BAB I PENGERTIAN, DASAR-DASAR DAN TUJUAN, SERTA RUANG LINGKUP ADMINISTRASI PENDIDIKAN

1. Pengertian Administrasi Pendidikan
Untuk dapat memahami administrasi pendidikan secara keseluruhan, maka perlu terlebih dahulu membahas titik awal pengertian tersebut, yaitu Administrasi. Pengertian dasar tentang administrasi itu akan merupakan tumpuan pemahaman administrasi pendidikan seutuhnya. Secara sederhana administrasi ini berasal dari kata Latin ´adµ dan ´ministroµ. Ad mempunyai arti ´kepadaµ dan ministro berarti ´melayaniµ. Secara bebas dapat diartikan bahwa administrasi itu merupakan pelayanan atau pengabdian terhadap subjek terten Memang, zaman dulu tu. administrasi dikenakan kepada pekerjaan yang berkaitan dengan pengabdian atau pelayanan kepada raja atau menteri-menteri dalam tugas mengelola pemerintahannya. Kini administrasi itu telah mengalami perkembangan yang pesat sehingga a dministrasi ini mempunyai pengertian atau konotasi yang luas. Secara garis besarnya pengertian itu antara lain sebagai berikut: - mempunyai pengertian sama dengan manajemen; - menyuruh orang agar bekerja secara produktif; - memanfaatkan manusia, material, uang, metode secara terpadu; - mencapai suatu tujuan melalui orang lain; - fungsi eksekutif pemerintah. Bahkan banyak orang yang beranggapan bahwa administrasi itu sama dengan pekerjaan juru tulis, tata usaha, kerja kantor, atau pekerjaan yang bersangkut paut dengan tulis menulis. Yang dimaksudkan dengan administrasi di sini tentu saja bukan pengertian yang terakhir itu. Administrasi adalah upaya mencapai tujuan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan orang-orang dalam suatu pola kerjasama. Efektif dalam arti hasil yang dicapai upaya itu sama dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan efisien berhubungan dengan penggunaan sumber dana, daya dan waktu yang ekonomis. Selain manusia dan tujuan, administrasi sangat mempedulikan keadaan sumber. Sumber adalah segala hal yang membantu tercapainya tujuan baik berupa tenaga, material, uang, ataupun waktu. Sumber yang langka cenderung menggagalkan tercapainya tujuan. Sedangkan sumber yang berlimpah cenderung kepada pemborosan dan bahkan penyimpangan dari tuj an yang telah disepakati. u Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa pada dasamya yang menjadi perhatian administrasi adalah tujuan, manusia, sumber, dan juga waktu. Kalau keempat unsur tersebut digabungkan dan dilihat dari bentuk dan perilakunya, maka akan menampakkan dirinya sebagai suatu satuan sosial tertentu, yang sering disebut organisasi. Dan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi itu adalah subsistem dari organisasi itu sendiri yang unsur-unsumya terdiri dari unsur organisasi yaitu tujuan, orang-orang, sumber, dan waktu. Secara umum dapat dinyatakan bahwa organisasi itu adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih yang secara sadar dimaksudkan untuk mencapai tujuan. Gabungan orang yang bekerja sarna itu didoro g oleh n kesadaran manusia bahwa kebutuhan seseorang itu mudah terpenuhi bila diupayakan bersama orang lain. Karena kekurangmampuan, waktu, daya tahan dan bahan-bahan manusia menjadi sadar bahwa harapan dan kebutuhannya itu perlu bantuan orang lain. Orang-orang itu kemudian bergabung, menetapkan tujuan bersama, menyepakati bentuk kegiatan dan upaya mencapai tujuan, dan terbentuklah organisasi. Dan upaya agar semua unsur organisasi itu bisa berfungsi atau berlaku secara efektif dan efisien, produktif, optimal, atau bahkan maksimal adalah administrasi. Menurut jenisnya organisasi ini terdiri dari tiga jenis yaitu organisasi formal, sosial dan informal. Ciri khusus dari organisasi formal adalah organisasi yang secara formal menetapkan tujuan yang akan dicapainya itu dengan tertulis berdasarkan peraturan atau hukum yang berlaku, menetapkan pola kegiatan, dan menekan pada koordinasi dan hierarki kewenangan. Termasuk ke dalam organisasi ini ialah sekolah, madrasah, perusahaan, penjara, organisasi politik dan massa. Organisasi sosial adalah organisasi yang dibentuk berdasarkan tujuan yang tidak formal, tetapi secara implisit terpaut dengan pola kerja yang longgar dan bahkan tidak ada hierarkis kewenangan. Termasuk ke dalam jenis ini umpamanya sekumpulan sahabat untuk mengisi waktu senggang, pertemuan untuk mengenang masa lalu atau bernostalgia, dan kumpulan lulusan atau alumni suatu organisasi pendidikan. Organisasi informal adalah organisasi yang terbentuk dalam organisasi formal tetapi tidak termasuk dalam struktur atau peraturan yang tertulis. Organisasi ini timbul secara spontan dan didorong oleh kebutuhan akan pergaulan, persahabatan, rasa aman di antara anggota organisasi formal. Termasuk ke dalam jenis ini ialah kumpulan arisan, persahabatan, hobi dan rekreasi di antara para karyawan suatu perusahaan. Keberadaan organisasi informal dalam organisasi formal bersifat
1

kontroversial, dapat menjadi pendukung bagi keberhasilan atau sebaliknya dapat menjadi penghalang tercapainya tujuan suatu organisasi. Administrasi pendidikan mengandung dua pokok pikiran yaitu administrasi dan pendidikan. Pengertian administrasi telah dikemukakan di muka secara agak rinci. Pengertian pendidikan akan dikemukakan pada bagian berikut ini. Berdasarkan asas legal pengertian pendidikan ini dapat disimak dari Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor II/MPR/1988 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara. Dalam GBHN tahun 1988 ini pendidikan dibataskan sebagai proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Pe didikan n berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Berikut beberapa pendapat para ahli tentang pendidikan : 1) Carter V. Good dalam µDictionary of Educationµ dijelaskan sebagai berikut : - Seni, praktek, atau profesi sebagai pengajar - Ilmu yang sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan prinsip -prinsip dan metode mengajar, pengawasan dan bimbingan murid, dalam arti luas digantikan dengan istilah pendidikan. Menurut Carter, pendidikan berarti : - Proses perkembangan pribadi - Proses sosial - Profesional cources - Seni untuk membuat dan memahami ilmu pengetahuan yang tersusun yang dikembangkan pada masa lampau oleh tiap generasi bangsa. 2) Prof. Richey dalam buku ´Planning for Teaching and Introduction to Educationµ menjelaskan hakekat pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung dalam sekolah saj . Pendidikan adalah a suatu aktifitas sosial yang esensial yang memungkinkan masyarakat yang kompleks, modern, fungsi pendidikan ini mengalami proses spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal, yang tetap berhubungan dalam proses pendidikan informal di luar sekolah. 3) Brubacher dalam bukunya ´Modern Phylosofies, Educationµ dinyatakan sebagai berikut : Pendidikan adalah proses timbal balik dari tiap pribadi manusia dalam penyesuaian dirinya dengan alam, dengan teman, dan dengan alam semesta. 4) John Dewey memandang pendidikan sebagai suatu proses pembentukan kecakapan fundamental secara intelektual dalam emosi sesama manusia.1 (1 Tholib Kasan, Dasar-Dasar Pendidikan, Studia Press, Jakarta, 2005) Mengacu pada batasan tersebut di atas terdapat beber apa hal yang berkenaan dengan administrasi. Seperti yang telah dikemukakan di muka, pendidikan itu adalah suatu proses. Proses dalam hal ini dapat diartikan bahwa pendidikan terdiri dari serangkaian tindakan yang menuju ke suatu hasil tertentu. Tindakan tersebut bisa saja suatu perbuatan yang tampak tetapi juga bisa tidak tampak. Pada umumnya tindakan dalam pendidikan itu merupakan tindakan yang tidak tampak nyata. Namun demikian, tindakan dalam pendidikan itu hampir selamanya bersifat formal, dalam artian tindakan-tindakan itu dibuat sengaja dan bertujuan. Kesengajaan proses pendidikan ini akan lebih nyata bila pendidikan itu dipandang secara sosiologis. Pendidikan adalah proses sengaja untuk meneruskan atau mentransmisi budaya orang dewasa kepada generasi yang lebih muda. Proses ini mengandung suatu tindakan asasi yaitu pemilihan atau seleksi keterampilan, fakta, nilai, dan sikap yang paling berharga dan penting dari kebudayaan untuk diajarkan kepada generasi yang lebih muda itu. Pemilihan dan pengambilan keputusan itu merupakan tindakan yang sengaja. Dalam pendidikan itu terdapat dua jenis proses, yaitu proses pendidikan dan nonpendidikan. Proses pendidikan sering juga disebut proses teknis sedangkan nonpendidikan sering disebut nonteknik. Administrasi tergolong proses nonteknis yang pada dasarnya berfungsi agar proses teknik berjalan dengan mulus. Fungsi proses administrasi itu adalah merancang, mengatur, mengkoordinasikan, menyediakan fasilitas, mengarahkan, memperbaiki proses teknis. Sedangkan proses teknis itu merupakan proses yang secara langsung berkenaan dengan pendidikan itu sendiri seperti perencanaan, penilaian, pelaksanaan pengajaran dan kurikulum, Abdurrahman An-Nahlawi (1989; 50) menyatakan bahwa proses pendidikan adalah pengembangan kepribadian manusia, agar seluruh aspek ini dapat terlaksana secara harmonis dan sempurna, di samping seluruh potensi manusia dapat terpadu untuk mencapai tujuan yang merupakan pangkal segala usaha, konsep, tingkah laku, dan getar perasaan hati.

2

Hal lain yang perlu ditinjau lebih lanjut dari pengertian pendidikan itu berkenaan dengan perubahan atau kondisi diri manusia yang diharapkan baik yang bersifat fisik maupun mental. Semua batasan pendidikan yang dikemukakan di muka itu semuanya menunjukkan adanya tujuan. Bahk GBHN 1988 lebih lanjut menunjukkan an tujuan umum pendidikan itu menjadi lebih rinci. Tujuan tersebut adalah pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, berkerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terarnpil serta sehat jasmani dan rohani.2 (2 Dr. Supandi dkk., Administrasi Pendidikan, UT, Jakarta, 1992.) Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa administrasi adalah aktivitas-aktivitas untuk mencapai suatu tujuan, atau proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang pengertian administrasi pendidikan, baiklah kita kemukakan di sini beberapa rumusan dari para ahli sebagai berikut: a. Sondang P. Siagian, MPA. PhD. Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu, untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. b. Ars. The Liang Gie, dalam Pengertian, Kedudukan dan Ilmu Administrasi rnengatakan bahwa: Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilaksanakan oleh sekelompok orang dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. c. Drs. Soehari Trisna, dalarn Segi-Segi Administrasi Sekolah. Administrasi adalah keseluruhan proses penyelenggaraan dalam usaha kerja sama dua orang atau lebih dengan s ecara rasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efisien. d. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam Pedoman Pelaksanaan Kurikulum, buku III D. Administrasi ialah usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber (personel maupun material) secara efektif dan efisien guna untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. e. Jesse B. Sears, dalam The Nature of Administration Process 1950. Educational administration is the process as including the following activities planning, or anization, g direction, coordination, and control. f. Drs. M. Ngalim Parwanto, dalam Administrasi Pendidikan 1967. Administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel, spiritual dan material yang bersangkut-paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. g. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam Kurikulum Usaha-Usaha Perbaikan dalam Bidang Pendidikan dan Administrasi Pendidikan. Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan, pembiayaan, dan pelaporan dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personel, material, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. h. Administrasi Pendidikan ialah suatu cara bekerja dengan orang-orang, dalam rangka usaha mencapai tujuan pendidikan yang efektif, yang berarti mendatangkan hasil yang baik dan tepat, sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditentukan. i. Administrasi pendidikan dapat pula diartikan sebagai pelaksanaan pimpinan yang mewujudkan aktivitas kerjasama yang efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. j. Administrasi pendidikan adalah semua kegiatan sekolah dari yang meliputi usaha-usaha besar seperti perumusan polis, pengarahan usaha, koordinasi, konsultasi, korespondensi, kontrol dan seterusnya, sampai kepada usaha-usaha kecil dan sederhana seperti menjaga sekolah, menyapu halaman dan sebagainya. Melihat rumusan-rumusan tersebut di atas, jelaslah kiranya bahwa administrasi pendidikan meliputi berbagai aspek dan kegiatan yang kesemuanya ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang dicita -citakan. Perlu diketahui, bahwa rumusan-rumusan tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan satu dengan yang lain, melainkan saling berhubungan erat dan saling melengkapi. Hanya saja tekanan dari masing-masing rumusan itu berbeda-beda. Ada yang menekankan pada: cara bekerja dengan orang-orang dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Ada pula yang menekankan pada: pelaksanaan pimpinan. Dan ada lagi yang tekanannya lebih menunjukkan pengertian yang lebih luas, yaitu mencakup semua kegiatan sekolah yang ditujukan ke arah tercapainya tujuan pendidikan. Dengan beberapa pengertian tersebut di atas, maka perlu ditegaskan di sini: a. Bahwa administrasi pendidikan itu merupakan proses keseluruhan dan kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang ada sangkut-pautnya dengan tugas-tugas pendidikan. b. Bahwa administrasi pendidikan itu mencakup kegiatan-kegiatan yang luas, yang meliputi: kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, khususnya dalam bidang pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah.
3

c. Bahwa administrasi pendidikan itu bukan hanya sekedar kegiatan µtata usahaµ seperti yang dilakukan di kantor-kantor tata usaha sekolah atau kantor-kantor inspeksi pendidikan lainnya. Secara sederhana dan mudah, dapat dikatakan: "Administrasi pendidikan adalah suatu ilmu tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah, agar tercapai tujuan pendidikan di sekolah itu." Singkatnya: Administrasi pendidikan ialah pembinaan, pengawasan dan pelaksanaan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan-urusan sekolah. Memperluas pemahaman tentang pengertian administrasi pendidikan berikut ini dikemukakan beberapa batasan atau definisi. a. Hadari Nawawi mengatakan: Administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pend idikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama berupa lembaga pendidikan formal. Beliau menekankan pada proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang terutama pada pendidikan formal. Selanjutnya dikatak an, ada perbedaan antara administrasi pendidikan dan kegiatan operasional kependidikan. Kegiatan operasional kependidikan adalah kegiatan-kegiatan teknis edukatif, seperti kegiatan belajar mengajar, bimbingan dan penyuluhan dan sebagainya. Sedangkan administrasi pendidikan menyangkut kemampuan mengendalikan kegiatan operasional itu agar serempak seluruhnya bergerak dan terarah pada pencapaian tujuan pendidikan. Tujuan itu adalah mengusahakan terwujudnya efisiensi dan efektivitas yang tinggi. b. Pendapat lain yang dikemukakan adalah batasan dari Engkoswara. Beliau mengatakan: Administrasi Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu manusia, kurikulum atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan pendidikan yang disepakati. Selanjutnya dikatakan, tujuan administrasi pendidikan adalah untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif yaitu efektif dan efisien. Ukuran keberhasilan administrasi pendidikan adalah produktivitas pendidikan, yang pertama dilihat pada produk, hasil atau efektivitas dan pada proses, suasana atau efisiensi. Dalam pencapaian produktivitas itu diperlukan suatu proses, minimal meliputi perilaku manusia berorganisasi, perilaku itu dapat dinyatakan dalam bentuk perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan atau pembinaan atas tugas kewajiban administratif. Tugas kewajiban administratif itu dapat dikelompokkan dalam tujuh kategori, yaitu: 1) program pendidikan; 2) murid; 3) personel; 4) kantor sekolah; 5) keuangan sekolah; 6) pelayanan bantuan; dan 7) hubungan sekolah masyarakat. Tugas kewajiban di atas dapat dikategorikan ke dalam manusia, program pendidikan atau sumber belajar dan fasilitas. c. Menurut Ngalim Purwanto: Administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasikan segala sesuatu, baik personel, spiritual dan material, yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. Selanjutnya dikatakan, di dalam proses administrasi pendidikan, segenap usaha orang-orang yang terlibat di dalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan, diorganisir dan dikoordinir secara efektif dan semua materi yang diperlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien. Dari beberapa batasan di atas dapat disimpulkan bahwa: administrasi pendidikan adalah tindakan mengkoordinasikan perilaku manusia dalam pendidikan, agar sumber daya yang ada dapat ditata sebaik mungkin, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif.

2. Dasar dan Tujuan Dasar
Administrasi akan berhasil baik apabila didasarkan atas dasar-dasar yang tepat. Dasar diartikan sebagai suatu kebenaran yang fundamental yang dapat dipergunakan sebagai landasan dan pedoman bertindak dalam kehidupan bermasyarakat. Berikut ini akan dipaparkan beberapa dasar yang perlu diperhatikan agar administrator dapat mencapai sukses dalam tugasnya. Terdapat banyak dasar administrasi, antara lain: a. Prinsip efisiensi
4

Jangan sampai terjadi kasus. Prinsip kepemimpinan yang efektif Seorang administrator yang berhasil dalam tugasnya apabila ia menggunakan gaya kepemimpinan yang efektif. sampai melupakan kegairahan kerja dan kepentingan pribadi bawahannya. Ini berarti ia harus mengenal bawahannya apa kepentingan kepentingannya. Prinsip pengelolaan Administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien melalui orang-orang lain dengan jalan melakukan pekerjaan manajemen. yakni yang memperhatikan dimensi-dimensi hubungan antar manusia (human relationship). maka ia mengorbankan pentingnya penyelesaian tugas secara baik dan tepat pada waktunya. Perlu ditambahkan bahwa ada dua asas yang dapat dipergunakan sebagai landasan kerja kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. baik secara horizontal maupun secara vertikal. yaitu sistem pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan pada Pancasila dan Undang -Undang Dasar 1945. Gaya kepemimpinan yang tepat adalah apabila administrator memperhitungkan taraf kematangan para anggota organisasi. Di samping itu. yaitu: asas idiil dan landasan operasional. karena pemimpin mementingkan hubungan baik dengan anggotanya. mengarahkan dan mengontrol. c. dan situasi yang ada. b. akan dapat dilihat dari makin banyaknya pekerjaan operatif yang harus dilakukan oleh administrator. tetapi kesadaran bekerja belum memadai. Asas operasional/prinsip Sebagaimana telah diketahui.Seorang administrasi akan berhasil dalam tugasnya bilamana dia efisien dalam menggunakan semua sumber tenaga dana dan fasilitas yang ada. Dalam pendekatan sistem. maka kelima prinsip yang dipergunakan untuk melandasi kurikulum 1975 juga harus menjadi landasan operasional bagi kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. Kurikulum yang dimaksud adalah kurikulum 1975. Makin rendah taraf suatu organisasi. bahwa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional seperti yang tercantum dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Prinsip keempat ini perlu penjelasan. 5 . kegiatan administrasi merupakan salah satu komponen instrumental proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah. dapat menimbulkan motivasi bekerja untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan organisasi. dimensi kedua juga perlu diperhatikan yaitu pentingnya penyelesaian tugas oleh setiap anggota organisasi sesuai dengan pertelaan tugas (job description). Kelima prinsip itu adalah: 1) Prinsip fleksibilitas Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah hendaknya dilakukan dengan mengingat faktorfaktor dan kemampuan untuk menyediakan fasilitas bagi berlangsungnya program pendidikan di sekolah. Bila dalam organisasi telah ada hubungan baik. Upaya pembaruan itu dilakukan antara lain juga untuk meningkatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah. maka pemimpin yang berhasil harus mampu menimbulkan kesadaran untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya. mengusahakan kepuasan kerja. maka pekerjaan pokoknya yaitu pengelolaan akan terbengkalai. dimensi pelaksanaan tugas dan dimensi situasi dan kondisi (sikon) yang ada. a. Administrator akan berhasil dalam melaksanakan tugasnya apabila ia memiiiki gaya kepemimpinan yang efektif. sebab bila ia terlalu sibuk dengan tugas-tugas operatif. Dan sebaliknya jangan sampai terlalu mengutamakan kewajiban kerja. Prinsip kerjasama Seseorang administrator akan berhasil baik dalam tugasnya bila ia mampu mengembangkan kerjasama di antara orang-orang yang terlibat. Ada lima buah prinsip yang melandasi kurikulum 1975 ini. Sistem pendidikan yang dianut oleh negara Indonesia adalah sistem pendidikan Pancasila. Asas idiil Pelaksanaan administrasi pendidikan di suatu negara tergantung pada sistem pendidikan yang dianut oleh suatu negara. Karena administrasi pendidikan pada hakikatnya adalah sub-sistem dari sistem pendidikan secara luas. d. e. yakni merencanakan. mengorganisasikan. seseorang administrasi cenderung untuk memberikan prioritas pertama pada pekerjaan operatif. maka landasan idiil yang dipergunakan dalam kegiatan administrasi pendidikan di sekolah juga Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kurikulum inilah yang menjadi landasan operasional dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. Administrator harus mampu menghindari kecenderungan negatif ini. b. Bentuk pembaruan sistem pendidikan di sekolah itu tertuang dalam bentuk kurikulum. sistem pendidikan di sekolah di Indonesia telah mengalami pembaruan. Syarat pertama adalah ia sebagai pemimpin harus memelihara hubungan baik antara bawahannya. Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan Jika disertai pekerjaan manajemen dan operatif dalam waktu yang sama. Hal ini juga merupakan ciri khas tentang tinggi atau rendahnya taraf organisasi. Karena proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah itu dilakukan dalam kurikulum 1975.

Tujuan administrasi berusaha untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah tersebut. bekerja di masyarakat dan mengembangkan diri. 2) Menguasai hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di SD. yaitu: efektivitas produksi. Karena sekolah merupakan subsistem pendidikan nasional. efisiensi. Tujuan institusional pendidikan untuk semua tingkat dan jenis sekolah telah dibakukan oleh pemerintah dalam kurikulum 1975. 4) Prinsip kontinuitas Prinsip kontinuitas ini hendaknya juga dipergunakan sebagai landasan operasional dalam melaksanakan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. kecerdasan. bidang keterampilan dan bidang nilai dan sikap. kuat lahir dan batin. Misalnya: Walaupun kegiatan administrasi siswa yang dilakukan di Sekolah Dasar berbeda dengan yang dilakukan di Sekolah Menengah Pertama. administrasi pendidikan merupakan subsistem dalam sistem pendidikan sekolah.3 (3 Tim MKDK IKIP Semarang. dan kepuasan kerja. b. 5) Prinsip pendidikan seumur hidup Prinsip ini berarti bahwa setiap manusia Indonesia diharapkan untuk selalu berkembang sepanjang hidupnya. Administrasi Pendidikan. mempertinggi budi pekerti. keterampilan dan sikap dasar yang diperlukan untuk melanjutkan pelajaran. Karena administrasi pendidikan di sekolah merupakan komponen input instrumental dalam sistem pendidikan maka untuk menjamin tercapainya tujuan tersebut. Tujuan Menurut Sergiovanni dan Carver (1975). Keempat tujuan tersebut dapat digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan suatu penyelenggaraan sekolah. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Dasar (SD) adalah agar lulusan: 1) Memiliki sifat-sifat dasar sebagai warga negara yang baik. Sesuai dengan yang digariskan dalam GBHN tujuan pendidikan nasional adalah: Meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh. 3) Prinsip berorientasi pada tujuan Sesuai dengan pendekatan sistem maka semua kegiatan pendidikan harus berorientasi pada tujuan. 2) Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di SMP. 3) Memiliki bekal untuk melanjutkan pelajaran ke Sekolah Lanjutan Atas dan untuk tujuan ke masyarakat. 2) Prinsip efisien dan efektivitas Pada hakikatnya efisiensi tidak hanya menyangkut penggunaan waktu secara tepat. Prinsip ini juga harus digunakan sebagai landasan operasional bagi kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. yaitu: bidang pengetahuan. Tujuan umum dirumuskan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang lebih mencakup hal yang luas. kuat lahir dan batin. 2) Sehat jasmani dan rohani. Dalam. Sedangkan dalam lembaga atau sekolah. maka tujuan administrasi pendidikan di Indonesia yang dilaksanakan di sekolah juga bersumber dari tujuan pendidikan nasional. Sedang pada tujuan khusus pertanyaan pertanyaan itu sudah dijabarkan secara khusus dengan ditinjau dari tiga bidang pengembangan tingkah laku manusia melalui pendidikan. 1989) Contoh tujuan umum a. memperkuat kepribadian. keterampilan. IKIP Semarang Press. 6 . dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusiamanusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri yang serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. di lain pihak masyarakat dan pemerintah diharapkan untuk dapat menciptakan situasi yang menantang untuk belajar. tujuan institusional untuk masing-masing jenjang dan jenis sekolah dalarn kurikulurn tahun 1975 dirumuskan berupa tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik sebagai manusia utuh. tujuan operasional yang sudah dirumuskan itu juga menjadi gantungan orientasi bagi pelaksanaan kegiatan administrasi pendidikan di sekolah. Di samping itu tujuan administrasi pendidikan di Indonesia juga menunjang tercapainya tujuan pendidikan nasional tersebut. 3) Memiliki pengetahuan. sehat. Sesuai dengan keputusan-keputusan tersebut. kemampuan menyesuaikan diri (adaptiveness). melainkan juga menyangkut masalah pendayagunaan tenaga secara optimal. ada empat tujuan administrasi.Berdasarkan pada prinsip ini berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatan administrasi hendaknya mengingat faktor-faktor ekosistem dan kemampuan untuk menyediakan fasilitas itu. tetapi ada hubungan hierarkinya. sehat. c. melaksanakan administrasi pendidikan kiranya prinsip tersebut perlu digunakan sebagai landasan operasional.

3) Memiliki pengetahuan. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki pengetahuan dan pengertian dasar. d) Mengembangkan dan membina kepemimpinan yang demokratis dan bertanggung jawab dalam interaksi sosial dengan murid dan anak-anak. hal. Dapatlah sekarang dimengerti. yaitu manusia pembangunan yang bermoral Pancasila yang utuh. melainkan berpusat pada kebutuhan hidup (life centered). e. tepatnya administrasi pendidikan. serta menerima dan percaya kepada kaidah -kaidah dan cara-cara pengamalan agama masing-masing. sehingga tujuan pendidikan tersebut menjadi kebutuhan dan pendorong kerja para anggota lembaga. b. bahwa Indonesia sekarang terus bernsaha meningkatkan adanya sekolah-sekolah progressif community oriented (berorientasi pada masyarakat modern). Sekolah kuno hanya mengutamakan pengetahuan melulu. menyeleksi. Adapun tugas administrasi. 2) Menjadi warga negara Indonesia yang bermoral Pancasila yang memiliki sifat yang baik dan konstruktif sebagai warga masyarakat. menjabarkan dan menetapkan tujuan pendidikan yang akan dicapai sesuai dengan lembaga atau organisasi pendidikan yang bersangkutan secara formal. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki dasar-dasar ilmu pengetahuan yang kokoh serta keterampilan untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang lebih tinggi. 9. administrasi pendidikan di sekolah bertujuan menciptakan situasi yang memungkinkan anak mempunyai pengetahuan dasar yang kuat untuk melanjutkan pelajaran. keterampilan dan sikap hidup yang sangat berbeda dengan petugas di sekolah kuno. 4) Memiliki untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat. sehingga tercapai tujuan khusus sekolah tersebut. e) Menggunakan prinsip kemanusiaan. c) Menggunakan prinsip pendidikan seumur hidup di sekolah maupun di luar sekolah sebagai alat utama bagi kemajuan pribadi masyarakat. b) Mengembangkan dan mengamalkan Ilmu dan profesinya. c. tidak lagi berpusat pada pengetahuan semata. kuat lahir dan batin. 4 Ibid. keterampilan dan sikap sebagai guru teknik dalam bidang teknologi industri sesuai dengan jurusan yang dipilihnya. yaitu: a. keterampilan dan nilai serta sikap yang diperlukan untuk: a) Melaksanakan tugasnya secara afektif sebagai guru di lembaga pendidikan dasar. bahwa penyelenggaraan sekolah menuntut para guru untuk memimpin peningkatan pengetahuan. bahwa tujuan administrasi pendidikan di sekolah adalah mempersiapkan situasi di sekolah. baik dalam peribadatan maupun kehidupan sehari-hari dan dalam hubungan antar agama dan bidang-bidang kehidupan lainnya.4 Kiranya jelas. Secara agak rinci dan kewajiban administrasi sehubungan dengan tujuan pendidikan ini dapat di emukakan sebagai k berikut: 1) Berusaha agar tujuan pendidikan tampil secara formal dengan jalan merumuskan. demokrasi dan keadilan sosial dalam kehidupan. agar pendidikan dan pengajaran berlangsung baik. mengupayakan agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Dan dengan demikian dapat berd sendiri serta iri menyumbangkan kecakapannya bagi pembangunan masyarakat berPancasila. pergaulan. Tampak jelas. 2) Menyebarluaskan dan berusaha menanamkan tujuan pendidikan itu kepada anggota lembaga. mengenai hak dan kewajiban sebagai manusia Pancasila sesuai dengan ketetapan MPRS No. keluarga dan sekolah secara bertanggung jawab. Secara singkat. serta mempunyai sikap hidup sebagai manusia Pancasila dengan pengabdian untuk pembangunan masyarakat Pancasila Indonesia.3) Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga perguruan tinggi. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Teknologi Menengah (STM) adalah agar lulusan: 1) Menjadi warga negara yang baik. Supaya anak-anak tamatan suatu sekolah memiliki salah satu keterampilan atau kecakapan khusus. yaitu: Sekolah Dasar atau Taman Kanak-kanak. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) adalah agar lulusan: 1) Sehat jasmani dan rohani. 2) Menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang memiliki pengetahuan. makhluk sosial dan makhluk perseorangan.IV /1973 dan berbuat selaras dengan pengertian itu. mempun yai suatu kecakapan dan keterampilan khusus untuk dapat hidup sendiri dan dalam masyarakat. kurang memperhatikan adanya perkembangan masyarakat yang selalu berubah itu. 7 . d. yaitu sebagai makhluk Tuhan. yang merupakan bekal untuk hidupnya dalam masyarakat. sehat.

mengupayakan agar informasi tentang hasil dan proses itu menjadi umpan balik yang dapat memperbaiki proses dan hasil selanjutnya. 8 . Bidang tata usaha sekolah. murid dan pegaw tata usaha sekolah. Unsur lain yang penting dikemukakan dalam pendidikan ini dan mempunyai hubungan yang erat dengan administrasi pendidikan ialah unsur manusia. 5) Menilai hasil yang telah dicapai dan proses yang sedang atau telah berlaku. meliputi antara lain: 1) Pengangkatan dan penempatan tenaga guru. 5) Korespondensi/ surat menyurat. ini meliputi: 1) Organisasi dan struktur pegawai tata usaha. dan abdi Allah. 2) Masalah kesehatan murid. perlu juga diusahakan agar proses untuk mencapai tujuan nonpendidikan tidak terlalu banyak sehingga menghambat tercapainya tujuan pendidikan. Upaya ini sering dikaitkan dengan pengawasan melekat ataupun pengendalian mutu dalam pendidikan. . disesuaikan dengan pembaruan pendidikan dan lingkungan masyarakat. 3) Masalah kepegawaian dan personalia sekolah. 2) Mengusahakan dan mengembangkan kerjasama yang baik antara guru. dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran. 3) Masalah kesejahteraan murid. d. b. menjabarkan dan menetapkan proses berupa tindakan. Bidang personalia guru. kebaikan serta kebahagiaan seperti yang diberlakukan Allah. Di dalam pendidikan itu terpaut manusia yang mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. administrasi atau teknik justru sering terlalu banyak sehingga kegiatan edukatif menjadi terlalaikan. 4) Keuangan dan pembukuannya. 6) Masalah pengangkatan. Sudah dapat dibayangkan bahwa tanpa koordinasi pengat ran kerja. raport dan sebagainya. Di dalam praktek. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa kegiatan yang nonpendidikan atau nonedukatif yang tidak seimbang dengan kegiatan pendidikan akan menurunkan mutu pendidikan itu sendiri. yang meliputi antara lain: 1) Usaha membangkitkan semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masing masing sebaik-baiknya. pemindahan. 4) Mengawasi pelaksanaan proses pendidikan dan lainnya dengan memantau memeriksa dan mengendalikan setiap kegiatan dan tindakan pada setiap tahap proses sistem. kegiatan. yang meliputi antara lain: 1) Organisasi murid. Pada dasarnya pengawasan ini lebih menekankan kepada usaha mengembalikan proses yang menyimpang pada hukum dan tahap perkembangan serta interaksinya. 3) Masalah kepegawaian. 5) Bimbingan dan penyuluhan bagi murid. 3. Bidang pengawasan (supervisi). Dan itulah merupakan tugas dan kewajiban administrasi pendidikan yang berkaitan dengan manusia sebagai individu. anggota masyarakat. Tetapi yang sangat penting dan perlu diketahui oleh para kepala sekolah dan guru-guru pada umumnya ialah sebagai berikut: a. 5) Refreshing dan up-grading guru-guru. Pendidikan adalah upaya manusia demi manusia itu sendiri. 2) Melaksanakan organisasi kurikulum beserta metode-metodenya. Bidang personalia murid. Berkaitan dengan hal ini. kegiatan yang bersifat kemasyarakatan. 2) Anggaran belanja keuangan sekolah. u penempatan serta pengarahan dan bimbingan proses dan tujuan pendidikan akan mengalami kegagalan. 4) Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman guru-guru pada umumnya. 2) Organisasi personel guru. menyeleksi. Bidang pelaksanaan dan pembinaan kurikulum: 1) Berpedoman dan mengetrapkan apa yang tercantum dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan. 4) Masalah kondite dan evaluasi kemajuan guru. laporan. c. dan pola kerja yang diperhitungkan dapat memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. dan hukum-hukum untuk mewujudkan kesempurnaan. 4) Evaluasi kemajuan murid.3) Memilih. ai 3) Mengusahakan dan membuat pedoman cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran. Dengan pengertian lain manusia itu adalah subjek dan sekaligus pula menjadi objek. Ruang Lingkup Bidang-bidang yang tercakup dalam administrasi pendidikan adalah sangat banyak dan luas. penempatan. e. pengisian buku induk.

proses belajar-mengajar. penyusunan silabus. Bidang kegiatan ini disebut juga "management of administrative function" yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan agar semua orang dalam organisasi/kelompok kerjasama mengerjakan hal -hal yang tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Adapu rincian ruang n lingkup yang penulis sinyalir tersebut di atas. Manajemen administratif (administrative management).administrasi surat menyurat. . Dapatlah disingkatkan bahwa bidang-bidang tersebut di atas dapat dikelompokkan sebagai berikut: . kesiswaan. gedung dan perlengkapan. Bumi Aksara.administrasi perlengkapan.administrasi murid/ siswa. Abu . b.administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat. Manajemen operatif (operative management) Bidang kegiatan ini disebut juga "management of operative function" yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan dan membina agar dalam mengerjakan pekerjaan yang menjadi beban tugas masing-masing setiap orang melaksanakan dengan tepat dan benar5 (5 Drs. . H. . . . keuangan serta humas atau hubungan dengan masyarakat.Demikianlah antara lain bidang-bidang yang tercakup di dalam administrasi pendidikan.administrasi program pengajaran.administrasi kepegawaian. bahwa: secara umum ruang lingkup administrasi berlaku juga di dalam administrasi pendidikan. . personalia. peralatan pengajaran. persiapan harian dan sebagainya. Dalam buku "Pedoman Umum Menyelenggarakan Administrasi Sekolah Menengah (1984)".administrasi perpustakaan. . Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa skopa atau ruang lingkup administrasi pendidikan itu meliputi segala hal yang pada dasarnya ditekankan pada pelaksanaan kegiatan /usaha pendidikan supaya berjalan secara teratur dan tertib yang semua itu diorientasikan pada tujuan pendidikan. Ahmadi.administrasi pembinaan kesiswaan. Ini semua merupakan cakupan atau skopa dari administrasi sekolah / administrasi pendidikan. yang mencakup di dalamnya pelaksanaan kurikulum.Bidang administrasi kurikulum. Ruang lingkup tersebut meliputi bidang-bidang kegiatan sebagai berikut: a.administrasi keuangan. Sementara itu. 1990) 9 . . & Drs. yang mencakup di dalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah dan sebagainya. Jakarta. Ahmad Rohani HM. disebutkan pula mengenai ruang lingkup kegiatan administrasi sekolah adalah meIiputi: . Administrasi Pendidikan Sekolah. . alat-alat perlengkapan.Bidang administrasi material. sebetulnya masih bisa dijelaskan lagi secara lebih rinci dan lebih luas lagi. yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi. Dr. Hadari Nawawi menyatakan. Karena itu butir-butir yang menjadi cakupan atau yang termasuk ke dalam skopa administrasi pendidikan sesungguhnya amat luas dan banyak. administrasi keuangan.Bidang administrasi personal. dan lain-lain. . pembinaan kurikulum. Administrasi pendidikan seringkali diistilahkan dengan administrasi sekolah seperti halnya dalam Kurikulum 1984 (Dalam Buku Petunjuk Pengelolaan) disebutkan bahwa administrasi sekolah (maksudnya administrasi pendidikan) mencakup pengaturan. seperti: ketatausahaan sekolah.

Henry Fayol umpamanya. Staffing. terdapat sedikit perbedaan antara beberapa ahli administrasi. Yang dimaksudkan oleh Fayol 10 . jika huruf-huruf awalnya dirangkaikan. kegiatan selalu dimulai dengan perencanaan. UNSUR-UNSUR KEGIATAN DALAM ADMINISTRASI Administrasi merupakan suatu proses yang menyeluruh dan terdiri dari bermacam kegiatan/aktivitas di dalam pelaksanaannya. Tujuan kegiatan itu. L. Coordinating. apakah di bidang pendidikan. yang memungkinkan suatu kelompok menncapai tujuan usahanya secara efektif dan efisien. Sebetulnya tidak sedemikian besar perbedaannya. Gulick. dan dengan pengertian lain mengenai batas-batas tiap jenis kegiatan itu. Di bidang apapun usaha itu. yaitu: (1) perencanaan (2) organisasi (3) direksi (4) koordinasi (5) pengawasan. Di antaranya terdapat serangkaian kegiatan-kegiatan yang berhubungan dan bersambungan. yaitu gabungan dari: Planning. dan terjadilah suatu proses. Directing. telah mengemukakan lima unsur kegiatan dalam administrasi. jenis dan urutan kegiatan tertentu diperlukan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.BAB II PROSES ADMINISTRASI PENDIDIKAN Proses merupakan serangkaian kegiatan-kegiatan tertentu yang teratur dan terarah. dan diakhiri dengan penilaian keberhasilan. Organizing. di bidang usaha. Di bidang apapun tujuan yang harus dicapai itu. Lima kegiatan inilah yang dianggap oleh Fayol sebagai unsur unsur kegiatan pokok yang harus terdapat dalam proses administrasi. seorang industrialis Prancis pada permulaan abad ini. Reporting dan Budgeting. di bidang industri. seorang ahli Public Administration di Amerika dalam tahun 30-an mengemukakan lebih banyak jumlah kegiatan. A. Antara dua pengelompokan menurut Fayol dan menurut Gulick itu tampaknya seolah-olah ada perbedaan. Tentang jumlah dan jenis kegiatan yang tercakup dalam administrasi. di bidang perdagangan. yaitu sampai tujuh. di bidang pemerintahan dan sebagainya. Ada pula yang melihatnya dalam segi lain. baik dalam jenis maupun jumlah kegiatan. akan merupakan singkatan POSDCORB.

menurut saluan-saluran yang dapat memberikan kelancaran sebaik-baiknya. Planning Perencanaan merupakan kegiatan pertama yang harus dilakukan dalam rangka administrasi. alasan-alasan apa yang digunakan dalam menentukan cara-cara pencapaian itu. yang dalam bidangnya yaitu industri. memilih dan menentukan tenaga yang diperlukan bagi tiap jenis kegiatan itu. Kita perlu mengatur/menyusun: ada berapa macam kegiatan. Pengelompokan kegiatan berarti pula pengelompokan tanggung jawab. dan penyusunan tugas-tugas bagi setiap bagian yang mempunyai tanggung jawab tertentu. Umpamanya yang dimaksudkan oleh Fayol dengan organisasi. Ini dapat dilakukan secara tidak langsung melalui catatan dan laporan. kita akan berikan uraian seperlunya dari tiap unsur ini berdasarkan pembagian Gulick. luas dan bidang pekerjaan yang akan dilakukan. biasanya . dan seterusnya. pimpinan harus mengisinya dengan tenaga tenaga yang sesuai. bagaimana mencapainya. dan batas-batas kegiatannya berbeda. dan mengetahui pula prinsip-prinsip yang digunakan dalam penyusunan organisasi. Staffing Staffing berarti penyusunan staf. bilamana dan bagaimana akan mengadakan penilaian. 2. di mana dapat dicari/diperoleh tenaga-tenaga yang memiliki pengetahuan dan kecakapan itu. siapa yang akan melaksanakannya. pembagian dan penyusunan tanggung jawab. penentuan personil yang diperlukan. Karena yang tujuh unsur ini merupakan yang lengkap dan dapat dijadikan pengertian dasar bagi jenis -jenis kegiatan menurut pembagian siapa pun. Mengenai perencanaan ini di bagian lain akan kita mendapatkan uraian yang agak lebih terperinci. merupakan penuntun ke arah mana kegiatan harus dilakukan. dengan berpedoman pada prinsip ´the right man in the right placeµ. oleh Gulick lebih diperinci lagi menjadi organizing dan staffing. sehinggatidak mempunyai arah tertentu. meskipun dalam kegiatan administrasi tentu ada pengawasan itu. Dalam usaha mencari. bagaimana mengadakan penyesuaian dan perubahan rencana. Karena itu yang diutamakan adalah reporting & recording. Organizing Pengorganisasian merupakan kelanjutan dari perencanaan. bagaimana hubungan antara bagian-bagian/kelompok kegiatan-kegiatan itu. menuruturutan pentingnya. Suatu usaha tanpa rencana. apakah dapat dianggap berhasil atau tidak. Setelah diatur susunan pekerjaan. 3. kegiatan mana yang lebih dahulu harus dilaksanakan dan mana yang kemudian. Maksud pengorganisasian ini ialah agar semua pekerjaan dapat berjalan pada waktunya. menurut pentingnya. perlu diperhatikan oleh pemimpin: pengetahuan dan kecakapan apa yang diperlukan bagi setiap macam tugas/pekerjaan yang telah disusun itu. bagaimana mengadakan seleksi agar benar-benar diperoleh tenaga yang diperlukan itu. dan sebagainya. dapat dinilai dengan membandingkan kemajuannya dengan rencana yang telah ditetapkan pada permulaan. Rencana harus dengan jelas mengemukakan: apa yang akan dicapai. Ada kemungkinan dalam pelaksanaan terlalu sering diadakan perubahan dan penyesuaian. bagaimana mengelompokkan kegiatan-kegiatan itu menurut jenisnya. Ini semua yang kita maksudkan dengan organisasi. dan sebagainya kita perlu mengadakan pengelompokan tentang kegiatan -kegiatan yang akan dilaksanakan. Dan yang dimaksudkan oleh Fayol dengan pengawasan. 1. Rencana merupakan titik tolak bagi pelaksanaan. Sampai di mana suatu usaha telah terlaksana. Rencana adalah prasyarat dalam usaha apapun. bilamana dapat diharapkan selesainya. Setelah direncanakan apa yang akan dicapai. Rencana merupakan juga landasan untuk mengadakan penilaian di kemudian hari. hanya sebutannya berlainan.sebetulnya sama saja dengan yang dimaksudkan oleh Gulick. kemungkinan-kemungkinan apa yang kiranya dapat mempengaruhi pelaksanaan. dengan cara apa akan dicapainya. mengetahui secara mendetail macam-macam kegiatan yang diperlukan dalam rangka keseluruhan usahanya itu. menurut waktunya. Untuk menyusun pola pembagian tugas dan taggungjawab. bagaimana pentahapan penyelesaiannya. dan diketahui macam. 11 . si pemimpin harus menguasai benar bidang pekerjaannya. secara langsung. oleh Gulick tidak disebut pengawasan. tidak dapat mengharapkan pelaksanaan yang teratur. Perencanaan merupakan persiapan yang harus dilakukan sebelum suatu usaha dilaksanakan.

akan jelaslah bahwa masalah koordinasi dalam pelaksanaannya sangat memerlukan keterampilan dalam Human Relation dan Group Process. Persoalannya tidak hanya sampai pada penempatan dan penugasan saja. mengeluarkan perintah/instruksi dalam rangka pelaksanaannya: apa dan bagaimana yang harus dilaksanakan. memupuk rasa persatuan. pemimpin harus mengarahkan perhatiannya pada cara kerja sama antara petugas-petugas yang diawasi itu. agar setiap bagian/petugas merupakan unsur -unsur yang tidak lepas dari keseluruhan kelompok. memberikan bimbingan dalam rangka perbaikan cara -cara bekerja. dalam rangka staffing. agar mereka bersedia memikul tanggung jawab dan melaksanakan tugas pekerjaannya sebaik-baiknya. Pemimpin harus terus memperhatikan kondisi dan daya kerja petugas-petugasnya. Pemimpin harus berusaha agar: setiap bagian/petugas melaksanakan tugasnya dengan cara dan dalam waktu yang sudah ditentukan. menghindarkan kesalahan-kesalahan yang diperkirakan dapat timbul dalam pekerjaan. Directing Dalam pengertian "directing" ini tersimpul banyak hal. waktu dan kebutuhan. dengan memberikan bimbingan dan pembinaan secara kontinu. Kegiatan yang dilakukan dalam peranannya sebagai direktur antara lain: memberikan penerangan/penjelasan/informasi tentang keseluruhan usahanya itu. 6. agar tidak merugikan wibawanya dan tidak menimbulkan tekanantekanan atau ketegangan-ketegangan pada yang dipimpinnya. Dalam tugasnya sebagai direktur. menemukan kebaikan/kemajuan dan kekurangan/kesalahan dalam pekerjaan. Cara melaksanakan peranannya itu harus sesuai dengan tempat. Dalam kegiatan ini akan ternyata peranan pimpinan sebagai direktur: cakap tidaknya. Jika kita telaah peranan seorang koordinator yang diuraikan di atas ini. yang harus menghasilkan Integrasi (=penyatuan) dari tiap bagian ke dalam keseluruhannya. penghargaan apa yang dapat diberikan kepada mereka. demi peningkatan usaha dan pencapaian tujuan sebaik -baiknya. di samping penguasaan seluruh kegiatan usaha secara teknis profesional. 4. demokratis tidaknya. menghindarkan "overlapping" dalam tugas dan pelaksanaannya yang dapat membingungkan dan mengacaukan. dan sebagainya. Sebagai koordinator. bagaimana selanjutnya memberikan bimbingan dan meningkatkan kesanggupan/kemampuan mereka. Sebagai direktur ia merupakan pimpinan eksekutif tertinggi dan merupakan pengawas serta pemberi arah dalam pelaksanaan usaha menurut pola dan rencana yang telah disusun.jika sudah diseleksi. terus-menerus mempelajari sebab-sebab yang dapat melemahkan kesanggupan dan kemauan bekerja. 5. bagaimana menempatkan mereka ke dalam fungsi yang sesuai dan tanggung jawab yang serasi. Semua tugas -tugas itu harus dilakukan oleh direktur. tidak ada bagian/petugas yang menghambat atau merugikan pekerjaan bagian/petugas lain. menurut prinsip -prinsip demokrasi dan efisiensi kerja. Itulah semua yang harus mendapat perhatian pemimpin dalam rangka penempatan personil yang sesuai dengan tugas/pekerjaan yang telah disusun. Coordinating Mengkoordinasi artinya menyatukan/menyamakan arah. memupuk dan mengembangkan saling percaya-mempercayai dan banyak membantu antara bagianbagian/petugas-petugas: menghindarkan dan menyelesaikan segala macam perbedaan pendapat atau pertentangan yang menghambat lancarnya usaha. ialah segala sesuatu berjalan menurut rencana pada waktu yang tepat. yang diperhatikan oleh pimpinan adalah terutama cara-cara pelaksanaan teknis oleh pelaksana-pelaksana yang harus sesuai dengan tujuan dan tidak menyimpang dari garis/pola yang sudah ditentukan. menguasai tidaknya bidang pekerjaan yang dihadapinya itu. Istilah yang sekarang sering kita dengar ialah KIS. seperti: memberikan petunjuk-petunjuk bagaimana tugas-tugas harus dilaksanakan. bersamaan). yang memberikan direksi atau pengarahan. mengoreksi kekurangan-kekurangan dan memperkecil/meniadakan hambatan-hambatan. singkatan dari Koordinasi. menghindarkan konkurensi/kompetisi yang tidak sehat. Recording & Reporting 12 . memberikan contoh dalam sikap dan cara bekerja. mengadakan pengawasan/pemeriksaan/inspeksi. agar ada Sinkronisasi. dan bijaksana pula. (sinkron/synchroon = waktu yang bertepatan.

Budgeting Kegiatan ini meliputi bidang administrasi finansial yang meliputi: perencanaan dan penyusunan anggaran biaya. Dalam bagian pencatatan dan pelaporan ini sangat banyak diperlukan "clerical workµ. Dan sebagai alat pengontrol itulah diperlukannya dan berfungsinya peraturan-peraturan dan instruksi-instruksi. mengawasi dan mempertanggungjawabkan uang negara. Ia sedikitnya harus dapat menyusun rencana keuangan untuk kantor/perusahaannya dalam garis besar harus mengetahui keadaan umum ekonomi dan keuangan. yang semakin meluas dan merata. Segala sesuatu harus dilaporkan secara teratur. Sernua ´bagianµ atau ´onderdilµ harus dapat bekerja secara sinkron mekanis dalam rangka keseluruhannya. daftar. Untuk memelihara integrasi dan sinkronisasi ini diperlukan koordinasi yang mengontrol. Dengan demikian "reporting" ini mencakup kegiatan-kegiatan yang luas. dan yang diperlukan juga riset sebagai usaha pengumpul data. yang harus jelas dan tegas. Administrasi adalah suatu proses. buku. yang memerlukan bermacam keahlian. BEBERAPA PRINSIP ADMINISTRASI PENDIDIKAN Secara tradisonal ada anggapan bahwa administrasi mencapai tujuannya terutama dengan peraturanperaturan dan instruksi-instruksi. dan reporting berarti pelaporan. B. Bagaimana menyimpan catatan-catatan secara teratur dan sistimatis. Semua unsur manusia yang menggerakkan proses administrasi. Dalam rangka pencatatan dan pelaporan ini pemimpin harus mempunyai pedoman tentang: Apa yang harus dicatat. Pemimpin yang bertanggung jawab tentang keseluruhan usaha yang dipimpinnya itu. dan juga batas-batas prestasinya yang dapat dan harus dihasilkan. untuk keseragaman dan kemudahan pemakaiannya. dan hubungan antar-manusia di dalarn proses administrasi itu. kepada atasan dan kepada semua pihak yang berkepentingan_dengan usaha itu. yang menjalankan kegiatan 13 . perlu mempunyai pengeta huan secukupnya mengenai berbagai segi dalam masalah keuangan. dan biasanya menjadi bendaharawan yang komtabel (accountable). pekerjaan ke -tata-usahaan. . dan bilamana menyusunnya.Recording berarti pencatatan. terdiri dari serangkaian kegiatan-kegiatan. ia harus tahu pula beberapa peraturan pokok mengenai keuangan dan pertanggungan jawab keuangan pemerintah. bahwa administrasi adalah suatu proses sosial. Untuk keperluan ini pemimpin harus menerima laporan pula dari semua bagian/petugas yang bertan ggung jawab kepadanya. dan mengenai saluran-saluran resmi yang harus dilalui dalam menerima. mencari dan mengusahakan sumber-sumber biaya. meskipun tidak ahli dalam seluruh bidang akutansi. Bagaimana menyusun laporan yang singkat. Apa yang harus dilaporkan. Dalam administrasi demikian. Bagaimana menyimpan laporan-laporan itu agar setiap saat dapat dipergunakan sebagai sumber data. mengetahui juga beberapa faktor utama yang dapat mempengaruhi keadaan ekonomi dan keuangan negara kita. dan sebagainya). pengalaman dan pengetahuan. 7. Bagaimana menggunakan laporan-laporan itu dalam rangka peningkatan dan pengembangan usaha. Siapa yang harus menyusun laporan. Kepada siapa harus diberikan laporan. Di samping itu perlu juga tahu prinsip -prinsip dan beberapa cara pembukuan dan pertangung-jawaban keuangan. Dalarn beberapa puluh tahun terakhir ini di beberapa negara yang sudah maju sistim pengadministrasiannya. yaitu: pencatatan/dokumentasi (recording) dari segala macam kegiatan yang dilakukan dan dari semua hasil yang telah dicapai. Dalam banyak hal sudah dapat diadakan usaha-usaha normalisasi menurut bentuk dan ukuran "standard" dalam alatalat pencatatan ini. tetapi lengkap dan jelas. Bagaimana cara mencatatnya. jelaslah kiranya bahwa administrasi bukan hak dan kewajiban perorangan. Masalah kepemimpinan dalam administrasi merupakan masalah tanggung jawab: pengorganisasian tanggungjawab. unsur-unsur dan komponen-komponennya merupakan "alat" yang dapat digerakkan dengan berbagai instruksi menurut kehendak pengendalinya. Jadi untuk itu diperlukan kegiatan "inspeksi" yang memeriksa dan mengadakan checking tentang semua keadaan dan perkembangannya. yang lebih banyak melihat dan mempertimbangkan segi-segi kemanusiaannya. dan juga yang terkontrol. timbul konsepsi baru. Pimpinan bertanggung jawab tentang perkembangan dan maju mundurnya usaha yang dipimpinnya. untuk semua kegiatan yang telah direncanakan. Melihat luasnya bidang administrasi dan banyaknya unsur-unsur kegiatan di dalamnya. Anggapan yang mekanistis ini melihat semua unsur/bagian/ komponennya sebagai bagian-bagian yang sudah mutlak ditentukan tempatnya dan gunanya. dan karena itu merupakan hasil perpaduan antara bermacam potensi yang harus didayagunakan. dengan cara-cara yang sudah lazim menggunakan berbagai alat pencatat (formulir. Sebagai petugas dalam instansi/jawatan pemerintah. Dan semuanya itu merupakan proses yang dinamis. pengarahan tanggungjawab dan pendelegasian tanggungjawab. yang sudah ditentukan saluran -saluran hubungannya.

pengarahan dan instruksi untuk memberikan arah dan bimbingan kepada para pelaksananya. bukan hanya sekedar merupakan sandiwara atau merupakan sandiwara atau merupakan "diplomatic manipulation". d. dan sebaliknya. staffmg dan selanjutnya. merupakan anggota-anggota kelompok yang mempunyai relasi sosial antara sesamanya. pelaksanaannya tidak boleh dan tidak dapat disetarafkan dengan ´onderdilµ mesin. Pelaksanaan administrasi pendidikan harus bersendikan prinsip-prinsip yang sifatnya kooperatif dan demokratis. Fihak yang telah diajak dan telah turut serta dalam usaha menentukan haluan dan program kerja. penghematan biaya. Tanggung jawab harus disertai dengan wewenang. tenaga dan alat se-efektif mungkin. Tujuan pendidikan dan perkembangan anak didik harus mendasari semua kegiatan administrasi. Pemindahan kekuasaan sesuai dengan tanggung jawab. e. Efektif tidaknya suatu keputusan. Ajakan berpartisipasi ini harus benar-benar dan sungguh-sungguh. yaitu: agar setiap kewajiban diimbangi dengan hak yang sesuai. pada umumnya memang sama: ada planning. Hal ini tidak menguntungkan efisiensi kerja. Unsur-unsur kegiatan yang terdapat dalam administrasi yang bersifat direktif (directive = mengarahkan). sampai di mana batas-batasnya dan apa yang di luar wewenangnya." Perwakilan yang diberi tanggungjawab dan yang bertanggungjawab yang perlu dipartisipasikan. dan ada yang secara kooperatif mengikutsertakan sebanyak mungkin pihak-pihak yang berkepentingan. 14 . yaitu perincian dan pembatasan tugas. merupakan penghalang-penghalang bagi tercapainya tujuan bersarna. Sifat individualistik. atau harus dilakukan oleh beberapa bagian/fihak bersama-sama. Maka dari itu diperlukan pembatasan dan perumusan tugas sejelas-jelasnya bagi setiap fihak/unit/bagian. efisiensi tenaga. Tidak mungkin suatu pimpinan dapat melakukan semua tugas-tugas sendiri dan dapat mengadakan pengawasan sendiri terhadap semua pelaksanaannya. Kalau ada tugas yang mengandung persamaan dan tugas lain. hendaknya diukur dengan kepentingan pendidikan dan perkembangan anak didik.administrasi. b. dan sebagainya. Kelancaran bekerja. Dalam administrasi pendidikan sasarannya adalah manusia. µJob descriptionµ. harus jelas dan tegas: apa yang harus dikerjakan. atau yang bersifat kooperatif. mementingkan pribadi dan ingin mendominasi dan sifat-sifat eksentrik. peraturan atau kegiatan. Partisipasi luas dalam penentuan policy dan program. Memang dalam tiap macam administrasi diperlukan peraturan. alat secara efektif. maka perlu ditetapkan batas-batas kegiatan dan tanggung jawab dari setiap bagian itu. organizing. Beberapa prinsip administrasi pendidikan adalah sebagai berikut: a. Dalam soal partisipasi ini yang menjadi masalah ialah: sampai berapa jauh. dan sebaliknya. Bekerja demi kepentingan pendidikan dan anak didik tidak berarti bahwa kita boleh bekerja dengan cara apa saja. dan berapa banyak fihak-fihak dapat dan harus diikutsertakan. Dengan didasarkan atas tercapainya tujuan pendidikan sebaik -baiknya. Tetapi cara rnelaksanakan kegiatan-kegiatan itu. Setiap anggota hendaknya merupakan bagian dari satu kelompok dan dapat bekerjasama dengan anggota anggota lainnya dalam kelompoknya. Penggunaan waktu. c. f. tenaga. dapat diharapkan akan melaksanakan program itu dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. la harus dapat mengkoordinasi usahanya dengan usaha keseluruhan kelompoknya. Ada koordinasi dalam semua usaha. administrasi harus berusaha menggunakan waktu. Menghindarkan overlapping fungsi Dalam program pendidikan yang kooperatif ada kemungkinan suatu fungsi dilakukan oleh lebih dari satu fihak/bagian. kurang dapat dipertanggungjawabkan. dan titik berat yang diletakkan pada kegiatan-kegiatan itu ada perbedaan antara administrasi yang direktif dan yang kooperatif. Administrasi semacam ini akan lebih mengemukakan segi kooperasi dalam kegiatannya. jika tidak membawa keuntungan dalam perkembangan anak didik. Maka sifat administrasinyapun dalam pendidikan tidak boleh dan tidak dapat bersifat mekanistis. Yang harus diperhatikan dalam pemindahan kekuasaan dan tanggungjawab ini ialah keadilan. Apakah semua fihak yang berkepentingan harus diajak? Apak dalam ah segala macam persoalan mereka harus diajak? Dalam hal ini hendaknya dapatlah kita menerapkan sila ke dari Pancasila kita: "Kerakyatan yang -4 dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Pemindahan wewenang adalah suatu hal yang lazim dalam bentuk organisasi apapun. Tetapi cara/prosedur pembuatan peraturan -peraturan itu berbeda: ada yang dibuat oleh dan datang dari satu pihak saja. Penyerahan tanggung jawab secara hierarkis memang perlu. Keputusan -keputusan hendaknya benar-benar merupakan hasil musyawarah bersama.

kepribadian dan keyakinan pemimpin sendiri mengenai demokrasi. kegiatan apa yang harus dilakukan. Kita tidak akan bertindak oportunistik. apa tujuan yang lebih jauh dan apa tujuan akhirnya. akibatnya pengaruh dari lingkungannya. kita harus dapat merumuskan dan memperinci tujuan-tujuan kita: apa tujuan sementara. Kita akan mempunyai titik tolak untuk memulai pekerjaan. manusia mempengaruhi lingkungannya. biaya. 1. Jadi evaluasi dapat diadakan secara kontinu dan teratur. kita akan memberikan perhatian khusus terhadap perencanaan ini. dan yang tidak kurang pentingnya. Dengan menentukan langkah -langkah lebih dahulu. µreadjustingµ dan µre-planningµ. 6) Planning memungkinkan evaluasi yang teratur. 5) Planning memudahkan pengawasan. dan sebagainya. latihan. alat dan tenaga apa yang diperlukan dalam kegiatan itu. tempat. Dan sebaliknya pula. dan tidak mempunyai rencana sebagai pegangan. Untuk merencanakan sesuatu kita harus mengetahui dengan jelas apa yang hendak kita capai. rneskipun sifat uraiannya masih umum dan berlaku dalam penyusunan rencana di segala bidang. Karena itu. Manusia sebagai obyek dan sebagai subyek pendidikan merupakan unsur unsur yang tidak konstan dalam sikap dan tingkah lakunya. Perencanaan merupakan µa prerequisite to actionµ. 15 . Prinsip-prinsip tersebut baru merupakan dasar-dasar umum. kebutuhan dan a kemungkinan: bilamana sesuatu akan diperlukan. tenaga. yang tidak dapat diperkirakan lebih dulu. keterampilan. petugas pengawasan dapat lebih mengikutinya dan mengawasinya. waktu. Dengan kata lain. lebih memungkinkan untuk mengadakan µadjustingµ (penyesuaian). kita tahu apa yang akan kita kerjakan tahap demi tahap. lebih banyak hal-hal yang "unpredictable". jika dianggap perlu untuk mengadakan koreksi dan perbaikan. kita akan mudah menjadi pelaksanana yang µopportunisticµ. dalam langkah dan tahapan. Kemungkinandan cara kerjasama dapat diperkirakan lebih dahulu. dalam uraian mengenai proses administrasi ini. banyak ditentukan oleh matangnya dan lengkapnya perencanaan. menurut keadaan seketika saja. dalam lingkungannya dengan situasinya. Dengan adanya rencana yang menggariskan dan menentukan langkah -langkah yang harus dikerjakan. Setiap saat dapat dibandingkan/diukur apa yang telah dihasilkan dengan apa yang telah direncanakan. a. 2) Planning merupakan pegangan dan arah dalam pelaksanaan. dan sebagainya. Karena itu dalam pendidikan akan kita hadapi lebih banyak masalah. Dalam rencana kita dapat menentukan apa yang lebih dahulu dan apa yang kemudian akan kita kerjakan. Berhasil tidaknya suatu usaha. dalam kebijaksanaan. setelah diadakan evaluasi yang teratur. PERENCANAAN DALAM ADMINISTRASI PENDIDlKAN Setiap usaha memerlukan perencanaan. Kalau kita tidak dapat memperhitungkan/memperkirakan kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul. yang hanya mengikuti keadaan yang timbul seketika. Dengan adanya rencana yang jelas. maupun material. baik mengenai tenaga. yang menggambarkan langkah -langkah yang akan diambil. Fungsi dan Prinsip Perencanaan Suatu usaha yang teratur memerlukan perencanaan yang akan menggariskan keteraturan itu: keteraturan dalam tindakan. Planning adalah suatu keharusan sebelum melaksanakan suatu usaha. 4) Planning mencegah. Pada waktu merencanakan. Untuk dapat digunakan secara efektif dalam praktek administrasi.Demikianlah beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan administrasi pendidikan yang kooperatif dan demokratis. Penyusunan planning dalam suasana kerja yang demokratis didasarkan atas prinsip-prinsip demokrasi dan kooperasi. baik berupa pemborosan waktu. dalam waktu. atau menurut kesempatan yang ada saja. Evaluasi merupakan proses pembandingan antara usaha yang telah dilaksanakan dengan tujuan yang harus dicapai. dan tidak akan terlau digantungkan pada situasi dan kebutuhan yang mendadak. ialah faktor sikap. akan lebih mudah lagi bagi kita untuk mengikuti pelaksanaan usaha sejak permulaan sampai akhir. Dalam pendidikan kita berhadapan dengan unsur-unsur manusia. Hal ini memerlukan dari kita kesanggupan untuk lebih banyak menggunakan kebijaksanaan dan untuk lebih fleksibel dalam penyesuaian tindakan -tindakan kita pada situasi-situasi baru. masih diperlukan: pengalaman. Atau: apa tujuan umum dan apa tujuan khususnya. 7) Planning memudahkan penyesuaian dan situasi. alat. merupakan "a pre -requisite to action". Direncanakan pula pengikutsertaan anggota-anggota lain dalam pelaksanaannya. Fungsi Perencanaan 1) Perencanaan merupakan titik tolak untuk memulai kegiatan. dan akan lebih menjelaskan tujuan yang akan dicapai. sedikitnya mengurangi pemborosan. yang hanya mencari-cari kesempatan. C. Segala sesuatu sudah dapat diperkirakan. 3) Planning meningkatkan kerjasama dan koordiriasi. kita sudah harus melihat hubungan antara kegi tan-kegiatan.

Kita tidak dapat membuat suatu rcncana. Karena itu perlu dikumpulkan keterangan-keterangan selengkap mungkin tentang: apa yang 16 . Rencana akan dianggap sebagai yang harus ditaati bersama. atau µimpian indah" belaka. 2) Planning harus didasarkan atas kebutuhan dan fakta yang riil dan obyektif. Yang kita pilih adalah kemungkinan yang paling dapat diterima. mungkin ada yang sekarang dapat digunakan untuk menyesuaikan rencana itu pada keadaan baru. Rencana harus µfeasableµ. harus didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu. maka tidak usahlah kita merombak seluruh rencana itu. Di sinilah diperlukan suatu kesanggupan: kekuatan. tetapi dalam cara-cara dan langkah-langkah penyusunannya pun perlu diperhatikan sistematik tertentu. Kita harus berusaha agar para peserta yang menyusun rencana dapat lebih banyak mengemukakan kepentingan bersama dari pada kepentingan sendiri. Mengenai policy dasar dan kebijaksanaan umum yang menyangkut keseluruhan program sekolah seeara umum. dan makin terperinci perumusannya. Tetapi mengenai hal-hal teknis edukatif. 3) Planning harus fleksibel. Karena itu kita mengenal istilah µfeasibility study". 6) Planning memerlukan kepemimpinan/leadership. Jika keadaan berubah dan memaksa kita untuk menyesuaikan rencana pada tuntutan-tuntutan baru. 1) Pengumpulan data. 5) Planning harus mempunyai tujuan jelas dan terperinci. Planning harus dapat memberikan kesempatan kepada para pelaksana dan p engawasan. Rencana tidak boleh merupakan µcita-citaµ. yang dapat memperkecil/meniadakan perbedaan-perbedaan. bahkan dalam beberapa hal juga dengan murid dan orang tua murid. 2. b. harus mengandung kemungkinan -kemungkinan untuk dilaksanakan.Rencana dalam pendidikan memang sukar ditentukan secara tegas dan ketat. sehingga rencana tidak macet pada waktu melaksanakannya. barulah rencana disusun selengkap -lengkapnya. dengan berpedoman pada rencana dan tujuan yang harus dicapai. wakil murid. artinya: penelitian. µAdjustingµ dan µre -adjustingµ harus selalu dapat diadakan. jika belum ada tujuan yang jelas. Suatu program kegiatan di sekolah hendaknya merupakan hasil pemikiran bersama dari Kepala Sekolah dan seluruh stafnya. dan dapat memperkuat persatuan. tetapi dengan tidak menghilangkan begitu saja kemungkinan-kemungkinan yang lainnya. yaitu bagi Kepala Sekolah beserta staf Guru. Rencana harus dapat dilaksanakan dan merupakan titik tolak untuk memulai suatu usaha secara konkrit. Planning yang baik bukan saja memerIukan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan. sebagai hasil kerja bersama. Tahapan persiapan. Yang menggerakkan ini dapat berupa kesadaran sendiri yang timbul dari dalam diri masing-masing. memberikan gambaran adanya kemungkinan keberhasilan. dengan selalu disesuaikan pada situasi dan keadaan yang timbul. Ada dua tahapan: tahapan persiapan. Prinsip ini sebenarnya merupakan prinsip pertama dan prinsip pokok. hendaknya semua fihak diikutsertakan: wakil orangtua murid. Tetapi data dan informas i masih diperlukan dari semua fihak. penjajagan tentang mungkin tidaknya sesuatu gagasan dilaksanakan. Makin jelas apa sebenamya yang ingin kita capai. dan tahapan penyusunan. yang dapat mempengaruhi mereka. Prosedur perencanaan. harus ada yang menggerakkan mereka ke arah kerjasama itu. harus dapat kita perkirakan perubahan-perubahan yang mungkin harus dihadapi. Kalau data yang dikumpulkan. makin mudah untuk menyusun rencana yang konkrit dan terperinci. 4) Planning harus mengandung unsur-unsur evaluasi dalam pelaksanaannya. Di sinilah diperlukan leadership. biasanya merupakan masalah bagi golongan profesional saja. setelah dianalisa dan diolah. Prinsip-prinsip perencanaan Perencanaan yang mempunyai peranan seperti digambarkan di atas harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. dapat pula merupakan kepercayaan dan pengakuan terhadap kelebihan dan kesanggupan sesama peserta. Planning harus berdasarkan fakta dan kenyataan yang rill dan obyektif. Untuk memperoleh sikap ini. Waktu menyusun rencana harus difikirkan sebanyak -banyaknya kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. a. yang akan dijadikan titik tolak permula¬an. Prinsip-prinsipnya adalah sebagai berikut: 1) Planning harus rnerupakan proses yang kooperatif. Di antara kemungkinan-kemungkinan yang dulu telah kita fikirkan. agar mereka setiap saat dapat mengatur hasil dan cara bekerja. Planning dalam pendidikan merupakan proses yang kontinu. wakil kelompok/organisasi masyarakat. mengikuti perkembangan dan merupakan perkembangan.

situasional. (5) Bilamana harus dikerjakan. Penentuan syarat-syarat dan pemilihan metoda sukar dipisah-pisahkan. harus ditelaah. Inilah yang kita namakan µfore-castingµ. Semua data itu dianalisa. memperkirakan apa yang akan terjadi). kekurangan-kekurangan apa yang terdapat di bidang material. Karena itulah µmelihat ke depanµ ini penting dalam penyusunan suatu rencana. Kecuali menguasai prinsip-prinsip planning dan sistimatik penyusunannya. seakan-akan "ramalan". Kemudian dirumuskan tujuan-tujuan khusus secara terperinci. Taraf persiapan ini merupakan semacam riset untuk mengevaluasi keadaan. material. dan disusun secara hirarkis. (2) Mengapa harus dicapai tujuan itu. syarat tenaga personil yang tersedia. Kalau sudah tersusun cara/metoda yang akan kita pakai. Dalam analisa ini kita perlu memperhatikan dan memperhitungkan pengalaman-pengalaman yang sudah ada. teknik/metoda pelaksanaannya maka disusunlah kesemuanya itu di . Di antara metoda-metoda yang harus dipilih diambil yang paling sesuai dengan keadaan dan yang dapat memenuhi syarat syarat umpamanya: syarat waktu. cara-cara pengumpulan data dan pengolahannya. (1) Apa yang hams dicapai.sekarang sedang dikerjakan. bagaimana kiranya situasi nanti. dalam bentuk yang sistematis. barulah kita meningkat ke: b. Tahapan ini terdiri dari: 1) Perumusan tujuan. Dengan menggunakan pengalaman -pengalaman bagaimana situasi telah berkembang dan berubah. Dengan tujuan-tujuan yang jelas dan terperinci itu. Karena itu pemimpin perlu juga mengetahui prinsip-prinsip tentang mengadakan riset. Mula-mula dirumuskan dulu tujuan secara umum. teori mengenai pendidikan pada umumnya dan mengenai belajar-mengajar khususnya. biasanya dengan memperhatikan w-w-h-w-w (what. personil. kita tentukan metoda-metoda yang kiranya paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan itu. yang dapat menggambarkan secara keseluruhan tujuan akhir yang kita ingin capai. kemungkinan manakah yang kiranya paling sesuai dengan keadaan yang akan datang. kesulitan kesulitan apa yang sedang dihadapi. alat-alat apa yang akan digunakan. who. 3) Mengadakan µfore-castingµ. umpamanya: tenaga yang bagaimana yang diperlukan. 2) Analisa data. Kita harus dapat memperkirakan. siapa yang mengerjakan. faktor-faktor apa kiranya yang akan dominan nanti. (4) Siapa yang akan mengerjakannya. 2) Penentuan cara/metoda kerja. 17 . finansial. how. Kemampuan yang diperlukan dalam perencanaan pendidikan. Kita membuat perkiraan. maka kita berusaha µuntuk melihat ke depanµ. pada waktu rencana akan dilaksanakan. 3) Menyusun dan menuangkan rencana dalam satu bentuk/wadah Kalau sudah lengkap terkumpul bahan-bahan mengenai: tujuan yang akan dicapai. why. Setelah terkumpul hasil analisa data sebanyak-banyaknya. dan bagaimana kiranya situasi akan berkembang. Semua kemungkinankemungkinan tentang sebab-sebab kesulitan dan semua kemungkinan tentang cara -cara mengatasinya dikumpulkan dan dijadikan bahan pemikiran/perhitungan. Segi segi personil. when). dan sebagainya. dan akan saling mempengaruhi. (3) Bagaimana cara pencapaiannya. seorang administrator pendidikan yang akan menyusun rencana perlu juga memperhatikan hal-hal di bawah ini: a. Sering juga ditambahkan tempat dimana kegiatan akan dilaksanakan. Syarat pertama: tujuan yang jelas dan tegas. Tahapan penyusunan. Mempunyai gambaran/pengertian yang jelas tentang tujuan-tujuan pendidikan. dibanding-bandingkan. perlu kita telaah syarat syarat apa yang harus dipenuhi agar metoda-metoda itu benar-benar dapat dijalankan. yang akan memudahkan pula usaha kita untuk mencapainya satu demi satu. Mengenai tujuan pendidikan di sekolah kita harus memperhatikan perkembangan dan perubahan anggapan. Setelah matang tahapan persiapan ini. dan faktor-faktor apa yang telah mempengaruhi perkembangan dan perubahan itu. dan sebagainya. tahap demi tahap. Rencana merupakan pedoman yang akan dilaksanakan nanti. maka diadakanlah seleksi. dan sebagainya. alasan-alasannya mengapa harus tercapai tujuan itu. untuk dapat mengetahui sebab -sebab dari kesulitankesulitan dan hambatan-hambatan yang sekarang sedang dirasakan ada. 3. (To fore-cast = meramalkan. agar dapat memenuhi persyaratan metoda itu. bagaimana sekarang mengeIjakannya.

b) kurang adanya kemampuan untuk µmelihat ke depanµ. moral. ada pula yang memerlukan jangka waktu agak panjang. menimbulkan reaksi orang itu. eskipun sifatnya sangat umum. Rencana Jangka Panjang dan Rencana Jangka Pendek. Perencanaan pendidikan untuk suatu sekolah memerlukan pengetahuan/pengertian tentang masyarakat di mana sekolah itu berada atau yang dilayani oleh sekolah itu. baik secara psikologis maupun dari segi sosial. Sebagai pelengkap bagian perencanaan ini. Mempunyai pengetahuan cukup tentang proses belajar-mengajar. Dalam tujuan pun ada perbedaan: ada tujuan sementara. Dengan demikian kita harus dapat memberikan arti yang lebih luas kepada µpengalaman pendidikan di sekolahµ dan kepada µteaching-learning situationµ. di bawah akan sedikit diberi uraian tentang perencanaan untuk suatu masa yang agak jauh ke muka: Rencana Jangka Panjang (Long Range Planning). makin luas dan mendalam pengetahuan yang diperlukan tentang keadaan dan perkembangan masyarakat. perlu dipertimbangkan benar -benar akibat yang akan ditimbulkan terhadap murid dan terhadap guru. dan sebaga inya yang kiranya dapat dijadikan masukan (input) dalam usaha yang akan direncanakan itu. potensi fisik/material. Administrator perlu mengetahui lingkungan tempat bekerjanya: apa yang dapat diberikan oleh lingkungannya. kemajuan ekonomi. f. dalam segi: fisik. Kemungkinan pengaruh terhadap orang-orang itu dan kemungkinan reaksi mereka. intelektual. Apakah yang harus dihasilkan oleh sekolah untuk masyarakat? Apakah yang diperlukan oleh masyarakat dalam pembangunan/perkembangannya? Apakah yang mempengaruhi kemajuan dan kemunduran sekolah? Bagaimana hubungan perkembangan penduduk. Yang dikemukakan di atas ini mengenai perencanaan. faktor faktor apa yang dapat memperlambat atau mempercepat tercapainya hasil itu. baiklah kita perhatikan juga beberapa hal yang dapat menghambat penyusunan dan pelaksanaan rencana. dan berapa tahapan yang diperlukan dalam rangka efisiensi kerja. potensi kultural. dengan perkembangan sekolah? Semakin tinggi tingkatan perencanaan. Sebelum kita mengakhiri bagian mengenai planning ini. b. sedangkan sekarang anggapan kita sudah mengarah kepada µpembentukan dan pengembangan anak didik sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. Tujuan sesuatu usaha tidak sama mudah-sukarnya untuk dicapai. tetapi segala sesuatu berpangkal pada kegiatan pokok: belajar. Memperhitungkan faktor waktu termasuk salah satu segi dari fore-casting. batas waktu. taraf hidup dan sebagainya. melihat ke depan dan memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. Meskipun µteaching-learning situationµ mempunyai arti yang lebih luas daripada µbelajar -mengajarµ saja. a) perencana kurang memiliki pengetahuan dan pengertian mengenai hal-hal yang diuraikan di atas. c) pengumpulan data yang kurang lengkap. tentang didaktik dan metodik. Diperlukan pengertian tentang peranan sekolah dalam masyarakat. kurang rill dan obyektif. Mempunyai pengetahuan tentang masyarakat dan perkembangannya. mudah-mudahan ada jugalah manfaatnya dalam usaha kita untuk menghasilkan suatu rencana yang agak akseptabel. Suatu tindakan harus dapat diperkirakan berapa lamanya akan membawa hasil yang diharapkan. baik sebagai individu maupun sebagai mahluk sosial. c. dalam berbagai segiseginya. Pengertian tentang hakekat tujuan pendidikan ini diperlukan untuk membuat rencana. Dapat memperhitungkan faktor waktu. Suatu tindakan baik langsung maupun tidak langsung terhadap seseorang.Dulu pendidikan di sekolah ditekankan pada µmenyampaikan sejumlah pengetahuan dan ketrampilan kepada muridµ. perlu diperhatikan dalam menyusun suatu rencana. Hal ini perlu sekali untuk menentukan jadwal kerja. Dengan sumber potensi dimaksudkan berbagai jenis potensi: potensi manusia. Perencana pendidikan harus mempunyai cukup pandangan tentang proses belajar-mengajar dengan teori-teorinya yang masih berlaku. Mempunyai pengetahuan tentang murid dan guru. ada tujuan yang merupakan bagian dari tujuan keseluruhan. Hal hal yang dapat menghambat/menyukarkan prosedur perencanaan. e. emosional. time limit dan sebagainya. d. terutama dilihat dari segi µneedsµ dan µdemandsµ. 18 . dengan metodametoda mengajar yang sesuai dengan teori-teori itu. Untuk merencanakan tindakan-tindakan apa yang akan diambil. 4. dan ada pula tujuan yang benar-benar ultimate/akhir. Ada yang mudah dicapai dalam waktu singkat tanpa memerlukan banyak tenaga dan upaya. bahan apa. Mempunyai pengetahuan tentang sumber-sumber potensi yang ada. estetis. tenaga yang bagaimana. d) kurang adanya µmoral supportµ dari masyarakat/lingkungannya. psikologik dan sosial.µ Hasil pendidikan di sekolah tidak dinilai hanya dengan jumlah lulusan dan nilai angka tinggi saja.

maka kita dapat lebih sadar akan tugas dan kewajiban kita. Dan karena lernbaga -lembaga pendidikan itu merupakan µinstitutions for lifeµ. manajemen dan dengan direksi. Jika kita tahu di mana tempat kita dalam keseluruhan tata susun itu. makin maju sains dan teknologinya. dan hubungannya dengan administrasi. karena µfore-castingµ yang diperlukan dalam menyusun rencana hanyalah merupakan perkiraan dari kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. satu onderdil (organ) dari satu tata susun. Banyak perusahaan-perusahaan yang telah menghasilkan long-range planning. dan memerlukan pengadministrasian yang lebih teratur pula. . bahwa usaha itu akan berhasil seperti yang telah direncanakan. dan dengan demikian turut melancarkan jalannya organisasi dan roda administrasi kita. Di bawah ini kita akan melihat beberapa segi organisasi.planning bukan merupakan ramalan tentang nasib dan kegiatan-kegiatan usaha dalam masa-masa yang akan datang. maka sekolah-sekolahnyapun akan semakin meluas. . kita merupakan satu bagian. Kelancaran kegiatan. Tujuan dan Prinsip Organisasi. prinsip-prinsipnya dan bentuk serta mekanisme kerjanya. Fungsi. 19 . pengetahuan tentang organisasi: fungsi dan tujuannya. tentu mengandung risiko. tetapi untuk dapat mernilih dan menghadapi risiko secara tepat. Apakah perencanaan pendidikan di negeri kita sudah merupakan perencanaan jangka panjang yang sudah dapat dipercaya. makin meningkat taraf hidupnya. Planning untuk rnasa depan rnemerlukan data dari masa yang lampau. Lebih panjang jangka waktu dari suatu rencana. dan dengan demikian keberhasilan usaha. tetap akan diperlukan generasi baru. Karena itu long -range planning memerlukan data statistik yang lengkap dan terpercaya. jika kita tahu bagaimana organisasi itu berjalannya dan apa dasar-dasar pengorganisasiannya. Pembangunan lima tahun kita di bidang pendidikan dapat dianggap rencana jangka pendek. tergantung dari tujuan yang akan dicapai dan dari data yang digunakan dalam perencanaannya. ´Planning means risk takingµ. ORGANISASI DALAM ADMINISTRASI PENDIDIKAN. 1. banyak tergantung dari organisasi. makin kecil lagi kepastian yang dapat diharapkan itu. kalau dilihat dari jauhnya tujuan pendidikan yang harus kita capai. William Schulze memberikan gambaran tentang arti organisasi. terutama dalam hal longrange planning. Dan hal ini memang mengandung kebenaran. D. Suatu rencana. Sebagai petugas/karyawan pendidikan. dan sebagainya yang merupakan satu gabungan. rnakin kuat pula dasar-dasar untuk menyusun proyeksi ke depan. maka perencanaannyapun memerlukan rencana jangka panjang. perkakas. tidak dapat memberikan kepastian yang mutlak. Makin banyak dan terpercaya data dari masa yang lampau. dan banyak pula yang justru timbulnya karena adanya long-range planning. alat. dan ada pula yang dapat dilaksanakan dan diselesaikan dalam waktu singkat.yaitu cara mengatur/membagi tugas dan tanggungjawab -merupakan tahapan penting dalam proses administrasi. semakin kompleks susunannya. Untuk itu kita perIu sekedar. Di negara-negara yang sudah maju long-range planning merupakan sebab dan akibat dari timbulnya kekuatan kekuatan yang merubah perusahaan-perusahaan dalam abad ini. Menurut Schulze itu: .planning bukan merupakan usaha untuk mengurangi atau rneniadakan risiko. tetapi diperlukan sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. . maka organisasi -. ialah organisasi pendidikan. tetapi merupakan kemungkinan-kemungkinan dan nilai-nilai dari ketentuan:-ketentuan sekarang untuk masa yang akan datang.organisasi terdiri dari sejumlah unsur-unsur: manusia. Definisi dari J. sebagai salah satu usaha untuk lebih memahami fungsi dan proses administrasi. Makin maju masyarakatnya. Kita dapat lebih aktif melaksanakan tugas-tugas kita. Maka perencana annya pun disusun menurut jauhdekatnya tujuan itu: ada Rencana Jangka Panjang dan ada Rencana Jangka Pendek. Setelah perencanaan. perlengkapan. Selama bumi dihuni manusia. Dan sesuatu yang diperkirakan. Karena itu perlu diperhatikan lagi hal-hal di bawah ini.Berdasarkan tujuan yang akan dicapai itu maka usahanya pun akan berbeda sifatnya: ada usaha jangka panjang yang diperkirakan akan dapat mencapai tujuannya dalam waktu yang agak lama secara bertahap. Sebagai bagian dari satu organisasi. dari satu organisasi. bagaimanapun baik dan lengkapnya. Pendidikan adalah usaha seumur hidup. Ada yang mengatakan bahwa perencanaan selalu mengandung risiko. satu unsur. kita harus dapat menempatkan diri dan mengetahui/menyadari tempat dan fungsi kita masing masing dalam keseluruhan tata susun itu.planning bukan merupakan ketentuan/kepastian yang akan datang (future decissions).

ialah antara lain: a. baik tujuan akhir maupun tujuan sementara.fungsi-fungsi dan kegiatan dikelompokkan secara sistimatis dan teratur. Ada sistim pengawasan yang bertingkat (hirarkis) dengan memperhitungkan luasnya daya pengawasan (span of control).Kekuasaan terpusat pada pimpinan yang telah ditunjuk. Jika kita lihat organisasi dari segi lalu lintas kekuasaan dan tanggungjawab. dan organisasi tidak dapat kita pertahankan secara ketat. Organisasi bentuk lurus (line-organization). mengatur dan mengarahkan semua potensi yang dapat diberikan oleh setiap unsur di dalamnya. . ialah jika dilihat dari segi kegiatannya. Jadi organisasi merupakan alat dalam administrasi untuk mencapai tujuan administrasi. koordinasi dari semua kegiatan dan usaha.Pelaksanaan kepemimpinan menjamin pengikutsertaan semua pihak yang berkepentingan. Organisasi otokratis: . Tujuan organisasi harus dirumuskan secara jelas dan konkrit. b.Kewajiban dan kegiatan-kegiatan ditugaskan melalui garis-garis kekuasaan. Pembedaan organisasi dalam bentuk otoriter dan demokratis yang ciri-cirinya diuraikan di atas. supaya ada keteraturan dalam fungsi organisasi sebagai alat penyusun dan penyalur potensi. Organisasi demokratis: .gabungan itu merupakan satu hubungan dan ketergantungan yang sistimatis dan efektif. Di dalam organisasi terdapat: keteraturan. atau perbedaaan arah. . pembagian tugas dan tanggungjawabpun dapat berubah pula. .Kekuasaan dan tanggungjawab dapat dipindahkan secara hirarkis pada petugas bawahan. . Organisasi sebagai alat dalam organisasi harus dapat mengkoordinasi.Garis dan saluran yang dilalui pemindahan kekuasaan ini ditentukan dengan tegas dan tajam. d. Ada kesatuan perintah dan tanggungjawab (unity of command). e. taraf/kedudukan dan tanggungjawab anggota tersebut.Pelaksanaan diperiksa oleh atasan langsung. Organisasi fungsional (functional organization). . b. Dalam organisasi harus jelas pembagian tugas dan tanggung jawab: . menurut saluran. atau dari cara berfungsinya unsur-unsur organisasi. suatu pemindahan tanggungjawab dari atas ke bawah.luas dan jenis pekerjaan yang diserahkan kepada anggota harus disesuaikan dengan kem ampuan. jika dilihat dari segi pengambilan keputusan dan pertanggungan jawaban. Organisasi harus fleksibel. c. Di bawah ini akan kita berikan penjelasan sekedarnya: 20 ..Semua petugas dari bawah sampai ke atas turut serta dalam memikul tanggungjawab dan kepemimpinan. . Organisasi bentuk garis-dan-staf (line and staff organization). f.Sumber kekuasaan adalah situasi dan kebutuhan. Jika dalam pelaksanaan usaha dan kegiatan terdapat kesimpang -siuran. Organisasi adalah alat yang membantu tercapainya tujuan administrasi. . sejak perencanaannya sampai kepada penilaiannya. Ada beberapa macam pola/bentuk organisasi yang disesuaikan pada tujuan. dari pimpinan sampai kepada pelaksana terbawah. bukan semata-mata pimpinan yang sudah diserahi kekuasaan formal.semuanya ditujukan kepada usaha pencapaian satu tujuan yang telah ditentukan. akan timbul desorganisasi. harus jelas luas dan batas-batasnya. . sehingga tertuju kepada tujuan bersama yang telah ditentukan itu. agar tujuan dapat tercapai sebaik-baiknya. . b. Kalau situasi berubah. Beberapa prinsip dalam organisasi: Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan jika kita menyusun organisasi. c. penggunaan/pendayagunaan potensi dari semua unsur-unsur secara efektif.pembagian tugas dan tanggungjawab harus berdasarkan pedoman tertentu. . disertai hak dan kewajibannya. Biasanya dapat kita bedakan pada pokoknya dua macam: organisasi otoriter dan organisasi demokratis. kebijaksanaan kerja dan juga pada situasi. dapat kita bedakan: a.tugas dan tanggungjawab setiap anggota. Harus ada ´delegation of authorityµ. . 2. Perintah datangnya dari satu arah dan tanggungjawab diberikan kepada satu pihak.Kekuasaan resmi dan kekuasaan pribadi diganti dengan tanggungjawab kepemimpinan pendidikan. tujuan umum atau tujuan khusus. Beberapa bentuk organisasi. a. serta dari hubungan kerja antar bagiannya.

b. dan dapat mencurahkan perhatiannya kepada masalah-masalah kebijaksanaan pokok dan pengawasan umum. masing-masing dengan fungsinya sendiri-sendiri. 1. adalah pirnpinan A.garis koordinasi. yaitu A sebagai pimpinan. dan seterusnya. c dan seterusnya. Tetapi saluran/lalu lintas kekuasaan dan tanggungjawab berbeda. Sentralisasi. Jika kita gambarkan secara skematis. melainkan langsung dari A ke bawah. oleh petugas 2 diteruskan kepada d dan e. dan bertanggungjawab pula kepada lebih dari satu pihak. Tetapi tentu ada juga kekurangan-kekurangannya. Perhatikan organigram di bawah ini: ³³³ garis komando dan tanggung jawab --------. Bentuk ini disebut µorganisasi garis-stafµ (Line and staff organization). Garis pertanggungan jawab naik secara ketat hirarkis dari bawah. dan a s/d h sebagai pelaksana di bawah. organisasi dengan struktur de-sentralisasi. dan seterusnya s/d h. dapat menerima komando dari masingmasing petugas menengah 1. Petugas 1. Pimpinan A tidak usah melibatkan diri dalam soal-soal kecil mendetail. 2 dan 3. 2. 2 dan 3 sebagai petugas menengah. Dilihat dari segi pembagian tugas dan tanggungjawab. b dan c. dan kepada 2 dan kepada 3. Dengan kerjasama yang baik antara pihak-pihak yang memberi komando itu. Jika digambarkan secara skematis. tidak dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok yang bertanggungjawab kepada salah seorang pet gas u menengah 1. dan dengan pengertian bersama dalam meminta tanggungjawab. 2. seperti di bawah ini: ³³³ garis komando (ke bawah) dan tanggungjawab (ke atas). dalam bidang masing-masing.garis koordinasi dan konsultasi. b dan c kepada petugas menengah 1. Jadi tiap petugas pelaksana di bawah. Untuk menghindarkan beberapa kekurangan yang terdapat pada bentuk garis/lurus. Dalam bentuk-bentuk ini terdapat pemindahan kewenangan. Tetapi petugas-petugas pelaksana di bawah a. 3. Organisasi Fungsional. keputusan. Dalam organisasi bentuk ini. Dilihat dari luasnya pemindahan hak/kekuasaan dan tanggungjawab dapat kita bedakan: a. b. Dalam µline-organizationµ. ke a s/d h. menurut fungsinya masing-masing. dan oleh petugas -petugas 1. b. Organisasi garis-staf Bentuk organisasi ini dapat saja umpamanya mempunyai jumlah unsur-unsur yang sama dengan organisasi seperti di atas. 2 dan 3 masih tetap diperlukan untuk membantu pimpinan A. tetapi semua petugas pelaksana di bawah bersama-sama bertanggungjawab kepada semua petugas-petugas menengah. bentuk ini mempunyai kebaikan-kebaikannya. dan 3 merupakan staf dari pimpinan A. de-konsentrasi. Garis komando terbentang lurus dari atas/pimpinan sampai kepada pelaksana di bawah. dan oleh petugas 1 diteruskan kepada pelaksana a. dan 3 yang berada di bawahnya. tetapi yang mengambil. 21 . de-sentralisasi. Organisasi fungsional didasarkan pada keahlian masing-masing petugas atau bagian yang bersama-sama memimpin pelaksana-pelaksana di bawah. melalui unsur-unsur di tengah. maka garis komando tidak melalui petugas rnenengah 1. b. Dengan demikian setiap pelaksana dapat menerima komando dari lebih dari satu pihak. sehingga A tidak lagi langsung berhubungan dengan dan mengontrol a. c. c. Pertanggungan jawab diberikan oleh pelaksana a. sampai ke atas. akan menjadi organigram seperti di bawah ini: ³³³ garis komando dan tanggung jawab --------. organisasi dengan struktur sentralisasi. Kala upun ada hubungan. dapatlah semua pihak melaksanakan masing-masing tugasnya tanpa mencampuri tanggungjawab pihak lain. memberikan komando ke bawah dan meminta pertanggungan jawab langsung dari bawah. maka hubungan itu hanya bersifat koordinatif dan konsultatif saja. Petugas menengah 1. yaitu untuk memberikan kesempatan kepada pimpinan A di atas agar ia dapat langsung memberikan komando dan minta pertanggungan jawab dari pelaksana bawah a. atau 2 atau 3. Koordinasi dan kooperasi yang baik sangat diperlukan dalam bentuk fungsional ini. pimpinan A mendelegasikan wewenangnya kepada petugas menengah 1. dan seterusnya.a. atau 2 atau 3. tetapi tidak lagi berhubungan langsung dengan pelaksana di bawah sebagai pemberi komando. umpamanya antara lain kemungkinan komando/instruksi dari atas sampainya ke bawah tidak µasliµ lagi. 2 dan 3. b. dan bertanggungjawab kepada semuanya: kepada 1. Komando diberikan oleh pirnpinan A kepada petugas-petugas menengah 1. 2 dan 3 kepada pimpinan A.

penggunaan tenaga ahli. pelaksanaan. dan bahkan tujuannyapun turut dinilai. tetapi akan membicarakan evaluasi secara umum. Sentralisasi dan de-sentralisasi mempunyai kebaikan-kebaikan dan kelemahan-kelemahannya. Bagian-bagian dan petugas-petugas bawahan merupakan pelaksana saja. Dengan struktur de-sentralisasi hak dan kekuasaan dipindahkan/didelegasikan kepada petugas -petugas bawahan: mengenai suatu bidang tertentu (sektoral). Fungsi evaluasi. Yang diserahkan oleh pusat (Dep. penyediaan dan pemeliharaan gedung. EVALUASI DALAM PENDIDIKAN. Dalam bentuk sentralisasi semua hak dan kewajiban. Evaluasi merupakan suatu proses penelitian yang mempelajari dan menilai/mengukur sampai di mana suatu tujuan sudah dapat dilaksanakan. untuk memperoleh gambaran umum tetang apa dan bagaimana evaluasi itu. a.c. dapat menimbulkan akibat yang kurang diharapkan dalam hal pemerataan mutu dan produktivitas. maka dengan evaluasi yang kontinu kita dapat mengikuti tahapan mana. satu moment dalam rangka proses evaluasi pendidikan. hanya merupakan satu bagian. 22 . dan mencari cara-cara untuk mengatasinya. dilihat dari segi: keseragaman cara bekerja. alat dan fasilitas. jika diadakan de-sentralisasi. kemungkinan pengembangan. oleh pimpinan pusat. dan dengan demikian langkah-langkah selanjutnya perlu ditinjau kembali. E. policy dan kebijaksanaan. Kalau kita mengadakan evaluasi. pengawasan sampai ke penilaiannya. dan memberikan bimbingan pelaksanaan jika diperlukan. kita dapat memperkirakan apakah tujuan akan dapat tercapai pada waktu yang sudah ditentukan. tetapi semua bidang-bidang usaha secara keseluruhan. Memberikan nilai/angka umpamanya atau memberikan penghargaan. pemeliharaan mutu u pelajaran. pembiayaan. tahapan mana yang lancar dan mana yang mengalami kesukaran/hambatan dalam pelaksanaannya. mutu. cara bekerja dan mutu yang masih terlalu berbeda-beda. Dalam hal ini. seperti umpamanya pendelegasian administrasi Pendidikan Dasar dari pusat ke daerah/propinsi. Proses dan cara-cara evaluasi ditentukan oleh tujuannya. b. Dalam hal ini diperlukan data-data yang lengkap untuk dianalisa. pedoman pelaksanaannya. Ada juga yang dinamakan de-sentralisasi terbatas (partial de-centralization). P & K) kepada daerah (Propinsi/Gubernur) hanyalah mengenai personalia dan sarana saja pengangkatan guru. kita cari sebab-sebabnya. memerlukan proses dan cara evaluasi yang berbeda dari tujuan untuk memiliki pengetahuan dan ketrampilan tertentu. dan yang di tengah meneruskan komando saja. Hasil evaluasi dapat memberikan rasa puas yang merupakan petunjuk dan dorongan untuk usaha selanjutnya dapat pula menimbulkan kekhawatiran yang merupakan peringatan untuk waspada. tetapi ke seluruhan program pendidikan. atau mengenai semua bidang-bidang usaha di dalam suatu daerah tertentu (secara integral). Dan dalam evaluasi pendidikan proses itu untuk menentukan sampai dimana maksud-maksud yang terkandung dalam tujuan pendidikan sudah dapat terlaksana. tetapi hanya yang menyangkut daerah atau sub-unit tertentu. yang sudah terselesaikan. Dengan hasil analisa ini dicari cara cara/metoda-metoda lain yang lebih sesuai dengan keadaan sebenarnya. Evaluasi sebagai alat perencanaan. Kalau tujuan itu direncanakan untuk dicapai secara bertahap. Evaluasi adalah suatu proses untuk meneliti sampai di mana tujuan suatu usaha telah tercapai. Segala sesuatu dalam bidang yang sudah didelegasikan itu dilaksanakan oleh pimpinan daerah atau oleh sub-unit/bagian masing-masing: mulai perencanaan. kita katakan juga sebagai suatu bentuk de-konsentrasi. organisasi dengan struktur de-konsentrasi. Jika kiranya tidak akan dapat tercapai. ditentukan di pusat. pengawasan dilakukan bertingkat secara hirarkis. dan mungkin untuk mengubah/memperbaiki cara-cara pelaksanaannya. 1. ujian) tetap diatur oleh Pemerintah Pusat/Departemen P & K. Apa peranan evaluasi? Mengapa evaluasi begitu penting? Di bawah ini kita akan bicarakan beberapa fungsi pokok evaluasi. Tujuan untuk menimbulkan dan mengembangkan suatu sikap tertentu umpamanya. pedoman pokok dan koordinasi dari pusat diperlukan untuk menjaga integritas. mengadakan koordinasi. Mungkin cara bekerja perlu disesuaikan/diubah. bukan hanya satu macam kegiatan pada satu ketika saja. Dengan jumlah ahli yang terbatas. termasuk cara-cara pelaksanaannya. Evaluasi sebagai pengukur kemajuan. Uraian singkat di bawah ini tidak dikhususkan kepada evaluasi dalam proses administrasi saja. . Jika yang didelegasikan bukan bidang-bidang tertentu. Dengan mengadakan evaluasi secara kontinu. Suatu proses merupakan rangkaian kegiatan dalam jangka waktu tertentu yang berkaitan dan berhubungan. yang kita nilai bukan hanya hasilnya atau produknya saja. Tanggungjawab sepenuhnya berada pada pimpinan pusat. Petugas-petugas di lapangan bertindak untuk dan atas nama pimpinan pusat. Petugas pusat hanya menentukan policy dasar. sedangkan bidang teknis edukatifnya (kurikul m.

atau apakah masih perlu peninjauan dan perubahan arah. 2) tata. 1) Murid sebagai obyek terakhir dalam proses pendidikan dapat dievaluasi mengenai: . Perbaikan tanpa evaluasi tidak mungkin. a.hasil pelajaran yang diperolehnya (achievement). Kita mengadakan evaluasi karena kita ingin meningkatkan usaha kita. maupun dari segi konstruksi dan sebagainya. memerlukan penyesuaian rencana yang telah ada kepada keadaan dan metoda baru. Evaluasi yang tidak menghasilkan titik tolak untuk perbaikan adalah hampa. baik edukatif. . memerlukan perencanaan baru (re-planning). Unsur-unsur kebendaan ini merupakan bantuan dan alat dalam pelaksanaan program pendidikan sehingga dapat berjalan lancar. Apakah peraturan-peraturan yang ada.perkembangan segi-segi kepribadiannya. etik sebagai manusia Pancasilais).keahliannya dalam bidang profesinya: kemampuan mempergunakan ilmu -ilmu tentang pendidikan dan pengajaran dalam pelaksanaan tugasnya. Dengan ini dimaksudkan semua unsur-unsur lain kecuali yang sudah disebutkan di atas. 3) Kepala Sekolah sebagai administrator dan supervisor. c. 3) teknik-teknik supervisi: apakah sudah tepat/sesuai dengan keadaan dan kebutuhan.persyaratannya. .Perubahan pelaksanaan dengan menggunakan cara/metoda lain yang semula tidak atau kurang diperhatikan. kita harus mengadakan pembidangan dalam obyek-obyek yang menjadi sasaran proses evaluasi. 2) Alat dan fasilitas lain: mebiler. Evaluasi peraturan-peraturan. tidak merupakan hambatan bagi pencapaian tujuan pendidikan. Penilaian terhadap unsur material ini dapat kita adakan mengenai: . . . terhadap tugasnya. . 4) hubungan antara unsur-unsur manusia: apakah hubungan antara guru dan murid.segi-segi kepribadiannya. perbaikan hasil. seperti: 1) tujuan pendidikan: apakah sudah tepat sesuai dengan kebutuhan. Unsur material ini dapat kita bagi-bagi dalam: 1) Alat pelajaran. secara efektif dan efisienµ.penggunaannya: sampai dimana efektivitasnya dan daya gunanya dalam proses pendidikan. evaluasi merupakan sebab diadakannya adjusting dan re -planning. sebagai unsu pembina/pemimpin dapat dinilai r mengenai: .kepribadiannya (moral. antara sekolah dengan masyarakat. antara Kepala Sekolah dengan guru dan murid. alat kantor. dalam bidang apa? Karena evaluasi mengenai keseluruhan program pendidikan. 23 . . . 3) Gedung dan perlengkapannya. maupun ke luar sekolah. karena untuk mengadakan suatu perbaikan. tidak mempunyai arti.dan mungkin juga perbaikan tujuannya. Dari uraian a dan b di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa fungsi evaluasi sebenarnya adalah dalam rangka usaha untuk mengadakan perbaikan: perbaikan cara bekerja. Jadi. Untuk memperoleh gambaran yang teratur. d. kerja administratif: apakah sudah sesuai dengan µpenggunaan semua potensi. c. dan sebagainya. Evaluasi unsur material. maka bidangnya sangat luas. antara guru dengan guru. b. terhadap sesama guru dan pimpinan. ekonomis. baik material maupun personil. sudah sedemikian sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai sebaik-baiknya. baik dari instansi yang lebih tinggi maupun dari sekolah yang bersifat lokal.perkembangan sikapnya dan penyesuaiannya pada lingkungan (attitude). dan mengapa perIu diperbaiki. angkutan.sikapnya baik ke dalam. Evaluasi unsur manusia.sikapnya sebagai anggota kelompok: terhadap anak-didik.segi-segi kepemimpinannya. Evaluasi keseluruhan situasi pendidikan. . Evaluasi sebagai alat perbaikan. Bidang-bidang (scope) evaluasi. kita harus tahu dulu apa yang harus diperbaiki. Unsur -unsur ini umumnya yang tidak bersifat konkrit lagi. 2) Guru sebagai pelaksana program pendidikan dapat dievaluasi mengenai: . 2. hasil kerja siapa. Apa yang kita harus nilai? Hasil apa.pengetahuan dan kemampuannya di bidang teknis edukatif dan administratif.

5) Catatan dan laporan: segala macam catatan dan laporan (records and reports) mengenai orang-orang yang sedang diselidiki/dinilai dapat dimanfaatkan.keadaan fisik. Test biasanya tertulis dan dapat merupakan ´objective testµ atau ´essay type testµ.menyatakan pujian/rasa senang terhadap yang besih. Yang dimaksudkan ialah terutama ´personal recordsµ atau ´cumulative recordsµ.e. c. Umpamanya kita ingin menilai sampai di mana berhasilnya pelajaran kesehatan di Kl. Hal-hal yang konkrit di atas ini dapat diamati. . jika karena waktu dan biaya tidak dapat diadakan interview langsung.mencuci tangan setelah bekerja. . . Apakah di dalam keseluruhan situasi pendidikan benar -benar sudah dilaksanakan demokrasi Pancasila. sudah berusaha menjaga kebersihan diri sendiri.keadaan/latar belakang sosial. apakah sikap. Teknik-teknik itu dapat terdiri dari: 1) Observasi: pengamatan gejala-gejala secara keseluruhan.keberhasilan dan kegagalan dalam pekerjaan. sesuai dengan apa yang akan dinilai dan dengan orang yang dinilai. kemudian diperinci lagi secara konkrit: data yang mengenai µsudah tahu akan kebersihanµ. 4) Test. Perincian yang terurai menjadi pokok-pokok/butir-butir ini. Karena itu perlu dipecah-pecah menjadi hal-hal yang kongkrit dan terbatas. mengenai kebersihan. ialah kumpulan berbagai catatan pribadi seseorang mengenai segala segi seginya. untuk memperoleh keterangan-keterangan secara langsung dari yang diselidiki/dinilai. Meskipun dalam riset observasi ini dianggap banyak kelemahan-kelemahannya. Dalam contoh di atas mengenai penilaian keber¬sihan murid Kl. dan sebagainya. Evaluasi sendi-sendi demokrasi. tingkah laku dan perbuatan? 3. III. supaya dapat diperinci lagi menjadi pokok-pokok. Kemudian tujuan itu dirumuskan secara konkrit.tangan dan kukunya bersih.rambutnya terurus. didengar. untuk memperoleh data yang akan digunakan sebagai bahan penilaian. tetapi dalam penilaian pendidikan merupakan teknik yang banyak digunakan. . Menentukan dan merumuskan tujuan.apakah pakaiannya bersih. Dalam proses evaluasi langkah-langkah itu sebagai berikut: a. Memilih alat/teknik evaluasi yang sesuai dan tepat. sudah tidak bersikap acuh-tak-acuh lagi terhadap tempat yang kotor.menyapu lantai yang kotor. atau terarah dengan cara memilih dari altematif-altematif yang diajukan oleh penanya. . III SD dengan sendirinya 24 . Suatu proses merupakan suatu rangkaian kegiatan-kegiatan yang harus teratur dan berhubungan. Ini semua diusahakan perumusannya secara jelas. biasanya untuk menilai achievement. Sikap µsenang terhadap yang bersihµ dan µtidak acuh terhadap yang kotorµ sukar untuk dijadikan unsur penelitian. yang dapat diamati dan diteliti secara jelas dan obyektif. dan sebagainya. apakah sudah tergambar dalam sikap. Dan semua itu akan merupakan bahan untuk mengambil kesimpulan tentang perubahan/perkembangan anak dalam hal kebersihan. diperiksa. Jawaban -jawaban angket dapat µterbukaµ atau µertutupµ. 3) Angket/kuestioner: sebagai pengganti interview lisan berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis. Apakah anak-anak tahu akan kebersihan. Ada yang menyebut observasi itu sebagai µmengukur tanpa alat pengukurµ. . Langkah-langkah dalam proses evaluasi. dan sebagainya. Harus jelas diketahui apa yang akan dinilai: apakah hasil belajar. atau butirbutir yang lebih konkrit dan terbatas lagi. . yaitu bebas menurut si penjawab. merupakan tahapan kedua. kecakapan.menyatakan celaan terhadap yang kotor. . .latar belakang pendidikan. yaitu: b. Yang dimaksud dengan alat/teknik evaluasi di sini ialah teknik-teknik pengumpulan data. ialah µtahu membedakan benda kotor dari yang bersihµ. . 2) Interview: pertanyaan/tanya-jawab secara lisan. dan sebagainya. umpamanya: . Dari teknik-teknik ini harus dipilih yang sesuai dengan tujuan. dilihat. Memperinci tujuan menjadi pokok-pokok yang konkrit dan terbatas.

Sebagai tindakan akhir kita mengambil konklusi. mengadakan evaluasi tidak hanya sampai kepada konklusi saja. berdasarkan hasil komparasi tadi: apa sifat yang mendominir berdasarkan data itu. Data itu harus benar-benar ada hubungannya dengan tujuan. kelanjutan. Melaksanakan pengumpulan data. harus obyektif dan dapat dipercaya. d. Klasifikasi ini perlu untuk mengetahui data mana yang akan memberikan keterangan tentang segi segi tertentu. dibuatlah rencana untuk mengadakan perbaikan. kita mengambil kesimpulan keseluruhan. Teknik pengumpulan data yang telah dipilih. hanya sampai kepada µtahu bahwa ini begini dan itu begituµ saja. mana yang lebih sesuai dengan norma yang kita telah tentukan. sesuai atau tidak sesuai dan sebagainya. sebenamya tidak memberikan banyak manfaat pada usaha usaha evaluasi. Kemudian kita mengadakan komparasi. ialah dipilih data mana yang memenuhi syarat untuk diolah. Jadi. Berdasarkan diagnosa itu. apakah kesimpulannya positif ata. akan memberikan data yang lebih baik untuk penilaian. e.u negatif. Data yang sudah dipilih. diadakan seleksi dulu. harus dapat memberikan gambaran tentang kekurangan-kekurangan yang masih terdapat dan yang perlu diperbaiki. Konklusi itu merupakan suatu pendapat sebagai hasil penilaian. Observasi ditambah dengan catatan¬catatan yang dapat diperoleh.kita tidak dapat jika menggunakan angket. dipakai sebaik-baiknya untuk mengumpulkan data yang diperlukan secukupnya. Tanpa follow-up. f. membanding-bandingkan data-data itu. 25 . dan masih memerlukan follow-up. kemudian dikelompok-kelompokkan menurut jenis dan sifatnya. Setelah data terkumpul. Data yang telah dibanding-bandingkan. dan dapat ditambah lagi dengan sekedar tanya-jawab. diinterpretasi dan diambil konklusinya itu. Interpretasi dan kesimpulan. Diagnosa dan follow-up.

4. alat kerja). 4. 8/1974 Pasal 15 diatur: Jumlah dan susunan pangkat pegawai negeri sipil yang diperlukan ditetapkan dalam formasi untuk jangka tertentu berdasarkan jenis. Pegawai negeri sipil daerah. Pegawai negeri sipil terdiri dari: a. Pegawai negeri terdiri dari: a. Negara dan pemerintah menyelenggarakan tugas pemerintah dan pembangunan. semua karyawan tata usaha. mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi pegawai negeri sipil.BAB III KOMPONEN. Pegawai negeri sipil pusat b. dalam bagian ini perlu dibahas secara lebih mendalam mengenai personel sekolah. MEKANISME. 26 1. pengangkatan. Kepala Tata usaha. 2. Pasal 3 Pegawai negeri adalah unsur aparatur negara. Pengadaan pegawai negeri sipil adalah untuk mengisi formasi. Wakil Kepala Sekolah. 5. 1. Untuk dapat bekerja secara baik. bagaimanapun lengkap dan modernnya fasilitas (gedung. pengangkatan. dan c. DAN TATA KERJA KELEMBAGAAN PENDIDIKAN Komponen-komponen administrasi pendidikan secara garis besar dapat digolongkan menjadi : Administrasi personel sekolah Administrasi kurikulum Administrasi prasarana dan sarana pendidikan Administrasi siswa Kerja sama sekolah dan masyarakat. . 2. agar tidak terjadi overlap antar petugas. Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. guru. 2. Setiap warga negara yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Apabila pelamar yang dimaksud dalam Ayat (2) pasal ini diterima. Pegawai Negeri Sipil dan b. Pasal 16 1. abdi negara dan abdi masyarakat yang dengan penuh kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila. Maka penerimaan pegawai harus didasarkan atas kemampuan dan potensi si calon dalam rangka mengisi jabatan. termasuk personel pendukung lainnya. ATURAN. Pegawai negeri sipil lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah. dan penempatan pegawai harus didasarkan pada prinsip penerimaan. dan pengangkatan orang yang tepat. dan dukungan masyarakat akan tetapi harus di dukung oleh manusia-manusia yang bertugas menjalankan program sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang dikemukakan. perlengkapan. Menurut UU No. 3. Calon Pegawai Negeri Sipil diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil setelah melalui masa percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan selama-lamanya 2 (dua) tahun.8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Pasal 2: 1. Administrasi personel sekolah adalah segenap proses penataan personel di sekolah. sifat dan beban kerja yang harus dilaksanakan. Proses penerimaan. metode-metode kerja. Untuk membatasi pokok permasalahan ini maka perlulah dikemukakan mengenai definisi administrasi personal sekolah. Menurut UU No. 3. Administrasi Personel Sekolah Manusia merupakan unsur penting dalam menjalankan program sekolah. Personel sekolah ialah semua manusia yang tergabung di dalam kerja sama pada suatu sekolah untuk melaksanakan tugas-tugas dalam mencapai tujuan pendidikan. maka perlu diadakan kegiatan penataan untuk bidang kepegawaian. Mereka ini terdiri dari Kepala Sekolah. UUD 1945. maka ia harus melaluli masa percobaan dan selama masa percobaan itu berstatus sebagai calon pegawai negeri sipil.

3. sedangkan guru SMP dan SMU 24 jam / minggu. Pembinaan yang dimaksud dalam Ayat (1) pasal ini dilaksanakan berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja. Pejabat yang berwajib adalah pejabat yang karena jabatan atau tugasnya berwenang me lakukan tindakan hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pegawai Negeri adalah mereka yang setelah memenuhi syarat syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. jadi kesimpulannya untuk sekolah swasta itu banyak ragamnya. 2. Ketangkasan. Penugasan: Pedoman penugasan didasarkan atas perimbangan kejuruan. 7. c. atau adanya perluasan organisasi. Atasan yang berwenang adalah pejabat yang karena kedudukan atau jabatannya membawahi seorang atau lebih pegawai negeri. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam sesuatu jabatan negeri atau disertai tugas lainnya yang ditetapkan berdasarkan sesuatu peraturan perundang-undangan dan digaji menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jabatan Negeri adalah jabatan dalam bidang eksekutif yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang undangan termasuk di dalamnya jabatan dalam kesekretariatan lembaga tertinggi/ tinggi negara dan kepaniteraan pengadilan. Belum terdaftar. Syarat-syarat Pegawai Negeri 1.8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Bab I: Pengertian. kebutuhan dan kekompakan serta dalam rangka usaha menjamin kesetiaan dan ketaatan penuh seluruh pegawai negeri sipil terhadap Pancasila. 4. 18/1974. b. Pasal 1 sebagai berikut: a. b. Jam kerja berdasarkan Kepres RI No. kecakapan dan kemampuan pegawai yang bersangkutan. Pembinaan Pegawai: Pasal 12 UU No. 5. Di samping itu ada juga sekolah swasta pemerintah daerah. 1. Segi kepribadian. kemampuan. d. Karena pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong maka penerimaan Pegawai Negeri Sipil harus berdasarkan kebutuhan. Terdaftar. e. UUD 1945. untuk itu maka kita perlu memahami istilah-istilah yang digunakan di lingkungan kepegawaian sebagai berikut: Menurut UU No. Perlu diingat di sini bahwa pegawai yang ditempatkan di sekolah negeri belum tentu pegawai negeri. 58/ 1964 Pegawai Negeri Sipil diwajibkan bekerja selama 37 1/2 jam/ minggu. Lowongannya formasi dalam sesuatu organisasi pada umumnya disebabkan oleh dua hal yaitu adanya Pegawai Negeri Sipil yang keluar karena berhenti. Disamakan. Kecerdasan. Kesetiaan. c. Pembinaan Pegawai Negeri Sipil diarahkan untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintah dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna. d. Pasal 13 Kebijaksanaan pembinaan Pegawai Negeri Sipil secara menyeluruh berada di tangan presiden. 27 . Kesehatan badan. Diakui.Penjelasan Pasal 16: Ayat (1) Pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong. Pada perguruan tinggi swasta biasanya memiliki status: a. Pejabat yang berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan mengangkat dan atau memberhentikan Pegawai Negeri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Negara dan Pemerintah perlu dipupuk dan dikembangkan jiwa Kepres yang bulat di kalangan Pegawai Negeri Sipil. Dan syarat-syarat lain yang khusus diperlukan bagi sesuatu jabatan negeri yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. 2. 6. Pasal 14 Untuk lebih meningkatkan pembinaan.

Manakah yang lebih penting proses atau isi? 28 . Menyampaikan berita kepada orang lain. Bagaimana menata pemutusan hubungan kerja dengan pegawai. Keberhasilan dalam hubungan -hubungan kerja kemanusiaan ini akan ditentukan oleh efisiensi dan efektivitas mereka yang berkepentingan dalam: a. Agar supaya kepala sekolah mampu memberikan pimp inan yang efektif dalam bidang ini hendaknya ia mengetahui berbagai teori mengenai kurikulum dan menyadari kaitannya dengan kebijaksanaan dan langkah-langkah administratif yang sedang berlaku. dapat dilihat bahwa komunikasi pada hakikatnya adalah problem Proses Berita Sumber isi Alat Bunyi Gambar Kata-kata dsb. pemberian gaji. Bagaimana menilai pegawai.Yang bersangkut paut dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga kerja untuk dan di sekolah dengan efisien. Apakah kurikulum itu? 2. b. 1. Sampai di mana kurikulum dapat berbeda-beda untuk masing-masing sekolah? 5. Bagaimana kurikulum hauns memperhatikan perbedaan-perbedaan individual? 7. Sekolah Negeri b. Bilamana dan oleh siapa kurikulum harus direncanakan? 6. 2. Sekolah Swasta (dengan berbagai variasi). g. kesejahteraan. e. intensif. namun ada tujuan kategori masalah yang hampir mencakup perbedaan-perbedaan tersebut yaitu: 1. Bagaimana mengatur kenaikan gaji dan pangkatnya. Masalah pokok Dari bahasan di atas. Masalah-masalah dalam kurikulum Ada macam-macam teori dan praktek mengenai kurikulum dan pengembangannya. termasuk mengatur pengangkatannya. Di Indonesia. Apakah yang harus diutamakan dalam kurikulum? 4. Apakah yang harus diajarkan? 3. Inilah tanggung jawab kepala sekolah yang paling penting dan banyak tantangannya. Dari sudut Administrasi Pendidikan (sekolah). yang menjadi tugas utama kepala sekolah ialah menjamin adanya program pengajaran yang baik bagi murid-murid. f. c. dan perpindahan mereka jika perlu terjadi. untuk mencapai tujuan sekolah yang telah ditentukan sebelumnya. (bila perIu). termasuk merangsang kegairahan kerjanya. Tujuan Penerimaan hubungan kerja kemanusiaan (human relationship). Bagaimana memelihara pegawai. Segenap proses penataran tersebut meliputi bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya dan pemutusan hubungan kerja dengan mereka. dapatlah diperinci pokok masalah penataran terhadap pegawai sekolah sebagai berikut: a. d. Kebanyakan para pendidik sepakat mengenai tujuan yang harus dicapai. sedangkan stafnya mendapat bagian tanggung jawab dalam membantu usaha pelaksanaan dan pengembangan program pengajaran yang efektif. Perbedaan-perbedaan pendapat ini tidak mungkin diuraikan dalam tulisan ini. Untuk sekolah negeri. Bagaimana menggunakan tenaga kerja yang sudah diperolehnya itu dengan efisien. pegawai tetapnya adalah pegawai negeri sedangkan untuk sekolah swasta pegawai tetapnya dapat pegawai negeri yang diperbantukan dan juga pegawai yayasan yang memiliki sekolah tersebut. sedangkan sekolah swasta yang tidak mendapatkan bantuan apa-apa dari pemerintah disebut sekolah swasta yayasan dan sekolah swasta yang mendapat bantuan keuangan dari pemerintah disebut sekolah swasta berbantuan. sekolah menurut status pemilikannya dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. Untuk sekolah swasta mendapat bantuan guru-guru pegawai negeri disebut sekolah subsidi. b. Bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya. Administrasi Kurikulum Pada jenis dan tingkat sekolah apa pun. Bagaimana mengembangkan mutu pegawai. Memahami dengan tepat isi/maksudnya dengan harapan mau menerima.

Pada definisi kurikulum yang terakhir terdapat bermacam-macam. namun di samping itu guru-guru menyadari tanggung jawab edukatif mereka dalam apa yang disebut pengalaman-pengalaman ekstrakurikuler para siswa di sekolah. Menurut pendapat ini kurikulum adalah program belajar untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Kurikulum harus mencakup seperangkat masalah-masalah luas tertentu yang bertalian dengan kebudayaan. jalan. Di pihak lain. Pendidikan lainnya mempunyai pendapat: 4.tafsiran. 3. jadi bukan hanya belajar tentang fakta dan kepandaian s emata-mata. Banyak pemuka pendidikan mengemukakan pendapat bahwa: 1.Marilah kita tinjau secara singkat jawaban-jawaban terhadap setiap masalah di atas. Kurikulum harus terdiri dari berbagai mata pelajaran yang urutannya harus disusun secara logis dan terperinci. Jadi pada dasarnya ada dua definisi mengenai kurikulum. atau yang berkaitan dengan masalah-masalah kehidupan umum yang selalu muncul. jawaban-jawaban terhadap pertanyaan di atas secara ringkas dapat dilukiskan sebagai berikut: a. 1. Aspek: masalah lainnya adalah mengenai urutan pengalaman belajar yang harus diberikan. Di samping itu ada yang berpendapat bahwa 3. Apakah kurikulum itu? Menurut riwayat perkembangan kurikulum. atau dapat ditafsirkan lebih luas lagi yang dalam menafsirkan yang ekstrim berupa ´sekolah masyarakatµ sehingga orang tidak tahu lagi di mana harus menarik garis batas. jadi tidak termasuk di dalamnya. Tempo dulu. Karena itu sekolah berkewajiban untuk mengarahkan dan membimbing segala aspek perkembangan anak yang berada dalam lingkungannya. Pengalaman-pengalaman di sekolah seperti bermain di halaman sekolah. kurikulum dianggap sebagai segala pengalaman yang diperoleh anak dalam tanggung jawab sekolah. b. bukan bagian dari kurikulum sekolah. Memang anggapan bahwa kurikulum sebagai kumpulan-kumpulan mata-mata pelajaran sampai sekarang masih menguasai sekolah. Barangkali seyogianya pula kita menganggap kurikulum sebagai pengalaman-pengalaman perkembangan muridmurid yang direncanakan sekolah. kurikulum dianggap sebagai kumpulan bermacam-macam mata pelajaran. Pengalaman-pengalaman anak di luar sekolah. kesemuanya merupakan situasi-situasi belajar yang kaya akan pendidikan. Para pemuka pendidikan dewasa ini menonjolkan kenyataan bahwa belajar pada tiap anak merupakan proses yang berlangsung selama 24 jam tiap hari. 2. Merupakan modifikasi atau variasi dari pendapat-pendapat di atas. Ada beberapa kegiatan dan pengalaman murid-murid di sekolah tidak cocok dengan batasan kurikulum ini. pengalaman-pengalaman dalam darmawisata dan lain-lain. Apakah yang harus diajarkan? Terdapat perbedaan pendapat yang berpusat sekitar isi kurikulum. Urutan atau susunan mata pelajaran bukan harus ditentukan dalam mata pelajaran melainkan para pelajar atau murid itu sendiri dan urutan atau susunannya harus ditentukan menu kebutuhan-kebutuhan anakrut anak dan para remaja yang menjadi matang dalam kebudayaan. jadi bukan hanya sekumpulan mata-mata pelajaran belaka. dianggap bukan pengalaman belajar. kurikulum dianggap sebagai kumpulan matamata pelajaran. Karena itu kurikulum meliputi segala pengalaman yang sengaja diberikan sekolah untuk memupuk perkembangan anak-anak dengan jalan menciptakan situasi belajar-mengajar. Perkataan ´dalam tanggung jawab sekolahµ dapat ditafsirkan terbatas pada jam-jam selama murid berada di sekolah. tidak lebih dari itu. Di satu pihak. Ada pula yang berpendapat bahwa. istirahat dan lain-lain sebangsanya tidak termasuk kurikulum. Kurikulum mencakup segala pengalaman yang direncanakan untuk anak -anak yang langsung berada dalam tanggung jawab sekolah. Mulai dari satuan-satuan pelajaran yang paling mudah dan berangsur -angsur menuju kepada isi yang sukar dan rumit. 29 . Pengalaman-pengalaman inilah yang dimaksud kurikulum. Program pengajaran harus disusun sekitar masalah-masalah kehidupan anak sehari-hari yang berbeda-beda pada tiap kelompok umur. Mereka berpendapat pengala man-pengalaman dalam perkumpulan kesenian dan olahraga di sekolah. Umumnya kepala sekolah dan guru-guru berada di antara dua pendapat ekstrim di atas. 2. Karena itu yang disebut kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler atau ´extra curiculer activitiesµ berada di luar kurikulum. Masih banyak para pendidik yang berpendapat bahwa urutan pelajaran harus dite ntukan menurut jalan pikiran yang terkandung dalam mata pelajaran yaitu: 1. walaupun pengalaman-pengalaman tersebut ada pengaruhnya terhadap perkembangan anak. 2. Bahwa urutan ditentukan oleh cara-cara yang paling baik dalam mengajarkan tiap mata pelajaran yang dapat ditemukan dengan jalan melakukan studi ilmiah.

ialah meningkatkan penggunaan kecerdasan secara fleksibel.akan datang. d) Aspek lain dalam masalah di atas ialah persoalan: Apakah kurikulum harus ditentukan oleh kebutuhan kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa (persiapan untuk menghadapi masa dewasa) atau harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan murid-murid sekarang ini? Pihak yang mempertahankan kurikulum harus tersusun semata-mata dari mata pelajaran yang didasarkan kepada kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Pandangan terakhir ini agaknya memberikan landasan yang sehat untuk menyusun kerangka yang fleksibel namun mantap untuk perencanaan kurikulum. Dalam kurikulum yang berorientasi seperti kebutuhan dan kepentingan kedua belah pihak akan terpenuhi sebagaimana mestinya. Karena itu kurikulum harus berorientasi kepada individu di dalam masyarakat. maka program pengajarannya harus mementingkan keadaan. lndividu hanya dapat mewujudkan dirinya sebagai individu jika ia berada dalam masyarakat tempat ia hidup. 3) Kurikulum pertama-tama harus mencakup masalah-masalah yang berasal dari pengalaman anak-anak dengan jalan menggunakan sebagian besar buku-buku untuk membantu memecahkan masalah-masalah tersebut. c) Pendirian ketiga menganggap tidak ada pertentangan prinsipiil antara kedua anggapan di atas. baik anak maupun orang dewasa. sebab itu benar benar tidak realistis. Seperti kita lihat di atas. Karena itu kurikulum harus memperhatikan masalah -masalah yang menyangkut anak-anak saja. yaitu: a) Anggapan pertama yang berpendirian. Pendapat terak ini hir memang yang paling cocok atau sejalan dengan filsafat pendidikan psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Barangkali tidak ada orang yang mau mempertahankan salah satu pendapat dalam bentuk ekstrim. Dalam kenyataan setiap program pengajaran yang berpedoman kepada kepentingan masyarakat. karena usaha pendidikan adalah mendidik individu. Pendapat terakhir dalam memberikan pemecahan masalah-masalah anak yang dihadapi sekarang dan yang menyangkut kepentingan anak di masa depan. Ada mengutamakan: 1) Hampir seluruhnya kepada buku dan keterangan-keterangan yang diberikan saja. biasanya berpendirian bahwa tugas fungsi pendidikan ialah untuk kehidupan orang dewasa. untuk memberikan masalah-masalah dan pengalaman-pengalaman belajar yang sekaligus menyangkut kepentingan langsung di dalam kehidupan anak dan mempersiapkan mereka untuk hidup sebagai orang dewasa kelak. dan sebaliknya setiap kurikulum yang berorientasikan psikologis dengan sendirinya memperhatikan kepentingan masyarakat pula. maka kurikulum harus disusun berdasarkan keadaan. Dikemukakan pula bahwa teori lama: ´mempersiapkan anak untuk kehidupan orang dewasaµ berimplikasi masyarakat yang statis di mana kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa kelak dapat diramalkan pada anak-anak yang ada sekarang. 3. sedangkan pertama berorientasi kepada kepentingan masyarakat a sosial. Pendapat ketiga mengemukakan pendiriannya bahwa pada dasarnya tidak usah ada pertentangan antara kedua pendirian di atas. sifat dan kebutuhan-kebutuhan individu. Sampai di mana kurikulum dapat berbeda-beda untuk masing-masing sekolah? 30 . Apakah yang harus diutamakan dalam kurikulum? Dalam garis besarnya ada tiga anggapan yang berbeda-beda. Masalah berkisar pada tekanan relatif yang harus diberikan kepada kepentingan -kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan individu dan yang harus diberikan kepada kepentingan-kepentingan masyarakat dalam menciptakan kurikulum yang dapat memenuhi kedua macam dan kepentingan. 2) Kurikulum harus disusun sekitar bahan-bahan dari buku dan dilengkapi dengan pengalaman -pengalaman yang diperoleh dari darmawisata dan kegiatan-kegiatan sekolah lainnya. karena sekolah didirikan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. latar belakang dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Kita tidak usah berpihak kepada salah satu pendirian. Pendapat yang menentang pendirian di atas mengemukakan teori bahwa anak harus dianggap sebagai anak dengan hakhaknya. Karena itu kurikulum harus banyak mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan anak dimasa yang. b) Anggapan kedua mempertahankan pendirian.Aspek masalah lainnya ialah mengenai persoalan sampai di mana kurikulum harus mencakup pengalaman pengalaman langsung. tau sedangkan pendirian yang kedua mementingkan individu atau berorientasi psikologis. bukan dianggap sebagai orang dewasa dalam bentuk mini. sampai batas-batas tertentu memperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan individu pula. karena di dalam kurikulum cukup diperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan kedua belah pihak. 4. mempersiapkan anak untuk menyesuaikan diri kepada perubahan -perubahan pesat dari keanekaragaman dunia dewasa ini.

bahwa tidak ada aspek-aspek kurikulum yang harus direncanakan jauh sebelum situasi belajar berlangsung. Bagaimana kurikulum harus memperhatikan perbedaan-perbedaan individual? Persoalan ini berkisar sekitar masalah penyesuaian program pengajaran terhadap perbedaan -perbedaan di antara anak-anak. Ada beberapa ahli yang mengemukakan pendiriannya. 5. dan urutannya yang seragam? Jawabannya: dapat bermacam-macam. seringkali secara terperinci mengenai situasi belajar. Karena itu. Dewasa ini terdapat kecenderungan yang bergerak dari kurikulum yang direncanakan jauh di muka dan secara terperinci. Sedangkan pendapat kedua tidak terlalu tegas mempertahankan keunikan secara mutlak. 1 Kurikulum seluruhnya direncanakan di muka secara terperinci oleh ´expertsµ dalam bentuk kumpulan mata pelajaran. 2. isi. pendapat-pendapat yang berbeda itu dapat dilukiskan dengan skala seperti tercantum di halaman 46. tanpa perencanaan jauh di muka. yaitu masalah keseragaman dan keanekaragaman. 2 Kurikulum direncanakan secara terperinci di muka oleh panitia yang terdiri dari guru-guru dalam bentuk kumpulan mata pelajaran. dan anak -anak memperlihatkan keanekaragaman perbedaan individual. dan semua murid di semua sekolah tingkat tertentu mempunyai kurikulum yang kira-kira seragam. sekalipun pada umumnya ku rikulum yang sedang berlaku sekarang masih termasuk kategori 1 dan 2. dan bilamana. yang hampir mendekati kedudukan nomor 4 memberikan stabilitas atau kemantapan dan adaptabilitas yang leluasa. Ada yang mengemukakan pendapat bahwa perencanaan kurikulum adalah pekerjaan yang memerlukan keahlian dan karena itu harus dikerjakan oleh para ahli atau ´expertµ dalam bidang perencanaan kurikulum. Misalnya apakah dikehendaki jika semua sekolah yang setingkat dan sejenis mempunyai program pengajaran yang ruang lingkup. siapa yang merencanakannya. pendirian yang cukup mantap tetapi luwes ialah adanya pola kurikulum yang longgar atau leluasa sejalan dengan kebutuhankebutuhan kultural. Rencana kurikulum Skala ´Pre-Planningµ 3 4 Kurikulum Kurikulum direncanakan direncanakan dalam garis dalam garis besarnya yang besarnya. kerja. Menurut pendapat ini kurikulum harus d irencanakan baik-baik sebelumnya. 5. ke arah sebelah kanan skala. Kurikulum yang berorientasikan kumpulan mata pelajaran berasal dari zaman sebelum ada pengetahuan tentang perbedaan-perbedaan individu dan kemampuan pada murid. dan bukan dalam bentuk jawaban yang benar-benar esktrim. terutama penganut kurikulum yang terdiri dari mata pelajaran. Bilamana dan oleh siapa kurikulum. Kedua jawaban di atas tentu saja hanya berbeda dalam memberikan penonjolan. dan kebutuhan-kebutuhan psikologis yang universal. Perincian Perincian dilakukan oleh dilakukan oleh guru berdasarkan perencanaan kebutuhanbersama guru kebutuhan murid. di mana masing -masing sekolah sampai batas-batas tertentu dapat mengadakan variasi dalam program pengajarannya disesuaikan dengan seperlunya kepada kebutuhan-kebutuhan unik dari murid-murid dan masyarakat tempat mereka hidup. Banyak yang berpendirian. Untuk penjelasan singkat. berisi luas oleh panitia partisipasi dari yang terdiri dari guru-guru dan guru-guru dalam tokoh-tokoh bentuk pedoman masyarakat. Mengenai perencanaan di muka atau ´pre-planningµ terdapat perbedaan pendapat dalam hal sejauh mana perencanaan di muka dapat dilakukan. Pendapat pertama menganggap bahwa adanya beberapa perubahan program pengajaran karena adanya perubahan-perubahan dalam masyarakat dan dalam populasi murid. murid. 6. Jawaban terhadap persoalan ini macam macam. isi dan urutan mata pelajaran dalam kurikulum harus ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan kurikuler orang dewasa. Adapula yang berpendapat bahwa setiap masyarakat mempunyai cirinya tersendiri yang unik dalam berbagai aspek kebudayaan. bahwa ruang lingkup. Yang menjadi masalah pokok ialah menentukan kedudukan sebaik -baiknya dan paling menguntungkan anak antara pendirian 1 dan 5.Persoalan ini sangat erat pertaliannya dengan masalah sebelumnya. menurut agar supaya program pengajaran tiap sekolah memperlihatkan ciri-cirinya tersendiri yang unik dan jelas itu. 5 Kurikulum direncanakan oleh guru bersama murid pada waktu akan belajar. Barangkali bentuk situasi kedudukan yang paling dikehendaki ialah nomor 1. harus direncanakan? Masalah kelima berkisar sekitar masalah tanggung jawab untuk menentukan: harus bagaimana bentuk kurikulum itu. Pada waktu itu orang menganggap semua murid (kecuali anak -anak yang lemah jiwa) 31 .

Memang kita akui bahwa sarana belajar itu penting dan bahwa proses adalah juga isi dalam arti yang sebenarnya dan merupakan aspek terpenting dalam situasi belajar. Tampaknya teori ketiga ini lebih sejalan dengan pelaksanaan prinsip demokrasi dalam pengajaran. Dalam situasi ini pengetahuan tentang fakta -fakta ditempatkan dalam 32 . dalam praktek keadaan ini masih banyak dijalankan. metode -metode penelitian bebas dan berpikir kritis. Taraf hasil belajar yang dicapai dalam mata-mata pelajaran hanya ditentukan oleh besarnya usaha atau kerajinan yang ditunjukkan pelajar. Dewasa ini pada umumnya diakui bahwa makhluk manusia sangat beraneka ragam dalam kemampuannya untuk maju. maka teori ketiga secara berangsung-angsur mulai diterima dan dikembangkan di sekolah-sekolah percobaan. ialah konsep kurikulum yang telah ditetapkan jauh di muka harus dikuasai oleh semua murid menurut kecepatan yang telah diatur sebelumnya.kelompok pelajar yang cerdas dan cepat belajar atau ´fast learnestµ selain dengan cepat menguasai minimum essentials diberi juga program yang lebih luas yang berfungsi memperkaya program umum atau ´enriched program learningµ. Rupanya teori ini senada dengan pendapat psikologi daya masa lampau yang berpendapat bahwa daya -daya seperti kemauan. Para pendidikan yang mengutamakan kegiatan dan pengalaman di dalam kurikulum berarti memperhatikan pentingnya apa yang dipelajari sepanjang macam-macam pengalaman dihayati anak memupuk perkembangan sosial. Pendekatan terakhir terhadap isi yang dipelajari berbeda dengan pendekatan lama. Isi yang dipelajari memang penting.dapat menguasai semua mata pelajaran yang diberikan di sekolah dengan kepandaian yang sama asal mereka rajin belajar. Keadaan itu telah menggerakkan para pendidik kepada perbedaan -perbedaan individual ini. Sementara para pendidik secara teoretis menolak pandangan ini. 7. Pendapat kedua mengemukakan teori bahwa murid-murid harus dikelompokkan menurut kemampuannya atas dasar anggapan bahwa pengelompokan ini akan memperkecil perbedaan kemampuan dalam tiap kelompok sampai kepada taraf penyederhanaan atau mempermudah pelaksanaan individualisasi program pengajaran. yaitu dalam penekannya. Pandangan terakhir mengemukakan pendirian bahwa isi yang dipelajari harus dikaitkan dengan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan nyata anak-anak menurut taraf kematangannya. Hal ini dapat dilaksanakan dengan program-program dalam bentuk modul semi mengajar diri sendiri atau modula mengajar diri sendiri. . kegiatan kegiatan penelitian sendiri. proses atau isi? Jawaban pertama terhadap persoalan ini merupakan implikasi dari teori Dewey yang berpendapat bahwa anak dan juga orang dewasa ´belajar dengan berbuatµ atau ´learning by doingµ. Slogan yang berbunyi ´Barangsiapa yang mempunyai kemauan di sanalah ada jalanµ (Where there is a will there is a way) turut mendasari teori di atas. sosial dan emosi dan masih menunjang usaha bersama kelompok. dengan mengemukakan pendirian bahwa metode -metode itu pun merupakan isi pula dan hal-hal penting yang dipelajari bukan fakta-fakta melainkan pola-pola berbuat seperti hubungan insani yang demokratis partisipasi yang konstruktif. dan sebangsanya. Disini timbul perbedaan-perbedaan pendapat mengenai persoalan bagaimana hal ini harus dilaksanakan. ketahanan dan kerajinan dapat dikembangkan dengan jalan mempelajari mata-mata pelajaran tertentu selama mata-mata pelajaran tersebut cukup sukar dan tidak menyenangkan. pikiran dan moral yang dianggap penting oleh mereka. Jika pendapat pertama dan kedua sudah umum dipraktekkan di sekolah-sekolah sekalipun kadang-kadang dalam bentuk yang sederhana. Pertama. Manakah yang lebih penting. prosedur demokratis. Namun kita harus berpendirian hatihati jangan sampai terjerumus ke salah satu pendapat yang ekstrim. Dalam situasi dewasa ini mata-mata pelajaran tertentu kadang-kadang dinomorduakan atau dianggap kurang penting dalam melaksanakan perencanaan bersama.kelompok murid-murid yang lambat belajar atau ´slow learnersµ hanya diberi pelajaran tentang halhal penting yang sekurang-kurangnya harus dikuasai oleh semua atau ´minimum assentialsµ atau disebut program umum. Hal ini menunjukkan tiap anggota kelompok untuk mampu bekerja menurut taraf perkembangan masing -masing dalam bidang akademis. yang antara lain: . dan pada anak ialah adanya orang dewasa (guru) yang membantu dan membimbing. estetika. sebagai terjemahan salah satu sila dari Pancasila yang mendasari sistem pendidikan di negara kita. Pendapat ketiga ialah menciptakan jenis kurikulum berdasarkan pengalaman yang dipusatkan kepada masalah-masalah dan memberikan kesempatan kepada kelompok -kelompok tersebut dalam pendapat kedua untuk bekerja sama memecahkan masalah bersama yang menarik perhatian bersama. dengan keyakinan bahwa individualisasi dalam pengajaran harus memperhatikan. baik mutu maupun kecepatan belajar. kecerdasan. Yang menjadi masalah ialah menyesuaikan individu-individu yang mempunyai kecepatan belajar yang berbeda-beda kepada ´realitasµ ini. bahwa yang dipergunakan untuk memecahkan masalah. Pendekatan yang sehat terhadap belajar berpendirian bahwa belajar merupakan interaksi antara pelajar dengan situasi yang mencakup masalah atau problema.

e. Kemudian menyimpan dan memelihara serta mendistribusikan kepada guru¬guru yang bersangkutan. namum pembahasannya menc akup faktorfaktor utama yang menentukan pola kurikulum dan tempat kedudukan kepala sekolah beserta staff dalam keadaan tersebut sampai batas-batas tertentu akan menentukan jenis kurikulum yang sedang dilaksanakan di sekolahnya dan selanjutnya dalam batas-batas tertentu pula akan menentukan pola keseluruhan organisasi dan administrasi pengajaran. 079/1975. dan serangga. Dalam pendidikan misalnya: lokasi/tempat.fokus baru ini. buku. 1) Mempersiapkan perkiraan tahunan Biasanya kepala sekolah membuat daftar alat-alat yang diperlukan di sekolahnya sesuai dengan kebutuhannya dengan daftar alat yang distandardisasi. Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat. Pendistribusian peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggung jawab salah seorang anggota staf yang ditunjuk. a. sarana pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu: a. Misalnya: ruang. 1. Mudah didapat bila sewaktu-waktu diperlukan. Siapakah yang bertanggung jawab tentang prasarana dan sarana pendidikan? Jawab: adalah para pengelola/ administrasi pendidikan. kepala sekolah sama-sama menyusun daftar kebutuhan sekolah masing-masing. f. Sedang sarana seperti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. perpustakaan. Tanggung Jawab Kepala Sekolah dan Kaitannya dengan Pengurusan dan Prosedur Salah satu tugas utama kepala sekolah dalam administrasian sarana pengajaran ialah bersama-sama dengan staf menyusun daftar kebutuhan mereka akan alat-alat sarana tersebut dan mempersiapkan perkiraan tahunan untuk diusahakan penyediaannya. c. Walaupun kelompok persoalan di atas dibahas secara singkat. 33 . Sedangkan menurut keputusan Menteri P dan K No. dan menginventarisasi alat-alat/ sarana tersebut pada akhir tahun pelajaran. Karena penyediaan sarana pendidikan di suatu sekolah haruslah disesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa-masa mendatang. Administrasi Prasarana dan Sarana Pendidikan Secara otimologis (arti kata) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan. Semua penyimpanan harus diadministrasikan rnenurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu dipergunakan. 3. Karena pelaksanaan tanggung jawab ini hanya bersifat ketatausahaan maka kurang tepat jika kepala sekolah atau guru sendiri yang langsung melaksanakannya. 2) Menyimpan dan mendistribusikan Ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah. b. Secara micro (sempit) maka kepala sekolah yang bertanggung jawab masalah ini. Hubungan AntaraPeralatan dan Perlengkapan Pengajaran dengan Program Pengajaran Jenis peralatan dan perlengkapan yang disediakan di sekolah dan cara-cara pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap program mengajar -belajar. laboratorium dan sebagainya. Harus diadakan inventarisasi secara berkala. lapuk. maksudnya bila diperlukan sewaktu-waktu segera dapat disediakan. lapangan olahraga. Media pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil. sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. Demikian pula administrasinya yang jelek akan mengurangi kegunaan alat-alat dan perlengkapan tersebut. Sedangkan untuk alat-alat yang belum distandardisasi. 2. Titik berat dalam hal ini adalah kepada belajar yang dikaitkan dengan masalah-masalah dan kebutuhan serta kegunaan hasil belajar nanti di dalam kehidupannya. pembukuan dan alat-alat peraga dan laboratorium. uang dan sebagainya. Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat-tempat yang bebas dari faktor-faktor perusak seperti: panas lembab. c. bangunan sekolah. Alat pelajaran yang terdiri. d. Tanggung jawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumuskan secara terperinci dan dipahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan. Isi pelajaran penting karena turut meningkatkan kualitas kehidupan murid-murid di masa kini dan sekaligus merupakan persiapan untuk kehidupan di masa yang akan datang. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar dan mengajar. Yang paling tepat adalah pegawai tata usaha. Kebijaksanaan pendistribusian ini hendaklah ditekankan kepada prinsip efisien dan fleksibilitas. b. Bangunan dan perabot sekolah.

Misalnya melalui lokakarya. walaupun tiap orang mempunyai kesukaan. Keadaan pekerjaan akan menentukan lamanya waktu maupun kualitas. 3) Administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran harus senantiasa ditinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran. kuantitas. Semakin cepat mendesak baik yang bertalian dengan kualitas maupun. Keadaan pekerjaan akan menentukan lamanya waktu dan besarnya tenaga yang dibutuhkan untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan dan mengidentifikasikannya dengan tepat. Dalam menghadapi tugas ini disarankan menempuh langkah-Iangkah sebagai berikut: 1) Masalah dasar-dasar pengajaran dan penentuan jenis program pengajaran dan perencanaan fasilitas bangunannya. Segala bahan penting yang diperlukan harus dikumpulkan agar supaya dapat menyampaikan rekomendasi yang tepat dan masuk akal. Meningkatkan mutu keindahan ruang belajar Ada kecenderungan untuk mengecat ruang belajar dengan wama menurut kesukaan dan pilihan individu guru. Sedangkan sebagai administrator yang bertanggungjawab akan sekolahnya.3. Langkah -Iangkah yang disarankan terdahulu dapat juga ditempuh jika penambahan bangunan itu agak besar. 2) Melakukan sistem pencatatan yang tepat sehingga mudah dikerjakan. Rehabilitasi Dengan melakukan survey terhadap bangunan dan perlengkapan yang sudah ada dan mencatat serta terperinci perbaikan-perbaikan yang diperlukan. Administrasi Gedung dan Perlengkapan Sekolah Mungkin banyak para kepala sekolah yang tidak mempunyai kesempatan untuk ikut serta dalam perencanaan bangunan sekolah. Beberapa Pedoman Administrasi Perawatan Walaupun pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan sudah merupakan pekerjaan rutin dan orang-orang dihadapkan kesukaran-kesukaran yang kurang berarti. Guru. Sudah tentu guru-guru dan para orang tua murid diikutsertakan dalam melakukan perencanaan mengenai penambahan-penambahan dan perombakan-perombakan bangunan yang sudah ada atau merencanakan bangunan barn. 3) Mengatur kunjungan sekolah-sekolah yang dipergunakan sebagai model atau contoh. memperbaiki fasilitas mencuci tangan dan kaki dan pekerjaan-pekerjaan perbaikan lainnya yang bertalian dengan pelaksanaan inovasi pendidikan. dan pilihan warna masing-masing. Rencana rehabilitasi hendaknya dibuat sehemat mungkin. kepala sekolah dengan stafnya dapat mengusulkan perbaikan perbaikan untuk kepentingan efektivitas pelaksanaan program sekolah. Perluasan bangunan yang sudah ada Pada bangunan sekolah yang sudah ada sering kali diperlukan tambahan-tambahan bangunan dan perlengkapannya. 2) Membentuk panitia untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan khusus yang bertalian dengan bangunan dan perlengkapannya yang diusulkan. kepala sekolah mempunyai peranan tersendiri dalam panitia perencanaan bangunan sekolah dan perlengkapannya. Di antaranya adalah sebagai berikut: 1) Hendaknya kepala sekolah tidak terlalu rnenyibukkan dirinya secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran. menambah tempat ruang buang air. c. apabila tuntutan-tuntutan yang berasal dari perkembangan pendidikan. Perbaikan-perbaikan ini diantaranya mencakup mengecat dan melabur. dan saran-saran yang mereka kemukakan ditampung dan dipertimbangkan. Ada beberapa aspek yang bertalian dengan perencanaan dan pemeliharaan bangunan sekolah dan perlengkapannya (a . b. 4. 4) Kondisi-kondisi di atas akan terpenuhi jika administrator mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi.j): a. namun ada beberapa prinsip yang telah lama diakui dan dianjurkan para ahli seni dan dekorasi umpamanya reaksi-reaksi psikologis 34 . baik kepada pemerintah maupun kepada masyarakat. konferensi dan mengikuti penataran khusus mengenai masalah bangunan sekolah dan perlengkapannya. Masih ada cara-cara lain yang bisa ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai hal-hal penting yang bertalian dengan perencanaan bangunan sekolah. distribusi dan penggunaan serta pengawasan peralatan dan perlengkapan pengajaran yang semuanya mendorong mereka untuk memikirkan proses paling tepat dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka. menyempurnakan akustik ruangan belajar. 4) Mempelajari gambar-gambar contoh bangunan sekolah dan perlengkapannya baik yang diproyeksikan maupun gambar biasa. Kepala sekolah yang memiliki pengetahuan yang memadai tentang hal tersebut akan sangat ber guna dalam partisipasinya. narnun untuk penyempurnaan p ekerjaan tersebut para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya. Langkah-Iangkah di atas bukan satu-satunya cara yang dapat ditempuh kepala sekolah dalam merencanakan bangunan sekolah baru beserta perlengkapannya. Dalam masa kerjanya kepala sekolah tentu pernah menghadapi masalah seperti di atas. mengganti bahan-bahan atau bagianbagian yang sudah usang atau lapuk.

Memang kesehatan menjadi salah satu tujuan ini di sekolah. Salah satu kegiatan utama program kesehatan sekolah ialah menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat. di antaranya menyediakan fasilitas-fasilitas untuk mempraktekkan kebiasaan hidup sehat. Dinding atas ruangan belajar harus dicat putih karena 80% faktor pantulan diperlukan untuk memberikan cahaya yang memadai kepada murid. ruangan belajar dan gang-gang. baik kesehatan fisik maupun kesehatan mentalnya. Memilih perabot dan perlengkapan Kepala sekolah hendaknya serba bisa. kesehatan jasmani dan rohani. Di samping itu keadaan seperti di atas ditinjau dari segi pendidikan kesehatan akan menimbulkan pengaruh yang merugikan. g. akan memberikan pengaruh jelek kepada murid-murid ditinjau dari segi pendidikan dan perkembangannya. Karena itu hendaknya kepala sekolah menyadari tanggung jawab untuk senantiasa mengawasi ruangan belajar dan bagianbagian sekolah lainnya agar selalu beres. Hendaknya jadwal kerja harian yang terperinci dari penjaga kebersihan sekolah disesuaikan dengan jadwal kegiatan. baik dalam literatur tentang konstruksi bangunan sekolah maupun dalam rencana struktur bangunannya. Faktor-faktor psikologis harus diperhatikan dalam pembuatan perabot ruang belajar. Tanggung jawab keberesan sekolah Kepala sekolah dan guru hendaknya selalu menyadari bahwa murid-murid banyak belajar dari lingkungan sekolah. Dalam usaha kesehatan sekolah atau UKS hal ini dibicarakan secara terperinci. Hendaknya disediakan sabun dan lap atau handuk kecil. ia mengadakan pertemuan -pertemuan dengan penjaga kebersihan sekolah mengenai masalah-masalah dan kekurangan-kekurangan yang harus diatasi. Alangkah baiknya jika tempat penyimpanan alat-alat ini direncanakan sebelum bangunan didirikan sehingga faktor estetikanya pun mendapat perhatian juga. bersih dan teratur. laboratorium. Lingkungan fisik sekolah harus senantiasa dijaga dipelihara kesehatan dan kebersihannya. salah satu fasilitas penting ialah penyediaan air untuk mencuci tangan dan kaki dan anggota badan lainnya. karena bukan saja harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai bangunan sekolah. ruang-ruang keterampilan dan sebagainya. Inilah salah satu tujuan yang harus dipakai dalam pendidikan di sekolah yaitu memperbaiki kebiasaan kebiasaan hidup murid-murid dengan jalan mengatur dan menciptakan kondisi lingkungan yang dapat memperlancar perkembangan kebiasaan yang baik pada murid-murid. f. Pengaruh yang berangsurangsur namun pasti dari lingkungan sekolah terhadap kebiasaan hidup sehari hari dan sikap menghargai pada murid-murid akan tampak dari tahun ke tahun. melainkan juga banyak pengetahuannya tentang perabot dan perlengkapan. Warna perabot harus coklat muda dan tidak mengkilap. h. Kegiatan murid dalam pemeliharaan kebersihan dan keberesan sekolah. yang berarti menghambat pula kelancaran pelaksanaan program pengajaran di sekolah. cahaya dan ventilasi yang kurang memadai. ruang olahraga. Dalam melaksanakan tugas tersebut. Ingatlah bahwa yang belajar adalah murid d sebagai kesatuan pribadi dan bukan kecerdasannya saja yang berkembang. Pemeriksaan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga hal-hal yang sekecil-kecilnya pun tidak sedemikian rupa sehingga hal tersebut tidak lepas dari tanggung jawab. jangan sampai ada perabot yang dapat menghambat proses belajar pada muri -murid. Salah satu faktor penting yang dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih perabot dan perlengkapan ruangan kelas yang harus disediakan. Di samping itu proses belajar dan mengajar akan terhambat. Macam-macam warna yang memantulkan cahaya harus diperhatikan dalam mengecat.terhadap warna-wama tertentu harus diperhatikan dalam mengecat ruang belajar. Administrator yang progresif akan mengutamakan fleksibilitas dalam fungsi dan letak perabot di ruang belajar. Kesemuanya harus diatur sedemikian rupa sehingga kondisinya memberikan pengaruh yang optimal dalam proses belajar dan terhadap perkembangan kesehatan murid~murid. kotor. Pemeriksaan itu perlu Tanggung jawab kepala sekolah untuk melakukan pemeriksaan dan koreksi terhadap kondisi kondisi ruangan sekolah dan perlengkapannya termasuk halaman dan tempat-tempat bermain murid. d. seperti wama merah dan orang adalah warna yang hangat dan memberikan tenaga. Keadaan kelas yang berantakan dan tidak teratur. Memperhatikan kondisi sanitasi Ditinjau dari kebutuhan akan kesehatan pada murid-murid dan seluruh anggota staf di sekolah. Penyimpanan alat-alat yang tepat Dari segi pendidikan soal penyimpanan alat-alat kurang mendapat perhatian. 35 . ialah dasar pengajaran. Ruang belajar. e. Alatalat yang langsung dipergunakan dalam pelajaran memerlukan fasilitas penyimpanan yang memadai dan praktis sehingga sewaktu waktu diperlukan dapat segera disediakan serta keamanannya cukup terpelihara. Demikian pula dinding-dinding samping ruangan harus dicat warna cerah dan pusat. sedangkan warna hijau memberikan pengaruh mendinginkan dan sejuk. harus dilaksanakan terus-menerus dan teratur. masalah sanitasi harus mendapat perhatian pertama.

5) Percobaan-percobaan akademis di luar kelas. jika sa fasilitas penyimpanan alat-alat tidak mendapat perhatian. 4) Pramuka. Tempat bermain harus dipelihara. yaitu pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran. 3) Karya wisata. 6) Olahraga. Menyediakan tempat dan fasilitas saja untuk keperluan itu. 9) Pengumpulan benda-benda bekas (perangko. dan pemeliharaan ruang belajar. penjaga kebersihan sekolah dan penjaga keamanan sekolah. 4) Penulisan karangan untuk berbagai media.Agar sulit untuk memelihara dan menjaga ruang belajar agar supaya senantia beres dan bersih. c. i. b. belum memadai.7 Administrasi Siswa OSIS merupakan organisasi murid yang resmi diakui dan diselenggarakan di sekolah dengan tujuan untuk melatih kepemimpinan murid serta memberikan wahana bagi murid untuk melakukan kegiatan-kegiatan ko-kurikuler yang sesuai. j. Tempat bermain harus selalu dijaga dan dipelihara supaya bebas dari kondisi dan hal hal atau benda-benda yang mungkin menimbulkan bahaya kecelakaan. kebanyakan guru -guru kurang menyadari pentingnya cahaya yang memadai bagi murid-murid jika sedang ada dalam ruang belajar. Untuk menjaga dan memelihara agar sup aya tempat bermain menarik. dianjurkan tiap-tiap tiga sampai lima tahun sekali. apa pun kegiatan yang dikembangkan hendaknya selalu dalam rangkaiannya dengan tujuannya. 2) Pengertian hari-hari besar nasional. 3) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). memerlukan bantuan dan dukungan dari kepala sekolah dan penjaga kebersihan sekolah agar supaya ruang belajar senantiasa siap untuk dipergunakan dan memperlancar proses belajar. selaras dengan tujuan sekolah yang tertuang dalam kurikulum. 36 4. 2) Palang Merah Remaja. Gunakanlah warna-warna yang membangkitkan semangat belajar dan bekerja. Masalah penyimpanan alat-alat dan perlengkapan pengajaran telah dibicarakan secara singkat pula pada halaman-halaman sebelumnya. hal yang sangat penting untuk diperhatikan ialah ruang belajar harus cukup mendapat cahaya. namun berpengaruh menenangkan dan memupuk perasaan estetika. aman dan bebas dari hal-hal yang mungkin menimbulkan kecelakaan. Kegiatan pengembangan keterampilan berdasar hobi 1) Latihan kepemimpinan. Mengatur dan memelihara ruang belajar Sebagian besar waktu kehidupan murid-murid dan guru selama bersekolah. Di samping itu ruang belajar harus selalu diperbarui catnya. dipergunakan di ruang belajar. . Contoh kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di sekolah melalui Osis adalah sebagai berikut: a. Kepala sekolah hendaknya melakukan observasi yang teratur dan kontinu terhadap kondisi cahaya di ruang belajar ini. murid. pengembangan keterampilan dan pengembangan sikap. Memang guru-guru sering kali memberikan pengawasan langsung terhadap pengaturan. atau memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan kesehatan murid-murid dan penghuni sekolah lainnya. Di samping hal-hal lainnya. 2) Penelitian. Dari kenyataan ini timbul tuntutan agar supaya kepala sekolah memberikan perhatian cukup terhadap kondisi ruang belajar. namun mereka. Seperti telah disinggung di muka bahwa warna-warna yang dipergunakan di ruang belajar adalah warna-warna yang memberikan pengaruh psikologis positif dalam proses mengajar dan belajar kepada guru-guru dan murid-murid. Kegiatan-kegiatan pengembangan sikap 1) Pengumpulan dana sosial. diratakan serta disesuaikan dengan berbagai permainan dan kegiatan yang dilakukan oleh murid -murid. keagamaan 3) Membantu masyarakat yang kena musibah. 8) Pengaturan lalu-lintas. Pemeliharaan halaman dan tempat bermain Kegiatan rekreasi di sekolah dewasa ini mempunyai peranan penting dalam program pengajaran. 7) Keseman. Oleh karena itu supaya pembinaan administrasinya terutama m enyangkut pembinaan pengelolaan organisasinya dan kegiatannya. binatang. kepala sekolah harus bekerja sama-dengan guru-guru. Kegiatan pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran 1) Diskusi. temu karya. dan segera mengadakan perbaikan bilamana terdapat kekurangan -kekurangan. dan lain-lain). seminar dan lain-lain. 5) Lintas Alam.

...... Contoh format Identitas Murid 1.............. : .......................... Di kelas : ... ......................................... ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus _____________________________________________________________________________________________________________________________ ________________ Keterangan: __________________ _____________________________________________________________ _______________________________________________________________ .. Tanggal b............................................. Data anekdot 12.................................................................................................................................................. Tanggal : ..... .. : .................. : . Lahir : ........................................................ 2..... .. 10................................................................................................................................................................... Pada kelas c... Warga Negara : ................................... Perpindahan: a...................... 6........ pas foto 3.......................................... dan seterusnya .................... Tempat.................. .......................................... Pada intinya ada tiga macam data yang perlu sekali dike1ola........................ yaitu: data tentang identitas murid............. tentang hasil belajar murid dan tentang kehadiran murid. Alamat : .................................................................. 1..........1 2 Pendidikan Umum 2............................................................................................................................... c........... Di kelas c.......... : .................................. Penghargaan yang diterima murid : ................ Alasan 13......... Melanjutkan ke 14.................... Mata Kelas/Th Kelas/Th Pelajaran Sem......................... STTB Nomor c.............................................................. 3.................................................................................................... tetapi juga bermanfaat kelak setelah murid tersebut sudah lulus dan meninggalkan sekolah tersebut.............................. b.....................1 2 _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______________ .......................................................................................... .... : ...... Contoh format Data Hasil Belajar Murid ============================================================== Program No................................ Nama : ... Pendidikan : ........................................................................... Orang Tua/Wali Murid : ............. Pindah ke b........................... b....................... : .......................... : ........... a................................... Alamat : ..................................... 4....................... 8....... Nama Murid : ..................................................... Berikut ini disajikan contoh-contoh format data tentang murid: a.................................... Kelulusan: a........... 9... d.............. 5.........................1 2 Sem............ Jenis Kelamin : .......................................................... : ............. Anak ke : .................................... 11................................................................. . : ... Tinggal 15.......................... Asal Sekolah : ........................................ 7.... .......... Pekerjaan : ... . Tanggal b............................................ tgl.......................................................Pengelolaan data kesiswaan merupakan salah satu garapan administrasi murid yang tidak dapat ditinggalkan............................................................ Keterangan lain-lain : ................................................................ dan Kesehatan ( ) naik ke kelas ( ) tidak naik ( ) lulus ( ) tidak lulus 37 Kelas/Th Sem............... : ..................................... Data ini tidak hanya berguna sewaktu murid tersebut masih sekolah... Pendidikan Agama PMP Olah Raga..................................................................................... b......... Diterima: a....... Keluar : a..

.................... 31 Absen _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______ 1.................. ============================================================================No............................................. Cara menyimpan data tentang murid Data-data tersebut harus disimpan oleh sekolah secara baik-baik dan berfungsi sebagai arsip aktif yang sewaktu-waktu dicari kembali untuk keperluan tertentu....... Pada setiap ganti tahun angkatan..... 3........ Nama Murid Tanggal Jumlah 1 2 3 4 5 dst ............................... sebaiknya menggunakan buku ukuran folio.... Kartu itu berukuran quarto (21......... 50........ Penulisan data siswa tersebut diurutkan menurut urutan nomor induknya.... .......... Untuk mempermudah penggunaan buku induk tersebut dapat dibantu dengan menggunakan buku Klaper di mana-mana siswa yang namanya dimulai dengan huruf sama disusun menjadi satu................................ Dengan sistem kartu ini upaya pencarian kembali setiap data yang diperlukan akan lebih mudah.........orang............ Lembar muka sebelah kiri untuk....... ........................... Agar mudah disusun................................... Kelas : ..................... 5..........orang..................................................... a) Apabila menggunakan sistem kartu sebaiknya dibuatkan sehelai kartu untuk setiap siswa....... dengan menggunakan dua muka sebelah kiri untuk setiap siswa.......................................... karena itu merupakan satu kesatuan.... sebaiknya diberi kartu penyekat atau kartunya diganti dengan baru yang berwarna lain............................... data tentang identitas siswa dan lembar sebelah kanan untuk data hasil belajar siswa....... 4... 2. ............................. Confoh format Data Rekapitulasi Kehadiran Murid SMP NEGERI XV SURABAYA Ha ri Tanggal Jumlah murid Izin Sakit Lain-lain : : : : : : ................................................... ............. Tahun .. Kartu-kartu itu diurutkan menurut urutan nomor induk siswa yang ditulis pada pojok kanan atas..... Penyimpanan data itu dapat dilakukan dengan menggunakan sistem kartu atau dapat pula menggunakan sistem buku induk.. .....................50 cm x 28 cm)....orang..................... Contoh format Data Presensi Murid Daftar Presensi bulan : ........ sehingga mudah mencarinya kembali.......................... Ada beberapa cara untuk menyimpan data tersebut...........orang............ Bagian depan kartu diisi dengan data identitas siswa dan bagian belakangnya dipergunakan untuk data hasil belajar................ 1) Untuk data tentang identitas dan hasil belajar siswa sebaiknya tidak terpisah.........................c............. ____________________ ________________________________________________________________________________________________________________ Jumlah yang hadir _____________________________________________________________________________________________________________________________ _______ d.............. 38 ............................................................... Jumlah Murid : .................................... sebaiknya digunakan bahan kertas manila....................................... Untuk mencari data tentang siswa pada buku induk akan lebih sukar dibandingkan dengan bila menggunakan siswa kartu. .......... b) Apabila menggunakan buku induk............. dan seterusnya ................. dengan warna berbeda untuk setiap kelas (angkatan)..........................................

Kegiatan antar kelas seperti. c.membina personel dan sosial murid khususnya.Aktivitas murid Program aktivitas sekolah seperti: olahraga. b) Intra sekolah Pengembangan organisasi murid yang efektif di sekolah naik terhadap pendidikan dasar maupun menengah harus dapat menjamin partisipasi murid dalam program sekolah yang bersangkutan. Perkemahan sekolah 4. sekretaris. b. Komunikasi di dalam administrasi sekolah adalah suatu proses penyampaian sesuatu (berita/idea kepada orang lain). dapat seperti kebersihan dan keindahan kelas dan sebagainya.membina generasi muda umumnya . yaitu orang yang menyampaikan sesuatu kepada orang lain (juga sebagai sumber berita). Kegiatan ini merupakan kegiatan kurikuler yaitu untuk menjamin adaptasi murid sekolah yang dapat menunjang proses belajar dan perkembangan murid secara lebih efektif. Publikasi karya tulis 9. Perlombaan dan pertandingan 7. a) Intra kelas Murid dalam suatu kegiatan dapat diorganisir sedemikian sehingga merupakan suatu gaverment terdiri dari: ketua. Membagi kepemimpinan dengan orang lain. Menjadi pemimpin. Tujuan penyampaian (dapat perintah. d.sistem staf pengajaran dan personel sekolah . Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan murid sekolah antara lain: 1. dan seksi-seksi. medis yang digunakan (dapat berupa kata-kata bunyi.sistem sosial masyarakat di mana sekolah itu berada. laporan dan sebagainya). f. Komunikator. artinya antara sekolah dengan pihak lain (ke luar) masyarakat lembaga/instansi yang lain. pertandingan olahraga dan kesenian keputrian. Organisasi sosial 10. e. Organisasi kesiswaan. Tujuan dari intra sekolah: . bendahara. Proses Berita Alat bunyi gambar Sumber isi tujuan 39 penerimaan . Di dalam pengertian di atas terlihat adanya berbagai unsur antara lain: a. Response/jawaban yang diberikan oleh si penerima. Kegiatan ke masyarakat 6. Hal ini bisa secara intern yaitu di dalam organisasi sekolah itu sendiri. c) Ekstra sekolah Adalah kegiatan untuk membantu memperlancar perkembangan individu murid sebagai manusia seutuhnya. 5. Alat. Tanggung jawab murid. Perpustakaan sekolah 8. Pertemuan siswa 2. kesenian. Maka dalam hal ini organisasi/Osis merupakan sarana komunikasi formil antara kelompok murid dan suatu sistem sekolah dengan: . Olahraga 3. Ke laboratorium 5. Orang yang menerima informasi (komunikasi communicate/recever ). pemberitahuan laporan dan sebagainya). wakil. Tugasnya: Kegiatan kelas. Kerjasama Sekolah dan Masyarakat Secara sederhana "hubungan" atau "communication"(di Indonesia: komunikasi) dapat diartikan sebagai "process by wich a person transmits a massage to another" (proses penyampaian berita dari seorang kepada orang lain). program pengabdian masyarakat. Juga bisa ekstern. kegiatan-kegiatan sosial dan sebagainya. Apa yang disampaikan (isi/informasi). program pendidikan.

melainkan berada dalam suatu sistem masyarakat yang telah tetap. 4. Adanya respon-perubahan tingkah laku. Sanggup mengekspresikan dalam berbicara yang jelas. b) Komunikasi dengan masyarakat di luar sekolah Adalah merupakan sesuatu kenyataan bahwa. 4. sehingga tidak hanyut/terbenam dalam arus propaganda. gagasangagasan yang didengarnya. 3. 2. kesetiaan. yaitu lah bahwa para kepala sekolah harus memahami. Dalam hal ini administrasl sekolah/pendidikan hendaldah membina para guru dan murid untuk: 1. Sanggup mengemukakan pendapatnya/ gagasannya dalam bentuknya tertulis sehingga orang lain dapat membaca dan mengerti. Memahami dengan tepat isi/maksudnya dengan harapan mau menerima. Kesemuanya ini merupakan komunikasi intern bahkan sifatnya lebih subjektif. Kehadiran sekolah berlandaskan kemauan baik negara dan masyarakat yang mendukungnya.kata-kata dsb. Menyampaikan berita kepada orang lain. Tradisi dan adat-istiadat. lancar dan efektif. Dilihat dari sudut administrasi pendidikan (sekolah) dapat dilihat bahwa komunikasi pada hakikatnya adalah problem hubungan kerja kemanusiaan (human relationship). Keberhasilan dalam hubungan-hubungan kerja kemanusiaan ini akan ditentukan oleh efisiensi dan efektivitas mereka yang berkepentingan dalam: a. Belajar mendengarkan secara tepat dan kritis. Penyampaian Berita Memahami dengan tepat Mau menerima Merespon Perubahan tingkah laku baik kelompok individual. cara-cara beraksi. Dalam hal ini perhimpunan administrator sekolah di Amerika Serikat (the American Association of School Administrators) telah mengumpulkan beberapa indikator (petunjuk) tentang hubungan seko dengan masyarakat. badan-badan. Tugas sekolah di sini ialah bagaimana menumbuhkan rasa ikut memiliki (senseaf belonging) dan rasa ikut bertanggung jawab (senseresponsibility) masyarakat terhadap sekolah. 40 . Organisasi anggota masyarakat. Masyarakat di sini dapat berwujud orang tua murid. Salah satu alasan mengapa sekolah perlu dukungan dari masyarakat tempat sekolah itu berada ialah karena sekolah harus dibiayai. 5. Kepemimpinan/ struktur kekuatan yang terdapat dalam masyarakat. 1. ciri-ciri pengelompokan forrnil dan hubungan ciri-ciri populasi. diskriminatif dan kritis. b. Oleh karena itu orang-orang yang berkerja di sekolah mau tidak mau harus bekerja sama dengan masyarakat. Dalam dunia pendidikan dikenal 2 macam hubungan (komunikasi): a) Komunikasi dalam penyelenggaraan program pendidikan (intern) dengan masyarakatsekolah. Berikut ini ada bermacam-macam konsepsi hubungan sekolah masyarakat untuk dapat dipertimbangkan mana yang lebih efektif untuk dikembangkan di sekolah mendatang. Unsur-unsur penting pada anggota masyarakat lingkungan sekolah. 5. Konsep-konsep hubungan sekolah-masyarakat Masalah konsep hubungan sekolah-masyarakat adalah sangat luas dan kompleks dan beranekaragam. organisasi-organisasi. kepatuhan dan perasaan terikat yang ada pada masyarakat. sekolah tidak merupakan sesuatu yang berdiri sendiri terpisah dari dunia luar. menilai dan mempertimbangkan. berarti ia mendapat informasi yang diperlukan untuk mengembangkan hubungan yang sehat dan sukses antara sekolah dengan masyarakat. baik negeri maupun swasta. Sanggup mengadakan penilaian secara kritis terhadap apa yang dilihatnya. Belajar membaca secara komprehensif. Jika para kepala sekolah memperoleh keterangan-keterangan tersebut di atas. 3. Situasi fisik masyarakat. menangani idea baru. Namun hal ini perlu adanya motivasi dan stimulasi secara kontinu dari administrasi pendidikan. 2.

Konsep ini beranggapan bahwa sekolah dan masyarakat merupakan dua lernbaga yang terpisah. sekolah hendaknya selalu bekerja sama membina dan mewujudkan kehidupan sosial yang baik. 1. 4. Konsep "menunggu" sekolah hanya menunggu dan mengharapkan perhatian dan bantuan dari masyarakat. Sehingga tidak mencerminkan "originalitas" atau asli dari keseluruhan program sekolah tersebut.a) Menurut Ameteambun dalam bukunya Guru dalam Administrasi sekolah pembangunan "Konsepsi hubungan sekolah-masyarakat" adalah sebagai berikut: 1. To prevent misunderstanding. Konsep "social leadership" sekolah sebagai lembaga pendidikan utama masyarakat. tentu saja hal-hal yang dipamerkan "show" hanyalah hal-hal yang telah diseleksi/yang baik-baik saja. Dalam kerangka tersebut di atas. Interpretasi pendidikan. Yang biasanya disertai dengan perhitungan-perhitungan keuntungankeuntungan individualitas pribadi. bahwa informasi yang telah diberikan kepada masyarakat dapat ditafsirkan menurut pengetahuan dan pendapat yang apa adanya. Usaha bersama. To secure financial support. harus dapat diharapkan dapat rnembina kepemimpinan dengan pihak yang erat hubungannya dengan problema¬problema sosial. (Untuk memperoleh sumbangan-sumbangan finansiil dan material dari masyarakat). Konsep pameran sekolah hanya sekadar memamerkan kegiatannya kepada masyarakat. b. 2. Konsep preventif kegiatan-kegiatan sekolah hanyalah untuk mencegah hal hal yang tak diinginkan oleh masyarakat. Hal ini cenderung untuk memperkuat sikap dan pendapat yang telah ada melekat di masyarakat. rnaka suatu langkah/tindak lanjutnya adalah menyusun suatu program kerja. Seperti halnya publisitas lebih ditekankan. Konsep tanda bahaya kegiatan-kegiatan hubungan sekolah masyarakat terjadi bila ada bahaya misalnya kebakaran. Perencanaan hubungan sekolah-masyarakat haruslah integral dengan program pendidikan yang bersangkutan. Publisitas yaitu komunikasi satu arah. untuk mencari popularitas dan semata-mata mengejar prestise bukan prestasi. Konsep prestise kegiatan-kegiatan sekolah sebagai alat untuk menonjolkan kariernya. Untuk mengetahui sukses gagalnya suatu kegiatan maka perlu diketahui terlebih dahulu apakah tujuan kegiatan tersebut. c. 4. b) Menurut Balai Pendidikan Guru tertulis Jawa Barat dalam garis besarnya terdapat 4 jenis hubungan sekolah masyarakat. 3. runtuh dan sebagainya. apa yang dikehendaki dan kebutuhan-kebutuhan sekolah hendaknya diketahui masyarakat. 2. Biasanya hal ini cenderung. (Untuk menjalin kerjasama dalam pembuatan kebijaksanaan kebijaksanaan). sekolah seolah-olah menjual iklannya kepada masyarakat. Dalam hal ini Bent dan Kronenberg mengemukakan tiga hal tujuan utama hubungan sekolah masyarakat yaitu: a. Jenis komunikasi di sini bersifat dua arah timbal balik di mana masyarakat cenderung untuk baranggapan bahwa mereka harus secara langsung dilihatkan ke dalam urusan-urusan sekolah mereka. 41 . 3. Sikap acuh tak acuh di mana kedua belah pihak antara sekolah-rnasyarakat saling membiarkan dia tumbuh. 7. Di mana kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan masyarakat juga menjadi kebutuhan dan keinginan sekolah. Terutama dalam kegiatan-kegiatan kurikuler. 6. To secure coppration in policy making. (Untuk mencegah kesalahpahaman antara masyarakat terhadap sekolah). 5. Sehingga sekolah memerlukan bantuan/kontak dengan masyarakat. Konsep partnership hubungan ini dapat diinterpretasikan sebagai hubungan proses timbal balik. Jenis komunikasi di sini adalah kornunikasi tertutup (komunikasi intern) yaitu sekolah hanya berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Sehubungan dengan hal tersebut Ametembun merumuskan program hubungan sekolah masyarakat yaitu: 1. Prinsip-prinsip program hubungan sekolah-masyarakat Jika suatu kegiatan telah diketahui dan ditentukan tujuannya.

Pada umumnya di dalam pelaksanaannya sekolah sering menggunakan kombinasi. rapat-rapat. Jalur-jalur komunikasi sekolah masyarakat Ada beberapa jalur yang mungkin dapat ditempuh walaupun demikian jalur yang paling menguntungkan adalah jalur yang langsung berhubungan dengan murid dan situasi pertemuan langsung (face to face). dirasakan.2. televisi merupakan media yang sangat berharga untuk menyampaikan informasi kepada orang tua murid. Misalnya: majalah. ini berarti informasi yang diperlukan oleh orang tua murid tersebut. 4) Pertemuan informal Para guru dan staf sekolah lainnya dapat mengadakan hubungan dengan warga masyarakat secara tidak resmi. Hal ini sebenarnya tidak adil. Dengan demikian komunikasi dua arah sedikit banyak dapat terpelihara. Misalnya: tatap muka. Layanan sekolah yang baik dan mengesankan kepada mere akan ka 42 . Berbagai media hubungan sekolah-masyarakat Dalam pelaksanaan hubungan sekolah-masyarakat akan diperlukan sarana atau alat yang sering disebut dengan media komunikasi atau mass media. 3. 3. Jalur-jalur lain yang mungkin dapat ditempuh dalam hubungan sekolahmasyarakat adalah: 1) Anak/murid Anak/murid adalah merupakan mata rantai komunikasi yang paling efektif antara masyarakat dengan sekolah. dengan santai. Tampaknya ha tersebut mengandung implikasi bahwa l landasan utama hubungan sekolah-masyarakat yang sehat adalah program pengajaran yang efektif dan taraf hubungan guru-muridnya yang tinggi. karena pihak operasional tidak diikutsertakan. Untuk itu semua hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga dapat menarik dan mengena pada sasarannya. 1. gambar. Walaupun efektivitasnya sering dilebih-lebihkan oleh para administrator. Misalnya: televisi. Tetapi dengan jalan ini nampaknya hanya satu arah saja yang menimbulkan tujuan yang berbeda -beda. Setiap pejabat/petugas sekolah terutama para guru haruslah menganggap dirinya adalah petugas hubungan masyarakat (public relations efficer). Segala sesuatu dilihat. tanggapan dan saran-saran kepada sekolah. 5) Laporan kemajuan murid (rapor) Laporan kemajuan murid yang secara formil disampaikan kepada orang tua merupakan alat lain bagi sekolah untuk berkomunikasi dengan mereka. Sehingga para pelaksana/guru hanya sebagai konsumen saja. dihayati di sekolah dapat dikomunikasikan kepada orang tuanya. jika diperlukan. komunikasi tertulis ini harus berisi informasi yang diperlakukan oleh orang tua murid. surat kabar. Untuk mengatasi hal demikian. Masyarakat atau orang tua diundang secara resmi oleh sekolah. Dan operasionalnya bisa secara formal dan informal. telegram dan sebagainya. 2. Sistem audio visual yaitu sistem komunikasi dengan menggunakan alat-alat indra penglihatan dan pendengaran. sebaiknya dalam laporan kemajuan murid disertai lembaran-lembaran isian untuk mereka yang berisi pendapat. Dan kebanyakan siaran-siaran lewat media massa ini ditangani oleh administrator pusat. telepon dan sebagainya. Sistem visual (visual system) yaitu sistem komunikasi dengan mempergunakan alat-alat yang dapat dilihat dengan indra mata. 6) Kontak formal Hal ini dapat dilakukan dengan melalui pertemuan-pertemuan resmi. 2) Surat-surat selebaran dan buletin sekolah Biasanya orang tua akan membaca dengan cermat selebaran dan buletin yang langsung diterima dari sekolah. Dan agar lebih efektif. kontak melalui telepon. Program hubungan sekolah masyarakat didasarkan atas kerja sama bukanlah sepihak (one way) tetapi adanya timbal balik (two way) prosesnya. Sistem audio (audio system) yaitu dengan menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan indra pendengaran. 3) Mass media (media massa) Media massa seperti radio. Bahkan mungkin tidak memberikan arti apa-apa. poster-poster dan sebagainya. Adapun dengan alatalat lain seperti surat. khususnya mengenai hal-hal yang sedang terjadi pada mereka. dan sebagainya. film. Hal ini memberikan kesempatan untuk memperbincangkan persoalan-persoalan yang dapat segera langsung dijawab dan untuk membina hubungan yang kelak dapat memperlancar pertemuan -pertemuan resmi. Baik kombinasi yang secara lisan dan tertulis.

guru dan masyarakat.7) 8) membuat kesan yang mendalam bagi masyarakat. BP3 ini merupakan wadah. 43 . Umumnya para guru memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat dalam menghidupkan dan memperkaya program pengajaran. Memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat. akan turut meningkatkan hubungan yang sehat antara sekolah dan masyarakat. lni adalah merupakan komunikasi yang intim karena seolaholah masyarakat ikut diperhatikan. ataupun dengan jalan karyawisata. Namun dalam hal ini sering diabaikan bahwa dalam pemanfaatan sumber-sumber tersebut sebetulnya merupakan cara terbaik untuk mengadakan hubungan dengan masyarakat. dapat melakukan komunikasi dan memberikan informasi tentang inovasi-inovasi yang sedang dijalankan dalam program pengajaran dewasa ini. Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3) Organisasi ini bekerja sama dengan sekolah dalam mengembangkan hubungan-hubungan yang sehat antara sekolah dengan masyarakat. sehingga kepala sekolah. Dengan demikian. Misalnya pemanfaatan tokoh-tokoh masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful