MetodolOgi mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah

lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar.Beberapa metode mengajar 1. Metode Ceramah (Preaching Method) Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa. Beberapa kelemahan metode ceramah adalah : a. Membuat siswa pasif b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa c. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985) d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya. e. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik. f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata). g. Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000) Beberapa kelebihan metode ceramah adalah : a. Guru mudah menguasai kelas. b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar. d. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

2. Metode diskusi ( Discussion method ) Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ).

Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk : a. Mendorong siswa berpikir kritis. b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas. c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama. d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama. Kelebihan metode diskusi sebagai berikut : a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan b. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik. c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000) Kelemahan metode diskusi sebagai berikut : a. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar. b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas. c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara. d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

3. Metode demontrasi ( Demonstration method ) Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Muhibbin Syah ( 2000). Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Syaiful Bahri Djamarah, ( 2000). Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah : a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan . b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari. c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat, 1985)

c.Dalam hal ini penulis akan menguraikan tiga macam metode ceramah plus yaitu : a. Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda. Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT) Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya. Metode campuran ini idealnya dilakukan secar tertib. Pemberian tugas kepada siswa. b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan c. yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya. yaitu pertama guru menguraikan materi pelajaran.Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut : a. 4. Memudahkan berbagai jenis penjelasan . Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret. c. kemudian mengadakan diskusi. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan. yaitu : 1). Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL) Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill) . Metode ceramah plus Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode. 2000). 2). b. Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab dan pemberian tugas. 3). Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah. 2000). b. Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut : a. dan akhirnya memberi tugas. drngan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaiful Bahri Djamarah. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT). Penyampaian materi oleh guru.

Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama. Metode resitasi ( Recitation method ) Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri (http://re-searchengines. b.com/art05-65. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama. anak didik harus menanti untuk . Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen.5. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku. (2000) Metode percobaan adalah suatu metode mengajar yang menggunakan tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali. Misalnya di Laboratorium. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual (Syaiful Bahri Djamarah. Kekurangan metode percobaan sebagai berikut : a. Kelebihan metode percobaan sebagai berikut : a. Syaiful Bahri Djamarah. b. Metode percobaan ( Experimental method ) Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok. bertanggung jawab dan berdiri sendiri (Syaiful Bahri Djamarah. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi. Kelebihan metode resitasi sebagai berikut : a. Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri. 2000) 6. c. c. Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif.html). Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan. untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. b. b. 2000) Kelemahan metode resitasi sebagai berikut : a.

kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Agar penggunaan metode eksperimen itu efisien dan efektif. hal-hal yang harus dikontrol dengan ketat. (c) dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses percobaan . sehingga masalah itu tidak bias diadakan percobaan karena alatnya belum ada. (e) Tidak semua masalah bisa dieksperimenkan. (c) Selama eksperimen berlangsung guru harus mengawasi pekerjaan siswa. atau mungkin hasilnya tidak membahayakan. (b) Agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan. sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan. seperti masalah mengenai kejiwaan. hal-hal yang perlu dicatat. Dengan eksperimn siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya. maka kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih. juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih obyek eksperimen itu. maka jumlah alat dan bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap siswa. Prosedur eksperimen menurut Roestiyah (2001:81) adalah : (a) Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan eksprimen. Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar. maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : (a) Dalam eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan. sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari itu. maka perlu adanya waktu yang cukup lama. beberapa segi kehidupan social dan keyakinan manusia. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. urutan eksperimen. (d) Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih .mereka harus memahami masalah yang akan dibuktikan melalui eksprimen. di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi. pengalaman serta ketrampilan. . dan mengevaluasi dengan tes atau tanya jawab.melanjutkan pelajaran. (d) Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian siswa. Bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalannya eksperimen. Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat. c. Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya. mendiskusikan di kelas. maka perlu diberi petunjuk yang jelas. (b) memberi penjelasan kepada siswa tentang alat-alat serta bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam eksperimen.

atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil. mengamati suatu obyek. (b) metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan kadangkala mahal. Dengan demikian.Metode eksperimen menurut Djamarah (2002:95) adalah cara penyajian pelajaran. Pembelajaran dengan metode eksperimen melatih dan mengajar siswa untuk belajar konsep . Dalam proses belajar mengajar. Kekurangan metode eksperimen : (a) Metode ini lebih sesuai untuk bidang-bidang sains dan teknologi. Pengalaman yang dialami secara langsung dapat tertanam dalam ingatannya. Siswa mendapat kesempatan untuk melatih ketrampilan proses agar memperoleh hasil belajar yang maksimal. selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupannya. siswa dituntut untuk mengalami sendiri . siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri. Dalam metode eksperimen. keuletan dan ketabahan. Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut : Kelebihan metode eksperimen : (a) Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya. guru dapat mengembangkan keterlibatan fisik dan mental. keadaan atau proses sesuatu. di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. mengikuti suatu proses. Siswa diberi kesempatan untuk menyusun sendiri konsep-konsep dalam struktur kognitifnya. Menurut Schoenherr (1996) yang dikutip oleh Palendeng (2003:81) metode eksperimen adalah metode yang sesuai untuk pembelajaran sains. (b) dalam membina siswa untuk membuat terobosanterobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. mencari kebenaran. karena metode eksprimen mampu memberikan kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreativitas secara optimal. dengan metode eksperimen. serta emosional siswa. Keterlibatan fisik dan mental serta emosional siswa diharapkan dapat diperkenalkan pada suatu cara atau kondisi pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan juga perilaku yang inovatif dan kreatif. (c) Metode ini menuntut ketelitian. dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu. (d) Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada factor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian. (c) Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia.

. selanjutnya dapat dilaporkan hasilnya. merupakan kegiatan akhir setelah selesai satu konsep. memberikan contoh. (5) aplikasi konsep . (4) verifikasi . Pembelajaran dengan metode eksperimen menurut Palendeng (2003:82) meliputi tahap-tahap sebagai berikut : (1) percobaan awal. maupun aplikasi dalam kehidupannya. pembelajaran diawali dengan melakukan percobaan yang didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena alam. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran. setelah siswa merumuskan dan menemukan konsep. Kegiatan ini merupakan pemantapan konsep yang telah dipelajari. Pemahaman konsep dapat diketahui apabila siswa mampu mengutarakan secara lisan. . siswa memiliki kemampuan untuk menjelaskan. (6) evaluasi. Siswa diharapkan untuk mengamati dan mencatat peristiwa tersebut. Siswa belajar secara aktif dengan mengikuti tahap-tahap pembelajarannya. tulisan.fisika sama halnya dengan seorang ilmuwan fisika. siswa akan menemukan sendiri konsep sesuai dengan hasil yang diperoleh selama pembelajaran. merupakan kegiatan siswa saat guru melakukan percobaan. Metode Eksperimen menurut Al-farisi (2005:2) adalah metode yang bertitik tolak dari suatu masalah yang hendak dipecahkan dan dalam prosedur kerjanya berpegang pada prinsip metode ilmiah. (2) pengamatan. kegiatan untuk membuktikan kebenaran dari dugaan awal yang telah dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok. Dengan demikian. Dengan kata lain . (3) hipoteis awal. yang kemudian dibukukan. Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut : a. hasilnya diaplikasikan dalam kehidupannya. Metode Karya Wisata Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik. siswa dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil pengamatannya. Demonstrasi ini menampilkan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi fisika yang akan dipelajari. Penerapan pembelajaran dengan metode eksperimen akan membantu siswa untuk memahami konsep. 7. dan menerapkan konsep terkait dengan pokok bahasan . Siswa diharapkan merumuskan hasil percobaan dan membuat kesimpulan. menyebutkan.

Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik. Menurut Roestiyah (2001:85) . dimana guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas.b. dan sebagainya. c. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan. maka pelaksanaannya perlu memeperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: (a) Persiapan. mendengar. sedangkan unsur studinya terabaikan. c. dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa mempelajari beberapa mata pelajaran. dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang serta dapat bertanya jawab mungkin dengan jalan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran. agar nantinya dapat mengambil kesimpulan. Juga mereka bisa melihat. mempertimbangkan pemilihan teknik. Biayanya cukup mahal. meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya. penyusunan rencana yang . menghubungi pemimpin obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya. Agar penggunaan teknik karya wisata dapat efektif. Kadang-kadang dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang. Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut : a. d.teknik karya wisata ini digunakan karena memiliki tujuan sebagai berikut: Dengan melaksanakan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya. Karena itu dikatakan teknik karya wisata. terutama karyawisata jangka panjang dan jauh. b. ataupun pengetahuan umum. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat. e. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak. suatu bengkel mobil. Menurut Roestiyah (2001:85) . ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu. toko serba ada. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama. untuk meninjautempat tertentu atau obyek yang lain. tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. karya wisata bukan sekedar rekreasi. f.

dan hal itu pasti memerlukan biaya yang besar. serta memberi petunjuk bila perlu. pada waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil karya wisata. serta alat-alat lain dan sebagainya. dimana pemimpin rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya. mempersiapkan sarana. ialah sebagai berikut: Karya wisata biasanya dilakukan di luar sekolah. demikian pula tugas-tugas kelompok sesuai dengan tanggungjawabnya. pembagian siswa dalam kelompok.masak. (b) Siswa dapat melihat berbagai kegiatan para petugas secara individu maupun secara kelompok dan dihayati secara langsung yang akan memperdalam dan memperluas pengalaman mereka. maka guru perlu memikirkan segi keamanan. sehingga mungkin jarak tempat itu sangat jauh di luar sekolah. yang tidak terpisah-pisah dan terpadu. atau mencobakan teorinya ke dalam praktek. serta mengalami dan menghayati langsung apa pekerjaan mereka. mengawasi petugas-petugas pada setiap seksi. (d) Dengan obyek yang ditinjau itu siswa dapat memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi. perlu dijelaskan adanya aturan yang berlaku khusus di proyek ataupun hal-hal yang berbahaya. menindaklanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik. (b) Pelaksanaan karya wisata. maka jangan sampai mengganggu kelancaran rencana pelajaran yang lain. maka perlu mempergunakan transportasi. kepada peserta secara langsung. serta mengirim utusan. Biaya yang tinggi kadangkadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah. menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang diperoleh. memenuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama. diagram. (c) dalam kesempatan ini siswa dapat bertanya jawab. (c) Akhir karya wisata. Suhardjono (2004:85) mengungkapkan bahwa metode karya wisata (field-trip) memiliki keuntungan: (a) Memberikan informasi teknis. kemampuan pihak siswa untuk menempuh jarak tersebut. Bila tempatnya jauh. menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi. membagi tugas-tugas. Karena itulah teknik karya wisata dapat disimpulkan memiliki keunggulan sebagai berikut: (a) Siswa dapat berpartisispasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas pada obyek karya wisata itu. Penggunaan teknik karya wisata ini masih juga ada keterbatasan yang perlu diperhatikan atau diatasi agar pelaksanaan teknik ini dapat berhasil guna dan berdaya guna. sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau ketrampilan mereka. gambar. (b) Memberikan kesempatan untuk melihat kegiatan dan praktik dalam kenyataan atau pelaksanaan yang . Juga pasti menggunakan waktu yang lebih panjang daripada jam sekolah. sehingga mungkin mereka menemukan bukti kebenaran teorinya. model-model. Hal mana tidak mungkin diperoleh disekolah.

(d) Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual. tujuan umum pendidikan dapat segera . (d) membei kesempatan kepada peserta untuk melihat dimana peserta ditunjukkan kepada perkembangan teknologi mutakhir. Banyak istilah yang dipergunakan pada metode karya wisata ini. Metode karya wisata mempunyai beberapa kelebihan yaitu: (a) Karya wisata memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran. Menurut Djamarah (2002:105). (c) Pengajaran serupa ini dapat lebih merangsang kreativitas siswa. Meskipun karya wisata memiliki banyak hal yang bersifat non akademis. untuk meninjau tempat tertentu atau obyek yang lain. study tour. (b) Kadang-kadang sulit untuk mendapat ijin dari pimpinan kerja atau kantor yang akan dikunjungi. Hal itu bukan sekedar rekreasi tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. pada saat belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah. (c) Memberikan kesempatan untuk lebih menghayati apa yang dipelajari sehingga lebih berhasil. (e) Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan dan mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi permasalahan. Karya wisata ada yang dalam waktu singkat. terutama pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. seperti widya wisata. Sedangkan kekurangan metode Field Trip menurut Suhardjono (2004:85) adalah: (a) Memakan waktu bila lokasi yang dikunjungi jauh dari pusat latihan. Metode field trip atau karya wisata menurut Mulyasa (2005:112) merupakan suatu perjalanan atau pesiar yang dilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar. dan sebagainya.sebenarnya. (d) dalam karya wisata sering unsure rekreasi menjadi lebih prioritas daripada tujuan utama. yang merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pegadaian. (c) memerlukan koordinasi dengan guru-guru bidang studi lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karya wisata. dan ada pula yang dalam waktu beberapa hari atau waktu panjang. (b) Sangat memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang. Karena itu. (b) Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat. dikatakan teknik karya wisata. sedang unsure studinya menjadi terabaikan. Kekurangan metode karya wisata adalah: (a) Fasilitas yang diperlukan dan biaya yang diperlukan sulit untuk disediakan oleh siswa atau sekolah. (c) Biaya transportasi dan akomodasi mahal.

b.dicapai. (b) Mengamati kesesuaian sumber belajar dengan tujuan dan program sekolah. memberikan surat ucapan terima kasih kepada mereka yang telah membantu. . Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut : a. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian. dan sebagainya. Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris. (f) Melaksanakan karya wisata sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. seperti menulis. Metode latihan keterampilan ( Drill method ) Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar . materi pelajaran. pengurangan. (d) Menghubungkan sumber belajar dengan kurikulum. dengan memperhatikan tujuan pembelajaran. apa manfaatnya dan sebagainya. terutama berkaitan dengan pengembangan wawasan pengalaman tentang dunia luar. jika ya. Contoh latihan keterampilan membuat tas dari mute/pernik-pernik. (c) Menganalisis sumber belajar berdasarkan nilai-nilai paedagogis. untuk apa dibuat. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan. bagaimana cara menggunakannya. (g) Menganalisis apakah tujuan karya wisata telah tercapai atau tidak. penjumlahan. membuat laporan karyawisata dan catatan untuk bahan karya wisata yang akan datang. (e) membuat dan mengembangkan program karya wisata secara logis. membuat dan menggunakan alat-alat. dan sistematis. seperti dalam perkalian. dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu. Sebelum karya wisata digunakan dan dikembangkan sebagai metode pembelajaran. hal-hal yang perlu diperhatikan menurut Mulyasa (2005:112) adalah: (a) Menentukan sumber-sumber masyarakat sebagai sumber belajar mengajar. serta iklim yang kondusif. melafalkan huruf. apakah sumber-sumber belajar dalam karyawisata menunjang dan sesuai dengan tuntutan kurikulum. pembagian. efek pembelajaran. Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut : a. 8. c. karya wisata dapat dilaksanakan. apakah terdapat kesulitan-kesulitan perjalanan atau kunjungan. tanda-tanda/simbol.

Cara pengujiannya. 9. Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini. Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan. lalu diminta pemecahannya. b. anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan. Kelebihan metode perancangan sebagai berikut : a. Kekurangan metode perancangan sebagai berikut : a. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Metode pemecahan masalah ( Problem solving method ) Metode ini adalah suatu metode mengajar yang mana siswanya diberi soal-soal. yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan seharihari. belum . Melalui metode ini. kemudian digabung. 10. d. 12. baik secara vertikal maupun horizontal. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan. sikap. dan keterampilan dengan terpadu. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut. c. Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Metode mengajar sesama teman ( Peer teaching method ) Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri 11. Metode perancangan ( projeck method ) yaitu suatu metode mengajar dimana pendidik harus merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.b. Metode mengajar beregu ( Team teaching method ) Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Dapat menimbulkan verbalisme. setiap pendidik membuat soal.

Metode Discovery Salah satu metode mengajar yang akhir-akhir ini banyak digunakan di sekolah-sekolah yang sudah maju adalah metode discovery. Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik. anak belajar menguasai salah satu metode ilmiah yang akan dapat dikembangkannya sendiri. misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya. maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan. (e) dengan metode penemuan ini juga. kebiasaan ini akan ditransfer dalam kehidupan bermasyarakat. (d) Dengan menggunakan strategi penemuan. sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini. cukup fasilitas. menyelidiki sendiri. Metode Global (Ganze method ) yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi. dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan. (c) Pengertian yang ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul-betul dikuasai dan mudah digunakan atau ditransfer dalam situasi lain. perencanaan. hal itu disebabkan karena metode discovery ini: (a) Merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif. dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru. sebelum sampai kepada generalisasi. kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut. Dengan demikian diharapkan metode discovery ini lebih dikenal dan digunakan di dalam berbagai kesempatan proses belajar mengajar yang memungkinkan. 14. Metode Bagian ( Teileren method ) yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian. anak belajar berfikir analisis dan mencoba memecahkan probela yang dihadapi sendiri. Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas. 15. manipulasi obyek dan lain-lain. tidak akan mudah dilupakan siswa. Organisasi bahan pelajaran. (b) Dengan menemukan sendiri. . d.menunjang pelaksanaan metode ini. b. 13.Metode Discovery menurut Suryosubroto (2002:192) diartikan sebagai suatu prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran perseorangan. c.

walaupun sebagian atas tanggung jawabnya sendiri. membuat kesimpulan. (c) Mengatur susunan kelas sedemikian rupa sehingga memudahkan terlibatnya arus bebas pikiran siswa dalam belajar dengan penemuan. (b) Seleksi pendahuluan atas dasar kebutuhan dan minat siswa. sehingga memperoleh tilikan umum. Langkah-langkah pelaksanaan metode penemuan menurut Suryosubroto (2002:197) yang mengutip pendapat Gilstrap (1975) adalah: (a) Menilai kebutuhan dan minat siswa. dan menggunakannya sebagai dasar untuk menentukan tujuan yang berguna dan realities untuk mengajar dengan penemuan. beroreientasi pada proses. (g) Menambah berbagai alat peraga untuk kepentingan pelaksanaan penemuan.Suryosubroto (2002:193) mengutip pendapat Sund (1975) bahwa discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. (f) Mengecek pengertian siswa tentang maslah yang digunakan untuk merangsang belajar dengan penemuan. (j) Memberi kesempatan kepada siswa melanjutkan pengalaman belajarnya. Menurut Encyclopedia of Educational Research. (m) Mengajarkan . (k) memberi jawaban dengan cepat dan tepat sesuai dengan data dan informasi bila ditanya dan diperlukan siswa dalam kelangsungan kegiatannya. menjelaskan. termasuk mengajarkan ketrampilan menyelidiki dan memecahkan masalah sebagai alat bagi siswa untuk mencapai tujuan pendidikannya. Proses mental tersebut misalnya mengamati. (l) Memimpin analisisnya sendiri melalui percakapan dan eksplorasinya sendiri dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses. (d) Berkomunikasi dengan siswa akan membantu menjelaskan peranan penemuan. mengukur. misalnya tiap siswa mempunyai data harga bahan-bahan pokok dan jumlah orang yang membutuhkan bahan-bahan pokok tersebut. (h) memberi kesempatan kepada siswa untuk bergiat mengumpulkan dan bekerja dengan data. penemuan merupakan suatu strategi yang unik dapat diberi bentuk oleh guru dalam berbagai cara. dan sebagainya. (e) menyiapkan suatu situasi yang mengandung masalah yang minta dipecahkan. prinsip-prinsip. pengertian dalam hubungannya dengan apa yang akan dipelajarai. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode discovery adalah suatu metode dimana dalam proses belajar mengajar guru memperkenankan siswasiswanya menemukan sendiri informasi yang secara tradisional biasa diberitahukan atau diceramahkan saja. mencari sendiri dan reflektif. membuat dugaan.Metode Discovery merupakan komponen dari praktek pendidikan yang meliputi metode mengajar yang memajukan cara belajar aktif. menggolong-golongkan. generalisasi. (i) Mempersilahkan siswa mengumpulkan dan mengatur data sesuai dengan kecepatannya sendiri. mengarahkan sendiri.

data. ide siswa. (n) Merangsang interaksi siswa dengan siswa. Sedangkan langkah-langkah menurut Richard Scuhman yang dikutip oleh Suryosubroto (2002:199) adalah : (a) identifikasi kebutuhan siswa. misalnya latihan penyelidikan. yaitu situasi dimana siswa bebas menentukan pendekatannya. jika diperlukan oleh siswa. (p) Bersikap membantu jawaban siswa. Bukan menilai secara kritis tetapi membantu menarik kesimpulan yang benar. Metode discovery memiliki kebaikan-kebaikan seperti diungkapkan oleh Suryosubroto (2002:200) yaitu: (a) Dianggap membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan ketrampilan dan proses kognitif siswa. pandanganan dan tafsiran yang berbeda. (g) Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan penemuan. misalnya teori atau teknik. (r) Memuji siswa yang sedang bergiat dalam proses penemuan. misalnya seorang siswa yang bertanya kepada temannya atau guru tentang berbagai tingkat kesukaran dan siswa siswa yang mengidentifikasi hasil dari penyelidikannya sendiri. (i) memimpin analisis sendiri dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses. jadi seseorang belajar bagaimana belajar itu. Kekuatan dari proses penemuan datang dari usaha untuk menemukan. andaikata siswa itu dilibatkan terus dalam penemuan terpimpin. (q) Membesarkan siswa untuk memperkuat pernyataannya dengan alas an dan fakta. (l) Membantu siswa merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuannya. aturan ide. pengertian. misalnya merundingkan strategi penemuan. dan problema serta tugas-tugas. (e) Mempersiapkan setting kelas dan alat-alat yang diperlukan. (j) Merangsang terjadinya interaksi antar siswa dengan siswa. (b) Pengetahuan diperoleh dari strategi . (b) Seleksi pendahuluan terhadap prinsipprinsip. (s) membantu siswa menulis atau merumuskan prinsip. (o) Mengajukan pertanyaan tingkat tinggi maupun pertanyaan tingkat yang sederhana. (t) Mengecek apakah siswa menggunakan apa yang telah ditemukannya. mendiskusikan hipotesis dan data yang terkumpul. generalisasi atau pengertian yang menjadi pusat dari masalah semula dan yang telah ditemukan melalui strategi penemuan. dalam situasi berikutnya. (k) memuji dan membesarkan siswa yang bergiat dalam proses penemuan.ketrampilan untuk belajar dengan penemuan yang diidentifikasi oleh kebutuhan siswa. (c) Seleksi bahan. konsep dan generalisasi yang akan dipelajari. (h) Membantu siswa dengan informasi. (f) Mencek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan dan tugas-tugas siswa. (d) Membantu memperjelas problema yang akan dipelajari dan peranan masing-masing siswa.

dalam arti pendalaman dari pengertian retensi dan transfer. (g) Strategi ini berpusat pada anak. (c) Harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang sudahy biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional. Misalnya sebagian besar waktu dapat hilang karena membantu seorang siswa menemukan teori-teori. atau menemukan saling ketergantungan antara pengertian dalam suatu subyek. Siswa yang lebih pandai mungkin akan memonopoli penemuan dan akan menimbulkan frustasi pada siswa yang lain. menemukan keberhasilan dan kadang-kadang kegagalan. atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata-kata tertentu. (e) metode ini menyebabkan siswa mengarahkan sendiri cara belajarnya sehingga ia lebih merasa terlibat dan bermotivasi sendiri untuk belajar. (b) Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar. Dapat memungkinkan siswa sanggup mengatasi kondisi yang mengecewakan. Kelemahan metode discovery Suryosubroto (2002:2001) adalah: (a) Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk cara belajar ini. (h) Membantu perkembangan siswa menuju skeptisssisme yang sehat untuk menemukan kebenaran akhir dan mutlak. kalau pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru. (f) Metode discovery dapat membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-proses penemuan. (c) Strategi penemuan membangkitkan gairah pada siswa. Misalnya siswa yang lamban mungkin bingung dalam usanya mengembangkan pikirannya jika berhadapan dengan hal-hal yang abstrak. misalnya siswa merasakan jerih payah penyelidikannya. atau dalam usahanya menyusun suatu hasil penemuan dalam bentuk tertulis. (d) metode ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri. (e) dalam beberapa ilmu. (f) Strategi ini mungkin tidak akan memberi kesempatan untuk berpikir kreatif. paling sedikit pada suatu proyek penemuan khusus. fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide-ide. demikian pula proses-proses di bawah pembinaannya. Sedangkan sikap dan ketrampilan diperlukan untuk memperoleh pengertian atau sebagai perkembangan emosional sosial secara keseluruhan. misalnya memberi kesempatan pada siswa dan guru berpartisispasi sebagai sesame dalam situasi penemuan yang jawaban nya belum diketahui sebelumnya. mungkin tidak ada.ini sangat pribadi sifatnya dan mungkin merupakan suatu pengetahuan yang sangat kukuh. . (d) Mengajar dengan penemuan mungkin akan dipandang sebagai terlalu mementingkan memperoleh pengertian dan kurang memperhatikan diperolehnya sikap dan ketrampilan.

(e) Aplikasi kesimpulan atau generalisasidalam situasi baru. Pada metode discovery. membuat dugaan. Metode Discovery menurut Roestiyah (2001:20) adalah metode mengajar mempergunakan teknik penemuan. sehingga diharapkan peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan sendiri atau dalam bentuk kelompok memecahkan masalah atas bimbingan guru. Proses pembelajaran harus dipandang sebagai suatu stimulus atau rangsangan yang dapat menantang peserta didik untuk merasa terlibat atau berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran. Ada lima tahap yang harus ditempuh dalam metode discovery menurut Rohani(2004:39) yaitu: (a) Perumusan masalah untuk dipecahkan peserta didik. situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher dominated learning menjadi situasi student dominated learning. mengukur. Mereka memiliki kemampuan dasar untuk berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. (d) Menarik kesimpulan dari jawaban atau generalisasi. (b) Penetapan jawaban sementara atau pengajuan hipotesis. Metode Discovery menurut Rohani (2004:39) adalah metode yang berangkat dari suatu pandangan bahwa peserta didik sebagai subyek di samping sebagai obyek pembelajaran. menjelaskan. guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. maka cara mengajar melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat dengan diskusi. membaca sendiri dan mencoba sendiri. data. agar anak dapat belajar sendiri. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri. fakta. seminar. Metode discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. yang diperlukan untuk menjawab atau memecahkan masalah dan menguji hipotesis.Tidak semua pemecahan masalah menjamin penemuan yang penuh arti. (c) Peserta didik mencari informasi . . menggolonggolongkan. dan sebagainya. Peranan guru hanyalah sebagai fasilitator dan pembimbing atau pemimpin pengajaran yang demokratis. Proses mental tersebut misalnya mengamati. Dengan pembelajaran menggunakan metode discovery. membuat kesimpulan.

(c) Dapat meningkatkan kegairahan belajar para siswa. serta panguasaan ketrampilan dalam proses kognitif/ pengenalan siswa. 14. (d) harus tersedia alat dan bahan yang diperlukan. (c) Konsep atau prinsip yang harus ditemukan oleh peserta didik melalui kegiatan tersebut perlu dikemukakan dan ditulis secara jelas. (f) Guru harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengumpulkan data. Metode Inquiry Metode inquiry adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. 2003:234). Pembelajaran dengan metode penemuan lebih mengutamakan proses daripada hasil belajar. . (e) Sususnan kelas diatur sedemian rupa sehingga memudahkan terlibatnya arus bebas pikiran peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Guru berkewajiban menggiring peserta didik untuk melakukan kegiatan. (b) Sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik. Sehingga metode discovery menurut Roestiyah (2001:20) memiliki keunggulan sebagai berikut: (a) Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan.Penggunaan metode discovery ini guru berusaha untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. (b) Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi / individual sehingga dapat kokoh atau mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. (g) Guru harus memberikan jawaban dengan tepat dengan data serta informasi yang diperlukan peserta didik. Cara mengajar dengan metode discovery menurut Mulyasa (2005:110) menempuh langkahlangkah sebagai berikut: (a) Adanya masalah yang akan dipecahkan. Inquiry menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar yang aktif (Mulyasa . Kadang kala guru perlu memberikan penjelasan. namun guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. Kendatipun metode ini berpusat pada kegiatan peserta didik. memperbanyak kesiapan. Metode discovery menurut Mulyasa (2005:110) merupakan metode yang lebih menekankan pada pengalaman langsung.

Dari sidang pleno kesimpulan akan dirumuskan sebagai kelanjutan hasil kerja kelompok. serta menarik kesimpulan dan membuat keputusan yang valid untuk menjawab permasalahan yang didukung oleh bukti-bukti. dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. dan saran kepada peserta didik. memberikan komentar. Metode inquiry menurut Roestiyah (2001:75) merupakan suatu teknik atau cara yang dipergunakan guru untuk mengajar di depan kelas. Setelah hasil kerja mereka di dalam kelompok didiskusikan. Langkah-langkah dalam proses inquiry adalah menyadarkan keingintahuan terhadap sesuatu. atau membahas tugasnya di dalam kelompok. mempradugakan suatu jawaban. meneliti. Karena itu inquiry menuntut peserta didik berfikir. instruksi atau pertanyaan terhadap materi yang akan diajarkan. kemudian mereka mempelajari. analitis . Strategi pelaksanaan inquiry adalah: (1) Guru memberikan penjelasan. melalui metode ini peserta didik dibiasakan untuk produktif. dan kritis. dan terjadilah diskusi secara luas.melontarkan pertanyaan. Dan kesimpulan yang terakhir bila . 2005:236). Dengan demikian . (5) Siswa merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan (Mulyasa. Inquiry pada dasarnya adalah cara menyadari apa yang telah dialami. 2005:235). kemudian dibuat laporan yang tersusun dengan baik. yang jawabannya bisa didapatkan pada proses pembelajaran yang dialami siswa. Metode ini melibatkan mereka dalam kegiatan intelektual. Akhirnya hasil laporan dilaporkan ke sidang pleno. dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. Berikutnya adalah menggunakan kesimpulan untuk menganalisis data yang baru (Mulyasa. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Guru berkewajiban memberikan kemudahan belajar melalui penciptaan iklim yang kondusif. (4) Resitasi untuk menanamkan fakta-fakta yang telah dipelajari sebelumnya. (3) Guru memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang mungkin membingungkan peserta didik. (2) Memberikan tugas kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan. dengan menggunakan fasilitas media dan materi pembelajaran yang bervariasi. Metode ini menuntut peserta didik memproses pengalaman belajar menjadi suatu yang bermakna dalam kehidupan nyata.

hal itu perlu diperhatikan. merancang eksperimen. Artinya proses inqury mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. Juga mereka diharapkan dapat berdebat. (g) Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu. Inquiry mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. mengumpulkan dan menganalisa data. terbuka. Akhirnya dapat mencapai kesimpulan yang disetujui bersama. Guru menggunakan teknik bila mempunyai tujuan agar siswa terangsang oleh tugas. obyektif. dan mereka belajar bersama dalam kelompoknya. seperti merumuskan masalah. Metode inquiry menurut Suryosubroto (2002:192) adalah perluasan proses discovery yang digunakan lebih mendalam. semuanya tergantung tenaga pendidik dalam mengoptimalisasikan kelebihan yang tersedia serta . Buktinya. melakukan eksperimen. sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar ide-ide dengan lebih baik. dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah itu. dan sebagainya. menarik kesimpulan.masih ada tindak lanjut yang harus dilaksanakan. dan terbuka. (i) Menghindarkan diri dari cara belajar tradisional. Pada metode inquiry dapat ditumbuhkan sikap obyektif. bersifat jujur. tidak ada satupun metode pengajaran dan penyampain materi ke anak didik yang sempurna. dan sebagainya. hasrat ingin tahu. (h) Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri. menarik kesimpulan. (j) Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi. misalnya merumuskan problema. tiap-tiap metode memiliki celah dan kelemahan di sana-sini. jujur. mengumpulkan dan menganalisa data. Diharapkan siswa juga mampu mengemukakan pendapatnya dan merumuskan kesimpulan nantinya. melakukan eksperimen. (c) mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri. Jadi. menyanggah dan mempertahankan pendapatnya. Teknik inquiry ini memiliki keunggulan yaitu : (a) Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa. (d) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri. (b) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru. (f) Situasi pembelajaran lebih menggairahkan. (e) Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik. Kesimpulannya. Bila siswa melakukan semua kegiatan di atas berarti siswa sedang melakukan inquiry. merencanakan eksperimen. Mencari sumber sendiri.

Ada pepatah dari seorang ahli ³jika saya ingin menggunakan pedang dalam perang maka 80 pedang dan 20 aya mengasah enggunakannya´. Oleh karena itu jauh-jauh hari sebelum siswa kita menghadapi ³perang´.meminimalisir berbagai kelemahan yang ada pada tiap-tiap metode. fenomena alam. gambar/charta dan lain-lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi siswa´ Apa yang menyebabkan sulitnya belajar fisika? Siapa yang kesulitan? Kapan menghadapai kesulitan itu? Dimana letak kesulitan? Bagaimana mengatasi kesulitan tersebut? Pada tahun ini pelajaran fisika akan masuk kedalam mata ujian yang di UN-kan oleh depdiknas. Untuk itu guru harus menggunakan berbagai media yang ada sehingga siswa dapat memahami fisika dengan baik. Tetapi ada juga yang sulit dalam pemahaman materi dan soal. Dari sini jelas bahwa kesiapan siswa dalam ujian dipengaruhi oleh persiapan yang matang sebelum kita melaksanakan ujian nasional. dengan adanya keserasian antara metode yang diterapkan dengan kemampuan yang dimiliki oleh tenaga pendidik jauh lebih ampuh dalam mencapai hasil optimal dalam proses belajar mengajar ketimbang "sibuk" menerapakan tradisi pengajaran lama yang kurang berbobot dan terkadang begitu monoton!! Model Pembelajaran yang Menyenangkan ³Banyak model yang dapat diterapkan dalam mempelajari fisika. Dengan menghubungkan fenomena alam Cara ini dikembangkan dengan cara menghubungkan materi pelajaran dengan peristiwa yang . Dari hasil wawancara dengan berbagai siswa di setiap tingkat sekolah. media TI. Mata pelajaran yang paling tidak disukai oleh sebagian besar siswa ini harus menghadapi tantangan besar untuk diketahui tingkat pencapaian yang dimiliki oleh siswa. khususnya persiapan dalam pembelajarannya. akan didapatkan bahwa kesulitan siswa terletak pada banyaknya rumus yang harus dihafal. Cara yang dikembangkan oleh pendidik yang dalam hal ini adalah guru mungkin dapat digunakan dalam pembelajaran fisika yang baik dan menarik minat siswa adalah sebagai berikut. 1. Saya yakin. diantaranya dengan praktek. kita harus mempersiapkan pembelajaran yang baik untuk siswa di sekolah masing-masing. sehingga jika soal diubah dalam bentuk lain maka siswa tidak akan mampu mengerjakannya.

Karena fisika adalah ilmu yang berasal dari fenomena alam di sekitar kita. Dengan memakai software Pada jaman sekarang ini fasilitas teknologi informasi semakin pesat sehingga penggunaan berbagai instrumen TI tersebut dapat diterapkan dalam pembelajaran fisika. 3. michellin. Masno Ginting ketua HFI (Himpunan Fisika Indonesia) yang sengaja mengambil gambar yang ada di sekitar beliau dan ditampilkan kepada siswa. Sebagai contoh dalam menerangkan gaya gesekan kita dapat mencari gambar macam-macam ban dari pirelli. GT radial. sehingga kita dapat menjelaskan kepada siswa tentang lukisan/guratan yang ada pada ban. honda dan lain-lain. Jadi dengan gambar tersebut diharapakan siswa mengetahui secara detail pemanfaatan teori fisika yang banyak diterapkan untuk kemajuan teknologi. teruma guratan yang ban racing dengan yang biasa. Cara ini dikembangkan oleh Bpk. Atau menanyakan kepada siswa tentang perbedaan penggunaan ban di balapan F1 pada cuaca panas dengan hujan . serta disertai pertanyaan-pertanyaan yang membuat siswa berfikir tentang gambar yang ditampilkan dan menggabungkannya dengan materi yang ada. daihatsu. bridgestone sampai swallow. Dalam menerangkan perpindahan kalor dapat dijelaskan dengan air yang tetap panas jika dimasukkan dalam termos. Contoh-contoh diatas adalah sebagian kecil dari fenomena alam yang ada di sekitar lingkungan siswa yang berhubungan dengan materi fisika. Dalam menerangkan angin darat dan angin laut dengan melihat kapan nelayan mulai melaut dan kapan kembali ke pantai. IRC dan lainlain di internet. Gambar ditampilkan kesiswa dan menjelaskan mobil mana yang larinya lebih cepat dan mobil mana yang harganya lebih mahal. 2. suzuki. BMW. Sebagai contoh dalam menerangkan energi gelombang kepada siswa kita dapat menjelaskan bahwa bangunan yang terkena tsunami dapat roboh. Selain itu dalam menjelaskan prinsip Bernoulli pada fluida bergerak. kita dapat mencari gambar macam-macam mobil di internet seperti ferrari. sehingga siswa dapat memikirkannya secara nyata dan tidak abstrak serta hanya tertuju pada rumusan saja. Jadi dapat memadukan antara fenomena dengan konsep fisika secara tepat. software atau model . dan masih banyak lagi fenomena alam lain. Mercedes sampai toyota. Dengan menggunakan gambar Cara dapat dikembangkan dengan cara mencari gambar yang ada di berbagai media dan lingkungan sekitar.terjadi sehari-hari. gambar yang didapatkan di internet atau berbagai media ditampilkan ke siswa.

Dengan cara mencari benda benda di sekitar kita yang masih berhubungan dengan materi fisika secara luas. Software ini telah digunakan oleh banyak sekolah baik di luar maupun dalam negeri sendiri. dan hal negatif lain. Sifat negatif ini akan berubah menjadi hal ang positif sehingga minat siswa untuk belajar semakin meningkat. yang berhasil membuat alat-alat peraga fisika dari bahan-bahan bekas yang didapat dari penjual barang bekas dan dirangkai menjadi suatu alat peraga fisika sederhana yang tentunya materi fisika terutama konsep fisika masuk dalam alat peraga tersebut. Kita dapat menyusun dan merancang alat-alat praktikum sendiri. duniaguru. Seperti e-dukasi. karena selama ini siswa menganggap konsep fisika adalah khayal. Kemudian alat yang dibuat ditampilkan kepada siswa dan dianalisi proses fisika apa yang terjadi. malas. Seperti yang dikembangkan oleh Bpk.com. 4. Dengan percobaan Model pembelajaran dengan percobaan dapat dikembangkan dengan alat-alat yang tersedia di laboratorium sekolah. Terlibatnya AVP dalam pembelajaran akan membuat siswa tidak jenuh. dan berbagai ikon untuk pdf.pembelajaran yang dikembangkan dengan program animasi interaktif yang divisualkan kepada siswa maka siswa dapat memahami konsep yang dipelajari secara nyata. Penggunaan software yang juga menggunakan program flash adalah software pesona fisika. Chandra dari SMA N 10 Malang. Yaitu dengan cara memberikan penjelasan materi atau pokok bahasan yang tidak dapat diterima secara langsung oleh siswa. audiovisual dan psikomotor. . Jadi cara ini akan sukses di sekolah besar dan akan menjadi basi jika di sekolah kecil. Program ini juga menampilkan materi fisika yang ada untuk dihubungkan dengan animasi yang visual.net. Sekolah yang besar akan mempunyai fasilitas laboratorium yang lengkap sedangkan sekolah yang kecil maka fasilitas alat lab akan sedikit. dan ini yang membuat siswa sangat sulit menerima materi. Model pembelajaran yang dikembangkan dengan program flash dapat dicari dan di download dari berbagai situs di internet. Tetapi walaupun penggunaan sofware ini bisa ³berjalan sendiri´ peran guru sebagai motivator dan stabilisator di kelas harus dijalankan dengan baik. Kalau kita terpaku pada alat lab yang sebenarnya maka pembelajaran yang berbasis praktek tidak pernah akan terlaksana. Di situs tersebut akan mempermudah guru dalam penyampaian materi pelajaran kepada siswa sehingga siswa dapat mengamati proses fisika secara faktual.

dan kebutuhan) dengan fokus pada pembelajaran (pengetahuan yang paling baik tentang pembelajaran dan bagaimana hal itu timbul serta tentang praktek pengajaran yang paling efektif dalam meningkatkan tingkat motivasi. perspektif. ________________________________________ Student Centered Learning Your Ad Here Perubahan paradigma dalam proses pembelajaran yang tadinya berpusat pada guru (teacher centered) menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa (learner centered) diharapkan dapat mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan. komitmen metode.Tentunya model pembelajaran diatas hanya sebagian kecil dari cara belajar yang mebuat siswa untuk menyenangi pembelajaran fisika . pengalaman. maka siswa memperoleh kesempatan dan fasilitasi untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang mendalam (deep learning). dan pada akhirnya dapat meningkatkan mutu kualitas siswa. Dalam proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. yaitu fokus pada individu pembelajar (keturunan. Pembelajaran yang berpusat pada siswa adalah pembelajaran dengan menggunakan sepasang perspektif. dan prestasi bagi semua pembelajar. latar belakang. filosofi. Tantangan bagi guru sebagai pendamping pembelajaran siswa. sikap dan perilaku. Melalui proses pembelajaran dengan keterlibatan aktif siswa ini berarti guru tidak mengambil hak anak untuk belajar dalam arti yang sesungguhnya. Fokus ganda ini selanjutnya memberikan informasi dan dorongan pengambilan keputusan pendidikan. untuk dapat menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa perlu memahami tentang konsep. Selain itu kalau kita tidak mencoba model tersebut maka kita akan merasa kalah dengan siswa yang semakin hari membutuhkan refresing materi sehingga mampu menangkap apa yang disampaikan oleh semua guru mata pelajaran. kapasitas. Untuk menunjang kompetensi guru dalam proses . pembelajaran. pola pikir. bakat. minat. dan strategi pembelajaran.

seberapa banyak orang belajar. pemahaman. semua itu mempengaruhi bagaimana motivasi siswa untuk belajar. Dalam hal ini adalah memfasilitasi proses pembelajaran siswa. dan ketrampilan guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran berpusat pada siswa. waktu yang berbeda. Kondisi emosi seseorang. Prinsip ini mencerminkan bahwa dalam interaksi sosial. intelektual. dan tujuan belajar. keyakinannya tentang kompetensi pribadinya. Guru menjadi mitra pembelajaran yang berfungsi sebagai pendamping (guide on the side) bagi siswa. Peran guru dalam pembelajar berpusat pada siswa bergeser dari semula menjadi pengajar (teacher) menjadi fasilitator. Ada lima faktor yang penting diperhatikan dalam prinsip psikologis pembelajaran berpusat pada siswa. Faktor Perbedaan yang menggambarkan bagaimana latar belakang individu yang unik dan kapasitas masing-masing berpengaruh dalam pembelajaran. Faktor Sosial yang menggambarkan bagaimana orang lain berperan dalam proses pembelajaran dan cara-cara orang belajar dalam kelompok. emosional. Bekal bagi para guru untuk dapat menjalankan perannya sebagai fasilitator salah satunya adalah memahami prinsip pembelajaran yang berpusat pada siswa. dan dengan cara-cara yang berbeda pula. dan usaha yang mereka lakukan untuk mengikuti pembelajaran. 5. Faktor Afektif yang menggambarakan bagaimana keyakinan. keahlian. emosi. orang akan saling belajar dan dapat saling menolong melalui saling berbagi perspektif individual. dan motivasi mempengaruhi cara seseorang menerima situasi pembelajaran.pembelajaran berpusat pada siswa maka diperlukan peningkatan pengetahuan. harapannya terhadap kesuksesan. serta penggambaran faktor-faktor yang terlibat dalam proses pembentukan makna informasi dan pengalaman. minat pribadi. 2. Prinsip ini membantu menjelaskan mengapa individu mempelajari sesuatu yang berbeda. yaitu: 1. Faktor Perkembangan yang menggambarkan bahwa kondisi fisik. 4. . 3. Fasilitator adalah orang yang memberikan fasilitasi. Faktor Kognitif yang menggambarkan bagaimana siswa berpikir dan mengingat. dan sosial dipengaruhi oleh factor genetik yang unik dan faktor lingkungan.

tas ransel. batu batuan. Guru meminta siswa membawa peralatan dan perlengkapan berkemah seperti makanan. Menyampaikan tujuan pembelajaran bisa menjadi motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.PRINSIP PEMBELAJARAN (GAGNE. dilanjutkan menyampaikan tujuan pembelajaran. senter. Ajak pula siswa menonton film dokumenter tentang hutan. dapat diajak langsung melihat hutan (misalnya ke hutan di Cibubur). pakaian. Lampu dapat dimatikan seolah-olah malam hari di hutan. ranting dll). . Contoh : Kegiatan diawali dengan tanya jawab. misalnya rekaman air dan suara binatang. Dengan mendekorasi ruangan kelas seperti hutan (tanaman dengan pot yang ditutup kain atau kertas. Kenalkan hutan melalui temuan-temuan siswa/yang dilihat siswa di hutan (ruangan yang sudah disiapkan) dan cocokkan dengan buku tentang hutan yang dibawa guru. juga mengetahui isi hutan!´ .Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learners of the objective) Perlunya mengatakan pada siswa apa yang akan diperoleh atau dikuasai setelah mengikuti pelajaran. Ketika kegiatan ini dilaksanakan biarkan siswa memperlihatkan kemampuan menolong dirinya sendiri serta bersosialisasi dengan temannya. dll. Diharapkan siswa memiliki kepekaan indera untuk merespon dengan cepat stimulus yang diberikan. bunga. Ketika menarik perhatian siswa. memasang tenda sungguhan dan berkemah (sekitar 1 jam).Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (Stimulating recall of prior learning) . guru mengadakan tanya jawab dengan siswa. Seperti mengatakan ³Siapa yang pernah ke hutan?´ ³Seperti apa ya hutan itu?´ ³Apa saja isinya?´ ³Siapa yang mau ke hutan?´ ³Nanti teman-teman akan melihat hutan. aneh kontradiksi atau kompleks. pembimbing atau guru dapat memberikan gerakan isyarat atau merubah mimik muka dan suara tiba-tiba. Contoh : Mengenalkan hutan dengan cara mengajak siswa TKA seolah-olah kemping. Hari sebelumnya. Untuk siswa TKB. untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa. Sebelum kegiatan berkemah. Ajak siswa mendengarkan bunyi-bunyian yang berkaitan. sehingga siswa dapat mengetahui kemampuan yang dikuasai setelah mengikuti pelajaran. sepatu. THE CONDITION OF LEARNING) Perlunya menimbulkan minat dan perhatian siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru.

binatang.Memberikan bimbingan belajaran (Providing ³Learning Guidance´) Bimbingan diberikan melalui persyaratan-persyaratan yang membimbing proses/alur berpikir siswa. Arahkan siswa ke pada tema kali ini. Misalnya ketika siswa menjawab ³Harimau. gambar-gambar sehingga siswa siswa dapat lebih memahami materi yang disampaikan. Ajukan pertanyaan misalnya ³Kalau mendengar kata hutan. apa yang terlintas di pikiranmu?´ Biarkan siswa menjawab dan tuliskan /gambarkan jawaban siswa. berupa gambar-gambar seperti : pohon. siswa tersebut mengatakan ³Takut´ Guru dapat menayakan ³Kenapa takut?´ Misalnya siswa menjawab ³Gelap´ Guru dapat menanyakan ³Kenapa gelap? Misalnya siswa menjawab ³banyak pohon. Guru menuliskan kata ³hutan´ di tengah papan. Atau siswa lain mengatakan pendapatnya tentang hutan. ajak siswa TKA mengklasifikasikan kepingan gambar yang disediakan. .Menyampaikan materi pembelajaran (Presenting the stimulus) Penyampaian materi pembelajaran dengan menggunakan contoh. Tidak ada jawaban salah. matahari. . Berikan contoh-contoh. . Guru juga mengajak siswa ikut memainkan wayang yang disediakan.Merangsang timbulnya ingatan tentang pengetahuan/keterampilan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru.´ dan seterusnya. Contoh : Kegiatan berupa membuat peta pikiran di atas sebuah kertas besar atau papan tulis dengan spidol warna warni. Contoh : Guru menyampaikan materi ³hutan´ dengan bercerita menggunakan wayang hutan (dibuat sendiri. Dalam kegiatan ini. dapat juga menggunakan potongan-potongan gambar dari koran atau majalah atau clip-art dan lain-lain. bunga. tanaman. Untuk siswa TKB kegiatan dapat berupa mengklasifikasikan kepingan gambar misalnya ke dalam kelompok binatang. batu. untuk mengingat kembali pengetahuan tentang hutan. Atau dapat berupa klasifikasi benda hidup dan benda mati. Menklasifikasikan gambar yang berkaitan dengan hutan dengan yang bukan hutan.. jamur.´ dan seterusnya.Memperoleh unjuk kerja siswa (eliciting performance) .´ Guru dapat balik bertanya ³Kenapa harimau?´ siswa menjawab ³Kan adanya di hutan. Contoh : Di pertemuan berikutnya. agar memiliki pemahaman yang lebih baik. air dll yang diberi tongkat). penekanan baik secara verbal maupun ³features´ tertentu.

Misalnya ketika siswa membuat gajah berkaki dua guru dapat bertanya ³Ini apa?´ ³Menurutmu kaki gajah ada berapa?´ jika siswa mengalami kesulitan.Menilai hasil belajar (Assessing performance) Memberikan tes atau tugas untuk menilai sejauh mana siswa menguasai tujuan pembelajaran Contoh : Minta siswa memilih sebuah kartu kata atau gambar berkaitan dengan hutan (siapkan kata atau gambar yang berbeda sejumlah siswa). dan guru dapat memancing siswa bercerita tentang hutan melalui gambar yang siswa buat. . guru dapat mengajukan pujian atau mengajukan beberapa pertanyaan yang memancing siswa menceritakan hasil karyanya.Memberikan balikan (Providing feedback) Siswa diberi tahu sejauh mana ketepatan unjuk kerjanya (performance) Contoh : Berkaitan dengan poin sebelumnya yaitu memperoleh unjuk kerja siswa. untuk siswa TKA kegiatan berupa membuat gambar hutan. mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah terjadi. Contoh : Di pertemuan berikutnya. jamur dll. . Ajak siswa bercerita di depan kelas sekitar 1-2 menit mengenai kata atau gambar tersebut. batu. Diharapkan nantinya siswa dapat mentransfer atau menggunakan pengetahuan.Memperkuat retensi dan transfer belajar (Enhancing retention and transfer) Merangsang kemampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman. Siswa TKB dapat membuat ³hutan´ nya sendiri atau berkelompok dengan bahan-bahan yang disediakan (karton. keahlian dan strategi ketika menghadapi . ajak siswa melihat buku.Siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau untuk menunjukkan penguasaannya terhadap materi. . gunting. lem. Kegiatan ini juga mengajak siswa lainnya belajar menghargai temannya yang sedang bercerita. ketika siswa menunjukkan maket hutan buatannya. Misalnya gambar pohon. Untuk siswa TKB kegiatan dapat berupa membuat maket hutan. gambar atau foto gajah hingga siswa memahami. Misalnya. guru dapat memberikan balikan atas hasil karya yang siswa buat. Guru dapat merekam cerita siswa tersebut dan memutarnya kembali setelah siswa selesai bercerita. kertas warna. Ajak siswa mendengarkan suaranya sendiri. dll) dan guru dapat memancing siswa bercerita tentang hutan malalui maket yang siswa buat.

Gagne. Desember 2007 tentang pemanasan global). Holt-Saunders International Edition.masalah dan situasi baru. Ajak siswa kembali mengingat tema hutan dengan mengajak siswa menanam biji dari buah yang biasa mereka makan dan jadikan ini proyek berkelanjutan (menanam dan merawat pohon yang nantinya tumbuh). Fourt Edition. Robert M. Contoh : Ajak siswa membaca/melihat gambar/mendengar guru membacakan koran anak (misalnya dalam lembar anak Koran Kompas edisi Minggu. . The Conditions of Learning and Theory of Instruction. Sumber : .