babe62ee5bdd32

Ma`rifatullah sebagai Pondasi Kehidupan [ A'a Gym ]
Secara fitrah, manusia memiliki kebutuhan standar. Dalam salah satu bukunya, Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa manusia memiliki kecenderunagn untuk mencintai dirinya, mencintai kesempurnaannya, serta mencintai eksistensinya. Dan sebaliknya, manusia cenderung memberi hala-hal yang dapat menghancurkan, meniadakan, mengurangi atau menghancurkan kesempurnaan itu. Orang besar tekenal banyak dipuji-puji, memiliki pengaruh dan kekayaan yang melimpah, pengikutnya beribu-ribu, akan takut setengah mati jika takdir mendadak merubahnya menjadi miskin, lemah, bangkrut, terasing atau ditinggalkan manusia. Begitulah tabiat manusia. Padahal, kecintaan kita kepada selain Allah sampai begitu banyak, maka cinta itu pasti akan musnah. Seharusnya kebutuhan kita akan kebahagiaan duniawi, membuat kita berpikir bahwa Alalahlah satu-satunya yang memiliki semua itu. Adapun kekhawatiran tentang standar kebutuhan kita, mestinya membuat kita berlindung dan berharap kepada Allah dengan mengamalkan apa-apa yang disukainya. Jadi, kebutuhan pada diri kita itu seharusnya menjadi jalan supaya kita mencintai Allah. Seorang muslim selayaknya memahami, bahwa keindahan cinta yang paling hakiki adalah kita mencintai Allah SWT. Dan pondasi utama yang harus dibangun oleh seorang muslim untuk menggapai keindahan cinta tersebut adalah dengan mengenal Allah (ma\'rifatullah). Bagi seorang muslim ma\'rifatullah adalah bekal untuk meraih prestasi hidup setinggi-tingginya. Sebaliknya, tanpa ma\'rifatullah seorang muslim memiliki keyakinana dan keteguhan hidup. Ma\'rifatullah adalah pengarah yang akan meluruskan orientasi hidup seorang muslim. Dari sinilah dia menyadari bahwa hidupnya bukan untuk siapa pun kecuali hanya untuk Allah SWT. Jika seorang hidup dengan menegakkan prinsip-prinsip ma\'rifatullah ini, maka insya Allah, alam semesta ini akan Allah tundukkan untuk melayaninya. Dengan fasilitas itulah, dia kemudian akan memperoleh kemudahan dalam setiap urusan yang dihadapinya. Maka berbahagialah orang yang senantiasa berusaha mengenal Allah, sehingga kedekatannya dengan Allah senantiasa dipisah oleh tabir yang semakin tipis. Bagi orang yang dekat dengan Allah, dia akan dianugrahi ru\'yah shadiqah (penglihatan hati yang benar).

Di sisi lain, ma\'rifatullah juga menjadi sangat penting dalan merevolusi pribadi seseorang untuk berubah ke arah kebaikan. Dengan kata lain, perubahan yang dahsyat dan hakiki itu bisa terjadi ketika seseorang mempunyai keyakinan pribadi yang sangat kuat kepada sang Khalik. Dengan kekuatan iman, seorang pengecut seketika berubah menjadi seorang pemberani. Seorang pemalas tiba-tiba berubah menjadi bersemangat. Sehingga siapa pun yang menginginkan perubahan positif yang cepat dalam dirinya kuncinya adalah membangun kayakinan yang kuat kepada Allah SWT. Banyak contoh berbicara tentang betapa kuatnya peran keyakinan dalam merubah pribadi seseorang. Umar bin Khatab ra. yang sebelumnya begitu pemarah dan berwatak keras, bahkan anaknya sendiri dikubur hidup-hidup. Namun berkat tumbuhnya tauhid dalam dirinya, beliau berubah menjadi begitu bermurah hati dan penyantun. Bukan hanya individu, kota Makkah yang sebelumnya tidak dikenal, hanya sebuah dusun kecil yang penuh keterbatasan, berkat da\'wah dan kekuatan iman yang disemai melalui dakwah Rasulullah SAW, akhirnya berubah menjadi bangsa yang besar dan sangat disegani. Kisah lain dapat disebut, yaitu kisah seorang shahabiyah yang bernama Khansa. Wanita mukminah yang hidup di zaman sahabat ini ketika kerabatnya wafat, emosi kesedihannya begitu luar biasa. Dia menangis begitu pilu, meratap, merobek-robek baju, memukul dada. Tapi sesudah mendapat hidayah, emosinya dapat terkontrol. Bahkan dalam sebuah pertempuran, ia berseru pada keempat anak laki-lakinya. "Hai anakanakku, ini kesempatan besar. Kalau engkau mengalahkan mereka, engkau dapat pahala di sisi Allah. Kalau engkau menjadi syuhada, engkau mendapat kemuliaan di sisi Allah. Bertempurlah dengan semangat membara!" Lalu anak-anaknya bertempur luar biasa, hingga satu persatu gugur menjadi syuhada. Namun kala itu bukan ratapan yang ia berikan, malah ungkapan syukur. Padahal dulu, hanya saudaranya saja yang meninggal dunia ratapannya sangat luar biasa, sampai hendak bunuh diri karena putus

asa. Namun di kemudian hari, dia malah mengantar syahid anak-anaknya dengan penuh ketabahan dan keikhlasan. Oleh karenanya, siapa pun yang tidak mempunyai pondasi ma\'rifatullah dalam dirinya, maka ia akan sulit untk memperoleh ketenangan, kedamaian, kabahagiaan, dan kesuksesan hakiki. Jika kita makin mengenal siapa Allah, maka akan terasa semakin kecil nilai makhluk. Ketika kita semakin mengerti penghargaan dari Allah maka kian tidak berarti penghargaan yang kita terima dari makhluk.

Itu dikenal dengan 3 T. ada satu hal yang betul-betul perlu kita renungkan. diberikan jalan keluar. Insya Allah akan semakin dekat pada datangnya pertolongan Allah. atau bisa jadi usaha yang kita lakukan belum maksimal. belum tentu baik menurut Allah. dhuha. Abdullah Gymnastiar ] Bagikan 10 Februari 2010 jam 11:44 Saudaraku. Usaha yang kita lakukan. Ada empat syarat taubat. Semakin dekat kita dengan Allah. dan dimudahkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Disempurnakan dengan amalan sunnah tahajud. Pertolongan Allah akan tercurah kepada orang-orang yang mau merendahkan diri seraya mengakui kesalahan dihadapan Allah. Saudaraku. santuni fakir miskin. Karena bisa jadi. Untuk itu. harapan yang kita tekadkan belum tentu sesuai dengan keinginan dan harapan Allah. dan mengiringinya dengan amal shalih. gantungkan semua usaha. rawatib. perbanyak sedekah. Untuk itu menggantungkan diri sepenuhnya pada ketentuan Allah menjadi keharusan. telah Allah janjikan ketentraman. biasakan shaum sunnah. Taat dapat berarti patuh seraya bersungguh-sungguh menjalankan perintah Allah. T pertama adalah taubat. bertekad untuk tidak mengulanginya. jangan panik jika usaha yang kita lakukan belum menemukan keberhasilan. Namun. jangan-jangan kita masih berlumur dosa sehingga pertolongan Allah enggan menyapa. ada tiga hal yang wajib kita amalkan agar layak ditolong Allah. T kedua adalah taat.2e82103fa52eda 3 Tips meraih pertolongan Allah [ KH. Dengan ridha-Nya diharapkan pertolongan Allah akan segera menyapa. apa yang kita inginkan belum saatnya dikabulkan Allah. diantaranya: menyesal untuk tidak mengulangi apa yang telah diperbuat. Karena bisa jadi baik menurut kita. Siapa pun yang ingin ditolong Allah maka ia harus bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah dengan tidak mensia-siakan shalat berjamaah. memohon ampun kepada Allah. harapan semata-mata untuk mencari keridhaan-Nya. Jangan heran bila yang kita cita-citakan di tahun kemarin belum tercapai. Bagi ahli taubat. . Salah satu rezeki ini dapat berupa pertolongan Allah. T ketiga adalah tawakal. Wallahu’alam bishawab.

yaitu Buya Hamka. Di antaranya sebagaimana . bahkan sampai melampaui batas negeri ini. sosok yang ideal untuk dijadikan panutan dalam urusan toleransi antar pendapat fiqih. ada baiknya kita bercermin dari perilaku dari seorang tokoh ulama Indonesia yang dikagumi oleh hampir (untuk tidak menyatakan semua) orang di negeri ini.an Akhlak dalam menyikapi Khilafiyah Menyikapi perbedaan dalam urusan fiqh.

Begitulah sikap kedua tokoh ulama besar negeri ini. Jamaah di masjid Al-Azhar kala itu memilih 23 rakaat. Oleh pengurus masjid Jamik Banjarmasin tokoh Muhammadiyah ini diminta untuk menyampaikan khotbah Jumat." Ada sebuah kisah yang menarik. tokoh kelahiran Amuntai Kalimantan Selatan ini menjawab: "Ya. yang umumnya kiyai betawi hari ini adalah murid-murid beliau. Bagaimana reaksi dari Mantan Ketua MUI Pusat pertama ini? Beliau bertanya kepada pengurus masjid: "Apakah khatibnya disini harus memegang tongkat?" "Ya ". dengan perguruan Al-Azhar dan tafsirnya yang fenomenal. maka beliau pun mengimami shalat tarawih dengan 23 rakaat. Suatu ketika buya Hamka naik haji dengan menggunakan kapal laut 'Gunung Jati' bersama K. Abdullah Syafii. Jadi saya menghargai beliau." jawab buya Hamka secara diplomatis. . KH.yang diceritakan oleh putera beliau. buya Hamka membaca doa qunut. khususnya masalah adzan dua kali. Pak Idham Khalid salah seorang makmum. Rusydi Hamka. menawarkan kepada jamaah. Dan siapa tidak kenal KH Abdullah Syafii. padahal biasanya hanya satu kali. kilah pengurus Masjid. diantara jemaah ada yang bertanya: "Maaf. ada pak Idham Khalid. ayahnya itu ketika mau mengimami shalat tarawih. Beliau selalu berqunut setiap salat subuh. Esoknya.H. bahkan adzan pun ditambah jadi dua kali. Karena menghormati shahabatnya. Idham Khalid. Tapi kenapa buya subuh ini pakai qunut?" "Ya. Ternyata beliau tidak membaca doa qunut pada rekaat kedua. Usai salat. Rupanya. jemaah meminta buya Hamka menjadi imam salat subuh. Bahkan menurut Rusydi Hamka. Biasanya orang Muhammadiyah pada salat subuh tidak membaca doa qunut. pendiri dan pemimpin Perguruan AsySyafiiyah. karena diantara makmumnya. Jadi bukan hanya mimbar Jumat yang diserahkan. semata-mata karena ulama ini menghormati ulama lainnya. Siapa yang tidak kenal Buya Hamka. Ketika itu tidak dipersoalkan lagi bahwa Hamka 0rang Muhammadiyah. Yang menarik. Pada rakaat kedua. Hari itu menurut jadwal seharusnya giliran Buya Hamka yang jadi khatib. Abdullah Syafii mengunjungi Buya masjid Al-Azhar Kebayoran Jakarta Selatan. Buya. Ketika ada yang bertanya sebabnya. Masyarakat terpukau mendengar khotbah Hamka. Suatu ketika di hari Jumat. Satu subuh. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama. karena di belakang saya ada Hamka yang tidak membaca doa qunut setiap salat subuh. mau 23 rakaat atau mau 11 rakaat. Padahal biasanya beliau tidak berqunut. KH. maka Buya minta agar KH. Jadi saya menghargai beliaulah. Ini luar biasa dan kisah ini perlu kita hidupkan lagi. tiba-tiba adzan Jumat dikumandangkan dua kali. Esok harinya giliran pak Idham Khalid yang menjadi imam salat subuh. Abdullah Syafii yang naik menjadi khatib Jumat. meski beliau boleh dibilang tokoh Muhammadiyah yang anti qunut. " Apakah khatibnya memakai baju jubah dan sorban?" " Ya ". Namun beliau bershahabat baik dengan tokoh ulama betawi. tokoh ulama yang menyatakan bahwa qunut shalat shubuh itu hukumnya sunnah muakkadah Sekitar tahun 1970 almarhum buya Hamka berkunjung ke kota Banjarmasin. Maka buya Hamka tampil sebagai khatib menyesuaikan dengan kebiasaan di masjid Jamik tersebut. Buya menghormati ulama betawi ini dan tahu bahwa adzan dua kali pada shalat Jumat itu adalah pendapat shahabatnya.

. ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi. dari asal kata " tauba" hal. menyesali dosa yang telah dilakukan. Griya Bandung Indah. Wallahu alam bishshawab Dari beberapa sumber. Pertama. 'Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. taubat adalah meninggalkan dosa karena keburukannya. Bukan sekedar asal beda dan cari-cari perhatian orang. juga tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Jawabannya: "Mereka mendahulukan akhlak dari pada fikih. Muncul pertanyaan kalau demikian. Karena itu harus disikapi dengan luas dan luwes. Sesungguhnya istighfar dan taubat jenis ini adalah perbuatan orangorang dusta. yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga. 76] Imam An-Nawawi dengan redaksionalnya sendiri menjelaskan : "Para ulama berkata. Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna" [Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an. Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan : "Dalam istilah syara'.11 rakaat. Tidak pernah meributkan urusan khilafiyah. maka taubatnya tidak sah. Tetapi kalimat-kalimat diatas tidak membekas di dalam hati. Keutamaan & Sbg Kunci Rezeki Bagikan Kemarin jam 22:17 Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Kedua. maka beliau pun mengimami shalat dengan 11 rakaat. 13 Februari 2010 babe62ee5bdd32 Istighfar. apakah tokoh-tokoh ini tidak konsekwen dengan keyakinannya. ia harus menyesali perbuatan (maksiat)nya. Para ulama -semoga Allah memberi balasan yang sebaik-baiknya kepada mereka. di mana dalil dan nash yang ada menggiring kita ke arah sana. hendaknya ia menjauhi maksiat tersebut. Sebagian mereka mengucapkan. Jika salah satunya hilang. "Artinya : Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya". berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang bisa diulangi (diganti).telah menjelaskan hakikat istighfar dan taubat. sebab pada hakikatnya urusan khilafiyah lahir karena memang proses yang alami. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah. Ketiga." Inilah tipologi ulama sejati yang ilmunya mendalam dan wawasannya luas.

41-42] Adapun istighfar. [Shahihul Bukhari.Jika taubatnya itu berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada empat. Lihat pula. "Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Diturunkannya hujan yang lebat oleh Allah. dan membanyakan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". "Artinya : Maka aku katakan kepada mereka. tetapi dengan lisan dan perbuatan. Ampunan Allah terhadap dosa-dosanya. 4/398. Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma berkata "midraaraa" adalah (hujan) yang turun dengan deras. Kitabul Tafsir. Imam Al-Qurthubi berkata : "Dalam ayat ini. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan firman Allah. memohon ampun (istighfar) hanya dengan lisan saja tanpa disertai perbuatan adalah pekerjaan para pendusta" [Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an. Dibawah ini beberapa nash dimaksud : [1] Apa Yang Disebutkan Allah Subhana Wa Ta'ala Tentang Nuh Alaihis Salam Yang Berkata Kepada Kaumnya. maka ia harus meminta maaf" [Riyadhus Shalihin. Ketiga syarat di atas dan Keempat. 362] Kedua : Dalil Syar'i Bahwa Istighfar Dan Taubat Termasuk Kunci Rizki Beberapa nash (teks) Al-Qur'an dan Al-Hadits menunjukkan bahwa istighfar dan taubat termasuk sebab-sebab rizki dengan karunia Allah Ta'ala. hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang tersebut. Jika berupa ghibah (menggunjing). sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun. dari asal kata "ghafara" hal. [Nuh : 10-12] Ayat-ayat di atas menerangkan cara mendapatkan hal-hal berikut ini dengan istighfar. 7/154] Allah akan menjadikan untuknya kebun-kebun. sebagaimana diterangkan Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah " Meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan. surat Nuh 8/666] Allah akan membanyakan harta dan anak-anak. Dalam menafsirkan ayat "wayumdid kum biamwalin wabanina" Atha' berkata : Niscaya Allah akan membanyakkan harta dan anak-anak kalian" [Tafsir Al-Bagawi. Bahkan hingga dikatakan. hal. Jika berbentuk harta benda atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. juga yang disebutkan dalam (surat Hud : 3 "Artinya . Tafsirul Khazin. Jika berupa had (hukuman) tuduhan atau sejenisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalasnya atau meminta ma'af kepadanya. sesungguhnya Dia Maha Pengampun" [Nuh : 10] Tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan meminta ampun hanya dengan lisan semata. Allah akan menjadikan untuknya sungai-sungai. 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu'. Berdasarkan firman-Nya : "Sesungghuhnya Dia adalah Maha Pengampun".

sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. melimpahkan air susu perahan untuk kalian. [Tafsir Al-Qurthubi.[Nuh : 10-11]. Lihat pula. mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi. niscaya Ia akan membanyakkan rizki kalian menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit. 7/154] Sakaratul Maut dan Kematian . hal. 18/302. membanyakan harta dan anak-anak untuk kalian. 4/449] Demikianlah. Lalu beliau membaca ayat. menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat".: Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhamnu dan bertaubat kepada-Nya) adalah dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu sarana meminta diturunkannya rizki dan hujan". Dan beliau tidak lebih dari mengucapkan istighfar (memohon ampun kepada Allah) lalu beliau pulang. 5/417] Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata :" Maknanya. Maka seseorang bertanya kepadanya. [Tafsir Al-Khazin. Mutharif meriwayatkan dari Asy-Sya'bi : "Bahwasanya Umar Radhiyallahu 'anhu keluar untuk memohon hujan bersama orang banyak. meminta ampun kepadaNya dan kalian senantiasa menta'atiNya. "Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhamu. 'Aku tidak mendengar Anda memohon hujan'. jika kalian bertaubat kepada Allah. Al-Iklil fis Tinbathil Tanzil. Maka ia menjawab. [Tafsir Ibnu Katsir. Fathul Qadir. menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya bermacam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungai-sungai diantara kebun-kebun itu (untuk kalian)". 274. 'Aku memohon diturunkannya hujan dengan majadih[1] langit yang dengannya diharapkan bakal turun hujan. dan Amirul Mukminin Umar bin Khaththab Radhiyallahu 'anhu juga berpegang dengan apa yang terkandung dalam ayat-ayat ini ketika beliau memohon hujan dari Allah Ta'ala.

.. Sakaratul Maut dan Kematian Kafir atau Fajir (banyak dosa) Sesungguhnya seorang hamba yang kafir atau fajir (banyak dosa)...... Kemudian datang Malaikat maut -Alaihis Salam dan duduk disamping kepalanya seraya berkata: "Wahai jiwa yang busuk keluarlah menuju murka dan kebencian dari Allah". Semua malaikat diantara langit dan bumi melaknatinya (mengutuknya). keluarga. dengan menyebut panggilan-panggilan buruknya ketika di dunia.Malaikat yang membawanya menyebutkan keburukankeburukanya selama di dunia. Amma badu : 1.Masing-masing penjaga pintu berdoa kepada Allah agar ruh itu tidak lewat melalui pintunya.. para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat.. . tiadalah melalui rombongan Malaikat melainkan mereka selalu bertanya: "Ruh siapa yang busuk ini?".Keburukan-keburukannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta...Ditutup untuknya pintu-pintu langit.. juga semua malaikat yang di langit...Para Malaikat yang membawanya menjawab: "Ini ruhnya Fulan bin Fulan". shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah.Keluar dari ruh itu bau yang sangat busuk seperti bau paling busuk yang pernah ada dimuka bumi ini...Oleh Abdullah Saleh Hadrami (Bening Hati) Segala puji hanya bagi Allah.Para malaikat itu duduk disamping calon mayit sejauh mata memandang. Malaikat itupun mengambil ruhnya dan langsung memasukkannya kedalam kain kasar (yang dari neraka itu).Ruh itupun terkejut.........Para Malaikat lalu membawa ruh itu naik. apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat....Lalu Malaikat mencabutnya seperti mencabut alat pemanggang yang banyak cabangnya dari kain yang basah sehingga terputuslah urat-urat dan ototnya... turun kepadanya para Malaikat dari langit yang sangat keras lagi berwajah hitam sambil membawa kain yang kasar dari neraka.

.. cepat dalam kemaksiatan..Gelap. saya mendengar orang-orang mengatakan itu.ha..Malaikat bertanya lagi: "Apa Dien-mu?". atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.... aku tidak mengetahui melainkan kamu lambat dalam ketaatan kepada Allah..". Demi Allah..Saya tidak tahuuuu.. lalu malaikat mengatakan: "Muhammad!"...Pengap.. Kedua malaikat itupun bertanya lagi: "Siapa orang yang diutus kepadamu?"..Ia menjawab: "Aku adalah amal burukmu.Lalu dikatakan kepadanya: "Anda tidak tahu dan tidak mau membaca (belajar). hingga unta masuk ke lubang jarum.... lalu Allah membalasimu dengan keburukan. dibumi yang paling bawah".... wajahmu mendatangkan keburukan.Ia tidak tahu namanya......Ada cacing.. yang sangat keras. kemudian Rasulullah -Shallallaahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam membacakan ayat: "Dan barangsiapa menyekutukan Allah." (QS...ha... Munkar dan Nakir..Kemudian terdengarlah seruan dari langit: "Ia berdusta........ maka seolah-olah ia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung....."...Kemudian dikatakan: "Kembalikan hambaKu ke bumi karena Aku telah berjanji bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta mengeluarkan mereka darinya pula pada kali yang lain".Al-A?raaf: 40).Sempit.Lalu sampailah kepadanya panas dan racunracun neraka dan kuburnya disempitkan sehingga terpatah-patah tulang rusuknya.... Sekarang ia sendirian di kuburnya. berpakaian jelek dan berbau tidak enak seraya berkata: "Kabar buruk bagimu. tuli .Kemudian Rasulullah -Shallallaahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam membacakan: "Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk sorga.Saya tidak tahuuuu.Dikembalikan ruh itu ke jasadnya sehingga ia mendengar suara alas kaki orang-orang yang pulang dari mengantar jenazahnya..." (QS.Orang itu menjawab: "Ha.. Setelah itu datang kepadanya seorang yang berwajah buruk..Kemudian ia (si mayit) dikuasai oleh seorang yang buta.."..Ia menjawab: "Ha......Kemudian datanglah dua Malaikat.".Ada kalajengking. Lalu ruhnya dilempar dari langit sehingga terjatuh ke bumi. !".Saya tidak tahuuuu". ini adalah hari yang dijanjikan kepadamu.Lantas Allah berfirman: "Tulislah catatan amalnya di sijjiin.Tatkala telah sampai di langit dunia mereka meminta agar dibuka pintunya dan ternyata tidak dibukakan.Orang itu (si mayit) bertanya: "Siapa kamu? semoga Allah memberi kabar buruk kepadamu..ha.".Ia menjawab: "Ha.Dua Malaikat yang sangat keras dan membentaknya serta mendudukkannya seraya bertanya: "Siapa Rabbmu?"... Al-Hajj: 31)..".... berilah ia hamparan dari neraka dan bukakan untuknya pintu ke neraka.

Ia berkata: "Ya Rabb..."..Ia hanya merasakan siksa dan siksa.Lalu dia memukulnya dengan sekali pukulan sehingga ia menjadi tanah.Kemudian dibukakan untuknya pintu neraka dan ia diberi hamparan dari neraka.. 2.. sampai kiamat besar.. sehingga ia (orang kafir atau fajir) berteriak (kesakitan) dengan teriakan yang didengar oleh semua makhluk kecuali manusia dan jin.. Janganlah terjadi kiamat."…Maka keluarlah ruhnya dengan lembut seperti air yang menetes dari bibir tempat air…Malaikat maut-pun mengambilnya…setelah Malaikat mengambil ruh itu maka segera di masukkan dalam kafan yang dari surga tersebut dan diberi parfum yang dari surga itu…Lalu keluarlah dari ruh itu bau yang sangat wangi seperti bau parfum yang paling wangi dimuka bumi ini… Ketika telah keluar ruhnya maka para Malaikat diantara langit dan bumi menshalatinya… Demikian pula semua Malaikat yang di langit…Dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit…Semua penjaga pintu tersebut berdoa kepada Allah agar ruh tersebut lewat melalui pintunya… Para Malaikat membawa ruh itu naik ke langit…Dan tiap-tiap melalui rombongan Malaikat mereka selalu bertanya: "Ruh siapa yang wangi ini?"…Para Malaikat yang membawanya menjawab: "Ini ruhnya Fulan bin . Ia tidak ingin segera kiamat karena ia yakin akan mendapat adzab yang lebih dahsyat dari adzab kubur.. turun kepadanya para malaikat dari langit yang berwajah putih seakan wajah mereka ibarat matahari… Mereka membawa kafan dan parfum dari surga…Mereka duduk di samping calon mayit sejauh mata memandang… Kemudian datanglah Malaikat maut –Alaihis Salam dan duduklah di samping kepala calon mayit seraya berkata: " Wahai jiwa yang baik. wahai jiwa yang tenang..lagi bisu (maksudnya tidak berbelas kasihan) yang ditangannya ada batang besi. di alam barzakh...Setelah itu dihisab dan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuantannya. Sakaratul Maut dan Kematian mukmin Sesungguhnya seorang hamba mukmin apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat... keluarlah menuju ampunan dan ridha dari Allah.Allah murka kepadanya.. Allah telah menetapkan bahwa seseorang harus tinggal di kubur dulu...Orang kafir atau fajir akan masuk neraka jahannam yang panasnya tiada tara....Lalu dia memukulnya lagi dengan pukulan yang lain. sekiranya dipukulkan ke gunung pasti menjadi tanah. kemudian Allah mengembalikannya seperti semula.Ia tidak hidup di dalamnya dengan kehidupan yang layak dan tidak pula mati yang memungkinkannya untuk beristirahat..Tapi......

Lalu Allah berfirman: "Tulislah catatan amal hamba-Ku di Illiyyiin! "Tahukah kamu apakah Illiyyiin itu? (Yaitu) kitab yang bertulis (untuk mencatat amal orang yang baik)" (QS. Al-Muthaffifiin: 19-20). Ibrahim: 27)…Ia-pun menjawab: "Rabb-ku adalah Allah.Kemudian datanglah dua Malaikat. karena Aku telah berjanji kepada mereka bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta membangkitkan mereka darinya pula pada kali yang lain"… Ruh itu-pun dikembalikan ke bumi dan ke jasadnya…Ketika telah dikebumikan ia mendengar suara alas kaki orang-orang yang pulang dari mengantarkan jenazahnya… Sekarang ia sendirian di kuburnya…Gelap…Sempit…Pengap…Ada cacing… Ada kalajengking…. dien-ku adalah Islam dan Nabi-ku adalah Muhammad – Shallallaahu "Alaihi Wa "Ala Alihi Wa Sallam. Ditulislah catatan amalnya di Illiyyiin…Kemudian dikatakan: "Kembalikanlah ia ke bumi. berilah ia hamparan dan pakaian dari surga serta bukalah untuknya pintu surga."…Malaikat bertanya lagi: "Apa dien-mu?" Ia menjawab : "Dien-ku adalah Islam."…Lalu ada seruan dari langit: "Hamba-Ku benar."…Datang dan sampai kepadanya kebahagiaan dan wangi surga…Kuburnya diluaskan sejauh mata memandang…. Kemudian datang kepadanya seorang yang berwajah baik. Munkar dan Nakir. mengimani dan mengamalkannya.Fulan"."…Malaikat tersebut membentaknya lagi: "Siapa Rabb-mu? Apa dien-mu? Dan siapa Nabi-mu?"…Itulah ujian terakhir yang menimpa orang mukmin… Allah berfirman: "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu (dua kalimat syahadat) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. sambil menyebutkan panggilan-panggilan terbaiknya selama di dunia…Malaikat yang membawanya menyebutkan kebaikan-kebaikannya selama di dunia…Kebaikan-kebaikannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta… Tatkala telah sampai di langit dunia para Malaikat meminta di bukakan pintunya… Malaikat penjaga pintu langit membuka pintu itu…Kemudian semua Malaikat yang ada ikut mengiringi ruh itu sampai ke langit berikutnya hingga berakhir di langit ke tujuh…. berpakaian ."…Malaikat bertanya lagi: "Apa amalmu?" Ia menjawab: "Aku membaca Kitab Allah."…Kedua Malaikat tersebut bertanya lagi: "Siapa orang yang diutus kepadamu?" Ia menjawab: "Dia adalah Rasulullah –Shallallaahu "Alaihi Wa "Ala Alihi Wa Sallam. yang sangat keras…Kedua malaikat itu membentaknya serta mendudukkannya seraya bertanya: "Siapa Rabb-mu?" Ia menjawab: "Rabb-ku adalah Allah." (QS.

semoga Allah memberi kabar gembira kepada anda.."…Tatkala ia melihat kedalam surga. Demi Allah. di alam barzakh. kabar gembira dengan ampunan dari Allah dan surga yang penuh dengan kenikmatan selamanya.Semoga bermanfaat… Ya Allah. lalu Allah-pun membalasi anda dengan kebaikan pula. Wajahmu mendatangkan kebaikan. tentulah kami termasuk orang-orang yang merugi…Ya Allah. permudahlah sakaratul maut kami…Jadikanlah kematian kami husnul khotimah…Tolonglah kami agar kami mampu menjawab fitnah kubur dengan baik dan benar…Luaskan alam kubur kami seluas-luasnya sejauh mata memandang…Jadikanlah alam kubur kami sebagai taman diantara taman-taman surga…Permudahlah hisab kami…Masukkanlah kami ke dalam surgaMu…Berilah kami rizki memandang WajahMu Yang Maha Mulia…Berikanlah kepada kami RidhaMu yang Engkau tidak akan .indah dan baunya wangi seraya berkata: "Kabar gembira dengan sesuatu yang menyenangkan anda. kami telah beriman kepadaMu. Allah telah menggantinya dengan ini (surga)."…Kemudian dibukakan untuknya pintu surga dan neraka seraya dikatakan: "Ini (neraka) adalah tempatmu jika kamu bermaksiat kapada Allah. ia-pun berkata: "Ya Allah segerakanlah kiamat. ampunilah dosadosa kami dan selamatkanlah kami dari api neraka… Ya Allah. sungguh kami telah menganiaya diri kami."…Lalu dijawab: "Tenanglah (di kubur ini dulu)"…Ia ingin segera kiamat agar bisa segera masuk ke dalam surga yang telah diperlihatkan kepadanya dan agar supaya bisa berkumpul dengan semua keluarganya kembali…Tapi."…Ia-pun bertanya: "Siapa anda ?. ampunilah dosa-dosa kami yang mendatangkan benacana… Ampunilah dosa-dosa kami yang merubah karunia…Ampunilah dosa-dosa kami yang menurunkan bala"…Ampunilah dosa-dosa kami yang menghalangi doa…Ampunilah semua dosa yang telah kami lakukan dan semua kesalahan yang telah kami kerjakan… Ya Allah.. anda selalu bersegera dalam taat kepada Allah dan lambat dalam maksiat kepada Allah. sampai kiamat besar…Setelah itu dihisab dan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuantannya…Orang beriman akan masuk ke dalam surga…Memandang Wajah Allah Yang Maha Mulia… Mendapatkan Ridha Allah dan Allah tidak akan pernah lagi murka kepadanya selamanya… Inilah perjalanan hidup yang pasti kita lalui…Ini bukan dongeng. ini adalah hari yang dijanjikan kepada anda."…Orang tersebut menjawab: "Aku adalah amal salehmu. Allah telah menetapkan bahwa seseorang harus tinggal di kubur dulu. agar aku kembali kepada keluargaku dan hartaku. tapi kenyataan…Percaya atau tidak?. jika Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami.

Ya Allah. Allahumma Amiin. para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat dan segala puji hanya bagi Allah.pernah lagi murka kepada kami setelah itu selamanya…. kami mohon kepadaMu ridhaMu dan surgaMu… Ya Allah. kami berlindung kepadaMu dari murkaMu dan nerakaMu… Ya Allah aku memohon kepadaMu Ilmu yang bermanfaat. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah. yang mendekatkan diri kami kepadaMu dan kami berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat Ilmu yang menjauhkan kami dariMu. keluarga. 26968b2478826e .

Tetapi kukuhkanlah semua permintaan kita dengan ketaatan kepada semua perintah Allah agar kita mampu menghadapi segala kesulitan serta memikul segala beban. Kedua. tentu akan membawa jiwa akan tenteram. Termasuk pula dalam katagori ini. seperti sabar menahan amarah. melakukan pengrusakan dan lain-lain. kecuali bagi orang-orang yang khusyu (QS 2:45) Allah memerintahkan kepada kita bila kita memohon pertolongan Allah swt. Secara umum kesabaran dapat dibagi dalam dua bagian pokok: Pertama. kita merasakan bahwa beban hidup kita kadang terasa begitu berat bagi kita.Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. . Bukankah kita sering merasa plong bila kita curhat kepada seseorang atas beban yang kita rasakan apalagi bila teman curhat kita itu adalah zat yang Maha Mendengar. atau menahan nafsu seksual yang bukan pada tempatnya. ini bermakna bahwa bila kita meminta sesuatu kepada Allah. namun bila hal itu dibarengi dengan hati yang khusu’ yakni hati yang selalu tunduk dan selalu merasa tenteram dalam berzikir kepada Allah. penyakit. memohon bantuan atau meminta seseorang melakukan sesuatu yg kita inginkan hendaknya disertai dengan sikap dan jiwa yang sabar tidak terjerumus dalam nafsu amarah. Maha memperhatikan kita. sabar jasmani yaitu kesabaran dalam menerima dan melaksanakan perintah-perintah keagamaan yang melibatkan anggota tubuh. penganiayaan dan semacamnya. adalah sabar rohani menyangkut kemampuan menahan kehendak nafsu yang dapat mengantar kepada kejelekan. Kemudian munajah kita kepada Allah swt dikuatkan dengan mengaitkan diri kita kepada Allah swt yakni melakukan shalat sebagai simbol ketaatan kita kepada ketentuan-ketentuan Allah. maka kokohkanlah permintaan itu dengan disertai jiwa yang sabar yakni dengan menahan diri dari godaan untuk melakukan hal-hal yang bernilai rendah. Betapapun. Ia juga berarti ketabahan. tidak begitu. Kata ash-shabar artinya menahan diri dari sesuatu yang tidak berkenan di hati. seperti sabar dalam melaksanakan ibadah haji yang mengakibatkan keletihan atau sabar dalam peperangan membela kebenaran. misalnya terjerumus kedalam prasangka buruk kepada Allah yakni mengira Allah tidak memperhatikan kita. Imam Ghazali mendefinisikan sabar sebagai ketetapan hati melaksanakan tuntunan agama menghadapi rayuan nafsu. Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat. demikian juga dalam kehidupan kita sehari-hari. tidak hanya shalat yang kita jalankan dan meninggalkan perintah yang lain. maka segala beban yang berat akan terasa ringan.

Puncak khusu’ adalah ketundukan dan kepatuhan anggota badan. Shalat juga mengandung pujian kepada Allah atas limpahan karuniaNya. Ia adalah orang yang mempersiapkan dirinya untuk menerima dan mengamalkan kebajikan. Kekhusu’an dalam shalat menuntut kita untuk menghadirkan kebesaran dan keagungan Allah. yakni doa dan permohonan kepada Allah sebagai sarana untuk meraih segala macam kebajikan. shalat membantu manusia menghadapi segala tugas dan bahkan petaka. Yang dimaksud dengan orang-orang yang khusu’ dalam ayat tersebut di atas adalah mereka yang menekan kehendak nafsunya dan membiasakan dirinya menerima dan merasa tenang menghadapi ketentuan Allah serta selalu mengharapkan kesudahan yang baik.Sedangkan ash-shalah. mengingat Allah. Khusu’ adalah ketenangan hati dan keengganannya mengarah kepada kedurhakaan. Inilah puncaknya. Ia bukanlah orang yang mudah terpedaya oleh rayuan nafsu. dalam arti jadikanlah ketabahan menghadapi segala tantangan bersama dengan shalat. dalam keadaan pikiran dan bisikan hati secara keseluruhan menuju kehadirat Ilahi. ayat tersebut diatas menyampaikan pesan kepada kita: mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan tabah dan sabar menghadapi segala tantangan serta dengan melaksanakan shalat. Wallahu a’lam Referensi utama: Tafsir al Mishbah. Quraish Shihab. Tingkatan terendah adalah sekadar pengamalan yang tulus kepadaNya walau diselingi oleh pikiran yang melayang kepada hal-hal yang tidak bersifat negatif. dan mengingat karunia-Nya mengantar seseorang terdorong untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya serta mengantarnya tabah menerima cobaan atau tugas yang berat. dari segi bahasa artinya do’a. sekaligus kelemahannya sebagai manusia dihadapan Allah. Bisa juga bermakna: Jadilah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan dari segi pengertian syariat adalah “ucapan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. M. . Demikian. Dengan demikian. tetapi tentu ada tingkatan-tingkatan dibawahnya.

membayar zakat. menyebutnya sebagai yang kedua setelah mengucapkan dua kalimah syahadat (syahadatain). menegakkan shalat. “Islam dibangun atas lima pilar: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. berhajji ke ka’bah baitullah dan puasa di bulan Ramadlan. Dalam deretan rukun Islam Rasulullah saw. Bukhari.” (HR. Amir Faishol Fath Shalat adalah ibadah yang terpenting dan utama dalam Islam.DUA DIMENSI SHOLAT Oleh: DR. No. Rasullah bersabda.8 .

8). No. maka wajib diperangi.dan HR.16). Muslim No. paling tidak ada dua dimensi yang bisa diuraikan dalam pembahasan ini: dimensi ritual dan dimensi spiritual. otomatis menjadi murtad (keluar dari Islam). Ketika ditanya Malaikat Jibril mengenai Islam. maka dalam shalat Rasullah bersabda. kepada kita. Para sahabat bergerak memerangi mereka. lagi-lagi menyebut shalat pada deretan yang kedua setelah syahadatain (HR. Rasullah saw. Dimensi Ritual Shalat . dan yang diajarkan Rasulullah saw. melaksanakan shalat. bersabda. Sekecil apapun yang akan kita lakukan dalam shalat harus sesuai dengan apa yang diajarkan Allah langsung kepada Rasul-Nya. tidak menerima melalui perantara Malaikat Jibril. Untuk menjelaskan bagaimana cara Rasullah saw. melainkan Allah swt. Dari proses bagaimana ibadah shalat ini disyariatkan –lewat kejadian yang sangat agung dan kita kenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj– Rasulullah saw. langsung mengajarkannya. Allah menerangkan bahwa menegakkan ibadah shalat adalah ciri kedua setelah beriman kepada yang ghaib (Al-Baqarah: 3). ketika menjabat sebagai khalifah setelah Rasullah saw. Muslim. apalagi menolak shalat. Dari sini tampak dengan jelas keagungan ibadah shalat. Peristiwa itu terkenal dengan harbul murtaddin. Ini baru manolak zakat. wafat. Bila dalam ibadah haji Rasulullah saw. Orang yang mengingkari salah satu dari rukun Islam. Ketika menyebutkan ciri-ciri orang yang bertakwa pada awal surah Al-Baqarah. Abu Bakar Ash Shidiq ra. “Ambillah dariku cara melaksanakan manasik hajimu”. Bahwa shalat bukan masalah ijtihadi (baca: hasil kerangan otak manusia yang bisa ditambah dan diklurangi) melainkan masalah ta’abbudi (baca: harus diterima apa adanya dengan penuh keta’atan). “shalatlah sebagaiman kamu melihat aku shalat”. Bagi Abu Bakar mereka telah murtad. pernah dihebohkan oleh sekelompok orang yang menolak zakat.

waktu shalat Maghrib digeser ke Ashar dan sebagainya (perhatikan: An-Nisa’: 103). termasuk di dalamnya berapa rakaat dan kapan waktu masing-masing shalat (shubuh. yang dua ditambah menjadi empat dan lain sebagainya. Karena sepanjang pengetahuan penulis tidak ada nash yang memerintahkan untuk juga membaca terjemahan bacaan dalam shalat. Apa yang dibaca dalam shalat juga tercakup dalam tata cara ini dan harus mengikuti tuntunan Rasulullah. Jadi tidak bisa membaca apa saja seenaknya. Artinya shalat seorang tidak dianggap sah bila dilakukan sebelum waktunya atau kurang dari jumlah rakakat yang telah ditentukan. Katakanlah waktu shalat Zhuhur digeser ke waktu dhuha. Mungkin seorang mengatakan.. yang tiga ditambah menjadi lima. melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan kondisi yang tercantum dalam nash. Dalam segi waktu pun tidak ada seorang ulama yang berani menggeser. . An-Nisa’: 101). Bila Rasullah memerintahkan agar kita harus shalat seperti beliau shalat. yang mencoba-coba berusaha merevisi atau menginovasi. Umpamnya yang empat rakaat dikurangi menjadi tiga. zhuhur. Termasuk dalam hal menambah adalah membaca terjemahan secara terang-terangan dalam setiap bacaan yang dibaca dalam shalat. Dalam hal ini tidak ada seorang pun dari sahabat Rasulullah saw. maghrib.Dimensi ritual shalat adalah tata cara pelaksanaannya. dan itupun tidak setiap saat. apa lagi ulama. ashar.. maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menambah-nambah. benar kita harus mengikuti Rasullah. isya’) yang harus ditegakkan. melainkan hanya perintah bahwa kita harus mengikuti Rasullah secara ta’abbudi dalam melakukan shalat ini. Dalam konteks ini tentu tidak bisa beralasan dengan shalat qashar (memendekkan jumlah rakaat) atau jama’ taqdim dan ta’khir (menggabung dua shalat seperti dzhuhur dengan ashar: diawalkan atau diakhirkan) karena masing-masing dari cara ini ada nashnya (baca: tuntunan dari Alquran dan sunnah Rasullah saw.

ungkapan seperti ini juga digunakan Rasullah saw. Muslim No. Dari segi bahasa dan gaya ungkap Alquran selalu menggunakan “aqiimush shalaata” (tegakkankanlah shalat) atau “yuqiimunash sahalat” (menegakkan shalat). mengucapkan sesuatu tetapi tidak paham apa yang kita ucapkan? Untuk mengerti bacaan dalam shalat. Sebab. Muslim No. Bukahri No. Rasullah bersabda: “watuqiimush shalata“ (HR. Mengapa Anda harus dengan mengorbankan shalat. demi memahami bacaan yang Anda baca dalam shalat? Wong itu bisa Anda lakukan di luar shalat. jawaban merusak ujian pelajar. Bila menyontek. Bila si pelajar beralasan bahwa ia tidak bisa menjawab kalau tidak nyontek. Menariknya.16) Apa makna dari aqiimu atau yuqiimu di sini? Mengapa kok tidak langsung mengatakan shallu (bershalatlah) atau yushalluuna (mereka bershalat)? Para ahli tafsir bersepakat bahwa dalam kata aqiimu atau yuqiimuuna mengandung makna penegasan bahwa . Demikian juga bila seorang beralasan bahwa ia tidak mengerti kalau tidak membaca terjemahan dalam shalat.tapi bagaimana kalau kita tidak mengerti apa makna bacaan yang kita baca dalam shalat? Bukankah itu justru akan mengurangi nilai ibadah shalat itu sendiri? Dan kita hadir dalam shalat menjadi seperti burung beo. melainkan dalam teks-teks Alquran sangat nampak dengan jelas.8) dan pada hadits mengenai pilar-pilar Islam bersabda: “waiqaamish shalati “. melainkan Anda bisa melakukannya di luar shalat. Pada hadits mengenai pertemuannya dengan Malaikat Jibril. Anda salah mengapa Anda tidak belajar memahami bacaan tersebut di luar shalat. Membaca terjemahan dalam shalat juga merusak shalat. ternyata bukan hanya bisa dipahami dari hadits tersebut di atas. (HR. tindakan membaca terjemahan dalam shalat seperti tindakan seorang pelajar yang menyontek jawaban dalam ruang ujian. Pentingnya mengikuti cara Rasullah bershalat. kita jawab.8 dan HR. kita menjawab Anda salah mengapa tidak belajar sebelum masuk ke ruang ujian. caranya tidak mesti dengan membaca terjemahannya ketika shalat.

memang seorang bisa hidup bila hanya memenuhi kebutuhan jasadnya. Dhahhaq mengatakan. melainkan harus juga diikuti dengan menyempurnakan dimensi spritualnya. maupun secara spiritual dengan melakukannya secara khusyuk seperti Rasulullah saw. (Ibn Katsir. melakukannya dengan penuh kekhusyukan. membekali keyakinan untuk menghadapi segala . Perihal kekhusyukan ini Alquran telah menjelaskan. alkhasyi’en merupakan orang yang benar-benar tunduk penuh ketaatan dan ketakutan kepada Allah. tapi apa makna shalat Anda bila tidak diikuti dengan kekhusyukan. alkhasyi’in itu orang yang penuh tawadhu’. ketika menafsirkan ayat ini. Demikian juga shalat. alkhasyi’in adalah orang yang dipenuhi rasa takut kepada Allah.133) Dan pada dasarnya shalat –seperti yang digambarkan Ustadz Sayyid Quthub– adalah hubungan antara hamba dan Tuhannya yang dapat menguatkan hati. Muqatil bin Hayyanperpendapat. 1986. namun sungguh tidak sempurna bila ruhnya dibiarkan meronta-meronta tanpa dipenuhi kebutuhannya. vol.shalat itu harus ditegakkan secara sempurna: baik secara ritual dengan memenuhi syarat dan rukunnya. Ibarat jasad dengan ruh. Bairut. Dimensi Spiritual Shalat Mengikuti cara Rasulullah saw. itu suatu gambaran keimanan yang hakiki.” (Al-Baqarah: 45) Imam Ibn Katsir. Tafsirul Qur’anil azhim. Masalah khusyu’ adalah pembahasan dimensi spiritual shalat yang akan kita bicarakan setelah ini. tanpa sedikitpun mengurangi atau menambah. dan sesungguhnya shalat itu sangat berat kecuali bagi mereka yang khusyu. shalat tidak cukup hanya dengan menyempurkan dimensi ritulanya saja. 1. Darul fikr. memang secara fikih shalat Anda sah bila memenuhi syarat dan ruku’nya secara ritual. “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Abul Aliyah menyebut. h. menyebutkan pendapat para ulama salaf mengenai makna khusyu’ dalam shalat: Mujahid mengatakan.

Antara Ritual dan Spritual Ketika Rasulullah saw. lebih dari itu penuh dengan kekhusyukan. vol. fii zhilalil Qur’an.setiap kali menghadapi persoalan. tetapi orang yang menegakkan shalat secara sempurna sedikit. memerintahkan agar kita mengikuti shalat seperti yang beliau lakukan. (Al-Ankabut: 45) Jelas. melainkan shalat yang benar-benar ditegakkan secara sempurna: memenuhi syarat dan rukunnya. seperti yang dinyatakan dalam Alquran: “dan dirikanlah shalat. berapa dari mereka yang benar-benar menikmati buah shalatnya. 1. h. dan benar. bahwa hanya shalat yang khusyu’ yang akan membimbing pelaksananya pada ketenangan dan kemuliaan perilaku. 1985. –kata Sayyid. Kini kita menyaksikan orang-orang shalat di mana-mana. Bairut. Tanbihul ghafiliin. korupsi dan lain sebagainya yang termasuk dalam kategori munkar. Rasulullah saw. 69) Dalam hal ini tentu shalat yang dimaksud bukan sekedar shalat. 293) Imam As-Samarqandi benar. (As Samarqandi. Darul Kitab al’Araby. Tetapi. Oleh sebab itu para ulama terdahulu selalu mengajarkan bagimana kita menegakkan shalat dengan penuh kekhusyukan. 2002. (Sayyid Quthub.kenyataan yang harus dilalui. menulis bab khusus dengan judul: Bab itmamush shalaati wal khusyu’u fiihaa (Bab menyempurkan dan khusyuk dalam shalat). Karena hanya shalat yang seperti inilah yang akan benar-benar memberikan ketenangan yang hakiki pada ruhani. h. Darusy syuruuq. menjaga diri dari perbuatan keji. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar ”.benar melahirkan sikap moral yang tinggi. selalu segara melaksanakan shalat. Imam AsSamarqandi dalam bukunya tanbihul ghafiliin. Bairut. Disebutkan dalam buku ini bahwa orang yang sembahyang banyak. perzinaan. itu maksudnya mengikuti secara .

itu tidak disebut shalat. Maka. itu bukan shalat yang dicontohkan Rasullah. Sementara ruhani shalat itu Anda campakkan begitu saja. shalat yang ditambah dengan menerjemahkan setiap bacaannya ke dalam bahasa Indonesia. Shalat Anda menjadi tidak bernilai apa-apa di sisiNya. akibatnya fatal.sempurna: ritual dan spiritual. Wallahu A’lam bish shawa . Sebaliknya. atau meniggalkannya sema sekali) itu tidak sah. spiritual artinya melaksanakannya dengan penuh keikhlsan. Karena yang Anda ambil hanya gerakan shalatnya saja. dengan mengabaikan yang ritual (seperti tidak mengkuti cara-cara shalat Rasulluah secara benar. Kedua dimiensi itu adalah satu kesatuan tak terpisahkan. tidak akan membawa dampak apa-apa pada diri Anda. Na’udzubillahi mindzaalika. boleh jadi shalat Anda sah secara fikih. Dengan bahasa lain. menambahkan atau mengurangi. ketundukan dan kekhusyukan. Bahkan bila yang anda abaikan dari dimensi spiritual shalat itu adalah keikhlasan. bila yang Anda utamakan hanya yang ritual saja dengan mengabaikan yang spiritual. apapun alasan dan tujuannya. Bila Anda hanya mengutamakan yang spiritual saja. Satu dimensi hilang. Ritual artinya menegakkan secara benar syarat dan rukunnya. Tetapi. maka shalat Anda tidak sempurna.

tempat bersandar seluruh makhluk. tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Dia. Ayat yang bisa menjadi renungan bagi kita bersama adalah firman Allah Ta’ala. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan mendatangkan manfaat kecuali Allah semata’.MERAIH SUKSE DG TAWAKAL Segala puji bagi Allah. hakekat tawakkal adalah benarnya penyandaran hati pada Allah ‘Azza wa Jalla untuk meraih berbagai kemaslahatan dan menghilangkan bahaya baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Seperti dalam َ َ ْ kalimat disebutkan “‫ . menghalangi. mendatangkan bahaya. para sahabat. dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. artinya menyerahkan/ mempercayakan. Jalan meraih sukses dengan pasti adalah dengan bertakwa dan bertawakkal pada Allah subhanahu wa ta’ala. menyerahkan semua urusan kepada-Nya serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa ‘tidak ada yang memberi. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.[1] Berdasarkan keterangan dari Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah.”وَك ّلت أ َمري إ ِلى فُلن‬aku menyerahkan urusanku pada fulan.” (QS. ُ ُ ْ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ َ َ ّ ْ ََ ّ َ ُ َ ح‬ ‫ومن يتق ال يجعل له مخرجا )2( ويرزقه من حيث ل يحتسب ومن يتوكل على ال فهو َسبه‬ ِ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ْ َ ّ ِ َّ ْ َ َ َ “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad. Sedangkan ِ ْ yang dimaksud dengan tawakkal adalah berkaitan dengan keyakinan. Rabb semesta alam. Ath Tholaq: 2-3) Hakekat Tawakkal Tawakkal berasal dari kata “wukul”. keluarga. [2] Keutamaan Tawakkal .

[4] Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah ketika menjelaskan surat Ath Tholaq ayat 3 mengatakan.”[3] Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakkal. َ ْ ‫وَمن ي َت َوَك ّل عَلى الل ّه فَهُو حسب ُه‬ ِ ُ ْ َ َ ْ َ “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.”[9] Merealisasikan Tawakkal “Dalam merealisasikan tawakkal tidaklah menafikan melakukan usaha dengan melakukan berbagai sebab yang Allah Ta’ala tentukan. Yang Maha Perkasa (AL ‘Aziz) dan Maha Penyayang (Ar Rohim). “Barangsiapa yang menyandarkan dirinya pada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. maka Allah akan beri kecukupan pada urusannya. tidak beranggapan sial dan mereka selalu bertawakkal pada Rabbnya. Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan usaha . maka hasilnya pun akan baik dari cara-cara lain.Pertama: Tawakkal sebab diperolehnya rizki Ibnu Rajab mengatakan. ْ ُ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ُ ُّ َ ّ ّ َ ْ َ ‫لو أن الناس كلهم أخذوا بها لكفتهم‬ “Seandainya semua manusia mengambil nasehat ini. maka Allah akan memberi kecukupan bagi-Nya. dan ia pun menyerahkan urusannya pada Allah. “Barangsiapa yang menyandarkan diri pasa Allah dalam urusan dunia maupun agama untuk meraih manfaat dan terlepas dari kemudhorotan.” (QS. Jika urusan tersebut diserahkan pada Allah Yang Maha Mencukupi (Al Ghoni). ُ ُ ‫ي َد ْخل ال ْجن ّة من أ ُمتى سب ْعون أ َل ْفا ب ِغَي ْر حساب ، هُم ال ّذين ل َ ي َست َرقون ، وَل َ ي َت َط َي ّرون‬ ً َ ُ َ ِ ّ ْ ِ َ َ َ ُ َ ُ ْ ْ ٍ َ ِ ِ َ ِ ُ ‫، وَعَلى رب ّهِم ي َت َوَك ّلون‬ َ ُ ْ َ َ “Tujuh puluh ribu orang dari umatku akan masuk surga tanpa hisab. namun diakhirkan sesuai dengan waktu yang pas. Mereka adalah orangorang yang tidak minta diruqyah. Yang Maha Kuat (Al Qowi). “Barangsiapa yang bertakwa pada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menyandarkan hatinya pada-Nya. maka Allah yang akan mencukupi urusannya. Ketiga: Masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab Dari Ibnu ‘Abbas. Namun kadang hasil tidak datang saat itu juga. Mengambil sunnah ini sudah menjadi sunnatullah (ketetapan Allah yang mesti dijalankan). Ath Tholaq: 3).”[5] Al Qurtubhi rahimahullah menjelaskan pula tentang surat Ath Tholaq ayat 3 dengan mengatakan. maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka.[2] Sebagaimana Allah Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya.”[6] Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan. ”Tawakkal adalah seutama-utama sebab untuk memperoleh rizki”. itu sudah akan mencukupi mereka. Lalu beliau berkata padanya.”[8] Masya Allah suatu keutamaan yang sangat luar biasa sekali dari orang yang bertawakkal. Kedua: Diberi kecukupan oleh Allah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca surat Ath Tholaq ayat 3 kepada Abu Dzar Al Ghifariy.”[7] Syaikh As Sa’di rahimahullah menjelaskan pula. maka Allah akan berikan kecukupan pada urusannya. “Barangsiapa menyerahkan urusannya pada Allah.

Jadi intinya. 2. dari penjelasan beliau ini dalam merealisasikan tawakkal haruslah terpenuhi dua unsur: 1. Hal ini menunjukkan bahwa tawakkal tidak harus meninggalkan usaha.”[11] Tawakkal Haruslah dengan Usaha Berikut di antara dalil yang menunjukkan bahwa tawakkal tidak mesti meninggalkan usaha. “Al Baihaqi mengatakan dalam Syu’abul Iman: Hadits ini bukanlah dalil untuk duduk-duduk santai. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah bersabda. ً َ ِ ُ ُ َ َ ً َ ِ ُ ْ َ َ ْ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ َ َ َ ِ ِّ َ َ ّ َ ّ ََ َ ُّ َ َ َ ْ ُ ّ َ ْ َ ‫لو أنكم تتوكلون على ال حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا‬ ِ “Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah. Tidak sebagaimana anggapan sebagian orang yang menyangka bahwa tawakkal hanyalah menyandarkan hati pada Allah. sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. yang dimaksudkan dengan hadits ini – wallahu a’lam-: Seandainya mereka bertawakkal pada Allah Ta’ala dengan pergi dan melakukan segala aktivitas dalam mengais rizki. tanpa melakukan usaha atau melakukan usaha namun tidak maksimal. enggan melakukan usaha untuk memperoleh rizki. Namun ingatlah bahwa mereka tidak hanya bersandar pada kekuatan.” demikian penuturan Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah selanjutnya[10]. Karena ini semua adanya yang menyelisihi tawakkal. . atau bahkan mendustakan yang telah ditakdirkan baginya. Karena burung saja mendapatkan rizki dengan usaha.”[13] Ibnu ‘Allan mengatakan bahwa As Suyuthi mengatakan. Sedangkan bersandarnya hati pada Allah adalah termasuk keimanan. Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu.”[12] Al Munawi mengatakan. ”Aku tidak mengerjakan apa-apa. ”Orang ini sungguh bodoh. Tawakkal haruslah dengan melakukan berbagai usaha yang akan membawa pada hasil yang diinginkan. “Usaha dengan anggota badan dalam melakukan sebab adalah suatu bentuk ketaatan pada Allah. namun haruslah dengan melakukan usaha yang maksimal. dan usaha mereka saja. Bersandarnya hati pada Allah. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.”[14] Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. Jadi. Bahkan hadits ini merupakan dalil yang memerintahkan untuk mencari rizki karena burung tersebut pergi di pagi hari untuk mencari rizki. Rizkiku pasti akan datang sendiri. Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan.” Imam Ahmad lantas mengatakan.disertai dengan bertawakkal pada-Nya. tubuh. Sehingga hal ini menuntunkan pada kita untuk mencari rizki. kemudian melihat bahwa setiap kebaikan berada di tanganNya dan dari sisi-Nya. Namun. yang memberi rizki adalah Allah Ta’ala. Melakukan usaha. Orang yang duduk-duduk tersebut pernah berkata. maka mereka akan memperoleh rizki tersebut sebagaimana burung yang pergi pagi hari dalam keadaan lapar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. ”Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali ketika sore dalam keadaan kenyang. Inilah cara merealisasikan tawakkal dengan benar. kemudian kembali dalam keadaan kenyang. usaha (sebab) itu bukanlah yang memberi rizki. Tawakkal tidaklah demikian.

Namun dengan catatan kita tetap bersandar pada Allah ketika mengambil sebab dan tidak boleh bergantung pada sebab semata. sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Contoh: Dengan minum air zam-zam.”[17] Dari keterangan Sahl At Tusturi ini menunjukkan bahwa jangan sampai kita meninggalkan sebab. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang”.” (QS.‫إن ال جعل رزقي تحت ظل رمحي‬ ِ ْ ُ ّ ِ ْ َ ِْ ِ َ َ َ ّ ّ ِ ”Allah menjadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku. ”Barangsiapa mencela usaha (meninggalkan sebab) maka dia telah mencela sunnatullah (ketentuan yang Allah tetapkan). Disebutkan dalam hadits ini bahwa burung tersebut pergi pada waktu pagi dan kembali pada waktu sore dalam rangka mencari rizki. Al Jumu’ah: 10). Dalam ayat-ayat ini terlihat jelas bahwa kita dituntut untuk melakukan usaha. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut air zam-zam. ٍ ْ ُ ُ َ َ َ ِّ ٌ َ َ َ ُ َ ِّ ‫إنها مباركة إنها طعام طعم‬ “Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi. maka bertebaranlah kamu di muka bumi. dan carilah karunia Allah. Barangsiapa mencela tawakkal (tidak mau bersandar pada Allah) maka dia telah meninggalkan keimanan.[16] Allah subhanahu wa ta’ala dalam beberapa ayat juga menyuruh kita agar tidak meninggalkan usaha sebagaimana firman-Nya. air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan. Satu kriteria berkaitan dengan sebab yang diambil. “Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah. Sebab ini adalah sebab yang terbukti secara syar’i artinya ada dalil yang menunjukkannya yaitu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ِ ْ َ ْ ِ َ ِ ْ ِ َ ٍ ّ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ُ َ ّ ِ ََ ‫وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل‬ ”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang. maksudnya adalah benar-benar ditunjukkan dengan dalil Al Qur’an atau hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[18] . Oleh karena itu. seseorang bisa sembuh dari penyakit. Al Anfaal: 60). Para sahabat pun berdagang. Mereka pun mengolah kurma. perlu diperhatikan bahwa dalam mengambil sebab ada tiga kriteria yang mesti dipenuhi. Meraih Sukses dengan Menempuh Sebab yang Benar Sahl At Tusturi rahimahullah mengatakan. Secara syar’i. Juga firman-Nya. Dua kriteria lainnya berkaitan dengan orang yang mengambil sebab. ِ ّ ِ ْ َ ْ ِ ُ َ ْ َ ِ ْ َْ ِ ُ ِ َ ْ َ ُ َ ّ ِ َ ِ ُ َ َِ ‫فإذا قضيت الصلة فانتشروا في الرض وابتغوا من فضل ال‬ “Apabila telah ditunaikan shalat. Yang patut dijadikan qudwah (teladan) adalah mereka (yaitu para sahabat). Kriteria pertama: Berkaitan dengan sebab yang diambil.”[15] Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. Yaitu sebab yang diambil haruslah terbukti secara syar’i atau qodari.” (QS.

niscaya Allah akan menjadikan dia selalu bergantung pada barang tersebut. Seberapa pun sebab atau usaha yang ia lakukan maka semua hasilnya tergantung pada takdir Allah (ketentuan Allah). maka ia pun menyesal.”[20] Secara qodari. ٌ ُُ َ ُ َ َ َِ َ ْ َ َ َ َ َ َ ً ْ ِ ُ َ ْ َ َ َ ٍ َ َ ََ ُ َ ْ َ ْ َ ْ ِ َ ‫من استعملناه على عمل فرزقناه رزقا فما أخذ بعد ذلك فهو غلول‬ “Siapa saja yang kami pekerjakan lalu telah kami beri gaji maka semua harta yang dia dapatkan di luar gaji (dari pekerjaan tersebut. Kriteria ketiga: Berkaitan dengan orang yang mengambil sebab. ٍ َ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ ّ َ ُْ َ ْ َ َ ْ َ ِ ِ َ َ ْ َ ِ َ َ ّ َ َ َ ‫كتب ال مقادير الخلئق قبل أن يخلق السموات والرض بخمسين ألف سنة‬ ُ . Hatinya seharusnya merasa tenang dengan menyandarkan hatinya kepada Allah.[22] Kriteria kedua: Berkaitan dengan orang yang mengambil sebab. pengalaman dan penelitian ilmiah itu terbukti sebagai sebab memperoleh hasil. Contoh: Dengan belajar giat seseorang akan berhasil dalam menempuh UAS (Ujian Akhir Semester).”[19] Begitu pula disebutkan dalam hadits lainnya. dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Ini adalah suatu bentuk penipuan. Namun ada pula sebab qodari dan ditempuh dengan cara yang haram. Ini adalah cara yang haram. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.”[21] Misalnya lagi. Misalnya menjalani ujian sambil membawa kepekan (contekan). maka Allah pun akan berlepas diri darinya dan membuat hatinya tergantung pada selain Allah.”[23] Artinya. memperoleh harta dengan cara korupsi. Di antara tanda seseorang menyandarkan diri pada sebab adalah di akhir-akhir ketika tidak berhasil. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. yaitu meyakini takdir Allah. ِ ْ َِ َ ِ ُ ً ْ َ َ َّ َ ْ َ ‫من تعلق شيئا وكل إليه‬ “Barangsiapa menggantungkan diri pada sesuatu. َُ َ ِ ُ َ ِ ََ ْ َ ُ َ ‫ماء زمزم لما شرب له‬ “Khasiat air zam-zam sesuai keinginan ornag yang meminumnya. maka ia tidak termasuk golonganku. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. pent) adalah harta yang berstatus ghulul (baca:korupsi)”. Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya. yaitu hendaklah ia menyandarkan hatinya pada Allah dan bukan pada sebab. ٍ ْ ُ ُ َِ َ ‫وشفاء سقم‬ “Air zam-zam adalah obat dari rasa sakit (obat penyakit). dan bukan pada sebab. maksudnya adalah secara sunnatullah. jika ia bergantung pada selain Allah. Buraidah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Ini adalah sebab qodari dan dihalalkan. Dan sebab qodari di sini ada yang merupakan cara halal dan ada pula yang haram. ‫من غش فليس منى‬ ّ ِ َ ْ ََ ّ َ ْ َ “Barangsiapa menipu.Ditambahkan dalam riwayat Abu Daud (Ath Thoyalisiy) dengan sanad jayyid (bagus) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan.

maka ini adalah syirik akbar (syirik besar). namun tidak melakukan usaha dan mencari sebab. inilah landasan kebaikan dan akan membuat seseorang semakin ridho dengan setiap cobaan.“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50. Misalnya. keduanya tetap memiliki kebaikan. Jika diyakini bahwa pensil tersebut yang menentukan hasil. Minta tolonglah pada Allah. ولكن قل قدر ال وما شاء فعل فإن لو تفتح عمل‬ ِ ِ َ ّْ ‫الشيطان‬ “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Kedua: Melakukan usaha. Keempat: Meyakini bahwa sebab tersebut memiliki kekuatan sendiri dalam menentukan hasil. meraih dengan jalan korupsi. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Ibnul Qayyim mengatakan. maka ini termasuk syirik akbar. Keyakinan semacam ini berarti telah menyatakan adanya pencipta selain Allah. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. .’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. َ َ ّ ِ ْ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ َ ََ ْ ِ ْ ٌ ْ َ ّ ُ ِ َ ِ ِ ّ ِ ِ ْ ُ ْ َ ِ ّ َِ ّ َ ََ ٌ ْ َ ّ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ‫المؤمن القوى خير وأحب إلى ال من المؤمن الضعيف وفى كل خير احرص على ما ينفعك واسْتعن بال ول‬ ِ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ ّ َِ َ َ َ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ْ ُ ْ ِ ََ َ َ َ َ َ َ َ ُ ْ َ َ ّ َ ْ َ ْ ُ َ َ َ ‫َ ْ ِ ْ َِ ْ َ َ َ َ َ ْء‬ ‫تعجز وإن أصابك شى ٌ فل تقل لو أنى فعلت كان كذا وكذا. agar dilancarkan dalam urusan atau bisnis. maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi. Dari Abu Hurairah. maka ini termasuk keharaman.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” [25] [26] Tawakkal yang Keliru Dari penjelasan di atas kita dapat merinci beberapa bentuk tawakkal yang keliru: Pertama: Menyandarkan hati pada Allah. Namun. Misalnya. maka ternyata hasil yang diperoleh tidak sesuai yang diinginkan maka janganlah terlalu menyesal dan janganlah berkata “seandainya demikian dan demikian” dalam rangka menentang takdir. Ketika Mendapat Kegagalan Ketika itu sudah berusaha dan menyandarkan diri pada Allah.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon. Ketiga: Sebab yang dilakukan adalah sebab yang haram. Semoga bermanfaat. Jika engkau tertimpa suatu musibah.”[27] Demikian sedikit pembahasan kami tentangt tawakkal. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam.bersabda. jangan engkau lemah.”[24] Beriman kepada takdir. memakai pensil ajaib yang diyakini bisa menentukan jawaban yang benar ketika mengerjakan ujian. maka ini termasuk syirik kecil. Seperti memakai jimat. Perilaku semacam ini berarti mencela sunnatullah sebagaimana dikatakan oleh Sahl At Tusturi di atas. namun enggan menyandarkan diri pada Allah dan menyandarkan diri pada sebab. “Landasan setiap kebaikan adalah jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi.

apaapa yang mesti mereka perhatikan dalam pelaksanaan ibadah. bahwasanya Aku adalah dekat. agar beliau mengajarkan dan mengingatkan orang-orang beriman. beralih pada seruan untuk Rasulullah saw. Sehingga rangkaian ayat-ayat shaum yang panjang itu.” (QS. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku.com – Ramadhan adalah syahrud du’aa’ –bulan berdoa-. Allah swt.10 Adab Agar Doa Dikabulkan Bagikan Hari ini jam 8:39 Oleh: Ulis Tofa. baik . Maka (jawablah). Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Al-Baqarah: 186) Pengalihan seruan dari orang-orang beriman terkait dengan hukumhukum shaum. Lc dakwatuna. berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. disisipi seruan untuk berdoa.

“أفضل العبادة الدعاء‬ “Sebaik-baik ibadah adalah doa” Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir dari Nabi saw. Ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah doa. walau setelah beberapa waktu. Itu semua menjadi ciri pengabdian dan penghambaan.berupa ketaatan maupun sikap ikhlas. sekaligus pengakuan akan kebutuhan dan pertolongan-Nya. Rasulullah saw. Dan Tuhan Kalian menyeru: Berdoalah kalian kepada-Ku. Allah marah padanya.” Ahmad dan At Tirmidzi Doa adalah perwujudan rasa cinta seorang hamba kepada Allah swt. Pemimpin yang adil. Bahkan ada tiga kelompok yang doanya tidak akan tertolak: “‫ثلثة ل ترد دعوتهم: الصائم حتى يفطر، والمام العادل، ودعوة المظلوم يرفعها ال فوق الغمام وتفتح لها‬ ‫)أبواب السماء ويقول الرب: وعزتي وجللي لنصرنك ولو بعد حين ” )رواه أحمد والترمذي‬ “Tiga kelompok yang tidak akan ditolak do’anya: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka. juga ... Dalam doa ada makna memuji Allah swt.” Beliau juga bersabda: “‫. Allah menyibak awan dan membuka pintu-pintu langit seraya berfirman: “Demi kemulian-Ku dan keagungan-Ku. Pasti Aku kabulkan doa kalian. ada pengakuan bahwa Allah Maha Mulia lagi Maha Pemurah. bersabda: “Doa adalah ibadah. doa yang mengantarkan mereka pada petunjuk dan jalan kebaikan. Hakikat doa sebenarnya juga meminta kekuatan dan kesanggupan dari Allah swt. Dan do’a orang yang teraniaya. bersabda: ‫من لم يسأل ال يغضب عليه‬ “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah.” Rasulullah saw. juga bersimpuh hanya kepada-Nya dengan doa. pasti Aku tolong kamu.

قالوا: إذا نكثر. . bersabda: ‫عن أبي سعيد أن النبي -صلى ال عليه وسلم.” Rasulullah saw. kecuali Allah pasti memberikan kepadanya salah satu dari tiga hal. atau Allah palingkan darinya keburukan. dari Abu Said bahwa Nabi saw.” Dari Salman berkata. Dan selemah-selemah manusia adalah orang yang tidak mau berdoa. juga bersabda dalam hadits Qudsi. Ketika ia tidak berbuat dosa atau sedang memutus hubungan silaturahim. adakalanya disegerakan doanya baginya.”السوء مثلها”. Dan sesuatu tidak akan menambah umur kecuali kebaikan atau albirr. dalam doa itu tidak ada unsur dosa dan memutus tali silaturahim.” Diriwayatkan dari imam Ahmad. bersabda: “Tiada di atas permukaan bumi seorang muslim yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa kecuali Allah akan mendatangkan kepadanya apa yang ia pinta. Allah swt. Bazzar dan Abu Ya’la dengan sanad jayyid. Rasulullah saw. adakalanya disimpan untunya diakhirat kelak. قال: “ال أكثر‬ “Tiada setiap muslim berdoa dengan suatu doa.” Para sahabat bertanya: “Jika kami memperbanyak doa?” Rasulullah saw. dan adakalanya dirinya dihindarkan dari keburukan. bersabda: “Allah lebih banyak (mengabulkan doa).bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling bakhil di antara manusia adalah orang yang pelit salam.” Rasulullah saw.قال: “ما من مسلم يدعو بدعوة ليس فيها إثم ول قطيعة رحم‬ ‫إل‬ ‫أعطاه ال بها إحدى ثلث إما أن تعجل له دعوته وإما أن يدخرها له في الخرة وإما أن يصرف عنه من‬ ‫. bersabda: (‫(ل يرد القضاء إل الدعاء ول يزيد في العمر إل البر‬ “Putusan atau qadha’ Allah tidak bisa ditolak kecuali dengan doa.

maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.” Adab Berdoa Pertama. Hendaknya memilih waktu dan keadaan yang utama.” Imam Ahmad menambah: “Itu terjadi di . Rasulullah saw.?” Imam Muslim Kedua. bersabda: “Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi. Memakan makanan dan memakai pakaian dari yang halal.”ممن يذكر ال في تلك الساعة فكن‬ “Keadaan yang paling dekan antara Tuhan dan hambanya adalah di waktu tengah malam akhir. Rasulullah saw. minumannya haram. bersabda: : ‫قال صلى ال عليه وسلم: “أقرب ما يكون الرب من العبد في جوف الليل الخر فإن استطعت أن تكون‬ ‫. Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku. sementara makanannya haram. Dari Abu Hurairah ra.” Dari Jabir berkata.”وقال رسول ال -صلى ال عليه وسلم-: “إن ال يقول: أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه إذا دعاني‬ “Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. tengah malam. maka kerjakanlah pada waktu itu. pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram. bahwasanya Rasulullah saw.berfirman: ‫. seperti: 1. bersabda: “Sesungguhnya bagian dari malam ada waktu yang apabila seorang hamba muslim meminta kebaikan kepada Allah dan sesuai dengan waktu itu. ya Rabbi. Jika kamu mampu menjadi bagian yang berdzikir kepada Allah. pasti Allah mengabulkannya.

dari Nabi saw. Dalam riwayat Imam Muslim dari Abu Darda’ berkata: “Rasulullah saw. bersabda: “Dua keadaan yang tidak tertolak atau sedikit sekali tertotak. Rasulullah saw. maka berdoalah. Rasulullah saw. maka pintu-pintu langit dibuka.” 4.” 2. dan doa diistijabah. niscaya akan diijabahi doa kalian. bersabda: “Tiada seorang muslim yang berdoa bagi saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu. Maka carilah waktu itu di akhir waktu bakda shalat Ashar.” 8. Dari Sahl bin Saad. kecuali Malaikat . ketika hujan turun. Rasulullah saw. antara adzan dan iqamat. bersabda: “Hari Jum’at 12 jam tiadalah seorang muslim yang meminta kepada Allah sesuatu. maka bersungguh-sungguhlah kalian berdoa.” 6. ketika bertemu musuh. Rasulullah saw. bersabda: “Ketika seorang muadzin mengumandangkan adzan.” 7. potongan waktu akhir di hari Jum’at. saat sujud. kecuali pasti Allah akan memberinya. ketika adzan.” 3. doa seseorang untuk saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya. bersabda: “Doa antara adzan dan iqamat mustajab.setiap malam. bersabda: “Dan adapun ketika sujud.” 5. doa ketika adzan dan doa ketika berkecamuk perang. bersabda: “Dan ketika hujan turun. Dari Sahl bin Saad dari Nabi saw.

tidak keras dan tidak terlalu pelan Rasulullah saw. Keenam. sesungguhnya Dzat yang kalian berdoa kepada-Nya tidak tuli dan juga tidak tidak ada / gaib. bersabda: “Wahai manusia. Allah swt. ia meminta kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat.” 9. Tidak melampaui batas dalam berdoa. Dia tidak menerima doanya. Dia malu jika ada seseorang yang mengangkat kedua tangannya berdoa kepadaNya.” Ketiga. kecuali Allah pasti mengabulkannya.” Kelima. bersabda: “Doa seorang al-akh bagi saudaranya tanpa sepengetahuan dirinya tidak tertolak. hendaknya ketika tidur dalam kondisi dzikir.” Dalam kesempatan yang lain Rasulullah saw. Dari Muadz bin Jabal dari Nabi saw. atau doa dalam hal dosa dan memutus silaturahim dll.berkata. berfirman: “Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan penuh rendah diri dan takut (tidak dikabulkan).” Al-A’raf:55. bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Hidup lagi Maha Pemurah.” Keempat. Berdoa menghadap kiblat dan mengangkat doa tangan. nol tanpa hasil. bagimu seperti apa yang kamu doakan untuk saudaramu. Dengan suara lirih. Contoh melampai batas dalam berdoa adalah minta disegerakan adzab. . Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang melampaui batas. kemudian ketika ia bangun di tengah malam. Dari Salman Al-Farisi berkata. bersabda: “Tiada seorang muslim yang tidur dalam keadaan dzikir dan bersuci. Rendah diri dan khusyu’. Rasulullah saw. kemudian ketika bangun malam berdoa.

iblis laknatullah alaih. Sadar ketika berdoa.” Imam Ahmad Rasulullah saw.” Al-Araf:55. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. maka jangan berkata: “Ya Allah ampuni saya jika Engkau berkenan. berkata. Allah swt.Allah swt. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. juga bersabda: “Jika salah satu di antara kalian berdoa.” Ketujuh. dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai. karena Allah swt. dan menunjukkan kebutuhan. (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) . Rasulullah saw. Allah swt. Akan tetapi hendaknya bersungguh-sungguh dalam meminta. mengabulkan doa makhluk terkutuk. bersabda: “Berdoalah kepada Allah. berfirman dalam surat Al-Anbiya’:90: “Maka Kami memperkenankan doanya. ‫عن أبى هريرة قال: قال رسول ال -صلى ال عليه وسلم-: “ادعوا ال وأنتم موقنون بالجابة واعلموا أن ال‬ ‫،”ل يستجيب دعاء من قلب غافل له‬ Dari Abu Hurairah ra. berfirman: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” Sufyan bin ‘Uyainah berkata: “Janganlah salah seorang dari kalian menahan doa apa yang diketahui oleh hatinya (dikabulkan). sedangkan kalian yakin akan dikabulkan doa kalian. berfirman: “Berkata iblis: “Ya Tuhanku. yakin akan dikabulkan dan benar dalam pengharapan.

kecuali orang yang berdoa dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati. Kesepuluh. menganggap besar apa yang didoakan dan diulang tiga kali. main-main. Rasulullah saw.” Kesembilan. menghadap Allah dengan ringan.” Dari Abu Darda’ berkata: “Mintalah kepada Allah pada hari di mana kamu merasa senang. berkata: “Sesungguhnya saya tidak memikul beban ijabah. Dari Umar bin Khattab ra. Sesungguhnya Allah tidak mengabulkan dari orang yang mendengar. berdoa tiga kali. Ibnu Mas’ud bekata: “Adalah Rasulullah saw. Taubat dan mengembalikan hak orang yang dizhalimi. jika berdoa. Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh. maka ijabah atau dikabulkan akan bersamanya. Karena boleh jadi Allah mengabulkan permintaanmu di saat susah.” Al-Hijr:36-37 Kedelapan.” Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan kecuali orang yang sadar dalam berdoa. Hendaknya ketika berdoa dimulai dengan dzikir kepada Allah dan memujinya dan agar mengakhirinya dengan shalawat atas nabi saw.” Dia juga berkata: “Bersungguhlah dalam berdoa. Allah akan mengabulkan doa dan tasbih. Dan ketika meminta. karena ia sedang meminta kepada Tuhannya. .” Ia melanjutkan: “Dengan sikap hati-hati dari apa yang diharamkan Allah swt. maka ketika saya telah berupaya dalam doa. melihat. akan tetapi memikul doa. meminta tiga kali. Hendaknya ketika berdoa memelas. bersabda: “Jika salah satu di antara kalian meminta. sendau-gurau. karena siapa yang memperbanyak mengetok pintu. maka perbanyaklah atau ulangilah.dibangkitkan.

Dia mempunyai Al-Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu (doamu) dan janganlah pula merendahkannya. Allah berfirman: “Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. padahal doa kalian membawa keburukan bagi kalian. Melampau batas. padahal itu menjadi penghalang doa dikabulkan. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Di antaranya adalah: Pertama.” AlIsra’:110 Ketiga.” Imam Muslim Kedua.” Menghindari kesalahan dalam berdoa Ada beberapa praktek doa yang disebagian umat muslim masih terus berlangsung. Terlalu keras dalam berdoa. Dari Jabir ra. Janganlah kalian meminta kepada Allah di satu waktu yang diijabah Allah. Dan carilah jalan tengah di antara kedua itu. . Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian berdoa untuk kemadharatan diri kalian. tidak akan selamat pada zaman itu. dan jangan berdoa untuk keburukan anak-anak kalian. harta dan jiwa. kecuali orang yang berdoa dengan doa seperti orang yang akan tenggelam.ia yang akan masuk. Berdoa untuk keburukan keluarga.” Dari Hudzaifah berkata: “Akan datang suatu zaman. berkata. Seperti berdoa agar disegerakan adzab. doa dengan dicampuri dosa dan memutus tali silaturahim. Jangan berdoa bagi keburukan hartaharta kalian.

Allahu a’lam. . maka atau kenapa tidak diijabahi?” Imam Bukhari Demikian. uraian singkat tentang keutamaan doa di bulan Ramadhan. Semoga kesungguhan doa kita. dan hal-hal yang harus dihindari ketika berdoa. Amin. bahwasanya Rasulullah saw. jika tidak tergesa-gesa. adab berdoa. Sungguh kamu telah berdoa. Berdoa dengan pengecualian. terutama di bulan suci ini didengar Allah swt..” Kelima. waktu-waktu yang istijabah. ampuni saya jika Engkau berkenan. bersabda: “Akan diijabahi doa kalian. Contoh: “Ya Allah. Dari Abu Hurairah.Keempat. Tergesa-gesa.

1eff40287a25039

Saat Sang Raja Sakit.....

Kenapa Allah berlaku tidak menguntungkan padaku padahal aku sudah ibadah…?! Kita juga pernah melihat ada beberapa orang yang baik (shalih/shalihah) tapi mereka dapat ujian juga, tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan masih banyak lagi musibah/ujian lainnya. Di kesempatan yang lain kita kadang iri melihat orang yang ibadahnya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya makmur, sampai ada yang bergelimang harta, lalu kembali lagi kita menduga-duga, ke-napa Allah berlaku demikian…??? Pada hari Jum’at, seorang Ustadz bercerita tentang dialog antara Malaikat dan Allah. Dialog terjadi berawal dari keputusan Allah yang membuat Malaikat menjadi bertanya-tanya. Masalahnya perihal ada seorang raja yang shalih terlihat nasibnya kurang baik. Tetapi di daerah lain ada seorang raja yang zhalim, nasibnya lebih baik daripada raja yang shalih tadi. Kisahnya begini. Pada suatu ketika, raja yang shalih menderita sakit keras dan untuk bisa sembuh, seorang tabib mengatakan agar raja itu memakan se-ekor ikan yang tidak biasa, masalahnya ikan itu sangat sulit dicari. Ikan itu pun tidak dapat ditemukan. Padahal seharusnya pada saat-saat itu biasanya ikan yang dimaksud banyak bermunculan. Tapi Allah

berkehendak lain, ikan tersebut tidak muncul-muncul, akhirnya wafatlah sang raja yang shalih itu karena tidak mendapat obat. Namun, sebaliknya di negara lain ada raja juga mengidap sakit yang sama seperti raja sebelumnya, tapi raja yang satu ini bukan raja yang shalih, melain-kan raja yang zhalim. Lalu sang tabib pun menyarankan untuk memakan ikan yang sama sebagai obatnya. Anehnya saat itu di mana ikan-ikan itu biasanya tidak bermunculan, tapi Allah berkehendak lain, ikan-ikan itu pun bermuncul-an dan akhirnya sembuhlah si raja zhalim itu. Dengan kejadian itu, Malaikat pun jadi bertanya-tanya, dan begitu penasarannya, terlontarlah pertanyaan malaikat kepada Allah, “Ya Allah, kenapa raja yang zhalim itu Kau permudah urusannya, sedang raja yang shalih itu Kau persulit hingga akhirnya dia meninggal dunia?” Lalu Allah menjelaskan, “Sengaja Aku tidak memberi ikan pada raja yang shalih untuk kesembuhannya dan Aku putuskan dia meninggal dunia, karena dengan wafatnya dia Ku-anggap sebagai penggugur dosanya dari kesalahan yang pernah dia lakukan di dunia. Sehingga dia meninggal dunia tidak membawa dosa, melainkan membawa amal-amal shalih. Karena keburukannya telah Ku-balas di dunia.” Malaikat melanjutkan pertanyaan-nya, lalu bagaimana dengan raja yang zhalim itu ya Allah?” Allah pun menjelas-kannya kembali, “Sebaliknya untuk raja yang zhalim itu sengaja Kuberi dia kesem-buhan, dan bagaimanapun raja yang zhalim itu mempunyai kebaikan semasa di dunia dan kebaikannya Kubalas di Dunia. Sehingga pada saatnya dia nanti meninggal dunia, dia tidak akan memba-wa amal kebaikan, melainkan hanya membawa amal buruk, karena kebaikan-kebaikannya sudah Kubalas di dunia. Dari cerita di atas dipikirkan, setidak-nya kita mendapat pencerahan mengenai suatu dugaan yang salah dari peristiwa yang kita lihat atau yang kita alami sen-diri, dugaan yang membuat kita bertanya-tanya kenapa Allah berlaku tidak meng-untungkan kita padahal sudah ibadah? Dan kita juga pernah melihat ada bebe-rapa orang yang baik (shalih/ shalihah) tapi mereka dapat ujian juga tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta, dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan ada beberapa musibah lainnya. Di sisi lain rasa iri melihat orang yang ibadahnya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya sukses, serba mewah, lalu kembali lagi kita menduga-duga, kenapa Allah berlaku demikian…???

Jawabannya, biar lah Allah berlaku sesuka-Nya pada kita dan pada hambahamba-Nya yang lain, karena Dia-lah (Rabb) Sang Pemilik alam beserta isinya dan yang Maha Mengetahui apa yang akan diperbuat-Nya. Kita sebagai manusia teruslah ikhtiar dan meningkatkan iba-dah tanpa harus mendikte Allah, meng-ikhlaskan diri dalam menerima segala ketentuan dari Allah, itu lah sesuatu yang teramat penting sekali! Karena bila kita ridha terhadap ketentuan Allah, Allah pun akan memberikan ridha-Nya pada kita, sehingga kita akan mendapat rah-mat-Nya, dan yang lebih penting dijauh-kan dari siksa bakaran api neraka yang bahannya dari manusia dan batu yang sungguh itu amat pedih. Mengenai musibah yang terjadi/ menimpa seperti itu tadi ikhlaskan saja, insyallah itu akan menjadi penggugur dosa yang nantinya akan mengurangi timbangan dosa di akhirat dan akan mem-beratkan timbangan amal baik, seperti kisah raja yang shalih di atas, dia tidak mendapat kebaikan di dunia, tapi Allah memberikan kebaikan untuknya di akhi-rat, subhanallah. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian, dan boleh jadi (pula) kalian menyukai sesuatu, pada-hal ia amat buruk bagi kalian; Allah mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui”. (QS. AlBaqarah: 216)

BAU HARUM MASYITAH
Masyithah pelayan putri Fir’aun. Ia ibu yang melahirkan putra-putra berlian. Wanita yang berani mempersembahkan jiwa-raga untuk agama Allah swt. Ia seorang bunda yang memiliki sifat kasih sayang dan kelembutan. Mencintai anak-anaknya dengan cinta fitrah ibu yang tulus. Masyithoh berjuang, bekerja, dan rela letih untuk membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat. Bayangkan, anaknya yang terkecil direnggut dari belaian tangannya. Si sulung diambil paksa. Keduanya dilemparkan ke tengah tungku panas timah membara. Masyithah menyaksikan itu semua dengan mata kepalanya sendiri. Kalbu ibu mana yang tidak bergetar. Hati ibu mana yang tidak hancur bersama luruhnya jasad buah hatinya. Jiwa ibu mana yang tidak tersembelih dan membekaskan rasa sakit dengan luka menganga? Masyithah melihat sendiri si sulung dan si bungsu menjerit kesakitan terpanggang di tungku timah panas membara. Itulah peristiwa dahsyat yang dihadapi Masyithah, sosok yang menakjubkan dalam cinta kepada Allah swt. Ia seorang ibu mukminah yang sangat sabar dan memiliki anak-anak yang shalih lagi baik hati. Cinta yang bersemayam dalam hati mereka

“Ketika menjalani Isra’ dan Mi’raj. Ia telah sukses mendidik anak-anaknya untuk mempersembahkan nyawa mereka untuk Allah swt. Sisirnya jatuh dari tangannya.” Fir’aun marah besar. bau harum apa ini?” tanya Rasulullah. “Ya. telah membuncah di kalbunya. bercerita kepada kita. Ia hidup di istana raja. ‘Bismillah. Akan tetapi keimanan kepada Allah swt.’ Ia menolak. ”Suatu hari Masyithah menyisir rambut putri Fir’aun. ‘Tidak.adalah gejolak iman yang mampu melahirkan sebuah pengorbanan yang sempurna. siapa yang pernah merasakan pahitnya kezhaliman meskipun sesaat. Tuhan saya dan Tuhan kamu adalah Allah. Masyithah wanita terhormat lagi mulia.” Fir’aun menuruti permintaannya. Inilah hakikat yang sebenar-benarnya: Iman yang baik akan mampu mengalahkan tarikan dunia dengan segala isinya. pasti akan tahu mengapa Rasulullah saw bersabda. mencicipi sakitnya siksaan meskipun sebentar. Bismillah Sungguh.” Saya bertanya. Akan tetapi Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah.’ Ia menyuruh putri itu untuk menceritakan peristiwa tersebut kepada ayahnya. Masyithoh meminta satu hal kepada Fir’aun. Masyithah mengajarkan kepada kita tentang sempurna dalam berkorban dan total dalam berderma. ”Kezhaliman akan membawa kegelapan di hari kiamat. “Wahai Fulanah. Ia memerintahkan dibuatkan tungku besar yang diisi timah panas. “Apa kelebihan Masyithah?” Jibril menjawab.’ Putri Fir’aun kaget dan berkata kepadanya. Begitu juga anak-anaknya. Kehidupan dunia tidak mampu mengalihkan mereka dari cita-cita meraih keridhaan Sang Pencipta. Tuhanku Allah Tidak diragukan lagi. Maka Fir’aun memanggil Masyithah. Jibril menjawab. “Ini bau harum Masyithah –pelayan putri Fir’aun– dan anak-anaknya. apakah engkau punya Tuhan selain aku?” Ia menjawab. Masyithah tidak menyerah. Ia dekat kekuasaan karena tugasnya merawat anak Fir’aun. agar Masyithah dan anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya. Kadang ia menyembunyikan keimanannya seperti yang dilakukan istri atau keluarga Fir’aun yang muslim lainnya. Semua ketidaknyamanan itu dihadapinya dengan tegar sampai akhirnya ia bertemu dengan Tuhannya dengan ridha dan diridhai.” (Bukhari) Masyithah telah merasakan beragam kezhaliman dan penyiksaan. Rasulullah saw. aku mencium bau yang sangat harum.” “Wahai Jibril. . “Saya minta tulangku dan tulang anak-anakku dibungkus menyatu dengan kain kafan. Putri itu pun menceritakan kepada Fir’aun. Ia berkata. ‘Dengan menyebut nama ayahku. Fir’aun bertanya.

”Bismillah”. Masyithah dan anak-anaknya membuktikan keimanannya kepada Allah dengan mewakafkan diri hancur disiksa dengan cara yang sangat tidak berperikemanusiaan oleh Fir’aun. Fir’aun melakukanya untuk menakut-nakuti Masyithah. Masyithah telah memberi cambuk yang senantiasa memotivasi kita untuk meraih kehidupan yang baik dan lebih baik lagi. tanpa paksaan. dorongan keimanan yang kuat membuatnya bertahan dan keluar menjadi pemenang. maka lisan akan mengucapkan apa yang terpendam dalam kalbu tanpa beban. ”Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah. Ada sejumlah pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Masyithah. Tapi. . Ia tidak gentar dengan kekuatan Fir’aun yang terkenal bengis dan tidak berperikemanusiaan. dan tanpa rasa takut. Apa pun yang terjadi. Bahkan.Bedanya ketika iman telah memenuhi kalbu. Sampai saat ini. Fir’aun berharap naluri keibuan Masyithah iba akan nasib anak-anaknya dan itu membuatnya lemah lalu mau kembali mengakui Fir’aun sebagai Tuhan. memperlihatkan kepada Fir’aun bahwa yang menggenggam kalbu Masyithah adalah diri-Nya. Karena. Inilah yang dilakukan Masyithah. Ia memproklamasikannya dengan bangga dan gembira. Karena. di antaranya: · Iman adalah senjata yang sangat ampuh. kisahnya masih terngiang di telinga orang-orang yang rindu bertemu dengan Allah swt. Ia telah mengungkapkan isi kalbunya yang telah disimpannya berhari-hari bahkan bertahun-tahun. dan rela dengan agama yang mereka anut. Ujian Kalbu Sungguh ujian berat menimpa wanita mulia ini beserta anak-anaknya. iman adalah kekuatan yang bersumber dari ma’iyatullah (kebersamaan dengan Allah swt dan lindungan-Nya). tapi mampukah membunuh ruhnya? Itu mustahil dilakukan Fir’aun. Fir’aun menghukum karena mereka beriman kepada Allah swt. ketika putri Fir’aun memintanya untuk mengakui ketuhanan ayahnya. Pelajaran dari Kisah Masyithah Masyithah telah wafat. Tanpa belas kasih Fir’aun melempar anak-anak Masyithah satu demi satu ke tungku besar berisikan timah panas yang mendidih. Namun. ia menolak tegas dengan mengatakan. Apakah Fir’aun mampu menguasai kalbu seseorang yang telah beriman? Mungkin ia bisa membunuh jasadnya. tanpa memikirkan resiko yang akan dialaminya. kisahnya belumlah berakhir.” Ia tidak takut siksaan. Akan tetapi Allah swt. Apa yang dihadapi Masyithah adalah ujian yang berat bagi kalbu orang yang beriman. Ia mengatakan dengan dilandasi fitrah yang suci. ia hadapi dengan tegar.

namun pasti ujungnya akan lenyap. · Balasan amal yang didapat seseorang adalah sesuai dengan kadar amal perbuatan itu sendiri. sebagaimana firman Allah swt.” (Muslim) · Selalu ada permusuhan abadi antara hak dan batil. · Sungguh. Pasti akan datang kepada setiap orang yang mengaku beriman.” (An-Nahl:128) · Sabar dalam menghadapi cobaan dan teguh dalam pendirian. · Peran dan kontribusi kaum wanita muslimah tidaklah lebih kecil dibanding pria dalam mengibarkan panji kebenaran. ujian itu sunnatullah. tidak akan menyiksa seseorang karena dosa orang lain. akan meneguhkan orang-orang yang beriman ketika mereka dalam kondisi membutuhkan keteguhan tersebut. Para wanita memiliki peran yang besar dalam dakwah ilallah sejak zaman dahulu. Rasulullah saw bersabda. tapi para pahlawan selalu memiliki kemiripan. antara kebaikan dan keburukan.” . ”Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. itulah yang dibuktikan oleh Masyithoh dan anak-anaknya. Sebab. lalu kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. dalam surat Ar Rum: 47.Allah swt berfirman. mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup). dan Rasulullah menyampaikannya kepada kita untuk dijadikan teladan. ”Dan sesungguhnya kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang Rasul kepada kaumnya. Allah swt. dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. · Allah swt. · Muslim yang sejati tidak akan tunduk kecuali kepada Allah swt. Sedangkan Masyithah diabadikan namanya dengan harum. Kisah tetap satu: cobaan akan terjadi. Karena yang asli adalah kebaikan. ”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah. Syahidnya Masithah akibat siksaan Fir’aun adalah bukti puncak pengorbanan yang pernah dilakukan wanita dalam sejarah. dan menjadikan dirinya dan anak-anaknya wangi semerbak di langit tujuh karena perbuatannya yang baik. Meskipun keburukan banyak dan beragam. · Allah swt. Dan ia senantiasa melaksanakan kewajiban amar ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Ending-nya tidak akan berubah. cerita seperti ini berulang dan akan terus berulang sepanjang waktu. Selalu akan ada orang zhalim dengan beragam bentuk kezhalimannya dan selalu ada orang yang akan menentang mereka meski tahu ada siksaan dan cobaan menyertai usaha baiknya itu. telah menghancurkan Fir’aun dan menghinakannya namanya dalam catatan sejarah yang akan terus dikenang sepanjang kehidupan manusia sebagai manusia terjahat. Jibril mencerita hal ini kepada Rasulullah. dan masing-masing dari keduanya mendapatkan kebaikan.

untuk amar ma'ruf. berdoa kepada Allah. . atau untuk lainnya yang berupa ketaatan kepada Allah. maka inilah yang dituntut dari seorang mukmin. dan juga dapat digunakan untuk memperturutkan setan. Jika seorang hamba mempergunakan lidahnya untuk membaca Al-Qur`ân. dan ini merupakan perwujudan syukur kepada Allah terhadap nikmat lidah. berdzikir. bahwasanya lidah yang berfungsi untuk berbicara ini seperti senjata bermata dua. nahi munkar.a956a97650386a Senjata Bermata Dua Bagikan Kemarin jam 22:54 Meski lidah merupakan nikmat yang besar. namun kita perlu mengetahui. Yaitu dapat digunakan untuk taat kepada Allah.

memecah belah umat Islam. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ً َ َ َ ِ ْ ُ َ ّ ِ َ َ ْ ِ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ْ َ ْ ‫ِ ّ ْع ْ َ َ َ َ َّ ُ ِ ْ َِ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ ِ ّ َ ُ ْ ِ َ َ َ ً َ ْ َ ُ ُ ّ ِ َ َ َ َ ٍ َِن‬ ‫إن ال َبد ليتكلم بالكلمة من رضوان ال ل يلقي لها بال يرفعه ال بها درجات وإ ّ العبد ليتكلم بالكلمة من سخط ال ل يلقي لها بال‬ ِ ُ ِ َ َّ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ‫يهوي بها في جهنم‬ "Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk keridhaan Allah. atau lainnya yang berupa ketaatan kepada setan. dan merupakan kekufuran kepada Allah terhadap nikmat lidah. Yaitu berbicara batil (kerusakan. namun juga bisa menyebabkan kecelakaan yang besar bagi pemiliknya. dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka Jahannam". Dengan demikian. dia tidak menganggapnya penting. [HR al-Bukhâri. bersaksi palsu. 6478] Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani rahimahullah menjelaskan makna "dia tidak menganggapnya penting". merusak kehormatan seorang muslim. Abu 'Ali ad-Daqqâq rahimahullah (wafat 412 H) berkata: . bencana yang ditimbulkan oleh lidah ada dua. Dan sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk kemurkaan Allah. jika seseorang mempergunakan lidahnya untuk berdoa kepada selain Allah. sia-sia). dia tidak menganggapnya penting.Sebaliknya. maka ini diharamkan atas seorang mukmin. melakukan ghibah. namimah. yaitu dia tidak memperhatikan dengan fikirannya dan tidak memikirkan akibat perkataannya. [Lihat Fat-hul-Bâri. dengan sebab satu kalimat itu Allah menaikkannya beberapa derajat. serta tidak menduga bahwa kalimat itu akan mempengaruhi sesuatu". bernyanyi dengan lagu-lagu maksiat. dan diam dari al-haq yang wajib diucapkan. no. lidah manusia itu bisa menjadi faktor yang bisa mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah. 6478] BENCANA LIDAH Secara umum. penjelasan hadits no. berdusta.

dia berkata lembut. dan dia mampu merubahnya. dan ibadahnya. melihat wanita yang tidak halal dilihat. Kebanyakan manusia. zuhudnya. Sehingga terkadang seseorang yang dikenal dengan agamanya. ada seseorang yang mudah menjaga diri dari makanan haram. dapat menyebabkan dirinya bisa terjerumus ke dalam neraka melebihi jarak timur dan barat. Bencana lidah itu bisa mengenai pribadi. Dalam riwayat lain disebutkan bahwasanya beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ِ ّ ِ َ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ْ َ ْ ّ ِ ‫إن العبد ليتكلم بالكلمة ما يتبين ما فيها يهوي بها في النار‬ . namun ia mengucapkan kalimatkalimat yang menimbulkan kemurkaan Allah. Bencana lidah termasuk bagian dari bencana-bencana yang berbahaya bagi manusia. terang-terangan melakukan kemaksiatan di hadapannya. berzina. berbuat zhalim kepada orang lain. ia menyimpang dengan dua jenis bencana lidah sebagaimana di atas. dengan sebab satu kalimat itu ia terjungkal selama 70 tahun di dalam neraka. Atau melihat kemungkaran. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ِ ّ ِ ً ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ِ ْ َ ً ْ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ُ ّ ّ ِ ‫إن الرجل ليتكلم بالكلمة ل يرى بها بأسا يهوي بها سبعين خريفا في النار‬ Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan satu kalimat. Seperti seseorang yang bertemu dengan orang fasik. atau umat Islam secara keseluruhan.ُ َ ْ َ ٌ َ ْ َ ّ َ ْ ِ َ ُ ِ ّ َ ٌ ِ َ ٌ َ ْ َ ِ ِ َ ْ ِ ُ َّ َ ُ ْ ‫المتكلم بالباطل شيطان ناطق والساكت عن الحق شيطان أخرس‬ "Orang yang berbicara dengan kebatilan adalah setan yang berbicara. mencuri. namun dia seakan sulit menjaga diri dari gerakan lidahnya. ketika berbicara ataupun diam. walau di dalam hati. Sedangkan orang yang diam dari kebenaran ialah setan yang bisu. atau karena tak peduli terhadap agama. Sedangkan orang yang beruntung. namun dia membisu karena menjaga kehormatan pelakunya. sedangkan orang yang diam dari kebenaran adalah setan yang bisu" Orang yang berbicara dengan kebatilan ialah setan yang berbicara. ia bermaksiat kepada Allah Ta'ala. dan ia tidak memperhatikannya. minum khamr. ia tidak menganggapnya berbahaya. Termasuk perkara yang mengherankan. tanpa mengingkarinya. ia juga bermaksiat kepada Allah Ta'ala. Padahal hanya dengan satu kalimat itu saja. atau orang lain. masyarakat. Atau ia tersungkur di dalam neraka selama tujuh puluh tahun. dan lainnya. yaitu orang yang menahan lidahnya dari kebatilan dan menggunakannya untuk perkara bermanfaat.

Dan yang nampak. no. padahal lidah yang paling dikhawatirkan Nabi n atas umatnya. Atau seperti yang disabdakan Nab"i. Allah tidak akan mengampuni Si Fulan!" Kemudian sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman: "Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku. sesuatu yang manusia merasa amat tenteram terhadapnya ialah lidah mereka. dan Aku menggugurkan amalmu". 'Rabbku adalah Allah'. ‫عن سفيان بن عبد ال الثقفي قال قلت يا رسول ال حدثني بأمر أعتصم به قال قل ربي ال ثم استقم قلت يا رسول ال ما أخوف ما‬ َ ُ َ ْ َ َ ّ َ ُ َ َ ُ ْ ُ ْ ِ َ ْ ّ ُ ّ َ ّ َ ْ ُ َ َ ِ ِ ُ ِ َ ْ َ ٍ ْ َِ ِ ْ ّ َ ّ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ّ ِ َ ّ ّ ِ ْ َ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ َ ِ ُ ِ ِ ‫تخاف علي فأخذ بلسان نفسه ثم قا َ هذا‬ َ َ ‫َ َ ُ ََ ّ ََ َ َ ِِ َ ِ َ ْ ِ ِ ُ ّ َ ل‬ "Dari Sufyan bin 'Abdullah ats-Tsaqafi. 2621] Oleh karena bahaya lidah yang demikian itulah. wahai Rasulullah. Sebagai contoh. ialah sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam di bawah ini: ِ ّ َ ُ َ ّ َ ‫َ ْ ُ ْ َب‬ ‫ عن جند ٍ أن رسول ال‬n ‫حدث أن رجل قال وال ل يغفر ال لفلن وإن ال تعالى قال من ذا الذي يتألى علي أن ل أغفر لفلن فإني‬ ّ َِ ٍ َ ُ ِ َ ِ ْ َ َ ْ َ ّ ََ ََّ َ ِ ّ َ ْ َ َ َ َ َ َ ّ ّ َِ ٍ َ ُ ِ ّ ُ ِ ْ َ َ ّ َ َ َ ً ُ َ ّ َ َ ّ َ َ ُ ِ َ َ َ ‫َ ْ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ٍ ََ ْ َ ْ ُ َ ََ َ َ ْ ك‬ ‫قد غفرت لفلن وأحبطت عملك أو َما قال‬ "Dari Jundab." Syaikh Husain al-'Awaisyah berkata: "Sesungguhnya sekarang ini. namun dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka lebih jauh dari antara timur dan barat".‫أبعد ما بين المشرق والمغرب‬ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ ْ َ ْ َ َْ َ َ َ َْ "Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang ia tidak mengetahui secara jelas maksud yang ada di dalam kalimat itu. sesungguhnya Aku telah mengampuni Si Fulan. MENJAGA LIDAH . Aku berkata: "Wahai Rasulullah. lidah itu seolaholah pabrik keburukan. Beliau memegang lidah beliau sendiri. no. tidak pernah lelah dan bosan". bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan ada seorang laki-laki berkata: "Demi Allah. ia berkata: "Aku berkata. Lâ haula wa lâ quwwata illa bilâhil-'aliyyil-'azhîm. [HR Muslim. lalu bersabda: "Ini". namun lidahnya memotong dan menyembelih kehormatan orang-orang yang masih hidup atau yang sudah meninggal. lalu istiqomahlah". [HR Muslim. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengkhawatirkan umatnya. katakan kepadaku dengan satu perkara yang aku akan berpegang dengannya!" Beliau menjawab: "Katakanlah. bahwa Aku tidak akan mengampuni Si Fulan. Dia tidak peduli dengan apa yang sedang ia ucapkan. apakah yang paling anda khawatirkan atasku?". 2988] Alangkah banyak manusia yang menjaga diri dari perbuatan keji dan maksiat.

Keterjagaan dan lurusnya lidah sangat berkaitan dengan kelurusan hati dan keimanan seseorang. Lidah itu sendiri merupakan anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan dikendalikan. apakah sebab keselamatan?" Beliau n menjawab: "Kuasailah lidahmu. sehingga lisannya istiqomah. dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sesungguhnya kami ini tergantung kepadamu. 2407) dari Abu Sa'id al-Khudri. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya. sehingga hatinya istiqomah. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqomah. [8] Dalam hadits Tirmidzi (no. dari Anas bin Mâlik . setelah Nabi n memerintahkan seseorang beristiqomah. sesungguhnya semua anggota badannya berkata merendah kepada lisan: "Takwalah kepada Allah dalam menjaga hak-hak kami. beliau bersabda: ُ َ ِ َ َ ُ ُ َ ُ َ ْ َ َ َ َّ ْ ٌ ُ َ ُ ُ ْ َ َ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َْ َ َّ ُ ُْ َ ُ ِ َْ َ َ َ ُ ُْ َ َ ِ َْ َ َّ ٍ ْ َ ُ َ ِ ُ ِ َْ َ َ ‫ل يستقيم إيمان عبد حتى يستقيم قلبه ول يستقيم قلبه حتى يستقيم لسانه ول يدخل رجل الجنة ل يأمن جاره بوائقه‬ "Iman seorang hamba tidak akan istiqomah. kemudian mewasiatkan pula untuk menjaga lisan. Jika engkau istiqomah. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ‫إذا أصبح ابن آدم فإن العضاء كلها تكفر اللسان فتقول اتق ال فينا فإنما نحن بك فإن استقمت استقمنا وإن اعوججت اعوججنا‬ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ َِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ َِ َ ِ ُ ْ َ َ ّ َِ َ ِ ّ ِ ّ ُ ُ َ َ َ َ ّ ُ ّ َ ُ َ ُّ َ َ ْ َْ ّ َِ َ َ ُ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ "Jika anak Adam memasuki pagi hari. niscaya aku menjamin surga baginya. ia berkata: "Aku bertanya. Lidah memiliki fungsi sebagai penerjemah dan pengungkap isi hati." Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga menjelaskan. Di dalam Musnad Imam Ahmad. rumah yang luas bagimu.Menjaga lidah disebut juga hifzhul-lisân. Jika engkau menyimpang (dari jalan petunjuk). Apa jaminan bagi seseorang yang menjaga lidahnya dengan baik? Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ ْ َ ِ ْ َْ ِ َ ْ َ َ َ ِ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ‫من يضمن لي ما بين لحييه وما بين رجليه أضمن له الجنة‬ "Barang siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya. ia tidak akan masuk surga". seorang mukmin hendaklah menjaga lidahnya. . wahai Rasulallah. maka kami juga istiqomah. Oleh karena itu. menjaga lidah merupakan keselamatan. kami juga menyimpang" Oleh karena itu. َ ‫عن عقبة بن عامر قال قلت يا رسول ال ما النجاة قال أملك عليك لسانك وليسعك بيتك وابك على خطيئت‬ ‫َ ْ ُ ْ َ َ ْ ِ َ ِ ٍ َ َ ُ ْ ُ َ َ ُ َ ّ َ ّ َ ُ َ َ َ ِْ ْ ََ ْ َ ِ َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ََ َ ِ َ ِك‬ ِ "Dari 'Uqbah bin 'Aamir.

[HR. dan hendaklah menyesali kesalahan-kesalahan dengan cara menangis. dan hal itu akan menunjukkan isi hatinya. yaitu yang nampak maslahatnya. maka ia berbicara. Jika ingin mengetahui isi hati seseorang. al-Bukhaari (no. Imam asy-Syafi'i berkata: "Jika seseorang menghendaki berbicara. jika jelas nampak maslahatnya. Hadits yang disepakati keshahîhannya ini merupakan nash yang jelas. . bahkan banyak dilakukan. kecuali perkataan yang jelas maslahat padanya. 6475) dan Muslim (no. Karena perkataan mubah bisa menyeret kepada perkataan yang haram. dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. maka tidak berbicara sampai jelas maslahatnya". maka hendaklah ia tidak berbicara. ia bersabda: ْ ُ ْ َِ ْ َ ً ْ َ ْ ََُْ ِ ِ ْ ِ ْ َْ َ ّ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ ‫من كان يؤمن بال واليوم الخر فليقل خيرا أو ليصمت‬ ِ "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir. seharusnya setiap mukallaf (orang yang berakal dan baligh) menjaga lidahnya dari seluruh perkataan. janganlah berbicara kecuali dengan perkara yang membawa kebaikan. Diriwayatkan dalam Shahîhain. Kebiasaan ini. Tirmidzi. betahlah tinggal di dalam rumah dengan melakukan ketaatan-ketaatan. maka sebelum berbicara hendaklah ia berfiikir. Sedangkan keselamatan itu tidak ada bandingannya. hendaklah dia berkata yang baik atau diam". 2406] Maksudnya. lidah merupakan alat yang berguna untuk mengungkapkan isi hati. Imam an-Nawawi rahimahullah (wafat 676 H) berkata: "Ketahuilah. Ketika berbicara atau meninggalkannya itu sama maslahatnya. Hendaklah seseorang tidak berbicara kecuali jika perkataan itu merupakan kebaikan.dan tangisilah kesalahanmu". dan jika ragu-ragu. no. baik orang tersebut mau maupun enggan. maka menurut Sunnah adalah menahan diri darinya. maka perhatikanlah gerakan lidahnya. 47). isi pembicaraannya. Selain itu. atau makruh. dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu. Jika ia ragu-ragu tentang timbulnya maslahatnya.

Bagaimana kalau kita gunakan 5S ? S yang pertama adalah Senyum. lidahnya itu akan mengambilkan untukmu apa yang ada di dalam hatinya. Sedangkan lidah itu adalah gayungnya. Tapi Senyum menjadi ibadah.wb. Senyum tanpa tenaga. Sapaan yang hangat. Senyum adalah sedekah. . pahit. S yang ketiga Sapa. Karena sesungguhnya. rahmat dan keberkahan. manis. Setinggi apapun pangkat. kitalah orang yang mendahulukan mencairkan kebekuan dengan menyapa. gelar. Sapaan yang sopan betul-betul membuat kita menjadi peribadi yang disukai. asin. S yang kedua adalah Salam. Maka perhatikanlah ketika seseorang berbicara. dan lainnya. kedudukan. Untuk menjadi pribadi yang menyenangkan tentu saja semuanya harus berawal dari "Hati". S yang keempat Sopan. Senyum yang membuat orang senang. jabatan kalau tidak punya kesopanan hilang semuanya menjadi tidak bernilai.Diriwayatkan bahwasanya Yahya bin Mu'adz berkata: "Hati itu seperti periuk dengan isinya yang mendidih. Senyum itu memperindah dan Senyum itu adalah bunga. Senyum tanpa biaya. Mari kita biasakan senang menyapa dengan hangat. Salam itu doa . Pengambilan lidahnya akan menjelaskan kepadamu rasa hatinya". "Assalamualaikum wa Rahmatullah wa Barrakatuh" Semoga Allah memberikan keselamatan bagimu. Sebarkan Salam akan menyenangkan. tawar. BENGKEL AKHLAQ (AA’ GYM) Assalamualaikum wr.

pasti menjadi pribadi yang disukai. tentunya pun diikuti dengan terbentuknya pribadi yang menyenangkan. Saudaraku.Senyum. Salam. Sapa dengan hangat. Wahai yang Membulak-balikan hati.wb. . mendahulukan orang adalah kesantunan. karena sapaan kita yang hangat. tebarkan kasih sayang dimanapun kami berada dan hindarkan kedzaliman dimanapun kami berada. ampuni jikalau banyak orang yang tersakiti dan teraniaya oleh perilaku kami. Santun adalah keterampilan kita untuk mendahulukan orang lain. Doa Ya Allah ampuni segala kekasaran dan kekerasan yang pernah kami lakukan. dengan ketulusan dan kasih sayang Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzabannar Amiin ya Allah Wassalamualaikum wr. Wahai yang Maha Agung yang Maha Mendengar. indahkan hidup kami dengan kelembutan Qolbu. Sopan terhadap siapapun dan Santun. karena sikap yang sopan dan kesantunan kita yang bermutu. termasuk senang memaafkan orang lain. Ini sikap yang santun. Dimanapun kita ada usahakan orang-orang yang ada disekitar kita selain tidak menjauh tapi menjadi betah karena senyuman kita. bagaimana jika orang tua kita dahulukan. Caranya adalah Sopan. muliakanlah diri kami dengan kelembutan hati. karena salam kita yang tulus.

"Ya. kecuali dirinya sendiri. Sifat inilah yang berusaha ditransfer iblis kepada manusia yang bersedia menjadi sekutunya. niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi. serta sibuk melihat aib dan kesalahan orang lain tanpa mau melihat aib dan kekurangan diri sendiri. kebaikan hanya bisa terwujud manakala seseorang bersikap rendah hati (tawadu). Ia tidak menyalahkan siapa pun. Jika Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami. keengganan melakukan introspeksi (muhasabah). Sifat ini ditandai dengan ketidaksiapan untuk menerima kebenaran yang datang dari pihak lain. Padahal. Tuhan kami. Demikian pula dengan Nabi Yunus AS saat berada dalam gelapnya perut ikan di tengah lautan. seraya terus . Inilah sifat yang melekat pada iblis. melakukan introspeksi. kami telah menganiaya diri kami sendiri.a956a97650386a Renungan Kekurangan Diri Bagikan Hari ini jam 17:56 Awal malapetaka dan kehancuran seseorang terjadi ketika penyakit sombong dan merasa diri paling benar bersemayam dalam hatinya. mau menyadari dan mengakui kekurangan diri. Nabi Adam AS dan Siti Hawa saat melakukan kesalahan dengan melanggar larangan Tuhan. serta siap menerima kebenaran dari siapa pun dan dari mana pun. mereka malah langsung bersimpuh mengakui segala kealpaan seraya berkata. Sikap seperti ini sebagaimana dicontohkan oleh orang-orang mulia dari para nabi dan rasul. alih-alih sibuk menyalahkan iblis yang telah menggoda dan memberikan janji dusta." (QS Al-A'raf [7]: 23).

aku termasuk orang-orang yang zalim. Begitulah sikap arif para nabi yang patut dijadikan teladan. bertobatlah dan mintalah ampunan kepada-Nya. Sesunguhnya. Karena itu. "Janganlah kamu mengatakan dirimu suci." (HR Muslim). ia harus selalu melakukan introspeksi. Allah SWT berfirman. Dialah yang paling mengetahui orang yang . Sebab." (QS AlAnbiya [21]: 87). Mahasuci Engkau.bertasbih menyucikan Tuhan-Nya. manusia. Mereka tidak merasa diri mereka sudah sempurna. Nabi Muhammad SAW selalu membaca istigfar dan meminta ampunan kepada Allah SWT sebagai bentuk kesadaran yang paling tinggi bahwa tidak ada manusia yang sempurna. aku bertobat sehari semalam sebanyak seratus kali. "Wahai. Ia berkata. dan suci. bersih. "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Bahkan. Beliau bersabda.

terkecuali. alangkah bijaknya kalau kita sibuk melihat aib sendiri. Al Kahfi : 110. maka dihapuslah seluruh dosa dari diri orang tersebut. lebih baik mengarahkan telunjuk kepada diri sendiri. semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui' (Q. Az Zukhruf : 9). Sehingga yang bersangkutan tak ubahnya orang yang tidak pernah berbuat dosa (Hadits). tentu saja tidak sebatas menyekutukan Dzat Allah SWT semata. yang apabila seseorang sampai wafatnya tidak bertaubat. pemelihara dam pendidik) yang membuat mereka kemudian tergelincir ke dalam kemusyrikan adalah dari sisi "Tauhid Uluuhiyyah" (Esa-nya Allah sebagai Dzat satu-satunya yang berhak disembah dalam ibadah secara integral). tapi tidak di-Esa-kan dalam sifat. maka Allah SWT tidak akan pernah mengampuninya (Q. di antaranya "syirik".bertakwa. An Nisaa' : 48. siapakah yang menciptakan langit dan bumi ?. daripada mengarahkan telunjuk kepada orang." Waspada dengan Dosa yg tak terampuni Allah SWT tidak hanya Maha "Ghafuur" (pengampun) tapi juga Maha "Afuwwun" (penghapus) terhadap segala macam dosa (Q. Dalam Musnad Anas ibn Malik RA. niscaya mereka akan menjawab. maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah) ?" (Q. aturan dan hukum-hukum-Nya ? Umumnya orangorang musyrik sejak zaman Nabi Nuh As sampai saat ini meyakini Allah SWT dari sisi "Tauhid Rububiyyah" (Esa-nya Allah sebagai pencipta. Daripada sibuk melihat aib orang. "kufur" dalam berbagai bentuknya. men-"Tauhid" (Esa) kan Allah SWT dalam pengabdian merupakan ujian terberat dalam mempertahankan dan mengembangkan fitrah iman dan Islam . Az-Zumar : 53) di mana bila Dia berkenan mengampuni dosa seseorang." (QS Annajm [53]: 32). Firman Allah SWT : "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka. 116) yang bersangkutan terancam abadi di Neraka Jahannam.S. sebab apalah artinya bila Allah SWT di-Esa-kan dalam Dzat-Nya. siapakah yang menciptakan mereka. Al Maa-idah. Prinsip ini berlaku bagi segala jenis dosa.S.S. "Beruntunglah orang yang sibuk melihat aib dirinya sehingga tidak sibuk dengan aib orang lain. 72) Yang dimaksud "syirik" di sini.S. sedetik pun tidak akan berjumpa dengan Allah SWT yang hanya berkenan menjumpai hamba-hambaNya yang ada si surga (Q. Dengan kata lain.S. Karena itu. niscaya mereka menjawab : "Allah". Nabi SAW bersabda. Az Zukhruf : 87). "Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka.

haji dan lain sebagainya. qishash bagi pembunuh dan sebagainya. berharap. waris. Jangankan manusia biasa. bersikap dan bertindak agar tidak terjerumus dalam kemusyrikan. Al A'raaf : 172. ketika masih hidup sekalipun seseorang tidak bisa memberi manfaat atau mudharat kepada orang lain. permohonan perlindungan. tapi kiranya masih ada orang yang mengaku mu'min mendatangi kuburan atau tempat-tempat yang dikeramatkan lalu mereka berdo'a dan meminta-minta berkah kepada arwaharwah yang tentu saja. shalat. riba.(Q. "Fitrah" dalam pengertian "suci" dari kekufuran dan kemusyrikan. takut. nikah dan sebagainya (An Nisaa' : 61. Termasuk syirik tentunya. tapi mencakup segala keterikatan dan keterkaitan hubungan antara manusia sebagai makhluk dengan Allah SWT sebagai Al Khalik seperti rasa cinta. "laa haula walaa quwwata illa billah". Ibadah yang dimaksud tentunya tidak sebatas ibadah “mahdhah” semata. Rasulullah Saw lebih jauh mengingatkan bahwa kemusyrikan tidak hanya hadir dalam bentuk yang eksplisit seperti dalam beberapa contoh tersebut di atas. berqurban. berdoa. Atau mengubah ketentuan-ketentuan syara' dalam masalah zakat. Asy-Syuara : 21) Setiap mu'min harus ekstra hati-hati dalam berprinsip.S. Menetapkan hukum yang nyata-nyata bertentangan dengan hukum pidana Islam seperti potong tangan bagi pencuri. tapi juga dalam bentuk sesuatu yang saking samarnya membuat seseorang tidak menyadari bila dirinya telah musyrik. menghalalkan zina. kecil kemungkinan ada seorang mu'min yang selain menyembah Allah SWT juga menyembah berhala dalam bentuk patung. dera atau rajam bagi pezina. Menghalalkan yang diharamkan Allah SWT dan atau sebaliknya menetapkan undang-undang dan hukum. thawaf. sujud. misalnya. dan dari segala dosa. . Jangankan telah mati. membuka 'aurat. ruku.S. Ar Ruum : 30). berucap. shaum. Al A'raaf : 188). Ahmad) Memang benar. yang berkeyakinan bahwa ada selain Allah SWT yang memiliki hak menetapkan aturan dan hukum. Seperti tidak sadarnya seseorang bila di hadapannya terdapat seekor semut hitam karena semut itu berada di atas batu hitam dalam ruangan yang gelap pada malam hari (HR. bahkan Rasulullah Saw sebagai hamba Allah yang paling dekat dengan Allah SWT diperintahkan untuk mengingatkan ummatnya bahwa dirinya tidak memiliki kekuasaan sedikit pun untuk memberi manfaat atau mudharat tanpa izin Allah SWT (Q. bertawakkal.

dan kufur terhadap satu ayat Al Qur'an berakibat gugurnya keimanan secara keseluruhan.Kendati Allah SWT sudah dengan tegas sekali menyatakan.S. “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau paranormal. maka sungguh ia telah kufur dengan (ajaran Islam) yang diturunkan kepada Muhammad (HR. Semoga akhir hidup kita dapat terhindar dari dosa. jin maupun malaikat yang dapat memastikan apa yang akan terjadi (Q. terlebih lagi dengan dosa-dosa yang tidak terampuni. sementara yang ditayangkan 180 derajat bertentangan dengan ajaran Islam dan nalar sehat. menggiring para pemirsa untuk tidak lagi menggunakan akal sehat di dalam menghadapi realitas hidup dan kehidupan. Tayangan-tayangan tersebut tidak hanya saja menyesatkan akidah. Paling tidak.S. Luqman 34. tayangan-tayangan tersebut dikemas dengan memakai atribut-atribut Islam. dan ia meyakini kebenaran ramalan sang dukun. tidak ada satu "Nafs (jiwa) pun. Ahmad dan Al hakim). ia telah mengkufuri Q. Kenyataan yang kita saksikan masih ada saja sementara orang yang mendatangi paranormal. padahal Rasulullah Saw sudah mengingatkan. lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya. baik manusia. Celakanya. lalu ia meyakini betul akan kebenaran ramalannya. nilai-nilai kemusyrikan itu kini bahkan telah lama masuk ke dalam rumah-rumah kita lewat berbagai tayangan di televisi. Luqman : 34). seperti gugurnya 80 ribu tahun keimanan Iblis hanya karena kufur terhadap satu perintah Allah SWT Ironis memang. . dukun atau apalah namanya. tapi juga membodoh-bodohi ummat.

9a815b94e7cfc9 Seperti hati Burung (Tawakal itu indah dan menentramkan hati) Bagikan Hari ini jam 15:27 Dari Abu Hurairoh radiyallahu’anhu. “Akan masuk surga suatu kaum. Muslim) maknanya adalah dalam merealisasikan tawakal. hati mereka seperti hati burung” (HR. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. beliau bersabda. bahwasannya beliau mendengar Rosulullah Shallallahu . Lantas seperti apa hati burung? Hal ini dijelaskan oleh hadits dari sahabat Umar bin khotob radiyallahu’anhu.

dia adalah ibadah hati yang sangat agung. buruknya ibadah kita – karena tidak hadirnya rasa cinta. “Tawakal adalah menyandarkan permasalahan kepada Allah dalam mengupayakan yang dicari dan menolak apaapa yang tidak disenangi. tapi pada manusia hal tersebut terjadi dan sering kita dengar di berita atau dia media massa. Hilangnya berbagai kebaikan. kita tidak pernah mendengar seekor burung pada pagi hari terbentur dengan masalah rizki. “Hadits ini adalah dasar atau asas di dalam bertawakal. Itu tidak terjadi pada burung. Berikut ini nukilan kami dari berbagai perkataan ulama tentang definisi dan hakikat tawakal. Di dalam realitanya. merealisasikan hakikat tawakal di dalam hati kita bukan merupakan perkara yang mudah. Mereka pergi pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore hari dengan perut kenyang” (shahih Tirmidzi. Al-Fatihah : 5) Tawakal adalah isti’anah (minta pertolongan) dan inabah adalah ibadah. beliau berkata. ‘hadits hasan sohih) Mengomentari hadits tersebut. Bahkan kegelisahan dan ketakutan yang menimpa sebagian kaum muslimin adalah dikarenakan belum hadirnya tawakal di dalam qalbunya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). Darinya timbul berbagai macam ibadah hati yang lainnya.‘alaihi wa sallam bersabda. hal terebut juga merupakan diantara sebab yang paling besar dalam memperoleh rizki.” Oleh karena itu. Bahkan hakikat agama adalah tawakal dan inabah (kembali kepada Allah). lalu dia benturkan kepalanya ke tiang listrik. “Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan” (QS. harap dan takut – adalah karena masih jauhnya kita dari hakikat tawakal. “Andaikan kalian tawakal kepada Allah dengan sebenarnya. “Hakekat tawakal adalah hati benar-benar bergantung kepada Allah dalam rangka memperoleh maslahat (hal-hal yang baik) dan menolak mudhorot (hal-hal yang buruk) dari urusan-urusan dunia dan akherat” Syekh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata.bisa membantu kita merealisasikannya. disertai percaya penuh kepada Allah Ta’ala dan . dia merupakan sumber kebaikan. Ibnu Rajab rohimahullah berkata di dalam kitabnya Jami’ul ‘ulum wal Hikam. luputnya kita dari amal yang besar. Mudah-mudah yang sedikit ini–dengan taufik dari Allah. niscaya Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti memberi rizki kepada burung. Amin Definisi Tawakal Imam Ibnu Rajab rahimahulloh berkata.

Diantaranya ayat (yang artinya). serta tidak mampu mematikan dan menghidupkan serta membangkitkan dan mengumpulkan kembali”.menempuh sebab (sebab adalah upaya dan aktifitas yang dilakukan untuk meraih tujuan) yang diizinkan syari’at. “Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah. “Akan masuk surga dari umatku tujuh puluh ribu orang tanpa hisab…. At-Tholaq : 3) Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). Dan jika kita bersandar kepada orang lain maka kita telah mempercayakan diri kepada yang sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk mendatangkan bahaya dan manfaat. dan memalingkannya kepada selain Allah merupakan kesyirikan. maka kita telah meyerahkan diri kita kepada kelemahan yang rendah dan serba kurang.mereka adalah orang-orang yang tidak minta ruqyah. Muslim) Tawakal kepada Allah adalah syarat sahnya keislaman dan keimanan seseorang. ‘wahai kaumku ! apabila kamu beriman kepada Allah. Bertawakallah Hanya Kepada Allah Allah Ta’ala memerintahkan hamba-Nya agar bertawakal hanya kepada-Nya dalam banyak ayat. tidak berobat dengan besi panas dan mereka bertawakal kepada Rabb mereka” (HR. Jika kita bersandar kepada diri sendiri. khilaf dan kesalahan. Maka bertawakallah wahai hamba Allah kepada Dzat yang ditangan-Nya segala urusan dan yang memiliki segalanya. wallahu ‘alam. tidak menyandarkan kesialan kepada burung dan sejenisnya. jika kamu benar-benar orang yang beriman” (Al-Maidah : 23) “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS. “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal. “Sungguh kita tidak bisa terlepas dari-Nya sekejap mata pun. Bertawakal Kepada Selain Allah Bertawakal kepada selain Allah ada tiga keadaan : . tawakal adalah murni ibadah hati. “Dan Musa berkata. oleh karena itu mengesakan Allah Ta’ala dalam tawakal adalah merupakan kewajiban. jika kamu benar-benar orang-orang beriman” (Al-Maidah :3) dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). Itulah nukilan dari perkataan Ibnul Qayim rahimahullah didalam kitabnya alfawaid. Yunus : 84) Maka tawakal merupakan ibadah yang sangat agung. maka bertawakallah kalian kepada-Nya jika kamu benar-benar orang muslim (berserah diri)” (QS. Wal’iyadzubillah.

Maka untuk menghadirkan dan memunculkan tawakal di dalam hati kembali kepada perenungan terhadap atsar-atsar dari rububiyah Allah Ta’ala. pelakunya tetap diancam neraka hingga ia bertaubat) 3) Boleh. Yaitu seseorang bertawakal kepada selain Allah dalam perkara dimana Allah Ta’ala memberikan kemampuan kepada makhluk tersebut untuk memenuhinya. seperti Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewakilkan kepada Ali radiyallahu’anhu untuk menyembelih qurbannya dan mewakilkan kepada Abu Hurairoh radiyallahu’anhu dalam masalah sodaqoh. Contoh : seseorang bertawakal kepada makhluk /wali di dalam memperoleh kebaikan atau bertawakal kepada makhluk dengan hatinya Karena ingin mempunyai anak atau pekerjaan. Menghadirkan Tawakal “Tawakal kepada Allah Ta’ala merupakan ibadah yang dituntut dari seorang mu’min Kekuatan tawakal seseorang kepada Allah Ta’ala kembali kepada pemahamannya tentang rububiyah Allah Ta’ala dan keimanannya yang mendalam terhadap tauhid rububiyah. Yaitu seseorang bertawakal kepada selain Allah dalam arti mewakilkan urusannya kepada seseorang tanpa disertai penyandaran hati.1) Syirik akbar (besar). Contoh : seorang istri bertawakal kepada suami dalam kebutuhan hariannya. (peringatan: syirik walaupun kecil. sedang makhluk tersebut tidak mampu memenuhi keinginannya tersebut. Contoh : menyerahkan kendali perusahaan kepada seorang menejer. Semakin banyak seorang hamba . Yaitu seorang bertawakal kepada selain Allah Ta’ala dalam perkara yang hanya mampu dilakukan oleh Allah Ta’ala tidak selain-Nya. 2) Syirik kecil.

apabila seorang hamba . semakin kuat pula tawakalnya kepada Allah Ta’ala. walahu’alam Penjelasannya. “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah.merenung dan memperhatikan kekuasaan dan kerajaan Allah di langit dan di bumi. pengetahuannya bahwa Allah adalah yang memiliki kerajaan langit dan bumi. maka Allah akan mencukupinya” (QS. ia pun mengagungkan perintah-Nya (dengan melaksanakannya). Ath-Tholaq : 3)” Itulah nukilan perkataan Syekh Sholih Alu Syaikh di dalam kitabnya at-tamhid syarah kitab tauhid. maka akan semakin besar pengagungannya kepada Allah. bahwasannya hanya Dia yang mengatur dan menjalankannya dan pertolongan Allah kepada hamba-Nya merupakan sesuatu yang mudah dibandingkan dengan pengaturan alam semesta ini. dan mengagungkan larangan-Nya (dengan menjauhinya). dan ia pun meyakini tidak ada sesuatupun yang dapat melemahkan-Nya dan tidak ada yang sulit bagi-Nya.

namun perlu diketahui bahwa tawakal bukan berarti meninggalkan usaha atau sebab. ia menganggap bahwa tawakal adalah legowo (menerima total) keadaan tanpa ada upaya perubahan. menyerahkan seluruh perkara kepada Allah Ta’ala yang di tangan-NYalah segala urusan. sedangkan meninggalkan sebab merupakan celaan terhadap syari’at dan hikmah Allah” karena Allah telah menjadikan segala sesuatu ada sebab dan akibatnya. tidak boleh bersandar kepada sebab yang dilakukannya. Maka kita katakan. “Mengandalkan sebab adalah celaan terhadap tawakal dan tauhid. Kedua. Syekhul islam Abul Abbas rohimahullah berkata. karena melakukan atau mengambil sebab merupakan kesempurnaa tawakal. Murid beliau Syamsudin Abu Abdillah rahimahullah berkata. Hati dan batinnya bersandar total kepada Allah Ta’ala. sedangkan anggota badannya menjalani sebab.mengilmui tentang keesaan Allah dalam hal menolak bahaya dan mendatangkan manfaat. “Meninggalkan sebab adalah celaan terhadap syari’at dan bersandar kepada sebab adalah syirik”. Akan tetapi tidak boleh bersandar kepada sebab tersebut. Barang siapa yang memalingkannya kepada selain Allah maka dia telah berbuat syirik. maka itu akan membuahkan ubudiyah tawakal kepada-Nya semata secara batin. “Pelanggaran terbesar terhadap syari’at adalah meninggalkan sebab karena menyangka bahwa mengambil sebab akan menafikan tawakal” yang lain berkata. dan konsekwensi tawakal dan buahnya secara lahiriyah. dalam hal memberi dan menahan. “Di dalam bertawakal harus terpenuhi dua syarat : pertama. dalam hal menghidupakan dan mematikan (dan ini semua adalah rububiyah Allah). walaupun dia meyakini bahwa Allah Ta’ala satu-satunya yang menciptakan . Dengan itu diketahui bahwa tawakal adalah murni ibadah hati. Tawakal Bukan Hanya Pasrah Kadang seseorang salah kaprah dalam memaknai tawakal. dalam hal mencipatakan dan memberi rizki.

maka Allah jamin dengan memberikan makanan kepada mereka. 60b4944ffd4d945 . Jadi. terkhusus Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya akan melihat bahwasannya mereka adalah manusia yang paling bertawakal kepada Allah Ta’ala. beliau juga berlindung dari panas dan dingin. Hadits berikut lebih memperjelas: Dari Umar bin Khotob radiyallahu’anhu. apakah kau telah sandarkan hatimu hanya pada Allah??? ataukah mengandalkan dan menyombongkan ilmu kita yang sangat tak seberapanya dibandingkan Allah Yang Maha Mengatur dan Maha Mengetahui segalanya??? Bisa jadi tanpa tawakal. mengambil sebab yang disyari’atkan menunjukan kesempurnaan tawakal dan kekuatannya. Burung-burung itu tidak tidur saja di sarangnya sambil menunggu makanan datang. tapi hal tersebut tidak mengurangi tawakalnya kepada Allah Ta’ala. dan meninggalkan sebab menunjukan kebodohannya terhadap syari’at rabbnya. “Andaikan kalian tawakal kepada Allah dengan sebenarnya niscaya Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti memberi rizki kepada burung. tetapi pergi jauh mencari makanan untuk dirinya dan anak-anaknya.or. tapi yang ada adalah kecemasan dan kegelisahan yang datang karena apa yang kita idam-idamkan tak kunjung datang. Ketika perang uhud beliau memakai dua baju besi dan ketika hijrah ke madinah beliau menyewa penunjuk jalan. Ketahuilah. Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling bertawakal kepada Allah. Barangsiapa yang membaca kisah-kisah para Nabi. maka tanyalah pada hatimu. namun belian melakukan usaha. Penulis: Husni Ridho (Mahasiswa Ma’had Ali Al-Imam Asy-Syafii Jember) Artikel www. bersamaan dengan itu mereka juga mengambil sebab dan meyakini bahwa hal tersebut merupakan kesempurnaan tawakal kepada Allah. banting tulang. Betapa indah dan agungnya Tawakal kepada Allah.dan memberi rizki. Mereka pergi pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore hari dengan perut kenyang” (Shohih Tirmidzi) Tawakal burung adalah dengan pergi mencari makanan.id Ketika kita telah berikhtiar dengan keras. ikhtiar yang telah disusun dengan rapi hancur seketika sehingga dapat mengakibatkan kekecewaan yang dalam.muslim. ROsulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Maka sebaiknya kita sabar dan jernih bila menghadapi masalah. ' sahut Tono. sabar merupakan satu diantara tangga dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kemarahan dapat membuat seseorang kehilangan banyak hal. cepaaaaat!' Ternyata jawaban dari balik telepon tidak kalah keras dan marahnya.Makna Sabar By: agussyafii Tono baru dua hari kerja di sebuah perusahaan asing. rakus (syarahun). kebalikannya adalah tidak tahanan (bathar) 3. Dalam agama.. Sabar dalam mendengar gossip disebut mampu menyembunyikan rahasia (katum). Sabar dalam menerima yang sedikit disebut kaya hati (qana`ah). 5. kebalikannya disebut sempit dadanya.. Begitulah bila kita cepat marah.. 'Hei siapa ini. Saya pecat kamu nanti!' teriak Sang Dirut dan tak mau kalah teriak si Tono bales nyahut. 7. kebalikannya disebut serakah. loba (al hirsh). 1. maka nama sabar berbeda-beda tergantung obyeknya. Kesabaran menghadapi godaan hidup nikmat disebut. Kemarahan juga dapat membuat kita salah langkah. Tono bermaksud menelpon ke bagian dapur sambil berteriak. 'Syukurlah kalo gitu' sahut Tono cuek sambil menutup telpon.. 'Saya direktur utama perusahaan disini. Sabar terhadap kemewahan disebut zuhud. disebut sabar.. mampu menahan diri (dlobth an Nafs). kebalikannya adalah gelisah (jaza`) dan keluh kesah (hala`) 2. sabar adalah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi godaan dan rintangan dalam jangka waktu tertentu dalam rangka mencapai tujuan. kebalikannya disebut tamak. kebalikannya disebut pemarah (tazammur) 4. Kesabaran dalam menahan marah disebut santun (hilm). 'Ambilkan gue kopi. Ketabahan menghadaapi musibah. . 'dan Bapak tahu siapa saya?' 'Tidak. Sabar dalam menghadapi bencana yang mencekam disebut lapang dada. 6. kamu salah pencet extention? Kamu tahu dengan siapa kamu bicara?' 'Tidak. Karena sabar bermakna kemampuan mengendalikan emosi.' jawab Boss.

benda-benda mewah dan berharga. tentunya ia akan berpikir bagaimana mengelabuhi penjaga dan menunggu kelalaian pemilik rumah megah tersebut. Angker dan kurang menarik. Ketiga: rumah megah milik orang kaya yang dipenuhi perabotan mahal dan perhiasan yang berharga. ia akan mempelajari terlebih dahulu. Kedua: rumah orang biasa yang berpenghasilan pas-pasan. Tipe pertama adalah hati milik orang-orang kafir dan munafik. Semakin tinggi kedudukannya maka semakin banyak dan semakin hebat para pengintai yang mengancamnya. Kalaupun dijadikan sasaran. Perumpamaan di atas. Kelengahan yang dilakukan oleh pemilik hati adalah dengan kemaksiatan. Meski. Rumah-rumah tersebut adalah hati setiap manusia. tentunya isi dan perabot rumahnya biasa-biasa saja. Isinya sederhana. pertama: rumah kosong tak berpenghuni dan tak ada perabotnya. Tipe kedua adalah hati orang awam. pencuri akan menentukan targetnya pada pilihan ketiga. kosong tanpa iman dan amalnya sia-sia. Disamping itu bisa dengan konspirasi dan pengkhianatan orang dalam. barang yang bisa diambil pun tak banyak. sasaran manakah yang lebih diprioritaskan. Tentu dengan memanfaatkan kelalaian dan kelengahan pemiliknya serta penjaganya. Pemiliknya. Tanpa berpikir panjang.60b4944ffd4d945 Rumah Yang Diintai Bagikan Jika ada seorang pencuri hendak beroperasi. Ada tiga rumah. Isinya sederhana. pencuri adalah syeitan dan iblis. Jika yang menjadi sasaran adalah rumah. Yang kedua. apa yang bisa dipilih dari rumah kosong tak berpenghuni dan tak ada isinya. Sedang tipe ketiga adalah hati orang mukmin yang bersungguh-sungguh. Untuk sasaran pertama. orang terpandang dan bijaksana serta teguh. Berbeda halnya dengan rumah ketiga. ia tak akan perlu tenaga dan pikiran yang besar untuk mendapatkannya. Tipe rumah ketiga dengan penjagaan yang ketat tidaklah mustahil untuk dibobol. Kemaksiatan yang . Isinya.

Ibadah-ibadah sunnah bisa menjadi pembenteng pertama. Atau ada bahan bakarnya (bensin). Beristighfar karena istighfar kita sangat kurang dan terbatas serta kurang dijiwai. Pada saat itu pencuri tersebut telah benar-benar KO. Bahkan beristighfar dari istighfar itu sendiri. kita memiliki senjata ampuh untuk kembali teguh. mau ataukah tidak ia memanfaatkannya. Demikian juga manusia jika ia mementingkan penampilan fisiknya sementara tangki hatinya tak pernah diisi. maka ia bagaikan kendaraan tanpa bahan bakar. pengertian. kedermawanan. shalat . Namun tak mampu menjalankan fungsinya. Bisakah mobilnya berjalan? Sedang tangki bensinnya masih kosong. Seorang bodoh yang dengan serakah mengambil bensin sebanyak-banyaknya kemudian ia siramkan ke mobilnya. pada saat hati ini perpaling kepada kemaksiatan. Bisa kita bayangkan berikutnya. Bahkan pada taraf teror yang paling parah. Menambah dengan menurunkan rahmat dan maghfirah-Nya. pemaaf akan menjadi pasukan rahasia yang sangat kuat yang tak bisa ditebak oleh para pencuri. sedang diri kita benarbenar tak berdaya. iblis. kita akan menuruti semua keinginan para pencuri yang berada dalam rumah kita. Allah menyediakan segala fasilitas pembekalan dan subsidi ‘bahan bakar’ tersebut. Saat itu mereka menjadi para perampok.dilakukan oleh orang terpandang dan berilmu akan bernilai lain di sisi Allah dengan kesalahan yang dilakukan oleh orang awam. Setiap hari kita berpacu membaca Al Qur’an. Barang siapa ingin menjaga hatinya hendaknya ia selalu menjaga kebeningannya dengan senantiasa beristighfar kepada-Nya. Karena kemegahan dan ketinggian nilainya. Ia menjadi bangkai dan mati dengan kesempurnaan fisik yang terlihat. Hanya berpaling saja. Keikhlasan. Kemudian kesiapan tangki ‘hati’ menampungnya. Mobil tersebut tetap ada wujudnya. tapi diletakkan tidak di dalam tangkinya. ibadah-ibadah wajib menjadi lapis kuat kedua. Apalagi sampai kita terperosok di dalamnya. Kita kecolongan. Ia akan terus mengintai dan mengincar rumah mewah itu. Mari kita bayangkan keadaan sebuah kendaraan yang kehabisan bahan bakar. Hanya menjadi penghias bibir yang tak diikuti kepahaman hati akan maknanya. Hati ibarat tangki bensin dalam sebuah kendaraan. Demikian juga kita dibulan rhamdhan. Ia berfungsi vital sebagai penampung bahan bakar. Musuh dan pencuri bisa segera kita usir dan menjauh dari rumah kita. istighfar. Kaki-kaki kotor pencuri itu menodai ubin-ubin bening rumah kita. Tapi kita perlu tahu. Pada bulan Rhamadhan Allah Swt. Semua tergantung pribadi masing-masing. mampukah ia menempuh perjalanan hidup yang panjang dan penuh misteri? Dibulan Ramadhan. ia tak segera pulang dan pergi meninggalkan rumah tersebut. jendela rumah kita sudah dibobolnya. Pada saat kita lengah. isi dan perabot rumah kita sudah dijarahnya. solidaritas. menambah para penjaga ‘rumah’ kita. Adapun konspirasi dari dalam adalah bisikan hawa nafsu yang kuat yang memperturutkan keinginan “pencuri” hati. ia ambil botol-botol besar untuk diisi bensin kemudian ia masukkan ke dalam mobil. berbaik sangka. Jika demikian.

berbuat banyak untuk orang lain. Popularitas. kita sering merasa telah berbuat baik namun pada hakikatnya kita melakukan sebaliknya. Semua itu takkan ada gunanya bila tanpa disertai keikhlasan dan penghayatan. Berjihad agar dianggap pemberani. sebelum noda itu kian melekat dan sulit untuk dihilangkan. Agar cinta-Nya hilang dari rumah kita dan berganti kebencian dan kemurkaan yang maha dahsyat dari Dzat yang murka-Nya tak terbendung oleh apa dan siapa pun. Bila rumah kita berdebu dan kotor. Yang menjadi aib adalah membiarkannya kotor. Untuk membersihkannya pun diperlukan kelembutan hati. Satu hal yang perlu kita catat. Kita selalu waspada karena kita selalu terjaga dan menjaga rumah kita. Kredit poin jabatan. Mereka hendak merampas cinta-Nya agar kita menjadi orang-orang yang dimurkai-Nya. Jawabnya hanya satu “Taqwa itu di sini” demikian Rasulullah Saw. Jangan sekali-kali kita lengah. Berteman orang-orang shalih dan senantiasa berzikir. itulah kualitas isi hati setiap kita. Namun semuanya ditentukan dengan kebaikan hati. ketakwaan itu tempat bersemayamnya di hati. mengisyaratkan ke dada beliau sebanyak tiga kali. Itulah rumah kita yang selalu diincar dan diintai oleh para pencuri cinta-Nya. Menuntut ilmu supaya dikira pandai. Cinta dan ridha manusia. Ketakwaan tidak– hanya–dilihat dari banyaknya shalat dan bacaan al Qur’an atau kedermawanan seseorang.sebanyak-banyaknya. Menasehati orang di depan umum. . bersedekah. Ketenaran. Jangan beri kesempatan pencuri-pencuri itu mendekat ke sekeliling rumah kita. Membaca Al Qur’an namun masih diselingi pergunjingan Shalat yang banyak namun masih disertai keengganan menyantuni fakir miskin Bersedekah namun dibarengi menyakiti hati orang lain Berbuat kebaikan namun disertai pamrih dunia. Ya. Tapi kita tetap merawatnya dari dalam dengan perawatan yang tak diketahui oleh mereka yang melihatnya dari luar. Bacaan Al Qur’annya diterjemahkan dengan kesantunan perilaku hariannya. Dengan istighfar dan bacaan Al Qur’an. Tak pernah sedikit pun keluar cacian dan hinaan mengungkit pemberiannya. Bila hati ini telah terisi penuh oleh takwa maka semuanya menjadi indah. Shalatnya adalah pencegah dari perbuatan mungkar dan kebatilan. Kaca jendela rumah kita. bila kita kecurian namun kita tak merasa kehilangan sedikit pun. Karena kita tidak tahu dimana meletakkan bahan bakar. mengobral pencuci hati-hati kita yang keruh. Segera usap dan hapuslah kotoran yang melekat itu. Di bulan Rhamadhan Allah Swt. Sebagai contoh. Ya. Hanya hati yang beninglah yang mampu merasakan noda halus ini. bukan menjadi aib bila hati kita terkotori. Silakan sebanyak-banyaknya mengisi. Semuanya disebabkan kebodohan kita. Parahnya. Tapi tempatnya dalam hati. Bersedekah karena riya. Barangkali isi rumah kita akan terlihat dari luar dengan bagus. Jangan takut akan intaian dan incaran para puncuri. Kedermawanannya disertai tawadhu dan rendah hati. biarkan tetap bening.

. Ketahuilah itu adalah HATI (qalb)”.Itulah rahasia Allah yang bernama hati. diriwayatkan sahabat Nu’man bin Basyir ra. palingkan hati kami pada ketaatan-Mu”. 5da1eda01e6e0c PERTANYAAN GADIS KECIL KEPADA SANG AYAH . Sabda Rasulullah Saw. “Wahai pembalik hati. Wahai pemaling hati.” . bila ia buruk maka seluruhnya akan buruk.). Jika ia baik maka seluruhnya akan baik. tetapkan hati kami atas dien-Mu. sesungguhnya dalam jasad ini ada segumpal daging (mudhghah). (HR Bukhari Muslim.

MELAINKAN dari apa yang SERING MULUTNYA BICARAKAN. MELAINKAN dari bagaimana CARA ia BERBICARA.. MELAINKAN sejauh mana ia berani MEMPERTAHANKAN KEHORMATANNYA. Wanita sejati BUKANlah dilihat dari seberapa BANYAK dan BESARNYA UJIAN yang ia jalani. Seorang wanita sejati BUKANlah dilihat dari kecantikan PARAS wajahnya.. MELAINKAN KEKHAWATIRAN DIRINYAlah yang MENGUNDANG ORANG JADI TERGODA. "Lantas apa lagi Abi?" sahut putrinya. "Abi.Bagikan 17 Maret 2010 jam 7:34 Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya. Anakku. dan ingatlah.... Wanita sejati BUKAN dilihat dari seberapa INDAH LANTUNAN SUARANYA....... Sang ayah pun menoleh kemudian tersenyum.... Ketahuilah putriku....... MELAINKAN sejauh mana ia MENGHADAPI UJIAN itu dengan penuh rasa SYUKUR. Wanita sejati BUKAN dilihat dari KEBERANIANNYA dalam BERPAKAIAN. Wanita sejati BUKAN dilihat dari keahliannya BERBAHASA... MELAINKAN dilihat dari sejauh mana ia MENUTUPI BENTUK TUBUHNYA.. MELAINKAN dari KEIKHLASANNYA memberikan kebaikan itu.... Wanita sejati BUKAN dilihat dari KEKHAWATIRANNYA DIGODA orang di jalan. MELAINKAN dari kecantikan HATI yang ada di baliknya...... ceritakan padaku tentang wanita sejati"... Wanita sejati BUKAN dilihat dari begitu BANYAKNYA kebaikan yang ia berikan... ............ Wanita sejati BUKAN dilihat dari BENTUK TUBUHNYA yang mempesona. Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya....

Smg qt termasuk orang2 yg mau & mampu meneladani mereka. sebaik2 teladan bagi para muslimah adalah istri2 Rosululloh. AAMIIN. . Setelah itu sang anak kembali bertanya. "Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi?".. "TELADANILAH MEREKA!" Sang anak pun mengambil buku itu dan melihat sebuah tulisan "ISTERI-ISTERI RASULULLAH" ---Sungguh.........Wanita sejati BUKAN dilihat dari SIFAT SUPELNYA DALAM BERGAUL... Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata... MELAINKAN sejauh mana ia bisa MENJAGA KEHORMATANNYA DALAM BERGAUL.....

karena nasabnya terputus kepadaayah biologisnya tersebut. sementara laki-laki yang menghamili terkesan kurangmendapat akibat dan tanggung jawab atas perbuatannya yang telahmengakibatkan kelahiran seorang anak yang kemudian disebut anakluar kawin. atau tidak mungkin menghadirkan. 1 Tahun 1974 Pasal 43 ayat (1) dan (2).perwalian. atautidak diketahui keberadaannya atau ghaib.bahwa anak yang lahir diluar perkawinan hanya mempunyai hubunganperdata dengan ibunya dan keluarga ibunya. mengakibatkan anak luar kawin tidk memiliki walinikah maka berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1974 wali nikahnyaadalah wali hakim sesuai ketentuan Pasal 23 UU. atau adlal (enggan). C. Anak luar kawin dianggap sebagai anakyang tidak mempunyai ayah/bapak. Padahal hal itu merupakanamanat Undang-Undang No. Perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilaksanakanberdasarkan hukum agama dan kepercayaannya masing-masing. Tahun 1974. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. serta tanggung jawab nafkah dinisbahkan kepada ayah biologisnya. Hal tersebut tentunya menimbulkan ketidakpastianhukum dan ketidakadilan. No. Namun hingga saat ini Peraturan Pemerintah tersebutmasih belum keluar.Yang menyatakan bahwa wali hakim baru dapat bertindak sebagai walinikah jika wali nasab tidak ada. Anakluar kawin adalah anak yang dilahirkan di luar perkawinan yang sahmenurut hukum agamanya. Putusnya nasab anak luar kawin kepadaayah biologisnya. terutama dirasakan oleh pihak anak dan ibuyang melahirkan.Upaya Hukum Anak Luar Kawin Dalam Hal Penetapan Wali Nikah Berdasarkan UU No. sedangkan kedudukananak luar kawin tersebut akan diatur dalam suatu Peraturan Pemerintah. Persoalan mengenai anak luar nikah sampai saat ini belumdiatur oleh Peraturan Pemerintah tersendiri. .

anggapanmasyarakat bahwa jika menikah dengan menghadirkan wali hakimsebagai wali nikah merupakan sebuah aib. UU No. Berdasarkan ketentuan Undang-undang hingga saat ini upayahukum hanya diberikan kepada ayah biologis anak luar kawin untukmelakukan pengakuan dan pengesahan terhadap anak luar kawinnya sehingga anak tersebut dapat dinasabkan kepada ayah biologisnya.Sebagaimana telah disebut di atas bahwa. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam tidakmemberikan ruang bagi anak luar kawin untuk melakukan upaya hukumberkaitan dengan penetapan wali nikah. dilakukan secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahuioleh . Sehingga seringkaliperkawinan masyarakat. Undang-undang juga nampak menutup ruang bagianak luar kawin untuk menelusuri siapa ayah biologisnya. kecuali apa yang telahditetapkan oleh Undang-undang yaitu bahwa wali nikahnya adalah walihakim karena dianggap tidak mempunyai wali nikah berdasarkanhubungan nasab.sedangkan anak luar kawin sendiri tidak memiliki hak untuk melakukanupaya hukum.

Hal ini tentu saja dirasakan ada ketidakadilan perlakuan hukumkepada anak luar kawin. dengan memaksakan nasab anak tersebuthanya kepada ibunya dan keluarga ibunya saja. Sedangkan mengenai penetapan wali nikah diperlukan . Seorang anak lahir dalam keadaan suci. Seharusnya undang-undang memberikan jalan bagi anak luar kawin untuk melakukan upayahukum. yang mengatur hak-hak yang diperoleh anak luar kawin. padahal Hukum Islam mengajarkan anak tidak mewarisi dosakedua orang tuanya. Dalam hal ini pemerintah perlu membuat suatu aturanmengenai status dan kedudukan anak luar kawin. termasuk juga kewajiban keduaorang tua.

termasuk juga dalam penetapan wali nikah. Tujuannya tentu saja untuk demi kemaslahatan umat. jangansampai seorang anak luar kawin karena perbuatan zina merasa jadikorban dari perbuatan kedua orang tuanya dan tidak dapat melakukanupaya hukum apapun berkaitan dengan status dan kedudukannya.suatupenelusuran lebih lanjut berdasarkan hukum Islam karena berkaitandengan hal tersebut ternyata masih terdapat perselisihan pendapatdiantara para ulama fiqh. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful