babe62ee5bdd32

Ma`rifatullah sebagai Pondasi Kehidupan [ A'a Gym ]
Secara fitrah, manusia memiliki kebutuhan standar. Dalam salah satu bukunya, Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa manusia memiliki kecenderunagn untuk mencintai dirinya, mencintai kesempurnaannya, serta mencintai eksistensinya. Dan sebaliknya, manusia cenderung memberi hala-hal yang dapat menghancurkan, meniadakan, mengurangi atau menghancurkan kesempurnaan itu. Orang besar tekenal banyak dipuji-puji, memiliki pengaruh dan kekayaan yang melimpah, pengikutnya beribu-ribu, akan takut setengah mati jika takdir mendadak merubahnya menjadi miskin, lemah, bangkrut, terasing atau ditinggalkan manusia. Begitulah tabiat manusia. Padahal, kecintaan kita kepada selain Allah sampai begitu banyak, maka cinta itu pasti akan musnah. Seharusnya kebutuhan kita akan kebahagiaan duniawi, membuat kita berpikir bahwa Alalahlah satu-satunya yang memiliki semua itu. Adapun kekhawatiran tentang standar kebutuhan kita, mestinya membuat kita berlindung dan berharap kepada Allah dengan mengamalkan apa-apa yang disukainya. Jadi, kebutuhan pada diri kita itu seharusnya menjadi jalan supaya kita mencintai Allah. Seorang muslim selayaknya memahami, bahwa keindahan cinta yang paling hakiki adalah kita mencintai Allah SWT. Dan pondasi utama yang harus dibangun oleh seorang muslim untuk menggapai keindahan cinta tersebut adalah dengan mengenal Allah (ma\'rifatullah). Bagi seorang muslim ma\'rifatullah adalah bekal untuk meraih prestasi hidup setinggi-tingginya. Sebaliknya, tanpa ma\'rifatullah seorang muslim memiliki keyakinana dan keteguhan hidup. Ma\'rifatullah adalah pengarah yang akan meluruskan orientasi hidup seorang muslim. Dari sinilah dia menyadari bahwa hidupnya bukan untuk siapa pun kecuali hanya untuk Allah SWT. Jika seorang hidup dengan menegakkan prinsip-prinsip ma\'rifatullah ini, maka insya Allah, alam semesta ini akan Allah tundukkan untuk melayaninya. Dengan fasilitas itulah, dia kemudian akan memperoleh kemudahan dalam setiap urusan yang dihadapinya. Maka berbahagialah orang yang senantiasa berusaha mengenal Allah, sehingga kedekatannya dengan Allah senantiasa dipisah oleh tabir yang semakin tipis. Bagi orang yang dekat dengan Allah, dia akan dianugrahi ru\'yah shadiqah (penglihatan hati yang benar).

Di sisi lain, ma\'rifatullah juga menjadi sangat penting dalan merevolusi pribadi seseorang untuk berubah ke arah kebaikan. Dengan kata lain, perubahan yang dahsyat dan hakiki itu bisa terjadi ketika seseorang mempunyai keyakinan pribadi yang sangat kuat kepada sang Khalik. Dengan kekuatan iman, seorang pengecut seketika berubah menjadi seorang pemberani. Seorang pemalas tiba-tiba berubah menjadi bersemangat. Sehingga siapa pun yang menginginkan perubahan positif yang cepat dalam dirinya kuncinya adalah membangun kayakinan yang kuat kepada Allah SWT. Banyak contoh berbicara tentang betapa kuatnya peran keyakinan dalam merubah pribadi seseorang. Umar bin Khatab ra. yang sebelumnya begitu pemarah dan berwatak keras, bahkan anaknya sendiri dikubur hidup-hidup. Namun berkat tumbuhnya tauhid dalam dirinya, beliau berubah menjadi begitu bermurah hati dan penyantun. Bukan hanya individu, kota Makkah yang sebelumnya tidak dikenal, hanya sebuah dusun kecil yang penuh keterbatasan, berkat da\'wah dan kekuatan iman yang disemai melalui dakwah Rasulullah SAW, akhirnya berubah menjadi bangsa yang besar dan sangat disegani. Kisah lain dapat disebut, yaitu kisah seorang shahabiyah yang bernama Khansa. Wanita mukminah yang hidup di zaman sahabat ini ketika kerabatnya wafat, emosi kesedihannya begitu luar biasa. Dia menangis begitu pilu, meratap, merobek-robek baju, memukul dada. Tapi sesudah mendapat hidayah, emosinya dapat terkontrol. Bahkan dalam sebuah pertempuran, ia berseru pada keempat anak laki-lakinya. "Hai anakanakku, ini kesempatan besar. Kalau engkau mengalahkan mereka, engkau dapat pahala di sisi Allah. Kalau engkau menjadi syuhada, engkau mendapat kemuliaan di sisi Allah. Bertempurlah dengan semangat membara!" Lalu anak-anaknya bertempur luar biasa, hingga satu persatu gugur menjadi syuhada. Namun kala itu bukan ratapan yang ia berikan, malah ungkapan syukur. Padahal dulu, hanya saudaranya saja yang meninggal dunia ratapannya sangat luar biasa, sampai hendak bunuh diri karena putus

asa. Namun di kemudian hari, dia malah mengantar syahid anak-anaknya dengan penuh ketabahan dan keikhlasan. Oleh karenanya, siapa pun yang tidak mempunyai pondasi ma\'rifatullah dalam dirinya, maka ia akan sulit untk memperoleh ketenangan, kedamaian, kabahagiaan, dan kesuksesan hakiki. Jika kita makin mengenal siapa Allah, maka akan terasa semakin kecil nilai makhluk. Ketika kita semakin mengerti penghargaan dari Allah maka kian tidak berarti penghargaan yang kita terima dari makhluk.

Insya Allah akan semakin dekat pada datangnya pertolongan Allah. Wallahu’alam bishawab. Bagi ahli taubat. Dengan ridha-Nya diharapkan pertolongan Allah akan segera menyapa. dan dimudahkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. telah Allah janjikan ketentraman. biasakan shaum sunnah. bertekad untuk tidak mengulanginya. dan mengiringinya dengan amal shalih. atau bisa jadi usaha yang kita lakukan belum maksimal. rawatib. Karena bisa jadi. apa yang kita inginkan belum saatnya dikabulkan Allah. harapan semata-mata untuk mencari keridhaan-Nya. gantungkan semua usaha. perbanyak sedekah. T pertama adalah taubat. Siapa pun yang ingin ditolong Allah maka ia harus bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah dengan tidak mensia-siakan shalat berjamaah. Pertolongan Allah akan tercurah kepada orang-orang yang mau merendahkan diri seraya mengakui kesalahan dihadapan Allah. Untuk itu menggantungkan diri sepenuhnya pada ketentuan Allah menjadi keharusan. Itu dikenal dengan 3 T. Namun. Saudaraku. jangan-jangan kita masih berlumur dosa sehingga pertolongan Allah enggan menyapa. Ada empat syarat taubat. harapan yang kita tekadkan belum tentu sesuai dengan keinginan dan harapan Allah. Disempurnakan dengan amalan sunnah tahajud.2e82103fa52eda 3 Tips meraih pertolongan Allah [ KH. Semakin dekat kita dengan Allah. Abdullah Gymnastiar ] Bagikan 10 Februari 2010 jam 11:44 Saudaraku. T kedua adalah taat. Karena bisa jadi baik menurut kita. T ketiga adalah tawakal. diberikan jalan keluar. dhuha. Usaha yang kita lakukan. Untuk itu. belum tentu baik menurut Allah. Salah satu rezeki ini dapat berupa pertolongan Allah. diantaranya: menyesal untuk tidak mengulangi apa yang telah diperbuat. jangan panik jika usaha yang kita lakukan belum menemukan keberhasilan. memohon ampun kepada Allah. . ada tiga hal yang wajib kita amalkan agar layak ditolong Allah. Taat dapat berarti patuh seraya bersungguh-sungguh menjalankan perintah Allah. ada satu hal yang betul-betul perlu kita renungkan. santuni fakir miskin. Jangan heran bila yang kita cita-citakan di tahun kemarin belum tercapai.

an Akhlak dalam menyikapi Khilafiyah Menyikapi perbedaan dalam urusan fiqh. ada baiknya kita bercermin dari perilaku dari seorang tokoh ulama Indonesia yang dikagumi oleh hampir (untuk tidak menyatakan semua) orang di negeri ini. bahkan sampai melampaui batas negeri ini. sosok yang ideal untuk dijadikan panutan dalam urusan toleransi antar pendapat fiqih. yaitu Buya Hamka. Di antaranya sebagaimana .

KH. Dan siapa tidak kenal KH Abdullah Syafii. dengan perguruan Al-Azhar dan tafsirnya yang fenomenal. Siapa yang tidak kenal Buya Hamka. ada pak Idham Khalid. diantara jemaah ada yang bertanya: "Maaf. Idham Khalid. Pada rakaat kedua. Usai salat. Ternyata beliau tidak membaca doa qunut pada rekaat kedua. KH. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama. meski beliau boleh dibilang tokoh Muhammadiyah yang anti qunut. karena diantara makmumnya. Jamaah di masjid Al-Azhar kala itu memilih 23 rakaat.H. Maka buya Hamka tampil sebagai khatib menyesuaikan dengan kebiasaan di masjid Jamik tersebut. Masyarakat terpukau mendengar khotbah Hamka. Biasanya orang Muhammadiyah pada salat subuh tidak membaca doa qunut. " Apakah khatibnya memakai baju jubah dan sorban?" " Ya ". tokoh kelahiran Amuntai Kalimantan Selatan ini menjawab: "Ya. mau 23 rakaat atau mau 11 rakaat. Karena menghormati shahabatnya." Ada sebuah kisah yang menarik. yang umumnya kiyai betawi hari ini adalah murid-murid beliau." jawab buya Hamka secara diplomatis. Jadi saya menghargai beliaulah. Hari itu menurut jadwal seharusnya giliran Buya Hamka yang jadi khatib. Namun beliau bershahabat baik dengan tokoh ulama betawi. Esok harinya giliran pak Idham Khalid yang menjadi imam salat subuh. semata-mata karena ulama ini menghormati ulama lainnya. Padahal biasanya beliau tidak berqunut. Abdullah Syafii mengunjungi Buya masjid Al-Azhar Kebayoran Jakarta Selatan. . Abdullah Syafii yang naik menjadi khatib Jumat. Suatu ketika buya Hamka naik haji dengan menggunakan kapal laut 'Gunung Jati' bersama K. Rusydi Hamka. Jadi saya menghargai beliau. menawarkan kepada jamaah. Buya menghormati ulama betawi ini dan tahu bahwa adzan dua kali pada shalat Jumat itu adalah pendapat shahabatnya. karena di belakang saya ada Hamka yang tidak membaca doa qunut setiap salat subuh. tokoh ulama yang menyatakan bahwa qunut shalat shubuh itu hukumnya sunnah muakkadah Sekitar tahun 1970 almarhum buya Hamka berkunjung ke kota Banjarmasin. kilah pengurus Masjid. Ketika itu tidak dipersoalkan lagi bahwa Hamka 0rang Muhammadiyah.yang diceritakan oleh putera beliau. Rupanya. maka Buya minta agar KH. Ketika ada yang bertanya sebabnya. Esoknya. Beliau selalu berqunut setiap salat subuh. Bahkan menurut Rusydi Hamka. Buya. Bagaimana reaksi dari Mantan Ketua MUI Pusat pertama ini? Beliau bertanya kepada pengurus masjid: "Apakah khatibnya disini harus memegang tongkat?" "Ya ". buya Hamka membaca doa qunut. maka beliau pun mengimami shalat tarawih dengan 23 rakaat. Jadi bukan hanya mimbar Jumat yang diserahkan. bahkan adzan pun ditambah jadi dua kali. Begitulah sikap kedua tokoh ulama besar negeri ini. Ini luar biasa dan kisah ini perlu kita hidupkan lagi. tiba-tiba adzan Jumat dikumandangkan dua kali. Abdullah Syafii. jemaah meminta buya Hamka menjadi imam salat subuh. Satu subuh. Pak Idham Khalid salah seorang makmum. khususnya masalah adzan dua kali. ayahnya itu ketika mau mengimami shalat tarawih. Yang menarik. Oleh pengurus masjid Jamik Banjarmasin tokoh Muhammadiyah ini diminta untuk menyampaikan khotbah Jumat. pendiri dan pemimpin Perguruan AsySyafiiyah. padahal biasanya hanya satu kali. Suatu ketika di hari Jumat. Tapi kenapa buya subuh ini pakai qunut?" "Ya.

Tetapi kalimat-kalimat diatas tidak membekas di dalam hati. apakah tokoh-tokoh ini tidak konsekwen dengan keyakinannya. Jika salah satunya hilang. di mana dalil dan nash yang ada menggiring kita ke arah sana. 13 Februari 2010 babe62ee5bdd32 Istighfar. Sebagian mereka mengucapkan. Bukan sekedar asal beda dan cari-cari perhatian orang. hendaknya ia menjauhi maksiat tersebut. Para ulama -semoga Allah memberi balasan yang sebaik-baiknya kepada mereka. ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi. Griya Bandung Indah. . ia harus menyesali perbuatan (maksiat)nya.11 rakaat. berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang bisa diulangi (diganti). Wallahu alam bishshawab Dari beberapa sumber. maka beliau pun mengimami shalat dengan 11 rakaat. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah. Muncul pertanyaan kalau demikian." Inilah tipologi ulama sejati yang ilmunya mendalam dan wawasannya luas. 'Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. Pertama. taubat adalah meninggalkan dosa karena keburukannya. Karena itu harus disikapi dengan luas dan luwes. Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan : "Dalam istilah syara'.telah menjelaskan hakikat istighfar dan taubat. Keutamaan & Sbg Kunci Rezeki Bagikan Kemarin jam 22:17 Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Tidak pernah meributkan urusan khilafiyah. 76] Imam An-Nawawi dengan redaksionalnya sendiri menjelaskan : "Para ulama berkata. "Artinya : Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya". menyesali dosa yang telah dilakukan. yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga. juga tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Kedua. maka taubatnya tidak sah. sebab pada hakikatnya urusan khilafiyah lahir karena memang proses yang alami. Ketiga. Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna" [Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an. Sesungguhnya istighfar dan taubat jenis ini adalah perbuatan orangorang dusta. Jawabannya: "Mereka mendahulukan akhlak dari pada fikih. dari asal kata " tauba" hal.

maka ia harus meminta maaf" [Riyadhus Shalihin. Allah akan menjadikan untuknya sungai-sungai. juga yang disebutkan dalam (surat Hud : 3 "Artinya . Jika berupa had (hukuman) tuduhan atau sejenisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalasnya atau meminta ma'af kepadanya. 362] Kedua : Dalil Syar'i Bahwa Istighfar Dan Taubat Termasuk Kunci Rizki Beberapa nash (teks) Al-Qur'an dan Al-Hadits menunjukkan bahwa istighfar dan taubat termasuk sebab-sebab rizki dengan karunia Allah Ta'ala. "Artinya : Maka aku katakan kepada mereka. Dan firman Allah. sesungguhnya Dia Maha Pengampun" [Nuh : 10] Tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan meminta ampun hanya dengan lisan semata. Jika berbentuk harta benda atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. sebagaimana diterangkan Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah " Meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan. hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang tersebut. 4/398. hal. Kitabul Tafsir. Ketiga syarat di atas dan Keempat. Ampunan Allah terhadap dosa-dosanya. tetapi dengan lisan dan perbuatan. Imam Al-Qurthubi berkata : "Dalam ayat ini. Jika berupa ghibah (menggunjing). Bahkan hingga dikatakan. Tafsirul Khazin. [Nuh : 10-12] Ayat-ayat di atas menerangkan cara mendapatkan hal-hal berikut ini dengan istighfar.Jika taubatnya itu berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada empat. [Shahihul Bukhari. Lihat pula. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. dari asal kata "ghafara" hal. dan membanyakan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". 41-42] Adapun istighfar. memohon ampun (istighfar) hanya dengan lisan saja tanpa disertai perbuatan adalah pekerjaan para pendusta" [Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an. Dalam menafsirkan ayat "wayumdid kum biamwalin wabanina" Atha' berkata : Niscaya Allah akan membanyakkan harta dan anak-anak kalian" [Tafsir Al-Bagawi. Berdasarkan firman-Nya : "Sesungghuhnya Dia adalah Maha Pengampun". 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu'. "Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun. surat Nuh 8/666] Allah akan membanyakan harta dan anak-anak. Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma berkata "midraaraa" adalah (hujan) yang turun dengan deras. Dibawah ini beberapa nash dimaksud : [1] Apa Yang Disebutkan Allah Subhana Wa Ta'ala Tentang Nuh Alaihis Salam Yang Berkata Kepada Kaumnya. 7/154] Allah akan menjadikan untuknya kebun-kebun. Diturunkannya hujan yang lebat oleh Allah.

[Nuh : 10-11]. Lihat pula. Maka seseorang bertanya kepadanya. jika kalian bertaubat kepada Allah. 18/302. 274. melimpahkan air susu perahan untuk kalian. meminta ampun kepadaNya dan kalian senantiasa menta'atiNya. dan Amirul Mukminin Umar bin Khaththab Radhiyallahu 'anhu juga berpegang dengan apa yang terkandung dalam ayat-ayat ini ketika beliau memohon hujan dari Allah Ta'ala. mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi. membanyakan harta dan anak-anak untuk kalian. 5/417] Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata :" Maknanya. [Tafsir Ibnu Katsir. 'Aku memohon diturunkannya hujan dengan majadih[1] langit yang dengannya diharapkan bakal turun hujan. [Tafsir Al-Qurthubi. Al-Iklil fis Tinbathil Tanzil. 'Aku tidak mendengar Anda memohon hujan'.: Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhamnu dan bertaubat kepada-Nya) adalah dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu sarana meminta diturunkannya rizki dan hujan". hal. 4/449] Demikianlah. Mutharif meriwayatkan dari Asy-Sya'bi : "Bahwasanya Umar Radhiyallahu 'anhu keluar untuk memohon hujan bersama orang banyak. sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. niscaya Ia akan membanyakkan rizki kalian menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit. 7/154] Sakaratul Maut dan Kematian . Dan beliau tidak lebih dari mengucapkan istighfar (memohon ampun kepada Allah) lalu beliau pulang. menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian. Fathul Qadir. Maka ia menjawab. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat". menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya bermacam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungai-sungai diantara kebun-kebun itu (untuk kalian)". [Tafsir Al-Khazin. Lalu beliau membaca ayat. "Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhamu.

.Para malaikat itu duduk disamping calon mayit sejauh mata memandang. Amma badu : 1....Ditutup untuknya pintu-pintu langit... Sakaratul Maut dan Kematian Kafir atau Fajir (banyak dosa) Sesungguhnya seorang hamba yang kafir atau fajir (banyak dosa). dengan menyebut panggilan-panggilan buruknya ketika di dunia.... ......Masing-masing penjaga pintu berdoa kepada Allah agar ruh itu tidak lewat melalui pintunya.Keburukan-keburukannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta..Para Malaikat yang membawanya menjawab: "Ini ruhnya Fulan bin Fulan"..Ruh itupun terkejut... Kemudian datang Malaikat maut -Alaihis Salam dan duduk disamping kepalanya seraya berkata: "Wahai jiwa yang busuk keluarlah menuju murka dan kebencian dari Allah"...Oleh Abdullah Saleh Hadrami (Bening Hati) Segala puji hanya bagi Allah. Semua malaikat diantara langit dan bumi melaknatinya (mengutuknya). para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat.Lalu Malaikat mencabutnya seperti mencabut alat pemanggang yang banyak cabangnya dari kain yang basah sehingga terputuslah urat-urat dan ototnya. Malaikat itupun mengambil ruhnya dan langsung memasukkannya kedalam kain kasar (yang dari neraka itu)...... shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah.Keluar dari ruh itu bau yang sangat busuk seperti bau paling busuk yang pernah ada dimuka bumi ini. keluarga. turun kepadanya para Malaikat dari langit yang sangat keras lagi berwajah hitam sambil membawa kain yang kasar dari neraka. apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat.. tiadalah melalui rombongan Malaikat melainkan mereka selalu bertanya: "Ruh siapa yang busuk ini?".... juga semua malaikat yang di langit.Para Malaikat lalu membawa ruh itu naik.Malaikat yang membawanya menyebutkan keburukankeburukanya selama di dunia.

Lalu ruhnya dilempar dari langit sehingga terjatuh ke bumi..Orang itu (si mayit) bertanya: "Siapa kamu? semoga Allah memberi kabar buruk kepadamu.Lalu sampailah kepadanya panas dan racunracun neraka dan kuburnya disempitkan sehingga terpatah-patah tulang rusuknya..Dua Malaikat yang sangat keras dan membentaknya serta mendudukkannya seraya bertanya: "Siapa Rabbmu?".Kemudian datanglah dua Malaikat.. kemudian Rasulullah -Shallallaahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam membacakan ayat: "Dan barangsiapa menyekutukan Allah." (QS.......Kemudian Rasulullah -Shallallaahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam membacakan: "Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk sorga.Gelap.Ada cacing.Lalu dikatakan kepadanya: "Anda tidak tahu dan tidak mau membaca (belajar).... wajahmu mendatangkan keburukan..Saya tidak tahuuuu... cepat dalam kemaksiatan..."..Malaikat bertanya lagi: "Apa Dien-mu?"..Orang itu menjawab: "Ha.. ini adalah hari yang dijanjikan kepadamu.Ia menjawab: "Ha..."... maka seolah-olah ia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung. aku tidak mengetahui melainkan kamu lambat dalam ketaatan kepada Allah.. hingga unta masuk ke lubang jarum. Munkar dan Nakir. !".ha.....Lantas Allah berfirman: "Tulislah catatan amalnya di sijjiin...Pengap. berilah ia hamparan dari neraka dan bukakan untuknya pintu ke neraka... yang sangat keras.ha.".".Ada kalajengking.. lalu malaikat mengatakan: "Muhammad!"... Kedua malaikat itupun bertanya lagi: "Siapa orang yang diutus kepadamu?". tuli . Setelah itu datang kepadanya seorang yang berwajah buruk.Saya tidak tahuuuu"..Tatkala telah sampai di langit dunia mereka meminta agar dibuka pintunya dan ternyata tidak dibukakan.Kemudian dikatakan: "Kembalikan hambaKu ke bumi karena Aku telah berjanji bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta mengeluarkan mereka darinya pula pada kali yang lain".Saya tidak tahuuuu.. berpakaian jelek dan berbau tidak enak seraya berkata: "Kabar buruk bagimu. Demi Allah..Ia menjawab: "Ha..Al-A?raaf: 40).." (QS.Ia menjawab: "Aku adalah amal burukmu.Dikembalikan ruh itu ke jasadnya sehingga ia mendengar suara alas kaki orang-orang yang pulang dari mengantar jenazahnya... dibumi yang paling bawah"....". lalu Allah membalasimu dengan keburukan.ha.."........... atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh...Ia tidak tahu namanya...Kemudian ia (si mayit) dikuasai oleh seorang yang buta.Sempit. Sekarang ia sendirian di kuburnya....Kemudian terdengarlah seruan dari langit: "Ia berdusta. saya mendengar orang-orang mengatakan itu.. Al-Hajj: 31).

"…Maka keluarlah ruhnya dengan lembut seperti air yang menetes dari bibir tempat air…Malaikat maut-pun mengambilnya…setelah Malaikat mengambil ruh itu maka segera di masukkan dalam kafan yang dari surga tersebut dan diberi parfum yang dari surga itu…Lalu keluarlah dari ruh itu bau yang sangat wangi seperti bau parfum yang paling wangi dimuka bumi ini… Ketika telah keluar ruhnya maka para Malaikat diantara langit dan bumi menshalatinya… Demikian pula semua Malaikat yang di langit…Dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit…Semua penjaga pintu tersebut berdoa kepada Allah agar ruh tersebut lewat melalui pintunya… Para Malaikat membawa ruh itu naik ke langit…Dan tiap-tiap melalui rombongan Malaikat mereka selalu bertanya: "Ruh siapa yang wangi ini?"…Para Malaikat yang membawanya menjawab: "Ini ruhnya Fulan bin . sampai kiamat besar..Ia berkata: "Ya Rabb......Ia tidak hidup di dalamnya dengan kehidupan yang layak dan tidak pula mati yang memungkinkannya untuk beristirahat. turun kepadanya para malaikat dari langit yang berwajah putih seakan wajah mereka ibarat matahari… Mereka membawa kafan dan parfum dari surga…Mereka duduk di samping calon mayit sejauh mata memandang… Kemudian datanglah Malaikat maut –Alaihis Salam dan duduklah di samping kepala calon mayit seraya berkata: " Wahai jiwa yang baik. keluarlah menuju ampunan dan ridha dari Allah...Tapi.Ia hanya merasakan siksa dan siksa. 2..Orang kafir atau fajir akan masuk neraka jahannam yang panasnya tiada tara. sekiranya dipukulkan ke gunung pasti menjadi tanah.. Janganlah terjadi kiamat.... kemudian Allah mengembalikannya seperti semula. Ia tidak ingin segera kiamat karena ia yakin akan mendapat adzab yang lebih dahsyat dari adzab kubur. di alam barzakh.lagi bisu (maksudnya tidak berbelas kasihan) yang ditangannya ada batang besi.Allah murka kepadanya....". wahai jiwa yang tenang..Setelah itu dihisab dan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuantannya.....Lalu dia memukulnya dengan sekali pukulan sehingga ia menjadi tanah. Sakaratul Maut dan Kematian mukmin Sesungguhnya seorang hamba mukmin apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat. sehingga ia (orang kafir atau fajir) berteriak (kesakitan) dengan teriakan yang didengar oleh semua makhluk kecuali manusia dan jin.Lalu dia memukulnya lagi dengan pukulan yang lain. Allah telah menetapkan bahwa seseorang harus tinggal di kubur dulu....Kemudian dibukakan untuknya pintu neraka dan ia diberi hamparan dari neraka..

Ditulislah catatan amalnya di Illiyyiin…Kemudian dikatakan: "Kembalikanlah ia ke bumi."…Malaikat bertanya lagi: "Apa amalmu?" Ia menjawab: "Aku membaca Kitab Allah. dien-ku adalah Islam dan Nabi-ku adalah Muhammad – Shallallaahu "Alaihi Wa "Ala Alihi Wa Sallam. Al-Muthaffifiin: 19-20).Kemudian datanglah dua Malaikat. mengimani dan mengamalkannya."…Malaikat bertanya lagi: "Apa dien-mu?" Ia menjawab : "Dien-ku adalah Islam. Lalu Allah berfirman: "Tulislah catatan amal hamba-Ku di Illiyyiin! "Tahukah kamu apakah Illiyyiin itu? (Yaitu) kitab yang bertulis (untuk mencatat amal orang yang baik)" (QS."…Kedua Malaikat tersebut bertanya lagi: "Siapa orang yang diutus kepadamu?" Ia menjawab: "Dia adalah Rasulullah –Shallallaahu "Alaihi Wa "Ala Alihi Wa Sallam."…Malaikat tersebut membentaknya lagi: "Siapa Rabb-mu? Apa dien-mu? Dan siapa Nabi-mu?"…Itulah ujian terakhir yang menimpa orang mukmin… Allah berfirman: "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu (dua kalimat syahadat) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. berpakaian . Ibrahim: 27)…Ia-pun menjawab: "Rabb-ku adalah Allah. yang sangat keras…Kedua malaikat itu membentaknya serta mendudukkannya seraya bertanya: "Siapa Rabb-mu?" Ia menjawab: "Rabb-ku adalah Allah."…Lalu ada seruan dari langit: "Hamba-Ku benar. Kemudian datang kepadanya seorang yang berwajah baik.Fulan". Munkar dan Nakir. sambil menyebutkan panggilan-panggilan terbaiknya selama di dunia…Malaikat yang membawanya menyebutkan kebaikan-kebaikannya selama di dunia…Kebaikan-kebaikannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta… Tatkala telah sampai di langit dunia para Malaikat meminta di bukakan pintunya… Malaikat penjaga pintu langit membuka pintu itu…Kemudian semua Malaikat yang ada ikut mengiringi ruh itu sampai ke langit berikutnya hingga berakhir di langit ke tujuh…. berilah ia hamparan dan pakaian dari surga serta bukalah untuknya pintu surga. karena Aku telah berjanji kepada mereka bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta membangkitkan mereka darinya pula pada kali yang lain"… Ruh itu-pun dikembalikan ke bumi dan ke jasadnya…Ketika telah dikebumikan ia mendengar suara alas kaki orang-orang yang pulang dari mengantarkan jenazahnya… Sekarang ia sendirian di kuburnya…Gelap…Sempit…Pengap…Ada cacing… Ada kalajengking…." (QS."…Datang dan sampai kepadanya kebahagiaan dan wangi surga…Kuburnya diluaskan sejauh mata memandang….

tapi kenyataan…Percaya atau tidak?.indah dan baunya wangi seraya berkata: "Kabar gembira dengan sesuatu yang menyenangkan anda. Allah telah menetapkan bahwa seseorang harus tinggal di kubur dulu. jika Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami.. sampai kiamat besar…Setelah itu dihisab dan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuantannya…Orang beriman akan masuk ke dalam surga…Memandang Wajah Allah Yang Maha Mulia… Mendapatkan Ridha Allah dan Allah tidak akan pernah lagi murka kepadanya selamanya… Inilah perjalanan hidup yang pasti kita lalui…Ini bukan dongeng."…Kemudian dibukakan untuknya pintu surga dan neraka seraya dikatakan: "Ini (neraka) adalah tempatmu jika kamu bermaksiat kapada Allah. kami telah beriman kepadaMu. permudahlah sakaratul maut kami…Jadikanlah kematian kami husnul khotimah…Tolonglah kami agar kami mampu menjawab fitnah kubur dengan baik dan benar…Luaskan alam kubur kami seluas-luasnya sejauh mata memandang…Jadikanlah alam kubur kami sebagai taman diantara taman-taman surga…Permudahlah hisab kami…Masukkanlah kami ke dalam surgaMu…Berilah kami rizki memandang WajahMu Yang Maha Mulia…Berikanlah kepada kami RidhaMu yang Engkau tidak akan .Semoga bermanfaat… Ya Allah."…Orang tersebut menjawab: "Aku adalah amal salehmu. kabar gembira dengan ampunan dari Allah dan surga yang penuh dengan kenikmatan selamanya. tentulah kami termasuk orang-orang yang merugi…Ya Allah. Allah telah menggantinya dengan ini (surga). ia-pun berkata: "Ya Allah segerakanlah kiamat. Demi Allah. lalu Allah-pun membalasi anda dengan kebaikan pula. agar aku kembali kepada keluargaku dan hartaku. semoga Allah memberi kabar gembira kepada anda. ini adalah hari yang dijanjikan kepada anda. ampunilah dosa-dosa kami yang mendatangkan benacana… Ampunilah dosa-dosa kami yang merubah karunia…Ampunilah dosa-dosa kami yang menurunkan bala"…Ampunilah dosa-dosa kami yang menghalangi doa…Ampunilah semua dosa yang telah kami lakukan dan semua kesalahan yang telah kami kerjakan… Ya Allah. anda selalu bersegera dalam taat kepada Allah dan lambat dalam maksiat kepada Allah.. ampunilah dosadosa kami dan selamatkanlah kami dari api neraka… Ya Allah."…Ia-pun bertanya: "Siapa anda ?."…Tatkala ia melihat kedalam surga. sungguh kami telah menganiaya diri kami."…Lalu dijawab: "Tenanglah (di kubur ini dulu)"…Ia ingin segera kiamat agar bisa segera masuk ke dalam surga yang telah diperlihatkan kepadanya dan agar supaya bisa berkumpul dengan semua keluarganya kembali…Tapi. di alam barzakh. Wajahmu mendatangkan kebaikan.

26968b2478826e .pernah lagi murka kepada kami setelah itu selamanya…. yang mendekatkan diri kami kepadaMu dan kami berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat Ilmu yang menjauhkan kami dariMu. Allahumma Amiin. Ya Allah. kami mohon kepadaMu ridhaMu dan surgaMu… Ya Allah. kami berlindung kepadaMu dari murkaMu dan nerakaMu… Ya Allah aku memohon kepadaMu Ilmu yang bermanfaat. para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat dan segala puji hanya bagi Allah. keluarga. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah.

Betapapun. Maha memperhatikan kita. demikian juga dalam kehidupan kita sehari-hari. melakukan pengrusakan dan lain-lain. tentu akan membawa jiwa akan tenteram. maka segala beban yang berat akan terasa ringan. Tetapi kukuhkanlah semua permintaan kita dengan ketaatan kepada semua perintah Allah agar kita mampu menghadapi segala kesulitan serta memikul segala beban. seperti sabar dalam melaksanakan ibadah haji yang mengakibatkan keletihan atau sabar dalam peperangan membela kebenaran. Bukankah kita sering merasa plong bila kita curhat kepada seseorang atas beban yang kita rasakan apalagi bila teman curhat kita itu adalah zat yang Maha Mendengar. Ia juga berarti ketabahan.Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Kemudian munajah kita kepada Allah swt dikuatkan dengan mengaitkan diri kita kepada Allah swt yakni melakukan shalat sebagai simbol ketaatan kita kepada ketentuan-ketentuan Allah. sabar jasmani yaitu kesabaran dalam menerima dan melaksanakan perintah-perintah keagamaan yang melibatkan anggota tubuh. tidak hanya shalat yang kita jalankan dan meninggalkan perintah yang lain. tidak begitu. maka kokohkanlah permintaan itu dengan disertai jiwa yang sabar yakni dengan menahan diri dari godaan untuk melakukan hal-hal yang bernilai rendah. penganiayaan dan semacamnya. namun bila hal itu dibarengi dengan hati yang khusu’ yakni hati yang selalu tunduk dan selalu merasa tenteram dalam berzikir kepada Allah. adalah sabar rohani menyangkut kemampuan menahan kehendak nafsu yang dapat mengantar kepada kejelekan. Imam Ghazali mendefinisikan sabar sebagai ketetapan hati melaksanakan tuntunan agama menghadapi rayuan nafsu. Termasuk pula dalam katagori ini. kecuali bagi orang-orang yang khusyu (QS 2:45) Allah memerintahkan kepada kita bila kita memohon pertolongan Allah swt. Kata ash-shabar artinya menahan diri dari sesuatu yang tidak berkenan di hati. ini bermakna bahwa bila kita meminta sesuatu kepada Allah. atau menahan nafsu seksual yang bukan pada tempatnya. Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat. . kita merasakan bahwa beban hidup kita kadang terasa begitu berat bagi kita. misalnya terjerumus kedalam prasangka buruk kepada Allah yakni mengira Allah tidak memperhatikan kita. seperti sabar menahan amarah. Kedua. Secara umum kesabaran dapat dibagi dalam dua bagian pokok: Pertama. penyakit. memohon bantuan atau meminta seseorang melakukan sesuatu yg kita inginkan hendaknya disertai dengan sikap dan jiwa yang sabar tidak terjerumus dalam nafsu amarah.

Tingkatan terendah adalah sekadar pengamalan yang tulus kepadaNya walau diselingi oleh pikiran yang melayang kepada hal-hal yang tidak bersifat negatif. dalam arti jadikanlah ketabahan menghadapi segala tantangan bersama dengan shalat. yakni doa dan permohonan kepada Allah sebagai sarana untuk meraih segala macam kebajikan. Yang dimaksud dengan orang-orang yang khusu’ dalam ayat tersebut di atas adalah mereka yang menekan kehendak nafsunya dan membiasakan dirinya menerima dan merasa tenang menghadapi ketentuan Allah serta selalu mengharapkan kesudahan yang baik. Ia bukanlah orang yang mudah terpedaya oleh rayuan nafsu. dari segi bahasa artinya do’a. Ia adalah orang yang mempersiapkan dirinya untuk menerima dan mengamalkan kebajikan. Inilah puncaknya. sekaligus kelemahannya sebagai manusia dihadapan Allah. dan dari segi pengertian syariat adalah “ucapan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Dengan demikian. Wallahu a’lam Referensi utama: Tafsir al Mishbah. . Demikian. Khusu’ adalah ketenangan hati dan keengganannya mengarah kepada kedurhakaan. M. shalat membantu manusia menghadapi segala tugas dan bahkan petaka. Kekhusu’an dalam shalat menuntut kita untuk menghadirkan kebesaran dan keagungan Allah. ayat tersebut diatas menyampaikan pesan kepada kita: mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan tabah dan sabar menghadapi segala tantangan serta dengan melaksanakan shalat. mengingat Allah. Puncak khusu’ adalah ketundukan dan kepatuhan anggota badan. Shalat juga mengandung pujian kepada Allah atas limpahan karuniaNya. Quraish Shihab. dan mengingat karunia-Nya mengantar seseorang terdorong untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya serta mengantarnya tabah menerima cobaan atau tugas yang berat. Bisa juga bermakna: Jadilah sabar dan shalat sebagai penolongmu.Sedangkan ash-shalah. tetapi tentu ada tingkatan-tingkatan dibawahnya. dalam keadaan pikiran dan bisikan hati secara keseluruhan menuju kehadirat Ilahi.

Bukhari. Dalam deretan rukun Islam Rasulullah saw.8 . berhajji ke ka’bah baitullah dan puasa di bulan Ramadlan.” (HR. No. menegakkan shalat. “Islam dibangun atas lima pilar: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.DUA DIMENSI SHOLAT Oleh: DR. Rasullah bersabda. Amir Faishol Fath Shalat adalah ibadah yang terpenting dan utama dalam Islam. menyebutnya sebagai yang kedua setelah mengucapkan dua kalimah syahadat (syahadatain). membayar zakat.

No. “shalatlah sebagaiman kamu melihat aku shalat”. Bila dalam ibadah haji Rasulullah saw. Rasullah saw. Muslim. Dimensi Ritual Shalat . Para sahabat bergerak memerangi mereka. Allah menerangkan bahwa menegakkan ibadah shalat adalah ciri kedua setelah beriman kepada yang ghaib (Al-Baqarah: 3). Ketika ditanya Malaikat Jibril mengenai Islam. langsung mengajarkannya. Sekecil apapun yang akan kita lakukan dalam shalat harus sesuai dengan apa yang diajarkan Allah langsung kepada Rasul-Nya. kepada kita. Abu Bakar Ash Shidiq ra. bersabda. melaksanakan shalat. Untuk menjelaskan bagaimana cara Rasullah saw. otomatis menjadi murtad (keluar dari Islam). apalagi menolak shalat. maka dalam shalat Rasullah bersabda. wafat. maka wajib diperangi. Dari sini tampak dengan jelas keagungan ibadah shalat. ketika menjabat sebagai khalifah setelah Rasullah saw.8). tidak menerima melalui perantara Malaikat Jibril. Dari proses bagaimana ibadah shalat ini disyariatkan –lewat kejadian yang sangat agung dan kita kenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj– Rasulullah saw. Ketika menyebutkan ciri-ciri orang yang bertakwa pada awal surah Al-Baqarah. Orang yang mengingkari salah satu dari rukun Islam. melainkan Allah swt. Ini baru manolak zakat. dan yang diajarkan Rasulullah saw. pernah dihebohkan oleh sekelompok orang yang menolak zakat. Muslim No.dan HR. Peristiwa itu terkenal dengan harbul murtaddin. Bagi Abu Bakar mereka telah murtad. lagi-lagi menyebut shalat pada deretan yang kedua setelah syahadatain (HR. “Ambillah dariku cara melaksanakan manasik hajimu”. Bahwa shalat bukan masalah ijtihadi (baca: hasil kerangan otak manusia yang bisa ditambah dan diklurangi) melainkan masalah ta’abbudi (baca: harus diterima apa adanya dengan penuh keta’atan). paling tidak ada dua dimensi yang bisa diuraikan dalam pembahasan ini: dimensi ritual dan dimensi spiritual.16).

zhuhur. maghrib. Artinya shalat seorang tidak dianggap sah bila dilakukan sebelum waktunya atau kurang dari jumlah rakakat yang telah ditentukan. isya’) yang harus ditegakkan. waktu shalat Maghrib digeser ke Ashar dan sebagainya (perhatikan: An-Nisa’: 103). yang tiga ditambah menjadi lima. termasuk di dalamnya berapa rakaat dan kapan waktu masing-masing shalat (shubuh. Termasuk dalam hal menambah adalah membaca terjemahan secara terang-terangan dalam setiap bacaan yang dibaca dalam shalat. Dalam konteks ini tentu tidak bisa beralasan dengan shalat qashar (memendekkan jumlah rakaat) atau jama’ taqdim dan ta’khir (menggabung dua shalat seperti dzhuhur dengan ashar: diawalkan atau diakhirkan) karena masing-masing dari cara ini ada nashnya (baca: tuntunan dari Alquran dan sunnah Rasullah saw.. melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan kondisi yang tercantum dalam nash. Dalam hal ini tidak ada seorang pun dari sahabat Rasulullah saw.Dimensi ritual shalat adalah tata cara pelaksanaannya. Apa yang dibaca dalam shalat juga tercakup dalam tata cara ini dan harus mengikuti tuntunan Rasulullah.. . yang mencoba-coba berusaha merevisi atau menginovasi. yang dua ditambah menjadi empat dan lain sebagainya. dan itupun tidak setiap saat. Karena sepanjang pengetahuan penulis tidak ada nash yang memerintahkan untuk juga membaca terjemahan bacaan dalam shalat. Jadi tidak bisa membaca apa saja seenaknya. Mungkin seorang mengatakan. apa lagi ulama. Bila Rasullah memerintahkan agar kita harus shalat seperti beliau shalat. maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menambah-nambah. melainkan hanya perintah bahwa kita harus mengikuti Rasullah secara ta’abbudi dalam melakukan shalat ini. benar kita harus mengikuti Rasullah. An-Nisa’: 101). Umpamnya yang empat rakaat dikurangi menjadi tiga. Katakanlah waktu shalat Zhuhur digeser ke waktu dhuha. ashar. Dalam segi waktu pun tidak ada seorang ulama yang berani menggeser.

Rasullah bersabda: “watuqiimush shalata“ (HR. ungkapan seperti ini juga digunakan Rasullah saw.8 dan HR. kita menjawab Anda salah mengapa tidak belajar sebelum masuk ke ruang ujian. (HR. Pada hadits mengenai pertemuannya dengan Malaikat Jibril. Bila menyontek. Mengapa Anda harus dengan mengorbankan shalat. jawaban merusak ujian pelajar. kita jawab.16) Apa makna dari aqiimu atau yuqiimu di sini? Mengapa kok tidak langsung mengatakan shallu (bershalatlah) atau yushalluuna (mereka bershalat)? Para ahli tafsir bersepakat bahwa dalam kata aqiimu atau yuqiimuuna mengandung makna penegasan bahwa . Bila si pelajar beralasan bahwa ia tidak bisa menjawab kalau tidak nyontek. mengucapkan sesuatu tetapi tidak paham apa yang kita ucapkan? Untuk mengerti bacaan dalam shalat. caranya tidak mesti dengan membaca terjemahannya ketika shalat. Muslim No. Anda salah mengapa Anda tidak belajar memahami bacaan tersebut di luar shalat. Demikian juga bila seorang beralasan bahwa ia tidak mengerti kalau tidak membaca terjemahan dalam shalat. Muslim No. melainkan Anda bisa melakukannya di luar shalat. Dari segi bahasa dan gaya ungkap Alquran selalu menggunakan “aqiimush shalaata” (tegakkankanlah shalat) atau “yuqiimunash sahalat” (menegakkan shalat).8) dan pada hadits mengenai pilar-pilar Islam bersabda: “waiqaamish shalati “. Membaca terjemahan dalam shalat juga merusak shalat. demi memahami bacaan yang Anda baca dalam shalat? Wong itu bisa Anda lakukan di luar shalat. Sebab. tindakan membaca terjemahan dalam shalat seperti tindakan seorang pelajar yang menyontek jawaban dalam ruang ujian. Menariknya. melainkan dalam teks-teks Alquran sangat nampak dengan jelas. ternyata bukan hanya bisa dipahami dari hadits tersebut di atas.tapi bagaimana kalau kita tidak mengerti apa makna bacaan yang kita baca dalam shalat? Bukankah itu justru akan mengurangi nilai ibadah shalat itu sendiri? Dan kita hadir dalam shalat menjadi seperti burung beo. Bukahri No. Pentingnya mengikuti cara Rasullah bershalat.

maupun secara spiritual dengan melakukannya secara khusyuk seperti Rasulullah saw. tanpa sedikitpun mengurangi atau menambah. memang secara fikih shalat Anda sah bila memenuhi syarat dan ruku’nya secara ritual. Bairut. melainkan harus juga diikuti dengan menyempurnakan dimensi spritualnya.shalat itu harus ditegakkan secara sempurna: baik secara ritual dengan memenuhi syarat dan rukunnya. Muqatil bin Hayyanperpendapat. tapi apa makna shalat Anda bila tidak diikuti dengan kekhusyukan. vol. alkhasyi’in adalah orang yang dipenuhi rasa takut kepada Allah. Perihal kekhusyukan ini Alquran telah menjelaskan. 1. membekali keyakinan untuk menghadapi segala . Ibarat jasad dengan ruh. ketika menafsirkan ayat ini. Dhahhaq mengatakan. (Ibn Katsir. alkhasyi’en merupakan orang yang benar-benar tunduk penuh ketaatan dan ketakutan kepada Allah. memang seorang bisa hidup bila hanya memenuhi kebutuhan jasadnya. dan sesungguhnya shalat itu sangat berat kecuali bagi mereka yang khusyu. “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. itu suatu gambaran keimanan yang hakiki.” (Al-Baqarah: 45) Imam Ibn Katsir. namun sungguh tidak sempurna bila ruhnya dibiarkan meronta-meronta tanpa dipenuhi kebutuhannya. Masalah khusyu’ adalah pembahasan dimensi spiritual shalat yang akan kita bicarakan setelah ini. h. Demikian juga shalat. Dimensi Spiritual Shalat Mengikuti cara Rasulullah saw. 1986.133) Dan pada dasarnya shalat –seperti yang digambarkan Ustadz Sayyid Quthub– adalah hubungan antara hamba dan Tuhannya yang dapat menguatkan hati. Abul Aliyah menyebut. Darul fikr. Tafsirul Qur’anil azhim. menyebutkan pendapat para ulama salaf mengenai makna khusyu’ dalam shalat: Mujahid mengatakan. shalat tidak cukup hanya dengan menyempurkan dimensi ritulanya saja. alkhasyi’in itu orang yang penuh tawadhu’. melakukannya dengan penuh kekhusyukan.

korupsi dan lain sebagainya yang termasuk dalam kategori munkar. Tanbihul ghafiliin. Darusy syuruuq. Rasulullah saw. 69) Dalam hal ini tentu shalat yang dimaksud bukan sekedar shalat. perzinaan. menjaga diri dari perbuatan keji. berapa dari mereka yang benar-benar menikmati buah shalatnya. Bairut. Disebutkan dalam buku ini bahwa orang yang sembahyang banyak. fii zhilalil Qur’an. 1. (Sayyid Quthub. Bairut. –kata Sayyid.kenyataan yang harus dilalui. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar ”. h. Tetapi. Antara Ritual dan Spritual Ketika Rasulullah saw. (As Samarqandi. selalu segara melaksanakan shalat. Imam AsSamarqandi dalam bukunya tanbihul ghafiliin. itu maksudnya mengikuti secara . menulis bab khusus dengan judul: Bab itmamush shalaati wal khusyu’u fiihaa (Bab menyempurkan dan khusyuk dalam shalat). Karena hanya shalat yang seperti inilah yang akan benar-benar memberikan ketenangan yang hakiki pada ruhani. dan benar.setiap kali menghadapi persoalan. Darul Kitab al’Araby. (Al-Ankabut: 45) Jelas. 293) Imam As-Samarqandi benar. 2002. tetapi orang yang menegakkan shalat secara sempurna sedikit. seperti yang dinyatakan dalam Alquran: “dan dirikanlah shalat. 1985. Kini kita menyaksikan orang-orang shalat di mana-mana. melainkan shalat yang benar-benar ditegakkan secara sempurna: memenuhi syarat dan rukunnya. bahwa hanya shalat yang khusyu’ yang akan membimbing pelaksananya pada ketenangan dan kemuliaan perilaku. vol. lebih dari itu penuh dengan kekhusyukan. memerintahkan agar kita mengikuti shalat seperti yang beliau lakukan. Oleh sebab itu para ulama terdahulu selalu mengajarkan bagimana kita menegakkan shalat dengan penuh kekhusyukan. h.benar melahirkan sikap moral yang tinggi.

itu tidak disebut shalat. Tetapi. shalat yang ditambah dengan menerjemahkan setiap bacaannya ke dalam bahasa Indonesia. dengan mengabaikan yang ritual (seperti tidak mengkuti cara-cara shalat Rasulluah secara benar. Sementara ruhani shalat itu Anda campakkan begitu saja. itu bukan shalat yang dicontohkan Rasullah. Kedua dimiensi itu adalah satu kesatuan tak terpisahkan.sempurna: ritual dan spiritual. bila yang Anda utamakan hanya yang ritual saja dengan mengabaikan yang spiritual. Bahkan bila yang anda abaikan dari dimensi spiritual shalat itu adalah keikhlasan. menambahkan atau mengurangi. spiritual artinya melaksanakannya dengan penuh keikhlsan. Dengan bahasa lain. Satu dimensi hilang. Maka. akibatnya fatal. tidak akan membawa dampak apa-apa pada diri Anda. Ritual artinya menegakkan secara benar syarat dan rukunnya. Karena yang Anda ambil hanya gerakan shalatnya saja. ketundukan dan kekhusyukan. atau meniggalkannya sema sekali) itu tidak sah. Na’udzubillahi mindzaalika. Shalat Anda menjadi tidak bernilai apa-apa di sisiNya. Wallahu A’lam bish shawa . maka shalat Anda tidak sempurna. apapun alasan dan tujuannya. Sebaliknya. boleh jadi shalat Anda sah secara fikih. Bila Anda hanya mengutamakan yang spiritual saja.

dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad. menghalangi. dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Dia. para sahabat. Jalan meraih sukses dengan pasti adalah dengan bertakwa dan bertawakkal pada Allah subhanahu wa ta’ala. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sedangkan ِ ْ yang dimaksud dengan tawakkal adalah berkaitan dengan keyakinan. hakekat tawakkal adalah benarnya penyandaran hati pada Allah ‘Azza wa Jalla untuk meraih berbagai kemaslahatan dan menghilangkan bahaya baik dalam urusan dunia maupun akhirat. dan mendatangkan manfaat kecuali Allah semata’. ُ ُ ْ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ َ َ ّ ْ ََ ّ َ ُ َ ح‬ ‫ومن يتق ال يجعل له مخرجا )2( ويرزقه من حيث ل يحتسب ومن يتوكل على ال فهو َسبه‬ ِ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ْ َ ّ ِ َّ ْ َ َ َ “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. keluarga.” (QS. Rabb semesta alam.MERAIH SUKSE DG TAWAKAL Segala puji bagi Allah.”وَك ّلت أ َمري إ ِلى فُلن‬aku menyerahkan urusanku pada fulan. menyerahkan semua urusan kepada-Nya serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa ‘tidak ada yang memberi. [2] Keutamaan Tawakkal . tempat bersandar seluruh makhluk. Ath Tholaq: 2-3) Hakekat Tawakkal Tawakkal berasal dari kata “wukul”. mendatangkan bahaya. Ayat yang bisa menjadi renungan bagi kita bersama adalah firman Allah Ta’ala. Seperti dalam َ َ ْ kalimat disebutkan “‫ .[1] Berdasarkan keterangan dari Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah. artinya menyerahkan/ mempercayakan.

”[7] Syaikh As Sa’di rahimahullah menjelaskan pula. Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan usaha . dan ia pun menyerahkan urusannya pada Allah. Ath Tholaq: 3).Pertama: Tawakkal sebab diperolehnya rizki Ibnu Rajab mengatakan. “Barangsiapa yang menyandarkan diri pasa Allah dalam urusan dunia maupun agama untuk meraih manfaat dan terlepas dari kemudhorotan.[2] Sebagaimana Allah Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya. maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka. Namun kadang hasil tidak datang saat itu juga. Mereka adalah orangorang yang tidak minta diruqyah. Ketiga: Masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab Dari Ibnu ‘Abbas. maka hasilnya pun akan baik dari cara-cara lain.”[3] Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakkal.” (QS. Yang Maha Kuat (Al Qowi). “Barangsiapa yang menyandarkan dirinya pada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.”[9] Merealisasikan Tawakkal “Dalam merealisasikan tawakkal tidaklah menafikan melakukan usaha dengan melakukan berbagai sebab yang Allah Ta’ala tentukan.”[8] Masya Allah suatu keutamaan yang sangat luar biasa sekali dari orang yang bertawakkal. Kedua: Diberi kecukupan oleh Allah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca surat Ath Tholaq ayat 3 kepada Abu Dzar Al Ghifariy. Mengambil sunnah ini sudah menjadi sunnatullah (ketetapan Allah yang mesti dijalankan).[4] Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah ketika menjelaskan surat Ath Tholaq ayat 3 mengatakan. ُ ُ ‫ي َد ْخل ال ْجن ّة من أ ُمتى سب ْعون أ َل ْفا ب ِغَي ْر حساب ، هُم ال ّذين ل َ ي َست َرقون ، وَل َ ي َت َط َي ّرون‬ ً َ ُ َ ِ ّ ْ ِ َ َ َ ُ َ ُ ْ ْ ٍ َ ِ ِ َ ِ ُ ‫، وَعَلى رب ّهِم ي َت َوَك ّلون‬ َ ُ ْ َ َ “Tujuh puluh ribu orang dari umatku akan masuk surga tanpa hisab.”[5] Al Qurtubhi rahimahullah menjelaskan pula tentang surat Ath Tholaq ayat 3 dengan mengatakan. Jika urusan tersebut diserahkan pada Allah Yang Maha Mencukupi (Al Ghoni). “Barangsiapa yang bertakwa pada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menyandarkan hatinya pada-Nya. Lalu beliau berkata padanya. maka Allah akan memberi kecukupan bagi-Nya. maka Allah akan beri kecukupan pada urusannya. َ ْ ‫وَمن ي َت َوَك ّل عَلى الل ّه فَهُو حسب ُه‬ ِ ُ ْ َ َ ْ َ “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. tidak beranggapan sial dan mereka selalu bertawakkal pada Rabbnya.”[6] Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan. maka Allah yang akan mencukupi urusannya. ”Tawakkal adalah seutama-utama sebab untuk memperoleh rizki”. namun diakhirkan sesuai dengan waktu yang pas. itu sudah akan mencukupi mereka. Yang Maha Perkasa (AL ‘Aziz) dan Maha Penyayang (Ar Rohim). “Barangsiapa menyerahkan urusannya pada Allah. ْ ُ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ُ ُّ َ ّ ّ َ ْ َ ‫لو أن الناس كلهم أخذوا بها لكفتهم‬ “Seandainya semua manusia mengambil nasehat ini. maka Allah akan berikan kecukupan pada urusannya.

kemudian melihat bahwa setiap kebaikan berada di tanganNya dan dari sisi-Nya. Tawakkal haruslah dengan melakukan berbagai usaha yang akan membawa pada hasil yang diinginkan. Orang yang duduk-duduk tersebut pernah berkata. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. 2. dan usaha mereka saja. yang dimaksudkan dengan hadits ini – wallahu a’lam-: Seandainya mereka bertawakkal pada Allah Ta’ala dengan pergi dan melakukan segala aktivitas dalam mengais rizki.disertai dengan bertawakkal pada-Nya. namun haruslah dengan melakukan usaha yang maksimal. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang. Tawakkal tidaklah demikian.”[13] Ibnu ‘Allan mengatakan bahwa As Suyuthi mengatakan. ً َ ِ ُ ُ َ َ ً َ ِ ُ ْ َ َ ْ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ َ َ َ ِ ِّ َ َ ّ َ ّ ََ َ ُّ َ َ َ ْ ُ ّ َ ْ َ ‫لو أنكم تتوكلون على ال حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا‬ ِ “Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah. yang memberi rizki adalah Allah Ta’ala. Bahkan hadits ini merupakan dalil yang memerintahkan untuk mencari rizki karena burung tersebut pergi di pagi hari untuk mencari rizki. tanpa melakukan usaha atau melakukan usaha namun tidak maksimal. Jadi. Bersandarnya hati pada Allah.”[14] Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. enggan melakukan usaha untuk memperoleh rizki. ”Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali ketika sore dalam keadaan kenyang. usaha (sebab) itu bukanlah yang memberi rizki. dari penjelasan beliau ini dalam merealisasikan tawakkal haruslah terpenuhi dua unsur: 1.” demikian penuturan Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah selanjutnya[10].”[11] Tawakkal Haruslah dengan Usaha Berikut di antara dalil yang menunjukkan bahwa tawakkal tidak mesti meninggalkan usaha.” Imam Ahmad lantas mengatakan.”[12] Al Munawi mengatakan. tubuh. Rizkiku pasti akan datang sendiri. Inilah cara merealisasikan tawakkal dengan benar. “Usaha dengan anggota badan dalam melakukan sebab adalah suatu bentuk ketaatan pada Allah. ”Orang ini sungguh bodoh. Namun ingatlah bahwa mereka tidak hanya bersandar pada kekuatan. Jadi intinya. Namun. Sehingga hal ini menuntunkan pada kita untuk mencari rizki. Karena ini semua adanya yang menyelisihi tawakkal. . ”Aku tidak mengerjakan apa-apa. Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan. “Al Baihaqi mengatakan dalam Syu’abul Iman: Hadits ini bukanlah dalil untuk duduk-duduk santai. Melakukan usaha. maka mereka akan memperoleh rizki tersebut sebagaimana burung yang pergi pagi hari dalam keadaan lapar. Hal ini menunjukkan bahwa tawakkal tidak harus meninggalkan usaha. Karena burung saja mendapatkan rizki dengan usaha. Tidak sebagaimana anggapan sebagian orang yang menyangka bahwa tawakkal hanyalah menyandarkan hati pada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah bersabda. sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. kemudian kembali dalam keadaan kenyang. Sedangkan bersandarnya hati pada Allah adalah termasuk keimanan. Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu. atau bahkan mendustakan yang telah ditakdirkan baginya.

sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki.”[15] Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. Meraih Sukses dengan Menempuh Sebab yang Benar Sahl At Tusturi rahimahullah mengatakan. air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan. Al Jumu’ah: 10). Yang patut dijadikan qudwah (teladan) adalah mereka (yaitu para sahabat). Barangsiapa mencela tawakkal (tidak mau bersandar pada Allah) maka dia telah meninggalkan keimanan. dan carilah karunia Allah.”[17] Dari keterangan Sahl At Tusturi ini menunjukkan bahwa jangan sampai kita meninggalkan sebab. perlu diperhatikan bahwa dalam mengambil sebab ada tiga kriteria yang mesti dipenuhi. Contoh: Dengan minum air zam-zam. ”Barangsiapa mencela usaha (meninggalkan sebab) maka dia telah mencela sunnatullah (ketentuan yang Allah tetapkan). maka bertebaranlah kamu di muka bumi. Namun dengan catatan kita tetap bersandar pada Allah ketika mengambil sebab dan tidak boleh bergantung pada sebab semata. Sebab ini adalah sebab yang terbukti secara syar’i artinya ada dalil yang menunjukkannya yaitu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Satu kriteria berkaitan dengan sebab yang diambil.‫إن ال جعل رزقي تحت ظل رمحي‬ ِ ْ ُ ّ ِ ْ َ ِْ ِ َ َ َ ّ ّ ِ ”Allah menjadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku. Yaitu sebab yang diambil haruslah terbukti secara syar’i atau qodari. Dalam ayat-ayat ini terlihat jelas bahwa kita dituntut untuk melakukan usaha. Juga firman-Nya. ٍ ْ ُ ُ َ َ َ ِّ ٌ َ َ َ ُ َ ِّ ‫إنها مباركة إنها طعام طعم‬ “Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi. Kriteria pertama: Berkaitan dengan sebab yang diambil. ِ ّ ِ ْ َ ْ ِ ُ َ ْ َ ِ ْ َْ ِ ُ ِ َ ْ َ ُ َ ّ ِ َ ِ ُ َ َِ ‫فإذا قضيت الصلة فانتشروا في الرض وابتغوا من فضل ال‬ “Apabila telah ditunaikan shalat. seseorang bisa sembuh dari penyakit. Al Anfaal: 60). maksudnya adalah benar-benar ditunjukkan dengan dalil Al Qur’an atau hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka pun mengolah kurma. Disebutkan dalam hadits ini bahwa burung tersebut pergi pada waktu pagi dan kembali pada waktu sore dalam rangka mencari rizki. Dua kriteria lainnya berkaitan dengan orang yang mengambil sebab.[16] Allah subhanahu wa ta’ala dalam beberapa ayat juga menyuruh kita agar tidak meninggalkan usaha sebagaimana firman-Nya. Oleh karena itu.” (QS. ِ ْ َ ْ ِ َ ِ ْ ِ َ ٍ ّ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ُ َ ّ ِ ََ ‫وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل‬ ”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang. Para sahabat pun berdagang.”[18] . Secara syar’i. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut air zam-zam.” (QS. “Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang”.

Ditambahkan dalam riwayat Abu Daud (Ath Thoyalisiy) dengan sanad jayyid (bagus) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan. dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. ٍ َ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ ّ َ ُْ َ ْ َ َ ْ َ ِ ِ َ َ ْ َ ِ َ َ ّ َ َ َ ‫كتب ال مقادير الخلئق قبل أن يخلق السموات والرض بخمسين ألف سنة‬ ُ . maka Allah pun akan berlepas diri darinya dan membuat hatinya tergantung pada selain Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. ِ ْ َِ َ ِ ُ ً ْ َ َ َّ َ ْ َ ‫من تعلق شيئا وكل إليه‬ “Barangsiapa menggantungkan diri pada sesuatu. Contoh: Dengan belajar giat seseorang akan berhasil dalam menempuh UAS (Ujian Akhir Semester). Misalnya menjalani ujian sambil membawa kepekan (contekan). Kriteria ketiga: Berkaitan dengan orang yang mengambil sebab.”[23] Artinya. memperoleh harta dengan cara korupsi. maka ia pun menyesal. َُ َ ِ ُ َ ِ ََ ْ َ ُ َ ‫ماء زمزم لما شرب له‬ “Khasiat air zam-zam sesuai keinginan ornag yang meminumnya. Ini adalah cara yang haram.”[20] Secara qodari. ٌ ُُ َ ُ َ َ َِ َ ْ َ َ َ َ َ َ ً ْ ِ ُ َ ْ َ َ َ ٍ َ َ ََ ُ َ ْ َ ْ َ ْ ِ َ ‫من استعملناه على عمل فرزقناه رزقا فما أخذ بعد ذلك فهو غلول‬ “Siapa saja yang kami pekerjakan lalu telah kami beri gaji maka semua harta yang dia dapatkan di luar gaji (dari pekerjaan tersebut. Namun ada pula sebab qodari dan ditempuh dengan cara yang haram. yaitu hendaklah ia menyandarkan hatinya pada Allah dan bukan pada sebab. pengalaman dan penelitian ilmiah itu terbukti sebagai sebab memperoleh hasil. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. pent) adalah harta yang berstatus ghulul (baca:korupsi)”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Buraidah. ٍ ْ ُ ُ َِ َ ‫وشفاء سقم‬ “Air zam-zam adalah obat dari rasa sakit (obat penyakit). Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya. Dan sebab qodari di sini ada yang merupakan cara halal dan ada pula yang haram. Ini adalah suatu bentuk penipuan. Ini adalah sebab qodari dan dihalalkan. jika ia bergantung pada selain Allah. Seberapa pun sebab atau usaha yang ia lakukan maka semua hasilnya tergantung pada takdir Allah (ketentuan Allah). yaitu meyakini takdir Allah. maksudnya adalah secara sunnatullah.”[19] Begitu pula disebutkan dalam hadits lainnya. niscaya Allah akan menjadikan dia selalu bergantung pada barang tersebut. maka ia tidak termasuk golonganku.[22] Kriteria kedua: Berkaitan dengan orang yang mengambil sebab. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.”[21] Misalnya lagi. ‫من غش فليس منى‬ ّ ِ َ ْ ََ ّ َ ْ َ “Barangsiapa menipu. Di antara tanda seseorang menyandarkan diri pada sebab adalah di akhir-akhir ketika tidak berhasil. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. dan bukan pada sebab. Hatinya seharusnya merasa tenang dengan menyandarkan hatinya kepada Allah.

maka ini adalah syirik akbar (syirik besar). Ketiga: Sebab yang dilakukan adalah sebab yang haram. Keempat: Meyakini bahwa sebab tersebut memiliki kekuatan sendiri dalam menentukan hasil. ولكن قل قدر ال وما شاء فعل فإن لو تفتح عمل‬ ِ ِ َ ّْ ‫الشيطان‬ “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. meraih dengan jalan korupsi. Seperti memakai jimat. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam. maka ternyata hasil yang diperoleh tidak sesuai yang diinginkan maka janganlah terlalu menyesal dan janganlah berkata “seandainya demikian dan demikian” dalam rangka menentang takdir.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi. Perilaku semacam ini berarti mencela sunnatullah sebagaimana dikatakan oleh Sahl At Tusturi di atas. Minta tolonglah pada Allah. keduanya tetap memiliki kebaikan. “Landasan setiap kebaikan adalah jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi. maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian. Kedua: Melakukan usaha. Misalnya. namun tidak melakukan usaha dan mencari sebab. Semoga bermanfaat. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. memakai pensil ajaib yang diyakini bisa menentukan jawaban yang benar ketika mengerjakan ujian. َ َ ّ ِ ْ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ َ ََ ْ ِ ْ ٌ ْ َ ّ ُ ِ َ ِ ِ ّ ِ ِ ْ ُ ْ َ ِ ّ َِ ّ َ ََ ٌ ْ َ ّ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ‫المؤمن القوى خير وأحب إلى ال من المؤمن الضعيف وفى كل خير احرص على ما ينفعك واسْتعن بال ول‬ ِ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ ّ َِ َ َ َ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ْ ُ ْ ِ ََ َ َ َ َ َ َ َ ُ ْ َ َ ّ َ ْ َ ْ ُ َ َ َ ‫َ ْ ِ ْ َِ ْ َ َ َ َ َ ْء‬ ‫تعجز وإن أصابك شى ٌ فل تقل لو أنى فعلت كان كذا وكذا.”[24] Beriman kepada takdir. maka ini termasuk syirik akbar. inilah landasan kebaikan dan akan membuat seseorang semakin ridho dengan setiap cobaan. agar dilancarkan dalam urusan atau bisnis. maka ini termasuk syirik kecil. Ketika Mendapat Kegagalan Ketika itu sudah berusaha dan menyandarkan diri pada Allah. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. namun enggan menyandarkan diri pada Allah dan menyandarkan diri pada sebab. Jika engkau tertimpa suatu musibah.” [25] [26] Tawakkal yang Keliru Dari penjelasan di atas kita dapat merinci beberapa bentuk tawakkal yang keliru: Pertama: Menyandarkan hati pada Allah. Ibnul Qayyim mengatakan. Namun. Jika diyakini bahwa pensil tersebut yang menentukan hasil.”[27] Demikian sedikit pembahasan kami tentangt tawakkal. Keyakinan semacam ini berarti telah menyatakan adanya pencipta selain Allah.“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50. maka ini termasuk keharaman. . jangan engkau lemah.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon. Dari Abu Hurairah.bersabda. Misalnya.

Maka (jawablah). Al-Baqarah: 186) Pengalihan seruan dari orang-orang beriman terkait dengan hukumhukum shaum. Allah swt. Sehingga rangkaian ayat-ayat shaum yang panjang itu. Lc dakwatuna.10 Adab Agar Doa Dikabulkan Bagikan Hari ini jam 8:39 Oleh: Ulis Tofa.” (QS. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. apaapa yang mesti mereka perhatikan dalam pelaksanaan ibadah. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.com – Ramadhan adalah syahrud du’aa’ –bulan berdoa-. berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. disisipi seruan untuk berdoa. bahwasanya Aku adalah dekat. baik . agar beliau mengajarkan dan mengingatkan orang-orang beriman. beralih pada seruan untuk Rasulullah saw. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku.

pasti Aku tolong kamu. Dalam doa ada makna memuji Allah swt. Pemimpin yang adil.” Beliau juga bersabda: “‫. Ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah doa.. Dan Tuhan Kalian menyeru: Berdoalah kalian kepada-Ku. Bahkan ada tiga kelompok yang doanya tidak akan tertolak: “‫ثلثة ل ترد دعوتهم: الصائم حتى يفطر، والمام العادل، ودعوة المظلوم يرفعها ال فوق الغمام وتفتح لها‬ ‫)أبواب السماء ويقول الرب: وعزتي وجللي لنصرنك ولو بعد حين ” )رواه أحمد والترمذي‬ “Tiga kelompok yang tidak akan ditolak do’anya: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka. juga bersimpuh hanya kepada-Nya dengan doa. Rasulullah saw.berupa ketaatan maupun sikap ikhlas. bersabda: ‫من لم يسأل ال يغضب عليه‬ “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah. Allah menyibak awan dan membuka pintu-pintu langit seraya berfirman: “Demi kemulian-Ku dan keagungan-Ku. Allah marah padanya.” Rasulullah saw. doa yang mengantarkan mereka pada petunjuk dan jalan kebaikan. walau setelah beberapa waktu. ada pengakuan bahwa Allah Maha Mulia lagi Maha Pemurah. Hakikat doa sebenarnya juga meminta kekuatan dan kesanggupan dari Allah swt. Itu semua menjadi ciri pengabdian dan penghambaan. sekaligus pengakuan akan kebutuhan dan pertolongan-Nya. Pasti Aku kabulkan doa kalian.“أفضل العبادة الدعاء‬ “Sebaik-baik ibadah adalah doa” Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir dari Nabi saw. Dan do’a orang yang teraniaya.” Ahmad dan At Tirmidzi Doa adalah perwujudan rasa cinta seorang hamba kepada Allah swt.. bersabda: “Doa adalah ibadah. juga .

” Diriwayatkan dari imam Ahmad. dalam doa itu tidak ada unsur dosa dan memutus tali silaturahim. قالوا: إذا نكثر.” Para sahabat bertanya: “Jika kami memperbanyak doa?” Rasulullah saw. dari Abu Said bahwa Nabi saw. dan adakalanya dirinya dihindarkan dari keburukan. Dan sesuatu tidak akan menambah umur kecuali kebaikan atau albirr. قال: “ال أكثر‬ “Tiada setiap muslim berdoa dengan suatu doa.” Rasulullah saw. Bazzar dan Abu Ya’la dengan sanad jayyid. atau Allah palingkan darinya keburukan.” Rasulullah saw.” Dari Salman berkata. Allah swt. Ketika ia tidak berbuat dosa atau sedang memutus hubungan silaturahim. bersabda: “Tiada di atas permukaan bumi seorang muslim yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa kecuali Allah akan mendatangkan kepadanya apa yang ia pinta. bersabda: “Allah lebih banyak (mengabulkan doa). adakalanya disimpan untunya diakhirat kelak. juga bersabda dalam hadits Qudsi.قال: “ما من مسلم يدعو بدعوة ليس فيها إثم ول قطيعة رحم‬ ‫إل‬ ‫أعطاه ال بها إحدى ثلث إما أن تعجل له دعوته وإما أن يدخرها له في الخرة وإما أن يصرف عنه من‬ ‫. bersabda: ‫عن أبي سعيد أن النبي -صلى ال عليه وسلم.bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling bakhil di antara manusia adalah orang yang pelit salam. Dan selemah-selemah manusia adalah orang yang tidak mau berdoa. kecuali Allah pasti memberikan kepadanya salah satu dari tiga hal. Rasulullah saw.”السوء مثلها”. . bersabda: (‫(ل يرد القضاء إل الدعاء ول يزيد في العمر إل البر‬ “Putusan atau qadha’ Allah tidak bisa ditolak kecuali dengan doa. adakalanya disegerakan doanya baginya.

Dari Abu Hurairah ra. sementara makanannya haram. pasti Allah mengabulkannya. Rasulullah saw. Rasulullah saw.”ممن يذكر ال في تلك الساعة فكن‬ “Keadaan yang paling dekan antara Tuhan dan hambanya adalah di waktu tengah malam akhir. maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.berfirman: ‫.” Dari Jabir berkata. Hendaknya memilih waktu dan keadaan yang utama.” Imam Ahmad menambah: “Itu terjadi di . seperti: 1.” Adab Berdoa Pertama. minumannya haram. bahwasanya Rasulullah saw. tengah malam. pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram. Jika kamu mampu menjadi bagian yang berdzikir kepada Allah. Memakan makanan dan memakai pakaian dari yang halal. maka kerjakanlah pada waktu itu.?” Imam Muslim Kedua. bersabda: “Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi.”وقال رسول ال -صلى ال عليه وسلم-: “إن ال يقول: أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه إذا دعاني‬ “Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. bersabda: “Sesungguhnya bagian dari malam ada waktu yang apabila seorang hamba muslim meminta kebaikan kepada Allah dan sesuai dengan waktu itu. bersabda: : ‫قال صلى ال عليه وسلم: “أقرب ما يكون الرب من العبد في جوف الليل الخر فإن استطعت أن تكون‬ ‫. Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku. ya Rabbi.

” 6. maka berdoalah. Rasulullah saw. antara adzan dan iqamat.” 3. Dari Sahl bin Saad. maka pintu-pintu langit dibuka. bersabda: “Doa antara adzan dan iqamat mustajab. saat sujud.” 5. dari Nabi saw. bersabda: “Dua keadaan yang tidak tertolak atau sedikit sekali tertotak. kecuali Malaikat . niscaya akan diijabahi doa kalian. maka bersungguh-sungguhlah kalian berdoa. Dari Sahl bin Saad dari Nabi saw. Dalam riwayat Imam Muslim dari Abu Darda’ berkata: “Rasulullah saw. doa seseorang untuk saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya.” 8.setiap malam. Rasulullah saw. bersabda: “Hari Jum’at 12 jam tiadalah seorang muslim yang meminta kepada Allah sesuatu. bersabda: “Tiada seorang muslim yang berdoa bagi saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu. Rasulullah saw.” 2. kecuali pasti Allah akan memberinya.” 4.” 7. ketika hujan turun. potongan waktu akhir di hari Jum’at. ketika adzan. bersabda: “Dan ketika hujan turun. bersabda: “Ketika seorang muadzin mengumandangkan adzan. Rasulullah saw. Maka carilah waktu itu di akhir waktu bakda shalat Ashar. bersabda: “Dan adapun ketika sujud. doa ketika adzan dan doa ketika berkecamuk perang. ketika bertemu musuh. dan doa diistijabah.

” Dalam kesempatan yang lain Rasulullah saw. kemudian ketika bangun malam berdoa. Dia tidak menerima doanya. Dengan suara lirih. bersabda: “Wahai manusia. tidak keras dan tidak terlalu pelan Rasulullah saw. Dia malu jika ada seseorang yang mengangkat kedua tangannya berdoa kepadaNya. Tidak melampaui batas dalam berdoa. Dari Salman Al-Farisi berkata.” 9. . bersabda: “Tiada seorang muslim yang tidur dalam keadaan dzikir dan bersuci.berkata. Allah swt. bagimu seperti apa yang kamu doakan untuk saudaramu.” Ketiga. hendaknya ketika tidur dalam kondisi dzikir. Dari Muadz bin Jabal dari Nabi saw. atau doa dalam hal dosa dan memutus silaturahim dll. ia meminta kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat. Berdoa menghadap kiblat dan mengangkat doa tangan.” Al-A’raf:55. Keenam.” Kelima. Rendah diri dan khusyu’. Rasulullah saw. nol tanpa hasil. bersabda: “Doa seorang al-akh bagi saudaranya tanpa sepengetahuan dirinya tidak tertolak. Contoh melampai batas dalam berdoa adalah minta disegerakan adzab. sesungguhnya Dzat yang kalian berdoa kepada-Nya tidak tuli dan juga tidak tidak ada / gaib. berfirman: “Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan penuh rendah diri dan takut (tidak dikabulkan). bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Hidup lagi Maha Pemurah. kecuali Allah pasti mengabulkannya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang melampaui batas. kemudian ketika ia bangun di tengah malam.” Keempat.

sedangkan kalian yakin akan dikabulkan doa kalian. mengabulkan doa makhluk terkutuk. (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) . Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. dan menunjukkan kebutuhan. iblis laknatullah alaih. Akan tetapi hendaknya bersungguh-sungguh dalam meminta.” Ketujuh.Allah swt. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. berfirman: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Rasulullah saw. yakin akan dikabulkan dan benar dalam pengharapan. dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. maka jangan berkata: “Ya Allah ampuni saya jika Engkau berkenan. karena Allah swt. berkata. ‫عن أبى هريرة قال: قال رسول ال -صلى ال عليه وسلم-: “ادعوا ال وأنتم موقنون بالجابة واعلموا أن ال‬ ‫،”ل يستجيب دعاء من قلب غافل له‬ Dari Abu Hurairah ra. Allah swt. bersabda: “Berdoalah kepada Allah.” Imam Ahmad Rasulullah saw. Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai. Sadar ketika berdoa. berfirman: “Berkata iblis: “Ya Tuhanku. Allah swt.” Sufyan bin ‘Uyainah berkata: “Janganlah salah seorang dari kalian menahan doa apa yang diketahui oleh hatinya (dikabulkan). juga bersabda: “Jika salah satu di antara kalian berdoa. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” Al-Araf:55. berfirman dalam surat Al-Anbiya’:90: “Maka Kami memperkenankan doanya.

maka ijabah atau dikabulkan akan bersamanya. Dan ketika meminta. melihat.” Kesembilan. Kesepuluh. main-main. Sesungguhnya Allah tidak mengabulkan dari orang yang mendengar. menghadap Allah dengan ringan. karena siapa yang memperbanyak mengetok pintu. jika berdoa. Hendaknya ketika berdoa memelas. . Dari Umar bin Khattab ra. maka perbanyaklah atau ulangilah. kecuali orang yang berdoa dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati. menganggap besar apa yang didoakan dan diulang tiga kali.dibangkitkan. sendau-gurau.” Al-Hijr:36-37 Kedelapan. Taubat dan mengembalikan hak orang yang dizhalimi. meminta tiga kali. akan tetapi memikul doa. Ibnu Mas’ud bekata: “Adalah Rasulullah saw.” Dari Abu Darda’ berkata: “Mintalah kepada Allah pada hari di mana kamu merasa senang. Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh. berdoa tiga kali.” Dia juga berkata: “Bersungguhlah dalam berdoa. karena ia sedang meminta kepada Tuhannya. Hendaknya ketika berdoa dimulai dengan dzikir kepada Allah dan memujinya dan agar mengakhirinya dengan shalawat atas nabi saw. Rasulullah saw. berkata: “Sesungguhnya saya tidak memikul beban ijabah. bersabda: “Jika salah satu di antara kalian meminta. Allah akan mengabulkan doa dan tasbih.” Ia melanjutkan: “Dengan sikap hati-hati dari apa yang diharamkan Allah swt.” Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan kecuali orang yang sadar dalam berdoa. maka ketika saya telah berupaya dalam doa. Karena boleh jadi Allah mengabulkan permintaanmu di saat susah.

” Imam Muslim Kedua.ia yang akan masuk. Dengan nama yang mana saja kamu seru.” Dari Hudzaifah berkata: “Akan datang suatu zaman. berkata. Dia mempunyai Al-Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu (doamu) dan janganlah pula merendahkannya. bersabda: “Janganlah kalian berdoa untuk kemadharatan diri kalian. padahal itu menjadi penghalang doa dikabulkan. Di antaranya adalah: Pertama. Seperti berdoa agar disegerakan adzab. Terlalu keras dalam berdoa.” AlIsra’:110 Ketiga. Allah berfirman: “Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Janganlah kalian meminta kepada Allah di satu waktu yang diijabah Allah. Dari Jabir ra. Melampau batas. doa dengan dicampuri dosa dan memutus tali silaturahim. Rasulullah saw. tidak akan selamat pada zaman itu. dan jangan berdoa untuk keburukan anak-anak kalian.” Menghindari kesalahan dalam berdoa Ada beberapa praktek doa yang disebagian umat muslim masih terus berlangsung. harta dan jiwa. Berdoa untuk keburukan keluarga. kecuali orang yang berdoa dengan doa seperti orang yang akan tenggelam. . padahal doa kalian membawa keburukan bagi kalian. Jangan berdoa bagi keburukan hartaharta kalian. Dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.

” Kelima.. Dari Abu Hurairah. Berdoa dengan pengecualian. ampuni saya jika Engkau berkenan. Amin. dan hal-hal yang harus dihindari ketika berdoa. maka atau kenapa tidak diijabahi?” Imam Bukhari Demikian. waktu-waktu yang istijabah. Semoga kesungguhan doa kita. uraian singkat tentang keutamaan doa di bulan Ramadhan. terutama di bulan suci ini didengar Allah swt. . Tergesa-gesa. Allahu a’lam. bersabda: “Akan diijabahi doa kalian. Contoh: “Ya Allah. adab berdoa. jika tidak tergesa-gesa.Keempat. Sungguh kamu telah berdoa. bahwasanya Rasulullah saw.

1eff40287a25039

Saat Sang Raja Sakit.....

Kenapa Allah berlaku tidak menguntungkan padaku padahal aku sudah ibadah…?! Kita juga pernah melihat ada beberapa orang yang baik (shalih/shalihah) tapi mereka dapat ujian juga, tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan masih banyak lagi musibah/ujian lainnya. Di kesempatan yang lain kita kadang iri melihat orang yang ibadahnya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya makmur, sampai ada yang bergelimang harta, lalu kembali lagi kita menduga-duga, ke-napa Allah berlaku demikian…??? Pada hari Jum’at, seorang Ustadz bercerita tentang dialog antara Malaikat dan Allah. Dialog terjadi berawal dari keputusan Allah yang membuat Malaikat menjadi bertanya-tanya. Masalahnya perihal ada seorang raja yang shalih terlihat nasibnya kurang baik. Tetapi di daerah lain ada seorang raja yang zhalim, nasibnya lebih baik daripada raja yang shalih tadi. Kisahnya begini. Pada suatu ketika, raja yang shalih menderita sakit keras dan untuk bisa sembuh, seorang tabib mengatakan agar raja itu memakan se-ekor ikan yang tidak biasa, masalahnya ikan itu sangat sulit dicari. Ikan itu pun tidak dapat ditemukan. Padahal seharusnya pada saat-saat itu biasanya ikan yang dimaksud banyak bermunculan. Tapi Allah

berkehendak lain, ikan tersebut tidak muncul-muncul, akhirnya wafatlah sang raja yang shalih itu karena tidak mendapat obat. Namun, sebaliknya di negara lain ada raja juga mengidap sakit yang sama seperti raja sebelumnya, tapi raja yang satu ini bukan raja yang shalih, melain-kan raja yang zhalim. Lalu sang tabib pun menyarankan untuk memakan ikan yang sama sebagai obatnya. Anehnya saat itu di mana ikan-ikan itu biasanya tidak bermunculan, tapi Allah berkehendak lain, ikan-ikan itu pun bermuncul-an dan akhirnya sembuhlah si raja zhalim itu. Dengan kejadian itu, Malaikat pun jadi bertanya-tanya, dan begitu penasarannya, terlontarlah pertanyaan malaikat kepada Allah, “Ya Allah, kenapa raja yang zhalim itu Kau permudah urusannya, sedang raja yang shalih itu Kau persulit hingga akhirnya dia meninggal dunia?” Lalu Allah menjelaskan, “Sengaja Aku tidak memberi ikan pada raja yang shalih untuk kesembuhannya dan Aku putuskan dia meninggal dunia, karena dengan wafatnya dia Ku-anggap sebagai penggugur dosanya dari kesalahan yang pernah dia lakukan di dunia. Sehingga dia meninggal dunia tidak membawa dosa, melainkan membawa amal-amal shalih. Karena keburukannya telah Ku-balas di dunia.” Malaikat melanjutkan pertanyaan-nya, lalu bagaimana dengan raja yang zhalim itu ya Allah?” Allah pun menjelas-kannya kembali, “Sebaliknya untuk raja yang zhalim itu sengaja Kuberi dia kesem-buhan, dan bagaimanapun raja yang zhalim itu mempunyai kebaikan semasa di dunia dan kebaikannya Kubalas di Dunia. Sehingga pada saatnya dia nanti meninggal dunia, dia tidak akan memba-wa amal kebaikan, melainkan hanya membawa amal buruk, karena kebaikan-kebaikannya sudah Kubalas di dunia. Dari cerita di atas dipikirkan, setidak-nya kita mendapat pencerahan mengenai suatu dugaan yang salah dari peristiwa yang kita lihat atau yang kita alami sen-diri, dugaan yang membuat kita bertanya-tanya kenapa Allah berlaku tidak meng-untungkan kita padahal sudah ibadah? Dan kita juga pernah melihat ada bebe-rapa orang yang baik (shalih/ shalihah) tapi mereka dapat ujian juga tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta, dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan ada beberapa musibah lainnya. Di sisi lain rasa iri melihat orang yang ibadahnya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya sukses, serba mewah, lalu kembali lagi kita menduga-duga, kenapa Allah berlaku demikian…???

Jawabannya, biar lah Allah berlaku sesuka-Nya pada kita dan pada hambahamba-Nya yang lain, karena Dia-lah (Rabb) Sang Pemilik alam beserta isinya dan yang Maha Mengetahui apa yang akan diperbuat-Nya. Kita sebagai manusia teruslah ikhtiar dan meningkatkan iba-dah tanpa harus mendikte Allah, meng-ikhlaskan diri dalam menerima segala ketentuan dari Allah, itu lah sesuatu yang teramat penting sekali! Karena bila kita ridha terhadap ketentuan Allah, Allah pun akan memberikan ridha-Nya pada kita, sehingga kita akan mendapat rah-mat-Nya, dan yang lebih penting dijauh-kan dari siksa bakaran api neraka yang bahannya dari manusia dan batu yang sungguh itu amat pedih. Mengenai musibah yang terjadi/ menimpa seperti itu tadi ikhlaskan saja, insyallah itu akan menjadi penggugur dosa yang nantinya akan mengurangi timbangan dosa di akhirat dan akan mem-beratkan timbangan amal baik, seperti kisah raja yang shalih di atas, dia tidak mendapat kebaikan di dunia, tapi Allah memberikan kebaikan untuknya di akhi-rat, subhanallah. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian, dan boleh jadi (pula) kalian menyukai sesuatu, pada-hal ia amat buruk bagi kalian; Allah mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui”. (QS. AlBaqarah: 216)

BAU HARUM MASYITAH
Masyithah pelayan putri Fir’aun. Ia ibu yang melahirkan putra-putra berlian. Wanita yang berani mempersembahkan jiwa-raga untuk agama Allah swt. Ia seorang bunda yang memiliki sifat kasih sayang dan kelembutan. Mencintai anak-anaknya dengan cinta fitrah ibu yang tulus. Masyithoh berjuang, bekerja, dan rela letih untuk membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat. Bayangkan, anaknya yang terkecil direnggut dari belaian tangannya. Si sulung diambil paksa. Keduanya dilemparkan ke tengah tungku panas timah membara. Masyithah menyaksikan itu semua dengan mata kepalanya sendiri. Kalbu ibu mana yang tidak bergetar. Hati ibu mana yang tidak hancur bersama luruhnya jasad buah hatinya. Jiwa ibu mana yang tidak tersembelih dan membekaskan rasa sakit dengan luka menganga? Masyithah melihat sendiri si sulung dan si bungsu menjerit kesakitan terpanggang di tungku timah panas membara. Itulah peristiwa dahsyat yang dihadapi Masyithah, sosok yang menakjubkan dalam cinta kepada Allah swt. Ia seorang ibu mukminah yang sangat sabar dan memiliki anak-anak yang shalih lagi baik hati. Cinta yang bersemayam dalam hati mereka

“Apa kelebihan Masyithah?” Jibril menjawab. Masyithah wanita terhormat lagi mulia. Semua ketidaknyamanan itu dihadapinya dengan tegar sampai akhirnya ia bertemu dengan Tuhannya dengan ridha dan diridhai. “Ya. Jibril menjawab. “Ketika menjalani Isra’ dan Mi’raj. ‘Dengan menyebut nama ayahku. bau harum apa ini?” tanya Rasulullah.” Saya bertanya. Ia berkata. mencicipi sakitnya siksaan meskipun sebentar. Kehidupan dunia tidak mampu mengalihkan mereka dari cita-cita meraih keridhaan Sang Pencipta. Putri itu pun menceritakan kepada Fir’aun.” Fir’aun menuruti permintaannya. Begitu juga anak-anaknya. Akan tetapi Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah. “Saya minta tulangku dan tulang anak-anakku dibungkus menyatu dengan kain kafan. ‘Bismillah. apakah engkau punya Tuhan selain aku?” Ia menjawab. Masyithoh meminta satu hal kepada Fir’aun. Ia dekat kekuasaan karena tugasnya merawat anak Fir’aun. pasti akan tahu mengapa Rasulullah saw bersabda. Sisirnya jatuh dari tangannya. aku mencium bau yang sangat harum. ”Suatu hari Masyithah menyisir rambut putri Fir’aun. Inilah hakikat yang sebenar-benarnya: Iman yang baik akan mampu mengalahkan tarikan dunia dengan segala isinya. Maka Fir’aun memanggil Masyithah. . Ia hidup di istana raja. Masyithah mengajarkan kepada kita tentang sempurna dalam berkorban dan total dalam berderma.adalah gejolak iman yang mampu melahirkan sebuah pengorbanan yang sempurna.” Fir’aun marah besar. Fir’aun bertanya. telah membuncah di kalbunya. Rasulullah saw.’ Ia menolak. “Ini bau harum Masyithah –pelayan putri Fir’aun– dan anak-anaknya. siapa yang pernah merasakan pahitnya kezhaliman meskipun sesaat. Tuhan saya dan Tuhan kamu adalah Allah.’ Putri Fir’aun kaget dan berkata kepadanya.” “Wahai Jibril. bercerita kepada kita. ‘Tidak.” (Bukhari) Masyithah telah merasakan beragam kezhaliman dan penyiksaan. agar Masyithah dan anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya.’ Ia menyuruh putri itu untuk menceritakan peristiwa tersebut kepada ayahnya. Kadang ia menyembunyikan keimanannya seperti yang dilakukan istri atau keluarga Fir’aun yang muslim lainnya. Akan tetapi keimanan kepada Allah swt. Masyithah tidak menyerah. Ia telah sukses mendidik anak-anaknya untuk mempersembahkan nyawa mereka untuk Allah swt. Tuhanku Allah Tidak diragukan lagi. ”Kezhaliman akan membawa kegelapan di hari kiamat. Bismillah Sungguh. Ia memerintahkan dibuatkan tungku besar yang diisi timah panas. “Wahai Fulanah.

ia menolak tegas dengan mengatakan. ketika putri Fir’aun memintanya untuk mengakui ketuhanan ayahnya. Apakah Fir’aun mampu menguasai kalbu seseorang yang telah beriman? Mungkin ia bisa membunuh jasadnya. ”Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah.Bedanya ketika iman telah memenuhi kalbu. Karena. iman adalah kekuatan yang bersumber dari ma’iyatullah (kebersamaan dengan Allah swt dan lindungan-Nya).” Ia tidak takut siksaan. kisahnya masih terngiang di telinga orang-orang yang rindu bertemu dengan Allah swt. Tapi. Fir’aun melakukanya untuk menakut-nakuti Masyithah. Inilah yang dilakukan Masyithah. Masyithah telah memberi cambuk yang senantiasa memotivasi kita untuk meraih kehidupan yang baik dan lebih baik lagi. Fir’aun menghukum karena mereka beriman kepada Allah swt. Masyithah dan anak-anaknya membuktikan keimanannya kepada Allah dengan mewakafkan diri hancur disiksa dengan cara yang sangat tidak berperikemanusiaan oleh Fir’aun. Akan tetapi Allah swt. Namun. . Apa pun yang terjadi. Fir’aun berharap naluri keibuan Masyithah iba akan nasib anak-anaknya dan itu membuatnya lemah lalu mau kembali mengakui Fir’aun sebagai Tuhan. ia hadapi dengan tegar. Sampai saat ini. di antaranya: · Iman adalah senjata yang sangat ampuh. tapi mampukah membunuh ruhnya? Itu mustahil dilakukan Fir’aun. Karena. maka lisan akan mengucapkan apa yang terpendam dalam kalbu tanpa beban. Ia memproklamasikannya dengan bangga dan gembira. Tanpa belas kasih Fir’aun melempar anak-anak Masyithah satu demi satu ke tungku besar berisikan timah panas yang mendidih. Ia tidak gentar dengan kekuatan Fir’aun yang terkenal bengis dan tidak berperikemanusiaan. memperlihatkan kepada Fir’aun bahwa yang menggenggam kalbu Masyithah adalah diri-Nya. Bahkan. Pelajaran dari Kisah Masyithah Masyithah telah wafat. Ia telah mengungkapkan isi kalbunya yang telah disimpannya berhari-hari bahkan bertahun-tahun. tanpa paksaan. Ujian Kalbu Sungguh ujian berat menimpa wanita mulia ini beserta anak-anaknya. kisahnya belumlah berakhir. dan tanpa rasa takut. dan rela dengan agama yang mereka anut. tanpa memikirkan resiko yang akan dialaminya. Apa yang dihadapi Masyithah adalah ujian yang berat bagi kalbu orang yang beriman. Ia mengatakan dengan dilandasi fitrah yang suci. ”Bismillah”. Ada sejumlah pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Masyithah. dorongan keimanan yang kuat membuatnya bertahan dan keluar menjadi pemenang.

Allah swt. dan menjadikan dirinya dan anak-anaknya wangi semerbak di langit tujuh karena perbuatannya yang baik. namun pasti ujungnya akan lenyap. sebagaimana firman Allah swt. Syahidnya Masithah akibat siksaan Fir’aun adalah bukti puncak pengorbanan yang pernah dilakukan wanita dalam sejarah. · Peran dan kontribusi kaum wanita muslimah tidaklah lebih kecil dibanding pria dalam mengibarkan panji kebenaran. Meskipun keburukan banyak dan beragam. Selalu akan ada orang zhalim dengan beragam bentuk kezhalimannya dan selalu ada orang yang akan menentang mereka meski tahu ada siksaan dan cobaan menyertai usaha baiknya itu.” (Muslim) · Selalu ada permusuhan abadi antara hak dan batil. · Balasan amal yang didapat seseorang adalah sesuai dengan kadar amal perbuatan itu sendiri. tapi para pahlawan selalu memiliki kemiripan. ”Dan sesungguhnya kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang Rasul kepada kaumnya. Karena yang asli adalah kebaikan. mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup).” (An-Nahl:128) · Sabar dalam menghadapi cobaan dan teguh dalam pendirian.Allah swt berfirman. · Allah swt. antara kebaikan dan keburukan. Sedangkan Masyithah diabadikan namanya dengan harum.” . Rasulullah saw bersabda. ujian itu sunnatullah. telah menghancurkan Fir’aun dan menghinakannya namanya dalam catatan sejarah yang akan terus dikenang sepanjang kehidupan manusia sebagai manusia terjahat. dan Rasulullah menyampaikannya kepada kita untuk dijadikan teladan. · Allah swt. · Sungguh. dan masing-masing dari keduanya mendapatkan kebaikan. cerita seperti ini berulang dan akan terus berulang sepanjang waktu. dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. Dan ia senantiasa melaksanakan kewajiban amar ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. itulah yang dibuktikan oleh Masyithoh dan anak-anaknya. dalam surat Ar Rum: 47. Pasti akan datang kepada setiap orang yang mengaku beriman. Kisah tetap satu: cobaan akan terjadi. ”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah. Para wanita memiliki peran yang besar dalam dakwah ilallah sejak zaman dahulu. Jibril mencerita hal ini kepada Rasulullah. · Muslim yang sejati tidak akan tunduk kecuali kepada Allah swt. lalu kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. akan meneguhkan orang-orang yang beriman ketika mereka dalam kondisi membutuhkan keteguhan tersebut. Ending-nya tidak akan berubah. tidak akan menyiksa seseorang karena dosa orang lain. ”Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. Sebab.

dan ini merupakan perwujudan syukur kepada Allah terhadap nikmat lidah. bahwasanya lidah yang berfungsi untuk berbicara ini seperti senjata bermata dua. namun kita perlu mengetahui. atau untuk lainnya yang berupa ketaatan kepada Allah. berdoa kepada Allah. Yaitu dapat digunakan untuk taat kepada Allah. . dan juga dapat digunakan untuk memperturutkan setan. berdzikir.a956a97650386a Senjata Bermata Dua Bagikan Kemarin jam 22:54 Meski lidah merupakan nikmat yang besar. Jika seorang hamba mempergunakan lidahnya untuk membaca Al-Qur`ân. nahi munkar. untuk amar ma'ruf. maka inilah yang dituntut dari seorang mukmin.

no. merusak kehormatan seorang muslim. dia tidak menganggapnya penting. maka ini diharamkan atas seorang mukmin. dengan sebab satu kalimat itu Allah menaikkannya beberapa derajat. memecah belah umat Islam. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ً َ َ َ ِ ْ ُ َ ّ ِ َ َ ْ ِ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ْ َ ْ ‫ِ ّ ْع ْ َ َ َ َ َّ ُ ِ ْ َِ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ ِ ّ َ ُ ْ ِ َ َ َ ً َ ْ َ ُ ُ ّ ِ َ َ َ َ ٍ َِن‬ ‫إن ال َبد ليتكلم بالكلمة من رضوان ال ل يلقي لها بال يرفعه ال بها درجات وإ ّ العبد ليتكلم بالكلمة من سخط ال ل يلقي لها بال‬ ِ ُ ِ َ َّ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ‫يهوي بها في جهنم‬ "Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk keridhaan Allah. dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka Jahannam". dia tidak menganggapnya penting. serta tidak menduga bahwa kalimat itu akan mempengaruhi sesuatu". yaitu dia tidak memperhatikan dengan fikirannya dan tidak memikirkan akibat perkataannya. sia-sia). dan diam dari al-haq yang wajib diucapkan. Yaitu berbicara batil (kerusakan. namun juga bisa menyebabkan kecelakaan yang besar bagi pemiliknya. lidah manusia itu bisa menjadi faktor yang bisa mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah.Sebaliknya. berdusta. bencana yang ditimbulkan oleh lidah ada dua. penjelasan hadits no. dan merupakan kekufuran kepada Allah terhadap nikmat lidah. bersaksi palsu. Abu 'Ali ad-Daqqâq rahimahullah (wafat 412 H) berkata: . Dengan demikian. namimah. [HR al-Bukhâri. 6478] BENCANA LIDAH Secara umum. Dan sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk kemurkaan Allah. 6478] Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani rahimahullah menjelaskan makna "dia tidak menganggapnya penting". bernyanyi dengan lagu-lagu maksiat. atau lainnya yang berupa ketaatan kepada setan. melakukan ghibah. [Lihat Fat-hul-Bâri. jika seseorang mempergunakan lidahnya untuk berdoa kepada selain Allah.

Sedangkan orang yang diam dari kebenaran ialah setan yang bisu. dan dia mampu merubahnya. Atau ia tersungkur di dalam neraka selama tujuh puluh tahun. ia menyimpang dengan dua jenis bencana lidah sebagaimana di atas. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ِ ّ ِ ً ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ِ ْ َ ً ْ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ُ ّ ّ ِ ‫إن الرجل ليتكلم بالكلمة ل يرى بها بأسا يهوي بها سبعين خريفا في النار‬ Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan satu kalimat. melihat wanita yang tidak halal dilihat. namun dia seakan sulit menjaga diri dari gerakan lidahnya. berzina. ia bermaksiat kepada Allah Ta'ala. atau karena tak peduli terhadap agama. yaitu orang yang menahan lidahnya dari kebatilan dan menggunakannya untuk perkara bermanfaat. dan ibadahnya. terang-terangan melakukan kemaksiatan di hadapannya. atau orang lain. Padahal hanya dengan satu kalimat itu saja. namun ia mengucapkan kalimatkalimat yang menimbulkan kemurkaan Allah. ketika berbicara ataupun diam. dan ia tidak memperhatikannya. namun dia membisu karena menjaga kehormatan pelakunya. Dalam riwayat lain disebutkan bahwasanya beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ِ ّ ِ َ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ْ َ ْ ّ ِ ‫إن العبد ليتكلم بالكلمة ما يتبين ما فيها يهوي بها في النار‬ . ia tidak menganggapnya berbahaya. dengan sebab satu kalimat itu ia terjungkal selama 70 tahun di dalam neraka. ada seseorang yang mudah menjaga diri dari makanan haram. Bencana lidah itu bisa mengenai pribadi.ُ َ ْ َ ٌ َ ْ َ ّ َ ْ ِ َ ُ ِ ّ َ ٌ ِ َ ٌ َ ْ َ ِ ِ َ ْ ِ ُ َّ َ ُ ْ ‫المتكلم بالباطل شيطان ناطق والساكت عن الحق شيطان أخرس‬ "Orang yang berbicara dengan kebatilan adalah setan yang berbicara. walau di dalam hati. tanpa mengingkarinya. dapat menyebabkan dirinya bisa terjerumus ke dalam neraka melebihi jarak timur dan barat. Sedangkan orang yang beruntung. mencuri. berbuat zhalim kepada orang lain. zuhudnya. Termasuk perkara yang mengherankan. Sehingga terkadang seseorang yang dikenal dengan agamanya. sedangkan orang yang diam dari kebenaran adalah setan yang bisu" Orang yang berbicara dengan kebatilan ialah setan yang berbicara. Bencana lidah termasuk bagian dari bencana-bencana yang berbahaya bagi manusia. Atau melihat kemungkaran. dan lainnya. minum khamr. dia berkata lembut. ia juga bermaksiat kepada Allah Ta'ala. Kebanyakan manusia. masyarakat. atau umat Islam secara keseluruhan. Seperti seseorang yang bertemu dengan orang fasik.

bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan ada seorang laki-laki berkata: "Demi Allah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengkhawatirkan umatnya. namun lidahnya memotong dan menyembelih kehormatan orang-orang yang masih hidup atau yang sudah meninggal. Sebagai contoh. lalu istiqomahlah". dan Aku menggugurkan amalmu". namun dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka lebih jauh dari antara timur dan barat". Dan yang nampak. sesuatu yang manusia merasa amat tenteram terhadapnya ialah lidah mereka. padahal lidah yang paling dikhawatirkan Nabi n atas umatnya. [HR Muslim. 2621] Oleh karena bahaya lidah yang demikian itulah. lalu bersabda: "Ini". Lâ haula wa lâ quwwata illa bilâhil-'aliyyil-'azhîm. 2988] Alangkah banyak manusia yang menjaga diri dari perbuatan keji dan maksiat.‫أبعد ما بين المشرق والمغرب‬ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ ْ َ ْ َ َْ َ َ َ َْ "Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang ia tidak mengetahui secara jelas maksud yang ada di dalam kalimat itu. ia berkata: "Aku berkata. 'Rabbku adalah Allah'. sesungguhnya Aku telah mengampuni Si Fulan. lidah itu seolaholah pabrik keburukan. wahai Rasulullah. Aku berkata: "Wahai Rasulullah. Allah tidak akan mengampuni Si Fulan!" Kemudian sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman: "Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku." Syaikh Husain al-'Awaisyah berkata: "Sesungguhnya sekarang ini. bahwa Aku tidak akan mengampuni Si Fulan. tidak pernah lelah dan bosan". [HR Muslim. Dia tidak peduli dengan apa yang sedang ia ucapkan. Beliau memegang lidah beliau sendiri. Atau seperti yang disabdakan Nab"i. katakan kepadaku dengan satu perkara yang aku akan berpegang dengannya!" Beliau menjawab: "Katakanlah. ialah sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam di bawah ini: ِ ّ َ ُ َ ّ َ ‫َ ْ ُ ْ َب‬ ‫ عن جند ٍ أن رسول ال‬n ‫حدث أن رجل قال وال ل يغفر ال لفلن وإن ال تعالى قال من ذا الذي يتألى علي أن ل أغفر لفلن فإني‬ ّ َِ ٍ َ ُ ِ َ ِ ْ َ َ ْ َ ّ ََ ََّ َ ِ ّ َ ْ َ َ َ َ َ َ ّ ّ َِ ٍ َ ُ ِ ّ ُ ِ ْ َ َ ّ َ َ َ ً ُ َ ّ َ َ ّ َ َ ُ ِ َ َ َ ‫َ ْ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ٍ ََ ْ َ ْ ُ َ ََ َ َ ْ ك‬ ‫قد غفرت لفلن وأحبطت عملك أو َما قال‬ "Dari Jundab. apakah yang paling anda khawatirkan atasku?". no. ‫عن سفيان بن عبد ال الثقفي قال قلت يا رسول ال حدثني بأمر أعتصم به قال قل ربي ال ثم استقم قلت يا رسول ال ما أخوف ما‬ َ ُ َ ْ َ َ ّ َ ُ َ َ ُ ْ ُ ْ ِ َ ْ ّ ُ ّ َ ّ َ ْ ُ َ َ ِ ِ ُ ِ َ ْ َ ٍ ْ َِ ِ ْ ّ َ ّ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ّ ِ َ ّ ّ ِ ْ َ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ َ ِ ُ ِ ِ ‫تخاف علي فأخذ بلسان نفسه ثم قا َ هذا‬ َ َ ‫َ َ ُ ََ ّ ََ َ َ ِِ َ ِ َ ْ ِ ِ ُ ّ َ ل‬ "Dari Sufyan bin 'Abdullah ats-Tsaqafi. no. MENJAGA LIDAH .

maka kami juga istiqomah.Menjaga lidah disebut juga hifzhul-lisân. beliau bersabda: ُ َ ِ َ َ ُ ُ َ ُ َ ْ َ َ َ َّ ْ ٌ ُ َ ُ ُ ْ َ َ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َْ َ َّ ُ ُْ َ ُ ِ َْ َ َ َ ُ ُْ َ َ ِ َْ َ َّ ٍ ْ َ ُ َ ِ ُ ِ َْ َ َ ‫ل يستقيم إيمان عبد حتى يستقيم قلبه ول يستقيم قلبه حتى يستقيم لسانه ول يدخل رجل الجنة ل يأمن جاره بوائقه‬ "Iman seorang hamba tidak akan istiqomah. wahai Rasulallah. sehingga lisannya istiqomah. dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. ia tidak akan masuk surga". sesungguhnya semua anggota badannya berkata merendah kepada lisan: "Takwalah kepada Allah dalam menjaga hak-hak kami. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqomah. dari Anas bin Mâlik . Keterjagaan dan lurusnya lidah sangat berkaitan dengan kelurusan hati dan keimanan seseorang." Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga menjelaskan. apakah sebab keselamatan?" Beliau n menjawab: "Kuasailah lidahmu. kemudian mewasiatkan pula untuk menjaga lisan. 2407) dari Abu Sa'id al-Khudri. َ ‫عن عقبة بن عامر قال قلت يا رسول ال ما النجاة قال أملك عليك لسانك وليسعك بيتك وابك على خطيئت‬ ‫َ ْ ُ ْ َ َ ْ ِ َ ِ ٍ َ َ ُ ْ ُ َ َ ُ َ ّ َ ّ َ ُ َ َ َ ِْ ْ ََ ْ َ ِ َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ََ َ ِ َ ِك‬ ِ "Dari 'Uqbah bin 'Aamir. ia berkata: "Aku bertanya. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya. Lidah memiliki fungsi sebagai penerjemah dan pengungkap isi hati. . sehingga hatinya istiqomah. Jika engkau istiqomah. setelah Nabi n memerintahkan seseorang beristiqomah. Lidah itu sendiri merupakan anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan dikendalikan. seorang mukmin hendaklah menjaga lidahnya. niscaya aku menjamin surga baginya. rumah yang luas bagimu. Apa jaminan bagi seseorang yang menjaga lidahnya dengan baik? Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ ْ َ ِ ْ َْ ِ َ ْ َ َ َ ِ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ‫من يضمن لي ما بين لحييه وما بين رجليه أضمن له الجنة‬ "Barang siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya. Di dalam Musnad Imam Ahmad. Oleh karena itu. menjaga lidah merupakan keselamatan. [8] Dalam hadits Tirmidzi (no. kami juga menyimpang" Oleh karena itu. Sesungguhnya kami ini tergantung kepadamu. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ‫إذا أصبح ابن آدم فإن العضاء كلها تكفر اللسان فتقول اتق ال فينا فإنما نحن بك فإن استقمت استقمنا وإن اعوججت اعوججنا‬ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ َِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ َِ َ ِ ُ ْ َ َ ّ َِ َ ِ ّ ِ ّ ُ ُ َ َ َ َ ّ ُ ّ َ ُ َ ُّ َ َ ْ َْ ّ َِ َ َ ُ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ "Jika anak Adam memasuki pagi hari. Jika engkau menyimpang (dari jalan petunjuk).

Selain itu. Sedangkan keselamatan itu tidak ada bandingannya. 2406] Maksudnya. Diriwayatkan dalam Shahîhain. jika jelas nampak maslahatnya. maka sebelum berbicara hendaklah ia berfiikir. dan hal itu akan menunjukkan isi hatinya. yaitu yang nampak maslahatnya. Karena perkataan mubah bisa menyeret kepada perkataan yang haram. baik orang tersebut mau maupun enggan. kecuali perkataan yang jelas maslahat padanya. dan hendaklah menyesali kesalahan-kesalahan dengan cara menangis. dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. no. Tirmidzi. betahlah tinggal di dalam rumah dengan melakukan ketaatan-ketaatan. Hendaklah seseorang tidak berbicara kecuali jika perkataan itu merupakan kebaikan. hendaklah dia berkata yang baik atau diam". bahkan banyak dilakukan. seharusnya setiap mukallaf (orang yang berakal dan baligh) menjaga lidahnya dari seluruh perkataan. Ketika berbicara atau meninggalkannya itu sama maslahatnya. 47). janganlah berbicara kecuali dengan perkara yang membawa kebaikan. maka hendaklah ia tidak berbicara. maka tidak berbicara sampai jelas maslahatnya". Kebiasaan ini. Jika ingin mengetahui isi hati seseorang. Jika ia ragu-ragu tentang timbulnya maslahatnya. atau makruh. maka perhatikanlah gerakan lidahnya. Imam asy-Syafi'i berkata: "Jika seseorang menghendaki berbicara. al-Bukhaari (no. dan jika ragu-ragu. ia bersabda: ْ ُ ْ َِ ْ َ ً ْ َ ْ ََُْ ِ ِ ْ ِ ْ َْ َ ّ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ ‫من كان يؤمن بال واليوم الخر فليقل خيرا أو ليصمت‬ ِ "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir. 6475) dan Muslim (no. dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu. Hadits yang disepakati keshahîhannya ini merupakan nash yang jelas.dan tangisilah kesalahanmu". . lidah merupakan alat yang berguna untuk mengungkapkan isi hati. isi pembicaraannya. maka menurut Sunnah adalah menahan diri darinya. Imam an-Nawawi rahimahullah (wafat 676 H) berkata: "Ketahuilah. maka ia berbicara. [HR.

dan lainnya. lidahnya itu akan mengambilkan untukmu apa yang ada di dalam hatinya. Senyum yang membuat orang senang. BENGKEL AKHLAQ (AA’ GYM) Assalamualaikum wr. gelar. Sebarkan Salam akan menyenangkan. manis. Sapaan yang sopan betul-betul membuat kita menjadi peribadi yang disukai. "Assalamualaikum wa Rahmatullah wa Barrakatuh" Semoga Allah memberikan keselamatan bagimu. Tapi Senyum menjadi ibadah. Sapaan yang hangat. Bagaimana kalau kita gunakan 5S ? S yang pertama adalah Senyum. Senyum adalah sedekah. tawar. S yang keempat Sopan.Diriwayatkan bahwasanya Yahya bin Mu'adz berkata: "Hati itu seperti periuk dengan isinya yang mendidih. asin. Sedangkan lidah itu adalah gayungnya. rahmat dan keberkahan. Senyum tanpa tenaga. Maka perhatikanlah ketika seseorang berbicara. pahit. Senyum itu memperindah dan Senyum itu adalah bunga. kedudukan. jabatan kalau tidak punya kesopanan hilang semuanya menjadi tidak bernilai. Pengambilan lidahnya akan menjelaskan kepadamu rasa hatinya". S yang ketiga Sapa. Salam itu doa . Karena sesungguhnya.wb. Setinggi apapun pangkat. Mari kita biasakan senang menyapa dengan hangat. Senyum tanpa biaya. Untuk menjadi pribadi yang menyenangkan tentu saja semuanya harus berawal dari "Hati". . kitalah orang yang mendahulukan mencairkan kebekuan dengan menyapa. S yang kedua adalah Salam.

pasti menjadi pribadi yang disukai. Doa Ya Allah ampuni segala kekasaran dan kekerasan yang pernah kami lakukan.wb. Caranya adalah Sopan.Senyum. Dimanapun kita ada usahakan orang-orang yang ada disekitar kita selain tidak menjauh tapi menjadi betah karena senyuman kita. Sopan terhadap siapapun dan Santun. termasuk senang memaafkan orang lain. Sapa dengan hangat. dengan ketulusan dan kasih sayang Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzabannar Amiin ya Allah Wassalamualaikum wr. indahkan hidup kami dengan kelembutan Qolbu. Saudaraku. Wahai yang Membulak-balikan hati. tentunya pun diikuti dengan terbentuknya pribadi yang menyenangkan. karena sikap yang sopan dan kesantunan kita yang bermutu. karena sapaan kita yang hangat. . bagaimana jika orang tua kita dahulukan. Santun adalah keterampilan kita untuk mendahulukan orang lain. Ini sikap yang santun. mendahulukan orang adalah kesantunan. karena salam kita yang tulus. Salam. ampuni jikalau banyak orang yang tersakiti dan teraniaya oleh perilaku kami. Wahai yang Maha Agung yang Maha Mendengar. muliakanlah diri kami dengan kelembutan hati. tebarkan kasih sayang dimanapun kami berada dan hindarkan kedzaliman dimanapun kami berada.

" (QS Al-A'raf [7]: 23). mau menyadari dan mengakui kekurangan diri. Tuhan kami. niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi. melakukan introspeksi. Jika Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami. Demikian pula dengan Nabi Yunus AS saat berada dalam gelapnya perut ikan di tengah lautan. Ia tidak menyalahkan siapa pun. Sifat ini ditandai dengan ketidaksiapan untuk menerima kebenaran yang datang dari pihak lain. seraya terus . Nabi Adam AS dan Siti Hawa saat melakukan kesalahan dengan melanggar larangan Tuhan. alih-alih sibuk menyalahkan iblis yang telah menggoda dan memberikan janji dusta. Padahal. keengganan melakukan introspeksi (muhasabah). serta siap menerima kebenaran dari siapa pun dan dari mana pun. kami telah menganiaya diri kami sendiri. kecuali dirinya sendiri. kebaikan hanya bisa terwujud manakala seseorang bersikap rendah hati (tawadu).a956a97650386a Renungan Kekurangan Diri Bagikan Hari ini jam 17:56 Awal malapetaka dan kehancuran seseorang terjadi ketika penyakit sombong dan merasa diri paling benar bersemayam dalam hatinya. "Ya. mereka malah langsung bersimpuh mengakui segala kealpaan seraya berkata. serta sibuk melihat aib dan kesalahan orang lain tanpa mau melihat aib dan kekurangan diri sendiri. Inilah sifat yang melekat pada iblis. Sifat inilah yang berusaha ditransfer iblis kepada manusia yang bersedia menjadi sekutunya. Sikap seperti ini sebagaimana dicontohkan oleh orang-orang mulia dari para nabi dan rasul.

aku bertobat sehari semalam sebanyak seratus kali. Nabi Muhammad SAW selalu membaca istigfar dan meminta ampunan kepada Allah SWT sebagai bentuk kesadaran yang paling tinggi bahwa tidak ada manusia yang sempurna." (HR Muslim)." (QS AlAnbiya [21]: 87). "Tidak ada Tuhan selain Engkau. manusia. Mereka tidak merasa diri mereka sudah sempurna. bersih. aku termasuk orang-orang yang zalim. ia harus selalu melakukan introspeksi. Ia berkata. Beliau bersabda. Mahasuci Engkau. Allah SWT berfirman. Sesunguhnya. Begitulah sikap arif para nabi yang patut dijadikan teladan. Karena itu. Sebab. dan suci. "Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui orang yang . bertobatlah dan mintalah ampunan kepada-Nya. Bahkan.bertasbih menyucikan Tuhan-Nya. "Wahai.

An Nisaa' : 48. Sehingga yang bersangkutan tak ubahnya orang yang tidak pernah berbuat dosa (Hadits). Daripada sibuk melihat aib orang.S. "kufur" dalam berbagai bentuknya. Dalam Musnad Anas ibn Malik RA. lebih baik mengarahkan telunjuk kepada diri sendiri.S. daripada mengarahkan telunjuk kepada orang. Al Maa-idah. Nabi SAW bersabda. maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah) ?" (Q.bertakwa. 116) yang bersangkutan terancam abadi di Neraka Jahannam. Dengan kata lain. Az Zukhruf : 9). Al Kahfi : 110. siapakah yang menciptakan mereka.S. terkecuali. niscaya mereka menjawab : "Allah". siapakah yang menciptakan langit dan bumi ?." Waspada dengan Dosa yg tak terampuni Allah SWT tidak hanya Maha "Ghafuur" (pengampun) tapi juga Maha "Afuwwun" (penghapus) terhadap segala macam dosa (Q. tentu saja tidak sebatas menyekutukan Dzat Allah SWT semata. 72) Yang dimaksud "syirik" di sini. alangkah bijaknya kalau kita sibuk melihat aib sendiri.S. maka Allah SWT tidak akan pernah mengampuninya (Q. men-"Tauhid" (Esa) kan Allah SWT dalam pengabdian merupakan ujian terberat dalam mempertahankan dan mengembangkan fitrah iman dan Islam . pemelihara dam pendidik) yang membuat mereka kemudian tergelincir ke dalam kemusyrikan adalah dari sisi "Tauhid Uluuhiyyah" (Esa-nya Allah sebagai Dzat satu-satunya yang berhak disembah dalam ibadah secara integral). tapi tidak di-Esa-kan dalam sifat. aturan dan hukum-hukum-Nya ? Umumnya orangorang musyrik sejak zaman Nabi Nuh As sampai saat ini meyakini Allah SWT dari sisi "Tauhid Rububiyyah" (Esa-nya Allah sebagai pencipta. di antaranya "syirik". yang apabila seseorang sampai wafatnya tidak bertaubat. sebab apalah artinya bila Allah SWT di-Esa-kan dalam Dzat-Nya. semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui' (Q. niscaya mereka akan menjawab. Firman Allah SWT : "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka. maka dihapuslah seluruh dosa dari diri orang tersebut. Karena itu. "Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka.S. Az-Zumar : 53) di mana bila Dia berkenan mengampuni dosa seseorang. "Beruntunglah orang yang sibuk melihat aib dirinya sehingga tidak sibuk dengan aib orang lain. sedetik pun tidak akan berjumpa dengan Allah SWT yang hanya berkenan menjumpai hamba-hambaNya yang ada si surga (Q. Az Zukhruf : 87). Prinsip ini berlaku bagi segala jenis dosa." (QS Annajm [53]: 32).

Atau mengubah ketentuan-ketentuan syara' dalam masalah zakat. Jangankan manusia biasa. berdoa. Menetapkan hukum yang nyata-nyata bertentangan dengan hukum pidana Islam seperti potong tangan bagi pencuri. sujud. berqurban. shalat. dan dari segala dosa.S. bertawakkal. yang berkeyakinan bahwa ada selain Allah SWT yang memiliki hak menetapkan aturan dan hukum. qishash bagi pembunuh dan sebagainya. Termasuk syirik tentunya. "Fitrah" dalam pengertian "suci" dari kekufuran dan kemusyrikan. Menghalalkan yang diharamkan Allah SWT dan atau sebaliknya menetapkan undang-undang dan hukum. tapi kiranya masih ada orang yang mengaku mu'min mendatangi kuburan atau tempat-tempat yang dikeramatkan lalu mereka berdo'a dan meminta-minta berkah kepada arwaharwah yang tentu saja. thawaf. "laa haula walaa quwwata illa billah". Al A'raaf : 188). membuka 'aurat. Ar Ruum : 30).S. menghalalkan zina. berucap. waris. Ahmad) Memang benar. shaum. bahkan Rasulullah Saw sebagai hamba Allah yang paling dekat dengan Allah SWT diperintahkan untuk mengingatkan ummatnya bahwa dirinya tidak memiliki kekuasaan sedikit pun untuk memberi manfaat atau mudharat tanpa izin Allah SWT (Q. dera atau rajam bagi pezina. berharap. permohonan perlindungan. nikah dan sebagainya (An Nisaa' : 61. Jangankan telah mati. ruku.(Q. haji dan lain sebagainya. ketika masih hidup sekalipun seseorang tidak bisa memberi manfaat atau mudharat kepada orang lain. kecil kemungkinan ada seorang mu'min yang selain menyembah Allah SWT juga menyembah berhala dalam bentuk patung. bersikap dan bertindak agar tidak terjerumus dalam kemusyrikan. . Seperti tidak sadarnya seseorang bila di hadapannya terdapat seekor semut hitam karena semut itu berada di atas batu hitam dalam ruangan yang gelap pada malam hari (HR. Asy-Syuara : 21) Setiap mu'min harus ekstra hati-hati dalam berprinsip. tapi juga dalam bentuk sesuatu yang saking samarnya membuat seseorang tidak menyadari bila dirinya telah musyrik. takut. Ibadah yang dimaksud tentunya tidak sebatas ibadah “mahdhah” semata. misalnya. Rasulullah Saw lebih jauh mengingatkan bahwa kemusyrikan tidak hanya hadir dalam bentuk yang eksplisit seperti dalam beberapa contoh tersebut di atas. Al A'raaf : 172. riba. tapi mencakup segala keterikatan dan keterkaitan hubungan antara manusia sebagai makhluk dengan Allah SWT sebagai Al Khalik seperti rasa cinta.

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau paranormal. padahal Rasulullah Saw sudah mengingatkan. tidak ada satu "Nafs (jiwa) pun. tayangan-tayangan tersebut dikemas dengan memakai atribut-atribut Islam. seperti gugurnya 80 ribu tahun keimanan Iblis hanya karena kufur terhadap satu perintah Allah SWT Ironis memang.S.S. dan ia meyakini kebenaran ramalan sang dukun. Ahmad dan Al hakim). menggiring para pemirsa untuk tidak lagi menggunakan akal sehat di dalam menghadapi realitas hidup dan kehidupan. Luqman : 34). Tayangan-tayangan tersebut tidak hanya saja menyesatkan akidah. Semoga akhir hidup kita dapat terhindar dari dosa. terlebih lagi dengan dosa-dosa yang tidak terampuni. maka sungguh ia telah kufur dengan (ajaran Islam) yang diturunkan kepada Muhammad (HR. jin maupun malaikat yang dapat memastikan apa yang akan terjadi (Q. . Paling tidak.Kendati Allah SWT sudah dengan tegas sekali menyatakan. lalu ia meyakini betul akan kebenaran ramalannya. baik manusia. sementara yang ditayangkan 180 derajat bertentangan dengan ajaran Islam dan nalar sehat. dukun atau apalah namanya. ia telah mengkufuri Q. nilai-nilai kemusyrikan itu kini bahkan telah lama masuk ke dalam rumah-rumah kita lewat berbagai tayangan di televisi. tapi juga membodoh-bodohi ummat. Kenyataan yang kita saksikan masih ada saja sementara orang yang mendatangi paranormal. Celakanya. lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya. dan kufur terhadap satu ayat Al Qur'an berakibat gugurnya keimanan secara keseluruhan. Luqman 34.

dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas seperti apa hati burung? Hal ini dijelaskan oleh hadits dari sahabat Umar bin khotob radiyallahu’anhu. “Akan masuk surga suatu kaum. bahwasannya beliau mendengar Rosulullah Shallallahu . beliau bersabda. hati mereka seperti hati burung” (HR.9a815b94e7cfc9 Seperti hati Burung (Tawakal itu indah dan menentramkan hati) Bagikan Hari ini jam 15:27 Dari Abu Hurairoh radiyallahu’anhu. Muslim) maknanya adalah dalam merealisasikan tawakal.

” Oleh karena itu. “Tawakal adalah menyandarkan permasalahan kepada Allah dalam mengupayakan yang dicari dan menolak apaapa yang tidak disenangi. niscaya Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti memberi rizki kepada burung. Amin Definisi Tawakal Imam Ibnu Rajab rahimahulloh berkata. lalu dia benturkan kepalanya ke tiang listrik. beliau berkata. kita tidak pernah mendengar seekor burung pada pagi hari terbentur dengan masalah rizki. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). Bahkan hakikat agama adalah tawakal dan inabah (kembali kepada Allah). dia merupakan sumber kebaikan. buruknya ibadah kita – karena tidak hadirnya rasa cinta. “Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan” (QS. “Hakekat tawakal adalah hati benar-benar bergantung kepada Allah dalam rangka memperoleh maslahat (hal-hal yang baik) dan menolak mudhorot (hal-hal yang buruk) dari urusan-urusan dunia dan akherat” Syekh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata. luputnya kita dari amal yang besar. Berikut ini nukilan kami dari berbagai perkataan ulama tentang definisi dan hakikat tawakal. Di dalam realitanya.‘alaihi wa sallam bersabda. Bahkan kegelisahan dan ketakutan yang menimpa sebagian kaum muslimin adalah dikarenakan belum hadirnya tawakal di dalam qalbunya. disertai percaya penuh kepada Allah Ta’ala dan . Hilangnya berbagai kebaikan. “Hadits ini adalah dasar atau asas di dalam bertawakal. “Andaikan kalian tawakal kepada Allah dengan sebenarnya. Itu tidak terjadi pada burung. hal terebut juga merupakan diantara sebab yang paling besar dalam memperoleh rizki. Al-Fatihah : 5) Tawakal adalah isti’anah (minta pertolongan) dan inabah adalah ibadah.bisa membantu kita merealisasikannya. Mudah-mudah yang sedikit ini–dengan taufik dari Allah. Darinya timbul berbagai macam ibadah hati yang lainnya. dia adalah ibadah hati yang sangat agung. tapi pada manusia hal tersebut terjadi dan sering kita dengar di berita atau dia media massa. harap dan takut – adalah karena masih jauhnya kita dari hakikat tawakal. merealisasikan hakikat tawakal di dalam hati kita bukan merupakan perkara yang mudah. Ibnu Rajab rohimahullah berkata di dalam kitabnya Jami’ul ‘ulum wal Hikam. ‘hadits hasan sohih) Mengomentari hadits tersebut. Mereka pergi pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore hari dengan perut kenyang” (shahih Tirmidzi.

Diantaranya ayat (yang artinya). Muslim) Tawakal kepada Allah adalah syarat sahnya keislaman dan keimanan seseorang. “Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah.menempuh sebab (sebab adalah upaya dan aktifitas yang dilakukan untuk meraih tujuan) yang diizinkan syari’at. tidak berobat dengan besi panas dan mereka bertawakal kepada Rabb mereka” (HR. tidak menyandarkan kesialan kepada burung dan sejenisnya. wallahu ‘alam. Maka bertawakallah wahai hamba Allah kepada Dzat yang ditangan-Nya segala urusan dan yang memiliki segalanya. At-Tholaq : 3) Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. oleh karena itu mengesakan Allah Ta’ala dalam tawakal adalah merupakan kewajiban. Wal’iyadzubillah. Bertawakallah Hanya Kepada Allah Allah Ta’ala memerintahkan hamba-Nya agar bertawakal hanya kepada-Nya dalam banyak ayat.mereka adalah orang-orang yang tidak minta ruqyah. maka bertawakallah kalian kepada-Nya jika kamu benar-benar orang muslim (berserah diri)” (QS. serta tidak mampu mematikan dan menghidupkan serta membangkitkan dan mengumpulkan kembali”. “Dan Musa berkata. “Akan masuk surga dari umatku tujuh puluh ribu orang tanpa hisab…. dan memalingkannya kepada selain Allah merupakan kesyirikan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). Itulah nukilan dari perkataan Ibnul Qayim rahimahullah didalam kitabnya alfawaid. “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal. “Sungguh kita tidak bisa terlepas dari-Nya sekejap mata pun. khilaf dan kesalahan. maka kita telah meyerahkan diri kita kepada kelemahan yang rendah dan serba kurang. jika kamu benar-benar orang yang beriman” (Al-Maidah : 23) “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS. ‘wahai kaumku ! apabila kamu beriman kepada Allah. Yunus : 84) Maka tawakal merupakan ibadah yang sangat agung. Dan jika kita bersandar kepada orang lain maka kita telah mempercayakan diri kepada yang sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk mendatangkan bahaya dan manfaat. tawakal adalah murni ibadah hati. Bertawakal Kepada Selain Allah Bertawakal kepada selain Allah ada tiga keadaan : . jika kamu benar-benar orang-orang beriman” (Al-Maidah :3) dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). Jika kita bersandar kepada diri sendiri.

Menghadirkan Tawakal “Tawakal kepada Allah Ta’ala merupakan ibadah yang dituntut dari seorang mu’min Kekuatan tawakal seseorang kepada Allah Ta’ala kembali kepada pemahamannya tentang rububiyah Allah Ta’ala dan keimanannya yang mendalam terhadap tauhid rububiyah. sedang makhluk tersebut tidak mampu memenuhi keinginannya tersebut. Maka untuk menghadirkan dan memunculkan tawakal di dalam hati kembali kepada perenungan terhadap atsar-atsar dari rububiyah Allah Ta’ala. Semakin banyak seorang hamba . Yaitu seorang bertawakal kepada selain Allah Ta’ala dalam perkara yang hanya mampu dilakukan oleh Allah Ta’ala tidak selain-Nya. pelakunya tetap diancam neraka hingga ia bertaubat) 3) Boleh. Yaitu seseorang bertawakal kepada selain Allah dalam arti mewakilkan urusannya kepada seseorang tanpa disertai penyandaran hati. seperti Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewakilkan kepada Ali radiyallahu’anhu untuk menyembelih qurbannya dan mewakilkan kepada Abu Hurairoh radiyallahu’anhu dalam masalah sodaqoh.1) Syirik akbar (besar). Contoh : seseorang bertawakal kepada makhluk /wali di dalam memperoleh kebaikan atau bertawakal kepada makhluk dengan hatinya Karena ingin mempunyai anak atau pekerjaan. Contoh : seorang istri bertawakal kepada suami dalam kebutuhan hariannya. 2) Syirik kecil. Yaitu seseorang bertawakal kepada selain Allah dalam perkara dimana Allah Ta’ala memberikan kemampuan kepada makhluk tersebut untuk memenuhinya. (peringatan: syirik walaupun kecil. Contoh : menyerahkan kendali perusahaan kepada seorang menejer.

maka akan semakin besar pengagungannya kepada Allah. “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah. Ath-Tholaq : 3)” Itulah nukilan perkataan Syekh Sholih Alu Syaikh di dalam kitabnya at-tamhid syarah kitab tauhid. pengetahuannya bahwa Allah adalah yang memiliki kerajaan langit dan bumi.merenung dan memperhatikan kekuasaan dan kerajaan Allah di langit dan di bumi. dan ia pun meyakini tidak ada sesuatupun yang dapat melemahkan-Nya dan tidak ada yang sulit bagi-Nya. ia pun mengagungkan perintah-Nya (dengan melaksanakannya). walahu’alam Penjelasannya. bahwasannya hanya Dia yang mengatur dan menjalankannya dan pertolongan Allah kepada hamba-Nya merupakan sesuatu yang mudah dibandingkan dengan pengaturan alam semesta ini. semakin kuat pula tawakalnya kepada Allah Ta’ala. maka Allah akan mencukupinya” (QS. apabila seorang hamba . dan mengagungkan larangan-Nya (dengan menjauhinya).

Kedua. “Mengandalkan sebab adalah celaan terhadap tawakal dan tauhid. dalam hal menghidupakan dan mematikan (dan ini semua adalah rububiyah Allah). dalam hal memberi dan menahan. Barang siapa yang memalingkannya kepada selain Allah maka dia telah berbuat syirik. menyerahkan seluruh perkara kepada Allah Ta’ala yang di tangan-NYalah segala urusan. tidak boleh bersandar kepada sebab yang dilakukannya. ia menganggap bahwa tawakal adalah legowo (menerima total) keadaan tanpa ada upaya perubahan. sedangkan anggota badannya menjalani sebab. “Meninggalkan sebab adalah celaan terhadap syari’at dan bersandar kepada sebab adalah syirik”. walaupun dia meyakini bahwa Allah Ta’ala satu-satunya yang menciptakan . dan konsekwensi tawakal dan buahnya secara lahiriyah. Maka kita katakan. Syekhul islam Abul Abbas rohimahullah berkata. maka itu akan membuahkan ubudiyah tawakal kepada-Nya semata secara batin. Murid beliau Syamsudin Abu Abdillah rahimahullah berkata. dalam hal mencipatakan dan memberi rizki. “Pelanggaran terbesar terhadap syari’at adalah meninggalkan sebab karena menyangka bahwa mengambil sebab akan menafikan tawakal” yang lain berkata. namun perlu diketahui bahwa tawakal bukan berarti meninggalkan usaha atau sebab. “Di dalam bertawakal harus terpenuhi dua syarat : pertama. Akan tetapi tidak boleh bersandar kepada sebab tersebut. sedangkan meninggalkan sebab merupakan celaan terhadap syari’at dan hikmah Allah” karena Allah telah menjadikan segala sesuatu ada sebab dan akibatnya. Dengan itu diketahui bahwa tawakal adalah murni ibadah hati. Hati dan batinnya bersandar total kepada Allah Ta’ala.mengilmui tentang keesaan Allah dalam hal menolak bahaya dan mendatangkan manfaat. karena melakukan atau mengambil sebab merupakan kesempurnaa tawakal. Tawakal Bukan Hanya Pasrah Kadang seseorang salah kaprah dalam memaknai tawakal.

Ketahuilah.id Ketika kita telah berikhtiar dengan keras. “Andaikan kalian tawakal kepada Allah dengan sebenarnya niscaya Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti memberi rizki kepada burung. tapi yang ada adalah kecemasan dan kegelisahan yang datang karena apa yang kita idam-idamkan tak kunjung datang. Penulis: Husni Ridho (Mahasiswa Ma’had Ali Al-Imam Asy-Syafii Jember) Artikel www.dan memberi rizki. Mereka pergi pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore hari dengan perut kenyang” (Shohih Tirmidzi) Tawakal burung adalah dengan pergi mencari makanan. terkhusus Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya akan melihat bahwasannya mereka adalah manusia yang paling bertawakal kepada Allah Ta’ala. Barangsiapa yang membaca kisah-kisah para Nabi. beliau juga berlindung dari panas dan dingin. Jadi. banting tulang. Betapa indah dan agungnya Tawakal kepada Allah. bersamaan dengan itu mereka juga mengambil sebab dan meyakini bahwa hal tersebut merupakan kesempurnaan tawakal kepada Allah. Ketika perang uhud beliau memakai dua baju besi dan ketika hijrah ke madinah beliau menyewa penunjuk jalan. apakah kau telah sandarkan hatimu hanya pada Allah??? ataukah mengandalkan dan menyombongkan ilmu kita yang sangat tak seberapanya dibandingkan Allah Yang Maha Mengatur dan Maha Mengetahui segalanya??? Bisa jadi tanpa tawakal. Hadits berikut lebih memperjelas: Dari Umar bin Khotob radiyallahu’anhu. ROsulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.muslim.or. ikhtiar yang telah disusun dengan rapi hancur seketika sehingga dapat mengakibatkan kekecewaan yang dalam. namun belian melakukan usaha. dan meninggalkan sebab menunjukan kebodohannya terhadap syari’at rabbnya. Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling bertawakal kepada Allah. maka Allah jamin dengan memberikan makanan kepada mereka. tapi hal tersebut tidak mengurangi tawakalnya kepada Allah Ta’ala. tetapi pergi jauh mencari makanan untuk dirinya dan anak-anaknya. Burung-burung itu tidak tidur saja di sarangnya sambil menunggu makanan datang. 60b4944ffd4d945 . mengambil sebab yang disyari’atkan menunjukan kesempurnaan tawakal dan kekuatannya. maka tanyalah pada hatimu.

'Hei siapa ini. 'Ambilkan gue kopi. rakus (syarahun). Dalam agama. 'dan Bapak tahu siapa saya?' 'Tidak. .Makna Sabar By: agussyafii Tono baru dua hari kerja di sebuah perusahaan asing. Saya pecat kamu nanti!' teriak Sang Dirut dan tak mau kalah teriak si Tono bales nyahut.. kebalikannya disebut pemarah (tazammur) 4. ' sahut Tono. kebalikannya adalah tidak tahanan (bathar) 3. 1. kebalikannya disebut tamak. 7. 'Saya direktur utama perusahaan disini. Ketabahan menghadaapi musibah. disebut sabar..' jawab Boss. sabar merupakan satu diantara tangga dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. cepaaaaat!' Ternyata jawaban dari balik telepon tidak kalah keras dan marahnya. loba (al hirsh). Sabar dalam menerima yang sedikit disebut kaya hati (qana`ah). Kesabaran menghadapi godaan hidup nikmat disebut. Tono bermaksud menelpon ke bagian dapur sambil berteriak. kebalikannya disebut sempit dadanya. Kemarahan dapat membuat seseorang kehilangan banyak hal. Kesabaran dalam menahan marah disebut santun (hilm). Begitulah bila kita cepat marah. Kemarahan juga dapat membuat kita salah langkah. kamu salah pencet extention? Kamu tahu dengan siapa kamu bicara?' 'Tidak.. maka nama sabar berbeda-beda tergantung obyeknya. Karena sabar bermakna kemampuan mengendalikan emosi. kebalikannya disebut serakah.. kebalikannya adalah gelisah (jaza`) dan keluh kesah (hala`) 2. mampu menahan diri (dlobth an Nafs). Maka sebaiknya kita sabar dan jernih bila menghadapi masalah. 6. Sabar terhadap kemewahan disebut zuhud. Sabar dalam menghadapi bencana yang mencekam disebut lapang dada. Sabar dalam mendengar gossip disebut mampu menyembunyikan rahasia (katum). 'Syukurlah kalo gitu' sahut Tono cuek sambil menutup telpon. sabar adalah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi godaan dan rintangan dalam jangka waktu tertentu dalam rangka mencapai tujuan.. 5.

Isinya sederhana. pertama: rumah kosong tak berpenghuni dan tak ada perabotnya. kosong tanpa iman dan amalnya sia-sia. orang terpandang dan bijaksana serta teguh. Yang kedua. Jika yang menjadi sasaran adalah rumah. benda-benda mewah dan berharga. Ketiga: rumah megah milik orang kaya yang dipenuhi perabotan mahal dan perhiasan yang berharga. Kedua: rumah orang biasa yang berpenghasilan pas-pasan. Kalaupun dijadikan sasaran. Meski. tentunya ia akan berpikir bagaimana mengelabuhi penjaga dan menunggu kelalaian pemilik rumah megah tersebut. Tanpa berpikir panjang. Semakin tinggi kedudukannya maka semakin banyak dan semakin hebat para pengintai yang mengancamnya. ia akan mempelajari terlebih dahulu. Ada tiga rumah. tentunya isi dan perabot rumahnya biasa-biasa saja.60b4944ffd4d945 Rumah Yang Diintai Bagikan Jika ada seorang pencuri hendak beroperasi. pencuri adalah syeitan dan iblis. Tentu dengan memanfaatkan kelalaian dan kelengahan pemiliknya serta penjaganya. Angker dan kurang menarik. Isinya. Isinya sederhana. apa yang bisa dipilih dari rumah kosong tak berpenghuni dan tak ada isinya. barang yang bisa diambil pun tak banyak. sasaran manakah yang lebih diprioritaskan. Tipe pertama adalah hati milik orang-orang kafir dan munafik. Kelengahan yang dilakukan oleh pemilik hati adalah dengan kemaksiatan. Rumah-rumah tersebut adalah hati setiap manusia. pencuri akan menentukan targetnya pada pilihan ketiga. Perumpamaan di atas. Pemiliknya. Kemaksiatan yang . Sedang tipe ketiga adalah hati orang mukmin yang bersungguh-sungguh. Berbeda halnya dengan rumah ketiga. Disamping itu bisa dengan konspirasi dan pengkhianatan orang dalam. Tipe rumah ketiga dengan penjagaan yang ketat tidaklah mustahil untuk dibobol. Untuk sasaran pertama. ia tak akan perlu tenaga dan pikiran yang besar untuk mendapatkannya. Tipe kedua adalah hati orang awam.

Mari kita bayangkan keadaan sebuah kendaraan yang kehabisan bahan bakar. Hati ibarat tangki bensin dalam sebuah kendaraan. Musuh dan pencuri bisa segera kita usir dan menjauh dari rumah kita. Hanya berpaling saja. Hanya menjadi penghias bibir yang tak diikuti kepahaman hati akan maknanya. maka ia bagaikan kendaraan tanpa bahan bakar. Beristighfar karena istighfar kita sangat kurang dan terbatas serta kurang dijiwai. pengertian. Saat itu mereka menjadi para perampok. Seorang bodoh yang dengan serakah mengambil bensin sebanyak-banyaknya kemudian ia siramkan ke mobilnya. Bisakah mobilnya berjalan? Sedang tangki bensinnya masih kosong. berbaik sangka. iblis. Pada bulan Rhamadhan Allah Swt. Jika demikian. Ia menjadi bangkai dan mati dengan kesempurnaan fisik yang terlihat. Kaki-kaki kotor pencuri itu menodai ubin-ubin bening rumah kita. istighfar. solidaritas. Ia akan terus mengintai dan mengincar rumah mewah itu. Barang siapa ingin menjaga hatinya hendaknya ia selalu menjaga kebeningannya dengan senantiasa beristighfar kepada-Nya. ia tak segera pulang dan pergi meninggalkan rumah tersebut. Menambah dengan menurunkan rahmat dan maghfirah-Nya. Demikian juga kita dibulan rhamdhan. ia ambil botol-botol besar untuk diisi bensin kemudian ia masukkan ke dalam mobil. mau ataukah tidak ia memanfaatkannya. pada saat hati ini perpaling kepada kemaksiatan. Bisa kita bayangkan berikutnya. menambah para penjaga ‘rumah’ kita. Kemudian kesiapan tangki ‘hati’ menampungnya.dilakukan oleh orang terpandang dan berilmu akan bernilai lain di sisi Allah dengan kesalahan yang dilakukan oleh orang awam. Apalagi sampai kita terperosok di dalamnya. Namun tak mampu menjalankan fungsinya. tapi diletakkan tidak di dalam tangkinya. Tapi kita perlu tahu. pemaaf akan menjadi pasukan rahasia yang sangat kuat yang tak bisa ditebak oleh para pencuri. sedang diri kita benarbenar tak berdaya. Karena kemegahan dan ketinggian nilainya. Keikhlasan. kita memiliki senjata ampuh untuk kembali teguh. isi dan perabot rumah kita sudah dijarahnya. Semua tergantung pribadi masing-masing. Adapun konspirasi dari dalam adalah bisikan hawa nafsu yang kuat yang memperturutkan keinginan “pencuri” hati. Bahkan pada taraf teror yang paling parah. Allah menyediakan segala fasilitas pembekalan dan subsidi ‘bahan bakar’ tersebut. Pada saat itu pencuri tersebut telah benar-benar KO. Setiap hari kita berpacu membaca Al Qur’an. mampukah ia menempuh perjalanan hidup yang panjang dan penuh misteri? Dibulan Ramadhan. Kita kecolongan. kedermawanan. jendela rumah kita sudah dibobolnya. Demikian juga manusia jika ia mementingkan penampilan fisiknya sementara tangki hatinya tak pernah diisi. kita akan menuruti semua keinginan para pencuri yang berada dalam rumah kita. Atau ada bahan bakarnya (bensin). Mobil tersebut tetap ada wujudnya. shalat . Ibadah-ibadah sunnah bisa menjadi pembenteng pertama. Pada saat kita lengah. Bahkan beristighfar dari istighfar itu sendiri. Ia berfungsi vital sebagai penampung bahan bakar. ibadah-ibadah wajib menjadi lapis kuat kedua.

Silakan sebanyak-banyaknya mengisi. Berteman orang-orang shalih dan senantiasa berzikir. Yang menjadi aib adalah membiarkannya kotor. Tapi tempatnya dalam hati. Mereka hendak merampas cinta-Nya agar kita menjadi orang-orang yang dimurkai-Nya. Bersedekah karena riya. Ya. bersedekah. Ketakwaan tidak– hanya–dilihat dari banyaknya shalat dan bacaan al Qur’an atau kedermawanan seseorang. Berjihad agar dianggap pemberani. Bacaan Al Qur’annya diterjemahkan dengan kesantunan perilaku hariannya. Namun semuanya ditentukan dengan kebaikan hati. mengobral pencuci hati-hati kita yang keruh. Satu hal yang perlu kita catat. Cinta dan ridha manusia. berbuat banyak untuk orang lain. Itulah rumah kita yang selalu diincar dan diintai oleh para pencuri cinta-Nya. Jangan beri kesempatan pencuri-pencuri itu mendekat ke sekeliling rumah kita. Segera usap dan hapuslah kotoran yang melekat itu. Untuk membersihkannya pun diperlukan kelembutan hati. Sebagai contoh. Bila rumah kita berdebu dan kotor. sebelum noda itu kian melekat dan sulit untuk dihilangkan. Karena kita tidak tahu dimana meletakkan bahan bakar. Shalatnya adalah pencegah dari perbuatan mungkar dan kebatilan. Jawabnya hanya satu “Taqwa itu di sini” demikian Rasulullah Saw. Kedermawanannya disertai tawadhu dan rendah hati. Membaca Al Qur’an namun masih diselingi pergunjingan Shalat yang banyak namun masih disertai keengganan menyantuni fakir miskin Bersedekah namun dibarengi menyakiti hati orang lain Berbuat kebaikan namun disertai pamrih dunia. Hanya hati yang beninglah yang mampu merasakan noda halus ini. Parahnya. Menuntut ilmu supaya dikira pandai. ketakwaan itu tempat bersemayamnya di hati. Di bulan Rhamadhan Allah Swt. Kita selalu waspada karena kita selalu terjaga dan menjaga rumah kita. kita sering merasa telah berbuat baik namun pada hakikatnya kita melakukan sebaliknya. bukan menjadi aib bila hati kita terkotori. Kredit poin jabatan.sebanyak-banyaknya. Ya. Agar cinta-Nya hilang dari rumah kita dan berganti kebencian dan kemurkaan yang maha dahsyat dari Dzat yang murka-Nya tak terbendung oleh apa dan siapa pun. Popularitas. Tak pernah sedikit pun keluar cacian dan hinaan mengungkit pemberiannya. Semuanya disebabkan kebodohan kita. Kaca jendela rumah kita. Semua itu takkan ada gunanya bila tanpa disertai keikhlasan dan penghayatan. itulah kualitas isi hati setiap kita. Jangan takut akan intaian dan incaran para puncuri. mengisyaratkan ke dada beliau sebanyak tiga kali. Dengan istighfar dan bacaan Al Qur’an. Ketenaran. Menasehati orang di depan umum. Tapi kita tetap merawatnya dari dalam dengan perawatan yang tak diketahui oleh mereka yang melihatnya dari luar. Jangan sekali-kali kita lengah. biarkan tetap bening. Barangkali isi rumah kita akan terlihat dari luar dengan bagus. . bila kita kecurian namun kita tak merasa kehilangan sedikit pun. Bila hati ini telah terisi penuh oleh takwa maka semuanya menjadi indah.

diriwayatkan sahabat Nu’man bin Basyir ra. “Wahai pembalik hati.” .. Jika ia baik maka seluruhnya akan baik.Itulah rahasia Allah yang bernama hati.). tetapkan hati kami atas dien-Mu. sesungguhnya dalam jasad ini ada segumpal daging (mudhghah). palingkan hati kami pada ketaatan-Mu”. bila ia buruk maka seluruhnya akan buruk. Ketahuilah itu adalah HATI (qalb)”. 5da1eda01e6e0c PERTANYAAN GADIS KECIL KEPADA SANG AYAH . Sabda Rasulullah Saw. Wahai pemaling hati. (HR Bukhari Muslim.

.. dan ingatlah... Wanita sejati BUKAN dilihat dari BENTUK TUBUHNYA yang mempesona. Sang ayah pun menoleh kemudian tersenyum.... MELAINKAN KEKHAWATIRAN DIRINYAlah yang MENGUNDANG ORANG JADI TERGODA.. MELAINKAN sejauh mana ia berani MEMPERTAHANKAN KEHORMATANNYA. ... Wanita sejati BUKAN dilihat dari KEBERANIANNYA dalam BERPAKAIAN..... MELAINKAN dari kecantikan HATI yang ada di baliknya. Ketahuilah putriku....... ceritakan padaku tentang wanita sejati".Bagikan 17 Maret 2010 jam 7:34 Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya. MELAINKAN dari bagaimana CARA ia BERBICARA.. "Lantas apa lagi Abi?" sahut putrinya.. Wanita sejati BUKAN dilihat dari keahliannya BERBAHASA.... MELAINKAN dari KEIKHLASANNYA memberikan kebaikan itu. Wanita sejati BUKAN dilihat dari begitu BANYAKNYA kebaikan yang ia berikan... Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya. "Abi....... MELAINKAN sejauh mana ia MENGHADAPI UJIAN itu dengan penuh rasa SYUKUR. Wanita sejati BUKAN dilihat dari seberapa INDAH LANTUNAN SUARANYA...... Wanita sejati BUKAN dilihat dari KEKHAWATIRANNYA DIGODA orang di jalan.. MELAINKAN dilihat dari sejauh mana ia MENUTUPI BENTUK TUBUHNYA.. Anakku... MELAINKAN dari apa yang SERING MULUTNYA BICARAKAN... Wanita sejati BUKANlah dilihat dari seberapa BANYAK dan BESARNYA UJIAN yang ia jalani..... Seorang wanita sejati BUKANlah dilihat dari kecantikan PARAS wajahnya..

Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata. Smg qt termasuk orang2 yg mau & mampu meneladani mereka.. sebaik2 teladan bagi para muslimah adalah istri2 Rosululloh....Wanita sejati BUKAN dilihat dari SIFAT SUPELNYA DALAM BERGAUL. MELAINKAN sejauh mana ia bisa MENJAGA KEHORMATANNYA DALAM BERGAUL. AAMIIN. Setelah itu sang anak kembali bertanya... .... "TELADANILAH MEREKA!" Sang anak pun mengambil buku itu dan melihat sebuah tulisan "ISTERI-ISTERI RASULULLAH" ---Sungguh......... "Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi?".

No. Hal tersebut tentunya menimbulkan ketidakpastianhukum dan ketidakadilan. sedangkan kedudukananak luar kawin tersebut akan diatur dalam suatu Peraturan Pemerintah.Yang menyatakan bahwa wali hakim baru dapat bertindak sebagai walinikah jika wali nasab tidak ada. C. . Padahal hal itu merupakanamanat Undang-Undang No.bahwa anak yang lahir diluar perkawinan hanya mempunyai hubunganperdata dengan ibunya dan keluarga ibunya. atautidak diketahui keberadaannya atau ghaib. atau tidak mungkin menghadirkan. karena nasabnya terputus kepadaayah biologisnya tersebut. serta tanggung jawab nafkah dinisbahkan kepada ayah biologisnya. Putusnya nasab anak luar kawin kepadaayah biologisnya. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam.perwalian. Namun hingga saat ini Peraturan Pemerintah tersebutmasih belum keluar. mengakibatkan anak luar kawin tidk memiliki walinikah maka berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1974 wali nikahnyaadalah wali hakim sesuai ketentuan Pasal 23 UU. sementara laki-laki yang menghamili terkesan kurangmendapat akibat dan tanggung jawab atas perbuatannya yang telahmengakibatkan kelahiran seorang anak yang kemudian disebut anakluar kawin. atau adlal (enggan). Persoalan mengenai anak luar nikah sampai saat ini belumdiatur oleh Peraturan Pemerintah tersendiri. Anak luar kawin dianggap sebagai anakyang tidak mempunyai ayah/bapak.Upaya Hukum Anak Luar Kawin Dalam Hal Penetapan Wali Nikah Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1974 Pasal 43 ayat (1) dan (2). Tahun 1974. terutama dirasakan oleh pihak anak dan ibuyang melahirkan. Perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilaksanakanberdasarkan hukum agama dan kepercayaannya masing-masing. Anakluar kawin adalah anak yang dilahirkan di luar perkawinan yang sahmenurut hukum agamanya.

dilakukan secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahuioleh . anggapanmasyarakat bahwa jika menikah dengan menghadirkan wali hakimsebagai wali nikah merupakan sebuah aib. Berdasarkan ketentuan Undang-undang hingga saat ini upayahukum hanya diberikan kepada ayah biologis anak luar kawin untukmelakukan pengakuan dan pengesahan terhadap anak luar kawinnya sehingga anak tersebut dapat dinasabkan kepada ayah biologisnya. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam tidakmemberikan ruang bagi anak luar kawin untuk melakukan upaya hukumberkaitan dengan penetapan wali nikah.Sebagaimana telah disebut di atas bahwa. kecuali apa yang telahditetapkan oleh Undang-undang yaitu bahwa wali nikahnya adalah walihakim karena dianggap tidak mempunyai wali nikah berdasarkanhubungan nasab. Undang-undang juga nampak menutup ruang bagianak luar kawin untuk menelusuri siapa ayah biologisnya.sedangkan anak luar kawin sendiri tidak memiliki hak untuk melakukanupaya hukum. UU No. Sehingga seringkaliperkawinan masyarakat.

Hal ini tentu saja dirasakan ada ketidakadilan perlakuan hukumkepada anak luar kawin. padahal Hukum Islam mengajarkan anak tidak mewarisi dosakedua orang tuanya. Dalam hal ini pemerintah perlu membuat suatu aturanmengenai status dan kedudukan anak luar kawin. yang mengatur hak-hak yang diperoleh anak luar kawin. Seharusnya undang-undang memberikan jalan bagi anak luar kawin untuk melakukan upayahukum. Sedangkan mengenai penetapan wali nikah diperlukan . termasuk juga kewajiban keduaorang tua. dengan memaksakan nasab anak tersebuthanya kepada ibunya dan keluarga ibunya saja. Seorang anak lahir dalam keadaan suci.

suatupenelusuran lebih lanjut berdasarkan hukum Islam karena berkaitandengan hal tersebut ternyata masih terdapat perselisihan pendapatdiantara para ulama fiqh. . jangansampai seorang anak luar kawin karena perbuatan zina merasa jadikorban dari perbuatan kedua orang tuanya dan tidak dapat melakukanupaya hukum apapun berkaitan dengan status dan kedudukannya. Tujuannya tentu saja untuk demi kemaslahatan umat.termasuk juga dalam penetapan wali nikah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful