Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri

)

[SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA

PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG]

BAB

1

PENDAHULUAN
I. Sejarah PT Kebon Agung sebagai Perusahaan Swasta Nasional yang bergerak di bidang industri gula dan perdagangan umum, secara langsung maupun tidak langsung turut berperan aktif dalam pembangunan Nasional dengan berperanserta dalam produksi gula, memberikan pendapatan kepada Negara, dan menciptakan lapangan kerja. Sebagai organisasi usaha profesional, PT Kebon Agung senantiasa berusaha untuk maju dan mengembangkan usaha-usaha baik yang berbasis tebu maupun usaha lainnya sehingga Perusahaan mampu bersaing dalam era pasar bebas, dan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh Stake Holder. Untuk mewujudkan visi Perusahaan tersebut di atas, misi PT Kebon Agung dalam periode tahun 2005–2011, memantapkan industri gula dengan mengelola secara profesional guna menjamin kelangsungan hidup perusahaan sehingga dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh stake holder. Dalam periode tahun 2011–2016, bahwa PT Kebon Agung bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan atau fihak lain untuk mengkaji peluang-peluang mengembangkan usaha diversivikasi dengan berbasis tebu, dengan mengelola setiap produk bukan gula menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sehingga Sandi Suwardina 4122.3.06.14.0001 1

Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri)

[SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA

PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG]

dapat menekan harga pokok produksi utama serta menerapkan teknologi bersih dalam pengelolaannya. Dalam penerapan teknologi bersih , PG. Kebon Agung memperoleh keuntungan baik dari segi finansial maupun dari segi ketenangan dan kenyamanan dalam melakukan aktivitas produksinya. Dengan mempertimbangkan keuntungan atau manfaat yang telah diterima selama menerapkan teknologi bersih, maka PG.Kebon Agung bertekad selalu menyempurnakan langkah-langkah penerapan teknologi bersih yang telah dilakukan secara berkelanjutan. Hubungan yang harmonis antar PG. Kebon Agung dengan masyarakat sekitar serta pemerintah daerah terus dijaga karena dalam aktivitas produksinya yang ramah lingkungan.

Sandi Suwardina 4122.3.06.14.0001

2

minyak pelumas dan lain-lain. Penyempurnaan dan optimalisasi dilakukan pada proses produksi secara intensif dan berkrlanjutan mulai tahun 1998 dimana hasil yang diperoleh adalah menurunkan debit limbah cair dari 80 lt/dt menjadi 10 lt/dt. air bekas cucian ) penanganan limbah cair di PG. Limbah cair ( tetes. Metode Penerapan Teknologi Bersih PG. ceceran nira. anu ketel. Limbah gas ( gas SO2 yang tidak sengaja terlepas. debu-debu selama proses produksi) 3.3.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] BAB 2 SOLUSI PENANGANAN LIMBAH CAIR 2. stroop. Kebon Agung. Pada tahun 1996-1997 dilakukan pemasangan peralatan juice catcher pada bejana evaporator dan bejana pan masakan .1.Kebon Agung Terdapat tiga jenis limbah di PG. Limbah padat ( ampas tebu.0001 3 . Juice catcher ini berfungsi untuk menankap semaksimal mungkin percikan nira dari badan akhir evaporator dan pan-pan masakan supaya Sandi Suwardina 4122. antara lain : 1. dan blotong ) 2. Adapun cara-cara yang dilakukan adalah :   Menekan kebocoran peralatan Menekan ceceran nira.06. Kebon Agung hasil samping dari proses produksi.14.

1.     Mengembalikan ceceran nira. Penanganan limbah cair diatas bertujuan hanya untuk memperkecil jumlah limbah cair yang dihasilkan. Manfaat pemasangan biotray ini adalah dapat menghemat pemakaian air sungai dari 250 l/detik menjadi dibawah 100 liter/detik serta dapat memperlambat korosi pada pipa – pipa air serta pompa-pompa air. Sedangkan untuk pengolahan limbah cair di PG.06.Kebon Agung mulai tahun 1998 melakukan pengembangbiakan bakteri thermopholic di kolam cooling pound yang ditempatkan pada biotray. masakan ke proses produksi Menghilangkan kebiasaan menyemprot air yang tidak perlu Memisahkan polutan dan non polutan Mengatur pengisian dan pengeluaran tetes serta residu supaya dapat menekan seminimal mungkin terjadinya ceceran tetes dan residu  Mungupayakan kelancaran pengeluaran / penjualan tetes supaya tempat penyimpanan (tangki) tetes tidak overload  Pemasangan biotray di cooling pound.14. Keuntungan dari pemasangan juice catcher ini selain untuk mengurangi jumlah polutan dalam air terjun atau air injeksi kondensor juga dapat meningkatkan efisiensi proses produksi karena kehilangan gula dapat dminimalkan.1 Bagan Alir Unit Pengolahan Limbah Cair Primary influen Treatment Sandi Suwardina 4122. 2.0001 Secondary Treatment Natural Neutralizatio n Flo w met er 4 Ke sungai metro .3. stroop. Dalam mengendalikan air injeksi supaya dapat bertahan baik dan air terjun kondensor supaya dapat dilakukan sirkulasi air injeksi dan air terjun secara 100 % maka PG. Kebon Agung saat ini menggunakan system Surface Aerated Lagoon.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] kandungan gula dalam air terjun evaporator dan pan-pan masakan minimal.

06.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] 1.5 m. Dari primary treatment air limbah dialirkan k secondary treatment yang memakai sistem surface aerated lagoon dengan 4 buah kolam aerasi yang dipasang seri 3. 2.0001 5 . sehingga diharapkan effluent mempunyai kualitas yang memenuhi atau dibawah baku mutu yang berlaku. Aerated lagoon merupakan pengembangan dari Aerobic Pond yaitu dengan memasang surface aerator untuk mengatasi bau dan beban organik yang tinggi.3. Sandi Suwardina 4122.1. Influent (limbah cair) dialirkan ke primary treatment .2. dimana pada proses ini influent mengalami : o Penyaringan untuk bahan-bahan kasar (screening) o Pengendapan awal (sedimentasi) o Kandungan minyak dipisahkan di kolam penangkap minyak o Ditambahkan larutan Ca(OH)2 supaya pH ar limbah > 7 2. Selanjutnya air dari secondary treatment dialirkan ke natural neutralization .14. dan luas permukaan beberapa ratus meter persegi serta diaerasi secara mekanis atau difusi udara. Surface Aerated Lagoon System Pengolahan biologi ditujukan untuk menghilangkan bahan-bahan organik terutama yang terlarut dalam air limbah . dimana natural neutralization merupakan petak-petak sawah bertingkat yang ditanami dengan tanaman air yang juga berfungsi mereduksi kandungan polutan. sehingga organik dalam air limbah dapat terurai. Prinsipnya menggunakan mikroorganisme (biokatalis) dalam reaksi perombakan (degradasi) bahan organik menjadi mineral (CO2dan H2O (aerob) atau CH4(anaerob) AERATED LAGOON Aerated lagoon adalah bak dengan kedalaman 2.5 .

Pada sistem ini tanpa dilakukan resirkulasi dan biasa diikuti dengan kolam pengendapan yang besar Tabel. yaitu: a.Lapisan bawah adalah anaerobik Sandi Suwardina 4122. Kriteria Disain Untuk Lagoon Dan Stabilisation Pond Parameter Disain Kedalaman (m) Waktu detensi(hari) Beban BOD kg/ha/hari % penyisihan BOD Konsentrasi algae (mgC/L ) Aerobic 0.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] Proses pada aerasi Lagoon pada prinsipnya sama dengan Extended Aeration pada proses Lumpur aktif.5 BOD umpan • Power : 2.0001 6 . Didalam Aerated Lagoon semua zat padat dipertahankan dalam keadaan tersuspensi. Karakteristik : • W tinggal : 1-3 hari.2-0.5 7-50 22-55 70-95 10-50 Sumber : Metcalf dan Eddy. perbedaannya terletak pada kedalaman air yang dangkal dan oksigen diperoleh dari surface atau diffuse aerator. Fakultatif lagoon DO dijaga tetap hadir dibagian lapisan air dalam bak.Xv (MLVSS) : 0.9 W/M3 • Eficsiensi : 80 -90% b. • BOD di Feed : 50 – 750 mg/l .8 – 3. Aerobik lagoon DO dan suspended solid dijaga uniform dalam bak .14.06.sebagian suspended solid dipertahankan.3 2-6 111-222 80-95 100 Fakultatif 1-2. 1979 Pada aerated lagoon dikenal 2 istilah.3.

Xv (MLVSS) : 50. Power : ± 0. dan bak pengendapannya Gambar Aerated lagoon types AERATOR Tujuan aerasi: Merupakan satu usaha untuk mengurangi/menghilangkan konsentrasi zat dalam limbah berupa gas. Salah satu caranya adalah menggunakan aerator. Sandi Suwardina 4122.3. koloid atau bahan tercampur.100 mg/l.0001 7 .14.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) Karateristik : • • • • [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] Waktu tinggal : 3. fakultatif .06. Aerator ini diletakkan pada masing-masing kolam. cairan. ion.79 W/M3 (harus cukup jaga DO dan SS uniform di lapisan atas) Efisiensi : 80 .90 % Susunan lagoon aerobic.0 -10 dari BOD di Feed : 50 -750 . Setiap kolam terdapat 2 aerator.

0001 8 .14.3.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] Sandi Suwardina 4122.06.

0001 9 .3. Bakteri yang digunakan yaitu bakteri EM4 dengan perbandingan yang digunakan antara tetes dan bakteri 1:4. Fungsi penambahan dalam air limbah Pertumbuhan bakteri : 1.06. sehingga air limbah yang terangkat akan kontak langsung dengan udara sekitar. terdapat bakteri adalah untuk mengurangi bahan organik Sandi Suwardina 4122. 3. Mula-mula berkembangbiak secara konstan & disebut Lag phase◊ karena suasana baru agak lambat pertumbuhannya disebut fase akselerasi (acceleration phase) 2.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] Adalah cara mengontakkan air limbah dengan oksigen melalui baling-baling yang diputar dan diletakkan pada permukaan air limbah. perlu pertambahan makanan sebab pertumbuhan bakteri meningkat dan jumlah makanan jadi menurun. Gambar Aerasi menggunakan baling-baling aerator Penambahan bakteri juga diberikan di kolam ke 2 . Pada log phase. Pertumbuhan yang cepat ini disebut Log Phase. Setelah beberapa jam: bakteri mulai tumbuh berlipat ganda bakteri yang tetap dan yang Setelah tahap 2 berakhir terus meningkat jumlahnya.14. Diperlukan 43 – 123 m2 udara untuk mengurangi 1 kg BDD.

Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] 4. keadaan ini disebut stationary phase 6.3.3. Bila jumlah kematian bakteri lebih besar dari jumlah pertumbuhan disebut endogeneus phase.06. Hal ini diatasi dengan simpanan udara untuk pernafasannya sampai udara habis.1. 2. 5. Setelah limbah dari aerated lagoon langsung masuk ke petak pertama yaitu kolam dengan tanaman kangkung setelah itu mengalir menuju petak kedua dengan kolam yang berisi tanaman eceng gondok setelah itu mengalir secara overflow ke sungai metro dengan flow rate yang sudah di tentukan. Gambar kolam neutralization Sandi Suwardina 4122.14.0001 10 . sehingga tercapai keadaan dimana jumlah bakteri yang mati dan tumbuh seimbang. Bila keadaan tidak seimbang terus berjalan disebut Declining growth phase Pada akhirnya makanan habis dan kematian bakteri meningkat. Natural Neutralization Pada step natural neutralization ini terdiri dari petak-petak sawah bertingkat yang berisi tanaman.

0001 C2H5OH + CO2 11 .Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] 2. Pada prinsipnya reaksi dalam proses pembuatan alcohol dengan fermentasi adalah sebagai berikut : C6H12O6 Sandi Suwardina 4122. Tetapi bahan-bahan yangmengandung pati atau seluloda harus dihidrolisa terlebih dahulu menjadi gula yang dapat menjadi gula yang dapat difermentasikan.2. Proses Pembuatan Alkohol dari Tetes Proses pembuatanlakohol secara industri tergantung bakunya.14. Bahan yang mengandung gula biasanya tidak atau sedikit saja memerlukan pengolahan pendahuluan.3.06.

konsentrasi gula dan pemakaian nutrisi. Tahap –tahap Proses Pada prinsipnya pembuatan alcohol terbagi dalam tahap–tahap proses sebagai berikut : 1. Pengolahan Tetes Pengolahan tetes merupakan hal yang penting dalam pembuatan alcohol. pengembangbiakan (peragian) ragi.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] Jika digunakan disakhaarida seperti sakhorosa reaksinya adalah sebagai berIkut : . Pengolahan ini dimaksudkan untuk mendapatkan kondisi yangoptimumkan untuk pertumbuhan ragi dan untuk selanjutnya. proses ini meliputi pengenceran tetes.3.0001 12 .2.Reaksi hidrolisa : Invertasa C12H22O11 + H2O Sakhrosa 2C6H12O6 Monosakharida ( Glukosa dan fruktosa) . Rata-rata molase mengandung 50–55% gula yang dapat difermentasi (terutama sakhrosa (70%(. glukosa dan fluktosa (30%)).06. 2.Reaksi fermentasi zimasa C6H12O6 Sakhrosa 2C2H5 2CO2 Alkohol Gas karbon dioksida Proses fermentasi dari tetes yang meliputi sederhana banyak dikerjakan secara industri. Tiap ton produksi mengahasilkan lebih kurang 190 liter molase. Yang perlu disesuaikan dalam pengolahan ini adalah pH. Tipa ton molase dapat menghasilakan 280 liter alcohol. fermentasidan distilasi.1.14. Pada pokoknya. Sandi Suwardina 4122.

tetapi harus dilakukan secara bertahap dengan maksud untuk adaptasi dengan lingkungan. Pengembangbiakan (Pembibitan) ragi Proses ini dimaksudkan untuk memperbanyak sel – sel ragi supaya sejumlah sel ragi banyak sebelum digunakan dalam fermentasi alcohol. Sterilisasikan tetes Untuk mencegah adanya mikroba kontamin hidup pembibitan maupun selama fermentasi.14.3. 3. kemudian dikembangkan lebih lanjut dalam tangki induk pembibitan. tetes dipasteurisasikan dengan pemanasan memakai uap pada suhu sekitar 75⁰ C. 2. Meskipun tetes cukup mengandung zat sumber nitrogen namun seperti ammonium sulfat atau ammonium fosfat.06.0001 13 . Pengaturan pH diatur dengan penambahan asam H2SO4 hingga dicapai pH 4 -5. oleh karena itu perlu diadakan pengenceran lebih dahulu untuk mendapatkan kadar gula yang optimum (12⁰ Brix untuk pembibitan dan 24⁰ Brix pada fermentasi). Tangkitangki tersebut dilengkapi dengan cooler dengan maksud untuk pengaturan suhu 28 – 30⁰ selama diinkubasi. Tetes yang telah banyak sedikit sterisl ini siap dipaki untuk kebutuhan dalam pembibitan atau fermentasikan. kemudian diingikan selama 1 jam sampai suhu 30⁰ C.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] Tetes yang dihadapkan dari pabrik gula biasanya masih terlalu paket (85⁰ Brix). Tangki-tangki tersebut dilengkapi dengan cooler dengan aerobic dengan erasi udara. Ragi yang digunakan pada fermentasi alcohol sel ragi ini tidak dapat dilakukan secara langsung. Fermentasi Sandi Suwardina 4122. 4. Mula – mula dilakukan dalam jumlah kecil pada skala laboratorium.

maka konsentrasi etanol dalam cairan yang dikondensasikan itu akan lebih tinggi dari pada dalam larutan aslinya. kadar alcohol berkisar antara 8 – 10% volume. Cairan hasil fermentasi disebut bir (“beer”).Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] Fermentasi dilakukan dalam tangki fermentasi. Prinsip : Jika larutan campuran etanol air dipanaskan. Pada proses fermentasi ini dapat diserap.06. Maksud dan proses distilasi adalah untuk memisahkan etanol dari campuran etanol air. 5. perbedaan dalam titik didih inilah yang memungkinkan pemisahan campuran etanol air. Hasil fermentasi ini dialirkan ke bak penampung. maka diperlukan pendinginan untuk menjada temperature tetap pada ± 30⁰ C selama proses fermentasi yang berlangsung selama 30 – 40 jam. disebut bir (beer) dan sebab itu perlu di naikkan konsentrasinya dengan jalan distilasi bertingkat. Alcohol yang ikut aliran gas CO2 dipisahkan dengan jalan ditangkap oleh air yaitu adanya water scrubber yang diletakkan diatas tangki. Distilasi Produk hasil fermentasi mengandung alkohol yang rendah. Fermentasi dilakukan pada kepekatan tetes baru. pH diatur menjadi 4 – 5. Jika kondensat ini dipanaskan lagi dan kemudian dikondensasikan. kemudian dipompa ke bagian distilasi.14. alcohol. maka akan lebih banyak molekul etanol menguap dari pada air. maka konsentrasi etanol akan lebih tinggi Sandi Suwardina 4122. Beer mengandung 8 – 10% alkohol.3. air mendidih pada 100⁰ C dan etanol mendidih pada sekitar 77⁰ C. maka dibutuhkan kondisi anaerob hingga Untuk terjadinya fermentasi diharapkan sel ragi dapat mengandung gula melakukan peragian yang akan mengubah tetes yang menjadi alcohol. distilasi merupakan cara yang paling mudah dioperasikan dan juga merupakan cara pemisahan yang secara thermal adalah efisien. Gas CO2 yang terjadi dalam tangki fermentasi ditampung menjadi satu untuk kemudian direcovery. Untuk larutan yang terdiri dari komponen-komponen yang berbeda nyata suhu didihnya. Jika uap-uap ini didinginkan (dikondensasi). Pada akhir fermentasi.0001 14 . Pada tekanan atmosfir.

Cairan ini merupakan limbah yang disebut “stillage” atau “vinasse panas”. Kemudian cairan ini dialirkan dari bagian bawah kolom melalui alat penukar panas dengan suhu tertentu untuk selanjutnya dibuang. dan dalam keadaan tertentu juga produk–prroduk vitamin. didapatkan suatu campuran dengan titik didih yang sama (azeotrop).14.3. Pada prinsipnya unit distilasi mempunyai 3 jenis kolom.0001 15 . alcohol tidak bias lebih pekat dari 96%. Cara distilasi Untuk memisahkan alkohol dari campuran dan meningkatkan kadar alkohol.06. Cairan ini merupakan campuran air dan bahan-bahan bergula yang tidak terfermentasi. beer perlu didistilasi. maka rasio molekul air dan etanol dalam kondensat akan teap konstan sama. Pada keadaan ini. Proses ini biasdiulangi terus. sampai sebagian besar dari etanol dikonsentrasikan dalam suatu fasa. Di dalam alat ini “beer” akan mengalami pemanasan karena adanya perpindahan panas. Didalam kolom “beer” alkohol dan zat yang mudah menguap lainnya akan dari cairan yang mempunyai titik didih tinggi. Namun hal ini ada batasnya.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] lagi. “beer” dengan kadar alkohol 8–10% dipompakan ke dalam kolom “beer” melalui alat penukar panas (heat exchanger). yaitu : − Kolom “beer” (beer still) − Kolom “rektifikasi” (rectifying column) − Kolom pemurnian (purifying column) Kolom Beer Dari bak penampung. sisa–sisa gula. jika larutan 96% alkohol ini dipanaskan. Kolom rektifikasi Sandi Suwardina 4122. Baik untuk makan ternak. Stillage ini mengandung protein–protein. Jika dengan cara distilasi ini. Pada larutan 96% etanol.

Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] kualitas “Kolom pemurnian” (purirying column) berfungsi untuk mempertinggi alkohol yang dihasilkan.14.0001 .3.06. Dalam kondisi di dalam ini alkohol still” absolute dengan dehidrasi “dehydrating penambahan larutan ketiga sebagai pengikat air yang ada dalam campuran azeotrop tersebut. Di dalam kolom ini alkohol dipisahkan dari aldehida dan zat yang mudah menguap lainnya hingga diperoleh alcohol 96% yang biasa dikenal sebagai alkohol harus dilakukan proses teknis. BAB 3 16 SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADAT Sandi Suwardina 4122.

Untuk meningkatkan manfaat dari pucuk tebu maka dilakukan pengolahan.06. Furfuril akohol biasa disebut juga 2-furanmetanol atau 2-furilkarbinol. dengan persentase 10 – 27% kandungan pentosan yang cukup tinggi tersebut memungkinkan ampas tebu untuk diolah menjadi furtural. Pucuk tebu b. Salah satu polisakarida yang ada dalam ampas tebu ialah pentosan. Salah satu kelemahan dari pucuk tebu adalah kandungan serat kasar yang tinggi.2 PUCUK TEBU Pucuk tebu adalah limbah tebu yang memiliki potensi sangat besar.C4H3O. Furtural memiliki aplikasi cukup luas dalam beberapa industri dan dapat di sintesis menjadi turunan.CH2OH.0001 17 .Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) 3. dan lain-lain. Pucuk tebu dapat di manfaatkan untuk pakan rum inansia. Impor terbesar diperoleh dari cina yang saat ini menguasai 72% pasar furtural dunia. furan. Bahan kimia yang biasa digunakan adalah urea dan NaOH.3.1 LIMBAH PADAT [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] Limbah padat yang dihasilkan pabrik gula di antaranya : a.turunannya seperti furturil alkohol. Metode pengolahan yang biasa digunakan untuk pakat berserat tinggi adalah pengolahan kimiawi.3 AMPAS TEBU Ampas tebu mengandung polisakarida yang dapat dikonversi menjadi produk atau senyawa kimia untuk mendukung proses produksi sektor industri lainnya. Kebutuhan furtural dan turunannya dalam negeri terus meningkat. 3. Ampas c. memiliki rumus molekul 2. Blotong 3. furturil alkohol ialah senyawa yang paling Sandi Suwardina 4122.14. Saat ini seluruh kebutuhan furtural dalam negeri diperoleh melalui impor.

Pengomposan merupaka suatu metode untuk mengkonversikan bahan-bahan organik kompleks menjadi bahan yang lebih sederhana menggunakan aktivitas mikroba.0001 18 . produk akhir metabolis anaerobik adalah metana. Produk utama dari metabolis biologi aerobik adalah karbondioksida. pelapisan (coating).3. Furturil alkohol paling banyak digunakan sebagai monomer dalam pembuatan serat furturil alkohol juga dimanfaatkan sebagai pelarut aktif dalam berbagai serat sintetik dan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa turunan dari furturil alkohol. aid dan panas.4 BLOTONG Blotong merupakan limbah padat produk stasiun pemurnian nira. Furturil alkohol diproduksi dalam skala industri dengan cara hidrogenasi. pembersih dan farmasi.3 juta ton. Tetrahidrofurfuril dipakai sebagai pelarut. pembersih. KlO. yang diproduksi dengan cara hidrogenasi katalitik furturil alkohol pada fase uap. PIO5. Secara umum bentuk dari blotong berupa serpihan seratserat tebu yang mempunyai komposisi humus. cukup baik untuk dijadikan bahan pupuk organik. dan pewarna yang diaplikasikan dalam industri cat. Khatalis berbasis tembaga lebih dipakai karena lebih selektif dan tidak memperhitungkan hidrogenasi dari cincin. Pengomposan aerobik adalah dekomposisi bahan organik dengan kehadiran oksigen (udara). Furtural pada fase cair maupun fase uap pada tekanan rendah.06.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] banyak sigunakan sebagai turunan dari furtural. Pengomposandapat dilakukan pada kondisi aerobik dan anaerobik. N-total. 3. Sandi Suwardina 4122. C/N. di produksi sekitar 1.14. Blotong harus di komposkan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai pupuk organik tanaman dengan tebu. CaO dan MgO. Pengomposan anaerobik adalah dekomposisi bahan organik dalam kondisi ketidakhadiran oksigen bebas. Salah satu senyawa turunan yang dihasilkan dari furturil alkohol ialah tetrahidrofurfuril alkohol.

khususnya meningkatkan kapasitas menahan air.5%.5 – 2. menurunkan laju pencucian hara. P2O5dan K2O masing-masing sekitar 1-1.0%. kompos ini dapat memperbaiki fisik tanah di areal perkebunan tebu. media tumbuh dan sumber makanan bagi mikroba. 1.6 – 1. oleh karena itu kecepatan dekomposisi dan kualitas kompos tergantung pada keadaan dan jenis mikroba yang aktif selama proses pengomposan. BAB 4 19 Sandi Suwardina 4122. Adanya pemanfaatan blotong ini diharapkan mampu mengatasi masalah kelangkaan pupuk kimia dan mengatasi masalah pencemaran lingkungan. Kompos dari blotong tersebut umumnya mengandung hara N. dan senyawa intermediete seperti asam-asam organik dengan berat molekul rendah. memperbaiki drainase tanah. Selain itu pemberian ke tanaman tebu sebanyak 100 ton blotong atau komposnya per hektar dapat meningkatkan bobot dan rendemen tebu secara signifikan. dan menetralisisr pengaruh A1dd sehingga ketersediaan P dalam tanah lebih tersedia. misalnya aerasi. Kondisi optimum bagi aktivitas mikroba perlu diperhatikan selama proses pengomposan.3.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] karbondioksida. kelembaban. Pada dasarnya pengomposan adalah dekomposisi dengan menggunakan aktivitas mikroba.0001 .0% dan 0.14.06.

malang dengan teknologi biotary dan PG krebet baru. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah metode pendekatan empiris.3. Ke lima industri gula tersebut adalah pabrik gula (PG) kedawoeng.14. baik dari aspek ekologis ataupun aspek ekonomis. Pembahasan menitik beratkan pada aspek ekonomis pengelolaan limbah terpadu industri gula.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] KEUNTUNGAN GANDA PENANGANAN LIMBAH 4. akan dihasilkan limbah dan hasil samping sekitar : a. PG jatiroto. lumajang dengan industri alkohol dari tetes tebu. 4. pasuruan dengan teknologi SAL (sistem aerasi lanjut).000 TH (ton tebu perhari). sehingga secara riil di peroleh hitungan nyata manfaat pengolahan limbah terpadu.000 ton/ tahun 20 . Produksi tetes Sandi Suwardina 4122. probolinggo dengan pemanfaatan limbah tebu untuk pupuk organik. PG kebon agung. maka pada suatu industri gula dengan kapasitas 4. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis.0001 : 160 ton/ hari = 24.06. malang dengan pabrik pakan ternak dari pucuk tebu. Dalam hal ini dilakukan penelitian berdasarkan hasil pengumpulan data primer maupun sekunder.1 CARA PENELITIAN Penelitian dilakukan di 5 (lima) industri gula di jawa timur yang telah melaksanakan pengelolaan limbahnya dan merasakan manfaatnya.2 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil perhitungan teoritis. PG gending.

940.000 ton/ tahun : 120 ton/hari = 18. Selanjutnya di asumsikan bahwa produktivitas lahan rendemen.000 atau senilai Rp. produksi hablur dan kristal gula di anggap sapa. yang akan meningkatkan produktivitas tebu (kurniawan. 23. melalu reduksi angka pencemar hingga 70 – 80 % COD.3. Apabila selutuuh bahan pucuk tebu tersebut dapat dijadikan SCT. 3.000 ton/ tahun : 560 ton/ hari = 84. maka potensi yang akan dihasilkan sebesar 21. Produksi blotong d.000 ton/ tahun Dalam hal ini di anggap luas lahan yang dimiliki industri gula tersebut mampu untuk mendukung masa giling 150 hari dalam kapasitas yang normal. 1987). dapat di capai air buangan industri yang aman bagi lingkungan. 1994). Produk SCT ini berprospek untuk di jual ekspor ke jepang dan korea. Melalui sistem ini. Sandi Suwardina 4122. 80 – 90 % BOD dan 75 – 90 % TSS.000 ton. Pemanfaatan pucuk tebu sebagai pakan ternak. untuk mengolah limbah cair industri industri gula (kurniawan.06.280 ton/ hari = 192. yang dikenal sebagai sugar cane top (SCT) menjadikan tebu yang akan di giling menjadi bersih dan penebang memperoleh insentif dari pucuk tebu yang dijual ke pabrik pengolahannya (soeprapto.5 milyar. 1. Penerapan teknologi sistem aerasi lanjut (SAL).Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) b.14. Dengan pertimbangan sistem penerapan teknologi yang mudah dan murah untuk di lakukan. Produksi tebu [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] : 1. maka dapat ditentukan jenis pengelolaan limbah terpadu di industri gula sebagai berikut. Dewasa ini sudah banyak tersedia teknologi pengelolaan limbah industri gula.0001 21 . Produksi ampas c. dengan harga US 140/ ton free on board (FOB). maka potensi nilai devisa yang di peroleh mencapai US 2. Penggunaan blotong sebagai sumber bahan organik bermanfaat untuk kesuburan tanah. 2.

2.14.8 juta. maka untuk keperluan tersebut hanya di butuhkan kompos sekitar 2 – 3 juta ton kompos. 4. 2000). Aspek ekonomis dari kegiatan ini terletak pada efisiensi bahan proses.3.0001 22 . Dengan takaran pemakaian kompos sekitar 3 – 6 ton/ ha. maka nilai keuntungan yang di peroleh industri gula mencapai Rp. Untuk lebih rincinya. Tabel 4. Selanjutnya sisa produk kompos dapat dijual kepada pihak lain dan minimal akan memperoleh pendapatan sekitar Rp. maka produk kompos dari industri gula di indonesia akan mencapai 6 -7 juta ton kompos.06. Dalam kondisi harga air yang semakin mahal seperti sekarang ini. Apabila seluruh blotong dapat termanfaatkan menjadi sumber bahan organik tanah.1 potensi perolehan hasil pada pengelolaan limbah industri gula berkapasitas 4. Proses daur ulang air kondesor bertujuan untuk menekan jumlah air limbah yang harus dikeluarkan dan menghemat suplesi air sungai untuk proses industri (kurniawan. Dari aspek ekologis. maka aplikasi teknologi biotary dapat menghemat biaya air sekitar Rp.1 menunjukan potensi perolehan hasil pada industri gula yang melakukan pengelolaan limbah dengan baik. 1 milyar untuk satu buah industri gula. tabel 4. Apabila rata – rata pemakaian sumber organik ini dengan takaran 3 – 6 ton/ ha mampu meningkatkan bobot tebu sekitar 10 ton tebu/ ha mampu meningkatkan bobot tebu sekitar 10 ton/ ha dan suplesi pupuk ZA sekitar 3 ku/ ha.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] 2000). 600 – 700 juta. dengan pertimbangan selama ini sudah berdiri dan teknologi lainnya mudah untuk dilakukan.000 TTH Sandi Suwardina 4122. penerapan teknologi ini akan menurunkan eksploitasi sumber daya air yang dirasakan semakin terbatas ketersediaannya. Jenis teknologi pengelolaan limbah yang dipilih.

9 156.2 207.000.000 3.000 6.000 18.000 6.900.400.250.900.5 147.250. 1000) 2.200.200.000 3.000 4.240.14.240.000 2.400.200.000 6.400.000 4.000 3.9 Alternatif II Ampas lebih Tetes Alkohol Alternatif III Ampas lebih Tetes lebih Pupuk organik SCT Alternatif IV Ampas lebih Tetes Alkohol Ampas lebih Alternatif V Tetes lebih Pupuk organik Hemat air SCT Alternatif VI Ampas lebih Tetes Pupuk organik Alkohol Ampas lebih Tetes lebih Pupuk organik Hemat air SCT Alternatif VII Sandi Suwardina 4122.3.240.250.250.400.000.000 1.250.000.000 18.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) Jenis usaha Pabrik gula saja [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] Macam produk Nilai (x Rp.200.000 2.3 130.000 8.000.000 2.000 2.250.250.000 3.000.000 8.900.250.000 8.000 8.000 23 334.000.000 1.000 4.000 18.240.000 2.000 2.4 Perolehan (%) 100 Ampas lebih Tetes tebu Alkohol Ampas lebih Tetes lebih Pupuk organik Alternatif I 116.000 4.000 3.000 6.06.000 2.240.0001 .7 177.

3.1 KESIMPULAN Sandi Suwardina 4122.14.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] BAB 5 24 KESIMPULAN DAN SARAN 5.06.0001 .

2 SARAN Adapun saran yang dapat diberikan. Gambar 5. pembuatan alkohol dan SCT. sehingga menjadikan industri gula mampu bersaing di pasar Sandi Suwardina 4122.3. hingga mendapatkan perolehan 2 – 3 kali lipat dari produk gulanya sendiri.1 dapa menunjukan model pengelolaan limbah. pembuatan pupuk organik.06. Dengan demikian dapat memperkecil biaya proses gula dan meningkatkan nilai ekonomi hasil samping. Pada pengelolaan limbah industri gula 4000 TTH dapat meningkatkan perolehan pendapatan melalui proses pemanfaatan dan efisiensi bahan proses. yaitu untuk menekan pencemaran lingkungan dan meningkatkan pendapatan. daur ulang limbah cair.14. SUPLESI AIR TEBU TEBANG EKSTRASI PEMURNIAN KRISTALISASI GULA PUCUK TEBU AMPAS BLOTONG TETES SCT ENERGI PUPUK ORGANIK ALKOHOL AIR LIMBAH 5.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] Dari serangkaian berbagai penanganan limbah pada pabrik gula dapat di simpulkan bahwa industri gula berpotensi untuk mengelola limbanya dengan manfaat ganda. in-house keeping. dan dapat dilakukan antara lain . agar industri gula untuk segera melakukan pengelolaan limbah dengan bai melalui pemanfaatan dan daur ulang.0001 25 .

y. Dalam hal ini diperlukan SDM yang berkualitas untuk menggeser paradigma pengelolaan limbah sebagai upaya untuk menjaga kelestarian dan meningkatkan produktivitas.0001 26 . 1997. Majalah gula indonesia. lembaga ekologi. Waste minimization.3. Sandi Suwardina 4122. Kurniawan.06.14. Beberapa sistem pengolah air limbah yang sesuai dengan pabrik gula.Tugas makalah PBI (pengolahan buangan industri) [SOLUSI PENANGANAN LIMBAH PADA PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG] dunia. 1987. DAFTAR PUSTAKA Anonim. universitas padjadjaran. bandung. Visualisasi internet.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful