P. 1
Viskositas dan Kecepatan Terminal

Viskositas dan Kecepatan Terminal

|Views: 3,698|Likes:
Published by rick_independen

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: rick_independen on Apr 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

0

Makalah
³Percobaan Viskositas´
















Disusun Oleh:
Niko Ferrik (6103012)
Ricky (6103038)



Fakultas Teknik
Universitas Surabaya 2011
1

Viskositas
Tujuan
1. Memahami bahwa benda yang bergerak di dalam fluida akan mengalami
gesekan yang disebabkan oleh kekentalan fluida.
2. Menentukan koefisien kekentalan zat cair denganl menggunakan hukum
Stokes.
Dasar Teori
Viskositas fluida merupakan ukuran ketahanan sebuah fluida terhadap
deformasi atau perubahan bentuk. Secara singkat, viskositas merupakan gesekan
internal dalam fluida tersebut. Viskositas menyebabkan suatu benda yang
bergerak pada fluida mengalami gesekan dengan fluida itu sendiri.
Pada zat cair, jarak antarmolekul jauh lebih kecil dibandingkan gas,
sehingga kohesi molekuler disitu sangat kuat. Peningkatan suhu mengurangi
kohesi molekuler dan ini diwujudkan berupa berkurangnya viskositas fluida
Secara umum penentuan Viskositas suatu fluida dapat dituliskan sebagai
berikut:
F=-b.v
jika benda yang dijatuhkan adalah berupa bola, maka berlaku hukum stokes, yaitu
ࡲ ൌ െ૟࣊ࣁ࢘࢜
Namun hukum Stokes ini hanya berlaku jika
cairan tidak mengalami turbulensi dan
volume tabung fluida lebih besar dari volume
bola. Nilai (-) pada persamaan diatas hanya
menunjukan bahwa gaya stokes berlawanan
arah dengan gaya benda, jadi tidak
berpengaruh pada nilai gaya stokes secara
langsung. Selain gaya stokes dan gaya berat
benda, pada bola yang dilepaskan dalam
2

fluida, terdapat juga gaya Archimedes yang arahnya sama dengan arah gaya
stokes.
Ketika kita hendak menjatuhkan sebuah bola ke dalam tabung fluida yang
berisi cairan yang hendak ditentukan koefisien viskositasnya. Oleh gaya berat
bola, bola akan semakin cepat jatuhnya. Tetapi sesuai dengan Rumus Stokes,
makin cepat gerakan dari bola, maka makin besar juga gaya gesekannya sehingga
pada jarak tertentu gaya berat dari bola itu tepat seimbang dengan gaya gesekan
sehingga tidak terjadi percepatan pada gerakan bola. Hal ini menyebabkan bola
bergerak dengan kecepatan tetap. Kecepatan tetap ini pada bagian-bagian
berikutnya kita sebut dengan kecepatan terminal (v
t
). Penjabaran rumus dari v
t

dapat dijelaskan sebagai berikut:
ȭܨ

ൌ ܨ

൅ ܨ

െ ܨ


Ͷ
͵
ߨݎ

ߩ

݃ ൅ ͸ߨߟݎݒ


Ͷ
͵
ߨݎ

ߩ݃ ൌ Ͳ









ሺ࣋ െ ࣋


Dimana, F
s,
F
A,
dan F
b
berturut-turut merupakan gaya stokes, gaya Archimedes
dan gaya benda.
Alat dan Cara Kerja
y Alat-alat yang dibutuhkan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Mikrometer skrup;
2. Jangka sorong;
3. Empat Bola dengan massa dan ukuran yang berbeda;
4. Stopwatch;
5. Neraca;
6. Rollmeter yang telah ditempelkan pada permukaan Tabung Fluida;
7. Tabung fluida yang telah dirangkai dengan pembatas jarak, lampu, dan
katrol untuk menaikan bola;
y Cara Kerja dari percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Mengukur Diameter bola dan tabung fluida
3

2. Jatuhkan bola kedalam tabung, dengan melepas bebas bola, sehingga tidak
menghasilkan kecepatan awal.
3. Catat waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tertentu (lakukan
sebanyak lima kali) dengan mengubah jarak sebanyak 3 kali.
4. Lakukan hal yang sama pada ketiga bola lainnya.
Data Hasil Pengukuran
Skala terkecil micrometer = 0.01 cm
Skala terkecil jangka sorong = 0.05 cm
Skala terkecil stopwatch = 0.01 s
Skala terkecil roll meter = 0.1 cm
Skala terkecil neraca = 0.01 gr
Diameter tabung fluida = 5.42 cm
Nama cairan = Oli Sae 40
Massa jenis cairan = 0.885
Tabel Hasil Pengukuran
y Untuk bola m
1
= 19.88 gr
Diameter
(cm)
d1 d2 d3
2.495 2.495 2.496

No. Jarak (cm)
Waktu (s)
T1 T2 T3 T4 T5
1 30 0.96 0.94 0.93 0.97 0.98
2 40 1.28 1.31 1.25 1.27 1.25
3 50 1.47 1.5 1.47 1.5 1.55

y Untuk bola m
2
= 5.18 gr
Diameter
(cm)
d1 d2 d3
1.455 1.435 1.44

4

No. Jarak (cm)
Waktu (s)
T1 T2 T3 T4 T5
1 30 1.09 1.06 1.04 1.07 1.03
2 40 1.41 1.35 1.38 1.36 1.35
3 50 1.63 1.69 1.69 1.71 1.78

y Untuk bola m
3
=1.8 gr
Diameter
(cm)
d1 d2 d3
2.495 2.495 2.496

No. Jarak (cm)
Waktu (s)
T1 T2 T3 T4 T5
1 30 0.96 0.94 0.93 0.97 0.98
2 40 1.28 1.31 1.25 1.27 1.25
3 50 1.47 1.5 1.47 1.5 1.55

y Untuk bola m
4
=2.7 gr
Diameter
(cm)
d1 d2 d3
0.815 0.814 0.813

No. Jarak (cm)
Waktu (s)
T1 T2 T3 T4 T5
1 30 0.6 0.65 0.59 0.64 0.66
2 40 0.75 0.78 0.79 0.76 0.75
3 50 0.85 1 1 1.03 0.97





5

Analisa dan Pembahasan
Analisa Kuantitatif
Tabel Pengukuran T
i
(Waktu rata-rata) dan v
t
(Kecepatan Terminal):
Untuk bola 1.
Jarak
(cm)
Waktu (s)
T
i
(s) v (cm/s)
T
1
T
2
T
3
T
4
T
5

30 0.96 0.94 0.93 0.97 0.98 0.956 31.38
40 1.28 1.31 1.25 1.27 1.25 1.272 31.45
50 1.47 1.5 1.47 1.5 1.55 1.498 33.38

Untuk bola 2.
Jarak
(cm)
Waktu (s)
T
i
(s) v (cm/s)
T
1
T
2
T
3
T
4
T
5

30 1.09 1.06 1.04 1.07 1.03 1.058 28.36
40 1.41 1.35 1.38 1.36 1.35 1.37 29.20
50 1.63 1.69 1.69 1.71 1.78 1.7 29.41


Untuk bola 3.
Jarak
(cm)
Waktu (s)
T
i
(s) v (cm/s)
T
1
T
2
T
3
T
4
T
5

30 1.5 1.5 1.44 1.44 1.5 1.476 20.33
40 1.97 1.85 1.85 1.84 1.88 1.878 21.30
50 2.37 2.41 2.35 2.41 2.38 2.384 20.97

Untuk bola 4.
Jarak
(cm)
Waktu (s)
T
i
v (cm/s)
T
1
T
2
T
3
T
4
T
5

6

30 0.6 0.65 0.59 0.64 0.66 0.628 47.77
40 0.75 0.78 0.79 0.76 0.75 0.766 52.22
50 0.85 1 1 1.03 0.97 0.97 51.55

Perhitungan
Dengan perhitungan sebagai berikut
y T
i
= (0.96+094+0.93+0.97+0.98)/5
T
i
= 0.956 s
y v = x/T
i

v = 30/0.956
v = 31.38 cm/s
Kemudian untuk harga rata-rata dari v (v
i
) adalah
Untuk bola 1, v
i
= (31.38+31.45+33.38)/3 = 32.07 cm/s
Untuk bola 2, v
i
= (28.36+29.2+29.41)/3 = 28.99 cm/s
Untuk bola 3, v
i
= (29.41+21.3+20.97)/3 = 20.87 cm/s
Untuk bola 4, v
i
= (47.77+52.22+51.55)/3 = 50.51 cm/s
Dengan harga rata-ratanya = v
i
= (32.07+28.99+20.87+50.51)/4 = 33.11 cm/s

y Massa Jenis Benda (rho)
ߩ ൌ
ܯܽݏݏܽ
ܸ݋݈ݑ݉݁

Untuk bola 1, ߩ ൌ
ଵଽǤ଼଼
଼Ǥଵ଼
ൌ ʹǤͶ͵ͳ ݃ݎܽ݉Ȁܿ݉


Untuk bola 2, ߩ ൌ
ହǤ଼
ଵǤଽ
ൌ ͵ǤͲͷ ݃ݎܽ݉Ȁܿ݉


Untuk bola 3, ߩ ൌ
ଵǡ଼
଴Ǥ଼
ൌ ʹǤʹͷ ݃ݎܽ݉Ȁܿ݉


Untuk bola 4, ߩ ൌ
ଶǤ଻
଴Ǥଷ
ൌ ͻ ݃ݎܽ݉Ȁܿ݉


Dengan rata-rata ߩ ൌ
ଶǤସଷଵାଷǤ଴ହାଶǤଶହାଽ

ൌ ͶǤͳͺ ݃ݎܽ݉Ȁܿ݉


൬ܴݑ݉ݑݏ ܸ݋݈ݑ݉݁ ܤ݋݈ܽ ൌ
Ͷ
͵
כ ߨ כ ݎ


7

Setelah mengetahui besar v dan rho, kita dapat mengetahui besar koefisien
viskositas menggunakan rumus
ࣁ ൌ
૛ כ ࢘

כ ࢍ כ ሺ࣋ െ ࣋


ૢ כ ࢜


y Untuk bola 1, ࣁ ൌ
૛כ૚Ǥ૛૞

כ૚૙כሺ૛Ǥ૝૜૚ି૙Ǥૡૡ૞ሻ
ૢכ૜૛Ǥ૙ૠ
= 0.167
y Untuk bola 2, ࣁ ൌ
૛כ૙Ǥૠ૛

כ૚૙כሺ૜Ǥ૙૞ି૙Ǥૡૡ૞ሻ
ૢכ૛ૡǤૢૢ
= 0.11
y Untuk bola 3, ࣁ ൌ
૛כ૙Ǥ૞૟

כ૚૙כሺ૛Ǥ૛૞ି૙Ǥૡૡ૞ሻ
ૢכ૛૙Ǥૡૠ
= 0.052
y Untuk bola 4, ࣁ ൌ
૛כ૙Ǥ૝૚

כ૚૙כሺૢି૙Ǥૡૡ૞ሻ
ૢכ૞૙Ǥ૞૚
= 0.063
Dengan mengetahui nilai viskositas dari cairan melalui keempat bola yang
berbeda, maka dapat disimpulkan bahwa Viskositas Oli Sae 40, sesuai dengan
percobaan kami adalah:
િ ൌ
િ

൅ િ

൅ િ

൅ િ






૙Ǥ ૚૟ૠ ൅ ૙Ǥ ૚૚ ൅ ૙Ǥ ૙૞૛ ൅ ૙Ǥ ૙૟૜


ߟ

ൌ ͲǤͲͻͺ ݉
௚௥௔௠
௖௠





ഥ ൌ ૢǤ ૡ
ࢍ࢘ࢇ࢓
ࢉ࢓ ࢙


y Jari-jari (r)
Jari-jari (r) yang dipakai dalam perhitungan viskositas diatas merupakan rata-
rata dari diameter yang dibagi 2. Dengan sampel perhitungan sebagai berikut
D
i
= (2.495+2.495+2.496)/3 = 2.495 cm
R
i
= D
i
/2 = 1.25 cm
Ralat Variabel
Ralat rambat dari Variabel-variabel yang ada diatas, dijelaskan sebagai berikut:
y Jarak (x)
8

Jarak memiliki ralat sebesar setengah dari skala terkecil rollmeter yang
digunakan untuk mengukur jarak.
S
x
= 0.5*0.1 = 0.05
y Waktu (T
i
)
Dalam kasus ini untuk mencari ralat dari T
i
dipakai standar deviasi.
Untuk bola 1, maka ralatnya:
T
i
= (1.24+1.25+1.22+1.25+1.26)/5 = 1.24 s


ൌ ඨ
઱ ሺ܂ െ ܂ܑሻ

ۼሺۼ െ ૚ሻ





ሺ૙ ൅ ૚ ൅ ૝ ൅ ૚ ൅ ૝ሻ כ ૚૙
ି૝
૛૙

ൌ ૙Ǥ ૙૙ૠ૚
׵ ࢀ

ൌ ૚Ǥ ૛૝ േ ૙Ǥ ૙૙ૠ૚ ࢙
Untuk bola 2, maka ralatnya:
T
i
= (1.38+1.37+1.37+1.38+1.39)/5 = 1.38 s


ൌ ඨ
઱ ሺ܂ െ ܂ܑሻ

ۼሺۼ െ ૚ሻ





ሺ૙ ൅ ૚ ൅ ૚ ൅ ૙ ൅ ૝ሻ כ ૚૙
ି૝
૛૙


ൌ ૙Ǥ ૙૙૜ૢ
׵ ࢀ

ൌ ૚Ǥ ૜ૡ േ ૙Ǥ ૙૙૜ૢ࢙
Untuk bola 3, maka ralatnya:
T
rata-rata
(T-Ti)
2

1.24 0
1.25 0.0001
1.22 0.0004
1.25 0.0001
1.26 0.0004
T
rata-rata
(T-Ti)
2

1.38 0
1.37 0.0001
1.37 0.0001
1.38 0
1.39 0.0001
T
rata-rata
(T-Ti)
2

1.95 0.0016
1.92 0.0001
1.88 0.0009
1.9 0.0001
9

T
i
= (1.95+1.92+1.88+1.9+1.92)/5 = 1.91 s


ൌ ඨ
઱ ሺ܂ െ ܂ܑሻ

ۼሺۼ െ ૚ሻ





ሺ૚૟ ൅ ૚ ൅ ૢ ൅ ૚ ൅ ૚ሻ כ ૚૙
ି૝
૛૙


ൌ ૙Ǥ ૙૚૛
׵ ࢀ

ൌ ૚Ǥ ૢ૚ േ ૙Ǥ ૙૚૛ ࢙

Untuk bola 4, maka ralatnya:
T
i
= (0.73+0.81+0.79+0.81+0.79)/5 = 0.79 s


ൌ ඨ
઱ ሺ܂ െ ܂ܑሻ

ۼሺۼ െ ૚ሻ





ሺ૜૟ ൅ ૝ ൅ ૙ ൅ ૝ ൅ ૙ሻ כ ૚૙
ି૝
૛૙


ൌ ૙Ǥ ૙૚૞
׵ ࢀ

ൌ ૙Ǥ ૠૢ േ ૙Ǥ ૙૚૞ ࢙
Dengan begitu rata-rata dari T
i
dan ralatnya adalah sebagai berikut:
ܶ

ൌ ሺͳǤʹͶ ൅ ͳǤ͵ͺ ൅ ͳǤͻͳ ൅ ͲǤ͹ͻሻ ൌ ૚Ǥ ૜૜ ࢙
Bengan ialatǣ
ܵ

തതത
ൌ ͲǤͲͲ͹ͳ ൅ ͲǤͲͲ͵ͻ ൅ ͲǤͲͳʹ ൅ ͲǤͲͳͷ ൌ ૙Ǥ ૙૙ૢ૞
׵ ࢀ

ൌ ૚Ǥ ૜૜ േ ૙Ǥ ૙૙ૢ૞ s
y Kecepatan (v)
Ralat dari v di dapatkan sebagai berikut:
v = x.T
-1
ܔܖ ࢜ ൌ ܔܖሺ࢞Ǥ ࢀ
ି૚
ሻ ՜ ܔܖ ࢜ ൌ ܔܖ ࢞ െ ܔܖ ࢀ ՜


כ ࡿ









כ ࡿ


Dengan perhitungan sebagai berikut:
1.92 0.0001
T
rata-rata
(T-Ti)
2

0.73 0.0036
0.81 0.0004
0.79 0
0.81 0.0004
0.79 0
10

Untuk Bola 1 :
ܵ

͵ʹǤͲ͹

ͲǤͲͷ
ͶͲ

ͲǤͲͲ͹ͳ
ͳǤʹͶ
՜ ܵ

ൌ ͲǤͲͲ͸ͻͺ כ ͵ʹǤͲ͹ ՜ ࡿ

ൌ ૙Ǥ ૛૛
Untuk Bola 2:
ܵ

ʹͺǤͻͻ

ͲǤͲͷ
ͶͲ

ͲǤͲͲ͵ͻ
ͳǤ͵ͺ
՜ ܵ

ൌ ͲǤͲͲͶͳ כ ʹͺǤͻͻ ՜ ࡿ

ൌ ૙Ǥ ૚૛
Untuk Bola 3:
ܵ

ʹͲǤͺ͹

ͲǤͲͷ
ͶͲ

ͲǤͲͳʹ
ͳǤͻͳ
՜ ܵ

ൌ ͲǤͲͲ͹ͷ כ ʹͲǤͺ͹ ՜ ࡿ

ൌ ૙Ǥ ૚૟
Untuk Bola 4:
ܵ

ͷͲǤͷͳ

ͲǤͲͷ
ͶͲ

ͲǤͲͳͷ
ͲǤ͹ͻ
՜ ܵ

ൌ ͲǤͲͲʹ כ ͷͲǤͷͳ ՜ ࡿ

ൌ ૚Ǥ ૙૛
׵ ࡿ

തതത

૙Ǥ ૛૛ ൅ ૙Ǥ ૚૛ ൅ ૙Ǥ ૚૟ ൅ ૚Ǥ ૙૛

ൌ ૙Ǥ ૜ૡ

y Massa Jenis Benda
Ralat dari massa jenis dijelaskan sebagai berikut:
ߩ ൌ
ܯܽݏݏܽ
ܸ݋݈ݑ݉݁

ܔܖ ࣋ ൌ ܔܖሺࡹ כ ࢂ
ି૚
ሻ ՜ ܔܖ ࣋ ൌ ܔܖ ࡹ െ ܔܖ ࢂ ՜












כ ࡿ



Untuk Bola 1 :
ܵ

ʹǤͶ͵ͳ

ͲǤͲͲͷ
ͳͻǤͺͺ

ͲǤͲͷ
ͺǤͳͺ
՜ ܵ

ൌ ͲǤͲͲ͸Ͷ כ ʹǤͶ͵ͳ ՜ ࡿ

ൌ ૙Ǥ ૙૚૟
Untuk Bola 2:
ܵ

͵ǤͲͷ

ͲǤͲͲͷ
ͷǤͺ

ͲǤͲͷ
ͳǤͻ
՜ ܵ

ൌ ͲǤͲʹ͹ כ ͵ǤͲͷ ՜ ࡿ

ൌ ૙Ǥ ૙ૡ૜
Untuk Bola 3:
ܵ

ʹǤʹͷ

ͲǤͲͲͷ
ͳǤͺ

ͲǤͲͷ
ͲǤͺ
՜ ܵ

ൌ ͲǤͲ͸ כ ʹǤʹͷ ՜ ࡿ

ൌ ૙Ǥ ૚૝

Untuk Bola 4:
11

ܵ

ͻ

ͲǤͲͲͷ
ʹǤ͹

ͲǤͲͷ
ͲǤ͵
՜ ܵ

ൌ ͲǤͳ͹ כ ͻ ՜ ࡿ

ൌ ૚Ǥ ૞૜

׵ ࡿ

തതത

૙Ǥ ૙૚૟ ൅ ૙Ǥ ૙ૡ૜ ൅ ૙Ǥ ૚૝ ൅ ૚Ǥ ૞૜

ൌ ૙Ǥ ૝૝
y Jari-jari (r)
Untuk mecari ralat dari jari-jari, memakai standar deviasi. Dengan perhitungan
sebagai berikut:
Untuk Bola 1,
ܵ



ͲǤͲͲͲͳͳͷ ൅ ͲǤͲͲͲͲͳ ൅ Ͳ
͸
ൌ ͲǤͲͲͶ͸

r
i
merupakan rata-rata dari pengukuran jari-jari pada bola pertama dan
begitu seterusnya pada bola-bola berikutnya
Untuk bola 2,
ܵ



ͲǤͲͲͲͲͷ͸ ൅ ͲǤͲͲͲͲͲ͸ʹ ൅ Ͳ
͸
ൌ ͲǤͲͲ͸ͷ


Untuk bola 3,
ܵ



ͲǤͲͲͲͲͲ͸ʹ ൅ ͲǤͲͲͲͲͲ͸ʹ ൅ Ͳ
͸
ൌ ͲǤͲͲͶͷ


Untuk bola 4,
ܵ



ͲǤͲͲͲͲͲͲʹͷ ൅ ͲǤͲͲͲͲͲͲʹͷ ൅ Ͳ
͸
ൌ ͲǤͲͲͲʹͻ


(r
1
-r
i
)
2

0.000115
0.00001
0
(r
2
-r
i
)
2

0.000056
0.0000062
0
(r
2
-r
i
)
2

0
0.0000062
0.0000062
(r
2
-r
i
)
2

0.00000025
0.00000025
0
12

Dengan rata-rata = ( 0.0046 + 0.0065 + 0.0045 + 0.00029)/4 = 0.00397
y Viskositas
Ralat viskositas:
ߟ ൌ
ʹ
ͻ
݃ݎ

ሺߩ െ ߩ


ݒ


ln ߟ ൌ
ʹ
ͻ
ln ݃ ൅ ʹ ln ݎ ൅ lnሺߩ െ ߩ

ሻ െ ln ݒ

՜ ln ߟ ൌ ʹ ln ݎ ൅ lnሺߩ െ ߩ

ሻ െ ln ݒ













ሺ࣋ െ ࣋











Karena variable-variabel pendukung viskositas telah diketahui rata-ratanya, maka
ralat viskositas yang dihitung adalah ralat rata-rata dari viskositas. Dengan
perhitungan sebagai berikut:
ͳ
ͻǤͺ
ܵ


ʹ כ ͲǤͲͲ͵ͻ͹
ͲǤ͹͵ͷ

ͳ
ሺͶǤͳͺ െ ͲǤͺͺͷሻ
ͲǤͶͶ ൅
ͳ
͵͵Ǥͳͳ
ͲǤ͵ͺ


ൌ ૙Ǥ ૚૟ כ ૢǤ ૡ ൌ ૚Ǥ ૞૟ૡ

Jadi Viskositas cairan yang didapat dari percobaan ini adalah sebesar
9.8±1.568 gram/cm s
Berikut merupakan tabel dari ralat variable-variabel yang ada:
S
t
S
v Sʌ S
r
Bola 1 0.0071 0.22 0.016 0.0046
Bola 2 0.0039 0.12 0.083 0.0065
Bola 3 0.012 0.16 0.14 0.0045
Bola 4 0.015 1. 02 1.53 0.00029
Rata-rata 0.0095 0.38 0.44 0.0039725

Dengan akurasi kesalahan sebesar
ͻǤͺ െ ͻ
ͻ
כ ͳͲͲΨ ൌ ૡǤ ૡૢ Ψ




13

Analisa Kualitatif
Dalam percobaan ini adalah beberapa hal yang kami anggap dapat
mengurangi keakuratan dari hasil yang kami dapat, hal-hal yang dimaksud antara
lain: yang pertama kesalahan dalam perhitungan waktu. Ketika kami mencatatkan
waktu/menjalankan dan menghentikan stopwatch, posisi mata dari pratikan tidak
tegak lurus pembatas jarak, sehingga menyebabkan adanya ketidaktepatan dalam
menjalankan stopwatch. Yang kedua adalah ketidaktepatan dalam meletakan bola
sebelum dilepaskan. Beberapa kali praktikan meletakan bola tidak tepat ditengah
mulut dari tabung fluida, namun diletakan disisi mulut tabung fluida, sehingga
menyebabkan adanya gesekan antara sisi tabung dan bola, walaupun nilainya
relative kecil, namun hal ini dapat berpengaruh pada hasil akhir percobaan ini.
Selain hal-hal ini, faktor non teknis seperti kurang konsentrasi, kecapekan, dll
juga mempengerahui hasil akhir dari percobaan ini.
Dari percobaan ini kami mendapati bahwa nilai viskositas dari oli SAE 40
adalah 9.8±1.568 gram/cm s. Perbandingannya dengan nilai viskositas oli SAE
40 dari literature adalah 1:1.09, dimana besarnya adalah 9 gram/cm s. menurut
kami, perbandingan ini masih dalam batas yang dapat ditolerir meningat besarnya
ralat dari nilai viskositas dari percobaan relative besar yaitu 1.568. Namun diluar
nilai ralat yang cukup besar, kami memperkirakan perbandingan yang relative
besar ini juga dikarenakan adanya perbedaan suhu ketika percobaan dengan nilai
viskositas yang ada dalam literature. Perbedaan suhu dapat menyebabkan
perubahan pada nilai viskositas pada fluida. Kemudian untuk perbandingan
penggunaan bola kecil dan bola besar pada percobaan ini. Kami menganggap
bahwa menggunakan bola kecil lebih karena lebih memenuhi hukum stokes yang
mengatakan bahwa volume tabung fluida lebih besar daripada volume bola.
Namun jika
Dari percobaan ini kami mendapati bahwa rho air dan kecepatan memiki
korelasi negative dengan nilai viskositas. Artinya semakin besar rho air dan
kecepatan benda maka menunjukan bahwa viskositas dari fluida tersebut lebih
rendah. Untuk jari-jari, gravitasi dan rho benda, memiliki korelasi positif dengan
nilai viskositas. Yang berarti jari-jari, gravitasi, dan rho benda, maka nilai
14

viskositas akan lebih besar. Namun dalam hal ini yang menjadi perhatian adalah
korelasi-korelasi ini tidak dapat mempengaruhi nilai viskositas. Artinya viskositas
suatu fluida tidak akan membesar ketika kita memasukan benda dengan jari-jari
atau rho yang lebih besar, karena pada dasarnya nilai viskositas itu sendiri adalah
tetapan yang dipengaruhi suhu. Disini korelasi-korelasi ini hanya untuk
membuktikan bagaimana hubungan nilai viskositas dengan variabel-variabel yang
ada.
Kesimpulan:
y Nilai viskositas pada Oli SAE 40 adalah 9.8 ± 1.568 gram/cm s
y Dalam percobaan ini penggunaan bola yang berukuran kecil lebih baik
karena lebih memenuhi hukum stokes
y Benda yang dijatuhkan kedalam fluida akan mengalami gesekan dengan
fluida tersebut, karena fluida memiliki nilai viskositas.
y Pada jarak tertentu karena ada perbedaan arah gaya dalam benda yang
bergerak dalam fluida, maka akan terjadi kecepatan tetap atau kecepatan
terminal.















15

Daftar Pustaka
Walker, James. 2002. Physics. San Fransisco: Pearson Education Inc.
Young, Hugh. 2000. Fisika Universitas (Terjemahan). Jakarta: Erlangga.
http://www.scribd.com, diakses tanggal 10 April 2011






You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->