TUGAS EKOLOGI HEWAN

EKOLOGI TINGKAH LAKU HEWAN : Ekologi Tingkah laku Semut Sebagai Makhluk Sosial

OLEH : MARIANIM NURHAIDA HAFNI (G1A008028) (G1A008005) SRI NUR FITHRIYANI (G1A008018)

UNIVERSITAS MATARAM FAKULTAS MIPA PROGRAM STUDI BIOLOGI 2011

EKOLOGI TINGKAH LAKU SEMUT SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL ABSTAK Marianim , Sri Nur fithriyani, Nurhaida hafni[1] [1] Mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Mipa Universitas Mataram Semut merupakan hewan berukuran kecil dengan populasi terpadat di dunia, bersifat sosial yang hidup berkoloni dengan tatanan yang terorganisir dengan baik sehingga memiliki tingkah laku/prilaku yang unik. Tanpa kita sadari, prilaku semut yang unik ini dapat dijadikan sebagai inspirasi dalam pengembangan keilmuan modern, salah satunya adalah proses pewarnaan graf yang terinspirasi dari prilaku semut dalam mencari makan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengatahui beberapa ekologi prilaku semut. Metode yang digunakan adalah metode telaah pustaka dari beberapa sumber bacaan seperti jurnal maupun internet. Kata kunci ; prilaku, semut, sosial. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Kajian tentang tingkah laku hewan adalah salah satu aspek tertua dalam bidang biologi dan merupakan pengetahuan yang penting bagi kelangsungan hidup manusia, karena dengan mempelajari kebiasaan-kebiasaan berbagai hewan yang ada disekitarnya, manusia purba dapat meningkatkan peluangnya dalam mendapatkan ketersediaan makanan serta dapat menurunkan peluang mereka untuk menjadi mangsa bagi hewan-hewan lain (Campbell, 2004). Salah satu yang menjadi perdebatan pada kajian mengenai perilaku hewan yang sudah lama berlangsung adalah suatu pertanyaan mengenai apakah perilaku merupakan sesuatu yang bersifat spontan atau merupakan kombinasi dari reaksireaksi sederhana terhadap lingkungan. Kebanyakan ahli fisiologis, secara objektif mengklaim bahwa perilaku adalah semua reaksi. Hal ini sejalan dengan penemuan adanya gerak refleks yang ditemukan pada hewan. Pada akhirnya para ahli fisiologis menyimpulkan bahwa refleks dan refleks yang dikondisikan hanyalah merupakan

dan masih banyak lagi keunikan-keunikan prilaku yang terdapat pada hewan yang satu ini. bersifat sosial yang hidup berkoloni dengan tatanan yang terorganisir dengan baik sehingga memiliki tingkah laku/prilaku yang unik jika dilihat dari caranya mencari makan kemudian membawa makanannya. Sehingga mempelajari tingkah laku semut merupakan salah satu aspek yang menarik dalam ekologi. setidaknya sepertiganya terdiri atas semut. 2010). 2010). Sementara perilaku spontan dipengaruhi faktor dari dalam. bahwa perilaku merupakan reaksi terhadap stimulus eksternal. Jumlah tersebut cukup besar mengingat jumlah total spesies semut kurang dari 2% jumlah total spesies serangga (Suhara. misalnya faktor motivasi (Suhara.elemen dari perilaku. 1. Ada dua opini tentang perilaku.3 Manfaat Dapat mengetahui prilaku semut dalam kaitannya dengan ekologi tingkah laku hewan. Semut merupakan hewan berukuran kecil dengan populasi terpadat di dunia. mempertahankan diri dari ganguang musuh. cara komunikasi dengan semut lain.2 Tujuan Untuk mengetahui bagaiaman prilaku/kebiasaan semut dalam ekologi tingkah laku hewan 1. Dalam komposisi biomassa serangga di dunia. BAB II TINJAUAN PUSTAKA .

Ketika kita mengamati suatu prilaku tertentu. dengan norma reaksi yang luas. bentuk pnyelesaian masalah yang paling berkembang ditandai oleh norma reaksi yang sangat luas. Prilaku juga meliputi interaksi beberapa komponen sistem saraf hewan dengan efektor . Namun demikian.2. Prilaku memperlihatkan suatu kisaran variasi fenotipik (suatu norma reaksi) yang bergantung pada lingkungan. prilaku sosial dapat didefinisikan sebagai setiap jenis interaksi antara dua hewan atau lebih. Dalam kajian prilaku hewan. Sebagian besar ciri prilaku adalah filogenik. prilaku juga memiliki suatu komponen genetik yaitu prilaku bergantung pada gen-gen yang ekspresinya menghasilkan sistem neuron yang tanggap terhadap kemajuan pembelajaran. dan juga berbagai interaksi kimia. atau berfungsi dalam suatu cara tertentu sebagai respon terhadap beberapa rangsangan (stimulus). dimana genotip itu diekspresikan. Beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi prilaku adalah semua kondisi di mana gen yang mendasari prilaku itu diekspresikan. Banyak prilaku memang terdiri atas aktivitas otot yang dapat diamati secara eksternal. yaitu komponen bertindak dan bereaksi dari definisi tersebut. 2004). pendengaran. yang memicu suatu prilaku.dan juga semua kondisi hormonal dan kondisi kimiawi dan fisik yang dialami sebuah telur atau di dalam rahim. bereaksi. Pada sisi lainnya. Interaksi sosial . umumnya dari spesies yang sama. kita cenderung untuk menanyakan pertanyaan proksimat dan ultimat. penglihatan. atau sentuhan dengan organisme lain (Campbell. Meskipun sebagian besar spesies yang bereproduksi secara seksual harus bersosialisasi pada siklus hidup mereka dengan tujuan untuk bereproduksi.1 Ekologi Prilaku Kajian mengenai prilaku hewan sangat penting untuk dapat memahami evolusi dan interaksi-interaksi ekologis pada hewan. Definisi prilaku pada kamus mungkin berupa bertindak.2 Prilaku Sosial Secara luas. Hal ini meliputi lingkungan kimiawi di dalam sel. proksimat merupakan mekanistik berkaitan dengan stimulus lingkungan jika ada. Sedangkan pertanyaan ultimat ini berkenaan dengan makna evolusioner prilaku. 2. dan juga mekanisme genetik dan fisiologis yang mendasari suatu tindakan. beberapa spesies menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam hubungan yang dekat dengan spesies sejenisnya. Prilaku dapat diubah oleh pengalaman di lingkungan.

2. dan ratu semut. 2. Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur. kerjasama. Penyerangan. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja. 2004). dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis.2 Semut Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae.telah lama menjadi suatu fokus penelitian bagi peneliti yang mempelajari prilaku. kelenjar metapleural. Semut terbagi atas lebih dari 12. Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga lain yang juga memiliki antena. . 2011).2. Kerumitan prilaku meningkat secara dramatis ketika interaksi antarindividu dipertimbangkan. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka.1 Morfologi Tubuh semut terdiri atas tiga bagian. dan semut termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan (Anonim. Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua. atau yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud). mesosoma (dada). Prilaku sosial memiliki keuntungan dan biaya bagi anggota spesies yang berinteraksi secara ekstensif (Campbell. semut pejantan. yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. yaitu kepala. dan bahkan kebohongan merupakan bagian dari keseluruhan prilaku sosial. percumbuan. dan metasoma (perut).000 kelompok. dan bagian perut kedua yang berhubungan ke tangkai semut membentuk pinggang sempit (pedunkel) di antara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan metasoma (perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole).

Sumber: http://forum. memiliki mata majemuk yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang lebih kecil dan tergabung untuk mendeteksi gerakan dengan sangat baik.com/showthread. Sebagai gantinya.kompas. layaknya serangga lainnya.php?33345-S-e-m-u-t Tubuh semut. mereka memiliki saluran berbentuk panjang dan tipis di sepanjang bagian atas tubuhnya yang disebut "aorta punggung" yang fungsinya mirip dengan jantung. Serangga juga tidak memiliki sistem peredaran darah tertutup. berbeda dengan kerangka manusia dan hewan bertulang belakang. sistem saraf semut terdiri dari sebuah semacam otot saraf ventral yang berada di sepanjang tubuhnya. tetapi mereka memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian dada bernama spirakel untuk sirkulasi udara dalam sistem respirasi mereka. . Pada kepala semut terdapat banyak organ sensor. Mereka juga punya tiga oselus di bagian puncak kepalanya untuk mendeteksi perubahan cahaya dan polarisasi. dengan beberapa buah ganglion dan cabang yang berhubungan dengan setiap bagian dalam tubuhnya. seperti serangga lainnya. memiliki eksoskeleton atau kerangka luar yang memberikan perlindungan dan juga sebagai tempat menempelnya otot. Serangga tidak memiliki paru-paru. Semut.

Namun. termasuk organ reproduksi. Pada kepalanya juga terdapat sepasang antena yang membantu semut mendeteksi rangsangan kimiawi. beberapa spesies semut. Semut pekerja dan prajurit tidak memiliki sayap. di bagian dalam mulutnya terdapat semacam kantung kecil untuk menyimpan makanan untuk sementara waktu sebelum dipindahkan ke semut lain atau larvanya. membangun sarang. dan untuk pertahanan. semisal semut bulldog Australia.jpg&filetimestamp=20060810164230 Gambar : gambar dekat memperlihatkan rahang bawah dan mata semut yang kecil Kebanyakan semut umumnya memiliki penglihatan yang buruk. bahkan beberapa jenis dari mereka buta. memiliki penglihatan yang baik.org/w/index. Pada bagian depan kepala semut juga terdapat sepasang rahang atau mandibula yang digunakan untuk membawa makanan. Antena semut juga digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain dan mendeteksi feromon yang dikeluarkan oleh semut lain. Selain itu. Di bagian dada semut terdapat tiga pasang kaki dan di ujung setiap kakinya terdapat semacam cakar kecil yang membantunya memanjat dan berpijak pada permukaan.Sumber: http://id. setelah kawin betina akan menanggalkan sayapnya dan menjadi ratu semut yang tidak bersayap. Pada beberapa spesies.wikipedia. Beberapa spesies semut juga memiliki sengat yang . Namun. Sebagian besar semut jantan dan betina calon ratu memiliki sayap. Di bagian metasoma (perut) semut terdapat banyak organ dalam yang penting. antena semut juga berguna sebagai alat peraba untuk mendeteksi segala sesuatu yang berada di depannya. memanipulasi objek.php?title=Berkas:Ant_head_closeup.

3 Jenis-Jenis Semut Semut kayu Semut merah Semut hitam Sumber: http://jurnallaporan.terhubung dengan semacam kelenjar beracun untuk melumpuhkan mangsa dan melindungi sarangnya. 2. Spesies semut seperti Formica yessensis memiliki kelenjar penghasil asam semut yang bisa disemprotkan ke arah musuh untuk pertahanan (Anonim.blogspot.com/ .2011).

Sebagian besar dari spesies ini merampok makanan dari koloni semut.info/ Keterangan: A: Semut Pristomyrmex punctatus dengan aphid yang menjadi pasangan simbiosisnya: B: Semut Crematogaster sp. kutu. bersama anakannya di dalam kayu lapuk: C: Semut Paratrechina longicornis saling berinteraksi: 2. Spesies yang hidup sebagai parasit termasuk berbagai serangga.4 Interaksi antara sesama semut A B C Sumber: http://unic77. sementara sebagian lainnya menggantungkan sebagian atau seluruh hidupnya pada koloni semut. . misalnya kumbang.2.4 Hewan yang hidup bersama semut Sejak lebih dari seabad yang lalu diketahui bahwa sejumlah spesies serangga hidup bersimbiosis dengan semut. lalat. dan tawon.

Program Studi Informatika. Sekolah Teknik Elektro & Informatika ITB. serangga ini tidak hanya diperbolehkan memasuki sarang. Bahkan. Sebagaimana diketahui. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Kemampuan ini berfungsi sebagai "sistem pertahanan bersama". yang di tulis oleh Anugrah Adeputra. Riverside. baik secara mekanik maupun kimiawi (Yahya. peneliti utama riset di University of California. Selain itu. serangga pendatang dapat masuk ke sarang semut dengan berbagai cara. dari suatu artikel diperoleh pula informasi bahwa semut dapat mencium aroma kematian. hal ini merupakan penemuan dari Dong-Hwan Choe. Dengan kata lain.Sebagian parasit ini hidup di sarang semut dan menarik keuntungan dari kehidupan sosial semut. Informasi ini didapatkan dalam jurnal penelitian yang berjudul Pemanfaatan Algoritma Semut untuk Penyelesaian Masalah Pewarnaan Graf. 2004). dalam komunitas semut terdapat sistem komunikasi yang rumit. BAB III METODE Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah telaah pustaka dari buku dan browsing internet. seorang mahasisiwa dari. Dalam beberapa kasus. semut dapat membedakan anggota koloni mereka dengan pendatang. Dengan sistem ini. . Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah berhasil memecahkan sandi komunikasi dan identifikasi yang digunakan semut. maka diperoleh suatu informasi bahwa prilaku semut khususnya prilaku dalam mencari makan dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan pewarnaaan graf. mereka mampu berkomunikasi dengan bahasa semut. Namun. Amerika Serikat. semut tidak berkeberatan meskipun serangga larva dan telurnya dimakan parasit ini. larva mereka juga diberi makan dan dibesarkan sebagaimana layaknya larva semut.1 Hasil Riset Dari hasil riset yang diperoleh dari suatu jurnal.

semut akan memiliki kecenderungan untuk memilih rute yang memiliki tingkat konsentrasi Pheromone yang tinggi. Oleh karena itu. dan ketika memilih rute yang akan dilalui. dan Utara yang hidup di lokasi berbeda-beda.Penelitian lain dilakukan oleh para peneliti dari Amerika.2 PEMBAHASAN Berikut ini merupakan pemaparan mengenai prilaku-prilaku semut berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Jika tidak ada penguapan sama sekali. Ketika berjalan menuju sumber makanan dan sebaliknya. Mereka mempelajari perilaku semut dari Amerika Tengah. Penelitian ini tentang pengujian tingkat ketertarikan garam dan gula antara semut pedalam dengan semut di dekat laut. Penguapan Pheromone juga mempunyai keuntungan untuk mencegah konvergensi pada penyelesaian optimal secara lokal. Selatan. terutama bagaimana mereka mampu menentukan rute untuk menghubungkan antara sumber makanan dengan sarang mereka. sebuah jalur yang pendek akan diikuti oleh semut lainnya dengan lebih cepat. Suatu perilaku yang penting dan menarik untuk ditinjau dari suatu koloni semut adalah perilaku mereka pada saat mencari makan. Seiring waktu. Jejak Pheromone tersebut memungkinkan semut untuk menemukan jalan kembali ke sumber makanan atau sarangnya. jalur yang dipilih semut pertama akan cenderung menarik secara berlebihan terhadap semut-semut yang mengikutinya. Lebih lama seekor semut pulang pergi melalui suatu jalur. eksplorasi ruang penyelesaian akan terbatasi. Semut yang hidup di habitat berjarak 96 kilometer dari garis pantai ternyata lebih suka larutan garam satu persen daripada larutan gula 10 persen.  Prilaku Semut mencari makan Hewan kecil ini dalam hidupnya membentuk satu kesatuan dalam koloninya. Pada kasus yang demikian. Sebagai perbandingan. dan dengan demikian konsentrasi Pheromone akan tetap tinggi. bagaimanapun juga jejak Pheromone akan menguap dan akan mengurangi kekuatan daya tariknya. 4. semut meninggalkan jejak berupa suatu zat yang disebut Pheromone. lebih tinggi pula jumlah Pheromone yang menguap. Semut-semut dapat mencium Pheromone. ketika seekor semut . Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa semut pedalaman memiliki ketertarikan lebih terhadap garam dari pada gula.

. dan Utara yang hidup di lokasi berbeda-beda seperti yang telah dipaparkan pada hasil riset di atas.  Prilaku Semut Pedalaman lebih menyukai garam daripada gula Prilaku ketertarikan semut pedalaman terhadap garam lebih besar jika dibandingkan dengan gula disebabkan karena asupan garam yang diperolehnya sedikit jika dibandingkan dengan semut yang hidup di dekat laut. seperti semut merah. maka dikembangkanlah suatu algoritma untuk menyelesaikan suatu masalah komputasi dengan menemukan jalur terbaik melalui grafik (Adeputra. kijang. Alasan ini sama halnya dengan seekor bison.menemukan jalur yang bagus (jalur yang pendek) dari koloni ke sumber makanan. Kesimpulan ini tentunya diambil setelah Dudley dan koleganya dari Universitas Arkansas Little Rock (UALR) dan Universitas Oklahoma membandingkan sejumlah populasi semut di Amerika yaitu di Amerika Tengah. 2008). Selatan. kecenderungan ini tampak sekali pada semut pemakan daun daripada semut pamakan daging. semut lainnya akan mengikuti jalur tersebut. Semut pemakan daun mungkin membutuhkan asupan garam tambahan lebih banyak karena tidak memperoleh sebanyak semut pemakan daging. Ide algoritma koloni semut adalah untuk meniru perilaku ini melalui 'semut tiruan' berjalan seputar grafik yang menunjukkan masalah yang harus diselesaikan. dan akhirnya semua semut akan mengikuti sebuah jalur tunggal. Perilaku mengikuti jejak Pheromone tersebut telah dibuktikan secara eksperimental. AS menyatakan bahwa Ketertarikan terhadap garam meningkat seiring jarak dari laut. atau badak yang suka menjilat tanah untuk menambah asupan garam. ). digunakan oleh koloni semut untuk mengetahui rute terpendek untuk mencapai sarang atau sumber makanan berdasarkan jejak-jejak Pheromone yang ditinggalkan oleh masing-masing semut yang ada. Sementara hewan pemakan daging seperti singa gunung dan srigala tidak melakukannya karena sudah cukup mendapatkan garam dari mangsanya (Anonim. Berdasarkan perilaku tersebut. sebagaimana yang tuturkan oleh Profesor Robert Dudley yang merupakan salah satu peneliti dari Universitas California Berkeley.

dapat membantu para peneliti mengembangkan strategi manajemen hama yang ramah lingkungan . Prof. Suatu teori yang menyebutkan bahwa semut dapat mengetahui rekan semutnya mati karena semut yang telah mati tersebut melepas zat kimia yang dihasilkan oleh pembusukan. Ketika seekor semut mati. Bau zat kimia itu menjadi pertanda kematian mereka bagi koloni semut yang masih hidup. Beliau menyatakan bahwa semua semaut. baik hidup maupun mati mempunyai zat kimia kematian. pembuangan anggota koloni yang mati. serangga galak yang sangat teritorial. teman satu sarangnya dengan segera mengevakuasi dan menyingkirkannya. maka zat kimia kehidupannya memudar atau terurai. yaitu zat kimia kehidupan. semisal asam lemak. Kini ahli serangga yang meneliti semut Argentine. Itu karena semut mati tidak lagi tercium seperti semut hidup sehingga langsung diangkut ke kuburan. Dengan adanya pemahaman mekanisme yang tepat tentang necrophoresis semut. semisalnya asam lemak. Dengan begitu. akan tetapi semut hidup memiliki zat kimia lain yang diasosiasikan dengan kehidupan. risiko koloni tersebut terinfeksi suatu wabah penyakit dapat diminimalisir. Tetapi bagaimana mereka mengetahui rekannya sudah mati? Ada teori yang menyebutkan bahwa semut mati melepas zat kimia yang dihasilkan oleh pembusukan. Ketika seekor semut mati. Dong-Hwan Choe menemukan hal lain dalam penelitiannya mengenai mekanisme tersebut. bukan karena tubuhnya mengeluarkan zat kimia unik baru yang terbentuk setelah dia mati seperti teori yang telah dikemukakan sebelumnya. Bau zat kimia itu menjadi suatu pertanda kematian mereka bagi koloni semut yang masih hidup. Prilaku Semut Dapat Mencium Aroma Kematian Semut dapat mengetahui rekannya mati. menyodorkan bukti adanya mekanisme lain di balik necrophoresis. dan hanya zat kimia kematianlah yang tersisa. Beliau meneliti semut argentina yang merupakan serangga galak yang sangat teritorial dan menemukan bukti adanya adanya mekanisme lain di balik necrophoresis (pembuangan anggota koloni yang mati).

Ada kesamaan sikap dan satu suara antar masyarakat semut. Semut berani menyerang organisme lain yang mengganggu meskipun ukuran tubuhnya 100 kali lebih besar dari mereka. Disinilah letak keberanian dan juga kekompakan semut dalam menentukan kesepakatan bersama. Di lingkungan masyarakat semut tidak dikenal istilah berselisih maupun bercerai-berai. Kebanyakan daripada kita lebih baik diam dan tidak ikut memecahkan masalah saudara kita yang terancam. dan insektisida pun dengan mudah tersebar dari mayat semut kepada semut sehat. Di antara karakter semut yang sangat mengagumkan adalah sifat rela berkorban. tiba-tiba di hadapan mereka ada sebuah aliran air / sungai kecil maka mereka akan sulit berenang. terutama ketika menghadapi musuh. Dari studi ini memengindikasikan bahwa sesama penghuni sarang mendistribusikan insektisida yang bekerja lambat dan non-repellent yang efisien di antara mereka lewat necrophoresis. tetapi sebagian yang lain tidak setuju untuk pindah sarang. Untuk bisa mennyeberangi sungai maka . Keberanian semut bisa menjadi inspirasi bagi upaya tidak takut kepada orang lain bila kita memang benar. semut lainnya akan menggotong jasadnya berkeliling. ketika kelompok semut menyusuri jalan. Seekor semut rela menyerahkan dirinya sebagai tebusan atau pengorbanan demi rekan-rekannya. Semut mampu membunuh binatang yang fisiknya lebih besar dari mereka karena keberanian dan kekompakannya yang luar biasa. Semua pendapat ditampung dan dimusyawarahkan bersama. Lantas apa yang terjadi ? Mereka akan berunding. Salah seorang ahli biologi meneliti bahwa terkadang sebagian semut mengusulkan untuk pindah dari sarangnya. Disinilah perlu kita pelajari perilaku semut dalam mengemukakan pendapat. berdasarkan hasil penelitian.sehingga mencapai hasil maksimal dengan jumlah insektisida lebih sedikit. Bila disepakati untuk pindah maka mereka semua akan pindah dan bila disepakati untuk tetap tinggal. apakah perlu pindah atau tidak tidak. Ketika seekor semut yang terpapar insektisida itu mati di dalam sarang. Selain prilaku di atas semut juga mempunyai prilaku sebagai berikut :  Pemberani dan rela berkorban. Bila disepakati secara bersama-sama maka harus dilaksanakan secara bersama-sama juga. maka mereka semua akan tetap tinggal di sarang semula.

sehingga bisa berfungsi sebagai jembatan darurat. Akan tetapi. Mereka melakukan gerakan ini untuk saling mengenali dan untuk melindungi diri dari makhluk asing (Yahya. Kemudian. Hal ini hanya dapat dimengerti apabila serangga ini memang dirancang untuk memiliki feromon yang mirip dengan semut.semut akan menggunakan cara membentuk jaringan.  Penyamaran Ketika dua ekor semut bertemu. tetapi dengan segala daya dan upaya mereka berusaha keras menyeberangi sungai. ia melakukan gerakan tertentu. Antara semut satu dengan semut lainnya saling berpegangan sehingga akan membentuk jalinan yang sangat panjang berupa semacam tali yang melintasi sungai kecil tersebut. kedua semut melanjutkan perjalanan. Namun. kadang-kadang mereka memperlakukan serangga lain seolah-olah ia juga seekor semut. . padahal tidak sedikit dari mereka yang tenggelam terbawa arus sungai. Inilah bukti kerjasama semut yang sangat mengagumkan. Biasanya semut menerima serangga asing seperti ini jika serangga tersebut mampu menyamar secara kimiawi. Sungguh ini menjadi pelajaran kepada kita bahwa semut sangat luar biasa jiwa tolong menolongnya. meskipun bentuk fisiknya mirip dengan mereka. Kadang-kadang mereka menyadari bahwa serangga yang ditemuinya bukan dari golongan mereka dan mengusirnya keluar sarang. Semut pekerja melakukan hal yang sama ketika bertemu serangga yang tinggal di sarang mereka. yaitu menyentuh kawannya dengan antena serta mencium feromonnya. 2004). karena semut terbukti mengusir serangga lain yang berbeda secara kimiawi. Dapat dipastikan bahwa serangga menyamar secara kimiawi. Ada juga teknik semut yang sangat luar biasa dalam menyeberangi sungai yaitu dengan cara menyeberangi sungai dengan cara berenang. Semut yang lain akan menyeberang melewati jalinan jembatan teman-temannya sehingga berhasillah mereka semua ke seberang sungai. Sulit dijelaskan bagaimana spesies-spesies serangga belajar meniru ciri khas kimiawi semut. parasit tertentu yang sama sekali tidak mirip dengan semut diterima sebagai warga sarang semut.

Sementara beberapa semut pekerja yang paling dahulu sampai di sumber makanan melaksanakan operasi blokade. Semut menandai koloni mereka dengan feromon. . jika koloni yang baru datang ini memutuskan untuk tetap tinggal. Sebuah koloni semut dapat memusnahkan koloni lain dalam waktu 10-14 hari. Dalam perang semacam ini. Hal ini karena koloni semut yang menemukan makanan tersebut mengelilingi makanannya. sehingga anggota koloni lain tidak dapat menemukan makanan itu melalui penciuman. Ketika mereka tiba di sarang. mereka mengenali feromon yang dikeluarkan koloni sebelumnya. peperangan tidak dapat dihindari  Memiliki taktik pertahanan yang unik Dalam perang antarkoloni terdapat sejumlah taktik yang digunakan semut. Mereka kembali ke sarang sambil meninggalkan jejak bau sepanjang perjalanan. dengan cara menggerakkan tubuh maju-mundur dan menyentuh antena semut lainnya dengan antenanya sendiri. Perang antar koloni Salah satu penyebab terpenting terjadinya perang antar-koloni adalah sulitnya berbagi sumber makanan. sehingga koloni lain tidak bisa mencapai makanan itu. meng-angkat kepala dan perut. semut men-jadi sangat agresif pada masa paceklik sampai-sampai saling membunuh. Dengan taktik cerdik ini. mereka memberi tahu anggota sarang lainnya. serta terkadang sedikit menggembungkan perut. Ketika koloni lain memasuki daerah itu. Akan tetapi. Tujuannya adalah membuat dirinya terlihat lebih besar daripada sesungguhnya. Penyebab perang lain adalah ketika suatu koloni memasuki wilayah kekuasaan koloni lain. Mereka juga meninggalkan bau di sekitarnya. spesies semut yang pertama kali menemukan makanan biasanya menang. mereka mengumpulkan pasukan tambahan untuk membantu para penjaga. Selain blokade biasa yang dilaksanakan pada siang hari. sehingga biasanya tidak menetap di daerah itu. Mereka berjalan sambil meluruskan kaki seperti egrang. beberapa anggota koloni tidak langsung ikut berperang.

misalnya tiga lawan satu . invoila mengeluarkan racun selagi bertempur. Musuhnya.  Semut dapat berhitung Bagaimana mungkin seekor serangga sederhana dapat mengukur kekuatan lawan? Menariknya. semut dapat melakukannya dengan kemampuan matematisnya. Taktik pertahanan lain yang mereka gunakan adalah "menjinakkan musuh". Pendek kata. Ada beberapa cara yang digunakan semut pekerja untuk mengukur kekuatan lawannya secara tidak langsung. Jika teman sesarangnya menang jumlah . Hal ini dilakukan karena serangan semut racun menurun kalau sudah mendapatkan makanan. Semut jenis S. Metode kedua adalah "menyensus" musuh. mereka akan mundur. . membuka rahangnya dan meneteskan air gula ke rahang semut beracun yang terbuka. koloni lawannya mungkin jumlahnya lebih besar. tujuannya adalah mengalihkan perhatian semut dan menjinakkannya.Pada gambar atas tampak semut-semut yang kelihatan lebih tinggi dan lebih besar daripada ukuran sebenarnya. karena koloni yang memiliki banyak mayor biasanya adalah koloni sudah cukup tua/lama. Salah satunya adalah "meng-hitung kepala" ketika berpindah dari satu penyerang ke penyerang berikutnya. dengan cara menggerakkan perut dan membuka rahang bawahnya perlahan-lahan. Jika kondisi sebaliknya terjadi. Jika sebagian besar semut pekerja lawan yang ditemuinya adalah pimpinan (mayor).mereka menyadari ketidakseimbangan ini dan semakin cenderung melawan. yang mencoba melindungi diri dari racun ini.

Banyak jenis semut siap melakukan teknik kamikaze ini. Sebagaimana ditekankan sebelumnya. mempertimbangkan. Kedua kelenjar ini berada dari pangkal rahang bawah sampai ujung belakang tubuh. mereka melepaskan identitas ini dan kembali menjadi semut pekerja.  Memberi makan kepada sesama Bila koloni mengalami paceklik. otot perutnya berkontraksi secara cepat. dan menyemprotkan sekresinya ke arah musuh. semut pekerja segera berubah men-jadi semut "pemberi makan" dan mulai memberi makan sesamanya de-ngan partikel makanan dalam perut cadangannya. tetapi yang paling dramatis adalah semut pekerja dari spesies Camponotous dari kelompok saundersi yang hidup di hutan hujan Malaysia. Ketika semut terdesak selagi bertempur. pendidikan. Andaipun kita menganggap bahwa semut telah mengalami per-ubahan fisik meskipun ada fosil semut yang tidak berubah sedikit pun selama 80 juta tahun jelas sekali bahwa perubahan fisik semata tidak cukup untuk menghasilkan kemampuan semut di atas. Andaipun kita asumsikan bahwa ada seekor semut yang pada suatu hari mau berkorban demi membela koloninya. baik oleh semut lawan atau oleh pemangsa yang menyerang. Pengorbanan besar seperti ini tentunya tidak dapat dijelaskan de-ngan teori seleksi alam maupun proses sosialisasi yang dipercayai para pendukung evolusi. Secara anatomi dan tingkah laku. . Bom Berjalan Pengorbanan terbesar yang dilakukan semut demi koloninya adalah menghancurkan koloni musuh dengan cara bunuh diri untuk membela koloninya. semut ini diprogram untuk menjadi bom berjalan. membuat dinding tubuhnya meledak. Tidak ada mutasi yang dapat menyebabkan transformasi mendadak yang membuat semut menjadi makhluk yang mampu berpikir. Bila koloni kelebihan makanan. dan kehendak. Semut Camponotous pertama kali ditemukan pada tahun 1970 oleh dua orang ahli entomologi. Mereka memiliki dua kelenjar raksasa yang mengeluarkan racun. merasakan. melainkan seekor semut. dan meraba. makhluk yang mampu berkorban ini bukanlah seorang manusia yang memiliki kecerdasan. tidak mungkin pengorbanan ini ada dalam gen semut dan diwariskan kepada semut lainnya. perasaan.

hanyalah salah satu contoh pengorbanan di alam yang tak mampu dijelaskan teori evolusi. salah alokasi sumber daya dan pe-ngangguran. semut tentu telah diprogram secara fisik dan psikologis. agar semut lain tetap hidup. Setiap semut mampu cepat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam lingkungannya. Ya. Bagi semut tidak ada masalah kepadatan penduduk. Sementara kota-kota besar milik manusia saat ini menjadi sulit ditinggali akibat migrasi. semut telah menemukan penyelesaian praktis untuk masalah ini: berbagi segalanya. .Pengorbanan yang ditunjukkan ini benar-benar pengorbanan ting-kat tinggi. semut dapat mengelola kota bawah tanah mereka. dengan keteraturan luar biasa tanpa merasa kurang sesuatu apa. inilah contoh pengorbanan nyata. yang berpopulasi 50 juta ekor. Memberi segala miliknya termasuk makanan. Agar hal seperti ini bisa terjadi. termasuk makanan. ketiadaan infrastruktur. Sementara manusia belum berhasil memerangi kelaparan di dunia. tanpa ragu.

[online]. Anugrah.30 WITA. 2004. 2010.00 WITA.html?m=0. Anonim. http://ceritakan . 2011. Semut. Mitchell. Dong-Hwan Choe1. and Michael K.DAFTAR PUSTAKA Adeputra. Diakses . J. Reece. 2010. Rust. www. Millar. [1 maret 2011.com/2010/11/sisi-lain-semut-dapat-mencium-aroma. Jakarta: Erlangga.B.[1Maret 2011. 3-5 Anonim. 2008.blogsantai. 2004. Yahya. Sisi Lain.com/2008/11/semut-pedalaman-lebih-suka-garam-daripada-gula/. Campbell. Neil A. 2010.. [19 Maret 2011]. Jocelyn G.com/indo.com/. Semut Dapat Mencium Aroma Kematian. L. Anonim. Menjelajah Dunia Semut.harunyahya. http://www. Fakta Semut Dari Hal Menarik Sampai Menjijikan [Part 2]. Anonim. Diakses Pada Tanggal 2 Maret 2011 Pukul 14.blogspot. Pada Tanggal 2 Maret 2011 Pukul 16. Harun. Pemanfaatan Algoritma Semut untuk Penyelesaian Masalah Pewarnaan Graf. Semut Pedalaman Lebih Suka Garam Daripada Gula..org/wiki/Semut_%28disambguasi%29.G. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. 2009. http://id.]. 2-5 Suhara. Ilmu Kelakuan Hewan: Animal Behaviour. Chemical Signals Associated With Life Inhibit Necrophoresis In Argentine Ants. http://jurnallaporan.wikipedia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful