MACAM MACAM MODEL PEMBELAJARAN (BAG.

II)
oleh Tutut Handayani pada 26 Oktober 2010 jam 19:19 MACAM-MACAM MODEL PEMBELAJARAN BESERTA APLIKASINYA : 1. Koperatif (CL, Cooperative Learning) Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan dengan orang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pembagian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing.Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksi konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4 ± 5 orang, siswa heterogen (kemampuan, gender, karekter), ada control dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi.Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi, pengarahan-strategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi hasil kelompok, dan pelaporan. 2. Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka, negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling), sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana menjadi kondusif - nyaman dan menyenangkan. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa, siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya menonton dan mencatat, dan pengembangan kemampuan sosialisasi. Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya, yaitu modeling (pemusatan perhatian, motivasi, penyampaian kompetensi-tujuan, pengarahanpetunjuk, rambu-rambu, contoh), questioning (eksplorasi, membimbing, menuntun, mengarahkan, mengembangkan, evaluasi, inkuiri, generalisasi), learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual, minds-on, hands-on, mencoba, mengerjakan), inquiry (identifikasi, investigasi, hipotesis, konjektur, generalisasi, menemukan), constructivism (membangun pemahaman sendiri, mengkonstruksi konsep-aturan, analisissintesis), reflection (reviu, rangkuman, tindak lanjut), authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran, penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa, penilaian portofolio, penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara). 3. Realistik (RME, Realistic Mathematics Education) Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization,

belum dikenal cara penyelesaiannya. Open Ended ) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam . identifikasi kekeliruan. aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan. pemahaman (menemukaninformal daam konteks melalui refleksi. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). jalan keluar. fakta. Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas. negosiasi. yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi. menyusun soal-pertanyaan.atau algoritma). . suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal. dan inkuiri 6. Problem Solving Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin. konsep. dan akhirnya menemukan solusi. Sintaknya adalah: pemahaman. aturan. Sintaknya adalah menyiapkan siswa. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. demokratis. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. interpretasi. informal ke formal). 5. latihan mandiri. Problem Terbuka (OE. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola. siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran yang disajikan. Pembelajaran Langsung (DL. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. menduga. Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada keterampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. siswa mengidentifkasi. identifikasi. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL. proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. elaborasi (analisis). interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial.Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis. generalisasi. dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). prinsip. Problem Posing Bentuk lain dari problem posing adalah problem posing. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. menimalisasi tulisan-hitungan.yaitu matematika horizontal (tools.menginvestigasi. inter-twinment (keterkaitanintekoneksi antar konsep). 8. investigasi. sintesis. Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. refleksi. eksplorasi. mengeksplorasi. realitas (kebermaknaan proses-aplikasi). sharing). induksi. cari alternative. konjektur. 7. terbuka. dan evaluasi. sajian informasi dan prosedur. 4. pengemabngan mateastika). latihan terbimbing. algoritma. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif.

berpikir. representasi. yaitu: informasi. membaca-merangkum. kognitif tinggi. Sintaknya adlaha menyajikan masalah. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat. sharing. pengorganisasian pembelajaran. dan ragam berpikir. kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. mengingat. Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. sehingga suasana menjadi nyaman. SAVI . merangkum. kemudian eksplanasi (empiric). dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. namun demikian bisa dibiasakan. keterbukaan. kritis. dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah.(multi jawab. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru. hipotesis. 9. senyum. Untuk mngurang kondisi tersebut. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal. siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran. Jangan lupa. cara. suara menyejukkan. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan. table).Untuk mewujudkan belajar efektif. yaitu bagaimana siswa belajar. keterbukaan. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna. dan ceria. dan sosialisasi. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang. menyenangkan. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. Ada canda. diagram. ia telah berpartisipasi 10. 11. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. 12. dan tertawa. dan memotivasi diri. pengarahan. setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. bimbingan dan pengarahan. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide. kreativitas. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. kaitakkan dengan materi selanjutnya. mulai dari eksplorasi (deskripsi). nada lembut.Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus. keterpasuan. fluency). membuat kesimpulan.Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. bertanya. perhatikan dan catat reson siswa. komunikasi-interaksi. jawaban siswa beragam.

pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst. SDetelah memperoleh tugas. dan menerapkan. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok.). medium. mencipta. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. Siapkan meja turnamen secukupnya. tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda. santun. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. d. 13. berikan penghargaan kelompok dan individual. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. e. dan mennaggapi. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. c. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. mengidentifikasi. lembut. membaca. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. very good. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. dan ada sajian bodoran. . dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. ramah . Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. menggambar. berbicara. argumentasi. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. good. mengemukakan penndepat. atau dalam rangka mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. menggunbakan media dan alat peraga.Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. Bumping. menyelidiki. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati. presentasi. menyimak. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). memecahkan masalah. mendemonstrasikan. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. mengkonstruksi. menemukan. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperiksa dan dinilai. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan.

AIR (Auditory. STAD (Student Teams Achievement Division) STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. Intellectualy. (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. saling berbagi sehingga terjadi diskusi. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. 15. mengembangkannya. 17. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa. buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu. buat kelompok heterogen (4-5 orang). Auditory. Sintaksi Bidak menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul. diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok. VAK (Visualization. Kinestetic) Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. tiasp . sajianpresentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. 16. dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih. umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. 18.14. bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalaman. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. saling tukar jawaban. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. perluasan. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa.

misal mengukur tinggi pohon. tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan. presentasi. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic. pilih strategi solusi . Jigsaw Model pembeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks seperti berikut ini. umumkan hasil kuis dan beri reward. refleksi. 21. rencanakan pelaksanaan investigasi. umumkan hasil kuis dan berikan reward. 20. penyimpulan dan evaluasi. buat skor perkembangan tiap siswa. TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal. kuis individual. tuiap kelompok bahan belajar sama. pengoalahn data penyajian data hasi investigasi. susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas. Pengarahan. presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas. presentasi kelompok (share). tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu. 19. umumkan hasil kuis dan berikan reward. buat skor perkem\angan siswa. 22. informasi bahan ajar. identifikasi perbedaan. kuis individual. pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa. buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. banyak guru dan staf sekolah). kembali ke kelompok aasal. buat kelompok heterogen. elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi.siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok. berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs).

TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. diskusi. dan alternative solusi). identifikasi permasalahan dan fokus-pilih. Extending) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. melaporkan. mengkritisi. 24. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. 26. Read. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. Question. mendalami. 27. kerja kelompok. SQ3R (Survey. (E) mengembangkan. Recite. (R) memikirkan kembali. (0) organisasi ide untuk memahami materi. Refleting. dan kemudian buat laopran hasil presentasi. dan menemukan. menggunakan.23. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. TS-TS (Two Stay ± Two Stray) Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. CORE (Connecting. Sintaknya adalah kerja kelompok. Organizing. presentasi. 25. memperluas. dan menggali. kembali ke kelompok asal. Recite dengan pertimbangkan . diskusi. Sinatknya adalah: informasi. dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. laporan kelompok. presentasi dan diskusi. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). CPS (Creative Problem Solving) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana. hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. kelompok (membaca-mencatatatmenandai). kerja kelompok. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan.

(2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar. 4 untuk almost certain. Recite. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Reflect. Question. MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembnelajaran yang mengutyamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. dn 5 untuk certain. Ajukan pengujian pemahaman. yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. 29. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep 30. 1 untuk amost guest. Read. 32. dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh 28.jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama). Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. analisi pengalaman. 2 untuk not sure. 31. SQ4R (Survey. Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. 3 untuk sure. Ambil pemaknaan (mengetahui-memahamimenggunakan-memaknai). dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. dan konsep-ide. DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer. Kerangka pikir untuk sukses. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara . Review) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect.

Sintaksnya adalah: persiapan. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. mengelompokkan gejala. identifikasi kausal utama. Reading. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal. analisis kausal. siswa yang berhadapan . Tari Bambu Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar. CIRC (Cooperative. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang. deteksi kausal lain. menemukan kata kunci. siswa bekerja sama (membaca bergantian. memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya. mengidentifikasui kausal. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar siswa. imoplementasi solusi. menemukan pilihan solusi utama. penggunaan. penerapan. solusi tentative. pertimbangan solusi. deteksi kausal. siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. 34. refleksi. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. pengemabangan. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama. 33. and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif ± kelompok. pendahuluan. 35. presentasi hasil kelompok. dan rencana solusi yang terpilih. dan implementasi solusi utama.menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. Sintaknya adalah: identifkasi. dan penutup. dan seterusnya 36. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. Integrated. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi.

sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian. bimbingan penimpoulan dan refleksi. Debate Debat adalah model pembalajaran dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. Role Playing Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran. 40. sajian materi pokok. 37. sajian materi. presentasi hasil kelompok.berbagi pengalkaman dan pengetahuan. Talking Stick Sintak pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan tongkat. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu. presentasi di depan hasil diskusinya. siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya. guru membimbing kesimpulanrefleksi-evaluasi. bentuk kelompok berpasangan sebangku. Artikulasi Artikulasi adalah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. dan kembali berbagai informasi. siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok. 41. 38. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon. tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya. menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut. 39. siswa mebaca materi lengkap pada wacana. pembentukan kelompok siswa. menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya. Snowball Throwing . penyampaian kompetensi.

refleksi. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. 44. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok. pemberian reward. membimbing pelatihan-penerapan. penyimpulan dan evaluasi. Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural. penyimpulan dan evaluasi.Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. 45. refleksi. penyuimpulan. kesimpulan dan evaluasi. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. Demostration Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. sajian materi. refleksi dan evaluasi 42. langkah demi langkah bertahap. membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. dikusi kelas. refleksi. mengecek pemahaman dan balikan. sajian materi. tanya jawab untuk pemantapan. 46. 43. bekerja kelompok. sajian gambaran umum materi bahan ajar. Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. membentuk kelompok. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. refleksi. Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. kelompok lain menjawab secara bergantian. Scramble . penyimpulan dan evaluasi. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain.

Make-A Match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. evaluasi dan refleksi. 47. penyimpulan dan evaluasi. sajikan materi. sajian permasalahan terbuka. Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh.Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. penyimpulan dan evaluasi. diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. bimbingan penyimpulan.Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. valuasi dan refleksi. . bertukar peran. 49. presentasi hasuil diskusi kelompok. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian. refleksi. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn. diagram. refleksi. 48. kartu dikumpul lagi dan dikocok. 50. siswa membuat ksimpulan dari hasil setiap kelompok. presentasi hasil kelompok. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku. untuk badak berikutnya pembelaarn seperti babak pertama. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP. Langkah-langkahnya: 1). Sintaknya adalah: informasi kompetensi. Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa.Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. 2). siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. Examples Non Examples Persiapkan gambar. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban. pengecekan kebenaran jawaban. setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilaireward. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. buat kartu jawaban dengan diacak nomornya.

3). Picture and Picture Sajian informasi kompetensi. penyimpulan. Memakan waktu yang lama. LAPS-Heuristik Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bertisfat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. adakah alternative.Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. 2. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya. 5). hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. Kebaikan: 1. dan pengecekan.Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. 3. Sintaks: pemahaman masalah. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut.Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar.Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. sajian materi. rencana. 4). 2. 51. bertukar peran. 6). apakah solusinya.Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. Kekurangan: 1.Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa.Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman. . 53. 52. bagikan wacana materi bahan ajar. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. evaluasi dan refleksi. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi.Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. penyimpulan. evaluasi dan refleksi. solusi. apakah bermanfaat.

Tanya jawab dan refleksi 57. balikanperbnaikan-pengayaan-interaksi. Enrichment. siswa latian dan bertanya. 58. Circuit Learning Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. aplikasi. tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci. pengungkapan idekonsep awal. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. siswa berkelompok melengkapi. presentasi. ranguman. dan refleksi 56. Obtaining mastery. Complette Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. siswa ditugaskan membaca wacana. presentasi. Concept Sentence Proseduirnya adalah poenyampaian kompetensi. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus. Practicing. guru membentuk kelompok. membentuk kelompok heterogen. sajian materi. tantangan dan restruturisasi sajiankonsep. evaluasi.54. Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. sampaikan kompetensi. Verivication. Reviewing and reducing difficulty. 55. Metakognitive questioning. Generatif Basi generatif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi. Time Token . 59. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus.

Hibrid Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. informasikan kompetensi. kelompokkerjasama. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa . dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian. pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. 63. sajian materi. tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. reward.bahan belajar . yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill. berikan latihan soal bertingkat. 64. Super item Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks.dan nama yang diberi. Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks. integrasi. evaluasi dan refleksi 61. kebebasan-terbuka. siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon. Kumon .Model ini digunakan (Arebds. virtual workshop menggunakan computer-internet. koperatif-inkuiri-solusiworkshop. dan hipotesis. berikan soal tes bentuk super item. setelah selesai kupon dikembalikan 60. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan. berupa pemecahan masalah. 62. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali.

Pembelajarn dengan mengaitkan antar konsep. 65. alami-dengan dunia realitas siswa. partisipatif. Sintaksnya adalah: sajian konsep. ketrampilan. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. Guru harus menciptakan suasana kondusif. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi. latihan. dan saling menghargai. . dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. kerja individual. interaktif. Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. tiap usaha siswa diberi reward. tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. kohesif. dinamis. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan ambak. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. lima kali salah guru membimbing. konsep harus dialami. semua mempunyai tujuan. namai-buat generalisasi sampai konsep.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful