1 Pengertian Harga Pokok Dalam proses produksi yang terjadi di dalam perusahaan, selalu ada alat-alat produksi

yang dipakai untuk memperoleh produk yang kita inginkan. Perusahaan industri menghasilkan produk tertentu dengan memakai tenaga kerja, bahan baku, gedung, mesin-mesin dan alat-alat produksi lainnya; sebuah perusahaan angkutan memberikan jasa angkutan dengan menggunakan manusia, kendaraan, bahan-bahan pembantu, dan sebagainya. Nilai uang dari alat-alat produksi yang dikorbankan di dalam proses produksi disebutHARGA POKOK. Ada tiga hal penting yang perlu kita perhatikan dan ingat.Yang pertama adalah bahwa dengan kata produksi tidak hanya diartikan memproduksi barang di dalam industri, melainkan lebih luas dari itu.Pengertian produksi mencakup produksi barang maupun memberikan jasa. Karena itu, perusahaan dagang juga melakukan proses produksi, yang terdiri dari pembelian, penyimpanan barang dagangan, pengkemasan, penjualan, memberikan kredit penjualan dan sebagainya. Karena itu perusahaan industri tidak hanya mengeluarkan biaya produksi, tetapi juga biaya penjualan. Kedua, di dalam definisi tersebut pengertian biaya tidak terbatas pada pengorbanan yang dinyatakan dalam rupiah, yang perlu dan tidak dapat dihindarkan. Kalau kita membatasinya pada pengertian ini saja (yang memang sering dilakukan orang) kita akan menyimpang dari gambaran umum yang berlaku di dunia usaha. Kita tidak perlu membuat pembatasan ini.Di negara-negara lain pembatasan semacam itu juga tidak lazim, baik di dalam dunia praktek maupun di dalam literatur. Dalam membahas suatu masalah, kalau yang kita artikan hanyalah bagian dari biaya yang penting dan tidak dapat dihindarkan, kita akan menyebutnya secara eksplisit sebagai biaya yang diperlukan atau biaya yang dibolehkan; biaya yang benar-benar dikeluarkan kita sebut biaya aktual. Ketiga, kita harus membedakan dengan tajam antara biaya dan uang yang dikeluarkan. Kita berbicara mengenai biaya untuk alat-alat produksi yang dikorbankan di dalam proses produksi. Pengeluaran uang terjadi pada saat harga beli dari alat-alat produksi itu dibayarkan, walaupun masih belum dipakai di dalam proses produksi. Maka biaya dapat terjadi tanpa adanya pengeluaran uang.Yang sebaliknya juga bisa terjadi. Beberapa contoh akan memperjelasnya. Kalau mesin yang telah kita beli di masa lampau sekarang dipakai di dalam proses produksi, maka akan muncul biaya penyusutan mesin karena sebagian dari mesin terpakai untuk proses produksi yang bersangkutan, tetapi ketika itu tidak ada pengeluaran uang, karena pengeluaran uang untuk membeli mesin telah dilakukan di masa lampau. Bunga atas modal sendiri yang dimasukkan sebagai biaya juga merupakan biaya yang bukan pengeluaran uang. Demikian juga dengan gaji dari pemilik yang bekerja di perusahaan, dalam hal gaji diperhitungkan sebagai biaya, tetapi tidak ada uang gaji yang dikeluarkan dari perusahaan.

atau uang yang dipakai untuk melunasi utang. mereka akan mempunyai nilai. yaitu keputusan-keputusan yang diambil dalam rangka perusahaan yang sudah berdiri. kalau terjadi perubahan-perubahan pada lingkungan di mana perusahaan bekerja.Untuk keputusan-keputusan semacam ini perhitungan harga pokok merupakan sarana pembantu yang penting. 2 Tujuan Dari Menghitung Harga Pokok Banyak masalah di perusahaan hanya dapat dipecahkan dengan memuaskan kalau kita mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai biaya-biaya yang berkaitan dengannya.Jadi penggunaan modal sendiri dan tenaga sendiri di dalam proses produksi perusahaan yang dimilikinya sendiri adalah pengorbanan yang merupakan biaya. kalau modal sendiri dan tenaga kerja dikerahkan di luar perusahaan. strukturnya sudah terbentuk. Di samping perhitungan harga pokok yang berguna untuk perencanaan jangka panjang. kemungkinan terbaik yang akan dipilih.Karena itu perhitungan harga pokok adalah instrumen yang penting untuk pengendalian perusahaan. Perhitungan harga pokok dapat membantu agar pendirian perusahaan memang dapat dipertanggung jawabkan. pimpinan perusahaan bisa mengubah aparat produksi yang ada.Walaupun demikian.Kita langsung merasakannya pada saat perusahaan hendak didirikan. Mengenai perhitungan harga pokok yang berhubungan dengan masalah-masalah pilihan investasi akan kita bahas lebih lanjut di dalam pelajaran-pelajaran berikutnya.Untuk produk-produk tertentu pimpinan dapat memutuskan memperluas skala perusahaannya. apakah perusahaan yang akan kita dirikan akan memberikan keuntungan ditinjau dari sudut biaya yang harus dibuat dan hasil penjualan yang akan diperoleh. Juga ada pengeluaran uang yang tidak langsung berhubungan dengan pembelian dan pembayaran untuk alat-alat produksi. skala perusahaan yang berapa besarkah yang paling optimal. (perencanaan jangka pendek ). Tetapi memang tidak ada uang yang dikeluarkan dari perusahaan. karena pembayarannya dapat ditunda atau tidak dilakukan sama sekali (disimpan terus di dalam perusahaan). barang atau jasa apa. . Karena itu mereka adalah biaya. Ketika itu kita harus membuat perhitungan. Pimpinan akan menggunakan aparat produksinya secara optimal apabila : y Dia selalu mempertanyakan pada diri sendiri. dan sebagainya. Contohnya adalah uang yang dipinjamkan kepada pihak lain. kalau memang menguntungkan. berapa banyak dan dengan harga berapa yang sebaiknya dijual? Untuk itu. (misalnya dengan terbukanya kemungkinan-kemungkinan baru memasarkan barang-barang tertentu). untuk mencari pola produksi yang paling menguntungkan bagi perusahaan. Ini adalah pengeluaran-pengeluaran uang yang tidak berkaitan dengan timbulnya biaya. ada juga perhitungan harga pokok yang berguna untuk pengambilan keputusan jangka pendek. produk-produk apakah yang akan memberikan keuntungan yang paling besar. perencanaan produksi yang bagaimanakah yang paling menguntungkan untuk semua bagian-bagian perusahaan. Kalau perusahaan sudah berdiri. dalam arti bahwa dari sekian banyaknya kemungkinan. di mana tempat yang terbaik untuk perusahaan yang akan kita dirikan.

memperoleh data dan informasi untuk pengendalian proses produksi. dan juga berbeda untuk setiap perusahaan atau bagian dari perusahaan.Sebabnya adalah bahwa situasi dan kondisi lingkungan berubah-ubah dalam perjalanan waktu.y Dia selalu berupaya agar semua perencanaan tersebut dilaksanakan dengan biaya yang benar-benar tidak dapat dihindarkan. Kesulitan untuk perhitungan harga pokok standard adalah menentukan standardnya.Jelas . Dari penelaahan ini sekaligus ditentukan berapa alat produksi yang secara minimal dibutuhkan untuk setiap bagian dari proses produksi tersebut. terutama dengan maksud untuk memperoleh penghematan di dalam perusahaan. Dengan demikian. Tujuan sampingan dari perhitungan harga pokok adalah untuk menentukan nilai barang dalam pengerjaan dan barang jadi yang harus dicantumkan di dalam neraca perusahaan. triwulan atau satu tahun mendatang). 3.Jadi semacam ekstrapolasi dari angka-angka yang historis.Harga satuan yang dipakai juga harga standard. Baik untuk mencapai tujuan a maupun b tersebut di atas. harga pokok standard (atau harga pokok normatif) dihitung berdasarkan satuan-satuan alat produksi yang standard atau normatif dikalikan dengan harga satuannya masing-masing yang standard. Karena itu dua tujuan pokok dari perhitungan harga pokok adalah : y y Memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan untuk membuat perencanaan jangka pendek yang optimal dalam bidang penjualan dan produksi (misalnya untuk bulan.JENIS-JENIS BIAYA A.Harga pokok ini hanya mengandung alat-alat produksi yang untuk menghasilkan barang yang bersangkutan benar-benar tidak dapat dihindarkan. PERHITUNGAN HARGA POKOK STANDARD. baik untuk satuan-satuan alat produksi ataupun untuk harganya ditentukan untuk satu jangka waktu tertentu (misalnya setahun) dan juga untuk perusahaan tertentu atau bagian tertentu dari sebuah perusahaan. Caranya antara lain adalah dengan menelaah secara ilmiah semua bagian dari proses pengerjaan sesuatu barang.Terutama menentukan standard bagi jumlah satuan-satuan dari alat produksi biasanya adalah hal yang sulit. Standard yang dipakai. perhitungan harga pokok adalah instrumen yang tidak dapat diabaikan. Cara yang lebih sederhana adalah menentukan standard yang didasarkan atas angka-angka yang sebenarnya di masa lampau. Uraian Umum Harga pokok standard suatu barang dapat kita definisikan sebagai penjumlahan dari biaya-biaya yang mutlak diperlukan dan dibolehkan secara normatif.

Harga-harga standardnya ditentukan atas dasar perkiraan perkembangan harga beli (replacement price) yang akan terjadi di dalam kurun waktu satu tahun mendatang. sehingga memang dapat dicapai dengan tenaga dan upaya yang wajar. Dari apa yang telah diuraikan di atas rasanya jelas bahwa perhitungan harga pokok standard sifatnya selalu adalah pra kalkulasi. Selisih yang positif dan yang negatif antara harga standard dengan harga yang sebenarnya akan saling mengkompensasi kalau diambil untuk satu tahun penuh. angka-angka standard yang tangguh dapat dihasilkan. atau memakai lebih banyak mesin. Kita dapat menghemat pemakaian bahan baku dengan memakai tenaga kerja yang lebih tinggi kualitasnya. Dalam contoh ini.Kita juga dapat mengkombinasikan dua metode tersebut. biasanya dengan mempergunakan bersama-sama yang saling mengisi. yaitu ilmiah dan atas dasar angka historis. Kita sering dihadapkan pada kesulitan bahwa alat produksi yang satu bisa diganti dengan alat produksi lainnya. karena dengan demikian kita terkadang dapat menghindarkan terjadinya tercecernya bahan baku yang banyak. angka standard untuk tenaga kerja menjadi rendah. kita tidak akan memakai terlalu banyak buruh. Kita juga harus memasukkan ciri penugasan kepada kepala bagian yang bersangkutan dan memasukkan ciri normatif dari setiap komponen harga pokok. Realisme ini harus dipegang teguh baik untuk metode penentuan yang ilmiah maupun untuk metode yang didasarkan atas angka-angka historis sebenarnya di masa lampau. dan bukan harga pokok dalam satuan alat-alat produksinya. yaitu kalkulasi yang dilakukan sebelum produksi yang bersangkutan dimulai.Pada akhirnya harga pokok terendah dalam rupiahlah yang paling menenetukan pilihan kita. yaitu bahwa kita harus menentukan jumlah maksimal dari setiap alat produksi yang dibolehkan untuk menyelesaikan proses produksi yang bersangkutan. karena kalau didasarkan atas metode ideal yang belum diterapkan di dalam perusahaan. Metode produksi yang dipakai biasanya tidak dapat diubah dalam waktu singkat. maka bekerja sekeras apapun tidak akan dapat mencapai harga pokok standardnya. Kalau harga bahan baku relatif lebih murah dari harga tenaga kerja.Penentuan standard yang normatif harus realistik. Karena itu sebagian dari perhitungan harga pokok standard selalu adalah .bahwa kita harus memperhitungkan adanya perubahan-perubahan pada situasi dan kondisi yang terjadi yang mempunyai pengaruh terhadap angka-angka tersebut. sehingga dengan sadar menerima terjadinya pemborosan bahan baku dan menerima timbulnya barang jadi rusak yang lebih banyak. Kalau kita mendasarkan diri pada metode ideal yang masih belum dipakai di dalam perusahaan. Faktorfaktor kebetulan dan pemborosan harus dikeluarkan dari angka-angka yang normatif ini.Maka dalam hal metode kerja. walaupun harus tetap bersungguh-sungguh. harga pokok standardnya tidak akan dapat dipakai untuk membuat penilaian terhadap prestasi perusahaan. atau alat-alat produksi itu saling bisa disubstitusikan. Bagaimana menentukan kombinasi dari alat-alat produksi yang paling ideal juga sangat dipengaruhi oleh harganya masing-masing. Dari angka-angka ini lalu diambil rata-ratanya.Bahkan. dan juga dapat menghindarkan terjadinya barang jadi rusak atau barang jadi rusak yang banyak. kita biasanya mendasarkan diri pada yang sudah ada di dalam menentukan standard normatif. dan untuk bahan bakunya menjadi tinggi.

Untuk mudahnya.Barang jadi rusak ini tidak mempunyai nilai. dan dampak dari pembagian biaya ini terhadap perhitungan harga pokok standard.000. dan bahan baku yang hilang bersama-sama dengan barang setengah jadi dan barang jadi yang rusak. y y y y y y biaya untuk bahan baku dan bahan pembantu. Biaya Untuk Bahan Baku Dan Bahan Pembantu Jumlah satuan bahan baku yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan barang jadi dapat ditentukan dengan cara : y y data teknis yang mengungkapkan berapa banyak bahan baku yang terkandung di dalam produk yang bersangkutan. Sebelum membahas kalkulasi harga pokok standard. Kita menamakan pembagian biaya ke dalam kategori-kategori tersebut sebagai pembagian biaya kategori. Bahan yang tercecer dalam memproduksi satu buah barang jadi adalah 1/2 kg.= Rp 43. kami akan menguraikan karakteristik enam jenis biaya sebagai berikut.perkiraan-perkiraan. kita bertitik tolak dari perusahaan yang produksinya hanya satu macam produk saja. biaya tanah.000.333. harga pokok standard tidak hanya mengandung bahan baku yang terdapat di dalam produk yang bersangkutan. biaya untuk tenaga kerja.. sehingga bahan baku untuk satu buah barang jadi adalah 100/90 x Rp 39. biaya untuk alat produksi yang berusia lama. 10 % dari barang jadi rusak.000..per kg. tetapi juga : y y bahan baku yang hilang karena tercecer (bahan baku tercecer). B. Normalnya.. Dengan kata lain.per kg-nya.- . dan biaya bunga. Bahan baku yang tercecer (dan kotor) ini masih laku dijual dengan harga Rp 2. dan angka-angka mengenai bahan baku yang tercecer dan barang jadi rusak yang dianggap dapat diterima. Contoh : Bahan baku yang diperlukan untuk sebuah barang jadi (termasuk yang tercecer) adalah 4 kg @ Rp 10. biaya jasa-jasa pihak lain dan pajak. baik untuk jumlah satuannya maupun untuk harga dari setiap satuan alat produksi.Asumsi ini kita pertahankan sampai pada pembahasan tentang biaya tetap dan biaya variabel. misalnya air minum. Barang jadi rusaknya 10 %.

Barang jadi rusak normalnya adalah 4 % dari barang jadi yang dihasilkan. buruh menerima upah tetap sebagai dasar. Pertama-tama kita harus menentukan berapa jam kerjakah yang dibutuhkan oleh satu barang jadi untuk setiap buruh. Dari data ini dapat dihitung : Perhitungan bahan pembantunya sama dengan yang baru kita uraikan. separuh dari bahan bakunya dapat dipakai kembali.Bentuk pengupahan yang paling sederhana adalah upah tetap yang dikaitkan dengan waktu. Bahan baku yang tercecer tidak mempunyai nilai. Sistem lainnya adalah upah per satuan prestasi. Seperti yang telah dikemukakan tadi. yang jumlahnya langsung dikaitkan dengan jumlah prestasi yang dihasilkannya. Jumlah jam kerja buruh yang diperlukan ini dapat ditentukan berdasarkan analisa waktu dan pekerjaan (time and motion studies).000. yang besarnya tidak dikaitkan dengan prestasi yang diberikan oleh sang buruh. yang dikaitkan dengan jumlah waktu yang dapat dihematnya. Yang kedua adalah hal yang ditentukan oleh perusahaan sendiri. Ini adalah upah yang tetap jumlahnya per periode. Kalau kedua sistem ini dikombinasikan. Jumlah ini ditentukan oleh tingkat upah yang berlaku dan sistem pengupahan yang diterapkan perusahaan. tetapi dengan perbedaan bahwa bahan pembantu tidak ada yang diserap oleh barang jadi. Yang pertama tergantung dari perkembangan dari tingkat upah buruh yang berlaku pada jenis perusahaan yang bersangkutan (yang antara lain ditentukan oleh kesepakatan dengan serikat sekerjanya). kalau buruh yang bersangkutan dianggap bekerja dengan tekun dan keras sebagaimana layaknya. Biaya Tenaga Kerja Untuk faktor produksi inipun kita dihadapkan pada masalah bagaimana menentukan jumlah jam yang dibutuhkan dan harga per jamnya.Wujudnya adalah jumlah prestasi yang melebihi prestasi normal yang telah ditentukan. Bahan pembantu adalah bahan yang diperlukan untuk memperlancar jalannya produksi. Harga yang dipakai untuk menterjemahkan jumlah jam kerja ini ke dalam rupiah adalah upah yang berlaku untuk setiap buruh yang bersangkutan.Contoh kedua : Bahan baku yang dibutuhkan untuk satu buah barang jadi (dan sudah bersih dari barang yang terecer atau pemakaian neto) adalah 18 kg @ Rp 6. Ada banyak sistem pengupahan. misalnya minyak dan bahan pelicin lainnya serta katalisator. C. kita namakan sistem pengupahan premi. Kita mendasarkan diri pada metode produksi yang akan dianut di dalam periode mendatang dalam menentukan bahan baku dan bahan pembantu yang diperlukan. Bahan baku yang tercecer adalah 10 % dari pemakaian bahan baku bruto (bruto = termasuk bahan baku yang tercecer).Dari barang jadi rusak ini. terutama tergantung pada kombinasi antara bahan baku dan bahan pembantu dengan faktor-faktor produksi lainnya. jumlah bahan baku dan bahan pembantu yang dibolehkan tergantung pada metode produksi yang dianut.-. Metode produksi apapun yang akan dipakai kita terima sebagai kenyataan.Pada sistem ini. dan di atasnya suatu premi. dari yang paling sederhana sampai yang paling canggih. . Untuk setiap pekerjaan kita harus mendasarkan diri pada prestasi rata-rata yang dapat dicapai oleh sekelompok buruh yang mengerjakan pekerjaan yang sama.

pimpinan perusahaan juga memberikan jasa yang besar buat peningkatan prestasi sang buruh yang sangat mempengaruhi pendapatannya. standardisasi dari kualitas material. sehingga manfaatnya juga harus dibagi dengan majikannya (gainsharing). dan pendidikan dan pelatihan para pekerja. Juga tepat diberlakukan kalau keberadaan dari pekerja yang bersangkutan sangat penting. sedangkan pekerjanya sendiri memang dapat mempengaruhi besar kecilnya prestasi yang diberikan olehnya. Motif bagi diberlakukannya sistem upah premi adalah karena pimpinan ingin mengadakan perbaikan secara perlahan-lahan dengan cara persiapan pekerjaan bagi sang buruh yang lebih baik. perbaikan metode kerja. . Karena itu peningkatan prestasi lalu tidak hanya tergantung dari upaya kerja lebih keras dan lebih teliti dari para buruhnya. Dengan demikian. Banyak sistem pengupahan premi sudah memberikan premi bagi prestasi yang lebih rendah daripada yang dipakai untuk perhitungan harga pokok standard. Sistem upah per satuan prestasi lebih tepat kalau jumlah prestasinya dapat ditentukan dengan mudah. seperti halnya dengan harus adanya satpam setiap saat.Jumlah waktu kerja standard yang dijadikan dasar perhitungan harga pokok standard tidak perlu sama dengan waktu normal yang dijadikan norma untuk sistem pengupahan dengan premi. Sistem upah tetap tepat diberlakukan kalau prestasi pekerja yang bersangkutan sangat sulit ditentukan seperti pekerjaan kantor dan pekerjaan reparasi.