P. 1
PORTOFOLIO SOSIOLOGI PEDESAAN (UAS)

PORTOFOLIO SOSIOLOGI PEDESAAN (UAS)

|Views: 408|Likes:
Published by bayudamayanti

More info:

Published by: bayudamayanti on Apr 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

PORTOFOLIO SOSIOLOGI PEDESAAN

Disusun Oleh : Bernadeth Angel 150310080077

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2010

I. RUANG PEDESAAN 1.1 Pengertian Pedesaan Menurut Sutardjo Kartodikusuma pedesaan adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri. Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. Sedangkan menurut Paul H. Landis desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri-ciri mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa, ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan, cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan. 1.2 Pengertian Perkotaan Perkotaan adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orangorang yang heterogen kedudukan sosialnya. Max Weber kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal. Dwigth Sanderson kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih. Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan. 1.3 Pengertian Sosiologi Pedesaan Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk didalamnya perubahan sosial dalam perkembangannya melahirkan berbagai teori sosiologi dan berbagai cabang sosiologi. Priyotamtomo (2001) mendeskripsikan bahwa sosiologi pedesaan merupakan suatu studi yang melukiskan hubungan manusia di dalam dan atar kelompok yang ada di lingkungan pedesaan. Sosiologi pedesaan adalah sosiologi yang tentang struktur dan proses-proses sosial yang terjadi di pedesaan. Bidang kajian ini menekankan pada masyarakat pedesaan dan segala dinamikanya yang antara lain mencakup struktur sosial, proses sosial, mata pencaharian, pola perilaku, serta berbagai transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

1.4 Pebedaan Pedesaan dan Perkotaan • Tipologi Ekologi Ekologi di pedesaan, ruang pedesaan berada di luar/ sekeliling perkotaan (hinterland). Sedangkan ekologi perkotaan dikelilingi oleh ekologi pedesaan. • Tipologi Teknologi

Di Pedesaan perkembangan teknologi tidak secanggih perkembangan teknologi di perkotaan karena di pedesaan masih memakai cara tadisional, sedangkan teknologi di perkotaan sudah memakai teknologi canggih seperti mesin tanam padi sehingga petani lebih efisien dan efektif dalam menanam padi. • Tipologi Intervensi

Intervensi adalah sebuah istilah dalam dunia politik dimana ada negara yang mencampuri urusan negara lainnya yang jelas bukan urusannya. Intervensi perkotaan dapat berpengaruh di pedesaan karena intervensi pembangunan masyarakat pedesaan biasanya dimulai dari tahapan pengembangan kebutuhan akan perubahan. Keterbatasan masyarakat desa harus mampu sediakan pemerintah untuk mempercepat suatu proses pembangunan masyarakat di pedesaan sehingga intervensi perkotaan dapat mempengaruhi intervensi pedesaan. Sedangkan intervensi pedesaan terhadap perkotaan tidak terlalu berpengaruh dan cenderung tidak ada intervensi dari pedesaan. • Tipologi Sumber Energi

Sumber energi di pedesaan melimpah sedangkan sumber energi di perkotaan susah dicari atau dapat dikatakan langka karena sebagian besar sumber energinya sudah dipergunakan oleh masyarakat kota yang lebih banyak daripada masyarakat desa. • Tipologi Tenaga kerja

Tenaga kerja di pedesaan tidak seproduktif dan sekreatif tenaga kerja di perkotaan karena lebih banyak tenaga kerja di pedesaan sebagai petani yang bekerja lebih mengandalkan tenaga dalam bertani. Sedangkan tenaga kerja di perkotaan lebih kreatif dan produktif dalam berwirausaha. • Tipologi Lahan

• Tipologi orientasi ekonomi Tipologi Sumber Modal Di pedesaan sumber modal terbatas. Sedangkan lahan di perkotaan semakin menyempit dikarenakan lahan di perkotaan dimanfaatkan lebih banyak sebagai lahan industri dan pemukiman masyarakan kota. • modal. sedangkan di perkotaan banyak menyediakan sumber Orientasi pengembangan ekonomi di pedesaan dapat diorientasikan dari peningkatan pendidikannya sehingga orientasi pengembangan ekonominya dapat berkembang. • Tipologi Manajemen Manajemen di pedesaan bersifat homogen yang tentunya berbeda dengan manajemen di perkotaan yang terstruktur dan terorganisasi secara spesifik dan sesuai dengan spesialisasi manajemennya. . • Tipologi Penggerak Ekonomi Penggerak ekonomi di pedesaan ialah di bidang pertanian yang dapat membantu dan menjadi pemasukkan perekonomian di pedesaan. • Tipologi aktivitas ekonomi Pedesaan lebih ke aktivitas ekonomi di bidang pertanian sedangkan perkotaan lebih ke perindustriaannya. Sedangkan penggerak ekonomi di perkotaan ialah di bidang teknologi dan industri. • Tipologi akses Akses di Pedesaan lemah terhadap sumberdaya produktif. Sedangkan akses di Perkotaan kuat terhadap sumber daya produktifnya.Lahan di pedesaan masih luas dan banyak dmanfaatkan sebagai lahan pertanian. Sedangkan orientasi ekonomi di perkotaan dilakukan dengan pengembangan diri dalam berwirausaha agar dapat membuat lapangan kerja baru sehingga dapat mengurabgi angka pengangguran di perkotaan.

Benarkah pedesaan basis sumberdaya alam? Benar. misalnya saja serikat buruh. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut. misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk sistem politik. pola interaksinya lebih condong ke arah vertikal. Sebaliknya solidaritas pada masyarakat perkotaan justru terbentuk karena adanya perbedaanperbedaan dalam masyarakat. sistem politik adalah subsistem dari sistem sosial. prestasi seseorang lebih penting daripada asal-usul keturunannya. seperti kesamaan adat kebiasaan. pelayanan sosial. sehingga orang terpaksa masuk ke dalam kelompok-kelompok tertentu.• Tipologi Pola Hubungan Sosial Pada masyarakat pedesaan. 2. karena di pedesaan memiliki sumberdaya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pemukiman perdesaan. sistem feodal masih berpengaruh. banyak dipengaruhi oleh sistem kekeluargaan. lahan untuk bidang pertanian dan sebagainya. himpunan pengusaha atau persatuan artis. Benarkah pedesaan basis demografi? Iya. pola interaksinya horisontal. Pertanyaan-pertanyaan 1. • Tipologi solidaritas sosial Kekuatan yang mempersatukan masyarakat pedesaan timbul karena adanya kesamaan-kesamaan kemasyarakatan. pelayanan jasa pemerintahan. 3. • Tipologi sistem politik Dalam perspektif sistem. Pola interaksi pada masyarakat kota juga dipengaruhi individualitas. kesamaan tujuan dan kesamaan pengalaman. karena pedesaan dihuni sejumlah kecil penduduk dengan kepadatan yang rendah. Sedangkan pada masyarakat perkotaan. Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara elemen-elemen pembentuknya. Benarkah kelembagaan dipedesaan statis? Dan benarkah masyarakat pedesaan guyub dan solid? .

terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah tidak berlaku. MASYARAKAT PEDESAAN 2. Benarkah akses pedesaan lemah? Benar. baik secara perseorangan maupun secara kelompok. karena kurangnya fasilitas dan jalur transportasi yang masih kurang memadai sehingga mengakibatkan akses pedesaan menjadi lemah. yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. bersifat guyub (kekeluargaan). Kenapa pedesaan menjadi basis kemiskinan? Pedesaan menjadi basis kemiskinan karena pedesaan identik dengan kemiskinan. 5. keterbelakangan dan kebodohan. Tetapi dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi. Tekanannya disini terletak pada adanya pranata sosia.2 Karakteristik Masyarakat Pedesaan Masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat.Benar. Karateristik masyarakat desa adalah sederhana.1 Pengertian Masyarakat Masyarakat adalah suatu kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu. menjunjung tinggi nilai kesopanan. kelembagaan di pedesaan bersifat statis karena aspek-aspek kultural lebih dulu terbentuk dibandingkan aspek-aspek strukturalnya dan benar adanya bahwa masyarakat di pedesaan guyub dan solid karena memiliki rasa solidaritas yang tinggi. tertutup dalam keuangan. tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. 4. 2. sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa. Pada situasi dan kondisi tertentu. menghargai janji dan bersifat gotong royong. yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. lugas. Pranata sosial disini dimaksudkan sebagai perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat. mudah curiga. II. Pertanyaan-pertanyaan .

4. bagaimana pandangan anda tentang kebudayaan masyarakat pedesaan? Menurut saya. Gambarkan sebuah struktur dan stratifikasi sosial masyarakat pedesaan? Struktur sosial adalah pola perilaku berulang-ulang yang menciptakan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat. Ada dua ciri dari struktur sosial. Adat istiadat yang ada sudah turun temurun beredar di msyarakat. maka apa perbedaan masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan ? Perbedaan masyarakat desa dan kota adalah : Masyarakat Pedesaan System kekerabatan tinggi Mobilitas masyarakat rendah Perilaku berorientasi pada tradisi dan status Kesatuan dan keutuhan cultural Kolektivisme Memiliki rasa khawatir thdp masukny hal baru Masyarakat Perkotaan System kekerabatan agak longgar Mobilitas masyarakat inggi Rasionalitas dan fungsi Kebauran dan diversifikasi cultural Individualisme Menyenangi hal-hal baru (tantangan) 3. Setelah mempelajari definisi dan ruang lingkup kebudayaan. Penggunaan bahasa juga menggunakan bahasa daerah setempat.1. Tetapi terdapat juga beberapa kendala dalam kebudayaan masyarakat pedesaan. maka yang dimaksud dengan masyarakat pedesaan adalah ? Masyarakat pedesaan adalah sekelompok manusia yang saling berinteraksi dan tinggal dalam satu komunitas pedesaan. Jika definisi masyarakat di atas kita kaitkan dengan tugas 1 (perbedaan pedesaan dengan perkotaan) pada modul 1. kebudayaan yang terdapat pada masyarakat desa sangat kental. sehingga diperlukan usaha lebih lanjut untuk menanamkan teknologi baru dalam kehidupan masyarakat. yakni . 2. Masyarakat pedesaan sangat memegang normanorma dan terikat dengan system religi yang tinggi serta nilai sosial dan kemasyarakatan. yang dimana pada umumnya memiliki system kekerabatan yang sangat tinggi serta terikat kuat pada norma dan adatistiadat yang ada. Kendalanya adalah masyarakat masih kurang baik dalam hal pendidikan maupun adopsi inovasi. Jika defenisi masyarakat diatas kita kaitkan dengan defenisi ruang pedesaan pada modul1.

Hasil tangkapan di laut dibagi menurut peraturan tertentu yang berbeda-beda antara juragan yang satu dengan juragan lainnya. Nelayan yang umumnya memulai usahanya dari bawah. dan bahan makanan untuk dapur keluarga yang ditinggalkan selama berlayar. tetapi memiliki tenaga yang dijual kepada nelayan juragan untuk membantu menjalankan usaha penangkapan ikan di laut. yang disebut tauke (toke) atau cakong. Hubungan kerja antara nelayan ini berlaku perjanjian tidak tertulis yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu. semakin lama meningkat menjadi nelayan juragan. yaitu: • Nelayan juragan. nelayan juragan darat yang mengendalikan usahanya dari daratan. dan orang yang memiliki perahu. setelah dikurangi semua biaya operasi. alat penangkap ikan dan uang tetapi bukan nelayan asli. tetapi meminjam dari pelepas uang dengan perjanjian tertentu. Nelayan ini sebagian besar tidak mempunyai modal kerja sendiri. Dapat dibagi tiga jika dilihat dari sudut pemilikan modal. Nelayan ini hanya mempunyai perahu kecil untuk keperluan dirinya sendiri dan alat penangkap ikan sederhana. Nelayan ini merupakan nelayan pemilik perahu dan alat penangkap ikan yang mampu mengubah para nelayan pekerja sabagai pembantu dalam usahanya menangkap ikan di laut. yaitu nelayan yang tidak memiliki alat produksi dan modal.status yang merupakan kumpulan hak dan kewajiban dan peran tindakan menjalankan hak dan kewajiban. karena itu disebut juga nelayan perorangan atau nelayan miskin. • Nelayan pemilik merupakan nelayan yang kurang mampu. Nelayan juragan ada tiga macam yaitu nelayan juragan la ut. • Nelayan pekerja. Nelayan ini mempunyai tanah yang digarap pada waktu musim paceklik. Juragan dalam hal ini berkewajiban menyediakan bahan makanan dan bahan bakar untuk keperluan operasi penangkapan ikan. Nelayan juragan Nelayan Pekerja Nelayan Pemilik Contoh struktur . Nelayan ini disebut juga nelayan penggarap atau sawi (awak perahu nelayan). Nelayan ini tidak memiliki tanah untuk digarap pada waktu musim paceklik (angin barat).

Akomodasi. adanya . dan menguasai bagian sawah komunal. suatu keadaan hubungan antara kedua belah pihak yang menunjukkan keseimbangan yang berhubungan denagn nilai dan norma norma sosial yang berlaku di masyarakat. pekarangan sendiri. bersama golongan pemilik tanah yasan. tetapi belum mempunyai bagian sawah. Lapisan di bawahnya lagi adalah mereka yang tidak mempunyai tanah pertanian. Lapisan ketiga adalah kuli kendo. • • • Lapisan kedua adalah kuli kenceng. bujang.Kepala Desa Wakil Kepala Desa Sekretaris Bendahara Struktur dan stratifikasi sosial masyarakat pedesaan • Lapisan pertama adalah golongan elit desa. Golongan ini disebut mondok-empok. Persaingan. Mereka hidup bersama majikannya. Lapisan terbawah adalah mereka yang sama sekali tak memiliki apapun kecuali tenaganya. masyarakat desa dikenal memiliki kerjasama yang tinggi dan gotong royong serta hubungan sosialnya juga masih bersifat guyub (kekeluargaan). Sebagian besar bekerja sebagai buruh tani. disebut magersan. tidak mempunyai pekarangan. Identifikasi dan analisis bentuk-bentuk interaksi sosial pada masyarakat pedesaan ? Bentuk interaksi sosial masyarakat pedesaan adalah : – – – – Kerjasama. Factor-faktor yang membuat dinamika kelembagaan adalah adanya tindakan aksi yang menginginkan adanya perubahan yang terjadi di dalam kelembagaan tersebut. tetapi tidak memiliki rumah dan pekarangan yang dengan istilah setempat disebut gundul (tetapi jumlah lapisan ini sangat kecil). atau dengan istilah setempat lain. Konflik. tlosor. tetapi mempunyai rumah sendiri yang didirikan di atas pekarangan orang lain. yaitu mereka yang mempunyai rumah sendiri. Lapisan berikutnya adalah mereka yang memiliki tanah pertanian. yaitu penguasa desa yang menguasai tanah bengkok. yaitu mereka yang mempunyai rumah dan pekarangan sendiri. merupakan bentuk persaingan yang berkembang kearah negative. • • 5. merupakan suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang saling bersaing mencari keuntungan.

Hardware memberi kesempatan software apa yang dapat dioperasikannya. integrasi antar bagian.hubungan antar peran. struktur umum.2 Aspek cultural dan aspek structural dalam kelembagaan Aspek kultural terdiri dari hal-hal yang lebih abstrak yang menentukan jiwa suatu kelembagaan yaitu nilai. dan aturan. ekonomi. pola kekuasaan. dan lain-lain. orientasi. dan peraturan peraturan/kesepakatan kesepakatan kolektif yang berlaku pada masyarakat. yang berisi struktur. Kelembagaan berfungsi sebagai alat untuk memfasilitasi kegiatan bersama dalam mencapai tujuan kemajuan sosial ekonomi dalam pembangunan. berikut organisasi/institusi (formal. doktrin. baik yang dibentuk secara sepihak.intervensi dari luar. adat istiadat. peran. dan aspek struktural adalah hardware-nya. tekanan dari luar serta adanya kompetisi antar lembaga berupa konflik kepentingan perubahan itu sendiri. ide. Pada awalnya kelembagaan diartikan sebagai lembaga kemasyarakatan (social institution) atau pranata sosial. non formal. klik. maupun dibangun secara partisipatif. dan lain-lain. secara fungsional. kepercayaan. profil. . Pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusosial berpusat sat kepada aktivitaskepada aktivitas--aktivitas untuk memenuhi kompleksaktivitas kompleks--kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat (Koentjaraningrat). aspek solidaritas. dan informal sebagai wadahnya yang eksis secara sosial.Kedua aspek ini secara bersama-sama membentuk dan menentukan perilaku seluruh orang dalam kelembagaan tersebut. selemah atau sekuat apapun ia. kebutuhan. 3. hubungankegiatan dengan tujuan. aspek kultural adalah softwarenya. Keduanya. norma norma. III. merupakan komponen pokok yang selalu exist dalam setiap kelompok sosial. aspek struktural lebih statis. keinginan. adanya perubahan produksi. norma. Sementara. gagasan. Pranata sosial menunjuk pada adanya unsur--unsur yang mengatur perilaku warga masyarakat. struktur kewenangan. namun sekaligus juga membatasi. keanggotaan. administratif.1 Pengertian Kelembagaan Kelembagaan adalah kesatuan nilai nilai. moral. dan secara struktural. KELEMBAGAAN PEDESAAN 3. Jika dianalogkan kepada sistem komputer. perbandingan struktur tekstual dengan struktur riel.

1 Pembangunan pedesaan Pembangunan pedesaan merupakan suatu proses pemberdayaan komunitas dan potensi prouktif di wilayah pedesaan. maka dinamikanya juga ditentukan oleh proses dan pola perubahan yang terjadi. dan upaya mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang efektif dan kokoh. IV. dan adanya kepala daerah yang dipilih sendiri oleh masyarakat daerah melalui suatu pemilihan yang bebas. memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) sendiri. Prasyarat yang harus dipenuhi untuk mencapai hal tersebut diataranya pemerintah daerah harus berotonomi. memiliki badan perwakilan yang mampu mengontrol eksekutif daerah. dengan sendirinya situasi ini juga menuntu hadirnya lembaga-lembaga baru yang mampu melayani tercapainya kebutuhan baru itu. dan aspek di luar pedesaan (fisik dan non fisik. Pembangunan pedesaan bersifat multi aspek oleh karena itu perlu di analisis atau secara lebih terarah dan serba keterkaitan dengan bidang sektor. PEMBANGUNAN PEDESAAN 4. akuntabilitas pemerintah lokal. Otonomi daerah sendiri bisa diakui ketika daerah memiliki teritorial kekuasaan yang jelas. Pembangunan ini harus dilihat sebagai upaya mempercepat pembangunan pedesaan melalui penyediaan prasarana dan sarana untuk memberdayakan masyarakat. Dan tuntutan terhadap pemenuhan kebutuhan baru tersebut belum tentu dapat dipenuhi oleh lembaga-lembaga lama. Apakah Kelembagaan Bersifat Statis atau Dinamis? Faktor-faktor apa yang mempengaruhi dinamika kelembagaan pedesaan? Kelembagaan merupakan fenomena yang dinamis.3 Otonomi Daerah Desentralisasi adalah sebagai suatu cara/alat untuk mewujudkan keseimbangan politik. Kelembagaan berubah seiring dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. sosbud dan non spasial).3. Sebab perubahan atau perkembangan cenderung mengakibatkan munculnya kebutuhan-kebutuhan baru. dan pertanggungjawaban pemerintah lokal. ekonomi dan non ekonomi. Mengingat fungsinya yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan tertentu anggota masyarakat. Keberadaan otonomi daerah berhubungan langsusng dengan masyarakat dan sebagai tombak pembangunan desa menuju kearah yang lebih baik. Maka. Tujuan pembanguan pedesaan jangka pendek adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan ekonomi dan .

Pembangunan pedesaan dari atas menjadikan pedesaan dan masyarakatnya sebagai objek (dianggap tidak tahu apa-apa). melemahnya peran kelembagaan dan pengetahuan lokal. SOSIODEMOGRAFI 5. berlandaskan pada semangat kemandirian. seperti erosi modal sosial. partisipatif. Pembangunan pedesaan dilakukan dengan pendekatan secara multisektoral (holistik). struktur dan kultur masyarakat pedesaan yang dilakukan secara sistematis (linear) oleh orang luar dengan instrumen rekayasa yang juga didatangkan dari luar. meningkatnya kesenjangan antar kelas sosial. melemahnya ikatan solidaritas sosial. perencanaan bersifat blueprint. terganggunya keseimbangan ekosistem dan mahalnya biaya pembangunan. meningkatnya tingkat ketergantungan akibat memudarnya kemandirian. Pendekatan lainnya adalah pembangunan partisipatif (bottom up). Salah satu dari pendekatan tersebut adalah pembangunan pedesaan dari atas (top down). Pendekatan top down merupakan suatu proses rancang bangun sumberdaya. Hal terpenting dalam pemberdayaan adalah partisipasi aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan diri mereka sendiri. Hal ini dapat menimbulkan berbagai kehancuran dalam tatanan masyarakat pedesaan.2 Pendekatan Pembangunan Pedesaan Ada beberapa pendekatan yang dilakukan pemerintah maupun pihak lain dalam melakukan pembangunan di suatu pedesaan. tidak memperhatikan keragaman masyarakat. tidak berkelanjutan dan tidak transparan. berwawasan lingkungan dan berkelanjutan serta melaksanakan pemanfaatan sumberdaya pembangunan secana serasi dan selaras dan sinergis sehingga tercapai optimalitas.1 Pengertian Sosiodemografi . V. Partisipasi menunjukkan redistribusi baik kontrol atas sumber-sumber maupun kontrol atas kekuasaan yang disetujui oleh mereka yang hidup dengan kerja produktif sendiri.pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya alam. 4.

Berangkat pagi dan pulang di sore hari. Masyarakat yang berpaham materialis cenderung individualis. sosial dan fisik. lahan pertanian semakin sempit. sering menangis. guru. 5. Pada saat ini telah berlaku zaman emansipasi. Orang akan bersaing untuk bisa unggul dari dari segi materi tanpa peduli dengan kepentingan orang lain.3 Gender Gender adalah kajian tentang tingkah laku perempuan dan hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan. sulit tidur atau malah tidur berlebihan. . Teori transisi demografi menjelaskan bahwa suatu masyarakat yang mengalami proses industrialisasi akan melewati tiga tahap: tahap 1 (tahap praindustri yang ditandai tingkat kelahiran dan tingkat kematian tinggi dan stabli). mortalitas. perkawinan. Apa yang dapat dilakukan oleh pria juga dapat dilakukan oleh wanita. tahap 2 (tahap transisi yang dicapai bidang kesehatan sehingga penduduk meningkat dengan cepat. kemurungan. polisi. dengan mata pencaharian utama penduduknya adalah sebagai petani. bisa berupa kelelahan. Stress merupakan reaksi tubuh pada diri seseorang akibat berbagai persoalan yang dihadapi. kehilangan atau meningkatnya nafsu makan. Lingkungan (masyarakat) juga dapat menjadi penyebab timbulnya stress. Urban adalah daerah transisi antara perkotaan dan pedesaan. Tindakan yang bertentangan dg rasa solidaritas kelompok atau pelanggaran thd perasaan ttg kasihan dan kejujuran. migrasi semacam ini disebut remitten atau perpindahan sementara. tapi pengaruh perkotaan dan modernitas lebih besar daripada desa. dokter. 5. Gejala-gejalanya mencakup mental.Sosiodemografi adalah data suatu lingkup masyarakat yang mencakup demografi dan wilayah suatu masyarakat berupa statistic.2 Rural Urban Migration (Migrasi Desa-Kota) Rural adalah daerah pedesaan. kelesuan. pedagang. dan perubahanperubahannya melalui komponen demografi yaitu fertilitas.. Mata pencaharian penduduk urban antara lain pegawai. dimana daerah ini didominasi oleh lahan pertanian. sakit kepala. Gender berbeda dengan seks atau jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang bersifat biologis. distribusi penduduk. dan tahap 3 (tingkat kelahiran dan kematian rendah dan stabil. dan wiraswasta. Mata pencaharian masyarakat rural umumnya adalah sebagai petani atau ada yang bekerja ke kota untuk bekerja. Kepekaan terhadapan lingkungan sosialnya sangat rendah. komposisi. migrasi dan mobilitas sosial. Demografi adalah ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik tentang besar.

Pertanyaan-pertanyaan : 2. Bagaimana grafik tingkat migrasi di Indonesia dari tahun 1970-2006? GRAFIK MIGRASI MASUK .1 Migrasi 1.

GRAFIK MIGRASI KELUAR .

.

3 juta). namun juga menghasilkan format budaya yang berbeda. Jawa Timur (3. Kalimantan.4 juta). Jika itu dibiarkan.8 juta) dan Riau (1. Bali. Perpindahan itu bukan hanya berlangsung di skala domestik. Migrasi masuk ke wilayah Jakarta (3. banyak di antara penduduk wilayah tersebut yang mungkin berpindah ke luar negeri dengan alasan untuk mencari rezeki. maka keutuhan nasional akan terganggu. Kebijakan nasional juga harus memperhatikan faktor yang mempengaruhi kondisi di pedesaan dan perkotaan pada setiap wilayah. Untuk itu diperlukan kebijakan pembangunan wilayah yang mencakup semua sektor dan mempertimbangkan betul keunggulan setiap daerah.5 juta). Jawa Barat (2. dan Nusa Tenggara dengan Sumatera. Bandingkan fenomena migrasi di pulau Jawa. Bila perbedaan itu tidak segera ditangani. Banten (1.2.3 juta).1 juta). 3. Bagaimana dengan tingkat migrasi internasional? Bandingkan antara migrasi internasional ke luar (emigrasi) dan ke dalam (imigrasi)? . migrasi keluar tertinggi terjadi di wilayah Jawa Tengah (5.1 juta). Sulawesi dan Papua? Dari hasil pengamatan terhadap graik tersebut.5 juta) menempati urutan tertinggi. Perbedaan tingkat pembangunan sosial dan ekonomi tak hanya mempengaruhi kondisi fisik. Sebaliknya. Sebenarnya bisa potensi demografis itu dikelola dengan baik akan memberi manfaat bagi perkembangan daerah dan pemerataan pembangunan secara nasional. Jawa Barat (3. dan Sumatera Utara (1. Mungkin karena di wilayah tersebut terdapat potensi ekonomi yang cukup besar. gejala penyimpang semakin mencolok bila kita menelusuri proses migrasi di kalangan penduduk. maka akan membuat suatu daerah mungkin tertinggal dan terbelakang dibanding daerah lain. agar tidak terjadi involusi sumber daya akibat urbanisasi yang tak terkendali.

sehingga peranan laki-laki dan perempuan dalam pembangunan pedesaan saat ini sudah agak adil. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa peran laki-laki dan perempuan dalam pembangunan di pedesaan sudah cukup adil namun peranan wanita belum seimbang dengan peranan laki-laki. Sedangkan sebagian besar wanita bekerja sebagai pekerja rumah tangga atau perawat. Tidak sedikit warga Negara Indonesia beremigrasi dengan tujuan mencari pekerjaan.Indonesia merupakan salah satu Negara yang banyak beremigrasi. 25 persen izin kerja yang diterbitkan bagi warga saing adalah untuk manager dan 72 persen untuk para professional. Berbeda dengan migrasi internasinal ke luar. Apakah peran laki-laki dan perempuan dalam pembangunan di pedesaan sudah adil? Peranan laki-laki dan perempuan dalam pembangunan di pedesaan saat ini masih belum begitu adil. Izin kerja tersebut dikeluarkan bagi warga asing yang memiliki keahlian dan kemampuan yang tidak mudah diperoleh di pasar tenaga kerja di Indonesia.2 Ketenagakerjaan 1. Emansipasi wanita di pedesaan yang telah mengalami kemajuan dapat terlihat dari kegiatan mereka dalam membantu pekerjaan di sawah. sedangkan perempuan harus terus di rumah untuk melakukan pekerjaan rumah dan tidak diperbolehkan untuk mengikuti kegiatan pembangunan pedesaan.000 tenaga kerja asing setiap tahunnya memperoleh izin kerja di Indonesia. masih banyak pula rumah tangga yang pembagian peranan antara laki-laki dan perempuannya tidak adil. namun ada juga yang bertujuan untuk mencari ilmu. Lelaki harus terus diluar rumah untuk mencari nafkah. Pada tahun 2003. 2. Para pekerja pria umumnya bekerja di bidang pertanian. . tetapi dengan kondisi dunia yang modern saat ini emansipasi wanita semakin berkembang. pembudidayaan maupun pemanenan. Bahkan pada saat memasarkan pun wanita sudah banyak yang langsung menjajakan sendiri ke pasar tanpa bantuan pria. hal ini berhuibungan dengan jumlah kepadatan penduduk yang cukup besar. dan lain-lain pun sudah menunjukkan bahwa tidak hanya laki-laki yang berperang dalam pembangunan di pedesaan. konstruksi atau produksi. Sekitar 20. baik pada saat persemaian. PKK. Namun. Sebagian besar pekerja migran dari Indonesia memiliki tingkat pendidikan rendah dan bekerja di bidang pekerjaan yang tidak membutuhkan keterampilan. Banyaknya oraganisasi wanita seperti koperasi. penanaman.

Pendidikan yang diperoleh oleh orang miskin di desa tidak dimanfaatkan oleh penduduk kota. b. Bagaimana menciptakan lapangan kerja dan usaha yang tepat bagi tenaga kerja muda di pedesaan? Untuk menciptakan lapangan kerja dan usaha yang tepat bagi pemuda di pedesaan harus dilakukan berbagai upaya. Melalui karang taruna maka pemuda di pedesaan akan lebih terarah untuk melakukan berbagai kegiatan. menanggulangi rendahnya penyerapan tenaga kerja usia muda. Karang taruna secara ekslpisit merupakan wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda yang bertujuan untuk mewujudkan generasi muda aktif dalam pembangunan nasional pada umumnya dan pembangunan bidang kesejahteraan sosial pada khususnya. mendistribusikan hirarki kekuasaan dengan melibatkan secara aktif masyarakat miskin. Program ini bertujuan menciptakan kaderkader wirausaha baru yang mandiri. memperluas kepentingan bersama. Melaksanakan program Pemuda Mandiri Pencipta Lapangan Kerja Pedesaan (PMPLKP) seperti yang digulirkan oleh Pemprov Jabar. produktif. Sekolah tidak hanya berporos di pusat tetapi membangun inti pembangunan di desa. dan beretos kerja tinggi. PMPLKP diharapkan menjadi lokomotif pengembangan perekonomian desa. Selain itu sasaran PMPLKP ini untuk mengurangi pengangguran. Nilai dan preferensi kaum profesional merupakan sasaran . memberikan kepercayaan kepada masyarakat. antara lain : a. Salah satu kunci penggerak arus balik adalah desentralisasi yang memusatkan kekuatan yang sebelumnya dipegang oleh orang profesional di perkotaan. Pembinaan dan pengembangan generasi muda melalui karang taruna.2. salah satunya membuat program untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. 3. dan mengurangi laju urbanisasi. Sudah saatnya mengubah seluruh tatanan tersebut mulai dari tingkat pinggiran. mekanisme pasar dan perdagangan yang adil dengan menjangkau ruang yang semakin kecil. tetapi kembali untuk membangun desa di mana mereka dibesarkan. Bagaimana membalik arus tenaga kerja muda terdidik yang berasal dari pedesaan tetapi berada di perkotaan kembali ke pedesaan (brain drain)? Pembalikan arus dari desa ke kota harus dilakukan agar terjadi distribusi sumber daya dari pusat ke daerah.

Dengan atau tanpa otonomi daerah. Melalui desentralisasi ini pembuatan kebijakan yang menyangkut kehidupan kemasyarakatan didekatkan kepada masyarakat. demokratisasi dan penghormatan terhadap budaya lokal dan memperhatikan potensi dan keanekaragaman daerah. b. sebagai akibat lemahnya organisasi civil society. 4. Apakah dengan otonomi daerah yang menempatkan desa sebagai inti pembangunan dapat meningkatkan lapangan kerja di pedesaan dan dapat menekan angka migrasi? Tujuan peletakan kewenangan dalam penyelenggaraan otonomi daerah adalah peningkatan kesejahteraan rakyat.pertama dari upaya menggerakkan arus balik agar tidak terjadi pemusatan dan distribusi kemampuan yang tidak seimbang antara desa dengan kota atau pusat dengan daerah. Tetapi sampai saat ini masih belum terdapat kesamaan persepsi dalam memandang dampak dari otonomi daerah. Oleh karenanya. – Daerah tipe II Pada dasarnya tipe II merupakan daerah potensial untuk tumbuh. Hal ini akan dapat mempercepat pembangunan ekonomi sekaligus pemerataan pembangunan antar daerah. Prospek mobilitas penduduk antar daerah dalam kondisi otonomi daerah tersebut antara lain : a. diantaranya : – Daerah tipe I Pada daerah ini. Arus dan arah mobilitas penduduk sangat ditentukan oleh distribusi empat tipe daerah. pemerataan dan keadilan. kematangan dan kemandirian organisasi civil society akan mampu mengimbangai kekuatan struktur dan institusi pemerintah. Hal ini pada akhinya memunculkan sikap optimis dan pesimis yang berjalan bersamaan seiring dengan pelaksanaan otonomi daerah. Namun. jika pelaksanaan otonomi daerah mampu memacu lebih cepat pembangunan daerah sekaligus pembangunan nasional. maka di era otonomi daerah ini akan terjadi peningkatan volume mobilitas penduduk yang jauh lebih pesat dibandingkan peningkatan volume yang pernah dialami Indonesia pada masa lalu. penguatan pada struktur dan institusi pemerintah akibat . volume mobilitas penduduk akan terus meningkat seiring dengan peningkatan pembangunan.

daerah ini akan mampu menumbuhkan berbagai aktivitas perekonomian baru yang mendorong laju pembangunan daerah yang bersangkutan. – Daerah tipe III Dalam jangka pendek. Oleh karenanya. 2.otonomi daerah.karena yang mempunyai pengaruh besar terhadap berubahnya pola kosumsi suatu masyarakat berasal dari pengaruh global. Oleh karenanya. arus mobilitas penduduk ke daerah tersebut juga akan relatif terbatas. 2. – Daerah tipe IV Secara nyata tipe IV adalah daerah yang belum siap dalam memasuki era otonomi daerah.3 Pola Konsumsi 1. dengan berbagai inovasi atas keterbatasan sumberdaya alam yang mereka miliki. akan menimbulkan elite baru di daerah. Apakah pola konsumsi berpengaruh terhadap kemiskinan masyarakat pedesaan? atau sebaliknya? . Dalam konteks mobilitas penduduk. daerah ini akan menjadi daerah pengirim migran terbesar dan menerima migran masuk dalam jumlah yang relatif sedikit. Apakah di zaman sekarang pola konsumsi yang dipengaruhi kuat oleh faktor sosial budaya lokal (adat istiadat. informasi dan lain-lain yang memiliki dampak negative terhadap perilaku konsumsi masyarakat pedesaan. sedangkan pengaruh budaya local sama sekali tidak berpengaruh. pelaksanaan otonomi daerah belum akan mampu memacu lebih cepat pembangunan di daerah tersebut. 3. Namun demikian dalam jangka panjang. teknologi. daerah ini tidak akan tumbuh secepat yang diharapkan sesuai dengan potensinya. seperti pada masyarakat adat) turut berubah? Tidak. Bagaimana pendekatan untuk mengendalikan pola konsumsi yang tidak produktif di pedesaan? Dengan cara menciptakan kesadaran kolektif untuk memfilterisasi setiap pengaruh budaya kota seperti budaya.

likuidasi beberapa bank. Seiring dengan tingginya jumlah penduduk. penutupan perusahaan. Lahan pertanian yang semakin lama semakin sempit akhirnya mengalami kejenuhan dalam menampung tenaga kerja sehingga masalah pengangguran kembali muncul. Ketika terjadi peningkatan angka kemiskinan. hampir semua sektor ekonomi melemah terutama sektor industri. meningkatnya harga sembako.4 Kemiskinan 1. sehingga mereka menarik uangnya dari lembaga keuangan yang dianggap tidak stabil dan memindahkannya ke lembaga keuangan yang dianggap lebih aman. 2. tenaga kerja yang mengalami PHK kembali ke sektor pertanian sehingga sektor pertanian menguat.Ya berpengaruh. Kenapa tahun 1998 hingga 1999 jumlah rumah tangga miskin di Indonesia meningkat tajam? Suatu rumah tangga dikatakan miskin jika sebagian besar penghasilannya digunakan untuk membeli bahan pangan. Sebagai dampak dari melemahnya sektor tersebut. sehingga permintaan konsumen terhadap barang dan jasa menurun. Pada tahun 1997 Indonesia dilanda krisis moneter dimana nilai tukar rupiah terhadap dollar melemah. Peningkatan jumlah rumah tangga miskin di Indonesia pada tahun 1998-1999 diawali dengan peristiwa krisis moneter. sehingga membuat kinerja perekonomian Indonesia yang memiliki hutang dalam dollar dan mengandalkan pemasukan dalam rupiah menjadi collapse. . juga maraknya PHK. Hal tersebut mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengalami kerugian bahkan hingga gulung tikar. Namun hal itu juga tidak dapat berlangsung lama. dengan pola konsumsi konsumtif maka akan terjadi kemiskinan pada masyarakat pedesaan. Hal ini berdampak pada tingginya tingkat inflasi dan suku bunga. 2. maka semakin tinggi pula tingkat permintaan lapangan kerja yang tidak dibarengi dengan kemampuan sektor ekonomi menampung tenaga kerja tersebut. Sektor pertanian dapat menampung banyak tenaga kerja selama beberapa waktu. Seperti contohnya apabila sesorang ingin hidup mewah tapi kemampuan tidak ada maka akan mengakibatkan daya beli akan semakin menurun. sektor mana yang melemah dan sektor mana yang menguat? Ketika terjadi kemiskinan. Kejadian ini menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat. sehingga menurunkan daya beli masyarakat. Tingginya tingkat PHK terus berlangsung selama beberapa tahun.

banyaknya hutang Indonesia kepada negara lain yang diminta untuk segera dilunasi. maka krisis moneter pada tahun 1998 menyebabkan jumlah rumah tangga miskin di Indonesia meningkat tajam. Didasari situasi dan kondisi yang telah dijabarkan diatas. 4. Setelah pemerintahan Soeharto jatuh tetap tdak memperbaiki keadaan. banyak korban PHK yang bekerja pada sektor usaha informal. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena kejenuhan sektor pertanian menampung tenaga kerja. Kenapa tahun 1998 hingga 1999 jumlah rumah tangga miskin di Indonesia meningkat tajam? Pada tahun 2008 terjadi krisis moneter di Indonesia yang menyebabkan revolusi mahasiswa akan pemerintahan Soeharto menjadi ancaman nasional dan pada akhirnya berakhirlah rezin soeharto pada tahun 1998 tersebut. tidak memerlukan keahlian khusus. .3. Usaha di sektor informal menjadi pilihan karena beberapa faktor. karena pergantian kedudukan kabinet pemerintahan yang mendadak menyebabkan tidak matangnya kinerja para petinggi negara. menjahit. terutama para migran pedesaan? Sebagai akibat dari bangkrutnya beberapa perusahaan industri modern di perkotaan. jasa pengetikan. Menurut ILO (1998): “selama periode 1997-1998 terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 5. jamu gendong. Fampak krisis moneter tersebut berkepanjangan hingga tahun 1999. Karena banyaknya kepala rumah tangga yang tidak berpenghasilan dikarenakan kehilangan pekerjaannya dan harga kebutuhan bahanbahan pokok meningkat. sehingga dari tahun 1998 sampai 1999 jumlah rumah tangga miskin di Indonesia makin meningkat. pertanyaannya: kemana larinya para korban PHK tersebut. terjadinya inflasi. tukang ojek. juga tidak memerlukan perizinan khusus yang rumit. Akibatnya. Perusahaan-perusahaan memecat banyak karyawannya karena sudah tidak mempu mengupah mereka. seperti modal kecil. dan lain-lain. sehingga pemerintah Indonesia pun tidak bisa mengatasi krisis moneter pada saat itu. sehingga menimbulkan peningkatan yang sangat signifikan pada tingkat pengangguran di Indonesia. sebagian besar para pekerja yang pada umumnya sebagai buruh di perkotaan kembali ke pedesaan untuk bekerja sebagai petani.4 juta pekerja pada sektor industri modern”. voucher pulsa handphone. Bisa dibayangkan kacaunya perekonomian di Indonesia pada saat itu. Nilai tukar rupiah terhadap dolar anjlok. misalnya barang bekas. melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok dan banyaknya korupsi.

Sumberdaya tanah bersifat multifungsi dalam aktifitas kehidupan manusia di berbagai bidang.1 Konsep Agraria Agraria merupakan suatu hubungan antara manusia dengan sumber-sumber agraria serta hubungan antar manusia dalam rangka penguasaan dan pemanfaatan sumber-sumber graria. Sedangkan di bidang non-pertanian tanah digunakan sebagai tempat pemukiman. Secara kategoris. Prinsip dasar dari implementasi pembaruan agraria adalah untuk menciptakan sistem usaha pertanian yang berkeadilan. Penguasaan tanah oleh petani semakin menurun. Selain itu konsentrasi penguasaan sumber-sumber agraria oleh segelintir orang saja . Di bidang pertanian tanah digunakan sebagai lahan untuk berusahatani sehingga dapat menghasilkan produksi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan. konflik sosial pun semakin meningkat.5. baik di bidang pertanian maupun non-pertanian. Ketika terjadi peningkatan angka kemiskinan.2 Permasalahan Agraria Keberadaan tanah merupakan faktor yang sangat penting bagi masyarakat agraris. VI. pemerintah (sebagai representasi negara). DINAMIKA AGRARIA 6. Namun. subjek agraria dibedakan menjadi tiga yaitu komunitas (sebagai kesatuan dari unit-unit rumah tangga). perkantoran/jasa maupun tempat lainnya. begitu juga halnya dengan petani penyakap yang kesemuaannya dapat dikategorikan sebagai masyarakat miskin. ketika angka kemiskinan mengalami peningkatan sektor jasa dan properti melemah. efisien. dikarenakan daya beli masyarakat yang menurun drastis akibat meningkatnya kemiskinan di masyarakat. Maka. dan swasta (private sector). dampak peningkatan kemiskinan ini meningkatkan sektor kriminalitas karena tidak dapat terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat miskin sehingga banyak terjadi konflik sosial. dan berkelanjutan. sektor mana yang melemah dan sektor mana yang menguat? Ketika angka kemiskinan meningkat. 6. kondisi sosial-politik dan keamanan pun semakin rentan. Kondisi keamanan masyarakat pun semakin rentan dikarenakan meningkatnya sektor krimialitas. sehingga tidak sedikit masyarakat yang mengambil jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. jumlah petani gurem baik pemilik maupun penyewa semakin meningkat.

mencerminkan sifat sifat yang hidup dari kelompok manusia yang dilaksanakan sebagai alat pengawas. Nilai dan norma bekerja bersama untuk mengarahkan dan menentukan bagaimana anggota dari suatu budaya berperilaku sesuai dengan lingkungannya. yaitu : • Cara (Usage). Konflik agraria merupakan kenyataan yang kerapkali terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. nilai adalah suatu konsep yang memberikan makna dan menyediakan tuntunan untuk umat manusia sebagaimana mereka berinteraksi dalam lingkungan sosialnya. . karena didukung oleh berbagai undang-undang sektoral baik pada bidang perkebunan. • Tata Kelakuan (mores). kelautan. • Adat istiadat (custom). VII. Dalam konteks reforma agraria. Pelanggaran terhadap norma ini misalnya berupa celaan. 6.1 Sistim Nilai Menurut Giddens. Tujuan Reforma Agraria di atas bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat dan penyelesaian berbagai permasalahan bangsa. Norma mempunyai kekuatan yang mengikat yang berbeda beda mulai dari yang terkuat.3 Reforma Agraria Tanah merupakan komponen dasar dalam Reforma Agraria. Sedangkan norma adalah aturan atau perilaku yang merefleksikan atau menjelma dalam sebuah nilai budaya. • Kebiasaan (folkways). Pelanggaran terhadap norma ini misalnya berupa pengucilan. merupakan kebiasaan yang diulang ulang dalam bentuk yang sama yang merupakan bukti bahwa orang menyukai perbuatan tersebut. menunjuk pada suatu bentuk perbuatan. merupakan kebiasaan yang dianggap sebagai norma pengatur. STRUKTUR DAN PROSES SOSIAL 7.begitu mencuat. pertambangan. dan sebagainya. peningkatan produksi tidak akan mampu dicapai secara optimal apabila tidak didahului oleh landreform. Pada dasarnya tanah yang ditetapkan sebagai obyek Reforma Agraria adalah tanah-tanah negara dari berbagai sumber yang menurut peraturan perundang-undangan dapat dijadikan sebagi obyek Reforma Agraria. kehutanan. secara sadar maupun tidak sadar. oleh masyarakat terhadap anggota anggotanya. Konsep Reforma Agraria tidak lepas dari apa yang disebut dengan konsep Lanreform.

dan hak untuk memperoleh perlakuan khusus dalam kehidupan bersama. Pelapisan sosial muncul karena adanya sesuatu yang bernilai disbanding dengan lainnya. – Prestise.4 Interaksi Sosial Menurut Giddens. merupakan kepemimpinan karena kepercayaan masyarakat akan kemampuan seseorang untuk menjadi pemimpin. Ciri-ciri interaksi sosial : – – – – Ada pelaku dengan jumlah lebih dari satu orang Ada komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol simbol Ada dimensi waktu yang menentukan sifat aksi yang sedang berlangsung Ada tujuan tujuan tertentu Ada empat macam bentuk interaksi sosial yang ada dalam masyarakat : .2 Stratifikasi Sosial Menurut Sorokin. – Kepemimpinan informal. yaitu kepemimpinan yang tersimpul dalam suatu jabatan yang formal yang dalam pelaksanaannya harus berada di atas landasan atau peraturan resmi sehingga daya cakupnya agak terbatas. hak mendahului.3 Pola Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan hasil organisasi sosial yang telah terbentuk atau sebagai hasil dinamika interaksi sosial.7. stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas kelas secara bertingkat (hierarki). 7. Lebih fleksibel dengan ruang lingkup tanpa batas resmi. berarti hak istimewa. kepemimpinan dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu : – Kepemimpinan formal. interaksi sosial adalah suatu proses yang mana kita bertindak dan bereaksi atau memberikan respon terhadap orang orang disekitar kita. berarti kehormatan dan harus dikaitkan dengan suatu sistim sosial tertentu. – Previlege. kesempatan yang ada pada seseorang untuk melaksanakan kemauannya dalam suatu tindakan sosial. yaitu : – Kekuasaan. 7. Stratifikasi sosial memiliki tiga dimensi.

terjadi karena perasaan memegang peranan penting dalam mempertajam perbedaan perbedaan tersebut sedemikian rupa sehingga masing . merupakan usaha bersama antar orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama. – Akulturasi. bentuk persaingan yang berkembang ke arah negatif 7. suatu keadaan hubungan antara kedua belah pihak yang menunjukkan keseimbangan yang berhubungan denagn nilai dan norma norma sosial yang berlaku di masy. suatu bentuk proses sosial dimana didalamnya terdapat aktivitas tertentu yang ditujukan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami terhadap aktivitas masing masing – Persaingan. – Akomodasi.5 Proses Sosial Proses sosial merupakan suatu interaksi yang dapat memberi pengaruh timbal balik antar berbagai segi kehidupan bersama. – kontraversi. – Pertikaian (pertentangan). merupakan usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha usaha untuk mencapai kestabilan. suatu bentuk proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertentangan. – Asimilasi.– Kerjasama. – Akomodasi. – Pertentangan. merupakan suatu usaha dari seseorang untuk mencapai sesuatu yang lebih daripada yang lainnya. • Sedangkan proses sosial dissosiatif terdiri dari : – Persaingan. merupakan usaha untuk mengurangi perbedaan antar individu atau kelompok yang juga meliputi usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak. merupakan proses sosial dimana individu atau kelompok bersaing mencari keuntungan melalui bidang kehidupan yang pada masa tertentu. sikap dan proses mental dengan memperhatikan tujuan bersama. terjadi jika asimilasi menyebabkan perubahan dalam hubungan sosial dan pola adat istiadat serta interaksi sosial. Proses sosial yang assosiatif terdiri dari : – Kerjasama.

Berdasarkan potensi masing-masing daerah atau masyarakatnya. perpajakan. – Mobilitas sosial Vertical. keputusan pusat hanya berlaku untuk kegiatan nasional dan internasional (termasuk keuangan.1 Perencanaan Pembangunan Perencanaan pembangunan pedesaan merupakan integrasi dari perencanaan sosial. dua arah. fisik-teknis. monitoring dan evaluasi terhadap implementasi dan kendala bagi pencapaian tujuan. ekologi. kegiatan daerah hanya menyangkut perencanaan wilayah daerah (termasuk pedesaan). Perencanaan melibatkan beberapa kegiatan. Sedangkan yang kedua adalah model partisipatif (perencanaan terdesentralisasi). perencanaan bersifat partisipatif. pengambilan keputusan perencanaan pembangunan nasional dan daerah dilakukan secara terpusat oleh pemerintah pusat (nasional) atau pelaku kekuasaan saja (pemerintah)…perencanaan tidak melibatkan pelaku-pelaku pembangunan lainnya. model linear (perencanaan terpusat) perencanaan bersifat searah. Pembangunan pedesaan dilakukan dengan dua pendekatan.6 Mobilitas Sosial Mobilitas Sosial merupakan perubahan status sosial yang terjadi pada seseorang. yaitu perpindahan individu dari satu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat (vertical). yakni : – Mobilitas sosial horizontal. 7. . berbagi dan tepat guna yang cenderung melibatkan semua pelaku pembangunan (termasuk masyarakat). VIII. dsb). cenderung terpusat pada satu poros kekuasaan atau poros pelaku pembangunan. Mobilitas sosial terbagi dalam dua kategori. STRUKTUR DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN PEDESAAN 8. yaitu peralihan individu atau objek sosial lainnya dari satu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat ( horizontal). informasi dan institusi.masing pihak berusaha untuk saling menghancurkan dan menekan pihak lain yang menjadi lawannya. teknologi. ekonomi. formulasi strategi ke dalam rencana dan action. dan kebijakan lokal. implementasi rencana dan program. formulasi strategi. yakni identifikasi tujuan umum dan kenyataan. Yang pertama.

Opportunities. akses komunikasi. akses kesehatan. VIIII. Solusi tersebut memberikan gambaran tentang sistem yang baru. 2. Pendefinisian Masalah Dalam tahap ini masalah yang akan dipecahkan didefinisikan.2 Metode Perencanaan IRAP (integrated rural accessibility planning) merupakan perencanaan akses pedesaan secara terintegrasi. transek. mendefinisikan apa yang akan dilakukan dengan komputer dan apa yang akan dilakukan dengan secara manual. Identifikasi tentang ancaman juga harus diperhatikan. akses transportasi. METODE LINEAR DAN PARTISIPATIF 9. Untuk menganalisis pengembangan desa ke masa yang akan datang dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT (Strength. selain itu desa juga harus mampu menangkap peluang dan ancaman yang datang dari lingkungan eksternal d. Studi Kelayakan Studi kelayakan menyediakan satu atau lebih solusi konseptual bagi permasalahan. akses media massa. akses pada lembaga keuangan. Weakness (kelemahan). Weakness. Ada enam tahapan dalam metode siklus linear yaitu: 1. berdasarkan pengamatan dan inventarisasi kondisi potensi desa b. akses pasar. Ada tiga . Melalui analisis SWOT. Threats (ancaman). Akses pedesaan meliputi akses sumber-sumber produktif. yakni dengan melakukan pemetaan. seperti akses sumberdaya lahan. c. dan sebagainya. Selain itu dapat melakukan dengan teknik persiapan pengkajian desa (PRA). akses sumberdaya air. dapat diidentifikasi faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor-faktor eksternal (peluang dan ancaman) dalam upaya pengembangan desa. akses pendidikan. Opportunities (peluang).8. Dalam tahap ini didefinisikan pula input yang diperlukan sistem dan output yang akan dihasilkan. meliputi batasan persediaan dan penjualan . akses pelayanan. dan Threats) terhadap potensi desa. akses listrik. lokakarya desa. a. Strength (kekuatan).1 Metode Linear Siklus linear (linear cycle) terdiri dari rangkaian tahapan yang teratur. Suatu tahap tidak dapat dilakukan sebelum tahap sebelumnya selesai. akses sumber sarana produksi dan sebagainya. sebuah desa tentu juga memiliki berbagai kelemahan.

Dalam desain global solusi konseptual yang didapat dari studi kelayakan dilihat secara lebih detail. pembiayaan dan manfaat yang diharapkan. data sistem dan aliran informasi. diikuti dengan spesifikasi proses sistem yang sudah ada. 6. yaitu: kelayakan teknik. pendokumentasian prosedur. 3. serta spesifikasi program dan basis data. dan pengembangan antarmuka pemakai (user interface). Hasil akhir perancangan sistem adalah prosedur pemakai. dan kelayakan ekonomi. serta pendefinisian antarmuka (interface) antara pemakai dan komputer. Hasil akhir dari tahap ini adalah solusi konseptual. 4. Dari desain global dihasilkan solusi global. konfigurasi perlengkapan. spesifikasi program yang baru atau perubahan terhadap program yang sudah ada. Perancangan Sistem Yang dilakukan dalam tahap ini adalah memilih perlengkapan yang diperlukan untuk mengimplementasikan sistem. Pemeriksaan ulang dan pemeliharaan . penulisan dan uji-coba program. Fungsi-fungsi yang baru dibuat untuk menggantikan fungsi-fungsi yang sudah ada. 5. pengembangan dan implementasi. serta rincian prosedur pemakai yang menggambarkan bagaimana si pemakai akan menggunakan sistem. Analisa Sistem Dalam tahap ini dibuat suatu analisa detail dengan menggunakan teknik analisis seperti Diagram Alir Data (DAD) dan analisis data. yang meliputi kumpulan program kerja dan basis data yang sudah di inisialisasi. Tahap kedua adalah desain detail. dalam tahap ini akan dilakukan perancangan basis data dan modul program. kelayakan operasional. spesifikasi basis data. komponen-komponen yang dibentuk pada tahap pengembangan diterapkan dalam operasional. Perancangan sistem dilakukan dalam dua tahap. yakni desain global dan desain detail.hal yang harus dilakukan untuk menetapkan suatu kelayakan. Dalam implementasi. Hasil akhir dari analisis sistem adalah model detail sistem yang menggambarkan fungsi-fungsi sistem. Pembangunan Sistem Tahap pembangunan sistem dilakukan dalam dua tahap. Dari tahap ini akan diketahui rincian kebutuhan sistem. Selama tahap pengembangan dibentuk komponen-komponen sistem. input dan output didefinisikan dan digambarkan dengan jelas bagian mana yang bisa diotomasi atau manual. Keluaran dari tahap pembangunan sistem adalah implementasi sistem dan sistem kerja.

yakni metode pendekatan tentang kondisi dan kehidupan pedesaan dari. X. Stakeholder analysis. Melalui kajian permasalahan. metode ini digunakan untuk menentukan apa masalah dan kebutuhan suatu organisasi. 9. tujuan. – Beneficiary Assessment.Pemeriksaan ulang dilakukan untuk mengevaluasi apakah sistem yang dibangun telah memenuhi tujuan dan untuk melihat apakah manfaat yang diharapkan sudah tercapai. identifikasi dan analisis masalah. ZOPP mengembangkan rencana proyek yang taat azas dalam suatu kerangka logis. alternative dan peran. Pemeliharaan diperlukan untuk mengurangi kesalahan dalam sistem kerja dan untuk menghubungkan sistem dengan berbagai variasi dalam lingkungan kerjanya. Metode ini mempunyai kegunaan untuk meningkatkan kerjasama semua pihak yang terkait. – – – Metode PRA (Participatory Rural Appraisal). yakni perencanaan yang berorientasi pada tujuan. merumuskan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan sebagai dasar pelaksanaan proyek. PEMETAAN SOSIAL EKONOMI 10. Metode perencanaan partisipatif adalah – Metode ZOPP. Mutu hasil sangat bergantung pada informasi yang tersedia dan yang diberikan. untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan.2 Metode Partisipatif Pembangunan partisipatif adalah perencanaan yang bertujuan melibatkan kepentingan rakyat dan dalam prosenya melibatkan rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung.1 Pemetaan Sosial Pemetaan sosial (social mapping) didefinisikan sebagai proses penggambaran masyarakat yang sistematik serta melibatkan pengumpulan data dan informasi mengenai masyarakat . dan oleh masyarakat sendiri. merancang inisiatif dan menerima masukan untuk memperbaharui kualitas pembangunan. dengan. kelompok atau masyarakat setempat. mengetahui keadaan yang ingin diperbaiki melalui proyek. Monitoring dan Evaluasi Partisipasi. melibatkan kerjasama dengan masyarakat untuk mengumpulakna informasi. serta melahirkan rekomendasi.

sedangkan metode pemantauan cepat dan partisipatoris termasuk dalam penelitian mikro-kualitatif. Dalam wacana penelitian sosial. bahasa. kebiasaankebiasaan. pemantauan cepat (rapid appraisal) dan metode partisipatoris (participatory method). pendidikan. karakteristik masyarakat. motif yang menggerakkan tindakan masyarakat. XI. dll. kekuatan sosial yang paling berpengaruh.termasuk di dalamnya profile dan masalah sosial yang ada pada masyarakat tersebut. tempat memperoleh informasi. pandangan.2 Pendekatan Pemetaan Sosial Metode dan teknik pemetaan sosial yang akan dibahas pada makalah ini meliputi survey formal. Pemetaan sosial sangat dipengaruhi oleh ilmu penelitian sosial dan geography. kemampuan baca tulis. yakni jumlah penduduk. Salah satu bentuk atau hasil akhir pemetaan sosial biasanya berupa suatu peta wilayah yang sudah diformat sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu image mengenai pemusatan karakteristik masyarakat atau masalah sosial. – Data Geografi. yakni media yang dikenal dan digunakan. mata pencaharian. yakni topografi. yang ditandai dengan warna tertentu sesuai dengan tingkatan pemusatannya. – Pola komunikasi. yakni nilai-nilai dan kepercayaan yang dianut. dan perilaku terhadap intervensi luar. dll. MODERNISASI DAN INDUSTRIALISASI PEDESAAN . – Data psikografi. orang yang dipercaya. komposisi penduduk menurut usia. 10. anak terlantar. adat istiadat. rumah kumuh. informasi yang biasa dicari. mitos. pola hubungan sosial yang ada. misalnya jumlah orang miskin. pengalaman-pengalaman masyarakat terutama terkait dengan mitigasi bencana. agama. pengaruh lingkungan geografis terhadap kondisi sosial masyarakat. Pemetaan sosial diharapkan menghasilkan data dan Informasi tentang: – Data Demografi. aksesibilitas lokasi. sikap. gender. Pemetaan Sosial adalah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengenali kondisi sosial budaya masyarakat lokal atau disebut juga sebagai kegiatan orientasi sosial dan wilayah sasaran program CSP (Community Settlement Plan). dll. letak lokasi ditinjau dari aspek geografis. metode survey formal termasuk dalam pendekatan penelitian makro-kuantitatif.

cara.11. terutama di Asia. 11.1 Modernisasi Modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial yang biasanya merupakan perubahan sosial yang terarah yang didasarkan pada perencanaan. pemakaian pupuk kimia dan penerapan pestisida untuk menjamin produksi. praktek-praktek baru. Revolusi Hijau adalah sebutan tidak resmi yang dipakai untuk menggambarkan perubahan fundamental dalam pemakaian teknologi budidaya pertanian yang dimulai pada tahun 1950-an hingga 1980-an di banyak negara berkembang. Tahapan-tahapan Adopsi • Awareness (kesadaran) : sasaran mulai sadar tentang inovasi yang ditawarkan oleh penyuluh Interest (tumbuhnya minat) : keinginan untuk mengatahui lebih jauh sesuatu yang berkaitan dengan inovasi yang ditawarkan Evaluation (evaluasi) : penilaian terhadap baik/buruk ataumanfaat inovasi yeng telah diketahui informasinya secara lebih lengkap Trial (mencoba) : melakukan percobaan dalam skala kecil untuk lebih meyakinkan penilaiannya Adoption (adopsi) : menerima/menerapkan dengan penuh keyakinan berdasarkan penilaian dan uji coba yang telah dilakukan dan diamatinya sendiri • • • • Penelitian adopsi inovasi sangat diperlukan di bidang pertanian dalam rangka mengevaluasi “manfaat dan efektifitas” inovasi (teknologi. dan penggunaan varietas unggul sebagai bahan baku berkualitas. pengembangan dan kajian akhirnya diterapkan oleh client/target sasaran. 11. ide yang baru) yang dihasilkan melalui berbagai penelitian. Revolusi hijau mendasarkan diri pada tiga pilar penting: penyediaan air melalui sistem irigasi. Hasil peneltian adopsi dapat digunakan untuk “merancang strategi” penyebarluasan inovasi baru yang lainnya sehingga . atau obyek-obyek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat tani sasaran.3 Swasembada dan Ketahanan Pangan pertanian.2 Adopsi dan Inovasi Menurut Rogers dan Shomaker inovasi adalah ide-ide baru.

Dampak modernisasi dan industrialisasi di pedesaan : • • • • • Urbanisasi Terpinggirkannya pertanian tradisional Distribusi pendapatan yang tidak merata Perubahan-perubahan sosial masyarakat pedesaan Konsumerisme XII. dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan untuk konsumsi menurut norma gizi.4 Modernisasi Kelembagaan Modernisasi di bidang kelembagaan merupakan salah satu penunjang dalam proses pembangunan pedesaan karena dengan adanya pembahararuan yang terjadi di tingkat di kelembagaan akan berdampak pada modernisasi masyarakat pedesaan yang tentunya tanpa melupakan aspek-aspek sosial-budaya masyarakat pedesaan itu sendiri. Pembangunan desa adalah menghilangkan teknologi tradisional pedesaan dan program kedua memasukkan teknologi modern sebagai penggantinya. dengan mengutamakan kemampuan produksi dalam negeri. PROGAM PEMBANGUNAN DESA 12. Dengan adanya pembaharuan di kelembagaan pedesaan maka akan membnatu proses transformasi pemodernan pedesaan. 11. Tujuan Diadakan Transmigrasi – – Untuk meratakan persebaran penduduk di seluruh wilayah nusantara Untuk pertahanan dan keamanan / hankam lokal nasional . tersedia merata setiap waktu dan terjangkau oleh semua lapisan.1 Transmigrasi Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah yang padat penduduknya ke area wilayah pulau lain yang penduduknya masih sedikit atau belum ada penduduknya sama sekali.Swasembada pangan dideskripsikan sebagai kemampuan untuk menyediakan beragam pangan secara mandiri.

Transmigrasi Bedol Desa 12. Desa-desa yang dimasukkan dalam program yang pertama tersebut adalah desa-desa yang dianggap sangat miskin. Transmigrasi Spontan / Swakarsa 3. pembinaan ketahanan keluarga. Intinya ada dua macam. pengaturan kelahiran. peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. yaitu dukungan untuk perbaikan infrastruktur dan penyediaan dana khusus yang untuk memungkinkan masyarakat mengembangkan kemampuannya dan hidup secara mandiri. Transmigrasi Umum 2.– Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memberikan kesempatan merubah nasib.2 Keluarga Berencana KB dirumuskan sebagai upaya peningkatan kepedualian dan peran serta masyarakat melalui batas usia perkawinan. 12. Jenis-jenis / Macam-macam Transmigrasi 1. 12. Di setiap desa disediakan tenaga pendamping.3 Inpres Desa Tertinggal Inpres Desa Tertinggal (IDT) merupakan Program yang secara langsung menunjuk desa-desa tertinggal dan menyalurkan dananya langsung kepada masyarakat di desa. Pengembangan kelembagaan dilakukan secara .4 Penyerahan Irigasi kecil Peningkatan efisiensi pemanfaatan air irigasi membutuhkan pendekatan sistematis dan komprehensif Pendekatan yang diterapkan selama ini bias kepada aspek teknis dan terfokus pada pengelolaan di tingkat sumberdaya dan agregat.

cenderung homogen.6 Kewirausahaan Sosial Sebuah tanggungjawab untuk mendorong tumbuhnya kewirausahaan sosial dan mendorong usaha pemberantasan kemiskinan di Indonesia. IDT dievaluasi dan ditemukan bahwa kebutuhan masyarakat untuk terentaskan dari kemiskinan tidak hanya dengan tambahan modal usaha bagi warga masyarakat. dan meningkatkan kinerja pemerintah daerah. Kebijakan ekonomi sektor riil haruslah dilakukan dengan mempertimbangkan aspek lokalitas dan bertumpu pada proses pemberdayaan masyarakat. Program Pengembangan Kecamatan (PPK) merupakan salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan. sangat formal. Program yang mengusung sistem pembangunan bottom up planning yang diusulkan langsung dan dilaksanakan oleh masyarakat. memperkuat institusi lokal. dan mengakibatkan terjadinya kooptasi berlebihan terhadap kelembagaan lokal yang sesungguhnya memiliki kapabilitas untuk mewujudkan sistem pengelolaan irigasi yang efisien dan berlanjut.“top-down”. Akan tetapi yang dibutuhkan masyarakat asalah juga tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan ekonomi.5 PPK dan P4K Indikator Keberhasilan IDT adalah bila dana bantuan langsung masyarakat ( BLM ) diterima langsung oleh masyrakat secara utuh dengan tidak ada potongan. Salah satu tujuan dari didirikannya kewirausahaan sosial adalah . Reformulasi strategi dan pendekatan yang cocok untuk mewujudkan sistem kelembagaan yang memberikan bobot lebih besar kepada peran keswadayaan petani diharapkan dapat memperbaiki sistem pengelolaan irigasi. 12. 12.

Keseimbangan Usaha 3. adalah hubungan kemitraan antara kelompok mitra dengan perusahaan mitra dimana kelompok mitra bertindak sebagai plasma inti. POLA KEMITRAAN Pola kemitraan usaha pertanian yang telah direkomendasikan yaitu: a. sehingga saling memerlukan. 12. Meningkatkan kualitas sumberdaya kelompok 4. Pola inti plasma. menguntungkan dan memperkuat.• Peningkatan kemampuan masyarakat (Capacity Building) untuk mengatasi Menghubungkan sektor Ekonomi Rakyat dengan lembaga-lembaga perbankan Membangun jejaring kerjasama dengan Pemerintah Pusat dan Daerah untuk Membangun kerjasama saling menguntungkan dengan dunia usaha baik sektor Membangun jaring kerjasama diantara sesama lapisan dan sektor masyarakat dengan lembaga philantropi nasional maupun internasional bagi masalahnya sendiri • agar mendapatkan pelayanan keuangan. Meningkatkan kemampuan usaha. Meningkatkan skala usaha dan 5. Meningkatkan pendapatan 2. • keuangan maupun sektor riil. sehingga kelompok tani/petani menjadi kelompok tani/ petani yang tangguh dan mandiri.7 Kemitraan Usaha Kemitraan Usaha adalah jalinan kerjasama usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha kecil dengan pengusaha menengah/besar (Perusahaan Mitra) disertai dengan pembinaan dan pengembangan oleh pengusaha besar. . • warga pengembangan keberdayaan masyarakat. • memfasilitasi dan melindungi usaha-usaha ke arah keberdayaan masyarakat. Tujuan Pengembangan Usaha Pertanian adalah: 1.

adalah hubungan kemitraan antara kelompok mitra dengan perusahaan mitra. dimana perusahaan mitra memasarkan hasil produksi kelompok mitra memasok kebutuhan perusahaan mitra. d. c. e. .b. Pola sub kontrak. Adalah hubungan kemitraan antar kelompok mitra den gan perusahaan mitra. adalah hubungan kemitraan antar kelompok mitra dengan perusahaan mitra. dimana kelompok mitra menyediakan modal dan atau sarana untuk mengusahakan/budidaya pertanian. dimana kelompok mitra memproduksi komponen yang diperlukan oleh perusahaan mitra sebagai bagian dari produksinya. Pola Keagenan Adalah hubungan kemitraan antar kelompok mitra dengan perusahaan mitra dimana kelompok diberi hak khusus untuk memasarkan barang dan jasa usaha pengusaha mitra. Pola kerjasama operasional. Pola dagang umum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->