3

II.

MATERI PELATIHAN

A. PENDAHULUAN Bila kita mengajarkan suatu topik tertentu dalam matematika, kita harus memilih pendekatan, strategi, metode, teknik yang sesuai dengan kondisi dan situasi anak yang akan kita ajar, supaya tujuan pengajaran tercapai dengan hasil yang baik. Bila guru tidak dapat menggunakan strategi belajar yang sesuai, hasil belajar yang diharapkan tidak mungkin akan tercapai secara optimal. Pada Bab ini akan dibahas mengenai model-model pengajaran. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai modelmodel pengajaran, akan dibicarakan dahulu apa yang dimaksud dengan pendekatan, strategi, metode dalam pengajaran. 1. Pendekatan dalam Pengajaran Pendekatan adalah suatu jalan, cara, atau kebijaksanaan yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam pencapaian tujuan pengajaran apabila kita melihatnya dari sudut bagaimana proses pengajaran atau materi pengajaran itu dikelola. Contoh pendekatan-pendekatan dalam pengajaran matematika antara lain: CBSA, kontekstual, induktif, deduktif, spiral, pemecahan masalah dan sebagainya. 2. Strategi Pembelajaran Setiap pengajaran tujuan mempunyai dalam tujuan pengajaran. topik-topik jenisnya. Untuk dalam Dalam mencapai yang mengajarkan

matematika digunakan pendekatan mengajar. Pendekatan digunakan bermacam-macam mengajarkan suatu topik apakah materi pelajaran tersebut disajikan kepada siswa baik secara perorangan maupun secara berkelompok. Setelah materi tersebut terpilih

Model-model PembelajaranMatematika

4

terdapat pertanyaan lain, siapakah yang mengajarkannya? Guru secara perorangan atau kelompok. Bisa saja materi dipelajari sendiri oleh siswa. Bila guru yang memberi materi, bagaimana sehingga Pengaturan cara guru memotivasi guru siswa agar siswa kelas berpartisipasi, bagaimana harus mengelola disebut

pelajaran materi

berjalan kurikulum

sebagaimana tersebut

mestinya. strategi

pembelajaran.. 3. Metode Mengajar Apakah anda tahu apa yang dimaksud dengan metode mengajar? Metode mengajar adalah cara mengajar atau cara menyampaikan materi pelajaran kepada siswa yang kita ajar. Macam-macam metode mengajar antara lain: ceramah, ekspositori, tanya jawab, penemuan. Ceramah adalah suatu cara penyampaian (memberikan) informasi secara lisan terhadap siswa di dalam ruangan tertentu, siswa mendengarkan dan mencatat seperlunya. Metode ceramah lebih sesuai pada bidang non eksakta karena dianggap paling praktis. Pada metode ceramah pengajaran berpusat pada guru, sebab guru lebih banyak berbicara/menyampaikan materi. Metode ekspositori memiliki kesamaan dengan metode ceramah, karena sifatnya memberi informasi. Beda ekspositori dari ceramah adalah dominasi guru dikurangi. Dalam metode ekspositori guru memberi informasi hanya pada waktu-waktu tertentu yang diperlukan siswa, misalnya pada awal pengajaran, atau untuk suatu topik yang baru.

Model-model PembelajaranMatematika

5

4. Model Pengajaran Istilah model pengajaran dibedakan dari istilah strategi pengajaran, metode pengajaran, atau prinsip pengajaran. Istilah model pengajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada suatu strategi, metode, atau prosedur. Istilah model pengajaran mempunyai empat ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode tertentu yaitu: rasional teoretik yang logis yang disusun oleh penciptanya, tujuan pembelajaran yang akan dicapai, tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan secara berhasil, dan lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai. Istilah model pengajaran meliputi pendekatan suatu model pengajaran yang luas dan menyeluruh. Contohnya pada model pembelajaran berdasarkan masalah, kelompok-kelompok kecil siswa bekerja sama memecahkan suatu masalah yang telah disepakati oleh siswa dan guru. Ketika guru sedang menerapkan model pengajaran tersebut, seringkali siswa menggunakan bermacam-macam keterampilan, prosedur pemecahan masalah, dan berpikir kritis. dilandasi oleh teori Model pengajaran berdasarkan masalah belajar konstruktivis; pada model ini

pembelajaran dimulai dengan menyajikan permasalahan nyata yang penyelesaianya membutuhkan kerja sama diantara siswasiswa. Dalam model pengajaran ini guru memandu siswa menguraikan rencana pemecahan masalah menjadi tahap-tahap kegiatan; guru memberi contoh mengenai penggunaan keterampilan dan strategi yang dibutuhkan supaya tugas-tugas tersebut dapat diselesaikan. Guru menciptakan suasana kelas

Model-model PembelajaranMatematika

Model-model lingkungan model belajarnya. membutuhkan yang sedikit kooperatif Kegiatan sistem berbeda. Contohnya. pengajaran langsung merupakan suatu pengajaran yang mempelajari keterampilan dasar seperti tabel perkalian atau untuk topik-topik yang banyak berkaitan dengan penggunaan alat. pengajaran Sebagai baik dapat contoh untuk diklasifikasikan pengklasifikasian membantu siswa berdasarkan: tujuan pembelajarannya. Sintaks (pola urutan) dari suatu model pengajaran tertentu menunjukkan dengan jelas kegiatan-kegiatan apa yang harus dilakukan guru atau siswa. Tiap-tiap pengelolaan Misalnya. Sintaks (pola urutan) dari bermacam-macam model pengajaran memiliki komponen-komponen yang sama.6 yang fleksibel dan berorientasi pada upaya penyelidikan oleh siswa. Akan tetapi model ini tidak sesuai bila digunakan untuk mengajarkan konsep-konsep matematika tingkat tinggi. Setiap model pengajaran diakhiri dengan tahap menutup pelajaran yang di dalamnya meliputi kegiatan merangkum model dan model pokok-pokok pengajaran belajar pengajaran pelajaran. pola urutannya dan sifat berdasarkan tujuan. setiap model pengajaran diawali dengan upaya menarik perhatian siswa dan memotivasi siswa agar terlibat dalam proses pembelajaran. Pada model pengajaran diskusi para siswa duduk dibangku yang disusun secara melingkar atau Model-model PembelajaranMatematika . merangkum dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru. Yang dimaksud dengan sintaks (pola urutan) dari suatu model pengajaran adalah pola yang menggambarkan urutan alur tahap-tahap keseluruhan yang pada umumnya disertai dengan serangkaian kegiatan pembelajaran. lingkungan pada memerlukan lingkungan belajar yang fleksibel seperti tersedia meja dan kursi yang mudah dipindahkan.

dan model pengajaran berdasarkan model satu pengajaran sama lain. model pengajaran masalah. Misalnya bagaimana melakukan operasi matematika. kooperatif. Pada berkomunikasi gurunya. Sedangkan dan pengetahuan deklaratif. Yang akan dibahas selanjutnya pada modul ini hanya tiga model pengajaran saja yaitu model pengajaran langsung. dipilih secara yaitu untuk khusus dengan yang pengetahuan tentang sesuatu. bagaimana langkah penyelesaian suatu persamaan kuadrat. dan sebagainya. pengajaran prosedural menunjang proses berkenaan pengetahuan deklaratif terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi Model-model PembelajaranMatematika . bagaimana melakukan sesuatu. Misalnya. MPR RI merupakan lembaga tertinggi. bagaimana melukis segi n beraturan dalam geometri.7 seperti tapal kuda. anggota-anggotanya langsung belajar dan dirancang siswa jabatan selama 5 tahun. Sedangkan pada model pengajaran langsung siswa duduk behadap-hadapan dengan guru. Model untuk pengetahuan selangkah. Model Pengajaran Langsung Para pakar teori belajar menggolongkan pengetahuan menjadi dua macam pengetahuan mengenai yaitu pengetahuan Pengetahuan orang deklaratif prosedural dan yaitu pengetahuan pengetahuan prosedural. kooperatif sedangkan siswa pada perlu model pengajaran langsung siswa harus tenang dan memperhatikan B.

Pada awal pelajaran guru menjelaskan tujuan. rinci Pengajaran langsung berpusat pada guru. selain itu guru juga menyiapkan siswa untuk memasuki pembelajaran materi baru dengan mengingatkan kembali pada hasil belajar yang telah dimiliki siswa yang relevan dengan materi yang akan dipelajari (apersepsi). latar belakang pembelajaran. Ciri-ciri pengajaran langsung adalah sebagai berikut: 1. Fase ini dilakukan untuk memberikan motivasi pada siswa untuk berperan penuh pada proses pembelajaran. Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi materi ajar atau demonstrasi mengenai keterampilan tertentu. tetapi ceramah dan resitasi (mengecek pemahaman dengan tanya jawab) berhubungan erat dengan model pengajaran langsung. sehingga akan memberi dampak yang positif terhadap proses belajar siswa. hendaknya guru memberikan informasi yang jelas dan spesifik kepada siswa. Adanya tujuan pembelajaran dan prosedur penilaian hasil belajar. Pada fase ini siswa diberi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan Model-model PembelajaranMatematika . Pada model pengajaran langsung terdapat fase-fase yang penting. Pengajaran pelaksanaan yang langsung cukup memerlukan terutama perencanaan pada analisis dan tugas. 2. Kemudian guru memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan latihan dan memberi umpan balik terhadap keberhasilan siswa. Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung berlangsung dan berhasilnya pengajaran. Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran 3. tetapi tetap harus menjamin terjadinya keterlibatan siswa. Pada fase mendemonstrasikan pengetahuan.8 Pengajaran langsung tidak sama dengan metode ceramah. Jadi lingkungannya harus diciptakan yang berorientasi pada tugas-tugas yang diberikan kepada siswa.

Memberikan latihan dan Mempersiapkan latihan untuk penerapan konsep siswa dengan menerapkan konsep yang dipelajari pada kehidupan sehari-hari. materi prasyarat. Mengecek pemahaman Mengecek kemampuan siswa dan memberikan umpan dan memberikan umpan balik balik 5.Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan 3. Tabel 1 Fase 1. Membimbing pelatihan Peran guru Menjelaskan Tujuan. Fasefase tersebut dapat disajikan pada tabel berikut ini. Ciri utama yang 1. Seperti telah dikatakan di atas bahwa pengajaran langsung akan terlaksana dengan baik jika dirancang dengan baik pula.9 atau keterampilan yang dipelajarinya dalam kehidupan nyata. Mendemonstrasikan ketrampilan atau menyajikan informasi tahap demi tahap Guru memberikan latihan terbimbing 4. memotivasi siswa dan memper-siapkan siswa . dapat terlihat pada saat melaksanakan pengajaran langsung adalah sebagai berikut: Tugas perencanaan a. Merumuskan tujuan pengajaran Memilih isi Model-model PembelajaranMatematika . b. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 2.

Manfaatkan hasil tes untuk memperbaiki proses belajar mengajar berikutnya. akan membantu guru menentukan dengan tepat apa yang perlu dilakukan siswa untuk melaksanakan keterampilan yang akan dipelajari. e. tentu tidak akan lepas dari sistem penilaiannya. Gronlund (1982) memberikan 5 prinsip dasar yang dapat membimbing guru dalam merancang sistem penilaian sebagai berikut. Ini bukan berarti bahwa seorang guru harus melakukan analisis tugas untuk setiap keterampilan yang diajarkan. Hal ini disebabkan karena waktu yang tersedia terbatas. Buatlah soal sevalid dan sereliabel mungkin. Menggunakan soal tes yang sesuai d. Mencakup semua tugas pengajaran c. Mengenal secara baik siswa-siswa yang akan diajar. akan bermanfaat sekali untuk mengira-ngira alokasi waktu yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Guru harus selektif dalam memilih konsep yang diajarkan dengan model pengajaran langsung c. 2. d. Dengan Melakukan analisis tugas menganalisis tugas. Model-model PembelajaranMatematika .10 Guru harus mempertimbangkan berapa banyak informasi yang akan diberikan pada siswa dalam kurun waktu tertentu. a. Sesuai dengan tujuan pengajaran b. Penilaian pada model pengajaran langsung Berbicara mengenai model pengajaran. Merencanakan waktu Guru harus memperhatikan bahwa waktu yang disediakan sepadan dengan kemampuan dan bakat siswa. dan memotivasi siswa agar mereka tetap melakukan tugastugasnya dengan perhatian yang optimal.

Hasil Belajar Siswa menunjukan kemampuan menggunakan aturan-aturan yang berlaku pada dua garis sejajar yang dipotong oleh garis lain. mengenal sifat garis sejajar :jika sebuah garis memotong salah satu dari garis sejajar maka garis itu memotong juga garis sejajar yang lain Model-model PembelajaranMatematika . 1. menentukan banyak garis yang dapat dibuat melalui titik di luar garis yang ditentukan sejajar dengan garis tersebut c. Indikator Siswa diharapkan siswa dapat: a. Kompetensi Dasar Membagi garis dan menentukan kedudukan dua garis.11 Penerapan Model Pengajaran Langsung pada Sub pokok Bahasan Garis dan Sudut Berikut ini disajikan contoh Rencana Pelajaran dengan model pengajaran langsung pada sub pokok bahasan Garis dan Sudut untuk kelas 1 semester 1 SMP. Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Aspek Alokasi Waktu : SMP : Matematika : I/ 1 : Garis dan Sudut : 3 x 45 Menit A. menentukan garis-garis sejajar b. 3. 2.

menginformasikan tujuan pembelajaran. Kegiatan Belajar Mengajar Model Pembelajaran : Pengajaran langsung Metode : Ceramah. d. LKS C. setelah pengertian garis sejajar dipahami terlebih dahulu. b. Kegiatan Inti a. e.12 d. Kelengkapan 1. Mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. Model-model PembelajaranMatematika . langit-langit rumah yang terbuat dari eternit . Misalnya meminta siswa memberi contoh model garis sejajar dalam kehidupan sehari-hari seperti lantai rumah yang terbuat dari ubin. 2. mengenal sifat garis sejajar : jika sebuah garis sejajar dengan dua buah garis. Guru mengarahkan siswa untuk memahami pengertian garis sejajar dengan memperhatikan gambar ubin yang telah disederhanakan. Menjelaskan contoh garis sejajar dalam kehidupan sehari-hari dengan mengamati tempat sambungan ubin yang membentuk garis-garis lurus mendatar dan tegak. tanya-jawab. Guru mengenalkan sifat-sifat garis sejajar dengan meminta siswa memperhatikan gambar ubin yang telah diabstraksikan. c. Guru menjelaskan pengertian garis sejajar. dan pemberian tugas. b. 1. Buku Siswa 2. Guru menjelaskan sifat-sifat garis sejajar selangkah demi selangkah dimulai dari sifat-1 sampai sifat-3. maka kedua garis itu sejajar pula satu sama lain B. Pendahuluan a.

Guru membimbing siswa untuk memahami sifat garis sejajar dengan bantuan Lembar Kerja Siswa. Guru mengecek pemahaman siswa. h.13 f. Guru memberikan contoh soal mengenai garis sejajar dan sifat-sifat garis sejajar dengan metode tanya jawab. g. Model-model PembelajaranMatematika . Guru bersama siswa membahas LKS i. j. 3. Penutup a. Guru bersama-sama siswa merangkum materi yang telah dibahas b. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan latihan soal. Guru memberikan pekerjaan rumah berupa latihan soal.

Jelaskan dengan singkat tahap-tahap dalam suatu pengajaran langsung! 4. berikanlah contoh lain dari materi matematika SMP yang sesuai diajarkan dengan model pengajaran langsung. C. prinsip CTL apa saja yang dapat dimunculkan pada model pengajaran langsung. Tuliskan ciri umum model pengajaran langsung! 2.14 Latihan 1. Kegiatan-kegiatan apakah yang perlu dilakukan guru dalam merencanakan program pembelajaran yang bercirikan pengajaran langsung? 3. Buatlah rencana pelajaran model pengajaran langsung sesuai dengan contoh yang diberikan pada butir 5. 8. Berdasarkan pemahaman pembelajaran kontekstual pada modul sebelumnya. Tuliskan prinsip umum pengembangan tes hasil belajar pada pengajaran langsung! 5. Selain contoh yang telah diberikan. Pendahuluan Model-model PembelajaranMatematika . MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF 1. Jelaskanlah alasan jawaban tersebut! 6.

Banyak ahli yang berpendapat bahwa model kooperatif unggul dalam membantu siswa untuk memahami konsep-konsep yang sulit. b. maka diupayakan agar dalam tiap kelompokpun terdiri dari ras. sedang dan rendah. Kelompok dibentuk dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi. kemampuan akademik. dan tingkat sosial. Jika dalam kelas. siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif. c. budaya. suku. yaitu: a. Hasil belajar akademik Pembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Penerimaan terhadap keragaman Model kooperatif bertujuan agar siswa dapat menerima temantemannya yang mempunyai berbagai macam perbedaan latar belakang. c.15 Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama di antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. agama. d. Model-model PembelajaranMatematika . jenis kelamin yang berbeda. Pengembangan keterampilan sosial. jenis kelamin yang berbeda pula. Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok daripada perorangan Pembelajaran kooperatif mempunyai tiga tujuan penting. Untuk menuntaskan materi belajarnya. terdapat siswa-siswa yang terdiri dari beberapa ras. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku. b. suku. Model pengajaran kooperatif memiliki ciri-ciri : a. budaya.

Model-model PembelajaranMatematika . menghargai pendapat orang lain. dimulai dengan langkah guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk belajar hingga diakhiri dengan langkah memberi penghargaan terhadap usaha-usaha kelompok maupun individu. memancing teman untuk bertanya. Selanjutnya langkah-langkah pembelajaran kooperatif dari awal hingga akhir dapat dilihat pada tabel berikut ini. mau menjelaskan ide atau pendapat.16 Model kooperatif bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Pada model pembelajaran kooperatif terdapat enam langkah utama. aktif bertanya. bekerja dalam kelompok. Keterampilan sosial yang dimaksud dalam pembelajaran kooperatif antara lain adalah: berbagi tugas. dan sebagainya.

Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. Model-model PembelajaranMatematika . Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif. Indikator Aktivitas/Kegiatan Guru 2 3 Mengorganisasika n siswa ke dalam kelompokkelompok belajar 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar Evaluasi 5 6 Memberikan penghargaan Bila diperhatikan langkah-langkah model pengajaran kooperatif pada tabel di atas maka tampak bahwa proses demokrasi dan peran aktif siswa di kelas sangat menonjol dibandingkan dengan model-model pengajaran yang lain.17 Tabel 1. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya atau hasil belajar individu maupun kelompok. Fase ke1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Menyajikan informasi Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar. Guru membimbing kelompokkelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas. Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.

Pendekatan-pedekatan pada model kooperatif yaitu: tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions). memilih topik yang sesuai dengan model ini. dan tipe pendekatan struktural. tipe Jigsaw. salah satu tugas guru pada model ini salah satunya adalah memilih pendekatan yang sesuai. dalam pengajaran kooperatif juga diperlukan tugas perencanaan. Dalam pembelajaran kooperatif dapat dilakukan melalui macam-macam pendekatan. misalnya: menentukan pendekatan yang tepat. menyiapkan LKS atau panduan belajar siswa. guru dapat memilih pendekatan yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Berikut ini ditunjukkan perbandingan diantara keempat pendekatan tersebut. Pelaksanaan Pembelajaran Kooperatif di Kelas Seperti halnya pada model pengajaran langsung. merencanakan waktu dan tempat duduk yang akan digunakan. pembentukan kelompok siswa. tipe investigasi kelompok. Seperti telah dikemukakan di atas. Model-model PembelajaranMatematika . mengenalkan siswa kepada tugas dan perannya dalam kelompok.18 2.

19 Tabel 2. Model-model PembelajaranMatematika . Perbandingan Empat Pendekatan dalam Pembelajaran Kooperatif.

misal tes mingguan Keterampilan kelompok dan sosial Bervariasi berdua. dapat menggunakan tes essay. Agar pembelajaran dapat berjalan lancar. sebaiknya kepada siswa diberitahukan petunjuk-petunjuk tentang yang akan dilakukan. sebaiknya kepada siswa diperkenalkan terlebih dahulu apa itu pembelajaran kooperatif dan bagaimana aturan-aturan yang harus diperhatikan. Bervariasi Pengakuan Lembar Publikasi lain pengakuan dan publikasi lain Lembar Bervariasi pengakuan dan publikasi lain Namun perlu diketahui juga bahwa sebelum pembelajaran kooperatif dimulai. kelompok dengan 4-6 orang anggota Struktur Kelompok Kelompok hetero-gen dengan 4-5 orang anggota Pemilihan Topik Tugas Utama Biasanya guru Siswa dapat menggunakan LKS dan saling membantu untuk menuntaskan materi belajarnya Biasanya siswa Biasanya guru Siswa Siswa menyelesai-kan mengerjakan inkuiri komplek tugas-tugas yang diberikan baik sosial dan kognitif Penilaian Tes mingguan Menyelesaikan proyek dan menulis laporan.20 Pend ekatan Unsur Tujuan Kognitif STAD Informasi akademik sederhana JIGSAW Informasi akademik sederhana Kelompok Penyelidikan Informasi akademik tingkat tinggi dan keterampilan inkuiri Kerjasama dalam kelompok kompleks Kelompok belajar homogen dengan 5-6 orang anggota Pendekatan Struktur Informasi akademik sederhana Tujuan Sosial Kerjasama dalam kelompok Kerjasama dalam kelompok Kelompok hetero-gen dengan 5-6 anggota dan meng-gunakan kelompok asal dan ahli Biasanya guru Siswa mempelajari materi dalam ke-lompok ahli kemu-dian membantu anggota kelompok asal mempelajari materi itu Bervariasi. Petunjuk-petunjuk tersebut antara lain sebagai berikut: Model-model PembelajaranMatematika . bertiga.

10. 13. 3. 7. 5. 16. Kemampu an Tinggi Pengelompokan Siswa berdasarkan Kemampuan No . Selain hal di atas. pedoman penilaian. 9. 4. Format presentasi laporan. Jadwal pelaksanaan kuis untuk STAD dan Jigsaw. Jadwal presentasi kelas untuk kelompok penyelidikan. 14. 6. perlu juga diketahui bagaimana cara membentuk kelompok. 1. 11. 8. 2. Tabel 3. 15. Akademik. Batas waktu untuk menyelesaikan tugas. 12. Nama Rangking 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kelompok A B C D D C B A A B C D D C B A Sedang Rendah Model-model PembelajaranMatematika .21 Tujuan pelajaran Apa saja yang akan dikerjakan siswa dalam kelompok. dan sistem penghargaan. Prosedur pemberian nilai penghargaan individu dan kelompok.

22 Tabel 4. Prosedur Penentuan Nilai Perkembangan Siswa. Model-model PembelajaranMatematika .

dengan menggunakan skala yang diberikan di bawah ini 3 Kriteria Lebih dari 10 poin di bawah skor dasar 10 poin di bawah sampai 1 poin di bawah skor dasar Skor dasar sampai 10 poin di atas skor dasar Lebih dari 10 poin di atas skor dasar Nilai Perkembangan 0 poin 10 poin 20 poin 30 poin Model-model PembelajaranMatematika .23 Langkah ke1 2 Indikator Menetapkan skor dasar Menghitung skor kuis terkini Menghitung skor perkembangan Operasional Setiap siswa diberikan skor berdasarkan skor kuis yang lalu Siswa memperoleh poin untuk kuis yang berkaitan dengan pelajaran terkini Siswa mendapatkan poin perkembangan yang besarnya ditentukan apakah skor kuis terkini mereka menyamai atau melampaui skor dasar mereka.

Pengelompokan Siswa berdasarkan Kemampuan Akademik.. Penerapan Model Pengajaran Kooperatif pada SubPokok Bahasan Persamaan Garis Lurus Berikut ini disajikan sebuah contoh Rencana Pelajaran dan LKS model pembelajaran kooperatif pada subpokok bahasan Persamaan garis lurus untuk kelas 2 cawu 1 SMP. Materi Kelompok Nama Ana Budi A Tuti Rudi …………………………………….5 Penghargaan HEBAT 15 ≤ N < 20 20 ≤ N < 25 N ≥ 25 B Nilai kelompok (N) Penghargaan BAIK HEBAT SUPER 3. Nilai Dasar Nilai Kuis Nilai Perkembangan 90 100 30 85 82 10 65 70 20 55 40 0 Total 60 Rata-rata kelompok 60:4=15 Penghargaan BAIK Agus 95 100 30 Andi 80 82 10 Ike 70 70 20 Ina 40 100 30 Total 90 Rata-rata kelompok 90:4=22. Model-model PembelajaranMatematika .24 Pekerjaan sempurna (tanpa memperhatikan skor dasar) 30 poin Tabel 5.

b.25 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Alokasi Waktu : SMP : Matematika : II / 1 : Persamaan Garis Lurus : 2 x 45 menit A. Hasil Belajar Siswa menunjukan kemampuan menggambar garis lurus dalam berbagai bentuk. Indikator Siswa diharapkan minima dapat: dapat: a menggambar garis y=mx pada bidang kartesius. 1. Kompetensi Dasar Menemukan sifat-sifat garis lurus. 2. menggambar garis y=mx+c pada bidang kartesius Model-model PembelajaranMatematika . 3.

1 Soal 1 dan mengumpulkan hasilnya. Buku Siswa 2. Pendahuluan a. meliputi tujuan produk dan afektif. tempat kedudukan. Jawaban siswa pada soal ini dapat bervariasi. guru memantau kerja dari tiap-tiap kelompok dan mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan) 5. 4.26 B. Berdasarkan jawaban siswa ini kelompok dipandu menjawab masalah berikutnya. atau kelompok siswa yang duduk sebangku 2. guru memantau kerja dari tiap-tiap kelompok dan mengarahkan/membantu siswa yang mengalami kesulitan) 3. (Guru memandu jalannya diskusi dan merumuskan jawaban yang benar). dan pemberian tugas. (Selama diskusi berlangsung. Mengingat kembali pengertian sistem koordinat kartesius. II. I. Meminta beberapa perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan model pembelajaran kooperatif dan pembelajaran langsung. Dimungkinkan siswa menggambar susunan ubin yang berbeda tetapi kelilingnya sama. b. Meminta setiap kelompok untuk mengerjakan LKS-02 Soal 2. Kegiatan Belajar Mengajar Model Pembelajaran Metode : Pembelajaran Kooperatif : Kombinasi metode tanya jawab. diskusi. LKS C. Menyampaikan tujuan pembelajaran. Kelengkapan 1. Meminta beberapa perwakilan kelompok untuk mempresentasikan Model-model PembelajaranMatematika . Meminta setiap kelompok untuk mengerjakan LKS-9. Kegiatan Inti 1. (Selama diskusi berlangsung. dan mengumpulkan hasilnya. Mengelompokkan siswa dalam kelompok yang beranggotakan 4 orang. sedangkan kelompok yang lain memberikan tanggapan. c.

guru memantau kerja dari tiap-tiap kelompok dan mengarahkan/membantu siswa yang mengalami kesulitan) 7.. Meminta setiap kelompok untuk mengerjakan LKS-9. sedangkan kelompok yang lain memberikan tanggapan. Nomor Keliling Gambar 1 2 3 4 5 6 4 8 12 .Kelompok : …………… …………………. Gbr....3 Model-model PembelajaranMatematika ..27 hasil diskusinya. Persamaan Garis Lurus I Tanggal : 1.... Membimbing siswa untuk merangkum materi pelajaran. Panjang keliling pada tiap-tiap gambar dinyatakan dalam tabel di sebelah kanan gambar.. .1 soal 3 dan mengumpulkan hasilnya...1 Gbr. . Menugaskan siswa untuk mengerjakan soal latihan yang dipilihkan dari soal Latihan pada Buku Siswa. Perhatikan gambar susunan ubin persegi berikut ini... (Guru memandu jalannya diskusi dan merumuskan jawaban yang benar).. (Selama diskusi berlangsung... (Guru memandu jalannya diskusi dan merumuskan jawaban yang benar. Lembar Kegiatan Siswa Nama : ……………………. Meminta beberapa perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.).. 6..... 2......2 Gbr..... sedangkan kelompok yang lain memberikan tanggapan... III Penutup 1.

4 Gbr. y) pada koordinat Kartesius. 6 ……………………. ……………………………………………………………………… 2. g. kelilingnya adalah y. Dari tabel tersebut dapatkah kamu mencari hubungan antara nomor gambar dan keliling? ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… e. Gbr. 5 dan 6 pada tabel yang disediakan! d. Susunan ubin persegi tersebut membentuk suatu pola. Gambarlah tiap-tiap pasangan titik (x. Apakah merupakan garis lurus? h. Gunakan garis tersebut untuk mencari keliling gambar ke-40. Periksalah apakah masing-masing gambar yang telah kamu buat memenuhi persamaan y = 4x. 5 a.28 ……………………. Gambarlah garis yang melalui titik-titik tersebut.. Hitunglah keliling dari gambar ke 4. Gambarlah susunan ubin gambar ke lima dan ke enam! b. Misalkan gambar ke-x. 5 dan 6! c. Tulislah keliling dari bangun pada gambar ke 4. Berilah alas an! ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… f. ( Biaya Perawatan ) Lama pemakaian dalam jam (x) Biaya perawatan (dalam ribuan rupiah) (y) 0 1 2 3 PembelajaranMatematika 35 60 85 110 Model-model .. Gbr.

Gambarlah masing-masing pasangan titik (x. Gambarlah suatu garis yang melalui titik-titik tersebut. Tabel tersebut menunjukkan lama jam pemakaian suatu mesin dan biaya perawatan yang dibutuhkannya. d. a.29 Perhatikan tabel di atas. apakah masing-masing banyak jam pemakaian mesin dan biaya perawatannya pada tabel memenuhi persamaan y = 25x + 35? b. Misal x menyatakan banyaknya jam pemakaian dan y menyatakan biaya perawatannya. Bila banyaknya jam pemakaian mesin 12 jam. Periksalah. berapa biaya perawatan yang dibutuhkan? Jawaban Model-model PembelajaranMatematika . y) pada bidang Kartesius c.

Bagaimana cara membentuk kelompok pada model pembelajaran kooperatif? 6. Tuliskan ciri umum model pembelajaran kooperatif? 2. Bagaimana pedoman penilaian pada model pembelajaran kooperatif? 7. Jelaskanlah alasan dari jawaban Anda tersebut! 10.? 9. Kegiatan-kegiatan apakah yang perlu dilakukan guru dalam merencanakan program pembelajaran kooperatif? 3. Bagaimana sistem penghargaan pada model pembelajaran kooperatif? 8. Jelaskan dengan singkat tahap-tahap pembelajaran kooperatif? 4. berikanlah contoh lain dari materi matematika SMP yang sesuai diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif. Berdasarkan pemahaman pembelajaran kontekstual pada modul sebelumnya. prinsip CTL apa saja yang dapat dimunculkan pada model pembelajaran kooperatif.30 Latihan 1. Buatlah rencana pelajaran model pembelajaran kooperatif sesuai dengan contoh yang diberikan pada butir 9! Model-model PembelajaranMatematika . Jelaskan dengan singkat tahap-tahap pembelajaran kooperatif? 5. Selain contoh yang telah diberikan.

kerjasama. Model-model PembelajaranMatematika .31 D. Pembelajaran berdasarkan masalah bertujuan untuk (a) membantu siswa mengembangkan keterampilan berfikir dan keterampilan pemecahan masalah. (b) belajar peranan orang dewasa yang autentik. Pendahuluan Ciri–ciri utama pembelajaran berdasarkan masalah meliputi suatu pengajuan pertanyaan atau masalah. Pembelajaran berdasarkan masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Selanjutnya kelima langkah dari model pembelajaran berdasarkan masalah dapat dilihat pada tabel berikut ini. dan (c) menjadi pebelajar yang mandiri. Pada model pembelajaran berdasarkan masalah terdapat lima tahap utama dimulai dengan tahap memperkenalkan siswa dengan suatu masalah dan diakhiri dengan tahap penyajian dan analisis hasil kerja siswa. penyelidikan autentik. dan menghasilkan karya dan peragaan. memusatkan pada keterkaitan antar disiplin. MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH 1.

video. 1) Penetapan Tujuan Model-model PembelajaranMatematika . Tugas-tugas Perencanaan Karena hakekat interaktifnya. untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan. menjelaskan logistik yang dibutuhkan. melaksanakan eksperimen. memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya.32 Tabel 1. 2 Mengorganisasikan Guru membantu siswa siswa untuk belajar mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. seperti halnya model-model pembelajaran yang berpusat pada siswa lainnya. 3 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya 5 Menganilisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 2. pembelajaran berdasarkan masalah membutuhkan banyak perencanaan. dan model dan membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Langkah-langkah Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Fase ke1 Indikator Orientasi siswa kepada masalah Aktivitas/Kegiatan Guru Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Pelaksanaan Pembelajaran Berdasarkan Masalah a.

bahkan dapat pula dilakukan di luar sekolah. Situasi masalah yang baik seharusnya autentik. dan tidak terdefinisikan secara ketat. Dalam pelaksanaannya pembelajaran berdasarkan masalah bisa saja diarahkan untuk mencapai telah disebutkan tadi. dan membantu siswa menjadi pebelajar yang mandiri. Tugas Interaktif 1) Orientasi siswa pada masalah Siswa perlu memahami bahwa tujuan pembelajaran berdasarkan masalah adalah tidak untuk memperoleh informasi baru dalam jumlah besar. 3) Organisasi sumber daya dan rencana logistik Dalam pembelajaran berdasarkan masalah siswa dimungkinkan bekerja dengan beragam material dan peralatan. dan konsisten dengan tujuan kurikulum. b. Oleh karena itu tugas mengorganisasikan sumber daya dan merencanakan kebutuhan untuk penyelidikan siswa haruslah menjadi tugas perencanaan yang utama bagi guru yang menerapkan model pembelajaran berdasarkan masalah. mengandung tekateki. memungkinkan kerjasama.33 Pertama kali kita mendeskripsikan bagaimana pembelajaran berdasarkan masalah direncanakan untuk membantu mencapai tujuan-tujuan seperti keterampilan menyelidiki. memahami peran orang dewasa. bermakna bagi siswa. 2) Merancang situasi masalah Beberapa guru dalam pembelajaran berdasarkan masalah lebih suka memberikan siswa suatu keleluasaan dalam memilih masalah untuk diselidiki karena cara ini meningkatkan motivasi siswa. bisa juga dilakukan di perpustakaan atau laboratorium. dan pelaksanaanya bisa dilakukan di dalam kelas. tapi untuk melakukan penyelidikan terhadap masalah-masalah penting dan untuk menjadi pebelajar yang Model-model PembelajaranMatematika tujuan-tujuan yang .

Berkenaan dengan hal tersebut siswa memerlukan bantuan guru untuk merencanakan penyelidikan dan tugas-tugas pelaporan. Selama tahap penyelidikan guru memberi bantuan yang dibutuhkan tanpa mengganggu siswa. dan videotape. Model-model PembelajaranMatematika . Selain itu diajarkan etika penyelidikan yang benar. Siswa diajarkan menjadi penyelidik yang aktif dan dapat menggunakan metode yang sesuai untuk masalah yang dihadapinya.34 mandiri. c) Puncak proyek-proyek pembelajaran berdasarkan masalah adalah penciptaan dan peragaan artifak seperti laporan. Bagaimana mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif juga berlaku untuk mengorganisasikan siswa kedalam kelompok pembelajaran berdasarkan masalah. Cara yang baik untuk menyajikan masalah untuk sebuah pelajaran dalam pembelajaran berdasarkan masalah adalah dengan menggunakan kejadian yang mencengangkan yang menimbulkan misteri dan suatu keinginan untuk memecahkan masalah. b) Guru mendorong pertukaran ide secara bebas dan penerimaan sepenuhnya ide-ide itu merupakan hal penting sekali dalam tahap penyelidikan pembelajaran berdasarkan masalah. 3) Membantu penyelidikan mandiri dan kelompok a) Guru membantu siswa dalam pengumpulan informasi dari berbagai sumber. poster. model-model fisik. 2) Mengorganisasikan siswa untuk belajar Pada model pembelajaran berdasarkan masalah dibutuhkan pengembangan keterampilan kerjasama diantara siswa dan saling membantu untuk menyelidiki masalah secara bersama. siswa diberi pertanyaan yang membuat mereka memikirkan masalah dan jenis informasi yang dibutuhkan untuk pemecahan masalah.

penyimpanan dan pendistribusian bahan. Lingkungan Belajar dan Tugas-tugas Managemen Penting untuk guru agar memiliki seperangkat aturan yang jelas supaya pembelajaran dapat berlangsung tertib tanpa gangguan. keterampilan penyelidikan yang Model-model PembelajaranMatematika . Akibatnya diperlukan pemantauan dan pengelolaan kerja siswa yang rumit. Guru yang efektif harus memiliki prosedur untuk pengelolaan. Pada model pembelajaran berdasarkan masalah sering sebagai guru menggunakan sejumlah bahan dan peralatan. Jadi dalam hal ini kecepatan penyelesaian yang dimiliki siswa berbeda. Dan yang tidak boleh dilupakan guru adalah menyampaikan aturan dan sopan santun untuk mengendalikan tingkah laku siswa ketika mereka melakukan penyelidikan di luar kelas termasuk di dalamnya penyelidikan di masyarakat. Pada model pembelajaran berdasarkan masalah dimungkinkan siswa mengerjakan tugas multi (rangkap). 3. memiliki panduan mengenai bagaimana mengelola kerja kelompok.35 4) Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah Tugas guru pada tahap akhir pembelajaran berdasarkan masalah adalah membantu siswa menganalisis dan mengevaluasi proses berfikir mereka sendiri. oleh karena itu pengelolaannya dapat merepotkan guru. Salah satu masalah dalam pengelolan yang cukup rumit bagi guru yang menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah adalah bagaimana menangani siswa baik individual maupun kelompok yang menyelesaikan tugas lebih awal atau terlambat. dan mereka gunakan. sehingga waktu penyelesaian tugas-tugas tersebut bisa berbeda-beda. menangani tingkah laku siswa yang menyimpang secara cepat dan tepat.

asesmen autentik. Teknik penilaian dan evaluasi yang sesuai dengan model pembelajaran berdasarkan masalah adalah menilai pekerjaan yang dihasilkan oleh siswa yang merupakan hasil penyelidikan mereka. Asesmen dan Evaluasi Seperti halnya pada pembelajaran kooperatif. Penjelasan mengenai asesmen kinerja dan asesmen autentik secara mendetil ada pada modul tersendiri. untuk kelas I Model-model PembelajaranMatematika . Oleh karena itu tugas penilaian tidak cukup bila penilaiannya hanya dengan tes kertas dan pensil (paper and pencils test).36 4. dan portfolio. pada pembelajaran berdasarkan masalah perhatian pembelajaran tidak pada perolehan pengetahuan deklaratif. 5. Tugas (asesmen) dan evaluasi yang sesuai untuk model pembelajaran berdasarkan masalah terutama terdiri dari menemukan prosedur penilaian alternatif yang dapat digunakan untuk mengukur pekerjaan siswa. Penerapan Pembelajaran Berdasarkan Masalah pada SubPokok Bahasan Pecahan Berikut ini contoh Rencana Pelajaran dan LKS model pembelajaran berdasarkan masalah pada subpokok bahasan Pecahan semester 1 SMP. Adapun prosedur-prosedur yang yang telah disebutkan tersebut dinamakan asesmen kinerja. Misalnya dengan asesmen kinerja dan peragaan hasil.

Hasil Belajar Siswa dapat menunjukkan kemampuan mengenal bilangan pecahan dan melakukan operasi bilangan pecahan. dan pemberian tugas : Pendekatan kontekstual. diskusi. Kompetensi Dasar Mengenal bilangan pecahan dan melakukan operasi bilangan pecahan. 2. 3.37 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek Alokasi Waktu : : : : : SMP Matematika 1/I Pecahan 2 x 45 menit A. LKS C. Buku Siswa 2. Pendahuluan Model-model PembelajaranMatematika . 1. Kegiatan Belajar Mengajar Model Metode Pendekatan : Pembelajaran Berdasarkan Masalah : Ceramah. 1. penemuan terbimbing. Kelengkapan 1. Indikator Siswa diharapkan minimal dapat menjumlah pecahan yang penyebutnya sama. B.

38 a. Guru mendorong siswa menyajikan hasil pemecahan masalah dan membimbing bila menemui kesulitan. pecahan tak murni. e. b. Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesui. Fase 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah f. pecahan senilai. Penutup a. 3. Guru membantu siswa mengkaji ulang proses/hasil pemecahan masalah pada fase 1 sampai 4. dan pecahan campuran. pecahan murni. Membimbing/mengamati siswa dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 g. menemukan penjelasan dan pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1. Fase 5 : Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah h. Model-model PembelajaranMatematika . Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya. Fase 2 : Mengorganisir siswa untuk belajar b. Fase 3 : Membantu siswa memecahkan masalah d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan. Guru membagi siswa kedalam kelompok 3 atau 4 orang c. Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut. Kegiatan Inti Fase 1 : Mengorientasikan siswa pada masalah a. Guru menghubungkan pelajaran sekarang dengan yang lalu dengan menanyakan tentang pengertian pecahan. Guru mengajukan masalah yang ada di LKS dan meminta siswa mempelajari masalah tersebut. Membimbing siswa untuk merangkum materi pelajaran. 2.

……. Kumpulkanlah sebanyak mungkin benda-benda tersebut. atau delapan bagian yang sama? Buatlah daftar benda-benda yang dapat digunakan untuk mengilustrasikan/menjelaskan pembuktian operasi pecahan. coklat batangan. dan lain-lain. atau pecahan.39 b. penggaris. atau menggunakan Model-model PembelajaranMatematika . Misalnya. Bagaimana biasanya benda-benda tersebut dibagi menjadi dua bagian yang sama. tiga bagian yang sama. Pecahan Proyek : Penelitian Perhatikan benda-benda yang ada di sekelilingmu yang nampak terbagi ke dalam bagian-bagian yang sama.. LEMBAR KEGIATAN SISWA Nama Kelompok :………………. menggunakan sebuah gelas ukur untuk menjumlahkan pertigaan dari secangkir air. Meminta siswa untuk berlatih di rumah menyelesaikan soal-soal latihan yang ada pada buku siswa. roti. Tanggal:…. Contoh benda-benda yang dibagi ke dalam bagian yang sama adalah NAMA BENDA Roti JENIS PEMBAGIAN 8 bagian yang sama Proyek : Demonstrasi Gunakan benda-benda yang telah kamu kumpulkan untuk membuat suatu presentasi guna menunjukkan penjumlahan pecahan-pecahan yang penyebutnya sama. Kamu dapat menggunakan sebuah penggaris untuk menjumlah perdelapanan dari satu inci.

Jelaskan dengan singkat tahap-tahap pembelajaran berdasarkan masalah! 4. Mengapa etika perlu mendapatkan perhatian khusus di dalam pembelajaran berdasarkan masalah? 7. Apa sajakah yang merupakan lingkungan belajar dan tugas manajemen dalam pembelajaran berdasarkan masalah? 5. Berdasarkan pemahaman pembelajaran kontekstual pada modul sebelumnya. Latihan 1. berikanlah contoh lain dari materi matematika SMP yang sesuai diajarkan dengan model pembelajaran berdasarkan masalah. Kegiatan-kegiatan apakah yang perlu dilakukan dalam merencanakan program pembelajaran yang bercirikan pembelajaran berdasarkan masalah? 3. 9. Selain contoh yang telah diberikan. Jelaskan. Jelaskanlah alasan jawaban tersebut! 10. Mengapa dalam pembelajaran berdasarkan masalah. prinsip CTL apa saja yang dapat dimunculkan pada model pembelajaran berdasarkan masalah. siswa harus diajarkan agar dapat bekerja mandiri maupun bekerjasama? 6.40 jam untuk menjumlahkan perlimaan dari satu jam. Pastikan kamu membuktikan bahwa dua pecahan dijumlahkan mendapat hasil yang diharapkan. Tuliskan ciri umum model pembelajaran berdasarkan masalah 2. Buatlah rencana pelajaran model pembelajaran berdasarkan masalah yang sesuai dengan contoh yang diberikan pada butir 9! Model-model PembelajaranMatematika .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful