PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Sehat adalah karunia Tuhan yang harus disyukuri, sebab degan kesehatan segalanya akan tampak indah tanpa kesehatan segalanya akan sia-sia. Kondisi sehat dapat dicapai bila mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga. Rumah tangga sehat dapat terwujud bila ada keinginan, kemauan setiap anggota rumah tangga untuk menjaga, meningkatkan, dan melindungi kesehatannya dari gangguan ancaman penyakit melalui “PHBS”. (WHO) Sehat : Kenyamanan Keseluruhan Jasmani, Mental, Sosial Pengertian phbs : Sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang / keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau, mampu mempraktikkan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

PHBS BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN • Cuci tangan dgn sabun dan air setelah Buang Air Besar (BAB) • Menghuni rumah sehat • Menggunakan air bersih • Menggunakan jamban • Memberantas jentik nyamuk • Membuang sampah ditptnya • Cuci tangan Phbs bidang gaya hidup sehat : • Tidak merokok dalam rumah • Melakukan aktifitas fisik / olahraga setiap hari • Makan sayur dan buah-buahan setiap hari

Manfaat PHBS : 1. Setiap anggota keluarga meningkatkan kesehatannya dan tidak mudah sakit. 2. Anak Tumbuh Sehat dan Cerdas

HASIL SURVEI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ( PHBS ) DI DESA KERAMAT KECAMATAN AMUNTAI SELATAN TANGGAL 05 s/d 07 AGUSTUS 2009

Survei PHBS dilakukan pada 105 KK dengan hasil sebagai berikut : DATA UMUM 51 % responden adalah laki-laki dan 49 % perempuan, dikelompokkan menjadi 2 (dua) kelompok umur yaitu < 40 tahun sebanyak 68 % dan > 40 sebanyak 32 % (dasar pengelompokkan adalah umur 40 tahun dianggap sebagai usia matang secara mental spiritual). Tingkat pendidikan responden terbagi menjadi : Tidak pernah sekolah 5 % Belum sekolah 8 % Tamat SD sederajat 58 % Tamat SLTP sederajat 14 % Tamat SLTA sederajat 7 % Tamat PT 6 % Penghasilan masyarakatnya rata-rata per bulan yaitu : < 1 Juta 73 % > 1 Juta 27 % DATA PHBS Dari 18 responden yang mempunyai anak Balita yang mengaku persalinannya ditolong tenaga kesehatan sebanyak 83% dan 17% ditolong dukun kampong, 95% juga mengatakan selalu menimbang bayi/balitanya tiap bulan yang dibuktikan dengan adanya KMS. Sedangkan dari 8 responden yang memiliki anak di bawah 6 bulan, 5 responden mengaku sampai saat survei masih menyusui anaknya dengan ASI saja tanpa diberi tambahan makanan yang lain. 100% responden mengaku menggunakan air bersih, baik air PDAM maupun air yang diolah sendiri dengan pemberian tawas ataupun kaporit. Tetapi hanya 24% responden yang mengaku melakukan kebiasaan cuci tangan dengan air bersih dan sabun setiap sebelum makan dan sesudah BAB. Dalam hal kebiasaan buang air besar, sebagian besar responden sudah BAB di jamban keluarga sehat di rumah, karena 74% responden sudah memiliki jamban keluarga sehat. Dalam hal pemberantasan jentik dan sarang nyamuk, 92% responden mengatakan selalu menguras tempat air setiap minggu sehingga tidak sampai berkembang biak jentik nyamuk dan 8% mengaku kurang peduli dengan masalah tersebut. Ketika ditanya masalah konsumsi buah dan sayur setiap hari hanya 51% responden yang mengatakan makan buah dan sayur setiap hari, sedang sisanya mengaku tidak setiap hari. 100% responden mengaku melakukan aktifitas fisik setiap hari, karena kebanyakan dari mereka bekerja, baik membuat lemari maupun kerja di sawah. Kebiasaan merokok di dalam rumah 23% responden dan sisanya 77% responden mengaku tidak merokok di dalam rumah.

HASIL SURVEI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ( PHBS ) DI DESA JARANG KUANTAN KECAMATAN AMUNTAI SELATAN TANGGAL 05 s/d 07 AGUSTUS 2009

Survei PHBS dilakukan pada 105 KK dengan hasil sebagai berikut : DATA UMUM 49 % responden adalah laki-laki dan 51 % perempuan, dikelompokkan menjadi 2 (dua) kelompok umur yaitu < 40 tahun sebanyak 71 % dan > 40 sebanyak 29 % (dasar pengelompokkan adalah umur 40 tahun dianggap sebagai usia matang secara mental spiritual). Tingkat pendidikan responden terbagi menjadi : Tidak pernah sekolah 2 % Belum sekolah 9 % Tamat SD sederajat 38 % Tamat SLTP sederajat 20 % Tamat SLTA sederajat 23% Tamat PT 8% Penghasilan masyarakatnya rata-rata per bulan yaitu : < 1 Juta 73 % > 1 Juta 27 % DATA PHBS Dari 18 responden yang mempunyai anak Balita yang mengaku persalinannya ditolong tenaga kesehatan sebanyak 100% , dan 100% juga mengatakan selalu menimbang bayi/balitanya tiap bulan yang dibuktikan dengan adanya KMS. Sedangkan dari 3 responden yang memiliki anak di bawah 6 bulan, kesemuanya mengaku sampai saat survei masih menyusui anaknya dengan ASI saja tanpa diberi tambahan makanan yang lain. 100% responden mengaku menggunakan air bersih, baik air PDAM maupun air yang diolah sendiri dengan pemberian tawas ataupun kaporit. Tetapi hanya 39% responden yang mengaku melakukan kebiasaan cuci tangan dengan air bersih dan sabun setiap sebelum makan dan sesudah BAB. Dalam hal kebiasaan buang air besar, sebagian besar responden sudah BAB di jamban keluarga sehat di rumah, karena 69% responden sudah memiliki jamban keluarga sehat. Dalam hal pemberantasan jentik dan sarang nyamuk, 96% responden mengatakan selalu menguras tempat air setiap minggu sehingga tidak sampai berkembang biak jentik nyamuk dan 4% mengaku kurang peduli dengan masalah tersebut. Ketika ditanya masalah konsumsi buah dan sayur setiap hari hanya 44% responden yang mengatakan makan buah dan sayur setiap hari, sedang sisanya mengaku tidak setiap hari. 100% responden mengaku melakukan aktifitas fisik setiap hari, karena kebanyakan dari mereka bekerja, baik membuat lemari maupun kerja di sawah.

Kebiasaan merokok di dalam rumah 56% responden dan sisanya 44% responden mengaku tidak merokok di dalam rumah.

http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2009/09/perilaku-hidup-bersih-dansehat.html

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Kehidupan Berumah Tangga
By neoroni

APAKAH PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT? Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yangdilakukan atas kesadaran semua anggota keluarga dan masyarakat, sehingga keluarga dan masyarakat itu dapat menolong dirinya sendiri dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehatmenjadi perilaku sehat, dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga.

yaitu : 1. memberantas jentik nyamuk. Dalam lingkup rumah tangga. 4. menimbang balita secara rutin. ada 5 pilar PHBS. 3. 5. dll. dipelihara dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangakan oleh semua pihak secara keseluruhan (totalitas). untuk ber-PHBS kegiatanya cukup banyak seprti tidak merokok dalam rumah.Olehkarena itu kesehatan perlu dijaga. Sebagaimana tercakup dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). memberi ASI. 2. Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS). Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pengolahan Air Minum Rumah Tangga Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga APAKAH MANFAAT BER-PHBS Manfaat rumah tangga dan masyarakat ber-PBHS antara lain: • Seluruh anggota keluarga dan masyarakat menjadi sehat • Anak akan tumbuh cerdas dalam lingkungan yang sehat • Masyarakat akan mampu mewujudkan lingkungan yang sehat • Mampu mencegah dan menaggulangi penyakit dan masalah kesehatan • Biaya untuk kesehatan (penyakit) dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain .

diperkirakan sekitar 47% masyarakat Indonesia masih buang air besar sembarangan. ada yang berperilaku buang air besar ke sungai. tinja dapat untuk pakan ikan.1. . kolam dan tempat-tempat terbuka lainnya. dan lain-lain yang akhirnya dibungkus sebagai alasan karena kebiasaan sejak dulu. sejak nenek moyang. karena tinja dikenal sebagai media tempat hidupnya bakteri coli yang berpotensi menyebabkan terjadinyapenyakit diare. Tahun 2006 sebesar 423 per 1000 penduduk terserang diare dengan angka kematian sebesar 2. STOP BABS Latar belakang Sampai saat ini. antara lain anggapan bahwa membangun jamban itu mahal. dan sampai saat ini tidak mengalami gangguan kesehatan. sejak anak-anak. lebih enak BAB di sungai. sawah. Perilaku seperti tersebut jelas sangat merugikan kondisi kesehatan masyarakat. kebon. Berbagai alasan digunakan oleh masyarakat untuk buang air besar sembarangan.52 %.

dan berisiko menimbulkan penyakit pada seseorang dan bahkan bahkan menjadi wabah penyakit pada masyarakat yang lebih luas. Stop buang air besar sembarangan (STOP BABS) akan memberikan manfaat dalam hal-hal sebagai berikut: a. dan akhirnya akan masuk dalam tubuh manusia. virus dan cacing). dll maka bibit penyakit tersebut akan menyebar luas ke lingkungan. Tidak mencemari sumber air yang dapat dijadikan sebagai air baku air minum atau air untuk kegiatan sehari-hari lainya seperti mandi. sungai. Tidak mengundang serangga dan binatang yang dapat menyebarluaskan bibit penyakit. Dipihak lain bilamana masyarakat berperilakuhigienis. sehingga dapat emncegah penyakit menular Kemana tinja harus dibuang . Dalam kejadian diare misalnya. kolam. missal kebon. sesuai dengan kaidah kesehatan. dalam hal ini meningkatkan jamban keluarga. dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi dasar. Apabila tinja tersebut dibuang di sembarang tempat. dengan membuang air besar pada temapt yang benar. Mengapa harus STOP BABS Tinja atau kotoran manusia merupakan media sebagai tempat berkembang danberinduknya bibit penyakit menular (missal kuman/bakteri. dll c. cuci. sehat. hal tersebut akan dapat mencegah dan menurunkan kasus-kasuspenyakit menular. Menjaga lingkungan menjadi bersih. nyaman dan tidak berbau b. akan dapat menurunkan kejadian diare sebesar 32%.Alasan dan kebiasaan tersebut harus diluruskan dan dirubah karena akibatkebiasaan yang tidak mendukung pola hidup bersih dan sehat jelas-jelas akanmemperbesar masalah kesehatan.

Prinsip utama tempat pembuangan tinja adalah suatu wadah atau tempat yangmampu menjaga atau mencegah tinja tersebut TIDAK MENCEMARI AIR terutama air untuk sumber air minum DAN TIDAK MENCEMARI TANAH. karena tinja bayi dan anak-anak tersebut sama bahayanya dengan tinja orang dewasa. melakukan pendataan rumah tangga yang anggota keluarganya masih BABSembarangan. atau bahkan leher angsa dari bahan keramik. misal kehalaman rumah. mendata rumah tangga yang sudah memiliki . maka tinja harus dikelola. Apa peran kader masyarakat. Untuk itu tinja harus dibuang pada suatu “wadah” atau sebut saja JAMBAN KELUARGA.dan lebih mahal misal jamban leher angsa dari tanah liat. yaitu anttara lain: a. Jamban yang digunakan masyarakat bisa dalam bentuk jamban yang palingsederhana. atau jamban yang lebih baik.Mengingat tinja merupakan bentuk kotoran yang sangat merugikan danmembahayakan kesehatan masyarakat. dan murah. atau kelompok masyarakat desa yang berkesadaran dan berkepentingan untuk memajukan dan meningkatkan derajat kesehatan mempunyai peran yang sangat penting dalam promosi perilaku stop buang air besar sembarangan. kebon. bahwa tinja bayi dan anak-anak juga harus dibuang ke jamban. dibuang dengan baik dan benar. Hal ini perlu diluruskan. misal jamban CEMPLUNG. baik anak-anak (termasuk bayi dan anak balita) dan lebih-lebih orang dewasa.Dengan pemikiran tertentu. Kader kesehatan. oleh orang tua seringkali tinja bayi dan anak-anakdibuang sembarangan oleh orang tuanya. dll. memanfaatkan setiap kesempatan di dusun/desa untuk memberikanpenyuluhan tentang pentingnya perilaku buang air besar yang benar dan sehat b. Siapa yang harus menggunakan jamban Semua anggota keluarga harus menggunakan jamban untuk membuang tinja.

Tanpa subsidi kepada masyarakat 2. Pendekatan ini adalah digalakanya PEMICUAN untuk merubahperilaku masyarakat dalam menuju buangan air besar yang benar dan sehat secara totalitas dan keseluruhan dalam desa/dusun tersebut. Totalitas. dan memonitorperilaku masyarakat dalam menghentikan kebiasaan buang air besarsembarangan. menggalang daya (bisa tenaga ataupun dana) antar sesama warga untukmemberi bantuan dalam pembangunan jamban bagi warga yang lain e. sehingga dalam tatanan dusun/desa terwujud kondisi TERBEBAS DARI PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN d. mengadakan kegiatan yang sifatnya memicu. Adapun prinsip dan ciri penting CLTS/STBM adalah sebagai berikut: Prinsip – prinsip CLTS adalah : 1. mendampingi. Tidak menggurui. yang disebutCLTS/STBM. CATATAN PENTING Disamping hal-hal tersebut diatas. menjadi resource-lingker (penghubung) antar warga masyarakat denganberbagai pihak terkait yang berkepentingan dalam mewujudkan jamban yangsehat (improved jamban). seluruh komponen masyarakat terlibat dalam analisa permasalahan perencanaan – pelaksanaan serta pemanfaatan dan pemeliharaan Ciri-ciri penting dalam CLTS adalah : 1. Inisiatif masyarakat . Masyarakat sebagai pemimpin 4.jamban“sederhana” dan mendata keluarga yang sudah memiliki jamban yang sudahlebih sehat (leher angsa) c. tidak memaksa dan tidak mempromosikan jamban 3. Kader kesehatan juga harus mengetahui ciriutama dari pendekatan yang dianut dalam Program Pamsimas.

2. Solidaritas masyarakat. Seperti halnya perilaku buang air besar sembarangan.2. kaya dan miskin. dan bahkan flu babi yang kini cukup menghebohkan dunia. semua akanangat terlibat dalam pendekatan ini. cukup banyak penyakit yang dapat dicegah melalui kebiasan atauperilaku higienes dengan cuci tangan pakai sabun (CTPS). kecacingan. CUCI TANGAN PAKAI SABUN Latar belakang Dari aspek kesehatan masyarakat. typhus perut. laki dan perempuan. khususnya pola penyebaran penyakit menular. perilaku cuci tanganterlebih cuci tangan pakai sabun merupakan masih merupakan sasaran . 3. flu burung. Total atau keseluruhan. keputusan masyarakat dan pelaksanaan secaraolektif adalah kunci utama. seperti misal penyakit diare.

• hanya sekitar 7% masyarakat yang cuci tangan pakai sabun sebelum memberi makan kepada bayi. maka sangat penting adanya upaya promosi kesehatan bermaterikan peningkatan cuci tangan tersebut.pentingdalam promosi kesehatan. CTPS adalah satu-satunya intervensi kesehatan yang paling “cost-effective”jika dibanding dengan hasil yang diperolehnya. b. Mengapa perlu CTPS Perilaku cuci tangan pakai sabun ternyata bukan merupakan perilaku yang biasa dilakukan sehari-hari oleh masyarakat pada umumnya. Kapan harus cuci tangan Ada 5 waktu kritis untuk cuci tangan pakai sabun yang harus diperhatikan. Mencuci tangan pakai sabun dapat mencegah penyakit yang dapatmenyebabkan ratusan ribu anak meninggal setiap tahunya. Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup c. Rendahnya perilaku cuci tangan pakai sabun dan tingginya tingkat efektifitas perilaku cuci tangan pakai sabun dalam mencegah penularan penyakit. • baru 14% masyarakat cuci tangan pakai sabun sebelum makan. Dengan demikian dapat dipahami betapa perilaku ini harus dilakukan. Hal ini disebabkasn perilaku tersebut masih sangat rendah. Dengan perilaku cuci tangan yang benar. • hanya 9% ibu-ibu yang mencuci tangan pakai sabun setelah membersihkan tinja bayi dan balita. yaitu pakai sabun dan menggunakanair bersih yang mengalir akan dapat menurunkan kejadian diare sampai 45%. khususnya terkait perilaku hidup bersih dan sehat. antara lain karena berbagai alasan sbb: a. dimana baru • 12% masyarakat yang cuci tangan pakai sabun setelah buang air besar. yaitu saat-saat sebagai berikut: .

Sebelum menyiapkan makanan c. yaitu antara lain: a.Setelah membersihkan sampah .a. seperti disentr.Setelah battuk/bersin dan membersihkan hidung . Setelah buang air besar d. Setelah memegang unggas/hewan Selain 5 waktu kritis tersebut.Sebelum menyusui bayi . yaitu: . tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman Bagaimana mencuci tangan yang benar a. ada beberap waktu lain yang juga penting danharus dilakukancuci tangan. cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun seperlunya .Setelah bermain di tanah atau lantai (terutama bagi anak-anak) Apa manfaat cuci tangan Ada beberapa manfaat yang diperoleh setelah seseorang melakukancuci tanganpakai sabun. flu burung. flu babi. membunuh kuman penyakit yang ada ditangan b. Setelah menceboki bayi/anak e. dll c. typhus. Sebelum kanan b. mencegah penularan penyakit.

bersihkan tangan pakai lap bersih. mengadakan kegiatan yang sifatnya “suatu gerakan” cuci tangan pakai sabunsehingga dapat menarik perhatian masyarakat. diantaranya adalah: a. dll 3. atau kelompok masyarakat desa yang berkesdaran untukmemajukan dan meningkatkan derajat kesehatan mempunyai peran yang sangat penting dalam promosi perilaku cuci tangan pakai sabun. pergelangan tangan. . seperti pada hari besarkesehatan. Apa peran kader masyarakat Kader kesehatan.mandi. sela-sela jari dan punggungtangan c. memanfaatkan setiap kesempatan di dusun/desa untuk memberikanpenyuluhan tentang pentingnya perilaku CTPS b.b. cuci. pesta desa. dan keperluan lainnya. PENGOLAHAN AIR MINUM RUMAH TANGGA Mengapa perlu air bersih Air merupakan kebutuhan dasar yang dipergunakan sehari-hari untuk minum. Bila kita tidak menggunakan air yang bersih. bersihkan telapak tangan.

yang kini susah untuk diperoleh bagi masyarakat. tidak payau • air tidak bberbau. tidak rasa asin. air juga sangat penting untuk aspek kebersihan diri. demam berdarah. tidak bau amis. Air dialam akan digunakan sebagai sumber air baku air minum bagi masyarakat. dan diccegah dari pencemaran.diraba. Banyak penyakit .. danau dan lain-lain. akan memberi menfaat bagi kesehatan masyarakat. tdak bau belerang. dll Disamping dari aspek penyakit.Syarat fisik dapat dibedakan melalui inder kita. busa. tidak rasa asam. Airyang tercemar akan menyebabkan susah dalam pengolahanya. penyakit kulit. thypus. biologi maupun kimiawi. seperti dapat dilihat. baik air kotor dan bahkan juga air yang bersih secara fisik. Air merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam aspek kesehatanmasyarakat. dimana air dapat menjadi sumber dan tempat perindukan dan media kehidupan bibit penyakit. Secara fisik air harus memenuhi syarat sbb : • air tidak berwarna. anyir. bebas dari lumpur. cholera. disentri. bening/jernih • air tidak keruh. dirasa. dll Apa manfaat air Air yang bersih dan sehat. busuk. dicium.tterkait dengan air.seperti terhindar dari gangguan penyakit diare. dll • air tidak berasa.Air banyak dijumpai di alam. dll. atau hygiene perorangan. memerlukanteknologi yang kadang-kadang canggih . . seperti diare. Untuk itu air dialam harus dipelihara. sampah. dan merupakan benda social yang melimpah ruahseperti kita lihat di laut. sungai. Namun demikian air yang bersih yang sehat merupakan benda ekonomi. baik syarat fisik. Apa syarat air bersih Air bersih dan air minum harus memenuhi syarat kesehatan.

• Jarak sumber air (missal sumur) tidak boleh berdekatan dengan tangki jamban keluarga. timba. dll • Lingkungan sumber air harus dijaga kebersihannya.Dari sumber air bersih dapat diperoleh Air bersih untuk kebutuhan dapat diperoleh dari berbagai sumber. tidak boleh ada berdekatan dengan kandang ternak. • Dan lain-lain . seperti tidak boleh untuktempat pembuangan sampah. tidak ada genangan air. sumur pompa. baik cemaran fisik. sehingga sulit dan membutuhkan tenaga dan biaya untuk mendapatkannya. tidakdiletakan di lantai. tidakrusak. bibir sumur diplester.cemaran biologi maupun cemaran kimiawi • Sumur gali. seperti lantai sumur tidak boleh retak. Sumber-sumber air tersebut adalah: • mata air • air sumur (bias sumur dalam atau sumur dangkal) • air ledeng atau perusaahan air minum • air hujan • air dalam kemasan Bagaimana menjaga sumber air bersih • Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemar. Namun seringkali sumber air bersih jauh dari lokasi tempat tinggal suatu kelompok masyarakat. dan ember pengambil air harus dijaga tetap bersih. dll • Gayung. kran-kran umum dan juga mata air harus dijagabangunannya agar tidak rusak.

dll. ada beberapa cara untuk membunuh kuman dalam air. memelihara saluran air dan memperbaiki kerusakan bilamanaterjadi • Menggalang pihak lain. misal derngan member bahan-bahan kimia terbatas yang sudah dinyatakan aman bagi kesehatan (misal air rahmat. karena kuman akan mati pada suhu 100 derajat C (saat air . Disamping cara tersebut diatas. berupaya mencari jalan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan air bersih bagi lingkungannya • Membentk kelompok pemakai air (pokmair misalnay) untuk mengawasisumber air. Untuk itu air harus direbus dulu sampai mendidih. namun air tersebut belum tentu bebas dari kumanpenyakit. sodis. tentang air yang sehat bagimasyarakat.mendidih).Bagaimana menjaga air minum yang ada di rumah supaya sehat Meskipun air terlihat bersih. berusaha untuk mencari sumber air. dll) Apa peran kader • Melakukan pendataan rumah tangga mana yang sudah dan yang belummemiliki ketersedian air bersih/air minum di rumahnya • Bersama dengan tokoh masyarakat/pemerintah desa. termasuk dunia usaha untuk member bantuan dalampenyedian air bersih dan air minum • Memanfaatkan setiap kesemapatan untuk memberi penyuluhan kepadamasyarakat tentang hidup bersih dan sehat . .

terdiri dari bahan yang bias membusuk (organic) dan tidak membusuk (anorganik) yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan masyarakat. karena ternyata kini sampah justru mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi sehingga “sampah” bisa menjadi barang rebutan.4. untuk diolah atau digunakan kembali. PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA Apa itu sampah Sampah adalah limbah yang bersifat padat. dan kemudian dijula sebagai bahan komoditas yang sangat menggiurkan. Sampah yang dihasilkan di pedesaan relative sedikit dibandingkan dengan lahan di desa tersebut. Jenis sampah pada umumnya berupa bahan-bahan organic yangmudah hancur secara alami oleh alam-lingkungan Mengapa sampah perlu dikelola . Namun demikian anggapan bahwa sampah itu tidak berguna kini mulai memudar.

daun. thypus. sisa-sisa bangunan ( pecahan batu. tikus. seperti missal sisa makanan. batu bata) seng. dan lain-lain Jenis-jenis sampah Sampah digolongkan menjadi dua jenis yaitu sampah basah (organic) dan sampah kering (non-organik) Sampah basah biasanya akan mudah mengalami pembusukan. plastic. disentri. pada umumnya sampah biasanya ditangani dengan beberapacara.Sampah harus dikelola dengan baik dan benar. sisa sayuran. dan anjing. yaitu : • Dengan dibakar • Dibuang ke lubang galian • Dibuat kompos Apa itu 3R Namun dengan berkembangnya dunia usaha dan juga ilmu pengetahuan. Sampah akan menarik binatang-binatang yang dikenal dalam aspek kesehatandapat menyebarluaskan penyakit. karena bila tidak akan dapatmenjadi tempat perindukan vector bibit penyakit penyakit. dan lain-lain. dan lain-lain Kemana sampah dibuang Untuk pedesaan. logam. sisa kertas. seperti misal lalat. buah-buahan. kecoa . Penyakit-penyakit yang berkaitan erat dengan sampah yang tidak dikelola dengan benar antara lain : demam berdarah. kinisampah dapat dikelola dengan lebih menguntungkan. Sampah kering relative sukar dan bahkan tidak dapat mebusuk. reuse dan recycle) . yaitu yang dikenal dengan istilah pendekatan 3R ( reduce. botol. separti misal kayu. kaca.

sehingga akan mengurangi makanan yang menjadi sampah. adalah upaya pengelolaan sampah dengan cara mungurangi volumesampah itu sendiri. Misal kalo beli sayuran pilihlah sayuran yang sesedikit mungkin dibuang. atau daur ulang. Cara ini sifatnya lebih mengarah ke pendekatan pencegahan.Reduce. Reuse. besi bekas diolah kembali menjadi barang-barang seni dari besi. termasuk dunia usaha untuk memberi bantuan dalampengelolaan sampah • Memanfaatkan setiap kesemapatan untuk memberi penyuluhan kepadamasyarakat tentang hidup bersih dan sehat . dll Apa peran kader • Memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mengelola sampah denganbenar. untukkeperluan yang sama atau fungsinya yang sama. tentang persampahan terkaitmasalah kesehatan masyarakat . kalo ambil makanan jangan berlebihan. atau untuk botol kecap. dan bila mungkin dapat mendatangan keuntungan secara financial • Menggalang pihak lain. missal dengan dicuci yang benar. Misal sampah organik diolah menjadi kompos. Recycle. untuk mengahsilkan produk yang sama atau produk yang lain. adalah pemanfaatan limbah melalui pengolahan fisik atau kimia. Misal botol sirop digunakankembali untuk botol sirop. yaitu suatu cara untuk menggunakan kembali sampah yang ada. Tentunya proses ini harusdilakukan dengan baik.

karena kalo dibuang sembarangan akan membuat lingkungan kotor. berbau. karena bila tidak akan dapatmenjadi tempat perindukan vector bibit penyakit penyakit.5. peturasan. Limbah cair dari kegiatan rumah tangga volumenya relative sedikit dibandingdengan luas lahan yang ada di desa tersebut. Limbah cair ini dapat berasal dari kamar mandi. Dalam pengertian ini limbah cair ini tidak termasuk limbah cair yang berasal dari WC/jamban keluarga. dan mengurangi estetika dan kebersihan lingkungan Mengapa limbah cair perlu dikelola Limbah cair harus dikelola dengan baik dan benar. Namun demikian limbah cair tersebut tetap harus dikelola. PENGELOLAAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA Apa itu limbah cair RT Limbah cair rumah tangga merupakan limbah yang berbentuk cair yang merupakan timbulan dari kegiatan rumah tangga. cucian barang/bahan dari dapur. .

Bentuk SPAL dapat berupa sumuran ataupun saluran dengan ukuran tertentu. disentri. seperti misal lalat.Ijuk . (SPAL) yang dapat dibuat oleh masing-masing rumah tangga. • Memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk memberi penyuluhankepada masyarakat tentang hidup bersih dan sehat. menjaga lingkungan yang bersih aman dan nyaman.Batu belah diameter 10-15 cm Apa peran kader • Memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mengelola limbah cairdengan benar. kecoa . • Menghubungi unit/instansi terkait untuk memberikan bimbingan teknis dalampembangunan sarana (SPAL). dan bila mungkin dapat dijadikan media yang dapatdimanfaatkan secara ekonomi. tikus. Sumuran atau saluran tersebut diberi bahan-bahan yang dapat berfungsi untukmenyaring unsure yang terkandung dalam limbah cair. thypus.Limbah cair akan menarik binatang-binatang yang dikenal dalam aspek kesehatan dapat menyebarluaskan penyakit. :P By the way sorry kalo posting ini agak serius… ini adalah salah satu cara internalisasi bagi saya secara pribadi dan profesi saya sebagai WASH Facilitator. dan lain-lain Kemana limbah cair harus dibuang Limbah cair harus dibuang pada sarana pengolahan air limbah.. Bahan tersebut disusundengan formasi urutan sebagai berikut: .Batu belah ukuran diameter 5-10 cm . Piss!! . Penyakit-penyakit yang berkaitan erat dengan sampah yang tidak dikelola dengan benar antara lain : demam berdarah.

blogspot. Menggunakan air bersih 5.com/2010/12/15/perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-dalamkehidupan-berumah-tangga/ Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga http://safrudin. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga ber PHBS yang melakukan 10 PHBS yaitu : 1.http://nasrussyukroni. Memberantas jentik dd rumah sekali seminggu 8. http://aipni.wordpress.scribd. Menggunakan jamban sehat 7. mau dan mampu untuk mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam mewujudkan Institusi Kesehatan Sehat dan mencegah penularan penyakit di institusi kesehatan. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 2. Menimbang balita setiap bulan 4.com.com. Memberi ASI ekslusif 3. Makan buah dan sayur setiap hari 9. . mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Tidak merokok di dalam rumah http://www.com PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu.com/doc/32294065/Perilaku-Hidup-Bersih-Dan-Sehat Promosi Kesehatan Dalam Pencapaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Institusi Kesehatan PHBS di Institusi Kesehatan adalah upaya untuk memberdayakan pasien. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. masyarakat pengunjung dan petugas agar tahu.blogspot. http://stikesmuhgombong.

Memberantas jentik nyamuk . Tidak meludah sembarangan 6.tempat Umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah/swasta. Tidak meludah sembarangan 6. Membuang sampah pada tempatnya 4. mau dan mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan tempat . sarana perdagangan dan olahraga.tempat Umum Sehat. atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat seperti sarana pariwisata. Menggunakan air bersih 2.Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Institusi Kesehatan yaitu : 1.tempat umum agar tahu. rekreasi dan sarana sosial lainnya.tempat Umum adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat . Tempat . sarana ibadah. Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Tempat Tempat Umum yaitu : 1. Tidak merokok di tempat umum 5. Memberantas jentik nyamuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat . Menggunakan jamban 3. Membuang sampah pada tempatnya 4. Menggunakan Jamban 3. Tidak merokok di institusi kesehatan 5.tempat Umum PHBS di Tempat . Menggunakan air bersih 2. transportasi.

serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun 2. Melakukan olahraga secara teratur/aktifitas fisik 4. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan 8. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar dan buang air kecil 5. Memberantas jentik nyamuk 6. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat 4.Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah 3. Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja 3. Olahraga yang teratur dan terukur 5. Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu : 1. Tidak merokok di sekolah 7. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan Tempat Kerja Sehat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat kerja antara lain : 1. guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran. Tidak merokok di tempat kerja 2. Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja . sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit. Membuang sampah pada tempatnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat Kerja PHBS di Tempat kerja adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja agar tahu. meningkatkan kesehatannya.

Mempergunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) July 29. serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat. mau dan mampu melaksanakan perilaku . 2008creasoftLeave a commentGo to comments 6 Votes 1. PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. Menggunakan jamban saat buang air kecil dan besar 8. Gizi. Perilaku Sehat Adalah pengetahuan. Kesehatan Lingkungan. Menggunakan air bersih 7. Membuang sampah pada tempatnya 9. Dana Sehat/Asuransi Kesehatan/JPKM. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Gaya Hidup. mau dan mampu mempraktekkan PHBS. Dalam hal ini ada 5 program priontas yaitu KIA.6. sikap dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah risiko terjadinya penyakit. Adalah wujud keberdayaan masyarakat yang sadar. melindungi diri dari ancaman penyakit. b. Definisi a.

memelihara atau meningkatkan perilaku tersebut kearah yang lebih positif. sikap dan perilaku. bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Dengan demikian manajemen PHBS adalah penerapan keempat proses manajemen pada umumnya ke dalam model pengkajian dan penindaklanjutan. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat. 2. serta cara menindaklanjutinya dengan berusaha mengubah. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan. memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Kualitas hidup adalah sasaran utama yang ingin dicapai di bidang Pembangunan sehingga kualitas hidup ini sejalan dengan tingkat sesejahteraan. melalui pendekatan pimpinan (Advokasi). Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri. . a. terutama dalam tatanan masing-masing. keluarga. memberikan informasi dan melakukan edukasi. diperlukan pengelolaan manajemen program PHBS melalui tahap pengkajian.hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. perencanaan. dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga. sedang proses penindaklanjutan dilakukan dari kiri ke kanan. Prose Program PHBS Selanjutnya dalam program promosi kesehatan dikenal adanya model pengkajian dan penindaklanjutan (precede proceed model) yang diadaptasi dari konsep L W Green: Model ini mengkaji masalah perilaku manusia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. dengan membuka jalur komunikasi. kelompok dan masyarakat. c. Selanjutnya kembali lagi ke proses semula. Alur Pelaksanaan Program PHBS Gambar 2. penggerakan pelaksanaan sampai dengan pemantauan dan penilaian. Konsep Untuk mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditiap tatanan. Untuk lebih jelasnya digambarkan dalam bagan berikut ini : Gambar 1. untuk meningkatkan pengetahuan. Proses pengkajian mengikuti anak panah dari kanan ke kiri.

selanjutnya diterbitkan peraturan dilarang membuang sampah sembarangan. apabila tidak diikuti dengan penyediaan fasilitas tempat sampah yang memadai. Faktor pemudah adalah faktor pemicu atau anteseden terhadap perilaku yang menjadi dasar atau motivasi bagi perilaku. Faktor lingkungan adalah segala faktor baik fisik. Persiapan sumber daya manusia Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen pengelola program Promkes. Faktor lingkungan adalah faktor fisik. c. Selanjutnya sebelum melaksanakan langkah-langkah manajemen PHBS. Promosi kesehatan adalah proses memandirikan masyarakat agar dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Ottawa Charter 1986). Demikian penjelasan singkat mengenai precede proceed model yang dikaitkan dengan program PHBS. Promosi kesehatan lebih menekankan pada lingkungan untuk terjadinya perubahan perilaku. Himbauan dan peraturan tidak akan berjalan. Contohnya masyarakat dihimbau untuk membuang sampah di tempatnya. a. terlebih dahulu dilakukan kegiatan persiapan yang meliputi : a. faktor pemudah dan faktor penguat. biologis maupun sosial budaya yang langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi derajat kesehatan. b. c.b. Ketiga faktor penyebab tersebut di atas dipengaruhi oleh faktor penyuluhan dan faktor kebijakan. Derajat kesehatan adalah sesuatu yang ingin dicapai dalam bidang kesehatan. bentuk kegiatannya yaitu : . Faktor penguat adalah faktor yang menentukan apakah tindakan kesehatan memperoleh dukungan atau tidak. Semua faktor faktor tersebut merupakan ruang lingkup promosi kesehatan. Ada 3 faktor penyebab mengapa seseorang melakukan perilaku tertentu yaitu faktor pemungkin. biologis dan sosial budaya yang langsung/tidak mempengaruhi derajat kesehatan. d. Faktor pemungkin adalah faktor pemicu terhadap perilaku yang memungkinkan suatu motivasi atau aspirasi terlaksana. dengan adanya derajat kesehatan akan tergambarkan masalah kesehatan yang sedang dihadapi. peraturan serta organisasi. Faktor perilaku dan gaya hidup adalah suatu faktor yang timbul karena adanya aksi dan reaksi seseorang atau organisme terhadap lingkungannya. Dengan demikian suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu.

Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif sebagai informasi pendukung untuk memperkuat permasalahan PHBS yang ditemukan di lapangan. dll. menganalisis dan merumuskan masalah perilaku yang berkaitan dengan PHBS. dilakukan melalui : 1) Surat menyurat. Selanjutnya dibuat simpulan hasil analisis data sekunder tersebut. Gizi. dana. Pengkajian masalah PHBS secara kuantitatif 2) Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan ini meliputi data perilaku dan bukan perilaku yang berkaitan dengan 5 program prioritas yaitu KIA. gaya hidup. dan JPKM dan data lainnya sesuai dengan kebutuhan daerah. masalah pelaksanaan dan 1) 2) 3) 4) 5) 6) . Hasil yang diharapkan pada tahap pengkajian ini adalah : a) Teridentifikasinya masalah perilaku kesehatan di wilayah tertentu b) Dikembangkannya pemetaan PHBS pertatanan c) Teridentifikasinya masalah lain yang berkaitan (masalah kesehatan. 3. transportasi. jenis maupun sumbernya serta dana yang. 2) Penyediaan ATK. diperlukan. pengkajian PHBS secara kualitatif dan pengkajian sumber daya (dana. Persiapan teknis dan administrative Tujuannya untuk mengidentifikasi kebutuhan sarana baik jumlah. Data tersebut dapat dipefoleh dari Puskesmas. Kegiatan pengkajian meliputi pengkajian PHBS secara kuantitatif. sarana dan tenaga). dll. Tahap Pengkajian Tujuan pengkajian adalah untuk mempelajari. 3) Pencatatan dan pelaporan. Persiapan administrasi. Rumah Sakit dan sarana pelayanan kesehatan lainnya. AVA. b. faktor penyebab perilaku. membuat surat undangan. Kesehatan lingkungan. 4) Pemantauan.Pemantapan program PHBS bagi pengelola program Promkes (internal) Sosialisasi dan advokasi kepada para pengambil keputusan Pertemuan lintas program dan pertemuan lintas sektor Pelatihan PHBS Lokakarya PHBS Pertemuan koordinasi dengan memanfaatkan forum yang sudah berjalan baik resmi maupun tidak resmi. a.

sumber daya penyuluhan. Demikian seterusnya hingga diperoleh 30 kluster. hal ini disebabkan karena keterbatasan dana. . administrasi. 3) Cara Pengambilan Sampel PHBS Tatanan Rumah Tangga Dalam melaksanakan pengumpulan data perilaku sehat di tatanan rumah tangga secara keseluruhan terlalu berat untuk dilaksanakan. Langkah-langkah cara pengambilan sampel tatanan rumah tangga Langkah 1 : List kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Langkah 2 : Tulis jumlah desa yang berada pada masing – masing kecamatan Langkah 3 : Beri nomor urut desa mulai no 1 sampai terakhir Langkah 4 : Hitung interval desa dengan cara total desa / 30 = X Langkah 5 : Tentukan nomor Muster pertama desa. waktu dan sumber daya yang ada. Untuk mengatasi hal tersebut perlu diambil sampel yang dapat mewakili populasi. Di tingkat kabupaten/kota kluster dapat disetarakan dengan kelurahan atau desa. tahap kedua ditentukan rumah tangganya. Untuk mengukur masalah PHBS di tatanan rumah tangga. selanjutnya desa kedua dapat ditentukan dengan menambahkan interval. Dengan mengundi nomor unit desa. Sedangkan untuk tatanan lainnya dapat dilakukan keseluruh populasi. Langkah 6 : Dan desa yang terpilih diambil secara acak 7 rumah tangga. organisasi. masalah kebijakan. Perhitungan sampel sederhana yang direkomendasikan WHO yaitu : 30 x 7 = 210 rumah tangga (30 kluster dan 7 rumah tangga per kluster). maka jumlah sampel harus mencukupi. tahap pertama dapat dipilih sejumlah kluster (kelurahan / desa). Ada 2 tahapan kluster yang digunakan untuk tatanan rumah tangga. d) Dan lain-lain. Metoda Pengambilan sampel perilaku sehat di tatanan rumah tangga adalah dengan rapid survai atau survai cepat (terlampir). Berikut ini cara pengambilan sampel tatanan rumah tangga di tingkat kabupaten/kota.

sehat III dan sehat IV. Berdasarkan hasil pemetaan. data tersebut diolah dan dianalisis dengan cara manual atau dengan menggunakan program EPI INFO. maka dihasilkan Pemetaan PHBS. metode apa saja yang digunakan. pelatihan yang perlu dilaksanakan dan menginventarisasi sektor mana saja yang dapat mendukung PHBS. 5) Menentukan Prioritas Masalah Berdasarkan rumusan masalah yang ada kemudian dilakukan analisis yang akan menjadi dasar pembuatan rencana intervensi. Pemetaan ini berguna sebagai potret untuk mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat dan memotivasi pengelola program untuk meningkatkan klasifikasi PHBS. b. diharapkan semua masalah PHBS dapat diintervensi dengan tepat dan terarah. ditentukan prioritas masalah perilaku kesehatan. Selanjutnya dapat dibuat pemetaan nilai IPKS (Indeks Potensi Keluarga Sehat) dan nilai PHBS sehat I. dan ditentukan alternatif intervensi penyuluhan. Pengkajian PHBS secara kualitatif 4) .Analisis dan Pemetaan PHBS Berdasarkan hasil pendataan. LSM peduli kesehatan. swasta khususnya Pemda kabupaten / kota dan TP PKK mempunyai komitmen untuk mendukung PHBS. lintas sektor. Berdasarkan kajian perilaku dan pemetaan wilayah. sehat II. Caranya dengan memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan dibawah ini : a) Dari masalah yang ada mana yang dapat dipecahkan dengan mudah? b) Mengapa terjadi demikian ? c) Bagaimana penanggulangannya ? d) Apa rencana tindakannya ? e) Berapa sumber dana yang tersedia ? f) Siapa yang mengerjakan ? g) Berapa lama mengerjakannya ? h) Bagaimanakah jadwal kegiatan pelaksanaannya ? Selanjutnya dilakukan strategi komunikasi PHBS. Diharapkan masyarakat yang bersangkutan. yang meliputi antara lain pesan dan media yang akan dikembangkan.

tujuannya untuk mengungkapkan informasi yang lebih mendalam tentang masalah perilaku PHBS. b) Melibatkan dan memberikan kebebasan peserta untuk mengungkapkan pendapat dan perasaannya. 2) Wawancara Perorangan Mendalam (WPM). Dalam WPM : a) Pewawancara adalah seorang yang terampil dalam menggali informasi secara mendalam tentang perasaan dan pikiran tentang masalah tertentu. selanjutnya dilakukan pengkajian kualitatif. yaitu: 1) Diskusi Kelompok Terarah (DKT). Ada dua metoda untuk melakukan pengkajian PHBS secara kualitatif. melalui serangkaian tanyajavvab (dialog) yang bersifat terbuka dan mendalam. Dalam DKT : a) Diperlukan seorang pemandu yang terampil mendorong orang untuk saling bicara dan memperoleh pemahaman tentang perasaan dan pikiran peserta yang hadir terhadap masalah tertentu. sikap. norma. tenaga dan sarana) Pengkajian sumber daya dilakukan untuk mendukung pelaksanaan program PHBS. Adalah wawancara antara pewancara yang trampil dengan perorangan selaku sumber informasi kunci.Tujuannya untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang kebiasaan. c) Memperoleh informasi tentang nilai-nilai kepercayaan dan perilaku seseorang yang mungkin tidak terungkap melalui wawancara biasa.Setelah ditentukan prioritas masalah perilaku. bentuk kegiatannya : 1) Kajian tenaga pelaksana PHBS. Pengkajian sumber daya (dana. budaya perilaku masyarakat yang tidak terungkap dalam kajian kuantitatif PHBS. Adalah diskusi informal bersama 6 s/d 10 orang. . kepercayaan. c) Tanya jawab dilakukan secara terbuka dan mendalam c. b) Sumber informasi kunci adalah peserta wawancara yang dianggap mampu dan dipandang menguasai informasi tentang masalah tertentu. secara kuantitas (jumlah) dan pelatihan yang pernah diikuti oleh lintas program maupun lintas sektor.

maka dapat ditentukan masalah perilaku kesehatan masyarakat di tiap tatanan dan wilayah. Menentukan jenis kegiatan intervensi Setelah ditentukan tujuan. Tujuan Umum : Menurunkan prosentase keluarga yang tidak merokok selama satu tahun. Tujuan Khusus : Menunuikan prosentase tatanan rumah tangga yang merokok. yaitu mengutamakan wilayah yang mempunyai PHBS hasil kajian rendah. 2) Wilayah garapan. Kemudian secara bertahap dikembangkan ke tatanan lain 2) . kemudian dipilih intervensi mana yang bisa dilakukan dengan dikaitkan pada ketersediaan sumber daya. Penentuan kegiatan intervensi terpilih didasarkan pada : 1) Prioritas masalah PHBS. Adapun langkah-langkah perencanaan sebagai berikut: a. Caranya adalah dengan mengembangkan berbagai alternatif intervensi. yaitu dengan memilih topik penyuluhan yang sesuai dengan urutan masalah PHBS. Selanjutnya berdasarkan masalah perilaku kesehatan dan hasil pengkajian sumber daya PKM ditentukan tujuan yang akan dicapai untuk mengatasi masalah PHBS yang ditemukan.Penjajagan dana yang tersedia di lintas program dan lintas sektoral dalam jumlah dan sumbernya. baik secara menyeluruh atau sebatas pada tatanan tertentu. Contoh hasil pengkajian PHBS secara kuantitatif ditemukan masalah merokok pada tatanan rumah tangga. dan strategi komunikasi PHBS. dari 40% menjadi 20%. 3) Penentuan tatanan yang akan diintervensi. Tahap Perencanaan Penyusunan rencana kegiatan PHBS gunanya untuk menentukan tujuan. b. Menentukan Tujuan Berdasarkan kegiatan pengkaj ian PHBS dapat ditentukan klasifikasi PHBS wilayah maupun klasifikasi PHBS tatanan. 4. yaitu menentukan tatanan yang akan digarap. selanjutnya ditentukan jenis kegiatan Intervensi yang akan dilakukan. 3) Penjajagan jenis media dan sarana yang dibutuhkan dalam jumlah dan sumbernya. maka ditentukan tujuannya.

satu unit industri rumah tangga untuk tatanan tempat kerja. pengadaan media dan sarana. Serangkaian alternatif lain yang dapat dikembangkan berdasarkan hasil pengkajian PHBSadalah : 1) Rancangan intervensi penyuluhan massa dan kelompok Penyuluhan massa dilakukan dengan topik umum. satu unit tatanan sekolah. Pada situasi ini kegiatan yang bernuansa bina suasana akan lebih banyak porsinya dibanding dengan kegiatan lainnya. LSM. Misalnya. yaitu mengembangkan PHBS pada tiap tatanan. kegiatan mempersiapkan dan menggerakkan sumber daya. kegiatan pendekatan pada para tokoh / pimpinan Wilayah. Kondisi seperti ini kegiatan gerakan masyarakat akan lebih banyak dilakukan dibanding kegiatan lainnya. dunia usaha. mulai mempersiapkan petugas. Contoh. Penyuluhan kelompok dilakukan untuk mengatasi masalah PHBS yang lokal sifatnya 2) Rancangan intenvensi penyuluhan terpadu lintas program/sektor 4) . diperoleh kesimpulan bahwa mereka tidak mengerti manfaat pemeriksaan kehamilan. kegiatan mempersiapkan kerjasama lintas program lima sektor. Kegiatan ini secara komprehensif harus ada dalam perencanaan. yaitu : a) Advokasi. Namur untuk menentukan kegiatan apa yang lebih besar daya ungkitnya ditentukan dari hasil pengkajian. dari hasil pengkajian diperoleh data bahwa masih banyak keluarga yang membuang sampah sembarangan. dll. tetapi hanya satu jenis sasaran untuk tiap tatanan. Rumusan rencana kegiatan intervensi terpilih pada intinya menipakan operasionalisasi strategi PHBS.Penentuan satu jenis sasaran untuk tiap tatanan. swasta. Setelah dilakukan analisis data kualitatif melalui FGD ternyata penyebabnya adalah tidak adanya tempat sampah. c) Gerakan masyarakat. Setelah dilakukan analisis kualitatif. organisasi kemasyarakatan. b) Bina suasana. yaitu PHBS yang secara keseluruhan merupakan masalah di wilayah kerja tersebut. Contoh lain. dari hasil pengkajian diperoleh data bahwa masih banyak keluarga yang tidak memeriksakan kehamilannya. satu unit pasar untuk tatanan tempat umum.

komitmen. nenek. program atau peraturan yang berorientasi sehat. Air bersih dan KIA/KB. 5) Simpulkan dan sepakati hasil advokasi. seperti adanya peraturan tertulis. 4) Lakukan advokasi dengan cara yang menarik dengan menggunakan teknik dan metoda yang tepat. b. kakek. 5. seperti Kepala Puskesmas. Tujuannya adalah agar para pimpinan atau pengambil keputusan mengupayakan kebijakan. dan lain-lain. memberikan dukungan. strategi ini ditujukan kepada para kepala keluarga/suami/bapak ibu. kemudahan. yang secara fungsional maupun struktural pembina program kesehatan di wilayahnya. Tahap Perencanaan a. sehingga bisa dirancang “Paket Penyuluhan Terpadu” di wilayah tersebut. 6) Buat ringkasan eksekutif dan sebarluaskan kepada sasaran. Advokasi (Pendekatan pada para pengambil keputusan) Ditingkat keluarga/rumah tangga. strategi ini ditujukan kepada para kepala keluarga/ bapak/suami. . pengayoman dan bimbingan kepada anggota keluarga dan lingkungan disekitarnya. Ditingkat petugas. untuk selanjutnya bersama-sama melaksanakan penyuluhan diwilayah tersebut. maka dapat dilakukan penyuluhan terpadu yang berisi 3 hal tersebut. baik sasaran primer. Mengembangkan Dukungan Suasana Di tingkat keluarga/RT. pejabat di tingkat kabupaten/kota. Tuiuannya agar para pengambil keputusan di tingkat keluarga/rumah tangga dapat meneladani dalam berperilaku sehat. Langkah-langkah Advokasi 1) Tentukan sasaran yang akan diadvokasi. dukungan dana. nenek. termasuk memberikan keteladanan. 3) Tentukan kesepakatan dimana dan kapan dilakukan advokasi. Disini petugas kesehatan berfungsi sebagai penggerak lintas program dan lintas sektor. strategi ini ditujukan kepada para pimpinan atau pengambil keputusan.Pemetaan wilayah menghasilkan rumusan masalah PHBS antar wilayah. Misal: di desa A terdapat 3 masalah utama. sekunder atau tersier 2) Siapkan informasi data kesehatan yang menyangkut PHBS di 5 tatanan. yaitu JPKM. kakek. ibu.

2) Mengupayakan dukungan pimpinan. seperti petugas kesehatan. strategi ini ditujukan kepada anggota keluar seperti bapak. Caranyaantara lain melalui penyuluhan kelompok. studi banding. lintas program Lembaga Swadaya Masyarakat. Caranya dengan penyuluhan perorangan. sosialisasi. pelatihan. dll. Tujuannya agar kelompok sasaran meningkat pengetahuannya kesadaran maupun kemampuannya. pelatihan. lintas sektor. seminar. seperti : demonstrasi. yang peduli kesehatan. kader. membuat gerak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. pemuka masyarakat. studi banding. lokakarya. Caranya antara lain melalui anjuran untuk selalu datang ke Posyandu mengingatkan anggota keluarga untuk tidak merokok di dekat ibu hamil dan balita.Tujuannva adalah agar kelompok ini dapat mengembangkan atau menciptakan suasana yang mendukung dilaksahakannva PHBS di lingkungan keluarga. Di tingkat petugas. meliputi pimpinan puskesmas. para pembuat op dan media masa. ibu yang mempunyai tanggung jawab sosial untuk lingkungannya dengan cara menjadi kader posyandu. orientasi. aktif di LSM peduli kesehatan dll. 4) Membuat format penilaian dan menilai hasil kegiatan. 3) Mengembangkan metoda dan teknik dan media yang telah diuji coba dan disempurnakan. sektor terkait pada tiap tatanan dalam bentuk adanya komitmen. dsb. Tujuannya meningkatkan motivasi petugas untuk membantu masyarakat untuk menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan Caranya antara lain melalui penyuluhan kelompok. Gerakan Masyarakat Di tingkat keluarga/RT. kelompok. Langkah-langkah kegiatan gerakan masyarakat . c. program. dan dukungan sumber daya. Ditingkat petugas strategi ini ditujukan kepada sasaran primer. pelatihan. kepala dinas kesehatan. lokakarya. Langkah-langkah Pengembangan Dukungan Suasana : 1) Menganalisis dan mendesain metode dan teknik kegiatan dukungan suasana. sehingga dapat berperilaku sehat. Tujuannya adalah agar kelompok ini dapat mengembangkan atau menciptakan suasana yang mendukung dilaksanakannya PHBS. strategi ini ditujukan kepada kelompok sasaran sekunder. seminar.

sektor terkait pada tiap tatanan dalam bentuk komitmen dan sumber daya. I (Involvement) : keterlibatan para pelaksana dalam tugasnya. maka yang perlu dilakukan dalam penggerak. kelompok dan masyarakat 2) Kegiatan pengembangan kemitraan dengan program dan sektor terkait serta 3) dunia usaha. pelaksanaan adalah menerapkan AIC. pengembangan media komunikasi untuk penyuluhan individu. Hasil yang dicapai dalam tahap penggerakan pelaksanaan adalah adanya kegiatan yang dilaksanakan sesuai rencana. 8) Mengembangkan pesan dan media spesifik. 4) Mengembangkan metoda dan teknik serta media yang telah diujicoba dan disempurnakan. 5) Membuat format penilaian dan menilai hasil kegiatan bersama-sama dengan lintas program dan lintas sektor pada tatanan terkait. 3) Mengupayakan dukungan pimpinan. 4) Kegiatan pendekatan kepada pimpinan/pengambil keputusan 5) Kegiatan pembinaan.Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui berbagai kegiatan pembinaan. sarasehan dan lokakarya. lintas sektor. 6. program. organisasi kemasyarakatan dan kelompok profesi. kelompok dan massa. maka perlu dilakukan pemantauan. 6) Menyusun laporan serta menyajikannya dalam bentuk tertulis (ringkasan. baik untuk petugas kesehatan. Berdasarkan uraian tersebut. 1) . eksekutif). 7) Melaksanakan pelatihan. tugasnya. C (Commitment) : kesepakatan para pelaksana untuk melaksanakan. Tahap Pemantauan dan Penilaian a. yaitu : A (Apreciation) : penghargaan kepada para pelaksana kegiatan. bimbingan dan supervisi. 6) Mengembangkan daerah kajian atau daerah binaan. khususnya dalam : 1) Penyuluhan perorangan. lomba. Pemantauan Untuk mengetahui program PHBS telah berjalan dan memberikan hasil atau dampak seperti yang diharapkan. 9) Melaksanakan uji coba media dll. 2) Menganalisis dan mendisain metode dan teknik kegiatan pemberdaya seperti pelatihan.

mengkaji penyebab masalah dan melakukan pemecahannya.Waktu pemantauan dapat dilakukan secara berkala atau pada pertemuan bulanan. wawancara mendalam. b. Cara pemantauan dapat dilaksanakan dengan melakukan kunjungan lapangan ke tiap tatanan atau dengan melihat buku kegiatan/laporan kegiatan intervensi penyuluhan PHBS. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan . proses dan keluaran kegiatan. kader dan keluarga. Contoh di Kabupaten Pariaman data perilaku tidak merokok tahun 2001 menunjukan 44. Misalnya jumlah tenaga terlatih PHBS media yang telah dikembangkan.2% sedangkan tahun 2002 ada peningkatan sebesar 73. kemudian merencanakan intervensi berdasarkan data hasil evaluasi PHBS. Penilaian PHBS meliputi masukan. Penilaian Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrumen yang sudah dirancang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. diskusi kelompok terarah kepada petugas. Selanjutnya kendala-kendala yang muncul perlu dibahas dan dicari solusinya.6 % Cara melakukan penilaian melalui : 1) Pengkajian ulang tentang PHBS 2) Menganalisis data PHBS oleh kader/koordinator PHBS 3) Melakukan analisis laporan rutin di Dinas Kesehatan kabupaten/kota (SP2TP) 4) Observasi. Indikator PHBS Rumah Tangga a. Penilaian dilaksanakan oleh pengelola PHBS lintas program dan lintas sektor. frekuensi dan cakupan penyuluhan. Waktu penilaian dapat dilakukan pada setiap tahun atau setiap dua tahun Caranya dengan membandingkan data dasar PHBS dibandingkan dengan data PHBS hasil evaluasi selanjutnya menilai kecenderungan masingmasing indikator apakah mengalami peningkatan atau penurunan. Hasil yang dicapai pada tahap pemantauan dan penilaian adalah : 1) Pelaksanaan program PHBS sesuai rencana 2) Adanya pembinaan untuk mencegah terjadinya penyimpangan 3) Adanya upaya jalan keluar apabila terjadi kemacetan/hambatan 4) Adanya peningkatan program PHBS 7. topik bahasannya adalah kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan dikaitkan dengan jadwal kegiatan yang telah disepakati bersama.

c. Makan sayur dan buah setiap hari sangat penting. Adalah persalinan yang ditolong oleh tenaga keehatan (bidan. dan sebagainya. e. Pada saat makan. Memberantas jentik di rumah Rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang estela dilakukan pemeriksaan jentik secara berkala tidak terdapat jentik nyamuk. mencuci alat-alat dapur. i. mencuci pakaian. Menggunakan jamban sehat Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannnya. Melakukan aktivitas fisik setiap hari Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan . berkumur.b. d. Menggunakan air bersih Air adalah kebutuhan dasar yang dipergunakan sehari-hari untuk minum. g. kuman berpindah ke tangan. Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman. kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh. memasak. h. mandi. Makan buah dan sayur setiap hari Setiap anggota rumah tangga mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari. Bila digunakan. membersihkan lantai. karena mengandung vitamin dan mineral yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh. karena tanpa sabun kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan. dokter dan tenaga para medis lainnya) Memberi bayi ASI eksklusif Adalah bayi usia 0 – 6 bulan hanya diberi ASI saja tanpa memberikan tambahan makanan atau minuman lain. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. f. agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar dari sakit. yang bisa menimbulkan penyakit. Menimbang bayi dan balita Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbuhannya setiap bulan.

000 bahan kimia berbahaya. memberantas jentik. mengkonsumsi garam beryodium. Tidak merokok di dalam rumah Setiap anggota keluarga tidak boleh merokok di dalam rumah. Bidang PHBS Bidang PHBS yaitu : a.net. menimbang berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) setiap bulan.net. dan lain-lain. mandi minimal 2x/hari. serta proses membantu sasaran agar sasaran tersebut berubah dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar (aspek knowledge). Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan telah menetapkan tiga strategi dasar promosi kesehatan dan PHBS yaitu : a. Bidang kebersihan perorangan.nusa. dan lain-lain. . dan Carbon Monoksida (CO). Bilamana sasaran sudah akan berpindah dari mau ke mampu melaksanakan. boleh jadi akan terkendala oleh dimensi ekonomi. Dalam satu batang rokor yang dihisap akan dikeluarkan sekitar 4. dan lain-lain.id/). menggunakan jamban. dari tahu menjadi mau (aspek attitude). diantaranya yang paling berbahaya adalah nikotin. khususnya dalam menciptakan perilaku baru.bdl.bdl. (http://dinkeslampung. mental.com/2008/07/29/perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-phbs/ Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Diposkan oleh Bascom Label: Teori Kesehatan Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil dari pembelajaran yang menjadikan seseorang dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya (http://dinkeslampung. Bidang Gizi. Bidang Kesling. tar. Gerakan Pemberdayaan Pemberdayaan adalah proses pemberian informasi secara terus-menerus dan berkesinambungan mengikuti perkembangan sasaran. b. seperti cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun. seperti makan buah dan sayur tiap hari. seperti membuang sampah pada tempatnya. yaitu hal-hal yang mendukung perilaku. Dalam hal ini kepada yang bersangkutan dapat diberikan bantuan langsung.kesehatan fisik. Rokok ibarat pabrik bahan kimia. maka promosi kesehatan dan PHBS diharapkan dapat melaksanakan strategi yang bersifat paripurna (komprehensif). http://creasoft. serta kelompok masyarakat.wordpress.nusa. melainkan juga dimensi ekonomi. Sasaran utama dari pemberdayaan adalah individu dan keluarga. dan dari mau menjadi mampu melaksanakan perilaku yang diperkenalkan (aspek practice). dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari.id/) Pengembangan PHBS Menyadari bahwa perilaku adalah sesuatu yang rumit. c. j. Perilaku tidak hanya menyangkut dimensi kultural yang berupa sistem nilai dan norma.

Pihak-pihak yang terkait ini bisa berupa tokoh masyarakat formal yang umumnya berperan sebagai penentu kebijakan pemerintahan dan penyandang dana pemerintah. perlu dilakukan Bina Suasana. bukan sebelumnya. Perlu disadari bahwa komitmen dan dukungan yang diupayakan melalui advokasi jarang diperoleh dalam waktu singkat. Pada diri sasaran advokasi umumnya berlangsung tahapan-tahapan. dan 5) Memutuskan tindak lanjut kesepakatan. b.hendaknya disampaikan pada fase ini. maka advokasi harus dilakukan secara terencana. untuk mendukung proses pemberdayaan masyarakat. Untuk itu sejumlah individu yang telah mau. Tidak jarang kelompok ini pun masih juga memerlukan bantuan dari luar (misalnya dari pemerintah atau dari dermawan). kelompok arisan. Oleh karena itu. orangorang yang menjadi panutan/idolanya. tokoh pengusaha. yaitu: 1) Mengetahui atau menyadari adanya masalah. Terdapat tiga pendekatan dalam Bina Suasana. dan lain-lain yang umumnya dapat berperan sebagai penentu ”kebijakan” (tidak tertulis) dibidangnya dan atau sebagai penyandang dana non pemerintah. yaitu : 1) Pendekatan Individu 2) Pendekatan Kelompok 3) Pendekatan Masyarakat Umum c. majelis agama. Juga dapat berupa tokohtokoh masyarakat informal seperti tokoh agama. Disinilah letak pentingnya sinkronisasi promosi kesehatan dan PHBS dengan program kesehatan yang didukungnya. dihimpun dalam suatu kelompok untuk bekerjasama memecahkan kesulitan yang dihadapi. Hal-hal yang akan diberikan kepada masyarakat oleh program kesehatan sebagai bantuan. Binasuasana Binasuasana adalah upaya menciptakan lingkungan sosial yang mendorong individu anggota masyarakat untuk mau melakukan perilaku yang diperkenalkan. dan bahkan masyarakat umum) menyetujui atau mendukung perilaku tersebut. Bahan-bahan advokasi harus disiapkan dengan matang. Seseorang akan terdorong untuk mau melakukan sesuatu apabila lingkungan sosial dimana pun ia berada (keluarga di rumah. dan tepat. Dengan demikian. Bantuan itu hendaknya juga sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. dan lain-lain. cermat. 4) Sepakat untuk memecahkan masalah dengan memilih salah satu alternatif pemecahan masalah. 2) Tertarik untuk ikut mengatasi masalah.tetapi yang seringkali dipraktikkan adalah dengan mengajaknya ke dalam proses pengorganisasian masyarakat (community organisation) atau pembangunan masyarakat (community development). Advokasi Advokasi adalah upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait (stakeholders). yaitu : 1) Sesuai minat dan perhatian sasaran advokasi . 3) Peduli terhadap pemecahan masalah dengan mempertimbangkan berbagai alternatif pemecahan masalah. khususnya dalam upaya meningkatkan para individu dari fase tahu ke fase mau.

guru.id). orang tua murid. guru. kepala Puskesmas.nusa. Terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga peserta didik. Sasaran Tersier Adalah sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pembantu dalam menunjang atau mendukung pendanaan. b. Meningkatnya semangat proses belajar-mengajar yang berdampak pada prestasi belajar peserta didik c.id). guru.bdl. Diknas. kebijakan. tokoh masyarakat. kepala desa. lurah. kepala sekolah. guru. camat. b. Sasaran Sasaran PHBS di tatanan institusi pendidikan adalah seluruh anggota keluarga institusi pendidikan dan terbagi dalam : a.net. Citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga mampu menarik minat orang tua (masyarakat) d. PKK. yang ternyata umumnya berkaitan dengan PHBS. PHBS di Sekolah Penerapan PHBS di sekolah merupakan kebutuhan mutlak seiring munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (6 – 10 tahun). Meningkatnya citra pemerintah daerah di bidang pendidikan e. PHBS di sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik.go.id). Manfaat PHBS di Sekolah Manfaat PHBS di sekolah di antaranya : a. Penerapan PHBS ini dapat dilakukan melalui pendekatan Usaha Kesehatan Sekolah (http:dinkes. tokoh masyarakat dan orang tua murid (http:dinkes. sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit.sulsel. Menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain (http://dinkeslampung. dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran. Sasaran Primer Adalah sasaran utama dalam institusi pendidikan yang akan dirubah perilakunya atau murid dan guru yang bermasalah (individu/kelompok dalam institusi pendidikan yang bermasalah).sulsel. dan kegiatan untuk tercapainya pelaksanaan PHBS di institusi pendidikan misalnya. kader kesehatan sekolah.2) Memuat rumusan masalah dan alternatif pemecahan masalah 3) Memuat peran si sasaran dalam pemecahan masalah 4) Berdasarkan kepada fakta atau evidence-based 5) Dikemas secara menarik dan jelas 6) Sesuai dengan waktu yang tersedia (http:dinkes. meningkatkan kesehatannya.go.sulsel. petugas kesehatan dan lintas sektor terkait.id/) . dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit.go. Sasaran Sekunder Adalah sasaran yang dapat mempengaruhi individu dalam institusi pendidikan yang bermasalah misalnya. serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. c.

Membuang sampah pada tempatnya Membuang sampah pada tempatnya merupakan cara sederhana yang besar manfaatnya untuk menjaga kebersihan lingkungan namun sangat susah duntuk diterapkan. Padahal kebiasan sehat mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun dapat menyelamatkan nyawa dengan mencegah penyakit (Hasyim. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan . c. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun Anak sering bermain dengan tanah atau batu dan bermain di tempat-tempat yang kurang bersih seperti selokan. 2002).50% sampel minuman yang dijual di kaki lima. akan tetapi nilai kebugaran jasmani tiap-tiap orang berbeda-beda sesuai dengan tugas/profesi masing-masing. Kebugaran jasmani sangat penting dalam menunjang aktifitas kehidupan sehari-hari. tidak hanya warga miskin. bahkan mereka yang berpendidikan tinggi pun melakukannya (Kartiadi. 2009) b. Kebiasaan mencuci tangan masyarakat Indonesia masih belum baik. dan methanil yellow (pewarna kuning pada tekstil) (Judwarwanto. e.Indikator PHBS a. 2004).Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur. Terlihat dari kebiasaan mencuci tangan dengan menggunakan semangkuk air atau kobokan untuk membasuh tangan sebelum makan. Ada cara lain yang cukup “ampuh” yang dapat menghindarkan anak dari kuman-kuman penyakit yaitu dengan kebiasaan mencuci tangan (FK Unair. Kebugaran jasmani terdiri dari komponen-komponen yang dikelompokkan menjadi kelompok yang berhubungan dengan kesehatan (Health Related Physical Fitness) dan kelompok yang berhubungan dengan ketrampilan (Skill Related Physical Fitness) (Depkes. dan hal ini dapat membahayakan apabila jajanan yang mereka konsumsi tidak sehat. Mengikuti kegiatan olah raga di sekolah Olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak (mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak (meningkatkan kualitas hidup). Hasil peneltiian ini sesuai dengan pernyataan oleh Andang Binawanyang menyebutkan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan dilakukan hampir di semua kalangan masyarakat. formalin (pengawet yang digunakan untuk mayat). yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani (Depkes. 2009). 2002). hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan di Bogor dimana telah ditemukan Salmonella Paratyphi A di 25% . Selain cemaran mikrobiologis. Jajan di kantin sekolah yang sehat Jajan bagi anak merupakan hal yang paling sering dilakukan. Bakteri ini mungkin berasal dari es batu yang tidak dimasak terlebih dahulu (4). cemaran kimiawi yang umum ditemukan pada makanan jajanan kaki lima adalah penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) ilegal seperti borax (pengempal yang mengandung logam berat Boron). 2008). rhodamin B (pewarna merah pada tekstil). d.

2008) g. Analisis Situasi Penentu kebijakan/pimpinan disekolah melakukan pengkajian ulang tentang ada tidaknya kebijakan tentang PHBS di sekolah serta bagaimana sikap dan perilaku khalayak sasaran (siswa. b. Denagn diketahuinya tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak maka dapat memberikan masukan untuk peningkatan konsumsi makanan yang bergizi bagi pertumbuhan anak. tujuan dan manfaat penerapan PHBS disekolah 2) Membahas rencana kebijakan tentang penerapan PHBS di sekolah. dan karbon monoksida oleh karena itu kebiasaan merokok harus dihindarkan sejak dini mulai dari tingkat sekolah dasar (Wastuwibowo. Memberantas jentik nyamuk di sekolah secara rutin h. 5) Membahas cara sosialisasi yang efektif bagi siswa. Kajian ini untuk memperoleh data sebagai dasar membuat kebijakan. Pembentukan kelompok kerja Pihak Pimpinan sekolah mengajak bicara/berdialog guru. Sebaliknya bila ukurannya lebih kecil berarti pertumbuhannya lambat. warga sekolah dan masyarakat lingkungan sekolah) terhadap kebijakan PHBS disekolah. 4) Menetapkan penanggung jawab PHBS disekolah dan mekanisme pengawasannya. nikotin. 3) Meminta masukan tentang penerapan PHBS di sekolah. Racun utama pada rokok adalah tar. 6) Pimpinan sekolah membentuk kelompok kerja penyusunan kebijakan PHBS di sekolah. Pentingnya buang air bersih di jamban yang bersih adalah utnuk menghindari dari berbagai jensi penyakit yang timbul karena sanitasi yang buruk. Apabila anak memiliki ukuran tubuh melebihi ukuran rata-rata anak yang seusia pada umumnya. dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. komite sekolah dan tim pelaksana atau Pembina UKS tentang : 1) Maksud. Tidak merokok di sekolah Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen. bisa diketahui melalui cara membandingkan ukuran tubuh anak yang bersangkutan dengan ukuran tubuh anak seusia pada umumnya. warga sekolah dan masyarakat sekolah. Pertumbuhan dikatakan normal apabila ukuran tubuhnya sama dengan ukuran rata-rata anak-anak lain seusiannya (Asim.Mengukur berat dan tinggi badan merupakan salah satu upaya untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak. Sedangkan untuk mengetahui pertumbuhan seorang anak normal atau tidak. maka pertumbuhannya bisa dikatakan maju. Buang air besar dan buang air kecil di jamban sekolah Jamban merupakan sanitasi dasar penting yang harus dimiliki setiap masayarakat. Oleh karena itu jamban harus mengikuti standar pembuatan jamban yang sehat dimana harus terletak minimal 10 meter dari sumber air dan mempunyai saluran pembuangan udara agar tidak mencemari lingkungan sekitar (Jawapost. 1992) f. antisipasi kendala sekaligus alternative solusi. . 2010) Langkah-langkah Pembinaan PHBS di sekolah a.

rambut. dan orang tua. Penyiapan Infrastruktur Membuat surat keputusan tentang penanggung jawab dan pengawas PHBS di sekolah Instrument pengawasan Materi sosialisasi penerapan PHBS di sekolah Pembuatan dan penempatan pesan di tempat-tempat strategis disekolah Pelatihan bagi pengelola PHBS di sekolah. lintas sector sangat penting untuk pembinaan PHBS disekolah demi terwujudnya sekolah sehat.c. pemutaran kaset radio/film. Kepala Dinas Kesehatan. Disamping itu. Penerapan PHBS di Sekolah 1) Menanamkan nilai-nilai untuk ber-PHBS kepada siswa sesuai dengan kurikulum yang berlaku (kurikuler) 2) Menanamkan nilai-nilai untuk ber-PHBS kepada siswa yang dilakukan diluar jam pelajaran biasa (ekstra kurikuler) a) Kerja bakti dan lomba kebersihan kelas b) Aktivitas kader kesehatan sekolah /dokter kecil. Sosialisasi Penerapan PHBS di sekolah 1) Sosialisasi penerapan PHBS di sekolah di lingkungan internal antara lain: a) Penggunaan jamban sehat dan air bersih b) Pemberantasan Sarang nyamuk (PSN) c) Larangan merokok disekolah dan kawasan tanpa rokok di sekolah d) Membuang sampah ditempatnya 2) Sosialisasi tugas dan penanggung jawab PHBS di sekolah f. tujuan dan cara melaksanakannya. Pembuatan Kebijakan PHBS di sekolah Kelompok kerja membuat kebijakan jelas. sedangkan masyarakat . antara lain melalui penyuluhan kelompok. g. penempatan media poster. c) Putuskan apakah perlu penyesuaian terhadap kebijakan Dukungan dan Peran untuk membina PHBS di sekolah Adanya kebijakan dan dukungan dari pengambil keputusan seperti Bupati. peran dari berbagai pihak terkait (Tim Pembina dan pelaksana UKS). 3) Membimbingan hidup bersih dan sehat melalui konseling. e. DPRD. 4) Kegiatan penyuluhan dan latihan keterampilan dengan melibatkan peran aktif siswa. d. guru. telinga. Pemantauan dan evaluasi a) Lakukan pamantauan dan evaluasi secara periodic tentang kebijakan yang telah dilaksanakan b) Minta pendapat pokja PHBS di sekolah dan lakukan kajian terhadap masalah yang ditemukan. Kepala Dinas pendidikan. c) Pemeriksaan kualitas air secara sederhana d) Pemeliharaan jamban sekolah e) Pemeriksaan jentik nyamuk di sekolah f) Demo/gerakan cuci tangan dan gosok gigi yang baik dan benar g) Pembudayaan olahraga yang teratur dan terukur h) Pemeriksaan rutin kebersihan : kuku. gigi dan sebagainya. penyebaran leafleat dan membuat majalah dinding.

a. himbauan tentang Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan sehat disekolah. Komite sekolah 1) Mengeluarkan kebijakan dalam bentuk surat keputusan. 2) Mengalokasikan dana/anggaran untuk pembinaan PHBS di sekolah 3) Mengkoordinasikan kegiatan pembinaan PHBS di sekolah 4) Memantau kemajuan pencapaian sekolah sehat disekolahnya . surat keputusan. Tim Pembina UKS 1) Merumuskan kebijakan teknis mengenai pembinaan dan pengembangan PHBS melalui UKS 2) Mengkordinasikan kegiatan perencanaan dan program serta pelaksanaan pembinaan PHBS melalui UKS 3) Membina dan mengembangkan PHBS melalui UKS serta mengadakan monitoring dan evaluasi. e. surat edaran dan instruksi tentang pembinaan PHBS di sekolah.Walikota Mengeluarkan kebijakan dalam bentuk perda. surat edaran. Komite sekolah 1) Mendukung dalam hal pendanaan untuk sarana dan prasana pembinaan PHBS di sekolah 2) Mengevaluasi kinerja kepala sekolah dan guru-guru yang berkaitan dengan pencapaian sekolah sehat.sekolah berpartisipasi dalam perilaku hidup bersih dan sehat baik di sekolah maupun di masyarakat. d. 2) Menjalin kerjasama dengan orang tua peserta didik. 2) Dinas Pendidikan Membina dan mengembangkan PHBS dengan pendekatan Program UKS melalui jalur kulikuler dan ekstrakulikuler 3) Kantor Depag Melaksanakan pembinaan dan pengembangan PHBS dengan pendekatan program UKS pada perguruan agama c. pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat dalam rangka peningkatan PHBS di sekolah. instansi lain yang terkait dan masyarakat lingkungan sekolah untuk pembinaan dan pelaksanaan PHBS di sekolah. 3) Mengadakan evaluasi pembinaan PHBS di sekolah. dan mengalokasikan anggaran untuk pembinaan PHBS di sekolah. instruksi. Tim Pelaksana UKS 1) Merencanakan dan melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan. Pemda 1) Bupati . Lintas Sektor 1) Dinas Kesehatan Membina dan mengembangkan PHBS dengan pendekatan UKS melalui jalur ekstrakulikuler. 2) DPRD Memberikan persetujuan anggaran untuk pengembangan PHBS di sekolah dan memantau kinerja Bupati/Walikota yang berkaitan dengan pembinaan PHBS di sekolah b. f.

Guru-guru 1) Bersama guru lainnya mengadvokasi yayasan/orang tua murid kepala sekolah untuk memperoleh dukungan kebijakan dan dana bagi pembinaan PHBS di sekolah 2) Sosialisasi PHBS di lingkungan sekolah dan sekitarnya.diskes.id/) . (http://www. Orang tua murid 1) Menyetujui anggaran untuk pembinaan PHBS di sekolah 2) Memberikan dukungan dana untuk pembinaan PHBS di sekolah baik insidentil dan bulanan.g.go.jabarprov. h. 3) Melaksanakan pembinaan PHBS di lingkungan sekolah dan sekitarnya 4) Menyusun rencana pelaksanaan dan penilaian lomba PHBS di sekolahnya. 5) Memantau tujuan pencapaian sekolah sehat di lingkungan sekolah .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful