TUGAS EKOLOGI HEWAN

EKOLOGI TINGKAH LAKU HEWAN : Ekologi Tingkah laku Semut Sebagai Makhluk Sosial

OLEH : MARIANIM NURHAIDA HAFNI (G1A008028) (G1A008005) SRI NUR FITHRIYANI (G1A008018)

UNIVERSITAS MATARAM FAKULTAS MIPA PROGRAM STUDI BIOLOGI 2011

EKOLOGI TINGKAH LAKU SEMUT SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL ABSTAK Marianim , Sri Nur fithriyani, Nurhaida hafni[1] [1] Mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Mipa Universitas Mataram Semut merupakan hewan berukuran kecil dengan populasi terpadat di dunia, bersifat sosial yang hidup berkoloni dengan tatanan yang terorganisir dengan baik sehingga memiliki tingkah laku/prilaku yang unik. Tanpa kita sadari, prilaku semut yang unik ini dapat dijadikan sebagai inspirasi dalam pengembangan keilmuan modern, salah satunya adalah proses pewarnaan graf yang terinspirasi dari prilaku semut dalam mencari makan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengatahui beberapa ekologi prilaku semut. Metode yang digunakan adalah metode telaah pustaka dari beberapa sumber bacaan seperti jurnal maupun internet. Kata kunci ; prilaku, semut, sosial. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Kajian tentang tingkah laku hewan adalah salah satu aspek tertua dalam bidang biologi dan merupakan pengetahuan yang penting bagi kelangsungan hidup manusia, karena dengan mempelajari kebiasaan-kebiasaan berbagai hewan yang ada disekitarnya, manusia purba dapat meningkatkan peluangnya dalam mendapatkan ketersediaan makanan serta dapat menurunkan peluang mereka untuk menjadi mangsa bagi hewan-hewan lain (Campbell, 2004). Salah satu yang menjadi perdebatan pada kajian mengenai perilaku hewan yang sudah lama berlangsung adalah suatu pertanyaan mengenai apakah perilaku merupakan sesuatu yang bersifat spontan atau merupakan kombinasi dari reaksireaksi sederhana terhadap lingkungan. Kebanyakan ahli fisiologis, secara objektif mengklaim bahwa perilaku adalah semua reaksi. Hal ini sejalan dengan penemuan adanya gerak refleks yang ditemukan pada hewan. Pada akhirnya para ahli fisiologis menyimpulkan bahwa refleks dan refleks yang dikondisikan hanyalah merupakan

3 Manfaat Dapat mengetahui prilaku semut dalam kaitannya dengan ekologi tingkah laku hewan. Ada dua opini tentang perilaku. 2010). 1. cara komunikasi dengan semut lain. Semut merupakan hewan berukuran kecil dengan populasi terpadat di dunia. misalnya faktor motivasi (Suhara. Jumlah tersebut cukup besar mengingat jumlah total spesies semut kurang dari 2% jumlah total spesies serangga (Suhara. BAB II TINJAUAN PUSTAKA . setidaknya sepertiganya terdiri atas semut. Sementara perilaku spontan dipengaruhi faktor dari dalam. dan masih banyak lagi keunikan-keunikan prilaku yang terdapat pada hewan yang satu ini. bahwa perilaku merupakan reaksi terhadap stimulus eksternal. Dalam komposisi biomassa serangga di dunia.elemen dari perilaku. Sehingga mempelajari tingkah laku semut merupakan salah satu aspek yang menarik dalam ekologi. bersifat sosial yang hidup berkoloni dengan tatanan yang terorganisir dengan baik sehingga memiliki tingkah laku/prilaku yang unik jika dilihat dari caranya mencari makan kemudian membawa makanannya. mempertahankan diri dari ganguang musuh. 2010).2 Tujuan Untuk mengetahui bagaiaman prilaku/kebiasaan semut dalam ekologi tingkah laku hewan 1.

Hal ini meliputi lingkungan kimiawi di dalam sel. atau berfungsi dalam suatu cara tertentu sebagai respon terhadap beberapa rangsangan (stimulus). beberapa spesies menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam hubungan yang dekat dengan spesies sejenisnya. prilaku juga memiliki suatu komponen genetik yaitu prilaku bergantung pada gen-gen yang ekspresinya menghasilkan sistem neuron yang tanggap terhadap kemajuan pembelajaran. penglihatan. 2. Pada sisi lainnya. Banyak prilaku memang terdiri atas aktivitas otot yang dapat diamati secara eksternal. atau sentuhan dengan organisme lain (Campbell. Ketika kita mengamati suatu prilaku tertentu. Prilaku juga meliputi interaksi beberapa komponen sistem saraf hewan dengan efektor . Sebagian besar ciri prilaku adalah filogenik. kita cenderung untuk menanyakan pertanyaan proksimat dan ultimat. Sedangkan pertanyaan ultimat ini berkenaan dengan makna evolusioner prilaku. 2004). pendengaran. yang memicu suatu prilaku. yaitu komponen bertindak dan bereaksi dari definisi tersebut. dan juga mekanisme genetik dan fisiologis yang mendasari suatu tindakan. dengan norma reaksi yang luas.2. umumnya dari spesies yang sama. prilaku sosial dapat didefinisikan sebagai setiap jenis interaksi antara dua hewan atau lebih.dan juga semua kondisi hormonal dan kondisi kimiawi dan fisik yang dialami sebuah telur atau di dalam rahim. Prilaku dapat diubah oleh pengalaman di lingkungan. Dalam kajian prilaku hewan. dan juga berbagai interaksi kimia. bentuk pnyelesaian masalah yang paling berkembang ditandai oleh norma reaksi yang sangat luas. Namun demikian. Prilaku memperlihatkan suatu kisaran variasi fenotipik (suatu norma reaksi) yang bergantung pada lingkungan. Interaksi sosial . bereaksi. Meskipun sebagian besar spesies yang bereproduksi secara seksual harus bersosialisasi pada siklus hidup mereka dengan tujuan untuk bereproduksi. Beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi prilaku adalah semua kondisi di mana gen yang mendasari prilaku itu diekspresikan. Definisi prilaku pada kamus mungkin berupa bertindak. dimana genotip itu diekspresikan.1 Ekologi Prilaku Kajian mengenai prilaku hewan sangat penting untuk dapat memahami evolusi dan interaksi-interaksi ekologis pada hewan.2 Prilaku Sosial Secara luas. proksimat merupakan mekanistik berkaitan dengan stimulus lingkungan jika ada.

dan metasoma (perut).telah lama menjadi suatu fokus penelitian bagi peneliti yang mempelajari prilaku.2. Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur. 2. semut pejantan. Semut terbagi atas lebih dari 12. dan bagian perut kedua yang berhubungan ke tangkai semut membentuk pinggang sempit (pedunkel) di antara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan metasoma (perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole). atau yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud).1 Morfologi Tubuh semut terdiri atas tiga bagian. Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua.000 kelompok. mesosoma (dada). 2004). kerjasama. kelenjar metapleural. yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. dan ratu semut. 2.2 Semut Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae. Prilaku sosial memiliki keuntungan dan biaya bagi anggota spesies yang berinteraksi secara ekstensif (Campbell. 2011). percumbuan. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. Penyerangan. Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga lain yang juga memiliki antena. Koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan (Anonim. dan bahkan kebohongan merupakan bagian dari keseluruhan prilaku sosial. Kerumitan prilaku meningkat secara dramatis ketika interaksi antarindividu dipertimbangkan. . dan semut termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. yaitu kepala. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja.

dengan beberapa buah ganglion dan cabang yang berhubungan dengan setiap bagian dalam tubuhnya. layaknya serangga lainnya. memiliki mata majemuk yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang lebih kecil dan tergabung untuk mendeteksi gerakan dengan sangat baik. berbeda dengan kerangka manusia dan hewan bertulang belakang. Pada kepala semut terdapat banyak organ sensor. Serangga tidak memiliki paru-paru. . mereka memiliki saluran berbentuk panjang dan tipis di sepanjang bagian atas tubuhnya yang disebut "aorta punggung" yang fungsinya mirip dengan jantung. Mereka juga punya tiga oselus di bagian puncak kepalanya untuk mendeteksi perubahan cahaya dan polarisasi. sistem saraf semut terdiri dari sebuah semacam otot saraf ventral yang berada di sepanjang tubuhnya. Semut. seperti serangga lainnya.Sumber: http://forum.kompas.com/showthread. memiliki eksoskeleton atau kerangka luar yang memberikan perlindungan dan juga sebagai tempat menempelnya otot. Serangga juga tidak memiliki sistem peredaran darah tertutup.php?33345-S-e-m-u-t Tubuh semut. tetapi mereka memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian dada bernama spirakel untuk sirkulasi udara dalam sistem respirasi mereka. Sebagai gantinya.

jpg&filetimestamp=20060810164230 Gambar : gambar dekat memperlihatkan rahang bawah dan mata semut yang kecil Kebanyakan semut umumnya memiliki penglihatan yang buruk. di bagian dalam mulutnya terdapat semacam kantung kecil untuk menyimpan makanan untuk sementara waktu sebelum dipindahkan ke semut lain atau larvanya. Namun. Pada beberapa spesies. Di bagian metasoma (perut) semut terdapat banyak organ dalam yang penting. setelah kawin betina akan menanggalkan sayapnya dan menjadi ratu semut yang tidak bersayap. termasuk organ reproduksi.Sumber: http://id. Namun. Selain itu. Semut pekerja dan prajurit tidak memiliki sayap.wikipedia. beberapa spesies semut. membangun sarang. memanipulasi objek. semisal semut bulldog Australia. Sebagian besar semut jantan dan betina calon ratu memiliki sayap.org/w/index. Antena semut juga digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain dan mendeteksi feromon yang dikeluarkan oleh semut lain.php?title=Berkas:Ant_head_closeup. Beberapa spesies semut juga memiliki sengat yang . Di bagian dada semut terdapat tiga pasang kaki dan di ujung setiap kakinya terdapat semacam cakar kecil yang membantunya memanjat dan berpijak pada permukaan. bahkan beberapa jenis dari mereka buta. Pada kepalanya juga terdapat sepasang antena yang membantu semut mendeteksi rangsangan kimiawi. antena semut juga berguna sebagai alat peraba untuk mendeteksi segala sesuatu yang berada di depannya. memiliki penglihatan yang baik. dan untuk pertahanan. Pada bagian depan kepala semut juga terdapat sepasang rahang atau mandibula yang digunakan untuk membawa makanan.

2011).3 Jenis-Jenis Semut Semut kayu Semut merah Semut hitam Sumber: http://jurnallaporan.blogspot.terhubung dengan semacam kelenjar beracun untuk melumpuhkan mangsa dan melindungi sarangnya. 2. Spesies semut seperti Formica yessensis memiliki kelenjar penghasil asam semut yang bisa disemprotkan ke arah musuh untuk pertahanan (Anonim.com/ .

dan tawon.2. . sementara sebagian lainnya menggantungkan sebagian atau seluruh hidupnya pada koloni semut.4 Hewan yang hidup bersama semut Sejak lebih dari seabad yang lalu diketahui bahwa sejumlah spesies serangga hidup bersimbiosis dengan semut. Spesies yang hidup sebagai parasit termasuk berbagai serangga. misalnya kumbang.info/ Keterangan: A: Semut Pristomyrmex punctatus dengan aphid yang menjadi pasangan simbiosisnya: B: Semut Crematogaster sp. lalat. kutu. Sebagian besar dari spesies ini merampok makanan dari koloni semut.4 Interaksi antara sesama semut A B C Sumber: http://unic77. bersama anakannya di dalam kayu lapuk: C: Semut Paratrechina longicornis saling berinteraksi: 2.

. maka diperoleh suatu informasi bahwa prilaku semut khususnya prilaku dalam mencari makan dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan pewarnaaan graf. Sekolah Teknik Elektro & Informatika ITB.1 Hasil Riset Dari hasil riset yang diperoleh dari suatu jurnal. serangga pendatang dapat masuk ke sarang semut dengan berbagai cara. serangga ini tidak hanya diperbolehkan memasuki sarang. seorang mahasisiwa dari.Sebagian parasit ini hidup di sarang semut dan menarik keuntungan dari kehidupan sosial semut. Program Studi Informatika. hal ini merupakan penemuan dari Dong-Hwan Choe. Selain itu. Dengan sistem ini. dari suatu artikel diperoleh pula informasi bahwa semut dapat mencium aroma kematian. mereka mampu berkomunikasi dengan bahasa semut. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Amerika Serikat. larva mereka juga diberi makan dan dibesarkan sebagaimana layaknya larva semut. baik secara mekanik maupun kimiawi (Yahya. Sebagaimana diketahui. yang di tulis oleh Anugrah Adeputra. semut dapat membedakan anggota koloni mereka dengan pendatang. Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah berhasil memecahkan sandi komunikasi dan identifikasi yang digunakan semut. Dalam beberapa kasus. Bahkan. 2004). dalam komunitas semut terdapat sistem komunikasi yang rumit. Informasi ini didapatkan dalam jurnal penelitian yang berjudul Pemanfaatan Algoritma Semut untuk Penyelesaian Masalah Pewarnaan Graf. Riverside. peneliti utama riset di University of California. Kemampuan ini berfungsi sebagai "sistem pertahanan bersama". Namun. semut tidak berkeberatan meskipun serangga larva dan telurnya dimakan parasit ini. BAB III METODE Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah telaah pustaka dari buku dan browsing internet. Dengan kata lain.

Seiring waktu. Selatan. Penguapan Pheromone juga mempunyai keuntungan untuk mencegah konvergensi pada penyelesaian optimal secara lokal. bagaimanapun juga jejak Pheromone akan menguap dan akan mengurangi kekuatan daya tariknya. dan dengan demikian konsentrasi Pheromone akan tetap tinggi. semut akan memiliki kecenderungan untuk memilih rute yang memiliki tingkat konsentrasi Pheromone yang tinggi. dan Utara yang hidup di lokasi berbeda-beda. terutama bagaimana mereka mampu menentukan rute untuk menghubungkan antara sumber makanan dengan sarang mereka. Suatu perilaku yang penting dan menarik untuk ditinjau dari suatu koloni semut adalah perilaku mereka pada saat mencari makan. lebih tinggi pula jumlah Pheromone yang menguap. ketika seekor semut . Ketika berjalan menuju sumber makanan dan sebaliknya. Pada kasus yang demikian. sebuah jalur yang pendek akan diikuti oleh semut lainnya dengan lebih cepat. Oleh karena itu. Semut yang hidup di habitat berjarak 96 kilometer dari garis pantai ternyata lebih suka larutan garam satu persen daripada larutan gula 10 persen. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa semut pedalaman memiliki ketertarikan lebih terhadap garam dari pada gula. Penelitian ini tentang pengujian tingkat ketertarikan garam dan gula antara semut pedalam dengan semut di dekat laut. Lebih lama seekor semut pulang pergi melalui suatu jalur. 4. jalur yang dipilih semut pertama akan cenderung menarik secara berlebihan terhadap semut-semut yang mengikutinya. Jika tidak ada penguapan sama sekali.Penelitian lain dilakukan oleh para peneliti dari Amerika.2 PEMBAHASAN Berikut ini merupakan pemaparan mengenai prilaku-prilaku semut berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. dan ketika memilih rute yang akan dilalui. Semut-semut dapat mencium Pheromone. eksplorasi ruang penyelesaian akan terbatasi. semut meninggalkan jejak berupa suatu zat yang disebut Pheromone. Mereka mempelajari perilaku semut dari Amerika Tengah.  Prilaku Semut mencari makan Hewan kecil ini dalam hidupnya membentuk satu kesatuan dalam koloninya. Sebagai perbandingan. Jejak Pheromone tersebut memungkinkan semut untuk menemukan jalan kembali ke sumber makanan atau sarangnya.

. semut lainnya akan mengikuti jalur tersebut. kecenderungan ini tampak sekali pada semut pemakan daun daripada semut pamakan daging. digunakan oleh koloni semut untuk mengetahui rute terpendek untuk mencapai sarang atau sumber makanan berdasarkan jejak-jejak Pheromone yang ditinggalkan oleh masing-masing semut yang ada. Semut pemakan daun mungkin membutuhkan asupan garam tambahan lebih banyak karena tidak memperoleh sebanyak semut pemakan daging. Sementara hewan pemakan daging seperti singa gunung dan srigala tidak melakukannya karena sudah cukup mendapatkan garam dari mangsanya (Anonim. dan Utara yang hidup di lokasi berbeda-beda seperti yang telah dipaparkan pada hasil riset di atas. dan akhirnya semua semut akan mengikuti sebuah jalur tunggal. 2008).  Prilaku Semut Pedalaman lebih menyukai garam daripada gula Prilaku ketertarikan semut pedalaman terhadap garam lebih besar jika dibandingkan dengan gula disebabkan karena asupan garam yang diperolehnya sedikit jika dibandingkan dengan semut yang hidup di dekat laut. Selatan. AS menyatakan bahwa Ketertarikan terhadap garam meningkat seiring jarak dari laut. Berdasarkan perilaku tersebut. maka dikembangkanlah suatu algoritma untuk menyelesaikan suatu masalah komputasi dengan menemukan jalur terbaik melalui grafik (Adeputra. atau badak yang suka menjilat tanah untuk menambah asupan garam.menemukan jalur yang bagus (jalur yang pendek) dari koloni ke sumber makanan. Alasan ini sama halnya dengan seekor bison. seperti semut merah. Kesimpulan ini tentunya diambil setelah Dudley dan koleganya dari Universitas Arkansas Little Rock (UALR) dan Universitas Oklahoma membandingkan sejumlah populasi semut di Amerika yaitu di Amerika Tengah. kijang. Perilaku mengikuti jejak Pheromone tersebut telah dibuktikan secara eksperimental. sebagaimana yang tuturkan oleh Profesor Robert Dudley yang merupakan salah satu peneliti dari Universitas California Berkeley. Ide algoritma koloni semut adalah untuk meniru perilaku ini melalui 'semut tiruan' berjalan seputar grafik yang menunjukkan masalah yang harus diselesaikan. ).

Itu karena semut mati tidak lagi tercium seperti semut hidup sehingga langsung diangkut ke kuburan. Bau zat kimia itu menjadi pertanda kematian mereka bagi koloni semut yang masih hidup. Prilaku Semut Dapat Mencium Aroma Kematian Semut dapat mengetahui rekannya mati. Suatu teori yang menyebutkan bahwa semut dapat mengetahui rekan semutnya mati karena semut yang telah mati tersebut melepas zat kimia yang dihasilkan oleh pembusukan. Ketika seekor semut mati. semisalnya asam lemak. menyodorkan bukti adanya mekanisme lain di balik necrophoresis. bukan karena tubuhnya mengeluarkan zat kimia unik baru yang terbentuk setelah dia mati seperti teori yang telah dikemukakan sebelumnya. maka zat kimia kehidupannya memudar atau terurai. risiko koloni tersebut terinfeksi suatu wabah penyakit dapat diminimalisir. serangga galak yang sangat teritorial. Ketika seekor semut mati. Bau zat kimia itu menjadi suatu pertanda kematian mereka bagi koloni semut yang masih hidup. semisal asam lemak. Dong-Hwan Choe menemukan hal lain dalam penelitiannya mengenai mekanisme tersebut. dapat membantu para peneliti mengembangkan strategi manajemen hama yang ramah lingkungan . teman satu sarangnya dengan segera mengevakuasi dan menyingkirkannya. yaitu zat kimia kehidupan. Prof. Beliau meneliti semut argentina yang merupakan serangga galak yang sangat teritorial dan menemukan bukti adanya adanya mekanisme lain di balik necrophoresis (pembuangan anggota koloni yang mati). Dengan begitu. Dengan adanya pemahaman mekanisme yang tepat tentang necrophoresis semut. akan tetapi semut hidup memiliki zat kimia lain yang diasosiasikan dengan kehidupan. dan hanya zat kimia kematianlah yang tersisa. Beliau menyatakan bahwa semua semaut. Tetapi bagaimana mereka mengetahui rekannya sudah mati? Ada teori yang menyebutkan bahwa semut mati melepas zat kimia yang dihasilkan oleh pembusukan. pembuangan anggota koloni yang mati. Kini ahli serangga yang meneliti semut Argentine. baik hidup maupun mati mempunyai zat kimia kematian.

Semut mampu membunuh binatang yang fisiknya lebih besar dari mereka karena keberanian dan kekompakannya yang luar biasa. dan insektisida pun dengan mudah tersebar dari mayat semut kepada semut sehat. terutama ketika menghadapi musuh. Salah seorang ahli biologi meneliti bahwa terkadang sebagian semut mengusulkan untuk pindah dari sarangnya. apakah perlu pindah atau tidak tidak. tetapi sebagian yang lain tidak setuju untuk pindah sarang. berdasarkan hasil penelitian. Semut berani menyerang organisme lain yang mengganggu meskipun ukuran tubuhnya 100 kali lebih besar dari mereka. Kebanyakan daripada kita lebih baik diam dan tidak ikut memecahkan masalah saudara kita yang terancam. maka mereka semua akan tetap tinggal di sarang semula. Disinilah perlu kita pelajari perilaku semut dalam mengemukakan pendapat. Disinilah letak keberanian dan juga kekompakan semut dalam menentukan kesepakatan bersama.sehingga mencapai hasil maksimal dengan jumlah insektisida lebih sedikit. Bila disepakati untuk pindah maka mereka semua akan pindah dan bila disepakati untuk tetap tinggal. Keberanian semut bisa menjadi inspirasi bagi upaya tidak takut kepada orang lain bila kita memang benar. ketika kelompok semut menyusuri jalan. Selain prilaku di atas semut juga mempunyai prilaku sebagai berikut :  Pemberani dan rela berkorban. Ketika seekor semut yang terpapar insektisida itu mati di dalam sarang. Bila disepakati secara bersama-sama maka harus dilaksanakan secara bersama-sama juga. Lantas apa yang terjadi ? Mereka akan berunding. Di lingkungan masyarakat semut tidak dikenal istilah berselisih maupun bercerai-berai. Di antara karakter semut yang sangat mengagumkan adalah sifat rela berkorban. tiba-tiba di hadapan mereka ada sebuah aliran air / sungai kecil maka mereka akan sulit berenang. Dari studi ini memengindikasikan bahwa sesama penghuni sarang mendistribusikan insektisida yang bekerja lambat dan non-repellent yang efisien di antara mereka lewat necrophoresis. Semua pendapat ditampung dan dimusyawarahkan bersama. Untuk bisa mennyeberangi sungai maka . semut lainnya akan menggotong jasadnya berkeliling. Seekor semut rela menyerahkan dirinya sebagai tebusan atau pengorbanan demi rekan-rekannya. Ada kesamaan sikap dan satu suara antar masyarakat semut.

Hal ini hanya dapat dimengerti apabila serangga ini memang dirancang untuk memiliki feromon yang mirip dengan semut. Akan tetapi. kadang-kadang mereka memperlakukan serangga lain seolah-olah ia juga seekor semut. Dapat dipastikan bahwa serangga menyamar secara kimiawi. Kadang-kadang mereka menyadari bahwa serangga yang ditemuinya bukan dari golongan mereka dan mengusirnya keluar sarang. 2004). Biasanya semut menerima serangga asing seperti ini jika serangga tersebut mampu menyamar secara kimiawi.  Penyamaran Ketika dua ekor semut bertemu. sehingga bisa berfungsi sebagai jembatan darurat. . tetapi dengan segala daya dan upaya mereka berusaha keras menyeberangi sungai. Antara semut satu dengan semut lainnya saling berpegangan sehingga akan membentuk jalinan yang sangat panjang berupa semacam tali yang melintasi sungai kecil tersebut. Semut pekerja melakukan hal yang sama ketika bertemu serangga yang tinggal di sarang mereka. Sulit dijelaskan bagaimana spesies-spesies serangga belajar meniru ciri khas kimiawi semut. meskipun bentuk fisiknya mirip dengan mereka. ia melakukan gerakan tertentu. Mereka melakukan gerakan ini untuk saling mengenali dan untuk melindungi diri dari makhluk asing (Yahya. Inilah bukti kerjasama semut yang sangat mengagumkan. Semut yang lain akan menyeberang melewati jalinan jembatan teman-temannya sehingga berhasillah mereka semua ke seberang sungai. Sungguh ini menjadi pelajaran kepada kita bahwa semut sangat luar biasa jiwa tolong menolongnya.semut akan menggunakan cara membentuk jaringan. Ada juga teknik semut yang sangat luar biasa dalam menyeberangi sungai yaitu dengan cara menyeberangi sungai dengan cara berenang. parasit tertentu yang sama sekali tidak mirip dengan semut diterima sebagai warga sarang semut. Namun. karena semut terbukti mengusir serangga lain yang berbeda secara kimiawi. yaitu menyentuh kawannya dengan antena serta mencium feromonnya. padahal tidak sedikit dari mereka yang tenggelam terbawa arus sungai. Kemudian. kedua semut melanjutkan perjalanan.

Dengan taktik cerdik ini. Tujuannya adalah membuat dirinya terlihat lebih besar daripada sesungguhnya. mereka mengenali feromon yang dikeluarkan koloni sebelumnya. sehingga anggota koloni lain tidak dapat menemukan makanan itu melalui penciuman. Mereka juga meninggalkan bau di sekitarnya. Hal ini karena koloni semut yang menemukan makanan tersebut mengelilingi makanannya. Dalam perang semacam ini. Sebuah koloni semut dapat memusnahkan koloni lain dalam waktu 10-14 hari. Akan tetapi. mereka mengumpulkan pasukan tambahan untuk membantu para penjaga. Semut menandai koloni mereka dengan feromon. Perang antar koloni Salah satu penyebab terpenting terjadinya perang antar-koloni adalah sulitnya berbagi sumber makanan. spesies semut yang pertama kali menemukan makanan biasanya menang. mereka memberi tahu anggota sarang lainnya. Mereka kembali ke sarang sambil meninggalkan jejak bau sepanjang perjalanan. Ketika mereka tiba di sarang. Selain blokade biasa yang dilaksanakan pada siang hari. . Ketika koloni lain memasuki daerah itu. Penyebab perang lain adalah ketika suatu koloni memasuki wilayah kekuasaan koloni lain. beberapa anggota koloni tidak langsung ikut berperang. sehingga biasanya tidak menetap di daerah itu. Sementara beberapa semut pekerja yang paling dahulu sampai di sumber makanan melaksanakan operasi blokade. dengan cara menggerakkan tubuh maju-mundur dan menyentuh antena semut lainnya dengan antenanya sendiri. peperangan tidak dapat dihindari  Memiliki taktik pertahanan yang unik Dalam perang antarkoloni terdapat sejumlah taktik yang digunakan semut. serta terkadang sedikit menggembungkan perut. semut men-jadi sangat agresif pada masa paceklik sampai-sampai saling membunuh. jika koloni yang baru datang ini memutuskan untuk tetap tinggal. meng-angkat kepala dan perut. sehingga koloni lain tidak bisa mencapai makanan itu. Mereka berjalan sambil meluruskan kaki seperti egrang.

Jika teman sesarangnya menang jumlah . mereka akan mundur. Salah satunya adalah "meng-hitung kepala" ketika berpindah dari satu penyerang ke penyerang berikutnya. Pendek kata. karena koloni yang memiliki banyak mayor biasanya adalah koloni sudah cukup tua/lama. semut dapat melakukannya dengan kemampuan matematisnya. . Metode kedua adalah "menyensus" musuh.mereka menyadari ketidakseimbangan ini dan semakin cenderung melawan. Jika kondisi sebaliknya terjadi. invoila mengeluarkan racun selagi bertempur. dengan cara menggerakkan perut dan membuka rahang bawahnya perlahan-lahan. Musuhnya. yang mencoba melindungi diri dari racun ini. membuka rahangnya dan meneteskan air gula ke rahang semut beracun yang terbuka.  Semut dapat berhitung Bagaimana mungkin seekor serangga sederhana dapat mengukur kekuatan lawan? Menariknya. Taktik pertahanan lain yang mereka gunakan adalah "menjinakkan musuh".misalnya tiga lawan satu . Jika sebagian besar semut pekerja lawan yang ditemuinya adalah pimpinan (mayor).Pada gambar atas tampak semut-semut yang kelihatan lebih tinggi dan lebih besar daripada ukuran sebenarnya. Ada beberapa cara yang digunakan semut pekerja untuk mengukur kekuatan lawannya secara tidak langsung. Hal ini dilakukan karena serangan semut racun menurun kalau sudah mendapatkan makanan. tujuannya adalah mengalihkan perhatian semut dan menjinakkannya. koloni lawannya mungkin jumlahnya lebih besar. Semut jenis S.

Andaipun kita asumsikan bahwa ada seekor semut yang pada suatu hari mau berkorban demi membela koloninya.  Memberi makan kepada sesama Bila koloni mengalami paceklik. Andaipun kita menganggap bahwa semut telah mengalami per-ubahan fisik meskipun ada fosil semut yang tidak berubah sedikit pun selama 80 juta tahun jelas sekali bahwa perubahan fisik semata tidak cukup untuk menghasilkan kemampuan semut di atas. Ketika semut terdesak selagi bertempur. mempertimbangkan. semut pekerja segera berubah men-jadi semut "pemberi makan" dan mulai memberi makan sesamanya de-ngan partikel makanan dalam perut cadangannya. pendidikan. merasakan. Pengorbanan besar seperti ini tentunya tidak dapat dijelaskan de-ngan teori seleksi alam maupun proses sosialisasi yang dipercayai para pendukung evolusi. Sebagaimana ditekankan sebelumnya. Semut Camponotous pertama kali ditemukan pada tahun 1970 oleh dua orang ahli entomologi. tidak mungkin pengorbanan ini ada dalam gen semut dan diwariskan kepada semut lainnya. mereka melepaskan identitas ini dan kembali menjadi semut pekerja. perasaan. baik oleh semut lawan atau oleh pemangsa yang menyerang. melainkan seekor semut. dan meraba. dan menyemprotkan sekresinya ke arah musuh. Secara anatomi dan tingkah laku. dan kehendak. Banyak jenis semut siap melakukan teknik kamikaze ini. tetapi yang paling dramatis adalah semut pekerja dari spesies Camponotous dari kelompok saundersi yang hidup di hutan hujan Malaysia. Bila koloni kelebihan makanan. otot perutnya berkontraksi secara cepat. makhluk yang mampu berkorban ini bukanlah seorang manusia yang memiliki kecerdasan. Bom Berjalan Pengorbanan terbesar yang dilakukan semut demi koloninya adalah menghancurkan koloni musuh dengan cara bunuh diri untuk membela koloninya. Kedua kelenjar ini berada dari pangkal rahang bawah sampai ujung belakang tubuh. . Mereka memiliki dua kelenjar raksasa yang mengeluarkan racun. Tidak ada mutasi yang dapat menyebabkan transformasi mendadak yang membuat semut menjadi makhluk yang mampu berpikir. semut ini diprogram untuk menjadi bom berjalan. membuat dinding tubuhnya meledak.

semut telah menemukan penyelesaian praktis untuk masalah ini: berbagi segalanya. Setiap semut mampu cepat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam lingkungannya. hanyalah salah satu contoh pengorbanan di alam yang tak mampu dijelaskan teori evolusi. agar semut lain tetap hidup. Agar hal seperti ini bisa terjadi.Pengorbanan yang ditunjukkan ini benar-benar pengorbanan ting-kat tinggi. ketiadaan infrastruktur. semut dapat mengelola kota bawah tanah mereka. inilah contoh pengorbanan nyata. yang berpopulasi 50 juta ekor. Memberi segala miliknya termasuk makanan. Sementara kota-kota besar milik manusia saat ini menjadi sulit ditinggali akibat migrasi. semut tentu telah diprogram secara fisik dan psikologis. . tanpa ragu. Sementara manusia belum berhasil memerangi kelaparan di dunia. Bagi semut tidak ada masalah kepadatan penduduk. salah alokasi sumber daya dan pe-ngangguran. dengan keteraturan luar biasa tanpa merasa kurang sesuatu apa. termasuk makanan. Ya.

[online].[1Maret 2011.30 WITA.blogsantai.. and Michael K. 2008. http://jurnallaporan.html?m=0. Semut. Dong-Hwan Choe1. [19 Maret 2011]. 2010. Fakta Semut Dari Hal Menarik Sampai Menjijikan [Part 2]. Anonim. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. Pemanfaatan Algoritma Semut untuk Penyelesaian Masalah Pewarnaan Graf.G. www. 2011.wikipedia. Pada Tanggal 2 Maret 2011 Pukul 16. Rust. Sisi Lain. Diakses .00 WITA. Semut Dapat Mencium Aroma Kematian. Diakses Pada Tanggal 2 Maret 2011 Pukul 14.com/indo. Anugrah.com/2008/11/semut-pedalaman-lebih-suka-garam-daripada-gula/. Menjelajah Dunia Semut. Mitchell. Jocelyn G. 2009. 2-5 Suhara. Reece. 2004.DAFTAR PUSTAKA Adeputra. Anonim.blogspot. L. http://id.harunyahya.. [1 maret 2011. http://ceritakan . Semut Pedalaman Lebih Suka Garam Daripada Gula. Neil A.]. Millar. 2004. Harun. Ilmu Kelakuan Hewan: Animal Behaviour. Jakarta: Erlangga. Campbell.org/wiki/Semut_%28disambguasi%29. Yahya. J. Chemical Signals Associated With Life Inhibit Necrophoresis In Argentine Ants. 3-5 Anonim. http://www. Anonim.com/.com/2010/11/sisi-lain-semut-dapat-mencium-aroma.B. 2010. 2010.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful