P. 1
LAPORAN HTTP

LAPORAN HTTP

|Views: 320|Likes:
Published by putra_polo

More info:

Published by: putra_polo on Apr 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2013

pdf

text

original

• • • • • • • • •

Home Akademik Prestasi Organisasi About

miftahulj0759's blog
mencari dan memberi yang terbaik Search
þÿ

Search

Categories Academic (3)

Archives

June 2010

Links:
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Agripedia IPB alma bio44 biologi 44 – eko Blog Mahasiswa IPB Blog Staff IPB Bogor Agricultural University bundo bio44 cahyo bio44 Career Development and Alumni Affairs giza bio44 hana bio44 IIRC ikra N bio44 Kemahasiswaan IPB lida bio44 Perpustakaan IPB rani bio44 rina bio44 vita bio44 Webmail Mahasiswa IPB

Medium yang digunakan dalam kultur in vitro tanaman dapat berupa medium padat atau cair. Woody Plant Medium (WPM). Anderson dan sebagainya. . Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun. dan suplemen organik. dan terampil dalam mempersiapkan dan bekerja dalam Laminar Air Flow Cabinet (LAFC). Media yang sering digunakan secara luas adalah MS (Yuwono 2008). Untuk memudahkan pembuatan medium kultur sebagian besar komponen disiapkan dalam bentuk larutan beku. Knop. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril (Gunawan 1987). sedangkan medium cair biasanya digunkan untuk kultur sel. dan beberapa komponen tertentu tidak dibuat larutan baku. sumber karbon. mengetahui cara membuat larutan baku untuk pembuatan media MS secara umum. TUJUAN Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui teknik aseptik dalam bekerja di dalam laboratorium kultur jaringan. Terdapat 13 komposisi media dalam kultur jaringan. vitamin. serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Medium padat umumnya digunakan untuk menghasilkan kalus yang selanjutnya diinduksi membentuk tanamanyang lengkap (planlet). 2010 | Author: miftahulj0759 Lab. tetapi langsung ditambahkan ke dalam campuran untuk pembuatan medium. zat pengatur tumbuh. mata tunas.• yakub bio44 kultur jaringan June 20th. Media tumbuh dapat mengandung lima komponen utama yaitu senyawa anorganik (unsur makro dan unsur mikro). agar. antara lain: Murashige dan Skoog (MS). Knudson-C. Bahan seperti sukrosa. Praktikum Bio 2 Anggota/NRP : Miftahul Janah/G34070096 Maulida Eko Hadi/G34061760 MK Asisten : Ucu Riyantini : Kultur Jaringan Tanaman PEMBUATAN LARUTAN BAKU MEDIUM MS (MURASHIGE DAN SKOOG) PENDAHULUAN Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif.

dan lain-lain serta media kultur dalam LAFC disiapkan. Meja dan dinding LAFC diseka dengan tisu dan alkohol 70%. pisau skalpel. lampu neon dan blower dinyalakan. Setelah itu. skalpel. kalium. skalpel. Sebelum tangan masuk kedalam LAFC.ALAT DAN BAHAN Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah botol kultur.8 dengan bantuan kertas pH. Selain itu EDTA memberikan pengaruh terhadap sistem enzim dalam morfogenesis kultur. gunting yang diperlukan untuk pembuatan kultur diselupkan dalam alkohol 95% dan dibakar dengan api bunsen. Larutan baku satu persatu ditambahkan ke dalam labu ukur. batang pengaduk. Setelah itu. Campuran diaduk ditiap penambahan larutan baku. magnesium dan sulfur. pengkelat besi. labu ukur. Setelah lampu UV dimatikan.6-5. alat diletakkan di atas tutup kotak stainless steel dan dibiarkan dingin. bunsen. copper. autokaf. alumunium foil. vitamin. pH meter. kotak stainless steel berisi pinset. pintu LAFC sudah dapat dibuka sebagian atau seluruhnya. labu ukur 1 liter diisi sepertiga dengan aquades. Unsur makro yang diperlukan antara lain nitrogen. KOH/KCl. boron. Cara mempersiapkan dan bekerja di dalam LAFC untuk tanaman padi. METODE Pembuatan media MS. Selanjutnya. Sukrosa dan bahan-bahan lain yang diperlukan ditimbang. pipet. . Botol kecil berisi alkohol 95% ditutup dengan Al-foil. Medium dituangkan ke dalam botol kultur dan ditutup dengan plastik. Jenis vitamin yang umum digunakan adalah thiamin. pinset. Myoinositol merupakan karbohidrat yang digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan eksplan (Dods dan Robert 1995). phospor. sumber karbon dan zat pengatur tumbuh. kemudian diaduk sampai larut. dipanaskan sampai mendidih sambil diaduk. tangan sampai bagian siku disemprot dengan alkohol 70%. Unsur mikro yang diperlukan yaitu besi. HASIL DAN PEMBAHASAN Komponen yang diperlukan untuk kultur jaringan tanaman terdiri dari unsur makro. aquades. gelas piala. agar-agar ditambahkan ke medium dan diaduk sampai merata. dan alat tulis. Alat-alat seperti pinset. Aquades ditambahkan sampai volume 1 liter. Sambil diaduk KOH/HCl 1N diteteskan sampai pH mencapai 5. Campuran dipindahkan ke dalam erlenmeyer besar. beberapa botol kultur. unsur mikro. Pengkelat besi seperti NaEDTA sangat diperlukan dalam pelarutan sumber besi (Fe). tisu. dan didinginkan kembali. LAFC. alkohol 70% dan 95%. niacin dan pyridoxin (Dods dan Robert 1995). mangan. Vitamin memiliki fungsi sebagai katalis dalam sistem enzim dan hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Alat yang telah dingin dapat dipakai dan setelah digunakan langsung dicelup. Bahan yang digunakan adalah media MS. media diautoklaf dan disimpan dalam ruang kultur. Lampu UV dinyalakan minimal 15 menit dengan LAFC dalam keadaan tertutup rapat. Sumber karbon dalam media diperoleh dari penambahan sukrosa atau D-glikosa dengan konsentrasi 20-30 g/l. erlenmeyer. seng. molibdenum dan klor (Dods dan Robert 1995). dibakar. Larutan baku dibuat.

sitokinin juga sangat dibutuhkan untuk proliferasi kalus (Gunawan 1992). Walaupun auksin berperan utama dalam pembelahan sel.4 D diketahui dapat menginduksi perbanyakan sel tetapi menekan differensiasi pada tanaman dikotil. Penyimpana kalus yang lama dalam media yang mengandung auksin tersebut dapat menyebabkan meningkatnya keragaman genetik. 2008. Penggunaan auksin seperti 2. mencakup tipe dan kuantitas zat pengatur tumbuh. Bogor: Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman PAU Bioteknologi IPB. Senyawa 2. Senyawa-senyawa poliamin (putresin. Yuwono T. sitokinin. Percobaan dalam pembuatan media MS dapat dikatakan berhasil karena media yang dihasilkan tidak kontaminasi dan dapat digunakan untuk percobaan induksi kiltur embrio padi. SIMPULAN Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. etilen. Amerika: CU Press. senyawa ini bersifat efektif untuk menginduksi embriogenesis somatik ataupun menginduksi kalus pada tanaman serealia (monokotil). Selain itu. genotipe dan suplemen media yang digunakan. ZPT yang umum dikenal adalah auksin. namun pada beberapa tanaman. Komposisi auksin dan sitokinin dalam media kultur in vitro memainkan peranan penting dalam induksi dan regenerasi kalus menjadi tunas. giberelin.4 D. Teknik Kultur Jaringan. polifenolik. 1987.Zat pengatur tumbuh (ZPT) adalah senyawa organik bukan nutrisi yang dalam knsentrasi rendah (<1 Mm) dapat mendorong.4-D memainkan peranan yang sangat penting dalam menginduksi dan memelihara kelangsungan pembelahan sel dan mengarahkan . KULTUR EMBRIO PADI PENDAHULUAN Beberapa faktor penting yang mempengaruhi induksi kalus dan regenerasi tanaman yaitu pemilihan jenis eksplan. asam absisat. dan retardan. Kekurangan dari auksin ini adalah kestabilan genetik. menghambat atau secara kualitatif mengubah pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Experiment in Plant Tissue Culture. DAFTAR PUSTAKA Dods JH and Robert LW. Interaksi antara sitokinin dan auksin merupakan hal yang krusial dalam mengontrol proses pertumbuhan dan perkembangan dalam kultur in vitro. Auksin yang digunakan untuk induksi kalus adalah 2. spermidin. Yogyakarta: UGM Press. dan alcohol berantai panjang sering digolongkan dalam ZPT. spermin). Gunawan LW. Bioteknologi Pertanian. dalam hal ini auksin dan sitokinin. 1995.

4-D 2 ppm dan ditutup dengan plastik lalu diikat dengan karet. alkohol 70% dan 95%. Alat-alat yang telah dipakai direndam alkohol 95%.4-D 2 ppm. dibakar. gunting yang diperlukan dalam kultur embrio padi dicelupkan dalam alkohol 95% dan dibakar dengan api bunsen. HASIL kontaminasi PEMBAHASAN kalus embrio padi . Bahan yang dipergunakan adalah embrio padi. anggota tubuh yang masuk dalam LAFC disemprot dengan alkohol 70%. Masing-masing larutan ditambahkan 2 tetes Tween 80% dan dibilas dengan aquades lalu ditiriskan. Penggunaan 2. karet. karena dipengaruhi oleh banyak faktor.4-D 2 ppm. Setelah itu alat diletakkan di atas tutup kotak stainless steel dan dibiarkan dingin. plastik. Embrio dipindahkan ke dalam bayclin 10% selama 5 menit dan bayclin 15% selama 5 menit. tisu. skalpel. ALAT DAN BAHAN Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah Bunsen. diantaranya faktor genotipe. Setelah itu. Meja dan dinding LAFC diseka dengan tisu dan alkohol 70%. tipe eksplan dan keseimbangan zat pengatur tumbuh. Embrio padi sebelumnya dibersihkan dengan air dan ditiriskan kemudian disterilisasi dalam alkohol 70% selama 30 detik.perkembangan sel membentuk kalus yang embriogenik. kertas wrap. LAFC.4-D juga dapat menyebabkan ketidak stabilan genetik dari materi kultur sehingga dapat menyebabkan terjadinya keragaman somaklonal. botol medium berisi embrio padi yang diletakkan di tengah media diberi keterangan pada label. pisau scalpel. TUJUAN Percobaan ini bertujuan untuk induksi kalus pada kultur embrio padi secara aseptik dengan media MS + 2. pinset. dan didinginkan diatas tutup stainless steel. dalam hal ini auksin dan sitokinin serta kondisi fisiologi kalus (Pierik 1987). METODE Tangan diseka dengan alkohol 70% diluar LAFC. botol kultur. Alat-alat seperti pinset. namun demikian 2. Embrio padi dimasukkan dalam medium padat MS + 2.4-D dapat menginduksi terbentuknya keragaman somaklonal dan keragaman tersebut dapat diturunkan pada generasi berikutnya. Tween 80%. dan medium padat MS + 2. Keberhasilan dalam menginduksi dan memperbanyak kalus embriogenik harus pula diikuti oleh keberhasilan melakukan regenerasi kalus menjadi planlet. Regenerasi tunas dari eksplan kalus merupakan proses yang kompleks. kertas alumunium foil.

Salah satu metode untuk menangani kontaminasi yang sangat tinggi adalah dengan penggunaan bahan kimia yang mempunyai kemampuan untuk menghambat dan membunuh bakteri (Pierik 1987). Netherland: Martinus Njhoff Publisher. eksplan mengalami kontaminasi. ruang kultur yang kotor dan kecerobohan dalam pelaksanaan. 1987. sterilisasi alat-alat dan media sterilisasi bahan tanaman. mengindikasikan terjadinya diferensiasi sel. 2003. Pertumbuhan kalus merupakan akibat respon terhadap zat tumbuh yang diberikan dan hormon yang terdapat dalam eksplan. Inisiasi kalus dimulai dengan pertumbuhan sel parenkim yang terletak pada bagian epidermis atau di bawah permukaan eksplan. Santoso U dan Nursandi F. salah satu faktor pembatas dalam keberhasilan kultur jaringan adalah kontaminasi yang dapat terjadi pada setiap saat dalam masa kultur. Pada hasil dapat terlihat bahwa pada minggu pertama sampai keempat kalus terbentuk dengan baik akan tetapi pada minggu kelima. In Vitro Culture of Higher Plants. Struktur kalus yang kompak dan terjadi perubahan warna kekuningan atau kehijauan. Pertumbuhan kalus pada embrio padi ditandai dengan munculnya tonjolan– tonjolan kecil yang menyebabkan eksplan membengkak pada jaringan di sekitar luka ke bagian tengah eksplan. Pierik RLM. Keanekaragaman sumber kontaminasi menyebabkan prosedur aseptik yang harus diperhatikan melalui sterilisasi lingkungan kerja. Teknik Kultur Jaringan. Kontaminasi dapat berasal dari eksplan. organisme kecil yang masuk ke media. Menurut Gunawan (1992). . Menurut Santoso dan Nursandi (2003) bakteri internal yang terdapat dalam eksplan. kemudian jaringan membesar dan mengembang serta bertambah banyak. karena pada umumnya sudah terjadi induksi kalus. alat tanam yang kurang steril.Pertumbuhan kalus yang baik dicirikan dari penampakan kalus yang berwarna bening/keputihan dan mempunyai struktur yang remah. Bogor: Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman PAU Bioteknologi IPB. SIMPULAN Pecobaan induksi kalus berhasil pada minggu kedua dan terjadi kontaminasi bakteri dan cendawan pada minggu kedua sehingga dapat disimpulkan bahwa percobaan ini belum berhasil menginduksi kalus yang steril. Pada minggu kelima terlihat adanya sedikit hifa berwarna putih dipermukaan media di ujung eksplan dan bundaran hitam di permukaan. lingkungan kerja. Kultur Jaringan Tanaman. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang. 1992. botol kultur. Penambahan larutan Tween 80% pada percobaan ini berguna untuk menurunkan tegangan permukaan (Santoso & Nursandi 2003). DAFTAR PUSTAKA Gunawan LW. Kontaminasi bakteri pada kultur jaringan umumnya bersifat internal. responnya muncul setelah beberapa hari bahkan sampai satu bulan sehingga sangat mengecewakan.

detergen. dan dibilas dengan air. Eksplan dipotong 1×1 cm dan dimasukkan dalam media dengan cara aseptik (seperti tangan disemprot dengan alkohol 70% dan alat-alat yang telah dipakai di rendam alkohol 95% kemudian dibakar dan diletakkan pada tempatnya). Bahan tanaman dari lapang mengandung debu. Bahan– bahan sterilisasi pada umumnya bersifat toksik terhadap jaringan tanaman. Pada beberapa jenis tanaman. dan ruas batang jarak pagar. harus diberi perlakuan antibiotik atau fungisida sistemik (Gunawan. Prinsip dalam sterilisasi bahan tanam bahwa sel tanaman dan kontaminan adalah samasama benda hidup. media MS tanpa ZPT. daun direndam dilarutan tersebut dibilas dengan air hingga bersih. Proses di LAFC.STERILISASI EKSPLAN PENDAHULUAN Sterilisasi merupakan pembebasan tiap benda atau substansi dari semua kehidupan mikroorganisme dalam bentuk apapun. serangga dan telurnya serta spora (Gunawan 1992). ALAT DAN BAHAN Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah bunsen. dalam tempo dua kali 24 jam sudah bisa tampak kontaminasinya. Kontaminasi yang bersifat internal responnya muncul setelah beberapa hari bahkan sampai 1 bulan sehingga sangat mengecewakan karena umumnya sudah terbentuk induksi kalus (Santoso dan Nursandi 2003). Agrept dan Dithane dibuat dalam 500 ml dan dibagi untuk 5 botol. Kontaminasi harus dihilangkan tanpa mematikan sel tanaman. bakteri. aquades. daun muda jarak pagar. Bagian bawah daun ditempelkan di permukaan media. ditemukan juga kontaminan yang berasal dari dalam jaringan tanaman. dibilas dengan aquades steril. pinset. direndam dalam bayclin 10% selama 10 menit. karet. karena sterilisasi permukaan tidak menyelesaikan masalah. Kontaminan internal ini sangat sulit diatasi. Bahan yang digunakan adalah tisu. tetapi pada bagian dalam bahan tanaman. Bakteri tidak saja berada pada bahan tanam bagian permukaan. botol kultur. kertas wrap. Bila berada di permukaan bahan tanam respon kontaminasinya sangat cepat. bayclin 15% selama 15 menit. . dithane. dicuci dengan air mengalir. daun direndam dalam alkohol 60 detik. daun tembakau. agrept. plastik. detergen. METODE Daun diambil. Kontaminan hidup dapat berupa cendawan. terutama bakteri. pisau skalpel. LAFC. alkohol 70% dan 95%. Pada bahan tanaman yang mengandung kontaminan internal. kotoran-kotoran dan berbagai kontaminan hidup pada permukaannya. 1992). dan dibilas kembali dengan aquades. TUJUAN Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui cara sterilisasi eksplan dan melihat pertumbuhan kalus pada tanaman tembakau dan jarak pagar di media MS tanpa ZPT.

Pada minggu kedua terlihat hifa putih yang tumbuh di dekat eksplan. dengan prosedur-proseder aseptik yang telah ditentukan (Beyl 2000). Baycline yang digunakan berfungsi sebagai desinfektan untuk membunuh bakteri.HASIL Kontaminasi cendawan Daun tembakau PEMBAHASAN Dalam percobaan sterilisasi eksplan digunakan agrept dan dithane. Agrept dalam percobaan ini berfungsi sebagai bakterisida. SIMPULAN . Kontaminasi bakteri pada kultur jaringan umumnya bersifat internal. Diperlukan adanya aliran udara yang bertekanan dari dalam ke luar ruangan agar terjadi pertukaran udara yang bebas dari kontaminasi. Agrept dapat membunuh bakteri yang terdapat di permukaan media. Kelembaban ruang kultur yang tinggi akan menyebabkan terjadinya pertumbuhan mikroba yang akan mengkontaminasi kultur dan alat-alat laboratorium. organisme kecil yang masuk ke media. Menurut Santoso dan Nursandi (2003) bakteri internal yang terdapat dalam eksplan. Keanekaragaman sumber kontaminasi menyebabkan prosedur aseptik yang harus diperhatikan melalui sterilisasi lingkungan kerja. lingkungan kerja. sterilisasi alat-alat dan media sterilisasi bahan tanaman (Gunawan 1992). Faktor lain yang dapat menyebabkan kontaminan adalah udara sehingga udara dalam ruang kultur perlu dijaga agar tetap bersih. namun ideal pula untuk pertumbuhan bakteri dan cendawan. Tanaman yang digunakan dalam percobaan ini adalah sterilisasi adalah daun tembakau. Alkohol 70% dan 95% berfungsi sebagai desinfektan dan digunakan sebelum melakukan dan sesudah bekerja di LAFC. responnya muncul setelah beberapa hari bahkan sampai satu bulan sehingga sangat mengecewakan. Salah satu metode untuk menangani kontaminasi yang sangat tinggi adalah dengan penggunaan bahan kimia yang mempunyai kemampuan untuk menghambat dan membunuh bakteri (Pierik 1987). botol kultur . Kelembaban relatif lingkungan kultur dapat diatur. Penanaman eksplan harus dilakukan di tempat yang steril yaitu laminar air flow cabinet. Media kultur merupakan media yang ideal untuk pertumbuhan tanaman. oleh karena itu media kultur dan alat-alat yang akan digunakan disterilisasi terlebih dahulu. Dithane berfungsi sebagai fungisida yang dapat membunuh cendawan pada media yang digunakan. karena pada umumnya sudah terjadi induksi kalus. alat tanam yang kurang steril. Kontaminasi dapat berasal dari eksplan. ruang kultur yang kotor dan kecerobohan dalam pelaksanaan. Hal ini menyebabkan kontaminasi pada eksplan. Salah satu faktor pembatas dalam keberhasilan kultur jaringan adalah kontaminasi yang dapat terjadi pada setiap saat dalam masa kultur.

5 ppm + IAA 0. DAFTAR PUSTAKA Beyl B. Santoso U dan Nursandi F. Netherland: Martinus Njhoff publisher. Sub kultur merupakan tahap kegiatan yang relatif mudah. organisme kecil yang masuk ke media. Jadi tidak perlu fungisida. alat tanam yang kurang steril. 1992. pinset dan petri dish yang steril dan media tumbuh baru (botolan). Pierik RLM 1987.Percobaan kali ini dapat dikatakan belum berhasil karena pada minggu kedua eksplan mengalami kontaminasi oleh cendawan. Bogor: Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman PAU Bioteknologi IPB. Gunawan LW. cairan pemutih dan bahan-bahan sterlisasi yang lain. lingkungan kerja. Kita tidak perlu melakukan sterlisasi karena dilakukan pada tanaman yang sudah steril dalam botol. ALAT DAN BAHAN . 2003. Teknik Kultur Jaringan. ruang kultur yang kotor dan kecerobohan dalam pelaksanaan. London: CRC Press.1 ppm. Yang perlu disiapkan adalah alat-alat standar seperti pisau. Sterile Technique and laboratory Equipment. botol kultur . 2000. Kultur Jaringan Tanaman. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang. Kontaminasi dapat berasal dari eksplan. SUBKULTUR PENDAHULUAN Sub kultur merupakan pemindahan kultur dari media lama ke media yang baru untuk memperoleh pertumbuhan baru yang didinginkan. TUJUAN Percobaan ini bertujuan untuk multiplikasi tunas tanaman nenas Bangka dan anggrek pada media MS + BAP 0. In Vitro Culture of Higher Plants. Getting Started with Tissue Culture – Media Preparation. Perlakuan sub kultur dapat disebabkan beberapa alasan seperti: • • • • • pertumbuhan kultur yang cepat dan sudah memenuhi botol kultur perlu diperbanyak untuk tujuan perbanyakan terjadi proses browning terutama pada awal inisiasi media kultur mengering (agar-agar berkurang) atau nutrient mulai habis/media sudah habis kultur telah menunjukkan gejala defisiensi. bakterisida.

botol medium berisi eksplan diberi keterangan pada label.5 mg/L. Multiplikasi dapat dirangsang dengan melakukan modifikasi media tanam baik jenis maupun bentuknya (padat atau cair) dan modifikasi hormon (jenis dan konsentrasinya). Setelah itu. pinset. multiplikasi dilakukan apabila ingin mendapatkan eksplan dalam jumlah besar. alkohol 70% dan 95%. pisau skalpel. SIMPULAN . Jika sub kultur telat dilakukan atau usia eksplan sudah tua dalam botol maka hasilnya tidak begitu bagus. Tunas dimasukkan dalam medium MS+BAP 0. tisu.5-2 mg/L BAP). Multiplikasi tunas telah berhasil dilakukan. dan didinginkan diatas tutup stainless steel. METODE Alat dan bahan disterilisasi. Maksud dari multiplikasi adalah memindahkan tunas-tunas dari dalam wadah kultur secara aseptik yang tumbuh dari hasil induksi dan ditanam kembali dalam botol kultur lain yang berisi media serta hormon yang mampu merangsang pertunasan. Alat-alat yang telah dipakai direndam alkohol 95%.5 mg/L dan ditutup. LAFC. botol kultur. Potongan tadi kemudian dimasukkan dalam media multiplikasi yaitu MS0+(0. Umumnya.Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah bunsen. plastik. karet. kelompok kami hanya mendapatkan multiplikasi tunas untuk tanaman nenas Bangka. Eksplan dipotong-potong dengan skalpel dan pinset yang steril. dan alat tulis. anggota tubuh yang masuk dalam LAFC disemprot dengan alkohol 70%. Tunas semakin bertambah banyak sampai minggu selanjutnya dan tidak terlihat adanya kontaminasi. HASIL Tunas tumbuh di sela-sela daun Multiplikasi tunas tanaman nenas bangka PEMBAHASAN Satu hal yang perlu diperhatikan dalam memilih saat sub kultur adalah jangan sampai telat menentukan saat subkultur yang paling tepat. Pada percobaan ini. Bahan yang dgunakan adalah medium MS+BAP 0. kertas wrap. Multiplikasi dapat dilakukan dengan mengeluarkan eksplan dari botol lalu dimasukkan dalam cawan petri. Tunas baru terlihat tumbuh pada minggu kedua. Tunas muda tersebut terdapat di sela-sela daun. dibakar. Multiplikasi ini bertujuan untuk perbanyakan pucuk/tunas/klon tanaman dan meningkatkan terjadinya percabangan aksial dan pembentukan pucuk secara adventif. Tunas nenas diambil sebanyak 2-3 tunas dalam cawan petri dengan pisau.

Tahap proliferasi tunas adalah tahap pertumbuhan dan perkembangan tunas sehingga dihasilkan tunas yang sehat. kemampuan mensintesa auksin dan golongan zat tumbuh lain yang ditambahkan (Gunawan 1992). TUJUAN Percobaan ini bertujuan untuk membedakan efek zat pengatur tumbuh auksin antara IAA dan NAA pada tanaman krisan. Zat pengatur tumbuh mempengaruhi pertumbuhan dan morfogenesis dalam kultur sel. Percobaan multiplikasi tunas pada tanaman nenas Bangka berhasil dilakukan karena tunas baru tumbuh di sela-sela daun pada minggu kedua dan bertambah banyak pada minggu selanjutnya.Multiplikasi tunas dapat digunakan untuk perbanyakan pucuk/tunas/klon tanaman dan meningkatkan terjadinya percabangan aksial dan pembentukan pucuk secara adventif. 1992. pengakaran dan aklimatisasi. Pemilihan jenis auksin dan konsentrasinya tergantung dari tipe pertumbuhan yang dikehendaki. Perbanyakan krisan secara kultur jaringan dapat menghemat waktu dan dapat diperoleh jumlah bibit krisan banyak. Teknik Kultur Jaringan. anakan dan kultur jaringan. . Bogor: Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman PAU Bioteknologi IPB. proliferasi tunas. KULTUR STEK BATANG: STEK BUKU TUNGGAL TANAMAN KRISAN DENGAN IAA DAN NAA PENDAHULUAN Perbanyakan krisan secara vegetatif biasa dilakukan melalui stek pucuk. NAA. pembentukan akar dan somatik embriogenesis (Beyl 2000). level auksin endogen. Auksin digunakan untuk pertumbuhan kalus. dominasi apikal. jaringan dan organ (Gunawan 1992). Menurut Trigiano dan Gray (2000) terdapat 4 tahap dalam kultur jaringan tanaman yaitu tahap inisiasi. sterilisasi eksplan hingga mendapatkan eksplan yang bebas dari kontaminasi. Fungsi dari zat pengatur tumbuh adalah untuk merangsang inisiasi. Auksin merupakan salah satu zat pengatur tumbuh yang berfungsi untuk pemanjangan sel dan pembesaran jaringan. Jenis auksin yang umum digunakan adalah IAA. tanaman dipindahkan ke lapang yang sebelumnya diadaptasikan dahulu pada tahap aklimatisasi. suspensi sel dan organ. Pada tahap pengakaran. Zat pengatur tumbuh dibutuhkan dalam konsentrasi yang rendah. steril dan siap dipindahkan ke media pengakaran. dan IBA. Tahap inisiasi mencakup persiapan eksplan. perkembangan tunas dan akar pada eksplan baik dalam media padat atau cair (Beyl 2000). DAFTAR PUSTAKA Gunawan LW. Setelah tanaman berakar. eksplan yang telah bertunas ditanam dalam media dengan zat pengatur tumbuh untuk menghasilkan akar.

botol kultur.1 mg/L. akan tetapi tunas yang dihasilkan lebih lama dibandingkan dengan media IAA. Alat-alat yang telah dipakai direndam alkohol 95%. dan didinginkan ditas tutup stainless steel. Kalus terbentuk karena terjadinya penumpukan sel-sel yang tunas aksilar tumbuh lambat Media NAA dan tanpa daun pada minggu ke-2 . kumpulan dari sel ini yang disebut kalus. MS+IAA/NAA 0. Hal ini mengakibatkan protoplas dapat mengabsorbsi air di sekitar sel. Lamanya pertumbuhan tunas baru pada media NAA juga dapat disebabkan perlakuan pemotongan daun pada salah satu cabang. Pemotongan daun pada eksplan dapat mengurangi kadar auksin endogen yang terdapat dalam tanaman tersebut sehingga memperlambat pembentukan tunas pada media MS+NAA yang salah satu daunnya dipotong.ALAT DAN BAHAN Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah bunsen. Bahan yang dgunakan adalah media stek batang krisan. tisu. Di sisi lain NAA juga dapat mendorong terbentuknya sejumlah sel yang cukup banyak tetapi tidak membelah. hal ini sesuai dengan tujuan penggunaan IAA dan NAA yaitu untuk multiplikasi tunas atau tajuk. pinset. plastik. kertas wrap. METODE Alat dan bahan disterilisasi. Eksplan krisan yang dikulturkan berhasil tumbuh tunas lateral yang membentuk percabangan sesuai dengan tujuan penggunaan IAA dan NAA yang menginduksi pertumbuhan tunas atau tajuk. anggota tubuh yang masuk dalam LAFC disemprot dengan alkohol 70%. Setelah itu.1 mg/L. Pada eksplan krisan yang ditumbuhkan pada media NAA terdapat pertumbuhan yang berbeda dengan IAA. dibakar. Auksin (IAA) dalam budidaya jaringan berperan dalam mempengaruhi perkembangan dan pembesaran sel. sehingga sel menjadi panjang terutama sel-sel di bagian maristem. Tetapi tujuan penggunaan NAA untuk induksi perakaran tidak tercapai karena tidak tidak ditemukan tumbuhnya akar pada eksplan. karet. botol medium berisi eksplan diberi keterangan pada label dan diamati selama beberapa minggu. sehingga tekanan dinding sel terhadap protoplasma berkurang. Stek batang ditancapkan kedalam media MS+IAA/NAA 0. Buku tanaman krisan distek (dipotong menggunakan pisau) dengan bagian bawah lebih panjang. HASIL tunas aksilar tumbuh cepat Media IAA dan dengan daun pada minggu ke-2 PEMBAHASAN Stek buku tunggal tanaman krisan dengan media MS+IAA dan MS+NAA berhasil tumbuh membentuk tunas atau tajuk. alkohol 70% dan 95%. Pada media ini eksplan krisan berhasil tumbuh. dan alat tulis. LAFC. pisau skalpel.

Disamping merangsang pembentukann tunas adventif. pembentukan kalus. Teknik Kultur Jaringan. Sitokinin dalam konsentrasi yang tinggi dapat menginduksi pembentukan tunas. merangsang inisiasi dan pertumbuhan tunas. namun menghambat pertumbuhan akar (Beyl 2000). Getting Started with Tissue Culture – Media Preparation. batang. unsur hara dan ZPT ke dalam sel. semua bahan tersebut tidak dapat disebarkan ke seluruh tubuh tanaman seperti akar. sehingga berkumpul di satu titik. Bogor: Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman PAU Bioteknologi IPB. Sitokinin adalah zat pengatur tumbuh yang berfungsi dalam mendorong pembentukan sel. Zat pengatur tumbuh yang digunakan adalah sitokinin dan auksin. Gunawan LW. sitokinin juga merangsang multiplikasi tunas . 2000. London: CRC Press. SIMPULAN Auksin IAA dan NAA yang diberikan pada medium dapat merangsang tumbuhnya tunas aksilar yang terdapat pada ketiak daun. Sitokinin yang biasa digunakan adalah 6-Benzil Amino Purin (BAP) dan kinetin. jaringan dan organ (Gunawan 1992). 1992. Sterile Technique and laboratory Equipment. dan daun. Pertumbuhan tunas aksilar pada IAA lebih cepat dari NAA. sedangkan pada konsentrasi tinggi mendorong pembentukan kalus saja. Penggunaan auksin dalam budidaya jaringan umumnya memberikan respon terhadap pemanjangan sel. Introduction to Plant Tissue Culture. Pada percobaan ini IAA diberikan kembali pada media karena IAA endogen belum cukup untuk menginduksi eksplan membentuk tunas disebabkan terajadinya penguraian pada proses sterilisasi dengan menggunakan suhu tinggi (autoclave) dan terkena cahaya lampu pada rak tumbuh. Tanaman yang salah satu cabang dipotong daunnya juga mempengaruhi kecepatan pertumbuhan tunas aksilar. KULTUR STEK BATANG: STEK BUKU TUNGGAL TANAMAN KRISAN DENGAN KINETIN DAN BAP PENDAHULUAN Dalam kultur jaringan sangat diperlukan zat pengatur tumbuh untuk merangsang pertumbuhan dan morfogenesis dalam kultur sel. Trigiano RN and Gray DJ. DAFTAR PUSTAKA Beyl B. 2000. dan akar adventif.mengembang akibat dari masuknya air. London: CRC Press.

dibakar. maupun adventif. ALAT DAN BAHAN Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah bunsen.1 mg/L.aksilar dan melawan dominasi apikal. alkohol 70% dan 95%. Stek batang ditancapkan kedalam media MS + kinetin 0. plastik. karet. Pada stek batang dengan medium MS+kinetin terjadi kontaminasi oleh cendawan pada minggu kontaminasi MS +kinetin 0. MS+IAA/NAA 0. yang selanjutnya akan bertambah giat memasuki fase pembesaran sel (G2) ke fase pembelahan sel. anggota tubuh yang masuk dalam LAFC disemprot dengan alkohol 70%. Alat-alat yang telah dipakai direndam alkohol 95%. HASIL tunas aksilar Media MS+BAP 0. Proses perpanjangan sel (fase G1 dalam pertumbuhan sel) berlangsung baik karena terpenuhi kebutuhan nutrisinya . METODE Alat dan bahan disterilisasi.1 mg/L atau BAP 0. BAP dalam kultur jaringan umumnya berperan dalam perbentukan tunas baik itu tunas aksilar. pinset. LAFC. Tunas baru tersebut terlihat baik dan tidak terkontaminasi oleh cendawan dan bakteri. Stelah itu. Bahan yang dgunakan adalah media stek batang krisan.1 mg/L Minggu ke-2 .1 mg/L. botol medium berisi eksplan diberi keterangan pada label dan diamati selama beberapa minggu. botol kultur. pisau skalpel. diketahui kultur stek batang krisan dengan media MS+BAP dapat tumbuh tunas aksilar pada minggu ketiga. dan didinginkan di atas tutup stainless steel. menentukan arah perkembangan suatu kultur yang ditanam (Gunawan 1992). Sitokinin dalam hal ini Kinetin dapat berperan dalam mendorong morfogensis sel. kertas wrap.1 mg/L Minggu ke-3 PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengamatan selama 3 minggu. TUJUAN Percobaan ini bertujuan untuk membedakan efek zat pengatur tumbuh sitokinin antara kinetin dan BAP pada tanaman krisan. Buku tanaman krisan distek (dipotong menggunakan pisau) dengan bagian bawah lebih panjang. dan alat tulis. Interaksi dan perimbangan antara auksin dan sitokinin yang diberikan dalam medium dan yang diproduksi secara endogen oleh tanaman. tisu. Adanya kinetin yang ditambah pada media tumbuh mengakibatkan fase transkripsi dan translasi RNA berlangsung lebih giat.

Perlakuan pemberian BAP dan kinetin tidak mempengaruhi presentase kontaminasi yang terjadi karena umumnya kontaminasi terjadi karena cendawan. . proses pelaksaan dan lingkungan. Bogor: Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman PAU Bioteknologi IPB. botol kultur . Getting Started with Tissue Culture – Media Preparation. 2000. organisme kecil yang masuk ke media. SIMPULAN Percobaan stek batang tanaman krisan pada media MS+BAP berhasil mengalami pertumbuhan tunas pada ketiak daun pada minggu ketiga. alat tanam yang kurang steril. DAFTAR PUSTAKA Beyl B. stek batang yang digunakan tidak memotong bagian daun pada Salah satu faktor pembatas dalam keberhasilan kultur jaringan adalah kontaminasi yang dapat terjadi pada setiap saat dalam masa kultur. 1992. sedangkan stek batang krisan pada media MS+kinetin mengalami kontaminasi cendawan pada minggu kedua. Gunawan LW. Sitokinin sendiri biasanya digunakan untuk merangsang pembelahan sel. Hal ini ditandai adanya hifa-hifa putih di permukaan medium. Kontaminasi yang terjadi pada media MS+kinetin dapat berasal dari eksplan.kedua. London: CRC Press. Sterile Technique and laboratory Equipment. Log in Copyright © 2011 miftahulj0759's blog. lingkungan kerja. terutama bila ditambahkan bersama dengan auksin. Dari ketiak stek yang umumnya keluar satu tunas maka dengan penambahan sitokinin dengan konsentrasi tertentu dapat merangsang terjadinya proliferasi. Pada kultur jaringan tanaman dimana eksplan merupakan tunas pucuk atau stek maka sitokinin dapat mendorong proliferasi tunas. Konsentrasi BAP yang diberiakan dan adanya sitikonin endogen dalam eksplan akan mempengaruhi pembelahan sel pada sel-sel meristem yang juga akan mempengaruhi pertumbuhan dari eksplan. Penggunaan BAP dalam konsentrasi tinggi dapat merangsang kemampuan tumbuhan dalam pembentukan tunas. Posted in Academic Comments are closed. Teknik Kultur Jaringan. bakteri. All Rights Reserved. Pada percobaan ini. sterilisasi alat-alat dan media sterilisasi bahan tanaman (Gunawan 1992). ruang kultur yang kotor dan kecerobohan dalam pelaksanaan. Kontaminasi ditandai dengan adanya hifa pada permukaan media di bagian tengah. Keanekaragaman sumber kontaminasi menyebabkan prosedur aseptik yang harus diperhatikan melalui sterilisasi lingkungan kerja.

Blogging by WordPress .Theme Created by green wordpress templates in partnership with used macs .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->