PERANAN SUAMI DALAM MEMBINA KELUARGA SAKINAH

Skripsi Ini diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk memenuhi syarat-syarat mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S. Pd.I)

Oleh:

Asral Puadi NIM. 104011000046

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2008/1429 H

LEMBAR PERNYATAAN
Bismillahirrahmanirrahim Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Nim Jurusan Fakultas : Asral Puadi : 104011000046 : Pendidikan Agama Islam : Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Dengan ini saya menyatakan 1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu (S1) di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Jika kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan karya asli saya atau merupakan jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sangsi berdasarkan Undang-undang yang berlaku di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 15 Juli 2008

Asral Puadi

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI

PERANAN SUAMI DALAM MEMBINA KELUARGA SAKINAH

Skripsi Ini diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk memenuhi syarat-syarat mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S. Pd.I)

Oleh:

Asral Puadi NIM. 104011000046

Di bawah bimbingan

Prof. Dr. H. Salman Harun, M. A NIP. 150 062 568

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2008 M/1429 H

Lembar Pengesahan Panitia Ujian

LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi berjudul: “Peranan Suami dalam Membina Keluarga Sakinah” diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan telah dinyatakan lulus dalam Ujian Munaqasyah pada 22 Juli 2008 di hadapan dewan penguji. Karena itu, penulis berhak memperoleh gelar sarjana S1 (S. Pd.I) dalam bidang Pendidikan Agama Islam.

Jakarta, 22 Juli 2008 Panitia Ujian Munaqasyah Ketua Panitia (Ketua Jurusan/Program Studi) Dr. H. Abd. Fatah Wibisono, M. A NIP. : 150 236 009 Sekretaris (Sekretaris Jurusan/Prodi) Drs. Sapiudin Shidiq, M. Ag NIP. : 150 299 477 Penguji I Dr. H. Abd. Fatah Wibisono, M. A NIP. : 150 236 009 Penguji II Drs. Sapiudin Shidiq, M. Ag NIP. : 150 299 477 Mengetahui: Dekan, …………… ……………………. ………….. ……………………. ………….. ……………………. Tanggal ………….. Tanda tangan …………………….

Prof. Dr. Dede Rosyada, M. A. NIP. 150 231 356

sesuai dengan kedudukan suami dalam rumah tangga. terkadang suami cenderung ingin lepas dari peranannya itu. serta mendidiknya. bahkan tidak mau peduli sama sekali. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah peranan suami dalam membina keluarga yang sakinah. Selain itu dampak dari ketidak mengertian dan pemahaman suami tentang peranannya sebagai kepala rumah tangga. yaitu suami. Oleh sebab itu dirasa sangat perlu adanya pemahaman tentang peranan suami dalam membina keluarga yang sakinah. dimana peranan itu akan menjadi tangung jawab suami dan akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah di akhirat kelak. yang akhirnya menjadi tanggung jawabnya harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab agar suami tidak merasa sebagai kepala rumah tangga yang berhak melakukan apa saja terhadap keluarganya sesuai dengan yang ia inginkan. Peranan suami. yang umumnya dilakukan oleh kaum pria. Justru sebaliknya suami harus bisa menjaga dan mengayomi seluruh anggota keluarganya.ABSTRAK Asral Puadi “Peranan Suami dalam Membina Keluarga Sakinah” Islam telah menetapkan bahwa suami merupakan pemimpin dalam rumah tangga dan bertanggung jawab terhadap apa yang ia pimpin. sehingga angota keluarga itu merasa tentram berada di dalam keluarganya. maka diperoleh data-data bahwa Islam telah menetapkan peranan-peranan yang dimiliki oleh suami. tidak semua suami mengerti dan memahami tentang peranannya dalam rumah tangga yang menjadi tanggung jawabnya. Sehingga suami akan lebih mudah dalam melaksanakan peranannya dalam membina rumah tangga yang sakinah. Menghadapi kenyataan tersebut suami terlebih dahulu harus mengetahui kedudukan dan fungsinya dalam keluarga. mawaddah warahmah. Namun. baru kemudian suami itu akan mengetahui peranan yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan menggunakan metode Tafsir Maudhu’i (Tematik). Peranan suami dalam hal ini memegang kedudukan yang sangat penting dalam menciptakan keluarga yang sakinah. i . terutama dalam membina keluarga yang sakinah juga akan terlihat pada masyarakat. apalagi melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

pada kesempatan yang berbahagia ini. kerja kerasnya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan sebagaimana yang diharapkan. segala puja dan puji hanya milik Allah Tuhan Semesta Alam. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada kekasih Allah pejuang agama Islam dan teladan teladan yang terbaik Nabi Muhammad saw. Segenap Bapak dan Ibu dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan pengalamannya kepada penulis selama menjalankan kuliah. 2. tenaga dan pikiran telah diperjuangkan dengan segala keterbatasan kemampuan yang penulis miliki. Sebelumnya penulis mengucapkan jazakumullah khairan katsiran kepada kedua orang tua tercinta. dengan curahan cinta dan kasih sayangnya. 3. semoga Allah selalu menjaga serta memberikan rahmat. ii . demi selesainya skripsi ini dan agar bermanfaat bagi penulis dan pembaca sekalian. Taufik dan Inayah-Nya. motivasi serta bimbingan dari berbagai pihak. walaupun waktu. Selama penyusunan skripsi ini dan selama penulis belajar di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam. Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam dan Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada: 1. skripsi ini dapat terselesaikan. nikmat beserta karunia-Nya kepada mereka. sahabat-sahabatnya dan kepada seluruh umat Islam di seluruh alam. beserta keluarga. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. berkat Rahmat. telah mengantar penulis menyelesaikan pendidikan S1 di UIN Jakarta. penulis banyak mendapatkan bantuan. serta doa yang selalu dipanjatkan.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. Oleh karena itu.

15 Juli 2008 Penulis iii . Bapak Prof. Salman Harun. serta yang selalu memberikan semangat dan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. perhatian.. yang telah meluangkan waktu. dan kemudahan dalam memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berharga bagi penulis dengan penuh kesabaran dan dedikasi yang tinggi dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. mencurahkan tenaga. Semoga skripsi ini dapat membuka cakrawala yang lebih luas bagi pembaca serta menambah pengetahuan dan semoga bermanfaat untuk kita semua. sebagai dosen pembimbing materi dan teknik penulisan skripsi ini. Apabila terdapat kekurangan dan kekhilafan dalam penulisan skripsi ini mohon dimaafkan. 6. Bapak Drs. semoga Allah swt. Kepada semuanya yang telah membantu penulisan skripsi ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu.4. 7. pengertian. serta special for Vera Fauziah yang selama ini selalu saling melengkapi. H. sebagai penasehat akademik yang telah membimbing penulis selama menjadi mahasiswa. penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya. Kepada segenap teman-teman seperjuangan PAI kelas B-04 dan temanteman kosan di Bait An-Najwa. Elman Sadri. membalas kebaikan dan bantuan yang telah mereka berikan selama penulisan. MA. Dr. memberikan pengalaman dan motivasi serta doa kepada penulis. Seluruh keluarga di rumah khususnya orang tua tercinta “My Endless Love” Apak (Muris) dan Amak (Nurisna) yang telah mencurahkan segala kasih sayang dan tenaganya. Amin… Jakarta.

................................................................................... A.............. B............................................ Kedudukan Suami ................ 15 15 23 29 BAB III PERANAN SUAMI DALAM MEMBINA RUMAH TANGGA YANG SAKINAH ...................................... D.......... B.................................................................... Latar Belakang Masalah...................................................................... Identifikasi................................................................... Metode Pembahasan .......................... Tujuan dan Manfaat Penulisan .... 1 1 11 12 12 13 BAB II SUAMI SEBAGAI KEPALA RUMAH TANGGA .. Pembatasan dan Perumusan Masalah .................. C........ ...... C..................................... E......................................... A............ Kesimpulan ................................................... A...... B.......................................................................................................................................... 73 73 74 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................... Kewajiban Suami ............................ Saran-saran .........................DAFTAR ISI Abstrak ...................... A...... Daftar Isi ..................................... 45 45 58 67 BAB IV PENUTUP ........................... i ii iv BAB I PENDAHULUAN ............ Fungsi Suami .................................................................... Memberikan Teladan ... C........................................................................................................ Menciptakan Rumah Tangga Sakinah .............................................. 75 LAMPIRAN .............. Kata Pengantar ............................................. B................. Bertanggung Jawab ................................. Tinjauan Pustaka ................................................

Terj. Latar Belakang Masalah Islam merupakan risalah terakhir dari langit ke bumi yang universal. maka lahirlah putera-puteri yang mungil.2 Nasy’at Al-Masri. menjalin hubungan kekeluargaan dan meneruskan keturunan. 11 1 . 11. Salim Basyarahil. 1993). Ke-8. h. dengan izin Allah.BAB I PENDAHULUAN A. Melalui perkawinan manusia dapat saling mengasihi. (Jakarta: Gema Insani Press. h. Islam tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan penciptanya tetapi juga mengatur hubungan antara manusia dengan manusia. Nabi Suami Teladan. dengan perantaraan seorang suami dan istri. sehingga umat yang patuh pada aturan yang dibuat akan menemukan suatu kebahagiaan dan kedamaian. dengan perantaraan hubungan material dan individual.1 Aturan itu diramu dengan sangat sempurna. Bayangkan. Nabi Suami Teladan…. 2 1 Nasy’at. dan sebagainya. Dan Islam pulalah yang telah membawa dunia menuju revolusi besar dalam berbagai aspek kehidupan. Cet. Islam menata hidup perkawinan dengan sempurna. Kehidupan perkawinan merupakan industri pertama bagi umat sesudahnya untuk meningkatkan industri selanjutnya. karena masalah ini adalah masalah pokok yang sangat vital.

6 ˱ ˴ ˸Σ˴ ˴ ˱ ͉ ˴ ͉ Ϣ˵ ˴ ˸ϴ˴ ˴ ˴ ˴ ˴ Ύ˴ ˸ϴ˴˶΍Ϯ˵ ˵ ˸δ˴ ͋˱ Ο΍˴ ˸ί˴˸Ϣ˵ ˶ ˵ ϧ˴˸Ϧ͋ Ϣ˵ ˴˴ ˴˴ ˸ϥ˴˶ ˶ Ύ˴ ΁˸Ϧ˶ ˴ ΔϤ έϭ ΓΩϮϣ ϜϨ Α ϞόΟϭ Ϭ ϟ· ϨϜ Θϟ Ύ ϭ ΃ Ϝδϔ ΃ ϣ Ϝϟ ϖϠΧ ΃ ϪΗ ϳ ϣϭ ˻˺ϡϭήϟ΍. akan tetapi yang lebih penting lagi adalah membuat perjanjian dengan Allah. dan dorongan yang sulit dibendung. serta dengan perempuan itu sendiri. Oleh karena itu.5 Perjanjian yang dibuat oleh seorang muslim untuk menjadikan seorang muslimah sebagai istri. menjelaskan bahwa “perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang lakilaki dengan perempuan sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. yaitu dengan wali dari pihak perempuan dan dengan keluarga perempuan itu secara keseluruhan. mengarahkan pertemuan itu sehingga terlaksananya “perkawinan” dan beralihlah kerisauan laki-laki dan perempuan menjadi ketentraman dan sakinah.4 Menurut pasal 1 undang-undang perkawinan nomor 1 tahun 1974. agama mensyariatkan dijalinnya pertemuan antara laki-laki dan perempuan. merupakan perjanjian yang dibuat atas nama Allah. adalah agar masing-masing saling membutuhkan.2 Hikmah diciptakan oleh Allah manusia berpasang-pasangan yang berlainan bentuk dan sifat. sehingga dapat hidup berkembang selanjutnya. saling memerlukan. Karena itu hidup sebagai suami istri bukanlah semata-mata sebuah ikatan yang dibuat berdasarkan perjanjian dengan manusia. pernikahan adalah salah satu di antara tandatanda kekuasaan Allah. Karena itu.3 Mendambakan pasangan merupakan fitrah sebelum dewasa.

1994). Rumahku Surgaku: Sukses Membangun Keluarga Islami. 1. Wawasan Al-Qur’an. Ke-1. h. Alisuf Sabri. 4 3 M. h. 1999). (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. (Bandung: Mizan. Ilmu Pendidikan. Ke-11. 14. 6 . Cet.˴ ϭ˵ ͉ ˴ ˴ ˴ ˳ ˸Ϯ˴ ͋˳ Ύ˴ ΂˴˴ ˶˴ ϲ˶ ͉ ˶ ϥ ήϜϔΘϳ ϡ Ϙϟ Ε ϳ ϟ ϚϟΫ ϓ ϥ· Allah Swt. berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 21: Amir Taat Nasution. 5 Rusli Amin. Cet. Ke-3. Ke-11. (Jakarta: Al-Mawardi Prima. 2003). h. 2000). Cet. Cet. h. 192. 24. Quraish Shihab. Rahasia Perkawinan dalam Islam: Tuntunan Keluarga Bahagia (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.

Kiprah Muslimah dalam Keluarga Islam. yaitu menciptakan ketentraman dan keselamatan dari segala bentuk kejahatan yang ditimbulkan oleh orang lain. Sesuai dengan firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 80: “Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal . 8 7 ́˹ϞΤϨϟ΍. supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Setiap suami istri yang menikah. karena tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas hubungan suami dan istri dalam rumah tangga sangat mempengaruhi keluarga menjadi sakinah mawaddah wa rahmah. rasa kasih dan rasa sayang sebagai suatu ketenangan yang dibutuhkan oleh masing-masing individu – lakilaki dan perempuan . (Bandung: Mizan. An-Nahl: 80). S.ketika jauh dari pasangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Q. Ar-Rum: 21).7 Islam menjadikan keluarga sebagai tempat untuk menjaga diri. ada ketenangan. Rumah tangga yang menjadi surga dunia! tidaklah identik dengan limpahan materi. dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. 1990). 82.. Chumaidi Umar. kenyamanan dan kasih sayang. Terj. Maka dari itu. Cet. Ke-1. S. tentu sangat menginginkan kebahagiaan hadir dalam kehidupan rumah tangga mereka. hanya dengan pasangannyalah ia dapat menikmati manisnya cinta dan indahnya kasih sayang dan kerinduan. Untuk mewujudkan keluarga seperti yang di atas.3 “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. sebab kebahagiaan merupakan pilihan dan buah dari cara berfikir dan bersikap.. haruslah bersama-sama antara suami dan istri untuk mengekalkan cinta yang merupakan anugerah dari Allah. Ayat tersebut menggambarkan jalinan ketentraman. kebahagiaan bukanlah sebuah kemustahilan untuk dicapai. ketentraman. h.“ (Q. A.8 Lembaga Darut-Tauhid. sehingga keluarga harus dijadikan tempat tinggal yang penuh dengan kebahagiaan agar seluruh anggota keluarga betah di rumah dan selalu merindui.

˱ ΎϨ˴ ˴ ˸Ϣ˵ ˶ Ϯ˵ ˵ Ϧ͋ Ϣ˵ ˴˴ ˴ ˴ ˵ ˷ϟ΍˴  Ϝγ ϜΗ ϴΑ ϣ Ϝϟ ϞόΟ ϪϠ ϭ Sholeh Gisymar. Cet. . h. 2005). Kado Cinta untuk Istri. Ke-1. 91. (Yogyakarta: Arina.

murah hati. yang dipupuk oleh suami dan istri sangat menentukan bagaimana kondisi rumah tangga tersebut. tidak mencari keuntungan sendiri. suami istri harus sama-sama menjaga dan menghormati ikatan perkawinan yang telah dibuat sebagai sebuah ikatan yang suci. Quraish Shihab mengatakan: “Rahmah” kondisi psikologis yang muncul di dalam hati akibat menyaksikan ketidakberdayaan.11 Kualitas mawaddah wa rahmah di dalam rumah tangga. seperti apa yang terjadi pada orang bercinta. Prof. 10 9 M. DR. (Yogyakarta: Wihdah Press. Maka ciptakanlah keluarga yang bahagia agar hidup di dunia juga bahagia. 21. Agar perkawinan itu menjadi kuat.10 2. Adapun pengikat perkawinan yaitu: 1. Rahmah Prof. 2000). Ke-3. Karakteristik Lelaki Shalih. DR. Quraish Shihab. badan berdekatan namun ruh berjauhan”.9 Oleh sebab itu. M. diperlukan pengikat yang kuat pula. apakah bahagia atau tidak. tidak menjadi pemarah apalagi pendendam. h. Yusuf Al-Qardlawy mengatakan “bahwa tidak ada artinya hubungan suami istri yang tidak didasarkan pada cinta dan kasih sayang. Lebih tegas Dr. 195.4 “Kehidupan suami istri itu adalah rumus dari kebahagiaan dunia”. Rahmah menghasilkan kesabaran. tidak bisa kita Abu Mohammad Jibril Abdurrahman. Cet. sehingga pintu-pintunya pun tertutup untuk dimasuki keburukan. Quraish Shihab. Ini disebabkan hatinya begitu lapang dan kosong dari keburukan. Jadi. h. 11 . Mawaddah Mawaddah adalah kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk. Orang yang di dalam hatinya ada mawaddah tidak akan memutuskan hubungan. 196. h. Wawasan Al-Qur’an…. Quraish Shihab mengatakan: “Mawaddah” adalah “cinta plus”. Wawasan Al-Qur’an…. tidak cemburu buta.

perkataan yang halus.5 sangkal bahwa istri tidak hanya membutuhkan makanan. ϭνέϷ΍ϲϓΔϨΘϓϦϜΗ΍ϮϠόϔΗϻϥ΍ϩϮΟϭΰϓ ϪϨϳΩϭ ϪϘϠΧϥϮοήΗϦϣϢϛΎΗ΃΍Ϋ΍ Sebagaimana Rasulullah. kepahitan dalam hidup. sehingga laki-laki dan perempuan bisa hidup bersama dalam cinta. harmonis. akan terjadi fitnah di atas bumi dan banyak kerusakan” (H. Pernikahan dalam Islam menawarkan ketenangan jiwa dan kedamaian pikiran. tetapi perempuan pun diberi hak untuk memilih laki-laki yang akan dijadikannya suami. saw. namun istri juga sangat mengharapkan dari suami perhatian yang tulus. pakaian. Dan yang terbaik itu adalah yang bagus agamanya. sentuhan yang lembut. maka kawinkanlah dia.13 Untuk mewujudkan itu. minuman. tempat tinggal dan segala kebutuhan material belaka. orang yang selalu di sorot dalam kehidupan rumah tangga adalah seorang istri.14 Selama ini. senyum yang ceria. tidak hanya perempuan yang harus dipilih oleh lakilaki. ciuman yang mesra serta berbagai perilaku mulia yang menyejukkan hati dan mendinginkan gundahnya. saling menasehati dan toleran meletakkan pondasi mengangkat keluarga Islam dalam suatu lingkungan yang lestari dan sehat. kerjasama. R. bersabda: “Jika datang seorang pelamar yang bagus agamanya kepadamu. karena dia memang dianggap sebagai yang paling bertanggung ϥΎΒΣϦΑ΍ϩ΍ϭέ. Karena jika tidak. kasih sayang. Ibnu Hibban). wajah yang cerah. bahkan itu semua melebihi daripada kebutuhan material12. senda gurau yang menyenangkan.

(Pasuruan: Hilal Pustaka. 144. 12 Muhammad Ali Al-Hasyimi. xiii. Juz. 93. h. Ahmad Baidowi. Ke-1. 1. Bukhori Abu Syauqi. mulai dari melayani suami. Jami’ Al-Hadis. 2007). (Beirut: Daar Al-Fikr). Terj. (Jakarta: PT Mitra Pustaka. Menjadi Suami Tercinta. Cet. h. . merawat ‘Adil Fathi Abdulloh. h. 14 13 Jalaluddin Abdurahman Suyuti. 1999). Ke-1. Cet. Terj.ξϳήϋΩΎδϓ jawab tentang kehidupan di dalam rumah. Menjadi Muslim Ideal.

18 Dan sakinah disini adalah kedamaian. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Suami istri adalah pondasi dasar bagi sebuah bangunan rumah tangga. ini berakibat ketika ada sesuatu kesalahan di rumah tangga itu. Cet.16 Dalam kamus besar bahasa Indonesia. (Bandung: Al-Bayan. Cet. Dengan demikian. 19 18 17 16 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.6 dan mendidik anak. peran memiliki arti seperangkat tingkat yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat. apalagi sebagai musuh. Edisi ke-2. kasih sayang. h. Karakteristik Lelaki Shalih…. Ida Nursida. Ke-1. menjadi bapak bagi anak-anaknya. peranan suami dalam membina keluarga sakinah adalah 15 Abu Mohammad. h.19 Jadi. 1988). karena suami pun ikut bertanggung jawab. Terj. Abdul Hamid. h. tidak berhasil dalam mendidik anak dan lain sebagainya. h. hingga menimbulkan rasa cinta. Tetapi suami dan istri itu akan jalan bersama. Kamus Besar Bahasa Indonesia…. istri bukanlah menjadi saingan bagi suami. Dalam kehidupan rumah tangga adakalanya laki-laki menjadi pemimpin bagi keluarganya. ketentraman dan kebahagiaan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. sehingga ia tidak bisa membimbing istrinya. 769. 1996). Ke-3. (Jakarta: Balai Pustaka. yang dimaksud suami yaitu “Laki-laki yang menjadi pasangan hidup resmi seorang perempuan”17. Sejujurnya tidaklah pantas untuk selalu menyalahkan istri. Sedangkan “peranan” adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. menjadi teman hidup serta sebagai saudara bagi istrinya. 1996). h. karena itulah Islam menetapkan kriteria khusus baginya. 751. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Tidak becusnya seorang istri dalam melayani suami. Sedangkan Peranan adalah dari kata dasar “peran” yang ditambahkan akhiran “an”. saling melengkapi untuk tercapainya cita-cita menjadi keluarga yang sakinah15. 1. . Bimbingan Islam untuk Mencapai Keluarga Sakinah. juga menggambarkan bahwa suami tidak bisa menjadi pemimpin dalam rumah tangga tersebut. (Jakarta: Balai Pustaka. nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran serta saling keterikatan. 21. 860. Kamus Besar Bahasa Indonesia. istri lah yang sering disalahkan.

21 Menurut Al-Quran. kepala dan rambutnya. cinta mencintai. “dalam susunan badannya. ketentraman. Maka dari itu pendamping istri yang baik adalah suami yang bertanggung jawab.20 Perbedaan-perbedaan itu tentu mempunyai hikmah yang banyak dan laki-laki maupun perempuan tidak akan dapat membantah dan menyangkalnya. bentuk dan sifatnya. sehingga dengan perbedaan itu. jenis kelamin dan seterusnya”. akal dan pikirannya. juga telah menciptakan perbedaan antara laki-laki dan perempuan. kulit dan dagingnya. ketenangan dan kebahagiaan.7 bagian dari tugas utama yang harus dilakukan oleh suami (laki-laki yang menjadi pasangan hidup resmi seorang perempuan) untuk mewujudkan keluarga yang penuh dengan kedamaian. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Pada diri manusia mempunyai kelebihan dan juga kekurangan. mereka dapat saling mengerti. kelebihan. kekuatan tubuh dan anggotanya.22 Sesuai ˶ ˸ό˴ ˶ ˸΍Ϯ˵ ˴ ˸ά˴ ˶͉ ˵ Ϯ˵˵ ˸ό˴ ˴ ˴ ˱ ϫ˸ή˴ ˯Ύ˴ ͋ ϟ΍˸΍Ϯ˵ ˶ ˴ ϥ˴˸Ϣ˵ ˴͊ ˶ ˴ ˴ ˸΍Ϯ˵ ˴ ΁˴ ϳ˶ ͉΍Ύ˴ ͊ ˴Ύ˴ ξ ΒΑ Βϫ Θϟ Ϧϫ Ϡπ Η ϻϭ Ύ ϛ δϨ ΛήΗ ΃ Ϝϟ ϞΤϳ ϻ Ϩϣ Ϧ άϟ Ϭϳ΃ ϳ dengan firman Allah swt. terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. untuk itulah manusia hidup di dunia ini harus saling tolong menolong dan lengkap melengkapi. tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya. sayang menyayangi dan selanjutnya mereka juga dapat saling kuasa menguasai. Kemudian bila kamu tidak 20 ˺̂˯ΎδϨϟ΍. suami yang bertanggung jawab adalah suami yang bergaul dengan istrinya secara baik dan sabar atas apa yang tidak disukai darinya. tulang dan darahnya. Dan kekurangan itu membuktikan bahwa manusia tidak ada yang sempurna dan sifat yang sempurna itu hanyalah ada pada Allah swt. dalam surat An-Nisa ayat 19: ͉ ˵ Ϯ˵ ˵ ˸ϫ˶ ˴  ϥ˶ ˴  ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶  ͉ ˵ ϭ˵ ˶ Ύ˴ ˴  ˳ ˴ ͋ ˴ ͊  ˳ ˴ ˶ Ύ˴ ˶  ˴ ϴ˶ ˸΄˴  ϥ˴ ͉ ˶ ͉ ˵ Ϯ˵ ˵ ˸ϴ˴ ΁ Ύ˴ Ϧϫ ϤΘ ήϛ Έϓ ϑ ή Ϥ Α Ϧϫ ήη ϋϭ ΔϨϴΒϣ ΔθΣ ϔΑ Ϧ Η ϳ ΃ ϻ· Ϧϫ ϤΘ Η ϣ “Hai orang-orang yang beriman. Allah swt.

Ibnu Ali. 2005). (Jakarta: Aillah.˱ήϴ˶ ˴ ˱ή˸ϴ˴ ˶ ϴ˶ ˵ ˷ϟ΍˴ ˴ ˸Π˴ ˴ ˱ Ό˸ϴ˴ ˸΍Ϯ˵ ˴ ˸Ϝ˴ ϥ˴ϰ˴ ˴ ˴ ΍ Μϛ ΍ Χ Ϫ ϓ ϪϠ Ϟό ϳϭ Ύ η ϫή Η ΃ δόϓ Abu Mohammad. h. Abu Mohammad. 12. 12. Karakteristik Lelaki Shalih…. Karakteristik Lelaki Shalih…. Bingkai Cinta Sepasang Merpati: Bahagia Menjadi Suami Ideal dan Istri Ideal”. Terj. Ke-1. h. Cet. 21 Majdi Fathi Al-Sayyid. h. 22 . 185.

padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (Q.24 mengatakan: “Yang selalu menunaikan kewajiban-kewajiban Allah. keluarga dan semua orang yang ada dalam tanggungannya. S. Pandangan Al-Quran di atas tentang suami yang bertanggung jawab.23 Sejalan dengan Al-Qur’an dan hadis di atas. dan memperlakukannya dengan patut seperti yang diperintahkan oleh Allah”.8 menyukai mereka. R.: “Sesungguhnya mukmin yang sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. bersemangat. Timidzi). yang selalu berusaha membahagiakan istrinya”. penuh perhatian serta berlapang dada”. dan sebaik-baik kalian adalah kalian yang baik terhadap istriistri kalian” (H.27 23 ϯάϣήΘϟ΍ϩ΍ϭέ. An-Nisa: 19).25 Penuturan Ahmad Kusyairi tersebut.26 Di lain pihak Sholeh Gisymar menyebut suami sebagai “suami yang dapat mendidik dan mengarahkan istri pada kebaikan yang dapat menuntunnya menggapai ridha Ilahi”. Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi’ mengatakan bahwa suami “akan menjaga istrinya. hampir sama dengan pendapat Kasmuri Selamat: “yang melaksanakan kewajiban terhadap keluarganya dengan penuh tanggung jawab. yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. dengan ikhlas penuh semangat dan lapang dada. sama dengan pandangan hadis dari Rasulullah saw. (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu.

. . Jami’ Al-Hadis …. Ke-1. 109. h.. Cet.ϢϬ΋ΎδϨϟϢϛέΎϴΧϢϛέΎϴΧϭΎϘϠΧϢϬϨδΣ΃ΎϧΎϤϳ·ϦϴϨϣΆϤϟ΍ϞϤϛ΃ Ahmad Kusyairi. 2007). 9. 1. 27 26 25 24 Sholeh Gisymar. h. Ahmad Kusyairi Suhail. Kado Cinta untuk Istri. Suami Idaman Istri Impian: Membina Keluarga Sakinah. (Jakarta: Maghfirah Pustaka. (Jakarta: Kalam Mulia. Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi’. Kasmuri Selamat. 2007). 83. Kado Pernikahan. h. Juz. (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Cet. 63. Terj. Ke-6. Menghadirkan Surga di Rumah. 2. Abdul Roysad Shiddiq. 2007). h. yang menyebut suami dengan istilah “Suami yang Shalih” Abdurahman Suyuti. Ke-8. Cet.. h.

Cet. secara umum inti tanggung jawab itu ialah penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak dalam rumah tangga”. dimana segala tingkah lakunya akan ditiru. dikenal adanya Tri Logy Pendidikan atau Tri Pusat Pendidikan. Itulah sebabnya pendidikan keluarga disebut sebagai pendidikan pertama dan yang utama serta merupakan Ahmad Tafsir. maka hadirlah di tengah-tengah keluarga kebaikan dan keberkahan. kehidupan anak juga lebih banyak dihabiskan dalam pergaulan keluarga. langsung berhubungan dengan Allah swt. karena ayah lah yang membimbing Istri tersebut dan dia menjadi figur sebagai seorang pemimpin sekaligus pembimbing bagi anak-anak. seorang anak lebih dulu memperoleh bimbingan dari keluarganya. Sebagaimana dinyatakan oleh Ki Hajar Dewantara. keluarga merupakan salah satu lembaga yang bertanggung jawab atas pendidikan anak selain sekolah dan masyarakat. pertanggung jawaban amanat tersebut. sekolah dan masyarakat. Berbicara tentang keluarga. sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas dan sebelum mendapat bimbingan dari sekolah. Ke-2. untuk pertama kali seorang anak mengalami pembentukan watak (kepribadian) dan mendapatkan pengarahan moral. Dari kedua orang tua. Di antara 3 (tiga) lingkungan tersebut. terutama dari ibunya. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. lingkungan keluarga yang paling penting pengaruhnya dalam pendidikan agama. h. Dalam dunia pendidikan. 1994). 160.28 Dengan demikian. 28 . Dalam Islam. Apalagi dalam keseluruhannya. Tiga lembaga pendidikan tersebut adalah: pendidikan keluarga. anak dipandang sebagai amanat dari Allah swt. “Amanat yang wajib dipertanggung jawabkan. sebagai pemberi amanat. Jelas sekali tanggung jawab orang tua terhadap anak tidaklah kecil. tentu kita tidak bisa melupakan sosok anak. yaitu 3 (tiga) lingkungan (lembaga) pendidikan yang sangat berpengaruh dalam perkembangan kepribadian anak didik. (Bandung: Remaja Rosda Karya.9 Berdasarkan dari penjelasan-penjelasan tersebut di atas dapat penulis simpulkan bahwa ada peranan yang harus dilakukan oleh suami. Ketika peranan itu dilakukan. Walaupun demikian peran dari seorang ayah tidak bisa dilupakan. Karena dalam proses pendidikan.

“Demikianlah keluarga mempunyai peranan penting dalam proses pendidikan anak.10 peletak pondasi dari watak dan pendidikan setelahnya. orang tua yang berperan dan bertanggung jawab atas kehidupan keluarga harus memberikan dasar dan pengarahan yang benar terhadap anak. Karena itu.29 Ketika kita membicarakan pendidikan keluarga merupakan pendidikan awal ϩ΍ϭέ. yakni dengan menanamkan ajaran agama dan akhlak karimah”.

Al-Bukhari dan Muslim). ini sangat sesuai dengan hadis Rasulullah saw. penulis mencoba menuangkan permasalahan tersebut 1. Cet. atau Nasrani. dkk. atau Majusi” (H. Muslim. 21. lalu kedua orang tuanya yang menjadikannya beragama Yahudi. h. Rais Lathief. Shahih Imam Muslim. istri dan anak. 30 . Ke-1. Adapun alasan penulis memilih judul skripsi ini sebagai berikut: ϢϠδϣϭϱέΎΨΒϟ΍ Atas pemikiran di atas. Terj. Cet. Melihat realita yang ada. maka suami yang bertanggung jawab sangat mutlak diperlukan untuk mencapai citacita dari perkawinan.: “Tidak ada seorang anak pun kecuali dilahirkan sesuai dengan fitrah. Khusus. h. Suami merupakan pemimpin dalam kehidupan rumah tangga yang memiliki peranan yang sangat besar dalam membimbing istri dan mempersiapkan pendidikan untuk anak-anaknya. (Jakarta: Gema Insani Press. Inti dari sebuah keluarga itu adanya suami. 869. 29 Wahjoetomo. 2. ϪϧΎδΠϤϳ ϭ΃ Ϫϧ΍ήμϨϳ ϭ΃ Ϫϧ΍ΩϮϬϳ ϩ΍ϮΑ΄ϓ Γήτϔϟ΍ ϰϠϋ ΪϟϮϳ ΩϮϟϮϣ Ϧϣ Ύϣ yang sangat penting. penuh dengan mawaddah wa rahmah. 1997).30 pada skripsi ini dengan judul “PERANAN SUAMI DALAM MEMBINA KELUARGA SAKINAH”. R. 2003). yaitu membentuk keluarga yang sakinah. banyaknya suami yang melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). 3. Perguruan Tinggi Pesantren Pendidikan Alternatif Masa Depan. (Jakarta: Keluarga Lathief.

2. Pembatasan Masalah Kemudian dalam penulisan skripsi ini penulis merasa perlu untuk memberikan suatu pembatasan masalah agar tidak melebar. yaitu: 1. diharapkan menjadi sumbangan pemikiran yang dapat dimanfaatkan oleh semua pihak yang membutuhkan. Identifikasi. kiranya harus dicarikan jawaban dari masalah-masalah tersebut dan menyelesaikannya. Identifikasi Masalah Dari permasalahan-permasalahan yang dapat diidentifikasi di atas. penulis merumuskan masalah menjadi: 1. Peranan suami dalam membina keluarga yang sakinah. 2. Untuk memperkaya khazanah keilmuan tentang konsep-konsep Islam. Karakteristik Suami yang bertanggung jawab 3. 2. Untuk dapat menjadikan sebuah karya tulis yang baik pembatasan terhadap masalah yang akan dikaji merupakan salah satu bagian penting demi terciptanya fokus pembahasan. B. 3. Bagaimana peranan suami dalam membina keluarga yang sakinah? 3. Perumusan Masalah Dari pembatasan masalah di atas. Bagaimana peranan suami sebagai kepala rumah tangga dalam membina keluarga sakinah? 2. Suami sebagai kepala rumah tangga. Pembatasan dan Perumusan Masalah 1. Bagaimana karakteristik suami yang bertanggung jawab? . untuk itu objek kajian yang akan dituangkan ke dalam skripsi ini diidentifikasikan pada hal-hal berikut: 1. Peranan yang dimaksud adalah bagian dari tugas utama (kepala keluarga) yang harus dilakukan oleh suami. Suami yang dimaksud adalah yang berstatus sebagai individu dan anggota masyarakat yang menjadi pasangan hidup resmi seorang perempuan yang diikat dengan tali pernikahan.11 4.

Yaitu cara-cara menafsirkan ayat-ayat Al-Quran yang dilakukan dengan cara tertentu31.12 C. Cet. Sedangkan tujuan akademis dari penulisan skripsi ini adalah untuk memperluas paradigma berpikir dan wacana keilmuan dalam bidang pendidikan. begitu juga dengan penulisan skripsi ini. maka secara spesifik tujuan yang akan dicapai dari penulisan ini adalah sebagai berikut: a. Untuk mengetahui kedudukan dan fungsi suami sebagai kepala rumah tangga. 115. h. 1997). Tujuan dan Manfaat Penulisan 1. Ke1. Metode Pembahasan Metode pembahasan yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode maudhu’i (tematik). Ulumul Quran II. Dari tulisan ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan para orang tua dalam upaya membentuk keluarga yang sakinah. Tujuan penulisan Setiap karya tulis yang bernilai ilmiah tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai. b. Untuk mengetahui kriteria suami yang bertanggung jawab. D. c. terutama pendidikan keluarga. Untuk itu harus dilakukan komparasi dan Ahmad Syadali. Memberi acuan bagi para pelajar laki-laki untuk menjadi laki-laki yang shaleh/bertanggung jawab dan mampu mengatasi berbagai masalah dalam rumah tangga. 2. (Bandung: Pustaka Setia. Manfaat penulisan Adapun hasil penulisan skripsi ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: a. Untuk mengetahui peranan suami dalam membina keluarga yang sakinah. Ahmad Rofi’i. Berdasarkan seluruh permasalahan yang dirumuskan dalam perumusan masalah. b.. 31 .

Maka tidak menutup kemungkinan ketika skripsi yang disusun oleh penulis ini memiliki kemiripan dengan skripsi penulis lainnya. Dalam beberapa buku dan skripsi yang saya baca. penafsir membahas dan menganalisis kandungan ayat-ayat tersebut sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh32. banyak hal khususnya teori dan pendapat yang menjadi perhatian penulis untuk dijadikan penunjang penulisan dan menjadi perbandingan bagi penulis selanjutnya. 33 32 Rosihon Anwar. oleh Hamid. Tinjauan Pustaka Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang disusun dalam rangka menyelesaikan studi tingkat sarjana program strata 1 (S1). ketua jurusan tafsir di Universitas al-Azhar33. Pengenalan Singkat Tentang Metode Tafsir Tematik Sebagai Salah Satu Metode Tafsir Terbaru.qalam. h. Dr.” Orang yang pertama kali memperkenalkan metode ini adalah al-Jalil Ahmad As-Sa’id al-Kumi. Dan sebagai tinjauan pustaka penulis dalam menyusun teori-teorinya mengambil dari buku-buku dan skripsi yang bersangkutan dengan kewajiban suami dalam pandangan Islam.13 penghimpunan ayat yang saling berkaitan. E. M. Cet. di dalam karyanya Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Mizan). Ke-1. Kemudian. Selasa. 2000). Quraish Shihab. (Bandung: Pustaka Setia. Ilmu Tafsir. Antara Kewajiban dan Realitas yang menjadi referensi penulis dalam rangka mengetahui berbagai teori tentang peranan http://www. Adapun pedoman yang di jadikan sandaran penulis dalam penulisan skripsi ini adalah pedoman penulisan skripsi yang diterbitkan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. . memberikan defenisi tafsir maudhu’i secara lebih rinci: “…menghimpun ayat-ayat Al-Quran dari berbagai surah dan yang berkaitan dengan persoalan atau topik yang ditetapkan sebelumnya. 20 Nopember 2007.id/?pilih=news&aksi=lihat&id=341. 161. Husain Syahatah merupakan penulis sebuah buku dengan judul Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga. kemudian dibahas atau ditafsirkan sesuai dengan kaedah yang berlaku.or.

apalagi tidak memberi nafkah kepada mereka. Dalam buku ini dijelaskan bahwa peranan suami itu tidak jauh berbeda dengan peranan istri dalam Islam. perbedaannya adalah suami merupakan pemimpin di dalam keluarga dan besar larangannya jika suami tidak memperhatikan urusan keluarga (istri dan anak). pendidik dan pendamping istri dalam rumah tangga. .14 suami dalam membina keluarga yang sakinah. Dari skripsi yang penulis susun ini terdapat perbedaan dengan tinjauan pustaka yang penulis tunjukan yaitu karya Husain Syahatah Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga. Antara Kewajiban dan Realitas perbedaan tersebut terletak pada penjabaran teori yang lebih melihat dengan jelas kepada kewajiban suami sebagai kepala.

Sementara. h. 276. defenisi ibu rumah tangga adalah bahwa seorang ibu mempunyai tugas-tugas pengaturan rumah tangga berskala “kecil. Cet. Di sinilah kadang seorang kepala rumah tangga kurang menyadari tugas-tugas ibu rumah tangga. Logika ini tidak bisa diganti dengan sebaliknya. dan istri adalah ibu rumah tangga. penjagaan hubungan rumah tangga dengan masyarakat. pengaturan kesejahteraan anggota-anggota rumah tangga dan pengaturan anak. 1996). (Jakarta: Gema Insani. yakni yang menyangkut pencarian nafkah. Problemya adalah apa yang dimaksud dengan kepala rumah tangga dan apa yang dimaksud dengan ibu rumah tangga. yang berlaku umum dalam masyarakat kita adalah bahwa kepala rumah tangga mengurusi urusan-urusan “besar” dalam rumah tangga. seorang ibu rumah tangga dihabiskan waktunya untuk disibukkan dalam rumah tangga tersebut.BAB II SUAMI SEBAGAI KEPALA RUMAH TANGGA A.1 Tampaknya.” tetapi pada kenyataannya. Hanya untuk Suami. Disini. 15 . tugas ibu rumah tangga tersebut ringan dan “kecil. pengaturan urusan keuangan rumah tangga. pengaturan urusan dapur. Ke-1.” seperti pengaturan rumah dan perabotan. Fungsi Suami Sudah jamak dipahami bahwa suami adalah kepala rumah tangga. dan urusan-urusan lain yang melibatkan rumah tangga dengan kehidupan sosial. 1 Majid Sulaiman Daudin.

16 Jadi. bahwa pembagian yang seperti itu adalah pembagian yang alamiah2. yang memerlukan seseorang pemimpin. Maka. kerelaan seorang istri untuk menjadi ibu rumah tangga dan keikhlasannya menganggap suami menjadi kepala rumah tangga. mawaddah wa rahmah. oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). Agama Islam menganggap bahwa pemimpin atau kepala dalam rumah tangga ˸Ϧ˶  ˸΍Ϯ˵ ˴ ϧ˴ Ύ˴ ˶ ˴  ˳ ˸ό˴  ϰ˴˴  ˸Ϣ˵ ˴ ˸ό˴  ˵ ˷ϟ΍ ˴ ͉ ˴  Ύ˴ ˶  ˯Ύ˴ ͋ ϟ΍ ϰ˴˴  ˴ Ϯ˵ ΍͉ ˴  ˵ Ύ˴ ͋ ϟ΍ ϣ Ϙϔ ΃ ϤΑϭ ξ Α Ϡϋ Ϭπ Α ϪϠ Ϟπϓ ϤΑ δϨ Ϡϋ ϥ ϣ Ϯϗ ϝ Οή itu adalah seorang suami. ini tergambar jelas dalam firman Allah: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. adalah penghormatan yang setinggi-tingginya yang dapat diberikan oleh seorang istri kepada suaminya. yang memerlukan seorang pemimpin yang biasa disebut dengan kepala rumah tangga untuk menciptakan keluarga yang diimpikan yaitu keluarga yang sakinah. Begitu juga dengan keluarga. kalau para suami mau jujur terhadap dirinya sendiri. An-Nisa: 34). maka suami akan menyadari bahwa tugas-tugas konkrit seorang istri lebih berat daripada tugastugas seorang suami. Keluarga bisa dianggap sebagai miniatur dari sebuah sistem pemerintahan. dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (Q. S. aman dan sejahtera. Dan hal ini memang telah dimekanismekan oleh alam. (˼˽˯ΎδϨϟ΍. bertujuan untuk menciptakan negara yang maju.

Al-Alusi menyatakan hal yang senada bahwa tugas laki-laki adalah memimpin perempuan. sebagaimana 2 Majid Sulaiman.. .˸Ϣ˶ ˶΍˴ ˸ϣ˴ Ϭϟ Ϯ ΃ ˯Ύ˴ ͋ ϟ΍ ϰ˴˴  ˴ Ϯ˵ ΍͉ ˴  ˵ Ύ˴ ͋ ϟ΍. 277. sebagaimana penguasa terhadap raknyatnya. Hanya untuk Suami. h. δϨ Ϡϋ ϥ ϣ Ϯϗ ϝ Οή Para lelaki. Ibnu Abbas – pakar tafsir yang terkenal di kalangan sahabat – menafsirkan bahwa laki-laki (suami) adalah pihak yang mempunyai kekuasaan dan wewenang untuk mendidik perempuan (istri). pemimpin dan penanggung jawab atas para wanita. Kemudian Az-Zamaksyari menjelaskan bahwa laki-laki berkewajiban melaksanakan amar makruf nahi mungkar kepada perempuan.. yakni jenis kelamin atau suami adalah qawwamun.

Jalaluddin as-Suyuthi memaknainya dengan “laki-laki sebagai penguasa (musallithun) atas perempuan.” sedangkan Ibnu Katsir memaknainya dengan “laki-laki adalah pemimpin yang dituakan dan pengambil kebijakan bagi perempuan.3 Kata (˵ Ύ˴ ͋ ϟ΍) ar-rijal adalah bentuk jamak dari kata ϝ Οή (ϞΟέ.17 pemimpin memimpin raknyatnya dalam bentuk perintah. larangan dan semacamnya.

Dalam buku wawasan Al-Quran. walaupun Al-Quran tidak selalu menggunakannya dalam arti tersebut. bahkan bahasa Al-Quran dalam arti suami. seperti ditegaskan pada lanjutan ayat. Berbeda dengan kata (˯ΎδϨϟ΍. dikemukakan bahwa ar-rijalu qawwamuna ‘ala an-nisa’. maka tentu konsiderannya tidak demikian4. yang diterjemahkan lelaki. Tetapi kemudian M. Seandainya yang dimaksud dengan kata “lelaki” adalah kaum pria secara umum. bukan berarti lelaki secara umum karena konsideran pernyataan di atas. adalah “karena mereka mereka. Quraish Shihab menemukan bahwa Muhammad Thahir Ibn Asyur dalam tafsirnya mengemukakan satu pendapat yang amat perlu dipertimbangkan yaitu bahwa kata ar-rijal tidak digunakan oleh bahasa Arab.

an-nisa’ atau (para suami) menafkahkan sebagian dari harta mereka” yakni untuk istri-istri Γ΃ήϣ΍.

imra’ah yang digunakan untuk makna istri5. karena konsideran dengan lanjutan ayat yaitu “karena mereka (para suami) menafkahkan sebagian dari harta mereka” yakni istri-istri mereka. Kata yang terambil dari kata (ϡΎϗ. Namun. kata ar-rijal yang dimaksud oleh Quraish Shihab dalam bukunya wawasan al-Quran adalah lelaki secara khusus. yaitu suami.

Perintah tersebut bukan berarti Sri Mulyati. qama. 5 3 (ϥϮϣ΍Ϯϗ. UIN Syarif Hidayatullah. Ke-X. Quraish Shihab. h. 424. 42. dan Keserasian Al-Quran. h. 2004). 2007). (Jakarta: Pusat Studi Wanita (PSW). Relasi Suami dalam Islam. Tafsir Al-Misbah: Pesan. Kesan. 4 M. Jil. Kata ini berkaitan dengannya. 2. Cet. (Jakarta: Lentera Hati. Perintah shalat –misalnya – juga menggunakan akar kata itu.

qawwamun adalah bentuk jamak dari kata

(ϡ΍Ϯϗ

qawwam,

Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah…, h. 424

18

perintah mendirikan shalat, tetapi melaksanakannya dengan sempurna, memenuhi segala syarat, rukun dan sunah-sunahnya. Seorang yang melaksanakan tugas dan atau apa yang diharapkan darinya dinamai

(Ϣ΋Ύϗ

qa’im. Kalau dia melaksanakan

tugas itu sesempurna mungkin, berkesinambungan dan berulang-ulang, maka dia dinamai qawwam. Ayat di atas menggunakan bentuk jamak, yakni qawwamun sejalan dengan makna kata ini diterjemahkan dengan pemimpin. Tetapi – seperti terbaca dari maknanya

(ϝΎΟήϟ΍

Tafsir Al-Misbah…. 6 Quraish Shihab. Jil. 2. pemeliharaan. h. 1993). Seringkali di atas – agaknya terjemahan itu belum menggambarkan seluruh makna yang dikehendaki. memberikan batasan bahwa kepemimpinan dalam organisasi rumah tangga ini berada di tangan lakilaki8. Dengan ditunjuknya suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga. perhatian. bukan hukum hawa nafsu. walau harus diakui bahwa kepemimpinan marupakan satu aspek yang dikandungnya. (Semarang: CV. 8 7 . Cet. 353 – 354. yakni orang yang dipimpin bertindak sesuai dengan kehendak dan pilihan pemimpin. Terj. dkk. maka suami harus mampu membimbing keluarga tersebut dan menjaganya dari keberantakan yang akan menyebabkan kehancuran rumah tangga. dkk. Ke-2. Tafsir Al-Maragi. ar-rijal yang berarti banyak lelaki. 2000) Jil. pembelaan. Terj: As’ad Yasin. Cet. Ke-2. (Jakarta: Gema Insani Pres. Tafsir Fi Zhilalil Quran: Di Bawah Naungan Al-Quran. Seiring dengan pendapat di atas. yaitu dengan mengembalikan mereka semua kepada hukum Allah. 424 Ahmad Mustafa Al-Maragi. h. 5. Ahmad Mustafa Al-Maragi juga mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Al-Qiyam ialah kepemimpinan. kemudian menjelaskan keistimewaan-keistimewaan peraturannya agar tidak terjadi keberantakan antar anggotanya. Sayyid Quthb. Hery Noer Aly. perasaan dan keinginan pribadi. Sayyid Quthub menjelaskan bahwa ayat di atas merupakan ayat yang mengatur organisasi dalam keluarga. Lebih tegas lagi. 42. dan pembinaan6.h. Toha Putra. Atau dengan kata lain dalam pengertian “kepemimpinan” tercakup pemenuhan kebutuhan. Sebab makna Al-Qiyam tidak lain adalah bimbingan dan pengawasan di dalam melaksanakan apa-apa yang ditunjukkan oleh suami dan memperhatikan segala perbuatannya7.

Dengan demikian. bukan dengan perasaan. fungsi dan kewajiban masing-masing jenis kelamin. Kini. sehingga persesuaian dan perselisihan dapat muncul seketika. oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka. pemimpin dan penanggung jawab atas para wanita. Disisi lain keistimewaan yang dimiliki perempuan lebih menunjang tugasnya sebagai pemberi rasa damai dan tenang kepada lelaki serta lebih mendukung fungsinya dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya. 10 . 425. tapi boleh jadi juga sirna seketika. seringkali muncul dari sikap jiwa yang tercermin dalam keceriaan wajah atau cemberutnya. suamilah yang akan bertanggung jawab terhadap keluarga tersebut. serta latar belakang perbedaan itu. karena suami merupakan pemimpinnya. yakni laki-laki secara umum atau suami telah menafkahkan sebagian dari harta mereka untuk membayar mahar dan biaya hidup untuk istri dan anak-anaknya. yaitu9: Pertama.19 Allah telah menetapkan adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan.h. Tafsir Al-Misbah…. ξ Α Ϡϋ Ϭπ Α ϪϠ Ϟπϓ ϤΑ ˳ ˸ό˴ ϰ˴˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˸ό˴ ˵ ˷ϟ΍˴ ͉ ˴ Ύ˴ ˶ “karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. 426. Murthadha Muthahhari seorang ulama terkemuka Iran dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Abu Az-Zahra An-Najafi ke dalam bahasa Arab dengan judul Nizham Huquq al-Mar’ah menulis bahwa keistimewaan antara laki-laki dan perempuan adalah sebagai berikut10: 9 Quraish Shihab. Kondisi seperti ini membutuhkan adanya seorang pemimpin. Tetapi keistimewaan yang dimiliki lelaki. lebih menunjang tugas kepemimpinan daripada keistimewaan yang dimiliki perempuan. disinggung oleh ayat ini dengan menyatakan bahwa: para lelaki. menetapkan laki-laki sebagai pemimpin dengan dua pertimbangan pokok. Allah swt.” Yakni masing-masing memiliki keistimewaan-keistimewaan. yakni jenis kelamin atau suami adalah qawwamun. Tafsir Al-Misbah…. melebihi kebutuhan satu perusahaan yang bergelut dengan angka-angka. serta diikat oleh perjanjian rinci yang dapat diselesaikan melalui pengadilan. Quraish Shihab. h. Persoalan yang dihadapi suami istri.

h. Di sisi lain. lelaki lebih agresif dan suka ribut. dan semacamnya. bahkan dewasa dari lelaki. Dari segi fisik Lelaki secara umum lebih besar dan lebih tinggi dari perempuan. 197. karena itu jumlah wanita yang bunuh diri lebih sedikit dari jumlah pria. pertumbuhan perempuan lebih cepat dari lelaki. Dari segi psikis Secara umum lelaki lebih cenderung kepada olahraga. dan lebih cepat berbicara. sehingga sentimen dan rasa takutnya segera muncul. perasaan perempuan secara umum kurang konsisten 11 Ahmad Kusyairi. Perempuan menghindari penggunaan kekerasan terhadap dirinya atau orang lain. Sangat adil pula jika Allah melengkapi laki-laki dan wanita dengan perangkat reproduksi yang berbeda. Perempuan biasanya lebih cenderung kepada upaya menghiasi diri. Perasaan wanita lebih cepat bangkit dari lelaki. sedangkan perempuan cenderung kepada perdamaian dan keramahan. tali gantungan atau meloncat dari ketinggian – sementara wanita menggunakan obat tidur. tetapi jika dibandingkan dari segi bentuk tubuhnya. Menghadirkan Surga di Rumah…. berbeda dengan lelaki. Caranya pun berbeda. yang biasanya lebih berkepala dingin. Rata-rata bentuk kepala lelaki lebih besar dari perempuan. pekerjaan yang melibatkan gerakan dibanding wanita. tetapi perempuan lebih mampu membentengi diri dari penyakit dibanding lelaki. sementara wanita lebih tenang dan tentram. dan mode yang beraneka ragam serta berbeda bentuk. berburu. . termasuk tanda-tanda seksual keduanya11. suara lelaki dan telapak tangannya kasar. berbeda dengan suara dan telapak tangan perempuan.20 1. Kemampuan paru-paru lelaki menghirup udara lebih besar/banyak dari perempuan. Lelaki secara umum cenderung kepada tantangan dan perkelahian. 2. maka sebenarnya perempuan lebih besar. biasanya lelaki menggunakan cara yang keras – pistol. dan denyut jantung perempuan lebih cepat dari denyut lelaki. racun. kecantikan.

di sisi lain pria malu jika ada yang mengetahui bahwa kebutuhan hidupnya ditanggung oleh istrinya. 13 . ini jelas nampak sejak kanak-kanak. Quraish Shihab.21 dibanding dengan lelaki. Cintanya kepada keluarga serta kesadarannya tentang kepentingan lembaga keluarga lebih besar dari lelaki. Bentuk kata kerja past tense/masa lampau yang digunakan ayat ini “telah menafkahkan” menunjukkan bahwa memberi nafkah kepada wanita telah menjadi suatu kelaziman bagi lelaki. lebih tekun beragama. h. dan lebih banyak berbasa-basi. Ϭϟ Ϯ ΃ ϣ Ϙϔ ΃ ϤΑϭ disebabkan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian harta mereka. Justru itulah salah satu keistimewaan yang tidak dan kurang dimiliki oleh pria. agama Islam yang tuntunan- 12 Quraish Shihab. Perbedaan antara laki-laki dan wanita secara fisik dan psikis serta fenomena kodrati di atas sesungguhnya diatur sedemikian rupa oleh Allah untuk menunjang tugas masing-masing. ˸Ϣ˶ ˶΍˴ ˸ϣ˴ ˸Ϧ˶  ˸΍Ϯ˵ ˴ ϧ˴ Ύ˴ ˶ ˴ . Perasaan perempuan lebih keibuan. h. Wanita secara psikologis enggan diketahui membelanjai suami. Perempuan lebih berhati-hati. Perlu dicatat bahwa walaupun secara umum pendapat di atas sejalan dengan petunjuk ayat yang sedang ditafsirkan ini. Penyebutan konsideran itu oleh ayat ini menunjukkan bahwa kebiasaan lama itu masih berlaku hingga kini13. Tafsir Al-Misbah…. serta kenyataan umum dalam masyarakat umat manusia sejak dahulu hingga kini. Kedua. Keistimewaan itu amat dibutuhkan oleh keluarga. takut. Tafsir Al-Misbah…. sehingga langsung digambarkan dengan bentuk kata kerja masa lalu yang menunjukkan terjadinya sejak dahulu. cerewet. 427-428. Karena itu. bahkan kekasihnya. 428. namun adalah sewajarnya untuk tidak menilai perasaan wanita yang sangat halus itu sebagai kelemahan. Sedemikian lumrah hal tersebut. khususnya dalam rangka memelihara dan membimbing anak-anak12.

428 Ahmad Kusyairi. Sebab. Dengan demikian. serta . Tafsir Al-Misbah…. mawaddah dan rahmah. mawaddah (cinta kasih). serta akan mendapatkan pelayanan baik dari istri dan anggota keluarga. Paradigma pemimpin kaum adalah pelayan mereka. h. Bukan pula seperti hubungan polisi dan pencuri. sebagaimana dijelaskan Taqiyyuddin an-Nabhani dalam buku an-Nizham alIjtima’i. bahkan akan mendapatkan lebih baik dari apa yang telah diberikan oleh suami terhadap istri dan anggota keluarganya. dan suami selalu merasa superior. tidak boleh mengantarnya kepada kesewenang-wenangan. otoriter dan zalim. Menghadirkan Surga di Rumah…. 15 . dan rahmah (rasa sayang) 15 Dari kedua faktor yang disebut di atas – keistimewaan fisik dan psikis. Perlu digarisbawahi bahwa kepemimpinan yang dianugerahkan Allah kepada suami. Yaitu hubungan untuk saling mengondisikan munculnya sakinah (ketentraman dan ketenangan) jiwa. serta tidak bertentangan dengan hak pribadi sang istri. 199.22 tuntunannya sesuai dengan fitrah manusia. agar ia tidak mengembangkan kepemimpinan yang diktator. akad perdata yang berkonsentrasi pada kawin kontrak atau akad ijarah (sewa menyewa) sehingga istri ibarat budak bagi suami untuk dipekerjakan. harus dipraktekkan oleh laki-laki dalam memimpin kaum perempuan atau keluarga. Suami wajib ditaati oleh istrinya dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan ajaran agama. Tetapi hubungan keduanya adalah hubungan sakinah. h. bahwa hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam sebuah rumah tangga bukanlah akad syirkah (perusahaan). mewajibkan suami untuk menanggung biaya hidup istri dan anak-anaknya14. kewajiban memenuhi kebutuhan dan anak-anak – lahir hak-hak suami yang harus pula dipenuhi oleh istri.” melainkan berbunyi “ar-rijalu qawwamuna ‘ala an-nisa” padahal kedua redaksi mempunyai pengertian yang hampir sama. aimmat an-nisa. sehingga istri selalu terancam dan diteror. Hal ini tidak 14 Disinilah barangkali hikmah mengapa redaksi atas tidak berbunyi “ar-rijalu Quraish Shihab. suami akan menjadi pengayomi yang baik.

tanpa memikirkan apa yang diinginkan oleh istri dan anggota keluarganya. melindungi. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Q. Maka jelaslah bahwa suami menjadi pemimpin. menjaga. Kepemimpinan suami atas keluarganya tidak menghilangkan hak-hak mereka dalam berbagai hal. juga lebih sesuai dengan ˲ ϴ˵ ˴  ˲ ϳ˶ ˴  ˵ ˷ϟ΍˴  ˲ ˴ ˴ ˴  ͉ ˶ ˸ϴ˴˴  ˶ Ύ˴ ͋ Ϡ˶˴  ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶  ͉ ˶ ˸ϴ˴˴  ϱ˶ ͉΍ ˵ ˸Μ˶  ͉ ˵ ˴˴   Ϣ ϜΣ ΰ ΰϋ ϪϠ ϭ ΔΟέΩ ϦϬ Ϡϋ ϝ Οή ϟϭ ϑ ή Ϥ Α ϦϬ Ϡϋ άϟ Ϟ ϣ ϦϬϟϭ “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma`ruf.” Termasuk dalam makna “qawwamah” adalah memimpin. membina dan mendidik16. kepemimpinan suami di sini tidak sampai memutlakkan seorang istri tunduk sepenuhnya. Kedudukan Suami Walaupun suami merupakan pemimpin dalam keluarga. firman Allah: ˻˻́ΓήϘΒϟ΍. bukan berarti ia harus menjadi otoriter dalam memimpin. B. mengayomi. meluruskan jika ia (perempuan) itu bengkok (salah). S. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Hal ini selain selaras dengan realitas. Al-Baqarah: 228). Istri tetap mempunyai hak untuk bermusyawarah dan melakukan tawar menawar keinginan dengan suami berdasarkan argumen-argumen rasional-kondisional.23 lain karena makna yang terdapat dalam kata “qawwamah” jauh lebih mendalam dan integral daripada kata “imamah.

Menghadirkan Surga di Rumah…. sejalan dengan akal sehat. sang istri pun mempunyai hak untuk diperlakukan secara ma’ruf. Quraish Shihab. 17 . h. 16 Ahmad Kusyairi. serta sesuai dengan sikap orang yang berbudi17. ϑ ή Ϥ Α ϦϬ Ϡϋ άϟ Ϟ ϣ ϦϬϟϭ ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶  ͉ ˶ ˸ϴ˴˴  ϱ˶ ͉΍ ˵ ˸Μ˶  ͉ ˵ ˴˴ Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. 1. Tafsir Al-Misbah…. 199. 490. h. yakni sesuai dengan tuntunan agama. Vol. Sebagaimana pria mempunyai hak untuk rujuk kepada istri yang diceraikannya.

Hak istri  Mendapatkan mahar Hak istri yang pertama kali yang harus dipenuhi oleh seorang suami adalah diberi mahar dengan penuh kerelaan. Oleh karena itu. Secara umum termasuk nafkahnya ialah memberi makan dan pakaian. Adapun hak dan kewajiban istri kepada suami adalah19: 1. perempuan berhak mendapatkan perlakuan yang lembut dari suaminya saat menghadapinya. Bahkan istri berhak menolak ketika suaminya ingin menyentuhnya apabila mahar belum diberikan. pada beberapa suku masyarakat Jahiliyah. sekaligus menunjukkan betapa pentingnya hak itu diperhatikan.  Mendapatkan nafkah Istri sangat berhak untuk mendapatkan nafkah dari suaminya. meskipun misalnya istri tersebut adalah orang yang kaya. 117-137.. Ketika istri menghendaki mahar tertentu suami harus memenuhinya tanpa menguranginya sedikit pun. 1. terhadap istri-istrinya.24 Mendahulukan penyebutan hak wanita atas kewajiban wanita dinilai sebagai penegasan tentang hal tersebut. 490. Syaikh Hafiz Ali. Itulah yang dilakukan oleh Rasulullah saw.. jika ingin menjadi perempuan yang shalehah. sebaiknya mempermudah lamaran dan tidak memberatkan mahar. Kado Pernikahan.  Mendapatkan pergaulan dengan sebaik-baiknya Secara naluri perempuan memang memiliki perasaan yang halus. apalagi selama ini. 18 Quraish Shihab. Ayat ini secara tegas menyatakan adanya hak tersebut18. 19 . Namun. h. wanita hampir dapat dikatakan tidak mempunyai hak sama sekali. Tafsir Al-Misbah….. h. tetapi ia mudah marah. Vol.

bersabda: “Pikirkanlah sikapmu kepadanya. bagaimana nanti nasib dari anak-anaknya.20  Wajib taat dan patuh kepada suami ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ. apalagi seorang istri nantinya akan menjadi ibu bagi anak-anaknya. Sebagaimana Rasulullah saw. karena sesungguhnya ia adalah surgamu dan juga nerakamu” (H.25  Mendapatkan pendidikan Pendidikan juga menjadi hak istri. Sudah menjadi rahasia umum bahwa istri mempunyai kewajiban mengatur urusan rumah tangga dan mempersiapkan kebutuhan hidup sehari-hari. serta yang lainya. menyiapkan makanan untuk anak dan suaminya. untuk itulah istri harus menjaga kehormatan dan ridha suami.  Berkewajiban menjaga kehormatan dan ridha suami Suami merupakan surga dan sekaligus juga neraka bagi istri. Ahmad). 2. Kewajiban istri  Seorang istri harus mengatur urusan rumah tangga dan mempersiapkan kebutuhan hidup sehari-hari. dan apabila ibunya tidak berpendidikan. R. seperti mengatur keuangan rumah tangga.

. bersabda: 20 Ahmad bin Hanbal. h. (Beirut: Daar Al-Fikr). 341. Sebagaimana Rasulullah saw. 4. asalkan tidak termasuk perbuatan durhaka kepada Allah. Sebab memang tidak ada alasan sama sekali bagi makhluk untuk taat kepada sesama makhluk dalam berbuat durhaka kepada Allah. Jilid.ϙέΎϧϭϚΘϨΟϮϫΎϤϧΈϓϪϨϣΖϧ΃Ϧϳ΃ϱήψϧΎϓ Secara mutlak seorang istri wajib taat kepada suaminya terhadap segala yang diperintahkannya. Setiap istri yang taat kepada suaminya yang mukmin. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal. ia akan masuk ke surga Tuhannya.

 ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ.21  Membantu suami bertakwa dan taat kepada Allah Seorang istri wajib membantu suaminya untuk taat kepada Allah. menjaga kemaluannya.26 ϦϣΖϠΧΩΎϬϠόΑΖϋΎσ΃ϭΎϬΟήϓΖϨμΣϭΎϬδϤΧΓ΃ήϤϟ΍ΖϠλ΍Ϋ· “Apabila seorang wanita sudah menjalankan shalat lima waktu. Ahmad). dan taat kepada suaminya. maka niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana pun yang ia inginkan” (H. R. dan memberinya nasehat demi mencari keridhaan Allah.

Ε˯ΎηΔϨΠϟ΍Ώ΍ϮΑ΃ϱ΃ ϭΖϠμϓϞϴϠϟ΍Ϧϣ ΖϣΎϗ ϩ΃ήϣ΍ Ϳ΍ ϢΣέϭ˯ΎϤϟ΍ΎϬϬΟϭϲϓ΢πϧ ΖΑ΃ϥΈϓΖϠμϓϪΗ΃ήϣ΍φϘϳ΃ϭϲϠμϓϞϴϠϟ΍ϦϣϡΎϗϼΟέͿ΍ϢΣέ ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ.

Seorang istri yang sholehah akan selalu ikhlas kepada suaminya dan menjaga perasaannya. Abdurahman Suyuti. 1. Jika ia kaya. Dan Allah juga merahmati seorang wanita yang bangun tengah malam untuk shalat. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal …. lalu ia membangunkan suaminya agar ikut shalat. Ahmad). lalu ia membangunkan istrinya agar ikut shalat. 4. maka ia memercikkan air pada wajahnya” (H.˯ΎϤϟ΍ϪϬΟϭϲϓΖΤπϧϲΑ΃ϥΈϓϲϠμϓΎϬΟϭίΖψϘϳ΃ Sebagaimana Rasulullah saw. h. R.22  Setia dan ikhlas kepada suami Setia adalah bukti keikhlasan dan cinta sejati. bersabda: “Allah merahmati seorang suami yang bangun tengah malam untuk melakukan shalat. Ia rela menghadapi kesulitan dengan sabar dan ridha. Jilid. Ia tidak mau membebani suaminya dengan tuntutantuntutannya. 416. 22 . dan jika suaminya tidak mau bangun. h. ia memercikkan air pada wajahnya. ia mau membantu suaminya yang miskin. 191. 21 Ahmad bin Hanbal. dan jika istrinya tidak mau bangun. Juz. Jami’ Al-Hadis….

Abu Mohammad. ingatlah Ϣ ϜΣ ΰ ΰϋ ϪϠ ϭ ˲ ϴ˵ ˴ ˲ ϳ˶ ˴ ˵ ˷ϟ΍˴ Allah itu Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dengan dibebankannya kepemimpinan kepada suami itulah. h. Dan terlihat juga bahwa dibebankannya kepemimpinan kepada suami. Vol.24 Adapun hak dan kewajiban atas kedua belah pihak harus seimbang. tetapi maksudnya adalah perintah bagi para suami untuk memperlakukan istri mereka dengan sikap terpuji. jika suami meminta sesuatu dari istrinya. h. atau membangga-banggakan harta kekayaannya di hadapannya sampai menyinggung perasaannya. sifatnya “fitrah”. 24 . Meskipun mereka telah menghormati dan memuliakan kedudukan wanita serta memberikan pendidikan kepada mereka dalam bidang sains dan ilmu kemasyarakatan. 302. Derajat yang dimaksud adalah derajat kepemimpinan. agar mereka dapat memperoleh derajat itu23. 1. Tetapi kepemimpinan yang berlandaskan kelapangan dada suami untuk meringankan sebagian kewajiban istri. Tafsir Al-Misbah…. karena itu Ath-Thabari menulis. Jadi. bukan diberikan kepada wanita. bukan istri yang memimpin suami. ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa suami itulah yang memimpin istri. ΔΟέΩ ϦϬ Ϡϋ ϝ Οή ϟϭ ˲ ˴ ˴ ˴  ͉ ˶ ˸ϴ˴˴  ˶ Ύ˴ ͋ Ϡ˶˴ Para suami mempunyai satu derajat (tingkatan) atas mereka para istri. dalam bukunya Suami Idaman Istri Impian mengemukakan empat sifat 23 Quraish Shihab. Karakteristik Lelaki Shalih…. maka Kasmuri Kasim. ia pun harus mengingat bahwa ia mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi terhadap istrinya. Bahkan belum pernah dicapai oleh satu umat pun yang menganggap diri mereka telah mencapai puncak peradaban dan kebudayaan. misalnya dengan cara membangga-banggakan kecantikannya.27  Tidak menyakiti suami Seorang istri tidak boleh menyakiti suaminya. Jika tidak. Agama Islam telah mengangkat derajat kaum wanita pada suatu tingkatan yang belum pernah dilakukan oleh agama lain dan syari’at-syari’at lain sebelumnya. walaupun ayat ini disusun dalam redaksi berita. 491-492. maksudnya.

puasa. Karena apabila telah berumah tangga. karena lemahnya kemampuan tenaga batin akan membawa rumah tangga menjadi tidak bahagia. seorang suami harus memikirkan cara yang terbaik dalam memenuhi segala keperluan rumah tangganya. Sempurna akal dan pemikiran Jika seorang itu ingin menjadi suami maka hendaklah ia berpikiran positif. oleh karena itu ia harus mempersiapkan dirinya dengan memperbanyak pengetahuan agama. Disamping mengerjakan perintah agama yang mendasar seperti. c. akan tetapi kewajiban ini harus dilaksanakan oleh kaum laki-laki untuk menyediakan sesuai kesanggupannya. Islam tidak membebankan kaum wanita supaya mencari nafkah. b. Memberikan nafkah sesuai dengan kesanggupan Dalam kehidupan berumah tangga. zakat dan lain-lain. haruslah terlebih dahulu memperhatikan kemampuan fisiknya. baik secara lahiriah maupun batiniah. Begitu juga jika sekiranya tidak mampu untuk bekerja karena penyakit dan sebagainya akan menjadikan laki-laki tersebut tidak dapat memberikan nafkah dan tanggung jawab lainnya kepada keluarganya. karena Islam adalah agama yang mencakup seluruh aspek kehidupan dan sesuai untuk seluruh zaman. shalat. kemudian harus memahami pula bidang yang lain. Berpengetahuan agama dan mengamalkannya secara sempurna Yang akan dipercayai sebagai kepala rumah tangga ialah suami. . d. Sehat lahir dan batin Bagi seorang laki-laki yang ingin berumah tangga.28 yang harus dimiliki oleh seorang laki-laki yang membuatnya layak menjadi pemimpin di dalam rumah tangga: a.

melahirkan dan menyusui tugas yang amat besar. Kewajiban Suami Suami adalah kepala rumah tangga. jika kemudian Allah membebankan tugas kepada laki-laki untuk mencari nafkah. telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 233 ͉ ˶ ˲ ˸ϔ˴  ˵ ͉˴ ˵  ˴  ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶  ͉ ˵ ˵ ˴ ˸δ˶ ˴  ͉ ˵ ˵ ˸ί˶  ˵ ˴ ˶ Ϯ˵˸Ϯ˴ ˸ϟ΍ ϰ˴ϋ˴ ϻ· β ϧ ϒϠϜΗ ϻ ϑ ή Ϥ Α ϦϬΗϮ ϛϭ ϦϬϗ έ Ϫϟ Ω ϟ Ϥ Ϡ ϭ ˴ ˴ Ύ˴ ͉ ϟ΍͉ ˶ ˵ ϥ˴˴ ΍˴ ˴˸Ϧ˴ ˶˶ ˸ϴ˴˶ Ύ˴ ˶ ˸ϴ˴˸Ϯ˴ ͉ ˵ ˴ ˴ ˸ϭ˴˴ ˸ό˶ ˸ή˵ ˵ ΍˴ ˶΍˴ ˸ϟ΍˴ Δϋ οή ϢΘϳ ΃ Ω έ΃ Ϥϟ Ϧ Ϡϣ ϛ Ϧ ϟ Σ ϦϫΩϻ ΃ Ϧ ο ϳ Ε Ϊϟ Ϯ ϭ ˻˼˼ΓήϘΒϟ΍. a. Pada dirinya terletak responsibilitas yang besar. Karenanya sangat adil. kewajiban yang bermacam-macam terhadap keluarganya. Sesungguhnya Allah swt. kehidupan rumah tangga adalah sebuah kerajaan iman. Dalam artian. suami adalah rajanya. 1. dirinya dan agamanya yang harus ia letakkan secara seimbang. baik nafkah lahir maupun nafkah batin. Nafkah lahir Allah swt. sehingga satu kewajiban tidak mengurangi kewajiban yang lain. karena dialah yang menerima beban tanggung jawab serta amanat25. istri adalah ratunya dan anak-anak adalah raknyatnya. untuk memenuhi kebutuhan utama keluarganya dan memberikan perlindungan kepada perempuan sehingga dapat berkonsentrasi menjalankan tugas mulianya. Memberi nafkah lahir dan batin/pergaulan suami istri Ajaran Islam menetapkan bahwa suami bertanggung jawab untuk menafkahi istrinya. Telah berkehendak memberikan amanah kepada perempuan untuk hamil.29 Pada hakikatnya. C. Suami adalah raja yang memimpin kerajaan dan mengendalikan semua urusannya.

9. Hanya untuk Suami….Ύ˴ ˴ ˸γ˵ Ϭό ϭ yaitu: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan 25 Majid Sulaiman. h. . yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.

h. baik ibu kandung maupun bukan. Ayat ini menggunakan kata al-walidat. Δϋ οή ϢΘϳ ΃ Ω έ΃ Ϥϟ Ϧ Ϡϣ ϛ Ϧ ϟ Σ ϦϫΩϻ ΃ Ϧ ο ϳ ˴ ˴ Ύ˴ ͉ ϟ΍ ͉ ˶ ˵  ϥ˴ ˴ ΍˴ ˴ ˸Ϧ˴ ˶ ˶ ˸ϴ˴˶ Ύ˴  ˶ ˸ϴ˴˸Ϯ˴  ͉ ˵ ˴ ˴ ˸ϭ˴ ˴ ˸ό˶ ˸ή˵ Sejak kelahiran hingga dua tahun penuh. 27 . Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. S. ˴ ˴ Ύ˴ ͉ ϟ΍͉ ˶ ˵ ϥ˴˴ ΍˴ ˴˸Ϧ˴ ˶˶ ˸ϴ˴˶ Ύ˴ ˶ ˸ϴ˴˸Ϯ˴ ͉ ˵ ˴ ˴ ˸ϭ˴˴ ˸ό˶ ˸ή˵ ˵ ΍˴ ˶΍˴ ˸ϟ΍˴ Δϋ οή ϢΘϳ ΃ Ω έ΃ Ϥϟ Ϧ Ϡϣ ϛ Ϧ ϟ Σ ϦϫΩϻ ΃ Ϧ ο ϳ Ε Ϊϟ Ϯ ϭ Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh. 503-504.”. Dengan menggunakan redaksi berita.. baik ibu kandung maupun bukan. 301 Quraish Shihab. para ibu diperintahkan untuk 26 Sayyid Quthub. anak merasa lebih tentram.30 cara yang ma`ruf. (Q. sedang kata al-walidat maknanya adalah para ibu. Vol 1. Cet. II.. Tafsir Al-Misbah…. Ini berarti bahwa Al-Quran sejak dini telah menggariskan bahwa air susu ibu. Jil. Kata ummahat digunakan untuk menunjuk kepada para ibu kandung. Dengan menyusu pada ibu kandung. I. adalah makanan terbaik buat bayi hingga usia dua tahun. h. Tafsir Fi Zhilalil Quran…. Kata (˵ ΍˴ ˶΍˴ ˸ ΍˴ ) al-walidat dalam penggunaan Al-Quran berbeda Ε Ϊϟ Ϯϟ ϭ dengan kata (ΕΎϬϣ΃) ummahat yang merupakan bentu jamak dari kata (ϡ΃) umm. sehingga merugikan si kecil ini26. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Itu suatu kewajiban yang ditetapkan oleh Allah dan tidak dibiarkan-Nya meskipun fitrah dan kasih sayangnya mengalami kerusakan oleh pertengkaran urusan rumah tangganya. Namun demikian. ketika itu bayi mendengar suara detak jantung ibu yang telah dikenalnya secara khusus sejak dalam perut27. sebab menurut penelitian ilmuan. ayat ini memerintahkan dengan sangat kukuh kepada para ibu agar menyusukan anak-anaknya. Al-Baqarah: 233). tentunya air susu ibu kandung lebih baik dari selainnya. karena dalam hal ini adalah seorang ibu yang telah diceraikan oleh suaminya itu masih mempunyai kewajiban terhadap anaknya yang masih menyusu.

memberi makan dan pakaian kepada para ibu kalau ibu anak-anak yang disusukannya itu telah diceraikannya secara ba’in. Maka diwajibkanlah kepada seorang ayah menanggung kebutuhan hidup istrinya berupa makanan dan pakaian. h. seakan-akan anak itu lahir untuk ayahnya.31 menyusui anak-anaknya. Jatuhnya kewajiban memberikan kebutuhan hidup sehari-hari bagi istri. Tafsir Al-Maragi…. Quraish Shihab. 504. dengan tujuan sang ibu bisa melakukan kewajibannya terhadap bayinya dengan sebaikbaiknya dan menjaganya dari serangan penyakit30. 321. Dua tahun adalah batas maksimal dari kesempurnaaan penyusuan. 504. Dalam ayat lain yang berhubungan dengan ayat di atas yaitu dalam 28 Quraish Shihab. ϑ ή Ϥ Α ϦϬΗϮ ϛϭ ϦϬϗ έ Ϫϟ Ω ϟ Ϥ ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶  ͉ ˵ ˵ ˴ ˸δ˶ ˴  ͉ ˵ ˵ ˸ί˶  ˵ ˴ ˶ Ϯ˵˸Ϯ˴ ˸ϟ΍ ϰ˴ϋ˴ Ϡ ϭ Dan merupakan kewajiban atas yang dilahirkan untuknya. yakni ayah. sehingga bila mereka menuntut imbalan penyusuan anaknya. 2. Jil. Ύ˴ ˴ ˸γ˵ ͉ ˶˲ ˸ϔ˴ ˵ ͉˴ ˵ ˴ Seseorang tidak dibebani melainkan menurut Ϭό ϭ ϻ· β ϧ ϒϠϜΗ ϻ kadar kesanggupannya. maka suami wajib memenuhinya selama tuntutan imbalan itu dinilai wajar29. Tafsir Al-Misbah…. nama ayah pun akan disandang oleh sang anak. yakni dinisbahkan kepada ayahnya. bilangan itu juga mengisyaratkan bahwa yang menyusu setelah usia tersebut bukanlah penyusuan yang mempunyai dampak hukum yang telah mengakibatan anak yang disusui berstatus sama dalam sejumlah hal dengan anak kandung yang menyusunya28. Adapun jika ibu anak itu masih berstatus istri walau telah ditalak secara raj’iy. Al-Maragi. h. dikarenakan anak itu membawa nama ayah. maka kewajiban memberi makan dan pakaian adalah kewajiban atas dasar hubungan suami istri. bukan raj’iy. Kewajiban memberi makan dan pakaian itu hendaknya dilaksanakan dengan cara yang ma’ruf. 29 30 . Tafsir Al-Misbah…. Di sisi lain. h.

΍ η ϥ Λ ϠΛ Ϫϟ μϓϭ ϪϠ Σ ˱ή˸Ϭ˴  ˴ Ϯ˵ Ύ˴˴  ˵ ˵Ύ˴ ˶ ˴  ˵ ˵˸Ϥ˴ . tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. Al-Baqarah ayat 2. karena itu tidaklah tepat membiarkan mereka hidup terlepas dari ibu bapak kandungnya. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" (Q.32 ˴ Ύ˴ ˱ ˴ ˴ ˴ ϴ˶ ˴ ˸έ˴˴ ˴˴ ˴ ˵ ͉ ˵ ˴˴ ˴˴ ΍˴ ˶ϰ͉ ˴ ˱ή˸Ϭ˴ ˴ Ϯ˵ Ύ˴˴ ˵ ˵Ύ˴ ˶ ˴ ˵ ˵˸Ϥ˴ ˴ . Betapapun ayat di atas menunjukkan betapa pentingnya ibu menyusukan anak dengan ASI (Air Susu Ibu). Al-Ahqaf: 15). Ayat di atas juga menunjukkan betapa pentingnya ibu kandung memberikan perhatian yang cukup terhadap anak-anaknya. . karena masa kandungan yang normal adalah sembilan bulan. ϝ ϗ ΔϨγ Ϧ όΑ ΃ ώϠΑϭ ϩΪη΃ ώϠΑ Ϋ· ΘΣ ΍ η ϥ Λ ϠΛ Ϫϟ μϓϭ ϪϠ Σϭ Q. S. khususnya pada masa-masa pertumbuhan dan perkembangan jiwanya. tetap saja kasih sayang ibu bapak masing sangat mereka butuhkan.. yakni 24 bulan. Di sisi lain dapat dikatakan bahwa penyusuan minimal adalah sembilan bulan. karena pada Q. S. menjelaskan: ˴ ˶  ϲ͋ ˶˴  ˴ ˸ϴ˴˶ ˵ ˸Β˵  ϲ͋ ˶ ϲ˶ ͉ ͋ ˵  ϲ˶  ϲ˶ ˸΢˶˸λ˴˴  ˵ Ύ˴ ˸ή˴  ˱ Τ˶Ύ˴  ˴ ˴ ˸ϋ˴ Ϧϣ ϧ·ϭ Ϛ ϟ· Ζ Η ϧ· ΘϳέΫ ϓ ϟ Ϡ ΃ϭ ϩ ο Η Ύ ϟ λ ϞϤ ΃ ͼ˺˾ϑΎϘΣϷ΍ͽ˴ ϴ˶ ˶˸δ˵ ˸ϟ΍ Ϧ ϤϠ Ϥ ˸ϥ˴˴  ͉ ˴ ˶΍˴  ϰ˴˴ ˴  ͉ ˴˴  ˴ ˸Ϥ˴ ˸ϧ˴ ϲ˶ ͉΍ ˴ ˴ ˴ ˸ό˶  ˴ ˵ ˸η˴ ˸ϥ˴ ϲ˶ ˸ϋ˶ ˸ϭ˴ ͋ ˴ ΃ϭ ϱΪϟ ϭ Ϡϋϭ ϲϠϋ Ζ ό ΃ Θϟ ϚΘϤ ϧ ήϜ ΃ ΃ Ϩ ί ΃ Ώέ “Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo`a: "Ya Tuhanku. Betapapun banyak kasih sayang yang dapat diberikan oleh orang lain. telah dinyatakan bahwa masa penyusuan yang sempurna adalah dua tahun. S. ayat ini mengisyaratkan bahwa masa kandungan minimal adalah enam bulan. Sikap kejiwaan seorang dewasa banyak sekali ditentukan oleh perlakuan yang dialaminya pada saat kanak-kanak. Al-Ahqaf ayat 15. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku..

anak yang dilahirkan mendapat jaminan pertumbuhan fisik dan perkembangan jiwa dengan baik. namun bakti tersebut harus terus berlanjut dan terus meningkat. Tafsir Al-Misbah…. (̀ϕϼτϟ΍)˱ή˸δ˵ ˳ ˸δ˵ ˴ ˸ό˴ ˵ ͉ϟ΍˵ ˴ ˸Π˴ ˴ Ύ˴ Ύ˴ ΁Ύ˴ Ύ͉˶˱ δ˸ϔ˴ ˵ ͉ϟ΍˵ ͋˴ ˵ ΍ ϳ ή ϋ Ϊ Α ϪϠ Ϟό ϴγ ϫ Η ϣ ϟ· Ύ ϧ ϪϠ ϒϠϜϳ ϪΘόγ ϣ Δόγ ˶ ˶ ˴ ˴  Ϧ͋  ˳ ˴ ˴  ϭΫ ˸ϖ˶ Ϩ˵ ˶ ϔ ϴϟ Hendaklah yang lapang. Quraish Shihab. Dengan tuntutan ini. h. 505. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Betapapun maknanya.33 ϩΪη΃ ώϠΑ Ϋ· ΘΣ ˵ ͉ ˵ ˴ ˴ ˴˴  ΍˴ ˶ ϰ͉ ˴ . Untuk masalah pemberian nafkah ini. Bahkan jaminan tersebut harus tetap diperolehnya walau ayahnya telah meninggal dunia31. yang jelas ayat di atas menuntut peningkatan pengabdian dan bakti kepada orang tua dari saat ke saat. h. 303. S. Allah lebih menjelaskannya lagi Ύ˴ ˵ ͉ϟ΍ ˵ Ύ˴ ΁ Ύ͉ ˶  ˸ϖ˶ Ϩ˵ ˸Ϡ˴  ˵ ˵ ˸ί˶  ˶ ˸ϴ˴˴  ˴ ˶ ˵  Ϧ˴ ˴  ˶ ˶ ˴ ˴  Ϧ͋  ˳ ˴ ˴  ϭΫ ˸ϖ˶ Ϩ˵ ˶ ϟ ϪϠ ϩ Η Ϥϣ ϔ ϴ ϓ Ϫϗ έ Ϫ Ϡϋ έΪϗ ϣϭ ϪΘόγ ϣ Δόγ ϔ ϴϟ pada surat At-Talaq ayat 7: “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan bahwa walaupun seseorang telah mencapai usia kedewasaan dan memiliki tanggung jawab terhadap istri dan anakanaknya. 31 Quraish Shihab. 32 . At-Talaq: 7). Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Tafsir Al-Misbah…. yakni mampu dan memiliki banyak rezeki memberi nafkah untuk istri dan anak-anaknya dari yang sebatas kadar kemampuannya dan dengan demikian hendaknya ia memberi sehingga anak dan istrinya itu memiliki pula kelapangan dan keluasan berbelanja32. Banyak ulama yang menyatakan bahwa itu terpenuhi pada usia 33 tahun. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” (Q. Vol 1.

303. Jangan sampai ia memaksakan diri untuk nafkah itu dengan mencari rezeki dari sumber yang tidak direstui Allah33. 34 35 36 . Tafsir Al-Misbah…. h. h. maka istri – yang rela hidup bersama suami yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya secara wajar – dapat menuntut cerai36. Tafsir Al-Misbah…. Tafsir Al-Misbah…. Suami yang tidak dapat menutupi biaya hidup keluarganya. h. Quraish Shihab. Di sisi lain hendaklah semua pihak selalu optimis dan mengharap kiranya Allah memberinya kelapangan34. ΍ ϳ ή ϋ Ϊ Α ϪϠ Ϟό ϴγ ˱ή˸δ˵  ˳ ˸δ˵  ˴ ˸ό˴  ˵ ͉ϟ΍ ˵ ˴ ˸Π˴ ˴ Allah akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.34 ϪϠ ϩ Η Ϥϣ ϔ ϴ ϓ Ϫϗ έ Ϫ Ϡϋ έΪϗ ϣϭ ˵ ͉ϟ΍˵ Ύ˴ ΁Ύ͉ ˶ ˸ϖ˶ Ϩ˵ ˸Ϡ˴ ˵ ˵ ˸ί˶ ˶ ˸ϴ˴˴ ˴ ˶ ˵ Ϧ˴ ˴ Dan siapa yang disempitkan rezekinya yakni terbatas penghasilannya. Tafsir Al-Misbah…. Ύ˴ Ύ˴ ΁ Ύ˴  Ύ͉˶ ˱ δ˸ϔ˴  ˵ ͉ϟ΍ ˵ ͋˴ ˵  Ύ˴ ϫ Η ϣ ϟ· Ύ ϧ ϪϠ ϒϠϜϳ ϟ itu janganlah wahai istri Allah tidak akan memikulkan beban kepada seseorang sesuai apa yang Allah berikan kepadanya. Tidak ada jumlah tertentu untuk kadar nafkah bagi keluarga. 303. mestinya memperoleh sumbangan dari Bait al-Mal atau kini dikenal dengan Departement Sosial. ada ulama yang memahaminya sebagai janji yang pasti terlaksana. Al-Biqa’i mengomentari penggalan ayat ini bahwa: 33 Quraish Shihab. 303. Tetapi kalau seandainya suami tidak mendapatkannya. Quraish Shihab. 303. h. Quraish Shihab. Karena menuntut terlalu banyak dan pertimbangkanlah keadaan suami atau bekas suami kamu. maka hendaklah ia memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Ini kembali kepada kondisi masing-masing dan adat kebiasaan yang berlaku pada satu masyarakat35.

35 “karena itu tidak ada seseorang yang terus menerus sepanjang usia hidupnya dalam keadaan kesempitan37. Kemudian Rasulullah saw. juga bersabda: ϩ΍ϭέ.

Oleh karena itu wajib bagi suami memberi nafkah secukupnya kepada istriya berupa sandang dan papan. termasuk juga makanan yang kamu berikan ke mulut istrimu. Walaupun memberi nafkah itu merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh seorang suami yang merupakan kepala rumah tangga. dalam artian melewati batas kemampuan suami itu. Bukhari). tidak ada nafkah yang kamu berikan dengan maksud mendapatkan ridha Allah. Dan tidak boleh juga kurang. tetapi sesuai dengan dalil yang di atas. memberi nafkah itu tidak boleh berlebih-lebihan. agar ia dapat melaksanakan kewajibannya dalam menjaga dan memelihara bayinya.” (H. ΔϗΪλ Ϫϟ ΖϧΎϛ ΎϬΒδΘΤϳ Ϯϫϭ ϪϠϫ΃ ϲϠϋ ΔϘϔϧ ϢϠδϤϟ΍ ϖϔϧ΃ ΍Ϋ· “Apabila seorang suami memberi nafkah kepada keluarganya dengan mengharap pahala. maka nafkah tersebut termasuk sedekah.39 Seorang ibu mengandung demi seorang ayah (suami) dan menyusui juga demi sang suami.38  ϯέΎΨΒϟ΍ ΎϬϠόΠΗΔϤϘϠϟ΍ϰΘΣ ΎϬΑΕήΟ΃ϻ·Ϳ΍ϪΟϭΎϬΑϰϐΘΒΗΔϘϔϧϖϔϨΗΖδϟϭ “Sungguh. Bukhari dan Muslim). Akan tetapi.” (H. yang nantinya akan berakibat memberatkan sang istri. R. R. Sesungguhnya Islam melarang seorang suami “menikmati” hasil usaha istrinya. aturan ini tidaklah kemudian menjadikan seorang 37  ϢϠδϣϩ΍ϭέ. yang nantinya akan membuat suami itu sengsara. kecuali kamu akan mendapatkan pahalaNya.

h. 303. 3. Juz. Fathu Bari: Sarah Shahih Bukhari. 2. (Beirut: Daar Kutab Alamiya). h.ϚΗ΃ήϣ΍ϲϓϰϓ Quraish Shihab. 38 Ahmad bin Ali bin Hajr Asqalani. 39 Abi Husain Muslim. Shahih Muslim. . Tafsir Al-Misbah…. 1135. (Beirut: Daar ibn Hazm). h. Juz. 1013.

40 . makan dan minum). ia ‘wajib’ mencari nafkah bersama-sama suaminya demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan rumah tangga mereka. 2003). Dengan demikian. karena kalau tidak itu akan memberatkan istri. Jadi. tetapi kegunaan nafkah itu tidak semata-mata untuk kebutuhan istrinya saja (misal.36 istri tidak bekerja mencari nafkah. Dan sang suami pun harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan istri agar dalam memenuhi kebutuhan itu cukup untuk istri. Cet. Dan pencarian nafkah yang dilakukan oleh seorang istri itu terwujud karena dua hal40: Pertama. untuk membeli perhiasan atau pakaian). harta yang diberikan oleh seorang suami pada intinya merupakan harta yang digunakan untuk kepentingan bersama. Muhammad Muhyidin. Lentera Basritama. karena nafkah yang diberikan oleh suaminya telah mencukupi kebutuhan istri dan kebutuhan rumah tangga mereka. (Jakarta: PT. maka seorang istri tidak boleh harus memaksakan diri untuk tidak mau tahu terhadap kekurangan tersebut dengan hanya mengharapkan pemberian nafkah suaminya saja. pemenuhan akan kebutuhan bersama ini tidak mencukupi. 260-261. prinsip yang harus dipegang di sini adalah bahwa walaupun nafkah itu diberikan oleh seorang suami kepada istrinya sebagai hak bagi istrinya. Kedua. pencarian nafkah yang dilakukan oleh seorang istri hanya bersifat “membantu” suaminya. sekiranya memang nafkah yang diberikan oleh suaminya tersebut tidak mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Oleh karena itu. Meraih Mahkota Pengantin: Kiat-kiat Praktis Mendidik Istri & Mengajar Suami. Ke-I. melainkan juga untuk kegunaan suaminya (misal. h. Bantuan dalam pencarian nafkah yang dilakukan oleh seorang istri kepada suaminya di sini “tidak penting” untuk dilakukan (yakni tidak sebagaimana dalam kasus yang pertama). dan bukan merupakan kewajiban.

yang melarang setiap suami meninggalkan istrinya dalam waktu yang terlalu lama. Nafkah batin / Pergaulan Suami Istri Tidak dapat dipungkiri bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki nafsu syahwat. Ada ulama berpendapat bahwa hukum memberikan nafkah batin (hubungan suami istri) bagi seorang suami apabila tidak ada halangan adalah wajib. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. Karena perbuatan yang demikian itu pada hakikatnya akan menyiksa perasaan istri42. Ada juga yang mengatakan bahwa melakukan hubungan suami istri itu wajib dilakukan setiap empat hari sekali. yang akhirnya disyariatkanlah perkawinan. memiliki keturunan merupakan salah satu tujuan dari ikatan perkawinan. Hak berhubungan suami istri ini ditetapkan oleh syara’. dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Al-Baqarah: 223). Oleh karena itu. ˴ ˷ϟ΍ ˸΍Ϯ˵ ͉ ΍˴  ˸Ϣ˵ ˶ ˵ ϧ˴  ˸΍Ϯ˵ ͋ ˴ ˴  ˸Ϣ˵ ˸Ό˶  ϰ͉ ˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˸ή˴  ˸΍Ϯ˵ ˸΄˴  ˸Ϣ˵ ͉ ˲ ˸ή˴  ˸Ϣ˵ ˵ ΂˴ ˶ ϪϠ ϘΗ ϭ Ϝδϔ Ϸ ϣΪϗϭ Θ η ϧ΃ ϜΛ Σ Η ϓ Ϝϟ Ι Σ ϛ΅ δϧ berfirman: “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam. Sebenarnya berbagai macam pendapat ulama di atas itu sejalan dengan anjuran Rasulullah saw.37 b. tetapi ada juga yang berpendapat enam hari sekali41. maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. beribadah dan jihad. salah satu dari suami atau istri tidak boleh menghalangi yang lainnya untuk memenuhi hak berhubungan suami istri. Allah swt. Selain hanya untuk memenuhi kebutuhan nafsu syahwat.” (Q. S. walaupun untuk tujuan berzikir. 41 ˻˻˼ΓήϘΒϟ΍. dengan adanya nafsu syahwat itu maka setiap orang ingin memiliki keturunan. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu.

80 42 . Suami Idaman Istri Impian…. Kasmuri Selamat. Suami Idaman Istri Impian….˴ ϴ˶ ˶ ˸Ά˵ ˸ϟ΍˶ ͋ ˴ ˴ ˵ Ϯ˵ ˴ ͊ Ϣ˵ ͉ ˴˸΍Ϯ˵ ˴˸ϋ΍˴ Ϧ Ϩϣ Ϥ ήθΑϭ ϩ ϗϼϣ Ϝϧ΃ ϤϠ ϭ Kasmuri Selamat. 79. h. h.

Arah yang lain berfungsi mengeluarkan najis dan kotoran. 481. Quraish Shihab. Karena istri adalah ladang tempat bercocok tanam. Sperma adalah sesuatu yang suci dan menumpahkannya pun harus suci. h. Quraish Shihab. maka datangilah. syariat agama tidak bermaksud memberati kalian dan melarang kalian untuk menikmati kelezatan ini. Ayat di atas. Tafsir Al-Misbah…. Jil. 2. 44 45 46 . Vol 1.38 ˸Ϣ˵ ˸Ό˶ ϰ͉ ˴˸Ϣ˵ ˴ ˸ή˴ ˸΍Ϯ˵ ˸΄˴ ˸Ϣ˵ ͉˲ ˸ή˴ ˸Ϣ˵ ˵ ΂˴ ˶ Θ η ϧ΃ ϜΛ Σ Η ϓ Ϝϟ Ι Σ ϛ΅ δϧ tidak ada dosa bagi kalian untuk mendatangi istri-istri kalian dengan cara apapun yang kalian sukai. ˸Ϣ˵ ˶ ˵ ϧ˴  ˸΍Ϯ˵ ͋ ˴ ˴ Ϝδϔ Ϸ ϣΪϗϭ Dan kedepankanlah hubungan seks dengan tujuan kemaslahatan untuk diri kamu di dunia dan akhirat. h. Tafsir Al-Misbah…. h. bukan semata-mata untuk melampiaskan nafsu46. Vol 1. asal sasarannya ke arah sana. Tafsir Al-Maragi…. Tafsir Al-Misbah…. garaplah tanah tempat bercocok tanam kamu. 480. jika hal ini kalian lakukan untuk mendapatkan keturunan dan kalian melakukannya pada tempat yang sebenarnya. h. 43 Al-Maragi. karena itu lakukanlah ia dengan tujuan memelihara diri dari terjerumus kepada dosa. 481. Sebab. yang menegaskan bahwa istri adalah tempat bercocok tanam. bukan untuk menerima yang suci dan bersih. bukan arah yang lain. Istri hanya berfungsi sebagai ladang yang menerima benih44. lahir. tumbuh dan berkembang. Datangi ia kapan dan dari mana saja. Quraish Shihab. Berdoalah ketika melakukannya. disertai oleh nilai-nilai suci45. 274. Sebaliknya syariat justru ingin mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi kalian43. Ciptakanlah suasana kerohanian agar benih yang diharapkan berbuah itu. Vol 1. bukan saja mengisyaratkan bahwa anak yang lahir adalah buah dari benih yang ditanam ayah.

Karena itulah dilarang untuk menggauli wanita yang sedang haid dan pada tempat yang lain. jangan membohonginya. 637 H. bahwa kamu kelak akan menemui- Nya. Vol 1. Kalaupun ada cekcok selesaikan ke dalam. ϩ ϗϼϣ Ϝϧ΃ ϤϠ ϭ ˵ Ϯ˵ ˴ ͊  Ϣ˵ ͉ ˴ ˸΍Ϯ˵ ˴˸ϋ΍˴ Ketahuilah. Ayat ini menjelaskan bahwa hikmah menggauli wanita adalah untuk menjaga kelestarian jenis manusia melalui kelahiran. Jangan menduga Allah tidak mengetahui keadaan kamu tentang segala sesuatu yang kamu rahasiakan47. 481. kecuali kalau terpaksa. jangan sembunyikan sesuatu terhadap pasangan yang seharusnya ia ketahui. bahkan dalam segala hal. seorang ulama dan pengamal tashawuf (w. sebab keadaan keduanya itu tidak akan pernah menghasilkan keturunan49. dan jangan selesaikan melalui orang lain. yang penting tujuan dari petani tercapai. 2. jangan membongkar rahasia rumah tangga yang seharusnya dirahasiakan. 274. Dan petani harus bisa menggarap ladangnya dan menjaganya dari segala hama. 481-482. Al-Maragi. Jika demikian. Vol 1.39 Ϫ˷ϟ΍ ˸΍Ϯ˵ ͉ ΍˴ Ϡ ϘΗ ϭ Serta bertakwalah kepada Allah dalam hubungan suami istri. Penyebutan istri sebagai “ladang” secara tidak langsung juga mengatakan bahwa suami itu adalah “petani” untuk itulah petani bebas mendatangi ladangnya kapan pun dan darimana pun. Allah kelak akan menyelesaikannya. bukan sekedar untuk memperoleh kelezatan semata-mata. Tafsir Al-Misbah…. h. Tafsir Al-Maragi…. Di sisi lain. Demikian kesan Al-Harrali. Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah…. karena kelak kamu akan menemui-Nya. Jil.) yang banyak dikutip pendapatnya oleh Al-Biqa’i. 48 49 . h. serta ciptakanlah suasana 47 Quraish Shihab. h. Berilah kabar gembira orang-orang yang beriman yang imannya mengantarkan mereka mematuhi tuntutan-tuntutan ini48.

Mencapai Pernikahan yang Barakah. khalifah Umar bin Khattab berjalan-jalan keliling kota Madinah dan hal yang demikian itu sering ia lakukan. Secara kebetulan di dekat rumah salah seorang wanita yang pintunya terkunci. Karena itu suami dan istri saling membutuhkan. Saib bin Jubair berkata52: “Pada suatu malam. serta bertakwalah kepada Allah dalam hubungan suami-istri. 193. Perempuan itu menjawab bahwa suaminya sedang berjihad fi sabilillah. (Yogyakarta: Mitra Pustaka. Cet. nafkah batin harus diberikan oleh suami dengan baik. maka kedepankanlah hubungan seks dengan tujuan kemasalahatan untuk dunia dan akhirat. Vol 1. Dengan melihat kedua ayat di atas. h. Tafsir Al-Misbah…. bukan hanya untuk memuaskan nafsu yang tidak pernah kenyang. yang isinya tentang keluhan kesedihan karena sudah terlalu lama ditinggalkan oleh suaminya. 81-82. 2005). disertai dengan nilai-nilai suci50. dan memberikan yang terbaik. Umar bin Khattab bertanya: Wahai anakku. h. Besoknya Umar mengirim surat kepada suaminya dan menyuruhnya pulang. bahkan dalam segala hal. Untuk menciptakan itu. . tumbuh dan berkembang. dari luar ia mendengar wanita tersebut mendendangkan syairnya. sebagaimana petani membutuhkan ladang dan ladang membutuhkan petani. berapa lamakah kaum wanita boleh bersabar apabila ditinggal oleh suaminya? Hafsah Menjawab: Subhanullah. orang seperti ayah bertanya kepadaku 50 Quraish Shihab. 52 Kasmuri Selamat. Kemudian kepada anaknya Hafsah. maka seks merupakan kebutuhan laki-laki dan perempuan. Bahkan pada tingkat tertentu bisa menyebabkan munculnya ketegangan rumah tangga. h. Oleh karena itu. Kemudian Umar pun bertanya tentang kemana suaminya.51 Adapun tentang berapa lama boleh suami meninggalkan istri. Ketika nafkah bathin ini tidak dilaksanakan oleh seorang suami dan jiwa terlalu lama menantikan belaian cinta dari suami. 51 Mohammad Fauzil Adhim. air mata bisa mengalir karena tidak kuat menahan rasa sepi yang mencekam.40 kerohanian yang agar benih yang diharapkan berbuah itu lahir. 481. Ke-XXI. Suami Idaman Istri Impian…. Sementara tidak ada kekasih yang menguak hasratnya.

Mendengar jawaban dari anaknya itu. An-Nisaa: 19). ˺̂˯Ύδϧ΍. dan menegakkan unsur ini di atas pilihan dan kemauan mutlak agar semuanya dapat berjalan dengan sambut menyambut.Dan bergaullah dengan mereka secara patut. ˴ ˴ ˸Π˴ ˴ ˱ Ό˸ϴ˴ ˸΍Ϯ˵ ˴ ˸Ϝ˴ ϥ˴ϰ˴ ˴ ˴ ͉ ˵ Ϯ˵ ˵ ˸ϫ˶ ˴ ϥ˶ ˴ ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶ ͉ ˵ ϭ˵ ˶ Ύ˴ ˴  Ϟό ϳϭ Ύ η ϫή Η ΃ δόϓ Ϧϫ ϤΘ ήϛ Έϓ ϑ ή Ϥ Α Ϧϫ ήη ϋϭ Tentang hal ini Allah swt. Kewajiban yang harus selalu diperhatikan oleh suami sebagai kepala rumah tangga adalah menjaga kemuliaan istrinya dari hal-hal yang menyebabkan kehormatannya dihina atau hal-hal yang merendahkan martabatnya sebagai manusia. Sang suami harus menjauhi hal-hal yang bisa melukai perasaannya dan berusaha sekuat mungkin untuk tidak mengingkari janji yang telah dibuat bersama53. Berfirman: “.. waktu berangkat sebulan. tinggal di medan perang selama empat bulan dan kembali pulang selama sebulan. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka. keamanan dan kesejahteraan. Hafsah menjawab: Lima bulan atau enam bulan. padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (Q. sayang menyayangi dan cinta mencintai..” 2. Islam juga memandang hubungan dan jalinan suami-istri dengan menyifatinya sebagai hubungan cinta. tentu saya tidak akan bertanya tentang masalah ini kepadamu. Mempergauli istri dengan baik Islam memandang rumah tangga dengan mengidentifikasinya sebagai tempat ketenangan. S.41 tentang perkara ini? Umar menjawab: Kalau bukan karena saya ingin memperhatikan permasalahan kaum muslimin. kasih dan sayang. maka mulai saat itu khalifah Umar bin Khattab menetapkan untuk mujahidin berperang waktunya paling lama enam bulan. (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu.

Jil 2. .˱ήϴ˶ ˴ ˱ή˸ϴ˴ ˶ ϴ˶ ˵ ˷ϟ΍ ΍ Μ ϛ ΍ Χ Ϫ ϓ ϪϠ  ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶ ͉ ˵ ϭ˵ ˶ Ύ˴ ˴ ϑ ή Ϥ Α Ϧϫ ή η ϋϭ Dan bergaullah dengan mereka secara makruf. ada ulama yang memahaminya dalam arti perintah untuk berbuat baik 53 Sayyid Quthb. Tafsir Fi Zhilalil Quran…. h. 306.

42 kepada istri yang dicintai maupun tidak. Kata ϑϭήόϣ.

383. tidak memaksa. ma’ruf mereka pahami mencakup tidak menganggu. Asy-Sya’rawi mengatakan. Vol 2…. Asy-Sya’rawi memiliki pandangan lain. Dia memerintahkan anak untuk bergaul dengan makruf kepada ibu bapak yang memaksa anak untuk tidak percaya keesaan Allah. Vol 2. Tafsir Al-Misbah…. 55 56 . Dia menjadikan perintah di atas tertuju kepada suami yang tidak mencintai lagi istrinya. h. anak atau saudara-saudara. Vol 2…. 382. Tafsir Al-Misbah…. Tafsir Al-Misbah…. seperti berzina atau nusyuz. tetapi berbuat baik masih harus diperintahkan. Ini berarti berbeda antara makruf dengan cinta55. sungguh tepat. Sebagaimana ketika seseorang yang ingin menceraikan istrinya karena tidak mencintainya lagi. Bahkan mawaddah yang diharapkan terjalin antara suami istri. h. Quraish Shihab. Walau cinta pupus. 383. Asy-Sya’rawi merujuk kepada firman Allah yang menafikan adanya mawaddah atau cinta kepada orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya sekalipun orang-orang itu bapak. tetapi ia adalah cinta plus56. Ulama Mesir yang meninggal tahun 1999. Almawaddah menurutnya adalah berbuat baik kepadanya. sedang ma’ruf tidak harus demikian. Penggalan ayat di atas melarang menyusahkan atau menyakiti istri oleh sebab apapun. Padahal katanya. Apa yang dikemukakan Asy-Sya’rawi di atas. membedakan antara mawaddah yang seharusnya menghiasi hubungan suami istri dengan ma’ruf yang diperintahkan di sini. h. Mawaddah pastilah disertai dengan cinta. yakni berbuat ihsan dan berbaik-baik kepadanya. dan juga lebih dari itu. kecuali istri tersebut melakukan perbuatan yang keji yang nyata. dalam ayat yang lain. bukan saja dalam arti cinta. sedang makruf tidak mengharuskan adanya cinta54. ‘Umar bin 54 Quraish Shihab. merasa senang bersamanya serta bergembira dengan kehadirannya. Quraish Shihab. agar kehidupan rumah tangga tidak berantakan hanya karena cinta suami istri telah pupus.

kita memerlukan sedikit humor. melipur lara. tutur kata yang lembut. “Apa hak istri yang wajib kita ήΠϬΗϻϭΞϘΗϻϭϪΟϮϟ΍ΏήπΗϻϭΖϴδΘϛ΍Ϋ·ΎϫϮδϜΗϭΖϤόσ΍Ϋ·ΎϬϤόσ penuhi?” Rasulullah saw. jangan menyakiti mereka melalui perkataan maupun perbuatan. “Seorang istri itu laksana botol. Rasulullah pernah ditanya oleh seseorang. Dan apabila suami tidak menyenangi istrinya karena keaiban akhlak atau fisik mereka yang tidak menyenangkan. termasuk pada mereka yang tidak disukai itu59. menyangkut segala sesuatu. menjawab. “Kamu memberi makan kepadanya apabila kamu makan. maka penuhilah botol itu dengan minuman yang engkau sukai. “Dalam menghadapi seorang wanita.” Orang saleh yang lain pernah berkata.60 Orang-orang saleh pernah berkata. tutur kata yang baik termasuk sedekah. Atau menyambut mereka dengan wajah yang muram dan menyambut mereka dengan mengerutkan dahi58. Jangan memperketat nafkah mereka. Kamu memberi pakaian kepadanya apabila kamu berpakaian.43 Khatab mengecamnya sambil berkata: “Apakah rumah tangga hanya dibina atas dasar cinta? Kalau demikian mana nilai-nilai luhur? Mana pemeliharaan. untuk itu harus menggauli mereka dengan cara yang mereka senangi.” (H. dan perhatian yang cukup.” Juga diingat. bersabarlah. jangan kamu pisah ranjang (hajr) kecuali di dalam rumah. Ahmad Daud dan Nasaa’i). mana amanah yang engkau terima?”57 Suami harus memperbaiki pergaulannya dengan istri. karena Allah menjadikan kebaikan itu menyeluruh. R. Jangan kamu pukul wajahnya! Jangan kamu cela! Dan. 57  ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ.

Jilid. 384. 58 59 60 . Musnad Imam Ahmad bin Hanbal …. h. Vol 2. Tafsir Al-Maragi…. Tafsir Al-Maragi…. Al-Maragi. 447. h. 4. Tafsir Al-Misbah….ΖϴΒϟ΍ϲϓϻ· Quraish Shihab. Jil 4. 383. Jil 4. h. h. Al-Maragi. Ahmad bin Hanbal. 384.

selain harus memberikan nafkah kepada istrinya. baik lahir maupun batin. Menegakkan keadaan yang membolehkan karena suatu alasan. seorang kepala rumah tangga mempunyai kewajiban. . juga harus menjaga kehormatan dan perasaan istrinya itu. secara tidak langsung Islam melarang suami melukai perasaan istri dengan perkataan. akibatnya istri akan tersakiti secara fisik juga mentalnya. mawaddah dan rahmah serta menunaikan hak-haknya ketika hak-hak mereka ditinggalkan. Jadi. walaupun dalam batas-batas yang dibenarkan oleh syariat karena istri tidak taat kepada suaminya boleh memukulnya. yaitu demi kelanggengan suami istri dan terciptanya keluarga yang sakinah. Karena hal itu yang akan membuka terjadinya pemukulan dan kekerasan lain oleh suami kepada istri. Karena memukul merupakan perubahan hukum dari kesulitan kepada kemudahan karena suatu alasan disebabkan latar belakang hukum asli. Sebab larangan itu merupakan rasa kasihan dan sayang kepada mereka.44 Dengan melihat hadis di atas.

Memberikan Teladan Harus diakui. sayangnya ternyata seringkali orang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (Jakarta: Balai Pustaka. Sedangkan “peranan” adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan1. bahwa merosotnya moral generasi muda saat ini. Sehingga yang dimaksud dengan peranan suami adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan oleh suami. 1996). h. 860. 45 . Namun. peran memiliki arti seperangkat tingkat yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat.BAB III PERANAN SUAMI DALAM MEMBINA RUMAH TANGGA YANG SAKINAH Peranan adalah dari kata dasar “peran” yang ditambahkan akhiran “an”. dan menciptakan rumah tangga teladan. Kamus Besar Bahasa Indonesia…. Adapun peranan suami dalam rumah tangga menurut Ahmadi Sofyan dalam bukunya The Best Husband in Islam meliputi. A. tidak lepas dari kemerosotan akhlak para orang tua. Sesungguhnya orang tua adalah teladan yang paling dekat dengan anak-anaknya. 751. Kamus Besar Bahasa Indonesia. bertanggung jawab. Dan “suami” memiliki arti pria yang menjadi pasangan hidup resmi seorang wanita2. memberikan teladan. 2 1 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi ke-2. h.

Akhlak ini pun akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah swt. Di antara kewajiban seorang suami adalah mendidik keluarganya tentang hukumhukum agama5. Ahmadi Sofyan.46 tua lalai membimbing mereka dengan akhlak yang baik dalam perlakuan dan tindakan kita sehari-hari3. Keutuhan dan kesuksesan dalam berumah tangga akan menjadi cermin bagi anak-anak yang dilahirkan ketika mereka berkeluarga nantinya. The Best Husband in Islam. The Best Husband in Islam…. 4 Ahmadi Sofyan. 5 . Cet. sedangkan sang istri pun lalai dalam memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga yang baik. h. (Jakarta: Lintas Pustaka. yang harus diperlakukan dengan baik oleh seorang suami. maka ia tidak patut dikatakan sebagai manusia. Kelalaian ini terjadi ketika sang suami tidak mampu memberikan teladan kepada istrinya dalam mendidik sebuah keluarga bahagia yang didambakan. Ke-I. 29-30. 29. Karena isteri dan anak adalah amanah Allah swt. 77. akan tetapi sepanjang hayat dikandung badan. mencegah mereka dari kemungkaran. Begitu juga akhlak suami dalam rumah tangga terhadap isterinya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya. 3 Ahmadi Sofyan. Membangun sebuah keluarga bukan hanya untuk sehari atau dua hari. Seorang suami diperintahkan untuk menasehati keluarganya. memerintahkan mereka untuk melakukan kebaikan. Manusia yang tidak memiliki akhlak. Manusia dikatakan sebagai makhluk mulia di antara makhluk-makhluk ciptaan lainNya. h. 2006). Oleh karena itu memberikan teladan kepada anak merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan generasi yang dilahirkan orang tua dari benih-benih cinta mereka. h. Akibatnya anak-anak menjadi korban dari kelalaian seorang pendidik dalam rumah tangga4. karena Ia menganugerahkan dengan akhlak. The Best Husband in Islam….

dan tidak sampai membuat salah satu organ tubuhnya tidak dapat menjalankan tugas. maka ia memberi makan isterinya dengan makanan yang baik. berfirman: “Dan bergaulah dengan mereka dengan cara yang baik” (Q. Jika isteri tidak taat kepadanya. dan tidak meninggalkan bekas luka. kepadanya dengan menasehatinya tanpa mencaci-maki atau menjelekjelekannya. Memperlakukannya dengan baik Allah swt. agar isterinya tidak membangkang seperti yang diperintahkan Allah swt. dan mendidiknya dengan didikan Islam. maka ia memiliki hak untuk memukul.47 Adapun akhlak suami kepada istrinya adalah sebagai berikut6: 1. tidak mengucurkan darah. memberinya pakaian yang sopan.  ˺̂˯ΎδϨϟ΍. ia pisah ranjang dengannya. jika isteri tetap tidak taat kepadanya. An-Nisa: 19). yakni memukul bukan untuk menyakiti atau melukai. Seorang suami yang memiliki akhlak dan memahami sang isteri tercinta. S.

maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka” (Q. Dalam hal ini Rasulullah saw. S.˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶ ͉ ˵ ϭ˵ ˶ Ύ˴ ˴  ϑ ή Ϥ Α Ϧϫ ήη ϋϭ ͉ ˵ Ϯ˵ ˶ ˸ο΍˴ ˶ ˶ Ύ˴ ˴ ˸ϟ΍ϲ˶ ͉ ˵ ϭ˵ ˵ ˸ϫ΍˴ ͉ ˵ Ϯ˵ ˶ ˴ ͉ ˵ ˴ Ϯ˵ ˵ ˴ Ϯ˵ Ύ˴ ˴ ϲ˶ ͉ ϟ΍˴ Ϧϫ Αή ϭ ϊΟ πϤ ϓ Ϧϫ ήΠ ϭ Ϧϫ ψόϓ Ϧϫί θϧ ϥ ϓ ΨΗ Ηϼ ϭ “Wanita-wanita yang kalian khawatirkan nusyuznya (Pembangkangannya). Kemudian jika mereka mentaati kalian. berfirman:  ˼˽˯ΎδϨϟ΍. bersabda: Allah swt. dan pukullah mereka. An-Nisa: 34). maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka.

˱ήϴ˶ ˴ ˱ ˷˶˴ ˴ Ύ˴ ˴ ˷ϟ΍͉ ˶˱ ϴ˶ ˴ ͉ ˶ ˸ϴ˴˴ ˸΍Ϯ˵ ˸Β˴ ˴ ˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˸ό˴ ˴˸ϥ˶ ˴ ΍ Βϛ ΎϴϠϋ ϥ ϛ ϪϠ ϥ· ϼ Βγ ϦϬ Ϡϋ ϐ Η ϼϓ ϜϨ σ΃ Έϓ ήΠϬΗϻϭΞϘΗϻϭϪΟϮϟ΍ΏήπΗϻϭΖϴδΘϛ΍Ϋ·ΎϫϮδϜΗϭΖϤόσ΍Ϋ·ΎϬϤόσ  ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ.

h..ΖϴΒϟ΍ϲϓϻ· 6 Ahmadi Sofyan. The Best Husband in Islam. 34-38.. ..

 ϢϠδϣϩ΍ϭέ. Jangan kamu pukul wajahnya! Jangan kamu cela! Dan. Jika tidak mampu untuk mengajari sendiri.48 “Kamu memberi makan kepadanya apabila kamu makan. Sebab kebutuhan untuk memperbaiki kualitas agama. majelis ta’lim. jika ia membenci sesuatu pada fisiknya. maka hendaknya memberinya izin untuk menghadiri pengajian. Mengerjakan persoalan-persoalan yang urgen dalam agama kepada isterinya jika belum mengetahui Seorang suami wajib hukumnya memberikan kemudahan kepada isterinya dalam mempelajari agama. Kamu memberi pakaian kepadanya apabila kamu berpakaian. R.” (H. dan menyucikan jiwanya itu tidak lebih sedikit dari kebutuhannya terhadap makanan. jangan kamu pisah ranjang (hajr) kecuali di dalam rumah. ia menyenangi yang lainnya” (H. R. Muslim). Ahmad.8 2.7 ϩήϴϏ ϝΎϗ ϭ΍ ήΧ΃ ΎϬϨϣ ϲοέ ΎϘϠΧ ΎϬϨϣ ϩήϛ ϥ· ΔϨϣΆϣ ϦϣΆϣ ϙήϔϳϻ “Laki-laki mukmin tidak boleh membenci wanita mukminah. dan minuman yang wajib diberikannya. Daud dan Nasaa’i). forum-forum ilmiah dan lain-lain.

h. Shahih Muslim. Asy-Syifa. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Terj. 871. yang keras. Adib Bisri Musthofa. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal …. . At-Tahrim: 6). berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. (Semarang: CV. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. Ύ˴ ˸ϴ˴˴ ˵ ˴ Ύ˴ ˶ ˸ϟ΍˴ ˵ Ύ͉ϟ΍Ύ˴ ˵ Ϯ˵ ˴ ˱έΎ˴ ˸Ϣ˵ ϴ˶˸ϫ˴˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˵ ϧ˴΍Ϯ˵ ΍Ϯ˵ ˴ ΁˴ ϳ˶ ͉΍Ύ˴ ͊ ˴Ύ˴ Ϭ Ϡϋ Γέ ΠΤ ϭ α Ϩ ϫΩ ϗϭ ΍ ϧ Ϝ Ϡ ΃ϭ Ϝδϔ ΃ ϗ Ϩϣ Ϧ άϟ Ϭϳ΃ ϳ Allah swt.˴ ϭ˵ ˴ ˸Ά˵ Ύ˴ ˴ Ϯ˵˴ ˸ϔ˴ ˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˴ ˴Ύ˴ ˴ ͉ϟ΍˴ Ϯ˵ ˸ό˴ Ύ˴˲ ΍˴ ˶ ˲ Ύ˴˶ ˲ ˴ ˶ Ύ˴˴ ϥ ήϣ ϳ ϣ ϥ Ϡό ϳϭ ϫήϣ΃ ϣ ϪϠ ϥ μ ϳ ϟ Ω Ϊη υ ϠϏ ΔϜ΋ Ϡϣ 7 Ahmad bin Hanbal. 447. h. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Q. II. Muslim. Jilid. 4. 8 . S. 1993) Juz.

Membentengi keluarga dari api neraka dapat dilakukan dengan berbagai cara di antaranya10:  Membentuk mereka menjadi manusia yang bertakwa pada Allah dengan senantiasa menyeru mereka untuk mentaati Allah dan melarang mereka dari maksiat kepadaNya. ketika orang tua membiasakan anak-anaknya shalat. 9 Al-Maragi.11 Wa ahlikum. maka neraka lebih berhak untuk (tempat tinggal) nya. Untuk itu. Menyiapkan sandang. Hal ini sebagaimana sabda Nabi saw. “Setiap daging yang tumbuh (dalam tubuh manusia) dari sesuatu yang ϪΑϰϟϭ΃έΎϨϟΎϓΖΤδϟ΍ϪΘΒϧ΃ϢΤϟϞϛ ˸Ϣ˵ ϴ˶˸ϫ˴˴ Ϝ Ϡ ΃ϭ haram. Tafsir Al-Maragi…. 9. Jil. yaitu suami harus membawa keluarganya kepada penjagaan dari api neraka dengan nasehat dan pelajaran. 28. Allah memerintahkan kaum mukmin pada umumnya untuk menjaga diri dan keluarga dari neraka yang kayu bakarnya adalah manusia dan berhalaberhala pada hari kiamat. Menghadirkan Surga di Rumah….   Membina keluarga dengan pembinaan yang terpadu dan kontinyu. 259. harta yang haram di dapat dari cara yang haram justru menjerumuskan mereka ke dalam neraka. puasa.49 ˸Ϣ˵ ˴ ˵ ϧ˴΍Ϯ˵ Quu anfusakum. Jami’ Al-Hadis …. 450. 10 11 . Sebab. membaca Al-Quran dan lain-lain sesungguhnya mereka telah membentengi anak-anak dari api neraka. 208-209. Abdurahman Suyuti. Ahmad Kusyairi. h. h. pangan dan papan keluarga dengan cara yang halal. h. Juz. Ini berarti ia harus selalu mengondisikan dan memfasilitasi terwujudnya iklim yang mendorong semua anggota keluarga menjadi orang-orang yang bertakwa. Jadilah dirimu yaitu suami pelindung dari api Ϝδϔ ΃ ϗ neraka dengan meninggalkan maksiat9.

Tetapi bagaimana kita menjaga 12 kendati mereka kasar – tidak juga berlebih dari apa yang diperintahkan Quraish Shihab. Wahai orang-orang yang percaya kepada Allah dan RasulNya hendaklah sebagian dari kamu memberitahukan kepada sebagian yang lain. Tafsir Al-Misbah…. apa yang dapat menjaga dirimu dari api neraka dan menjauhkan kamu daripadanya. Telah diriwayatkan. yang keras-keras perlakuannya dalam melaksanakan tugas penyiksaan. h. kita menjaga diri kita sendiri. 326. Al-Maragi. 28. Vol. Tafsir Al-Maragi…. anak-anak dan seluruh yang berada di bawah tanggung jawab kamu dengan membimbing dan mendidik mereka agar kamu semua terhindar dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia-manusia yang kafir dan juga batu-batu antara lain yang dijadikan berhala-berhala12. 326.50 ˵ ˴ Ύ˴ ˶ ˸ϟ΍˴ ˵ Ύ͉ ϟ΍Ύ˴ ˵ Ϯ˵ ˴ ˱έΎ˴ ˸Ϣ˵ ϴ˶˸ϫ˴˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˵ ϧ˴΍Ϯ˵ ΍Ϯ˵ ˴ ΁˴ ϳ˶ ͉΍Ύ˴ ͊ ˴Ύ˴ Γέ ΠΤ ϭ α Ϩ ϫΩ ϗϭ ΍ ϧ Ϝ Ϡ ΃ϭ Ϝδϔ ΃ ϗ Ϩϣ Ϧ άϟ Ϭϳ΃ ϳ Hai orang-orang yang beriman. h. h. yang tidak mendurhakai Allah menyangkut apa yang Dia perintahkan kepada mereka sehingga siksa yang mereka jatuhkan – Allah. yaitu ketaatan kepada Allah dan menuruti segala perintah-Nya. Jil. Vol. 259 Quraish Shihab. yakni sesuai dengan dosa dan kesalahan masing-masing penghuni neraka dan mereka juga senantiasa dan dari saat ke saat mengerjakan dengan mudah apa yang diperintahkan Allah kepada mereka14. ϥ ήϣ ϳ ϣ ϥ Ϡό ϳϭ ϫήϣ΃ ϣ ϪϠ ϥ μ ϳ ϟ Ω Ϊη υ ϠϏ ΔϜ΋ Ϡϣ Ϭ Ϡϋ ˴ ϭ˵ ˴ ˸Ά˵ Ύ˴ ˴ Ϯ˵˴ ˸ϔ˴ ˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˴ ˴Ύ˴ ˴ ͉ϟ΍˴ Ϯ˵ ˸ό˴ Ύ˴˲ ΍˴ ˶ ˲ Ύ˴˶ ˲ ˴ ˶ Ύ˴˴ Ύ˴ ˸ϴ˴˴ Di atasnya yakni yang menangani neraka itu dan bertugas menyiksa penghuni-penghuninya adalah Malaikat-malaikat yang kasar-kasar hati dan perlakuannya. bahwa Umar berkata ketika turun ayat itu. Dan hendaklah kamu mengajarkan kepada keluargamu perbuatan yang dengannya mereka dapat menjaga diri mereka dari api neraka dan bawalah mereka kepada yang demikian ini melalui nasehat dan pengajaran13. Tafsir Al-Misbah…. 14. 13 14 . 14. peliharalah diri kamu antara lain dengan meneladani Nabi dan pelihara juga keluarga kamu yakni istri. “Wahai Rasulullah.

207. dan kamu perintahkan kepada mereka apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Jil. Ayah atau ibu sendiri tidak cukup untuk menciptakan satu rumah tangga yang diliputi oleh nilai-nilai agama serta dinaungi oleh hubungan yang harmonis17. sehingga tidak berlebihan sampai ada yang menyebutnya sebagai kitab keluarga18. tetapi itu bukan berarti hanya tertuju kepada mereka. Di dalam ayat ini terdapat isyarat mengenai kewajiban seorang suami mempelajari fardhu-fardhu agama yang diwajibkan baginya mengajarkannya pada keluarga mereka. Tafsir Al-Misbah…. 14. 327 Ahmad Kusyairi. Tafsir Al-Maragi…. 262 Quraish Shihab. 16 17 18 . gelar 15 dan Al-Maragi. Jil. h. Ayat ini tertuju kepada perempuan dan lelaki (ibu dan ayah) sebagaimana ayat-ayat yang serupa (misalnya ayat yang memerintahkan berpuasa) yang juga tertuju kepada lelaki dan perempuan. h. Vol. Tafsir Al-Maragi…. Al-Qur’an telah memberikan perhatian yang amat besar terhadap kehidupan keluarga. Itulah penjagaan antara diri mereka dengan neraka15. menjawab.51 keluarga kita?” Rasulullah saw. Ayat di atas walau secara redaksional tertuju kepada kaum pria (ayah). 28. 262 Al-Maragi. “Kamu larang mereka mengerjakan apa yang dilarang Allah untukmu. Ayat di atas juga secara langsung mengingatkan betapa tinggi dan penting kedudukan keluarga dalam Islam dan betapa perhatian terhadap keluarga harus diberikan dalam porsi yang besar. h. seperti kekayaan tampilan fisik. Ini berarti kedua orang tua bertanggung jawab terhadap anak-anak dan juga pasangan masing-masing sebagaimana masing-masing bertanggung jawab atas kelakuannya. Berbeda dengan persepsi kebanyakan orang yang menilai kesuksesan seseorang dengan standar materi.16 Ayat enam di atas menggambarkan bahwa dakwah dan pendidikan harus bermula dari rumah. 28. h. Menghadirkan Surga di Rumah….

memberikan perlindungan yang memadai kepadanya dengan tidak mengizinkannya untuk merusak akhlak atau agamanya. isterinya melaksanakan ajaran-ajaran Islam beserta Sikap dan perilaku istri bisa menjadi cermin bagi kehidupan rumah tangga. Kamilah yang memberi rezki kepadamu. ˺˼˻Ϫσ. Karenanya ayat  tersebut diawali dengan panggilan. dan tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk menjadi wanita fasiq terhadap perintah Allah swt. Kami tidak meminta rezki kepadamu. 3. Oleh karena itu seorang suami berkewajiban untuk mengajarkan dan melaksanakan ajaran Islam beserta etikanya kepada isterinya. Melarangnya untuk mengumbar aurat dan berhubungan bebas (ikhtilat) dengan laki-laki yang bukan muhrimnya. Wanita termasuk bagian dari keluarga laki-laki dan penjagaan dirinya dari api neraka ialah dengan iman. S. dan amal shaleh. Taha: 132). maka ayat di atas sesungguhnya juga memberikan pemahaman bahwa standar kesempurnaan dan kesuksesan seorang mukmin adalah sejauh mana ia sukses dalam menciptakan stabilitas keluarga setelah mampu menciptakan stabilitas diri. Allah swt. Mewajibkan etikanya.52 serta jabatan. ΍Ϯ˵ ˴ ΁ ˴ ϳ˶ ͉΍ Ύ˴ ͊ ˴ Ύ˴ (Hai orang-orang Ϩϣ Ϧ άϟ Ϭϳ΃ ϳ yang beriman)19. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa” (Q. berfirman: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Amal shaleh harus berdasarkan ilmu. dan pengetahuan sehingga ia bisa mengerjakannya seperti yang diperintahkan syariat. ˵ ˴ ˶ Ύ˴ ˸ϟ΍˴ ˴ ˵ ˵ ˸ή˴ ˵ ˸Τ͉ ˱ ϗ˸ί˶ ˴ ˵˴ ˸δ˴ Ύ˴Ύ˴ ˸ϴ˴˴ ˸ή˶ ˴ ˸λ΍˴ ˶ Ύ˴͉ ϟΎ˶ ˴ ˴˸ϫ˴˸ή˵ ˸΃˴ ΔΒϗ ό ϭ Ϛϗί ϧ Ϧ ϧ Ύ έ Ϛϟ΄ ϧ ϟ Ϭ Ϡϋ Βτ ϭ Γ Ϡμ Α ϚϠ ΃ ϣ ϭ Selain itu.

207. h.ϯ˴ ˸Ϙ͉ Ϡ˶ ϮΘϟ 19 Ahmad Kusyairi. . Menghadirkan Surga di Rumah….

h. atau Kami tidak membebanimu untuk menanggung rezeki bagi dirimu atau keluargamu. Al-Maragi. yang beliau pelihara sepeninggal Abu Thalib. 259. yakni dalam melaksanakannya20. Suruhlah. maka ia hanya terbatas pada istri Nabi yaitu Khadijah ra. Dan kesudahan yang baik di dunia dan di akhirat adalah bagi orang-orang yang menghiasi dirinya dengan ketakwaan. Kata ϚϠ ΃ ˴ ˴˸ϫ˴ keluarga. Kamilah yang memberi jaminan rezeki kepadamu. 8. jika ditinjau dari masa turunnya ayat ini. Kenikmatan dari kehadiran mereka dalam satu rumah tangga diperoleh melalui hubungan harmonis masing-masing anggota keluarga satu dengan yang lain serta hubungan yang harmonis dengan Allah swt.53 Pada ayat ini disebut pasangan orang-orang beriman dan keluarganya. Tafsir Al-Misbah…. hai Rasul keluargamu untuk mendirikan shalat. Tafsir Al-Maragi…. termasuk semua istri dan anak cucu beliau. ϯ˴ ˸Ϙ͉ Ϡ˶ ˵ ˴ ˶ Ύ˴ ˸ϟ΍˴  ˴ ˵ ˵ ˸ή˴  ˵ ˸Τ͉  ˱ ϗ˸ί˶  ˴ ˵˴ ˸δ˴  Ύ˴ Ϯ Θ ϟ ΔΒϗ ό ϭ Ϛϗί ϧ Ϧ ϧ Ύ έ Ϛϟ΄ ϧ ϟ Kami tidak meminta kepadamu rezeki dengan perintah shalat ini. maka ia dapat mencakup keluarga besar Nabi Muhammad saw. Jil. 28. 402. Vol. lalu menyadari bahwa perintah tersebut berlanjut sepanjang hayat. Bahkan 20 Quraish Shihab. yang tercermin antara lain dalam pelaksanaan shalat. dan beberapa putera beliau bersama ‘Ali ibn Abi Thalib ra. Tetapi bila dilihat dari penggunaan kata ahlaka yang dapat mencakup keluarga besar. dan hendaklah kamu sendiri memeliharanya. 21 . h. Allah memerintahkan Nabi saw. karena nasehat dengan perbuatan akan lebih membekas dibanding dengan perkataan21. dan setiap kepala keluarga muslim agar Ύ˴ ˸ϴ˴˴  ˸ή˶ ˴ ˸λ΍˴  ˶ Ύ˴͉ ϟΎ˶  ˴ ˴˸ϫ˴ ˸ή˵ ˸΃˴ Ϭ Ϡϋ Βτ ϭ Γ Ϡμ Α ϚϠ ΃ ϣ ϭ dan perintahkanlah keluargamu melaksakan shalat secara baik dan bersinambung pada setiap waktunya dan bersungguh-sungguhlah engkau wahai Nabi Muhammad dalam bersabar atasnya.

˸ή˶ ˴ ˸λ΍ Βτ dari kata (ήΒλ΍) bersabarlah. Ini memerlukan kesabaran dan ketekunan melebihi apa yang diwajibkan atas keluarga dan umat beliau23. dengan mengalokasikan waktu khusus untuk beribadah secara berjamaah. maka ia memercikkan air pada wajahnya” (H. karena shalat yang wajib bagi beliau adalah shalat lima waktu. dan jika istrinya tidak mau bangun. Dan Allah juga merahmati seorang wanita yang bangun tengah malam untuk shalat. juga bersabda: “Allah merahmati seorang suami yang bangun tengah malam untuk melakukan shalat. dengan penambahan huruf Penambahan itu mengandung makna penekanan. mampu menempatkan keluarganya untuk menjadi generator dan inspirator bagi dirinya dalam  ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ. lalu ia membangunkan suaminya agar ikut shalat. belajar secara bersama. ia memercikkan air pada wajahnya. ΎϬΟϭίΖψϘϳ΃ϭΖϠμϓϞϴϠϟ΍ϦϣΖϣΎϗϩ΃ήϣ΍Ϳ΍ϢΣέϭ˯ΎϤϟ΍ΎϬϬΟϭϲϓ ΢πϧΖΑ΃ϥΈϓΖϠμϓϪΗ΃ήϣ΍φϘϳ΃ϭϲϠμϓϞϴϠϟ΍ϦϣϡΎϗϼΟέͿ΍ϢΣέ Kemudian Rasulullah saw. diperintahkan untuk lebih bersabar dalam melaksanakan shalat. seorang suami yang sukses dalam kehidupan berumah tangga adalah suami yang sukses dalam mengayomi keluarga. Ahmad). dan jika suaminya tidak mau bangun.24 Jadi. Kata ρ).54 sementara ulama memperluasnya sehingga mencakup seluruh umat beliau22. tetapi juga shalat malam yang diperintahkan kepada beliau. lalu ia membangunkan istrinya agar ikut shalat. Di antara hal yang dapat melanggengkan hubungan suami istri adalah saling membantu dalam ketaatan kepada Allah swt. R. Nabi saw.

403. Tafsir Al-Misbah…. Tafsir Al-Misbah…. 4. 402 Quraish Shihab. 416. Vol. Jami’ Al-Hadis…. Vol. h. Abdurahman Suyuti. 8. h. h. 23 24 .˯ΎϤϟ΍ϪϬΟϭϲϓΖΤπϧϲΑ΃ϥΈϓϲϠμϓ 22 Quraish Shihab. Juz. 8.

Kemudian ia membeberkan rahasia hubungan suami isteri tersebut” (H. perbuatan dan lain sebagainya26. Mampu mewujudkan keluarganya menjadi keluarga sakinah. begitu pula sebaliknya. Muslim). R. Tidak membuka rahasia isterinya dan tidak membeberkan aibnya. sebab suami yang diberi kepercayaan terhadapnya. Rasulullah saw. dituntut menjaga dan melindunginya.55 memproduksi beraneka macam kebajikan. mawaddah dan rahmah. dan isterinya bergaul dengannya. 4.25 Hadist di atas merupakan dalil atas keharaman seseorang menyiarkan rahasia hubungannya di atas ranjang dengan istrinya baik berupa ucapan. ϭϪΗ΃ήϣ΍ϰϟ·ϲπϔϳϞΟήϟ΍ΔϣΎϴϘϟ΍ϡϮϳΔϟΰϨϣͿ΍ΪϨϋαΎϨϟ΍ήηϦϣϥ· “Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah ialah suami yang menggauli isterinya. bersabda:  ϢϠδϣϩ΍ϭέ. Tidak membuka rahasia dan tidak membeberkan aib isteri. Seorang suami hendaknya menjadi orang yang paling dipercaya oleh isteri.

2. Seorang suami harus bisa berlaku adil terhadap istri-istrinya supaya tidak timbul perpecahan di antara mereka. tempat tinggal 25 Abdurahman Suyuti. jika memiliki isteri lebih dari satu orang. 26 . maka ia memiliki tanggung jawab yang sangat besar yang harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah swt. 130. Kado Pernikahan…. Jami’ Al-Hadis….ΎϫήγήθϨϳϢΛϪϴϟ·ϲπϔΗ 5. h. minuman. 398. Suami berkewajiban untuk berbuat adil terhadap mereka dalam hal makanan. h. Syaikh Hafiz Ali. Berlaku adil terhadap isteri-isterinya. Juz. pakaian. Jika seorang suami kebetulan memiliki isteri lebih dari satu orang.

tidaklah tepat karena keadilan yang dimaksudnya adalah dalam hal ˼˯ΎδϨϟ΍. Dalam Al-Quran Allah swt. S. Jadi apabila ada orang yang ingin menutup rapat-rapat pintu poligami dengan berdasarkan Q. Jelas sekali bahwa keadilan yang maksud oleh ayat di atas merupakan keadilan dalam hal material. Karena hal tersebut bisa menimbulkan kemurkaan Allah swt... maka kawinilah satu orang saja. berfirman: “Kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil.” (Q.. An-Nisa: 129. Ia tidak boleh bersikap curang atau dzolim sedikit pun.. S. An-Nisa: 3).56 dan tidur.

˱ ˴ ˶ ΍˴ ˴ ˸΍Ϯ˵˶ ˸ό˴ ͉ ˴˸Ϣ˵ ˸ϔ˶ ˸ϥ˶ ˴  ΓΪΣ Ϯϓ ϟΪ Η ϻ΃ Θ Χ Έϓ ˶ ˸ϴ˴ ˸ϟ΍ ͉ ˵  ˸΍Ϯ˵ϴ˶ ˴  ˴ ˴  ˸Ϣ˵ ˸λ˴ ˴  ˸Ϯ˴˴  ˯Ύ˴ ͋ ϟ΍ ˴ ˸ϴ˴  ˸΍Ϯ˵˶ ˸ό˴  ϥ˴ ˸΍Ϯ˵ ϴ˶ ˴ ˸δ˴  Ϧ˴˴ Ϟ Ϥ Ϟϛ Ϡ ϤΗ ϼϓ Θ ήΣ ϟϭ δϨ Ϧ Α ϟΪ Η ΃ ό τΘ Η ϟϭ ˯ΎδϨϟ΍.

Musuh-musuh Islam menuduh. sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. China. yang menganjurkan manusia untuk melakukan poligami. bahwa sesungguhnya hanya Rasulullah saw. karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai).. seperti bangsa Tibet.27 Sebenarnya poligami sudah ada jauh sebelum Islam. h. Pada zaman Nazi. . yang menganjurkan. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan). Bahkan para uskup 27 Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi’. Mongol. Persi dan Romawi. S. maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q. poligami juga sudah dikenal di kalangan orang-orang Jerman. Kado Pernikahan. Poligami sudah tersebar luas di kalangan bangsa-bangsa terdahulu. Tujuan mereka ialah untuk memperburuk citra Islam. bukan Allah swt..˱ Ϥϴ˶ ͉ ˱έϮ˵ ˴ ˴ Ύ˴ ˴ ˷ϟ΍͉ ˶ ˴ ˸΍Ϯ˵ ͉ ˴ ˴ ˸΍Ϯ˵ ˶˸μ˵ ϥ˶˴ ˶ ˴ ͉˴ ˵ ˸ϟΎ˴ Ύ˴ ϭ˵ ˴ ˴ ˴ Ύ Σέ ΍ ϔϏ ϥ ϛ ϪϠ ϥΈϓ ϘΘΗϭ ΤϠ Η ·ϭ ΔϘϠόϤ ϛ ϫ έάΘϓ  ˺˻̂ imaterial (cinta): “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteriisteri (mu). An-Nisa: 129). Mesir. 15. walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian..

Dalam hal ini beliau mewasiatkan perlakuannya yang baik terhadap isteriisterinya: “Orang terbaik dari kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya. adalah sosok suami yang sangat adil terhadap isteri-isterinya. Jadi tidak benar tuduhan orang-orang yang mengatakan bahawa: Islam adalah yang mempelopori poligami28. merupakan satu kemungkinan yang tidak aneh? Apakah jalan keluar bagi suami yang dapat diusulkan untuk menghadapi kemungkinan itu? Bagamana ia menyalurkan kebutuhan biologis atau memperoleh dambaannya untuk memiliki anak? Poligami ketika itu adalah jalan yang paling ideal. R. seperti: kemungkinan mandulnya seorang istri.29 Selain itu. Sedangkan Rasulullah saw.  ϰϧήΒτϟ΍ϩ΍ϭέ. seperti Napoleon. memiliki beberapa orang isteri karena alasan untuk perlindungan terhadap janda-janda yang ditinggal mati oleh suaminya. Rasulullah saw. dan kemampuan untuk berbuat adil harus kepada semua istri harus dimiliki. banyak kondisi yang merupakan alasan logis untuk tidak menutup pintu poligami dengan syarat-syarat yang tidak ringan.57 memperbolehkan poligami kepada beberapa orang raja setelah masuknya agama Kristen ke Eropa. Ath-Thabrani). dan aku orang yang terbaik dari kalian terhadap keluarganya” (H. atau terjangkiti penyakit parah.

h. 4. Jami’ Al-Hadis….. h. Kado Pernikahan. Abdurahman Suyuti. 16.. 308. Juz.. 29 .ϲϠϫϷϢϛήϴΧΎϧ΃ϭϪϠϫϷϢϛήϴΧϢϛήϴΧ 28 Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi’.

Tanggung jawab terhadap Allah swt dan agamanya Salah satu tanggung jawab seorang laki-laki adalah menegakkan dan menjaga agamanya. baik dengan berlebih-lebihan maupun sebaliknya. juga bertanggung jawab atas anak-anaknya. Ke-I. keluarga. masyarakat dan juga tentunya kepada Allah swt. Di samping itu harus bertanggung jawab atas isterinya. Tanggung jawab ini bertambah. 2000). Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses. dan berdakwah dengan bijaksana (bil hikmah) dan tutur kata yang ramah (mau’izah hasanah). kategori ini adalah menjalankan ibadah. (Jakarta: Gema Insani. karena agama merupakan pilar utama dalam kehidupan seorang muslim31. melakukan amal sholeh. Sebelum menikah. Cet.58 B. Cet. 31 . sehingga tidak terjadi tindakan ekstrem dalam pengimplementasiannya. 10. 2005). Husain Syahatah. 30 Husain Syahatah. Ke-I. Syariat Islam memberikan perhatian khusus terhadap masalah ini dan menjadikannya sebagai salah satu tujuan mulia. Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga: Antara kewajiban dan Realitas. Bertanggung Jawab Menjadi seorang suami bukanlah hal yang gampang. Yang bisa menjadi indikasi terpenuhinya tanggung jawab. Arif Chasanul Muna. Oleh karena itu ruang lingkup pertanggung jawabannya semakin luas. seorang laki-laki bertanggung jawab untuk memenuhi tuntutan-tuntutan agama. setelah ia menyelesaikan masa lajangnya. begitupula dalam masalah tanggung jawab yang harus diemban. 4. tuntutan yang menjadi beban bagi seorang laki-laki semakin menumpuk. Dalam hal ini para ahli fiqih dan ulama telah membahas banyak masalah tanggung jawab laki-laki dalam Islam. seorang laki-laki harus mengetahui dengan baik karakter dan macam-macam tanggung jawab yang harus diembannya. Pada saat itu. Laki-laki adalah pemimpin. Ia harus mempertanggung jawabkan apa yang telah ia lakukan kepada dirinya sendiri. pekerjaan dan dirinya secara seimbang. (Jakarta: AMZAH. yang tentu akan bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya. Oleh sebab itu. h. Mereka menyimpulkan bahwa macam-macam tanggung jawab tersebut sebagai berikut30: 1. Terj. h.

Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. menggaulinya dengan baik. 41 33 . amal baik. ibadah. The Best Husband in Islam…. mempersiapkan kemampuan mereka dan mengemban tanggung jawab mereka di masa mendatang. h. Tanggung jawab terhadap sanak kerabatnya dengan menjalin silaturrahmi.  Tanggung jawab terhadap anak-anaknya dan memberi mereka nafkah. dengan menjaga dan memenuhi tuntutan-tuntutannya33. Pendidikan jasmani untuk memperkuat kemampuan jasmani. Dengan terjaganya kesehatan. 10. memperhatikan pendidikan mereka. dan usaha mencari nafkah yang halal. Bertanggung jawab terhadap anggota keluarga dalam posisinya sebagai pemimpin dalam rumah tangga Tanggung jawab ini terbagi menjadi beberapa bagian32:  Tanggung jawab terhadap isteri dengan memberikannya nafkah. 3. Ahmadi Sofyan.  Memberikan waktu-waktu luang untuk istirahat. Yang termasuk dalam kategori tanggung jawab ini adalah sebagai berikut:   Pendidikan rohani untuk memperkuat intensitas dan kualitas ibadah kepada Allah swt. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses.   Tanggung jawab terhadap kedua orang tua dengan berbakti.59 2. h. bisa dilakukan dengan semangat dan wacana baru. amal baik dan usaha mencari nafkah yang halal bisa terlaksana dengan baik. dan berbuat baik kepada mereka. menjaga dan memberikannya nafkah kepada keduanya. menebarkan rasa kasih sayang. dan membimbingnya dengan penuh kecintaan. Dengan memperhatikan hal ibadah.  Mempererat hubungan baik dengan orang lain dengan memenuhi hakhaknya dan membantu penyelesaian kepentingan-kepentingan mereka. …. 32 Husain Syahatah.

Hukum itu meliputi poin-poin sebagai berikut: 1. Bekerja dengan optimal dan sempurna. Seiring dengan pendapat di atas. Sebagai dalil tentang hal itu. dari Ibnu Umar ra. Menularkan keahlian yang dimiliki kepada orang lain (berbagi keahlian atau ilmu)34. dalam Islam terdapat hukum-hukum tentang tanggung jawab suami terhadap rumah tangganya. Suami merupakan pemimpin dalam rumah tangga. dengan disertai niat beribadah. dan ia akan dimintai pertanggung jawabannya atas kepemimpinannya itu di hadapan Allah swt35. Tanggung jawab terhadap profesi yang digelutinya dalam mencari rezeki yang baik dan halal. disebutkan: ̂˼ϞΤϨϟ΍.60 4. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:     Mencari pekerjaan yang halal yang akan menjadi sumber pendapatan finansial yang baik. Menjaga keikhlasan dalam bekerja dengan berniat untuk ibadah. S. Dalam sabda Rasulullah saw. An-Nahl: 93). firman Allah swt: “Mereka akan ditanya tentang apa yang kalian pernah lakukan” (Q.

˴ Ϯ˵˴ ˸ό˴ ˸Ϣ˵ Ϩ˵ Ύ͉ ˴ ͉ ˵˴ ˸δ˵ ˴˴  ϥ ϠϤ Η Θ ϛ Ϥϋ Ϧϟ΄ Θϟϭ ϪΘϴϋέ Ϧϋ ϝϮΌδϣ ϭ ω΍έ ϡΎϣϹ΃ ϪΘϴϋέ Ϧϋ ϝϮΌδϣ ϢϜϠϛϭ ω΍έ ϢϜϠϛ Ϧϋ ϝϮΌδϣϭ ϩΪϴγ ϝΎϣ ϲϓ ω΍έ ϡΩΎΨϟ΍ϭ ΎϬΘϴϋέ Ϧϋ ΔϟϮΌδϣϭ ΎϬΟϭί Ϧϋ ϝϮΌδϣϭ ϪϴΑ΃ ϝΎϣ ϲϓ ω΍έ ϞΟήϟ΍ϭ ϝΎϗ Ϊϗ ϥ΃ ΖΒΣϭ ϝΎϗ ϪΘϴϋέ  ϢϠδϣϭέΎΨΒϟ΍ϩ΍ϭέ.

Imam itu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. 11 Ahmadi Sofyan. Seorang lakilaki pemimpin terhadap keluarganya dan bertanggung jawab atas 34 Husain Syahatah.ϪΘϴϋέϦϋϝϮΌδϣϭω΍έϢϜϠϛϭϪΘϴϋέ ΖϴΑ ϲϓ Δϴϋ΍έ Γ΃ήϤϟ΍ϭ ϪΘϴϋέ Ϧϋ ϝϮΌδϣ Ϯϫϭ ϪϠϫ΃ ϲϓ ω΍έ ϞΟήϟ΍ϭ “Masing-masing dari kamu adalah pemimpin dan masing-masing dari kamu bertanggung jawab atas kepemimpinannya. …. h. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses. 151. The Best Husband in Islam…. 35 . h.

ilmunya dan pekerjaannya37. anaknya. seperti membantunya melaksanakan ajaran agama. jangan sampai tanggung jawab itu membuat pekerjaan lain terbengkalai38. Seorang suami memiliki kewajiban dan tanggung jawab kepada istrinya. 3. Ia berkata: Dan saya menduga bahwa beliau teah bersabda: Seorang lakilaki (anak) adalah pemimpin dalam harta ayahnya dan bertanggung jawab akan kepemimpinannya. Semua itu merupakan dasar dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang. menyambungkan hubungan silaturrahim39. menjaga kehormatan dan menghiburnya. menafklahi.61 kepemimpinannya. Dalil tentang hal ini terdapat ˱ ͉ ˴ ͉ Ϣ˵ ˴ ˸ϴ˴ ˴ ˴ ˴ ˴ Ύ˴ ˸ϴ˴˶΍Ϯ˵ ˵ ˸δ˴ ͋˱ Ο΍˴ ˸ί˴˸Ϣ˵ ˶ ˵ ϧ˴˸Ϧ͋ Ϣ˵ ˴˴ ˴˴  ˸ϥ˴˶ ˶ Ύ˴ ΁˸Ϧ˶ ˴ ΓΩϮϣ ϜϨ Α ϞόΟϭ Ϭ ϟ· ϨϜ Θϟ Ύ ϭ ΃ Ϝδϔ ΃ ϣ Ϝϟ ϖϠΧ ΃ ϪΗ ϳ ϣϭ dalam firman-Nya: ˻˺ϡϭήϟ΍. Bukhari dan Muslim). Dan masing-masing dari kamu adalah pemimpin da bertanggung jawab akan kepemimpinannya” (H. Tanggung jawab suami dalam Islam memiliki cakupan yang sangat luas. Perempuan itu pemimpin dalam rumah suaminya dan bertanggung jawab akan kepemimpinannya. meliputi tanggung jawab terhadap agamanya. hartanya. istrinya. R. membantunya dalam urusan rumah tangga jika diperlukan. 4.36 2. Suami hendaknya berusaha mewujudkan keseimbangan antara tugas dan tanggung jawab. dirinya. Keluarganya. Pelayan itu pemimpin dalam harta tuannya dan bertanggung jawab akan kepemimpinannya. menggaulinya dengan baik.

37 Husain Syahatah. Asy-Syifa. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses…. 38 39 . 134. h. 2. (Semarang: CV. h. Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga…. Shahih Bukhari. h. 9-10. Sunarto. 113. The Best Husband in Islam…. dkk. Terj.˴ ϭ˵ ͉ ˴ ˴ ˴ ˳ ˸Ϯ˴ ͋˳ Ύ˴ ΂˴˴ ˶˴ ϲ˶ ͉ ˶˱ ˴ ˸Σ˴ ˴ ϥ ήϜϔΘϳ ϡ Ϙϟ Ε ϳ ϟ ϚϟΫ ϓ ϥ· ΔϤ έϭ 36 Bukhari. Husain Syahatah. 1993). Vol. Ahmadi Sofyan. 152. h.

ikut berpartisipasi dalam acara-acara kekeluargaan dan masyarakat. melahirkan anak.62 “Dari sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah. menjaga kehormatan. jika dipandang ia menyenangkan hati. R. jika ia ditinggal pergi oleh suami. 5. diciptakanNya bagi kalian pasangan-pasangan dari jenismu sendiri supaya kamu dapat bersenangsenang dengannya. Sebagai hasilnya nanti. tidak keluar rumah tanpa izin suaminya. seperti zakat atau sedekah40. lalu menjadikan kalian karenanya berkasih sayang. menjaga harta. mengurus rumah. jika diberi kebaikan dia membalas dengan kebaikan. Bertanya kepada Rasulullah saw. akan tercipta kedamaian. ia menjaga diri dan harta suaminya” (H. Kewajiban-kewajiban istri terhadap suaminya menurut syariat adalah taat kepadanya selama bukan maksiat.: ϪϟΎϣϭ ΎϬδϔϧϲϓ ϩήϜϳ ΎϤϴϓ ϪϔϟΎΨΗϻϭήϣ΃ ΍Ϋ΍ ϪόϴτΗϭ ήψϧ΍Ϋ΍ ϩήδΗϱάϟ΍ “Abu Huraira. Ahmad). S. ra.41  ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ. berdandan untuk suami. ϝΎϗˮήϴΧ˯ΎδϨϟ΍ϱ΃ϢϠγϭϪϴϠϋͿ΍ϞλͿ΍ϝϮγέϞΌγΓήϳήϫϲΑ΃Ϧϋ Hal itu dijelaskan dalam hadits Rasulullah saw. Tentang bagaimanakan istri yang baik? Rasulullah menjawab: Jika disuruh dia taat. membantu suami mengeluarkan nafkah. keharmonisan dan rasa cinta. Ar-Rum: 21). Sesungguhnya hal itu menjadi tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Q. ketentraman.

6. h. menjaga amalan ibadah. dan 40 Ahmadi Sofyan. 41 . The Best Husband in Islam…. h. seperti memberikan pendidikan yang Islami. 154. menurunkan bakat. 251. Ahmad bin Hanbal. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal …. menafkahi dan menyekolahkan. Jilid. Kewajiban dan tanggung jawab sebagai orang tua kepada anak. memberikan pendidikan moral. 2. memberikan latihan tentang urusan rumah tangga dan kehidupan.

Sebagai hasil dari tanggung jawab ini maka akan terlahir anak-anak yang shaleh. serta berdoa untuk keduanya43. menggantikannya dalam urusan agama. berperilaku baik. 7. melakukan haji dan umrah untuk keduanya. ˴ ˴ ˶ ˸ϟ΍ ˴ ˴ Ϩ˶  ͉ ˴ ˵˸Β˴  Ύ͉ ˶ ˱ ϧΎ˴ ˸Σ˶ ˶ ˸ϳ˴ ˶΍˴ ˸ϟΎ˶ ˴  ˵ Ύ͉ ˶ ͉ ˶ ˸΍ϭ˵ ˵ ˸ό˴  ͉ ˴ ˴ ͊ ˴  ϰ˴ ˴ ˴ ήΒϜ ϙΪ ϋ ϦϐϠ ϳ ϣ· Ύ δ · Ϧ Ϊϟ Ϯ Αϭ ϩ ϳ· ϻ· ΪΒ Η ϻ΃ ϚΑέ πϗϭ ˱ Ϥϳ˶ ˴  ˱ ˸Ϯ˴  Ύ˴ ˵ ͉ Ϟ˵ ˴  Ύ˴ ˵ ˸ή˴ ˸Ϩ˴  ˴ ˴  ͈ ˵ Ύ˴ ˵ ͉ Ϟ˵ ˴  ˴ ˴  Ύ˴ ˵ ˴ ˶  ˸ϭ˴ Ύ˴ ˵ ˵ ˴ ˴ Ύ ήϛ ϻ ϗ ϤϬϟ ϗϭ Ϥϫ Ϭ Η ϻϭ ϑ΃ ϤϬϟ ϘΗ ϼϓ Ϥϫϼϛ ΃ ϤϫΪΣ΃ ˻˼˯΍ήγϹ΍. memuliakan dan menghormatinya. taat selama tidak dalam kemaksiatan. menafkahi keduanya saat keduanya membutuhkan. Kewajiban anak terhadap orang tua dalam Islam adalah berbuat baik.63 mengajar berdakwah di jalan Allah swt42.

sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (Q. kasihilah mereka keduanya. Dalil mengenai hal ini adalah firman Allah: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. ˳ . Al-Isra: 23). S ϲ˶ Ύ˴ ͉ ˴  Ύ˴ ˴  Ύ˴ ˵ ˸Ϥ˴ ˸έ΍ ͋ ͉  Ϟ˵ ˴  ˶ ˴ ˸Σ͉ ϟ΍ ˴ ˶  ͋ ͊ ϟ΍ ˴ Ύ˴ ˴  Ύ˴ ˵ ˴ ˸ξ˶ ˸Χ΍˴ ϧ ϴΑέ Ϥϛ ϤϬ Σ Ώέ ϗϭ ΔϤ ή Ϧϣ ϝά Ρ ϨΟ ϤϬϟ ϔ ϭ “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku. Juga firmanNya: ˻˽˯΍ήγϹ΍.” (Q. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduaduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. AlIsra’: 24). S.

h. Husain Syahatah. dan melampaui batas dalam menjalankan kewajiban dan tanggung jawab. mengurangi. 43 . The Best Husband in Islam…. merupakan perbuatan yang bertentangan 42 Ahmadi Sofyan. 154. Menyia-nyiakan.˱ήϴ˶ ˴ ΍ ϐλ 8. 136. h. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses….

sakit. serta beberapa kesalahan lain. Perangai-perangai di atas bertentangan dengan syariat Allah swt. Sebagai contoh bentuk kemaksiatan. dan teman-teman. kelembutan. Adanya tekanan jiwa dan rusaknya urusan rumah tangga.  ˺˻˽Ϫσ. maka ia kan mendapatkan kehidupan yang sempit” (Q. dan ditimpa masalah. Seperti dalam firmanNya: “Dan barang siapa yang menentang peringatanku. S. adalah seperti berikut ini44:        Pasangan suami istri dan anak-anak yang memiliki perangai jahat yang bertentangan dengan syariat Allah swt. Thaha: 124). Membuka rahasia rumah tangga.64 dengan syari’at. akibatnya kehidupan menjadi sempit. dosa dan kejahatankejahatan dalam rumah. Membiarkan keluarga saat keluarga tertimpa bencana yang pelik. Hilangnya tanggung jawab kepemimpinan suami terhadap keluarga dan anaknya. Lemahnya keharmonisan.    Anak-anak lari dari rumah dan melenceng dari jalan yang lurus. tetangga. dan sikap saling hormat dalam rumah tangga. kasih sayang. Ia membiarkan begitu saja tanpa ada penyelesaian. Menyebarluaskan kehormatan rumah tangga di antara keluargakeluarga dekat. Tersebarnya kejahatan sosial. Rusaknya nama baik Islam dan kaum muslimin.

˱ ϜϨ˴ ˱ ˴ ϴ˶ ˴ ˵ ˴͉ ˶ ˴ ϱ˶ ˸ϛ˶ Ϧ˴ ˴ ˴ ˸ϋ˴˸Ϧ˴ ˴ Ύ ο Δθ όϣ Ϫϟ ϥΈϓ ή Ϋ ϋ νή ΃ ϣϭ 9. Perangai-perangai yang tidak sesuai dengan syariat dan kelalaian tanggung jawab suami dalam rumah tangganya. 137. . Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses…. h. Persoalan ini dapat diselesaikan 44 Husain Syahatah.

lalu menjadikan kalian karenanya berkasih sayang. berlandaskan kepada asas pendidikan yang formal. Langkah-langkah penyelesaian secara Islami yang dapat ditempuh untuk menanggulangi pengaruh kurangnya tanggung jawab suami terhadap 45 Allah swt. diciptakanNya bagi kalian pasangan-pasangan dari jenismu sendiri supaya kamu dapat bersenangsenang dengannya. S. Selain itu. Kebersamaan dan mengemban tanggung jawab masyarakat terhadap keluarga. 10. membenarkan dalam firmanNya: ˻˺ϡϭήϟ΍. dengan saran ini juga akan dapat menghindarkan perasaan takut dan akan memperoleh keberkahan hidup. teman-teman dan tetangga. Ar-Rum: 21). Adanya sistem pahala dan sanksi. sesuai dengan ajaran dan cara-cara yang baik. sesuai dengan aturan syariat. Adanya sanksi yang Islami dalam menindak sikap yang terlarang menurut syariat. Saran-saran ini dapat mewujudkan rumah tangga muslim yang harmonis dan penuh kasih sayang. setahap demi setahap. Sesungguhnya hal itu menjadi tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Q. Mengadakan silaturrahmi dan menunaikan hak-hak mereka. Menerapkan prinsip musyawarah dalam urusan rumah tangga. Adanya aturan sebagai pengontrol dan pengawas untuk rumah tangga.65 dengan melakukan langkah-langkah penyelesaian secara Islami seperti berikut ini45:         Memberikan pendidikan yang Islami untuk seluruh anggota keluarga. ˱ ͉ ˴ ͉ Ϣ˵ ˴ ˸ϴ˴ ˴ ˴ ˴ ˴ Ύ˴ ˸ϴ˴˶΍Ϯ˵ ˵ ˸δ˴ ͋˱ Ο΍˴ ˸ί˴˸Ϣ˵ ˶ ˵ ϧ˴˸Ϧ͋ Ϣ˵ ˴˴ ˴˴ ˸ϥ˴˶ ˶ Ύ˴ ΁˸Ϧ˶ ˴ ΓΩϮϣ ϜϨ Α ϞόΟϭ Ϭ ϟ· ϨϜ Θϟ Ύ ϭ ΃ Ϝδϔ ΃ ϣ Ϝϟ ϖϠΧ ΃ ϪΗ ϳ ϣϭ “Dari sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah. Adanya program untuk menenangkan jiwa.

h.˴ ϭ˵ ͉ ˴ ˴ ˴ ˳ ˸Ϯ˴ ͋˳ Ύ˴ ΂˴˴ ˶˴ ϲ˶ ͉ ˶˱ ˴ ˸Σ˴ ˴ ϥ ήϜϔΘϳ ϡ Ϙϟ Ε ϳ ϟ ϚϟΫ ϓ ϥ· ΔϤ έϭ Ahmadi Sofyan. 157. . The Best Husband in Islam….

66 rumah tangganya. niscaya mereka mendirikan sembahyang. dan terciptanya kepemimpinan yang senantiasa mengajak masyarakat kepada dakwah di jalan Allah swt46. menciptakan kelompok yang mengajak kepada yang baik dan mencegah yang mungkar yang dapat diterima oleh orang banyak dengan baik. S. konsistensi terhadap perangai-perangai yang baik. menunaikan zakat. mendalami ajaran agama. ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶ ΍ϭ˵ ˴ ˴˴ ˴ Ύ˴ ͉ ϟ΍΍˵ ˴ ΁˴ ˴ Ύ˴͉ ϟ΍΍Ϯ˵ Ύ˴ ˴˶ ˸έ˴ ˸ϟ΍ϲ˶ ˸Ϣ˵ Ύ͉ ͉ ͉ ϥ˶˴ ϳ˶ ͉΍ ϑ ή Ϥ Α ήϣ΃ϭ Γ ϛΰ ϮΗ ϭ Γ Ϡμ ϣ ϗ΃ ν ΄ ϓ ϫ ϨϜϣ · Ϧ άϟ Allah swt. Alangkah lebih baik jika kami menutup hukum-hukum Islam tentang tanggung jawab suami terhadap rumah tangganya ini dengan firman Allah  ˽˺ΞΤϟ΍. menjelaskan hal itu dalam firmanNya: “(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi. Al-Hajj: 41). dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. menyuruh berbuat yang makruf. pendidikan akhlak. adalah meningkatkan pendidikan rohani. dan kepada Allahlah kembali segala urusan” (Q.

˶ Ϯ˵ ˵˸ϟ΍˵ ˴ ˶ Ύ˴ ˶ ͉˶˴ ˶ ˴ Ϩ˵ ˸ϟ΍˶ ˴ ΍˸Ϯ˴ ˴ ˴ έ ϣ΄ ΔΒϗ ϋ ϪϠϟϭ ήϜ Ϥ Ϧϋ Ϭϧϭ ˸Ϧ͋  Ϣ˵ Ύ˴ ˸Θ˴˴ Ύ˴ ˴  ˸Ϣ˵ ˴ ͉ ͋ ˵  ˸Ϣ˶ ˶  Ύ˴ ˸Ϙ˴ ˸ϟ˴ ˳ Ύ˴ ϳ˶ ˶  Ϣ˵ ˵ ͉ ͋ ˵  ˸Ϣ˵ ˸Θ˴ ˴ ͉ ΍˴  ΍Ϯ˵ ˴ ΁ ˴ ϳ˶ ͉΍˴ ϣ ϫ Ϩ ϟ΃ ϣϭ ϬΘϳέΫ ϬΑ Ϩ Τ ΃ ϥ Ϥ ΈΑ ϬΘϳέΫ Ϭ όΒΗ ϭ Ϩϣ Ϧ άϟ ϭ “Dan orang-orang yang beriman. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya” (Q. dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan. AthThur: 21). Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka. swt: ˻˺έϮτϟ΍. S. dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.

˲ ϴ˶ ˴ ˴ ˴ ˴ Ύ˴ ˶ ˳ ˶ ˸ϣ΍͊ ˵ ˳ ˸ϲ˴ Ϧ͋ Ϣ˶ ˶˴ ˴ Ϧ ϫέ ΐδϛ ϤΑ Ήή Ϟϛ ˯ η ϣ ϬϠϤϋ ϊϠπϟ΍ϰϓΊηΝϮϋ΃ϥ΍ϭϊϠοϦϣΖϘϠΧΓ΃ήϤϟ΍ϥΈϓ˯ΎδϨϟΎΑ΍ϮλϮΘγ΍ϭ ˯ΎδϨϟΎΑ΍ϮλϮΘγ΍ΝϮϋ΃ϝΰϳϢϟϪΘϛήΗϥ·ϭϪΗήδϛϪϤϴϘΗΖΒϫΫϥ·ϩϼϋ΃  ϢϠδϣϩ΍ϭέ.

158. The Best Husband in Islam….΍ήϴΧ ΖϜδϴϟϭ΃ήϴΨΑϢϠϜΘϴϠϓ΍ήϣ΃ΪϬη΍ΫΈϓ ήΧϷ΍ϡϮϴϟ΍ϭͿ΍ΎΑϦϣΆϳ ϥΎϛ Ϧϣ Rasulullah saw pun pernah berwasiat kepada seorang laki-laki: 46 Ahmadi Sofyan. . h.

Shahih Muslim.. Kasmuri Selamat mengemukakan beberapa kepribadian suami shaleh50: 1.49 Jadi menciptakan rumah tangga sakinah. 870. ia akan melaksanakan kewajiban terhadap keluarganya dengan penuh tanggung jawab. Jika anda mencoba meluruskannya. 48 49 50 . ketentraman. Sesungguhnya membangun rumah tangga itu membutuhkan perjuangan yang luar biasa beratnya. atau diam. h. II. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. karena jenis itu diciptakan dari tulang rusuk yang terbengkok. seorang suami harus memiliki kepribadian suami yang shaleh. Kasmuri Selamat.67 “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat. h. bersemangat. 1. Kamus Besar Bahasa Indonesia…. ketenangan dan kebahagiaan. Sebelum menciptakan rumah tangga yang sakinah. Kamus Besar Bahasa Indonesia…. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.47 C. Terj. yaitu menciptakan rumah tangga (sesuatu yang berkenaan dengan keluarga) yang penuh dengan kedamaian. dimulai dari pemancangan pondasi aqidah dan pilar-pilar akhlak. Berpegang Teguh Kepada Syariat Allah Laki-laki yang shaleh adalah seorang laki-laki yang senantiasa berpegang teguh kepada syariat Allah dalam segala urusan kehidupannya. R. kebahagiaan. dia akan tetap bengkok. h. Berhubungan dengan itu. 47 Muslim. agar suami sukses membentuk keluarga sakinah. Saya wasiatkan supaya kamu memperhatikan nasib kaum wanita. ketentraman. Adib Bisri Musthofa …. penuh perhatian serta berlapang dada. Jika ia menjadi seorang suami. ketenangan. Muslim). Sedangkan sakinah adalah kedamaian. Juz. h. ditanggapinya dengan kata yang baik... Menciptakan Rumah Tangga Sakinah Rumah tangga adalah sesuatu yang berkenaan dengan keluarga48. dia akan patah. Suami Idaman Istri Impian. 758. Saya wasiatkan supaya kamu memperhatikan nasib kaum wanita sebaik-baiknya” (H. ialah orang yang apabila melihat suatu keadaan. Ia tunaikan kewajiban-kewajiban yang Allah telah tentukan keduanya. dan jika dibiarkan. 769.

68 2. tidak menuntut lebih banyak dari yang semestinya. Laki-laki yang shaleh tentu akan membahagiakan istrinya. Dalam kehidupan berumah tangga ia senantiasa berpedoman kepada hadis ϩ΍ϭέ. 3. bahkan ia menerima dengan rela terhadap kekurangan-kekurangan yang ada. Berpedoman Kepada Petunjuk Rasulullah saw. kewajiban tersebut ia tunaikan sebelum menuntut haknya. Seimbang antara Hak dan Kewajiban Dalam kehidupan sehari-hari sikapnya tidak tamak. Ia tidak pernah menyia-nyiakan kewajibannya.

51 ϯάϣήΘϟ΍ “Orang terbaik dari kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya. Yang maksudnya: “Sesungguhnya mukmin yang sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. kesaksian kebajikan yang diiringi dengan kesempurnaan iman serta akhlak yang mulia. dan aku orang yang terbaik dari kalian terhadap keluarganya” (H.  ϰϧήΒτϟ΍ϩ΍ϭέ. R.52 Ituah kesaksian agung Rasulullah saw. dan sebaik-baik kalian adalah kalian yang baik terhadap istriistri kalian” (H. bagi suami yang shaleh. R. Timidzi). Ath-Thabrani). ϢϬ΋ΎδϨϟ ϢϛέΎϴΧ ϢϛέΎϴΧϭ ΎϘϠΧ ϢϬϨδΣ΃ ΎϧΎϤϳ· ϦϴϨϣΆϤϟ΍ ϞϤϛ΃ Rasulullah saw. Disamping itu ciri-ciri dari laki-laki shaleh yang membahagiakan kehidupan rumah tangga itu ialah53:  Mendirikan rumah tangga semata-mata karena Allah swt.

Abdurahman Suyuti. Jami’ Al-Hadis….. 2. 2. Suami Idaman Istri Impian. Kasmuri Selamat. 308.ϲϠϫϷϢϛήϴΧΎϧ΃ϭϪϠϫϷϢϛήϴΧϢϛήϴΧ 51 Abdurahman Suyuti. Jami’ Al-Hadis …... h. Juz. h. h. Juz. 4. 63. 52 53 .

serta meyakini bahwa segala sesuatu yang dijadikan Allah swt pasti terdapat hikmah yang tersembunyi di sebaliknya. wa rahmah. Membina sebuah rumah tangga yang sakinah. karena ia akan melunturkan nama baik dan prestasi suami selaku pemimpin rumah tangga.69       Melayani dan menasehati Istri dengan sebaik-baiknya.  Mengelakkan agar jangan terlalu mengikuti kemauan istri. Menjaga hati dan perasaan istri. Senantiasa menjaga tentang keselamatan mereka. . Bersabar dan menghindari memukul istri dengan pukulan yang memudaratkan. Menyediakan keperluan dan tempat tinggal yang layak untuk mereka. Senantiasa bertenggang rasa dan tidak menuntut sesuatu di luar kemampuan istri. Tidak mencaci istri di hadapan orang lain dan tidak memuji wanita lain di hadapannya. agar mahligai rumah tangga yang dibangun dengan landasan cinta dan kasih sayang menjadi teladan bagi penghuninya maupun generasi yang akan lahirkan. Namun. Semua orang Islam berharap dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Memberi kasih sayang dan rel berkorban apa saja demi kepentingan dan kebahagiaan bersama.      Memberi nafkah kepada istri dan anak-anak menurut kadar kemampuan. Bersabar dan menerima kelemahan istri dengan hati yang terbuka. Bertanggung jawab menidik akhlak istri dan anak-anak sesuai dengan kehendak Islam. adalah dambaan dari setiap suami istri yang berikrar dalam cinta dan kasih sayang. Menciptakan rumah tangga sakinah tidak semudah membalikkan telapak tangan. mawaddah.

terutama bagi anak-anak yang dilahirkan. Bahkan tidak jarang diakhiri dengan kenistaan yang berujung dengan perceraian sehingga melahirkan penderitaan yang berkepanjangan. Mereka berusaha menjadi nakhoda yang handal. ketentraman dan kenyamanan bathin para penghuninya. h. dan bersikeras menunjukkan arah tujuan yang diarungi. The Best Husband in Islam…. Sesungguhnya rumah tangga itu bisa dijadikan pusat ketenangan. ia akan selalu merindukan untuk pulang ke rumah. 54 Ahmadi Sofyan. Sri Mulyati. Begitu banyak di antara kita yang merindukan berumah tangga menjadi suatu yang teramat indah. bekerja keras. Ahmadi Sofyan mengatakan ada empat kiat minimal menuju keluarga yang sakinah54: 1. Keluarga/rumah tangga adalah sebuah institusi terkecil di dalam masyarakat yang berfungsi sebagai wahana untuk mewujudkan kehidupan yang tentram. dan sejahtera dalam suasana cinta dan kasih sayang diantara anggota-anggotanya55. Jadikan rumah tangga sebagai pusat ketentraman bathin dan ketenangan jiwa. bahagia. h. Sehingga ketika sang suami sudah berlumuran keringat. aman. kenyataan yang ada. Hari demi harinya hanya diisi kecemasan. ketakutan. kekerasan. kegelisahan dan penderitraan. kita saksikan deretan antrian orang-orang yang gagal dalam menciptakan rumah tangga bahagia. damai. Akan tetapi. 43-46. 39. 55 . Ternyata merindukan rumah tangga sakinah harus benar-benar disertai dengan kesungguhan. seringkali kemudi menjadi rebutan antara suami istri. yakni mengerahkan segala daya dan upaya dalam pengertian yang sebenarnya. bersimbah peluh.70 ternyata ketika bahtera itu mulai mengarungi lautan yang luas. Relasi Suami Istri dalam Islam…. penuh dengan pesona cinta dan kasih sayang.

saling memperbaiki. 3. Jadikan rumah tangga sebagai pusat ilmu Rumah tangga yang ditingkatkan derajatnya oleh Allah swt. Hendaknya sesudah memantapkan niat kita kepada Allah untuk mengarungi bahtera rumah tangga. 2. diperbudak dan dinistakan oleh apa yang dimilikinya. Hal ini dapat dipahami dari teks-teks Al-Quran dan Hadis. Menciptakan rumah sebagai pusat ketenangan bathin dan ketenangan jiwa. serta saling mengoreksi 56 Sri Mulyati. maka anak-anak pun akan rindu berkumpul bersama dengan orang tuanya. Jadikan rumah tangga sebagai pusat nasehat Suami istri hendaknya mengetahui bahwa semakin hari semakin banyak yang harus dilakukan. h. Tidak jarang pula rumah tangga yang berlimpah dengan kekayaan justru membuat penghuninya di “miskinkan” oleh keinginan-keinginan.71 Ketika rumah mampu dijadikan sebagai pusat ketentraman bathin dan ketenangan jiwa. maka kekayaan yang harus dimiliki dalam berkeluarga adalah ilmu. 54 . Merawat dan mendidik anak merupakan tugas bersama suami istri56. Rumah tangga bahagia adaah rumah tangga yang dengan sadar menjadikan sikap saling menasehati. Untuk itulah kita membutuhkan orang lain agar bisa melengkapi kekurangan kita guna memperbaiki kesalahan kita. Seperti yang terdapat dalam firman Allah Q. Bahkan justru hal seperti itu seringkali memisahkan kita dengan kebahagiaan bathin dan ketentraman jiwa. Tidak pula rumah tangga yang para penghuninya adalah penuh dengan deretan titel dan gelar. bukanlah rumah tangga yang memiliki status sosial keduniawian. S. At-Tahrim: 6. akan mampu menjadi pelepas dahaga. Relasi suami istri dalam Islam….

Keluarga yang mulia adalah keluarga yang bisa menjadi contoh kebaikan bagi keluarga yang lainnya. yang tentu cermin akan mampu membuat sebuah penampilan penghuninya menjadi lebih baik. Tidak ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga kita sendiri. 4. Karena keduanya tidaklah boleh merasa lebih baik dan lebih berjasa dalam membangun rumah tangga. Karena betapa memilukan sekaligus memalukan jika ada keluarga muslim yang melakukan tindakan kekerasan rumah tangga seperti yang akhir-akhir ini terjadi. Sehingga tidak ada yang diucapkan selain kebaikan tentang keluarga yang telah dibangun. Apabila sebuah rumah tangga mulai saling menasehati. Jadikan rumah tangga sebagai pusat kemuliaan Hendaknya suami istri mampu menjadikan rumah tangga seperti cahaya matahari. menumbuhkan bibit-bibit. Demikianlah empat kiat menuju keluarga sakinah. selalu dinanti cahayanya dan membuat gembira bagi yang terkena pancaran cahayanya. Menerangi kegelapan. mawaddah wa rahmah yang hendaknya dilakukan oleh keluarga muslim di era modern in. maka rumah tangga tersebut bagaikan cermin. Suami yang baik adalah suami yang mau dinasehatin oleh sang istri. begitupula sebaliknya. . menyegarkan yang layu.72 dalam kebenaran dan kesabaran sebagai kekayaan yang berharga dalam rumah tangga.

maka suami itu akan sukses sebagai kepala rumah tangga dan rumah tangganya akan menjadi rumah tangga yang sakinah. bukan berarti peranan istri tidak menentukan. jika demikian maka rumah tangga yang sakinah akan terwujud. sehingga ia bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi peranannya. Ketiga: Islam melalui Al-Quran dan Sunnah telah memberikan tuntunan yang sangat jelas bagi seorang laki-laki berupa karakter-karakter yang saling melengkapi 73 . sebagai kepala rumah tangga pasti tahu fungsi. Kedua: seorang suami yang shaleh pasti tahu peranannya. Apabila suami telah melaksanakannya dengan baik. Kesimpulan Dari uraian skripsi ini dapat ditarik tiga kesimpulan: Pertama: seorang suami yang sholeh. karena ia tahu semua itu akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah swt. karena antara suami dan istri akan saling melengkapi. kedudukan dan kewajibannya. mendidik dan memberikan teladan bagi anak-anaknya dalam segala hal.BAB IV PENUTUP A. Walaupun peranan suami sangat menentukan. maka suami itu akan memimpin. bahkan ia akan selalu lebih memperhatikan kewajibannya terlebih dahulu dibanding dengan haknya. yang menjadi kewajibannya dan sangat menentukan akan terwujudnya rumah tangga yang sakinah.

apalagi mentelantarkannya. B. Apabila laki-laki tersebut mampu memiliki karakter-karakter itu. rumah tangga yang sakinah. Sebelum melangsungkan pernikahan sebaiknya teliti dalam memilih pasangan. Anak adalah amanah Allah yang harus dijaga dan dipelihara bersama. saling melengkapi dan menghargai. Saran-saran 1.74 dalam membentuk laki-laki yang shaleh. mawaddah wa rahmah sulit. mawaddah wa rahmah. 4. bahkan tidak mungkin untuk dicapai. baik itu dari pihak laki-laki atau perempuan. karena apabila rumah tangga yang dibangun berdasarkan beda agama maka akan menimbulkan berbagai masalah pemberian pendidikan agama pada anak dan rumah tangga yang sakinah. apalagi pendidikan agama. 3. . tidak boleh disalahgunakan. Seperti memilih sekolah yang Islami. yang akhirnya akan menjadi suami shaleh. 2. suami dan istri harus bisa bekerjasama dengan baik. Ingat semua itu akan dipertanggung jawabkan kepada Allah swt. sehingga suami semena-mena terhadap anggota keluarga. Amanah tersebut pun akan dimintakan pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Dalam menciptakan keluarga yang sakinah. Yang paling utama haruslah yang seagama. memperhatikan pergaulan anak dan menciptakan suasana keberagamaan di dalam rumah. Untuk itu pendidikan harus menjadi suatu kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi. mawaddah wa rahmah pasti akan terwujud. Hak memimpin keluarga yang dimiliki oleh seorang suami. Karena tanggung jawab suami dan istri sama besar dan beratnya.

(Beirut: Daar Al-Fikr). Shahih Bukhari.75 DAFTAR PUSTAKA Abdulloh. Sholeh. Kiprah Muslimah dalam Keluarga Islam. 1993). 1996). Ahmad Baidowi. 2005). 2003). Bukhari. Ahmad bin Hanbal. Cet. (Bandung: Al-Bayan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Asy-Syifa. Mencapai Pernikahan yang Barakah. Hanya untuk Suami. dkk. Cet. Cet. Fathu Al-Bari: Sarah Shahih Bukhari. 1993). Rosihan. (Yogyakarta: Wihdah Press. Jibril. Sunarto. Cet. Adhim. Cet. Ilmu Tafsir. Cet. Ke-1. Cet. Terj. Ahmad. Sulaiman. Terj. A. Gisymar. 1988). Fauzil. Terj. M. dkk. Lembaga Darut-Tauhid. Rusli. Amin. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal. Muhammad. Cet. Abu. Cet. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Yogyakarta: Arina. 1990). Rumahku Surgaku: Sukses Membangun Keluarga Islami. Bukhori Abu Syauqi. Chumaidi Umar. Terj. Cet. Ke-3. Masri. Kado Cinta untuk Istri. Ali. Hery Noer Aly. 1996). Terj. Karakteristik Lelaki Shalih. Menjadi Muslim Ideal. 1993). Ke-XXI. 1999). Maragi. ‘Adil. (Jakarta: PT Mitra Pustaka. (Jakarta: Gema Insani Press. 2007). Ke-1. Hamid. Mohammad. (Pasuruan: Hilal Pustaka. Ke-1. Hasyimi. Abdurrahman. . (Jakarta: Balai Pustaka. Ke-2. Ke-1. Ida Nursida. (Semarang: CV. (Jakarta: Gema Insani. Bimbingan Islam untuk Mencapai Keluarga Sakinah. Majid. 2000). Terj. Menjadi Suami Tercinta. 2000). Ke-3. (Yogyakarta: Mitra Pustaka. Abdul. Kisyik. (Bandung: Mizan. Toha Putra. Anwar. (Bandung: Pustaka Setia. Ke-1. Terj. Ke-11. Ke-1. (Jakarta: Al-Mawardi Prima. (Semarang: CV. Salim Basyarahil. Fathi. Ke-1. Ke-8. Muhammad. Cet. (Beirut: Daar Kutab Alamiya). 2005). Nasy’at. Ahmad bin Ali bin Hajr Asqalani. Tafsir Al-Maragi. Daudin. Nabi Suami Teladan. Cet. Cet.

(Semarang: CV. Ahmad. Ke-I. Syahatah. Ahmad. 2005). Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses. 2004). Bingkai Cinta Sepasang Merpati. Terj: As’ad Yasin. Ke-1. Cet. (Jakarta: Kalam Mulia. Terj. Ke-X. (Jakarta: Lintas Pustaka. “Bahagia Menjadi Suami Ideal dan Istri Ideal”. 2000). 2000). UIN Syarif Hidayatullah. Ilmu Pendidikan. dan Keserasian Al-Quran. Nasution. Cet. Terj. Abdurrahman. (Jakarta: Maghfirah Pustaka. Sabri. (Jakarta: Gema Insani Pres. ______________. Cet. . Cet. Cet. Menghadirkan Surga di Rumah. Wawasan Al-Qur’an. Asy-Syifa. The Best Husband in Islam. Sofyan. Tafsir Al-Misbah: Pesan. Ke-I. Shihab. (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. (Jakarta: AMZAH. Relasi Suami dalam Islam. Amir. Ke-I. Kusyairi. Husain Syahatah.. Ahmadi. Cet. (Beirut: Daar ibn Hazm). 1994). (Jakarta: Gema Insani. Quraish. 2007). (Jakarta: Aillah. M. Ulumul Quran II. dkk. Shahih Muslim. 2007). Ke-I. Ke-6. Rofi’I. 2006). “Membina Keluarga Sakinah”. Jami’ Al-Hadis. Sri. (Bandung: Mizan. Abi. Syadali. 1993). 1997). Cet. Majdi. Shahih Muslim.. Quthb. 1999). Ahmad. Muslim. Kesan. Fathi. 2000). Selamat. Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga: Antara kewajiban dan Realitas. (Jakarta: Pusat Studi Wanita (PSW). Taat. Mulyati. Ke-2. ________________. Jalaluddin. 2005). 2007). Muhammad. Ke-11. (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. Meraih Mahkota Pengantin: Kiat-kiat Praktis Mendidik Istri & Mengajar Suami. Alisuf. _________________. Suami Idaman Istri Impian.76 Muhyidin. Husain. Tafsir Fi Zhilalil Quran: Di Bawah Naungan Al-Quran. Suyuti. Terj. Ke-3. Cet. Cet. Arif Chasanul Muna. (Beirut: Daar Al-Fikr). (Bandung: Pustaka Setia. Kasmuri. Suhail. Ibnu Ali. 2003). Adib Bisri Musthofa. Sayyid. Cet. Cet. Cet. (Jakarta: Lentera Hati. Ke-1. Rahasia Perkawinan dalam Islam: Tuntunan Keluarga Bahagia. Ke-1. Cet. Sayyid. (Jakarta: PT. Husain. Ke-1. Lentera Basritama.

www. Cet. Cet. Ali. Pengenalan Singkat Tentang Metode Tafsir Tematik Sebagai Salah Satu Metode Tafsir Terbaru. (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. 1994). 1997). Wahjoetomo. oleh Hamid.or.77 Syuasyi’. . Terj. (Bandung: Remaja Rosda Karya. Tafsir. Cet.qalam. Ke-2. (Jakarta: Gema Insani Press. Kado Pernikahan. Ke-1. Perguruan Tinggi Pesantren Pendidikan Alternatif Masa Depan. Ke-8. Selasa.id. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. 2007). Ahmad. 20 Nopember 2007. Hafizh. Abdul Roysad Shiddiq.