KOMISI PEMILIHAN UMUM
Jakarta, 16 Februari 2011

Kepada Nomor Lamp Perihal : 205/SJ/II/2011 : : Petunjuk Teknis Pelaksanaan DIPA KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota BA 076 Tahun 2011 Seluruh Indonesia Yth. 1. Sdr. Sekretaris KPU Provinsi 2. Sdr. Sekretaris KPU Kabupaten/Kota di –

Sehubungan dengan telah ditetapkannya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bagian Anggaran 076 Tahun 2011 Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota oleh masing-masing Kepala Kantor Wilayah Direktur Jenderal Perbendaharaan pada tanggal 20 Desember 2010, dengan ini disampaikan hal - hal sebagai berikut : I. Pelaksanaan Anggaran KPU B.A 076 Tahun 2011 A. Mengingat kemampuan keuangan negara terbatas diminta agar dana yang telah di alokasikan kedalam DIPA APBN Bagian Anggaran 076 Tahun 2011 bagi masingmasing KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota dapat dioptimalkan sesuai prosedur/peraturan yang berlaku untuk membiayai program kegiatan yang telah ditetapkan. B. Berdasarkan Keputusan Sekretaris Jenderal KPU Nomor : 05/Kpts/Setjen/Tahun 2011 tanggal 3 Januari 2011, Sekretaris KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota diminta segera : 1. Menetapkan pejabat pengelola keuangan di lingkungan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota masing – masing yang terdiri atas : a. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) b. Pejabat Penguji Tagihan dan Penandatangan SPM c. Bendaharawan Pengeluaran d. Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa e. Panitia Pemeriksa Barang dan Jasa f. Staf Pengelola Keuangan 2. Menyampaikan keputusan tersebut kepada KPPN setempat.

C. e.01. Terselenggaranya pengelolaan data. Out Come yang diharapkan dari program ini adalah terselenggaranya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas lainnya.A 076 Tahun 2011 terdiri dari 3 Program yaitu : 1. Terselenggaranya pembinaan sumber daya manusia pelayanan dan Administrasi Kepegawaian. g.01. Kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan dalam program ini adalah : a. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana (076. d. Dalam RKA-KL/DIPA KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota B. dan inventarisasi sarana dan prasarana Pemilihan Umum.02) .    3. Program Penguatan Kelembagaan Demokrasi dan Perbaikan Proses Politik (076. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan administrasi keuangan.01) . KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota Kebijakan yang akan dilaksanakan dalam program ini adalah : Tersedianya dukungan sarana dan prasarana KPU. b. Terselenggaranya dukungan operasional dan pemeliharaan perkantoran sehari-hari untuk Komisi Pemilihan Umum seluruh Indonesia. c. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya (076. KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota. b. Kegiatan . KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota D. Terlaksananya administrasi kegiatan pengangkatan Anggota KPU di KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dan seleksi Anggota KPU daerah pemekaran. Advokasi Hukum dan Penyuluhan. pengadaan. Tersedianya dokumen perencanaan dan penganggaran. f. dokumentasi. koordinasi antar lembaga. pendistribusian. Terselenggaranya pemeriksaan yang transparan dan akuntabel 3. data dan informasi serta hasil monitoring dan evaluasi. 2. Out Come yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya kapasitas dan kredibilitas organisasi penyelengara Pemilihan Umum dan Pemilihan Umum Kepala Daerah di KPU. Terselenggaranya bimbingan teknis/supervisi/publikasi/sosialisasi penyelenggaran Pemilu dan pendidikan pemilih. . Out Come yang diharapakan dari program ini adalah tersedianya sarana dan prasarana KPU.kegiatan yang tercantum pada RKA-KL/DIPA KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota Bagian Anggaran 076 Tahun 2011 sebagai berikut. Kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan dalam program ini adalah : a.06). Membuat dan menyampaikan specimen tanda tangan kepada KPPN dan Bank setempat sesuai mitra kerja masing – masing. Terselenggaranya penyiapan penyusunan Rancangan Peraturan KPU.01.

e. LPAK berdasarkan bukti-bukti . Memproses pembuatan Surat Keputusan Penghentian Pembayaran (SKPP). dan berkesinambungan. Uang Muka Gaji. g.04 dan 2. d. 5) Melakukan koordinasi/konsultasi dengan instansi/lembaga terkait. semua tembusan surat-surat keputusan c. 3) Merekapitulasi realisasi anggaran setiap bulan dari seluruh satker KPU Kabupaten/Kota diwilayah kerjanya sesuai dengan format model keuangan 2. 1.05 kepada KPU. Kegiatan Pembinaan dan Penyelesaian LPJ terdiri dari : a). 2) Menyampaikan LPJ Bendahara dan LPAK format model keuangan 1. Pembinaan dan Penyelesaian LPJ Bendahara pada KPU Kabupaten/Kota Tahapan kegiatan : 1) Menyusun LPJ Bendahara dan pengeluaran yang dikelolanya. Memperoses pembuatan Daftar gaji. b).02. 2. Menyampaikan Daftar Permintaan Belanja Pegawai beserta ADK Belanja Pegawai dan dokumen pendukung kepada PPK. teratur. Uang Lembur. 4) Melakukan pembinaan LPJ Bendahara dan LPAK kepada satker KPU Kabupaten/Kota diwilayah kerjanya. Pembayaran Gaji dan Tunjangan Tahapan kegiatan : a. Melakukan penatausahaan kepegawaian. Melakukan pencatatan data kepegawaian secara elektronik dan/atau manual yang berhubungan dengan belanja pegawai secara tertib. h. b. f. Mencetak Kartu Pegawai Belanja Pegawai Perorangan melalui Aplikasi GPP Satker setiap awal tahun dan/atau apabila diperlukan untuk disatukan dengan Kartu Pengawasan Belanja Pegawai Perorangan yang diterima dari KPPN. Vakasi dan pembuatan Daftar Permintaan Pembayaran Belanja Pegawai Lainnya. Tugas-tugas lain yang berhubungan dengan penggunaan anggaran belanja pegawai.02. Honorarium.05. Memproses perubahan data yang tercantum pada Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Tunjangan Keluarga setiap awal tahun anggaran atau setiap terjadi perubahan susunan keluarga. Pembinaan dan Penyelesaian LPJ Bendahara pada KPU Provinsi Tahapan kegiatan : 1) Menyusun LPJ Bendahara dan LPAK berdasarkan bukti-bukti pengeluaran yang dikelolanya.    1. Uang Makan. 2.04 dan 1.

SP2D. 3) Melakukan koordinasi/konsultasi dengan instansi/lembaga terkait. Kegiatan Pengelolaan SAI KPU Provinsi sebagai satker (UAKPA) Tahapan kegiatan : 1) Mengolah data sumber (SPM. 2.05 kepada KPU melalui KPU Provinsi setempat. Kegiatan Pengelolaan SAI UAPPA-W (KPU Provinsi) : Tahapan kegiatan : 1) Menghimpun ADK dan Laporan Keuangan tingkat Satker dari KPU Kabupaten/Kota (UAKPA) diwilayah kerjanya: 2) Melaksanakan konsolidasi ADK dan menyusun Laporan Keuangan periode : a) Triwulan I b) Triwulan II c) Triwulan III d) Tahunan (Tahun Anggaran yang lalu) 3) Melaksanakan rekonsiliasi Laporan Realisasi Anggaran dengan Kanwil DJPB setiap : a) Triwulan I b) Semester I c) Triwulan III d) Tahunan (Tahun Anggaran yang lalu) 4) Melaksanakan Rekonsiliasi Tingkat Wilayah (UAPPA-W/UAPPB-W) dengan Kanwil DJPB dan Kanwil DJKN untuk periode : a) Semester I b) Tahunan (Tahun Anggaran yang lalu) 5) Melaksanakan koordinasi penyusunan LK untuk Tingkat Wilayah (UAPPA-W) bersama Kanwil DJPB dan Kanwil DJKN setempat. .02. Kegiatan Pengelolaan Sistem Akuntansi Tingkat Wilayah/UAPPA-W dan UAKPA terdiri dari: a. 6) Menyusun Laporan Keuangan Tingkat Wilayah/UAPPA-W 7) Menyampaikan ADK dan Laporan Keuangan ke KPU untuk periode : a) Semester I b) Tahunan (Tahun Anggaran yang lalu) 8) Melaksanakan pembinaan SAI ke Satker KPU Kabupaten/Kota (UAKPA) diwilayah kerjanya 9) Mengikuti rapat koordinasi penyusunan Laporan Keuangan tingkat K/L di KPU untuk periode: a) Semester I b) Tahunan (Tahun Anggaran yang lalu) b.04 dan 2.    2) Menyampaikan LPJ Bendahara dan LPAK format model keuangan 2. SSPB. SSP. 3. SSBP) yang diterbitkan setiap bulannya.

6) Melaksanakan Koordinasi dengan KPPN setempat dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Satker untuk periode : a) Triwulan I b) Semester I c) Triwulan III d) Tahunan (Tahun Anggaran yang lalu) 7) Menyusun Laporan Keuangan Tingkat Satker KPU Provinsi (UAKPA) untuk periode : a) Semester I b) Tahunan (Tahun Anggaran yang lalu) 8) Melaksanakan rekonsiliasi dengan KPPN dan KPKNL setempat untuk periode : a) Semester I b) Tahunan (Tahun Anggaran yang lalu) 9) Menyampaikan Laporan Keuangan tingkat Satker KPU Provinsi (UAKPA) ke UAPPA-W : a) Bulanan b) Triwulanan c) Semesteran d) Tahunan (Tahun Anggaran yang lalu) c. 2). Kegiatan Pengelolaan SAI Tingkat Satuan Kerja KPU Kabupaten/Kota (UAKPA) Tahapan kegiatan : 1). SP2D. 6) Melaksanakan Koordinasi dengan KPPN setempat dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Satker untuk periode : a) Triwulan I b) Semester I c) Triwulan III d) Tahunan (Tahun Anggaran yang lalu) . Mengolah data sumber (SPM. SSBP) yang diterbitkan setiap bulannya. SSP. SSPB. 3) Melakukan koordinasi dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Satker setiap bulan dengan KPPN setempat 4) Menyusun Laporan Keuangan Tingkat satker KPU Kabupaten/Kota (UAKPA) untuk periode bulanan 5) Melaksanakan Rekonsiliasi dengan KPPN setempat setiap bulan.    2) Melakukan rekonsiliasi internal antara pengelola SIMAK BMN dan pengelola SAKPA setiap bulan. 3) Melakukan koordinasi dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Satker setiap bulan dengan KPPN setempat 4) Menyusun Laporan Keuangan Tingkat Satker KPU Provinsi (UAKPA) untuk periode bulanan 5) Melaksanakan Rekonsiliasi dengan KPPN setempat setiap bulan. Melakukan rekonsiliasi internal antara pengelola SIMAK BMN dan pengelola SAKPA setiap bulan.

7. Melaksanakan rekonsiliasi dengan KPPN dan KPKNL setempat untuk periode : a) Semester I b) Tahunan (Tahun Anggaran yang lalu) 9) Menyampaikan Laporan Keuangan tingkat satker KPU Kabupaten/Kota (UAKPA) ke KPU Provinsi untuk periode : a) Bulanan b) Triwulanan c) Semesteran d) Tahunan (Tahun Anggaran yang lalu) 4. Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) (KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota). Penyusunan/Updating data pemilih Tahap kegiatan : a. b. d. Rapat Koordinasi Penyusunan RKA-KL dengan peserta KPU Kabupaten/Kota di Provinsi setempat. Seluruh satker melaksanakan penyusunan RKA-KL di KPU setelah alokasi pagu definitif dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan. Menyusun RKA-KL sebagai dasar penyusunan besaran alokasi anggaran pada masing-masing satker. Rapat koordinasi penyusunan Renja antar KPU Kabupaten/Kota. c. Penyampaian Renja satker kepada Setjen KPU sebagai bahan penyusunan Renja KPU Tahun 2012. Menyusun Laporan Keuangan tingkat satker KPU Kabupaten/Kota (UAKPA) ke KPU Provinsi untuk periode : a) Semester I b) Tahunan (Tahun Anggaran yang lalu) 8). sesuai format Renja yang ditetapkan oleh KPU. Menyusun draft Renja Tahun 2012 mulai bulan Januari s/d Maret 2011. e. Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) Tahun Anggaran 2012 yang terdiri dari anggaran belanja mengikat dan anggaran tidak mengikat. 6. b. Lakip dan Sistem Pelaporan (KPU Provinsi) Tahapan kegiatan : . Tahapan kegiatan : a.    7). RAB yang telah disusun di input ke dalam aplikasi RKA-KL. c. Penyusunan Program dan Rencana Kerja (Renja) (KPU Provinsi/KPU Kabupaten/Kota). Rapat Koordinasi terkait pemeliharaan rekap data pemilih dan updating data c. Monitoring dan Evaluasi. Usulan anggaran tidak diperkenankan melebihi pagu per kegiatan yang ditetapkan. 5. Tahapan kegiatan : a. Pembentukan Tim/Pokja b. Tapkin. KPU Provinsi mengkoordinir untuk mengumpulkan laporan KPU Kabupaten/Kota.

Konsultasi/Koordinasi dengan instansi terkait. dan Laporan Triwulan sesuai dengan aplikasi PP 39 KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota ke KPU d. c. LAKIP. Konsultasi/koordinasi dengan instansi terkait. Rapat koordinasi tentang pelaksanaan pengambilan sumpah janji c. berkas pengajuan pensiun. berkas pelaksanaan ujian dinas c. Pengajuan surat rekomendasi kenaikan pangkat. Pelaksanaan sumpah janji PNS d. Pendistribusian berkas ke Biro SDM Sekretariat Jenderal KPU Jakarta g. Laporan Akuntansi Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Kenaikan Gaji Berkala (KGB). Laporan 10. dan Laporan Triwulan sesuai dengan aplikasi PP 39 b. kenaikan pangkat dan pensiun (KPU Provinsi) Tahapan kegiatan : a. Verifikasi data pegawai yang akan disumpah dari Sekretariat Jenderal KPU b. Inventarisasi jabatan kosong Rapat koordinasi Penetapan hasil rapat koordinasi Pengajuan rekomendasi jabatan struktural Eselon III dan IV ke Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum e. Pengumpulan berkas pengajuan kenaikan pangkat. Pembuatan undangan dan pendistribusian ke KPU Kabupaten/Kota b. Laporan 11. Kenaikan Gaji Berkala. Mengkoordinir TAPKIN dan LAKIP. Lakip dan Sistem Pelaporan (KPU Kabupaten/Kota) Tahapan kegiatan : a. Sumpah Janji Tahapan kegiatan : a. Acara pelantikan/pengambilan sumpah/janji jabatan pejabat struktural . Penyusunan Penetapan Kinerja (TAPKIN). Pemeriksaan berkas kelengkapan pengajuan d. Menyampaikan TAPKIN dan LAKIP. dan Laporan Triwulan sesuai dengan aplikasi PP 39 dari KPU Kabupaten/Kota c. 9. Tapkin. 8. b. Penyerahan sertifikat sumpah janji PNS e. Pembuatan surat Kenaikan Gaji Berkala f. Monitoring dan Evaluasi. Menyampaikan TAPKIN dan LAKIP. berkas pelaksanaan ujian dinas e. berkas pengajuan pensiun. dan Laporan Triwulan sesuai dengan aplikasi PP 39 b. Penyusunan TAPKIN.    a. Kenaikan Gaji Berkala. dan Laporan Triwulan sesuai dengan aplikasi PP 39 ke KPU dan KPU Provinsi c. Baperjakat Tahapan kegiatan : a. Pembuatan berita acara pelaksanaan f. d.

c. Menindak lanjuti tata naskah dinas KPU ke KPU Kabupaten/Kota oleh KPU Provinsi 17. Kearsipan dan Perpustakaan : Tahapan kegiatan : a. Menghimpun data hasil Pemilu berupa perolehan kursi. Menyiapkan bahan-bahan yang berkaitan dengan perubahan data wilayah administratif dan jumlah penduduk serta batas wilayah akibat adanya pemekaran wilayah 13. Melakukan koordinasi dengan Arsip Daerah (ARDA) dan instansi terkait c. Penyiapan bahan-bahan rapat pleno Rapat pleno dalam rangka PAW Penyusunan Keputusan PAW Pelantikan PAW 15. Menyusun Laporan Barang Pembantu Pengguna Wilayah – Semesteran (BPPW-S) setiap semester dan Laporan Barang Pembantu Pengguna Wilayah (BPPW-T) setiap akhir tahun anggaran.    12 Informasi Hasil Pemilu (KPU Provinsi) Tahapan kegiatan : a. d. Menyusun Daftar Barang Pembantu Pengguna – Wilayah (DBPP-W) berdasarkan penggabungan Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran/Tahunan LBKPS/T. Memverifikasi dokumen calon PAW b. b. Penataan dan pendataan kearsipan sesuai dengan Surat Edaran Bersama (SEB) antar KPU dan ANRI b. Tahapan kegiatan : a. Informasi Hasil Pemilu (Kabupaten/Kota) Tahapan kegiatan : a. Menyiapkan Peraturan-peraturan mengenai perubahan data wilayah administratif akibat adanya pemekaran wilayah b. Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota KPU provinsi dan KPU (Kabupaten/Kota) Tahapan kegiatan : a. perolehan suara dan penetapan calon terpilih b. Pengelolaan Simak BMN (KPU Provinsi) Tahapan kegiatan : a. Melaksanakan bimbingan teknis tata naskah dinas KPU dengan KPU Provinsi d. Menyampaikan nama calon PAW anggota DPRD 16. Membuat berita acara hasil pemeriksaan pemilihan calon PAW DPRD c. DPD. . Pembinaan dan Pelaksanaan Tata Usaha. DPRD. Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR. b. c. Menyiapkan bahan-bahan yang berkaitan dengan laporan bahan Pemilukada 14. Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Memelihara Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran/Tahunan (LBKPS/T) dan Laporan Kondisi Barang (LKB) dari UAKPB.

b. 19. h. f. Menyusun Laporan Kondisi Barang (LKB) setiap akhir tahun anggaran. Membuat Daftar Inventarisasi Ruangan (DIR). Menyimpan arsip data BMN dan melakukan proses tutup buku setiap akhir tahun anggaran. i. dan penyuluhan regulasi KPU kepada KPU Kabupaten/Kota. Memelihara dokumen sumber dan dokumen akuntansi BMN. Kartu Inventarisasi Barang (KIB). Menyusun Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran/Tahunan (LBKPS/T) setiap akhir semester dan Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran/Tahunan (LBKPS/T) beserta Laporan Kondisi Barang (LKB) setiap akhir tahun anggaran. Menyusun bahan supervisi. Membantu koordinasi pelaksanaan inventarisasi di lingkup wilayah. Supervisi dan dokumentasi perubahan peraturan KPU tentang Pemilu dan Pemilukada serta pengisian keanggotaan DPRD (KPU Kabupaten/Kota) Tahapan kegiatan : . Menerima dan menghimpun Laporan Hasil Inventarisasi (LHI) dari UAKPB. Menghadiri kegiatan bimbingan teknis regulasi dan penyuluhan peraturan KPU yang diselenggarakan oleh KPU Pusat c.    d. h. f. bimbingan teknis regulasi KPU. c. e. j. i. 18. Melaksanakan rekonsiliasi Laporan BMN dengan KPKNL setiap semester serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. Membukukan BMN ke dalam Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) berdasarkan dokumen sumber. menyusun dokumentasi hukum. Memberikan tanda registrasi pada BMN. Melaksanakan rekonsiliasi internal antara Laporan BMN dengan Laporan Keuangan yang disusun oleh petugas akuntansi keuangan serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. Melaksanakan supervisi dan bimbingan teknis regulasi KPU kepada KPU Kabupaten/Kota. Pengelolaan Simak BMN (KPU Kabupaten/Kota) Tahapan kegiatan : a. Menyusun jurnal transaksi BMN pada setiap akhir bulan. Penyelesaiaan gugatan hukum Pemilukada dengan menggunakan jasa pengacara yang hanya dapat dibayar/dibiayai berdasarkan perjanjian kontrak untuk menangani perkara gugatan perdata dan TUN apabila penggunaan anggaran APBD sudah dipertanggungjawaban kepada Pemda Provinsi 20. g. Melaksanakan inventarisasi dan menyusun LHI. e. dokumentasi hukum dan penyuluhan regulasi KPU b. Supervisi dan dokumentasi perubahan peraturan KPU tentang Pemilu dan Pemilukada serta pengisian keanggotaan DPRD (KPU Provinsi) Tahapan kegiatan : a. Menyimpan arsip data BMN dan melakukan proses tutup buku setiap akhir tahun anggaran. g. Melaksanakan rekonsiliasi internal antara Laporan BMN dengan Laporan Keuangan yang disusun oleh petugas akuntansi keuangan serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. DPD/DPW Parpol serta instansi/lembaga terkait yang diperlukan d. dan Daftar Inventarisasi Lainnya (DIL). d. Melaksanakan rekonsiliasi Laporan BMN dengan Kanwil Ditjen Kekayaan Negara setiap semester serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan.

E. dan penyuluhan regulasi KPU kepada KPU kepada DPC Parpol. Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan sosialisasi dan informasi Pemilu. dokumentasi hukum dan penyuluhan regulasi KPU b. Peningkatan kemampuan penyelenggaraan Pemilu Melakukan pemantauan ke daerah yang melaksanakan Pemilukada Tersusunnya Daftar Isian Masalah (DIM) Pemilukada Pembuatan instrument evaluasi Tabulasi dan analisa data Pembuatan laporan dan saran tindak lanjut kebijakan 22. Rancangan Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pemilu Monitoring. Penjelasan per Belanja pada RKA-KL/DIPA Bagian Anggaran 076 Tahun 2011 sebagai berikut : 1. Belanja Tunjangan Anak PNS (511122) . b. Menyusun Laporan terkait dengan kegiatan. Belanja Pembulatan Gaji PNS (511119) Pengeluaran untuk pembayaran pembulatan gaji pokok Pegawai Nageri Sipil dan pembulatan gaji PNS (gaji 13) 3. 23. Menyiapkan bahan rapat untuk Bimtek/Data Pemilukada b. Peningkatan peran serta masyarakat dalam Pemilu dan Pemilukada (KPU Provinsi) Tahapan kegiatan : a. Supervisi dan Evaluasi Tahapan kegiatan : a. e. Melaksanakan supervisi dan bimbingan teknis regulasi KPU. Penyelesaiaan gugatan hukum Pemilukada dengan menggunakan jasa pengacara yang hanya dapat dibayar/dibiayai berdasarkan perjanjian kontrak untuk menangani perkara gugatan perdata dan TUN apabila penggunaan anggaran APBD sudah dipertanggung jawaban kepada Pemda Kabupaten/Kota dengan terlebih dahulu mengusulkan kepada KPU disertai dokumen-dokumen pendukung. PPK. c. Peningkatan peran serta masyarakat dalam Pemilu dan Pemilukada (KPU Kabupaten/Kota) Tahapan kegiatan : a. Belanja Gaji Pokok PNS (511111) Pengeluaran untuk Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil 2. d. PPS dan KPPS serta instansi/lembaga terkait lain yang diperlukan d. bimbingan teknis regulasi KPU. Menyusun bahan supervisi. b. Menghadiri kegiatan Bimtek Info Pemilu yang diselenggarakan oleh KPU c. Menyusun referensi yang terkait dengan pelaksanaan Pemilu. Menghadiri kegiatan bimbingan teknis regulasi dan penyuluhan peraturan KPU yang diselenggarakan oleh KPU Pusat c. c.    a. 21. menyusun dokumentasi hukum. f. Penggunaan anggaran hanya berdasarkan undangan. Belanja Tunjangan Suami/Istri PNS (511121) Pengeluaran untuk pembayaran tunjangan suami/istri PNS 4.

11.    Pengeluaran untuk pembayaran tunjangan anak PNS 5. langganan surat kabar/berita/majalah. dan panitia pengadaan barang/jasa terkait dengan pengadaan barang/jasa kegiatan operasional. Belanja Penambah Daya Tahan Tubuh (521113) Pengeluaran untuk membiayai pengadaan bahan makanan/minuman/obatobatan yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan operasional kepada pegawai. barang cetak.000) 14. pembayaran gaji ke-13 10. Belanja Tunjangan Beras PNS (511126) Pengeluaran untuk pembayaran tunjangan beras berbentuk uang maupun natura 8. . panitia pemeriksa/penerima barang/jasa. Satuan biaya yang dikaitkan dengan jumlah pegawai yaitu pengadaan barang yang habis dipakai antara lain pembelian alat-alat tulis. Belanja honor yang terkait dengan operasional Satuan Kerja (521115) Pengeluaran untuk pembayaran honorarium pejabat KPA. Belanja Uang Makan PNS (511129) Pengeluaran untuk pembayaran tunjangan uang makan PNS 9. telex. biaya minum/makanan kecil untuk rapat b. Belanja Tunjangan Struktural PNS (511123) Pengeluaran untuk Pembayaran Tunjangan Struktural PNS dan Tunjangan Struktural PNS (gaji ke 13) 6. KPU Provinsi. c. KPU Kabupaten/Kota. Pejabat Penguji Tagihan dan Penandatangan SPM. Bendahara Pengeluaran/PUM. Staf pengelola keuangan. Satuan biaya yang tidak dikaitkan dengan jumlah pegawai antara lain biaya satpam/pengamanan kantor/tenaga profesional/tenaga teknis. Sekretariat KPU. pejabat pengadaan barang/jasa. alat-alat rumah tangga. Belanja Keperluan Perkantoran (521111) Pengeluaran untuk membiayai keperluan sehari-hari perkantoran secara langsung untuk menunjang kegiatan operasional tupoksi terdiri dari : a. Belanja honor terkait dengan Out Put Kegiatan (521213) Pengeluaran untuk pembayaran honorarium tidak tetap diberikan kepada pegawai yang menjadi anggota tim/kelompok kerja pelaksanaan kegiatan yang dibentuk sesuai dengan Standar Biaya. 12. 13. Pengeluaran untuk membiayai pengadaan/penggantian inventaris yang berhubungan dengan penyelenggaraan administrasi kantor/satker dibawah nilai kapitalisasi (penggadaan/penggantian inventaris sampai dengan nilai Rp 300. Belanja Tunjangan PPh PNS (511125) Pengeluaran untuk pembayaran tunjangan PPh PNS 7. Belanja Tunjangan Umum PNS (511151) Pengeluaran untuk pembayaran tunjangan umum/tambahan tunjangan umum PNS. PPK. internet. Belanja Pegawai/Tunjangan Khusus/Kegiatan (512411) Pengeluaran untuk pembayaran honorarium tetap antara lain untuk Pembayaran uang kehormatan anggota KPU.

KPU Kabupaten/Kota selaku UAKPA/B menyampaikan Laporan Keuangan kepada KPU Provinsi selaku UAPPA/B-W dan kepada KPU selaku UAPPA/B-E1 setiap bulan (selambat-lambatnya tanggal 12 bulan berikutnya) disertai Arsip Data Komputer (ADK). 2. Penyampaian Laporan Keuangan SAI (SAK dan SIMAK-BMN) : 1. seminar. rapat dan lain-lain 21. Spanduk f. Dokumentasi e. Konsumsi/bahan makanan c. Belanja Barang Non Operasional Lainnya (521219) Digunakan untuk pengeluaran yang tidak dapat ditampung dalam mata anggaran 521211 termasuk biaya-biaya Crash Program/Paket Meeting Full Day. Berita Acara Rekonsiliasi (BAR). Dalam rangka mempertahankan gedung dan bangunan kantor dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sampai dengan 2 %. Bahan cetakan d. telepon. b. KPU Provinsi. Biaya Fotokopi Yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan non operasional seperti : sosialisasi.000. dan KPU Kabupaten/Kota. KPU Provinsi selaku UAPPA/B-W menyampaikan Laporan Keuangan kepada KPU selaku UAPPA/B-E1 setiap bulan (selambat-lambatnya tanggal 12 bulan . c. air dan gas termasuk untuk pembayaran denda keterlambatan pembayaran langganan daya dan jasa. 17. F.000) 19. Belanja Biaya Pemeliharaan Gedung dan Bangunan (523111) a.    15. Pemeliharaan/perawatan halaman/taman gedung/kantor agar berada dalam kondisi semula.521113. Belanja Biaya Pemeliharaan Peralatan dan Mesin (523121) Pengeluaran untuk pemeliharaan/perbaikan untuk mempertahankan peralatan dan mesin agar berada dalam kondisi normal yang nilainya tidak memenuhi nilai kapitalisasi (pemeliharaan/perbaikan sampai dengan Rp 10. 18. Belanja Barang Operasional Lainnya (521119) Digunakan untuk membiayai pengadaan barang yang tidak dapat ditampung dengan mata anggaran 521111. Pengeluaran pemeliharaan/perbaikan yang dilaksanakan sesuai dengan Standar Biaya Umum. Belanja Perjalanan Lainnya (524119) Pengeluaran untuk perjalanan lainnya dalam rangka pendukung kegiatan tugas pokok dan fungsi KPU yang tidak tertampung didalam pos belanja perjalanan biasa dan tetap antara lain biaya perjalanan teknis operasional kegiatan. 22.521114 dalam rangka kegiatan operasional contoh : pengadaan pakaian dinas pegawai dan lain-lain. 16. Belanja Langganan Daya dan Jasa (522111) Digunakan untuk pembayaran langganan daya dan jasa seperti listrik. 20. Belanja Pengiriman Surat Dinas pos Pusat (521114) Pengeluaran untuk membiayai pengiriman surat menyurat dalam rangka kedinasan yang dibayarkan KPU. Alat Tulis Kantor (ATK) b. Belanja Bahan (521211) Pengeluaran yang digunakan untuk pembayaran biaya bahan pendukung kegiatan (yang habis dipakai) seperti : a.

2. selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya. Berdasarkan Laporan Keuangan tersebut diatas KPU Provinsi selaku UAPPA/B-W melakukan penggabungan kemudian menyampaikan Laporan Keuangan ke KPU. UAPPA/B-E1 setiap bulan (selambatlambatnya tanggal 20 bulan berikutnya) beserta ADK-nya. Anggota KPU Provinsi. Pelaksanaan Penggunaan Biaya Perjalanan Dinas : 1. Sekretaris KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota bertanggung jawab atas pelaksanaan Administrasi umum (Kepegawaian. dan Pengadaan Barang). Penggunaan biaya perjalaan dinas bagi Ketua. 3. Penggunaan biaya perjalanan dinas bagi personil Sekretariat KPU Provinsi. Sekretaris KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota selaku Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab atas Pengelolaan Anggaran pada Satker bersangkutan sesuai peraturan yang berlaku. semesteran atau tahunan. Kewenangan pemeriksaan atas pengelolaan keuangan dalam DIPA APBN yang dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dilaksanakan oleh aparat pemeriksa fungsional yaitu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). II. Keuangan. 6. Disamping Laporan Keuangan sebagaimana tersebut diatas KPU Kabupaten/Kota melalui KPU Provinsi menyampaikan juga LPJ Bdh dan LPAK ke Sekretaris Jenderal KPU Cq Biro Keuangan KPU. bagi Anggota KPU Kabupaten/Kota disetarakan dengan pejabat Eselon III/Golongan IV (Sekretaris KPU Kabupaten/Kota). Anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota memperhatikan urgensi. Sekretaris KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota melaporkan Realisasi Anggaran dalam rapat pleno KPU dan dapat dilakukan secara bulanan. dan KPU Kabupaten/Kota untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas . 5. Pelaksanaan perjalanan dinas Ketua. relevansi dan efisiensi serta dapat dipertanggung jawabkan dengan tetap memperhatikan PAGU dana yang tersedia. 2. 4. selaku UAPA/B.    berikutnya) disertai Arsip Data Komputer (ADK) dan Berita Acara Rekonsiliasi (BAR). dan KPU Kabupaten/Kota dan jajaran Sekretariat di masing-masing Satker dalam menghadiri rapat-rapat “sesuai dengan jumlah yang tercantum dalam undangan rapat” ulangi sesuai dengan jumlah yang tercantum dalam undangan rapat. Sekretaris KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota tidak dibenarkan menggunakan Anggaran APBN Bagian Anggaran 076 untuk kegiatan yang tidak tercantum dalam RKA-KL/POK DIPA yang besangkutan. 3. III. Kewenangan / Tanggung jawab : 1. triwulanan. 4. Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Bendahara dan Laporan Posisi Anggaran dan Kas (LPJ Bdh & LPAK). Ketua dan Anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota secara kolektif bertanggung jawab atas policy kegiatan teknis penyelenggaraan Pemilihan Umum. G. Perjalanan dinas jabatan bagi Anggota KPU Provinsi dan anggota KPU Kabupaten/Kota sebelum ada ketentuan lain yang mengatur untuk sementara disetarakan dengan pejabat Eselon II/Golongan IV Sekretaris di KPU Provinsi. 3.

7.05/2007 Pasal 13 ayat 1 selain Pejabat Negara.Si Tembusan disampaikan kepada: 1. Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. 2. Yth. Apabila dalam pelaksanaan DIPA tahun 2011 dimasing-masing Satker masih terdapat keragu-raguan. Sedangkan seluruh SPPD untuk Ketua. SEKRETARIS JENDERAL Drs. Bapak Ketua KPU. efektifitas dan azas kelayakan dan kepatutan IV. 2. masing-masing Satker agar segera menyusun Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) dan Rincian Anggaran Biaya (RAB) sesuai dengan kegiatan yang telah ditetapkan dalam RKAKL/DIPA dimasing-masing KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota bersangkutan dari Bagian Anggaran 076 Tahun 2011. Ketua KPU Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Kelompok Kerja/Tim dapat dibentuk untuk melaksanakan tugas-tugas mendesak yang tidak dapat dilaksanakan secara tupoksi dan memerlukan koordinasi antar bagian dan instansi terkait dengan tetap memperhatikan efisiensi. . Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tidak Tetap dapat melakukan perjalanan dinas atas perintah Pejabat yang Berwenang. Yth. Anggota dan personil Sekretariat KPU ditandangani oleh Sekretaris KPU selaku Kuasa Pengguna Anggaran. Yth. disarankan agar melakukan koordinasi/konsultasi kepada instansi terkait sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. 6. Dengan telah diterbitkannya petunjuk teknis ini. Surat Perintah Tugas (SPT) bagi Ketua dan Anggota KPU ditandatangani oleh Ketua KPU sedangkan SPT bagi Sekretaris dan Staf Sekretariat ditandatangani oleh Sekretaris KPU yang bersangkutan. 5. sebagai Laporan . Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 45/PMK. M. 3. dan biaya perjalanan dinasnya digolongkan sesuai dengan tingkat dan pendidikan/kepatutan tugas yang bersangkutan. Lain-lain 1. Ketua KPU Provinsi di seluruh Indonesia . relevansi dan efisiensi serta dapat dipertanggung jawabkan dengan tetap memperhatikan PAGU dan yang tersedia.    administrasi umum dan memperhatikan urgensi. SURIPTO BAMBANG SETYADI.