanggungjawab. Pemimpin yang bertanggung jawab tentang keseluruhan usaha yang dipimpinnya itu. yang semakin meluas dan merata. pekerjaan ke -tata-usahaan. Melihat luasnya bidang administrasi dan banyaknya unsur-unsur kegiatan di dalamnya. yaitu: pencatatan/dokumentasi (recording) dari segala macam kegiatan yang dilakukan dan dari semua hasil yang telah dicapai. Siapa yang harus menyusun laporan. perlu mempunyai pengeta huan secukupnya mengenai berbagai segi dalam masalah keuangan. dan yang diperlukan juga riset sebagai usaha pengumpul data. Dan sebagai alat pengontrol itulah diperlukannya dan berfungsinya peraturan-peraturan dan instruksi-instruksi. yang memerlukan bermacam keahlian. yang menjalankan kegiatan 13 . dan mengenai saluran-saluran resmi yang harus dilalui dalam menerima. pengalaman dan pengetahuan. dan juga yang terkontrol. dan karena itu merupakan hasil perpaduan antara bermacam potensi yang harus didayagunakan. BEBERAPA PRINSIP ADMINISTRASI PENDIDIKAN Secara tradisonal ada anggapan bahwa administrasi mencapai tujuannya terutama dengan peraturanperaturan dan instruksi-instruksi. dan sebagainya). tetapi lengkap dan jelas. terdiri dari serangkaian kegiatan-kegiatan. yang lebih banyak melihat dan mempertimbangkan segi-segi kemanusiaannya. Sernua ´bagianµ atau ´onderdilµ harus dapat bekerja secara sinkron mekanis dalam rangka keseluruhannya. dan bilamana menyusunnya. Segala sesuatu harus dilaporkan secara teratur. untuk keseragaman dan kemudahan pemakaiannya. unsur-unsur dan komponen-komponennya merupakan "alat" yang dapat digerakkan dengan berbagai instruksi menurut kehendak pengendalinya. Di samping itu perlu juga tahu prinsip -prinsip dan beberapa cara pembukuan dan pertangung-jawaban keuangan. meskipun tidak ahli dalam seluruh bidang akutansi. untuk semua kegiatan yang telah direncanakan. bahwa administrasi adalah suatu proses sosial. . dan juga batas-batas prestasinya yang dapat dan harus dihasilkan. Sebagai petugas dalam instansi/jawatan pemerintah. yang harus jelas dan tegas. dan biasanya menjadi bendaharawan yang komtabel (accountable). Untuk keperluan ini pemimpin harus menerima laporan pula dari semua bagian/petugas yang bertan ggung jawab kepadanya. Dalarn beberapa puluh tahun terakhir ini di beberapa negara yang sudah maju sistim pengadministrasiannya. Bagaimana cara mencatatnya. Untuk memelihara integrasi dan sinkronisasi ini diperlukan koordinasi yang mengontrol.Recording berarti pencatatan. Administrasi adalah suatu proses. timbul konsepsi baru. Dalam banyak hal sudah dapat diadakan usaha-usaha normalisasi menurut bentuk dan ukuran "standard" dalam alatalat pencatatan ini.

f. Setiap anggota hendaknya merupakan bagian dari satu kelompok dan dapat bekerjasama dengan anggota anggota lainnya dalam kelompoknya. Beberapa prinsip administrasi pendidikan adalah sebagai berikut: a. Menghindarkan overlapping fungsi Dalam program pendidikan yang kooperatif ada kemungkinan suatu fungsi dilakukan oleh lebih dari satu fihak/bagian. Fihak yang telah diajak dan telah turut serta dalam usaha menentukan haluan dan program kerja. mementingkan pribadi dan ingin mendominasi dan sifat-sifat eksentrik. Penggunaan waktu. Partisipasi luas dalam penentuan policy dan program. atau yang bersifat kooperatif. atau harus dilakukan oleh beberapa bagian/fihak bersama-sama. e. Pemindahan wewenang adalah suatu hal yang lazim dalam bentuk organisasi apapun. kurang dapat dipertanggungjawabkan. tenaga dan alat se-efektif mungkin. b. penghematan biaya. Maka dari itu diperlukan pembatasan dan perumusan tugas sejelas-jelasnya bagi setiap fihak/unit/bagian. jika tidak membawa keuntungan dalam perkembangan anak didik. peraturan atau kegiatan. Memang dalam tiap macam administrasi diperlukan peraturan. bukan hanya sekedar merupakan sandiwara atau merupakan sandiwara atau merupakan "diplomatic manipulation". µJob descriptionµ. Tidak mungkin suatu pimpinan dapat melakukan semua tugas-tugas sendiri dan dapat mengadakan pengawasan sendiri terhadap semua pelaksanaannya. Hal ini tidak menguntungkan efisiensi kerja. pengarahan dan instruksi untuk memberikan arah dan bimbingan kepada para pelaksananya. merupakan anggota-anggota kelompok yang mempunyai relasi sosial antara sesamanya. merupakan penghalang-penghalang bagi tercapainya tujuan bersarna. Tanggung jawab harus disertai dengan wewenang. tenaga. alat secara efektif. pelaksanaannya tidak boleh dan tidak dapat disetarafkan dengan ´onderdilµ mesin. Maka sifat administrasinyapun dalam pendidikan tidak boleh dan tidak dapat bersifat mekanistis. Sifat individualistik. Tujuan pendidikan dan perkembangan anak didik harus mendasari semua kegiatan administrasi. administrasi harus berusaha menggunakan waktu. Pemindahan kekuasaan sesuai dengan tanggung jawab. Efektif tidaknya suatu keputusan. Yang harus diperhatikan dalam pemindahan kekuasaan dan tanggungjawab ini ialah keadilan. 14 . Ada koordinasi dalam semua usaha. Keputusan -keputusan hendaknya benar-benar merupakan hasil musyawarah bersama. la harus dapat mengkoordinasi usahanya dengan usaha keseluruhan kelompoknya. efisiensi tenaga. Ajakan berpartisipasi ini harus benar-benar dan sungguh-sungguh. Dalam soal partisipasi ini yang menjadi masalah ialah: sampai berapa jauh. dan ada yang secara kooperatif mengikutsertakan sebanyak mungkin pihak-pihak yang berkepentingan. Kalau ada tugas yang mengandung persamaan dan tugas lain. dan sebaliknya. Apakah semua fihak yang berkepentingan harus diajak? Apak dalam ah segala macam persoalan mereka harus diajak? Dalam hal ini hendaknya dapatlah kita menerapkan sila ke dari Pancasila kita: "Kerakyatan yang -4 dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. maka perlu ditetapkan batas-batas kegiatan dan tanggung jawab dari setiap bagian itu. c. harus jelas dan tegas: apa yang harus dikerjakan. dan titik berat yang diletakkan pada kegiatan-kegiatan itu ada perbedaan antara administrasi yang direktif dan yang kooperatif. dan berapa banyak fihak-fihak dapat dan harus diikutsertakan.administrasi. d. yaitu: agar setiap kewajiban diimbangi dengan hak yang sesuai. Bekerja demi kepentingan pendidikan dan anak didik tidak berarti bahwa kita boleh bekerja dengan cara apa saja. Dengan didasarkan atas tercapainya tujuan pendidikan sebaik -baiknya. Unsur-unsur kegiatan yang terdapat dalam administrasi yang bersifat direktif (directive = mengarahkan). Tetapi cara/prosedur pembuatan peraturan -peraturan itu berbeda: ada yang dibuat oleh dan datang dari satu pihak saja. Administrasi semacam ini akan lebih mengemukakan segi kooperasi dalam kegiatannya." Perwakilan yang diberi tanggungjawab dan yang bertanggungjawab yang perlu dipartisipasikan. pada umumnya memang sama: ada planning. Pelaksanaan administrasi pendidikan harus bersendikan prinsip-prinsip yang sifatnya kooperatif dan demokratis. hendaknya diukur dengan kepentingan pendidikan dan perkembangan anak didik. Tetapi cara rnelaksanakan kegiatan-kegiatan itu. organizing. yaitu perincian dan pembatasan tugas. dan sebagainya. dan sebaliknya. staffmg dan selanjutnya. Penyerahan tanggung jawab secara hierarkis memang perlu. Kelancaran bekerja. dapat diharapkan akan melaksanakan program itu dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Dalam administrasi pendidikan sasarannya adalah manusia. sampai di mana batas-batasnya dan apa yang di luar wewenangnya.

keterampilan. setelah diadakan evaluasi yang teratur. 6) Planning memungkinkan evaluasi yang teratur. rneskipun sifat uraiannya masih umum dan berlaku dalam penyusunan rencana di segala bidang. ialah faktor sikap. Dengan adanya rencana yang jelas. waktu. yang menggambarkan langkah -langkah yang akan diambil. kepribadian dan keyakinan pemimpin sendiri mengenai demokrasi. kita sudah harus melihat hubungan antara kegi tan-kegiatan. baik berupa pemborosan waktu. Untuk merencanakan sesuatu kita harus mengetahui dengan jelas apa yang hendak kita capai. dalam lingkungannya dengan situasinya. Dan sebaliknya pula. dan tidak akan terlau digantungkan pada situasi dan kebutuhan yang mendadak. Direncanakan pula pengikutsertaan anggota-anggota lain dalam pelaksanaannya. lebih banyak hal-hal yang "unpredictable". Fungsi Perencanaan 1) Perencanaan merupakan titik tolak untuk memulai kegiatan. merupakan "a pre -requisite to action". Karena itu dalam pendidikan akan kita hadapi lebih banyak masalah. yang hanya mengikuti keadaan yang timbul seketika. petugas pengawasan dapat lebih mengikutinya dan mengawasinya.Demikianlah beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan administrasi pendidikan yang kooperatif dan demokratis. C. Prinsip-prinsip tersebut baru merupakan dasar-dasar umum. Fungsi dan Prinsip Perencanaan Suatu usaha yang teratur memerlukan perencanaan yang akan menggariskan keteraturan itu: keteraturan dalam tindakan. masih diperlukan: pengalaman. Dengan menentukan langkah -langkah lebih dahulu. 15 . kebutuhan dan a kemungkinan: bilamana sesuatu akan diperlukan. baik mengenai tenaga. maupun material. Setiap saat dapat dibandingkan/diukur apa yang telah dihasilkan dengan apa yang telah direncanakan. Kita akan mempunyai titik tolak untuk memulai pekerjaan. Atau: apa tujuan umum dan apa tujuan khususnya. menurut keadaan seketika saja. kita tahu apa yang akan kita kerjakan tahap demi tahap. µreadjustingµ dan µre-planningµ. banyak ditentukan oleh matangnya dan lengkapnya perencanaan. 4) Planning mencegah. Dengan adanya rencana yang menggariskan dan menentukan langkah -langkah yang harus dikerjakan. Segala sesuatu sudah dapat diperkirakan. Berhasil tidaknya suatu usaha. PERENCANAAN DALAM ADMINISTRASI PENDIDlKAN Setiap usaha memerlukan perencanaan. 2) Planning merupakan pegangan dan arah dalam pelaksanaan. Karena itu. a. Untuk dapat digunakan secara efektif dalam praktek administrasi. yang tidak dapat diperkirakan lebih dulu. Kemungkinandan cara kerjasama dapat diperkirakan lebih dahulu. atau menurut kesempatan yang ada saja. Kalau kita tidak dapat memperhitungkan/memperkirakan kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul. dan akan lebih menjelaskan tujuan yang akan dicapai. biaya. sedikitnya mengurangi pemborosan. jika dianggap perlu untuk mengadakan koreksi dan perbaikan. 5) Planning memudahkan pengawasan. akan lebih mudah lagi bagi kita untuk mengikuti pelaksanaan usaha sejak permulaan sampai akhir. Dalam pendidikan kita berhadapan dengan unsur-unsur manusia. Hal ini memerlukan dari kita kesanggupan untuk lebih banyak menggunakan kebijaksanaan dan untuk lebih fleksibel dalam penyesuaian tindakan -tindakan kita pada situasi-situasi baru. lebih memungkinkan untuk mengadakan µadjustingµ (penyesuaian). Jadi evaluasi dapat diadakan secara kontinu dan teratur. yang hanya mencari-cari kesempatan. 7) Planning memudahkan penyesuaian dan situasi. kita akan memberikan perhatian khusus terhadap perencanaan ini. kita akan mudah menjadi pelaksanana yang µopportunisticµ. dan sebagainya. Pada waktu merencanakan. 3) Planning meningkatkan kerjasama dan koordiriasi. Manusia sebagai obyek dan sebagai subyek pendidikan merupakan unsur unsur yang tidak konstan dalam sikap dan tingkah lakunya. kegiatan apa yang harus dilakukan. Dalam rencana kita dapat menentukan apa yang lebih dahulu dan apa yang kemudian akan kita kerjakan. alat. dan sebagainya. akibatnya pengaruh dari lingkungannya. manusia mempengaruhi lingkungannya. dalam waktu. dalam uraian mengenai proses administrasi ini. apa tujuan yang lebih jauh dan apa tujuan akhirnya. latihan. Kita tidak akan bertindak oportunistik. dan yang tidak kurang pentingnya. Planning adalah suatu keharusan sebelum melaksanakan suatu usaha. tempat. dan tidak mempunyai rencana sebagai pegangan. Perencanaan merupakan µa prerequisite to actionµ. alat dan tenaga apa yang diperlukan dalam kegiatan itu. kita harus dapat merumuskan dan memperinci tujuan-tujuan kita: apa tujuan sementara. dalam langkah dan tahapan. Evaluasi merupakan proses pembandingan antara usaha yang telah dilaksanakan dengan tujuan yang harus dicapai. 1. Penyusunan planning dalam suasana kerja yang demokratis didasarkan atas prinsip-prinsip demokrasi dan kooperasi. tenaga. Dengan kata lain. dalam kebijaksanaan.

6) Planning memerlukan kepemimpinan/leadership. Suatu program kegiatan di sekolah hendaknya merupakan hasil pemikiran bersama dari Kepala Sekolah dan seluruh stafnya. 5) Planning harus mempunyai tujuan jelas dan terperinci. maka tidak usahlah kita merombak seluruh rencana itu. makin mudah untuk menyusun rencana yang konkrit dan terperinci. jika belum ada tujuan yang jelas. Waktu menyusun rencana harus difikirkan sebanyak -banyaknya kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi.Rencana dalam pendidikan memang sukar ditentukan secara tegas dan ketat. b. Karena itu perlu dikumpulkan keterangan-keterangan selengkap mungkin tentang: apa yang 16 . tetapi dalam cara-cara dan langkah-langkah penyusunannya pun perlu diperhatikan sistematik tertentu. Prosedur perencanaan. dan dapat memperkuat persatuan. harus ada yang menggerakkan mereka ke arah kerjasama itu. Kalau data yang dikumpulkan. 2) Planning harus didasarkan atas kebutuhan dan fakta yang riil dan obyektif. atau µimpian indah" belaka. dapat pula merupakan kepercayaan dan pengakuan terhadap kelebihan dan kesanggupan sesama peserta. 4) Planning harus mengandung unsur-unsur evaluasi dalam pelaksanaannya. sehingga rencana tidak macet pada waktu melaksanakannya. Rencana akan dianggap sebagai yang harus ditaati bersama. setelah dianalisa dan diolah. Mengenai policy dasar dan kebijaksanaan umum yang menyangkut keseluruhan program sekolah seeara umum. Tetapi mengenai hal-hal teknis edukatif. Karena itu kita mengenal istilah µfeasibility study". yang akan dijadikan titik tolak permula¬an. Di antara kemungkinan-kemungkinan yang dulu telah kita fikirkan. a. wakil kelompok/organisasi masyarakat. dan tahapan penyusunan. hendaknya semua fihak diikutsertakan: wakil orangtua murid. dengan berpedoman pada rencana dan tujuan yang harus dicapai. Rencana harus µfeasableµ. Yang menggerakkan ini dapat berupa kesadaran sendiri yang timbul dari dalam diri masing-masing. mengikuti perkembangan dan merupakan perkembangan. Makin jelas apa sebenamya yang ingin kita capai. Tetapi data dan informas i masih diperlukan dari semua fihak. Planning harus berdasarkan fakta dan kenyataan yang rill dan obyektif. Prinsip-prinsip perencanaan Perencanaan yang mempunyai peranan seperti digambarkan di atas harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. penjajagan tentang mungkin tidaknya sesuatu gagasan dilaksanakan. barulah rencana disusun selengkap -lengkapnya. memberikan gambaran adanya kemungkinan keberhasilan. Kita tidak dapat membuat suatu rcncana. yaitu bagi Kepala Sekolah beserta staf Guru. Di sinilah diperlukan suatu kesanggupan: kekuatan. Prinsip-prinsipnya adalah sebagai berikut: 1) Planning harus rnerupakan proses yang kooperatif. Untuk memperoleh sikap ini. dengan selalu disesuaikan pada situasi dan keadaan yang timbul. Planning dalam pendidikan merupakan proses yang kontinu. Rencana harus dapat dilaksanakan dan merupakan titik tolak untuk memulai suatu usaha secara konkrit. µAdjustingµ dan µre -adjustingµ harus selalu dapat diadakan. Ada dua tahapan: tahapan persiapan. artinya: penelitian. 1) Pengumpulan data. Di sinilah diperlukan leadership. Rencana tidak boleh merupakan µcita-citaµ. harus didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu. wakil murid. Planning yang baik bukan saja memerIukan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan. Tahapan persiapan. tetapi dengan tidak menghilangkan begitu saja kemungkinan-kemungkinan yang lainnya. Kita harus berusaha agar para peserta yang menyusun rencana dapat lebih banyak mengemukakan kepentingan bersama dari pada kepentingan sendiri. Jika keadaan berubah dan memaksa kita untuk menyesuaikan rencana pada tuntutan-tuntutan baru. yang dapat memperkecil/meniadakan perbedaan-perbedaan. Yang kita pilih adalah kemungkinan yang paling dapat diterima. 3) Planning harus fleksibel. agar mereka setiap saat dapat mengatur hasil dan cara bekerja. biasanya merupakan masalah bagi golongan profesional saja. 2. harus mengandung kemungkinan -kemungkinan untuk dilaksanakan. bahkan dalam beberapa hal juga dengan murid dan orang tua murid. Prinsip ini sebenarnya merupakan prinsip pertama dan prinsip pokok. yang dapat mempengaruhi mereka. mungkin ada yang sekarang dapat digunakan untuk menyesuaikan rencana itu pada keadaan baru. harus dapat kita perkirakan perubahan-perubahan yang mungkin harus dihadapi. dan makin terperinci perumusannya. Planning harus dapat memberikan kesempatan kepada para pelaksana dan p engawasan. sebagai hasil kerja bersama.

Kemampuan yang diperlukan dalam perencanaan pendidikan. Karena itu pemimpin perlu juga mengetahui prinsip-prinsip tentang mengadakan riset. Mengenai tujuan pendidikan di sekolah kita harus memperhatikan perkembangan dan perubahan anggapan. material. Penentuan syarat-syarat dan pemilihan metoda sukar dipisah-pisahkan. dan sebagainya. Mempunyai gambaran/pengertian yang jelas tentang tujuan-tujuan pendidikan. who. Segi segi personil. agar dapat memenuhi persyaratan metoda itu. finansial. dan sebagainya. untuk dapat mengetahui sebab -sebab dari kesulitankesulitan dan hambatan-hambatan yang sekarang sedang dirasakan ada. dibanding-bandingkan. Di antara metoda-metoda yang harus dipilih diambil yang paling sesuai dengan keadaan dan yang dapat memenuhi syarat syarat umpamanya: syarat waktu. 3) Menyusun dan menuangkan rencana dalam satu bentuk/wadah Kalau sudah lengkap terkumpul bahan-bahan mengenai: tujuan yang akan dicapai. alat-alat apa yang akan digunakan. Tahapan penyusunan. maka kita berusaha µuntuk melihat ke depanµ. (5) Bilamana harus dikerjakan. teori mengenai pendidikan pada umumnya dan mengenai belajar-mengajar khususnya. why. dan akan saling mempengaruhi. Sering juga ditambahkan tempat dimana kegiatan akan dilaksanakan. how. kesulitan kesulitan apa yang sedang dihadapi. situasional. seakan-akan "ramalan". Mula-mula dirumuskan dulu tujuan secara umum. umpamanya: tenaga yang bagaimana yang diperlukan. dan faktor-faktor apa yang telah mempengaruhi perkembangan dan perubahan itu. Taraf persiapan ini merupakan semacam riset untuk mengevaluasi keadaan. maka diadakanlah seleksi. Kita harus dapat memperkirakan. kekurangan-kekurangan apa yang terdapat di bidang material. (2) Mengapa harus dicapai tujuan itu.sekarang sedang dikerjakan. Semua kemungkinankemungkinan tentang sebab-sebab kesulitan dan semua kemungkinan tentang cara -cara mengatasinya dikumpulkan dan dijadikan bahan pemikiran/perhitungan. pada waktu rencana akan dilaksanakan. perlu kita telaah syarat syarat apa yang harus dipenuhi agar metoda-metoda itu benar-benar dapat dijalankan. Kecuali menguasai prinsip-prinsip planning dan sistimatik penyusunannya. tahap demi tahap. cara-cara pengumpulan data dan pengolahannya. 3) Mengadakan µfore-castingµ. Inilah yang kita namakan µfore-castingµ. alasan-alasannya mengapa harus tercapai tujuan itu. Kemudian dirumuskan tujuan-tujuan khusus secara terperinci. Dengan menggunakan pengalaman -pengalaman bagaimana situasi telah berkembang dan berubah. biasanya dengan memperhatikan w-w-h-w-w (what. siapa yang mengerjakan. Setelah terkumpul hasil analisa data sebanyak-banyaknya. Kita membuat perkiraan. barulah kita meningkat ke: b. memperkirakan apa yang akan terjadi). (To fore-cast = meramalkan. Kalau sudah tersusun cara/metoda yang akan kita pakai. 17 . 3. Rencana merupakan pedoman yang akan dilaksanakan nanti. personil. bagaimana kiranya situasi nanti. Tahapan ini terdiri dari: 1) Perumusan tujuan. Dalam analisa ini kita perlu memperhatikan dan memperhitungkan pengalaman-pengalaman yang sudah ada. yang dapat menggambarkan secara keseluruhan tujuan akhir yang kita ingin capai. when). 2) Analisa data. dalam bentuk yang sistematis. Dengan tujuan-tujuan yang jelas dan terperinci itu. (3) Bagaimana cara pencapaiannya. (1) Apa yang hams dicapai. (4) Siapa yang akan mengerjakannya. dan disusun secara hirarkis. bagaimana sekarang mengeIjakannya. harus ditelaah. yang akan memudahkan pula usaha kita untuk mencapainya satu demi satu. 2) Penentuan cara/metoda kerja. teknik/metoda pelaksanaannya maka disusunlah kesemuanya itu di . Karena itulah µmelihat ke depanµ ini penting dalam penyusunan suatu rencana. faktor-faktor apa kiranya yang akan dominan nanti. Syarat pertama: tujuan yang jelas dan tegas. seorang administrator pendidikan yang akan menyusun rencana perlu juga memperhatikan hal-hal di bawah ini: a. dan sebagainya. Semua data itu dianalisa. dan bagaimana kiranya situasi akan berkembang. kemungkinan manakah yang kiranya paling sesuai dengan keadaan yang akan datang. syarat tenaga personil yang tersedia. Setelah matang tahapan persiapan ini. kita tentukan metoda-metoda yang kiranya paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan itu.

tentang didaktik dan metodik. Dapat memperhitungkan faktor waktu. makin luas dan mendalam pengetahuan yang diperlukan tentang keadaan dan perkembangan masyarakat. dengan perkembangan sekolah? Semakin tinggi tingkatan perencanaan. melihat ke depan dan memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. d) kurang adanya µmoral supportµ dari masyarakat/lingkungannya. perlu diperhatikan dalam menyusun suatu rencana. Perencana pendidikan harus mempunyai cukup pandangan tentang proses belajar-mengajar dengan teori-teorinya yang masih berlaku.Dulu pendidikan di sekolah ditekankan pada µmenyampaikan sejumlah pengetahuan dan ketrampilan kepada muridµ. Kemungkinan pengaruh terhadap orang-orang itu dan kemungkinan reaksi mereka. dalam berbagai segiseginya. eskipun sifatnya sangat umum. psikologik dan sosial. Mempunyai pengetahuan tentang masyarakat dan perkembangannya. Apakah yang harus dihasilkan oleh sekolah untuk masyarakat? Apakah yang diperlukan oleh masyarakat dalam pembangunan/perkembangannya? Apakah yang mempengaruhi kemajuan dan kemunduran sekolah? Bagaimana hubungan perkembangan penduduk. f. Meskipun µteaching-learning situationµ mempunyai arti yang lebih luas daripada µbelajar -mengajarµ saja. e. moral. Hal ini perlu sekali untuk menentukan jadwal kerja. 4. Tujuan sesuatu usaha tidak sama mudah-sukarnya untuk dicapai. Administrator perlu mengetahui lingkungan tempat bekerjanya: apa yang dapat diberikan oleh lingkungannya. 18 . Suatu tindakan baik langsung maupun tidak langsung terhadap seseorang. emosional. Dalam tujuan pun ada perbedaan: ada tujuan sementara. baik secara psikologis maupun dari segi sosial. a) perencana kurang memiliki pengetahuan dan pengertian mengenai hal-hal yang diuraikan di atas. Diperlukan pengertian tentang peranan sekolah dalam masyarakat. Suatu tindakan harus dapat diperkirakan berapa lamanya akan membawa hasil yang diharapkan. Sebelum kita mengakhiri bagian mengenai planning ini. Pengertian tentang hakekat tujuan pendidikan ini diperlukan untuk membuat rencana. baiklah kita perhatikan juga beberapa hal yang dapat menghambat penyusunan dan pelaksanaan rencana. ada tujuan yang merupakan bagian dari tujuan keseluruhan. di bawah akan sedikit diberi uraian tentang perencanaan untuk suatu masa yang agak jauh ke muka: Rencana Jangka Panjang (Long Range Planning). sedangkan sekarang anggapan kita sudah mengarah kepada µpembentukan dan pengembangan anak didik sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. kurang rill dan obyektif. Hal hal yang dapat menghambat/menyukarkan prosedur perencanaan. Ada yang mudah dicapai dalam waktu singkat tanpa memerlukan banyak tenaga dan upaya. c. Sebagai pelengkap bagian perencanaan ini. tenaga yang bagaimana. estetis. dalam segi: fisik. dan sebaga inya yang kiranya dapat dijadikan masukan (input) dalam usaha yang akan direncanakan itu. terutama dilihat dari segi µneedsµ dan µdemandsµ. Untuk merencanakan tindakan-tindakan apa yang akan diambil. ada pula yang memerlukan jangka waktu agak panjang. Mempunyai pengetahuan tentang sumber-sumber potensi yang ada. Mempunyai pengetahuan tentang murid dan guru. Yang dikemukakan di atas ini mengenai perencanaan. perlu dipertimbangkan benar -benar akibat yang akan ditimbulkan terhadap murid dan terhadap guru.µ Hasil pendidikan di sekolah tidak dinilai hanya dengan jumlah lulusan dan nilai angka tinggi saja. potensi fisik/material. baik sebagai individu maupun sebagai mahluk sosial. potensi kultural. Dengan demikian kita harus dapat memberikan arti yang lebih luas kepada µpengalaman pendidikan di sekolahµ dan kepada µteaching-learning situationµ. tetapi segala sesuatu berpangkal pada kegiatan pokok: belajar. faktor faktor apa yang dapat memperlambat atau mempercepat tercapainya hasil itu. Perencanaan pendidikan untuk suatu sekolah memerlukan pengetahuan/pengertian tentang masyarakat di mana sekolah itu berada atau yang dilayani oleh sekolah itu. menimbulkan reaksi orang itu. c) pengumpulan data yang kurang lengkap. time limit dan sebagainya. taraf hidup dan sebagainya. dengan metodametoda mengajar yang sesuai dengan teori-teori itu. mudah-mudahan ada jugalah manfaatnya dalam usaha kita untuk menghasilkan suatu rencana yang agak akseptabel. bahan apa. dan berapa tahapan yang diperlukan dalam rangka efisiensi kerja. kemajuan ekonomi. Mempunyai pengetahuan cukup tentang proses belajar-mengajar. Rencana Jangka Panjang dan Rencana Jangka Pendek. d. batas waktu. dan ada pula tujuan yang benar-benar ultimate/akhir. Memperhitungkan faktor waktu termasuk salah satu segi dari fore-casting. b) kurang adanya kemampuan untuk µmelihat ke depanµ. intelektual. b. Dengan sumber potensi dimaksudkan berbagai jenis potensi: potensi manusia.

. maka kita dapat lebih sadar akan tugas dan kewajiban kita. dan dengan demikian keberhasilan usaha. . Pembangunan lima tahun kita di bidang pendidikan dapat dianggap rencana jangka pendek. kalau dilihat dari jauhnya tujuan pendidikan yang harus kita capai. tetapi diperlukan sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. tentu mengandung risiko. Tujuan dan Prinsip Organisasi. Suatu rencana. .yaitu cara mengatur/membagi tugas dan tanggungjawab -merupakan tahapan penting dalam proses administrasi. tidak dapat memberikan kepastian yang mutlak. satu onderdil (organ) dari satu tata susun. manajemen dan dengan direksi. prinsip-prinsipnya dan bentuk serta mekanisme kerjanya. Kelancaran kegiatan. kita harus dapat menempatkan diri dan mengetahui/menyadari tempat dan fungsi kita masing masing dalam keseluruhan tata susun itu.organisasi terdiri dari sejumlah unsur-unsur: manusia. maka organisasi -. Planning untuk rnasa depan rnemerlukan data dari masa yang lampau. Menurut Schulze itu: . Makin maju masyarakatnya. ialah organisasi pendidikan. Fungsi.Berdasarkan tujuan yang akan dicapai itu maka usahanya pun akan berbeda sifatnya: ada usaha jangka panjang yang diperkirakan akan dapat mencapai tujuannya dalam waktu yang agak lama secara bertahap. Sebagai bagian dari satu organisasi. ´Planning means risk takingµ. satu unsur. bagaimanapun baik dan lengkapnya. 1. makin meningkat taraf hidupnya. dan memerlukan pengadministrasian yang lebih teratur pula. Ada yang mengatakan bahwa perencanaan selalu mengandung risiko. Karena itu long -range planning memerlukan data statistik yang lengkap dan terpercaya. sebagai salah satu usaha untuk lebih memahami fungsi dan proses administrasi. Dan hal ini memang mengandung kebenaran. Apakah perencanaan pendidikan di negeri kita sudah merupakan perencanaan jangka panjang yang sudah dapat dipercaya. dan hubungannya dengan administrasi. Banyak perusahaan-perusahaan yang telah menghasilkan long-range planning. tetapi merupakan kemungkinan-kemungkinan dan nilai-nilai dari ketentuan:-ketentuan sekarang untuk masa yang akan datang. dan dengan demikian turut melancarkan jalannya organisasi dan roda administrasi kita. dan ada pula yang dapat dilaksanakan dan diselesaikan dalam waktu singkat. ORGANISASI DALAM ADMINISTRASI PENDIDIKAN. Sebagai petugas/karyawan pendidikan. Lebih panjang jangka waktu dari suatu rencana. rnakin kuat pula dasar-dasar untuk menyusun proyeksi ke depan. bahwa usaha itu akan berhasil seperti yang telah direncanakan. tetapi untuk dapat mernilih dan menghadapi risiko secara tepat. Dan sesuatu yang diperkirakan. Untuk itu kita perIu sekedar. alat. karena µfore-castingµ yang diperlukan dalam menyusun rencana hanyalah merupakan perkiraan dari kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. maka perencanaannyapun memerlukan rencana jangka panjang. dan sebagainya yang merupakan satu gabungan.planning bukan merupakan ramalan tentang nasib dan kegiatan-kegiatan usaha dalam masa-masa yang akan datang. tergantung dari tujuan yang akan dicapai dan dari data yang digunakan dalam perencanaannya. kita merupakan satu bagian. dan banyak pula yang justru timbulnya karena adanya long-range planning. D. Di negara-negara yang sudah maju long-range planning merupakan sebab dan akibat dari timbulnya kekuatan kekuatan yang merubah perusahaan-perusahaan dalam abad ini. Maka perencana annya pun disusun menurut jauhdekatnya tujuan itu: ada Rencana Jangka Panjang dan ada Rencana Jangka Pendek. Karena itu perlu diperhatikan lagi hal-hal di bawah ini. maka sekolah-sekolahnyapun akan semakin meluas. Di bawah ini kita akan melihat beberapa segi organisasi. Dan karena lernbaga -lembaga pendidikan itu merupakan µinstitutions for lifeµ.planning bukan merupakan ketentuan/kepastian yang akan datang (future decissions). banyak tergantung dari organisasi. Jika kita tahu di mana tempat kita dalam keseluruhan tata susun itu. William Schulze memberikan gambaran tentang arti organisasi. terutama dalam hal longrange planning. 19 . dari satu organisasi. perkakas. Setelah perencanaan. Makin banyak dan terpercaya data dari masa yang lampau. pengetahuan tentang organisasi: fungsi dan tujuannya. jika kita tahu bagaimana organisasi itu berjalannya dan apa dasar-dasar pengorganisasiannya. makin maju sains dan teknologinya. Pendidikan adalah usaha seumur hidup. tetap akan diperlukan generasi baru. semakin kompleks susunannya. makin kecil lagi kepastian yang dapat diharapkan itu. Selama bumi dihuni manusia.planning bukan merupakan usaha untuk mengurangi atau rneniadakan risiko. Definisi dari J. perlengkapan. Kita dapat lebih aktif melaksanakan tugas-tugas kita.

luas dan jenis pekerjaan yang diserahkan kepada anggota harus disesuaikan dengan kem ampuan. Dalam organisasi harus jelas pembagian tugas dan tanggung jawab: . ialah antara lain: a. Ada beberapa macam pola/bentuk organisasi yang disesuaikan pada tujuan. . akan timbul desorganisasi. . serta dari hubungan kerja antar bagiannya. pembagian tugas dan tanggungjawabpun dapat berubah pula. mengatur dan mengarahkan semua potensi yang dapat diberikan oleh setiap unsur di dalamnya. Organisasi fungsional (functional organization). Perintah datangnya dari satu arah dan tanggungjawab diberikan kepada satu pihak. b. taraf/kedudukan dan tanggungjawab anggota tersebut. . bukan semata-mata pimpinan yang sudah diserahi kekuasaan formal.Kekuasaan resmi dan kekuasaan pribadi diganti dengan tanggungjawab kepemimpinan pendidikan. .Kewajiban dan kegiatan-kegiatan ditugaskan melalui garis-garis kekuasaan. Organisasi adalah alat yang membantu tercapainya tujuan administrasi.pembagian tugas dan tanggungjawab harus berdasarkan pedoman tertentu. dan organisasi tidak dapat kita pertahankan secara ketat. b.Sumber kekuasaan adalah situasi dan kebutuhan. Organisasi bentuk garis-dan-staf (line and staff organization). Di dalam organisasi terdapat: keteraturan. Organisasi sebagai alat dalam organisasi harus dapat mengkoordinasi.gabungan itu merupakan satu hubungan dan ketergantungan yang sistimatis dan efektif. penggunaan/pendayagunaan potensi dari semua unsur-unsur secara efektif. agar tujuan dapat tercapai sebaik-baiknya. . f. Jadi organisasi merupakan alat dalam administrasi untuk mencapai tujuan administrasi. suatu pemindahan tanggungjawab dari atas ke bawah.tugas dan tanggungjawab setiap anggota. Biasanya dapat kita bedakan pada pokoknya dua macam: organisasi otoriter dan organisasi demokratis. sehingga tertuju kepada tujuan bersama yang telah ditentukan itu. baik tujuan akhir maupun tujuan sementara. . . koordinasi dari semua kegiatan dan usaha.Kekuasaan terpusat pada pimpinan yang telah ditunjuk. dari pimpinan sampai kepada pelaksana terbawah. menurut saluran. Organisasi bentuk lurus (line-organization). Ada kesatuan perintah dan tanggungjawab (unity of command). .. kebijaksanaan kerja dan juga pada situasi. . Organisasi harus fleksibel.Garis dan saluran yang dilalui pemindahan kekuasaan ini ditentukan dengan tegas dan tajam. Kalau situasi berubah. c. Harus ada ´delegation of authorityµ. e. dapat kita bedakan: a. sejak perencanaannya sampai kepada penilaiannya. Beberapa prinsip dalam organisasi: Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan jika kita menyusun organisasi. Di bawah ini akan kita berikan penjelasan sekedarnya: 20 .fungsi-fungsi dan kegiatan dikelompokkan secara sistimatis dan teratur. 2. a. jika dilihat dari segi pengambilan keputusan dan pertanggungan jawaban. supaya ada keteraturan dalam fungsi organisasi sebagai alat penyusun dan penyalur potensi. Pembedaan organisasi dalam bentuk otoriter dan demokratis yang ciri-cirinya diuraikan di atas. tujuan umum atau tujuan khusus. harus jelas luas dan batas-batasnya. Organisasi otokratis: . Ada sistim pengawasan yang bertingkat (hirarkis) dengan memperhitungkan luasnya daya pengawasan (span of control). disertai hak dan kewajibannya. Jika kita lihat organisasi dari segi lalu lintas kekuasaan dan tanggungjawab. d.Pelaksanaan diperiksa oleh atasan langsung. atau perbedaaan arah. .Semua petugas dari bawah sampai ke atas turut serta dalam memikul tanggungjawab dan kepemimpinan. Jika dalam pelaksanaan usaha dan kegiatan terdapat kesimpang -siuran. Beberapa bentuk organisasi. atau dari cara berfungsinya unsur-unsur organisasi. ialah jika dilihat dari segi kegiatannya.semuanya ditujukan kepada usaha pencapaian satu tujuan yang telah ditentukan. .Kekuasaan dan tanggungjawab dapat dipindahkan secara hirarkis pada petugas bawahan. Tujuan organisasi harus dirumuskan secara jelas dan konkrit. b. Organisasi demokratis: .Pelaksanaan kepemimpinan menjamin pengikutsertaan semua pihak yang berkepentingan. c.

atau 2 atau 3. Petugas menengah 1. 2 dan 3 masih tetap diperlukan untuk membantu pimpinan A. sehingga A tidak lagi langsung berhubungan dengan dan mengontrol a. b dan c. dapat menerima komando dari masingmasing petugas menengah 1. b dan c kepada petugas menengah 1. dan 3 yang berada di bawahnya. maka hubungan itu hanya bersifat koordinatif dan konsultatif saja. Koordinasi dan kooperasi yang baik sangat diperlukan dalam bentuk fungsional ini. dan dengan pengertian bersama dalam meminta tanggungjawab. tetapi yang mengambil. keputusan. b.garis koordinasi dan konsultasi. memberikan komando ke bawah dan meminta pertanggungan jawab langsung dari bawah. bentuk ini mempunyai kebaikan-kebaikannya. menurut fungsinya masing-masing. umpamanya antara lain kemungkinan komando/instruksi dari atas sampainya ke bawah tidak µasliµ lagi. dan dapat mencurahkan perhatiannya kepada masalah-masalah kebijaksanaan pokok dan pengawasan umum. de-konsentrasi. seperti di bawah ini: ³³³ garis komando (ke bawah) dan tanggungjawab (ke atas). Bentuk ini disebut µorganisasi garis-stafµ (Line and staff organization). Dilihat dari segi pembagian tugas dan tanggungjawab. sampai ke atas. tetapi semua petugas pelaksana di bawah bersama-sama bertanggungjawab kepada semua petugas-petugas menengah. Jadi tiap petugas pelaksana di bawah. b. dan oleh petugas -petugas 1. tidak dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok yang bertanggungjawab kepada salah seorang pet gas u menengah 1. c. Dengan kerjasama yang baik antara pihak-pihak yang memberi komando itu. organisasi dengan struktur de-sentralisasi. dapatlah semua pihak melaksanakan masing-masing tugasnya tanpa mencampuri tanggungjawab pihak lain. Dilihat dari luasnya pemindahan hak/kekuasaan dan tanggungjawab dapat kita bedakan: a. Dalam bentuk-bentuk ini terdapat pemindahan kewenangan. dan oleh petugas 1 diteruskan kepada pelaksana a. Kala upun ada hubungan. Jika kita gambarkan secara skematis. Sentralisasi. yaitu untuk memberikan kesempatan kepada pimpinan A di atas agar ia dapat langsung memberikan komando dan minta pertanggungan jawab dari pelaksana bawah a. 2 dan 3 sebagai petugas menengah. dan bertanggungjawab kepada semuanya: kepada 1. atau 2 atau 3. dan seterusnya. 3. organisasi dengan struktur sentralisasi. c dan seterusnya. dan kepada 2 dan kepada 3. Dalam organisasi bentuk ini. Komando diberikan oleh pirnpinan A kepada petugas-petugas menengah 1. 2. dan bertanggungjawab pula kepada lebih dari satu pihak. b. Dalam µline-organizationµ. Organisasi fungsional didasarkan pada keahlian masing-masing petugas atau bagian yang bersama-sama memimpin pelaksana-pelaksana di bawah. Tetapi saluran/lalu lintas kekuasaan dan tanggungjawab berbeda. melainkan langsung dari A ke bawah. 1. dan 3 merupakan staf dari pimpinan A. pimpinan A mendelegasikan wewenangnya kepada petugas menengah 1. c. 2. melalui unsur-unsur di tengah. yaitu A sebagai pimpinan. dan seterusnya s/d h. ke a s/d h. 2 dan 3. Organisasi Fungsional. maka garis komando tidak melalui petugas rnenengah 1. 21 . Dengan demikian setiap pelaksana dapat menerima komando dari lebih dari satu pihak. masing-masing dengan fungsinya sendiri-sendiri. de-sentralisasi. Petugas 1. tetapi tidak lagi berhubungan langsung dengan pelaksana di bawah sebagai pemberi komando. dan a s/d h sebagai pelaksana di bawah.garis koordinasi. dalam bidang masing-masing. Garis pertanggungan jawab naik secara ketat hirarkis dari bawah. oleh petugas 2 diteruskan kepada d dan e. Perhatikan organigram di bawah ini: ³³³ garis komando dan tanggung jawab --------. Tetapi tentu ada juga kekurangan-kekurangannya. 2 dan 3 kepada pimpinan A. Tetapi petugas-petugas pelaksana di bawah a. Untuk menghindarkan beberapa kekurangan yang terdapat pada bentuk garis/lurus. dan seterusnya. Jika digambarkan secara skematis. adalah pirnpinan A. 2 dan 3. akan menjadi organigram seperti di bawah ini: ³³³ garis komando dan tanggung jawab --------. Organisasi garis-staf Bentuk organisasi ini dapat saja umpamanya mempunyai jumlah unsur-unsur yang sama dengan organisasi seperti di atas. b.a. Pertanggungan jawab diberikan oleh pelaksana a. b. Garis komando terbentang lurus dari atas/pimpinan sampai kepada pelaksana di bawah. Pimpinan A tidak usah melibatkan diri dalam soal-soal kecil mendetail.

dan memberikan bimbingan pelaksanaan jika diperlukan. dan dengan demikian langkah-langkah selanjutnya perlu ditinjau kembali. Dan dalam evaluasi pendidikan proses itu untuk menentukan sampai dimana maksud-maksud yang terkandung dalam tujuan pendidikan sudah dapat terlaksana. pembiayaan. yang sudah terselesaikan. Dalam hal ini. maka dengan evaluasi yang kontinu kita dapat mengikuti tahapan mana. Bagian-bagian dan petugas-petugas bawahan merupakan pelaksana saja. satu moment dalam rangka proses evaluasi pendidikan. Petugas-petugas di lapangan bertindak untuk dan atas nama pimpinan pusat. pedoman pokok dan koordinasi dari pusat diperlukan untuk menjaga integritas. EVALUASI DALAM PENDIDIKAN. penyediaan dan pemeliharaan gedung. Petugas pusat hanya menentukan policy dasar. Tanggungjawab sepenuhnya berada pada pimpinan pusat. Dengan mengadakan evaluasi secara kontinu. b. Dengan hasil analisa ini dicari cara cara/metoda-metoda lain yang lebih sesuai dengan keadaan sebenarnya. E. memerlukan proses dan cara evaluasi yang berbeda dari tujuan untuk memiliki pengetahuan dan ketrampilan tertentu. Jika yang didelegasikan bukan bidang-bidang tertentu. 22 . 1. kita cari sebab-sebabnya. kita dapat memperkirakan apakah tujuan akan dapat tercapai pada waktu yang sudah ditentukan. atau mengenai semua bidang-bidang usaha di dalam suatu daerah tertentu (secara integral). pemeliharaan mutu u pelajaran. seperti umpamanya pendelegasian administrasi Pendidikan Dasar dari pusat ke daerah/propinsi. P & K) kepada daerah (Propinsi/Gubernur) hanyalah mengenai personalia dan sarana saja pengangkatan guru. tetapi akan membicarakan evaluasi secara umum. Evaluasi sebagai alat perencanaan. kemungkinan pengembangan. Dalam hal ini diperlukan data-data yang lengkap untuk dianalisa. termasuk cara-cara pelaksanaannya. penggunaan tenaga ahli. ujian) tetap diatur oleh Pemerintah Pusat/Departemen P & K. pengawasan sampai ke penilaiannya. tetapi hanya yang menyangkut daerah atau sub-unit tertentu. Evaluasi merupakan suatu proses penelitian yang mempelajari dan menilai/mengukur sampai di mana suatu tujuan sudah dapat dilaksanakan. Evaluasi adalah suatu proses untuk meneliti sampai di mana tujuan suatu usaha telah tercapai. dan mungkin untuk mengubah/memperbaiki cara-cara pelaksanaannya. hanya merupakan satu bagian. Suatu proses merupakan rangkaian kegiatan dalam jangka waktu tertentu yang berkaitan dan berhubungan. dilihat dari segi: keseragaman cara bekerja. tetapi ke seluruhan program pendidikan. Kalau kita mengadakan evaluasi. . ditentukan di pusat. pelaksanaan. organisasi dengan struktur de-konsentrasi. dan yang di tengah meneruskan komando saja. Jika kiranya tidak akan dapat tercapai. Tujuan untuk menimbulkan dan mengembangkan suatu sikap tertentu umpamanya.c. Hasil evaluasi dapat memberikan rasa puas yang merupakan petunjuk dan dorongan untuk usaha selanjutnya dapat pula menimbulkan kekhawatiran yang merupakan peringatan untuk waspada. Memberikan nilai/angka umpamanya atau memberikan penghargaan. Yang diserahkan oleh pusat (Dep. dan mencari cara-cara untuk mengatasinya. Sentralisasi dan de-sentralisasi mempunyai kebaikan-kebaikan dan kelemahan-kelemahannya. Uraian singkat di bawah ini tidak dikhususkan kepada evaluasi dalam proses administrasi saja. sedangkan bidang teknis edukatifnya (kurikul m. Dengan jumlah ahli yang terbatas. a. tetapi semua bidang-bidang usaha secara keseluruhan. policy dan kebijaksanaan. bukan hanya satu macam kegiatan pada satu ketika saja. Ada juga yang dinamakan de-sentralisasi terbatas (partial de-centralization). pengawasan dilakukan bertingkat secara hirarkis. mengadakan koordinasi. Fungsi evaluasi. yang kita nilai bukan hanya hasilnya atau produknya saja. Apa peranan evaluasi? Mengapa evaluasi begitu penting? Di bawah ini kita akan bicarakan beberapa fungsi pokok evaluasi. tahapan mana yang lancar dan mana yang mengalami kesukaran/hambatan dalam pelaksanaannya. Kalau tujuan itu direncanakan untuk dicapai secara bertahap. pedoman pelaksanaannya. Dalam bentuk sentralisasi semua hak dan kewajiban. Evaluasi sebagai pengukur kemajuan. cara bekerja dan mutu yang masih terlalu berbeda-beda. mutu. Segala sesuatu dalam bidang yang sudah didelegasikan itu dilaksanakan oleh pimpinan daerah atau oleh sub-unit/bagian masing-masing: mulai perencanaan. alat dan fasilitas. Proses dan cara-cara evaluasi ditentukan oleh tujuannya. untuk memperoleh gambaran umum tetang apa dan bagaimana evaluasi itu. jika diadakan de-sentralisasi. Mungkin cara bekerja perlu disesuaikan/diubah. oleh pimpinan pusat. dan bahkan tujuannyapun turut dinilai. kita katakan juga sebagai suatu bentuk de-konsentrasi. dapat menimbulkan akibat yang kurang diharapkan dalam hal pemerataan mutu dan produktivitas. Dengan struktur de-sentralisasi hak dan kekuasaan dipindahkan/didelegasikan kepada petugas -petugas bawahan: mengenai suatu bidang tertentu (sektoral).

perkembangan sikapnya dan penyesuaiannya pada lingkungan (attitude). a. hasil kerja siapa. sebagai unsu pembina/pemimpin dapat dinilai r mengenai: . baik material maupun personil. b. Evaluasi unsur manusia. kerja administratif: apakah sudah sesuai dengan µpenggunaan semua potensi.kepribadiannya (moral. sudah sedemikian sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai sebaik-baiknya. terhadap tugasnya. . alat kantor. . . antara Kepala Sekolah dengan guru dan murid.segi-segi kepemimpinannya.perkembangan segi-segi kepribadiannya. 3) Kepala Sekolah sebagai administrator dan supervisor.Perubahan pelaksanaan dengan menggunakan cara/metoda lain yang semula tidak atau kurang diperhatikan. 3) Gedung dan perlengkapannya. Evaluasi peraturan-peraturan.penggunaannya: sampai dimana efektivitasnya dan daya gunanya dalam proses pendidikan. 23 . 4) hubungan antara unsur-unsur manusia: apakah hubungan antara guru dan murid. atau apakah masih perlu peninjauan dan perubahan arah. Perbaikan tanpa evaluasi tidak mungkin. c. Unsur material ini dapat kita bagi-bagi dalam: 1) Alat pelajaran. ekonomis. maupun dari segi konstruksi dan sebagainya. Evaluasi yang tidak menghasilkan titik tolak untuk perbaikan adalah hampa.sikapnya sebagai anggota kelompok: terhadap anak-didik. maka bidangnya sangat luas. Apa yang kita harus nilai? Hasil apa. secara efektif dan efisienµ. . Evaluasi unsur material. angkutan.hasil pelajaran yang diperolehnya (achievement). Bidang-bidang (scope) evaluasi. Dengan ini dimaksudkan semua unsur-unsur lain kecuali yang sudah disebutkan di atas. dan sebagainya. Evaluasi sebagai alat perbaikan. Unsur -unsur ini umumnya yang tidak bersifat konkrit lagi. evaluasi merupakan sebab diadakannya adjusting dan re -planning. 2) tata. antara guru dengan guru. Apakah peraturan-peraturan yang ada. tidak mempunyai arti. memerlukan penyesuaian rencana yang telah ada kepada keadaan dan metoda baru. .sikapnya baik ke dalam. . 2) Guru sebagai pelaksana program pendidikan dapat dievaluasi mengenai: . Evaluasi keseluruhan situasi pendidikan. Penilaian terhadap unsur material ini dapat kita adakan mengenai: . d. baik edukatif. kita harus tahu dulu apa yang harus diperbaiki. dalam bidang apa? Karena evaluasi mengenai keseluruhan program pendidikan. 1) Murid sebagai obyek terakhir dalam proses pendidikan dapat dievaluasi mengenai: . Kita mengadakan evaluasi karena kita ingin meningkatkan usaha kita. Jadi.dan mungkin juga perbaikan tujuannya. perbaikan hasil. antara sekolah dengan masyarakat. 2. tidak merupakan hambatan bagi pencapaian tujuan pendidikan. etik sebagai manusia Pancasilais). c. seperti: 1) tujuan pendidikan: apakah sudah tepat sesuai dengan kebutuhan.keahliannya dalam bidang profesinya: kemampuan mempergunakan ilmu -ilmu tentang pendidikan dan pengajaran dalam pelaksanaan tugasnya.segi-segi kepribadiannya. karena untuk mengadakan suatu perbaikan. . memerlukan perencanaan baru (re-planning). maupun ke luar sekolah. Unsur-unsur kebendaan ini merupakan bantuan dan alat dalam pelaksanaan program pendidikan sehingga dapat berjalan lancar. . kita harus mengadakan pembidangan dalam obyek-obyek yang menjadi sasaran proses evaluasi. terhadap sesama guru dan pimpinan. 2) Alat dan fasilitas lain: mebiler.persyaratannya. Untuk memperoleh gambaran yang teratur.pengetahuan dan kemampuannya di bidang teknis edukatif dan administratif. 3) teknik-teknik supervisi: apakah sudah tepat/sesuai dengan keadaan dan kebutuhan. dan mengapa perIu diperbaiki. Dari uraian a dan b di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa fungsi evaluasi sebenarnya adalah dalam rangka usaha untuk mengadakan perbaikan: perbaikan cara bekerja. baik dari instansi yang lebih tinggi maupun dari sekolah yang bersifat lokal.

Sikap µsenang terhadap yang bersihµ dan µtidak acuh terhadap yang kotorµ sukar untuk dijadikan unsur penelitian. ialah kumpulan berbagai catatan pribadi seseorang mengenai segala segi seginya. dan sebagainya. Apakah anak-anak tahu akan kebersihan. Evaluasi sendi-sendi demokrasi. Langkah-langkah dalam proses evaluasi. yaitu: b. .menyatakan pujian/rasa senang terhadap yang besih.rambutnya terurus. yaitu bebas menurut si penjawab. dilihat.keadaan fisik.tangan dan kukunya bersih. 4) Test. c. sudah berusaha menjaga kebersihan diri sendiri. kemudian diperinci lagi secara konkrit: data yang mengenai µsudah tahu akan kebersihanµ. Dalam proses evaluasi langkah-langkah itu sebagai berikut: a. yang dapat diamati dan diteliti secara jelas dan obyektif. sudah tidak bersikap acuh-tak-acuh lagi terhadap tempat yang kotor. Dari teknik-teknik ini harus dipilih yang sesuai dengan tujuan. Meskipun dalam riset observasi ini dianggap banyak kelemahan-kelemahannya. 2) Interview: pertanyaan/tanya-jawab secara lisan.menyatakan celaan terhadap yang kotor.keberhasilan dan kegagalan dalam pekerjaan. Umpamanya kita ingin menilai sampai di mana berhasilnya pelajaran kesehatan di Kl. III. biasanya untuk menilai achievement. Dalam contoh di atas mengenai penilaian keber¬sihan murid Kl.apakah pakaiannya bersih. . . Apakah di dalam keseluruhan situasi pendidikan benar -benar sudah dilaksanakan demokrasi Pancasila. dan sebagainya. Harus jelas diketahui apa yang akan dinilai: apakah hasil belajar. supaya dapat diperinci lagi menjadi pokok-pokok.mencuci tangan setelah bekerja. Jawaban -jawaban angket dapat µterbukaµ atau µertutupµ. . atau terarah dengan cara memilih dari altematif-altematif yang diajukan oleh penanya. . Ini semua diusahakan perumusannya secara jelas.latar belakang pendidikan. 5) Catatan dan laporan: segala macam catatan dan laporan (records and reports) mengenai orang-orang yang sedang diselidiki/dinilai dapat dimanfaatkan.menyapu lantai yang kotor. sesuai dengan apa yang akan dinilai dan dengan orang yang dinilai. umpamanya: . didengar. Yang dimaksudkan ialah terutama ´personal recordsµ atau ´cumulative recordsµ. ialah µtahu membedakan benda kotor dari yang bersihµ. Hal-hal yang konkrit di atas ini dapat diamati. Yang dimaksud dengan alat/teknik evaluasi di sini ialah teknik-teknik pengumpulan data. apakah sudah tergambar dalam sikap. Memperinci tujuan menjadi pokok-pokok yang konkrit dan terbatas. tetapi dalam penilaian pendidikan merupakan teknik yang banyak digunakan. Memilih alat/teknik evaluasi yang sesuai dan tepat. jika karena waktu dan biaya tidak dapat diadakan interview langsung. kecakapan. apakah sikap. dan sebagainya. . mengenai kebersihan. untuk memperoleh data yang akan digunakan sebagai bahan penilaian. Dan semua itu akan merupakan bahan untuk mengambil kesimpulan tentang perubahan/perkembangan anak dalam hal kebersihan. dan sebagainya. Suatu proses merupakan suatu rangkaian kegiatan-kegiatan yang harus teratur dan berhubungan. III SD dengan sendirinya 24 . diperiksa. untuk memperoleh keterangan-keterangan secara langsung dari yang diselidiki/dinilai. . 3) Angket/kuestioner: sebagai pengganti interview lisan berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis. . Perincian yang terurai menjadi pokok-pokok/butir-butir ini.e. atau butirbutir yang lebih konkrit dan terbatas lagi. Kemudian tujuan itu dirumuskan secara konkrit. merupakan tahapan kedua. . Test biasanya tertulis dan dapat merupakan ´objective testµ atau ´essay type testµ. Menentukan dan merumuskan tujuan. tingkah laku dan perbuatan? 3. Teknik-teknik itu dapat terdiri dari: 1) Observasi: pengamatan gejala-gejala secara keseluruhan. Ada yang menyebut observasi itu sebagai µmengukur tanpa alat pengukurµ.keadaan/latar belakang sosial. . Karena itu perlu dipecah-pecah menjadi hal-hal yang kongkrit dan terbatas.

dibuatlah rencana untuk mengadakan perbaikan. Data yang telah dibanding-bandingkan. ialah dipilih data mana yang memenuhi syarat untuk diolah.kita tidak dapat jika menggunakan angket. hanya sampai kepada µtahu bahwa ini begini dan itu begituµ saja. Konklusi itu merupakan suatu pendapat sebagai hasil penilaian. Melaksanakan pengumpulan data. Sebagai tindakan akhir kita mengambil konklusi. Tanpa follow-up. sebenamya tidak memberikan banyak manfaat pada usaha usaha evaluasi. f. Interpretasi dan kesimpulan. sesuai atau tidak sesuai dan sebagainya. apakah kesimpulannya positif ata. Observasi ditambah dengan catatan¬catatan yang dapat diperoleh. Teknik pengumpulan data yang telah dipilih.u negatif. Klasifikasi ini perlu untuk mengetahui data mana yang akan memberikan keterangan tentang segi segi tertentu. harus obyektif dan dapat dipercaya. mengadakan evaluasi tidak hanya sampai kepada konklusi saja. Data yang sudah dipilih. 25 . Diagnosa dan follow-up. diadakan seleksi dulu. Berdasarkan diagnosa itu. Setelah data terkumpul. dipakai sebaik-baiknya untuk mengumpulkan data yang diperlukan secukupnya. dan masih memerlukan follow-up. kemudian dikelompok-kelompokkan menurut jenis dan sifatnya. dan dapat ditambah lagi dengan sekedar tanya-jawab. kita mengambil kesimpulan keseluruhan. Kemudian kita mengadakan komparasi. harus dapat memberikan gambaran tentang kekurangan-kekurangan yang masih terdapat dan yang perlu diperbaiki. kelanjutan. diinterpretasi dan diambil konklusinya itu. mana yang lebih sesuai dengan norma yang kita telah tentukan. Jadi. Data itu harus benar-benar ada hubungannya dengan tujuan. d. akan memberikan data yang lebih baik untuk penilaian. membanding-bandingkan data-data itu. e. berdasarkan hasil komparasi tadi: apa sifat yang mendominir berdasarkan data itu.

5. guru. Pegawai negeri sipil lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Pegawai Negeri Sipil dan b. Personel sekolah ialah semua manusia yang tergabung di dalam kerja sama pada suatu sekolah untuk melaksanakan tugas-tugas dalam mencapai tujuan pendidikan. metode-metode kerja. 4. dalam bagian ini perlu dibahas secara lebih mendalam mengenai personel sekolah. Untuk membatasi pokok permasalahan ini maka perlulah dikemukakan mengenai definisi administrasi personal sekolah. MEKANISME. sifat dan beban kerja yang harus dilaksanakan. Pegawai negeri sipil pusat b. dan penempatan pegawai harus didasarkan pada prinsip penerimaan. semua karyawan tata usaha. Maka penerimaan pegawai harus didasarkan atas kemampuan dan potensi si calon dalam rangka mengisi jabatan. Menurut UU No. Menurut UU No. Administrasi personel sekolah adalah segenap proses penataan personel di sekolah. 26 1. Apabila pelamar yang dimaksud dalam Ayat (2) pasal ini diterima. Wakil Kepala Sekolah. Pasal 16 1. Mereka ini terdiri dari Kepala Sekolah. pengangkatan. DAN TATA KERJA KELEMBAGAAN PENDIDIKAN Komponen-komponen administrasi pendidikan secara garis besar dapat digolongkan menjadi : Administrasi personel sekolah Administrasi kurikulum Administrasi prasarana dan sarana pendidikan Administrasi siswa Kerja sama sekolah dan masyarakat. dan dukungan masyarakat akan tetapi harus di dukung oleh manusia-manusia yang bertugas menjalankan program sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang dikemukakan. Negara dan pemerintah menyelenggarakan tugas pemerintah dan pembangunan. Administrasi Personel Sekolah Manusia merupakan unsur penting dalam menjalankan program sekolah. Calon Pegawai Negeri Sipil diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil setelah melalui masa percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan selama-lamanya 2 (dua) tahun. Proses penerimaan. 2. bagaimanapun lengkap dan modernnya fasilitas (gedung. Pengadaan pegawai negeri sipil adalah untuk mengisi formasi. maka ia harus melaluli masa percobaan dan selama masa percobaan itu berstatus sebagai calon pegawai negeri sipil. ATURAN. agar tidak terjadi overlap antar petugas. UUD 1945. pengangkatan. Pegawai negeri sipil terdiri dari: a. Pegawai negeri sipil daerah. Pasal 3 Pegawai negeri adalah unsur aparatur negara. 4. Setiap warga negara yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. abdi negara dan abdi masyarakat yang dengan penuh kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila. perlengkapan. 3. alat kerja). maka perlu diadakan kegiatan penataan untuk bidang kepegawaian. dan c. 3. dan pengangkatan orang yang tepat. Kepala Tata usaha. 2. Untuk dapat bekerja secara baik. 1. 2.BAB III KOMPONEN.8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Pasal 2: 1. Pegawai negeri terdiri dari: a. Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. 8/1974 Pasal 15 diatur: Jumlah dan susunan pangkat pegawai negeri sipil yang diperlukan ditetapkan dalam formasi untuk jangka tertentu berdasarkan jenis. termasuk personel pendukung lainnya. mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi pegawai negeri sipil. .

jadi kesimpulannya untuk sekolah swasta itu banyak ragamnya. Kecerdasan. kecakapan dan kemampuan pegawai yang bersangkutan. c. Atasan yang berwenang adalah pejabat yang karena kedudukan atau jabatannya membawahi seorang atau lebih pegawai negeri. d. Jabatan Negeri adalah jabatan dalam bidang eksekutif yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang undangan termasuk di dalamnya jabatan dalam kesekretariatan lembaga tertinggi/ tinggi negara dan kepaniteraan pengadilan. b. Pembinaan Pegawai Negeri Sipil diarahkan untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintah dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna. Di samping itu ada juga sekolah swasta pemerintah daerah. Disamakan. Pada perguruan tinggi swasta biasanya memiliki status: a. Pasal 1 sebagai berikut: a. Kesehatan badan. e. 18/1974. Pejabat yang berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan mengangkat dan atau memberhentikan Pegawai Negeri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Segi kepribadian.8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Bab I: Pengertian. 7. 6. UUD 1945. Pembinaan Pegawai: Pasal 12 UU No. 58/ 1964 Pegawai Negeri Sipil diwajibkan bekerja selama 37 1/2 jam/ minggu. kemampuan. Pembinaan yang dimaksud dalam Ayat (1) pasal ini dilaksanakan berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja. Pejabat yang berwajib adalah pejabat yang karena jabatan atau tugasnya berwenang me lakukan tindakan hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Penjelasan Pasal 16: Ayat (1) Pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong. 1. Kesetiaan. Pasal 13 Kebijaksanaan pembinaan Pegawai Negeri Sipil secara menyeluruh berada di tangan presiden. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam sesuatu jabatan negeri atau disertai tugas lainnya yang ditetapkan berdasarkan sesuatu peraturan perundang-undangan dan digaji menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Negara dan Pemerintah perlu dipupuk dan dikembangkan jiwa Kepres yang bulat di kalangan Pegawai Negeri Sipil. Jam kerja berdasarkan Kepres RI No. c. kebutuhan dan kekompakan serta dalam rangka usaha menjamin kesetiaan dan ketaatan penuh seluruh pegawai negeri sipil terhadap Pancasila. sedangkan guru SMP dan SMU 24 jam / minggu. atau adanya perluasan organisasi. 5. Diakui. 4. Pegawai Negeri adalah mereka yang setelah memenuhi syarat syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. untuk itu maka kita perlu memahami istilah-istilah yang digunakan di lingkungan kepegawaian sebagai berikut: Menurut UU No. 27 . Perlu diingat di sini bahwa pegawai yang ditempatkan di sekolah negeri belum tentu pegawai negeri. Ketangkasan. Dan syarat-syarat lain yang khusus diperlukan bagi sesuatu jabatan negeri yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. 3. Karena pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong maka penerimaan Pegawai Negeri Sipil harus berdasarkan kebutuhan. Lowongannya formasi dalam sesuatu organisasi pada umumnya disebabkan oleh dua hal yaitu adanya Pegawai Negeri Sipil yang keluar karena berhenti. b. Pasal 14 Untuk lebih meningkatkan pembinaan. 2. 2. Syarat-syarat Pegawai Negeri 1. Terdaftar. d. Belum terdaftar. Penugasan: Pedoman penugasan didasarkan atas perimbangan kejuruan.

Bagaimana kurikulum hauns memperhatikan perbedaan-perbedaan individual? 7. Di Indonesia. Inilah tanggung jawab kepala sekolah yang paling penting dan banyak tantangannya. f. sedangkan sekolah swasta yang tidak mendapatkan bantuan apa-apa dari pemerintah disebut sekolah swasta yayasan dan sekolah swasta yang mendapat bantuan keuangan dari pemerintah disebut sekolah swasta berbantuan. Menyampaikan berita kepada orang lain. Bagaimana menilai pegawai. 1. dapatlah diperinci pokok masalah penataran terhadap pegawai sekolah sebagai berikut: a. termasuk merangsang kegairahan kerjanya. Apakah kurikulum itu? 2. Sampai di mana kurikulum dapat berbeda-beda untuk masing-masing sekolah? 5.Yang bersangkut paut dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga kerja untuk dan di sekolah dengan efisien. e. dan perpindahan mereka jika perlu terjadi. c. Bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya. namun ada tujuan kategori masalah yang hampir mencakup perbedaan-perbedaan tersebut yaitu: 1. Memahami dengan tepat isi/maksudnya dengan harapan mau menerima. d. intensif. untuk mencapai tujuan sekolah yang telah ditentukan sebelumnya. Segenap proses penataran tersebut meliputi bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya dan pemutusan hubungan kerja dengan mereka. termasuk mengatur pengangkatannya. sedangkan stafnya mendapat bagian tanggung jawab dalam membantu usaha pelaksanaan dan pengembangan program pengajaran yang efektif. Apakah yang harus diajarkan? 3. pemberian gaji. Perbedaan-perbedaan pendapat ini tidak mungkin diuraikan dalam tulisan ini. b. Sekolah Negeri b. b. Masalah pokok Dari bahasan di atas. pegawai tetapnya adalah pegawai negeri sedangkan untuk sekolah swasta pegawai tetapnya dapat pegawai negeri yang diperbantukan dan juga pegawai yayasan yang memiliki sekolah tersebut. Bagaimana memelihara pegawai. Bilamana dan oleh siapa kurikulum harus direncanakan? 6. kesejahteraan. Bagaimana menata pemutusan hubungan kerja dengan pegawai. Apakah yang harus diutamakan dalam kurikulum? 4. (bila perIu). Kebanyakan para pendidik sepakat mengenai tujuan yang harus dicapai. Bagaimana menggunakan tenaga kerja yang sudah diperolehnya itu dengan efisien. Sekolah Swasta (dengan berbagai variasi). Dari sudut Administrasi Pendidikan (sekolah). g. Keberhasilan dalam hubungan -hubungan kerja kemanusiaan ini akan ditentukan oleh efisiensi dan efektivitas mereka yang berkepentingan dalam: a. yang menjadi tugas utama kepala sekolah ialah menjamin adanya program pengajaran yang baik bagi murid-murid. Bagaimana mengatur kenaikan gaji dan pangkatnya. Masalah-masalah dalam kurikulum Ada macam-macam teori dan praktek mengenai kurikulum dan pengembangannya. Bagaimana mengembangkan mutu pegawai. Manakah yang lebih penting proses atau isi? 28 . dapat dilihat bahwa komunikasi pada hakikatnya adalah problem Proses Berita Sumber isi Alat Bunyi Gambar Kata-kata dsb. 2. sekolah menurut status pemilikannya dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. Administrasi Kurikulum Pada jenis dan tingkat sekolah apa pun. Tujuan Penerimaan hubungan kerja kemanusiaan (human relationship). Agar supaya kepala sekolah mampu memberikan pimp inan yang efektif dalam bidang ini hendaknya ia mengetahui berbagai teori mengenai kurikulum dan menyadari kaitannya dengan kebijaksanaan dan langkah-langkah administratif yang sedang berlaku. Untuk sekolah swasta mendapat bantuan guru-guru pegawai negeri disebut sekolah subsidi. Untuk sekolah negeri.

Marilah kita tinjau secara singkat jawaban-jawaban terhadap setiap masalah di atas. Aspek: masalah lainnya adalah mengenai urutan pengalaman belajar yang harus diberikan. Di samping itu ada yang berpendapat bahwa 3. Para pemuka pendidikan dewasa ini menonjolkan kenyataan bahwa belajar pada tiap anak merupakan proses yang berlangsung selama 24 jam tiap hari. Mereka berpendapat pengala man-pengalaman dalam perkumpulan kesenian dan olahraga di sekolah. jawaban-jawaban terhadap pertanyaan di atas secara ringkas dapat dilukiskan sebagai berikut: a. kurikulum dianggap sebagai kumpulan bermacam-macam mata pelajaran. Kurikulum harus mencakup seperangkat masalah-masalah luas tertentu yang bertalian dengan kebudayaan. walaupun pengalaman-pengalaman tersebut ada pengaruhnya terhadap perkembangan anak. namun di samping itu guru-guru menyadari tanggung jawab edukatif mereka dalam apa yang disebut pengalaman-pengalaman ekstrakurikuler para siswa di sekolah. Apakah kurikulum itu? Menurut riwayat perkembangan kurikulum. Pengalaman-pengalaman inilah yang dimaksud kurikulum. Pengalaman-pengalaman di sekolah seperti bermain di halaman sekolah. Karena itu yang disebut kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler atau ´extra curiculer activitiesµ berada di luar kurikulum. Memang anggapan bahwa kurikulum sebagai kumpulan-kumpulan mata-mata pelajaran sampai sekarang masih menguasai sekolah. Mulai dari satuan-satuan pelajaran yang paling mudah dan berangsur -angsur menuju kepada isi yang sukar dan rumit. Perkataan ´dalam tanggung jawab sekolahµ dapat ditafsirkan terbatas pada jam-jam selama murid berada di sekolah. bukan bagian dari kurikulum sekolah. Urutan atau susunan mata pelajaran bukan harus ditentukan dalam mata pelajaran melainkan para pelajar atau murid itu sendiri dan urutan atau susunannya harus ditentukan menu kebutuhan-kebutuhan anakrut anak dan para remaja yang menjadi matang dalam kebudayaan. kesemuanya merupakan situasi-situasi belajar yang kaya akan pendidikan. Umumnya kepala sekolah dan guru-guru berada di antara dua pendapat ekstrim di atas. 1. kurikulum dianggap sebagai kumpulan matamata pelajaran. jadi bukan hanya sekumpulan mata-mata pelajaran belaka. pengalaman-pengalaman dalam darmawisata dan lain-lain. Pendidikan lainnya mempunyai pendapat: 4. atau yang berkaitan dengan masalah-masalah kehidupan umum yang selalu muncul. atau dapat ditafsirkan lebih luas lagi yang dalam menafsirkan yang ekstrim berupa ´sekolah masyarakatµ sehingga orang tidak tahu lagi di mana harus menarik garis batas. Program pengajaran harus disusun sekitar masalah-masalah kehidupan anak sehari-hari yang berbeda-beda pada tiap kelompok umur. 2. Jadi pada dasarnya ada dua definisi mengenai kurikulum. Ada pula yang berpendapat bahwa. tidak lebih dari itu. Pengalaman-pengalaman anak di luar sekolah. Menurut pendapat ini kurikulum adalah program belajar untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Kurikulum harus terdiri dari berbagai mata pelajaran yang urutannya harus disusun secara logis dan terperinci. Merupakan modifikasi atau variasi dari pendapat-pendapat di atas. 3. Bahwa urutan ditentukan oleh cara-cara yang paling baik dalam mengajarkan tiap mata pelajaran yang dapat ditemukan dengan jalan melakukan studi ilmiah. Karena itu sekolah berkewajiban untuk mengarahkan dan membimbing segala aspek perkembangan anak yang berada dalam lingkungannya. Banyak pemuka pendidikan mengemukakan pendapat bahwa: 1. Pada definisi kurikulum yang terakhir terdapat bermacam-macam. Di pihak lain. 2. 2. Apakah yang harus diajarkan? Terdapat perbedaan pendapat yang berpusat sekitar isi kurikulum. Karena itu kurikulum meliputi segala pengalaman yang sengaja diberikan sekolah untuk memupuk perkembangan anak-anak dengan jalan menciptakan situasi belajar-mengajar. kurikulum dianggap sebagai segala pengalaman yang diperoleh anak dalam tanggung jawab sekolah. dianggap bukan pengalaman belajar. jalan. Di satu pihak. Masih banyak para pendidik yang berpendapat bahwa urutan pelajaran harus dite ntukan menurut jalan pikiran yang terkandung dalam mata pelajaran yaitu: 1. jadi bukan hanya belajar tentang fakta dan kepandaian s emata-mata.tafsiran. Tempo dulu. b. jadi tidak termasuk di dalamnya. Ada beberapa kegiatan dan pengalaman murid-murid di sekolah tidak cocok dengan batasan kurikulum ini. 29 . Barangkali seyogianya pula kita menganggap kurikulum sebagai pengalaman-pengalaman perkembangan muridmurid yang direncanakan sekolah. Kurikulum mencakup segala pengalaman yang direncanakan untuk anak -anak yang langsung berada dalam tanggung jawab sekolah. istirahat dan lain-lain sebangsanya tidak termasuk kurikulum.

Pendapat terakhir dalam memberikan pemecahan masalah-masalah anak yang dihadapi sekarang dan yang menyangkut kepentingan anak di masa depan. baik anak maupun orang dewasa. yaitu: a) Anggapan pertama yang berpendirian. c) Pendirian ketiga menganggap tidak ada pertentangan prinsipiil antara kedua anggapan di atas. maka kurikulum harus disusun berdasarkan keadaan. Pendapat terak ini hir memang yang paling cocok atau sejalan dengan filsafat pendidikan psikologi perkembangan dan psikologi belajar. karena usaha pendidikan adalah mendidik individu. 2) Kurikulum harus disusun sekitar bahan-bahan dari buku dan dilengkapi dengan pengalaman -pengalaman yang diperoleh dari darmawisata dan kegiatan-kegiatan sekolah lainnya. Karena itu kurikulum harus berorientasi kepada individu di dalam masyarakat. Pendapat ketiga mengemukakan pendiriannya bahwa pada dasarnya tidak usah ada pertentangan antara kedua pendirian di atas. sampai batas-batas tertentu memperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan individu pula.akan datang. mempersiapkan anak untuk menyesuaikan diri kepada perubahan -perubahan pesat dari keanekaragaman dunia dewasa ini. Dalam kurikulum yang berorientasi seperti kebutuhan dan kepentingan kedua belah pihak akan terpenuhi sebagaimana mestinya. Apakah yang harus diutamakan dalam kurikulum? Dalam garis besarnya ada tiga anggapan yang berbeda-beda. Barangkali tidak ada orang yang mau mempertahankan salah satu pendapat dalam bentuk ekstrim. sifat dan kebutuhan-kebutuhan individu. karena di dalam kurikulum cukup diperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan kedua belah pihak. Masalah berkisar pada tekanan relatif yang harus diberikan kepada kepentingan -kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan individu dan yang harus diberikan kepada kepentingan-kepentingan masyarakat dalam menciptakan kurikulum yang dapat memenuhi kedua macam dan kepentingan. dan sebaliknya setiap kurikulum yang berorientasikan psikologis dengan sendirinya memperhatikan kepentingan masyarakat pula. Pendapat yang menentang pendirian di atas mengemukakan teori bahwa anak harus dianggap sebagai anak dengan hakhaknya. ialah meningkatkan penggunaan kecerdasan secara fleksibel. Ada mengutamakan: 1) Hampir seluruhnya kepada buku dan keterangan-keterangan yang diberikan saja. 3. biasanya berpendirian bahwa tugas fungsi pendidikan ialah untuk kehidupan orang dewasa. Seperti kita lihat di atas. Pandangan terakhir ini agaknya memberikan landasan yang sehat untuk menyusun kerangka yang fleksibel namun mantap untuk perencanaan kurikulum. Dalam kenyataan setiap program pengajaran yang berpedoman kepada kepentingan masyarakat. 4. lndividu hanya dapat mewujudkan dirinya sebagai individu jika ia berada dalam masyarakat tempat ia hidup. Sampai di mana kurikulum dapat berbeda-beda untuk masing-masing sekolah? 30 . latar belakang dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. d) Aspek lain dalam masalah di atas ialah persoalan: Apakah kurikulum harus ditentukan oleh kebutuhan kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa (persiapan untuk menghadapi masa dewasa) atau harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan murid-murid sekarang ini? Pihak yang mempertahankan kurikulum harus tersusun semata-mata dari mata pelajaran yang didasarkan kepada kebutuhan dan kepentingan masyarakat. b) Anggapan kedua mempertahankan pendirian. sebab itu benar benar tidak realistis. untuk memberikan masalah-masalah dan pengalaman-pengalaman belajar yang sekaligus menyangkut kepentingan langsung di dalam kehidupan anak dan mempersiapkan mereka untuk hidup sebagai orang dewasa kelak. Dikemukakan pula bahwa teori lama: ´mempersiapkan anak untuk kehidupan orang dewasaµ berimplikasi masyarakat yang statis di mana kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa kelak dapat diramalkan pada anak-anak yang ada sekarang. Kita tidak usah berpihak kepada salah satu pendirian. tau sedangkan pendirian yang kedua mementingkan individu atau berorientasi psikologis.Aspek masalah lainnya ialah mengenai persoalan sampai di mana kurikulum harus mencakup pengalaman pengalaman langsung. bukan dianggap sebagai orang dewasa dalam bentuk mini. maka program pengajarannya harus mementingkan keadaan. karena sekolah didirikan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. 3) Kurikulum pertama-tama harus mencakup masalah-masalah yang berasal dari pengalaman anak-anak dengan jalan menggunakan sebagian besar buku-buku untuk membantu memecahkan masalah-masalah tersebut. Karena itu kurikulum harus memperhatikan masalah -masalah yang menyangkut anak-anak saja. sedangkan pertama berorientasi kepada kepentingan masyarakat a sosial. Karena itu kurikulum harus banyak mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan anak dimasa yang.

Ada beberapa ahli yang mengemukakan pendiriannya. pendirian yang cukup mantap tetapi luwes ialah adanya pola kurikulum yang longgar atau leluasa sejalan dengan kebutuhankebutuhan kultural. dan urutannya yang seragam? Jawabannya: dapat bermacam-macam. isi. pendapat-pendapat yang berbeda itu dapat dilukiskan dengan skala seperti tercantum di halaman 46. harus direncanakan? Masalah kelima berkisar sekitar masalah tanggung jawab untuk menentukan: harus bagaimana bentuk kurikulum itu. Adapula yang berpendapat bahwa setiap masyarakat mempunyai cirinya tersendiri yang unik dalam berbagai aspek kebudayaan. berisi luas oleh panitia partisipasi dari yang terdiri dari guru-guru dan guru-guru dalam tokoh-tokoh bentuk pedoman masyarakat. 2 Kurikulum direncanakan secara terperinci di muka oleh panitia yang terdiri dari guru-guru dalam bentuk kumpulan mata pelajaran. dan bilamana. dan anak -anak memperlihatkan keanekaragaman perbedaan individual. terutama penganut kurikulum yang terdiri dari mata pelajaran. isi dan urutan mata pelajaran dalam kurikulum harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan kurikuler orang dewasa. Jawaban terhadap persoalan ini macam macam. yaitu masalah keseragaman dan keanekaragaman. dan semua murid di semua sekolah tingkat tertentu mempunyai kurikulum yang kira-kira seragam. murid. menurut agar supaya program pengajaran tiap sekolah memperlihatkan ciri-cirinya tersendiri yang unik dan jelas itu. seringkali secara terperinci mengenai situasi belajar. ke arah sebelah kanan skala. bahwa ruang lingkup. dan kebutuhan-kebutuhan psikologis yang universal. Perincian Perincian dilakukan oleh dilakukan oleh guru berdasarkan perencanaan kebutuhanbersama guru kebutuhan murid. Pada waktu itu orang menganggap semua murid (kecuali anak -anak yang lemah jiwa) 31 . Barangkali bentuk situasi kedudukan yang paling dikehendaki ialah nomor 1. Sedangkan pendapat kedua tidak terlalu tegas mempertahankan keunikan secara mutlak. Untuk penjelasan singkat. 5 Kurikulum direncanakan oleh guru bersama murid pada waktu akan belajar. dan bukan dalam bentuk jawaban yang benar-benar esktrim. 5. bahwa tidak ada aspek-aspek kurikulum yang harus direncanakan jauh sebelum situasi belajar berlangsung. Kedua jawaban di atas tentu saja hanya berbeda dalam memberikan penonjolan. Banyak yang berpendirian. 2. kerja. Menurut pendapat ini kurikulum harus d irencanakan baik-baik sebelumnya. 5. Mengenai perencanaan di muka atau ´pre-planningµ terdapat perbedaan pendapat dalam hal sejauh mana perencanaan di muka dapat dilakukan. Misalnya apakah dikehendaki jika semua sekolah yang setingkat dan sejenis mempunyai program pengajaran yang ruang lingkup. tanpa perencanaan jauh di muka.Persoalan ini sangat erat pertaliannya dengan masalah sebelumnya. Ada yang mengemukakan pendapat bahwa perencanaan kurikulum adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian dan karena itu harus dikerjakan oleh para ahli atau ´expertµ dalam bidang perencanaan kurikulum. Karena itu. Dewasa ini terdapat kecenderungan yang bergerak dari kurikulum yang direncanakan jauh di muka dan secara terperinci. siapa yang merencanakannya. 6. Pendapat pertama menganggap bahwa adanya beberapa perubahan program pengajaran karena adanya perubahan-perubahan dalam masyarakat dan dalam populasi murid. Bagaimana kurikulum harus memperhatikan perbedaan-perbedaan individual? Persoalan ini berkisar sekitar masalah penyesuaian program pengajaran terhadap perbedaan -perbedaan di antara anak-anak. di mana masing -masing sekolah sampai batas-batas tertentu dapat mengadakan variasi dalam program pengajarannya disesuaikan dengan seperlunya kepada kebutuhan-kebutuhan unik dari murid-murid dan masyarakat tempat mereka hidup. Bilamana dan oleh siapa kurikulum. sekalipun pada umumnya ku rikulum yang sedang berlaku sekarang masih termasuk kategori 1 dan 2. Rencana kurikulum Skala ´Pre-Planningµ 3 4 Kurikulum Kurikulum direncanakan direncanakan dalam garis dalam garis besarnya yang besarnya. 1 Kurikulum seluruhnya direncanakan di muka secara terperinci oleh ´expertsµ dalam bentuk kumpulan mata pelajaran. Yang menjadi masalah pokok ialah menentukan kedudukan sebaik -baiknya dan paling menguntungkan anak antara pendirian 1 dan 5. yang hampir mendekati kedudukan nomor 4 memberikan stabilitas atau kemantapan dan adaptabilitas yang leluasa. Kurikulum yang berorientasikan kumpulan mata pelajaran berasal dari zaman sebelum ada pengetahuan tentang perbedaan-perbedaan individu dan kemampuan pada murid.

Slogan yang berbunyi ´Barangsiapa yang mempunyai kemauan di sanalah ada jalanµ (Where there is a will there is a way) turut mendasari teori di atas. metode -metode penelitian bebas dan berpikir kritis. Yang menjadi masalah ialah menyesuaikan individu-individu yang mempunyai kecepatan belajar yang berbeda-beda kepada ´realitasµ ini. baik mutu maupun kecepatan belajar. Manakah yang lebih penting.dapat menguasai semua mata pelajaran yang diberikan di sekolah dengan kepandaian yang sama asal mereka rajin belajar. Memang kita akui bahwa sarana belajar itu penting dan bahwa proses adalah juga isi dalam arti yang sebenarnya dan merupakan aspek terpenting dalam situasi belajar. 7. Pertama. Rupanya teori ini senada dengan pendapat psikologi daya masa lampau yang berpendapat bahwa daya -daya seperti kemauan. Tampaknya teori ketiga ini lebih sejalan dengan pelaksanaan prinsip demokrasi dalam pengajaran. kegiatan kegiatan penelitian sendiri. dalam praktek keadaan ini masih banyak dijalankan. bahwa yang dipergunakan untuk memecahkan masalah. Pandangan terakhir mengemukakan pendirian bahwa isi yang dipelajari harus dikaitkan dengan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan nyata anak-anak menurut taraf kematangannya. yaitu dalam penekannya. yang antara lain: . dengan mengemukakan pendirian bahwa metode -metode itu pun merupakan isi pula dan hal-hal penting yang dipelajari bukan fakta-fakta melainkan pola-pola berbuat seperti hubungan insani yang demokratis partisipasi yang konstruktif. prosedur demokratis. Pendekatan terakhir terhadap isi yang dipelajari berbeda dengan pendekatan lama. Isi yang dipelajari memang penting. Hal ini menunjukkan tiap anggota kelompok untuk mampu bekerja menurut taraf perkembangan masing -masing dalam bidang akademis.kelompok pelajar yang cerdas dan cepat belajar atau ´fast learnestµ selain dengan cepat menguasai minimum essentials diberi juga program yang lebih luas yang berfungsi memperkaya program umum atau ´enriched program learningµ. sebagai terjemahan salah satu sila dari Pancasila yang mendasari sistem pendidikan di negara kita. kecerdasan. Pendapat kedua mengemukakan teori bahwa murid-murid harus dikelompokkan menurut kemampuannya atas dasar anggapan bahwa pengelompokan ini akan memperkecil perbedaan kemampuan dalam tiap kelompok sampai kepada taraf penyederhanaan atau mempermudah pelaksanaan individualisasi program pengajaran.kelompok murid-murid yang lambat belajar atau ´slow learnersµ hanya diberi pelajaran tentang halhal penting yang sekurang-kurangnya harus dikuasai oleh semua atau ´minimum assentialsµ atau disebut program umum. maka teori ketiga secara berangsung-angsur mulai diterima dan dikembangkan di sekolah-sekolah percobaan. pikiran dan moral yang dianggap penting oleh mereka. dan sebangsanya. sosial dan emosi dan masih menunjang usaha bersama kelompok. Namun kita harus berpendirian hatihati jangan sampai terjerumus ke salah satu pendapat yang ekstrim. Jika pendapat pertama dan kedua sudah umum dipraktekkan di sekolah-sekolah sekalipun kadang-kadang dalam bentuk yang sederhana. Hal ini dapat dilaksanakan dengan program-program dalam bentuk modul semi mengajar diri sendiri atau modula mengajar diri sendiri. ketahanan dan kerajinan dapat dikembangkan dengan jalan mempelajari mata-mata pelajaran tertentu selama mata-mata pelajaran tersebut cukup sukar dan tidak menyenangkan. Para pendidikan yang mengutamakan kegiatan dan pengalaman di dalam kurikulum berarti memperhatikan pentingnya apa yang dipelajari sepanjang macam-macam pengalaman dihayati anak memupuk perkembangan sosial. Sementara para pendidik secara teoretis menolak pandangan ini. Keadaan itu telah menggerakkan para pendidik kepada perbedaan -perbedaan individual ini. Dalam situasi dewasa ini mata-mata pelajaran tertentu kadang-kadang dinomorduakan atau dianggap kurang penting dalam melaksanakan perencanaan bersama. proses atau isi? Jawaban pertama terhadap persoalan ini merupakan implikasi dari teori Dewey yang berpendapat bahwa anak dan juga orang dewasa ´belajar dengan berbuatµ atau ´learning by doingµ. ialah konsep kurikulum yang telah ditetapkan jauh di muka harus dikuasai oleh semua murid menurut kecepatan yang telah diatur sebelumnya. Dewasa ini pada umumnya diakui bahwa makhluk manusia sangat beraneka ragam dalam kemampuannya untuk maju. Disini timbul perbedaan-perbedaan pendapat mengenai persoalan bagaimana hal ini harus dilaksanakan. dengan keyakinan bahwa individualisasi dalam pengajaran harus memperhatikan. . Pendapat ketiga ialah menciptakan jenis kurikulum berdasarkan pengalaman yang dipusatkan kepada masalah-masalah dan memberikan kesempatan kepada kelompok -kelompok tersebut dalam pendapat kedua untuk bekerja sama memecahkan masalah bersama yang menarik perhatian bersama. estetika. Pendekatan yang sehat terhadap belajar berpendirian bahwa belajar merupakan interaksi antara pelajar dengan situasi yang mencakup masalah atau problema. Dalam situasi ini pengetahuan tentang fakta -fakta ditempatkan dalam 32 . Taraf hasil belajar yang dicapai dalam mata-mata pelajaran hanya ditentukan oleh besarnya usaha atau kerajinan yang ditunjukkan pelajar. dan pada anak ialah adanya orang dewasa (guru) yang membantu dan membimbing.

buku. Tanggung Jawab Kepala Sekolah dan Kaitannya dengan Pengurusan dan Prosedur Salah satu tugas utama kepala sekolah dalam administrasian sarana pengajaran ialah bersama-sama dengan staf menyusun daftar kebutuhan mereka akan alat-alat sarana tersebut dan mempersiapkan perkiraan tahunan untuk diusahakan penyediaannya. Dalam pendidikan misalnya: lokasi/tempat. Misalnya: ruang. Sedang sarana seperti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. Pendistribusian peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggung jawab salah seorang anggota staf yang ditunjuk. 079/1975. Siapakah yang bertanggung jawab tentang prasarana dan sarana pendidikan? Jawab: adalah para pengelola/ administrasi pendidikan. sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. Harus diadakan inventarisasi secara berkala. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar dan mengajar. bangunan sekolah. Hubungan AntaraPeralatan dan Perlengkapan Pengajaran dengan Program Pengajaran Jenis peralatan dan perlengkapan yang disediakan di sekolah dan cara-cara pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap program mengajar -belajar. Yang paling tepat adalah pegawai tata usaha. Bangunan dan perabot sekolah. c. a. 33 . d. Isi pelajaran penting karena turut meningkatkan kualitas kehidupan murid-murid di masa kini dan sekaligus merupakan persiapan untuk kehidupan di masa yang akan datang. maksudnya bila diperlukan sewaktu-waktu segera dapat disediakan. Titik berat dalam hal ini adalah kepada belajar yang dikaitkan dengan masalah-masalah dan kebutuhan serta kegunaan hasil belajar nanti di dalam kehidupannya. Mudah didapat bila sewaktu-waktu diperlukan. Administrasi Prasarana dan Sarana Pendidikan Secara otimologis (arti kata) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan. dan serangga. e. Karena penyediaan sarana pendidikan di suatu sekolah haruslah disesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa-masa mendatang. Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat. Demikian pula administrasinya yang jelek akan mengurangi kegunaan alat-alat dan perlengkapan tersebut. Semua penyimpanan harus diadministrasikan rnenurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu dipergunakan. kepala sekolah sama-sama menyusun daftar kebutuhan sekolah masing-masing. 1.fokus baru ini. pembukuan dan alat-alat peraga dan laboratorium. 2) Menyimpan dan mendistribusikan Ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah. b. Walaupun kelompok persoalan di atas dibahas secara singkat. lapangan olahraga. laboratorium dan sebagainya. sarana pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu: a. Media pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil. b. perpustakaan. f. Sedangkan untuk alat-alat yang belum distandardisasi. Sedangkan menurut keputusan Menteri P dan K No. lapuk. Karena pelaksanaan tanggung jawab ini hanya bersifat ketatausahaan maka kurang tepat jika kepala sekolah atau guru sendiri yang langsung melaksanakannya. 3. namum pembahasannya menc akup faktorfaktor utama yang menentukan pola kurikulum dan tempat kedudukan kepala sekolah beserta staff dalam keadaan tersebut sampai batas-batas tertentu akan menentukan jenis kurikulum yang sedang dilaksanakan di sekolahnya dan selanjutnya dalam batas-batas tertentu pula akan menentukan pola keseluruhan organisasi dan administrasi pengajaran. Secara micro (sempit) maka kepala sekolah yang bertanggung jawab masalah ini. Tanggung jawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumuskan secara terperinci dan dipahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan. 1) Mempersiapkan perkiraan tahunan Biasanya kepala sekolah membuat daftar alat-alat yang diperlukan di sekolahnya sesuai dengan kebutuhannya dengan daftar alat yang distandardisasi. Kemudian menyimpan dan memelihara serta mendistribusikan kepada guru¬guru yang bersangkutan. uang dan sebagainya. Kebijaksanaan pendistribusian ini hendaklah ditekankan kepada prinsip efisien dan fleksibilitas. 2. dan menginventarisasi alat-alat/ sarana tersebut pada akhir tahun pelajaran. c. Alat pelajaran yang terdiri. Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat-tempat yang bebas dari faktor-faktor perusak seperti: panas lembab.

Rencana rehabilitasi hendaknya dibuat sehemat mungkin. 3) Mengatur kunjungan sekolah-sekolah yang dipergunakan sebagai model atau contoh. Dalam menghadapi tugas ini disarankan menempuh langkah-Iangkah sebagai berikut: 1) Masalah dasar-dasar pengajaran dan penentuan jenis program pengajaran dan perencanaan fasilitas bangunannya. 3) Administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran harus senantiasa ditinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran. menyempurnakan akustik ruangan belajar. kepala sekolah mempunyai peranan tersendiri dalam panitia perencanaan bangunan sekolah dan perlengkapannya. Sedangkan sebagai administrator yang bertanggungjawab akan sekolahnya. menambah tempat ruang buang air. 4) Kondisi-kondisi di atas akan terpenuhi jika administrator mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi. Rehabilitasi Dengan melakukan survey terhadap bangunan dan perlengkapan yang sudah ada dan mencatat serta terperinci perbaikan-perbaikan yang diperlukan. Dalam masa kerjanya kepala sekolah tentu pernah menghadapi masalah seperti di atas. c. 4) Mempelajari gambar-gambar contoh bangunan sekolah dan perlengkapannya baik yang diproyeksikan maupun gambar biasa. Misalnya melalui lokakarya. b. Langkah-Iangkah di atas bukan satu-satunya cara yang dapat ditempuh kepala sekolah dalam merencanakan bangunan sekolah baru beserta perlengkapannya. Sudah tentu guru-guru dan para orang tua murid diikutsertakan dalam melakukan perencanaan mengenai penambahan-penambahan dan perombakan-perombakan bangunan yang sudah ada atau merencanakan bangunan barn. namun ada beberapa prinsip yang telah lama diakui dan dianjurkan para ahli seni dan dekorasi umpamanya reaksi-reaksi psikologis 34 . Di antaranya adalah sebagai berikut: 1) Hendaknya kepala sekolah tidak terlalu rnenyibukkan dirinya secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran. memperbaiki fasilitas mencuci tangan dan kaki dan pekerjaan-pekerjaan perbaikan lainnya yang bertalian dengan pelaksanaan inovasi pendidikan. Perluasan bangunan yang sudah ada Pada bangunan sekolah yang sudah ada sering kali diperlukan tambahan-tambahan bangunan dan perlengkapannya. kepala sekolah dengan stafnya dapat mengusulkan perbaikan perbaikan untuk kepentingan efektivitas pelaksanaan program sekolah.j): a. walaupun tiap orang mempunyai kesukaan. Semakin cepat mendesak baik yang bertalian dengan kualitas maupun. Segala bahan penting yang diperlukan harus dikumpulkan agar supaya dapat menyampaikan rekomendasi yang tepat dan masuk akal. 2) Melakukan sistem pencatatan yang tepat sehingga mudah dikerjakan. Perbaikan-perbaikan ini diantaranya mencakup mengecat dan melabur. kuantitas. 2) Membentuk panitia untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan khusus yang bertalian dengan bangunan dan perlengkapannya yang diusulkan. konferensi dan mengikuti penataran khusus mengenai masalah bangunan sekolah dan perlengkapannya. narnun untuk penyempurnaan p ekerjaan tersebut para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya. Masih ada cara-cara lain yang bisa ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai hal-hal penting yang bertalian dengan perencanaan bangunan sekolah. mengganti bahan-bahan atau bagianbagian yang sudah usang atau lapuk. dan saran-saran yang mereka kemukakan ditampung dan dipertimbangkan.3. Kepala sekolah yang memiliki pengetahuan yang memadai tentang hal tersebut akan sangat ber guna dalam partisipasinya. Meningkatkan mutu keindahan ruang belajar Ada kecenderungan untuk mengecat ruang belajar dengan wama menurut kesukaan dan pilihan individu guru. distribusi dan penggunaan serta pengawasan peralatan dan perlengkapan pengajaran yang semuanya mendorong mereka untuk memikirkan proses paling tepat dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka. baik kepada pemerintah maupun kepada masyarakat. 4. Keadaan pekerjaan akan menentukan lamanya waktu dan besarnya tenaga yang dibutuhkan untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan dan mengidentifikasikannya dengan tepat. Beberapa Pedoman Administrasi Perawatan Walaupun pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan sudah merupakan pekerjaan rutin dan orang-orang dihadapkan kesukaran-kesukaran yang kurang berarti. Langkah -Iangkah yang disarankan terdahulu dapat juga ditempuh jika penambahan bangunan itu agak besar. Keadaan pekerjaan akan menentukan lamanya waktu maupun kualitas. apabila tuntutan-tuntutan yang berasal dari perkembangan pendidikan. Administrasi Gedung dan Perlengkapan Sekolah Mungkin banyak para kepala sekolah yang tidak mempunyai kesempatan untuk ikut serta dalam perencanaan bangunan sekolah. dan pilihan warna masing-masing. Guru. Ada beberapa aspek yang bertalian dengan perencanaan dan pemeliharaan bangunan sekolah dan perlengkapannya (a .

Pemeriksaan itu perlu Tanggung jawab kepala sekolah untuk melakukan pemeriksaan dan koreksi terhadap kondisi kondisi ruangan sekolah dan perlengkapannya termasuk halaman dan tempat-tempat bermain murid. ruangan belajar dan gang-gang. masalah sanitasi harus mendapat perhatian pertama.terhadap warna-wama tertentu harus diperhatikan dalam mengecat ruang belajar. Demikian pula dinding-dinding samping ruangan harus dicat warna cerah dan pusat. Faktor-faktor psikologis harus diperhatikan dalam pembuatan perabot ruang belajar. sedangkan warna hijau memberikan pengaruh mendinginkan dan sejuk. Pengaruh yang berangsurangsur namun pasti dari lingkungan sekolah terhadap kebiasaan hidup sehari hari dan sikap menghargai pada murid-murid akan tampak dari tahun ke tahun. yang berarti menghambat pula kelancaran pelaksanaan program pengajaran di sekolah. Tanggung jawab keberesan sekolah Kepala sekolah dan guru hendaknya selalu menyadari bahwa murid-murid banyak belajar dari lingkungan sekolah. ruang olahraga. jangan sampai ada perabot yang dapat menghambat proses belajar pada muri -murid. Keadaan kelas yang berantakan dan tidak teratur. laboratorium. harus dilaksanakan terus-menerus dan teratur. Dalam melaksanakan tugas tersebut. Alatalat yang langsung dipergunakan dalam pelajaran memerlukan fasilitas penyimpanan yang memadai dan praktis sehingga sewaktu waktu diperlukan dapat segera disediakan serta keamanannya cukup terpelihara. Di samping itu keadaan seperti di atas ditinjau dari segi pendidikan kesehatan akan menimbulkan pengaruh yang merugikan. Memperhatikan kondisi sanitasi Ditinjau dari kebutuhan akan kesehatan pada murid-murid dan seluruh anggota staf di sekolah. Penyimpanan alat-alat yang tepat Dari segi pendidikan soal penyimpanan alat-alat kurang mendapat perhatian. Karena itu hendaknya kepala sekolah menyadari tanggung jawab untuk senantiasa mengawasi ruangan belajar dan bagianbagian sekolah lainnya agar selalu beres. Alangkah baiknya jika tempat penyimpanan alat-alat ini direncanakan sebelum bangunan didirikan sehingga faktor estetikanya pun mendapat perhatian juga. Kegiatan murid dalam pemeliharaan kebersihan dan keberesan sekolah. Administrator yang progresif akan mengutamakan fleksibilitas dalam fungsi dan letak perabot di ruang belajar. bersih dan teratur. Memang kesehatan menjadi salah satu tujuan ini di sekolah. d. salah satu fasilitas penting ialah penyediaan air untuk mencuci tangan dan kaki dan anggota badan lainnya. Ingatlah bahwa yang belajar adalah murid d sebagai kesatuan pribadi dan bukan kecerdasannya saja yang berkembang. Dinding atas ruangan belajar harus dicat putih karena 80% faktor pantulan diperlukan untuk memberikan cahaya yang memadai kepada murid. karena bukan saja harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai bangunan sekolah. Memilih perabot dan perlengkapan Kepala sekolah hendaknya serba bisa. Hendaknya jadwal kerja harian yang terperinci dari penjaga kebersihan sekolah disesuaikan dengan jadwal kegiatan. akan memberikan pengaruh jelek kepada murid-murid ditinjau dari segi pendidikan dan perkembangannya. Salah satu kegiatan utama program kesehatan sekolah ialah menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat. Inilah salah satu tujuan yang harus dipakai dalam pendidikan di sekolah yaitu memperbaiki kebiasaan kebiasaan hidup murid-murid dengan jalan mengatur dan menciptakan kondisi lingkungan yang dapat memperlancar perkembangan kebiasaan yang baik pada murid-murid. Ruang belajar. melainkan juga banyak pengetahuannya tentang perabot dan perlengkapan. Warna perabot harus coklat muda dan tidak mengkilap. 35 . Macam-macam warna yang memantulkan cahaya harus diperhatikan dalam mengecat. Di samping itu proses belajar dan mengajar akan terhambat. g. Kesemuanya harus diatur sedemikian rupa sehingga kondisinya memberikan pengaruh yang optimal dalam proses belajar dan terhadap perkembangan kesehatan murid~murid. kotor. di antaranya menyediakan fasilitas-fasilitas untuk mempraktekkan kebiasaan hidup sehat. Dalam usaha kesehatan sekolah atau UKS hal ini dibicarakan secara terperinci. h. ialah dasar pengajaran. baik dalam literatur tentang konstruksi bangunan sekolah maupun dalam rencana struktur bangunannya. f. cahaya dan ventilasi yang kurang memadai. baik kesehatan fisik maupun kesehatan mentalnya. e. ruang-ruang keterampilan dan sebagainya. ia mengadakan pertemuan -pertemuan dengan penjaga kebersihan sekolah mengenai masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang harus diatasi. Lingkungan fisik sekolah harus senantiasa dijaga dipelihara kesehatan dan kebersihannya. Pemeriksaan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga hal-hal yang sekecil-kecilnya pun tidak sedemikian rupa sehingga hal tersebut tidak lepas dari tanggung jawab. kesehatan jasmani dan rohani. Hendaknya disediakan sabun dan lap atau handuk kecil. Salah satu faktor penting yang dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih perabot dan perlengkapan ruangan kelas yang harus disediakan. seperti wama merah dan orang adalah warna yang hangat dan memberikan tenaga.

Kepala sekolah hendaknya melakukan observasi yang teratur dan kontinu terhadap kondisi cahaya di ruang belajar ini. 5) Lintas Alam. i. namun mereka. keagamaan 3) Membantu masyarakat yang kena musibah. 2) Penelitian. Kegiatan pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran 1) Diskusi. 3) Karya wisata. selaras dengan tujuan sekolah yang tertuang dalam kurikulum. namun berpengaruh menenangkan dan memupuk perasaan estetika. dan pemeliharaan ruang belajar. j. Menyediakan tempat dan fasilitas saja untuk keperluan itu. memerlukan bantuan dan dukungan dari kepala sekolah dan penjaga kebersihan sekolah agar supaya ruang belajar senantiasa siap untuk dipergunakan dan memperlancar proses belajar. Dari kenyataan ini timbul tuntutan agar supaya kepala sekolah memberikan perhatian cukup terhadap kondisi ruang belajar. 2) Pengertian hari-hari besar nasional. kebanyakan guru -guru kurang menyadari pentingnya cahaya yang memadai bagi murid-murid jika sedang ada dalam ruang belajar. penjaga kebersihan sekolah dan penjaga keamanan sekolah. 36 4. Gunakanlah warna-warna yang membangkitkan semangat belajar dan bekerja. Untuk menjaga dan memelihara agar sup aya tempat bermain menarik. temu karya. seminar dan lain-lain. 8) Pengaturan lalu-lintas. c. murid. binatang. diratakan serta disesuaikan dengan berbagai permainan dan kegiatan yang dilakukan oleh murid -murid. Kegiatan pengembangan keterampilan berdasar hobi 1) Latihan kepemimpinan. 4) Penulisan karangan untuk berbagai media. Di samping itu ruang belajar harus selalu diperbarui catnya. yaitu pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran. dianjurkan tiap-tiap tiga sampai lima tahun sekali. jika sa fasilitas penyimpanan alat-alat tidak mendapat perhatian. atau memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan kesehatan murid-murid dan penghuni sekolah lainnya. dan segera mengadakan perbaikan bilamana terdapat kekurangan -kekurangan. 5) Percobaan-percobaan akademis di luar kelas. Kegiatan-kegiatan pengembangan sikap 1) Pengumpulan dana sosial. Memang guru-guru sering kali memberikan pengawasan langsung terhadap pengaturan. Tempat bermain harus dipelihara. 3) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). dan lain-lain). Masalah penyimpanan alat-alat dan perlengkapan pengajaran telah dibicarakan secara singkat pula pada halaman-halaman sebelumnya. 2) Palang Merah Remaja. Tempat bermain harus selalu dijaga dan dipelihara supaya bebas dari kondisi dan hal hal atau benda-benda yang mungkin menimbulkan bahaya kecelakaan. 9) Pengumpulan benda-benda bekas (perangko. Pemeliharaan halaman dan tempat bermain Kegiatan rekreasi di sekolah dewasa ini mempunyai peranan penting dalam program pengajaran. 4) Pramuka. Oleh karena itu supaya pembinaan administrasinya terutama m enyangkut pembinaan pengelolaan organisasinya dan kegiatannya. apa pun kegiatan yang dikembangkan hendaknya selalu dalam rangkaiannya dengan tujuannya. . 6) Olahraga. dipergunakan di ruang belajar.Agar sulit untuk memelihara dan menjaga ruang belajar agar supaya senantia beres dan bersih. belum memadai. pengembangan keterampilan dan pengembangan sikap. Contoh kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di sekolah melalui Osis adalah sebagai berikut: a. Seperti telah disinggung di muka bahwa warna-warna yang dipergunakan di ruang belajar adalah warna-warna yang memberikan pengaruh psikologis positif dalam proses mengajar dan belajar kepada guru-guru dan murid-murid. aman dan bebas dari hal-hal yang mungkin menimbulkan kecelakaan. 7) Keseman. b. Mengatur dan memelihara ruang belajar Sebagian besar waktu kehidupan murid-murid dan guru selama bersekolah. Di samping hal-hal lainnya.7 Administrasi Siswa OSIS merupakan organisasi murid yang resmi diakui dan diselenggarakan di sekolah dengan tujuan untuk melatih kepemimpinan murid serta memberikan wahana bagi murid untuk melakukan kegiatan-kegiatan ko-kurikuler yang sesuai. hal yang sangat penting untuk diperhatikan ialah ruang belajar harus cukup mendapat cahaya. kepala sekolah harus bekerja sama-dengan guru-guru.

.................. Data ini tidak hanya berguna sewaktu murid tersebut masih sekolah.................................................................................................................................................................. : .......................................... Penghargaan yang diterima murid : ...... b.................... 11............................................. Berikut ini disajikan contoh-contoh format data tentang murid: a....................1 2 Pendidikan Umum 2.......... Keterangan lain-lain : .......... .......................... Pendidikan Agama PMP Olah Raga...................... Data anekdot 12............. .............................................. dan seterusnya .............. dan Kesehatan ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus 37 Kelas/Th Sem................................ 8.......................................................... c........ ........................................... Pindah ke b.. Tinggal 15... Nama : ........................ Kelulusan: a... d............... Warga Negara : .............................. Melanjutkan ke 14.........Pengelolaan data kesiswaan merupakan salah satu garapan administrasi murid yang tidak dapat ditinggalkan................................................................................................................... Tanggal b......... Jenis Kelamin : ............................... : .............................................. Pendidikan : ........................................ yaitu: data tentang identitas murid........................ 10...................................................................... Orang Tua/Wali Murid : .............................. Nama Murid : .. : ........... Anak ke : ......................... tgl..................................1 2 _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______________ ......................................... Pekerjaan : ........................................................................ Alamat : .... Mata Kelas/Th Kelas/Th Pelajaran Sem...... .................................................... 7. Tanggal b....... ...................................... Alamat : ........... Tanggal : ................................. pas foto 3........ Pada kelas c...................................................................... tetapi juga bermanfaat kelak setelah murid tersebut sudah lulus dan meninggalkan sekolah tersebut............................... ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus _____________________________________________________________________________________________________________________________ ________________ Keterangan: __________________ _____________________________________________________________ _______________________________________________________________ ................................................................. 3............................................................ Asal Sekolah : .............................................................................. ........ : .............................. a.................... Di kelas c............ Di kelas : ........... Alasan 13........ Diterima: a............ b..... : ....... : .. : ... ....... 1............................................................................................................ STTB Nomor c.............................................................................. 4....................................... b..................... 9............................................... Perpindahan: a..... 2................... : ....................................... : ....................................1 2 Sem..................................... : ................ Lahir : ............................... Contoh format Identitas Murid 1.................................. tentang hasil belajar murid dan tentang kehadiran murid............................ ........... Pada intinya ada tiga macam data yang perlu sekali dike1ola........................ 6................. Contoh format Data Hasil Belajar Murid ============================================================== Program No................................................................. Keluar : a...................... 5............. Tempat.

.. 31 Absen _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______ 1................................. 2........................................ data tentang identitas siswa dan lembar sebelah kanan untuk data hasil belajar siswa................. 50................ 38 ............ sehingga mudah mencarinya kembali...................... ____________________ ________________________________________________________________________________________________________________ Jumlah yang hadir _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______ d...... Jumlah Murid : .... Cara menyimpan data tentang murid Data-data tersebut harus disimpan oleh sekolah secara baik-baik dan berfungsi sebagai arsip aktif yang sewaktu-waktu dicari kembali untuk keperluan tertentu.................................. sebaiknya menggunakan buku ukuran folio..................... Bagian depan kartu diisi dengan data identitas siswa dan bagian belakangnya dipergunakan untuk data hasil belajar................................ karena itu merupakan satu kesatuan......... Untuk mencari data tentang siswa pada buku induk akan lebih sukar dibandingkan dengan bila menggunakan siswa kartu............................orang...............50 cm x 28 cm)...... sebaiknya diberi kartu penyekat atau kartunya diganti dengan baru yang berwarna lain.. Lembar muka sebelah kiri untuk.......... sebaiknya digunakan bahan kertas manila........ Agar mudah disusun........... Contoh format Data Presensi Murid Daftar Presensi bulan : ................... .......................................................... Nama Murid Tanggal Jumlah 1 2 3 4 5 dst .............. Untuk mempermudah penggunaan buku induk tersebut dapat dibantu dengan menggunakan buku Klaper di mana-mana siswa yang namanya dimulai dengan huruf sama disusun menjadi satu......................... Pada setiap ganti tahun angkatan..................... Penulisan data siswa tersebut diurutkan menurut urutan nomor induknya............................... Penyimpanan data itu dapat dilakukan dengan menggunakan sistem kartu atau dapat pula menggunakan sistem buku induk................................................................ Kelas : ................... Ada beberapa cara untuk menyimpan data tersebut. ......... a) Apabila menggunakan sistem kartu sebaiknya dibuatkan sehelai kartu untuk setiap siswa.. 5........................ dengan menggunakan dua muka sebelah kiri untuk setiap siswa... dengan warna berbeda untuk setiap kelas (angkatan)..orang....orang................................................c.... ....... Tahun ........ Kartu itu berukuran quarto (21........................ .. 1) Untuk data tentang identitas dan hasil belajar siswa sebaiknya tidak terpisah................................... ......................................... b) Apabila menggunakan buku induk.................................................. Confoh format Data Rekapitulasi Kehadiran Murid SMP NEGERI XV SURABAYA Ha ri Tanggal Jumlah murid Izin Sakit Lain-lain : : : : : : ............... 3. Dengan sistem kartu ini upaya pencarian kembali setiap data yang diperlukan akan lebih mudah. Kartu-kartu itu diurutkan menurut urutan nomor induk siswa yang ditulis pada pojok kanan atas..................................................... .... 4....................... ============================================================================No... dan seterusnya .orang....................

d. f. Organisasi sosial 10. Maka dalam hal ini organisasi/Osis merupakan sarana komunikasi formil antara kelompok murid dan suatu sistem sekolah dengan: . Tujuan penyampaian (dapat perintah. Menjadi pemimpin.membina generasi muda umumnya . program pengabdian masyarakat. bendahara. dan seksi-seksi. laporan dan sebagainya). kegiatan-kegiatan sosial dan sebagainya. Response/jawaban yang diberikan oleh si penerima. Komunikasi di dalam administrasi sekolah adalah suatu proses penyampaian sesuatu (berita/idea kepada orang lain). Organisasi kesiswaan. Kegiatan antar kelas seperti. Di dalam pengertian di atas terlihat adanya berbagai unsur antara lain: a. Tanggung jawab murid. pemberitahuan laporan dan sebagainya). yaitu orang yang menyampaikan sesuatu kepada orang lain (juga sebagai sumber berita). Membagi kepemimpinan dengan orang lain. Perkemahan sekolah 4. Kegiatan ini merupakan kegiatan kurikuler yaitu untuk menjamin adaptasi murid sekolah yang dapat menunjang proses belajar dan perkembangan murid secara lebih efektif. Perlombaan dan pertandingan 7. Pertemuan siswa 2.sistem sosial masyarakat di mana sekolah itu berada. Kerjasama Sekolah dan Masyarakat Secara sederhana "hubungan" atau "communication"(di Indonesia: komunikasi) dapat diartikan sebagai "process by wich a person transmits a massage to another" (proses penyampaian berita dari seorang kepada orang lain). Tugasnya: Kegiatan kelas. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan murid sekolah antara lain: 1. Orang yang menerima informasi (komunikasi communicate/recever ). Kegiatan ke masyarakat 6. Tujuan dari intra sekolah: . Olahraga 3. Proses Berita Alat bunyi gambar Sumber isi tujuan 39 penerimaan . Ke laboratorium 5. Hal ini bisa secara intern yaitu di dalam organisasi sekolah itu sendiri. e. a) Intra kelas Murid dalam suatu kegiatan dapat diorganisir sedemikian sehingga merupakan suatu gaverment terdiri dari: ketua.membina personel dan sosial murid khususnya. Alat. medis yang digunakan (dapat berupa kata-kata bunyi.Aktivitas murid Program aktivitas sekolah seperti: olahraga. program pendidikan. kesenian. Komunikator. Publikasi karya tulis 9. dapat seperti kebersihan dan keindahan kelas dan sebagainya. Apa yang disampaikan (isi/informasi). wakil.sistem staf pengajaran dan personel sekolah . b) Intra sekolah Pengembangan organisasi murid yang efektif di sekolah naik terhadap pendidikan dasar maupun menengah harus dapat menjamin partisipasi murid dalam program sekolah yang bersangkutan. pertandingan olahraga dan kesenian keputrian. c) Ekstra sekolah Adalah kegiatan untuk membantu memperlancar perkembangan individu murid sebagai manusia seutuhnya. b. Perpustakaan sekolah 8. c. 5. artinya antara sekolah dengan pihak lain (ke luar) masyarakat lembaga/instansi yang lain. Juga bisa ekstern. sekretaris.

Adanya respon-perubahan tingkah laku. Masyarakat di sini dapat berwujud orang tua murid. Dilihat dari sudut administrasi pendidikan (sekolah) dapat dilihat bahwa komunikasi pada hakikatnya adalah problem hubungan kerja kemanusiaan (human relationship). yaitu lah bahwa para kepala sekolah harus memahami. Keberhasilan dalam hubungan-hubungan kerja kemanusiaan ini akan ditentukan oleh efisiensi dan efektivitas mereka yang berkepentingan dalam: a. 2. 40 . sehingga tidak hanyut/terbenam dalam arus propaganda. Dalam hal ini perhimpunan administrator sekolah di Amerika Serikat (the American Association of School Administrators) telah mengumpulkan beberapa indikator (petunjuk) tentang hubungan seko dengan masyarakat. berarti ia mendapat informasi yang diperlukan untuk mengembangkan hubungan yang sehat dan sukses antara sekolah dengan masyarakat. Tradisi dan adat-istiadat. 3. kesetiaan. sekolah tidak merupakan sesuatu yang berdiri sendiri terpisah dari dunia luar. 5. b. gagasangagasan yang didengarnya. Menyampaikan berita kepada orang lain. Unsur-unsur penting pada anggota masyarakat lingkungan sekolah. 4. 2. Konsep-konsep hubungan sekolah-masyarakat Masalah konsep hubungan sekolah-masyarakat adalah sangat luas dan kompleks dan beranekaragam. Kesemuanya ini merupakan komunikasi intern bahkan sifatnya lebih subjektif. 3. Penyampaian Berita Memahami dengan tepat Mau menerima Merespon Perubahan tingkah laku baik kelompok individual. Organisasi anggota masyarakat. diskriminatif dan kritis. melainkan berada dalam suatu sistem masyarakat yang telah tetap. Oleh karena itu orang-orang yang berkerja di sekolah mau tidak mau harus bekerja sama dengan masyarakat.kata-kata dsb. cara-cara beraksi. kepatuhan dan perasaan terikat yang ada pada masyarakat. Belajar mendengarkan secara tepat dan kritis. lancar dan efektif. Dalam hal ini administrasl sekolah/pendidikan hendaldah membina para guru dan murid untuk: 1. Tugas sekolah di sini ialah bagaimana menumbuhkan rasa ikut memiliki (senseaf belonging) dan rasa ikut bertanggung jawab (senseresponsibility) masyarakat terhadap sekolah. Salah satu alasan mengapa sekolah perlu dukungan dari masyarakat tempat sekolah itu berada ialah karena sekolah harus dibiayai. 4. Namun hal ini perlu adanya motivasi dan stimulasi secara kontinu dari administrasi pendidikan. baik negeri maupun swasta. b) Komunikasi dengan masyarakat di luar sekolah Adalah merupakan sesuatu kenyataan bahwa. Sanggup mengekspresikan dalam berbicara yang jelas. menilai dan mempertimbangkan. Belajar membaca secara komprehensif. Sanggup mengemukakan pendapatnya/ gagasannya dalam bentuknya tertulis sehingga orang lain dapat membaca dan mengerti. organisasi-organisasi. Berikut ini ada bermacam-macam konsepsi hubungan sekolah masyarakat untuk dapat dipertimbangkan mana yang lebih efektif untuk dikembangkan di sekolah mendatang. Situasi fisik masyarakat. 5. badan-badan. 1. ciri-ciri pengelompokan forrnil dan hubungan ciri-ciri populasi. Jika para kepala sekolah memperoleh keterangan-keterangan tersebut di atas. Memahami dengan tepat isi/maksudnya dengan harapan mau menerima. menangani idea baru. Sanggup mengadakan penilaian secara kritis terhadap apa yang dilihatnya. Kepemimpinan/ struktur kekuatan yang terdapat dalam masyarakat. Kehadiran sekolah berlandaskan kemauan baik negara dan masyarakat yang mendukungnya. Dalam dunia pendidikan dikenal 2 macam hubungan (komunikasi): a) Komunikasi dalam penyelenggaraan program pendidikan (intern) dengan masyarakatsekolah.

1. Interpretasi pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut Ametembun merumuskan program hubungan sekolah masyarakat yaitu: 1. Untuk mengetahui sukses gagalnya suatu kegiatan maka perlu diketahui terlebih dahulu apakah tujuan kegiatan tersebut. Konsep tanda bahaya kegiatan-kegiatan hubungan sekolah masyarakat terjadi bila ada bahaya misalnya kebakaran. Biasanya hal ini cenderung. (Untuk mencegah kesalahpahaman antara masyarakat terhadap sekolah). Konsep ini beranggapan bahwa sekolah dan masyarakat merupakan dua lernbaga yang terpisah. Yang biasanya disertai dengan perhitungan-perhitungan keuntungankeuntungan individualitas pribadi. sekolah hendaknya selalu bekerja sama membina dan mewujudkan kehidupan sosial yang baik. 41 . runtuh dan sebagainya. 2. 2. rnaka suatu langkah/tindak lanjutnya adalah menyusun suatu program kerja. 4. tentu saja hal-hal yang dipamerkan "show" hanyalah hal-hal yang telah diseleksi/yang baik-baik saja. Jenis komunikasi di sini adalah kornunikasi tertutup (komunikasi intern) yaitu sekolah hanya berkomunikasi dengan dirinya sendiri. b) Menurut Balai Pendidikan Guru tertulis Jawa Barat dalam garis besarnya terdapat 4 jenis hubungan sekolah masyarakat. Seperti halnya publisitas lebih ditekankan. Dalam kerangka tersebut di atas. apa yang dikehendaki dan kebutuhan-kebutuhan sekolah hendaknya diketahui masyarakat. Usaha bersama. Perencanaan hubungan sekolah-masyarakat haruslah integral dengan program pendidikan yang bersangkutan. Konsep "menunggu" sekolah hanya menunggu dan mengharapkan perhatian dan bantuan dari masyarakat. c. Sikap acuh tak acuh di mana kedua belah pihak antara sekolah-rnasyarakat saling membiarkan dia tumbuh. To prevent misunderstanding. Hal ini cenderung untuk memperkuat sikap dan pendapat yang telah ada melekat di masyarakat. 7. To secure coppration in policy making. sekolah seolah-olah menjual iklannya kepada masyarakat. Konsep preventif kegiatan-kegiatan sekolah hanyalah untuk mencegah hal hal yang tak diinginkan oleh masyarakat. 6. 5. (Untuk memperoleh sumbangan-sumbangan finansiil dan material dari masyarakat). Publisitas yaitu komunikasi satu arah. (Untuk menjalin kerjasama dalam pembuatan kebijaksanaan kebijaksanaan). 3. Konsep prestise kegiatan-kegiatan sekolah sebagai alat untuk menonjolkan kariernya. Di mana kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan masyarakat juga menjadi kebutuhan dan keinginan sekolah.a) Menurut Ameteambun dalam bukunya Guru dalam Administrasi sekolah pembangunan "Konsepsi hubungan sekolah-masyarakat" adalah sebagai berikut: 1. Konsep pameran sekolah hanya sekadar memamerkan kegiatannya kepada masyarakat. b. Dalam hal ini Bent dan Kronenberg mengemukakan tiga hal tujuan utama hubungan sekolah masyarakat yaitu: a. Konsep partnership hubungan ini dapat diinterpretasikan sebagai hubungan proses timbal balik. Terutama dalam kegiatan-kegiatan kurikuler. To secure financial support. untuk mencari popularitas dan semata-mata mengejar prestise bukan prestasi. Konsep "social leadership" sekolah sebagai lembaga pendidikan utama masyarakat. 3. Sehingga sekolah memerlukan bantuan/kontak dengan masyarakat. harus dapat diharapkan dapat rnembina kepemimpinan dengan pihak yang erat hubungannya dengan problema¬problema sosial. Sehingga tidak mencerminkan "originalitas" atau asli dari keseluruhan program sekolah tersebut. Prinsip-prinsip program hubungan sekolah-masyarakat Jika suatu kegiatan telah diketahui dan ditentukan tujuannya. 4. Jenis komunikasi di sini bersifat dua arah timbal balik di mana masyarakat cenderung untuk baranggapan bahwa mereka harus secara langsung dilihatkan ke dalam urusan-urusan sekolah mereka. bahwa informasi yang telah diberikan kepada masyarakat dapat ditafsirkan menurut pengetahuan dan pendapat yang apa adanya.

dengan santai. Adapun dengan alatalat lain seperti surat. Untuk itu semua hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga dapat menarik dan mengena pada sasarannya. 3. Baik kombinasi yang secara lisan dan tertulis. rapat-rapat. surat kabar. Sistem visual (visual system) yaitu sistem komunikasi dengan mempergunakan alat-alat yang dapat dilihat dengan indra mata. 6) Kontak formal Hal ini dapat dilakukan dengan melalui pertemuan-pertemuan resmi. khususnya mengenai hal-hal yang sedang terjadi pada mereka. film. dihayati di sekolah dapat dikomunikasikan kepada orang tuanya. televisi merupakan media yang sangat berharga untuk menyampaikan informasi kepada orang tua murid. 3. Jalur-jalur komunikasi sekolah masyarakat Ada beberapa jalur yang mungkin dapat ditempuh walaupun demikian jalur yang paling menguntungkan adalah jalur yang langsung berhubungan dengan murid dan situasi pertemuan langsung (face to face). Misalnya: tatap muka. Segala sesuatu dilihat. jika diperlukan. Misalnya: televisi. Jalur-jalur lain yang mungkin dapat ditempuh dalam hubungan sekolahmasyarakat adalah: 1) Anak/murid Anak/murid adalah merupakan mata rantai komunikasi yang paling efektif antara masyarakat dengan sekolah. telepon dan sebagainya. Sistem audio (audio system) yaitu dengan menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan indra pendengaran. 1.2. Program hubungan sekolah masyarakat didasarkan atas kerja sama bukanlah sepihak (one way) tetapi adanya timbal balik (two way) prosesnya. Tetapi dengan jalan ini nampaknya hanya satu arah saja yang menimbulkan tujuan yang berbeda -beda. 2. Hal ini memberikan kesempatan untuk memperbincangkan persoalan-persoalan yang dapat segera langsung dijawab dan untuk membina hubungan yang kelak dapat memperlancar pertemuan -pertemuan resmi. Setiap pejabat/petugas sekolah terutama para guru haruslah menganggap dirinya adalah petugas hubungan masyarakat (public relations efficer). Pada umumnya di dalam pelaksanaannya sekolah sering menggunakan kombinasi. tanggapan dan saran-saran kepada sekolah. karena pihak operasional tidak diikutsertakan. Dan operasionalnya bisa secara formal dan informal. Walaupun efektivitasnya sering dilebih-lebihkan oleh para administrator. gambar. Dan agar lebih efektif. Sistem audio visual yaitu sistem komunikasi dengan menggunakan alat-alat indra penglihatan dan pendengaran. 4) Pertemuan informal Para guru dan staf sekolah lainnya dapat mengadakan hubungan dengan warga masyarakat secara tidak resmi. Bahkan mungkin tidak memberikan arti apa-apa. Layanan sekolah yang baik dan mengesankan kepada mere akan ka 42 . Berbagai media hubungan sekolah-masyarakat Dalam pelaksanaan hubungan sekolah-masyarakat akan diperlukan sarana atau alat yang sering disebut dengan media komunikasi atau mass media. Sehingga para pelaksana/guru hanya sebagai konsumen saja. dirasakan. Misalnya: majalah. 2) Surat-surat selebaran dan buletin sekolah Biasanya orang tua akan membaca dengan cermat selebaran dan buletin yang langsung diterima dari sekolah. telegram dan sebagainya. poster-poster dan sebagainya. Dan kebanyakan siaran-siaran lewat media massa ini ditangani oleh administrator pusat. kontak melalui telepon. komunikasi tertulis ini harus berisi informasi yang diperlakukan oleh orang tua murid. 5) Laporan kemajuan murid (rapor) Laporan kemajuan murid yang secara formil disampaikan kepada orang tua merupakan alat lain bagi sekolah untuk berkomunikasi dengan mereka. Tampaknya ha tersebut mengandung implikasi bahwa l landasan utama hubungan sekolah-masyarakat yang sehat adalah program pengajaran yang efektif dan taraf hubungan guru-muridnya yang tinggi. Untuk mengatasi hal demikian. sebaiknya dalam laporan kemajuan murid disertai lembaran-lembaran isian untuk mereka yang berisi pendapat. Hal ini sebenarnya tidak adil. Masyarakat atau orang tua diundang secara resmi oleh sekolah. Dengan demikian komunikasi dua arah sedikit banyak dapat terpelihara. dan sebagainya. ini berarti informasi yang diperlukan oleh orang tua murid tersebut. 3) Mass media (media massa) Media massa seperti radio.

Misalnya pemanfaatan tokoh-tokoh masyarakat. BP3 ini merupakan wadah. Memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat. Namun dalam hal ini sering diabaikan bahwa dalam pemanfaatan sumber-sumber tersebut sebetulnya merupakan cara terbaik untuk mengadakan hubungan dengan masyarakat. Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3) Organisasi ini bekerja sama dengan sekolah dalam mengembangkan hubungan-hubungan yang sehat antara sekolah dengan masyarakat.7) 8) membuat kesan yang mendalam bagi masyarakat. lni adalah merupakan komunikasi yang intim karena seolaholah masyarakat ikut diperhatikan. ataupun dengan jalan karyawisata. Umumnya para guru memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat dalam menghidupkan dan memperkaya program pengajaran. guru dan masyarakat. sehingga kepala sekolah. akan turut meningkatkan hubungan yang sehat antara sekolah dan masyarakat. 43 . dapat melakukan komunikasi dan memberikan informasi tentang inovasi-inovasi yang sedang dijalankan dalam program pengajaran dewasa ini. Dengan demikian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->