BAB I PENGERTIAN, DASAR-DASAR DAN TUJUAN, SERTA RUANG LINGKUP ADMINISTRASI PENDIDIKAN

1. Pengertian Administrasi Pendidikan
Untuk dapat memahami administrasi pendidikan secara keseluruhan, maka perlu terlebih dahulu membahas titik awal pengertian tersebut, yaitu Administrasi. Pengertian dasar tentang administrasi itu akan merupakan tumpuan pemahaman administrasi pendidikan seutuhnya. Secara sederhana administrasi ini berasal dari kata Latin ´adµ dan ´ministroµ. Ad mempunyai arti ´kepadaµ dan ministro berarti ´melayaniµ. Secara bebas dapat diartikan bahwa administrasi itu merupakan pelayanan atau pengabdian terhadap subjek terten Memang, zaman dulu tu. administrasi dikenakan kepada pekerjaan yang berkaitan dengan pengabdian atau pelayanan kepada raja atau menteri-menteri dalam tugas mengelola pemerintahannya. Kini administrasi itu telah mengalami perkembangan yang pesat sehingga a dministrasi ini mempunyai pengertian atau konotasi yang luas. Secara garis besarnya pengertian itu antara lain sebagai berikut: - mempunyai pengertian sama dengan manajemen; - menyuruh orang agar bekerja secara produktif; - memanfaatkan manusia, material, uang, metode secara terpadu; - mencapai suatu tujuan melalui orang lain; - fungsi eksekutif pemerintah. Bahkan banyak orang yang beranggapan bahwa administrasi itu sama dengan pekerjaan juru tulis, tata usaha, kerja kantor, atau pekerjaan yang bersangkut paut dengan tulis menulis. Yang dimaksudkan dengan administrasi di sini tentu saja bukan pengertian yang terakhir itu. Administrasi adalah upaya mencapai tujuan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan orang-orang dalam suatu pola kerjasama. Efektif dalam arti hasil yang dicapai upaya itu sama dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan efisien berhubungan dengan penggunaan sumber dana, daya dan waktu yang ekonomis. Selain manusia dan tujuan, administrasi sangat mempedulikan keadaan sumber. Sumber adalah segala hal yang membantu tercapainya tujuan baik berupa tenaga, material, uang, ataupun waktu. Sumber yang langka cenderung menggagalkan tercapainya tujuan. Sedangkan sumber yang berlimpah cenderung kepada pemborosan dan bahkan penyimpangan dari tuj an yang telah disepakati. u Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa pada dasamya yang menjadi perhatian administrasi adalah tujuan, manusia, sumber, dan juga waktu. Kalau keempat unsur tersebut digabungkan dan dilihat dari bentuk dan perilakunya, maka akan menampakkan dirinya sebagai suatu satuan sosial tertentu, yang sering disebut organisasi. Dan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi itu adalah subsistem dari organisasi itu sendiri yang unsur-unsumya terdiri dari unsur organisasi yaitu tujuan, orang-orang, sumber, dan waktu. Secara umum dapat dinyatakan bahwa organisasi itu adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih yang secara sadar dimaksudkan untuk mencapai tujuan. Gabungan orang yang bekerja sarna itu didoro g oleh n kesadaran manusia bahwa kebutuhan seseorang itu mudah terpenuhi bila diupayakan bersama orang lain. Karena kekurangmampuan, waktu, daya tahan dan bahan-bahan manusia menjadi sadar bahwa harapan dan kebutuhannya itu perlu bantuan orang lain. Orang-orang itu kemudian bergabung, menetapkan tujuan bersama, menyepakati bentuk kegiatan dan upaya mencapai tujuan, dan terbentuklah organisasi. Dan upaya agar semua unsur organisasi itu bisa berfungsi atau berlaku secara efektif dan efisien, produktif, optimal, atau bahkan maksimal adalah administrasi. Menurut jenisnya organisasi ini terdiri dari tiga jenis yaitu organisasi formal, sosial dan informal. Ciri khusus dari organisasi formal adalah organisasi yang secara formal menetapkan tujuan yang akan dicapainya itu dengan tertulis berdasarkan peraturan atau hukum yang berlaku, menetapkan pola kegiatan, dan menekan pada koordinasi dan hierarki kewenangan. Termasuk ke dalam organisasi ini ialah sekolah, madrasah, perusahaan, penjara, organisasi politik dan massa. Organisasi sosial adalah organisasi yang dibentuk berdasarkan tujuan yang tidak formal, tetapi secara implisit terpaut dengan pola kerja yang longgar dan bahkan tidak ada hierarkis kewenangan. Termasuk ke dalam jenis ini umpamanya sekumpulan sahabat untuk mengisi waktu senggang, pertemuan untuk mengenang masa lalu atau bernostalgia, dan kumpulan lulusan atau alumni suatu organisasi pendidikan. Organisasi informal adalah organisasi yang terbentuk dalam organisasi formal tetapi tidak termasuk dalam struktur atau peraturan yang tertulis. Organisasi ini timbul secara spontan dan didorong oleh kebutuhan akan pergaulan, persahabatan, rasa aman di antara anggota organisasi formal. Termasuk ke dalam jenis ini ialah kumpulan arisan, persahabatan, hobi dan rekreasi di antara para karyawan suatu perusahaan. Keberadaan organisasi informal dalam organisasi formal bersifat
1

kontroversial, dapat menjadi pendukung bagi keberhasilan atau sebaliknya dapat menjadi penghalang tercapainya tujuan suatu organisasi. Administrasi pendidikan mengandung dua pokok pikiran yaitu administrasi dan pendidikan. Pengertian administrasi telah dikemukakan di muka secara agak rinci. Pengertian pendidikan akan dikemukakan pada bagian berikut ini. Berdasarkan asas legal pengertian pendidikan ini dapat disimak dari Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor II/MPR/1988 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara. Dalam GBHN tahun 1988 ini pendidikan dibataskan sebagai proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Pe didikan n berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Berikut beberapa pendapat para ahli tentang pendidikan : 1) Carter V. Good dalam µDictionary of Educationµ dijelaskan sebagai berikut : - Seni, praktek, atau profesi sebagai pengajar - Ilmu yang sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan prinsip -prinsip dan metode mengajar, pengawasan dan bimbingan murid, dalam arti luas digantikan dengan istilah pendidikan. Menurut Carter, pendidikan berarti : - Proses perkembangan pribadi - Proses sosial - Profesional cources - Seni untuk membuat dan memahami ilmu pengetahuan yang tersusun yang dikembangkan pada masa lampau oleh tiap generasi bangsa. 2) Prof. Richey dalam buku ´Planning for Teaching and Introduction to Educationµ menjelaskan hakekat pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung dalam sekolah saj . Pendidikan adalah a suatu aktifitas sosial yang esensial yang memungkinkan masyarakat yang kompleks, modern, fungsi pendidikan ini mengalami proses spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal, yang tetap berhubungan dalam proses pendidikan informal di luar sekolah. 3) Brubacher dalam bukunya ´Modern Phylosofies, Educationµ dinyatakan sebagai berikut : Pendidikan adalah proses timbal balik dari tiap pribadi manusia dalam penyesuaian dirinya dengan alam, dengan teman, dan dengan alam semesta. 4) John Dewey memandang pendidikan sebagai suatu proses pembentukan kecakapan fundamental secara intelektual dalam emosi sesama manusia.1 (1 Tholib Kasan, Dasar-Dasar Pendidikan, Studia Press, Jakarta, 2005) Mengacu pada batasan tersebut di atas terdapat beber apa hal yang berkenaan dengan administrasi. Seperti yang telah dikemukakan di muka, pendidikan itu adalah suatu proses. Proses dalam hal ini dapat diartikan bahwa pendidikan terdiri dari serangkaian tindakan yang menuju ke suatu hasil tertentu. Tindakan tersebut bisa saja suatu perbuatan yang tampak tetapi juga bisa tidak tampak. Pada umumnya tindakan dalam pendidikan itu merupakan tindakan yang tidak tampak nyata. Namun demikian, tindakan dalam pendidikan itu hampir selamanya bersifat formal, dalam artian tindakan-tindakan itu dibuat sengaja dan bertujuan. Kesengajaan proses pendidikan ini akan lebih nyata bila pendidikan itu dipandang secara sosiologis. Pendidikan adalah proses sengaja untuk meneruskan atau mentransmisi budaya orang dewasa kepada generasi yang lebih muda. Proses ini mengandung suatu tindakan asasi yaitu pemilihan atau seleksi keterampilan, fakta, nilai, dan sikap yang paling berharga dan penting dari kebudayaan untuk diajarkan kepada generasi yang lebih muda itu. Pemilihan dan pengambilan keputusan itu merupakan tindakan yang sengaja. Dalam pendidikan itu terdapat dua jenis proses, yaitu proses pendidikan dan nonpendidikan. Proses pendidikan sering juga disebut proses teknis sedangkan nonpendidikan sering disebut nonteknik. Administrasi tergolong proses nonteknis yang pada dasarnya berfungsi agar proses teknik berjalan dengan mulus. Fungsi proses administrasi itu adalah merancang, mengatur, mengkoordinasikan, menyediakan fasilitas, mengarahkan, memperbaiki proses teknis. Sedangkan proses teknis itu merupakan proses yang secara langsung berkenaan dengan pendidikan itu sendiri seperti perencanaan, penilaian, pelaksanaan pengajaran dan kurikulum, Abdurrahman An-Nahlawi (1989; 50) menyatakan bahwa proses pendidikan adalah pengembangan kepribadian manusia, agar seluruh aspek ini dapat terlaksana secara harmonis dan sempurna, di samping seluruh potensi manusia dapat terpadu untuk mencapai tujuan yang merupakan pangkal segala usaha, konsep, tingkah laku, dan getar perasaan hati.

2

Hal lain yang perlu ditinjau lebih lanjut dari pengertian pendidikan itu berkenaan dengan perubahan atau kondisi diri manusia yang diharapkan baik yang bersifat fisik maupun mental. Semua batasan pendidikan yang dikemukakan di muka itu semuanya menunjukkan adanya tujuan. Bahk GBHN 1988 lebih lanjut menunjukkan an tujuan umum pendidikan itu menjadi lebih rinci. Tujuan tersebut adalah pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, berkerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terarnpil serta sehat jasmani dan rohani.2 (2 Dr. Supandi dkk., Administrasi Pendidikan, UT, Jakarta, 1992.) Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa administrasi adalah aktivitas-aktivitas untuk mencapai suatu tujuan, atau proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang pengertian administrasi pendidikan, baiklah kita kemukakan di sini beberapa rumusan dari para ahli sebagai berikut: a. Sondang P. Siagian, MPA. PhD. Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu, untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. b. Ars. The Liang Gie, dalam Pengertian, Kedudukan dan Ilmu Administrasi rnengatakan bahwa: Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilaksanakan oleh sekelompok orang dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. c. Drs. Soehari Trisna, dalarn Segi-Segi Administrasi Sekolah. Administrasi adalah keseluruhan proses penyelenggaraan dalam usaha kerja sama dua orang atau lebih dengan s ecara rasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efisien. d. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam Pedoman Pelaksanaan Kurikulum, buku III D. Administrasi ialah usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber (personel maupun material) secara efektif dan efisien guna untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. e. Jesse B. Sears, dalam The Nature of Administration Process 1950. Educational administration is the process as including the following activities planning, or anization, g direction, coordination, and control. f. Drs. M. Ngalim Parwanto, dalam Administrasi Pendidikan 1967. Administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel, spiritual dan material yang bersangkut-paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. g. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam Kurikulum Usaha-Usaha Perbaikan dalam Bidang Pendidikan dan Administrasi Pendidikan. Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan, pembiayaan, dan pelaporan dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personel, material, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. h. Administrasi Pendidikan ialah suatu cara bekerja dengan orang-orang, dalam rangka usaha mencapai tujuan pendidikan yang efektif, yang berarti mendatangkan hasil yang baik dan tepat, sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditentukan. i. Administrasi pendidikan dapat pula diartikan sebagai pelaksanaan pimpinan yang mewujudkan aktivitas kerjasama yang efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. j. Administrasi pendidikan adalah semua kegiatan sekolah dari yang meliputi usaha-usaha besar seperti perumusan polis, pengarahan usaha, koordinasi, konsultasi, korespondensi, kontrol dan seterusnya, sampai kepada usaha-usaha kecil dan sederhana seperti menjaga sekolah, menyapu halaman dan sebagainya. Melihat rumusan-rumusan tersebut di atas, jelaslah kiranya bahwa administrasi pendidikan meliputi berbagai aspek dan kegiatan yang kesemuanya ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang dicita -citakan. Perlu diketahui, bahwa rumusan-rumusan tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan satu dengan yang lain, melainkan saling berhubungan erat dan saling melengkapi. Hanya saja tekanan dari masing-masing rumusan itu berbeda-beda. Ada yang menekankan pada: cara bekerja dengan orang-orang dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Ada pula yang menekankan pada: pelaksanaan pimpinan. Dan ada lagi yang tekanannya lebih menunjukkan pengertian yang lebih luas, yaitu mencakup semua kegiatan sekolah yang ditujukan ke arah tercapainya tujuan pendidikan. Dengan beberapa pengertian tersebut di atas, maka perlu ditegaskan di sini: a. Bahwa administrasi pendidikan itu merupakan proses keseluruhan dan kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang ada sangkut-pautnya dengan tugas-tugas pendidikan. b. Bahwa administrasi pendidikan itu mencakup kegiatan-kegiatan yang luas, yang meliputi: kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, khususnya dalam bidang pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah.
3

c. Bahwa administrasi pendidikan itu bukan hanya sekedar kegiatan µtata usahaµ seperti yang dilakukan di kantor-kantor tata usaha sekolah atau kantor-kantor inspeksi pendidikan lainnya. Secara sederhana dan mudah, dapat dikatakan: "Administrasi pendidikan adalah suatu ilmu tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah, agar tercapai tujuan pendidikan di sekolah itu." Singkatnya: Administrasi pendidikan ialah pembinaan, pengawasan dan pelaksanaan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan-urusan sekolah. Memperluas pemahaman tentang pengertian administrasi pendidikan berikut ini dikemukakan beberapa batasan atau definisi. a. Hadari Nawawi mengatakan: Administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pend idikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama berupa lembaga pendidikan formal. Beliau menekankan pada proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang terutama pada pendidikan formal. Selanjutnya dikatak an, ada perbedaan antara administrasi pendidikan dan kegiatan operasional kependidikan. Kegiatan operasional kependidikan adalah kegiatan-kegiatan teknis edukatif, seperti kegiatan belajar mengajar, bimbingan dan penyuluhan dan sebagainya. Sedangkan administrasi pendidikan menyangkut kemampuan mengendalikan kegiatan operasional itu agar serempak seluruhnya bergerak dan terarah pada pencapaian tujuan pendidikan. Tujuan itu adalah mengusahakan terwujudnya efisiensi dan efektivitas yang tinggi. b. Pendapat lain yang dikemukakan adalah batasan dari Engkoswara. Beliau mengatakan: Administrasi Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu manusia, kurikulum atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan pendidikan yang disepakati. Selanjutnya dikatakan, tujuan administrasi pendidikan adalah untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif yaitu efektif dan efisien. Ukuran keberhasilan administrasi pendidikan adalah produktivitas pendidikan, yang pertama dilihat pada produk, hasil atau efektivitas dan pada proses, suasana atau efisiensi. Dalam pencapaian produktivitas itu diperlukan suatu proses, minimal meliputi perilaku manusia berorganisasi, perilaku itu dapat dinyatakan dalam bentuk perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan atau pembinaan atas tugas kewajiban administratif. Tugas kewajiban administratif itu dapat dikelompokkan dalam tujuh kategori, yaitu: 1) program pendidikan; 2) murid; 3) personel; 4) kantor sekolah; 5) keuangan sekolah; 6) pelayanan bantuan; dan 7) hubungan sekolah masyarakat. Tugas kewajiban di atas dapat dikategorikan ke dalam manusia, program pendidikan atau sumber belajar dan fasilitas. c. Menurut Ngalim Purwanto: Administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasikan segala sesuatu, baik personel, spiritual dan material, yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. Selanjutnya dikatakan, di dalam proses administrasi pendidikan, segenap usaha orang-orang yang terlibat di dalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan, diorganisir dan dikoordinir secara efektif dan semua materi yang diperlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien. Dari beberapa batasan di atas dapat disimpulkan bahwa: administrasi pendidikan adalah tindakan mengkoordinasikan perilaku manusia dalam pendidikan, agar sumber daya yang ada dapat ditata sebaik mungkin, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif.

2. Dasar dan Tujuan Dasar
Administrasi akan berhasil baik apabila didasarkan atas dasar-dasar yang tepat. Dasar diartikan sebagai suatu kebenaran yang fundamental yang dapat dipergunakan sebagai landasan dan pedoman bertindak dalam kehidupan bermasyarakat. Berikut ini akan dipaparkan beberapa dasar yang perlu diperhatikan agar administrator dapat mencapai sukses dalam tugasnya. Terdapat banyak dasar administrasi, antara lain: a. Prinsip efisiensi
4

maka ia mengorbankan pentingnya penyelesaian tugas secara baik dan tepat pada waktunya. Prinsip pengelolaan Administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien melalui orang-orang lain dengan jalan melakukan pekerjaan manajemen. Dalam pendekatan sistem. Bila dalam organisasi telah ada hubungan baik. baik secara horizontal maupun secara vertikal. sampai melupakan kegairahan kerja dan kepentingan pribadi bawahannya. Hal ini juga merupakan ciri khas tentang tinggi atau rendahnya taraf organisasi. tetapi kesadaran bekerja belum memadai. Administrator harus mampu menghindari kecenderungan negatif ini. Jangan sampai terjadi kasus. Gaya kepemimpinan yang tepat adalah apabila administrator memperhitungkan taraf kematangan para anggota organisasi. b. Syarat pertama adalah ia sebagai pemimpin harus memelihara hubungan baik antara bawahannya. Ada lima buah prinsip yang melandasi kurikulum 1975 ini. mengusahakan kepuasan kerja. d. kegiatan administrasi merupakan salah satu komponen instrumental proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah. dan situasi yang ada. sebab bila ia terlalu sibuk dengan tugas-tugas operatif. Karena administrasi pendidikan pada hakikatnya adalah sub-sistem dari sistem pendidikan secara luas. dimensi pelaksanaan tugas dan dimensi situasi dan kondisi (sikon) yang ada. akan dapat dilihat dari makin banyaknya pekerjaan operatif yang harus dilakukan oleh administrator. b. 5 . mengarahkan dan mengontrol. yaitu: asas idiil dan landasan operasional. Asas operasional/prinsip Sebagaimana telah diketahui. mengorganisasikan. Sistem pendidikan yang dianut oleh negara Indonesia adalah sistem pendidikan Pancasila. Kelima prinsip itu adalah: 1) Prinsip fleksibilitas Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah hendaknya dilakukan dengan mengingat faktorfaktor dan kemampuan untuk menyediakan fasilitas bagi berlangsungnya program pendidikan di sekolah. Bentuk pembaruan sistem pendidikan di sekolah itu tertuang dalam bentuk kurikulum.Seorang administrasi akan berhasil dalam tugasnya bilamana dia efisien dalam menggunakan semua sumber tenaga dana dan fasilitas yang ada. Prinsip kerjasama Seseorang administrator akan berhasil baik dalam tugasnya bila ia mampu mengembangkan kerjasama di antara orang-orang yang terlibat. maka pemimpin yang berhasil harus mampu menimbulkan kesadaran untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya. bahwa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional seperti yang tercantum dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). sistem pendidikan di sekolah di Indonesia telah mengalami pembaruan. seseorang administrasi cenderung untuk memberikan prioritas pertama pada pekerjaan operatif. Makin rendah taraf suatu organisasi. Ini berarti ia harus mengenal bawahannya apa kepentingan kepentingannya. karena pemimpin mementingkan hubungan baik dengan anggotanya. Prinsip keempat ini perlu penjelasan. Prinsip kepemimpinan yang efektif Seorang administrator yang berhasil dalam tugasnya apabila ia menggunakan gaya kepemimpinan yang efektif. a. Kurikulum yang dimaksud adalah kurikulum 1975. yaitu sistem pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan pada Pancasila dan Undang -Undang Dasar 1945. yakni merencanakan. Administrator akan berhasil dalam melaksanakan tugasnya apabila ia memiiiki gaya kepemimpinan yang efektif. Upaya pembaruan itu dilakukan antara lain juga untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah. e. yakni yang memperhatikan dimensi-dimensi hubungan antar manusia (human relationship). dapat menimbulkan motivasi bekerja untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan organisasi. c. maka pekerjaan pokoknya yaitu pengelolaan akan terbengkalai. maka landasan idiil yang dipergunakan dalam kegiatan administrasi pendidikan di sekolah juga Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Karena proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah itu dilakukan dalam kurikulum 1975. maka kelima prinsip yang dipergunakan untuk melandasi kurikulum 1975 juga harus menjadi landasan operasional bagi kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. Dan sebaliknya jangan sampai terlalu mengutamakan kewajiban kerja. Kurikulum inilah yang menjadi landasan operasional dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan Jika disertai pekerjaan manajemen dan operatif dalam waktu yang sama. Asas idiil Pelaksanaan administrasi pendidikan di suatu negara tergantung pada sistem pendidikan yang dianut oleh suatu negara. Perlu ditambahkan bahwa ada dua asas yang dapat dipergunakan sebagai landasan kerja kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. Di samping itu. dimensi kedua juga perlu diperhatikan yaitu pentingnya penyelesaian tugas oleh setiap anggota organisasi sesuai dengan pertelaan tugas (job description).

Sedang pada tujuan khusus pertanyaan pertanyaan itu sudah dijabarkan secara khusus dengan ditinjau dari tiga bidang pengembangan tingkah laku manusia melalui pendidikan. efisiensi. Keempat tujuan tersebut dapat digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan suatu penyelenggaraan sekolah. IKIP Semarang Press. 3) Prinsip berorientasi pada tujuan Sesuai dengan pendekatan sistem maka semua kegiatan pendidikan harus berorientasi pada tujuan. Tujuan umum dirumuskan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang lebih mencakup hal yang luas. administrasi pendidikan merupakan subsistem dalam sistem pendidikan sekolah. tetapi ada hubungan hierarkinya. ada empat tujuan administrasi. Misalnya: Walaupun kegiatan administrasi siswa yang dilakukan di Sekolah Dasar berbeda dengan yang dilakukan di Sekolah Menengah Pertama.Berdasarkan pada prinsip ini berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatan administrasi hendaknya mengingat faktor-faktor ekosistem dan kemampuan untuk menyediakan fasilitas itu.3 (3 Tim MKDK IKIP Semarang. Di samping itu tujuan administrasi pendidikan di Indonesia juga menunjang tercapainya tujuan pendidikan nasional tersebut. Karena sekolah merupakan subsistem pendidikan nasional. tujuan operasional yang sudah dirumuskan itu juga menjadi gantungan orientasi bagi pelaksanaan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. Tujuan administrasi berusaha untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah tersebut. melainkan juga menyangkut masalah pendayagunaan tenaga secara optimal. sehat. dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusiamanusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri yang serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. tujuan institusional untuk masing-masing jenjang dan jenis sekolah dalarn kurikulurn tahun 1975 dirumuskan berupa tujuan umum dan tujuan khusus. maka tujuan administrasi pendidikan di Indonesia yang dilaksanakan di sekolah juga bersumber dari tujuan pendidikan nasional. c. bekerja di masyarakat dan mengembangkan diri. di lain pihak masyarakat dan pemerintah diharapkan untuk dapat menciptakan situasi yang menantang untuk belajar. 6 . Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik sebagai manusia utuh. 3) Memiliki pengetahuan. Karena administrasi pendidikan di sekolah merupakan komponen input instrumental dalam sistem pendidikan maka untuk menjamin tercapainya tujuan tersebut. kuat lahir dan batin. memperkuat kepribadian. yaitu: efektivitas produksi. 5) Prinsip pendidikan seumur hidup Prinsip ini berarti bahwa setiap manusia Indonesia diharapkan untuk selalu berkembang sepanjang hidupnya. Dalam. melaksanakan administrasi pendidikan kiranya prinsip tersebut perlu digunakan sebagai landasan operasional. 2) Sehat jasmani dan rohani. dan kepuasan kerja. keterampilan dan sikap dasar yang diperlukan untuk melanjutkan pelajaran. 2) Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di SMP. bidang keterampilan dan bidang nilai dan sikap. Sesuai dengan yang digariskan dalam GBHN tujuan pendidikan nasional adalah: Meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2) Menguasai hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di SD. kecerdasan. b. Administrasi Pendidikan. yaitu: bidang pengetahuan. Tujuan institusional pendidikan untuk semua tingkat dan jenis sekolah telah dibakukan oleh pemerintah dalam kurikulum 1975. Sesuai dengan keputusan-keputusan tersebut. 2) Prinsip efisien dan efektivitas Pada hakikatnya efisiensi tidak hanya menyangkut penggunaan waktu secara tepat. 3) Memiliki bekal untuk melanjutkan pelajaran ke Sekolah Lanjutan Atas dan untuk tujuan ke masyarakat. Prinsip ini juga harus digunakan sebagai landasan operasional bagi kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. mempertinggi budi pekerti. Sedangkan dalam lembaga atau sekolah. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Dasar (SD) adalah agar lulusan: 1) Memiliki sifat-sifat dasar sebagai warga negara yang baik. kemampuan menyesuaikan diri (adaptiveness). kuat lahir dan batin. Tujuan Menurut Sergiovanni dan Carver (1975). sehat. 1989) Contoh tujuan umum a. keterampilan. 4) Prinsip kontinuitas Prinsip kontinuitas ini hendaknya juga dipergunakan sebagai landasan operasional dalam melaksanakan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh.

yaitu: a.3) Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga perguruan tinggi. b) Mengembangkan dan mengamalkan Ilmu dan profesinya. mengenai hak dan kewajiban sebagai manusia Pancasila sesuai dengan ketetapan MPRS No. 2) Menjadi warga negara Indonesia yang bermoral Pancasila yang memiliki sifat yang baik dan konstruktif sebagai warga masyarakat. bahwa tujuan administrasi pendidikan di sekolah adalah mempersiapkan situasi di sekolah. agar pendidikan dan pengajaran berlangsung baik. mengupayakan agar tujuan pendidikan dapat tercapai. melainkan berpusat pada kebutuhan hidup (life centered). hal. Dan dengan demikian dapat berd sendiri serta iri menyumbangkan kecakapannya bagi pembangunan masyarakat berPancasila. sehingga tujuan pendidikan tersebut menjadi kebutuhan dan pendorong kerja para anggota lembaga. d) Mengembangkan dan membina kepemimpinan yang demokratis dan bertanggung jawab dalam interaksi sosial dengan murid dan anak-anak. menyeleksi. sehingga tercapai tujuan khusus sekolah tersebut. keterampilan dan sikap hidup yang sangat berbeda dengan petugas di sekolah kuno.IV /1973 dan berbuat selaras dengan pengertian itu. d. Secara singkat. demokrasi dan keadilan sosial dalam kehidupan. b. c. yaitu: Sekolah Dasar atau Taman Kanak-kanak. serta menerima dan percaya kepada kaidah -kaidah dan cara-cara pengamalan agama masing-masing. tepatnya administrasi pendidikan. Sekolah kuno hanya mengutamakan pengetahuan melulu. 4 Ibid. keterampilan dan nilai serta sikap yang diperlukan untuk: a) Melaksanakan tugasnya secara afektif sebagai guru di lembaga pendidikan dasar. administrasi pendidikan di sekolah bertujuan menciptakan situasi yang memungkinkan anak mempunyai pengetahuan dasar yang kuat untuk melanjutkan pelajaran. Dapatlah sekarang dimengerti. Secara agak rinci dan kewajiban administrasi sehubungan dengan tujuan pendidikan ini dapat di emukakan sebagai k berikut: 1) Berusaha agar tujuan pendidikan tampil secara formal dengan jalan merumuskan. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki dasar-dasar ilmu pengetahuan yang kokoh serta keterampilan untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang lebih tinggi. mempun yai suatu kecakapan dan keterampilan khusus untuk dapat hidup sendiri dan dalam masyarakat. kuat lahir dan batin.4 Kiranya jelas. bahwa penyelenggaraan sekolah menuntut para guru untuk memimpin peningkatan pengetahuan. serta mempunyai sikap hidup sebagai manusia Pancasila dengan pengabdian untuk pembangunan masyarakat Pancasila Indonesia. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) adalah agar lulusan: 1) Sehat jasmani dan rohani. 3) Memiliki pengetahuan. Tampak jelas. 7 . 2) Menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang memiliki pengetahuan. sehat. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki salah satu keterampilan atau kecakapan khusus. baik dalam peribadatan maupun kehidupan sehari-hari dan dalam hubungan antar agama dan bidang-bidang kehidupan lainnya. bahwa Indonesia sekarang terus bernsaha meningkatkan adanya sekolah-sekolah progressif community oriented (berorientasi pada masyarakat modern). e. tidak lagi berpusat pada pengetahuan semata. pergaulan. Adapun tugas administrasi. makhluk sosial dan makhluk perseorangan. menjabarkan dan menetapkan tujuan pendidikan yang akan dicapai sesuai dengan lembaga atau organisasi pendidikan yang bersangkutan secara formal. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki pengetahuan dan pengertian dasar. 9. e) Menggunakan prinsip kemanusiaan. yaitu manusia pembangunan yang bermoral Pancasila yang utuh. 2) Menyebarluaskan dan berusaha menanamkan tujuan pendidikan itu kepada anggota lembaga. kurang memperhatikan adanya perkembangan masyarakat yang selalu berubah itu. 4) Memiliki untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat. yaitu sebagai makhluk Tuhan. c) Menggunakan prinsip pendidikan seumur hidup di sekolah maupun di luar sekolah sebagai alat utama bagi kemajuan pribadi masyarakat. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Teknologi Menengah (STM) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik. keluarga dan sekolah secara bertanggung jawab. keterampilan dan sikap sebagai guru teknik dalam bidang teknologi industri sesuai dengan jurusan yang dipilihnya. yang merupakan bekal untuk hidupnya dalam masyarakat.

4) Mengawasi pelaksanaan proses pendidikan dan lainnya dengan memantau memeriksa dan mengendalikan setiap kegiatan dan tindakan pada setiap tahap proses sistem. Unsur lain yang penting dikemukakan dalam pendidikan ini dan mempunyai hubungan yang erat dengan administrasi pendidikan ialah unsur manusia. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa kegiatan yang nonpendidikan atau nonedukatif yang tidak seimbang dengan kegiatan pendidikan akan menurunkan mutu pendidikan itu sendiri. penempatan. ini meliputi: 1) Organisasi dan struktur pegawai tata usaha. 8 . mengupayakan agar informasi tentang hasil dan proses itu menjadi umpan balik yang dapat memperbaiki proses dan hasil selanjutnya. Bidang personalia guru. Bidang pengawasan (supervisi). raport dan sebagainya. 5) Korespondensi/ surat menyurat. 2) Organisasi personel guru. yang meliputi antara lain: 1) Usaha membangkitkan semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masing masing sebaik-baiknya. menyeleksi. meliputi antara lain: 1) Pengangkatan dan penempatan tenaga guru. 4) Keuangan dan pembukuannya. kegiatan. 2) Mengusahakan dan mengembangkan kerjasama yang baik antara guru. Tetapi yang sangat penting dan perlu diketahui oleh para kepala sekolah dan guru-guru pada umumnya ialah sebagai berikut: a. Berkaitan dengan hal ini. ai 3) Mengusahakan dan membuat pedoman cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran. .3) Memilih. 4) Evaluasi kemajuan murid. menjabarkan dan menetapkan proses berupa tindakan. Ruang Lingkup Bidang-bidang yang tercakup dalam administrasi pendidikan adalah sangat banyak dan luas. Upaya ini sering dikaitkan dengan pengawasan melekat ataupun pengendalian mutu dalam pendidikan. pemindahan. disesuaikan dengan pembaruan pendidikan dan lingkungan masyarakat. pengisian buku induk. 4) Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman guru-guru pada umumnya. 3. c. dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran. Dan itulah merupakan tugas dan kewajiban administrasi pendidikan yang berkaitan dengan manusia sebagai individu. b. Bidang pelaksanaan dan pembinaan kurikulum: 1) Berpedoman dan mengetrapkan apa yang tercantum dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan. 2) Melaksanakan organisasi kurikulum beserta metode-metodenya. Bidang tata usaha sekolah. Dengan pengertian lain manusia itu adalah subjek dan sekaligus pula menjadi objek. 2) Anggaran belanja keuangan sekolah. 4) Masalah kondite dan evaluasi kemajuan guru. 3) Masalah kepegawaian. dan hukum-hukum untuk mewujudkan kesempurnaan. Di dalam praktek. kegiatan yang bersifat kemasyarakatan. murid dan pegaw tata usaha sekolah. u penempatan serta pengarahan dan bimbingan proses dan tujuan pendidikan akan mengalami kegagalan. Bidang personalia murid. kebaikan serta kebahagiaan seperti yang diberlakukan Allah. 2) Masalah kesehatan murid. e. perlu juga diusahakan agar proses untuk mencapai tujuan nonpendidikan tidak terlalu banyak sehingga menghambat tercapainya tujuan pendidikan. Di dalam pendidikan itu terpaut manusia yang mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. 5) Menilai hasil yang telah dicapai dan proses yang sedang atau telah berlaku. yang meliputi antara lain: 1) Organisasi murid. 5) Bimbingan dan penyuluhan bagi murid. Sudah dapat dibayangkan bahwa tanpa koordinasi pengat ran kerja. dan pola kerja yang diperhitungkan dapat memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. 6) Masalah pengangkatan. Pendidikan adalah upaya manusia demi manusia itu sendiri. anggota masyarakat. laporan. 3) Masalah kesejahteraan murid. administrasi atau teknik justru sering terlalu banyak sehingga kegiatan edukatif menjadi terlalaikan. dan abdi Allah. d. Pada dasarnya pengawasan ini lebih menekankan kepada usaha mengembalikan proses yang menyimpang pada hukum dan tahap perkembangan serta interaksinya. 5) Refreshing dan up-grading guru-guru. 3) Masalah kepegawaian dan personalia sekolah.

peralatan pengajaran. Ini semua merupakan cakupan atau skopa dari administrasi sekolah / administrasi pendidikan. yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi.administrasi kepegawaian. .Demikianlah antara lain bidang-bidang yang tercakup di dalam administrasi pendidikan. kesiswaan. Dapatlah disingkatkan bahwa bidang-bidang tersebut di atas dapat dikelompokkan sebagai berikut: . Karena itu butir-butir yang menjadi cakupan atau yang termasuk ke dalam skopa administrasi pendidikan sesungguhnya amat luas dan banyak.administrasi keuangan. Ahmad Rohani HM.administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat.Bidang administrasi personal. & Drs. yang mencakup di dalamnya pelaksanaan kurikulum. . administrasi keuangan. Administrasi Pendidikan Sekolah. . . Administrasi pendidikan seringkali diistilahkan dengan administrasi sekolah seperti halnya dalam Kurikulum 1984 (Dalam Buku Petunjuk Pengelolaan) disebutkan bahwa administrasi sekolah (maksudnya administrasi pendidikan) mencakup pengaturan. . Ruang lingkup tersebut meliputi bidang-bidang kegiatan sebagai berikut: a. Jakarta. Sementara itu.administrasi program pengajaran.Bidang administrasi kurikulum. penyusunan silabus. 1990) 9 . Dalam buku "Pedoman Umum Menyelenggarakan Administrasi Sekolah Menengah (1984)". H. gedung dan perlengkapan. Ahmadi. sebetulnya masih bisa dijelaskan lagi secara lebih rinci dan lebih luas lagi.administrasi perpustakaan. personalia. Bidang kegiatan ini disebut juga "management of administrative function" yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan agar semua orang dalam organisasi/kelompok kerjasama mengerjakan hal -hal yang tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Hadari Nawawi menyatakan. . yang mencakup di dalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah dan sebagainya.administrasi perlengkapan. . pembinaan kurikulum. Manajemen operatif (operative management) Bidang kegiatan ini disebut juga "management of operative function" yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan dan membina agar dalam mengerjakan pekerjaan yang menjadi beban tugas masing-masing setiap orang melaksanakan dengan tepat dan benar5 (5 Drs.administrasi pembinaan kesiswaan. Adapu rincian ruang n lingkup yang penulis sinyalir tersebut di atas. keuangan serta humas atau hubungan dengan masyarakat. . persiapan harian dan sebagainya. Abu . Dr.administrasi murid/ siswa. b. Manajemen administratif (administrative management). Bumi Aksara.Bidang administrasi material. . . proses belajar-mengajar. disebutkan pula mengenai ruang lingkup kegiatan administrasi sekolah adalah meIiputi: . alat-alat perlengkapan.administrasi surat menyurat. seperti: ketatausahaan sekolah. Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa skopa atau ruang lingkup administrasi pendidikan itu meliputi segala hal yang pada dasarnya ditekankan pada pelaksanaan kegiatan /usaha pendidikan supaya berjalan secara teratur dan tertib yang semua itu diorientasikan pada tujuan pendidikan. dan lain-lain. bahwa: secara umum ruang lingkup administrasi berlaku juga di dalam administrasi pendidikan.

di bidang pemerintahan dan sebagainya. Sebetulnya tidak sedemikian besar perbedaannya. UNSUR-UNSUR KEGIATAN DALAM ADMINISTRASI Administrasi merupakan suatu proses yang menyeluruh dan terdiri dari bermacam kegiatan/aktivitas di dalam pelaksanaannya. yaitu sampai tujuh. jenis dan urutan kegiatan tertentu diperlukan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Ada pula yang melihatnya dalam segi lain. A. Reporting dan Budgeting. Di bidang apapun tujuan yang harus dicapai itu. Tentang jumlah dan jenis kegiatan yang tercakup dalam administrasi. jika huruf-huruf awalnya dirangkaikan. telah mengemukakan lima unsur kegiatan dalam administrasi. dan terjadilah suatu proses. di bidang usaha. Henry Fayol umpamanya. seorang industrialis Prancis pada permulaan abad ini. Yang dimaksudkan oleh Fayol 10 . terdapat sedikit perbedaan antara beberapa ahli administrasi. dan diakhiri dengan penilaian keberhasilan. Gulick. yang memungkinkan suatu kelompok menncapai tujuan usahanya secara efektif dan efisien. Antara dua pengelompokan menurut Fayol dan menurut Gulick itu tampaknya seolah-olah ada perbedaan. Lima kegiatan inilah yang dianggap oleh Fayol sebagai unsur unsur kegiatan pokok yang harus terdapat dalam proses administrasi. di bidang perdagangan. baik dalam jenis maupun jumlah kegiatan.BAB II PROSES ADMINISTRASI PENDIDIKAN Proses merupakan serangkaian kegiatan-kegiatan tertentu yang teratur dan terarah. yaitu: (1) perencanaan (2) organisasi (3) direksi (4) koordinasi (5) pengawasan. yaitu gabungan dari: Planning. Coordinating. kegiatan selalu dimulai dengan perencanaan. apakah di bidang pendidikan. L. seorang ahli Public Administration di Amerika dalam tahun 30-an mengemukakan lebih banyak jumlah kegiatan. di bidang industri. Tujuan kegiatan itu. dan dengan pengertian lain mengenai batas-batas tiap jenis kegiatan itu. Directing. Di antaranya terdapat serangkaian kegiatan-kegiatan yang berhubungan dan bersambungan. Staffing. Organizing. Di bidang apapun usaha itu. akan merupakan singkatan POSDCORB.

dan diketahui macam. Mengenai perencanaan ini di bagian lain akan kita mendapatkan uraian yang agak lebih terperinci. Rencana merupakan titik tolak bagi pelaksanaan. Ini dapat dilakukan secara tidak langsung melalui catatan dan laporan. apakah dapat dianggap berhasil atau tidak. meskipun dalam kegiatan administrasi tentu ada pengawasan itu. bagaimana mengelompokkan kegiatan-kegiatan itu menurut jenisnya. Karena itu yang diutamakan adalah reporting & recording. bilamana dapat diharapkan selesainya. Rencana adalah prasyarat dalam usaha apapun. Staffing Staffing berarti penyusunan staf. siapa yang akan melaksanakannya. bagaimana mengadakan seleksi agar benar-benar diperoleh tenaga yang diperlukan itu. dan sebagainya. dan seterusnya. Dalam usaha mencari. bilamana dan bagaimana akan mengadakan penilaian. hanya sebutannya berlainan. biasanya . oleh Gulick lebih diperinci lagi menjadi organizing dan staffing. Maksud pengorganisasian ini ialah agar semua pekerjaan dapat berjalan pada waktunya. Organizing Pengorganisasian merupakan kelanjutan dari perencanaan. Perencanaan merupakan persiapan yang harus dilakukan sebelum suatu usaha dilaksanakan. 11 . secara langsung. Setelah diatur susunan pekerjaan. Pengelompokan kegiatan berarti pula pengelompokan tanggung jawab. Ini semua yang kita maksudkan dengan organisasi. luas dan bidang pekerjaan yang akan dilakukan. pembagian dan penyusunan tanggung jawab. dapat dinilai dengan membandingkan kemajuannya dengan rencana yang telah ditetapkan pada permulaan. Umpamanya yang dimaksudkan oleh Fayol dengan organisasi. dan sebagainya kita perlu mengadakan pengelompokan tentang kegiatan -kegiatan yang akan dilaksanakan. kemungkinan-kemungkinan apa yang kiranya dapat mempengaruhi pelaksanaan. 3. yang dalam bidangnya yaitu industri. Rencana harus dengan jelas mengemukakan: apa yang akan dicapai. kegiatan mana yang lebih dahulu harus dilaksanakan dan mana yang kemudian. Setelah direncanakan apa yang akan dicapai. tidak dapat mengharapkan pelaksanaan yang teratur. Rencana merupakan juga landasan untuk mengadakan penilaian di kemudian hari. menurut saluan-saluran yang dapat memberikan kelancaran sebaik-baiknya. sehinggatidak mempunyai arah tertentu. dan batas-batas kegiatannya berbeda. mengetahui secara mendetail macam-macam kegiatan yang diperlukan dalam rangka keseluruhan usahanya itu. bagaimana mencapainya. Planning Perencanaan merupakan kegiatan pertama yang harus dilakukan dalam rangka administrasi. bagaimana hubungan antara bagian-bagian/kelompok kegiatan-kegiatan itu. di mana dapat dicari/diperoleh tenaga-tenaga yang memiliki pengetahuan dan kecakapan itu. Untuk menyusun pola pembagian tugas dan taggungjawab. oleh Gulick tidak disebut pengawasan. memilih dan menentukan tenaga yang diperlukan bagi tiap jenis kegiatan itu. bagaimana mengadakan penyesuaian dan perubahan rencana. alasan-alasan apa yang digunakan dalam menentukan cara-cara pencapaian itu. dan mengetahui pula prinsip-prinsip yang digunakan dalam penyusunan organisasi. 1. Ada kemungkinan dalam pelaksanaan terlalu sering diadakan perubahan dan penyesuaian.sebetulnya sama saja dengan yang dimaksudkan oleh Gulick. Kita perlu mengatur/menyusun: ada berapa macam kegiatan. dengan cara apa akan dicapainya. menurut pentingnya. 2. menurut waktunya. pimpinan harus mengisinya dengan tenaga tenaga yang sesuai. merupakan penuntun ke arah mana kegiatan harus dilakukan. perlu diperhatikan oleh pemimpin: pengetahuan dan kecakapan apa yang diperlukan bagi setiap macam tugas/pekerjaan yang telah disusun itu. Suatu usaha tanpa rencana. dengan berpedoman pada prinsip ´the right man in the right placeµ. Dan yang dimaksudkan oleh Fayol dengan pengawasan. Karena yang tujuh unsur ini merupakan yang lengkap dan dapat dijadikan pengertian dasar bagi jenis -jenis kegiatan menurut pembagian siapa pun. penentuan personil yang diperlukan. Sampai di mana suatu usaha telah terlaksana. dan penyusunan tugas-tugas bagi setiap bagian yang mempunyai tanggung jawab tertentu. bagaimana pentahapan penyelesaiannya. kita akan berikan uraian seperlunya dari tiap unsur ini berdasarkan pembagian Gulick. si pemimpin harus menguasai benar bidang pekerjaannya. menuruturutan pentingnya.

Directing Dalam pengertian "directing" ini tersimpul banyak hal. menghindarkan kesalahan-kesalahan yang diperkirakan dapat timbul dalam pekerjaan. menurut prinsip -prinsip demokrasi dan efisiensi kerja. Istilah yang sekarang sering kita dengar ialah KIS. menghindarkan konkurensi/kompetisi yang tidak sehat. ialah segala sesuatu berjalan menurut rencana pada waktu yang tepat. terus-menerus mempelajari sebab-sebab yang dapat melemahkan kesanggupan dan kemauan bekerja. agar tidak merugikan wibawanya dan tidak menimbulkan tekanantekanan atau ketegangan-ketegangan pada yang dipimpinnya. tidak ada bagian/petugas yang menghambat atau merugikan pekerjaan bagian/petugas lain. Dalam tugasnya sebagai direktur. singkatan dari Koordinasi. menemukan kebaikan/kemajuan dan kekurangan/kesalahan dalam pekerjaan. agar ada Sinkronisasi. (sinkron/synchroon = waktu yang bertepatan. Pemimpin harus berusaha agar: setiap bagian/petugas melaksanakan tugasnya dengan cara dan dalam waktu yang sudah ditentukan. Jika kita telaah peranan seorang koordinator yang diuraikan di atas ini. mengadakan pengawasan/pemeriksaan/inspeksi. demi peningkatan usaha dan pencapaian tujuan sebaik -baiknya. memberikan bimbingan dalam rangka perbaikan cara -cara bekerja. Sebagai direktur ia merupakan pimpinan eksekutif tertinggi dan merupakan pengawas serta pemberi arah dalam pelaksanaan usaha menurut pola dan rencana yang telah disusun. penghargaan apa yang dapat diberikan kepada mereka. agar setiap bagian/petugas merupakan unsur -unsur yang tidak lepas dari keseluruhan kelompok. Sebagai koordinator. memupuk dan mengembangkan saling percaya-mempercayai dan banyak membantu antara bagianbagian/petugas-petugas: menghindarkan dan menyelesaikan segala macam perbedaan pendapat atau pertentangan yang menghambat lancarnya usaha. dan sebagainya. dalam rangka staffing. Itulah semua yang harus mendapat perhatian pemimpin dalam rangka penempatan personil yang sesuai dengan tugas/pekerjaan yang telah disusun. Kegiatan yang dilakukan dalam peranannya sebagai direktur antara lain: memberikan penerangan/penjelasan/informasi tentang keseluruhan usahanya itu. agar mereka bersedia memikul tanggung jawab dan melaksanakan tugas pekerjaannya sebaik-baiknya. bagaimana menempatkan mereka ke dalam fungsi yang sesuai dan tanggung jawab yang serasi. dan bijaksana pula.jika sudah diseleksi. Semua tugas -tugas itu harus dilakukan oleh direktur. pemimpin harus mengarahkan perhatiannya pada cara kerja sama antara petugas-petugas yang diawasi itu. yang harus menghasilkan Integrasi (=penyatuan) dari tiap bagian ke dalam keseluruhannya. di samping penguasaan seluruh kegiatan usaha secara teknis profesional. memupuk rasa persatuan. mengeluarkan perintah/instruksi dalam rangka pelaksanaannya: apa dan bagaimana yang harus dilaksanakan. dengan memberikan bimbingan dan pembinaan secara kontinu. mengoreksi kekurangan-kekurangan dan memperkecil/meniadakan hambatan-hambatan. Dalam kegiatan ini akan ternyata peranan pimpinan sebagai direktur: cakap tidaknya. akan jelaslah bahwa masalah koordinasi dalam pelaksanaannya sangat memerlukan keterampilan dalam Human Relation dan Group Process. Persoalannya tidak hanya sampai pada penempatan dan penugasan saja. memberikan contoh dalam sikap dan cara bekerja. Pemimpin harus terus memperhatikan kondisi dan daya kerja petugas-petugasnya. Coordinating Mengkoordinasi artinya menyatukan/menyamakan arah. yang memberikan direksi atau pengarahan. waktu dan kebutuhan. 6. Recording & Reporting 12 . Cara melaksanakan peranannya itu harus sesuai dengan tempat. seperti: memberikan petunjuk-petunjuk bagaimana tugas-tugas harus dilaksanakan. bersamaan). menguasai tidaknya bidang pekerjaan yang dihadapinya itu. 4. demokratis tidaknya. yang diperhatikan oleh pimpinan adalah terutama cara-cara pelaksanaan teknis oleh pelaksana-pelaksana yang harus sesuai dengan tujuan dan tidak menyimpang dari garis/pola yang sudah ditentukan. 5. bagaimana selanjutnya memberikan bimbingan dan meningkatkan kesanggupan/kemampuan mereka. menghindarkan "overlapping" dalam tugas dan pelaksanaannya yang dapat membingungkan dan mengacaukan.

Di samping itu perlu juga tahu prinsip -prinsip dan beberapa cara pembukuan dan pertangung-jawaban keuangan. Bagaimana menyimpan catatan-catatan secara teratur dan sistimatis. BEBERAPA PRINSIP ADMINISTRASI PENDIDIKAN Secara tradisonal ada anggapan bahwa administrasi mencapai tujuannya terutama dengan peraturanperaturan dan instruksi-instruksi. pengalaman dan pengetahuan. dan juga yang terkontrol. Pemimpin yang bertanggung jawab tentang keseluruhan usaha yang dipimpinnya itu. B. Dalam rangka pencatatan dan pelaporan ini pemimpin harus mempunyai pedoman tentang: Apa yang harus dicatat. dan hubungan antar-manusia di dalarn proses administrasi itu. Sebagai petugas dalam instansi/jawatan pemerintah. 7. jelaslah kiranya bahwa administrasi bukan hak dan kewajiban perorangan. . Bagaimana menyimpan laporan-laporan itu agar setiap saat dapat dipergunakan sebagai sumber data. Untuk memelihara integrasi dan sinkronisasi ini diperlukan koordinasi yang mengontrol. Dalam banyak hal sudah dapat diadakan usaha-usaha normalisasi menurut bentuk dan ukuran "standard" dalam alatalat pencatatan ini. Budgeting Kegiatan ini meliputi bidang administrasi finansial yang meliputi: perencanaan dan penyusunan anggaran biaya. Dalam bagian pencatatan dan pelaporan ini sangat banyak diperlukan "clerical workµ. untuk keseragaman dan kemudahan pemakaiannya. pekerjaan ke -tata-usahaan. Administrasi adalah suatu proses. Bagaimana cara mencatatnya. Pimpinan bertanggung jawab tentang perkembangan dan maju mundurnya usaha yang dipimpinnya. dan yang diperlukan juga riset sebagai usaha pengumpul data. untuk semua kegiatan yang telah direncanakan. unsur-unsur dan komponen-komponennya merupakan "alat" yang dapat digerakkan dengan berbagai instruksi menurut kehendak pengendalinya. Melihat luasnya bidang administrasi dan banyaknya unsur-unsur kegiatan di dalamnya. timbul konsepsi baru. dan reporting berarti pelaporan. dan biasanya menjadi bendaharawan yang komtabel (accountable). Dalarn beberapa puluh tahun terakhir ini di beberapa negara yang sudah maju sistim pengadministrasiannya. buku. pengarahan tanggungjawab dan pendelegasian tanggungjawab. yang sudah ditentukan saluran -saluran hubungannya. Dan semuanya itu merupakan proses yang dinamis. ia harus tahu pula beberapa peraturan pokok mengenai keuangan dan pertanggungan jawab keuangan pemerintah. yaitu: pencatatan/dokumentasi (recording) dari segala macam kegiatan yang dilakukan dan dari semua hasil yang telah dicapai. Jadi untuk itu diperlukan kegiatan "inspeksi" yang memeriksa dan mengadakan checking tentang semua keadaan dan perkembangannya. mengetahui juga beberapa faktor utama yang dapat mempengaruhi keadaan ekonomi dan keuangan negara kita. Sernua ´bagianµ atau ´onderdilµ harus dapat bekerja secara sinkron mekanis dalam rangka keseluruhannya. mengawasi dan mempertanggungjawabkan uang negara. yang memerlukan bermacam keahlian. mencari dan mengusahakan sumber-sumber biaya. dan juga batas-batas prestasinya yang dapat dan harus dihasilkan. yang menjalankan kegiatan 13 . yang harus jelas dan tegas. bahwa administrasi adalah suatu proses sosial. Bagaimana menyusun laporan yang singkat. Bagaimana menggunakan laporan-laporan itu dalam rangka peningkatan dan pengembangan usaha. dengan cara-cara yang sudah lazim menggunakan berbagai alat pencatat (formulir.Recording berarti pencatatan. Dalam administrasi demikian. dan sebagainya). Kepada siapa harus diberikan laporan. Apa yang harus dilaporkan. perlu mempunyai pengeta huan secukupnya mengenai berbagai segi dalam masalah keuangan. Semua unsur manusia yang menggerakkan proses administrasi. Dan sebagai alat pengontrol itulah diperlukannya dan berfungsinya peraturan-peraturan dan instruksi-instruksi. Untuk keperluan ini pemimpin harus menerima laporan pula dari semua bagian/petugas yang bertan ggung jawab kepadanya. dan karena itu merupakan hasil perpaduan antara bermacam potensi yang harus didayagunakan. tetapi lengkap dan jelas. Masalah kepemimpinan dalam administrasi merupakan masalah tanggung jawab: pengorganisasian tanggungjawab. kepada atasan dan kepada semua pihak yang berkepentingan_dengan usaha itu. Siapa yang harus menyusun laporan. Dengan demikian "reporting" ini mencakup kegiatan-kegiatan yang luas. terdiri dari serangkaian kegiatan-kegiatan. Segala sesuatu harus dilaporkan secara teratur. yang semakin meluas dan merata. Anggapan yang mekanistis ini melihat semua unsur/bagian/ komponennya sebagai bagian-bagian yang sudah mutlak ditentukan tempatnya dan gunanya. daftar. yang lebih banyak melihat dan mempertimbangkan segi-segi kemanusiaannya. dan mengenai saluran-saluran resmi yang harus dilalui dalam menerima. Ia sedikitnya harus dapat menyusun rencana keuangan untuk kantor/perusahaannya dalam garis besar harus mengetahui keadaan umum ekonomi dan keuangan. meskipun tidak ahli dalam seluruh bidang akutansi. dan bilamana menyusunnya.

pelaksanaannya tidak boleh dan tidak dapat disetarafkan dengan ´onderdilµ mesin. maka perlu ditetapkan batas-batas kegiatan dan tanggung jawab dari setiap bagian itu. dapat diharapkan akan melaksanakan program itu dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. tenaga. jika tidak membawa keuntungan dalam perkembangan anak didik. peraturan atau kegiatan. Administrasi semacam ini akan lebih mengemukakan segi kooperasi dalam kegiatannya. Tetapi cara/prosedur pembuatan peraturan -peraturan itu berbeda: ada yang dibuat oleh dan datang dari satu pihak saja. b. dan sebagainya. c. Tetapi cara rnelaksanakan kegiatan-kegiatan itu. dan berapa banyak fihak-fihak dapat dan harus diikutsertakan. Maka sifat administrasinyapun dalam pendidikan tidak boleh dan tidak dapat bersifat mekanistis. Dengan didasarkan atas tercapainya tujuan pendidikan sebaik -baiknya. harus jelas dan tegas: apa yang harus dikerjakan. Memang dalam tiap macam administrasi diperlukan peraturan. Keputusan -keputusan hendaknya benar-benar merupakan hasil musyawarah bersama. Pelaksanaan administrasi pendidikan harus bersendikan prinsip-prinsip yang sifatnya kooperatif dan demokratis. Menghindarkan overlapping fungsi Dalam program pendidikan yang kooperatif ada kemungkinan suatu fungsi dilakukan oleh lebih dari satu fihak/bagian. alat secara efektif. dan sebaliknya. Unsur-unsur kegiatan yang terdapat dalam administrasi yang bersifat direktif (directive = mengarahkan). µJob descriptionµ. Yang harus diperhatikan dalam pemindahan kekuasaan dan tanggungjawab ini ialah keadilan. Pemindahan wewenang adalah suatu hal yang lazim dalam bentuk organisasi apapun. Tujuan pendidikan dan perkembangan anak didik harus mendasari semua kegiatan administrasi. Maka dari itu diperlukan pembatasan dan perumusan tugas sejelas-jelasnya bagi setiap fihak/unit/bagian. pada umumnya memang sama: ada planning. Hal ini tidak menguntungkan efisiensi kerja. Efektif tidaknya suatu keputusan. Tidak mungkin suatu pimpinan dapat melakukan semua tugas-tugas sendiri dan dapat mengadakan pengawasan sendiri terhadap semua pelaksanaannya. organizing. hendaknya diukur dengan kepentingan pendidikan dan perkembangan anak didik. dan ada yang secara kooperatif mengikutsertakan sebanyak mungkin pihak-pihak yang berkepentingan. merupakan anggota-anggota kelompok yang mempunyai relasi sosial antara sesamanya. atau harus dilakukan oleh beberapa bagian/fihak bersama-sama. bukan hanya sekedar merupakan sandiwara atau merupakan sandiwara atau merupakan "diplomatic manipulation". Kelancaran bekerja. d. Dalam administrasi pendidikan sasarannya adalah manusia. dan sebaliknya. yaitu: agar setiap kewajiban diimbangi dengan hak yang sesuai. tenaga dan alat se-efektif mungkin. Partisipasi luas dalam penentuan policy dan program. Apakah semua fihak yang berkepentingan harus diajak? Apak dalam ah segala macam persoalan mereka harus diajak? Dalam hal ini hendaknya dapatlah kita menerapkan sila ke dari Pancasila kita: "Kerakyatan yang -4 dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Pemindahan kekuasaan sesuai dengan tanggung jawab. Beberapa prinsip administrasi pendidikan adalah sebagai berikut: a. Penyerahan tanggung jawab secara hierarkis memang perlu. Tanggung jawab harus disertai dengan wewenang.administrasi. Sifat individualistik. dan titik berat yang diletakkan pada kegiatan-kegiatan itu ada perbedaan antara administrasi yang direktif dan yang kooperatif. mementingkan pribadi dan ingin mendominasi dan sifat-sifat eksentrik. sampai di mana batas-batasnya dan apa yang di luar wewenangnya. la harus dapat mengkoordinasi usahanya dengan usaha keseluruhan kelompoknya. e. penghematan biaya. Penggunaan waktu. staffmg dan selanjutnya. merupakan penghalang-penghalang bagi tercapainya tujuan bersarna. Dalam soal partisipasi ini yang menjadi masalah ialah: sampai berapa jauh. Fihak yang telah diajak dan telah turut serta dalam usaha menentukan haluan dan program kerja. kurang dapat dipertanggungjawabkan. pengarahan dan instruksi untuk memberikan arah dan bimbingan kepada para pelaksananya. f. Ada koordinasi dalam semua usaha. atau yang bersifat kooperatif. administrasi harus berusaha menggunakan waktu." Perwakilan yang diberi tanggungjawab dan yang bertanggungjawab yang perlu dipartisipasikan. efisiensi tenaga. 14 . Bekerja demi kepentingan pendidikan dan anak didik tidak berarti bahwa kita boleh bekerja dengan cara apa saja. Ajakan berpartisipasi ini harus benar-benar dan sungguh-sungguh. Setiap anggota hendaknya merupakan bagian dari satu kelompok dan dapat bekerjasama dengan anggota anggota lainnya dalam kelompoknya. yaitu perincian dan pembatasan tugas. Kalau ada tugas yang mengandung persamaan dan tugas lain.

Fungsi dan Prinsip Perencanaan Suatu usaha yang teratur memerlukan perencanaan yang akan menggariskan keteraturan itu: keteraturan dalam tindakan. dan yang tidak kurang pentingnya. dan tidak mempunyai rencana sebagai pegangan. dalam kebijaksanaan. banyak ditentukan oleh matangnya dan lengkapnya perencanaan. Dalam pendidikan kita berhadapan dengan unsur-unsur manusia. sedikitnya mengurangi pemborosan. Jadi evaluasi dapat diadakan secara kontinu dan teratur. Manusia sebagai obyek dan sebagai subyek pendidikan merupakan unsur unsur yang tidak konstan dalam sikap dan tingkah lakunya. kita akan memberikan perhatian khusus terhadap perencanaan ini. Untuk merencanakan sesuatu kita harus mengetahui dengan jelas apa yang hendak kita capai. alat. tenaga. 7) Planning memudahkan penyesuaian dan situasi. yang tidak dapat diperkirakan lebih dulu. rneskipun sifat uraiannya masih umum dan berlaku dalam penyusunan rencana di segala bidang. masih diperlukan: pengalaman. Dengan kata lain. kebutuhan dan a kemungkinan: bilamana sesuatu akan diperlukan. kegiatan apa yang harus dilakukan. Karena itu dalam pendidikan akan kita hadapi lebih banyak masalah. Hal ini memerlukan dari kita kesanggupan untuk lebih banyak menggunakan kebijaksanaan dan untuk lebih fleksibel dalam penyesuaian tindakan -tindakan kita pada situasi-situasi baru. kita akan mudah menjadi pelaksanana yang µopportunisticµ. Kita tidak akan bertindak oportunistik. apa tujuan yang lebih jauh dan apa tujuan akhirnya. kita tahu apa yang akan kita kerjakan tahap demi tahap. Evaluasi merupakan proses pembandingan antara usaha yang telah dilaksanakan dengan tujuan yang harus dicapai. Untuk dapat digunakan secara efektif dalam praktek administrasi.Demikianlah beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan administrasi pendidikan yang kooperatif dan demokratis. Karena itu. petugas pengawasan dapat lebih mengikutinya dan mengawasinya. akibatnya pengaruh dari lingkungannya. kita sudah harus melihat hubungan antara kegi tan-kegiatan. atau menurut kesempatan yang ada saja. yang hanya mengikuti keadaan yang timbul seketika. Fungsi Perencanaan 1) Perencanaan merupakan titik tolak untuk memulai kegiatan. Kalau kita tidak dapat memperhitungkan/memperkirakan kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul. alat dan tenaga apa yang diperlukan dalam kegiatan itu. merupakan "a pre -requisite to action". akan lebih mudah lagi bagi kita untuk mengikuti pelaksanaan usaha sejak permulaan sampai akhir. Pada waktu merencanakan. Dalam rencana kita dapat menentukan apa yang lebih dahulu dan apa yang kemudian akan kita kerjakan. Perencanaan merupakan µa prerequisite to actionµ. baik mengenai tenaga. dalam waktu. Direncanakan pula pengikutsertaan anggota-anggota lain dalam pelaksanaannya. 5) Planning memudahkan pengawasan. Prinsip-prinsip tersebut baru merupakan dasar-dasar umum. Berhasil tidaknya suatu usaha. yang menggambarkan langkah -langkah yang akan diambil. dan tidak akan terlau digantungkan pada situasi dan kebutuhan yang mendadak. Kemungkinandan cara kerjasama dapat diperkirakan lebih dahulu. µreadjustingµ dan µre-planningµ. dalam langkah dan tahapan. PERENCANAAN DALAM ADMINISTRASI PENDIDlKAN Setiap usaha memerlukan perencanaan. lebih banyak hal-hal yang "unpredictable". 6) Planning memungkinkan evaluasi yang teratur. a. Dan sebaliknya pula. menurut keadaan seketika saja. Setiap saat dapat dibandingkan/diukur apa yang telah dihasilkan dengan apa yang telah direncanakan. lebih memungkinkan untuk mengadakan µadjustingµ (penyesuaian). C. Penyusunan planning dalam suasana kerja yang demokratis didasarkan atas prinsip-prinsip demokrasi dan kooperasi. dalam lingkungannya dengan situasinya. manusia mempengaruhi lingkungannya. maupun material. 15 . Planning adalah suatu keharusan sebelum melaksanakan suatu usaha. tempat. Dengan adanya rencana yang jelas. 1. dalam uraian mengenai proses administrasi ini. dan sebagainya. Segala sesuatu sudah dapat diperkirakan. ialah faktor sikap. 2) Planning merupakan pegangan dan arah dalam pelaksanaan. baik berupa pemborosan waktu. waktu. yang hanya mencari-cari kesempatan. 3) Planning meningkatkan kerjasama dan koordiriasi. setelah diadakan evaluasi yang teratur. Atau: apa tujuan umum dan apa tujuan khususnya. dan sebagainya. dan akan lebih menjelaskan tujuan yang akan dicapai. keterampilan. kepribadian dan keyakinan pemimpin sendiri mengenai demokrasi. latihan. Dengan menentukan langkah -langkah lebih dahulu. kita harus dapat merumuskan dan memperinci tujuan-tujuan kita: apa tujuan sementara. Kita akan mempunyai titik tolak untuk memulai pekerjaan. biaya. 4) Planning mencegah. jika dianggap perlu untuk mengadakan koreksi dan perbaikan. Dengan adanya rencana yang menggariskan dan menentukan langkah -langkah yang harus dikerjakan.

Planning harus dapat memberikan kesempatan kepada para pelaksana dan p engawasan. Makin jelas apa sebenamya yang ingin kita capai. Yang kita pilih adalah kemungkinan yang paling dapat diterima. 2. Di antara kemungkinan-kemungkinan yang dulu telah kita fikirkan. atau µimpian indah" belaka. Kita tidak dapat membuat suatu rcncana. Tetapi data dan informas i masih diperlukan dari semua fihak. dapat pula merupakan kepercayaan dan pengakuan terhadap kelebihan dan kesanggupan sesama peserta. jika belum ada tujuan yang jelas. Di sinilah diperlukan leadership. sebagai hasil kerja bersama. agar mereka setiap saat dapat mengatur hasil dan cara bekerja. maka tidak usahlah kita merombak seluruh rencana itu. Di sinilah diperlukan suatu kesanggupan: kekuatan. Rencana harus dapat dilaksanakan dan merupakan titik tolak untuk memulai suatu usaha secara konkrit. 6) Planning memerlukan kepemimpinan/leadership. Tahapan persiapan. dengan selalu disesuaikan pada situasi dan keadaan yang timbul. Rencana akan dianggap sebagai yang harus ditaati bersama. bahkan dalam beberapa hal juga dengan murid dan orang tua murid. Karena itu perlu dikumpulkan keterangan-keterangan selengkap mungkin tentang: apa yang 16 . Waktu menyusun rencana harus difikirkan sebanyak -banyaknya kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. memberikan gambaran adanya kemungkinan keberhasilan. Ada dua tahapan: tahapan persiapan. Suatu program kegiatan di sekolah hendaknya merupakan hasil pemikiran bersama dari Kepala Sekolah dan seluruh stafnya. a. harus didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu. 1) Pengumpulan data. harus ada yang menggerakkan mereka ke arah kerjasama itu. 3) Planning harus fleksibel. µAdjustingµ dan µre -adjustingµ harus selalu dapat diadakan. Untuk memperoleh sikap ini. Karena itu kita mengenal istilah µfeasibility study". Mengenai policy dasar dan kebijaksanaan umum yang menyangkut keseluruhan program sekolah seeara umum. 2) Planning harus didasarkan atas kebutuhan dan fakta yang riil dan obyektif. sehingga rencana tidak macet pada waktu melaksanakannya. yang dapat mempengaruhi mereka. dengan berpedoman pada rencana dan tujuan yang harus dicapai.Rencana dalam pendidikan memang sukar ditentukan secara tegas dan ketat. harus mengandung kemungkinan -kemungkinan untuk dilaksanakan. dan tahapan penyusunan. yang akan dijadikan titik tolak permula¬an. makin mudah untuk menyusun rencana yang konkrit dan terperinci. wakil murid. yang dapat memperkecil/meniadakan perbedaan-perbedaan. tetapi dalam cara-cara dan langkah-langkah penyusunannya pun perlu diperhatikan sistematik tertentu. Yang menggerakkan ini dapat berupa kesadaran sendiri yang timbul dari dalam diri masing-masing. setelah dianalisa dan diolah. barulah rencana disusun selengkap -lengkapnya. harus dapat kita perkirakan perubahan-perubahan yang mungkin harus dihadapi. Prosedur perencanaan. Planning yang baik bukan saja memerIukan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan. Prinsip-prinsip perencanaan Perencanaan yang mempunyai peranan seperti digambarkan di atas harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. dan dapat memperkuat persatuan. dan makin terperinci perumusannya. Jika keadaan berubah dan memaksa kita untuk menyesuaikan rencana pada tuntutan-tuntutan baru. biasanya merupakan masalah bagi golongan profesional saja. yaitu bagi Kepala Sekolah beserta staf Guru. mungkin ada yang sekarang dapat digunakan untuk menyesuaikan rencana itu pada keadaan baru. Prinsip-prinsipnya adalah sebagai berikut: 1) Planning harus rnerupakan proses yang kooperatif. Rencana harus µfeasableµ. Kita harus berusaha agar para peserta yang menyusun rencana dapat lebih banyak mengemukakan kepentingan bersama dari pada kepentingan sendiri. hendaknya semua fihak diikutsertakan: wakil orangtua murid. 5) Planning harus mempunyai tujuan jelas dan terperinci. mengikuti perkembangan dan merupakan perkembangan. Planning harus berdasarkan fakta dan kenyataan yang rill dan obyektif. wakil kelompok/organisasi masyarakat. penjajagan tentang mungkin tidaknya sesuatu gagasan dilaksanakan. Planning dalam pendidikan merupakan proses yang kontinu. Kalau data yang dikumpulkan. artinya: penelitian. Prinsip ini sebenarnya merupakan prinsip pertama dan prinsip pokok. b. Tetapi mengenai hal-hal teknis edukatif. 4) Planning harus mengandung unsur-unsur evaluasi dalam pelaksanaannya. tetapi dengan tidak menghilangkan begitu saja kemungkinan-kemungkinan yang lainnya. Rencana tidak boleh merupakan µcita-citaµ.

memperkirakan apa yang akan terjadi). Kita harus dapat memperkirakan. Segi segi personil. (3) Bagaimana cara pencapaiannya. when). Karena itu pemimpin perlu juga mengetahui prinsip-prinsip tentang mengadakan riset. teknik/metoda pelaksanaannya maka disusunlah kesemuanya itu di . (4) Siapa yang akan mengerjakannya. Sering juga ditambahkan tempat dimana kegiatan akan dilaksanakan. Setelah matang tahapan persiapan ini. dan bagaimana kiranya situasi akan berkembang. Dengan menggunakan pengalaman -pengalaman bagaimana situasi telah berkembang dan berubah. Semua kemungkinankemungkinan tentang sebab-sebab kesulitan dan semua kemungkinan tentang cara -cara mengatasinya dikumpulkan dan dijadikan bahan pemikiran/perhitungan. bagaimana kiranya situasi nanti. seorang administrator pendidikan yang akan menyusun rencana perlu juga memperhatikan hal-hal di bawah ini: a. dan sebagainya. Mempunyai gambaran/pengertian yang jelas tentang tujuan-tujuan pendidikan. seakan-akan "ramalan". umpamanya: tenaga yang bagaimana yang diperlukan. personil. kita tentukan metoda-metoda yang kiranya paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Dengan tujuan-tujuan yang jelas dan terperinci itu. Kecuali menguasai prinsip-prinsip planning dan sistimatik penyusunannya.sekarang sedang dikerjakan. Syarat pertama: tujuan yang jelas dan tegas. faktor-faktor apa kiranya yang akan dominan nanti. Karena itulah µmelihat ke depanµ ini penting dalam penyusunan suatu rencana. dan sebagainya. (5) Bilamana harus dikerjakan. alat-alat apa yang akan digunakan. why. siapa yang mengerjakan. Kemampuan yang diperlukan dalam perencanaan pendidikan. Dalam analisa ini kita perlu memperhatikan dan memperhitungkan pengalaman-pengalaman yang sudah ada. maka diadakanlah seleksi. perlu kita telaah syarat syarat apa yang harus dipenuhi agar metoda-metoda itu benar-benar dapat dijalankan. 17 . kekurangan-kekurangan apa yang terdapat di bidang material. Tahapan ini terdiri dari: 1) Perumusan tujuan. bagaimana sekarang mengeIjakannya. kesulitan kesulitan apa yang sedang dihadapi. kemungkinan manakah yang kiranya paling sesuai dengan keadaan yang akan datang. 3. 2) Penentuan cara/metoda kerja. dibanding-bandingkan. cara-cara pengumpulan data dan pengolahannya. Tahapan penyusunan. pada waktu rencana akan dilaksanakan. biasanya dengan memperhatikan w-w-h-w-w (what. Kalau sudah tersusun cara/metoda yang akan kita pakai. Setelah terkumpul hasil analisa data sebanyak-banyaknya. Kita membuat perkiraan. yang dapat menggambarkan secara keseluruhan tujuan akhir yang kita ingin capai. barulah kita meningkat ke: b. Mula-mula dirumuskan dulu tujuan secara umum. Semua data itu dianalisa. harus ditelaah. Di antara metoda-metoda yang harus dipilih diambil yang paling sesuai dengan keadaan dan yang dapat memenuhi syarat syarat umpamanya: syarat waktu. dalam bentuk yang sistematis. dan disusun secara hirarkis. maka kita berusaha µuntuk melihat ke depanµ. dan faktor-faktor apa yang telah mempengaruhi perkembangan dan perubahan itu. situasional. Inilah yang kita namakan µfore-castingµ. alasan-alasannya mengapa harus tercapai tujuan itu. dan sebagainya. how. who. agar dapat memenuhi persyaratan metoda itu. Penentuan syarat-syarat dan pemilihan metoda sukar dipisah-pisahkan. dan akan saling mempengaruhi. Kemudian dirumuskan tujuan-tujuan khusus secara terperinci. 2) Analisa data. untuk dapat mengetahui sebab -sebab dari kesulitankesulitan dan hambatan-hambatan yang sekarang sedang dirasakan ada. (2) Mengapa harus dicapai tujuan itu. Rencana merupakan pedoman yang akan dilaksanakan nanti. teori mengenai pendidikan pada umumnya dan mengenai belajar-mengajar khususnya. yang akan memudahkan pula usaha kita untuk mencapainya satu demi satu. Mengenai tujuan pendidikan di sekolah kita harus memperhatikan perkembangan dan perubahan anggapan. 3) Mengadakan µfore-castingµ. tahap demi tahap. material. 3) Menyusun dan menuangkan rencana dalam satu bentuk/wadah Kalau sudah lengkap terkumpul bahan-bahan mengenai: tujuan yang akan dicapai. finansial. (To fore-cast = meramalkan. Taraf persiapan ini merupakan semacam riset untuk mengevaluasi keadaan. syarat tenaga personil yang tersedia. (1) Apa yang hams dicapai.

d) kurang adanya µmoral supportµ dari masyarakat/lingkungannya. 4. Dengan demikian kita harus dapat memberikan arti yang lebih luas kepada µpengalaman pendidikan di sekolahµ dan kepada µteaching-learning situationµ. e. Perencanaan pendidikan untuk suatu sekolah memerlukan pengetahuan/pengertian tentang masyarakat di mana sekolah itu berada atau yang dilayani oleh sekolah itu.µ Hasil pendidikan di sekolah tidak dinilai hanya dengan jumlah lulusan dan nilai angka tinggi saja. Memperhitungkan faktor waktu termasuk salah satu segi dari fore-casting. Ada yang mudah dicapai dalam waktu singkat tanpa memerlukan banyak tenaga dan upaya. Mempunyai pengetahuan tentang sumber-sumber potensi yang ada. Diperlukan pengertian tentang peranan sekolah dalam masyarakat. dengan metodametoda mengajar yang sesuai dengan teori-teori itu. ada pula yang memerlukan jangka waktu agak panjang. dan ada pula tujuan yang benar-benar ultimate/akhir. dengan perkembangan sekolah? Semakin tinggi tingkatan perencanaan. Suatu tindakan baik langsung maupun tidak langsung terhadap seseorang. Dengan sumber potensi dimaksudkan berbagai jenis potensi: potensi manusia. terutama dilihat dari segi µneedsµ dan µdemandsµ. perlu dipertimbangkan benar -benar akibat yang akan ditimbulkan terhadap murid dan terhadap guru. time limit dan sebagainya. Tujuan sesuatu usaha tidak sama mudah-sukarnya untuk dicapai. c) pengumpulan data yang kurang lengkap. Dalam tujuan pun ada perbedaan: ada tujuan sementara. kurang rill dan obyektif. baiklah kita perhatikan juga beberapa hal yang dapat menghambat penyusunan dan pelaksanaan rencana. emosional. menimbulkan reaksi orang itu. faktor faktor apa yang dapat memperlambat atau mempercepat tercapainya hasil itu. dalam segi: fisik. a) perencana kurang memiliki pengetahuan dan pengertian mengenai hal-hal yang diuraikan di atas. taraf hidup dan sebagainya. intelektual. ada tujuan yang merupakan bagian dari tujuan keseluruhan. Pengertian tentang hakekat tujuan pendidikan ini diperlukan untuk membuat rencana. Dapat memperhitungkan faktor waktu. c. makin luas dan mendalam pengetahuan yang diperlukan tentang keadaan dan perkembangan masyarakat. Suatu tindakan harus dapat diperkirakan berapa lamanya akan membawa hasil yang diharapkan. Meskipun µteaching-learning situationµ mempunyai arti yang lebih luas daripada µbelajar -mengajarµ saja. dan sebaga inya yang kiranya dapat dijadikan masukan (input) dalam usaha yang akan direncanakan itu. f. tenaga yang bagaimana.Dulu pendidikan di sekolah ditekankan pada µmenyampaikan sejumlah pengetahuan dan ketrampilan kepada muridµ. tetapi segala sesuatu berpangkal pada kegiatan pokok: belajar. bahan apa. Mempunyai pengetahuan cukup tentang proses belajar-mengajar. melihat ke depan dan memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. di bawah akan sedikit diberi uraian tentang perencanaan untuk suatu masa yang agak jauh ke muka: Rencana Jangka Panjang (Long Range Planning). batas waktu. potensi kultural. baik sebagai individu maupun sebagai mahluk sosial. kemajuan ekonomi. Mempunyai pengetahuan tentang murid dan guru. Yang dikemukakan di atas ini mengenai perencanaan. Kemungkinan pengaruh terhadap orang-orang itu dan kemungkinan reaksi mereka. moral. 18 . psikologik dan sosial. Hal ini perlu sekali untuk menentukan jadwal kerja. eskipun sifatnya sangat umum. potensi fisik/material. Hal hal yang dapat menghambat/menyukarkan prosedur perencanaan. Mempunyai pengetahuan tentang masyarakat dan perkembangannya. mudah-mudahan ada jugalah manfaatnya dalam usaha kita untuk menghasilkan suatu rencana yang agak akseptabel. Sebagai pelengkap bagian perencanaan ini. sedangkan sekarang anggapan kita sudah mengarah kepada µpembentukan dan pengembangan anak didik sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. Untuk merencanakan tindakan-tindakan apa yang akan diambil. dalam berbagai segiseginya. Administrator perlu mengetahui lingkungan tempat bekerjanya: apa yang dapat diberikan oleh lingkungannya. b) kurang adanya kemampuan untuk µmelihat ke depanµ. baik secara psikologis maupun dari segi sosial. b. Apakah yang harus dihasilkan oleh sekolah untuk masyarakat? Apakah yang diperlukan oleh masyarakat dalam pembangunan/perkembangannya? Apakah yang mempengaruhi kemajuan dan kemunduran sekolah? Bagaimana hubungan perkembangan penduduk. estetis. d. perlu diperhatikan dalam menyusun suatu rencana. Sebelum kita mengakhiri bagian mengenai planning ini. Perencana pendidikan harus mempunyai cukup pandangan tentang proses belajar-mengajar dengan teori-teorinya yang masih berlaku. tentang didaktik dan metodik. dan berapa tahapan yang diperlukan dalam rangka efisiensi kerja. Rencana Jangka Panjang dan Rencana Jangka Pendek.

Menurut Schulze itu: . Selama bumi dihuni manusia. William Schulze memberikan gambaran tentang arti organisasi. perlengkapan. maka organisasi -. Pendidikan adalah usaha seumur hidup. Banyak perusahaan-perusahaan yang telah menghasilkan long-range planning. dari satu organisasi. alat. dan memerlukan pengadministrasian yang lebih teratur pula.planning bukan merupakan usaha untuk mengurangi atau rneniadakan risiko.Berdasarkan tujuan yang akan dicapai itu maka usahanya pun akan berbeda sifatnya: ada usaha jangka panjang yang diperkirakan akan dapat mencapai tujuannya dalam waktu yang agak lama secara bertahap. Untuk itu kita perIu sekedar. satu unsur. Apakah perencanaan pendidikan di negeri kita sudah merupakan perencanaan jangka panjang yang sudah dapat dipercaya. Sebagai bagian dari satu organisasi. Dan karena lernbaga -lembaga pendidikan itu merupakan µinstitutions for lifeµ. Jika kita tahu di mana tempat kita dalam keseluruhan tata susun itu. dan ada pula yang dapat dilaksanakan dan diselesaikan dalam waktu singkat. Definisi dari J. Di negara-negara yang sudah maju long-range planning merupakan sebab dan akibat dari timbulnya kekuatan kekuatan yang merubah perusahaan-perusahaan dalam abad ini. Pembangunan lima tahun kita di bidang pendidikan dapat dianggap rencana jangka pendek. .yaitu cara mengatur/membagi tugas dan tanggungjawab -merupakan tahapan penting dalam proses administrasi. 19 . 1. Makin banyak dan terpercaya data dari masa yang lampau. Setelah perencanaan. Dan sesuatu yang diperkirakan. dan sebagainya yang merupakan satu gabungan. Karena itu perlu diperhatikan lagi hal-hal di bawah ini. kalau dilihat dari jauhnya tujuan pendidikan yang harus kita capai. Kita dapat lebih aktif melaksanakan tugas-tugas kita. bahwa usaha itu akan berhasil seperti yang telah direncanakan. Ada yang mengatakan bahwa perencanaan selalu mengandung risiko. rnakin kuat pula dasar-dasar untuk menyusun proyeksi ke depan. Suatu rencana. Sebagai petugas/karyawan pendidikan. bagaimanapun baik dan lengkapnya. maka kita dapat lebih sadar akan tugas dan kewajiban kita. D. Makin maju masyarakatnya. dan dengan demikian keberhasilan usaha. dan banyak pula yang justru timbulnya karena adanya long-range planning. Karena itu long -range planning memerlukan data statistik yang lengkap dan terpercaya. tetapi untuk dapat mernilih dan menghadapi risiko secara tepat. maka perencanaannyapun memerlukan rencana jangka panjang. tetapi diperlukan sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Tujuan dan Prinsip Organisasi. jika kita tahu bagaimana organisasi itu berjalannya dan apa dasar-dasar pengorganisasiannya. tergantung dari tujuan yang akan dicapai dan dari data yang digunakan dalam perencanaannya. makin meningkat taraf hidupnya. Dan hal ini memang mengandung kebenaran. Lebih panjang jangka waktu dari suatu rencana. dan dengan demikian turut melancarkan jalannya organisasi dan roda administrasi kita. dan hubungannya dengan administrasi. makin maju sains dan teknologinya. tetapi merupakan kemungkinan-kemungkinan dan nilai-nilai dari ketentuan:-ketentuan sekarang untuk masa yang akan datang. Maka perencana annya pun disusun menurut jauhdekatnya tujuan itu: ada Rencana Jangka Panjang dan ada Rencana Jangka Pendek. makin kecil lagi kepastian yang dapat diharapkan itu. ialah organisasi pendidikan. prinsip-prinsipnya dan bentuk serta mekanisme kerjanya. tentu mengandung risiko. manajemen dan dengan direksi. karena µfore-castingµ yang diperlukan dalam menyusun rencana hanyalah merupakan perkiraan dari kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. ´Planning means risk takingµ.planning bukan merupakan ketentuan/kepastian yang akan datang (future decissions). sebagai salah satu usaha untuk lebih memahami fungsi dan proses administrasi. kita harus dapat menempatkan diri dan mengetahui/menyadari tempat dan fungsi kita masing masing dalam keseluruhan tata susun itu. satu onderdil (organ) dari satu tata susun. perkakas. banyak tergantung dari organisasi. Di bawah ini kita akan melihat beberapa segi organisasi.organisasi terdiri dari sejumlah unsur-unsur: manusia. ORGANISASI DALAM ADMINISTRASI PENDIDIKAN. .planning bukan merupakan ramalan tentang nasib dan kegiatan-kegiatan usaha dalam masa-masa yang akan datang. tidak dapat memberikan kepastian yang mutlak. Kelancaran kegiatan. terutama dalam hal longrange planning. . Planning untuk rnasa depan rnemerlukan data dari masa yang lampau. maka sekolah-sekolahnyapun akan semakin meluas. kita merupakan satu bagian. Fungsi. tetap akan diperlukan generasi baru. pengetahuan tentang organisasi: fungsi dan tujuannya. semakin kompleks susunannya.

Dalam organisasi harus jelas pembagian tugas dan tanggung jawab: . dapat kita bedakan: a. e. disertai hak dan kewajibannya. kebijaksanaan kerja dan juga pada situasi.pembagian tugas dan tanggungjawab harus berdasarkan pedoman tertentu.Kekuasaan resmi dan kekuasaan pribadi diganti dengan tanggungjawab kepemimpinan pendidikan. Perintah datangnya dari satu arah dan tanggungjawab diberikan kepada satu pihak. mengatur dan mengarahkan semua potensi yang dapat diberikan oleh setiap unsur di dalamnya. Di dalam organisasi terdapat: keteraturan. baik tujuan akhir maupun tujuan sementara.Garis dan saluran yang dilalui pemindahan kekuasaan ini ditentukan dengan tegas dan tajam. taraf/kedudukan dan tanggungjawab anggota tersebut. b. Pembedaan organisasi dalam bentuk otoriter dan demokratis yang ciri-cirinya diuraikan di atas. . ialah antara lain: a.Kekuasaan dan tanggungjawab dapat dipindahkan secara hirarkis pada petugas bawahan. bukan semata-mata pimpinan yang sudah diserahi kekuasaan formal. b. Ada sistim pengawasan yang bertingkat (hirarkis) dengan memperhitungkan luasnya daya pengawasan (span of control). b. Tujuan organisasi harus dirumuskan secara jelas dan konkrit. Organisasi fungsional (functional organization). Jika kita lihat organisasi dari segi lalu lintas kekuasaan dan tanggungjawab.luas dan jenis pekerjaan yang diserahkan kepada anggota harus disesuaikan dengan kem ampuan. c. pembagian tugas dan tanggungjawabpun dapat berubah pula. a. dari pimpinan sampai kepada pelaksana terbawah. serta dari hubungan kerja antar bagiannya. Organisasi bentuk garis-dan-staf (line and staff organization).Sumber kekuasaan adalah situasi dan kebutuhan. agar tujuan dapat tercapai sebaik-baiknya. Organisasi otokratis: . . d. . Jadi organisasi merupakan alat dalam administrasi untuk mencapai tujuan administrasi. Jika dalam pelaksanaan usaha dan kegiatan terdapat kesimpang -siuran. jika dilihat dari segi pengambilan keputusan dan pertanggungan jawaban. Organisasi bentuk lurus (line-organization). c.. Organisasi sebagai alat dalam organisasi harus dapat mengkoordinasi.Kekuasaan terpusat pada pimpinan yang telah ditunjuk. suatu pemindahan tanggungjawab dari atas ke bawah. atau perbedaaan arah. koordinasi dari semua kegiatan dan usaha.fungsi-fungsi dan kegiatan dikelompokkan secara sistimatis dan teratur.gabungan itu merupakan satu hubungan dan ketergantungan yang sistimatis dan efektif.Semua petugas dari bawah sampai ke atas turut serta dalam memikul tanggungjawab dan kepemimpinan. penggunaan/pendayagunaan potensi dari semua unsur-unsur secara efektif. Kalau situasi berubah. Di bawah ini akan kita berikan penjelasan sekedarnya: 20 . Organisasi adalah alat yang membantu tercapainya tujuan administrasi. 2. tujuan umum atau tujuan khusus. sehingga tertuju kepada tujuan bersama yang telah ditentukan itu. supaya ada keteraturan dalam fungsi organisasi sebagai alat penyusun dan penyalur potensi. Organisasi demokratis: .Kewajiban dan kegiatan-kegiatan ditugaskan melalui garis-garis kekuasaan.Pelaksanaan diperiksa oleh atasan langsung. menurut saluran. Harus ada ´delegation of authorityµ. . akan timbul desorganisasi. Beberapa bentuk organisasi. . Beberapa prinsip dalam organisasi: Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan jika kita menyusun organisasi. harus jelas luas dan batas-batasnya. f.tugas dan tanggungjawab setiap anggota. . dan organisasi tidak dapat kita pertahankan secara ketat. . Ada beberapa macam pola/bentuk organisasi yang disesuaikan pada tujuan. . . . .semuanya ditujukan kepada usaha pencapaian satu tujuan yang telah ditentukan. atau dari cara berfungsinya unsur-unsur organisasi. Ada kesatuan perintah dan tanggungjawab (unity of command). ialah jika dilihat dari segi kegiatannya. Organisasi harus fleksibel. Biasanya dapat kita bedakan pada pokoknya dua macam: organisasi otoriter dan organisasi demokratis. sejak perencanaannya sampai kepada penilaiannya.Pelaksanaan kepemimpinan menjamin pengikutsertaan semua pihak yang berkepentingan.

akan menjadi organigram seperti di bawah ini: ³³³ garis komando dan tanggung jawab --------. dan bertanggungjawab kepada semuanya: kepada 1. dan dengan pengertian bersama dalam meminta tanggungjawab. Garis komando terbentang lurus dari atas/pimpinan sampai kepada pelaksana di bawah. dan kepada 2 dan kepada 3. 3. dan a s/d h sebagai pelaksana di bawah. Perhatikan organigram di bawah ini: ³³³ garis komando dan tanggung jawab --------. dapat menerima komando dari masingmasing petugas menengah 1.a. Jika digambarkan secara skematis. tetapi semua petugas pelaksana di bawah bersama-sama bertanggungjawab kepada semua petugas-petugas menengah. Organisasi Fungsional. atau 2 atau 3. Garis pertanggungan jawab naik secara ketat hirarkis dari bawah. dalam bidang masing-masing. Tetapi saluran/lalu lintas kekuasaan dan tanggungjawab berbeda. Koordinasi dan kooperasi yang baik sangat diperlukan dalam bentuk fungsional ini.garis koordinasi dan konsultasi. Pimpinan A tidak usah melibatkan diri dalam soal-soal kecil mendetail. keputusan. de-sentralisasi. Petugas 1. Tetapi tentu ada juga kekurangan-kekurangannya. b. de-konsentrasi. Petugas menengah 1. Dalam organisasi bentuk ini. 2. ke a s/d h. adalah pirnpinan A. dapatlah semua pihak melaksanakan masing-masing tugasnya tanpa mencampuri tanggungjawab pihak lain. tidak dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok yang bertanggungjawab kepada salah seorang pet gas u menengah 1. Organisasi fungsional didasarkan pada keahlian masing-masing petugas atau bagian yang bersama-sama memimpin pelaksana-pelaksana di bawah. 2 dan 3. Bentuk ini disebut µorganisasi garis-stafµ (Line and staff organization). tetapi tidak lagi berhubungan langsung dengan pelaksana di bawah sebagai pemberi komando. Tetapi petugas-petugas pelaksana di bawah a. b. umpamanya antara lain kemungkinan komando/instruksi dari atas sampainya ke bawah tidak µasliµ lagi. dan seterusnya s/d h. dan 3 merupakan staf dari pimpinan A. b. Sentralisasi. atau 2 atau 3. pimpinan A mendelegasikan wewenangnya kepada petugas menengah 1. Dalam bentuk-bentuk ini terdapat pemindahan kewenangan. dan oleh petugas -petugas 1. bentuk ini mempunyai kebaikan-kebaikannya. masing-masing dengan fungsinya sendiri-sendiri. melalui unsur-unsur di tengah. c. sehingga A tidak lagi langsung berhubungan dengan dan mengontrol a. Pertanggungan jawab diberikan oleh pelaksana a. 2 dan 3 sebagai petugas menengah. Jika kita gambarkan secara skematis.garis koordinasi. sampai ke atas. dan seterusnya. c. organisasi dengan struktur sentralisasi. 2 dan 3 kepada pimpinan A. Dengan kerjasama yang baik antara pihak-pihak yang memberi komando itu. 21 . dan seterusnya. Organisasi garis-staf Bentuk organisasi ini dapat saja umpamanya mempunyai jumlah unsur-unsur yang sama dengan organisasi seperti di atas. 2 dan 3 masih tetap diperlukan untuk membantu pimpinan A. maka garis komando tidak melalui petugas rnenengah 1. menurut fungsinya masing-masing. maka hubungan itu hanya bersifat koordinatif dan konsultatif saja. yaitu A sebagai pimpinan. c dan seterusnya. yaitu untuk memberikan kesempatan kepada pimpinan A di atas agar ia dapat langsung memberikan komando dan minta pertanggungan jawab dari pelaksana bawah a. b dan c kepada petugas menengah 1. b dan c. dan dapat mencurahkan perhatiannya kepada masalah-masalah kebijaksanaan pokok dan pengawasan umum. b. Dengan demikian setiap pelaksana dapat menerima komando dari lebih dari satu pihak. organisasi dengan struktur de-sentralisasi. dan 3 yang berada di bawahnya. tetapi yang mengambil. Untuk menghindarkan beberapa kekurangan yang terdapat pada bentuk garis/lurus. dan bertanggungjawab pula kepada lebih dari satu pihak. oleh petugas 2 diteruskan kepada d dan e. dan oleh petugas 1 diteruskan kepada pelaksana a. 1. memberikan komando ke bawah dan meminta pertanggungan jawab langsung dari bawah. Dilihat dari segi pembagian tugas dan tanggungjawab. 2 dan 3. melainkan langsung dari A ke bawah. Kala upun ada hubungan. b. 2. Jadi tiap petugas pelaksana di bawah. Dalam µline-organizationµ. seperti di bawah ini: ³³³ garis komando (ke bawah) dan tanggungjawab (ke atas). Komando diberikan oleh pirnpinan A kepada petugas-petugas menengah 1. Dilihat dari luasnya pemindahan hak/kekuasaan dan tanggungjawab dapat kita bedakan: a.

mengadakan koordinasi. Mungkin cara bekerja perlu disesuaikan/diubah. dan dengan demikian langkah-langkah selanjutnya perlu ditinjau kembali. policy dan kebijaksanaan. tetapi semua bidang-bidang usaha secara keseluruhan. Dan dalam evaluasi pendidikan proses itu untuk menentukan sampai dimana maksud-maksud yang terkandung dalam tujuan pendidikan sudah dapat terlaksana. penggunaan tenaga ahli. bukan hanya satu macam kegiatan pada satu ketika saja. Jika kiranya tidak akan dapat tercapai. . Dengan mengadakan evaluasi secara kontinu. tetapi akan membicarakan evaluasi secara umum. pedoman pelaksanaannya. Uraian singkat di bawah ini tidak dikhususkan kepada evaluasi dalam proses administrasi saja. Proses dan cara-cara evaluasi ditentukan oleh tujuannya. 22 . kita dapat memperkirakan apakah tujuan akan dapat tercapai pada waktu yang sudah ditentukan. ujian) tetap diatur oleh Pemerintah Pusat/Departemen P & K. tetapi ke seluruhan program pendidikan. pedoman pokok dan koordinasi dari pusat diperlukan untuk menjaga integritas. Dalam hal ini diperlukan data-data yang lengkap untuk dianalisa. Tujuan untuk menimbulkan dan mengembangkan suatu sikap tertentu umpamanya. Evaluasi sebagai alat perencanaan. Fungsi evaluasi. E. dan yang di tengah meneruskan komando saja. memerlukan proses dan cara evaluasi yang berbeda dari tujuan untuk memiliki pengetahuan dan ketrampilan tertentu. pengawasan sampai ke penilaiannya. Apa peranan evaluasi? Mengapa evaluasi begitu penting? Di bawah ini kita akan bicarakan beberapa fungsi pokok evaluasi. ditentukan di pusat. Evaluasi sebagai pengukur kemajuan. Dalam bentuk sentralisasi semua hak dan kewajiban. Tanggungjawab sepenuhnya berada pada pimpinan pusat.c. sedangkan bidang teknis edukatifnya (kurikul m. penyediaan dan pemeliharaan gedung. hanya merupakan satu bagian. kita katakan juga sebagai suatu bentuk de-konsentrasi. Dengan jumlah ahli yang terbatas. Kalau tujuan itu direncanakan untuk dicapai secara bertahap. dan bahkan tujuannyapun turut dinilai. 1. Jika yang didelegasikan bukan bidang-bidang tertentu. P & K) kepada daerah (Propinsi/Gubernur) hanyalah mengenai personalia dan sarana saja pengangkatan guru. Petugas pusat hanya menentukan policy dasar. tahapan mana yang lancar dan mana yang mengalami kesukaran/hambatan dalam pelaksanaannya. Evaluasi adalah suatu proses untuk meneliti sampai di mana tujuan suatu usaha telah tercapai. termasuk cara-cara pelaksanaannya. alat dan fasilitas. kita cari sebab-sebabnya. Bagian-bagian dan petugas-petugas bawahan merupakan pelaksana saja. Sentralisasi dan de-sentralisasi mempunyai kebaikan-kebaikan dan kelemahan-kelemahannya. Hasil evaluasi dapat memberikan rasa puas yang merupakan petunjuk dan dorongan untuk usaha selanjutnya dapat pula menimbulkan kekhawatiran yang merupakan peringatan untuk waspada. pelaksanaan. Dalam hal ini. satu moment dalam rangka proses evaluasi pendidikan. pengawasan dilakukan bertingkat secara hirarkis. Dengan struktur de-sentralisasi hak dan kekuasaan dipindahkan/didelegasikan kepada petugas -petugas bawahan: mengenai suatu bidang tertentu (sektoral). yang sudah terselesaikan. dan memberikan bimbingan pelaksanaan jika diperlukan. dapat menimbulkan akibat yang kurang diharapkan dalam hal pemerataan mutu dan produktivitas. kemungkinan pengembangan. mutu. organisasi dengan struktur de-konsentrasi. pemeliharaan mutu u pelajaran. a. atau mengenai semua bidang-bidang usaha di dalam suatu daerah tertentu (secara integral). maka dengan evaluasi yang kontinu kita dapat mengikuti tahapan mana. untuk memperoleh gambaran umum tetang apa dan bagaimana evaluasi itu. pembiayaan. EVALUASI DALAM PENDIDIKAN. Segala sesuatu dalam bidang yang sudah didelegasikan itu dilaksanakan oleh pimpinan daerah atau oleh sub-unit/bagian masing-masing: mulai perencanaan. dan mungkin untuk mengubah/memperbaiki cara-cara pelaksanaannya. oleh pimpinan pusat. jika diadakan de-sentralisasi. Dengan hasil analisa ini dicari cara cara/metoda-metoda lain yang lebih sesuai dengan keadaan sebenarnya. Petugas-petugas di lapangan bertindak untuk dan atas nama pimpinan pusat. Memberikan nilai/angka umpamanya atau memberikan penghargaan. Ada juga yang dinamakan de-sentralisasi terbatas (partial de-centralization). dilihat dari segi: keseragaman cara bekerja. seperti umpamanya pendelegasian administrasi Pendidikan Dasar dari pusat ke daerah/propinsi. tetapi hanya yang menyangkut daerah atau sub-unit tertentu. dan mencari cara-cara untuk mengatasinya. cara bekerja dan mutu yang masih terlalu berbeda-beda. b. Yang diserahkan oleh pusat (Dep. Suatu proses merupakan rangkaian kegiatan dalam jangka waktu tertentu yang berkaitan dan berhubungan. yang kita nilai bukan hanya hasilnya atau produknya saja. Kalau kita mengadakan evaluasi. Evaluasi merupakan suatu proses penelitian yang mempelajari dan menilai/mengukur sampai di mana suatu tujuan sudah dapat dilaksanakan.

baik material maupun personil.pengetahuan dan kemampuannya di bidang teknis edukatif dan administratif. tidak mempunyai arti. angkutan. kita harus mengadakan pembidangan dalam obyek-obyek yang menjadi sasaran proses evaluasi. . Dengan ini dimaksudkan semua unsur-unsur lain kecuali yang sudah disebutkan di atas. evaluasi merupakan sebab diadakannya adjusting dan re -planning.perkembangan segi-segi kepribadiannya. 2. Evaluasi unsur material. . terhadap sesama guru dan pimpinan. antara sekolah dengan masyarakat. Evaluasi yang tidak menghasilkan titik tolak untuk perbaikan adalah hampa.persyaratannya. atau apakah masih perlu peninjauan dan perubahan arah.segi-segi kepribadiannya. 23 .sikapnya baik ke dalam. perbaikan hasil. karena untuk mengadakan suatu perbaikan.perkembangan sikapnya dan penyesuaiannya pada lingkungan (attitude). Apa yang kita harus nilai? Hasil apa. terhadap tugasnya. Unsur -unsur ini umumnya yang tidak bersifat konkrit lagi. b. dan mengapa perIu diperbaiki. antara Kepala Sekolah dengan guru dan murid. 1) Murid sebagai obyek terakhir dalam proses pendidikan dapat dievaluasi mengenai: . maupun dari segi konstruksi dan sebagainya. . maka bidangnya sangat luas. antara guru dengan guru. c. c. Evaluasi peraturan-peraturan. memerlukan penyesuaian rencana yang telah ada kepada keadaan dan metoda baru. alat kantor.hasil pelajaran yang diperolehnya (achievement). a. hasil kerja siapa. Evaluasi keseluruhan situasi pendidikan. Perbaikan tanpa evaluasi tidak mungkin. seperti: 1) tujuan pendidikan: apakah sudah tepat sesuai dengan kebutuhan. Jadi. 2) Alat dan fasilitas lain: mebiler. secara efektif dan efisienµ. memerlukan perencanaan baru (re-planning). sebagai unsu pembina/pemimpin dapat dinilai r mengenai: . 2) tata. 3) teknik-teknik supervisi: apakah sudah tepat/sesuai dengan keadaan dan kebutuhan. Unsur material ini dapat kita bagi-bagi dalam: 1) Alat pelajaran. Unsur-unsur kebendaan ini merupakan bantuan dan alat dalam pelaksanaan program pendidikan sehingga dapat berjalan lancar. etik sebagai manusia Pancasilais). baik dari instansi yang lebih tinggi maupun dari sekolah yang bersifat lokal. Dari uraian a dan b di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa fungsi evaluasi sebenarnya adalah dalam rangka usaha untuk mengadakan perbaikan: perbaikan cara bekerja.keahliannya dalam bidang profesinya: kemampuan mempergunakan ilmu -ilmu tentang pendidikan dan pengajaran dalam pelaksanaan tugasnya. Kita mengadakan evaluasi karena kita ingin meningkatkan usaha kita. Apakah peraturan-peraturan yang ada.sikapnya sebagai anggota kelompok: terhadap anak-didik. 3) Gedung dan perlengkapannya. sudah sedemikian sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai sebaik-baiknya. Penilaian terhadap unsur material ini dapat kita adakan mengenai: . ekonomis. 3) Kepala Sekolah sebagai administrator dan supervisor. Evaluasi sebagai alat perbaikan. Evaluasi unsur manusia. tidak merupakan hambatan bagi pencapaian tujuan pendidikan. baik edukatif. . 4) hubungan antara unsur-unsur manusia: apakah hubungan antara guru dan murid. 2) Guru sebagai pelaksana program pendidikan dapat dievaluasi mengenai: .penggunaannya: sampai dimana efektivitasnya dan daya gunanya dalam proses pendidikan. . dan sebagainya. .segi-segi kepemimpinannya. . Untuk memperoleh gambaran yang teratur. kita harus tahu dulu apa yang harus diperbaiki. kerja administratif: apakah sudah sesuai dengan µpenggunaan semua potensi. d. dalam bidang apa? Karena evaluasi mengenai keseluruhan program pendidikan.kepribadiannya (moral.dan mungkin juga perbaikan tujuannya.Perubahan pelaksanaan dengan menggunakan cara/metoda lain yang semula tidak atau kurang diperhatikan. . maupun ke luar sekolah. Bidang-bidang (scope) evaluasi.

Ini semua diusahakan perumusannya secara jelas.keadaan fisik.menyatakan pujian/rasa senang terhadap yang besih. Ada yang menyebut observasi itu sebagai µmengukur tanpa alat pengukurµ. mengenai kebersihan. . Apakah anak-anak tahu akan kebersihan. dan sebagainya. diperiksa. Harus jelas diketahui apa yang akan dinilai: apakah hasil belajar. Memperinci tujuan menjadi pokok-pokok yang konkrit dan terbatas.tangan dan kukunya bersih. sudah berusaha menjaga kebersihan diri sendiri. biasanya untuk menilai achievement. supaya dapat diperinci lagi menjadi pokok-pokok. . apakah sikap. Evaluasi sendi-sendi demokrasi. Teknik-teknik itu dapat terdiri dari: 1) Observasi: pengamatan gejala-gejala secara keseluruhan. 2) Interview: pertanyaan/tanya-jawab secara lisan. Menentukan dan merumuskan tujuan. tetapi dalam penilaian pendidikan merupakan teknik yang banyak digunakan. Dan semua itu akan merupakan bahan untuk mengambil kesimpulan tentang perubahan/perkembangan anak dalam hal kebersihan. Jawaban -jawaban angket dapat µterbukaµ atau µertutupµ. III. Dari teknik-teknik ini harus dipilih yang sesuai dengan tujuan. dan sebagainya.apakah pakaiannya bersih. kecakapan. dilihat. kemudian diperinci lagi secara konkrit: data yang mengenai µsudah tahu akan kebersihanµ. ialah kumpulan berbagai catatan pribadi seseorang mengenai segala segi seginya. Dalam contoh di atas mengenai penilaian keber¬sihan murid Kl. Apakah di dalam keseluruhan situasi pendidikan benar -benar sudah dilaksanakan demokrasi Pancasila. yang dapat diamati dan diteliti secara jelas dan obyektif. Kemudian tujuan itu dirumuskan secara konkrit. Karena itu perlu dipecah-pecah menjadi hal-hal yang kongkrit dan terbatas. Memilih alat/teknik evaluasi yang sesuai dan tepat. umpamanya: . .menyapu lantai yang kotor. . jika karena waktu dan biaya tidak dapat diadakan interview langsung. atau butirbutir yang lebih konkrit dan terbatas lagi. dan sebagainya.latar belakang pendidikan. 4) Test. Meskipun dalam riset observasi ini dianggap banyak kelemahan-kelemahannya. ialah µtahu membedakan benda kotor dari yang bersihµ. yaitu: b.rambutnya terurus. 3) Angket/kuestioner: sebagai pengganti interview lisan berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis. 5) Catatan dan laporan: segala macam catatan dan laporan (records and reports) mengenai orang-orang yang sedang diselidiki/dinilai dapat dimanfaatkan. . apakah sudah tergambar dalam sikap. merupakan tahapan kedua. sesuai dengan apa yang akan dinilai dan dengan orang yang dinilai. didengar. Perincian yang terurai menjadi pokok-pokok/butir-butir ini. .keadaan/latar belakang sosial. Umpamanya kita ingin menilai sampai di mana berhasilnya pelajaran kesehatan di Kl. . atau terarah dengan cara memilih dari altematif-altematif yang diajukan oleh penanya. Yang dimaksud dengan alat/teknik evaluasi di sini ialah teknik-teknik pengumpulan data. tingkah laku dan perbuatan? 3. Hal-hal yang konkrit di atas ini dapat diamati. c. . . Test biasanya tertulis dan dapat merupakan ´objective testµ atau ´essay type testµ. dan sebagainya. untuk memperoleh data yang akan digunakan sebagai bahan penilaian. Yang dimaksudkan ialah terutama ´personal recordsµ atau ´cumulative recordsµ. yaitu bebas menurut si penjawab. sudah tidak bersikap acuh-tak-acuh lagi terhadap tempat yang kotor. . Dalam proses evaluasi langkah-langkah itu sebagai berikut: a.menyatakan celaan terhadap yang kotor. Sikap µsenang terhadap yang bersihµ dan µtidak acuh terhadap yang kotorµ sukar untuk dijadikan unsur penelitian. untuk memperoleh keterangan-keterangan secara langsung dari yang diselidiki/dinilai.e.keberhasilan dan kegagalan dalam pekerjaan. III SD dengan sendirinya 24 . Suatu proses merupakan suatu rangkaian kegiatan-kegiatan yang harus teratur dan berhubungan.mencuci tangan setelah bekerja. Langkah-langkah dalam proses evaluasi.

akan memberikan data yang lebih baik untuk penilaian. sebenamya tidak memberikan banyak manfaat pada usaha usaha evaluasi. Diagnosa dan follow-up. diinterpretasi dan diambil konklusinya itu. f. mana yang lebih sesuai dengan norma yang kita telah tentukan. Observasi ditambah dengan catatan¬catatan yang dapat diperoleh. 25 . Klasifikasi ini perlu untuk mengetahui data mana yang akan memberikan keterangan tentang segi segi tertentu. e. Interpretasi dan kesimpulan. Data yang sudah dipilih. Konklusi itu merupakan suatu pendapat sebagai hasil penilaian. kemudian dikelompok-kelompokkan menurut jenis dan sifatnya. d. berdasarkan hasil komparasi tadi: apa sifat yang mendominir berdasarkan data itu. dan masih memerlukan follow-up. dibuatlah rencana untuk mengadakan perbaikan. hanya sampai kepada µtahu bahwa ini begini dan itu begituµ saja. kita mengambil kesimpulan keseluruhan. membanding-bandingkan data-data itu. Teknik pengumpulan data yang telah dipilih. Setelah data terkumpul. Berdasarkan diagnosa itu. Jadi. dan dapat ditambah lagi dengan sekedar tanya-jawab. Tanpa follow-up. kelanjutan.kita tidak dapat jika menggunakan angket. Melaksanakan pengumpulan data. diadakan seleksi dulu.u negatif. harus dapat memberikan gambaran tentang kekurangan-kekurangan yang masih terdapat dan yang perlu diperbaiki. Kemudian kita mengadakan komparasi. Sebagai tindakan akhir kita mengambil konklusi. ialah dipilih data mana yang memenuhi syarat untuk diolah. Data yang telah dibanding-bandingkan. harus obyektif dan dapat dipercaya. Data itu harus benar-benar ada hubungannya dengan tujuan. mengadakan evaluasi tidak hanya sampai kepada konklusi saja. dipakai sebaik-baiknya untuk mengumpulkan data yang diperlukan secukupnya. apakah kesimpulannya positif ata. sesuai atau tidak sesuai dan sebagainya.

Setiap warga negara yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. bagaimanapun lengkap dan modernnya fasilitas (gedung. Pegawai negeri terdiri dari: a. dan penempatan pegawai harus didasarkan pada prinsip penerimaan. Pegawai Negeri Sipil dan b. 3.BAB III KOMPONEN. mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi pegawai negeri sipil. dalam bagian ini perlu dibahas secara lebih mendalam mengenai personel sekolah. Pegawai negeri sipil terdiri dari: a. 3. Negara dan pemerintah menyelenggarakan tugas pemerintah dan pembangunan. Kepala Tata usaha. Untuk membatasi pokok permasalahan ini maka perlulah dikemukakan mengenai definisi administrasi personal sekolah. maka perlu diadakan kegiatan penataan untuk bidang kepegawaian. Menurut UU No. termasuk personel pendukung lainnya. Maka penerimaan pegawai harus didasarkan atas kemampuan dan potensi si calon dalam rangka mengisi jabatan. agar tidak terjadi overlap antar petugas. abdi negara dan abdi masyarakat yang dengan penuh kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila. 5. Pegawai negeri sipil pusat b. Menurut UU No. dan dukungan masyarakat akan tetapi harus di dukung oleh manusia-manusia yang bertugas menjalankan program sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang dikemukakan. DAN TATA KERJA KELEMBAGAAN PENDIDIKAN Komponen-komponen administrasi pendidikan secara garis besar dapat digolongkan menjadi : Administrasi personel sekolah Administrasi kurikulum Administrasi prasarana dan sarana pendidikan Administrasi siswa Kerja sama sekolah dan masyarakat. 8/1974 Pasal 15 diatur: Jumlah dan susunan pangkat pegawai negeri sipil yang diperlukan ditetapkan dalam formasi untuk jangka tertentu berdasarkan jenis. Pengadaan pegawai negeri sipil adalah untuk mengisi formasi. 2. Proses penerimaan. alat kerja). maka ia harus melaluli masa percobaan dan selama masa percobaan itu berstatus sebagai calon pegawai negeri sipil. Wakil Kepala Sekolah. dan pengangkatan orang yang tepat. 1. 2. . Pasal 3 Pegawai negeri adalah unsur aparatur negara. Mereka ini terdiri dari Kepala Sekolah. Pegawai negeri sipil daerah. pengangkatan. dan c. perlengkapan. ATURAN. metode-metode kerja. Administrasi personel sekolah adalah segenap proses penataan personel di sekolah. sifat dan beban kerja yang harus dilaksanakan. Untuk dapat bekerja secara baik. 4. 2. pengangkatan.8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Pasal 2: 1. Calon Pegawai Negeri Sipil diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil setelah melalui masa percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan selama-lamanya 2 (dua) tahun. Personel sekolah ialah semua manusia yang tergabung di dalam kerja sama pada suatu sekolah untuk melaksanakan tugas-tugas dalam mencapai tujuan pendidikan. Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. semua karyawan tata usaha. Administrasi Personel Sekolah Manusia merupakan unsur penting dalam menjalankan program sekolah. Pegawai negeri sipil lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah. guru. Apabila pelamar yang dimaksud dalam Ayat (2) pasal ini diterima. MEKANISME. Pasal 16 1. 26 1. 4. UUD 1945.

Pembinaan Pegawai: Pasal 12 UU No. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam sesuatu jabatan negeri atau disertai tugas lainnya yang ditetapkan berdasarkan sesuatu peraturan perundang-undangan dan digaji menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. 58/ 1964 Pegawai Negeri Sipil diwajibkan bekerja selama 37 1/2 jam/ minggu. 3. kecakapan dan kemampuan pegawai yang bersangkutan. Karena pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong maka penerimaan Pegawai Negeri Sipil harus berdasarkan kebutuhan. b. Dan syarat-syarat lain yang khusus diperlukan bagi sesuatu jabatan negeri yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. 5. Di samping itu ada juga sekolah swasta pemerintah daerah. 2.Penjelasan Pasal 16: Ayat (1) Pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong. 7.8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Bab I: Pengertian. Terdaftar. atau adanya perluasan organisasi. Negara dan Pemerintah perlu dipupuk dan dikembangkan jiwa Kepres yang bulat di kalangan Pegawai Negeri Sipil. 1. Kecerdasan. Ketangkasan. 6. Jam kerja berdasarkan Kepres RI No. Syarat-syarat Pegawai Negeri 1. Pembinaan Pegawai Negeri Sipil diarahkan untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintah dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna. Pejabat yang berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan mengangkat dan atau memberhentikan Pegawai Negeri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pada perguruan tinggi swasta biasanya memiliki status: a. Belum terdaftar. sedangkan guru SMP dan SMU 24 jam / minggu. d. kebutuhan dan kekompakan serta dalam rangka usaha menjamin kesetiaan dan ketaatan penuh seluruh pegawai negeri sipil terhadap Pancasila. c. Pegawai Negeri adalah mereka yang setelah memenuhi syarat syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. jadi kesimpulannya untuk sekolah swasta itu banyak ragamnya. Diakui. UUD 1945. 18/1974. c. Pembinaan yang dimaksud dalam Ayat (1) pasal ini dilaksanakan berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja. 27 . Perlu diingat di sini bahwa pegawai yang ditempatkan di sekolah negeri belum tentu pegawai negeri. kemampuan. untuk itu maka kita perlu memahami istilah-istilah yang digunakan di lingkungan kepegawaian sebagai berikut: Menurut UU No. b. Penugasan: Pedoman penugasan didasarkan atas perimbangan kejuruan. Segi kepribadian. Pasal 13 Kebijaksanaan pembinaan Pegawai Negeri Sipil secara menyeluruh berada di tangan presiden. Pejabat yang berwajib adalah pejabat yang karena jabatan atau tugasnya berwenang me lakukan tindakan hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kesehatan badan. Kesetiaan. d. Jabatan Negeri adalah jabatan dalam bidang eksekutif yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang undangan termasuk di dalamnya jabatan dalam kesekretariatan lembaga tertinggi/ tinggi negara dan kepaniteraan pengadilan. Pasal 1 sebagai berikut: a. Atasan yang berwenang adalah pejabat yang karena kedudukan atau jabatannya membawahi seorang atau lebih pegawai negeri. Lowongannya formasi dalam sesuatu organisasi pada umumnya disebabkan oleh dua hal yaitu adanya Pegawai Negeri Sipil yang keluar karena berhenti. Disamakan. Pasal 14 Untuk lebih meningkatkan pembinaan. 4.

pemberian gaji. Perbedaan-perbedaan pendapat ini tidak mungkin diuraikan dalam tulisan ini. Bagaimana mengembangkan mutu pegawai. dapat dilihat bahwa komunikasi pada hakikatnya adalah problem Proses Berita Sumber isi Alat Bunyi Gambar Kata-kata dsb. Menyampaikan berita kepada orang lain. Kebanyakan para pendidik sepakat mengenai tujuan yang harus dicapai. Inilah tanggung jawab kepala sekolah yang paling penting dan banyak tantangannya. Sekolah Swasta (dengan berbagai variasi). Agar supaya kepala sekolah mampu memberikan pimp inan yang efektif dalam bidang ini hendaknya ia mengetahui berbagai teori mengenai kurikulum dan menyadari kaitannya dengan kebijaksanaan dan langkah-langkah administratif yang sedang berlaku. intensif. b. sedangkan sekolah swasta yang tidak mendapatkan bantuan apa-apa dari pemerintah disebut sekolah swasta yayasan dan sekolah swasta yang mendapat bantuan keuangan dari pemerintah disebut sekolah swasta berbantuan. untuk mencapai tujuan sekolah yang telah ditentukan sebelumnya. Keberhasilan dalam hubungan -hubungan kerja kemanusiaan ini akan ditentukan oleh efisiensi dan efektivitas mereka yang berkepentingan dalam: a. yang menjadi tugas utama kepala sekolah ialah menjamin adanya program pengajaran yang baik bagi murid-murid. termasuk mengatur pengangkatannya. sekolah menurut status pemilikannya dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. Bagaimana kurikulum hauns memperhatikan perbedaan-perbedaan individual? 7. (bila perIu). Memahami dengan tepat isi/maksudnya dengan harapan mau menerima. f. Bagaimana menggunakan tenaga kerja yang sudah diperolehnya itu dengan efisien. Dari sudut Administrasi Pendidikan (sekolah). Masalah pokok Dari bahasan di atas. dapatlah diperinci pokok masalah penataran terhadap pegawai sekolah sebagai berikut: a. termasuk merangsang kegairahan kerjanya. Apakah yang harus diajarkan? 3. Untuk sekolah swasta mendapat bantuan guru-guru pegawai negeri disebut sekolah subsidi. Bagaimana menata pemutusan hubungan kerja dengan pegawai. Bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya. b. 1. Sekolah Negeri b. dan perpindahan mereka jika perlu terjadi. 2. Di Indonesia. g. Segenap proses penataran tersebut meliputi bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya dan pemutusan hubungan kerja dengan mereka. Tujuan Penerimaan hubungan kerja kemanusiaan (human relationship). Bagaimana menilai pegawai. Untuk sekolah negeri. Bagaimana memelihara pegawai. Administrasi Kurikulum Pada jenis dan tingkat sekolah apa pun. c. Apakah kurikulum itu? 2. namun ada tujuan kategori masalah yang hampir mencakup perbedaan-perbedaan tersebut yaitu: 1. Masalah-masalah dalam kurikulum Ada macam-macam teori dan praktek mengenai kurikulum dan pengembangannya. Sampai di mana kurikulum dapat berbeda-beda untuk masing-masing sekolah? 5. Apakah yang harus diutamakan dalam kurikulum? 4. sedangkan stafnya mendapat bagian tanggung jawab dalam membantu usaha pelaksanaan dan pengembangan program pengajaran yang efektif. e. pegawai tetapnya adalah pegawai negeri sedangkan untuk sekolah swasta pegawai tetapnya dapat pegawai negeri yang diperbantukan dan juga pegawai yayasan yang memiliki sekolah tersebut. Bagaimana mengatur kenaikan gaji dan pangkatnya. d. kesejahteraan. Manakah yang lebih penting proses atau isi? 28 . Bilamana dan oleh siapa kurikulum harus direncanakan? 6.Yang bersangkut paut dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga kerja untuk dan di sekolah dengan efisien.

Para pemuka pendidikan dewasa ini menonjolkan kenyataan bahwa belajar pada tiap anak merupakan proses yang berlangsung selama 24 jam tiap hari. Kurikulum harus terdiri dari berbagai mata pelajaran yang urutannya harus disusun secara logis dan terperinci. Kurikulum harus mencakup seperangkat masalah-masalah luas tertentu yang bertalian dengan kebudayaan. Apakah yang harus diajarkan? Terdapat perbedaan pendapat yang berpusat sekitar isi kurikulum. Tempo dulu. Barangkali seyogianya pula kita menganggap kurikulum sebagai pengalaman-pengalaman perkembangan muridmurid yang direncanakan sekolah. Banyak pemuka pendidikan mengemukakan pendapat bahwa: 1. jadi bukan hanya sekumpulan mata-mata pelajaran belaka. Mereka berpendapat pengala man-pengalaman dalam perkumpulan kesenian dan olahraga di sekolah. Urutan atau susunan mata pelajaran bukan harus ditentukan dalam mata pelajaran melainkan para pelajar atau murid itu sendiri dan urutan atau susunannya harus ditentukan menu kebutuhan-kebutuhan anakrut anak dan para remaja yang menjadi matang dalam kebudayaan. walaupun pengalaman-pengalaman tersebut ada pengaruhnya terhadap perkembangan anak. 2. Pengalaman-pengalaman anak di luar sekolah. Mulai dari satuan-satuan pelajaran yang paling mudah dan berangsur -angsur menuju kepada isi yang sukar dan rumit. Program pengajaran harus disusun sekitar masalah-masalah kehidupan anak sehari-hari yang berbeda-beda pada tiap kelompok umur. Pada definisi kurikulum yang terakhir terdapat bermacam-macam. Umumnya kepala sekolah dan guru-guru berada di antara dua pendapat ekstrim di atas. jadi bukan hanya belajar tentang fakta dan kepandaian s emata-mata. pengalaman-pengalaman dalam darmawisata dan lain-lain. Di satu pihak. Ada beberapa kegiatan dan pengalaman murid-murid di sekolah tidak cocok dengan batasan kurikulum ini. 2. Kurikulum mencakup segala pengalaman yang direncanakan untuk anak -anak yang langsung berada dalam tanggung jawab sekolah. 1. dianggap bukan pengalaman belajar. Karena itu sekolah berkewajiban untuk mengarahkan dan membimbing segala aspek perkembangan anak yang berada dalam lingkungannya. bukan bagian dari kurikulum sekolah. Memang anggapan bahwa kurikulum sebagai kumpulan-kumpulan mata-mata pelajaran sampai sekarang masih menguasai sekolah. Karena itu kurikulum meliputi segala pengalaman yang sengaja diberikan sekolah untuk memupuk perkembangan anak-anak dengan jalan menciptakan situasi belajar-mengajar. Merupakan modifikasi atau variasi dari pendapat-pendapat di atas. kesemuanya merupakan situasi-situasi belajar yang kaya akan pendidikan. Pendidikan lainnya mempunyai pendapat: 4. Di pihak lain. namun di samping itu guru-guru menyadari tanggung jawab edukatif mereka dalam apa yang disebut pengalaman-pengalaman ekstrakurikuler para siswa di sekolah. atau yang berkaitan dengan masalah-masalah kehidupan umum yang selalu muncul. b. kurikulum dianggap sebagai kumpulan matamata pelajaran. Aspek: masalah lainnya adalah mengenai urutan pengalaman belajar yang harus diberikan. Bahwa urutan ditentukan oleh cara-cara yang paling baik dalam mengajarkan tiap mata pelajaran yang dapat ditemukan dengan jalan melakukan studi ilmiah. atau dapat ditafsirkan lebih luas lagi yang dalam menafsirkan yang ekstrim berupa ´sekolah masyarakatµ sehingga orang tidak tahu lagi di mana harus menarik garis batas. Masih banyak para pendidik yang berpendapat bahwa urutan pelajaran harus dite ntukan menurut jalan pikiran yang terkandung dalam mata pelajaran yaitu: 1. 29 . jadi tidak termasuk di dalamnya. jawaban-jawaban terhadap pertanyaan di atas secara ringkas dapat dilukiskan sebagai berikut: a. Jadi pada dasarnya ada dua definisi mengenai kurikulum. Pengalaman-pengalaman inilah yang dimaksud kurikulum. kurikulum dianggap sebagai kumpulan bermacam-macam mata pelajaran.Marilah kita tinjau secara singkat jawaban-jawaban terhadap setiap masalah di atas. istirahat dan lain-lain sebangsanya tidak termasuk kurikulum. kurikulum dianggap sebagai segala pengalaman yang diperoleh anak dalam tanggung jawab sekolah. Pengalaman-pengalaman di sekolah seperti bermain di halaman sekolah. Menurut pendapat ini kurikulum adalah program belajar untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Karena itu yang disebut kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler atau ´extra curiculer activitiesµ berada di luar kurikulum. tidak lebih dari itu. jalan.tafsiran. 2. Apakah kurikulum itu? Menurut riwayat perkembangan kurikulum. Ada pula yang berpendapat bahwa. Perkataan ´dalam tanggung jawab sekolahµ dapat ditafsirkan terbatas pada jam-jam selama murid berada di sekolah. Di samping itu ada yang berpendapat bahwa 3. 3.

Pendapat yang menentang pendirian di atas mengemukakan teori bahwa anak harus dianggap sebagai anak dengan hakhaknya. 3) Kurikulum pertama-tama harus mencakup masalah-masalah yang berasal dari pengalaman anak-anak dengan jalan menggunakan sebagian besar buku-buku untuk membantu memecahkan masalah-masalah tersebut. dan sebaliknya setiap kurikulum yang berorientasikan psikologis dengan sendirinya memperhatikan kepentingan masyarakat pula. bukan dianggap sebagai orang dewasa dalam bentuk mini. Apakah yang harus diutamakan dalam kurikulum? Dalam garis besarnya ada tiga anggapan yang berbeda-beda.Aspek masalah lainnya ialah mengenai persoalan sampai di mana kurikulum harus mencakup pengalaman pengalaman langsung.akan datang. tau sedangkan pendirian yang kedua mementingkan individu atau berorientasi psikologis. Sampai di mana kurikulum dapat berbeda-beda untuk masing-masing sekolah? 30 . Pendapat ketiga mengemukakan pendiriannya bahwa pada dasarnya tidak usah ada pertentangan antara kedua pendirian di atas. d) Aspek lain dalam masalah di atas ialah persoalan: Apakah kurikulum harus ditentukan oleh kebutuhan kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa (persiapan untuk menghadapi masa dewasa) atau harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan murid-murid sekarang ini? Pihak yang mempertahankan kurikulum harus tersusun semata-mata dari mata pelajaran yang didasarkan kepada kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Kita tidak usah berpihak kepada salah satu pendirian. maka kurikulum harus disusun berdasarkan keadaan. sifat dan kebutuhan-kebutuhan individu. baik anak maupun orang dewasa. Barangkali tidak ada orang yang mau mempertahankan salah satu pendapat dalam bentuk ekstrim. yaitu: a) Anggapan pertama yang berpendirian. Masalah berkisar pada tekanan relatif yang harus diberikan kepada kepentingan -kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan individu dan yang harus diberikan kepada kepentingan-kepentingan masyarakat dalam menciptakan kurikulum yang dapat memenuhi kedua macam dan kepentingan. Dikemukakan pula bahwa teori lama: ´mempersiapkan anak untuk kehidupan orang dewasaµ berimplikasi masyarakat yang statis di mana kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa kelak dapat diramalkan pada anak-anak yang ada sekarang. ialah meningkatkan penggunaan kecerdasan secara fleksibel. Karena itu kurikulum harus memperhatikan masalah -masalah yang menyangkut anak-anak saja. sampai batas-batas tertentu memperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan individu pula. Pandangan terakhir ini agaknya memberikan landasan yang sehat untuk menyusun kerangka yang fleksibel namun mantap untuk perencanaan kurikulum. Karena itu kurikulum harus berorientasi kepada individu di dalam masyarakat. karena sekolah didirikan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. untuk memberikan masalah-masalah dan pengalaman-pengalaman belajar yang sekaligus menyangkut kepentingan langsung di dalam kehidupan anak dan mempersiapkan mereka untuk hidup sebagai orang dewasa kelak. Pendapat terak ini hir memang yang paling cocok atau sejalan dengan filsafat pendidikan psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Dalam kurikulum yang berorientasi seperti kebutuhan dan kepentingan kedua belah pihak akan terpenuhi sebagaimana mestinya. Karena itu kurikulum harus banyak mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan anak dimasa yang. Seperti kita lihat di atas. 4. biasanya berpendirian bahwa tugas fungsi pendidikan ialah untuk kehidupan orang dewasa. 3. 2) Kurikulum harus disusun sekitar bahan-bahan dari buku dan dilengkapi dengan pengalaman -pengalaman yang diperoleh dari darmawisata dan kegiatan-kegiatan sekolah lainnya. latar belakang dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Ada mengutamakan: 1) Hampir seluruhnya kepada buku dan keterangan-keterangan yang diberikan saja. lndividu hanya dapat mewujudkan dirinya sebagai individu jika ia berada dalam masyarakat tempat ia hidup. mempersiapkan anak untuk menyesuaikan diri kepada perubahan -perubahan pesat dari keanekaragaman dunia dewasa ini. Pendapat terakhir dalam memberikan pemecahan masalah-masalah anak yang dihadapi sekarang dan yang menyangkut kepentingan anak di masa depan. karena usaha pendidikan adalah mendidik individu. karena di dalam kurikulum cukup diperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan kedua belah pihak. Dalam kenyataan setiap program pengajaran yang berpedoman kepada kepentingan masyarakat. c) Pendirian ketiga menganggap tidak ada pertentangan prinsipiil antara kedua anggapan di atas. maka program pengajarannya harus mementingkan keadaan. sedangkan pertama berorientasi kepada kepentingan masyarakat a sosial. sebab itu benar benar tidak realistis. b) Anggapan kedua mempertahankan pendirian.

Dewasa ini terdapat kecenderungan yang bergerak dari kurikulum yang direncanakan jauh di muka dan secara terperinci. Pendapat pertama menganggap bahwa adanya beberapa perubahan program pengajaran karena adanya perubahan-perubahan dalam masyarakat dan dalam populasi murid. Adapula yang berpendapat bahwa setiap masyarakat mempunyai cirinya tersendiri yang unik dalam berbagai aspek kebudayaan. Kedua jawaban di atas tentu saja hanya berbeda dalam memberikan penonjolan. 1 Kurikulum seluruhnya direncanakan di muka secara terperinci oleh ´expertsµ dalam bentuk kumpulan mata pelajaran. dan urutannya yang seragam? Jawabannya: dapat bermacam-macam. Menurut pendapat ini kurikulum harus d irencanakan baik-baik sebelumnya. 6. Yang menjadi masalah pokok ialah menentukan kedudukan sebaik -baiknya dan paling menguntungkan anak antara pendirian 1 dan 5. Perincian Perincian dilakukan oleh dilakukan oleh guru berdasarkan perencanaan kebutuhanbersama guru kebutuhan murid. yaitu masalah keseragaman dan keanekaragaman. dan semua murid di semua sekolah tingkat tertentu mempunyai kurikulum yang kira-kira seragam. Ada beberapa ahli yang mengemukakan pendiriannya. harus direncanakan? Masalah kelima berkisar sekitar masalah tanggung jawab untuk menentukan: harus bagaimana bentuk kurikulum itu. siapa yang merencanakannya. dan kebutuhan-kebutuhan psikologis yang universal. Barangkali bentuk situasi kedudukan yang paling dikehendaki ialah nomor 1. dan bukan dalam bentuk jawaban yang benar-benar esktrim. 2. seringkali secara terperinci mengenai situasi belajar. berisi luas oleh panitia partisipasi dari yang terdiri dari guru-guru dan guru-guru dalam tokoh-tokoh bentuk pedoman masyarakat. Bilamana dan oleh siapa kurikulum. Rencana kurikulum Skala ´Pre-Planningµ 3 4 Kurikulum Kurikulum direncanakan direncanakan dalam garis dalam garis besarnya yang besarnya. Bagaimana kurikulum harus memperhatikan perbedaan-perbedaan individual? Persoalan ini berkisar sekitar masalah penyesuaian program pengajaran terhadap perbedaan -perbedaan di antara anak-anak. menurut agar supaya program pengajaran tiap sekolah memperlihatkan ciri-cirinya tersendiri yang unik dan jelas itu. Misalnya apakah dikehendaki jika semua sekolah yang setingkat dan sejenis mempunyai program pengajaran yang ruang lingkup. Jawaban terhadap persoalan ini macam macam. pendapat-pendapat yang berbeda itu dapat dilukiskan dengan skala seperti tercantum di halaman 46. isi dan urutan mata pelajaran dalam kurikulum harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan kurikuler orang dewasa. Untuk penjelasan singkat. dan bilamana. sekalipun pada umumnya ku rikulum yang sedang berlaku sekarang masih termasuk kategori 1 dan 2. isi. 5. 5 Kurikulum direncanakan oleh guru bersama murid pada waktu akan belajar. pendirian yang cukup mantap tetapi luwes ialah adanya pola kurikulum yang longgar atau leluasa sejalan dengan kebutuhankebutuhan kultural. Sedangkan pendapat kedua tidak terlalu tegas mempertahankan keunikan secara mutlak. murid. kerja. bahwa tidak ada aspek-aspek kurikulum yang harus direncanakan jauh sebelum situasi belajar berlangsung. 5. dan anak -anak memperlihatkan keanekaragaman perbedaan individual. Pada waktu itu orang menganggap semua murid (kecuali anak -anak yang lemah jiwa) 31 . yang hampir mendekati kedudukan nomor 4 memberikan stabilitas atau kemantapan dan adaptabilitas yang leluasa.Persoalan ini sangat erat pertaliannya dengan masalah sebelumnya. Ada yang mengemukakan pendapat bahwa perencanaan kurikulum adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian dan karena itu harus dikerjakan oleh para ahli atau ´expertµ dalam bidang perencanaan kurikulum. terutama penganut kurikulum yang terdiri dari mata pelajaran. di mana masing -masing sekolah sampai batas-batas tertentu dapat mengadakan variasi dalam program pengajarannya disesuaikan dengan seperlunya kepada kebutuhan-kebutuhan unik dari murid-murid dan masyarakat tempat mereka hidup. 2 Kurikulum direncanakan secara terperinci di muka oleh panitia yang terdiri dari guru-guru dalam bentuk kumpulan mata pelajaran. Karena itu. bahwa ruang lingkup. Banyak yang berpendirian. tanpa perencanaan jauh di muka. Mengenai perencanaan di muka atau ´pre-planningµ terdapat perbedaan pendapat dalam hal sejauh mana perencanaan di muka dapat dilakukan. Kurikulum yang berorientasikan kumpulan mata pelajaran berasal dari zaman sebelum ada pengetahuan tentang perbedaan-perbedaan individu dan kemampuan pada murid. ke arah sebelah kanan skala.

bahwa yang dipergunakan untuk memecahkan masalah. yaitu dalam penekannya. Namun kita harus berpendirian hatihati jangan sampai terjerumus ke salah satu pendapat yang ekstrim. dalam praktek keadaan ini masih banyak dijalankan. Slogan yang berbunyi ´Barangsiapa yang mempunyai kemauan di sanalah ada jalanµ (Where there is a will there is a way) turut mendasari teori di atas.kelompok pelajar yang cerdas dan cepat belajar atau ´fast learnestµ selain dengan cepat menguasai minimum essentials diberi juga program yang lebih luas yang berfungsi memperkaya program umum atau ´enriched program learningµ. metode -metode penelitian bebas dan berpikir kritis.dapat menguasai semua mata pelajaran yang diberikan di sekolah dengan kepandaian yang sama asal mereka rajin belajar. Pandangan terakhir mengemukakan pendirian bahwa isi yang dipelajari harus dikaitkan dengan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan nyata anak-anak menurut taraf kematangannya. baik mutu maupun kecepatan belajar. Tampaknya teori ketiga ini lebih sejalan dengan pelaksanaan prinsip demokrasi dalam pengajaran. dengan keyakinan bahwa individualisasi dalam pengajaran harus memperhatikan. Sementara para pendidik secara teoretis menolak pandangan ini. prosedur demokratis. Pendapat kedua mengemukakan teori bahwa murid-murid harus dikelompokkan menurut kemampuannya atas dasar anggapan bahwa pengelompokan ini akan memperkecil perbedaan kemampuan dalam tiap kelompok sampai kepada taraf penyederhanaan atau mempermudah pelaksanaan individualisasi program pengajaran. Hal ini menunjukkan tiap anggota kelompok untuk mampu bekerja menurut taraf perkembangan masing -masing dalam bidang akademis. Dalam situasi ini pengetahuan tentang fakta -fakta ditempatkan dalam 32 . Para pendidikan yang mengutamakan kegiatan dan pengalaman di dalam kurikulum berarti memperhatikan pentingnya apa yang dipelajari sepanjang macam-macam pengalaman dihayati anak memupuk perkembangan sosial. dan sebangsanya. Yang menjadi masalah ialah menyesuaikan individu-individu yang mempunyai kecepatan belajar yang berbeda-beda kepada ´realitasµ ini. Dewasa ini pada umumnya diakui bahwa makhluk manusia sangat beraneka ragam dalam kemampuannya untuk maju. ketahanan dan kerajinan dapat dikembangkan dengan jalan mempelajari mata-mata pelajaran tertentu selama mata-mata pelajaran tersebut cukup sukar dan tidak menyenangkan. kecerdasan.kelompok murid-murid yang lambat belajar atau ´slow learnersµ hanya diberi pelajaran tentang halhal penting yang sekurang-kurangnya harus dikuasai oleh semua atau ´minimum assentialsµ atau disebut program umum. Jika pendapat pertama dan kedua sudah umum dipraktekkan di sekolah-sekolah sekalipun kadang-kadang dalam bentuk yang sederhana. kegiatan kegiatan penelitian sendiri. 7. Taraf hasil belajar yang dicapai dalam mata-mata pelajaran hanya ditentukan oleh besarnya usaha atau kerajinan yang ditunjukkan pelajar. Pendekatan terakhir terhadap isi yang dipelajari berbeda dengan pendekatan lama. Isi yang dipelajari memang penting. proses atau isi? Jawaban pertama terhadap persoalan ini merupakan implikasi dari teori Dewey yang berpendapat bahwa anak dan juga orang dewasa ´belajar dengan berbuatµ atau ´learning by doingµ. Keadaan itu telah menggerakkan para pendidik kepada perbedaan -perbedaan individual ini. Hal ini dapat dilaksanakan dengan program-program dalam bentuk modul semi mengajar diri sendiri atau modula mengajar diri sendiri. Pendapat ketiga ialah menciptakan jenis kurikulum berdasarkan pengalaman yang dipusatkan kepada masalah-masalah dan memberikan kesempatan kepada kelompok -kelompok tersebut dalam pendapat kedua untuk bekerja sama memecahkan masalah bersama yang menarik perhatian bersama. Dalam situasi dewasa ini mata-mata pelajaran tertentu kadang-kadang dinomorduakan atau dianggap kurang penting dalam melaksanakan perencanaan bersama. ialah konsep kurikulum yang telah ditetapkan jauh di muka harus dikuasai oleh semua murid menurut kecepatan yang telah diatur sebelumnya. Memang kita akui bahwa sarana belajar itu penting dan bahwa proses adalah juga isi dalam arti yang sebenarnya dan merupakan aspek terpenting dalam situasi belajar. Pertama. sebagai terjemahan salah satu sila dari Pancasila yang mendasari sistem pendidikan di negara kita. dan pada anak ialah adanya orang dewasa (guru) yang membantu dan membimbing. maka teori ketiga secara berangsung-angsur mulai diterima dan dikembangkan di sekolah-sekolah percobaan. dengan mengemukakan pendirian bahwa metode -metode itu pun merupakan isi pula dan hal-hal penting yang dipelajari bukan fakta-fakta melainkan pola-pola berbuat seperti hubungan insani yang demokratis partisipasi yang konstruktif. Rupanya teori ini senada dengan pendapat psikologi daya masa lampau yang berpendapat bahwa daya -daya seperti kemauan. Pendekatan yang sehat terhadap belajar berpendirian bahwa belajar merupakan interaksi antara pelajar dengan situasi yang mencakup masalah atau problema. . sosial dan emosi dan masih menunjang usaha bersama kelompok. Manakah yang lebih penting. estetika. yang antara lain: . pikiran dan moral yang dianggap penting oleh mereka. Disini timbul perbedaan-perbedaan pendapat mengenai persoalan bagaimana hal ini harus dilaksanakan.

Pendistribusian peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggung jawab salah seorang anggota staf yang ditunjuk. Semua penyimpanan harus diadministrasikan rnenurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu dipergunakan. Harus diadakan inventarisasi secara berkala. Sedangkan menurut keputusan Menteri P dan K No. Dalam pendidikan misalnya: lokasi/tempat. pembukuan dan alat-alat peraga dan laboratorium. dan menginventarisasi alat-alat/ sarana tersebut pada akhir tahun pelajaran. lapuk. 1. Alat pelajaran yang terdiri. Bangunan dan perabot sekolah. sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. Titik berat dalam hal ini adalah kepada belajar yang dikaitkan dengan masalah-masalah dan kebutuhan serta kegunaan hasil belajar nanti di dalam kehidupannya. 2) Menyimpan dan mendistribusikan Ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah. kepala sekolah sama-sama menyusun daftar kebutuhan sekolah masing-masing. maksudnya bila diperlukan sewaktu-waktu segera dapat disediakan. d. Secara micro (sempit) maka kepala sekolah yang bertanggung jawab masalah ini. Isi pelajaran penting karena turut meningkatkan kualitas kehidupan murid-murid di masa kini dan sekaligus merupakan persiapan untuk kehidupan di masa yang akan datang. c. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar dan mengajar. dan serangga. Karena pelaksanaan tanggung jawab ini hanya bersifat ketatausahaan maka kurang tepat jika kepala sekolah atau guru sendiri yang langsung melaksanakannya. Sedang sarana seperti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. buku. 3. Tanggung Jawab Kepala Sekolah dan Kaitannya dengan Pengurusan dan Prosedur Salah satu tugas utama kepala sekolah dalam administrasian sarana pengajaran ialah bersama-sama dengan staf menyusun daftar kebutuhan mereka akan alat-alat sarana tersebut dan mempersiapkan perkiraan tahunan untuk diusahakan penyediaannya. 079/1975. b. Mudah didapat bila sewaktu-waktu diperlukan. Misalnya: ruang. lapangan olahraga. Yang paling tepat adalah pegawai tata usaha. 1) Mempersiapkan perkiraan tahunan Biasanya kepala sekolah membuat daftar alat-alat yang diperlukan di sekolahnya sesuai dengan kebutuhannya dengan daftar alat yang distandardisasi. Tanggung jawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumuskan secara terperinci dan dipahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan. Kebijaksanaan pendistribusian ini hendaklah ditekankan kepada prinsip efisien dan fleksibilitas. 33 . uang dan sebagainya. c. Media pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil. Hubungan AntaraPeralatan dan Perlengkapan Pengajaran dengan Program Pengajaran Jenis peralatan dan perlengkapan yang disediakan di sekolah dan cara-cara pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap program mengajar -belajar. Administrasi Prasarana dan Sarana Pendidikan Secara otimologis (arti kata) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan. sarana pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu: a. e.fokus baru ini. b. bangunan sekolah. Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat-tempat yang bebas dari faktor-faktor perusak seperti: panas lembab. f. Kemudian menyimpan dan memelihara serta mendistribusikan kepada guru¬guru yang bersangkutan. a. laboratorium dan sebagainya. Walaupun kelompok persoalan di atas dibahas secara singkat. Demikian pula administrasinya yang jelek akan mengurangi kegunaan alat-alat dan perlengkapan tersebut. namum pembahasannya menc akup faktorfaktor utama yang menentukan pola kurikulum dan tempat kedudukan kepala sekolah beserta staff dalam keadaan tersebut sampai batas-batas tertentu akan menentukan jenis kurikulum yang sedang dilaksanakan di sekolahnya dan selanjutnya dalam batas-batas tertentu pula akan menentukan pola keseluruhan organisasi dan administrasi pengajaran. Siapakah yang bertanggung jawab tentang prasarana dan sarana pendidikan? Jawab: adalah para pengelola/ administrasi pendidikan. perpustakaan. Karena penyediaan sarana pendidikan di suatu sekolah haruslah disesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa-masa mendatang. 2. Sedangkan untuk alat-alat yang belum distandardisasi. Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat.

Semakin cepat mendesak baik yang bertalian dengan kualitas maupun. Guru. b. kepala sekolah mempunyai peranan tersendiri dalam panitia perencanaan bangunan sekolah dan perlengkapannya. apabila tuntutan-tuntutan yang berasal dari perkembangan pendidikan. namun ada beberapa prinsip yang telah lama diakui dan dianjurkan para ahli seni dan dekorasi umpamanya reaksi-reaksi psikologis 34 . Di antaranya adalah sebagai berikut: 1) Hendaknya kepala sekolah tidak terlalu rnenyibukkan dirinya secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran. dan saran-saran yang mereka kemukakan ditampung dan dipertimbangkan. Dalam masa kerjanya kepala sekolah tentu pernah menghadapi masalah seperti di atas. Perbaikan-perbaikan ini diantaranya mencakup mengecat dan melabur. menambah tempat ruang buang air. mengganti bahan-bahan atau bagianbagian yang sudah usang atau lapuk. Masih ada cara-cara lain yang bisa ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai hal-hal penting yang bertalian dengan perencanaan bangunan sekolah. Beberapa Pedoman Administrasi Perawatan Walaupun pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan sudah merupakan pekerjaan rutin dan orang-orang dihadapkan kesukaran-kesukaran yang kurang berarti. Dalam menghadapi tugas ini disarankan menempuh langkah-Iangkah sebagai berikut: 1) Masalah dasar-dasar pengajaran dan penentuan jenis program pengajaran dan perencanaan fasilitas bangunannya. Langkah-Iangkah di atas bukan satu-satunya cara yang dapat ditempuh kepala sekolah dalam merencanakan bangunan sekolah baru beserta perlengkapannya. 4. 2) Membentuk panitia untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan khusus yang bertalian dengan bangunan dan perlengkapannya yang diusulkan. c. kepala sekolah dengan stafnya dapat mengusulkan perbaikan perbaikan untuk kepentingan efektivitas pelaksanaan program sekolah. dan pilihan warna masing-masing. memperbaiki fasilitas mencuci tangan dan kaki dan pekerjaan-pekerjaan perbaikan lainnya yang bertalian dengan pelaksanaan inovasi pendidikan. konferensi dan mengikuti penataran khusus mengenai masalah bangunan sekolah dan perlengkapannya. menyempurnakan akustik ruangan belajar. Ada beberapa aspek yang bertalian dengan perencanaan dan pemeliharaan bangunan sekolah dan perlengkapannya (a . walaupun tiap orang mempunyai kesukaan. 4) Mempelajari gambar-gambar contoh bangunan sekolah dan perlengkapannya baik yang diproyeksikan maupun gambar biasa. Administrasi Gedung dan Perlengkapan Sekolah Mungkin banyak para kepala sekolah yang tidak mempunyai kesempatan untuk ikut serta dalam perencanaan bangunan sekolah. Rencana rehabilitasi hendaknya dibuat sehemat mungkin. Meningkatkan mutu keindahan ruang belajar Ada kecenderungan untuk mengecat ruang belajar dengan wama menurut kesukaan dan pilihan individu guru. Keadaan pekerjaan akan menentukan lamanya waktu maupun kualitas. Kepala sekolah yang memiliki pengetahuan yang memadai tentang hal tersebut akan sangat ber guna dalam partisipasinya. 4) Kondisi-kondisi di atas akan terpenuhi jika administrator mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi. Sudah tentu guru-guru dan para orang tua murid diikutsertakan dalam melakukan perencanaan mengenai penambahan-penambahan dan perombakan-perombakan bangunan yang sudah ada atau merencanakan bangunan barn. Misalnya melalui lokakarya. Segala bahan penting yang diperlukan harus dikumpulkan agar supaya dapat menyampaikan rekomendasi yang tepat dan masuk akal. 3) Mengatur kunjungan sekolah-sekolah yang dipergunakan sebagai model atau contoh. Langkah -Iangkah yang disarankan terdahulu dapat juga ditempuh jika penambahan bangunan itu agak besar. 2) Melakukan sistem pencatatan yang tepat sehingga mudah dikerjakan. kuantitas. narnun untuk penyempurnaan p ekerjaan tersebut para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya. 3) Administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran harus senantiasa ditinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran.3. Rehabilitasi Dengan melakukan survey terhadap bangunan dan perlengkapan yang sudah ada dan mencatat serta terperinci perbaikan-perbaikan yang diperlukan. Keadaan pekerjaan akan menentukan lamanya waktu dan besarnya tenaga yang dibutuhkan untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan dan mengidentifikasikannya dengan tepat. baik kepada pemerintah maupun kepada masyarakat. Perluasan bangunan yang sudah ada Pada bangunan sekolah yang sudah ada sering kali diperlukan tambahan-tambahan bangunan dan perlengkapannya. distribusi dan penggunaan serta pengawasan peralatan dan perlengkapan pengajaran yang semuanya mendorong mereka untuk memikirkan proses paling tepat dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka.j): a. Sedangkan sebagai administrator yang bertanggungjawab akan sekolahnya.

e. bersih dan teratur. Inilah salah satu tujuan yang harus dipakai dalam pendidikan di sekolah yaitu memperbaiki kebiasaan kebiasaan hidup murid-murid dengan jalan mengatur dan menciptakan kondisi lingkungan yang dapat memperlancar perkembangan kebiasaan yang baik pada murid-murid. Pemeriksaan itu perlu Tanggung jawab kepala sekolah untuk melakukan pemeriksaan dan koreksi terhadap kondisi kondisi ruangan sekolah dan perlengkapannya termasuk halaman dan tempat-tempat bermain murid. Warna perabot harus coklat muda dan tidak mengkilap. Kegiatan murid dalam pemeliharaan kebersihan dan keberesan sekolah. sedangkan warna hijau memberikan pengaruh mendinginkan dan sejuk. Lingkungan fisik sekolah harus senantiasa dijaga dipelihara kesehatan dan kebersihannya. Di samping itu proses belajar dan mengajar akan terhambat. Dinding atas ruangan belajar harus dicat putih karena 80% faktor pantulan diperlukan untuk memberikan cahaya yang memadai kepada murid. masalah sanitasi harus mendapat perhatian pertama. Penyimpanan alat-alat yang tepat Dari segi pendidikan soal penyimpanan alat-alat kurang mendapat perhatian. baik kesehatan fisik maupun kesehatan mentalnya. Demikian pula dinding-dinding samping ruangan harus dicat warna cerah dan pusat. Keadaan kelas yang berantakan dan tidak teratur. harus dilaksanakan terus-menerus dan teratur. seperti wama merah dan orang adalah warna yang hangat dan memberikan tenaga. Memilih perabot dan perlengkapan Kepala sekolah hendaknya serba bisa. yang berarti menghambat pula kelancaran pelaksanaan program pengajaran di sekolah. 35 . akan memberikan pengaruh jelek kepada murid-murid ditinjau dari segi pendidikan dan perkembangannya. Tanggung jawab keberesan sekolah Kepala sekolah dan guru hendaknya selalu menyadari bahwa murid-murid banyak belajar dari lingkungan sekolah. Memperhatikan kondisi sanitasi Ditinjau dari kebutuhan akan kesehatan pada murid-murid dan seluruh anggota staf di sekolah. Dalam usaha kesehatan sekolah atau UKS hal ini dibicarakan secara terperinci. d. Alatalat yang langsung dipergunakan dalam pelajaran memerlukan fasilitas penyimpanan yang memadai dan praktis sehingga sewaktu waktu diperlukan dapat segera disediakan serta keamanannya cukup terpelihara. ialah dasar pengajaran. kesehatan jasmani dan rohani. Salah satu faktor penting yang dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih perabot dan perlengkapan ruangan kelas yang harus disediakan. melainkan juga banyak pengetahuannya tentang perabot dan perlengkapan. ruangan belajar dan gang-gang. Hendaknya disediakan sabun dan lap atau handuk kecil.terhadap warna-wama tertentu harus diperhatikan dalam mengecat ruang belajar. Ruang belajar. Alangkah baiknya jika tempat penyimpanan alat-alat ini direncanakan sebelum bangunan didirikan sehingga faktor estetikanya pun mendapat perhatian juga. Kesemuanya harus diatur sedemikian rupa sehingga kondisinya memberikan pengaruh yang optimal dalam proses belajar dan terhadap perkembangan kesehatan murid~murid. karena bukan saja harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai bangunan sekolah. ia mengadakan pertemuan -pertemuan dengan penjaga kebersihan sekolah mengenai masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang harus diatasi. Pemeriksaan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga hal-hal yang sekecil-kecilnya pun tidak sedemikian rupa sehingga hal tersebut tidak lepas dari tanggung jawab. Ingatlah bahwa yang belajar adalah murid d sebagai kesatuan pribadi dan bukan kecerdasannya saja yang berkembang. laboratorium. salah satu fasilitas penting ialah penyediaan air untuk mencuci tangan dan kaki dan anggota badan lainnya. Hendaknya jadwal kerja harian yang terperinci dari penjaga kebersihan sekolah disesuaikan dengan jadwal kegiatan. cahaya dan ventilasi yang kurang memadai. baik dalam literatur tentang konstruksi bangunan sekolah maupun dalam rencana struktur bangunannya. ruang olahraga. Dalam melaksanakan tugas tersebut. Faktor-faktor psikologis harus diperhatikan dalam pembuatan perabot ruang belajar. Pengaruh yang berangsurangsur namun pasti dari lingkungan sekolah terhadap kebiasaan hidup sehari hari dan sikap menghargai pada murid-murid akan tampak dari tahun ke tahun. jangan sampai ada perabot yang dapat menghambat proses belajar pada muri -murid. Karena itu hendaknya kepala sekolah menyadari tanggung jawab untuk senantiasa mengawasi ruangan belajar dan bagianbagian sekolah lainnya agar selalu beres. kotor. Memang kesehatan menjadi salah satu tujuan ini di sekolah. h. Di samping itu keadaan seperti di atas ditinjau dari segi pendidikan kesehatan akan menimbulkan pengaruh yang merugikan. f. ruang-ruang keterampilan dan sebagainya. Macam-macam warna yang memantulkan cahaya harus diperhatikan dalam mengecat. di antaranya menyediakan fasilitas-fasilitas untuk mempraktekkan kebiasaan hidup sehat. Salah satu kegiatan utama program kesehatan sekolah ialah menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat. Administrator yang progresif akan mengutamakan fleksibilitas dalam fungsi dan letak perabot di ruang belajar. g.

4) Penulisan karangan untuk berbagai media. atau memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan kesehatan murid-murid dan penghuni sekolah lainnya. 2) Penelitian. 5) Percobaan-percobaan akademis di luar kelas. kebanyakan guru -guru kurang menyadari pentingnya cahaya yang memadai bagi murid-murid jika sedang ada dalam ruang belajar. Dari kenyataan ini timbul tuntutan agar supaya kepala sekolah memberikan perhatian cukup terhadap kondisi ruang belajar. 8) Pengaturan lalu-lintas. dan lain-lain). dan segera mengadakan perbaikan bilamana terdapat kekurangan -kekurangan. Tempat bermain harus dipelihara. seminar dan lain-lain. b. 4) Pramuka. i. dan pemeliharaan ruang belajar. Memang guru-guru sering kali memberikan pengawasan langsung terhadap pengaturan. apa pun kegiatan yang dikembangkan hendaknya selalu dalam rangkaiannya dengan tujuannya. Di samping itu ruang belajar harus selalu diperbarui catnya. 6) Olahraga. 3) Karya wisata. selaras dengan tujuan sekolah yang tertuang dalam kurikulum. namun berpengaruh menenangkan dan memupuk perasaan estetika. Di samping hal-hal lainnya. namun mereka. Contoh kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di sekolah melalui Osis adalah sebagai berikut: a. 36 4. penjaga kebersihan sekolah dan penjaga keamanan sekolah.7 Administrasi Siswa OSIS merupakan organisasi murid yang resmi diakui dan diselenggarakan di sekolah dengan tujuan untuk melatih kepemimpinan murid serta memberikan wahana bagi murid untuk melakukan kegiatan-kegiatan ko-kurikuler yang sesuai. Tempat bermain harus selalu dijaga dan dipelihara supaya bebas dari kondisi dan hal hal atau benda-benda yang mungkin menimbulkan bahaya kecelakaan.Agar sulit untuk memelihara dan menjaga ruang belajar agar supaya senantia beres dan bersih. Mengatur dan memelihara ruang belajar Sebagian besar waktu kehidupan murid-murid dan guru selama bersekolah. 3) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Pemeliharaan halaman dan tempat bermain Kegiatan rekreasi di sekolah dewasa ini mempunyai peranan penting dalam program pengajaran. murid. temu karya. Gunakanlah warna-warna yang membangkitkan semangat belajar dan bekerja. jika sa fasilitas penyimpanan alat-alat tidak mendapat perhatian. Seperti telah disinggung di muka bahwa warna-warna yang dipergunakan di ruang belajar adalah warna-warna yang memberikan pengaruh psikologis positif dalam proses mengajar dan belajar kepada guru-guru dan murid-murid. pengembangan keterampilan dan pengembangan sikap. 2) Palang Merah Remaja. Untuk menjaga dan memelihara agar sup aya tempat bermain menarik. c. hal yang sangat penting untuk diperhatikan ialah ruang belajar harus cukup mendapat cahaya. Kegiatan-kegiatan pengembangan sikap 1) Pengumpulan dana sosial. Kegiatan pengembangan keterampilan berdasar hobi 1) Latihan kepemimpinan. 5) Lintas Alam. binatang. dipergunakan di ruang belajar. Kegiatan pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran 1) Diskusi. 2) Pengertian hari-hari besar nasional. memerlukan bantuan dan dukungan dari kepala sekolah dan penjaga kebersihan sekolah agar supaya ruang belajar senantiasa siap untuk dipergunakan dan memperlancar proses belajar. Menyediakan tempat dan fasilitas saja untuk keperluan itu. keagamaan 3) Membantu masyarakat yang kena musibah. 9) Pengumpulan benda-benda bekas (perangko. 7) Keseman. yaitu pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran. Kepala sekolah hendaknya melakukan observasi yang teratur dan kontinu terhadap kondisi cahaya di ruang belajar ini. belum memadai. Oleh karena itu supaya pembinaan administrasinya terutama m enyangkut pembinaan pengelolaan organisasinya dan kegiatannya. kepala sekolah harus bekerja sama-dengan guru-guru. diratakan serta disesuaikan dengan berbagai permainan dan kegiatan yang dilakukan oleh murid -murid. aman dan bebas dari hal-hal yang mungkin menimbulkan kecelakaan. Masalah penyimpanan alat-alat dan perlengkapan pengajaran telah dibicarakan secara singkat pula pada halaman-halaman sebelumnya. . j. dianjurkan tiap-tiap tiga sampai lima tahun sekali.

....... Mata Kelas/Th Kelas/Th Pelajaran Sem.................................. tgl....... .... Warga Negara : ...... Keterangan lain-lain : ............... ................ 6........................... Melanjutkan ke 14. : .......................Pengelolaan data kesiswaan merupakan salah satu garapan administrasi murid yang tidak dapat ditinggalkan............................................................................................................... Asal Sekolah : .... Anak ke : ........................... Pada intinya ada tiga macam data yang perlu sekali dike1ola......... 9....................... Nama Murid : ........ Data anekdot 12....................................................................... 2................................... yaitu: data tentang identitas murid.............. : .. Pendidikan : ................................ : ... b.................. . Keluar : a...... Orang Tua/Wali Murid : .............................. .......................................... Tinggal 15................................................................ c............................. 5................................... : .................................................................................................. Nama : .............. a......... Perpindahan: a......................... dan seterusnya ............................................................................................................. Berikut ini disajikan contoh-contoh format data tentang murid: a........... Tempat................................................................................................ 11.... b................................... tentang hasil belajar murid dan tentang kehadiran murid.... Di kelas c.................. STTB Nomor c................ Alamat : ....................... : ..................................................................................................... ........... : ............ ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus _____________________________________________________________________________________________________________________________ ________________ Keterangan: __________________ _____________________________________________________________ _______________________________________________________________ ........ Contoh format Data Hasil Belajar Murid ============================================================== Program No.............................................................. b....................................................... pas foto 3...................... tetapi juga bermanfaat kelak setelah murid tersebut sudah lulus dan meninggalkan sekolah tersebut......... Pindah ke b............ Pendidikan Agama PMP Olah Raga........................... d.......... Tanggal b............................................ Contoh format Identitas Murid 1.......... : ....................... ........................................ dan Kesehatan ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus 37 Kelas/Th Sem...............................1 2 Sem............................ 10........................................................................................................................................ Alamat : .................................................................................................................... Jenis Kelamin : .................. 8.................... : ............................................. ............................................... 4... 1.. Pekerjaan : .... : ...... : ................................................................................ Penghargaan yang diterima murid : . Tanggal : ........................... Alasan 13............................................................. Tanggal b................. 3................................1 2 _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______________ ............ 7............ Pada kelas c............ Lahir : .................1 2 Pendidikan Umum 2................................................................................. Data ini tidak hanya berguna sewaktu murid tersebut masih sekolah................................... Kelulusan: a..... .............. Di kelas : ............. Diterima: a........................

.............. Kartu itu berukuran quarto (21................ Bagian depan kartu diisi dengan data identitas siswa dan bagian belakangnya dipergunakan untuk data hasil belajar.......... 50........................................................................ ......... Nama Murid Tanggal Jumlah 1 2 3 4 5 dst ........................... 38 ....... dengan warna berbeda untuk setiap kelas (angkatan)........... 5.............................................................................. data tentang identitas siswa dan lembar sebelah kanan untuk data hasil belajar siswa. ....................... 4...... ____________________ ________________________________________________________________________________________________________________ Jumlah yang hadir _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______ d..... Penyimpanan data itu dapat dilakukan dengan menggunakan sistem kartu atau dapat pula menggunakan sistem buku induk.orang....... Ada beberapa cara untuk menyimpan data tersebut... Lembar muka sebelah kiri untuk............. Untuk mencari data tentang siswa pada buku induk akan lebih sukar dibandingkan dengan bila menggunakan siswa kartu...................orang...................... 1) Untuk data tentang identitas dan hasil belajar siswa sebaiknya tidak terpisah..... .. ................................................... Cara menyimpan data tentang murid Data-data tersebut harus disimpan oleh sekolah secara baik-baik dan berfungsi sebagai arsip aktif yang sewaktu-waktu dicari kembali untuk keperluan tertentu..orang............ ....................................................... Kelas : ................................. sebaiknya digunakan bahan kertas manila................................................................. 2....... karena itu merupakan satu kesatuan........ sebaiknya diberi kartu penyekat atau kartunya diganti dengan baru yang berwarna lain........ dan seterusnya .................................. Jumlah Murid : ........................ ============================================================================No.................. Penulisan data siswa tersebut diurutkan menurut urutan nomor induknya................. sehingga mudah mencarinya kembali. ..........orang..............c......................... Confoh format Data Rekapitulasi Kehadiran Murid SMP NEGERI XV SURABAYA Ha ri Tanggal Jumlah murid Izin Sakit Lain-lain : : : : : : ........ Tahun ............. Dengan sistem kartu ini upaya pencarian kembali setiap data yang diperlukan akan lebih mudah................. b) Apabila menggunakan buku induk............ Pada setiap ganti tahun angkatan............... a) Apabila menggunakan sistem kartu sebaiknya dibuatkan sehelai kartu untuk setiap siswa............................ Agar mudah disusun..................................... sebaiknya menggunakan buku ukuran folio..................... dengan menggunakan dua muka sebelah kiri untuk setiap siswa.................. 3..... Contoh format Data Presensi Murid Daftar Presensi bulan : ....... 31 Absen _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______ 1................ Untuk mempermudah penggunaan buku induk tersebut dapat dibantu dengan menggunakan buku Klaper di mana-mana siswa yang namanya dimulai dengan huruf sama disusun menjadi satu........50 cm x 28 cm).......... Kartu-kartu itu diurutkan menurut urutan nomor induk siswa yang ditulis pada pojok kanan atas..............

Perlombaan dan pertandingan 7.membina generasi muda umumnya . Maka dalam hal ini organisasi/Osis merupakan sarana komunikasi formil antara kelompok murid dan suatu sistem sekolah dengan: .membina personel dan sosial murid khususnya. program pendidikan. Tanggung jawab murid. pemberitahuan laporan dan sebagainya). artinya antara sekolah dengan pihak lain (ke luar) masyarakat lembaga/instansi yang lain. Kerjasama Sekolah dan Masyarakat Secara sederhana "hubungan" atau "communication"(di Indonesia: komunikasi) dapat diartikan sebagai "process by wich a person transmits a massage to another" (proses penyampaian berita dari seorang kepada orang lain). Ke laboratorium 5. Hal ini bisa secara intern yaitu di dalam organisasi sekolah itu sendiri. bendahara. yaitu orang yang menyampaikan sesuatu kepada orang lain (juga sebagai sumber berita). Perpustakaan sekolah 8. 5.sistem staf pengajaran dan personel sekolah . program pengabdian masyarakat. b. Membagi kepemimpinan dengan orang lain. Tujuan dari intra sekolah: . Orang yang menerima informasi (komunikasi communicate/recever ). Organisasi kesiswaan. Komunikasi di dalam administrasi sekolah adalah suatu proses penyampaian sesuatu (berita/idea kepada orang lain). medis yang digunakan (dapat berupa kata-kata bunyi. Tugasnya: Kegiatan kelas. Organisasi sosial 10. laporan dan sebagainya). Juga bisa ekstern. e. a) Intra kelas Murid dalam suatu kegiatan dapat diorganisir sedemikian sehingga merupakan suatu gaverment terdiri dari: ketua. Proses Berita Alat bunyi gambar Sumber isi tujuan 39 penerimaan . Alat.Aktivitas murid Program aktivitas sekolah seperti: olahraga. c) Ekstra sekolah Adalah kegiatan untuk membantu memperlancar perkembangan individu murid sebagai manusia seutuhnya. Menjadi pemimpin. sekretaris. dan seksi-seksi. b) Intra sekolah Pengembangan organisasi murid yang efektif di sekolah naik terhadap pendidikan dasar maupun menengah harus dapat menjamin partisipasi murid dalam program sekolah yang bersangkutan. Di dalam pengertian di atas terlihat adanya berbagai unsur antara lain: a. pertandingan olahraga dan kesenian keputrian. Komunikator. Tujuan penyampaian (dapat perintah. Perkemahan sekolah 4. Olahraga 3. kesenian. Response/jawaban yang diberikan oleh si penerima. Kegiatan ke masyarakat 6. kegiatan-kegiatan sosial dan sebagainya. c. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan murid sekolah antara lain: 1. f. Kegiatan antar kelas seperti. Pertemuan siswa 2. Publikasi karya tulis 9. dapat seperti kebersihan dan keindahan kelas dan sebagainya.sistem sosial masyarakat di mana sekolah itu berada. Apa yang disampaikan (isi/informasi). Kegiatan ini merupakan kegiatan kurikuler yaitu untuk menjamin adaptasi murid sekolah yang dapat menunjang proses belajar dan perkembangan murid secara lebih efektif. wakil. d.

Sanggup mengemukakan pendapatnya/ gagasannya dalam bentuknya tertulis sehingga orang lain dapat membaca dan mengerti. Jika para kepala sekolah memperoleh keterangan-keterangan tersebut di atas. b. 4. menilai dan mempertimbangkan. Belajar mendengarkan secara tepat dan kritis. Salah satu alasan mengapa sekolah perlu dukungan dari masyarakat tempat sekolah itu berada ialah karena sekolah harus dibiayai. badan-badan. Organisasi anggota masyarakat. 1. Berikut ini ada bermacam-macam konsepsi hubungan sekolah masyarakat untuk dapat dipertimbangkan mana yang lebih efektif untuk dikembangkan di sekolah mendatang. Konsep-konsep hubungan sekolah-masyarakat Masalah konsep hubungan sekolah-masyarakat adalah sangat luas dan kompleks dan beranekaragam. Keberhasilan dalam hubungan-hubungan kerja kemanusiaan ini akan ditentukan oleh efisiensi dan efektivitas mereka yang berkepentingan dalam: a. kepatuhan dan perasaan terikat yang ada pada masyarakat. Belajar membaca secara komprehensif. 3. kesetiaan. 40 . melainkan berada dalam suatu sistem masyarakat yang telah tetap. Dalam hal ini perhimpunan administrator sekolah di Amerika Serikat (the American Association of School Administrators) telah mengumpulkan beberapa indikator (petunjuk) tentang hubungan seko dengan masyarakat. yaitu lah bahwa para kepala sekolah harus memahami. Oleh karena itu orang-orang yang berkerja di sekolah mau tidak mau harus bekerja sama dengan masyarakat. berarti ia mendapat informasi yang diperlukan untuk mengembangkan hubungan yang sehat dan sukses antara sekolah dengan masyarakat. cara-cara beraksi. Sanggup mengadakan penilaian secara kritis terhadap apa yang dilihatnya. Menyampaikan berita kepada orang lain. ciri-ciri pengelompokan forrnil dan hubungan ciri-ciri populasi. b) Komunikasi dengan masyarakat di luar sekolah Adalah merupakan sesuatu kenyataan bahwa. Kesemuanya ini merupakan komunikasi intern bahkan sifatnya lebih subjektif. Tradisi dan adat-istiadat. diskriminatif dan kritis. organisasi-organisasi. Unsur-unsur penting pada anggota masyarakat lingkungan sekolah. sehingga tidak hanyut/terbenam dalam arus propaganda. Masyarakat di sini dapat berwujud orang tua murid. lancar dan efektif. gagasangagasan yang didengarnya. Namun hal ini perlu adanya motivasi dan stimulasi secara kontinu dari administrasi pendidikan.kata-kata dsb. 5. Adanya respon-perubahan tingkah laku. Memahami dengan tepat isi/maksudnya dengan harapan mau menerima. Sanggup mengekspresikan dalam berbicara yang jelas. Situasi fisik masyarakat. 2. Dilihat dari sudut administrasi pendidikan (sekolah) dapat dilihat bahwa komunikasi pada hakikatnya adalah problem hubungan kerja kemanusiaan (human relationship). 4. Penyampaian Berita Memahami dengan tepat Mau menerima Merespon Perubahan tingkah laku baik kelompok individual. sekolah tidak merupakan sesuatu yang berdiri sendiri terpisah dari dunia luar. menangani idea baru. Dalam dunia pendidikan dikenal 2 macam hubungan (komunikasi): a) Komunikasi dalam penyelenggaraan program pendidikan (intern) dengan masyarakatsekolah. Kehadiran sekolah berlandaskan kemauan baik negara dan masyarakat yang mendukungnya. Kepemimpinan/ struktur kekuatan yang terdapat dalam masyarakat. Tugas sekolah di sini ialah bagaimana menumbuhkan rasa ikut memiliki (senseaf belonging) dan rasa ikut bertanggung jawab (senseresponsibility) masyarakat terhadap sekolah. Dalam hal ini administrasl sekolah/pendidikan hendaldah membina para guru dan murid untuk: 1. 2. baik negeri maupun swasta. 5. 3.

Interpretasi pendidikan. Prinsip-prinsip program hubungan sekolah-masyarakat Jika suatu kegiatan telah diketahui dan ditentukan tujuannya. Jenis komunikasi di sini adalah kornunikasi tertutup (komunikasi intern) yaitu sekolah hanya berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Terutama dalam kegiatan-kegiatan kurikuler. To secure financial support. Yang biasanya disertai dengan perhitungan-perhitungan keuntungankeuntungan individualitas pribadi. To secure coppration in policy making. untuk mencari popularitas dan semata-mata mengejar prestise bukan prestasi. (Untuk menjalin kerjasama dalam pembuatan kebijaksanaan kebijaksanaan). 2. Jenis komunikasi di sini bersifat dua arah timbal balik di mana masyarakat cenderung untuk baranggapan bahwa mereka harus secara langsung dilihatkan ke dalam urusan-urusan sekolah mereka. runtuh dan sebagainya. Di mana kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan masyarakat juga menjadi kebutuhan dan keinginan sekolah. 5. Dalam kerangka tersebut di atas.a) Menurut Ameteambun dalam bukunya Guru dalam Administrasi sekolah pembangunan "Konsepsi hubungan sekolah-masyarakat" adalah sebagai berikut: 1. Seperti halnya publisitas lebih ditekankan. To prevent misunderstanding. c. 6. sekolah hendaknya selalu bekerja sama membina dan mewujudkan kehidupan sosial yang baik. tentu saja hal-hal yang dipamerkan "show" hanyalah hal-hal yang telah diseleksi/yang baik-baik saja. 3. b. Dalam hal ini Bent dan Kronenberg mengemukakan tiga hal tujuan utama hubungan sekolah masyarakat yaitu: a. Sikap acuh tak acuh di mana kedua belah pihak antara sekolah-rnasyarakat saling membiarkan dia tumbuh. rnaka suatu langkah/tindak lanjutnya adalah menyusun suatu program kerja. Konsep preventif kegiatan-kegiatan sekolah hanyalah untuk mencegah hal hal yang tak diinginkan oleh masyarakat. 1. harus dapat diharapkan dapat rnembina kepemimpinan dengan pihak yang erat hubungannya dengan problema¬problema sosial. Konsep prestise kegiatan-kegiatan sekolah sebagai alat untuk menonjolkan kariernya. Biasanya hal ini cenderung. Konsep pameran sekolah hanya sekadar memamerkan kegiatannya kepada masyarakat. 3. 4. Konsep tanda bahaya kegiatan-kegiatan hubungan sekolah masyarakat terjadi bila ada bahaya misalnya kebakaran. Konsep ini beranggapan bahwa sekolah dan masyarakat merupakan dua lernbaga yang terpisah. 7. sekolah seolah-olah menjual iklannya kepada masyarakat. Hal ini cenderung untuk memperkuat sikap dan pendapat yang telah ada melekat di masyarakat. apa yang dikehendaki dan kebutuhan-kebutuhan sekolah hendaknya diketahui masyarakat. Publisitas yaitu komunikasi satu arah. Untuk mengetahui sukses gagalnya suatu kegiatan maka perlu diketahui terlebih dahulu apakah tujuan kegiatan tersebut. 2. b) Menurut Balai Pendidikan Guru tertulis Jawa Barat dalam garis besarnya terdapat 4 jenis hubungan sekolah masyarakat. (Untuk memperoleh sumbangan-sumbangan finansiil dan material dari masyarakat). Perencanaan hubungan sekolah-masyarakat haruslah integral dengan program pendidikan yang bersangkutan. Usaha bersama. bahwa informasi yang telah diberikan kepada masyarakat dapat ditafsirkan menurut pengetahuan dan pendapat yang apa adanya. Konsep partnership hubungan ini dapat diinterpretasikan sebagai hubungan proses timbal balik. Sehingga sekolah memerlukan bantuan/kontak dengan masyarakat. 41 . Sehubungan dengan hal tersebut Ametembun merumuskan program hubungan sekolah masyarakat yaitu: 1. Konsep "menunggu" sekolah hanya menunggu dan mengharapkan perhatian dan bantuan dari masyarakat. Konsep "social leadership" sekolah sebagai lembaga pendidikan utama masyarakat. 4. Sehingga tidak mencerminkan "originalitas" atau asli dari keseluruhan program sekolah tersebut. (Untuk mencegah kesalahpahaman antara masyarakat terhadap sekolah).

Misalnya: televisi. Bahkan mungkin tidak memberikan arti apa-apa. dengan santai. Sistem audio visual yaitu sistem komunikasi dengan menggunakan alat-alat indra penglihatan dan pendengaran. 6) Kontak formal Hal ini dapat dilakukan dengan melalui pertemuan-pertemuan resmi. Jalur-jalur lain yang mungkin dapat ditempuh dalam hubungan sekolahmasyarakat adalah: 1) Anak/murid Anak/murid adalah merupakan mata rantai komunikasi yang paling efektif antara masyarakat dengan sekolah. Program hubungan sekolah masyarakat didasarkan atas kerja sama bukanlah sepihak (one way) tetapi adanya timbal balik (two way) prosesnya. Segala sesuatu dilihat. karena pihak operasional tidak diikutsertakan. Hal ini memberikan kesempatan untuk memperbincangkan persoalan-persoalan yang dapat segera langsung dijawab dan untuk membina hubungan yang kelak dapat memperlancar pertemuan -pertemuan resmi.2. poster-poster dan sebagainya. Hal ini sebenarnya tidak adil. rapat-rapat. ini berarti informasi yang diperlukan oleh orang tua murid tersebut. 2) Surat-surat selebaran dan buletin sekolah Biasanya orang tua akan membaca dengan cermat selebaran dan buletin yang langsung diterima dari sekolah. Berbagai media hubungan sekolah-masyarakat Dalam pelaksanaan hubungan sekolah-masyarakat akan diperlukan sarana atau alat yang sering disebut dengan media komunikasi atau mass media. Misalnya: tatap muka. Walaupun efektivitasnya sering dilebih-lebihkan oleh para administrator. dirasakan. 3. Dan kebanyakan siaran-siaran lewat media massa ini ditangani oleh administrator pusat. 3. Pada umumnya di dalam pelaksanaannya sekolah sering menggunakan kombinasi. televisi merupakan media yang sangat berharga untuk menyampaikan informasi kepada orang tua murid. 5) Laporan kemajuan murid (rapor) Laporan kemajuan murid yang secara formil disampaikan kepada orang tua merupakan alat lain bagi sekolah untuk berkomunikasi dengan mereka. komunikasi tertulis ini harus berisi informasi yang diperlakukan oleh orang tua murid. Sistem visual (visual system) yaitu sistem komunikasi dengan mempergunakan alat-alat yang dapat dilihat dengan indra mata. sebaiknya dalam laporan kemajuan murid disertai lembaran-lembaran isian untuk mereka yang berisi pendapat. 4) Pertemuan informal Para guru dan staf sekolah lainnya dapat mengadakan hubungan dengan warga masyarakat secara tidak resmi. Baik kombinasi yang secara lisan dan tertulis. Sehingga para pelaksana/guru hanya sebagai konsumen saja. tanggapan dan saran-saran kepada sekolah. Untuk mengatasi hal demikian. Layanan sekolah yang baik dan mengesankan kepada mere akan ka 42 . 2. surat kabar. Untuk itu semua hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga dapat menarik dan mengena pada sasarannya. jika diperlukan. dihayati di sekolah dapat dikomunikasikan kepada orang tuanya. Dan agar lebih efektif. film. Misalnya: majalah. Jalur-jalur komunikasi sekolah masyarakat Ada beberapa jalur yang mungkin dapat ditempuh walaupun demikian jalur yang paling menguntungkan adalah jalur yang langsung berhubungan dengan murid dan situasi pertemuan langsung (face to face). Tetapi dengan jalan ini nampaknya hanya satu arah saja yang menimbulkan tujuan yang berbeda -beda. Tampaknya ha tersebut mengandung implikasi bahwa l landasan utama hubungan sekolah-masyarakat yang sehat adalah program pengajaran yang efektif dan taraf hubungan guru-muridnya yang tinggi. Adapun dengan alatalat lain seperti surat. telepon dan sebagainya. dan sebagainya. Dan operasionalnya bisa secara formal dan informal. kontak melalui telepon. Masyarakat atau orang tua diundang secara resmi oleh sekolah. telegram dan sebagainya. Dengan demikian komunikasi dua arah sedikit banyak dapat terpelihara. khususnya mengenai hal-hal yang sedang terjadi pada mereka. Setiap pejabat/petugas sekolah terutama para guru haruslah menganggap dirinya adalah petugas hubungan masyarakat (public relations efficer). Sistem audio (audio system) yaitu dengan menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan indra pendengaran. 1. gambar. 3) Mass media (media massa) Media massa seperti radio.

ataupun dengan jalan karyawisata. Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3) Organisasi ini bekerja sama dengan sekolah dalam mengembangkan hubungan-hubungan yang sehat antara sekolah dengan masyarakat. guru dan masyarakat. BP3 ini merupakan wadah. Umumnya para guru memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat dalam menghidupkan dan memperkaya program pengajaran.7) 8) membuat kesan yang mendalam bagi masyarakat. Memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat. sehingga kepala sekolah. akan turut meningkatkan hubungan yang sehat antara sekolah dan masyarakat. dapat melakukan komunikasi dan memberikan informasi tentang inovasi-inovasi yang sedang dijalankan dalam program pengajaran dewasa ini. Dengan demikian. Misalnya pemanfaatan tokoh-tokoh masyarakat. Namun dalam hal ini sering diabaikan bahwa dalam pemanfaatan sumber-sumber tersebut sebetulnya merupakan cara terbaik untuk mengadakan hubungan dengan masyarakat. lni adalah merupakan komunikasi yang intim karena seolaholah masyarakat ikut diperhatikan. 43 .