P. 1
sm4001+PEMBAYARAN+KLAIM+ASURANSI+KESEHATAN+PADA

sm4001+PEMBAYARAN+KLAIM+ASURANSI+KESEHATAN+PADA

|Views: 544|Likes:
Published by Wahyu Bewokz

More info:

Published by: Wahyu Bewokz on Apr 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

i

PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI KESEHATAN PADA
ASURANSI TAKAFUL INDONESIA CABANG SURAKARTA

SKRIPSI


Diajukan Kepada
Jurusan Ekonomi Islam
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Surakarta
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh
Gelar Sarjana Ekonomi Islam





















Oleh :

FLORA OKTALIA.S.
NIM: 30.01.3.5.014


Program Studi
KEUANGAN PERBANKAN SYARI’AH


JURUSAN EKONOMI ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SURAKARTA
2007
ANALISIS PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI KESEHATAN
PADA ASURANSI TAKAFUL INDONESIA
ii
CABANG SURAKARTA




Skripsi


Diajukan untuk memenuhi Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Islam






Disusun oleh :


FLORA OKTALIA.S.
NIM: 30.01.3.5.014



Surakarta, 11 Januari 2007
Diajukan dan Disahkan
Oleh:




Marita Kusuma Wardani, SE
NIP: 150.314.657











ANALISIS PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI KESEHATAN
PADA ASURANSI TAKAFUL INDONESIA
iii
CABANG SURAKARTA


Disusun Oleh :

FLORA OKTALIA.S.
NIM: 30.01.3.5.014

Telah di pertahankan di depan Dewan Penguji Skripsi Jurusan Ekonomi Islam
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Surakarta,
Pada hari Kamis Tanggal 11 Januari 2007
Dan dinyatakan telah memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi Islam

Surakarta, 8 Februari 2007

Mengetahui


Ketua Sidang Sekretaris Sidang





H.Shalahudin Sirizar, M.Ag Septin Puji Astuti, S.Si, MT
NIP: 150369024 NIP: 150370257

Penguji I Penguji II





Drs. Azis Slamet Wiyono, MM Fitri Wulandari, SE, M.Si
NIP: 131611007 NIP: 150291030




Ketua Jurusan Ekonomi Islam
STAIN Surakarta




M. Rahmawan Arifin, SE, S.Ag, M.Si.
NIP: 150318645

PERSEMBAHAN
iv


Kupersembahkan karyaku ini teruntuk :



“Bapak, Ibu Tersayang” “Bapak, Ibu Tersayang” “Bapak, Ibu Tersayang” “Bapak, Ibu Tersayang”
Yang senantiasa menuturkan petuah hidup,
merawat, membesarkan, membimbing dan
mengayomi-ku dengan penuh kasih dan sayang,
serta mewujudkan sesuatu yang telah terlewati




“MbahTi” “MbahTi” “MbahTi” “MbahTi”
Yang tidak pernah lelah mendoakanku








“Aan Ardiansyah” “Aan Ardiansyah” “Aan Ardiansyah” “Aan Ardiansyah”
That have lighting my day and giving me soul with
Your eternal faith.
(Lo L’Amo) (Lo L’Amo) (Lo L’Amo) (Lo L’Amo)
v
MOTTO















































“Never Stop Dreaming and Make a Dream
Come True”
vi
ABSTRACT

Health Takaful Insurance is a program of insurance that give
compensatory of treatment fee of lodge treatment and operation in hospital that
proposed to individual, company employees and members of organization. This
health Takaful Insurance is most related with problem of payment of participant
claim. So this matter that be urgent of this research done. That is for researching
compatibility claim payment of health insurance at ATK with fatwa of DSN
No.2,2001.
And the kind of this research is feald observe with descriptive qualitative
approach, data and data source were got from primary data data and secondary
data, while data gathering technique consist of interview indepth, archives,
references.
From the research, therefore writer can get a conclusion that payment
health insurance claim that was done by takaful side has fulfilling the fatwa rule
DSN No 2, 2001. But it needed service improvements in order for progress the
company, such as: creating more relation with hospitals that was international
grade.

Key Word :Health Insurance, Claims










]



vii
KATA PENGANTAR



Alhamdulilahirrobbil”alamiin, segala puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rohman dan rohim-Nya, rahmat serta
hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai syarat
memperoleh gelar kesarjanaan jenjang Strata-1 dengan judul “Analisis
Pembayaran Klaim Asuransi Kesehatan Pada Asuransi Takaful Indonesia
Cabang Surakarta”.
Skripsi ini berisi laporan penelitian mengenai bagaimana kesesuaian
pembayaran klaim asuransi kesehatan pada Asuransi Takaful Indonesia Cabang
Surakarta dengan fatwa DSN No.21 Tahun 2001.
Tak lupa pula shalawat serta salam penulis persembahkan kepada
beliau utusan zaman, pembela kebenaran, beliaulah baginda kita Nabi besar
Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari zaman jahiliyyah menuju
zaman yang penuh barokah seperti sekarang ini.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah
berperan dalam penyusunan skripsi ini.
1. Bapak Prof. Dr. H. Nashruddin Baidan, MA, selaku ketua STAIN
Surakarta
2. Bapak M. Rahmawan Arifin, SE, S.Ag, M.Si, selaku Ketua Jurusan
Ekonomi Islam
3. Ibu Fitri Wulandari, SE, M.SI selaku Dosen Wali Program Studi
Keuangan Perbankan Syari’ah.
4. Ibu Marita Kusuma Wardani, SE, selaku Pembimbing Skripsi yang telah
meluangkan Waktu, tenaga dan pikiran untuk membimbing hingga
terselesaikannya penyusunan skripsi ini.
5. Bapak Khoiril Anwar, M.Hum, selaku pembimbing Penelitian di Asuransi
Takaful Cabang Surakarta. Bapak Wahyu, Mbak Yuli, beserta seluruh
Staff Asuransi Takaful Cabang Surakarta yang telah membantu dan
berkenan memberikan izin untuk melaksanakan penelitian.
6. Seluruh Dosen, Staff serta karyawan Jurusan Ekonomi Islam STAIN
Surakarta, terimakasih atas ilmu yang diberikan kepada penulis,semoga
dapat penulis amalkan dengan sebaik mungkin.
viii
7. Keluarga Besar “Trah Pawiro Sumardjo“ dan “Trah Gito Suseno“, yang
selalu memberikan dukungan moril dan spirituil.
8. Yo2k, Dina, Idoel, Aila, 9Teen, Endah, Ina, Mbak Cathy, Mbak Istna,
Mbak Nur, Mbak Deeyoet, Comper, Pakdhe Jahid, Komang, terima
kasih atas doa, bantuan, semangat dan persahabatan yang telah dijalin
selama ini.
9. Adik-adik sepupuku, keceriaan kalian memberi warna dalam hidupku.
Wishing you to be always succes in everything good.
10. The old and new community of Harjowinatan 13.
11. Never ending Jogja with all memories.
12. Pihak-pihak yang tak dapat disebutkan satu persatu terima kasih.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa
Skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan banyak kekurangan dan kesalahan. Hal
ini semata disebabkan oleh karena keterbatasan dan kemampuan penulis. Oleh
karena itu saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan Skripsi ini
sangat penulis harapkan. Mudah-mudahan Skripsi ini bermanfaat bagi
perkembangan Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta dan untuk
kesejahteraan ummat.
Akhirnya hanya kepada Allah SWT penulis memohon petunjuk dan
pertolongannya.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb




Surakarta, 8 Februari 2007



Flora Oktalia.S.





ix




DAFTAR ISI

Hal
Halaman Judul....................................................................................................... i
Halaman Pengesahan ........................................................................................... ii
Halaman Pengesahan Ujian .................................................................................. iii
HalamanPersembahan.......................................................................................... iv
Halaman Motto ...................................................................................................... v
Abstraksi................................................................................................................ vi
Kata Pengantar...................................................................................................... vii
Daftar Isi ................................................................................................................ ix
Daftar Tabel........................................................................................................... xi
Daftar Gambar....................................................................................................... xii
Daftar Lampiran..................................................................................................... xiii
BAB I Pendahuluan ............................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah....................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah.............................................................................. 6
C. Batasan Masalah.................................................................................. 7
D. Rumusan Masalah ............................................................................... 7
E. Tujuan Penelitian.................................................................................. 7
F. Manfaat Penelitian................................................................................ 8
G. Jadwal Penelitian ................................................................................. 9
H. Sistematika Penulisan .......................................................................... 9

BAB II Landasan Teori........................................................................................... 11
A. Gambaran Umum Tentang Asuransi .................................................... 11
1. Pengertian Asuransi ....................................................................... 12
2. Tipologi Asuransi ............................................................................ 13
3. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi ...................................................... 18
4. Manfaat Asuransi............................................................................ 20
5. Obyek, Tujuan, dan Sasaran Asuransi ........................................... 21
x
6. Premi Asuransi ............................................................................... 22
7. Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi ............................................. 27

B. Pengertian Asuransi Syariah ................................................................ 27
1. Terminologi Asuransi Syariah......................................................... 28
2. Landasan Hukum Asuransi Syariah................................................ 31
3. Prinsip-Prinsip Asuransi Syariah..................................................... 35
4. Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah............... 41
5. Ketentuan Operasi Asuransi Syariah.............................................. 43
6. Asuransi Takaful Kesehatan........................................................... 44
C. Klaim (Claims) ...................................................................................... 45
1. Pengertian Klaim............................................................................ 46
2. Jenis-Jenis Klaim............................................................................ 46
D. Fatwa DSN No:21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi ...................... 48
E. Hasil Penelitian Relevan....................................................................... 51

BAB III Metodologi Penelitian................................................................................. 53
A. Waktu dan Wilayah Penelitian.............................................................. 53
B. Jenis Penelitian .................................................................................... 53
C. Data Dan Sumber Data ........................................................................ 53
D. Teknik Pengumpulan Data ................................................................... 54
E. Teknik Analisis Data............................................................................. 55

BAB IV Pembahasan............................................................................................. 57
A. Gambaran Umum Obyek Penelitian ..................................................... 57
1. Sejarah Perusahaan....................................................................... 57
2. PT.Syarikat Takaful Indonesia........................................................ 59
B. Visi, Misi, dan Tujuan PT.Asuransi Takaful Indonesia .......................... 60
C. Struktur Organisasi PT.Asuransi Takaful Indonesia.............................. 61
D. Pemegang Saham................................................................................ 64
E. Anak Perusahaan PT.Syarikat Takaful Indonesia................................. 65
1. PT.Asuransi Umum......................................................................... 65
2. PT.Asuransi Takaful Keluarga ........................................................ 67
3. PT.Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta........................... 68
xi
F. Produk-Produk Asuransi PT.Asuransi Takaful Indonesia...................... 69
G. Program Asuransi Kesehatan Kumpulan.............................................. 71

H. Analisis Data ........................................................................................ 73
1. Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful Kesehatan ...............
Kumpulan ....................................................................................... 73
2. Sistem Pembayaran Klaim Asuransi Takaful Kesehatan ................ 76
3. Interpretasi Kesesuaian Aplikasi Pembayaran Klaim......................
Asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan dengan .............................
Fatwa DSN No.21 Tahun 2001....................................................... 81

BAB V Penutup...................................................................................................... 85
A. Kesimpulan .......................................................................................... 85
B. Keterbatasan Penelitian ....................................................................... 86
C. Saran ................................................................................................... 86
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN















xii



DAFTAR TABEL

Hal
Tabel 1 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah ........... 41
Tabel 2 Daftar Pemegang Saham PT.Asuransi Takaful Keluarga Cabang
Surakarta .................................................................................... 65
Tabel 3 Jumlah Peserta dan Penerima Klaim.......................................... 79
Tabel 4 Jumlah Klaim Asuransi yang Diterima Peserta ...........................
Asuransi Kesehatan Tahun 2005................................................. 80

















xiii



DAFTAR GAMBAR

Hal
Gambar 1 Proses Klaim Asuransi ............................................................... 49
Gambar 2 Struktur Organisasi Asuransi Takaful Indonesia ......................... 61
Gambar 3 Struktur Organisasi Asuransi Takaful Keluarga Surakarta.......... 64
Gambar 4 Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful .............................
Kesehatan Kumpulan................................................................. 74


















xiv
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Pedoman Wawancara
Lampiran 2 Fatwa DSN No.21 Tahun 2001
Lampiran 3 Contoh Polis Asuransi Kesehatan Kumpulan
Lampiran 4 Aplikasi Asuransi Kesehatan Kumpulan
Lampiran 5 Pernyataan Riwayat Kesehatan
Lampiran 6 Formulir Klaim Rawat Jalan
Lampiran 7 Formulir Klaim Rawat Inap dan Operasi
Lampiran 8 Tabel Biaya Pengobatan, Plafon Maksimal dan Klaim Asuransi
dari Peserta
Lampiran 9 Perhitungan Manfaat Asuransi Kesehatan
Lampiran 10 Daftar Riwayat Hidup













xv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah
Krisis multi dimensi yang dirasakan masyarakat saat ini, dapat
dirasakan salah satunya adalah tingginya biaya pelayanan kesehatan,
padahal kesehatan menjadi kebutuhan dasar manusia di muka bumi. Resiko
menanggung beban biaya pelayanan kesehatan tidak saja memberatkan
kalangan yang tidak mampu tetapi juga, memberatkan dari kalangan
menengah ke atas, potensi untuk mengembangkan bisnis di bidang asuransi
sangat potensial selain menjadi krisis ditengah-tengah masyarakat sekaligus
menjadi peluang bagi pengembang bisnis. Hal ini ditandai dengan semakin
tingginya biaya pelayanan kesehatan dan banyaknya perusahaan multi
nasional yang beroperasi dengan menggandeng perusahaan asuransi
nasional dalam bentuk perusahaan patungan.
Asuransi secara umum merupakan perjanjian antara penanggung
(perusahaan asuransi) dengan tertanggung (peserta asuransi), dengan
menerima premi dari tertanggung (peserta), penanggung (perusahaan)
berjanji akan membayar sejumlah pertanggungan ketika tertanggung
mengalami kerugian, kerusakan dan kehilangan akan barang dan lainnya,
dengan tertanggung membayar premi sebanyak yang ditentukan
penanggung setiap bulannya.
1
Keberadaan asuransi di tengah-tengah
masyarakat sangatlah dibutuhkan, melihat perkembangan hidup pada
masyarakat yang sangat kompleks, khususnya dalam perekonomian yang

1
http:/www.asuransi.com.

1

xvi
sangat urgen dalam mengarungi kehidupan dalam rangka pensejahteraan
umat.
Mayoritas masyarakat Indonesia yang memeluk agama Islam menjadi
acuan bagi pebisnis Islam untuk membentuk lembaga asuransi syariah, ini
bagian dari usaha dalam mengurangi beban masyarakat yang dihadapi.
Lembaga ini diprakarsai dengan maraknya lembaga-lembaga bank yang
berasaskan syariah yaitu perbankan syariah akhir-akhir ini.
Asuransi Takaful merupakan suatu lembaga asuransi yang
bernafaskan Islam, dengan kata lain penerapan, sistem serta operasional
lembaga ini dilandasi oleh hukum-hukum Islam. Kebutuhan akan kehadiran
asuransi takaful diawali dengan maraknya bank-bank syariah. Hal ini sesuai
dengan UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan dan ketentuan pelaksanaan
perbankan syariah.
Secara garis besar ajaran agama Islam mencakup aspek aqidah dan
aspek ibadah, aqidah sangat jelas diterangkan pada al-Quran sehingga
aspek-aspek aqidah tidak memerlukan ijtihad para ulama dikarenakan nash-
nash yang terdapat di dalam al-Qur’an bersifat Qath’i. Aspek ibadah dapat
dibagi menjadi dua, yaitu ibadah yang bersifat mahdhah dan ibadah yang
bersifat ghairu mahdhah yang mana ibadah ini telah ditetapkan oleh Allah
SWT dan Rasulullah SAW.
Ibadah Ghairu mahdhah merupakan ibadah yang berhubungan
dengan muamalah sesama manusia dengan landasan hukum al-Qur’an dan
Hadis, termasuk di dalamnya fiqh muamalah yang meliputi tatacara
hubungan antara manusia (human relations) beserta lingkungannya. Di
dalam fiqh muamalah tersebut terjadi perdebatan para ulama Islam untuk
xvii
melakukan ijtihad, dan termasuk di dalamnya adalah perdebatan masalah
asuransi.
2

Pada prakteknya, asuransi akan bermasalah bilamana terjadi klaim.
Akan tetapi tidak dapat dipungkiri pula bahwa, masalah terbesar pada
asuransi adalah pada saat pengajuan klaim yang dilakukan oleh peserta
asuransi. Ditambah lagi, apabila terjadi musibah secara massal, seperti
kejadian tsunami di Aceh yang menelan ratusan ribu jiwa dan trilyunan rupiah
harta benda hilang. Tentulah bukan perkara yang mudah untuk mengajukan
klaim kepada asuransi, karena tidak ada satupun yang tertinggal sebagai
bukti penutupan atau kepemilikan harta, atau bahkan satu Indonesia
kehilangan jiwa.
3

Sebagaimana dalam transaksi bisnis lainnya, bisnis asuransi
mempunyai eksposur
4
terjadinya sengketa. Bila dibandingkan dengan bisnis
lainnya, bisnis asuransi mempunyai potensi terjadinya sengketa lebih tinggi.
Kontrak asuransi yang dituangkan dalam bentuk polis,
5
merupakan perjanjian
yang sangat spesifik karena banyak menggunakan istilah-istilah atau
terminologi yang hanya dipahami oleh kalangan industri asuransi saja.
Masyarakat di Indonesia pada umumnya berpendapat bahwa, bilamana
mereka membeli polis dan membayar premi, maka segala resiko akan
ditanggung oleh perusahaan asuransi.
6


2
Khoiril Anwar, Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance), Surakarta, Hafs
Media, 2006, hal. 3.

3
Abdul Azis, Keterbukaan Informasi Penutupan Asuransi, www.klaimasuransi.com, 23 Mei
2005.
4
Eksposur adalah tempat yang tak terlindungi; pembukaan. Pius A Partanto dan M. Dahlan
Al Barry, Kamus Ilmiah Populer, Surabaya, Arkola, 1994, hal. 137.
5
Polis adalah surat bukti asuransi; surat tanda (perjanjian) asuransi. Ibid…, hal. 607.

6
Abdul Aziz, Potensi Sengketa Klaim Asuransi, www.klaimasuransi.com, 21 September
2005.
xviii
Pemahaman yang terlalu sederhana inilah yang seringkali menjadi
pemicu munculnya sengketa dalam klaim asuransi.
7
Faktanya adalah bahwa
di dalam polis berisi ketentuan-ketentuan lain memuat resiko yang
dipertanggungkan. Masalah tersebut sebenarnya sangat sederhana, tetapi
karena tertanggung tidak memahami kontrak dari asuransi yang dimilikinya,
maka hal ini menjadi suatu masalah yang pelik.
Dalam asuransi konvensional dikenal dengan istilah transfer of risk
(pemindahan resiko), yang bertujuan untuk memindahkan resiko individu
kepada perusahaan asuransi. Dalam mekanisme pertanggungan di industri
asuransi, hubungan antara peserta dan perusahaan dinamakan hubungan
tertanggung dan penanggung. Dalam mekanisme tersebut benar-benar
terjadi transfer of fund, sehingga kepemilikan dana berpindah dari peserta ke
perusahaan asuransi. Kepemilikan dana tersebut berpindah, jika suatu saat
terjadi musibah atau resiko, maka yang menanggung adalah perusahaan
asuransi, karena resiko telah berpindah sebagai konsekuensi dari
pembayaran premi.
8

Sementara dalam mekanisme pertanggungan pada asuransi syariah,
proses hubungan peserta dan perusahaan adalah sharing of risk (saling
menanggung). Apabila terjadi musibah terhadap peserta, maka semua
peserta asuransi syariah akan saling menanggung. Dengan demikian, tidak
terjadi transfer resiko dari peserta ke perusahaan, karena dalam prakteknya
kontribusi (premi) yang dibayarkan oleh peserta tidak terjadi transfer of fund,


7
Klaim adalah tuntutan; menuntut (hak atau ganti rugi). Pius A Partanto dan M. Dahlan Al
Barry, Op.cit…, hal. 340.
8
Muhammad Syakir Sula, Asuransi Syariah (Life And General): Konsep dan Sistem
Operasional, Jakarta, Gema Insani Press, 2004, hal. 304.

xix
sehingga status kepemilikan dana tersebut tetap melekat pada peserta
sebagai shahibul mal.
9

Perusahaan Asuransi Takaful Indonesia selaku obyek dari penelitian
adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pertanggungan.
Pertanggungan Asuransi Takaful memiliki beberapa produk non saving, salah
satunya adalah asuransi kesehatan yang memberikan ganti rugi terhadap
biaya perawatan rawat inap dan operasi di rumah sakit yang ditujukan pada
perorangan, karyawan perusahaan, atau angota-angota organisasi sebagai
fokus obyek penelitian.
Pada prinsipnya, tolak ukur kualitas dan profesionalisme jasa yang
ditawarkan di dunia asuransi adalah dalam hal penyelesaian klaim kepada
tertanggung. Di karenakan produk dalam asuransi adalah suatu janji masa
datang, maka orang dapat merasakan pelayanan itu memuaskan atau tidak
tergantung pada saat terjadinya suatu musibah atau kerugian (klaim).
Oleh karena asuransi merupakan persoalan baru yang masih
dipertanyakan, apakah status hukum maupun cara aktifitasnya sejalan
dengan prinsip-prinsip syariah. Maka untuk memenuhi dan menjawab
pertanyaan masyarakat, Dewan Syariah Nasional bekerjasama dengan
Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa No.21 Tahun 2001
tentang asuransi syariah, dimana pasal ketujuh yang ada dalam fatwa
tersebut juga terdapat aturan tentang klaim. Baik dari segi aqad maupun dari
segi batas waktu pembayaran klaim.

9
Ibid…, hal. 303.

xx
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengkaji secara
mendalam tentang ”Analisis Pembayaran Klaim Asuransi Kesehatan
pada Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta”.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat di
identifikasi beberapa permasalahan sebagai berikut:
1. Adanya permasalahan dari peserta asuransi ketika
mengajukan klaim terkait dengan terjadinya musibah secara massal,
sehingga berakibat pada tuntutan peserta untuk mendapatkan
pembayaran yang layak atas kerugian bahkan kehilangan jiwa yang
dipertanggungkan.
2. Bisnis asuransi memiliki potensi terjadinya sengketa antara
peserta dan penanggung lebih tinggi, dikarenakan kesalahpahaman
peserta terhadap hakekat bisnis asuransi.
3. Pemahaman masyarakat yang sangat sederhana terhadap
kontrak asuransi yang dituangkan dalam bentuk polis, sehingga menjadi
pemicu terjadinya ketidakpuasan masyarakat terhadap bisnis asuransi,
bahkan menimbulkan pemahaman bahwa bisnis asuransi hanya
diperuntukkan dalam industri manufaktur (perusahaan).
4. Beberapa produk non saving di Asuransi Takaful Indonesia,
salah satu diantaranya adalah asuransi kesehatan, yaitu suatu program
asuransi yang memberikan ganti rugi terhadap biaya perawatan rawat
inap dan operasi di rumah sakit yang ditujukan pada perorangan,
karyawan perusahaan, atau anggota-anggota organisasi.
xxi
5. Fatwa DSN No.21 Tahun 2001, yang berisi tentang pedoman
umum asuransi syariah dimana pasal ketujuh dalam fatwa tersebut
terdapat aturan-aturan mengenai klaim asuransi syariah. Baik dari segi
akad maupun dari segi batas waktu pembayaran.

C. Batasan Masalah
Agar penelitian ini tidak bias, maka dalam penelitian ini permasalahan
hanya dibatasi pada pembayaran klaim asuransi kesehatan yang dilakukan
oleh PT. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta, serta untuk
mengetahui kesesuaian pembayaran klaim asuransi kesehatan tersebut
dengan fatwa DSN No. 21 Tahun 2001.

D. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah:
1. Bagaimana pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT.
Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta?
2. Apakah pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT.
Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta sesuai dengan fatwa DSN
No. 21 Tahun 2001?

E. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis:
1. Pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT. Asuransi
Takaful Indonesia Cabang Surakarta.
xxii
2. Kesesuaian pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT.
Asuransi Takaful Indonesia dengan fatwa DSN No. 21 Tahun 2001.

F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
1.Bagi Akademisi
a. Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan,
yaitu sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya dan diharapkan dapat
memberikan sumbangan teori-teori seputar permasalahan cara
perhitungan pembayaran klaim pada produk non saving khususnya
asuransi kesehatan di Asuransi Syariah.
b. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan referensi dan sebagai
tambahan informasi bagi mahasiswa lainnya untuk melakukan
penelitian yang memiliki relevansi terhadap bisnis Asuransi Syariah.
2.Bagi Praktisi
a. Penulis berharap penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan
bagi PT. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta.
b. Bagi PT. Asuransi Takaful Indonesia dapat digunakan sebagai
bahan dokumentasi juga diharapkan dapat memberikan sumbangan
pemikiran secara tertulis demi pengembangan produk asuransi
kesehatan di masa mendatang.




xxiii
G. Jadwal Penelitian
Adapun penelitian ini di mulai dari awal bulan Februari sampai
dengan bulan November 2006.
Bulan
Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September No Kegiatan
1
2
1
3 4 1
2
1
3 4 1
2
1
3 4 1
2
1
3 4 1
2
1
3 4 1
2
1
3 4 1
2
1
3 4 1
2
1
3 4
1
Penyusunan
Proposal
21
Konsultasi ke
DPS
3 Seminar Proposal

4 Revisi Proposal

5
Pengumpulan
Data Sekunder
8 Penulisan Skripsi

9
Konsultasi
kepengurus
obyek Penelitian
10
Pendaftaran
Munaqasyah
11 Munaqasyah

121 Revisi Skripsi

13
Pendaftaran
Wisuda



H. Sistematika Penulisan Penelitian
Untuk mendapatkan pembahasan yang sistematis dan konsisten,
perlu disusun sistematika dalam penulisan karya ilmiah ini, sehingga dapat
menunjukkan totalitas yang utuh. Adapun sistematika penulisan penelitian ini
adalah sebagai berikut:
Bab I: Berisi gambaran umum tentang keseluruhan penulisan skripsi.
Penyusunan skripsi dimulai dari latar belakang masalah, identifikasi
masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian,
manfaat penelitian, jadwal penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II: Berisi tentang landasan teori mengenai gambaran umum tentang
asuransi meliputi pengertian asuransi, tipologi asuransi, prinsip-
prinsip dalam asuransi, manfaat asuransi, obyek, tujuan dan sasaran
xxiv
asuransi, premi asuransi, jenis-jenis resiko dalam asuransi.
Pengertian asuransi syariah meliputi terminologi asuransi syariah,
landasan hukum asuransi syariah, prinsip-prinsip asuransi syariah,
perbedaan asuransi konvensional dan asuransi syariah, ketentuan
operasi asuransi syariah, asuransi takaful kesehatan, dan fatwa DSN
No. 211 tahun 2001 tentang klaim asuransi syariah.
Bab III: Berisikan Metodologi Penelitian, dimana akan diuraikan waktu dan
wilayah penelitian, jenis penelitian, data dan sumber data, teknik
pengumpulan data serta teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian.
Bab IV: Berisi gambaran umum perusahaan, dalam hal ini gambaran umum
PT. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta, mulai dari
sejarah berdirinya perusahaan, visi dan misi perusahaan, struktur
keorganisasian, sistem operasional asuransi dan produk-produk PT.
Asuransi Takaful Indonesia. Pembahasan dan analisis mengenai
hasil penelitian berdasarkan rumusan masalah yang ada, meliputi
bagaimana pembayaran klaim asuransi kesehatan serta kesesuaian
pembayaran klaim asuransi kesehatan PT. Asuransi Takaful
Indonesia Cabang Surakarta dengan fatwa DSN No. 21 Tahun 2001.
Bab V: Berisikan kesimpulan dan saran-saran, serta keterbatasan penelitian
yang dapat berguna bagi pembaca, perusahaan yang bersangkutan,
pihak kampus serta semua pihak yang terkait.



xxv
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Gambaran Umum Tentang Asuransi
Asal mula kegiatan asuransi di Indonesia merupakan kelanjutan
asuransi yang ditinggalkan oleh pemerintah Hindia Belanda, sedangkan
peraturan pemerintah Indonesia yang mengatur tentang asuransi baru
dikeluarkan pada tahun 1976, kemudian melalui Surat Keputusan Menteri
Keuangan No. 1136/KMK/IV/1976 tentang penetapan besarnya cadangan
premi dan biaya oleh Perusahaan Asuransi di Indonesia.
10
Selanjutnya Surat
Keputusan Menteri Keuangan No. 1249/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember
1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan di bidang Asuransi
Kerugian, dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1250/KMK.013/1988
tanggal 20 Desember 1988 tentang Asuransi Jiwa.
11

Peraturan Menteri Keuangan tersebut tidak berlaku lagi setelah
dikeluarkannya UU No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian di
Indonesia dan Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 1992 tentang
Penyelenggaraan Usaha Perasuransian, disamping kedua peraturan
tersebut, dasar acuan pembinaan dan pengawasan usaha asuransi di
Indonesia juga didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan No.
223/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Izin Perusahaan
Asuransi dan Reasuransi, No. 224/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993
tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi, No.

10
Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi ke-6, Jakarta, PT. Raja Grafindo
Persada, 2001, hal. 277.

11
Ibid.
11
xxvi
225/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Penyelenggaraan
Usaha Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, dan No. 226/KMK.017/1993
tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan
Usaha Penunjang Usaha Asuransi.
12

1. Pengertian Asuransi
Kata asuransi berasal dari bahasa Belanda, assurantie, yang
dalam hukum Belanda disebut verzekering, yang artinya
pertanggungan.
13
Robert I. Mehr mengartikan asuransi sebagai suatu alat
untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit
yang beresiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi,
kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan
didistribusikan secara proporsional di antara semua unit dalam gabungan
tersebut.
14

Asuransi juga diartikan sebagai suatu kemauan untuk menetapkan
kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti
(substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti.
15
Menurut Undang-
Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1992 tentang usaha
perasuransian, diuraikan definisi tentang asuransi sebagai berikut:
“Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau
lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung,
dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian

12
Ibid., hal. 278.

13
KH. Ali Yafie, Asuransi Dalam Pandangan Syariat Islam, Menggagas Fiqih Sosial,
Bandung, Mizan, 1994, hal. 205-206, Emmy P. Simanjuntak, Hukum Pertanggungan, UGM,
Yogyakarta, 1982, hal. 7, dalam Muhammad Syakir Sula, Asuransi Syariah (Life And General):
Konsep dan Sistem Operasional, Gema Insani Press, Jakarta, 2004, hal. 26.

14
Robert I. Mehr, Life Insurance Theory And Practice, 1985, Business Publication. Inc.,
dalam Muhammad Syakir Sula, Ibid.

15
Abbas Salim, Asuransi dan Manajemen Resiko, Cetakan Keenam, Edisi Revisi Ke-2,
Jakarta, PT. Raja Grafindo Perkasa, 2000, hal. 1.
xxvii
kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan
keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak
ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu
peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran
yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang
dipertanggungkan”.
16


Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
asuransi adalah perjanjian dimana tertanggung dan penanggung
mengikat perjanjian tentang hak dan kewajibannya masing-masing,
dimana perjanjian tersebut tertuang dalam bentuk polis asuransi yang
telah ditentukan syarat-syarat, hak dan kewajiban masing-masing pihak,
jumlah uang yang dipertanggungkan, serta jangka waktu asuransi.
Apabila dalam masa pertanggungan terjadi sebuah resiko, maka pihak
penanggung (perusahaan asuransi) akan membayar sesuai dengan
perjanjian yang telah disepakati bersama.

2. Tipologi Asuransi
Jenis asuransi yang berkembang di Indonesia saat ini jika dilihat
dari fungsinya, antara lain:
17

a. Asuransi kerugian (non life insurance), sebagaimana yang
terdapat dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha
Asuransi dijelaskan bahwa asuransi kerugian menjalankan usaha
memberikan jasa untuk menanggulangi resiko atas kerugian,
kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga
dari suatu peristiwa yang tidak pasti. Yang termasuk dalam asuransi

16
Kasmir, Op.cit., hal. 276, dan Subagyo, dkk, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi
Kedua, Cetakan Pertama, Yogyakarta, STIE YKPN, 2002, hal. 138.

17
Ibid., hal. 278-280, dan Faried Wijaya dan Soetatwo Hadiwigeno, Lembaga-Lembaga
Keuangan dan Bank: Perkembangan, Teori dan Kebijakan, Cetakan Keempat, Yogyakarta, BPFE
UGM, 1999, hal. 377.
xxviii
kerugian adalah asuransi kebakaran, asuransi pengangkutan, dan
asuransi aneka, seperti asuransi kendaraan bermotor, kecelakaan
diri, dan pencurian.
b. Asuransi jiwa (life insurance), merupakan perusahaan asuransi
yang dikaitkan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya
seseorang yang dipertanggungkan. Jenis-jenis asuransi jiwa ini
adalah asuransi berjangka (term insurance), asuransi tabungan
(endowment insurance), asuransi seumur hidup (whole life insurance),
dan annuity contract insurance (anuitas).
c. Reasuransi (reinsurance), merupakan perusahaan asuransi yang
memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang terhadap
resiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian. Asuransi ini
digolongkan ke dalam bentuk treaty, bentuk facultative, serta
kombinasi dari keduanya.
Sementara itu, jika dilihat dari segi kepemilikannya, maka asuransi
dapat diklasifikasikan antara lain:
18

a. Asuransi milik pemerintah, yaitu asuransi yang sahamnya
dimiliki sebagian besar atau bahkan 100 % oleh pemerintah
Indonesia.
b. Asuransi milik swasta nasional, kepemilikan saham
asuransi ini sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional, sehingga siapa
yang paling banyak memiliki saham, maka memiliki suara terbanyak
dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

18
Ibid., hal. 280.
xxix
c. Asuransi milik perusahaan asing, merupakan perusahaan
asuransi yang biasanya beroperasi di Indonesia, dan hanyalah
merupakan cabang dari negara lain, dimana kepemilikannya 100 %
dimiliki oleh pihak asing.
d. Asuransi milik campuran, merupakan jenis asuransi yang
sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional dengan pihak
asing.
Adapun John H. Magee mengklasifikasikan asuransi sebagai
berikut:
19

a. Jaminan sosial (social insurance), merupakan asuransi
wajib, karena setiap orang atau penduduk harus memilikinya.
Jaminan ini bertujuan supaya setiap orang mempunyai jaminan untuk
hari tuanya (old age).
b. Asuransi sukarela (voluntary insurance), adalah bentuk
asuransi yang dijalankan secara sukarela, tidak dengan paksaan,
sehingga setiap orang bias atau tidak mempunyai asuransi jenis ini.
Asuransi sukarela dibagi dalam dua jenis, yaitu:
1). Government insurance, yaitu asuransi yang
dijalankan oleh pemerintah atau negara, misalnya jaminan yang
diberikan kepada prajurit yang cacat sewaktu peperangan.
2). Commercial insurance, merupakan asuransi yang
mempunyai tujuan untuk melindungi seseorang ataupun keluarga
serta perusahaan dari resiko yang mendatangkan kerugian.
Tujuan perusahaan asuransi ini bersifat kompersial dengan motif

19
John H. Magee, General Insurance, (Richard D. Irwin), dalam Abbas Salim, Op.cit., hal. 2-
3, dan Subagyo, dkk, Op.cit., hal. 142-143.
xxx
mencari keuntungan (profit motive). Bentuk asuransi ini dibagi
pada dua kelompok:
a). Asuransi jiwa (personal life insurance),
bertujuan untuk memberikan jaminan kepada seseorang atau
keluarga yang disebabkan oleh kematian, kecelakaan serta
sakit, seperti PT. Asuransi Jiwas Raya, Asuransi Jiwa Bumi
Putera 1912, dan Asuransi Jiwa Dharma Nasional.
b). Asuransi kerugian (property insurance),
bentuk asuransi ini hamper sama dengan asuransi umum,
yang bertujuan memberikan jaminan kerugian yang
disebabkan oleh kebakaran, pencurian, seperti PT.
Reasuransi Umum Indonesia, dan PT. Asuransi Kerugian.
Menurut jenis bidang yang ditangani, ada beberapa macam
asuransi, antara lain:
20

a. Asuransi jiwa, merupakan bentuk
kerjasama untuk mengurangi resiko yang diakibatkan oleh resiko
kematian, resiko hari tua, dan resiko kecelakaan.
b. Asuransi kecelakaan diri, adalah
usaha untuk melindungi resiko financial akibat kecelakaan seperti,
benturan atau sentuhan benda keras atau benda cair (kimiawi), gas
atau api, terhadap badan (jasmani) seseorang, yang mengakibatkan
kematian atau cacat serta luka, yang sifat dan tempatnya dapat
ditentukan oleh dokter.

20
Soeisno Djojosoedarso, Prinsip-Prinsip Manajemen Resiko dan Asuransi, Cetakan
Pertama, Jakarta, Salemba Empat, 1999, hal. 74-77.
xxxi
c. Asuransi sosial, adalah asuransi
yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota masyarakat, baik
secara local, regional, maupun nasional, yang diselenggarakan oleh
pemerintah atau lembaga yang ditunjuk, dimana setiap anggota
masyarakat memikul kewajiban sosial (membayar premi wajib) dan
memperoleh jaminan sosial pula.
d. Asuransi sosial tenaga kerja, yaitu
perlindungan sosial bagi tenaga kerja yang dijalankan melalui pola
mekanisme asuransi dan dikelola oleh Perum ASTEK.
e. Asuransi kesehatan, merupakan
asuransi yang memberikan santunan kesehatan kepada seseorang
(tertanggung) berupa sejumlah uang untuk biaya pengobatan dan
perawatan bila diluar kehendak ia diserang penyakit.
f. Asuransi kecelakaan penumpang,
adalah asuransi yang mengelola perlindungan sosial dalam
kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan yang penyelenggaranya
adalah PT. Asuransi Jasa Raharja.
g. Asuransi kebakaran, merupakan
pertanggungan yang menjamin kerugian atau kerusakan atas harta
benda (tetap maupun bergerak) yang disebabkan oleh kebakaran,
dan terjadi karena api sendiri atau api dari luar, udara jelek, kurang
hati-hati, kesalahan atau perbuatan tidak pantas dari pelayan
tertanggung, tetangga, musuh, perampok dan apa saja dan dengan
cara bagaimanapun sebab timbulnya kebakaran.
xxxii
h. Asuransi kredit, yaitu pertanggungan
yang diberikan kepada pemberi kredit (bank dan lembaga keuangan)
terhadap resiko kredit, yaitu tidak diperolehnya kembali kredit yang
diberikan oleh tertanggung kepada nasabah.
i. Asuransi rekayasa atau engineering
insurance, yaitu pertanggungan yang diterapkan pada proyek-proyek
pembangunan yang berhubungan dengan rekayasa, yang
memberikan perlindungan dalam pelaksanaan pembangunan.
j. Asuransi perusahaan, merupakan
pertanggungan yang meliputi, asuransi pengiriman uang,
21

penyimpanan uang,
22
penggelapan uang,
23
pencurian uang,
24
dan
asuransi proses perusahaan.
25

k. Asuransi tanggung gugat, yaitu
kewajiban untuk bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh
pihak lain.
l. Asuransi transportasi, merupakan
asuransi yang berkenaan dengan barang-barang dalam transit atau
barang yang sedang ditangani perusahaan pengangkutan.

21
Yaitu kemungkinan hilang atau rusaknya uang logam atau kertas dan surat-surat
berharga, yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak diketahui.

22
Yaitu kemungkinan hilangnya uang logam, uang kertas dan surat berharga yang disimpan
di dalam lemari, strongroom, berada dalam cashier’s box selama jam kerja.

23
Yaitu kemungkinan kerugian yang diduga oleh majikan disebabkan oleh ketidakjujuran
karyawannya.

24
Yaitu pencurian uang yang disimpan di dalam rumah atau kantor, dengan ketentuan
bahwa uang itu disimpan dalam lemari besi atau strongroom, dimana yang dijamin adalah
pencurian dengan cara merusak rumah atau kantor dan lemari tempat penyimpanan uang.

25
Merupakan kerugian financial yang diderita bila perusahaan tidak berjalan atau sementara
berjalan di bawah normal. Resiko yang ditanggung adalah akibat resiko kecelakaan kerja,
machinery breakdown, dan mogok kerja atau kegaduhan buruh.
xxxiii

3. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi
Pelaksanaan perjanjian antara perusahaan asuransi dan nasabah
tidak dapat dilakukan secara sembarangan, melainkan harus dilakukan
sesuai dengan prinsip-prinsip asuransi dengan tujuan untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari antara kedua belah pihak.
Adapun prinsip-prinsip asuransi tersebut, antara lain:
26

a. Insurable Interest, adalah perihal berdasarkan hukum
untuk mempertanggungkan suatu resiko berkaitan dengan keuangan
yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dan yang
dipertanggungkan, serta dapat menimbulkan hak dan kewajiban
keuangan secara hukum.
b. Utmost Good Faith (itikad baik), yaitu penetapan suatu
kontrak yang didasarkan kepada itikad baik antara tertanggung dan
penanggung mengenai seluruh informasi baik materil maupun
immateril.
c. Indemnity atau ganti rugi, yaitu mengendalikan posisi
keuangan tertanggung setelah terjadi kerugian seperti pada posisi
sebelum terjadinya kerugian. Prinsip ini tidak berlaku dalam asuransi
jiwa dan kecelakaan, karena prinsip ini hanya didasarkan pada
kerugian yang bersifat keuangan.
d. Proximate Cause adalah suatu sebab aktif, efisien yang
mengakibatkan terjadinya peristiwa berantai dan intervensi kekuatan
lain, diawali dan bekerja dengan aktif dari sumber baru dan
independent.


26
Kasmir, Op.cit., hal. 282-283.
xxxiv
e. Subrogation, merupakan hak penanggung yang telah
memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain
yang mengakibatkan kepentingan asuransi mengalami kerugian.
Artinya penggantian kerugian tidak mungkin lebih besar dari kerugian
yang diderita.
f. Contribution, yaitu suatu prinsip dimana penanggung
berhak mengajak penanggung lainnya yang memiliki kepentingan
yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada
tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing
penanggung tidak sama besar.


4. Manfaat Asuransi
Asuransi banyak sekali kegunaannya, baik untuk perorangan
(individu), bagi masyarakat maupun perusahaan.
27
Riegel dan Miller
mengemukakan beberapa faedah asuransi sebagai berikut:
28

a. Asuransi membuat masyarakat dan perusahaan berada
dalam keadaan aman.
b. Dengan asuransi, efisiensi perusahaan (business
efficiency) dapat dipertahankan, sehingga untuk menjaga kelancaran
perusahaan (going concern) dengan jalan pertanggungan akan
mengurangi dan memperkecil resiko yang terjadi.
c. Adanya suatu kecenderungan, penarikan biaya akan
dilakukan seadil mungkin (the equitable assetsment of cost), atau

27
Abbas Salim, Op.cit., hal. 11.

28
R. Riegel dan J.S. Miller, Insurance Principles and Practices, (Prentice Hall), dalam Abbas
Salim, Ibid., hal. 12-14.
xxxv
ongkos asuransi harus adil menurut besar kecilnya resiko yang
dipertanggungkan.
d. Asuransi menjadi dasar pemberian kredit (insurance
serves as a basis of credit).
e. Asuransi merupakan alat penabung (saving).
f. Asuransi sebagai suatu sumber pendapatan (earning
power) yang didasarkan kepada financing the business.
Dengan demikian, keuntungan asuransi adalah keuntungan bagi
perusahaan asuransi dan bagi nasabah, dimana bagi perusahaan
asuransi akan memberikan keuntungan dari premi yang dibayarkan ke
nasabah, keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain,
serta keuntungan hasil bunga dari investasi surat berharga, sementara
bagi nasabah adalah memberikan rasa aman, merupakan simpanan yang
pada saat jatuh tempo dapat ditarik kembali, terhindar dari resiko
kerugian dan kehilangan, memperoleh penghasilan di masa yang akan
dating, dan memperoleh penggantian akibat kerusakan atau kehilangan.
29


5. Obyek, Tujuan dan Sasaran Asuransi
Obyek asuransi adalah benda dan jasa, jiwa dan raga kesehatan
manusia, tanggung jawab hukum, serta semua kepentingan lainnya yang
dapat hilang, rusak, rugi dan berkurang nilainya.
30
Sementara itu, tujuan
asuransi mengurangi resiko yang sudah adadalam masyarakat dengan

29
Kasmir, Op.cit., hal. 281.

30
Subagyo, dkk, Op.cit., hal. 78.
xxxvi
cara mempertanggungkan pada perusahaan asuransi. Resiko yang ada
dalam masyarakat, akan dipertanggungkan masyarakat apabila :
31

a. Dalam pertanggungan dapat dilakukan pencegahan
kerugian yang akan memberikan keuntungan tertentu yaitu berupa
pengurangan kerugian dan pengurangan biaya yang menyangkut
pertanggungan tersebut.
b. Pencegahan dan perlindungan untuk memperkecil
kerugian yang terjadi, berupa pengeliminiran sebab-sebab yang dapat
menimbulkan kerugian, perlindungan produk atau orang yang akan
dirugikan, pengurangan kerugian dan perlindungan agar produk yang
telah rusak tidak semakin rusak.
c. Memberikan keuntungan tertentu pada masyarakat yang
mengikuti asuransi, karena dengan mengetahui besarnya resiko yang
terjadi dapat diketahui besarnya kerugian yang dialami.
Dengan demikian, asuransi memiliki sasaran terhadap pelaku
ekonomi mikro (rumah tangga), maupun pelaku ekonomi makro (dunia
bisnis atau industri manufaktur dan pemerintahan), yang mempunyai
keinginan untuk mengurangi munculnya kerugian-kerugian yang belum
diketahui secara pasti di masa mendatang dengan menggunakan jasa
usaha perasuransian.
32


6. Premi Asuransi
Premi asuransi adalah pembayaran dari tertanggung kepada
penanggung sebagai imbalan jasa atas pengalihan resiko kepada


31
Ibid., hal. 79.
32
Ibid.
xxxvii
penanggung, dan premi tersebut merupakan pengganti kerugian atau
jaminan perlindungan dari penanggung kepada tertanggung.
33

a. Fungsi Premi Asuransi
Premi merupakan hal yang paling penting dalam asuransi,
karena dengan premi yang berhasil dikumpulkan dari tertanggung,
maka dalam waktu yang relatif lama, akan terkumpul sejumlah dana
yang besar, sehingga dengan dana tersebut pihak asuransi dapat:
1). Mengembalikan tertanggung pada posisi (ekonomi) seperti
sebelum terjadi kerugian (resiko).
2). Menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan, sehingga
tertanggung mampu berdiri pada posisi semula seperti sebelum
terjadinya kerugian.
34


b. Aktuaria dan Penentuan Tarif
Aktuaria merupakan bagian khusus dalam perusahaan
asuransi yang menangani atau menghitung premi asuransi.
35

Beberapa faktor yang menentukan dalam penentuan tarif adalah:
1). Situasi persaingan.
2). Kondisi atau struktur perekonomian.
3). Peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh
pemerintah.
36



33
Soeisno Djojosoedarso, Op.cit., hal. 121.

34
Ibid.

35
Ibid., hal. 122.

36
Ibid.

xxxviii
Perlu juga dipertimbangkan dalam penentuan tarif premi
asuransi, terutama menyangkut pada asuransi kerugian, antara lain:
1). Jenis barang yang diasuransikan.
2). Kondisi pertanggungannya.
3). Macam alat pengangkut barang yang diasuransikan.
4). Cara penimbunan atau pengaturan barang dalam pengangkutan.
5). Jangka waktu pertanggungan.
37

Penentuan tarif asuransi banyak terkandung unsur-unsur,
kemungkinan (probability), value judgement, dan kebijakan
pemerintah (government policy).
38
Dengan demikian, penentuan
tersebut tidak mudah, rumit (complicated), harus berhati-hati, karena
jika terlalu rendah maka tidak dapat menutupi biaya operasi (cost of
operation), sementara jika terlalu tinggi maka pembeli polisnya akan
berkurang atau sedikit, sehingga berdampak pada sulitnya operasi
perusahaan asuransi.
Untuk memenuhi terciptanya tarif premi premi asuransi yang
ideal, setidaknya perlu diperhatikan beberapa prinsip, antara lain:
1). Adequate, artinya premi tersebut harus menghasilkan cukup uang
untuk membayar kerugian yang diderita oleh subyek dimana uang
dikumpulkan.
2). Notexcessive, bahwa tarif jangan berlebihan, tetapi harus
memperhatikan kepentingan pembeli, persaingan dan sebagainya.

37
Ibid.

38
Ibid.

xxxix
3). Equity, berarti tarif tersebut tidak membeda-bedakan resiko yang
sama kualitasnya (adil), bila kualitas exposurenya sama, maka
tarifnya harus sama pula.
4). Flexible, tarif yang ditentukan selalu disesuaikan dengan keadaan,
artinya bila keadaan berubah, maka tarifnya harus diubah pula.
39

c. Komponen Premi Asuransi
Adapun komponen dari tarif premi asuransi antara lain
adalah:
40

1). Premi dasar, merupakan premi asuransi yang dibebankan kepada
tertanggung ketika polis dibuat atau dikeluarkan, dimana
perhitungannya berdasarkan pada data dan keterangan yang
diberikan oleh tertanggung kepada penanggung pada waktu
penutupan asuransi pertama, dan luasnya resiko yang dijamin
oleh penanggung sebagaimana yang dikehendaki tertanggung.
Premi ini terdiri dari tiga kelompok, yaitu:
a).Komponen premi untuk membayar kerugian yang terjadi, yang
tingginya didasarkan pada probabilitas terjadinya kerugian.
b).Komponen premi yang dimaksudkan untuk membiayai operasi
perusahaan asuransi (cost of operation/exploitations).
c).Komponen sebagai bagian keuntungan (profit) bagi perusahaan
asuransi.
2). Premi tambahan, merupakan data atau keterangan yang
disampaikan oleh tertanggung kepada penanggung ketika
menutup asuransi atau interestnya tidak selalu sama dengan

39
Ibid., hal. 122-123.

40
Ibid
xl
keadaan yang sebenarnya atau pada waktu polis ditanda tangani,
yang disebabkan pada saat itu data atau informasinya belum
lengkap dan tertanggung menghendaki perubahan kondisi
pertanggungan.
3). Reduksi premi, dimana penanggung dapat memberikan reduksi
terhadap premi yang dikenakan, dimana Dewan Asuransi
Indonesia menentukan bahwa dapat diberikan potongan 50 %
atas premi dasar dan 20 % atas premi tambahan untuk
pengangkutan dengan tujuan negeri Belanda, Belgia dan Inggris.
Demikian juga pada asuransi jiwa dapat diberikan potongan premi
sebesar 5 % bila pembayaran melalui bank atau pos dan 3 % bila
membayar di kantor perusahaan asuransi.
4). Tarif kompeni, dimana di Indonesia tarif kompeni disusun oleh
Dewan Asuransi Indonesia, yang bertujuan standarisasi tarif premi
dan syarat-syarat pertanggungan, disamping untuk menghindari
persaingan yang tidak sehat.
d. Jenis tarif dan Macam Barang yang diasuransikan
Pada dasarnya ada dua jenis tarif asuransi, yaitu:
41

1). Manual (class rate), yaitu tarif premi asuransi yang berlaku untuk
semua resiko yang sejenis.
2). Merit rating, merupakan metode penentuan tarif premi asuransi
dimana tiap-tiap resiko dipertimbangkan keadaannya masing-
masing, dan biasanya digunakan dalam asuransi kebakaran.
e. Pengembalian Premi

41
Ibid, hal. 124.

xli
Pengembalian premi dikenal juga dengan restorno, yaitu
pengembalian premi dari penanggung kepada tertanggung, karena
perjanjian gugur sebelum penanggung menanggung bahaya atau
baru menanggung sebagian, premi yang dibayar lebih, insurable
interestnya tidak ada, kondisi jaminan atau pertanggungan
dipersempit.
42




7. Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi
Berbagai jenis resiko dipertanggungkan dalam asuransi, sehingga
besar kecilnya resiko merupakan pertimbangan besarnya premi yang
harus dibayar. Pada prakteknya, resiko yang timbul dari setiap pemberian
usaha pertanggungan asuransi adalah:
43

a. Resiko murni, yaitu ketidakpastian terjadinya suatu
kerugian atau ada peluang merugi dan bukan suatu peluang
keuntungan.
b. Resiko spekulatif, adalah resiko dengan terjadinya dua
kemungkinan, yaitu peluang untuk mengalami kerugian keuangan
atau memperoleh keuntungan
c. Resiko individu, yang dibagi kepada tiga macam, yaitu:

42
Ibid, hal. 125.

43
Kasmir, Op.cit., hal. 283-284.

xlii
1). Resiko pribadi, merupakan resiko kemampuan seseorang
untuk memperoleh keuntungan akibat sesuatu hal, seperti
sakit, kehilangan pekerjaan atau mati.
2). Resiko harta, adalah resiko apakah harta hilang karena dicuri
atau rusak dan menyebabkan kerugian.
3). Resiko tanggung gugat, yaitu resiko yang disebabkan jika
kerugian seseorang ditanggung, maka diharuskan
membayarnya.

B. Pengertian Asuransi Syari’ah
Asuransi awalnya merupakan suatu kelompok yang bertujuan
membentuk arisan untuk meringankan beban keuangan individu dan
menghindari kesulitan pembayaran.
44
Secara umum, konsep asuransi
merupakan persiapan yang dibuat oleh kelompok orang yang menghadapi
kerugian kecil yang tidak dapat diduga, kemudian kerugian tersebut
ditanggung bersama.
45
Untuk mencari jalan keluar dari berbagai macam
unsur tersebut, apalagi tidak sejalan dengan aspek hukum Islam atau
syari’ah, maka diusahakanlah dengan pembentukan asuransi yang
menekankan pada sifat saling menanggung, saling menolong di antara
tertanggung yang bernilai kebajikan menurut ajaran islam.
46

1. Terminologi
47
Asuransi Syari’ah

44
Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Edisi Kedua, Yogyakarta,
Ekonisia, 2004, hal. 112.

45
Encyclopedia Britannica, Edisi Ketujuh, Jilid 14, hal. 656.

46
A. Azhar Basyir, Asuransi Takaful Sebagai Suatu Alternatif, Jakarta, dalam Seminar
Sehari Takaful, Asuransi Syariah, TEPATI, 1993, hal. 3, Ibid, hal. 113-114.

xliii
Dalam bahasa Arab, asuransi disebut at-ta’min, sementara
penanggung disebut mu’ammin, dan tertanggung disebut mu’amman lahu
atau musta’min.
48
At-ta’min memiliki arti perlindungan, ketenangan, rasa
aman, dan bebas dari rasa takut.
49
Men-ta’min-kan sesuatu berarti
seseorang membayar atau menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli
warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah
disepakati atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang,
dikatakan “seseorang mempertanggungkan atau mengasuransikan
hidupnya, rumahnya atau mobilnya”.
50

Musthafa Ahmad Zarqa, memberikan makna asuransi sebagai
cara atau metode untuk memelihara manusia dalam menghindari resiko
(ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam hidupnya,
dalam perjalanan kegiatan hidupnya atau dalam aktivitas ekonominya.
51

Sementara Dewan Syari’ah Nasional MUI, dalam fatwanya
mendefinisikan asuransi syari’ah sebagai usaha saling melidungi dan
tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi
dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian
untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai

47
Terminologi adalah Ilmu mengenai batasan-batasan atau definisi-definisi istilah.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cetakan Ketiga,
Jakarta, Balai Pustaka, 1990, hal. 938.

48
Jubran Ma’ud, Ar-Ra’id, Mu’jam Lughawy “Ashry, Beirut, Dar Al-Islami Li Al-Malayin, tt,
Jilid I, hal. 30, dalam Muhammad Syakir Sula, Op.cit, hal. 28.

49
Salim Segaf al-Jufri, Ar-Riba wa Adhraruhu alal Mujtama’ Al-Islami, 1400 H, Hal. 219,
dalam Muhammad Syakir Sula, Ibid.

50
Majma’ul Lughah al-Arabiyah, Al-M’jam al-Wasit, Mesir, 1960, hal. 27-28, dalam
Muhammad Syakir Sula, Ibid.

51
Musthafa Ahmad Zarqa, Al-Ightisodi Al-Islamiyah, Beirut, Dar al-Fikr, 1968, dalam
Muhammad Syakir Sula, Ibid…, hal. 29.

xliv
dengan syari’ah.
52
Dari beberapa definisi di atas, jelaslah bahwa asuransi
syari’ah bersifat saling melindungi dan tolong menolong atau yang disebut
dengan ta’awun, yaitu prinsip hidup saling melindungi dan saling tolong
menolong atas dasar ukhuwah Islamiyah antara sesame anggota peserta
asuransi syari’ah dalam menghadapi malapetaka (resiko).
53

Secara umum, asuransi Islam sering juga diistilahkan dengan
takaful, yang dapat digambarkan sebagai asuransi yang prinsip
operasionalnya didasarkan pada syariat Islam dengan mengacu kepada
Al-Qur’an dan As-Sunnah.
54
Istilah takaful dalam bahasa Arab berasal
dari kata dasar kafala-yakfulu-takâfala-yatakâfalu-takâful yang berarti
saling menanggung atau menanggung bersama.
55
Kata takaful tersebut
tidak dijumpai dalam Al-Qur’an, namun demikian ada sejumlah kata yang
seakar dengan takaful, seperti dalam Surat Thaha (20), ayat 40,
56
yang
berbunyi:
^OT³ ×Ø´·^☺·> ¬C+-u=+¡ N·Q¬³4-··
¯ִ- ¯7¯e¯÷1Ò¡ ¯OÞ>4N T4`
N¡+-¬¼'¯4C W ִl4Lu¬ִ·4O··
-OÞ¯T³ ִlR)`+¡ ¯O·. ·O·³·>
O&÷+^O4N ºº4Ò 4¹4O^4Ò` ¯
=e·U4-·֠4Ò +O^¼4^

52
Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum
Asuransi Syariah.

53
Huzaemah T. Yanggo, Asuransi Hukum dan Permasalahannya, Jurnal AAMAI Tahun VII
No.12, 2003, hal. 232, dalam Muhammad Syakir Sula, Op.cit…, hal. 30.

54
H.A.Dzajuli dan Yadi Janwari, Lembaga-Lembaga Perekonomian Umat (Sebuah
Pengenalan), Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2002, hal. 120, dalam Gemala Dewi, Aspek-
Aspek Hukum Dalam Perbankan Dan Perasuransian di Indonesia, Jakarta, Prenada Media, 2004,
hal. 122.

55
Ibid.

56
Soenarjo, Al-Qur’an dan Terjemahanya, Jakarta, Yayasan Penerjemah Al-Qur’an, 1971,
hal. 479.

xlv
ִl4L^1O×4L·· =TR` ´-¦4¯^¯-
ִlE44-··4Ò L^Q+¬· ¯
=euVTlÞU·· 4×-RL´c EOT× ÷u-Ò¡
4×4¯^³4` ·ª¬¦ =eu©´· ¯OÞ>4N
¯Oִ³·֠ ¯Øִ<Q÷☺4C ^Ø´÷

Artinya:
“Ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu Ia Berkata
kepada (keluarga Fir'aun): "Bolehkah saya menunjukkan
kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka kami
mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak
berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia,
57

lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan kami Telah
mencobamu dengan beberapa cobaan; Maka kamu tinggal
beberapa tahun diantara penduduk Madyan,
58
Kemudian kamu
datang menurut waktu yang ditetapkan
59
Hai Musa”.


Pedoman Umum Asuransi Syari’ah, yang dikeluarkan Majelis
Ulama Indonesia melalui Dewan Syari’ah Nasional, terdapat definisi
asuransi Syari’ah (Ta’min, Takaful, Tadhamun) adalah usaha saling
melindungi dan saling tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak
melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan
pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad
(perikatan) yang sesuai dengan syari’ah.
60

Apabila kita memasukkan asuransi takaful ke dalam lapangan
kehidupan muamalah, maka takaful dalam pengertian muamalah memiliki

57
Yang dibunuh Musa a.s. Ini ialah seorang bangsa Qibthi yang sedang berkelahi dengan
seorang Bani Israil, sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al Qashash ayat 15.

58
Nabi Musa a.s. datang ke negeri Mad-yan untuk melarikan diri, di sana dia dikawinkan
oleh nabi Syu'aib a.s. dengan salah seorang puterinya dan menetap beberapa tahun lamanya.

59
Maksudnya: nabi Musa a.s. datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan
kerasulan.

60
DSN MUI, Himpunan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional, Edisi ke-2, Diterbitkan atas
kerjasama DSN MUI dan BI, Jakarta, 2003, hal.129.

xlvi
arti yaitu saling menanggung resiko di antara sesame manusia sehinnga
di antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas resiko masing-
masing.
61
Dengan demikian, asuransi takaful terkait dengan unsur saling
menaggung resiko di antara para peserta asuransi, dimana peserta yang
satu menjadi penanggung peserta yang lainnya,
62
dan tanggung
menanggung resiko tersebut dilakukan atas dasar saling tolong menolong
dalam kebajikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana yang
ditujukan untuk menanggung resiko.
63


2. Landasan Hukum Asuransi Syari’ah
Hukum-hukum muamalah bersifat terbuka, dalam arti Al-Qur’an
hanya memberikan aturan yang bersifat garis besar, selainnya diberikan
kepada para mujtahid untuk mengembangkan melalui pikiran mereka
selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist. Hakekat
asuransi secara Islami adalah saling bertanggungjawab, saling bekerja
sama atau saling tolong-menolong dengan melindungi penderitaan orang
lain, dan ini menjadi dasar mengapa asuransi diperbolehkan dalam
agama Islam karena asas prinsip syariat mengajak kepada sesuatu yang
mengakibatkan keeratan jalinan sesama manusia dan kepada sesuatu
yang meringankan bencana sesama manusia.
64
Sebagaimana firman
Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 2:
65


61
Loc.cit.

62
Rahmat Husein, Asuransi Takaful Selayang Pandang dalam Wawasan Islam dan
Ekonomi, Jakarta, Lembaga penerbit FE-UI, 1997, hal. 234. Ibid, hal. 123.

63
Juhaya S. Praja, Asuransi Takaful, Artikel dikeluarkan oleh PT. Syarikat Takaful
Indonesia, Ibid.

64
Gemala Dewi, Op.cit., hal. 127.

xlvii
O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-QNL4`-47 ºº W-QwUR4+`
4O÷O^ִ¬E- *.- ºº4Ò
4O¯&O´¯- 4¯-4OO4^¯- ºº4Ò
ִO^³E¤·±- ºº4Ò
ִ³Ø·^ÞU·³^¯- ¨º4Ò
4×-R)`.-47 =e^14l^¯-
4¯-4OO4^¯- 4¹Q7¯4-¯:4C 1E^_··
TR)` ¯ªØ&Ø´±·O L^4Q^¯ØO4Ò ¯
-·OT³4Ò u®7+·UÞUִO
W-Ò÷1·C^·· ¯ ºº4Ò
¯ª7¯EL4`QO^¹·© N¹4*E4E- `¬¯Q·֠
¹Ò¡ ¯ª¬±ÒO³= ^T4N
R³´×¯Oִ☺^¯- R¬-4OO4^¯-
¹Ò¡ W-Ò÷³4-u¬·> O
W-Q+^4Òִ¬·>4Ò OÞ>4N
T´O´¯^¯- ¯O4Q^³+-¯-4Ò W
ºº4Ò W-Q+^4Òִ¬·> OÞ>4N
´¦^¦e"- ÷¹4Ò^³N¬^¯-4Ò ¯
W-Q¬³E>-4Ò -.- W E¹T³
-.- ÷³CR³E- ´··³R¬^¯-
^=÷

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-
syi'ar Allah,
66
dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan
haram,
67
jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya,
68
dan
binatang-binatang qalaa-id,
69
dan jangan (pula) mengganggu
orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari
kurnia dan keredhaan dari Tuhannya
70
dan apabila kamu Telah

65
Soenarjo, Op Cit…hal. 156.

66
Syi'ar Allah ialah segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-
tempat mengerjakannya.

67
Maksudnya antara lain ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan
Rajab), tanah Haram (Mekah) dan Ihram, maksudnya ialah dilarang melakukan peperangan di
bulan-bulan itu.

68
Ialah binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk mendekatkan
diri kepada Allah, disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam
rangka ibadat haji.

69
Ialah binatang had-ya yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah
diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah.

xlviii
menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu, dan janganlah
sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka
menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu
berbuat aniaya (kepada mereka), dan tolong-menolonglah kamu
dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-
menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, dan bertakwalah
kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”.

Beberapa dalil-dalil syar’I yang berkenaan dengan praktek
asuransi syari’ah, antara lain dalam firman Allah SWT, Surat Al-Hasyr,
ayat 18 mengenai perintah mempersiapkan hari depan,
71
yang berbunyi:
O&¬³Ò^4C ¬-¯R֠-.-
W-QNL4`-47 W-Q¬³4>- -.-
¯OO¬L4^¯4Ò Ø·^¼4^ E` ^e4`O³·֠
l³4¯R¯ W W-Q¬³E>-4Ò -.- ¯
E¹T³ -.- lOOTlִ= ִ☺T
4¹Q¬Uִ☺u¬·> ^¯l÷
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada
Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu
kerjakan”.


Di samping itu, firman Allah SWT mengenai prinsip-prinsip dalam
muamalah pada Surat Al-Maidah, ayat 1,
72
berbunyi:
ִ¹GCÒ^4C ¬-¯R֠-.-
W-EQN44`-47 W-Q¬·uÒÒ¡
R1Q¬³N¬^¯T ¯ ^e^URO+¡
ª7¯·¯ ¬Oִ☺1Ø&4± ´¦ִ¬u^·-
·ºT³ 4` ¯OÞUuNC ¯ª7¯^OÞU4×
4O¯OEN OQm>R4¬` R³^1O¯-
¯ª+^Ò¡4Ò N¯NONO ¯ E¹T³ -.-
Nª7¯^4·© 4` ÷³CQONC ^¯÷

70
Dimaksud dengan karunia ialah keuntungan yang diberikan Allah SWT dalam perniagaan.
keridhaan dari Allah SWT ialah pahala amalan haji.

71
Soenarjo, Op Cit…hal. 919.

72
Ibid, hal. 156.

xlix




Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu.
dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan
kepadamu. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan
berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya
Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya”.


Allah SWT juga memerintahkan kepada hamba-Nya untuk saling
bekerja sama dan Bantu membantu, sebagaimana firman-Nya dalam
Surat Al-Maidah, ayat 2, dan perintahnya untuk saling melindungi dalam
keadaan susah pada surat Quraisy ayat 4,
73
yang berbunyi:
-^Ø÷ OR֠-.- ¦÷¹ִ☺ִ¬^CÒ¡
TR)` ´vQN· ª÷¹E44`-474Ò ^TR)`
O¯Qִ=
Artinya:
“Yang Telah memberi makanan kepada mereka
untukmenghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari
ketakutan”.


Adapun peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah
berkaitan dengan asuransi syari’ah, antara lain:
74

a. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 426/KMK.06/2003 tentang
Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan
Perusahaan Reasuransi. Peraturan ini ditentukan dalam pasal 3-4
mengenai persyaratan dan tatacara memperoleh izin usaha
perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip
syari’ah, pasal 32 mengenai pembukaan kantor cabang dengan
prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi

73
Soenarjo, Op Cit…hal. 1106.

74
Gemala Dewi, Op.cit., hal. 128-129.
l
konvensional, dan pasal 33 mengenai pembukaan kantor cabang
dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan
reasuransi dengan prinsip syari’ah.
b. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 424/KMK.06/2003 tentang
Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan
Reasuransi, dalam pasal 15-18 mengenai kekayaan yang
diperkenankan harus dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan asuransi
dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah.
c. Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Nomor Kep.
4499/LK/2000 tentang Jenis, Penilaian dan Pembatasan Investasi
Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Dengan Sistem
Syari’ah.

3. Prinsip - Prinsip Asuransi Syari’ah
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, setiap perjanjian
asuransi harus mengandung prinsip-prinsip asuransi. Adapun prinsip-
prinsip asuransi, antara lain Insurable interest (kepentingan yang dapat
diasuransikan), Utmost Good Faith (itikad baik), Indemnity (ganti rugi),
proximate cause (penyebab dominan), Subrogation (Pengalihan hak),
Contribution.
75
Adapun prinsip-prinsip asuransi syari’ah meliputi:
76


75
.Asuransi Takaful Indonesia, Modul Pengetahuan Dasar Takaful, PT. Asuransi Takaful
Keluarga.

76
Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah; Deskripsi dan Ilustrasi, Edisi ke-
2, Ekonisia Kampus Fak.Ekonomi UII, Yogyakarta, 2004, hal.115.

li
a. Saling bertanggung jawab, dimana kesulitan seorang muslim
dalam kehidupan menjadi tanggung jawab sesama muslim,
sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Imran: 103
77

W-Q÷☺´4-^N-4Ò ÷¯lO4·±
*.- 4¬OR☺ִ· ºº4Ò
W-Q¬֠·OE¼·> ¯
W-ÒNO7^O-4Ò =eִ☺u¬R^
*.- ¯ª7¯^OÞU4× ^OT³ u®7+L7
☯7.-ִ³^NÒ¡ ִ--¯Ò·· 4×u-4
¯ª7¯TQ¬U¬֠ ®7+¯·4l^Ò··
¼·ROR4©u¬RLT L^4Qu=T³
u®7+L74Ò ¯OÞ>4N E¼E-
±E4O^¼NO =TR)` ØOEL¯-
ª7EO·³^Ò·· O&u+R)` ¯
ִlR¯EOE ÷×T)-4:NC +.-
¯ª7¯·¯ ·ROR-4C-47 u7¯+Uִ¬·¯
4¹Ò÷³4-¯&·¯ ^¯´Q÷
Artinya:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama)
Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan
nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah)
bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu
menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang
bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu
Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk”

b. Sesama Muslim saling bekerjasama atau saling membantu,
sebagaimana dalam firman Allah pada Surat At-Taubah, ayat 71 yang
berbunyi:
78

4¹QNLR`u·÷☺^¯-4Ò
¬eE4R`u·÷☺^¯-4Ò
¯ª÷¹¬_u¬4 +7.41R¯uÒÒ¡
¯*u¬4 ¯ ¬HÒ+O÷··4C
´ÒNOu¬ִ☺^¯T

77
Soenarjo, Op Cit…hal. 93.
78
Ibid…hal. 291.

lii
4¹¯Qִ¹uL4C4Ò ^T4N
QO·¯L÷☺^¯- ¬HQ÷☺1´³NC4Ò
ÞE¯QÞUO¯- ¬HQ¬>u·NC4Ò
ÞE¯QEEO¯- ¬HQN¬1RCNC4Ò
-.- ¼N¡·.Q÷c4O4Ò ¯
ִlØ·^·¯Ò+¡ Nª÷¹+·EQuO=Oִc
+.- ¯ E¹T³ -.- NOCØG4N
_¦1´¯ִO ^_¯÷
Artinya:
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi
sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang
ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya.
mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
c. Sesama muslim saling melindungi penderitaan satu sama lain,
seperti dalam firman Allah SWT, surat Adh-dhuha ayat 9-10,
79
yang
berbunyi:
E`Ò·· =¦1R©41^¯- ºE··
¯Oִ¹^³·> ^_÷ E`Ò··
=¦1R©41^¯- ºE·· ¯Oִ¹^³·> ^_÷
E`Ò¡4Ò ºØ*.OO¯- ºE··
¯OO&u+·> ^¯´÷
Artinya:
“Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku
sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta,
janganlah kamu menghardiknya”.

d. Karnaen A. Perwataatmadja menambahkan satu prinsip, yaitu
prinsip menghindari unsur-unsur gharar, maysir dan riba.
80

1) Gharar menurut bahasa artinya adalah penipuan. Dalam
asuransi syariah, gharar dapat diatasi dengan mengganti akad
tabaduli dengan akad takafuli yaitu akad tolong menolong atau

79
Ibid…hal. 1071.

80
Karnaen A. Perwataatmadja, Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia, Depok, Usaha
Kami, 1996, hal. 234, dalam Gemala Dewi, Op.cit., hal. 135-136.

liii
akad tabarru’ dan akad mudharabah.
81
Allah pun berfirman
dalam QS.al-Maidah ayat 2, yang berbunyi:
O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-QNL4`-47 ºº W-QwUR4+`
4O÷O^ִ¬E- *.- ºº4Ò
4O¯&O´¯- 4¯-4OO4^¯- ºº4Ò
ִO^³E¤·±- ºº4Ò ִ³Ø·^ÞU·³^¯-
¨º4Ò 4×-R)`.-47 =e^14l^¯-
4¯-4OO4^¯- 4¹Q7¯4-¯:4C 1E^_··
TR)` ¯ªØ&Ø´±·O L^4Q^¯ØO4Ò ¯
-·OT³4Ò u®7+·UÞUִO
W-Ò÷1·C^·· ¯ ºº4Ò
¯ª7¯EL4`QO^¹·© N¹4*E4E- `¬¯Q·֠
¹Ò¡ ¯ª¬±ÒO³= ^T4N
R³´×¯Oִ☺^¯- R¬-4OO4^¯-
¹Ò¡ W-Ò÷³4-u¬·> O
W-Q+^4Òִ¬·>4Ò OÞ>4N
T´O´¯^¯- ¯O4Q^³+-¯-4Ò W
ºº4Ò W-Q+^4Òִ¬·> OÞ>4N
´¦^¦e"- ÷¹4Ò^³N¬^¯-4Ò ¯
W-Q¬³E>-4Ò -.- W E¹T³ -.-
÷³CR³E- ´··³R¬^¯- ^=÷


Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar
syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-
bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya,
dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula)
mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang
mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan
apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah
berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada
sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari
Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada
mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada
Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya".

Sedangkan hadist yang berkaitan dengan gharar, adalah:

81
Muhammad Syakir Sula, Op.cit, Hal.174
liv
ِ رَ ·َ ·'ا ِ ·ْ -َ - ْ.َ = ْ»´ 'َ -َ و ِ ªْ -َ 'َ = ِ -ا ´ 'َ - ِ-ا ُ لْ·َ -َ ر ِ -َ - ) -اور
ة·-·ه -أ .= ª='- .-اد ·-او ئ'--'او ى--·-ا و »'-- (
Arti:
“Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung
gharar.” (HR.Muslim, Tirmizi, Nasa’I, Abu Daud, dan Ibnu
Majah dari Abu Hurairah).

2) Kata maysir secara harfiah dalam bahasa Arab diartikan dengan
memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras
atau mendapat keuntungan tanpa kerja keras. Terdapatnya
unsur Maisyir merupakan kelanjutan dari adanya unsur gharar.
Pada asuransi syariah, membagi rekening peserta menjadi dua,
yaitu rekening untuk asuransi jiwa yang mengandung unsur
tabungan yang dapat diambil oleh peserta karena pada
dasarnya itu adalah uang peserta sendiri dan rekening tabarru’
yang diniatkan untuk derma. Rekening tabarru’ tidak tercampur
dengan rekening tabungan, maka reversing period di asuransi
syariah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah terjadi sejak
awal dan nilai tunai sudah sejak awal tahun pertama masuk
menjadi peserta asuransi. Karena itu tidak ada unsur maysir.
Karena tidak ada yang dirugikan. Menurut QS.Al-Maidah:90,
yang berbunyi:
82

O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-EQN44`-47 ִ☺^^T³
NO^☺·C^¯-
+O´O^1ִ☺^¯-4Ò
C·=^·-4Ò
Nª·¯^e·-4Ò Ø·^·ØO ^TR)`
÷ִ☺4N ^T·C^OO=¯-

82
Ibid., Hal.176
lv
+ÞQ+lR°4-^··· ¯ª7¯+Uִ¬·¯
4¹Q÷·TU^¼¬> ^_´÷

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya
(meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala,
mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan
itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

Rasulullah bersabda:
ُ .َ =اْوَ ا ً `َ `َ = َ م´ ·َ ='ً =ْ·ُ - ´ `ِ ا ْ»ِ +ِ =ْوُ ·ُ - َ'َ = َ نْ·ُ -ِ 'ْ -ُ -'اَ و
'ً -اَ ·َ = ) ف·= .-و·-= .= ى--·-ا -اور (

Artinya:
“Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang
mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang
halal atau yang menghalalkan yang haram.”

3) Riba menurut istilah berarti pengambilan tambahan dari harta
pokok atau modal secara batil. Asuransi syariah mengeliminir
riba dengan menggunakan konsep mudharabah. Kontrak yang
dipergunakan dalam asuransi syariah adalah akad tolong
menolong (takafuli) yaitu akad tabarru’ dan akad tijarah. Akad
tijarah yang dipakai adalah mudharabah sedangkan akad
tabarru’ adalah hibah. Adapun firman Allah yang berkenaan
dengan riba tercantum dalam QS.Al-Baqarah:275, yang
berbunyi:
83

¬-¯R֠-.- 4¹Q¬U¬±·4C
W-¯Q4Q´O¯- ºº
4¹QN`Q¬³4C ·ºT³ ִ☺E
N¯Q¬³4C OR֠-.-
+O7C*:ִC44C ÷T·C^OO=¯-

83
Ibid, Hal 53
lvi
=TR` +¹·ִ☺^¯- ¯ ִlR¯·O
¯ª÷¹^^ÒT W-EQ7¯·֠
ִ☺^^T³ ÷7^O4l^¯- Nu1R`
W-¯Q4Q´O¯- ¯ EִOÒ¡4Ò
+.- ִ7^O4l^¯- 4¯·OִO4Ò
W-¯Q4Q´O¯- ¯ Tִ☺··
+Þ47.ִ֠T ¬O·¬RN¯Q4` TR)`
·ROTÞ·O ¯Oִ¹4^··
N¡·-·· 4` ִ-ÞUִc
¼+ÞNO^`Ò¡4Ò OÞ¯T³ *.- W
¯ó4`4Ò ִ14N ִlØ·^·¯Ò+··
CUִ·^Ò¡ ØOEL¯- W ¯ª¬-
O&OR· ¬HÒ¬T-ִ= ^=_T÷
Artinya:
“ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat
berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang
kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.
Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan
mereka Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli
itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan
jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang
Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu
terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa
yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang
larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang
yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah
penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.

Sedangkan Hadist yang berkaitan dengan riba, berbunyi:

َ ل'َ · ُ ªْ -َ = ُ -ا َ ِ -َ ر َ ªَ -ْ -َ =ُ = ¸-ِ -َ ا ْ.َ = : ىَ ·َ -ْ -ُ ا ِ -'َ ا ُ -ْ -َ أَ ر
ُ تَ ·ِ -ُ ´ِ · ِ ªِ -ِ = 'َ =َ ِ -- َ ·َ -َ 'َ · 'ً -'´ =َ = اً -ْ -َ = . َ ل'َ -َ · ُ ªُ -ْ 'َ 'َ -َ · : َ +َ -
ِ م´ -'ا ِ .َ -َ `َ و ِ -ْ 'َ ´ْ 'ا ِ .َ -َ ` ْ.َ = َ »´ 'َ -َ و ِ ªْ -َ 'َ= ُ -ا ´ 'َ - ُ ِ -´ -'ا .
ِ ªَ - ْ·ُ - ْ·َ -ْ 'اَ و ِ ªَ -ِ -ا َ ·'ا ْ.َ = َ +َ -ِ و . ِ ªِ ''ِ آْ·ُ -َ و 'َ - ·'ا .ِ 'ِ آَ اَ و .
َ ر ·َ -ُ -'ا َ .َ ·َ 'َ و .

Artinya:
“Diriwayatkan dari (Aun bin) Abu Juhayfah r.a. ayahku
membeli seorang budak yang melakukan pekerjaan
hajjamah (menarik darah keluar dari tubuh seseorang
untuk keperluan pengobatan). Ayahku mengambil alat-
alatnya (dan merusaknya). (Aku bertanya kepada
lvii
ayahku kenapa berbuat seperti itu). Ia menjawab, “Nabi
Saw melarang memperdagangkan seekor anjing atau
darah, dan juga melarang pekerjaan mentato atau ditato,
dan (melarang menerima) pemakan riba dan orang yang
memberikan riba dan melaknat para pembuat gambar.”

4. Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi
Syari’ah
Adapun perbedaan antara asuransi syari’ah dan asuransi
konvensional akan diperjelas dari tabel dibawah ini:
Tabel 1
Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah

No Prinsip Asuransi Konvensional Asuransi Syari’ah
1. DPS(Dewan
Pengawas
Syari’ah)

-
Ada, yang berfungsi untuk
mengawasi pelaksanaan
operasional perusahaan agar
terbebas dari praktek yang
bertentangan dengan prinsip
syari’ah.
2. Akad Jual Beli Akad Tabarru’ dan Akad
Tijarah
3. Investasi Dana Investasi dana berdasarkan
bunga
Investasi dana berdasarkan
syari’ah dengan sistem bagi
hasil (mudharabah).
4. Keemilikan Dana Dana yang terkumpul dari
nasabah (premi) menjadi
milik perusahaan, sehingga
perusahaan bebas
menentukan investasinya.
Dana yang terkumpul dari
nasabah (premi) merupakan
milik peserta. Perusahaan
hanya sebagai pemegang
amanah untuk mengelola.
3. Unsur Premi Terdiri dari: tabel mortalita,
bunga (Interest), dan biaya-
biaya asuransi (Cost of
Insurance)
Iuran atau kontribusi terdiri dari
unsur tabarru’ dan tabungan
(saving). Tabarru’ dihitung dari
tabel mortalita, tetapi tanpa
perhitungan bunga.
4. Pembayaran Klaim Dari rekening perusahaan Dari rekening tabarru’
5. Keuntungan (profit) Diperoleh dari surplus
underwriting, komisi
reasuransi, dan hasil
investasi seluruhnya adalah
keuntungan perusahaan
Diperoleh dari surplus
underwriting, komisi
reasuransi, dan bagi hasil
keuntungan investasi
Sumber: Muhamad Syakir Sula, 2004

Dibandingkan asuransi konvensional, maka suransi syari’ah
memiliki perbedaan yang mendasar dalam beberapa hal, yaitu:
84


84
Heri Sudarsono, Op.cit., hal. 104, lihat juga Gemala Dewi, Op.cit., hal. 137.
lviii
a. Keberadaan Dewan pengawas Syari’ah
merupakan suatu keharuan, karena berperan dalam mengawasi
manajemen, produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa
sejalan dengan syariat Islam.
b. Prinsip akad adalah takafuli (tolong menolong),
yaitu nasabah yang satu menolong nasabah yang lainnya yang
tengah mengalami kesuilitan, sementara pada konvensional akad
bersifat tabaduli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan).
c. Dana yang terkumpul dari nasabah asuransi
syari’ah diinvestasikan dengan sistem bagi hasil, sementara pada
asuransi konvensional investasi dana dilakukan pada sembarang
sector dengan sistem bunga.
d. Pada asuransi syari’ah, premi yang terkumpul
diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah, dan perusahaan
hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Sementara
pada asuransi konvensional, premi menjadi milik perusahaan dan
perusahaan memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan
pengelolaan dana tersebut.
e. Unsur premi pada asuransi syari’ah terdiri dari
unsur tabarru’ dan tabungan (saving). Tabarru’ dihitung dari tabel
mortalita, tetapi tanpa perhitungan bunga. Sementara pada sistem
konvensional menggunakan tabel mortalita, bunga (Interest), dan
biaya-biaya asuransi (Cost of Insurance).
f. Pembayaran klaim nasabah, dana diambil dari
rekening tabarru’ (dana sosial) seluruh peserta yang telah diikhlaskan
lix
untuk keperluan tolong menolong bila ada peserta yang terkena
musibah, sedangkan dalam asuransi konvensional dana pembayaran
klaim diambil dari rekening milik perusahaan.
g. Keuntungan investasi dibagi dua antara
nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan sebagai pengelola
dengan prinsip bagi hasil, sementara pada asuransi konvensional
keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan, dan jika tidak ada
klaim, maka nasabah tidak memperoleh apa-apa.

5. Ketentuan Operasi Asuransi Syari’ah
Dalam menjalankan operasinya, asuransi syari’ah berpegang
pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
85

a. Akad, yaitu kejelasan akad dalam praktek
muamalah, dimana akad yang digunakan adalah akad jual beli
(tadabuli) atau tolong menolong (takaful).
b. Gharar, dimana dalam asuransi syari’ah,
mengganti akad dengan niat tabarru’ yaitu suatu niat tolong menolong
pada sesama peserta apabila ada yang ditakdirkan mendapat
musibah.
c. Tabarru’ dana ini disimpan dalam rekening
khusus, jika ada yang tertimpa musibah, maka dana klaim yang
diberikan adalah dari rekening tabarru’ yang sudah diniatkan oleh
sesame takaful untuk saling tolong menolong.
d. Maysir, dalam mekanisme asuransi syari’ah,
keterbukaan merupakan akselerasi dari realisasi prinsip-prinsip

85
Endy M. Astiwara, Perbedaan Secara Syariah Asuransi Takaful dengan Asuransi
Konvensional, Muamatuna, Vol. I/Edisi 1/Th. 1, 2001, dalam Heri Sudarsono, Op.cit, hal. 116-118.
lx
syari’ah, karena tidak ada kepercayaan jika tidak ada keterbukaan
dalam informasi.
e. Riba, keberadaan asuransi syari’ah dalam
menyimpan dananya di bank syari’ah dengan sistem mudharabah.
f. Dana hangus, dalam asuransi konvensional
peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin
mengundurkan diri sebelum masa reversing period, maka dana
peserta itu hangus. Demikian pula, asuransi non tabungan atau
asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim, maka
premi yang dibayarkan akan hangus sekaligus menjadi milik pihak
asuransi.

6. Asuransi Takaful Kesehatan
Asuransi jenis ini merupakan produk tanpa unsur tabungan (non
saving) adalah produk syari’ah dimana struktur produknya tidak terdapat
unsur tabungan yang bersifat tabarru’ (dana tolong menolong).
86
Program
ini diperuntukkan bagi perorangan maupun perusahaan/lorganisasi yang
bermaksud menyediakan dana santunan rawat inap dan operasi bila
peserta sakit dan kecelakaan dalam masa perjanjian.
Adapun ketentuan dari asuransi ini adalah:
87

a. Usia peserta masuk 5 sampai dengan 50 tahun.
b. Kontrak 1 tahun.
c. Pembatasan 1 tahun.
d. Biaya polis Rp. 20.000,-.

86
Muhamad Syakir Sula, Op.cit, hal. 650-651.

87
Ibid.
lxi
e. Cara bayar premi tahunan.
f. Manfaat kesehatan dibayarkan untuk perawatan
minimal 4 hari.
g. Sistem pembayaran adalah reimbursement.
h. Jangka waktu pengajuan klaim 14 hari.
i. Pembayaran klaim adalah 80 % dari kuitansi
dan maksimal = manfaat kesehatan dan bukan untuk biaya karena
melahirkan.

C. Klaim (Claim)
Klaim (Claim) berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta
untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau
tidak. Klaim yang diajukan oleh tiap peserta meliputi beragam dokumentasi
yang diverifikasi diantaranya adalah: Dokumen klaim, polis masih dalam
kondisi in force, Peristiwa yang masih dalam kontrak, peristiwa kerugian tidak
dalam pengecualian polis.
Dokumen klaim yang diajukan peserta kepada pihak perusahaan
harus secara lengkap, menyangkut semua informasi mengenai peristiwa
yang menyebabkan peserta mengalami kerugian dan besarnya nominal
kerugian yang dialami.
Polis masih dalam kondisi in force artinya polis tersebut masih dalam
keadaan aktif dibuktikan dengan premi lanjutan-premi lanjutan yang masih
terus dilanjutkan. Jika premi lanjutan tidak dibayar maka pengajuan klaim
akan ditolak apabila tertunggak melewati grace priode yang telah ditentukan.
Verifikasi juga mengenengahkan apakah peristiwa kerugian yang
dialami oleh peserta masih dalam kontrak atau diluar kontrak. Apabila
lxii
peristiwa sebelum atau sesudah kontrak dilakukan maka pengajuan klaim
akan ditolak.
Peristiwa yang menyebabkan terjadinya kerugian pada pihak peserta
tidak termasuk dalam klausal pengecualian sebagaimana tercantum dalam
polis. Sebagaimana kematian yang disebabkan oleh bunuh diri dan lain
sebagainya.
i. Pengertian Klaim
Klaim dapat diartikan sebagai permintaan peserta maupun ahli
warisnya atau pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan
asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. Setiap
dokumentasi yang diterima akan dilakukan verifikasi.
ii. Jenis-jenis Klaim
1. Klaim Habis Kontrak
Klaim yang diajukan oleh peserta karena perjanjian telah berakhir
sampai batas yang telah disepakati missal 10 tahun, merupakan klaim
habis kontrak. Adapun dokun-dokumen yang diperlukan diantaranya
adalah: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy
identitas diri yang masih berlaku dan buku asli pembayaran premi
terakhir.
2. Klaim Nilai Tunai
Klaim yang diakibatkan terjadi peristiwa kematian pada peserta.
Yang menggajukan kliam adalah dari pihak ahli waris yang tercantum
pada polis atau boleh pihak lain yamg diberikan kuasa atau pihak lain
yang berkepentingan terhadap manfaat asuransi, misalnya lembaga
pembiayaan bank dan leasing. Adapun dokumen-dokumen yang
lxiii
dibutuhkan diantaranya: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis
asli, foto copy identitas diri yang masih berlaku, surat keterangan dari
rumah sakit yang menerangkan sebab meninggal dunia, surat
keterangan dari pamong praja dan surat keterangan dari Kepolisian
Republik Indonesia, jika musibah karena lalu lintas.
3. Klaim Nilai Tunai Sebagian
Klaim nilai tunai sebagian dilakukan pada peserta apabila jumlah
polis telah mencapai 2 tahun dan aktif serta maksimal jumlah yang
dapat diambil 50% dari saldo tabungan. Peserta tidak dikenakan beban
sedikit pun karena itu termasuk bunga, asuransi takaful biaya tersebut
merupakan bagian dari premi peserta sendiri.
4. Klaim Biaya Perawatan
Pengantian kerugian peserta dengan alasan pengeluaran biaya
oleh peserta dalam perawatan/pengobatan rumah sakit karena
kecelakaan ataupun sakit dengan syarat penyakit tersebut tidak
termasuk dari klausa pengecualian polis. Dokumentasi yang diperlukan
Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy identitas
diri yang masih berlaku, resume dari rumah sakit dimana dirawat,
laboratorium dan photo copy biaya pengobatan asli.
5. Klaim Tahapan Pendidikan
Klaim yang diajukan oleh peserta karena jatuh tempo dana
pendidikan sebagaimana yang tercantum pada polis. Dokumentasinya
Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy identitas
diri yang masih berlaku, bukti asli pembayaran premi terakhir, surat
jatuh tempo tahapan dari perusahaan. (Tidak wajib).
lxiv


D. Fatwa DSN No. 21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi Syari’ah
Klaim atau claims merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya
maupun pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas
terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan, atau aplikasi oleh
peserta untuk memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia
berdasarkan perjanjian.
88
Secara umum prosedur klaim pada asuransi umum
hampir sama dengan, baik pada asuransi syari’ah maupun konvensional.
Yang membedakan dari masing-masing perusahaan adalah
kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim. Adapun prosedur klaim,
antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti lisan dan diperkuat
dengan laporan tertulis), bukti klaim kerugian (menyerahkan klaim tertulis
dengan melengkapi lembaran klaim standar yang dirancang khusus untuk
masing-masing class of business), penyelidikan (melakukan survey ke
lapangan atau menunjuk independent adjuster, dimana laporan akan
dijadikan dasar apakan klaim dijamin oleh polis atau tidak), penyelesaian
klaim (kesepakatan mengenai jumlah penggantian sesuai peraturan
perundangan yang berlaku, dan diisyaratkan bahwa pembayaran klaim tidak
boleh lebih dari 30 hari sejak terjadi kesepakatan).
89

Adapun proses paling sederhana dalam proses klaim, dimana
masing-masing perusahaan memiliki prosedur sendiri untuk mempermudah

88
Ibid, hal. 259.

89
Ibid.

lxv
nasabah (services), berikut gambar proses klaim sampai kepada
pembayaran (penyelesaian klaim):
90


Gambar 1
Proses Klaim Asuransi

Sumber: Muhamad Syakir Sula, 2004

Sumber pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diperoleh dari
rekening tabarru’, yaitu iuran kebajikan yang telah diniatkan oleh peserta
untuk dana saling tolong menolong apabila ada peserta lain yang terkena
musibah,
91
sedangkan pada asuransi konvensional, sumber pembayaran
klaim berasal dari rekening perusahaan, murni bisnis, dan tentu tidak ada

90
Ibid, hal 263.
91
Khoiril Anwar, Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance), Surakarta, Hafs
Media, 2006, hal. 37
Periksa Penutupan
Pengenalan
Tidak Ditutup Ditutup Tunjuk Adjuster
Tolak Minta Dokumen
Pembayaran
Lapor Proses
Tawarkan Tolak
Voucher Pengambilan
lxvi
nuansa spiritual yang melandasinya. Klaim yang dibayarkan perusahaan
adalah bagian dari kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad
atau perjanjian asuransi, yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah
premi sebagai tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar
klaim sebagai penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh
tempo.
92
Jenis klaim ada empat macam, antara lain klaim habis kontrak,
klaim meninggal dunia, klaim nilai tunai, klaim nilai sebagian, klaim biaya
perawatan, dan klaim tahapan pendidikan.
93

Administrasi klaim berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim
peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak
bayar atau tidak. Setiap dokumen yang diterima akan dilakukan verifikasi
secara umum, meliputi dokumen klaim, polis dalam kondisi in force, peristiwa
kerugian masih dalam kontrak, peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian
polis, tidak mengandung kecurangan atau tidak melanggar peraturan.
94

Berdasarkan fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001
tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah, dijelaskan pada pasal keenam
mengenai premi, yaitu:
95

1. Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad sistem tijarah
dan jenis akad tabarru’.
2. Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi
syari’ah dapat menggunakan rujukan, misalnya tabel mortalita untuk

92
H. A. Djazuli dan Yadi Janwari, Op.cit., hal. 121.

93
Khoiril Anwar, op.cit, hal. 65-67.

94
Ibid, hal. 63-64.

95
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, Fatwa DSN No. 21/DSN-MUI/X/2001
Tentang Pedoman Asuransi Syariah, Jakarta, 17 Oktober 2001, hal. 138.
lxvii
asuransi jiwa dan table morbidita untuk asuransi kesehatan, dengan syarat
tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya. (Pada lampiran)
3. Premi yang berasal dari jenis akad sistem mudharabah dapat
diinvestasikan dan hasil investasinya di bagi hasilkan kepada peserta.
4. Premi yang berasal dari jenis akad tabarru’ dapat
diinvestasikan.
5. perhitungan mengunakan sistem bagi hasil nisbah seperti 50 :
50 atau 60 : 40 yang disepakati diawal.
Sementara pada pasal ketujuh mengenai klaim dijelaskan:
96

1. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada
awal perjanjian.
2. Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang
dibayarkan.
3. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta,
dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya.
4. Klaim atas akad tabarru’, merupakan hak peserta dan
merupakan kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad.

E. Hasil Penelitian Relevan
Penelitian yang telah dilakukan oleh Ida Wahyunigsih dengan judul
penelitian Analisis Implementasi Produk Asuransi Takaful dana Siswa,
penelitian ini dengan rumusan masalah bagaimana kesesuaian implementasi
produk asuransi dana siswa pada Asuransi Takaful Keluarga Cabang
Surakarta terhadap Fatwa DSN dan MUI, penelitian ini difokuskan pada

96
Ibid.
lxviii
implementasi produk asuransi takaful keluarga Cabang Surakarta terhadap
Fatwa DSN-MUI no 21/DSN-MUI/X/2001 dengan batasan masalah tentang
pedoman umum Asuransi Syari’ah.
Adapun tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui
kesesuaian implementasi produk asuransi takaful dana siswa yang telah
dilaksanakan dengan Fatwa DSN-MUI. Hasil penelitian menyatakan
implementasi produk Asuransi Syari’ah Takaful yang meliputi permohonan
asuransi, aqad, underwriting, premi, pengelolaan dana, loading, klaim dan
tempat kedudukan perselisihan yang kurang sesuai dengan fatwa DSN dan
yang lainya telah sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam konsep
fatwa dewan Syari’ah Nasional.
Dari hasil penelusuran penulis selama ini, belum pernah menemukan
penelitian tentang pembayaran klaim pada asuransi syariah.












lxix
BAB II
LANDASAN TEORI

F. Gambaran Umum Tentang Asuransi
Asal mula kegiatan asuransi di Indonesia merupakan kelanjutan
asuransi yang ditinggalkan oleh pemerintah Hindia Belanda, sedangkan
peraturan pemerintah Indonesia yang mengatur tentang asuransi baru
dikeluarkan pada tahun 1976, kemudian melalui Surat Keputusan Menteri
Keuangan No. 1136/KMK/IV/1976 tentang penetapan besarnya cadangan
premi dan biaya oleh Perusahaan Asuransi di Indonesia.
97
Selanjutnya Surat
Keputusan Menteri Keuangan No. 1249/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember
1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan di bidang Asuransi
Kerugian, dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1250/KMK.013/1988
tanggal 20 Desember 1988 tentang Asuransi Jiwa.
98

Peraturan Menteri Keuangan tersebut tidak berlaku lagi setelah
dikeluarkannya UU No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian di
Indonesia dan Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 1992 tentang
Penyelenggaraan Usaha Perasuransian, disamping kedua peraturan
tersebut, dasar acuan pembinaan dan pengawasan usaha asuransi di
Indonesia juga didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan No.
223/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Izin Perusahaan
Asuransi dan Reasuransi, No. 224/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993
tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi, No.

97
Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi ke-6, Jakarta, PT. Raja Grafindo
Persada, 2001, hal. 277.

98
Ibid.
11
lxx
225/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Penyelenggaraan
Usaha Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, dan No. 226/KMK.017/1993
tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan
Usaha Penunjang Usaha Asuransi.
99

8. Pengertian Asuransi
Kata asuransi berasal dari bahasa Belanda, assurantie, yang
dalam hukum Belanda disebut verzekering, yang artinya
pertanggungan.
100
Robert I. Mehr mengartikan asuransi sebagai suatu
alat untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit
yang beresiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi,
kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan
didistribusikan secara proporsional di antara semua unit dalam gabungan
tersebut.
101

Asuransi juga diartikan sebagai suatu kemauan untuk menetapkan
kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti
(substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti.
102
Menurut
Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1992 tentang usaha
perasuransian, diuraikan definisi tentang asuransi sebagai berikut:
“Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau
lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung,
dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian

99
Ibid., hal. 278.

100
KH. Ali Yafie, Asuransi Dalam Pandangan Syariat Islam, Menggagas Fiqih Sosial,
Bandung, Mizan, 1994, hal. 205-206, Emmy P. Simanjuntak, Hukum Pertanggungan, UGM,
Yogyakarta, 1982, hal. 7, dalam Muhammad Syakir Sula, Asuransi Syariah (Life And General):
Konsep dan Sistem Operasional, Gema Insani Press, Jakarta, 2004, hal. 26.

101
Robert I. Mehr, Life Insurance Theory And Practice, 1985, Business Publication. Inc.,
dalam Muhammad Syakir Sula, Ibid.

102
Abbas Salim, Asuransi dan Manajemen Resiko, Cetakan Keenam, Edisi Revisi Ke-2,
Jakarta, PT. Raja Grafindo Perkasa, 2000, hal. 1.
lxxi
kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan
keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak
ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu
peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran
yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang
dipertanggungkan”.
103


Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
asuransi adalah perjanjian dimana tertanggung dan penanggung
mengikat perjanjian tentang hak dan kewajibannya masing-masing,
dimana perjanjian tersebut tertuang dalam bentuk polis asuransi yang
telah ditentukan syarat-syarat, hak dan kewajiban masing-masing pihak,
jumlah uang yang dipertanggungkan, serta jangka waktu asuransi.
Apabila dalam masa pertanggungan terjadi sebuah resiko, maka pihak
penanggung (perusahaan asuransi) akan membayar sesuai dengan
perjanjian yang telah disepakati bersama.

9. Tipologi Asuransi
Jenis asuransi yang berkembang di Indonesia saat ini jika dilihat
dari fungsinya, antara lain:
104

a. Asuransi kerugian (non life insurance), sebagaimana yang
terdapat dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha
Asuransi dijelaskan bahwa asuransi kerugian menjalankan usaha
memberikan jasa untuk menanggulangi resiko atas kerugian,
kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga
dari suatu peristiwa yang tidak pasti. Yang termasuk dalam asuransi

103
Kasmir, Op.cit., hal. 276, dan Subagyo, dkk, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya,
Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Yogyakarta, STIE YKPN, 2002, hal. 138.

104
Ibid., hal. 278-280, dan Faried Wijaya dan Soetatwo Hadiwigeno, Lembaga-Lembaga
Keuangan dan Bank: Perkembangan, Teori dan Kebijakan, Cetakan Keempat, Yogyakarta, BPFE
UGM, 1999, hal. 377.
lxxii
kerugian adalah asuransi kebakaran, asuransi pengangkutan, dan
asuransi aneka, seperti asuransi kendaraan bermotor, kecelakaan
diri, dan pencurian.
b. Asuransi jiwa (life insurance), merupakan perusahaan asuransi
yang dikaitkan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya
seseorang yang dipertanggungkan. Jenis-jenis asuransi jiwa ini
adalah asuransi berjangka (term insurance), asuransi tabungan
(endowment insurance), asuransi seumur hidup (whole life insurance),
dan annuity contract insurance (anuitas).
c. Reasuransi (reinsurance), merupakan perusahaan asuransi yang
memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang terhadap
resiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian. Asuransi ini
digolongkan ke dalam bentuk treaty, bentuk facultative, serta
kombinasi dari keduanya.
Sementara itu, jika dilihat dari segi kepemilikannya, maka asuransi
dapat diklasifikasikan antara lain:
105

e. Asuransi milik pemerintah, yaitu asuransi yang sahamnya
dimiliki sebagian besar atau bahkan 100 % oleh pemerintah
Indonesia.
f. Asuransi milik swasta nasional, kepemilikan saham
asuransi ini sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional, sehingga siapa
yang paling banyak memiliki saham, maka memiliki suara terbanyak
dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

105
Ibid., hal. 280.
lxxiii
g. Asuransi milik perusahaan asing, merupakan perusahaan
asuransi yang biasanya beroperasi di Indonesia, dan hanyalah
merupakan cabang dari negara lain, dimana kepemilikannya 100 %
dimiliki oleh pihak asing.
h. Asuransi milik campuran, merupakan jenis asuransi yang
sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional dengan pihak
asing.
Adapun John H. Magee mengklasifikasikan asuransi sebagai
berikut:
106

c. Jaminan sosial (social insurance), merupakan asuransi
wajib, karena setiap orang atau penduduk harus memilikinya.
Jaminan ini bertujuan supaya setiap orang mempunyai jaminan untuk
hari tuanya (old age).
d. Asuransi sukarela (voluntary insurance), adalah bentuk
asuransi yang dijalankan secara sukarela, tidak dengan paksaan,
sehingga setiap orang bias atau tidak mempunyai asuransi jenis ini.
Asuransi sukarela dibagi dalam dua jenis, yaitu:
1). Government insurance, yaitu asuransi yang
dijalankan oleh pemerintah atau negara, misalnya jaminan yang
diberikan kepada prajurit yang cacat sewaktu peperangan.
2). Commercial insurance, merupakan asuransi yang
mempunyai tujuan untuk melindungi seseorang ataupun keluarga
serta perusahaan dari resiko yang mendatangkan kerugian.
Tujuan perusahaan asuransi ini bersifat kompersial dengan motif

106
John H. Magee, General Insurance, (Richard D. Irwin), dalam Abbas Salim, Op.cit., hal.
2-3, dan Subagyo, dkk, Op.cit., hal. 142-143.
lxxiv
mencari keuntungan (profit motive). Bentuk asuransi ini dibagi
pada dua kelompok:
a). Asuransi jiwa (personal life insurance),
bertujuan untuk memberikan jaminan kepada seseorang atau
keluarga yang disebabkan oleh kematian, kecelakaan serta
sakit, seperti PT. Asuransi Jiwas Raya, Asuransi Jiwa Bumi
Putera 1912, dan Asuransi Jiwa Dharma Nasional.
b). Asuransi kerugian (property insurance),
bentuk asuransi ini hamper sama dengan asuransi umum,
yang bertujuan memberikan jaminan kerugian yang
disebabkan oleh kebakaran, pencurian, seperti PT.
Reasuransi Umum Indonesia, dan PT. Asuransi Kerugian.
Menurut jenis bidang yang ditangani, ada beberapa macam
asuransi, antara lain:
107

a. Asuransi jiwa, merupakan bentuk
kerjasama untuk mengurangi resiko yang diakibatkan oleh resiko
kematian, resiko hari tua, dan resiko kecelakaan.
b. Asuransi kecelakaan diri, adalah
usaha untuk melindungi resiko financial akibat kecelakaan seperti,
benturan atau sentuhan benda keras atau benda cair (kimiawi), gas
atau api, terhadap badan (jasmani) seseorang, yang mengakibatkan
kematian atau cacat serta luka, yang sifat dan tempatnya dapat
ditentukan oleh dokter.

107
Soeisno Djojosoedarso, Prinsip-Prinsip Manajemen Resiko dan Asuransi, Cetakan
Pertama, Jakarta, Salemba Empat, 1999, hal. 74-77.
lxxv
c. Asuransi sosial, adalah asuransi
yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota masyarakat, baik
secara local, regional, maupun nasional, yang diselenggarakan oleh
pemerintah atau lembaga yang ditunjuk, dimana setiap anggota
masyarakat memikul kewajiban sosial (membayar premi wajib) dan
memperoleh jaminan sosial pula.
d. Asuransi sosial tenaga kerja, yaitu
perlindungan sosial bagi tenaga kerja yang dijalankan melalui pola
mekanisme asuransi dan dikelola oleh Perum ASTEK.
e. Asuransi kesehatan, merupakan
asuransi yang memberikan santunan kesehatan kepada seseorang
(tertanggung) berupa sejumlah uang untuk biaya pengobatan dan
perawatan bila diluar kehendak ia diserang penyakit.
f. Asuransi kecelakaan penumpang,
adalah asuransi yang mengelola perlindungan sosial dalam
kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan yang penyelenggaranya
adalah PT. Asuransi Jasa Raharja.
g. Asuransi kebakaran, merupakan
pertanggungan yang menjamin kerugian atau kerusakan atas harta
benda (tetap maupun bergerak) yang disebabkan oleh kebakaran,
dan terjadi karena api sendiri atau api dari luar, udara jelek, kurang
hati-hati, kesalahan atau perbuatan tidak pantas dari pelayan
tertanggung, tetangga, musuh, perampok dan apa saja dan dengan
cara bagaimanapun sebab timbulnya kebakaran.
lxxvi
h. Asuransi kredit, yaitu pertanggungan
yang diberikan kepada pemberi kredit (bank dan lembaga keuangan)
terhadap resiko kredit, yaitu tidak diperolehnya kembali kredit yang
diberikan oleh tertanggung kepada nasabah.
i. Asuransi rekayasa atau engineering
insurance, yaitu pertanggungan yang diterapkan pada proyek-proyek
pembangunan yang berhubungan dengan rekayasa, yang
memberikan perlindungan dalam pelaksanaan pembangunan.
j. Asuransi perusahaan, merupakan
pertanggungan yang meliputi, asuransi pengiriman uang,
108

penyimpanan uang,
109
penggelapan uang,
110
pencurian uang,
111
dan
asuransi proses perusahaan.
112

k. Asuransi tanggung gugat, yaitu
kewajiban untuk bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh
pihak lain.
l. Asuransi transportasi, merupakan
asuransi yang berkenaan dengan barang-barang dalam transit atau
barang yang sedang ditangani perusahaan pengangkutan.

108
Yaitu kemungkinan hilang atau rusaknya uang logam atau kertas dan surat-surat
berharga, yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak diketahui.

109
Yaitu kemungkinan hilangnya uang logam, uang kertas dan surat berharga yang
disimpan di dalam lemari, strongroom, berada dalam cashier’s box selama jam kerja.

110
Yaitu kemungkinan kerugian yang diduga oleh majikan disebabkan oleh ketidakjujuran
karyawannya.

111
Yaitu pencurian uang yang disimpan di dalam rumah atau kantor, dengan ketentuan
bahwa uang itu disimpan dalam lemari besi atau strongroom, dimana yang dijamin adalah
pencurian dengan cara merusak rumah atau kantor dan lemari tempat penyimpanan uang.

112
Merupakan kerugian financial yang diderita bila perusahaan tidak berjalan atau
sementara berjalan di bawah normal. Resiko yang ditanggung adalah akibat resiko kecelakaan
kerja, machinery breakdown, dan mogok kerja atau kegaduhan buruh.
lxxvii

10. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi
Pelaksanaan perjanjian antara perusahaan asuransi dan nasabah
tidak dapat dilakukan secara sembarangan, melainkan harus dilakukan
sesuai dengan prinsip-prinsip asuransi dengan tujuan untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari antara kedua belah pihak.
Adapun prinsip-prinsip asuransi tersebut, antara lain:
113

g. Insurable Interest, adalah perihal berdasarkan hukum
untuk mempertanggungkan suatu resiko berkaitan dengan keuangan
yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dan yang
dipertanggungkan, serta dapat menimbulkan hak dan kewajiban
keuangan secara hukum.
h. Utmost Good Faith (itikad baik), yaitu penetapan suatu
kontrak yang didasarkan kepada itikad baik antara tertanggung dan
penanggung mengenai seluruh informasi baik materil maupun
immateril.
i. Indemnity atau ganti rugi, yaitu mengendalikan posisi
keuangan tertanggung setelah terjadi kerugian seperti pada posisi
sebelum terjadinya kerugian. Prinsip ini tidak berlaku dalam asuransi
jiwa dan kecelakaan, karena prinsip ini hanya didasarkan pada
kerugian yang bersifat keuangan.
j. Proximate Cause adalah suatu sebab aktif, efisien yang
mengakibatkan terjadinya peristiwa berantai dan intervensi kekuatan
lain, diawali dan bekerja dengan aktif dari sumber baru dan
independent.


113
Kasmir, Op.cit., hal. 282-283.
lxxviii
k. Subrogation, merupakan hak penanggung yang telah
memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain
yang mengakibatkan kepentingan asuransi mengalami kerugian.
Artinya penggantian kerugian tidak mungkin lebih besar dari kerugian
yang diderita.
l. Contribution, yaitu suatu prinsip dimana penanggung
berhak mengajak penanggung lainnya yang memiliki kepentingan
yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada
tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing
penanggung tidak sama besar.


11. Manfaat Asuransi
Asuransi banyak sekali kegunaannya, baik untuk perorangan
(individu), bagi masyarakat maupun perusahaan.
114
Riegel dan Miller
mengemukakan beberapa faedah asuransi sebagai berikut:
115

g. Asuransi membuat masyarakat dan perusahaan berada
dalam keadaan aman.
h. Dengan asuransi, efisiensi perusahaan (business
efficiency) dapat dipertahankan, sehingga untuk menjaga kelancaran
perusahaan (going concern) dengan jalan pertanggungan akan
mengurangi dan memperkecil resiko yang terjadi.
i. Adanya suatu kecenderungan, penarikan biaya akan
dilakukan seadil mungkin (the equitable assetsment of cost), atau

114
Abbas Salim, Op.cit., hal. 11.

115
R. Riegel dan J.S. Miller, Insurance Principles and Practices, (Prentice Hall), dalam
Abbas Salim, Ibid., hal. 12-14.
lxxix
ongkos asuransi harus adil menurut besar kecilnya resiko yang
dipertanggungkan.
j. Asuransi menjadi dasar pemberian kredit (insurance
serves as a basis of credit).
k. Asuransi merupakan alat penabung (saving).
l. Asuransi sebagai suatu sumber pendapatan (earning
power) yang didasarkan kepada financing the business.
Dengan demikian, keuntungan asuransi adalah keuntungan bagi
perusahaan asuransi dan bagi nasabah, dimana bagi perusahaan
asuransi akan memberikan keuntungan dari premi yang dibayarkan ke
nasabah, keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain,
serta keuntungan hasil bunga dari investasi surat berharga, sementara
bagi nasabah adalah memberikan rasa aman, merupakan simpanan yang
pada saat jatuh tempo dapat ditarik kembali, terhindar dari resiko
kerugian dan kehilangan, memperoleh penghasilan di masa yang akan
dating, dan memperoleh penggantian akibat kerusakan atau
kehilangan.
116


12. Obyek, Tujuan dan Sasaran Asuransi
Obyek asuransi adalah benda dan jasa, jiwa dan raga kesehatan
manusia, tanggung jawab hukum, serta semua kepentingan lainnya yang
dapat hilang, rusak, rugi dan berkurang nilainya.
117
Sementara itu, tujuan
asuransi mengurangi resiko yang sudah adadalam masyarakat dengan

116
Kasmir, Op.cit., hal. 281.

117
Subagyo, dkk, Op.cit., hal. 78.
lxxx
cara mempertanggungkan pada perusahaan asuransi. Resiko yang ada
dalam masyarakat, akan dipertanggungkan masyarakat apabila :
118

d. Dalam pertanggungan dapat dilakukan pencegahan
kerugian yang akan memberikan keuntungan tertentu yaitu berupa
pengurangan kerugian dan pengurangan biaya yang menyangkut
pertanggungan tersebut.
e. Pencegahan dan perlindungan untuk memperkecil
kerugian yang terjadi, berupa pengeliminiran sebab-sebab yang dapat
menimbulkan kerugian, perlindungan produk atau orang yang akan
dirugikan, pengurangan kerugian dan perlindungan agar produk yang
telah rusak tidak semakin rusak.
f. Memberikan keuntungan tertentu pada masyarakat yang
mengikuti asuransi, karena dengan mengetahui besarnya resiko yang
terjadi dapat diketahui besarnya kerugian yang dialami.
Dengan demikian, asuransi memiliki sasaran terhadap pelaku
ekonomi mikro (rumah tangga), maupun pelaku ekonomi makro (dunia
bisnis atau industri manufaktur dan pemerintahan), yang mempunyai
keinginan untuk mengurangi munculnya kerugian-kerugian yang belum
diketahui secara pasti di masa mendatang dengan menggunakan jasa
usaha perasuransian.
119


13. Premi Asuransi
Premi asuransi adalah pembayaran dari tertanggung kepada
penanggung sebagai imbalan jasa atas pengalihan resiko kepada


118
Ibid., hal. 79.
119
Ibid.
lxxxi
penanggung, dan premi tersebut merupakan pengganti kerugian atau
jaminan perlindungan dari penanggung kepada tertanggung.
120

f. Fungsi Premi Asuransi
Premi merupakan hal yang paling penting dalam asuransi,
karena dengan premi yang berhasil dikumpulkan dari tertanggung,
maka dalam waktu yang relatif lama, akan terkumpul sejumlah dana
yang besar, sehingga dengan dana tersebut pihak asuransi dapat:
1). Mengembalikan tertanggung pada posisi (ekonomi) seperti
sebelum terjadi kerugian (resiko).
2). Menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan, sehingga
tertanggung mampu berdiri pada posisi semula seperti sebelum
terjadinya kerugian.
121


g. Aktuaria dan Penentuan Tarif
Aktuaria merupakan bagian khusus dalam perusahaan
asuransi yang menangani atau menghitung premi asuransi.
122

Beberapa faktor yang menentukan dalam penentuan tarif adalah:
4). Situasi persaingan.
5). Kondisi atau struktur perekonomian.
6). Peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh
pemerintah.
123



120
Soeisno Djojosoedarso, Op.cit., hal. 121.

121
Ibid.

122
Ibid., hal. 122.

123
Ibid.

lxxxii
Perlu juga dipertimbangkan dalam penentuan tarif premi
asuransi, terutama menyangkut pada asuransi kerugian, antara lain:
6). Jenis barang yang diasuransikan.
7). Kondisi pertanggungannya.
8). Macam alat pengangkut barang yang diasuransikan.
9). Cara penimbunan atau pengaturan barang dalam pengangkutan.
10). Jangka waktu pertanggungan.
124

Penentuan tarif asuransi banyak terkandung unsur-unsur,
kemungkinan (probability), value judgement, dan kebijakan
pemerintah (government policy).
125
Dengan demikian, penentuan
tersebut tidak mudah, rumit (complicated), harus berhati-hati, karena
jika terlalu rendah maka tidak dapat menutupi biaya operasi (cost of
operation), sementara jika terlalu tinggi maka pembeli polisnya akan
berkurang atau sedikit, sehingga berdampak pada sulitnya operasi
perusahaan asuransi.
Untuk memenuhi terciptanya tarif premi premi asuransi yang
ideal, setidaknya perlu diperhatikan beberapa prinsip, antara lain:
5). Adequate, artinya premi tersebut harus menghasilkan cukup uang
untuk membayar kerugian yang diderita oleh subyek dimana uang
dikumpulkan.
6). Notexcessive, bahwa tarif jangan berlebihan, tetapi harus
memperhatikan kepentingan pembeli, persaingan dan sebagainya.

124
Ibid.

125
Ibid.

lxxxiii
7). Equity, berarti tarif tersebut tidak membeda-bedakan resiko yang
sama kualitasnya (adil), bila kualitas exposurenya sama, maka
tarifnya harus sama pula.
8). Flexible, tarif yang ditentukan selalu disesuaikan dengan keadaan,
artinya bila keadaan berubah, maka tarifnya harus diubah pula.
126

h. Komponen Premi Asuransi
Adapun komponen dari tarif premi asuransi antara lain
adalah:
127

5). Premi dasar, merupakan premi asuransi yang dibebankan kepada
tertanggung ketika polis dibuat atau dikeluarkan, dimana
perhitungannya berdasarkan pada data dan keterangan yang
diberikan oleh tertanggung kepada penanggung pada waktu
penutupan asuransi pertama, dan luasnya resiko yang dijamin
oleh penanggung sebagaimana yang dikehendaki tertanggung.
Premi ini terdiri dari tiga kelompok, yaitu:
a).Komponen premi untuk membayar kerugian yang terjadi, yang
tingginya didasarkan pada probabilitas terjadinya kerugian.
b).Komponen premi yang dimaksudkan untuk membiayai operasi
perusahaan asuransi (cost of operation/exploitations).
c).Komponen sebagai bagian keuntungan (profit) bagi perusahaan
asuransi.
6). Premi tambahan, merupakan data atau keterangan yang
disampaikan oleh tertanggung kepada penanggung ketika
menutup asuransi atau interestnya tidak selalu sama dengan

126
Ibid., hal. 122-123.

127
Ibid
lxxxiv
keadaan yang sebenarnya atau pada waktu polis ditanda tangani,
yang disebabkan pada saat itu data atau informasinya belum
lengkap dan tertanggung menghendaki perubahan kondisi
pertanggungan.
7). Reduksi premi, dimana penanggung dapat memberikan reduksi
terhadap premi yang dikenakan, dimana Dewan Asuransi
Indonesia menentukan bahwa dapat diberikan potongan 50 %
atas premi dasar dan 20 % atas premi tambahan untuk
pengangkutan dengan tujuan negeri Belanda, Belgia dan Inggris.
Demikian juga pada asuransi jiwa dapat diberikan potongan premi
sebesar 5 % bila pembayaran melalui bank atau pos dan 3 % bila
membayar di kantor perusahaan asuransi.
8). Tarif kompeni, dimana di Indonesia tarif kompeni disusun oleh
Dewan Asuransi Indonesia, yang bertujuan standarisasi tarif premi
dan syarat-syarat pertanggungan, disamping untuk menghindari
persaingan yang tidak sehat.
i. Jenis tarif dan Macam Barang yang diasuransikan
Pada dasarnya ada dua jenis tarif asuransi, yaitu:
128

3). Manual (class rate), yaitu tarif premi asuransi yang berlaku untuk
semua resiko yang sejenis.
4). Merit rating, merupakan metode penentuan tarif premi asuransi
dimana tiap-tiap resiko dipertimbangkan keadaannya masing-
masing, dan biasanya digunakan dalam asuransi kebakaran.
j. Pengembalian Premi

128
Ibid, hal. 124.

lxxxv
Pengembalian premi dikenal juga dengan restorno, yaitu
pengembalian premi dari penanggung kepada tertanggung, karena
perjanjian gugur sebelum penanggung menanggung bahaya atau
baru menanggung sebagian, premi yang dibayar lebih, insurable
interestnya tidak ada, kondisi jaminan atau pertanggungan
dipersempit.
129




14. Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi
Berbagai jenis resiko dipertanggungkan dalam asuransi, sehingga
besar kecilnya resiko merupakan pertimbangan besarnya premi yang
harus dibayar. Pada prakteknya, resiko yang timbul dari setiap pemberian
usaha pertanggungan asuransi adalah:
130

d. Resiko murni, yaitu ketidakpastian terjadinya suatu
kerugian atau ada peluang merugi dan bukan suatu peluang
keuntungan.
e. Resiko spekulatif, adalah resiko dengan terjadinya dua
kemungkinan, yaitu peluang untuk mengalami kerugian keuangan
atau memperoleh keuntungan
f. Resiko individu, yang dibagi kepada tiga macam, yaitu:

129
Ibid, hal. 125.

130
Kasmir, Op.cit., hal. 283-284.

lxxxvi
1). Resiko pribadi, merupakan resiko kemampuan seseorang
untuk memperoleh keuntungan akibat sesuatu hal, seperti
sakit, kehilangan pekerjaan atau mati.
2). Resiko harta, adalah resiko apakah harta hilang karena dicuri
atau rusak dan menyebabkan kerugian.
3). Resiko tanggung gugat, yaitu resiko yang disebabkan jika
kerugian seseorang ditanggung, maka diharuskan
membayarnya.

G. Pengertian Asuransi Syari’ah
Asuransi awalnya merupakan suatu kelompok yang bertujuan
membentuk arisan untuk meringankan beban keuangan individu dan
menghindari kesulitan pembayaran.
131
Secara umum, konsep asuransi
merupakan persiapan yang dibuat oleh kelompok orang yang menghadapi
kerugian kecil yang tidak dapat diduga, kemudian kerugian tersebut
ditanggung bersama.
132
Untuk mencari jalan keluar dari berbagai macam
unsur tersebut, apalagi tidak sejalan dengan aspek hukum Islam atau
syari’ah, maka diusahakanlah dengan pembentukan asuransi yang
menekankan pada sifat saling menanggung, saling menolong di antara
tertanggung yang bernilai kebajikan menurut ajaran islam.
133

1. Terminologi
134
Asuransi Syari’ah

131
Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Edisi Kedua, Yogyakarta,
Ekonisia, 2004, hal. 112.

132
Encyclopedia Britannica, Edisi Ketujuh, Jilid 14, hal. 656.

133
A. Azhar Basyir, Asuransi Takaful Sebagai Suatu Alternatif, Jakarta, dalam Seminar
Sehari Takaful, Asuransi Syariah, TEPATI, 1993, hal. 3, Ibid, hal. 113-114.

lxxxvii
Dalam bahasa Arab, asuransi disebut at-ta’min, sementara
penanggung disebut mu’ammin, dan tertanggung disebut mu’amman lahu
atau musta’min.
135
At-ta’min memiliki arti perlindungan, ketenangan, rasa
aman, dan bebas dari rasa takut.
136
Men-ta’min-kan sesuatu berarti
seseorang membayar atau menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli
warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah
disepakati atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang,
dikatakan “seseorang mempertanggungkan atau mengasuransikan
hidupnya, rumahnya atau mobilnya”.
137

Musthafa Ahmad Zarqa, memberikan makna asuransi sebagai
cara atau metode untuk memelihara manusia dalam menghindari resiko
(ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam hidupnya,
dalam perjalanan kegiatan hidupnya atau dalam aktivitas ekonominya.
138

Sementara Dewan Syari’ah Nasional MUI, dalam fatwanya
mendefinisikan asuransi syari’ah sebagai usaha saling melidungi dan
tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi
dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian
untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai

134
Terminologi adalah Ilmu mengenai batasan-batasan atau definisi-definisi istilah.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cetakan Ketiga,
Jakarta, Balai Pustaka, 1990, hal. 938.

135
Jubran Ma’ud, Ar-Ra’id, Mu’jam Lughawy “Ashry, Beirut, Dar Al-Islami Li Al-Malayin, tt,
Jilid I, hal. 30, dalam Muhammad Syakir Sula, Op.cit, hal. 28.

136
Salim Segaf al-Jufri, Ar-Riba wa Adhraruhu alal Mujtama’ Al-Islami, 1400 H, Hal. 219,
dalam Muhammad Syakir Sula, Ibid.

137
Majma’ul Lughah al-Arabiyah, Al-M’jam al-Wasit, Mesir, 1960, hal. 27-28, dalam
Muhammad Syakir Sula, Ibid.

138
Musthafa Ahmad Zarqa, Al-Ightisodi Al-Islamiyah, Beirut, Dar al-Fikr, 1968, dalam
Muhammad Syakir Sula, Ibid…, hal. 29.

lxxxviii
dengan syari’ah.
139
Dari beberapa definisi di atas, jelaslah bahwa
asuransi syari’ah bersifat saling melindungi dan tolong menolong atau
yang disebut dengan ta’awun, yaitu prinsip hidup saling melindungi dan
saling tolong menolong atas dasar ukhuwah Islamiyah antara sesame
anggota peserta asuransi syari’ah dalam menghadapi malapetaka
(resiko).
140

Secara umum, asuransi Islam sering juga diistilahkan dengan
takaful, yang dapat digambarkan sebagai asuransi yang prinsip
operasionalnya didasarkan pada syariat Islam dengan mengacu kepada
Al-Qur’an dan As-Sunnah.
141
Istilah takaful dalam bahasa Arab berasal
dari kata dasar kafala-yakfulu-takâfala-yatakâfalu-takâful yang berarti
saling menanggung atau menanggung bersama.
142
Kata takaful tersebut
tidak dijumpai dalam Al-Qur’an, namun demikian ada sejumlah kata yang
seakar dengan takaful, seperti dalam Surat Thaha (20), ayat 40,
143
yang
berbunyi:
^OT³ ×Ø´·^☺·> ¬C+-u=+¡ N·Q¬³4-··
¯ִ- ¯7¯e¯÷1Ò¡ ¯OÞ>4N T4`
N¡+-¬¼'¯4C W ִl4Lu¬ִ·4O··
-OÞ¯T³ ִlR)`+¡ ¯O·. ·O·³·>
O&÷+^O4N ºº4Ò 4¹4O^4Ò` ¯

139
Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum
Asuransi Syariah.

140
Huzaemah T. Yanggo, Asuransi Hukum dan Permasalahannya, Jurnal AAMAI Tahun VII
No.12, 2003, hal. 232, dalam Muhammad Syakir Sula, Op.cit…, hal. 30.

141
H.A.Dzajuli dan Yadi Janwari, Lembaga-Lembaga Perekonomian Umat (Sebuah
Pengenalan), Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2002, hal. 120, dalam Gemala Dewi, Aspek-
Aspek Hukum Dalam Perbankan Dan Perasuransian di Indonesia, Jakarta, Prenada Media, 2004,
hal. 122.

142
Ibid.

143
Soenarjo, Al-Qur’an dan Terjemahanya, Jakarta, Yayasan Penerjemah Al-Qur’an, 1971,
hal. 479.

lxxxix
=e·U4-·֠4Ò +O^¼4^
ִl4L^1O×4L·· =TR` ´-¦4¯^¯-
ִlE44-··4Ò L^Q+¬· ¯
=euVTlÞU·· 4×-RL´c EOT× ÷u-Ò¡
4×4¯^³4` ·ª¬¦ =eu©´· ¯OÞ>4N
¯Oִ³·֠ ¯Øִ<Q÷☺4C ^Ø´÷

Artinya:
“Ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu Ia Berkata
kepada (keluarga Fir'aun): "Bolehkah saya menunjukkan
kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka kami
mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak
berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia,
144

lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan kami Telah
mencobamu dengan beberapa cobaan; Maka kamu tinggal
beberapa tahun diantara penduduk Madyan,
145
Kemudian kamu
datang menurut waktu yang ditetapkan
146
Hai Musa”.


Pedoman Umum Asuransi Syari’ah, yang dikeluarkan Majelis
Ulama Indonesia melalui Dewan Syari’ah Nasional, terdapat definisi
asuransi Syari’ah (Ta’min, Takaful, Tadhamun) adalah usaha saling
melindungi dan saling tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak
melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan
pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad
(perikatan) yang sesuai dengan syari’ah.
147

Apabila kita memasukkan asuransi takaful ke dalam lapangan
kehidupan muamalah, maka takaful dalam pengertian muamalah memiliki

144
Yang dibunuh Musa a.s. Ini ialah seorang bangsa Qibthi yang sedang berkelahi dengan
seorang Bani Israil, sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al Qashash ayat 15.

145
Nabi Musa a.s. datang ke negeri Mad-yan untuk melarikan diri, di sana dia dikawinkan
oleh nabi Syu'aib a.s. dengan salah seorang puterinya dan menetap beberapa tahun lamanya.

146
Maksudnya: nabi Musa a.s. datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan
kerasulan.

147
DSN MUI, Himpunan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional, Edisi ke-2, Diterbitkan atas
kerjasama DSN MUI dan BI, Jakarta, 2003, hal.129.

xc
arti yaitu saling menanggung resiko di antara sesame manusia sehinnga
di antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas resiko masing-
masing.
148
Dengan demikian, asuransi takaful terkait dengan unsur saling
menaggung resiko di antara para peserta asuransi, dimana peserta yang
satu menjadi penanggung peserta yang lainnya,
149
dan tanggung
menanggung resiko tersebut dilakukan atas dasar saling tolong menolong
dalam kebajikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana yang
ditujukan untuk menanggung resiko.
150


2. Landasan Hukum Asuransi Syari’ah
Hukum-hukum muamalah bersifat terbuka, dalam arti Al-Qur’an
hanya memberikan aturan yang bersifat garis besar, selainnya diberikan
kepada para mujtahid untuk mengembangkan melalui pikiran mereka
selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist. Hakekat
asuransi secara Islami adalah saling bertanggungjawab, saling bekerja
sama atau saling tolong-menolong dengan melindungi penderitaan orang
lain, dan ini menjadi dasar mengapa asuransi diperbolehkan dalam
agama Islam karena asas prinsip syariat mengajak kepada sesuatu yang
mengakibatkan keeratan jalinan sesama manusia dan kepada sesuatu
yang meringankan bencana sesama manusia.
151
Sebagaimana firman
Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 2:
152


148
Loc.cit.

149
Rahmat Husein, Asuransi Takaful Selayang Pandang dalam Wawasan Islam dan
Ekonomi, Jakarta, Lembaga penerbit FE-UI, 1997, hal. 234. Ibid, hal. 123.

150
Juhaya S. Praja, Asuransi Takaful, Artikel dikeluarkan oleh PT. Syarikat Takaful
Indonesia, Ibid.

151
Gemala Dewi, Op.cit., hal. 127.

xci
O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-QNL4`-47 ºº W-QwUR4+`
4O÷O^ִ¬E- *.- ºº4Ò
4O¯&O´¯- 4¯-4OO4^¯- ºº4Ò
ִO^³E¤·±- ºº4Ò
ִ³Ø·^ÞU·³^¯- ¨º4Ò
4×-R)`.-47 =e^14l^¯-
4¯-4OO4^¯- 4¹Q7¯4-¯:4C 1E^_··
TR)` ¯ªØ&Ø´±·O L^4Q^¯ØO4Ò ¯
-·OT³4Ò u®7+·UÞUִO
W-Ò÷1·C^·· ¯ ºº4Ò
¯ª7¯EL4`QO^¹·© N¹4*E4E- `¬¯Q·֠
¹Ò¡ ¯ª¬±ÒO³= ^T4N
R³´×¯Oִ☺^¯- R¬-4OO4^¯-
¹Ò¡ W-Ò÷³4-u¬·> O
W-Q+^4Òִ¬·>4Ò OÞ>4N
T´O´¯^¯- ¯O4Q^³+-¯-4Ò W
ºº4Ò W-Q+^4Òִ¬·> OÞ>4N
´¦^¦e"- ÷¹4Ò^³N¬^¯-4Ò ¯
W-Q¬³E>-4Ò -.- W E¹T³
-.- ÷³CR³E- ´··³R¬^¯-
^=÷

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-
syi'ar Allah,
153
dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan
haram,
154
jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya,
155
dan
binatang-binatang qalaa-id,
156
dan jangan (pula) mengganggu
orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari
kurnia dan keredhaan dari Tuhannya
157
dan apabila kamu Telah

152
Soenarjo, Op Cit…hal. 156.

153
Syi'ar Allah ialah segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-
tempat mengerjakannya.

154
Maksudnya antara lain ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan
Rajab), tanah Haram (Mekah) dan Ihram, maksudnya ialah dilarang melakukan peperangan di
bulan-bulan itu.

155
Ialah binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk
mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir
miskin dalam rangka ibadat haji.

156
Ialah binatang had-ya yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu
telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah.

xcii
menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu, dan janganlah
sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka
menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu
berbuat aniaya (kepada mereka), dan tolong-menolonglah kamu
dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-
menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, dan bertakwalah
kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”.

Beberapa dalil-dalil syar’I yang berkenaan dengan praktek
asuransi syari’ah, antara lain dalam firman Allah SWT, Surat Al-Hasyr,
ayat 18 mengenai perintah mempersiapkan hari depan,
158
yang berbunyi:
O&¬³Ò^4C ¬-¯R֠-.-
W-QNL4`-47 W-Q¬³4>- -.-
¯OO¬L4^¯4Ò Ø·^¼4^ E` ^e4`O³·֠
l³4¯R¯ W W-Q¬³E>-4Ò -.- ¯
E¹T³ -.- lOOTlִ= ִ☺T
4¹Q¬Uִ☺u¬·> ^¯l÷
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada
Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu
kerjakan”.


Di samping itu, firman Allah SWT mengenai prinsip-prinsip dalam
muamalah pada Surat Al-Maidah, ayat 1,
159
berbunyi:
ִ¹GCÒ^4C ¬-¯R֠-.-
W-EQN44`-47 W-Q¬·uÒÒ¡
R1Q¬³N¬^¯T ¯ ^e^URO+¡
ª7¯·¯ ¬Oִ☺1Ø&4± ´¦ִ¬u^·-
·ºT³ 4` ¯OÞUuNC ¯ª7¯^OÞU4×
4O¯OEN OQm>R4¬` R³^1O¯-
¯ª+^Ò¡4Ò N¯NONO ¯ E¹T³ -.-
Nª7¯^4·© 4` ÷³CQONC ^¯÷

157
Dimaksud dengan karunia ialah keuntungan yang diberikan Allah SWT dalam
perniagaan. keridhaan dari Allah SWT ialah pahala amalan haji.

158
Soenarjo, Op Cit…hal. 919.

159
Ibid, hal. 156.

xciii




Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu.
dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan
kepadamu. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan
berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya
Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya”.


Allah SWT juga memerintahkan kepada hamba-Nya untuk saling
bekerja sama dan Bantu membantu, sebagaimana firman-Nya dalam
Surat Al-Maidah, ayat 2, dan perintahnya untuk saling melindungi dalam
keadaan susah pada surat Quraisy ayat 4,
160
yang berbunyi:
-^Ø÷ OR֠-.- ¦÷¹ִ☺ִ¬^CÒ¡
TR)` ´vQN· ª÷¹E44`-474Ò ^TR)`
O¯Qִ=
Artinya:
“Yang Telah memberi makanan kepada mereka
untukmenghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari
ketakutan”.


Adapun peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah
berkaitan dengan asuransi syari’ah, antara lain:
161

a. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 426/KMK.06/2003 tentang
Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan
Perusahaan Reasuransi. Peraturan ini ditentukan dalam pasal 3-4
mengenai persyaratan dan tatacara memperoleh izin usaha
perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip
syari’ah, pasal 32 mengenai pembukaan kantor cabang dengan
prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi

160
Soenarjo, Op Cit…hal. 1106.

161
Gemala Dewi, Op.cit., hal. 128-129.
xciv
konvensional, dan pasal 33 mengenai pembukaan kantor cabang
dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan
reasuransi dengan prinsip syari’ah.
b. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 424/KMK.06/2003 tentang
Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan
Reasuransi, dalam pasal 15-18 mengenai kekayaan yang
diperkenankan harus dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan asuransi
dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah.
c. Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Nomor Kep.
4499/LK/2000 tentang Jenis, Penilaian dan Pembatasan Investasi
Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Dengan Sistem
Syari’ah.

3. Prinsip - Prinsip Asuransi Syari’ah
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, setiap perjanjian
asuransi harus mengandung prinsip-prinsip asuransi. Adapun prinsip-
prinsip asuransi, antara lain Insurable interest (kepentingan yang dapat
diasuransikan), Utmost Good Faith (itikad baik), Indemnity (ganti rugi),
proximate cause (penyebab dominan), Subrogation (Pengalihan hak),
Contribution.
162
Adapun prinsip-prinsip asuransi syari’ah meliputi:
163


162
.Asuransi Takaful Indonesia, Modul Pengetahuan Dasar Takaful, PT. Asuransi Takaful
Keluarga.

163
Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah; Deskripsi dan Ilustrasi, Edisi ke-
2, Ekonisia Kampus Fak.Ekonomi UII, Yogyakarta, 2004, hal.115.

xcv
e. Saling bertanggung jawab, dimana kesulitan seorang muslim
dalam kehidupan menjadi tanggung jawab sesama muslim,
sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Imran: 103
164

W-Q÷☺´4-^N-4Ò ÷¯lO4·±
*.- 4¬OR☺ִ· ºº4Ò
W-Q¬֠·OE¼·> ¯
W-ÒNO7^O-4Ò =eִ☺u¬R^
*.- ¯ª7¯^OÞU4× ^OT³ u®7+L7
☯7.-ִ³^NÒ¡ ִ--¯Ò·· 4×u-4
¯ª7¯TQ¬U¬֠ ®7+¯·4l^Ò··
¼·ROR4©u¬RLT L^4Qu=T³
u®7+L74Ò ¯OÞ>4N E¼E-
±E4O^¼NO =TR)` ØOEL¯-
ª7EO·³^Ò·· O&u+R)` ¯
ִlR¯EOE ÷×T)-4:NC +.-
¯ª7¯·¯ ·ROR-4C-47 u7¯+Uִ¬·¯
4¹Ò÷³4-¯&·¯ ^¯´Q÷
Artinya:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama)
Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan
nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah)
bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu
menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang
bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu
Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk”

f. Sesama Muslim saling bekerjasama atau saling membantu,
sebagaimana dalam firman Allah pada Surat At-Taubah, ayat 71 yang
berbunyi:
165

4¹QNLR`u·÷☺^¯-4Ò
¬eE4R`u·÷☺^¯-4Ò
¯ª÷¹¬_u¬4 +7.41R¯uÒÒ¡
¯*u¬4 ¯ ¬HÒ+O÷··4C
´ÒNOu¬ִ☺^¯T

164
Soenarjo, Op Cit…hal. 93.
165
Ibid…hal. 291.

xcvi
4¹¯Qִ¹uL4C4Ò ^T4N
QO·¯L÷☺^¯- ¬HQ÷☺1´³NC4Ò
ÞE¯QÞUO¯- ¬HQ¬>u·NC4Ò
ÞE¯QEEO¯- ¬HQN¬1RCNC4Ò
-.- ¼N¡·.Q÷c4O4Ò ¯
ִlØ·^·¯Ò+¡ Nª÷¹+·EQuO=Oִc
+.- ¯ E¹T³ -.- NOCØG4N
_¦1´¯ִO ^_¯÷
Artinya:
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi
sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang
ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya.
mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
g. Sesama muslim saling melindungi penderitaan satu sama lain,
seperti dalam firman Allah SWT, surat Adh-dhuha ayat 9-10,
166
yang
berbunyi:
E`Ò·· =¦1R©41^¯- ºE··
¯Oִ¹^³·> ^_÷ E`Ò··
=¦1R©41^¯- ºE·· ¯Oִ¹^³·> ^_÷
E`Ò¡4Ò ºØ*.OO¯- ºE··
¯OO&u+·> ^¯´÷
Artinya:
“Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku
sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta,
janganlah kamu menghardiknya”.

h. Karnaen A. Perwataatmadja menambahkan satu prinsip, yaitu
prinsip menghindari unsur-unsur gharar, maysir dan riba.
167

1) Gharar menurut bahasa artinya adalah penipuan. Dalam
asuransi syariah, gharar dapat diatasi dengan mengganti akad
tabaduli dengan akad takafuli yaitu akad tolong menolong atau

166
Ibid…hal. 1071.

167
Karnaen A. Perwataatmadja, Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia, Depok, Usaha
Kami, 1996, hal. 234, dalam Gemala Dewi, Op.cit., hal. 135-136.

xcvii
akad tabarru’ dan akad mudharabah.
168
Allah pun berfirman
dalam QS.al-Maidah ayat 2, yang berbunyi:
O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-QNL4`-47 ºº W-QwUR4+`
4O÷O^ִ¬E- *.- ºº4Ò
4O¯&O´¯- 4¯-4OO4^¯- ºº4Ò
ִO^³E¤·±- ºº4Ò ִ³Ø·^ÞU·³^¯-
¨º4Ò 4×-R)`.-47 =e^14l^¯-
4¯-4OO4^¯- 4¹Q7¯4-¯:4C 1E^_··
TR)` ¯ªØ&Ø´±·O L^4Q^¯ØO4Ò ¯
-·OT³4Ò u®7+·UÞUִO
W-Ò÷1·C^·· ¯ ºº4Ò
¯ª7¯EL4`QO^¹·© N¹4*E4E- `¬¯Q·֠
¹Ò¡ ¯ª¬±ÒO³= ^T4N
R³´×¯Oִ☺^¯- R¬-4OO4^¯-
¹Ò¡ W-Ò÷³4-u¬·> O
W-Q+^4Òִ¬·>4Ò OÞ>4N
T´O´¯^¯- ¯O4Q^³+-¯-4Ò W
ºº4Ò W-Q+^4Òִ¬·> OÞ>4N
´¦^¦e"- ÷¹4Ò^³N¬^¯-4Ò ¯
W-Q¬³E>-4Ò -.- W E¹T³ -.-
÷³CR³E- ´··³R¬^¯- ^=÷


Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar
syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-
bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya,
dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula)
mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang
mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan
apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah
berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada
sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari
Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada
mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada
Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya".

Sedangkan hadist yang berkaitan dengan gharar, adalah:

168
Muhammad Syakir Sula, Op.cit, Hal.174
xcviii
ِ رَ ·َ ·'ا ِ ·ْ -َ - ْ.َ = ْ»´ 'َ -َ و ِ ªْ -َ 'َ = ِ -ا ´ 'َ - ِ-ا ُ لْ·َ -َ ر ِ -َ - ) -اور
ة·-·ه -أ .= ª='- .-اد ·-او ئ'--'او ى--·-ا و »'-- (
Arti:
“Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung
gharar.” (HR.Muslim, Tirmizi, Nasa’I, Abu Daud, dan Ibnu
Majah dari Abu Hurairah).

2) Kata maysir secara harfiah dalam bahasa Arab diartikan dengan
memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras
atau mendapat keuntungan tanpa kerja keras. Terdapatnya
unsur Maisyir merupakan kelanjutan dari adanya unsur gharar.
Pada asuransi syariah, membagi rekening peserta menjadi dua,
yaitu rekening untuk asuransi jiwa yang mengandung unsur
tabungan yang dapat diambil oleh peserta karena pada
dasarnya itu adalah uang peserta sendiri dan rekening tabarru’
yang diniatkan untuk derma. Rekening tabarru’ tidak tercampur
dengan rekening tabungan, maka reversing period di asuransi
syariah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah terjadi sejak
awal dan nilai tunai sudah sejak awal tahun pertama masuk
menjadi peserta asuransi. Karena itu tidak ada unsur maysir.
Karena tidak ada yang dirugikan. Menurut QS.Al-Maidah:90,
yang berbunyi:
169

O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-EQN44`-47 ִ☺^^T³
NO^☺·C^¯-
+O´O^1ִ☺^¯-4Ò
C·=^·-4Ò
Nª·¯^e·-4Ò Ø·^·ØO ^TR)`
÷ִ☺4N ^T·C^OO=¯-

169
Ibid., Hal.176
xcix
+ÞQ+lR°4-^··· ¯ª7¯+Uִ¬·¯
4¹Q÷·TU^¼¬> ^_´÷

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya
(meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala,
mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan
itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

Rasulullah bersabda:
ُ .َ =اْوَ ا ً `َ `َ = َ م´ ·َ ='ً =ْ·ُ - ´ `ِ ا ْ»ِ +ِ =ْوُ ·ُ - َ'َ = َ نْ·ُ -ِ 'ْ -ُ -'اَ و
'ً -اَ ·َ = ) ف·= .-و·-= .= ى--·-ا -اور (

Artinya:
“Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang
mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang
halal atau yang menghalalkan yang haram.”

3) Riba menurut istilah berarti pengambilan tambahan dari harta
pokok atau modal secara batil. Asuransi syariah mengeliminir
riba dengan menggunakan konsep mudharabah. Kontrak yang
dipergunakan dalam asuransi syariah adalah akad tolong
menolong (takafuli) yaitu akad tabarru’ dan akad tijarah. Akad
tijarah yang dipakai adalah mudharabah sedangkan akad
tabarru’ adalah hibah. Adapun firman Allah yang berkenaan
dengan riba tercantum dalam QS.Al-Baqarah:275, yang
berbunyi:
170

¬-¯R֠-.- 4¹Q¬U¬±·4C
W-¯Q4Q´O¯- ºº
4¹QN`Q¬³4C ·ºT³ ִ☺E
N¯Q¬³4C OR֠-.-
+O7C*:ִC44C ÷T·C^OO=¯-

170
Ibid, Hal 53
c
=TR` +¹·ִ☺^¯- ¯ ִlR¯·O
¯ª÷¹^^ÒT W-EQ7¯·֠
ִ☺^^T³ ÷7^O4l^¯- Nu1R`
W-¯Q4Q´O¯- ¯ EִOÒ¡4Ò
+.- ִ7^O4l^¯- 4¯·OִO4Ò
W-¯Q4Q´O¯- ¯ Tִ☺··
+Þ47.ִ֠T ¬O·¬RN¯Q4` TR)`
·ROTÞ·O ¯Oִ¹4^··
N¡·-·· 4` ִ-ÞUִc
¼+ÞNO^`Ò¡4Ò OÞ¯T³ *.- W
¯ó4`4Ò ִ14N ִlØ·^·¯Ò+··
CUִ·^Ò¡ ØOEL¯- W ¯ª¬-
O&OR· ¬HÒ¬T-ִ= ^=_T÷
Artinya:
“ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat
berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang
kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.
Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan
mereka Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli
itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan
jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang
Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu
terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa
yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang
larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang
yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah
penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.

Sedangkan Hadist yang berkaitan dengan riba, berbunyi:

َ ل'َ · ُ ªْ -َ = ُ -ا َ ِ -َ ر َ ªَ -ْ -َ =ُ = ¸-ِ -َ ا ْ.َ = : ىَ ·َ -ْ -ُ ا ِ -'َ ا ُ -ْ -َ أَ ر
ُ تَ ·ِ -ُ ´ِ · ِ ªِ -ِ = 'َ =َ ِ -- َ ·َ -َ 'َ · 'ً -'´ =َ = اً -ْ -َ = . َ ل'َ -َ · ُ ªُ -ْ 'َ 'َ -َ · : َ +َ -
ِ م´ -'ا ِ .َ -َ `َ و ِ -ْ 'َ ´ْ 'ا ِ .َ -َ ` ْ.َ = َ »´ 'َ -َ و ِ ªْ -َ 'َ= ُ -ا ´ 'َ - ُ ِ -´ -'ا .
ِ ªَ - ْ·ُ - ْ·َ -ْ 'اَ و ِ ªَ -ِ -ا َ ·'ا ْ.َ = َ +َ -ِ و . ِ ªِ ''ِ آْ·ُ -َ و 'َ - ·'ا .ِ 'ِ آَ اَ و .
َ ر ·َ -ُ -'ا َ .َ ·َ 'َ و .

Artinya:
“Diriwayatkan dari (Aun bin) Abu Juhayfah r.a. ayahku
membeli seorang budak yang melakukan pekerjaan
hajjamah (menarik darah keluar dari tubuh seseorang
untuk keperluan pengobatan). Ayahku mengambil alat-
alatnya (dan merusaknya). (Aku bertanya kepada
ci
ayahku kenapa berbuat seperti itu). Ia menjawab, “Nabi
Saw melarang memperdagangkan seekor anjing atau
darah, dan juga melarang pekerjaan mentato atau ditato,
dan (melarang menerima) pemakan riba dan orang yang
memberikan riba dan melaknat para pembuat gambar.”

4. Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi
Syari’ah
Adapun perbedaan antara asuransi syari’ah dan asuransi
konvensional akan diperjelas dari tabel dibawah ini:
Tabel 1
Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah

No Prinsip Asuransi Konvensional Asuransi Syari’ah
1. DPS(Dewan
Pengawas
Syari’ah)

-
Ada, yang berfungsi untuk
mengawasi pelaksanaan
operasional perusahaan agar
terbebas dari praktek yang
bertentangan dengan prinsip
syari’ah.
2. Akad Jual Beli Akad Tabarru’ dan Akad
Tijarah
3. Investasi Dana Investasi dana berdasarkan
bunga
Investasi dana berdasarkan
syari’ah dengan sistem bagi
hasil (mudharabah).
4. Keemilikan Dana Dana yang terkumpul dari
nasabah (premi) menjadi
milik perusahaan, sehingga
perusahaan bebas
menentukan investasinya.
Dana yang terkumpul dari
nasabah (premi) merupakan
milik peserta. Perusahaan
hanya sebagai pemegang
amanah untuk mengelola.
3. Unsur Premi Terdiri dari: tabel mortalita,
bunga (Interest), dan biaya-
biaya asuransi (Cost of
Insurance)
Iuran atau kontribusi terdiri dari
unsur tabarru’ dan tabungan
(saving). Tabarru’ dihitung dari
tabel mortalita, tetapi tanpa
perhitungan bunga.
4. Pembayaran Klaim Dari rekening perusahaan Dari rekening tabarru’
5. Keuntungan (profit) Diperoleh dari surplus
underwriting, komisi
reasuransi, dan hasil
investasi seluruhnya adalah
keuntungan perusahaan
Diperoleh dari surplus
underwriting, komisi
reasuransi, dan bagi hasil
keuntungan investasi
Sumber: Muhamad Syakir Sula, 2004

Dibandingkan asuransi konvensional, maka suransi syari’ah
memiliki perbedaan yang mendasar dalam beberapa hal, yaitu:
171


171
Heri Sudarsono, Op.cit., hal. 104, lihat juga Gemala Dewi, Op.cit., hal. 137.
cii
a. Keberadaan Dewan pengawas Syari’ah
merupakan suatu keharuan, karena berperan dalam mengawasi
manajemen, produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa
sejalan dengan syariat Islam.
b. Prinsip akad adalah takafuli (tolong menolong),
yaitu nasabah yang satu menolong nasabah yang lainnya yang
tengah mengalami kesuilitan, sementara pada konvensional akad
bersifat tabaduli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan).
c. Dana yang terkumpul dari nasabah asuransi
syari’ah diinvestasikan dengan sistem bagi hasil, sementara pada
asuransi konvensional investasi dana dilakukan pada sembarang
sector dengan sistem bunga.
d. Pada asuransi syari’ah, premi yang terkumpul
diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah, dan perusahaan
hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Sementara
pada asuransi konvensional, premi menjadi milik perusahaan dan
perusahaan memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan
pengelolaan dana tersebut.
e. Unsur premi pada asuransi syari’ah terdiri dari
unsur tabarru’ dan tabungan (saving). Tabarru’ dihitung dari tabel
mortalita, tetapi tanpa perhitungan bunga. Sementara pada sistem
konvensional menggunakan tabel mortalita, bunga (Interest), dan
biaya-biaya asuransi (Cost of Insurance).
f. Pembayaran klaim nasabah, dana diambil dari
rekening tabarru’ (dana sosial) seluruh peserta yang telah diikhlaskan
ciii
untuk keperluan tolong menolong bila ada peserta yang terkena
musibah, sedangkan dalam asuransi konvensional dana pembayaran
klaim diambil dari rekening milik perusahaan.
g. Keuntungan investasi dibagi dua antara
nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan sebagai pengelola
dengan prinsip bagi hasil, sementara pada asuransi konvensional
keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan, dan jika tidak ada
klaim, maka nasabah tidak memperoleh apa-apa.

5. Ketentuan Operasi Asuransi Syari’ah
Dalam menjalankan operasinya, asuransi syari’ah berpegang
pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
172

g. Akad, yaitu kejelasan akad dalam praktek
muamalah, dimana akad yang digunakan adalah akad jual beli
(tadabuli) atau tolong menolong (takaful).
h. Gharar, dimana dalam asuransi syari’ah,
mengganti akad dengan niat tabarru’ yaitu suatu niat tolong menolong
pada sesama peserta apabila ada yang ditakdirkan mendapat
musibah.
i. Tabarru’ dana ini disimpan dalam rekening
khusus, jika ada yang tertimpa musibah, maka dana klaim yang
diberikan adalah dari rekening tabarru’ yang sudah diniatkan oleh
sesame takaful untuk saling tolong menolong.
j. Maysir, dalam mekanisme asuransi syari’ah,
keterbukaan merupakan akselerasi dari realisasi prinsip-prinsip

172
Endy M. Astiwara, Perbedaan Secara Syariah Asuransi Takaful dengan Asuransi
Konvensional, Muamatuna, Vol. I/Edisi 1/Th. 1, 2001, dalam Heri Sudarsono, Op.cit, hal. 116-118.
civ
syari’ah, karena tidak ada kepercayaan jika tidak ada keterbukaan
dalam informasi.
k. Riba, keberadaan asuransi syari’ah dalam
menyimpan dananya di bank syari’ah dengan sistem mudharabah.
l. Dana hangus, dalam asuransi konvensional
peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin
mengundurkan diri sebelum masa reversing period, maka dana
peserta itu hangus. Demikian pula, asuransi non tabungan atau
asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim, maka
premi yang dibayarkan akan hangus sekaligus menjadi milik pihak
asuransi.

6. Asuransi Takaful Kesehatan
Asuransi jenis ini merupakan produk tanpa unsur tabungan (non
saving) adalah produk syari’ah dimana struktur produknya tidak terdapat
unsur tabungan yang bersifat tabarru’ (dana tolong menolong).
173

Program ini diperuntukkan bagi perorangan maupun
perusahaan/lorganisasi yang bermaksud menyediakan dana santunan
rawat inap dan operasi bila peserta sakit dan kecelakaan dalam masa
perjanjian.
Adapun ketentuan dari asuransi ini adalah:
174

j. Usia peserta masuk 5 sampai dengan 50 tahun.
k. Kontrak 1 tahun.
l. Pembatasan 1 tahun.

173
Muhamad Syakir Sula, Op.cit, hal. 650-651.

174
Ibid.
cv
m. Biaya polis Rp. 20.000,-.
n. Cara bayar premi tahunan.
o. Manfaat kesehatan dibayarkan untuk perawatan
minimal 4 hari.
p. Sistem pembayaran adalah reimbursement.
q. Jangka waktu pengajuan klaim 14 hari.
r. Pembayaran klaim adalah 80 % dari kuitansi
dan maksimal = manfaat kesehatan dan bukan untuk biaya karena
melahirkan.

H. Klaim (Claim)
Klaim (Claim) berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta
untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau
tidak. Klaim yang diajukan oleh tiap peserta meliputi beragam dokumentasi
yang diverifikasi diantaranya adalah: Dokumen klaim, polis masih dalam
kondisi in force, Peristiwa yang masih dalam kontrak, peristiwa kerugian tidak
dalam pengecualian polis.
Dokumen klaim yang diajukan peserta kepada pihak perusahaan
harus secara lengkap, menyangkut semua informasi mengenai peristiwa
yang menyebabkan peserta mengalami kerugian dan besarnya nominal
kerugian yang dialami.
Polis masih dalam kondisi in force artinya polis tersebut masih dalam
keadaan aktif dibuktikan dengan premi lanjutan-premi lanjutan yang masih
terus dilanjutkan. Jika premi lanjutan tidak dibayar maka pengajuan klaim
akan ditolak apabila tertunggak melewati grace priode yang telah ditentukan.
cvi
Verifikasi juga mengenengahkan apakah peristiwa kerugian yang
dialami oleh peserta masih dalam kontrak atau diluar kontrak. Apabila
peristiwa sebelum atau sesudah kontrak dilakukan maka pengajuan klaim
akan ditolak.
Peristiwa yang menyebabkan terjadinya kerugian pada pihak peserta
tidak termasuk dalam klausal pengecualian sebagaimana tercantum dalam
polis. Sebagaimana kematian yang disebabkan oleh bunuh diri dan lain
sebagainya.
i. Pengertian Klaim
Klaim dapat diartikan sebagai permintaan peserta maupun ahli
warisnya atau pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan
asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. Setiap
dokumentasi yang diterima akan dilakukan verifikasi.
ii. Jenis-jenis Klaim
1. Klaim Habis Kontrak
Klaim yang diajukan oleh peserta karena perjanjian telah berakhir
sampai batas yang telah disepakati missal 10 tahun, merupakan klaim
habis kontrak. Adapun dokun-dokumen yang diperlukan diantaranya
adalah: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy
identitas diri yang masih berlaku dan buku asli pembayaran premi
terakhir.
2. Klaim Nilai Tunai
Klaim yang diakibatkan terjadi peristiwa kematian pada peserta.
Yang menggajukan kliam adalah dari pihak ahli waris yang tercantum
pada polis atau boleh pihak lain yamg diberikan kuasa atau pihak lain
cvii
yang berkepentingan terhadap manfaat asuransi, misalnya lembaga
pembiayaan bank dan leasing. Adapun dokumen-dokumen yang
dibutuhkan diantaranya: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis
asli, foto copy identitas diri yang masih berlaku, surat keterangan dari
rumah sakit yang menerangkan sebab meninggal dunia, surat
keterangan dari pamong praja dan surat keterangan dari Kepolisian
Republik Indonesia, jika musibah karena lalu lintas.
3. Klaim Nilai Tunai Sebagian
Klaim nilai tunai sebagian dilakukan pada peserta apabila jumlah
polis telah mencapai 2 tahun dan aktif serta maksimal jumlah yang
dapat diambil 50% dari saldo tabungan. Peserta tidak dikenakan beban
sedikit pun karena itu termasuk bunga, asuransi takaful biaya tersebut
merupakan bagian dari premi peserta sendiri.
4. Klaim Biaya Perawatan
Pengantian kerugian peserta dengan alasan pengeluaran biaya
oleh peserta dalam perawatan/pengobatan rumah sakit karena
kecelakaan ataupun sakit dengan syarat penyakit tersebut tidak
termasuk dari klausa pengecualian polis. Dokumentasi yang diperlukan
Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy identitas
diri yang masih berlaku, resume dari rumah sakit dimana dirawat,
laboratorium dan photo copy biaya pengobatan asli.
5. Klaim Tahapan Pendidikan
Klaim yang diajukan oleh peserta karena jatuh tempo dana
pendidikan sebagaimana yang tercantum pada polis. Dokumentasinya
Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy identitas
cviii
diri yang masih berlaku, bukti asli pembayaran premi terakhir, surat
jatuh tempo tahapan dari perusahaan. (Tidak wajib).


I. Fatwa DSN No. 21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi Syari’ah
Klaim atau claims merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya
maupun pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas
terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan, atau aplikasi oleh
peserta untuk memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia
berdasarkan perjanjian.
175
Secara umum prosedur klaim pada asuransi
umum hampir sama dengan, baik pada asuransi syari’ah maupun
konvensional.
Yang membedakan dari masing-masing perusahaan adalah
kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim. Adapun prosedur klaim,
antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti lisan dan diperkuat
dengan laporan tertulis), bukti klaim kerugian (menyerahkan klaim tertulis
dengan melengkapi lembaran klaim standar yang dirancang khusus untuk
masing-masing class of business), penyelidikan (melakukan survey ke
lapangan atau menunjuk independent adjuster, dimana laporan akan
dijadikan dasar apakan klaim dijamin oleh polis atau tidak), penyelesaian
klaim (kesepakatan mengenai jumlah penggantian sesuai peraturan
perundangan yang berlaku, dan diisyaratkan bahwa pembayaran klaim tidak
boleh lebih dari 30 hari sejak terjadi kesepakatan).
176


175
Ibid, hal. 259.

176
Ibid.

cix
Adapun proses paling sederhana dalam proses klaim, dimana
masing-masing perusahaan memiliki prosedur sendiri untuk mempermudah
nasabah (services), berikut gambar proses klaim sampai kepada
pembayaran (penyelesaian klaim):
177


Gambar 1
Proses Klaim Asuransi

Sumber: Muhamad Syakir Sula, 2004

Sumber pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diperoleh dari
rekening tabarru’, yaitu iuran kebajikan yang telah diniatkan oleh peserta
untuk dana saling tolong menolong apabila ada peserta lain yang terkena

177
Ibid, hal 263.
Periksa Penutupan
Pengenalan
Tidak Ditutup Ditutup Tunjuk Adjuster
Tolak Minta Dokumen
Pembayaran
Lapor Proses
Tawarkan Tolak
Voucher Pengambilan
cx
musibah,
178
sedangkan pada asuransi konvensional, sumber pembayaran
klaim berasal dari rekening perusahaan, murni bisnis, dan tentu tidak ada
nuansa spiritual yang melandasinya. Klaim yang dibayarkan perusahaan
adalah bagian dari kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad
atau perjanjian asuransi, yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah
premi sebagai tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar
klaim sebagai penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh
tempo.
179
Jenis klaim ada empat macam, antara lain klaim habis kontrak,
klaim meninggal dunia, klaim nilai tunai, klaim nilai sebagian, klaim biaya
perawatan, dan klaim tahapan pendidikan.
180

Administrasi klaim berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim
peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak
bayar atau tidak. Setiap dokumen yang diterima akan dilakukan verifikasi
secara umum, meliputi dokumen klaim, polis dalam kondisi in force, peristiwa
kerugian masih dalam kontrak, peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian
polis, tidak mengandung kecurangan atau tidak melanggar peraturan.
181

Berdasarkan fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001
tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah, dijelaskan pada pasal keenam
mengenai premi, yaitu:
182

6. Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad sistem tijarah
dan jenis akad tabarru’.

178
Khoiril Anwar, Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance), Surakarta,
Hafs Media, 2006, hal. 37
179
H. A. Djazuli dan Yadi Janwari, Op.cit., hal. 121.

180
Khoiril Anwar, op.cit, hal. 65-67.

181
Ibid, hal. 63-64.

182
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, Fatwa DSN No. 21/DSN-MUI/X/2001
Tentang Pedoman Asuransi Syariah, Jakarta, 17 Oktober 2001, hal. 138.
cxi
7. Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi
syari’ah dapat menggunakan rujukan, misalnya tabel mortalita untuk
asuransi jiwa dan table morbidita untuk asuransi kesehatan, dengan syarat
tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya. (Pada lampiran)
8. Premi yang berasal dari jenis akad sistem mudharabah dapat
diinvestasikan dan hasil investasinya di bagi hasilkan kepada peserta.
9. Premi yang berasal dari jenis akad tabarru’ dapat
diinvestasikan.
10. perhitungan mengunakan sistem bagi hasil nisbah seperti 50 :
50 atau 60 : 40 yang disepakati diawal.
Sementara pada pasal ketujuh mengenai klaim dijelaskan:
183

5. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada
awal perjanjian.
6. Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang
dibayarkan.
7. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta,
dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya.
8. Klaim atas akad tabarru’, merupakan hak peserta dan
merupakan kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad.

J. Hasil Penelitian Relevan
Penelitian yang telah dilakukan oleh Ida Wahyunigsih dengan judul
penelitian Analisis Implementasi Produk Asuransi Takaful dana Siswa,
penelitian ini dengan rumusan masalah bagaimana kesesuaian implementasi

183
Ibid.
cxii
produk asuransi dana siswa pada Asuransi Takaful Keluarga Cabang
Surakarta terhadap Fatwa DSN dan MUI, penelitian ini difokuskan pada
implementasi produk asuransi takaful keluarga Cabang Surakarta terhadap
Fatwa DSN-MUI no 21/DSN-MUI/X/2001 dengan batasan masalah tentang
pedoman umum Asuransi Syari’ah.
Adapun tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui
kesesuaian implementasi produk asuransi takaful dana siswa yang telah
dilaksanakan dengan Fatwa DSN-MUI. Hasil penelitian menyatakan
implementasi produk Asuransi Syari’ah Takaful yang meliputi permohonan
asuransi, aqad, underwriting, premi, pengelolaan dana, loading, klaim dan
tempat kedudukan perselisihan yang kurang sesuai dengan fatwa DSN dan
yang lainya telah sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam konsep
fatwa dewan Syari’ah Nasional.
Dari hasil penelusuran penulis selama ini, belum pernah menemukan
penelitian tentang pembayaran klaim pada asuransi syariah.










cxiii
BAB II
LANDASAN TEORI

K. Gambaran Umum Tentang Asuransi
Asal mula kegiatan asuransi di Indonesia merupakan kelanjutan
asuransi yang ditinggalkan oleh pemerintah Hindia Belanda, sedangkan
peraturan pemerintah Indonesia yang mengatur tentang asuransi baru
dikeluarkan pada tahun 1976, kemudian melalui Surat Keputusan Menteri
Keuangan No. 1136/KMK/IV/1976 tentang penetapan besarnya cadangan
premi dan biaya oleh Perusahaan Asuransi di Indonesia.
184
Selanjutnya Surat
Keputusan Menteri Keuangan No. 1249/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember
1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan di bidang Asuransi
Kerugian, dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1250/KMK.013/1988
tanggal 20 Desember 1988 tentang Asuransi Jiwa.
185

Peraturan Menteri Keuangan tersebut tidak berlaku lagi setelah
dikeluarkannya UU No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian di
Indonesia dan Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 1992 tentang
Penyelenggaraan Usaha Perasuransian, disamping kedua peraturan
tersebut, dasar acuan pembinaan dan pengawasan usaha asuransi di
Indonesia juga didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan No.
223/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Izin Perusahaan
Asuransi dan Reasuransi, No. 224/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993
tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi, No.

184
Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi ke-6, Jakarta, PT. Raja Grafindo
Persada, 2001, hal. 277.

185
Ibid.
11
cxiv
225/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Penyelenggaraan
Usaha Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, dan No. 226/KMK.017/1993
tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan
Usaha Penunjang Usaha Asuransi.
186

15. Pengertian Asuransi
Kata asuransi berasal dari bahasa Belanda, assurantie, yang
dalam hukum Belanda disebut verzekering, yang artinya
pertanggungan.
187
Robert I. Mehr mengartikan asuransi sebagai suatu
alat untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit
yang beresiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi,
kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan
didistribusikan secara proporsional di antara semua unit dalam gabungan
tersebut.
188

Asuransi juga diartikan sebagai suatu kemauan untuk menetapkan
kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti
(substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti.
189
Menurut
Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1992 tentang usaha
perasuransian, diuraikan definisi tentang asuransi sebagai berikut:
“Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau
lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung,
dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian

186
Ibid., hal. 278.

187
KH. Ali Yafie, Asuransi Dalam Pandangan Syariat Islam, Menggagas Fiqih Sosial,
Bandung, Mizan, 1994, hal. 205-206, Emmy P. Simanjuntak, Hukum Pertanggungan, UGM,
Yogyakarta, 1982, hal. 7, dalam Muhammad Syakir Sula, Asuransi Syariah (Life And General):
Konsep dan Sistem Operasional, Gema Insani Press, Jakarta, 2004, hal. 26.

188
Robert I. Mehr, Life Insurance Theory And Practice, 1985, Business Publication. Inc.,
dalam Muhammad Syakir Sula, Ibid.

189
Abbas Salim, Asuransi dan Manajemen Resiko, Cetakan Keenam, Edisi Revisi Ke-2,
Jakarta, PT. Raja Grafindo Perkasa, 2000, hal. 1.
cxv
kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan
keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak
ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu
peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran
yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang
dipertanggungkan”.
190


Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
asuransi adalah perjanjian dimana tertanggung dan penanggung
mengikat perjanjian tentang hak dan kewajibannya masing-masing,
dimana perjanjian tersebut tertuang dalam bentuk polis asuransi yang
telah ditentukan syarat-syarat, hak dan kewajiban masing-masing pihak,
jumlah uang yang dipertanggungkan, serta jangka waktu asuransi.
Apabila dalam masa pertanggungan terjadi sebuah resiko, maka pihak
penanggung (perusahaan asuransi) akan membayar sesuai dengan
perjanjian yang telah disepakati bersama.

16. Tipologi Asuransi
Jenis asuransi yang berkembang di Indonesia saat ini jika dilihat
dari fungsinya, antara lain:
191

a. Asuransi kerugian (non life insurance), sebagaimana yang
terdapat dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha
Asuransi dijelaskan bahwa asuransi kerugian menjalankan usaha
memberikan jasa untuk menanggulangi resiko atas kerugian,
kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga
dari suatu peristiwa yang tidak pasti. Yang termasuk dalam asuransi

190
Kasmir, Op.cit., hal. 276, dan Subagyo, dkk, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya,
Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Yogyakarta, STIE YKPN, 2002, hal. 138.

191
Ibid., hal. 278-280, dan Faried Wijaya dan Soetatwo Hadiwigeno, Lembaga-Lembaga
Keuangan dan Bank: Perkembangan, Teori dan Kebijakan, Cetakan Keempat, Yogyakarta, BPFE
UGM, 1999, hal. 377.
cxvi
kerugian adalah asuransi kebakaran, asuransi pengangkutan, dan
asuransi aneka, seperti asuransi kendaraan bermotor, kecelakaan
diri, dan pencurian.
b. Asuransi jiwa (life insurance), merupakan perusahaan asuransi
yang dikaitkan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya
seseorang yang dipertanggungkan. Jenis-jenis asuransi jiwa ini
adalah asuransi berjangka (term insurance), asuransi tabungan
(endowment insurance), asuransi seumur hidup (whole life insurance),
dan annuity contract insurance (anuitas).
c. Reasuransi (reinsurance), merupakan perusahaan asuransi yang
memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang terhadap
resiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian. Asuransi ini
digolongkan ke dalam bentuk treaty, bentuk facultative, serta
kombinasi dari keduanya.
Sementara itu, jika dilihat dari segi kepemilikannya, maka asuransi
dapat diklasifikasikan antara lain:
192

i. Asuransi milik pemerintah, yaitu asuransi yang sahamnya
dimiliki sebagian besar atau bahkan 100 % oleh pemerintah
Indonesia.
j. Asuransi milik swasta nasional, kepemilikan saham
asuransi ini sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional, sehingga siapa
yang paling banyak memiliki saham, maka memiliki suara terbanyak
dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

192
Ibid., hal. 280.
cxvii
k. Asuransi milik perusahaan asing, merupakan perusahaan
asuransi yang biasanya beroperasi di Indonesia, dan hanyalah
merupakan cabang dari negara lain, dimana kepemilikannya 100 %
dimiliki oleh pihak asing.
l. Asuransi milik campuran, merupakan jenis asuransi yang
sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional dengan pihak
asing.
Adapun John H. Magee mengklasifikasikan asuransi sebagai
berikut:
193

e. Jaminan sosial (social insurance), merupakan asuransi
wajib, karena setiap orang atau penduduk harus memilikinya.
Jaminan ini bertujuan supaya setiap orang mempunyai jaminan untuk
hari tuanya (old age).
f. Asuransi sukarela (voluntary insurance), adalah bentuk
asuransi yang dijalankan secara sukarela, tidak dengan paksaan,
sehingga setiap orang bias atau tidak mempunyai asuransi jenis ini.
Asuransi sukarela dibagi dalam dua jenis, yaitu:
1). Government insurance, yaitu asuransi yang
dijalankan oleh pemerintah atau negara, misalnya jaminan yang
diberikan kepada prajurit yang cacat sewaktu peperangan.
2). Commercial insurance, merupakan asuransi yang
mempunyai tujuan untuk melindungi seseorang ataupun keluarga
serta perusahaan dari resiko yang mendatangkan kerugian.
Tujuan perusahaan asuransi ini bersifat kompersial dengan motif

193
John H. Magee, General Insurance, (Richard D. Irwin), dalam Abbas Salim, Op.cit., hal.
2-3, dan Subagyo, dkk, Op.cit., hal. 142-143.
cxviii
mencari keuntungan (profit motive). Bentuk asuransi ini dibagi
pada dua kelompok:
a). Asuransi jiwa (personal life insurance),
bertujuan untuk memberikan jaminan kepada seseorang atau
keluarga yang disebabkan oleh kematian, kecelakaan serta
sakit, seperti PT. Asuransi Jiwas Raya, Asuransi Jiwa Bumi
Putera 1912, dan Asuransi Jiwa Dharma Nasional.
b). Asuransi kerugian (property insurance),
bentuk asuransi ini hamper sama dengan asuransi umum,
yang bertujuan memberikan jaminan kerugian yang
disebabkan oleh kebakaran, pencurian, seperti PT.
Reasuransi Umum Indonesia, dan PT. Asuransi Kerugian.
Menurut jenis bidang yang ditangani, ada beberapa macam
asuransi, antara lain:
194

a. Asuransi jiwa, merupakan bentuk
kerjasama untuk mengurangi resiko yang diakibatkan oleh resiko
kematian, resiko hari tua, dan resiko kecelakaan.
b. Asuransi kecelakaan diri, adalah
usaha untuk melindungi resiko financial akibat kecelakaan seperti,
benturan atau sentuhan benda keras atau benda cair (kimiawi), gas
atau api, terhadap badan (jasmani) seseorang, yang mengakibatkan
kematian atau cacat serta luka, yang sifat dan tempatnya dapat
ditentukan oleh dokter.

194
Soeisno Djojosoedarso, Prinsip-Prinsip Manajemen Resiko dan Asuransi, Cetakan
Pertama, Jakarta, Salemba Empat, 1999, hal. 74-77.
cxix
c. Asuransi sosial, adalah asuransi
yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota masyarakat, baik
secara local, regional, maupun nasional, yang diselenggarakan oleh
pemerintah atau lembaga yang ditunjuk, dimana setiap anggota
masyarakat memikul kewajiban sosial (membayar premi wajib) dan
memperoleh jaminan sosial pula.
d. Asuransi sosial tenaga kerja, yaitu
perlindungan sosial bagi tenaga kerja yang dijalankan melalui pola
mekanisme asuransi dan dikelola oleh Perum ASTEK.
e. Asuransi kesehatan, merupakan
asuransi yang memberikan santunan kesehatan kepada seseorang
(tertanggung) berupa sejumlah uang untuk biaya pengobatan dan
perawatan bila diluar kehendak ia diserang penyakit.
f. Asuransi kecelakaan penumpang,
adalah asuransi yang mengelola perlindungan sosial dalam
kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan yang penyelenggaranya
adalah PT. Asuransi Jasa Raharja.
g. Asuransi kebakaran, merupakan
pertanggungan yang menjamin kerugian atau kerusakan atas harta
benda (tetap maupun bergerak) yang disebabkan oleh kebakaran,
dan terjadi karena api sendiri atau api dari luar, udara jelek, kurang
hati-hati, kesalahan atau perbuatan tidak pantas dari pelayan
tertanggung, tetangga, musuh, perampok dan apa saja dan dengan
cara bagaimanapun sebab timbulnya kebakaran.
cxx
h. Asuransi kredit, yaitu pertanggungan
yang diberikan kepada pemberi kredit (bank dan lembaga keuangan)
terhadap resiko kredit, yaitu tidak diperolehnya kembali kredit yang
diberikan oleh tertanggung kepada nasabah.
i. Asuransi rekayasa atau engineering
insurance, yaitu pertanggungan yang diterapkan pada proyek-proyek
pembangunan yang berhubungan dengan rekayasa, yang
memberikan perlindungan dalam pelaksanaan pembangunan.
j. Asuransi perusahaan, merupakan
pertanggungan yang meliputi, asuransi pengiriman uang,
195

penyimpanan uang,
196
penggelapan uang,
197
pencurian uang,
198
dan
asuransi proses perusahaan.
199

k. Asuransi tanggung gugat, yaitu
kewajiban untuk bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh
pihak lain.
l. Asuransi transportasi, merupakan
asuransi yang berkenaan dengan barang-barang dalam transit atau
barang yang sedang ditangani perusahaan pengangkutan.

195
Yaitu kemungkinan hilang atau rusaknya uang logam atau kertas dan surat-surat
berharga, yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak diketahui.

196
Yaitu kemungkinan hilangnya uang logam, uang kertas dan surat berharga yang
disimpan di dalam lemari, strongroom, berada dalam cashier’s box selama jam kerja.

197
Yaitu kemungkinan kerugian yang diduga oleh majikan disebabkan oleh ketidakjujuran
karyawannya.

198
Yaitu pencurian uang yang disimpan di dalam rumah atau kantor, dengan ketentuan
bahwa uang itu disimpan dalam lemari besi atau strongroom, dimana yang dijamin adalah
pencurian dengan cara merusak rumah atau kantor dan lemari tempat penyimpanan uang.

199
Merupakan kerugian financial yang diderita bila perusahaan tidak berjalan atau
sementara berjalan di bawah normal. Resiko yang ditanggung adalah akibat resiko kecelakaan
kerja, machinery breakdown, dan mogok kerja atau kegaduhan buruh.
cxxi

17. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi
Pelaksanaan perjanjian antara perusahaan asuransi dan nasabah
tidak dapat dilakukan secara sembarangan, melainkan harus dilakukan
sesuai dengan prinsip-prinsip asuransi dengan tujuan untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari antara kedua belah pihak.
Adapun prinsip-prinsip asuransi tersebut, antara lain:
200

m. Insurable Interest, adalah perihal berdasarkan hukum
untuk mempertanggungkan suatu resiko berkaitan dengan keuangan
yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dan yang
dipertanggungkan, serta dapat menimbulkan hak dan kewajiban
keuangan secara hukum.
n. Utmost Good Faith (itikad baik), yaitu penetapan suatu
kontrak yang didasarkan kepada itikad baik antara tertanggung dan
penanggung mengenai seluruh informasi baik materil maupun
immateril.
o. Indemnity atau ganti rugi, yaitu mengendalikan posisi
keuangan tertanggung setelah terjadi kerugian seperti pada posisi
sebelum terjadinya kerugian. Prinsip ini tidak berlaku dalam asuransi
jiwa dan kecelakaan, karena prinsip ini hanya didasarkan pada
kerugian yang bersifat keuangan.
p. Proximate Cause adalah suatu sebab aktif, efisien yang
mengakibatkan terjadinya peristiwa berantai dan intervensi kekuatan
lain, diawali dan bekerja dengan aktif dari sumber baru dan
independent.


200
Kasmir, Op.cit., hal. 282-283.
cxxii
q. Subrogation, merupakan hak penanggung yang telah
memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain
yang mengakibatkan kepentingan asuransi mengalami kerugian.
Artinya penggantian kerugian tidak mungkin lebih besar dari kerugian
yang diderita.
r. Contribution, yaitu suatu prinsip dimana penanggung
berhak mengajak penanggung lainnya yang memiliki kepentingan
yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada
tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing
penanggung tidak sama besar.


18. Manfaat Asuransi
Asuransi banyak sekali kegunaannya, baik untuk perorangan
(individu), bagi masyarakat maupun perusahaan.
201
Riegel dan Miller
mengemukakan beberapa faedah asuransi sebagai berikut:
202

m. Asuransi membuat masyarakat dan perusahaan berada
dalam keadaan aman.
n. Dengan asuransi, efisiensi perusahaan (business
efficiency) dapat dipertahankan, sehingga untuk menjaga kelancaran
perusahaan (going concern) dengan jalan pertanggungan akan
mengurangi dan memperkecil resiko yang terjadi.
o. Adanya suatu kecenderungan, penarikan biaya akan
dilakukan seadil mungkin (the equitable assetsment of cost), atau

201
Abbas Salim, Op.cit., hal. 11.

202
R. Riegel dan J.S. Miller, Insurance Principles and Practices, (Prentice Hall), dalam
Abbas Salim, Ibid., hal. 12-14.
cxxiii
ongkos asuransi harus adil menurut besar kecilnya resiko yang
dipertanggungkan.
p. Asuransi menjadi dasar pemberian kredit (insurance
serves as a basis of credit).
q. Asuransi merupakan alat penabung (saving).
r. Asuransi sebagai suatu sumber pendapatan (earning
power) yang didasarkan kepada financing the business.
Dengan demikian, keuntungan asuransi adalah keuntungan bagi
perusahaan asuransi dan bagi nasabah, dimana bagi perusahaan
asuransi akan memberikan keuntungan dari premi yang dibayarkan ke
nasabah, keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain,
serta keuntungan hasil bunga dari investasi surat berharga, sementara
bagi nasabah adalah memberikan rasa aman, merupakan simpanan yang
pada saat jatuh tempo dapat ditarik kembali, terhindar dari resiko
kerugian dan kehilangan, memperoleh penghasilan di masa yang akan
dating, dan memperoleh penggantian akibat kerusakan atau
kehilangan.
203


19. Obyek, Tujuan dan Sasaran Asuransi
Obyek asuransi adalah benda dan jasa, jiwa dan raga kesehatan
manusia, tanggung jawab hukum, serta semua kepentingan lainnya yang
dapat hilang, rusak, rugi dan berkurang nilainya.
204
Sementara itu, tujuan
asuransi mengurangi resiko yang sudah adadalam masyarakat dengan

203
Kasmir, Op.cit., hal. 281.

204
Subagyo, dkk, Op.cit., hal. 78.
cxxiv
cara mempertanggungkan pada perusahaan asuransi. Resiko yang ada
dalam masyarakat, akan dipertanggungkan masyarakat apabila :
205

g. Dalam pertanggungan dapat dilakukan pencegahan
kerugian yang akan memberikan keuntungan tertentu yaitu berupa
pengurangan kerugian dan pengurangan biaya yang menyangkut
pertanggungan tersebut.
h. Pencegahan dan perlindungan untuk memperkecil
kerugian yang terjadi, berupa pengeliminiran sebab-sebab yang dapat
menimbulkan kerugian, perlindungan produk atau orang yang akan
dirugikan, pengurangan kerugian dan perlindungan agar produk yang
telah rusak tidak semakin rusak.
i. Memberikan keuntungan tertentu pada masyarakat yang
mengikuti asuransi, karena dengan mengetahui besarnya resiko yang
terjadi dapat diketahui besarnya kerugian yang dialami.
Dengan demikian, asuransi memiliki sasaran terhadap pelaku
ekonomi mikro (rumah tangga), maupun pelaku ekonomi makro (dunia
bisnis atau industri manufaktur dan pemerintahan), yang mempunyai
keinginan untuk mengurangi munculnya kerugian-kerugian yang belum
diketahui secara pasti di masa mendatang dengan menggunakan jasa
usaha perasuransian.
206


20. Premi Asuransi
Premi asuransi adalah pembayaran dari tertanggung kepada
penanggung sebagai imbalan jasa atas pengalihan resiko kepada


205
Ibid., hal. 79.
206
Ibid.
cxxv
penanggung, dan premi tersebut merupakan pengganti kerugian atau
jaminan perlindungan dari penanggung kepada tertanggung.
207

k. Fungsi Premi Asuransi
Premi merupakan hal yang paling penting dalam asuransi,
karena dengan premi yang berhasil dikumpulkan dari tertanggung,
maka dalam waktu yang relatif lama, akan terkumpul sejumlah dana
yang besar, sehingga dengan dana tersebut pihak asuransi dapat:
1). Mengembalikan tertanggung pada posisi (ekonomi) seperti
sebelum terjadi kerugian (resiko).
2). Menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan, sehingga
tertanggung mampu berdiri pada posisi semula seperti sebelum
terjadinya kerugian.
208


l. Aktuaria dan Penentuan Tarif
Aktuaria merupakan bagian khusus dalam perusahaan
asuransi yang menangani atau menghitung premi asuransi.
209

Beberapa faktor yang menentukan dalam penentuan tarif adalah:
7). Situasi persaingan.
8). Kondisi atau struktur perekonomian.
9). Peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh
pemerintah.
210



207
Soeisno Djojosoedarso, Op.cit., hal. 121.

208
Ibid.

209
Ibid., hal. 122.

210
Ibid.

cxxvi
Perlu juga dipertimbangkan dalam penentuan tarif premi
asuransi, terutama menyangkut pada asuransi kerugian, antara lain:
11). Jenis barang yang diasuransikan.
12). Kondisi pertanggungannya.
13). Macam alat pengangkut barang yang diasuransikan.
14). Cara penimbunan atau pengaturan barang dalam pengangkutan.
15). Jangka waktu pertanggungan.
211

Penentuan tarif asuransi banyak terkandung unsur-unsur,
kemungkinan (probability), value judgement, dan kebijakan
pemerintah (government policy).
212
Dengan demikian, penentuan
tersebut tidak mudah, rumit (complicated), harus berhati-hati, karena
jika terlalu rendah maka tidak dapat menutupi biaya operasi (cost of
operation), sementara jika terlalu tinggi maka pembeli polisnya akan
berkurang atau sedikit, sehingga berdampak pada sulitnya operasi
perusahaan asuransi.
Untuk memenuhi terciptanya tarif premi premi asuransi yang
ideal, setidaknya perlu diperhatikan beberapa prinsip, antara lain:
9). Adequate, artinya premi tersebut harus menghasilkan cukup uang
untuk membayar kerugian yang diderita oleh subyek dimana uang
dikumpulkan.
10). Notexcessive, bahwa tarif jangan berlebihan, tetapi harus
memperhatikan kepentingan pembeli, persaingan dan sebagainya.

211
Ibid.

212
Ibid.

cxxvii
11). Equity, berarti tarif tersebut tidak membeda-bedakan resiko yang
sama kualitasnya (adil), bila kualitas exposurenya sama, maka
tarifnya harus sama pula.
12). Flexible, tarif yang ditentukan selalu disesuaikan dengan keadaan,
artinya bila keadaan berubah, maka tarifnya harus diubah pula.
213

m. Komponen Premi Asuransi
Adapun komponen dari tarif premi asuransi antara lain
adalah:
214

9). Premi dasar, merupakan premi asuransi yang dibebankan kepada
tertanggung ketika polis dibuat atau dikeluarkan, dimana
perhitungannya berdasarkan pada data dan keterangan yang
diberikan oleh tertanggung kepada penanggung pada waktu
penutupan asuransi pertama, dan luasnya resiko yang dijamin
oleh penanggung sebagaimana yang dikehendaki tertanggung.
Premi ini terdiri dari tiga kelompok, yaitu:
a).Komponen premi untuk membayar kerugian yang terjadi, yang
tingginya didasarkan pada probabilitas terjadinya kerugian.
b).Komponen premi yang dimaksudkan untuk membiayai operasi
perusahaan asuransi (cost of operation/exploitations).
c).Komponen sebagai bagian keuntungan (profit) bagi perusahaan
asuransi.
10). Premi tambahan, merupakan data atau keterangan yang
disampaikan oleh tertanggung kepada penanggung ketika
menutup asuransi atau interestnya tidak selalu sama dengan

213
Ibid., hal. 122-123.

214
Ibid
cxxviii
keadaan yang sebenarnya atau pada waktu polis ditanda tangani,
yang disebabkan pada saat itu data atau informasinya belum
lengkap dan tertanggung menghendaki perubahan kondisi
pertanggungan.
11). Reduksi premi, dimana penanggung dapat memberikan reduksi
terhadap premi yang dikenakan, dimana Dewan Asuransi
Indonesia menentukan bahwa dapat diberikan potongan 50 %
atas premi dasar dan 20 % atas premi tambahan untuk
pengangkutan dengan tujuan negeri Belanda, Belgia dan Inggris.
Demikian juga pada asuransi jiwa dapat diberikan potongan premi
sebesar 5 % bila pembayaran melalui bank atau pos dan 3 % bila
membayar di kantor perusahaan asuransi.
12). Tarif kompeni, dimana di Indonesia tarif kompeni disusun oleh
Dewan Asuransi Indonesia, yang bertujuan standarisasi tarif premi
dan syarat-syarat pertanggungan, disamping untuk menghindari
persaingan yang tidak sehat.
n. Jenis tarif dan Macam Barang yang diasuransikan
Pada dasarnya ada dua jenis tarif asuransi, yaitu:
215

5). Manual (class rate), yaitu tarif premi asuransi yang berlaku untuk
semua resiko yang sejenis.
6). Merit rating, merupakan metode penentuan tarif premi asuransi
dimana tiap-tiap resiko dipertimbangkan keadaannya masing-
masing, dan biasanya digunakan dalam asuransi kebakaran.
o. Pengembalian Premi

215
Ibid, hal. 124.

cxxix
Pengembalian premi dikenal juga dengan restorno, yaitu
pengembalian premi dari penanggung kepada tertanggung, karena
perjanjian gugur sebelum penanggung menanggung bahaya atau
baru menanggung sebagian, premi yang dibayar lebih, insurable
interestnya tidak ada, kondisi jaminan atau pertanggungan
dipersempit.
216




21. Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi
Berbagai jenis resiko dipertanggungkan dalam asuransi, sehingga
besar kecilnya resiko merupakan pertimbangan besarnya premi yang
harus dibayar. Pada prakteknya, resiko yang timbul dari setiap pemberian
usaha pertanggungan asuransi adalah:
217

g. Resiko murni, yaitu ketidakpastian terjadinya suatu
kerugian atau ada peluang merugi dan bukan suatu peluang
keuntungan.
h. Resiko spekulatif, adalah resiko dengan terjadinya dua
kemungkinan, yaitu peluang untuk mengalami kerugian keuangan
atau memperoleh keuntungan
i. Resiko individu, yang dibagi kepada tiga macam, yaitu:

216
Ibid, hal. 125.

217
Kasmir, Op.cit., hal. 283-284.

cxxx
1). Resiko pribadi, merupakan resiko kemampuan seseorang
untuk memperoleh keuntungan akibat sesuatu hal, seperti
sakit, kehilangan pekerjaan atau mati.
2). Resiko harta, adalah resiko apakah harta hilang karena dicuri
atau rusak dan menyebabkan kerugian.
3). Resiko tanggung gugat, yaitu resiko yang disebabkan jika
kerugian seseorang ditanggung, maka diharuskan
membayarnya.

L. Pengertian Asuransi Syari’ah
Asuransi awalnya merupakan suatu kelompok yang bertujuan
membentuk arisan untuk meringankan beban keuangan individu dan
menghindari kesulitan pembayaran.
218
Secara umum, konsep asuransi
merupakan persiapan yang dibuat oleh kelompok orang yang menghadapi
kerugian kecil yang tidak dapat diduga, kemudian kerugian tersebut
ditanggung bersama.
219
Untuk mencari jalan keluar dari berbagai macam
unsur tersebut, apalagi tidak sejalan dengan aspek hukum Islam atau
syari’ah, maka diusahakanlah dengan pembentukan asuransi yang
menekankan pada sifat saling menanggung, saling menolong di antara
tertanggung yang bernilai kebajikan menurut ajaran islam.
220

1. Terminologi
221
Asuransi Syari’ah

218
Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Edisi Kedua, Yogyakarta,
Ekonisia, 2004, hal. 112.

219
Encyclopedia Britannica, Edisi Ketujuh, Jilid 14, hal. 656.

220
A. Azhar Basyir, Asuransi Takaful Sebagai Suatu Alternatif, Jakarta, dalam Seminar
Sehari Takaful, Asuransi Syariah, TEPATI, 1993, hal. 3, Ibid, hal. 113-114.

cxxxi
Dalam bahasa Arab, asuransi disebut at-ta’min, sementara
penanggung disebut mu’ammin, dan tertanggung disebut mu’amman lahu
atau musta’min.
222
At-ta’min memiliki arti perlindungan, ketenangan, rasa
aman, dan bebas dari rasa takut.
223
Men-ta’min-kan sesuatu berarti
seseorang membayar atau menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli
warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah
disepakati atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang,
dikatakan “seseorang mempertanggungkan atau mengasuransikan
hidupnya, rumahnya atau mobilnya”.
224

Musthafa Ahmad Zarqa, memberikan makna asuransi sebagai
cara atau metode untuk memelihara manusia dalam menghindari resiko
(ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam hidupnya,
dalam perjalanan kegiatan hidupnya atau dalam aktivitas ekonominya.
225

Sementara Dewan Syari’ah Nasional MUI, dalam fatwanya
mendefinisikan asuransi syari’ah sebagai usaha saling melidungi dan
tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi
dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian
untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai

221
Terminologi adalah Ilmu mengenai batasan-batasan atau definisi-definisi istilah.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cetakan Ketiga,
Jakarta, Balai Pustaka, 1990, hal. 938.

222
Jubran Ma’ud, Ar-Ra’id, Mu’jam Lughawy “Ashry, Beirut, Dar Al-Islami Li Al-Malayin, tt,
Jilid I, hal. 30, dalam Muhammad Syakir Sula, Op.cit, hal. 28.

223
Salim Segaf al-Jufri, Ar-Riba wa Adhraruhu alal Mujtama’ Al-Islami, 1400 H, Hal. 219,
dalam Muhammad Syakir Sula, Ibid.

224
Majma’ul Lughah al-Arabiyah, Al-M’jam al-Wasit, Mesir, 1960, hal. 27-28, dalam
Muhammad Syakir Sula, Ibid.

225
Musthafa Ahmad Zarqa, Al-Ightisodi Al-Islamiyah, Beirut, Dar al-Fikr, 1968, dalam
Muhammad Syakir Sula, Ibid…, hal. 29.

cxxxii
dengan syari’ah.
226
Dari beberapa definisi di atas, jelaslah bahwa
asuransi syari’ah bersifat saling melindungi dan tolong menolong atau
yang disebut dengan ta’awun, yaitu prinsip hidup saling melindungi dan
saling tolong menolong atas dasar ukhuwah Islamiyah antara sesame
anggota peserta asuransi syari’ah dalam menghadapi malapetaka
(resiko).
227

Secara umum, asuransi Islam sering juga diistilahkan dengan
takaful, yang dapat digambarkan sebagai asuransi yang prinsip
operasionalnya didasarkan pada syariat Islam dengan mengacu kepada
Al-Qur’an dan As-Sunnah.
228
Istilah takaful dalam bahasa Arab berasal
dari kata dasar kafala-yakfulu-takâfala-yatakâfalu-takâful yang berarti
saling menanggung atau menanggung bersama.
229
Kata takaful tersebut
tidak dijumpai dalam Al-Qur’an, namun demikian ada sejumlah kata yang
seakar dengan takaful, seperti dalam Surat Thaha (20), ayat 40,
230
yang
berbunyi:
^OT³ ×Ø´·^☺·> ¬C+-u=+¡ N·Q¬³4-··
¯ִ- ¯7¯e¯÷1Ò¡ ¯OÞ>4N T4`
N¡+-¬¼'¯4C W ִl4Lu¬ִ·4O··
-OÞ¯T³ ִlR)`+¡ ¯O·. ·O·³·>
O&÷+^O4N ºº4Ò 4¹4O^4Ò` ¯

226
Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum
Asuransi Syariah.

227
Huzaemah T. Yanggo, Asuransi Hukum dan Permasalahannya, Jurnal AAMAI Tahun VII
No.12, 2003, hal. 232, dalam Muhammad Syakir Sula, Op.cit…, hal. 30.

228
H.A.Dzajuli dan Yadi Janwari, Lembaga-Lembaga Perekonomian Umat (Sebuah
Pengenalan), Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2002, hal. 120, dalam Gemala Dewi, Aspek-
Aspek Hukum Dalam Perbankan Dan Perasuransian di Indonesia, Jakarta, Prenada Media, 2004,
hal. 122.

229
Ibid.

230
Soenarjo, Al-Qur’an dan Terjemahanya, Jakarta, Yayasan Penerjemah Al-Qur’an, 1971,
hal. 479.

cxxxiii
=e·U4-·֠4Ò +O^¼4^
ִl4L^1O×4L·· =TR` ´-¦4¯^¯-
ִlE44-··4Ò L^Q+¬· ¯
=euVTlÞU·· 4×-RL´c EOT× ÷u-Ò¡
4×4¯^³4` ·ª¬¦ =eu©´· ¯OÞ>4N
¯Oִ³·֠ ¯Øִ<Q÷☺4C ^Ø´÷

Artinya:
“Ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu Ia Berkata
kepada (keluarga Fir'aun): "Bolehkah saya menunjukkan
kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka kami
mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak
berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia,
231

lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan kami Telah
mencobamu dengan beberapa cobaan; Maka kamu tinggal
beberapa tahun diantara penduduk Madyan,
232
Kemudian kamu
datang menurut waktu yang ditetapkan
233
Hai Musa”.


Pedoman Umum Asuransi Syari’ah, yang dikeluarkan Majelis
Ulama Indonesia melalui Dewan Syari’ah Nasional, terdapat definisi
asuransi Syari’ah (Ta’min, Takaful, Tadhamun) adalah usaha saling
melindungi dan saling tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak
melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan
pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad
(perikatan) yang sesuai dengan syari’ah.
234

Apabila kita memasukkan asuransi takaful ke dalam lapangan
kehidupan muamalah, maka takaful dalam pengertian muamalah memiliki

231
Yang dibunuh Musa a.s. Ini ialah seorang bangsa Qibthi yang sedang berkelahi dengan
seorang Bani Israil, sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al Qashash ayat 15.

232
Nabi Musa a.s. datang ke negeri Mad-yan untuk melarikan diri, di sana dia dikawinkan
oleh nabi Syu'aib a.s. dengan salah seorang puterinya dan menetap beberapa tahun lamanya.

233
Maksudnya: nabi Musa a.s. datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan
kerasulan.

234
DSN MUI, Himpunan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional, Edisi ke-2, Diterbitkan atas
kerjasama DSN MUI dan BI, Jakarta, 2003, hal.129.

cxxxiv
arti yaitu saling menanggung resiko di antara sesame manusia sehinnga
di antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas resiko masing-
masing.
235
Dengan demikian, asuransi takaful terkait dengan unsur saling
menaggung resiko di antara para peserta asuransi, dimana peserta yang
satu menjadi penanggung peserta yang lainnya,
236
dan tanggung
menanggung resiko tersebut dilakukan atas dasar saling tolong menolong
dalam kebajikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana yang
ditujukan untuk menanggung resiko.
237


2. Landasan Hukum Asuransi Syari’ah
Hukum-hukum muamalah bersifat terbuka, dalam arti Al-Qur’an
hanya memberikan aturan yang bersifat garis besar, selainnya diberikan
kepada para mujtahid untuk mengembangkan melalui pikiran mereka
selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist. Hakekat
asuransi secara Islami adalah saling bertanggungjawab, saling bekerja
sama atau saling tolong-menolong dengan melindungi penderitaan orang
lain, dan ini menjadi dasar mengapa asuransi diperbolehkan dalam
agama Islam karena asas prinsip syariat mengajak kepada sesuatu yang
mengakibatkan keeratan jalinan sesama manusia dan kepada sesuatu
yang meringankan bencana sesama manusia.
238
Sebagaimana firman
Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 2:
239


235
Loc.cit.

236
Rahmat Husein, Asuransi Takaful Selayang Pandang dalam Wawasan Islam dan
Ekonomi, Jakarta, Lembaga penerbit FE-UI, 1997, hal. 234. Ibid, hal. 123.

237
Juhaya S. Praja, Asuransi Takaful, Artikel dikeluarkan oleh PT. Syarikat Takaful
Indonesia, Ibid.

238
Gemala Dewi, Op.cit., hal. 127.

cxxxv
O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-QNL4`-47 ºº W-QwUR4+`
4O÷O^ִ¬E- *.- ºº4Ò
4O¯&O´¯- 4¯-4OO4^¯- ºº4Ò
ִO^³E¤·±- ºº4Ò
ִ³Ø·^ÞU·³^¯- ¨º4Ò
4×-R)`.-47 =e^14l^¯-
4¯-4OO4^¯- 4¹Q7¯4-¯:4C 1E^_··
TR)` ¯ªØ&Ø´±·O L^4Q^¯ØO4Ò ¯
-·OT³4Ò u®7+·UÞUִO
W-Ò÷1·C^·· ¯ ºº4Ò
¯ª7¯EL4`QO^¹·© N¹4*E4E- `¬¯Q·֠
¹Ò¡ ¯ª¬±ÒO³= ^T4N
R³´×¯Oִ☺^¯- R¬-4OO4^¯-
¹Ò¡ W-Ò÷³4-u¬·> O
W-Q+^4Òִ¬·>4Ò OÞ>4N
T´O´¯^¯- ¯O4Q^³+-¯-4Ò W
ºº4Ò W-Q+^4Òִ¬·> OÞ>4N
´¦^¦e"- ÷¹4Ò^³N¬^¯-4Ò ¯
W-Q¬³E>-4Ò -.- W E¹T³
-.- ÷³CR³E- ´··³R¬^¯-
^=÷

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-
syi'ar Allah,
240
dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan
haram,
241
jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya,
242
dan
binatang-binatang qalaa-id,
243
dan jangan (pula) mengganggu
orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari
kurnia dan keredhaan dari Tuhannya
244
dan apabila kamu Telah

239
Soenarjo, Op Cit…hal. 156.

240
Syi'ar Allah ialah segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-
tempat mengerjakannya.

241
Maksudnya antara lain ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan
Rajab), tanah Haram (Mekah) dan Ihram, maksudnya ialah dilarang melakukan peperangan di
bulan-bulan itu.

242
Ialah binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk
mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir
miskin dalam rangka ibadat haji.

243
Ialah binatang had-ya yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu
telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah.

cxxxvi
menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu, dan janganlah
sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka
menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu
berbuat aniaya (kepada mereka), dan tolong-menolonglah kamu
dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-
menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, dan bertakwalah
kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”.

Beberapa dalil-dalil syar’I yang berkenaan dengan praktek
asuransi syari’ah, antara lain dalam firman Allah SWT, Surat Al-Hasyr,
ayat 18 mengenai perintah mempersiapkan hari depan,
245
yang berbunyi:
O&¬³Ò^4C ¬-¯R֠-.-
W-QNL4`-47 W-Q¬³4>- -.-
¯OO¬L4^¯4Ò Ø·^¼4^ E` ^e4`O³·֠
l³4¯R¯ W W-Q¬³E>-4Ò -.- ¯
E¹T³ -.- lOOTlִ= ִ☺T
4¹Q¬Uִ☺u¬·> ^¯l÷
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada
Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu
kerjakan”.


Di samping itu, firman Allah SWT mengenai prinsip-prinsip dalam
muamalah pada Surat Al-Maidah, ayat 1,
246
berbunyi:
ִ¹GCÒ^4C ¬-¯R֠-.-
W-EQN44`-47 W-Q¬·uÒÒ¡
R1Q¬³N¬^¯T ¯ ^e^URO+¡
ª7¯·¯ ¬Oִ☺1Ø&4± ´¦ִ¬u^·-
·ºT³ 4` ¯OÞUuNC ¯ª7¯^OÞU4×
4O¯OEN OQm>R4¬` R³^1O¯-
¯ª+^Ò¡4Ò N¯NONO ¯ E¹T³ -.-
Nª7¯^4·© 4` ÷³CQONC ^¯÷

244
Dimaksud dengan karunia ialah keuntungan yang diberikan Allah SWT dalam
perniagaan. keridhaan dari Allah SWT ialah pahala amalan haji.

245
Soenarjo, Op Cit…hal. 919.

246
Ibid, hal. 156.

cxxxvii




Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu.
dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan
kepadamu. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan
berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya
Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya”.


Allah SWT juga memerintahkan kepada hamba-Nya untuk saling
bekerja sama dan Bantu membantu, sebagaimana firman-Nya dalam
Surat Al-Maidah, ayat 2, dan perintahnya untuk saling melindungi dalam
keadaan susah pada surat Quraisy ayat 4,
247
yang berbunyi:
-^Ø÷ OR֠-.- ¦÷¹ִ☺ִ¬^CÒ¡
TR)` ´vQN· ª÷¹E44`-474Ò ^TR)`
O¯Qִ=
Artinya:
“Yang Telah memberi makanan kepada mereka
untukmenghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari
ketakutan”.


Adapun peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah
berkaitan dengan asuransi syari’ah, antara lain:
248

a. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 426/KMK.06/2003 tentang
Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan
Perusahaan Reasuransi. Peraturan ini ditentukan dalam pasal 3-4
mengenai persyaratan dan tatacara memperoleh izin usaha
perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip
syari’ah, pasal 32 mengenai pembukaan kantor cabang dengan
prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi

247
Soenarjo, Op Cit…hal. 1106.

248
Gemala Dewi, Op.cit., hal. 128-129.
cxxxviii
konvensional, dan pasal 33 mengenai pembukaan kantor cabang
dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan
reasuransi dengan prinsip syari’ah.
b. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 424/KMK.06/2003 tentang
Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan
Reasuransi, dalam pasal 15-18 mengenai kekayaan yang
diperkenankan harus dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan asuransi
dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah.
c. Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Nomor Kep.
4499/LK/2000 tentang Jenis, Penilaian dan Pembatasan Investasi
Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Dengan Sistem
Syari’ah.

3. Prinsip - Prinsip Asuransi Syari’ah
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, setiap perjanjian
asuransi harus mengandung prinsip-prinsip asuransi. Adapun prinsip-
prinsip asuransi, antara lain Insurable interest (kepentingan yang dapat
diasuransikan), Utmost Good Faith (itikad baik), Indemnity (ganti rugi),
proximate cause (penyebab dominan), Subrogation (Pengalihan hak),
Contribution.
249
Adapun prinsip-prinsip asuransi syari’ah meliputi:
250


249
.Asuransi Takaful Indonesia, Modul Pengetahuan Dasar Takaful, PT. Asuransi Takaful
Keluarga.

250
Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah; Deskripsi dan Ilustrasi, Edisi ke-
2, Ekonisia Kampus Fak.Ekonomi UII, Yogyakarta, 2004, hal.115.

cxxxix
i. Saling bertanggung jawab, dimana kesulitan seorang muslim
dalam kehidupan menjadi tanggung jawab sesama muslim,
sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Imran: 103
251

W-Q÷☺´4-^N-4Ò ÷¯lO4·±
*.- 4¬OR☺ִ· ºº4Ò
W-Q¬֠·OE¼·> ¯
W-ÒNO7^O-4Ò =eִ☺u¬R^
*.- ¯ª7¯^OÞU4× ^OT³ u®7+L7
☯7.-ִ³^NÒ¡ ִ--¯Ò·· 4×u-4
¯ª7¯TQ¬U¬֠ ®7+¯·4l^Ò··
¼·ROR4©u¬RLT L^4Qu=T³
u®7+L74Ò ¯OÞ>4N E¼E-
±E4O^¼NO =TR)` ØOEL¯-
ª7EO·³^Ò·· O&u+R)` ¯
ִlR¯EOE ÷×T)-4:NC +.-
¯ª7¯·¯ ·ROR-4C-47 u7¯+Uִ¬·¯
4¹Ò÷³4-¯&·¯ ^¯´Q÷
Artinya:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama)
Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan
nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah)
bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu
menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang
bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu
Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk”

j. Sesama Muslim saling bekerjasama atau saling membantu,
sebagaimana dalam firman Allah pada Surat At-Taubah, ayat 71 yang
berbunyi:
252

4¹QNLR`u·÷☺^¯-4Ò
¬eE4R`u·÷☺^¯-4Ò
¯ª÷¹¬_u¬4 +7.41R¯uÒÒ¡
¯*u¬4 ¯ ¬HÒ+O÷··4C
´ÒNOu¬ִ☺^¯T

251
Soenarjo, Op Cit…hal. 93.
252
Ibid…hal. 291.

cxl
4¹¯Qִ¹uL4C4Ò ^T4N
QO·¯L÷☺^¯- ¬HQ÷☺1´³NC4Ò
ÞE¯QÞUO¯- ¬HQ¬>u·NC4Ò
ÞE¯QEEO¯- ¬HQN¬1RCNC4Ò
-.- ¼N¡·.Q÷c4O4Ò ¯
ִlØ·^·¯Ò+¡ Nª÷¹+·EQuO=Oִc
+.- ¯ E¹T³ -.- NOCØG4N
_¦1´¯ִO ^_¯÷
Artinya:
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi
sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang
ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya.
mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
k. Sesama muslim saling melindungi penderitaan satu sama lain,
seperti dalam firman Allah SWT, surat Adh-dhuha ayat 9-10,
253
yang
berbunyi:
E`Ò·· =¦1R©41^¯- ºE··
¯Oִ¹^³·> ^_÷ E`Ò··
=¦1R©41^¯- ºE·· ¯Oִ¹^³·> ^_÷
E`Ò¡4Ò ºØ*.OO¯- ºE··
¯OO&u+·> ^¯´÷
Artinya:
“Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku
sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta,
janganlah kamu menghardiknya”.

l. Karnaen A. Perwataatmadja menambahkan satu prinsip, yaitu
prinsip menghindari unsur-unsur gharar, maysir dan riba.
254

1) Gharar menurut bahasa artinya adalah penipuan. Dalam
asuransi syariah, gharar dapat diatasi dengan mengganti akad
tabaduli dengan akad takafuli yaitu akad tolong menolong atau

253
Ibid…hal. 1071.

254
Karnaen A. Perwataatmadja, Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia, Depok, Usaha
Kami, 1996, hal. 234, dalam Gemala Dewi, Op.cit., hal. 135-136.

cxli
akad tabarru’ dan akad mudharabah.
255
Allah pun berfirman
dalam QS.al-Maidah ayat 2, yang berbunyi:
O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-QNL4`-47 ºº W-QwUR4+`
4O÷O^ִ¬E- *.- ºº4Ò
4O¯&O´¯- 4¯-4OO4^¯- ºº4Ò
ִO^³E¤·±- ºº4Ò ִ³Ø·^ÞU·³^¯-
¨º4Ò 4×-R)`.-47 =e^14l^¯-
4¯-4OO4^¯- 4¹Q7¯4-¯:4C 1E^_··
TR)` ¯ªØ&Ø´±·O L^4Q^¯ØO4Ò ¯
-·OT³4Ò u®7+·UÞUִO
W-Ò÷1·C^·· ¯ ºº4Ò
¯ª7¯EL4`QO^¹·© N¹4*E4E- `¬¯Q·֠
¹Ò¡ ¯ª¬±ÒO³= ^T4N
R³´×¯Oִ☺^¯- R¬-4OO4^¯-
¹Ò¡ W-Ò÷³4-u¬·> O
W-Q+^4Òִ¬·>4Ò OÞ>4N
T´O´¯^¯- ¯O4Q^³+-¯-4Ò W
ºº4Ò W-Q+^4Òִ¬·> OÞ>4N
´¦^¦e"- ÷¹4Ò^³N¬^¯-4Ò ¯
W-Q¬³E>-4Ò -.- W E¹T³ -.-
÷³CR³E- ´··³R¬^¯- ^=÷


Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar
syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-
bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya,
dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula)
mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang
mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan
apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah
berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada
sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari
Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada
mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada
Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya".

Sedangkan hadist yang berkaitan dengan gharar, adalah:

255
Muhammad Syakir Sula, Op.cit, Hal.174
cxlii
ِ رَ ·َ ·'ا ِ ·ْ -َ - ْ.َ = ْ»´ 'َ -َ و ِ ªْ -َ 'َ = ِ -ا ´ 'َ - ِ-ا ُ لْ·َ -َ ر ِ -َ - ) -اور
ة·-·ه -أ .= ª='- .-اد ·-او ئ'--'او ى--·-ا و »'-- (
Arti:
“Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung
gharar.” (HR.Muslim, Tirmizi, Nasa’I, Abu Daud, dan Ibnu
Majah dari Abu Hurairah).

2) Kata maysir secara harfiah dalam bahasa Arab diartikan dengan
memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras
atau mendapat keuntungan tanpa kerja keras. Terdapatnya
unsur Maisyir merupakan kelanjutan dari adanya unsur gharar.
Pada asuransi syariah, membagi rekening peserta menjadi dua,
yaitu rekening untuk asuransi jiwa yang mengandung unsur
tabungan yang dapat diambil oleh peserta karena pada
dasarnya itu adalah uang peserta sendiri dan rekening tabarru’
yang diniatkan untuk derma. Rekening tabarru’ tidak tercampur
dengan rekening tabungan, maka reversing period di asuransi
syariah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah terjadi sejak
awal dan nilai tunai sudah sejak awal tahun pertama masuk
menjadi peserta asuransi. Karena itu tidak ada unsur maysir.
Karena tidak ada yang dirugikan. Menurut QS.Al-Maidah:90,
yang berbunyi:
256

O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-EQN44`-47 ִ☺^^T³
NO^☺·C^¯-
+O´O^1ִ☺^¯-4Ò
C·=^·-4Ò
Nª·¯^e·-4Ò Ø·^·ØO ^TR)`
÷ִ☺4N ^T·C^OO=¯-

256
Ibid., Hal.176
cxliii
+ÞQ+lR°4-^··· ¯ª7¯+Uִ¬·¯
4¹Q÷·TU^¼¬> ^_´÷

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya
(meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala,
mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan
itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

Rasulullah bersabda:
ُ .َ =اْوَ ا ً `َ `َ = َ م´ ·َ ='ً =ْ·ُ - ´ `ِ ا ْ»ِ +ِ =ْوُ ·ُ - َ'َ = َ نْ·ُ -ِ 'ْ -ُ -'اَ و
'ً -اَ ·َ = ) ف·= .-و·-= .= ى--·-ا -اور (

Artinya:
“Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang
mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang
halal atau yang menghalalkan yang haram.”

3) Riba menurut istilah berarti pengambilan tambahan dari harta
pokok atau modal secara batil. Asuransi syariah mengeliminir
riba dengan menggunakan konsep mudharabah. Kontrak yang
dipergunakan dalam asuransi syariah adalah akad tolong
menolong (takafuli) yaitu akad tabarru’ dan akad tijarah. Akad
tijarah yang dipakai adalah mudharabah sedangkan akad
tabarru’ adalah hibah. Adapun firman Allah yang berkenaan
dengan riba tercantum dalam QS.Al-Baqarah:275, yang
berbunyi:
257

¬-¯R֠-.- 4¹Q¬U¬±·4C
W-¯Q4Q´O¯- ºº
4¹QN`Q¬³4C ·ºT³ ִ☺E
N¯Q¬³4C OR֠-.-
+O7C*:ִC44C ÷T·C^OO=¯-

257
Ibid, Hal 53
cxliv
=TR` +¹·ִ☺^¯- ¯ ִlR¯·O
¯ª÷¹^^ÒT W-EQ7¯·֠
ִ☺^^T³ ÷7^O4l^¯- Nu1R`
W-¯Q4Q´O¯- ¯ EִOÒ¡4Ò
+.- ִ7^O4l^¯- 4¯·OִO4Ò
W-¯Q4Q´O¯- ¯ Tִ☺··
+Þ47.ִ֠T ¬O·¬RN¯Q4` TR)`
·ROTÞ·O ¯Oִ¹4^··
N¡·-·· 4` ִ-ÞUִc
¼+ÞNO^`Ò¡4Ò OÞ¯T³ *.- W
¯ó4`4Ò ִ14N ִlØ·^·¯Ò+··
CUִ·^Ò¡ ØOEL¯- W ¯ª¬-
O&OR· ¬HÒ¬T-ִ= ^=_T÷
Artinya:
“ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat
berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang
kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.
Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan
mereka Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli
itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan
jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang
Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu
terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa
yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang
larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang
yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah
penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.

Sedangkan Hadist yang berkaitan dengan riba, berbunyi:

َ ل'َ · ُ ªْ -َ = ُ -ا َ ِ -َ ر َ ªَ -ْ -َ =ُ = ¸-ِ -َ ا ْ.َ = : ىَ ·َ -ْ -ُ ا ِ -'َ ا ُ -ْ -َ أَ ر
ُ تَ ·ِ -ُ ´ِ · ِ ªِ -ِ = 'َ =َ ِ -- َ ·َ -َ 'َ · 'ً -'´ =َ = اً -ْ -َ = . َ ل'َ -َ · ُ ªُ -ْ 'َ 'َ -َ · : َ +َ -
ِ م´ -'ا ِ .َ -َ `َ و ِ -ْ 'َ ´ْ 'ا ِ .َ -َ ` ْ.َ = َ »´ 'َ -َ و ِ ªْ -َ 'َ= ُ -ا ´ 'َ - ُ ِ -´ -'ا .
ِ ªَ - ْ·ُ - ْ·َ -ْ 'اَ و ِ ªَ -ِ -ا َ ·'ا ْ.َ = َ +َ -ِ و . ِ ªِ ''ِ آْ·ُ -َ و 'َ - ·'ا .ِ 'ِ آَ اَ و .
َ ر ·َ -ُ -'ا َ .َ ·َ 'َ و .

Artinya:
“Diriwayatkan dari (Aun bin) Abu Juhayfah r.a. ayahku
membeli seorang budak yang melakukan pekerjaan
hajjamah (menarik darah keluar dari tubuh seseorang
untuk keperluan pengobatan). Ayahku mengambil alat-
alatnya (dan merusaknya). (Aku bertanya kepada
cxlv
ayahku kenapa berbuat seperti itu). Ia menjawab, “Nabi
Saw melarang memperdagangkan seekor anjing atau
darah, dan juga melarang pekerjaan mentato atau ditato,
dan (melarang menerima) pemakan riba dan orang yang
memberikan riba dan melaknat para pembuat gambar.”

4. Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi
Syari’ah
Adapun perbedaan antara asuransi syari’ah dan asuransi
konvensional akan diperjelas dari tabel dibawah ini:
Tabel 1
Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah

No Prinsip Asuransi Konvensional Asuransi Syari’ah
1. DPS(Dewan
Pengawas
Syari’ah)

-
Ada, yang berfungsi untuk
mengawasi pelaksanaan
operasional perusahaan agar
terbebas dari praktek yang
bertentangan dengan prinsip
syari’ah.
2. Akad Jual Beli Akad Tabarru’ dan Akad
Tijarah
3. Investasi Dana Investasi dana berdasarkan
bunga
Investasi dana berdasarkan
syari’ah dengan sistem bagi
hasil (mudharabah).
4. Keemilikan Dana Dana yang terkumpul dari
nasabah (premi) menjadi
milik perusahaan, sehingga
perusahaan bebas
menentukan investasinya.
Dana yang terkumpul dari
nasabah (premi) merupakan
milik peserta. Perusahaan
hanya sebagai pemegang
amanah untuk mengelola.
3. Unsur Premi Terdiri dari: tabel mortalita,
bunga (Interest), dan biaya-
biaya asuransi (Cost of
Insurance)
Iuran atau kontribusi terdiri dari
unsur tabarru’ dan tabungan
(saving). Tabarru’ dihitung dari
tabel mortalita, tetapi tanpa
perhitungan bunga.
4. Pembayaran Klaim Dari rekening perusahaan Dari rekening tabarru’
5. Keuntungan (profit) Diperoleh dari surplus
underwriting, komisi
reasuransi, dan hasil
investasi seluruhnya adalah
keuntungan perusahaan
Diperoleh dari surplus
underwriting, komisi
reasuransi, dan bagi hasil
keuntungan investasi
Sumber: Muhamad Syakir Sula, 2004

Dibandingkan asuransi konvensional, maka suransi syari’ah
memiliki perbedaan yang mendasar dalam beberapa hal, yaitu:
258


258
Heri Sudarsono, Op.cit., hal. 104, lihat juga Gemala Dewi, Op.cit., hal. 137.
cxlvi
a. Keberadaan Dewan pengawas Syari’ah
merupakan suatu keharuan, karena berperan dalam mengawasi
manajemen, produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa
sejalan dengan syariat Islam.
b. Prinsip akad adalah takafuli (tolong menolong),
yaitu nasabah yang satu menolong nasabah yang lainnya yang
tengah mengalami kesuilitan, sementara pada konvensional akad
bersifat tabaduli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan).
c. Dana yang terkumpul dari nasabah asuransi
syari’ah diinvestasikan dengan sistem bagi hasil, sementara pada
asuransi konvensional investasi dana dilakukan pada sembarang
sector dengan sistem bunga.
d. Pada asuransi syari’ah, premi yang terkumpul
diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah, dan perusahaan
hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Sementara
pada asuransi konvensional, premi menjadi milik perusahaan dan
perusahaan memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan
pengelolaan dana tersebut.
e. Unsur premi pada asuransi syari’ah terdiri dari
unsur tabarru’ dan tabungan (saving). Tabarru’ dihitung dari tabel
mortalita, tetapi tanpa perhitungan bunga. Sementara pada sistem
konvensional menggunakan tabel mortalita, bunga (Interest), dan
biaya-biaya asuransi (Cost of Insurance).
f. Pembayaran klaim nasabah, dana diambil dari
rekening tabarru’ (dana sosial) seluruh peserta yang telah diikhlaskan
cxlvii
untuk keperluan tolong menolong bila ada peserta yang terkena
musibah, sedangkan dalam asuransi konvensional dana pembayaran
klaim diambil dari rekening milik perusahaan.
g. Keuntungan investasi dibagi dua antara
nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan sebagai pengelola
dengan prinsip bagi hasil, sementara pada asuransi konvensional
keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan, dan jika tidak ada
klaim, maka nasabah tidak memperoleh apa-apa.

5. Ketentuan Operasi Asuransi Syari’ah
Dalam menjalankan operasinya, asuransi syari’ah berpegang
pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
259

m. Akad, yaitu kejelasan akad dalam praktek
muamalah, dimana akad yang digunakan adalah akad jual beli
(tadabuli) atau tolong menolong (takaful).
n. Gharar, dimana dalam asuransi syari’ah,
mengganti akad dengan niat tabarru’ yaitu suatu niat tolong menolong
pada sesama peserta apabila ada yang ditakdirkan mendapat
musibah.
o. Tabarru’ dana ini disimpan dalam rekening
khusus, jika ada yang tertimpa musibah, maka dana klaim yang
diberikan adalah dari rekening tabarru’ yang sudah diniatkan oleh
sesame takaful untuk saling tolong menolong.
p. Maysir, dalam mekanisme asuransi syari’ah,
keterbukaan merupakan akselerasi dari realisasi prinsip-prinsip

259
Endy M. Astiwara, Perbedaan Secara Syariah Asuransi Takaful dengan Asuransi
Konvensional, Muamatuna, Vol. I/Edisi 1/Th. 1, 2001, dalam Heri Sudarsono, Op.cit, hal. 116-118.
cxlviii
syari’ah, karena tidak ada kepercayaan jika tidak ada keterbukaan
dalam informasi.
q. Riba, keberadaan asuransi syari’ah dalam
menyimpan dananya di bank syari’ah dengan sistem mudharabah.
r. Dana hangus, dalam asuransi konvensional
peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin
mengundurkan diri sebelum masa reversing period, maka dana
peserta itu hangus. Demikian pula, asuransi non tabungan atau
asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim, maka
premi yang dibayarkan akan hangus sekaligus menjadi milik pihak
asuransi.

6. Asuransi Takaful Kesehatan
Asuransi jenis ini merupakan produk tanpa unsur tabungan (non
saving) adalah produk syari’ah dimana struktur produknya tidak terdapat
unsur tabungan yang bersifat tabarru’ (dana tolong menolong).
260

Program ini diperuntukkan bagi perorangan maupun
perusahaan/lorganisasi yang bermaksud menyediakan dana santunan
rawat inap dan operasi bila peserta sakit dan kecelakaan dalam masa
perjanjian.
Adapun ketentuan dari asuransi ini adalah:
261

s. Usia peserta masuk 5 sampai dengan 50 tahun.
t. Kontrak 1 tahun.
u. Pembatasan 1 tahun.

260
Muhamad Syakir Sula, Op.cit, hal. 650-651.

261
Ibid.
cxlix
v. Biaya polis Rp. 20.000,-.
w. Cara bayar premi tahunan.
x. Manfaat kesehatan dibayarkan untuk perawatan
minimal 4 hari.
y. Sistem pembayaran adalah reimbursement.
z. Jangka waktu pengajuan klaim 14 hari.
aa. Pembayaran klaim adalah 80 % dari kuitansi
dan maksimal = manfaat kesehatan dan bukan untuk biaya karena
melahirkan.

M. Klaim (Claim)
Klaim (Claim) berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta
untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau
tidak. Klaim yang diajukan oleh tiap peserta meliputi beragam dokumentasi
yang diverifikasi diantaranya adalah: Dokumen klaim, polis masih dalam
kondisi in force, Peristiwa yang masih dalam kontrak, peristiwa kerugian tidak
dalam pengecualian polis.
Dokumen klaim yang diajukan peserta kepada pihak perusahaan
harus secara lengkap, menyangkut semua informasi mengenai peristiwa
yang menyebabkan peserta mengalami kerugian dan besarnya nominal
kerugian yang dialami.
Polis masih dalam kondisi in force artinya polis tersebut masih dalam
keadaan aktif dibuktikan dengan premi lanjutan-premi lanjutan yang masih
terus dilanjutkan. Jika premi lanjutan tidak dibayar maka pengajuan klaim
akan ditolak apabila tertunggak melewati grace priode yang telah ditentukan.
cl
Verifikasi juga mengenengahkan apakah peristiwa kerugian yang
dialami oleh peserta masih dalam kontrak atau diluar kontrak. Apabila
peristiwa sebelum atau sesudah kontrak dilakukan maka pengajuan klaim
akan ditolak.
Peristiwa yang menyebabkan terjadinya kerugian pada pihak peserta
tidak termasuk dalam klausal pengecualian sebagaimana tercantum dalam
polis. Sebagaimana kematian yang disebabkan oleh bunuh diri dan lain
sebagainya.
i. Pengertian Klaim
Klaim dapat diartikan sebagai permintaan peserta maupun ahli
warisnya atau pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan
asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. Setiap
dokumentasi yang diterima akan dilakukan verifikasi.
ii. Jenis-jenis Klaim
1. Klaim Habis Kontrak
Klaim yang diajukan oleh peserta karena perjanjian telah berakhir
sampai batas yang telah disepakati missal 10 tahun, merupakan klaim
habis kontrak. Adapun dokun-dokumen yang diperlukan diantaranya
adalah: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy
identitas diri yang masih berlaku dan buku asli pembayaran premi
terakhir.
2. Klaim Nilai Tunai
Klaim yang diakibatkan terjadi peristiwa kematian pada peserta.
Yang menggajukan kliam adalah dari pihak ahli waris yang tercantum
pada polis atau boleh pihak lain yamg diberikan kuasa atau pihak lain
cli
yang berkepentingan terhadap manfaat asuransi, misalnya lembaga
pembiayaan bank dan leasing. Adapun dokumen-dokumen yang
dibutuhkan diantaranya: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis
asli, foto copy identitas diri yang masih berlaku, surat keterangan dari
rumah sakit yang menerangkan sebab meninggal dunia, surat
keterangan dari pamong praja dan surat keterangan dari Kepolisian
Republik Indonesia, jika musibah karena lalu lintas.
3. Klaim Nilai Tunai Sebagian
Klaim nilai tunai sebagian dilakukan pada peserta apabila jumlah
polis telah mencapai 2 tahun dan aktif serta maksimal jumlah yang
dapat diambil 50% dari saldo tabungan. Peserta tidak dikenakan beban
sedikit pun karena itu termasuk bunga, asuransi takaful biaya tersebut
merupakan bagian dari premi peserta sendiri.
4. Klaim Biaya Perawatan
Pengantian kerugian peserta dengan alasan pengeluaran biaya
oleh peserta dalam perawatan/pengobatan rumah sakit karena
kecelakaan ataupun sakit dengan syarat penyakit tersebut tidak
termasuk dari klausa pengecualian polis. Dokumentasi yang diperlukan
Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy identitas
diri yang masih berlaku, resume dari rumah sakit dimana dirawat,
laboratorium dan photo copy biaya pengobatan asli.
5. Klaim Tahapan Pendidikan
Klaim yang diajukan oleh peserta karena jatuh tempo dana
pendidikan sebagaimana yang tercantum pada polis. Dokumentasinya
Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy identitas
clii
diri yang masih berlaku, bukti asli pembayaran premi terakhir, surat
jatuh tempo tahapan dari perusahaan. (Tidak wajib).


N. Fatwa DSN No. 21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi Syari’ah
Klaim atau claims merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya
maupun pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas
terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan, atau aplikasi oleh
peserta untuk memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia
berdasarkan perjanjian.
262
Secara umum prosedur klaim pada asuransi
umum hampir sama dengan, baik pada asuransi syari’ah maupun
konvensional.
Yang membedakan dari masing-masing perusahaan adalah
kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim. Adapun prosedur klaim,
antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti lisan dan diperkuat
dengan laporan tertulis), bukti klaim kerugian (menyerahkan klaim tertulis
dengan melengkapi lembaran klaim standar yang dirancang khusus untuk
masing-masing class of business), penyelidikan (melakukan survey ke
lapangan atau menunjuk independent adjuster, dimana laporan akan
dijadikan dasar apakan klaim dijamin oleh polis atau tidak), penyelesaian
klaim (kesepakatan mengenai jumlah penggantian sesuai peraturan
perundangan yang berlaku, dan diisyaratkan bahwa pembayaran klaim tidak
boleh lebih dari 30 hari sejak terjadi kesepakatan).
263


262
Ibid, hal. 259.

263
Ibid.

cliii
Adapun proses paling sederhana dalam proses klaim, dimana
masing-masing perusahaan memiliki prosedur sendiri untuk mempermudah
nasabah (services), berikut gambar proses klaim sampai kepada
pembayaran (penyelesaian klaim):
264


Gambar 1
Proses Klaim Asuransi

Sumber: Muhamad Syakir Sula, 2004

Sumber pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diperoleh dari
rekening tabarru’, yaitu iuran kebajikan yang telah diniatkan oleh peserta
untuk dana saling tolong menolong apabila ada peserta lain yang terkena

264
Ibid, hal 263.
Periksa Penutupan
Pengenalan
Tidak Ditutup Ditutup Tunjuk Adjuster
Tolak Minta Dokumen
Pembayaran
Lapor Proses
Tawarkan Tolak
Voucher Pengambilan
cliv
musibah,
265
sedangkan pada asuransi konvensional, sumber pembayaran
klaim berasal dari rekening perusahaan, murni bisnis, dan tentu tidak ada
nuansa spiritual yang melandasinya. Klaim yang dibayarkan perusahaan
adalah bagian dari kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad
atau perjanjian asuransi, yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah
premi sebagai tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar
klaim sebagai penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh
tempo.
266
Jenis klaim ada empat macam, antara lain klaim habis kontrak,
klaim meninggal dunia, klaim nilai tunai, klaim nilai sebagian, klaim biaya
perawatan, dan klaim tahapan pendidikan.
267

Administrasi klaim berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim
peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak
bayar atau tidak. Setiap dokumen yang diterima akan dilakukan verifikasi
secara umum, meliputi dokumen klaim, polis dalam kondisi in force, peristiwa
kerugian masih dalam kontrak, peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian
polis, tidak mengandung kecurangan atau tidak melanggar peraturan.
268

Berdasarkan fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001
tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah, dijelaskan pada pasal keenam
mengenai premi, yaitu:
269

11. Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad sistem tijarah
dan jenis akad tabarru’.

265
Khoiril Anwar, Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance), Surakarta,
Hafs Media, 2006, hal. 37
266
H. A. Djazuli dan Yadi Janwari, Op.cit., hal. 121.

267
Khoiril Anwar, op.cit, hal. 65-67.

268
Ibid, hal. 63-64.

269
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, Fatwa DSN No. 21/DSN-MUI/X/2001
Tentang Pedoman Asuransi Syariah, Jakarta, 17 Oktober 2001, hal. 138.
clv
12. Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi
syari’ah dapat menggunakan rujukan, misalnya tabel mortalita untuk
asuransi jiwa dan table morbidita untuk asuransi kesehatan, dengan syarat
tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya. (Pada lampiran)
13. Premi yang berasal dari jenis akad sistem mudharabah dapat
diinvestasikan dan hasil investasinya di bagi hasilkan kepada peserta.
14. Premi yang berasal dari jenis akad tabarru’ dapat
diinvestasikan.
15. perhitungan mengunakan sistem bagi hasil nisbah seperti 50 :
50 atau 60 : 40 yang disepakati diawal.
Sementara pada pasal ketujuh mengenai klaim dijelaskan:
270

9. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada
awal perjanjian.
10. Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang
dibayarkan.
11. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta,
dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya.
12. Klaim atas akad tabarru’, merupakan hak peserta dan
merupakan kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad.

O. Hasil Penelitian Relevan
Penelitian yang telah dilakukan oleh Ida Wahyunigsih dengan judul
penelitian Analisis Implementasi Produk Asuransi Takaful dana Siswa,
penelitian ini dengan rumusan masalah bagaimana kesesuaian implementasi

270
Ibid.
clvi
produk asuransi dana siswa pada Asuransi Takaful Keluarga Cabang
Surakarta terhadap Fatwa DSN dan MUI, penelitian ini difokuskan pada
implementasi produk asuransi takaful keluarga Cabang Surakarta terhadap
Fatwa DSN-MUI no 21/DSN-MUI/X/2001 dengan batasan masalah tentang
pedoman umum Asuransi Syari’ah.
Adapun tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui
kesesuaian implementasi produk asuransi takaful dana siswa yang telah
dilaksanakan dengan Fatwa DSN-MUI. Hasil penelitian menyatakan
implementasi produk Asuransi Syari’ah Takaful yang meliputi permohonan
asuransi, aqad, underwriting, premi, pengelolaan dana, loading, klaim dan
tempat kedudukan perselisihan yang kurang sesuai dengan fatwa DSN dan
yang lainya telah sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam konsep
fatwa dewan Syari’ah Nasional.
Dari hasil penelusuran penulis selama ini, belum pernah menemukan
penelitian tentang pembayaran klaim pada asuransi syariah.










clvii
+BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Waktu dan Wilayah Penelitian
Penelitian ini dilakukan mulai bulan Februari sampai dengan bulan
November 2006. Adapun wilayah penelitian ini dilaksanakan di PT. Asuransi
Takaful Indonesia Cabang Surakarta, yang beralamat di Jalan Slamet Riyadi,
No: 231 Surakarta.

B. Jenis Penelitian
Adapun jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research),
271

dimana peneliti mencari jawaban terhadap rumusan permasalahan yang
diteliti dengan menyesuaikan pada kondisi lingkungan penelitian yang
natural, dan keterlibatan peneliti yang minimal. Peneliti akan mendeskripsikan
data-data yang terkait dengan permasalahan dalam penelitian, kemudian
peneliti sebagai instrumen kunci melakukan penekanan makna terhadap
kondisi obyek alamiah yang diteliti secara kualitatif.
272


C. Data dan Sumber Data
Untuk memperoleh data yang obyektif dan valid, data yang dikumpulkan
adalah berupa data kualitatif yang terdiri dari sejumlah data primer dan data
sekunder.
1. Data Primer

271
Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi
dan Manajemen, Edisi Pertama, Yogyakarta, BPFE UGM, 1999, hal. 92.

272
Jogiyanto, Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman,
Yogyakarta, BPFE UGM, 2004, hal. 5-7, dan Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, Bandung,
Alfabeta, 1999, hal. 8
53
clviii
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya
dan dicatat untuk pertama kalinya. Sumber data primer yang diambil dari
perusahaan ini meliputi pembayaran asuransi kesehatan, pembayaran
klaim asuransi kesehatan, gambaran umum perusahaan, visi dan misi
perusahaan (profil perusahaan), sumber lisan dari hasil wawancara
melalui indepth interview.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri
pengumpulannya oleh peneliti, yaitu sumber yang diperoleh secara tidak
langsung kepada pengumpul data, berupa arsip, jurnal, artikel, paper, dan
makalah-makalah yang berhubungan dengan obyek penelitian.
273
Data ini
juga didapat dari hasil membaca buku atau literatur pendukung lainnya,
buletin atau brosur-brosur mengenai asuransi kesehatan, buku-buku teks
mengenai pembayaran klaim asuransi kesehatan, dan penjelasan fatwa
DSN No. 2 Tahun 2001.

D. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
1. Wawancara tidak terstruktur (indepth inerview), dimana peneliti
berusaha mendapatkan informasi tentang permasalahan yang ada pada
obyek secara face to face kepada pihak perwakilan perusahaan (manajer)
secara mendalam, dengan peserta asuransi kesehatan Takaful yang
telah menerima klaim dan peneliti tidak menggunakan pedoman
wawancara.
274


273
Ibid…, hal. 81, dan Sugiyono, Ibid…, hal. 129.

274
Sugiyono, Ibid…, hal. 132-133.
clix
2. Arsip (archifal) atau dokumentasi, dimana peneliti
mengumpulkan data dengan berusaha mencari data yang bersumber dari
arsip dan dokumen-dokumen baik dalam bentuk tertulis maupun tidak
tertulis dan sumber lain yang selaras dengan permasalahan dalam
penelitian.
275

3. Studi Pustaka, dimaksudkan untuk memperoleh landasan dasar
bagi analisa dan rumusan teori atau informasi lain yang ada hubungannya
dengan masalah yang diteliti.
276


E. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah penyederhanaan data dalam bentuk yang lebih praktis
untuk dibaca dan diinterpretasikan, yaitu diadakan pemisahan sesuai dengan
jenis dan masing-masing data, kemudian diupayakan analisanya dengan
menguraikan dan menjelaskan, sehingga data tersebut dapat diambil
pengertian dan kesimpulan sebagai hasil penelitian.
277
Adapun alur analisis
data dalam penelitian ini adalah:
1. Pendeskripsian Data
Pendeskripsian data dilakukan untuk mengetahui pembayaran klaim
asuransi Kesehatan pada PT. Asuransi Takaful Indonesia Cabang
Surakarta, data-data yang sudah terkumpul diberikan suatu penafsiran
kata-kata yang menjelaskan suatu keadaan dari pelaksanaannya.
Penjelasan tersebut diuraikan dengan keadaan yang sebenarnya, sesuai
dengan fakta yang ada di lapangan.
2. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
Pemeriksaan keabsahan data, dimana penulis menggunakan tekhnik atau
model triangulation, yaitu dengan membandingkan data hasil interview
dengan data dari studi pustaka dan dokumentasi. Model triangulation


275
Ibid….,

276
Deli Karjono, “Penentuan Kualitas Jasa Asuransi Takaful Keluarga Dengan
Menggunakan Metode Total Quality Management”, Skripsi Jurusan Manajemen, Tak Diterbitkan,
STIE IEU, Yogyakarta, 2002, hal.5

277
Winarso Surahmat, Pengantar Penelitian-Penelitian Dasar Metode Teknik, Bandung,
1989, hal. 34
clx
digunakan untuk mendapatkan hasil-hasil penelitian yang lebih terinci dan
mendalam.
278

3. Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan diberikan untuk mengetahui dan mendeskripsikan
pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT. Asuransi Takaful
Indonesia Cabang Surakarta, serta kesesuaiannya dengan fatwa DSN
No. 2 Tahun 2001. Pemberian saran-saran untuk memberikan masukan-
masukan yang dapat meningkatkan serta mengembangkan kinerja dan
operasional perusahaan tersebut, serta pelayanan kepada nasabah
asuransi kesehatan PT. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta.




















278
Jogiyanto, Loc..cit…, hal. 9.
clxi
BAB IV
PEMBAHASAN




A. Gambaran Umum Obyek Penelitian
1. Sejarah Perusahaan
Menjelang didirikannya asuransi yang menggunakan sistem syariah
ini, umat Islam masih ragu dengan keberadaannya, maka untuk
meyakinkannya para pakar ekonomi Islam kemudian bersepakat
mendirikan Asuransi Takaful di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan
memperhatikan perjalanan panjang asuransi syariah yang telah
dilaksanakan di Negara-negara lain. Karena asuransi syariah dengan
sistem takaful telah mampu membuktikan dalam operasinya dapat bersaing
dengan asuransi konvensional maka dibentuklah lembaga asuransi ini.
279

Asuransi Takaful didirikan atas prakarsa Cendekiawan Muslim
Indonesia, Yayasan Abdi Bangsa bersama Bank Muamalat Indonesia
dibantu oleh Departemen Keuangan, Asuransi Jiwa Tugu Mandiri dan
perorangan yang tertarik pada sistem ekonomi Islam membentuk Tim
Pembentukan Asuransi Takaful Indonesia yang kemudian popular dengan
nama TEPATI pada bulan Juli 1993. kemudian pada tanggal 24 Februari
diadakan penandatanganan akta pendirian PT. Syarikat Takaful
Indonesia.
280


279
Sahrawardi Lubis, Hukum Ekonomi Islam, Sinar Grafika, 2000, hal.82

280
Ibid….., hal.83
57
clxii
Secara kronologis, sebagaimana disebutkan dalam Modul
Pengetahuan Dasar Takaful, sejarah pendirian Asuransi Takaful dapat
digambarkan sebagai berikut:
27 Juli 1993 : Tim pembentukan Asuransi Takaful Indonesia
(TEPATI)

7-9 September 1993 : Studi Banding ke Malaysia
19 Oktober 1993 : Seminar syariah di Hotel Indonesia
20 Oktober 19993 : Technical Agreement TEPATI dan Syarikat
Takaful Malaysia (STM)

12 Desember 1993 : Pelatihan SDM I ke STM
12 Januari 1994 : MOU BMI dan STM
11 Maret 1994 : Peresmian PT.Syarikat Takaful Indonesia
16 April 1994 : Seminar Takaful di Bandung
17 April 1994 : Pelatihan SDM II untuk Asuransi Umum
19 April 1994 : Seminar Takaful di Jogjakarta
21 April 1994 : Seminar Takaful di Surabaya
5 Mei 1994 : Akte Pendirian PT. Asuransi Takaful Keluarga
(ATK)

24 Mei 1994 : Persetujuan prinsip PT. ATK
14 Agustus 1994 : Izin usaha PT. ATK
25 Agustus 1994 : Peresmian PT. ATK oleh Menkeu Bp.Mar’ie
Muhammad di Hotel Sahid Jaya Jakarta.

2 Juni 1995 : Peresmian PT.Asuransi Takaful Umum oleh
Menristek dan Ka. BPPT Bp. Prof.Dr. H.
B.J.Habibie.

Pada awalnya PT. Syarikat Takaful Indonesia didirikan dengan modal
bersama sebanyak Rp 80 milyar sedangkan modal setornya adalah Rp.16
milyar. Modal ini sebanyak 15% di pegang Bank Muamalat Indonesia (BMI)
clxiii
sedangkan sisanya dikuasai PT. Karya Abadi Bangsa yaitu perusahaan
yang menerbitkan Koran harian Republika.
281

Landasan pendirian Asuransi Takaful yaitu ajaran Islam yang mulia,
memerintahkan umat Islam untuk menyantuni sesama manusia yang
kehilangan harta benda, kematian kerabat, maupun musibah lainnya.
Tindakan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas (itsar),
serta tolong menolong (ta’awun) antar warga masyarakat, baik Muslim
maupun non Muslim. Dengan cara demikian rasa persaudaraan (ukhuwah)
akan semakin kokoh. Mereka yang tertimpa musibah tidak dirundung oleh
kesedihan yang berlarut-larut dan tidak memilki solusi dalam menghadapi
kehidupan, bahkan terhindar dari kemungkinan terpuruk dalam kemiskinan
atau kehilangan masa depan. Akan tetapi cara-cara penyantunan itu pun
harus sejalan dengan syariat Islam. Tidak boleh mengandung unsur gharar
(ketidak pastian), maysir (untung-untungan) dan hal-hal lain yang bersifat
ma’shiyat.
282

2. PT. Syarikat Takaful Indonesia
PT.Syarikat Takaful Indonesia adalah holding Company dari PT.
Asuransi Takaful Keluarga dan PT. Asuransi Takaful Umum. Beroperasi
sejak Februari 1994 berdasarkan izin operasional dengan akte pendirian:
SK Menteri Kehakiman RI. No. C2-6712 HT.01.01 tahun 1994. Surat izin
usaha perdagangan (SIUP): Menteri Keuangan RI.No.533/09-
01/PB/VII/2000.



281
Lubis, Op.cit, hal.84

282
Asuransi Takaful Indonesia, Op.cit, hal. 2.
clxiv
B. Visi, Misi dan Tujuan PT. Asuransi Takaful Indonesia
Pengembangan asuransi syariah dilakukan dengan mengacu pada
konsep bermuamalah secara Islami, oleh karena itu konsep tersebut harus
benar-benar diterapkan dalam operasionalnya. Berdasarkan nilai-nilai
syariah, visi pengembangan asuransi syariah di Indonesia adalah
terwujudnya sistem ekonomi yang kompetitif, efisien dan memenuhi prinsip
kehati-hatian agar mampu mendukung sektor riil secara nyata dan transaksi
riil dalam rangka penegakan keadilan sosial, tolong menolong dan menuju
kebaikan.
Visi: Takaful Indonesia adalah lembaga keuangan yang konsisten
menjalankan transaksi asuransi secara Islami. Operasional perusahaan
dilaksanakan atas dasar prinsip-prinsip syariah yang bertujuan memberikan
fasilitas dan pelayanan terbaik bagi ummat dan masyarakat Indonesia.
Sebagai perusahaan, Takaful akan berjuang dan berkembang untuk menjadi
perusahaan terkemuka.
Misi: Tetap konsisten sebagai lembaga ekonomi keuangan syariah
dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Adapun tujuan: Memberikan pelayanan yang terbaik, amanah dan
professional kepada umat Islam dan bangsa Indonesia.






clxv
C. Struktur Organisasi PT. Asuransi Takaful Indonesia
Gambar 2
Struktur Organisasi Asuransi Takaful Indonesia







Sumber: PT. Asuransi Takaful Indonesia


Keterangan:
1. Branch Manager
Bertanggung jawab dalam membuka pangsa pasar., pelaksanaan
produksi, yakni mengkoordinir pelaksanaan tugas bawahannya, dan
bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan pemasaran.
2. Administrasi
Administrasi memiliki dua fungsi, yang pertama fungsi keuangan,
yakni yang bertugas melayani nasabah yang datang ke kantor untuk
kepentingan administrasi dan mengurusi penerimaan premi. Yang kedua
administrasi pemasaran, yang mengurusi kebutuhan marketing demi
kelancaran penjualan.




Junior Agent Junior Agent

Junior Agent

Senior
Agen
Administrasi kolektor Agent
manajer
Junior
Agent
Grup
representatif
Brand
Manajer

clxvi
3. Kolektor
Mempunyai tugas mengurusi pembayaran premi lanjutan untuk
nasabah. Dia memiliki kewenangan dalam melakukan penagihan premi
nasabah.
4. Group Representative (GR)
Memiliki tugas melakukan pemasaran untuk produk kolektif. GR
memiliki spesifikasi cooperate.
5. Agent Manager (AM)
AM bertugas melakukan pemasaran baik individu maupun
corporate. AM membawahi unit agen yang baru direkrut.
6. Senior Agent
Tugas dari senior agent adalah melakukan pemasaran baik itu
produk individu maupun kumpulan.
7. Yunior Agent
Melakukan pemasaran produk khusus individu. Pada umumnya,
semua bagian dalam perusahaan jasa asuransi asalah marketing. Oleh
karenanya setiap fungsionaris dapat melakukan kegiatan pemasaran
yakni mencari nasabah sebagai bentuk produktivitasnya. Hanya saja tiap
bagian tentu memiliki tugas khusus yang diembannya. Hal tersebut tidak
menutup kemungkinan untuk melakukan fungsi pemasaran. Bagian
adminstrasi, kolektor, AM, GR, SA, dan YA semuanya bertanggung jawab
kepada BM yang akan memberikan pertanggung jawabannya kepada
pusat, adapun susunan organisasi Asuransi takaful Indonesia adalah:


clxvii
a.Dewan Komisaris
Letjen TNI (Purn) Achmad Tirto Sudiro Komisaris Utama
Dato Moh.Fadzli Yusof Komisaris
B.S Kusmuljono Komisaris
Taib Rasak Komisaris
b.Dewan Direksi
Wan Zamri Wan Ismail Direktur Utama
c.Dewan Pengawas Syariah
Prof. K. H. Alie Yafie Ketua
H. M. Syafi’I Antonio, Mcc Anggota
DR. Drs. KH. Didin Hafidhuddin, MS Anggota
Prof. DR. Madya Sobri bin Salamon Anggota

Pimpinan dalam melakukan pengawasan dan meminta pertanggung
jawaban tugas yang telah diberikan pada masing-masing bagian. Struktur
organisasi PT. Asuransi Takaful Indonesia supervise Surakarta adalah
struktur organisasi yang hanya berbentuk lini. Secara skematis dapat
digambarkan sebagai berikut:















clxviii
Gambar 3
Struktur Organisasi PT. Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta












Sumber: Pt. Asuransi Cabang Surakarta
Struktur organisasi merupakan pola hubungan antara komponen atau
bagian dari organisasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembagian kerja
agar pelaksanaan fungsi pimpinan berjalan lancar. Susunan organisasi ini
memberikan gambaran bahwa pembagian tugas dan kewenangan disusun
menurut fungsi-fungsi pekerjaan tertentu yang dibutuhkan.

D. Pemegang Saham
Adapun pemegang saham pada PT. Asuransi Takaful Cabang
Surakarta diantaranya adalah sebagai berikut:




-PSDM
-Compensation
&HI
-Treasure
-Accaunting
-Investasi

-Ordinary
-Brancassuran
-Kesehatan
-Individu
-klaim
-Reasuransi
-Medical
Support
-Inkaso
-Ms
-Produk
Dev
-Suport
user
QSA
IT
Teknik Agen
development
Pemasaran
&
Operasional
Keuangan Umum SDM
Akuaria
BOD
(Dewan Dereksi)
MR-ISO Legal & Kesekretarisan
RM Derect
Business
Cabang
Teknik CS Retail CFC BAO KEU
Keterangan:
CS: Costumer
Service
RM: Regional
manajer
BAO: Brancar
Officer
Assurance
MS: Marketing
Support

clxix
Tabel 2
Daftar Pemegang Saham Pada PT. Asuransi Takaful Cabang Surakarta
Saham Prosentase
Syarikat Takaful Malaysia Berhad 66.000%
Islamic Development Bank 26.390%
PT.Permodalan Nasional Madani (Persero) 6.919%
PT.Bank Muamalat Indonesia 5.906%
PT.Karya Abdi Bangsa 0.102%
Koperasi Karyawan Takaful 1.062%
Pengusaha Muslim & pemegang saham lainnya 3.621%
Sumber: Dokumentasi PT. Asuransi Takaful Cabang Surakarta, 2005.

E. Anak Perusahaan PT. Syarikat Takaful Indonesia
Mengikuti ketentuan Undang-Undang No.2 Tahun 1992 tentang
usaha perasuransian, dimana perusahaan asuransi jiwa dan perusahaan
kerugian tidak dikelola oleh satu perusahaan dan harus didirikan secara
terpisah. Maka PT.Syarikat Takaful Indonesia sebagai Holding Company
membentuk dua perusahaan asuransi secara terpisah, yaitu: PT.Asuransi
Takaful Keluarga dalam bidang asuransi jiwa dan PT. Asuransi Takaful
Umum dalam bidang asuransi kerugian.
1. PT. Asuransi Takaful Umum
PT. Asuransi Takaful Umum adalah perusahaan asuransi kerugian
yang beroperasi berlandaskan nilai-nilai syariah. beroperasi sejak 1995
berdasarkan izin operasional dengan akte pendirian: SK Menteri
Kehakiman RI No. C2-18.286. HT. 01. 01 Tahun 1994. izin usaha
perasuransian: SK Menteri Keuangan RI No.247/KMK.017/1995.


clxx
a. Prinsip dan Filosofi
Segala musibah dan bencana yang menimpa manusia merupakan
qadha dan qadar Allah SWT. Namun manusia wajib berikhtiar
memperkecil resiko yang ditimbulkan. Salah satunya adalah dengan
cara menabung. Akan tetapi, upaya tersebut seringkali tidak memadai
karena resiko yang ditanggung lebih besar dari yang diperkirakan.
Takaful sebagai asuransi yang bertumpu pada konsep tolong
menolong dalam kebaikan dan ketakwaan serta perlindungan yang
menjadikan semua peserta asuransi sebagai keluarga besar yang
saling menjamin dan menanggung resiko satu sama lain.
b. Pemegang Saham
PT. Syarikat Takaful Indonesia 51.93%
Koperasi Karyawan Takaful 0.19%
ATK 47.88%
c. Struktur Organisasi PT. Asuransi Takaful Umum
Dewan Komisaris
Taib Razak Komisaris Utama
Aris Mufti Komisaris
Bachrum M.Nasution Komisaris
Wan Zamri Wan Ismail Komisaris
d. Produk-Produk Asuransi Takaful Umum
1) Takaful Kebakaran (Fire Insurance)
2) Takaful Kendaraan Bermotor (Motorized Vehicle
Insurance)
3) Takaful Kecelakaan Diri (Personal Accident Insurance)

clxxi

2. PT. Asuransi Takaful Keluarga
PT.Asuransi Takaful Keluarga adalah perusahaan asuransi jiwayang
beroperasi berlandaskan nilai-nilai syariah. beroperasi sejak 1994
berdasarkan izin operasional dengan akte pendirian: SK Menteri
Kehakiman RI No. C2-9583. HT. 01. 01 Tahun 1994. izin usaha
perasuransian: SK Menteri Keuangan RI No.385/KMK.017/1994.
a. Prinsip dan Filosofi
Segala musibah dan bencana yang menimpa manusia
merupakan qadha dan qadar Allah SWT. Namun manusia wajib
berikhtiar memperkecil resiko yang ditimbulkan. Salah satunya adalah
dengan cara menabung. Upaya tersebut seringkali tidak memadai
karena resiko yang ditanggung lebih besar dari yang diperkirakan.
Takaful sebagai asuransi yang bertumpu pada konsep tolong
menolong dalam kebaikan dan ketakwaan serta perlindungan yang
menjadikan semua peserta asuransi sebagai keluarga besar yang
saling menjamin dan menanggung resiko satu sama lain. Sistem ini
diatur dengan meniadakan maysir, gharar, dan riba.
b. Pemegang Saham
PT.Syarikat Takaful Indonesia99.94%
Koperasi Karyawan Takaful 0.06%

c. Struktur Organisasi
Dewan Komisaris
Dato’ Mohd. Fadzli YusofKomisaris Utama
Wiwin P.SoedjitoKomisaris
M.HarisKomisaris
clxxii
Wan Zamri Wan IsmailKomisaris
Dewan Direksi
Agus HaryadiDirektur Utama
m.Aminuddin IsmailDirektur

3. Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta
a. Sejarah
PT.Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta didirikan dan
mulai beroperasi pada tahun 1998, yang dilandasi oleh ajaran Islam
untuk saling tolong menolong antar sesame yang membutuhkan atau
tertimpa suatu musibah.
PT. Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta yang
berkantor di Jl. Slamet Riyadi ini telah memberikan layanan jasa
asuransi jiwa dan mempunyai beberapa produk yaitu 3 produk
Asuransi Takaful Keluarga dengan unsur tabungan serta 3 produk
Asuransi Takaful Keluarga Tanpa Unsur Tabungan.
b. Produk-Produk Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta
1) Produk Asuransi Takaful Keluarga (Unsur Tabungan)
a) Takaful Dana Investasi (Fuldana)
b) Takaful Dana Haji (Fulhaji)
c) Takaful Dana Siswa (Fulsiswa)
2) Produk Asuransi Takaful Keluarga (Tanpa Unsur Tabungan)
a) Takaful Kesehatan
b) Takaful Kecelakaan Diri
c) Takaful Al-Khairat Individu


clxxiii

F. Produk-Produk PT. Asuransi Takaful Indonesia
Produk asuransi dibagi menjadi dua bagian diantaranya yaitu: Produk
asuransi individu dan asuransi kumpulan dengan spesifikasi sebagai berikut:
1. Produk Asuransi Individu
Produk asuransi individu pada asuraransi takaful meliputi:
a. Takaful Dana Investasi
Merupakan program yang diperuntukan bagi mereka yang
merencanakan pengumpulan dana untuk bekal di hari tua.
b. Takaful Dana Haji
Program yang diperuntukan bagi masyarakat yang menginginkan
perencanaan pengumpulan dana untuk naik haji.
c. Takaful Dana Siswa
Program yang diperuntukan bagi masyarakan yang bermaksud
untuk menyediakan dana untuk putra-putrinya sampai sarjana.
d. Takaful Kesehatan
Program yang diperuntukkan bagi masyarakat yang bermaksud
untuk menyediakan dana santunan rawat inap dan operasi.
e. Takaful Al-Khairat
Program yang memberikan santunan kepada ahli waris peserta
apabila peserta ditakdirkan meninggal pada masa perjanjian.
f. Takaful Kecelakaan Diri
Program yang ditujukan kepada mereka yang bermaksud
menyediakan santunan bila mengalami musibah karena kecelakaan
dalam masa perjanjian.
clxxiv


2. produk Asuransi Kumpulan
a. Takaful Pembiayaan
Program yang memberikan jaminan pelunansan sisa hutang bila
yang bersangkutan ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian.
b. Takaful Al-Khairat
Program yang memberikan santunan kepada ahli waris peserta bila
peserta bila peserta ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian.
c. Takaful Kecelakaan Diri Kumpulan
Program ditujukan untuk perusahaan yang bermaksud untuk
menyediakan santunan kepada karyawan apabila karyawan mengalami
musibah karena kecelakaan pada masa perjanjian.
d. Takaful Kecelakaan Siswa
Program ditujukan kepada sekolah yang bermaksud menyediakan
santunan kepada siswa atau pesertanya bila mengalami musibah karena
kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap total maupun sebagian
atau meninggal.
e. Takaful Perjalanan Haji dan Umrah
Program yang ditujukan bagi jamaah haji atau umroh yang
bermaksud menyediakan santunan untuk ahli waris jamaah bila peserta
meninggal sewaktu menjalankan ibadah haji atau umroh.
f. Takaful Wisata dan Perjalanan
Program yang ditujukan untuk biro perjalanan dan wisata yang
bermaksud menyediakan santunan kepada pesertanya bila mengalami
clxxv
musibah karena kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap total,
sebagian atau meninggal selama wisata atau perjalanan.
g. Takaful Kesehatan (Fulmedicare)
Program asuransi kesehatan kumpulan bagi organisasi atau badan
usaha yang memberikan penggantian biaya pengobatan bila peserta
jatuh sakit.


G. Program Asuransi Kesehatan Kumpulan
Program asuransi kesehatan kumpulan dibagi menjadi dua, antara
lain:
1. Program Utama
Program ini sering disebut inpatien (IP) yang memberikan jaminan
terhadap biaya-biaya yang timbul karena peserta dirawat inap di rumah
sakit, meliputi: biaya kamar dan akomodasi, biaya ruang ICU, biaya
aneka perawatan, biaya operasi, biaya dokter anastesi, biaya sewa kamar
operasi, biaya kunjungan dokter, biaya konsultasi dokter ahli, biaya
pemeriksaan sebelum dan sesudah rawat inap, biaya ambulance, biaya
perawatan gigi darurat karena kecelakaan, biaya operasi yang tidak
membutuhkan penginapan.
Ukuran yang digunakan pada program perawatan inap dan operasi
selalu mengacu pada biaya kamar perawatan dan akomodasi perhari
rumah sakit, sehingga pada kartu peserta tertulis misalnya IP-100, artinya
bahwa peserta yang memegang kartu tersebut mempunyai plafon biaya
kamar perawatan dan akomodasi di rumah sakit perhari Rp.100.000,-

clxxvi


2. Program Tambahan /
Suplemen
Program tambahan ini merupakan program pendukung dari program
utama dan program tersebut hanya bisa diambil bila program utamanya
diikuti. Program ini terdiri dari tiga macam program, antara lain:
a. Program Rawat Jalan, yaitu mengganti biaya konsultasi pada dokter
umum, biaya dokter spesialis, biaya obat-obatan, biaya fisioterapi dan
biaya penunjang diagnostik. Program ini sering disebut dengan Out
Patien atau disingkat dengan OP. Dalam kartu peserta tertulis OP-10.
maksudnya ialah besarnya biaya konsultasi dengan dokter umum
sekali kunjungan perhari sebesar Rp.10.000,-. Pihak Takaful
menetapkan coinsurance
283
sebesar 20% sehingga perusahaan
hanya membayar ganti rugi 80% dari kuitansi atau sebesar maksimal
manfaat asuransi.
Contoh coinsurance pada rawat jalan:
1). Tuan A mengikuti program rawat inap (IP-100) dengan program
tambahan rawat jalan (OP-10). Pada suatu ketika Tuan A
melakukan konsultasi pada dokter umum dengan menghabiskan
biaya konsultasi Rp.10.000,-. Peserta akan menanggung sendiri
biayanya sebesar Rp.10.000,- x 20% = Rp.2.000,-. Sedangkan
Takaful akan mengganti sebesar Rp.8.000,-

283
Coinsurance merupakan pembebanan biaya perawatan yang harus dibayar sendiri oleh
peserta dimana diterapkan perkejadian dan pemotongannya dilakukan secara langsung dengan
mengurangi penggantian kerugian yang menjdi haknya, Abbas Salim, Asuransi dan Manajemen
Resiko, Hal 120.
clxxvii
2). Tuan C mengikuti program rawat jalan (OP-10). Pada suatu
ketika Tuan C melakukan konsultasi pada dokter umum dengan
menghabiskan biaya konsultasi Rp.50.000,-. Perusahaan hanya
akan mengganti sebesar Rp.10.000,- karena Rp.50.000,- x 80% =
Rp.45.000,- biaya ini melebihi batas maksimal manfaat Tuan C
sebesar Rp.10.000,-. Jadi dalam kasus ini Takaful hanya
membayar sampai batas maksimal manfaat Tuan C yaitu
Rp.10.000,-.
b. Rawat Gigi, yaitu mengganti biaya perawatan umum, biaya perawatan
gusi, biaya pencegahan, biaya perawatan komplek, biaya perawatan
perbaikan dan biaya untuk gigi palsu.
c. Kacamata, yaitu mengganti biaya bingkai kacamata dan lensa dengan
waktu tunggu enam bulan khusus untuk bingkai kacamata. Dalam
pengantian ini harus berdasarkan indikasi medis.
d. Persalinan, yaitu mengganti biaya persalinan normal maupun operasi,
keguguran dengan indikasi medis serta persalinan di rumah.

H. Analisis Data
1. Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan
Prosedur yang harus dilakukan oleh peserta untuk mengajukan klaim
peserta diharuskan menjadi pasien pada provider-provider PT Asuransi
Takaful, kemudian menggunakan rekomendasi Provider melanjutkan
pengajuan klaim ke pihak asuransi takaful di mana nasabah membayar polis.
Adapun pengajuan klaim pada rumah sakit non provider, dengan prosedur
sebagai berikut:

clxxviii



Gambar 4
Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan






Sumber: PT. Asuransi Takaful, Cabang Surakarta, Tahun 2006.


Mendapatkan pelayanan untuk klaim oleh nasabah harus melalui
tahapan-tahapan yang merupakan ketetapan miliki PT Asuransi Takaful,
adapun berkas-berkas yang pengajuan klaim diantaranya adalah:
a. Formulir Klaim (disediakan oleh Asuransi Takaful).

b. Kwitansi-kwitansi asli beserta perinciannya (copy resep
dan bukti penunjang lainya).
c. Surat keterangan medis dari dokter yang memeriksa
atau Rumah Sakit tempat peserta dirawat tentang diagnosa penyakit
(kondisi pasien).
c. Surat keterangan sebab terjadinya kecelakaan dari instansi yang
berwenang (khusus bila terjadi kecelakaan lalu lintas).
d. Nomor rekening dan nama peserta atau pemegang polis,
bila pembayaran klaim ingin ditransfer melalui bank.
Adapun jenis-jenis pelayanan dan biaya yang tidak dijamin dalam
program ini adalah:
Peserta Jatuh Sakit

Rumah Sakit Non
Provider
Pengajuan Klaim
Menerima Pelayanan
Membayar Pulang
clxxix
a. Biaya pengobatan yang sudah mendapatkan penggantian dari asuransi
atau pihak lain.
b. Peperangan dan bencana alam, peserta aktif dari demontrasi, huru-hara,
kerusuhan, pengacauan dan kekacauan, perbuatan terror,
pemberontakan, cedera atau penyakit yang disebabkan oleh perbuatan
sendiri dan obat terlarang.
c. Cedera yang disebabkan olahraga berbahaya, misalnya: panjat
gunung/tebing, arung jeram, hang-gliding, balap mobil/motor, menyelam,
parasut, tinju, akrobatik, gantole, terbang layang.
d. Penyakit hubungan seksual seperti AIDS (Acquired Immuno Deficiency
Syndrome) dan ARC (AIDS Relative Complex), HIV, Gonorrhea, Syphilis,
dan lainnya serta segala akibatnya.
e. Pengobatan dan tindakan medis yang masih dikategorikan eksperimen
misalnya: Therapy ozon, Hyperbaric Therapy, tindakan laser Eximer dll,
pengobatan akupuntur, dan tempat perawatan tradisional.
f. Pengobatan cacat bawaan atau kelainan congenital/herediter (bawaan
dari lahir) misalnya hernia, VSD, ASD, debil (idiot), embicil (lebih idiot),
mongoloid, cretinism (kerdil), thallasemia (kanker darah), haemophilia,
operasi bibir sumbing, dan cacat bawaan lainnya.
g. Pemeriksaan fisik secara berkala (medical check-up).
h. Setiap pengobatan yang bukan berdasarkan indikasi medis atau tidak
diperlukan secara medis, perawatan atau tindakan medis yang bersifat
kosmetik.
clxxx
i. Pengobatan dan tindakan medis yang dilakukan oleh keluarga dekat
peserta atau oleh seseorang tinggal dalam serumah atau bekerjasama
dengan peserta.
j. Perawatan dan pengobatan gigi (kecuali akibat kecelakaan dan atau
mengikuti program tambahan rawat gigi).
k. Proses kehamilan, segala penyakit yang berhubungan dengan kehamilan,
melahirkan, aborsi tanpa indikasi medis (kecuali mengikuti program
tambahan melahirkan) tindakan untuk mendapatkan kesuburan,
pemakaian alat kontrasepsi dan segala jenis imunisasi/vaksinasi.
l. Radiasi dan kontaminasi yang bersifat massal.
m. Pembelian obat-obatan tanpa resep dokter dan semua multivitamin.
n. Pemberian alat Bantu (protesa), misalnya protesa tangan, protesa mata,
protesa kaki, dan alat Bantu pendengaran.
o. Pemberian kacamata (kecuali mengikuti program tambahan kacamata),
pemeriksaan refraksi mata untuk kebutuhan kacamata.
p. Home Nursing (Perawatan di rumah) atau untuk perawatan pribadi.
q. Operasi Jantung, alat pacu jantung, tranplantasi organ tubuh termasuk
sumsum tulang, haemodilisa (cuci darah), pengobatan yang bersifat
kronis.
r. Jasa-jasa non medis yang diberikan oleh rumah sakit dan tidak ada
hubungannya dengan pengobatan, seperti biaya telepon, fax, salon,
video, alat-alat kesehatan seperti thermometer, ice-up, warm water zak,
dan sebagainya.
s. Pengobatan terhadap penyakit kejiwaan/psikologis atau gangguan mental
(mental disorder) dan gangguan syaraf lainnya.
clxxxi

2. Sistem Pembayaran Klaim Asuransi Takaful Kesehatan

Sistem pembayaran yang diberikan pihak PT. Asuransi Takaful ada
dua macam, yakni:
a. Sistem pembayaran provider, sistem pembayaran dimana peserta
ketika menjalani perawatan di rumah sakit yang menjadi rekan takaful
tidak perlu membayar tagihan biaya rumah sakit. Semua biaya tersebut
ditanggung oleh pihak PT. Takaful.
b. Sistem pembayaran Reimbursemen, yakni peserta
membayar terlebih dahulu semua tagihan biaya rumah sakit sebagai
akibat dari mendapat pelayanan rawat inap rumah sakit tersebut.
Kemudian peserta mengajukan klaim takaful.

Masing-masing sistem pembayaran di atas memiliki kelebihan dan
kekurangan. Kelebihan sistem provider ialah peserta tidak perlu
mengeluarkan uang, karena semua biaya akan ditanggulangi oleh Takaful.
Kerugiannya peserta tidak mempunyai kebebasan untuk memilih rumah sakit
yang diinginkannya. Sedangkan kelebihan pada sistem pembayaran
reimbursemen adalah peserta bebas memilih rumah sakit yang disukainya
sedangkan kelemahannya peserta harus mengeluarkan uang terlebih dahulu
dan tidak jarang pihak rumah sakit meminta uang jaminan di muka sebelum
memberikan perawatan inapnya.
Kelebihan biaya perawatan yang dipakai oleh peserta yang menjadi
haknya pada sistem pembayaran kesehatan provider merupakan ekses
klaim. Pada umumnya ekses klaim yang paling banyak terjadi pada jenis
manfaat “Aneka Perawatan” yang meliputi obat-obatan, alat kesehatan,
clxxxii
transfuse darah, pemeriksaan laboratorium, biaya administrasi dan lain-lain.
Terhadap ekses klaim perusahaan akan melakukan tagihan kepada peserta
melalui pemegang polis. Guna menghindari ekses klaim yang mungkin terlalu
besar, anjuran perusahaan pada peserta dalam mengkonsumsi pelayanan
kesehatan rawat inap menyesuaikan dengan plafon/program yang menjadi
kewajibannya.
Apabila peserta mengambil kelas perawatan diatas kelas atau
jaminan yang menjadi hak penentuan kamar dan makan yang ditentukan,
dalam pengukurangya mengunakan rumus Pro-Rata, sebagaimana dibawah
ini:
Harga kamar sesuai plan
Penggantian = x Tagihan
Harga kamar yang diambil

Pengunaan rumus di atas apabila peserta mendapatkan penggantian
manfaat tidak melebihi hak yang telah ditetapkan dan perusahaan
memberikan penggantian sesuai hak peserta.
Pada asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan, nilai penggantian klaim
tergantung dari manfaat yang diambil serta perawatan yang dijalani. Adapun
nilai penggantiannya antara lain sebagai berikut:
a. Rawat inap 100% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai
manfaat yang menjadi haknya.
b. Rawat jalan 80% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai
manfaat yang menjadi haknya.
c. Rawat Gigi 80% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai manfaat
yang menjadi haknya.
clxxxiii
d. Persalinan 100% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai
manfaat yang menjadi haknya.
e. Kacamata 80% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai manfaat
yang menjadi haknya.
Jumlah peserta asuransi dan peserta penerima klaim mulai tahun
2004 s/d tahun 2005 adalah sebagai berikut:
Tabel 3
Jumlah Peserta dan Penerima Klaim
Tahun
Jumlah
Peserta
Jumlah Premi
(Rp)
Jumlah Peserta
Penerima Klaim
Jumlah Klaim
(Rp)
2004 682 171.568.700 40 38.724.714
2005 188 45.134.850 18 23.415.950
Sumber: PT. Asuransi Takaful, Cabang Surakarta, Tahun 2006.

Dalam rangka menganalisa besarnya pembayaran klaim asuransi
yang diterima oleh peserta dari Asuransi Takaful Surakarta dilakukan
wawancara dengan peserta asuransi, dengan hasil sebagai berikut:











clxxxiv




Tabel 4
Jumlah Klaim Asuransi yang Diterima Peserta Asuransi Kesehatan
Tahun 2005
(Dalam Ribuan Rupiah)
No Jenis
Perawatan
Biaya
Pengobatan
Jumlah
Penggantian
Plafon
Max
1. Rawat Inap ** 1.231 560 560
2. Pembelian Kacamata 525 140 140
3. Rawat Inap & operasi
usus buntu
7.000 4.200 4.297
4. Rawat Inap ** 465 170 170
5. Rawat Inap 1.500 550 560
6. Pembelian Kacamata 400 140 140
7. Persalinan Normal 2.000 1.250 1.250
8. Rawat Inap & operasi
hernia
5.000 4.500 4.805
9. Rawat Inap & operasi
Porstat
6.000 5.000 5.225
10. Pembelian kacamata 300 140 140
11. Persalinan Cesar 5.000 1.650 1.650
12. Perawatan Gigi 100 100 195
13. Rawat Inap ** 1.300 700 700
14. Persalinan Normal 1.500 1.250 1.250
15. Operasi tanpa Rawat
Inap (bisul/uci-uci)
200 200 400
16. Rawat Inap & operasi
amandel
2.000 2.000 2.575
17. Rawat Inap 1.350 560 560
18. Pembelian Kacamata 250 140 140
JUMLAH 35.571 23.240 24.757
Sumber: Analisa Data Primer
Keterangan: ** Pembayaran Provider
clxxxv
Tabel 4: Menunujukkan bahwa penggantian klaim biaya pengobatan
yang diterima peserta tergolong rawat inap sebanyak 27,8%; Rawat Inap dan
operasi sebanyak 22,2%; Pembelian Kacamata 22,2%; persalinan 16,8%;
Perawatan Gigi 5,5% dan Operasi Tanpa Rawat Inap 5,5%. Adapun jumlah
penggantian klaim yang diterima peserta sejumlah Rp.23.240.000,-. Dengan
demikan jika dibandingkan dengan data yang tercatat pada PT.Asuransi
Takaful Indonesia Cabang Surakarta sejumlah Rp.23.415.950, maka terdapat
selisih Rp.175.950,- (0.75%). Hal ini disebabkan karena peserta tidak
memiliki arsip kwitansi tentang besarnya klaim asuransi yang dibayarkan oleh
pihak Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta, dalam menjawab
pertanyaan hanya mengandalkan daya ingatnya saja, sehingga wajar apabila
terjadi perbedaan data.
Total biaya pengobatan peserta sejumlah Rp. 35.571.000,- atau lebih
besar Rp.12.331.000,- (34.7%) jika dibandingkan dengan jumlah penggantian
klaim asuransi sebesar Rp. 23.240.000,-. Peserta yang berobat ke rumah
sakit rekanan sebanyak 3 orang (16.8%) mengalami ekses klaim
menggunakan sistem pembayaran provider, yang lainnya 15 orang (83.2%)
berobat di luar rumah sakit rekanan menggunakan sistem pembayaran
reimbursemen. Data diatas menunjukkan bahwa klaim asuransi yang
dibayarkan berbeda jumlahnya tergantung pada besarnya premi.
Berdasarkan pendapat dari peserta, seluruhnya menyatakan bahwa
pembayaran klaim asuransi kesehatan pada Asuransi Takaful Surakarta
sudah sesuai dengan aqad yang tertulis di awal perjanjian.

3. Interpretasi Kesesuaian Aplikasi Pembayaran Klaim Asuransi
Takaful Kesehatan Kumpulan dengan Fatwa DSN No. 21 Tahun 2001
clxxxvi
Klaim yang diajukan oleh nasabah PT. Asuransi Takaful Cabang
Surakarta merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya maupun pihak
lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya
kerugian sebagaimana yang diperjanjikan, atau aplikasi oleh peserta untuk
memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia berdasarkan
perjanjian yang disepakati oleh peserta dan pihak PT. Asuransi Takaful
Cabang Surakarta, dalam hal ini PT. Asuransi Takaful Cabang Surakarta
mengacu pada sistem yang berlaku yang ditetapkan. Dengan demikian
sesuai dengan fatwa DSN No.21 Tahun 2001, klaim asuransi kesehatan
dibayarkan berdasarkan aqad Tijarah dan Tabarru’.
Prosedur klaim pada asuransi kesehatan perusahaan memiliki
kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim. Adapun prosedur klaim
yang dianjurkan, antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti
lisan dan diperkuat dengan laporan tertulis), bukti klaim kerugian
(menyerahkan klaim tertulis dengan melengkapi lembaran klaim standar yang
dirancang khusus untuk masing-masing class of business), penyelidikan
(melakukan survey ke lapangan atau menunjuk independent adjuster, dimana
laporan akan dijadikan dasar apakah klaim dijamin oleh polis atau tidak),
penyelesaian klaim (kesepakatan melalui tahapan-tahapan yang memang
merupakan ketetapan baku yang dimiliki PT Asuransi Takaful, adapun
berkas-berkas yang pengajuan klaim diantaranya: Formulir klaim, kwitansi-
kwitansi asli beserta perinciannya, surat keterangan medis dari dokter yang
memeriksa atau rumah sakit tempat peserta di rawat tentang diagnosa
penyakit, nomor rekening dan nama peserta atau pemegang polis, bila
pembayaran klaim ingin ditransfer melalui bank.
clxxxvii
Sumber pembayaran klaim pada asuransi syariah diperoleh dari klaim
dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian, klaim
dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang dibayarkan, klaim
atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta, dan merupakan
kewajiban perusahaan untuk memenuhinya, klaim atas akad tabarru’,
merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan, sebatas
yang disepakati dalam akad. Rekening tabarru’, yaitu iuran kebajikan yang
telah diniatkan oleh peserta untuk dana saling tolong menolong apabila ada
peserta lain yang terkena musibah, klaim yang dibayarkan perusahaan
adalah kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad atau perjanjian
asuransi, yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah premi sebagai
tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar klaim sebagai
penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh tempo.
Dengan demikian, PT. Asuransi Takaful Cabang Surakarta menjalankan
ketentuan-ketentuan yang dianjurkan dan sesuai dengan fatwa Dewan
Syariah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman umum Asuransi
Syariah, dijelaskan pada pasal ketujuh yaitu:
a. Klaim atas aqad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta, dan
merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya. Pada dasarnya
aqad tijarah yang digunakan asuransi Takaful sama dengan prinsip
mudharabah, dimana peserta bertindak sebagai sohibul mal sedangkan
asuransi Takaful sebagai mudharib, dengan bagi hasil 60:40 (60%
untuk asuransi dan 40% untuk peserta). Apabila sampai akhir perjanjian
peserta tidak mengajukan klaim meninggal dunia, maka 60% bagian
clxxxviii
keuntungan tersebut diberikan kepada perusahaan/organisasi
pemegang polis.
b. Klaim atas aqad tabarru’, merupakan hak peserta dan merupakan
kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam aqad. Aqad
tabarru’ ini sengaja dihibahkan untuk tujuan saling tolong menolong
ketika peserta lain mengalami musibah, dimana peserta sebagai
pemberi hibah sedangkan pihak asuransi sebagai pengelola hibah.
c. Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang
dibayarkan.
















clxxxix
BAB V
PENUTUP




A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, maka penulis dapat mengambil kesimpulan
bahwa:
c. Sistem pembayaran klaim asuransi kesehatan yang
diberikan oleh pihak PT. Asuransi Takaful dengan dua macam, yaitu
pembayaran secara provider dan reimbursmen. Jumlah klaim asuransi
yang diterima oleh peserta asuransi kesehatan tahun 2005,
menunnjukkan bahwa dari 18 peserta hanya sebanyak 3 orang (16.8%)
saja yang menggunakan sistem pembayaran provider. Sedangkan 15
peserta lainnya atau sekitar 83.2% menggunakan sistem pembayaran
reimbursmen. Maka dapat disimpulkan bahwa PT.Asuransi Takaful masih
sedkit menjalin kerjasama dengan rumah sakit-rumah sakit yang berada
di Indonesia.
d. Asuransi Kesehatan merupakan produk non saving dari
PT.Asuransi Takaful Indonesia, maka pembayaran klaim menggunakan
akad tabarru’, dimana akad tabarru’ tersebut sudah tertulis di awal
perjanjian dan akan dibayarkan sesuai dengan nisbah yang telah
disepakati kedua belah pihak. Sedangkan dari hasil penelitian
membuktikan bahwa, pembayaran klaim asuransi kesehatan pada
PT.Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta menggunakan akad
tabarru’ dengan skema mudharabah. Adapun akad mudharabah ini
termasuk salah satu akad tijarah selain akad wadiah, akad wakalah, dan
cxc
akad musyarakah. Dimana dalam pembagian bagi hasilnya adalah 40%
untuk peserta dan 60% untuk perusahaan. Hasil penelitian juga
menunjukkan bahwa, jumlah nominal pembayaran klaim asuransi
kesehatan antara peserta yang satu dengan peserta yang lainnya tidak
sama, karena pembayaran klaim tergantung dari beberapa hal, antara
lain: besarnya premi yang dibayarkan oleh peserta, jenis plan yang dipilih,
dan jenis perawatan yang dimabil oleh peserta.
Jadi, hasil penelitian diatas apabila dibandingkan dengan fatwa DSN
No.21 Tahun 2001 pasal ketujuh, maka dapat diambil kesimpulan bahwa
pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT.Asuransi Takaful
Indonesia Cabang surakarta sudah menjalankan ketentuan-ketentuan
yang dianjurkan dan sesuai dengan fatwa DSN No.21 Tahun 2001.

B. Keterbatasan penelitian
Adapun keterbatasan penelitian ini adalah:
Tertutupnya pihak asuransi khususnya dalam hal pemberian arsip
kwitansi, sehingga pada saat interview dengan peserta, peserta hanya
mengandalkan daya ingatnya dalam menjawab pertanyaan mengenai jumlah
biaya pengobatan/perawatan yang telah dijalaninyad.

C. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka sebagai bagian
akhir dari tulisan ini penulis memberikan saran:
1. Terkait dengan pembagian nisbah dalam pembayaran klaim,
seharusnya nilai prosentase yang diberikan kepada peserta lebih
besar dibandingkan dengan nilai prosentase untuk perusahaan,
cxci
mengingat peserta sudah terkena pembebanan biaya pengelolaan
atau loading sebesar 30% pertahun. Walaupun loading diperbolehkan
oleh DSN, akan lebih baik apabila premi peserta tidak dipotong
dengan loading, sehingga produk asuransi kesehatan lebih banyak
diminatai oleh masyarakat.
2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta lebih banyak
menggunakan sistem pembayaran klaim reimbursmen, maka
hendaknya PT. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta lebih
menambah jalinan kerjasama dengan rumah sakit-rumah sakit yang
berada di wilayah Surakarta, agar peserta lebih mudah untuk
mendapatkan pelayanan di rumah sakit rekanan Takaful.

CABANG SURAKARTA

Skripsi

Diajukan untuk memenuhi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Islam

Disusun oleh :

FLORA OKTALIA.S.
NIM: 30.01.3.5.014

Surakarta, 11 Januari 2007 Diajukan dan Disahkan Oleh:

Marita Kusuma Wardani, SE NIP: 150.314.657

ANALISIS PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI KESEHATAN PADA ASURANSI TAKAFUL INDONESIA

ii

CABANG SURAKARTA
Disusun Oleh :

FLORA OKTALIA.S.
NIM: 30.01.3.5.014 Telah di pertahankan di depan Dewan Penguji Skripsi Jurusan Ekonomi Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Surakarta, Pada hari Kamis Tanggal 11 Januari 2007 Dan dinyatakan telah memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Islam Surakarta, 8 Februari 2007 Mengetahui

Ketua Sidang

Sekretaris Sidang

H.Shalahudin Sirizar, M.Ag NIP: 150369024 Penguji I

Septin Puji Astuti, S.Si, MT NIP: 150370257 Penguji II

Drs. Azis Slamet Wiyono, MM NIP: 131611007

Fitri Wulandari, SE, M.Si NIP: 150291030

Ketua Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta

M. Rahmawan Arifin, SE, S.Ag, M.Si. NIP: 150318645

PERSEMBAHAN

iii

Kupersembahkan karyaku ini teruntuk : “Bapak. serta mewujudkan sesuatu yang telah terlewati “MbahTi” Yang tidak pernah lelah mendoakanku “Aan Ardiansyah” That have lighting my day and giving me soul with Your eternal faith. Ibu Tersayang” Yang senantiasa menuturkan petuah hidup. membesarkan. membimbing dan mengayomi-ku dengan penuh kasih dan sayang. (Lo L’Amo) iv . merawat.

MOTTO♥ ♥ “Never Stop Dreaming and Make a Dream Come True” v .

references.2. 2001.ABSTRACT Health Takaful Insurance is a program of insurance that give compensatory of treatment fee of lodge treatment and operation in hospital that proposed to individual. therefore writer can get a conclusion that payment health insurance claim that was done by takaful side has fulfilling the fatwa rule DSN No 2. Key Word :Health Insurance. while data gathering technique consist of interview indepth. This health Takaful Insurance is most related with problem of payment of participant claim. company employees and members of organization. And the kind of this research is feald observe with descriptive qualitative approach. But it needed service improvements in order for progress the company. From the research. such as: creating more relation with hospitals that was international grade.2001. So this matter that be urgent of this research done. archives. Claims ] vi . That is for researching compatibility claim payment of health insurance at ATK with fatwa of DSN No. data and data source were got from primary data data and secondary data.

KATA PENGANTAR

Alhamdulilahirrobbil”alamiin, segala puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rohman dan rohim-Nya, rahmat serta hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai syarat memperoleh gelar kesarjanaan jenjang Strata-1 dengan judul “Analisis Pembayaran Klaim Asuransi Kesehatan Pada Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta”. Skripsi ini berisi laporan penelitian mengenai bagaimana kesesuaian pembayaran klaim asuransi kesehatan pada Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta dengan fatwa DSN No.21 Tahun 2001. Tak lupa pula shalawat serta salam penulis persembahkan kepada beliau utusan zaman, pembela kebenaran, beliaulah baginda kita Nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari zaman jahiliyyah menuju zaman yang penuh barokah seperti sekarang ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah berperan dalam penyusunan skripsi ini. 1. Bapak Prof. Dr. H. Nashruddin Baidan, MA, selaku ketua STAIN Surakarta 2. Bapak M. Rahmawan Arifin, SE, S.Ag, M.Si, selaku Ketua Jurusan

Ekonomi Islam 3. Ibu Fitri Wulandari, SE, M.SI selaku Dosen Wali Program Studi Keuangan Perbankan Syari’ah. 4. Ibu Marita Kusuma Wardani, SE, selaku Pembimbing Skripsi yang telah meluangkan Waktu, tenaga dan pikiran untuk membimbing hingga terselesaikannya penyusunan skripsi ini. 5. Bapak Khoiril Anwar, M.Hum, selaku pembimbing Penelitian di Asuransi Takaful Cabang Surakarta. Bapak Wahyu, Mbak Yuli, beserta seluruh Staff Asuransi Takaful Cabang Surakarta yang telah membantu dan berkenan memberikan izin untuk melaksanakan penelitian. 6. Seluruh Dosen, Staff serta karyawan Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta, terimakasih atas ilmu yang diberikan kepada penulis,semoga dapat penulis amalkan dengan sebaik mungkin.

vii

7. Keluarga Besar “Trah Pawiro Sumardjo“ dan “Trah Gito Suseno“, yang selalu memberikan dukungan moril dan spirituil. 8. Yo2k, Dina, Idoel, Aila, 9Teen, Endah, Ina, Mbak Cathy, Mbak Istna, Mbak Nur, Mbak Deeyoet, Comper, Pakdhe Jahid, Komang, terima kasih atas doa, bantuan, semangat dan persahabatan yang telah dijalin selama ini. 9. Adik-adik sepupuku, keceriaan kalian memberi warna dalam hidupku. Wishing you to be always succes in everything good. 10. The old and new community of Harjowinatan 13. 11. Never ending Jogja with all memories. 12. Pihak-pihak yang tak dapat disebutkan satu persatu terima kasih. Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa Skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan banyak kekurangan dan kesalahan. Hal ini semata disebabkan oleh karena keterbatasan dan kemampuan penulis. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan Skripsi ini sangat penulis harapkan. Mudah-mudahan Skripsi ini bermanfaat bagi perkembangan Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta dan untuk kesejahteraan ummat. Akhirnya hanya kepada Allah SWT penulis memohon petunjuk dan pertolongannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Surakarta, 8 Februari 2007

Flora Oktalia.S.

viii

DAFTAR ISI
Hal Halaman Judul....................................................................................................... Halaman Pengesahan ........................................................................................... Halaman Pengesahan Ujian .................................................................................. HalamanPersembahan .......................................................................................... Halaman Motto ...................................................................................................... Abstraksi................................................................................................................ Kata Pengantar...................................................................................................... Daftar Isi ................................................................................................................ Daftar Tabel........................................................................................................... Daftar Gambar....................................................................................................... Daftar Lampiran..................................................................................................... BAB I Pendahuluan ............................................................................................... A. Latar Belakang Masalah....................................................................... B. Identifikasi Masalah .............................................................................. C. Batasan Masalah.................................................................................. D. Rumusan Masalah ............................................................................... E. Tujuan Penelitian.................................................................................. F. Manfaat Penelitian................................................................................ G. Jadwal Penelitian ................................................................................. H. Sistematika Penulisan .......................................................................... i ii iii iv v vi vii ix xi xii xiii 1 1 6 7 7 7 8 9 9

BAB II Landasan Teori........................................................................................... A. Gambaran Umum Tentang Asuransi .................................................... 1. Pengertian Asuransi ....................................................................... 2. Tipologi Asuransi ............................................................................ 3. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi ...................................................... 4. Manfaat Asuransi............................................................................ 5. Obyek, Tujuan, dan Sasaran Asuransi ...........................................

11 11 12 13 18 20 21

ix

Sejarah Perusahaan ................ B............ B.......................... Asuransi Takaful Kesehatan .............. 2............ Teknik Pengumpulan Data .............. Waktu dan Wilayah Penelitian ...... Visi...... Teknik Analisis Data ........................... Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah.........6..................... Terminologi Asuransi Syariah ........ Landasan Hukum Asuransi Syariah................................................................................................................................Asuransi Umum....................... 1.... 5... E............... Pemegang Saham... PT............. 2.............................................. Prinsip-Prinsip Asuransi Syariah.. A....................... E................................. 2...........................................................................Syarikat Takaful Indonesia............................... Misi.................. D........... Pengertian Asuransi Syariah ...................................................................... C. B..... dan Tujuan PT........................ Pengertian Klaim ......Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta.... PT.. PT......... C..... E................................. D................................ Hasil Penelitian Relevan......... A.................................................................... Anak Perusahaan PT.................................... Fatwa DSN No:21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi ....... 4............. 22 27 27 28 31 35 41 43 44 45 46 46 48 51 53 53 53 53 54 55 57 57 57 59 60 61 64 65 65 67 68 x .. C....... Data Dan Sumber Data ................................... D.... Klaim (Claims) ......................................................................................... 3............ 7.......................... PT.. BAB IV Pembahasan .................................................................. 1............. Jenis-Jenis Klaim...................................................................................................... 2.. Struktur Organisasi PT..............................................................................................................................................Asuransi Takaful Indonesia ................ Gambaran Umum Obyek Penelitian ...................................... Ketentuan Operasi Asuransi Syariah .............................................................. Premi Asuransi ..................................................... Jenis Penelitian ..................... 6......... 1....... 1................................................................... Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi ......Asuransi Takaful Indonesia...................................... BAB III Metodologi Penelitian.................................................Asuransi Takaful Keluarga ..... 3.........................................Syarikat Takaful Indonesia ........................................

.................... Sistem Pembayaran Klaim Asuransi Takaful Kesehatan .................................................21 Tahun 2001..................... 69 71 73 73 76 81 BAB V Penutup...................................................................................................................... 1..... Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful Kesehatan ......................... H................................................. Fatwa DSN No.................................... Kumpulan ............................ C....... Interpretasi Kesesuaian Aplikasi Pembayaran Klaim . Saran ... G.......... Program Asuransi Kesehatan Kumpulan ....... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 85 85 86 86 xi ... Asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan dengan ....................F...................................................................................................Asuransi Takaful Indonesia... Analisis Data ... A...................... Produk-Produk Asuransi PT......................... 3.................. Keterbatasan Penelitian ........ Kesimpulan ........................................................................... B............................................... 2....................................................

...................... Asuransi Kesehatan Tahun 2005.......DAFTAR TABEL Hal Tabel 1 Tabel 2 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah ...................... Daftar Pemegang Saham PT............................................. 80 65 79 41 xii .........................Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta ............................................ Jumlah Klaim Asuransi yang Diterima Peserta ................ Tabel 3 Tabel 4 Jumlah Peserta dan Penerima Klaim..................................

........ Gambar 2 Struktur Organisasi Asuransi Takaful Indonesia .............. Kesehatan Kumpulan ....... 74 49 61 64 xiii . Gambar 4 Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful ............................................................................................................. Gambar 3 Struktur Organisasi Asuransi Takaful Keluarga Surakarta...........DAFTAR GAMBAR Hal Gambar 1 Proses Klaim Asuransi ...........................................

Plafon Maksimal dan Klaim Asuransi dari Peserta Lampiran 9 Perhitungan Manfaat Asuransi Kesehatan Lampiran 10 Daftar Riwayat Hidup xiv .21 Tahun 2001 Lampiran 3 Contoh Polis Asuransi Kesehatan Kumpulan Lampiran 4 Aplikasi Asuransi Kesehatan Kumpulan Lampiran 5 Pernyataan Riwayat Kesehatan Lampiran 6 Formulir Klaim Rawat Jalan Lampiran 7 Formulir Klaim Rawat Inap dan Operasi Lampiran 8 Tabel Biaya Pengobatan.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Pedoman Wawancara Lampiran 2 Fatwa DSN No.

com. dengan menerima premi dari tertanggung (peserta). xv .1 Keberadaan asuransi di tengah-tengah masyarakat sangatlah dibutuhkan. padahal kesehatan menjadi kebutuhan dasar manusia di muka bumi. memberatkan dari kalangan menengah ke atas.BAB I PENDAHULUAN A.asuransi. dapat dirasakan salah satunya adalah tingginya biaya pelayanan kesehatan. potensi untuk mengembangkan bisnis di bidang asuransi sangat potensial selain menjadi krisis ditengah-tengah masyarakat sekaligus menjadi peluang bagi pengembang bisnis. Asuransi secara umum merupakan perjanjian antara penanggung (perusahaan asuransi) dengan tertanggung (peserta asuransi). Latar belakang masalah Krisis multi dimensi yang dirasakan masyarakat saat ini. khususnya dalam perekonomian yang 1 1 http:/www. melihat perkembangan hidup pada masyarakat yang sangat kompleks. Resiko menanggung beban biaya pelayanan kesehatan tidak saja memberatkan kalangan yang tidak mampu tetapi juga. Hal ini ditandai dengan semakin tingginya biaya pelayanan kesehatan dan banyaknya perusahaan multi nasional yang beroperasi dengan menggandeng perusahaan asuransi nasional dalam bentuk perusahaan patungan. kerusakan dan kehilangan akan barang dan lainnya. penanggung (perusahaan) berjanji akan membayar sejumlah pertanggungan ketika tertanggung mengalami kerugian. dengan tertanggung membayar premi sebanyak yang ditentukan penanggung setiap bulannya.

aqidah sangat jelas diterangkan pada al-Quran sehingga aspek-aspek aqidah tidak memerlukan ijtihad para ulama dikarenakan nashnash yang terdapat di dalam al-Qur’an bersifat Qath’i. Di dalam fiqh muamalah tersebut terjadi perdebatan para ulama Islam untuk xvi . dengan kata lain penerapan. Mayoritas masyarakat Indonesia yang memeluk agama Islam menjadi acuan bagi pebisnis Islam untuk membentuk lembaga asuransi syariah.sangat urgen dalam mengarungi kehidupan dalam rangka pensejahteraan umat. Kebutuhan akan kehadiran asuransi takaful diawali dengan maraknya bank-bank syariah. yaitu ibadah yang bersifat mahdhah dan ibadah yang bersifat ghairu mahdhah yang mana ibadah ini telah ditetapkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. sistem serta operasional lembaga ini dilandasi oleh hukum-hukum Islam. Hal ini sesuai dengan UU No. Lembaga ini diprakarsai dengan maraknya lembaga-lembaga bank yang berasaskan syariah yaitu perbankan syariah akhir-akhir ini. termasuk di dalamnya fiqh muamalah yang meliputi tatacara hubungan antara manusia (human relations) beserta lingkungannya. ini bagian dari usaha dalam mengurangi beban masyarakat yang dihadapi. Aspek ibadah dapat dibagi menjadi dua. Ibadah Ghairu mahdhah merupakan ibadah yang berhubungan dengan muamalah sesama manusia dengan landasan hukum al-Qur’an dan Hadis. Secara garis besar ajaran agama Islam mencakup aspek aqidah dan aspek ibadah. Asuransi Takaful merupakan suatu lembaga asuransi yang bernafaskan Islam. 7 tahun 1992 tentang perbankan dan ketentuan pelaksanaan perbankan syariah.

apabila terjadi musibah secara massal. www.5 merupakan perjanjian yang sangat spesifik karena banyak menggunakan istilah-istilah atau terminologi yang hanya dipahami oleh kalangan industri asuransi saja. Eksposur adalah tempat yang tak terlindungi. 1994. 3 2 Abdul Azis. Ibid….klaimasuransi. masalah terbesar pada asuransi adalah pada saat pengajuan klaim yang dilakukan oleh peserta asuransi. atau bahkan satu Indonesia kehilangan jiwa. Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance).2 Pada prakteknya. Keterbukaan Informasi Penutupan Asuransi. maka segala resiko akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.klaimasuransi. bilamana mereka membeli polis dan membayar premi. Hafs Media. Bila dibandingkan dengan bisnis lainnya. bisnis asuransi mempunyai potensi terjadinya sengketa lebih tinggi. surat tanda (perjanjian) asuransi. Surabaya.3 Sebagaimana dalam transaksi bisnis lainnya. www. 5 Polis adalah surat bukti asuransi. hal. hal. asuransi akan bermasalah bilamana terjadi klaim. Surakarta. Arkola.com. Kontrak asuransi yang dituangkan dalam bentuk polis. hal. bisnis asuransi mempunyai eksposur4 terjadinya sengketa. 23 Mei 2005. 21 September 2005. 2006. Pius A Partanto dan M. Potensi Sengketa Klaim Asuransi.melakukan ijtihad. Ditambah lagi. pembukaan. 137. 3. seperti kejadian tsunami di Aceh yang menelan ratusan ribu jiwa dan trilyunan rupiah harta benda hilang. 607. Masyarakat di Indonesia pada umumnya berpendapat bahwa. 6 4 Abdul Aziz.com. dan termasuk di dalamnya adalah perdebatan masalah asuransi. Dahlan Al Barry. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri pula bahwa. xvii . Tentulah bukan perkara yang mudah untuk mengajukan klaim kepada asuransi. Kamus Ilmiah Populer.6 Khoiril Anwar. karena tidak ada satupun yang tertinggal sebagai bukti penutupan atau kepemilikan harta.

340. karena dalam prakteknya kontribusi (premi) yang dibayarkan oleh peserta tidak terjadi transfer of fund. menuntut (hak atau ganti rugi).8 Sementara dalam mekanisme pertanggungan pada asuransi syariah. yang bertujuan untuk memindahkan resiko individu kepada perusahaan asuransi. Kepemilikan dana tersebut berpindah. Apabila terjadi musibah terhadap peserta. 7 xviii . Klaim adalah tuntutan. Dalam mekanisme pertanggungan di industri asuransi. Jakarta. Op.7 Faktanya adalah bahwa di dalam polis berisi ketentuan-ketentuan lain memuat resiko yang dipertanggungkan.cit…. hal. tetapi karena tertanggung tidak memahami kontrak dari asuransi yang dimilikinya. Asuransi Syariah (Life And General): Konsep dan Sistem Operasional. Dengan demikian. 304.Pemahaman yang terlalu sederhana inilah yang seringkali menjadi pemicu munculnya sengketa dalam klaim asuransi. tidak terjadi transfer resiko dari peserta ke perusahaan. maka hal ini menjadi suatu masalah yang pelik. Dahlan Al Barry. sehingga kepemilikan dana berpindah dari peserta ke perusahaan asuransi. hubungan antara peserta dan perusahaan dinamakan hubungan tertanggung dan penanggung. karena resiko telah berpindah sebagai konsekuensi dari pembayaran premi. 8 Muhammad Syakir Sula. Dalam mekanisme tersebut benar-benar terjadi transfer of fund. 2004. Dalam asuransi konvensional dikenal dengan istilah transfer of risk (pemindahan resiko). maka semua peserta asuransi syariah akan saling menanggung. Pius A Partanto dan M. proses hubungan peserta dan perusahaan adalah sharing of risk (saling menanggung). hal. maka yang menanggung adalah perusahaan asuransi. Gema Insani Press. Masalah tersebut sebenarnya sangat sederhana. jika suatu saat terjadi musibah atau resiko.

Pada prinsipnya. salah satunya adalah asuransi kesehatan yang memberikan ganti rugi terhadap biaya perawatan rawat inap dan operasi di rumah sakit yang ditujukan pada perorangan. Oleh karena asuransi merupakan persoalan baru yang masih dipertanyakan. 303. Dewan Syariah Nasional bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa No. maka orang dapat merasakan pelayanan itu memuaskan atau tidak tergantung pada saat terjadinya suatu musibah atau kerugian (klaim). xix .9 Perusahaan Asuransi Takaful Indonesia selaku obyek dari penelitian adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pertanggungan. apakah status hukum maupun cara aktifitasnya sejalan dengan prinsip-prinsip syariah.sehingga status kepemilikan dana tersebut tetap melekat pada peserta sebagai shahibul mal. dimana pasal ketujuh yang ada dalam fatwa tersebut juga terdapat aturan tentang klaim. Pertanggungan Asuransi Takaful memiliki beberapa produk non saving. Maka untuk memenuhi dan menjawab pertanyaan masyarakat. Di karenakan produk dalam asuransi adalah suatu janji masa datang. atau angota-angota organisasi sebagai fokus obyek penelitian. 9 Ibid…. Baik dari segi aqad maupun dari segi batas waktu pembayaran klaim. tolak ukur kualitas dan profesionalisme jasa yang ditawarkan di dunia asuransi adalah dalam hal penyelesaian klaim kepada tertanggung.21 Tahun 2001 tentang asuransi syariah. hal. karyawan perusahaan.

sehingga menjadi pemicu terjadinya ketidakpuasan masyarakat terhadap bisnis asuransi. Beberapa produk non saving di Asuransi Takaful Indonesia. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. yaitu suatu program asuransi yang memberikan ganti rugi terhadap biaya perawatan rawat inap dan operasi di rumah sakit yang ditujukan pada perorangan. atau anggota-anggota organisasi. Bisnis asuransi memiliki potensi terjadinya sengketa antara peserta dan penanggung lebih tinggi. 3. Adanya permasalahan dari peserta asuransi ketika mengajukan klaim terkait dengan terjadinya musibah secara massal. sehingga berakibat pada tuntutan peserta untuk mendapatkan pembayaran yang layak atas kerugian bahkan kehilangan jiwa yang dipertanggungkan. dikarenakan kesalahpahaman peserta terhadap hakekat bisnis asuransi. xx . 2. maka dapat di identifikasi beberapa permasalahan sebagai berikut: 1. B. Pemahaman masyarakat yang sangat sederhana terhadap kontrak asuransi yang dituangkan dalam bentuk polis. karyawan perusahaan. bahkan menimbulkan pemahaman bahwa bisnis asuransi hanya diperuntukkan dalam industri manufaktur (perusahaan). salah satu diantaranya adalah asuransi kesehatan.Berdasarkan uraian di atas. penulis tertarik untuk mengkaji secara mendalam tentang ”Analisis Pembayaran Klaim Asuransi Kesehatan pada Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta”. 4.

Pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT. D. Batasan Masalah Agar penelitian ini tidak bias. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. 21 Tahun 2001? E. maka dalam penelitian ini permasalahan hanya dibatasi pada pembayaran klaim asuransi kesehatan yang dilakukan oleh PT. 21 Tahun 2001.21 Tahun 2001. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1. Baik dari segi akad maupun dari segi batas waktu pembayaran. C. yang berisi tentang pedoman umum asuransi syariah dimana pasal ketujuh dalam fatwa tersebut terdapat aturan-aturan mengenai klaim asuransi syariah. Fatwa DSN No. Bagaimana pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT. serta untuk mengetahui kesesuaian pembayaran klaim asuransi kesehatan tersebut dengan fatwa DSN No. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta? 2. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta sesuai dengan fatwa DSN No.5. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. xxi . Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah: 1. Apakah pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT.

Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: 1.Bagi Akademisi a. xxii . Bagi PT.Bagi Praktisi a. 21 Tahun 2001. Penulis berharap penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan bagi PT.2. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. Kesesuaian pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT. b. yaitu sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya dan diharapkan dapat memberikan sumbangan teori-teori seputar permasalahan cara perhitungan pembayaran klaim pada produk non saving khususnya asuransi kesehatan di Asuransi Syariah. 2. Asuransi Takaful Indonesia dengan fatwa DSN No. F. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan referensi dan sebagai tambahan informasi bagi mahasiswa lainnya untuk melakukan penelitian yang memiliki relevansi terhadap bisnis Asuransi Syariah. Asuransi Takaful Indonesia dapat digunakan sebagai bahan dokumentasi juga diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran secara tertulis demi pengembangan produk asuransi kesehatan di masa mendatang. b. Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan.

tujuan penelitian. sehingga dapat menunjukkan totalitas yang utuh. Sistematika Penulisan Penelitian Untuk mendapatkan pembahasan yang sistematis dan konsisten. jadwal penelitian dan sistematika penulisan. tipologi asuransi. Bulan No Kegiatan 1 1 21 3 4 5 8 9 10 11 121 13 Penyusunan Proposal Konsultasi ke DPS Seminar Proposal Revisi Proposal Pengumpulan Data Sekunder Penulisan Skripsi Konsultasi kepengurus obyek Penelitian Pendaftaran Munaqasyah Munaqasyah Revisi Skripsi Pendaftaran Wisuda Februari 2 1 3 4 1 Maret 2 1 3 4 1 April 2 1 3 4 1 Mei 2 1 3 4 1 Juni 2 1 3 4 1 Juli 2 1 3 4 1 Agustus 2 1 3 4 September 1 2 1 3 4 H. obyek. tujuan dan sasaran xxiii . Bab II: Berisi tentang landasan teori mengenai gambaran umum tentang asuransi meliputi pengertian asuransi. manfaat penelitian. Adapun sistematika penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut: Bab I: Berisi gambaran umum tentang keseluruhan penulisan skripsi. identifikasi masalah. Jadwal Penelitian Adapun penelitian ini di mulai dari awal bulan Februari sampai dengan bulan November 2006. manfaat asuransi. prinsipprinsip dalam asuransi.G. perlu disusun sistematika dalam penulisan karya ilmiah ini. batasan masalah. Penyusunan skripsi dimulai dari latar belakang masalah. rumusan masalah.

landasan hukum asuransi syariah. Bab IV: Berisi gambaran umum perusahaan. perusahaan yang bersangkutan. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta dengan fatwa DSN No. serta keterbatasan penelitian yang dapat berguna bagi pembaca. jenis-jenis resiko dalam asuransi. prinsip-prinsip asuransi syariah. dimana akan diuraikan waktu dan wilayah penelitian. visi dan misi perusahaan. ketentuan operasi asuransi syariah. xxiv . teknik pengumpulan data serta teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian. Bab III: Berisikan Metodologi Penelitian. 21 Tahun 2001. struktur keorganisasian. sistem operasional asuransi dan produk-produk PT. mulai dari sejarah berdirinya perusahaan. dalam hal ini gambaran umum PT. dan fatwa DSN No. meliputi bagaimana pembayaran klaim asuransi kesehatan serta kesesuaian pembayaran klaim asuransi kesehatan PT. perbedaan asuransi konvensional dan asuransi syariah. pihak kampus serta semua pihak yang terkait.asuransi. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. premi asuransi. Pembahasan dan analisis mengenai hasil penelitian berdasarkan rumusan masalah yang ada. Bab V: Berisikan kesimpulan dan saran-saran. Pengertian asuransi syariah meliputi terminologi asuransi syariah. 211 tahun 2001 tentang klaim asuransi syariah. Asuransi Takaful Indonesia. jenis penelitian. asuransi takaful kesehatan. data dan sumber data.

disamping kedua peraturan tersebut. 224/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Asuransi Jiwa. No.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan di bidang Asuransi Kerugian. 277. hal.11 Peraturan Menteri Keuangan tersebut tidak berlaku lagi setelah dikeluarkannya UU No. No. kemudian melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian di Indonesia dan Peraturan Pemerintah No. 1136/KMK/IV/1976 tentang penetapan besarnya cadangan premi dan biaya oleh Perusahaan Asuransi di Indonesia. dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. Gambaran Umum Tentang Asuransi Asal mula kegiatan asuransi di Indonesia merupakan kelanjutan asuransi yang ditinggalkan oleh pemerintah Hindia Belanda. Jakarta. Edisi ke-6. PT. 223/KMK. Raja Grafindo Persada. sedangkan peraturan pemerintah Indonesia yang mengatur tentang asuransi baru dikeluarkan pada tahun 1976. 11 xxv . 1250/KMK. 11 10 Ibid. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Kasmir. 2001. dasar acuan pembinaan dan pengawasan usaha asuransi di Indonesia juga didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan No. 73 Tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian.BAB II LANDASAN TEORI A. 1249/KMK.10 Selanjutnya Surat Keputusan Menteri Keuangan No.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Izin Perusahaan Asuransi dan Reasuransi.

226/KMK. Bandung. 205-206. dalam Muhammad Syakir Sula. Edisi Revisi Ke-2. yang dalam hukum Belanda disebut verzekering. Life Insurance Theory And Practice. Simanjuntak. Mehr mengartikan asuransi sebagai suatu alat untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit yang beresiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi. Mizan. dan No. Emmy P. Jakarta.15 Menurut UndangUndang Republik Indonesia No. Yogyakarta. 26. yang artinya pertanggungan.12 1. Mehr. 1. dalam Muhammad Syakir Sula. 1982. 278. 1985. 2000. dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung. KH. hal. diuraikan definisi tentang asuransi sebagai berikut: “Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih. hal. Raja Grafindo Perkasa.14 Asuransi juga diartikan sebagai suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti (substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti. Cetakan Keenam. dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian 12 Ibid. Jakarta. Business Publication. Asuransi Syariah (Life And General): Konsep dan Sistem Operasional.. Pengertian Asuransi Kata asuransi berasal dari bahasa Belanda..225/KMK. hal.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Penunjang Usaha Asuransi. Ibid.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. Ali Yafie. hal. UGM. assurantie. PT. Hukum Pertanggungan. Menggagas Fiqih Sosial. Asuransi dan Manajemen Resiko. 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian. Robert I. 1994. Inc. Asuransi Dalam Pandangan Syariat Islam.13 Robert I. Abbas Salim. 7. Gema Insani Press. 15 14 13 xxvi . kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan didistribusikan secara proporsional di antara semua unit dalam gabungan tersebut. 2004. hal.

Apabila dalam masa pertanggungan terjadi sebuah resiko.. 2002. hak dan kewajiban masing-masing pihak. hal. dan Subagyo. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan”. Op. Yang termasuk dalam asuransi Kasmir. Tipologi Asuransi Jenis asuransi yang berkembang di Indonesia saat ini jika dilihat dari fungsinya.16 Dari beberapa pengertian di atas. STIE YKPN. Yogyakarta. Ibid. 1999. maka pihak penanggung (perusahaan asuransi) akan membayar sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama. 17 16 xxvii . Teori dan Kebijakan.cit. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Asuransi dijelaskan bahwa asuransi kerugian menjalankan usaha memberikan jasa untuk menanggulangi resiko atas kerugian. 377. dan Faried Wijaya dan Soetatwo Hadiwigeno. sebagaimana yang terdapat dalam Undang-Undang No. 2. 278-280. hal. jumlah uang yang dipertanggungkan. kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga dari suatu peristiwa yang tidak pasti. serta jangka waktu asuransi. maka dapat disimpulkan bahwa asuransi adalah perjanjian dimana tertanggung dan penanggung mengikat perjanjian tentang hak dan kewajibannya masing-masing. hal. Cetakan Keempat. antara lain:17 a. 276. 138.kepada tertanggung karena kerugian. Asuransi kerugian (non life insurance). Yogyakarta. BPFE UGM. hal. Edisi Kedua. Cetakan Pertama. dkk. Lembaga-Lembaga Keuangan dan Bank: Perkembangan. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. dimana perjanjian tersebut tertuang dalam bentuk polis asuransi yang telah ditentukan syarat-syarat..

kerugian adalah asuransi kebakaran. maka asuransi dapat diklasifikasikan antara lain:18 a. Sementara itu. 18 Ibid. c. seperti asuransi kendaraan bermotor. kecelakaan diri. asuransi pengangkutan. merupakan perusahaan asuransi yang dikaitkan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. Asuransi milik pemerintah.. jika dilihat dari segi kepemilikannya. Asuransi ini digolongkan ke dalam bentuk treaty. Jenis-jenis asuransi jiwa ini adalah asuransi berjangka (term insurance). 280. asuransi tabungan (endowment insurance). xxviii . Reasuransi (reinsurance). Asuransi jiwa (life insurance). bentuk facultative. dan asuransi aneka. kepemilikan saham asuransi ini sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional. sehingga siapa yang paling banyak memiliki saham. b. merupakan perusahaan asuransi yang memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang terhadap resiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian. dan annuity contract insurance (anuitas). serta kombinasi dari keduanya. dan pencurian. asuransi seumur hidup (whole life insurance). b. hal. maka memiliki suara terbanyak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Asuransi milik swasta nasional. yaitu asuransi yang sahamnya dimiliki sebagian besar atau bahkan 100 % oleh pemerintah Indonesia.

yaitu: 1).cit. karena setiap orang atau penduduk harus memilikinya. merupakan asuransi yang mempunyai tujuan untuk melindungi seseorang ataupun keluarga serta perusahaan dari resiko yang mendatangkan kerugian.. Jaminan ini bertujuan supaya setiap orang mempunyai jaminan untuk hari tuanya (old age).cit. Op. hal. Op. Irwin). dalam Abbas Salim. yaitu asuransi yang dijalankan oleh pemerintah atau negara. Magee. Jaminan sosial (social insurance).. dimana kepemilikannya 100 % dimiliki oleh pihak asing. Magee mengklasifikasikan asuransi sebagai berikut:19 a. (Richard D. misalnya jaminan yang diberikan kepada prajurit yang cacat sewaktu peperangan. Asuransi sukarela (voluntary insurance). dan hanyalah merupakan cabang dari negara lain. dan Subagyo. sehingga setiap orang bias atau tidak mempunyai asuransi jenis ini. adalah bentuk asuransi yang dijalankan secara sukarela. Commercial insurance. dkk. d. merupakan jenis asuransi yang sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional dengan pihak asing. 2). Tujuan perusahaan asuransi ini bersifat kompersial dengan motif John H. Adapun John H. Asuransi milik campuran. Asuransi sukarela dibagi dalam dua jenis. b. merupakan perusahaan asuransi yang biasanya beroperasi di Indonesia. Asuransi milik perusahaan asing. 19 xxix . 142-143.c. General Insurance. 23. tidak dengan paksaan. merupakan asuransi wajib. hal. Government insurance.

Asuransi Jiwa Bumi Putera 1912. resiko hari tua. Asuransi Jiwas Raya.mencari keuntungan (profit motive). yang bertujuan oleh memberikan kebakaran. gas atau api. b). Cetakan Pertama. ada beberapa macam asuransi. kecelakaan serta sakit. antara lain:20 a. Asuransi Kerugian. Jakarta. dan resiko kecelakaan. hal. Reasuransi Umum Indonesia. jaminan kerugian seperti yang PT. Bentuk asuransi ini dibagi pada dua kelompok: a). seperti PT. adalah usaha untuk melindungi resiko financial akibat kecelakaan seperti. Prinsip-Prinsip Manajemen Resiko dan Asuransi. 1999. Asuransi jiwa (personal life insurance). merupakan bentuk kerjasama untuk mengurangi resiko yang diakibatkan oleh resiko kematian. Menurut jenis bidang yang ditangani. dan Asuransi Jiwa Dharma Nasional. Asuransi kerugian (property insurance). b. Asuransi kecelakaan diri. 20 xxx . Asuransi jiwa. disebabkan pencurian. benturan atau sentuhan benda keras atau benda cair (kimiawi). bentuk asuransi ini hamper sama dengan asuransi umum. dan PT. yang sifat dan tempatnya dapat ditentukan oleh dokter. bertujuan untuk memberikan jaminan kepada seseorang atau keluarga yang disebabkan oleh kematian. terhadap badan (jasmani) seseorang. 74-77. Soeisno Djojosoedarso. Salemba Empat. yang mengakibatkan kematian atau cacat serta luka.

tetangga. maupun nasional. kesalahan atau perbuatan tidak pantas dari pelayan tertanggung. kurang hati-hati. g. Asuransi sosial. merupakan asuransi yang memberikan santunan kesehatan kepada seseorang (tertanggung) berupa sejumlah uang untuk biaya pengobatan dan perawatan bila diluar kehendak ia diserang penyakit. adalah asuransi yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota masyarakat. dan terjadi karena api sendiri atau api dari luar. f. baik secara local. yaitu perlindungan sosial bagi tenaga kerja yang dijalankan melalui pola mekanisme asuransi dan dikelola oleh Perum ASTEK. d. Asuransi Jasa Raharja. regional. udara jelek. Asuransi kebakaran. Asuransi sosial tenaga kerja. mengelola perlindungan sosial dalam kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan yang penyelenggaranya adalah PT. Asuransi kesehatan. dimana setiap anggota masyarakat memikul kewajiban sosial (membayar premi wajib) dan memperoleh jaminan sosial pula. merupakan pertanggungan yang menjamin kerugian atau kerusakan atas harta benda (tetap maupun bergerak) yang disebabkan oleh kebakaran. yang diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga yang ditunjuk. e. perampok dan apa saja dan dengan cara bagaimanapun sebab timbulnya kebakaran.c. musuh. xxxi . adalah asuransi yang Asuransi kecelakaan penumpang.

24 dan asuransi proses perusahaan. merupakan meliputi. l. yaitu tidak diperolehnya kembali kredit yang diberikan oleh tertanggung kepada nasabah.22 penggelapan uang.21 penyimpanan uang. yaitu pertanggungan yang diberikan kepada pemberi kredit (bank dan lembaga keuangan) terhadap resiko kredit. merupakan asuransi yang berkenaan dengan barang-barang dalam transit atau barang yang sedang ditangani perusahaan pengangkutan. Yaitu kemungkinan kerugian yang diduga oleh majikan disebabkan oleh ketidakjujuran karyawannya. dimana yang dijamin adalah pencurian dengan cara merusak rumah atau kantor dan lemari tempat penyimpanan uang. yaitu kewajiban untuk bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh pihak lain. Asuransi rekayasa atau engineering insurance. j. Yaitu pencurian uang yang disimpan di dalam rumah atau kantor.25 k. Asuransi kredit. Yaitu kemungkinan hilangnya uang logam. machinery breakdown.23 pencurian uang. yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak diketahui. pertanggungan yang Asuransi perusahaan. 25 24 23 22 21 xxxii . asuransi pengiriman uang. Yaitu kemungkinan hilang atau rusaknya uang logam atau kertas dan surat-surat berharga. yang memberikan perlindungan dalam pelaksanaan pembangunan. dan mogok kerja atau kegaduhan buruh. berada dalam cashier’s box selama jam kerja. Asuransi tanggung gugat. Merupakan kerugian financial yang diderita bila perusahaan tidak berjalan atau sementara berjalan di bawah normal. dengan ketentuan bahwa uang itu disimpan dalam lemari besi atau strongroom. i. uang kertas dan surat berharga yang disimpan di dalam lemari. Asuransi transportasi. strongroom.h. Resiko yang ditanggung adalah akibat resiko kecelakaan kerja. yaitu pertanggungan yang diterapkan pada proyek-proyek pembangunan yang berhubungan dengan rekayasa.

. d. hal. karena prinsip ini hanya didasarkan pada kerugian yang bersifat keuangan. diawali dan bekerja dengan aktif dari sumber baru dan independent. yaitu penetapan suatu kontrak yang didasarkan kepada itikad baik antara tertanggung dan penanggung mengenai seluruh informasi baik materil maupun immateril. yaitu mengendalikan posisi keuangan tertanggung setelah terjadi kerugian seperti pada posisi sebelum terjadinya kerugian. Adapun prinsip-prinsip asuransi tersebut. Prinsip ini tidak berlaku dalam asuransi jiwa dan kecelakaan. adalah perihal berdasarkan hukum untuk mempertanggungkan suatu resiko berkaitan dengan keuangan yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dan yang dipertanggungkan. b. Utmost Good Faith (itikad baik). c. melainkan harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip asuransi dengan tujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari antara kedua belah pihak. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi Pelaksanaan perjanjian antara perusahaan asuransi dan nasabah tidak dapat dilakukan secara sembarangan. 26 Kasmir. Proximate Cause adalah suatu sebab aktif. Insurable Interest. 282-283. xxxiii .3. Op.cit. efisien yang mengakibatkan terjadinya peristiwa berantai dan intervensi kekuatan lain. Indemnity atau ganti rugi. antara lain:26 a. serta dapat menimbulkan hak dan kewajiban keuangan secara hukum.

sehingga untuk menjaga kelancaran perusahaan (going concern) dengan jalan pertanggungan akan mengurangi dan memperkecil resiko yang terjadi.cit.S. merupakan hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan kepentingan asuransi mengalami kerugian. baik untuk perorangan (individu). Riegel dan J. 12-14. Insurance Principles and Practices. Miller. hal.. Adanya suatu kecenderungan. atau 27 Abbas Salim. R.27 Riegel dan Miller mengemukakan beberapa faedah asuransi sebagai berikut:28 a.. Contribution. Dengan asuransi. 11. Subrogation. hal. bagi masyarakat maupun perusahaan. Manfaat Asuransi Asuransi banyak sekali kegunaannya. 4. penarikan biaya akan dilakukan seadil mungkin (the equitable assetsment of cost). dalam Abbas Salim. Artinya penggantian kerugian tidak mungkin lebih besar dari kerugian yang diderita. efisiensi perusahaan (business efficiency) dapat dipertahankan. f. 28 xxxiv . Asuransi membuat masyarakat dan perusahaan berada dalam keadaan aman. Op. Ibid. (Prentice Hall). yaitu suatu prinsip dimana penanggung berhak mengajak penanggung lainnya yang memiliki kepentingan yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing penanggung tidak sama besar.e. b. c.

29 5. tanggung jawab hukum. 281. 78. 30 xxxv . rugi dan berkurang nilainya.. hal. Dengan demikian. Tujuan dan Sasaran Asuransi Obyek asuransi adalah benda dan jasa. serta semua kepentingan lainnya yang dapat hilang. serta keuntungan hasil bunga dari investasi surat berharga. keuntungan asuransi adalah keuntungan bagi perusahaan asuransi dan bagi nasabah. e. keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain. f.30 Sementara itu. merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat ditarik kembali. dan memperoleh penggantian akibat kerusakan atau kehilangan. Asuransi menjadi dasar pemberian kredit (insurance serves as a basis of credit). Op..ongkos asuransi harus adil menurut besar kecilnya resiko yang dipertanggungkan. dkk. Obyek. Asuransi sebagai suatu sumber pendapatan (earning power) yang didasarkan kepada financing the business. hal. dimana bagi perusahaan asuransi akan memberikan keuntungan dari premi yang dibayarkan ke nasabah. tujuan asuransi mengurangi resiko yang sudah adadalam masyarakat dengan 29 Kasmir. Asuransi merupakan alat penabung (saving). d. Op. jiwa dan raga kesehatan manusia. memperoleh penghasilan di masa yang akan dating.cit.cit. rusak. Subagyo. sementara bagi nasabah adalah memberikan rasa aman. terhindar dari resiko kerugian dan kehilangan.

Premi Asuransi Premi asuransi adalah pembayaran dari tertanggung kepada penanggung sebagai imbalan jasa atas pengalihan resiko kepada 31 32 Ibid. Ibid. 79. pengurangan kerugian dan perlindungan agar produk yang telah rusak tidak semakin rusak. yang mempunyai keinginan untuk mengurangi munculnya kerugian-kerugian yang belum diketahui secara pasti di masa mendatang dengan menggunakan jasa usaha perasuransian. xxxvi .cara mempertanggungkan pada perusahaan asuransi. berupa pengeliminiran sebab-sebab yang dapat menimbulkan kerugian. b. c. Resiko yang ada dalam masyarakat.32 6. karena dengan mengetahui besarnya resiko yang terjadi dapat diketahui besarnya kerugian yang dialami. akan dipertanggungkan masyarakat apabila :31 a. maupun pelaku ekonomi makro (dunia bisnis atau industri manufaktur dan pemerintahan). Memberikan keuntungan tertentu pada masyarakat yang mengikuti asuransi. hal. Dengan demikian. perlindungan produk atau orang yang akan dirugikan. Pencegahan dan perlindungan untuk memperkecil kerugian yang terjadi.. asuransi memiliki sasaran terhadap pelaku ekonomi mikro (rumah tangga). Dalam pertanggungan dapat dilakukan pencegahan kerugian yang akan memberikan keuntungan tertentu yaitu berupa pengurangan kerugian dan pengurangan biaya yang menyangkut pertanggungan tersebut.

Ibid. karena dengan premi yang berhasil dikumpulkan dari tertanggung.36 perundang-undangan yang dikeluarkan oleh 33 Soeisno Djojosoedarso.. 34 35 36 xxxvii . maka dalam waktu yang relatif lama. 121. 2).34 b. Fungsi Premi Asuransi Premi merupakan hal yang paling penting dalam asuransi.35 Beberapa faktor yang menentukan dalam penentuan tarif adalah: 1). Mengembalikan tertanggung pada posisi (ekonomi) seperti sebelum terjadi kerugian (resiko). Menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan. hal. Ibid. 3). sehingga tertanggung mampu berdiri pada posisi semula seperti sebelum terjadinya kerugian.cit. Peraturan pemerintah. Ibid. Situasi persaingan.33 a. akan terkumpul sejumlah dana yang besar.penanggung. Aktuaria dan Penentuan Tarif Aktuaria merupakan bagian khusus dalam perusahaan asuransi yang menangani atau menghitung premi asuransi. Kondisi atau struktur perekonomian. 122.. 2). hal. dan premi tersebut merupakan pengganti kerugian atau jaminan perlindungan dari penanggung kepada tertanggung. sehingga dengan dana tersebut pihak asuransi dapat: 1). Op.

karena jika terlalu rendah maka tidak dapat menutupi biaya operasi (cost of operation). Macam alat pengangkut barang yang diasuransikan. 3). terutama menyangkut pada asuransi kerugian. Untuk memenuhi terciptanya tarif premi premi asuransi yang ideal.Perlu juga dipertimbangkan dalam penentuan tarif premi asuransi. Jenis barang yang diasuransikan. setidaknya perlu diperhatikan beberapa prinsip.38 Dengan demikian. bahwa tarif jangan berlebihan. antara lain: 1). Kondisi pertanggungannya. 2). 37 Ibid. sehingga berdampak pada sulitnya operasi perusahaan asuransi. Ibid.37 Penentuan tarif asuransi banyak terkandung unsur-unsur. tetapi harus memperhatikan kepentingan pembeli. 5). Notexcessive. harus berhati-hati. 2). Cara penimbunan atau pengaturan barang dalam pengangkutan. Adequate. antara lain: 1). 4). penentuan tersebut tidak mudah. persaingan dan sebagainya. kemungkinan (probability). 38 xxxviii . Jangka waktu pertanggungan. artinya premi tersebut harus menghasilkan cukup uang untuk membayar kerugian yang diderita oleh subyek dimana uang dikumpulkan. rumit (complicated). dan kebijakan pemerintah (government policy). sementara jika terlalu tinggi maka pembeli polisnya akan berkurang atau sedikit. value judgement.

Premi ini terdiri dari tiga kelompok. hal. tarif yang ditentukan selalu disesuaikan dengan keadaan. 2). Flexible. c). 4). b). dan luasnya resiko yang dijamin oleh penanggung sebagaimana yang dikehendaki tertanggung. maka tarifnya harus sama pula. Komponen Premi Asuransi Adapun komponen dari tarif premi asuransi antara lain adalah:40 1).3).Komponen premi yang dimaksudkan untuk membiayai operasi perusahaan asuransi (cost of operation/exploitations). maka tarifnya harus diubah pula.39 c. berarti tarif tersebut tidak membeda-bedakan resiko yang sama kualitasnya (adil). Ibid 40 xxxix .. yang tingginya didasarkan pada probabilitas terjadinya kerugian. oleh merupakan tertanggung data atau keterangan yang ketika disampaikan kepada penanggung menutup asuransi atau interestnya tidak selalu sama dengan 39 Ibid. 122-123. merupakan premi asuransi yang dibebankan kepada tertanggung ketika polis dibuat atau dikeluarkan. yaitu: a). artinya bila keadaan berubah.Komponen sebagai bagian keuntungan (profit) bagi perusahaan asuransi. bila kualitas exposurenya sama. Premi tambahan.Komponen premi untuk membayar kerugian yang terjadi. dimana perhitungannya berdasarkan pada data dan keterangan yang diberikan oleh tertanggung kepada penanggung pada waktu penutupan asuransi pertama. Equity. Premi dasar.

dan biasanya digunakan dalam asuransi kebakaran. yang disebabkan pada saat itu data atau informasinya belum lengkap dan tertanggung menghendaki perubahan kondisi pertanggungan. hal. Demikian juga pada asuransi jiwa dapat diberikan potongan premi sebesar 5 % bila pembayaran melalui bank atau pos dan 3 % bila membayar di kantor perusahaan asuransi. Belgia dan Inggris. Manual (class rate). disamping untuk menghindari persaingan yang tidak sehat. 124. Reduksi premi. 3). d. 2). e. Merit rating. yaitu tarif premi asuransi yang berlaku untuk semua resiko yang sejenis.keadaan yang sebenarnya atau pada waktu polis ditanda tangani. Tarif kompeni. 4). dimana Dewan Asuransi Indonesia menentukan bahwa dapat diberikan potongan 50 % atas premi dasar dan 20 % atas premi tambahan untuk pengangkutan dengan tujuan negeri Belanda. yaitu:41 1). xl . dimana di Indonesia tarif kompeni disusun oleh Dewan Asuransi Indonesia. yang bertujuan standarisasi tarif premi dan syarat-syarat pertanggungan. dimana penanggung dapat memberikan reduksi terhadap premi yang dikenakan. Jenis tarif dan Macam Barang yang diasuransikan Pada dasarnya ada dua jenis tarif asuransi. merupakan metode penentuan tarif premi asuransi dimana tiap-tiap resiko dipertimbangkan keadaannya masingmasing. 41 Pengembalian Premi Ibid.

Pengembalian premi dikenal juga dengan restorno. yang dibagi kepada tiga macam. insurable interestnya tidak ada. hal. Pada prakteknya. hal. Kasmir. karena perjanjian gugur sebelum penanggung menanggung bahaya atau baru menanggung sebagian. Op. yaitu ketidakpastian terjadinya suatu kerugian atau ada peluang merugi dan bukan suatu peluang keuntungan. Resiko individu. yaitu peluang untuk mengalami kerugian keuangan atau memperoleh keuntungan c. Resiko spekulatif. yaitu pengembalian premi dari penanggung kepada tertanggung. Resiko murni. Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi Berbagai jenis resiko dipertanggungkan dalam asuransi. premi yang dibayar lebih. kondisi jaminan atau pertanggungan dipersempit. b.42 7. sehingga besar kecilnya resiko merupakan pertimbangan besarnya premi yang harus dibayar. yaitu: 42 Ibid. 125. 43 xli . adalah resiko dengan terjadinya dua kemungkinan. resiko yang timbul dari setiap pemberian usaha pertanggungan asuransi adalah:43 a. 283-284.cit..

hal. 1993. 2004. kehilangan pekerjaan atau mati. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Terminologi47 Asuransi Syari’ah Heri Sudarsono. seperti sakit. Asuransi Takaful Sebagai Suatu Alternatif. 113-114.1). 656.45 Untuk mencari jalan keluar dari berbagai macam unsur tersebut. 3. 2). Edisi Kedua. Jakarta. Resiko pribadi. Resiko harta. Resiko tanggung gugat. 3).44 Secara umum. TEPATI. konsep asuransi merupakan persiapan yang dibuat oleh kelompok orang yang menghadapi kerugian kecil yang tidak dapat diduga. hal. Edisi Ketujuh. maka diharuskan membayarnya. Ibid. B. Asuransi Syariah. yaitu resiko yang disebabkan jika kerugian seseorang ditanggung. merupakan resiko kemampuan seseorang untuk memperoleh keuntungan akibat sesuatu hal.46 1. apalagi tidak sejalan dengan aspek hukum Islam atau syari’ah. 45 44 Encyclopedia Britannica. 112. adalah resiko apakah harta hilang karena dicuri atau rusak dan menyebabkan kerugian. Yogyakarta. hal. saling menolong di antara tertanggung yang bernilai kebajikan menurut ajaran islam. Jilid 14. hal. kemudian kerugian tersebut ditanggung bersama. maka diusahakanlah dengan pembentukan asuransi yang menekankan pada sifat saling menanggung. Ekonisia. Pengertian Asuransi Syari’ah Asuransi awalnya merupakan suatu kelompok yang bertujuan membentuk arisan untuk meringankan beban keuangan individu dan menghindari kesulitan pembayaran. 46 xlii . dalam Seminar Sehari Takaful. Azhar Basyir. A.

51 Sementara Dewan Syari’ah Nasional MUI. Jubran Ma’ud. asuransi disebut at-ta’min. dalam perjalanan kegiatan hidupnya atau dalam aktivitas ekonominya. dalam Muhammad Syakir Sula. Salim Segaf al-Jufri. 28. tt. 30. Dar al-Fikr. Al-M’jam al-Wasit. 938. Ar-Ra’id. dikatakan “seseorang mempertanggungkan atau mengasuransikan hidupnya. Ibid. Mesir. Op. Ibid.48 At-ta’min memiliki arti perlindungan. Majma’ul Lughah al-Arabiyah. Hal. memberikan makna asuransi sebagai cara atau metode untuk memelihara manusia dalam menghindari resiko (ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam hidupnya. Cetakan Ketiga. sementara penanggung disebut mu’ammin. Beirut. ketenangan. 1400 H. 219. dalam Muhammad Syakir Sula. 29.49 Men-ta’min-kan sesuatu berarti seseorang membayar atau menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah disepakati atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang. Ar-Riba wa Adhraruhu alal Mujtama’ Al-Islami. hal. dalam fatwanya mendefinisikan asuransi syari’ah sebagai usaha saling melidungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai Terminologi adalah Ilmu mengenai batasan-batasan atau definisi-definisi istilah. 1968. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Ibid…. Jilid I. 1960. hal. hal. Beirut. 27-28. Musthafa Ahmad Zarqa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 51 50 49 48 47 xliii . Dar Al-Islami Li Al-Malayin.Dalam bahasa Arab. rumahnya atau mobilnya”. Al-Ightisodi Al-Islamiyah. 1990. Jakarta.50 Musthafa Ahmad Zarqa. dan tertanggung disebut mu’amman lahu atau musta’min. rasa aman. dalam Muhammad Syakir Sula.cit. hal. hal. Balai Pustaka. Mu’jam Lughawy “Ashry. dalam Muhammad Syakir Sula. dan bebas dari rasa takut.

122. Jakarta. 30. 1971. Al-Qur’an dan Terjemahanya. Asuransi Hukum dan Permasalahannya. Yayasan Penerjemah Al-Qur’an. seperti dalam Surat Thaha (20). jelaslah bahwa asuransi syari’ah bersifat saling melindungi dan tolong menolong atau yang disebut dengan ta’awun. hal. 2002.56 yang berbunyi:   ִ  ִ ִ ☺ ִ   ֠ Fatwa Dewan Syariah Nasional No. Huzaemah T. 479.A. Jurnal AAMAI Tahun VII No. Soenarjo. yang dapat digambarkan sebagai asuransi yang prinsip operasionalnya didasarkan pada syariat Islam dengan mengacu kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Op.cit…. AspekAspek Hukum Dalam Perbankan Dan Perasuransian di Indonesia. 232. xliv .52 Dari beberapa definisi di atas. Jakarta.dengan syari’ah. Raja Grafindo Persada. hal. 56 hal. PT. hal. Lembaga-Lembaga Perekonomian Umat (Sebuah Pengenalan). yaitu prinsip hidup saling melindungi dan saling tolong menolong atas dasar ukhuwah Islamiyah antara sesame anggota peserta asuransi syari’ah dalam menghadapi malapetaka (resiko). ayat 40. hal. Prenada Media. namun demikian ada sejumlah kata yang seakar dengan takaful. Jakarta. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah.55 Kata takaful tersebut tidak dijumpai dalam Al-Qur’an.12. dalam Gemala Dewi. dalam Muhammad Syakir Sula. 2004.54 Istilah takaful dalam bahasa Arab berasal dari kata dasar kafala-yakfulu-takâfala-yatakâfalu-takâful yang berarti saling menanggung atau menanggung bersama.53 Secara umum. 120. 2003.Dzajuli dan Yadi Janwari. Yanggo. 55 54 53 52 Ibid. H. asuransi Islam sering juga diistilahkan dengan takaful.

yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia melalui Dewan Syari’ah Nasional. Jakarta.s. DSN MUI. maka takaful dalam pengertian muamalah memiliki  ִ ☺ ִ ֠ Yang dibunuh Musa a. Maksudnya: nabi Musa a. Diterbitkan atas kerjasama DSN MUI dan BI.58 Kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan59 Hai Musa”.129. Maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan.s. Edisi ke-2. lalu Ia Berkata kepada (keluarga Fir'aun): "Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka kami mengembalikanmu kepada ibumu. dengan salah seorang puterinya dan menetap beberapa tahun lamanya. agar senang hatinya dan tidak berduka cita.57 lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan kami Telah mencobamu dengan beberapa cobaan. terdapat definisi asuransi Syari’ah (Ta’min. Himpunan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional. datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan kerasulan. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia.s. 2003. 60 59 58 57 xlv . sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al Qashash ayat 15.s. hal. Pedoman Umum Asuransi Syari’ah. datang ke negeri Mad-yan untuk melarikan diri. Takaful. Ini ialah seorang bangsa Qibthi yang sedang berkelahi dengan seorang Bani Israil.ִ ִ    Artinya: “Ketika saudaramu yang perempuan berjalan. Nabi Musa a.60 Apabila kita memasukkan asuransi takaful ke dalam lapangan kehidupan muamalah. Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan saling tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syari’ah. di sana dia dikawinkan oleh nabi Syu'aib a.

saling bekerja sama atau saling tolong-menolong dengan melindungi penderitaan orang lain. hal. 1997. Asuransi Takaful. xlvi . dimana peserta yang satu menjadi penanggung peserta yang lainnya.64 Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 2: 65 2.cit. dan ini menjadi dasar mengapa asuransi diperbolehkan dalam agama Islam karena asas prinsip syariat mengajak kepada sesuatu yang mengakibatkan keeratan jalinan sesama manusia dan kepada sesuatu yang meringankan bencana sesama manusia. dalam arti Al-Qur’an hanya memberikan aturan yang bersifat garis besar. hal. Op. Ibid.. 123. Praja. Artikel dikeluarkan oleh PT. Juhaya S.61 Dengan demikian.cit. 64 63 62 Gemala Dewi. hal. Syarikat Takaful Indonesia. Jakarta. 61 Loc. 234. 127. Asuransi Takaful Selayang Pandang dalam Wawasan Islam dan Ekonomi. selainnya diberikan kepada para mujtahid untuk mengembangkan melalui pikiran mereka selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist.63 Landasan Hukum Asuransi Syari’ah Hukum-hukum muamalah bersifat terbuka.62 dan tanggung menanggung resiko tersebut dilakukan atas dasar saling tolong menolong dalam kebajikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana yang ditujukan untuk menanggung resiko.arti yaitu saling menanggung resiko di antara sesame manusia sehinnga di antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas resiko masingmasing. Lembaga penerbit FE-UI. Hakekat asuransi secara Islami adalah saling bertanggungjawab. asuransi takaful terkait dengan unsur saling menaggung resiko di antara para peserta asuransi. Rahmat Husein. Ibid.

69 dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya70 dan apabila kamu Telah 65 66 Soenarjo. Muharram dan Rajab). 156.66 dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram. 69 68 67 xlvii . lembu. Maksudnya antara lain ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah. janganlah kamu melanggar syi'arsyi'ar Allah. Op Cit…hal. kambing. supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah. Zulhijjah.68 dan binatang-binatang qalaa-id.67 jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya. Ialah binatang had-ya yang diberi kalung. biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Syi'ar Allah ialah segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempattempat mengerjakannya. tanah Haram (Mekah) dan Ihram.֠ ִ ִ ִ     ֠  ִ   ִ☺  ִ ִ      Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. maksudnya ialah dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu. disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji. Ialah binatang (unta.

Maka bolehlah berburu. Op Cit…hal. antara lain dalam firman Allah SWT. ayat 18 mengenai perintah mempersiapkan hari depan. 71 yang berbunyi: ֠ ֠ ִ☺ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. ayat 1. firman Allah SWT mengenai prinsip-prinsip dalam muamalah pada Surat Al-Maidah.72 berbunyi: ִ  ִ☺ ֠  ִ   ִ ִ☺    Dimaksud dengan karunia ialah keuntungan yang diberikan Allah SWT dalam perniagaan. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam. Surat Al-Hasyr. hal. Beberapa dalil-dalil syar’I yang berkenaan dengan praktek asuransi syari’ah. 72 xlviii . Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. dan bertakwalah kepada Allah. dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). keridhaan dari Allah SWT ialah pahala amalan haji. dan bertakwalah kamu kepada Allah. Ibid. Di samping itu.menyelesaikan ibadah haji. 919. 71 70 Soenarjo. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. dan jangan tolongmenolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. 156.

Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya”. ayat 2. 74 xlix . Op. 426/KMK. pasal 32 mengenai pembukaan kantor cabang dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi 73 Soenarjo. hal. 1106. sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Maidah. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. dan perintahnya untuk saling melindungi dalam keadaan susah pada surat Quraisy ayat 4.Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Peraturan ini ditentukan dalam pasal 3-4 mengenai persyaratan dan tatacara memperoleh izin usaha perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah. dihalalkan bagimu binatang ternak. Adapun peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah berkaitan dengan asuransi syari’ah.06/2003 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. antara lain:74 a. kecuali yang akan dibacakan kepadamu.73 yang berbunyi:  Artinya: ֠   ִ☺ִ ִ “Yang Telah memberi makanan kepada mereka untukmenghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan”. Op Cit…hal. Keputusan Menteri Keuangan RI No.cit. Gemala Dewi. Allah SWT juga memerintahkan kepada hamba-Nya untuk saling bekerja sama dan Bantu membantu.. penuhilah aqad-aqad itu. 128-129.

dan pasal 33 mengenai pembukaan kantor cabang dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah.konvensional.Ekonomi UII.06/2003 tentang Kesehatan Reasuransi. b. antara lain Insurable interest (kepentingan yang dapat diasuransikan).115. Yogyakarta. 2004. proximate cause (penyebab dominan). . 4499/LK/2000 tentang Jenis.Prinsip Asuransi Syari’ah Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.75 Adapun prinsip-prinsip asuransi syari’ah meliputi:76 3. 76 75 l . Indemnity (ganti rugi). Asuransi Takaful Keluarga. Edisi ke2. Penilaian dan Pembatasan Investasi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Dengan Sistem Syari’ah. Contribution.Asuransi Takaful Indonesia. Keuangan dalam Perusahaan pasal 15-18 Asuransi mengenai dan Perusahaan yang kekayaan diperkenankan harus dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah. Modul Pengetahuan Dasar Takaful. Deskripsi dan Ilustrasi. Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Nomor Kep. setiap perjanjian asuransi harus mengandung prinsip-prinsip asuransi. Prinsip . Heri Sudarsono. Subrogation (Pengalihan hak). Ekonisia Kampus Fak. Adapun prinsipprinsip asuransi. c. Keputusan Menteri Keuangan RI No. hal. PT. Utmost Good Faith (itikad baik). 424/KMK. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah.

dimana kesulitan seorang muslim dalam kehidupan menjadi tanggung jawab sesama muslim. lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah. ayat 71 yang berbunyi: 78  ִ    ִ ִ  ִ ֠          77 78  ☺  ☺  ִ☺   Soenarjo. 291. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu. lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Al-Imran: 10377 ☺ ☺ִ ֠ ִ☺       Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah. Saling bertanggung jawab. Op Cit…hal. agar kamu mendapat petunjuk” b. Ibid…hal. sebagaimana firman Allah SWT dalam Q. orang-orang yang bersaudara. dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan. Maka Allah mempersatukan hatimu.S. dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka. 93. dan janganlah kamu bercerai berai. li . Sesama Muslim saling bekerjasama atau saling membantu. sebagaimana dalam firman Allah pada Surat At-Taubah.a.

Perwataatmadja. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. hal. hal. Perwataatmadja menambahkan satu prinsip. Depok. 1996. mendirikan shalat. c. Usaha Kami. Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia. yaitu prinsip menghindari unsur-unsur gharar. gharar dapat diatasi dengan mengganti akad tabaduli dengan akad takafuli yaitu akad tolong menolong atau ִ    79 80 Ibid…hal. sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. lelaki dan perempuan. dalam Gemala Dewi. surat Adh-dhuha ayat 9-10. Dalam asuransi syariah. terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.cit. Karnaen A. Op. janganlah kamu menghardiknya”. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf. 135-136. 234. Dan terhadap orang yang minta-minta. d. Sesama muslim saling melindungi penderitaan satu sama lain.80 1) Gharar menurut bahasa artinya adalah penipuan. maysir dan riba. 1071.79 yang berbunyi:  ִ  Artinya: “Sebab itu. mencegah dari yang munkar. menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Karnaen A..☺   ִ ִ  ☺      ִ  ִ Artinya: “Dan orang-orang yang beriman. seperti dalam firman Allah SWT. lii .

cit.174 liii . dan bertakwalah kamu kepada Allah.81 Allah pun berfirman dalam QS. Sedangkan hadist yang berkaitan dengan gharar. adalah: 81 Muhammad Syakir Sula. Op. dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Maka bolehlah berburu. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya". dan jangan melanggar kehormatan bulanbulan haram. janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah. dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. yang berbunyi: ֠ ִ ִ     ֠  ִ   ִ☺  ִ ִ     ִ  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman.al-Maidah ayat 2. Hal. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam. dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah haji. mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka).akad tabarru’ dan akad mudharabah. dan binatang-binatang qalaa-id. jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya.

Hal. yaitu rekening untuk asuransi jiwa yang mengandung unsur tabungan yang dapat diambil oleh peserta karena pada dasarnya itu adalah uang peserta sendiri dan rekening tabarru’ yang diniatkan untuk derma. Pada asuransi syariah. yang berbunyi:82 ֠ ִ☺ ☺ ִ☺  ִ☺ 82 Ibid.” (HR. Rekening tabarru’ tidak tercampur dengan rekening tabungan. Karena tidak ada yang dirugikan.176 liv .‫ا ِ ََ ْ ِ و َ ْ َ ْ َ ْ ِ ا َ َر )روا‬ ِ َ (‫أ ه ة‬ ‫ئ وا دا‬ Arti: َ ِ ‫َ ِ ر َ ْل ا‬ ُ َ ‫و ا ى وا‬ “Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung gharar. maka reversing period di asuransi syariah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah sejak awal tahun pertama masuk menjadi peserta asuransi. Tirmizi. Abu Daud. dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah). Nasa’I.. Terdapatnya unsur Maisyir merupakan kelanjutan dari adanya unsur gharar. Menurut QS.Al-Maidah:90.Muslim. Karena itu tidak ada unsur maysir. 2) Kata maysir secara harfiah dalam bahasa Arab diartikan dengan memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras atau mendapat keuntungan tanpa kerja keras. membagi rekening peserta menjadi dua.

” 3) Riba menurut istilah berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil. mengundi nasib dengan panah. (berkorban untuk) berhala. Hal 53 lv .” Rasulullah bersabda: ُ َ ‫َا ُ ِْ ُ ْن َ َ ُ ُوْ ِ ِ ْ ا ُ ْ ً َ م َ َ ً اوْا‬ َ َ ِ َ ‫و‬ (‫ف‬ ‫و‬ ‫َ َا ً )روا ا ى‬ Artinya: “Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau yang menghalalkan yang haram.ִ  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Asuransi syariah mengeliminir riba dengan menggunakan konsep mudharabah. Akad tijarah yang dipakai adalah mudharabah sedangkan akad tabarru’ adalah hibah. berjudi. yang berbunyi:83 ֠ ִ☺ ֠  83 ִ Ibid.Al-Baqarah:275. Kontrak yang dipergunakan dalam asuransi syariah adalah akad tolong menolong (takafuli) yaitu akad tabarru’ dan akad tijarah. Sesungguhnya (meminum) khamar. Adapun firman Allah yang berkenaan dengan riba tercantum dalam QS.

‫ر‬ َ ُ ِ‫َ ْ ا‬ َ ً َ ‫َ ْ ًا‬ َ ُِ ‫ا‬ ‫وَ َ َ ْ ا‬ ِ َ ُ ‫وَ َ َ ا‬ َ Artinya: “Diriwayatkan dari (Aun bin) Abu Juhayfah r. orang yang kembali (mengambil riba). ayahku membeli seorang budak yang melakukan pekerjaan hajjamah (menarik darah keluar dari tubuh seseorang untuk keperluan pengobatan). Maka baginya apa yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan). orang-orang yang Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya. Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka.a. padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. berbunyi: ‫َ ْ َ َ ر ِ َ ا ُ َ ْ ُ َ ل: رأ ْ ُ ا ِ ا ْ َ َى‬ ُ َ ََ َ َ َ َ : ‫َ َ َ َ ِ َ ِ ِ ِ ِ ُ ِ َت . واآِ ا َ و ُ ْآ‬ ِ َ ِ ََ ‫و‬ . Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. َ َ َ ْ ُ ُ َ َ ل‬ َ ُ َ . Keadaan mereka yang demikian itu. (Aku bertanya kepada lvi . dan urusannya (terserah) kepada Allah. lalu terus berhenti (dari mengambil riba).ִ ֠  ִ ִ ִ☺ ִ ִ ִ   ִ  ִ ִ☺  ִ☺ ִ֠ ִ ִ ִ Artinya: “ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.ِ ِ ‫َ ا ِ َ ِ َا ْ َ ْ ُ ْ َ ِ. Ayahku mengambil alatalatnya (dan merusaknya). adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat).‫ا ُ ََ ْ ِ و َ َ َ ْ َ َ ِ ا ْ َ ْ ِ و َ َ ِ ا م‬ ِ َ َ . mereka kekal di dalamnya”. Sedangkan Hadist yang berkaitan dengan riba.

dan hasil investasi seluruhnya adalah keuntungan perusahaan Sumber: Muhamad Syakir Sula. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelola.cit. Akad Tabarru’ dan Akad Tijarah Investasi dana berdasarkan syari’ah dengan sistem bagi hasil (mudharabah). dan (melarang menerima) pemakan riba dan orang yang memberikan riba dan melaknat para pembuat gambar. lihat juga Gemala Dewi.ayahku kenapa berbuat seperti itu).. yang berfungsi untuk mengawasi pelaksanaan operasional perusahaan agar terbebas dari praktek yang bertentangan dengan prinsip syari’ah. tetapi tanpa perhitungan bunga. hal. Unsur Premi 4. Dana yang terkumpul dari nasabah (premi) merupakan milik peserta. 137.” Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah Adapun perbedaan antara asuransi syari’ah dan asuransi konvensional akan diperjelas dari tabel dibawah ini: Tabel 1 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah No Prinsip 1.. Keuntungan (profit) Diperoleh dari surplus underwriting. Keemilikan Dana 3. bunga (Interest). lvii . 2004 Dibandingkan asuransi konvensional.cit. Op. dan juga melarang pekerjaan mentato atau ditato. komisi reasuransi. 104. yaitu:84 84 Heri Sudarsono. Terdiri dari: tabel mortalita. dan biayabiaya asuransi (Cost of Insurance) 4. Op. komisi reasuransi. DPS(Dewan Pengawas Syari’ah) Asuransi Konvensional Asuransi Syari’ah Ada. sehingga perusahaan bebas menentukan investasinya. maka suransi syari’ah memiliki perbedaan yang mendasar dalam beberapa hal. 2. Dari rekening tabarru’ Diperoleh dari surplus underwriting. Iuran atau kontribusi terdiri dari unsur tabarru’ dan tabungan (saving). hal. Pembayaran Klaim Dari rekening perusahaan 5. dan bagi hasil keuntungan investasi 4. Ia menjawab. Investasi Dana Jual Beli Investasi dana berdasarkan bunga Dana yang terkumpul dari nasabah (premi) menjadi milik perusahaan. Akad 3. “Nabi Saw melarang memperdagangkan seekor anjing atau darah. Tabarru’ dihitung dari tabel mortalita.

Keberadaan Dewan pengawas Syari’ah merupakan suatu keharuan. Pembayaran klaim nasabah. Pada asuransi syari’ah. d. dan perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa sejalan dengan syariat Islam. b. Unsur premi pada asuransi syari’ah terdiri dari unsur tabarru’ dan tabungan (saving). Tabarru’ dihitung dari tabel mortalita. premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. sementara pada konvensional akad bersifat tabaduli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan). Sementara pada sistem konvensional menggunakan tabel mortalita. premi menjadi milik perusahaan dan perusahaan memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut. dana diambil dari rekening tabarru’ (dana sosial) seluruh peserta yang telah diikhlaskan lviii . Dana yang terkumpul dari nasabah asuransi syari’ah diinvestasikan dengan sistem bagi hasil. dan biaya-biaya asuransi (Cost of Insurance).a. sementara pada asuransi konvensional investasi dana dilakukan pada sembarang sector dengan sistem bunga. f. yaitu nasabah yang satu menolong nasabah yang lainnya yang tengah mengalami kesuilitan. c. tetapi tanpa perhitungan bunga. Sementara pada asuransi konvensional. Prinsip akad adalah takafuli (tolong menolong). bunga (Interest). karena berperan dalam mengawasi manajemen. e.

Keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan sebagai pengelola dengan prinsip bagi hasil. Tabarru’ dana ini disimpan dalam rekening khusus. Maysir. 1. sedangkan dalam asuransi konvensional dana pembayaran klaim diambil dari rekening milik perusahaan. 2001. b. 116-118. lix . d. Op.cit. asuransi syari’ah berpegang pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut:85 a. g. dalam mekanisme asuransi syari’ah. hal. I/Edisi 1/Th. dan jika tidak ada klaim. Gharar. Vol. dalam Heri Sudarsono.untuk keperluan tolong menolong bila ada peserta yang terkena musibah. maka dana klaim yang diberikan adalah dari rekening tabarru’ yang sudah diniatkan oleh sesame takaful untuk saling tolong menolong. Astiwara. keterbukaan merupakan 85 akselerasi dari realisasi prinsip-prinsip Endy M. Muamatuna. c. sementara pada asuransi konvensional keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan. mengganti akad dengan niat tabarru’ yaitu suatu niat tolong menolong pada sesama peserta apabila ada yang ditakdirkan mendapat musibah. yaitu kejelasan akad dalam praktek muamalah. 5. dimana akad yang digunakan adalah akad jual beli (tadabuli) atau tolong menolong (takaful). Akad. Perbedaan Secara Syariah Asuransi Takaful dengan Asuransi Konvensional. dimana dalam asuransi syari’ah. Ketentuan Operasi Asuransi Syari’ah Dalam menjalankan operasinya. jika ada yang tertimpa musibah. maka nasabah tidak memperoleh apa-apa.

Biaya polis Rp. c. maka dana peserta itu hangus. Dana hangus. Asuransi Takaful Kesehatan Asuransi jenis ini merupakan produk tanpa unsur tabungan (non saving) adalah produk syari’ah dimana struktur produknya tidak terdapat unsur tabungan yang bersifat tabarru’ (dana tolong menolong).cit. Kontrak 1 tahun. 87 lx . karena tidak ada kepercayaan jika tidak ada keterbukaan dalam informasi. b. 86 Muhamad Syakir Sula. maka premi yang dibayarkan akan hangus sekaligus menjadi milik pihak asuransi. Demikian pula. e. hal.-. Op. Riba. 20. asuransi non tabungan atau asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim. dalam asuransi konvensional peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan diri sebelum masa reversing period. keberadaan asuransi syari’ah dalam menyimpan dananya di bank syari’ah dengan sistem mudharabah.86 Program ini diperuntukkan bagi perorangan maupun perusahaan/lorganisasi yang bermaksud menyediakan dana santunan rawat inap dan operasi bila peserta sakit dan kecelakaan dalam masa perjanjian.000. Pembatasan 1 tahun. 650-651.syari’ah. Adapun ketentuan dari asuransi ini adalah:87 a. Ibid. d. 6. f. Usia peserta masuk 5 sampai dengan 50 tahun.

Jika premi lanjutan tidak dibayar maka pengajuan klaim akan ditolak apabila tertunggak melewati grace priode yang telah ditentukan. Klaim yang diajukan oleh tiap peserta meliputi beragam dokumentasi yang diverifikasi diantaranya adalah: Dokumen klaim. Polis masih dalam kondisi in force artinya polis tersebut masih dalam keadaan aktif dibuktikan dengan premi lanjutan-premi lanjutan yang masih terus dilanjutkan. h. peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian polis. polis masih dalam kondisi in force. Klaim (Claim) Klaim (Claim) berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau tidak. Verifikasi juga mengenengahkan apakah peristiwa kerugian yang dialami oleh peserta masih dalam kontrak atau diluar kontrak. minimal 4 hari. i. C. Manfaat kesehatan dibayarkan untuk perawatan Sistem pembayaran adalah reimbursement. Dokumen klaim yang diajukan peserta kepada pihak perusahaan harus secara lengkap.e. Jangka waktu pengajuan klaim 14 hari. menyangkut semua informasi mengenai peristiwa yang menyebabkan peserta mengalami kerugian dan besarnya nominal kerugian yang dialami. Pembayaran klaim adalah 80 % dari kuitansi dan maksimal = manfaat kesehatan dan bukan untuk biaya karena melahirkan. Peristiwa yang masih dalam kontrak. Apabila lxi . Cara bayar premi tahunan. g. f.

Peristiwa yang menyebabkan terjadinya kerugian pada pihak peserta tidak termasuk dalam klausal pengecualian sebagaimana tercantum dalam polis. Sebagaimana kematian yang disebabkan oleh bunuh diri dan lain sebagainya. Yang menggajukan kliam adalah dari pihak ahli waris yang tercantum pada polis atau boleh pihak lain yamg diberikan kuasa atau pihak lain yang berkepentingan terhadap manfaat asuransi. foto copy identitas diri yang masih berlaku dan buku asli pembayaran premi terakhir. misalnya lembaga pembiayaan bank dan leasing. 1. ii. polis asli. merupakan klaim habis kontrak. Jenis-jenis Klaim Klaim Habis Kontrak Klaim yang diajukan oleh peserta karena perjanjian telah berakhir sampai batas yang telah disepakati missal 10 tahun.peristiwa sebelum atau sesudah kontrak dilakukan maka pengajuan klaim akan ditolak. 2. Adapun dokun-dokumen yang diperlukan diantaranya adalah: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). Adapun dokumen-dokumen yang lxii . Pengertian Klaim Klaim dapat diartikan sebagai permintaan peserta maupun ahli warisnya atau pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. i. Setiap dokumentasi yang diterima akan dilakukan verifikasi. Klaim Nilai Tunai Klaim yang diakibatkan terjadi peristiwa kematian pada peserta.

resume dari rumah sakit dimana dirawat. bukti asli pembayaran premi terakhir. Klaim Nilai Tunai Sebagian Klaim nilai tunai sebagian dilakukan pada peserta apabila jumlah polis telah mencapai 2 tahun dan aktif serta maksimal jumlah yang dapat diambil 50% dari saldo tabungan. Klaim Biaya Perawatan Pengantian kerugian peserta dengan alasan pengeluaran biaya oleh peserta dalam perawatan/pengobatan rumah sakit karena kecelakaan ataupun sakit dengan syarat penyakit tersebut tidak termasuk dari klausa pengecualian polis. surat jatuh tempo tahapan dari perusahaan. foto copy identitas diri yang masih berlaku. Dokumentasinya Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). asuransi takaful biaya tersebut merupakan bagian dari premi peserta sendiri. (Tidak wajib). Peserta tidak dikenakan beban sedikit pun karena itu termasuk bunga. foto copy identitas diri yang masih berlaku. surat keterangan dari rumah sakit yang menerangkan sebab meninggal dunia. lxiii . polis asli. laboratorium dan photo copy biaya pengobatan asli. Dokumentasi yang diperlukan Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). foto copy identitas diri yang masih berlaku. 3. polis asli.dibutuhkan diantaranya: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). jika musibah karena lalu lintas. surat keterangan dari pamong praja dan surat keterangan dari Kepolisian Republik Indonesia. Klaim Tahapan Pendidikan Klaim yang diajukan oleh peserta karena jatuh tempo dana pendidikan sebagaimana yang tercantum pada polis. polis asli. 5. 4.

antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti lisan dan diperkuat dengan laporan tertulis). dimana laporan akan dijadikan dasar apakan klaim dijamin oleh polis atau tidak). 21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi Syari’ah Klaim atau claims merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya maupun pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan.D. dimana masing-masing perusahaan memiliki prosedur sendiri untuk mempermudah 88 Ibid. bukti klaim kerugian (menyerahkan klaim tertulis dengan melengkapi lembaran klaim standar yang dirancang khusus untuk masing-masing class of business). Yang membedakan dari masing-masing perusahaan adalah kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim. Ibid. penyelidikan (melakukan survey ke lapangan atau menunjuk independent adjuster. baik pada asuransi syari’ah maupun konvensional. 259. atau aplikasi oleh peserta untuk memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia berdasarkan perjanjian. Fatwa DSN No.89 Adapun proses paling sederhana dalam proses klaim. 89 lxiv . dan diisyaratkan bahwa pembayaran klaim tidak boleh lebih dari 30 hari sejak terjadi kesepakatan). Adapun prosedur klaim. penyelesaian klaim (kesepakatan mengenai jumlah penggantian sesuai peraturan perundangan yang berlaku. hal.88 Secara umum prosedur klaim pada asuransi umum hampir sama dengan.

murni bisnis. 37 91 90 lxv . hal. dan tentu tidak ada Ibid. 2006. yaitu iuran kebajikan yang telah diniatkan oleh peserta untuk dana saling tolong menolong apabila ada peserta lain yang terkena musibah. hal 263.91 sedangkan pada asuransi konvensional. 2004 Sumber pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diperoleh dari rekening tabarru’. Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance).nasabah (services). Hafs Media. sumber pembayaran klaim berasal dari rekening perusahaan. berikut gambar proses klaim sampai kepada pembayaran (penyelesaian klaim):90 Gambar 1 Proses Klaim Asuransi Pengenalan Periksa Penutupan Tidak Ditutup Ditutup Tunjuk Adjuster Tolak Minta Dokumen Proses Lapor Tolak Tawarkan Voucher Pengambilan Pembayaran Sumber: Muhamad Syakir Sula. Khoiril Anwar. Surakarta.

Setiap dokumen yang diterima akan dilakukan verifikasi secara umum. meliputi dokumen klaim. klaim meninggal dunia. Ibid. dan klaim tahapan pendidikan. klaim nilai sebagian. 65-67. 95 lxvi . peristiwa kerugian masih dalam kontrak. 2.94 Berdasarkan fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah premi sebagai tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar klaim sebagai penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh tempo.. hal. tidak mengandung kecurangan atau tidak melanggar peraturan. 121. 138. op. Djazuli dan Yadi Janwari.93 Administrasi klaim berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau tidak. 93 94 Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.cit. antara lain klaim habis kontrak. Khoiril Anwar. hal.cit.92 Jenis klaim ada empat macam. Jakarta. yaitu:95 1. Op. hal. 17 Oktober 2001. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah. klaim nilai tunai. peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian polis. hal. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Asuransi Syariah. Fatwa DSN No. Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad sistem tijarah dan jenis akad tabarru’. polis dalam kondisi in force.nuansa spiritual yang melandasinya. Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi syari’ah dapat menggunakan rujukan. 63-64. klaim biaya perawatan. Klaim yang dibayarkan perusahaan adalah bagian dari kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad atau perjanjian asuransi. misalnya tabel mortalita untuk 92 H. dijelaskan pada pasal keenam mengenai premi. A.

5. merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan. 2. Premi diinvestasikan. sesuai dengan premi yang yang berasal dari jenis akad tabarru’ dapat E. dibayarkan. lxvii . perhitungan mengunakan sistem bagi hasil nisbah seperti 50 : 50 atau 60 : 40 yang disepakati diawal.asuransi jiwa dan table morbidita untuk asuransi kesehatan. dengan syarat tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya. sebatas yang disepakati dalam akad. (Pada lampiran) 3. Sementara pada pasal ketujuh mengenai klaim dijelaskan:96 1. Hasil Penelitian Relevan Penelitian yang telah dilakukan oleh Ida Wahyunigsih dengan judul penelitian Analisis Implementasi Produk Asuransi Takaful dana Siswa. 3. Klaim atas akad tabarru’. Klaim dapat berbeda dalam jumlah. dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya. penelitian ini difokuskan pada 96 Ibid. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta. Premi yang berasal dari jenis akad sistem mudharabah dapat diinvestasikan dan hasil investasinya di bagi hasilkan kepada peserta. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian. penelitian ini dengan rumusan masalah bagaimana kesesuaian implementasi produk asuransi dana siswa pada Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta terhadap Fatwa DSN dan MUI. 4. 4.

premi. Hasil penelitian menyatakan implementasi produk Asuransi Syari’ah Takaful yang meliputi permohonan asuransi. pengelolaan dana. loading. lxviii . underwriting.implementasi produk asuransi takaful keluarga Cabang Surakarta terhadap Fatwa DSN-MUI no 21/DSN-MUI/X/2001 dengan batasan masalah tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah. Dari hasil penelusuran penulis selama ini. aqad. belum pernah menemukan penelitian tentang pembayaran klaim pada asuransi syariah. klaim dan tempat kedudukan perselisihan yang kurang sesuai dengan fatwa DSN dan yang lainya telah sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam konsep fatwa dewan Syari’ah Nasional. Adapun tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kesesuaian implementasi produk asuransi takaful dana siswa yang telah dilaksanakan dengan Fatwa DSN-MUI.

017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi. Raja Grafindo Persada. 2001.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Izin Perusahaan Asuransi dan Reasuransi. sedangkan peraturan pemerintah Indonesia yang mengatur tentang asuransi baru dikeluarkan pada tahun 1976. 1250/KMK. 1249/KMK. dasar acuan pembinaan dan pengawasan usaha asuransi di Indonesia juga didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan No. No. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. 223/KMK. Edisi ke-6. hal. dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.97 Selanjutnya Surat Keputusan Menteri Keuangan No. kemudian melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan No.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan di bidang Asuransi Kerugian. 73 Tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian. 98 97 Ibid. PT. No. 277. Jakarta. disamping kedua peraturan tersebut.98 Peraturan Menteri Keuangan tersebut tidak berlaku lagi setelah dikeluarkannya UU No. Gambaran Umum Tentang Asuransi Asal mula kegiatan asuransi di Indonesia merupakan kelanjutan asuransi yang ditinggalkan oleh pemerintah Hindia Belanda.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Asuransi Jiwa.BAB II LANDASAN TEORI F. Kasmir. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian di Indonesia dan Peraturan Pemerintah No. 224/KMK. 1136/KMK/IV/1976 tentang penetapan besarnya cadangan premi dan biaya oleh Perusahaan Asuransi di Indonesia. 11 lxix .

Asuransi dan Manajemen Resiko. Jakarta. dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung. 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian. Mizan. UGM.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. Robert I. Bandung. dan No. Ibid. kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan didistribusikan secara proporsional di antara semua unit dalam gabungan tersebut. 1982.. Simanjuntak. Cetakan Keenam. Mehr mengartikan asuransi sebagai suatu alat untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit yang beresiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi. Life Insurance Theory And Practice. Inc.99 8. Emmy P. hal.100 Robert I. 205-206.101 Asuransi juga diartikan sebagai suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti (substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti. Asuransi Syariah (Life And General): Konsep dan Sistem Operasional. 1985. 2000. Hukum Pertanggungan. dalam Muhammad Syakir Sula. Pengertian Asuransi Kata asuransi berasal dari bahasa Belanda. Jakarta. dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian 99 Ibid. 1. Abbas Salim. Raja Grafindo Perkasa. 226/KMK. dalam Muhammad Syakir Sula. assurantie. 102 101 100 lxx . 2004. 1994. 7.225/KMK. yang artinya pertanggungan.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Penunjang Usaha Asuransi. Yogyakarta. yang dalam hukum Belanda disebut verzekering. Asuransi Dalam Pandangan Syariat Islam. Mehr. Gema Insani Press. 26. Business Publication. Ali Yafie.. PT. KH. hal. hal.102 Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. hal. 278. Edisi Revisi Ke-2. hal. Menggagas Fiqih Sosial. diuraikan definisi tentang asuransi sebagai berikut: “Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih.

kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan”. Yogyakarta. Cetakan Pertama.cit. BPFE UGM. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Asuransi dijelaskan bahwa asuransi kerugian menjalankan usaha memberikan jasa untuk menanggulangi resiko atas kerugian. Ibid. kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga dari suatu peristiwa yang tidak pasti. 278-280. Teori dan Kebijakan.103 Dari beberapa pengertian di atas. hak dan kewajiban masing-masing pihak. Asuransi kerugian (non life insurance). hal. Edisi Kedua. Op. sebagaimana yang terdapat dalam Undang-Undang No. hal. hal. serta jangka waktu asuransi. dkk. 104 103 lxxi . 9.. dan Subagyo. Cetakan Keempat. 276. Apabila dalam masa pertanggungan terjadi sebuah resiko.kepada tertanggung karena kerugian. 377. STIE YKPN. Yang termasuk dalam asuransi Kasmir. 2002. jumlah uang yang dipertanggungkan. Lembaga-Lembaga Keuangan dan Bank: Perkembangan.. hal. Tipologi Asuransi Jenis asuransi yang berkembang di Indonesia saat ini jika dilihat dari fungsinya. Yogyakarta. antara lain:104 a. dimana perjanjian tersebut tertuang dalam bentuk polis asuransi yang telah ditentukan syarat-syarat. maka dapat disimpulkan bahwa asuransi adalah perjanjian dimana tertanggung dan penanggung mengikat perjanjian tentang hak dan kewajibannya masing-masing. dan Faried Wijaya dan Soetatwo Hadiwigeno. 138. 1999. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. maka pihak penanggung (perusahaan asuransi) akan membayar sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama.

kepemilikan saham asuransi ini sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional. f. dan annuity contract insurance (anuitas). dan pencurian. bentuk facultative. asuransi tabungan (endowment insurance).kerugian adalah asuransi kebakaran. c. serta kombinasi dari keduanya. Asuransi jiwa (life insurance). lxxii . asuransi pengangkutan. yaitu asuransi yang sahamnya dimiliki sebagian besar atau bahkan 100 % oleh pemerintah Indonesia. kecelakaan diri. Jenis-jenis asuransi jiwa ini adalah asuransi berjangka (term insurance). Asuransi ini digolongkan ke dalam bentuk treaty. sehingga siapa yang paling banyak memiliki saham. jika dilihat dari segi kepemilikannya. Sementara itu. Asuransi milik swasta nasional. Reasuransi (reinsurance). 105 Ibid. dan asuransi aneka. b. merupakan perusahaan asuransi yang memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang terhadap resiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian. hal. maka asuransi dapat diklasifikasikan antara lain:105 e. asuransi seumur hidup (whole life insurance). seperti asuransi kendaraan bermotor. merupakan perusahaan asuransi yang dikaitkan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. 280. Asuransi milik pemerintah. maka memiliki suara terbanyak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)..

Irwin). Adapun John H. merupakan asuransi yang mempunyai tujuan untuk melindungi seseorang ataupun keluarga serta perusahaan dari resiko yang mendatangkan kerugian. merupakan asuransi wajib. h. 2-3. Commercial insurance. sehingga setiap orang bias atau tidak mempunyai asuransi jenis ini.cit. dan Subagyo.cit. Op. Jaminan ini bertujuan supaya setiap orang mempunyai jaminan untuk hari tuanya (old age). 142-143.g. merupakan jenis asuransi yang sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional dengan pihak asing. Asuransi sukarela dibagi dalam dua jenis. dan hanyalah merupakan cabang dari negara lain. dalam Abbas Salim. dimana kepemilikannya 100 % dimiliki oleh pihak asing. Magee.. yaitu asuransi yang dijalankan oleh pemerintah atau negara. misalnya jaminan yang diberikan kepada prajurit yang cacat sewaktu peperangan. General Insurance.. Tujuan perusahaan asuransi ini bersifat kompersial dengan motif John H. Asuransi milik campuran. Government insurance. hal. Magee mengklasifikasikan asuransi sebagai berikut:106 c. Jaminan sosial (social insurance). hal. Asuransi sukarela (voluntary insurance). 106 lxxiii . Asuransi milik perusahaan asing. adalah bentuk asuransi yang dijalankan secara sukarela. dkk. merupakan perusahaan asuransi yang biasanya beroperasi di Indonesia. Op. tidak dengan paksaan. 2). d. yaitu: 1). (Richard D. karena setiap orang atau penduduk harus memilikinya.

mencari keuntungan (profit motive). Bentuk asuransi ini dibagi pada dua kelompok: a). Asuransi jiwa (personal life insurance), bertujuan untuk memberikan jaminan kepada seseorang atau keluarga yang disebabkan oleh kematian, kecelakaan serta sakit, seperti PT. Asuransi Jiwas Raya, Asuransi Jiwa Bumi Putera 1912, dan Asuransi Jiwa Dharma Nasional. b). Asuransi kerugian (property insurance), bentuk asuransi ini hamper sama dengan asuransi umum, yang bertujuan oleh memberikan kebakaran, jaminan kerugian seperti yang PT.

disebabkan

pencurian,

Reasuransi Umum Indonesia, dan PT. Asuransi Kerugian. Menurut jenis bidang yang ditangani, ada beberapa macam asuransi, antara lain:107 a. Asuransi jiwa, merupakan bentuk kerjasama untuk mengurangi resiko yang diakibatkan oleh resiko kematian, resiko hari tua, dan resiko kecelakaan. b. Asuransi kecelakaan diri, adalah usaha untuk melindungi resiko financial akibat kecelakaan seperti, benturan atau sentuhan benda keras atau benda cair (kimiawi), gas atau api, terhadap badan (jasmani) seseorang, yang mengakibatkan kematian atau cacat serta luka, yang sifat dan tempatnya dapat ditentukan oleh dokter.

Soeisno Djojosoedarso, Prinsip-Prinsip Manajemen Resiko dan Asuransi, Cetakan Pertama, Jakarta, Salemba Empat, 1999, hal. 74-77.

107

lxxiv

c.

Asuransi sosial, adalah asuransi yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota masyarakat, baik secara local, regional, maupun nasional, yang diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga yang ditunjuk, dimana setiap anggota masyarakat memikul kewajiban sosial (membayar premi wajib) dan memperoleh jaminan sosial pula.

d.

Asuransi sosial tenaga kerja, yaitu perlindungan sosial bagi tenaga kerja yang dijalankan melalui pola mekanisme asuransi dan dikelola oleh Perum ASTEK.

e.

Asuransi

kesehatan,

merupakan

asuransi yang memberikan santunan kesehatan kepada seseorang (tertanggung) berupa sejumlah uang untuk biaya pengobatan dan perawatan bila diluar kehendak ia diserang penyakit. f. adalah asuransi yang Asuransi kecelakaan penumpang, mengelola perlindungan sosial dalam

kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan yang penyelenggaranya adalah PT. Asuransi Jasa Raharja. g. Asuransi kebakaran, merupakan

pertanggungan yang menjamin kerugian atau kerusakan atas harta benda (tetap maupun bergerak) yang disebabkan oleh kebakaran, dan terjadi karena api sendiri atau api dari luar, udara jelek, kurang hati-hati, kesalahan atau perbuatan tidak pantas dari pelayan tertanggung, tetangga, musuh, perampok dan apa saja dan dengan cara bagaimanapun sebab timbulnya kebakaran.

lxxv

h.

Asuransi kredit, yaitu pertanggungan yang diberikan kepada pemberi kredit (bank dan lembaga keuangan) terhadap resiko kredit, yaitu tidak diperolehnya kembali kredit yang diberikan oleh tertanggung kepada nasabah.

i.

Asuransi rekayasa atau engineering insurance, yaitu pertanggungan yang diterapkan pada proyek-proyek pembangunan yang berhubungan dengan rekayasa, yang

memberikan perlindungan dalam pelaksanaan pembangunan. j. pertanggungan yang Asuransi perusahaan, merupakan meliputi, asuransi pengiriman uang,108

penyimpanan uang,109 penggelapan uang,110 pencurian uang,111 dan asuransi proses perusahaan.112 k. Asuransi tanggung gugat, yaitu

kewajiban untuk bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh pihak lain. l. Asuransi transportasi, merupakan

asuransi yang berkenaan dengan barang-barang dalam transit atau barang yang sedang ditangani perusahaan pengangkutan.

Yaitu kemungkinan hilang atau rusaknya uang logam atau kertas dan surat-surat berharga, yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak diketahui. Yaitu kemungkinan hilangnya uang logam, uang kertas dan surat berharga yang disimpan di dalam lemari, strongroom, berada dalam cashier’s box selama jam kerja. Yaitu kemungkinan kerugian yang diduga oleh majikan disebabkan oleh ketidakjujuran karyawannya. Yaitu pencurian uang yang disimpan di dalam rumah atau kantor, dengan ketentuan bahwa uang itu disimpan dalam lemari besi atau strongroom, dimana yang dijamin adalah pencurian dengan cara merusak rumah atau kantor dan lemari tempat penyimpanan uang. Merupakan kerugian financial yang diderita bila perusahaan tidak berjalan atau sementara berjalan di bawah normal. Resiko yang ditanggung adalah akibat resiko kecelakaan kerja, machinery breakdown, dan mogok kerja atau kegaduhan buruh.
112 111 110 109

108

lxxvi

. Prinsip ini tidak berlaku dalam asuransi jiwa dan kecelakaan. efisien yang mengakibatkan terjadinya peristiwa berantai dan intervensi kekuatan lain. diawali dan bekerja dengan aktif dari sumber baru dan independent.10. 282-283. Op. adalah perihal berdasarkan hukum untuk mempertanggungkan suatu resiko berkaitan dengan keuangan yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dan yang dipertanggungkan. karena prinsip ini hanya didasarkan pada kerugian yang bersifat keuangan. j. Indemnity atau ganti rugi. lxxvii .cit. antara lain:113 g. Insurable Interest. h. 113 Kasmir. Adapun prinsip-prinsip asuransi tersebut. melainkan harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip asuransi dengan tujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari antara kedua belah pihak. Proximate Cause adalah suatu sebab aktif. Utmost Good Faith (itikad baik). i. yaitu penetapan suatu kontrak yang didasarkan kepada itikad baik antara tertanggung dan penanggung mengenai seluruh informasi baik materil maupun immateril. yaitu mengendalikan posisi keuangan tertanggung setelah terjadi kerugian seperti pada posisi sebelum terjadinya kerugian. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi Pelaksanaan perjanjian antara perusahaan asuransi dan nasabah tidak dapat dilakukan secara sembarangan. hal. serta dapat menimbulkan hak dan kewajiban keuangan secara hukum.

hal. i. penarikan biaya akan dilakukan seadil mungkin (the equitable assetsment of cost). atau 114 Abbas Salim. 12-14. hal..114 Riegel dan Miller mengemukakan beberapa faedah asuransi sebagai berikut:115 g. Subrogation. efisiensi perusahaan (business efficiency) dapat dipertahankan. Miller. l.k. Adanya suatu kecenderungan. h. 115 lxxviii .. bagi masyarakat maupun perusahaan. Artinya penggantian kerugian tidak mungkin lebih besar dari kerugian yang diderita. R. 11. Op. merupakan hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan kepentingan asuransi mengalami kerugian. Dengan asuransi. (Prentice Hall). Asuransi membuat masyarakat dan perusahaan berada dalam keadaan aman. sehingga untuk menjaga kelancaran perusahaan (going concern) dengan jalan pertanggungan akan mengurangi dan memperkecil resiko yang terjadi. Manfaat Asuransi Asuransi banyak sekali kegunaannya. baik untuk perorangan (individu).cit. Ibid. Riegel dan J. Insurance Principles and Practices. yaitu suatu prinsip dimana penanggung berhak mengajak penanggung lainnya yang memiliki kepentingan yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing penanggung tidak sama besar. 11. dalam Abbas Salim.S. Contribution.

serta semua kepentingan lainnya yang dapat hilang. keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain. sementara bagi nasabah adalah memberikan rasa aman. Op. dkk. rusak. hal. tanggung jawab hukum.116 12..117 Sementara itu.. Dengan demikian. merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat ditarik kembali. dimana bagi perusahaan asuransi akan memberikan keuntungan dari premi yang dibayarkan ke nasabah. jiwa dan raga kesehatan manusia. Tujuan dan Sasaran Asuransi Obyek asuransi adalah benda dan jasa. 281. k.ongkos asuransi harus adil menurut besar kecilnya resiko yang dipertanggungkan. j. Asuransi sebagai suatu sumber pendapatan (earning power) yang didasarkan kepada financing the business. Asuransi menjadi dasar pemberian kredit (insurance serves as a basis of credit). tujuan asuransi mengurangi resiko yang sudah adadalam masyarakat dengan 116 Kasmir. hal. Op. rugi dan berkurang nilainya. keuntungan asuransi adalah keuntungan bagi perusahaan asuransi dan bagi nasabah. serta keuntungan hasil bunga dari investasi surat berharga. l. 117 lxxix .cit. Subagyo. Asuransi merupakan alat penabung (saving). terhindar dari resiko kerugian dan kehilangan. memperoleh penghasilan di masa yang akan dating. 78. dan memperoleh penggantian akibat kerusakan atau kehilangan.cit. Obyek.

119 13. perlindungan produk atau orang yang akan dirugikan. Ibid. lxxx . Premi Asuransi Premi asuransi adalah pembayaran dari tertanggung kepada penanggung sebagai imbalan jasa atas pengalihan resiko kepada 118 119 Ibid. 79. f.cara mempertanggungkan pada perusahaan asuransi. e. Memberikan keuntungan tertentu pada masyarakat yang mengikuti asuransi. akan dipertanggungkan masyarakat apabila :118 d. berupa pengeliminiran sebab-sebab yang dapat menimbulkan kerugian. Dalam pertanggungan dapat dilakukan pencegahan kerugian yang akan memberikan keuntungan tertentu yaitu berupa pengurangan kerugian dan pengurangan biaya yang menyangkut pertanggungan tersebut. hal. asuransi memiliki sasaran terhadap pelaku ekonomi mikro (rumah tangga). maupun pelaku ekonomi makro (dunia bisnis atau industri manufaktur dan pemerintahan). Resiko yang ada dalam masyarakat. karena dengan mengetahui besarnya resiko yang terjadi dapat diketahui besarnya kerugian yang dialami. Dengan demikian. Pencegahan dan perlindungan untuk memperkecil kerugian yang terjadi.. pengurangan kerugian dan perlindungan agar produk yang telah rusak tidak semakin rusak. yang mempunyai keinginan untuk mengurangi munculnya kerugian-kerugian yang belum diketahui secara pasti di masa mendatang dengan menggunakan jasa usaha perasuransian.

Kondisi atau struktur perekonomian. akan terkumpul sejumlah dana yang besar. sehingga dengan dana tersebut pihak asuransi dapat: 1). 122. Aktuaria dan Penentuan Tarif Aktuaria merupakan bagian khusus dalam perusahaan asuransi yang menangani atau menghitung premi asuransi. Fungsi Premi Asuransi Premi merupakan hal yang paling penting dalam asuransi. 6).122 Beberapa faktor yang menentukan dalam penentuan tarif adalah: 4). Peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh pemerintah.121 g. Ibid. Ibid. Mengembalikan tertanggung pada posisi (ekonomi) seperti sebelum terjadi kerugian (resiko). Op..penanggung. 121 122 123 lxxxi . 121. dan premi tersebut merupakan pengganti kerugian atau jaminan perlindungan dari penanggung kepada tertanggung. hal.120 f.. sehingga tertanggung mampu berdiri pada posisi semula seperti sebelum terjadinya kerugian.123 120 Soeisno Djojosoedarso.cit. 2). Menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan. maka dalam waktu yang relatif lama. karena dengan premi yang berhasil dikumpulkan dari tertanggung. 5). hal. Ibid. Situasi persaingan.

Kondisi pertanggungannya. antara lain: 6). value judgement. Macam alat pengangkut barang yang diasuransikan. Jenis barang yang diasuransikan. karena jika terlalu rendah maka tidak dapat menutupi biaya operasi (cost of operation). terutama menyangkut pada asuransi kerugian. Ibid. 6). 124 Ibid. kemungkinan (probability). setidaknya perlu diperhatikan beberapa prinsip. persaingan dan sebagainya. antara lain: 5). dan kebijakan pemerintah (government policy). 125 lxxxii .124 Penentuan tarif asuransi banyak terkandung unsur-unsur. bahwa tarif jangan berlebihan. Cara penimbunan atau pengaturan barang dalam pengangkutan. sehingga berdampak pada sulitnya operasi perusahaan asuransi.125 Dengan demikian. Jangka waktu pertanggungan. artinya premi tersebut harus menghasilkan cukup uang untuk membayar kerugian yang diderita oleh subyek dimana uang dikumpulkan. 7). Notexcessive. Adequate. tetapi harus memperhatikan kepentingan pembeli. harus berhati-hati.Perlu juga dipertimbangkan dalam penentuan tarif premi asuransi. 9). rumit (complicated). Untuk memenuhi terciptanya tarif premi premi asuransi yang ideal. penentuan tersebut tidak mudah. 10). 8). sementara jika terlalu tinggi maka pembeli polisnya akan berkurang atau sedikit.

126 h. dimana perhitungannya berdasarkan pada data dan keterangan yang diberikan oleh tertanggung kepada penanggung pada waktu penutupan asuransi pertama. maka tarifnya harus sama pula.7). b). Premi dasar.Komponen sebagai bagian keuntungan (profit) bagi perusahaan asuransi. 6). hal. Premi tambahan. yaitu: a).Komponen premi untuk membayar kerugian yang terjadi. Premi ini terdiri dari tiga kelompok. maka tarifnya harus diubah pula. artinya bila keadaan berubah. Flexible. 122-123. dan luasnya resiko yang dijamin oleh penanggung sebagaimana yang dikehendaki tertanggung. oleh merupakan tertanggung data atau keterangan yang ketika disampaikan kepada penanggung menutup asuransi atau interestnya tidak selalu sama dengan 126 Ibid. Equity. tarif yang ditentukan selalu disesuaikan dengan keadaan.. 8). yang tingginya didasarkan pada probabilitas terjadinya kerugian. merupakan premi asuransi yang dibebankan kepada tertanggung ketika polis dibuat atau dikeluarkan. Komponen Premi Asuransi Adapun komponen dari tarif premi asuransi antara lain adalah:127 5). Ibid 127 lxxxiii . bila kualitas exposurenya sama.Komponen premi yang dimaksudkan untuk membiayai operasi perusahaan asuransi (cost of operation/exploitations). berarti tarif tersebut tidak membeda-bedakan resiko yang sama kualitasnya (adil). c).

7). j. 8). dan biasanya digunakan dalam asuransi kebakaran. Reduksi premi. yang disebabkan pada saat itu data atau informasinya belum lengkap dan tertanggung menghendaki perubahan kondisi pertanggungan. yaitu tarif premi asuransi yang berlaku untuk semua resiko yang sejenis. hal. disamping untuk menghindari persaingan yang tidak sehat. yang bertujuan standarisasi tarif premi dan syarat-syarat pertanggungan. Tarif kompeni. dimana Dewan Asuransi Indonesia menentukan bahwa dapat diberikan potongan 50 % atas premi dasar dan 20 % atas premi tambahan untuk pengangkutan dengan tujuan negeri Belanda. i. 128 Pengembalian Premi Ibid. Jenis tarif dan Macam Barang yang diasuransikan Pada dasarnya ada dua jenis tarif asuransi. Manual (class rate). 124. lxxxiv .keadaan yang sebenarnya atau pada waktu polis ditanda tangani. yaitu:128 3). 4). Belgia dan Inggris. Merit rating. merupakan metode penentuan tarif premi asuransi dimana tiap-tiap resiko dipertimbangkan keadaannya masingmasing. dimana di Indonesia tarif kompeni disusun oleh Dewan Asuransi Indonesia. dimana penanggung dapat memberikan reduksi terhadap premi yang dikenakan. Demikian juga pada asuransi jiwa dapat diberikan potongan premi sebesar 5 % bila pembayaran melalui bank atau pos dan 3 % bila membayar di kantor perusahaan asuransi.

Pada prakteknya. 283-284. Resiko spekulatif. hal. Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi Berbagai jenis resiko dipertanggungkan dalam asuransi. yang dibagi kepada tiga macam.129 14. Kasmir. adalah resiko dengan terjadinya dua kemungkinan. sehingga besar kecilnya resiko merupakan pertimbangan besarnya premi yang harus dibayar. yaitu peluang untuk mengalami kerugian keuangan atau memperoleh keuntungan f. karena perjanjian gugur sebelum penanggung menanggung bahaya atau baru menanggung sebagian.Pengembalian premi dikenal juga dengan restorno. Resiko individu. insurable interestnya tidak ada. resiko yang timbul dari setiap pemberian usaha pertanggungan asuransi adalah:130 d. e. yaitu pengembalian premi dari penanggung kepada tertanggung. yaitu ketidakpastian terjadinya suatu kerugian atau ada peluang merugi dan bukan suatu peluang keuntungan. kondisi jaminan atau pertanggungan dipersempit. 125. 130 lxxxv . hal. Resiko murni.. Op. premi yang dibayar lebih.cit. yaitu: 129 Ibid.

133 lxxxvi . TEPATI. Resiko pribadi. hal. 2004. maka diusahakanlah dengan pembentukan asuransi yang menekankan pada sifat saling menanggung. Jakarta. merupakan resiko kemampuan seseorang untuk memperoleh keuntungan akibat sesuatu hal. 3.131 Secara umum. Ibid. Edisi Kedua. adalah resiko apakah harta hilang karena dicuri atau rusak dan menyebabkan kerugian. 3). maka diharuskan membayarnya. 112. Edisi Ketujuh. Terminologi134 Asuransi Syari’ah Heri Sudarsono. Pengertian Asuransi Syari’ah Asuransi awalnya merupakan suatu kelompok yang bertujuan membentuk arisan untuk meringankan beban keuangan individu dan menghindari kesulitan pembayaran. 1993.132 Untuk mencari jalan keluar dari berbagai macam unsur tersebut. seperti sakit. 2). kemudian kerugian tersebut ditanggung bersama.133 1. Resiko harta. A. dalam Seminar Sehari Takaful. G. apalagi tidak sejalan dengan aspek hukum Islam atau syari’ah. hal. Yogyakarta. hal. Asuransi Takaful Sebagai Suatu Alternatif. Asuransi Syariah. kehilangan pekerjaan atau mati. konsep asuransi merupakan persiapan yang dibuat oleh kelompok orang yang menghadapi kerugian kecil yang tidak dapat diduga. Azhar Basyir. saling menolong di antara tertanggung yang bernilai kebajikan menurut ajaran islam. Ekonisia. Jilid 14. 113-114. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Resiko tanggung gugat.1). yaitu resiko yang disebabkan jika kerugian seseorang ditanggung. 132 131 Encyclopedia Britannica. 656. hal.

Balai Pustaka. hal. Musthafa Ahmad Zarqa. 28. Majma’ul Lughah al-Arabiyah. Ar-Riba wa Adhraruhu alal Mujtama’ Al-Islami. hal. rasa aman.Dalam bahasa Arab. Ibid. Salim Segaf al-Jufri. Hal. dalam Muhammad Syakir Sula. Cetakan Ketiga.138 Sementara Dewan Syari’ah Nasional MUI. Jakarta. memberikan makna asuransi sebagai cara atau metode untuk memelihara manusia dalam menghindari resiko (ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam hidupnya. Jubran Ma’ud. dan tertanggung disebut mu’amman lahu atau musta’min. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hal. 29. dalam perjalanan kegiatan hidupnya atau dalam aktivitas ekonominya. Op. ketenangan. Beirut.137 Musthafa Ahmad Zarqa. hal. Beirut. rumahnya atau mobilnya”. dikatakan “seseorang mempertanggungkan atau mengasuransikan hidupnya. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ibid. dan bebas dari rasa takut. dalam fatwanya mendefinisikan asuransi syari’ah sebagai usaha saling melidungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai Terminologi adalah Ilmu mengenai batasan-batasan atau definisi-definisi istilah.136 Men-ta’min-kan sesuatu berarti seseorang membayar atau menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah disepakati atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang. Mesir. dalam Muhammad Syakir Sula. 27-28. Al-M’jam al-Wasit.135 At-ta’min memiliki arti perlindungan. 1990. 219. Jilid I. hal. Dar al-Fikr. Dar Al-Islami Li Al-Malayin. sementara penanggung disebut mu’ammin. 30. dalam Muhammad Syakir Sula.cit. Mu’jam Lughawy “Ashry. 1968. asuransi disebut at-ta’min. Al-Ightisodi Al-Islamiyah. dalam Muhammad Syakir Sula. tt. 1400 H. 938. Ar-Ra’id. 1960. Ibid…. 138 137 136 135 134 lxxxvii .

namun demikian ada sejumlah kata yang seakar dengan takaful. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah. PT. Jakarta. lxxxviii . Asuransi Hukum dan Permasalahannya. hal. Huzaemah T. Soenarjo. dalam Muhammad Syakir Sula. Yayasan Penerjemah Al-Qur’an. seperti dalam Surat Thaha (20). jelaslah bahwa asuransi syari’ah bersifat saling melindungi dan tolong menolong atau yang disebut dengan ta’awun. hal. Raja Grafindo Persada.cit…. 122. 479. 30. Jurnal AAMAI Tahun VII No.143 yang berbunyi:   ִ  ִ ִ ☺ ִ   Fatwa Dewan Syariah Nasional No. hal.142 Kata takaful tersebut tidak dijumpai dalam Al-Qur’an. H. hal.Dzajuli dan Yadi Janwari. Al-Qur’an dan Terjemahanya. 232. 1971. 2004.12. Jakarta. ayat 40. Lembaga-Lembaga Perekonomian Umat (Sebuah Pengenalan). 2003. Prenada Media. 142 141 140 139 Ibid.A.140 Secara umum. AspekAspek Hukum Dalam Perbankan Dan Perasuransian di Indonesia. asuransi Islam sering juga diistilahkan dengan takaful.dengan syari’ah. Yanggo. 120. 143 hal.141 Istilah takaful dalam bahasa Arab berasal dari kata dasar kafala-yakfulu-takâfala-yatakâfalu-takâful yang berarti saling menanggung atau menanggung bersama. yaitu prinsip hidup saling melindungi dan saling tolong menolong atas dasar ukhuwah Islamiyah antara sesame anggota peserta asuransi syari’ah dalam menghadapi malapetaka (resiko).139 Dari beberapa definisi di atas. Op. 2002. dalam Gemala Dewi. Jakarta. yang dapat digambarkan sebagai asuransi yang prinsip operasionalnya didasarkan pada syariat Islam dengan mengacu kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Himpunan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional. 147 lxxxix . 146 145 144  ִ ☺ ִ ֠ Maksudnya: nabi Musa a. Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan saling tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syari’ah. hal. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia.s. di sana dia dikawinkan oleh nabi Syu'aib a. Nabi Musa a. maka takaful dalam pengertian muamalah memiliki Yang dibunuh Musa a. Maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan. lalu Ia Berkata kepada (keluarga Fir'aun): "Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka kami mengembalikanmu kepada ibumu. Jakarta. Ini ialah seorang bangsa Qibthi yang sedang berkelahi dengan seorang Bani Israil. datang ke negeri Mad-yan untuk melarikan diri.s. yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia melalui Dewan Syari’ah Nasional.s. 2003.144 lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan kami Telah mencobamu dengan beberapa cobaan. sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al Qashash ayat 15. Edisi ke-2. dengan salah seorang puterinya dan menetap beberapa tahun lamanya.145 Kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan146 Hai Musa”. Pedoman Umum Asuransi Syari’ah. Diterbitkan atas kerjasama DSN MUI dan BI. agar senang hatinya dan tidak berduka cita. DSN MUI. Takaful.s.129.֠ ִ ִ    Artinya: “Ketika saudaramu yang perempuan berjalan. datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan kerasulan.147 Apabila kita memasukkan asuransi takaful ke dalam lapangan kehidupan muamalah. terdapat definisi asuransi Syari’ah (Ta’min.

151 150 149 Gemala Dewi.151 Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 2: 152 2. dan ini menjadi dasar mengapa asuransi diperbolehkan dalam agama Islam karena asas prinsip syariat mengajak kepada sesuatu yang mengakibatkan keeratan jalinan sesama manusia dan kepada sesuatu yang meringankan bencana sesama manusia. hal. xc . Hakekat asuransi secara Islami adalah saling bertanggungjawab. Juhaya S.arti yaitu saling menanggung resiko di antara sesame manusia sehinnga di antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas resiko masingmasing. Asuransi Takaful. Praja.149 dan tanggung menanggung resiko tersebut dilakukan atas dasar saling tolong menolong dalam kebajikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana yang ditujukan untuk menanggung resiko. asuransi takaful terkait dengan unsur saling menaggung resiko di antara para peserta asuransi. dimana peserta yang satu menjadi penanggung peserta yang lainnya. Ibid. Syarikat Takaful Indonesia.cit. Artikel dikeluarkan oleh PT. 234. 1997.. Asuransi Takaful Selayang Pandang dalam Wawasan Islam dan Ekonomi. selainnya diberikan kepada para mujtahid untuk mengembangkan melalui pikiran mereka selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist. Rahmat Husein. saling bekerja sama atau saling tolong-menolong dengan melindungi penderitaan orang lain. Op.cit. dalam arti Al-Qur’an hanya memberikan aturan yang bersifat garis besar.150 Landasan Hukum Asuransi Syari’ah Hukum-hukum muamalah bersifat terbuka. Ibid. hal. Jakarta. Lembaga penerbit FE-UI. hal.148 Dengan demikian. 148 Loc. 127. 123.

156 dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya157 dan apabila kamu Telah 152 153 Soenarjo.155 dan binatang-binatang qalaa-id. Zulhijjah. biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah. janganlah kamu melanggar syi'arsyi'ar Allah. kambing. lembu.154 jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya. Syi'ar Allah ialah segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempattempat mengerjakannya. disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji. Ialah binatang had-ya yang diberi kalung. Ialah binatang (unta.153 dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram.֠ ִ ִ ִ     ֠  ִ   ִ☺  ִ ִ      Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Muharram dan Rajab). Maksudnya antara lain ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah. tanah Haram (Mekah) dan Ihram. maksudnya ialah dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu. Op Cit…hal. 156 155 154 xci . supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah. 156.

firman Allah SWT mengenai prinsip-prinsip dalam muamalah pada Surat Al-Maidah. hal.menyelesaikan ibadah haji. Ibid. mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). 159 xcii . Beberapa dalil-dalil syar’I yang berkenaan dengan praktek asuransi syari’ah. Maka bolehlah berburu. ayat 18 mengenai perintah mempersiapkan hari depan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. dan jangan tolongmenolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. 156. keridhaan dari Allah SWT ialah pahala amalan haji.159 berbunyi: ִ  ִ☺ ֠  ִ   ִ ִ☺    Dimaksud dengan karunia ialah keuntungan yang diberikan Allah SWT dalam perniagaan. Op Cit…hal. 158 yang berbunyi: ֠ ֠ ִ☺ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. 919. 158 157 Soenarjo. Surat Al-Hasyr. antara lain dalam firman Allah SWT. dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. Di samping itu. ayat 1. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. dan bertakwalah kamu kepada Allah. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam.

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Keputusan Menteri Keuangan RI No. sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Maidah. hal.. 1106. Adapun peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah berkaitan dengan asuransi syari’ah. kecuali yang akan dibacakan kepadamu.06/2003 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. 161 xciii . dihalalkan bagimu binatang ternak.160 yang berbunyi:  Artinya: ֠   ִ☺ִ ִ “Yang Telah memberi makanan kepada mereka untukmenghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan”. penuhilah aqad-aqad itu. dan perintahnya untuk saling melindungi dalam keadaan susah pada surat Quraisy ayat 4. antara lain:161 a. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. ayat 2. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya”. Allah SWT juga memerintahkan kepada hamba-Nya untuk saling bekerja sama dan Bantu membantu. 426/KMK. Op Cit…hal. Op. 128-129. pasal 32 mengenai pembukaan kantor cabang dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi 160 Soenarjo. Gemala Dewi.cit. Peraturan ini ditentukan dalam pasal 3-4 mengenai persyaratan dan tatacara memperoleh izin usaha perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah.

Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Nomor Kep. 2004. Utmost Good Faith (itikad baik). Edisi ke2.Asuransi Takaful Indonesia. Yogyakarta. Penilaian dan Pembatasan Investasi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Dengan Sistem Syari’ah. Prinsip . Keuangan dalam Perusahaan pasal 15-18 Asuransi mengenai dan Perusahaan yang kekayaan diperkenankan harus dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah. . b. Heri Sudarsono. Ekonisia Kampus Fak. Deskripsi dan Ilustrasi. setiap perjanjian asuransi harus mengandung prinsip-prinsip asuransi. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. hal. Subrogation (Pengalihan hak).115. Contribution. 424/KMK. proximate cause (penyebab dominan).162 Adapun prinsip-prinsip asuransi syari’ah meliputi:163 3.Prinsip Asuransi Syari’ah Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. c.06/2003 tentang Kesehatan Reasuransi. Indemnity (ganti rugi). Asuransi Takaful Keluarga.Ekonomi UII. Adapun prinsipprinsip asuransi. dan pasal 33 mengenai pembukaan kantor cabang dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah. 163 162 xciv .konvensional. Keputusan Menteri Keuangan RI No. Modul Pengetahuan Dasar Takaful. 4499/LK/2000 tentang Jenis. antara lain Insurable interest (kepentingan yang dapat diasuransikan). PT.

93. agar kamu mendapat petunjuk” f. xcv .S. Saling bertanggung jawab. sebagaimana firman Allah SWT dalam Q. 291. dimana kesulitan seorang muslim dalam kehidupan menjadi tanggung jawab sesama muslim. dan janganlah kamu bercerai berai. ayat 71 yang berbunyi: 165  ִ    ִ ִ  ִ ֠          164 165  ☺  ☺  ִ☺   Soenarjo. lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah. Ibid…hal. Sesama Muslim saling bekerjasama atau saling membantu. Maka Allah mempersatukan hatimu. Op Cit…hal. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu. sebagaimana dalam firman Allah pada Surat At-Taubah. Al-Imran: 103164 ☺ ☺ִ ֠ ִ☺       Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah. lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka.e. dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan. orang-orang yang bersaudara.

Perwataatmadja. Dan terhadap orang yang minta-minta. mendirikan shalat. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. yaitu prinsip menghindari unsur-unsur gharar. Depok. Sesama muslim saling melindungi penderitaan satu sama lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah.166 yang berbunyi:  ִ  Artinya: “Sebab itu.cit. xcvi . menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. seperti dalam firman Allah SWT. Karnaen A. Perwataatmadja menambahkan satu prinsip. hal. sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.☺   ִ ִ  ☺      ִ  ִ Artinya: “Dan orang-orang yang beriman. Karnaen A. Usaha Kami. h. Op..167 1) Gharar menurut bahasa artinya adalah penipuan. surat Adh-dhuha ayat 9-10. mencegah dari yang munkar. terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia. hal. Dalam asuransi syariah. janganlah kamu menghardiknya”. 135-136. lelaki dan perempuan. 1996. dalam Gemala Dewi. 1071. g. maysir dan riba. 234. gharar dapat diatasi dengan mengganti akad tabaduli dengan akad takafuli yaitu akad tolong menolong atau ִ    166 167 Ibid…hal.

Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya". dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam. Maka bolehlah berburu. dan bertakwalah kamu kepada Allah.akad tabarru’ dan akad mudharabah. mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka).168 Allah pun berfirman dalam QS.174 xcvii .cit. yang berbunyi: ֠ ִ ִ     ֠  ִ   ִ☺  ִ ִ     ִ  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. dan binatang-binatang qalaa-id. dan jangan melanggar kehormatan bulanbulan haram. adalah: 168 Muhammad Syakir Sula. janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah. Sedangkan hadist yang berkaitan dengan gharar. dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.al-Maidah ayat 2. Hal. dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah haji. jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya. Op.

maka reversing period di asuransi syariah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah sejak awal tahun pertama masuk menjadi peserta asuransi.” (HR. 2) Kata maysir secara harfiah dalam bahasa Arab diartikan dengan memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras atau mendapat keuntungan tanpa kerja keras. Terdapatnya unsur Maisyir merupakan kelanjutan dari adanya unsur gharar. Nasa’I..Al-Maidah:90. yang berbunyi:169 ֠ ִ☺ ☺ ִ☺  ִ☺ 169 Ibid. Karena itu tidak ada unsur maysir. membagi rekening peserta menjadi dua. Karena tidak ada yang dirugikan. Pada asuransi syariah.‫ا ِ ََ ْ ِ و َ ْ َ ْ َ ْ ِ ا َ َر )روا‬ ِ َ (‫أ ه ة‬ ‫ئ وا دا‬ Arti: َ ِ ‫َ ِ ر َ ْل ا‬ ُ َ ‫و ا ى وا‬ “Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung gharar.Muslim.176 xcviii . Hal. Menurut QS. Tirmizi. dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah). yaitu rekening untuk asuransi jiwa yang mengandung unsur tabungan yang dapat diambil oleh peserta karena pada dasarnya itu adalah uang peserta sendiri dan rekening tabarru’ yang diniatkan untuk derma. Rekening tabarru’ tidak tercampur dengan rekening tabungan. Abu Daud.

ִ  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. yang berbunyi:170 ֠ ִ☺ ֠  170 ִ Ibid.” 3) Riba menurut istilah berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil.Al-Baqarah:275. Kontrak yang dipergunakan dalam asuransi syariah adalah akad tolong menolong (takafuli) yaitu akad tabarru’ dan akad tijarah. Akad tijarah yang dipakai adalah mudharabah sedangkan akad tabarru’ adalah hibah.” Rasulullah bersabda: ُ َ ‫َا ُ ِْ ُ ْن َ َ ُ ُوْ ِ ِ ْ ا ُ ْ ً َ م َ َ ً اوْا‬ َ َ ِ َ ‫و‬ (‫ف‬ ‫و‬ ‫َ َا ً )روا ا ى‬ Artinya: “Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau yang menghalalkan yang haram. adalah termasuk perbuatan syaitan. berjudi. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Asuransi syariah mengeliminir riba dengan menggunakan konsep mudharabah. Sesungguhnya (meminum) khamar. Adapun firman Allah yang berkenaan dengan riba tercantum dalam QS. Hal 53 xcix . (berkorban untuk) berhala. mengundi nasib dengan panah.

Ayahku mengambil alatalatnya (dan merusaknya).a.‫ر‬ َ ُ ِ‫َ ْ ا‬ َ ً َ ‫َ ْ ًا‬ َ ُِ ‫ا‬ ‫وَ َ َ ْ ا‬ ِ َ ُ ‫وَ َ َ ا‬ َ Artinya: “Diriwayatkan dari (Aun bin) Abu Juhayfah r. Sedangkan Hadist yang berkaitan dengan riba. َ َ َ ْ ُ ُ َ َ ل‬ َ ُ َ . Maka baginya apa yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan).‫ا ُ ََ ْ ِ و َ َ َ ْ َ َ ِ ا ْ َ ْ ِ و َ َ ِ ا م‬ ِ َ َ . padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. ayahku membeli seorang budak yang melakukan pekerjaan hajjamah (menarik darah keluar dari tubuh seseorang untuk keperluan pengobatan). (Aku bertanya kepada c . Keadaan mereka yang demikian itu. Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. واآِ ا َ و ُ ْآ‬ ِ َ ِ ََ ‫و‬ . orang-orang yang Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya. orang yang kembali (mengambil riba). lalu terus berhenti (dari mengambil riba). adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat).ִ ֠  ִ ִ ִ☺ ִ ִ ִ   ִ  ִ ִ☺  ִ☺ ִ֠ ִ ִ ִ Artinya: “ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. dan urusannya (terserah) kepada Allah.ِ ِ ‫َ ا ِ َ ِ َا ْ َ ْ ُ ْ َ ِ. berbunyi: ‫َ ْ َ َ ر ِ َ ا ُ َ ْ ُ َ ل: رأ ْ ُ ا ِ ا ْ َ َى‬ ُ َ ََ َ َ َ َ : ‫َ َ َ َ ِ َ ِ ِ ِ ِ ُ ِ َت . mereka kekal di dalamnya”.

Akad 3. Keuntungan (profit) Diperoleh dari surplus underwriting.cit. Tabarru’ dihitung dari tabel mortalita. Ia menjawab. komisi reasuransi. Dari rekening tabarru’ Diperoleh dari surplus underwriting. hal.. Op. tetapi tanpa perhitungan bunga. 104. dan hasil investasi seluruhnya adalah keuntungan perusahaan Sumber: Muhamad Syakir Sula. Unsur Premi 4. ci . 137. komisi reasuransi. yang berfungsi untuk mengawasi pelaksanaan operasional perusahaan agar terbebas dari praktek yang bertentangan dengan prinsip syari’ah. maka suransi syari’ah memiliki perbedaan yang mendasar dalam beberapa hal. hal. “Nabi Saw melarang memperdagangkan seekor anjing atau darah. Op. Iuran atau kontribusi terdiri dari unsur tabarru’ dan tabungan (saving). 2004 Dibandingkan asuransi konvensional. sehingga perusahaan bebas menentukan investasinya. 2. lihat juga Gemala Dewi. dan biayabiaya asuransi (Cost of Insurance) 4. Keemilikan Dana 3. dan juga melarang pekerjaan mentato atau ditato. Investasi Dana Jual Beli Investasi dana berdasarkan bunga Dana yang terkumpul dari nasabah (premi) menjadi milik perusahaan. DPS(Dewan Pengawas Syari’ah) Asuransi Konvensional Asuransi Syari’ah Ada.. yaitu:171 171 Heri Sudarsono. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelola. Pembayaran Klaim Dari rekening perusahaan 5. Dana yang terkumpul dari nasabah (premi) merupakan milik peserta. dan (melarang menerima) pemakan riba dan orang yang memberikan riba dan melaknat para pembuat gambar. dan bagi hasil keuntungan investasi 4.cit. Terdiri dari: tabel mortalita. Akad Tabarru’ dan Akad Tijarah Investasi dana berdasarkan syari’ah dengan sistem bagi hasil (mudharabah).” Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah Adapun perbedaan antara asuransi syari’ah dan asuransi konvensional akan diperjelas dari tabel dibawah ini: Tabel 1 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah No Prinsip 1. bunga (Interest).ayahku kenapa berbuat seperti itu).

karena berperan dalam mengawasi manajemen. dan biaya-biaya asuransi (Cost of Insurance). produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa sejalan dengan syariat Islam. Pada asuransi syari’ah. Pembayaran klaim nasabah. sementara pada konvensional akad bersifat tabaduli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan). f. b. premi menjadi milik perusahaan dan perusahaan memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut. sementara pada asuransi konvensional investasi dana dilakukan pada sembarang sector dengan sistem bunga. premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. tetapi tanpa perhitungan bunga. dana diambil dari rekening tabarru’ (dana sosial) seluruh peserta yang telah diikhlaskan cii . bunga (Interest). Tabarru’ dihitung dari tabel mortalita. Sementara pada sistem konvensional menggunakan tabel mortalita. yaitu nasabah yang satu menolong nasabah yang lainnya yang tengah mengalami kesuilitan. Prinsip akad adalah takafuli (tolong menolong). Unsur premi pada asuransi syari’ah terdiri dari unsur tabarru’ dan tabungan (saving). c. Keberadaan Dewan pengawas Syari’ah merupakan suatu keharuan. Sementara pada asuransi konvensional. dan perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Dana yang terkumpul dari nasabah asuransi syari’ah diinvestasikan dengan sistem bagi hasil. e. d.a.

Astiwara. jika ada yang tertimpa musibah. j. maka dana klaim yang diberikan adalah dari rekening tabarru’ yang sudah diniatkan oleh sesame takaful untuk saling tolong menolong. sedangkan dalam asuransi konvensional dana pembayaran klaim diambil dari rekening milik perusahaan. sementara pada asuransi konvensional keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan. keterbukaan merupakan 172 akselerasi dari realisasi prinsip-prinsip Endy M. mengganti akad dengan niat tabarru’ yaitu suatu niat tolong menolong pada sesama peserta apabila ada yang ditakdirkan mendapat musibah. ciii . Gharar. I/Edisi 1/Th. Tabarru’ dana ini disimpan dalam rekening khusus. asuransi syari’ah berpegang pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut:172 g.untuk keperluan tolong menolong bila ada peserta yang terkena musibah. maka nasabah tidak memperoleh apa-apa.cit. dalam mekanisme asuransi syari’ah. Maysir. yaitu kejelasan akad dalam praktek muamalah. Akad. i. 1. Perbedaan Secara Syariah Asuransi Takaful dengan Asuransi Konvensional. h. 116-118. Op. hal. Keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan sebagai pengelola dengan prinsip bagi hasil. dimana akad yang digunakan adalah akad jual beli (tadabuli) atau tolong menolong (takaful). 2001. dimana dalam asuransi syari’ah. g. dan jika tidak ada klaim. Muamatuna. dalam Heri Sudarsono. 5. Vol. Ketentuan Operasi Asuransi Syari’ah Dalam menjalankan operasinya.

asuransi non tabungan atau asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim. Pembatasan 1 tahun. l. 650-651. keberadaan asuransi syari’ah dalam menyimpan dananya di bank syari’ah dengan sistem mudharabah. perusahaan/lorganisasi yang bermaksud menyediakan dana santunan rawat inap dan operasi bila peserta sakit dan kecelakaan dalam masa perjanjian. Asuransi Takaful Kesehatan Asuransi jenis ini merupakan produk tanpa unsur tabungan (non saving) adalah produk syari’ah dimana struktur produknya tidak terdapat unsur tabungan yang bersifat tabarru’ (dana tolong menolong). Ibid. k. Usia peserta masuk 5 sampai dengan 50 tahun. Op. hal. maka premi yang dibayarkan akan hangus sekaligus menjadi milik pihak asuransi. 174 civ . l. k.173 Program ini diperuntukkan bagi perorangan maupun 6. Riba.cit. Kontrak 1 tahun. maka dana peserta itu hangus. Demikian pula. karena tidak ada kepercayaan jika tidak ada keterbukaan dalam informasi. Adapun ketentuan dari asuransi ini adalah:174 j. Dana hangus. 173 Muhamad Syakir Sula. dalam asuransi konvensional peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan diri sebelum masa reversing period.syari’ah.

Jangka waktu pengajuan klaim 14 hari. Jika premi lanjutan tidak dibayar maka pengajuan klaim akan ditolak apabila tertunggak melewati grace priode yang telah ditentukan. Pembayaran klaim adalah 80 % dari kuitansi dan maksimal = manfaat kesehatan dan bukan untuk biaya karena melahirkan. menyangkut semua informasi mengenai peristiwa yang menyebabkan peserta mengalami kerugian dan besarnya nominal kerugian yang dialami. Biaya polis Rp. Klaim yang diajukan oleh tiap peserta meliputi beragam dokumentasi yang diverifikasi diantaranya adalah: Dokumen klaim. peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian polis. Dokumen klaim yang diajukan peserta kepada pihak perusahaan harus secara lengkap. Polis masih dalam kondisi in force artinya polis tersebut masih dalam keadaan aktif dibuktikan dengan premi lanjutan-premi lanjutan yang masih terus dilanjutkan. r. Cara bayar premi tahunan. q. Manfaat kesehatan dibayarkan untuk perawatan Sistem pembayaran adalah reimbursement.m.000. polis masih dalam kondisi in force. Peristiwa yang masih dalam kontrak. p. H. minimal 4 hari. Klaim (Claim) Klaim (Claim) berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau tidak. cv .-. o. n. 20.

Peristiwa yang menyebabkan terjadinya kerugian pada pihak peserta tidak termasuk dalam klausal pengecualian sebagaimana tercantum dalam polis. Jenis-jenis Klaim Klaim Habis Kontrak Klaim yang diajukan oleh peserta karena perjanjian telah berakhir sampai batas yang telah disepakati missal 10 tahun. foto copy identitas diri yang masih berlaku dan buku asli pembayaran premi terakhir. i. Adapun dokun-dokumen yang diperlukan diantaranya adalah: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). 1. Setiap dokumentasi yang diterima akan dilakukan verifikasi. Klaim Nilai Tunai Klaim yang diakibatkan terjadi peristiwa kematian pada peserta. ii. polis asli. 2. Yang menggajukan kliam adalah dari pihak ahli waris yang tercantum pada polis atau boleh pihak lain yamg diberikan kuasa atau pihak lain cvi . merupakan klaim habis kontrak. Apabila peristiwa sebelum atau sesudah kontrak dilakukan maka pengajuan klaim akan ditolak.Verifikasi juga mengenengahkan apakah peristiwa kerugian yang dialami oleh peserta masih dalam kontrak atau diluar kontrak. Pengertian Klaim Klaim dapat diartikan sebagai permintaan peserta maupun ahli warisnya atau pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. Sebagaimana kematian yang disebabkan oleh bunuh diri dan lain sebagainya.

5. misalnya lembaga pembiayaan bank dan leasing. jika musibah karena lalu lintas. foto copy identitas diri yang masih berlaku. Dokumentasi yang diperlukan Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). laboratorium dan photo copy biaya pengobatan asli. surat keterangan dari rumah sakit yang menerangkan sebab meninggal dunia. Peserta tidak dikenakan beban sedikit pun karena itu termasuk bunga.yang berkepentingan terhadap manfaat asuransi. foto copy identitas diri yang masih berlaku. Klaim Biaya Perawatan Pengantian kerugian peserta dengan alasan pengeluaran biaya oleh peserta dalam perawatan/pengobatan rumah sakit karena kecelakaan ataupun sakit dengan syarat penyakit tersebut tidak termasuk dari klausa pengecualian polis. polis asli. polis asli. Adapun dokumen-dokumen yang dibutuhkan diantaranya: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). polis asli. surat keterangan dari pamong praja dan surat keterangan dari Kepolisian Republik Indonesia. resume dari rumah sakit dimana dirawat. Klaim Nilai Tunai Sebagian Klaim nilai tunai sebagian dilakukan pada peserta apabila jumlah polis telah mencapai 2 tahun dan aktif serta maksimal jumlah yang dapat diambil 50% dari saldo tabungan. Klaim Tahapan Pendidikan Klaim yang diajukan oleh peserta karena jatuh tempo dana pendidikan sebagaimana yang tercantum pada polis. foto copy identitas cvii . asuransi takaful biaya tersebut merupakan bagian dari premi peserta sendiri. 3. 4. Dokumentasinya Formulir pengajuan klaim (Perusahaan).

176 cviii . dimana laporan akan dijadikan dasar apakan klaim dijamin oleh polis atau tidak).diri yang masih berlaku. antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti lisan dan diperkuat dengan laporan tertulis). hal. Adapun prosedur klaim. 21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi Syari’ah Klaim atau claims merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya maupun pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. Ibid. baik pada asuransi syari’ah maupun konvensional. Fatwa DSN No. bukti klaim kerugian (menyerahkan klaim tertulis dengan melengkapi lembaran klaim standar yang dirancang khusus untuk masing-masing class of business). surat jatuh tempo tahapan dari perusahaan. I. penyelesaian klaim (kesepakatan mengenai jumlah penggantian sesuai peraturan perundangan yang berlaku. bukti asli pembayaran premi terakhir.176 175 Ibid. (Tidak wajib). atau aplikasi oleh peserta untuk memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia berdasarkan perjanjian. 259. penyelidikan (melakukan survey ke lapangan atau menunjuk independent adjuster. dan diisyaratkan bahwa pembayaran klaim tidak boleh lebih dari 30 hari sejak terjadi kesepakatan).175 Secara umum prosedur klaim pada asuransi umum hampir sama dengan. Yang membedakan dari masing-masing perusahaan adalah kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim.

berikut gambar proses klaim sampai kepada pembayaran (penyelesaian klaim):177 Gambar 1 Proses Klaim Asuransi Pengenalan Periksa Penutupan Tidak Ditutup Ditutup Tunjuk Adjuster Tolak Minta Dokumen Proses Lapor Tolak Tawarkan Voucher Pengambilan Pembayaran Sumber: Muhamad Syakir Sula. hal 263. 2004 Sumber pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diperoleh dari rekening tabarru’. dimana masing-masing perusahaan memiliki prosedur sendiri untuk mempermudah nasabah (services). yaitu iuran kebajikan yang telah diniatkan oleh peserta untuk dana saling tolong menolong apabila ada peserta lain yang terkena 177 Ibid.Adapun proses paling sederhana dalam proses klaim. cix .

138. polis dalam kondisi in force. Surakarta. klaim nilai tunai.musibah. A. op. hal. Hafs Media. tidak mengandung kecurangan atau tidak melanggar peraturan.cit. 182 cx .181 Berdasarkan fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance). hal. yaitu:182 6. 181 Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. 63-64. Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad sistem tijarah dan jenis akad tabarru’. sumber pembayaran klaim berasal dari rekening perusahaan.. murni bisnis. yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah premi sebagai tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar klaim sebagai penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh tempo. meliputi dokumen klaim. hal. 180 178 Khoiril Anwar.178 sedangkan pada asuransi konvensional. hal. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah. dan tentu tidak ada nuansa spiritual yang melandasinya. Ibid. dijelaskan pada pasal keenam mengenai premi. Djazuli dan Yadi Janwari. klaim biaya perawatan. klaim meninggal dunia. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Asuransi Syariah.180 Administrasi klaim berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau tidak. antara lain klaim habis kontrak. peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian polis. hal. 17 Oktober 2001. Khoiril Anwar. 65-67. dan klaim tahapan pendidikan. Setiap dokumen yang diterima akan dilakukan verifikasi secara umum. Op. Klaim yang dibayarkan perusahaan adalah bagian dari kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad atau perjanjian asuransi. 121.cit. klaim nilai sebagian. Fatwa DSN No. peristiwa kerugian masih dalam kontrak.179 Jenis klaim ada empat macam. 2006. 37 179 H. Jakarta.

Hasil Penelitian Relevan Penelitian yang telah dilakukan oleh Ida Wahyunigsih dengan judul penelitian Analisis Implementasi Produk Asuransi Takaful dana Siswa. Premi yang berasal dari jenis akad sistem mudharabah dapat diinvestasikan dan hasil investasinya di bagi hasilkan kepada peserta. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian. dengan syarat tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya. sebatas yang disepakati dalam akad. Sementara pada pasal ketujuh mengenai klaim dijelaskan:183 5. (Pada lampiran) 8. 9. 7. cxi . dibayarkan. Premi diinvestasikan.7. yang berasal dari jenis akad tabarru’ dapat 10. Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi syari’ah dapat menggunakan rujukan. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta. penelitian ini dengan rumusan masalah bagaimana kesesuaian implementasi 183 Ibid. sesuai dengan premi yang J. Klaim dapat berbeda dalam jumlah. Klaim atas akad tabarru’. perhitungan mengunakan sistem bagi hasil nisbah seperti 50 : 50 atau 60 : 40 yang disepakati diawal. dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya. 8. 6. misalnya tabel mortalita untuk asuransi jiwa dan table morbidita untuk asuransi kesehatan. merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan.

aqad. klaim dan tempat kedudukan perselisihan yang kurang sesuai dengan fatwa DSN dan yang lainya telah sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam konsep fatwa dewan Syari’ah Nasional. Dari hasil penelusuran penulis selama ini. Adapun tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kesesuaian implementasi produk asuransi takaful dana siswa yang telah dilaksanakan dengan Fatwa DSN-MUI.produk asuransi dana siswa pada Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta terhadap Fatwa DSN dan MUI. cxii . penelitian ini difokuskan pada implementasi produk asuransi takaful keluarga Cabang Surakarta terhadap Fatwa DSN-MUI no 21/DSN-MUI/X/2001 dengan batasan masalah tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah. loading. belum pernah menemukan penelitian tentang pembayaran klaim pada asuransi syariah. pengelolaan dana. underwriting. premi. Hasil penelitian menyatakan implementasi produk Asuransi Syari’ah Takaful yang meliputi permohonan asuransi.

sedangkan peraturan pemerintah Indonesia yang mengatur tentang asuransi baru dikeluarkan pada tahun 1976. 277. 1250/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Izin Perusahaan Asuransi dan Reasuransi. disamping kedua peraturan tersebut. Edisi ke-6.185 Peraturan Menteri Keuangan tersebut tidak berlaku lagi setelah dikeluarkannya UU No. dasar acuan pembinaan dan pengawasan usaha asuransi di Indonesia juga didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan No.BAB II LANDASAN TEORI K. kemudian melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 185 184 Ibid. 1136/KMK/IV/1976 tentang penetapan besarnya cadangan premi dan biaya oleh Perusahaan Asuransi di Indonesia.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Asuransi Jiwa. PT. Kasmir. dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 11 cxiii . 2001.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan di bidang Asuransi Kerugian. Raja Grafindo Persada.184 Selanjutnya Surat Keputusan Menteri Keuangan No. No. Jakarta. 1249/KMK. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian di Indonesia dan Peraturan Pemerintah No. hal. 73 Tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian. Gambaran Umum Tentang Asuransi Asal mula kegiatan asuransi di Indonesia merupakan kelanjutan asuransi yang ditinggalkan oleh pemerintah Hindia Belanda. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. 223/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi. 224/KMK. No.

KH. Mehr mengartikan asuransi sebagai suatu alat untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit yang beresiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi. Jakarta..188 Asuransi juga diartikan sebagai suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti (substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti. 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian. Asuransi dan Manajemen Resiko. 2000.225/KMK. 7. Emmy P. hal. 205-206.187 Robert I. assurantie. Pengertian Asuransi Kata asuransi berasal dari bahasa Belanda. Raja Grafindo Perkasa. Jakarta. hal. Ali Yafie. Asuransi Dalam Pandangan Syariat Islam. Bandung.186 15. Ibid. Asuransi Syariah (Life And General): Konsep dan Sistem Operasional. Life Insurance Theory And Practice. Mehr. yang dalam hukum Belanda disebut verzekering. 1982. 1.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. Business Publication. Abbas Salim. Gema Insani Press. diuraikan definisi tentang asuransi sebagai berikut: “Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih. Simanjuntak.. Robert I.189 Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Penunjang Usaha Asuransi. 226/KMK. hal. dan No. PT. dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian 186 Ibid. Mizan. hal. 26. 1985. dalam Muhammad Syakir Sula. yang artinya pertanggungan. Menggagas Fiqih Sosial. Yogyakarta. 189 188 187 cxiv . dalam Muhammad Syakir Sula. Hukum Pertanggungan. Edisi Revisi Ke-2. Cetakan Keenam. 1994. 278. UGM. 2004. dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung. hal. Inc. kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan didistribusikan secara proporsional di antara semua unit dalam gabungan tersebut.

278-280.kepada tertanggung karena kerugian. Cetakan Pertama. Tipologi Asuransi Jenis asuransi yang berkembang di Indonesia saat ini jika dilihat dari fungsinya.. Lembaga-Lembaga Keuangan dan Bank: Perkembangan. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. hal. Op. 2002. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan”. dimana perjanjian tersebut tertuang dalam bentuk polis asuransi yang telah ditentukan syarat-syarat.190 Dari beberapa pengertian di atas. maka dapat disimpulkan bahwa asuransi adalah perjanjian dimana tertanggung dan penanggung mengikat perjanjian tentang hak dan kewajibannya masing-masing. sebagaimana yang terdapat dalam Undang-Undang No. jumlah uang yang dipertanggungkan. Asuransi kerugian (non life insurance). 16. hal. 138. maka pihak penanggung (perusahaan asuransi) akan membayar sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama. hak dan kewajiban masing-masing pihak. Ibid. Cetakan Keempat. 276. kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga dari suatu peristiwa yang tidak pasti. 191 190 cxv .. antara lain:191 a. hal. hal. Edisi Kedua. dan Subagyo. Yogyakarta. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Asuransi dijelaskan bahwa asuransi kerugian menjalankan usaha memberikan jasa untuk menanggulangi resiko atas kerugian.cit. Yang termasuk dalam asuransi Kasmir. Yogyakarta. dkk. Apabila dalam masa pertanggungan terjadi sebuah resiko. Teori dan Kebijakan. BPFE UGM. STIE YKPN. dan Faried Wijaya dan Soetatwo Hadiwigeno. 377. 1999. serta jangka waktu asuransi.

kepemilikan saham asuransi ini sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional. j. asuransi tabungan (endowment insurance). cxvi . sehingga siapa yang paling banyak memiliki saham. 280. merupakan perusahaan asuransi yang dikaitkan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. Asuransi milik pemerintah. Jenis-jenis asuransi jiwa ini adalah asuransi berjangka (term insurance). maka asuransi dapat diklasifikasikan antara lain:192 i. Asuransi jiwa (life insurance). asuransi pengangkutan. b. merupakan perusahaan asuransi yang memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang terhadap resiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian. asuransi seumur hidup (whole life insurance). dan pencurian. hal. dan asuransi aneka. jika dilihat dari segi kepemilikannya. c. yaitu asuransi yang sahamnya dimiliki sebagian besar atau bahkan 100 % oleh pemerintah Indonesia. serta kombinasi dari keduanya. bentuk facultative.. Sementara itu.kerugian adalah asuransi kebakaran. Asuransi ini digolongkan ke dalam bentuk treaty. maka memiliki suara terbanyak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 192 Ibid. seperti asuransi kendaraan bermotor. dan annuity contract insurance (anuitas). Asuransi milik swasta nasional. Reasuransi (reinsurance). kecelakaan diri.

. Adapun John H. Asuransi sukarela (voluntary insurance).. Government insurance. Asuransi sukarela dibagi dalam dua jenis. 2-3. Asuransi milik perusahaan asing. Jaminan ini bertujuan supaya setiap orang mempunyai jaminan untuk hari tuanya (old age). dan Subagyo. Tujuan perusahaan asuransi ini bersifat kompersial dengan motif John H. yaitu asuransi yang dijalankan oleh pemerintah atau negara. adalah bentuk asuransi yang dijalankan secara sukarela. dkk. Irwin). hal. Op.cit.k. merupakan asuransi wajib. (Richard D. merupakan asuransi yang mempunyai tujuan untuk melindungi seseorang ataupun keluarga serta perusahaan dari resiko yang mendatangkan kerugian. hal. dalam Abbas Salim. dan hanyalah merupakan cabang dari negara lain. dimana kepemilikannya 100 % dimiliki oleh pihak asing. merupakan jenis asuransi yang sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional dengan pihak asing. 142-143. tidak dengan paksaan. Asuransi milik campuran. General Insurance. 2). 193 cxvii . Magee mengklasifikasikan asuransi sebagai berikut:193 e. misalnya jaminan yang diberikan kepada prajurit yang cacat sewaktu peperangan. l. Jaminan sosial (social insurance).cit. Magee. Commercial insurance. merupakan perusahaan asuransi yang biasanya beroperasi di Indonesia. yaitu: 1). Op. sehingga setiap orang bias atau tidak mempunyai asuransi jenis ini. f. karena setiap orang atau penduduk harus memilikinya.

yang sifat dan tempatnya dapat ditentukan oleh dokter. Salemba Empat. Asuransi kerugian (property insurance). Asuransi Jiwa Bumi Putera 1912. disebabkan pencurian. Asuransi kecelakaan diri. adalah usaha untuk melindungi resiko financial akibat kecelakaan seperti. antara lain:194 a. bentuk asuransi ini hamper sama dengan asuransi umum.mencari keuntungan (profit motive). b. Asuransi jiwa. benturan atau sentuhan benda keras atau benda cair (kimiawi). 1999. hal. gas atau api. bertujuan untuk memberikan jaminan kepada seseorang atau keluarga yang disebabkan oleh kematian. Menurut jenis bidang yang ditangani. yang mengakibatkan kematian atau cacat serta luka. jaminan kerugian seperti yang PT. Prinsip-Prinsip Manajemen Resiko dan Asuransi. Asuransi Jiwas Raya. b). Soeisno Djojosoedarso. 194 cxviii . ada beberapa macam asuransi. dan Asuransi Jiwa Dharma Nasional. kecelakaan serta sakit. seperti PT. Asuransi Kerugian. dan PT. terhadap badan (jasmani) seseorang. Asuransi jiwa (personal life insurance). merupakan bentuk kerjasama untuk mengurangi resiko yang diakibatkan oleh resiko kematian. Reasuransi Umum Indonesia. Bentuk asuransi ini dibagi pada dua kelompok: a). resiko hari tua. 74-77. dan resiko kecelakaan. Cetakan Pertama. Jakarta. yang bertujuan oleh memberikan kebakaran.

Asuransi kebakaran. d. Asuransi Jasa Raharja. kesalahan atau perbuatan tidak pantas dari pelayan tertanggung. mengelola perlindungan sosial dalam kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan yang penyelenggaranya adalah PT. udara jelek. regional. dimana setiap anggota masyarakat memikul kewajiban sosial (membayar premi wajib) dan memperoleh jaminan sosial pula. Asuransi sosial. perampok dan apa saja dan dengan cara bagaimanapun sebab timbulnya kebakaran. tetangga. maupun nasional. merupakan asuransi yang memberikan santunan kesehatan kepada seseorang (tertanggung) berupa sejumlah uang untuk biaya pengobatan dan perawatan bila diluar kehendak ia diserang penyakit. kurang hati-hati. baik secara local. Asuransi kesehatan. f. Asuransi sosial tenaga kerja.c. e. yaitu perlindungan sosial bagi tenaga kerja yang dijalankan melalui pola mekanisme asuransi dan dikelola oleh Perum ASTEK. dan terjadi karena api sendiri atau api dari luar. g. adalah asuransi yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota masyarakat. musuh. merupakan pertanggungan yang menjamin kerugian atau kerusakan atas harta benda (tetap maupun bergerak) yang disebabkan oleh kebakaran. yang diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga yang ditunjuk. cxix . adalah asuransi yang Asuransi kecelakaan penumpang.

machinery breakdown. yaitu pertanggungan yang diberikan kepada pemberi kredit (bank dan lembaga keuangan) terhadap resiko kredit.h. uang kertas dan surat berharga yang disimpan di dalam lemari. Asuransi tanggung gugat.196 penggelapan uang. pertanggungan yang Asuransi perusahaan. Asuransi rekayasa atau engineering insurance. Merupakan kerugian financial yang diderita bila perusahaan tidak berjalan atau sementara berjalan di bawah normal. Asuransi kredit. dengan ketentuan bahwa uang itu disimpan dalam lemari besi atau strongroom. 199 198 197 196 195 cxx . Yaitu kemungkinan hilang atau rusaknya uang logam atau kertas dan surat-surat berharga. yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak diketahui. yaitu tidak diperolehnya kembali kredit yang diberikan oleh tertanggung kepada nasabah. l. asuransi pengiriman uang. dimana yang dijamin adalah pencurian dengan cara merusak rumah atau kantor dan lemari tempat penyimpanan uang. strongroom.199 k.197 pencurian uang. merupakan meliputi. Resiko yang ditanggung adalah akibat resiko kecelakaan kerja. yaitu kewajiban untuk bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh pihak lain.198 dan asuransi proses perusahaan. i. merupakan asuransi yang berkenaan dengan barang-barang dalam transit atau barang yang sedang ditangani perusahaan pengangkutan. Yaitu pencurian uang yang disimpan di dalam rumah atau kantor. berada dalam cashier’s box selama jam kerja. j. Yaitu kemungkinan kerugian yang diduga oleh majikan disebabkan oleh ketidakjujuran karyawannya. yaitu pertanggungan yang diterapkan pada proyek-proyek pembangunan yang berhubungan dengan rekayasa. Asuransi transportasi. Yaitu kemungkinan hilangnya uang logam. dan mogok kerja atau kegaduhan buruh.195 penyimpanan uang. yang memberikan perlindungan dalam pelaksanaan pembangunan.

Prinsip ini tidak berlaku dalam asuransi jiwa dan kecelakaan. Indemnity atau ganti rugi. Adapun prinsip-prinsip asuransi tersebut. yaitu mengendalikan posisi keuangan tertanggung setelah terjadi kerugian seperti pada posisi sebelum terjadinya kerugian. serta dapat menimbulkan hak dan kewajiban keuangan secara hukum.. Utmost Good Faith (itikad baik). diawali dan bekerja dengan aktif dari sumber baru dan independent. adalah perihal berdasarkan hukum untuk mempertanggungkan suatu resiko berkaitan dengan keuangan yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dan yang dipertanggungkan.17. cxxi . Proximate Cause adalah suatu sebab aktif. hal. yaitu penetapan suatu kontrak yang didasarkan kepada itikad baik antara tertanggung dan penanggung mengenai seluruh informasi baik materil maupun immateril. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi Pelaksanaan perjanjian antara perusahaan asuransi dan nasabah tidak dapat dilakukan secara sembarangan.cit. karena prinsip ini hanya didasarkan pada kerugian yang bersifat keuangan. p. antara lain:200 m. melainkan harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip asuransi dengan tujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari antara kedua belah pihak. n. 282-283. Op. o. 200 Kasmir. Insurable Interest. efisien yang mengakibatkan terjadinya peristiwa berantai dan intervensi kekuatan lain.

Insurance Principles and Practices.201 Riegel dan Miller mengemukakan beberapa faedah asuransi sebagai berikut:202 m. baik untuk perorangan (individu).. Ibid. bagi masyarakat maupun perusahaan. sehingga untuk menjaga kelancaran perusahaan (going concern) dengan jalan pertanggungan akan mengurangi dan memperkecil resiko yang terjadi.q. Riegel dan J. Dengan asuransi. o. hal. r. hal. efisiensi perusahaan (business efficiency) dapat dipertahankan. dalam Abbas Salim. Contribution. Adanya suatu kecenderungan. Op. n. merupakan hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan kepentingan asuransi mengalami kerugian.S. Subrogation. yaitu suatu prinsip dimana penanggung berhak mengajak penanggung lainnya yang memiliki kepentingan yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing penanggung tidak sama besar. atau 201 Abbas Salim. 18. Manfaat Asuransi Asuransi banyak sekali kegunaannya. Asuransi membuat masyarakat dan perusahaan berada dalam keadaan aman.cit. 11. 12-14. penarikan biaya akan dilakukan seadil mungkin (the equitable assetsment of cost). Miller. (Prentice Hall). 202 cxxii . R. Artinya penggantian kerugian tidak mungkin lebih besar dari kerugian yang diderita..

rugi dan berkurang nilainya. Asuransi merupakan alat penabung (saving). Tujuan dan Sasaran Asuransi Obyek asuransi adalah benda dan jasa. terhindar dari resiko kerugian dan kehilangan. serta keuntungan hasil bunga dari investasi surat berharga. Subagyo. keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain. 78. hal. keuntungan asuransi adalah keuntungan bagi perusahaan asuransi dan bagi nasabah. Asuransi menjadi dasar pemberian kredit (insurance serves as a basis of credit). serta semua kepentingan lainnya yang dapat hilang.cit. dan memperoleh penggantian akibat kerusakan atau kehilangan. hal. merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat ditarik kembali.203 19. tujuan asuransi mengurangi resiko yang sudah adadalam masyarakat dengan 203 Kasmir. sementara bagi nasabah adalah memberikan rasa aman. dimana bagi perusahaan asuransi akan memberikan keuntungan dari premi yang dibayarkan ke nasabah. rusak. memperoleh penghasilan di masa yang akan dating..cit. r.204 Sementara itu. 281. 204 cxxiii . Dengan demikian. Asuransi sebagai suatu sumber pendapatan (earning power) yang didasarkan kepada financing the business. jiwa dan raga kesehatan manusia.. q. p.ongkos asuransi harus adil menurut besar kecilnya resiko yang dipertanggungkan. Op. tanggung jawab hukum. Op. Obyek. dkk.

maupun pelaku ekonomi makro (dunia bisnis atau industri manufaktur dan pemerintahan). i. yang mempunyai keinginan untuk mengurangi munculnya kerugian-kerugian yang belum diketahui secara pasti di masa mendatang dengan menggunakan jasa usaha perasuransian. Dengan demikian. karena dengan mengetahui besarnya resiko yang terjadi dapat diketahui besarnya kerugian yang dialami. h. Pencegahan dan perlindungan untuk memperkecil kerugian yang terjadi. Memberikan keuntungan tertentu pada masyarakat yang mengikuti asuransi. pengurangan kerugian dan perlindungan agar produk yang telah rusak tidak semakin rusak. perlindungan produk atau orang yang akan dirugikan.cara mempertanggungkan pada perusahaan asuransi. akan dipertanggungkan masyarakat apabila :205 g. asuransi memiliki sasaran terhadap pelaku ekonomi mikro (rumah tangga). Premi Asuransi Premi asuransi adalah pembayaran dari tertanggung kepada penanggung sebagai imbalan jasa atas pengalihan resiko kepada 205 206 Ibid.. hal. berupa pengeliminiran sebab-sebab yang dapat menimbulkan kerugian. Ibid. Dalam pertanggungan dapat dilakukan pencegahan kerugian yang akan memberikan keuntungan tertentu yaitu berupa pengurangan kerugian dan pengurangan biaya yang menyangkut pertanggungan tersebut. Resiko yang ada dalam masyarakat.206 20. cxxiv . 79.

sehingga tertanggung mampu berdiri pada posisi semula seperti sebelum terjadinya kerugian. akan terkumpul sejumlah dana yang besar.cit. hal. Menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan. Ibid... 9). 122. Ibid. Mengembalikan tertanggung pada posisi (ekonomi) seperti sebelum terjadi kerugian (resiko). 2).penanggung. Aktuaria dan Penentuan Tarif Aktuaria merupakan bagian khusus dalam perusahaan asuransi yang menangani atau menghitung premi asuransi. maka dalam waktu yang relatif lama. 208 209 210 cxxv . Peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh pemerintah. 8).207 k. dan premi tersebut merupakan pengganti kerugian atau jaminan perlindungan dari penanggung kepada tertanggung.209 Beberapa faktor yang menentukan dalam penentuan tarif adalah: 7). Ibid. karena dengan premi yang berhasil dikumpulkan dari tertanggung. hal. Fungsi Premi Asuransi Premi merupakan hal yang paling penting dalam asuransi.210 207 Soeisno Djojosoedarso. sehingga dengan dana tersebut pihak asuransi dapat: 1). Op. Kondisi atau struktur perekonomian. 121. Situasi persaingan.208 l.

Perlu juga dipertimbangkan dalam penentuan tarif premi asuransi. dan kebijakan pemerintah (government policy).212 Dengan demikian. 211 Ibid. Kondisi pertanggungannya. karena jika terlalu rendah maka tidak dapat menutupi biaya operasi (cost of operation). rumit (complicated). value judgement. 212 cxxvi . Jenis barang yang diasuransikan. bahwa tarif jangan berlebihan. antara lain: 11). Cara penimbunan atau pengaturan barang dalam pengangkutan. Untuk memenuhi terciptanya tarif premi premi asuransi yang ideal. Adequate. 10).211 Penentuan tarif asuransi banyak terkandung unsur-unsur. artinya premi tersebut harus menghasilkan cukup uang untuk membayar kerugian yang diderita oleh subyek dimana uang dikumpulkan. Ibid. tetapi harus memperhatikan kepentingan pembeli. sementara jika terlalu tinggi maka pembeli polisnya akan berkurang atau sedikit. penentuan tersebut tidak mudah. terutama menyangkut pada asuransi kerugian. harus berhati-hati. persaingan dan sebagainya. setidaknya perlu diperhatikan beberapa prinsip. 12). antara lain: 9). Macam alat pengangkut barang yang diasuransikan. 14). sehingga berdampak pada sulitnya operasi perusahaan asuransi. kemungkinan (probability). Jangka waktu pertanggungan. 15). Notexcessive. 13).

Premi ini terdiri dari tiga kelompok. 12). b). tarif yang ditentukan selalu disesuaikan dengan keadaan. c). dimana perhitungannya berdasarkan pada data dan keterangan yang diberikan oleh tertanggung kepada penanggung pada waktu penutupan asuransi pertama.Komponen sebagai bagian keuntungan (profit) bagi perusahaan asuransi. Premi tambahan.11). dan luasnya resiko yang dijamin oleh penanggung sebagaimana yang dikehendaki tertanggung. hal. artinya bila keadaan berubah.Komponen premi yang dimaksudkan untuk membiayai operasi perusahaan asuransi (cost of operation/exploitations). bila kualitas exposurenya sama. merupakan premi asuransi yang dibebankan kepada tertanggung ketika polis dibuat atau dikeluarkan. oleh merupakan tertanggung data atau keterangan yang ketika disampaikan kepada penanggung menutup asuransi atau interestnya tidak selalu sama dengan 213 Ibid. yaitu: a). 10).. maka tarifnya harus sama pula.Komponen premi untuk membayar kerugian yang terjadi.213 m. 122-123. Ibid 214 cxxvii . Komponen Premi Asuransi Adapun komponen dari tarif premi asuransi antara lain adalah:214 9). maka tarifnya harus diubah pula. Flexible. berarti tarif tersebut tidak membeda-bedakan resiko yang sama kualitasnya (adil). Equity. Premi dasar. yang tingginya didasarkan pada probabilitas terjadinya kerugian.

keadaan yang sebenarnya atau pada waktu polis ditanda tangani, yang disebabkan pada saat itu data atau informasinya belum lengkap dan tertanggung menghendaki perubahan kondisi

pertanggungan. 11). Reduksi premi, dimana penanggung dapat memberikan reduksi terhadap premi yang dikenakan, dimana Dewan Asuransi Indonesia menentukan bahwa dapat diberikan potongan 50 % atas premi dasar dan 20 % atas premi tambahan untuk pengangkutan dengan tujuan negeri Belanda, Belgia dan Inggris. Demikian juga pada asuransi jiwa dapat diberikan potongan premi sebesar 5 % bila pembayaran melalui bank atau pos dan 3 % bila membayar di kantor perusahaan asuransi. 12). Tarif kompeni, dimana di Indonesia tarif kompeni disusun oleh Dewan Asuransi Indonesia, yang bertujuan standarisasi tarif premi dan syarat-syarat pertanggungan, disamping untuk menghindari persaingan yang tidak sehat. n. Jenis tarif dan Macam Barang yang diasuransikan Pada dasarnya ada dua jenis tarif asuransi, yaitu:215 5). Manual (class rate), yaitu tarif premi asuransi yang berlaku untuk semua resiko yang sejenis. 6). Merit rating, merupakan metode penentuan tarif premi asuransi dimana tiap-tiap resiko dipertimbangkan keadaannya masingmasing, dan biasanya digunakan dalam asuransi kebakaran. o.
215

Pengembalian Premi

Ibid, hal. 124.

cxxviii

Pengembalian premi dikenal juga dengan restorno, yaitu pengembalian premi dari penanggung kepada tertanggung, karena perjanjian gugur sebelum penanggung menanggung bahaya atau baru menanggung sebagian, premi yang dibayar lebih, insurable interestnya tidak ada, kondisi jaminan atau pertanggungan

dipersempit.216

21. Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi Berbagai jenis resiko dipertanggungkan dalam asuransi, sehingga besar kecilnya resiko merupakan pertimbangan besarnya premi yang harus dibayar. Pada prakteknya, resiko yang timbul dari setiap pemberian usaha pertanggungan asuransi adalah:217 g. Resiko murni, yaitu ketidakpastian terjadinya suatu kerugian atau ada peluang merugi dan bukan suatu peluang keuntungan. h. Resiko spekulatif, adalah resiko dengan terjadinya dua kemungkinan, yaitu peluang untuk mengalami kerugian keuangan atau memperoleh keuntungan i. Resiko individu, yang dibagi kepada tiga macam, yaitu:

216

Ibid, hal. 125. Kasmir, Op.cit., hal. 283-284.

217

cxxix

1). Resiko pribadi, merupakan resiko kemampuan seseorang untuk memperoleh keuntungan akibat sesuatu hal, seperti sakit, kehilangan pekerjaan atau mati. 2). Resiko harta, adalah resiko apakah harta hilang karena dicuri atau rusak dan menyebabkan kerugian. 3). Resiko tanggung gugat, yaitu resiko yang disebabkan jika kerugian seseorang ditanggung, maka diharuskan

membayarnya.

L.

Pengertian Asuransi Syari’ah Asuransi awalnya merupakan suatu kelompok yang bertujuan membentuk arisan untuk meringankan beban keuangan individu dan menghindari kesulitan pembayaran.218 Secara umum, konsep asuransi merupakan persiapan yang dibuat oleh kelompok orang yang menghadapi kerugian kecil yang tidak dapat diduga, kemudian kerugian tersebut ditanggung bersama.219 Untuk mencari jalan keluar dari berbagai macam unsur tersebut, apalagi tidak sejalan dengan aspek hukum Islam atau syari’ah, maka diusahakanlah dengan pembentukan asuransi yang

menekankan pada sifat saling menanggung, saling menolong di antara tertanggung yang bernilai kebajikan menurut ajaran islam.220 1. Terminologi221 Asuransi Syari’ah

Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Edisi Kedua, Yogyakarta, Ekonisia, 2004, hal. 112.
219

218

Encyclopedia Britannica, Edisi Ketujuh, Jilid 14, hal. 656.

A. Azhar Basyir, Asuransi Takaful Sebagai Suatu Alternatif, Jakarta, dalam Seminar Sehari Takaful, Asuransi Syariah, TEPATI, 1993, hal. 3, Ibid, hal. 113-114.

220

cxxx

Balai Pustaka.cit. hal. Mu’jam Lughawy “Ashry. Beirut. Op. Kamus Besar Bahasa Indonesia. dalam Muhammad Syakir Sula. Jilid I. Ar-Ra’id. Majma’ul Lughah al-Arabiyah. Ibid. 219. dikatakan “seseorang mempertanggungkan atau mengasuransikan hidupnya. dalam fatwanya mendefinisikan asuransi syari’ah sebagai usaha saling melidungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai Terminologi adalah Ilmu mengenai batasan-batasan atau definisi-definisi istilah. Cetakan Ketiga. rasa aman. Salim Segaf al-Jufri. dalam Muhammad Syakir Sula. 938. Al-Ightisodi Al-Islamiyah. Ar-Riba wa Adhraruhu alal Mujtama’ Al-Islami. Dar al-Fikr.Dalam bahasa Arab. Al-M’jam al-Wasit. dalam Muhammad Syakir Sula. Dar Al-Islami Li Al-Malayin. 28. 30. 29. asuransi disebut at-ta’min. Jakarta. Ibid…. Jubran Ma’ud. dalam perjalanan kegiatan hidupnya atau dalam aktivitas ekonominya. sementara penanggung disebut mu’ammin. Beirut.223 Men-ta’min-kan sesuatu berarti seseorang membayar atau menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah disepakati atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang. hal.222 At-ta’min memiliki arti perlindungan. 27-28. 1400 H. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1968. hal. Mesir. dalam Muhammad Syakir Sula. hal. memberikan makna asuransi sebagai cara atau metode untuk memelihara manusia dalam menghindari resiko (ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam hidupnya. Hal. ketenangan. dan tertanggung disebut mu’amman lahu atau musta’min. 1960. Musthafa Ahmad Zarqa. hal. 1990. Ibid.224 Musthafa Ahmad Zarqa.225 Sementara Dewan Syari’ah Nasional MUI. 225 224 223 222 221 cxxxi . rumahnya atau mobilnya”. dan bebas dari rasa takut. tt.

H. Op.228 Istilah takaful dalam bahasa Arab berasal dari kata dasar kafala-yakfulu-takâfala-yatakâfalu-takâful yang berarti saling menanggung atau menanggung bersama. hal. dalam Gemala Dewi. AspekAspek Hukum Dalam Perbankan Dan Perasuransian di Indonesia. 2002. seperti dalam Surat Thaha (20).229 Kata takaful tersebut tidak dijumpai dalam Al-Qur’an. 232. Lembaga-Lembaga Perekonomian Umat (Sebuah Pengenalan). Jakarta. Jakarta.dengan syari’ah. Yayasan Penerjemah Al-Qur’an. 122. 2003. 30. hal. Jurnal AAMAI Tahun VII No. Al-Qur’an dan Terjemahanya. ayat 40. yang dapat digambarkan sebagai asuransi yang prinsip operasionalnya didasarkan pada syariat Islam dengan mengacu kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. asuransi Islam sering juga diistilahkan dengan takaful. 479.12. Jakarta. Prenada Media.227 Secara umum. jelaslah bahwa asuransi syari’ah bersifat saling melindungi dan tolong menolong atau yang disebut dengan ta’awun. hal. 120.230 yang berbunyi:   ִ  ִ ִ ☺ ִ   Fatwa Dewan Syariah Nasional No. PT. Asuransi Hukum dan Permasalahannya. namun demikian ada sejumlah kata yang seakar dengan takaful. 230 hal.cit…. hal.A. 1971. dalam Muhammad Syakir Sula. 229 228 227 226 Ibid. Soenarjo.Dzajuli dan Yadi Janwari. Raja Grafindo Persada. Huzaemah T. cxxxii . Yanggo.226 Dari beberapa definisi di atas. yaitu prinsip hidup saling melindungi dan saling tolong menolong atas dasar ukhuwah Islamiyah antara sesame anggota peserta asuransi syari’ah dalam menghadapi malapetaka (resiko). 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah. 2004.

datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan kerasulan. Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan saling tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syari’ah. 234 cxxxiii . di sana dia dikawinkan oleh nabi Syu'aib a. terdapat definisi asuransi Syari’ah (Ta’min. Ini ialah seorang bangsa Qibthi yang sedang berkelahi dengan seorang Bani Israil. dengan salah seorang puterinya dan menetap beberapa tahun lamanya. 233 232 231  ִ ☺ ִ ֠ Maksudnya: nabi Musa a. hal.֠ ִ ִ    Artinya: “Ketika saudaramu yang perempuan berjalan. lalu Ia Berkata kepada (keluarga Fir'aun): "Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka kami mengembalikanmu kepada ibumu. Diterbitkan atas kerjasama DSN MUI dan BI.231 lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan kami Telah mencobamu dengan beberapa cobaan. Takaful.232 Kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan233 Hai Musa”.234 Apabila kita memasukkan asuransi takaful ke dalam lapangan kehidupan muamalah. Edisi ke-2.s. 2003. Nabi Musa a. Pedoman Umum Asuransi Syari’ah. agar senang hatinya dan tidak berduka cita.s. Jakarta. yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia melalui Dewan Syari’ah Nasional.s. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia.s. sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al Qashash ayat 15. DSN MUI. maka takaful dalam pengertian muamalah memiliki Yang dibunuh Musa a. Himpunan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional. Maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan. datang ke negeri Mad-yan untuk melarikan diri.129.

235 Loc. dimana peserta yang satu menjadi penanggung peserta yang lainnya. 238 237 236 Gemala Dewi. dan ini menjadi dasar mengapa asuransi diperbolehkan dalam agama Islam karena asas prinsip syariat mengajak kepada sesuatu yang mengakibatkan keeratan jalinan sesama manusia dan kepada sesuatu yang meringankan bencana sesama manusia.237 Landasan Hukum Asuransi Syari’ah Hukum-hukum muamalah bersifat terbuka. 1997. Ibid.236 dan tanggung menanggung resiko tersebut dilakukan atas dasar saling tolong menolong dalam kebajikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana yang ditujukan untuk menanggung resiko.cit. Asuransi Takaful. Jakarta.. selainnya diberikan kepada para mujtahid untuk mengembangkan melalui pikiran mereka selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist. Hakekat asuransi secara Islami adalah saling bertanggungjawab. Lembaga penerbit FE-UI. 123.arti yaitu saling menanggung resiko di antara sesame manusia sehinnga di antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas resiko masingmasing.cit. Op.238 Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 2: 239 2. 234. Juhaya S. asuransi takaful terkait dengan unsur saling menaggung resiko di antara para peserta asuransi. Syarikat Takaful Indonesia. dalam arti Al-Qur’an hanya memberikan aturan yang bersifat garis besar.235 Dengan demikian. saling bekerja sama atau saling tolong-menolong dengan melindungi penderitaan orang lain. hal. cxxxiv . Ibid. hal. Asuransi Takaful Selayang Pandang dalam Wawasan Islam dan Ekonomi. hal. 127. Artikel dikeluarkan oleh PT. Rahmat Husein. Praja.

janganlah kamu melanggar syi'arsyi'ar Allah.240 dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram.242 dan binatang-binatang qalaa-id. Maksudnya antara lain ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah.241 jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya. Zulhijjah. biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah. disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji. kambing. Op Cit…hal. 156. Syi'ar Allah ialah segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempattempat mengerjakannya. tanah Haram (Mekah) dan Ihram. Muharram dan Rajab). supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah.֠ ִ ִ ִ     ֠  ִ   ִ☺  ִ ִ      Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. lembu. Ialah binatang had-ya yang diberi kalung. maksudnya ialah dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu.243 dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya244 dan apabila kamu Telah 239 240 Soenarjo. 243 242 241 cxxxv . Ialah binatang (unta.

dan jangan tolongmenolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Op Cit…hal. antara lain dalam firman Allah SWT. dan bertakwalah kamu kepada Allah.246 berbunyi: ִ  ִ☺ ֠  ִ   ִ ִ☺    Dimaksud dengan karunia ialah keuntungan yang diberikan Allah SWT dalam perniagaan. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. keridhaan dari Allah SWT ialah pahala amalan haji. 246 cxxxvi . 919. dan bertakwalah kepada Allah. Maka bolehlah berburu. dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. Beberapa dalil-dalil syar’I yang berkenaan dengan praktek asuransi syari’ah. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Ibid. 245 yang berbunyi: ֠ ֠ ִ☺ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. ayat 1. Di samping itu.menyelesaikan ibadah haji. 245 244 Soenarjo. ayat 18 mengenai perintah mempersiapkan hari depan. 156. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam. firman Allah SWT mengenai prinsip-prinsip dalam muamalah pada Surat Al-Maidah. Surat Al-Hasyr. hal.

426/KMK. Op Cit…hal. Op. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Maidah. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya”.cit. pasal 32 mengenai pembukaan kantor cabang dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi 247 Soenarjo. Peraturan ini ditentukan dalam pasal 3-4 mengenai persyaratan dan tatacara memperoleh izin usaha perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah. dan perintahnya untuk saling melindungi dalam keadaan susah pada surat Quraisy ayat 4. dihalalkan bagimu binatang ternak.247 yang berbunyi:  Artinya: ֠   ִ☺ִ ִ “Yang Telah memberi makanan kepada mereka untukmenghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan”.. kecuali yang akan dibacakan kepadamu. antara lain:248 a. hal. Allah SWT juga memerintahkan kepada hamba-Nya untuk saling bekerja sama dan Bantu membantu. Keputusan Menteri Keuangan RI No.Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. 1106. Adapun peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah berkaitan dengan asuransi syari’ah. 128-129. penuhilah aqad-aqad itu. ayat 2.06/2003 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. Gemala Dewi. 248 cxxxvii .

Ekonisia Kampus Fak. Utmost Good Faith (itikad baik). b. Yogyakarta. . 424/KMK.konvensional. Asuransi Takaful Keluarga. Heri Sudarsono. antara lain Insurable interest (kepentingan yang dapat diasuransikan).06/2003 tentang Kesehatan Reasuransi. dan pasal 33 mengenai pembukaan kantor cabang dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah. Deskripsi dan Ilustrasi. Keuangan dalam Perusahaan pasal 15-18 Asuransi mengenai dan Perusahaan yang kekayaan diperkenankan harus dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah. c. Adapun prinsipprinsip asuransi. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Modul Pengetahuan Dasar Takaful. Subrogation (Pengalihan hak). Prinsip .Prinsip Asuransi Syari’ah Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.249 Adapun prinsip-prinsip asuransi syari’ah meliputi:250 3. 4499/LK/2000 tentang Jenis. Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Nomor Kep. Edisi ke2. 2004. Keputusan Menteri Keuangan RI No. setiap perjanjian asuransi harus mengandung prinsip-prinsip asuransi. PT.Ekonomi UII. proximate cause (penyebab dominan). Indemnity (ganti rugi). Penilaian dan Pembatasan Investasi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Dengan Sistem Syari’ah. Contribution. hal.115.Asuransi Takaful Indonesia. 250 249 cxxxviii .

Sesama Muslim saling bekerjasama atau saling membantu. dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka. agar kamu mendapat petunjuk” j. 291. dimana kesulitan seorang muslim dalam kehidupan menjadi tanggung jawab sesama muslim. dan janganlah kamu bercerai berai. lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Al-Imran: 103251 ☺ ☺ִ ֠ ִ☺       Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah. Ibid…hal. 93. cxxxix . Maka Allah mempersatukan hatimu.i. Saling bertanggung jawab. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu. orang-orang yang bersaudara. dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan. sebagaimana firman Allah SWT dalam Q. sebagaimana dalam firman Allah pada Surat At-Taubah. lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah. Op Cit…hal.S. ayat 71 yang berbunyi: 252  ִ    ִ ִ  ִ ֠          251 252  ☺  ☺  ִ☺   Soenarjo.

hal. Perwataatmadja menambahkan satu prinsip. Dan terhadap orang yang minta-minta.253 yang berbunyi:  ִ  Artinya: “Sebab itu. k. 234. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. mencegah dari yang munkar. seperti dalam firman Allah SWT. Op. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf. Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia. Perwataatmadja. Karnaen A.. Depok. Sesama muslim saling melindungi penderitaan satu sama lain. gharar dapat diatasi dengan mengganti akad tabaduli dengan akad takafuli yaitu akad tolong menolong atau ִ    253 254 Ibid…hal. menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. dalam Gemala Dewi. l. mendirikan shalat. yaitu prinsip menghindari unsur-unsur gharar. 135-136. Karnaen A.254 1) Gharar menurut bahasa artinya adalah penipuan. lelaki dan perempuan. terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. janganlah kamu menghardiknya”. Usaha Kami.cit. 1071. Dalam asuransi syariah. surat Adh-dhuha ayat 9-10. cxl . 1996. sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.☺   ִ ִ  ☺      ִ  ִ Artinya: “Dan orang-orang yang beriman. hal. maysir dan riba.

akad tabarru’ dan akad mudharabah. yang berbunyi: ֠ ִ ִ     ֠  ִ   ִ☺  ִ ִ     ִ  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah haji. Maka bolehlah berburu. dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. Sedangkan hadist yang berkaitan dengan gharar.255 Allah pun berfirman dalam QS. mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah. Hal. dan bertakwalah kamu kepada Allah. Op. dan jangan melanggar kehormatan bulanbulan haram. adalah: 255 Muhammad Syakir Sula.174 cxli .cit. dan binatang-binatang qalaa-id. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya".al-Maidah ayat 2. jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya.

Karena itu tidak ada unsur maysir. Terdapatnya unsur Maisyir merupakan kelanjutan dari adanya unsur gharar.Muslim. maka reversing period di asuransi syariah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah sejak awal tahun pertama masuk menjadi peserta asuransi. Hal. yang berbunyi:256 ֠ ִ☺ ☺ ִ☺  ִ☺ 256 Ibid..” (HR.176 cxlii . 2) Kata maysir secara harfiah dalam bahasa Arab diartikan dengan memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras atau mendapat keuntungan tanpa kerja keras. Nasa’I. dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah). Menurut QS. Pada asuransi syariah. Karena tidak ada yang dirugikan. Abu Daud. yaitu rekening untuk asuransi jiwa yang mengandung unsur tabungan yang dapat diambil oleh peserta karena pada dasarnya itu adalah uang peserta sendiri dan rekening tabarru’ yang diniatkan untuk derma. Rekening tabarru’ tidak tercampur dengan rekening tabungan.‫ا ِ ََ ْ ِ و َ ْ َ ْ َ ْ ِ ا َ َر )روا‬ ِ َ (‫أ ه ة‬ ‫ئ وا دا‬ Arti: َ ِ ‫َ ِ ر َ ْل ا‬ ُ َ ‫و ا ى وا‬ “Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung gharar.Al-Maidah:90. membagi rekening peserta menjadi dua. Tirmizi.

adalah termasuk perbuatan syaitan. mengundi nasib dengan panah.” 3) Riba menurut istilah berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil. Akad tijarah yang dipakai adalah mudharabah sedangkan akad tabarru’ adalah hibah. (berkorban untuk) berhala.ִ  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya (meminum) khamar. Asuransi syariah mengeliminir riba dengan menggunakan konsep mudharabah. berjudi.” Rasulullah bersabda: ُ َ ‫َا ُ ِْ ُ ْن َ َ ُ ُوْ ِ ِ ْ ا ُ ْ ً َ م َ َ ً اوْا‬ َ َ ِ َ ‫و‬ (‫ف‬ ‫و‬ ‫َ َا ً )روا ا ى‬ Artinya: “Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau yang menghalalkan yang haram.Al-Baqarah:275. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Adapun firman Allah yang berkenaan dengan riba tercantum dalam QS. Kontrak yang dipergunakan dalam asuransi syariah adalah akad tolong menolong (takafuli) yaitu akad tabarru’ dan akad tijarah. Hal 53 cxliii . yang berbunyi:257 ֠ ִ☺ ֠  257 ִ Ibid.

Maka baginya apa yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan). adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat). (Aku bertanya kepada cxliv . Sedangkan Hadist yang berkaitan dengan riba. َ َ َ ْ ُ ُ َ َ ل‬ َ ُ َ . padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Ayahku mengambil alatalatnya (dan merusaknya). mereka kekal di dalamnya”. Keadaan mereka yang demikian itu. Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba.ִ ֠  ִ ִ ִ☺ ִ ִ ִ   ִ  ִ ִ☺  ִ☺ ִ֠ ִ ִ ִ Artinya: “ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. ayahku membeli seorang budak yang melakukan pekerjaan hajjamah (menarik darah keluar dari tubuh seseorang untuk keperluan pengobatan).‫ا ُ ََ ْ ِ و َ َ َ ْ َ َ ِ ا ْ َ ْ ِ و َ َ ِ ا م‬ ِ َ َ .‫ر‬ َ ُ ِ‫َ ْ ا‬ َ ً َ ‫َ ْ ًا‬ َ ُِ ‫ا‬ ‫وَ َ َ ْ ا‬ ِ َ ُ ‫وَ َ َ ا‬ َ Artinya: “Diriwayatkan dari (Aun bin) Abu Juhayfah r. berbunyi: ‫َ ْ َ َ ر ِ َ ا ُ َ ْ ُ َ ل: رأ ْ ُ ا ِ ا ْ َ َى‬ ُ َ ََ َ َ َ َ : ‫َ َ َ َ ِ َ ِ ِ ِ ِ ُ ِ َت . orang yang kembali (mengambil riba). Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. واآِ ا َ و ُ ْآ‬ ِ َ ِ ََ ‫و‬ .a. orang-orang yang Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya.ِ ِ ‫َ ا ِ َ ِ َا ْ َ ْ ُ ْ َ ِ. dan urusannya (terserah) kepada Allah. lalu terus berhenti (dari mengambil riba).

2004 Dibandingkan asuransi konvensional. bunga (Interest). DPS(Dewan Pengawas Syari’ah) Asuransi Konvensional Asuransi Syari’ah Ada. Investasi Dana Jual Beli Investasi dana berdasarkan bunga Dana yang terkumpul dari nasabah (premi) menjadi milik perusahaan. Keemilikan Dana 3. Op.ayahku kenapa berbuat seperti itu).. “Nabi Saw melarang memperdagangkan seekor anjing atau darah. yaitu:258 258 Heri Sudarsono. Akad Tabarru’ dan Akad Tijarah Investasi dana berdasarkan syari’ah dengan sistem bagi hasil (mudharabah). Terdiri dari: tabel mortalita.” Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah Adapun perbedaan antara asuransi syari’ah dan asuransi konvensional akan diperjelas dari tabel dibawah ini: Tabel 1 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah No Prinsip 1. maka suransi syari’ah memiliki perbedaan yang mendasar dalam beberapa hal. tetapi tanpa perhitungan bunga. Pembayaran Klaim Dari rekening perusahaan 5. Unsur Premi 4. Op. 137. Iuran atau kontribusi terdiri dari unsur tabarru’ dan tabungan (saving). hal. 104. cxlv .. komisi reasuransi. Dana yang terkumpul dari nasabah (premi) merupakan milik peserta. Dari rekening tabarru’ Diperoleh dari surplus underwriting. lihat juga Gemala Dewi.cit. dan bagi hasil keuntungan investasi 4. Akad 3. yang berfungsi untuk mengawasi pelaksanaan operasional perusahaan agar terbebas dari praktek yang bertentangan dengan prinsip syari’ah. Ia menjawab. Keuntungan (profit) Diperoleh dari surplus underwriting. dan biayabiaya asuransi (Cost of Insurance) 4. dan hasil investasi seluruhnya adalah keuntungan perusahaan Sumber: Muhamad Syakir Sula. dan juga melarang pekerjaan mentato atau ditato. Tabarru’ dihitung dari tabel mortalita. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelola. sehingga perusahaan bebas menentukan investasinya.cit. komisi reasuransi. dan (melarang menerima) pemakan riba dan orang yang memberikan riba dan melaknat para pembuat gambar. hal. 2.

b. f. tetapi tanpa perhitungan bunga. Pada asuransi syari’ah. Prinsip akad adalah takafuli (tolong menolong). Tabarru’ dihitung dari tabel mortalita. d. yaitu nasabah yang satu menolong nasabah yang lainnya yang tengah mengalami kesuilitan. Sementara pada asuransi konvensional. Sementara pada sistem konvensional menggunakan tabel mortalita. bunga (Interest). sementara pada konvensional akad bersifat tabaduli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan). produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa sejalan dengan syariat Islam. premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. dana diambil dari rekening tabarru’ (dana sosial) seluruh peserta yang telah diikhlaskan cxlvi . Keberadaan Dewan pengawas Syari’ah merupakan suatu keharuan. sementara pada asuransi konvensional investasi dana dilakukan pada sembarang sector dengan sistem bunga. e. premi menjadi milik perusahaan dan perusahaan memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut. karena berperan dalam mengawasi manajemen. Dana yang terkumpul dari nasabah asuransi syari’ah diinvestasikan dengan sistem bagi hasil.a. dan perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. dan biaya-biaya asuransi (Cost of Insurance). Unsur premi pada asuransi syari’ah terdiri dari unsur tabarru’ dan tabungan (saving). Pembayaran klaim nasabah. c.

Op. Perbedaan Secara Syariah Asuransi Takaful dengan Asuransi Konvensional. keterbukaan merupakan 259 akselerasi dari realisasi prinsip-prinsip Endy M.cit. yaitu kejelasan akad dalam praktek muamalah. g. asuransi syari’ah berpegang pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut:259 m. I/Edisi 1/Th. dalam mekanisme asuransi syari’ah. maka nasabah tidak memperoleh apa-apa. sementara pada asuransi konvensional keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan. p. Vol. Muamatuna. Keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan sebagai pengelola dengan prinsip bagi hasil. 5.untuk keperluan tolong menolong bila ada peserta yang terkena musibah. cxlvii . Akad. mengganti akad dengan niat tabarru’ yaitu suatu niat tolong menolong pada sesama peserta apabila ada yang ditakdirkan mendapat musibah. dalam Heri Sudarsono. Astiwara. dimana akad yang digunakan adalah akad jual beli (tadabuli) atau tolong menolong (takaful). hal. jika ada yang tertimpa musibah. maka dana klaim yang diberikan adalah dari rekening tabarru’ yang sudah diniatkan oleh sesame takaful untuk saling tolong menolong. n. 2001. 1. Gharar. dan jika tidak ada klaim. dimana dalam asuransi syari’ah. sedangkan dalam asuransi konvensional dana pembayaran klaim diambil dari rekening milik perusahaan. o. Ketentuan Operasi Asuransi Syari’ah Dalam menjalankan operasinya. Maysir. 116-118. Tabarru’ dana ini disimpan dalam rekening khusus.

q. Ibid. maka dana peserta itu hangus. keberadaan asuransi syari’ah dalam menyimpan dananya di bank syari’ah dengan sistem mudharabah. karena tidak ada kepercayaan jika tidak ada keterbukaan dalam informasi.syari’ah. r. t. hal. Asuransi Takaful Kesehatan Asuransi jenis ini merupakan produk tanpa unsur tabungan (non saving) adalah produk syari’ah dimana struktur produknya tidak terdapat unsur tabungan yang bersifat tabarru’ (dana tolong menolong). Pembatasan 1 tahun. 260 Muhamad Syakir Sula. dalam asuransi konvensional peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan diri sebelum masa reversing period. 650-651.cit. Kontrak 1 tahun. Riba. perusahaan/lorganisasi yang bermaksud menyediakan dana santunan rawat inap dan operasi bila peserta sakit dan kecelakaan dalam masa perjanjian. Adapun ketentuan dari asuransi ini adalah:261 s. Demikian pula. u. asuransi non tabungan atau asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim.260 Program ini diperuntukkan bagi perorangan maupun 6. Op. maka premi yang dibayarkan akan hangus sekaligus menjadi milik pihak asuransi. Usia peserta masuk 5 sampai dengan 50 tahun. 261 cxlviii . Dana hangus.

menyangkut semua informasi mengenai peristiwa yang menyebabkan peserta mengalami kerugian dan besarnya nominal kerugian yang dialami. Klaim (Claim) Klaim (Claim) berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau tidak.v. M. Pembayaran klaim adalah 80 % dari kuitansi dan maksimal = manfaat kesehatan dan bukan untuk biaya karena melahirkan. Jika premi lanjutan tidak dibayar maka pengajuan klaim akan ditolak apabila tertunggak melewati grace priode yang telah ditentukan. Klaim yang diajukan oleh tiap peserta meliputi beragam dokumentasi yang diverifikasi diantaranya adalah: Dokumen klaim.-. x. peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian polis. w. y. aa. 20. Cara bayar premi tahunan. Dokumen klaim yang diajukan peserta kepada pihak perusahaan harus secara lengkap. minimal 4 hari. z. Biaya polis Rp. Peristiwa yang masih dalam kontrak. polis masih dalam kondisi in force. Jangka waktu pengajuan klaim 14 hari. Manfaat kesehatan dibayarkan untuk perawatan Sistem pembayaran adalah reimbursement. cxlix .000. Polis masih dalam kondisi in force artinya polis tersebut masih dalam keadaan aktif dibuktikan dengan premi lanjutan-premi lanjutan yang masih terus dilanjutkan.

merupakan klaim habis kontrak. Yang menggajukan kliam adalah dari pihak ahli waris yang tercantum pada polis atau boleh pihak lain yamg diberikan kuasa atau pihak lain cl . ii. foto copy identitas diri yang masih berlaku dan buku asli pembayaran premi terakhir. Klaim Nilai Tunai Klaim yang diakibatkan terjadi peristiwa kematian pada peserta. Peristiwa yang menyebabkan terjadinya kerugian pada pihak peserta tidak termasuk dalam klausal pengecualian sebagaimana tercantum dalam polis. 2. i. Adapun dokun-dokumen yang diperlukan diantaranya adalah: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). 1. Pengertian Klaim Klaim dapat diartikan sebagai permintaan peserta maupun ahli warisnya atau pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. Setiap dokumentasi yang diterima akan dilakukan verifikasi. polis asli. Apabila peristiwa sebelum atau sesudah kontrak dilakukan maka pengajuan klaim akan ditolak.Verifikasi juga mengenengahkan apakah peristiwa kerugian yang dialami oleh peserta masih dalam kontrak atau diluar kontrak. Sebagaimana kematian yang disebabkan oleh bunuh diri dan lain sebagainya. Jenis-jenis Klaim Klaim Habis Kontrak Klaim yang diajukan oleh peserta karena perjanjian telah berakhir sampai batas yang telah disepakati missal 10 tahun.

surat keterangan dari rumah sakit yang menerangkan sebab meninggal dunia. Dokumentasinya Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). Adapun dokumen-dokumen yang dibutuhkan diantaranya: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). 4. Dokumentasi yang diperlukan Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). foto copy identitas diri yang masih berlaku. polis asli. 3. polis asli. polis asli. asuransi takaful biaya tersebut merupakan bagian dari premi peserta sendiri. foto copy identitas cli . 5. laboratorium dan photo copy biaya pengobatan asli. Klaim Biaya Perawatan Pengantian kerugian peserta dengan alasan pengeluaran biaya oleh peserta dalam perawatan/pengobatan rumah sakit karena kecelakaan ataupun sakit dengan syarat penyakit tersebut tidak termasuk dari klausa pengecualian polis. Klaim Tahapan Pendidikan Klaim yang diajukan oleh peserta karena jatuh tempo dana pendidikan sebagaimana yang tercantum pada polis. foto copy identitas diri yang masih berlaku. Peserta tidak dikenakan beban sedikit pun karena itu termasuk bunga. misalnya lembaga pembiayaan bank dan leasing. Klaim Nilai Tunai Sebagian Klaim nilai tunai sebagian dilakukan pada peserta apabila jumlah polis telah mencapai 2 tahun dan aktif serta maksimal jumlah yang dapat diambil 50% dari saldo tabungan.yang berkepentingan terhadap manfaat asuransi. resume dari rumah sakit dimana dirawat. surat keterangan dari pamong praja dan surat keterangan dari Kepolisian Republik Indonesia. jika musibah karena lalu lintas.

263 clii . 259.263 262 Ibid. surat jatuh tempo tahapan dari perusahaan. hal. Yang membedakan dari masing-masing perusahaan adalah kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim. (Tidak wajib). bukti asli pembayaran premi terakhir. atau aplikasi oleh peserta untuk memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia berdasarkan perjanjian. penyelesaian klaim (kesepakatan mengenai jumlah penggantian sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Fatwa DSN No. Ibid. bukti klaim kerugian (menyerahkan klaim tertulis dengan melengkapi lembaran klaim standar yang dirancang khusus untuk masing-masing class of business). N.262 Secara umum prosedur klaim pada asuransi umum hampir sama dengan. dan diisyaratkan bahwa pembayaran klaim tidak boleh lebih dari 30 hari sejak terjadi kesepakatan). penyelidikan (melakukan survey ke lapangan atau menunjuk independent adjuster. baik pada asuransi syari’ah maupun konvensional. Adapun prosedur klaim. dimana laporan akan dijadikan dasar apakan klaim dijamin oleh polis atau tidak). antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti lisan dan diperkuat dengan laporan tertulis). 21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi Syari’ah Klaim atau claims merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya maupun pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan.diri yang masih berlaku.

hal 263.Adapun proses paling sederhana dalam proses klaim. 2004 Sumber pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diperoleh dari rekening tabarru’. dimana masing-masing perusahaan memiliki prosedur sendiri untuk mempermudah nasabah (services). yaitu iuran kebajikan yang telah diniatkan oleh peserta untuk dana saling tolong menolong apabila ada peserta lain yang terkena 264 Ibid. cliii . berikut gambar proses klaim sampai kepada pembayaran (penyelesaian klaim):264 Gambar 1 Proses Klaim Asuransi Pengenalan Periksa Penutupan Tidak Ditutup Ditutup Tunjuk Adjuster Tolak Minta Dokumen Proses Lapor Tolak Tawarkan Voucher Pengambilan Pembayaran Sumber: Muhamad Syakir Sula.

hal. dan klaim tahapan pendidikan. polis dalam kondisi in force. dijelaskan pada pasal keenam mengenai premi. sumber pembayaran klaim berasal dari rekening perusahaan. 138. yaitu:269 11. dan tentu tidak ada nuansa spiritual yang melandasinya. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Asuransi Syariah. Fatwa DSN No. murni bisnis. Surakarta. hal. 17 Oktober 2001. 269 cliv . tidak mengandung kecurangan atau tidak melanggar peraturan. 267 265 Khoiril Anwar. peristiwa kerugian masih dalam kontrak. 121. 65-67.cit. Klaim yang dibayarkan perusahaan adalah bagian dari kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad atau perjanjian asuransi.266 Jenis klaim ada empat macam. 63-64.267 Administrasi klaim berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau tidak. Setiap dokumen yang diterima akan dilakukan verifikasi secara umum. meliputi dokumen klaim. antara lain klaim habis kontrak.cit. Khoiril Anwar. Ibid. klaim biaya perawatan.musibah.. Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad sistem tijarah dan jenis akad tabarru’. klaim nilai sebagian. Jakarta. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah. 2006. hal. peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian polis. hal. A.268 Berdasarkan fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. 268 Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. hal. Hafs Media. klaim meninggal dunia. Djazuli dan Yadi Janwari.265 sedangkan pada asuransi konvensional. yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah premi sebagai tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar klaim sebagai penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh tempo. 37 266 H. op. klaim nilai tunai. Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance). Op.

14. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian.12. sesuai dengan premi yang dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya. clv . Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi syari’ah dapat menggunakan rujukan. 12. Hasil Penelitian Relevan Penelitian yang telah dilakukan oleh Ida Wahyunigsih dengan judul penelitian Analisis Implementasi Produk Asuransi Takaful dana Siswa. sebatas yang disepakati dalam akad. (Pada lampiran) 13. 10. 15. misalnya tabel mortalita untuk asuransi jiwa dan table morbidita untuk asuransi kesehatan. Klaim atas akad tabarru’. dibayarkan. dengan syarat tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya. merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan. 11. Premi yang berasal dari jenis akad tabarru’ dapat diinvestasikan. O. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta. Klaim dapat berbeda dalam jumlah. Premi yang berasal dari jenis akad sistem mudharabah dapat diinvestasikan dan hasil investasinya di bagi hasilkan kepada peserta. perhitungan mengunakan sistem bagi hasil nisbah seperti 50 : 50 atau 60 : 40 yang disepakati diawal. Sementara pada pasal ketujuh mengenai klaim dijelaskan:270 9. penelitian ini dengan rumusan masalah bagaimana kesesuaian implementasi 270 Ibid.

Hasil penelitian menyatakan implementasi produk Asuransi Syari’ah Takaful yang meliputi permohonan asuransi.produk asuransi dana siswa pada Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta terhadap Fatwa DSN dan MUI. clvi . pengelolaan dana. underwriting. aqad. klaim dan tempat kedudukan perselisihan yang kurang sesuai dengan fatwa DSN dan yang lainya telah sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam konsep fatwa dewan Syari’ah Nasional. loading. premi. Adapun tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kesesuaian implementasi produk asuransi takaful dana siswa yang telah dilaksanakan dengan Fatwa DSN-MUI. penelitian ini difokuskan pada implementasi produk asuransi takaful keluarga Cabang Surakarta terhadap Fatwa DSN-MUI no 21/DSN-MUI/X/2001 dengan batasan masalah tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah. Dari hasil penelusuran penulis selama ini. belum pernah menemukan penelitian tentang pembayaran klaim pada asuransi syariah.

92. kemudian peneliti sebagai instrumen kunci melakukan penekanan makna terhadap kondisi obyek alamiah yang diteliti secara kualitatif. Jenis Penelitian Adapun jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research). Bandung. dan keterlibatan peneliti yang minimal. BPFE UGM. 1999. 8 272 271 53 clvii . yang beralamat di Jalan Slamet Riyadi. Yogyakarta. BPFE UGM. 2004. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. data yang dikumpulkan adalah berupa data kualitatif yang terdiri dari sejumlah data primer dan data sekunder. hal. Alfabeta. Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman.272 C. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. 5-7. Data Primer Nur Indriantoro dan Bambang Supomo.271 dimana peneliti mencari jawaban terhadap rumusan permasalahan yang diteliti dengan menyesuaikan pada kondisi lingkungan penelitian yang natural. 1999. B.+BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. hal. No: 231 Surakarta. Waktu dan Wilayah Penelitian Penelitian ini dilakukan mulai bulan Februari sampai dengan bulan November 2006. Jogiyanto. Edisi Pertama. Data dan Sumber Data Untuk memperoleh data yang obyektif dan valid. hal. dan Sugiyono. 1. Yogyakarta. Adapun wilayah penelitian ini dilaksanakan di PT. Peneliti akan mendeskripsikan data-data yang terkait dengan permasalahan dalam penelitian. Metode Penelitian Bisnis.

jurnal.274 273 Ibid…. dengan peserta asuransi kesehatan Takaful yang telah menerima klaim dan peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara. yaitu sumber yang diperoleh secara tidak langsung kepada pengumpul data. dan penjelasan fatwa DSN No. 2. 2 Tahun 2001. berupa arsip. Wawancara tidak terstruktur (indepth inerview). hal. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: 1. gambaran umum perusahaan. pembayaran klaim asuransi kesehatan. dan Sugiyono. dimana peneliti berusaha mendapatkan informasi tentang permasalahan yang ada pada obyek secara face to face kepada pihak perwakilan perusahaan (manajer) secara mendalam. 129. Sugiyono. sumber lisan dari hasil wawancara melalui indepth interview. Ibid…. 132-133. paper. 274 clviii . Sumber data primer yang diambil dari perusahaan ini meliputi pembayaran asuransi kesehatan. hal.Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya dan dicatat untuk pertama kalinya. buletin atau brosur-brosur mengenai asuransi kesehatan. visi dan misi perusahaan (profil perusahaan).273 Data ini juga didapat dari hasil membaca buku atau literatur pendukung lainnya. artikel. D. Ibid…. buku-buku teks mengenai pembayaran klaim asuransi kesehatan. dan makalah-makalah yang berhubungan dengan obyek penelitian. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti. hal. 81.

. Bandung. Tak Diterbitkan. Skripsi Jurusan Manajemen. “Penentuan Kualitas Jasa Asuransi Takaful Keluarga Dengan Menggunakan Metode Total Quality Management”. Penjelasan tersebut diuraikan dengan keadaan yang sebenarnya. Studi Pustaka. dimana penulis menggunakan tekhnik atau model triangulation. Arsip (archifal) atau dokumentasi. dimana peneliti mengumpulkan data dengan berusaha mencari data yang bersumber dari arsip dan dokumen-dokumen baik dalam bentuk tertulis maupun tidak tertulis dan sumber lain yang selaras dengan permasalahan dalam penelitian. Teknik Analisis Data Analisis data adalah penyederhanaan data dalam bentuk yang lebih praktis untuk dibaca dan diinterpretasikan. Model triangulation 275 Ibid…. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Pemeriksaan keabsahan data. hal. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta.277 Adapun alur analisis data dalam penelitian ini adalah: 1. data-data yang sudah terkumpul diberikan suatu penafsiran kata-kata yang menjelaskan suatu keadaan dari pelaksanaannya. dimaksudkan untuk memperoleh landasan dasar bagi analisa dan rumusan teori atau informasi lain yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti. Pendeskripsian Data Pendeskripsian data dilakukan untuk mengetahui pembayaran klaim asuransi Kesehatan pada PT. STIE IEU. sehingga data tersebut dapat diambil pengertian dan kesimpulan sebagai hasil penelitian.275 3. sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. 2002. Yogyakarta.2. hal. Pengantar Penelitian-Penelitian Dasar Metode Teknik.5 Winarso Surahmat. 34 277 276 clix . kemudian diupayakan analisanya dengan menguraikan dan menjelaskan.276 E. yaitu dengan membandingkan data hasil interview dengan data dari studi pustaka dan dokumentasi. yaitu diadakan pemisahan sesuai dengan jenis dan masing-masing data. 1989. 2. Deli Karjono.

2 Tahun 2001.278 3. Pemberian saran-saran untuk memberikan masukanmasukan yang dapat meningkatkan serta mengembangkan kinerja dan operasional perusahaan tersebut. hal.cit…. Loc. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. clx . 9. Penarikan Kesimpulan Penarikan kesimpulan diberikan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT. 278 Jogiyanto. serta pelayanan kepada nasabah asuransi kesehatan PT.digunakan untuk mendapatkan hasil-hasil penelitian yang lebih terinci dan mendalam.. serta kesesuaiannya dengan fatwa DSN No.

hal. Hukum Ekonomi Islam.. Sinar Grafika. maka untuk meyakinkannya para pakar ekonomi Islam kemudian bersepakat mendirikan Asuransi Takaful di Indonesia. umat Islam masih ragu dengan keberadaannya.83 280 57 clxi . Hal ini dilakukan dengan memperhatikan perjalanan panjang asuransi syariah yang telah dilaksanakan di Negara-negara lain. hal. 1.279 Asuransi Takaful didirikan atas prakarsa Cendekiawan Muslim Indonesia. Karena asuransi syariah dengan sistem takaful telah mampu membuktikan dalam operasinya dapat bersaing dengan asuransi konvensional maka dibentuklah lembaga asuransi ini. Asuransi Jiwa Tugu Mandiri dan perorangan yang tertarik pada sistem ekonomi Islam membentuk Tim Pembentukan Asuransi Takaful Indonesia yang kemudian popular dengan nama TEPATI pada bulan Juli 1993.280 279 Sahrawardi Lubis.BAB IV PEMBAHASAN A..82 Ibid…. kemudian pada tanggal 24 Februari diadakan penandatanganan akta pendirian PT. 2000. Syarikat Takaful Indonesia. Gambaran Umum Obyek Penelitian Sejarah Perusahaan Menjelang didirikannya asuransi yang menggunakan sistem syariah ini. Yayasan Abdi Bangsa bersama Bank Muamalat Indonesia dibantu oleh Departemen Keuangan.

J. H. BPPT Bp. ATK : Izin usaha PT.Dr. Prof. 7-9 September 1993 19 Oktober 1993 20 Oktober 19993 12 Desember 1993 12 Januari 1994 11 Maret 1994 16 April 1994 17 April 1994 19 April 1994 21 April 1994 5 Mei 1994 24 Mei 1994 14 Agustus 1994 25 Agustus 1994 2 Juni 1995 Pada awalnya PT. Syarikat Takaful Indonesia didirikan dengan modal bersama sebanyak Rp 80 milyar sedangkan modal setornya adalah Rp. B.Habibie. : Peresmian PT. sejarah pendirian Asuransi Takaful dapat digambarkan sebagai berikut: 27 Juli 1993 : Tim pembentukan Asuransi Takaful Indonesia (TEPATI) : Studi Banding ke Malaysia : Seminar syariah di Hotel Indonesia : Technical Agreement TEPATI dan Syarikat Takaful Malaysia (STM) : Pelatihan SDM I ke STM : MOU BMI dan STM : Peresmian PT.Mar’ie Muhammad di Hotel Sahid Jaya Jakarta.Syarikat Takaful Indonesia : Seminar Takaful di Bandung : Pelatihan SDM II untuk Asuransi Umum : Seminar Takaful di Jogjakarta : Seminar Takaful di Surabaya : Akte Pendirian PT.Secara kronologis. Modal ini sebanyak 15% di pegang Bank Muamalat Indonesia (BMI) clxii . Asuransi Takaful Keluarga (ATK) : Persetujuan prinsip PT.16 milyar. ATK oleh Menkeu Bp.Asuransi Takaful Umum oleh Menristek dan Ka. ATK : Peresmian PT. sebagaimana disebutkan dalam Modul Pengetahuan Dasar Takaful.

No. Tidak boleh mengandung unsur gharar (ketidak pastian). 281 Lubis. C2-6712 HT.cit. Op.Syarikat Takaful Indonesia adalah holding Company dari PT. memerintahkan umat Islam untuk menyantuni sesama manusia yang kehilangan harta benda. 282 clxiii . kematian kerabat. maupun musibah lainnya.sedangkan sisanya dikuasai PT.282 2. Mereka yang tertimpa musibah tidak dirundung oleh kesedihan yang berlarut-larut dan tidak memilki solusi dalam menghadapi kehidupan. hal. Asuransi Takaful Keluarga dan PT.533/09- 01/PB/VII/2000.281 Landasan pendirian Asuransi Takaful yaitu ajaran Islam yang mulia. Surat izin usaha perdagangan (SIUP): Menteri Keuangan RI. Asuransi Takaful Umum.No. baik Muslim maupun non Muslim.cit.01. Dengan cara demikian rasa persaudaraan (ukhuwah) akan semakin kokoh. Beroperasi sejak Februari 1994 berdasarkan izin operasional dengan akte pendirian: SK Menteri Kehakiman RI. bahkan terhindar dari kemungkinan terpuruk dalam kemiskinan atau kehilangan masa depan. 2. Syarikat Takaful Indonesia PT. hal. serta tolong menolong (ta’awun) antar warga masyarakat.84 Asuransi Takaful Indonesia. Akan tetapi cara-cara penyantunan itu pun harus sejalan dengan syariat Islam. PT. Karya Abadi Bangsa yaitu perusahaan yang menerbitkan Koran harian Republika.01 tahun 1994. maysir (untung-untungan) dan hal-hal lain yang bersifat ma’shiyat. Op. Tindakan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas (itsar).

Adapun tujuan: Memberikan pelayanan yang terbaik. Berdasarkan nilai-nilai syariah. oleh karena itu konsep tersebut harus benar-benar diterapkan dalam operasionalnya. Visi: Takaful Indonesia adalah lembaga keuangan yang konsisten menjalankan transaksi asuransi secara Islami. efisien dan memenuhi prinsip kehati-hatian agar mampu mendukung sektor riil secara nyata dan transaksi riil dalam rangka penegakan keadilan sosial. Takaful akan berjuang dan berkembang untuk menjadi perusahaan terkemuka. clxiv . tolong menolong dan menuju kebaikan. Operasional perusahaan dilaksanakan atas dasar prinsip-prinsip syariah yang bertujuan memberikan fasilitas dan pelayanan terbaik bagi ummat dan masyarakat Indonesia. Asuransi Takaful Indonesia Pengembangan asuransi syariah dilakukan dengan mengacu pada konsep bermuamalah secara Islami. Misi dan Tujuan PT. amanah dan professional kepada umat Islam dan bangsa Indonesia. Misi: Tetap konsisten sebagai lembaga ekonomi keuangan syariah dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.B. Visi. Sebagai perusahaan. visi pengembangan asuransi syariah di Indonesia adalah terwujudnya sistem ekonomi yang kompetitif.

yakni mengkoordinir pelaksanaan tugas bawahannya. Yang kedua administrasi pemasaran. 2. yang mengurusi kebutuhan marketing demi kelancaran penjualan. clxv . Administrasi Administrasi memiliki dua fungsi. dan bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan pemasaran. yang pertama fungsi keuangan. yakni yang bertugas melayani nasabah yang datang ke kantor untuk kepentingan administrasi dan mengurusi penerimaan premi. pelaksanaan produksi. Asuransi Takaful Indonesia Keterangan: 1..C. Asuransi Takaful Indonesia Gambar 2 Struktur Organisasi Asuransi Takaful Indonesia Brand Manajer Senior Agen Junior Agent Agent manajer Grup representatif Administrasi kolektor Junior Agent Junior Agent Junior Agent Sumber: PT. Struktur Organisasi PT. Branch Manager Bertanggung jawab dalam membuka pangsa pasar.

AM membawahi unit agen yang baru direkrut.3. SA. kolektor. 7. Yunior Agent Melakukan pemasaran produk khusus individu. Hanya saja tiap bagian tentu memiliki tugas khusus yang diembannya. 4. Dia memiliki kewenangan dalam melakukan penagihan premi nasabah. AM. semua bagian dalam perusahaan jasa asuransi asalah marketing. GR. Senior Agent Tugas dari senior agent adalah melakukan pemasaran baik itu produk individu maupun kumpulan. Pada umumnya. Oleh karenanya setiap fungsionaris dapat melakukan kegiatan pemasaran yakni mencari nasabah sebagai bentuk produktivitasnya. 5. dan YA semuanya bertanggung jawab kepada BM yang akan memberikan pertanggung jawabannya kepada pusat. Group Representative (GR) Memiliki tugas melakukan pemasaran untuk produk kolektif. GR memiliki spesifikasi cooperate. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk melakukan fungsi pemasaran. adapun susunan organisasi Asuransi takaful Indonesia adalah: clxvi . Bagian adminstrasi. Kolektor Mempunyai tugas mengurusi pembayaran premi lanjutan untuk nasabah. Agent Manager (AM) AM bertugas melakukan pemasaran baik individu maupun corporate. 6.

Mcc DR. Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut: clxvii . M. Didin Hafidhuddin. KH.a.S Kusmuljono Taib Rasak b. Alie Yafie H. Drs. Madya Sobri bin Salamon Ketua Anggota Anggota Anggota Direktur Utama Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Pimpinan dalam melakukan pengawasan dan meminta pertanggung jawaban tugas yang telah diberikan pada masing-masing bagian.Dewan Komisaris Letjen TNI (Purn) Achmad Tirto Sudiro Dato Moh.Dewan Direksi Wan Zamri Wan Ismail c. K. H. MS Prof. Syafi’I Antonio.Dewan Pengawas Syariah Prof. Asuransi Takaful Indonesia supervise Surakarta adalah struktur organisasi yang hanya berbentuk lini. Struktur organisasi PT.Fadzli Yusof B. DR.

Pemegang Saham Adapun pemegang saham pada PT. Susunan organisasi ini memberikan gambaran bahwa pembagian tugas dan kewenangan disusun menurut fungsi-fungsi pekerjaan tertentu yang dibutuhkan.Gambar 3 Struktur Organisasi PT. D. Asuransi Cabang Surakarta Struktur organisasi merupakan pola hubungan antara komponen atau bagian dari organisasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembagian kerja agar pelaksanaan fungsi pimpinan berjalan lancar. Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta BOD (Dewan Dereksi) MR-ISO Legal & Kesekretarisan IT Agen development Akuaria Teknik Pemasaran & Operasional -Inkaso -Ms Keuangan SDM Umum Keterangan: CS: Costumer Service RM: Regional manajer BAO: Brancar Officer Assurance MS: Marketing Support -Produk Dev -Suport user QSA -Ordinary -Brancassuran -Kesehatan -Individu -klaim -Reasuransi -Medical Support -Treasure -Accaunting -Investasi RM -PSDM -Compensation &HI Derect Business Cabang CS BAO Teknik KEU CFC Retail Sumber: Pt. Asuransi Takaful Cabang Surakarta diantaranya adalah sebagai berikut: clxviii .

2005. yaitu: PT. Syarikat Takaful Indonesia Mengikuti ketentuan Undang-Undang No. Asuransi Takaful Umum adalah perusahaan asuransi kerugian yang beroperasi berlandaskan nilai-nilai syariah. HT. Asuransi Takaful Umum dalam bidang asuransi kerugian. 1.390% 6.062% 3. 01 Tahun 1994. C2-18. 01.621% Sumber: Dokumentasi PT. PT. Anak Perusahaan PT. Asuransi Takaful Umum PT. dimana perusahaan asuransi jiwa dan perusahaan kerugian tidak dikelola oleh satu perusahaan dan harus didirikan secara terpisah.Asuransi Takaful Keluarga dalam bidang asuransi jiwa dan PT.Karya Abdi Bangsa Koperasi Karyawan Takaful Pengusaha Muslim & pemegang saham lainnya Prosentase 66. beroperasi sejak 1995 berdasarkan izin operasional dengan akte pendirian: SK Menteri Kehakiman RI No.247/KMK.919% 5. clxix . Maka PT. izin usaha perasuransian: SK Menteri Keuangan RI No.Permodalan Nasional Madani (Persero) PT.000% 26.Bank Muamalat Indonesia PT.Syarikat Takaful Indonesia sebagai Holding Company membentuk dua perusahaan asuransi secara terpisah. Asuransi Takaful Cabang Surakarta Saham Syarikat Takaful Malaysia Berhad Islamic Development Bank PT. Asuransi Takaful Cabang Surakarta.286. E.906% 0.2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian.Tabel 2 Daftar Pemegang Saham Pada PT.102% 1.017/1995.

88% Struktur Organisasi PT.19% 47.Nasution Wan Zamri Wan Ismail Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris c.93% 0. upaya tersebut seringkali tidak memadai karena resiko yang ditanggung lebih besar dari yang diperkirakan. Syarikat Takaful Indonesia Koperasi Karyawan Takaful ATK 51. d. Prinsip dan Filosofi Segala musibah dan bencana yang menimpa manusia merupakan qadha dan qadar Allah SWT.a. 1) 2) Produk-Produk Asuransi Takaful Umum Takaful Kebakaran (Fire Insurance) Takaful Insurance) 3) Takaful Kecelakaan Diri (Personal Accident Insurance) Kendaraan Bermotor (Motorized Vehicle clxx . Takaful sebagai asuransi yang bertumpu pada konsep tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan serta perlindungan yang menjadikan semua peserta asuransi sebagai keluarga besar yang saling menjamin dan menanggung resiko satu sama lain. Asuransi Takaful Umum Dewan Komisaris Taib Razak Aris Mufti Bachrum M. b. Akan tetapi. Salah satunya adalah dengan cara menabung. Pemegang Saham PT. Namun manusia wajib berikhtiar memperkecil resiko yang ditimbulkan.

Segala Prinsip dan Filosofi musibah dan bencana yang menimpa manusia merupakan qadha dan qadar Allah SWT.94% Koperasi Karyawan Takaful 0. HT. Salah satunya adalah dengan cara menabung. Asuransi Takaful Keluarga PT.2.HarisKomisaris Struktur Organisasi clxxi .Asuransi Takaful Keluarga adalah perusahaan asuransi jiwayang beroperasi berlandaskan nilai-nilai syariah.Syarikat Takaful Indonesia99. PT. Takaful sebagai asuransi yang bertumpu pada konsep tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan serta perlindungan yang menjadikan semua peserta asuransi sebagai keluarga besar yang saling menjamin dan menanggung resiko satu sama lain.SoedjitoKomisaris M. izin usaha perasuransian: SK Menteri Keuangan RI No. Sistem ini diatur dengan meniadakan maysir.06% c. gharar. Pemegang Saham PT. a. beroperasi sejak 1994 berdasarkan izin operasional dengan akte pendirian: SK Menteri Kehakiman RI No. Dewan Komisaris Dato’ Mohd. Namun manusia wajib berikhtiar memperkecil resiko yang ditimbulkan. C2-9583. 01. 01 Tahun 1994. Fadzli YusofKomisaris Utama Wiwin P. b.017/1994. Upaya tersebut seringkali tidak memadai karena resiko yang ditanggung lebih besar dari yang diperkirakan.385/KMK. dan riba.

PT. b. Sejarah PT. yang dilandasi oleh ajaran Islam untuk saling tolong menolong antar sesame yang membutuhkan atau tertimpa suatu musibah. Slamet Riyadi ini telah memberikan layanan jasa asuransi jiwa dan mempunyai beberapa produk yaitu 3 produk Asuransi Takaful Keluarga dengan unsur tabungan serta 3 produk Asuransi Takaful Keluarga Tanpa Unsur Tabungan.Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta didirikan dan mulai beroperasi pada tahun 1998.Aminuddin IsmailDirektur Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta a.Wan Zamri Wan IsmailKomisaris Dewan Direksi Agus HaryadiDirektur Utama m. clxxii . Produk-Produk Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta 1) a) b) c) 2) a) b) c) Produk Asuransi Takaful Keluarga (Unsur Tabungan) Takaful Dana Investasi (Fuldana) Takaful Dana Haji (Fulhaji) Takaful Dana Siswa (Fulsiswa) Produk Asuransi Takaful Keluarga (Tanpa Unsur Tabungan) Takaful Kesehatan Takaful Kecelakaan Diri Takaful Al-Khairat Individu 3. Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta yang berkantor di Jl.

d. Asuransi Takaful Indonesia Produk asuransi dibagi menjadi dua bagian diantaranya yaitu: Produk asuransi individu dan asuransi kumpulan dengan spesifikasi sebagai berikut: 1. Produk Asuransi Individu Produk asuransi individu pada asuraransi takaful meliputi: a.F. Takaful Al-Khairat Program yang memberikan santunan kepada ahli waris peserta apabila peserta ditakdirkan meninggal pada masa perjanjian. Takaful Dana Investasi Merupakan program yang diperuntukan bagi mereka yang merencanakan pengumpulan dana untuk bekal di hari tua. Program yang Takaful Kecelakaan Diri ditujukan kepada mereka yang bermaksud menyediakan santunan bila mengalami musibah karena kecelakaan dalam masa perjanjian. c. clxxiii . e. f. Takaful Kesehatan Program yang diperuntukkan bagi masyarakat yang bermaksud untuk menyediakan dana santunan rawat inap dan operasi. Produk-Produk PT. Takaful Dana Siswa Program yang diperuntukan bagi masyarakan yang bermaksud untuk menyediakan dana untuk putra-putrinya sampai sarjana. b. Takaful Dana Haji Program yang diperuntukan bagi masyarakat yang menginginkan perencanaan pengumpulan dana untuk naik haji.

f. Takaful Wisata dan Perjalanan Program yang ditujukan untuk biro perjalanan dan wisata yang bermaksud menyediakan santunan kepada pesertanya bila mengalami clxxiv . c. Takaful Kecelakaan Diri Kumpulan Program ditujukan untuk perusahaan yang bermaksud untuk menyediakan santunan kepada karyawan apabila karyawan mengalami musibah karena kecelakaan pada masa perjanjian. produk Asuransi Kumpulan Takaful Pembiayaan Program yang memberikan jaminan pelunansan sisa hutang bila yang bersangkutan ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian. Takaful Kecelakaan Siswa Program ditujukan kepada sekolah yang bermaksud menyediakan santunan kepada siswa atau pesertanya bila mengalami musibah karena kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap total maupun sebagian atau meninggal. Takaful Al-Khairat Program yang memberikan santunan kepada ahli waris peserta bila peserta bila peserta ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian. e. b.2. Takaful Perjalanan Haji dan Umrah Program yang ditujukan bagi jamaah haji atau umroh yang bermaksud menyediakan santunan untuk ahli waris jamaah bila peserta meninggal sewaktu menjalankan ibadah haji atau umroh. d. a.

musibah karena kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap total. biaya aneka perawatan. g. sehingga pada kartu peserta tertulis misalnya IP-100. Program Utama Program ini sering disebut inpatien (IP) yang memberikan jaminan terhadap biaya-biaya yang timbul karena peserta dirawat inap di rumah sakit. biaya pemeriksaan sebelum dan sesudah rawat inap. G. Takaful Kesehatan (Fulmedicare) Program asuransi kesehatan kumpulan bagi organisasi atau badan usaha yang memberikan penggantian biaya pengobatan bila peserta jatuh sakit.- clxxv . antara lain: 1.000. Ukuran yang digunakan pada program perawatan inap dan operasi selalu mengacu pada biaya kamar perawatan dan akomodasi perhari rumah sakit. biaya operasi. biaya ruang ICU.100. Program Asuransi Kesehatan Kumpulan Program asuransi kesehatan kumpulan dibagi menjadi dua. biaya sewa kamar operasi. biaya ambulance. meliputi: biaya kamar dan akomodasi. biaya dokter anastesi. artinya bahwa peserta yang memegang kartu tersebut mempunyai plafon biaya kamar perawatan dan akomodasi di rumah sakit perhari Rp. biaya kunjungan dokter. sebagian atau meninggal selama wisata atau perjalanan. biaya perawatan gigi darurat karena kecelakaan. biaya operasi yang tidak membutuhkan penginapan. biaya konsultasi dokter ahli.

-.2..8. Contoh coinsurance pada rawat jalan: 1). Tuan A mengikuti program rawat inap (IP-100) dengan program tambahan rawat jalan (OP-10).000. yaitu mengganti biaya konsultasi pada dokter umum. Peserta akan menanggung sendiri biayanya sebesar Rp. Suplemen Program Tambahan / Program tambahan ini merupakan program pendukung dari program utama dan program tersebut hanya bisa diambil bila program utamanya diikuti. Dalam kartu peserta tertulis OP-10. Program ini terdiri dari tiga macam program. Pada suatu ketika Tuan A melakukan konsultasi pada dokter umum dengan menghabiskan biaya konsultasi Rp.000.- Coinsurance merupakan pembebanan biaya perawatan yang harus dibayar sendiri oleh peserta dimana diterapkan perkejadian dan pemotongannya dilakukan secara langsung dengan mengurangi penggantian kerugian yang menjdi haknya. Sedangkan Takaful akan mengganti sebesar Rp. maksudnya ialah besarnya biaya konsultasi dengan dokter umum sekali kunjungan perhari sebesar Rp. biaya dokter spesialis. Program Rawat Jalan.-. biaya fisioterapi dan biaya penunjang diagnostik. Hal 120. antara lain: a.-. Pihak Takaful menetapkan coinsurance283 sebesar 20% sehingga perusahaan hanya membayar ganti rugi 80% dari kuitansi atau sebesar maksimal manfaat asuransi.x 20% = Rp.10.000. Asuransi dan Manajemen Resiko. Program ini sering disebut dengan Out Patien atau disingkat dengan OP. 283 clxxvi . Abbas Salim.000.10.2. biaya obat-obatan.000.10.

b.50. biaya perawatan perbaikan dan biaya untuk gigi palsu.-.. Rawat Gigi.x 80% = Rp. keguguran dengan indikasi medis serta persalinan di rumah. kemudian menggunakan rekomendasi Provider melanjutkan pengajuan klaim ke pihak asuransi takaful di mana nasabah membayar polis.. biaya perawatan komplek. Perusahaan hanya akan mengganti sebesar Rp. Kacamata. Jadi dalam kasus ini Takaful hanya membayar sampai batas maksimal manfaat Tuan C yaitu Rp. yaitu mengganti biaya persalinan normal maupun operasi. yaitu mengganti biaya bingkai kacamata dan lensa dengan waktu tunggu enam bulan khusus untuk bingkai kacamata. d.-.000. Tuan C mengikuti program rawat jalan (OP-10). Analisis Data 1.000.-. Dalam pengantian ini harus berdasarkan indikasi medis. H.10. yaitu mengganti biaya perawatan umum.45.000.000.2). Adapun pengajuan klaim pada rumah sakit non provider..000.10.biaya ini melebihi batas maksimal manfaat Tuan C sebesar Rp.10. Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan Prosedur yang harus dilakukan oleh peserta untuk mengajukan klaim peserta diharuskan menjadi pasien pada provider-provider PT Asuransi Takaful.karena Rp. c.50. Persalinan. dengan prosedur sebagai berikut: clxxvii .000. Pada suatu ketika Tuan C melakukan konsultasi pada dokter umum dengan menghabiskan biaya konsultasi Rp. biaya pencegahan. biaya perawatan gusi.

Nomor rekening dan nama peserta atau pemegang polis. Kwitansi-kwitansi asli beserta perinciannya (copy resep dan bukti penunjang lainya). bila pembayaran klaim ingin ditransfer melalui bank. adapun berkas-berkas yang pengajuan klaim diantaranya adalah: a. Cabang Surakarta. Surat keterangan sebab terjadinya kecelakaan dari instansi yang berwenang (khusus bila terjadi kecelakaan lalu lintas). Asuransi Takaful. d. Surat keterangan medis dari dokter yang memeriksa atau Rumah Sakit tempat peserta dirawat tentang diagnosa penyakit (kondisi pasien). Adapun jenis-jenis pelayanan dan biaya yang tidak dijamin dalam program ini adalah: clxxviii . b. Mendapatkan pelayanan untuk klaim oleh nasabah harus melalui tahapan-tahapan yang merupakan ketetapan miliki PT Asuransi Takaful. Tahun 2006.Gambar 4 Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan Peserta Jatuh Sakit Rumah Sakit Non Provider Menerima Pelayanan Pengajuan Klaim Pulang Membayar Sumber: PT. c. c. Formulir Klaim (disediakan oleh Asuransi Takaful).

operasi bibir sumbing.a. huru-hara. debil (idiot). arung jeram. Biaya pengobatan yang sudah mendapatkan penggantian dari asuransi atau pihak lain. menyelam. Penyakit hubungan seksual seperti AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) dan ARC (AIDS Relative Complex). VSD. tinju. pemberontakan. Pemeriksaan fisik secara berkala (medical check-up). thallasemia (kanker darah). pengacauan dan kekacauan. pengobatan akupuntur. embicil (lebih idiot). dan lainnya serta segala akibatnya. misalnya: panjat gunung/tebing. peserta aktif dari demontrasi. perawatan atau tindakan medis yang bersifat kosmetik. perbuatan terror. Setiap pengobatan yang bukan berdasarkan indikasi medis atau tidak diperlukan secara medis. haemophilia. balap mobil/motor. cedera atau penyakit yang disebabkan oleh perbuatan sendiri dan obat terlarang. terbang layang. h. dan cacat bawaan lainnya. parasut. Pengobatan dan tindakan medis yang masih dikategorikan eksperimen misalnya: Therapy ozon. mongoloid. hang-gliding. gantole. akrobatik. Hyperbaric Therapy. dan tempat perawatan tradisional. Syphilis. HIV. cretinism (kerdil). g. c. kerusuhan. clxxix . ASD. e. Gonorrhea. d. tindakan laser Eximer dll. Pengobatan cacat bawaan atau kelainan congenital/herediter (bawaan dari lahir) misalnya hernia. b. Cedera yang disebabkan olahraga berbahaya. f. Peperangan dan bencana alam.

salon. Pemberian kacamata (kecuali mengikuti program tambahan kacamata). dan alat Bantu pendengaran. Home Nursing (Perawatan di rumah) atau untuk perawatan pribadi. alat-alat kesehatan seperti thermometer. alat pacu jantung. p. Radiasi dan kontaminasi yang bersifat massal. ice-up. warm water zak. Perawatan dan pengobatan gigi (kecuali akibat kecelakaan dan atau mengikuti program tambahan rawat gigi). protesa kaki. clxxx . misalnya protesa tangan. Operasi Jantung. Proses kehamilan. Jasa-jasa non medis yang diberikan oleh rumah sakit dan tidak ada hubungannya dengan pengobatan. s. melahirkan. k. o. aborsi tanpa indikasi medis (kecuali mengikuti program tambahan melahirkan) tindakan untuk mendapatkan kesuburan. haemodilisa (cuci darah). seperti biaya telepon. pengobatan yang bersifat kronis. dan sebagainya. Pengobatan dan tindakan medis yang dilakukan oleh keluarga dekat peserta atau oleh seseorang tinggal dalam serumah atau bekerjasama dengan peserta.i. q. Pemberian alat Bantu (protesa). fax. r. l. m. pemeriksaan refraksi mata untuk kebutuhan kacamata. protesa mata. j. tranplantasi organ tubuh termasuk sumsum tulang. pemakaian alat kontrasepsi dan segala jenis imunisasi/vaksinasi. video. Pengobatan terhadap penyakit kejiwaan/psikologis atau gangguan mental (mental disorder) dan gangguan syaraf lainnya. Pembelian obat-obatan tanpa resep dokter dan semua multivitamin. segala penyakit yang berhubungan dengan kehamilan. n.

2.

Sistem Pembayaran Klaim Asuransi Takaful Kesehatan Sistem pembayaran yang diberikan pihak PT. Asuransi Takaful ada dua macam, yakni: a. Sistem pembayaran provider, sistem pembayaran dimana peserta ketika menjalani perawatan di rumah sakit yang menjadi rekan takaful tidak perlu membayar tagihan biaya rumah sakit. Semua biaya tersebut ditanggung oleh pihak PT. Takaful. b. Sistem pembayaran Reimbursemen, yakni peserta

membayar terlebih dahulu semua tagihan biaya rumah sakit sebagai akibat dari mendapat pelayanan rawat inap rumah sakit tersebut. Kemudian peserta mengajukan klaim takaful.

Masing-masing sistem pembayaran di atas memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan sistem provider ialah peserta tidak perlu

mengeluarkan uang, karena semua biaya akan ditanggulangi oleh Takaful. Kerugiannya peserta tidak mempunyai kebebasan untuk memilih rumah sakit yang diinginkannya. Sedangkan kelebihan pada sistem pembayaran reimbursemen adalah peserta bebas memilih rumah sakit yang disukainya sedangkan kelemahannya peserta harus mengeluarkan uang terlebih dahulu dan tidak jarang pihak rumah sakit meminta uang jaminan di muka sebelum memberikan perawatan inapnya. Kelebihan biaya perawatan yang dipakai oleh peserta yang menjadi haknya pada sistem pembayaran kesehatan provider merupakan ekses klaim. Pada umumnya ekses klaim yang paling banyak terjadi pada jenis manfaat “Aneka Perawatan” yang meliputi obat-obatan, alat kesehatan,

clxxxi

transfuse darah, pemeriksaan laboratorium, biaya administrasi dan lain-lain. Terhadap ekses klaim perusahaan akan melakukan tagihan kepada peserta melalui pemegang polis. Guna menghindari ekses klaim yang mungkin terlalu besar, anjuran perusahaan pada peserta dalam mengkonsumsi pelayanan kesehatan rawat inap menyesuaikan dengan plafon/program yang menjadi kewajibannya. Apabila peserta mengambil kelas perawatan diatas kelas atau jaminan yang menjadi hak penentuan kamar dan makan yang ditentukan, dalam pengukurangya mengunakan rumus Pro-Rata, sebagaimana dibawah ini: Harga kamar sesuai plan x Tagihan Harga kamar yang diambil

Penggantian

=

Pengunaan rumus di atas apabila peserta mendapatkan penggantian manfaat tidak melebihi hak yang telah ditetapkan dan perusahaan memberikan penggantian sesuai hak peserta. Pada asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan, nilai penggantian klaim tergantung dari manfaat yang diambil serta perawatan yang dijalani. Adapun nilai penggantiannya antara lain sebagai berikut: a. Rawat inap 100% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai manfaat yang menjadi haknya. b. Rawat jalan 80% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai manfaat yang menjadi haknya. c. Rawat Gigi 80% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai manfaat yang menjadi haknya.

clxxxii

d.

Persalinan 100% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai manfaat yang menjadi haknya.

e.

Kacamata 80% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai manfaat yang menjadi haknya. Jumlah peserta asuransi dan peserta penerima klaim mulai tahun

2004 s/d tahun 2005 adalah sebagai berikut: Tabel 3 Jumlah Peserta dan Penerima Klaim
Tahun 2004 2005 Jumlah Peserta 682 188 Jumlah Premi (Rp) 171.568.700 45.134.850 Jumlah Peserta Penerima Klaim 40 18 Jumlah Klaim (Rp) 38.724.714 23.415.950

Sumber: PT. Asuransi Takaful, Cabang Surakarta, Tahun 2006.

Dalam rangka menganalisa besarnya pembayaran klaim asuransi yang diterima oleh peserta dari Asuransi Takaful Surakarta dilakukan wawancara dengan peserta asuransi, dengan hasil sebagai berikut:

clxxxiii

250 4.000 100 1.000 6. 14. 9. 10.240 Plafon Max 560 140 4. 15.250 4. 11.250 200 2. 3. Jenis Perawatan Rawat Inap ** Pembelian Kacamata Rawat Inap & operasi usus buntu Rawat Inap ** Rawat Inap Pembelian Kacamata Persalinan Normal Rawat Inap & operasi hernia Rawat Inap & operasi Porstat Pembelian kacamata Persalinan Cesar Perawatan Gigi Rawat Inap ** Persalinan Normal Operasi tanpa Rawat Inap (bisul/uci-uci) Rawat Inap & operasi amandel Rawat Inap Pembelian Kacamata Biaya Pengobatan 1.Tabel 4 Jumlah Klaim Asuransi yang Diterima Peserta Asuransi Kesehatan Tahun 2005 (Dalam Ribuan Rupiah) No 1. 6. 18.000 300 5. 16.805 5.000 560 140 23.250 400 2.500 400 2. 7.571 Jumlah Penggantian 560 140 4.000 140 1.297 170 560 140 1.225 140 1.231 525 7. 13.757 JUMLAH Sumber: Analisa Data Primer Keterangan: ** Pembayaran Provider clxxxiv . 2.500 200 2. 12. 8.650 195 700 1.000 5. 17.300 1.650 100 700 1.350 250 35.200 170 550 140 1. 5. 4.000 1.575 560 140 24.000 465 1.500 5.

5% dan Operasi Tanpa Rawat Inap 5.-. Berdasarkan pendapat dari peserta. Dengan demikan jika dibandingkan dengan data yang tercatat pada PT...8%) mengalami ekses klaim menggunakan sistem pembayaran provider. dalam menjawab pertanyaan hanya mengandalkan daya ingatnya saja.23. 21 Tahun 2001 clxxxv .8%.Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta sejumlah Rp.atau lebih besar Rp. persalinan 16.000.000.12.(0.75%). Perawatan Gigi 5.2%) berobat di luar rumah sakit rekanan menggunakan sistem pembayaran reimbursemen.571.2%. 35..2%. yang lainnya 15 orang (83.175. seluruhnya menyatakan bahwa pembayaran klaim asuransi kesehatan pada Asuransi Takaful Surakarta sudah sesuai dengan aqad yang tertulis di awal perjanjian. 3. Adapun jumlah penggantian klaim yang diterima peserta sejumlah Rp. Hal ini disebabkan karena peserta tidak memiliki arsip kwitansi tentang besarnya klaim asuransi yang dibayarkan oleh pihak Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. Interpretasi Kesesuaian Aplikasi Pembayaran Klaim Asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan dengan Fatwa DSN No.415. sehingga wajar apabila terjadi perbedaan data. Total biaya pengobatan peserta sejumlah Rp. Peserta yang berobat ke rumah sakit rekanan sebanyak 3 orang (16.7%) jika dibandingkan dengan jumlah penggantian klaim asuransi sebesar Rp. maka terdapat selisih Rp. Pembelian Kacamata 22.Tabel 4: Menunujukkan bahwa penggantian klaim biaya pengobatan yang diterima peserta tergolong rawat inap sebanyak 27. Data diatas menunjukkan bahwa klaim asuransi yang dibayarkan berbeda jumlahnya tergantung pada besarnya premi.000. Rawat Inap dan operasi sebanyak 22. 23.240.-.240.(34.23.950.331.000.5%.950.8%.

Prosedur klaim pada asuransi kesehatan perusahaan memiliki kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim. surat keterangan medis dari dokter yang memeriksa atau rumah sakit tempat peserta di rawat tentang diagnosa penyakit. bukti klaim kerugian (menyerahkan klaim tertulis dengan melengkapi lembaran klaim standar yang dirancang khusus untuk masing-masing class of business). bila pembayaran klaim ingin ditransfer melalui bank. penyelidikan (melakukan survey ke lapangan atau menunjuk independent adjuster. adapun berkas-berkas yang pengajuan klaim diantaranya: Formulir klaim. dalam hal ini PT. Dengan demikian sesuai dengan fatwa DSN No. nomor rekening dan nama peserta atau pemegang polis. clxxxvi . antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti lisan dan diperkuat dengan laporan tertulis). dimana laporan akan dijadikan dasar apakah klaim dijamin oleh polis atau tidak). penyelesaian klaim (kesepakatan melalui tahapan-tahapan yang memang merupakan ketetapan baku yang dimiliki PT Asuransi Takaful. Asuransi Takaful Cabang Surakarta merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya maupun pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. Asuransi Takaful Cabang Surakarta. klaim asuransi kesehatan dibayarkan berdasarkan aqad Tijarah dan Tabarru’.21 Tahun 2001.Klaim yang diajukan oleh nasabah PT. atau aplikasi oleh peserta untuk memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia berdasarkan perjanjian yang disepakati oleh peserta dan pihak PT. kwitansikwitansi asli beserta perinciannya. Asuransi Takaful Cabang Surakarta mengacu pada sistem yang berlaku yang ditetapkan. Adapun prosedur klaim yang dianjurkan.

Dengan demikian. dimana peserta bertindak sebagai sohibul mal sedangkan asuransi Takaful sebagai mudharib. merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman umum Asuransi Syariah.Sumber pembayaran klaim pada asuransi syariah diperoleh dari klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian. dijelaskan pada pasal ketujuh yaitu: a. sebatas yang disepakati dalam akad. yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah premi sebagai tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar klaim sebagai penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh tempo. Klaim atas aqad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta. Asuransi Takaful Cabang Surakarta menjalankan ketentuan-ketentuan yang dianjurkan dan sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional No. maka 60% bagian clxxxvii . dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya. dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya. PT. Rekening tabarru’. Pada dasarnya aqad tijarah yang digunakan asuransi Takaful sama dengan prinsip mudharabah. klaim atas akad tabarru’. dengan bagi hasil 60:40 (60% untuk asuransi dan 40% untuk peserta). sesuai dengan premi yang dibayarkan. yaitu iuran kebajikan yang telah diniatkan oleh peserta untuk dana saling tolong menolong apabila ada peserta lain yang terkena musibah. klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta. Apabila sampai akhir perjanjian peserta tidak mengajukan klaim meninggal dunia. klaim yang dibayarkan perusahaan adalah kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad atau perjanjian asuransi. klaim dapat berbeda dalam jumlah.

c. merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan. Klaim atas aqad tabarru’. b.keuntungan tersebut diberikan kepada perusahaan/organisasi pemegang polis. clxxxviii . dimana peserta sebagai pemberi hibah sedangkan pihak asuransi sebagai pengelola hibah. sesuai dengan premi yang dibayarkan. Aqad tabarru’ ini sengaja dihibahkan untuk tujuan saling tolong menolong ketika peserta lain mengalami musibah. Klaim dapat berbeda dalam jumlah. sebatas yang disepakati dalam aqad.

akad wakalah. Asuransi Takaful dengan dua macam. Adapun akad mudharabah ini termasuk salah satu akad tijarah selain akad wadiah. d. Sedangkan 15 peserta lainnya atau sekitar 83. Maka dapat disimpulkan bahwa PT.Asuransi Takaful masih sedkit menjalin kerjasama dengan rumah sakit-rumah sakit yang berada di Indonesia. Asuransi Kesehatan merupakan produk non saving dari PT.8%) saja yang menggunakan sistem pembayaran provider.BAB V PENUTUP A.Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta menggunakan akad tabarru’ dengan skema mudharabah. Sedangkan dari hasil penelitian membuktikan bahwa. Jumlah klaim asuransi yang diterima oleh peserta asuransi kesehatan tahun 2005. dimana akad tabarru’ tersebut sudah tertulis di awal perjanjian dan akan dibayarkan sesuai dengan nisbah yang telah disepakati kedua belah pihak. yaitu pembayaran secara provider dan reimbursmen. Kesimpulan Dari pembahasan diatas. pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT.2% menggunakan sistem pembayaran reimbursmen. maka pembayaran klaim menggunakan akad tabarru’. maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa: c.Asuransi Takaful Indonesia. dan clxxxix . Sistem pembayaran klaim asuransi kesehatan yang diberikan oleh pihak PT. menunnjukkan bahwa dari 18 peserta hanya sebanyak 3 orang (16.

maka dapat diambil kesimpulan bahwa pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa. Dimana dalam pembagian bagi hasilnya adalah 40% untuk peserta dan 60% untuk perusahaan. Terkait dengan pembagian nisbah dalam pembayaran klaim. sehingga pada saat interview dengan peserta. dan jenis perawatan yang dimabil oleh peserta.akad musyarakah.21 Tahun 2001. antara lain: besarnya premi yang dibayarkan oleh peserta. hasil penelitian diatas apabila dibandingkan dengan fatwa DSN No. cxc . B.Asuransi Takaful Indonesia Cabang surakarta sudah menjalankan ketentuan-ketentuan yang dianjurkan dan sesuai dengan fatwa DSN No. C. karena pembayaran klaim tergantung dari beberapa hal. Keterbatasan penelitian Adapun keterbatasan penelitian ini adalah: Tertutupnya pihak asuransi khususnya dalam hal pemberian arsip kwitansi. jumlah nominal pembayaran klaim asuransi kesehatan antara peserta yang satu dengan peserta yang lainnya tidak sama. peserta hanya mengandalkan daya ingatnya dalam menjawab pertanyaan mengenai jumlah biaya pengobatan/perawatan yang telah dijalaninyad. seharusnya nilai prosentase yang diberikan kepada peserta lebih besar dibandingkan dengan nilai prosentase untuk perusahaan. Jadi. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan.21 Tahun 2001 pasal ketujuh. maka sebagai bagian akhir dari tulisan ini penulis memberikan saran: 1. jenis plan yang dipilih.

2. sehingga produk asuransi kesehatan lebih banyak diminatai oleh masyarakat.mengingat peserta sudah terkena pembebanan biaya pengelolaan atau loading sebesar 30% pertahun. Walaupun loading diperbolehkan oleh DSN. akan lebih baik apabila premi peserta tidak dipotong dengan loading. cxci . Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta lebih banyak maka menggunakan sistem pembayaran klaim reimbursmen. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta lebih menambah jalinan kerjasama dengan rumah sakit-rumah sakit yang berada di wilayah Surakarta. hendaknya PT. agar peserta lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit rekanan Takaful.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->