BAB I PENGERTIAN, DASAR-DASAR DAN TUJUAN, SERTA RUANG LINGKUP ADMINISTRASI PENDIDIKAN

1. Pengertian Administrasi Pendidikan
Untuk dapat memahami administrasi pendidikan secara keseluruhan, maka perlu terlebih dahulu membahas titik awal pengertian tersebut, yaitu Administrasi. Pengertian dasar tentang administrasi itu akan merupakan tumpuan pemahaman administrasi pendidikan seutuhnya. Secara sederhana administrasi ini berasal dari kata Latin ´adµ dan ´ministroµ. Ad mempunyai arti ´kepadaµ dan ministro berarti ´melayaniµ. Secara bebas dapat diartikan bahwa administrasi itu merupakan pelayanan atau pengabdian terhadap subjek terten Memang, zaman dulu tu. administrasi dikenakan kepada pekerjaan yang berkaitan dengan pengabdian atau pelayanan kepada raja atau menteri-menteri dalam tugas mengelola pemerintahannya. Kini administrasi itu telah mengalami perkembangan yang pesat sehingga a dministrasi ini mempunyai pengertian atau konotasi yang luas. Secara garis besarnya pengertian itu antara lain sebagai berikut: - mempunyai pengertian sama dengan manajemen; - menyuruh orang agar bekerja secara produktif; - memanfaatkan manusia, material, uang, metode secara terpadu; - mencapai suatu tujuan melalui orang lain; - fungsi eksekutif pemerintah. Bahkan banyak orang yang beranggapan bahwa administrasi itu sama dengan pekerjaan juru tulis, tata usaha, kerja kantor, atau pekerjaan yang bersangkut paut dengan tulis menulis. Yang dimaksudkan dengan administrasi di sini tentu saja bukan pengertian yang terakhir itu. Administrasi adalah upaya mencapai tujuan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan orang-orang dalam suatu pola kerjasama. Efektif dalam arti hasil yang dicapai upaya itu sama dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan efisien berhubungan dengan penggunaan sumber dana, daya dan waktu yang ekonomis. Selain manusia dan tujuan, administrasi sangat mempedulikan keadaan sumber. Sumber adalah segala hal yang membantu tercapainya tujuan baik berupa tenaga, material, uang, ataupun waktu. Sumber yang langka cenderung menggagalkan tercapainya tujuan. Sedangkan sumber yang berlimpah cenderung kepada pemborosan dan bahkan penyimpangan dari tuj an yang telah disepakati. u Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa pada dasamya yang menjadi perhatian administrasi adalah tujuan, manusia, sumber, dan juga waktu. Kalau keempat unsur tersebut digabungkan dan dilihat dari bentuk dan perilakunya, maka akan menampakkan dirinya sebagai suatu satuan sosial tertentu, yang sering disebut organisasi. Dan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi itu adalah subsistem dari organisasi itu sendiri yang unsur-unsumya terdiri dari unsur organisasi yaitu tujuan, orang-orang, sumber, dan waktu. Secara umum dapat dinyatakan bahwa organisasi itu adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih yang secara sadar dimaksudkan untuk mencapai tujuan. Gabungan orang yang bekerja sarna itu didoro g oleh n kesadaran manusia bahwa kebutuhan seseorang itu mudah terpenuhi bila diupayakan bersama orang lain. Karena kekurangmampuan, waktu, daya tahan dan bahan-bahan manusia menjadi sadar bahwa harapan dan kebutuhannya itu perlu bantuan orang lain. Orang-orang itu kemudian bergabung, menetapkan tujuan bersama, menyepakati bentuk kegiatan dan upaya mencapai tujuan, dan terbentuklah organisasi. Dan upaya agar semua unsur organisasi itu bisa berfungsi atau berlaku secara efektif dan efisien, produktif, optimal, atau bahkan maksimal adalah administrasi. Menurut jenisnya organisasi ini terdiri dari tiga jenis yaitu organisasi formal, sosial dan informal. Ciri khusus dari organisasi formal adalah organisasi yang secara formal menetapkan tujuan yang akan dicapainya itu dengan tertulis berdasarkan peraturan atau hukum yang berlaku, menetapkan pola kegiatan, dan menekan pada koordinasi dan hierarki kewenangan. Termasuk ke dalam organisasi ini ialah sekolah, madrasah, perusahaan, penjara, organisasi politik dan massa. Organisasi sosial adalah organisasi yang dibentuk berdasarkan tujuan yang tidak formal, tetapi secara implisit terpaut dengan pola kerja yang longgar dan bahkan tidak ada hierarkis kewenangan. Termasuk ke dalam jenis ini umpamanya sekumpulan sahabat untuk mengisi waktu senggang, pertemuan untuk mengenang masa lalu atau bernostalgia, dan kumpulan lulusan atau alumni suatu organisasi pendidikan. Organisasi informal adalah organisasi yang terbentuk dalam organisasi formal tetapi tidak termasuk dalam struktur atau peraturan yang tertulis. Organisasi ini timbul secara spontan dan didorong oleh kebutuhan akan pergaulan, persahabatan, rasa aman di antara anggota organisasi formal. Termasuk ke dalam jenis ini ialah kumpulan arisan, persahabatan, hobi dan rekreasi di antara para karyawan suatu perusahaan. Keberadaan organisasi informal dalam organisasi formal bersifat
1

kontroversial, dapat menjadi pendukung bagi keberhasilan atau sebaliknya dapat menjadi penghalang tercapainya tujuan suatu organisasi. Administrasi pendidikan mengandung dua pokok pikiran yaitu administrasi dan pendidikan. Pengertian administrasi telah dikemukakan di muka secara agak rinci. Pengertian pendidikan akan dikemukakan pada bagian berikut ini. Berdasarkan asas legal pengertian pendidikan ini dapat disimak dari Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor II/MPR/1988 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara. Dalam GBHN tahun 1988 ini pendidikan dibataskan sebagai proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Pe didikan n berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Berikut beberapa pendapat para ahli tentang pendidikan : 1) Carter V. Good dalam µDictionary of Educationµ dijelaskan sebagai berikut : - Seni, praktek, atau profesi sebagai pengajar - Ilmu yang sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan prinsip -prinsip dan metode mengajar, pengawasan dan bimbingan murid, dalam arti luas digantikan dengan istilah pendidikan. Menurut Carter, pendidikan berarti : - Proses perkembangan pribadi - Proses sosial - Profesional cources - Seni untuk membuat dan memahami ilmu pengetahuan yang tersusun yang dikembangkan pada masa lampau oleh tiap generasi bangsa. 2) Prof. Richey dalam buku ´Planning for Teaching and Introduction to Educationµ menjelaskan hakekat pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung dalam sekolah saj . Pendidikan adalah a suatu aktifitas sosial yang esensial yang memungkinkan masyarakat yang kompleks, modern, fungsi pendidikan ini mengalami proses spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal, yang tetap berhubungan dalam proses pendidikan informal di luar sekolah. 3) Brubacher dalam bukunya ´Modern Phylosofies, Educationµ dinyatakan sebagai berikut : Pendidikan adalah proses timbal balik dari tiap pribadi manusia dalam penyesuaian dirinya dengan alam, dengan teman, dan dengan alam semesta. 4) John Dewey memandang pendidikan sebagai suatu proses pembentukan kecakapan fundamental secara intelektual dalam emosi sesama manusia.1 (1 Tholib Kasan, Dasar-Dasar Pendidikan, Studia Press, Jakarta, 2005) Mengacu pada batasan tersebut di atas terdapat beber apa hal yang berkenaan dengan administrasi. Seperti yang telah dikemukakan di muka, pendidikan itu adalah suatu proses. Proses dalam hal ini dapat diartikan bahwa pendidikan terdiri dari serangkaian tindakan yang menuju ke suatu hasil tertentu. Tindakan tersebut bisa saja suatu perbuatan yang tampak tetapi juga bisa tidak tampak. Pada umumnya tindakan dalam pendidikan itu merupakan tindakan yang tidak tampak nyata. Namun demikian, tindakan dalam pendidikan itu hampir selamanya bersifat formal, dalam artian tindakan-tindakan itu dibuat sengaja dan bertujuan. Kesengajaan proses pendidikan ini akan lebih nyata bila pendidikan itu dipandang secara sosiologis. Pendidikan adalah proses sengaja untuk meneruskan atau mentransmisi budaya orang dewasa kepada generasi yang lebih muda. Proses ini mengandung suatu tindakan asasi yaitu pemilihan atau seleksi keterampilan, fakta, nilai, dan sikap yang paling berharga dan penting dari kebudayaan untuk diajarkan kepada generasi yang lebih muda itu. Pemilihan dan pengambilan keputusan itu merupakan tindakan yang sengaja. Dalam pendidikan itu terdapat dua jenis proses, yaitu proses pendidikan dan nonpendidikan. Proses pendidikan sering juga disebut proses teknis sedangkan nonpendidikan sering disebut nonteknik. Administrasi tergolong proses nonteknis yang pada dasarnya berfungsi agar proses teknik berjalan dengan mulus. Fungsi proses administrasi itu adalah merancang, mengatur, mengkoordinasikan, menyediakan fasilitas, mengarahkan, memperbaiki proses teknis. Sedangkan proses teknis itu merupakan proses yang secara langsung berkenaan dengan pendidikan itu sendiri seperti perencanaan, penilaian, pelaksanaan pengajaran dan kurikulum, Abdurrahman An-Nahlawi (1989; 50) menyatakan bahwa proses pendidikan adalah pengembangan kepribadian manusia, agar seluruh aspek ini dapat terlaksana secara harmonis dan sempurna, di samping seluruh potensi manusia dapat terpadu untuk mencapai tujuan yang merupakan pangkal segala usaha, konsep, tingkah laku, dan getar perasaan hati.

2

Hal lain yang perlu ditinjau lebih lanjut dari pengertian pendidikan itu berkenaan dengan perubahan atau kondisi diri manusia yang diharapkan baik yang bersifat fisik maupun mental. Semua batasan pendidikan yang dikemukakan di muka itu semuanya menunjukkan adanya tujuan. Bahk GBHN 1988 lebih lanjut menunjukkan an tujuan umum pendidikan itu menjadi lebih rinci. Tujuan tersebut adalah pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, berkerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terarnpil serta sehat jasmani dan rohani.2 (2 Dr. Supandi dkk., Administrasi Pendidikan, UT, Jakarta, 1992.) Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa administrasi adalah aktivitas-aktivitas untuk mencapai suatu tujuan, atau proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang pengertian administrasi pendidikan, baiklah kita kemukakan di sini beberapa rumusan dari para ahli sebagai berikut: a. Sondang P. Siagian, MPA. PhD. Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu, untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. b. Ars. The Liang Gie, dalam Pengertian, Kedudukan dan Ilmu Administrasi rnengatakan bahwa: Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilaksanakan oleh sekelompok orang dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. c. Drs. Soehari Trisna, dalarn Segi-Segi Administrasi Sekolah. Administrasi adalah keseluruhan proses penyelenggaraan dalam usaha kerja sama dua orang atau lebih dengan s ecara rasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efisien. d. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam Pedoman Pelaksanaan Kurikulum, buku III D. Administrasi ialah usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber (personel maupun material) secara efektif dan efisien guna untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. e. Jesse B. Sears, dalam The Nature of Administration Process 1950. Educational administration is the process as including the following activities planning, or anization, g direction, coordination, and control. f. Drs. M. Ngalim Parwanto, dalam Administrasi Pendidikan 1967. Administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel, spiritual dan material yang bersangkut-paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. g. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam Kurikulum Usaha-Usaha Perbaikan dalam Bidang Pendidikan dan Administrasi Pendidikan. Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan, pembiayaan, dan pelaporan dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personel, material, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. h. Administrasi Pendidikan ialah suatu cara bekerja dengan orang-orang, dalam rangka usaha mencapai tujuan pendidikan yang efektif, yang berarti mendatangkan hasil yang baik dan tepat, sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditentukan. i. Administrasi pendidikan dapat pula diartikan sebagai pelaksanaan pimpinan yang mewujudkan aktivitas kerjasama yang efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. j. Administrasi pendidikan adalah semua kegiatan sekolah dari yang meliputi usaha-usaha besar seperti perumusan polis, pengarahan usaha, koordinasi, konsultasi, korespondensi, kontrol dan seterusnya, sampai kepada usaha-usaha kecil dan sederhana seperti menjaga sekolah, menyapu halaman dan sebagainya. Melihat rumusan-rumusan tersebut di atas, jelaslah kiranya bahwa administrasi pendidikan meliputi berbagai aspek dan kegiatan yang kesemuanya ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang dicita -citakan. Perlu diketahui, bahwa rumusan-rumusan tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan satu dengan yang lain, melainkan saling berhubungan erat dan saling melengkapi. Hanya saja tekanan dari masing-masing rumusan itu berbeda-beda. Ada yang menekankan pada: cara bekerja dengan orang-orang dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Ada pula yang menekankan pada: pelaksanaan pimpinan. Dan ada lagi yang tekanannya lebih menunjukkan pengertian yang lebih luas, yaitu mencakup semua kegiatan sekolah yang ditujukan ke arah tercapainya tujuan pendidikan. Dengan beberapa pengertian tersebut di atas, maka perlu ditegaskan di sini: a. Bahwa administrasi pendidikan itu merupakan proses keseluruhan dan kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang ada sangkut-pautnya dengan tugas-tugas pendidikan. b. Bahwa administrasi pendidikan itu mencakup kegiatan-kegiatan yang luas, yang meliputi: kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, khususnya dalam bidang pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah.
3

c. Bahwa administrasi pendidikan itu bukan hanya sekedar kegiatan µtata usahaµ seperti yang dilakukan di kantor-kantor tata usaha sekolah atau kantor-kantor inspeksi pendidikan lainnya. Secara sederhana dan mudah, dapat dikatakan: "Administrasi pendidikan adalah suatu ilmu tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah, agar tercapai tujuan pendidikan di sekolah itu." Singkatnya: Administrasi pendidikan ialah pembinaan, pengawasan dan pelaksanaan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan-urusan sekolah. Memperluas pemahaman tentang pengertian administrasi pendidikan berikut ini dikemukakan beberapa batasan atau definisi. a. Hadari Nawawi mengatakan: Administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pend idikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama berupa lembaga pendidikan formal. Beliau menekankan pada proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang terutama pada pendidikan formal. Selanjutnya dikatak an, ada perbedaan antara administrasi pendidikan dan kegiatan operasional kependidikan. Kegiatan operasional kependidikan adalah kegiatan-kegiatan teknis edukatif, seperti kegiatan belajar mengajar, bimbingan dan penyuluhan dan sebagainya. Sedangkan administrasi pendidikan menyangkut kemampuan mengendalikan kegiatan operasional itu agar serempak seluruhnya bergerak dan terarah pada pencapaian tujuan pendidikan. Tujuan itu adalah mengusahakan terwujudnya efisiensi dan efektivitas yang tinggi. b. Pendapat lain yang dikemukakan adalah batasan dari Engkoswara. Beliau mengatakan: Administrasi Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu manusia, kurikulum atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan pendidikan yang disepakati. Selanjutnya dikatakan, tujuan administrasi pendidikan adalah untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif yaitu efektif dan efisien. Ukuran keberhasilan administrasi pendidikan adalah produktivitas pendidikan, yang pertama dilihat pada produk, hasil atau efektivitas dan pada proses, suasana atau efisiensi. Dalam pencapaian produktivitas itu diperlukan suatu proses, minimal meliputi perilaku manusia berorganisasi, perilaku itu dapat dinyatakan dalam bentuk perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan atau pembinaan atas tugas kewajiban administratif. Tugas kewajiban administratif itu dapat dikelompokkan dalam tujuh kategori, yaitu: 1) program pendidikan; 2) murid; 3) personel; 4) kantor sekolah; 5) keuangan sekolah; 6) pelayanan bantuan; dan 7) hubungan sekolah masyarakat. Tugas kewajiban di atas dapat dikategorikan ke dalam manusia, program pendidikan atau sumber belajar dan fasilitas. c. Menurut Ngalim Purwanto: Administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasikan segala sesuatu, baik personel, spiritual dan material, yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. Selanjutnya dikatakan, di dalam proses administrasi pendidikan, segenap usaha orang-orang yang terlibat di dalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan, diorganisir dan dikoordinir secara efektif dan semua materi yang diperlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien. Dari beberapa batasan di atas dapat disimpulkan bahwa: administrasi pendidikan adalah tindakan mengkoordinasikan perilaku manusia dalam pendidikan, agar sumber daya yang ada dapat ditata sebaik mungkin, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif.

2. Dasar dan Tujuan Dasar
Administrasi akan berhasil baik apabila didasarkan atas dasar-dasar yang tepat. Dasar diartikan sebagai suatu kebenaran yang fundamental yang dapat dipergunakan sebagai landasan dan pedoman bertindak dalam kehidupan bermasyarakat. Berikut ini akan dipaparkan beberapa dasar yang perlu diperhatikan agar administrator dapat mencapai sukses dalam tugasnya. Terdapat banyak dasar administrasi, antara lain: a. Prinsip efisiensi
4

maka kelima prinsip yang dipergunakan untuk melandasi kurikulum 1975 juga harus menjadi landasan operasional bagi kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. Prinsip kerjasama Seseorang administrator akan berhasil baik dalam tugasnya bila ia mampu mengembangkan kerjasama di antara orang-orang yang terlibat. Kurikulum inilah yang menjadi landasan operasional dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. Asas operasional/prinsip Sebagaimana telah diketahui. yakni yang memperhatikan dimensi-dimensi hubungan antar manusia (human relationship). Upaya pembaruan itu dilakukan antara lain juga untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah. mengorganisasikan. Perlu ditambahkan bahwa ada dua asas yang dapat dipergunakan sebagai landasan kerja kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. sistem pendidikan di sekolah di Indonesia telah mengalami pembaruan. maka ia mengorbankan pentingnya penyelesaian tugas secara baik dan tepat pada waktunya. Di samping itu. Ini berarti ia harus mengenal bawahannya apa kepentingan kepentingannya. Bila dalam organisasi telah ada hubungan baik. baik secara horizontal maupun secara vertikal. Hal ini juga merupakan ciri khas tentang tinggi atau rendahnya taraf organisasi. dimensi kedua juga perlu diperhatikan yaitu pentingnya penyelesaian tugas oleh setiap anggota organisasi sesuai dengan pertelaan tugas (job description). mengarahkan dan mengontrol. Prinsip keempat ini perlu penjelasan. yaitu sistem pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan pada Pancasila dan Undang -Undang Dasar 1945. Ada lima buah prinsip yang melandasi kurikulum 1975 ini. karena pemimpin mementingkan hubungan baik dengan anggotanya. Kelima prinsip itu adalah: 1) Prinsip fleksibilitas Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah hendaknya dilakukan dengan mengingat faktorfaktor dan kemampuan untuk menyediakan fasilitas bagi berlangsungnya program pendidikan di sekolah. Prinsip pengelolaan Administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien melalui orang-orang lain dengan jalan melakukan pekerjaan manajemen. tetapi kesadaran bekerja belum memadai. mengusahakan kepuasan kerja. Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan Jika disertai pekerjaan manajemen dan operatif dalam waktu yang sama. a. sampai melupakan kegairahan kerja dan kepentingan pribadi bawahannya. maka landasan idiil yang dipergunakan dalam kegiatan administrasi pendidikan di sekolah juga Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. sebab bila ia terlalu sibuk dengan tugas-tugas operatif. b. Jangan sampai terjadi kasus. Prinsip kepemimpinan yang efektif Seorang administrator yang berhasil dalam tugasnya apabila ia menggunakan gaya kepemimpinan yang efektif.Seorang administrasi akan berhasil dalam tugasnya bilamana dia efisien dalam menggunakan semua sumber tenaga dana dan fasilitas yang ada. seseorang administrasi cenderung untuk memberikan prioritas pertama pada pekerjaan operatif. Gaya kepemimpinan yang tepat adalah apabila administrator memperhitungkan taraf kematangan para anggota organisasi. Kurikulum yang dimaksud adalah kurikulum 1975. dan situasi yang ada. dapat menimbulkan motivasi bekerja untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan organisasi. Administrator harus mampu menghindari kecenderungan negatif ini. Sistem pendidikan yang dianut oleh negara Indonesia adalah sistem pendidikan Pancasila. c. b. Makin rendah taraf suatu organisasi. Karena administrasi pendidikan pada hakikatnya adalah sub-sistem dari sistem pendidikan secara luas. dimensi pelaksanaan tugas dan dimensi situasi dan kondisi (sikon) yang ada. kegiatan administrasi merupakan salah satu komponen instrumental proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah. e. maka pemimpin yang berhasil harus mampu menimbulkan kesadaran untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya. yaitu: asas idiil dan landasan operasional. d. akan dapat dilihat dari makin banyaknya pekerjaan operatif yang harus dilakukan oleh administrator. Administrator akan berhasil dalam melaksanakan tugasnya apabila ia memiiiki gaya kepemimpinan yang efektif. 5 . Bentuk pembaruan sistem pendidikan di sekolah itu tertuang dalam bentuk kurikulum. Dan sebaliknya jangan sampai terlalu mengutamakan kewajiban kerja. Karena proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah itu dilakukan dalam kurikulum 1975. Dalam pendekatan sistem. maka pekerjaan pokoknya yaitu pengelolaan akan terbengkalai. Syarat pertama adalah ia sebagai pemimpin harus memelihara hubungan baik antara bawahannya. bahwa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional seperti yang tercantum dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Asas idiil Pelaksanaan administrasi pendidikan di suatu negara tergantung pada sistem pendidikan yang dianut oleh suatu negara. yakni merencanakan.

Tujuan administrasi berusaha untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah tersebut. efisiensi. Tujuan Menurut Sergiovanni dan Carver (1975). Di samping itu tujuan administrasi pendidikan di Indonesia juga menunjang tercapainya tujuan pendidikan nasional tersebut. Dalam. kemampuan menyesuaikan diri (adaptiveness). Administrasi Pendidikan. tujuan institusional untuk masing-masing jenjang dan jenis sekolah dalarn kurikulurn tahun 1975 dirumuskan berupa tujuan umum dan tujuan khusus. 1989) Contoh tujuan umum a. memperkuat kepribadian. Karena administrasi pendidikan di sekolah merupakan komponen input instrumental dalam sistem pendidikan maka untuk menjamin tercapainya tujuan tersebut. 4) Prinsip kontinuitas Prinsip kontinuitas ini hendaknya juga dipergunakan sebagai landasan operasional dalam melaksanakan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. melaksanakan administrasi pendidikan kiranya prinsip tersebut perlu digunakan sebagai landasan operasional. bekerja di masyarakat dan mengembangkan diri. 3) Memiliki pengetahuan. kuat lahir dan batin. tujuan operasional yang sudah dirumuskan itu juga menjadi gantungan orientasi bagi pelaksanaan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. 2) Menguasai hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di SD. yaitu: efektivitas produksi. sehat. mempertinggi budi pekerti. 3) Memiliki bekal untuk melanjutkan pelajaran ke Sekolah Lanjutan Atas dan untuk tujuan ke masyarakat.3 (3 Tim MKDK IKIP Semarang. sehat. dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusiamanusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri yang serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh. kecerdasan. 2) Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di SMP. IKIP Semarang Press. Keempat tujuan tersebut dapat digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan suatu penyelenggaraan sekolah. kuat lahir dan batin. 5) Prinsip pendidikan seumur hidup Prinsip ini berarti bahwa setiap manusia Indonesia diharapkan untuk selalu berkembang sepanjang hidupnya. 2) Prinsip efisien dan efektivitas Pada hakikatnya efisiensi tidak hanya menyangkut penggunaan waktu secara tepat. dan kepuasan kerja. keterampilan.Berdasarkan pada prinsip ini berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatan administrasi hendaknya mengingat faktor-faktor ekosistem dan kemampuan untuk menyediakan fasilitas itu. maka tujuan administrasi pendidikan di Indonesia yang dilaksanakan di sekolah juga bersumber dari tujuan pendidikan nasional. melainkan juga menyangkut masalah pendayagunaan tenaga secara optimal. Karena sekolah merupakan subsistem pendidikan nasional. tetapi ada hubungan hierarkinya. ada empat tujuan administrasi. Prinsip ini juga harus digunakan sebagai landasan operasional bagi kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Dasar (SD) adalah agar lulusan: 1) Memiliki sifat-sifat dasar sebagai warga negara yang baik. 3) Prinsip berorientasi pada tujuan Sesuai dengan pendekatan sistem maka semua kegiatan pendidikan harus berorientasi pada tujuan. Tujuan institusional pendidikan untuk semua tingkat dan jenis sekolah telah dibakukan oleh pemerintah dalam kurikulum 1975. c. Sesuai dengan yang digariskan dalam GBHN tujuan pendidikan nasional adalah: Meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Misalnya: Walaupun kegiatan administrasi siswa yang dilakukan di Sekolah Dasar berbeda dengan yang dilakukan di Sekolah Menengah Pertama. 6 . Sedang pada tujuan khusus pertanyaan pertanyaan itu sudah dijabarkan secara khusus dengan ditinjau dari tiga bidang pengembangan tingkah laku manusia melalui pendidikan. yaitu: bidang pengetahuan. di lain pihak masyarakat dan pemerintah diharapkan untuk dapat menciptakan situasi yang menantang untuk belajar. Sesuai dengan keputusan-keputusan tersebut. Tujuan umum dirumuskan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang lebih mencakup hal yang luas. Sedangkan dalam lembaga atau sekolah. keterampilan dan sikap dasar yang diperlukan untuk melanjutkan pelajaran. b. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik sebagai manusia utuh. administrasi pendidikan merupakan subsistem dalam sistem pendidikan sekolah. 2) Sehat jasmani dan rohani. bidang keterampilan dan bidang nilai dan sikap.

kuat lahir dan batin. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki salah satu keterampilan atau kecakapan khusus. pergaulan. mempun yai suatu kecakapan dan keterampilan khusus untuk dapat hidup sendiri dan dalam masyarakat. serta mempunyai sikap hidup sebagai manusia Pancasila dengan pengabdian untuk pembangunan masyarakat Pancasila Indonesia. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Teknologi Menengah (STM) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik.4 Kiranya jelas. melainkan berpusat pada kebutuhan hidup (life centered). mengenai hak dan kewajiban sebagai manusia Pancasila sesuai dengan ketetapan MPRS No. e) Menggunakan prinsip kemanusiaan. d) Mengembangkan dan membina kepemimpinan yang demokratis dan bertanggung jawab dalam interaksi sosial dengan murid dan anak-anak.3) Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga perguruan tinggi. yaitu sebagai makhluk Tuhan. Dan dengan demikian dapat berd sendiri serta iri menyumbangkan kecakapannya bagi pembangunan masyarakat berPancasila. sehat. tidak lagi berpusat pada pengetahuan semata. Secara singkat. 9. keterampilan dan sikap sebagai guru teknik dalam bidang teknologi industri sesuai dengan jurusan yang dipilihnya. 4) Memiliki untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat. yaitu manusia pembangunan yang bermoral Pancasila yang utuh. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki pengetahuan dan pengertian dasar. serta menerima dan percaya kepada kaidah -kaidah dan cara-cara pengamalan agama masing-masing. 2) Menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang memiliki pengetahuan. yaitu: a. menjabarkan dan menetapkan tujuan pendidikan yang akan dicapai sesuai dengan lembaga atau organisasi pendidikan yang bersangkutan secara formal. yaitu: Sekolah Dasar atau Taman Kanak-kanak. Adapun tugas administrasi. menyeleksi. c) Menggunakan prinsip pendidikan seumur hidup di sekolah maupun di luar sekolah sebagai alat utama bagi kemajuan pribadi masyarakat. c. 4 Ibid. kurang memperhatikan adanya perkembangan masyarakat yang selalu berubah itu. 2) Menyebarluaskan dan berusaha menanamkan tujuan pendidikan itu kepada anggota lembaga. hal. 7 . baik dalam peribadatan maupun kehidupan sehari-hari dan dalam hubungan antar agama dan bidang-bidang kehidupan lainnya. agar pendidikan dan pengajaran berlangsung baik. tepatnya administrasi pendidikan. keterampilan dan sikap hidup yang sangat berbeda dengan petugas di sekolah kuno. 2) Menjadi warga negara Indonesia yang bermoral Pancasila yang memiliki sifat yang baik dan konstruktif sebagai warga masyarakat. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) adalah agar lulusan: 1) Sehat jasmani dan rohani. keluarga dan sekolah secara bertanggung jawab. bahwa tujuan administrasi pendidikan di sekolah adalah mempersiapkan situasi di sekolah. e. 3) Memiliki pengetahuan. bahwa Indonesia sekarang terus bernsaha meningkatkan adanya sekolah-sekolah progressif community oriented (berorientasi pada masyarakat modern). b. d. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki dasar-dasar ilmu pengetahuan yang kokoh serta keterampilan untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang lebih tinggi. Dapatlah sekarang dimengerti. keterampilan dan nilai serta sikap yang diperlukan untuk: a) Melaksanakan tugasnya secara afektif sebagai guru di lembaga pendidikan dasar. b) Mengembangkan dan mengamalkan Ilmu dan profesinya. demokrasi dan keadilan sosial dalam kehidupan.IV /1973 dan berbuat selaras dengan pengertian itu. makhluk sosial dan makhluk perseorangan. Secara agak rinci dan kewajiban administrasi sehubungan dengan tujuan pendidikan ini dapat di emukakan sebagai k berikut: 1) Berusaha agar tujuan pendidikan tampil secara formal dengan jalan merumuskan. bahwa penyelenggaraan sekolah menuntut para guru untuk memimpin peningkatan pengetahuan. Tampak jelas. mengupayakan agar tujuan pendidikan dapat tercapai. yang merupakan bekal untuk hidupnya dalam masyarakat. administrasi pendidikan di sekolah bertujuan menciptakan situasi yang memungkinkan anak mempunyai pengetahuan dasar yang kuat untuk melanjutkan pelajaran. Sekolah kuno hanya mengutamakan pengetahuan melulu. sehingga tujuan pendidikan tersebut menjadi kebutuhan dan pendorong kerja para anggota lembaga. sehingga tercapai tujuan khusus sekolah tersebut.

Dan itulah merupakan tugas dan kewajiban administrasi pendidikan yang berkaitan dengan manusia sebagai individu. . mengupayakan agar informasi tentang hasil dan proses itu menjadi umpan balik yang dapat memperbaiki proses dan hasil selanjutnya. 5) Bimbingan dan penyuluhan bagi murid. dan pola kerja yang diperhitungkan dapat memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. yang meliputi antara lain: 1) Usaha membangkitkan semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masing masing sebaik-baiknya. dan hukum-hukum untuk mewujudkan kesempurnaan. Pendidikan adalah upaya manusia demi manusia itu sendiri. u penempatan serta pengarahan dan bimbingan proses dan tujuan pendidikan akan mengalami kegagalan. 3) Masalah kesejahteraan murid. Pada dasarnya pengawasan ini lebih menekankan kepada usaha mengembalikan proses yang menyimpang pada hukum dan tahap perkembangan serta interaksinya. c. Di dalam pendidikan itu terpaut manusia yang mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. 2) Masalah kesehatan murid. dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran. ai 3) Mengusahakan dan membuat pedoman cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran. Ruang Lingkup Bidang-bidang yang tercakup dalam administrasi pendidikan adalah sangat banyak dan luas. murid dan pegaw tata usaha sekolah. 4) Masalah kondite dan evaluasi kemajuan guru. 2) Melaksanakan organisasi kurikulum beserta metode-metodenya. 3) Masalah kepegawaian dan personalia sekolah. laporan. Sudah dapat dibayangkan bahwa tanpa koordinasi pengat ran kerja. 8 . pemindahan. 4) Evaluasi kemajuan murid. 4) Mengawasi pelaksanaan proses pendidikan dan lainnya dengan memantau memeriksa dan mengendalikan setiap kegiatan dan tindakan pada setiap tahap proses sistem. d. 6) Masalah pengangkatan. kegiatan yang bersifat kemasyarakatan. yang meliputi antara lain: 1) Organisasi murid. 2) Organisasi personel guru. Unsur lain yang penting dikemukakan dalam pendidikan ini dan mempunyai hubungan yang erat dengan administrasi pendidikan ialah unsur manusia. menyeleksi. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa kegiatan yang nonpendidikan atau nonedukatif yang tidak seimbang dengan kegiatan pendidikan akan menurunkan mutu pendidikan itu sendiri. Bidang personalia murid. Tetapi yang sangat penting dan perlu diketahui oleh para kepala sekolah dan guru-guru pada umumnya ialah sebagai berikut: a. Upaya ini sering dikaitkan dengan pengawasan melekat ataupun pengendalian mutu dalam pendidikan. penempatan. kegiatan. kebaikan serta kebahagiaan seperti yang diberlakukan Allah. anggota masyarakat. Berkaitan dengan hal ini. menjabarkan dan menetapkan proses berupa tindakan. administrasi atau teknik justru sering terlalu banyak sehingga kegiatan edukatif menjadi terlalaikan. 5) Korespondensi/ surat menyurat. dan abdi Allah. 2) Anggaran belanja keuangan sekolah. Bidang pelaksanaan dan pembinaan kurikulum: 1) Berpedoman dan mengetrapkan apa yang tercantum dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan. Bidang tata usaha sekolah. 3) Masalah kepegawaian. 5) Refreshing dan up-grading guru-guru. Bidang pengawasan (supervisi). raport dan sebagainya. meliputi antara lain: 1) Pengangkatan dan penempatan tenaga guru.3) Memilih. 3. Dengan pengertian lain manusia itu adalah subjek dan sekaligus pula menjadi objek. b. 2) Mengusahakan dan mengembangkan kerjasama yang baik antara guru. pengisian buku induk. ini meliputi: 1) Organisasi dan struktur pegawai tata usaha. disesuaikan dengan pembaruan pendidikan dan lingkungan masyarakat. perlu juga diusahakan agar proses untuk mencapai tujuan nonpendidikan tidak terlalu banyak sehingga menghambat tercapainya tujuan pendidikan. e. Di dalam praktek. 4) Keuangan dan pembukuannya. 4) Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman guru-guru pada umumnya. 5) Menilai hasil yang telah dicapai dan proses yang sedang atau telah berlaku. Bidang personalia guru.

. . Bumi Aksara. Dr. pembinaan kurikulum.administrasi surat menyurat. Dalam buku "Pedoman Umum Menyelenggarakan Administrasi Sekolah Menengah (1984)".Bidang administrasi kurikulum. . sebetulnya masih bisa dijelaskan lagi secara lebih rinci dan lebih luas lagi. penyusunan silabus. seperti: ketatausahaan sekolah. Hadari Nawawi menyatakan.administrasi perpustakaan. 1990) 9 . Adapu rincian ruang n lingkup yang penulis sinyalir tersebut di atas. Bidang kegiatan ini disebut juga "management of administrative function" yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan agar semua orang dalam organisasi/kelompok kerjasama mengerjakan hal -hal yang tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. . Abu . H. & Drs. persiapan harian dan sebagainya. yang mencakup di dalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah dan sebagainya. keuangan serta humas atau hubungan dengan masyarakat. Sementara itu.administrasi keuangan. yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi.Demikianlah antara lain bidang-bidang yang tercakup di dalam administrasi pendidikan. Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa skopa atau ruang lingkup administrasi pendidikan itu meliputi segala hal yang pada dasarnya ditekankan pada pelaksanaan kegiatan /usaha pendidikan supaya berjalan secara teratur dan tertib yang semua itu diorientasikan pada tujuan pendidikan. proses belajar-mengajar. peralatan pengajaran. alat-alat perlengkapan. bahwa: secara umum ruang lingkup administrasi berlaku juga di dalam administrasi pendidikan. . yang mencakup di dalamnya pelaksanaan kurikulum. Ini semua merupakan cakupan atau skopa dari administrasi sekolah / administrasi pendidikan.administrasi kepegawaian.administrasi perlengkapan. Administrasi pendidikan seringkali diistilahkan dengan administrasi sekolah seperti halnya dalam Kurikulum 1984 (Dalam Buku Petunjuk Pengelolaan) disebutkan bahwa administrasi sekolah (maksudnya administrasi pendidikan) mencakup pengaturan.administrasi pembinaan kesiswaan. Ahmadi. Dapatlah disingkatkan bahwa bidang-bidang tersebut di atas dapat dikelompokkan sebagai berikut: . Karena itu butir-butir yang menjadi cakupan atau yang termasuk ke dalam skopa administrasi pendidikan sesungguhnya amat luas dan banyak.administrasi murid/ siswa. Manajemen operatif (operative management) Bidang kegiatan ini disebut juga "management of operative function" yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan dan membina agar dalam mengerjakan pekerjaan yang menjadi beban tugas masing-masing setiap orang melaksanakan dengan tepat dan benar5 (5 Drs.Bidang administrasi material. disebutkan pula mengenai ruang lingkup kegiatan administrasi sekolah adalah meIiputi: . Ahmad Rohani HM. Administrasi Pendidikan Sekolah. b. administrasi keuangan. personalia. .administrasi program pengajaran. kesiswaan. Manajemen administratif (administrative management). . dan lain-lain. gedung dan perlengkapan. Ruang lingkup tersebut meliputi bidang-bidang kegiatan sebagai berikut: a. .Bidang administrasi personal.administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat. . Jakarta. .

Organizing. Antara dua pengelompokan menurut Fayol dan menurut Gulick itu tampaknya seolah-olah ada perbedaan. Directing. di bidang perdagangan. di bidang industri. UNSUR-UNSUR KEGIATAN DALAM ADMINISTRASI Administrasi merupakan suatu proses yang menyeluruh dan terdiri dari bermacam kegiatan/aktivitas di dalam pelaksanaannya. L. jenis dan urutan kegiatan tertentu diperlukan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. A. jika huruf-huruf awalnya dirangkaikan. dan terjadilah suatu proses. seorang industrialis Prancis pada permulaan abad ini. Gulick. apakah di bidang pendidikan. Di antaranya terdapat serangkaian kegiatan-kegiatan yang berhubungan dan bersambungan. yaitu: (1) perencanaan (2) organisasi (3) direksi (4) koordinasi (5) pengawasan.BAB II PROSES ADMINISTRASI PENDIDIKAN Proses merupakan serangkaian kegiatan-kegiatan tertentu yang teratur dan terarah. Di bidang apapun usaha itu. Sebetulnya tidak sedemikian besar perbedaannya. Reporting dan Budgeting. yaitu gabungan dari: Planning. telah mengemukakan lima unsur kegiatan dalam administrasi. kegiatan selalu dimulai dengan perencanaan. akan merupakan singkatan POSDCORB. dan dengan pengertian lain mengenai batas-batas tiap jenis kegiatan itu. baik dalam jenis maupun jumlah kegiatan. dan diakhiri dengan penilaian keberhasilan. Ada pula yang melihatnya dalam segi lain. Di bidang apapun tujuan yang harus dicapai itu. Henry Fayol umpamanya. seorang ahli Public Administration di Amerika dalam tahun 30-an mengemukakan lebih banyak jumlah kegiatan. Yang dimaksudkan oleh Fayol 10 . di bidang pemerintahan dan sebagainya. di bidang usaha. Coordinating. Staffing. yang memungkinkan suatu kelompok menncapai tujuan usahanya secara efektif dan efisien. terdapat sedikit perbedaan antara beberapa ahli administrasi. yaitu sampai tujuh. Tujuan kegiatan itu. Lima kegiatan inilah yang dianggap oleh Fayol sebagai unsur unsur kegiatan pokok yang harus terdapat dalam proses administrasi. Tentang jumlah dan jenis kegiatan yang tercakup dalam administrasi.

kemungkinan-kemungkinan apa yang kiranya dapat mempengaruhi pelaksanaan. Organizing Pengorganisasian merupakan kelanjutan dari perencanaan. mengetahui secara mendetail macam-macam kegiatan yang diperlukan dalam rangka keseluruhan usahanya itu. dapat dinilai dengan membandingkan kemajuannya dengan rencana yang telah ditetapkan pada permulaan. 2. oleh Gulick lebih diperinci lagi menjadi organizing dan staffing. dan mengetahui pula prinsip-prinsip yang digunakan dalam penyusunan organisasi. bagaimana mencapainya. bilamana dan bagaimana akan mengadakan penilaian. menurut saluan-saluran yang dapat memberikan kelancaran sebaik-baiknya. merupakan penuntun ke arah mana kegiatan harus dilakukan. menuruturutan pentingnya. kegiatan mana yang lebih dahulu harus dilaksanakan dan mana yang kemudian. 1. Setelah diatur susunan pekerjaan. Planning Perencanaan merupakan kegiatan pertama yang harus dilakukan dalam rangka administrasi. pembagian dan penyusunan tanggung jawab. Rencana merupakan titik tolak bagi pelaksanaan. Perencanaan merupakan persiapan yang harus dilakukan sebelum suatu usaha dilaksanakan. Umpamanya yang dimaksudkan oleh Fayol dengan organisasi. menurut waktunya. 3. secara langsung. kita akan berikan uraian seperlunya dari tiap unsur ini berdasarkan pembagian Gulick. dan diketahui macam. dan batas-batas kegiatannya berbeda. Maksud pengorganisasian ini ialah agar semua pekerjaan dapat berjalan pada waktunya. Dan yang dimaksudkan oleh Fayol dengan pengawasan. tidak dapat mengharapkan pelaksanaan yang teratur. dengan cara apa akan dicapainya. di mana dapat dicari/diperoleh tenaga-tenaga yang memiliki pengetahuan dan kecakapan itu. Staffing Staffing berarti penyusunan staf. Sampai di mana suatu usaha telah terlaksana. Mengenai perencanaan ini di bagian lain akan kita mendapatkan uraian yang agak lebih terperinci. si pemimpin harus menguasai benar bidang pekerjaannya.sebetulnya sama saja dengan yang dimaksudkan oleh Gulick. Karena yang tujuh unsur ini merupakan yang lengkap dan dapat dijadikan pengertian dasar bagi jenis -jenis kegiatan menurut pembagian siapa pun. dan sebagainya kita perlu mengadakan pengelompokan tentang kegiatan -kegiatan yang akan dilaksanakan. bagaimana mengadakan seleksi agar benar-benar diperoleh tenaga yang diperlukan itu. alasan-alasan apa yang digunakan dalam menentukan cara-cara pencapaian itu. menurut pentingnya. dengan berpedoman pada prinsip ´the right man in the right placeµ. perlu diperhatikan oleh pemimpin: pengetahuan dan kecakapan apa yang diperlukan bagi setiap macam tugas/pekerjaan yang telah disusun itu. Rencana harus dengan jelas mengemukakan: apa yang akan dicapai. bagaimana mengelompokkan kegiatan-kegiatan itu menurut jenisnya. Rencana adalah prasyarat dalam usaha apapun. bagaimana hubungan antara bagian-bagian/kelompok kegiatan-kegiatan itu. hanya sebutannya berlainan. Dalam usaha mencari. Ada kemungkinan dalam pelaksanaan terlalu sering diadakan perubahan dan penyesuaian. dan seterusnya. Ini dapat dilakukan secara tidak langsung melalui catatan dan laporan. oleh Gulick tidak disebut pengawasan. Setelah direncanakan apa yang akan dicapai. Suatu usaha tanpa rencana. Ini semua yang kita maksudkan dengan organisasi. bagaimana pentahapan penyelesaiannya. meskipun dalam kegiatan administrasi tentu ada pengawasan itu. Rencana merupakan juga landasan untuk mengadakan penilaian di kemudian hari. bilamana dapat diharapkan selesainya. apakah dapat dianggap berhasil atau tidak. luas dan bidang pekerjaan yang akan dilakukan. Untuk menyusun pola pembagian tugas dan taggungjawab. dan sebagainya. siapa yang akan melaksanakannya. Karena itu yang diutamakan adalah reporting & recording. yang dalam bidangnya yaitu industri. pimpinan harus mengisinya dengan tenaga tenaga yang sesuai. sehinggatidak mempunyai arah tertentu. memilih dan menentukan tenaga yang diperlukan bagi tiap jenis kegiatan itu. biasanya . Kita perlu mengatur/menyusun: ada berapa macam kegiatan. penentuan personil yang diperlukan. bagaimana mengadakan penyesuaian dan perubahan rencana. Pengelompokan kegiatan berarti pula pengelompokan tanggung jawab. dan penyusunan tugas-tugas bagi setiap bagian yang mempunyai tanggung jawab tertentu. 11 .

Pemimpin harus terus memperhatikan kondisi dan daya kerja petugas-petugasnya. ialah segala sesuatu berjalan menurut rencana pada waktu yang tepat. memberikan bimbingan dalam rangka perbaikan cara -cara bekerja. Pemimpin harus berusaha agar: setiap bagian/petugas melaksanakan tugasnya dengan cara dan dalam waktu yang sudah ditentukan. agar ada Sinkronisasi. Kegiatan yang dilakukan dalam peranannya sebagai direktur antara lain: memberikan penerangan/penjelasan/informasi tentang keseluruhan usahanya itu. tidak ada bagian/petugas yang menghambat atau merugikan pekerjaan bagian/petugas lain. 6. yang diperhatikan oleh pimpinan adalah terutama cara-cara pelaksanaan teknis oleh pelaksana-pelaksana yang harus sesuai dengan tujuan dan tidak menyimpang dari garis/pola yang sudah ditentukan. Dalam kegiatan ini akan ternyata peranan pimpinan sebagai direktur: cakap tidaknya. memberikan contoh dalam sikap dan cara bekerja. yang harus menghasilkan Integrasi (=penyatuan) dari tiap bagian ke dalam keseluruhannya. demokratis tidaknya. bagaimana menempatkan mereka ke dalam fungsi yang sesuai dan tanggung jawab yang serasi. memupuk rasa persatuan.jika sudah diseleksi. dalam rangka staffing. menghindarkan konkurensi/kompetisi yang tidak sehat. agar setiap bagian/petugas merupakan unsur -unsur yang tidak lepas dari keseluruhan kelompok. Semua tugas -tugas itu harus dilakukan oleh direktur. bersamaan). waktu dan kebutuhan. Coordinating Mengkoordinasi artinya menyatukan/menyamakan arah. singkatan dari Koordinasi. dan bijaksana pula. Directing Dalam pengertian "directing" ini tersimpul banyak hal. mengadakan pengawasan/pemeriksaan/inspeksi. penghargaan apa yang dapat diberikan kepada mereka. agar mereka bersedia memikul tanggung jawab dan melaksanakan tugas pekerjaannya sebaik-baiknya. menurut prinsip -prinsip demokrasi dan efisiensi kerja. Recording & Reporting 12 . demi peningkatan usaha dan pencapaian tujuan sebaik -baiknya. dengan memberikan bimbingan dan pembinaan secara kontinu. Dalam tugasnya sebagai direktur. menguasai tidaknya bidang pekerjaan yang dihadapinya itu. Cara melaksanakan peranannya itu harus sesuai dengan tempat. dan sebagainya. seperti: memberikan petunjuk-petunjuk bagaimana tugas-tugas harus dilaksanakan. memupuk dan mengembangkan saling percaya-mempercayai dan banyak membantu antara bagianbagian/petugas-petugas: menghindarkan dan menyelesaikan segala macam perbedaan pendapat atau pertentangan yang menghambat lancarnya usaha. akan jelaslah bahwa masalah koordinasi dalam pelaksanaannya sangat memerlukan keterampilan dalam Human Relation dan Group Process. (sinkron/synchroon = waktu yang bertepatan. Jika kita telaah peranan seorang koordinator yang diuraikan di atas ini. 4. menghindarkan kesalahan-kesalahan yang diperkirakan dapat timbul dalam pekerjaan. mengeluarkan perintah/instruksi dalam rangka pelaksanaannya: apa dan bagaimana yang harus dilaksanakan. menemukan kebaikan/kemajuan dan kekurangan/kesalahan dalam pekerjaan. agar tidak merugikan wibawanya dan tidak menimbulkan tekanantekanan atau ketegangan-ketegangan pada yang dipimpinnya. bagaimana selanjutnya memberikan bimbingan dan meningkatkan kesanggupan/kemampuan mereka. Sebagai koordinator. di samping penguasaan seluruh kegiatan usaha secara teknis profesional. terus-menerus mempelajari sebab-sebab yang dapat melemahkan kesanggupan dan kemauan bekerja. Itulah semua yang harus mendapat perhatian pemimpin dalam rangka penempatan personil yang sesuai dengan tugas/pekerjaan yang telah disusun. Istilah yang sekarang sering kita dengar ialah KIS. yang memberikan direksi atau pengarahan. pemimpin harus mengarahkan perhatiannya pada cara kerja sama antara petugas-petugas yang diawasi itu. Persoalannya tidak hanya sampai pada penempatan dan penugasan saja. Sebagai direktur ia merupakan pimpinan eksekutif tertinggi dan merupakan pengawas serta pemberi arah dalam pelaksanaan usaha menurut pola dan rencana yang telah disusun. mengoreksi kekurangan-kekurangan dan memperkecil/meniadakan hambatan-hambatan. menghindarkan "overlapping" dalam tugas dan pelaksanaannya yang dapat membingungkan dan mengacaukan. 5.

kepada atasan dan kepada semua pihak yang berkepentingan_dengan usaha itu. Pemimpin yang bertanggung jawab tentang keseluruhan usaha yang dipimpinnya itu. Dalam rangka pencatatan dan pelaporan ini pemimpin harus mempunyai pedoman tentang: Apa yang harus dicatat. 7. Bagaimana menyimpan catatan-catatan secara teratur dan sistimatis. Semua unsur manusia yang menggerakkan proses administrasi. Pimpinan bertanggung jawab tentang perkembangan dan maju mundurnya usaha yang dipimpinnya. . Dengan demikian "reporting" ini mencakup kegiatan-kegiatan yang luas. Kepada siapa harus diberikan laporan. dengan cara-cara yang sudah lazim menggunakan berbagai alat pencatat (formulir. dan bilamana menyusunnya. Dan semuanya itu merupakan proses yang dinamis. Masalah kepemimpinan dalam administrasi merupakan masalah tanggung jawab: pengorganisasian tanggungjawab. Dalam bagian pencatatan dan pelaporan ini sangat banyak diperlukan "clerical workµ. B. Bagaimana menyusun laporan yang singkat. dan reporting berarti pelaporan. Budgeting Kegiatan ini meliputi bidang administrasi finansial yang meliputi: perencanaan dan penyusunan anggaran biaya. pekerjaan ke -tata-usahaan. Anggapan yang mekanistis ini melihat semua unsur/bagian/ komponennya sebagai bagian-bagian yang sudah mutlak ditentukan tempatnya dan gunanya. yang memerlukan bermacam keahlian. Administrasi adalah suatu proses. mengetahui juga beberapa faktor utama yang dapat mempengaruhi keadaan ekonomi dan keuangan negara kita. dan biasanya menjadi bendaharawan yang komtabel (accountable). Siapa yang harus menyusun laporan. yaitu: pencatatan/dokumentasi (recording) dari segala macam kegiatan yang dilakukan dan dari semua hasil yang telah dicapai. unsur-unsur dan komponen-komponennya merupakan "alat" yang dapat digerakkan dengan berbagai instruksi menurut kehendak pengendalinya. mencari dan mengusahakan sumber-sumber biaya. daftar. dan yang diperlukan juga riset sebagai usaha pengumpul data. pengarahan tanggungjawab dan pendelegasian tanggungjawab. Dalam administrasi demikian. yang semakin meluas dan merata. yang menjalankan kegiatan 13 . jelaslah kiranya bahwa administrasi bukan hak dan kewajiban perorangan. dan hubungan antar-manusia di dalarn proses administrasi itu.Recording berarti pencatatan. timbul konsepsi baru. bahwa administrasi adalah suatu proses sosial. meskipun tidak ahli dalam seluruh bidang akutansi. yang sudah ditentukan saluran -saluran hubungannya. Untuk keperluan ini pemimpin harus menerima laporan pula dari semua bagian/petugas yang bertan ggung jawab kepadanya. mengawasi dan mempertanggungjawabkan uang negara. BEBERAPA PRINSIP ADMINISTRASI PENDIDIKAN Secara tradisonal ada anggapan bahwa administrasi mencapai tujuannya terutama dengan peraturanperaturan dan instruksi-instruksi. dan sebagainya). Dalarn beberapa puluh tahun terakhir ini di beberapa negara yang sudah maju sistim pengadministrasiannya. yang harus jelas dan tegas. dan karena itu merupakan hasil perpaduan antara bermacam potensi yang harus didayagunakan. perlu mempunyai pengeta huan secukupnya mengenai berbagai segi dalam masalah keuangan. Dan sebagai alat pengontrol itulah diperlukannya dan berfungsinya peraturan-peraturan dan instruksi-instruksi. Melihat luasnya bidang administrasi dan banyaknya unsur-unsur kegiatan di dalamnya. Sebagai petugas dalam instansi/jawatan pemerintah. dan juga yang terkontrol. Di samping itu perlu juga tahu prinsip -prinsip dan beberapa cara pembukuan dan pertangung-jawaban keuangan. Bagaimana cara mencatatnya. terdiri dari serangkaian kegiatan-kegiatan. pengalaman dan pengetahuan. yang lebih banyak melihat dan mempertimbangkan segi-segi kemanusiaannya. Untuk memelihara integrasi dan sinkronisasi ini diperlukan koordinasi yang mengontrol. untuk semua kegiatan yang telah direncanakan. tetapi lengkap dan jelas. Jadi untuk itu diperlukan kegiatan "inspeksi" yang memeriksa dan mengadakan checking tentang semua keadaan dan perkembangannya. Ia sedikitnya harus dapat menyusun rencana keuangan untuk kantor/perusahaannya dalam garis besar harus mengetahui keadaan umum ekonomi dan keuangan. Apa yang harus dilaporkan. buku. Bagaimana menyimpan laporan-laporan itu agar setiap saat dapat dipergunakan sebagai sumber data. Segala sesuatu harus dilaporkan secara teratur. ia harus tahu pula beberapa peraturan pokok mengenai keuangan dan pertanggungan jawab keuangan pemerintah. Dalam banyak hal sudah dapat diadakan usaha-usaha normalisasi menurut bentuk dan ukuran "standard" dalam alatalat pencatatan ini. Bagaimana menggunakan laporan-laporan itu dalam rangka peningkatan dan pengembangan usaha. Sernua ´bagianµ atau ´onderdilµ harus dapat bekerja secara sinkron mekanis dalam rangka keseluruhannya. dan juga batas-batas prestasinya yang dapat dan harus dihasilkan. dan mengenai saluran-saluran resmi yang harus dilalui dalam menerima. untuk keseragaman dan kemudahan pemakaiannya.

Sifat individualistik. Hal ini tidak menguntungkan efisiensi kerja. Beberapa prinsip administrasi pendidikan adalah sebagai berikut: a. Pelaksanaan administrasi pendidikan harus bersendikan prinsip-prinsip yang sifatnya kooperatif dan demokratis. Dalam administrasi pendidikan sasarannya adalah manusia. d. Tidak mungkin suatu pimpinan dapat melakukan semua tugas-tugas sendiri dan dapat mengadakan pengawasan sendiri terhadap semua pelaksanaannya. Kalau ada tugas yang mengandung persamaan dan tugas lain. dapat diharapkan akan melaksanakan program itu dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. dan titik berat yang diletakkan pada kegiatan-kegiatan itu ada perbedaan antara administrasi yang direktif dan yang kooperatif. penghematan biaya. dan sebagainya. Memang dalam tiap macam administrasi diperlukan peraturan." Perwakilan yang diberi tanggungjawab dan yang bertanggungjawab yang perlu dipartisipasikan. Partisipasi luas dalam penentuan policy dan program. Bekerja demi kepentingan pendidikan dan anak didik tidak berarti bahwa kita boleh bekerja dengan cara apa saja. Ada koordinasi dalam semua usaha. Tujuan pendidikan dan perkembangan anak didik harus mendasari semua kegiatan administrasi. c. pada umumnya memang sama: ada planning. atau yang bersifat kooperatif. Penyerahan tanggung jawab secara hierarkis memang perlu. mementingkan pribadi dan ingin mendominasi dan sifat-sifat eksentrik. Unsur-unsur kegiatan yang terdapat dalam administrasi yang bersifat direktif (directive = mengarahkan). Tetapi cara rnelaksanakan kegiatan-kegiatan itu. Efektif tidaknya suatu keputusan. peraturan atau kegiatan. maka perlu ditetapkan batas-batas kegiatan dan tanggung jawab dari setiap bagian itu. jika tidak membawa keuntungan dalam perkembangan anak didik. organizing. staffmg dan selanjutnya. pelaksanaannya tidak boleh dan tidak dapat disetarafkan dengan ´onderdilµ mesin. Setiap anggota hendaknya merupakan bagian dari satu kelompok dan dapat bekerjasama dengan anggota anggota lainnya dalam kelompoknya. Menghindarkan overlapping fungsi Dalam program pendidikan yang kooperatif ada kemungkinan suatu fungsi dilakukan oleh lebih dari satu fihak/bagian. Tetapi cara/prosedur pembuatan peraturan -peraturan itu berbeda: ada yang dibuat oleh dan datang dari satu pihak saja. harus jelas dan tegas: apa yang harus dikerjakan. Maka dari itu diperlukan pembatasan dan perumusan tugas sejelas-jelasnya bagi setiap fihak/unit/bagian. efisiensi tenaga. merupakan anggota-anggota kelompok yang mempunyai relasi sosial antara sesamanya. hendaknya diukur dengan kepentingan pendidikan dan perkembangan anak didik. Ajakan berpartisipasi ini harus benar-benar dan sungguh-sungguh. f. µJob descriptionµ. dan sebaliknya. merupakan penghalang-penghalang bagi tercapainya tujuan bersarna. Fihak yang telah diajak dan telah turut serta dalam usaha menentukan haluan dan program kerja. la harus dapat mengkoordinasi usahanya dengan usaha keseluruhan kelompoknya. administrasi harus berusaha menggunakan waktu. tenaga. Pemindahan kekuasaan sesuai dengan tanggung jawab. dan berapa banyak fihak-fihak dapat dan harus diikutsertakan. Apakah semua fihak yang berkepentingan harus diajak? Apak dalam ah segala macam persoalan mereka harus diajak? Dalam hal ini hendaknya dapatlah kita menerapkan sila ke dari Pancasila kita: "Kerakyatan yang -4 dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. sampai di mana batas-batasnya dan apa yang di luar wewenangnya. dan ada yang secara kooperatif mengikutsertakan sebanyak mungkin pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam soal partisipasi ini yang menjadi masalah ialah: sampai berapa jauh. kurang dapat dipertanggungjawabkan. Pemindahan wewenang adalah suatu hal yang lazim dalam bentuk organisasi apapun. alat secara efektif. Maka sifat administrasinyapun dalam pendidikan tidak boleh dan tidak dapat bersifat mekanistis. Yang harus diperhatikan dalam pemindahan kekuasaan dan tanggungjawab ini ialah keadilan. e. pengarahan dan instruksi untuk memberikan arah dan bimbingan kepada para pelaksananya. Tanggung jawab harus disertai dengan wewenang. bukan hanya sekedar merupakan sandiwara atau merupakan sandiwara atau merupakan "diplomatic manipulation". 14 . yaitu perincian dan pembatasan tugas. atau harus dilakukan oleh beberapa bagian/fihak bersama-sama. Dengan didasarkan atas tercapainya tujuan pendidikan sebaik -baiknya. b. Kelancaran bekerja. dan sebaliknya. tenaga dan alat se-efektif mungkin. yaitu: agar setiap kewajiban diimbangi dengan hak yang sesuai. Administrasi semacam ini akan lebih mengemukakan segi kooperasi dalam kegiatannya. Penggunaan waktu.administrasi. Keputusan -keputusan hendaknya benar-benar merupakan hasil musyawarah bersama.

latihan. 5) Planning memudahkan pengawasan. kita sudah harus melihat hubungan antara kegi tan-kegiatan. Planning adalah suatu keharusan sebelum melaksanakan suatu usaha. Fungsi Perencanaan 1) Perencanaan merupakan titik tolak untuk memulai kegiatan. akibatnya pengaruh dari lingkungannya. manusia mempengaruhi lingkungannya. kita akan memberikan perhatian khusus terhadap perencanaan ini. lebih memungkinkan untuk mengadakan µadjustingµ (penyesuaian). keterampilan. yang tidak dapat diperkirakan lebih dulu. dan yang tidak kurang pentingnya. menurut keadaan seketika saja. dalam lingkungannya dengan situasinya. banyak ditentukan oleh matangnya dan lengkapnya perencanaan. tempat. kita akan mudah menjadi pelaksanana yang µopportunisticµ. dalam waktu. Dan sebaliknya pula. dan tidak akan terlau digantungkan pada situasi dan kebutuhan yang mendadak. setelah diadakan evaluasi yang teratur. Pada waktu merencanakan. akan lebih mudah lagi bagi kita untuk mengikuti pelaksanaan usaha sejak permulaan sampai akhir. dalam uraian mengenai proses administrasi ini. kegiatan apa yang harus dilakukan. Kita akan mempunyai titik tolak untuk memulai pekerjaan. Karena itu. Kemungkinandan cara kerjasama dapat diperkirakan lebih dahulu. 4) Planning mencegah. PERENCANAAN DALAM ADMINISTRASI PENDIDlKAN Setiap usaha memerlukan perencanaan. masih diperlukan: pengalaman.Demikianlah beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan administrasi pendidikan yang kooperatif dan demokratis. dalam langkah dan tahapan. lebih banyak hal-hal yang "unpredictable". kita harus dapat merumuskan dan memperinci tujuan-tujuan kita: apa tujuan sementara. 1. Untuk dapat digunakan secara efektif dalam praktek administrasi. jika dianggap perlu untuk mengadakan koreksi dan perbaikan. Evaluasi merupakan proses pembandingan antara usaha yang telah dilaksanakan dengan tujuan yang harus dicapai. apa tujuan yang lebih jauh dan apa tujuan akhirnya. Atau: apa tujuan umum dan apa tujuan khususnya. biaya. Karena itu dalam pendidikan akan kita hadapi lebih banyak masalah. Jadi evaluasi dapat diadakan secara kontinu dan teratur. Direncanakan pula pengikutsertaan anggota-anggota lain dalam pelaksanaannya. rneskipun sifat uraiannya masih umum dan berlaku dalam penyusunan rencana di segala bidang. dan sebagainya. kepribadian dan keyakinan pemimpin sendiri mengenai demokrasi. Dengan adanya rencana yang menggariskan dan menentukan langkah -langkah yang harus dikerjakan. atau menurut kesempatan yang ada saja. 6) Planning memungkinkan evaluasi yang teratur. a. baik mengenai tenaga. Dengan kata lain. Berhasil tidaknya suatu usaha. Kita tidak akan bertindak oportunistik. maupun material. µreadjustingµ dan µre-planningµ. yang hanya mengikuti keadaan yang timbul seketika. C. Dengan menentukan langkah -langkah lebih dahulu. alat dan tenaga apa yang diperlukan dalam kegiatan itu. Prinsip-prinsip tersebut baru merupakan dasar-dasar umum. Dengan adanya rencana yang jelas. Penyusunan planning dalam suasana kerja yang demokratis didasarkan atas prinsip-prinsip demokrasi dan kooperasi. Manusia sebagai obyek dan sebagai subyek pendidikan merupakan unsur unsur yang tidak konstan dalam sikap dan tingkah lakunya. alat. kita tahu apa yang akan kita kerjakan tahap demi tahap. Dalam rencana kita dapat menentukan apa yang lebih dahulu dan apa yang kemudian akan kita kerjakan. ialah faktor sikap. kebutuhan dan a kemungkinan: bilamana sesuatu akan diperlukan. merupakan "a pre -requisite to action". dan tidak mempunyai rencana sebagai pegangan. Perencanaan merupakan µa prerequisite to actionµ. Untuk merencanakan sesuatu kita harus mengetahui dengan jelas apa yang hendak kita capai. baik berupa pemborosan waktu. Hal ini memerlukan dari kita kesanggupan untuk lebih banyak menggunakan kebijaksanaan dan untuk lebih fleksibel dalam penyesuaian tindakan -tindakan kita pada situasi-situasi baru. 2) Planning merupakan pegangan dan arah dalam pelaksanaan. 3) Planning meningkatkan kerjasama dan koordiriasi. waktu. Setiap saat dapat dibandingkan/diukur apa yang telah dihasilkan dengan apa yang telah direncanakan. yang hanya mencari-cari kesempatan. petugas pengawasan dapat lebih mengikutinya dan mengawasinya. yang menggambarkan langkah -langkah yang akan diambil. Kalau kita tidak dapat memperhitungkan/memperkirakan kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul. dan akan lebih menjelaskan tujuan yang akan dicapai. Fungsi dan Prinsip Perencanaan Suatu usaha yang teratur memerlukan perencanaan yang akan menggariskan keteraturan itu: keteraturan dalam tindakan. dan sebagainya. Segala sesuatu sudah dapat diperkirakan. tenaga. 7) Planning memudahkan penyesuaian dan situasi. dalam kebijaksanaan. 15 . sedikitnya mengurangi pemborosan. Dalam pendidikan kita berhadapan dengan unsur-unsur manusia.

b. yang dapat memperkecil/meniadakan perbedaan-perbedaan. mengikuti perkembangan dan merupakan perkembangan. Rencana tidak boleh merupakan µcita-citaµ. mungkin ada yang sekarang dapat digunakan untuk menyesuaikan rencana itu pada keadaan baru. harus dapat kita perkirakan perubahan-perubahan yang mungkin harus dihadapi. Prosedur perencanaan. agar mereka setiap saat dapat mengatur hasil dan cara bekerja. bahkan dalam beberapa hal juga dengan murid dan orang tua murid. barulah rencana disusun selengkap -lengkapnya. Planning harus dapat memberikan kesempatan kepada para pelaksana dan p engawasan. Tahapan persiapan. Di sinilah diperlukan leadership. Di antara kemungkinan-kemungkinan yang dulu telah kita fikirkan. 4) Planning harus mengandung unsur-unsur evaluasi dalam pelaksanaannya. Makin jelas apa sebenamya yang ingin kita capai. Tetapi data dan informas i masih diperlukan dari semua fihak. Kita harus berusaha agar para peserta yang menyusun rencana dapat lebih banyak mengemukakan kepentingan bersama dari pada kepentingan sendiri.Rencana dalam pendidikan memang sukar ditentukan secara tegas dan ketat. tetapi dengan tidak menghilangkan begitu saja kemungkinan-kemungkinan yang lainnya. Prinsip-prinsip perencanaan Perencanaan yang mempunyai peranan seperti digambarkan di atas harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. biasanya merupakan masalah bagi golongan profesional saja. artinya: penelitian. hendaknya semua fihak diikutsertakan: wakil orangtua murid. Planning dalam pendidikan merupakan proses yang kontinu. penjajagan tentang mungkin tidaknya sesuatu gagasan dilaksanakan. Tetapi mengenai hal-hal teknis edukatif. maka tidak usahlah kita merombak seluruh rencana itu. harus mengandung kemungkinan -kemungkinan untuk dilaksanakan. dengan berpedoman pada rencana dan tujuan yang harus dicapai. memberikan gambaran adanya kemungkinan keberhasilan. 5) Planning harus mempunyai tujuan jelas dan terperinci. harus didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu. setelah dianalisa dan diolah. atau µimpian indah" belaka. wakil kelompok/organisasi masyarakat. Suatu program kegiatan di sekolah hendaknya merupakan hasil pemikiran bersama dari Kepala Sekolah dan seluruh stafnya. Karena itu kita mengenal istilah µfeasibility study". a. Mengenai policy dasar dan kebijaksanaan umum yang menyangkut keseluruhan program sekolah seeara umum. Yang menggerakkan ini dapat berupa kesadaran sendiri yang timbul dari dalam diri masing-masing. 2) Planning harus didasarkan atas kebutuhan dan fakta yang riil dan obyektif. jika belum ada tujuan yang jelas. dan tahapan penyusunan. dan dapat memperkuat persatuan. Ada dua tahapan: tahapan persiapan. sebagai hasil kerja bersama. Jika keadaan berubah dan memaksa kita untuk menyesuaikan rencana pada tuntutan-tuntutan baru. Prinsip ini sebenarnya merupakan prinsip pertama dan prinsip pokok. wakil murid. Waktu menyusun rencana harus difikirkan sebanyak -banyaknya kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. Di sinilah diperlukan suatu kesanggupan: kekuatan. 6) Planning memerlukan kepemimpinan/leadership. Prinsip-prinsipnya adalah sebagai berikut: 1) Planning harus rnerupakan proses yang kooperatif. Planning harus berdasarkan fakta dan kenyataan yang rill dan obyektif. makin mudah untuk menyusun rencana yang konkrit dan terperinci. Planning yang baik bukan saja memerIukan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan. Yang kita pilih adalah kemungkinan yang paling dapat diterima. Karena itu perlu dikumpulkan keterangan-keterangan selengkap mungkin tentang: apa yang 16 . yang akan dijadikan titik tolak permula¬an. yaitu bagi Kepala Sekolah beserta staf Guru. Rencana akan dianggap sebagai yang harus ditaati bersama. 2. Kalau data yang dikumpulkan. sehingga rencana tidak macet pada waktu melaksanakannya. dapat pula merupakan kepercayaan dan pengakuan terhadap kelebihan dan kesanggupan sesama peserta. dengan selalu disesuaikan pada situasi dan keadaan yang timbul. Rencana harus µfeasableµ. Untuk memperoleh sikap ini. 3) Planning harus fleksibel. µAdjustingµ dan µre -adjustingµ harus selalu dapat diadakan. dan makin terperinci perumusannya. Rencana harus dapat dilaksanakan dan merupakan titik tolak untuk memulai suatu usaha secara konkrit. harus ada yang menggerakkan mereka ke arah kerjasama itu. Kita tidak dapat membuat suatu rcncana. tetapi dalam cara-cara dan langkah-langkah penyusunannya pun perlu diperhatikan sistematik tertentu. yang dapat mempengaruhi mereka. 1) Pengumpulan data.

Karena itulah µmelihat ke depanµ ini penting dalam penyusunan suatu rencana.sekarang sedang dikerjakan. finansial. (4) Siapa yang akan mengerjakannya. who. maka diadakanlah seleksi. Setelah terkumpul hasil analisa data sebanyak-banyaknya. when). 3) Menyusun dan menuangkan rencana dalam satu bentuk/wadah Kalau sudah lengkap terkumpul bahan-bahan mengenai: tujuan yang akan dicapai. Dengan menggunakan pengalaman -pengalaman bagaimana situasi telah berkembang dan berubah. (5) Bilamana harus dikerjakan. dalam bentuk yang sistematis. situasional. alasan-alasannya mengapa harus tercapai tujuan itu. siapa yang mengerjakan. 17 . Karena itu pemimpin perlu juga mengetahui prinsip-prinsip tentang mengadakan riset. Tahapan penyusunan. Setelah matang tahapan persiapan ini. Mempunyai gambaran/pengertian yang jelas tentang tujuan-tujuan pendidikan. barulah kita meningkat ke: b. Penentuan syarat-syarat dan pemilihan metoda sukar dipisah-pisahkan. dibanding-bandingkan. Mengenai tujuan pendidikan di sekolah kita harus memperhatikan perkembangan dan perubahan anggapan. cara-cara pengumpulan data dan pengolahannya. (1) Apa yang hams dicapai. kemungkinan manakah yang kiranya paling sesuai dengan keadaan yang akan datang. kesulitan kesulitan apa yang sedang dihadapi. dan faktor-faktor apa yang telah mempengaruhi perkembangan dan perubahan itu. Inilah yang kita namakan µfore-castingµ. Sering juga ditambahkan tempat dimana kegiatan akan dilaksanakan. (3) Bagaimana cara pencapaiannya. yang akan memudahkan pula usaha kita untuk mencapainya satu demi satu. Taraf persiapan ini merupakan semacam riset untuk mengevaluasi keadaan. Semua kemungkinankemungkinan tentang sebab-sebab kesulitan dan semua kemungkinan tentang cara -cara mengatasinya dikumpulkan dan dijadikan bahan pemikiran/perhitungan. (2) Mengapa harus dicapai tujuan itu. Kita harus dapat memperkirakan. 2) Penentuan cara/metoda kerja. dan bagaimana kiranya situasi akan berkembang. seakan-akan "ramalan". memperkirakan apa yang akan terjadi). dan akan saling mempengaruhi. 3. bagaimana sekarang mengeIjakannya. teori mengenai pendidikan pada umumnya dan mengenai belajar-mengajar khususnya. Kecuali menguasai prinsip-prinsip planning dan sistimatik penyusunannya. seorang administrator pendidikan yang akan menyusun rencana perlu juga memperhatikan hal-hal di bawah ini: a. agar dapat memenuhi persyaratan metoda itu. Di antara metoda-metoda yang harus dipilih diambil yang paling sesuai dengan keadaan dan yang dapat memenuhi syarat syarat umpamanya: syarat waktu. Tahapan ini terdiri dari: 1) Perumusan tujuan. bagaimana kiranya situasi nanti. how. Semua data itu dianalisa. Kita membuat perkiraan. dan sebagainya. umpamanya: tenaga yang bagaimana yang diperlukan. Dengan tujuan-tujuan yang jelas dan terperinci itu. yang dapat menggambarkan secara keseluruhan tujuan akhir yang kita ingin capai. tahap demi tahap. 3) Mengadakan µfore-castingµ. personil. teknik/metoda pelaksanaannya maka disusunlah kesemuanya itu di . biasanya dengan memperhatikan w-w-h-w-w (what. Kemampuan yang diperlukan dalam perencanaan pendidikan. faktor-faktor apa kiranya yang akan dominan nanti. Segi segi personil. pada waktu rencana akan dilaksanakan. Dalam analisa ini kita perlu memperhatikan dan memperhitungkan pengalaman-pengalaman yang sudah ada. (To fore-cast = meramalkan. dan sebagainya. kekurangan-kekurangan apa yang terdapat di bidang material. maka kita berusaha µuntuk melihat ke depanµ. kita tentukan metoda-metoda yang kiranya paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan itu. material. 2) Analisa data. Rencana merupakan pedoman yang akan dilaksanakan nanti. Kalau sudah tersusun cara/metoda yang akan kita pakai. harus ditelaah. why. Mula-mula dirumuskan dulu tujuan secara umum. syarat tenaga personil yang tersedia. Syarat pertama: tujuan yang jelas dan tegas. alat-alat apa yang akan digunakan. untuk dapat mengetahui sebab -sebab dari kesulitankesulitan dan hambatan-hambatan yang sekarang sedang dirasakan ada. dan sebagainya. Kemudian dirumuskan tujuan-tujuan khusus secara terperinci. perlu kita telaah syarat syarat apa yang harus dipenuhi agar metoda-metoda itu benar-benar dapat dijalankan. dan disusun secara hirarkis.

Tujuan sesuatu usaha tidak sama mudah-sukarnya untuk dicapai. Apakah yang harus dihasilkan oleh sekolah untuk masyarakat? Apakah yang diperlukan oleh masyarakat dalam pembangunan/perkembangannya? Apakah yang mempengaruhi kemajuan dan kemunduran sekolah? Bagaimana hubungan perkembangan penduduk. dalam segi: fisik. dalam berbagai segiseginya. e. Suatu tindakan harus dapat diperkirakan berapa lamanya akan membawa hasil yang diharapkan. kemajuan ekonomi. estetis. ada pula yang memerlukan jangka waktu agak panjang. melihat ke depan dan memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. tentang didaktik dan metodik. menimbulkan reaksi orang itu. baik sebagai individu maupun sebagai mahluk sosial. potensi fisik/material. Dapat memperhitungkan faktor waktu. perlu diperhatikan dalam menyusun suatu rencana. Diperlukan pengertian tentang peranan sekolah dalam masyarakat. Administrator perlu mengetahui lingkungan tempat bekerjanya: apa yang dapat diberikan oleh lingkungannya.µ Hasil pendidikan di sekolah tidak dinilai hanya dengan jumlah lulusan dan nilai angka tinggi saja. dan sebaga inya yang kiranya dapat dijadikan masukan (input) dalam usaha yang akan direncanakan itu. makin luas dan mendalam pengetahuan yang diperlukan tentang keadaan dan perkembangan masyarakat. Kemungkinan pengaruh terhadap orang-orang itu dan kemungkinan reaksi mereka. di bawah akan sedikit diberi uraian tentang perencanaan untuk suatu masa yang agak jauh ke muka: Rencana Jangka Panjang (Long Range Planning). Perencana pendidikan harus mempunyai cukup pandangan tentang proses belajar-mengajar dengan teori-teorinya yang masih berlaku. Ada yang mudah dicapai dalam waktu singkat tanpa memerlukan banyak tenaga dan upaya. Memperhitungkan faktor waktu termasuk salah satu segi dari fore-casting. Hal hal yang dapat menghambat/menyukarkan prosedur perencanaan. Rencana Jangka Panjang dan Rencana Jangka Pendek. ada tujuan yang merupakan bagian dari tujuan keseluruhan. Hal ini perlu sekali untuk menentukan jadwal kerja. d. d) kurang adanya µmoral supportµ dari masyarakat/lingkungannya. 18 . Untuk merencanakan tindakan-tindakan apa yang akan diambil. c) pengumpulan data yang kurang lengkap. f. psikologik dan sosial. baiklah kita perhatikan juga beberapa hal yang dapat menghambat penyusunan dan pelaksanaan rencana. faktor faktor apa yang dapat memperlambat atau mempercepat tercapainya hasil itu. dan ada pula tujuan yang benar-benar ultimate/akhir. Sebelum kita mengakhiri bagian mengenai planning ini. Perencanaan pendidikan untuk suatu sekolah memerlukan pengetahuan/pengertian tentang masyarakat di mana sekolah itu berada atau yang dilayani oleh sekolah itu. Dengan demikian kita harus dapat memberikan arti yang lebih luas kepada µpengalaman pendidikan di sekolahµ dan kepada µteaching-learning situationµ. taraf hidup dan sebagainya. sedangkan sekarang anggapan kita sudah mengarah kepada µpembentukan dan pengembangan anak didik sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. 4. b. Dengan sumber potensi dimaksudkan berbagai jenis potensi: potensi manusia. moral. kurang rill dan obyektif. Yang dikemukakan di atas ini mengenai perencanaan. emosional. dan berapa tahapan yang diperlukan dalam rangka efisiensi kerja. Mempunyai pengetahuan tentang masyarakat dan perkembangannya. terutama dilihat dari segi µneedsµ dan µdemandsµ. dengan metodametoda mengajar yang sesuai dengan teori-teori itu. perlu dipertimbangkan benar -benar akibat yang akan ditimbulkan terhadap murid dan terhadap guru. Dalam tujuan pun ada perbedaan: ada tujuan sementara. Pengertian tentang hakekat tujuan pendidikan ini diperlukan untuk membuat rencana. dengan perkembangan sekolah? Semakin tinggi tingkatan perencanaan. intelektual.Dulu pendidikan di sekolah ditekankan pada µmenyampaikan sejumlah pengetahuan dan ketrampilan kepada muridµ. mudah-mudahan ada jugalah manfaatnya dalam usaha kita untuk menghasilkan suatu rencana yang agak akseptabel. tenaga yang bagaimana. baik secara psikologis maupun dari segi sosial. a) perencana kurang memiliki pengetahuan dan pengertian mengenai hal-hal yang diuraikan di atas. Sebagai pelengkap bagian perencanaan ini. Mempunyai pengetahuan cukup tentang proses belajar-mengajar. time limit dan sebagainya. bahan apa. batas waktu. b) kurang adanya kemampuan untuk µmelihat ke depanµ. Meskipun µteaching-learning situationµ mempunyai arti yang lebih luas daripada µbelajar -mengajarµ saja. Mempunyai pengetahuan tentang sumber-sumber potensi yang ada. eskipun sifatnya sangat umum. Mempunyai pengetahuan tentang murid dan guru. c. Suatu tindakan baik langsung maupun tidak langsung terhadap seseorang. potensi kultural. tetapi segala sesuatu berpangkal pada kegiatan pokok: belajar.

yaitu cara mengatur/membagi tugas dan tanggungjawab -merupakan tahapan penting dalam proses administrasi. kita merupakan satu bagian. 19 . Dan hal ini memang mengandung kebenaran. dan sebagainya yang merupakan satu gabungan. Untuk itu kita perIu sekedar. Lebih panjang jangka waktu dari suatu rencana. kalau dilihat dari jauhnya tujuan pendidikan yang harus kita capai. Dan sesuatu yang diperkirakan. Suatu rencana. dan banyak pula yang justru timbulnya karena adanya long-range planning. Sebagai bagian dari satu organisasi. tidak dapat memberikan kepastian yang mutlak. maka sekolah-sekolahnyapun akan semakin meluas. alat. Karena itu perlu diperhatikan lagi hal-hal di bawah ini. bagaimanapun baik dan lengkapnya. Fungsi. Dan karena lernbaga -lembaga pendidikan itu merupakan µinstitutions for lifeµ. D.planning bukan merupakan ketentuan/kepastian yang akan datang (future decissions).organisasi terdiri dari sejumlah unsur-unsur: manusia. Kita dapat lebih aktif melaksanakan tugas-tugas kita. perlengkapan. banyak tergantung dari organisasi. Pendidikan adalah usaha seumur hidup. bahwa usaha itu akan berhasil seperti yang telah direncanakan. karena µfore-castingµ yang diperlukan dalam menyusun rencana hanyalah merupakan perkiraan dari kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. Maka perencana annya pun disusun menurut jauhdekatnya tujuan itu: ada Rencana Jangka Panjang dan ada Rencana Jangka Pendek. Di negara-negara yang sudah maju long-range planning merupakan sebab dan akibat dari timbulnya kekuatan kekuatan yang merubah perusahaan-perusahaan dalam abad ini. Banyak perusahaan-perusahaan yang telah menghasilkan long-range planning. Karena itu long -range planning memerlukan data statistik yang lengkap dan terpercaya. tetapi untuk dapat mernilih dan menghadapi risiko secara tepat. ORGANISASI DALAM ADMINISTRASI PENDIDIKAN.Berdasarkan tujuan yang akan dicapai itu maka usahanya pun akan berbeda sifatnya: ada usaha jangka panjang yang diperkirakan akan dapat mencapai tujuannya dalam waktu yang agak lama secara bertahap. Makin banyak dan terpercaya data dari masa yang lampau. Menurut Schulze itu: . dan hubungannya dengan administrasi. . Kelancaran kegiatan. tetap akan diperlukan generasi baru. Apakah perencanaan pendidikan di negeri kita sudah merupakan perencanaan jangka panjang yang sudah dapat dipercaya. . maka perencanaannyapun memerlukan rencana jangka panjang. ´Planning means risk takingµ. Sebagai petugas/karyawan pendidikan. Di bawah ini kita akan melihat beberapa segi organisasi. dan ada pula yang dapat dilaksanakan dan diselesaikan dalam waktu singkat. terutama dalam hal longrange planning. Setelah perencanaan. dan dengan demikian keberhasilan usaha. satu onderdil (organ) dari satu tata susun.planning bukan merupakan usaha untuk mengurangi atau rneniadakan risiko. dari satu organisasi. Definisi dari J. makin meningkat taraf hidupnya. pengetahuan tentang organisasi: fungsi dan tujuannya. Planning untuk rnasa depan rnemerlukan data dari masa yang lampau. dan dengan demikian turut melancarkan jalannya organisasi dan roda administrasi kita. 1. . tetapi diperlukan sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. William Schulze memberikan gambaran tentang arti organisasi. maka kita dapat lebih sadar akan tugas dan kewajiban kita. ialah organisasi pendidikan. dan memerlukan pengadministrasian yang lebih teratur pula. Jika kita tahu di mana tempat kita dalam keseluruhan tata susun itu. sebagai salah satu usaha untuk lebih memahami fungsi dan proses administrasi. tetapi merupakan kemungkinan-kemungkinan dan nilai-nilai dari ketentuan:-ketentuan sekarang untuk masa yang akan datang. prinsip-prinsipnya dan bentuk serta mekanisme kerjanya.planning bukan merupakan ramalan tentang nasib dan kegiatan-kegiatan usaha dalam masa-masa yang akan datang. Selama bumi dihuni manusia. manajemen dan dengan direksi. Tujuan dan Prinsip Organisasi. semakin kompleks susunannya. maka organisasi -. makin kecil lagi kepastian yang dapat diharapkan itu. satu unsur. Pembangunan lima tahun kita di bidang pendidikan dapat dianggap rencana jangka pendek. tentu mengandung risiko. Makin maju masyarakatnya. Ada yang mengatakan bahwa perencanaan selalu mengandung risiko. rnakin kuat pula dasar-dasar untuk menyusun proyeksi ke depan. jika kita tahu bagaimana organisasi itu berjalannya dan apa dasar-dasar pengorganisasiannya. perkakas. makin maju sains dan teknologinya. kita harus dapat menempatkan diri dan mengetahui/menyadari tempat dan fungsi kita masing masing dalam keseluruhan tata susun itu. tergantung dari tujuan yang akan dicapai dan dari data yang digunakan dalam perencanaannya.

Jika dalam pelaksanaan usaha dan kegiatan terdapat kesimpang -siuran. Kalau situasi berubah. tujuan umum atau tujuan khusus. Organisasi fungsional (functional organization). Biasanya dapat kita bedakan pada pokoknya dua macam: organisasi otoriter dan organisasi demokratis. Pembedaan organisasi dalam bentuk otoriter dan demokratis yang ciri-cirinya diuraikan di atas.Garis dan saluran yang dilalui pemindahan kekuasaan ini ditentukan dengan tegas dan tajam. Beberapa prinsip dalam organisasi: Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan jika kita menyusun organisasi. b. mengatur dan mengarahkan semua potensi yang dapat diberikan oleh setiap unsur di dalamnya. . Jadi organisasi merupakan alat dalam administrasi untuk mencapai tujuan administrasi. . .pembagian tugas dan tanggungjawab harus berdasarkan pedoman tertentu.Kewajiban dan kegiatan-kegiatan ditugaskan melalui garis-garis kekuasaan. Di bawah ini akan kita berikan penjelasan sekedarnya: 20 . Organisasi bentuk garis-dan-staf (line and staff organization). agar tujuan dapat tercapai sebaik-baiknya. sehingga tertuju kepada tujuan bersama yang telah ditentukan itu. Organisasi harus fleksibel. ..Kekuasaan terpusat pada pimpinan yang telah ditunjuk. ialah jika dilihat dari segi kegiatannya. bukan semata-mata pimpinan yang sudah diserahi kekuasaan formal. menurut saluran. dan organisasi tidak dapat kita pertahankan secara ketat.fungsi-fungsi dan kegiatan dikelompokkan secara sistimatis dan teratur. . Di dalam organisasi terdapat: keteraturan. . dari pimpinan sampai kepada pelaksana terbawah. . c. Organisasi adalah alat yang membantu tercapainya tujuan administrasi.Semua petugas dari bawah sampai ke atas turut serta dalam memikul tanggungjawab dan kepemimpinan. kebijaksanaan kerja dan juga pada situasi. akan timbul desorganisasi. Organisasi demokratis: . jika dilihat dari segi pengambilan keputusan dan pertanggungan jawaban. Organisasi otokratis: . .Kekuasaan resmi dan kekuasaan pribadi diganti dengan tanggungjawab kepemimpinan pendidikan.Pelaksanaan diperiksa oleh atasan langsung. baik tujuan akhir maupun tujuan sementara. pembagian tugas dan tanggungjawabpun dapat berubah pula. atau perbedaaan arah. penggunaan/pendayagunaan potensi dari semua unsur-unsur secara efektif. . Beberapa bentuk organisasi. sejak perencanaannya sampai kepada penilaiannya. koordinasi dari semua kegiatan dan usaha. Ada kesatuan perintah dan tanggungjawab (unity of command).Sumber kekuasaan adalah situasi dan kebutuhan.tugas dan tanggungjawab setiap anggota.luas dan jenis pekerjaan yang diserahkan kepada anggota harus disesuaikan dengan kem ampuan. dapat kita bedakan: a. c. b. a. Organisasi bentuk lurus (line-organization).semuanya ditujukan kepada usaha pencapaian satu tujuan yang telah ditentukan. Ada sistim pengawasan yang bertingkat (hirarkis) dengan memperhitungkan luasnya daya pengawasan (span of control). f. Organisasi sebagai alat dalam organisasi harus dapat mengkoordinasi. disertai hak dan kewajibannya. supaya ada keteraturan dalam fungsi organisasi sebagai alat penyusun dan penyalur potensi.gabungan itu merupakan satu hubungan dan ketergantungan yang sistimatis dan efektif. Harus ada ´delegation of authorityµ. 2. . Dalam organisasi harus jelas pembagian tugas dan tanggung jawab: . serta dari hubungan kerja antar bagiannya. harus jelas luas dan batas-batasnya. d. ialah antara lain: a. Jika kita lihat organisasi dari segi lalu lintas kekuasaan dan tanggungjawab.Kekuasaan dan tanggungjawab dapat dipindahkan secara hirarkis pada petugas bawahan. Tujuan organisasi harus dirumuskan secara jelas dan konkrit. Perintah datangnya dari satu arah dan tanggungjawab diberikan kepada satu pihak. Ada beberapa macam pola/bentuk organisasi yang disesuaikan pada tujuan. taraf/kedudukan dan tanggungjawab anggota tersebut. atau dari cara berfungsinya unsur-unsur organisasi. suatu pemindahan tanggungjawab dari atas ke bawah. .Pelaksanaan kepemimpinan menjamin pengikutsertaan semua pihak yang berkepentingan. e. b.

Kala upun ada hubungan. 2 dan 3 kepada pimpinan A.a. Koordinasi dan kooperasi yang baik sangat diperlukan dalam bentuk fungsional ini. dan seterusnya. dan bertanggungjawab pula kepada lebih dari satu pihak. Petugas menengah 1. 2 dan 3 masih tetap diperlukan untuk membantu pimpinan A. 3. ke a s/d h. dapat menerima komando dari masingmasing petugas menengah 1. tetapi yang mengambil. maka garis komando tidak melalui petugas rnenengah 1. dan dapat mencurahkan perhatiannya kepada masalah-masalah kebijaksanaan pokok dan pengawasan umum. sampai ke atas. seperti di bawah ini: ³³³ garis komando (ke bawah) dan tanggungjawab (ke atas). dan bertanggungjawab kepada semuanya: kepada 1. 2 dan 3. Dengan demikian setiap pelaksana dapat menerima komando dari lebih dari satu pihak. dan seterusnya s/d h. tetapi tidak lagi berhubungan langsung dengan pelaksana di bawah sebagai pemberi komando. Dalam bentuk-bentuk ini terdapat pemindahan kewenangan. Tetapi petugas-petugas pelaksana di bawah a. Perhatikan organigram di bawah ini: ³³³ garis komando dan tanggung jawab --------. menurut fungsinya masing-masing. dan seterusnya. dan dengan pengertian bersama dalam meminta tanggungjawab. dan a s/d h sebagai pelaksana di bawah. Pertanggungan jawab diberikan oleh pelaksana a. Dilihat dari luasnya pemindahan hak/kekuasaan dan tanggungjawab dapat kita bedakan: a. dan oleh petugas -petugas 1. Organisasi Fungsional. yaitu untuk memberikan kesempatan kepada pimpinan A di atas agar ia dapat langsung memberikan komando dan minta pertanggungan jawab dari pelaksana bawah a. melalui unsur-unsur di tengah. Untuk menghindarkan beberapa kekurangan yang terdapat pada bentuk garis/lurus. oleh petugas 2 diteruskan kepada d dan e. c. Dengan kerjasama yang baik antara pihak-pihak yang memberi komando itu. Pimpinan A tidak usah melibatkan diri dalam soal-soal kecil mendetail. 2. b. dan 3 merupakan staf dari pimpinan A. tetapi semua petugas pelaksana di bawah bersama-sama bertanggungjawab kepada semua petugas-petugas menengah. b dan c kepada petugas menengah 1. Organisasi fungsional didasarkan pada keahlian masing-masing petugas atau bagian yang bersama-sama memimpin pelaksana-pelaksana di bawah. Bentuk ini disebut µorganisasi garis-stafµ (Line and staff organization). b. akan menjadi organigram seperti di bawah ini: ³³³ garis komando dan tanggung jawab --------. masing-masing dengan fungsinya sendiri-sendiri. c. 2.garis koordinasi. organisasi dengan struktur de-sentralisasi. keputusan. 2 dan 3. b. Petugas 1. Jika digambarkan secara skematis. pimpinan A mendelegasikan wewenangnya kepada petugas menengah 1. Garis pertanggungan jawab naik secara ketat hirarkis dari bawah. de-sentralisasi. 1.garis koordinasi dan konsultasi. b. sehingga A tidak lagi langsung berhubungan dengan dan mengontrol a. dan 3 yang berada di bawahnya. c dan seterusnya. dan kepada 2 dan kepada 3. b. Komando diberikan oleh pirnpinan A kepada petugas-petugas menengah 1. organisasi dengan struktur sentralisasi. dalam bidang masing-masing. adalah pirnpinan A. Dilihat dari segi pembagian tugas dan tanggungjawab. memberikan komando ke bawah dan meminta pertanggungan jawab langsung dari bawah. 21 . b dan c. Jika kita gambarkan secara skematis. Organisasi garis-staf Bentuk organisasi ini dapat saja umpamanya mempunyai jumlah unsur-unsur yang sama dengan organisasi seperti di atas. maka hubungan itu hanya bersifat koordinatif dan konsultatif saja. Tetapi tentu ada juga kekurangan-kekurangannya. 2 dan 3 sebagai petugas menengah. de-konsentrasi. atau 2 atau 3. dan oleh petugas 1 diteruskan kepada pelaksana a. Dalam µline-organizationµ. Jadi tiap petugas pelaksana di bawah. dapatlah semua pihak melaksanakan masing-masing tugasnya tanpa mencampuri tanggungjawab pihak lain. Tetapi saluran/lalu lintas kekuasaan dan tanggungjawab berbeda. Dalam organisasi bentuk ini. umpamanya antara lain kemungkinan komando/instruksi dari atas sampainya ke bawah tidak µasliµ lagi. bentuk ini mempunyai kebaikan-kebaikannya. yaitu A sebagai pimpinan. atau 2 atau 3. Garis komando terbentang lurus dari atas/pimpinan sampai kepada pelaksana di bawah. Sentralisasi. tidak dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok yang bertanggungjawab kepada salah seorang pet gas u menengah 1. melainkan langsung dari A ke bawah.

pelaksanaan. Evaluasi sebagai pengukur kemajuan. EVALUASI DALAM PENDIDIKAN. dan memberikan bimbingan pelaksanaan jika diperlukan. P & K) kepada daerah (Propinsi/Gubernur) hanyalah mengenai personalia dan sarana saja pengangkatan guru. penyediaan dan pemeliharaan gedung. dan bahkan tujuannyapun turut dinilai. satu moment dalam rangka proses evaluasi pendidikan. Dengan struktur de-sentralisasi hak dan kekuasaan dipindahkan/didelegasikan kepada petugas -petugas bawahan: mengenai suatu bidang tertentu (sektoral). Evaluasi sebagai alat perencanaan. jika diadakan de-sentralisasi. dan mungkin untuk mengubah/memperbaiki cara-cara pelaksanaannya. Dengan jumlah ahli yang terbatas. E. Yang diserahkan oleh pusat (Dep. Kalau kita mengadakan evaluasi. Kalau tujuan itu direncanakan untuk dicapai secara bertahap. sedangkan bidang teknis edukatifnya (kurikul m. policy dan kebijaksanaan. Jika yang didelegasikan bukan bidang-bidang tertentu. pengawasan dilakukan bertingkat secara hirarkis. untuk memperoleh gambaran umum tetang apa dan bagaimana evaluasi itu. Evaluasi adalah suatu proses untuk meneliti sampai di mana tujuan suatu usaha telah tercapai. Dan dalam evaluasi pendidikan proses itu untuk menentukan sampai dimana maksud-maksud yang terkandung dalam tujuan pendidikan sudah dapat terlaksana. Petugas-petugas di lapangan bertindak untuk dan atas nama pimpinan pusat. ditentukan di pusat. kemungkinan pengembangan. memerlukan proses dan cara evaluasi yang berbeda dari tujuan untuk memiliki pengetahuan dan ketrampilan tertentu. penggunaan tenaga ahli. Dengan hasil analisa ini dicari cara cara/metoda-metoda lain yang lebih sesuai dengan keadaan sebenarnya. pemeliharaan mutu u pelajaran. Suatu proses merupakan rangkaian kegiatan dalam jangka waktu tertentu yang berkaitan dan berhubungan. Jika kiranya tidak akan dapat tercapai. dilihat dari segi: keseragaman cara bekerja. a. Dengan mengadakan evaluasi secara kontinu. mutu. Hasil evaluasi dapat memberikan rasa puas yang merupakan petunjuk dan dorongan untuk usaha selanjutnya dapat pula menimbulkan kekhawatiran yang merupakan peringatan untuk waspada. tetapi hanya yang menyangkut daerah atau sub-unit tertentu. ujian) tetap diatur oleh Pemerintah Pusat/Departemen P & K. bukan hanya satu macam kegiatan pada satu ketika saja. mengadakan koordinasi. maka dengan evaluasi yang kontinu kita dapat mengikuti tahapan mana. organisasi dengan struktur de-konsentrasi. Dalam hal ini diperlukan data-data yang lengkap untuk dianalisa. Bagian-bagian dan petugas-petugas bawahan merupakan pelaksana saja. dan dengan demikian langkah-langkah selanjutnya perlu ditinjau kembali. tetapi akan membicarakan evaluasi secara umum. Sentralisasi dan de-sentralisasi mempunyai kebaikan-kebaikan dan kelemahan-kelemahannya. Apa peranan evaluasi? Mengapa evaluasi begitu penting? Di bawah ini kita akan bicarakan beberapa fungsi pokok evaluasi. atau mengenai semua bidang-bidang usaha di dalam suatu daerah tertentu (secara integral). hanya merupakan satu bagian. kita cari sebab-sebabnya. kita katakan juga sebagai suatu bentuk de-konsentrasi. . Proses dan cara-cara evaluasi ditentukan oleh tujuannya. tetapi semua bidang-bidang usaha secara keseluruhan. Dalam bentuk sentralisasi semua hak dan kewajiban. Ada juga yang dinamakan de-sentralisasi terbatas (partial de-centralization). pembiayaan. 1. seperti umpamanya pendelegasian administrasi Pendidikan Dasar dari pusat ke daerah/propinsi. kita dapat memperkirakan apakah tujuan akan dapat tercapai pada waktu yang sudah ditentukan. Fungsi evaluasi.c. pengawasan sampai ke penilaiannya. Petugas pusat hanya menentukan policy dasar. oleh pimpinan pusat. Tanggungjawab sepenuhnya berada pada pimpinan pusat. Mungkin cara bekerja perlu disesuaikan/diubah. yang sudah terselesaikan. Dalam hal ini. Segala sesuatu dalam bidang yang sudah didelegasikan itu dilaksanakan oleh pimpinan daerah atau oleh sub-unit/bagian masing-masing: mulai perencanaan. cara bekerja dan mutu yang masih terlalu berbeda-beda. Evaluasi merupakan suatu proses penelitian yang mempelajari dan menilai/mengukur sampai di mana suatu tujuan sudah dapat dilaksanakan. pedoman pelaksanaannya. dan yang di tengah meneruskan komando saja. pedoman pokok dan koordinasi dari pusat diperlukan untuk menjaga integritas. 22 . Uraian singkat di bawah ini tidak dikhususkan kepada evaluasi dalam proses administrasi saja. alat dan fasilitas. dan mencari cara-cara untuk mengatasinya. Tujuan untuk menimbulkan dan mengembangkan suatu sikap tertentu umpamanya. b. dapat menimbulkan akibat yang kurang diharapkan dalam hal pemerataan mutu dan produktivitas. termasuk cara-cara pelaksanaannya. tahapan mana yang lancar dan mana yang mengalami kesukaran/hambatan dalam pelaksanaannya. yang kita nilai bukan hanya hasilnya atau produknya saja. tetapi ke seluruhan program pendidikan. Memberikan nilai/angka umpamanya atau memberikan penghargaan.

hasil kerja siapa. 4) hubungan antara unsur-unsur manusia: apakah hubungan antara guru dan murid. Apa yang kita harus nilai? Hasil apa. 1) Murid sebagai obyek terakhir dalam proses pendidikan dapat dievaluasi mengenai: . 2) Alat dan fasilitas lain: mebiler. terhadap tugasnya. karena untuk mengadakan suatu perbaikan. .Perubahan pelaksanaan dengan menggunakan cara/metoda lain yang semula tidak atau kurang diperhatikan.sikapnya sebagai anggota kelompok: terhadap anak-didik. 3) Gedung dan perlengkapannya. 2) Guru sebagai pelaksana program pendidikan dapat dievaluasi mengenai: . Unsur material ini dapat kita bagi-bagi dalam: 1) Alat pelajaran. 2. 23 . memerlukan perencanaan baru (re-planning). perbaikan hasil. tidak mempunyai arti. alat kantor. baik dari instansi yang lebih tinggi maupun dari sekolah yang bersifat lokal.segi-segi kepemimpinannya. baik material maupun personil. terhadap sesama guru dan pimpinan.persyaratannya. . kita harus mengadakan pembidangan dalam obyek-obyek yang menjadi sasaran proses evaluasi. Dengan ini dimaksudkan semua unsur-unsur lain kecuali yang sudah disebutkan di atas. Unsur -unsur ini umumnya yang tidak bersifat konkrit lagi.pengetahuan dan kemampuannya di bidang teknis edukatif dan administratif. atau apakah masih perlu peninjauan dan perubahan arah. 3) Kepala Sekolah sebagai administrator dan supervisor. . antara sekolah dengan masyarakat. dalam bidang apa? Karena evaluasi mengenai keseluruhan program pendidikan. Apakah peraturan-peraturan yang ada. a. Penilaian terhadap unsur material ini dapat kita adakan mengenai: . Perbaikan tanpa evaluasi tidak mungkin. . Kita mengadakan evaluasi karena kita ingin meningkatkan usaha kita. 2) tata.hasil pelajaran yang diperolehnya (achievement). Evaluasi peraturan-peraturan. Dari uraian a dan b di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa fungsi evaluasi sebenarnya adalah dalam rangka usaha untuk mengadakan perbaikan: perbaikan cara bekerja. Untuk memperoleh gambaran yang teratur. baik edukatif. angkutan.segi-segi kepribadiannya. seperti: 1) tujuan pendidikan: apakah sudah tepat sesuai dengan kebutuhan.keahliannya dalam bidang profesinya: kemampuan mempergunakan ilmu -ilmu tentang pendidikan dan pengajaran dalam pelaksanaan tugasnya. d. etik sebagai manusia Pancasilais).perkembangan segi-segi kepribadiannya. Evaluasi sebagai alat perbaikan. kerja administratif: apakah sudah sesuai dengan µpenggunaan semua potensi. . Evaluasi unsur manusia. b.perkembangan sikapnya dan penyesuaiannya pada lingkungan (attitude). Bidang-bidang (scope) evaluasi. dan sebagainya. evaluasi merupakan sebab diadakannya adjusting dan re -planning. dan mengapa perIu diperbaiki. maupun ke luar sekolah. 3) teknik-teknik supervisi: apakah sudah tepat/sesuai dengan keadaan dan kebutuhan. ekonomis. Evaluasi unsur material. kita harus tahu dulu apa yang harus diperbaiki. Jadi. . memerlukan penyesuaian rencana yang telah ada kepada keadaan dan metoda baru.penggunaannya: sampai dimana efektivitasnya dan daya gunanya dalam proses pendidikan. Evaluasi yang tidak menghasilkan titik tolak untuk perbaikan adalah hampa. c.kepribadiannya (moral. . sudah sedemikian sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai sebaik-baiknya. sebagai unsu pembina/pemimpin dapat dinilai r mengenai: . maka bidangnya sangat luas. Unsur-unsur kebendaan ini merupakan bantuan dan alat dalam pelaksanaan program pendidikan sehingga dapat berjalan lancar.sikapnya baik ke dalam. secara efektif dan efisienµ. tidak merupakan hambatan bagi pencapaian tujuan pendidikan. antara guru dengan guru. Evaluasi keseluruhan situasi pendidikan. .dan mungkin juga perbaikan tujuannya. c. antara Kepala Sekolah dengan guru dan murid. maupun dari segi konstruksi dan sebagainya.

. 2) Interview: pertanyaan/tanya-jawab secara lisan. . atau terarah dengan cara memilih dari altematif-altematif yang diajukan oleh penanya.menyatakan pujian/rasa senang terhadap yang besih. Evaluasi sendi-sendi demokrasi. Kemudian tujuan itu dirumuskan secara konkrit. sudah berusaha menjaga kebersihan diri sendiri. Yang dimaksudkan ialah terutama ´personal recordsµ atau ´cumulative recordsµ. Test biasanya tertulis dan dapat merupakan ´objective testµ atau ´essay type testµ.mencuci tangan setelah bekerja. Harus jelas diketahui apa yang akan dinilai: apakah hasil belajar. tetapi dalam penilaian pendidikan merupakan teknik yang banyak digunakan. apakah sikap.rambutnya terurus.tangan dan kukunya bersih. Dalam contoh di atas mengenai penilaian keber¬sihan murid Kl. Menentukan dan merumuskan tujuan. Suatu proses merupakan suatu rangkaian kegiatan-kegiatan yang harus teratur dan berhubungan. . Memilih alat/teknik evaluasi yang sesuai dan tepat. . biasanya untuk menilai achievement. . Jawaban -jawaban angket dapat µterbukaµ atau µertutupµ. ialah µtahu membedakan benda kotor dari yang bersihµ. supaya dapat diperinci lagi menjadi pokok-pokok. yang dapat diamati dan diteliti secara jelas dan obyektif. Yang dimaksud dengan alat/teknik evaluasi di sini ialah teknik-teknik pengumpulan data. tingkah laku dan perbuatan? 3. apakah sudah tergambar dalam sikap. yaitu: b. kemudian diperinci lagi secara konkrit: data yang mengenai µsudah tahu akan kebersihanµ. . dan sebagainya. umpamanya: . Langkah-langkah dalam proses evaluasi. 3) Angket/kuestioner: sebagai pengganti interview lisan berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis. . Teknik-teknik itu dapat terdiri dari: 1) Observasi: pengamatan gejala-gejala secara keseluruhan. .latar belakang pendidikan. kecakapan. dan sebagainya. 5) Catatan dan laporan: segala macam catatan dan laporan (records and reports) mengenai orang-orang yang sedang diselidiki/dinilai dapat dimanfaatkan. Memperinci tujuan menjadi pokok-pokok yang konkrit dan terbatas. Ada yang menyebut observasi itu sebagai µmengukur tanpa alat pengukurµ. Dari teknik-teknik ini harus dipilih yang sesuai dengan tujuan. c. dilihat. Apakah anak-anak tahu akan kebersihan. Umpamanya kita ingin menilai sampai di mana berhasilnya pelajaran kesehatan di Kl. 4) Test. untuk memperoleh keterangan-keterangan secara langsung dari yang diselidiki/dinilai.menyatakan celaan terhadap yang kotor. Meskipun dalam riset observasi ini dianggap banyak kelemahan-kelemahannya. dan sebagainya. atau butirbutir yang lebih konkrit dan terbatas lagi.menyapu lantai yang kotor. didengar. sesuai dengan apa yang akan dinilai dan dengan orang yang dinilai. untuk memperoleh data yang akan digunakan sebagai bahan penilaian.e. mengenai kebersihan. Sikap µsenang terhadap yang bersihµ dan µtidak acuh terhadap yang kotorµ sukar untuk dijadikan unsur penelitian. Hal-hal yang konkrit di atas ini dapat diamati. Dalam proses evaluasi langkah-langkah itu sebagai berikut: a. III SD dengan sendirinya 24 .keadaan/latar belakang sosial. yaitu bebas menurut si penjawab. Perincian yang terurai menjadi pokok-pokok/butir-butir ini.apakah pakaiannya bersih. Dan semua itu akan merupakan bahan untuk mengambil kesimpulan tentang perubahan/perkembangan anak dalam hal kebersihan. . diperiksa. jika karena waktu dan biaya tidak dapat diadakan interview langsung. Apakah di dalam keseluruhan situasi pendidikan benar -benar sudah dilaksanakan demokrasi Pancasila. Ini semua diusahakan perumusannya secara jelas.keberhasilan dan kegagalan dalam pekerjaan. dan sebagainya. ialah kumpulan berbagai catatan pribadi seseorang mengenai segala segi seginya. III. . Karena itu perlu dipecah-pecah menjadi hal-hal yang kongkrit dan terbatas. sudah tidak bersikap acuh-tak-acuh lagi terhadap tempat yang kotor.keadaan fisik. merupakan tahapan kedua.

Sebagai tindakan akhir kita mengambil konklusi. kelanjutan. Interpretasi dan kesimpulan. Berdasarkan diagnosa itu. mengadakan evaluasi tidak hanya sampai kepada konklusi saja.kita tidak dapat jika menggunakan angket. membanding-bandingkan data-data itu. berdasarkan hasil komparasi tadi: apa sifat yang mendominir berdasarkan data itu. Jadi. Data yang telah dibanding-bandingkan. dibuatlah rencana untuk mengadakan perbaikan. mana yang lebih sesuai dengan norma yang kita telah tentukan. hanya sampai kepada µtahu bahwa ini begini dan itu begituµ saja. kemudian dikelompok-kelompokkan menurut jenis dan sifatnya. f. sesuai atau tidak sesuai dan sebagainya. dipakai sebaik-baiknya untuk mengumpulkan data yang diperlukan secukupnya. kita mengambil kesimpulan keseluruhan. akan memberikan data yang lebih baik untuk penilaian. dan dapat ditambah lagi dengan sekedar tanya-jawab. dan masih memerlukan follow-up. harus dapat memberikan gambaran tentang kekurangan-kekurangan yang masih terdapat dan yang perlu diperbaiki. 25 . ialah dipilih data mana yang memenuhi syarat untuk diolah. d. Diagnosa dan follow-up. diinterpretasi dan diambil konklusinya itu. Setelah data terkumpul. Konklusi itu merupakan suatu pendapat sebagai hasil penilaian. Kemudian kita mengadakan komparasi. diadakan seleksi dulu. harus obyektif dan dapat dipercaya. Observasi ditambah dengan catatan¬catatan yang dapat diperoleh. apakah kesimpulannya positif ata. Tanpa follow-up.u negatif. sebenamya tidak memberikan banyak manfaat pada usaha usaha evaluasi. Melaksanakan pengumpulan data. Data itu harus benar-benar ada hubungannya dengan tujuan. Klasifikasi ini perlu untuk mengetahui data mana yang akan memberikan keterangan tentang segi segi tertentu. e. Data yang sudah dipilih. Teknik pengumpulan data yang telah dipilih.

abdi negara dan abdi masyarakat yang dengan penuh kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila. Administrasi Personel Sekolah Manusia merupakan unsur penting dalam menjalankan program sekolah. . Negara dan pemerintah menyelenggarakan tugas pemerintah dan pembangunan. dan c. agar tidak terjadi overlap antar petugas. Menurut UU No. Untuk membatasi pokok permasalahan ini maka perlulah dikemukakan mengenai definisi administrasi personal sekolah. Calon Pegawai Negeri Sipil diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil setelah melalui masa percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan selama-lamanya 2 (dua) tahun. pengangkatan. UUD 1945. 4. Pegawai Negeri Sipil dan b. Apabila pelamar yang dimaksud dalam Ayat (2) pasal ini diterima. maka perlu diadakan kegiatan penataan untuk bidang kepegawaian. semua karyawan tata usaha. Untuk dapat bekerja secara baik. Pegawai negeri terdiri dari: a. 1. DAN TATA KERJA KELEMBAGAAN PENDIDIKAN Komponen-komponen administrasi pendidikan secara garis besar dapat digolongkan menjadi : Administrasi personel sekolah Administrasi kurikulum Administrasi prasarana dan sarana pendidikan Administrasi siswa Kerja sama sekolah dan masyarakat. Pegawai negeri sipil daerah. Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. maka ia harus melaluli masa percobaan dan selama masa percobaan itu berstatus sebagai calon pegawai negeri sipil. mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi pegawai negeri sipil. 2. Pengadaan pegawai negeri sipil adalah untuk mengisi formasi. Mereka ini terdiri dari Kepala Sekolah. Personel sekolah ialah semua manusia yang tergabung di dalam kerja sama pada suatu sekolah untuk melaksanakan tugas-tugas dalam mencapai tujuan pendidikan. pengangkatan. Kepala Tata usaha. Proses penerimaan. sifat dan beban kerja yang harus dilaksanakan. Pasal 3 Pegawai negeri adalah unsur aparatur negara. 26 1. 2. 2. Administrasi personel sekolah adalah segenap proses penataan personel di sekolah. 8/1974 Pasal 15 diatur: Jumlah dan susunan pangkat pegawai negeri sipil yang diperlukan ditetapkan dalam formasi untuk jangka tertentu berdasarkan jenis. bagaimanapun lengkap dan modernnya fasilitas (gedung. metode-metode kerja. Menurut UU No. dan penempatan pegawai harus didasarkan pada prinsip penerimaan. perlengkapan. dan pengangkatan orang yang tepat.8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Pasal 2: 1. MEKANISME. ATURAN. Pegawai negeri sipil terdiri dari: a. Pegawai negeri sipil pusat b. dan dukungan masyarakat akan tetapi harus di dukung oleh manusia-manusia yang bertugas menjalankan program sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang dikemukakan. Pasal 16 1. Pegawai negeri sipil lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.BAB III KOMPONEN. alat kerja). Setiap warga negara yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Wakil Kepala Sekolah. Maka penerimaan pegawai harus didasarkan atas kemampuan dan potensi si calon dalam rangka mengisi jabatan. dalam bagian ini perlu dibahas secara lebih mendalam mengenai personel sekolah. 5. 3. guru. 3. termasuk personel pendukung lainnya. 4.

Negara dan Pemerintah perlu dipupuk dan dikembangkan jiwa Kepres yang bulat di kalangan Pegawai Negeri Sipil. c. Pejabat yang berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan mengangkat dan atau memberhentikan Pegawai Negeri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. b. d. Jabatan Negeri adalah jabatan dalam bidang eksekutif yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang undangan termasuk di dalamnya jabatan dalam kesekretariatan lembaga tertinggi/ tinggi negara dan kepaniteraan pengadilan. Diakui. Kesehatan badan. Terdaftar. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam sesuatu jabatan negeri atau disertai tugas lainnya yang ditetapkan berdasarkan sesuatu peraturan perundang-undangan dan digaji menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. atau adanya perluasan organisasi. Pada perguruan tinggi swasta biasanya memiliki status: a. 5. kebutuhan dan kekompakan serta dalam rangka usaha menjamin kesetiaan dan ketaatan penuh seluruh pegawai negeri sipil terhadap Pancasila. Pasal 14 Untuk lebih meningkatkan pembinaan. Penugasan: Pedoman penugasan didasarkan atas perimbangan kejuruan. 4. Syarat-syarat Pegawai Negeri 1. Di samping itu ada juga sekolah swasta pemerintah daerah. Pejabat yang berwajib adalah pejabat yang karena jabatan atau tugasnya berwenang me lakukan tindakan hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. UUD 1945. Lowongannya formasi dalam sesuatu organisasi pada umumnya disebabkan oleh dua hal yaitu adanya Pegawai Negeri Sipil yang keluar karena berhenti. Jam kerja berdasarkan Kepres RI No.8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Bab I: Pengertian. Disamakan. Ketangkasan. Atasan yang berwenang adalah pejabat yang karena kedudukan atau jabatannya membawahi seorang atau lebih pegawai negeri. 2. Kecerdasan. Segi kepribadian. c. Pasal 13 Kebijaksanaan pembinaan Pegawai Negeri Sipil secara menyeluruh berada di tangan presiden. untuk itu maka kita perlu memahami istilah-istilah yang digunakan di lingkungan kepegawaian sebagai berikut: Menurut UU No. b. 27 . 58/ 1964 Pegawai Negeri Sipil diwajibkan bekerja selama 37 1/2 jam/ minggu. 18/1974. Kesetiaan. jadi kesimpulannya untuk sekolah swasta itu banyak ragamnya. 7. 6. sedangkan guru SMP dan SMU 24 jam / minggu. 1.Penjelasan Pasal 16: Ayat (1) Pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong. Belum terdaftar. Perlu diingat di sini bahwa pegawai yang ditempatkan di sekolah negeri belum tentu pegawai negeri. kemampuan. 2. Pembinaan yang dimaksud dalam Ayat (1) pasal ini dilaksanakan berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja. Pembinaan Pegawai Negeri Sipil diarahkan untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintah dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna. Pembinaan Pegawai: Pasal 12 UU No. Pasal 1 sebagai berikut: a. kecakapan dan kemampuan pegawai yang bersangkutan. d. Pegawai Negeri adalah mereka yang setelah memenuhi syarat syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong maka penerimaan Pegawai Negeri Sipil harus berdasarkan kebutuhan. Dan syarat-syarat lain yang khusus diperlukan bagi sesuatu jabatan negeri yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Keberhasilan dalam hubungan -hubungan kerja kemanusiaan ini akan ditentukan oleh efisiensi dan efektivitas mereka yang berkepentingan dalam: a. Agar supaya kepala sekolah mampu memberikan pimp inan yang efektif dalam bidang ini hendaknya ia mengetahui berbagai teori mengenai kurikulum dan menyadari kaitannya dengan kebijaksanaan dan langkah-langkah administratif yang sedang berlaku. (bila perIu). sekolah menurut status pemilikannya dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. Di Indonesia. b. Tujuan Penerimaan hubungan kerja kemanusiaan (human relationship). Dari sudut Administrasi Pendidikan (sekolah). termasuk mengatur pengangkatannya. Bagaimana menilai pegawai. Bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya. intensif. Sampai di mana kurikulum dapat berbeda-beda untuk masing-masing sekolah? 5. e. dapatlah diperinci pokok masalah penataran terhadap pegawai sekolah sebagai berikut: a. Bagaimana memelihara pegawai. sedangkan sekolah swasta yang tidak mendapatkan bantuan apa-apa dari pemerintah disebut sekolah swasta yayasan dan sekolah swasta yang mendapat bantuan keuangan dari pemerintah disebut sekolah swasta berbantuan. Perbedaan-perbedaan pendapat ini tidak mungkin diuraikan dalam tulisan ini. c. Bagaimana mengatur kenaikan gaji dan pangkatnya. d. yang menjadi tugas utama kepala sekolah ialah menjamin adanya program pengajaran yang baik bagi murid-murid. untuk mencapai tujuan sekolah yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk sekolah negeri. Bilamana dan oleh siapa kurikulum harus direncanakan? 6. g. Apakah kurikulum itu? 2. Apakah yang harus diutamakan dalam kurikulum? 4. Segenap proses penataran tersebut meliputi bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya dan pemutusan hubungan kerja dengan mereka. dapat dilihat bahwa komunikasi pada hakikatnya adalah problem Proses Berita Sumber isi Alat Bunyi Gambar Kata-kata dsb. Bagaimana kurikulum hauns memperhatikan perbedaan-perbedaan individual? 7.Yang bersangkut paut dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga kerja untuk dan di sekolah dengan efisien. b. dan perpindahan mereka jika perlu terjadi. Sekolah Negeri b. Manakah yang lebih penting proses atau isi? 28 . pemberian gaji. Apakah yang harus diajarkan? 3. Untuk sekolah swasta mendapat bantuan guru-guru pegawai negeri disebut sekolah subsidi. Bagaimana menggunakan tenaga kerja yang sudah diperolehnya itu dengan efisien. termasuk merangsang kegairahan kerjanya. sedangkan stafnya mendapat bagian tanggung jawab dalam membantu usaha pelaksanaan dan pengembangan program pengajaran yang efektif. Inilah tanggung jawab kepala sekolah yang paling penting dan banyak tantangannya. 1. kesejahteraan. f. Masalah pokok Dari bahasan di atas. pegawai tetapnya adalah pegawai negeri sedangkan untuk sekolah swasta pegawai tetapnya dapat pegawai negeri yang diperbantukan dan juga pegawai yayasan yang memiliki sekolah tersebut. Memahami dengan tepat isi/maksudnya dengan harapan mau menerima. Administrasi Kurikulum Pada jenis dan tingkat sekolah apa pun. Sekolah Swasta (dengan berbagai variasi). Bagaimana mengembangkan mutu pegawai. Kebanyakan para pendidik sepakat mengenai tujuan yang harus dicapai. namun ada tujuan kategori masalah yang hampir mencakup perbedaan-perbedaan tersebut yaitu: 1. Menyampaikan berita kepada orang lain. Bagaimana menata pemutusan hubungan kerja dengan pegawai. Masalah-masalah dalam kurikulum Ada macam-macam teori dan praktek mengenai kurikulum dan pengembangannya. 2.

Kurikulum harus mencakup seperangkat masalah-masalah luas tertentu yang bertalian dengan kebudayaan. dianggap bukan pengalaman belajar. Barangkali seyogianya pula kita menganggap kurikulum sebagai pengalaman-pengalaman perkembangan muridmurid yang direncanakan sekolah. 1. kesemuanya merupakan situasi-situasi belajar yang kaya akan pendidikan. 2. Para pemuka pendidikan dewasa ini menonjolkan kenyataan bahwa belajar pada tiap anak merupakan proses yang berlangsung selama 24 jam tiap hari. 2. Kurikulum harus terdiri dari berbagai mata pelajaran yang urutannya harus disusun secara logis dan terperinci. atau dapat ditafsirkan lebih luas lagi yang dalam menafsirkan yang ekstrim berupa ´sekolah masyarakatµ sehingga orang tidak tahu lagi di mana harus menarik garis batas.tafsiran. Pada definisi kurikulum yang terakhir terdapat bermacam-macam. Mulai dari satuan-satuan pelajaran yang paling mudah dan berangsur -angsur menuju kepada isi yang sukar dan rumit. Di samping itu ada yang berpendapat bahwa 3. Mereka berpendapat pengala man-pengalaman dalam perkumpulan kesenian dan olahraga di sekolah. Banyak pemuka pendidikan mengemukakan pendapat bahwa: 1. Jadi pada dasarnya ada dua definisi mengenai kurikulum. Pengalaman-pengalaman di sekolah seperti bermain di halaman sekolah. atau yang berkaitan dengan masalah-masalah kehidupan umum yang selalu muncul. Program pengajaran harus disusun sekitar masalah-masalah kehidupan anak sehari-hari yang berbeda-beda pada tiap kelompok umur. kurikulum dianggap sebagai segala pengalaman yang diperoleh anak dalam tanggung jawab sekolah. Ada pula yang berpendapat bahwa. Urutan atau susunan mata pelajaran bukan harus ditentukan dalam mata pelajaran melainkan para pelajar atau murid itu sendiri dan urutan atau susunannya harus ditentukan menu kebutuhan-kebutuhan anakrut anak dan para remaja yang menjadi matang dalam kebudayaan. kurikulum dianggap sebagai kumpulan bermacam-macam mata pelajaran. Aspek: masalah lainnya adalah mengenai urutan pengalaman belajar yang harus diberikan. jadi bukan hanya sekumpulan mata-mata pelajaran belaka. Apakah yang harus diajarkan? Terdapat perbedaan pendapat yang berpusat sekitar isi kurikulum. Di satu pihak. Karena itu yang disebut kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler atau ´extra curiculer activitiesµ berada di luar kurikulum. bukan bagian dari kurikulum sekolah. kurikulum dianggap sebagai kumpulan matamata pelajaran. walaupun pengalaman-pengalaman tersebut ada pengaruhnya terhadap perkembangan anak. 2. b. Pengalaman-pengalaman inilah yang dimaksud kurikulum. jawaban-jawaban terhadap pertanyaan di atas secara ringkas dapat dilukiskan sebagai berikut: a. Umumnya kepala sekolah dan guru-guru berada di antara dua pendapat ekstrim di atas. tidak lebih dari itu. Pendidikan lainnya mempunyai pendapat: 4. Di pihak lain. Perkataan ´dalam tanggung jawab sekolahµ dapat ditafsirkan terbatas pada jam-jam selama murid berada di sekolah. 29 . pengalaman-pengalaman dalam darmawisata dan lain-lain. Masih banyak para pendidik yang berpendapat bahwa urutan pelajaran harus dite ntukan menurut jalan pikiran yang terkandung dalam mata pelajaran yaitu: 1. jadi bukan hanya belajar tentang fakta dan kepandaian s emata-mata. Karena itu kurikulum meliputi segala pengalaman yang sengaja diberikan sekolah untuk memupuk perkembangan anak-anak dengan jalan menciptakan situasi belajar-mengajar. Karena itu sekolah berkewajiban untuk mengarahkan dan membimbing segala aspek perkembangan anak yang berada dalam lingkungannya.Marilah kita tinjau secara singkat jawaban-jawaban terhadap setiap masalah di atas. istirahat dan lain-lain sebangsanya tidak termasuk kurikulum. Bahwa urutan ditentukan oleh cara-cara yang paling baik dalam mengajarkan tiap mata pelajaran yang dapat ditemukan dengan jalan melakukan studi ilmiah. Kurikulum mencakup segala pengalaman yang direncanakan untuk anak -anak yang langsung berada dalam tanggung jawab sekolah. namun di samping itu guru-guru menyadari tanggung jawab edukatif mereka dalam apa yang disebut pengalaman-pengalaman ekstrakurikuler para siswa di sekolah. jadi tidak termasuk di dalamnya. 3. Pengalaman-pengalaman anak di luar sekolah. Merupakan modifikasi atau variasi dari pendapat-pendapat di atas. Tempo dulu. jalan. Ada beberapa kegiatan dan pengalaman murid-murid di sekolah tidak cocok dengan batasan kurikulum ini. Menurut pendapat ini kurikulum adalah program belajar untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Apakah kurikulum itu? Menurut riwayat perkembangan kurikulum. Memang anggapan bahwa kurikulum sebagai kumpulan-kumpulan mata-mata pelajaran sampai sekarang masih menguasai sekolah.

tau sedangkan pendirian yang kedua mementingkan individu atau berorientasi psikologis. b) Anggapan kedua mempertahankan pendirian. Sampai di mana kurikulum dapat berbeda-beda untuk masing-masing sekolah? 30 . Dalam kurikulum yang berorientasi seperti kebutuhan dan kepentingan kedua belah pihak akan terpenuhi sebagaimana mestinya. yaitu: a) Anggapan pertama yang berpendirian. Karena itu kurikulum harus berorientasi kepada individu di dalam masyarakat. maka kurikulum harus disusun berdasarkan keadaan. Kita tidak usah berpihak kepada salah satu pendirian. 3) Kurikulum pertama-tama harus mencakup masalah-masalah yang berasal dari pengalaman anak-anak dengan jalan menggunakan sebagian besar buku-buku untuk membantu memecahkan masalah-masalah tersebut. 3. dan sebaliknya setiap kurikulum yang berorientasikan psikologis dengan sendirinya memperhatikan kepentingan masyarakat pula. Pendapat terakhir dalam memberikan pemecahan masalah-masalah anak yang dihadapi sekarang dan yang menyangkut kepentingan anak di masa depan. c) Pendirian ketiga menganggap tidak ada pertentangan prinsipiil antara kedua anggapan di atas. sebab itu benar benar tidak realistis. mempersiapkan anak untuk menyesuaikan diri kepada perubahan -perubahan pesat dari keanekaragaman dunia dewasa ini. lndividu hanya dapat mewujudkan dirinya sebagai individu jika ia berada dalam masyarakat tempat ia hidup. sedangkan pertama berorientasi kepada kepentingan masyarakat a sosial. baik anak maupun orang dewasa. Dikemukakan pula bahwa teori lama: ´mempersiapkan anak untuk kehidupan orang dewasaµ berimplikasi masyarakat yang statis di mana kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa kelak dapat diramalkan pada anak-anak yang ada sekarang.akan datang. sifat dan kebutuhan-kebutuhan individu. Ada mengutamakan: 1) Hampir seluruhnya kepada buku dan keterangan-keterangan yang diberikan saja. d) Aspek lain dalam masalah di atas ialah persoalan: Apakah kurikulum harus ditentukan oleh kebutuhan kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa (persiapan untuk menghadapi masa dewasa) atau harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan murid-murid sekarang ini? Pihak yang mempertahankan kurikulum harus tersusun semata-mata dari mata pelajaran yang didasarkan kepada kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Dalam kenyataan setiap program pengajaran yang berpedoman kepada kepentingan masyarakat. Karena itu kurikulum harus memperhatikan masalah -masalah yang menyangkut anak-anak saja. latar belakang dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Seperti kita lihat di atas. Barangkali tidak ada orang yang mau mempertahankan salah satu pendapat dalam bentuk ekstrim. karena usaha pendidikan adalah mendidik individu. Pandangan terakhir ini agaknya memberikan landasan yang sehat untuk menyusun kerangka yang fleksibel namun mantap untuk perencanaan kurikulum. 2) Kurikulum harus disusun sekitar bahan-bahan dari buku dan dilengkapi dengan pengalaman -pengalaman yang diperoleh dari darmawisata dan kegiatan-kegiatan sekolah lainnya. 4. Pendapat yang menentang pendirian di atas mengemukakan teori bahwa anak harus dianggap sebagai anak dengan hakhaknya. karena sekolah didirikan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.Aspek masalah lainnya ialah mengenai persoalan sampai di mana kurikulum harus mencakup pengalaman pengalaman langsung. biasanya berpendirian bahwa tugas fungsi pendidikan ialah untuk kehidupan orang dewasa. Pendapat terak ini hir memang yang paling cocok atau sejalan dengan filsafat pendidikan psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Apakah yang harus diutamakan dalam kurikulum? Dalam garis besarnya ada tiga anggapan yang berbeda-beda. Karena itu kurikulum harus banyak mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan anak dimasa yang. karena di dalam kurikulum cukup diperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan kedua belah pihak. Pendapat ketiga mengemukakan pendiriannya bahwa pada dasarnya tidak usah ada pertentangan antara kedua pendirian di atas. bukan dianggap sebagai orang dewasa dalam bentuk mini. ialah meningkatkan penggunaan kecerdasan secara fleksibel. sampai batas-batas tertentu memperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan individu pula. maka program pengajarannya harus mementingkan keadaan. untuk memberikan masalah-masalah dan pengalaman-pengalaman belajar yang sekaligus menyangkut kepentingan langsung di dalam kehidupan anak dan mempersiapkan mereka untuk hidup sebagai orang dewasa kelak. Masalah berkisar pada tekanan relatif yang harus diberikan kepada kepentingan -kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan individu dan yang harus diberikan kepada kepentingan-kepentingan masyarakat dalam menciptakan kurikulum yang dapat memenuhi kedua macam dan kepentingan.

Bagaimana kurikulum harus memperhatikan perbedaan-perbedaan individual? Persoalan ini berkisar sekitar masalah penyesuaian program pengajaran terhadap perbedaan -perbedaan di antara anak-anak. siapa yang merencanakannya. 1 Kurikulum seluruhnya direncanakan di muka secara terperinci oleh ´expertsµ dalam bentuk kumpulan mata pelajaran. Ada yang mengemukakan pendapat bahwa perencanaan kurikulum adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian dan karena itu harus dikerjakan oleh para ahli atau ´expertµ dalam bidang perencanaan kurikulum. berisi luas oleh panitia partisipasi dari yang terdiri dari guru-guru dan guru-guru dalam tokoh-tokoh bentuk pedoman masyarakat. harus direncanakan? Masalah kelima berkisar sekitar masalah tanggung jawab untuk menentukan: harus bagaimana bentuk kurikulum itu. 5 Kurikulum direncanakan oleh guru bersama murid pada waktu akan belajar. dan anak -anak memperlihatkan keanekaragaman perbedaan individual. Banyak yang berpendirian. dan bukan dalam bentuk jawaban yang benar-benar esktrim. Karena itu. dan semua murid di semua sekolah tingkat tertentu mempunyai kurikulum yang kira-kira seragam. kerja. 5. bahwa tidak ada aspek-aspek kurikulum yang harus direncanakan jauh sebelum situasi belajar berlangsung. Ada beberapa ahli yang mengemukakan pendiriannya. bahwa ruang lingkup. 2 Kurikulum direncanakan secara terperinci di muka oleh panitia yang terdiri dari guru-guru dalam bentuk kumpulan mata pelajaran. menurut agar supaya program pengajaran tiap sekolah memperlihatkan ciri-cirinya tersendiri yang unik dan jelas itu. tanpa perencanaan jauh di muka. pendirian yang cukup mantap tetapi luwes ialah adanya pola kurikulum yang longgar atau leluasa sejalan dengan kebutuhankebutuhan kultural. dan bilamana. Dewasa ini terdapat kecenderungan yang bergerak dari kurikulum yang direncanakan jauh di muka dan secara terperinci. Pendapat pertama menganggap bahwa adanya beberapa perubahan program pengajaran karena adanya perubahan-perubahan dalam masyarakat dan dalam populasi murid. Kedua jawaban di atas tentu saja hanya berbeda dalam memberikan penonjolan. 2. Barangkali bentuk situasi kedudukan yang paling dikehendaki ialah nomor 1. murid. Perincian Perincian dilakukan oleh dilakukan oleh guru berdasarkan perencanaan kebutuhanbersama guru kebutuhan murid. Adapula yang berpendapat bahwa setiap masyarakat mempunyai cirinya tersendiri yang unik dalam berbagai aspek kebudayaan. Jawaban terhadap persoalan ini macam macam. di mana masing -masing sekolah sampai batas-batas tertentu dapat mengadakan variasi dalam program pengajarannya disesuaikan dengan seperlunya kepada kebutuhan-kebutuhan unik dari murid-murid dan masyarakat tempat mereka hidup. Sedangkan pendapat kedua tidak terlalu tegas mempertahankan keunikan secara mutlak. yaitu masalah keseragaman dan keanekaragaman. yang hampir mendekati kedudukan nomor 4 memberikan stabilitas atau kemantapan dan adaptabilitas yang leluasa. seringkali secara terperinci mengenai situasi belajar. sekalipun pada umumnya ku rikulum yang sedang berlaku sekarang masih termasuk kategori 1 dan 2. Rencana kurikulum Skala ´Pre-Planningµ 3 4 Kurikulum Kurikulum direncanakan direncanakan dalam garis dalam garis besarnya yang besarnya. Untuk penjelasan singkat. isi. pendapat-pendapat yang berbeda itu dapat dilukiskan dengan skala seperti tercantum di halaman 46. Pada waktu itu orang menganggap semua murid (kecuali anak -anak yang lemah jiwa) 31 . 6. Bilamana dan oleh siapa kurikulum. dan urutannya yang seragam? Jawabannya: dapat bermacam-macam. Misalnya apakah dikehendaki jika semua sekolah yang setingkat dan sejenis mempunyai program pengajaran yang ruang lingkup. Mengenai perencanaan di muka atau ´pre-planningµ terdapat perbedaan pendapat dalam hal sejauh mana perencanaan di muka dapat dilakukan. 5. dan kebutuhan-kebutuhan psikologis yang universal. isi dan urutan mata pelajaran dalam kurikulum harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan kurikuler orang dewasa. Yang menjadi masalah pokok ialah menentukan kedudukan sebaik -baiknya dan paling menguntungkan anak antara pendirian 1 dan 5. Menurut pendapat ini kurikulum harus d irencanakan baik-baik sebelumnya. Kurikulum yang berorientasikan kumpulan mata pelajaran berasal dari zaman sebelum ada pengetahuan tentang perbedaan-perbedaan individu dan kemampuan pada murid. ke arah sebelah kanan skala.Persoalan ini sangat erat pertaliannya dengan masalah sebelumnya. terutama penganut kurikulum yang terdiri dari mata pelajaran.

Sementara para pendidik secara teoretis menolak pandangan ini. Disini timbul perbedaan-perbedaan pendapat mengenai persoalan bagaimana hal ini harus dilaksanakan. yaitu dalam penekannya. yang antara lain: . prosedur demokratis. Pertama. Taraf hasil belajar yang dicapai dalam mata-mata pelajaran hanya ditentukan oleh besarnya usaha atau kerajinan yang ditunjukkan pelajar. Dewasa ini pada umumnya diakui bahwa makhluk manusia sangat beraneka ragam dalam kemampuannya untuk maju. proses atau isi? Jawaban pertama terhadap persoalan ini merupakan implikasi dari teori Dewey yang berpendapat bahwa anak dan juga orang dewasa ´belajar dengan berbuatµ atau ´learning by doingµ. . dengan keyakinan bahwa individualisasi dalam pengajaran harus memperhatikan.dapat menguasai semua mata pelajaran yang diberikan di sekolah dengan kepandaian yang sama asal mereka rajin belajar. Dalam situasi ini pengetahuan tentang fakta -fakta ditempatkan dalam 32 . Manakah yang lebih penting. sosial dan emosi dan masih menunjang usaha bersama kelompok. Namun kita harus berpendirian hatihati jangan sampai terjerumus ke salah satu pendapat yang ekstrim. Hal ini menunjukkan tiap anggota kelompok untuk mampu bekerja menurut taraf perkembangan masing -masing dalam bidang akademis. Dalam situasi dewasa ini mata-mata pelajaran tertentu kadang-kadang dinomorduakan atau dianggap kurang penting dalam melaksanakan perencanaan bersama. Memang kita akui bahwa sarana belajar itu penting dan bahwa proses adalah juga isi dalam arti yang sebenarnya dan merupakan aspek terpenting dalam situasi belajar. ialah konsep kurikulum yang telah ditetapkan jauh di muka harus dikuasai oleh semua murid menurut kecepatan yang telah diatur sebelumnya. Yang menjadi masalah ialah menyesuaikan individu-individu yang mempunyai kecepatan belajar yang berbeda-beda kepada ´realitasµ ini. dan sebangsanya. Tampaknya teori ketiga ini lebih sejalan dengan pelaksanaan prinsip demokrasi dalam pengajaran. Pandangan terakhir mengemukakan pendirian bahwa isi yang dipelajari harus dikaitkan dengan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan nyata anak-anak menurut taraf kematangannya.kelompok murid-murid yang lambat belajar atau ´slow learnersµ hanya diberi pelajaran tentang halhal penting yang sekurang-kurangnya harus dikuasai oleh semua atau ´minimum assentialsµ atau disebut program umum. Hal ini dapat dilaksanakan dengan program-program dalam bentuk modul semi mengajar diri sendiri atau modula mengajar diri sendiri. maka teori ketiga secara berangsung-angsur mulai diterima dan dikembangkan di sekolah-sekolah percobaan. Pendapat kedua mengemukakan teori bahwa murid-murid harus dikelompokkan menurut kemampuannya atas dasar anggapan bahwa pengelompokan ini akan memperkecil perbedaan kemampuan dalam tiap kelompok sampai kepada taraf penyederhanaan atau mempermudah pelaksanaan individualisasi program pengajaran. Pendekatan yang sehat terhadap belajar berpendirian bahwa belajar merupakan interaksi antara pelajar dengan situasi yang mencakup masalah atau problema. Pendapat ketiga ialah menciptakan jenis kurikulum berdasarkan pengalaman yang dipusatkan kepada masalah-masalah dan memberikan kesempatan kepada kelompok -kelompok tersebut dalam pendapat kedua untuk bekerja sama memecahkan masalah bersama yang menarik perhatian bersama. Isi yang dipelajari memang penting. Jika pendapat pertama dan kedua sudah umum dipraktekkan di sekolah-sekolah sekalipun kadang-kadang dalam bentuk yang sederhana. dalam praktek keadaan ini masih banyak dijalankan. pikiran dan moral yang dianggap penting oleh mereka. bahwa yang dipergunakan untuk memecahkan masalah. 7. Slogan yang berbunyi ´Barangsiapa yang mempunyai kemauan di sanalah ada jalanµ (Where there is a will there is a way) turut mendasari teori di atas. dan pada anak ialah adanya orang dewasa (guru) yang membantu dan membimbing. kegiatan kegiatan penelitian sendiri. Para pendidikan yang mengutamakan kegiatan dan pengalaman di dalam kurikulum berarti memperhatikan pentingnya apa yang dipelajari sepanjang macam-macam pengalaman dihayati anak memupuk perkembangan sosial. metode -metode penelitian bebas dan berpikir kritis. Keadaan itu telah menggerakkan para pendidik kepada perbedaan -perbedaan individual ini. Pendekatan terakhir terhadap isi yang dipelajari berbeda dengan pendekatan lama. ketahanan dan kerajinan dapat dikembangkan dengan jalan mempelajari mata-mata pelajaran tertentu selama mata-mata pelajaran tersebut cukup sukar dan tidak menyenangkan. baik mutu maupun kecepatan belajar. dengan mengemukakan pendirian bahwa metode -metode itu pun merupakan isi pula dan hal-hal penting yang dipelajari bukan fakta-fakta melainkan pola-pola berbuat seperti hubungan insani yang demokratis partisipasi yang konstruktif. kecerdasan.kelompok pelajar yang cerdas dan cepat belajar atau ´fast learnestµ selain dengan cepat menguasai minimum essentials diberi juga program yang lebih luas yang berfungsi memperkaya program umum atau ´enriched program learningµ. sebagai terjemahan salah satu sila dari Pancasila yang mendasari sistem pendidikan di negara kita. Rupanya teori ini senada dengan pendapat psikologi daya masa lampau yang berpendapat bahwa daya -daya seperti kemauan. estetika.

Hubungan AntaraPeralatan dan Perlengkapan Pengajaran dengan Program Pengajaran Jenis peralatan dan perlengkapan yang disediakan di sekolah dan cara-cara pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap program mengajar -belajar. kepala sekolah sama-sama menyusun daftar kebutuhan sekolah masing-masing. Media pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil. f. Kemudian menyimpan dan memelihara serta mendistribusikan kepada guru¬guru yang bersangkutan. buku. Kebijaksanaan pendistribusian ini hendaklah ditekankan kepada prinsip efisien dan fleksibilitas. pembukuan dan alat-alat peraga dan laboratorium. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar dan mengajar. uang dan sebagainya. lapangan olahraga. 33 .fokus baru ini. Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat-tempat yang bebas dari faktor-faktor perusak seperti: panas lembab. b. sarana pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu: a. Semua penyimpanan harus diadministrasikan rnenurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu dipergunakan. perpustakaan. Walaupun kelompok persoalan di atas dibahas secara singkat. Harus diadakan inventarisasi secara berkala. Sedangkan untuk alat-alat yang belum distandardisasi. bangunan sekolah. Administrasi Prasarana dan Sarana Pendidikan Secara otimologis (arti kata) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan. Yang paling tepat adalah pegawai tata usaha. sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. a. Tanggung jawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumuskan secara terperinci dan dipahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan. 2. Alat pelajaran yang terdiri. Pendistribusian peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggung jawab salah seorang anggota staf yang ditunjuk. Bangunan dan perabot sekolah. Tanggung Jawab Kepala Sekolah dan Kaitannya dengan Pengurusan dan Prosedur Salah satu tugas utama kepala sekolah dalam administrasian sarana pengajaran ialah bersama-sama dengan staf menyusun daftar kebutuhan mereka akan alat-alat sarana tersebut dan mempersiapkan perkiraan tahunan untuk diusahakan penyediaannya. Mudah didapat bila sewaktu-waktu diperlukan. Dalam pendidikan misalnya: lokasi/tempat. lapuk. 2) Menyimpan dan mendistribusikan Ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah. d. c. Secara micro (sempit) maka kepala sekolah yang bertanggung jawab masalah ini. Demikian pula administrasinya yang jelek akan mengurangi kegunaan alat-alat dan perlengkapan tersebut. namum pembahasannya menc akup faktorfaktor utama yang menentukan pola kurikulum dan tempat kedudukan kepala sekolah beserta staff dalam keadaan tersebut sampai batas-batas tertentu akan menentukan jenis kurikulum yang sedang dilaksanakan di sekolahnya dan selanjutnya dalam batas-batas tertentu pula akan menentukan pola keseluruhan organisasi dan administrasi pengajaran. Karena pelaksanaan tanggung jawab ini hanya bersifat ketatausahaan maka kurang tepat jika kepala sekolah atau guru sendiri yang langsung melaksanakannya. Isi pelajaran penting karena turut meningkatkan kualitas kehidupan murid-murid di masa kini dan sekaligus merupakan persiapan untuk kehidupan di masa yang akan datang. Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat. Titik berat dalam hal ini adalah kepada belajar yang dikaitkan dengan masalah-masalah dan kebutuhan serta kegunaan hasil belajar nanti di dalam kehidupannya. Karena penyediaan sarana pendidikan di suatu sekolah haruslah disesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa-masa mendatang. Sedangkan menurut keputusan Menteri P dan K No. Siapakah yang bertanggung jawab tentang prasarana dan sarana pendidikan? Jawab: adalah para pengelola/ administrasi pendidikan. 079/1975. e. dan menginventarisasi alat-alat/ sarana tersebut pada akhir tahun pelajaran. 3. dan serangga. c. Sedang sarana seperti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. 1. 1) Mempersiapkan perkiraan tahunan Biasanya kepala sekolah membuat daftar alat-alat yang diperlukan di sekolahnya sesuai dengan kebutuhannya dengan daftar alat yang distandardisasi. Misalnya: ruang. maksudnya bila diperlukan sewaktu-waktu segera dapat disediakan. laboratorium dan sebagainya. b.

2) Melakukan sistem pencatatan yang tepat sehingga mudah dikerjakan. namun ada beberapa prinsip yang telah lama diakui dan dianjurkan para ahli seni dan dekorasi umpamanya reaksi-reaksi psikologis 34 . Semakin cepat mendesak baik yang bertalian dengan kualitas maupun. menyempurnakan akustik ruangan belajar. memperbaiki fasilitas mencuci tangan dan kaki dan pekerjaan-pekerjaan perbaikan lainnya yang bertalian dengan pelaksanaan inovasi pendidikan. Langkah -Iangkah yang disarankan terdahulu dapat juga ditempuh jika penambahan bangunan itu agak besar. 3) Administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran harus senantiasa ditinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran. 2) Membentuk panitia untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan khusus yang bertalian dengan bangunan dan perlengkapannya yang diusulkan. Kepala sekolah yang memiliki pengetahuan yang memadai tentang hal tersebut akan sangat ber guna dalam partisipasinya. Meningkatkan mutu keindahan ruang belajar Ada kecenderungan untuk mengecat ruang belajar dengan wama menurut kesukaan dan pilihan individu guru. Rencana rehabilitasi hendaknya dibuat sehemat mungkin. 4. c. Dalam masa kerjanya kepala sekolah tentu pernah menghadapi masalah seperti di atas. Misalnya melalui lokakarya.j): a. Keadaan pekerjaan akan menentukan lamanya waktu dan besarnya tenaga yang dibutuhkan untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan dan mengidentifikasikannya dengan tepat. Ada beberapa aspek yang bertalian dengan perencanaan dan pemeliharaan bangunan sekolah dan perlengkapannya (a . Sedangkan sebagai administrator yang bertanggungjawab akan sekolahnya. menambah tempat ruang buang air. kepala sekolah dengan stafnya dapat mengusulkan perbaikan perbaikan untuk kepentingan efektivitas pelaksanaan program sekolah. Perluasan bangunan yang sudah ada Pada bangunan sekolah yang sudah ada sering kali diperlukan tambahan-tambahan bangunan dan perlengkapannya. apabila tuntutan-tuntutan yang berasal dari perkembangan pendidikan. 4) Mempelajari gambar-gambar contoh bangunan sekolah dan perlengkapannya baik yang diproyeksikan maupun gambar biasa. Administrasi Gedung dan Perlengkapan Sekolah Mungkin banyak para kepala sekolah yang tidak mempunyai kesempatan untuk ikut serta dalam perencanaan bangunan sekolah. dan pilihan warna masing-masing. Langkah-Iangkah di atas bukan satu-satunya cara yang dapat ditempuh kepala sekolah dalam merencanakan bangunan sekolah baru beserta perlengkapannya. baik kepada pemerintah maupun kepada masyarakat. 3) Mengatur kunjungan sekolah-sekolah yang dipergunakan sebagai model atau contoh. Rehabilitasi Dengan melakukan survey terhadap bangunan dan perlengkapan yang sudah ada dan mencatat serta terperinci perbaikan-perbaikan yang diperlukan. Dalam menghadapi tugas ini disarankan menempuh langkah-Iangkah sebagai berikut: 1) Masalah dasar-dasar pengajaran dan penentuan jenis program pengajaran dan perencanaan fasilitas bangunannya. mengganti bahan-bahan atau bagianbagian yang sudah usang atau lapuk. Di antaranya adalah sebagai berikut: 1) Hendaknya kepala sekolah tidak terlalu rnenyibukkan dirinya secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran. distribusi dan penggunaan serta pengawasan peralatan dan perlengkapan pengajaran yang semuanya mendorong mereka untuk memikirkan proses paling tepat dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka. dan saran-saran yang mereka kemukakan ditampung dan dipertimbangkan. Guru. konferensi dan mengikuti penataran khusus mengenai masalah bangunan sekolah dan perlengkapannya. Perbaikan-perbaikan ini diantaranya mencakup mengecat dan melabur. b. walaupun tiap orang mempunyai kesukaan. 4) Kondisi-kondisi di atas akan terpenuhi jika administrator mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi. kepala sekolah mempunyai peranan tersendiri dalam panitia perencanaan bangunan sekolah dan perlengkapannya. Masih ada cara-cara lain yang bisa ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai hal-hal penting yang bertalian dengan perencanaan bangunan sekolah. kuantitas. Sudah tentu guru-guru dan para orang tua murid diikutsertakan dalam melakukan perencanaan mengenai penambahan-penambahan dan perombakan-perombakan bangunan yang sudah ada atau merencanakan bangunan barn. Beberapa Pedoman Administrasi Perawatan Walaupun pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan sudah merupakan pekerjaan rutin dan orang-orang dihadapkan kesukaran-kesukaran yang kurang berarti. narnun untuk penyempurnaan p ekerjaan tersebut para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya. Segala bahan penting yang diperlukan harus dikumpulkan agar supaya dapat menyampaikan rekomendasi yang tepat dan masuk akal. Keadaan pekerjaan akan menentukan lamanya waktu maupun kualitas.3.

Penyimpanan alat-alat yang tepat Dari segi pendidikan soal penyimpanan alat-alat kurang mendapat perhatian. ruangan belajar dan gang-gang.terhadap warna-wama tertentu harus diperhatikan dalam mengecat ruang belajar. Memperhatikan kondisi sanitasi Ditinjau dari kebutuhan akan kesehatan pada murid-murid dan seluruh anggota staf di sekolah. Dalam usaha kesehatan sekolah atau UKS hal ini dibicarakan secara terperinci. laboratorium. seperti wama merah dan orang adalah warna yang hangat dan memberikan tenaga. e. 35 . Karena itu hendaknya kepala sekolah menyadari tanggung jawab untuk senantiasa mengawasi ruangan belajar dan bagianbagian sekolah lainnya agar selalu beres. Alatalat yang langsung dipergunakan dalam pelajaran memerlukan fasilitas penyimpanan yang memadai dan praktis sehingga sewaktu waktu diperlukan dapat segera disediakan serta keamanannya cukup terpelihara. Alangkah baiknya jika tempat penyimpanan alat-alat ini direncanakan sebelum bangunan didirikan sehingga faktor estetikanya pun mendapat perhatian juga. d. ruang-ruang keterampilan dan sebagainya. salah satu fasilitas penting ialah penyediaan air untuk mencuci tangan dan kaki dan anggota badan lainnya. Demikian pula dinding-dinding samping ruangan harus dicat warna cerah dan pusat. ia mengadakan pertemuan -pertemuan dengan penjaga kebersihan sekolah mengenai masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang harus diatasi. Salah satu kegiatan utama program kesehatan sekolah ialah menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat. h. akan memberikan pengaruh jelek kepada murid-murid ditinjau dari segi pendidikan dan perkembangannya. Keadaan kelas yang berantakan dan tidak teratur. baik dalam literatur tentang konstruksi bangunan sekolah maupun dalam rencana struktur bangunannya. kesehatan jasmani dan rohani. Memilih perabot dan perlengkapan Kepala sekolah hendaknya serba bisa. g. Di samping itu proses belajar dan mengajar akan terhambat. ialah dasar pengajaran. ruang olahraga. Salah satu faktor penting yang dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih perabot dan perlengkapan ruangan kelas yang harus disediakan. baik kesehatan fisik maupun kesehatan mentalnya. Macam-macam warna yang memantulkan cahaya harus diperhatikan dalam mengecat. harus dilaksanakan terus-menerus dan teratur. Warna perabot harus coklat muda dan tidak mengkilap. Administrator yang progresif akan mengutamakan fleksibilitas dalam fungsi dan letak perabot di ruang belajar. Hendaknya disediakan sabun dan lap atau handuk kecil. melainkan juga banyak pengetahuannya tentang perabot dan perlengkapan. yang berarti menghambat pula kelancaran pelaksanaan program pengajaran di sekolah. Di samping itu keadaan seperti di atas ditinjau dari segi pendidikan kesehatan akan menimbulkan pengaruh yang merugikan. bersih dan teratur. Kesemuanya harus diatur sedemikian rupa sehingga kondisinya memberikan pengaruh yang optimal dalam proses belajar dan terhadap perkembangan kesehatan murid~murid. Hendaknya jadwal kerja harian yang terperinci dari penjaga kebersihan sekolah disesuaikan dengan jadwal kegiatan. Memang kesehatan menjadi salah satu tujuan ini di sekolah. karena bukan saja harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai bangunan sekolah. Tanggung jawab keberesan sekolah Kepala sekolah dan guru hendaknya selalu menyadari bahwa murid-murid banyak belajar dari lingkungan sekolah. Kegiatan murid dalam pemeliharaan kebersihan dan keberesan sekolah. cahaya dan ventilasi yang kurang memadai. Ingatlah bahwa yang belajar adalah murid d sebagai kesatuan pribadi dan bukan kecerdasannya saja yang berkembang. Dinding atas ruangan belajar harus dicat putih karena 80% faktor pantulan diperlukan untuk memberikan cahaya yang memadai kepada murid. Pemeriksaan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga hal-hal yang sekecil-kecilnya pun tidak sedemikian rupa sehingga hal tersebut tidak lepas dari tanggung jawab. Lingkungan fisik sekolah harus senantiasa dijaga dipelihara kesehatan dan kebersihannya. jangan sampai ada perabot yang dapat menghambat proses belajar pada muri -murid. Pemeriksaan itu perlu Tanggung jawab kepala sekolah untuk melakukan pemeriksaan dan koreksi terhadap kondisi kondisi ruangan sekolah dan perlengkapannya termasuk halaman dan tempat-tempat bermain murid. kotor. Dalam melaksanakan tugas tersebut. Ruang belajar. masalah sanitasi harus mendapat perhatian pertama. Faktor-faktor psikologis harus diperhatikan dalam pembuatan perabot ruang belajar. Inilah salah satu tujuan yang harus dipakai dalam pendidikan di sekolah yaitu memperbaiki kebiasaan kebiasaan hidup murid-murid dengan jalan mengatur dan menciptakan kondisi lingkungan yang dapat memperlancar perkembangan kebiasaan yang baik pada murid-murid. f. Pengaruh yang berangsurangsur namun pasti dari lingkungan sekolah terhadap kebiasaan hidup sehari hari dan sikap menghargai pada murid-murid akan tampak dari tahun ke tahun. sedangkan warna hijau memberikan pengaruh mendinginkan dan sejuk. di antaranya menyediakan fasilitas-fasilitas untuk mempraktekkan kebiasaan hidup sehat.

namun mereka. . Kegiatan pengembangan keterampilan berdasar hobi 1) Latihan kepemimpinan. 2) Pengertian hari-hari besar nasional. Kepala sekolah hendaknya melakukan observasi yang teratur dan kontinu terhadap kondisi cahaya di ruang belajar ini. temu karya. Gunakanlah warna-warna yang membangkitkan semangat belajar dan bekerja. kepala sekolah harus bekerja sama-dengan guru-guru. 5) Lintas Alam. dan pemeliharaan ruang belajar. 4) Penulisan karangan untuk berbagai media. apa pun kegiatan yang dikembangkan hendaknya selalu dalam rangkaiannya dengan tujuannya. 7) Keseman. Masalah penyimpanan alat-alat dan perlengkapan pengajaran telah dibicarakan secara singkat pula pada halaman-halaman sebelumnya. Tempat bermain harus dipelihara. Memang guru-guru sering kali memberikan pengawasan langsung terhadap pengaturan. 2) Palang Merah Remaja. dipergunakan di ruang belajar. Pemeliharaan halaman dan tempat bermain Kegiatan rekreasi di sekolah dewasa ini mempunyai peranan penting dalam program pengajaran. Kegiatan pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran 1) Diskusi. Untuk menjaga dan memelihara agar sup aya tempat bermain menarik. c. Tempat bermain harus selalu dijaga dan dipelihara supaya bebas dari kondisi dan hal hal atau benda-benda yang mungkin menimbulkan bahaya kecelakaan. jika sa fasilitas penyimpanan alat-alat tidak mendapat perhatian. binatang. diratakan serta disesuaikan dengan berbagai permainan dan kegiatan yang dilakukan oleh murid -murid. 4) Pramuka. pengembangan keterampilan dan pengembangan sikap. Kegiatan-kegiatan pengembangan sikap 1) Pengumpulan dana sosial. 9) Pengumpulan benda-benda bekas (perangko.Agar sulit untuk memelihara dan menjaga ruang belajar agar supaya senantia beres dan bersih. Dari kenyataan ini timbul tuntutan agar supaya kepala sekolah memberikan perhatian cukup terhadap kondisi ruang belajar. 3) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). dan lain-lain). Di samping itu ruang belajar harus selalu diperbarui catnya. Di samping hal-hal lainnya. dan segera mengadakan perbaikan bilamana terdapat kekurangan -kekurangan. Seperti telah disinggung di muka bahwa warna-warna yang dipergunakan di ruang belajar adalah warna-warna yang memberikan pengaruh psikologis positif dalam proses mengajar dan belajar kepada guru-guru dan murid-murid. selaras dengan tujuan sekolah yang tertuang dalam kurikulum. murid. 36 4. 5) Percobaan-percobaan akademis di luar kelas. atau memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan kesehatan murid-murid dan penghuni sekolah lainnya. dianjurkan tiap-tiap tiga sampai lima tahun sekali. j. belum memadai. hal yang sangat penting untuk diperhatikan ialah ruang belajar harus cukup mendapat cahaya. 8) Pengaturan lalu-lintas. b. Menyediakan tempat dan fasilitas saja untuk keperluan itu. penjaga kebersihan sekolah dan penjaga keamanan sekolah. 6) Olahraga. 2) Penelitian. Mengatur dan memelihara ruang belajar Sebagian besar waktu kehidupan murid-murid dan guru selama bersekolah. keagamaan 3) Membantu masyarakat yang kena musibah. kebanyakan guru -guru kurang menyadari pentingnya cahaya yang memadai bagi murid-murid jika sedang ada dalam ruang belajar. seminar dan lain-lain. 3) Karya wisata. yaitu pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran. namun berpengaruh menenangkan dan memupuk perasaan estetika.7 Administrasi Siswa OSIS merupakan organisasi murid yang resmi diakui dan diselenggarakan di sekolah dengan tujuan untuk melatih kepemimpinan murid serta memberikan wahana bagi murid untuk melakukan kegiatan-kegiatan ko-kurikuler yang sesuai. Contoh kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di sekolah melalui Osis adalah sebagai berikut: a. Oleh karena itu supaya pembinaan administrasinya terutama m enyangkut pembinaan pengelolaan organisasinya dan kegiatannya. memerlukan bantuan dan dukungan dari kepala sekolah dan penjaga kebersihan sekolah agar supaya ruang belajar senantiasa siap untuk dipergunakan dan memperlancar proses belajar. i. aman dan bebas dari hal-hal yang mungkin menimbulkan kecelakaan.

.................................. Nama Murid : ............ ...... : ............ STTB Nomor c.......................... 1.................. Pendidikan : .. : ............................. tgl......................................................................................................... 4............................................. Tanggal b...................................... Orang Tua/Wali Murid : ............... : ... Tinggal 15............. Asal Sekolah : .. Contoh format Data Hasil Belajar Murid ============================================================== Program No...................... Diterima: a....... : . : ................... 10...................................................... Alamat : .................................................. : .................... Penghargaan yang diterima murid : ............................. 5........ 8........................................... Mata Kelas/Th Kelas/Th Pelajaran Sem........... 3.......... b......................................................................................... d....................................................................................................................................................... Jenis Kelamin : ........................................... Data anekdot 12............................................................... Warga Negara : ...... ........................................................................ Keterangan lain-lain : ....................... Di kelas c.............. tetapi juga bermanfaat kelak setelah murid tersebut sudah lulus dan meninggalkan sekolah tersebut............................... ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus _____________________________________________________________________________________________________________________________ ________________ Keterangan: __________________ _____________________________________________________________ _______________________________________________________________ .................... Tanggal : ................... : .................................. ........ Pindah ke b................... Pada kelas c................ Anak ke : ......... Di kelas : .... Nama : ............................................. Lahir : ................................................................ ... Pendidikan Agama PMP Olah Raga......... 7................................................... : ......... pas foto 3................ Keluar : a.................................................... 9......... Kelulusan: a.................. Perpindahan: a..................................................1 2 _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______________ .................................................... Alamat : .. c.................. ....................................................... 2............ 6...1 2 Sem..1 2 Pendidikan Umum 2......................................... Tempat........... Contoh format Identitas Murid 1............................. dan Kesehatan ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus 37 Kelas/Th Sem....................... Alasan 13..... : ................................................................................................ Berikut ini disajikan contoh-contoh format data tentang murid: a..... ...................................................................................................... b....................................................................................... Pada intinya ada tiga macam data yang perlu sekali dike1ola...... .............................................Pengelolaan data kesiswaan merupakan salah satu garapan administrasi murid yang tidak dapat ditinggalkan............ Data ini tidak hanya berguna sewaktu murid tersebut masih sekolah.................. b............................. Tanggal b.. a............... ...... : ........................... tentang hasil belajar murid dan tentang kehadiran murid.. 11.................................................................................................................. dan seterusnya ... Melanjutkan ke 14.......................................................... yaitu: data tentang identitas murid................................................. Pekerjaan : .

.... Bagian depan kartu diisi dengan data identitas siswa dan bagian belakangnya dipergunakan untuk data hasil belajar................. Penyimpanan data itu dapat dilakukan dengan menggunakan sistem kartu atau dapat pula menggunakan sistem buku induk... Tahun ........ ____________________ ________________________________________________________________________________________________________________ Jumlah yang hadir _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______ d................. sebaiknya menggunakan buku ukuran folio................................................. ........................................ Untuk mencari data tentang siswa pada buku induk akan lebih sukar dibandingkan dengan bila menggunakan siswa kartu................................................................................................. .............................. 38 ......... Jumlah Murid : . Pada setiap ganti tahun angkatan. dan seterusnya ........ Kartu itu berukuran quarto (21........... Contoh format Data Presensi Murid Daftar Presensi bulan : .. 50........................... b) Apabila menggunakan buku induk........ 3.... Nama Murid Tanggal Jumlah 1 2 3 4 5 dst . ============================================================================No............................... ................. 31 Absen _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______ 1.......orang........... sebaiknya diberi kartu penyekat atau kartunya diganti dengan baru yang berwarna lain........ Kartu-kartu itu diurutkan menurut urutan nomor induk siswa yang ditulis pada pojok kanan atas.................................... Kelas : ........ ... karena itu merupakan satu kesatuan......... Ada beberapa cara untuk menyimpan data tersebut... Confoh format Data Rekapitulasi Kehadiran Murid SMP NEGERI XV SURABAYA Ha ri Tanggal Jumlah murid Izin Sakit Lain-lain : : : : : : ..................... a) Apabila menggunakan sistem kartu sebaiknya dibuatkan sehelai kartu untuk setiap siswa.............. Dengan sistem kartu ini upaya pencarian kembali setiap data yang diperlukan akan lebih mudah......................................orang............. dengan menggunakan dua muka sebelah kiri untuk setiap siswa................ sebaiknya digunakan bahan kertas manila...orang...................................... 4......................... data tentang identitas siswa dan lembar sebelah kanan untuk data hasil belajar siswa.......... sehingga mudah mencarinya kembali. ............................................ Cara menyimpan data tentang murid Data-data tersebut harus disimpan oleh sekolah secara baik-baik dan berfungsi sebagai arsip aktif yang sewaktu-waktu dicari kembali untuk keperluan tertentu............ 1) Untuk data tentang identitas dan hasil belajar siswa sebaiknya tidak terpisah.c................ dengan warna berbeda untuk setiap kelas (angkatan)......................................................... 5............50 cm x 28 cm).................................................. 2.........................orang... Lembar muka sebelah kiri untuk.......................... Agar mudah disusun............................... Untuk mempermudah penggunaan buku induk tersebut dapat dibantu dengan menggunakan buku Klaper di mana-mana siswa yang namanya dimulai dengan huruf sama disusun menjadi satu.............. ...... Penulisan data siswa tersebut diurutkan menurut urutan nomor induknya..................

e. Organisasi kesiswaan. Pertemuan siswa 2. kegiatan-kegiatan sosial dan sebagainya. Alat. bendahara. Menjadi pemimpin.Aktivitas murid Program aktivitas sekolah seperti: olahraga. Organisasi sosial 10. program pendidikan. Apa yang disampaikan (isi/informasi). Tugasnya: Kegiatan kelas.membina personel dan sosial murid khususnya. Membagi kepemimpinan dengan orang lain. sekretaris. d. kesenian. Di dalam pengertian di atas terlihat adanya berbagai unsur antara lain: a. laporan dan sebagainya). Kegiatan antar kelas seperti.sistem staf pengajaran dan personel sekolah . Perpustakaan sekolah 8. Tanggung jawab murid. yaitu orang yang menyampaikan sesuatu kepada orang lain (juga sebagai sumber berita). pemberitahuan laporan dan sebagainya). Response/jawaban yang diberikan oleh si penerima. 5. c.membina generasi muda umumnya . Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan murid sekolah antara lain: 1. wakil. Ke laboratorium 5. b. Tujuan dari intra sekolah: . medis yang digunakan (dapat berupa kata-kata bunyi. Perlombaan dan pertandingan 7. dapat seperti kebersihan dan keindahan kelas dan sebagainya. Komunikator. f. Komunikasi di dalam administrasi sekolah adalah suatu proses penyampaian sesuatu (berita/idea kepada orang lain). Kegiatan ini merupakan kegiatan kurikuler yaitu untuk menjamin adaptasi murid sekolah yang dapat menunjang proses belajar dan perkembangan murid secara lebih efektif. b) Intra sekolah Pengembangan organisasi murid yang efektif di sekolah naik terhadap pendidikan dasar maupun menengah harus dapat menjamin partisipasi murid dalam program sekolah yang bersangkutan. Proses Berita Alat bunyi gambar Sumber isi tujuan 39 penerimaan . Kegiatan ke masyarakat 6. Publikasi karya tulis 9. program pengabdian masyarakat. c) Ekstra sekolah Adalah kegiatan untuk membantu memperlancar perkembangan individu murid sebagai manusia seutuhnya. Juga bisa ekstern. Orang yang menerima informasi (komunikasi communicate/recever ). Maka dalam hal ini organisasi/Osis merupakan sarana komunikasi formil antara kelompok murid dan suatu sistem sekolah dengan: .sistem sosial masyarakat di mana sekolah itu berada. a) Intra kelas Murid dalam suatu kegiatan dapat diorganisir sedemikian sehingga merupakan suatu gaverment terdiri dari: ketua. Perkemahan sekolah 4. artinya antara sekolah dengan pihak lain (ke luar) masyarakat lembaga/instansi yang lain. Hal ini bisa secara intern yaitu di dalam organisasi sekolah itu sendiri. Tujuan penyampaian (dapat perintah. dan seksi-seksi. pertandingan olahraga dan kesenian keputrian. Olahraga 3. Kerjasama Sekolah dan Masyarakat Secara sederhana "hubungan" atau "communication"(di Indonesia: komunikasi) dapat diartikan sebagai "process by wich a person transmits a massage to another" (proses penyampaian berita dari seorang kepada orang lain).

Tugas sekolah di sini ialah bagaimana menumbuhkan rasa ikut memiliki (senseaf belonging) dan rasa ikut bertanggung jawab (senseresponsibility) masyarakat terhadap sekolah. Dilihat dari sudut administrasi pendidikan (sekolah) dapat dilihat bahwa komunikasi pada hakikatnya adalah problem hubungan kerja kemanusiaan (human relationship). 1. Dalam hal ini administrasl sekolah/pendidikan hendaldah membina para guru dan murid untuk: 1. Menyampaikan berita kepada orang lain. yaitu lah bahwa para kepala sekolah harus memahami. Sanggup mengekspresikan dalam berbicara yang jelas. organisasi-organisasi. lancar dan efektif. badan-badan. Tradisi dan adat-istiadat. kesetiaan. Namun hal ini perlu adanya motivasi dan stimulasi secara kontinu dari administrasi pendidikan. melainkan berada dalam suatu sistem masyarakat yang telah tetap. baik negeri maupun swasta. Salah satu alasan mengapa sekolah perlu dukungan dari masyarakat tempat sekolah itu berada ialah karena sekolah harus dibiayai. 3. 2. 4. gagasangagasan yang didengarnya. Berikut ini ada bermacam-macam konsepsi hubungan sekolah masyarakat untuk dapat dipertimbangkan mana yang lebih efektif untuk dikembangkan di sekolah mendatang. 4. Penyampaian Berita Memahami dengan tepat Mau menerima Merespon Perubahan tingkah laku baik kelompok individual. sekolah tidak merupakan sesuatu yang berdiri sendiri terpisah dari dunia luar. Belajar mendengarkan secara tepat dan kritis. Dalam dunia pendidikan dikenal 2 macam hubungan (komunikasi): a) Komunikasi dalam penyelenggaraan program pendidikan (intern) dengan masyarakatsekolah. Kehadiran sekolah berlandaskan kemauan baik negara dan masyarakat yang mendukungnya. Unsur-unsur penting pada anggota masyarakat lingkungan sekolah. b) Komunikasi dengan masyarakat di luar sekolah Adalah merupakan sesuatu kenyataan bahwa. 40 . menangani idea baru.kata-kata dsb. Konsep-konsep hubungan sekolah-masyarakat Masalah konsep hubungan sekolah-masyarakat adalah sangat luas dan kompleks dan beranekaragam. 2. cara-cara beraksi. Belajar membaca secara komprehensif. ciri-ciri pengelompokan forrnil dan hubungan ciri-ciri populasi. diskriminatif dan kritis. Dalam hal ini perhimpunan administrator sekolah di Amerika Serikat (the American Association of School Administrators) telah mengumpulkan beberapa indikator (petunjuk) tentang hubungan seko dengan masyarakat. Organisasi anggota masyarakat. Memahami dengan tepat isi/maksudnya dengan harapan mau menerima. Kesemuanya ini merupakan komunikasi intern bahkan sifatnya lebih subjektif. 3. Situasi fisik masyarakat. sehingga tidak hanyut/terbenam dalam arus propaganda. 5. Sanggup mengemukakan pendapatnya/ gagasannya dalam bentuknya tertulis sehingga orang lain dapat membaca dan mengerti. menilai dan mempertimbangkan. Oleh karena itu orang-orang yang berkerja di sekolah mau tidak mau harus bekerja sama dengan masyarakat. Adanya respon-perubahan tingkah laku. 5. Sanggup mengadakan penilaian secara kritis terhadap apa yang dilihatnya. Masyarakat di sini dapat berwujud orang tua murid. Kepemimpinan/ struktur kekuatan yang terdapat dalam masyarakat. kepatuhan dan perasaan terikat yang ada pada masyarakat. Keberhasilan dalam hubungan-hubungan kerja kemanusiaan ini akan ditentukan oleh efisiensi dan efektivitas mereka yang berkepentingan dalam: a. berarti ia mendapat informasi yang diperlukan untuk mengembangkan hubungan yang sehat dan sukses antara sekolah dengan masyarakat. Jika para kepala sekolah memperoleh keterangan-keterangan tersebut di atas. b.

Interpretasi pendidikan. (Untuk menjalin kerjasama dalam pembuatan kebijaksanaan kebijaksanaan). harus dapat diharapkan dapat rnembina kepemimpinan dengan pihak yang erat hubungannya dengan problema¬problema sosial. 1. b. Konsep tanda bahaya kegiatan-kegiatan hubungan sekolah masyarakat terjadi bila ada bahaya misalnya kebakaran. c. b) Menurut Balai Pendidikan Guru tertulis Jawa Barat dalam garis besarnya terdapat 4 jenis hubungan sekolah masyarakat. 6. Di mana kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan masyarakat juga menjadi kebutuhan dan keinginan sekolah. Publisitas yaitu komunikasi satu arah. Hal ini cenderung untuk memperkuat sikap dan pendapat yang telah ada melekat di masyarakat. untuk mencari popularitas dan semata-mata mengejar prestise bukan prestasi. 4. Untuk mengetahui sukses gagalnya suatu kegiatan maka perlu diketahui terlebih dahulu apakah tujuan kegiatan tersebut. sekolah hendaknya selalu bekerja sama membina dan mewujudkan kehidupan sosial yang baik. bahwa informasi yang telah diberikan kepada masyarakat dapat ditafsirkan menurut pengetahuan dan pendapat yang apa adanya. Konsep pameran sekolah hanya sekadar memamerkan kegiatannya kepada masyarakat. Konsep prestise kegiatan-kegiatan sekolah sebagai alat untuk menonjolkan kariernya.a) Menurut Ameteambun dalam bukunya Guru dalam Administrasi sekolah pembangunan "Konsepsi hubungan sekolah-masyarakat" adalah sebagai berikut: 1. (Untuk memperoleh sumbangan-sumbangan finansiil dan material dari masyarakat). tentu saja hal-hal yang dipamerkan "show" hanyalah hal-hal yang telah diseleksi/yang baik-baik saja. Terutama dalam kegiatan-kegiatan kurikuler. Jenis komunikasi di sini bersifat dua arah timbal balik di mana masyarakat cenderung untuk baranggapan bahwa mereka harus secara langsung dilihatkan ke dalam urusan-urusan sekolah mereka. Prinsip-prinsip program hubungan sekolah-masyarakat Jika suatu kegiatan telah diketahui dan ditentukan tujuannya. Biasanya hal ini cenderung. To secure coppration in policy making. runtuh dan sebagainya. 2. apa yang dikehendaki dan kebutuhan-kebutuhan sekolah hendaknya diketahui masyarakat. Konsep partnership hubungan ini dapat diinterpretasikan sebagai hubungan proses timbal balik. Jenis komunikasi di sini adalah kornunikasi tertutup (komunikasi intern) yaitu sekolah hanya berkomunikasi dengan dirinya sendiri. 3. Konsep "menunggu" sekolah hanya menunggu dan mengharapkan perhatian dan bantuan dari masyarakat. Seperti halnya publisitas lebih ditekankan. Konsep ini beranggapan bahwa sekolah dan masyarakat merupakan dua lernbaga yang terpisah. Konsep "social leadership" sekolah sebagai lembaga pendidikan utama masyarakat. Sikap acuh tak acuh di mana kedua belah pihak antara sekolah-rnasyarakat saling membiarkan dia tumbuh. Sehubungan dengan hal tersebut Ametembun merumuskan program hubungan sekolah masyarakat yaitu: 1. 2. 5. Konsep preventif kegiatan-kegiatan sekolah hanyalah untuk mencegah hal hal yang tak diinginkan oleh masyarakat. sekolah seolah-olah menjual iklannya kepada masyarakat. Dalam hal ini Bent dan Kronenberg mengemukakan tiga hal tujuan utama hubungan sekolah masyarakat yaitu: a. 4. Usaha bersama. Sehingga sekolah memerlukan bantuan/kontak dengan masyarakat. To prevent misunderstanding. Sehingga tidak mencerminkan "originalitas" atau asli dari keseluruhan program sekolah tersebut. rnaka suatu langkah/tindak lanjutnya adalah menyusun suatu program kerja. 3. 7. 41 . Perencanaan hubungan sekolah-masyarakat haruslah integral dengan program pendidikan yang bersangkutan. Yang biasanya disertai dengan perhitungan-perhitungan keuntungankeuntungan individualitas pribadi. Dalam kerangka tersebut di atas. (Untuk mencegah kesalahpahaman antara masyarakat terhadap sekolah). To secure financial support.

Walaupun efektivitasnya sering dilebih-lebihkan oleh para administrator. kontak melalui telepon. surat kabar. 1. Jalur-jalur lain yang mungkin dapat ditempuh dalam hubungan sekolahmasyarakat adalah: 1) Anak/murid Anak/murid adalah merupakan mata rantai komunikasi yang paling efektif antara masyarakat dengan sekolah. Dengan demikian komunikasi dua arah sedikit banyak dapat terpelihara. Misalnya: televisi. Pada umumnya di dalam pelaksanaannya sekolah sering menggunakan kombinasi. Berbagai media hubungan sekolah-masyarakat Dalam pelaksanaan hubungan sekolah-masyarakat akan diperlukan sarana atau alat yang sering disebut dengan media komunikasi atau mass media. Untuk itu semua hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga dapat menarik dan mengena pada sasarannya. Untuk mengatasi hal demikian. rapat-rapat. televisi merupakan media yang sangat berharga untuk menyampaikan informasi kepada orang tua murid. 4) Pertemuan informal Para guru dan staf sekolah lainnya dapat mengadakan hubungan dengan warga masyarakat secara tidak resmi. 3. dihayati di sekolah dapat dikomunikasikan kepada orang tuanya. Sehingga para pelaksana/guru hanya sebagai konsumen saja. 3. komunikasi tertulis ini harus berisi informasi yang diperlakukan oleh orang tua murid. Sistem audio (audio system) yaitu dengan menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan indra pendengaran. Misalnya: tatap muka. dengan santai. Masyarakat atau orang tua diundang secara resmi oleh sekolah. khususnya mengenai hal-hal yang sedang terjadi pada mereka. Tetapi dengan jalan ini nampaknya hanya satu arah saja yang menimbulkan tujuan yang berbeda -beda. Setiap pejabat/petugas sekolah terutama para guru haruslah menganggap dirinya adalah petugas hubungan masyarakat (public relations efficer). dan sebagainya. Bahkan mungkin tidak memberikan arti apa-apa. Tampaknya ha tersebut mengandung implikasi bahwa l landasan utama hubungan sekolah-masyarakat yang sehat adalah program pengajaran yang efektif dan taraf hubungan guru-muridnya yang tinggi. Hal ini memberikan kesempatan untuk memperbincangkan persoalan-persoalan yang dapat segera langsung dijawab dan untuk membina hubungan yang kelak dapat memperlancar pertemuan -pertemuan resmi. dirasakan.2. 3) Mass media (media massa) Media massa seperti radio. Sistem audio visual yaitu sistem komunikasi dengan menggunakan alat-alat indra penglihatan dan pendengaran. telegram dan sebagainya. film. Program hubungan sekolah masyarakat didasarkan atas kerja sama bukanlah sepihak (one way) tetapi adanya timbal balik (two way) prosesnya. Baik kombinasi yang secara lisan dan tertulis. ini berarti informasi yang diperlukan oleh orang tua murid tersebut. Layanan sekolah yang baik dan mengesankan kepada mere akan ka 42 . karena pihak operasional tidak diikutsertakan. Adapun dengan alatalat lain seperti surat. Dan kebanyakan siaran-siaran lewat media massa ini ditangani oleh administrator pusat. Dan agar lebih efektif. telepon dan sebagainya. Sistem visual (visual system) yaitu sistem komunikasi dengan mempergunakan alat-alat yang dapat dilihat dengan indra mata. sebaiknya dalam laporan kemajuan murid disertai lembaran-lembaran isian untuk mereka yang berisi pendapat. jika diperlukan. 5) Laporan kemajuan murid (rapor) Laporan kemajuan murid yang secara formil disampaikan kepada orang tua merupakan alat lain bagi sekolah untuk berkomunikasi dengan mereka. Jalur-jalur komunikasi sekolah masyarakat Ada beberapa jalur yang mungkin dapat ditempuh walaupun demikian jalur yang paling menguntungkan adalah jalur yang langsung berhubungan dengan murid dan situasi pertemuan langsung (face to face). 2) Surat-surat selebaran dan buletin sekolah Biasanya orang tua akan membaca dengan cermat selebaran dan buletin yang langsung diterima dari sekolah. Segala sesuatu dilihat. Misalnya: majalah. gambar. tanggapan dan saran-saran kepada sekolah. 6) Kontak formal Hal ini dapat dilakukan dengan melalui pertemuan-pertemuan resmi. Hal ini sebenarnya tidak adil. 2. Dan operasionalnya bisa secara formal dan informal. poster-poster dan sebagainya.

Memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat. dapat melakukan komunikasi dan memberikan informasi tentang inovasi-inovasi yang sedang dijalankan dalam program pengajaran dewasa ini. BP3 ini merupakan wadah. sehingga kepala sekolah. 43 .7) 8) membuat kesan yang mendalam bagi masyarakat. ataupun dengan jalan karyawisata. Umumnya para guru memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat dalam menghidupkan dan memperkaya program pengajaran. guru dan masyarakat. Dengan demikian. lni adalah merupakan komunikasi yang intim karena seolaholah masyarakat ikut diperhatikan. akan turut meningkatkan hubungan yang sehat antara sekolah dan masyarakat. Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3) Organisasi ini bekerja sama dengan sekolah dalam mengembangkan hubungan-hubungan yang sehat antara sekolah dengan masyarakat. Namun dalam hal ini sering diabaikan bahwa dalam pemanfaatan sumber-sumber tersebut sebetulnya merupakan cara terbaik untuk mengadakan hubungan dengan masyarakat. Misalnya pemanfaatan tokoh-tokoh masyarakat.