BAB I PENGERTIAN, DASAR-DASAR DAN TUJUAN, SERTA RUANG LINGKUP ADMINISTRASI PENDIDIKAN

1. Pengertian Administrasi Pendidikan
Untuk dapat memahami administrasi pendidikan secara keseluruhan, maka perlu terlebih dahulu membahas titik awal pengertian tersebut, yaitu Administrasi. Pengertian dasar tentang administrasi itu akan merupakan tumpuan pemahaman administrasi pendidikan seutuhnya. Secara sederhana administrasi ini berasal dari kata Latin ´adµ dan ´ministroµ. Ad mempunyai arti ´kepadaµ dan ministro berarti ´melayaniµ. Secara bebas dapat diartikan bahwa administrasi itu merupakan pelayanan atau pengabdian terhadap subjek terten Memang, zaman dulu tu. administrasi dikenakan kepada pekerjaan yang berkaitan dengan pengabdian atau pelayanan kepada raja atau menteri-menteri dalam tugas mengelola pemerintahannya. Kini administrasi itu telah mengalami perkembangan yang pesat sehingga a dministrasi ini mempunyai pengertian atau konotasi yang luas. Secara garis besarnya pengertian itu antara lain sebagai berikut: - mempunyai pengertian sama dengan manajemen; - menyuruh orang agar bekerja secara produktif; - memanfaatkan manusia, material, uang, metode secara terpadu; - mencapai suatu tujuan melalui orang lain; - fungsi eksekutif pemerintah. Bahkan banyak orang yang beranggapan bahwa administrasi itu sama dengan pekerjaan juru tulis, tata usaha, kerja kantor, atau pekerjaan yang bersangkut paut dengan tulis menulis. Yang dimaksudkan dengan administrasi di sini tentu saja bukan pengertian yang terakhir itu. Administrasi adalah upaya mencapai tujuan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan orang-orang dalam suatu pola kerjasama. Efektif dalam arti hasil yang dicapai upaya itu sama dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan efisien berhubungan dengan penggunaan sumber dana, daya dan waktu yang ekonomis. Selain manusia dan tujuan, administrasi sangat mempedulikan keadaan sumber. Sumber adalah segala hal yang membantu tercapainya tujuan baik berupa tenaga, material, uang, ataupun waktu. Sumber yang langka cenderung menggagalkan tercapainya tujuan. Sedangkan sumber yang berlimpah cenderung kepada pemborosan dan bahkan penyimpangan dari tuj an yang telah disepakati. u Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa pada dasamya yang menjadi perhatian administrasi adalah tujuan, manusia, sumber, dan juga waktu. Kalau keempat unsur tersebut digabungkan dan dilihat dari bentuk dan perilakunya, maka akan menampakkan dirinya sebagai suatu satuan sosial tertentu, yang sering disebut organisasi. Dan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi itu adalah subsistem dari organisasi itu sendiri yang unsur-unsumya terdiri dari unsur organisasi yaitu tujuan, orang-orang, sumber, dan waktu. Secara umum dapat dinyatakan bahwa organisasi itu adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih yang secara sadar dimaksudkan untuk mencapai tujuan. Gabungan orang yang bekerja sarna itu didoro g oleh n kesadaran manusia bahwa kebutuhan seseorang itu mudah terpenuhi bila diupayakan bersama orang lain. Karena kekurangmampuan, waktu, daya tahan dan bahan-bahan manusia menjadi sadar bahwa harapan dan kebutuhannya itu perlu bantuan orang lain. Orang-orang itu kemudian bergabung, menetapkan tujuan bersama, menyepakati bentuk kegiatan dan upaya mencapai tujuan, dan terbentuklah organisasi. Dan upaya agar semua unsur organisasi itu bisa berfungsi atau berlaku secara efektif dan efisien, produktif, optimal, atau bahkan maksimal adalah administrasi. Menurut jenisnya organisasi ini terdiri dari tiga jenis yaitu organisasi formal, sosial dan informal. Ciri khusus dari organisasi formal adalah organisasi yang secara formal menetapkan tujuan yang akan dicapainya itu dengan tertulis berdasarkan peraturan atau hukum yang berlaku, menetapkan pola kegiatan, dan menekan pada koordinasi dan hierarki kewenangan. Termasuk ke dalam organisasi ini ialah sekolah, madrasah, perusahaan, penjara, organisasi politik dan massa. Organisasi sosial adalah organisasi yang dibentuk berdasarkan tujuan yang tidak formal, tetapi secara implisit terpaut dengan pola kerja yang longgar dan bahkan tidak ada hierarkis kewenangan. Termasuk ke dalam jenis ini umpamanya sekumpulan sahabat untuk mengisi waktu senggang, pertemuan untuk mengenang masa lalu atau bernostalgia, dan kumpulan lulusan atau alumni suatu organisasi pendidikan. Organisasi informal adalah organisasi yang terbentuk dalam organisasi formal tetapi tidak termasuk dalam struktur atau peraturan yang tertulis. Organisasi ini timbul secara spontan dan didorong oleh kebutuhan akan pergaulan, persahabatan, rasa aman di antara anggota organisasi formal. Termasuk ke dalam jenis ini ialah kumpulan arisan, persahabatan, hobi dan rekreasi di antara para karyawan suatu perusahaan. Keberadaan organisasi informal dalam organisasi formal bersifat
1

kontroversial, dapat menjadi pendukung bagi keberhasilan atau sebaliknya dapat menjadi penghalang tercapainya tujuan suatu organisasi. Administrasi pendidikan mengandung dua pokok pikiran yaitu administrasi dan pendidikan. Pengertian administrasi telah dikemukakan di muka secara agak rinci. Pengertian pendidikan akan dikemukakan pada bagian berikut ini. Berdasarkan asas legal pengertian pendidikan ini dapat disimak dari Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor II/MPR/1988 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara. Dalam GBHN tahun 1988 ini pendidikan dibataskan sebagai proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Pe didikan n berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Berikut beberapa pendapat para ahli tentang pendidikan : 1) Carter V. Good dalam µDictionary of Educationµ dijelaskan sebagai berikut : - Seni, praktek, atau profesi sebagai pengajar - Ilmu yang sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan prinsip -prinsip dan metode mengajar, pengawasan dan bimbingan murid, dalam arti luas digantikan dengan istilah pendidikan. Menurut Carter, pendidikan berarti : - Proses perkembangan pribadi - Proses sosial - Profesional cources - Seni untuk membuat dan memahami ilmu pengetahuan yang tersusun yang dikembangkan pada masa lampau oleh tiap generasi bangsa. 2) Prof. Richey dalam buku ´Planning for Teaching and Introduction to Educationµ menjelaskan hakekat pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung dalam sekolah saj . Pendidikan adalah a suatu aktifitas sosial yang esensial yang memungkinkan masyarakat yang kompleks, modern, fungsi pendidikan ini mengalami proses spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal, yang tetap berhubungan dalam proses pendidikan informal di luar sekolah. 3) Brubacher dalam bukunya ´Modern Phylosofies, Educationµ dinyatakan sebagai berikut : Pendidikan adalah proses timbal balik dari tiap pribadi manusia dalam penyesuaian dirinya dengan alam, dengan teman, dan dengan alam semesta. 4) John Dewey memandang pendidikan sebagai suatu proses pembentukan kecakapan fundamental secara intelektual dalam emosi sesama manusia.1 (1 Tholib Kasan, Dasar-Dasar Pendidikan, Studia Press, Jakarta, 2005) Mengacu pada batasan tersebut di atas terdapat beber apa hal yang berkenaan dengan administrasi. Seperti yang telah dikemukakan di muka, pendidikan itu adalah suatu proses. Proses dalam hal ini dapat diartikan bahwa pendidikan terdiri dari serangkaian tindakan yang menuju ke suatu hasil tertentu. Tindakan tersebut bisa saja suatu perbuatan yang tampak tetapi juga bisa tidak tampak. Pada umumnya tindakan dalam pendidikan itu merupakan tindakan yang tidak tampak nyata. Namun demikian, tindakan dalam pendidikan itu hampir selamanya bersifat formal, dalam artian tindakan-tindakan itu dibuat sengaja dan bertujuan. Kesengajaan proses pendidikan ini akan lebih nyata bila pendidikan itu dipandang secara sosiologis. Pendidikan adalah proses sengaja untuk meneruskan atau mentransmisi budaya orang dewasa kepada generasi yang lebih muda. Proses ini mengandung suatu tindakan asasi yaitu pemilihan atau seleksi keterampilan, fakta, nilai, dan sikap yang paling berharga dan penting dari kebudayaan untuk diajarkan kepada generasi yang lebih muda itu. Pemilihan dan pengambilan keputusan itu merupakan tindakan yang sengaja. Dalam pendidikan itu terdapat dua jenis proses, yaitu proses pendidikan dan nonpendidikan. Proses pendidikan sering juga disebut proses teknis sedangkan nonpendidikan sering disebut nonteknik. Administrasi tergolong proses nonteknis yang pada dasarnya berfungsi agar proses teknik berjalan dengan mulus. Fungsi proses administrasi itu adalah merancang, mengatur, mengkoordinasikan, menyediakan fasilitas, mengarahkan, memperbaiki proses teknis. Sedangkan proses teknis itu merupakan proses yang secara langsung berkenaan dengan pendidikan itu sendiri seperti perencanaan, penilaian, pelaksanaan pengajaran dan kurikulum, Abdurrahman An-Nahlawi (1989; 50) menyatakan bahwa proses pendidikan adalah pengembangan kepribadian manusia, agar seluruh aspek ini dapat terlaksana secara harmonis dan sempurna, di samping seluruh potensi manusia dapat terpadu untuk mencapai tujuan yang merupakan pangkal segala usaha, konsep, tingkah laku, dan getar perasaan hati.

2

Hal lain yang perlu ditinjau lebih lanjut dari pengertian pendidikan itu berkenaan dengan perubahan atau kondisi diri manusia yang diharapkan baik yang bersifat fisik maupun mental. Semua batasan pendidikan yang dikemukakan di muka itu semuanya menunjukkan adanya tujuan. Bahk GBHN 1988 lebih lanjut menunjukkan an tujuan umum pendidikan itu menjadi lebih rinci. Tujuan tersebut adalah pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, berkerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terarnpil serta sehat jasmani dan rohani.2 (2 Dr. Supandi dkk., Administrasi Pendidikan, UT, Jakarta, 1992.) Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa administrasi adalah aktivitas-aktivitas untuk mencapai suatu tujuan, atau proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang pengertian administrasi pendidikan, baiklah kita kemukakan di sini beberapa rumusan dari para ahli sebagai berikut: a. Sondang P. Siagian, MPA. PhD. Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu, untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. b. Ars. The Liang Gie, dalam Pengertian, Kedudukan dan Ilmu Administrasi rnengatakan bahwa: Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilaksanakan oleh sekelompok orang dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. c. Drs. Soehari Trisna, dalarn Segi-Segi Administrasi Sekolah. Administrasi adalah keseluruhan proses penyelenggaraan dalam usaha kerja sama dua orang atau lebih dengan s ecara rasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efisien. d. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam Pedoman Pelaksanaan Kurikulum, buku III D. Administrasi ialah usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber (personel maupun material) secara efektif dan efisien guna untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. e. Jesse B. Sears, dalam The Nature of Administration Process 1950. Educational administration is the process as including the following activities planning, or anization, g direction, coordination, and control. f. Drs. M. Ngalim Parwanto, dalam Administrasi Pendidikan 1967. Administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel, spiritual dan material yang bersangkut-paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. g. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam Kurikulum Usaha-Usaha Perbaikan dalam Bidang Pendidikan dan Administrasi Pendidikan. Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan, pembiayaan, dan pelaporan dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personel, material, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. h. Administrasi Pendidikan ialah suatu cara bekerja dengan orang-orang, dalam rangka usaha mencapai tujuan pendidikan yang efektif, yang berarti mendatangkan hasil yang baik dan tepat, sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditentukan. i. Administrasi pendidikan dapat pula diartikan sebagai pelaksanaan pimpinan yang mewujudkan aktivitas kerjasama yang efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. j. Administrasi pendidikan adalah semua kegiatan sekolah dari yang meliputi usaha-usaha besar seperti perumusan polis, pengarahan usaha, koordinasi, konsultasi, korespondensi, kontrol dan seterusnya, sampai kepada usaha-usaha kecil dan sederhana seperti menjaga sekolah, menyapu halaman dan sebagainya. Melihat rumusan-rumusan tersebut di atas, jelaslah kiranya bahwa administrasi pendidikan meliputi berbagai aspek dan kegiatan yang kesemuanya ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang dicita -citakan. Perlu diketahui, bahwa rumusan-rumusan tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan satu dengan yang lain, melainkan saling berhubungan erat dan saling melengkapi. Hanya saja tekanan dari masing-masing rumusan itu berbeda-beda. Ada yang menekankan pada: cara bekerja dengan orang-orang dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Ada pula yang menekankan pada: pelaksanaan pimpinan. Dan ada lagi yang tekanannya lebih menunjukkan pengertian yang lebih luas, yaitu mencakup semua kegiatan sekolah yang ditujukan ke arah tercapainya tujuan pendidikan. Dengan beberapa pengertian tersebut di atas, maka perlu ditegaskan di sini: a. Bahwa administrasi pendidikan itu merupakan proses keseluruhan dan kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang ada sangkut-pautnya dengan tugas-tugas pendidikan. b. Bahwa administrasi pendidikan itu mencakup kegiatan-kegiatan yang luas, yang meliputi: kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, khususnya dalam bidang pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah.
3

c. Bahwa administrasi pendidikan itu bukan hanya sekedar kegiatan µtata usahaµ seperti yang dilakukan di kantor-kantor tata usaha sekolah atau kantor-kantor inspeksi pendidikan lainnya. Secara sederhana dan mudah, dapat dikatakan: "Administrasi pendidikan adalah suatu ilmu tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah, agar tercapai tujuan pendidikan di sekolah itu." Singkatnya: Administrasi pendidikan ialah pembinaan, pengawasan dan pelaksanaan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan-urusan sekolah. Memperluas pemahaman tentang pengertian administrasi pendidikan berikut ini dikemukakan beberapa batasan atau definisi. a. Hadari Nawawi mengatakan: Administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pend idikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama berupa lembaga pendidikan formal. Beliau menekankan pada proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang terutama pada pendidikan formal. Selanjutnya dikatak an, ada perbedaan antara administrasi pendidikan dan kegiatan operasional kependidikan. Kegiatan operasional kependidikan adalah kegiatan-kegiatan teknis edukatif, seperti kegiatan belajar mengajar, bimbingan dan penyuluhan dan sebagainya. Sedangkan administrasi pendidikan menyangkut kemampuan mengendalikan kegiatan operasional itu agar serempak seluruhnya bergerak dan terarah pada pencapaian tujuan pendidikan. Tujuan itu adalah mengusahakan terwujudnya efisiensi dan efektivitas yang tinggi. b. Pendapat lain yang dikemukakan adalah batasan dari Engkoswara. Beliau mengatakan: Administrasi Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu manusia, kurikulum atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan pendidikan yang disepakati. Selanjutnya dikatakan, tujuan administrasi pendidikan adalah untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif yaitu efektif dan efisien. Ukuran keberhasilan administrasi pendidikan adalah produktivitas pendidikan, yang pertama dilihat pada produk, hasil atau efektivitas dan pada proses, suasana atau efisiensi. Dalam pencapaian produktivitas itu diperlukan suatu proses, minimal meliputi perilaku manusia berorganisasi, perilaku itu dapat dinyatakan dalam bentuk perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan atau pembinaan atas tugas kewajiban administratif. Tugas kewajiban administratif itu dapat dikelompokkan dalam tujuh kategori, yaitu: 1) program pendidikan; 2) murid; 3) personel; 4) kantor sekolah; 5) keuangan sekolah; 6) pelayanan bantuan; dan 7) hubungan sekolah masyarakat. Tugas kewajiban di atas dapat dikategorikan ke dalam manusia, program pendidikan atau sumber belajar dan fasilitas. c. Menurut Ngalim Purwanto: Administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasikan segala sesuatu, baik personel, spiritual dan material, yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. Selanjutnya dikatakan, di dalam proses administrasi pendidikan, segenap usaha orang-orang yang terlibat di dalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan, diorganisir dan dikoordinir secara efektif dan semua materi yang diperlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien. Dari beberapa batasan di atas dapat disimpulkan bahwa: administrasi pendidikan adalah tindakan mengkoordinasikan perilaku manusia dalam pendidikan, agar sumber daya yang ada dapat ditata sebaik mungkin, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif.

2. Dasar dan Tujuan Dasar
Administrasi akan berhasil baik apabila didasarkan atas dasar-dasar yang tepat. Dasar diartikan sebagai suatu kebenaran yang fundamental yang dapat dipergunakan sebagai landasan dan pedoman bertindak dalam kehidupan bermasyarakat. Berikut ini akan dipaparkan beberapa dasar yang perlu diperhatikan agar administrator dapat mencapai sukses dalam tugasnya. Terdapat banyak dasar administrasi, antara lain: a. Prinsip efisiensi
4

Bentuk pembaruan sistem pendidikan di sekolah itu tertuang dalam bentuk kurikulum. dapat menimbulkan motivasi bekerja untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan organisasi. sampai melupakan kegairahan kerja dan kepentingan pribadi bawahannya. dimensi kedua juga perlu diperhatikan yaitu pentingnya penyelesaian tugas oleh setiap anggota organisasi sesuai dengan pertelaan tugas (job description). Prinsip pengelolaan Administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien melalui orang-orang lain dengan jalan melakukan pekerjaan manajemen. c. a. Prinsip keempat ini perlu penjelasan. Asas idiil Pelaksanaan administrasi pendidikan di suatu negara tergantung pada sistem pendidikan yang dianut oleh suatu negara. Ini berarti ia harus mengenal bawahannya apa kepentingan kepentingannya. seseorang administrasi cenderung untuk memberikan prioritas pertama pada pekerjaan operatif. tetapi kesadaran bekerja belum memadai. yaitu sistem pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan pada Pancasila dan Undang -Undang Dasar 1945. mengusahakan kepuasan kerja. yakni merencanakan. d. Kelima prinsip itu adalah: 1) Prinsip fleksibilitas Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah hendaknya dilakukan dengan mengingat faktorfaktor dan kemampuan untuk menyediakan fasilitas bagi berlangsungnya program pendidikan di sekolah. Kurikulum yang dimaksud adalah kurikulum 1975. Karena proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah itu dilakukan dalam kurikulum 1975. Asas operasional/prinsip Sebagaimana telah diketahui. sebab bila ia terlalu sibuk dengan tugas-tugas operatif. akan dapat dilihat dari makin banyaknya pekerjaan operatif yang harus dilakukan oleh administrator.Seorang administrasi akan berhasil dalam tugasnya bilamana dia efisien dalam menggunakan semua sumber tenaga dana dan fasilitas yang ada. maka pemimpin yang berhasil harus mampu menimbulkan kesadaran untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya. dimensi pelaksanaan tugas dan dimensi situasi dan kondisi (sikon) yang ada. Syarat pertama adalah ia sebagai pemimpin harus memelihara hubungan baik antara bawahannya. Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan Jika disertai pekerjaan manajemen dan operatif dalam waktu yang sama. Dan sebaliknya jangan sampai terlalu mengutamakan kewajiban kerja. maka landasan idiil yang dipergunakan dalam kegiatan administrasi pendidikan di sekolah juga Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini juga merupakan ciri khas tentang tinggi atau rendahnya taraf organisasi. b. e. yaitu: asas idiil dan landasan operasional. Administrator harus mampu menghindari kecenderungan negatif ini. Perlu ditambahkan bahwa ada dua asas yang dapat dipergunakan sebagai landasan kerja kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. yakni yang memperhatikan dimensi-dimensi hubungan antar manusia (human relationship). Upaya pembaruan itu dilakukan antara lain juga untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah. Gaya kepemimpinan yang tepat adalah apabila administrator memperhitungkan taraf kematangan para anggota organisasi. Administrator akan berhasil dalam melaksanakan tugasnya apabila ia memiiiki gaya kepemimpinan yang efektif. Ada lima buah prinsip yang melandasi kurikulum 1975 ini. Prinsip kepemimpinan yang efektif Seorang administrator yang berhasil dalam tugasnya apabila ia menggunakan gaya kepemimpinan yang efektif. b. Di samping itu. Prinsip kerjasama Seseorang administrator akan berhasil baik dalam tugasnya bila ia mampu mengembangkan kerjasama di antara orang-orang yang terlibat. 5 . sistem pendidikan di sekolah di Indonesia telah mengalami pembaruan. baik secara horizontal maupun secara vertikal. dan situasi yang ada. kegiatan administrasi merupakan salah satu komponen instrumental proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah. mengorganisasikan. maka kelima prinsip yang dipergunakan untuk melandasi kurikulum 1975 juga harus menjadi landasan operasional bagi kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. Dalam pendekatan sistem. Jangan sampai terjadi kasus. bahwa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional seperti yang tercantum dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Kurikulum inilah yang menjadi landasan operasional dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. mengarahkan dan mengontrol. Bila dalam organisasi telah ada hubungan baik. Sistem pendidikan yang dianut oleh negara Indonesia adalah sistem pendidikan Pancasila. maka ia mengorbankan pentingnya penyelesaian tugas secara baik dan tepat pada waktunya. maka pekerjaan pokoknya yaitu pengelolaan akan terbengkalai. Makin rendah taraf suatu organisasi. karena pemimpin mementingkan hubungan baik dengan anggotanya. Karena administrasi pendidikan pada hakikatnya adalah sub-sistem dari sistem pendidikan secara luas.

tetapi ada hubungan hierarkinya. melaksanakan administrasi pendidikan kiranya prinsip tersebut perlu digunakan sebagai landasan operasional. memperkuat kepribadian. Karena sekolah merupakan subsistem pendidikan nasional. Tujuan institusional pendidikan untuk semua tingkat dan jenis sekolah telah dibakukan oleh pemerintah dalam kurikulum 1975.3 (3 Tim MKDK IKIP Semarang. tujuan institusional untuk masing-masing jenjang dan jenis sekolah dalarn kurikulurn tahun 1975 dirumuskan berupa tujuan umum dan tujuan khusus. Di samping itu tujuan administrasi pendidikan di Indonesia juga menunjang tercapainya tujuan pendidikan nasional tersebut. bidang keterampilan dan bidang nilai dan sikap. ada empat tujuan administrasi. di lain pihak masyarakat dan pemerintah diharapkan untuk dapat menciptakan situasi yang menantang untuk belajar. kuat lahir dan batin. Tujuan administrasi berusaha untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah tersebut. Tujuan Menurut Sergiovanni dan Carver (1975). Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh. bekerja di masyarakat dan mengembangkan diri. yaitu: bidang pengetahuan. 2) Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di SMP. Tujuan umum dirumuskan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang lebih mencakup hal yang luas. Prinsip ini juga harus digunakan sebagai landasan operasional bagi kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. keterampilan dan sikap dasar yang diperlukan untuk melanjutkan pelajaran. Sesuai dengan keputusan-keputusan tersebut. administrasi pendidikan merupakan subsistem dalam sistem pendidikan sekolah. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik sebagai manusia utuh. c. 3) Prinsip berorientasi pada tujuan Sesuai dengan pendekatan sistem maka semua kegiatan pendidikan harus berorientasi pada tujuan. tujuan operasional yang sudah dirumuskan itu juga menjadi gantungan orientasi bagi pelaksanaan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. maka tujuan administrasi pendidikan di Indonesia yang dilaksanakan di sekolah juga bersumber dari tujuan pendidikan nasional. keterampilan. efisiensi. 3) Memiliki bekal untuk melanjutkan pelajaran ke Sekolah Lanjutan Atas dan untuk tujuan ke masyarakat. Sesuai dengan yang digariskan dalam GBHN tujuan pendidikan nasional adalah: Meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Keempat tujuan tersebut dapat digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan suatu penyelenggaraan sekolah. kuat lahir dan batin. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Dasar (SD) adalah agar lulusan: 1) Memiliki sifat-sifat dasar sebagai warga negara yang baik. sehat. Administrasi Pendidikan. melainkan juga menyangkut masalah pendayagunaan tenaga secara optimal. Dalam. mempertinggi budi pekerti. 2) Sehat jasmani dan rohani. 6 . IKIP Semarang Press. kemampuan menyesuaikan diri (adaptiveness). Misalnya: Walaupun kegiatan administrasi siswa yang dilakukan di Sekolah Dasar berbeda dengan yang dilakukan di Sekolah Menengah Pertama. dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusiamanusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri yang serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. 5) Prinsip pendidikan seumur hidup Prinsip ini berarti bahwa setiap manusia Indonesia diharapkan untuk selalu berkembang sepanjang hidupnya. 1989) Contoh tujuan umum a.Berdasarkan pada prinsip ini berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatan administrasi hendaknya mengingat faktor-faktor ekosistem dan kemampuan untuk menyediakan fasilitas itu. dan kepuasan kerja. 4) Prinsip kontinuitas Prinsip kontinuitas ini hendaknya juga dipergunakan sebagai landasan operasional dalam melaksanakan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. Karena administrasi pendidikan di sekolah merupakan komponen input instrumental dalam sistem pendidikan maka untuk menjamin tercapainya tujuan tersebut. kecerdasan. Sedangkan dalam lembaga atau sekolah. b. 2) Prinsip efisien dan efektivitas Pada hakikatnya efisiensi tidak hanya menyangkut penggunaan waktu secara tepat. Sedang pada tujuan khusus pertanyaan pertanyaan itu sudah dijabarkan secara khusus dengan ditinjau dari tiga bidang pengembangan tingkah laku manusia melalui pendidikan. 3) Memiliki pengetahuan. yaitu: efektivitas produksi. 2) Menguasai hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di SD. sehat.

keluarga dan sekolah secara bertanggung jawab. 2) Menjadi warga negara Indonesia yang bermoral Pancasila yang memiliki sifat yang baik dan konstruktif sebagai warga masyarakat. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki salah satu keterampilan atau kecakapan khusus. 3) Memiliki pengetahuan. Sekolah kuno hanya mengutamakan pengetahuan melulu. menjabarkan dan menetapkan tujuan pendidikan yang akan dicapai sesuai dengan lembaga atau organisasi pendidikan yang bersangkutan secara formal. baik dalam peribadatan maupun kehidupan sehari-hari dan dalam hubungan antar agama dan bidang-bidang kehidupan lainnya. sehingga tercapai tujuan khusus sekolah tersebut. 4) Memiliki untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat. Secara agak rinci dan kewajiban administrasi sehubungan dengan tujuan pendidikan ini dapat di emukakan sebagai k berikut: 1) Berusaha agar tujuan pendidikan tampil secara formal dengan jalan merumuskan. keterampilan dan sikap hidup yang sangat berbeda dengan petugas di sekolah kuno. agar pendidikan dan pengajaran berlangsung baik. yaitu: a. tidak lagi berpusat pada pengetahuan semata. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Teknologi Menengah (STM) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik. serta mempunyai sikap hidup sebagai manusia Pancasila dengan pengabdian untuk pembangunan masyarakat Pancasila Indonesia. b) Mengembangkan dan mengamalkan Ilmu dan profesinya. Dapatlah sekarang dimengerti. Dan dengan demikian dapat berd sendiri serta iri menyumbangkan kecakapannya bagi pembangunan masyarakat berPancasila. Tampak jelas. d) Mengembangkan dan membina kepemimpinan yang demokratis dan bertanggung jawab dalam interaksi sosial dengan murid dan anak-anak. b. bahwa tujuan administrasi pendidikan di sekolah adalah mempersiapkan situasi di sekolah. c) Menggunakan prinsip pendidikan seumur hidup di sekolah maupun di luar sekolah sebagai alat utama bagi kemajuan pribadi masyarakat. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki pengetahuan dan pengertian dasar. tepatnya administrasi pendidikan. yaitu: Sekolah Dasar atau Taman Kanak-kanak. kurang memperhatikan adanya perkembangan masyarakat yang selalu berubah itu. demokrasi dan keadilan sosial dalam kehidupan. administrasi pendidikan di sekolah bertujuan menciptakan situasi yang memungkinkan anak mempunyai pengetahuan dasar yang kuat untuk melanjutkan pelajaran. yaitu sebagai makhluk Tuhan.3) Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga perguruan tinggi.IV /1973 dan berbuat selaras dengan pengertian itu. 9. d. e) Menggunakan prinsip kemanusiaan. Secara singkat. sehingga tujuan pendidikan tersebut menjadi kebutuhan dan pendorong kerja para anggota lembaga. menyeleksi. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki dasar-dasar ilmu pengetahuan yang kokoh serta keterampilan untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang lebih tinggi. keterampilan dan nilai serta sikap yang diperlukan untuk: a) Melaksanakan tugasnya secara afektif sebagai guru di lembaga pendidikan dasar. bahwa Indonesia sekarang terus bernsaha meningkatkan adanya sekolah-sekolah progressif community oriented (berorientasi pada masyarakat modern). 2) Menyebarluaskan dan berusaha menanamkan tujuan pendidikan itu kepada anggota lembaga. mengupayakan agar tujuan pendidikan dapat tercapai. yaitu manusia pembangunan yang bermoral Pancasila yang utuh. mengenai hak dan kewajiban sebagai manusia Pancasila sesuai dengan ketetapan MPRS No. yang merupakan bekal untuk hidupnya dalam masyarakat. 4 Ibid. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) adalah agar lulusan: 1) Sehat jasmani dan rohani. e. keterampilan dan sikap sebagai guru teknik dalam bidang teknologi industri sesuai dengan jurusan yang dipilihnya. bahwa penyelenggaraan sekolah menuntut para guru untuk memimpin peningkatan pengetahuan. serta menerima dan percaya kepada kaidah -kaidah dan cara-cara pengamalan agama masing-masing. sehat. Adapun tugas administrasi. pergaulan. mempun yai suatu kecakapan dan keterampilan khusus untuk dapat hidup sendiri dan dalam masyarakat.4 Kiranya jelas. c. melainkan berpusat pada kebutuhan hidup (life centered). 2) Menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang memiliki pengetahuan. makhluk sosial dan makhluk perseorangan. kuat lahir dan batin. hal. 7 .

Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa kegiatan yang nonpendidikan atau nonedukatif yang tidak seimbang dengan kegiatan pendidikan akan menurunkan mutu pendidikan itu sendiri. perlu juga diusahakan agar proses untuk mencapai tujuan nonpendidikan tidak terlalu banyak sehingga menghambat tercapainya tujuan pendidikan. laporan. Tetapi yang sangat penting dan perlu diketahui oleh para kepala sekolah dan guru-guru pada umumnya ialah sebagai berikut: a. 8 . 4) Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman guru-guru pada umumnya. 2) Mengusahakan dan mengembangkan kerjasama yang baik antara guru. dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran. yang meliputi antara lain: 1) Usaha membangkitkan semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masing masing sebaik-baiknya. 5) Refreshing dan up-grading guru-guru. 2) Masalah kesehatan murid. 3) Masalah kepegawaian dan personalia sekolah. ai 3) Mengusahakan dan membuat pedoman cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran. kegiatan. menyeleksi. d. Di dalam pendidikan itu terpaut manusia yang mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. 5) Menilai hasil yang telah dicapai dan proses yang sedang atau telah berlaku. Sudah dapat dibayangkan bahwa tanpa koordinasi pengat ran kerja. e. 4) Evaluasi kemajuan murid. 6) Masalah pengangkatan. 3. . mengupayakan agar informasi tentang hasil dan proses itu menjadi umpan balik yang dapat memperbaiki proses dan hasil selanjutnya. Bidang personalia guru. 4) Mengawasi pelaksanaan proses pendidikan dan lainnya dengan memantau memeriksa dan mengendalikan setiap kegiatan dan tindakan pada setiap tahap proses sistem. Upaya ini sering dikaitkan dengan pengawasan melekat ataupun pengendalian mutu dalam pendidikan. kebaikan serta kebahagiaan seperti yang diberlakukan Allah.3) Memilih. Bidang pengawasan (supervisi). administrasi atau teknik justru sering terlalu banyak sehingga kegiatan edukatif menjadi terlalaikan. u penempatan serta pengarahan dan bimbingan proses dan tujuan pendidikan akan mengalami kegagalan. Ruang Lingkup Bidang-bidang yang tercakup dalam administrasi pendidikan adalah sangat banyak dan luas. pengisian buku induk. meliputi antara lain: 1) Pengangkatan dan penempatan tenaga guru. 3) Masalah kepegawaian. penempatan. ini meliputi: 1) Organisasi dan struktur pegawai tata usaha. raport dan sebagainya. Dengan pengertian lain manusia itu adalah subjek dan sekaligus pula menjadi objek. 2) Melaksanakan organisasi kurikulum beserta metode-metodenya. Berkaitan dengan hal ini. 3) Masalah kesejahteraan murid. b. c. 5) Korespondensi/ surat menyurat. Dan itulah merupakan tugas dan kewajiban administrasi pendidikan yang berkaitan dengan manusia sebagai individu. Pendidikan adalah upaya manusia demi manusia itu sendiri. menjabarkan dan menetapkan proses berupa tindakan. Bidang pelaksanaan dan pembinaan kurikulum: 1) Berpedoman dan mengetrapkan apa yang tercantum dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan. dan pola kerja yang diperhitungkan dapat memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. 4) Keuangan dan pembukuannya. yang meliputi antara lain: 1) Organisasi murid. disesuaikan dengan pembaruan pendidikan dan lingkungan masyarakat. anggota masyarakat. Di dalam praktek. dan abdi Allah. 2) Anggaran belanja keuangan sekolah. murid dan pegaw tata usaha sekolah. Pada dasarnya pengawasan ini lebih menekankan kepada usaha mengembalikan proses yang menyimpang pada hukum dan tahap perkembangan serta interaksinya. Unsur lain yang penting dikemukakan dalam pendidikan ini dan mempunyai hubungan yang erat dengan administrasi pendidikan ialah unsur manusia. dan hukum-hukum untuk mewujudkan kesempurnaan. kegiatan yang bersifat kemasyarakatan. pemindahan. 4) Masalah kondite dan evaluasi kemajuan guru. 5) Bimbingan dan penyuluhan bagi murid. Bidang personalia murid. 2) Organisasi personel guru. Bidang tata usaha sekolah.

Manajemen administratif (administrative management).administrasi keuangan. Sementara itu. Abu . sebetulnya masih bisa dijelaskan lagi secara lebih rinci dan lebih luas lagi. seperti: ketatausahaan sekolah. persiapan harian dan sebagainya. Ahmad Rohani HM. . .administrasi perlengkapan. yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi. . Dr. pembinaan kurikulum. kesiswaan. personalia. alat-alat perlengkapan. Manajemen operatif (operative management) Bidang kegiatan ini disebut juga "management of operative function" yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan dan membina agar dalam mengerjakan pekerjaan yang menjadi beban tugas masing-masing setiap orang melaksanakan dengan tepat dan benar5 (5 Drs. Karena itu butir-butir yang menjadi cakupan atau yang termasuk ke dalam skopa administrasi pendidikan sesungguhnya amat luas dan banyak. yang mencakup di dalamnya pelaksanaan kurikulum.administrasi surat menyurat. yang mencakup di dalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah dan sebagainya. . proses belajar-mengajar.Bidang administrasi material. dan lain-lain. b. Hadari Nawawi menyatakan. penyusunan silabus. 1990) 9 . Jakarta.administrasi murid/ siswa. disebutkan pula mengenai ruang lingkup kegiatan administrasi sekolah adalah meIiputi: . Ini semua merupakan cakupan atau skopa dari administrasi sekolah / administrasi pendidikan. . Administrasi Pendidikan Sekolah. administrasi keuangan.Bidang administrasi personal.Bidang administrasi kurikulum. Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa skopa atau ruang lingkup administrasi pendidikan itu meliputi segala hal yang pada dasarnya ditekankan pada pelaksanaan kegiatan /usaha pendidikan supaya berjalan secara teratur dan tertib yang semua itu diorientasikan pada tujuan pendidikan. . Ruang lingkup tersebut meliputi bidang-bidang kegiatan sebagai berikut: a. bahwa: secara umum ruang lingkup administrasi berlaku juga di dalam administrasi pendidikan. Dapatlah disingkatkan bahwa bidang-bidang tersebut di atas dapat dikelompokkan sebagai berikut: . Bumi Aksara. Administrasi pendidikan seringkali diistilahkan dengan administrasi sekolah seperti halnya dalam Kurikulum 1984 (Dalam Buku Petunjuk Pengelolaan) disebutkan bahwa administrasi sekolah (maksudnya administrasi pendidikan) mencakup pengaturan. H.Demikianlah antara lain bidang-bidang yang tercakup di dalam administrasi pendidikan. gedung dan perlengkapan. peralatan pengajaran. .administrasi kepegawaian. Dalam buku "Pedoman Umum Menyelenggarakan Administrasi Sekolah Menengah (1984)". & Drs. .administrasi perpustakaan. Bidang kegiatan ini disebut juga "management of administrative function" yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan agar semua orang dalam organisasi/kelompok kerjasama mengerjakan hal -hal yang tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. keuangan serta humas atau hubungan dengan masyarakat. .administrasi program pengajaran.administrasi pembinaan kesiswaan. Ahmadi. Adapu rincian ruang n lingkup yang penulis sinyalir tersebut di atas. .administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat.

Yang dimaksudkan oleh Fayol 10 .BAB II PROSES ADMINISTRASI PENDIDIKAN Proses merupakan serangkaian kegiatan-kegiatan tertentu yang teratur dan terarah. Organizing. di bidang industri. Tentang jumlah dan jenis kegiatan yang tercakup dalam administrasi. A. dan dengan pengertian lain mengenai batas-batas tiap jenis kegiatan itu. apakah di bidang pendidikan. Antara dua pengelompokan menurut Fayol dan menurut Gulick itu tampaknya seolah-olah ada perbedaan. Di antaranya terdapat serangkaian kegiatan-kegiatan yang berhubungan dan bersambungan. yaitu sampai tujuh. akan merupakan singkatan POSDCORB. terdapat sedikit perbedaan antara beberapa ahli administrasi. baik dalam jenis maupun jumlah kegiatan. Coordinating. Reporting dan Budgeting. yaitu: (1) perencanaan (2) organisasi (3) direksi (4) koordinasi (5) pengawasan. dan diakhiri dengan penilaian keberhasilan. di bidang pemerintahan dan sebagainya. dan terjadilah suatu proses. di bidang usaha. Lima kegiatan inilah yang dianggap oleh Fayol sebagai unsur unsur kegiatan pokok yang harus terdapat dalam proses administrasi. seorang ahli Public Administration di Amerika dalam tahun 30-an mengemukakan lebih banyak jumlah kegiatan. jika huruf-huruf awalnya dirangkaikan. yaitu gabungan dari: Planning. Henry Fayol umpamanya. kegiatan selalu dimulai dengan perencanaan. UNSUR-UNSUR KEGIATAN DALAM ADMINISTRASI Administrasi merupakan suatu proses yang menyeluruh dan terdiri dari bermacam kegiatan/aktivitas di dalam pelaksanaannya. Di bidang apapun usaha itu. di bidang perdagangan. seorang industrialis Prancis pada permulaan abad ini. Gulick. Tujuan kegiatan itu. jenis dan urutan kegiatan tertentu diperlukan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Ada pula yang melihatnya dalam segi lain. Sebetulnya tidak sedemikian besar perbedaannya. telah mengemukakan lima unsur kegiatan dalam administrasi. Staffing. Di bidang apapun tujuan yang harus dicapai itu. yang memungkinkan suatu kelompok menncapai tujuan usahanya secara efektif dan efisien. L. Directing.

menurut waktunya. bilamana dapat diharapkan selesainya. tidak dapat mengharapkan pelaksanaan yang teratur. biasanya . dengan berpedoman pada prinsip ´the right man in the right placeµ. kemungkinan-kemungkinan apa yang kiranya dapat mempengaruhi pelaksanaan. Ini semua yang kita maksudkan dengan organisasi. Perencanaan merupakan persiapan yang harus dilakukan sebelum suatu usaha dilaksanakan. alasan-alasan apa yang digunakan dalam menentukan cara-cara pencapaian itu. Setelah direncanakan apa yang akan dicapai. Mengenai perencanaan ini di bagian lain akan kita mendapatkan uraian yang agak lebih terperinci. kegiatan mana yang lebih dahulu harus dilaksanakan dan mana yang kemudian. Untuk menyusun pola pembagian tugas dan taggungjawab. Setelah diatur susunan pekerjaan. menurut saluan-saluran yang dapat memberikan kelancaran sebaik-baiknya. dan sebagainya. di mana dapat dicari/diperoleh tenaga-tenaga yang memiliki pengetahuan dan kecakapan itu. dan penyusunan tugas-tugas bagi setiap bagian yang mempunyai tanggung jawab tertentu. pimpinan harus mengisinya dengan tenaga tenaga yang sesuai. dan diketahui macam. menurut pentingnya. Rencana adalah prasyarat dalam usaha apapun. Karena itu yang diutamakan adalah reporting & recording. bagaimana mengelompokkan kegiatan-kegiatan itu menurut jenisnya. Ada kemungkinan dalam pelaksanaan terlalu sering diadakan perubahan dan penyesuaian. Suatu usaha tanpa rencana. 3. 11 . apakah dapat dianggap berhasil atau tidak. hanya sebutannya berlainan. Sampai di mana suatu usaha telah terlaksana. oleh Gulick tidak disebut pengawasan. luas dan bidang pekerjaan yang akan dilakukan. Kita perlu mengatur/menyusun: ada berapa macam kegiatan. Dan yang dimaksudkan oleh Fayol dengan pengawasan. oleh Gulick lebih diperinci lagi menjadi organizing dan staffing. 2. Umpamanya yang dimaksudkan oleh Fayol dengan organisasi. Planning Perencanaan merupakan kegiatan pertama yang harus dilakukan dalam rangka administrasi. perlu diperhatikan oleh pemimpin: pengetahuan dan kecakapan apa yang diperlukan bagi setiap macam tugas/pekerjaan yang telah disusun itu. Staffing Staffing berarti penyusunan staf. dan mengetahui pula prinsip-prinsip yang digunakan dalam penyusunan organisasi. mengetahui secara mendetail macam-macam kegiatan yang diperlukan dalam rangka keseluruhan usahanya itu. si pemimpin harus menguasai benar bidang pekerjaannya. dan sebagainya kita perlu mengadakan pengelompokan tentang kegiatan -kegiatan yang akan dilaksanakan. dan batas-batas kegiatannya berbeda. bagaimana mencapainya. Ini dapat dilakukan secara tidak langsung melalui catatan dan laporan. dan seterusnya. pembagian dan penyusunan tanggung jawab. meskipun dalam kegiatan administrasi tentu ada pengawasan itu. Pengelompokan kegiatan berarti pula pengelompokan tanggung jawab. siapa yang akan melaksanakannya. dengan cara apa akan dicapainya. Organizing Pengorganisasian merupakan kelanjutan dari perencanaan. Rencana merupakan titik tolak bagi pelaksanaan. bagaimana hubungan antara bagian-bagian/kelompok kegiatan-kegiatan itu. memilih dan menentukan tenaga yang diperlukan bagi tiap jenis kegiatan itu. 1. merupakan penuntun ke arah mana kegiatan harus dilakukan. kita akan berikan uraian seperlunya dari tiap unsur ini berdasarkan pembagian Gulick. bagaimana pentahapan penyelesaiannya. Rencana harus dengan jelas mengemukakan: apa yang akan dicapai. secara langsung. bilamana dan bagaimana akan mengadakan penilaian. menuruturutan pentingnya. sehinggatidak mempunyai arah tertentu. dapat dinilai dengan membandingkan kemajuannya dengan rencana yang telah ditetapkan pada permulaan. Dalam usaha mencari.sebetulnya sama saja dengan yang dimaksudkan oleh Gulick. bagaimana mengadakan seleksi agar benar-benar diperoleh tenaga yang diperlukan itu. bagaimana mengadakan penyesuaian dan perubahan rencana. Karena yang tujuh unsur ini merupakan yang lengkap dan dapat dijadikan pengertian dasar bagi jenis -jenis kegiatan menurut pembagian siapa pun. Rencana merupakan juga landasan untuk mengadakan penilaian di kemudian hari. Maksud pengorganisasian ini ialah agar semua pekerjaan dapat berjalan pada waktunya. penentuan personil yang diperlukan. yang dalam bidangnya yaitu industri.

Sebagai koordinator. waktu dan kebutuhan.jika sudah diseleksi. dengan memberikan bimbingan dan pembinaan secara kontinu. mengeluarkan perintah/instruksi dalam rangka pelaksanaannya: apa dan bagaimana yang harus dilaksanakan. di samping penguasaan seluruh kegiatan usaha secara teknis profesional. menguasai tidaknya bidang pekerjaan yang dihadapinya itu. akan jelaslah bahwa masalah koordinasi dalam pelaksanaannya sangat memerlukan keterampilan dalam Human Relation dan Group Process. singkatan dari Koordinasi. bersamaan). memberikan bimbingan dalam rangka perbaikan cara -cara bekerja. pemimpin harus mengarahkan perhatiannya pada cara kerja sama antara petugas-petugas yang diawasi itu. menghindarkan "overlapping" dalam tugas dan pelaksanaannya yang dapat membingungkan dan mengacaukan. 5. dalam rangka staffing. ialah segala sesuatu berjalan menurut rencana pada waktu yang tepat. bagaimana selanjutnya memberikan bimbingan dan meningkatkan kesanggupan/kemampuan mereka. memberikan contoh dalam sikap dan cara bekerja. seperti: memberikan petunjuk-petunjuk bagaimana tugas-tugas harus dilaksanakan. menghindarkan kesalahan-kesalahan yang diperkirakan dapat timbul dalam pekerjaan. agar ada Sinkronisasi. Directing Dalam pengertian "directing" ini tersimpul banyak hal. menghindarkan konkurensi/kompetisi yang tidak sehat. menemukan kebaikan/kemajuan dan kekurangan/kesalahan dalam pekerjaan. mengadakan pengawasan/pemeriksaan/inspeksi. terus-menerus mempelajari sebab-sebab yang dapat melemahkan kesanggupan dan kemauan bekerja. (sinkron/synchroon = waktu yang bertepatan. Persoalannya tidak hanya sampai pada penempatan dan penugasan saja. mengoreksi kekurangan-kekurangan dan memperkecil/meniadakan hambatan-hambatan. Recording & Reporting 12 . memupuk dan mengembangkan saling percaya-mempercayai dan banyak membantu antara bagianbagian/petugas-petugas: menghindarkan dan menyelesaikan segala macam perbedaan pendapat atau pertentangan yang menghambat lancarnya usaha. Istilah yang sekarang sering kita dengar ialah KIS. Sebagai direktur ia merupakan pimpinan eksekutif tertinggi dan merupakan pengawas serta pemberi arah dalam pelaksanaan usaha menurut pola dan rencana yang telah disusun. bagaimana menempatkan mereka ke dalam fungsi yang sesuai dan tanggung jawab yang serasi. yang diperhatikan oleh pimpinan adalah terutama cara-cara pelaksanaan teknis oleh pelaksana-pelaksana yang harus sesuai dengan tujuan dan tidak menyimpang dari garis/pola yang sudah ditentukan. Pemimpin harus terus memperhatikan kondisi dan daya kerja petugas-petugasnya. menurut prinsip -prinsip demokrasi dan efisiensi kerja. Jika kita telaah peranan seorang koordinator yang diuraikan di atas ini. Itulah semua yang harus mendapat perhatian pemimpin dalam rangka penempatan personil yang sesuai dengan tugas/pekerjaan yang telah disusun. Kegiatan yang dilakukan dalam peranannya sebagai direktur antara lain: memberikan penerangan/penjelasan/informasi tentang keseluruhan usahanya itu. Coordinating Mengkoordinasi artinya menyatukan/menyamakan arah. agar mereka bersedia memikul tanggung jawab dan melaksanakan tugas pekerjaannya sebaik-baiknya. penghargaan apa yang dapat diberikan kepada mereka. Pemimpin harus berusaha agar: setiap bagian/petugas melaksanakan tugasnya dengan cara dan dalam waktu yang sudah ditentukan. yang harus menghasilkan Integrasi (=penyatuan) dari tiap bagian ke dalam keseluruhannya. dan sebagainya. Semua tugas -tugas itu harus dilakukan oleh direktur. yang memberikan direksi atau pengarahan. Cara melaksanakan peranannya itu harus sesuai dengan tempat. Dalam kegiatan ini akan ternyata peranan pimpinan sebagai direktur: cakap tidaknya. dan bijaksana pula. demi peningkatan usaha dan pencapaian tujuan sebaik -baiknya. 4. agar tidak merugikan wibawanya dan tidak menimbulkan tekanantekanan atau ketegangan-ketegangan pada yang dipimpinnya. demokratis tidaknya. tidak ada bagian/petugas yang menghambat atau merugikan pekerjaan bagian/petugas lain. memupuk rasa persatuan. 6. agar setiap bagian/petugas merupakan unsur -unsur yang tidak lepas dari keseluruhan kelompok. Dalam tugasnya sebagai direktur.

terdiri dari serangkaian kegiatan-kegiatan. dan juga yang terkontrol. yang harus jelas dan tegas. Siapa yang harus menyusun laporan. dan hubungan antar-manusia di dalarn proses administrasi itu. Untuk keperluan ini pemimpin harus menerima laporan pula dari semua bagian/petugas yang bertan ggung jawab kepadanya. Dengan demikian "reporting" ini mencakup kegiatan-kegiatan yang luas. jelaslah kiranya bahwa administrasi bukan hak dan kewajiban perorangan. untuk keseragaman dan kemudahan pemakaiannya. Melihat luasnya bidang administrasi dan banyaknya unsur-unsur kegiatan di dalamnya. BEBERAPA PRINSIP ADMINISTRASI PENDIDIKAN Secara tradisonal ada anggapan bahwa administrasi mencapai tujuannya terutama dengan peraturanperaturan dan instruksi-instruksi. Kepada siapa harus diberikan laporan. yang menjalankan kegiatan 13 . Budgeting Kegiatan ini meliputi bidang administrasi finansial yang meliputi: perencanaan dan penyusunan anggaran biaya. bahwa administrasi adalah suatu proses sosial. Apa yang harus dilaporkan. Administrasi adalah suatu proses. ia harus tahu pula beberapa peraturan pokok mengenai keuangan dan pertanggungan jawab keuangan pemerintah. Anggapan yang mekanistis ini melihat semua unsur/bagian/ komponennya sebagai bagian-bagian yang sudah mutlak ditentukan tempatnya dan gunanya. Bagaimana menyimpan laporan-laporan itu agar setiap saat dapat dipergunakan sebagai sumber data. dan karena itu merupakan hasil perpaduan antara bermacam potensi yang harus didayagunakan. Masalah kepemimpinan dalam administrasi merupakan masalah tanggung jawab: pengorganisasian tanggungjawab. 7. dan sebagainya). Bagaimana menggunakan laporan-laporan itu dalam rangka peningkatan dan pengembangan usaha. dan bilamana menyusunnya. yang sudah ditentukan saluran -saluran hubungannya. untuk semua kegiatan yang telah direncanakan. buku. pengalaman dan pengetahuan. Dalam bagian pencatatan dan pelaporan ini sangat banyak diperlukan "clerical workµ. meskipun tidak ahli dalam seluruh bidang akutansi. mencari dan mengusahakan sumber-sumber biaya. dan juga batas-batas prestasinya yang dapat dan harus dihasilkan. dan reporting berarti pelaporan. pekerjaan ke -tata-usahaan. Pemimpin yang bertanggung jawab tentang keseluruhan usaha yang dipimpinnya itu. dengan cara-cara yang sudah lazim menggunakan berbagai alat pencatat (formulir. Dalarn beberapa puluh tahun terakhir ini di beberapa negara yang sudah maju sistim pengadministrasiannya.Recording berarti pencatatan. pengarahan tanggungjawab dan pendelegasian tanggungjawab. Dalam rangka pencatatan dan pelaporan ini pemimpin harus mempunyai pedoman tentang: Apa yang harus dicatat. Semua unsur manusia yang menggerakkan proses administrasi. dan yang diperlukan juga riset sebagai usaha pengumpul data. Bagaimana menyimpan catatan-catatan secara teratur dan sistimatis. Dan semuanya itu merupakan proses yang dinamis. yang semakin meluas dan merata. Bagaimana cara mencatatnya. daftar. unsur-unsur dan komponen-komponennya merupakan "alat" yang dapat digerakkan dengan berbagai instruksi menurut kehendak pengendalinya. timbul konsepsi baru. Dalam banyak hal sudah dapat diadakan usaha-usaha normalisasi menurut bentuk dan ukuran "standard" dalam alatalat pencatatan ini. mengawasi dan mempertanggungjawabkan uang negara. Dan sebagai alat pengontrol itulah diperlukannya dan berfungsinya peraturan-peraturan dan instruksi-instruksi. Dalam administrasi demikian. perlu mempunyai pengeta huan secukupnya mengenai berbagai segi dalam masalah keuangan. Bagaimana menyusun laporan yang singkat. Jadi untuk itu diperlukan kegiatan "inspeksi" yang memeriksa dan mengadakan checking tentang semua keadaan dan perkembangannya. Ia sedikitnya harus dapat menyusun rencana keuangan untuk kantor/perusahaannya dalam garis besar harus mengetahui keadaan umum ekonomi dan keuangan. kepada atasan dan kepada semua pihak yang berkepentingan_dengan usaha itu. Untuk memelihara integrasi dan sinkronisasi ini diperlukan koordinasi yang mengontrol. B. yang lebih banyak melihat dan mempertimbangkan segi-segi kemanusiaannya. Segala sesuatu harus dilaporkan secara teratur. dan mengenai saluran-saluran resmi yang harus dilalui dalam menerima. Sernua ´bagianµ atau ´onderdilµ harus dapat bekerja secara sinkron mekanis dalam rangka keseluruhannya. tetapi lengkap dan jelas. yaitu: pencatatan/dokumentasi (recording) dari segala macam kegiatan yang dilakukan dan dari semua hasil yang telah dicapai. dan biasanya menjadi bendaharawan yang komtabel (accountable). yang memerlukan bermacam keahlian. Pimpinan bertanggung jawab tentang perkembangan dan maju mundurnya usaha yang dipimpinnya. . Di samping itu perlu juga tahu prinsip -prinsip dan beberapa cara pembukuan dan pertangung-jawaban keuangan. Sebagai petugas dalam instansi/jawatan pemerintah. mengetahui juga beberapa faktor utama yang dapat mempengaruhi keadaan ekonomi dan keuangan negara kita.

yaitu: agar setiap kewajiban diimbangi dengan hak yang sesuai. alat secara efektif. Tujuan pendidikan dan perkembangan anak didik harus mendasari semua kegiatan administrasi. Maka sifat administrasinyapun dalam pendidikan tidak boleh dan tidak dapat bersifat mekanistis. bukan hanya sekedar merupakan sandiwara atau merupakan sandiwara atau merupakan "diplomatic manipulation". Tidak mungkin suatu pimpinan dapat melakukan semua tugas-tugas sendiri dan dapat mengadakan pengawasan sendiri terhadap semua pelaksanaannya. Pemindahan kekuasaan sesuai dengan tanggung jawab. hendaknya diukur dengan kepentingan pendidikan dan perkembangan anak didik. Tetapi cara rnelaksanakan kegiatan-kegiatan itu. dan ada yang secara kooperatif mengikutsertakan sebanyak mungkin pihak-pihak yang berkepentingan. Sifat individualistik. yaitu perincian dan pembatasan tugas. efisiensi tenaga. administrasi harus berusaha menggunakan waktu. Ajakan berpartisipasi ini harus benar-benar dan sungguh-sungguh. kurang dapat dipertanggungjawabkan. mementingkan pribadi dan ingin mendominasi dan sifat-sifat eksentrik. Penyerahan tanggung jawab secara hierarkis memang perlu. Memang dalam tiap macam administrasi diperlukan peraturan. Hal ini tidak menguntungkan efisiensi kerja. dapat diharapkan akan melaksanakan program itu dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Beberapa prinsip administrasi pendidikan adalah sebagai berikut: a. Kelancaran bekerja. Keputusan -keputusan hendaknya benar-benar merupakan hasil musyawarah bersama. Dalam administrasi pendidikan sasarannya adalah manusia. Pelaksanaan administrasi pendidikan harus bersendikan prinsip-prinsip yang sifatnya kooperatif dan demokratis. c. Administrasi semacam ini akan lebih mengemukakan segi kooperasi dalam kegiatannya. Yang harus diperhatikan dalam pemindahan kekuasaan dan tanggungjawab ini ialah keadilan. staffmg dan selanjutnya. pada umumnya memang sama: ada planning. atau harus dilakukan oleh beberapa bagian/fihak bersama-sama.administrasi. tenaga. Tanggung jawab harus disertai dengan wewenang." Perwakilan yang diberi tanggungjawab dan yang bertanggungjawab yang perlu dipartisipasikan. Apakah semua fihak yang berkepentingan harus diajak? Apak dalam ah segala macam persoalan mereka harus diajak? Dalam hal ini hendaknya dapatlah kita menerapkan sila ke dari Pancasila kita: "Kerakyatan yang -4 dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Kalau ada tugas yang mengandung persamaan dan tugas lain. dan sebaliknya. pengarahan dan instruksi untuk memberikan arah dan bimbingan kepada para pelaksananya. Efektif tidaknya suatu keputusan. Maka dari itu diperlukan pembatasan dan perumusan tugas sejelas-jelasnya bagi setiap fihak/unit/bagian. maka perlu ditetapkan batas-batas kegiatan dan tanggung jawab dari setiap bagian itu. Unsur-unsur kegiatan yang terdapat dalam administrasi yang bersifat direktif (directive = mengarahkan). dan sebaliknya. Tetapi cara/prosedur pembuatan peraturan -peraturan itu berbeda: ada yang dibuat oleh dan datang dari satu pihak saja. e. penghematan biaya. Dengan didasarkan atas tercapainya tujuan pendidikan sebaik -baiknya. dan sebagainya. sampai di mana batas-batasnya dan apa yang di luar wewenangnya. merupakan anggota-anggota kelompok yang mempunyai relasi sosial antara sesamanya. dan berapa banyak fihak-fihak dapat dan harus diikutsertakan. Penggunaan waktu. d. atau yang bersifat kooperatif. Bekerja demi kepentingan pendidikan dan anak didik tidak berarti bahwa kita boleh bekerja dengan cara apa saja. Menghindarkan overlapping fungsi Dalam program pendidikan yang kooperatif ada kemungkinan suatu fungsi dilakukan oleh lebih dari satu fihak/bagian. Pemindahan wewenang adalah suatu hal yang lazim dalam bentuk organisasi apapun. dan titik berat yang diletakkan pada kegiatan-kegiatan itu ada perbedaan antara administrasi yang direktif dan yang kooperatif. 14 . harus jelas dan tegas: apa yang harus dikerjakan. b. pelaksanaannya tidak boleh dan tidak dapat disetarafkan dengan ´onderdilµ mesin. organizing. Partisipasi luas dalam penentuan policy dan program. Dalam soal partisipasi ini yang menjadi masalah ialah: sampai berapa jauh. peraturan atau kegiatan. jika tidak membawa keuntungan dalam perkembangan anak didik. µJob descriptionµ. la harus dapat mengkoordinasi usahanya dengan usaha keseluruhan kelompoknya. Fihak yang telah diajak dan telah turut serta dalam usaha menentukan haluan dan program kerja. tenaga dan alat se-efektif mungkin. Ada koordinasi dalam semua usaha. f. merupakan penghalang-penghalang bagi tercapainya tujuan bersarna. Setiap anggota hendaknya merupakan bagian dari satu kelompok dan dapat bekerjasama dengan anggota anggota lainnya dalam kelompoknya.

yang menggambarkan langkah -langkah yang akan diambil. Kalau kita tidak dapat memperhitungkan/memperkirakan kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul. Hal ini memerlukan dari kita kesanggupan untuk lebih banyak menggunakan kebijaksanaan dan untuk lebih fleksibel dalam penyesuaian tindakan -tindakan kita pada situasi-situasi baru. biaya. Manusia sebagai obyek dan sebagai subyek pendidikan merupakan unsur unsur yang tidak konstan dalam sikap dan tingkah lakunya. rneskipun sifat uraiannya masih umum dan berlaku dalam penyusunan rencana di segala bidang. Kemungkinandan cara kerjasama dapat diperkirakan lebih dahulu. Perencanaan merupakan µa prerequisite to actionµ. Untuk dapat digunakan secara efektif dalam praktek administrasi. µreadjustingµ dan µre-planningµ. Kita akan mempunyai titik tolak untuk memulai pekerjaan. baik mengenai tenaga. jika dianggap perlu untuk mengadakan koreksi dan perbaikan. 1. Dengan adanya rencana yang jelas. dan yang tidak kurang pentingnya. maupun material. masih diperlukan: pengalaman. Pada waktu merencanakan. Penyusunan planning dalam suasana kerja yang demokratis didasarkan atas prinsip-prinsip demokrasi dan kooperasi. menurut keadaan seketika saja. baik berupa pemborosan waktu. Berhasil tidaknya suatu usaha. C. 2) Planning merupakan pegangan dan arah dalam pelaksanaan. yang hanya mencari-cari kesempatan. dan akan lebih menjelaskan tujuan yang akan dicapai. akibatnya pengaruh dari lingkungannya. Fungsi dan Prinsip Perencanaan Suatu usaha yang teratur memerlukan perencanaan yang akan menggariskan keteraturan itu: keteraturan dalam tindakan. Direncanakan pula pengikutsertaan anggota-anggota lain dalam pelaksanaannya. dalam kebijaksanaan. 3) Planning meningkatkan kerjasama dan koordiriasi. 15 . Jadi evaluasi dapat diadakan secara kontinu dan teratur. Dengan menentukan langkah -langkah lebih dahulu. alat. Dan sebaliknya pula. dalam waktu. Evaluasi merupakan proses pembandingan antara usaha yang telah dilaksanakan dengan tujuan yang harus dicapai. Dengan adanya rencana yang menggariskan dan menentukan langkah -langkah yang harus dikerjakan. atau menurut kesempatan yang ada saja. kita harus dapat merumuskan dan memperinci tujuan-tujuan kita: apa tujuan sementara. akan lebih mudah lagi bagi kita untuk mengikuti pelaksanaan usaha sejak permulaan sampai akhir. waktu. dalam langkah dan tahapan. setelah diadakan evaluasi yang teratur. dan tidak mempunyai rencana sebagai pegangan. kepribadian dan keyakinan pemimpin sendiri mengenai demokrasi. dan sebagainya. Atau: apa tujuan umum dan apa tujuan khususnya. Dengan kata lain.Demikianlah beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan administrasi pendidikan yang kooperatif dan demokratis. manusia mempengaruhi lingkungannya. alat dan tenaga apa yang diperlukan dalam kegiatan itu. tenaga. Kita tidak akan bertindak oportunistik. 5) Planning memudahkan pengawasan. sedikitnya mengurangi pemborosan. lebih memungkinkan untuk mengadakan µadjustingµ (penyesuaian). Dalam pendidikan kita berhadapan dengan unsur-unsur manusia. Karena itu dalam pendidikan akan kita hadapi lebih banyak masalah. Segala sesuatu sudah dapat diperkirakan. Karena itu. apa tujuan yang lebih jauh dan apa tujuan akhirnya. dan sebagainya. lebih banyak hal-hal yang "unpredictable". kebutuhan dan a kemungkinan: bilamana sesuatu akan diperlukan. latihan. Setiap saat dapat dibandingkan/diukur apa yang telah dihasilkan dengan apa yang telah direncanakan. kita akan memberikan perhatian khusus terhadap perencanaan ini. merupakan "a pre -requisite to action". dalam uraian mengenai proses administrasi ini. ialah faktor sikap. dalam lingkungannya dengan situasinya. yang hanya mengikuti keadaan yang timbul seketika. Untuk merencanakan sesuatu kita harus mengetahui dengan jelas apa yang hendak kita capai. Prinsip-prinsip tersebut baru merupakan dasar-dasar umum. PERENCANAAN DALAM ADMINISTRASI PENDIDlKAN Setiap usaha memerlukan perencanaan. 4) Planning mencegah. tempat. Dalam rencana kita dapat menentukan apa yang lebih dahulu dan apa yang kemudian akan kita kerjakan. 6) Planning memungkinkan evaluasi yang teratur. kita sudah harus melihat hubungan antara kegi tan-kegiatan. Planning adalah suatu keharusan sebelum melaksanakan suatu usaha. banyak ditentukan oleh matangnya dan lengkapnya perencanaan. dan tidak akan terlau digantungkan pada situasi dan kebutuhan yang mendadak. 7) Planning memudahkan penyesuaian dan situasi. kita tahu apa yang akan kita kerjakan tahap demi tahap. Fungsi Perencanaan 1) Perencanaan merupakan titik tolak untuk memulai kegiatan. keterampilan. kita akan mudah menjadi pelaksanana yang µopportunisticµ. kegiatan apa yang harus dilakukan. yang tidak dapat diperkirakan lebih dulu. petugas pengawasan dapat lebih mengikutinya dan mengawasinya. a.

yaitu bagi Kepala Sekolah beserta staf Guru. dengan selalu disesuaikan pada situasi dan keadaan yang timbul. jika belum ada tujuan yang jelas. bahkan dalam beberapa hal juga dengan murid dan orang tua murid. Rencana harus µfeasableµ. dengan berpedoman pada rencana dan tujuan yang harus dicapai. setelah dianalisa dan diolah. µAdjustingµ dan µre -adjustingµ harus selalu dapat diadakan. Tahapan persiapan. 5) Planning harus mempunyai tujuan jelas dan terperinci. Planning yang baik bukan saja memerIukan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan. makin mudah untuk menyusun rencana yang konkrit dan terperinci. harus dapat kita perkirakan perubahan-perubahan yang mungkin harus dihadapi. Prinsip-prinsipnya adalah sebagai berikut: 1) Planning harus rnerupakan proses yang kooperatif. 1) Pengumpulan data. memberikan gambaran adanya kemungkinan keberhasilan. Di antara kemungkinan-kemungkinan yang dulu telah kita fikirkan. Planning harus berdasarkan fakta dan kenyataan yang rill dan obyektif. harus ada yang menggerakkan mereka ke arah kerjasama itu. maka tidak usahlah kita merombak seluruh rencana itu. Di sinilah diperlukan suatu kesanggupan: kekuatan. Mengenai policy dasar dan kebijaksanaan umum yang menyangkut keseluruhan program sekolah seeara umum. Karena itu kita mengenal istilah µfeasibility study". tetapi dalam cara-cara dan langkah-langkah penyusunannya pun perlu diperhatikan sistematik tertentu. Prinsip ini sebenarnya merupakan prinsip pertama dan prinsip pokok. Yang kita pilih adalah kemungkinan yang paling dapat diterima. Tetapi mengenai hal-hal teknis edukatif. Rencana harus dapat dilaksanakan dan merupakan titik tolak untuk memulai suatu usaha secara konkrit. Ada dua tahapan: tahapan persiapan. yang dapat mempengaruhi mereka. sehingga rencana tidak macet pada waktu melaksanakannya. Suatu program kegiatan di sekolah hendaknya merupakan hasil pemikiran bersama dari Kepala Sekolah dan seluruh stafnya. Kalau data yang dikumpulkan. Untuk memperoleh sikap ini. Kita harus berusaha agar para peserta yang menyusun rencana dapat lebih banyak mengemukakan kepentingan bersama dari pada kepentingan sendiri. dan makin terperinci perumusannya. Di sinilah diperlukan leadership. 3) Planning harus fleksibel. Karena itu perlu dikumpulkan keterangan-keterangan selengkap mungkin tentang: apa yang 16 . biasanya merupakan masalah bagi golongan profesional saja. Waktu menyusun rencana harus difikirkan sebanyak -banyaknya kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. dapat pula merupakan kepercayaan dan pengakuan terhadap kelebihan dan kesanggupan sesama peserta. yang akan dijadikan titik tolak permula¬an. dan dapat memperkuat persatuan. Planning dalam pendidikan merupakan proses yang kontinu. 6) Planning memerlukan kepemimpinan/leadership. 2. Prosedur perencanaan. Rencana akan dianggap sebagai yang harus ditaati bersama.Rencana dalam pendidikan memang sukar ditentukan secara tegas dan ketat. Kita tidak dapat membuat suatu rcncana. agar mereka setiap saat dapat mengatur hasil dan cara bekerja. Planning harus dapat memberikan kesempatan kepada para pelaksana dan p engawasan. hendaknya semua fihak diikutsertakan: wakil orangtua murid. harus mengandung kemungkinan -kemungkinan untuk dilaksanakan. harus didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu. penjajagan tentang mungkin tidaknya sesuatu gagasan dilaksanakan. wakil kelompok/organisasi masyarakat. tetapi dengan tidak menghilangkan begitu saja kemungkinan-kemungkinan yang lainnya. 2) Planning harus didasarkan atas kebutuhan dan fakta yang riil dan obyektif. Makin jelas apa sebenamya yang ingin kita capai. Yang menggerakkan ini dapat berupa kesadaran sendiri yang timbul dari dalam diri masing-masing. sebagai hasil kerja bersama. barulah rencana disusun selengkap -lengkapnya. mungkin ada yang sekarang dapat digunakan untuk menyesuaikan rencana itu pada keadaan baru. a. artinya: penelitian. atau µimpian indah" belaka. Tetapi data dan informas i masih diperlukan dari semua fihak. yang dapat memperkecil/meniadakan perbedaan-perbedaan. mengikuti perkembangan dan merupakan perkembangan. dan tahapan penyusunan. 4) Planning harus mengandung unsur-unsur evaluasi dalam pelaksanaannya. b. wakil murid. Prinsip-prinsip perencanaan Perencanaan yang mempunyai peranan seperti digambarkan di atas harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. Jika keadaan berubah dan memaksa kita untuk menyesuaikan rencana pada tuntutan-tuntutan baru. Rencana tidak boleh merupakan µcita-citaµ.

Kemampuan yang diperlukan dalam perencanaan pendidikan. 3. Inilah yang kita namakan µfore-castingµ. Kecuali menguasai prinsip-prinsip planning dan sistimatik penyusunannya.sekarang sedang dikerjakan. Segi segi personil. 2) Penentuan cara/metoda kerja. pada waktu rencana akan dilaksanakan. faktor-faktor apa kiranya yang akan dominan nanti. Mengenai tujuan pendidikan di sekolah kita harus memperhatikan perkembangan dan perubahan anggapan. (5) Bilamana harus dikerjakan. Karena itu pemimpin perlu juga mengetahui prinsip-prinsip tentang mengadakan riset. Taraf persiapan ini merupakan semacam riset untuk mengevaluasi keadaan. Penentuan syarat-syarat dan pemilihan metoda sukar dipisah-pisahkan. bagaimana kiranya situasi nanti. teknik/metoda pelaksanaannya maka disusunlah kesemuanya itu di . Syarat pertama: tujuan yang jelas dan tegas. dalam bentuk yang sistematis. Rencana merupakan pedoman yang akan dilaksanakan nanti. Di antara metoda-metoda yang harus dipilih diambil yang paling sesuai dengan keadaan dan yang dapat memenuhi syarat syarat umpamanya: syarat waktu. Semua kemungkinankemungkinan tentang sebab-sebab kesulitan dan semua kemungkinan tentang cara -cara mengatasinya dikumpulkan dan dijadikan bahan pemikiran/perhitungan. Semua data itu dianalisa. perlu kita telaah syarat syarat apa yang harus dipenuhi agar metoda-metoda itu benar-benar dapat dijalankan. Setelah matang tahapan persiapan ini. untuk dapat mengetahui sebab -sebab dari kesulitankesulitan dan hambatan-hambatan yang sekarang sedang dirasakan ada. memperkirakan apa yang akan terjadi). Sering juga ditambahkan tempat dimana kegiatan akan dilaksanakan. personil. biasanya dengan memperhatikan w-w-h-w-w (what. yang dapat menggambarkan secara keseluruhan tujuan akhir yang kita ingin capai. syarat tenaga personil yang tersedia. Mula-mula dirumuskan dulu tujuan secara umum. why. kesulitan kesulitan apa yang sedang dihadapi. (1) Apa yang hams dicapai. kekurangan-kekurangan apa yang terdapat di bidang material. bagaimana sekarang mengeIjakannya. (3) Bagaimana cara pencapaiannya. umpamanya: tenaga yang bagaimana yang diperlukan. siapa yang mengerjakan. cara-cara pengumpulan data dan pengolahannya. kita tentukan metoda-metoda yang kiranya paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Setelah terkumpul hasil analisa data sebanyak-banyaknya. barulah kita meningkat ke: b. who. agar dapat memenuhi persyaratan metoda itu. finansial. 3) Menyusun dan menuangkan rencana dalam satu bentuk/wadah Kalau sudah lengkap terkumpul bahan-bahan mengenai: tujuan yang akan dicapai. yang akan memudahkan pula usaha kita untuk mencapainya satu demi satu. Tahapan penyusunan. Kita membuat perkiraan. dan akan saling mempengaruhi. tahap demi tahap. Dengan menggunakan pengalaman -pengalaman bagaimana situasi telah berkembang dan berubah. 3) Mengadakan µfore-castingµ. alat-alat apa yang akan digunakan. (2) Mengapa harus dicapai tujuan itu. maka kita berusaha µuntuk melihat ke depanµ. alasan-alasannya mengapa harus tercapai tujuan itu. dan sebagainya. Mempunyai gambaran/pengertian yang jelas tentang tujuan-tujuan pendidikan. dan faktor-faktor apa yang telah mempengaruhi perkembangan dan perubahan itu. Kalau sudah tersusun cara/metoda yang akan kita pakai. 2) Analisa data. how. harus ditelaah. dibanding-bandingkan. maka diadakanlah seleksi. Dalam analisa ini kita perlu memperhatikan dan memperhitungkan pengalaman-pengalaman yang sudah ada. Kemudian dirumuskan tujuan-tujuan khusus secara terperinci. Karena itulah µmelihat ke depanµ ini penting dalam penyusunan suatu rencana. 17 . (To fore-cast = meramalkan. (4) Siapa yang akan mengerjakannya. dan sebagainya. Dengan tujuan-tujuan yang jelas dan terperinci itu. Kita harus dapat memperkirakan. situasional. seorang administrator pendidikan yang akan menyusun rencana perlu juga memperhatikan hal-hal di bawah ini: a. dan disusun secara hirarkis. material. teori mengenai pendidikan pada umumnya dan mengenai belajar-mengajar khususnya. when). kemungkinan manakah yang kiranya paling sesuai dengan keadaan yang akan datang. seakan-akan "ramalan". dan bagaimana kiranya situasi akan berkembang. Tahapan ini terdiri dari: 1) Perumusan tujuan. dan sebagainya.

Suatu tindakan baik langsung maupun tidak langsung terhadap seseorang. terutama dilihat dari segi µneedsµ dan µdemandsµ. ada tujuan yang merupakan bagian dari tujuan keseluruhan. estetis. Memperhitungkan faktor waktu termasuk salah satu segi dari fore-casting. c. Perencana pendidikan harus mempunyai cukup pandangan tentang proses belajar-mengajar dengan teori-teorinya yang masih berlaku. perlu dipertimbangkan benar -benar akibat yang akan ditimbulkan terhadap murid dan terhadap guru. dengan metodametoda mengajar yang sesuai dengan teori-teori itu. baiklah kita perhatikan juga beberapa hal yang dapat menghambat penyusunan dan pelaksanaan rencana. Yang dikemukakan di atas ini mengenai perencanaan. Mempunyai pengetahuan cukup tentang proses belajar-mengajar. dengan perkembangan sekolah? Semakin tinggi tingkatan perencanaan. Dengan sumber potensi dimaksudkan berbagai jenis potensi: potensi manusia. melihat ke depan dan memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. tetapi segala sesuatu berpangkal pada kegiatan pokok: belajar. batas waktu. Dalam tujuan pun ada perbedaan: ada tujuan sementara. dan sebaga inya yang kiranya dapat dijadikan masukan (input) dalam usaha yang akan direncanakan itu. sedangkan sekarang anggapan kita sudah mengarah kepada µpembentukan dan pengembangan anak didik sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. perlu diperhatikan dalam menyusun suatu rencana. tentang didaktik dan metodik. potensi fisik/material. taraf hidup dan sebagainya. kurang rill dan obyektif. Mempunyai pengetahuan tentang sumber-sumber potensi yang ada. kemajuan ekonomi. d) kurang adanya µmoral supportµ dari masyarakat/lingkungannya. Hal hal yang dapat menghambat/menyukarkan prosedur perencanaan. Untuk merencanakan tindakan-tindakan apa yang akan diambil. b) kurang adanya kemampuan untuk µmelihat ke depanµ. c) pengumpulan data yang kurang lengkap. menimbulkan reaksi orang itu. makin luas dan mendalam pengetahuan yang diperlukan tentang keadaan dan perkembangan masyarakat. di bawah akan sedikit diberi uraian tentang perencanaan untuk suatu masa yang agak jauh ke muka: Rencana Jangka Panjang (Long Range Planning). Mempunyai pengetahuan tentang masyarakat dan perkembangannya. 18 . time limit dan sebagainya. Sebagai pelengkap bagian perencanaan ini. eskipun sifatnya sangat umum. Suatu tindakan harus dapat diperkirakan berapa lamanya akan membawa hasil yang diharapkan. potensi kultural. a) perencana kurang memiliki pengetahuan dan pengertian mengenai hal-hal yang diuraikan di atas. dalam segi: fisik. Diperlukan pengertian tentang peranan sekolah dalam masyarakat. baik sebagai individu maupun sebagai mahluk sosial. Pengertian tentang hakekat tujuan pendidikan ini diperlukan untuk membuat rencana. dalam berbagai segiseginya. d. moral. dan ada pula tujuan yang benar-benar ultimate/akhir. bahan apa. intelektual. Meskipun µteaching-learning situationµ mempunyai arti yang lebih luas daripada µbelajar -mengajarµ saja. Administrator perlu mengetahui lingkungan tempat bekerjanya: apa yang dapat diberikan oleh lingkungannya. e. Rencana Jangka Panjang dan Rencana Jangka Pendek. Sebelum kita mengakhiri bagian mengenai planning ini. Dengan demikian kita harus dapat memberikan arti yang lebih luas kepada µpengalaman pendidikan di sekolahµ dan kepada µteaching-learning situationµ.µ Hasil pendidikan di sekolah tidak dinilai hanya dengan jumlah lulusan dan nilai angka tinggi saja. Perencanaan pendidikan untuk suatu sekolah memerlukan pengetahuan/pengertian tentang masyarakat di mana sekolah itu berada atau yang dilayani oleh sekolah itu. 4. Hal ini perlu sekali untuk menentukan jadwal kerja. tenaga yang bagaimana. Ada yang mudah dicapai dalam waktu singkat tanpa memerlukan banyak tenaga dan upaya. b. faktor faktor apa yang dapat memperlambat atau mempercepat tercapainya hasil itu. dan berapa tahapan yang diperlukan dalam rangka efisiensi kerja. f.Dulu pendidikan di sekolah ditekankan pada µmenyampaikan sejumlah pengetahuan dan ketrampilan kepada muridµ. mudah-mudahan ada jugalah manfaatnya dalam usaha kita untuk menghasilkan suatu rencana yang agak akseptabel. ada pula yang memerlukan jangka waktu agak panjang. Apakah yang harus dihasilkan oleh sekolah untuk masyarakat? Apakah yang diperlukan oleh masyarakat dalam pembangunan/perkembangannya? Apakah yang mempengaruhi kemajuan dan kemunduran sekolah? Bagaimana hubungan perkembangan penduduk. Tujuan sesuatu usaha tidak sama mudah-sukarnya untuk dicapai. Mempunyai pengetahuan tentang murid dan guru. Dapat memperhitungkan faktor waktu. psikologik dan sosial. emosional. baik secara psikologis maupun dari segi sosial. Kemungkinan pengaruh terhadap orang-orang itu dan kemungkinan reaksi mereka.

Sebagai petugas/karyawan pendidikan. tergantung dari tujuan yang akan dicapai dan dari data yang digunakan dalam perencanaannya. Selama bumi dihuni manusia. Fungsi. bahwa usaha itu akan berhasil seperti yang telah direncanakan. ORGANISASI DALAM ADMINISTRASI PENDIDIKAN. kita harus dapat menempatkan diri dan mengetahui/menyadari tempat dan fungsi kita masing masing dalam keseluruhan tata susun itu. dan sebagainya yang merupakan satu gabungan. tetap akan diperlukan generasi baru. manajemen dan dengan direksi. maka sekolah-sekolahnyapun akan semakin meluas. makin kecil lagi kepastian yang dapat diharapkan itu. Di negara-negara yang sudah maju long-range planning merupakan sebab dan akibat dari timbulnya kekuatan kekuatan yang merubah perusahaan-perusahaan dalam abad ini. perkakas. Suatu rencana. sebagai salah satu usaha untuk lebih memahami fungsi dan proses administrasi. Lebih panjang jangka waktu dari suatu rencana. Karena itu long -range planning memerlukan data statistik yang lengkap dan terpercaya. Untuk itu kita perIu sekedar. Apakah perencanaan pendidikan di negeri kita sudah merupakan perencanaan jangka panjang yang sudah dapat dipercaya. maka kita dapat lebih sadar akan tugas dan kewajiban kita. . ´Planning means risk takingµ. tetapi diperlukan sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. dan dengan demikian keberhasilan usaha.planning bukan merupakan ketentuan/kepastian yang akan datang (future decissions). bagaimanapun baik dan lengkapnya.planning bukan merupakan usaha untuk mengurangi atau rneniadakan risiko. rnakin kuat pula dasar-dasar untuk menyusun proyeksi ke depan. dan memerlukan pengadministrasian yang lebih teratur pula. jika kita tahu bagaimana organisasi itu berjalannya dan apa dasar-dasar pengorganisasiannya. Maka perencana annya pun disusun menurut jauhdekatnya tujuan itu: ada Rencana Jangka Panjang dan ada Rencana Jangka Pendek. William Schulze memberikan gambaran tentang arti organisasi. tetapi merupakan kemungkinan-kemungkinan dan nilai-nilai dari ketentuan:-ketentuan sekarang untuk masa yang akan datang. Definisi dari J. .organisasi terdiri dari sejumlah unsur-unsur: manusia. kalau dilihat dari jauhnya tujuan pendidikan yang harus kita capai. . 19 . alat. terutama dalam hal longrange planning. Planning untuk rnasa depan rnemerlukan data dari masa yang lampau. maka perencanaannyapun memerlukan rencana jangka panjang.yaitu cara mengatur/membagi tugas dan tanggungjawab -merupakan tahapan penting dalam proses administrasi.Berdasarkan tujuan yang akan dicapai itu maka usahanya pun akan berbeda sifatnya: ada usaha jangka panjang yang diperkirakan akan dapat mencapai tujuannya dalam waktu yang agak lama secara bertahap. Di bawah ini kita akan melihat beberapa segi organisasi. semakin kompleks susunannya. Setelah perencanaan. tidak dapat memberikan kepastian yang mutlak. Kelancaran kegiatan. dari satu organisasi. banyak tergantung dari organisasi. karena µfore-castingµ yang diperlukan dalam menyusun rencana hanyalah merupakan perkiraan dari kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. prinsip-prinsipnya dan bentuk serta mekanisme kerjanya. dan banyak pula yang justru timbulnya karena adanya long-range planning. Pendidikan adalah usaha seumur hidup. Jika kita tahu di mana tempat kita dalam keseluruhan tata susun itu. satu onderdil (organ) dari satu tata susun. ialah organisasi pendidikan. Dan sesuatu yang diperkirakan. Dan hal ini memang mengandung kebenaran. tentu mengandung risiko. Makin maju masyarakatnya. Sebagai bagian dari satu organisasi. satu unsur. tetapi untuk dapat mernilih dan menghadapi risiko secara tepat. Makin banyak dan terpercaya data dari masa yang lampau. Banyak perusahaan-perusahaan yang telah menghasilkan long-range planning. maka organisasi -. pengetahuan tentang organisasi: fungsi dan tujuannya. Ada yang mengatakan bahwa perencanaan selalu mengandung risiko. 1. makin maju sains dan teknologinya. kita merupakan satu bagian. Kita dapat lebih aktif melaksanakan tugas-tugas kita. perlengkapan. dan hubungannya dengan administrasi. Karena itu perlu diperhatikan lagi hal-hal di bawah ini. dan dengan demikian turut melancarkan jalannya organisasi dan roda administrasi kita.planning bukan merupakan ramalan tentang nasib dan kegiatan-kegiatan usaha dalam masa-masa yang akan datang. dan ada pula yang dapat dilaksanakan dan diselesaikan dalam waktu singkat. makin meningkat taraf hidupnya. Pembangunan lima tahun kita di bidang pendidikan dapat dianggap rencana jangka pendek. D. Dan karena lernbaga -lembaga pendidikan itu merupakan µinstitutions for lifeµ. Tujuan dan Prinsip Organisasi. Menurut Schulze itu: .

. tujuan umum atau tujuan khusus. Ada kesatuan perintah dan tanggungjawab (unity of command). Beberapa bentuk organisasi. penggunaan/pendayagunaan potensi dari semua unsur-unsur secara efektif. mengatur dan mengarahkan semua potensi yang dapat diberikan oleh setiap unsur di dalamnya. ialah jika dilihat dari segi kegiatannya. baik tujuan akhir maupun tujuan sementara. . Jika dalam pelaksanaan usaha dan kegiatan terdapat kesimpang -siuran.fungsi-fungsi dan kegiatan dikelompokkan secara sistimatis dan teratur. d.Pelaksanaan kepemimpinan menjamin pengikutsertaan semua pihak yang berkepentingan.Kekuasaan dan tanggungjawab dapat dipindahkan secara hirarkis pada petugas bawahan. . Organisasi demokratis: . a.tugas dan tanggungjawab setiap anggota. dapat kita bedakan: a. Organisasi otokratis: . f. dan organisasi tidak dapat kita pertahankan secara ketat. akan timbul desorganisasi. kebijaksanaan kerja dan juga pada situasi. agar tujuan dapat tercapai sebaik-baiknya. dari pimpinan sampai kepada pelaksana terbawah.luas dan jenis pekerjaan yang diserahkan kepada anggota harus disesuaikan dengan kem ampuan. b. Jika kita lihat organisasi dari segi lalu lintas kekuasaan dan tanggungjawab. atau dari cara berfungsinya unsur-unsur organisasi.gabungan itu merupakan satu hubungan dan ketergantungan yang sistimatis dan efektif. 2. .Sumber kekuasaan adalah situasi dan kebutuhan. pembagian tugas dan tanggungjawabpun dapat berubah pula.Kekuasaan terpusat pada pimpinan yang telah ditunjuk. b. Biasanya dapat kita bedakan pada pokoknya dua macam: organisasi otoriter dan organisasi demokratis.Kekuasaan resmi dan kekuasaan pribadi diganti dengan tanggungjawab kepemimpinan pendidikan. e. Dalam organisasi harus jelas pembagian tugas dan tanggung jawab: . sejak perencanaannya sampai kepada penilaiannya. Di bawah ini akan kita berikan penjelasan sekedarnya: 20 . menurut saluran. sehingga tertuju kepada tujuan bersama yang telah ditentukan itu. c. Jadi organisasi merupakan alat dalam administrasi untuk mencapai tujuan administrasi. Organisasi sebagai alat dalam organisasi harus dapat mengkoordinasi.Semua petugas dari bawah sampai ke atas turut serta dalam memikul tanggungjawab dan kepemimpinan. ialah antara lain: a.Garis dan saluran yang dilalui pemindahan kekuasaan ini ditentukan dengan tegas dan tajam.Pelaksanaan diperiksa oleh atasan langsung.pembagian tugas dan tanggungjawab harus berdasarkan pedoman tertentu. c. Organisasi harus fleksibel. Organisasi adalah alat yang membantu tercapainya tujuan administrasi. Beberapa prinsip dalam organisasi: Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan jika kita menyusun organisasi. Ada beberapa macam pola/bentuk organisasi yang disesuaikan pada tujuan. .Kewajiban dan kegiatan-kegiatan ditugaskan melalui garis-garis kekuasaan. Kalau situasi berubah. . supaya ada keteraturan dalam fungsi organisasi sebagai alat penyusun dan penyalur potensi. harus jelas luas dan batas-batasnya. disertai hak dan kewajibannya. Perintah datangnya dari satu arah dan tanggungjawab diberikan kepada satu pihak. jika dilihat dari segi pengambilan keputusan dan pertanggungan jawaban. Harus ada ´delegation of authorityµ. Di dalam organisasi terdapat: keteraturan. bukan semata-mata pimpinan yang sudah diserahi kekuasaan formal. . serta dari hubungan kerja antar bagiannya. suatu pemindahan tanggungjawab dari atas ke bawah. Organisasi fungsional (functional organization). Tujuan organisasi harus dirumuskan secara jelas dan konkrit. Pembedaan organisasi dalam bentuk otoriter dan demokratis yang ciri-cirinya diuraikan di atas. koordinasi dari semua kegiatan dan usaha.semuanya ditujukan kepada usaha pencapaian satu tujuan yang telah ditentukan. . b. Ada sistim pengawasan yang bertingkat (hirarkis) dengan memperhitungkan luasnya daya pengawasan (span of control).. . Organisasi bentuk lurus (line-organization). atau perbedaaan arah. . . taraf/kedudukan dan tanggungjawab anggota tersebut. Organisasi bentuk garis-dan-staf (line and staff organization).

Dalam organisasi bentuk ini. maka hubungan itu hanya bersifat koordinatif dan konsultatif saja. Perhatikan organigram di bawah ini: ³³³ garis komando dan tanggung jawab --------. dalam bidang masing-masing. de-konsentrasi. yaitu A sebagai pimpinan. Jika digambarkan secara skematis. Dilihat dari segi pembagian tugas dan tanggungjawab. keputusan. b. b. Dalam µline-organizationµ. melalui unsur-unsur di tengah. Dalam bentuk-bentuk ini terdapat pemindahan kewenangan. dan 3 merupakan staf dari pimpinan A. Komando diberikan oleh pirnpinan A kepada petugas-petugas menengah 1. dan dapat mencurahkan perhatiannya kepada masalah-masalah kebijaksanaan pokok dan pengawasan umum. dan bertanggungjawab pula kepada lebih dari satu pihak. 1. Pimpinan A tidak usah melibatkan diri dalam soal-soal kecil mendetail. melainkan langsung dari A ke bawah. dan seterusnya s/d h. de-sentralisasi. Organisasi garis-staf Bentuk organisasi ini dapat saja umpamanya mempunyai jumlah unsur-unsur yang sama dengan organisasi seperti di atas. c dan seterusnya. dan kepada 2 dan kepada 3. pimpinan A mendelegasikan wewenangnya kepada petugas menengah 1. dan oleh petugas 1 diteruskan kepada pelaksana a. Sentralisasi. Organisasi fungsional didasarkan pada keahlian masing-masing petugas atau bagian yang bersama-sama memimpin pelaksana-pelaksana di bawah. yaitu untuk memberikan kesempatan kepada pimpinan A di atas agar ia dapat langsung memberikan komando dan minta pertanggungan jawab dari pelaksana bawah a. 2 dan 3 kepada pimpinan A.garis koordinasi. Jadi tiap petugas pelaksana di bawah. b. c. bentuk ini mempunyai kebaikan-kebaikannya. dapatlah semua pihak melaksanakan masing-masing tugasnya tanpa mencampuri tanggungjawab pihak lain. sehingga A tidak lagi langsung berhubungan dengan dan mengontrol a. dan oleh petugas -petugas 1. umpamanya antara lain kemungkinan komando/instruksi dari atas sampainya ke bawah tidak µasliµ lagi. dan seterusnya. tetapi yang mengambil. dan a s/d h sebagai pelaksana di bawah. dan seterusnya.a. tetapi tidak lagi berhubungan langsung dengan pelaksana di bawah sebagai pemberi komando. akan menjadi organigram seperti di bawah ini: ³³³ garis komando dan tanggung jawab --------. Tetapi petugas-petugas pelaksana di bawah a. 2 dan 3 masih tetap diperlukan untuk membantu pimpinan A. Tetapi tentu ada juga kekurangan-kekurangannya. Garis komando terbentang lurus dari atas/pimpinan sampai kepada pelaksana di bawah. organisasi dengan struktur de-sentralisasi. Petugas 1. 2 dan 3. Dengan demikian setiap pelaksana dapat menerima komando dari lebih dari satu pihak. sampai ke atas. Dilihat dari luasnya pemindahan hak/kekuasaan dan tanggungjawab dapat kita bedakan: a. ke a s/d h. 3. Untuk menghindarkan beberapa kekurangan yang terdapat pada bentuk garis/lurus. 2 dan 3. atau 2 atau 3. memberikan komando ke bawah dan meminta pertanggungan jawab langsung dari bawah. Dengan kerjasama yang baik antara pihak-pihak yang memberi komando itu. 21 . Tetapi saluran/lalu lintas kekuasaan dan tanggungjawab berbeda. Organisasi Fungsional. dan bertanggungjawab kepada semuanya: kepada 1. atau 2 atau 3. adalah pirnpinan A. 2 dan 3 sebagai petugas menengah. tidak dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok yang bertanggungjawab kepada salah seorang pet gas u menengah 1. c. maka garis komando tidak melalui petugas rnenengah 1. b. b. dan dengan pengertian bersama dalam meminta tanggungjawab. menurut fungsinya masing-masing. 2. Garis pertanggungan jawab naik secara ketat hirarkis dari bawah. dapat menerima komando dari masingmasing petugas menengah 1. Kala upun ada hubungan. Pertanggungan jawab diberikan oleh pelaksana a. Petugas menengah 1. oleh petugas 2 diteruskan kepada d dan e. seperti di bawah ini: ³³³ garis komando (ke bawah) dan tanggungjawab (ke atas). Bentuk ini disebut µorganisasi garis-stafµ (Line and staff organization). b dan c kepada petugas menengah 1. Koordinasi dan kooperasi yang baik sangat diperlukan dalam bentuk fungsional ini. 2. masing-masing dengan fungsinya sendiri-sendiri. dan 3 yang berada di bawahnya. Jika kita gambarkan secara skematis. organisasi dengan struktur sentralisasi. tetapi semua petugas pelaksana di bawah bersama-sama bertanggungjawab kepada semua petugas-petugas menengah.garis koordinasi dan konsultasi. b dan c.

untuk memperoleh gambaran umum tetang apa dan bagaimana evaluasi itu. dan yang di tengah meneruskan komando saja. tetapi ke seluruhan program pendidikan. hanya merupakan satu bagian. kita katakan juga sebagai suatu bentuk de-konsentrasi. memerlukan proses dan cara evaluasi yang berbeda dari tujuan untuk memiliki pengetahuan dan ketrampilan tertentu. . dan mencari cara-cara untuk mengatasinya. mengadakan koordinasi. Petugas pusat hanya menentukan policy dasar. Uraian singkat di bawah ini tidak dikhususkan kepada evaluasi dalam proses administrasi saja. dan mungkin untuk mengubah/memperbaiki cara-cara pelaksanaannya. dilihat dari segi: keseragaman cara bekerja. pedoman pelaksanaannya. Mungkin cara bekerja perlu disesuaikan/diubah. pengawasan dilakukan bertingkat secara hirarkis. dan memberikan bimbingan pelaksanaan jika diperlukan. Ada juga yang dinamakan de-sentralisasi terbatas (partial de-centralization). atau mengenai semua bidang-bidang usaha di dalam suatu daerah tertentu (secara integral). yang kita nilai bukan hanya hasilnya atau produknya saja. cara bekerja dan mutu yang masih terlalu berbeda-beda. Dalam hal ini diperlukan data-data yang lengkap untuk dianalisa. Evaluasi adalah suatu proses untuk meneliti sampai di mana tujuan suatu usaha telah tercapai. Kalau kita mengadakan evaluasi. Sentralisasi dan de-sentralisasi mempunyai kebaikan-kebaikan dan kelemahan-kelemahannya. jika diadakan de-sentralisasi. Suatu proses merupakan rangkaian kegiatan dalam jangka waktu tertentu yang berkaitan dan berhubungan. Fungsi evaluasi. Evaluasi sebagai pengukur kemajuan. tetapi hanya yang menyangkut daerah atau sub-unit tertentu. sedangkan bidang teknis edukatifnya (kurikul m. a. alat dan fasilitas. ditentukan di pusat. satu moment dalam rangka proses evaluasi pendidikan. Tanggungjawab sepenuhnya berada pada pimpinan pusat. dan bahkan tujuannyapun turut dinilai. 22 . Yang diserahkan oleh pusat (Dep. Memberikan nilai/angka umpamanya atau memberikan penghargaan. Jika yang didelegasikan bukan bidang-bidang tertentu. tetapi akan membicarakan evaluasi secara umum. pedoman pokok dan koordinasi dari pusat diperlukan untuk menjaga integritas. policy dan kebijaksanaan. Petugas-petugas di lapangan bertindak untuk dan atas nama pimpinan pusat. Segala sesuatu dalam bidang yang sudah didelegasikan itu dilaksanakan oleh pimpinan daerah atau oleh sub-unit/bagian masing-masing: mulai perencanaan. seperti umpamanya pendelegasian administrasi Pendidikan Dasar dari pusat ke daerah/propinsi. tetapi semua bidang-bidang usaha secara keseluruhan. P & K) kepada daerah (Propinsi/Gubernur) hanyalah mengenai personalia dan sarana saja pengangkatan guru. dapat menimbulkan akibat yang kurang diharapkan dalam hal pemerataan mutu dan produktivitas. Dalam hal ini. oleh pimpinan pusat. tahapan mana yang lancar dan mana yang mengalami kesukaran/hambatan dalam pelaksanaannya. pemeliharaan mutu u pelajaran. 1. penyediaan dan pemeliharaan gedung. pelaksanaan. Dengan jumlah ahli yang terbatas. mutu. Proses dan cara-cara evaluasi ditentukan oleh tujuannya. Bagian-bagian dan petugas-petugas bawahan merupakan pelaksana saja. Apa peranan evaluasi? Mengapa evaluasi begitu penting? Di bawah ini kita akan bicarakan beberapa fungsi pokok evaluasi. dan dengan demikian langkah-langkah selanjutnya perlu ditinjau kembali. kita dapat memperkirakan apakah tujuan akan dapat tercapai pada waktu yang sudah ditentukan. kemungkinan pengembangan. Evaluasi sebagai alat perencanaan. Dan dalam evaluasi pendidikan proses itu untuk menentukan sampai dimana maksud-maksud yang terkandung dalam tujuan pendidikan sudah dapat terlaksana. bukan hanya satu macam kegiatan pada satu ketika saja. kita cari sebab-sebabnya. Jika kiranya tidak akan dapat tercapai. termasuk cara-cara pelaksanaannya. b. Hasil evaluasi dapat memberikan rasa puas yang merupakan petunjuk dan dorongan untuk usaha selanjutnya dapat pula menimbulkan kekhawatiran yang merupakan peringatan untuk waspada. yang sudah terselesaikan. pengawasan sampai ke penilaiannya. Evaluasi merupakan suatu proses penelitian yang mempelajari dan menilai/mengukur sampai di mana suatu tujuan sudah dapat dilaksanakan. Dengan struktur de-sentralisasi hak dan kekuasaan dipindahkan/didelegasikan kepada petugas -petugas bawahan: mengenai suatu bidang tertentu (sektoral). EVALUASI DALAM PENDIDIKAN. Dengan mengadakan evaluasi secara kontinu. Tujuan untuk menimbulkan dan mengembangkan suatu sikap tertentu umpamanya.c. Dalam bentuk sentralisasi semua hak dan kewajiban. Dengan hasil analisa ini dicari cara cara/metoda-metoda lain yang lebih sesuai dengan keadaan sebenarnya. maka dengan evaluasi yang kontinu kita dapat mengikuti tahapan mana. E. organisasi dengan struktur de-konsentrasi. ujian) tetap diatur oleh Pemerintah Pusat/Departemen P & K. Kalau tujuan itu direncanakan untuk dicapai secara bertahap. pembiayaan. penggunaan tenaga ahli.

.sikapnya sebagai anggota kelompok: terhadap anak-didik. Evaluasi unsur manusia. . memerlukan penyesuaian rencana yang telah ada kepada keadaan dan metoda baru. seperti: 1) tujuan pendidikan: apakah sudah tepat sesuai dengan kebutuhan. Apakah peraturan-peraturan yang ada. dan sebagainya.segi-segi kepemimpinannya. baik material maupun personil. baik dari instansi yang lebih tinggi maupun dari sekolah yang bersifat lokal. perbaikan hasil. alat kantor. d.sikapnya baik ke dalam. 2) tata. 3) teknik-teknik supervisi: apakah sudah tepat/sesuai dengan keadaan dan kebutuhan. 2. ekonomis. 23 . maka bidangnya sangat luas. Kita mengadakan evaluasi karena kita ingin meningkatkan usaha kita. karena untuk mengadakan suatu perbaikan. Untuk memperoleh gambaran yang teratur. tidak mempunyai arti. Evaluasi yang tidak menghasilkan titik tolak untuk perbaikan adalah hampa.kepribadiannya (moral. maupun dari segi konstruksi dan sebagainya.perkembangan sikapnya dan penyesuaiannya pada lingkungan (attitude). Evaluasi unsur material. kita harus tahu dulu apa yang harus diperbaiki. . Penilaian terhadap unsur material ini dapat kita adakan mengenai: . secara efektif dan efisienµ. memerlukan perencanaan baru (re-planning).Perubahan pelaksanaan dengan menggunakan cara/metoda lain yang semula tidak atau kurang diperhatikan. 2) Alat dan fasilitas lain: mebiler. sudah sedemikian sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai sebaik-baiknya. kerja administratif: apakah sudah sesuai dengan µpenggunaan semua potensi. tidak merupakan hambatan bagi pencapaian tujuan pendidikan. sebagai unsu pembina/pemimpin dapat dinilai r mengenai: . 2) Guru sebagai pelaksana program pendidikan dapat dievaluasi mengenai: .persyaratannya. antara Kepala Sekolah dengan guru dan murid. Evaluasi peraturan-peraturan. Unsur material ini dapat kita bagi-bagi dalam: 1) Alat pelajaran.perkembangan segi-segi kepribadiannya. etik sebagai manusia Pancasilais). terhadap tugasnya. antara guru dengan guru. .dan mungkin juga perbaikan tujuannya. Perbaikan tanpa evaluasi tidak mungkin. Dengan ini dimaksudkan semua unsur-unsur lain kecuali yang sudah disebutkan di atas. 1) Murid sebagai obyek terakhir dalam proses pendidikan dapat dievaluasi mengenai: .penggunaannya: sampai dimana efektivitasnya dan daya gunanya dalam proses pendidikan.segi-segi kepribadiannya. b. . Jadi. Unsur-unsur kebendaan ini merupakan bantuan dan alat dalam pelaksanaan program pendidikan sehingga dapat berjalan lancar. a. Evaluasi keseluruhan situasi pendidikan. . hasil kerja siapa. dalam bidang apa? Karena evaluasi mengenai keseluruhan program pendidikan. 3) Gedung dan perlengkapannya. c. Unsur -unsur ini umumnya yang tidak bersifat konkrit lagi. angkutan. kita harus mengadakan pembidangan dalam obyek-obyek yang menjadi sasaran proses evaluasi. Apa yang kita harus nilai? Hasil apa. atau apakah masih perlu peninjauan dan perubahan arah.pengetahuan dan kemampuannya di bidang teknis edukatif dan administratif. Evaluasi sebagai alat perbaikan. evaluasi merupakan sebab diadakannya adjusting dan re -planning. . baik edukatif. Dari uraian a dan b di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa fungsi evaluasi sebenarnya adalah dalam rangka usaha untuk mengadakan perbaikan: perbaikan cara bekerja. maupun ke luar sekolah. .hasil pelajaran yang diperolehnya (achievement). 4) hubungan antara unsur-unsur manusia: apakah hubungan antara guru dan murid. c. dan mengapa perIu diperbaiki.keahliannya dalam bidang profesinya: kemampuan mempergunakan ilmu -ilmu tentang pendidikan dan pengajaran dalam pelaksanaan tugasnya. terhadap sesama guru dan pimpinan. Bidang-bidang (scope) evaluasi. 3) Kepala Sekolah sebagai administrator dan supervisor. antara sekolah dengan masyarakat.

menyatakan celaan terhadap yang kotor. 2) Interview: pertanyaan/tanya-jawab secara lisan. .rambutnya terurus. sudah tidak bersikap acuh-tak-acuh lagi terhadap tempat yang kotor. . 3) Angket/kuestioner: sebagai pengganti interview lisan berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis. Kemudian tujuan itu dirumuskan secara konkrit.mencuci tangan setelah bekerja. didengar. sesuai dengan apa yang akan dinilai dan dengan orang yang dinilai. . Memperinci tujuan menjadi pokok-pokok yang konkrit dan terbatas. . III. yaitu: b. tingkah laku dan perbuatan? 3. Meskipun dalam riset observasi ini dianggap banyak kelemahan-kelemahannya. dan sebagainya. untuk memperoleh keterangan-keterangan secara langsung dari yang diselidiki/dinilai. sudah berusaha menjaga kebersihan diri sendiri. c. Memilih alat/teknik evaluasi yang sesuai dan tepat. diperiksa. atau butirbutir yang lebih konkrit dan terbatas lagi. Teknik-teknik itu dapat terdiri dari: 1) Observasi: pengamatan gejala-gejala secara keseluruhan. atau terarah dengan cara memilih dari altematif-altematif yang diajukan oleh penanya.keadaan fisik. Langkah-langkah dalam proses evaluasi. Apakah anak-anak tahu akan kebersihan. Harus jelas diketahui apa yang akan dinilai: apakah hasil belajar. Dalam contoh di atas mengenai penilaian keber¬sihan murid Kl. Umpamanya kita ingin menilai sampai di mana berhasilnya pelajaran kesehatan di Kl.menyapu lantai yang kotor. mengenai kebersihan. Menentukan dan merumuskan tujuan. . Yang dimaksudkan ialah terutama ´personal recordsµ atau ´cumulative recordsµ. yang dapat diamati dan diteliti secara jelas dan obyektif.tangan dan kukunya bersih. Yang dimaksud dengan alat/teknik evaluasi di sini ialah teknik-teknik pengumpulan data. . apakah sikap. Perincian yang terurai menjadi pokok-pokok/butir-butir ini.menyatakan pujian/rasa senang terhadap yang besih. dan sebagainya. Ini semua diusahakan perumusannya secara jelas. dilihat. kemudian diperinci lagi secara konkrit: data yang mengenai µsudah tahu akan kebersihanµ. Evaluasi sendi-sendi demokrasi. merupakan tahapan kedua. ialah kumpulan berbagai catatan pribadi seseorang mengenai segala segi seginya. Ada yang menyebut observasi itu sebagai µmengukur tanpa alat pengukurµ. ialah µtahu membedakan benda kotor dari yang bersihµ. Dari teknik-teknik ini harus dipilih yang sesuai dengan tujuan. Test biasanya tertulis dan dapat merupakan ´objective testµ atau ´essay type testµ. supaya dapat diperinci lagi menjadi pokok-pokok. III SD dengan sendirinya 24 . . 4) Test. Karena itu perlu dipecah-pecah menjadi hal-hal yang kongkrit dan terbatas. biasanya untuk menilai achievement. yaitu bebas menurut si penjawab. kecakapan. tetapi dalam penilaian pendidikan merupakan teknik yang banyak digunakan. Sikap µsenang terhadap yang bersihµ dan µtidak acuh terhadap yang kotorµ sukar untuk dijadikan unsur penelitian. apakah sudah tergambar dalam sikap. Jawaban -jawaban angket dapat µterbukaµ atau µertutupµ.e.keberhasilan dan kegagalan dalam pekerjaan. dan sebagainya. dan sebagainya. .apakah pakaiannya bersih. untuk memperoleh data yang akan digunakan sebagai bahan penilaian. 5) Catatan dan laporan: segala macam catatan dan laporan (records and reports) mengenai orang-orang yang sedang diselidiki/dinilai dapat dimanfaatkan. jika karena waktu dan biaya tidak dapat diadakan interview langsung. Dan semua itu akan merupakan bahan untuk mengambil kesimpulan tentang perubahan/perkembangan anak dalam hal kebersihan. Suatu proses merupakan suatu rangkaian kegiatan-kegiatan yang harus teratur dan berhubungan.keadaan/latar belakang sosial. . Dalam proses evaluasi langkah-langkah itu sebagai berikut: a. .latar belakang pendidikan. umpamanya: . Hal-hal yang konkrit di atas ini dapat diamati. Apakah di dalam keseluruhan situasi pendidikan benar -benar sudah dilaksanakan demokrasi Pancasila.

sebenamya tidak memberikan banyak manfaat pada usaha usaha evaluasi. Klasifikasi ini perlu untuk mengetahui data mana yang akan memberikan keterangan tentang segi segi tertentu. diinterpretasi dan diambil konklusinya itu. sesuai atau tidak sesuai dan sebagainya. Data itu harus benar-benar ada hubungannya dengan tujuan. dan masih memerlukan follow-up. Jadi. harus obyektif dan dapat dipercaya. Teknik pengumpulan data yang telah dipilih. harus dapat memberikan gambaran tentang kekurangan-kekurangan yang masih terdapat dan yang perlu diperbaiki. ialah dipilih data mana yang memenuhi syarat untuk diolah. Interpretasi dan kesimpulan. Konklusi itu merupakan suatu pendapat sebagai hasil penilaian. f. dipakai sebaik-baiknya untuk mengumpulkan data yang diperlukan secukupnya. Data yang sudah dipilih. membanding-bandingkan data-data itu. Tanpa follow-up. 25 . berdasarkan hasil komparasi tadi: apa sifat yang mendominir berdasarkan data itu. diadakan seleksi dulu. Melaksanakan pengumpulan data. apakah kesimpulannya positif ata. Berdasarkan diagnosa itu. d.kita tidak dapat jika menggunakan angket. e. kemudian dikelompok-kelompokkan menurut jenis dan sifatnya. mengadakan evaluasi tidak hanya sampai kepada konklusi saja. kita mengambil kesimpulan keseluruhan. dibuatlah rencana untuk mengadakan perbaikan. Observasi ditambah dengan catatan¬catatan yang dapat diperoleh. mana yang lebih sesuai dengan norma yang kita telah tentukan.u negatif. akan memberikan data yang lebih baik untuk penilaian. Data yang telah dibanding-bandingkan. hanya sampai kepada µtahu bahwa ini begini dan itu begituµ saja. Diagnosa dan follow-up. Setelah data terkumpul. dan dapat ditambah lagi dengan sekedar tanya-jawab. Kemudian kita mengadakan komparasi. Sebagai tindakan akhir kita mengambil konklusi. kelanjutan.

Untuk membatasi pokok permasalahan ini maka perlulah dikemukakan mengenai definisi administrasi personal sekolah. agar tidak terjadi overlap antar petugas. Pegawai negeri sipil lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah. 4. alat kerja). maka ia harus melaluli masa percobaan dan selama masa percobaan itu berstatus sebagai calon pegawai negeri sipil. 1. termasuk personel pendukung lainnya. Administrasi personel sekolah adalah segenap proses penataan personel di sekolah. semua karyawan tata usaha. 2. dan pengangkatan orang yang tepat. Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Administrasi Personel Sekolah Manusia merupakan unsur penting dalam menjalankan program sekolah. 3. Apabila pelamar yang dimaksud dalam Ayat (2) pasal ini diterima. 4. 2. Pasal 16 1. Pegawai Negeri Sipil dan b. Kepala Tata usaha. Pasal 3 Pegawai negeri adalah unsur aparatur negara. Pegawai negeri sipil terdiri dari: a. Maka penerimaan pegawai harus didasarkan atas kemampuan dan potensi si calon dalam rangka mengisi jabatan. sifat dan beban kerja yang harus dilaksanakan. dan penempatan pegawai harus didasarkan pada prinsip penerimaan. bagaimanapun lengkap dan modernnya fasilitas (gedung. dan dukungan masyarakat akan tetapi harus di dukung oleh manusia-manusia yang bertugas menjalankan program sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang dikemukakan. Pegawai negeri sipil daerah. 2. Pegawai negeri terdiri dari: a. Wakil Kepala Sekolah. abdi negara dan abdi masyarakat yang dengan penuh kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila. MEKANISME. 5. 3. Personel sekolah ialah semua manusia yang tergabung di dalam kerja sama pada suatu sekolah untuk melaksanakan tugas-tugas dalam mencapai tujuan pendidikan. DAN TATA KERJA KELEMBAGAAN PENDIDIKAN Komponen-komponen administrasi pendidikan secara garis besar dapat digolongkan menjadi : Administrasi personel sekolah Administrasi kurikulum Administrasi prasarana dan sarana pendidikan Administrasi siswa Kerja sama sekolah dan masyarakat. Menurut UU No. dan c. metode-metode kerja. Setiap warga negara yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Calon Pegawai Negeri Sipil diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil setelah melalui masa percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan selama-lamanya 2 (dua) tahun. pengangkatan. maka perlu diadakan kegiatan penataan untuk bidang kepegawaian. Negara dan pemerintah menyelenggarakan tugas pemerintah dan pembangunan. UUD 1945. ATURAN. pengangkatan. Pengadaan pegawai negeri sipil adalah untuk mengisi formasi. perlengkapan. mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi pegawai negeri sipil. Untuk dapat bekerja secara baik. Pegawai negeri sipil pusat b. dalam bagian ini perlu dibahas secara lebih mendalam mengenai personel sekolah. . Menurut UU No. guru.8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Pasal 2: 1. 8/1974 Pasal 15 diatur: Jumlah dan susunan pangkat pegawai negeri sipil yang diperlukan ditetapkan dalam formasi untuk jangka tertentu berdasarkan jenis.BAB III KOMPONEN. Mereka ini terdiri dari Kepala Sekolah. 26 1. Proses penerimaan.

6. Pejabat yang berwajib adalah pejabat yang karena jabatan atau tugasnya berwenang me lakukan tindakan hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. UUD 1945. Pegawai Negeri adalah mereka yang setelah memenuhi syarat syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lowongannya formasi dalam sesuatu organisasi pada umumnya disebabkan oleh dua hal yaitu adanya Pegawai Negeri Sipil yang keluar karena berhenti. Perlu diingat di sini bahwa pegawai yang ditempatkan di sekolah negeri belum tentu pegawai negeri. Belum terdaftar. b. Kecerdasan.Penjelasan Pasal 16: Ayat (1) Pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong. Pembinaan yang dimaksud dalam Ayat (1) pasal ini dilaksanakan berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja. Jam kerja berdasarkan Kepres RI No. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam sesuatu jabatan negeri atau disertai tugas lainnya yang ditetapkan berdasarkan sesuatu peraturan perundang-undangan dan digaji menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kesehatan badan. Disamakan. Pasal 1 sebagai berikut: a. untuk itu maka kita perlu memahami istilah-istilah yang digunakan di lingkungan kepegawaian sebagai berikut: Menurut UU No. Dan syarat-syarat lain yang khusus diperlukan bagi sesuatu jabatan negeri yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. kebutuhan dan kekompakan serta dalam rangka usaha menjamin kesetiaan dan ketaatan penuh seluruh pegawai negeri sipil terhadap Pancasila. c. d. Syarat-syarat Pegawai Negeri 1. sedangkan guru SMP dan SMU 24 jam / minggu. 58/ 1964 Pegawai Negeri Sipil diwajibkan bekerja selama 37 1/2 jam/ minggu. kecakapan dan kemampuan pegawai yang bersangkutan. c. 3. Terdaftar. Atasan yang berwenang adalah pejabat yang karena kedudukan atau jabatannya membawahi seorang atau lebih pegawai negeri. Ketangkasan. Pada perguruan tinggi swasta biasanya memiliki status: a. Penugasan: Pedoman penugasan didasarkan atas perimbangan kejuruan. Segi kepribadian. Pejabat yang berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan mengangkat dan atau memberhentikan Pegawai Negeri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 5. atau adanya perluasan organisasi. Negara dan Pemerintah perlu dipupuk dan dikembangkan jiwa Kepres yang bulat di kalangan Pegawai Negeri Sipil. 2. b.8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Bab I: Pengertian. Pembinaan Pegawai Negeri Sipil diarahkan untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintah dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna. Diakui. Pasal 14 Untuk lebih meningkatkan pembinaan. kemampuan. d. Di samping itu ada juga sekolah swasta pemerintah daerah. 2. 18/1974. 27 . Pembinaan Pegawai: Pasal 12 UU No. 7. 4. 1. Kesetiaan. Pasal 13 Kebijaksanaan pembinaan Pegawai Negeri Sipil secara menyeluruh berada di tangan presiden. e. Jabatan Negeri adalah jabatan dalam bidang eksekutif yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang undangan termasuk di dalamnya jabatan dalam kesekretariatan lembaga tertinggi/ tinggi negara dan kepaniteraan pengadilan. jadi kesimpulannya untuk sekolah swasta itu banyak ragamnya. Karena pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong maka penerimaan Pegawai Negeri Sipil harus berdasarkan kebutuhan.

b. Di Indonesia. Tujuan Penerimaan hubungan kerja kemanusiaan (human relationship). Untuk sekolah negeri. 1. f. sekolah menurut status pemilikannya dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. dapat dilihat bahwa komunikasi pada hakikatnya adalah problem Proses Berita Sumber isi Alat Bunyi Gambar Kata-kata dsb. Apakah kurikulum itu? 2. Masalah pokok Dari bahasan di atas. Menyampaikan berita kepada orang lain. termasuk mengatur pengangkatannya. c. Perbedaan-perbedaan pendapat ini tidak mungkin diuraikan dalam tulisan ini. Bagaimana menilai pegawai. (bila perIu). sedangkan stafnya mendapat bagian tanggung jawab dalam membantu usaha pelaksanaan dan pengembangan program pengajaran yang efektif. Agar supaya kepala sekolah mampu memberikan pimp inan yang efektif dalam bidang ini hendaknya ia mengetahui berbagai teori mengenai kurikulum dan menyadari kaitannya dengan kebijaksanaan dan langkah-langkah administratif yang sedang berlaku. yang menjadi tugas utama kepala sekolah ialah menjamin adanya program pengajaran yang baik bagi murid-murid. untuk mencapai tujuan sekolah yang telah ditentukan sebelumnya. Inilah tanggung jawab kepala sekolah yang paling penting dan banyak tantangannya. Bagaimana menggunakan tenaga kerja yang sudah diperolehnya itu dengan efisien. Keberhasilan dalam hubungan -hubungan kerja kemanusiaan ini akan ditentukan oleh efisiensi dan efektivitas mereka yang berkepentingan dalam: a. Bilamana dan oleh siapa kurikulum harus direncanakan? 6. Manakah yang lebih penting proses atau isi? 28 . 2. pemberian gaji. Sekolah Swasta (dengan berbagai variasi). Bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya. Bagaimana mengatur kenaikan gaji dan pangkatnya. pegawai tetapnya adalah pegawai negeri sedangkan untuk sekolah swasta pegawai tetapnya dapat pegawai negeri yang diperbantukan dan juga pegawai yayasan yang memiliki sekolah tersebut. Bagaimana mengembangkan mutu pegawai. Kebanyakan para pendidik sepakat mengenai tujuan yang harus dicapai. Dari sudut Administrasi Pendidikan (sekolah). d. dan perpindahan mereka jika perlu terjadi. Memahami dengan tepat isi/maksudnya dengan harapan mau menerima. Masalah-masalah dalam kurikulum Ada macam-macam teori dan praktek mengenai kurikulum dan pengembangannya. Administrasi Kurikulum Pada jenis dan tingkat sekolah apa pun. termasuk merangsang kegairahan kerjanya. Sampai di mana kurikulum dapat berbeda-beda untuk masing-masing sekolah? 5. dapatlah diperinci pokok masalah penataran terhadap pegawai sekolah sebagai berikut: a. Sekolah Negeri b. g. namun ada tujuan kategori masalah yang hampir mencakup perbedaan-perbedaan tersebut yaitu: 1. intensif.Yang bersangkut paut dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga kerja untuk dan di sekolah dengan efisien. sedangkan sekolah swasta yang tidak mendapatkan bantuan apa-apa dari pemerintah disebut sekolah swasta yayasan dan sekolah swasta yang mendapat bantuan keuangan dari pemerintah disebut sekolah swasta berbantuan. Apakah yang harus diajarkan? 3. b. e. Bagaimana kurikulum hauns memperhatikan perbedaan-perbedaan individual? 7. Untuk sekolah swasta mendapat bantuan guru-guru pegawai negeri disebut sekolah subsidi. kesejahteraan. Bagaimana menata pemutusan hubungan kerja dengan pegawai. Segenap proses penataran tersebut meliputi bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya dan pemutusan hubungan kerja dengan mereka. Bagaimana memelihara pegawai. Apakah yang harus diutamakan dalam kurikulum? 4.

Apakah yang harus diajarkan? Terdapat perbedaan pendapat yang berpusat sekitar isi kurikulum. 29 . pengalaman-pengalaman dalam darmawisata dan lain-lain. Pada definisi kurikulum yang terakhir terdapat bermacam-macam.Marilah kita tinjau secara singkat jawaban-jawaban terhadap setiap masalah di atas. Ada pula yang berpendapat bahwa. jadi bukan hanya sekumpulan mata-mata pelajaran belaka. Umumnya kepala sekolah dan guru-guru berada di antara dua pendapat ekstrim di atas. 2. kesemuanya merupakan situasi-situasi belajar yang kaya akan pendidikan. bukan bagian dari kurikulum sekolah. Kurikulum harus mencakup seperangkat masalah-masalah luas tertentu yang bertalian dengan kebudayaan. Ada beberapa kegiatan dan pengalaman murid-murid di sekolah tidak cocok dengan batasan kurikulum ini. Jadi pada dasarnya ada dua definisi mengenai kurikulum. Memang anggapan bahwa kurikulum sebagai kumpulan-kumpulan mata-mata pelajaran sampai sekarang masih menguasai sekolah. walaupun pengalaman-pengalaman tersebut ada pengaruhnya terhadap perkembangan anak. Menurut pendapat ini kurikulum adalah program belajar untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Pengalaman-pengalaman di sekolah seperti bermain di halaman sekolah. atau yang berkaitan dengan masalah-masalah kehidupan umum yang selalu muncul. Perkataan ´dalam tanggung jawab sekolahµ dapat ditafsirkan terbatas pada jam-jam selama murid berada di sekolah. Kurikulum harus terdiri dari berbagai mata pelajaran yang urutannya harus disusun secara logis dan terperinci. Aspek: masalah lainnya adalah mengenai urutan pengalaman belajar yang harus diberikan.tafsiran. Di pihak lain. jadi bukan hanya belajar tentang fakta dan kepandaian s emata-mata. 3. Kurikulum mencakup segala pengalaman yang direncanakan untuk anak -anak yang langsung berada dalam tanggung jawab sekolah. 2. Pendidikan lainnya mempunyai pendapat: 4. jalan. Bahwa urutan ditentukan oleh cara-cara yang paling baik dalam mengajarkan tiap mata pelajaran yang dapat ditemukan dengan jalan melakukan studi ilmiah. Di satu pihak. Mereka berpendapat pengala man-pengalaman dalam perkumpulan kesenian dan olahraga di sekolah. Pengalaman-pengalaman inilah yang dimaksud kurikulum. Karena itu yang disebut kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler atau ´extra curiculer activitiesµ berada di luar kurikulum. Program pengajaran harus disusun sekitar masalah-masalah kehidupan anak sehari-hari yang berbeda-beda pada tiap kelompok umur. Banyak pemuka pendidikan mengemukakan pendapat bahwa: 1. dianggap bukan pengalaman belajar. Para pemuka pendidikan dewasa ini menonjolkan kenyataan bahwa belajar pada tiap anak merupakan proses yang berlangsung selama 24 jam tiap hari. Masih banyak para pendidik yang berpendapat bahwa urutan pelajaran harus dite ntukan menurut jalan pikiran yang terkandung dalam mata pelajaran yaitu: 1. Apakah kurikulum itu? Menurut riwayat perkembangan kurikulum. Karena itu kurikulum meliputi segala pengalaman yang sengaja diberikan sekolah untuk memupuk perkembangan anak-anak dengan jalan menciptakan situasi belajar-mengajar. Mulai dari satuan-satuan pelajaran yang paling mudah dan berangsur -angsur menuju kepada isi yang sukar dan rumit. tidak lebih dari itu. Di samping itu ada yang berpendapat bahwa 3. jawaban-jawaban terhadap pertanyaan di atas secara ringkas dapat dilukiskan sebagai berikut: a. 2. Tempo dulu. istirahat dan lain-lain sebangsanya tidak termasuk kurikulum. jadi tidak termasuk di dalamnya. Barangkali seyogianya pula kita menganggap kurikulum sebagai pengalaman-pengalaman perkembangan muridmurid yang direncanakan sekolah. Karena itu sekolah berkewajiban untuk mengarahkan dan membimbing segala aspek perkembangan anak yang berada dalam lingkungannya. kurikulum dianggap sebagai kumpulan bermacam-macam mata pelajaran. namun di samping itu guru-guru menyadari tanggung jawab edukatif mereka dalam apa yang disebut pengalaman-pengalaman ekstrakurikuler para siswa di sekolah. kurikulum dianggap sebagai kumpulan matamata pelajaran. Pengalaman-pengalaman anak di luar sekolah. atau dapat ditafsirkan lebih luas lagi yang dalam menafsirkan yang ekstrim berupa ´sekolah masyarakatµ sehingga orang tidak tahu lagi di mana harus menarik garis batas. b. Urutan atau susunan mata pelajaran bukan harus ditentukan dalam mata pelajaran melainkan para pelajar atau murid itu sendiri dan urutan atau susunannya harus ditentukan menu kebutuhan-kebutuhan anakrut anak dan para remaja yang menjadi matang dalam kebudayaan. kurikulum dianggap sebagai segala pengalaman yang diperoleh anak dalam tanggung jawab sekolah. 1. Merupakan modifikasi atau variasi dari pendapat-pendapat di atas.

c) Pendirian ketiga menganggap tidak ada pertentangan prinsipiil antara kedua anggapan di atas. Barangkali tidak ada orang yang mau mempertahankan salah satu pendapat dalam bentuk ekstrim. Dalam kenyataan setiap program pengajaran yang berpedoman kepada kepentingan masyarakat. Karena itu kurikulum harus berorientasi kepada individu di dalam masyarakat. Pendapat terak ini hir memang yang paling cocok atau sejalan dengan filsafat pendidikan psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Sampai di mana kurikulum dapat berbeda-beda untuk masing-masing sekolah? 30 . Pandangan terakhir ini agaknya memberikan landasan yang sehat untuk menyusun kerangka yang fleksibel namun mantap untuk perencanaan kurikulum. Pendapat yang menentang pendirian di atas mengemukakan teori bahwa anak harus dianggap sebagai anak dengan hakhaknya. Kita tidak usah berpihak kepada salah satu pendirian. b) Anggapan kedua mempertahankan pendirian. Apakah yang harus diutamakan dalam kurikulum? Dalam garis besarnya ada tiga anggapan yang berbeda-beda. sebab itu benar benar tidak realistis. maka program pengajarannya harus mementingkan keadaan. sedangkan pertama berorientasi kepada kepentingan masyarakat a sosial.akan datang. d) Aspek lain dalam masalah di atas ialah persoalan: Apakah kurikulum harus ditentukan oleh kebutuhan kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa (persiapan untuk menghadapi masa dewasa) atau harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan murid-murid sekarang ini? Pihak yang mempertahankan kurikulum harus tersusun semata-mata dari mata pelajaran yang didasarkan kepada kebutuhan dan kepentingan masyarakat. karena sekolah didirikan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Dalam kurikulum yang berorientasi seperti kebutuhan dan kepentingan kedua belah pihak akan terpenuhi sebagaimana mestinya. Seperti kita lihat di atas. dan sebaliknya setiap kurikulum yang berorientasikan psikologis dengan sendirinya memperhatikan kepentingan masyarakat pula. Ada mengutamakan: 1) Hampir seluruhnya kepada buku dan keterangan-keterangan yang diberikan saja. Dikemukakan pula bahwa teori lama: ´mempersiapkan anak untuk kehidupan orang dewasaµ berimplikasi masyarakat yang statis di mana kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa kelak dapat diramalkan pada anak-anak yang ada sekarang. ialah meningkatkan penggunaan kecerdasan secara fleksibel. Pendapat terakhir dalam memberikan pemecahan masalah-masalah anak yang dihadapi sekarang dan yang menyangkut kepentingan anak di masa depan.Aspek masalah lainnya ialah mengenai persoalan sampai di mana kurikulum harus mencakup pengalaman pengalaman langsung. 2) Kurikulum harus disusun sekitar bahan-bahan dari buku dan dilengkapi dengan pengalaman -pengalaman yang diperoleh dari darmawisata dan kegiatan-kegiatan sekolah lainnya. Karena itu kurikulum harus banyak mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan anak dimasa yang. Pendapat ketiga mengemukakan pendiriannya bahwa pada dasarnya tidak usah ada pertentangan antara kedua pendirian di atas. sifat dan kebutuhan-kebutuhan individu. Karena itu kurikulum harus memperhatikan masalah -masalah yang menyangkut anak-anak saja. baik anak maupun orang dewasa. karena di dalam kurikulum cukup diperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan kedua belah pihak. yaitu: a) Anggapan pertama yang berpendirian. maka kurikulum harus disusun berdasarkan keadaan. untuk memberikan masalah-masalah dan pengalaman-pengalaman belajar yang sekaligus menyangkut kepentingan langsung di dalam kehidupan anak dan mempersiapkan mereka untuk hidup sebagai orang dewasa kelak. sampai batas-batas tertentu memperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan individu pula. Masalah berkisar pada tekanan relatif yang harus diberikan kepada kepentingan -kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan individu dan yang harus diberikan kepada kepentingan-kepentingan masyarakat dalam menciptakan kurikulum yang dapat memenuhi kedua macam dan kepentingan. tau sedangkan pendirian yang kedua mementingkan individu atau berorientasi psikologis. biasanya berpendirian bahwa tugas fungsi pendidikan ialah untuk kehidupan orang dewasa. latar belakang dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. 4. bukan dianggap sebagai orang dewasa dalam bentuk mini. 3. 3) Kurikulum pertama-tama harus mencakup masalah-masalah yang berasal dari pengalaman anak-anak dengan jalan menggunakan sebagian besar buku-buku untuk membantu memecahkan masalah-masalah tersebut. lndividu hanya dapat mewujudkan dirinya sebagai individu jika ia berada dalam masyarakat tempat ia hidup. karena usaha pendidikan adalah mendidik individu. mempersiapkan anak untuk menyesuaikan diri kepada perubahan -perubahan pesat dari keanekaragaman dunia dewasa ini.

5. harus direncanakan? Masalah kelima berkisar sekitar masalah tanggung jawab untuk menentukan: harus bagaimana bentuk kurikulum itu. Adapula yang berpendapat bahwa setiap masyarakat mempunyai cirinya tersendiri yang unik dalam berbagai aspek kebudayaan. Untuk penjelasan singkat. 6. Menurut pendapat ini kurikulum harus d irencanakan baik-baik sebelumnya. tanpa perencanaan jauh di muka. terutama penganut kurikulum yang terdiri dari mata pelajaran. sekalipun pada umumnya ku rikulum yang sedang berlaku sekarang masih termasuk kategori 1 dan 2. isi. bahwa tidak ada aspek-aspek kurikulum yang harus direncanakan jauh sebelum situasi belajar berlangsung. Dewasa ini terdapat kecenderungan yang bergerak dari kurikulum yang direncanakan jauh di muka dan secara terperinci. 1 Kurikulum seluruhnya direncanakan di muka secara terperinci oleh ´expertsµ dalam bentuk kumpulan mata pelajaran. dan bilamana. 5. Mengenai perencanaan di muka atau ´pre-planningµ terdapat perbedaan pendapat dalam hal sejauh mana perencanaan di muka dapat dilakukan. dan kebutuhan-kebutuhan psikologis yang universal. berisi luas oleh panitia partisipasi dari yang terdiri dari guru-guru dan guru-guru dalam tokoh-tokoh bentuk pedoman masyarakat. ke arah sebelah kanan skala. murid. bahwa ruang lingkup. di mana masing -masing sekolah sampai batas-batas tertentu dapat mengadakan variasi dalam program pengajarannya disesuaikan dengan seperlunya kepada kebutuhan-kebutuhan unik dari murid-murid dan masyarakat tempat mereka hidup. 5 Kurikulum direncanakan oleh guru bersama murid pada waktu akan belajar. Banyak yang berpendirian. Sedangkan pendapat kedua tidak terlalu tegas mempertahankan keunikan secara mutlak. Bilamana dan oleh siapa kurikulum. pendapat-pendapat yang berbeda itu dapat dilukiskan dengan skala seperti tercantum di halaman 46.Persoalan ini sangat erat pertaliannya dengan masalah sebelumnya. Jawaban terhadap persoalan ini macam macam. kerja. 2. Kedua jawaban di atas tentu saja hanya berbeda dalam memberikan penonjolan. Bagaimana kurikulum harus memperhatikan perbedaan-perbedaan individual? Persoalan ini berkisar sekitar masalah penyesuaian program pengajaran terhadap perbedaan -perbedaan di antara anak-anak. dan anak -anak memperlihatkan keanekaragaman perbedaan individual. Ada yang mengemukakan pendapat bahwa perencanaan kurikulum adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian dan karena itu harus dikerjakan oleh para ahli atau ´expertµ dalam bidang perencanaan kurikulum. yang hampir mendekati kedudukan nomor 4 memberikan stabilitas atau kemantapan dan adaptabilitas yang leluasa. Kurikulum yang berorientasikan kumpulan mata pelajaran berasal dari zaman sebelum ada pengetahuan tentang perbedaan-perbedaan individu dan kemampuan pada murid. yaitu masalah keseragaman dan keanekaragaman. pendirian yang cukup mantap tetapi luwes ialah adanya pola kurikulum yang longgar atau leluasa sejalan dengan kebutuhankebutuhan kultural. dan urutannya yang seragam? Jawabannya: dapat bermacam-macam. Rencana kurikulum Skala ´Pre-Planningµ 3 4 Kurikulum Kurikulum direncanakan direncanakan dalam garis dalam garis besarnya yang besarnya. Pendapat pertama menganggap bahwa adanya beberapa perubahan program pengajaran karena adanya perubahan-perubahan dalam masyarakat dan dalam populasi murid. isi dan urutan mata pelajaran dalam kurikulum harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan kurikuler orang dewasa. Karena itu. Barangkali bentuk situasi kedudukan yang paling dikehendaki ialah nomor 1. 2 Kurikulum direncanakan secara terperinci di muka oleh panitia yang terdiri dari guru-guru dalam bentuk kumpulan mata pelajaran. menurut agar supaya program pengajaran tiap sekolah memperlihatkan ciri-cirinya tersendiri yang unik dan jelas itu. Perincian Perincian dilakukan oleh dilakukan oleh guru berdasarkan perencanaan kebutuhanbersama guru kebutuhan murid. dan semua murid di semua sekolah tingkat tertentu mempunyai kurikulum yang kira-kira seragam. Misalnya apakah dikehendaki jika semua sekolah yang setingkat dan sejenis mempunyai program pengajaran yang ruang lingkup. Ada beberapa ahli yang mengemukakan pendiriannya. dan bukan dalam bentuk jawaban yang benar-benar esktrim. siapa yang merencanakannya. Pada waktu itu orang menganggap semua murid (kecuali anak -anak yang lemah jiwa) 31 . Yang menjadi masalah pokok ialah menentukan kedudukan sebaik -baiknya dan paling menguntungkan anak antara pendirian 1 dan 5. seringkali secara terperinci mengenai situasi belajar.

dan sebangsanya.kelompok pelajar yang cerdas dan cepat belajar atau ´fast learnestµ selain dengan cepat menguasai minimum essentials diberi juga program yang lebih luas yang berfungsi memperkaya program umum atau ´enriched program learningµ. yang antara lain: . kegiatan kegiatan penelitian sendiri. Memang kita akui bahwa sarana belajar itu penting dan bahwa proses adalah juga isi dalam arti yang sebenarnya dan merupakan aspek terpenting dalam situasi belajar. Dalam situasi ini pengetahuan tentang fakta -fakta ditempatkan dalam 32 . Rupanya teori ini senada dengan pendapat psikologi daya masa lampau yang berpendapat bahwa daya -daya seperti kemauan. metode -metode penelitian bebas dan berpikir kritis. Manakah yang lebih penting.dapat menguasai semua mata pelajaran yang diberikan di sekolah dengan kepandaian yang sama asal mereka rajin belajar. dengan mengemukakan pendirian bahwa metode -metode itu pun merupakan isi pula dan hal-hal penting yang dipelajari bukan fakta-fakta melainkan pola-pola berbuat seperti hubungan insani yang demokratis partisipasi yang konstruktif. Pendekatan yang sehat terhadap belajar berpendirian bahwa belajar merupakan interaksi antara pelajar dengan situasi yang mencakup masalah atau problema. Namun kita harus berpendirian hatihati jangan sampai terjerumus ke salah satu pendapat yang ekstrim. proses atau isi? Jawaban pertama terhadap persoalan ini merupakan implikasi dari teori Dewey yang berpendapat bahwa anak dan juga orang dewasa ´belajar dengan berbuatµ atau ´learning by doingµ. bahwa yang dipergunakan untuk memecahkan masalah. Pandangan terakhir mengemukakan pendirian bahwa isi yang dipelajari harus dikaitkan dengan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan nyata anak-anak menurut taraf kematangannya. prosedur demokratis. Para pendidikan yang mengutamakan kegiatan dan pengalaman di dalam kurikulum berarti memperhatikan pentingnya apa yang dipelajari sepanjang macam-macam pengalaman dihayati anak memupuk perkembangan sosial. Pertama. Dalam situasi dewasa ini mata-mata pelajaran tertentu kadang-kadang dinomorduakan atau dianggap kurang penting dalam melaksanakan perencanaan bersama. yaitu dalam penekannya. dalam praktek keadaan ini masih banyak dijalankan. sosial dan emosi dan masih menunjang usaha bersama kelompok. Jika pendapat pertama dan kedua sudah umum dipraktekkan di sekolah-sekolah sekalipun kadang-kadang dalam bentuk yang sederhana. 7. Pendekatan terakhir terhadap isi yang dipelajari berbeda dengan pendekatan lama. dan pada anak ialah adanya orang dewasa (guru) yang membantu dan membimbing. Hal ini menunjukkan tiap anggota kelompok untuk mampu bekerja menurut taraf perkembangan masing -masing dalam bidang akademis. Slogan yang berbunyi ´Barangsiapa yang mempunyai kemauan di sanalah ada jalanµ (Where there is a will there is a way) turut mendasari teori di atas. ketahanan dan kerajinan dapat dikembangkan dengan jalan mempelajari mata-mata pelajaran tertentu selama mata-mata pelajaran tersebut cukup sukar dan tidak menyenangkan. Hal ini dapat dilaksanakan dengan program-program dalam bentuk modul semi mengajar diri sendiri atau modula mengajar diri sendiri. baik mutu maupun kecepatan belajar. kecerdasan. pikiran dan moral yang dianggap penting oleh mereka. Disini timbul perbedaan-perbedaan pendapat mengenai persoalan bagaimana hal ini harus dilaksanakan. ialah konsep kurikulum yang telah ditetapkan jauh di muka harus dikuasai oleh semua murid menurut kecepatan yang telah diatur sebelumnya. Dewasa ini pada umumnya diakui bahwa makhluk manusia sangat beraneka ragam dalam kemampuannya untuk maju. dengan keyakinan bahwa individualisasi dalam pengajaran harus memperhatikan. Tampaknya teori ketiga ini lebih sejalan dengan pelaksanaan prinsip demokrasi dalam pengajaran. Pendapat kedua mengemukakan teori bahwa murid-murid harus dikelompokkan menurut kemampuannya atas dasar anggapan bahwa pengelompokan ini akan memperkecil perbedaan kemampuan dalam tiap kelompok sampai kepada taraf penyederhanaan atau mempermudah pelaksanaan individualisasi program pengajaran. Isi yang dipelajari memang penting.kelompok murid-murid yang lambat belajar atau ´slow learnersµ hanya diberi pelajaran tentang halhal penting yang sekurang-kurangnya harus dikuasai oleh semua atau ´minimum assentialsµ atau disebut program umum. Yang menjadi masalah ialah menyesuaikan individu-individu yang mempunyai kecepatan belajar yang berbeda-beda kepada ´realitasµ ini. Keadaan itu telah menggerakkan para pendidik kepada perbedaan -perbedaan individual ini. maka teori ketiga secara berangsung-angsur mulai diterima dan dikembangkan di sekolah-sekolah percobaan. Taraf hasil belajar yang dicapai dalam mata-mata pelajaran hanya ditentukan oleh besarnya usaha atau kerajinan yang ditunjukkan pelajar. . estetika. sebagai terjemahan salah satu sila dari Pancasila yang mendasari sistem pendidikan di negara kita. Sementara para pendidik secara teoretis menolak pandangan ini. Pendapat ketiga ialah menciptakan jenis kurikulum berdasarkan pengalaman yang dipusatkan kepada masalah-masalah dan memberikan kesempatan kepada kelompok -kelompok tersebut dalam pendapat kedua untuk bekerja sama memecahkan masalah bersama yang menarik perhatian bersama.

maksudnya bila diperlukan sewaktu-waktu segera dapat disediakan. Walaupun kelompok persoalan di atas dibahas secara singkat. Bangunan dan perabot sekolah. lapuk. Mudah didapat bila sewaktu-waktu diperlukan. Pendistribusian peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggung jawab salah seorang anggota staf yang ditunjuk. b. a. Misalnya: ruang. kepala sekolah sama-sama menyusun daftar kebutuhan sekolah masing-masing. Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat. 33 . e. Dalam pendidikan misalnya: lokasi/tempat. Sedang sarana seperti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. c. dan serangga. sarana pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu: a. 3. Karena penyediaan sarana pendidikan di suatu sekolah haruslah disesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa-masa mendatang. Harus diadakan inventarisasi secara berkala. Hubungan AntaraPeralatan dan Perlengkapan Pengajaran dengan Program Pengajaran Jenis peralatan dan perlengkapan yang disediakan di sekolah dan cara-cara pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap program mengajar -belajar. pembukuan dan alat-alat peraga dan laboratorium. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar dan mengajar. Karena pelaksanaan tanggung jawab ini hanya bersifat ketatausahaan maka kurang tepat jika kepala sekolah atau guru sendiri yang langsung melaksanakannya. uang dan sebagainya. bangunan sekolah. Kemudian menyimpan dan memelihara serta mendistribusikan kepada guru¬guru yang bersangkutan. 2. sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. 1) Mempersiapkan perkiraan tahunan Biasanya kepala sekolah membuat daftar alat-alat yang diperlukan di sekolahnya sesuai dengan kebutuhannya dengan daftar alat yang distandardisasi. Titik berat dalam hal ini adalah kepada belajar yang dikaitkan dengan masalah-masalah dan kebutuhan serta kegunaan hasil belajar nanti di dalam kehidupannya. lapangan olahraga. dan menginventarisasi alat-alat/ sarana tersebut pada akhir tahun pelajaran. c. Media pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil. buku. Administrasi Prasarana dan Sarana Pendidikan Secara otimologis (arti kata) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan. 079/1975. Isi pelajaran penting karena turut meningkatkan kualitas kehidupan murid-murid di masa kini dan sekaligus merupakan persiapan untuk kehidupan di masa yang akan datang. Yang paling tepat adalah pegawai tata usaha. Alat pelajaran yang terdiri. Tanggung jawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumuskan secara terperinci dan dipahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan. Demikian pula administrasinya yang jelek akan mengurangi kegunaan alat-alat dan perlengkapan tersebut. Sedangkan menurut keputusan Menteri P dan K No. d. namum pembahasannya menc akup faktorfaktor utama yang menentukan pola kurikulum dan tempat kedudukan kepala sekolah beserta staff dalam keadaan tersebut sampai batas-batas tertentu akan menentukan jenis kurikulum yang sedang dilaksanakan di sekolahnya dan selanjutnya dalam batas-batas tertentu pula akan menentukan pola keseluruhan organisasi dan administrasi pengajaran. Secara micro (sempit) maka kepala sekolah yang bertanggung jawab masalah ini. f.fokus baru ini. Tanggung Jawab Kepala Sekolah dan Kaitannya dengan Pengurusan dan Prosedur Salah satu tugas utama kepala sekolah dalam administrasian sarana pengajaran ialah bersama-sama dengan staf menyusun daftar kebutuhan mereka akan alat-alat sarana tersebut dan mempersiapkan perkiraan tahunan untuk diusahakan penyediaannya. b. Siapakah yang bertanggung jawab tentang prasarana dan sarana pendidikan? Jawab: adalah para pengelola/ administrasi pendidikan. perpustakaan. Sedangkan untuk alat-alat yang belum distandardisasi. Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat-tempat yang bebas dari faktor-faktor perusak seperti: panas lembab. 1. laboratorium dan sebagainya. 2) Menyimpan dan mendistribusikan Ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah. Semua penyimpanan harus diadministrasikan rnenurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu dipergunakan. Kebijaksanaan pendistribusian ini hendaklah ditekankan kepada prinsip efisien dan fleksibilitas.

Beberapa Pedoman Administrasi Perawatan Walaupun pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan sudah merupakan pekerjaan rutin dan orang-orang dihadapkan kesukaran-kesukaran yang kurang berarti. 3) Mengatur kunjungan sekolah-sekolah yang dipergunakan sebagai model atau contoh. menyempurnakan akustik ruangan belajar. 4) Kondisi-kondisi di atas akan terpenuhi jika administrator mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi. walaupun tiap orang mempunyai kesukaan. dan saran-saran yang mereka kemukakan ditampung dan dipertimbangkan. Rencana rehabilitasi hendaknya dibuat sehemat mungkin. 4. kepala sekolah dengan stafnya dapat mengusulkan perbaikan perbaikan untuk kepentingan efektivitas pelaksanaan program sekolah.3. 3) Administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran harus senantiasa ditinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran. Perbaikan-perbaikan ini diantaranya mencakup mengecat dan melabur.j): a. mengganti bahan-bahan atau bagianbagian yang sudah usang atau lapuk. Kepala sekolah yang memiliki pengetahuan yang memadai tentang hal tersebut akan sangat ber guna dalam partisipasinya. Keadaan pekerjaan akan menentukan lamanya waktu maupun kualitas. kepala sekolah mempunyai peranan tersendiri dalam panitia perencanaan bangunan sekolah dan perlengkapannya. Semakin cepat mendesak baik yang bertalian dengan kualitas maupun. 2) Melakukan sistem pencatatan yang tepat sehingga mudah dikerjakan. Meningkatkan mutu keindahan ruang belajar Ada kecenderungan untuk mengecat ruang belajar dengan wama menurut kesukaan dan pilihan individu guru. Di antaranya adalah sebagai berikut: 1) Hendaknya kepala sekolah tidak terlalu rnenyibukkan dirinya secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran. Sudah tentu guru-guru dan para orang tua murid diikutsertakan dalam melakukan perencanaan mengenai penambahan-penambahan dan perombakan-perombakan bangunan yang sudah ada atau merencanakan bangunan barn. memperbaiki fasilitas mencuci tangan dan kaki dan pekerjaan-pekerjaan perbaikan lainnya yang bertalian dengan pelaksanaan inovasi pendidikan. baik kepada pemerintah maupun kepada masyarakat. menambah tempat ruang buang air. 2) Membentuk panitia untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan khusus yang bertalian dengan bangunan dan perlengkapannya yang diusulkan. konferensi dan mengikuti penataran khusus mengenai masalah bangunan sekolah dan perlengkapannya. Ada beberapa aspek yang bertalian dengan perencanaan dan pemeliharaan bangunan sekolah dan perlengkapannya (a . apabila tuntutan-tuntutan yang berasal dari perkembangan pendidikan. distribusi dan penggunaan serta pengawasan peralatan dan perlengkapan pengajaran yang semuanya mendorong mereka untuk memikirkan proses paling tepat dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka. Misalnya melalui lokakarya. b. Rehabilitasi Dengan melakukan survey terhadap bangunan dan perlengkapan yang sudah ada dan mencatat serta terperinci perbaikan-perbaikan yang diperlukan. narnun untuk penyempurnaan p ekerjaan tersebut para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya. dan pilihan warna masing-masing. Segala bahan penting yang diperlukan harus dikumpulkan agar supaya dapat menyampaikan rekomendasi yang tepat dan masuk akal. Langkah -Iangkah yang disarankan terdahulu dapat juga ditempuh jika penambahan bangunan itu agak besar. Keadaan pekerjaan akan menentukan lamanya waktu dan besarnya tenaga yang dibutuhkan untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan dan mengidentifikasikannya dengan tepat. Sedangkan sebagai administrator yang bertanggungjawab akan sekolahnya. Guru. Langkah-Iangkah di atas bukan satu-satunya cara yang dapat ditempuh kepala sekolah dalam merencanakan bangunan sekolah baru beserta perlengkapannya. namun ada beberapa prinsip yang telah lama diakui dan dianjurkan para ahli seni dan dekorasi umpamanya reaksi-reaksi psikologis 34 . 4) Mempelajari gambar-gambar contoh bangunan sekolah dan perlengkapannya baik yang diproyeksikan maupun gambar biasa. c. Administrasi Gedung dan Perlengkapan Sekolah Mungkin banyak para kepala sekolah yang tidak mempunyai kesempatan untuk ikut serta dalam perencanaan bangunan sekolah. Dalam menghadapi tugas ini disarankan menempuh langkah-Iangkah sebagai berikut: 1) Masalah dasar-dasar pengajaran dan penentuan jenis program pengajaran dan perencanaan fasilitas bangunannya. kuantitas. Masih ada cara-cara lain yang bisa ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai hal-hal penting yang bertalian dengan perencanaan bangunan sekolah. Dalam masa kerjanya kepala sekolah tentu pernah menghadapi masalah seperti di atas. Perluasan bangunan yang sudah ada Pada bangunan sekolah yang sudah ada sering kali diperlukan tambahan-tambahan bangunan dan perlengkapannya.

terhadap warna-wama tertentu harus diperhatikan dalam mengecat ruang belajar. Kesemuanya harus diatur sedemikian rupa sehingga kondisinya memberikan pengaruh yang optimal dalam proses belajar dan terhadap perkembangan kesehatan murid~murid. f. ruang-ruang keterampilan dan sebagainya. ialah dasar pengajaran. Penyimpanan alat-alat yang tepat Dari segi pendidikan soal penyimpanan alat-alat kurang mendapat perhatian. Karena itu hendaknya kepala sekolah menyadari tanggung jawab untuk senantiasa mengawasi ruangan belajar dan bagianbagian sekolah lainnya agar selalu beres. harus dilaksanakan terus-menerus dan teratur. Salah satu kegiatan utama program kesehatan sekolah ialah menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat. Ingatlah bahwa yang belajar adalah murid d sebagai kesatuan pribadi dan bukan kecerdasannya saja yang berkembang. Keadaan kelas yang berantakan dan tidak teratur. Pemeriksaan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga hal-hal yang sekecil-kecilnya pun tidak sedemikian rupa sehingga hal tersebut tidak lepas dari tanggung jawab. Di samping itu proses belajar dan mengajar akan terhambat. Di samping itu keadaan seperti di atas ditinjau dari segi pendidikan kesehatan akan menimbulkan pengaruh yang merugikan. melainkan juga banyak pengetahuannya tentang perabot dan perlengkapan. Alangkah baiknya jika tempat penyimpanan alat-alat ini direncanakan sebelum bangunan didirikan sehingga faktor estetikanya pun mendapat perhatian juga. Ruang belajar. 35 . Dalam melaksanakan tugas tersebut. Memang kesehatan menjadi salah satu tujuan ini di sekolah. Dinding atas ruangan belajar harus dicat putih karena 80% faktor pantulan diperlukan untuk memberikan cahaya yang memadai kepada murid. Administrator yang progresif akan mengutamakan fleksibilitas dalam fungsi dan letak perabot di ruang belajar. Kegiatan murid dalam pemeliharaan kebersihan dan keberesan sekolah. seperti wama merah dan orang adalah warna yang hangat dan memberikan tenaga. ruang olahraga. cahaya dan ventilasi yang kurang memadai. masalah sanitasi harus mendapat perhatian pertama. ia mengadakan pertemuan -pertemuan dengan penjaga kebersihan sekolah mengenai masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang harus diatasi. Tanggung jawab keberesan sekolah Kepala sekolah dan guru hendaknya selalu menyadari bahwa murid-murid banyak belajar dari lingkungan sekolah. d. Faktor-faktor psikologis harus diperhatikan dalam pembuatan perabot ruang belajar. Pemeriksaan itu perlu Tanggung jawab kepala sekolah untuk melakukan pemeriksaan dan koreksi terhadap kondisi kondisi ruangan sekolah dan perlengkapannya termasuk halaman dan tempat-tempat bermain murid. g. ruangan belajar dan gang-gang. Warna perabot harus coklat muda dan tidak mengkilap. baik kesehatan fisik maupun kesehatan mentalnya. bersih dan teratur. kotor. di antaranya menyediakan fasilitas-fasilitas untuk mempraktekkan kebiasaan hidup sehat. Memilih perabot dan perlengkapan Kepala sekolah hendaknya serba bisa. Dalam usaha kesehatan sekolah atau UKS hal ini dibicarakan secara terperinci. Memperhatikan kondisi sanitasi Ditinjau dari kebutuhan akan kesehatan pada murid-murid dan seluruh anggota staf di sekolah. Pengaruh yang berangsurangsur namun pasti dari lingkungan sekolah terhadap kebiasaan hidup sehari hari dan sikap menghargai pada murid-murid akan tampak dari tahun ke tahun. salah satu fasilitas penting ialah penyediaan air untuk mencuci tangan dan kaki dan anggota badan lainnya. karena bukan saja harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai bangunan sekolah. kesehatan jasmani dan rohani. Demikian pula dinding-dinding samping ruangan harus dicat warna cerah dan pusat. Alatalat yang langsung dipergunakan dalam pelajaran memerlukan fasilitas penyimpanan yang memadai dan praktis sehingga sewaktu waktu diperlukan dapat segera disediakan serta keamanannya cukup terpelihara. h. Hendaknya disediakan sabun dan lap atau handuk kecil. akan memberikan pengaruh jelek kepada murid-murid ditinjau dari segi pendidikan dan perkembangannya. e. Salah satu faktor penting yang dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih perabot dan perlengkapan ruangan kelas yang harus disediakan. yang berarti menghambat pula kelancaran pelaksanaan program pengajaran di sekolah. jangan sampai ada perabot yang dapat menghambat proses belajar pada muri -murid. Macam-macam warna yang memantulkan cahaya harus diperhatikan dalam mengecat. Hendaknya jadwal kerja harian yang terperinci dari penjaga kebersihan sekolah disesuaikan dengan jadwal kegiatan. sedangkan warna hijau memberikan pengaruh mendinginkan dan sejuk. laboratorium. Lingkungan fisik sekolah harus senantiasa dijaga dipelihara kesehatan dan kebersihannya. baik dalam literatur tentang konstruksi bangunan sekolah maupun dalam rencana struktur bangunannya. Inilah salah satu tujuan yang harus dipakai dalam pendidikan di sekolah yaitu memperbaiki kebiasaan kebiasaan hidup murid-murid dengan jalan mengatur dan menciptakan kondisi lingkungan yang dapat memperlancar perkembangan kebiasaan yang baik pada murid-murid.

Kepala sekolah hendaknya melakukan observasi yang teratur dan kontinu terhadap kondisi cahaya di ruang belajar ini. dianjurkan tiap-tiap tiga sampai lima tahun sekali. Di samping hal-hal lainnya. Kegiatan-kegiatan pengembangan sikap 1) Pengumpulan dana sosial. hal yang sangat penting untuk diperhatikan ialah ruang belajar harus cukup mendapat cahaya. 4) Penulisan karangan untuk berbagai media. murid. 2) Pengertian hari-hari besar nasional. aman dan bebas dari hal-hal yang mungkin menimbulkan kecelakaan. 3) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Dari kenyataan ini timbul tuntutan agar supaya kepala sekolah memberikan perhatian cukup terhadap kondisi ruang belajar. Menyediakan tempat dan fasilitas saja untuk keperluan itu. namun berpengaruh menenangkan dan memupuk perasaan estetika. 3) Karya wisata.Agar sulit untuk memelihara dan menjaga ruang belajar agar supaya senantia beres dan bersih. Oleh karena itu supaya pembinaan administrasinya terutama m enyangkut pembinaan pengelolaan organisasinya dan kegiatannya. 8) Pengaturan lalu-lintas. 2) Palang Merah Remaja. Memang guru-guru sering kali memberikan pengawasan langsung terhadap pengaturan. apa pun kegiatan yang dikembangkan hendaknya selalu dalam rangkaiannya dengan tujuannya. seminar dan lain-lain. 7) Keseman. penjaga kebersihan sekolah dan penjaga keamanan sekolah. . dan pemeliharaan ruang belajar. dipergunakan di ruang belajar. dan segera mengadakan perbaikan bilamana terdapat kekurangan -kekurangan. belum memadai. 6) Olahraga. j. Kegiatan pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran 1) Diskusi. Tempat bermain harus dipelihara. Pemeliharaan halaman dan tempat bermain Kegiatan rekreasi di sekolah dewasa ini mempunyai peranan penting dalam program pengajaran.7 Administrasi Siswa OSIS merupakan organisasi murid yang resmi diakui dan diselenggarakan di sekolah dengan tujuan untuk melatih kepemimpinan murid serta memberikan wahana bagi murid untuk melakukan kegiatan-kegiatan ko-kurikuler yang sesuai. 2) Penelitian. c. namun mereka. binatang. Kegiatan pengembangan keterampilan berdasar hobi 1) Latihan kepemimpinan. 36 4. 4) Pramuka. Mengatur dan memelihara ruang belajar Sebagian besar waktu kehidupan murid-murid dan guru selama bersekolah. Untuk menjaga dan memelihara agar sup aya tempat bermain menarik. atau memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan kesehatan murid-murid dan penghuni sekolah lainnya. kepala sekolah harus bekerja sama-dengan guru-guru. 5) Lintas Alam. Seperti telah disinggung di muka bahwa warna-warna yang dipergunakan di ruang belajar adalah warna-warna yang memberikan pengaruh psikologis positif dalam proses mengajar dan belajar kepada guru-guru dan murid-murid. pengembangan keterampilan dan pengembangan sikap. memerlukan bantuan dan dukungan dari kepala sekolah dan penjaga kebersihan sekolah agar supaya ruang belajar senantiasa siap untuk dipergunakan dan memperlancar proses belajar. jika sa fasilitas penyimpanan alat-alat tidak mendapat perhatian. Di samping itu ruang belajar harus selalu diperbarui catnya. diratakan serta disesuaikan dengan berbagai permainan dan kegiatan yang dilakukan oleh murid -murid. Masalah penyimpanan alat-alat dan perlengkapan pengajaran telah dibicarakan secara singkat pula pada halaman-halaman sebelumnya. 9) Pengumpulan benda-benda bekas (perangko. Contoh kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di sekolah melalui Osis adalah sebagai berikut: a. yaitu pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran. i. selaras dengan tujuan sekolah yang tertuang dalam kurikulum. Gunakanlah warna-warna yang membangkitkan semangat belajar dan bekerja. kebanyakan guru -guru kurang menyadari pentingnya cahaya yang memadai bagi murid-murid jika sedang ada dalam ruang belajar. b. temu karya. Tempat bermain harus selalu dijaga dan dipelihara supaya bebas dari kondisi dan hal hal atau benda-benda yang mungkin menimbulkan bahaya kecelakaan. dan lain-lain). 5) Percobaan-percobaan akademis di luar kelas. keagamaan 3) Membantu masyarakat yang kena musibah.

.............. Kelulusan: a.......................................... d.......... Nama : .......... 5............. .............. Orang Tua/Wali Murid : ........... ................... Pendidikan Agama PMP Olah Raga........... Pindah ke b.................................. 11............. Keterangan lain-lain : .............. 1................ Berikut ini disajikan contoh-contoh format data tentang murid: a................... ................................................ Di kelas : .................................... 8.................Pengelolaan data kesiswaan merupakan salah satu garapan administrasi murid yang tidak dapat ditinggalkan... Tanggal b... Diterima: a....... a..............................1 2 _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______________ .......................................................... Jenis Kelamin : .. dan seterusnya .... Tanggal b............................................... Nama Murid : ............................ : ........................... Alamat : .......................... Tempat......................... ................................................................ Contoh format Identitas Murid 1..... Alasan 13..................... Pada kelas c......1 2 Sem........................................................................... Mata Kelas/Th Kelas/Th Pelajaran Sem.................................. Perpindahan: a..................................................... Di kelas c. Lahir : .......................... Asal Sekolah : ........................ Anak ke : .................................................. Pada intinya ada tiga macam data yang perlu sekali dike1ola.. 3........................ Keluar : a.......................................................... Pekerjaan : ......................................................................................................................................................................................................................................... yaitu: data tentang identitas murid........................................ : ........................ Tanggal : ................................................... : ............................... Warga Negara : ....... 6.................... ................................. : ... Tinggal 15........................ ............... dan Kesehatan ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus 37 Kelas/Th Sem...................................................................... STTB Nomor c....... pas foto 3........... Penghargaan yang diterima murid : ...................... : .............................. Data anekdot 12........ ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus _____________________________________________________________________________________________________________________________ ________________ Keterangan: __________________ _____________________________________________________________ _______________________________________________________________ ............................................................................... tetapi juga bermanfaat kelak setelah murid tersebut sudah lulus dan meninggalkan sekolah tersebut............................. : ............................................................................ b................................................................ : ................................................... : ..... : ................................................................................. b........... Alamat : ............................... Melanjutkan ke 14.......... Pendidikan : ................. 7................ Data ini tidak hanya berguna sewaktu murid tersebut masih sekolah............................................ 10............... 4...................... tentang hasil belajar murid dan tentang kehadiran murid............................................... .........................1 2 Pendidikan Umum 2.................... b.............................. ..................... Contoh format Data Hasil Belajar Murid ============================================================== Program No....... 2........................ : . tgl....................... c....................................................................... 9..................

.. b) Apabila menggunakan buku induk.................................................... Contoh format Data Presensi Murid Daftar Presensi bulan : ............... 50.. dan seterusnya ............... Pada setiap ganti tahun angkatan....................... Dengan sistem kartu ini upaya pencarian kembali setiap data yang diperlukan akan lebih mudah.......... a) Apabila menggunakan sistem kartu sebaiknya dibuatkan sehelai kartu untuk setiap siswa.......................................... 38 .......................................................................... Penyimpanan data itu dapat dilakukan dengan menggunakan sistem kartu atau dapat pula menggunakan sistem buku induk... Nama Murid Tanggal Jumlah 1 2 3 4 5 dst ............. ____________________ ________________________________________________________________________________________________________________ Jumlah yang hadir _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______ d....... Untuk mencari data tentang siswa pada buku induk akan lebih sukar dibandingkan dengan bila menggunakan siswa kartu.......................................... dengan menggunakan dua muka sebelah kiri untuk setiap siswa....... Agar mudah disusun.. Untuk mempermudah penggunaan buku induk tersebut dapat dibantu dengan menggunakan buku Klaper di mana-mana siswa yang namanya dimulai dengan huruf sama disusun menjadi satu......... sebaiknya diberi kartu penyekat atau kartunya diganti dengan baru yang berwarna lain........................................... 2..................................... . Tahun ....... Cara menyimpan data tentang murid Data-data tersebut harus disimpan oleh sekolah secara baik-baik dan berfungsi sebagai arsip aktif yang sewaktu-waktu dicari kembali untuk keperluan tertentu................orang............................. Bagian depan kartu diisi dengan data identitas siswa dan bagian belakangnya dipergunakan untuk data hasil belajar.............. .......................... sehingga mudah mencarinya kembali............................... Ada beberapa cara untuk menyimpan data tersebut........ data tentang identitas siswa dan lembar sebelah kanan untuk data hasil belajar siswa. 4........... Lembar muka sebelah kiri untuk......... sebaiknya menggunakan buku ukuran folio............ Kartu itu berukuran quarto (21........ dengan warna berbeda untuk setiap kelas (angkatan)............ ........................... 5. sebaiknya digunakan bahan kertas manila................ Kelas : ..... ............orang................................... ......................... Kartu-kartu itu diurutkan menurut urutan nomor induk siswa yang ditulis pada pojok kanan atas............c..............orang........... ============================================================================No......... ...................50 cm x 28 cm)....... Jumlah Murid : ................................... Confoh format Data Rekapitulasi Kehadiran Murid SMP NEGERI XV SURABAYA Ha ri Tanggal Jumlah murid Izin Sakit Lain-lain : : : : : : .... Penulisan data siswa tersebut diurutkan menurut urutan nomor induknya......................................... karena itu merupakan satu kesatuan...........................orang............................... 31 Absen _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______ 1............... 3.............................. 1) Untuk data tentang identitas dan hasil belajar siswa sebaiknya tidak terpisah.....

program pengabdian masyarakat. Tujuan penyampaian (dapat perintah. sekretaris. d. yaitu orang yang menyampaikan sesuatu kepada orang lain (juga sebagai sumber berita). Publikasi karya tulis 9. kesenian. Tugasnya: Kegiatan kelas. Komunikasi di dalam administrasi sekolah adalah suatu proses penyampaian sesuatu (berita/idea kepada orang lain). Tujuan dari intra sekolah: . Kerjasama Sekolah dan Masyarakat Secara sederhana "hubungan" atau "communication"(di Indonesia: komunikasi) dapat diartikan sebagai "process by wich a person transmits a massage to another" (proses penyampaian berita dari seorang kepada orang lain). Di dalam pengertian di atas terlihat adanya berbagai unsur antara lain: a. Ke laboratorium 5. medis yang digunakan (dapat berupa kata-kata bunyi. Juga bisa ekstern. Kegiatan ke masyarakat 6.Aktivitas murid Program aktivitas sekolah seperti: olahraga. Proses Berita Alat bunyi gambar Sumber isi tujuan 39 penerimaan . artinya antara sekolah dengan pihak lain (ke luar) masyarakat lembaga/instansi yang lain. Komunikator. Kegiatan antar kelas seperti. bendahara. c) Ekstra sekolah Adalah kegiatan untuk membantu memperlancar perkembangan individu murid sebagai manusia seutuhnya. Tanggung jawab murid. laporan dan sebagainya). Organisasi kesiswaan. Alat. Apa yang disampaikan (isi/informasi). Perpustakaan sekolah 8. 5. Pertemuan siswa 2. Hal ini bisa secara intern yaitu di dalam organisasi sekolah itu sendiri. pertandingan olahraga dan kesenian keputrian. Perlombaan dan pertandingan 7. dan seksi-seksi. Organisasi sosial 10.membina personel dan sosial murid khususnya. c. program pendidikan. Maka dalam hal ini organisasi/Osis merupakan sarana komunikasi formil antara kelompok murid dan suatu sistem sekolah dengan: . Orang yang menerima informasi (komunikasi communicate/recever ). Menjadi pemimpin. b. Membagi kepemimpinan dengan orang lain. b) Intra sekolah Pengembangan organisasi murid yang efektif di sekolah naik terhadap pendidikan dasar maupun menengah harus dapat menjamin partisipasi murid dalam program sekolah yang bersangkutan. Olahraga 3. Kegiatan ini merupakan kegiatan kurikuler yaitu untuk menjamin adaptasi murid sekolah yang dapat menunjang proses belajar dan perkembangan murid secara lebih efektif.membina generasi muda umumnya . a) Intra kelas Murid dalam suatu kegiatan dapat diorganisir sedemikian sehingga merupakan suatu gaverment terdiri dari: ketua. e. dapat seperti kebersihan dan keindahan kelas dan sebagainya. f. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan murid sekolah antara lain: 1. Perkemahan sekolah 4. Response/jawaban yang diberikan oleh si penerima. wakil.sistem staf pengajaran dan personel sekolah .sistem sosial masyarakat di mana sekolah itu berada. kegiatan-kegiatan sosial dan sebagainya. pemberitahuan laporan dan sebagainya).

Dalam dunia pendidikan dikenal 2 macam hubungan (komunikasi): a) Komunikasi dalam penyelenggaraan program pendidikan (intern) dengan masyarakatsekolah. Berikut ini ada bermacam-macam konsepsi hubungan sekolah masyarakat untuk dapat dipertimbangkan mana yang lebih efektif untuk dikembangkan di sekolah mendatang. 4. Dilihat dari sudut administrasi pendidikan (sekolah) dapat dilihat bahwa komunikasi pada hakikatnya adalah problem hubungan kerja kemanusiaan (human relationship). Organisasi anggota masyarakat. 5. b. Dalam hal ini administrasl sekolah/pendidikan hendaldah membina para guru dan murid untuk: 1. 40 . Memahami dengan tepat isi/maksudnya dengan harapan mau menerima. menilai dan mempertimbangkan. Sanggup mengekspresikan dalam berbicara yang jelas. 3. Namun hal ini perlu adanya motivasi dan stimulasi secara kontinu dari administrasi pendidikan. lancar dan efektif. 4. ciri-ciri pengelompokan forrnil dan hubungan ciri-ciri populasi. Unsur-unsur penting pada anggota masyarakat lingkungan sekolah. baik negeri maupun swasta. Konsep-konsep hubungan sekolah-masyarakat Masalah konsep hubungan sekolah-masyarakat adalah sangat luas dan kompleks dan beranekaragam. 2. b) Komunikasi dengan masyarakat di luar sekolah Adalah merupakan sesuatu kenyataan bahwa. Sanggup mengemukakan pendapatnya/ gagasannya dalam bentuknya tertulis sehingga orang lain dapat membaca dan mengerti. Kehadiran sekolah berlandaskan kemauan baik negara dan masyarakat yang mendukungnya. Tugas sekolah di sini ialah bagaimana menumbuhkan rasa ikut memiliki (senseaf belonging) dan rasa ikut bertanggung jawab (senseresponsibility) masyarakat terhadap sekolah. Dalam hal ini perhimpunan administrator sekolah di Amerika Serikat (the American Association of School Administrators) telah mengumpulkan beberapa indikator (petunjuk) tentang hubungan seko dengan masyarakat. kepatuhan dan perasaan terikat yang ada pada masyarakat. Penyampaian Berita Memahami dengan tepat Mau menerima Merespon Perubahan tingkah laku baik kelompok individual. Situasi fisik masyarakat. 3. sehingga tidak hanyut/terbenam dalam arus propaganda.kata-kata dsb. Adanya respon-perubahan tingkah laku. yaitu lah bahwa para kepala sekolah harus memahami. sekolah tidak merupakan sesuatu yang berdiri sendiri terpisah dari dunia luar. Salah satu alasan mengapa sekolah perlu dukungan dari masyarakat tempat sekolah itu berada ialah karena sekolah harus dibiayai. Tradisi dan adat-istiadat. Oleh karena itu orang-orang yang berkerja di sekolah mau tidak mau harus bekerja sama dengan masyarakat. diskriminatif dan kritis. Keberhasilan dalam hubungan-hubungan kerja kemanusiaan ini akan ditentukan oleh efisiensi dan efektivitas mereka yang berkepentingan dalam: a. Jika para kepala sekolah memperoleh keterangan-keterangan tersebut di atas. badan-badan. 1. menangani idea baru. Belajar mendengarkan secara tepat dan kritis. berarti ia mendapat informasi yang diperlukan untuk mengembangkan hubungan yang sehat dan sukses antara sekolah dengan masyarakat. Masyarakat di sini dapat berwujud orang tua murid. Menyampaikan berita kepada orang lain. kesetiaan. melainkan berada dalam suatu sistem masyarakat yang telah tetap. gagasangagasan yang didengarnya. organisasi-organisasi. Kepemimpinan/ struktur kekuatan yang terdapat dalam masyarakat. Belajar membaca secara komprehensif. 5. Sanggup mengadakan penilaian secara kritis terhadap apa yang dilihatnya. Kesemuanya ini merupakan komunikasi intern bahkan sifatnya lebih subjektif. cara-cara beraksi. 2.

harus dapat diharapkan dapat rnembina kepemimpinan dengan pihak yang erat hubungannya dengan problema¬problema sosial. sekolah seolah-olah menjual iklannya kepada masyarakat. Dalam kerangka tersebut di atas. Jenis komunikasi di sini bersifat dua arah timbal balik di mana masyarakat cenderung untuk baranggapan bahwa mereka harus secara langsung dilihatkan ke dalam urusan-urusan sekolah mereka. To secure coppration in policy making. Perencanaan hubungan sekolah-masyarakat haruslah integral dengan program pendidikan yang bersangkutan. 6. 4. 4. Jenis komunikasi di sini adalah kornunikasi tertutup (komunikasi intern) yaitu sekolah hanya berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Konsep preventif kegiatan-kegiatan sekolah hanyalah untuk mencegah hal hal yang tak diinginkan oleh masyarakat. Konsep "menunggu" sekolah hanya menunggu dan mengharapkan perhatian dan bantuan dari masyarakat. 3. runtuh dan sebagainya. 2. b. b) Menurut Balai Pendidikan Guru tertulis Jawa Barat dalam garis besarnya terdapat 4 jenis hubungan sekolah masyarakat. tentu saja hal-hal yang dipamerkan "show" hanyalah hal-hal yang telah diseleksi/yang baik-baik saja. Sehubungan dengan hal tersebut Ametembun merumuskan program hubungan sekolah masyarakat yaitu: 1. Konsep prestise kegiatan-kegiatan sekolah sebagai alat untuk menonjolkan kariernya. 3. Konsep "social leadership" sekolah sebagai lembaga pendidikan utama masyarakat. Prinsip-prinsip program hubungan sekolah-masyarakat Jika suatu kegiatan telah diketahui dan ditentukan tujuannya. untuk mencari popularitas dan semata-mata mengejar prestise bukan prestasi. To prevent misunderstanding. Hal ini cenderung untuk memperkuat sikap dan pendapat yang telah ada melekat di masyarakat. (Untuk mencegah kesalahpahaman antara masyarakat terhadap sekolah). c. 5. 41 . 1. Terutama dalam kegiatan-kegiatan kurikuler. To secure financial support. rnaka suatu langkah/tindak lanjutnya adalah menyusun suatu program kerja. Sikap acuh tak acuh di mana kedua belah pihak antara sekolah-rnasyarakat saling membiarkan dia tumbuh. Publisitas yaitu komunikasi satu arah. bahwa informasi yang telah diberikan kepada masyarakat dapat ditafsirkan menurut pengetahuan dan pendapat yang apa adanya. Konsep pameran sekolah hanya sekadar memamerkan kegiatannya kepada masyarakat. Untuk mengetahui sukses gagalnya suatu kegiatan maka perlu diketahui terlebih dahulu apakah tujuan kegiatan tersebut. Di mana kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan masyarakat juga menjadi kebutuhan dan keinginan sekolah. 2. Sehingga sekolah memerlukan bantuan/kontak dengan masyarakat. (Untuk menjalin kerjasama dalam pembuatan kebijaksanaan kebijaksanaan). Konsep tanda bahaya kegiatan-kegiatan hubungan sekolah masyarakat terjadi bila ada bahaya misalnya kebakaran. Yang biasanya disertai dengan perhitungan-perhitungan keuntungankeuntungan individualitas pribadi. Sehingga tidak mencerminkan "originalitas" atau asli dari keseluruhan program sekolah tersebut. Interpretasi pendidikan. Biasanya hal ini cenderung. Konsep partnership hubungan ini dapat diinterpretasikan sebagai hubungan proses timbal balik. Usaha bersama. Seperti halnya publisitas lebih ditekankan. apa yang dikehendaki dan kebutuhan-kebutuhan sekolah hendaknya diketahui masyarakat.a) Menurut Ameteambun dalam bukunya Guru dalam Administrasi sekolah pembangunan "Konsepsi hubungan sekolah-masyarakat" adalah sebagai berikut: 1. 7. (Untuk memperoleh sumbangan-sumbangan finansiil dan material dari masyarakat). sekolah hendaknya selalu bekerja sama membina dan mewujudkan kehidupan sosial yang baik. Konsep ini beranggapan bahwa sekolah dan masyarakat merupakan dua lernbaga yang terpisah. Dalam hal ini Bent dan Kronenberg mengemukakan tiga hal tujuan utama hubungan sekolah masyarakat yaitu: a.

Misalnya: majalah. film. ini berarti informasi yang diperlukan oleh orang tua murid tersebut. dirasakan. Pada umumnya di dalam pelaksanaannya sekolah sering menggunakan kombinasi. dengan santai. karena pihak operasional tidak diikutsertakan. Baik kombinasi yang secara lisan dan tertulis. Dan agar lebih efektif. 3) Mass media (media massa) Media massa seperti radio. Tetapi dengan jalan ini nampaknya hanya satu arah saja yang menimbulkan tujuan yang berbeda -beda. 2. Misalnya: tatap muka. 2) Surat-surat selebaran dan buletin sekolah Biasanya orang tua akan membaca dengan cermat selebaran dan buletin yang langsung diterima dari sekolah. telepon dan sebagainya.2. sebaiknya dalam laporan kemajuan murid disertai lembaran-lembaran isian untuk mereka yang berisi pendapat. Berbagai media hubungan sekolah-masyarakat Dalam pelaksanaan hubungan sekolah-masyarakat akan diperlukan sarana atau alat yang sering disebut dengan media komunikasi atau mass media. Setiap pejabat/petugas sekolah terutama para guru haruslah menganggap dirinya adalah petugas hubungan masyarakat (public relations efficer). surat kabar. Adapun dengan alatalat lain seperti surat. tanggapan dan saran-saran kepada sekolah. kontak melalui telepon. Hal ini memberikan kesempatan untuk memperbincangkan persoalan-persoalan yang dapat segera langsung dijawab dan untuk membina hubungan yang kelak dapat memperlancar pertemuan -pertemuan resmi. poster-poster dan sebagainya. Sehingga para pelaksana/guru hanya sebagai konsumen saja. Masyarakat atau orang tua diundang secara resmi oleh sekolah. Untuk itu semua hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga dapat menarik dan mengena pada sasarannya. 3. Jalur-jalur lain yang mungkin dapat ditempuh dalam hubungan sekolahmasyarakat adalah: 1) Anak/murid Anak/murid adalah merupakan mata rantai komunikasi yang paling efektif antara masyarakat dengan sekolah. khususnya mengenai hal-hal yang sedang terjadi pada mereka. Jalur-jalur komunikasi sekolah masyarakat Ada beberapa jalur yang mungkin dapat ditempuh walaupun demikian jalur yang paling menguntungkan adalah jalur yang langsung berhubungan dengan murid dan situasi pertemuan langsung (face to face). 5) Laporan kemajuan murid (rapor) Laporan kemajuan murid yang secara formil disampaikan kepada orang tua merupakan alat lain bagi sekolah untuk berkomunikasi dengan mereka. 4) Pertemuan informal Para guru dan staf sekolah lainnya dapat mengadakan hubungan dengan warga masyarakat secara tidak resmi. Misalnya: televisi. dihayati di sekolah dapat dikomunikasikan kepada orang tuanya. televisi merupakan media yang sangat berharga untuk menyampaikan informasi kepada orang tua murid. 3. 1. 6) Kontak formal Hal ini dapat dilakukan dengan melalui pertemuan-pertemuan resmi. Hal ini sebenarnya tidak adil. gambar. Untuk mengatasi hal demikian. jika diperlukan. telegram dan sebagainya. Sistem visual (visual system) yaitu sistem komunikasi dengan mempergunakan alat-alat yang dapat dilihat dengan indra mata. Dengan demikian komunikasi dua arah sedikit banyak dapat terpelihara. Dan kebanyakan siaran-siaran lewat media massa ini ditangani oleh administrator pusat. Dan operasionalnya bisa secara formal dan informal. Sistem audio visual yaitu sistem komunikasi dengan menggunakan alat-alat indra penglihatan dan pendengaran. Segala sesuatu dilihat. Bahkan mungkin tidak memberikan arti apa-apa. Layanan sekolah yang baik dan mengesankan kepada mere akan ka 42 . Program hubungan sekolah masyarakat didasarkan atas kerja sama bukanlah sepihak (one way) tetapi adanya timbal balik (two way) prosesnya. komunikasi tertulis ini harus berisi informasi yang diperlakukan oleh orang tua murid. Tampaknya ha tersebut mengandung implikasi bahwa l landasan utama hubungan sekolah-masyarakat yang sehat adalah program pengajaran yang efektif dan taraf hubungan guru-muridnya yang tinggi. Sistem audio (audio system) yaitu dengan menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan indra pendengaran. rapat-rapat. dan sebagainya. Walaupun efektivitasnya sering dilebih-lebihkan oleh para administrator.

BP3 ini merupakan wadah.7) 8) membuat kesan yang mendalam bagi masyarakat. Namun dalam hal ini sering diabaikan bahwa dalam pemanfaatan sumber-sumber tersebut sebetulnya merupakan cara terbaik untuk mengadakan hubungan dengan masyarakat. akan turut meningkatkan hubungan yang sehat antara sekolah dan masyarakat. sehingga kepala sekolah. Memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat. dapat melakukan komunikasi dan memberikan informasi tentang inovasi-inovasi yang sedang dijalankan dalam program pengajaran dewasa ini. Umumnya para guru memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat dalam menghidupkan dan memperkaya program pengajaran. ataupun dengan jalan karyawisata. Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3) Organisasi ini bekerja sama dengan sekolah dalam mengembangkan hubungan-hubungan yang sehat antara sekolah dengan masyarakat. lni adalah merupakan komunikasi yang intim karena seolaholah masyarakat ikut diperhatikan. Dengan demikian. 43 . guru dan masyarakat. Misalnya pemanfaatan tokoh-tokoh masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful