adm sekolah pendidikan (tia)

BAB I PENGERTIAN, DASAR-DASAR DAN TUJUAN, SERTA RUANG LINGKUP ADMINISTRASI PENDIDIKAN

1. Pengertian Administrasi Pendidikan
Untuk dapat memahami administrasi pendidikan secara keseluruhan, maka perlu terlebih dahulu membahas titik awal pengertian tersebut, yaitu Administrasi. Pengertian dasar tentang administrasi itu akan merupakan tumpuan pemahaman administrasi pendidikan seutuhnya. Secara sederhana administrasi ini berasal dari kata Latin ´adµ dan ´ministroµ. Ad mempunyai arti ´kepadaµ dan ministro berarti ´melayaniµ. Secara bebas dapat diartikan bahwa administrasi itu merupakan pelayanan atau pengabdian terhadap subjek terten Memang, zaman dulu tu. administrasi dikenakan kepada pekerjaan yang berkaitan dengan pengabdian atau pelayanan kepada raja atau menteri-menteri dalam tugas mengelola pemerintahannya. Kini administrasi itu telah mengalami perkembangan yang pesat sehingga a dministrasi ini mempunyai pengertian atau konotasi yang luas. Secara garis besarnya pengertian itu antara lain sebagai berikut: - mempunyai pengertian sama dengan manajemen; - menyuruh orang agar bekerja secara produktif; - memanfaatkan manusia, material, uang, metode secara terpadu; - mencapai suatu tujuan melalui orang lain; - fungsi eksekutif pemerintah. Bahkan banyak orang yang beranggapan bahwa administrasi itu sama dengan pekerjaan juru tulis, tata usaha, kerja kantor, atau pekerjaan yang bersangkut paut dengan tulis menulis. Yang dimaksudkan dengan administrasi di sini tentu saja bukan pengertian yang terakhir itu. Administrasi adalah upaya mencapai tujuan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan orang-orang dalam suatu pola kerjasama. Efektif dalam arti hasil yang dicapai upaya itu sama dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan efisien berhubungan dengan penggunaan sumber dana, daya dan waktu yang ekonomis. Selain manusia dan tujuan, administrasi sangat mempedulikan keadaan sumber. Sumber adalah segala hal yang membantu tercapainya tujuan baik berupa tenaga, material, uang, ataupun waktu. Sumber yang langka cenderung menggagalkan tercapainya tujuan. Sedangkan sumber yang berlimpah cenderung kepada pemborosan dan bahkan penyimpangan dari tuj an yang telah disepakati. u Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa pada dasamya yang menjadi perhatian administrasi adalah tujuan, manusia, sumber, dan juga waktu. Kalau keempat unsur tersebut digabungkan dan dilihat dari bentuk dan perilakunya, maka akan menampakkan dirinya sebagai suatu satuan sosial tertentu, yang sering disebut organisasi. Dan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi itu adalah subsistem dari organisasi itu sendiri yang unsur-unsumya terdiri dari unsur organisasi yaitu tujuan, orang-orang, sumber, dan waktu. Secara umum dapat dinyatakan bahwa organisasi itu adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih yang secara sadar dimaksudkan untuk mencapai tujuan. Gabungan orang yang bekerja sarna itu didoro g oleh n kesadaran manusia bahwa kebutuhan seseorang itu mudah terpenuhi bila diupayakan bersama orang lain. Karena kekurangmampuan, waktu, daya tahan dan bahan-bahan manusia menjadi sadar bahwa harapan dan kebutuhannya itu perlu bantuan orang lain. Orang-orang itu kemudian bergabung, menetapkan tujuan bersama, menyepakati bentuk kegiatan dan upaya mencapai tujuan, dan terbentuklah organisasi. Dan upaya agar semua unsur organisasi itu bisa berfungsi atau berlaku secara efektif dan efisien, produktif, optimal, atau bahkan maksimal adalah administrasi. Menurut jenisnya organisasi ini terdiri dari tiga jenis yaitu organisasi formal, sosial dan informal. Ciri khusus dari organisasi formal adalah organisasi yang secara formal menetapkan tujuan yang akan dicapainya itu dengan tertulis berdasarkan peraturan atau hukum yang berlaku, menetapkan pola kegiatan, dan menekan pada koordinasi dan hierarki kewenangan. Termasuk ke dalam organisasi ini ialah sekolah, madrasah, perusahaan, penjara, organisasi politik dan massa. Organisasi sosial adalah organisasi yang dibentuk berdasarkan tujuan yang tidak formal, tetapi secara implisit terpaut dengan pola kerja yang longgar dan bahkan tidak ada hierarkis kewenangan. Termasuk ke dalam jenis ini umpamanya sekumpulan sahabat untuk mengisi waktu senggang, pertemuan untuk mengenang masa lalu atau bernostalgia, dan kumpulan lulusan atau alumni suatu organisasi pendidikan. Organisasi informal adalah organisasi yang terbentuk dalam organisasi formal tetapi tidak termasuk dalam struktur atau peraturan yang tertulis. Organisasi ini timbul secara spontan dan didorong oleh kebutuhan akan pergaulan, persahabatan, rasa aman di antara anggota organisasi formal. Termasuk ke dalam jenis ini ialah kumpulan arisan, persahabatan, hobi dan rekreasi di antara para karyawan suatu perusahaan. Keberadaan organisasi informal dalam organisasi formal bersifat
1

kontroversial, dapat menjadi pendukung bagi keberhasilan atau sebaliknya dapat menjadi penghalang tercapainya tujuan suatu organisasi. Administrasi pendidikan mengandung dua pokok pikiran yaitu administrasi dan pendidikan. Pengertian administrasi telah dikemukakan di muka secara agak rinci. Pengertian pendidikan akan dikemukakan pada bagian berikut ini. Berdasarkan asas legal pengertian pendidikan ini dapat disimak dari Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor II/MPR/1988 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara. Dalam GBHN tahun 1988 ini pendidikan dibataskan sebagai proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Pe didikan n berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Berikut beberapa pendapat para ahli tentang pendidikan : 1) Carter V. Good dalam µDictionary of Educationµ dijelaskan sebagai berikut : - Seni, praktek, atau profesi sebagai pengajar - Ilmu yang sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan prinsip -prinsip dan metode mengajar, pengawasan dan bimbingan murid, dalam arti luas digantikan dengan istilah pendidikan. Menurut Carter, pendidikan berarti : - Proses perkembangan pribadi - Proses sosial - Profesional cources - Seni untuk membuat dan memahami ilmu pengetahuan yang tersusun yang dikembangkan pada masa lampau oleh tiap generasi bangsa. 2) Prof. Richey dalam buku ´Planning for Teaching and Introduction to Educationµ menjelaskan hakekat pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung dalam sekolah saj . Pendidikan adalah a suatu aktifitas sosial yang esensial yang memungkinkan masyarakat yang kompleks, modern, fungsi pendidikan ini mengalami proses spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal, yang tetap berhubungan dalam proses pendidikan informal di luar sekolah. 3) Brubacher dalam bukunya ´Modern Phylosofies, Educationµ dinyatakan sebagai berikut : Pendidikan adalah proses timbal balik dari tiap pribadi manusia dalam penyesuaian dirinya dengan alam, dengan teman, dan dengan alam semesta. 4) John Dewey memandang pendidikan sebagai suatu proses pembentukan kecakapan fundamental secara intelektual dalam emosi sesama manusia.1 (1 Tholib Kasan, Dasar-Dasar Pendidikan, Studia Press, Jakarta, 2005) Mengacu pada batasan tersebut di atas terdapat beber apa hal yang berkenaan dengan administrasi. Seperti yang telah dikemukakan di muka, pendidikan itu adalah suatu proses. Proses dalam hal ini dapat diartikan bahwa pendidikan terdiri dari serangkaian tindakan yang menuju ke suatu hasil tertentu. Tindakan tersebut bisa saja suatu perbuatan yang tampak tetapi juga bisa tidak tampak. Pada umumnya tindakan dalam pendidikan itu merupakan tindakan yang tidak tampak nyata. Namun demikian, tindakan dalam pendidikan itu hampir selamanya bersifat formal, dalam artian tindakan-tindakan itu dibuat sengaja dan bertujuan. Kesengajaan proses pendidikan ini akan lebih nyata bila pendidikan itu dipandang secara sosiologis. Pendidikan adalah proses sengaja untuk meneruskan atau mentransmisi budaya orang dewasa kepada generasi yang lebih muda. Proses ini mengandung suatu tindakan asasi yaitu pemilihan atau seleksi keterampilan, fakta, nilai, dan sikap yang paling berharga dan penting dari kebudayaan untuk diajarkan kepada generasi yang lebih muda itu. Pemilihan dan pengambilan keputusan itu merupakan tindakan yang sengaja. Dalam pendidikan itu terdapat dua jenis proses, yaitu proses pendidikan dan nonpendidikan. Proses pendidikan sering juga disebut proses teknis sedangkan nonpendidikan sering disebut nonteknik. Administrasi tergolong proses nonteknis yang pada dasarnya berfungsi agar proses teknik berjalan dengan mulus. Fungsi proses administrasi itu adalah merancang, mengatur, mengkoordinasikan, menyediakan fasilitas, mengarahkan, memperbaiki proses teknis. Sedangkan proses teknis itu merupakan proses yang secara langsung berkenaan dengan pendidikan itu sendiri seperti perencanaan, penilaian, pelaksanaan pengajaran dan kurikulum, Abdurrahman An-Nahlawi (1989; 50) menyatakan bahwa proses pendidikan adalah pengembangan kepribadian manusia, agar seluruh aspek ini dapat terlaksana secara harmonis dan sempurna, di samping seluruh potensi manusia dapat terpadu untuk mencapai tujuan yang merupakan pangkal segala usaha, konsep, tingkah laku, dan getar perasaan hati.

2

Hal lain yang perlu ditinjau lebih lanjut dari pengertian pendidikan itu berkenaan dengan perubahan atau kondisi diri manusia yang diharapkan baik yang bersifat fisik maupun mental. Semua batasan pendidikan yang dikemukakan di muka itu semuanya menunjukkan adanya tujuan. Bahk GBHN 1988 lebih lanjut menunjukkan an tujuan umum pendidikan itu menjadi lebih rinci. Tujuan tersebut adalah pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, berkerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terarnpil serta sehat jasmani dan rohani.2 (2 Dr. Supandi dkk., Administrasi Pendidikan, UT, Jakarta, 1992.) Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa administrasi adalah aktivitas-aktivitas untuk mencapai suatu tujuan, atau proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang pengertian administrasi pendidikan, baiklah kita kemukakan di sini beberapa rumusan dari para ahli sebagai berikut: a. Sondang P. Siagian, MPA. PhD. Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu, untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. b. Ars. The Liang Gie, dalam Pengertian, Kedudukan dan Ilmu Administrasi rnengatakan bahwa: Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilaksanakan oleh sekelompok orang dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. c. Drs. Soehari Trisna, dalarn Segi-Segi Administrasi Sekolah. Administrasi adalah keseluruhan proses penyelenggaraan dalam usaha kerja sama dua orang atau lebih dengan s ecara rasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efisien. d. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam Pedoman Pelaksanaan Kurikulum, buku III D. Administrasi ialah usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber (personel maupun material) secara efektif dan efisien guna untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. e. Jesse B. Sears, dalam The Nature of Administration Process 1950. Educational administration is the process as including the following activities planning, or anization, g direction, coordination, and control. f. Drs. M. Ngalim Parwanto, dalam Administrasi Pendidikan 1967. Administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel, spiritual dan material yang bersangkut-paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. g. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam Kurikulum Usaha-Usaha Perbaikan dalam Bidang Pendidikan dan Administrasi Pendidikan. Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan, pembiayaan, dan pelaporan dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personel, material, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. h. Administrasi Pendidikan ialah suatu cara bekerja dengan orang-orang, dalam rangka usaha mencapai tujuan pendidikan yang efektif, yang berarti mendatangkan hasil yang baik dan tepat, sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditentukan. i. Administrasi pendidikan dapat pula diartikan sebagai pelaksanaan pimpinan yang mewujudkan aktivitas kerjasama yang efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. j. Administrasi pendidikan adalah semua kegiatan sekolah dari yang meliputi usaha-usaha besar seperti perumusan polis, pengarahan usaha, koordinasi, konsultasi, korespondensi, kontrol dan seterusnya, sampai kepada usaha-usaha kecil dan sederhana seperti menjaga sekolah, menyapu halaman dan sebagainya. Melihat rumusan-rumusan tersebut di atas, jelaslah kiranya bahwa administrasi pendidikan meliputi berbagai aspek dan kegiatan yang kesemuanya ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang dicita -citakan. Perlu diketahui, bahwa rumusan-rumusan tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan satu dengan yang lain, melainkan saling berhubungan erat dan saling melengkapi. Hanya saja tekanan dari masing-masing rumusan itu berbeda-beda. Ada yang menekankan pada: cara bekerja dengan orang-orang dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Ada pula yang menekankan pada: pelaksanaan pimpinan. Dan ada lagi yang tekanannya lebih menunjukkan pengertian yang lebih luas, yaitu mencakup semua kegiatan sekolah yang ditujukan ke arah tercapainya tujuan pendidikan. Dengan beberapa pengertian tersebut di atas, maka perlu ditegaskan di sini: a. Bahwa administrasi pendidikan itu merupakan proses keseluruhan dan kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang ada sangkut-pautnya dengan tugas-tugas pendidikan. b. Bahwa administrasi pendidikan itu mencakup kegiatan-kegiatan yang luas, yang meliputi: kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, khususnya dalam bidang pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah.
3

c. Bahwa administrasi pendidikan itu bukan hanya sekedar kegiatan µtata usahaµ seperti yang dilakukan di kantor-kantor tata usaha sekolah atau kantor-kantor inspeksi pendidikan lainnya. Secara sederhana dan mudah, dapat dikatakan: "Administrasi pendidikan adalah suatu ilmu tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah, agar tercapai tujuan pendidikan di sekolah itu." Singkatnya: Administrasi pendidikan ialah pembinaan, pengawasan dan pelaksanaan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan-urusan sekolah. Memperluas pemahaman tentang pengertian administrasi pendidikan berikut ini dikemukakan beberapa batasan atau definisi. a. Hadari Nawawi mengatakan: Administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pend idikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama berupa lembaga pendidikan formal. Beliau menekankan pada proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang terutama pada pendidikan formal. Selanjutnya dikatak an, ada perbedaan antara administrasi pendidikan dan kegiatan operasional kependidikan. Kegiatan operasional kependidikan adalah kegiatan-kegiatan teknis edukatif, seperti kegiatan belajar mengajar, bimbingan dan penyuluhan dan sebagainya. Sedangkan administrasi pendidikan menyangkut kemampuan mengendalikan kegiatan operasional itu agar serempak seluruhnya bergerak dan terarah pada pencapaian tujuan pendidikan. Tujuan itu adalah mengusahakan terwujudnya efisiensi dan efektivitas yang tinggi. b. Pendapat lain yang dikemukakan adalah batasan dari Engkoswara. Beliau mengatakan: Administrasi Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu manusia, kurikulum atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan pendidikan yang disepakati. Selanjutnya dikatakan, tujuan administrasi pendidikan adalah untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif yaitu efektif dan efisien. Ukuran keberhasilan administrasi pendidikan adalah produktivitas pendidikan, yang pertama dilihat pada produk, hasil atau efektivitas dan pada proses, suasana atau efisiensi. Dalam pencapaian produktivitas itu diperlukan suatu proses, minimal meliputi perilaku manusia berorganisasi, perilaku itu dapat dinyatakan dalam bentuk perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan atau pembinaan atas tugas kewajiban administratif. Tugas kewajiban administratif itu dapat dikelompokkan dalam tujuh kategori, yaitu: 1) program pendidikan; 2) murid; 3) personel; 4) kantor sekolah; 5) keuangan sekolah; 6) pelayanan bantuan; dan 7) hubungan sekolah masyarakat. Tugas kewajiban di atas dapat dikategorikan ke dalam manusia, program pendidikan atau sumber belajar dan fasilitas. c. Menurut Ngalim Purwanto: Administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasikan segala sesuatu, baik personel, spiritual dan material, yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. Selanjutnya dikatakan, di dalam proses administrasi pendidikan, segenap usaha orang-orang yang terlibat di dalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan, diorganisir dan dikoordinir secara efektif dan semua materi yang diperlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien. Dari beberapa batasan di atas dapat disimpulkan bahwa: administrasi pendidikan adalah tindakan mengkoordinasikan perilaku manusia dalam pendidikan, agar sumber daya yang ada dapat ditata sebaik mungkin, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif.

2. Dasar dan Tujuan Dasar
Administrasi akan berhasil baik apabila didasarkan atas dasar-dasar yang tepat. Dasar diartikan sebagai suatu kebenaran yang fundamental yang dapat dipergunakan sebagai landasan dan pedoman bertindak dalam kehidupan bermasyarakat. Berikut ini akan dipaparkan beberapa dasar yang perlu diperhatikan agar administrator dapat mencapai sukses dalam tugasnya. Terdapat banyak dasar administrasi, antara lain: a. Prinsip efisiensi
4

Di samping itu. Upaya pembaruan itu dilakukan antara lain juga untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah. maka pekerjaan pokoknya yaitu pengelolaan akan terbengkalai. Administrator akan berhasil dalam melaksanakan tugasnya apabila ia memiiiki gaya kepemimpinan yang efektif. mengusahakan kepuasan kerja. Dalam pendekatan sistem. sampai melupakan kegairahan kerja dan kepentingan pribadi bawahannya. Karena proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah itu dilakukan dalam kurikulum 1975. mengorganisasikan. Dan sebaliknya jangan sampai terlalu mengutamakan kewajiban kerja. Karena administrasi pendidikan pada hakikatnya adalah sub-sistem dari sistem pendidikan secara luas. bahwa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional seperti yang tercantum dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). b. tetapi kesadaran bekerja belum memadai. Kelima prinsip itu adalah: 1) Prinsip fleksibilitas Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah hendaknya dilakukan dengan mengingat faktorfaktor dan kemampuan untuk menyediakan fasilitas bagi berlangsungnya program pendidikan di sekolah. yaitu: asas idiil dan landasan operasional. Asas operasional/prinsip Sebagaimana telah diketahui. Jangan sampai terjadi kasus. Kurikulum inilah yang menjadi landasan operasional dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. sebab bila ia terlalu sibuk dengan tugas-tugas operatif. Prinsip keempat ini perlu penjelasan. maka landasan idiil yang dipergunakan dalam kegiatan administrasi pendidikan di sekolah juga Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. d. kegiatan administrasi merupakan salah satu komponen instrumental proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah. yakni merencanakan. Administrator harus mampu menghindari kecenderungan negatif ini. mengarahkan dan mengontrol. Bentuk pembaruan sistem pendidikan di sekolah itu tertuang dalam bentuk kurikulum. akan dapat dilihat dari makin banyaknya pekerjaan operatif yang harus dilakukan oleh administrator. baik secara horizontal maupun secara vertikal. Asas idiil Pelaksanaan administrasi pendidikan di suatu negara tergantung pada sistem pendidikan yang dianut oleh suatu negara. dimensi kedua juga perlu diperhatikan yaitu pentingnya penyelesaian tugas oleh setiap anggota organisasi sesuai dengan pertelaan tugas (job description).Seorang administrasi akan berhasil dalam tugasnya bilamana dia efisien dalam menggunakan semua sumber tenaga dana dan fasilitas yang ada. a. Prinsip kerjasama Seseorang administrator akan berhasil baik dalam tugasnya bila ia mampu mengembangkan kerjasama di antara orang-orang yang terlibat. maka kelima prinsip yang dipergunakan untuk melandasi kurikulum 1975 juga harus menjadi landasan operasional bagi kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. karena pemimpin mementingkan hubungan baik dengan anggotanya. Syarat pertama adalah ia sebagai pemimpin harus memelihara hubungan baik antara bawahannya. Sistem pendidikan yang dianut oleh negara Indonesia adalah sistem pendidikan Pancasila. Hal ini juga merupakan ciri khas tentang tinggi atau rendahnya taraf organisasi. Prinsip kepemimpinan yang efektif Seorang administrator yang berhasil dalam tugasnya apabila ia menggunakan gaya kepemimpinan yang efektif. Prinsip pengelolaan Administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien melalui orang-orang lain dengan jalan melakukan pekerjaan manajemen. e. Kurikulum yang dimaksud adalah kurikulum 1975. sistem pendidikan di sekolah di Indonesia telah mengalami pembaruan. b. Makin rendah taraf suatu organisasi. seseorang administrasi cenderung untuk memberikan prioritas pertama pada pekerjaan operatif. Bila dalam organisasi telah ada hubungan baik. Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan Jika disertai pekerjaan manajemen dan operatif dalam waktu yang sama. 5 . Ini berarti ia harus mengenal bawahannya apa kepentingan kepentingannya. dapat menimbulkan motivasi bekerja untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan organisasi. maka ia mengorbankan pentingnya penyelesaian tugas secara baik dan tepat pada waktunya. dan situasi yang ada. Perlu ditambahkan bahwa ada dua asas yang dapat dipergunakan sebagai landasan kerja kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. dimensi pelaksanaan tugas dan dimensi situasi dan kondisi (sikon) yang ada. yakni yang memperhatikan dimensi-dimensi hubungan antar manusia (human relationship). Gaya kepemimpinan yang tepat adalah apabila administrator memperhitungkan taraf kematangan para anggota organisasi. maka pemimpin yang berhasil harus mampu menimbulkan kesadaran untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya. yaitu sistem pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan pada Pancasila dan Undang -Undang Dasar 1945. c. Ada lima buah prinsip yang melandasi kurikulum 1975 ini.

mempertinggi budi pekerti. tujuan operasional yang sudah dirumuskan itu juga menjadi gantungan orientasi bagi pelaksanaan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. c. sehat. yaitu: bidang pengetahuan. kemampuan menyesuaikan diri (adaptiveness). tetapi ada hubungan hierarkinya. melainkan juga menyangkut masalah pendayagunaan tenaga secara optimal.Berdasarkan pada prinsip ini berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatan administrasi hendaknya mengingat faktor-faktor ekosistem dan kemampuan untuk menyediakan fasilitas itu. Karena administrasi pendidikan di sekolah merupakan komponen input instrumental dalam sistem pendidikan maka untuk menjamin tercapainya tujuan tersebut. 3) Memiliki pengetahuan. 5) Prinsip pendidikan seumur hidup Prinsip ini berarti bahwa setiap manusia Indonesia diharapkan untuk selalu berkembang sepanjang hidupnya. ada empat tujuan administrasi. bidang keterampilan dan bidang nilai dan sikap. Misalnya: Walaupun kegiatan administrasi siswa yang dilakukan di Sekolah Dasar berbeda dengan yang dilakukan di Sekolah Menengah Pertama. 3) Prinsip berorientasi pada tujuan Sesuai dengan pendekatan sistem maka semua kegiatan pendidikan harus berorientasi pada tujuan. Tujuan umum dirumuskan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang lebih mencakup hal yang luas. 2) Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di SMP. 2) Prinsip efisien dan efektivitas Pada hakikatnya efisiensi tidak hanya menyangkut penggunaan waktu secara tepat. Sedangkan dalam lembaga atau sekolah. 2) Menguasai hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di SD. administrasi pendidikan merupakan subsistem dalam sistem pendidikan sekolah. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh.3 (3 Tim MKDK IKIP Semarang. 6 . Administrasi Pendidikan. Keempat tujuan tersebut dapat digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan suatu penyelenggaraan sekolah. kuat lahir dan batin. Sesuai dengan keputusan-keputusan tersebut. bekerja di masyarakat dan mengembangkan diri. b. kuat lahir dan batin. Prinsip ini juga harus digunakan sebagai landasan operasional bagi kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. 4) Prinsip kontinuitas Prinsip kontinuitas ini hendaknya juga dipergunakan sebagai landasan operasional dalam melaksanakan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. Dalam. 1989) Contoh tujuan umum a. IKIP Semarang Press. di lain pihak masyarakat dan pemerintah diharapkan untuk dapat menciptakan situasi yang menantang untuk belajar. Di samping itu tujuan administrasi pendidikan di Indonesia juga menunjang tercapainya tujuan pendidikan nasional tersebut. dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusiamanusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri yang serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. melaksanakan administrasi pendidikan kiranya prinsip tersebut perlu digunakan sebagai landasan operasional. dan kepuasan kerja. sehat. 2) Sehat jasmani dan rohani. Tujuan Menurut Sergiovanni dan Carver (1975). Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Dasar (SD) adalah agar lulusan: 1) Memiliki sifat-sifat dasar sebagai warga negara yang baik. efisiensi. kecerdasan. tujuan institusional untuk masing-masing jenjang dan jenis sekolah dalarn kurikulurn tahun 1975 dirumuskan berupa tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan institusional pendidikan untuk semua tingkat dan jenis sekolah telah dibakukan oleh pemerintah dalam kurikulum 1975. keterampilan. Tujuan administrasi berusaha untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah tersebut. keterampilan dan sikap dasar yang diperlukan untuk melanjutkan pelajaran. Sesuai dengan yang digariskan dalam GBHN tujuan pendidikan nasional adalah: Meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik sebagai manusia utuh. Sedang pada tujuan khusus pertanyaan pertanyaan itu sudah dijabarkan secara khusus dengan ditinjau dari tiga bidang pengembangan tingkah laku manusia melalui pendidikan. 3) Memiliki bekal untuk melanjutkan pelajaran ke Sekolah Lanjutan Atas dan untuk tujuan ke masyarakat. yaitu: efektivitas produksi. Karena sekolah merupakan subsistem pendidikan nasional. memperkuat kepribadian. maka tujuan administrasi pendidikan di Indonesia yang dilaksanakan di sekolah juga bersumber dari tujuan pendidikan nasional.

makhluk sosial dan makhluk perseorangan. e) Menggunakan prinsip kemanusiaan. Dapatlah sekarang dimengerti. menjabarkan dan menetapkan tujuan pendidikan yang akan dicapai sesuai dengan lembaga atau organisasi pendidikan yang bersangkutan secara formal. serta mempunyai sikap hidup sebagai manusia Pancasila dengan pengabdian untuk pembangunan masyarakat Pancasila Indonesia. b) Mengembangkan dan mengamalkan Ilmu dan profesinya. 4) Memiliki untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat. keterampilan dan nilai serta sikap yang diperlukan untuk: a) Melaksanakan tugasnya secara afektif sebagai guru di lembaga pendidikan dasar. Dan dengan demikian dapat berd sendiri serta iri menyumbangkan kecakapannya bagi pembangunan masyarakat berPancasila. c. keterampilan dan sikap sebagai guru teknik dalam bidang teknologi industri sesuai dengan jurusan yang dipilihnya. Secara agak rinci dan kewajiban administrasi sehubungan dengan tujuan pendidikan ini dapat di emukakan sebagai k berikut: 1) Berusaha agar tujuan pendidikan tampil secara formal dengan jalan merumuskan. menyeleksi. 2) Menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang memiliki pengetahuan. hal. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki salah satu keterampilan atau kecakapan khusus. agar pendidikan dan pengajaran berlangsung baik. bahwa tujuan administrasi pendidikan di sekolah adalah mempersiapkan situasi di sekolah. d) Mengembangkan dan membina kepemimpinan yang demokratis dan bertanggung jawab dalam interaksi sosial dengan murid dan anak-anak. bahwa penyelenggaraan sekolah menuntut para guru untuk memimpin peningkatan pengetahuan. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) adalah agar lulusan: 1) Sehat jasmani dan rohani. yaitu: Sekolah Dasar atau Taman Kanak-kanak. keluarga dan sekolah secara bertanggung jawab. 2) Menjadi warga negara Indonesia yang bermoral Pancasila yang memiliki sifat yang baik dan konstruktif sebagai warga masyarakat. 4 Ibid. melainkan berpusat pada kebutuhan hidup (life centered).IV /1973 dan berbuat selaras dengan pengertian itu. d. tepatnya administrasi pendidikan. pergaulan. Sekolah kuno hanya mengutamakan pengetahuan melulu. sehingga tercapai tujuan khusus sekolah tersebut. baik dalam peribadatan maupun kehidupan sehari-hari dan dalam hubungan antar agama dan bidang-bidang kehidupan lainnya. 7 . Adapun tugas administrasi. Secara singkat. serta menerima dan percaya kepada kaidah -kaidah dan cara-cara pengamalan agama masing-masing. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Teknologi Menengah (STM) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki dasar-dasar ilmu pengetahuan yang kokoh serta keterampilan untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang lebih tinggi. yaitu sebagai makhluk Tuhan. sehingga tujuan pendidikan tersebut menjadi kebutuhan dan pendorong kerja para anggota lembaga.4 Kiranya jelas. 9. b. keterampilan dan sikap hidup yang sangat berbeda dengan petugas di sekolah kuno. administrasi pendidikan di sekolah bertujuan menciptakan situasi yang memungkinkan anak mempunyai pengetahuan dasar yang kuat untuk melanjutkan pelajaran.3) Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga perguruan tinggi. mempun yai suatu kecakapan dan keterampilan khusus untuk dapat hidup sendiri dan dalam masyarakat. demokrasi dan keadilan sosial dalam kehidupan. yaitu: a. 3) Memiliki pengetahuan. tidak lagi berpusat pada pengetahuan semata. yaitu manusia pembangunan yang bermoral Pancasila yang utuh. mengenai hak dan kewajiban sebagai manusia Pancasila sesuai dengan ketetapan MPRS No. sehat. kuat lahir dan batin. e. mengupayakan agar tujuan pendidikan dapat tercapai. 2) Menyebarluaskan dan berusaha menanamkan tujuan pendidikan itu kepada anggota lembaga. kurang memperhatikan adanya perkembangan masyarakat yang selalu berubah itu. bahwa Indonesia sekarang terus bernsaha meningkatkan adanya sekolah-sekolah progressif community oriented (berorientasi pada masyarakat modern). c) Menggunakan prinsip pendidikan seumur hidup di sekolah maupun di luar sekolah sebagai alat utama bagi kemajuan pribadi masyarakat. yang merupakan bekal untuk hidupnya dalam masyarakat. Tampak jelas. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki pengetahuan dan pengertian dasar.

b. 3. u penempatan serta pengarahan dan bimbingan proses dan tujuan pendidikan akan mengalami kegagalan. Di dalam praktek. Upaya ini sering dikaitkan dengan pengawasan melekat ataupun pengendalian mutu dalam pendidikan. 5) Korespondensi/ surat menyurat. pemindahan. Tetapi yang sangat penting dan perlu diketahui oleh para kepala sekolah dan guru-guru pada umumnya ialah sebagai berikut: a. dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran. laporan. 2) Mengusahakan dan mengembangkan kerjasama yang baik antara guru. Bidang personalia murid. 5) Menilai hasil yang telah dicapai dan proses yang sedang atau telah berlaku. disesuaikan dengan pembaruan pendidikan dan lingkungan masyarakat. 3) Masalah kepegawaian dan personalia sekolah. 2) Organisasi personel guru. mengupayakan agar informasi tentang hasil dan proses itu menjadi umpan balik yang dapat memperbaiki proses dan hasil selanjutnya. Sudah dapat dibayangkan bahwa tanpa koordinasi pengat ran kerja. 3) Masalah kesejahteraan murid. anggota masyarakat. kegiatan yang bersifat kemasyarakatan. 2) Masalah kesehatan murid. kebaikan serta kebahagiaan seperti yang diberlakukan Allah. pengisian buku induk. 4) Masalah kondite dan evaluasi kemajuan guru. . Unsur lain yang penting dikemukakan dalam pendidikan ini dan mempunyai hubungan yang erat dengan administrasi pendidikan ialah unsur manusia. Berkaitan dengan hal ini. d. yang meliputi antara lain: 1) Usaha membangkitkan semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masing masing sebaik-baiknya. c. Bidang pengawasan (supervisi). 8 . menjabarkan dan menetapkan proses berupa tindakan. Pendidikan adalah upaya manusia demi manusia itu sendiri. 4) Evaluasi kemajuan murid. 5) Refreshing dan up-grading guru-guru. perlu juga diusahakan agar proses untuk mencapai tujuan nonpendidikan tidak terlalu banyak sehingga menghambat tercapainya tujuan pendidikan. 2) Melaksanakan organisasi kurikulum beserta metode-metodenya. ini meliputi: 1) Organisasi dan struktur pegawai tata usaha. Ruang Lingkup Bidang-bidang yang tercakup dalam administrasi pendidikan adalah sangat banyak dan luas. Pada dasarnya pengawasan ini lebih menekankan kepada usaha mengembalikan proses yang menyimpang pada hukum dan tahap perkembangan serta interaksinya. penempatan. raport dan sebagainya. 4) Mengawasi pelaksanaan proses pendidikan dan lainnya dengan memantau memeriksa dan mengendalikan setiap kegiatan dan tindakan pada setiap tahap proses sistem. Di dalam pendidikan itu terpaut manusia yang mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. kegiatan. Bidang tata usaha sekolah. dan hukum-hukum untuk mewujudkan kesempurnaan. 2) Anggaran belanja keuangan sekolah. ai 3) Mengusahakan dan membuat pedoman cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran. 4) Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman guru-guru pada umumnya. menyeleksi. 3) Masalah kepegawaian. 4) Keuangan dan pembukuannya. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa kegiatan yang nonpendidikan atau nonedukatif yang tidak seimbang dengan kegiatan pendidikan akan menurunkan mutu pendidikan itu sendiri. 5) Bimbingan dan penyuluhan bagi murid. murid dan pegaw tata usaha sekolah. yang meliputi antara lain: 1) Organisasi murid. Dan itulah merupakan tugas dan kewajiban administrasi pendidikan yang berkaitan dengan manusia sebagai individu. Bidang personalia guru. meliputi antara lain: 1) Pengangkatan dan penempatan tenaga guru. Dengan pengertian lain manusia itu adalah subjek dan sekaligus pula menjadi objek. e. administrasi atau teknik justru sering terlalu banyak sehingga kegiatan edukatif menjadi terlalaikan. dan abdi Allah.3) Memilih. 6) Masalah pengangkatan. Bidang pelaksanaan dan pembinaan kurikulum: 1) Berpedoman dan mengetrapkan apa yang tercantum dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan. dan pola kerja yang diperhitungkan dapat memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Bidang administrasi material. Administrasi Pendidikan Sekolah. yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi. bahwa: secara umum ruang lingkup administrasi berlaku juga di dalam administrasi pendidikan. .Bidang administrasi personal. peralatan pengajaran. Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa skopa atau ruang lingkup administrasi pendidikan itu meliputi segala hal yang pada dasarnya ditekankan pada pelaksanaan kegiatan /usaha pendidikan supaya berjalan secara teratur dan tertib yang semua itu diorientasikan pada tujuan pendidikan. administrasi keuangan. proses belajar-mengajar. H. alat-alat perlengkapan. Administrasi pendidikan seringkali diistilahkan dengan administrasi sekolah seperti halnya dalam Kurikulum 1984 (Dalam Buku Petunjuk Pengelolaan) disebutkan bahwa administrasi sekolah (maksudnya administrasi pendidikan) mencakup pengaturan. Bidang kegiatan ini disebut juga "management of administrative function" yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan agar semua orang dalam organisasi/kelompok kerjasama mengerjakan hal -hal yang tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. .administrasi perpustakaan. personalia.administrasi pembinaan kesiswaan.administrasi murid/ siswa. . disebutkan pula mengenai ruang lingkup kegiatan administrasi sekolah adalah meIiputi: . 1990) 9 . penyusunan silabus. b. Hadari Nawawi menyatakan. Ahmadi. . yang mencakup di dalamnya pelaksanaan kurikulum. keuangan serta humas atau hubungan dengan masyarakat. Manajemen operatif (operative management) Bidang kegiatan ini disebut juga "management of operative function" yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan dan membina agar dalam mengerjakan pekerjaan yang menjadi beban tugas masing-masing setiap orang melaksanakan dengan tepat dan benar5 (5 Drs. .administrasi keuangan. Ruang lingkup tersebut meliputi bidang-bidang kegiatan sebagai berikut: a. . Bumi Aksara.administrasi program pengajaran. & Drs.Demikianlah antara lain bidang-bidang yang tercakup di dalam administrasi pendidikan. dan lain-lain. . Abu .administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat.administrasi surat menyurat. persiapan harian dan sebagainya. gedung dan perlengkapan. Sementara itu. Adapu rincian ruang n lingkup yang penulis sinyalir tersebut di atas. kesiswaan. yang mencakup di dalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah dan sebagainya. . Ahmad Rohani HM.administrasi kepegawaian. Jakarta. Dr. seperti: ketatausahaan sekolah. Manajemen administratif (administrative management). Dapatlah disingkatkan bahwa bidang-bidang tersebut di atas dapat dikelompokkan sebagai berikut: . . pembinaan kurikulum.administrasi perlengkapan. Dalam buku "Pedoman Umum Menyelenggarakan Administrasi Sekolah Menengah (1984)". Karena itu butir-butir yang menjadi cakupan atau yang termasuk ke dalam skopa administrasi pendidikan sesungguhnya amat luas dan banyak. .Bidang administrasi kurikulum. sebetulnya masih bisa dijelaskan lagi secara lebih rinci dan lebih luas lagi. Ini semua merupakan cakupan atau skopa dari administrasi sekolah / administrasi pendidikan.

yaitu: (1) perencanaan (2) organisasi (3) direksi (4) koordinasi (5) pengawasan. Sebetulnya tidak sedemikian besar perbedaannya. Coordinating. Di bidang apapun usaha itu. L. Tentang jumlah dan jenis kegiatan yang tercakup dalam administrasi. Gulick. A. yang memungkinkan suatu kelompok menncapai tujuan usahanya secara efektif dan efisien. Di antaranya terdapat serangkaian kegiatan-kegiatan yang berhubungan dan bersambungan. Organizing. Staffing. dan dengan pengertian lain mengenai batas-batas tiap jenis kegiatan itu. apakah di bidang pendidikan. dan terjadilah suatu proses. telah mengemukakan lima unsur kegiatan dalam administrasi. UNSUR-UNSUR KEGIATAN DALAM ADMINISTRASI Administrasi merupakan suatu proses yang menyeluruh dan terdiri dari bermacam kegiatan/aktivitas di dalam pelaksanaannya.BAB II PROSES ADMINISTRASI PENDIDIKAN Proses merupakan serangkaian kegiatan-kegiatan tertentu yang teratur dan terarah. dan diakhiri dengan penilaian keberhasilan. seorang ahli Public Administration di Amerika dalam tahun 30-an mengemukakan lebih banyak jumlah kegiatan. Antara dua pengelompokan menurut Fayol dan menurut Gulick itu tampaknya seolah-olah ada perbedaan. baik dalam jenis maupun jumlah kegiatan. Lima kegiatan inilah yang dianggap oleh Fayol sebagai unsur unsur kegiatan pokok yang harus terdapat dalam proses administrasi. seorang industrialis Prancis pada permulaan abad ini. jenis dan urutan kegiatan tertentu diperlukan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. jika huruf-huruf awalnya dirangkaikan. kegiatan selalu dimulai dengan perencanaan. Tujuan kegiatan itu. Yang dimaksudkan oleh Fayol 10 . terdapat sedikit perbedaan antara beberapa ahli administrasi. di bidang industri. yaitu sampai tujuh. di bidang usaha. yaitu gabungan dari: Planning. Directing. di bidang perdagangan. Di bidang apapun tujuan yang harus dicapai itu. di bidang pemerintahan dan sebagainya. Henry Fayol umpamanya. Ada pula yang melihatnya dalam segi lain. akan merupakan singkatan POSDCORB. Reporting dan Budgeting.

dan mengetahui pula prinsip-prinsip yang digunakan dalam penyusunan organisasi. dan sebagainya. 11 . 2. 3. menuruturutan pentingnya. dapat dinilai dengan membandingkan kemajuannya dengan rencana yang telah ditetapkan pada permulaan. Maksud pengorganisasian ini ialah agar semua pekerjaan dapat berjalan pada waktunya. oleh Gulick tidak disebut pengawasan. Pengelompokan kegiatan berarti pula pengelompokan tanggung jawab. Dan yang dimaksudkan oleh Fayol dengan pengawasan. penentuan personil yang diperlukan.sebetulnya sama saja dengan yang dimaksudkan oleh Gulick. bagaimana pentahapan penyelesaiannya. di mana dapat dicari/diperoleh tenaga-tenaga yang memiliki pengetahuan dan kecakapan itu. Karena yang tujuh unsur ini merupakan yang lengkap dan dapat dijadikan pengertian dasar bagi jenis -jenis kegiatan menurut pembagian siapa pun. dengan cara apa akan dicapainya. Organizing Pengorganisasian merupakan kelanjutan dari perencanaan. Mengenai perencanaan ini di bagian lain akan kita mendapatkan uraian yang agak lebih terperinci. Suatu usaha tanpa rencana. merupakan penuntun ke arah mana kegiatan harus dilakukan. hanya sebutannya berlainan. Rencana merupakan titik tolak bagi pelaksanaan. bagaimana mengelompokkan kegiatan-kegiatan itu menurut jenisnya. Ini dapat dilakukan secara tidak langsung melalui catatan dan laporan. Staffing Staffing berarti penyusunan staf. oleh Gulick lebih diperinci lagi menjadi organizing dan staffing. dan sebagainya kita perlu mengadakan pengelompokan tentang kegiatan -kegiatan yang akan dilaksanakan. meskipun dalam kegiatan administrasi tentu ada pengawasan itu. kegiatan mana yang lebih dahulu harus dilaksanakan dan mana yang kemudian. dan seterusnya. dengan berpedoman pada prinsip ´the right man in the right placeµ. dan batas-batas kegiatannya berbeda. pembagian dan penyusunan tanggung jawab. Rencana harus dengan jelas mengemukakan: apa yang akan dicapai. dan penyusunan tugas-tugas bagi setiap bagian yang mempunyai tanggung jawab tertentu. Karena itu yang diutamakan adalah reporting & recording. Sampai di mana suatu usaha telah terlaksana. Rencana merupakan juga landasan untuk mengadakan penilaian di kemudian hari. Rencana adalah prasyarat dalam usaha apapun. alasan-alasan apa yang digunakan dalam menentukan cara-cara pencapaian itu. perlu diperhatikan oleh pemimpin: pengetahuan dan kecakapan apa yang diperlukan bagi setiap macam tugas/pekerjaan yang telah disusun itu. Ada kemungkinan dalam pelaksanaan terlalu sering diadakan perubahan dan penyesuaian. bagaimana mengadakan seleksi agar benar-benar diperoleh tenaga yang diperlukan itu. bilamana dan bagaimana akan mengadakan penilaian. memilih dan menentukan tenaga yang diperlukan bagi tiap jenis kegiatan itu. 1. Setelah diatur susunan pekerjaan. bagaimana mencapainya. mengetahui secara mendetail macam-macam kegiatan yang diperlukan dalam rangka keseluruhan usahanya itu. siapa yang akan melaksanakannya. si pemimpin harus menguasai benar bidang pekerjaannya. Untuk menyusun pola pembagian tugas dan taggungjawab. Dalam usaha mencari. yang dalam bidangnya yaitu industri. bilamana dapat diharapkan selesainya. pimpinan harus mengisinya dengan tenaga tenaga yang sesuai. Ini semua yang kita maksudkan dengan organisasi. Umpamanya yang dimaksudkan oleh Fayol dengan organisasi. dan diketahui macam. Setelah direncanakan apa yang akan dicapai. Kita perlu mengatur/menyusun: ada berapa macam kegiatan. luas dan bidang pekerjaan yang akan dilakukan. tidak dapat mengharapkan pelaksanaan yang teratur. bagaimana mengadakan penyesuaian dan perubahan rencana. apakah dapat dianggap berhasil atau tidak. secara langsung. Planning Perencanaan merupakan kegiatan pertama yang harus dilakukan dalam rangka administrasi. sehinggatidak mempunyai arah tertentu. biasanya . Perencanaan merupakan persiapan yang harus dilakukan sebelum suatu usaha dilaksanakan. bagaimana hubungan antara bagian-bagian/kelompok kegiatan-kegiatan itu. kemungkinan-kemungkinan apa yang kiranya dapat mempengaruhi pelaksanaan. kita akan berikan uraian seperlunya dari tiap unsur ini berdasarkan pembagian Gulick. menurut saluan-saluran yang dapat memberikan kelancaran sebaik-baiknya. menurut pentingnya. menurut waktunya.

memupuk dan mengembangkan saling percaya-mempercayai dan banyak membantu antara bagianbagian/petugas-petugas: menghindarkan dan menyelesaikan segala macam perbedaan pendapat atau pertentangan yang menghambat lancarnya usaha. 4. dengan memberikan bimbingan dan pembinaan secara kontinu. Coordinating Mengkoordinasi artinya menyatukan/menyamakan arah. menghindarkan "overlapping" dalam tugas dan pelaksanaannya yang dapat membingungkan dan mengacaukan. menguasai tidaknya bidang pekerjaan yang dihadapinya itu. agar ada Sinkronisasi. tidak ada bagian/petugas yang menghambat atau merugikan pekerjaan bagian/petugas lain. Jika kita telaah peranan seorang koordinator yang diuraikan di atas ini. Sebagai koordinator. memberikan bimbingan dalam rangka perbaikan cara -cara bekerja. seperti: memberikan petunjuk-petunjuk bagaimana tugas-tugas harus dilaksanakan. mengeluarkan perintah/instruksi dalam rangka pelaksanaannya: apa dan bagaimana yang harus dilaksanakan. (sinkron/synchroon = waktu yang bertepatan. singkatan dari Koordinasi. waktu dan kebutuhan. agar tidak merugikan wibawanya dan tidak menimbulkan tekanantekanan atau ketegangan-ketegangan pada yang dipimpinnya. Directing Dalam pengertian "directing" ini tersimpul banyak hal. Dalam kegiatan ini akan ternyata peranan pimpinan sebagai direktur: cakap tidaknya. menurut prinsip -prinsip demokrasi dan efisiensi kerja. demokratis tidaknya. di samping penguasaan seluruh kegiatan usaha secara teknis profesional. menemukan kebaikan/kemajuan dan kekurangan/kesalahan dalam pekerjaan. 6.jika sudah diseleksi. yang harus menghasilkan Integrasi (=penyatuan) dari tiap bagian ke dalam keseluruhannya. Pemimpin harus terus memperhatikan kondisi dan daya kerja petugas-petugasnya. akan jelaslah bahwa masalah koordinasi dalam pelaksanaannya sangat memerlukan keterampilan dalam Human Relation dan Group Process. ialah segala sesuatu berjalan menurut rencana pada waktu yang tepat. Recording & Reporting 12 . dan bijaksana pula. agar setiap bagian/petugas merupakan unsur -unsur yang tidak lepas dari keseluruhan kelompok. menghindarkan kesalahan-kesalahan yang diperkirakan dapat timbul dalam pekerjaan. memupuk rasa persatuan. Sebagai direktur ia merupakan pimpinan eksekutif tertinggi dan merupakan pengawas serta pemberi arah dalam pelaksanaan usaha menurut pola dan rencana yang telah disusun. yang memberikan direksi atau pengarahan. Semua tugas -tugas itu harus dilakukan oleh direktur. Cara melaksanakan peranannya itu harus sesuai dengan tempat. memberikan contoh dalam sikap dan cara bekerja. bagaimana menempatkan mereka ke dalam fungsi yang sesuai dan tanggung jawab yang serasi. Istilah yang sekarang sering kita dengar ialah KIS. Itulah semua yang harus mendapat perhatian pemimpin dalam rangka penempatan personil yang sesuai dengan tugas/pekerjaan yang telah disusun. bersamaan). mengoreksi kekurangan-kekurangan dan memperkecil/meniadakan hambatan-hambatan. terus-menerus mempelajari sebab-sebab yang dapat melemahkan kesanggupan dan kemauan bekerja. yang diperhatikan oleh pimpinan adalah terutama cara-cara pelaksanaan teknis oleh pelaksana-pelaksana yang harus sesuai dengan tujuan dan tidak menyimpang dari garis/pola yang sudah ditentukan. Kegiatan yang dilakukan dalam peranannya sebagai direktur antara lain: memberikan penerangan/penjelasan/informasi tentang keseluruhan usahanya itu. pemimpin harus mengarahkan perhatiannya pada cara kerja sama antara petugas-petugas yang diawasi itu. mengadakan pengawasan/pemeriksaan/inspeksi. penghargaan apa yang dapat diberikan kepada mereka. Persoalannya tidak hanya sampai pada penempatan dan penugasan saja. Dalam tugasnya sebagai direktur. menghindarkan konkurensi/kompetisi yang tidak sehat. agar mereka bersedia memikul tanggung jawab dan melaksanakan tugas pekerjaannya sebaik-baiknya. bagaimana selanjutnya memberikan bimbingan dan meningkatkan kesanggupan/kemampuan mereka. Pemimpin harus berusaha agar: setiap bagian/petugas melaksanakan tugasnya dengan cara dan dalam waktu yang sudah ditentukan. dan sebagainya. 5. dalam rangka staffing. demi peningkatan usaha dan pencapaian tujuan sebaik -baiknya.

Siapa yang harus menyusun laporan. unsur-unsur dan komponen-komponennya merupakan "alat" yang dapat digerakkan dengan berbagai instruksi menurut kehendak pengendalinya. yang semakin meluas dan merata. Melihat luasnya bidang administrasi dan banyaknya unsur-unsur kegiatan di dalamnya. jelaslah kiranya bahwa administrasi bukan hak dan kewajiban perorangan. pengarahan tanggungjawab dan pendelegasian tanggungjawab. dan hubungan antar-manusia di dalarn proses administrasi itu. dan biasanya menjadi bendaharawan yang komtabel (accountable). Bagaimana menyimpan laporan-laporan itu agar setiap saat dapat dipergunakan sebagai sumber data. Sernua ´bagianµ atau ´onderdilµ harus dapat bekerja secara sinkron mekanis dalam rangka keseluruhannya. perlu mempunyai pengeta huan secukupnya mengenai berbagai segi dalam masalah keuangan. Pimpinan bertanggung jawab tentang perkembangan dan maju mundurnya usaha yang dipimpinnya. daftar. Di samping itu perlu juga tahu prinsip -prinsip dan beberapa cara pembukuan dan pertangung-jawaban keuangan. dengan cara-cara yang sudah lazim menggunakan berbagai alat pencatat (formulir. Dan sebagai alat pengontrol itulah diperlukannya dan berfungsinya peraturan-peraturan dan instruksi-instruksi. Dengan demikian "reporting" ini mencakup kegiatan-kegiatan yang luas. Dalam rangka pencatatan dan pelaporan ini pemimpin harus mempunyai pedoman tentang: Apa yang harus dicatat. Sebagai petugas dalam instansi/jawatan pemerintah. buku. dan mengenai saluran-saluran resmi yang harus dilalui dalam menerima. BEBERAPA PRINSIP ADMINISTRASI PENDIDIKAN Secara tradisonal ada anggapan bahwa administrasi mencapai tujuannya terutama dengan peraturanperaturan dan instruksi-instruksi. mengetahui juga beberapa faktor utama yang dapat mempengaruhi keadaan ekonomi dan keuangan negara kita. dan sebagainya). kepada atasan dan kepada semua pihak yang berkepentingan_dengan usaha itu. bahwa administrasi adalah suatu proses sosial. Untuk keperluan ini pemimpin harus menerima laporan pula dari semua bagian/petugas yang bertan ggung jawab kepadanya. Budgeting Kegiatan ini meliputi bidang administrasi finansial yang meliputi: perencanaan dan penyusunan anggaran biaya. terdiri dari serangkaian kegiatan-kegiatan. Ia sedikitnya harus dapat menyusun rencana keuangan untuk kantor/perusahaannya dalam garis besar harus mengetahui keadaan umum ekonomi dan keuangan. Dan semuanya itu merupakan proses yang dinamis. untuk semua kegiatan yang telah direncanakan. Apa yang harus dilaporkan. Bagaimana menyusun laporan yang singkat. timbul konsepsi baru. Segala sesuatu harus dilaporkan secara teratur. Dalam administrasi demikian. yang lebih banyak melihat dan mempertimbangkan segi-segi kemanusiaannya. Pemimpin yang bertanggung jawab tentang keseluruhan usaha yang dipimpinnya itu. pekerjaan ke -tata-usahaan. meskipun tidak ahli dalam seluruh bidang akutansi. pengalaman dan pengetahuan. yang memerlukan bermacam keahlian. Bagaimana menggunakan laporan-laporan itu dalam rangka peningkatan dan pengembangan usaha. B. Dalam banyak hal sudah dapat diadakan usaha-usaha normalisasi menurut bentuk dan ukuran "standard" dalam alatalat pencatatan ini. ia harus tahu pula beberapa peraturan pokok mengenai keuangan dan pertanggungan jawab keuangan pemerintah. Semua unsur manusia yang menggerakkan proses administrasi. dan reporting berarti pelaporan. Administrasi adalah suatu proses. dan karena itu merupakan hasil perpaduan antara bermacam potensi yang harus didayagunakan.Recording berarti pencatatan. mencari dan mengusahakan sumber-sumber biaya. Dalarn beberapa puluh tahun terakhir ini di beberapa negara yang sudah maju sistim pengadministrasiannya. Untuk memelihara integrasi dan sinkronisasi ini diperlukan koordinasi yang mengontrol. . yang menjalankan kegiatan 13 . dan yang diperlukan juga riset sebagai usaha pengumpul data. Bagaimana menyimpan catatan-catatan secara teratur dan sistimatis. yaitu: pencatatan/dokumentasi (recording) dari segala macam kegiatan yang dilakukan dan dari semua hasil yang telah dicapai. tetapi lengkap dan jelas. dan juga batas-batas prestasinya yang dapat dan harus dihasilkan. untuk keseragaman dan kemudahan pemakaiannya. yang sudah ditentukan saluran -saluran hubungannya. Bagaimana cara mencatatnya. Jadi untuk itu diperlukan kegiatan "inspeksi" yang memeriksa dan mengadakan checking tentang semua keadaan dan perkembangannya. 7. dan bilamana menyusunnya. Kepada siapa harus diberikan laporan. Anggapan yang mekanistis ini melihat semua unsur/bagian/ komponennya sebagai bagian-bagian yang sudah mutlak ditentukan tempatnya dan gunanya. yang harus jelas dan tegas. dan juga yang terkontrol. Masalah kepemimpinan dalam administrasi merupakan masalah tanggung jawab: pengorganisasian tanggungjawab. Dalam bagian pencatatan dan pelaporan ini sangat banyak diperlukan "clerical workµ. mengawasi dan mempertanggungjawabkan uang negara.

Dengan didasarkan atas tercapainya tujuan pendidikan sebaik -baiknya. Efektif tidaknya suatu keputusan. Fihak yang telah diajak dan telah turut serta dalam usaha menentukan haluan dan program kerja. Bekerja demi kepentingan pendidikan dan anak didik tidak berarti bahwa kita boleh bekerja dengan cara apa saja. Penggunaan waktu. yaitu perincian dan pembatasan tugas. Ada koordinasi dalam semua usaha. bukan hanya sekedar merupakan sandiwara atau merupakan sandiwara atau merupakan "diplomatic manipulation". Sifat individualistik. Tetapi cara/prosedur pembuatan peraturan -peraturan itu berbeda: ada yang dibuat oleh dan datang dari satu pihak saja. dan sebagainya. Tetapi cara rnelaksanakan kegiatan-kegiatan itu. dan sebaliknya. atau yang bersifat kooperatif. Maka dari itu diperlukan pembatasan dan perumusan tugas sejelas-jelasnya bagi setiap fihak/unit/bagian. Keputusan -keputusan hendaknya benar-benar merupakan hasil musyawarah bersama. administrasi harus berusaha menggunakan waktu. Kalau ada tugas yang mengandung persamaan dan tugas lain. hendaknya diukur dengan kepentingan pendidikan dan perkembangan anak didik. yaitu: agar setiap kewajiban diimbangi dengan hak yang sesuai. Dalam soal partisipasi ini yang menjadi masalah ialah: sampai berapa jauh. efisiensi tenaga.administrasi. c. tenaga dan alat se-efektif mungkin. harus jelas dan tegas: apa yang harus dikerjakan. µJob descriptionµ. pada umumnya memang sama: ada planning. Dalam administrasi pendidikan sasarannya adalah manusia. pelaksanaannya tidak boleh dan tidak dapat disetarafkan dengan ´onderdilµ mesin. Ajakan berpartisipasi ini harus benar-benar dan sungguh-sungguh. e. merupakan penghalang-penghalang bagi tercapainya tujuan bersarna. mementingkan pribadi dan ingin mendominasi dan sifat-sifat eksentrik. la harus dapat mengkoordinasi usahanya dengan usaha keseluruhan kelompoknya. Yang harus diperhatikan dalam pemindahan kekuasaan dan tanggungjawab ini ialah keadilan. Partisipasi luas dalam penentuan policy dan program. Kelancaran bekerja. Pemindahan wewenang adalah suatu hal yang lazim dalam bentuk organisasi apapun. Tanggung jawab harus disertai dengan wewenang. d." Perwakilan yang diberi tanggungjawab dan yang bertanggungjawab yang perlu dipartisipasikan. Pelaksanaan administrasi pendidikan harus bersendikan prinsip-prinsip yang sifatnya kooperatif dan demokratis. atau harus dilakukan oleh beberapa bagian/fihak bersama-sama. kurang dapat dipertanggungjawabkan. Penyerahan tanggung jawab secara hierarkis memang perlu. Tujuan pendidikan dan perkembangan anak didik harus mendasari semua kegiatan administrasi. Unsur-unsur kegiatan yang terdapat dalam administrasi yang bersifat direktif (directive = mengarahkan). jika tidak membawa keuntungan dalam perkembangan anak didik. Administrasi semacam ini akan lebih mengemukakan segi kooperasi dalam kegiatannya. sampai di mana batas-batasnya dan apa yang di luar wewenangnya. pengarahan dan instruksi untuk memberikan arah dan bimbingan kepada para pelaksananya. 14 . Pemindahan kekuasaan sesuai dengan tanggung jawab. organizing. b. staffmg dan selanjutnya. dan titik berat yang diletakkan pada kegiatan-kegiatan itu ada perbedaan antara administrasi yang direktif dan yang kooperatif. maka perlu ditetapkan batas-batas kegiatan dan tanggung jawab dari setiap bagian itu. Menghindarkan overlapping fungsi Dalam program pendidikan yang kooperatif ada kemungkinan suatu fungsi dilakukan oleh lebih dari satu fihak/bagian. Hal ini tidak menguntungkan efisiensi kerja. merupakan anggota-anggota kelompok yang mempunyai relasi sosial antara sesamanya. dan berapa banyak fihak-fihak dapat dan harus diikutsertakan. Setiap anggota hendaknya merupakan bagian dari satu kelompok dan dapat bekerjasama dengan anggota anggota lainnya dalam kelompoknya. Tidak mungkin suatu pimpinan dapat melakukan semua tugas-tugas sendiri dan dapat mengadakan pengawasan sendiri terhadap semua pelaksanaannya. Memang dalam tiap macam administrasi diperlukan peraturan. Apakah semua fihak yang berkepentingan harus diajak? Apak dalam ah segala macam persoalan mereka harus diajak? Dalam hal ini hendaknya dapatlah kita menerapkan sila ke dari Pancasila kita: "Kerakyatan yang -4 dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. dan ada yang secara kooperatif mengikutsertakan sebanyak mungkin pihak-pihak yang berkepentingan. dapat diharapkan akan melaksanakan program itu dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. f. peraturan atau kegiatan. Maka sifat administrasinyapun dalam pendidikan tidak boleh dan tidak dapat bersifat mekanistis. alat secara efektif. tenaga. dan sebaliknya. Beberapa prinsip administrasi pendidikan adalah sebagai berikut: a. penghematan biaya.

dalam langkah dan tahapan. jika dianggap perlu untuk mengadakan koreksi dan perbaikan. atau menurut kesempatan yang ada saja. Planning adalah suatu keharusan sebelum melaksanakan suatu usaha. Setiap saat dapat dibandingkan/diukur apa yang telah dihasilkan dengan apa yang telah direncanakan. sedikitnya mengurangi pemborosan. dan akan lebih menjelaskan tujuan yang akan dicapai. 7) Planning memudahkan penyesuaian dan situasi. petugas pengawasan dapat lebih mengikutinya dan mengawasinya. Untuk dapat digunakan secara efektif dalam praktek administrasi. Dan sebaliknya pula. manusia mempengaruhi lingkungannya. baik mengenai tenaga. Dalam rencana kita dapat menentukan apa yang lebih dahulu dan apa yang kemudian akan kita kerjakan. Fungsi Perencanaan 1) Perencanaan merupakan titik tolak untuk memulai kegiatan. Dalam pendidikan kita berhadapan dengan unsur-unsur manusia. akan lebih mudah lagi bagi kita untuk mengikuti pelaksanaan usaha sejak permulaan sampai akhir. Karena itu dalam pendidikan akan kita hadapi lebih banyak masalah. biaya. Untuk merencanakan sesuatu kita harus mengetahui dengan jelas apa yang hendak kita capai.Demikianlah beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan administrasi pendidikan yang kooperatif dan demokratis. baik berupa pemborosan waktu. latihan. apa tujuan yang lebih jauh dan apa tujuan akhirnya. yang tidak dapat diperkirakan lebih dulu. dalam waktu. dan tidak akan terlau digantungkan pada situasi dan kebutuhan yang mendadak. kepribadian dan keyakinan pemimpin sendiri mengenai demokrasi. Direncanakan pula pengikutsertaan anggota-anggota lain dalam pelaksanaannya. Berhasil tidaknya suatu usaha. Karena itu. masih diperlukan: pengalaman. waktu. yang hanya mencari-cari kesempatan. Dengan adanya rencana yang menggariskan dan menentukan langkah -langkah yang harus dikerjakan. tenaga. Penyusunan planning dalam suasana kerja yang demokratis didasarkan atas prinsip-prinsip demokrasi dan kooperasi. Evaluasi merupakan proses pembandingan antara usaha yang telah dilaksanakan dengan tujuan yang harus dicapai. kegiatan apa yang harus dilakukan. kita tahu apa yang akan kita kerjakan tahap demi tahap. 6) Planning memungkinkan evaluasi yang teratur. kita akan mudah menjadi pelaksanana yang µopportunisticµ. dalam lingkungannya dengan situasinya. Fungsi dan Prinsip Perencanaan Suatu usaha yang teratur memerlukan perencanaan yang akan menggariskan keteraturan itu: keteraturan dalam tindakan. maupun material. rneskipun sifat uraiannya masih umum dan berlaku dalam penyusunan rencana di segala bidang. Manusia sebagai obyek dan sebagai subyek pendidikan merupakan unsur unsur yang tidak konstan dalam sikap dan tingkah lakunya. Jadi evaluasi dapat diadakan secara kontinu dan teratur. a. dan sebagainya. dan sebagainya. Dengan adanya rencana yang jelas. 2) Planning merupakan pegangan dan arah dalam pelaksanaan. lebih memungkinkan untuk mengadakan µadjustingµ (penyesuaian). alat. dalam kebijaksanaan. Prinsip-prinsip tersebut baru merupakan dasar-dasar umum. akibatnya pengaruh dari lingkungannya. Perencanaan merupakan µa prerequisite to actionµ. 15 . C. kita sudah harus melihat hubungan antara kegi tan-kegiatan. menurut keadaan seketika saja. Hal ini memerlukan dari kita kesanggupan untuk lebih banyak menggunakan kebijaksanaan dan untuk lebih fleksibel dalam penyesuaian tindakan -tindakan kita pada situasi-situasi baru. PERENCANAAN DALAM ADMINISTRASI PENDIDlKAN Setiap usaha memerlukan perencanaan. Atau: apa tujuan umum dan apa tujuan khususnya. Kita tidak akan bertindak oportunistik. setelah diadakan evaluasi yang teratur. kita harus dapat merumuskan dan memperinci tujuan-tujuan kita: apa tujuan sementara. 4) Planning mencegah. dan yang tidak kurang pentingnya. 5) Planning memudahkan pengawasan. yang hanya mengikuti keadaan yang timbul seketika. Dengan kata lain. Dengan menentukan langkah -langkah lebih dahulu. Pada waktu merencanakan. kebutuhan dan a kemungkinan: bilamana sesuatu akan diperlukan. Segala sesuatu sudah dapat diperkirakan. yang menggambarkan langkah -langkah yang akan diambil. ialah faktor sikap. µreadjustingµ dan µre-planningµ. alat dan tenaga apa yang diperlukan dalam kegiatan itu. Kita akan mempunyai titik tolak untuk memulai pekerjaan. lebih banyak hal-hal yang "unpredictable". merupakan "a pre -requisite to action". Kalau kita tidak dapat memperhitungkan/memperkirakan kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul. 3) Planning meningkatkan kerjasama dan koordiriasi. dalam uraian mengenai proses administrasi ini. keterampilan. tempat. banyak ditentukan oleh matangnya dan lengkapnya perencanaan. Kemungkinandan cara kerjasama dapat diperkirakan lebih dahulu. kita akan memberikan perhatian khusus terhadap perencanaan ini. dan tidak mempunyai rencana sebagai pegangan. 1.

Rencana akan dianggap sebagai yang harus ditaati bersama. Yang kita pilih adalah kemungkinan yang paling dapat diterima. 6) Planning memerlukan kepemimpinan/leadership. 2. Tetapi mengenai hal-hal teknis edukatif. Rencana harus µfeasableµ. Kita harus berusaha agar para peserta yang menyusun rencana dapat lebih banyak mengemukakan kepentingan bersama dari pada kepentingan sendiri. Planning yang baik bukan saja memerIukan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan. dan dapat memperkuat persatuan. mengikuti perkembangan dan merupakan perkembangan. Di antara kemungkinan-kemungkinan yang dulu telah kita fikirkan. atau µimpian indah" belaka. Untuk memperoleh sikap ini. yaitu bagi Kepala Sekolah beserta staf Guru. Prosedur perencanaan.Rencana dalam pendidikan memang sukar ditentukan secara tegas dan ketat. Planning harus berdasarkan fakta dan kenyataan yang rill dan obyektif. penjajagan tentang mungkin tidaknya sesuatu gagasan dilaksanakan. sebagai hasil kerja bersama. hendaknya semua fihak diikutsertakan: wakil orangtua murid. Tetapi data dan informas i masih diperlukan dari semua fihak. maka tidak usahlah kita merombak seluruh rencana itu. yang akan dijadikan titik tolak permula¬an. bahkan dalam beberapa hal juga dengan murid dan orang tua murid. harus dapat kita perkirakan perubahan-perubahan yang mungkin harus dihadapi. Ada dua tahapan: tahapan persiapan. dan tahapan penyusunan. mungkin ada yang sekarang dapat digunakan untuk menyesuaikan rencana itu pada keadaan baru. Suatu program kegiatan di sekolah hendaknya merupakan hasil pemikiran bersama dari Kepala Sekolah dan seluruh stafnya. yang dapat memperkecil/meniadakan perbedaan-perbedaan. 3) Planning harus fleksibel. Mengenai policy dasar dan kebijaksanaan umum yang menyangkut keseluruhan program sekolah seeara umum. Karena itu perlu dikumpulkan keterangan-keterangan selengkap mungkin tentang: apa yang 16 . dan makin terperinci perumusannya. 5) Planning harus mempunyai tujuan jelas dan terperinci. Prinsip-prinsip perencanaan Perencanaan yang mempunyai peranan seperti digambarkan di atas harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. Prinsip-prinsipnya adalah sebagai berikut: 1) Planning harus rnerupakan proses yang kooperatif. 1) Pengumpulan data. wakil murid. Tahapan persiapan. 2) Planning harus didasarkan atas kebutuhan dan fakta yang riil dan obyektif. tetapi dalam cara-cara dan langkah-langkah penyusunannya pun perlu diperhatikan sistematik tertentu. jika belum ada tujuan yang jelas. dengan berpedoman pada rencana dan tujuan yang harus dicapai. Kalau data yang dikumpulkan. Planning harus dapat memberikan kesempatan kepada para pelaksana dan p engawasan. Waktu menyusun rencana harus difikirkan sebanyak -banyaknya kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. harus mengandung kemungkinan -kemungkinan untuk dilaksanakan. makin mudah untuk menyusun rencana yang konkrit dan terperinci. µAdjustingµ dan µre -adjustingµ harus selalu dapat diadakan. dapat pula merupakan kepercayaan dan pengakuan terhadap kelebihan dan kesanggupan sesama peserta. Karena itu kita mengenal istilah µfeasibility study". agar mereka setiap saat dapat mengatur hasil dan cara bekerja. memberikan gambaran adanya kemungkinan keberhasilan. Di sinilah diperlukan suatu kesanggupan: kekuatan. harus ada yang menggerakkan mereka ke arah kerjasama itu. wakil kelompok/organisasi masyarakat. Makin jelas apa sebenamya yang ingin kita capai. tetapi dengan tidak menghilangkan begitu saja kemungkinan-kemungkinan yang lainnya. setelah dianalisa dan diolah. dengan selalu disesuaikan pada situasi dan keadaan yang timbul. sehingga rencana tidak macet pada waktu melaksanakannya. Kita tidak dapat membuat suatu rcncana. Di sinilah diperlukan leadership. barulah rencana disusun selengkap -lengkapnya. a. b. Rencana tidak boleh merupakan µcita-citaµ. 4) Planning harus mengandung unsur-unsur evaluasi dalam pelaksanaannya. Jika keadaan berubah dan memaksa kita untuk menyesuaikan rencana pada tuntutan-tuntutan baru. Prinsip ini sebenarnya merupakan prinsip pertama dan prinsip pokok. Planning dalam pendidikan merupakan proses yang kontinu. artinya: penelitian. Yang menggerakkan ini dapat berupa kesadaran sendiri yang timbul dari dalam diri masing-masing. biasanya merupakan masalah bagi golongan profesional saja. Rencana harus dapat dilaksanakan dan merupakan titik tolak untuk memulai suatu usaha secara konkrit. harus didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu. yang dapat mempengaruhi mereka.

Setelah terkumpul hasil analisa data sebanyak-banyaknya. untuk dapat mengetahui sebab -sebab dari kesulitankesulitan dan hambatan-hambatan yang sekarang sedang dirasakan ada. alat-alat apa yang akan digunakan. (4) Siapa yang akan mengerjakannya. dan sebagainya. maka diadakanlah seleksi. how. (5) Bilamana harus dikerjakan. dan akan saling mempengaruhi. alasan-alasannya mengapa harus tercapai tujuan itu. Kita membuat perkiraan. Dengan tujuan-tujuan yang jelas dan terperinci itu. dan disusun secara hirarkis. (3) Bagaimana cara pencapaiannya. 2) Analisa data. Segi segi personil. yang akan memudahkan pula usaha kita untuk mencapainya satu demi satu. Syarat pertama: tujuan yang jelas dan tegas. bagaimana sekarang mengeIjakannya. Rencana merupakan pedoman yang akan dilaksanakan nanti. barulah kita meningkat ke: b. dan faktor-faktor apa yang telah mempengaruhi perkembangan dan perubahan itu. perlu kita telaah syarat syarat apa yang harus dipenuhi agar metoda-metoda itu benar-benar dapat dijalankan. dan sebagainya. Tahapan penyusunan. Semua data itu dianalisa. Karena itulah µmelihat ke depanµ ini penting dalam penyusunan suatu rencana. Kecuali menguasai prinsip-prinsip planning dan sistimatik penyusunannya. Tahapan ini terdiri dari: 1) Perumusan tujuan. faktor-faktor apa kiranya yang akan dominan nanti. Inilah yang kita namakan µfore-castingµ. 3) Menyusun dan menuangkan rencana dalam satu bentuk/wadah Kalau sudah lengkap terkumpul bahan-bahan mengenai: tujuan yang akan dicapai. Mengenai tujuan pendidikan di sekolah kita harus memperhatikan perkembangan dan perubahan anggapan. bagaimana kiranya situasi nanti. Setelah matang tahapan persiapan ini. Di antara metoda-metoda yang harus dipilih diambil yang paling sesuai dengan keadaan dan yang dapat memenuhi syarat syarat umpamanya: syarat waktu.sekarang sedang dikerjakan. 3) Mengadakan µfore-castingµ. kekurangan-kekurangan apa yang terdapat di bidang material. umpamanya: tenaga yang bagaimana yang diperlukan. biasanya dengan memperhatikan w-w-h-w-w (what. seorang administrator pendidikan yang akan menyusun rencana perlu juga memperhatikan hal-hal di bawah ini: a. maka kita berusaha µuntuk melihat ke depanµ. siapa yang mengerjakan. agar dapat memenuhi persyaratan metoda itu. Dengan menggunakan pengalaman -pengalaman bagaimana situasi telah berkembang dan berubah. teori mengenai pendidikan pada umumnya dan mengenai belajar-mengajar khususnya. Kemudian dirumuskan tujuan-tujuan khusus secara terperinci. pada waktu rencana akan dilaksanakan. Mula-mula dirumuskan dulu tujuan secara umum. when). kita tentukan metoda-metoda yang kiranya paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Penentuan syarat-syarat dan pemilihan metoda sukar dipisah-pisahkan. tahap demi tahap. Mempunyai gambaran/pengertian yang jelas tentang tujuan-tujuan pendidikan. dan bagaimana kiranya situasi akan berkembang. seakan-akan "ramalan". yang dapat menggambarkan secara keseluruhan tujuan akhir yang kita ingin capai. (1) Apa yang hams dicapai. material. (To fore-cast = meramalkan. Sering juga ditambahkan tempat dimana kegiatan akan dilaksanakan. kesulitan kesulitan apa yang sedang dihadapi. situasional. Kalau sudah tersusun cara/metoda yang akan kita pakai. Dalam analisa ini kita perlu memperhatikan dan memperhitungkan pengalaman-pengalaman yang sudah ada. dan sebagainya. why. kemungkinan manakah yang kiranya paling sesuai dengan keadaan yang akan datang. dibanding-bandingkan. 3. Taraf persiapan ini merupakan semacam riset untuk mengevaluasi keadaan. 17 . who. personil. syarat tenaga personil yang tersedia. 2) Penentuan cara/metoda kerja. harus ditelaah. Karena itu pemimpin perlu juga mengetahui prinsip-prinsip tentang mengadakan riset. Semua kemungkinankemungkinan tentang sebab-sebab kesulitan dan semua kemungkinan tentang cara -cara mengatasinya dikumpulkan dan dijadikan bahan pemikiran/perhitungan. teknik/metoda pelaksanaannya maka disusunlah kesemuanya itu di . memperkirakan apa yang akan terjadi). (2) Mengapa harus dicapai tujuan itu. finansial. Kita harus dapat memperkirakan. cara-cara pengumpulan data dan pengolahannya. Kemampuan yang diperlukan dalam perencanaan pendidikan. dalam bentuk yang sistematis.

mudah-mudahan ada jugalah manfaatnya dalam usaha kita untuk menghasilkan suatu rencana yang agak akseptabel. dan berapa tahapan yang diperlukan dalam rangka efisiensi kerja. makin luas dan mendalam pengetahuan yang diperlukan tentang keadaan dan perkembangan masyarakat. Dapat memperhitungkan faktor waktu. Rencana Jangka Panjang dan Rencana Jangka Pendek. Tujuan sesuatu usaha tidak sama mudah-sukarnya untuk dicapai. Yang dikemukakan di atas ini mengenai perencanaan. dengan perkembangan sekolah? Semakin tinggi tingkatan perencanaan. di bawah akan sedikit diberi uraian tentang perencanaan untuk suatu masa yang agak jauh ke muka: Rencana Jangka Panjang (Long Range Planning). f. faktor faktor apa yang dapat memperlambat atau mempercepat tercapainya hasil itu. Kemungkinan pengaruh terhadap orang-orang itu dan kemungkinan reaksi mereka. c. Sebagai pelengkap bagian perencanaan ini. Diperlukan pengertian tentang peranan sekolah dalam masyarakat. dalam berbagai segiseginya. eskipun sifatnya sangat umum. Dengan demikian kita harus dapat memberikan arti yang lebih luas kepada µpengalaman pendidikan di sekolahµ dan kepada µteaching-learning situationµ. Mempunyai pengetahuan tentang murid dan guru. Sebelum kita mengakhiri bagian mengenai planning ini. bahan apa. dan sebaga inya yang kiranya dapat dijadikan masukan (input) dalam usaha yang akan direncanakan itu. Apakah yang harus dihasilkan oleh sekolah untuk masyarakat? Apakah yang diperlukan oleh masyarakat dalam pembangunan/perkembangannya? Apakah yang mempengaruhi kemajuan dan kemunduran sekolah? Bagaimana hubungan perkembangan penduduk. potensi fisik/material. 18 . Perencanaan pendidikan untuk suatu sekolah memerlukan pengetahuan/pengertian tentang masyarakat di mana sekolah itu berada atau yang dilayani oleh sekolah itu.Dulu pendidikan di sekolah ditekankan pada µmenyampaikan sejumlah pengetahuan dan ketrampilan kepada muridµ. Memperhitungkan faktor waktu termasuk salah satu segi dari fore-casting. perlu diperhatikan dalam menyusun suatu rencana. Mempunyai pengetahuan cukup tentang proses belajar-mengajar. Hal hal yang dapat menghambat/menyukarkan prosedur perencanaan. terutama dilihat dari segi µneedsµ dan µdemandsµ. baik sebagai individu maupun sebagai mahluk sosial. perlu dipertimbangkan benar -benar akibat yang akan ditimbulkan terhadap murid dan terhadap guru. Dengan sumber potensi dimaksudkan berbagai jenis potensi: potensi manusia. b) kurang adanya kemampuan untuk µmelihat ke depanµ. ada tujuan yang merupakan bagian dari tujuan keseluruhan. taraf hidup dan sebagainya. d) kurang adanya µmoral supportµ dari masyarakat/lingkungannya. Suatu tindakan baik langsung maupun tidak langsung terhadap seseorang.µ Hasil pendidikan di sekolah tidak dinilai hanya dengan jumlah lulusan dan nilai angka tinggi saja. Ada yang mudah dicapai dalam waktu singkat tanpa memerlukan banyak tenaga dan upaya. ada pula yang memerlukan jangka waktu agak panjang. baiklah kita perhatikan juga beberapa hal yang dapat menghambat penyusunan dan pelaksanaan rencana. b. c) pengumpulan data yang kurang lengkap. tentang didaktik dan metodik. kemajuan ekonomi. dan ada pula tujuan yang benar-benar ultimate/akhir. menimbulkan reaksi orang itu. batas waktu. emosional. tenaga yang bagaimana. baik secara psikologis maupun dari segi sosial. d. potensi kultural. Mempunyai pengetahuan tentang sumber-sumber potensi yang ada. Perencana pendidikan harus mempunyai cukup pandangan tentang proses belajar-mengajar dengan teori-teorinya yang masih berlaku. dengan metodametoda mengajar yang sesuai dengan teori-teori itu. 4. Meskipun µteaching-learning situationµ mempunyai arti yang lebih luas daripada µbelajar -mengajarµ saja. intelektual. estetis. melihat ke depan dan memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. time limit dan sebagainya. dalam segi: fisik. kurang rill dan obyektif. Pengertian tentang hakekat tujuan pendidikan ini diperlukan untuk membuat rencana. Suatu tindakan harus dapat diperkirakan berapa lamanya akan membawa hasil yang diharapkan. a) perencana kurang memiliki pengetahuan dan pengertian mengenai hal-hal yang diuraikan di atas. Untuk merencanakan tindakan-tindakan apa yang akan diambil. Hal ini perlu sekali untuk menentukan jadwal kerja. Dalam tujuan pun ada perbedaan: ada tujuan sementara. moral. Mempunyai pengetahuan tentang masyarakat dan perkembangannya. sedangkan sekarang anggapan kita sudah mengarah kepada µpembentukan dan pengembangan anak didik sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. e. psikologik dan sosial. tetapi segala sesuatu berpangkal pada kegiatan pokok: belajar. Administrator perlu mengetahui lingkungan tempat bekerjanya: apa yang dapat diberikan oleh lingkungannya.

planning bukan merupakan usaha untuk mengurangi atau rneniadakan risiko. dan ada pula yang dapat dilaksanakan dan diselesaikan dalam waktu singkat. Definisi dari J. perlengkapan. Menurut Schulze itu: . . tetapi diperlukan sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. tetapi merupakan kemungkinan-kemungkinan dan nilai-nilai dari ketentuan:-ketentuan sekarang untuk masa yang akan datang. kita merupakan satu bagian. Ada yang mengatakan bahwa perencanaan selalu mengandung risiko. banyak tergantung dari organisasi. Makin banyak dan terpercaya data dari masa yang lampau. dan dengan demikian turut melancarkan jalannya organisasi dan roda administrasi kita. tentu mengandung risiko. sebagai salah satu usaha untuk lebih memahami fungsi dan proses administrasi. maka organisasi -. Karena itu long -range planning memerlukan data statistik yang lengkap dan terpercaya. Suatu rencana. Sebagai petugas/karyawan pendidikan. 1. Planning untuk rnasa depan rnemerlukan data dari masa yang lampau. dan banyak pula yang justru timbulnya karena adanya long-range planning. Tujuan dan Prinsip Organisasi. Apakah perencanaan pendidikan di negeri kita sudah merupakan perencanaan jangka panjang yang sudah dapat dipercaya. Fungsi. 19 . Untuk itu kita perIu sekedar.yaitu cara mengatur/membagi tugas dan tanggungjawab -merupakan tahapan penting dalam proses administrasi. bagaimanapun baik dan lengkapnya. alat. Di negara-negara yang sudah maju long-range planning merupakan sebab dan akibat dari timbulnya kekuatan kekuatan yang merubah perusahaan-perusahaan dalam abad ini. Dan sesuatu yang diperkirakan. karena µfore-castingµ yang diperlukan dalam menyusun rencana hanyalah merupakan perkiraan dari kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. makin meningkat taraf hidupnya. maka sekolah-sekolahnyapun akan semakin meluas. William Schulze memberikan gambaran tentang arti organisasi. kalau dilihat dari jauhnya tujuan pendidikan yang harus kita capai. ´Planning means risk takingµ. . perkakas. bahwa usaha itu akan berhasil seperti yang telah direncanakan. satu unsur. manajemen dan dengan direksi. tidak dapat memberikan kepastian yang mutlak.organisasi terdiri dari sejumlah unsur-unsur: manusia. tetapi untuk dapat mernilih dan menghadapi risiko secara tepat. semakin kompleks susunannya. dan sebagainya yang merupakan satu gabungan. kita harus dapat menempatkan diri dan mengetahui/menyadari tempat dan fungsi kita masing masing dalam keseluruhan tata susun itu. D. tergantung dari tujuan yang akan dicapai dan dari data yang digunakan dalam perencanaannya.planning bukan merupakan ketentuan/kepastian yang akan datang (future decissions). Selama bumi dihuni manusia. dari satu organisasi. Karena itu perlu diperhatikan lagi hal-hal di bawah ini. makin kecil lagi kepastian yang dapat diharapkan itu. Sebagai bagian dari satu organisasi. rnakin kuat pula dasar-dasar untuk menyusun proyeksi ke depan. Lebih panjang jangka waktu dari suatu rencana. Banyak perusahaan-perusahaan yang telah menghasilkan long-range planning.Berdasarkan tujuan yang akan dicapai itu maka usahanya pun akan berbeda sifatnya: ada usaha jangka panjang yang diperkirakan akan dapat mencapai tujuannya dalam waktu yang agak lama secara bertahap. prinsip-prinsipnya dan bentuk serta mekanisme kerjanya. Pembangunan lima tahun kita di bidang pendidikan dapat dianggap rencana jangka pendek. . terutama dalam hal longrange planning. ialah organisasi pendidikan. makin maju sains dan teknologinya. Setelah perencanaan. Di bawah ini kita akan melihat beberapa segi organisasi.planning bukan merupakan ramalan tentang nasib dan kegiatan-kegiatan usaha dalam masa-masa yang akan datang. maka perencanaannyapun memerlukan rencana jangka panjang. satu onderdil (organ) dari satu tata susun. dan dengan demikian keberhasilan usaha. pengetahuan tentang organisasi: fungsi dan tujuannya. tetap akan diperlukan generasi baru. Kita dapat lebih aktif melaksanakan tugas-tugas kita. ORGANISASI DALAM ADMINISTRASI PENDIDIKAN. Jika kita tahu di mana tempat kita dalam keseluruhan tata susun itu. jika kita tahu bagaimana organisasi itu berjalannya dan apa dasar-dasar pengorganisasiannya. Dan karena lernbaga -lembaga pendidikan itu merupakan µinstitutions for lifeµ. maka kita dapat lebih sadar akan tugas dan kewajiban kita. Dan hal ini memang mengandung kebenaran. Pendidikan adalah usaha seumur hidup. dan hubungannya dengan administrasi. Maka perencana annya pun disusun menurut jauhdekatnya tujuan itu: ada Rencana Jangka Panjang dan ada Rencana Jangka Pendek. dan memerlukan pengadministrasian yang lebih teratur pula. Kelancaran kegiatan. Makin maju masyarakatnya.

Pelaksanaan diperiksa oleh atasan langsung. c. . penggunaan/pendayagunaan potensi dari semua unsur-unsur secara efektif. menurut saluran. Organisasi adalah alat yang membantu tercapainya tujuan administrasi. Kalau situasi berubah.gabungan itu merupakan satu hubungan dan ketergantungan yang sistimatis dan efektif. . Organisasi demokratis: . c.Sumber kekuasaan adalah situasi dan kebutuhan. . Biasanya dapat kita bedakan pada pokoknya dua macam: organisasi otoriter dan organisasi demokratis. . Organisasi bentuk lurus (line-organization). Jadi organisasi merupakan alat dalam administrasi untuk mencapai tujuan administrasi. Organisasi fungsional (functional organization). ialah antara lain: a.. disertai hak dan kewajibannya.Kekuasaan resmi dan kekuasaan pribadi diganti dengan tanggungjawab kepemimpinan pendidikan.luas dan jenis pekerjaan yang diserahkan kepada anggota harus disesuaikan dengan kem ampuan. ialah jika dilihat dari segi kegiatannya. Ada sistim pengawasan yang bertingkat (hirarkis) dengan memperhitungkan luasnya daya pengawasan (span of control).Kekuasaan dan tanggungjawab dapat dipindahkan secara hirarkis pada petugas bawahan.Semua petugas dari bawah sampai ke atas turut serta dalam memikul tanggungjawab dan kepemimpinan. sehingga tertuju kepada tujuan bersama yang telah ditentukan itu. . Organisasi sebagai alat dalam organisasi harus dapat mengkoordinasi. Ada kesatuan perintah dan tanggungjawab (unity of command). pembagian tugas dan tanggungjawabpun dapat berubah pula. sejak perencanaannya sampai kepada penilaiannya. Pembedaan organisasi dalam bentuk otoriter dan demokratis yang ciri-cirinya diuraikan di atas. 2. . mengatur dan mengarahkan semua potensi yang dapat diberikan oleh setiap unsur di dalamnya. Beberapa bentuk organisasi. Harus ada ´delegation of authorityµ. dapat kita bedakan: a. b. tujuan umum atau tujuan khusus. . koordinasi dari semua kegiatan dan usaha. e. .semuanya ditujukan kepada usaha pencapaian satu tujuan yang telah ditentukan.tugas dan tanggungjawab setiap anggota. b. bukan semata-mata pimpinan yang sudah diserahi kekuasaan formal. Jika dalam pelaksanaan usaha dan kegiatan terdapat kesimpang -siuran. supaya ada keteraturan dalam fungsi organisasi sebagai alat penyusun dan penyalur potensi. . Jika kita lihat organisasi dari segi lalu lintas kekuasaan dan tanggungjawab. akan timbul desorganisasi. d. b. Ada beberapa macam pola/bentuk organisasi yang disesuaikan pada tujuan. Tujuan organisasi harus dirumuskan secara jelas dan konkrit. Organisasi harus fleksibel. Beberapa prinsip dalam organisasi: Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan jika kita menyusun organisasi. baik tujuan akhir maupun tujuan sementara. Organisasi bentuk garis-dan-staf (line and staff organization). agar tujuan dapat tercapai sebaik-baiknya.Kekuasaan terpusat pada pimpinan yang telah ditunjuk. Dalam organisasi harus jelas pembagian tugas dan tanggung jawab: . serta dari hubungan kerja antar bagiannya. Perintah datangnya dari satu arah dan tanggungjawab diberikan kepada satu pihak.Kewajiban dan kegiatan-kegiatan ditugaskan melalui garis-garis kekuasaan.fungsi-fungsi dan kegiatan dikelompokkan secara sistimatis dan teratur. a. . . Organisasi otokratis: .pembagian tugas dan tanggungjawab harus berdasarkan pedoman tertentu. kebijaksanaan kerja dan juga pada situasi. atau perbedaaan arah. taraf/kedudukan dan tanggungjawab anggota tersebut. Di bawah ini akan kita berikan penjelasan sekedarnya: 20 . suatu pemindahan tanggungjawab dari atas ke bawah. dari pimpinan sampai kepada pelaksana terbawah. harus jelas luas dan batas-batasnya. dan organisasi tidak dapat kita pertahankan secara ketat.Garis dan saluran yang dilalui pemindahan kekuasaan ini ditentukan dengan tegas dan tajam. Di dalam organisasi terdapat: keteraturan. atau dari cara berfungsinya unsur-unsur organisasi. jika dilihat dari segi pengambilan keputusan dan pertanggungan jawaban.Pelaksanaan kepemimpinan menjamin pengikutsertaan semua pihak yang berkepentingan. f.

2 dan 3. Dengan kerjasama yang baik antara pihak-pihak yang memberi komando itu. Perhatikan organigram di bawah ini: ³³³ garis komando dan tanggung jawab --------. dan dapat mencurahkan perhatiannya kepada masalah-masalah kebijaksanaan pokok dan pengawasan umum. atau 2 atau 3. Jadi tiap petugas pelaksana di bawah. dan seterusnya. melalui unsur-unsur di tengah. dan oleh petugas 1 diteruskan kepada pelaksana a. tetapi semua petugas pelaksana di bawah bersama-sama bertanggungjawab kepada semua petugas-petugas menengah. adalah pirnpinan A. Bentuk ini disebut µorganisasi garis-stafµ (Line and staff organization). sampai ke atas. c. c dan seterusnya. Dalam µline-organizationµ. 2 dan 3 masih tetap diperlukan untuk membantu pimpinan A. maka hubungan itu hanya bersifat koordinatif dan konsultatif saja. Pimpinan A tidak usah melibatkan diri dalam soal-soal kecil mendetail. Garis pertanggungan jawab naik secara ketat hirarkis dari bawah. dan bertanggungjawab kepada semuanya: kepada 1. Petugas menengah 1. de-konsentrasi. seperti di bawah ini: ³³³ garis komando (ke bawah) dan tanggungjawab (ke atas). dalam bidang masing-masing. Organisasi fungsional didasarkan pada keahlian masing-masing petugas atau bagian yang bersama-sama memimpin pelaksana-pelaksana di bawah. dapatlah semua pihak melaksanakan masing-masing tugasnya tanpa mencampuri tanggungjawab pihak lain. dapat menerima komando dari masingmasing petugas menengah 1. maka garis komando tidak melalui petugas rnenengah 1. atau 2 atau 3. Dilihat dari segi pembagian tugas dan tanggungjawab. dan a s/d h sebagai pelaksana di bawah. b. sehingga A tidak lagi langsung berhubungan dengan dan mengontrol a. Petugas 1. akan menjadi organigram seperti di bawah ini: ³³³ garis komando dan tanggung jawab --------. oleh petugas 2 diteruskan kepada d dan e. yaitu A sebagai pimpinan. Koordinasi dan kooperasi yang baik sangat diperlukan dalam bentuk fungsional ini. Untuk menghindarkan beberapa kekurangan yang terdapat pada bentuk garis/lurus. organisasi dengan struktur de-sentralisasi. dan dengan pengertian bersama dalam meminta tanggungjawab. c. 1. Sentralisasi. 2 dan 3 sebagai petugas menengah. b dan c kepada petugas menengah 1. Tetapi tentu ada juga kekurangan-kekurangannya. menurut fungsinya masing-masing. 2 dan 3 kepada pimpinan A. 21 . yaitu untuk memberikan kesempatan kepada pimpinan A di atas agar ia dapat langsung memberikan komando dan minta pertanggungan jawab dari pelaksana bawah a. memberikan komando ke bawah dan meminta pertanggungan jawab langsung dari bawah. b. dan bertanggungjawab pula kepada lebih dari satu pihak. Tetapi petugas-petugas pelaksana di bawah a. dan 3 yang berada di bawahnya.garis koordinasi. 2. dan seterusnya. umpamanya antara lain kemungkinan komando/instruksi dari atas sampainya ke bawah tidak µasliµ lagi. tidak dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok yang bertanggungjawab kepada salah seorang pet gas u menengah 1. pimpinan A mendelegasikan wewenangnya kepada petugas menengah 1. Tetapi saluran/lalu lintas kekuasaan dan tanggungjawab berbeda. b. de-sentralisasi. 2. dan seterusnya s/d h. masing-masing dengan fungsinya sendiri-sendiri. Organisasi garis-staf Bentuk organisasi ini dapat saja umpamanya mempunyai jumlah unsur-unsur yang sama dengan organisasi seperti di atas. Pertanggungan jawab diberikan oleh pelaksana a. tetapi yang mengambil. keputusan. 3. Jika kita gambarkan secara skematis.a. dan oleh petugas -petugas 1. dan 3 merupakan staf dari pimpinan A. dan kepada 2 dan kepada 3. Dalam bentuk-bentuk ini terdapat pemindahan kewenangan. Organisasi Fungsional. b. Dengan demikian setiap pelaksana dapat menerima komando dari lebih dari satu pihak. b. Dalam organisasi bentuk ini. Kala upun ada hubungan. b dan c.garis koordinasi dan konsultasi. 2 dan 3. bentuk ini mempunyai kebaikan-kebaikannya. Dilihat dari luasnya pemindahan hak/kekuasaan dan tanggungjawab dapat kita bedakan: a. ke a s/d h. melainkan langsung dari A ke bawah. Komando diberikan oleh pirnpinan A kepada petugas-petugas menengah 1. tetapi tidak lagi berhubungan langsung dengan pelaksana di bawah sebagai pemberi komando. Jika digambarkan secara skematis. Garis komando terbentang lurus dari atas/pimpinan sampai kepada pelaksana di bawah. organisasi dengan struktur sentralisasi.

Kalau tujuan itu direncanakan untuk dicapai secara bertahap. memerlukan proses dan cara evaluasi yang berbeda dari tujuan untuk memiliki pengetahuan dan ketrampilan tertentu. Dengan mengadakan evaluasi secara kontinu. pemeliharaan mutu u pelajaran. dan mungkin untuk mengubah/memperbaiki cara-cara pelaksanaannya. Evaluasi sebagai pengukur kemajuan. sedangkan bidang teknis edukatifnya (kurikul m. b. EVALUASI DALAM PENDIDIKAN. tetapi ke seluruhan program pendidikan. tahapan mana yang lancar dan mana yang mengalami kesukaran/hambatan dalam pelaksanaannya. pedoman pelaksanaannya. pelaksanaan. Ada juga yang dinamakan de-sentralisasi terbatas (partial de-centralization). P & K) kepada daerah (Propinsi/Gubernur) hanyalah mengenai personalia dan sarana saja pengangkatan guru. . Dalam hal ini diperlukan data-data yang lengkap untuk dianalisa. a. oleh pimpinan pusat. Evaluasi sebagai alat perencanaan. pembiayaan. dan yang di tengah meneruskan komando saja. policy dan kebijaksanaan. Tujuan untuk menimbulkan dan mengembangkan suatu sikap tertentu umpamanya. seperti umpamanya pendelegasian administrasi Pendidikan Dasar dari pusat ke daerah/propinsi. Memberikan nilai/angka umpamanya atau memberikan penghargaan. atau mengenai semua bidang-bidang usaha di dalam suatu daerah tertentu (secara integral). satu moment dalam rangka proses evaluasi pendidikan. maka dengan evaluasi yang kontinu kita dapat mengikuti tahapan mana. Evaluasi merupakan suatu proses penelitian yang mempelajari dan menilai/mengukur sampai di mana suatu tujuan sudah dapat dilaksanakan. Petugas pusat hanya menentukan policy dasar. Mungkin cara bekerja perlu disesuaikan/diubah. Uraian singkat di bawah ini tidak dikhususkan kepada evaluasi dalam proses administrasi saja. termasuk cara-cara pelaksanaannya. Bagian-bagian dan petugas-petugas bawahan merupakan pelaksana saja. mutu. dan dengan demikian langkah-langkah selanjutnya perlu ditinjau kembali.c. tetapi akan membicarakan evaluasi secara umum. bukan hanya satu macam kegiatan pada satu ketika saja. dan memberikan bimbingan pelaksanaan jika diperlukan. Dengan struktur de-sentralisasi hak dan kekuasaan dipindahkan/didelegasikan kepada petugas -petugas bawahan: mengenai suatu bidang tertentu (sektoral). Suatu proses merupakan rangkaian kegiatan dalam jangka waktu tertentu yang berkaitan dan berhubungan. pedoman pokok dan koordinasi dari pusat diperlukan untuk menjaga integritas. yang kita nilai bukan hanya hasilnya atau produknya saja. penggunaan tenaga ahli. ditentukan di pusat. kita cari sebab-sebabnya. dan bahkan tujuannyapun turut dinilai. penyediaan dan pemeliharaan gedung. Jika yang didelegasikan bukan bidang-bidang tertentu. Evaluasi adalah suatu proses untuk meneliti sampai di mana tujuan suatu usaha telah tercapai. Petugas-petugas di lapangan bertindak untuk dan atas nama pimpinan pusat. Proses dan cara-cara evaluasi ditentukan oleh tujuannya. pengawasan sampai ke penilaiannya. kita katakan juga sebagai suatu bentuk de-konsentrasi. kemungkinan pengembangan. cara bekerja dan mutu yang masih terlalu berbeda-beda. 1. organisasi dengan struktur de-konsentrasi. dilihat dari segi: keseragaman cara bekerja. Hasil evaluasi dapat memberikan rasa puas yang merupakan petunjuk dan dorongan untuk usaha selanjutnya dapat pula menimbulkan kekhawatiran yang merupakan peringatan untuk waspada. Dengan hasil analisa ini dicari cara cara/metoda-metoda lain yang lebih sesuai dengan keadaan sebenarnya. Dan dalam evaluasi pendidikan proses itu untuk menentukan sampai dimana maksud-maksud yang terkandung dalam tujuan pendidikan sudah dapat terlaksana. Segala sesuatu dalam bidang yang sudah didelegasikan itu dilaksanakan oleh pimpinan daerah atau oleh sub-unit/bagian masing-masing: mulai perencanaan. Dalam hal ini. E. untuk memperoleh gambaran umum tetang apa dan bagaimana evaluasi itu. 22 . mengadakan koordinasi. Dengan jumlah ahli yang terbatas. Yang diserahkan oleh pusat (Dep. Fungsi evaluasi. Dalam bentuk sentralisasi semua hak dan kewajiban. Apa peranan evaluasi? Mengapa evaluasi begitu penting? Di bawah ini kita akan bicarakan beberapa fungsi pokok evaluasi. alat dan fasilitas. Jika kiranya tidak akan dapat tercapai. kita dapat memperkirakan apakah tujuan akan dapat tercapai pada waktu yang sudah ditentukan. tetapi semua bidang-bidang usaha secara keseluruhan. dan mencari cara-cara untuk mengatasinya. pengawasan dilakukan bertingkat secara hirarkis. tetapi hanya yang menyangkut daerah atau sub-unit tertentu. dapat menimbulkan akibat yang kurang diharapkan dalam hal pemerataan mutu dan produktivitas. Tanggungjawab sepenuhnya berada pada pimpinan pusat. Kalau kita mengadakan evaluasi. yang sudah terselesaikan. jika diadakan de-sentralisasi. ujian) tetap diatur oleh Pemerintah Pusat/Departemen P & K. Sentralisasi dan de-sentralisasi mempunyai kebaikan-kebaikan dan kelemahan-kelemahannya. hanya merupakan satu bagian.

terhadap sesama guru dan pimpinan. sebagai unsu pembina/pemimpin dapat dinilai r mengenai: .hasil pelajaran yang diperolehnya (achievement).pengetahuan dan kemampuannya di bidang teknis edukatif dan administratif.sikapnya sebagai anggota kelompok: terhadap anak-didik. dan sebagainya. Kita mengadakan evaluasi karena kita ingin meningkatkan usaha kita. etik sebagai manusia Pancasilais). sudah sedemikian sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai sebaik-baiknya. perbaikan hasil. evaluasi merupakan sebab diadakannya adjusting dan re -planning. Apa yang kita harus nilai? Hasil apa. Apakah peraturan-peraturan yang ada. terhadap tugasnya. c. a. Evaluasi unsur manusia. memerlukan perencanaan baru (re-planning). 2) Guru sebagai pelaksana program pendidikan dapat dievaluasi mengenai: . . maupun ke luar sekolah. . Dari uraian a dan b di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa fungsi evaluasi sebenarnya adalah dalam rangka usaha untuk mengadakan perbaikan: perbaikan cara bekerja.kepribadiannya (moral. hasil kerja siapa. baik edukatif. Evaluasi keseluruhan situasi pendidikan. maka bidangnya sangat luas. antara guru dengan guru.dan mungkin juga perbaikan tujuannya.perkembangan sikapnya dan penyesuaiannya pada lingkungan (attitude). 3) Kepala Sekolah sebagai administrator dan supervisor. c. Dengan ini dimaksudkan semua unsur-unsur lain kecuali yang sudah disebutkan di atas. tidak mempunyai arti. secara efektif dan efisienµ.segi-segi kepemimpinannya. Jadi. kita harus tahu dulu apa yang harus diperbaiki. Bidang-bidang (scope) evaluasi. Unsur material ini dapat kita bagi-bagi dalam: 1) Alat pelajaran. angkutan.persyaratannya.segi-segi kepribadiannya.Perubahan pelaksanaan dengan menggunakan cara/metoda lain yang semula tidak atau kurang diperhatikan. . 2) Alat dan fasilitas lain: mebiler. Evaluasi yang tidak menghasilkan titik tolak untuk perbaikan adalah hampa. seperti: 1) tujuan pendidikan: apakah sudah tepat sesuai dengan kebutuhan. antara sekolah dengan masyarakat. maupun dari segi konstruksi dan sebagainya. dalam bidang apa? Karena evaluasi mengenai keseluruhan program pendidikan. kerja administratif: apakah sudah sesuai dengan µpenggunaan semua potensi. . karena untuk mengadakan suatu perbaikan. 2. 1) Murid sebagai obyek terakhir dalam proses pendidikan dapat dievaluasi mengenai: . tidak merupakan hambatan bagi pencapaian tujuan pendidikan.sikapnya baik ke dalam. Evaluasi peraturan-peraturan. baik material maupun personil. 3) Gedung dan perlengkapannya. . Untuk memperoleh gambaran yang teratur. baik dari instansi yang lebih tinggi maupun dari sekolah yang bersifat lokal. Unsur -unsur ini umumnya yang tidak bersifat konkrit lagi. memerlukan penyesuaian rencana yang telah ada kepada keadaan dan metoda baru. ekonomis. 23 . Perbaikan tanpa evaluasi tidak mungkin. b. d. 4) hubungan antara unsur-unsur manusia: apakah hubungan antara guru dan murid. 2) tata. dan mengapa perIu diperbaiki.perkembangan segi-segi kepribadiannya. Evaluasi sebagai alat perbaikan. . . Penilaian terhadap unsur material ini dapat kita adakan mengenai: . antara Kepala Sekolah dengan guru dan murid. . Unsur-unsur kebendaan ini merupakan bantuan dan alat dalam pelaksanaan program pendidikan sehingga dapat berjalan lancar.keahliannya dalam bidang profesinya: kemampuan mempergunakan ilmu -ilmu tentang pendidikan dan pengajaran dalam pelaksanaan tugasnya. kita harus mengadakan pembidangan dalam obyek-obyek yang menjadi sasaran proses evaluasi. 3) teknik-teknik supervisi: apakah sudah tepat/sesuai dengan keadaan dan kebutuhan. Evaluasi unsur material. atau apakah masih perlu peninjauan dan perubahan arah. alat kantor.penggunaannya: sampai dimana efektivitasnya dan daya gunanya dalam proses pendidikan.

2) Interview: pertanyaan/tanya-jawab secara lisan. tingkah laku dan perbuatan? 3. c. Ini semua diusahakan perumusannya secara jelas. sudah tidak bersikap acuh-tak-acuh lagi terhadap tempat yang kotor.mencuci tangan setelah bekerja. atau butirbutir yang lebih konkrit dan terbatas lagi. apakah sudah tergambar dalam sikap. . Meskipun dalam riset observasi ini dianggap banyak kelemahan-kelemahannya. III. jika karena waktu dan biaya tidak dapat diadakan interview langsung. Dalam proses evaluasi langkah-langkah itu sebagai berikut: a. Teknik-teknik itu dapat terdiri dari: 1) Observasi: pengamatan gejala-gejala secara keseluruhan. untuk memperoleh keterangan-keterangan secara langsung dari yang diselidiki/dinilai. apakah sikap. .menyapu lantai yang kotor. merupakan tahapan kedua. .keberhasilan dan kegagalan dalam pekerjaan. .menyatakan celaan terhadap yang kotor.menyatakan pujian/rasa senang terhadap yang besih. Suatu proses merupakan suatu rangkaian kegiatan-kegiatan yang harus teratur dan berhubungan.keadaan/latar belakang sosial. diperiksa. Ada yang menyebut observasi itu sebagai µmengukur tanpa alat pengukurµ. Yang dimaksud dengan alat/teknik evaluasi di sini ialah teknik-teknik pengumpulan data.keadaan fisik. Apakah di dalam keseluruhan situasi pendidikan benar -benar sudah dilaksanakan demokrasi Pancasila. dan sebagainya. . atau terarah dengan cara memilih dari altematif-altematif yang diajukan oleh penanya. Memperinci tujuan menjadi pokok-pokok yang konkrit dan terbatas. Menentukan dan merumuskan tujuan. III SD dengan sendirinya 24 . yaitu: b. 5) Catatan dan laporan: segala macam catatan dan laporan (records and reports) mengenai orang-orang yang sedang diselidiki/dinilai dapat dimanfaatkan. Hal-hal yang konkrit di atas ini dapat diamati. untuk memperoleh data yang akan digunakan sebagai bahan penilaian. dan sebagainya. Perincian yang terurai menjadi pokok-pokok/butir-butir ini.rambutnya terurus. Harus jelas diketahui apa yang akan dinilai: apakah hasil belajar. ialah µtahu membedakan benda kotor dari yang bersihµ. dilihat.latar belakang pendidikan. . biasanya untuk menilai achievement.apakah pakaiannya bersih. supaya dapat diperinci lagi menjadi pokok-pokok. yang dapat diamati dan diteliti secara jelas dan obyektif. 4) Test. Dan semua itu akan merupakan bahan untuk mengambil kesimpulan tentang perubahan/perkembangan anak dalam hal kebersihan. . Karena itu perlu dipecah-pecah menjadi hal-hal yang kongkrit dan terbatas. yaitu bebas menurut si penjawab. Kemudian tujuan itu dirumuskan secara konkrit. mengenai kebersihan. Evaluasi sendi-sendi demokrasi. kemudian diperinci lagi secara konkrit: data yang mengenai µsudah tahu akan kebersihanµ. umpamanya: . dan sebagainya. Jawaban -jawaban angket dapat µterbukaµ atau µertutupµ. sesuai dengan apa yang akan dinilai dan dengan orang yang dinilai. ialah kumpulan berbagai catatan pribadi seseorang mengenai segala segi seginya. . sudah berusaha menjaga kebersihan diri sendiri. Yang dimaksudkan ialah terutama ´personal recordsµ atau ´cumulative recordsµ. Test biasanya tertulis dan dapat merupakan ´objective testµ atau ´essay type testµ. tetapi dalam penilaian pendidikan merupakan teknik yang banyak digunakan. Memilih alat/teknik evaluasi yang sesuai dan tepat. Apakah anak-anak tahu akan kebersihan. .e. Umpamanya kita ingin menilai sampai di mana berhasilnya pelajaran kesehatan di Kl. . Dari teknik-teknik ini harus dipilih yang sesuai dengan tujuan. Dalam contoh di atas mengenai penilaian keber¬sihan murid Kl. Langkah-langkah dalam proses evaluasi. dan sebagainya. 3) Angket/kuestioner: sebagai pengganti interview lisan berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis. kecakapan. Sikap µsenang terhadap yang bersihµ dan µtidak acuh terhadap yang kotorµ sukar untuk dijadikan unsur penelitian.tangan dan kukunya bersih. didengar.

kelanjutan. Diagnosa dan follow-up.u negatif. Data itu harus benar-benar ada hubungannya dengan tujuan. harus dapat memberikan gambaran tentang kekurangan-kekurangan yang masih terdapat dan yang perlu diperbaiki. akan memberikan data yang lebih baik untuk penilaian. Jadi. harus obyektif dan dapat dipercaya. berdasarkan hasil komparasi tadi: apa sifat yang mendominir berdasarkan data itu.kita tidak dapat jika menggunakan angket. 25 . Klasifikasi ini perlu untuk mengetahui data mana yang akan memberikan keterangan tentang segi segi tertentu. d. Setelah data terkumpul. membanding-bandingkan data-data itu. Sebagai tindakan akhir kita mengambil konklusi. Berdasarkan diagnosa itu. kita mengambil kesimpulan keseluruhan. dibuatlah rencana untuk mengadakan perbaikan. kemudian dikelompok-kelompokkan menurut jenis dan sifatnya. hanya sampai kepada µtahu bahwa ini begini dan itu begituµ saja. Interpretasi dan kesimpulan. Observasi ditambah dengan catatan¬catatan yang dapat diperoleh. mana yang lebih sesuai dengan norma yang kita telah tentukan. dipakai sebaik-baiknya untuk mengumpulkan data yang diperlukan secukupnya. dan dapat ditambah lagi dengan sekedar tanya-jawab. mengadakan evaluasi tidak hanya sampai kepada konklusi saja. ialah dipilih data mana yang memenuhi syarat untuk diolah. f. Tanpa follow-up. Data yang sudah dipilih. Konklusi itu merupakan suatu pendapat sebagai hasil penilaian. Kemudian kita mengadakan komparasi. diadakan seleksi dulu. apakah kesimpulannya positif ata. sesuai atau tidak sesuai dan sebagainya. sebenamya tidak memberikan banyak manfaat pada usaha usaha evaluasi. dan masih memerlukan follow-up. Data yang telah dibanding-bandingkan. diinterpretasi dan diambil konklusinya itu. Teknik pengumpulan data yang telah dipilih. Melaksanakan pengumpulan data. e.

termasuk personel pendukung lainnya. 2. Pegawai negeri sipil pusat b. Administrasi personel sekolah adalah segenap proses penataan personel di sekolah. metode-metode kerja. dan dukungan masyarakat akan tetapi harus di dukung oleh manusia-manusia yang bertugas menjalankan program sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang dikemukakan. 2. Administrasi Personel Sekolah Manusia merupakan unsur penting dalam menjalankan program sekolah. Setiap warga negara yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. ATURAN. Calon Pegawai Negeri Sipil diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil setelah melalui masa percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan selama-lamanya 2 (dua) tahun. 5. 2. Pegawai negeri sipil terdiri dari: a. 26 1. Wakil Kepala Sekolah. pengangkatan. 1. pengangkatan. Pasal 3 Pegawai negeri adalah unsur aparatur negara. Pegawai Negeri Sipil dan b. DAN TATA KERJA KELEMBAGAAN PENDIDIKAN Komponen-komponen administrasi pendidikan secara garis besar dapat digolongkan menjadi : Administrasi personel sekolah Administrasi kurikulum Administrasi prasarana dan sarana pendidikan Administrasi siswa Kerja sama sekolah dan masyarakat.8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Pasal 2: 1. dan pengangkatan orang yang tepat. Personel sekolah ialah semua manusia yang tergabung di dalam kerja sama pada suatu sekolah untuk melaksanakan tugas-tugas dalam mencapai tujuan pendidikan. maka ia harus melaluli masa percobaan dan selama masa percobaan itu berstatus sebagai calon pegawai negeri sipil. Untuk dapat bekerja secara baik. Menurut UU No. Apabila pelamar yang dimaksud dalam Ayat (2) pasal ini diterima. Pegawai negeri terdiri dari: a. MEKANISME. perlengkapan. abdi negara dan abdi masyarakat yang dengan penuh kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila. alat kerja). Proses penerimaan. dan c. mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi pegawai negeri sipil. sifat dan beban kerja yang harus dilaksanakan. dan penempatan pegawai harus didasarkan pada prinsip penerimaan. dalam bagian ini perlu dibahas secara lebih mendalam mengenai personel sekolah. guru. maka perlu diadakan kegiatan penataan untuk bidang kepegawaian. Pasal 16 1. bagaimanapun lengkap dan modernnya fasilitas (gedung. 4. semua karyawan tata usaha. Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Maka penerimaan pegawai harus didasarkan atas kemampuan dan potensi si calon dalam rangka mengisi jabatan. . Untuk membatasi pokok permasalahan ini maka perlulah dikemukakan mengenai definisi administrasi personal sekolah. agar tidak terjadi overlap antar petugas. Kepala Tata usaha.BAB III KOMPONEN. 8/1974 Pasal 15 diatur: Jumlah dan susunan pangkat pegawai negeri sipil yang diperlukan ditetapkan dalam formasi untuk jangka tertentu berdasarkan jenis. Menurut UU No. Pegawai negeri sipil daerah. UUD 1945. 3. Pengadaan pegawai negeri sipil adalah untuk mengisi formasi. Pegawai negeri sipil lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah. 3. 4. Negara dan pemerintah menyelenggarakan tugas pemerintah dan pembangunan. Mereka ini terdiri dari Kepala Sekolah.

Pembinaan yang dimaksud dalam Ayat (1) pasal ini dilaksanakan berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja. d. 6. untuk itu maka kita perlu memahami istilah-istilah yang digunakan di lingkungan kepegawaian sebagai berikut: Menurut UU No. Atasan yang berwenang adalah pejabat yang karena kedudukan atau jabatannya membawahi seorang atau lebih pegawai negeri. Pembinaan Pegawai Negeri Sipil diarahkan untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintah dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna. Kesehatan badan. Pembinaan Pegawai: Pasal 12 UU No. sedangkan guru SMP dan SMU 24 jam / minggu. Penugasan: Pedoman penugasan didasarkan atas perimbangan kejuruan. 2. Jam kerja berdasarkan Kepres RI No. 27 . Belum terdaftar. kebutuhan dan kekompakan serta dalam rangka usaha menjamin kesetiaan dan ketaatan penuh seluruh pegawai negeri sipil terhadap Pancasila. c. 3. Pasal 13 Kebijaksanaan pembinaan Pegawai Negeri Sipil secara menyeluruh berada di tangan presiden. Di samping itu ada juga sekolah swasta pemerintah daerah. b. Jabatan Negeri adalah jabatan dalam bidang eksekutif yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang undangan termasuk di dalamnya jabatan dalam kesekretariatan lembaga tertinggi/ tinggi negara dan kepaniteraan pengadilan. Lowongannya formasi dalam sesuatu organisasi pada umumnya disebabkan oleh dua hal yaitu adanya Pegawai Negeri Sipil yang keluar karena berhenti. Ketangkasan. UUD 1945. 2. Terdaftar. Pasal 1 sebagai berikut: a. Syarat-syarat Pegawai Negeri 1. Pejabat yang berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan mengangkat dan atau memberhentikan Pegawai Negeri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 7. Perlu diingat di sini bahwa pegawai yang ditempatkan di sekolah negeri belum tentu pegawai negeri. 1.8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Bab I: Pengertian. e. Disamakan. Negara dan Pemerintah perlu dipupuk dan dikembangkan jiwa Kepres yang bulat di kalangan Pegawai Negeri Sipil. atau adanya perluasan organisasi. kemampuan. Karena pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong maka penerimaan Pegawai Negeri Sipil harus berdasarkan kebutuhan. kecakapan dan kemampuan pegawai yang bersangkutan. b. Dan syarat-syarat lain yang khusus diperlukan bagi sesuatu jabatan negeri yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. 4.Penjelasan Pasal 16: Ayat (1) Pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong. Pada perguruan tinggi swasta biasanya memiliki status: a. d. Segi kepribadian. Kesetiaan. jadi kesimpulannya untuk sekolah swasta itu banyak ragamnya. 18/1974. Kecerdasan. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam sesuatu jabatan negeri atau disertai tugas lainnya yang ditetapkan berdasarkan sesuatu peraturan perundang-undangan dan digaji menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Diakui. Pejabat yang berwajib adalah pejabat yang karena jabatan atau tugasnya berwenang me lakukan tindakan hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 58/ 1964 Pegawai Negeri Sipil diwajibkan bekerja selama 37 1/2 jam/ minggu. c. Pasal 14 Untuk lebih meningkatkan pembinaan. Pegawai Negeri adalah mereka yang setelah memenuhi syarat syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. 5.

g. termasuk merangsang kegairahan kerjanya. sedangkan sekolah swasta yang tidak mendapatkan bantuan apa-apa dari pemerintah disebut sekolah swasta yayasan dan sekolah swasta yang mendapat bantuan keuangan dari pemerintah disebut sekolah swasta berbantuan. Segenap proses penataran tersebut meliputi bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya dan pemutusan hubungan kerja dengan mereka. namun ada tujuan kategori masalah yang hampir mencakup perbedaan-perbedaan tersebut yaitu: 1. Sampai di mana kurikulum dapat berbeda-beda untuk masing-masing sekolah? 5. Bilamana dan oleh siapa kurikulum harus direncanakan? 6. Bagaimana mengatur kenaikan gaji dan pangkatnya. Sekolah Negeri b. Sekolah Swasta (dengan berbagai variasi). yang menjadi tugas utama kepala sekolah ialah menjamin adanya program pengajaran yang baik bagi murid-murid. Masalah-masalah dalam kurikulum Ada macam-macam teori dan praktek mengenai kurikulum dan pengembangannya. untuk mencapai tujuan sekolah yang telah ditentukan sebelumnya. Apakah yang harus diutamakan dalam kurikulum? 4. Apakah yang harus diajarkan? 3. Manakah yang lebih penting proses atau isi? 28 . Bagaimana memelihara pegawai. Inilah tanggung jawab kepala sekolah yang paling penting dan banyak tantangannya. e. Untuk sekolah swasta mendapat bantuan guru-guru pegawai negeri disebut sekolah subsidi. Di Indonesia. pemberian gaji. Kebanyakan para pendidik sepakat mengenai tujuan yang harus dicapai. Masalah pokok Dari bahasan di atas. dapatlah diperinci pokok masalah penataran terhadap pegawai sekolah sebagai berikut: a. pegawai tetapnya adalah pegawai negeri sedangkan untuk sekolah swasta pegawai tetapnya dapat pegawai negeri yang diperbantukan dan juga pegawai yayasan yang memiliki sekolah tersebut. b. d. intensif. Perbedaan-perbedaan pendapat ini tidak mungkin diuraikan dalam tulisan ini. c. Dari sudut Administrasi Pendidikan (sekolah). Menyampaikan berita kepada orang lain. sekolah menurut status pemilikannya dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. Tujuan Penerimaan hubungan kerja kemanusiaan (human relationship). Memahami dengan tepat isi/maksudnya dengan harapan mau menerima. Administrasi Kurikulum Pada jenis dan tingkat sekolah apa pun. b. dan perpindahan mereka jika perlu terjadi. termasuk mengatur pengangkatannya. Bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya. 1. dapat dilihat bahwa komunikasi pada hakikatnya adalah problem Proses Berita Sumber isi Alat Bunyi Gambar Kata-kata dsb.Yang bersangkut paut dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga kerja untuk dan di sekolah dengan efisien. Apakah kurikulum itu? 2. Untuk sekolah negeri. kesejahteraan. 2. Keberhasilan dalam hubungan -hubungan kerja kemanusiaan ini akan ditentukan oleh efisiensi dan efektivitas mereka yang berkepentingan dalam: a. Bagaimana menggunakan tenaga kerja yang sudah diperolehnya itu dengan efisien. Bagaimana mengembangkan mutu pegawai. (bila perIu). Bagaimana kurikulum hauns memperhatikan perbedaan-perbedaan individual? 7. Bagaimana menata pemutusan hubungan kerja dengan pegawai. Agar supaya kepala sekolah mampu memberikan pimp inan yang efektif dalam bidang ini hendaknya ia mengetahui berbagai teori mengenai kurikulum dan menyadari kaitannya dengan kebijaksanaan dan langkah-langkah administratif yang sedang berlaku. f. sedangkan stafnya mendapat bagian tanggung jawab dalam membantu usaha pelaksanaan dan pengembangan program pengajaran yang efektif. Bagaimana menilai pegawai.

kurikulum dianggap sebagai segala pengalaman yang diperoleh anak dalam tanggung jawab sekolah. Ada beberapa kegiatan dan pengalaman murid-murid di sekolah tidak cocok dengan batasan kurikulum ini. Urutan atau susunan mata pelajaran bukan harus ditentukan dalam mata pelajaran melainkan para pelajar atau murid itu sendiri dan urutan atau susunannya harus ditentukan menu kebutuhan-kebutuhan anakrut anak dan para remaja yang menjadi matang dalam kebudayaan. Kurikulum harus terdiri dari berbagai mata pelajaran yang urutannya harus disusun secara logis dan terperinci. bukan bagian dari kurikulum sekolah. Karena itu kurikulum meliputi segala pengalaman yang sengaja diberikan sekolah untuk memupuk perkembangan anak-anak dengan jalan menciptakan situasi belajar-mengajar. b. 2. Jadi pada dasarnya ada dua definisi mengenai kurikulum. Kurikulum mencakup segala pengalaman yang direncanakan untuk anak -anak yang langsung berada dalam tanggung jawab sekolah. Apakah yang harus diajarkan? Terdapat perbedaan pendapat yang berpusat sekitar isi kurikulum. Perkataan ´dalam tanggung jawab sekolahµ dapat ditafsirkan terbatas pada jam-jam selama murid berada di sekolah. 2. jawaban-jawaban terhadap pertanyaan di atas secara ringkas dapat dilukiskan sebagai berikut: a. Bahwa urutan ditentukan oleh cara-cara yang paling baik dalam mengajarkan tiap mata pelajaran yang dapat ditemukan dengan jalan melakukan studi ilmiah. 29 . jadi tidak termasuk di dalamnya. Di samping itu ada yang berpendapat bahwa 3. jadi bukan hanya belajar tentang fakta dan kepandaian s emata-mata.Marilah kita tinjau secara singkat jawaban-jawaban terhadap setiap masalah di atas. Kurikulum harus mencakup seperangkat masalah-masalah luas tertentu yang bertalian dengan kebudayaan. Di satu pihak. Merupakan modifikasi atau variasi dari pendapat-pendapat di atas. Karena itu sekolah berkewajiban untuk mengarahkan dan membimbing segala aspek perkembangan anak yang berada dalam lingkungannya. Banyak pemuka pendidikan mengemukakan pendapat bahwa: 1. jalan. Aspek: masalah lainnya adalah mengenai urutan pengalaman belajar yang harus diberikan. Mulai dari satuan-satuan pelajaran yang paling mudah dan berangsur -angsur menuju kepada isi yang sukar dan rumit. 3. Menurut pendapat ini kurikulum adalah program belajar untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. kurikulum dianggap sebagai kumpulan bermacam-macam mata pelajaran. Pengalaman-pengalaman anak di luar sekolah. 1. Mereka berpendapat pengala man-pengalaman dalam perkumpulan kesenian dan olahraga di sekolah. dianggap bukan pengalaman belajar. walaupun pengalaman-pengalaman tersebut ada pengaruhnya terhadap perkembangan anak. Masih banyak para pendidik yang berpendapat bahwa urutan pelajaran harus dite ntukan menurut jalan pikiran yang terkandung dalam mata pelajaran yaitu: 1. atau dapat ditafsirkan lebih luas lagi yang dalam menafsirkan yang ekstrim berupa ´sekolah masyarakatµ sehingga orang tidak tahu lagi di mana harus menarik garis batas. Apakah kurikulum itu? Menurut riwayat perkembangan kurikulum. jadi bukan hanya sekumpulan mata-mata pelajaran belaka. kurikulum dianggap sebagai kumpulan matamata pelajaran. Memang anggapan bahwa kurikulum sebagai kumpulan-kumpulan mata-mata pelajaran sampai sekarang masih menguasai sekolah. atau yang berkaitan dengan masalah-masalah kehidupan umum yang selalu muncul. tidak lebih dari itu. Pengalaman-pengalaman di sekolah seperti bermain di halaman sekolah. Pengalaman-pengalaman inilah yang dimaksud kurikulum.tafsiran. 2. Barangkali seyogianya pula kita menganggap kurikulum sebagai pengalaman-pengalaman perkembangan muridmurid yang direncanakan sekolah. Ada pula yang berpendapat bahwa. namun di samping itu guru-guru menyadari tanggung jawab edukatif mereka dalam apa yang disebut pengalaman-pengalaman ekstrakurikuler para siswa di sekolah. Pada definisi kurikulum yang terakhir terdapat bermacam-macam. istirahat dan lain-lain sebangsanya tidak termasuk kurikulum. Program pengajaran harus disusun sekitar masalah-masalah kehidupan anak sehari-hari yang berbeda-beda pada tiap kelompok umur. Tempo dulu. Para pemuka pendidikan dewasa ini menonjolkan kenyataan bahwa belajar pada tiap anak merupakan proses yang berlangsung selama 24 jam tiap hari. kesemuanya merupakan situasi-situasi belajar yang kaya akan pendidikan. Di pihak lain. Umumnya kepala sekolah dan guru-guru berada di antara dua pendapat ekstrim di atas. Pendidikan lainnya mempunyai pendapat: 4. pengalaman-pengalaman dalam darmawisata dan lain-lain. Karena itu yang disebut kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler atau ´extra curiculer activitiesµ berada di luar kurikulum.

Dalam kenyataan setiap program pengajaran yang berpedoman kepada kepentingan masyarakat. karena di dalam kurikulum cukup diperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan kedua belah pihak. Pendapat yang menentang pendirian di atas mengemukakan teori bahwa anak harus dianggap sebagai anak dengan hakhaknya. bukan dianggap sebagai orang dewasa dalam bentuk mini. Dikemukakan pula bahwa teori lama: ´mempersiapkan anak untuk kehidupan orang dewasaµ berimplikasi masyarakat yang statis di mana kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa kelak dapat diramalkan pada anak-anak yang ada sekarang. baik anak maupun orang dewasa. Pendapat ketiga mengemukakan pendiriannya bahwa pada dasarnya tidak usah ada pertentangan antara kedua pendirian di atas.Aspek masalah lainnya ialah mengenai persoalan sampai di mana kurikulum harus mencakup pengalaman pengalaman langsung. karena sekolah didirikan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Pandangan terakhir ini agaknya memberikan landasan yang sehat untuk menyusun kerangka yang fleksibel namun mantap untuk perencanaan kurikulum. tau sedangkan pendirian yang kedua mementingkan individu atau berorientasi psikologis. c) Pendirian ketiga menganggap tidak ada pertentangan prinsipiil antara kedua anggapan di atas. mempersiapkan anak untuk menyesuaikan diri kepada perubahan -perubahan pesat dari keanekaragaman dunia dewasa ini. ialah meningkatkan penggunaan kecerdasan secara fleksibel. 3) Kurikulum pertama-tama harus mencakup masalah-masalah yang berasal dari pengalaman anak-anak dengan jalan menggunakan sebagian besar buku-buku untuk membantu memecahkan masalah-masalah tersebut. sedangkan pertama berorientasi kepada kepentingan masyarakat a sosial. karena usaha pendidikan adalah mendidik individu. dan sebaliknya setiap kurikulum yang berorientasikan psikologis dengan sendirinya memperhatikan kepentingan masyarakat pula. yaitu: a) Anggapan pertama yang berpendirian. Seperti kita lihat di atas. maka kurikulum harus disusun berdasarkan keadaan. 3. sifat dan kebutuhan-kebutuhan individu. Karena itu kurikulum harus berorientasi kepada individu di dalam masyarakat. untuk memberikan masalah-masalah dan pengalaman-pengalaman belajar yang sekaligus menyangkut kepentingan langsung di dalam kehidupan anak dan mempersiapkan mereka untuk hidup sebagai orang dewasa kelak. biasanya berpendirian bahwa tugas fungsi pendidikan ialah untuk kehidupan orang dewasa. Pendapat terak ini hir memang yang paling cocok atau sejalan dengan filsafat pendidikan psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Ada mengutamakan: 1) Hampir seluruhnya kepada buku dan keterangan-keterangan yang diberikan saja. Masalah berkisar pada tekanan relatif yang harus diberikan kepada kepentingan -kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan individu dan yang harus diberikan kepada kepentingan-kepentingan masyarakat dalam menciptakan kurikulum yang dapat memenuhi kedua macam dan kepentingan. b) Anggapan kedua mempertahankan pendirian. Karena itu kurikulum harus banyak mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan anak dimasa yang. Sampai di mana kurikulum dapat berbeda-beda untuk masing-masing sekolah? 30 . Pendapat terakhir dalam memberikan pemecahan masalah-masalah anak yang dihadapi sekarang dan yang menyangkut kepentingan anak di masa depan. lndividu hanya dapat mewujudkan dirinya sebagai individu jika ia berada dalam masyarakat tempat ia hidup.akan datang. Dalam kurikulum yang berorientasi seperti kebutuhan dan kepentingan kedua belah pihak akan terpenuhi sebagaimana mestinya. 4. sebab itu benar benar tidak realistis. 2) Kurikulum harus disusun sekitar bahan-bahan dari buku dan dilengkapi dengan pengalaman -pengalaman yang diperoleh dari darmawisata dan kegiatan-kegiatan sekolah lainnya. latar belakang dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. sampai batas-batas tertentu memperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan individu pula. Karena itu kurikulum harus memperhatikan masalah -masalah yang menyangkut anak-anak saja. Kita tidak usah berpihak kepada salah satu pendirian. Apakah yang harus diutamakan dalam kurikulum? Dalam garis besarnya ada tiga anggapan yang berbeda-beda. maka program pengajarannya harus mementingkan keadaan. Barangkali tidak ada orang yang mau mempertahankan salah satu pendapat dalam bentuk ekstrim. d) Aspek lain dalam masalah di atas ialah persoalan: Apakah kurikulum harus ditentukan oleh kebutuhan kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa (persiapan untuk menghadapi masa dewasa) atau harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan murid-murid sekarang ini? Pihak yang mempertahankan kurikulum harus tersusun semata-mata dari mata pelajaran yang didasarkan kepada kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

menurut agar supaya program pengajaran tiap sekolah memperlihatkan ciri-cirinya tersendiri yang unik dan jelas itu. dan bukan dalam bentuk jawaban yang benar-benar esktrim. seringkali secara terperinci mengenai situasi belajar. ke arah sebelah kanan skala. Perincian Perincian dilakukan oleh dilakukan oleh guru berdasarkan perencanaan kebutuhanbersama guru kebutuhan murid. dan semua murid di semua sekolah tingkat tertentu mempunyai kurikulum yang kira-kira seragam. pendapat-pendapat yang berbeda itu dapat dilukiskan dengan skala seperti tercantum di halaman 46.Persoalan ini sangat erat pertaliannya dengan masalah sebelumnya. dan bilamana. Kedua jawaban di atas tentu saja hanya berbeda dalam memberikan penonjolan. Kurikulum yang berorientasikan kumpulan mata pelajaran berasal dari zaman sebelum ada pengetahuan tentang perbedaan-perbedaan individu dan kemampuan pada murid. Mengenai perencanaan di muka atau ´pre-planningµ terdapat perbedaan pendapat dalam hal sejauh mana perencanaan di muka dapat dilakukan. 2 Kurikulum direncanakan secara terperinci di muka oleh panitia yang terdiri dari guru-guru dalam bentuk kumpulan mata pelajaran. siapa yang merencanakannya. 6. sekalipun pada umumnya ku rikulum yang sedang berlaku sekarang masih termasuk kategori 1 dan 2. Bilamana dan oleh siapa kurikulum. dan kebutuhan-kebutuhan psikologis yang universal. 2. bahwa tidak ada aspek-aspek kurikulum yang harus direncanakan jauh sebelum situasi belajar berlangsung. Jawaban terhadap persoalan ini macam macam. Pendapat pertama menganggap bahwa adanya beberapa perubahan program pengajaran karena adanya perubahan-perubahan dalam masyarakat dan dalam populasi murid. Dewasa ini terdapat kecenderungan yang bergerak dari kurikulum yang direncanakan jauh di muka dan secara terperinci. dan anak -anak memperlihatkan keanekaragaman perbedaan individual. 5. Sedangkan pendapat kedua tidak terlalu tegas mempertahankan keunikan secara mutlak. Misalnya apakah dikehendaki jika semua sekolah yang setingkat dan sejenis mempunyai program pengajaran yang ruang lingkup. tanpa perencanaan jauh di muka. murid. pendirian yang cukup mantap tetapi luwes ialah adanya pola kurikulum yang longgar atau leluasa sejalan dengan kebutuhankebutuhan kultural. Bagaimana kurikulum harus memperhatikan perbedaan-perbedaan individual? Persoalan ini berkisar sekitar masalah penyesuaian program pengajaran terhadap perbedaan -perbedaan di antara anak-anak. Banyak yang berpendirian. isi dan urutan mata pelajaran dalam kurikulum harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan kurikuler orang dewasa. 1 Kurikulum seluruhnya direncanakan di muka secara terperinci oleh ´expertsµ dalam bentuk kumpulan mata pelajaran. Barangkali bentuk situasi kedudukan yang paling dikehendaki ialah nomor 1. Yang menjadi masalah pokok ialah menentukan kedudukan sebaik -baiknya dan paling menguntungkan anak antara pendirian 1 dan 5. dan urutannya yang seragam? Jawabannya: dapat bermacam-macam. yang hampir mendekati kedudukan nomor 4 memberikan stabilitas atau kemantapan dan adaptabilitas yang leluasa. Rencana kurikulum Skala ´Pre-Planningµ 3 4 Kurikulum Kurikulum direncanakan direncanakan dalam garis dalam garis besarnya yang besarnya. bahwa ruang lingkup. Ada yang mengemukakan pendapat bahwa perencanaan kurikulum adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian dan karena itu harus dikerjakan oleh para ahli atau ´expertµ dalam bidang perencanaan kurikulum. 5. Karena itu. Untuk penjelasan singkat. Ada beberapa ahli yang mengemukakan pendiriannya. yaitu masalah keseragaman dan keanekaragaman. Menurut pendapat ini kurikulum harus d irencanakan baik-baik sebelumnya. Adapula yang berpendapat bahwa setiap masyarakat mempunyai cirinya tersendiri yang unik dalam berbagai aspek kebudayaan. di mana masing -masing sekolah sampai batas-batas tertentu dapat mengadakan variasi dalam program pengajarannya disesuaikan dengan seperlunya kepada kebutuhan-kebutuhan unik dari murid-murid dan masyarakat tempat mereka hidup. kerja. Pada waktu itu orang menganggap semua murid (kecuali anak -anak yang lemah jiwa) 31 . berisi luas oleh panitia partisipasi dari yang terdiri dari guru-guru dan guru-guru dalam tokoh-tokoh bentuk pedoman masyarakat. 5 Kurikulum direncanakan oleh guru bersama murid pada waktu akan belajar. terutama penganut kurikulum yang terdiri dari mata pelajaran. harus direncanakan? Masalah kelima berkisar sekitar masalah tanggung jawab untuk menentukan: harus bagaimana bentuk kurikulum itu. isi.

Keadaan itu telah menggerakkan para pendidik kepada perbedaan -perbedaan individual ini. prosedur demokratis. yaitu dalam penekannya. Hal ini dapat dilaksanakan dengan program-program dalam bentuk modul semi mengajar diri sendiri atau modula mengajar diri sendiri. Para pendidikan yang mengutamakan kegiatan dan pengalaman di dalam kurikulum berarti memperhatikan pentingnya apa yang dipelajari sepanjang macam-macam pengalaman dihayati anak memupuk perkembangan sosial. Namun kita harus berpendirian hatihati jangan sampai terjerumus ke salah satu pendapat yang ekstrim. kecerdasan. dan pada anak ialah adanya orang dewasa (guru) yang membantu dan membimbing. Pendapat kedua mengemukakan teori bahwa murid-murid harus dikelompokkan menurut kemampuannya atas dasar anggapan bahwa pengelompokan ini akan memperkecil perbedaan kemampuan dalam tiap kelompok sampai kepada taraf penyederhanaan atau mempermudah pelaksanaan individualisasi program pengajaran. . bahwa yang dipergunakan untuk memecahkan masalah. Isi yang dipelajari memang penting. maka teori ketiga secara berangsung-angsur mulai diterima dan dikembangkan di sekolah-sekolah percobaan. pikiran dan moral yang dianggap penting oleh mereka. Rupanya teori ini senada dengan pendapat psikologi daya masa lampau yang berpendapat bahwa daya -daya seperti kemauan. Sementara para pendidik secara teoretis menolak pandangan ini. sosial dan emosi dan masih menunjang usaha bersama kelompok. dengan mengemukakan pendirian bahwa metode -metode itu pun merupakan isi pula dan hal-hal penting yang dipelajari bukan fakta-fakta melainkan pola-pola berbuat seperti hubungan insani yang demokratis partisipasi yang konstruktif. Tampaknya teori ketiga ini lebih sejalan dengan pelaksanaan prinsip demokrasi dalam pengajaran. dalam praktek keadaan ini masih banyak dijalankan. Pendekatan terakhir terhadap isi yang dipelajari berbeda dengan pendekatan lama. Jika pendapat pertama dan kedua sudah umum dipraktekkan di sekolah-sekolah sekalipun kadang-kadang dalam bentuk yang sederhana. Dewasa ini pada umumnya diakui bahwa makhluk manusia sangat beraneka ragam dalam kemampuannya untuk maju. metode -metode penelitian bebas dan berpikir kritis. Memang kita akui bahwa sarana belajar itu penting dan bahwa proses adalah juga isi dalam arti yang sebenarnya dan merupakan aspek terpenting dalam situasi belajar. ialah konsep kurikulum yang telah ditetapkan jauh di muka harus dikuasai oleh semua murid menurut kecepatan yang telah diatur sebelumnya. Taraf hasil belajar yang dicapai dalam mata-mata pelajaran hanya ditentukan oleh besarnya usaha atau kerajinan yang ditunjukkan pelajar. Pertama. 7. Manakah yang lebih penting.kelompok murid-murid yang lambat belajar atau ´slow learnersµ hanya diberi pelajaran tentang halhal penting yang sekurang-kurangnya harus dikuasai oleh semua atau ´minimum assentialsµ atau disebut program umum. baik mutu maupun kecepatan belajar. Disini timbul perbedaan-perbedaan pendapat mengenai persoalan bagaimana hal ini harus dilaksanakan. dengan keyakinan bahwa individualisasi dalam pengajaran harus memperhatikan. Dalam situasi dewasa ini mata-mata pelajaran tertentu kadang-kadang dinomorduakan atau dianggap kurang penting dalam melaksanakan perencanaan bersama.dapat menguasai semua mata pelajaran yang diberikan di sekolah dengan kepandaian yang sama asal mereka rajin belajar. ketahanan dan kerajinan dapat dikembangkan dengan jalan mempelajari mata-mata pelajaran tertentu selama mata-mata pelajaran tersebut cukup sukar dan tidak menyenangkan. dan sebangsanya. Pendekatan yang sehat terhadap belajar berpendirian bahwa belajar merupakan interaksi antara pelajar dengan situasi yang mencakup masalah atau problema. Yang menjadi masalah ialah menyesuaikan individu-individu yang mempunyai kecepatan belajar yang berbeda-beda kepada ´realitasµ ini. kegiatan kegiatan penelitian sendiri. yang antara lain: . estetika. sebagai terjemahan salah satu sila dari Pancasila yang mendasari sistem pendidikan di negara kita. Pendapat ketiga ialah menciptakan jenis kurikulum berdasarkan pengalaman yang dipusatkan kepada masalah-masalah dan memberikan kesempatan kepada kelompok -kelompok tersebut dalam pendapat kedua untuk bekerja sama memecahkan masalah bersama yang menarik perhatian bersama. Hal ini menunjukkan tiap anggota kelompok untuk mampu bekerja menurut taraf perkembangan masing -masing dalam bidang akademis. Dalam situasi ini pengetahuan tentang fakta -fakta ditempatkan dalam 32 . proses atau isi? Jawaban pertama terhadap persoalan ini merupakan implikasi dari teori Dewey yang berpendapat bahwa anak dan juga orang dewasa ´belajar dengan berbuatµ atau ´learning by doingµ.kelompok pelajar yang cerdas dan cepat belajar atau ´fast learnestµ selain dengan cepat menguasai minimum essentials diberi juga program yang lebih luas yang berfungsi memperkaya program umum atau ´enriched program learningµ. Slogan yang berbunyi ´Barangsiapa yang mempunyai kemauan di sanalah ada jalanµ (Where there is a will there is a way) turut mendasari teori di atas. Pandangan terakhir mengemukakan pendirian bahwa isi yang dipelajari harus dikaitkan dengan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan nyata anak-anak menurut taraf kematangannya.

Tanggung jawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumuskan secara terperinci dan dipahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan. c. 1) Mempersiapkan perkiraan tahunan Biasanya kepala sekolah membuat daftar alat-alat yang diperlukan di sekolahnya sesuai dengan kebutuhannya dengan daftar alat yang distandardisasi. Mudah didapat bila sewaktu-waktu diperlukan. laboratorium dan sebagainya. Karena pelaksanaan tanggung jawab ini hanya bersifat ketatausahaan maka kurang tepat jika kepala sekolah atau guru sendiri yang langsung melaksanakannya. sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. Yang paling tepat adalah pegawai tata usaha. Semua penyimpanan harus diadministrasikan rnenurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu dipergunakan. Siapakah yang bertanggung jawab tentang prasarana dan sarana pendidikan? Jawab: adalah para pengelola/ administrasi pendidikan. Administrasi Prasarana dan Sarana Pendidikan Secara otimologis (arti kata) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan. namum pembahasannya menc akup faktorfaktor utama yang menentukan pola kurikulum dan tempat kedudukan kepala sekolah beserta staff dalam keadaan tersebut sampai batas-batas tertentu akan menentukan jenis kurikulum yang sedang dilaksanakan di sekolahnya dan selanjutnya dalam batas-batas tertentu pula akan menentukan pola keseluruhan organisasi dan administrasi pengajaran. bangunan sekolah. 079/1975.fokus baru ini. 33 . lapangan olahraga. dan menginventarisasi alat-alat/ sarana tersebut pada akhir tahun pelajaran. uang dan sebagainya. b. maksudnya bila diperlukan sewaktu-waktu segera dapat disediakan. 2. Secara micro (sempit) maka kepala sekolah yang bertanggung jawab masalah ini. 1. Alat pelajaran yang terdiri. sarana pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu: a. Pendistribusian peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggung jawab salah seorang anggota staf yang ditunjuk. Karena penyediaan sarana pendidikan di suatu sekolah haruslah disesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa-masa mendatang. Sedangkan untuk alat-alat yang belum distandardisasi. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar dan mengajar. dan serangga. pembukuan dan alat-alat peraga dan laboratorium. Walaupun kelompok persoalan di atas dibahas secara singkat. 3. Harus diadakan inventarisasi secara berkala. a. Hubungan AntaraPeralatan dan Perlengkapan Pengajaran dengan Program Pengajaran Jenis peralatan dan perlengkapan yang disediakan di sekolah dan cara-cara pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap program mengajar -belajar. Kemudian menyimpan dan memelihara serta mendistribusikan kepada guru¬guru yang bersangkutan. d. f. Dalam pendidikan misalnya: lokasi/tempat. Titik berat dalam hal ini adalah kepada belajar yang dikaitkan dengan masalah-masalah dan kebutuhan serta kegunaan hasil belajar nanti di dalam kehidupannya. Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat. Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat-tempat yang bebas dari faktor-faktor perusak seperti: panas lembab. Media pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil. Demikian pula administrasinya yang jelek akan mengurangi kegunaan alat-alat dan perlengkapan tersebut. Misalnya: ruang. Kebijaksanaan pendistribusian ini hendaklah ditekankan kepada prinsip efisien dan fleksibilitas. buku. Sedang sarana seperti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. e. kepala sekolah sama-sama menyusun daftar kebutuhan sekolah masing-masing. c. 2) Menyimpan dan mendistribusikan Ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah. Sedangkan menurut keputusan Menteri P dan K No. perpustakaan. b. Tanggung Jawab Kepala Sekolah dan Kaitannya dengan Pengurusan dan Prosedur Salah satu tugas utama kepala sekolah dalam administrasian sarana pengajaran ialah bersama-sama dengan staf menyusun daftar kebutuhan mereka akan alat-alat sarana tersebut dan mempersiapkan perkiraan tahunan untuk diusahakan penyediaannya. lapuk. Bangunan dan perabot sekolah. Isi pelajaran penting karena turut meningkatkan kualitas kehidupan murid-murid di masa kini dan sekaligus merupakan persiapan untuk kehidupan di masa yang akan datang.

Di antaranya adalah sebagai berikut: 1) Hendaknya kepala sekolah tidak terlalu rnenyibukkan dirinya secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran. walaupun tiap orang mempunyai kesukaan. memperbaiki fasilitas mencuci tangan dan kaki dan pekerjaan-pekerjaan perbaikan lainnya yang bertalian dengan pelaksanaan inovasi pendidikan. menambah tempat ruang buang air. distribusi dan penggunaan serta pengawasan peralatan dan perlengkapan pengajaran yang semuanya mendorong mereka untuk memikirkan proses paling tepat dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka. Keadaan pekerjaan akan menentukan lamanya waktu dan besarnya tenaga yang dibutuhkan untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan dan mengidentifikasikannya dengan tepat. b. Perbaikan-perbaikan ini diantaranya mencakup mengecat dan melabur. narnun untuk penyempurnaan p ekerjaan tersebut para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya. Kepala sekolah yang memiliki pengetahuan yang memadai tentang hal tersebut akan sangat ber guna dalam partisipasinya. 2) Melakukan sistem pencatatan yang tepat sehingga mudah dikerjakan. Rencana rehabilitasi hendaknya dibuat sehemat mungkin. dan pilihan warna masing-masing. 4) Mempelajari gambar-gambar contoh bangunan sekolah dan perlengkapannya baik yang diproyeksikan maupun gambar biasa. Rehabilitasi Dengan melakukan survey terhadap bangunan dan perlengkapan yang sudah ada dan mencatat serta terperinci perbaikan-perbaikan yang diperlukan. 4) Kondisi-kondisi di atas akan terpenuhi jika administrator mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi. Dalam masa kerjanya kepala sekolah tentu pernah menghadapi masalah seperti di atas. kuantitas. namun ada beberapa prinsip yang telah lama diakui dan dianjurkan para ahli seni dan dekorasi umpamanya reaksi-reaksi psikologis 34 . mengganti bahan-bahan atau bagianbagian yang sudah usang atau lapuk. Langkah -Iangkah yang disarankan terdahulu dapat juga ditempuh jika penambahan bangunan itu agak besar.j): a. Administrasi Gedung dan Perlengkapan Sekolah Mungkin banyak para kepala sekolah yang tidak mempunyai kesempatan untuk ikut serta dalam perencanaan bangunan sekolah.3. kepala sekolah mempunyai peranan tersendiri dalam panitia perencanaan bangunan sekolah dan perlengkapannya. Sedangkan sebagai administrator yang bertanggungjawab akan sekolahnya. Beberapa Pedoman Administrasi Perawatan Walaupun pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan sudah merupakan pekerjaan rutin dan orang-orang dihadapkan kesukaran-kesukaran yang kurang berarti. kepala sekolah dengan stafnya dapat mengusulkan perbaikan perbaikan untuk kepentingan efektivitas pelaksanaan program sekolah. 3) Administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran harus senantiasa ditinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran. apabila tuntutan-tuntutan yang berasal dari perkembangan pendidikan. Meningkatkan mutu keindahan ruang belajar Ada kecenderungan untuk mengecat ruang belajar dengan wama menurut kesukaan dan pilihan individu guru. Langkah-Iangkah di atas bukan satu-satunya cara yang dapat ditempuh kepala sekolah dalam merencanakan bangunan sekolah baru beserta perlengkapannya. 4. c. 2) Membentuk panitia untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan khusus yang bertalian dengan bangunan dan perlengkapannya yang diusulkan. dan saran-saran yang mereka kemukakan ditampung dan dipertimbangkan. Perluasan bangunan yang sudah ada Pada bangunan sekolah yang sudah ada sering kali diperlukan tambahan-tambahan bangunan dan perlengkapannya. Misalnya melalui lokakarya. Ada beberapa aspek yang bertalian dengan perencanaan dan pemeliharaan bangunan sekolah dan perlengkapannya (a . Keadaan pekerjaan akan menentukan lamanya waktu maupun kualitas. konferensi dan mengikuti penataran khusus mengenai masalah bangunan sekolah dan perlengkapannya. Dalam menghadapi tugas ini disarankan menempuh langkah-Iangkah sebagai berikut: 1) Masalah dasar-dasar pengajaran dan penentuan jenis program pengajaran dan perencanaan fasilitas bangunannya. Masih ada cara-cara lain yang bisa ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai hal-hal penting yang bertalian dengan perencanaan bangunan sekolah. Semakin cepat mendesak baik yang bertalian dengan kualitas maupun. menyempurnakan akustik ruangan belajar. Segala bahan penting yang diperlukan harus dikumpulkan agar supaya dapat menyampaikan rekomendasi yang tepat dan masuk akal. 3) Mengatur kunjungan sekolah-sekolah yang dipergunakan sebagai model atau contoh. Guru. Sudah tentu guru-guru dan para orang tua murid diikutsertakan dalam melakukan perencanaan mengenai penambahan-penambahan dan perombakan-perombakan bangunan yang sudah ada atau merencanakan bangunan barn. baik kepada pemerintah maupun kepada masyarakat.

di antaranya menyediakan fasilitas-fasilitas untuk mempraktekkan kebiasaan hidup sehat. ialah dasar pengajaran. Dinding atas ruangan belajar harus dicat putih karena 80% faktor pantulan diperlukan untuk memberikan cahaya yang memadai kepada murid. Ruang belajar. e. akan memberikan pengaruh jelek kepada murid-murid ditinjau dari segi pendidikan dan perkembangannya. Memang kesehatan menjadi salah satu tujuan ini di sekolah. ruang olahraga. melainkan juga banyak pengetahuannya tentang perabot dan perlengkapan. ruang-ruang keterampilan dan sebagainya. f. Faktor-faktor psikologis harus diperhatikan dalam pembuatan perabot ruang belajar. Administrator yang progresif akan mengutamakan fleksibilitas dalam fungsi dan letak perabot di ruang belajar. bersih dan teratur. kesehatan jasmani dan rohani. yang berarti menghambat pula kelancaran pelaksanaan program pengajaran di sekolah. 35 . harus dilaksanakan terus-menerus dan teratur.terhadap warna-wama tertentu harus diperhatikan dalam mengecat ruang belajar. seperti wama merah dan orang adalah warna yang hangat dan memberikan tenaga. ruangan belajar dan gang-gang. g. Warna perabot harus coklat muda dan tidak mengkilap. baik kesehatan fisik maupun kesehatan mentalnya. kotor. h. Kesemuanya harus diatur sedemikian rupa sehingga kondisinya memberikan pengaruh yang optimal dalam proses belajar dan terhadap perkembangan kesehatan murid~murid. Lingkungan fisik sekolah harus senantiasa dijaga dipelihara kesehatan dan kebersihannya. baik dalam literatur tentang konstruksi bangunan sekolah maupun dalam rencana struktur bangunannya. Hendaknya jadwal kerja harian yang terperinci dari penjaga kebersihan sekolah disesuaikan dengan jadwal kegiatan. Pengaruh yang berangsurangsur namun pasti dari lingkungan sekolah terhadap kebiasaan hidup sehari hari dan sikap menghargai pada murid-murid akan tampak dari tahun ke tahun. d. laboratorium. Karena itu hendaknya kepala sekolah menyadari tanggung jawab untuk senantiasa mengawasi ruangan belajar dan bagianbagian sekolah lainnya agar selalu beres. Dalam melaksanakan tugas tersebut. Keadaan kelas yang berantakan dan tidak teratur. Pemeriksaan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga hal-hal yang sekecil-kecilnya pun tidak sedemikian rupa sehingga hal tersebut tidak lepas dari tanggung jawab. Dalam usaha kesehatan sekolah atau UKS hal ini dibicarakan secara terperinci. Macam-macam warna yang memantulkan cahaya harus diperhatikan dalam mengecat. Pemeriksaan itu perlu Tanggung jawab kepala sekolah untuk melakukan pemeriksaan dan koreksi terhadap kondisi kondisi ruangan sekolah dan perlengkapannya termasuk halaman dan tempat-tempat bermain murid. Salah satu kegiatan utama program kesehatan sekolah ialah menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat. Memperhatikan kondisi sanitasi Ditinjau dari kebutuhan akan kesehatan pada murid-murid dan seluruh anggota staf di sekolah. Alangkah baiknya jika tempat penyimpanan alat-alat ini direncanakan sebelum bangunan didirikan sehingga faktor estetikanya pun mendapat perhatian juga. Kegiatan murid dalam pemeliharaan kebersihan dan keberesan sekolah. Penyimpanan alat-alat yang tepat Dari segi pendidikan soal penyimpanan alat-alat kurang mendapat perhatian. Hendaknya disediakan sabun dan lap atau handuk kecil. Tanggung jawab keberesan sekolah Kepala sekolah dan guru hendaknya selalu menyadari bahwa murid-murid banyak belajar dari lingkungan sekolah. jangan sampai ada perabot yang dapat menghambat proses belajar pada muri -murid. salah satu fasilitas penting ialah penyediaan air untuk mencuci tangan dan kaki dan anggota badan lainnya. ia mengadakan pertemuan -pertemuan dengan penjaga kebersihan sekolah mengenai masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang harus diatasi. Alatalat yang langsung dipergunakan dalam pelajaran memerlukan fasilitas penyimpanan yang memadai dan praktis sehingga sewaktu waktu diperlukan dapat segera disediakan serta keamanannya cukup terpelihara. Di samping itu keadaan seperti di atas ditinjau dari segi pendidikan kesehatan akan menimbulkan pengaruh yang merugikan. Demikian pula dinding-dinding samping ruangan harus dicat warna cerah dan pusat. masalah sanitasi harus mendapat perhatian pertama. Di samping itu proses belajar dan mengajar akan terhambat. Memilih perabot dan perlengkapan Kepala sekolah hendaknya serba bisa. cahaya dan ventilasi yang kurang memadai. karena bukan saja harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai bangunan sekolah. Inilah salah satu tujuan yang harus dipakai dalam pendidikan di sekolah yaitu memperbaiki kebiasaan kebiasaan hidup murid-murid dengan jalan mengatur dan menciptakan kondisi lingkungan yang dapat memperlancar perkembangan kebiasaan yang baik pada murid-murid. sedangkan warna hijau memberikan pengaruh mendinginkan dan sejuk. Ingatlah bahwa yang belajar adalah murid d sebagai kesatuan pribadi dan bukan kecerdasannya saja yang berkembang. Salah satu faktor penting yang dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih perabot dan perlengkapan ruangan kelas yang harus disediakan.

pengembangan keterampilan dan pengembangan sikap. namun berpengaruh menenangkan dan memupuk perasaan estetika. Untuk menjaga dan memelihara agar sup aya tempat bermain menarik. Tempat bermain harus selalu dijaga dan dipelihara supaya bebas dari kondisi dan hal hal atau benda-benda yang mungkin menimbulkan bahaya kecelakaan. 2) Palang Merah Remaja. . Kegiatan pengembangan keterampilan berdasar hobi 1) Latihan kepemimpinan. 5) Percobaan-percobaan akademis di luar kelas. 2) Pengertian hari-hari besar nasional. 5) Lintas Alam. murid. 4) Penulisan karangan untuk berbagai media. 6) Olahraga. Masalah penyimpanan alat-alat dan perlengkapan pengajaran telah dibicarakan secara singkat pula pada halaman-halaman sebelumnya. temu karya. memerlukan bantuan dan dukungan dari kepala sekolah dan penjaga kebersihan sekolah agar supaya ruang belajar senantiasa siap untuk dipergunakan dan memperlancar proses belajar. 3) Karya wisata. 4) Pramuka. Di samping hal-hal lainnya. keagamaan 3) Membantu masyarakat yang kena musibah. 36 4. 8) Pengaturan lalu-lintas. hal yang sangat penting untuk diperhatikan ialah ruang belajar harus cukup mendapat cahaya. Kegiatan pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran 1) Diskusi. aman dan bebas dari hal-hal yang mungkin menimbulkan kecelakaan. yaitu pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran. selaras dengan tujuan sekolah yang tertuang dalam kurikulum. kebanyakan guru -guru kurang menyadari pentingnya cahaya yang memadai bagi murid-murid jika sedang ada dalam ruang belajar. diratakan serta disesuaikan dengan berbagai permainan dan kegiatan yang dilakukan oleh murid -murid. binatang. kepala sekolah harus bekerja sama-dengan guru-guru. Seperti telah disinggung di muka bahwa warna-warna yang dipergunakan di ruang belajar adalah warna-warna yang memberikan pengaruh psikologis positif dalam proses mengajar dan belajar kepada guru-guru dan murid-murid. dan pemeliharaan ruang belajar. 3) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). namun mereka. Memang guru-guru sering kali memberikan pengawasan langsung terhadap pengaturan.Agar sulit untuk memelihara dan menjaga ruang belajar agar supaya senantia beres dan bersih. Pemeliharaan halaman dan tempat bermain Kegiatan rekreasi di sekolah dewasa ini mempunyai peranan penting dalam program pengajaran. Oleh karena itu supaya pembinaan administrasinya terutama m enyangkut pembinaan pengelolaan organisasinya dan kegiatannya. dan segera mengadakan perbaikan bilamana terdapat kekurangan -kekurangan. Tempat bermain harus dipelihara. 7) Keseman. Dari kenyataan ini timbul tuntutan agar supaya kepala sekolah memberikan perhatian cukup terhadap kondisi ruang belajar. Kegiatan-kegiatan pengembangan sikap 1) Pengumpulan dana sosial.7 Administrasi Siswa OSIS merupakan organisasi murid yang resmi diakui dan diselenggarakan di sekolah dengan tujuan untuk melatih kepemimpinan murid serta memberikan wahana bagi murid untuk melakukan kegiatan-kegiatan ko-kurikuler yang sesuai. Menyediakan tempat dan fasilitas saja untuk keperluan itu. jika sa fasilitas penyimpanan alat-alat tidak mendapat perhatian. Gunakanlah warna-warna yang membangkitkan semangat belajar dan bekerja. 9) Pengumpulan benda-benda bekas (perangko. seminar dan lain-lain. belum memadai. Contoh kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di sekolah melalui Osis adalah sebagai berikut: a. j. Kepala sekolah hendaknya melakukan observasi yang teratur dan kontinu terhadap kondisi cahaya di ruang belajar ini. i. dipergunakan di ruang belajar. apa pun kegiatan yang dikembangkan hendaknya selalu dalam rangkaiannya dengan tujuannya. b. penjaga kebersihan sekolah dan penjaga keamanan sekolah. atau memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan kesehatan murid-murid dan penghuni sekolah lainnya. Di samping itu ruang belajar harus selalu diperbarui catnya. c. Mengatur dan memelihara ruang belajar Sebagian besar waktu kehidupan murid-murid dan guru selama bersekolah. dianjurkan tiap-tiap tiga sampai lima tahun sekali. 2) Penelitian. dan lain-lain).

......................... : ....... Anak ke : ..... ................................... tetapi juga bermanfaat kelak setelah murid tersebut sudah lulus dan meninggalkan sekolah tersebut........................................................................................... : .......................... Kelulusan: a............ Pendidikan : ...................................................... b.......... 9...................... Warga Negara : ...................................................... Tanggal b.................................................................................................................................................................. dan Kesehatan ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus 37 Kelas/Th Sem................... yaitu: data tentang identitas murid........................... Orang Tua/Wali Murid : . b.......................... 8............... Diterima: a....... Data anekdot 12...................................... tgl............. 11........................................... Alasan 13............. STTB Nomor c.............. Berikut ini disajikan contoh-contoh format data tentang murid: a................................ Pindah ke b.......... Keluar : a........... Contoh format Data Hasil Belajar Murid ============================================================== Program No........................ .............................. Di kelas c.................................... : ......................................1 2 _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______________ .......... 2.............. Nama : .. Lahir : ........................ Jenis Kelamin : . : ......... Tinggal 15...... Alamat : ............................................................ tentang hasil belajar murid dan tentang kehadiran murid.......... dan seterusnya .......................................... 5................................................................ : ........................ a.... b... .............................. Melanjutkan ke 14............................................................................................................ ............. Pada kelas c....... Di kelas : ...... Perpindahan: a........ Pada intinya ada tiga macam data yang perlu sekali dike1ola................... : ... : ......................................... Data ini tidak hanya berguna sewaktu murid tersebut masih sekolah............................................ Contoh format Identitas Murid 1....................... Tanggal b.................................................. Keterangan lain-lain : .... Tempat.................... 7...................................... Pekerjaan : ...........................................................................................Pengelolaan data kesiswaan merupakan salah satu garapan administrasi murid yang tidak dapat ditinggalkan................................................ : ...................................................... Mata Kelas/Th Kelas/Th Pelajaran Sem.............................................................. ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus _____________________________________________________________________________________________________________________________ ________________ Keterangan: __________________ _____________________________________________________________ _______________________________________________________________ .............1 2 Pendidikan Umum 2................ 3................................................................................ Tanggal : ...............1 2 Sem...................................................... ................................................................................ d....................... Asal Sekolah : ................. c...................................... pas foto 3..................................................... .......................... Nama Murid : ......................................................................... Alamat : ..... 4............... Pendidikan Agama PMP Olah Raga..................... ........................ 1......................... .... 10.. : ............................ : ................ 6. Penghargaan yang diterima murid : ........................................

........... 3...... ....................................... Kelas : . Pada setiap ganti tahun angkatan. ....... dan seterusnya ................ 5. ......... dengan warna berbeda untuk setiap kelas (angkatan)................... 1) Untuk data tentang identitas dan hasil belajar siswa sebaiknya tidak terpisah.. 4................. Nama Murid Tanggal Jumlah 1 2 3 4 5 dst ....... Agar mudah disusun..... Jumlah Murid : ................................................. sebaiknya menggunakan buku ukuran folio..................... sebaiknya digunakan bahan kertas manila....................... Dengan sistem kartu ini upaya pencarian kembali setiap data yang diperlukan akan lebih mudah.............. Contoh format Data Presensi Murid Daftar Presensi bulan : ................................... Lembar muka sebelah kiri untuk............... 31 Absen _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______ 1............................................... Penulisan data siswa tersebut diurutkan menurut urutan nomor induknya.............................. Bagian depan kartu diisi dengan data identitas siswa dan bagian belakangnya dipergunakan untuk data hasil belajar..... Confoh format Data Rekapitulasi Kehadiran Murid SMP NEGERI XV SURABAYA Ha ri Tanggal Jumlah murid Izin Sakit Lain-lain : : : : : : ..... karena itu merupakan satu kesatuan.....................................orang............. Kartu-kartu itu diurutkan menurut urutan nomor induk siswa yang ditulis pada pojok kanan atas........... 2................................ b) Apabila menggunakan buku induk.............. data tentang identitas siswa dan lembar sebelah kanan untuk data hasil belajar siswa................. Cara menyimpan data tentang murid Data-data tersebut harus disimpan oleh sekolah secara baik-baik dan berfungsi sebagai arsip aktif yang sewaktu-waktu dicari kembali untuk keperluan tertentu........... Ada beberapa cara untuk menyimpan data tersebut.............orang.. ....................................................c....orang................ Tahun ...................... ...... a) Apabila menggunakan sistem kartu sebaiknya dibuatkan sehelai kartu untuk setiap siswa............................................. ...... 50...........orang..... Penyimpanan data itu dapat dilakukan dengan menggunakan sistem kartu atau dapat pula menggunakan sistem buku induk..................... Untuk mencari data tentang siswa pada buku induk akan lebih sukar dibandingkan dengan bila menggunakan siswa kartu.................................. 38 ....50 cm x 28 cm)... ============================================================================No...................... Untuk mempermudah penggunaan buku induk tersebut dapat dibantu dengan menggunakan buku Klaper di mana-mana siswa yang namanya dimulai dengan huruf sama disusun menjadi satu................................................................................... dengan menggunakan dua muka sebelah kiri untuk setiap siswa................................................... ____________________ ________________________________________________________________________________________________________________ Jumlah yang hadir _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______ d..... sebaiknya diberi kartu penyekat atau kartunya diganti dengan baru yang berwarna lain....... Kartu itu berukuran quarto (21.................. sehingga mudah mencarinya kembali..............

Perlombaan dan pertandingan 7. kesenian.sistem sosial masyarakat di mana sekolah itu berada. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan murid sekolah antara lain: 1. Olahraga 3. Tujuan penyampaian (dapat perintah. pertandingan olahraga dan kesenian keputrian. program pendidikan. dan seksi-seksi. c) Ekstra sekolah Adalah kegiatan untuk membantu memperlancar perkembangan individu murid sebagai manusia seutuhnya. Tujuan dari intra sekolah: . kegiatan-kegiatan sosial dan sebagainya. Di dalam pengertian di atas terlihat adanya berbagai unsur antara lain: a. bendahara. b) Intra sekolah Pengembangan organisasi murid yang efektif di sekolah naik terhadap pendidikan dasar maupun menengah harus dapat menjamin partisipasi murid dalam program sekolah yang bersangkutan. d. f. wakil. a) Intra kelas Murid dalam suatu kegiatan dapat diorganisir sedemikian sehingga merupakan suatu gaverment terdiri dari: ketua.membina personel dan sosial murid khususnya. program pengabdian masyarakat. Membagi kepemimpinan dengan orang lain. Response/jawaban yang diberikan oleh si penerima. Kegiatan ini merupakan kegiatan kurikuler yaitu untuk menjamin adaptasi murid sekolah yang dapat menunjang proses belajar dan perkembangan murid secara lebih efektif. Pertemuan siswa 2. pemberitahuan laporan dan sebagainya).sistem staf pengajaran dan personel sekolah . b. Proses Berita Alat bunyi gambar Sumber isi tujuan 39 penerimaan . dapat seperti kebersihan dan keindahan kelas dan sebagainya. Kegiatan ke masyarakat 6. Publikasi karya tulis 9. artinya antara sekolah dengan pihak lain (ke luar) masyarakat lembaga/instansi yang lain. Kegiatan antar kelas seperti. sekretaris. Hal ini bisa secara intern yaitu di dalam organisasi sekolah itu sendiri. Menjadi pemimpin. laporan dan sebagainya). Komunikasi di dalam administrasi sekolah adalah suatu proses penyampaian sesuatu (berita/idea kepada orang lain). Organisasi kesiswaan. yaitu orang yang menyampaikan sesuatu kepada orang lain (juga sebagai sumber berita). Orang yang menerima informasi (komunikasi communicate/recever ). Komunikator. Ke laboratorium 5. 5. Juga bisa ekstern. Alat. Apa yang disampaikan (isi/informasi). Perkemahan sekolah 4. c. Organisasi sosial 10. Perpustakaan sekolah 8. Tugasnya: Kegiatan kelas. e.Aktivitas murid Program aktivitas sekolah seperti: olahraga. Kerjasama Sekolah dan Masyarakat Secara sederhana "hubungan" atau "communication"(di Indonesia: komunikasi) dapat diartikan sebagai "process by wich a person transmits a massage to another" (proses penyampaian berita dari seorang kepada orang lain). medis yang digunakan (dapat berupa kata-kata bunyi. Tanggung jawab murid.membina generasi muda umumnya . Maka dalam hal ini organisasi/Osis merupakan sarana komunikasi formil antara kelompok murid dan suatu sistem sekolah dengan: .

Memahami dengan tepat isi/maksudnya dengan harapan mau menerima. yaitu lah bahwa para kepala sekolah harus memahami. Dalam dunia pendidikan dikenal 2 macam hubungan (komunikasi): a) Komunikasi dalam penyelenggaraan program pendidikan (intern) dengan masyarakatsekolah. Keberhasilan dalam hubungan-hubungan kerja kemanusiaan ini akan ditentukan oleh efisiensi dan efektivitas mereka yang berkepentingan dalam: a. organisasi-organisasi. berarti ia mendapat informasi yang diperlukan untuk mengembangkan hubungan yang sehat dan sukses antara sekolah dengan masyarakat. 40 . Tradisi dan adat-istiadat. kesetiaan. gagasangagasan yang didengarnya. Kesemuanya ini merupakan komunikasi intern bahkan sifatnya lebih subjektif. melainkan berada dalam suatu sistem masyarakat yang telah tetap. Masyarakat di sini dapat berwujud orang tua murid. sehingga tidak hanyut/terbenam dalam arus propaganda. 5. Kehadiran sekolah berlandaskan kemauan baik negara dan masyarakat yang mendukungnya. cara-cara beraksi. Penyampaian Berita Memahami dengan tepat Mau menerima Merespon Perubahan tingkah laku baik kelompok individual. ciri-ciri pengelompokan forrnil dan hubungan ciri-ciri populasi. Organisasi anggota masyarakat. Namun hal ini perlu adanya motivasi dan stimulasi secara kontinu dari administrasi pendidikan. Dalam hal ini administrasl sekolah/pendidikan hendaldah membina para guru dan murid untuk: 1. diskriminatif dan kritis. 4. Oleh karena itu orang-orang yang berkerja di sekolah mau tidak mau harus bekerja sama dengan masyarakat. Menyampaikan berita kepada orang lain. kepatuhan dan perasaan terikat yang ada pada masyarakat. Adanya respon-perubahan tingkah laku. 2. Belajar membaca secara komprehensif. 5. 3. Kepemimpinan/ struktur kekuatan yang terdapat dalam masyarakat. 1. Unsur-unsur penting pada anggota masyarakat lingkungan sekolah. 2. b. Dalam hal ini perhimpunan administrator sekolah di Amerika Serikat (the American Association of School Administrators) telah mengumpulkan beberapa indikator (petunjuk) tentang hubungan seko dengan masyarakat. Dilihat dari sudut administrasi pendidikan (sekolah) dapat dilihat bahwa komunikasi pada hakikatnya adalah problem hubungan kerja kemanusiaan (human relationship). Situasi fisik masyarakat. b) Komunikasi dengan masyarakat di luar sekolah Adalah merupakan sesuatu kenyataan bahwa. 4. Sanggup mengadakan penilaian secara kritis terhadap apa yang dilihatnya. lancar dan efektif. menangani idea baru. Sanggup mengekspresikan dalam berbicara yang jelas. Berikut ini ada bermacam-macam konsepsi hubungan sekolah masyarakat untuk dapat dipertimbangkan mana yang lebih efektif untuk dikembangkan di sekolah mendatang. badan-badan. Sanggup mengemukakan pendapatnya/ gagasannya dalam bentuknya tertulis sehingga orang lain dapat membaca dan mengerti. sekolah tidak merupakan sesuatu yang berdiri sendiri terpisah dari dunia luar. Konsep-konsep hubungan sekolah-masyarakat Masalah konsep hubungan sekolah-masyarakat adalah sangat luas dan kompleks dan beranekaragam. Belajar mendengarkan secara tepat dan kritis. Salah satu alasan mengapa sekolah perlu dukungan dari masyarakat tempat sekolah itu berada ialah karena sekolah harus dibiayai. 3. Jika para kepala sekolah memperoleh keterangan-keterangan tersebut di atas.kata-kata dsb. baik negeri maupun swasta. Tugas sekolah di sini ialah bagaimana menumbuhkan rasa ikut memiliki (senseaf belonging) dan rasa ikut bertanggung jawab (senseresponsibility) masyarakat terhadap sekolah. menilai dan mempertimbangkan.

b) Menurut Balai Pendidikan Guru tertulis Jawa Barat dalam garis besarnya terdapat 4 jenis hubungan sekolah masyarakat. Interpretasi pendidikan. Jenis komunikasi di sini adalah kornunikasi tertutup (komunikasi intern) yaitu sekolah hanya berkomunikasi dengan dirinya sendiri. 41 . Konsep tanda bahaya kegiatan-kegiatan hubungan sekolah masyarakat terjadi bila ada bahaya misalnya kebakaran. sekolah seolah-olah menjual iklannya kepada masyarakat. To prevent misunderstanding. Prinsip-prinsip program hubungan sekolah-masyarakat Jika suatu kegiatan telah diketahui dan ditentukan tujuannya. rnaka suatu langkah/tindak lanjutnya adalah menyusun suatu program kerja.a) Menurut Ameteambun dalam bukunya Guru dalam Administrasi sekolah pembangunan "Konsepsi hubungan sekolah-masyarakat" adalah sebagai berikut: 1. Konsep ini beranggapan bahwa sekolah dan masyarakat merupakan dua lernbaga yang terpisah. Dalam kerangka tersebut di atas. Jenis komunikasi di sini bersifat dua arah timbal balik di mana masyarakat cenderung untuk baranggapan bahwa mereka harus secara langsung dilihatkan ke dalam urusan-urusan sekolah mereka. Dalam hal ini Bent dan Kronenberg mengemukakan tiga hal tujuan utama hubungan sekolah masyarakat yaitu: a. Usaha bersama. Konsep "social leadership" sekolah sebagai lembaga pendidikan utama masyarakat. 5. harus dapat diharapkan dapat rnembina kepemimpinan dengan pihak yang erat hubungannya dengan problema¬problema sosial. Konsep partnership hubungan ini dapat diinterpretasikan sebagai hubungan proses timbal balik. c. Terutama dalam kegiatan-kegiatan kurikuler. To secure financial support. Sehubungan dengan hal tersebut Ametembun merumuskan program hubungan sekolah masyarakat yaitu: 1. Di mana kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan masyarakat juga menjadi kebutuhan dan keinginan sekolah. Konsep "menunggu" sekolah hanya menunggu dan mengharapkan perhatian dan bantuan dari masyarakat. Sikap acuh tak acuh di mana kedua belah pihak antara sekolah-rnasyarakat saling membiarkan dia tumbuh. untuk mencari popularitas dan semata-mata mengejar prestise bukan prestasi. (Untuk memperoleh sumbangan-sumbangan finansiil dan material dari masyarakat). To secure coppration in policy making. Untuk mengetahui sukses gagalnya suatu kegiatan maka perlu diketahui terlebih dahulu apakah tujuan kegiatan tersebut. 2. sekolah hendaknya selalu bekerja sama membina dan mewujudkan kehidupan sosial yang baik. 3. apa yang dikehendaki dan kebutuhan-kebutuhan sekolah hendaknya diketahui masyarakat. 6. Konsep preventif kegiatan-kegiatan sekolah hanyalah untuk mencegah hal hal yang tak diinginkan oleh masyarakat. Konsep pameran sekolah hanya sekadar memamerkan kegiatannya kepada masyarakat. Sehingga sekolah memerlukan bantuan/kontak dengan masyarakat. 4. Publisitas yaitu komunikasi satu arah. b. (Untuk menjalin kerjasama dalam pembuatan kebijaksanaan kebijaksanaan). (Untuk mencegah kesalahpahaman antara masyarakat terhadap sekolah). 4. Biasanya hal ini cenderung. 3. runtuh dan sebagainya. bahwa informasi yang telah diberikan kepada masyarakat dapat ditafsirkan menurut pengetahuan dan pendapat yang apa adanya. 1. Seperti halnya publisitas lebih ditekankan. Hal ini cenderung untuk memperkuat sikap dan pendapat yang telah ada melekat di masyarakat. Sehingga tidak mencerminkan "originalitas" atau asli dari keseluruhan program sekolah tersebut. tentu saja hal-hal yang dipamerkan "show" hanyalah hal-hal yang telah diseleksi/yang baik-baik saja. Perencanaan hubungan sekolah-masyarakat haruslah integral dengan program pendidikan yang bersangkutan. Yang biasanya disertai dengan perhitungan-perhitungan keuntungankeuntungan individualitas pribadi. 7. 2. Konsep prestise kegiatan-kegiatan sekolah sebagai alat untuk menonjolkan kariernya.

Tampaknya ha tersebut mengandung implikasi bahwa l landasan utama hubungan sekolah-masyarakat yang sehat adalah program pengajaran yang efektif dan taraf hubungan guru-muridnya yang tinggi. jika diperlukan. 3. Misalnya: majalah. Walaupun efektivitasnya sering dilebih-lebihkan oleh para administrator. Pada umumnya di dalam pelaksanaannya sekolah sering menggunakan kombinasi. Misalnya: tatap muka. Hal ini sebenarnya tidak adil. Sistem audio visual yaitu sistem komunikasi dengan menggunakan alat-alat indra penglihatan dan pendengaran. 2. Untuk itu semua hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga dapat menarik dan mengena pada sasarannya. Dan kebanyakan siaran-siaran lewat media massa ini ditangani oleh administrator pusat. Dengan demikian komunikasi dua arah sedikit banyak dapat terpelihara. rapat-rapat. Setiap pejabat/petugas sekolah terutama para guru haruslah menganggap dirinya adalah petugas hubungan masyarakat (public relations efficer). 5) Laporan kemajuan murid (rapor) Laporan kemajuan murid yang secara formil disampaikan kepada orang tua merupakan alat lain bagi sekolah untuk berkomunikasi dengan mereka. Untuk mengatasi hal demikian. khususnya mengenai hal-hal yang sedang terjadi pada mereka. 3. Sehingga para pelaksana/guru hanya sebagai konsumen saja. sebaiknya dalam laporan kemajuan murid disertai lembaran-lembaran isian untuk mereka yang berisi pendapat. Tetapi dengan jalan ini nampaknya hanya satu arah saja yang menimbulkan tujuan yang berbeda -beda. Jalur-jalur lain yang mungkin dapat ditempuh dalam hubungan sekolahmasyarakat adalah: 1) Anak/murid Anak/murid adalah merupakan mata rantai komunikasi yang paling efektif antara masyarakat dengan sekolah. Baik kombinasi yang secara lisan dan tertulis. komunikasi tertulis ini harus berisi informasi yang diperlakukan oleh orang tua murid. dihayati di sekolah dapat dikomunikasikan kepada orang tuanya. Berbagai media hubungan sekolah-masyarakat Dalam pelaksanaan hubungan sekolah-masyarakat akan diperlukan sarana atau alat yang sering disebut dengan media komunikasi atau mass media. telegram dan sebagainya. Adapun dengan alatalat lain seperti surat. 3) Mass media (media massa) Media massa seperti radio. dengan santai. Sistem audio (audio system) yaitu dengan menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan indra pendengaran. 4) Pertemuan informal Para guru dan staf sekolah lainnya dapat mengadakan hubungan dengan warga masyarakat secara tidak resmi. Masyarakat atau orang tua diundang secara resmi oleh sekolah. ini berarti informasi yang diperlukan oleh orang tua murid tersebut.2. dirasakan. televisi merupakan media yang sangat berharga untuk menyampaikan informasi kepada orang tua murid. 1. 6) Kontak formal Hal ini dapat dilakukan dengan melalui pertemuan-pertemuan resmi. tanggapan dan saran-saran kepada sekolah. surat kabar. telepon dan sebagainya. kontak melalui telepon. Hal ini memberikan kesempatan untuk memperbincangkan persoalan-persoalan yang dapat segera langsung dijawab dan untuk membina hubungan yang kelak dapat memperlancar pertemuan -pertemuan resmi. Dan agar lebih efektif. Program hubungan sekolah masyarakat didasarkan atas kerja sama bukanlah sepihak (one way) tetapi adanya timbal balik (two way) prosesnya. dan sebagainya. poster-poster dan sebagainya. Jalur-jalur komunikasi sekolah masyarakat Ada beberapa jalur yang mungkin dapat ditempuh walaupun demikian jalur yang paling menguntungkan adalah jalur yang langsung berhubungan dengan murid dan situasi pertemuan langsung (face to face). Dan operasionalnya bisa secara formal dan informal. Bahkan mungkin tidak memberikan arti apa-apa. karena pihak operasional tidak diikutsertakan. film. Sistem visual (visual system) yaitu sistem komunikasi dengan mempergunakan alat-alat yang dapat dilihat dengan indra mata. Misalnya: televisi. 2) Surat-surat selebaran dan buletin sekolah Biasanya orang tua akan membaca dengan cermat selebaran dan buletin yang langsung diterima dari sekolah. gambar. Segala sesuatu dilihat. Layanan sekolah yang baik dan mengesankan kepada mere akan ka 42 .

ataupun dengan jalan karyawisata. guru dan masyarakat. Umumnya para guru memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat dalam menghidupkan dan memperkaya program pengajaran. lni adalah merupakan komunikasi yang intim karena seolaholah masyarakat ikut diperhatikan. BP3 ini merupakan wadah. sehingga kepala sekolah. Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3) Organisasi ini bekerja sama dengan sekolah dalam mengembangkan hubungan-hubungan yang sehat antara sekolah dengan masyarakat. Memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat. Dengan demikian. dapat melakukan komunikasi dan memberikan informasi tentang inovasi-inovasi yang sedang dijalankan dalam program pengajaran dewasa ini. akan turut meningkatkan hubungan yang sehat antara sekolah dan masyarakat. Misalnya pemanfaatan tokoh-tokoh masyarakat.7) 8) membuat kesan yang mendalam bagi masyarakat. 43 . Namun dalam hal ini sering diabaikan bahwa dalam pemanfaatan sumber-sumber tersebut sebetulnya merupakan cara terbaik untuk mengadakan hubungan dengan masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful