PERANAN SUAMI DALAM MEMBINA KELUARGA SAKINAH

Skripsi Ini diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk memenuhi syarat-syarat mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S. Pd.I)

Oleh:

Asral Puadi NIM. 104011000046

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2008/1429 H

LEMBAR PERNYATAAN
Bismillahirrahmanirrahim Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Nim Jurusan Fakultas : Asral Puadi : 104011000046 : Pendidikan Agama Islam : Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Dengan ini saya menyatakan 1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu (S1) di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Jika kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan karya asli saya atau merupakan jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sangsi berdasarkan Undang-undang yang berlaku di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 15 Juli 2008

Asral Puadi

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI

PERANAN SUAMI DALAM MEMBINA KELUARGA SAKINAH

Skripsi Ini diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk memenuhi syarat-syarat mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S. Pd.I)

Oleh:

Asral Puadi NIM. 104011000046

Di bawah bimbingan

Prof. Dr. H. Salman Harun, M. A NIP. 150 062 568

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2008 M/1429 H

Lembar Pengesahan Panitia Ujian

LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi berjudul: “Peranan Suami dalam Membina Keluarga Sakinah” diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan telah dinyatakan lulus dalam Ujian Munaqasyah pada 22 Juli 2008 di hadapan dewan penguji. Karena itu, penulis berhak memperoleh gelar sarjana S1 (S. Pd.I) dalam bidang Pendidikan Agama Islam.

Jakarta, 22 Juli 2008 Panitia Ujian Munaqasyah Ketua Panitia (Ketua Jurusan/Program Studi) Dr. H. Abd. Fatah Wibisono, M. A NIP. : 150 236 009 Sekretaris (Sekretaris Jurusan/Prodi) Drs. Sapiudin Shidiq, M. Ag NIP. : 150 299 477 Penguji I Dr. H. Abd. Fatah Wibisono, M. A NIP. : 150 236 009 Penguji II Drs. Sapiudin Shidiq, M. Ag NIP. : 150 299 477 Mengetahui: Dekan, …………… ……………………. ………….. ……………………. ………….. ……………………. Tanggal ………….. Tanda tangan …………………….

Prof. Dr. Dede Rosyada, M. A. NIP. 150 231 356

Dengan menggunakan metode Tafsir Maudhu’i (Tematik). sesuai dengan kedudukan suami dalam rumah tangga. yang umumnya dilakukan oleh kaum pria. Peranan suami. i . yang akhirnya menjadi tanggung jawabnya harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab agar suami tidak merasa sebagai kepala rumah tangga yang berhak melakukan apa saja terhadap keluarganya sesuai dengan yang ia inginkan. Peranan suami dalam hal ini memegang kedudukan yang sangat penting dalam menciptakan keluarga yang sakinah. serta mendidiknya. Justru sebaliknya suami harus bisa menjaga dan mengayomi seluruh anggota keluarganya. baru kemudian suami itu akan mengetahui peranan yang menjadi tanggung jawabnya. Menghadapi kenyataan tersebut suami terlebih dahulu harus mengetahui kedudukan dan fungsinya dalam keluarga. sehingga angota keluarga itu merasa tentram berada di dalam keluarganya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah peranan suami dalam membina keluarga yang sakinah. Selain itu dampak dari ketidak mengertian dan pemahaman suami tentang peranannya sebagai kepala rumah tangga. terkadang suami cenderung ingin lepas dari peranannya itu. dimana peranan itu akan menjadi tangung jawab suami dan akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah di akhirat kelak. Sehingga suami akan lebih mudah dalam melaksanakan peranannya dalam membina rumah tangga yang sakinah. terutama dalam membina keluarga yang sakinah juga akan terlihat pada masyarakat. maka diperoleh data-data bahwa Islam telah menetapkan peranan-peranan yang dimiliki oleh suami. bahkan tidak mau peduli sama sekali.ABSTRAK Asral Puadi “Peranan Suami dalam Membina Keluarga Sakinah” Islam telah menetapkan bahwa suami merupakan pemimpin dalam rumah tangga dan bertanggung jawab terhadap apa yang ia pimpin. mawaddah warahmah. apalagi melakukan kekerasan dalam rumah tangga. yaitu suami. tidak semua suami mengerti dan memahami tentang peranannya dalam rumah tangga yang menjadi tanggung jawabnya. Namun. Oleh sebab itu dirasa sangat perlu adanya pemahaman tentang peranan suami dalam membina keluarga yang sakinah.

Segenap Bapak dan Ibu dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan pengalamannya kepada penulis selama menjalankan kuliah. skripsi ini dapat terselesaikan.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. Oleh karena itu. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. serta doa yang selalu dipanjatkan. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada kekasih Allah pejuang agama Islam dan teladan teladan yang terbaik Nabi Muhammad saw. semoga Allah selalu menjaga serta memberikan rahmat. sahabat-sahabatnya dan kepada seluruh umat Islam di seluruh alam. Selama penyusunan skripsi ini dan selama penulis belajar di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam. penulis banyak mendapatkan bantuan. motivasi serta bimbingan dari berbagai pihak. penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada: 1. beserta keluarga. pada kesempatan yang berbahagia ini. Taufik dan Inayah-Nya. 3. tenaga dan pikiran telah diperjuangkan dengan segala keterbatasan kemampuan yang penulis miliki. kerja kerasnya. segala puja dan puji hanya milik Allah Tuhan Semesta Alam. nikmat beserta karunia-Nya kepada mereka. walaupun waktu. ii . berkat Rahmat. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan sebagaimana yang diharapkan. dengan curahan cinta dan kasih sayangnya. Sebelumnya penulis mengucapkan jazakumullah khairan katsiran kepada kedua orang tua tercinta. demi selesainya skripsi ini dan agar bermanfaat bagi penulis dan pembaca sekalian. 2. telah mengantar penulis menyelesaikan pendidikan S1 di UIN Jakarta. Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam dan Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

Kepada semuanya yang telah membantu penulisan skripsi ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu. 15 Juli 2008 Penulis iii . dan kemudahan dalam memberikan bimbingan dan arahan yang sangat berharga bagi penulis dengan penuh kesabaran dan dedikasi yang tinggi dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. 7. 6. 5.4.. serta special for Vera Fauziah yang selama ini selalu saling melengkapi. semoga Allah swt. Elman Sadri. Amin… Jakarta. pengertian. Bapak Drs. serta yang selalu memberikan semangat dan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya. Seluruh keluarga di rumah khususnya orang tua tercinta “My Endless Love” Apak (Muris) dan Amak (Nurisna) yang telah mencurahkan segala kasih sayang dan tenaganya. H. perhatian. Kepada segenap teman-teman seperjuangan PAI kelas B-04 dan temanteman kosan di Bait An-Najwa. memberikan pengalaman dan motivasi serta doa kepada penulis. MA. membalas kebaikan dan bantuan yang telah mereka berikan selama penulisan. Dr. Semoga skripsi ini dapat membuka cakrawala yang lebih luas bagi pembaca serta menambah pengetahuan dan semoga bermanfaat untuk kita semua. sebagai penasehat akademik yang telah membimbing penulis selama menjadi mahasiswa. Apabila terdapat kekurangan dan kekhilafan dalam penulisan skripsi ini mohon dimaafkan. yang telah meluangkan waktu. mencurahkan tenaga. Salman Harun. sebagai dosen pembimbing materi dan teknik penulisan skripsi ini. Bapak Prof.

......................... 45 45 58 67 BAB IV PENUTUP ........... Identifikasi............ i ii iv BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................... A.............. Fungsi Suami ............................................................ B.. Pembatasan dan Perumusan Masalah ................................................................... B....................................................... C.................................................. Metode Pembahasan ....... 75 LAMPIRAN .. D............ Tujuan dan Manfaat Penulisan .................. B........................................................... Daftar Isi ......................................... 1 1 11 12 12 13 BAB II SUAMI SEBAGAI KEPALA RUMAH TANGGA ....................... 73 73 74 DAFTAR PUSTAKA .......... A................................................. Kewajiban Suami ............................................................................ Bertanggung Jawab . 15 15 23 29 BAB III PERANAN SUAMI DALAM MEMBINA RUMAH TANGGA YANG SAKINAH ............................................................................................................................................................................................................................. E........................................ Kata Pengantar . Menciptakan Rumah Tangga Sakinah ....................... C.............................................................................. B................. A........................................... A................................... ....................... Kedudukan Suami .................................... Tinjauan Pustaka .........................................................DAFTAR ISI Abstrak .......... Kesimpulan .................................... C.. Memberikan Teladan . Latar Belakang Masalah..................................................... Saran-saran ........................................

Nabi Suami Teladan…. dengan perantaraan hubungan material dan individual.2 Nasy’at Al-Masri. Islam tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan penciptanya tetapi juga mengatur hubungan antara manusia dengan manusia. Cet. Salim Basyarahil. Nabi Suami Teladan. dengan izin Allah. h. sehingga umat yang patuh pada aturan yang dibuat akan menemukan suatu kebahagiaan dan kedamaian. 2 1 Nasy’at.BAB I PENDAHULUAN A. 11. Latar Belakang Masalah Islam merupakan risalah terakhir dari langit ke bumi yang universal. Ke-8. menjalin hubungan kekeluargaan dan meneruskan keturunan. Kehidupan perkawinan merupakan industri pertama bagi umat sesudahnya untuk meningkatkan industri selanjutnya. Dan Islam pulalah yang telah membawa dunia menuju revolusi besar dalam berbagai aspek kehidupan. Islam menata hidup perkawinan dengan sempurna. karena masalah ini adalah masalah pokok yang sangat vital. 1993). dengan perantaraan seorang suami dan istri. Terj.1 Aturan itu diramu dengan sangat sempurna. h. (Jakarta: Gema Insani Press. Melalui perkawinan manusia dapat saling mengasihi. dan sebagainya. 11 1 . maka lahirlah putera-puteri yang mungil. Bayangkan.

Karena itu hidup sebagai suami istri bukanlah semata-mata sebuah ikatan yang dibuat berdasarkan perjanjian dengan manusia.2 Hikmah diciptakan oleh Allah manusia berpasang-pasangan yang berlainan bentuk dan sifat. Karena itu. mengarahkan pertemuan itu sehingga terlaksananya “perkawinan” dan beralihlah kerisauan laki-laki dan perempuan menjadi ketentraman dan sakinah. Oleh karena itu.3 Mendambakan pasangan merupakan fitrah sebelum dewasa. yaitu dengan wali dari pihak perempuan dan dengan keluarga perempuan itu secara keseluruhan.4 Menurut pasal 1 undang-undang perkawinan nomor 1 tahun 1974. sehingga dapat hidup berkembang selanjutnya. serta dengan perempuan itu sendiri.5 Perjanjian yang dibuat oleh seorang muslim untuk menjadikan seorang muslimah sebagai istri. akan tetapi yang lebih penting lagi adalah membuat perjanjian dengan Allah.6 ˱ ˴ ˸Σ˴ ˴ ˱ ͉ ˴ ͉ Ϣ˵ ˴ ˸ϴ˴ ˴ ˴ ˴ ˴ Ύ˴ ˸ϴ˴˶΍Ϯ˵ ˵ ˸δ˴ ͋˱ Ο΍˴ ˸ί˴˸Ϣ˵ ˶ ˵ ϧ˴˸Ϧ͋ Ϣ˵ ˴˴ ˴˴ ˸ϥ˴˶ ˶ Ύ˴ ΁˸Ϧ˶ ˴ ΔϤ έϭ ΓΩϮϣ ϜϨ Α ϞόΟϭ Ϭ ϟ· ϨϜ Θϟ Ύ ϭ ΃ Ϝδϔ ΃ ϣ Ϝϟ ϖϠΧ ΃ ϪΗ ϳ ϣϭ ˻˺ϡϭήϟ΍. merupakan perjanjian yang dibuat atas nama Allah. menjelaskan bahwa “perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang lakilaki dengan perempuan sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. saling memerlukan. agama mensyariatkan dijalinnya pertemuan antara laki-laki dan perempuan. pernikahan adalah salah satu di antara tandatanda kekuasaan Allah. dan dorongan yang sulit dibendung. adalah agar masing-masing saling membutuhkan.

Wawasan Al-Qur’an. Rahasia Perkawinan dalam Islam: Tuntunan Keluarga Bahagia (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. 2003). 2000). h.˴ ϭ˵ ͉ ˴ ˴ ˴ ˳ ˸Ϯ˴ ͋˳ Ύ˴ ΂˴˴ ˶˴ ϲ˶ ͉ ˶ ϥ ήϜϔΘϳ ϡ Ϙϟ Ε ϳ ϟ ϚϟΫ ϓ ϥ· Allah Swt. 5 Rusli Amin. 1994). Rumahku Surgaku: Sukses Membangun Keluarga Islami. h. h. 4 3 M. Ilmu Pendidikan. (Jakarta: Al-Mawardi Prima. 192. Quraish Shihab. Alisuf Sabri. Ke-3. Cet. berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 21: Amir Taat Nasution. (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. 14. Cet. (Bandung: Mizan. 1. 1999). 24. Cet. 6 . Ke-11. Ke-1. Ke-11. Cet. h.

dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Ke-1.“ (Q. rasa kasih dan rasa sayang sebagai suatu ketenangan yang dibutuhkan oleh masing-masing individu – lakilaki dan perempuan . Cet. Maka dari itu. hanya dengan pasangannyalah ia dapat menikmati manisnya cinta dan indahnya kasih sayang dan kerinduan. An-Nahl: 80).7 Islam menjadikan keluarga sebagai tempat untuk menjaga diri.. (Bandung: Mizan. S. Setiap suami istri yang menikah.8 Lembaga Darut-Tauhid. Terj. Ayat tersebut menggambarkan jalinan ketentraman.ketika jauh dari pasangannya. Ar-Rum: 21). ketentraman. ada ketenangan. supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. S.. Sesuai dengan firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 80: “Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal . tentu sangat menginginkan kebahagiaan hadir dalam kehidupan rumah tangga mereka. 82. sehingga keluarga harus dijadikan tempat tinggal yang penuh dengan kebahagiaan agar seluruh anggota keluarga betah di rumah dan selalu merindui. haruslah bersama-sama antara suami dan istri untuk mengekalkan cinta yang merupakan anugerah dari Allah. Chumaidi Umar. A. karena tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas hubungan suami dan istri dalam rumah tangga sangat mempengaruhi keluarga menjadi sakinah mawaddah wa rahmah. kenyamanan dan kasih sayang.3 “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. Untuk mewujudkan keluarga seperti yang di atas. Kiprah Muslimah dalam Keluarga Islam. sebab kebahagiaan merupakan pilihan dan buah dari cara berfikir dan bersikap. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Q. h. 1990). Rumah tangga yang menjadi surga dunia! tidaklah identik dengan limpahan materi. 8 7 ́˹ϞΤϨϟ΍. kebahagiaan bukanlah sebuah kemustahilan untuk dicapai. yaitu menciptakan ketentraman dan keselamatan dari segala bentuk kejahatan yang ditimbulkan oleh orang lain.

91. Cet.˱ ΎϨ˴ ˴ ˸Ϣ˵ ˶ Ϯ˵ ˵ Ϧ͋ Ϣ˵ ˴˴ ˴ ˴ ˵ ˷ϟ΍˴  Ϝγ ϜΗ ϴΑ ϣ Ϝϟ ϞόΟ ϪϠ ϭ Sholeh Gisymar. Ke-1. (Yogyakarta: Arina. . Kado Cinta untuk Istri. 2005). h.

196. Wawasan Al-Qur’an…. tidak cemburu buta. Mawaddah Mawaddah adalah kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk. DR. 195. Agar perkawinan itu menjadi kuat. Rahmah Prof. tidak menjadi pemarah apalagi pendendam. Orang yang di dalam hatinya ada mawaddah tidak akan memutuskan hubungan. Ke-3.4 “Kehidupan suami istri itu adalah rumus dari kebahagiaan dunia”. DR.9 Oleh sebab itu.11 Kualitas mawaddah wa rahmah di dalam rumah tangga. tidak mencari keuntungan sendiri. Wawasan Al-Qur’an…. Adapun pengikat perkawinan yaitu: 1. Maka ciptakanlah keluarga yang bahagia agar hidup di dunia juga bahagia. tidak bisa kita Abu Mohammad Jibril Abdurrahman. Rahmah menghasilkan kesabaran. seperti apa yang terjadi pada orang bercinta. 21. sehingga pintu-pintunya pun tertutup untuk dimasuki keburukan. Jadi. 2000). Quraish Shihab. 11 . (Yogyakarta: Wihdah Press. Ini disebabkan hatinya begitu lapang dan kosong dari keburukan. h. Yusuf Al-Qardlawy mengatakan “bahwa tidak ada artinya hubungan suami istri yang tidak didasarkan pada cinta dan kasih sayang. diperlukan pengikat yang kuat pula. apakah bahagia atau tidak. Prof. Quraish Shihab. Lebih tegas Dr. suami istri harus sama-sama menjaga dan menghormati ikatan perkawinan yang telah dibuat sebagai sebuah ikatan yang suci. yang dipupuk oleh suami dan istri sangat menentukan bagaimana kondisi rumah tangga tersebut. Quraish Shihab mengatakan: “Mawaddah” adalah “cinta plus”. murah hati. badan berdekatan namun ruh berjauhan”.10 2. 10 9 M. h. h. Karakteristik Lelaki Shalih. Cet. Quraish Shihab mengatakan: “Rahmah” kondisi psikologis yang muncul di dalam hati akibat menyaksikan ketidakberdayaan. M.

harmonis. tidak hanya perempuan yang harus dipilih oleh lakilaki. tempat tinggal dan segala kebutuhan material belaka. senda gurau yang menyenangkan.13 Untuk mewujudkan itu. tetapi perempuan pun diberi hak untuk memilih laki-laki yang akan dijadikannya suami. minuman.5 sangkal bahwa istri tidak hanya membutuhkan makanan. pakaian. saling menasehati dan toleran meletakkan pondasi mengangkat keluarga Islam dalam suatu lingkungan yang lestari dan sehat. kasih sayang. ϭνέϷ΍ϲϓΔϨΘϓϦϜΗ΍ϮϠόϔΗϻϥ΍ϩϮΟϭΰϓ ϪϨϳΩϭ ϪϘϠΧϥϮοήΗϦϣϢϛΎΗ΃΍Ϋ΍ Sebagaimana Rasulullah. senyum yang ceria. wajah yang cerah. ciuman yang mesra serta berbagai perilaku mulia yang menyejukkan hati dan mendinginkan gundahnya. karena dia memang dianggap sebagai yang paling bertanggung ϥΎΒΣϦΑ΍ϩ΍ϭέ. kerjasama. saw. bahkan itu semua melebihi daripada kebutuhan material12. namun istri juga sangat mengharapkan dari suami perhatian yang tulus. perkataan yang halus. orang yang selalu di sorot dalam kehidupan rumah tangga adalah seorang istri. akan terjadi fitnah di atas bumi dan banyak kerusakan” (H. maka kawinkanlah dia. Pernikahan dalam Islam menawarkan ketenangan jiwa dan kedamaian pikiran. Ibnu Hibban). sentuhan yang lembut. kepahitan dalam hidup. Dan yang terbaik itu adalah yang bagus agamanya.14 Selama ini. Karena jika tidak. R. bersabda: “Jika datang seorang pelamar yang bagus agamanya kepadamu. sehingga laki-laki dan perempuan bisa hidup bersama dalam cinta.

1. Cet. Bukhori Abu Syauqi. 12 Muhammad Ali Al-Hasyimi. Terj. Ke-1. (Pasuruan: Hilal Pustaka. 2007). Ke-1. 14 13 Jalaluddin Abdurahman Suyuti. (Beirut: Daar Al-Fikr). xiii. Jami’ Al-Hadis.ξϳήϋΩΎδϓ jawab tentang kehidupan di dalam rumah. h. . Ahmad Baidowi. Juz. merawat ‘Adil Fathi Abdulloh. Cet. mulai dari melayani suami. 93. 1999). Terj. h. 144. Menjadi Muslim Ideal. (Jakarta: PT Mitra Pustaka. h. Menjadi Suami Tercinta.

Sedangkan Peranan adalah dari kata dasar “peran” yang ditambahkan akhiran “an”. juga menggambarkan bahwa suami tidak bisa menjadi pemimpin dalam rumah tangga tersebut. Kamus Besar Bahasa Indonesia…. Bimbingan Islam untuk Mencapai Keluarga Sakinah. Sedangkan “peranan” adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. Ke-1. Tidak becusnya seorang istri dalam melayani suami. ini berakibat ketika ada sesuatu kesalahan di rumah tangga itu. 1996). Terj. Cet. h. tidak berhasil dalam mendidik anak dan lain sebagainya. kasih sayang. 769. . (Jakarta: Balai Pustaka. saling melengkapi untuk tercapainya cita-cita menjadi keluarga yang sakinah15. 1996). (Bandung: Al-Bayan. nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran serta saling keterikatan. Tetapi suami dan istri itu akan jalan bersama. Ida Nursida. Suami istri adalah pondasi dasar bagi sebuah bangunan rumah tangga. Kamus Besar Bahasa Indonesia. menjadi bapak bagi anak-anaknya.19 Jadi.6 dan mendidik anak. istri lah yang sering disalahkan. istri bukanlah menjadi saingan bagi suami. Abdul Hamid. hingga menimbulkan rasa cinta. Cet. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi ke-2. Dalam kehidupan rumah tangga adakalanya laki-laki menjadi pemimpin bagi keluarganya. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sejujurnya tidaklah pantas untuk selalu menyalahkan istri. Ke-3. h. Karakteristik Lelaki Shalih…. karena suami pun ikut bertanggung jawab. h. 1. karena itulah Islam menetapkan kriteria khusus baginya. apalagi sebagai musuh. 21. peran memiliki arti seperangkat tingkat yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat. h. menjadi teman hidup serta sebagai saudara bagi istrinya. ketentraman dan kebahagiaan. 19 18 17 16 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. h.16 Dalam kamus besar bahasa Indonesia. yang dimaksud suami yaitu “Laki-laki yang menjadi pasangan hidup resmi seorang perempuan”17. Dengan demikian. peranan suami dalam membina keluarga sakinah adalah 15 Abu Mohammad. (Jakarta: Balai Pustaka. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 860. 1988).18 Dan sakinah disini adalah kedamaian. 751. sehingga ia tidak bisa membimbing istrinya.

kulit dan dagingnya. untuk itulah manusia hidup di dunia ini harus saling tolong menolong dan lengkap melengkapi. dalam surat An-Nisa ayat 19: ͉ ˵ Ϯ˵ ˵ ˸ϫ˶ ˴  ϥ˶ ˴  ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶  ͉ ˵ ϭ˵ ˶ Ύ˴ ˴  ˳ ˴ ͋ ˴ ͊  ˳ ˴ ˶ Ύ˴ ˶  ˴ ϴ˶ ˸΄˴  ϥ˴ ͉ ˶ ͉ ˵ Ϯ˵ ˵ ˸ϴ˴ ΁ Ύ˴ Ϧϫ ϤΘ ήϛ Έϓ ϑ ή Ϥ Α Ϧϫ ήη ϋϭ ΔϨϴΒϣ ΔθΣ ϔΑ Ϧ Η ϳ ΃ ϻ· Ϧϫ ϤΘ Η ϣ “Hai orang-orang yang beriman. bentuk dan sifatnya. akal dan pikirannya. kekuatan tubuh dan anggotanya. ketentraman. cinta mencintai. Kemudian bila kamu tidak 20 ˺̂˯ΎδϨϟ΍.22 Sesuai ˶ ˸ό˴ ˶ ˸΍Ϯ˵ ˴ ˸ά˴ ˶͉ ˵ Ϯ˵˵ ˸ό˴ ˴ ˴ ˱ ϫ˸ή˴ ˯Ύ˴ ͋ ϟ΍˸΍Ϯ˵ ˶ ˴ ϥ˴˸Ϣ˵ ˴͊ ˶ ˴ ˴ ˸΍Ϯ˵ ˴ ΁˴ ϳ˶ ͉΍Ύ˴ ͊ ˴Ύ˴ ξ ΒΑ Βϫ Θϟ Ϧϫ Ϡπ Η ϻϭ Ύ ϛ δϨ ΛήΗ ΃ Ϝϟ ϞΤϳ ϻ Ϩϣ Ϧ άϟ Ϭϳ΃ ϳ dengan firman Allah swt. Pada diri manusia mempunyai kelebihan dan juga kekurangan. juga telah menciptakan perbedaan antara laki-laki dan perempuan. suami yang bertanggung jawab adalah suami yang bergaul dengan istrinya secara baik dan sabar atas apa yang tidak disukai darinya. tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Dan kekurangan itu membuktikan bahwa manusia tidak ada yang sempurna dan sifat yang sempurna itu hanyalah ada pada Allah swt. Allah swt. kelebihan. terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata.20 Perbedaan-perbedaan itu tentu mempunyai hikmah yang banyak dan laki-laki maupun perempuan tidak akan dapat membantah dan menyangkalnya. mereka dapat saling mengerti. Maka dari itu pendamping istri yang baik adalah suami yang bertanggung jawab.7 bagian dari tugas utama yang harus dilakukan oleh suami (laki-laki yang menjadi pasangan hidup resmi seorang perempuan) untuk mewujudkan keluarga yang penuh dengan kedamaian. sehingga dengan perbedaan itu. “dalam susunan badannya. sayang menyayangi dan selanjutnya mereka juga dapat saling kuasa menguasai.21 Menurut Al-Quran. kepala dan rambutnya. tulang dan darahnya. ketenangan dan kebahagiaan. jenis kelamin dan seterusnya”.

185. (Jakarta: Aillah. Terj. Karakteristik Lelaki Shalih…. 2005). Abu Mohammad. 12.˱ήϴ˶ ˴ ˱ή˸ϴ˴ ˶ ϴ˶ ˵ ˷ϟ΍˴ ˴ ˸Π˴ ˴ ˱ Ό˸ϴ˴ ˸΍Ϯ˵ ˴ ˸Ϝ˴ ϥ˴ϰ˴ ˴ ˴ ΍ Μϛ ΍ Χ Ϫ ϓ ϪϠ Ϟό ϳϭ Ύ η ϫή Η ΃ δόϓ Abu Mohammad. 12. h. Bingkai Cinta Sepasang Merpati: Bahagia Menjadi Suami Ideal dan Istri Ideal”. Karakteristik Lelaki Shalih…. h. Ibnu Ali. Ke-1. 21 Majdi Fathi Al-Sayyid. 22 . h. Cet.

(maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu. keluarga dan semua orang yang ada dalam tanggungannya.23 Sejalan dengan Al-Qur’an dan hadis di atas. Pandangan Al-Quran di atas tentang suami yang bertanggung jawab.25 Penuturan Ahmad Kusyairi tersebut. bersemangat.27 23 ϯάϣήΘϟ΍ϩ΍ϭέ. S. dan memperlakukannya dengan patut seperti yang diperintahkan oleh Allah”. Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi’ mengatakan bahwa suami “akan menjaga istrinya.24 mengatakan: “Yang selalu menunaikan kewajiban-kewajiban Allah. Timidzi). dan sebaik-baik kalian adalah kalian yang baik terhadap istriistri kalian” (H.26 Di lain pihak Sholeh Gisymar menyebut suami sebagai “suami yang dapat mendidik dan mengarahkan istri pada kebaikan yang dapat menuntunnya menggapai ridha Ilahi”. yang selalu berusaha membahagiakan istrinya”. padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (Q. An-Nisa: 19). penuh perhatian serta berlapang dada”.: “Sesungguhnya mukmin yang sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. dengan ikhlas penuh semangat dan lapang dada.8 menyukai mereka. sama dengan pandangan hadis dari Rasulullah saw. hampir sama dengan pendapat Kasmuri Selamat: “yang melaksanakan kewajiban terhadap keluarganya dengan penuh tanggung jawab. R. yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.

Kado Pernikahan. Kasmuri Selamat.. h. Juz. Ahmad Kusyairi Suhail. 109. 2. Ke-6. 1. 2007). 63. Suami Idaman Istri Impian: Membina Keluarga Sakinah. yang menyebut suami dengan istilah “Suami yang Shalih” Abdurahman Suyuti. (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.ϢϬ΋ΎδϨϟϢϛέΎϴΧϢϛέΎϴΧϭΎϘϠΧϢϬϨδΣ΃ΎϧΎϤϳ·ϦϴϨϣΆϤϟ΍ϞϤϛ΃ Ahmad Kusyairi. Cet. Kado Cinta untuk Istri. Cet. h. h. Menghadirkan Surga di Rumah.. (Jakarta: Maghfirah Pustaka. Terj. 9. h. Cet.. h. 2007). . Abdul Roysad Shiddiq. 2007). 83. Ke-8. 27 26 25 24 Sholeh Gisymar. (Jakarta: Kalam Mulia. Jami’ Al-Hadis …. Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi’. Ke-1.

Tiga lembaga pendidikan tersebut adalah: pendidikan keluarga. (Bandung: Remaja Rosda Karya. Dalam Islam. Berbicara tentang keluarga. yaitu 3 (tiga) lingkungan (lembaga) pendidikan yang sangat berpengaruh dalam perkembangan kepribadian anak didik.9 Berdasarkan dari penjelasan-penjelasan tersebut di atas dapat penulis simpulkan bahwa ada peranan yang harus dilakukan oleh suami. Cet. seorang anak lebih dulu memperoleh bimbingan dari keluarganya. kehidupan anak juga lebih banyak dihabiskan dalam pergaulan keluarga. keluarga merupakan salah satu lembaga yang bertanggung jawab atas pendidikan anak selain sekolah dan masyarakat. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Di antara 3 (tiga) lingkungan tersebut. dikenal adanya Tri Logy Pendidikan atau Tri Pusat Pendidikan.28 Dengan demikian. Apalagi dalam keseluruhannya. Dalam dunia pendidikan. lingkungan keluarga yang paling penting pengaruhnya dalam pendidikan agama. Karena dalam proses pendidikan. sebagai pemberi amanat. karena ayah lah yang membimbing Istri tersebut dan dia menjadi figur sebagai seorang pemimpin sekaligus pembimbing bagi anak-anak. 1994). sekolah dan masyarakat. “Amanat yang wajib dipertanggung jawabkan. Ketika peranan itu dilakukan. 160. Ke-2. dimana segala tingkah lakunya akan ditiru. 28 . Sebagaimana dinyatakan oleh Ki Hajar Dewantara. Dari kedua orang tua. tentu kita tidak bisa melupakan sosok anak. untuk pertama kali seorang anak mengalami pembentukan watak (kepribadian) dan mendapatkan pengarahan moral. Walaupun demikian peran dari seorang ayah tidak bisa dilupakan. pertanggung jawaban amanat tersebut. secara umum inti tanggung jawab itu ialah penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak dalam rumah tangga”. terutama dari ibunya. Jelas sekali tanggung jawab orang tua terhadap anak tidaklah kecil. maka hadirlah di tengah-tengah keluarga kebaikan dan keberkahan. h. Itulah sebabnya pendidikan keluarga disebut sebagai pendidikan pertama dan yang utama serta merupakan Ahmad Tafsir. langsung berhubungan dengan Allah swt. sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas dan sebelum mendapat bimbingan dari sekolah. anak dipandang sebagai amanat dari Allah swt.

orang tua yang berperan dan bertanggung jawab atas kehidupan keluarga harus memberikan dasar dan pengarahan yang benar terhadap anak. Karena itu.10 peletak pondasi dari watak dan pendidikan setelahnya. yakni dengan menanamkan ajaran agama dan akhlak karimah”. “Demikianlah keluarga mempunyai peranan penting dalam proses pendidikan anak.29 Ketika kita membicarakan pendidikan keluarga merupakan pendidikan awal ϩ΍ϭέ.

dkk.30 pada skripsi ini dengan judul “PERANAN SUAMI DALAM MEMBINA KELUARGA SAKINAH”. Shahih Imam Muslim. atau Majusi” (H. 2. Rais Lathief. 3. penulis mencoba menuangkan permasalahan tersebut 1. Al-Bukhari dan Muslim). Adapun alasan penulis memilih judul skripsi ini sebagai berikut: ϢϠδϣϭϱέΎΨΒϟ΍ Atas pemikiran di atas. 869. lalu kedua orang tuanya yang menjadikannya beragama Yahudi. Ke-1. R. ϪϧΎδΠϤϳ ϭ΃ Ϫϧ΍ήμϨϳ ϭ΃ Ϫϧ΍ΩϮϬϳ ϩ΍ϮΑ΄ϓ Γήτϔϟ΍ ϰϠϋ ΪϟϮϳ ΩϮϟϮϣ Ϧϣ Ύϣ yang sangat penting. Suami merupakan pemimpin dalam kehidupan rumah tangga yang memiliki peranan yang sangat besar dalam membimbing istri dan mempersiapkan pendidikan untuk anak-anaknya. Inti dari sebuah keluarga itu adanya suami. banyaknya suami yang melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). h. atau Nasrani. Cet. 29 Wahjoetomo. yaitu membentuk keluarga yang sakinah. Melihat realita yang ada. maka suami yang bertanggung jawab sangat mutlak diperlukan untuk mencapai citacita dari perkawinan. Khusus. h. istri dan anak. 1997). (Jakarta: Gema Insani Press. 2003). 21. Perguruan Tinggi Pesantren Pendidikan Alternatif Masa Depan.: “Tidak ada seorang anak pun kecuali dilahirkan sesuai dengan fitrah. Muslim. ini sangat sesuai dengan hadis Rasulullah saw. Cet. (Jakarta: Keluarga Lathief. 30 . Terj. penuh dengan mawaddah wa rahmah.

Bagaimana karakteristik suami yang bertanggung jawab? . Karakteristik Suami yang bertanggung jawab 3. 2. Suami yang dimaksud adalah yang berstatus sebagai individu dan anggota masyarakat yang menjadi pasangan hidup resmi seorang perempuan yang diikat dengan tali pernikahan. Perumusan Masalah Dari pembatasan masalah di atas. Peranan suami dalam membina keluarga yang sakinah. Untuk memperkaya khazanah keilmuan tentang konsep-konsep Islam. B. Bagaimana peranan suami sebagai kepala rumah tangga dalam membina keluarga sakinah? 2. 2. Pembatasan dan Perumusan Masalah 1. penulis merumuskan masalah menjadi: 1. Suami sebagai kepala rumah tangga. Untuk dapat menjadikan sebuah karya tulis yang baik pembatasan terhadap masalah yang akan dikaji merupakan salah satu bagian penting demi terciptanya fokus pembahasan. Identifikasi Masalah Dari permasalahan-permasalahan yang dapat diidentifikasi di atas. Bagaimana peranan suami dalam membina keluarga yang sakinah? 3. Identifikasi. yaitu: 1. 2. untuk itu objek kajian yang akan dituangkan ke dalam skripsi ini diidentifikasikan pada hal-hal berikut: 1. Peranan yang dimaksud adalah bagian dari tugas utama (kepala keluarga) yang harus dilakukan oleh suami.11 4. diharapkan menjadi sumbangan pemikiran yang dapat dimanfaatkan oleh semua pihak yang membutuhkan. kiranya harus dicarikan jawaban dari masalah-masalah tersebut dan menyelesaikannya. Pembatasan Masalah Kemudian dalam penulisan skripsi ini penulis merasa perlu untuk memberikan suatu pembatasan masalah agar tidak melebar. 3.

begitu juga dengan penulisan skripsi ini. (Bandung: Pustaka Setia. maka secara spesifik tujuan yang akan dicapai dari penulisan ini adalah sebagai berikut: a. b. Ahmad Rofi’i. b. Ulumul Quran II. Manfaat penulisan Adapun hasil penulisan skripsi ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: a. 115. Tujuan dan Manfaat Penulisan 1. terutama pendidikan keluarga. D. Berdasarkan seluruh permasalahan yang dirumuskan dalam perumusan masalah. Sedangkan tujuan akademis dari penulisan skripsi ini adalah untuk memperluas paradigma berpikir dan wacana keilmuan dalam bidang pendidikan. Untuk mengetahui peranan suami dalam membina keluarga yang sakinah. c. Ke1. Tujuan penulisan Setiap karya tulis yang bernilai ilmiah tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Untuk itu harus dilakukan komparasi dan Ahmad Syadali. Memberi acuan bagi para pelajar laki-laki untuk menjadi laki-laki yang shaleh/bertanggung jawab dan mampu mengatasi berbagai masalah dalam rumah tangga. 31 . 1997). Untuk mengetahui kedudukan dan fungsi suami sebagai kepala rumah tangga. Dari tulisan ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan para orang tua dalam upaya membentuk keluarga yang sakinah. Metode Pembahasan Metode pembahasan yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode maudhu’i (tematik). Yaitu cara-cara menafsirkan ayat-ayat Al-Quran yang dilakukan dengan cara tertentu31. Cet. Untuk mengetahui kriteria suami yang bertanggung jawab.12 C. 2.. h.

qalam. banyak hal khususnya teori dan pendapat yang menjadi perhatian penulis untuk dijadikan penunjang penulisan dan menjadi perbandingan bagi penulis selanjutnya. E. h. Ilmu Tafsir. Dalam beberapa buku dan skripsi yang saya baca. Quraish Shihab. 33 32 Rosihon Anwar. Maka tidak menutup kemungkinan ketika skripsi yang disusun oleh penulis ini memiliki kemiripan dengan skripsi penulis lainnya. Tinjauan Pustaka Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang disusun dalam rangka menyelesaikan studi tingkat sarjana program strata 1 (S1). M. Antara Kewajiban dan Realitas yang menjadi referensi penulis dalam rangka mengetahui berbagai teori tentang peranan http://www. oleh Hamid. 2000). ketua jurusan tafsir di Universitas al-Azhar33.or. Pengenalan Singkat Tentang Metode Tafsir Tematik Sebagai Salah Satu Metode Tafsir Terbaru. kemudian dibahas atau ditafsirkan sesuai dengan kaedah yang berlaku.id/?pilih=news&aksi=lihat&id=341. Selasa. . penafsir membahas dan menganalisis kandungan ayat-ayat tersebut sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh32. (Bandung: Pustaka Setia. Kemudian. di dalam karyanya Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Mizan). Dr. 161.” Orang yang pertama kali memperkenalkan metode ini adalah al-Jalil Ahmad As-Sa’id al-Kumi. Cet.13 penghimpunan ayat yang saling berkaitan. Husain Syahatah merupakan penulis sebuah buku dengan judul Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga. Ke-1. memberikan defenisi tafsir maudhu’i secara lebih rinci: “…menghimpun ayat-ayat Al-Quran dari berbagai surah dan yang berkaitan dengan persoalan atau topik yang ditetapkan sebelumnya. Adapun pedoman yang di jadikan sandaran penulis dalam penulisan skripsi ini adalah pedoman penulisan skripsi yang diterbitkan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Dan sebagai tinjauan pustaka penulis dalam menyusun teori-teorinya mengambil dari buku-buku dan skripsi yang bersangkutan dengan kewajiban suami dalam pandangan Islam. 20 Nopember 2007.

. Dari skripsi yang penulis susun ini terdapat perbedaan dengan tinjauan pustaka yang penulis tunjukan yaitu karya Husain Syahatah Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga. Dalam buku ini dijelaskan bahwa peranan suami itu tidak jauh berbeda dengan peranan istri dalam Islam.14 suami dalam membina keluarga yang sakinah. Antara Kewajiban dan Realitas perbedaan tersebut terletak pada penjabaran teori yang lebih melihat dengan jelas kepada kewajiban suami sebagai kepala. apalagi tidak memberi nafkah kepada mereka. pendidik dan pendamping istri dalam rumah tangga. perbedaannya adalah suami merupakan pemimpin di dalam keluarga dan besar larangannya jika suami tidak memperhatikan urusan keluarga (istri dan anak).

Disini. penjagaan hubungan rumah tangga dengan masyarakat. defenisi ibu rumah tangga adalah bahwa seorang ibu mempunyai tugas-tugas pengaturan rumah tangga berskala “kecil. Ke-1. dan istri adalah ibu rumah tangga.” seperti pengaturan rumah dan perabotan. Cet.1 Tampaknya. Hanya untuk Suami. yang berlaku umum dalam masyarakat kita adalah bahwa kepala rumah tangga mengurusi urusan-urusan “besar” dalam rumah tangga. (Jakarta: Gema Insani. h.BAB II SUAMI SEBAGAI KEPALA RUMAH TANGGA A. seorang ibu rumah tangga dihabiskan waktunya untuk disibukkan dalam rumah tangga tersebut. Problemya adalah apa yang dimaksud dengan kepala rumah tangga dan apa yang dimaksud dengan ibu rumah tangga.” tetapi pada kenyataannya. 276. 1996). Logika ini tidak bisa diganti dengan sebaliknya. Di sinilah kadang seorang kepala rumah tangga kurang menyadari tugas-tugas ibu rumah tangga. Fungsi Suami Sudah jamak dipahami bahwa suami adalah kepala rumah tangga. yakni yang menyangkut pencarian nafkah. tugas ibu rumah tangga tersebut ringan dan “kecil. pengaturan kesejahteraan anggota-anggota rumah tangga dan pengaturan anak. 15 . 1 Majid Sulaiman Daudin. dan urusan-urusan lain yang melibatkan rumah tangga dengan kehidupan sosial. pengaturan urusan dapur. pengaturan urusan keuangan rumah tangga. Sementara.

16 Jadi. kerelaan seorang istri untuk menjadi ibu rumah tangga dan keikhlasannya menganggap suami menjadi kepala rumah tangga. bertujuan untuk menciptakan negara yang maju. ini tergambar jelas dalam firman Allah: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. aman dan sejahtera. yang memerlukan seseorang pemimpin. maka suami akan menyadari bahwa tugas-tugas konkrit seorang istri lebih berat daripada tugastugas seorang suami. oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). bahwa pembagian yang seperti itu adalah pembagian yang alamiah2. Keluarga bisa dianggap sebagai miniatur dari sebuah sistem pemerintahan. S. An-Nisa: 34). (˼˽˯ΎδϨϟ΍. Maka. Begitu juga dengan keluarga. Dan hal ini memang telah dimekanismekan oleh alam. Agama Islam menganggap bahwa pemimpin atau kepala dalam rumah tangga ˸Ϧ˶  ˸΍Ϯ˵ ˴ ϧ˴ Ύ˴ ˶ ˴  ˳ ˸ό˴  ϰ˴˴  ˸Ϣ˵ ˴ ˸ό˴  ˵ ˷ϟ΍ ˴ ͉ ˴  Ύ˴ ˶  ˯Ύ˴ ͋ ϟ΍ ϰ˴˴  ˴ Ϯ˵ ΍͉ ˴  ˵ Ύ˴ ͋ ϟ΍ ϣ Ϙϔ ΃ ϤΑϭ ξ Α Ϡϋ Ϭπ Α ϪϠ Ϟπϓ ϤΑ δϨ Ϡϋ ϥ ϣ Ϯϗ ϝ Οή itu adalah seorang suami. mawaddah wa rahmah. kalau para suami mau jujur terhadap dirinya sendiri. dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (Q. yang memerlukan seorang pemimpin yang biasa disebut dengan kepala rumah tangga untuk menciptakan keluarga yang diimpikan yaitu keluarga yang sakinah. adalah penghormatan yang setinggi-tingginya yang dapat diberikan oleh seorang istri kepada suaminya.

δϨ Ϡϋ ϥ ϣ Ϯϗ ϝ Οή Para lelaki. h. pemimpin dan penanggung jawab atas para wanita. . yakni jenis kelamin atau suami adalah qawwamun.. sebagaimana 2 Majid Sulaiman.. Al-Alusi menyatakan hal yang senada bahwa tugas laki-laki adalah memimpin perempuan. Kemudian Az-Zamaksyari menjelaskan bahwa laki-laki berkewajiban melaksanakan amar makruf nahi mungkar kepada perempuan. sebagaimana penguasa terhadap raknyatnya. 277. Hanya untuk Suami.˸Ϣ˶ ˶΍˴ ˸ϣ˴ Ϭϟ Ϯ ΃ ˯Ύ˴ ͋ ϟ΍ ϰ˴˴  ˴ Ϯ˵ ΍͉ ˴  ˵ Ύ˴ ͋ ϟ΍. Ibnu Abbas – pakar tafsir yang terkenal di kalangan sahabat – menafsirkan bahwa laki-laki (suami) adalah pihak yang mempunyai kekuasaan dan wewenang untuk mendidik perempuan (istri).

larangan dan semacamnya. Jalaluddin as-Suyuthi memaknainya dengan “laki-laki sebagai penguasa (musallithun) atas perempuan.” sedangkan Ibnu Katsir memaknainya dengan “laki-laki adalah pemimpin yang dituakan dan pengambil kebijakan bagi perempuan.3 Kata (˵ Ύ˴ ͋ ϟ΍) ar-rijal adalah bentuk jamak dari kata ϝ Οή (ϞΟέ.17 pemimpin memimpin raknyatnya dalam bentuk perintah.

yang diterjemahkan lelaki. maka tentu konsiderannya tidak demikian4. seperti ditegaskan pada lanjutan ayat. Tetapi kemudian M. Berbeda dengan kata (˯ΎδϨϟ΍. Quraish Shihab menemukan bahwa Muhammad Thahir Ibn Asyur dalam tafsirnya mengemukakan satu pendapat yang amat perlu dipertimbangkan yaitu bahwa kata ar-rijal tidak digunakan oleh bahasa Arab. walaupun Al-Quran tidak selalu menggunakannya dalam arti tersebut. bahkan bahasa Al-Quran dalam arti suami. Seandainya yang dimaksud dengan kata “lelaki” adalah kaum pria secara umum. adalah “karena mereka mereka. dikemukakan bahwa ar-rijalu qawwamuna ‘ala an-nisa’. bukan berarti lelaki secara umum karena konsideran pernyataan di atas. Dalam buku wawasan Al-Quran.

an-nisa’ atau (para suami) menafkahkan sebagian dari harta mereka” yakni untuk istri-istri Γ΃ήϣ΍.

yaitu suami. Kata yang terambil dari kata (ϡΎϗ. imra’ah yang digunakan untuk makna istri5. kata ar-rijal yang dimaksud oleh Quraish Shihab dalam bukunya wawasan al-Quran adalah lelaki secara khusus. Namun. karena konsideran dengan lanjutan ayat yaitu “karena mereka (para suami) menafkahkan sebagian dari harta mereka” yakni istri-istri mereka.

2004). Ke-X. Jil. Cet. qama. 42. 5 3 (ϥϮϣ΍Ϯϗ. 2. Tafsir Al-Misbah: Pesan. Kata ini berkaitan dengannya. 424. (Jakarta: Lentera Hati. UIN Syarif Hidayatullah. (Jakarta: Pusat Studi Wanita (PSW). Relasi Suami dalam Islam. dan Keserasian Al-Quran. Perintah tersebut bukan berarti Sri Mulyati. Kesan. h. h. Perintah shalat –misalnya – juga menggunakan akar kata itu. 2007). Quraish Shihab. 4 M.

qawwamun adalah bentuk jamak dari kata

(ϡ΍Ϯϗ

qawwam,

Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah…, h. 424

18

perintah mendirikan shalat, tetapi melaksanakannya dengan sempurna, memenuhi segala syarat, rukun dan sunah-sunahnya. Seorang yang melaksanakan tugas dan atau apa yang diharapkan darinya dinamai

(Ϣ΋Ύϗ

qa’im. Kalau dia melaksanakan

tugas itu sesempurna mungkin, berkesinambungan dan berulang-ulang, maka dia dinamai qawwam. Ayat di atas menggunakan bentuk jamak, yakni qawwamun sejalan dengan makna kata ini diterjemahkan dengan pemimpin. Tetapi – seperti terbaca dari maknanya

(ϝΎΟήϟ΍

h. (Jakarta: Gema Insani Pres. dkk. 42. Ahmad Mustafa Al-Maragi juga mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Al-Qiyam ialah kepemimpinan. yaitu dengan mengembalikan mereka semua kepada hukum Allah. Tafsir Al-Maragi. Lebih tegas lagi. Hery Noer Aly. Dengan ditunjuknya suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Terj: As’ad Yasin. perhatian. Toha Putra. Atau dengan kata lain dalam pengertian “kepemimpinan” tercakup pemenuhan kebutuhan. Ke-2. Seiring dengan pendapat di atas. 353 – 354. 6 Quraish Shihab. 8 7 . walau harus diakui bahwa kepemimpinan marupakan satu aspek yang dikandungnya. Tafsir Al-Misbah….h. 1993). kemudian menjelaskan keistimewaan-keistimewaan peraturannya agar tidak terjadi keberantakan antar anggotanya. Terj. dkk. memberikan batasan bahwa kepemimpinan dalam organisasi rumah tangga ini berada di tangan lakilaki8. Sebab makna Al-Qiyam tidak lain adalah bimbingan dan pengawasan di dalam melaksanakan apa-apa yang ditunjukkan oleh suami dan memperhatikan segala perbuatannya7. (Semarang: CV. Sayyid Quthb. maka suami harus mampu membimbing keluarga tersebut dan menjaganya dari keberantakan yang akan menyebabkan kehancuran rumah tangga. h. dan pembinaan6. 2000) Jil. Cet. Jil. bukan hukum hawa nafsu. Ke-2. 424 Ahmad Mustafa Al-Maragi. 2. pembelaan. Cet. ar-rijal yang berarti banyak lelaki. perasaan dan keinginan pribadi. Tafsir Fi Zhilalil Quran: Di Bawah Naungan Al-Quran. Seringkali di atas – agaknya terjemahan itu belum menggambarkan seluruh makna yang dikehendaki. yakni orang yang dipimpin bertindak sesuai dengan kehendak dan pilihan pemimpin. Sayyid Quthub menjelaskan bahwa ayat di atas merupakan ayat yang mengatur organisasi dalam keluarga. pemeliharaan. 5.

pemimpin dan penanggung jawab atas para wanita. tapi boleh jadi juga sirna seketika. Quraish Shihab. 426. serta diikat oleh perjanjian rinci yang dapat diselesaikan melalui pengadilan. karena suami merupakan pemimpinnya. 425. yakni laki-laki secara umum atau suami telah menafkahkan sebagian dari harta mereka untuk membayar mahar dan biaya hidup untuk istri dan anak-anaknya.” Yakni masing-masing memiliki keistimewaan-keistimewaan. Tetapi keistimewaan yang dimiliki lelaki. Tafsir Al-Misbah…. sehingga persesuaian dan perselisihan dapat muncul seketika. 10 . disinggung oleh ayat ini dengan menyatakan bahwa: para lelaki. Kini. yaitu9: Pertama. bukan dengan perasaan. menetapkan laki-laki sebagai pemimpin dengan dua pertimbangan pokok. suamilah yang akan bertanggung jawab terhadap keluarga tersebut. Disisi lain keistimewaan yang dimiliki perempuan lebih menunjang tugasnya sebagai pemberi rasa damai dan tenang kepada lelaki serta lebih mendukung fungsinya dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Kondisi seperti ini membutuhkan adanya seorang pemimpin. melebihi kebutuhan satu perusahaan yang bergelut dengan angka-angka. Murthadha Muthahhari seorang ulama terkemuka Iran dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Abu Az-Zahra An-Najafi ke dalam bahasa Arab dengan judul Nizham Huquq al-Mar’ah menulis bahwa keistimewaan antara laki-laki dan perempuan adalah sebagai berikut10: 9 Quraish Shihab. lebih menunjang tugas kepemimpinan daripada keistimewaan yang dimiliki perempuan. Persoalan yang dihadapi suami istri. ξ Α Ϡϋ Ϭπ Α ϪϠ Ϟπϓ ϤΑ ˳ ˸ό˴ ϰ˴˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˸ό˴ ˵ ˷ϟ΍˴ ͉ ˴ Ύ˴ ˶ “karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Tafsir Al-Misbah…. serta latar belakang perbedaan itu. seringkali muncul dari sikap jiwa yang tercermin dalam keceriaan wajah atau cemberutnya. yakni jenis kelamin atau suami adalah qawwamun.19 Allah telah menetapkan adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan. fungsi dan kewajiban masing-masing jenis kelamin.h. oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka. Allah swt. Dengan demikian. h.

Caranya pun berbeda. tetapi perempuan lebih mampu membentengi diri dari penyakit dibanding lelaki. Sangat adil pula jika Allah melengkapi laki-laki dan wanita dengan perangkat reproduksi yang berbeda. suara lelaki dan telapak tangannya kasar. Rata-rata bentuk kepala lelaki lebih besar dari perempuan. Dari segi psikis Secara umum lelaki lebih cenderung kepada olahraga. bahkan dewasa dari lelaki. berbeda dengan lelaki. . termasuk tanda-tanda seksual keduanya11. 2. Perempuan menghindari penggunaan kekerasan terhadap dirinya atau orang lain. Di sisi lain. karena itu jumlah wanita yang bunuh diri lebih sedikit dari jumlah pria. 197. sedangkan perempuan cenderung kepada perdamaian dan keramahan.20 1. sementara wanita lebih tenang dan tentram. tali gantungan atau meloncat dari ketinggian – sementara wanita menggunakan obat tidur. maka sebenarnya perempuan lebih besar. Dari segi fisik Lelaki secara umum lebih besar dan lebih tinggi dari perempuan. dan semacamnya. perasaan perempuan secara umum kurang konsisten 11 Ahmad Kusyairi. kecantikan. berburu. berbeda dengan suara dan telapak tangan perempuan. dan denyut jantung perempuan lebih cepat dari denyut lelaki. Perempuan biasanya lebih cenderung kepada upaya menghiasi diri. yang biasanya lebih berkepala dingin. pertumbuhan perempuan lebih cepat dari lelaki. pekerjaan yang melibatkan gerakan dibanding wanita. sehingga sentimen dan rasa takutnya segera muncul. dan lebih cepat berbicara. Lelaki secara umum cenderung kepada tantangan dan perkelahian. biasanya lelaki menggunakan cara yang keras – pistol. Menghadirkan Surga di Rumah…. tetapi jika dibandingkan dari segi bentuk tubuhnya. h. lelaki lebih agresif dan suka ribut. racun. Perasaan wanita lebih cepat bangkit dari lelaki. Kemampuan paru-paru lelaki menghirup udara lebih besar/banyak dari perempuan. dan mode yang beraneka ragam serta berbeda bentuk.

h. serta kenyataan umum dalam masyarakat umat manusia sejak dahulu hingga kini. ini jelas nampak sejak kanak-kanak. Tafsir Al-Misbah…. bahkan kekasihnya. khususnya dalam rangka memelihara dan membimbing anak-anak12. Kedua. Perasaan perempuan lebih keibuan.21 dibanding dengan lelaki. di sisi lain pria malu jika ada yang mengetahui bahwa kebutuhan hidupnya ditanggung oleh istrinya. dan lebih banyak berbasa-basi. Tafsir Al-Misbah…. 13 . Perlu dicatat bahwa walaupun secara umum pendapat di atas sejalan dengan petunjuk ayat yang sedang ditafsirkan ini. 427-428. Bentuk kata kerja past tense/masa lampau yang digunakan ayat ini “telah menafkahkan” menunjukkan bahwa memberi nafkah kepada wanita telah menjadi suatu kelaziman bagi lelaki. Keistimewaan itu amat dibutuhkan oleh keluarga. Justru itulah salah satu keistimewaan yang tidak dan kurang dimiliki oleh pria. Ϭϟ Ϯ ΃ ϣ Ϙϔ ΃ ϤΑϭ disebabkan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian harta mereka. Cintanya kepada keluarga serta kesadarannya tentang kepentingan lembaga keluarga lebih besar dari lelaki. namun adalah sewajarnya untuk tidak menilai perasaan wanita yang sangat halus itu sebagai kelemahan. takut. ˸Ϣ˶ ˶΍˴ ˸ϣ˴ ˸Ϧ˶  ˸΍Ϯ˵ ˴ ϧ˴ Ύ˴ ˶ ˴ . cerewet. Wanita secara psikologis enggan diketahui membelanjai suami. Karena itu. Perbedaan antara laki-laki dan wanita secara fisik dan psikis serta fenomena kodrati di atas sesungguhnya diatur sedemikian rupa oleh Allah untuk menunjang tugas masing-masing. Penyebutan konsideran itu oleh ayat ini menunjukkan bahwa kebiasaan lama itu masih berlaku hingga kini13. lebih tekun beragama. Quraish Shihab. 428. Perempuan lebih berhati-hati. sehingga langsung digambarkan dengan bentuk kata kerja masa lalu yang menunjukkan terjadinya sejak dahulu. h. Sedemikian lumrah hal tersebut. agama Islam yang tuntunan- 12 Quraish Shihab.

Paradigma pemimpin kaum adalah pelayan mereka. kewajiban memenuhi kebutuhan dan anak-anak – lahir hak-hak suami yang harus pula dipenuhi oleh istri. 199. Suami wajib ditaati oleh istrinya dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan ajaran agama. serta tidak bertentangan dengan hak pribadi sang istri.22 tuntunannya sesuai dengan fitrah manusia. agar ia tidak mengembangkan kepemimpinan yang diktator. 428 Ahmad Kusyairi. serta . Hal ini tidak 14 Disinilah barangkali hikmah mengapa redaksi atas tidak berbunyi “ar-rijalu Quraish Shihab. serta akan mendapatkan pelayanan baik dari istri dan anggota keluarga. dan rahmah (rasa sayang) 15 Dari kedua faktor yang disebut di atas – keistimewaan fisik dan psikis. tidak boleh mengantarnya kepada kesewenang-wenangan. akad perdata yang berkonsentrasi pada kawin kontrak atau akad ijarah (sewa menyewa) sehingga istri ibarat budak bagi suami untuk dipekerjakan.” melainkan berbunyi “ar-rijalu qawwamuna ‘ala an-nisa” padahal kedua redaksi mempunyai pengertian yang hampir sama. mawaddah dan rahmah. sehingga istri selalu terancam dan diteror. Dengan demikian. Sebab. h. otoriter dan zalim. h. 15 . Bukan pula seperti hubungan polisi dan pencuri. Menghadirkan Surga di Rumah…. dan suami selalu merasa superior. Yaitu hubungan untuk saling mengondisikan munculnya sakinah (ketentraman dan ketenangan) jiwa. Tetapi hubungan keduanya adalah hubungan sakinah. mawaddah (cinta kasih). harus dipraktekkan oleh laki-laki dalam memimpin kaum perempuan atau keluarga. aimmat an-nisa. Tafsir Al-Misbah…. mewajibkan suami untuk menanggung biaya hidup istri dan anak-anaknya14. Perlu digarisbawahi bahwa kepemimpinan yang dianugerahkan Allah kepada suami. sebagaimana dijelaskan Taqiyyuddin an-Nabhani dalam buku an-Nizham alIjtima’i. bahwa hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam sebuah rumah tangga bukanlah akad syirkah (perusahaan). suami akan menjadi pengayomi yang baik. bahkan akan mendapatkan lebih baik dari apa yang telah diberikan oleh suami terhadap istri dan anggota keluarganya.

Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. firman Allah: ˻˻́ΓήϘΒϟ΍.23 lain karena makna yang terdapat dalam kata “qawwamah” jauh lebih mendalam dan integral daripada kata “imamah. S. Kepemimpinan suami atas keluarganya tidak menghilangkan hak-hak mereka dalam berbagai hal. melindungi. Al-Baqarah: 228).” Termasuk dalam makna “qawwamah” adalah memimpin. tanpa memikirkan apa yang diinginkan oleh istri dan anggota keluarganya. juga lebih sesuai dengan ˲ ϴ˵ ˴  ˲ ϳ˶ ˴  ˵ ˷ϟ΍˴  ˲ ˴ ˴ ˴  ͉ ˶ ˸ϴ˴˴  ˶ Ύ˴ ͋ Ϡ˶˴  ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶  ͉ ˶ ˸ϴ˴˴  ϱ˶ ͉΍ ˵ ˸Μ˶  ͉ ˵ ˴˴   Ϣ ϜΣ ΰ ΰϋ ϪϠ ϭ ΔΟέΩ ϦϬ Ϡϋ ϝ Οή ϟϭ ϑ ή Ϥ Α ϦϬ Ϡϋ άϟ Ϟ ϣ ϦϬϟϭ “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma`ruf. Kedudukan Suami Walaupun suami merupakan pemimpin dalam keluarga. Maka jelaslah bahwa suami menjadi pemimpin. Istri tetap mempunyai hak untuk bermusyawarah dan melakukan tawar menawar keinginan dengan suami berdasarkan argumen-argumen rasional-kondisional. B. kepemimpinan suami di sini tidak sampai memutlakkan seorang istri tunduk sepenuhnya. membina dan mendidik16. Hal ini selain selaras dengan realitas. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Q. meluruskan jika ia (perempuan) itu bengkok (salah). mengayomi. menjaga. bukan berarti ia harus menjadi otoriter dalam memimpin.

sejalan dengan akal sehat. 16 Ahmad Kusyairi. serta sesuai dengan sikap orang yang berbudi17. Sebagaimana pria mempunyai hak untuk rujuk kepada istri yang diceraikannya. Vol. yakni sesuai dengan tuntunan agama. 17 . ϑ ή Ϥ Α ϦϬ Ϡϋ άϟ Ϟ ϣ ϦϬϟϭ ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶  ͉ ˶ ˸ϴ˴˴  ϱ˶ ͉΍ ˵ ˸Μ˶  ͉ ˵ ˴˴ Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. h. 1. Tafsir Al-Misbah…. 490. Menghadirkan Surga di Rumah…. sang istri pun mempunyai hak untuk diperlakukan secara ma’ruf. Quraish Shihab. h. 199.

1.. Bahkan istri berhak menolak ketika suaminya ingin menyentuhnya apabila mahar belum diberikan. Hak istri  Mendapatkan mahar Hak istri yang pertama kali yang harus dipenuhi oleh seorang suami adalah diberi mahar dengan penuh kerelaan. 117-137. sebaiknya mempermudah lamaran dan tidak memberatkan mahar. perempuan berhak mendapatkan perlakuan yang lembut dari suaminya saat menghadapinya. pada beberapa suku masyarakat Jahiliyah. Secara umum termasuk nafkahnya ialah memberi makan dan pakaian. Ketika istri menghendaki mahar tertentu suami harus memenuhinya tanpa menguranginya sedikit pun.. jika ingin menjadi perempuan yang shalehah. Tafsir Al-Misbah…. Oleh karena itu. h. tetapi ia mudah marah. h. 490.  Mendapatkan pergaulan dengan sebaik-baiknya Secara naluri perempuan memang memiliki perasaan yang halus. 18 Quraish Shihab. Syaikh Hafiz Ali. Kado Pernikahan. sekaligus menunjukkan betapa pentingnya hak itu diperhatikan.. Namun. Ayat ini secara tegas menyatakan adanya hak tersebut18. apalagi selama ini. Adapun hak dan kewajiban istri kepada suami adalah19: 1. Itulah yang dilakukan oleh Rasulullah saw. meskipun misalnya istri tersebut adalah orang yang kaya.24 Mendahulukan penyebutan hak wanita atas kewajiban wanita dinilai sebagai penegasan tentang hal tersebut. wanita hampir dapat dikatakan tidak mempunyai hak sama sekali. 19 . terhadap istri-istrinya.  Mendapatkan nafkah Istri sangat berhak untuk mendapatkan nafkah dari suaminya. Vol.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa istri mempunyai kewajiban mengatur urusan rumah tangga dan mempersiapkan kebutuhan hidup sehari-hari. dan apabila ibunya tidak berpendidikan. Sebagaimana Rasulullah saw. bagaimana nanti nasib dari anak-anaknya. Kewajiban istri  Seorang istri harus mengatur urusan rumah tangga dan mempersiapkan kebutuhan hidup sehari-hari. menyiapkan makanan untuk anak dan suaminya. apalagi seorang istri nantinya akan menjadi ibu bagi anak-anaknya. untuk itulah istri harus menjaga kehormatan dan ridha suami. R. seperti mengatur keuangan rumah tangga.25  Mendapatkan pendidikan Pendidikan juga menjadi hak istri. Ahmad). 2.20  Wajib taat dan patuh kepada suami ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ.  Berkewajiban menjaga kehormatan dan ridha suami Suami merupakan surga dan sekaligus juga neraka bagi istri. karena sesungguhnya ia adalah surgamu dan juga nerakamu” (H. serta yang lainya. bersabda: “Pikirkanlah sikapmu kepadanya.

Setiap istri yang taat kepada suaminya yang mukmin. . bersabda: 20 Ahmad bin Hanbal. Sebab memang tidak ada alasan sama sekali bagi makhluk untuk taat kepada sesama makhluk dalam berbuat durhaka kepada Allah. 341. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal. Sebagaimana Rasulullah saw. ia akan masuk ke surga Tuhannya. asalkan tidak termasuk perbuatan durhaka kepada Allah. (Beirut: Daar Al-Fikr). h. 4. Jilid.ϙέΎϧϭϚΘϨΟϮϫΎϤϧΈϓϪϨϣΖϧ΃Ϧϳ΃ϱήψϧΎϓ Secara mutlak seorang istri wajib taat kepada suaminya terhadap segala yang diperintahkannya.

dan taat kepada suaminya.21  Membantu suami bertakwa dan taat kepada Allah Seorang istri wajib membantu suaminya untuk taat kepada Allah. R. maka niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana pun yang ia inginkan” (H.26 ϦϣΖϠΧΩΎϬϠόΑΖϋΎσ΃ϭΎϬΟήϓΖϨμΣϭΎϬδϤΧΓ΃ήϤϟ΍ΖϠλ΍Ϋ· “Apabila seorang wanita sudah menjalankan shalat lima waktu. menjaga kemaluannya. dan memberinya nasehat demi mencari keridhaan Allah. Ahmad).  ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ.

Ε˯ΎηΔϨΠϟ΍Ώ΍ϮΑ΃ϱ΃ ϭΖϠμϓϞϴϠϟ΍Ϧϣ ΖϣΎϗ ϩ΃ήϣ΍ Ϳ΍ ϢΣέϭ˯ΎϤϟ΍ΎϬϬΟϭϲϓ΢πϧ ΖΑ΃ϥΈϓΖϠμϓϪΗ΃ήϣ΍φϘϳ΃ϭϲϠμϓϞϴϠϟ΍ϦϣϡΎϗϼΟέͿ΍ϢΣέ ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ.

Ia rela menghadapi kesulitan dengan sabar dan ridha. h. lalu ia membangunkan istrinya agar ikut shalat. Jami’ Al-Hadis…. bersabda: “Allah merahmati seorang suami yang bangun tengah malam untuk melakukan shalat. ia memercikkan air pada wajahnya. 416. 191. 22 . Juz. Abdurahman Suyuti.22  Setia dan ikhlas kepada suami Setia adalah bukti keikhlasan dan cinta sejati. Ahmad). ia mau membantu suaminya yang miskin. Dan Allah juga merahmati seorang wanita yang bangun tengah malam untuk shalat. maka ia memercikkan air pada wajahnya” (H. h. R. lalu ia membangunkan suaminya agar ikut shalat. 21 Ahmad bin Hanbal. Jilid. Jika ia kaya. dan jika istrinya tidak mau bangun. 4. dan jika suaminya tidak mau bangun. Seorang istri yang sholehah akan selalu ikhlas kepada suaminya dan menjaga perasaannya. 1.˯ΎϤϟ΍ϪϬΟϭϲϓΖΤπϧϲΑ΃ϥΈϓϲϠμϓΎϬΟϭίΖψϘϳ΃ Sebagaimana Rasulullah saw. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal …. Ia tidak mau membebani suaminya dengan tuntutantuntutannya.

Jadi. Meskipun mereka telah menghormati dan memuliakan kedudukan wanita serta memberikan pendidikan kepada mereka dalam bidang sains dan ilmu kemasyarakatan. maksudnya. Bahkan belum pernah dicapai oleh satu umat pun yang menganggap diri mereka telah mencapai puncak peradaban dan kebudayaan. Jika tidak.27  Tidak menyakiti suami Seorang istri tidak boleh menyakiti suaminya.24 Adapun hak dan kewajiban atas kedua belah pihak harus seimbang. tetapi maksudnya adalah perintah bagi para suami untuk memperlakukan istri mereka dengan sikap terpuji. misalnya dengan cara membangga-banggakan kecantikannya. 302. Karakteristik Lelaki Shalih…. 1. agar mereka dapat memperoleh derajat itu23. Abu Mohammad. bukan istri yang memimpin suami. Dan terlihat juga bahwa dibebankannya kepemimpinan kepada suami. sifatnya “fitrah”. ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa suami itulah yang memimpin istri. walaupun ayat ini disusun dalam redaksi berita. ingatlah Ϣ ϜΣ ΰ ΰϋ ϪϠ ϭ ˲ ϴ˵ ˴ ˲ ϳ˶ ˴ ˵ ˷ϟ΍˴ Allah itu Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. karena itu Ath-Thabari menulis. maka Kasmuri Kasim. ia pun harus mengingat bahwa ia mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi terhadap istrinya. jika suami meminta sesuatu dari istrinya. Dengan dibebankannya kepemimpinan kepada suami itulah. Tetapi kepemimpinan yang berlandaskan kelapangan dada suami untuk meringankan sebagian kewajiban istri. Derajat yang dimaksud adalah derajat kepemimpinan. 491-492. atau membangga-banggakan harta kekayaannya di hadapannya sampai menyinggung perasaannya. ΔΟέΩ ϦϬ Ϡϋ ϝ Οή ϟϭ ˲ ˴ ˴ ˴  ͉ ˶ ˸ϴ˴˴  ˶ Ύ˴ ͋ Ϡ˶˴ Para suami mempunyai satu derajat (tingkatan) atas mereka para istri. bukan diberikan kepada wanita. h. Vol. Agama Islam telah mengangkat derajat kaum wanita pada suatu tingkatan yang belum pernah dilakukan oleh agama lain dan syari’at-syari’at lain sebelumnya. 24 . Tafsir Al-Misbah…. h. dalam bukunya Suami Idaman Istri Impian mengemukakan empat sifat 23 Quraish Shihab.

c. zakat dan lain-lain. Memberikan nafkah sesuai dengan kesanggupan Dalam kehidupan berumah tangga. b. seorang suami harus memikirkan cara yang terbaik dalam memenuhi segala keperluan rumah tangganya. puasa. Sempurna akal dan pemikiran Jika seorang itu ingin menjadi suami maka hendaklah ia berpikiran positif. Sehat lahir dan batin Bagi seorang laki-laki yang ingin berumah tangga. Begitu juga jika sekiranya tidak mampu untuk bekerja karena penyakit dan sebagainya akan menjadikan laki-laki tersebut tidak dapat memberikan nafkah dan tanggung jawab lainnya kepada keluarganya. Karena apabila telah berumah tangga. Disamping mengerjakan perintah agama yang mendasar seperti. haruslah terlebih dahulu memperhatikan kemampuan fisiknya. . karena lemahnya kemampuan tenaga batin akan membawa rumah tangga menjadi tidak bahagia. karena Islam adalah agama yang mencakup seluruh aspek kehidupan dan sesuai untuk seluruh zaman. baik secara lahiriah maupun batiniah. akan tetapi kewajiban ini harus dilaksanakan oleh kaum laki-laki untuk menyediakan sesuai kesanggupannya. shalat. kemudian harus memahami pula bidang yang lain. Islam tidak membebankan kaum wanita supaya mencari nafkah. oleh karena itu ia harus mempersiapkan dirinya dengan memperbanyak pengetahuan agama. d.28 yang harus dimiliki oleh seorang laki-laki yang membuatnya layak menjadi pemimpin di dalam rumah tangga: a. Berpengetahuan agama dan mengamalkannya secara sempurna Yang akan dipercayai sebagai kepala rumah tangga ialah suami.

Kewajiban Suami Suami adalah kepala rumah tangga. karena dialah yang menerima beban tanggung jawab serta amanat25. istri adalah ratunya dan anak-anak adalah raknyatnya. C. untuk memenuhi kebutuhan utama keluarganya dan memberikan perlindungan kepada perempuan sehingga dapat berkonsentrasi menjalankan tugas mulianya. jika kemudian Allah membebankan tugas kepada laki-laki untuk mencari nafkah. baik nafkah lahir maupun nafkah batin. a. sehingga satu kewajiban tidak mengurangi kewajiban yang lain. Sesungguhnya Allah swt. Suami adalah raja yang memimpin kerajaan dan mengendalikan semua urusannya. kehidupan rumah tangga adalah sebuah kerajaan iman. Dalam artian. dirinya dan agamanya yang harus ia letakkan secara seimbang. 1. melahirkan dan menyusui tugas yang amat besar. Pada dirinya terletak responsibilitas yang besar. Memberi nafkah lahir dan batin/pergaulan suami istri Ajaran Islam menetapkan bahwa suami bertanggung jawab untuk menafkahi istrinya. telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 233 ͉ ˶ ˲ ˸ϔ˴  ˵ ͉˴ ˵  ˴  ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶  ͉ ˵ ˵ ˴ ˸δ˶ ˴  ͉ ˵ ˵ ˸ί˶  ˵ ˴ ˶ Ϯ˵˸Ϯ˴ ˸ϟ΍ ϰ˴ϋ˴ ϻ· β ϧ ϒϠϜΗ ϻ ϑ ή Ϥ Α ϦϬΗϮ ϛϭ ϦϬϗ έ Ϫϟ Ω ϟ Ϥ Ϡ ϭ ˴ ˴ Ύ˴ ͉ ϟ΍͉ ˶ ˵ ϥ˴˴ ΍˴ ˴˸Ϧ˴ ˶˶ ˸ϴ˴˶ Ύ˴ ˶ ˸ϴ˴˸Ϯ˴ ͉ ˵ ˴ ˴ ˸ϭ˴˴ ˸ό˶ ˸ή˵ ˵ ΍˴ ˶΍˴ ˸ϟ΍˴ Δϋ οή ϢΘϳ ΃ Ω έ΃ Ϥϟ Ϧ Ϡϣ ϛ Ϧ ϟ Σ ϦϫΩϻ ΃ Ϧ ο ϳ Ε Ϊϟ Ϯ ϭ ˻˼˼ΓήϘΒϟ΍. suami adalah rajanya. Telah berkehendak memberikan amanah kepada perempuan untuk hamil.29 Pada hakikatnya. Karenanya sangat adil. kewajiban yang bermacam-macam terhadap keluarganya. Nafkah lahir Allah swt.

. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan 25 Majid Sulaiman. Hanya untuk Suami….Ύ˴ ˴ ˸γ˵ Ϭό ϭ yaitu: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh. 9. h. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.

tentunya air susu ibu kandung lebih baik dari selainnya. Tafsir Fi Zhilalil Quran…. ayat ini memerintahkan dengan sangat kukuh kepada para ibu agar menyusukan anak-anaknya. Ayat ini menggunakan kata al-walidat. 27 . para ibu diperintahkan untuk 26 Sayyid Quthub. Namun demikian. Al-Baqarah: 233). karena dalam hal ini adalah seorang ibu yang telah diceraikan oleh suaminya itu masih mempunyai kewajiban terhadap anaknya yang masih menyusu. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. adalah makanan terbaik buat bayi hingga usia dua tahun. anak merasa lebih tentram. 503-504. Kata ummahat digunakan untuk menunjuk kepada para ibu kandung. h. Cet. (Q. Kata (˵ ΍˴ ˶΍˴ ˸ ΍˴ ) al-walidat dalam penggunaan Al-Quran berbeda Ε Ϊϟ Ϯϟ ϭ dengan kata (ΕΎϬϣ΃) ummahat yang merupakan bentu jamak dari kata (ϡ΃) umm. Dengan menggunakan redaksi berita.. Jil. ketika itu bayi mendengar suara detak jantung ibu yang telah dikenalnya secara khusus sejak dalam perut27. S.”. baik ibu kandung maupun bukan. sebab menurut penelitian ilmuan. ˴ ˴ Ύ˴ ͉ ϟ΍͉ ˶ ˵ ϥ˴˴ ΍˴ ˴˸Ϧ˴ ˶˶ ˸ϴ˴˶ Ύ˴ ˶ ˸ϴ˴˸Ϯ˴ ͉ ˵ ˴ ˴ ˸ϭ˴˴ ˸ό˶ ˸ή˵ ˵ ΍˴ ˶΍˴ ˸ϟ΍˴ Δϋ οή ϢΘϳ ΃ Ω έ΃ Ϥϟ Ϧ Ϡϣ ϛ Ϧ ϟ Σ ϦϫΩϻ ΃ Ϧ ο ϳ Ε Ϊϟ Ϯ ϭ Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh. Dengan menyusu pada ibu kandung. 301 Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah…. sehingga merugikan si kecil ini26.30 cara yang ma`ruf. Itu suatu kewajiban yang ditetapkan oleh Allah dan tidak dibiarkan-Nya meskipun fitrah dan kasih sayangnya mengalami kerusakan oleh pertengkaran urusan rumah tangganya. II. sedang kata al-walidat maknanya adalah para ibu. h. Ini berarti bahwa Al-Quran sejak dini telah menggariskan bahwa air susu ibu. Vol 1. Δϋ οή ϢΘϳ ΃ Ω έ΃ Ϥϟ Ϧ Ϡϣ ϛ Ϧ ϟ Σ ϦϫΩϻ ΃ Ϧ ο ϳ ˴ ˴ Ύ˴ ͉ ϟ΍ ͉ ˶ ˵  ϥ˴ ˴ ΍˴ ˴ ˸Ϧ˴ ˶ ˶ ˸ϴ˴˶ Ύ˴  ˶ ˸ϴ˴˸Ϯ˴  ͉ ˵ ˴ ˴ ˸ϭ˴ ˴ ˸ό˶ ˸ή˵ Sejak kelahiran hingga dua tahun penuh. baik ibu kandung maupun bukan.. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. I.

Tafsir Al-Misbah…. yakni ayah. dikarenakan anak itu membawa nama ayah. 321. bukan raj’iy. Jil. h. yakni dinisbahkan kepada ayahnya. Ύ˴ ˴ ˸γ˵ ͉ ˶˲ ˸ϔ˴ ˵ ͉˴ ˵ ˴ Seseorang tidak dibebani melainkan menurut Ϭό ϭ ϻ· β ϧ ϒϠϜΗ ϻ kadar kesanggupannya. maka suami wajib memenuhinya selama tuntutan imbalan itu dinilai wajar29. bilangan itu juga mengisyaratkan bahwa yang menyusu setelah usia tersebut bukanlah penyusuan yang mempunyai dampak hukum yang telah mengakibatan anak yang disusui berstatus sama dalam sejumlah hal dengan anak kandung yang menyusunya28. Kewajiban memberi makan dan pakaian itu hendaknya dilaksanakan dengan cara yang ma’ruf.31 menyusui anak-anaknya. h. sehingga bila mereka menuntut imbalan penyusuan anaknya. Di sisi lain. Al-Maragi. memberi makan dan pakaian kepada para ibu kalau ibu anak-anak yang disusukannya itu telah diceraikannya secara ba’in. 2. dengan tujuan sang ibu bisa melakukan kewajibannya terhadap bayinya dengan sebaikbaiknya dan menjaganya dari serangan penyakit30. Tafsir Al-Maragi…. ϑ ή Ϥ Α ϦϬΗϮ ϛϭ ϦϬϗ έ Ϫϟ Ω ϟ Ϥ ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶  ͉ ˵ ˵ ˴ ˸δ˶ ˴  ͉ ˵ ˵ ˸ί˶  ˵ ˴ ˶ Ϯ˵˸Ϯ˴ ˸ϟ΍ ϰ˴ϋ˴ Ϡ ϭ Dan merupakan kewajiban atas yang dilahirkan untuknya. nama ayah pun akan disandang oleh sang anak. Dalam ayat lain yang berhubungan dengan ayat di atas yaitu dalam 28 Quraish Shihab. Quraish Shihab. Adapun jika ibu anak itu masih berstatus istri walau telah ditalak secara raj’iy. Tafsir Al-Misbah…. 504. 29 30 . Jatuhnya kewajiban memberikan kebutuhan hidup sehari-hari bagi istri. maka kewajiban memberi makan dan pakaian adalah kewajiban atas dasar hubungan suami istri. 504. h. Maka diwajibkanlah kepada seorang ayah menanggung kebutuhan hidup istrinya berupa makanan dan pakaian. seakan-akan anak itu lahir untuk ayahnya. Dua tahun adalah batas maksimal dari kesempurnaaan penyusuan.

S. Ayat di atas juga menunjukkan betapa pentingnya ibu kandung memberikan perhatian yang cukup terhadap anak-anaknya. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. ΍ η ϥ Λ ϠΛ Ϫϟ μϓϭ ϪϠ Σ ˱ή˸Ϭ˴  ˴ Ϯ˵ Ύ˴˴  ˵ ˵Ύ˴ ˶ ˴  ˵ ˵˸Ϥ˴ . yakni 24 bulan.32 ˴ Ύ˴ ˱ ˴ ˴ ˴ ϴ˶ ˴ ˸έ˴˴ ˴˴ ˴ ˵ ͉ ˵ ˴˴ ˴˴ ΍˴ ˶ϰ͉ ˴ ˱ή˸Ϭ˴ ˴ Ϯ˵ Ύ˴˴ ˵ ˵Ύ˴ ˶ ˴ ˵ ˵˸Ϥ˴ ˴ .. Betapapun ayat di atas menunjukkan betapa pentingnya ibu menyusukan anak dengan ASI (Air Susu Ibu). menjelaskan: ˴ ˶  ϲ͋ ˶˴  ˴ ˸ϴ˴˶ ˵ ˸Β˵  ϲ͋ ˶ ϲ˶ ͉ ͋ ˵  ϲ˶  ϲ˶ ˸΢˶˸λ˴˴  ˵ Ύ˴ ˸ή˴  ˱ Τ˶Ύ˴  ˴ ˴ ˸ϋ˴ Ϧϣ ϧ·ϭ Ϛ ϟ· Ζ Η ϧ· ΘϳέΫ ϓ ϟ Ϡ ΃ϭ ϩ ο Η Ύ ϟ λ ϞϤ ΃ ͼ˺˾ϑΎϘΣϷ΍ͽ˴ ϴ˶ ˶˸δ˵ ˸ϟ΍ Ϧ ϤϠ Ϥ ˸ϥ˴˴  ͉ ˴ ˶΍˴  ϰ˴˴ ˴  ͉ ˴˴  ˴ ˸Ϥ˴ ˸ϧ˴ ϲ˶ ͉΍ ˴ ˴ ˴ ˸ό˶  ˴ ˵ ˸η˴ ˸ϥ˴ ϲ˶ ˸ϋ˶ ˸ϭ˴ ͋ ˴ ΃ϭ ϱΪϟ ϭ Ϡϋϭ ϲϠϋ Ζ ό ΃ Θϟ ϚΘϤ ϧ ήϜ ΃ ΃ Ϩ ί ΃ Ώέ “Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.. sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo`a: "Ya Tuhanku. Al-Baqarah ayat 2. . karena masa kandungan yang normal adalah sembilan bulan. telah dinyatakan bahwa masa penyusuan yang sempurna adalah dua tahun. ϝ ϗ ΔϨγ Ϧ όΑ ΃ ώϠΑϭ ϩΪη΃ ώϠΑ Ϋ· ΘΣ ΍ η ϥ Λ ϠΛ Ϫϟ μϓϭ ϪϠ Σϭ Q. ayat ini mengisyaratkan bahwa masa kandungan minimal adalah enam bulan. Di sisi lain dapat dikatakan bahwa penyusuan minimal adalah sembilan bulan. tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. tetap saja kasih sayang ibu bapak masing sangat mereka butuhkan. Sikap kejiwaan seorang dewasa banyak sekali ditentukan oleh perlakuan yang dialaminya pada saat kanak-kanak. Betapapun banyak kasih sayang yang dapat diberikan oleh orang lain. S. khususnya pada masa-masa pertumbuhan dan perkembangan jiwanya. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" (Q. Al-Ahqaf: 15). karena itu tidaklah tepat membiarkan mereka hidup terlepas dari ibu bapak kandungnya. karena pada Q. Al-Ahqaf ayat 15. S.

31 Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah…. 505. Allah lebih menjelaskannya lagi Ύ˴ ˵ ͉ϟ΍ ˵ Ύ˴ ΁ Ύ͉ ˶  ˸ϖ˶ Ϩ˵ ˸Ϡ˴  ˵ ˵ ˸ί˶  ˶ ˸ϴ˴˴  ˴ ˶ ˵  Ϧ˴ ˴  ˶ ˶ ˴ ˴  Ϧ͋  ˳ ˴ ˴  ϭΫ ˸ϖ˶ Ϩ˵ ˶ ϟ ϪϠ ϩ Η Ϥϣ ϔ ϴ ϓ Ϫϗ έ Ϫ Ϡϋ έΪϗ ϣϭ ϪΘόγ ϣ Δόγ ϔ ϴϟ pada surat At-Talaq ayat 7: “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. anak yang dilahirkan mendapat jaminan pertumbuhan fisik dan perkembangan jiwa dengan baik. Tafsir Al-Misbah…. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. At-Talaq: 7). h. Quraish Shihab. 32 . (̀ϕϼτϟ΍)˱ή˸δ˵ ˳ ˸δ˵ ˴ ˸ό˴ ˵ ͉ϟ΍˵ ˴ ˸Π˴ ˴ Ύ˴ Ύ˴ ΁Ύ˴ Ύ͉˶˱ δ˸ϔ˴ ˵ ͉ϟ΍˵ ͋˴ ˵ ΍ ϳ ή ϋ Ϊ Α ϪϠ Ϟό ϴγ ϫ Η ϣ ϟ· Ύ ϧ ϪϠ ϒϠϜϳ ϪΘόγ ϣ Δόγ ˶ ˶ ˴ ˴  Ϧ͋  ˳ ˴ ˴  ϭΫ ˸ϖ˶ Ϩ˵ ˶ ϔ ϴϟ Hendaklah yang lapang. Banyak ulama yang menyatakan bahwa itu terpenuhi pada usia 33 tahun. Bahkan jaminan tersebut harus tetap diperolehnya walau ayahnya telah meninggal dunia31. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. h. Vol 1. dan bahwa walaupun seseorang telah mencapai usia kedewasaan dan memiliki tanggung jawab terhadap istri dan anakanaknya. Betapapun maknanya. S. yang jelas ayat di atas menuntut peningkatan pengabdian dan bakti kepada orang tua dari saat ke saat. namun bakti tersebut harus terus berlanjut dan terus meningkat.33 ϩΪη΃ ώϠΑ Ϋ· ΘΣ ˵ ͉ ˵ ˴ ˴ ˴˴  ΍˴ ˶ ϰ͉ ˴ . Dengan tuntutan ini. 303. Untuk masalah pemberian nafkah ini. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” (Q. yakni mampu dan memiliki banyak rezeki memberi nafkah untuk istri dan anak-anaknya dari yang sebatas kadar kemampuannya dan dengan demikian hendaknya ia memberi sehingga anak dan istrinya itu memiliki pula kelapangan dan keluasan berbelanja32.

ada ulama yang memahaminya sebagai janji yang pasti terlaksana. 34 35 36 . h. h. Tafsir Al-Misbah…. Quraish Shihab. Suami yang tidak dapat menutupi biaya hidup keluarganya. mestinya memperoleh sumbangan dari Bait al-Mal atau kini dikenal dengan Departement Sosial. ΍ ϳ ή ϋ Ϊ Α ϪϠ Ϟό ϴγ ˱ή˸δ˵  ˳ ˸δ˵  ˴ ˸ό˴  ˵ ͉ϟ΍ ˵ ˴ ˸Π˴ ˴ Allah akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. Tafsir Al-Misbah…. h. Ύ˴ Ύ˴ ΁ Ύ˴  Ύ͉˶ ˱ δ˸ϔ˴  ˵ ͉ϟ΍ ˵ ͋˴ ˵  Ύ˴ ϫ Η ϣ ϟ· Ύ ϧ ϪϠ ϒϠϜϳ ϟ itu janganlah wahai istri Allah tidak akan memikulkan beban kepada seseorang sesuai apa yang Allah berikan kepadanya. 303. 303. Tafsir Al-Misbah…. Tetapi kalau seandainya suami tidak mendapatkannya. maka hendaklah ia memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.34 ϪϠ ϩ Η Ϥϣ ϔ ϴ ϓ Ϫϗ έ Ϫ Ϡϋ έΪϗ ϣϭ ˵ ͉ϟ΍˵ Ύ˴ ΁Ύ͉ ˶ ˸ϖ˶ Ϩ˵ ˸Ϡ˴ ˵ ˵ ˸ί˶ ˶ ˸ϴ˴˴ ˴ ˶ ˵ Ϧ˴ ˴ Dan siapa yang disempitkan rezekinya yakni terbatas penghasilannya. 303. Quraish Shihab. Quraish Shihab. Ini kembali kepada kondisi masing-masing dan adat kebiasaan yang berlaku pada satu masyarakat35. Jangan sampai ia memaksakan diri untuk nafkah itu dengan mencari rezeki dari sumber yang tidak direstui Allah33. Karena menuntut terlalu banyak dan pertimbangkanlah keadaan suami atau bekas suami kamu. Di sisi lain hendaklah semua pihak selalu optimis dan mengharap kiranya Allah memberinya kelapangan34. Al-Biqa’i mengomentari penggalan ayat ini bahwa: 33 Quraish Shihab. h. 303. maka istri – yang rela hidup bersama suami yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya secara wajar – dapat menuntut cerai36. Tafsir Al-Misbah…. Tidak ada jumlah tertentu untuk kadar nafkah bagi keluarga.

Kemudian Rasulullah saw. juga bersabda: ϩ΍ϭέ.35 “karena itu tidak ada seseorang yang terus menerus sepanjang usia hidupnya dalam keadaan kesempitan37.

aturan ini tidaklah kemudian menjadikan seorang 37  ϢϠδϣϩ΍ϭέ. R.” (H. yang nantinya akan membuat suami itu sengsara. ΔϗΪλ Ϫϟ ΖϧΎϛ ΎϬΒδΘΤϳ Ϯϫϭ ϪϠϫ΃ ϲϠϋ ΔϘϔϧ ϢϠδϤϟ΍ ϖϔϧ΃ ΍Ϋ· “Apabila seorang suami memberi nafkah kepada keluarganya dengan mengharap pahala.39 Seorang ibu mengandung demi seorang ayah (suami) dan menyusui juga demi sang suami. Akan tetapi. Oleh karena itu wajib bagi suami memberi nafkah secukupnya kepada istriya berupa sandang dan papan. Dan tidak boleh juga kurang. Sesungguhnya Islam melarang seorang suami “menikmati” hasil usaha istrinya. agar ia dapat melaksanakan kewajibannya dalam menjaga dan memelihara bayinya. Bukhari). maka nafkah tersebut termasuk sedekah. R. tidak ada nafkah yang kamu berikan dengan maksud mendapatkan ridha Allah.” (H. yang nantinya akan berakibat memberatkan sang istri. tetapi sesuai dengan dalil yang di atas. dalam artian melewati batas kemampuan suami itu. memberi nafkah itu tidak boleh berlebih-lebihan.38  ϯέΎΨΒϟ΍ ΎϬϠόΠΗΔϤϘϠϟ΍ϰΘΣ ΎϬΑΕήΟ΃ϻ·Ϳ΍ϪΟϭΎϬΑϰϐΘΒΗΔϘϔϧϖϔϨΗΖδϟϭ “Sungguh. termasuk juga makanan yang kamu berikan ke mulut istrimu. Bukhari dan Muslim). kecuali kamu akan mendapatkan pahalaNya. Walaupun memberi nafkah itu merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh seorang suami yang merupakan kepala rumah tangga.

2. . 1013. Juz. h. Juz. Tafsir Al-Misbah…. h. 303.ϚΗ΃ήϣ΍ϲϓϰϓ Quraish Shihab. Fathu Bari: Sarah Shahih Bukhari. Shahih Muslim. (Beirut: Daar Kutab Alamiya). 39 Abi Husain Muslim. 1135. 3. h. (Beirut: Daar ibn Hazm). 38 Ahmad bin Ali bin Hajr Asqalani.

Oleh karena itu. Jadi. Bantuan dalam pencarian nafkah yang dilakukan oleh seorang istri kepada suaminya di sini “tidak penting” untuk dilakukan (yakni tidak sebagaimana dalam kasus yang pertama). Dan pencarian nafkah yang dilakukan oleh seorang istri itu terwujud karena dua hal40: Pertama. ia ‘wajib’ mencari nafkah bersama-sama suaminya demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan rumah tangga mereka. h. sekiranya memang nafkah yang diberikan oleh suaminya tersebut tidak mencukupi kebutuhan rumah tangganya. karena kalau tidak itu akan memberatkan istri. 2003). melainkan juga untuk kegunaan suaminya (misal. 260-261. harta yang diberikan oleh seorang suami pada intinya merupakan harta yang digunakan untuk kepentingan bersama. Ke-I. tetapi kegunaan nafkah itu tidak semata-mata untuk kebutuhan istrinya saja (misal. 40 . Muhammad Muhyidin. Dan sang suami pun harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan istri agar dalam memenuhi kebutuhan itu cukup untuk istri. pemenuhan akan kebutuhan bersama ini tidak mencukupi. maka seorang istri tidak boleh harus memaksakan diri untuk tidak mau tahu terhadap kekurangan tersebut dengan hanya mengharapkan pemberian nafkah suaminya saja.36 istri tidak bekerja mencari nafkah. Meraih Mahkota Pengantin: Kiat-kiat Praktis Mendidik Istri & Mengajar Suami. makan dan minum). Cet. dan bukan merupakan kewajiban. Dengan demikian. pencarian nafkah yang dilakukan oleh seorang istri hanya bersifat “membantu” suaminya. Lentera Basritama. karena nafkah yang diberikan oleh suaminya telah mencukupi kebutuhan istri dan kebutuhan rumah tangga mereka. (Jakarta: PT. prinsip yang harus dipegang di sini adalah bahwa walaupun nafkah itu diberikan oleh seorang suami kepada istrinya sebagai hak bagi istrinya. untuk membeli perhiasan atau pakaian). Kedua.

Hak berhubungan suami istri ini ditetapkan oleh syara’. ˴ ˷ϟ΍ ˸΍Ϯ˵ ͉ ΍˴  ˸Ϣ˵ ˶ ˵ ϧ˴  ˸΍Ϯ˵ ͋ ˴ ˴  ˸Ϣ˵ ˸Ό˶  ϰ͉ ˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˸ή˴  ˸΍Ϯ˵ ˸΄˴  ˸Ϣ˵ ͉ ˲ ˸ή˴  ˸Ϣ˵ ˵ ΂˴ ˶ ϪϠ ϘΗ ϭ Ϝδϔ Ϸ ϣΪϗϭ Θ η ϧ΃ ϜΛ Σ Η ϓ Ϝϟ Ι Σ ϛ΅ δϧ berfirman: “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu. dengan adanya nafsu syahwat itu maka setiap orang ingin memiliki keturunan. S. Allah swt. Al-Baqarah: 223). walaupun untuk tujuan berzikir. beribadah dan jihad. maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya.37 b. Nafkah batin / Pergaulan Suami Istri Tidak dapat dipungkiri bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki nafsu syahwat. Ada juga yang mengatakan bahwa melakukan hubungan suami istri itu wajib dilakukan setiap empat hari sekali. Ada ulama berpendapat bahwa hukum memberikan nafkah batin (hubungan suami istri) bagi seorang suami apabila tidak ada halangan adalah wajib. yang melarang setiap suami meninggalkan istrinya dalam waktu yang terlalu lama. Selain hanya untuk memenuhi kebutuhan nafsu syahwat. Oleh karena itu. yang akhirnya disyariatkanlah perkawinan. Karena perbuatan yang demikian itu pada hakikatnya akan menyiksa perasaan istri42. memiliki keturunan merupakan salah satu tujuan dari ikatan perkawinan. tetapi ada juga yang berpendapat enam hari sekali41. salah satu dari suami atau istri tidak boleh menghalangi yang lainnya untuk memenuhi hak berhubungan suami istri. 41 ˻˻˼ΓήϘΒϟ΍.” (Q. Sebenarnya berbagai macam pendapat ulama di atas itu sejalan dengan anjuran Rasulullah saw. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

˴ ϴ˶ ˶ ˸Ά˵ ˸ϟ΍˶ ͋ ˴ ˴ ˵ Ϯ˵ ˴ ͊ Ϣ˵ ͉ ˴˸΍Ϯ˵ ˴˸ϋ΍˴ Ϧ Ϩϣ Ϥ ήθΑϭ ϩ ϗϼϣ Ϝϧ΃ ϤϠ ϭ Kasmuri Selamat. Suami Idaman Istri Impian…. 79. Kasmuri Selamat. 80 42 . h. h. Suami Idaman Istri Impian….

h. jika hal ini kalian lakukan untuk mendapatkan keturunan dan kalian melakukannya pada tempat yang sebenarnya. maka datangilah. Sebab. syariat agama tidak bermaksud memberati kalian dan melarang kalian untuk menikmati kelezatan ini. Arah yang lain berfungsi mengeluarkan najis dan kotoran. ˸Ϣ˵ ˶ ˵ ϧ˴  ˸΍Ϯ˵ ͋ ˴ ˴ Ϝδϔ Ϸ ϣΪϗϭ Dan kedepankanlah hubungan seks dengan tujuan kemaslahatan untuk diri kamu di dunia dan akhirat. Quraish Shihab. 43 Al-Maragi. 274. Quraish Shihab. 44 45 46 . asal sasarannya ke arah sana. Ayat di atas. Sebaliknya syariat justru ingin mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi kalian43. Datangi ia kapan dan dari mana saja. lahir. h. 481. Tafsir Al-Misbah…. Ciptakanlah suasana kerohanian agar benih yang diharapkan berbuah itu. Tafsir Al-Misbah…. h. Vol 1. Jil. h. Istri hanya berfungsi sebagai ladang yang menerima benih44. Berdoalah ketika melakukannya. Vol 1.38 ˸Ϣ˵ ˸Ό˶ ϰ͉ ˴˸Ϣ˵ ˴ ˸ή˴ ˸΍Ϯ˵ ˸΄˴ ˸Ϣ˵ ͉˲ ˸ή˴ ˸Ϣ˵ ˵ ΂˴ ˶ Θ η ϧ΃ ϜΛ Σ Η ϓ Ϝϟ Ι Σ ϛ΅ δϧ tidak ada dosa bagi kalian untuk mendatangi istri-istri kalian dengan cara apapun yang kalian sukai. yang menegaskan bahwa istri adalah tempat bercocok tanam. 2. bukan untuk menerima yang suci dan bersih. 481. Tafsir Al-Maragi…. Quraish Shihab. Karena istri adalah ladang tempat bercocok tanam. Tafsir Al-Misbah…. tumbuh dan berkembang. bukan arah yang lain. karena itu lakukanlah ia dengan tujuan memelihara diri dari terjerumus kepada dosa. garaplah tanah tempat bercocok tanam kamu. bukan saja mengisyaratkan bahwa anak yang lahir adalah buah dari benih yang ditanam ayah. 480. Vol 1. disertai oleh nilai-nilai suci45. bukan semata-mata untuk melampiaskan nafsu46. Sperma adalah sesuatu yang suci dan menumpahkannya pun harus suci.

Jangan menduga Allah tidak mengetahui keadaan kamu tentang segala sesuatu yang kamu rahasiakan47. 481. 2. bahkan dalam segala hal. kecuali kalau terpaksa. Berilah kabar gembira orang-orang yang beriman yang imannya mengantarkan mereka mematuhi tuntutan-tuntutan ini48. karena kelak kamu akan menemui-Nya. Demikian kesan Al-Harrali. Kalaupun ada cekcok selesaikan ke dalam. Ayat ini menjelaskan bahwa hikmah menggauli wanita adalah untuk menjaga kelestarian jenis manusia melalui kelahiran. Tafsir Al-Misbah…. Tafsir Al-Misbah…. Penyebutan istri sebagai “ladang” secara tidak langsung juga mengatakan bahwa suami itu adalah “petani” untuk itulah petani bebas mendatangi ladangnya kapan pun dan darimana pun. 481-482. 637 H. Dan petani harus bisa menggarap ladangnya dan menjaganya dari segala hama. h. jangan membongkar rahasia rumah tangga yang seharusnya dirahasiakan. Di sisi lain. Jika demikian. seorang ulama dan pengamal tashawuf (w. jangan membohonginya. Al-Maragi. sebab keadaan keduanya itu tidak akan pernah menghasilkan keturunan49. h. Allah kelak akan menyelesaikannya. Tafsir Al-Maragi…. h. Jil. dan jangan selesaikan melalui orang lain. Quraish Shihab.) yang banyak dikutip pendapatnya oleh Al-Biqa’i. yang penting tujuan dari petani tercapai. bahwa kamu kelak akan menemui- Nya.39 Ϫ˷ϟ΍ ˸΍Ϯ˵ ͉ ΍˴ Ϡ ϘΗ ϭ Serta bertakwalah kepada Allah dalam hubungan suami istri. 48 49 . jangan sembunyikan sesuatu terhadap pasangan yang seharusnya ia ketahui. serta ciptakanlah suasana 47 Quraish Shihab. Karena itulah dilarang untuk menggauli wanita yang sedang haid dan pada tempat yang lain. Vol 1. bukan sekedar untuk memperoleh kelezatan semata-mata. 274. ϩ ϗϼϣ Ϝϧ΃ ϤϠ ϭ ˵ Ϯ˵ ˴ ͊  Ϣ˵ ͉ ˴ ˸΍Ϯ˵ ˴˸ϋ΍˴ Ketahuilah. Vol 1.

Vol 1. disertai dengan nilai-nilai suci50. Tafsir Al-Misbah…. maka seks merupakan kebutuhan laki-laki dan perempuan. h. Sementara tidak ada kekasih yang menguak hasratnya. Mencapai Pernikahan yang Barakah. . 2005). 193. h. bukan hanya untuk memuaskan nafsu yang tidak pernah kenyang. Bahkan pada tingkat tertentu bisa menyebabkan munculnya ketegangan rumah tangga. tumbuh dan berkembang. Secara kebetulan di dekat rumah salah seorang wanita yang pintunya terkunci. Dengan melihat kedua ayat di atas. dari luar ia mendengar wanita tersebut mendendangkan syairnya. Suami Idaman Istri Impian…. sebagaimana petani membutuhkan ladang dan ladang membutuhkan petani. (Yogyakarta: Mitra Pustaka. Perempuan itu menjawab bahwa suaminya sedang berjihad fi sabilillah. air mata bisa mengalir karena tidak kuat menahan rasa sepi yang mencekam. serta bertakwalah kepada Allah dalam hubungan suami-istri. Ke-XXI. Untuk menciptakan itu. 481. Umar bin Khattab bertanya: Wahai anakku. Saib bin Jubair berkata52: “Pada suatu malam. Karena itu suami dan istri saling membutuhkan. dan memberikan yang terbaik. maka kedepankanlah hubungan seks dengan tujuan kemasalahatan untuk dunia dan akhirat. 51 Mohammad Fauzil Adhim. Ketika nafkah bathin ini tidak dilaksanakan oleh seorang suami dan jiwa terlalu lama menantikan belaian cinta dari suami. orang seperti ayah bertanya kepadaku 50 Quraish Shihab.51 Adapun tentang berapa lama boleh suami meninggalkan istri. 52 Kasmuri Selamat. khalifah Umar bin Khattab berjalan-jalan keliling kota Madinah dan hal yang demikian itu sering ia lakukan. 81-82. bahkan dalam segala hal. Kemudian Umar pun bertanya tentang kemana suaminya. nafkah batin harus diberikan oleh suami dengan baik. yang isinya tentang keluhan kesedihan karena sudah terlalu lama ditinggalkan oleh suaminya. berapa lamakah kaum wanita boleh bersabar apabila ditinggal oleh suaminya? Hafsah Menjawab: Subhanullah. h. Oleh karena itu. Cet. Besoknya Umar mengirim surat kepada suaminya dan menyuruhnya pulang. Kemudian kepada anaknya Hafsah.40 kerohanian yang agar benih yang diharapkan berbuah itu lahir.

sayang menyayangi dan cinta mencintai.41 tentang perkara ini? Umar menjawab: Kalau bukan karena saya ingin memperhatikan permasalahan kaum muslimin. S. tentu saya tidak akan bertanya tentang masalah ini kepadamu. Islam juga memandang hubungan dan jalinan suami-istri dengan menyifatinya sebagai hubungan cinta. Mempergauli istri dengan baik Islam memandang rumah tangga dengan mengidentifikasinya sebagai tempat ketenangan. Sang suami harus menjauhi hal-hal yang bisa melukai perasaannya dan berusaha sekuat mungkin untuk tidak mengingkari janji yang telah dibuat bersama53. Kewajiban yang harus selalu diperhatikan oleh suami sebagai kepala rumah tangga adalah menjaga kemuliaan istrinya dari hal-hal yang menyebabkan kehormatannya dihina atau hal-hal yang merendahkan martabatnya sebagai manusia. Berfirman: “. Mendengar jawaban dari anaknya itu. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka.. padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (Q. Hafsah menjawab: Lima bulan atau enam bulan. keamanan dan kesejahteraan. ˺̂˯Ύδϧ΍..” 2. kasih dan sayang. ˴ ˴ ˸Π˴ ˴ ˱ Ό˸ϴ˴ ˸΍Ϯ˵ ˴ ˸Ϝ˴ ϥ˴ϰ˴ ˴ ˴ ͉ ˵ Ϯ˵ ˵ ˸ϫ˶ ˴ ϥ˶ ˴ ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶ ͉ ˵ ϭ˵ ˶ Ύ˴ ˴  Ϟό ϳϭ Ύ η ϫή Η ΃ δόϓ Ϧϫ ϤΘ ήϛ Έϓ ϑ ή Ϥ Α Ϧϫ ήη ϋϭ Tentang hal ini Allah swt. An-Nisaa: 19). (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu.Dan bergaullah dengan mereka secara patut. tinggal di medan perang selama empat bulan dan kembali pulang selama sebulan. dan menegakkan unsur ini di atas pilihan dan kemauan mutlak agar semuanya dapat berjalan dengan sambut menyambut. waktu berangkat sebulan. maka mulai saat itu khalifah Umar bin Khattab menetapkan untuk mujahidin berperang waktunya paling lama enam bulan.

ada ulama yang memahaminya dalam arti perintah untuk berbuat baik 53 Sayyid Quthb. .˱ήϴ˶ ˴ ˱ή˸ϴ˴ ˶ ϴ˶ ˵ ˷ϟ΍ ΍ Μ ϛ ΍ Χ Ϫ ϓ ϪϠ  ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶ ͉ ˵ ϭ˵ ˶ Ύ˴ ˴ ϑ ή Ϥ Α Ϧϫ ή η ϋϭ Dan bergaullah dengan mereka secara makruf. Tafsir Fi Zhilalil Quran…. h. 306. Jil 2.

Kata ϑϭήόϣ.42 kepada istri yang dicintai maupun tidak.

Tafsir Al-Misbah…. dalam ayat yang lain. Asy-Sya’rawi mengatakan. Walau cinta pupus. seperti berzina atau nusyuz. sedang makruf tidak mengharuskan adanya cinta54. kecuali istri tersebut melakukan perbuatan yang keji yang nyata. Tafsir Al-Misbah…. yakni berbuat ihsan dan berbaik-baik kepadanya. membedakan antara mawaddah yang seharusnya menghiasi hubungan suami istri dengan ma’ruf yang diperintahkan di sini. Sebagaimana ketika seseorang yang ingin menceraikan istrinya karena tidak mencintainya lagi. Penggalan ayat di atas melarang menyusahkan atau menyakiti istri oleh sebab apapun. dan juga lebih dari itu. Mawaddah pastilah disertai dengan cinta. 55 56 . Quraish Shihab. Ulama Mesir yang meninggal tahun 1999. h. 383. ma’ruf mereka pahami mencakup tidak menganggu. Ini berarti berbeda antara makruf dengan cinta55. Tafsir Al-Misbah…. sedang ma’ruf tidak harus demikian. ‘Umar bin 54 Quraish Shihab. h. Dia menjadikan perintah di atas tertuju kepada suami yang tidak mencintai lagi istrinya. tetapi berbuat baik masih harus diperintahkan. Vol 2. h. tetapi ia adalah cinta plus56. Bahkan mawaddah yang diharapkan terjalin antara suami istri. tidak memaksa. bukan saja dalam arti cinta. Vol 2…. Asy-Sya’rawi memiliki pandangan lain. anak atau saudara-saudara. Dia memerintahkan anak untuk bergaul dengan makruf kepada ibu bapak yang memaksa anak untuk tidak percaya keesaan Allah. merasa senang bersamanya serta bergembira dengan kehadirannya. sungguh tepat. Quraish Shihab. Vol 2…. Apa yang dikemukakan Asy-Sya’rawi di atas. agar kehidupan rumah tangga tidak berantakan hanya karena cinta suami istri telah pupus. 383. Almawaddah menurutnya adalah berbuat baik kepadanya. Asy-Sya’rawi merujuk kepada firman Allah yang menafikan adanya mawaddah atau cinta kepada orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya sekalipun orang-orang itu bapak. 382. Padahal katanya.

“Apa hak istri yang wajib kita ήΠϬΗϻϭΞϘΗϻϭϪΟϮϟ΍ΏήπΗϻϭΖϴδΘϛ΍Ϋ·ΎϫϮδϜΗϭΖϤόσ΍Ϋ·ΎϬϤόσ penuhi?” Rasulullah saw. “Kamu memberi makan kepadanya apabila kamu makan.” Orang saleh yang lain pernah berkata. 57  ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ. “Seorang istri itu laksana botol. jangan kamu pisah ranjang (hajr) kecuali di dalam rumah. menjawab. Ahmad Daud dan Nasaa’i). Kamu memberi pakaian kepadanya apabila kamu berpakaian. menyangkut segala sesuatu. melipur lara. termasuk pada mereka yang tidak disukai itu59. Jangan memperketat nafkah mereka.43 Khatab mengecamnya sambil berkata: “Apakah rumah tangga hanya dibina atas dasar cinta? Kalau demikian mana nilai-nilai luhur? Mana pemeliharaan. maka penuhilah botol itu dengan minuman yang engkau sukai.60 Orang-orang saleh pernah berkata. kita memerlukan sedikit humor. Rasulullah pernah ditanya oleh seseorang. dan perhatian yang cukup. Atau menyambut mereka dengan wajah yang muram dan menyambut mereka dengan mengerutkan dahi58. mana amanah yang engkau terima?”57 Suami harus memperbaiki pergaulannya dengan istri. bersabarlah. jangan menyakiti mereka melalui perkataan maupun perbuatan. tutur kata yang baik termasuk sedekah. karena Allah menjadikan kebaikan itu menyeluruh. “Dalam menghadapi seorang wanita. Dan apabila suami tidak menyenangi istrinya karena keaiban akhlak atau fisik mereka yang tidak menyenangkan. R. tutur kata yang lembut. untuk itu harus menggauli mereka dengan cara yang mereka senangi.” Juga diingat. Jangan kamu pukul wajahnya! Jangan kamu cela! Dan.” (H.

h. Jil 4. Ahmad bin Hanbal. 58 59 60 . 383. Al-Maragi. 384. Jilid. Tafsir Al-Misbah…. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal …. 384. 4. Tafsir Al-Maragi…. Tafsir Al-Maragi…. h. Jil 4.ΖϴΒϟ΍ϲϓϻ· Quraish Shihab. Al-Maragi. h. Vol 2. h. 447.

juga harus menjaga kehormatan dan perasaan istrinya itu. walaupun dalam batas-batas yang dibenarkan oleh syariat karena istri tidak taat kepada suaminya boleh memukulnya. Jadi. baik lahir maupun batin. secara tidak langsung Islam melarang suami melukai perasaan istri dengan perkataan. seorang kepala rumah tangga mempunyai kewajiban. selain harus memberikan nafkah kepada istrinya.44 Dengan melihat hadis di atas. Karena memukul merupakan perubahan hukum dari kesulitan kepada kemudahan karena suatu alasan disebabkan latar belakang hukum asli. mawaddah dan rahmah serta menunaikan hak-haknya ketika hak-hak mereka ditinggalkan. Menegakkan keadaan yang membolehkan karena suatu alasan. yaitu demi kelanggengan suami istri dan terciptanya keluarga yang sakinah. Sebab larangan itu merupakan rasa kasihan dan sayang kepada mereka. . akibatnya istri akan tersakiti secara fisik juga mentalnya. Karena hal itu yang akan membuka terjadinya pemukulan dan kekerasan lain oleh suami kepada istri.

(Jakarta: Balai Pustaka. peran memiliki arti seperangkat tingkat yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat. bertanggung jawab. memberikan teladan. Sesungguhnya orang tua adalah teladan yang paling dekat dengan anak-anaknya. bahwa merosotnya moral generasi muda saat ini. 1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia…. 45 . h. Dan “suami” memiliki arti pria yang menjadi pasangan hidup resmi seorang wanita2. Sehingga yang dimaksud dengan peranan suami adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan oleh suami. Namun. 860. 2 1 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. tidak lepas dari kemerosotan akhlak para orang tua. A. sayangnya ternyata seringkali orang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Adapun peranan suami dalam rumah tangga menurut Ahmadi Sofyan dalam bukunya The Best Husband in Islam meliputi. dan menciptakan rumah tangga teladan. h. Edisi ke-2. Sedangkan “peranan” adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan1. Kamus Besar Bahasa Indonesia.BAB III PERANAN SUAMI DALAM MEMBINA RUMAH TANGGA YANG SAKINAH Peranan adalah dari kata dasar “peran” yang ditambahkan akhiran “an”. Memberikan Teladan Harus diakui. 751.

Kelalaian ini terjadi ketika sang suami tidak mampu memberikan teladan kepada istrinya dalam mendidik sebuah keluarga bahagia yang didambakan. Begitu juga akhlak suami dalam rumah tangga terhadap isterinya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya. 77. Manusia yang tidak memiliki akhlak. Oleh karena itu memberikan teladan kepada anak merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan generasi yang dilahirkan orang tua dari benih-benih cinta mereka. 4 Ahmadi Sofyan. maka ia tidak patut dikatakan sebagai manusia. The Best Husband in Islam. yang harus diperlakukan dengan baik oleh seorang suami. memerintahkan mereka untuk melakukan kebaikan. karena Ia menganugerahkan dengan akhlak. Ke-I. mencegah mereka dari kemungkaran. Akhlak ini pun akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah swt. 2006). 3 Ahmadi Sofyan. h. 5 . Cet. sedangkan sang istri pun lalai dalam memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga yang baik. Akibatnya anak-anak menjadi korban dari kelalaian seorang pendidik dalam rumah tangga4. Keutuhan dan kesuksesan dalam berumah tangga akan menjadi cermin bagi anak-anak yang dilahirkan ketika mereka berkeluarga nantinya. Membangun sebuah keluarga bukan hanya untuk sehari atau dua hari. Manusia dikatakan sebagai makhluk mulia di antara makhluk-makhluk ciptaan lainNya. 29.46 tua lalai membimbing mereka dengan akhlak yang baik dalam perlakuan dan tindakan kita sehari-hari3. (Jakarta: Lintas Pustaka. akan tetapi sepanjang hayat dikandung badan. The Best Husband in Islam…. Seorang suami diperintahkan untuk menasehati keluarganya. Karena isteri dan anak adalah amanah Allah swt. The Best Husband in Islam…. 29-30. Di antara kewajiban seorang suami adalah mendidik keluarganya tentang hukumhukum agama5. Ahmadi Sofyan. h. h.

yakni memukul bukan untuk menyakiti atau melukai. Memperlakukannya dengan baik Allah swt. berfirman: “Dan bergaulah dengan mereka dengan cara yang baik” (Q. dan tidak sampai membuat salah satu organ tubuhnya tidak dapat menjalankan tugas. kepadanya dengan menasehatinya tanpa mencaci-maki atau menjelekjelekannya. maka ia memiliki hak untuk memukul. S. Jika isteri tidak taat kepadanya.  ˺̂˯ΎδϨϟ΍. agar isterinya tidak membangkang seperti yang diperintahkan Allah swt.47 Adapun akhlak suami kepada istrinya adalah sebagai berikut6: 1. dan tidak meninggalkan bekas luka. memberinya pakaian yang sopan. Seorang suami yang memiliki akhlak dan memahami sang isteri tercinta. jika isteri tetap tidak taat kepadanya. An-Nisa: 19). ia pisah ranjang dengannya. tidak mengucurkan darah. maka ia memberi makan isterinya dengan makanan yang baik. dan mendidiknya dengan didikan Islam.

Dalam hal ini Rasulullah saw. berfirman:  ˼˽˯ΎδϨϟ΍.˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶ ͉ ˵ ϭ˵ ˶ Ύ˴ ˴  ϑ ή Ϥ Α Ϧϫ ήη ϋϭ ͉ ˵ Ϯ˵ ˶ ˸ο΍˴ ˶ ˶ Ύ˴ ˴ ˸ϟ΍ϲ˶ ͉ ˵ ϭ˵ ˵ ˸ϫ΍˴ ͉ ˵ Ϯ˵ ˶ ˴ ͉ ˵ ˴ Ϯ˵ ˵ ˴ Ϯ˵ Ύ˴ ˴ ϲ˶ ͉ ϟ΍˴ Ϧϫ Αή ϭ ϊΟ πϤ ϓ Ϧϫ ήΠ ϭ Ϧϫ ψόϓ Ϧϫί θϧ ϥ ϓ ΨΗ Ηϼ ϭ “Wanita-wanita yang kalian khawatirkan nusyuznya (Pembangkangannya). bersabda: Allah swt. maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka. An-Nisa: 34). Kemudian jika mereka mentaati kalian. maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka” (Q. dan pukullah mereka. S.

˱ήϴ˶ ˴ ˱ ˷˶˴ ˴ Ύ˴ ˴ ˷ϟ΍͉ ˶˱ ϴ˶ ˴ ͉ ˶ ˸ϴ˴˴ ˸΍Ϯ˵ ˸Β˴ ˴ ˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˸ό˴ ˴˸ϥ˶ ˴ ΍ Βϛ ΎϴϠϋ ϥ ϛ ϪϠ ϥ· ϼ Βγ ϦϬ Ϡϋ ϐ Η ϼϓ ϜϨ σ΃ Έϓ ήΠϬΗϻϭΞϘΗϻϭϪΟϮϟ΍ΏήπΗϻϭΖϴδΘϛ΍Ϋ·ΎϫϮδϜΗϭΖϤόσ΍Ϋ·ΎϬϤόσ  ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ.

. 34-38..ΖϴΒϟ΍ϲϓϻ· 6 Ahmadi Sofyan.. . The Best Husband in Islam. h.

dan minuman yang wajib diberikannya. Jangan kamu pukul wajahnya! Jangan kamu cela! Dan.48 “Kamu memberi makan kepadanya apabila kamu makan. Muslim).7 ϩήϴϏ ϝΎϗ ϭ΍ ήΧ΃ ΎϬϨϣ ϲοέ ΎϘϠΧ ΎϬϨϣ ϩήϛ ϥ· ΔϨϣΆϣ ϦϣΆϣ ϙήϔϳϻ “Laki-laki mukmin tidak boleh membenci wanita mukminah. Jika tidak mampu untuk mengajari sendiri. forum-forum ilmiah dan lain-lain. majelis ta’lim. Mengerjakan persoalan-persoalan yang urgen dalam agama kepada isterinya jika belum mengetahui Seorang suami wajib hukumnya memberikan kemudahan kepada isterinya dalam mempelajari agama. Ahmad.” (H.8 2. Sebab kebutuhan untuk memperbaiki kualitas agama. jangan kamu pisah ranjang (hajr) kecuali di dalam rumah.  ϢϠδϣϩ΍ϭέ. R. maka hendaknya memberinya izin untuk menghadiri pengajian. Daud dan Nasaa’i). dan menyucikan jiwanya itu tidak lebih sedikit dari kebutuhannya terhadap makanan. Kamu memberi pakaian kepadanya apabila kamu berpakaian. ia menyenangi yang lainnya” (H. jika ia membenci sesuatu pada fisiknya. R.

Jilid. berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Q. Adib Bisri Musthofa. (Semarang: CV.˴ ϭ˵ ˴ ˸Ά˵ Ύ˴ ˴ Ϯ˵˴ ˸ϔ˴ ˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˴ ˴Ύ˴ ˴ ͉ϟ΍˴ Ϯ˵ ˸ό˴ Ύ˴˲ ΍˴ ˶ ˲ Ύ˴˶ ˲ ˴ ˶ Ύ˴˴ ϥ ήϣ ϳ ϣ ϥ Ϡό ϳϭ ϫήϣ΃ ϣ ϪϠ ϥ μ ϳ ϟ Ω Ϊη υ ϠϏ ΔϜ΋ Ϡϣ 7 Ahmad bin Hanbal. 447. Muslim. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. . 8 . 871. yang keras. Shahih Muslim. II. 4. 1993) Juz. Ύ˴ ˸ϴ˴˴ ˵ ˴ Ύ˴ ˶ ˸ϟ΍˴ ˵ Ύ͉ϟ΍Ύ˴ ˵ Ϯ˵ ˴ ˱έΎ˴ ˸Ϣ˵ ϴ˶˸ϫ˴˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˵ ϧ˴΍Ϯ˵ ΍Ϯ˵ ˴ ΁˴ ϳ˶ ͉΍Ύ˴ ͊ ˴Ύ˴ Ϭ Ϡϋ Γέ ΠΤ ϭ α Ϩ ϫΩ ϗϭ ΍ ϧ Ϝ Ϡ ΃ϭ Ϝδϔ ΃ ϗ Ϩϣ Ϧ άϟ Ϭϳ΃ ϳ Allah swt. At-Tahrim: 6). Asy-Syifa. S. Terj. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal …. h. h. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.

28. 450.   Membina keluarga dengan pembinaan yang terpadu dan kontinyu. Tafsir Al-Maragi…. 259. Abdurahman Suyuti. pangan dan papan keluarga dengan cara yang halal. Menyiapkan sandang. 208-209. Jil. h. Jami’ Al-Hadis …. Hal ini sebagaimana sabda Nabi saw. Ini berarti ia harus selalu mengondisikan dan memfasilitasi terwujudnya iklim yang mendorong semua anggota keluarga menjadi orang-orang yang bertakwa. Sebab. maka neraka lebih berhak untuk (tempat tinggal) nya. 9. Juz. harta yang haram di dapat dari cara yang haram justru menjerumuskan mereka ke dalam neraka. Menghadirkan Surga di Rumah…. Jadilah dirimu yaitu suami pelindung dari api Ϝδϔ ΃ ϗ neraka dengan meninggalkan maksiat9. Untuk itu. “Setiap daging yang tumbuh (dalam tubuh manusia) dari sesuatu yang ϪΑϰϟϭ΃έΎϨϟΎϓΖΤδϟ΍ϪΘΒϧ΃ϢΤϟϞϛ ˸Ϣ˵ ϴ˶˸ϫ˴˴ Ϝ Ϡ ΃ϭ haram. yaitu suami harus membawa keluarganya kepada penjagaan dari api neraka dengan nasehat dan pelajaran. 10 11 . puasa. ketika orang tua membiasakan anak-anaknya shalat. membaca Al-Quran dan lain-lain sesungguhnya mereka telah membentengi anak-anak dari api neraka.11 Wa ahlikum.49 ˸Ϣ˵ ˴ ˵ ϧ˴΍Ϯ˵ Quu anfusakum. Allah memerintahkan kaum mukmin pada umumnya untuk menjaga diri dan keluarga dari neraka yang kayu bakarnya adalah manusia dan berhalaberhala pada hari kiamat. Ahmad Kusyairi. Membentengi keluarga dari api neraka dapat dilakukan dengan berbagai cara di antaranya10:  Membentuk mereka menjadi manusia yang bertakwa pada Allah dengan senantiasa menyeru mereka untuk mentaati Allah dan melarang mereka dari maksiat kepadaNya. 9 Al-Maragi. h. h.

apa yang dapat menjaga dirimu dari api neraka dan menjauhkan kamu daripadanya. h. 326. h. Vol. Vol. Jil. Al-Maragi. yakni sesuai dengan dosa dan kesalahan masing-masing penghuni neraka dan mereka juga senantiasa dan dari saat ke saat mengerjakan dengan mudah apa yang diperintahkan Allah kepada mereka14. 28. 14. bahwa Umar berkata ketika turun ayat itu. yang keras-keras perlakuannya dalam melaksanakan tugas penyiksaan. “Wahai Rasulullah. 14. Wahai orang-orang yang percaya kepada Allah dan RasulNya hendaklah sebagian dari kamu memberitahukan kepada sebagian yang lain.50 ˵ ˴ Ύ˴ ˶ ˸ϟ΍˴ ˵ Ύ͉ ϟ΍Ύ˴ ˵ Ϯ˵ ˴ ˱έΎ˴ ˸Ϣ˵ ϴ˶˸ϫ˴˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˵ ϧ˴΍Ϯ˵ ΍Ϯ˵ ˴ ΁˴ ϳ˶ ͉΍Ύ˴ ͊ ˴Ύ˴ Γέ ΠΤ ϭ α Ϩ ϫΩ ϗϭ ΍ ϧ Ϝ Ϡ ΃ϭ Ϝδϔ ΃ ϗ Ϩϣ Ϧ άϟ Ϭϳ΃ ϳ Hai orang-orang yang beriman. 13 14 . Tafsir Al-Misbah…. Tafsir Al-Maragi…. yang tidak mendurhakai Allah menyangkut apa yang Dia perintahkan kepada mereka sehingga siksa yang mereka jatuhkan – Allah. Tetapi bagaimana kita menjaga 12 kendati mereka kasar – tidak juga berlebih dari apa yang diperintahkan Quraish Shihab. yaitu ketaatan kepada Allah dan menuruti segala perintah-Nya. peliharalah diri kamu antara lain dengan meneladani Nabi dan pelihara juga keluarga kamu yakni istri. 326. 259 Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah…. Telah diriwayatkan. kita menjaga diri kita sendiri. anak-anak dan seluruh yang berada di bawah tanggung jawab kamu dengan membimbing dan mendidik mereka agar kamu semua terhindar dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia-manusia yang kafir dan juga batu-batu antara lain yang dijadikan berhala-berhala12. Dan hendaklah kamu mengajarkan kepada keluargamu perbuatan yang dengannya mereka dapat menjaga diri mereka dari api neraka dan bawalah mereka kepada yang demikian ini melalui nasehat dan pengajaran13. ϥ ήϣ ϳ ϣ ϥ Ϡό ϳϭ ϫήϣ΃ ϣ ϪϠ ϥ μ ϳ ϟ Ω Ϊη υ ϠϏ ΔϜ΋ Ϡϣ Ϭ Ϡϋ ˴ ϭ˵ ˴ ˸Ά˵ Ύ˴ ˴ Ϯ˵˴ ˸ϔ˴ ˴ ˸Ϣ˵ ˴ ˴ ˴Ύ˴ ˴ ͉ϟ΍˴ Ϯ˵ ˸ό˴ Ύ˴˲ ΍˴ ˶ ˲ Ύ˴˶ ˲ ˴ ˶ Ύ˴˴ Ύ˴ ˸ϴ˴˴ Di atasnya yakni yang menangani neraka itu dan bertugas menyiksa penghuni-penghuninya adalah Malaikat-malaikat yang kasar-kasar hati dan perlakuannya. h.

262 Al-Maragi. menjawab. gelar 15 dan Al-Maragi. Ayat di atas walau secara redaksional tertuju kepada kaum pria (ayah). h. Tafsir Al-Misbah…. Itulah penjagaan antara diri mereka dengan neraka15. Vol.51 keluarga kita?” Rasulullah saw. Ayah atau ibu sendiri tidak cukup untuk menciptakan satu rumah tangga yang diliputi oleh nilai-nilai agama serta dinaungi oleh hubungan yang harmonis17. Menghadirkan Surga di Rumah…. Berbeda dengan persepsi kebanyakan orang yang menilai kesuksesan seseorang dengan standar materi.16 Ayat enam di atas menggambarkan bahwa dakwah dan pendidikan harus bermula dari rumah. Di dalam ayat ini terdapat isyarat mengenai kewajiban seorang suami mempelajari fardhu-fardhu agama yang diwajibkan baginya mengajarkannya pada keluarga mereka. 28. seperti kekayaan tampilan fisik. 14. Jil. 28. 16 17 18 . 207. Tafsir Al-Maragi…. Al-Qur’an telah memberikan perhatian yang amat besar terhadap kehidupan keluarga. Ayat di atas juga secara langsung mengingatkan betapa tinggi dan penting kedudukan keluarga dalam Islam dan betapa perhatian terhadap keluarga harus diberikan dalam porsi yang besar. 327 Ahmad Kusyairi. h. sehingga tidak berlebihan sampai ada yang menyebutnya sebagai kitab keluarga18. “Kamu larang mereka mengerjakan apa yang dilarang Allah untukmu. 262 Quraish Shihab. tetapi itu bukan berarti hanya tertuju kepada mereka. Tafsir Al-Maragi…. dan kamu perintahkan kepada mereka apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Jil. Ini berarti kedua orang tua bertanggung jawab terhadap anak-anak dan juga pasangan masing-masing sebagaimana masing-masing bertanggung jawab atas kelakuannya. Ayat ini tertuju kepada perempuan dan lelaki (ibu dan ayah) sebagaimana ayat-ayat yang serupa (misalnya ayat yang memerintahkan berpuasa) yang juga tertuju kepada lelaki dan perempuan. h. h.

Mewajibkan etikanya. Wanita termasuk bagian dari keluarga laki-laki dan penjagaan dirinya dari api neraka ialah dengan iman. dan tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk menjadi wanita fasiq terhadap perintah Allah swt. Allah swt.52 serta jabatan. Taha: 132). berfirman: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Oleh karena itu seorang suami berkewajiban untuk mengajarkan dan melaksanakan ajaran Islam beserta etikanya kepada isterinya. maka ayat di atas sesungguhnya juga memberikan pemahaman bahwa standar kesempurnaan dan kesuksesan seorang mukmin adalah sejauh mana ia sukses dalam menciptakan stabilitas keluarga setelah mampu menciptakan stabilitas diri. S. isterinya melaksanakan ajaran-ajaran Islam beserta Sikap dan perilaku istri bisa menjadi cermin bagi kehidupan rumah tangga. ΍Ϯ˵ ˴ ΁ ˴ ϳ˶ ͉΍ Ύ˴ ͊ ˴ Ύ˴ (Hai orang-orang Ϩϣ Ϧ άϟ Ϭϳ΃ ϳ yang beriman)19. Karenanya ayat  tersebut diawali dengan panggilan. Kami tidak meminta rezki kepadamu. dan amal shaleh. Amal shaleh harus berdasarkan ilmu. ˵ ˴ ˶ Ύ˴ ˸ϟ΍˴ ˴ ˵ ˵ ˸ή˴ ˵ ˸Τ͉ ˱ ϗ˸ί˶ ˴ ˵˴ ˸δ˴ Ύ˴Ύ˴ ˸ϴ˴˴ ˸ή˶ ˴ ˸λ΍˴ ˶ Ύ˴͉ ϟΎ˶ ˴ ˴˸ϫ˴˸ή˵ ˸΃˴ ΔΒϗ ό ϭ Ϛϗί ϧ Ϧ ϧ Ύ έ Ϛϟ΄ ϧ ϟ Ϭ Ϡϋ Βτ ϭ Γ Ϡμ Α ϚϠ ΃ ϣ ϭ Selain itu. dan pengetahuan sehingga ia bisa mengerjakannya seperti yang diperintahkan syariat. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa” (Q. 3. Melarangnya untuk mengumbar aurat dan berhubungan bebas (ikhtilat) dengan laki-laki yang bukan muhrimnya. ˺˼˻Ϫσ. memberikan perlindungan yang memadai kepadanya dengan tidak mengizinkannya untuk merusak akhlak atau agamanya. Kamilah yang memberi rezki kepadamu.

ϯ˴ ˸Ϙ͉ Ϡ˶ ϮΘϟ 19 Ahmad Kusyairi. Menghadirkan Surga di Rumah…. . 207. h.

ϯ˴ ˸Ϙ͉ Ϡ˶ ˵ ˴ ˶ Ύ˴ ˸ϟ΍˴  ˴ ˵ ˵ ˸ή˴  ˵ ˸Τ͉  ˱ ϗ˸ί˶  ˴ ˵˴ ˸δ˴  Ύ˴ Ϯ Θ ϟ ΔΒϗ ό ϭ Ϛϗί ϧ Ϧ ϧ Ύ έ Ϛϟ΄ ϧ ϟ Kami tidak meminta kepadamu rezeki dengan perintah shalat ini. 28. yakni dalam melaksanakannya20. 402. Kamilah yang memberi jaminan rezeki kepadamu. Tafsir Al-Maragi…. yang beliau pelihara sepeninggal Abu Thalib. 8. Kata ϚϠ ΃ ˴ ˴˸ϫ˴ keluarga. Kenikmatan dari kehadiran mereka dalam satu rumah tangga diperoleh melalui hubungan harmonis masing-masing anggota keluarga satu dengan yang lain serta hubungan yang harmonis dengan Allah swt. h. Al-Maragi. maka ia dapat mencakup keluarga besar Nabi Muhammad saw. Jil. 21 . Allah memerintahkan Nabi saw. jika ditinjau dari masa turunnya ayat ini. Bahkan 20 Quraish Shihab. termasuk semua istri dan anak cucu beliau. dan setiap kepala keluarga muslim agar Ύ˴ ˸ϴ˴˴  ˸ή˶ ˴ ˸λ΍˴  ˶ Ύ˴͉ ϟΎ˶  ˴ ˴˸ϫ˴ ˸ή˵ ˸΃˴ Ϭ Ϡϋ Βτ ϭ Γ Ϡμ Α ϚϠ ΃ ϣ ϭ dan perintahkanlah keluargamu melaksakan shalat secara baik dan bersinambung pada setiap waktunya dan bersungguh-sungguhlah engkau wahai Nabi Muhammad dalam bersabar atasnya.53 Pada ayat ini disebut pasangan orang-orang beriman dan keluarganya. hai Rasul keluargamu untuk mendirikan shalat. Dan kesudahan yang baik di dunia dan di akhirat adalah bagi orang-orang yang menghiasi dirinya dengan ketakwaan. yang tercermin antara lain dalam pelaksanaan shalat. karena nasehat dengan perbuatan akan lebih membekas dibanding dengan perkataan21. Tetapi bila dilihat dari penggunaan kata ahlaka yang dapat mencakup keluarga besar. atau Kami tidak membebanimu untuk menanggung rezeki bagi dirimu atau keluargamu. maka ia hanya terbatas pada istri Nabi yaitu Khadijah ra. Suruhlah. h. Vol. dan beberapa putera beliau bersama ‘Ali ibn Abi Thalib ra. Tafsir Al-Misbah…. lalu menyadari bahwa perintah tersebut berlanjut sepanjang hayat. dan hendaklah kamu sendiri memeliharanya. 259.

R.54 sementara ulama memperluasnya sehingga mencakup seluruh umat beliau22. ia memercikkan air pada wajahnya. ΎϬΟϭίΖψϘϳ΃ϭΖϠμϓϞϴϠϟ΍ϦϣΖϣΎϗϩ΃ήϣ΍Ϳ΍ϢΣέϭ˯ΎϤϟ΍ΎϬϬΟϭϲϓ ΢πϧΖΑ΃ϥΈϓΖϠμϓϪΗ΃ήϣ΍φϘϳ΃ϭϲϠμϓϞϴϠϟ΍ϦϣϡΎϗϼΟέͿ΍ϢΣέ Kemudian Rasulullah saw. mampu menempatkan keluarganya untuk menjadi generator dan inspirator bagi dirinya dalam  ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ. belajar secara bersama. Ahmad). diperintahkan untuk lebih bersabar dalam melaksanakan shalat. lalu ia membangunkan suaminya agar ikut shalat. ˸ή˶ ˴ ˸λ΍ Βτ dari kata (ήΒλ΍) bersabarlah. Ini memerlukan kesabaran dan ketekunan melebihi apa yang diwajibkan atas keluarga dan umat beliau23. dengan penambahan huruf Penambahan itu mengandung makna penekanan. juga bersabda: “Allah merahmati seorang suami yang bangun tengah malam untuk melakukan shalat. Dan Allah juga merahmati seorang wanita yang bangun tengah malam untuk shalat. maka ia memercikkan air pada wajahnya” (H. Nabi saw. Di antara hal yang dapat melanggengkan hubungan suami istri adalah saling membantu dalam ketaatan kepada Allah swt. seorang suami yang sukses dalam kehidupan berumah tangga adalah suami yang sukses dalam mengayomi keluarga. dan jika suaminya tidak mau bangun. tetapi juga shalat malam yang diperintahkan kepada beliau.24 Jadi. lalu ia membangunkan istrinya agar ikut shalat. karena shalat yang wajib bagi beliau adalah shalat lima waktu. dengan mengalokasikan waktu khusus untuk beribadah secara berjamaah. dan jika istrinya tidak mau bangun. Kata ρ).

416. Vol. 8. Vol. 403. h. Jami’ Al-Hadis…. h. h. 402 Quraish Shihab. Juz. Tafsir Al-Misbah…. Tafsir Al-Misbah…. 4. 8.˯ΎϤϟ΍ϪϬΟϭϲϓΖΤπϧϲΑ΃ϥΈϓϲϠμϓ 22 Quraish Shihab. 23 24 . Abdurahman Suyuti.

Tidak membuka rahasia isterinya dan tidak membeberkan aibnya. sebab suami yang diberi kepercayaan terhadapnya. Kemudian ia membeberkan rahasia hubungan suami isteri tersebut” (H. mawaddah dan rahmah. 4.55 memproduksi beraneka macam kebajikan. ϭϪΗ΃ήϣ΍ϰϟ·ϲπϔϳϞΟήϟ΍ΔϣΎϴϘϟ΍ϡϮϳΔϟΰϨϣͿ΍ΪϨϋαΎϨϟ΍ήηϦϣϥ· “Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah ialah suami yang menggauli isterinya. bersabda:  ϢϠδϣϩ΍ϭέ. dituntut menjaga dan melindunginya. Muslim). Tidak membuka rahasia dan tidak membeberkan aib isteri. Rasulullah saw. perbuatan dan lain sebagainya26. begitu pula sebaliknya. R. Mampu mewujudkan keluarganya menjadi keluarga sakinah.25 Hadist di atas merupakan dalil atas keharaman seseorang menyiarkan rahasia hubungannya di atas ranjang dengan istrinya baik berupa ucapan. dan isterinya bergaul dengannya. Seorang suami hendaknya menjadi orang yang paling dipercaya oleh isteri.

Jika seorang suami kebetulan memiliki isteri lebih dari satu orang. Jami’ Al-Hadis…. 2. Seorang suami harus bisa berlaku adil terhadap istri-istrinya supaya tidak timbul perpecahan di antara mereka. 130. pakaian. Berlaku adil terhadap isteri-isterinya. tempat tinggal 25 Abdurahman Suyuti. Suami berkewajiban untuk berbuat adil terhadap mereka dalam hal makanan.ΎϫήγήθϨϳϢΛϪϴϟ·ϲπϔΗ 5. Juz. 398. jika memiliki isteri lebih dari satu orang. 26 . Syaikh Hafiz Ali. Kado Pernikahan…. h. maka ia memiliki tanggung jawab yang sangat besar yang harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah swt. minuman. h.

Jadi apabila ada orang yang ingin menutup rapat-rapat pintu poligami dengan berdasarkan Q.. S.” (Q. Karena hal tersebut bisa menimbulkan kemurkaan Allah swt.. An-Nisa: 129. S. tidaklah tepat karena keadilan yang dimaksudnya adalah dalam hal ˼˯ΎδϨϟ΍. Dalam Al-Quran Allah swt.56 dan tidur. Jelas sekali bahwa keadilan yang maksud oleh ayat di atas merupakan keadilan dalam hal material. maka kawinilah satu orang saja. An-Nisa: 3). berfirman: “Kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil... Ia tidak boleh bersikap curang atau dzolim sedikit pun.

˱ ˴ ˶ ΍˴ ˴ ˸΍Ϯ˵˶ ˸ό˴ ͉ ˴˸Ϣ˵ ˸ϔ˶ ˸ϥ˶ ˴  ΓΪΣ Ϯϓ ϟΪ Η ϻ΃ Θ Χ Έϓ ˶ ˸ϴ˴ ˸ϟ΍ ͉ ˵  ˸΍Ϯ˵ϴ˶ ˴  ˴ ˴  ˸Ϣ˵ ˸λ˴ ˴  ˸Ϯ˴˴  ˯Ύ˴ ͋ ϟ΍ ˴ ˸ϴ˴  ˸΍Ϯ˵˶ ˸ό˴  ϥ˴ ˸΍Ϯ˵ ϴ˶ ˴ ˸δ˴  Ϧ˴˴ Ϟ Ϥ Ϟϛ Ϡ ϤΗ ϼϓ Θ ήΣ ϟϭ δϨ Ϧ Α ϟΪ Η ΃ ό τΘ Η ϟϭ ˯ΎδϨϟ΍.

China. h. Pada zaman Nazi.˱ Ϥϴ˶ ͉ ˱έϮ˵ ˴ ˴ Ύ˴ ˴ ˷ϟ΍͉ ˶ ˴ ˸΍Ϯ˵ ͉ ˴ ˴ ˸΍Ϯ˵ ˶˸μ˵ ϥ˶˴ ˶ ˴ ͉˴ ˵ ˸ϟΎ˴ Ύ˴ ϭ˵ ˴ ˴ ˴ Ύ Σέ ΍ ϔϏ ϥ ϛ ϪϠ ϥΈϓ ϘΘΗϭ ΤϠ Η ·ϭ ΔϘϠόϤ ϛ ϫ έάΘϓ  ˺˻̂ imaterial (cinta): “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteriisteri (mu). 15. Musuh-musuh Islam menuduh. Kado Pernikahan. Mesir.. Poligami sudah tersebar luas di kalangan bangsa-bangsa terdahulu. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan). . maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q. bukan Allah swt. karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai). S. Tujuan mereka ialah untuk memperburuk citra Islam. walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung.. Mongol. Persi dan Romawi.27 Sebenarnya poligami sudah ada jauh sebelum Islam. seperti bangsa Tibet. bahwa sesungguhnya hanya Rasulullah saw.. Bahkan para uskup 27 Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi’. yang menganjurkan manusia untuk melakukan poligami. poligami juga sudah dikenal di kalangan orang-orang Jerman. An-Nisa: 129). yang menganjurkan.

seperti: kemungkinan mandulnya seorang istri. Rasulullah saw. adalah sosok suami yang sangat adil terhadap isteri-isterinya. Jadi tidak benar tuduhan orang-orang yang mengatakan bahawa: Islam adalah yang mempelopori poligami28. merupakan satu kemungkinan yang tidak aneh? Apakah jalan keluar bagi suami yang dapat diusulkan untuk menghadapi kemungkinan itu? Bagamana ia menyalurkan kebutuhan biologis atau memperoleh dambaannya untuk memiliki anak? Poligami ketika itu adalah jalan yang paling ideal. Dalam hal ini beliau mewasiatkan perlakuannya yang baik terhadap isteriisterinya: “Orang terbaik dari kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya. seperti Napoleon. R. memiliki beberapa orang isteri karena alasan untuk perlindungan terhadap janda-janda yang ditinggal mati oleh suaminya. dan kemampuan untuk berbuat adil harus kepada semua istri harus dimiliki.  ϰϧήΒτϟ΍ϩ΍ϭέ. atau terjangkiti penyakit parah.29 Selain itu. banyak kondisi yang merupakan alasan logis untuk tidak menutup pintu poligami dengan syarat-syarat yang tidak ringan. dan aku orang yang terbaik dari kalian terhadap keluarganya” (H. Sedangkan Rasulullah saw. Ath-Thabrani).57 memperbolehkan poligami kepada beberapa orang raja setelah masuknya agama Kristen ke Eropa.

h.ϲϠϫϷϢϛήϴΧΎϧ΃ϭϪϠϫϷϢϛήϴΧϢϛήϴΧ 28 Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi’. 16. Jami’ Al-Hadis…. Abdurahman Suyuti.. Kado Pernikahan.. 308. 29 .. h. 4. Juz.

setelah ia menyelesaikan masa lajangnya. Cet. karena agama merupakan pilar utama dalam kehidupan seorang muslim31. Terj. (Jakarta: AMZAH. masyarakat dan juga tentunya kepada Allah swt. sehingga tidak terjadi tindakan ekstrem dalam pengimplementasiannya. Di samping itu harus bertanggung jawab atas isterinya. Husain Syahatah. dan berdakwah dengan bijaksana (bil hikmah) dan tutur kata yang ramah (mau’izah hasanah). Tanggung jawab terhadap Allah swt dan agamanya Salah satu tanggung jawab seorang laki-laki adalah menegakkan dan menjaga agamanya. Ke-I. Arif Chasanul Muna. Ia harus mempertanggung jawabkan apa yang telah ia lakukan kepada dirinya sendiri. seorang laki-laki harus mengetahui dengan baik karakter dan macam-macam tanggung jawab yang harus diembannya. 2000). Oleh karena itu ruang lingkup pertanggung jawabannya semakin luas. Mereka menyimpulkan bahwa macam-macam tanggung jawab tersebut sebagai berikut30: 1.58 B. keluarga. Yang bisa menjadi indikasi terpenuhinya tanggung jawab. Pada saat itu. Ke-I. Sebelum menikah. Cet. 30 Husain Syahatah. pekerjaan dan dirinya secara seimbang. 31 . seorang laki-laki bertanggung jawab untuk memenuhi tuntutan-tuntutan agama. h. Bertanggung Jawab Menjadi seorang suami bukanlah hal yang gampang. juga bertanggung jawab atas anak-anaknya. Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga: Antara kewajiban dan Realitas. tuntutan yang menjadi beban bagi seorang laki-laki semakin menumpuk. yang tentu akan bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya. kategori ini adalah menjalankan ibadah. Dalam hal ini para ahli fiqih dan ulama telah membahas banyak masalah tanggung jawab laki-laki dalam Islam. melakukan amal sholeh. (Jakarta: Gema Insani. Oleh sebab itu. 4. 2005). Tanggung jawab ini bertambah. begitupula dalam masalah tanggung jawab yang harus diemban. h. baik dengan berlebih-lebihan maupun sebaliknya. Laki-laki adalah pemimpin. 10. Syariat Islam memberikan perhatian khusus terhadap masalah ini dan menjadikannya sebagai salah satu tujuan mulia. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses.

Pendidikan jasmani untuk memperkuat kemampuan jasmani. Ahmadi Sofyan. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses. menebarkan rasa kasih sayang. dan membimbingnya dengan penuh kecintaan.  Memberikan waktu-waktu luang untuk istirahat. amal baik. Tanggung jawab terhadap sanak kerabatnya dengan menjalin silaturrahmi.59 2. bisa dilakukan dengan semangat dan wacana baru. menggaulinya dengan baik. Dengan memperhatikan hal ibadah. h. menjaga dan memberikannya nafkah kepada keduanya. 32 Husain Syahatah. Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. amal baik dan usaha mencari nafkah yang halal bisa terlaksana dengan baik.   Tanggung jawab terhadap kedua orang tua dengan berbakti. h. 41 33 . mempersiapkan kemampuan mereka dan mengemban tanggung jawab mereka di masa mendatang. Dengan terjaganya kesehatan.  Mempererat hubungan baik dengan orang lain dengan memenuhi hakhaknya dan membantu penyelesaian kepentingan-kepentingan mereka. dengan menjaga dan memenuhi tuntutan-tuntutannya33. The Best Husband in Islam….  Tanggung jawab terhadap anak-anaknya dan memberi mereka nafkah. dan usaha mencari nafkah yang halal. Yang termasuk dalam kategori tanggung jawab ini adalah sebagai berikut:   Pendidikan rohani untuk memperkuat intensitas dan kualitas ibadah kepada Allah swt. dan berbuat baik kepada mereka. …. memperhatikan pendidikan mereka. ibadah. 3. Bertanggung jawab terhadap anggota keluarga dalam posisinya sebagai pemimpin dalam rumah tangga Tanggung jawab ini terbagi menjadi beberapa bagian32:  Tanggung jawab terhadap isteri dengan memberikannya nafkah. 10.

Dalam sabda Rasulullah saw. Hukum itu meliputi poin-poin sebagai berikut: 1. S. dalam Islam terdapat hukum-hukum tentang tanggung jawab suami terhadap rumah tangganya.60 4. dengan disertai niat beribadah. dan ia akan dimintai pertanggung jawabannya atas kepemimpinannya itu di hadapan Allah swt35. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:     Mencari pekerjaan yang halal yang akan menjadi sumber pendapatan finansial yang baik. disebutkan: ̂˼ϞΤϨϟ΍. firman Allah swt: “Mereka akan ditanya tentang apa yang kalian pernah lakukan” (Q. Menularkan keahlian yang dimiliki kepada orang lain (berbagi keahlian atau ilmu)34. Sebagai dalil tentang hal itu. Suami merupakan pemimpin dalam rumah tangga. dari Ibnu Umar ra. Bekerja dengan optimal dan sempurna. Seiring dengan pendapat di atas. Menjaga keikhlasan dalam bekerja dengan berniat untuk ibadah. An-Nahl: 93). Tanggung jawab terhadap profesi yang digelutinya dalam mencari rezeki yang baik dan halal.

˴ Ϯ˵˴ ˸ό˴ ˸Ϣ˵ Ϩ˵ Ύ͉ ˴ ͉ ˵˴ ˸δ˵ ˴˴  ϥ ϠϤ Η Θ ϛ Ϥϋ Ϧϟ΄ Θϟϭ ϪΘϴϋέ Ϧϋ ϝϮΌδϣ ϭ ω΍έ ϡΎϣϹ΃ ϪΘϴϋέ Ϧϋ ϝϮΌδϣ ϢϜϠϛϭ ω΍έ ϢϜϠϛ Ϧϋ ϝϮΌδϣϭ ϩΪϴγ ϝΎϣ ϲϓ ω΍έ ϡΩΎΨϟ΍ϭ ΎϬΘϴϋέ Ϧϋ ΔϟϮΌδϣϭ ΎϬΟϭί Ϧϋ ϝϮΌδϣϭ ϪϴΑ΃ ϝΎϣ ϲϓ ω΍έ ϞΟήϟ΍ϭ ϝΎϗ Ϊϗ ϥ΃ ΖΒΣϭ ϝΎϗ ϪΘϴϋέ  ϢϠδϣϭέΎΨΒϟ΍ϩ΍ϭέ.

11 Ahmadi Sofyan. h.ϪΘϴϋέϦϋϝϮΌδϣϭω΍έϢϜϠϛϭϪΘϴϋέ ΖϴΑ ϲϓ Δϴϋ΍έ Γ΃ήϤϟ΍ϭ ϪΘϴϋέ Ϧϋ ϝϮΌδϣ Ϯϫϭ ϪϠϫ΃ ϲϓ ω΍έ ϞΟήϟ΍ϭ “Masing-masing dari kamu adalah pemimpin dan masing-masing dari kamu bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses. …. h. 35 . The Best Husband in Islam…. 151. Seorang lakilaki pemimpin terhadap keluarganya dan bertanggung jawab atas 34 Husain Syahatah. Imam itu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.

membantunya dalam urusan rumah tangga jika diperlukan. Seorang suami memiliki kewajiban dan tanggung jawab kepada istrinya. jangan sampai tanggung jawab itu membuat pekerjaan lain terbengkalai38. seperti membantunya melaksanakan ajaran agama. ilmunya dan pekerjaannya37. Tanggung jawab suami dalam Islam memiliki cakupan yang sangat luas. istrinya. menyambungkan hubungan silaturrahim39. Dan masing-masing dari kamu adalah pemimpin da bertanggung jawab akan kepemimpinannya” (H. Semua itu merupakan dasar dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang. Pelayan itu pemimpin dalam harta tuannya dan bertanggung jawab akan kepemimpinannya. menjaga kehormatan dan menghiburnya. 4. R. anaknya. Keluarganya. Ia berkata: Dan saya menduga bahwa beliau teah bersabda: Seorang lakilaki (anak) adalah pemimpin dalam harta ayahnya dan bertanggung jawab akan kepemimpinannya. hartanya. 3. Perempuan itu pemimpin dalam rumah suaminya dan bertanggung jawab akan kepemimpinannya. menafklahi. meliputi tanggung jawab terhadap agamanya.61 kepemimpinannya. Suami hendaknya berusaha mewujudkan keseimbangan antara tugas dan tanggung jawab. Dalil tentang hal ini terdapat ˱ ͉ ˴ ͉ Ϣ˵ ˴ ˸ϴ˴ ˴ ˴ ˴ ˴ Ύ˴ ˸ϴ˴˶΍Ϯ˵ ˵ ˸δ˴ ͋˱ Ο΍˴ ˸ί˴˸Ϣ˵ ˶ ˵ ϧ˴˸Ϧ͋ Ϣ˵ ˴˴ ˴˴  ˸ϥ˴˶ ˶ Ύ˴ ΁˸Ϧ˶ ˴ ΓΩϮϣ ϜϨ Α ϞόΟϭ Ϭ ϟ· ϨϜ Θϟ Ύ ϭ ΃ Ϝδϔ ΃ ϣ Ϝϟ ϖϠΧ ΃ ϪΗ ϳ ϣϭ dalam firman-Nya: ˻˺ϡϭήϟ΍. Bukhari dan Muslim). dirinya.36 2. menggaulinya dengan baik.

Ahmadi Sofyan. 9-10. Terj. 2. Sunarto. Shahih Bukhari. Vol. dkk.˴ ϭ˵ ͉ ˴ ˴ ˴ ˳ ˸Ϯ˴ ͋˳ Ύ˴ ΂˴˴ ˶˴ ϲ˶ ͉ ˶˱ ˴ ˸Σ˴ ˴ ϥ ήϜϔΘϳ ϡ Ϙϟ Ε ϳ ϟ ϚϟΫ ϓ ϥ· ΔϤ έϭ 36 Bukhari. Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga…. (Semarang: CV. 38 39 . h. 113. 152. Husain Syahatah. The Best Husband in Islam…. h. Asy-Syifa. 37 Husain Syahatah. h. h. 134. 1993). Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses….

Tentang bagaimanakan istri yang baik? Rasulullah menjawab: Jika disuruh dia taat. S. ra. melahirkan anak. Ar-Rum: 21). 5. menjaga kehormatan. keharmonisan dan rasa cinta. Bertanya kepada Rasulullah saw. mengurus rumah.62 “Dari sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah. seperti zakat atau sedekah40. Ahmad). ikut berpartisipasi dalam acara-acara kekeluargaan dan masyarakat. jika ia ditinggal pergi oleh suami. R. ϝΎϗˮήϴΧ˯ΎδϨϟ΍ϱ΃ϢϠγϭϪϴϠϋͿ΍ϞλͿ΍ϝϮγέϞΌγΓήϳήϫϲΑ΃Ϧϋ Hal itu dijelaskan dalam hadits Rasulullah saw.: ϪϟΎϣϭ ΎϬδϔϧϲϓ ϩήϜϳ ΎϤϴϓ ϪϔϟΎΨΗϻϭήϣ΃ ΍Ϋ΍ ϪόϴτΗϭ ήψϧ΍Ϋ΍ ϩήδΗϱάϟ΍ “Abu Huraira. berdandan untuk suami. ia menjaga diri dan harta suaminya” (H. lalu menjadikan kalian karenanya berkasih sayang. ketentraman. Sesungguhnya hal itu menjadi tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Q. tidak keluar rumah tanpa izin suaminya. diciptakanNya bagi kalian pasangan-pasangan dari jenismu sendiri supaya kamu dapat bersenangsenang dengannya. Sebagai hasilnya nanti. akan tercipta kedamaian. menjaga harta. membantu suami mengeluarkan nafkah. jika diberi kebaikan dia membalas dengan kebaikan.41  ΪϤΣ΃ϩ΍ϭέ. jika dipandang ia menyenangkan hati. Kewajiban-kewajiban istri terhadap suaminya menurut syariat adalah taat kepadanya selama bukan maksiat.

Kewajiban dan tanggung jawab sebagai orang tua kepada anak. menafkahi dan menyekolahkan. 154. h. 2. 251. menjaga amalan ibadah. Jilid. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal …. memberikan pendidikan moral. Ahmad bin Hanbal. seperti memberikan pendidikan yang Islami. dan 40 Ahmadi Sofyan. memberikan latihan tentang urusan rumah tangga dan kehidupan. menurunkan bakat. 6. The Best Husband in Islam…. h. 41 .

menafkahi keduanya saat keduanya membutuhkan. berperilaku baik. melakukan haji dan umrah untuk keduanya. menggantikannya dalam urusan agama. Sebagai hasil dari tanggung jawab ini maka akan terlahir anak-anak yang shaleh. memuliakan dan menghormatinya. taat selama tidak dalam kemaksiatan.63 mengajar berdakwah di jalan Allah swt42. ˴ ˴ ˶ ˸ϟ΍ ˴ ˴ Ϩ˶  ͉ ˴ ˵˸Β˴  Ύ͉ ˶ ˱ ϧΎ˴ ˸Σ˶ ˶ ˸ϳ˴ ˶΍˴ ˸ϟΎ˶ ˴  ˵ Ύ͉ ˶ ͉ ˶ ˸΍ϭ˵ ˵ ˸ό˴  ͉ ˴ ˴ ͊ ˴  ϰ˴ ˴ ˴ ήΒϜ ϙΪ ϋ ϦϐϠ ϳ ϣ· Ύ δ · Ϧ Ϊϟ Ϯ Αϭ ϩ ϳ· ϻ· ΪΒ Η ϻ΃ ϚΑέ πϗϭ ˱ Ϥϳ˶ ˴  ˱ ˸Ϯ˴  Ύ˴ ˵ ͉ Ϟ˵ ˴  Ύ˴ ˵ ˸ή˴ ˸Ϩ˴  ˴ ˴  ͈ ˵ Ύ˴ ˵ ͉ Ϟ˵ ˴  ˴ ˴  Ύ˴ ˵ ˴ ˶  ˸ϭ˴ Ύ˴ ˵ ˵ ˴ ˴ Ύ ήϛ ϻ ϗ ϤϬϟ ϗϭ Ϥϫ Ϭ Η ϻϭ ϑ΃ ϤϬϟ ϘΗ ϼϓ Ϥϫϼϛ ΃ ϤϫΪΣ΃ ˻˼˯΍ήγϹ΍. 7. serta berdoa untuk keduanya43. Kewajiban anak terhadap orang tua dalam Islam adalah berbuat baik.

˳ . Dalil mengenai hal ini adalah firman Allah: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. S. kasihilah mereka keduanya. S ϲ˶ Ύ˴ ͉ ˴  Ύ˴ ˴  Ύ˴ ˵ ˸Ϥ˴ ˸έ΍ ͋ ͉  Ϟ˵ ˴  ˶ ˴ ˸Σ͉ ϟ΍ ˴ ˶  ͋ ͊ ϟ΍ ˴ Ύ˴ ˴  Ύ˴ ˵ ˴ ˸ξ˶ ˸Χ΍˴ ϧ ϴΑέ Ϥϛ ϤϬ Σ Ώέ ϗϭ ΔϤ ή Ϧϣ ϝά Ρ ϨΟ ϤϬϟ ϔ ϭ “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Juga firmanNya: ˻˽˯΍ήγϹ΍. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduaduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. Al-Isra: 23).” (Q. AlIsra’: 24). sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (Q.

The Best Husband in Islam…. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses…. Menyia-nyiakan.˱ήϴ˶ ˴ ΍ ϐλ 8. 43 . h. merupakan perbuatan yang bertentangan 42 Ahmadi Sofyan. 136. 154. dan melampaui batas dalam menjalankan kewajiban dan tanggung jawab. Husain Syahatah. mengurangi. h.

kasih sayang. dosa dan kejahatankejahatan dalam rumah. Menyebarluaskan kehormatan rumah tangga di antara keluargakeluarga dekat. serta beberapa kesalahan lain. adalah seperti berikut ini44:        Pasangan suami istri dan anak-anak yang memiliki perangai jahat yang bertentangan dengan syariat Allah swt. akibatnya kehidupan menjadi sempit. Lemahnya keharmonisan. Seperti dalam firmanNya: “Dan barang siapa yang menentang peringatanku. Rusaknya nama baik Islam dan kaum muslimin. Tersebarnya kejahatan sosial. kelembutan. tetangga. dan ditimpa masalah. maka ia kan mendapatkan kehidupan yang sempit” (Q. dan sikap saling hormat dalam rumah tangga. Hilangnya tanggung jawab kepemimpinan suami terhadap keluarga dan anaknya. Adanya tekanan jiwa dan rusaknya urusan rumah tangga. S. Membuka rahasia rumah tangga. Membiarkan keluarga saat keluarga tertimpa bencana yang pelik.    Anak-anak lari dari rumah dan melenceng dari jalan yang lurus. Ia membiarkan begitu saja tanpa ada penyelesaian. Thaha: 124). dan teman-teman.64 dengan syari’at. sakit. Sebagai contoh bentuk kemaksiatan. Perangai-perangai di atas bertentangan dengan syariat Allah swt.  ˺˻˽Ϫσ.

Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses…. Perangai-perangai yang tidak sesuai dengan syariat dan kelalaian tanggung jawab suami dalam rumah tangganya. 137.˱ ϜϨ˴ ˱ ˴ ϴ˶ ˴ ˵ ˴͉ ˶ ˴ ϱ˶ ˸ϛ˶ Ϧ˴ ˴ ˴ ˸ϋ˴˸Ϧ˴ ˴ Ύ ο Δθ όϣ Ϫϟ ϥΈϓ ή Ϋ ϋ νή ΃ ϣϭ 9. . h. Persoalan ini dapat diselesaikan 44 Husain Syahatah.

diciptakanNya bagi kalian pasangan-pasangan dari jenismu sendiri supaya kamu dapat bersenangsenang dengannya. Mengadakan silaturrahmi dan menunaikan hak-hak mereka. Saran-saran ini dapat mewujudkan rumah tangga muslim yang harmonis dan penuh kasih sayang. berlandaskan kepada asas pendidikan yang formal. membenarkan dalam firmanNya: ˻˺ϡϭήϟ΍. Adanya sanksi yang Islami dalam menindak sikap yang terlarang menurut syariat. Adanya aturan sebagai pengontrol dan pengawas untuk rumah tangga. ˱ ͉ ˴ ͉ Ϣ˵ ˴ ˸ϴ˴ ˴ ˴ ˴ ˴ Ύ˴ ˸ϴ˴˶΍Ϯ˵ ˵ ˸δ˴ ͋˱ Ο΍˴ ˸ί˴˸Ϣ˵ ˶ ˵ ϧ˴˸Ϧ͋ Ϣ˵ ˴˴ ˴˴ ˸ϥ˴˶ ˶ Ύ˴ ΁˸Ϧ˶ ˴ ΓΩϮϣ ϜϨ Α ϞόΟϭ Ϭ ϟ· ϨϜ Θϟ Ύ ϭ ΃ Ϝδϔ ΃ ϣ Ϝϟ ϖϠΧ ΃ ϪΗ ϳ ϣϭ “Dari sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah. sesuai dengan ajaran dan cara-cara yang baik. teman-teman dan tetangga. Adanya sistem pahala dan sanksi. Adanya program untuk menenangkan jiwa. Kebersamaan dan mengemban tanggung jawab masyarakat terhadap keluarga. Langkah-langkah penyelesaian secara Islami yang dapat ditempuh untuk menanggulangi pengaruh kurangnya tanggung jawab suami terhadap 45 Allah swt. Selain itu. lalu menjadikan kalian karenanya berkasih sayang. S.65 dengan melakukan langkah-langkah penyelesaian secara Islami seperti berikut ini45:         Memberikan pendidikan yang Islami untuk seluruh anggota keluarga. dengan saran ini juga akan dapat menghindarkan perasaan takut dan akan memperoleh keberkahan hidup. Ar-Rum: 21). 10. Menerapkan prinsip musyawarah dalam urusan rumah tangga. setahap demi setahap. sesuai dengan aturan syariat. Sesungguhnya hal itu menjadi tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Q.

˴ ϭ˵ ͉ ˴ ˴ ˴ ˳ ˸Ϯ˴ ͋˳ Ύ˴ ΂˴˴ ˶˴ ϲ˶ ͉ ˶˱ ˴ ˸Σ˴ ˴ ϥ ήϜϔΘϳ ϡ Ϙϟ Ε ϳ ϟ ϚϟΫ ϓ ϥ· ΔϤ έϭ Ahmadi Sofyan. . The Best Husband in Islam…. h. 157.

66 rumah tangganya. Al-Hajj: 41). menyuruh berbuat yang makruf. niscaya mereka mendirikan sembahyang. mendalami ajaran agama. Alangkah lebih baik jika kami menutup hukum-hukum Islam tentang tanggung jawab suami terhadap rumah tangganya ini dengan firman Allah  ˽˺ΞΤϟ΍. dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. menunaikan zakat. konsistensi terhadap perangai-perangai yang baik. S. menjelaskan hal itu dalam firmanNya: “(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi. pendidikan akhlak. ˶ ϭ˵ ˸ό˴ ˸ϟΎ˶ ΍ϭ˵ ˴ ˴˴ ˴ Ύ˴ ͉ ϟ΍΍˵ ˴ ΁˴ ˴ Ύ˴͉ ϟ΍΍Ϯ˵ Ύ˴ ˴˶ ˸έ˴ ˸ϟ΍ϲ˶ ˸Ϣ˵ Ύ͉ ͉ ͉ ϥ˶˴ ϳ˶ ͉΍ ϑ ή Ϥ Α ήϣ΃ϭ Γ ϛΰ ϮΗ ϭ Γ Ϡμ ϣ ϗ΃ ν ΄ ϓ ϫ ϨϜϣ · Ϧ άϟ Allah swt. dan kepada Allahlah kembali segala urusan” (Q. adalah meningkatkan pendidikan rohani. menciptakan kelompok yang mengajak kepada yang baik dan mencegah yang mungkar yang dapat diterima oleh orang banyak dengan baik. dan terciptanya kepemimpinan yang senantiasa mengajak masyarakat kepada dakwah di jalan Allah swt46.

S.˶ Ϯ˵ ˵˸ϟ΍˵ ˴ ˶ Ύ˴ ˶ ͉˶˴ ˶ ˴ Ϩ˵ ˸ϟ΍˶ ˴ ΍˸Ϯ˴ ˴ ˴ έ ϣ΄ ΔΒϗ ϋ ϪϠϟϭ ήϜ Ϥ Ϧϋ Ϭϧϭ ˸Ϧ͋  Ϣ˵ Ύ˴ ˸Θ˴˴ Ύ˴ ˴  ˸Ϣ˵ ˴ ͉ ͋ ˵  ˸Ϣ˶ ˶  Ύ˴ ˸Ϙ˴ ˸ϟ˴ ˳ Ύ˴ ϳ˶ ˶  Ϣ˵ ˵ ͉ ͋ ˵  ˸Ϣ˵ ˸Θ˴ ˴ ͉ ΍˴  ΍Ϯ˵ ˴ ΁ ˴ ϳ˶ ͉΍˴ ϣ ϫ Ϩ ϟ΃ ϣϭ ϬΘϳέΫ ϬΑ Ϩ Τ ΃ ϥ Ϥ ΈΑ ϬΘϳέΫ Ϭ όΒΗ ϭ Ϩϣ Ϧ άϟ ϭ “Dan orang-orang yang beriman. Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka. swt: ˻˺έϮτϟ΍. dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya” (Q. dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan. AthThur: 21).

˲ ϴ˶ ˴ ˴ ˴ ˴ Ύ˴ ˶ ˳ ˶ ˸ϣ΍͊ ˵ ˳ ˸ϲ˴ Ϧ͋ Ϣ˶ ˶˴ ˴ Ϧ ϫέ ΐδϛ ϤΑ Ήή Ϟϛ ˯ η ϣ ϬϠϤϋ ϊϠπϟ΍ϰϓΊηΝϮϋ΃ϥ΍ϭϊϠοϦϣΖϘϠΧΓ΃ήϤϟ΍ϥΈϓ˯ΎδϨϟΎΑ΍ϮλϮΘγ΍ϭ ˯ΎδϨϟΎΑ΍ϮλϮΘγ΍ΝϮϋ΃ϝΰϳϢϟϪΘϛήΗϥ·ϭϪΗήδϛϪϤϴϘΗΖΒϫΫϥ·ϩϼϋ΃  ϢϠδϣϩ΍ϭέ.

158. .΍ήϴΧ ΖϜδϴϟϭ΃ήϴΨΑϢϠϜΘϴϠϓ΍ήϣ΃ΪϬη΍ΫΈϓ ήΧϷ΍ϡϮϴϟ΍ϭͿ΍ΎΑϦϣΆϳ ϥΎϛ Ϧϣ Rasulullah saw pun pernah berwasiat kepada seorang laki-laki: 46 Ahmadi Sofyan. h. The Best Husband in Islam….

R. ketenangan dan kebahagiaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia….47 C. Berpegang Teguh Kepada Syariat Allah Laki-laki yang shaleh adalah seorang laki-laki yang senantiasa berpegang teguh kepada syariat Allah dalam segala urusan kehidupannya. dan jika dibiarkan.. Menciptakan Rumah Tangga Sakinah Rumah tangga adalah sesuatu yang berkenaan dengan keluarga48. ia akan melaksanakan kewajiban terhadap keluarganya dengan penuh tanggung jawab. ialah orang yang apabila melihat suatu keadaan.67 “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat. dia akan tetap bengkok. penuh perhatian serta berlapang dada. II. Terj. dimulai dari pemancangan pondasi aqidah dan pilar-pilar akhlak. Saya wasiatkan supaya kamu memperhatikan nasib kaum wanita. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.. h. dia akan patah.49 Jadi menciptakan rumah tangga sakinah. Kasmuri Selamat mengemukakan beberapa kepribadian suami shaleh50: 1. Juz. ketentraman. Sedangkan sakinah adalah kedamaian. Jika ia menjadi seorang suami. karena jenis itu diciptakan dari tulang rusuk yang terbengkok. 47 Muslim. Suami Idaman Istri Impian. Kamus Besar Bahasa Indonesia…. Sebelum menciptakan rumah tangga yang sakinah. ketentraman. 48 49 50 . 870. Berhubungan dengan itu.. seorang suami harus memiliki kepribadian suami yang shaleh. atau diam. ketenangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Muslim). agar suami sukses membentuk keluarga sakinah. Saya wasiatkan supaya kamu memperhatikan nasib kaum wanita sebaik-baiknya” (H. Ia tunaikan kewajiban-kewajiban yang Allah telah tentukan keduanya. Shahih Muslim. h. Jika anda mencoba meluruskannya. ditanggapinya dengan kata yang baik. yaitu menciptakan rumah tangga (sesuatu yang berkenaan dengan keluarga) yang penuh dengan kedamaian. 758. 769. Sesungguhnya membangun rumah tangga itu membutuhkan perjuangan yang luar biasa beratnya. Adib Bisri Musthofa …. kebahagiaan. bersemangat. h. h. 1. Kasmuri Selamat.

bahkan ia menerima dengan rela terhadap kekurangan-kekurangan yang ada. Ia tidak pernah menyia-nyiakan kewajibannya. kewajiban tersebut ia tunaikan sebelum menuntut haknya. Dalam kehidupan berumah tangga ia senantiasa berpedoman kepada hadis ϩ΍ϭέ. Laki-laki yang shaleh tentu akan membahagiakan istrinya. Seimbang antara Hak dan Kewajiban Dalam kehidupan sehari-hari sikapnya tidak tamak. 3.68 2. tidak menuntut lebih banyak dari yang semestinya. Berpedoman Kepada Petunjuk Rasulullah saw.

R. R. Yang maksudnya: “Sesungguhnya mukmin yang sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.51 ϯάϣήΘϟ΍ “Orang terbaik dari kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya. kesaksian kebajikan yang diiringi dengan kesempurnaan iman serta akhlak yang mulia. Disamping itu ciri-ciri dari laki-laki shaleh yang membahagiakan kehidupan rumah tangga itu ialah53:  Mendirikan rumah tangga semata-mata karena Allah swt.52 Ituah kesaksian agung Rasulullah saw. dan aku orang yang terbaik dari kalian terhadap keluarganya” (H. Ath-Thabrani). dan sebaik-baik kalian adalah kalian yang baik terhadap istriistri kalian” (H. bagi suami yang shaleh.  ϰϧήΒτϟ΍ϩ΍ϭέ. ϢϬ΋ΎδϨϟ ϢϛέΎϴΧ ϢϛέΎϴΧϭ ΎϘϠΧ ϢϬϨδΣ΃ ΎϧΎϤϳ· ϦϴϨϣΆϤϟ΍ ϞϤϛ΃ Rasulullah saw. Timidzi).

Kasmuri Selamat. Jami’ Al-Hadis …. Juz. 2. 308. 2.. Juz. Abdurahman Suyuti. h. 63. h. h. Suami Idaman Istri Impian... 4. 52 53 . Jami’ Al-Hadis….ϲϠϫϷϢϛήϴΧΎϧ΃ϭϪϠϫϷϢϛήϴΧϢϛήϴΧ 51 Abdurahman Suyuti.

Bertanggung jawab menidik akhlak istri dan anak-anak sesuai dengan kehendak Islam. Menyediakan keperluan dan tempat tinggal yang layak untuk mereka. Tidak mencaci istri di hadapan orang lain dan tidak memuji wanita lain di hadapannya. . Bersabar dan menerima kelemahan istri dengan hati yang terbuka. mawaddah. Bersabar dan menghindari memukul istri dengan pukulan yang memudaratkan. agar mahligai rumah tangga yang dibangun dengan landasan cinta dan kasih sayang menjadi teladan bagi penghuninya maupun generasi yang akan lahirkan. Membina sebuah rumah tangga yang sakinah. adalah dambaan dari setiap suami istri yang berikrar dalam cinta dan kasih sayang.      Memberi nafkah kepada istri dan anak-anak menurut kadar kemampuan. Memberi kasih sayang dan rel berkorban apa saja demi kepentingan dan kebahagiaan bersama. Semua orang Islam berharap dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Senantiasa menjaga tentang keselamatan mereka. Namun. Menciptakan rumah tangga sakinah tidak semudah membalikkan telapak tangan. wa rahmah. karena ia akan melunturkan nama baik dan prestasi suami selaku pemimpin rumah tangga.69       Melayani dan menasehati Istri dengan sebaik-baiknya. serta meyakini bahwa segala sesuatu yang dijadikan Allah swt pasti terdapat hikmah yang tersembunyi di sebaliknya.  Mengelakkan agar jangan terlalu mengikuti kemauan istri. Senantiasa bertenggang rasa dan tidak menuntut sesuatu di luar kemampuan istri. Menjaga hati dan perasaan istri.

The Best Husband in Islam…. ketentraman dan kenyamanan bathin para penghuninya. Hari demi harinya hanya diisi kecemasan. 43-46. kekerasan. Sesungguhnya rumah tangga itu bisa dijadikan pusat ketenangan. seringkali kemudi menjadi rebutan antara suami istri. yakni mengerahkan segala daya dan upaya dalam pengertian yang sebenarnya. damai. penuh dengan pesona cinta dan kasih sayang. terutama bagi anak-anak yang dilahirkan. Mereka berusaha menjadi nakhoda yang handal. dan bersikeras menunjukkan arah tujuan yang diarungi. Bahkan tidak jarang diakhiri dengan kenistaan yang berujung dengan perceraian sehingga melahirkan penderitaan yang berkepanjangan. aman. kita saksikan deretan antrian orang-orang yang gagal dalam menciptakan rumah tangga bahagia. bahagia. 55 . Keluarga/rumah tangga adalah sebuah institusi terkecil di dalam masyarakat yang berfungsi sebagai wahana untuk mewujudkan kehidupan yang tentram. kegelisahan dan penderitraan. dan sejahtera dalam suasana cinta dan kasih sayang diantara anggota-anggotanya55. Akan tetapi. ia akan selalu merindukan untuk pulang ke rumah. 39. Ahmadi Sofyan mengatakan ada empat kiat minimal menuju keluarga yang sakinah54: 1. h. Sehingga ketika sang suami sudah berlumuran keringat. ketakutan.70 ternyata ketika bahtera itu mulai mengarungi lautan yang luas. kenyataan yang ada. Sri Mulyati. Begitu banyak di antara kita yang merindukan berumah tangga menjadi suatu yang teramat indah. Relasi Suami Istri dalam Islam…. bersimbah peluh. Jadikan rumah tangga sebagai pusat ketentraman bathin dan ketenangan jiwa. Ternyata merindukan rumah tangga sakinah harus benar-benar disertai dengan kesungguhan. 54 Ahmadi Sofyan. bekerja keras. h.

Seperti yang terdapat dalam firman Allah Q. Jadikan rumah tangga sebagai pusat nasehat Suami istri hendaknya mengetahui bahwa semakin hari semakin banyak yang harus dilakukan. maka kekayaan yang harus dimiliki dalam berkeluarga adalah ilmu. saling memperbaiki. Merawat dan mendidik anak merupakan tugas bersama suami istri56. maka anak-anak pun akan rindu berkumpul bersama dengan orang tuanya. At-Tahrim: 6. Jadikan rumah tangga sebagai pusat ilmu Rumah tangga yang ditingkatkan derajatnya oleh Allah swt. diperbudak dan dinistakan oleh apa yang dimilikinya. serta saling mengoreksi 56 Sri Mulyati. Untuk itulah kita membutuhkan orang lain agar bisa melengkapi kekurangan kita guna memperbaiki kesalahan kita. Tidak pula rumah tangga yang para penghuninya adalah penuh dengan deretan titel dan gelar. Hal ini dapat dipahami dari teks-teks Al-Quran dan Hadis. Hendaknya sesudah memantapkan niat kita kepada Allah untuk mengarungi bahtera rumah tangga.71 Ketika rumah mampu dijadikan sebagai pusat ketentraman bathin dan ketenangan jiwa. Tidak jarang pula rumah tangga yang berlimpah dengan kekayaan justru membuat penghuninya di “miskinkan” oleh keinginan-keinginan. Menciptakan rumah sebagai pusat ketenangan bathin dan ketenangan jiwa. Bahkan justru hal seperti itu seringkali memisahkan kita dengan kebahagiaan bathin dan ketentraman jiwa. Rumah tangga bahagia adaah rumah tangga yang dengan sadar menjadikan sikap saling menasehati. 3. 2. akan mampu menjadi pelepas dahaga. Relasi suami istri dalam Islam…. bukanlah rumah tangga yang memiliki status sosial keduniawian. h. 54 . S.

Karena betapa memilukan sekaligus memalukan jika ada keluarga muslim yang melakukan tindakan kekerasan rumah tangga seperti yang akhir-akhir ini terjadi. begitupula sebaliknya. selalu dinanti cahayanya dan membuat gembira bagi yang terkena pancaran cahayanya. yang tentu cermin akan mampu membuat sebuah penampilan penghuninya menjadi lebih baik. Menerangi kegelapan. Tidak ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga kita sendiri.72 dalam kebenaran dan kesabaran sebagai kekayaan yang berharga dalam rumah tangga. Demikianlah empat kiat menuju keluarga sakinah. maka rumah tangga tersebut bagaikan cermin. . Keluarga yang mulia adalah keluarga yang bisa menjadi contoh kebaikan bagi keluarga yang lainnya. 4. Jadikan rumah tangga sebagai pusat kemuliaan Hendaknya suami istri mampu menjadikan rumah tangga seperti cahaya matahari. Sehingga tidak ada yang diucapkan selain kebaikan tentang keluarga yang telah dibangun. Karena keduanya tidaklah boleh merasa lebih baik dan lebih berjasa dalam membangun rumah tangga. Suami yang baik adalah suami yang mau dinasehatin oleh sang istri. mawaddah wa rahmah yang hendaknya dilakukan oleh keluarga muslim di era modern in. menyegarkan yang layu. Apabila sebuah rumah tangga mulai saling menasehati. menumbuhkan bibit-bibit.

maka suami itu akan sukses sebagai kepala rumah tangga dan rumah tangganya akan menjadi rumah tangga yang sakinah. mendidik dan memberikan teladan bagi anak-anaknya dalam segala hal.BAB IV PENUTUP A. maka suami itu akan memimpin. kedudukan dan kewajibannya. jika demikian maka rumah tangga yang sakinah akan terwujud. Kesimpulan Dari uraian skripsi ini dapat ditarik tiga kesimpulan: Pertama: seorang suami yang sholeh. karena ia tahu semua itu akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah swt. bukan berarti peranan istri tidak menentukan. sebagai kepala rumah tangga pasti tahu fungsi. yang menjadi kewajibannya dan sangat menentukan akan terwujudnya rumah tangga yang sakinah. Kedua: seorang suami yang shaleh pasti tahu peranannya. Walaupun peranan suami sangat menentukan. sehingga ia bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi peranannya. karena antara suami dan istri akan saling melengkapi. bahkan ia akan selalu lebih memperhatikan kewajibannya terlebih dahulu dibanding dengan haknya. Ketiga: Islam melalui Al-Quran dan Sunnah telah memberikan tuntunan yang sangat jelas bagi seorang laki-laki berupa karakter-karakter yang saling melengkapi 73 . Apabila suami telah melaksanakannya dengan baik.

tidak boleh disalahgunakan. mawaddah wa rahmah sulit. Seperti memilih sekolah yang Islami. apalagi mentelantarkannya. suami dan istri harus bisa bekerjasama dengan baik. karena apabila rumah tangga yang dibangun berdasarkan beda agama maka akan menimbulkan berbagai masalah pemberian pendidikan agama pada anak dan rumah tangga yang sakinah. Ingat semua itu akan dipertanggung jawabkan kepada Allah swt. Saran-saran 1. 4. Sebelum melangsungkan pernikahan sebaiknya teliti dalam memilih pasangan. Karena tanggung jawab suami dan istri sama besar dan beratnya. Yang paling utama haruslah yang seagama. Amanah tersebut pun akan dimintakan pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Untuk itu pendidikan harus menjadi suatu kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi. memperhatikan pergaulan anak dan menciptakan suasana keberagamaan di dalam rumah. baik itu dari pihak laki-laki atau perempuan. Dalam menciptakan keluarga yang sakinah. . bahkan tidak mungkin untuk dicapai. apalagi pendidikan agama. 2. B. Hak memimpin keluarga yang dimiliki oleh seorang suami. rumah tangga yang sakinah. 3. Anak adalah amanah Allah yang harus dijaga dan dipelihara bersama. yang akhirnya akan menjadi suami shaleh. saling melengkapi dan menghargai. mawaddah wa rahmah. mawaddah wa rahmah pasti akan terwujud.74 dalam membentuk laki-laki yang shaleh. Apabila laki-laki tersebut mampu memiliki karakter-karakter itu. sehingga suami semena-mena terhadap anggota keluarga.

Ke-1. Ahmad Baidowi. Terj. Ke-1. Ahmad bin Hanbal. Ke-1. Ke-1. Shahih Bukhari. Daudin. Bimbingan Islam untuk Mencapai Keluarga Sakinah. Hamid. 1988). Salim Basyarahil. Ida Nursida. Abdurrahman. Asy-Syifa. Ke-2. 2007). Anwar. Sunarto. 1999). 1996). Rumahku Surgaku: Sukses Membangun Keluarga Islami. Cet. 1993). Bukhari. Ke-3. Nasy’at. Fathu Al-Bari: Sarah Shahih Bukhari. (Yogyakarta: Wihdah Press. Ahmad. dkk. 2000). Cet. Cet. Ke-XXI. Nabi Suami Teladan. Kiprah Muslimah dalam Keluarga Islam. Sholeh. . Jibril. Ke-11. Masri. Tafsir Al-Maragi. Terj. Ahmad bin Ali bin Hajr Asqalani. Fauzil. Muhammad. 2005). (Jakarta: Gema Insani Press. Cet. Mohammad. Cet. 1990). Kado Cinta untuk Istri. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Beirut: Daar Kutab Alamiya). Sulaiman. Fathi. Gisymar. Mencapai Pernikahan yang Barakah. Chumaidi Umar. Majid. (Semarang: CV. Kisyik. M. Terj. (Yogyakarta: Arina. 2000). Rosihan. Hery Noer Aly. Cet. Abdul. Terj. Terj. Adhim. Cet. Ke-1. Cet. Toha Putra. Cet.75 DAFTAR PUSTAKA Abdulloh. Cet. (Jakarta: Balai Pustaka. (Semarang: CV. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Maragi. Cet. Musnad Imam Ahmad bin Hanbal. Menjadi Muslim Ideal. Bukhori Abu Syauqi. Ke-1. Lembaga Darut-Tauhid. Cet. (Yogyakarta: Mitra Pustaka. (Bandung: Al-Bayan. (Jakarta: Gema Insani. Terj. Muhammad. dkk. Ilmu Tafsir. Terj. (Bandung: Mizan. (Pasuruan: Hilal Pustaka. 1993). Ke-3. (Jakarta: Al-Mawardi Prima. Ke-1. 1996). 1993). ‘Adil. A. Cet. 2005). Rusli. Ali. (Beirut: Daar Al-Fikr). (Bandung: Pustaka Setia. Ke-8. Karakteristik Lelaki Shalih. Menjadi Suami Tercinta. Hasyimi. Hanya untuk Suami. Abu. (Jakarta: PT Mitra Pustaka. 2003). Amin.

“Membina Keluarga Sakinah”. Terj. Husain. Suami Idaman Istri Impian. Kasmuri. Majdi. Tafsir Fi Zhilalil Quran: Di Bawah Naungan Al-Quran. (Jakarta: Gema Insani. Lentera Basritama. (Jakarta: Pusat Studi Wanita (PSW). Cet. 2005). (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. (Jakarta: PT. Cet. Sri. Ke-I. Shahih Muslim. Alisuf. Ke-3. Ahmad. (Bandung: Mizan. Ke-1. Ke-I.. Cet. 2007). Cet. Menghadirkan Surga di Rumah. Sayyid. Husain Syahatah. Cet. Ke-1. Syahatah. Ke-1. Adib Bisri Musthofa. Tafsir Al-Misbah: Pesan. Selamat. Abdurrahman. Fathi. Sayyid. (Beirut: Daar Al-Fikr). Jalaluddin. Ke-6. (Bandung: Pustaka Setia. 1999). (Semarang: CV. Shihab. Rahasia Perkawinan dalam Islam: Tuntunan Keluarga Bahagia. dkk. Ke-2. Ilmu Pendidikan.76 Muhyidin. Husain. Quraish. Bingkai Cinta Sepasang Merpati. Ibnu Ali. Mulyati. Terj. 2007). “Bahagia Menjadi Suami Ideal dan Istri Ideal”. Ahmad. Ke-I. 2000). Cet. . Quthb. (Jakarta: Aillah. (Jakarta: Lentera Hati. Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses. Rofi’I. Meraih Mahkota Pengantin: Kiat-kiat Praktis Mendidik Istri & Mengajar Suami. Terj. 2007). Ke-1. Asy-Syifa. Muhammad. (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. 2005). Relasi Suami dalam Islam. 2000). Cet. Cet. Suyuti. Muslim. Ke-11. UIN Syarif Hidayatullah. Kesan. Cet. ________________. Ahmadi. Cet. Kusyairi. 1993). ______________. Taat. Suhail. 2003). The Best Husband in Islam. (Beirut: Daar ibn Hazm). dan Keserasian Al-Quran. Ke-I. _________________. (Jakarta: AMZAH. Cet. Ulumul Quran II.. 1997). 1994). (Jakarta: Maghfirah Pustaka. Sabri. Shahih Muslim. (Jakarta: Kalam Mulia. (Jakarta: Lintas Pustaka. Amir. 2006). M. Terj: As’ad Yasin. Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga: Antara kewajiban dan Realitas. Cet. Arif Chasanul Muna. Nasution. Cet. 2000). Ahmad. Wawasan Al-Qur’an. Abi. Sofyan. Ke-X. (Jakarta: Gema Insani Pres. Jami’ Al-Hadis. Syadali. 2004).

or. Pengenalan Singkat Tentang Metode Tafsir Tematik Sebagai Salah Satu Metode Tafsir Terbaru. Ke-1. Ke-2. www. (Jakarta: Gema Insani Press. Cet. Ali. Perguruan Tinggi Pesantren Pendidikan Alternatif Masa Depan. Kado Pernikahan. (Bandung: Remaja Rosda Karya. 2007). 20 Nopember 2007. (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Terj. Abdul Roysad Shiddiq. Cet.77 Syuasyi’.id. oleh Hamid. 1994). Cet. Ahmad. Tafsir. 1997). Ke-8. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Selasa. . Hafizh. Wahjoetomo.qalam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful