PERANAN SUAMI DALAM MEMBINA KELUARGA SAKINAH

Skripsi Ini diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk memenuhi syarat-syarat mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S. Pd.I)

Oleh:

Asral Puadi NIM. 104011000046

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2008/1429 H

LEMBAR PERNYATAAN
Bismillahirrahmanirrahim Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Nim Jurusan Fakultas : Asral Puadi : 104011000046 : Pendidikan Agama Islam : Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Dengan ini saya menyatakan 1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu (S1) di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Jika kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan karya asli saya atau merupakan jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sangsi berdasarkan Undang-undang yang berlaku di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 15 Juli 2008

Asral Puadi

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI

PERANAN SUAMI DALAM MEMBINA KELUARGA SAKINAH

Skripsi Ini diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk memenuhi syarat-syarat mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S. Pd.I)

Oleh:

Asral Puadi NIM. 104011000046

Di bawah bimbingan

Prof. Dr. H. Salman Harun, M. A NIP. 150 062 568

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2008 M/1429 H

Lembar Pengesahan Panitia Ujian

LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi berjudul: “Peranan Suami dalam Membina Keluarga Sakinah” diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan telah dinyatakan lulus dalam Ujian Munaqasyah pada 22 Juli 2008 di hadapan dewan penguji. Karena itu, penulis berhak memperoleh gelar sarjana S1 (S. Pd.I) dalam bidang Pendidikan Agama Islam.

Jakarta, 22 Juli 2008 Panitia Ujian Munaqasyah Ketua Panitia (Ketua Jurusan/Program Studi) Dr. H. Abd. Fatah Wibisono, M. A NIP. : 150 236 009 Sekretaris (Sekretaris Jurusan/Prodi) Drs. Sapiudin Shidiq, M. Ag NIP. : 150 299 477 Penguji I Dr. H. Abd. Fatah Wibisono, M. A NIP. : 150 236 009 Penguji II Drs. Sapiudin Shidiq, M. Ag NIP. : 150 299 477 Mengetahui: Dekan, …………… ……………………. ………….. ……………………. ………….. ……………………. Tanggal ………….. Tanda tangan …………………….

Prof. Dr. Dede Rosyada, M. A. NIP. 150 231 356

i . Peranan suami dalam hal ini memegang kedudukan yang sangat penting dalam menciptakan keluarga yang sakinah. sehingga angota keluarga itu merasa tentram berada di dalam keluarganya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah peranan suami dalam membina keluarga yang sakinah. apalagi melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Dengan menggunakan metode Tafsir Maudhu’i (Tematik). dimana peranan itu akan menjadi tangung jawab suami dan akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah di akhirat kelak. terutama dalam membina keluarga yang sakinah juga akan terlihat pada masyarakat.ABSTRAK Asral Puadi “Peranan Suami dalam Membina Keluarga Sakinah” Islam telah menetapkan bahwa suami merupakan pemimpin dalam rumah tangga dan bertanggung jawab terhadap apa yang ia pimpin. Namun. bahkan tidak mau peduli sama sekali. yang akhirnya menjadi tanggung jawabnya harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab agar suami tidak merasa sebagai kepala rumah tangga yang berhak melakukan apa saja terhadap keluarganya sesuai dengan yang ia inginkan. maka diperoleh data-data bahwa Islam telah menetapkan peranan-peranan yang dimiliki oleh suami. yang umumnya dilakukan oleh kaum pria. baru kemudian suami itu akan mengetahui peranan yang menjadi tanggung jawabnya. Peranan suami. yaitu suami. serta mendidiknya. Menghadapi kenyataan tersebut suami terlebih dahulu harus mengetahui kedudukan dan fungsinya dalam keluarga. Oleh sebab itu dirasa sangat perlu adanya pemahaman tentang peranan suami dalam membina keluarga yang sakinah. tidak semua suami mengerti dan memahami tentang peranannya dalam rumah tangga yang menjadi tanggung jawabnya. Selain itu dampak dari ketidak mengertian dan pemahaman suami tentang peranannya sebagai kepala rumah tangga. terkadang suami cenderung ingin lepas dari peranannya itu. mawaddah warahmah. Sehingga suami akan lebih mudah dalam melaksanakan peranannya dalam membina rumah tangga yang sakinah. sesuai dengan kedudukan suami dalam rumah tangga. Justru sebaliknya suami harus bisa menjaga dan mengayomi seluruh anggota keluarganya.

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. motivasi serta bimbingan dari berbagai pihak.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan sebagaimana yang diharapkan. Segenap Bapak dan Ibu dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan pengalamannya kepada penulis selama menjalankan kuliah. sahabat-sahabatnya dan kepada seluruh umat Islam di seluruh alam. segala puja dan puji hanya milik Allah Tuhan Semesta Alam. Sebelumnya penulis mengucapkan jazakumullah khairan katsiran kepada kedua orang tua tercinta. 3. beserta keluarga. dengan curahan cinta dan kasih sayangnya. penulis banyak mendapatkan bantuan. telah mengantar penulis menyelesaikan pendidikan S1 di UIN Jakarta. Taufik dan Inayah-Nya. tenaga dan pikiran telah diperjuangkan dengan segala keterbatasan kemampuan yang penulis miliki. ii . Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada kekasih Allah pejuang agama Islam dan teladan teladan yang terbaik Nabi Muhammad saw. serta doa yang selalu dipanjatkan. Oleh karena itu. semoga Allah selalu menjaga serta memberikan rahmat. penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada: 1. Selama penyusunan skripsi ini dan selama penulis belajar di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam. pada kesempatan yang berbahagia ini. skripsi ini dapat terselesaikan. Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam dan Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. berkat Rahmat. nikmat beserta karunia-Nya kepada mereka. kerja kerasnya. 2. walaupun waktu. demi selesainya skripsi ini dan agar bermanfaat bagi penulis dan pembaca sekalian.

penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya. 6. Bapak Drs. Semoga skripsi ini dapat membuka cakrawala yang lebih luas bagi pembaca serta menambah pengetahuan dan semoga bermanfaat untuk kita semua. Kepada semuanya yang telah membantu penulisan skripsi ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Salman Harun. perhatian. H. memberikan pengalaman dan motivasi serta doa kepada penulis. 15 Juli 2008 Penulis iii .4. pengertian. MA. mencurahkan tenaga. 7. Seluruh keluarga di rumah khususnya orang tua tercinta “My Endless Love” Apak (Muris) dan Amak (Nurisna) yang telah mencurahkan segala kasih sayang dan tenaganya. Amin… Jakarta.. Dr. Elman Sadri. serta special for Vera Fauziah yang selama ini selalu saling melengkapi. sebagai penasehat akademik yang telah membimbing penulis selama menjadi mahasiswa. semoga Allah swt. 5. membalas kebaikan dan bantuan yang telah mereka berikan selama penulisan. Bapak Prof. dan kemudahan dalam memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berharga bagi penulis dengan penuh kesabaran dan dedikasi yang tinggi dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. serta yang selalu memberikan semangat dan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Kepada segenap teman-teman seperjuangan PAI kelas B-04 dan temanteman kosan di Bait An-Najwa. sebagai dosen pembimbing materi dan teknik penulisan skripsi ini. yang telah meluangkan waktu. Apabila terdapat kekurangan dan kekhilafan dalam penulisan skripsi ini mohon dimaafkan.

................................................................................................................................................................................................................................ Tujuan dan Manfaat Penulisan ........... 15 15 23 29 BAB III PERANAN SUAMI DALAM MEMBINA RUMAH TANGGA YANG SAKINAH ........... D....................................................................................................... 45 45 58 67 BAB IV PENUTUP ........................ .............................................................................................. A.................. 75 LAMPIRAN ................................ Bertanggung Jawab .............................................................................. i ii iv BAB I PENDAHULUAN ......................... Pembatasan dan Perumusan Masalah ...... Menciptakan Rumah Tangga Sakinah ................................................................................................DAFTAR ISI Abstrak ..... A................................... Latar Belakang Masalah... Kata Pengantar ... 73 73 74 DAFTAR PUSTAKA .................................................................. B................... A........ Memberikan Teladan ........ C................... Identifikasi............................... Fungsi Suami .......................... Tinjauan Pustaka ........ Metode Pembahasan .................................. C..... Kedudukan Suami ........ B........ B.................... Kesimpulan ........................................... E..................................... Daftar Isi ................................................................................. C...... Saran-saran ............... Kewajiban Suami .................................................. B.................................................................................... A............................................................... 1 1 11 12 12 13 BAB II SUAMI SEBAGAI KEPALA RUMAH TANGGA ......

Cet. 1993). Nabi Suami Teladan. Islam menata hidup perkawinan dengan sempurna.1 Aturan itu diramu dengan sangat sempurna. Ke-8. Salim Basyarahil. 2 1 Nasy’at. dengan perantaraan hubungan material dan individual. Terj. Dan Islam pulalah yang telah membawa dunia menuju revolusi besar dalam berbagai aspek kehidupan. dengan izin Allah. 11. Melalui perkawinan manusia dapat saling mengasihi. sehingga umat yang patuh pada aturan yang dibuat akan menemukan suatu kebahagiaan dan kedamaian. Islam tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan penciptanya tetapi juga mengatur hubungan antara manusia dengan manusia. 11 1 . Latar Belakang Masalah Islam merupakan risalah terakhir dari langit ke bumi yang universal.2 Nasy’at Al-Masri. h. dengan perantaraan seorang suami dan istri. maka lahirlah putera-puteri yang mungil. karena masalah ini adalah masalah pokok yang sangat vital. menjalin hubungan kekeluargaan dan meneruskan keturunan. h. Kehidupan perkawinan merupakan industri pertama bagi umat sesudahnya untuk meningkatkan industri selanjutnya.BAB I PENDAHULUAN A. Bayangkan. Nabi Suami Teladan…. dan sebagainya. (Jakarta: Gema Insani Press.

adalah agar masing-masing saling membutuhkan. mengarahkan pertemuan itu sehingga terlaksananya “perkawinan” dan beralihlah kerisauan laki-laki dan perempuan menjadi ketentraman dan sakinah. menjelaskan bahwa “perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang lakilaki dengan perempuan sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Karena itu. saling memerlukan.3 Mendambakan pasangan merupakan fitrah sebelum dewasa. yaitu dengan wali dari pihak perempuan dan dengan keluarga perempuan itu secara keseluruhan. serta dengan perempuan itu sendiri.2 Hikmah diciptakan oleh Allah manusia berpasang-pasangan yang berlainan bentuk dan sifat. sehingga dapat hidup berkembang selanjutnya.5 Perjanjian yang dibuat oleh seorang muslim untuk menjadikan seorang muslimah sebagai istri.4 Menurut pasal 1 undang-undang perkawinan nomor 1 tahun 1974. Karena itu hidup sebagai suami istri bukanlah semata-mata sebuah ikatan yang dibuat berdasarkan perjanjian dengan manusia. agama mensyariatkan dijalinnya pertemuan antara laki-laki dan perempuan. merupakan perjanjian yang dibuat atas nama Allah. akan tetapi yang lebih penting lagi adalah membuat perjanjian dengan Allah.6 ˱ ˴ ˸Σ˴ ˴ ˱ ͉ ˴ ͉ Ϣ˵ ˴ ˸ϴ˴ ˴ ˴ ˴ ˴ Ύ˴ ˸ϴ˴˶΍Ϯ˵ ˵ ˸δ˴ ͋˱ Ο΍˴ ˸ί˴˸Ϣ˵ ˶ ˵ ϧ˴˸Ϧ͋ Ϣ˵ ˴˴ ˴˴ ˸ϥ˴˶ ˶ Ύ˴ ΁˸Ϧ˶ ˴ ΔϤ έϭ ΓΩϮϣ ϜϨ Α ϞόΟϭ Ϭ ϟ· ϨϜ Θϟ Ύ ϭ ΃ Ϝδϔ ΃ ϣ Ϝϟ ϖϠΧ ΃ ϪΗ ϳ ϣϭ ˻˺ϡϭήϟ΍. dan dorongan yang sulit dibendung. Oleh karena itu. pernikahan adalah salah satu di antara tandatanda kekuasaan Allah.

(Bandung: Mizan. Cet. 5 Rusli Amin. 1.˴ ϭ˵ ͉ ˴ ˴ ˴ ˳ ˸Ϯ˴ ͋˳ Ύ˴ ΂˴˴ ˶˴ ϲ˶ ͉ ˶ ϥ ήϜϔΘϳ ϡ Ϙϟ Ε ϳ ϟ ϚϟΫ ϓ ϥ· Allah Swt. Cet. Cet. 2003). h. Wawasan Al-Qur’an. 4 3 M. berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 21: Amir Taat Nasution. 2000). Ilmu Pendidikan. Ke-1. 1999). h. Rahasia Perkawinan dalam Islam: Tuntunan Keluarga Bahagia (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. Alisuf Sabri. 14. 1994). h. (Jakarta: Al-Mawardi Prima. 192. (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. Ke-3. 6 . 24. Ke-11. h. Ke-11. Rumahku Surgaku: Sukses Membangun Keluarga Islami. Quraish Shihab. Cet.

S. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Q. karena tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas hubungan suami dan istri dalam rumah tangga sangat mempengaruhi keluarga menjadi sakinah mawaddah wa rahmah. (Bandung: Mizan. ada ketenangan. Ar-Rum: 21). supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. sehingga keluarga harus dijadikan tempat tinggal yang penuh dengan kebahagiaan agar seluruh anggota keluarga betah di rumah dan selalu merindui. A.ketika jauh dari pasangannya. S. yaitu menciptakan ketentraman dan keselamatan dari segala bentuk kejahatan yang ditimbulkan oleh orang lain.7 Islam menjadikan keluarga sebagai tempat untuk menjaga diri. Ayat tersebut menggambarkan jalinan ketentraman. haruslah bersama-sama antara suami dan istri untuk mengekalkan cinta yang merupakan anugerah dari Allah. An-Nahl: 80). Sesuai dengan firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 80: “Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal . kenyamanan dan kasih sayang.“ (Q. rasa kasih dan rasa sayang sebagai suatu ketenangan yang dibutuhkan oleh masing-masing individu – lakilaki dan perempuan . dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Untuk mewujudkan keluarga seperti yang di atas.3 “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. ketentraman. 8 7 ́˹ϞΤϨϟ΍. kebahagiaan bukanlah sebuah kemustahilan untuk dicapai. Terj.. Maka dari itu. 1990). hanya dengan pasangannyalah ia dapat menikmati manisnya cinta dan indahnya kasih sayang dan kerinduan. h. tentu sangat menginginkan kebahagiaan hadir dalam kehidupan rumah tangga mereka.. Rumah tangga yang menjadi surga dunia! tidaklah identik dengan limpahan materi. 82. sebab kebahagiaan merupakan pilihan dan buah dari cara berfikir dan bersikap.8 Lembaga Darut-Tauhid. Ke-1. Setiap suami istri yang menikah. Kiprah Muslimah dalam Keluarga Islam. Chumaidi Umar. Cet.

Kado Cinta untuk Istri. 2005). 91. Ke-1.˱ ΎϨ˴ ˴ ˸Ϣ˵ ˶ Ϯ˵ ˵ Ϧ͋ Ϣ˵ ˴˴ ˴ ˴ ˵ ˷ϟ΍˴  Ϝγ ϜΗ ϴΑ ϣ Ϝϟ ϞόΟ ϪϠ ϭ Sholeh Gisymar. Cet. (Yogyakarta: Arina. h. .

Wawasan Al-Qur’an…. murah hati. sehingga pintu-pintunya pun tertutup untuk dimasuki keburukan. DR. Prof. Quraish Shihab. Quraish Shihab mengatakan: “Rahmah” kondisi psikologis yang muncul di dalam hati akibat menyaksikan ketidakberdayaan. 196. Agar perkawinan itu menjadi kuat. yang dipupuk oleh suami dan istri sangat menentukan bagaimana kondisi rumah tangga tersebut. Cet. Rahmah menghasilkan kesabaran. suami istri harus sama-sama menjaga dan menghormati ikatan perkawinan yang telah dibuat sebagai sebuah ikatan yang suci.4 “Kehidupan suami istri itu adalah rumus dari kebahagiaan dunia”. Ke-3. badan berdekatan namun ruh berjauhan”. Jadi. Mawaddah Mawaddah adalah kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk. h. diperlukan pengikat yang kuat pula. tidak mencari keuntungan sendiri. Quraish Shihab mengatakan: “Mawaddah” adalah “cinta plus”. seperti apa yang terjadi pada orang bercinta. Adapun pengikat perkawinan yaitu: 1. h. Wawasan Al-Qur’an…. h. 10 9 M. Karakteristik Lelaki Shalih. Lebih tegas Dr. tidak cemburu buta. Quraish Shihab.11 Kualitas mawaddah wa rahmah di dalam rumah tangga. tidak bisa kita Abu Mohammad Jibril Abdurrahman. 21. Maka ciptakanlah keluarga yang bahagia agar hidup di dunia juga bahagia. 11 . 195. DR. M. Yusuf Al-Qardlawy mengatakan “bahwa tidak ada artinya hubungan suami istri yang tidak didasarkan pada cinta dan kasih sayang. (Yogyakarta: Wihdah Press. Orang yang di dalam hatinya ada mawaddah tidak akan memutuskan hubungan.10 2. tidak menjadi pemarah apalagi pendendam. Rahmah Prof. Ini disebabkan hatinya begitu lapang dan kosong dari keburukan.9 Oleh sebab itu. 2000). apakah bahagia atau tidak.

senda gurau yang menyenangkan. bersabda: “Jika datang seorang pelamar yang bagus agamanya kepadamu. saling menasehati dan toleran meletakkan pondasi mengangkat keluarga Islam dalam suatu lingkungan yang lestari dan sehat. ciuman yang mesra serta berbagai perilaku mulia yang menyejukkan hati dan mendinginkan gundahnya. Dan yang terbaik itu adalah yang bagus agamanya. ϭνέϷ΍ϲϓΔϨΘϓϦϜΗ΍ϮϠόϔΗϻϥ΍ϩϮΟϭΰϓ ϪϨϳΩϭ ϪϘϠΧϥϮοήΗϦϣϢϛΎΗ΃΍Ϋ΍ Sebagaimana Rasulullah. Ibnu Hibban). kepahitan dalam hidup. tetapi perempuan pun diberi hak untuk memilih laki-laki yang akan dijadikannya suami. minuman. wajah yang cerah. karena dia memang dianggap sebagai yang paling bertanggung ϥΎΒΣϦΑ΍ϩ΍ϭέ. Karena jika tidak. perkataan yang halus. kasih sayang. orang yang selalu di sorot dalam kehidupan rumah tangga adalah seorang istri.14 Selama ini.13 Untuk mewujudkan itu. akan terjadi fitnah di atas bumi dan banyak kerusakan” (H.5 sangkal bahwa istri tidak hanya membutuhkan makanan. tempat tinggal dan segala kebutuhan material belaka. maka kawinkanlah dia. tidak hanya perempuan yang harus dipilih oleh lakilaki. sentuhan yang lembut. kerjasama. bahkan itu semua melebihi daripada kebutuhan material12. saw. senyum yang ceria. Pernikahan dalam Islam menawarkan ketenangan jiwa dan kedamaian pikiran. pakaian. harmonis. namun istri juga sangat mengharapkan dari suami perhatian yang tulus. R. sehingga laki-laki dan perempuan bisa hidup bersama dalam cinta.

Terj. Menjadi Suami Tercinta. Cet. Terj. 93. h. (Pasuruan: Hilal Pustaka. 2007). (Jakarta: PT Mitra Pustaka.ξϳήϋΩΎδϓ jawab tentang kehidupan di dalam rumah. Ke-1. Juz. 14 13 Jalaluddin Abdurahman Suyuti. Ke-1. h. Cet. h. 1999). Bukhori Abu Syauqi. . Menjadi Muslim Ideal. 1. xiii. merawat ‘Adil Fathi Abdulloh. Jami’ Al-Hadis. (Beirut: Daar Al-Fikr). Ahmad Baidowi. 144. 12 Muhammad Ali Al-Hasyimi. mulai dari melayani suami.

1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia…. h. h. 1996). hingga menimbulkan rasa cinta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1988). Karakteristik Lelaki Shalih…. 769. Tidak becusnya seorang istri dalam melayani suami. peranan suami dalam membina keluarga sakinah adalah 15 Abu Mohammad.6 dan mendidik anak. Cet. Cet. sehingga ia tidak bisa membimbing istrinya. Sedangkan “peranan” adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. 1. menjadi bapak bagi anak-anaknya. 19 18 17 16 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Ke-3. karena itulah Islam menetapkan kriteria khusus baginya. nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran serta saling keterikatan. h. peran memiliki arti seperangkat tingkat yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat. h. saling melengkapi untuk tercapainya cita-cita menjadi keluarga yang sakinah15. 751. h. karena suami pun ikut bertanggung jawab. Ke-1. tidak berhasil dalam mendidik anak dan lain sebagainya. Bimbingan Islam untuk Mencapai Keluarga Sakinah. istri lah yang sering disalahkan. kasih sayang. ketentraman dan kebahagiaan. apalagi sebagai musuh. juga menggambarkan bahwa suami tidak bisa menjadi pemimpin dalam rumah tangga tersebut. istri bukanlah menjadi saingan bagi suami. yang dimaksud suami yaitu “Laki-laki yang menjadi pasangan hidup resmi seorang perempuan”17. Dalam kehidupan rumah tangga adakalanya laki-laki menjadi pemimpin bagi keluarganya. 21.16 Dalam kamus besar bahasa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia.18 Dan sakinah disini adalah kedamaian. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (Jakarta: Balai Pustaka. menjadi teman hidup serta sebagai saudara bagi istrinya. Edisi ke-2.19 Jadi. Tetapi suami dan istri itu akan jalan bersama. Sejujurnya tidaklah pantas untuk selalu menyalahkan istri. Suami istri adalah pondasi dasar bagi sebuah bangunan rumah tangga. 860. ini berakibat ketika ada sesuatu kesalahan di rumah tangga itu. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Bandung: Al-Bayan. Sedangkan Peranan adalah dari kata dasar “peran” yang ditambahkan akhiran “an”. (Jakarta: Balai Pustaka. Abdul Hamid. Terj. Ida Nursida. Dengan demikian. .

20 Perbedaan-perbedaan itu tentu mempunyai hikmah yang banyak dan laki-laki maupun perempuan tidak akan dapat membantah dan menyangkalnya. juga telah menciptakan perbedaan antara laki-laki dan perempuan. kulit dan dagingnya. “dalam susunan badannya. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. suami yang bertanggung jawab adalah suami yang bergaul dengan istrinya secara baik dan sabar atas apa yang tidak disukai darinya. mereka dapat saling mengerti.7 bagian dari tugas utama yang harus dilakukan oleh suami (laki-laki yang menjadi pasangan hidup resmi seorang perempuan) untuk mewujudkan keluarga yang penuh dengan kedamaian. Kemudian bila kamu tidak 20 ˺̂˯ΎδϨϟ΍. Dan kekurangan itu membuktikan bahwa manusia tidak ada yang sempurna dan sifat yang sempurna itu hanyalah ada pada Allah swt.22 Sesuai ˶ ˸ό˴ ˶ ˸΍Ϯ˵ ˴ ˸ά˴ ˶͉ ˵ Ϯ˵˵ ˸ό˴ ˴ ˴ ˱ ϫ˸ή˴ ˯Ύ˴ ͋ ϟ΍˸΍Ϯ˵ ˶ ˴ ϥ˴˸Ϣ˵ ˴͊ ˶ ˴ ˴ ˸΍Ϯ˵ ˴ ΁˴ ϳ˶ ͉΍Ύ˴ ͊ ˴Ύ˴ ξ ΒΑ Βϫ Θϟ Ϧϫ Ϡπ Η ϻϭ Ύ ϛ δϨ ΛήΗ ΃ Ϝϟ ϞΤϳ ϻ Ϩϣ Ϧ άϟ Ϭϳ΃ ϳ dengan firman Allah swt. dalam surat An-Nisa ayat 19: ͉ ˵ Ϯ˵ ˵ ˸ϫ˶ ˴  ϥ˶ ˴  ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶  ͉ ˵ ϭ˵ ˶ Ύ˴ ˴  ˳ ˴ ͋ ˴ ͊  ˳ ˴ ˶ Ύ˴ ˶  ˴ ϴ˶ ˸΄˴  ϥ˴ ͉ ˶ ͉ ˵ Ϯ˵ ˵ ˸ϴ˴ ΁ Ύ˴ Ϧϫ ϤΘ ήϛ Έϓ ϑ ή Ϥ Α Ϧϫ ήη ϋϭ ΔϨϴΒϣ ΔθΣ ϔΑ Ϧ Η ϳ ΃ ϻ· Ϧϫ ϤΘ Η ϣ “Hai orang-orang yang beriman. Pada diri manusia mempunyai kelebihan dan juga kekurangan. ketenangan dan kebahagiaan. sayang menyayangi dan selanjutnya mereka juga dapat saling kuasa menguasai. untuk itulah manusia hidup di dunia ini harus saling tolong menolong dan lengkap melengkapi. sehingga dengan perbedaan itu. bentuk dan sifatnya. kelebihan. ketentraman. kekuatan tubuh dan anggotanya. terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Allah swt. cinta mencintai.21 Menurut Al-Quran. tulang dan darahnya. tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya. akal dan pikirannya. jenis kelamin dan seterusnya”. kepala dan rambutnya. Maka dari itu pendamping istri yang baik adalah suami yang bertanggung jawab.

Abu Mohammad. 2005). Ke-1. 22 . Bingkai Cinta Sepasang Merpati: Bahagia Menjadi Suami Ideal dan Istri Ideal”. Karakteristik Lelaki Shalih…. 21 Majdi Fathi Al-Sayyid. Cet.˱ήϴ˶ ˴ ˱ή˸ϴ˴ ˶ ϴ˶ ˵ ˷ϟ΍˴ ˴ ˸Π˴ ˴ ˱ Ό˸ϴ˴ ˸΍Ϯ˵ ˴ ˸Ϝ˴ ϥ˴ϰ˴ ˴ ˴ ΍ Μϛ ΍ Χ Ϫ ϓ ϪϠ Ϟό ϳϭ Ύ η ϫή Η ΃ δόϓ Abu Mohammad. (Jakarta: Aillah. h. 185. h. 12. 12. Terj. h. Karakteristik Lelaki Shalih…. Ibnu Ali.

(maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu. dengan ikhlas penuh semangat dan lapang dada.8 menyukai mereka.24 mengatakan: “Yang selalu menunaikan kewajiban-kewajiban Allah. padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (Q.23 Sejalan dengan Al-Qur’an dan hadis di atas. Pandangan Al-Quran di atas tentang suami yang bertanggung jawab.27 23 ϯάϣήΘϟ΍ϩ΍ϭέ.26 Di lain pihak Sholeh Gisymar menyebut suami sebagai “suami yang dapat mendidik dan mengarahkan istri pada kebaikan yang dapat menuntunnya menggapai ridha Ilahi”. S. hampir sama dengan pendapat Kasmuri Selamat: “yang melaksanakan kewajiban terhadap keluarganya dengan penuh tanggung jawab. sama dengan pandangan hadis dari Rasulullah saw. Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi’ mengatakan bahwa suami “akan menjaga istrinya. Timidzi). dan sebaik-baik kalian adalah kalian yang baik terhadap istriistri kalian” (H. dan memperlakukannya dengan patut seperti yang diperintahkan oleh Allah”. yang selalu berusaha membahagiakan istrinya”. penuh perhatian serta berlapang dada”. bersemangat. keluarga dan semua orang yang ada dalam tanggungannya. yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.25 Penuturan Ahmad Kusyairi tersebut. R. An-Nisa: 19).: “Sesungguhnya mukmin yang sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.

Juz. (Jakarta: Maghfirah Pustaka. 9. 1. h. Ke-1. Cet.. 83. Kasmuri Selamat. Abdul Roysad Shiddiq. (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Kado Cinta untuk Istri. Menghadirkan Surga di Rumah. 2007). 2007).. Cet. 2007). Terj. Ke-6. Ke-8. Kado Pernikahan. 27 26 25 24 Sholeh Gisymar. h. . Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi’. h.ϢϬ΋ΎδϨϟϢϛέΎϴΧϢϛέΎϴΧϭΎϘϠΧϢϬϨδΣ΃ΎϧΎϤϳ·ϦϴϨϣΆϤϟ΍ϞϤϛ΃ Ahmad Kusyairi. 63. h. yang menyebut suami dengan istilah “Suami yang Shalih” Abdurahman Suyuti. 109.. Cet. Suami Idaman Istri Impian: Membina Keluarga Sakinah. (Jakarta: Kalam Mulia. 2. Jami’ Al-Hadis …. h. Ahmad Kusyairi Suhail.

dimana segala tingkah lakunya akan ditiru.9 Berdasarkan dari penjelasan-penjelasan tersebut di atas dapat penulis simpulkan bahwa ada peranan yang harus dilakukan oleh suami. pertanggung jawaban amanat tersebut. 160. (Bandung: Remaja Rosda Karya. Dari kedua orang tua. 28 . sebagai pemberi amanat. Jelas sekali tanggung jawab orang tua terhadap anak tidaklah kecil. keluarga merupakan salah satu lembaga yang bertanggung jawab atas pendidikan anak selain sekolah dan masyarakat. dikenal adanya Tri Logy Pendidikan atau Tri Pusat Pendidikan. Karena dalam proses pendidikan. Di antara 3 (tiga) lingkungan tersebut. Cet. kehidupan anak juga lebih banyak dihabiskan dalam pergaulan keluarga. 1994). Ke-2. h. tentu kita tidak bisa melupakan sosok anak. yaitu 3 (tiga) lingkungan (lembaga) pendidikan yang sangat berpengaruh dalam perkembangan kepribadian anak didik. terutama dari ibunya. untuk pertama kali seorang anak mengalami pembentukan watak (kepribadian) dan mendapatkan pengarahan moral. Sebagaimana dinyatakan oleh Ki Hajar Dewantara. Walaupun demikian peran dari seorang ayah tidak bisa dilupakan. Berbicara tentang keluarga. Dalam dunia pendidikan. Ketika peranan itu dilakukan.28 Dengan demikian. Tiga lembaga pendidikan tersebut adalah: pendidikan keluarga. sekolah dan masyarakat. karena ayah lah yang membimbing Istri tersebut dan dia menjadi figur sebagai seorang pemimpin sekaligus pembimbing bagi anak-anak. seorang anak lebih dulu memperoleh bimbingan dari keluarganya. langsung berhubungan dengan Allah swt. Itulah sebabnya pendidikan keluarga disebut sebagai pendidikan pertama dan yang utama serta merupakan Ahmad Tafsir. secara umum inti tanggung jawab itu ialah penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak dalam rumah tangga”. “Amanat yang wajib dipertanggung jawabkan. sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas dan sebelum mendapat bimbingan dari sekolah. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Dalam Islam. maka hadirlah di tengah-tengah keluarga kebaikan dan keberkahan. anak dipandang sebagai amanat dari Allah swt. lingkungan keluarga yang paling penting pengaruhnya dalam pendidikan agama. Apalagi dalam keseluruhannya.

10 peletak pondasi dari watak dan pendidikan setelahnya.29 Ketika kita membicarakan pendidikan keluarga merupakan pendidikan awal ϩ΍ϭέ. yakni dengan menanamkan ajaran agama dan akhlak karimah”. Karena itu. orang tua yang berperan dan bertanggung jawab atas kehidupan keluarga harus memberikan dasar dan pengarahan yang benar terhadap anak. “Demikianlah keluarga mempunyai peranan penting dalam proses pendidikan anak.

: “Tidak ada seorang anak pun kecuali dilahirkan sesuai dengan fitrah.30 pada skripsi ini dengan judul “PERANAN SUAMI DALAM MEMBINA KELUARGA SAKINAH”. atau Majusi” (H. 2. 29 Wahjoetomo. 3. Melihat realita yang ada. Inti dari sebuah keluarga itu adanya suami. Cet. penulis mencoba menuangkan permasalahan tersebut 1. R. (Jakarta: Gema Insani Press. Perguruan Tinggi Pesantren Pendidikan Alternatif Masa Depan. Ke-1. istri dan anak. ϪϧΎδΠϤϳ ϭ΃ Ϫϧ΍ήμϨϳ ϭ΃ Ϫϧ΍ΩϮϬϳ ϩ΍ϮΑ΄ϓ Γήτϔϟ΍ ϰϠϋ ΪϟϮϳ ΩϮϟϮϣ Ϧϣ Ύϣ yang sangat penting. Muslim. dkk. Al-Bukhari dan Muslim). 30 . atau Nasrani. yaitu membentuk keluarga yang sakinah. 21. Suami merupakan pemimpin dalam kehidupan rumah tangga yang memiliki peranan yang sangat besar dalam membimbing istri dan mempersiapkan pendidikan untuk anak-anaknya. Shahih Imam Muslim. banyaknya suami yang melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). lalu kedua orang tuanya yang menjadikannya beragama Yahudi. Adapun alasan penulis memilih judul skripsi ini sebagai berikut: ϢϠδϣϭϱέΎΨΒϟ΍ Atas pemikiran di atas. 869. Terj. (Jakarta: Keluarga Lathief. ini sangat sesuai dengan hadis Rasulullah saw. maka suami yang bertanggung jawab sangat mutlak diperlukan untuk mencapai citacita dari perkawinan. Cet. 1997). h. penuh dengan mawaddah wa rahmah. h. Rais Lathief. 2003). Khusus.

Peranan suami dalam membina keluarga yang sakinah. Untuk dapat menjadikan sebuah karya tulis yang baik pembatasan terhadap masalah yang akan dikaji merupakan salah satu bagian penting demi terciptanya fokus pembahasan. 2. 2. Bagaimana peranan suami sebagai kepala rumah tangga dalam membina keluarga sakinah? 2. 2. Identifikasi Masalah Dari permasalahan-permasalahan yang dapat diidentifikasi di atas. Pembatasan dan Perumusan Masalah 1. Bagaimana peranan suami dalam membina keluarga yang sakinah? 3. diharapkan menjadi sumbangan pemikiran yang dapat dimanfaatkan oleh semua pihak yang membutuhkan. Bagaimana karakteristik suami yang bertanggung jawab? . untuk itu objek kajian yang akan dituangkan ke dalam skripsi ini diidentifikasikan pada hal-hal berikut: 1. Pembatasan Masalah Kemudian dalam penulisan skripsi ini penulis merasa perlu untuk memberikan suatu pembatasan masalah agar tidak melebar.11 4. Karakteristik Suami yang bertanggung jawab 3. yaitu: 1. B. Perumusan Masalah Dari pembatasan masalah di atas. Suami sebagai kepala rumah tangga. kiranya harus dicarikan jawaban dari masalah-masalah tersebut dan menyelesaikannya. Identifikasi. Peranan yang dimaksud adalah bagian dari tugas utama (kepala keluarga) yang harus dilakukan oleh suami. Untuk memperkaya khazanah keilmuan tentang konsep-konsep Islam. penulis merumuskan masalah menjadi: 1. Suami yang dimaksud adalah yang berstatus sebagai individu dan anggota masyarakat yang menjadi pasangan hidup resmi seorang perempuan yang diikat dengan tali pernikahan. 3.

Dari tulisan ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan para orang tua dalam upaya membentuk keluarga yang sakinah. Ke1. Untuk mengetahui peranan suami dalam membina keluarga yang sakinah. Sedangkan tujuan akademis dari penulisan skripsi ini adalah untuk memperluas paradigma berpikir dan wacana keilmuan dalam bidang pendidikan. Berdasarkan seluruh permasalahan yang dirumuskan dalam perumusan masalah. 1997). Metode Pembahasan Metode pembahasan yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode maudhu’i (tematik). Cet. Ulumul Quran II. c. Ahmad Rofi’i. b. terutama pendidikan keluarga. 31 . (Bandung: Pustaka Setia. D. 2. Memberi acuan bagi para pelajar laki-laki untuk menjadi laki-laki yang shaleh/bertanggung jawab dan mampu mengatasi berbagai masalah dalam rumah tangga. Untuk itu harus dilakukan komparasi dan Ahmad Syadali. Yaitu cara-cara menafsirkan ayat-ayat Al-Quran yang dilakukan dengan cara tertentu31.12 C. Tujuan dan Manfaat Penulisan 1. Manfaat penulisan Adapun hasil penulisan skripsi ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: a. 115. b. begitu juga dengan penulisan skripsi ini. maka secara spesifik tujuan yang akan dicapai dari penulisan ini adalah sebagai berikut: a. Untuk mengetahui kedudukan dan fungsi suami sebagai kepala rumah tangga. Untuk mengetahui kriteria suami yang bertanggung jawab.. Tujuan penulisan Setiap karya tulis yang bernilai ilmiah tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai. h.

E. Selasa. di dalam karyanya Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Mizan). M. penafsir membahas dan menganalisis kandungan ayat-ayat tersebut sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh32. 2000). 161.or. Kemudian. Tinjauan Pustaka Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang disusun dalam rangka menyelesaikan studi tingkat sarjana program strata 1 (S1). 33 32 Rosihon Anwar. . kemudian dibahas atau ditafsirkan sesuai dengan kaedah yang berlaku. h.qalam. Adapun pedoman yang di jadikan sandaran penulis dalam penulisan skripsi ini adalah pedoman penulisan skripsi yang diterbitkan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Antara Kewajiban dan Realitas yang menjadi referensi penulis dalam rangka mengetahui berbagai teori tentang peranan http://www. Husain Syahatah merupakan penulis sebuah buku dengan judul Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga. ketua jurusan tafsir di Universitas al-Azhar33.id/?pilih=news&aksi=lihat&id=341. Maka tidak menutup kemungkinan ketika skripsi yang disusun oleh penulis ini memiliki kemiripan dengan skripsi penulis lainnya. Pengenalan Singkat Tentang Metode Tafsir Tematik Sebagai Salah Satu Metode Tafsir Terbaru. (Bandung: Pustaka Setia. Ke-1. Quraish Shihab. Dan sebagai tinjauan pustaka penulis dalam menyusun teori-teorinya mengambil dari buku-buku dan skripsi yang bersangkutan dengan kewajiban suami dalam pandangan Islam. Cet. 20 Nopember 2007.13 penghimpunan ayat yang saling berkaitan. oleh Hamid. Dr. memberikan defenisi tafsir maudhu’i secara lebih rinci: “…menghimpun ayat-ayat Al-Quran dari berbagai surah dan yang berkaitan dengan persoalan atau topik yang ditetapkan sebelumnya. banyak hal khususnya teori dan pendapat yang menjadi perhatian penulis untuk dijadikan penunjang penulisan dan menjadi perbandingan bagi penulis selanjutnya. Ilmu Tafsir.” Orang yang pertama kali memperkenalkan metode ini adalah al-Jalil Ahmad As-Sa’id al-Kumi. Dalam beberapa buku dan skripsi yang saya baca.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa peranan suami itu tidak jauh berbeda dengan peranan istri dalam Islam. perbedaannya adalah suami merupakan pemimpin di dalam keluarga dan besar larangannya jika suami tidak memperhatikan urusan keluarga (istri dan anak). Dari skripsi yang penulis susun ini terdapat perbedaan dengan tinjauan pustaka yang penulis tunjukan yaitu karya Husain Syahatah Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga. . apalagi tidak memberi nafkah kepada mereka. pendidik dan pendamping istri dalam rumah tangga.14 suami dalam membina keluarga yang sakinah. Antara Kewajiban dan Realitas perbedaan tersebut terletak pada penjabaran teori yang lebih melihat dengan jelas kepada kewajiban suami sebagai kepala.

yakni yang menyangkut pencarian nafkah. h. Disini. Di sinilah kadang seorang kepala rumah tangga kurang menyadari tugas-tugas ibu rumah tangga. 15 . defenisi ibu rumah tangga adalah bahwa seorang ibu mempunyai tugas-tugas pengaturan rumah tangga berskala “kecil. seorang ibu rumah tangga dihabiskan waktunya untuk disibukkan dalam rumah tangga tersebut. Logika ini tidak bisa diganti dengan sebaliknya. yang berlaku umum dalam masyarakat kita adalah bahwa kepala rumah tangga mengurusi urusan-urusan “besar” dalam rumah tangga. pengaturan urusan dapur.” seperti pengaturan rumah dan perabotan. 276. Problemya adalah apa yang dimaksud dengan kepala rumah tangga dan apa yang dimaksud dengan ibu rumah tangga. Cet. Sementara. 1996). penjagaan hubungan rumah tangga dengan masyarakat.” tetapi pada kenyataannya. dan urusan-urusan lain yang melibatkan rumah tangga dengan kehidupan sosial. dan istri adalah ibu rumah tangga. Hanya untuk Suami. Fungsi Suami Sudah jamak dipahami bahwa suami adalah kepala rumah tangga. Ke-1. 1 Majid Sulaiman Daudin.BAB II SUAMI SEBAGAI KEPALA RUMAH TANGGA A. tugas ibu rumah tangga tersebut ringan dan “kecil. (Jakarta: Gema Insani. pengaturan kesejahteraan anggota-anggota rumah tangga dan pengaturan anak. pengaturan urusan keuangan rumah tangga.1 Tampaknya.

bertujuan untuk menciptakan negara yang maju. yang memerlukan seseorang pemimpin. Maka. ini tergambar jelas dalam firman Allah: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Dan hal ini memang telah dimekanismekan oleh alam. maka suami akan menyadari bahwa tugas-tugas konkrit seorang istri lebih berat daripada tugastugas seorang suami. oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). kerelaan seorang istri untuk menjadi ibu rumah tangga dan keikhlasannya menganggap suami menjadi kepala rumah tangga. Agama Islam menganggap bahwa pemimpin atau kepala dalam rumah tangga ˸Ϧ˶  ˸΍Ϯ˵ ˴ ϧ˴ Ύ˴ ˶ ˴  ˳ ˸ό˴  ϰ˴˴  ˸Ϣ˵ ˴ ˸ό˴  ˵ ˷ϟ΍ ˴ ͉ ˴  Ύ˴ ˶  ˯Ύ˴ ͋ ϟ΍ ϰ˴˴  ˴ Ϯ˵ ΍͉ ˴  ˵ Ύ˴ ͋ ϟ΍ ϣ Ϙϔ ΃ ϤΑϭ ξ Α Ϡϋ Ϭπ Α ϪϠ Ϟπϓ ϤΑ δϨ Ϡϋ ϥ ϣ Ϯϗ ϝ Οή itu adalah seorang suami. dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (Q. bahwa pembagian yang seperti itu adalah pembagian yang alamiah2. An-Nisa: 34). Keluarga bisa dianggap sebagai miniatur dari sebuah sistem pemerintahan. aman dan sejahtera. Begitu juga dengan keluarga.16 Jadi. (˼˽˯ΎδϨϟ΍. adalah penghormatan yang setinggi-tingginya yang dapat diberikan oleh seorang istri kepada suaminya. mawaddah wa rahmah. kalau para suami mau jujur terhadap dirinya sendiri. yang memerlukan seorang pemimpin yang biasa disebut dengan kepala rumah tangga untuk menciptakan keluarga yang diimpikan yaitu keluarga yang sakinah. S.

Kemudian Az-Zamaksyari menjelaskan bahwa laki-laki berkewajiban melaksanakan amar makruf nahi mungkar kepada perempuan. Hanya untuk Suami.˸Ϣ˶ ˶΍˴ ˸ϣ˴ Ϭϟ Ϯ ΃ ˯Ύ˴ ͋ ϟ΍ ϰ˴˴  ˴ Ϯ˵ ΍͉ ˴  ˵ Ύ˴ ͋ ϟ΍. δϨ Ϡϋ ϥ ϣ Ϯϗ ϝ Οή Para lelaki. h. Al-Alusi menyatakan hal yang senada bahwa tugas laki-laki adalah memimpin perempuan.. Ibnu Abbas – pakar tafsir yang terkenal di kalangan sahabat – menafsirkan bahwa laki-laki (suami) adalah pihak yang mempunyai kekuasaan dan wewenang untuk mendidik perempuan (istri). pemimpin dan penanggung jawab atas para wanita. 277.. sebagaimana 2 Majid Sulaiman. sebagaimana penguasa terhadap raknyatnya. . yakni jenis kelamin atau suami adalah qawwamun.

” sedangkan Ibnu Katsir memaknainya dengan “laki-laki adalah pemimpin yang dituakan dan pengambil kebijakan bagi perempuan.17 pemimpin memimpin raknyatnya dalam bentuk perintah. larangan dan semacamnya.3 Kata (˵ Ύ˴ ͋ ϟ΍) ar-rijal adalah bentuk jamak dari kata ϝ Οή (ϞΟέ. Jalaluddin as-Suyuthi memaknainya dengan “laki-laki sebagai penguasa (musallithun) atas perempuan.

Quraish Shihab menemukan bahwa Muhammad Thahir Ibn Asyur dalam tafsirnya mengemukakan satu pendapat yang amat perlu dipertimbangkan yaitu bahwa kata ar-rijal tidak digunakan oleh bahasa Arab. Berbeda dengan kata (˯ΎδϨϟ΍. yang diterjemahkan lelaki. bahkan bahasa Al-Quran dalam arti suami. adalah “karena mereka mereka. dikemukakan bahwa ar-rijalu qawwamuna ‘ala an-nisa’. bukan berarti lelaki secara umum karena konsideran pernyataan di atas. Dalam buku wawasan Al-Quran. Seandainya yang dimaksud dengan kata “lelaki” adalah kaum pria secara umum. seperti ditegaskan pada lanjutan ayat. walaupun Al-Quran tidak selalu menggunakannya dalam arti tersebut. Tetapi kemudian M. maka tentu konsiderannya tidak demikian4.

an-nisa’ atau (para suami) menafkahkan sebagian dari harta mereka” yakni untuk istri-istri Γ΃ήϣ΍.

yaitu suami. Namun. kata ar-rijal yang dimaksud oleh Quraish Shihab dalam bukunya wawasan al-Quran adalah lelaki secara khusus. Kata yang terambil dari kata (ϡΎϗ. imra’ah yang digunakan untuk makna istri5. karena konsideran dengan lanjutan ayat yaitu “karena mereka (para suami) menafkahkan sebagian dari harta mereka” yakni istri-istri mereka.

42. qama. h. Cet. 2004). 424. 5 3 (ϥϮϣ΍Ϯϗ. 4 M. dan Keserasian Al-Quran. 2007). Kesan. Perintah shalat –misalnya – juga menggunakan akar kata itu. Relasi Suami dalam Islam. (Jakarta: Pusat Studi Wanita (PSW). UIN Syarif Hidayatullah. 2. Ke-X. Perintah tersebut bukan berarti Sri Mulyati. Jil. Tafsir Al-Misbah: Pesan. Quraish Shihab. Kata ini berkaitan dengannya. h. (Jakarta: Lentera Hati.

qawwamun adalah bentuk jamak dari kata

(ϡ΍Ϯϗ

qawwam,

Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah…, h. 424

18

perintah mendirikan shalat, tetapi melaksanakannya dengan sempurna, memenuhi segala syarat, rukun dan sunah-sunahnya. Seorang yang melaksanakan tugas dan atau apa yang diharapkan darinya dinamai

(Ϣ΋Ύϗ

qa’im. Kalau dia melaksanakan

tugas itu sesempurna mungkin, berkesinambungan dan berulang-ulang, maka dia dinamai qawwam. Ayat di atas menggunakan bentuk jamak, yakni qawwamun sejalan dengan makna kata ini diterjemahkan dengan pemimpin. Tetapi – seperti terbaca dari maknanya

(ϝΎΟήϟ΍

Jil. (Semarang: CV. 5. 6 Quraish Shihab. bukan hukum hawa nafsu. Hery Noer Aly. Sayyid Quthub menjelaskan bahwa ayat di atas merupakan ayat yang mengatur organisasi dalam keluarga. Tafsir Fi Zhilalil Quran: Di Bawah Naungan Al-Quran. perhatian. Terj: As’ad Yasin. Cet. 42. Tafsir Al-Misbah…. dan pembinaan6. pemeliharaan. 2. h. Seringkali di atas – agaknya terjemahan itu belum menggambarkan seluruh makna yang dikehendaki. memberikan batasan bahwa kepemimpinan dalam organisasi rumah tangga ini berada di tangan lakilaki8. 8 7 .h. pembelaan. kemudian menjelaskan keistimewaan-keistimewaan peraturannya agar tidak terjadi keberantakan antar anggotanya. ar-rijal yang berarti banyak lelaki. Sebab makna Al-Qiyam tidak lain adalah bimbingan dan pengawasan di dalam melaksanakan apa-apa yang ditunjukkan oleh suami dan memperhatikan segala perbuatannya7. yaitu dengan mengembalikan mereka semua kepada hukum Allah. Toha Putra. 353 – 354. Ahmad Mustafa Al-Maragi juga mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Al-Qiyam ialah kepemimpinan. 2000) Jil. Sayyid Quthb. Terj. h. Dengan ditunjuknya suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Ke-2. Cet. 1993). yakni orang yang dipimpin bertindak sesuai dengan kehendak dan pilihan pemimpin. Seiring dengan pendapat di atas. maka suami harus mampu membimbing keluarga tersebut dan menjaganya dari keberantakan yang akan menyebabkan kehancuran rumah tangga. Tafsir Al-Maragi. perasaan dan keinginan pribadi. (Jakarta: Gema Insani Pres. Lebih tegas lagi. walau harus diakui bahwa kepemimpinan marupakan satu aspek yang dikandungnya. Atau dengan kata lain dalam pengertian “kepemimpinan” tercakup pemenuhan kebutuhan. Ke-2. dkk. dkk. 424 Ahmad Mustafa Al-Maragi.

tapi boleh jadi juga sirna seketika. 426. Tafsir Al-Misbah…. serta latar belakang perbedaan itu. Dengan demikian. bukan dengan perasaan. Tetapi keistimewaan yang dimiliki lelaki. Allah swt.h. suamilah yang akan bertanggung jawab terhadap keluarga tersebut. yakni laki-laki secara umum atau suami telah menafkahkan sebagian dari harta mereka untuk membayar mahar dan biaya hidup untuk istri dan anak-anaknya. yaitu9: Pertama. yakni jenis kelamin atau suami adalah qawwamun. menetapkan laki-laki sebagai pemimpin dengan dua pertimbangan pokok.19 Allah telah menetapkan adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan. h. sehingga persesuaian dan perselisihan dapat muncul seketika. 10 . Murthadha Muthahhari seorang ulama terkemuka Iran dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Abu Az-Zahra An-Najafi ke dalam bahasa Arab dengan judul Nizham Huquq al-Mar’ah menulis bahwa keistimewaan antara laki-laki dan perempuan adalah sebagai berikut10: 9 Quraish Shihab. karena suami merupakan pemimpinnya. lebih menunjang tugas kepemimpinan daripada keistimewaan yang dimiliki perempuan. disinggung oleh ayat ini dengan menyatakan bahwa: para lelaki. Tafsir Al-Misbah…. serta diikat oleh perjanjian rinci yang dapat diselesaikan melalui pengadilan. Kini. melebihi kebutuhan satu perusahaan yang bergelut dengan angka-angka. fungsi dan kewajiban masing-masing jenis kelamin. Kondisi seperti ini membutuhkan adanya seorang pemimpin. Quraish Shihab. Disisi lain keistimewaan yang dimiliki perempuan lebih menunjang tugasnya sebagai pemberi rasa damai dan tenang kepada lelaki serta lebih mendukung fungsinya dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya. pemimpin dan penanggung jawab atas para wanita. 425. ξ Α Ϡϋ Ϭπ Α ϪϠ Ϟπϓ ϤΑ ˳ ˸ό˴ ϰ˴˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˸ό˴ ˵ ˷ϟ΍˴ ͉ ˴ Ύ˴ ˶ “karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka. Persoalan yang dihadapi suami istri.” Yakni masing-masing memiliki keistimewaan-keistimewaan. seringkali muncul dari sikap jiwa yang tercermin dalam keceriaan wajah atau cemberutnya.

Dari segi psikis Secara umum lelaki lebih cenderung kepada olahraga. Perempuan menghindari penggunaan kekerasan terhadap dirinya atau orang lain. Lelaki secara umum cenderung kepada tantangan dan perkelahian. kecantikan. Dari segi fisik Lelaki secara umum lebih besar dan lebih tinggi dari perempuan. Caranya pun berbeda. sedangkan perempuan cenderung kepada perdamaian dan keramahan. sehingga sentimen dan rasa takutnya segera muncul. berbeda dengan lelaki. pekerjaan yang melibatkan gerakan dibanding wanita. yang biasanya lebih berkepala dingin. karena itu jumlah wanita yang bunuh diri lebih sedikit dari jumlah pria. Sangat adil pula jika Allah melengkapi laki-laki dan wanita dengan perangkat reproduksi yang berbeda. tetapi jika dibandingkan dari segi bentuk tubuhnya. perasaan perempuan secara umum kurang konsisten 11 Ahmad Kusyairi. biasanya lelaki menggunakan cara yang keras – pistol. lelaki lebih agresif dan suka ribut. termasuk tanda-tanda seksual keduanya11. Rata-rata bentuk kepala lelaki lebih besar dari perempuan. Perempuan biasanya lebih cenderung kepada upaya menghiasi diri. . suara lelaki dan telapak tangannya kasar. 2. bahkan dewasa dari lelaki. berbeda dengan suara dan telapak tangan perempuan. racun. dan lebih cepat berbicara. Di sisi lain. tetapi perempuan lebih mampu membentengi diri dari penyakit dibanding lelaki. dan denyut jantung perempuan lebih cepat dari denyut lelaki. h. berburu. Kemampuan paru-paru lelaki menghirup udara lebih besar/banyak dari perempuan. dan mode yang beraneka ragam serta berbeda bentuk.20 1. pertumbuhan perempuan lebih cepat dari lelaki. maka sebenarnya perempuan lebih besar. sementara wanita lebih tenang dan tentram. 197. Perasaan wanita lebih cepat bangkit dari lelaki. Menghadirkan Surga di Rumah…. dan semacamnya. tali gantungan atau meloncat dari ketinggian – sementara wanita menggunakan obat tidur.

Keistimewaan itu amat dibutuhkan oleh keluarga. ini jelas nampak sejak kanak-kanak. ˸Ϣ˶ ˶΍˴ ˸ϣ˴ ˸Ϧ˶  ˸΍Ϯ˵ ˴ ϧ˴ Ύ˴ ˶ ˴ . Perlu dicatat bahwa walaupun secara umum pendapat di atas sejalan dengan petunjuk ayat yang sedang ditafsirkan ini. Justru itulah salah satu keistimewaan yang tidak dan kurang dimiliki oleh pria. Penyebutan konsideran itu oleh ayat ini menunjukkan bahwa kebiasaan lama itu masih berlaku hingga kini13. Karena itu. Tafsir Al-Misbah…. agama Islam yang tuntunan- 12 Quraish Shihab. Kedua. Quraish Shihab. 427-428. khususnya dalam rangka memelihara dan membimbing anak-anak12. Cintanya kepada keluarga serta kesadarannya tentang kepentingan lembaga keluarga lebih besar dari lelaki.21 dibanding dengan lelaki. Bentuk kata kerja past tense/masa lampau yang digunakan ayat ini “telah menafkahkan” menunjukkan bahwa memberi nafkah kepada wanita telah menjadi suatu kelaziman bagi lelaki. Perempuan lebih berhati-hati. bahkan kekasihnya. Wanita secara psikologis enggan diketahui membelanjai suami. Tafsir Al-Misbah…. sehingga langsung digambarkan dengan bentuk kata kerja masa lalu yang menunjukkan terjadinya sejak dahulu. lebih tekun beragama. Perbedaan antara laki-laki dan wanita secara fisik dan psikis serta fenomena kodrati di atas sesungguhnya diatur sedemikian rupa oleh Allah untuk menunjang tugas masing-masing. namun adalah sewajarnya untuk tidak menilai perasaan wanita yang sangat halus itu sebagai kelemahan. h. Ϭϟ Ϯ ΃ ϣ Ϙϔ ΃ ϤΑϭ disebabkan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian harta mereka. dan lebih banyak berbasa-basi. Sedemikian lumrah hal tersebut. 13 . takut. Perasaan perempuan lebih keibuan. h. di sisi lain pria malu jika ada yang mengetahui bahwa kebutuhan hidupnya ditanggung oleh istrinya. cerewet. 428. serta kenyataan umum dalam masyarakat umat manusia sejak dahulu hingga kini.

mawaddah dan rahmah. Menghadirkan Surga di Rumah…. Paradigma pemimpin kaum adalah pelayan mereka. Bukan pula seperti hubungan polisi dan pencuri. Sebab. 15 . dan suami selalu merasa superior. suami akan menjadi pengayomi yang baik. serta tidak bertentangan dengan hak pribadi sang istri. kewajiban memenuhi kebutuhan dan anak-anak – lahir hak-hak suami yang harus pula dipenuhi oleh istri. h. Dengan demikian. h. Tafsir Al-Misbah…. 428 Ahmad Kusyairi. serta akan mendapatkan pelayanan baik dari istri dan anggota keluarga. sehingga istri selalu terancam dan diteror. dan rahmah (rasa sayang) 15 Dari kedua faktor yang disebut di atas – keistimewaan fisik dan psikis. serta . akad perdata yang berkonsentrasi pada kawin kontrak atau akad ijarah (sewa menyewa) sehingga istri ibarat budak bagi suami untuk dipekerjakan. Hal ini tidak 14 Disinilah barangkali hikmah mengapa redaksi atas tidak berbunyi “ar-rijalu Quraish Shihab. harus dipraktekkan oleh laki-laki dalam memimpin kaum perempuan atau keluarga.22 tuntunannya sesuai dengan fitrah manusia. 199. aimmat an-nisa. bahkan akan mendapatkan lebih baik dari apa yang telah diberikan oleh suami terhadap istri dan anggota keluarganya. sebagaimana dijelaskan Taqiyyuddin an-Nabhani dalam buku an-Nizham alIjtima’i. Perlu digarisbawahi bahwa kepemimpinan yang dianugerahkan Allah kepada suami. bahwa hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam sebuah rumah tangga bukanlah akad syirkah (perusahaan).” melainkan berbunyi “ar-rijalu qawwamuna ‘ala an-nisa” padahal kedua redaksi mempunyai pengertian yang hampir sama. agar ia tidak mengembangkan kepemimpinan yang diktator. otoriter dan zalim. Tetapi hubungan keduanya adalah hubungan sakinah. tidak boleh mengantarnya kepada kesewenang-wenangan. Suami wajib ditaati oleh istrinya dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan ajaran agama. mewajibkan suami untuk menanggung biaya hidup istri dan anak-anaknya14. mawaddah (cinta kasih). Yaitu hubungan untuk saling mengondisikan munculnya sakinah (ketentraman dan ketenangan) jiwa.

meluruskan jika ia (perempuan) itu bengkok (salah). firman Allah: ˻˻́ΓήϘΒϟ΍.23 lain karena makna yang terdapat dalam kata “qawwamah” jauh lebih mendalam dan integral daripada kata “imamah. Maka jelaslah bahwa suami menjadi pemimpin. Hal ini selain selaras dengan realitas.” Termasuk dalam makna “qawwamah” adalah memimpin. Kepemimpinan suami atas keluarganya tidak menghilangkan hak-hak mereka dalam berbagai hal. Kedudukan Suami Walaupun suami merupakan pemimpin dalam keluarga. S. melindungi. tanpa memikirkan apa yang diinginkan oleh istri dan anggota keluarganya. kepemimpinan suami di sini tidak sampai memutlakkan seorang istri tunduk sepenuhnya. juga lebih sesuai dengan ˲ ϴ˵ ˴  ˲ ϳ˶ ˴  ˵ ˷ϟ΍˴  ˲ ˴ ˴ ˴  ͉ ˶ ˸ϴ˴˴  ˶ Ύ˴ ͋ Ϡ˶˴  ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶  ͉ ˶ ˸ϴ˴˴  ϱ˶ ͉΍ ˵ ˸Μ˶  ͉ ˵ ˴˴   Ϣ ϜΣ ΰ ΰϋ ϪϠ ϭ ΔΟέΩ ϦϬ Ϡϋ ϝ Οή ϟϭ ϑ ή Ϥ Α ϦϬ Ϡϋ άϟ Ϟ ϣ ϦϬϟϭ “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma`ruf. mengayomi. menjaga. B. Istri tetap mempunyai hak untuk bermusyawarah dan melakukan tawar menawar keinginan dengan suami berdasarkan argumen-argumen rasional-kondisional. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. membina dan mendidik16. bukan berarti ia harus menjadi otoriter dalam memimpin. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Q. Al-Baqarah: 228).

Tafsir Al-Misbah…. 1. Quraish Shihab. 199. 490. sejalan dengan akal sehat. 17 . Menghadirkan Surga di Rumah…. ϑ ή Ϥ Α ϦϬ Ϡϋ άϟ Ϟ ϣ ϦϬϟϭ ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶  ͉ ˶ ˸ϴ˴˴  ϱ˶ ͉΍ ˵ ˸Μ˶  ͉ ˵ ˴˴ Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Sebagaimana pria mempunyai hak untuk rujuk kepada istri yang diceraikannya. serta sesuai dengan sikap orang yang berbudi17. yakni sesuai dengan tuntunan agama. sang istri pun mempunyai hak untuk diperlakukan secara ma’ruf. h. Vol. 16 Ahmad Kusyairi. h.

. Adapun hak dan kewajiban istri kepada suami adalah19: 1. apalagi selama ini. 19 . wanita hampir dapat dikatakan tidak mempunyai hak sama sekali. 1.. 117-137. Itulah yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Syaikh Hafiz Ali. Ayat ini secara tegas menyatakan adanya hak tersebut18. Ketika istri menghendaki mahar tertentu suami harus memenuhinya tanpa menguranginya sedikit pun. terhadap istri-istrinya. Vol. tetapi ia mudah marah. Namun.24 Mendahulukan penyebutan hak wanita atas kewajiban wanita dinilai sebagai penegasan tentang hal tersebut. Secara umum termasuk nafkahnya ialah memberi makan dan pakaian. sebaiknya mempermudah lamaran dan tidak memberatkan mahar. meskipun misalnya istri tersebut adalah orang yang kaya. Kado Pernikahan. sekaligus menunjukkan betapa pentingnya hak itu diperhatikan. pada beberapa suku masyarakat Jahiliyah. 18 Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah….  Mendapatkan nafkah Istri sangat berhak untuk mendapatkan nafkah dari suaminya. Hak istri  Mendapatkan mahar Hak istri yang pertama kali yang harus dipenuhi oleh seorang suami adalah diberi mahar dengan penuh kerelaan. h.. 490.  Mendapatkan pergaulan dengan sebaik-baiknya Secara naluri perempuan memang memiliki perasaan yang halus. Bahkan istri berhak menolak ketika suaminya ingin menyentuhnya apabila mahar belum diberikan. perempuan berhak mendapatkan perlakuan yang lembut dari suaminya saat menghadapinya. Oleh karena itu. jika ingin menjadi perempuan yang shalehah. h.

seperti mengatur keuangan rumah tangga. bagaimana nanti nasib dari anak-anaknya. Kewajiban istri  Seorang istri harus mengatur urusan rumah tangga dan mempersiapkan kebutuhan hidup sehari-hari. karena sesungguhnya ia adalah surgamu dan juga nerakamu” (H. Sebagaimana Rasulullah saw. menyiapkan makanan untuk anak dan suaminya. bersabda: “Pikirkanlah sikapmu kepadanya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa istri mempunyai kewajiban mengatur urusan rumah tangga dan mempersiapkan kebutuhan hidup sehari-hari. Ahmad).20  Wajib taat dan patuh kepada suami ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ.25  Mendapatkan pendidikan Pendidikan juga menjadi hak istri.  Berkewajiban menjaga kehormatan dan ridha suami Suami merupakan surga dan sekaligus juga neraka bagi istri. dan apabila ibunya tidak berpendidikan. untuk itulah istri harus menjaga kehormatan dan ridha suami. 2. serta yang lainya. apalagi seorang istri nantinya akan menjadi ibu bagi anak-anaknya. R.

ϙέΎϧϭϚΘϨΟϮϫΎϤϧΈϓϪϨϣΖϧ΃Ϧϳ΃ϱήψϧΎϓ Secara mutlak seorang istri wajib taat kepada suaminya terhadap segala yang diperintahkannya. h. Setiap istri yang taat kepada suaminya yang mukmin. ia akan masuk ke surga Tuhannya. 341. asalkan tidak termasuk perbuatan durhaka kepada Allah. Sebab memang tidak ada alasan sama sekali bagi makhluk untuk taat kepada sesama makhluk dalam berbuat durhaka kepada Allah. . (Beirut: Daar Al-Fikr). Musnad Imam Ahmad bin Hanbal. 4. Sebagaimana Rasulullah saw. Jilid. bersabda: 20 Ahmad bin Hanbal.

26 ϦϣΖϠΧΩΎϬϠόΑΖϋΎσ΃ϭΎϬΟήϓΖϨμΣϭΎϬδϤΧΓ΃ήϤϟ΍ΖϠλ΍Ϋ· “Apabila seorang wanita sudah menjalankan shalat lima waktu.21  Membantu suami bertakwa dan taat kepada Allah Seorang istri wajib membantu suaminya untuk taat kepada Allah. dan taat kepada suaminya. R. dan memberinya nasehat demi mencari keridhaan Allah.  ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ. Ahmad). maka niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana pun yang ia inginkan” (H. menjaga kemaluannya.

Ε˯ΎηΔϨΠϟ΍Ώ΍ϮΑ΃ϱ΃ ϭΖϠμϓϞϴϠϟ΍Ϧϣ ΖϣΎϗ ϩ΃ήϣ΍ Ϳ΍ ϢΣέϭ˯ΎϤϟ΍ΎϬϬΟϭϲϓ΢πϧ ΖΑ΃ϥΈϓΖϠμϓϪΗ΃ήϣ΍φϘϳ΃ϭϲϠμϓϞϴϠϟ΍ϦϣϡΎϗϼΟέͿ΍ϢΣέ ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ.

191. Dan Allah juga merahmati seorang wanita yang bangun tengah malam untuk shalat. dan jika suaminya tidak mau bangun. Seorang istri yang sholehah akan selalu ikhlas kepada suaminya dan menjaga perasaannya. 1. Jami’ Al-Hadis…. 22 . 4. ia mau membantu suaminya yang miskin. Jika ia kaya. 21 Ahmad bin Hanbal. Ahmad). lalu ia membangunkan istrinya agar ikut shalat. R.˯ΎϤϟ΍ϪϬΟϭϲϓΖΤπϧϲΑ΃ϥΈϓϲϠμϓΎϬΟϭίΖψϘϳ΃ Sebagaimana Rasulullah saw. 416. Ia rela menghadapi kesulitan dengan sabar dan ridha. Abdurahman Suyuti. maka ia memercikkan air pada wajahnya” (H. Juz. ia memercikkan air pada wajahnya. Jilid. Ia tidak mau membebani suaminya dengan tuntutantuntutannya. h. h. dan jika istrinya tidak mau bangun. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal …. bersabda: “Allah merahmati seorang suami yang bangun tengah malam untuk melakukan shalat.22  Setia dan ikhlas kepada suami Setia adalah bukti keikhlasan dan cinta sejati. lalu ia membangunkan suaminya agar ikut shalat.

ingatlah Ϣ ϜΣ ΰ ΰϋ ϪϠ ϭ ˲ ϴ˵ ˴ ˲ ϳ˶ ˴ ˵ ˷ϟ΍˴ Allah itu Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tetapi kepemimpinan yang berlandaskan kelapangan dada suami untuk meringankan sebagian kewajiban istri. Abu Mohammad. Jika tidak.27  Tidak menyakiti suami Seorang istri tidak boleh menyakiti suaminya. Karakteristik Lelaki Shalih…. agar mereka dapat memperoleh derajat itu23. bukan istri yang memimpin suami. walaupun ayat ini disusun dalam redaksi berita. Jadi. tetapi maksudnya adalah perintah bagi para suami untuk memperlakukan istri mereka dengan sikap terpuji. Agama Islam telah mengangkat derajat kaum wanita pada suatu tingkatan yang belum pernah dilakukan oleh agama lain dan syari’at-syari’at lain sebelumnya. 302. maka Kasmuri Kasim. Vol. ia pun harus mengingat bahwa ia mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi terhadap istrinya. atau membangga-banggakan harta kekayaannya di hadapannya sampai menyinggung perasaannya. h. jika suami meminta sesuatu dari istrinya. misalnya dengan cara membangga-banggakan kecantikannya. 1. Derajat yang dimaksud adalah derajat kepemimpinan. Dan terlihat juga bahwa dibebankannya kepemimpinan kepada suami. sifatnya “fitrah”. h. ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa suami itulah yang memimpin istri.24 Adapun hak dan kewajiban atas kedua belah pihak harus seimbang. ΔΟέΩ ϦϬ Ϡϋ ϝ Οή ϟϭ ˲ ˴ ˴ ˴  ͉ ˶ ˸ϴ˴˴  ˶ Ύ˴ ͋ Ϡ˶˴ Para suami mempunyai satu derajat (tingkatan) atas mereka para istri. Tafsir Al-Misbah…. bukan diberikan kepada wanita. 491-492. karena itu Ath-Thabari menulis. dalam bukunya Suami Idaman Istri Impian mengemukakan empat sifat 23 Quraish Shihab. Meskipun mereka telah menghormati dan memuliakan kedudukan wanita serta memberikan pendidikan kepada mereka dalam bidang sains dan ilmu kemasyarakatan. 24 . Dengan dibebankannya kepemimpinan kepada suami itulah. maksudnya. Bahkan belum pernah dicapai oleh satu umat pun yang menganggap diri mereka telah mencapai puncak peradaban dan kebudayaan.

Begitu juga jika sekiranya tidak mampu untuk bekerja karena penyakit dan sebagainya akan menjadikan laki-laki tersebut tidak dapat memberikan nafkah dan tanggung jawab lainnya kepada keluarganya. kemudian harus memahami pula bidang yang lain. seorang suami harus memikirkan cara yang terbaik dalam memenuhi segala keperluan rumah tangganya. Sempurna akal dan pemikiran Jika seorang itu ingin menjadi suami maka hendaklah ia berpikiran positif. c. Berpengetahuan agama dan mengamalkannya secara sempurna Yang akan dipercayai sebagai kepala rumah tangga ialah suami.28 yang harus dimiliki oleh seorang laki-laki yang membuatnya layak menjadi pemimpin di dalam rumah tangga: a. karena Islam adalah agama yang mencakup seluruh aspek kehidupan dan sesuai untuk seluruh zaman. b. . shalat. d. Memberikan nafkah sesuai dengan kesanggupan Dalam kehidupan berumah tangga. Islam tidak membebankan kaum wanita supaya mencari nafkah. haruslah terlebih dahulu memperhatikan kemampuan fisiknya. baik secara lahiriah maupun batiniah. zakat dan lain-lain. Disamping mengerjakan perintah agama yang mendasar seperti. Sehat lahir dan batin Bagi seorang laki-laki yang ingin berumah tangga. oleh karena itu ia harus mempersiapkan dirinya dengan memperbanyak pengetahuan agama. Karena apabila telah berumah tangga. karena lemahnya kemampuan tenaga batin akan membawa rumah tangga menjadi tidak bahagia. akan tetapi kewajiban ini harus dilaksanakan oleh kaum laki-laki untuk menyediakan sesuai kesanggupannya. puasa.

Dalam artian. 1. untuk memenuhi kebutuhan utama keluarganya dan memberikan perlindungan kepada perempuan sehingga dapat berkonsentrasi menjalankan tugas mulianya. Sesungguhnya Allah swt. telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 233 ͉ ˶ ˲ ˸ϔ˴  ˵ ͉˴ ˵  ˴  ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶  ͉ ˵ ˵ ˴ ˸δ˶ ˴  ͉ ˵ ˵ ˸ί˶  ˵ ˴ ˶ Ϯ˵˸Ϯ˴ ˸ϟ΍ ϰ˴ϋ˴ ϻ· β ϧ ϒϠϜΗ ϻ ϑ ή Ϥ Α ϦϬΗϮ ϛϭ ϦϬϗ έ Ϫϟ Ω ϟ Ϥ Ϡ ϭ ˴ ˴ Ύ˴ ͉ ϟ΍͉ ˶ ˵ ϥ˴˴ ΍˴ ˴˸Ϧ˴ ˶˶ ˸ϴ˴˶ Ύ˴ ˶ ˸ϴ˴˸Ϯ˴ ͉ ˵ ˴ ˴ ˸ϭ˴˴ ˸ό˶ ˸ή˵ ˵ ΍˴ ˶΍˴ ˸ϟ΍˴ Δϋ οή ϢΘϳ ΃ Ω έ΃ Ϥϟ Ϧ Ϡϣ ϛ Ϧ ϟ Σ ϦϫΩϻ ΃ Ϧ ο ϳ Ε Ϊϟ Ϯ ϭ ˻˼˼ΓήϘΒϟ΍. dirinya dan agamanya yang harus ia letakkan secara seimbang. sehingga satu kewajiban tidak mengurangi kewajiban yang lain. suami adalah rajanya. kewajiban yang bermacam-macam terhadap keluarganya. Pada dirinya terletak responsibilitas yang besar. istri adalah ratunya dan anak-anak adalah raknyatnya. Memberi nafkah lahir dan batin/pergaulan suami istri Ajaran Islam menetapkan bahwa suami bertanggung jawab untuk menafkahi istrinya. Kewajiban Suami Suami adalah kepala rumah tangga. Nafkah lahir Allah swt. jika kemudian Allah membebankan tugas kepada laki-laki untuk mencari nafkah. melahirkan dan menyusui tugas yang amat besar. Telah berkehendak memberikan amanah kepada perempuan untuk hamil. karena dialah yang menerima beban tanggung jawab serta amanat25. kehidupan rumah tangga adalah sebuah kerajaan iman. a. C. Karenanya sangat adil.29 Pada hakikatnya. baik nafkah lahir maupun nafkah batin. Suami adalah raja yang memimpin kerajaan dan mengendalikan semua urusannya.

. 9. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan 25 Majid Sulaiman. Hanya untuk Suami…. h.Ύ˴ ˴ ˸γ˵ Ϭό ϭ yaitu: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.

ayat ini memerintahkan dengan sangat kukuh kepada para ibu agar menyusukan anak-anaknya. tentunya air susu ibu kandung lebih baik dari selainnya. 27 . h. 503-504. Dengan menggunakan redaksi berita. anak merasa lebih tentram. sehingga merugikan si kecil ini26. Tafsir Fi Zhilalil Quran….. Vol 1. Tafsir Al-Misbah…. Ini berarti bahwa Al-Quran sejak dini telah menggariskan bahwa air susu ibu.”. II. sebab menurut penelitian ilmuan. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. ketika itu bayi mendengar suara detak jantung ibu yang telah dikenalnya secara khusus sejak dalam perut27.. adalah makanan terbaik buat bayi hingga usia dua tahun. Ayat ini menggunakan kata al-walidat. (Q. Kata (˵ ΍˴ ˶΍˴ ˸ ΍˴ ) al-walidat dalam penggunaan Al-Quran berbeda Ε Ϊϟ Ϯϟ ϭ dengan kata (ΕΎϬϣ΃) ummahat yang merupakan bentu jamak dari kata (ϡ΃) umm. Δϋ οή ϢΘϳ ΃ Ω έ΃ Ϥϟ Ϧ Ϡϣ ϛ Ϧ ϟ Σ ϦϫΩϻ ΃ Ϧ ο ϳ ˴ ˴ Ύ˴ ͉ ϟ΍ ͉ ˶ ˵  ϥ˴ ˴ ΍˴ ˴ ˸Ϧ˴ ˶ ˶ ˸ϴ˴˶ Ύ˴  ˶ ˸ϴ˴˸Ϯ˴  ͉ ˵ ˴ ˴ ˸ϭ˴ ˴ ˸ό˶ ˸ή˵ Sejak kelahiran hingga dua tahun penuh.30 cara yang ma`ruf. h. Kata ummahat digunakan untuk menunjuk kepada para ibu kandung. para ibu diperintahkan untuk 26 Sayyid Quthub. S. ˴ ˴ Ύ˴ ͉ ϟ΍͉ ˶ ˵ ϥ˴˴ ΍˴ ˴˸Ϧ˴ ˶˶ ˸ϴ˴˶ Ύ˴ ˶ ˸ϴ˴˸Ϯ˴ ͉ ˵ ˴ ˴ ˸ϭ˴˴ ˸ό˶ ˸ή˵ ˵ ΍˴ ˶΍˴ ˸ϟ΍˴ Δϋ οή ϢΘϳ ΃ Ω έ΃ Ϥϟ Ϧ Ϡϣ ϛ Ϧ ϟ Σ ϦϫΩϻ ΃ Ϧ ο ϳ Ε Ϊϟ Ϯ ϭ Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. sedang kata al-walidat maknanya adalah para ibu. Itu suatu kewajiban yang ditetapkan oleh Allah dan tidak dibiarkan-Nya meskipun fitrah dan kasih sayangnya mengalami kerusakan oleh pertengkaran urusan rumah tangganya. Dengan menyusu pada ibu kandung. Namun demikian. Cet. baik ibu kandung maupun bukan. Jil. Al-Baqarah: 233). karena dalam hal ini adalah seorang ibu yang telah diceraikan oleh suaminya itu masih mempunyai kewajiban terhadap anaknya yang masih menyusu. 301 Quraish Shihab. baik ibu kandung maupun bukan. I.

Dalam ayat lain yang berhubungan dengan ayat di atas yaitu dalam 28 Quraish Shihab. ϑ ή Ϥ Α ϦϬΗϮ ϛϭ ϦϬϗ έ Ϫϟ Ω ϟ Ϥ ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶  ͉ ˵ ˵ ˴ ˸δ˶ ˴  ͉ ˵ ˵ ˸ί˶  ˵ ˴ ˶ Ϯ˵˸Ϯ˴ ˸ϟ΍ ϰ˴ϋ˴ Ϡ ϭ Dan merupakan kewajiban atas yang dilahirkan untuknya. nama ayah pun akan disandang oleh sang anak. Quraish Shihab. yakni dinisbahkan kepada ayahnya. memberi makan dan pakaian kepada para ibu kalau ibu anak-anak yang disusukannya itu telah diceraikannya secara ba’in. h. dikarenakan anak itu membawa nama ayah. 2. Tafsir Al-Maragi…. dengan tujuan sang ibu bisa melakukan kewajibannya terhadap bayinya dengan sebaikbaiknya dan menjaganya dari serangan penyakit30. Kewajiban memberi makan dan pakaian itu hendaknya dilaksanakan dengan cara yang ma’ruf. Al-Maragi. h.31 menyusui anak-anaknya. sehingga bila mereka menuntut imbalan penyusuan anaknya. bukan raj’iy. 321. Ύ˴ ˴ ˸γ˵ ͉ ˶˲ ˸ϔ˴ ˵ ͉˴ ˵ ˴ Seseorang tidak dibebani melainkan menurut Ϭό ϭ ϻ· β ϧ ϒϠϜΗ ϻ kadar kesanggupannya. yakni ayah. Di sisi lain. 504. Adapun jika ibu anak itu masih berstatus istri walau telah ditalak secara raj’iy. Tafsir Al-Misbah…. 504. Maka diwajibkanlah kepada seorang ayah menanggung kebutuhan hidup istrinya berupa makanan dan pakaian. h. Jatuhnya kewajiban memberikan kebutuhan hidup sehari-hari bagi istri. Jil. 29 30 . seakan-akan anak itu lahir untuk ayahnya. maka kewajiban memberi makan dan pakaian adalah kewajiban atas dasar hubungan suami istri. maka suami wajib memenuhinya selama tuntutan imbalan itu dinilai wajar29. bilangan itu juga mengisyaratkan bahwa yang menyusu setelah usia tersebut bukanlah penyusuan yang mempunyai dampak hukum yang telah mengakibatan anak yang disusui berstatus sama dalam sejumlah hal dengan anak kandung yang menyusunya28. Tafsir Al-Misbah…. Dua tahun adalah batas maksimal dari kesempurnaaan penyusuan.

Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" (Q. S. karena pada Q. karena masa kandungan yang normal adalah sembilan bulan. sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo`a: "Ya Tuhanku. Di sisi lain dapat dikatakan bahwa penyusuan minimal adalah sembilan bulan. Ayat di atas juga menunjukkan betapa pentingnya ibu kandung memberikan perhatian yang cukup terhadap anak-anaknya. khususnya pada masa-masa pertumbuhan dan perkembangan jiwanya. ϝ ϗ ΔϨγ Ϧ όΑ ΃ ώϠΑϭ ϩΪη΃ ώϠΑ Ϋ· ΘΣ ΍ η ϥ Λ ϠΛ Ϫϟ μϓϭ ϪϠ Σϭ Q.. tetap saja kasih sayang ibu bapak masing sangat mereka butuhkan. yakni 24 bulan. S. menjelaskan: ˴ ˶  ϲ͋ ˶˴  ˴ ˸ϴ˴˶ ˵ ˸Β˵  ϲ͋ ˶ ϲ˶ ͉ ͋ ˵  ϲ˶  ϲ˶ ˸΢˶˸λ˴˴  ˵ Ύ˴ ˸ή˴  ˱ Τ˶Ύ˴  ˴ ˴ ˸ϋ˴ Ϧϣ ϧ·ϭ Ϛ ϟ· Ζ Η ϧ· ΘϳέΫ ϓ ϟ Ϡ ΃ϭ ϩ ο Η Ύ ϟ λ ϞϤ ΃ ͼ˺˾ϑΎϘΣϷ΍ͽ˴ ϴ˶ ˶˸δ˵ ˸ϟ΍ Ϧ ϤϠ Ϥ ˸ϥ˴˴  ͉ ˴ ˶΍˴  ϰ˴˴ ˴  ͉ ˴˴  ˴ ˸Ϥ˴ ˸ϧ˴ ϲ˶ ͉΍ ˴ ˴ ˴ ˸ό˶  ˴ ˵ ˸η˴ ˸ϥ˴ ϲ˶ ˸ϋ˶ ˸ϭ˴ ͋ ˴ ΃ϭ ϱΪϟ ϭ Ϡϋϭ ϲϠϋ Ζ ό ΃ Θϟ ϚΘϤ ϧ ήϜ ΃ ΃ Ϩ ί ΃ Ώέ “Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.. Al-Baqarah ayat 2. ayat ini mengisyaratkan bahwa masa kandungan minimal adalah enam bulan. S. Al-Ahqaf: 15). Al-Ahqaf ayat 15. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. . tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. karena itu tidaklah tepat membiarkan mereka hidup terlepas dari ibu bapak kandungnya. telah dinyatakan bahwa masa penyusuan yang sempurna adalah dua tahun. ΍ η ϥ Λ ϠΛ Ϫϟ μϓϭ ϪϠ Σ ˱ή˸Ϭ˴  ˴ Ϯ˵ Ύ˴˴  ˵ ˵Ύ˴ ˶ ˴  ˵ ˵˸Ϥ˴ .32 ˴ Ύ˴ ˱ ˴ ˴ ˴ ϴ˶ ˴ ˸έ˴˴ ˴˴ ˴ ˵ ͉ ˵ ˴˴ ˴˴ ΍˴ ˶ϰ͉ ˴ ˱ή˸Ϭ˴ ˴ Ϯ˵ Ύ˴˴ ˵ ˵Ύ˴ ˶ ˴ ˵ ˵˸Ϥ˴ ˴ . Sikap kejiwaan seorang dewasa banyak sekali ditentukan oleh perlakuan yang dialaminya pada saat kanak-kanak. Betapapun banyak kasih sayang yang dapat diberikan oleh orang lain. Betapapun ayat di atas menunjukkan betapa pentingnya ibu menyusukan anak dengan ASI (Air Susu Ibu).

Untuk masalah pemberian nafkah ini. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” (Q. (̀ϕϼτϟ΍)˱ή˸δ˵ ˳ ˸δ˵ ˴ ˸ό˴ ˵ ͉ϟ΍˵ ˴ ˸Π˴ ˴ Ύ˴ Ύ˴ ΁Ύ˴ Ύ͉˶˱ δ˸ϔ˴ ˵ ͉ϟ΍˵ ͋˴ ˵ ΍ ϳ ή ϋ Ϊ Α ϪϠ Ϟό ϴγ ϫ Η ϣ ϟ· Ύ ϧ ϪϠ ϒϠϜϳ ϪΘόγ ϣ Δόγ ˶ ˶ ˴ ˴  Ϧ͋  ˳ ˴ ˴  ϭΫ ˸ϖ˶ Ϩ˵ ˶ ϔ ϴϟ Hendaklah yang lapang. Bahkan jaminan tersebut harus tetap diperolehnya walau ayahnya telah meninggal dunia31. anak yang dilahirkan mendapat jaminan pertumbuhan fisik dan perkembangan jiwa dengan baik. S. yakni mampu dan memiliki banyak rezeki memberi nafkah untuk istri dan anak-anaknya dari yang sebatas kadar kemampuannya dan dengan demikian hendaknya ia memberi sehingga anak dan istrinya itu memiliki pula kelapangan dan keluasan berbelanja32. Tafsir Al-Misbah…. 505. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. 32 . 31 Quraish Shihab. dan bahwa walaupun seseorang telah mencapai usia kedewasaan dan memiliki tanggung jawab terhadap istri dan anakanaknya. h. Banyak ulama yang menyatakan bahwa itu terpenuhi pada usia 33 tahun. Vol 1. yang jelas ayat di atas menuntut peningkatan pengabdian dan bakti kepada orang tua dari saat ke saat. h. namun bakti tersebut harus terus berlanjut dan terus meningkat.33 ϩΪη΃ ώϠΑ Ϋ· ΘΣ ˵ ͉ ˵ ˴ ˴ ˴˴  ΍˴ ˶ ϰ͉ ˴ . Tafsir Al-Misbah…. At-Talaq: 7). Allah lebih menjelaskannya lagi Ύ˴ ˵ ͉ϟ΍ ˵ Ύ˴ ΁ Ύ͉ ˶  ˸ϖ˶ Ϩ˵ ˸Ϡ˴  ˵ ˵ ˸ί˶  ˶ ˸ϴ˴˴  ˴ ˶ ˵  Ϧ˴ ˴  ˶ ˶ ˴ ˴  Ϧ͋  ˳ ˴ ˴  ϭΫ ˸ϖ˶ Ϩ˵ ˶ ϟ ϪϠ ϩ Η Ϥϣ ϔ ϴ ϓ Ϫϗ έ Ϫ Ϡϋ έΪϗ ϣϭ ϪΘόγ ϣ Δόγ ϔ ϴϟ pada surat At-Talaq ayat 7: “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Betapapun maknanya. Quraish Shihab. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. 303. Dengan tuntutan ini.

Ύ˴ Ύ˴ ΁ Ύ˴  Ύ͉˶ ˱ δ˸ϔ˴  ˵ ͉ϟ΍ ˵ ͋˴ ˵  Ύ˴ ϫ Η ϣ ϟ· Ύ ϧ ϪϠ ϒϠϜϳ ϟ itu janganlah wahai istri Allah tidak akan memikulkan beban kepada seseorang sesuai apa yang Allah berikan kepadanya. maka istri – yang rela hidup bersama suami yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya secara wajar – dapat menuntut cerai36. h. 303.34 ϪϠ ϩ Η Ϥϣ ϔ ϴ ϓ Ϫϗ έ Ϫ Ϡϋ έΪϗ ϣϭ ˵ ͉ϟ΍˵ Ύ˴ ΁Ύ͉ ˶ ˸ϖ˶ Ϩ˵ ˸Ϡ˴ ˵ ˵ ˸ί˶ ˶ ˸ϴ˴˴ ˴ ˶ ˵ Ϧ˴ ˴ Dan siapa yang disempitkan rezekinya yakni terbatas penghasilannya. h. Tafsir Al-Misbah…. 303. Tetapi kalau seandainya suami tidak mendapatkannya. Tafsir Al-Misbah…. Jangan sampai ia memaksakan diri untuk nafkah itu dengan mencari rezeki dari sumber yang tidak direstui Allah33. Ini kembali kepada kondisi masing-masing dan adat kebiasaan yang berlaku pada satu masyarakat35. 34 35 36 . h. Al-Biqa’i mengomentari penggalan ayat ini bahwa: 33 Quraish Shihab. ada ulama yang memahaminya sebagai janji yang pasti terlaksana. mestinya memperoleh sumbangan dari Bait al-Mal atau kini dikenal dengan Departement Sosial. h. Di sisi lain hendaklah semua pihak selalu optimis dan mengharap kiranya Allah memberinya kelapangan34. maka hendaklah ia memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Quraish Shihab. Karena menuntut terlalu banyak dan pertimbangkanlah keadaan suami atau bekas suami kamu. ΍ ϳ ή ϋ Ϊ Α ϪϠ Ϟό ϴγ ˱ή˸δ˵  ˳ ˸δ˵  ˴ ˸ό˴  ˵ ͉ϟ΍ ˵ ˴ ˸Π˴ ˴ Allah akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. Tafsir Al-Misbah…. Quraish Shihab. Suami yang tidak dapat menutupi biaya hidup keluarganya. Quraish Shihab. 303. Tidak ada jumlah tertentu untuk kadar nafkah bagi keluarga. Tafsir Al-Misbah…. 303.

35 “karena itu tidak ada seseorang yang terus menerus sepanjang usia hidupnya dalam keadaan kesempitan37. juga bersabda: ϩ΍ϭέ. Kemudian Rasulullah saw.

Oleh karena itu wajib bagi suami memberi nafkah secukupnya kepada istriya berupa sandang dan papan.38  ϯέΎΨΒϟ΍ ΎϬϠόΠΗΔϤϘϠϟ΍ϰΘΣ ΎϬΑΕήΟ΃ϻ·Ϳ΍ϪΟϭΎϬΑϰϐΘΒΗΔϘϔϧϖϔϨΗΖδϟϭ “Sungguh. aturan ini tidaklah kemudian menjadikan seorang 37  ϢϠδϣϩ΍ϭέ.39 Seorang ibu mengandung demi seorang ayah (suami) dan menyusui juga demi sang suami. yang nantinya akan berakibat memberatkan sang istri. Bukhari dan Muslim). tetapi sesuai dengan dalil yang di atas. memberi nafkah itu tidak boleh berlebih-lebihan. Walaupun memberi nafkah itu merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh seorang suami yang merupakan kepala rumah tangga. ΔϗΪλ Ϫϟ ΖϧΎϛ ΎϬΒδΘΤϳ Ϯϫϭ ϪϠϫ΃ ϲϠϋ ΔϘϔϧ ϢϠδϤϟ΍ ϖϔϧ΃ ΍Ϋ· “Apabila seorang suami memberi nafkah kepada keluarganya dengan mengharap pahala. dalam artian melewati batas kemampuan suami itu. Bukhari).” (H. Akan tetapi. yang nantinya akan membuat suami itu sengsara. tidak ada nafkah yang kamu berikan dengan maksud mendapatkan ridha Allah. agar ia dapat melaksanakan kewajibannya dalam menjaga dan memelihara bayinya. maka nafkah tersebut termasuk sedekah. kecuali kamu akan mendapatkan pahalaNya. R. Sesungguhnya Islam melarang seorang suami “menikmati” hasil usaha istrinya. termasuk juga makanan yang kamu berikan ke mulut istrimu. Dan tidak boleh juga kurang. R.” (H.

1135. Tafsir Al-Misbah…. Juz. Shahih Muslim. 3. 39 Abi Husain Muslim. Fathu Bari: Sarah Shahih Bukhari. h. (Beirut: Daar Kutab Alamiya).ϚΗ΃ήϣ΍ϲϓϰϓ Quraish Shihab. h. 1013. h. . (Beirut: Daar ibn Hazm). 38 Ahmad bin Ali bin Hajr Asqalani. 303. 2. Juz.

melainkan juga untuk kegunaan suaminya (misal. 40 . dan bukan merupakan kewajiban. sekiranya memang nafkah yang diberikan oleh suaminya tersebut tidak mencukupi kebutuhan rumah tangganya. h. harta yang diberikan oleh seorang suami pada intinya merupakan harta yang digunakan untuk kepentingan bersama. maka seorang istri tidak boleh harus memaksakan diri untuk tidak mau tahu terhadap kekurangan tersebut dengan hanya mengharapkan pemberian nafkah suaminya saja. untuk membeli perhiasan atau pakaian). Kedua. Cet. pemenuhan akan kebutuhan bersama ini tidak mencukupi. Dengan demikian. Dan pencarian nafkah yang dilakukan oleh seorang istri itu terwujud karena dua hal40: Pertama.36 istri tidak bekerja mencari nafkah. 260-261. ia ‘wajib’ mencari nafkah bersama-sama suaminya demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan rumah tangga mereka. Ke-I. Oleh karena itu. Jadi. pencarian nafkah yang dilakukan oleh seorang istri hanya bersifat “membantu” suaminya. tetapi kegunaan nafkah itu tidak semata-mata untuk kebutuhan istrinya saja (misal. makan dan minum). Muhammad Muhyidin. Meraih Mahkota Pengantin: Kiat-kiat Praktis Mendidik Istri & Mengajar Suami. prinsip yang harus dipegang di sini adalah bahwa walaupun nafkah itu diberikan oleh seorang suami kepada istrinya sebagai hak bagi istrinya. 2003). karena kalau tidak itu akan memberatkan istri. Dan sang suami pun harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan istri agar dalam memenuhi kebutuhan itu cukup untuk istri. karena nafkah yang diberikan oleh suaminya telah mencukupi kebutuhan istri dan kebutuhan rumah tangga mereka. Lentera Basritama. (Jakarta: PT. Bantuan dalam pencarian nafkah yang dilakukan oleh seorang istri kepada suaminya di sini “tidak penting” untuk dilakukan (yakni tidak sebagaimana dalam kasus yang pertama).

Al-Baqarah: 223). Nafkah batin / Pergaulan Suami Istri Tidak dapat dipungkiri bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki nafsu syahwat. dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Selain hanya untuk memenuhi kebutuhan nafsu syahwat. Oleh karena itu. ˴ ˷ϟ΍ ˸΍Ϯ˵ ͉ ΍˴  ˸Ϣ˵ ˶ ˵ ϧ˴  ˸΍Ϯ˵ ͋ ˴ ˴  ˸Ϣ˵ ˸Ό˶  ϰ͉ ˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˸ή˴  ˸΍Ϯ˵ ˸΄˴  ˸Ϣ˵ ͉ ˲ ˸ή˴  ˸Ϣ˵ ˵ ΂˴ ˶ ϪϠ ϘΗ ϭ Ϝδϔ Ϸ ϣΪϗϭ Θ η ϧ΃ ϜΛ Σ Η ϓ Ϝϟ Ι Σ ϛ΅ δϧ berfirman: “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam. salah satu dari suami atau istri tidak boleh menghalangi yang lainnya untuk memenuhi hak berhubungan suami istri. Karena perbuatan yang demikian itu pada hakikatnya akan menyiksa perasaan istri42. Ada juga yang mengatakan bahwa melakukan hubungan suami istri itu wajib dilakukan setiap empat hari sekali. walaupun untuk tujuan berzikir. Ada ulama berpendapat bahwa hukum memberikan nafkah batin (hubungan suami istri) bagi seorang suami apabila tidak ada halangan adalah wajib. S. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu. beribadah dan jihad.37 b. tetapi ada juga yang berpendapat enam hari sekali41. Allah swt.” (Q. yang melarang setiap suami meninggalkan istrinya dalam waktu yang terlalu lama. Hak berhubungan suami istri ini ditetapkan oleh syara’. maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. Sebenarnya berbagai macam pendapat ulama di atas itu sejalan dengan anjuran Rasulullah saw. dengan adanya nafsu syahwat itu maka setiap orang ingin memiliki keturunan. memiliki keturunan merupakan salah satu tujuan dari ikatan perkawinan. yang akhirnya disyariatkanlah perkawinan. 41 ˻˻˼ΓήϘΒϟ΍.

Kasmuri Selamat. Suami Idaman Istri Impian…. 79. h. h.˴ ϴ˶ ˶ ˸Ά˵ ˸ϟ΍˶ ͋ ˴ ˴ ˵ Ϯ˵ ˴ ͊ Ϣ˵ ͉ ˴˸΍Ϯ˵ ˴˸ϋ΍˴ Ϧ Ϩϣ Ϥ ήθΑϭ ϩ ϗϼϣ Ϝϧ΃ ϤϠ ϭ Kasmuri Selamat. 80 42 . Suami Idaman Istri Impian….

Quraish Shihab. garaplah tanah tempat bercocok tanam kamu. Vol 1. disertai oleh nilai-nilai suci45. tumbuh dan berkembang. Quraish Shihab. yang menegaskan bahwa istri adalah tempat bercocok tanam. Sperma adalah sesuatu yang suci dan menumpahkannya pun harus suci. Quraish Shihab. 481. maka datangilah. karena itu lakukanlah ia dengan tujuan memelihara diri dari terjerumus kepada dosa. 2. asal sasarannya ke arah sana. bukan untuk menerima yang suci dan bersih. 481. Sebaliknya syariat justru ingin mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi kalian43. Tafsir Al-Misbah…. Datangi ia kapan dan dari mana saja. bukan semata-mata untuk melampiaskan nafsu46. syariat agama tidak bermaksud memberati kalian dan melarang kalian untuk menikmati kelezatan ini. Tafsir Al-Misbah…. bukan saja mengisyaratkan bahwa anak yang lahir adalah buah dari benih yang ditanam ayah. ˸Ϣ˵ ˶ ˵ ϧ˴  ˸΍Ϯ˵ ͋ ˴ ˴ Ϝδϔ Ϸ ϣΪϗϭ Dan kedepankanlah hubungan seks dengan tujuan kemaslahatan untuk diri kamu di dunia dan akhirat. 274. Jil. h. Ciptakanlah suasana kerohanian agar benih yang diharapkan berbuah itu. Vol 1. Tafsir Al-Maragi…. h. bukan arah yang lain. 44 45 46 . h. Vol 1. Berdoalah ketika melakukannya.38 ˸Ϣ˵ ˸Ό˶ ϰ͉ ˴˸Ϣ˵ ˴ ˸ή˴ ˸΍Ϯ˵ ˸΄˴ ˸Ϣ˵ ͉˲ ˸ή˴ ˸Ϣ˵ ˵ ΂˴ ˶ Θ η ϧ΃ ϜΛ Σ Η ϓ Ϝϟ Ι Σ ϛ΅ δϧ tidak ada dosa bagi kalian untuk mendatangi istri-istri kalian dengan cara apapun yang kalian sukai. 480. Sebab. Istri hanya berfungsi sebagai ladang yang menerima benih44. h. Karena istri adalah ladang tempat bercocok tanam. Ayat di atas. 43 Al-Maragi. jika hal ini kalian lakukan untuk mendapatkan keturunan dan kalian melakukannya pada tempat yang sebenarnya. Arah yang lain berfungsi mengeluarkan najis dan kotoran. Tafsir Al-Misbah…. lahir.

bahkan dalam segala hal. sebab keadaan keduanya itu tidak akan pernah menghasilkan keturunan49. jangan membohonginya. Demikian kesan Al-Harrali. Di sisi lain. kecuali kalau terpaksa. Berilah kabar gembira orang-orang yang beriman yang imannya mengantarkan mereka mematuhi tuntutan-tuntutan ini48. Ayat ini menjelaskan bahwa hikmah menggauli wanita adalah untuk menjaga kelestarian jenis manusia melalui kelahiran. Quraish Shihab. jangan membongkar rahasia rumah tangga yang seharusnya dirahasiakan. dan jangan selesaikan melalui orang lain. Jangan menduga Allah tidak mengetahui keadaan kamu tentang segala sesuatu yang kamu rahasiakan47. 2.39 Ϫ˷ϟ΍ ˸΍Ϯ˵ ͉ ΍˴ Ϡ ϘΗ ϭ Serta bertakwalah kepada Allah dalam hubungan suami istri. h. bahwa kamu kelak akan menemui- Nya. Jika demikian. seorang ulama dan pengamal tashawuf (w. serta ciptakanlah suasana 47 Quraish Shihab. Allah kelak akan menyelesaikannya. bukan sekedar untuk memperoleh kelezatan semata-mata. h. h. Vol 1. 637 H. ϩ ϗϼϣ Ϝϧ΃ ϤϠ ϭ ˵ Ϯ˵ ˴ ͊  Ϣ˵ ͉ ˴ ˸΍Ϯ˵ ˴˸ϋ΍˴ Ketahuilah. Kalaupun ada cekcok selesaikan ke dalam. 481. Tafsir Al-Maragi…. Karena itulah dilarang untuk menggauli wanita yang sedang haid dan pada tempat yang lain. Jil. 274. jangan sembunyikan sesuatu terhadap pasangan yang seharusnya ia ketahui. Tafsir Al-Misbah…. Tafsir Al-Misbah…. yang penting tujuan dari petani tercapai. 48 49 . Dan petani harus bisa menggarap ladangnya dan menjaganya dari segala hama.) yang banyak dikutip pendapatnya oleh Al-Biqa’i. Al-Maragi. 481-482. Vol 1. Penyebutan istri sebagai “ladang” secara tidak langsung juga mengatakan bahwa suami itu adalah “petani” untuk itulah petani bebas mendatangi ladangnya kapan pun dan darimana pun. karena kelak kamu akan menemui-Nya.

51 Adapun tentang berapa lama boleh suami meninggalkan istri. khalifah Umar bin Khattab berjalan-jalan keliling kota Madinah dan hal yang demikian itu sering ia lakukan. orang seperti ayah bertanya kepadaku 50 Quraish Shihab. h. serta bertakwalah kepada Allah dalam hubungan suami-istri. dan memberikan yang terbaik. dari luar ia mendengar wanita tersebut mendendangkan syairnya. Bahkan pada tingkat tertentu bisa menyebabkan munculnya ketegangan rumah tangga. bahkan dalam segala hal. Saib bin Jubair berkata52: “Pada suatu malam. 81-82. nafkah batin harus diberikan oleh suami dengan baik. yang isinya tentang keluhan kesedihan karena sudah terlalu lama ditinggalkan oleh suaminya. bukan hanya untuk memuaskan nafsu yang tidak pernah kenyang. Ketika nafkah bathin ini tidak dilaksanakan oleh seorang suami dan jiwa terlalu lama menantikan belaian cinta dari suami. 2005). Perempuan itu menjawab bahwa suaminya sedang berjihad fi sabilillah. Kemudian Umar pun bertanya tentang kemana suaminya. h. sebagaimana petani membutuhkan ladang dan ladang membutuhkan petani. (Yogyakarta: Mitra Pustaka. maka seks merupakan kebutuhan laki-laki dan perempuan. Besoknya Umar mengirim surat kepada suaminya dan menyuruhnya pulang. Mencapai Pernikahan yang Barakah. 193. disertai dengan nilai-nilai suci50. air mata bisa mengalir karena tidak kuat menahan rasa sepi yang mencekam.40 kerohanian yang agar benih yang diharapkan berbuah itu lahir. tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu. Ke-XXI. Kemudian kepada anaknya Hafsah. maka kedepankanlah hubungan seks dengan tujuan kemasalahatan untuk dunia dan akhirat. . 51 Mohammad Fauzil Adhim. Secara kebetulan di dekat rumah salah seorang wanita yang pintunya terkunci. 481. 52 Kasmuri Selamat. Vol 1. h. Tafsir Al-Misbah…. berapa lamakah kaum wanita boleh bersabar apabila ditinggal oleh suaminya? Hafsah Menjawab: Subhanullah. Suami Idaman Istri Impian…. Karena itu suami dan istri saling membutuhkan. Cet. Dengan melihat kedua ayat di atas. Umar bin Khattab bertanya: Wahai anakku. Sementara tidak ada kekasih yang menguak hasratnya. Untuk menciptakan itu.

Mempergauli istri dengan baik Islam memandang rumah tangga dengan mengidentifikasinya sebagai tempat ketenangan.. (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu. waktu berangkat sebulan. tinggal di medan perang selama empat bulan dan kembali pulang selama sebulan. Islam juga memandang hubungan dan jalinan suami-istri dengan menyifatinya sebagai hubungan cinta. An-Nisaa: 19). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka. keamanan dan kesejahteraan. sayang menyayangi dan cinta mencintai. Berfirman: “. Sang suami harus menjauhi hal-hal yang bisa melukai perasaannya dan berusaha sekuat mungkin untuk tidak mengingkari janji yang telah dibuat bersama53. tentu saya tidak akan bertanya tentang masalah ini kepadamu. kasih dan sayang. dan menegakkan unsur ini di atas pilihan dan kemauan mutlak agar semuanya dapat berjalan dengan sambut menyambut.41 tentang perkara ini? Umar menjawab: Kalau bukan karena saya ingin memperhatikan permasalahan kaum muslimin. Hafsah menjawab: Lima bulan atau enam bulan. Kewajiban yang harus selalu diperhatikan oleh suami sebagai kepala rumah tangga adalah menjaga kemuliaan istrinya dari hal-hal yang menyebabkan kehormatannya dihina atau hal-hal yang merendahkan martabatnya sebagai manusia. ˺̂˯Ύδϧ΍. padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (Q. ˴ ˴ ˸Π˴ ˴ ˱ Ό˸ϴ˴ ˸΍Ϯ˵ ˴ ˸Ϝ˴ ϥ˴ϰ˴ ˴ ˴ ͉ ˵ Ϯ˵ ˵ ˸ϫ˶ ˴ ϥ˶ ˴ ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶ ͉ ˵ ϭ˵ ˶ Ύ˴ ˴  Ϟό ϳϭ Ύ η ϫή Η ΃ δόϓ Ϧϫ ϤΘ ήϛ Έϓ ϑ ή Ϥ Α Ϧϫ ήη ϋϭ Tentang hal ini Allah swt.. maka mulai saat itu khalifah Umar bin Khattab menetapkan untuk mujahidin berperang waktunya paling lama enam bulan.Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Mendengar jawaban dari anaknya itu.” 2. S.

306. h. .˱ήϴ˶ ˴ ˱ή˸ϴ˴ ˶ ϴ˶ ˵ ˷ϟ΍ ΍ Μ ϛ ΍ Χ Ϫ ϓ ϪϠ  ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶ ͉ ˵ ϭ˵ ˶ Ύ˴ ˴ ϑ ή Ϥ Α Ϧϫ ή η ϋϭ Dan bergaullah dengan mereka secara makruf. ada ulama yang memahaminya dalam arti perintah untuk berbuat baik 53 Sayyid Quthb. Tafsir Fi Zhilalil Quran…. Jil 2.

Kata ϑϭήόϣ.42 kepada istri yang dicintai maupun tidak.

Ini berarti berbeda antara makruf dengan cinta55. tetapi berbuat baik masih harus diperintahkan. kecuali istri tersebut melakukan perbuatan yang keji yang nyata. membedakan antara mawaddah yang seharusnya menghiasi hubungan suami istri dengan ma’ruf yang diperintahkan di sini. tetapi ia adalah cinta plus56. Asy-Sya’rawi merujuk kepada firman Allah yang menafikan adanya mawaddah atau cinta kepada orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya sekalipun orang-orang itu bapak. Quraish Shihab. Sebagaimana ketika seseorang yang ingin menceraikan istrinya karena tidak mencintainya lagi. h. sedang makruf tidak mengharuskan adanya cinta54. Vol 2…. anak atau saudara-saudara. ‘Umar bin 54 Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah…. merasa senang bersamanya serta bergembira dengan kehadirannya. Asy-Sya’rawi memiliki pandangan lain. sedang ma’ruf tidak harus demikian. 383. Tafsir Al-Misbah…. Dia menjadikan perintah di atas tertuju kepada suami yang tidak mencintai lagi istrinya. h. bukan saja dalam arti cinta. Asy-Sya’rawi mengatakan. sungguh tepat. Padahal katanya. seperti berzina atau nusyuz. h. tidak memaksa. Bahkan mawaddah yang diharapkan terjalin antara suami istri. 382. Penggalan ayat di atas melarang menyusahkan atau menyakiti istri oleh sebab apapun. Almawaddah menurutnya adalah berbuat baik kepadanya. Vol 2. Ulama Mesir yang meninggal tahun 1999. yakni berbuat ihsan dan berbaik-baik kepadanya. ma’ruf mereka pahami mencakup tidak menganggu. dalam ayat yang lain. Apa yang dikemukakan Asy-Sya’rawi di atas. dan juga lebih dari itu. Mawaddah pastilah disertai dengan cinta. Vol 2…. Quraish Shihab. 383. 55 56 . Tafsir Al-Misbah…. agar kehidupan rumah tangga tidak berantakan hanya karena cinta suami istri telah pupus. Dia memerintahkan anak untuk bergaul dengan makruf kepada ibu bapak yang memaksa anak untuk tidak percaya keesaan Allah. Walau cinta pupus.

tutur kata yang baik termasuk sedekah. R.” (H. jangan kamu pisah ranjang (hajr) kecuali di dalam rumah. “Dalam menghadapi seorang wanita. “Seorang istri itu laksana botol. menjawab.43 Khatab mengecamnya sambil berkata: “Apakah rumah tangga hanya dibina atas dasar cinta? Kalau demikian mana nilai-nilai luhur? Mana pemeliharaan. menyangkut segala sesuatu. Jangan kamu pukul wajahnya! Jangan kamu cela! Dan.” Juga diingat. Jangan memperketat nafkah mereka. jangan menyakiti mereka melalui perkataan maupun perbuatan. maka penuhilah botol itu dengan minuman yang engkau sukai.60 Orang-orang saleh pernah berkata. Rasulullah pernah ditanya oleh seseorang. “Kamu memberi makan kepadanya apabila kamu makan. Dan apabila suami tidak menyenangi istrinya karena keaiban akhlak atau fisik mereka yang tidak menyenangkan. melipur lara. bersabarlah. Atau menyambut mereka dengan wajah yang muram dan menyambut mereka dengan mengerutkan dahi58. 57  ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ. tutur kata yang lembut. dan perhatian yang cukup. kita memerlukan sedikit humor. karena Allah menjadikan kebaikan itu menyeluruh. mana amanah yang engkau terima?”57 Suami harus memperbaiki pergaulannya dengan istri. untuk itu harus menggauli mereka dengan cara yang mereka senangi. termasuk pada mereka yang tidak disukai itu59. “Apa hak istri yang wajib kita ήΠϬΗϻϭΞϘΗϻϭϪΟϮϟ΍ΏήπΗϻϭΖϴδΘϛ΍Ϋ·ΎϫϮδϜΗϭΖϤόσ΍Ϋ·ΎϬϤόσ penuhi?” Rasulullah saw. Kamu memberi pakaian kepadanya apabila kamu berpakaian.” Orang saleh yang lain pernah berkata. Ahmad Daud dan Nasaa’i).

58 59 60 . Jil 4. Tafsir Al-Maragi…. Jilid. h. Tafsir Al-Maragi…. 447. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal …. 384. h. Tafsir Al-Misbah….ΖϴΒϟ΍ϲϓϻ· Quraish Shihab. Al-Maragi. Ahmad bin Hanbal. 4. Jil 4. Al-Maragi. h. 384. Vol 2. h. 383.

Jadi. baik lahir maupun batin.44 Dengan melihat hadis di atas. Sebab larangan itu merupakan rasa kasihan dan sayang kepada mereka. mawaddah dan rahmah serta menunaikan hak-haknya ketika hak-hak mereka ditinggalkan. secara tidak langsung Islam melarang suami melukai perasaan istri dengan perkataan. Karena hal itu yang akan membuka terjadinya pemukulan dan kekerasan lain oleh suami kepada istri. . Karena memukul merupakan perubahan hukum dari kesulitan kepada kemudahan karena suatu alasan disebabkan latar belakang hukum asli. walaupun dalam batas-batas yang dibenarkan oleh syariat karena istri tidak taat kepada suaminya boleh memukulnya. yaitu demi kelanggengan suami istri dan terciptanya keluarga yang sakinah. seorang kepala rumah tangga mempunyai kewajiban. juga harus menjaga kehormatan dan perasaan istrinya itu. Menegakkan keadaan yang membolehkan karena suatu alasan. selain harus memberikan nafkah kepada istrinya. akibatnya istri akan tersakiti secara fisik juga mentalnya.

Sedangkan “peranan” adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan1. memberikan teladan. Namun. tidak lepas dari kemerosotan akhlak para orang tua. peran memiliki arti seperangkat tingkat yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat. h. (Jakarta: Balai Pustaka. Dan “suami” memiliki arti pria yang menjadi pasangan hidup resmi seorang wanita2. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Memberikan Teladan Harus diakui. Sehingga yang dimaksud dengan peranan suami adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan oleh suami. Adapun peranan suami dalam rumah tangga menurut Ahmadi Sofyan dalam bukunya The Best Husband in Islam meliputi. 860. bertanggung jawab. Kamus Besar Bahasa Indonesia…. 1996). A. 2 1 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 751. h. 45 . Sesungguhnya orang tua adalah teladan yang paling dekat dengan anak-anaknya. bahwa merosotnya moral generasi muda saat ini. dan menciptakan rumah tangga teladan. Edisi ke-2.BAB III PERANAN SUAMI DALAM MEMBINA RUMAH TANGGA YANG SAKINAH Peranan adalah dari kata dasar “peran” yang ditambahkan akhiran “an”. sayangnya ternyata seringkali orang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

karena Ia menganugerahkan dengan akhlak. The Best Husband in Islam…. Manusia dikatakan sebagai makhluk mulia di antara makhluk-makhluk ciptaan lainNya. 3 Ahmadi Sofyan. Manusia yang tidak memiliki akhlak. h. sedangkan sang istri pun lalai dalam memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga yang baik. Seorang suami diperintahkan untuk menasehati keluarganya. 4 Ahmadi Sofyan. Di antara kewajiban seorang suami adalah mendidik keluarganya tentang hukumhukum agama5. 29. Oleh karena itu memberikan teladan kepada anak merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan generasi yang dilahirkan orang tua dari benih-benih cinta mereka. Kelalaian ini terjadi ketika sang suami tidak mampu memberikan teladan kepada istrinya dalam mendidik sebuah keluarga bahagia yang didambakan. Begitu juga akhlak suami dalam rumah tangga terhadap isterinya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya. Keutuhan dan kesuksesan dalam berumah tangga akan menjadi cermin bagi anak-anak yang dilahirkan ketika mereka berkeluarga nantinya. Cet. 29-30. mencegah mereka dari kemungkaran. yang harus diperlakukan dengan baik oleh seorang suami. The Best Husband in Islam. h. (Jakarta: Lintas Pustaka. Akhlak ini pun akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah swt. 2006). Akibatnya anak-anak menjadi korban dari kelalaian seorang pendidik dalam rumah tangga4. akan tetapi sepanjang hayat dikandung badan. maka ia tidak patut dikatakan sebagai manusia. 5 . Membangun sebuah keluarga bukan hanya untuk sehari atau dua hari. Karena isteri dan anak adalah amanah Allah swt. 77. Ahmadi Sofyan. memerintahkan mereka untuk melakukan kebaikan. The Best Husband in Islam…. h. Ke-I.46 tua lalai membimbing mereka dengan akhlak yang baik dalam perlakuan dan tindakan kita sehari-hari3.

An-Nisa: 19). dan tidak sampai membuat salah satu organ tubuhnya tidak dapat menjalankan tugas. dan mendidiknya dengan didikan Islam. maka ia memberi makan isterinya dengan makanan yang baik.47 Adapun akhlak suami kepada istrinya adalah sebagai berikut6: 1. tidak mengucurkan darah. Jika isteri tidak taat kepadanya. dan tidak meninggalkan bekas luka. Seorang suami yang memiliki akhlak dan memahami sang isteri tercinta. memberinya pakaian yang sopan. kepadanya dengan menasehatinya tanpa mencaci-maki atau menjelekjelekannya. ia pisah ranjang dengannya. yakni memukul bukan untuk menyakiti atau melukai. agar isterinya tidak membangkang seperti yang diperintahkan Allah swt.  ˺̂˯ΎδϨϟ΍. Memperlakukannya dengan baik Allah swt. S. jika isteri tetap tidak taat kepadanya. maka ia memiliki hak untuk memukul. berfirman: “Dan bergaulah dengan mereka dengan cara yang baik” (Q.

maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka. berfirman:  ˼˽˯ΎδϨϟ΍. maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka” (Q. S. bersabda: Allah swt. dan pukullah mereka. An-Nisa: 34). Dalam hal ini Rasulullah saw.˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶ ͉ ˵ ϭ˵ ˶ Ύ˴ ˴  ϑ ή Ϥ Α Ϧϫ ήη ϋϭ ͉ ˵ Ϯ˵ ˶ ˸ο΍˴ ˶ ˶ Ύ˴ ˴ ˸ϟ΍ϲ˶ ͉ ˵ ϭ˵ ˵ ˸ϫ΍˴ ͉ ˵ Ϯ˵ ˶ ˴ ͉ ˵ ˴ Ϯ˵ ˵ ˴ Ϯ˵ Ύ˴ ˴ ϲ˶ ͉ ϟ΍˴ Ϧϫ Αή ϭ ϊΟ πϤ ϓ Ϧϫ ήΠ ϭ Ϧϫ ψόϓ Ϧϫί θϧ ϥ ϓ ΨΗ Ηϼ ϭ “Wanita-wanita yang kalian khawatirkan nusyuznya (Pembangkangannya). Kemudian jika mereka mentaati kalian.

˱ήϴ˶ ˴ ˱ ˷˶˴ ˴ Ύ˴ ˴ ˷ϟ΍͉ ˶˱ ϴ˶ ˴ ͉ ˶ ˸ϴ˴˴ ˸΍Ϯ˵ ˸Β˴ ˴ ˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˸ό˴ ˴˸ϥ˶ ˴ ΍ Βϛ ΎϴϠϋ ϥ ϛ ϪϠ ϥ· ϼ Βγ ϦϬ Ϡϋ ϐ Η ϼϓ ϜϨ σ΃ Έϓ ήΠϬΗϻϭΞϘΗϻϭϪΟϮϟ΍ΏήπΗϻϭΖϴδΘϛ΍Ϋ·ΎϫϮδϜΗϭΖϤόσ΍Ϋ·ΎϬϤόσ  ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ.

34-38.. h.ΖϴΒϟ΍ϲϓϻ· 6 Ahmadi Sofyan. ... The Best Husband in Islam.

Jangan kamu pukul wajahnya! Jangan kamu cela! Dan. Muslim). dan minuman yang wajib diberikannya. Mengerjakan persoalan-persoalan yang urgen dalam agama kepada isterinya jika belum mengetahui Seorang suami wajib hukumnya memberikan kemudahan kepada isterinya dalam mempelajari agama. Daud dan Nasaa’i). dan menyucikan jiwanya itu tidak lebih sedikit dari kebutuhannya terhadap makanan. Kamu memberi pakaian kepadanya apabila kamu berpakaian. forum-forum ilmiah dan lain-lain. R.48 “Kamu memberi makan kepadanya apabila kamu makan. Sebab kebutuhan untuk memperbaiki kualitas agama. ia menyenangi yang lainnya” (H. maka hendaknya memberinya izin untuk menghadiri pengajian. jika ia membenci sesuatu pada fisiknya.8 2. R.” (H. Jika tidak mampu untuk mengajari sendiri. jangan kamu pisah ranjang (hajr) kecuali di dalam rumah.7 ϩήϴϏ ϝΎϗ ϭ΍ ήΧ΃ ΎϬϨϣ ϲοέ ΎϘϠΧ ΎϬϨϣ ϩήϛ ϥ· ΔϨϣΆϣ ϦϣΆϣ ϙήϔϳϻ “Laki-laki mukmin tidak boleh membenci wanita mukminah. majelis ta’lim.  ϢϠδϣϩ΍ϭέ. Ahmad.

Terj. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Q. Jilid. 871. 447. At-Tahrim: 6). II. h. Adib Bisri Musthofa. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. S. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal …. . Asy-Syifa. Shahih Muslim. 1993) Juz. Ύ˴ ˸ϴ˴˴ ˵ ˴ Ύ˴ ˶ ˸ϟ΍˴ ˵ Ύ͉ϟ΍Ύ˴ ˵ Ϯ˵ ˴ ˱έΎ˴ ˸Ϣ˵ ϴ˶˸ϫ˴˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˵ ϧ˴΍Ϯ˵ ΍Ϯ˵ ˴ ΁˴ ϳ˶ ͉΍Ύ˴ ͊ ˴Ύ˴ Ϭ Ϡϋ Γέ ΠΤ ϭ α Ϩ ϫΩ ϗϭ ΍ ϧ Ϝ Ϡ ΃ϭ Ϝδϔ ΃ ϗ Ϩϣ Ϧ άϟ Ϭϳ΃ ϳ Allah swt.˴ ϭ˵ ˴ ˸Ά˵ Ύ˴ ˴ Ϯ˵˴ ˸ϔ˴ ˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˴ ˴Ύ˴ ˴ ͉ϟ΍˴ Ϯ˵ ˸ό˴ Ύ˴˲ ΍˴ ˶ ˲ Ύ˴˶ ˲ ˴ ˶ Ύ˴˴ ϥ ήϣ ϳ ϣ ϥ Ϡό ϳϭ ϫήϣ΃ ϣ ϪϠ ϥ μ ϳ ϟ Ω Ϊη υ ϠϏ ΔϜ΋ Ϡϣ 7 Ahmad bin Hanbal. Muslim. (Semarang: CV. 8 . 4. h. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. yang keras.

yaitu suami harus membawa keluarganya kepada penjagaan dari api neraka dengan nasehat dan pelajaran.11 Wa ahlikum. harta yang haram di dapat dari cara yang haram justru menjerumuskan mereka ke dalam neraka. 10 11 . Jil. maka neraka lebih berhak untuk (tempat tinggal) nya. 9. Menghadirkan Surga di Rumah…. 28. h. Jami’ Al-Hadis …. Tafsir Al-Maragi…. 450. Untuk itu. 9 Al-Maragi. Ahmad Kusyairi. h. Allah memerintahkan kaum mukmin pada umumnya untuk menjaga diri dan keluarga dari neraka yang kayu bakarnya adalah manusia dan berhalaberhala pada hari kiamat. “Setiap daging yang tumbuh (dalam tubuh manusia) dari sesuatu yang ϪΑϰϟϭ΃έΎϨϟΎϓΖΤδϟ΍ϪΘΒϧ΃ϢΤϟϞϛ ˸Ϣ˵ ϴ˶˸ϫ˴˴ Ϝ Ϡ ΃ϭ haram. Juz. Jadilah dirimu yaitu suami pelindung dari api Ϝδϔ ΃ ϗ neraka dengan meninggalkan maksiat9. Ini berarti ia harus selalu mengondisikan dan memfasilitasi terwujudnya iklim yang mendorong semua anggota keluarga menjadi orang-orang yang bertakwa. 208-209.   Membina keluarga dengan pembinaan yang terpadu dan kontinyu. ketika orang tua membiasakan anak-anaknya shalat. Menyiapkan sandang. Membentengi keluarga dari api neraka dapat dilakukan dengan berbagai cara di antaranya10:  Membentuk mereka menjadi manusia yang bertakwa pada Allah dengan senantiasa menyeru mereka untuk mentaati Allah dan melarang mereka dari maksiat kepadaNya. h. pangan dan papan keluarga dengan cara yang halal. puasa. 259. Abdurahman Suyuti. Sebab. Hal ini sebagaimana sabda Nabi saw. membaca Al-Quran dan lain-lain sesungguhnya mereka telah membentengi anak-anak dari api neraka.49 ˸Ϣ˵ ˴ ˵ ϧ˴΍Ϯ˵ Quu anfusakum.

“Wahai Rasulullah. Tafsir Al-Misbah…. yang tidak mendurhakai Allah menyangkut apa yang Dia perintahkan kepada mereka sehingga siksa yang mereka jatuhkan – Allah. h. anak-anak dan seluruh yang berada di bawah tanggung jawab kamu dengan membimbing dan mendidik mereka agar kamu semua terhindar dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia-manusia yang kafir dan juga batu-batu antara lain yang dijadikan berhala-berhala12. Vol. Tafsir Al-Maragi…. Wahai orang-orang yang percaya kepada Allah dan RasulNya hendaklah sebagian dari kamu memberitahukan kepada sebagian yang lain. Telah diriwayatkan. kita menjaga diri kita sendiri. Al-Maragi. Tafsir Al-Misbah…. yakni sesuai dengan dosa dan kesalahan masing-masing penghuni neraka dan mereka juga senantiasa dan dari saat ke saat mengerjakan dengan mudah apa yang diperintahkan Allah kepada mereka14. 28. Tetapi bagaimana kita menjaga 12 kendati mereka kasar – tidak juga berlebih dari apa yang diperintahkan Quraish Shihab. yang keras-keras perlakuannya dalam melaksanakan tugas penyiksaan. bahwa Umar berkata ketika turun ayat itu. 13 14 . 326. ϥ ήϣ ϳ ϣ ϥ Ϡό ϳϭ ϫήϣ΃ ϣ ϪϠ ϥ μ ϳ ϟ Ω Ϊη υ ϠϏ ΔϜ΋ Ϡϣ Ϭ Ϡϋ ˴ ϭ˵ ˴ ˸Ά˵ Ύ˴ ˴ Ϯ˵˴ ˸ϔ˴ ˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˴ ˴Ύ˴ ˴ ͉ϟ΍˴ Ϯ˵ ˸ό˴ Ύ˴˲ ΍˴ ˶ ˲ Ύ˴˶ ˲ ˴ ˶ Ύ˴˴ Ύ˴ ˸ϴ˴˴ Di atasnya yakni yang menangani neraka itu dan bertugas menyiksa penghuni-penghuninya adalah Malaikat-malaikat yang kasar-kasar hati dan perlakuannya. Dan hendaklah kamu mengajarkan kepada keluargamu perbuatan yang dengannya mereka dapat menjaga diri mereka dari api neraka dan bawalah mereka kepada yang demikian ini melalui nasehat dan pengajaran13. peliharalah diri kamu antara lain dengan meneladani Nabi dan pelihara juga keluarga kamu yakni istri. yaitu ketaatan kepada Allah dan menuruti segala perintah-Nya. 326. 14.50 ˵ ˴ Ύ˴ ˶ ˸ϟ΍˴ ˵ Ύ͉ ϟ΍Ύ˴ ˵ Ϯ˵ ˴ ˱έΎ˴ ˸Ϣ˵ ϴ˶˸ϫ˴˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˵ ϧ˴΍Ϯ˵ ΍Ϯ˵ ˴ ΁˴ ϳ˶ ͉΍Ύ˴ ͊ ˴Ύ˴ Γέ ΠΤ ϭ α Ϩ ϫΩ ϗϭ ΍ ϧ Ϝ Ϡ ΃ϭ Ϝδϔ ΃ ϗ Ϩϣ Ϧ άϟ Ϭϳ΃ ϳ Hai orang-orang yang beriman. Jil. 259 Quraish Shihab. apa yang dapat menjaga dirimu dari api neraka dan menjauhkan kamu daripadanya. h. Vol. h. 14.

Menghadirkan Surga di Rumah…. Jil. “Kamu larang mereka mengerjakan apa yang dilarang Allah untukmu. Di dalam ayat ini terdapat isyarat mengenai kewajiban seorang suami mempelajari fardhu-fardhu agama yang diwajibkan baginya mengajarkannya pada keluarga mereka. h.51 keluarga kita?” Rasulullah saw. 262 Al-Maragi. Ayat ini tertuju kepada perempuan dan lelaki (ibu dan ayah) sebagaimana ayat-ayat yang serupa (misalnya ayat yang memerintahkan berpuasa) yang juga tertuju kepada lelaki dan perempuan. Itulah penjagaan antara diri mereka dengan neraka15. 16 17 18 . 262 Quraish Shihab. seperti kekayaan tampilan fisik. Tafsir Al-Misbah…. 28. dan kamu perintahkan kepada mereka apa yang diperintahkan Allah kepadamu. 28. h. Vol. sehingga tidak berlebihan sampai ada yang menyebutnya sebagai kitab keluarga18.16 Ayat enam di atas menggambarkan bahwa dakwah dan pendidikan harus bermula dari rumah. Berbeda dengan persepsi kebanyakan orang yang menilai kesuksesan seseorang dengan standar materi. tetapi itu bukan berarti hanya tertuju kepada mereka. 327 Ahmad Kusyairi. 207. gelar 15 dan Al-Maragi. Tafsir Al-Maragi…. Ayah atau ibu sendiri tidak cukup untuk menciptakan satu rumah tangga yang diliputi oleh nilai-nilai agama serta dinaungi oleh hubungan yang harmonis17. h. 14. menjawab. h. Al-Qur’an telah memberikan perhatian yang amat besar terhadap kehidupan keluarga. Ayat di atas juga secara langsung mengingatkan betapa tinggi dan penting kedudukan keluarga dalam Islam dan betapa perhatian terhadap keluarga harus diberikan dalam porsi yang besar. Ayat di atas walau secara redaksional tertuju kepada kaum pria (ayah). Tafsir Al-Maragi…. Jil. Ini berarti kedua orang tua bertanggung jawab terhadap anak-anak dan juga pasangan masing-masing sebagaimana masing-masing bertanggung jawab atas kelakuannya.

 ΍Ϯ˵ ˴ ΁ ˴ ϳ˶ ͉΍ Ύ˴ ͊ ˴ Ύ˴ (Hai orang-orang Ϩϣ Ϧ άϟ Ϭϳ΃ ϳ yang beriman)19. Wanita termasuk bagian dari keluarga laki-laki dan penjagaan dirinya dari api neraka ialah dengan iman. maka ayat di atas sesungguhnya juga memberikan pemahaman bahwa standar kesempurnaan dan kesuksesan seorang mukmin adalah sejauh mana ia sukses dalam menciptakan stabilitas keluarga setelah mampu menciptakan stabilitas diri. Melarangnya untuk mengumbar aurat dan berhubungan bebas (ikhtilat) dengan laki-laki yang bukan muhrimnya. isterinya melaksanakan ajaran-ajaran Islam beserta Sikap dan perilaku istri bisa menjadi cermin bagi kehidupan rumah tangga. Kamilah yang memberi rezki kepadamu.52 serta jabatan. ˵ ˴ ˶ Ύ˴ ˸ϟ΍˴ ˴ ˵ ˵ ˸ή˴ ˵ ˸Τ͉ ˱ ϗ˸ί˶ ˴ ˵˴ ˸δ˴ Ύ˴Ύ˴ ˸ϴ˴˴ ˸ή˶ ˴ ˸λ΍˴ ˶ Ύ˴͉ ϟΎ˶ ˴ ˴˸ϫ˴˸ή˵ ˸΃˴ ΔΒϗ ό ϭ Ϛϗί ϧ Ϧ ϧ Ύ έ Ϛϟ΄ ϧ ϟ Ϭ Ϡϋ Βτ ϭ Γ Ϡμ Α ϚϠ ΃ ϣ ϭ Selain itu. dan pengetahuan sehingga ia bisa mengerjakannya seperti yang diperintahkan syariat. Allah swt. dan amal shaleh. berfirman: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa” (Q. ˺˼˻Ϫσ. Oleh karena itu seorang suami berkewajiban untuk mengajarkan dan melaksanakan ajaran Islam beserta etikanya kepada isterinya. 3. S. Mewajibkan etikanya. Taha: 132). Amal shaleh harus berdasarkan ilmu. Karenanya ayat  tersebut diawali dengan panggilan. memberikan perlindungan yang memadai kepadanya dengan tidak mengizinkannya untuk merusak akhlak atau agamanya. Kami tidak meminta rezki kepadamu. dan tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk menjadi wanita fasiq terhadap perintah Allah swt.

Menghadirkan Surga di Rumah….ϯ˴ ˸Ϙ͉ Ϡ˶ ϮΘϟ 19 Ahmad Kusyairi. h. . 207.

259. 8. h. 21 . Bahkan 20 Quraish Shihab. dan beberapa putera beliau bersama ‘Ali ibn Abi Thalib ra. maka ia hanya terbatas pada istri Nabi yaitu Khadijah ra. maka ia dapat mencakup keluarga besar Nabi Muhammad saw. 28. Dan kesudahan yang baik di dunia dan di akhirat adalah bagi orang-orang yang menghiasi dirinya dengan ketakwaan. dan setiap kepala keluarga muslim agar Ύ˴ ˸ϴ˴˴  ˸ή˶ ˴ ˸λ΍˴  ˶ Ύ˴͉ ϟΎ˶  ˴ ˴˸ϫ˴ ˸ή˵ ˸΃˴ Ϭ Ϡϋ Βτ ϭ Γ Ϡμ Α ϚϠ ΃ ϣ ϭ dan perintahkanlah keluargamu melaksakan shalat secara baik dan bersinambung pada setiap waktunya dan bersungguh-sungguhlah engkau wahai Nabi Muhammad dalam bersabar atasnya. jika ditinjau dari masa turunnya ayat ini. Tafsir Al-Misbah…. atau Kami tidak membebanimu untuk menanggung rezeki bagi dirimu atau keluargamu.53 Pada ayat ini disebut pasangan orang-orang beriman dan keluarganya. Allah memerintahkan Nabi saw. hai Rasul keluargamu untuk mendirikan shalat. Kamilah yang memberi jaminan rezeki kepadamu. termasuk semua istri dan anak cucu beliau. ϯ˴ ˸Ϙ͉ Ϡ˶ ˵ ˴ ˶ Ύ˴ ˸ϟ΍˴  ˴ ˵ ˵ ˸ή˴  ˵ ˸Τ͉  ˱ ϗ˸ί˶  ˴ ˵˴ ˸δ˴  Ύ˴ Ϯ Θ ϟ ΔΒϗ ό ϭ Ϛϗί ϧ Ϧ ϧ Ύ έ Ϛϟ΄ ϧ ϟ Kami tidak meminta kepadamu rezeki dengan perintah shalat ini. 402. lalu menyadari bahwa perintah tersebut berlanjut sepanjang hayat. Tetapi bila dilihat dari penggunaan kata ahlaka yang dapat mencakup keluarga besar. Vol. Suruhlah. Al-Maragi. Tafsir Al-Maragi…. dan hendaklah kamu sendiri memeliharanya. karena nasehat dengan perbuatan akan lebih membekas dibanding dengan perkataan21. Kata ϚϠ ΃ ˴ ˴˸ϫ˴ keluarga. Jil. Kenikmatan dari kehadiran mereka dalam satu rumah tangga diperoleh melalui hubungan harmonis masing-masing anggota keluarga satu dengan yang lain serta hubungan yang harmonis dengan Allah swt. yang tercermin antara lain dalam pelaksanaan shalat. yang beliau pelihara sepeninggal Abu Thalib. h. yakni dalam melaksanakannya20.

Ahmad). Nabi saw. juga bersabda: “Allah merahmati seorang suami yang bangun tengah malam untuk melakukan shalat.24 Jadi. seorang suami yang sukses dalam kehidupan berumah tangga adalah suami yang sukses dalam mengayomi keluarga. mampu menempatkan keluarganya untuk menjadi generator dan inspirator bagi dirinya dalam  ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ. dan jika istrinya tidak mau bangun. dengan mengalokasikan waktu khusus untuk beribadah secara berjamaah. Kata ρ). ia memercikkan air pada wajahnya. ˸ή˶ ˴ ˸λ΍ Βτ dari kata (ήΒλ΍) bersabarlah. karena shalat yang wajib bagi beliau adalah shalat lima waktu.54 sementara ulama memperluasnya sehingga mencakup seluruh umat beliau22. dan jika suaminya tidak mau bangun. ΎϬΟϭίΖψϘϳ΃ϭΖϠμϓϞϴϠϟ΍ϦϣΖϣΎϗϩ΃ήϣ΍Ϳ΍ϢΣέϭ˯ΎϤϟ΍ΎϬϬΟϭϲϓ ΢πϧΖΑ΃ϥΈϓΖϠμϓϪΗ΃ήϣ΍φϘϳ΃ϭϲϠμϓϞϴϠϟ΍ϦϣϡΎϗϼΟέͿ΍ϢΣέ Kemudian Rasulullah saw. Dan Allah juga merahmati seorang wanita yang bangun tengah malam untuk shalat. lalu ia membangunkan istrinya agar ikut shalat. R. lalu ia membangunkan suaminya agar ikut shalat. belajar secara bersama. maka ia memercikkan air pada wajahnya” (H. dengan penambahan huruf Penambahan itu mengandung makna penekanan. Di antara hal yang dapat melanggengkan hubungan suami istri adalah saling membantu dalam ketaatan kepada Allah swt. tetapi juga shalat malam yang diperintahkan kepada beliau. diperintahkan untuk lebih bersabar dalam melaksanakan shalat. Ini memerlukan kesabaran dan ketekunan melebihi apa yang diwajibkan atas keluarga dan umat beliau23.

Vol. Tafsir Al-Misbah…. 8. 4. 8. h. Juz.˯ΎϤϟ΍ϪϬΟϭϲϓΖΤπϧϲΑ΃ϥΈϓϲϠμϓ 22 Quraish Shihab. 402 Quraish Shihab. h. Tafsir Al-Misbah…. 416. Abdurahman Suyuti. 23 24 . Vol. 403. h. Jami’ Al-Hadis….

sebab suami yang diberi kepercayaan terhadapnya. Tidak membuka rahasia isterinya dan tidak membeberkan aibnya. Kemudian ia membeberkan rahasia hubungan suami isteri tersebut” (H.55 memproduksi beraneka macam kebajikan. bersabda:  ϢϠδϣϩ΍ϭέ. 4. Rasulullah saw. Seorang suami hendaknya menjadi orang yang paling dipercaya oleh isteri. dan isterinya bergaul dengannya. ϭϪΗ΃ήϣ΍ϰϟ·ϲπϔϳϞΟήϟ΍ΔϣΎϴϘϟ΍ϡϮϳΔϟΰϨϣͿ΍ΪϨϋαΎϨϟ΍ήηϦϣϥ· “Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah ialah suami yang menggauli isterinya. Muslim). Mampu mewujudkan keluarganya menjadi keluarga sakinah. R. dituntut menjaga dan melindunginya. begitu pula sebaliknya.25 Hadist di atas merupakan dalil atas keharaman seseorang menyiarkan rahasia hubungannya di atas ranjang dengan istrinya baik berupa ucapan. perbuatan dan lain sebagainya26. Tidak membuka rahasia dan tidak membeberkan aib isteri. mawaddah dan rahmah.

h. pakaian. 2.ΎϫήγήθϨϳϢΛϪϴϟ·ϲπϔΗ 5. Suami berkewajiban untuk berbuat adil terhadap mereka dalam hal makanan. 398. Kado Pernikahan…. Jami’ Al-Hadis…. Berlaku adil terhadap isteri-isterinya. Syaikh Hafiz Ali. tempat tinggal 25 Abdurahman Suyuti. minuman. 130. Juz. Jika seorang suami kebetulan memiliki isteri lebih dari satu orang. Seorang suami harus bisa berlaku adil terhadap istri-istrinya supaya tidak timbul perpecahan di antara mereka. jika memiliki isteri lebih dari satu orang. h. maka ia memiliki tanggung jawab yang sangat besar yang harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah swt. 26 .

S. berfirman: “Kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil.. An-Nisa: 3). Karena hal tersebut bisa menimbulkan kemurkaan Allah swt.. S.. maka kawinilah satu orang saja. Ia tidak boleh bersikap curang atau dzolim sedikit pun. Jelas sekali bahwa keadilan yang maksud oleh ayat di atas merupakan keadilan dalam hal material. An-Nisa: 129. Dalam Al-Quran Allah swt.” (Q.56 dan tidur.. Jadi apabila ada orang yang ingin menutup rapat-rapat pintu poligami dengan berdasarkan Q. tidaklah tepat karena keadilan yang dimaksudnya adalah dalam hal ˼˯ΎδϨϟ΍.

˱ ˴ ˶ ΍˴ ˴ ˸΍Ϯ˵˶ ˸ό˴ ͉ ˴˸Ϣ˵ ˸ϔ˶ ˸ϥ˶ ˴  ΓΪΣ Ϯϓ ϟΪ Η ϻ΃ Θ Χ Έϓ ˶ ˸ϴ˴ ˸ϟ΍ ͉ ˵  ˸΍Ϯ˵ϴ˶ ˴  ˴ ˴  ˸Ϣ˵ ˸λ˴ ˴  ˸Ϯ˴˴  ˯Ύ˴ ͋ ϟ΍ ˴ ˸ϴ˴  ˸΍Ϯ˵˶ ˸ό˴  ϥ˴ ˸΍Ϯ˵ ϴ˶ ˴ ˸δ˴  Ϧ˴˴ Ϟ Ϥ Ϟϛ Ϡ ϤΗ ϼϓ Θ ήΣ ϟϭ δϨ Ϧ Α ϟΪ Η ΃ ό τΘ Η ϟϭ ˯ΎδϨϟ΍.

Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan).27 Sebenarnya poligami sudah ada jauh sebelum Islam.˱ Ϥϴ˶ ͉ ˱έϮ˵ ˴ ˴ Ύ˴ ˴ ˷ϟ΍͉ ˶ ˴ ˸΍Ϯ˵ ͉ ˴ ˴ ˸΍Ϯ˵ ˶˸μ˵ ϥ˶˴ ˶ ˴ ͉˴ ˵ ˸ϟΎ˴ Ύ˴ ϭ˵ ˴ ˴ ˴ Ύ Σέ ΍ ϔϏ ϥ ϛ ϪϠ ϥΈϓ ϘΘΗϭ ΤϠ Η ·ϭ ΔϘϠόϤ ϛ ϫ έάΘϓ  ˺˻̂ imaterial (cinta): “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteriisteri (mu). S. Pada zaman Nazi. An-Nisa: 129). Musuh-musuh Islam menuduh. maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q. Mesir. Mongol. seperti bangsa Tibet.. . Bahkan para uskup 27 Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi’. bahwa sesungguhnya hanya Rasulullah saw.. yang menganjurkan manusia untuk melakukan poligami. 15. Persi dan Romawi. h. poligami juga sudah dikenal di kalangan orang-orang Jerman.. sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Tujuan mereka ialah untuk memperburuk citra Islam. Poligami sudah tersebar luas di kalangan bangsa-bangsa terdahulu. Kado Pernikahan. bukan Allah swt. karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai). yang menganjurkan. walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. China.

dan kemampuan untuk berbuat adil harus kepada semua istri harus dimiliki. seperti: kemungkinan mandulnya seorang istri. atau terjangkiti penyakit parah. dan aku orang yang terbaik dari kalian terhadap keluarganya” (H.  ϰϧήΒτϟ΍ϩ΍ϭέ. R.57 memperbolehkan poligami kepada beberapa orang raja setelah masuknya agama Kristen ke Eropa. merupakan satu kemungkinan yang tidak aneh? Apakah jalan keluar bagi suami yang dapat diusulkan untuk menghadapi kemungkinan itu? Bagamana ia menyalurkan kebutuhan biologis atau memperoleh dambaannya untuk memiliki anak? Poligami ketika itu adalah jalan yang paling ideal. seperti Napoleon. Sedangkan Rasulullah saw. Ath-Thabrani). adalah sosok suami yang sangat adil terhadap isteri-isterinya. Rasulullah saw.29 Selain itu. Jadi tidak benar tuduhan orang-orang yang mengatakan bahawa: Islam adalah yang mempelopori poligami28. memiliki beberapa orang isteri karena alasan untuk perlindungan terhadap janda-janda yang ditinggal mati oleh suaminya. banyak kondisi yang merupakan alasan logis untuk tidak menutup pintu poligami dengan syarat-syarat yang tidak ringan. Dalam hal ini beliau mewasiatkan perlakuannya yang baik terhadap isteriisterinya: “Orang terbaik dari kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya.

. Juz. h. Abdurahman Suyuti... 29 . 16. h. 308. Kado Pernikahan. Jami’ Al-Hadis….ϲϠϫϷϢϛήϴΧΎϧ΃ϭϪϠϫϷϢϛήϴΧϢϛήϴΧ 28 Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi’. 4.

31 . Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga: Antara kewajiban dan Realitas. yang tentu akan bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya. h. kategori ini adalah menjalankan ibadah. dan berdakwah dengan bijaksana (bil hikmah) dan tutur kata yang ramah (mau’izah hasanah). (Jakarta: Gema Insani. Tanggung jawab ini bertambah. Mereka menyimpulkan bahwa macam-macam tanggung jawab tersebut sebagai berikut30: 1. 2000). Arif Chasanul Muna. setelah ia menyelesaikan masa lajangnya. Husain Syahatah. 4. Dalam hal ini para ahli fiqih dan ulama telah membahas banyak masalah tanggung jawab laki-laki dalam Islam. Di samping itu harus bertanggung jawab atas isterinya. Cet. melakukan amal sholeh. Syariat Islam memberikan perhatian khusus terhadap masalah ini dan menjadikannya sebagai salah satu tujuan mulia. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses. Oleh sebab itu. Oleh karena itu ruang lingkup pertanggung jawabannya semakin luas. (Jakarta: AMZAH. Pada saat itu. pekerjaan dan dirinya secara seimbang. baik dengan berlebih-lebihan maupun sebaliknya. karena agama merupakan pilar utama dalam kehidupan seorang muslim31. begitupula dalam masalah tanggung jawab yang harus diemban. 10. juga bertanggung jawab atas anak-anaknya. Tanggung jawab terhadap Allah swt dan agamanya Salah satu tanggung jawab seorang laki-laki adalah menegakkan dan menjaga agamanya. sehingga tidak terjadi tindakan ekstrem dalam pengimplementasiannya. masyarakat dan juga tentunya kepada Allah swt. Cet.58 B. Ke-I. Ke-I. Ia harus mempertanggung jawabkan apa yang telah ia lakukan kepada dirinya sendiri. h. Terj. 30 Husain Syahatah. Yang bisa menjadi indikasi terpenuhinya tanggung jawab. 2005). Sebelum menikah. Bertanggung Jawab Menjadi seorang suami bukanlah hal yang gampang. Laki-laki adalah pemimpin. seorang laki-laki harus mengetahui dengan baik karakter dan macam-macam tanggung jawab yang harus diembannya. tuntutan yang menjadi beban bagi seorang laki-laki semakin menumpuk. keluarga. seorang laki-laki bertanggung jawab untuk memenuhi tuntutan-tuntutan agama.

32 Husain Syahatah. The Best Husband in Islam…. Pendidikan jasmani untuk memperkuat kemampuan jasmani.  Mempererat hubungan baik dengan orang lain dengan memenuhi hakhaknya dan membantu penyelesaian kepentingan-kepentingan mereka. 10. h. mempersiapkan kemampuan mereka dan mengemban tanggung jawab mereka di masa mendatang. dan berbuat baik kepada mereka. dengan menjaga dan memenuhi tuntutan-tuntutannya33. menggaulinya dengan baik. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses. dan usaha mencari nafkah yang halal.59 2.  Tanggung jawab terhadap anak-anaknya dan memberi mereka nafkah.  Memberikan waktu-waktu luang untuk istirahat. memperhatikan pendidikan mereka. menebarkan rasa kasih sayang. Ahmadi Sofyan. Dengan memperhatikan hal ibadah. Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Bertanggung jawab terhadap anggota keluarga dalam posisinya sebagai pemimpin dalam rumah tangga Tanggung jawab ini terbagi menjadi beberapa bagian32:  Tanggung jawab terhadap isteri dengan memberikannya nafkah. Tanggung jawab terhadap sanak kerabatnya dengan menjalin silaturrahmi. Yang termasuk dalam kategori tanggung jawab ini adalah sebagai berikut:   Pendidikan rohani untuk memperkuat intensitas dan kualitas ibadah kepada Allah swt. menjaga dan memberikannya nafkah kepada keduanya. h. 41 33 . Dengan terjaganya kesehatan.   Tanggung jawab terhadap kedua orang tua dengan berbakti. …. bisa dilakukan dengan semangat dan wacana baru. 3. amal baik. dan membimbingnya dengan penuh kecintaan. ibadah. amal baik dan usaha mencari nafkah yang halal bisa terlaksana dengan baik.

firman Allah swt: “Mereka akan ditanya tentang apa yang kalian pernah lakukan” (Q. Bekerja dengan optimal dan sempurna. An-Nahl: 93). Suami merupakan pemimpin dalam rumah tangga. Tanggung jawab terhadap profesi yang digelutinya dalam mencari rezeki yang baik dan halal. Dalam sabda Rasulullah saw.60 4. disebutkan: ̂˼ϞΤϨϟ΍. Menularkan keahlian yang dimiliki kepada orang lain (berbagi keahlian atau ilmu)34. dari Ibnu Umar ra. Hukum itu meliputi poin-poin sebagai berikut: 1. Seiring dengan pendapat di atas. dan ia akan dimintai pertanggung jawabannya atas kepemimpinannya itu di hadapan Allah swt35. dalam Islam terdapat hukum-hukum tentang tanggung jawab suami terhadap rumah tangganya. Sebagai dalil tentang hal itu. Menjaga keikhlasan dalam bekerja dengan berniat untuk ibadah. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:     Mencari pekerjaan yang halal yang akan menjadi sumber pendapatan finansial yang baik. S. dengan disertai niat beribadah.

˴ Ϯ˵˴ ˸ό˴ ˸Ϣ˵ Ϩ˵ Ύ͉ ˴ ͉ ˵˴ ˸δ˵ ˴˴  ϥ ϠϤ Η Θ ϛ Ϥϋ Ϧϟ΄ Θϟϭ ϪΘϴϋέ Ϧϋ ϝϮΌδϣ ϭ ω΍έ ϡΎϣϹ΃ ϪΘϴϋέ Ϧϋ ϝϮΌδϣ ϢϜϠϛϭ ω΍έ ϢϜϠϛ Ϧϋ ϝϮΌδϣϭ ϩΪϴγ ϝΎϣ ϲϓ ω΍έ ϡΩΎΨϟ΍ϭ ΎϬΘϴϋέ Ϧϋ ΔϟϮΌδϣϭ ΎϬΟϭί Ϧϋ ϝϮΌδϣϭ ϪϴΑ΃ ϝΎϣ ϲϓ ω΍έ ϞΟήϟ΍ϭ ϝΎϗ Ϊϗ ϥ΃ ΖΒΣϭ ϝΎϗ ϪΘϴϋέ  ϢϠδϣϭέΎΨΒϟ΍ϩ΍ϭέ.

35 . h. h. …. 11 Ahmadi Sofyan. The Best Husband in Islam….ϪΘϴϋέϦϋϝϮΌδϣϭω΍έϢϜϠϛϭϪΘϴϋέ ΖϴΑ ϲϓ Δϴϋ΍έ Γ΃ήϤϟ΍ϭ ϪΘϴϋέ Ϧϋ ϝϮΌδϣ Ϯϫϭ ϪϠϫ΃ ϲϓ ω΍έ ϞΟήϟ΍ϭ “Masing-masing dari kamu adalah pemimpin dan masing-masing dari kamu bertanggung jawab atas kepemimpinannya. 151. Seorang lakilaki pemimpin terhadap keluarganya dan bertanggung jawab atas 34 Husain Syahatah. Imam itu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses.

Seorang suami memiliki kewajiban dan tanggung jawab kepada istrinya. 4. Tanggung jawab suami dalam Islam memiliki cakupan yang sangat luas. R. Dalil tentang hal ini terdapat ˱ ͉ ˴ ͉ Ϣ˵ ˴ ˸ϴ˴ ˴ ˴ ˴ ˴ Ύ˴ ˸ϴ˴˶΍Ϯ˵ ˵ ˸δ˴ ͋˱ Ο΍˴ ˸ί˴˸Ϣ˵ ˶ ˵ ϧ˴˸Ϧ͋ Ϣ˵ ˴˴ ˴˴  ˸ϥ˴˶ ˶ Ύ˴ ΁˸Ϧ˶ ˴ ΓΩϮϣ ϜϨ Α ϞόΟϭ Ϭ ϟ· ϨϜ Θϟ Ύ ϭ ΃ Ϝδϔ ΃ ϣ Ϝϟ ϖϠΧ ΃ ϪΗ ϳ ϣϭ dalam firman-Nya: ˻˺ϡϭήϟ΍. seperti membantunya melaksanakan ajaran agama. dirinya.61 kepemimpinannya. menjaga kehormatan dan menghiburnya. menyambungkan hubungan silaturrahim39. Semua itu merupakan dasar dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang. istrinya. Keluarganya. menggaulinya dengan baik. Perempuan itu pemimpin dalam rumah suaminya dan bertanggung jawab akan kepemimpinannya. membantunya dalam urusan rumah tangga jika diperlukan. Ia berkata: Dan saya menduga bahwa beliau teah bersabda: Seorang lakilaki (anak) adalah pemimpin dalam harta ayahnya dan bertanggung jawab akan kepemimpinannya.36 2. Dan masing-masing dari kamu adalah pemimpin da bertanggung jawab akan kepemimpinannya” (H. Bukhari dan Muslim). anaknya. jangan sampai tanggung jawab itu membuat pekerjaan lain terbengkalai38. meliputi tanggung jawab terhadap agamanya. Pelayan itu pemimpin dalam harta tuannya dan bertanggung jawab akan kepemimpinannya. menafklahi. ilmunya dan pekerjaannya37. hartanya. Suami hendaknya berusaha mewujudkan keseimbangan antara tugas dan tanggung jawab. 3.

Husain Syahatah. Ahmadi Sofyan. Asy-Syifa. Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga…. dkk. 134. Terj.˴ ϭ˵ ͉ ˴ ˴ ˴ ˳ ˸Ϯ˴ ͋˳ Ύ˴ ΂˴˴ ˶˴ ϲ˶ ͉ ˶˱ ˴ ˸Σ˴ ˴ ϥ ήϜϔΘϳ ϡ Ϙϟ Ε ϳ ϟ ϚϟΫ ϓ ϥ· ΔϤ έϭ 36 Bukhari. Shahih Bukhari. h. 37 Husain Syahatah. 113. 2. Vol. 9-10. 152. 1993). h. (Semarang: CV. h. 38 39 . h. The Best Husband in Islam…. Sunarto. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses….

membantu suami mengeluarkan nafkah. 5. ϝΎϗˮήϴΧ˯ΎδϨϟ΍ϱ΃ϢϠγϭϪϴϠϋͿ΍ϞλͿ΍ϝϮγέϞΌγΓήϳήϫϲΑ΃Ϧϋ Hal itu dijelaskan dalam hadits Rasulullah saw. diciptakanNya bagi kalian pasangan-pasangan dari jenismu sendiri supaya kamu dapat bersenangsenang dengannya. melahirkan anak. jika diberi kebaikan dia membalas dengan kebaikan. jika dipandang ia menyenangkan hati. mengurus rumah.62 “Dari sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah. Ar-Rum: 21). Tentang bagaimanakan istri yang baik? Rasulullah menjawab: Jika disuruh dia taat. Ahmad). menjaga kehormatan.41  ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ. jika ia ditinggal pergi oleh suami. Bertanya kepada Rasulullah saw. menjaga harta.: ϪϟΎϣϭ ΎϬδϔϧϲϓ ϩήϜϳ ΎϤϴϓ ϪϔϟΎΨΗϻϭήϣ΃ ΍Ϋ΍ ϪόϴτΗϭ ήψϧ΍Ϋ΍ ϩήδΗϱάϟ΍ “Abu Huraira. ia menjaga diri dan harta suaminya” (H. S. Sebagai hasilnya nanti. lalu menjadikan kalian karenanya berkasih sayang. akan tercipta kedamaian. ketentraman. keharmonisan dan rasa cinta. Kewajiban-kewajiban istri terhadap suaminya menurut syariat adalah taat kepadanya selama bukan maksiat. R. tidak keluar rumah tanpa izin suaminya. ikut berpartisipasi dalam acara-acara kekeluargaan dan masyarakat. ra. berdandan untuk suami. Sesungguhnya hal itu menjadi tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Q. seperti zakat atau sedekah40.

seperti memberikan pendidikan yang Islami. menafkahi dan menyekolahkan. memberikan pendidikan moral. 6. h. The Best Husband in Islam…. 154. Ahmad bin Hanbal. 251. menjaga amalan ibadah. dan 40 Ahmadi Sofyan. memberikan latihan tentang urusan rumah tangga dan kehidupan. menurunkan bakat. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal …. 2. Jilid. h. Kewajiban dan tanggung jawab sebagai orang tua kepada anak. 41 .

berperilaku baik.63 mengajar berdakwah di jalan Allah swt42. Sebagai hasil dari tanggung jawab ini maka akan terlahir anak-anak yang shaleh. menggantikannya dalam urusan agama. menafkahi keduanya saat keduanya membutuhkan. ˴ ˴ ˶ ˸ϟ΍ ˴ ˴ Ϩ˶  ͉ ˴ ˵˸Β˴  Ύ͉ ˶ ˱ ϧΎ˴ ˸Σ˶ ˶ ˸ϳ˴ ˶΍˴ ˸ϟΎ˶ ˴  ˵ Ύ͉ ˶ ͉ ˶ ˸΍ϭ˵ ˵ ˸ό˴  ͉ ˴ ˴ ͊ ˴  ϰ˴ ˴ ˴ ήΒϜ ϙΪ ϋ ϦϐϠ ϳ ϣ· Ύ δ · Ϧ Ϊϟ Ϯ Αϭ ϩ ϳ· ϻ· ΪΒ Η ϻ΃ ϚΑέ πϗϭ ˱ Ϥϳ˶ ˴  ˱ ˸Ϯ˴  Ύ˴ ˵ ͉ Ϟ˵ ˴  Ύ˴ ˵ ˸ή˴ ˸Ϩ˴  ˴ ˴  ͈ ˵ Ύ˴ ˵ ͉ Ϟ˵ ˴  ˴ ˴  Ύ˴ ˵ ˴ ˶  ˸ϭ˴ Ύ˴ ˵ ˵ ˴ ˴ Ύ ήϛ ϻ ϗ ϤϬϟ ϗϭ Ϥϫ Ϭ Η ϻϭ ϑ΃ ϤϬϟ ϘΗ ϼϓ Ϥϫϼϛ ΃ ϤϫΪΣ΃ ˻˼˯΍ήγϹ΍. taat selama tidak dalam kemaksiatan. 7. memuliakan dan menghormatinya. melakukan haji dan umrah untuk keduanya. Kewajiban anak terhadap orang tua dalam Islam adalah berbuat baik. serta berdoa untuk keduanya43.

S ϲ˶ Ύ˴ ͉ ˴  Ύ˴ ˴  Ύ˴ ˵ ˸Ϥ˴ ˸έ΍ ͋ ͉  Ϟ˵ ˴  ˶ ˴ ˸Σ͉ ϟ΍ ˴ ˶  ͋ ͊ ϟ΍ ˴ Ύ˴ ˴  Ύ˴ ˵ ˴ ˸ξ˶ ˸Χ΍˴ ϧ ϴΑέ Ϥϛ ϤϬ Σ Ώέ ϗϭ ΔϤ ή Ϧϣ ϝά Ρ ϨΟ ϤϬϟ ϔ ϭ “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku. Dalil mengenai hal ini adalah firman Allah: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. S. Juga firmanNya: ˻˽˯΍ήγϹ΍. kasihilah mereka keduanya. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduaduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. ˳ . Al-Isra: 23). maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (Q. AlIsra’: 24).” (Q.

The Best Husband in Islam…. 136. 43 . h. Husain Syahatah. Menyia-nyiakan. 154.˱ήϴ˶ ˴ ΍ ϐλ 8. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses…. h. merupakan perbuatan yang bertentangan 42 Ahmadi Sofyan. dan melampaui batas dalam menjalankan kewajiban dan tanggung jawab. mengurangi.

sakit. Adanya tekanan jiwa dan rusaknya urusan rumah tangga. dan ditimpa masalah. Hilangnya tanggung jawab kepemimpinan suami terhadap keluarga dan anaknya. serta beberapa kesalahan lain. S. Sebagai contoh bentuk kemaksiatan. adalah seperti berikut ini44:        Pasangan suami istri dan anak-anak yang memiliki perangai jahat yang bertentangan dengan syariat Allah swt. kelembutan.    Anak-anak lari dari rumah dan melenceng dari jalan yang lurus. dosa dan kejahatankejahatan dalam rumah. maka ia kan mendapatkan kehidupan yang sempit” (Q. Membiarkan keluarga saat keluarga tertimpa bencana yang pelik. dan sikap saling hormat dalam rumah tangga. Rusaknya nama baik Islam dan kaum muslimin. Tersebarnya kejahatan sosial. Lemahnya keharmonisan. tetangga. Membuka rahasia rumah tangga. akibatnya kehidupan menjadi sempit. Perangai-perangai di atas bertentangan dengan syariat Allah swt. kasih sayang. Thaha: 124).64 dengan syari’at. Menyebarluaskan kehormatan rumah tangga di antara keluargakeluarga dekat. Seperti dalam firmanNya: “Dan barang siapa yang menentang peringatanku. dan teman-teman. Ia membiarkan begitu saja tanpa ada penyelesaian.  ˺˻˽Ϫσ.

Perangai-perangai yang tidak sesuai dengan syariat dan kelalaian tanggung jawab suami dalam rumah tangganya. h. . Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses….˱ ϜϨ˴ ˱ ˴ ϴ˶ ˴ ˵ ˴͉ ˶ ˴ ϱ˶ ˸ϛ˶ Ϧ˴ ˴ ˴ ˸ϋ˴˸Ϧ˴ ˴ Ύ ο Δθ όϣ Ϫϟ ϥΈϓ ή Ϋ ϋ νή ΃ ϣϭ 9. 137. Persoalan ini dapat diselesaikan 44 Husain Syahatah.

berlandaskan kepada asas pendidikan yang formal. membenarkan dalam firmanNya: ˻˺ϡϭήϟ΍. sesuai dengan ajaran dan cara-cara yang baik. Adanya sistem pahala dan sanksi. sesuai dengan aturan syariat. Adanya program untuk menenangkan jiwa. Selain itu. Langkah-langkah penyelesaian secara Islami yang dapat ditempuh untuk menanggulangi pengaruh kurangnya tanggung jawab suami terhadap 45 Allah swt. Adanya aturan sebagai pengontrol dan pengawas untuk rumah tangga. S. dengan saran ini juga akan dapat menghindarkan perasaan takut dan akan memperoleh keberkahan hidup. diciptakanNya bagi kalian pasangan-pasangan dari jenismu sendiri supaya kamu dapat bersenangsenang dengannya. Mengadakan silaturrahmi dan menunaikan hak-hak mereka. Kebersamaan dan mengemban tanggung jawab masyarakat terhadap keluarga. Ar-Rum: 21). setahap demi setahap. 10.65 dengan melakukan langkah-langkah penyelesaian secara Islami seperti berikut ini45:         Memberikan pendidikan yang Islami untuk seluruh anggota keluarga. Menerapkan prinsip musyawarah dalam urusan rumah tangga. lalu menjadikan kalian karenanya berkasih sayang. Adanya sanksi yang Islami dalam menindak sikap yang terlarang menurut syariat. ˱ ͉ ˴ ͉ Ϣ˵ ˴ ˸ϴ˴ ˴ ˴ ˴ ˴ Ύ˴ ˸ϴ˴˶΍Ϯ˵ ˵ ˸δ˴ ͋˱ Ο΍˴ ˸ί˴˸Ϣ˵ ˶ ˵ ϧ˴˸Ϧ͋ Ϣ˵ ˴˴ ˴˴ ˸ϥ˴˶ ˶ Ύ˴ ΁˸Ϧ˶ ˴ ΓΩϮϣ ϜϨ Α ϞόΟϭ Ϭ ϟ· ϨϜ Θϟ Ύ ϭ ΃ Ϝδϔ ΃ ϣ Ϝϟ ϖϠΧ ΃ ϪΗ ϳ ϣϭ “Dari sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah. Saran-saran ini dapat mewujudkan rumah tangga muslim yang harmonis dan penuh kasih sayang. teman-teman dan tetangga. Sesungguhnya hal itu menjadi tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Q.

The Best Husband in Islam…. 157.˴ ϭ˵ ͉ ˴ ˴ ˴ ˳ ˸Ϯ˴ ͋˳ Ύ˴ ΂˴˴ ˶˴ ϲ˶ ͉ ˶˱ ˴ ˸Σ˴ ˴ ϥ ήϜϔΘϳ ϡ Ϙϟ Ε ϳ ϟ ϚϟΫ ϓ ϥ· ΔϤ έϭ Ahmadi Sofyan. . h.

menyuruh berbuat yang makruf. dan terciptanya kepemimpinan yang senantiasa mengajak masyarakat kepada dakwah di jalan Allah swt46. dan kepada Allahlah kembali segala urusan” (Q. menciptakan kelompok yang mengajak kepada yang baik dan mencegah yang mungkar yang dapat diterima oleh orang banyak dengan baik. mendalami ajaran agama. ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶ ΍ϭ˵ ˴ ˴˴ ˴ Ύ˴ ͉ ϟ΍΍˵ ˴ ΁˴ ˴ Ύ˴͉ ϟ΍΍Ϯ˵ Ύ˴ ˴˶ ˸έ˴ ˸ϟ΍ϲ˶ ˸Ϣ˵ Ύ͉ ͉ ͉ ϥ˶˴ ϳ˶ ͉΍ ϑ ή Ϥ Α ήϣ΃ϭ Γ ϛΰ ϮΗ ϭ Γ Ϡμ ϣ ϗ΃ ν ΄ ϓ ϫ ϨϜϣ · Ϧ άϟ Allah swt. adalah meningkatkan pendidikan rohani. niscaya mereka mendirikan sembahyang. konsistensi terhadap perangai-perangai yang baik.66 rumah tangganya. menunaikan zakat. Al-Hajj: 41). S. pendidikan akhlak. Alangkah lebih baik jika kami menutup hukum-hukum Islam tentang tanggung jawab suami terhadap rumah tangganya ini dengan firman Allah  ˽˺ΞΤϟ΍. menjelaskan hal itu dalam firmanNya: “(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi. dan mencegah dari perbuatan yang mungkar.

S. dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya” (Q.˶ Ϯ˵ ˵˸ϟ΍˵ ˴ ˶ Ύ˴ ˶ ͉˶˴ ˶ ˴ Ϩ˵ ˸ϟ΍˶ ˴ ΍˸Ϯ˴ ˴ ˴ έ ϣ΄ ΔΒϗ ϋ ϪϠϟϭ ήϜ Ϥ Ϧϋ Ϭϧϭ ˸Ϧ͋  Ϣ˵ Ύ˴ ˸Θ˴˴ Ύ˴ ˴  ˸Ϣ˵ ˴ ͉ ͋ ˵  ˸Ϣ˶ ˶  Ύ˴ ˸Ϙ˴ ˸ϟ˴ ˳ Ύ˴ ϳ˶ ˶  Ϣ˵ ˵ ͉ ͋ ˵  ˸Ϣ˵ ˸Θ˴ ˴ ͉ ΍˴  ΍Ϯ˵ ˴ ΁ ˴ ϳ˶ ͉΍˴ ϣ ϫ Ϩ ϟ΃ ϣϭ ϬΘϳέΫ ϬΑ Ϩ Τ ΃ ϥ Ϥ ΈΑ ϬΘϳέΫ Ϭ όΒΗ ϭ Ϩϣ Ϧ άϟ ϭ “Dan orang-orang yang beriman. swt: ˻˺έϮτϟ΍. AthThur: 21). dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan. Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka.

˲ ϴ˶ ˴ ˴ ˴ ˴ Ύ˴ ˶ ˳ ˶ ˸ϣ΍͊ ˵ ˳ ˸ϲ˴ Ϧ͋ Ϣ˶ ˶˴ ˴ Ϧ ϫέ ΐδϛ ϤΑ Ήή Ϟϛ ˯ η ϣ ϬϠϤϋ ϊϠπϟ΍ϰϓΊηΝϮϋ΃ϥ΍ϭϊϠοϦϣΖϘϠΧΓ΃ήϤϟ΍ϥΈϓ˯ΎδϨϟΎΑ΍ϮλϮΘγ΍ϭ ˯ΎδϨϟΎΑ΍ϮλϮΘγ΍ΝϮϋ΃ϝΰϳϢϟϪΘϛήΗϥ·ϭϪΗήδϛϪϤϴϘΗΖΒϫΫϥ·ϩϼϋ΃  ϢϠδϣϩ΍ϭέ.

h. 158. The Best Husband in Islam…. .΍ήϴΧ ΖϜδϴϟϭ΃ήϴΨΑϢϠϜΘϴϠϓ΍ήϣ΃ΪϬη΍ΫΈϓ ήΧϷ΍ϡϮϴϟ΍ϭͿ΍ΎΑϦϣΆϳ ϥΎϛ Ϧϣ Rasulullah saw pun pernah berwasiat kepada seorang laki-laki: 46 Ahmadi Sofyan.

h. Kamus Besar Bahasa Indonesia…. Kamus Besar Bahasa Indonesia…. h.. Ia tunaikan kewajiban-kewajiban yang Allah telah tentukan keduanya.49 Jadi menciptakan rumah tangga sakinah. 48 49 50 . kebahagiaan. 758. Sesungguhnya membangun rumah tangga itu membutuhkan perjuangan yang luar biasa beratnya. Kasmuri Selamat. Sedangkan sakinah adalah kedamaian. II. ketentraman. ditanggapinya dengan kata yang baik. ketentraman. Adib Bisri Musthofa …. Saya wasiatkan supaya kamu memperhatikan nasib kaum wanita sebaik-baiknya” (H. ialah orang yang apabila melihat suatu keadaan. bersemangat. Sebelum menciptakan rumah tangga yang sakinah. h. penuh perhatian serta berlapang dada. dia akan patah. Berpegang Teguh Kepada Syariat Allah Laki-laki yang shaleh adalah seorang laki-laki yang senantiasa berpegang teguh kepada syariat Allah dalam segala urusan kehidupannya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. seorang suami harus memiliki kepribadian suami yang shaleh. Juz. Terj. ketenangan dan kebahagiaan. Menciptakan Rumah Tangga Sakinah Rumah tangga adalah sesuatu yang berkenaan dengan keluarga48. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. h. R. ketenangan. atau diam.47 C. Jika anda mencoba meluruskannya. 769. dia akan tetap bengkok. Saya wasiatkan supaya kamu memperhatikan nasib kaum wanita. Muslim). 1. 47 Muslim. karena jenis itu diciptakan dari tulang rusuk yang terbengkok. 870. agar suami sukses membentuk keluarga sakinah.67 “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat. Berhubungan dengan itu.. Suami Idaman Istri Impian. ia akan melaksanakan kewajiban terhadap keluarganya dengan penuh tanggung jawab.. dan jika dibiarkan. dimulai dari pemancangan pondasi aqidah dan pilar-pilar akhlak. Shahih Muslim. Jika ia menjadi seorang suami. Kasmuri Selamat mengemukakan beberapa kepribadian suami shaleh50: 1. yaitu menciptakan rumah tangga (sesuatu yang berkenaan dengan keluarga) yang penuh dengan kedamaian.

68 2. kewajiban tersebut ia tunaikan sebelum menuntut haknya. Laki-laki yang shaleh tentu akan membahagiakan istrinya. Dalam kehidupan berumah tangga ia senantiasa berpedoman kepada hadis ϩ΍ϭέ. Berpedoman Kepada Petunjuk Rasulullah saw. Seimbang antara Hak dan Kewajiban Dalam kehidupan sehari-hari sikapnya tidak tamak. 3. Ia tidak pernah menyia-nyiakan kewajibannya. tidak menuntut lebih banyak dari yang semestinya. bahkan ia menerima dengan rela terhadap kekurangan-kekurangan yang ada.

Yang maksudnya: “Sesungguhnya mukmin yang sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. bagi suami yang shaleh.51 ϯάϣήΘϟ΍ “Orang terbaik dari kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya. Disamping itu ciri-ciri dari laki-laki shaleh yang membahagiakan kehidupan rumah tangga itu ialah53:  Mendirikan rumah tangga semata-mata karena Allah swt. ϢϬ΋ΎδϨϟ ϢϛέΎϴΧ ϢϛέΎϴΧϭ ΎϘϠΧ ϢϬϨδΣ΃ ΎϧΎϤϳ· ϦϴϨϣΆϤϟ΍ ϞϤϛ΃ Rasulullah saw. dan aku orang yang terbaik dari kalian terhadap keluarganya” (H.52 Ituah kesaksian agung Rasulullah saw. kesaksian kebajikan yang diiringi dengan kesempurnaan iman serta akhlak yang mulia. Ath-Thabrani). R. Timidzi). dan sebaik-baik kalian adalah kalian yang baik terhadap istriistri kalian” (H.  ϰϧήΒτϟ΍ϩ΍ϭέ. R.

Jami’ Al-Hadis…. 308. 52 53 . Juz. Kasmuri Selamat... Suami Idaman Istri Impian.. Juz. 4. 2. Jami’ Al-Hadis …. h.ϲϠϫϷϢϛήϴΧΎϧ΃ϭϪϠϫϷϢϛήϴΧϢϛήϴΧ 51 Abdurahman Suyuti. h. 2. Abdurahman Suyuti. h. 63.

Membina sebuah rumah tangga yang sakinah.69       Melayani dan menasehati Istri dengan sebaik-baiknya. agar mahligai rumah tangga yang dibangun dengan landasan cinta dan kasih sayang menjadi teladan bagi penghuninya maupun generasi yang akan lahirkan.      Memberi nafkah kepada istri dan anak-anak menurut kadar kemampuan. Menjaga hati dan perasaan istri. Tidak mencaci istri di hadapan orang lain dan tidak memuji wanita lain di hadapannya. Bersabar dan menerima kelemahan istri dengan hati yang terbuka.  Mengelakkan agar jangan terlalu mengikuti kemauan istri. serta meyakini bahwa segala sesuatu yang dijadikan Allah swt pasti terdapat hikmah yang tersembunyi di sebaliknya. Bertanggung jawab menidik akhlak istri dan anak-anak sesuai dengan kehendak Islam. Menciptakan rumah tangga sakinah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bersabar dan menghindari memukul istri dengan pukulan yang memudaratkan. . Memberi kasih sayang dan rel berkorban apa saja demi kepentingan dan kebahagiaan bersama. Semua orang Islam berharap dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. karena ia akan melunturkan nama baik dan prestasi suami selaku pemimpin rumah tangga. Menyediakan keperluan dan tempat tinggal yang layak untuk mereka. Senantiasa menjaga tentang keselamatan mereka. adalah dambaan dari setiap suami istri yang berikrar dalam cinta dan kasih sayang. wa rahmah. Senantiasa bertenggang rasa dan tidak menuntut sesuatu di luar kemampuan istri. Namun. mawaddah.

54 Ahmadi Sofyan. Begitu banyak di antara kita yang merindukan berumah tangga menjadi suatu yang teramat indah. h. Keluarga/rumah tangga adalah sebuah institusi terkecil di dalam masyarakat yang berfungsi sebagai wahana untuk mewujudkan kehidupan yang tentram. ia akan selalu merindukan untuk pulang ke rumah. h. bahagia. Akan tetapi. kegelisahan dan penderitraan. Jadikan rumah tangga sebagai pusat ketentraman bathin dan ketenangan jiwa. The Best Husband in Islam…. Mereka berusaha menjadi nakhoda yang handal. dan sejahtera dalam suasana cinta dan kasih sayang diantara anggota-anggotanya55. kita saksikan deretan antrian orang-orang yang gagal dalam menciptakan rumah tangga bahagia. Ternyata merindukan rumah tangga sakinah harus benar-benar disertai dengan kesungguhan. terutama bagi anak-anak yang dilahirkan. penuh dengan pesona cinta dan kasih sayang. kenyataan yang ada. 55 . bersimbah peluh. Bahkan tidak jarang diakhiri dengan kenistaan yang berujung dengan perceraian sehingga melahirkan penderitaan yang berkepanjangan. aman. seringkali kemudi menjadi rebutan antara suami istri. 39. ketentraman dan kenyamanan bathin para penghuninya. 43-46. dan bersikeras menunjukkan arah tujuan yang diarungi. Ahmadi Sofyan mengatakan ada empat kiat minimal menuju keluarga yang sakinah54: 1. damai. bekerja keras. yakni mengerahkan segala daya dan upaya dalam pengertian yang sebenarnya. Hari demi harinya hanya diisi kecemasan. Relasi Suami Istri dalam Islam….70 ternyata ketika bahtera itu mulai mengarungi lautan yang luas. Sehingga ketika sang suami sudah berlumuran keringat. Sesungguhnya rumah tangga itu bisa dijadikan pusat ketenangan. kekerasan. ketakutan. Sri Mulyati.

Seperti yang terdapat dalam firman Allah Q. h. saling memperbaiki. akan mampu menjadi pelepas dahaga. bukanlah rumah tangga yang memiliki status sosial keduniawian. Merawat dan mendidik anak merupakan tugas bersama suami istri56. Tidak pula rumah tangga yang para penghuninya adalah penuh dengan deretan titel dan gelar. Hal ini dapat dipahami dari teks-teks Al-Quran dan Hadis. maka kekayaan yang harus dimiliki dalam berkeluarga adalah ilmu. 2. Rumah tangga bahagia adaah rumah tangga yang dengan sadar menjadikan sikap saling menasehati. Relasi suami istri dalam Islam…. Tidak jarang pula rumah tangga yang berlimpah dengan kekayaan justru membuat penghuninya di “miskinkan” oleh keinginan-keinginan. Untuk itulah kita membutuhkan orang lain agar bisa melengkapi kekurangan kita guna memperbaiki kesalahan kita. Menciptakan rumah sebagai pusat ketenangan bathin dan ketenangan jiwa. Jadikan rumah tangga sebagai pusat ilmu Rumah tangga yang ditingkatkan derajatnya oleh Allah swt. Hendaknya sesudah memantapkan niat kita kepada Allah untuk mengarungi bahtera rumah tangga. 54 . S. maka anak-anak pun akan rindu berkumpul bersama dengan orang tuanya. Jadikan rumah tangga sebagai pusat nasehat Suami istri hendaknya mengetahui bahwa semakin hari semakin banyak yang harus dilakukan. Bahkan justru hal seperti itu seringkali memisahkan kita dengan kebahagiaan bathin dan ketentraman jiwa. diperbudak dan dinistakan oleh apa yang dimilikinya. serta saling mengoreksi 56 Sri Mulyati. 3.71 Ketika rumah mampu dijadikan sebagai pusat ketentraman bathin dan ketenangan jiwa. At-Tahrim: 6.

selalu dinanti cahayanya dan membuat gembira bagi yang terkena pancaran cahayanya. Karena keduanya tidaklah boleh merasa lebih baik dan lebih berjasa dalam membangun rumah tangga. Jadikan rumah tangga sebagai pusat kemuliaan Hendaknya suami istri mampu menjadikan rumah tangga seperti cahaya matahari. maka rumah tangga tersebut bagaikan cermin. Apabila sebuah rumah tangga mulai saling menasehati.72 dalam kebenaran dan kesabaran sebagai kekayaan yang berharga dalam rumah tangga. Keluarga yang mulia adalah keluarga yang bisa menjadi contoh kebaikan bagi keluarga yang lainnya. 4. begitupula sebaliknya. Menerangi kegelapan. Tidak ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga kita sendiri. Suami yang baik adalah suami yang mau dinasehatin oleh sang istri. Karena betapa memilukan sekaligus memalukan jika ada keluarga muslim yang melakukan tindakan kekerasan rumah tangga seperti yang akhir-akhir ini terjadi. mawaddah wa rahmah yang hendaknya dilakukan oleh keluarga muslim di era modern in. menyegarkan yang layu. Sehingga tidak ada yang diucapkan selain kebaikan tentang keluarga yang telah dibangun. . Demikianlah empat kiat menuju keluarga sakinah. menumbuhkan bibit-bibit. yang tentu cermin akan mampu membuat sebuah penampilan penghuninya menjadi lebih baik.

maka suami itu akan sukses sebagai kepala rumah tangga dan rumah tangganya akan menjadi rumah tangga yang sakinah. yang menjadi kewajibannya dan sangat menentukan akan terwujudnya rumah tangga yang sakinah. Kedua: seorang suami yang shaleh pasti tahu peranannya. maka suami itu akan memimpin. sehingga ia bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi peranannya. Walaupun peranan suami sangat menentukan. mendidik dan memberikan teladan bagi anak-anaknya dalam segala hal. Apabila suami telah melaksanakannya dengan baik. bukan berarti peranan istri tidak menentukan. kedudukan dan kewajibannya. bahkan ia akan selalu lebih memperhatikan kewajibannya terlebih dahulu dibanding dengan haknya. karena ia tahu semua itu akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah swt. Ketiga: Islam melalui Al-Quran dan Sunnah telah memberikan tuntunan yang sangat jelas bagi seorang laki-laki berupa karakter-karakter yang saling melengkapi 73 . Kesimpulan Dari uraian skripsi ini dapat ditarik tiga kesimpulan: Pertama: seorang suami yang sholeh.BAB IV PENUTUP A. karena antara suami dan istri akan saling melengkapi. sebagai kepala rumah tangga pasti tahu fungsi. jika demikian maka rumah tangga yang sakinah akan terwujud.

Amanah tersebut pun akan dimintakan pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Dalam menciptakan keluarga yang sakinah. . apalagi mentelantarkannya. baik itu dari pihak laki-laki atau perempuan. Yang paling utama haruslah yang seagama. sehingga suami semena-mena terhadap anggota keluarga. suami dan istri harus bisa bekerjasama dengan baik. Saran-saran 1. 3. Untuk itu pendidikan harus menjadi suatu kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi. mawaddah wa rahmah pasti akan terwujud. 4. bahkan tidak mungkin untuk dicapai. Apabila laki-laki tersebut mampu memiliki karakter-karakter itu. apalagi pendidikan agama. Seperti memilih sekolah yang Islami. rumah tangga yang sakinah. yang akhirnya akan menjadi suami shaleh. 2. memperhatikan pergaulan anak dan menciptakan suasana keberagamaan di dalam rumah. tidak boleh disalahgunakan. B.74 dalam membentuk laki-laki yang shaleh. Karena tanggung jawab suami dan istri sama besar dan beratnya. saling melengkapi dan menghargai. Hak memimpin keluarga yang dimiliki oleh seorang suami. Ingat semua itu akan dipertanggung jawabkan kepada Allah swt. Sebelum melangsungkan pernikahan sebaiknya teliti dalam memilih pasangan. mawaddah wa rahmah sulit. mawaddah wa rahmah. Anak adalah amanah Allah yang harus dijaga dan dipelihara bersama. karena apabila rumah tangga yang dibangun berdasarkan beda agama maka akan menimbulkan berbagai masalah pemberian pendidikan agama pada anak dan rumah tangga yang sakinah.

Nasy’at. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal. Terj. 2000). Ke-1. (Yogyakarta: Mitra Pustaka. (Beirut: Daar Al-Fikr). Muhammad. Sunarto. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Cet. Sholeh. (Semarang: CV. (Jakarta: Gema Insani Press. Ke-3. Abu. Bukhari. 1993). (Pasuruan: Hilal Pustaka. Karakteristik Lelaki Shalih. Salim Basyarahil. (Bandung: Pustaka Setia. Jibril. Ke-3. Ke-1. ‘Adil. Ke-8. (Yogyakarta: Arina. Muhammad. (Bandung: Mizan. Chumaidi Umar. Kisyik. Ke-1. Hamid. 2003). 1996). Ahmad bin Hanbal. Kiprah Muslimah dalam Keluarga Islam. Ke-1. Fathi. Ke-1. 1999). Fathu Al-Bari: Sarah Shahih Bukhari. Rusli. Ke-1. Ahmad. . (Beirut: Daar Kutab Alamiya). Ahmad Baidowi. Daudin. Cet. Cet.75 DAFTAR PUSTAKA Abdulloh. (Jakarta: PT Mitra Pustaka. Ke-1. Maragi. Hanya untuk Suami. A. (Jakarta: Gema Insani. Terj. Ahmad bin Ali bin Hajr Asqalani. Ida Nursida. Nabi Suami Teladan. Cet. Ke-2. Cet. 2000). Cet. Anwar. dkk. (Semarang: CV. M. Terj. 2007). Mohammad. Cet. Menjadi Suami Tercinta. Bimbingan Islam untuk Mencapai Keluarga Sakinah. 1990). dkk. (Bandung: Al-Bayan. 1996). Terj. Mencapai Pernikahan yang Barakah. Ilmu Tafsir. Cet. Rumahku Surgaku: Sukses Membangun Keluarga Islami. 1993). Bukhori Abu Syauqi. Majid. Ke-XXI. Gisymar. Kado Cinta untuk Istri. Rosihan. Ali. Amin. Cet. Asy-Syifa. 2005). Hasyimi. Menjadi Muslim Ideal. Cet. 1993). Terj. Terj. Lembaga Darut-Tauhid. Cet. Adhim. (Jakarta: Al-Mawardi Prima. Ke-11. 2005). Sulaiman. Abdurrahman. Terj. (Yogyakarta: Wihdah Press. Masri. Cet. Hery Noer Aly. Cet. Shahih Bukhari. Fauzil. Toha Putra. (Jakarta: Balai Pustaka. Abdul. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tafsir Al-Maragi. 1988).

Cet. Ke-6. Shihab. Ke-11. Selamat. (Jakarta: Kalam Mulia. Husain. Fathi. Alisuf. Suyuti. 1993). Quraish. Bingkai Cinta Sepasang Merpati. _________________. Kesan. Sayyid. Ilmu Pendidikan. Relasi Suami dalam Islam. Terj. UIN Syarif Hidayatullah. 2003). 2004). Kusyairi. Cet. 2005). (Jakarta: Gema Insani. Amir. Muhammad. Rofi’I. Sabri. Cet. . Cet. Ke-3. (Beirut: Daar ibn Hazm). Cet. Ke-I. Ibnu Ali. 2007). (Jakarta: PT. Asy-Syifa. dan Keserasian Al-Quran. Quthb. (Jakarta: Pusat Studi Wanita (PSW). (Beirut: Daar Al-Fikr). Muslim. Cet. Sri. Terj. Ke-I. Ke-1. 1994). Tafsir Fi Zhilalil Quran: Di Bawah Naungan Al-Quran. 2000). Sayyid. Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga: Antara kewajiban dan Realitas. Abi. (Jakarta: Maghfirah Pustaka. 1999). “Membina Keluarga Sakinah”. ______________. 2007). 1997). Suhail. Majdi. Meraih Mahkota Pengantin: Kiat-kiat Praktis Mendidik Istri & Mengajar Suami. Husain Syahatah. Syahatah. (Jakarta: AMZAH. Husain. Ulumul Quran II. Ke-1. Shahih Muslim. Ahmad. Taat. (Bandung: Mizan. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses. Lentera Basritama. Cet. Syadali. Cet. (Bandung: Pustaka Setia.. 2007). Ahmad. The Best Husband in Islam. 2000). Menghadirkan Surga di Rumah. (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.. Ke-1. Jami’ Al-Hadis. Mulyati. Cet. Cet. ________________.76 Muhyidin. Kasmuri. Cet. Ke-2. Shahih Muslim. Abdurrahman. Ke-I. Nasution. Terj: As’ad Yasin. (Semarang: CV. 2005). Ahmad. (Jakarta: Lentera Hati. Ke-I. Rahasia Perkawinan dalam Islam: Tuntunan Keluarga Bahagia. Jalaluddin. (Jakarta: Lintas Pustaka. Arif Chasanul Muna. Ke-1. Suami Idaman Istri Impian. 2006). (Jakarta: Aillah. Sofyan. 2000). Tafsir Al-Misbah: Pesan. Cet. Wawasan Al-Qur’an. dkk. M. Ke-X. Terj. Ahmadi. (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. “Bahagia Menjadi Suami Ideal dan Istri Ideal”. Adib Bisri Musthofa. (Jakarta: Gema Insani Pres. Cet.

2007). Ali. Ke-1. Ahmad. Perguruan Tinggi Pesantren Pendidikan Alternatif Masa Depan. www. 20 Nopember 2007.or.id. (Bandung: Remaja Rosda Karya. Ke-8. Cet. Abdul Roysad Shiddiq. Wahjoetomo. Cet. Kado Pernikahan. Tafsir. 1997). Terj. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. (Jakarta: Gema Insani Press. Ke-2.qalam. (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Cet. Pengenalan Singkat Tentang Metode Tafsir Tematik Sebagai Salah Satu Metode Tafsir Terbaru. Selasa. oleh Hamid. 1994). . Hafizh.77 Syuasyi’.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful