babe62ee5bdd32

Ma`rifatullah sebagai Pondasi Kehidupan [ A'a Gym ]
Secara fitrah, manusia memiliki kebutuhan standar. Dalam salah satu bukunya, Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa manusia memiliki kecenderunagn untuk mencintai dirinya, mencintai kesempurnaannya, serta mencintai eksistensinya. Dan sebaliknya, manusia cenderung memberi hala-hal yang dapat menghancurkan, meniadakan, mengurangi atau menghancurkan kesempurnaan itu. Orang besar tekenal banyak dipuji-puji, memiliki pengaruh dan kekayaan yang melimpah, pengikutnya beribu-ribu, akan takut setengah mati jika takdir mendadak merubahnya menjadi miskin, lemah, bangkrut, terasing atau ditinggalkan manusia. Begitulah tabiat manusia. Padahal, kecintaan kita kepada selain Allah sampai begitu banyak, maka cinta itu pasti akan musnah. Seharusnya kebutuhan kita akan kebahagiaan duniawi, membuat kita berpikir bahwa Alalahlah satu-satunya yang memiliki semua itu. Adapun kekhawatiran tentang standar kebutuhan kita, mestinya membuat kita berlindung dan berharap kepada Allah dengan mengamalkan apa-apa yang disukainya. Jadi, kebutuhan pada diri kita itu seharusnya menjadi jalan supaya kita mencintai Allah. Seorang muslim selayaknya memahami, bahwa keindahan cinta yang paling hakiki adalah kita mencintai Allah SWT. Dan pondasi utama yang harus dibangun oleh seorang muslim untuk menggapai keindahan cinta tersebut adalah dengan mengenal Allah (ma\'rifatullah). Bagi seorang muslim ma\'rifatullah adalah bekal untuk meraih prestasi hidup setinggi-tingginya. Sebaliknya, tanpa ma\'rifatullah seorang muslim memiliki keyakinana dan keteguhan hidup. Ma\'rifatullah adalah pengarah yang akan meluruskan orientasi hidup seorang muslim. Dari sinilah dia menyadari bahwa hidupnya bukan untuk siapa pun kecuali hanya untuk Allah SWT. Jika seorang hidup dengan menegakkan prinsip-prinsip ma\'rifatullah ini, maka insya Allah, alam semesta ini akan Allah tundukkan untuk melayaninya. Dengan fasilitas itulah, dia kemudian akan memperoleh kemudahan dalam setiap urusan yang dihadapinya. Maka berbahagialah orang yang senantiasa berusaha mengenal Allah, sehingga kedekatannya dengan Allah senantiasa dipisah oleh tabir yang semakin tipis. Bagi orang yang dekat dengan Allah, dia akan dianugrahi ru\'yah shadiqah (penglihatan hati yang benar).

Di sisi lain, ma\'rifatullah juga menjadi sangat penting dalan merevolusi pribadi seseorang untuk berubah ke arah kebaikan. Dengan kata lain, perubahan yang dahsyat dan hakiki itu bisa terjadi ketika seseorang mempunyai keyakinan pribadi yang sangat kuat kepada sang Khalik. Dengan kekuatan iman, seorang pengecut seketika berubah menjadi seorang pemberani. Seorang pemalas tiba-tiba berubah menjadi bersemangat. Sehingga siapa pun yang menginginkan perubahan positif yang cepat dalam dirinya kuncinya adalah membangun kayakinan yang kuat kepada Allah SWT. Banyak contoh berbicara tentang betapa kuatnya peran keyakinan dalam merubah pribadi seseorang. Umar bin Khatab ra. yang sebelumnya begitu pemarah dan berwatak keras, bahkan anaknya sendiri dikubur hidup-hidup. Namun berkat tumbuhnya tauhid dalam dirinya, beliau berubah menjadi begitu bermurah hati dan penyantun. Bukan hanya individu, kota Makkah yang sebelumnya tidak dikenal, hanya sebuah dusun kecil yang penuh keterbatasan, berkat da\'wah dan kekuatan iman yang disemai melalui dakwah Rasulullah SAW, akhirnya berubah menjadi bangsa yang besar dan sangat disegani. Kisah lain dapat disebut, yaitu kisah seorang shahabiyah yang bernama Khansa. Wanita mukminah yang hidup di zaman sahabat ini ketika kerabatnya wafat, emosi kesedihannya begitu luar biasa. Dia menangis begitu pilu, meratap, merobek-robek baju, memukul dada. Tapi sesudah mendapat hidayah, emosinya dapat terkontrol. Bahkan dalam sebuah pertempuran, ia berseru pada keempat anak laki-lakinya. "Hai anakanakku, ini kesempatan besar. Kalau engkau mengalahkan mereka, engkau dapat pahala di sisi Allah. Kalau engkau menjadi syuhada, engkau mendapat kemuliaan di sisi Allah. Bertempurlah dengan semangat membara!" Lalu anak-anaknya bertempur luar biasa, hingga satu persatu gugur menjadi syuhada. Namun kala itu bukan ratapan yang ia berikan, malah ungkapan syukur. Padahal dulu, hanya saudaranya saja yang meninggal dunia ratapannya sangat luar biasa, sampai hendak bunuh diri karena putus

asa. Namun di kemudian hari, dia malah mengantar syahid anak-anaknya dengan penuh ketabahan dan keikhlasan. Oleh karenanya, siapa pun yang tidak mempunyai pondasi ma\'rifatullah dalam dirinya, maka ia akan sulit untk memperoleh ketenangan, kedamaian, kabahagiaan, dan kesuksesan hakiki. Jika kita makin mengenal siapa Allah, maka akan terasa semakin kecil nilai makhluk. Ketika kita semakin mengerti penghargaan dari Allah maka kian tidak berarti penghargaan yang kita terima dari makhluk.

Salah satu rezeki ini dapat berupa pertolongan Allah. santuni fakir miskin. T ketiga adalah tawakal. Wallahu’alam bishawab. memohon ampun kepada Allah. biasakan shaum sunnah. Usaha yang kita lakukan. dhuha. diantaranya: menyesal untuk tidak mengulangi apa yang telah diperbuat. rawatib. Dengan ridha-Nya diharapkan pertolongan Allah akan segera menyapa. Untuk itu. Abdullah Gymnastiar ] Bagikan 10 Februari 2010 jam 11:44 Saudaraku. jangan panik jika usaha yang kita lakukan belum menemukan keberhasilan. dan mengiringinya dengan amal shalih. Semakin dekat kita dengan Allah. Jangan heran bila yang kita cita-citakan di tahun kemarin belum tercapai. Insya Allah akan semakin dekat pada datangnya pertolongan Allah. Itu dikenal dengan 3 T. bertekad untuk tidak mengulanginya. Pertolongan Allah akan tercurah kepada orang-orang yang mau merendahkan diri seraya mengakui kesalahan dihadapan Allah. Taat dapat berarti patuh seraya bersungguh-sungguh menjalankan perintah Allah. belum tentu baik menurut Allah. perbanyak sedekah. Disempurnakan dengan amalan sunnah tahajud. Ada empat syarat taubat. atau bisa jadi usaha yang kita lakukan belum maksimal.2e82103fa52eda 3 Tips meraih pertolongan Allah [ KH. dan dimudahkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. telah Allah janjikan ketentraman. diberikan jalan keluar. Untuk itu menggantungkan diri sepenuhnya pada ketentuan Allah menjadi keharusan. T pertama adalah taubat. jangan-jangan kita masih berlumur dosa sehingga pertolongan Allah enggan menyapa. . ada satu hal yang betul-betul perlu kita renungkan. harapan semata-mata untuk mencari keridhaan-Nya. Namun. Karena bisa jadi baik menurut kita. gantungkan semua usaha. ada tiga hal yang wajib kita amalkan agar layak ditolong Allah. apa yang kita inginkan belum saatnya dikabulkan Allah. Karena bisa jadi. harapan yang kita tekadkan belum tentu sesuai dengan keinginan dan harapan Allah. Saudaraku. T kedua adalah taat. Bagi ahli taubat. Siapa pun yang ingin ditolong Allah maka ia harus bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah dengan tidak mensia-siakan shalat berjamaah.

bahkan sampai melampaui batas negeri ini. ada baiknya kita bercermin dari perilaku dari seorang tokoh ulama Indonesia yang dikagumi oleh hampir (untuk tidak menyatakan semua) orang di negeri ini.an Akhlak dalam menyikapi Khilafiyah Menyikapi perbedaan dalam urusan fiqh. sosok yang ideal untuk dijadikan panutan dalam urusan toleransi antar pendapat fiqih. Di antaranya sebagaimana . yaitu Buya Hamka.

yang diceritakan oleh putera beliau. Bahkan menurut Rusydi Hamka. yang umumnya kiyai betawi hari ini adalah murid-murid beliau. pendiri dan pemimpin Perguruan AsySyafiiyah. Idham Khalid." Ada sebuah kisah yang menarik. Namun beliau bershahabat baik dengan tokoh ulama betawi. Buya. tokoh kelahiran Amuntai Kalimantan Selatan ini menjawab: "Ya. Abdullah Syafii. tiba-tiba adzan Jumat dikumandangkan dua kali." jawab buya Hamka secara diplomatis. Biasanya orang Muhammadiyah pada salat subuh tidak membaca doa qunut. Usai salat. maka beliau pun mengimami shalat tarawih dengan 23 rakaat. Rusydi Hamka. . Satu subuh. kilah pengurus Masjid. Begitulah sikap kedua tokoh ulama besar negeri ini. Siapa yang tidak kenal Buya Hamka. karena di belakang saya ada Hamka yang tidak membaca doa qunut setiap salat subuh. Oleh pengurus masjid Jamik Banjarmasin tokoh Muhammadiyah ini diminta untuk menyampaikan khotbah Jumat. maka Buya minta agar KH. Jadi saya menghargai beliaulah. Karena menghormati shahabatnya. Buya menghormati ulama betawi ini dan tahu bahwa adzan dua kali pada shalat Jumat itu adalah pendapat shahabatnya. Padahal biasanya beliau tidak berqunut. Ketika itu tidak dipersoalkan lagi bahwa Hamka 0rang Muhammadiyah.H. menawarkan kepada jamaah. bahkan adzan pun ditambah jadi dua kali. mau 23 rakaat atau mau 11 rakaat. " Apakah khatibnya memakai baju jubah dan sorban?" " Ya ". meski beliau boleh dibilang tokoh Muhammadiyah yang anti qunut. Suatu ketika buya Hamka naik haji dengan menggunakan kapal laut 'Gunung Jati' bersama K. Abdullah Syafii mengunjungi Buya masjid Al-Azhar Kebayoran Jakarta Selatan. semata-mata karena ulama ini menghormati ulama lainnya. Bagaimana reaksi dari Mantan Ketua MUI Pusat pertama ini? Beliau bertanya kepada pengurus masjid: "Apakah khatibnya disini harus memegang tongkat?" "Ya ". Pada rakaat kedua. Rupanya. Dan siapa tidak kenal KH Abdullah Syafii. diantara jemaah ada yang bertanya: "Maaf. Ini luar biasa dan kisah ini perlu kita hidupkan lagi. buya Hamka membaca doa qunut. Yang menarik. padahal biasanya hanya satu kali. Esoknya. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Jamaah di masjid Al-Azhar kala itu memilih 23 rakaat. ayahnya itu ketika mau mengimami shalat tarawih. jemaah meminta buya Hamka menjadi imam salat subuh. Masyarakat terpukau mendengar khotbah Hamka. karena diantara makmumnya. Ternyata beliau tidak membaca doa qunut pada rekaat kedua. khususnya masalah adzan dua kali. Jadi bukan hanya mimbar Jumat yang diserahkan. ada pak Idham Khalid. Pak Idham Khalid salah seorang makmum. Ketika ada yang bertanya sebabnya. tokoh ulama yang menyatakan bahwa qunut shalat shubuh itu hukumnya sunnah muakkadah Sekitar tahun 1970 almarhum buya Hamka berkunjung ke kota Banjarmasin. Tapi kenapa buya subuh ini pakai qunut?" "Ya. Esok harinya giliran pak Idham Khalid yang menjadi imam salat subuh. Hari itu menurut jadwal seharusnya giliran Buya Hamka yang jadi khatib. Abdullah Syafii yang naik menjadi khatib Jumat. dengan perguruan Al-Azhar dan tafsirnya yang fenomenal. Maka buya Hamka tampil sebagai khatib menyesuaikan dengan kebiasaan di masjid Jamik tersebut. KH. Suatu ketika di hari Jumat. Beliau selalu berqunut setiap salat subuh. Jadi saya menghargai beliau. KH.

" Inilah tipologi ulama sejati yang ilmunya mendalam dan wawasannya luas. Griya Bandung Indah.telah menjelaskan hakikat istighfar dan taubat. Para ulama -semoga Allah memberi balasan yang sebaik-baiknya kepada mereka. Jawabannya: "Mereka mendahulukan akhlak dari pada fikih. Karena itu harus disikapi dengan luas dan luwes. Kedua. Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan : "Dalam istilah syara'. ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi. maka taubatnya tidak sah. Pertama. di mana dalil dan nash yang ada menggiring kita ke arah sana. Muncul pertanyaan kalau demikian. 13 Februari 2010 babe62ee5bdd32 Istighfar. apakah tokoh-tokoh ini tidak konsekwen dengan keyakinannya. hendaknya ia menjauhi maksiat tersebut. sebab pada hakikatnya urusan khilafiyah lahir karena memang proses yang alami. maka beliau pun mengimami shalat dengan 11 rakaat. Sesungguhnya istighfar dan taubat jenis ini adalah perbuatan orangorang dusta. Tidak pernah meributkan urusan khilafiyah. "Artinya : Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya". yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga. Jika salah satunya hilang. menyesali dosa yang telah dilakukan. Bukan sekedar asal beda dan cari-cari perhatian orang. Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna" [Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an.11 rakaat. ia harus menyesali perbuatan (maksiat)nya. berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang bisa diulangi (diganti). 'Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. 76] Imam An-Nawawi dengan redaksionalnya sendiri menjelaskan : "Para ulama berkata. . taubat adalah meninggalkan dosa karena keburukannya. Ketiga. juga tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Keutamaan & Sbg Kunci Rezeki Bagikan Kemarin jam 22:17 Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Tetapi kalimat-kalimat diatas tidak membekas di dalam hati. dari asal kata " tauba" hal. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah. Wallahu alam bishshawab Dari beberapa sumber. Sebagian mereka mengucapkan.

Dan firman Allah. [Nuh : 10-12] Ayat-ayat di atas menerangkan cara mendapatkan hal-hal berikut ini dengan istighfar. Jika berbentuk harta benda atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang tersebut. Dalam menafsirkan ayat "wayumdid kum biamwalin wabanina" Atha' berkata : Niscaya Allah akan membanyakkan harta dan anak-anak kalian" [Tafsir Al-Bagawi. Allah akan menjadikan untuknya sungai-sungai. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. sebagaimana diterangkan Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah " Meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan. Kitabul Tafsir. 362] Kedua : Dalil Syar'i Bahwa Istighfar Dan Taubat Termasuk Kunci Rizki Beberapa nash (teks) Al-Qur'an dan Al-Hadits menunjukkan bahwa istighfar dan taubat termasuk sebab-sebab rizki dengan karunia Allah Ta'ala. "Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. memohon ampun (istighfar) hanya dengan lisan saja tanpa disertai perbuatan adalah pekerjaan para pendusta" [Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an. Ampunan Allah terhadap dosa-dosanya. Bahkan hingga dikatakan. maka ia harus meminta maaf" [Riyadhus Shalihin. Tafsirul Khazin. sesungguhnya Dia Maha Pengampun" [Nuh : 10] Tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan meminta ampun hanya dengan lisan semata. juga yang disebutkan dalam (surat Hud : 3 "Artinya . Diturunkannya hujan yang lebat oleh Allah. Lihat pula.Jika taubatnya itu berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada empat. Imam Al-Qurthubi berkata : "Dalam ayat ini. "Artinya : Maka aku katakan kepada mereka. 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu'. Jika berupa had (hukuman) tuduhan atau sejenisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalasnya atau meminta ma'af kepadanya. tetapi dengan lisan dan perbuatan. dan membanyakan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". Berdasarkan firman-Nya : "Sesungghuhnya Dia adalah Maha Pengampun". 4/398. Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma berkata "midraaraa" adalah (hujan) yang turun dengan deras. surat Nuh 8/666] Allah akan membanyakan harta dan anak-anak. Ketiga syarat di atas dan Keempat. hal. 41-42] Adapun istighfar. Dibawah ini beberapa nash dimaksud : [1] Apa Yang Disebutkan Allah Subhana Wa Ta'ala Tentang Nuh Alaihis Salam Yang Berkata Kepada Kaumnya. sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun. dari asal kata "ghafara" hal. 7/154] Allah akan menjadikan untuknya kebun-kebun. Jika berupa ghibah (menggunjing). [Shahihul Bukhari.

Lihat pula. [Tafsir Ibnu Katsir. "Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhamu. menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya bermacam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungai-sungai diantara kebun-kebun itu (untuk kalian)". 4/449] Demikianlah. 7/154] Sakaratul Maut dan Kematian . hal. Fathul Qadir. meminta ampun kepadaNya dan kalian senantiasa menta'atiNya.: Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhamnu dan bertaubat kepada-Nya) adalah dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu sarana meminta diturunkannya rizki dan hujan". dan Amirul Mukminin Umar bin Khaththab Radhiyallahu 'anhu juga berpegang dengan apa yang terkandung dalam ayat-ayat ini ketika beliau memohon hujan dari Allah Ta'ala. sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. jika kalian bertaubat kepada Allah. niscaya Ia akan membanyakkan rizki kalian menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit. [Tafsir Al-Khazin. Maka seseorang bertanya kepadanya. [Tafsir Al-Qurthubi. 274. 'Aku memohon diturunkannya hujan dengan majadih[1] langit yang dengannya diharapkan bakal turun hujan. mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi. membanyakan harta dan anak-anak untuk kalian. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat".[Nuh : 10-11]. menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian. 18/302. Mutharif meriwayatkan dari Asy-Sya'bi : "Bahwasanya Umar Radhiyallahu 'anhu keluar untuk memohon hujan bersama orang banyak. Maka ia menjawab. 'Aku tidak mendengar Anda memohon hujan'. 5/417] Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata :" Maknanya. melimpahkan air susu perahan untuk kalian. Al-Iklil fis Tinbathil Tanzil. Dan beliau tidak lebih dari mengucapkan istighfar (memohon ampun kepada Allah) lalu beliau pulang. Lalu beliau membaca ayat.

.Lalu Malaikat mencabutnya seperti mencabut alat pemanggang yang banyak cabangnya dari kain yang basah sehingga terputuslah urat-urat dan ototnya....Oleh Abdullah Saleh Hadrami (Bening Hati) Segala puji hanya bagi Allah. Malaikat itupun mengambil ruhnya dan langsung memasukkannya kedalam kain kasar (yang dari neraka itu).. Sakaratul Maut dan Kematian Kafir atau Fajir (banyak dosa) Sesungguhnya seorang hamba yang kafir atau fajir (banyak dosa).. keluarga.. para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat..Para malaikat itu duduk disamping calon mayit sejauh mata memandang..... shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah.. apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat..Para Malaikat yang membawanya menjawab: "Ini ruhnya Fulan bin Fulan". Semua malaikat diantara langit dan bumi melaknatinya (mengutuknya)..Ruh itupun terkejut.Malaikat yang membawanya menyebutkan keburukankeburukanya selama di dunia. Kemudian datang Malaikat maut -Alaihis Salam dan duduk disamping kepalanya seraya berkata: "Wahai jiwa yang busuk keluarlah menuju murka dan kebencian dari Allah"..Para Malaikat lalu membawa ruh itu naik..Ditutup untuknya pintu-pintu langit.Keluar dari ruh itu bau yang sangat busuk seperti bau paling busuk yang pernah ada dimuka bumi ini.. .. Amma badu : 1. juga semua malaikat yang di langit... tiadalah melalui rombongan Malaikat melainkan mereka selalu bertanya: "Ruh siapa yang busuk ini?"... turun kepadanya para Malaikat dari langit yang sangat keras lagi berwajah hitam sambil membawa kain yang kasar dari neraka.. dengan menyebut panggilan-panggilan buruknya ketika di dunia......Masing-masing penjaga pintu berdoa kepada Allah agar ruh itu tidak lewat melalui pintunya.Keburukan-keburukannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta.

. Demi Allah..... Munkar dan Nakir.. atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.. dibumi yang paling bawah".Kemudian Rasulullah -Shallallaahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam membacakan: "Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk sorga..Lantas Allah berfirman: "Tulislah catatan amalnya di sijjiin...Saya tidak tahuuuu. Setelah itu datang kepadanya seorang yang berwajah buruk.Kemudian dikatakan: "Kembalikan hambaKu ke bumi karena Aku telah berjanji bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta mengeluarkan mereka darinya pula pada kali yang lain"..". maka seolah-olah ia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung. berpakaian jelek dan berbau tidak enak seraya berkata: "Kabar buruk bagimu... Kedua malaikat itupun bertanya lagi: "Siapa orang yang diutus kepadamu?".Gelap... lalu malaikat mengatakan: "Muhammad!".. cepat dalam kemaksiatan..Ada cacing..Ia tidak tahu namanya...Ia menjawab: "Aku adalah amal burukmu..ha. yang sangat keras.......". tuli ." (QS..Dikembalikan ruh itu ke jasadnya sehingga ia mendengar suara alas kaki orang-orang yang pulang dari mengantar jenazahnya. lalu Allah membalasimu dengan keburukan.Lalu dikatakan kepadanya: "Anda tidak tahu dan tidak mau membaca (belajar)..Ia menjawab: "Ha.ha.Lalu sampailah kepadanya panas dan racunracun neraka dan kuburnya disempitkan sehingga terpatah-patah tulang rusuknya.Kemudian ia (si mayit) dikuasai oleh seorang yang buta..Ia menjawab: "Ha.Dua Malaikat yang sangat keras dan membentaknya serta mendudukkannya seraya bertanya: "Siapa Rabbmu?"... aku tidak mengetahui melainkan kamu lambat dalam ketaatan kepada Allah.. !". berilah ia hamparan dari neraka dan bukakan untuknya pintu ke neraka."." (QS.Kemudian terdengarlah seruan dari langit: "Ia berdusta.Orang itu (si mayit) bertanya: "Siapa kamu? semoga Allah memberi kabar buruk kepadamu...Saya tidak tahuuuu.Al-A?raaf: 40)...Sempit....Tatkala telah sampai di langit dunia mereka meminta agar dibuka pintunya dan ternyata tidak dibukakan...Pengap... Al-Hajj: 31).. Lalu ruhnya dilempar dari langit sehingga terjatuh ke bumi."...Ada kalajengking....Malaikat bertanya lagi: "Apa Dien-mu?". Sekarang ia sendirian di kuburnya. saya mendengar orang-orang mengatakan itu..".Kemudian datanglah dua Malaikat. ini adalah hari yang dijanjikan kepadamu."..ha..Saya tidak tahuuuu". hingga unta masuk ke lubang jarum. kemudian Rasulullah -Shallallaahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam membacakan ayat: "Dan barangsiapa menyekutukan Allah.. wajahmu mendatangkan keburukan....Orang itu menjawab: "Ha.........

.....Allah murka kepadanya. sampai kiamat besar..... sehingga ia (orang kafir atau fajir) berteriak (kesakitan) dengan teriakan yang didengar oleh semua makhluk kecuali manusia dan jin..Ia tidak hidup di dalamnya dengan kehidupan yang layak dan tidak pula mati yang memungkinkannya untuk beristirahat. di alam barzakh.Orang kafir atau fajir akan masuk neraka jahannam yang panasnya tiada tara.Ia hanya merasakan siksa dan siksa.. Sakaratul Maut dan Kematian mukmin Sesungguhnya seorang hamba mukmin apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat. turun kepadanya para malaikat dari langit yang berwajah putih seakan wajah mereka ibarat matahari… Mereka membawa kafan dan parfum dari surga…Mereka duduk di samping calon mayit sejauh mata memandang… Kemudian datanglah Malaikat maut –Alaihis Salam dan duduklah di samping kepala calon mayit seraya berkata: " Wahai jiwa yang baik.Ia berkata: "Ya Rabb.Tapi.Kemudian dibukakan untuknya pintu neraka dan ia diberi hamparan dari neraka..... Allah telah menetapkan bahwa seseorang harus tinggal di kubur dulu..". kemudian Allah mengembalikannya seperti semula.. wahai jiwa yang tenang. Ia tidak ingin segera kiamat karena ia yakin akan mendapat adzab yang lebih dahsyat dari adzab kubur...Setelah itu dihisab dan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuantannya."…Maka keluarlah ruhnya dengan lembut seperti air yang menetes dari bibir tempat air…Malaikat maut-pun mengambilnya…setelah Malaikat mengambil ruh itu maka segera di masukkan dalam kafan yang dari surga tersebut dan diberi parfum yang dari surga itu…Lalu keluarlah dari ruh itu bau yang sangat wangi seperti bau parfum yang paling wangi dimuka bumi ini… Ketika telah keluar ruhnya maka para Malaikat diantara langit dan bumi menshalatinya… Demikian pula semua Malaikat yang di langit…Dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit…Semua penjaga pintu tersebut berdoa kepada Allah agar ruh tersebut lewat melalui pintunya… Para Malaikat membawa ruh itu naik ke langit…Dan tiap-tiap melalui rombongan Malaikat mereka selalu bertanya: "Ruh siapa yang wangi ini?"…Para Malaikat yang membawanya menjawab: "Ini ruhnya Fulan bin . keluarlah menuju ampunan dan ridha dari Allah...lagi bisu (maksudnya tidak berbelas kasihan) yang ditangannya ada batang besi. Janganlah terjadi kiamat.. 2..Lalu dia memukulnya lagi dengan pukulan yang lain. sekiranya dipukulkan ke gunung pasti menjadi tanah...Lalu dia memukulnya dengan sekali pukulan sehingga ia menjadi tanah.

"…Malaikat tersebut membentaknya lagi: "Siapa Rabb-mu? Apa dien-mu? Dan siapa Nabi-mu?"…Itulah ujian terakhir yang menimpa orang mukmin… Allah berfirman: "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu (dua kalimat syahadat) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat."…Malaikat bertanya lagi: "Apa dien-mu?" Ia menjawab : "Dien-ku adalah Islam. berilah ia hamparan dan pakaian dari surga serta bukalah untuknya pintu surga."…Datang dan sampai kepadanya kebahagiaan dan wangi surga…Kuburnya diluaskan sejauh mata memandang…."…Kedua Malaikat tersebut bertanya lagi: "Siapa orang yang diutus kepadamu?" Ia menjawab: "Dia adalah Rasulullah –Shallallaahu "Alaihi Wa "Ala Alihi Wa Sallam. dien-ku adalah Islam dan Nabi-ku adalah Muhammad – Shallallaahu "Alaihi Wa "Ala Alihi Wa Sallam." (QS."…Malaikat bertanya lagi: "Apa amalmu?" Ia menjawab: "Aku membaca Kitab Allah.Kemudian datanglah dua Malaikat. mengimani dan mengamalkannya. sambil menyebutkan panggilan-panggilan terbaiknya selama di dunia…Malaikat yang membawanya menyebutkan kebaikan-kebaikannya selama di dunia…Kebaikan-kebaikannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta… Tatkala telah sampai di langit dunia para Malaikat meminta di bukakan pintunya… Malaikat penjaga pintu langit membuka pintu itu…Kemudian semua Malaikat yang ada ikut mengiringi ruh itu sampai ke langit berikutnya hingga berakhir di langit ke tujuh…. Lalu Allah berfirman: "Tulislah catatan amal hamba-Ku di Illiyyiin! "Tahukah kamu apakah Illiyyiin itu? (Yaitu) kitab yang bertulis (untuk mencatat amal orang yang baik)" (QS. berpakaian . Kemudian datang kepadanya seorang yang berwajah baik. karena Aku telah berjanji kepada mereka bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta membangkitkan mereka darinya pula pada kali yang lain"… Ruh itu-pun dikembalikan ke bumi dan ke jasadnya…Ketika telah dikebumikan ia mendengar suara alas kaki orang-orang yang pulang dari mengantarkan jenazahnya… Sekarang ia sendirian di kuburnya…Gelap…Sempit…Pengap…Ada cacing… Ada kalajengking….Fulan". Ibrahim: 27)…Ia-pun menjawab: "Rabb-ku adalah Allah. Ditulislah catatan amalnya di Illiyyiin…Kemudian dikatakan: "Kembalikanlah ia ke bumi. Munkar dan Nakir. Al-Muthaffifiin: 19-20)."…Lalu ada seruan dari langit: "Hamba-Ku benar. yang sangat keras…Kedua malaikat itu membentaknya serta mendudukkannya seraya bertanya: "Siapa Rabb-mu?" Ia menjawab: "Rabb-ku adalah Allah.

Semoga bermanfaat… Ya Allah. tapi kenyataan…Percaya atau tidak?. semoga Allah memberi kabar gembira kepada anda. sampai kiamat besar…Setelah itu dihisab dan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuantannya…Orang beriman akan masuk ke dalam surga…Memandang Wajah Allah Yang Maha Mulia… Mendapatkan Ridha Allah dan Allah tidak akan pernah lagi murka kepadanya selamanya… Inilah perjalanan hidup yang pasti kita lalui…Ini bukan dongeng.."…Tatkala ia melihat kedalam surga. ampunilah dosadosa kami dan selamatkanlah kami dari api neraka… Ya Allah. agar aku kembali kepada keluargaku dan hartaku. jika Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami.."…Ia-pun bertanya: "Siapa anda ?. ampunilah dosa-dosa kami yang mendatangkan benacana… Ampunilah dosa-dosa kami yang merubah karunia…Ampunilah dosa-dosa kami yang menurunkan bala"…Ampunilah dosa-dosa kami yang menghalangi doa…Ampunilah semua dosa yang telah kami lakukan dan semua kesalahan yang telah kami kerjakan… Ya Allah. Allah telah menetapkan bahwa seseorang harus tinggal di kubur dulu. kami telah beriman kepadaMu. Demi Allah. lalu Allah-pun membalasi anda dengan kebaikan pula. Wajahmu mendatangkan kebaikan."…Orang tersebut menjawab: "Aku adalah amal salehmu. tentulah kami termasuk orang-orang yang merugi…Ya Allah."…Kemudian dibukakan untuknya pintu surga dan neraka seraya dikatakan: "Ini (neraka) adalah tempatmu jika kamu bermaksiat kapada Allah. permudahlah sakaratul maut kami…Jadikanlah kematian kami husnul khotimah…Tolonglah kami agar kami mampu menjawab fitnah kubur dengan baik dan benar…Luaskan alam kubur kami seluas-luasnya sejauh mata memandang…Jadikanlah alam kubur kami sebagai taman diantara taman-taman surga…Permudahlah hisab kami…Masukkanlah kami ke dalam surgaMu…Berilah kami rizki memandang WajahMu Yang Maha Mulia…Berikanlah kepada kami RidhaMu yang Engkau tidak akan .indah dan baunya wangi seraya berkata: "Kabar gembira dengan sesuatu yang menyenangkan anda."…Lalu dijawab: "Tenanglah (di kubur ini dulu)"…Ia ingin segera kiamat agar bisa segera masuk ke dalam surga yang telah diperlihatkan kepadanya dan agar supaya bisa berkumpul dengan semua keluarganya kembali…Tapi. di alam barzakh. Allah telah menggantinya dengan ini (surga). kabar gembira dengan ampunan dari Allah dan surga yang penuh dengan kenikmatan selamanya. sungguh kami telah menganiaya diri kami. anda selalu bersegera dalam taat kepada Allah dan lambat dalam maksiat kepada Allah. ia-pun berkata: "Ya Allah segerakanlah kiamat. ini adalah hari yang dijanjikan kepada anda.

yang mendekatkan diri kami kepadaMu dan kami berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat Ilmu yang menjauhkan kami dariMu. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah. Ya Allah. Allahumma Amiin. kami berlindung kepadaMu dari murkaMu dan nerakaMu… Ya Allah aku memohon kepadaMu Ilmu yang bermanfaat.pernah lagi murka kepada kami setelah itu selamanya…. keluarga. para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat dan segala puji hanya bagi Allah. kami mohon kepadaMu ridhaMu dan surgaMu… Ya Allah. 26968b2478826e .

penyakit. kita merasakan bahwa beban hidup kita kadang terasa begitu berat bagi kita. Secara umum kesabaran dapat dibagi dalam dua bagian pokok: Pertama. seperti sabar menahan amarah.Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Tetapi kukuhkanlah semua permintaan kita dengan ketaatan kepada semua perintah Allah agar kita mampu menghadapi segala kesulitan serta memikul segala beban. . demikian juga dalam kehidupan kita sehari-hari. maka kokohkanlah permintaan itu dengan disertai jiwa yang sabar yakni dengan menahan diri dari godaan untuk melakukan hal-hal yang bernilai rendah. memohon bantuan atau meminta seseorang melakukan sesuatu yg kita inginkan hendaknya disertai dengan sikap dan jiwa yang sabar tidak terjerumus dalam nafsu amarah. melakukan pengrusakan dan lain-lain. Termasuk pula dalam katagori ini. namun bila hal itu dibarengi dengan hati yang khusu’ yakni hati yang selalu tunduk dan selalu merasa tenteram dalam berzikir kepada Allah. Imam Ghazali mendefinisikan sabar sebagai ketetapan hati melaksanakan tuntunan agama menghadapi rayuan nafsu. Bukankah kita sering merasa plong bila kita curhat kepada seseorang atas beban yang kita rasakan apalagi bila teman curhat kita itu adalah zat yang Maha Mendengar. adalah sabar rohani menyangkut kemampuan menahan kehendak nafsu yang dapat mengantar kepada kejelekan. atau menahan nafsu seksual yang bukan pada tempatnya. Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat. sabar jasmani yaitu kesabaran dalam menerima dan melaksanakan perintah-perintah keagamaan yang melibatkan anggota tubuh. Kata ash-shabar artinya menahan diri dari sesuatu yang tidak berkenan di hati. Kemudian munajah kita kepada Allah swt dikuatkan dengan mengaitkan diri kita kepada Allah swt yakni melakukan shalat sebagai simbol ketaatan kita kepada ketentuan-ketentuan Allah. ini bermakna bahwa bila kita meminta sesuatu kepada Allah. Kedua. Ia juga berarti ketabahan. seperti sabar dalam melaksanakan ibadah haji yang mengakibatkan keletihan atau sabar dalam peperangan membela kebenaran. tentu akan membawa jiwa akan tenteram. tidak begitu. misalnya terjerumus kedalam prasangka buruk kepada Allah yakni mengira Allah tidak memperhatikan kita. maka segala beban yang berat akan terasa ringan. Maha memperhatikan kita. Betapapun. kecuali bagi orang-orang yang khusyu (QS 2:45) Allah memerintahkan kepada kita bila kita memohon pertolongan Allah swt. penganiayaan dan semacamnya. tidak hanya shalat yang kita jalankan dan meninggalkan perintah yang lain.

Bisa juga bermakna: Jadilah sabar dan shalat sebagai penolongmu. ayat tersebut diatas menyampaikan pesan kepada kita: mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan tabah dan sabar menghadapi segala tantangan serta dengan melaksanakan shalat. Wallahu a’lam Referensi utama: Tafsir al Mishbah. Tingkatan terendah adalah sekadar pengamalan yang tulus kepadaNya walau diselingi oleh pikiran yang melayang kepada hal-hal yang tidak bersifat negatif. shalat membantu manusia menghadapi segala tugas dan bahkan petaka. Puncak khusu’ adalah ketundukan dan kepatuhan anggota badan. mengingat Allah. Yang dimaksud dengan orang-orang yang khusu’ dalam ayat tersebut di atas adalah mereka yang menekan kehendak nafsunya dan membiasakan dirinya menerima dan merasa tenang menghadapi ketentuan Allah serta selalu mengharapkan kesudahan yang baik. M. dalam arti jadikanlah ketabahan menghadapi segala tantangan bersama dengan shalat. Dengan demikian. dan mengingat karunia-Nya mengantar seseorang terdorong untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya serta mengantarnya tabah menerima cobaan atau tugas yang berat.Sedangkan ash-shalah. dalam keadaan pikiran dan bisikan hati secara keseluruhan menuju kehadirat Ilahi. dan dari segi pengertian syariat adalah “ucapan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. tetapi tentu ada tingkatan-tingkatan dibawahnya. Shalat juga mengandung pujian kepada Allah atas limpahan karuniaNya. Inilah puncaknya. Ia adalah orang yang mempersiapkan dirinya untuk menerima dan mengamalkan kebajikan. Ia bukanlah orang yang mudah terpedaya oleh rayuan nafsu. Quraish Shihab. Khusu’ adalah ketenangan hati dan keengganannya mengarah kepada kedurhakaan. dari segi bahasa artinya do’a. Kekhusu’an dalam shalat menuntut kita untuk menghadirkan kebesaran dan keagungan Allah. . yakni doa dan permohonan kepada Allah sebagai sarana untuk meraih segala macam kebajikan. Demikian. sekaligus kelemahannya sebagai manusia dihadapan Allah.

membayar zakat. menyebutnya sebagai yang kedua setelah mengucapkan dua kalimah syahadat (syahadatain). No.8 . menegakkan shalat. Bukhari. “Islam dibangun atas lima pilar: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Amir Faishol Fath Shalat adalah ibadah yang terpenting dan utama dalam Islam.” (HR.DUA DIMENSI SHOLAT Oleh: DR. Dalam deretan rukun Islam Rasulullah saw. berhajji ke ka’bah baitullah dan puasa di bulan Ramadlan. Rasullah bersabda.

tidak menerima melalui perantara Malaikat Jibril. dan yang diajarkan Rasulullah saw. apalagi menolak shalat. kepada kita. pernah dihebohkan oleh sekelompok orang yang menolak zakat. Bila dalam ibadah haji Rasulullah saw. Allah menerangkan bahwa menegakkan ibadah shalat adalah ciri kedua setelah beriman kepada yang ghaib (Al-Baqarah: 3).16). Dari sini tampak dengan jelas keagungan ibadah shalat. langsung mengajarkannya. bersabda. maka wajib diperangi. lagi-lagi menyebut shalat pada deretan yang kedua setelah syahadatain (HR. Ketika ditanya Malaikat Jibril mengenai Islam.8). Dimensi Ritual Shalat . Orang yang mengingkari salah satu dari rukun Islam.dan HR. melainkan Allah swt. otomatis menjadi murtad (keluar dari Islam). wafat. “shalatlah sebagaiman kamu melihat aku shalat”. maka dalam shalat Rasullah bersabda. paling tidak ada dua dimensi yang bisa diuraikan dalam pembahasan ini: dimensi ritual dan dimensi spiritual. Sekecil apapun yang akan kita lakukan dalam shalat harus sesuai dengan apa yang diajarkan Allah langsung kepada Rasul-Nya. Untuk menjelaskan bagaimana cara Rasullah saw. Abu Bakar Ash Shidiq ra. Para sahabat bergerak memerangi mereka. ketika menjabat sebagai khalifah setelah Rasullah saw. Ketika menyebutkan ciri-ciri orang yang bertakwa pada awal surah Al-Baqarah. Muslim. Rasullah saw. Peristiwa itu terkenal dengan harbul murtaddin. Bahwa shalat bukan masalah ijtihadi (baca: hasil kerangan otak manusia yang bisa ditambah dan diklurangi) melainkan masalah ta’abbudi (baca: harus diterima apa adanya dengan penuh keta’atan). melaksanakan shalat. Muslim No. “Ambillah dariku cara melaksanakan manasik hajimu”. No. Ini baru manolak zakat. Bagi Abu Bakar mereka telah murtad. Dari proses bagaimana ibadah shalat ini disyariatkan –lewat kejadian yang sangat agung dan kita kenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj– Rasulullah saw.

melainkan hanya perintah bahwa kita harus mengikuti Rasullah secara ta’abbudi dalam melakukan shalat ini. ashar. isya’) yang harus ditegakkan. Katakanlah waktu shalat Zhuhur digeser ke waktu dhuha. Bila Rasullah memerintahkan agar kita harus shalat seperti beliau shalat. yang mencoba-coba berusaha merevisi atau menginovasi. melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan kondisi yang tercantum dalam nash. Apa yang dibaca dalam shalat juga tercakup dalam tata cara ini dan harus mengikuti tuntunan Rasulullah.. maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menambah-nambah. Jadi tidak bisa membaca apa saja seenaknya. dan itupun tidak setiap saat. Termasuk dalam hal menambah adalah membaca terjemahan secara terang-terangan dalam setiap bacaan yang dibaca dalam shalat. An-Nisa’: 101). zhuhur.Dimensi ritual shalat adalah tata cara pelaksanaannya. . Dalam hal ini tidak ada seorang pun dari sahabat Rasulullah saw. Mungkin seorang mengatakan. termasuk di dalamnya berapa rakaat dan kapan waktu masing-masing shalat (shubuh. apa lagi ulama. Karena sepanjang pengetahuan penulis tidak ada nash yang memerintahkan untuk juga membaca terjemahan bacaan dalam shalat. Dalam segi waktu pun tidak ada seorang ulama yang berani menggeser. maghrib. yang dua ditambah menjadi empat dan lain sebagainya. Umpamnya yang empat rakaat dikurangi menjadi tiga. waktu shalat Maghrib digeser ke Ashar dan sebagainya (perhatikan: An-Nisa’: 103). Artinya shalat seorang tidak dianggap sah bila dilakukan sebelum waktunya atau kurang dari jumlah rakakat yang telah ditentukan. yang tiga ditambah menjadi lima.. Dalam konteks ini tentu tidak bisa beralasan dengan shalat qashar (memendekkan jumlah rakaat) atau jama’ taqdim dan ta’khir (menggabung dua shalat seperti dzhuhur dengan ashar: diawalkan atau diakhirkan) karena masing-masing dari cara ini ada nashnya (baca: tuntunan dari Alquran dan sunnah Rasullah saw. benar kita harus mengikuti Rasullah.

tindakan membaca terjemahan dalam shalat seperti tindakan seorang pelajar yang menyontek jawaban dalam ruang ujian. Bila menyontek.16) Apa makna dari aqiimu atau yuqiimu di sini? Mengapa kok tidak langsung mengatakan shallu (bershalatlah) atau yushalluuna (mereka bershalat)? Para ahli tafsir bersepakat bahwa dalam kata aqiimu atau yuqiimuuna mengandung makna penegasan bahwa . melainkan dalam teks-teks Alquran sangat nampak dengan jelas. Anda salah mengapa Anda tidak belajar memahami bacaan tersebut di luar shalat.8 dan HR. kita jawab. Pentingnya mengikuti cara Rasullah bershalat. caranya tidak mesti dengan membaca terjemahannya ketika shalat. Bukahri No. mengucapkan sesuatu tetapi tidak paham apa yang kita ucapkan? Untuk mengerti bacaan dalam shalat. Dari segi bahasa dan gaya ungkap Alquran selalu menggunakan “aqiimush shalaata” (tegakkankanlah shalat) atau “yuqiimunash sahalat” (menegakkan shalat). Muslim No. Demikian juga bila seorang beralasan bahwa ia tidak mengerti kalau tidak membaca terjemahan dalam shalat. ternyata bukan hanya bisa dipahami dari hadits tersebut di atas. Membaca terjemahan dalam shalat juga merusak shalat. kita menjawab Anda salah mengapa tidak belajar sebelum masuk ke ruang ujian. jawaban merusak ujian pelajar. Sebab. Bila si pelajar beralasan bahwa ia tidak bisa menjawab kalau tidak nyontek. ungkapan seperti ini juga digunakan Rasullah saw.tapi bagaimana kalau kita tidak mengerti apa makna bacaan yang kita baca dalam shalat? Bukankah itu justru akan mengurangi nilai ibadah shalat itu sendiri? Dan kita hadir dalam shalat menjadi seperti burung beo. melainkan Anda bisa melakukannya di luar shalat. demi memahami bacaan yang Anda baca dalam shalat? Wong itu bisa Anda lakukan di luar shalat. Menariknya. Rasullah bersabda: “watuqiimush shalata“ (HR.8) dan pada hadits mengenai pilar-pilar Islam bersabda: “waiqaamish shalati “. Muslim No. Pada hadits mengenai pertemuannya dengan Malaikat Jibril. Mengapa Anda harus dengan mengorbankan shalat. (HR.

alkhasyi’en merupakan orang yang benar-benar tunduk penuh ketaatan dan ketakutan kepada Allah. Darul fikr. menyebutkan pendapat para ulama salaf mengenai makna khusyu’ dalam shalat: Mujahid mengatakan. Abul Aliyah menyebut. Bairut. dan sesungguhnya shalat itu sangat berat kecuali bagi mereka yang khusyu. Dhahhaq mengatakan. Perihal kekhusyukan ini Alquran telah menjelaskan. alkhasyi’in adalah orang yang dipenuhi rasa takut kepada Allah.133) Dan pada dasarnya shalat –seperti yang digambarkan Ustadz Sayyid Quthub– adalah hubungan antara hamba dan Tuhannya yang dapat menguatkan hati. tapi apa makna shalat Anda bila tidak diikuti dengan kekhusyukan. Muqatil bin Hayyanperpendapat.” (Al-Baqarah: 45) Imam Ibn Katsir. namun sungguh tidak sempurna bila ruhnya dibiarkan meronta-meronta tanpa dipenuhi kebutuhannya. (Ibn Katsir. alkhasyi’in itu orang yang penuh tawadhu’. Dimensi Spiritual Shalat Mengikuti cara Rasulullah saw. Ibarat jasad dengan ruh. 1. membekali keyakinan untuk menghadapi segala . Masalah khusyu’ adalah pembahasan dimensi spiritual shalat yang akan kita bicarakan setelah ini. memang seorang bisa hidup bila hanya memenuhi kebutuhan jasadnya. “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. tanpa sedikitpun mengurangi atau menambah. melakukannya dengan penuh kekhusyukan. melainkan harus juga diikuti dengan menyempurnakan dimensi spritualnya. memang secara fikih shalat Anda sah bila memenuhi syarat dan ruku’nya secara ritual. vol. shalat tidak cukup hanya dengan menyempurkan dimensi ritulanya saja. Tafsirul Qur’anil azhim. h.shalat itu harus ditegakkan secara sempurna: baik secara ritual dengan memenuhi syarat dan rukunnya. Demikian juga shalat. itu suatu gambaran keimanan yang hakiki. ketika menafsirkan ayat ini. maupun secara spiritual dengan melakukannya secara khusyuk seperti Rasulullah saw. 1986.

memerintahkan agar kita mengikuti shalat seperti yang beliau lakukan. (As Samarqandi. menulis bab khusus dengan judul: Bab itmamush shalaati wal khusyu’u fiihaa (Bab menyempurkan dan khusyuk dalam shalat).benar melahirkan sikap moral yang tinggi. seperti yang dinyatakan dalam Alquran: “dan dirikanlah shalat. Oleh sebab itu para ulama terdahulu selalu mengajarkan bagimana kita menegakkan shalat dengan penuh kekhusyukan. perzinaan. itu maksudnya mengikuti secara . selalu segara melaksanakan shalat.setiap kali menghadapi persoalan. –kata Sayyid. dan benar. 69) Dalam hal ini tentu shalat yang dimaksud bukan sekedar shalat. melainkan shalat yang benar-benar ditegakkan secara sempurna: memenuhi syarat dan rukunnya. Disebutkan dalam buku ini bahwa orang yang sembahyang banyak. vol. 293) Imam As-Samarqandi benar. berapa dari mereka yang benar-benar menikmati buah shalatnya. Imam AsSamarqandi dalam bukunya tanbihul ghafiliin. 1985. h. korupsi dan lain sebagainya yang termasuk dalam kategori munkar. Tanbihul ghafiliin. 2002. Darul Kitab al’Araby. Bairut. lebih dari itu penuh dengan kekhusyukan. Tetapi. (Al-Ankabut: 45) Jelas. Kini kita menyaksikan orang-orang shalat di mana-mana. tetapi orang yang menegakkan shalat secara sempurna sedikit. fii zhilalil Qur’an. Antara Ritual dan Spritual Ketika Rasulullah saw. Bairut. Rasulullah saw. menjaga diri dari perbuatan keji. 1. (Sayyid Quthub. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar ”. h. Karena hanya shalat yang seperti inilah yang akan benar-benar memberikan ketenangan yang hakiki pada ruhani. bahwa hanya shalat yang khusyu’ yang akan membimbing pelaksananya pada ketenangan dan kemuliaan perilaku.kenyataan yang harus dilalui. Darusy syuruuq.

Satu dimensi hilang. Maka. Bahkan bila yang anda abaikan dari dimensi spiritual shalat itu adalah keikhlasan. atau meniggalkannya sema sekali) itu tidak sah. Tetapi. akibatnya fatal. Sebaliknya. itu bukan shalat yang dicontohkan Rasullah. itu tidak disebut shalat. Na’udzubillahi mindzaalika. bila yang Anda utamakan hanya yang ritual saja dengan mengabaikan yang spiritual. menambahkan atau mengurangi. Shalat Anda menjadi tidak bernilai apa-apa di sisiNya. Kedua dimiensi itu adalah satu kesatuan tak terpisahkan. Karena yang Anda ambil hanya gerakan shalatnya saja. Sementara ruhani shalat itu Anda campakkan begitu saja. apapun alasan dan tujuannya. Ritual artinya menegakkan secara benar syarat dan rukunnya. Bila Anda hanya mengutamakan yang spiritual saja.sempurna: ritual dan spiritual. shalat yang ditambah dengan menerjemahkan setiap bacaannya ke dalam bahasa Indonesia. dengan mengabaikan yang ritual (seperti tidak mengkuti cara-cara shalat Rasulluah secara benar. spiritual artinya melaksanakannya dengan penuh keikhlsan. maka shalat Anda tidak sempurna. Dengan bahasa lain. tidak akan membawa dampak apa-apa pada diri Anda. Wallahu A’lam bish shawa . boleh jadi shalat Anda sah secara fikih. ketundukan dan kekhusyukan.

Jalan meraih sukses dengan pasti adalah dengan bertakwa dan bertawakkal pada Allah subhanahu wa ta’ala.[1] Berdasarkan keterangan dari Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah. Sedangkan ِ ْ yang dimaksud dengan tawakkal adalah berkaitan dengan keyakinan. tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Dia. dan mendatangkan manfaat kecuali Allah semata’. hakekat tawakkal adalah benarnya penyandaran hati pada Allah ‘Azza wa Jalla untuk meraih berbagai kemaslahatan dan menghilangkan bahaya baik dalam urusan dunia maupun akhirat. [2] Keutamaan Tawakkal . menyerahkan semua urusan kepada-Nya serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa ‘tidak ada yang memberi. Ath Tholaq: 2-3) Hakekat Tawakkal Tawakkal berasal dari kata “wukul”. dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. keluarga. Rabb semesta alam. Seperti dalam َ َ ْ kalimat disebutkan “‫ . Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad. tempat bersandar seluruh makhluk. para sahabat.”وَك ّلت أ َمري إ ِلى فُلن‬aku menyerahkan urusanku pada fulan.” (QS.MERAIH SUKSE DG TAWAKAL Segala puji bagi Allah. Ayat yang bisa menjadi renungan bagi kita bersama adalah firman Allah Ta’ala. ُ ُ ْ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ َ َ ّ ْ ََ ّ َ ُ َ ح‬ ‫ومن يتق ال يجعل له مخرجا )2( ويرزقه من حيث ل يحتسب ومن يتوكل على ال فهو َسبه‬ ِ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ْ َ ّ ِ َّ ْ َ َ َ “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. menghalangi. mendatangkan bahaya. artinya menyerahkan/ mempercayakan.

maka Allah yang akan mencukupi urusannya. Mengambil sunnah ini sudah menjadi sunnatullah (ketetapan Allah yang mesti dijalankan). Jika urusan tersebut diserahkan pada Allah Yang Maha Mencukupi (Al Ghoni). “Barangsiapa yang bertakwa pada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menyandarkan hatinya pada-Nya. maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka. Yang Maha Perkasa (AL ‘Aziz) dan Maha Penyayang (Ar Rohim).[4] Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah ketika menjelaskan surat Ath Tholaq ayat 3 mengatakan. Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan usaha . Mereka adalah orangorang yang tidak minta diruqyah.”[6] Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan.”[3] Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakkal.”[5] Al Qurtubhi rahimahullah menjelaskan pula tentang surat Ath Tholaq ayat 3 dengan mengatakan.[2] Sebagaimana Allah Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya. maka Allah akan beri kecukupan pada urusannya.”[8] Masya Allah suatu keutamaan yang sangat luar biasa sekali dari orang yang bertawakkal. maka Allah akan berikan kecukupan pada urusannya. Ketiga: Masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab Dari Ibnu ‘Abbas. ”Tawakkal adalah seutama-utama sebab untuk memperoleh rizki”. Namun kadang hasil tidak datang saat itu juga. َ ْ ‫وَمن ي َت َوَك ّل عَلى الل ّه فَهُو حسب ُه‬ ِ ُ ْ َ َ ْ َ “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.”[9] Merealisasikan Tawakkal “Dalam merealisasikan tawakkal tidaklah menafikan melakukan usaha dengan melakukan berbagai sebab yang Allah Ta’ala tentukan. itu sudah akan mencukupi mereka. “Barangsiapa yang menyandarkan dirinya pada Allah. dan ia pun menyerahkan urusannya pada Allah. Ath Tholaq: 3).” (QS.”[7] Syaikh As Sa’di rahimahullah menjelaskan pula. “Barangsiapa menyerahkan urusannya pada Allah. Yang Maha Kuat (Al Qowi). maka hasilnya pun akan baik dari cara-cara lain. Kedua: Diberi kecukupan oleh Allah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca surat Ath Tholaq ayat 3 kepada Abu Dzar Al Ghifariy. “Barangsiapa yang menyandarkan diri pasa Allah dalam urusan dunia maupun agama untuk meraih manfaat dan terlepas dari kemudhorotan. ْ ُ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ُ ُّ َ ّ ّ َ ْ َ ‫لو أن الناس كلهم أخذوا بها لكفتهم‬ “Seandainya semua manusia mengambil nasehat ini. maka Allah akan memberi kecukupan bagi-Nya. Lalu beliau berkata padanya. tidak beranggapan sial dan mereka selalu bertawakkal pada Rabbnya.Pertama: Tawakkal sebab diperolehnya rizki Ibnu Rajab mengatakan. namun diakhirkan sesuai dengan waktu yang pas. ُ ُ ‫ي َد ْخل ال ْجن ّة من أ ُمتى سب ْعون أ َل ْفا ب ِغَي ْر حساب ، هُم ال ّذين ل َ ي َست َرقون ، وَل َ ي َت َط َي ّرون‬ ً َ ُ َ ِ ّ ْ ِ َ َ َ ُ َ ُ ْ ْ ٍ َ ِ ِ َ ِ ُ ‫، وَعَلى رب ّهِم ي َت َوَك ّلون‬ َ ُ ْ َ َ “Tujuh puluh ribu orang dari umatku akan masuk surga tanpa hisab. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Hal ini menunjukkan bahwa tawakkal tidak harus meninggalkan usaha.”[14] Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. namun haruslah dengan melakukan usaha yang maksimal. Orang yang duduk-duduk tersebut pernah berkata.” demikian penuturan Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah selanjutnya[10]. atau bahkan mendustakan yang telah ditakdirkan baginya.” Imam Ahmad lantas mengatakan. ”Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali ketika sore dalam keadaan kenyang.”[11] Tawakkal Haruslah dengan Usaha Berikut di antara dalil yang menunjukkan bahwa tawakkal tidak mesti meninggalkan usaha. .disertai dengan bertawakkal pada-Nya. Karena burung saja mendapatkan rizki dengan usaha. Tawakkal tidaklah demikian. sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. “Al Baihaqi mengatakan dalam Syu’abul Iman: Hadits ini bukanlah dalil untuk duduk-duduk santai. Sedangkan bersandarnya hati pada Allah adalah termasuk keimanan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah bersabda. enggan melakukan usaha untuk memperoleh rizki. Bersandarnya hati pada Allah. yang dimaksudkan dengan hadits ini – wallahu a’lam-: Seandainya mereka bertawakkal pada Allah Ta’ala dengan pergi dan melakukan segala aktivitas dalam mengais rizki. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. dari penjelasan beliau ini dalam merealisasikan tawakkal haruslah terpenuhi dua unsur: 1. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang. Melakukan usaha. Tawakkal haruslah dengan melakukan berbagai usaha yang akan membawa pada hasil yang diinginkan.”[12] Al Munawi mengatakan.”[13] Ibnu ‘Allan mengatakan bahwa As Suyuthi mengatakan. dan usaha mereka saja. ”Orang ini sungguh bodoh. Tidak sebagaimana anggapan sebagian orang yang menyangka bahwa tawakkal hanyalah menyandarkan hati pada Allah. 2. Inilah cara merealisasikan tawakkal dengan benar. tubuh. maka mereka akan memperoleh rizki tersebut sebagaimana burung yang pergi pagi hari dalam keadaan lapar. yang memberi rizki adalah Allah Ta’ala. kemudian melihat bahwa setiap kebaikan berada di tanganNya dan dari sisi-Nya. ً َ ِ ُ ُ َ َ ً َ ِ ُ ْ َ َ ْ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ َ َ َ ِ ِّ َ َ ّ َ ّ ََ َ ُّ َ َ َ ْ ُ ّ َ ْ َ ‫لو أنكم تتوكلون على ال حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا‬ ِ “Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah. usaha (sebab) itu bukanlah yang memberi rizki. “Usaha dengan anggota badan dalam melakukan sebab adalah suatu bentuk ketaatan pada Allah. Jadi. Bahkan hadits ini merupakan dalil yang memerintahkan untuk mencari rizki karena burung tersebut pergi di pagi hari untuk mencari rizki. Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan. ”Aku tidak mengerjakan apa-apa. Jadi intinya. Karena ini semua adanya yang menyelisihi tawakkal. Namun ingatlah bahwa mereka tidak hanya bersandar pada kekuatan. Rizkiku pasti akan datang sendiri. Sehingga hal ini menuntunkan pada kita untuk mencari rizki. Namun. tanpa melakukan usaha atau melakukan usaha namun tidak maksimal. kemudian kembali dalam keadaan kenyang. Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu.

“Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah. Secara syar’i. maka bertebaranlah kamu di muka bumi.[16] Allah subhanahu wa ta’ala dalam beberapa ayat juga menyuruh kita agar tidak meninggalkan usaha sebagaimana firman-Nya. Disebutkan dalam hadits ini bahwa burung tersebut pergi pada waktu pagi dan kembali pada waktu sore dalam rangka mencari rizki. Dua kriteria lainnya berkaitan dengan orang yang mengambil sebab. Al Jumu’ah: 10). ”Barangsiapa mencela usaha (meninggalkan sebab) maka dia telah mencela sunnatullah (ketentuan yang Allah tetapkan). ِ ْ َ ْ ِ َ ِ ْ ِ َ ٍ ّ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ُ َ ّ ِ ََ ‫وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل‬ ”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang. Dalam ayat-ayat ini terlihat jelas bahwa kita dituntut untuk melakukan usaha. dan carilah karunia Allah. Barangsiapa mencela tawakkal (tidak mau bersandar pada Allah) maka dia telah meninggalkan keimanan. Al Anfaal: 60).”[15] Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. Para sahabat pun berdagang.‫إن ال جعل رزقي تحت ظل رمحي‬ ِ ْ ُ ّ ِ ْ َ ِْ ِ َ َ َ ّ ّ ِ ”Allah menjadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku.”[17] Dari keterangan Sahl At Tusturi ini menunjukkan bahwa jangan sampai kita meninggalkan sebab.” (QS. ِ ّ ِ ْ َ ْ ِ ُ َ ْ َ ِ ْ َْ ِ ُ ِ َ ْ َ ُ َ ّ ِ َ ِ ُ َ َِ ‫فإذا قضيت الصلة فانتشروا في الرض وابتغوا من فضل ال‬ “Apabila telah ditunaikan shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut air zam-zam. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang”. air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan. Mereka pun mengolah kurma. Yang patut dijadikan qudwah (teladan) adalah mereka (yaitu para sahabat). seseorang bisa sembuh dari penyakit. Satu kriteria berkaitan dengan sebab yang diambil. Juga firman-Nya. Oleh karena itu. Sebab ini adalah sebab yang terbukti secara syar’i artinya ada dalil yang menunjukkannya yaitu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kriteria pertama: Berkaitan dengan sebab yang diambil. ٍ ْ ُ ُ َ َ َ ِّ ٌ َ َ َ ُ َ ِّ ‫إنها مباركة إنها طعام طعم‬ “Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi.” (QS. perlu diperhatikan bahwa dalam mengambil sebab ada tiga kriteria yang mesti dipenuhi. Contoh: Dengan minum air zam-zam. Meraih Sukses dengan Menempuh Sebab yang Benar Sahl At Tusturi rahimahullah mengatakan. Yaitu sebab yang diambil haruslah terbukti secara syar’i atau qodari. sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Namun dengan catatan kita tetap bersandar pada Allah ketika mengambil sebab dan tidak boleh bergantung pada sebab semata. maksudnya adalah benar-benar ditunjukkan dengan dalil Al Qur’an atau hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[18] .

Namun ada pula sebab qodari dan ditempuh dengan cara yang haram. maka ia tidak termasuk golonganku.”[21] Misalnya lagi. pengalaman dan penelitian ilmiah itu terbukti sebagai sebab memperoleh hasil. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. ِ ْ َِ َ ِ ُ ً ْ َ َ َّ َ ْ َ ‫من تعلق شيئا وكل إليه‬ “Barangsiapa menggantungkan diri pada sesuatu. ٍ َ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ ّ َ ُْ َ ْ َ َ ْ َ ِ ِ َ َ ْ َ ِ َ َ ّ َ َ َ ‫كتب ال مقادير الخلئق قبل أن يخلق السموات والرض بخمسين ألف سنة‬ ُ . pent) adalah harta yang berstatus ghulul (baca:korupsi)”. Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya. ٌ ُُ َ ُ َ َ َِ َ ْ َ َ َ َ َ َ ً ْ ِ ُ َ ْ َ َ َ ٍ َ َ ََ ُ َ ْ َ ْ َ ْ ِ َ ‫من استعملناه على عمل فرزقناه رزقا فما أخذ بعد ذلك فهو غلول‬ “Siapa saja yang kami pekerjakan lalu telah kami beri gaji maka semua harta yang dia dapatkan di luar gaji (dari pekerjaan tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. maka Allah pun akan berlepas diri darinya dan membuat hatinya tergantung pada selain Allah. ٍ ْ ُ ُ َِ َ ‫وشفاء سقم‬ “Air zam-zam adalah obat dari rasa sakit (obat penyakit). Dan sebab qodari di sini ada yang merupakan cara halal dan ada pula yang haram.”[19] Begitu pula disebutkan dalam hadits lainnya. Kriteria ketiga: Berkaitan dengan orang yang mengambil sebab. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.Ditambahkan dalam riwayat Abu Daud (Ath Thoyalisiy) dengan sanad jayyid (bagus) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan. maksudnya adalah secara sunnatullah. yaitu hendaklah ia menyandarkan hatinya pada Allah dan bukan pada sebab. Contoh: Dengan belajar giat seseorang akan berhasil dalam menempuh UAS (Ujian Akhir Semester). jika ia bergantung pada selain Allah. niscaya Allah akan menjadikan dia selalu bergantung pada barang tersebut. Buraidah. Di antara tanda seseorang menyandarkan diri pada sebab adalah di akhir-akhir ketika tidak berhasil. dan bukan pada sebab.”[20] Secara qodari. Seberapa pun sebab atau usaha yang ia lakukan maka semua hasilnya tergantung pada takdir Allah (ketentuan Allah). memperoleh harta dengan cara korupsi. ‫من غش فليس منى‬ ّ ِ َ ْ ََ ّ َ ْ َ “Barangsiapa menipu.[22] Kriteria kedua: Berkaitan dengan orang yang mengambil sebab. Hatinya seharusnya merasa tenang dengan menyandarkan hatinya kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Misalnya menjalani ujian sambil membawa kepekan (contekan). َُ َ ِ ُ َ ِ ََ ْ َ ُ َ ‫ماء زمزم لما شرب له‬ “Khasiat air zam-zam sesuai keinginan ornag yang meminumnya. maka ia pun menyesal. Ini adalah suatu bentuk penipuan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.”[23] Artinya. Ini adalah sebab qodari dan dihalalkan. yaitu meyakini takdir Allah. Ini adalah cara yang haram.

namun enggan menyandarkan diri pada Allah dan menyandarkan diri pada sebab. maka ini adalah syirik akbar (syirik besar). Namun. maka ini termasuk syirik kecil.”[24] Beriman kepada takdir. Minta tolonglah pada Allah.”[27] Demikian sedikit pembahasan kami tentangt tawakkal. Ketiga: Sebab yang dilakukan adalah sebab yang haram. . Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam. jangan engkau lemah. maka ternyata hasil yang diperoleh tidak sesuai yang diinginkan maka janganlah terlalu menyesal dan janganlah berkata “seandainya demikian dan demikian” dalam rangka menentang takdir. maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian. maka ini termasuk keharaman. memakai pensil ajaib yang diyakini bisa menentukan jawaban yang benar ketika mengerjakan ujian. Ketika Mendapat Kegagalan Ketika itu sudah berusaha dan menyandarkan diri pada Allah. Perilaku semacam ini berarti mencela sunnatullah sebagaimana dikatakan oleh Sahl At Tusturi di atas. Dari Abu Hurairah.bersabda. Ibnul Qayyim mengatakan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Seperti memakai jimat. ولكن قل قدر ال وما شاء فعل فإن لو تفتح عمل‬ ِ ِ َ ّْ ‫الشيطان‬ “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. meraih dengan jalan korupsi. Keyakinan semacam ini berarti telah menyatakan adanya pencipta selain Allah. inilah landasan kebaikan dan akan membuat seseorang semakin ridho dengan setiap cobaan.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon. namun tidak melakukan usaha dan mencari sebab. Jika engkau tertimpa suatu musibah. Misalnya. keduanya tetap memiliki kebaikan. maka ini termasuk syirik akbar. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi. Keempat: Meyakini bahwa sebab tersebut memiliki kekuatan sendiri dalam menentukan hasil. Semoga bermanfaat.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Misalnya. agar dilancarkan dalam urusan atau bisnis.” [25] [26] Tawakkal yang Keliru Dari penjelasan di atas kita dapat merinci beberapa bentuk tawakkal yang keliru: Pertama: Menyandarkan hati pada Allah.“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50. “Landasan setiap kebaikan adalah jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi. Kedua: Melakukan usaha. َ َ ّ ِ ْ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ َ ََ ْ ِ ْ ٌ ْ َ ّ ُ ِ َ ِ ِ ّ ِ ِ ْ ُ ْ َ ِ ّ َِ ّ َ ََ ٌ ْ َ ّ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ‫المؤمن القوى خير وأحب إلى ال من المؤمن الضعيف وفى كل خير احرص على ما ينفعك واسْتعن بال ول‬ ِ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ ّ َِ َ َ َ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ْ ُ ْ ِ ََ َ َ َ َ َ َ َ ُ ْ َ َ ّ َ ْ َ ْ ُ َ َ َ ‫َ ْ ِ ْ َِ ْ َ َ َ َ َ ْء‬ ‫تعجز وإن أصابك شى ٌ فل تقل لو أنى فعلت كان كذا وكذا. Jika diyakini bahwa pensil tersebut yang menentukan hasil.

Maka (jawablah). Allah swt.” (QS.com – Ramadhan adalah syahrud du’aa’ –bulan berdoa-. berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. beralih pada seruan untuk Rasulullah saw. Sehingga rangkaian ayat-ayat shaum yang panjang itu. agar beliau mengajarkan dan mengingatkan orang-orang beriman.10 Adab Agar Doa Dikabulkan Bagikan Hari ini jam 8:39 Oleh: Ulis Tofa. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. apaapa yang mesti mereka perhatikan dalam pelaksanaan ibadah. Lc dakwatuna. baik . Al-Baqarah: 186) Pengalihan seruan dari orang-orang beriman terkait dengan hukumhukum shaum. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. disisipi seruan untuk berdoa.

bersabda: “Doa adalah ibadah. Rasulullah saw. Allah menyibak awan dan membuka pintu-pintu langit seraya berfirman: “Demi kemulian-Ku dan keagungan-Ku. Dan do’a orang yang teraniaya.“أفضل العبادة الدعاء‬ “Sebaik-baik ibadah adalah doa” Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir dari Nabi saw. ada pengakuan bahwa Allah Maha Mulia lagi Maha Pemurah.” Ahmad dan At Tirmidzi Doa adalah perwujudan rasa cinta seorang hamba kepada Allah swt. pasti Aku tolong kamu. sekaligus pengakuan akan kebutuhan dan pertolongan-Nya.berupa ketaatan maupun sikap ikhlas. Dan Tuhan Kalian menyeru: Berdoalah kalian kepada-Ku. Pasti Aku kabulkan doa kalian. Hakikat doa sebenarnya juga meminta kekuatan dan kesanggupan dari Allah swt. Itu semua menjadi ciri pengabdian dan penghambaan. doa yang mengantarkan mereka pada petunjuk dan jalan kebaikan.. Pemimpin yang adil. Dalam doa ada makna memuji Allah swt. Bahkan ada tiga kelompok yang doanya tidak akan tertolak: “‫ثلثة ل ترد دعوتهم: الصائم حتى يفطر، والمام العادل، ودعوة المظلوم يرفعها ال فوق الغمام وتفتح لها‬ ‫)أبواب السماء ويقول الرب: وعزتي وجللي لنصرنك ولو بعد حين ” )رواه أحمد والترمذي‬ “Tiga kelompok yang tidak akan ditolak do’anya: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka.. walau setelah beberapa waktu.” Rasulullah saw. Allah marah padanya.” Beliau juga bersabda: “‫. juga bersimpuh hanya kepada-Nya dengan doa. juga . Ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah doa. bersabda: ‫من لم يسأل ال يغضب عليه‬ “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah.

قالوا: إذا نكثر. Rasulullah saw. Ketika ia tidak berbuat dosa atau sedang memutus hubungan silaturahim. kecuali Allah pasti memberikan kepadanya salah satu dari tiga hal. dan adakalanya dirinya dihindarkan dari keburukan. adakalanya disegerakan doanya baginya. Dan sesuatu tidak akan menambah umur kecuali kebaikan atau albirr.”السوء مثلها”.” Rasulullah saw.” Dari Salman berkata.” Diriwayatkan dari imam Ahmad. قال: “ال أكثر‬ “Tiada setiap muslim berdoa dengan suatu doa. bersabda: ‫عن أبي سعيد أن النبي -صلى ال عليه وسلم.bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling bakhil di antara manusia adalah orang yang pelit salam.” Rasulullah saw. juga bersabda dalam hadits Qudsi.” Para sahabat bertanya: “Jika kami memperbanyak doa?” Rasulullah saw. Bazzar dan Abu Ya’la dengan sanad jayyid. Dan selemah-selemah manusia adalah orang yang tidak mau berdoa. atau Allah palingkan darinya keburukan. dari Abu Said bahwa Nabi saw. dalam doa itu tidak ada unsur dosa dan memutus tali silaturahim. . bersabda: (‫(ل يرد القضاء إل الدعاء ول يزيد في العمر إل البر‬ “Putusan atau qadha’ Allah tidak bisa ditolak kecuali dengan doa. Allah swt. adakalanya disimpan untunya diakhirat kelak. bersabda: “Allah lebih banyak (mengabulkan doa).قال: “ما من مسلم يدعو بدعوة ليس فيها إثم ول قطيعة رحم‬ ‫إل‬ ‫أعطاه ال بها إحدى ثلث إما أن تعجل له دعوته وإما أن يدخرها له في الخرة وإما أن يصرف عنه من‬ ‫. bersabda: “Tiada di atas permukaan bumi seorang muslim yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa kecuali Allah akan mendatangkan kepadanya apa yang ia pinta.

” Dari Jabir berkata. maka bagaimana doanya bisa terkabulkan. Hendaknya memilih waktu dan keadaan yang utama.”وقال رسول ال -صلى ال عليه وسلم-: “إن ال يقول: أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه إذا دعاني‬ “Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku. minumannya haram. Jika kamu mampu menjadi bagian yang berdzikir kepada Allah. pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram.” Imam Ahmad menambah: “Itu terjadi di . Memakan makanan dan memakai pakaian dari yang halal. ya Rabbi. seperti: 1.” Adab Berdoa Pertama.?” Imam Muslim Kedua. Rasulullah saw. Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. tengah malam. bersabda: “Sesungguhnya bagian dari malam ada waktu yang apabila seorang hamba muslim meminta kebaikan kepada Allah dan sesuai dengan waktu itu.”ممن يذكر ال في تلك الساعة فكن‬ “Keadaan yang paling dekan antara Tuhan dan hambanya adalah di waktu tengah malam akhir.berfirman: ‫. bersabda: : ‫قال صلى ال عليه وسلم: “أقرب ما يكون الرب من العبد في جوف الليل الخر فإن استطعت أن تكون‬ ‫. Rasulullah saw. maka kerjakanlah pada waktu itu. sementara makanannya haram. pasti Allah mengabulkannya. bersabda: “Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi.

setiap malam. maka pintu-pintu langit dibuka. bersabda: “Dan adapun ketika sujud. Dari Sahl bin Saad. saat sujud. Rasulullah saw.” 4. bersabda: “Dan ketika hujan turun. Dari Sahl bin Saad dari Nabi saw.” 3. Maka carilah waktu itu di akhir waktu bakda shalat Ashar. maka bersungguh-sungguhlah kalian berdoa. niscaya akan diijabahi doa kalian. bersabda: “Doa antara adzan dan iqamat mustajab. doa ketika adzan dan doa ketika berkecamuk perang. dan doa diistijabah. ketika hujan turun. kecuali pasti Allah akan memberinya. bersabda: “Tiada seorang muslim yang berdoa bagi saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu. Rasulullah saw. ketika adzan. Rasulullah saw. Rasulullah saw. dari Nabi saw.” 2. bersabda: “Hari Jum’at 12 jam tiadalah seorang muslim yang meminta kepada Allah sesuatu.” 7. maka berdoalah. kecuali Malaikat . Dalam riwayat Imam Muslim dari Abu Darda’ berkata: “Rasulullah saw.” 8. potongan waktu akhir di hari Jum’at.” 5. bersabda: “Dua keadaan yang tidak tertolak atau sedikit sekali tertotak.” 6. doa seseorang untuk saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya. ketika bertemu musuh. bersabda: “Ketika seorang muadzin mengumandangkan adzan. antara adzan dan iqamat.

tidak keras dan tidak terlalu pelan Rasulullah saw.” 9. kemudian ketika ia bangun di tengah malam. Berdoa menghadap kiblat dan mengangkat doa tangan. Tidak melampaui batas dalam berdoa. Dia tidak menerima doanya. Dari Muadz bin Jabal dari Nabi saw. bersabda: “Doa seorang al-akh bagi saudaranya tanpa sepengetahuan dirinya tidak tertolak. Allah swt. Contoh melampai batas dalam berdoa adalah minta disegerakan adzab. Dari Salman Al-Farisi berkata. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang melampaui batas.” Keempat.” Al-A’raf:55.” Kelima. berfirman: “Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan penuh rendah diri dan takut (tidak dikabulkan). bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Hidup lagi Maha Pemurah. nol tanpa hasil. . Dengan suara lirih.berkata. bersabda: “Wahai manusia. kemudian ketika bangun malam berdoa.” Dalam kesempatan yang lain Rasulullah saw. Dia malu jika ada seseorang yang mengangkat kedua tangannya berdoa kepadaNya. Keenam. bersabda: “Tiada seorang muslim yang tidur dalam keadaan dzikir dan bersuci. atau doa dalam hal dosa dan memutus silaturahim dll. Rendah diri dan khusyu’.” Ketiga. kecuali Allah pasti mengabulkannya. bagimu seperti apa yang kamu doakan untuk saudaramu. ia meminta kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat. sesungguhnya Dzat yang kalian berdoa kepada-Nya tidak tuli dan juga tidak tidak ada / gaib. hendaknya ketika tidur dalam kondisi dzikir. Rasulullah saw.

bersabda: “Berdoalah kepada Allah.” Imam Ahmad Rasulullah saw. dan menunjukkan kebutuhan. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. karena Allah swt. Sadar ketika berdoa. maka jangan berkata: “Ya Allah ampuni saya jika Engkau berkenan. Akan tetapi hendaknya bersungguh-sungguh dalam meminta. dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung.Allah swt.” Sufyan bin ‘Uyainah berkata: “Janganlah salah seorang dari kalian menahan doa apa yang diketahui oleh hatinya (dikabulkan). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai. mengabulkan doa makhluk terkutuk. berfirman: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” Ketujuh. Allah swt. berfirman dalam surat Al-Anbiya’:90: “Maka Kami memperkenankan doanya. berkata. juga bersabda: “Jika salah satu di antara kalian berdoa. (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) . Rasulullah saw.” Al-Araf:55. berfirman: “Berkata iblis: “Ya Tuhanku. yakin akan dikabulkan dan benar dalam pengharapan. Allah swt. iblis laknatullah alaih. sedangkan kalian yakin akan dikabulkan doa kalian. ‫عن أبى هريرة قال: قال رسول ال -صلى ال عليه وسلم-: “ادعوا ال وأنتم موقنون بالجابة واعلموا أن ال‬ ‫،”ل يستجيب دعاء من قلب غافل له‬ Dari Abu Hurairah ra.

Kesepuluh. menganggap besar apa yang didoakan dan diulang tiga kali. bersabda: “Jika salah satu di antara kalian meminta. melihat.” Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan kecuali orang yang sadar dalam berdoa. karena ia sedang meminta kepada Tuhannya. meminta tiga kali. Hendaknya ketika berdoa dimulai dengan dzikir kepada Allah dan memujinya dan agar mengakhirinya dengan shalawat atas nabi saw. berdoa tiga kali. kecuali orang yang berdoa dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati. maka perbanyaklah atau ulangilah.dibangkitkan. jika berdoa. Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh.” Dia juga berkata: “Bersungguhlah dalam berdoa. Sesungguhnya Allah tidak mengabulkan dari orang yang mendengar.” Ia melanjutkan: “Dengan sikap hati-hati dari apa yang diharamkan Allah swt. menghadap Allah dengan ringan. akan tetapi memikul doa. maka ijabah atau dikabulkan akan bersamanya. Allah akan mengabulkan doa dan tasbih. maka ketika saya telah berupaya dalam doa. Dari Umar bin Khattab ra. sendau-gurau. Taubat dan mengembalikan hak orang yang dizhalimi.” Kesembilan.” Al-Hijr:36-37 Kedelapan. Karena boleh jadi Allah mengabulkan permintaanmu di saat susah. Rasulullah saw. berkata: “Sesungguhnya saya tidak memikul beban ijabah.” Dari Abu Darda’ berkata: “Mintalah kepada Allah pada hari di mana kamu merasa senang. karena siapa yang memperbanyak mengetok pintu. . Ibnu Mas’ud bekata: “Adalah Rasulullah saw. Dan ketika meminta. Hendaknya ketika berdoa memelas. main-main.

. Dia mempunyai Al-Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu (doamu) dan janganlah pula merendahkannya. Seperti berdoa agar disegerakan adzab. padahal doa kalian membawa keburukan bagi kalian. Dari Jabir ra. Melampau batas. kecuali orang yang berdoa dengan doa seperti orang yang akan tenggelam.” AlIsra’:110 Ketiga. bersabda: “Janganlah kalian berdoa untuk kemadharatan diri kalian. dan jangan berdoa untuk keburukan anak-anak kalian. doa dengan dicampuri dosa dan memutus tali silaturahim.” Imam Muslim Kedua. Allah berfirman: “Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Di antaranya adalah: Pertama. berkata. Rasulullah saw. padahal itu menjadi penghalang doa dikabulkan.” Dari Hudzaifah berkata: “Akan datang suatu zaman.ia yang akan masuk. Jangan berdoa bagi keburukan hartaharta kalian. Terlalu keras dalam berdoa.” Menghindari kesalahan dalam berdoa Ada beberapa praktek doa yang disebagian umat muslim masih terus berlangsung. harta dan jiwa. Dan carilah jalan tengah di antara kedua itu. Berdoa untuk keburukan keluarga. tidak akan selamat pada zaman itu. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Janganlah kalian meminta kepada Allah di satu waktu yang diijabah Allah.

ampuni saya jika Engkau berkenan.” Kelima. terutama di bulan suci ini didengar Allah swt. jika tidak tergesa-gesa. Tergesa-gesa. Amin. . Allahu a’lam. waktu-waktu yang istijabah. Dari Abu Hurairah. Sungguh kamu telah berdoa. Semoga kesungguhan doa kita. Berdoa dengan pengecualian. bahwasanya Rasulullah saw. Contoh: “Ya Allah. dan hal-hal yang harus dihindari ketika berdoa. adab berdoa. maka atau kenapa tidak diijabahi?” Imam Bukhari Demikian.Keempat. bersabda: “Akan diijabahi doa kalian. uraian singkat tentang keutamaan doa di bulan Ramadhan..

1eff40287a25039

Saat Sang Raja Sakit.....

Kenapa Allah berlaku tidak menguntungkan padaku padahal aku sudah ibadah…?! Kita juga pernah melihat ada beberapa orang yang baik (shalih/shalihah) tapi mereka dapat ujian juga, tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan masih banyak lagi musibah/ujian lainnya. Di kesempatan yang lain kita kadang iri melihat orang yang ibadahnya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya makmur, sampai ada yang bergelimang harta, lalu kembali lagi kita menduga-duga, ke-napa Allah berlaku demikian…??? Pada hari Jum’at, seorang Ustadz bercerita tentang dialog antara Malaikat dan Allah. Dialog terjadi berawal dari keputusan Allah yang membuat Malaikat menjadi bertanya-tanya. Masalahnya perihal ada seorang raja yang shalih terlihat nasibnya kurang baik. Tetapi di daerah lain ada seorang raja yang zhalim, nasibnya lebih baik daripada raja yang shalih tadi. Kisahnya begini. Pada suatu ketika, raja yang shalih menderita sakit keras dan untuk bisa sembuh, seorang tabib mengatakan agar raja itu memakan se-ekor ikan yang tidak biasa, masalahnya ikan itu sangat sulit dicari. Ikan itu pun tidak dapat ditemukan. Padahal seharusnya pada saat-saat itu biasanya ikan yang dimaksud banyak bermunculan. Tapi Allah

berkehendak lain, ikan tersebut tidak muncul-muncul, akhirnya wafatlah sang raja yang shalih itu karena tidak mendapat obat. Namun, sebaliknya di negara lain ada raja juga mengidap sakit yang sama seperti raja sebelumnya, tapi raja yang satu ini bukan raja yang shalih, melain-kan raja yang zhalim. Lalu sang tabib pun menyarankan untuk memakan ikan yang sama sebagai obatnya. Anehnya saat itu di mana ikan-ikan itu biasanya tidak bermunculan, tapi Allah berkehendak lain, ikan-ikan itu pun bermuncul-an dan akhirnya sembuhlah si raja zhalim itu. Dengan kejadian itu, Malaikat pun jadi bertanya-tanya, dan begitu penasarannya, terlontarlah pertanyaan malaikat kepada Allah, “Ya Allah, kenapa raja yang zhalim itu Kau permudah urusannya, sedang raja yang shalih itu Kau persulit hingga akhirnya dia meninggal dunia?” Lalu Allah menjelaskan, “Sengaja Aku tidak memberi ikan pada raja yang shalih untuk kesembuhannya dan Aku putuskan dia meninggal dunia, karena dengan wafatnya dia Ku-anggap sebagai penggugur dosanya dari kesalahan yang pernah dia lakukan di dunia. Sehingga dia meninggal dunia tidak membawa dosa, melainkan membawa amal-amal shalih. Karena keburukannya telah Ku-balas di dunia.” Malaikat melanjutkan pertanyaan-nya, lalu bagaimana dengan raja yang zhalim itu ya Allah?” Allah pun menjelas-kannya kembali, “Sebaliknya untuk raja yang zhalim itu sengaja Kuberi dia kesem-buhan, dan bagaimanapun raja yang zhalim itu mempunyai kebaikan semasa di dunia dan kebaikannya Kubalas di Dunia. Sehingga pada saatnya dia nanti meninggal dunia, dia tidak akan memba-wa amal kebaikan, melainkan hanya membawa amal buruk, karena kebaikan-kebaikannya sudah Kubalas di dunia. Dari cerita di atas dipikirkan, setidak-nya kita mendapat pencerahan mengenai suatu dugaan yang salah dari peristiwa yang kita lihat atau yang kita alami sen-diri, dugaan yang membuat kita bertanya-tanya kenapa Allah berlaku tidak meng-untungkan kita padahal sudah ibadah? Dan kita juga pernah melihat ada bebe-rapa orang yang baik (shalih/ shalihah) tapi mereka dapat ujian juga tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta, dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan ada beberapa musibah lainnya. Di sisi lain rasa iri melihat orang yang ibadahnya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya sukses, serba mewah, lalu kembali lagi kita menduga-duga, kenapa Allah berlaku demikian…???

Jawabannya, biar lah Allah berlaku sesuka-Nya pada kita dan pada hambahamba-Nya yang lain, karena Dia-lah (Rabb) Sang Pemilik alam beserta isinya dan yang Maha Mengetahui apa yang akan diperbuat-Nya. Kita sebagai manusia teruslah ikhtiar dan meningkatkan iba-dah tanpa harus mendikte Allah, meng-ikhlaskan diri dalam menerima segala ketentuan dari Allah, itu lah sesuatu yang teramat penting sekali! Karena bila kita ridha terhadap ketentuan Allah, Allah pun akan memberikan ridha-Nya pada kita, sehingga kita akan mendapat rah-mat-Nya, dan yang lebih penting dijauh-kan dari siksa bakaran api neraka yang bahannya dari manusia dan batu yang sungguh itu amat pedih. Mengenai musibah yang terjadi/ menimpa seperti itu tadi ikhlaskan saja, insyallah itu akan menjadi penggugur dosa yang nantinya akan mengurangi timbangan dosa di akhirat dan akan mem-beratkan timbangan amal baik, seperti kisah raja yang shalih di atas, dia tidak mendapat kebaikan di dunia, tapi Allah memberikan kebaikan untuknya di akhi-rat, subhanallah. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian, dan boleh jadi (pula) kalian menyukai sesuatu, pada-hal ia amat buruk bagi kalian; Allah mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui”. (QS. AlBaqarah: 216)

BAU HARUM MASYITAH
Masyithah pelayan putri Fir’aun. Ia ibu yang melahirkan putra-putra berlian. Wanita yang berani mempersembahkan jiwa-raga untuk agama Allah swt. Ia seorang bunda yang memiliki sifat kasih sayang dan kelembutan. Mencintai anak-anaknya dengan cinta fitrah ibu yang tulus. Masyithoh berjuang, bekerja, dan rela letih untuk membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat. Bayangkan, anaknya yang terkecil direnggut dari belaian tangannya. Si sulung diambil paksa. Keduanya dilemparkan ke tengah tungku panas timah membara. Masyithah menyaksikan itu semua dengan mata kepalanya sendiri. Kalbu ibu mana yang tidak bergetar. Hati ibu mana yang tidak hancur bersama luruhnya jasad buah hatinya. Jiwa ibu mana yang tidak tersembelih dan membekaskan rasa sakit dengan luka menganga? Masyithah melihat sendiri si sulung dan si bungsu menjerit kesakitan terpanggang di tungku timah panas membara. Itulah peristiwa dahsyat yang dihadapi Masyithah, sosok yang menakjubkan dalam cinta kepada Allah swt. Ia seorang ibu mukminah yang sangat sabar dan memiliki anak-anak yang shalih lagi baik hati. Cinta yang bersemayam dalam hati mereka

Masyithah mengajarkan kepada kita tentang sempurna dalam berkorban dan total dalam berderma. Akan tetapi Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah.” Fir’aun menuruti permintaannya. “Ya.” Fir’aun marah besar. Tuhanku Allah Tidak diragukan lagi. Maka Fir’aun memanggil Masyithah. Begitu juga anak-anaknya. Akan tetapi keimanan kepada Allah swt. Ia hidup di istana raja. “Apa kelebihan Masyithah?” Jibril menjawab. ”Suatu hari Masyithah menyisir rambut putri Fir’aun.” (Bukhari) Masyithah telah merasakan beragam kezhaliman dan penyiksaan. agar Masyithah dan anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya. Bismillah Sungguh. Putri itu pun menceritakan kepada Fir’aun. “Saya minta tulangku dan tulang anak-anakku dibungkus menyatu dengan kain kafan.” “Wahai Jibril. pasti akan tahu mengapa Rasulullah saw bersabda. Semua ketidaknyamanan itu dihadapinya dengan tegar sampai akhirnya ia bertemu dengan Tuhannya dengan ridha dan diridhai. “Ini bau harum Masyithah –pelayan putri Fir’aun– dan anak-anaknya. bercerita kepada kita. ”Kezhaliman akan membawa kegelapan di hari kiamat. Masyithah tidak menyerah. “Ketika menjalani Isra’ dan Mi’raj.” Saya bertanya. Masyithoh meminta satu hal kepada Fir’aun. Ia dekat kekuasaan karena tugasnya merawat anak Fir’aun. Ia telah sukses mendidik anak-anaknya untuk mempersembahkan nyawa mereka untuk Allah swt. ‘Dengan menyebut nama ayahku. Inilah hakikat yang sebenar-benarnya: Iman yang baik akan mampu mengalahkan tarikan dunia dengan segala isinya. “Wahai Fulanah. Sisirnya jatuh dari tangannya. Jibril menjawab.adalah gejolak iman yang mampu melahirkan sebuah pengorbanan yang sempurna. aku mencium bau yang sangat harum. Ia memerintahkan dibuatkan tungku besar yang diisi timah panas. siapa yang pernah merasakan pahitnya kezhaliman meskipun sesaat.’ Ia menyuruh putri itu untuk menceritakan peristiwa tersebut kepada ayahnya.’ Ia menolak. Masyithah wanita terhormat lagi mulia. telah membuncah di kalbunya. Rasulullah saw. apakah engkau punya Tuhan selain aku?” Ia menjawab. mencicipi sakitnya siksaan meskipun sebentar. Kehidupan dunia tidak mampu mengalihkan mereka dari cita-cita meraih keridhaan Sang Pencipta. ‘Tidak.’ Putri Fir’aun kaget dan berkata kepadanya. . Kadang ia menyembunyikan keimanannya seperti yang dilakukan istri atau keluarga Fir’aun yang muslim lainnya. bau harum apa ini?” tanya Rasulullah. Ia berkata. Fir’aun bertanya. Tuhan saya dan Tuhan kamu adalah Allah. ‘Bismillah.

tanpa memikirkan resiko yang akan dialaminya. Pelajaran dari Kisah Masyithah Masyithah telah wafat. . ia menolak tegas dengan mengatakan. ”Bismillah”. maka lisan akan mengucapkan apa yang terpendam dalam kalbu tanpa beban. Masyithah dan anak-anaknya membuktikan keimanannya kepada Allah dengan mewakafkan diri hancur disiksa dengan cara yang sangat tidak berperikemanusiaan oleh Fir’aun. Apa yang dihadapi Masyithah adalah ujian yang berat bagi kalbu orang yang beriman. Tapi. Ia memproklamasikannya dengan bangga dan gembira. Inilah yang dilakukan Masyithah. Masyithah telah memberi cambuk yang senantiasa memotivasi kita untuk meraih kehidupan yang baik dan lebih baik lagi. dan rela dengan agama yang mereka anut. Ia mengatakan dengan dilandasi fitrah yang suci. Ujian Kalbu Sungguh ujian berat menimpa wanita mulia ini beserta anak-anaknya. Apakah Fir’aun mampu menguasai kalbu seseorang yang telah beriman? Mungkin ia bisa membunuh jasadnya. memperlihatkan kepada Fir’aun bahwa yang menggenggam kalbu Masyithah adalah diri-Nya. Tanpa belas kasih Fir’aun melempar anak-anak Masyithah satu demi satu ke tungku besar berisikan timah panas yang mendidih. Ada sejumlah pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Masyithah. Fir’aun berharap naluri keibuan Masyithah iba akan nasib anak-anaknya dan itu membuatnya lemah lalu mau kembali mengakui Fir’aun sebagai Tuhan. tapi mampukah membunuh ruhnya? Itu mustahil dilakukan Fir’aun.” Ia tidak takut siksaan. Namun. di antaranya: · Iman adalah senjata yang sangat ampuh. Ia telah mengungkapkan isi kalbunya yang telah disimpannya berhari-hari bahkan bertahun-tahun. ”Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah. Karena. ia hadapi dengan tegar. iman adalah kekuatan yang bersumber dari ma’iyatullah (kebersamaan dengan Allah swt dan lindungan-Nya). kisahnya masih terngiang di telinga orang-orang yang rindu bertemu dengan Allah swt. Karena. Akan tetapi Allah swt. Ia tidak gentar dengan kekuatan Fir’aun yang terkenal bengis dan tidak berperikemanusiaan. Apa pun yang terjadi. Fir’aun melakukanya untuk menakut-nakuti Masyithah. Sampai saat ini. dorongan keimanan yang kuat membuatnya bertahan dan keluar menjadi pemenang. Fir’aun menghukum karena mereka beriman kepada Allah swt. Bahkan.Bedanya ketika iman telah memenuhi kalbu. kisahnya belumlah berakhir. dan tanpa rasa takut. tanpa paksaan. ketika putri Fir’aun memintanya untuk mengakui ketuhanan ayahnya.

” (Muslim) · Selalu ada permusuhan abadi antara hak dan batil. ”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah. lalu kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. ujian itu sunnatullah. Selalu akan ada orang zhalim dengan beragam bentuk kezhalimannya dan selalu ada orang yang akan menentang mereka meski tahu ada siksaan dan cobaan menyertai usaha baiknya itu. Ending-nya tidak akan berubah. Jibril mencerita hal ini kepada Rasulullah. itulah yang dibuktikan oleh Masyithoh dan anak-anaknya. cerita seperti ini berulang dan akan terus berulang sepanjang waktu. Sedangkan Masyithah diabadikan namanya dengan harum. Sebab. Karena yang asli adalah kebaikan. antara kebaikan dan keburukan. akan meneguhkan orang-orang yang beriman ketika mereka dalam kondisi membutuhkan keteguhan tersebut. Syahidnya Masithah akibat siksaan Fir’aun adalah bukti puncak pengorbanan yang pernah dilakukan wanita dalam sejarah.Allah swt berfirman. dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. dan menjadikan dirinya dan anak-anaknya wangi semerbak di langit tujuh karena perbuatannya yang baik. Para wanita memiliki peran yang besar dalam dakwah ilallah sejak zaman dahulu. dalam surat Ar Rum: 47. Meskipun keburukan banyak dan beragam. ”Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. Pasti akan datang kepada setiap orang yang mengaku beriman. tapi para pahlawan selalu memiliki kemiripan. · Balasan amal yang didapat seseorang adalah sesuai dengan kadar amal perbuatan itu sendiri.” . Allah swt. · Allah swt. Kisah tetap satu: cobaan akan terjadi. · Sungguh. Rasulullah saw bersabda.” (An-Nahl:128) · Sabar dalam menghadapi cobaan dan teguh dalam pendirian. telah menghancurkan Fir’aun dan menghinakannya namanya dalam catatan sejarah yang akan terus dikenang sepanjang kehidupan manusia sebagai manusia terjahat. · Muslim yang sejati tidak akan tunduk kecuali kepada Allah swt. namun pasti ujungnya akan lenyap. sebagaimana firman Allah swt. Dan ia senantiasa melaksanakan kewajiban amar ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup). dan masing-masing dari keduanya mendapatkan kebaikan. ”Dan sesungguhnya kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang Rasul kepada kaumnya. tidak akan menyiksa seseorang karena dosa orang lain. · Allah swt. · Peran dan kontribusi kaum wanita muslimah tidaklah lebih kecil dibanding pria dalam mengibarkan panji kebenaran. dan Rasulullah menyampaikannya kepada kita untuk dijadikan teladan.

bahwasanya lidah yang berfungsi untuk berbicara ini seperti senjata bermata dua. namun kita perlu mengetahui.a956a97650386a Senjata Bermata Dua Bagikan Kemarin jam 22:54 Meski lidah merupakan nikmat yang besar. atau untuk lainnya yang berupa ketaatan kepada Allah. nahi munkar. dan juga dapat digunakan untuk memperturutkan setan. untuk amar ma'ruf. Jika seorang hamba mempergunakan lidahnya untuk membaca Al-Qur`ân. dan ini merupakan perwujudan syukur kepada Allah terhadap nikmat lidah. berdoa kepada Allah. berdzikir. Yaitu dapat digunakan untuk taat kepada Allah. maka inilah yang dituntut dari seorang mukmin. .

Yaitu berbicara batil (kerusakan. berdusta. namimah. merusak kehormatan seorang muslim. Dengan demikian. no. Abu 'Ali ad-Daqqâq rahimahullah (wafat 412 H) berkata: . dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka Jahannam". bersaksi palsu. [HR al-Bukhâri. sia-sia). lidah manusia itu bisa menjadi faktor yang bisa mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah. penjelasan hadits no. dengan sebab satu kalimat itu Allah menaikkannya beberapa derajat. namun juga bisa menyebabkan kecelakaan yang besar bagi pemiliknya. dia tidak menganggapnya penting. memecah belah umat Islam. dia tidak menganggapnya penting. 6478] BENCANA LIDAH Secara umum. 6478] Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani rahimahullah menjelaskan makna "dia tidak menganggapnya penting". Dan sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk kemurkaan Allah. melakukan ghibah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ً َ َ َ ِ ْ ُ َ ّ ِ َ َ ْ ِ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ْ َ ْ ‫ِ ّ ْع ْ َ َ َ َ َّ ُ ِ ْ َِ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ ِ ّ َ ُ ْ ِ َ َ َ ً َ ْ َ ُ ُ ّ ِ َ َ َ َ ٍ َِن‬ ‫إن ال َبد ليتكلم بالكلمة من رضوان ال ل يلقي لها بال يرفعه ال بها درجات وإ ّ العبد ليتكلم بالكلمة من سخط ال ل يلقي لها بال‬ ِ ُ ِ َ َّ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ‫يهوي بها في جهنم‬ "Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk keridhaan Allah. serta tidak menduga bahwa kalimat itu akan mempengaruhi sesuatu". jika seseorang mempergunakan lidahnya untuk berdoa kepada selain Allah.Sebaliknya. yaitu dia tidak memperhatikan dengan fikirannya dan tidak memikirkan akibat perkataannya. dan diam dari al-haq yang wajib diucapkan. bencana yang ditimbulkan oleh lidah ada dua. maka ini diharamkan atas seorang mukmin. atau lainnya yang berupa ketaatan kepada setan. bernyanyi dengan lagu-lagu maksiat. dan merupakan kekufuran kepada Allah terhadap nikmat lidah. [Lihat Fat-hul-Bâri.

Sedangkan orang yang beruntung. Atau ia tersungkur di dalam neraka selama tujuh puluh tahun. dia berkata lembut.ُ َ ْ َ ٌ َ ْ َ ّ َ ْ ِ َ ُ ِ ّ َ ٌ ِ َ ٌ َ ْ َ ِ ِ َ ْ ِ ُ َّ َ ُ ْ ‫المتكلم بالباطل شيطان ناطق والساكت عن الحق شيطان أخرس‬ "Orang yang berbicara dengan kebatilan adalah setan yang berbicara. tanpa mengingkarinya. melihat wanita yang tidak halal dilihat. berbuat zhalim kepada orang lain. mencuri. namun dia seakan sulit menjaga diri dari gerakan lidahnya. walau di dalam hati. masyarakat. sedangkan orang yang diam dari kebenaran adalah setan yang bisu" Orang yang berbicara dengan kebatilan ialah setan yang berbicara. Bencana lidah termasuk bagian dari bencana-bencana yang berbahaya bagi manusia. atau umat Islam secara keseluruhan. minum khamr. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ِ ّ ِ ً ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ِ ْ َ ً ْ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ُ ّ ّ ِ ‫إن الرجل ليتكلم بالكلمة ل يرى بها بأسا يهوي بها سبعين خريفا في النار‬ Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan satu kalimat. namun ia mengucapkan kalimatkalimat yang menimbulkan kemurkaan Allah. terang-terangan melakukan kemaksiatan di hadapannya. Kebanyakan manusia. ketika berbicara ataupun diam. dan dia mampu merubahnya. Bencana lidah itu bisa mengenai pribadi. atau orang lain. ia tidak menganggapnya berbahaya. Sehingga terkadang seseorang yang dikenal dengan agamanya. ia menyimpang dengan dua jenis bencana lidah sebagaimana di atas. Sedangkan orang yang diam dari kebenaran ialah setan yang bisu. namun dia membisu karena menjaga kehormatan pelakunya. dengan sebab satu kalimat itu ia terjungkal selama 70 tahun di dalam neraka. dapat menyebabkan dirinya bisa terjerumus ke dalam neraka melebihi jarak timur dan barat. ia bermaksiat kepada Allah Ta'ala. yaitu orang yang menahan lidahnya dari kebatilan dan menggunakannya untuk perkara bermanfaat. Seperti seseorang yang bertemu dengan orang fasik. zuhudnya. ada seseorang yang mudah menjaga diri dari makanan haram. Dalam riwayat lain disebutkan bahwasanya beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ِ ّ ِ َ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ْ َ ْ ّ ِ ‫إن العبد ليتكلم بالكلمة ما يتبين ما فيها يهوي بها في النار‬ . atau karena tak peduli terhadap agama. ia juga bermaksiat kepada Allah Ta'ala. berzina. Padahal hanya dengan satu kalimat itu saja. dan lainnya. Atau melihat kemungkaran. dan ia tidak memperhatikannya. dan ibadahnya. Termasuk perkara yang mengherankan.

sesuatu yang manusia merasa amat tenteram terhadapnya ialah lidah mereka. 2988] Alangkah banyak manusia yang menjaga diri dari perbuatan keji dan maksiat. lidah itu seolaholah pabrik keburukan. sesungguhnya Aku telah mengampuni Si Fulan. [HR Muslim. Atau seperti yang disabdakan Nab"i. 2621] Oleh karena bahaya lidah yang demikian itulah. padahal lidah yang paling dikhawatirkan Nabi n atas umatnya. bahwa Aku tidak akan mengampuni Si Fulan. namun lidahnya memotong dan menyembelih kehormatan orang-orang yang masih hidup atau yang sudah meninggal. no. Dia tidak peduli dengan apa yang sedang ia ucapkan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengkhawatirkan umatnya. Beliau memegang lidah beliau sendiri. ia berkata: "Aku berkata. namun dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka lebih jauh dari antara timur dan barat". Dan yang nampak. tidak pernah lelah dan bosan"." Syaikh Husain al-'Awaisyah berkata: "Sesungguhnya sekarang ini. apakah yang paling anda khawatirkan atasku?". dan Aku menggugurkan amalmu". Allah tidak akan mengampuni Si Fulan!" Kemudian sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman: "Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku. Aku berkata: "Wahai Rasulullah. 'Rabbku adalah Allah'. no. lalu bersabda: "Ini". katakan kepadaku dengan satu perkara yang aku akan berpegang dengannya!" Beliau menjawab: "Katakanlah. Lâ haula wa lâ quwwata illa bilâhil-'aliyyil-'azhîm. Sebagai contoh. ialah sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam di bawah ini: ِ ّ َ ُ َ ّ َ ‫َ ْ ُ ْ َب‬ ‫ عن جند ٍ أن رسول ال‬n ‫حدث أن رجل قال وال ل يغفر ال لفلن وإن ال تعالى قال من ذا الذي يتألى علي أن ل أغفر لفلن فإني‬ ّ َِ ٍ َ ُ ِ َ ِ ْ َ َ ْ َ ّ ََ ََّ َ ِ ّ َ ْ َ َ َ َ َ َ ّ ّ َِ ٍ َ ُ ِ ّ ُ ِ ْ َ َ ّ َ َ َ ً ُ َ ّ َ َ ّ َ َ ُ ِ َ َ َ ‫َ ْ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ٍ ََ ْ َ ْ ُ َ ََ َ َ ْ ك‬ ‫قد غفرت لفلن وأحبطت عملك أو َما قال‬ "Dari Jundab. wahai Rasulullah. ‫عن سفيان بن عبد ال الثقفي قال قلت يا رسول ال حدثني بأمر أعتصم به قال قل ربي ال ثم استقم قلت يا رسول ال ما أخوف ما‬ َ ُ َ ْ َ َ ّ َ ُ َ َ ُ ْ ُ ْ ِ َ ْ ّ ُ ّ َ ّ َ ْ ُ َ َ ِ ِ ُ ِ َ ْ َ ٍ ْ َِ ِ ْ ّ َ ّ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ّ ِ َ ّ ّ ِ ْ َ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ َ ِ ُ ِ ِ ‫تخاف علي فأخذ بلسان نفسه ثم قا َ هذا‬ َ َ ‫َ َ ُ ََ ّ ََ َ َ ِِ َ ِ َ ْ ِ ِ ُ ّ َ ل‬ "Dari Sufyan bin 'Abdullah ats-Tsaqafi. lalu istiqomahlah". MENJAGA LIDAH . [HR Muslim. bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan ada seorang laki-laki berkata: "Demi Allah.‫أبعد ما بين المشرق والمغرب‬ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ ْ َ ْ َ َْ َ َ َ َْ "Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang ia tidak mengetahui secara jelas maksud yang ada di dalam kalimat itu.

Dan hati seorang hamba tidak akan istiqomah." Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga menjelaskan. Oleh karena itu.Menjaga lidah disebut juga hifzhul-lisân. Jika engkau istiqomah. Jika engkau menyimpang (dari jalan petunjuk). rumah yang luas bagimu. wahai Rasulallah. 2407) dari Abu Sa'id al-Khudri. seorang mukmin hendaklah menjaga lidahnya. َ ‫عن عقبة بن عامر قال قلت يا رسول ال ما النجاة قال أملك عليك لسانك وليسعك بيتك وابك على خطيئت‬ ‫َ ْ ُ ْ َ َ ْ ِ َ ِ ٍ َ َ ُ ْ ُ َ َ ُ َ ّ َ ّ َ ُ َ َ َ ِْ ْ ََ ْ َ ِ َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ََ َ ِ َ ِك‬ ِ "Dari 'Uqbah bin 'Aamir. sehingga lisannya istiqomah. beliau bersabda: ُ َ ِ َ َ ُ ُ َ ُ َ ْ َ َ َ َّ ْ ٌ ُ َ ُ ُ ْ َ َ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َْ َ َّ ُ ُْ َ ُ ِ َْ َ َ َ ُ ُْ َ َ ِ َْ َ َّ ٍ ْ َ ُ َ ِ ُ ِ َْ َ َ ‫ل يستقيم إيمان عبد حتى يستقيم قلبه ول يستقيم قلبه حتى يستقيم لسانه ول يدخل رجل الجنة ل يأمن جاره بوائقه‬ "Iman seorang hamba tidak akan istiqomah. Apa jaminan bagi seseorang yang menjaga lidahnya dengan baik? Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ ْ َ ِ ْ َْ ِ َ ْ َ َ َ ِ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ‫من يضمن لي ما بين لحييه وما بين رجليه أضمن له الجنة‬ "Barang siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya. kami juga menyimpang" Oleh karena itu. menjaga lidah merupakan keselamatan. Lidah memiliki fungsi sebagai penerjemah dan pengungkap isi hati. Sesungguhnya kami ini tergantung kepadamu. kemudian mewasiatkan pula untuk menjaga lisan. sehingga hatinya istiqomah. Lidah itu sendiri merupakan anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan dikendalikan. niscaya aku menjamin surga baginya. sesungguhnya semua anggota badannya berkata merendah kepada lisan: "Takwalah kepada Allah dalam menjaga hak-hak kami. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ‫إذا أصبح ابن آدم فإن العضاء كلها تكفر اللسان فتقول اتق ال فينا فإنما نحن بك فإن استقمت استقمنا وإن اعوججت اعوججنا‬ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ َِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ َِ َ ِ ُ ْ َ َ ّ َِ َ ِ ّ ِ ّ ُ ُ َ َ َ َ ّ ُ ّ َ ُ َ ُّ َ َ ْ َْ ّ َِ َ َ ُ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ "Jika anak Adam memasuki pagi hari. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya. dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. ia tidak akan masuk surga". apakah sebab keselamatan?" Beliau n menjawab: "Kuasailah lidahmu. Di dalam Musnad Imam Ahmad. [8] Dalam hadits Tirmidzi (no. maka kami juga istiqomah. . setelah Nabi n memerintahkan seseorang beristiqomah. dari Anas bin Mâlik . Keterjagaan dan lurusnya lidah sangat berkaitan dengan kelurusan hati dan keimanan seseorang. ia berkata: "Aku bertanya.

bahkan banyak dilakukan. 6475) dan Muslim (no. 47). atau makruh. al-Bukhaari (no. Karena perkataan mubah bisa menyeret kepada perkataan yang haram. baik orang tersebut mau maupun enggan. maka menurut Sunnah adalah menahan diri darinya. maka sebelum berbicara hendaklah ia berfiikir. dan hendaklah menyesali kesalahan-kesalahan dengan cara menangis. yaitu yang nampak maslahatnya. lidah merupakan alat yang berguna untuk mengungkapkan isi hati. dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu. Jika ingin mengetahui isi hati seseorang. dan hal itu akan menunjukkan isi hatinya. 2406] Maksudnya. Hadits yang disepakati keshahîhannya ini merupakan nash yang jelas. Ketika berbicara atau meninggalkannya itu sama maslahatnya. Tirmidzi. Imam an-Nawawi rahimahullah (wafat 676 H) berkata: "Ketahuilah. Hendaklah seseorang tidak berbicara kecuali jika perkataan itu merupakan kebaikan. dan jika ragu-ragu. hendaklah dia berkata yang baik atau diam". Imam asy-Syafi'i berkata: "Jika seseorang menghendaki berbicara. dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. no. Selain itu. jika jelas nampak maslahatnya. Kebiasaan ini. maka perhatikanlah gerakan lidahnya. isi pembicaraannya. ia bersabda: ْ ُ ْ َِ ْ َ ً ْ َ ْ ََُْ ِ ِ ْ ِ ْ َْ َ ّ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ ‫من كان يؤمن بال واليوم الخر فليقل خيرا أو ليصمت‬ ِ "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir.dan tangisilah kesalahanmu". maka hendaklah ia tidak berbicara. Diriwayatkan dalam Shahîhain. betahlah tinggal di dalam rumah dengan melakukan ketaatan-ketaatan. [HR. maka ia berbicara. kecuali perkataan yang jelas maslahat padanya. Jika ia ragu-ragu tentang timbulnya maslahatnya. seharusnya setiap mukallaf (orang yang berakal dan baligh) menjaga lidahnya dari seluruh perkataan. maka tidak berbicara sampai jelas maslahatnya". janganlah berbicara kecuali dengan perkara yang membawa kebaikan. . Sedangkan keselamatan itu tidak ada bandingannya.

Senyum tanpa biaya. Bagaimana kalau kita gunakan 5S ? S yang pertama adalah Senyum. S yang kedua adalah Salam. rahmat dan keberkahan. "Assalamualaikum wa Rahmatullah wa Barrakatuh" Semoga Allah memberikan keselamatan bagimu. asin. gelar. Senyum tanpa tenaga. Untuk menjadi pribadi yang menyenangkan tentu saja semuanya harus berawal dari "Hati". kitalah orang yang mendahulukan mencairkan kebekuan dengan menyapa. Setinggi apapun pangkat. Pengambilan lidahnya akan menjelaskan kepadamu rasa hatinya". Sapaan yang sopan betul-betul membuat kita menjadi peribadi yang disukai. Mari kita biasakan senang menyapa dengan hangat. Sebarkan Salam akan menyenangkan.wb. Senyum itu memperindah dan Senyum itu adalah bunga. Senyum yang membuat orang senang. manis. dan lainnya. S yang keempat Sopan. tawar. . Maka perhatikanlah ketika seseorang berbicara. S yang ketiga Sapa. pahit. Sapaan yang hangat. kedudukan. Karena sesungguhnya. BENGKEL AKHLAQ (AA’ GYM) Assalamualaikum wr.Diriwayatkan bahwasanya Yahya bin Mu'adz berkata: "Hati itu seperti periuk dengan isinya yang mendidih. Sedangkan lidah itu adalah gayungnya. lidahnya itu akan mengambilkan untukmu apa yang ada di dalam hatinya. Tapi Senyum menjadi ibadah. Senyum adalah sedekah. jabatan kalau tidak punya kesopanan hilang semuanya menjadi tidak bernilai. Salam itu doa .

mendahulukan orang adalah kesantunan. pasti menjadi pribadi yang disukai. muliakanlah diri kami dengan kelembutan hati.wb. tebarkan kasih sayang dimanapun kami berada dan hindarkan kedzaliman dimanapun kami berada. Saudaraku. indahkan hidup kami dengan kelembutan Qolbu. Sapa dengan hangat. Wahai yang Membulak-balikan hati. Doa Ya Allah ampuni segala kekasaran dan kekerasan yang pernah kami lakukan. karena salam kita yang tulus. karena sapaan kita yang hangat. bagaimana jika orang tua kita dahulukan. Salam. dengan ketulusan dan kasih sayang Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzabannar Amiin ya Allah Wassalamualaikum wr. Dimanapun kita ada usahakan orang-orang yang ada disekitar kita selain tidak menjauh tapi menjadi betah karena senyuman kita. termasuk senang memaafkan orang lain. karena sikap yang sopan dan kesantunan kita yang bermutu. Santun adalah keterampilan kita untuk mendahulukan orang lain. tentunya pun diikuti dengan terbentuknya pribadi yang menyenangkan. Caranya adalah Sopan. .Senyum. Ini sikap yang santun. ampuni jikalau banyak orang yang tersakiti dan teraniaya oleh perilaku kami. Wahai yang Maha Agung yang Maha Mendengar. Sopan terhadap siapapun dan Santun.

Sikap seperti ini sebagaimana dicontohkan oleh orang-orang mulia dari para nabi dan rasul. Sifat inilah yang berusaha ditransfer iblis kepada manusia yang bersedia menjadi sekutunya. Nabi Adam AS dan Siti Hawa saat melakukan kesalahan dengan melanggar larangan Tuhan. serta siap menerima kebenaran dari siapa pun dan dari mana pun. mereka malah langsung bersimpuh mengakui segala kealpaan seraya berkata. Sifat ini ditandai dengan ketidaksiapan untuk menerima kebenaran yang datang dari pihak lain. "Ya. Ia tidak menyalahkan siapa pun. kecuali dirinya sendiri. Inilah sifat yang melekat pada iblis. kami telah menganiaya diri kami sendiri. Tuhan kami. keengganan melakukan introspeksi (muhasabah). serta sibuk melihat aib dan kesalahan orang lain tanpa mau melihat aib dan kekurangan diri sendiri. Demikian pula dengan Nabi Yunus AS saat berada dalam gelapnya perut ikan di tengah lautan." (QS Al-A'raf [7]: 23). Padahal. niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.a956a97650386a Renungan Kekurangan Diri Bagikan Hari ini jam 17:56 Awal malapetaka dan kehancuran seseorang terjadi ketika penyakit sombong dan merasa diri paling benar bersemayam dalam hatinya. mau menyadari dan mengakui kekurangan diri. seraya terus . melakukan introspeksi. kebaikan hanya bisa terwujud manakala seseorang bersikap rendah hati (tawadu). Jika Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami. alih-alih sibuk menyalahkan iblis yang telah menggoda dan memberikan janji dusta.

Nabi Muhammad SAW selalu membaca istigfar dan meminta ampunan kepada Allah SWT sebagai bentuk kesadaran yang paling tinggi bahwa tidak ada manusia yang sempurna." (QS AlAnbiya [21]: 87). "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Dialah yang paling mengetahui orang yang . Mereka tidak merasa diri mereka sudah sempurna. Begitulah sikap arif para nabi yang patut dijadikan teladan.bertasbih menyucikan Tuhan-Nya. aku termasuk orang-orang yang zalim. Beliau bersabda." (HR Muslim). bersih. Mahasuci Engkau. bertobatlah dan mintalah ampunan kepada-Nya. "Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. aku bertobat sehari semalam sebanyak seratus kali. ia harus selalu melakukan introspeksi. Sesunguhnya. dan suci. Sebab. "Wahai. Allah SWT berfirman. Bahkan. Karena itu. Ia berkata. manusia.

daripada mengarahkan telunjuk kepada orang. Sehingga yang bersangkutan tak ubahnya orang yang tidak pernah berbuat dosa (Hadits). aturan dan hukum-hukum-Nya ? Umumnya orangorang musyrik sejak zaman Nabi Nuh As sampai saat ini meyakini Allah SWT dari sisi "Tauhid Rububiyyah" (Esa-nya Allah sebagai pencipta. maka dihapuslah seluruh dosa dari diri orang tersebut." Waspada dengan Dosa yg tak terampuni Allah SWT tidak hanya Maha "Ghafuur" (pengampun) tapi juga Maha "Afuwwun" (penghapus) terhadap segala macam dosa (Q." (QS Annajm [53]: 32). lebih baik mengarahkan telunjuk kepada diri sendiri. "Beruntunglah orang yang sibuk melihat aib dirinya sehingga tidak sibuk dengan aib orang lain.S. siapakah yang menciptakan mereka. An Nisaa' : 48. "kufur" dalam berbagai bentuknya. 72) Yang dimaksud "syirik" di sini. terkecuali.bertakwa. maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah) ?" (Q. pemelihara dam pendidik) yang membuat mereka kemudian tergelincir ke dalam kemusyrikan adalah dari sisi "Tauhid Uluuhiyyah" (Esa-nya Allah sebagai Dzat satu-satunya yang berhak disembah dalam ibadah secara integral). maka Allah SWT tidak akan pernah mengampuninya (Q. Dengan kata lain. tentu saja tidak sebatas menyekutukan Dzat Allah SWT semata. Dalam Musnad Anas ibn Malik RA. niscaya mereka menjawab : "Allah".S. sedetik pun tidak akan berjumpa dengan Allah SWT yang hanya berkenan menjumpai hamba-hambaNya yang ada si surga (Q. Daripada sibuk melihat aib orang. Az Zukhruf : 9). "Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka. semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui' (Q. alangkah bijaknya kalau kita sibuk melihat aib sendiri. Al Kahfi : 110.S.S. Nabi SAW bersabda. men-"Tauhid" (Esa) kan Allah SWT dalam pengabdian merupakan ujian terberat dalam mempertahankan dan mengembangkan fitrah iman dan Islam . di antaranya "syirik". 116) yang bersangkutan terancam abadi di Neraka Jahannam. Az-Zumar : 53) di mana bila Dia berkenan mengampuni dosa seseorang. siapakah yang menciptakan langit dan bumi ?. Az Zukhruf : 87). tapi tidak di-Esa-kan dalam sifat. yang apabila seseorang sampai wafatnya tidak bertaubat. Karena itu. Firman Allah SWT : "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka.S. Al Maa-idah. Prinsip ini berlaku bagi segala jenis dosa. sebab apalah artinya bila Allah SWT di-Esa-kan dalam Dzat-Nya. niscaya mereka akan menjawab.

tapi juga dalam bentuk sesuatu yang saking samarnya membuat seseorang tidak menyadari bila dirinya telah musyrik. . bahkan Rasulullah Saw sebagai hamba Allah yang paling dekat dengan Allah SWT diperintahkan untuk mengingatkan ummatnya bahwa dirinya tidak memiliki kekuasaan sedikit pun untuk memberi manfaat atau mudharat tanpa izin Allah SWT (Q. qishash bagi pembunuh dan sebagainya. menghalalkan zina. membuka 'aurat. Al A'raaf : 172. bertawakkal. Jangankan manusia biasa. Menghalalkan yang diharamkan Allah SWT dan atau sebaliknya menetapkan undang-undang dan hukum. berqurban. kecil kemungkinan ada seorang mu'min yang selain menyembah Allah SWT juga menyembah berhala dalam bentuk patung. berdoa. misalnya. Seperti tidak sadarnya seseorang bila di hadapannya terdapat seekor semut hitam karena semut itu berada di atas batu hitam dalam ruangan yang gelap pada malam hari (HR.S. takut. Atau mengubah ketentuan-ketentuan syara' dalam masalah zakat. shaum. Menetapkan hukum yang nyata-nyata bertentangan dengan hukum pidana Islam seperti potong tangan bagi pencuri. tapi mencakup segala keterikatan dan keterkaitan hubungan antara manusia sebagai makhluk dengan Allah SWT sebagai Al Khalik seperti rasa cinta. Ahmad) Memang benar.(Q. thawaf. waris. "laa haula walaa quwwata illa billah". yang berkeyakinan bahwa ada selain Allah SWT yang memiliki hak menetapkan aturan dan hukum. Termasuk syirik tentunya. permohonan perlindungan. bersikap dan bertindak agar tidak terjerumus dalam kemusyrikan. Ar Ruum : 30). riba. Asy-Syuara : 21) Setiap mu'min harus ekstra hati-hati dalam berprinsip. sujud. tapi kiranya masih ada orang yang mengaku mu'min mendatangi kuburan atau tempat-tempat yang dikeramatkan lalu mereka berdo'a dan meminta-minta berkah kepada arwaharwah yang tentu saja. shalat. berucap. Rasulullah Saw lebih jauh mengingatkan bahwa kemusyrikan tidak hanya hadir dalam bentuk yang eksplisit seperti dalam beberapa contoh tersebut di atas. Jangankan telah mati. haji dan lain sebagainya. dera atau rajam bagi pezina. dan dari segala dosa. "Fitrah" dalam pengertian "suci" dari kekufuran dan kemusyrikan.S. Ibadah yang dimaksud tentunya tidak sebatas ibadah “mahdhah” semata. ruku. berharap. nikah dan sebagainya (An Nisaa' : 61. Al A'raaf : 188). ketika masih hidup sekalipun seseorang tidak bisa memberi manfaat atau mudharat kepada orang lain.

terlebih lagi dengan dosa-dosa yang tidak terampuni. maka sungguh ia telah kufur dengan (ajaran Islam) yang diturunkan kepada Muhammad (HR. nilai-nilai kemusyrikan itu kini bahkan telah lama masuk ke dalam rumah-rumah kita lewat berbagai tayangan di televisi.S. Semoga akhir hidup kita dapat terhindar dari dosa. tapi juga membodoh-bodohi ummat. Luqman : 34). Luqman 34. . dan kufur terhadap satu ayat Al Qur'an berakibat gugurnya keimanan secara keseluruhan. Kenyataan yang kita saksikan masih ada saja sementara orang yang mendatangi paranormal. baik manusia.Kendati Allah SWT sudah dengan tegas sekali menyatakan. menggiring para pemirsa untuk tidak lagi menggunakan akal sehat di dalam menghadapi realitas hidup dan kehidupan. Paling tidak. padahal Rasulullah Saw sudah mengingatkan. seperti gugurnya 80 ribu tahun keimanan Iblis hanya karena kufur terhadap satu perintah Allah SWT Ironis memang. dan ia meyakini kebenaran ramalan sang dukun. “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau paranormal. ia telah mengkufuri Q. lalu ia meyakini betul akan kebenaran ramalannya. dukun atau apalah namanya. Celakanya. jin maupun malaikat yang dapat memastikan apa yang akan terjadi (Q. Ahmad dan Al hakim). tayangan-tayangan tersebut dikemas dengan memakai atribut-atribut Islam. lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya. tidak ada satu "Nafs (jiwa) pun.S. sementara yang ditayangkan 180 derajat bertentangan dengan ajaran Islam dan nalar sehat. Tayangan-tayangan tersebut tidak hanya saja menyesatkan akidah.

Lantas seperti apa hati burung? Hal ini dijelaskan oleh hadits dari sahabat Umar bin khotob radiyallahu’anhu. hati mereka seperti hati burung” (HR. beliau bersabda. Muslim) maknanya adalah dalam merealisasikan tawakal. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. bahwasannya beliau mendengar Rosulullah Shallallahu . “Akan masuk surga suatu kaum.9a815b94e7cfc9 Seperti hati Burung (Tawakal itu indah dan menentramkan hati) Bagikan Hari ini jam 15:27 Dari Abu Hurairoh radiyallahu’anhu.

Berikut ini nukilan kami dari berbagai perkataan ulama tentang definisi dan hakikat tawakal. merealisasikan hakikat tawakal di dalam hati kita bukan merupakan perkara yang mudah. Hilangnya berbagai kebaikan. Di dalam realitanya. Mereka pergi pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore hari dengan perut kenyang” (shahih Tirmidzi. disertai percaya penuh kepada Allah Ta’ala dan . Bahkan hakikat agama adalah tawakal dan inabah (kembali kepada Allah). Mudah-mudah yang sedikit ini–dengan taufik dari Allah. buruknya ibadah kita – karena tidak hadirnya rasa cinta. “Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan” (QS. hal terebut juga merupakan diantara sebab yang paling besar dalam memperoleh rizki. Itu tidak terjadi pada burung. “Hakekat tawakal adalah hati benar-benar bergantung kepada Allah dalam rangka memperoleh maslahat (hal-hal yang baik) dan menolak mudhorot (hal-hal yang buruk) dari urusan-urusan dunia dan akherat” Syekh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata. “Hadits ini adalah dasar atau asas di dalam bertawakal.bisa membantu kita merealisasikannya. niscaya Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti memberi rizki kepada burung.” Oleh karena itu. dia adalah ibadah hati yang sangat agung. tapi pada manusia hal tersebut terjadi dan sering kita dengar di berita atau dia media massa. Darinya timbul berbagai macam ibadah hati yang lainnya. Amin Definisi Tawakal Imam Ibnu Rajab rahimahulloh berkata.‘alaihi wa sallam bersabda. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). Bahkan kegelisahan dan ketakutan yang menimpa sebagian kaum muslimin adalah dikarenakan belum hadirnya tawakal di dalam qalbunya. kita tidak pernah mendengar seekor burung pada pagi hari terbentur dengan masalah rizki. dia merupakan sumber kebaikan. luputnya kita dari amal yang besar. lalu dia benturkan kepalanya ke tiang listrik. “Tawakal adalah menyandarkan permasalahan kepada Allah dalam mengupayakan yang dicari dan menolak apaapa yang tidak disenangi. “Andaikan kalian tawakal kepada Allah dengan sebenarnya. harap dan takut – adalah karena masih jauhnya kita dari hakikat tawakal. ‘hadits hasan sohih) Mengomentari hadits tersebut. Al-Fatihah : 5) Tawakal adalah isti’anah (minta pertolongan) dan inabah adalah ibadah. Ibnu Rajab rohimahullah berkata di dalam kitabnya Jami’ul ‘ulum wal Hikam. beliau berkata.

Wal’iyadzubillah. tidak menyandarkan kesialan kepada burung dan sejenisnya. tidak berobat dengan besi panas dan mereka bertawakal kepada Rabb mereka” (HR. “Sungguh kita tidak bisa terlepas dari-Nya sekejap mata pun. dan memalingkannya kepada selain Allah merupakan kesyirikan. maka kita telah meyerahkan diri kita kepada kelemahan yang rendah dan serba kurang.menempuh sebab (sebab adalah upaya dan aktifitas yang dilakukan untuk meraih tujuan) yang diizinkan syari’at. serta tidak mampu mematikan dan menghidupkan serta membangkitkan dan mengumpulkan kembali”. oleh karena itu mengesakan Allah Ta’ala dalam tawakal adalah merupakan kewajiban.mereka adalah orang-orang yang tidak minta ruqyah. wallahu ‘alam. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). “Dan Musa berkata. jika kamu benar-benar orang yang beriman” (Al-Maidah : 23) “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS. Yunus : 84) Maka tawakal merupakan ibadah yang sangat agung. tawakal adalah murni ibadah hati. khilaf dan kesalahan. Muslim) Tawakal kepada Allah adalah syarat sahnya keislaman dan keimanan seseorang. “Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah. maka bertawakallah kalian kepada-Nya jika kamu benar-benar orang muslim (berserah diri)” (QS. jika kamu benar-benar orang-orang beriman” (Al-Maidah :3) dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal. Jika kita bersandar kepada diri sendiri. ‘wahai kaumku ! apabila kamu beriman kepada Allah. Itulah nukilan dari perkataan Ibnul Qayim rahimahullah didalam kitabnya alfawaid. Dan jika kita bersandar kepada orang lain maka kita telah mempercayakan diri kepada yang sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk mendatangkan bahaya dan manfaat. Bertawakallah Hanya Kepada Allah Allah Ta’ala memerintahkan hamba-Nya agar bertawakal hanya kepada-Nya dalam banyak ayat. Maka bertawakallah wahai hamba Allah kepada Dzat yang ditangan-Nya segala urusan dan yang memiliki segalanya. “Akan masuk surga dari umatku tujuh puluh ribu orang tanpa hisab…. Bertawakal Kepada Selain Allah Bertawakal kepada selain Allah ada tiga keadaan : . At-Tholaq : 3) Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Diantaranya ayat (yang artinya).

(peringatan: syirik walaupun kecil. Contoh : seseorang bertawakal kepada makhluk /wali di dalam memperoleh kebaikan atau bertawakal kepada makhluk dengan hatinya Karena ingin mempunyai anak atau pekerjaan. sedang makhluk tersebut tidak mampu memenuhi keinginannya tersebut. 2) Syirik kecil. Maka untuk menghadirkan dan memunculkan tawakal di dalam hati kembali kepada perenungan terhadap atsar-atsar dari rububiyah Allah Ta’ala.1) Syirik akbar (besar). Semakin banyak seorang hamba . Menghadirkan Tawakal “Tawakal kepada Allah Ta’ala merupakan ibadah yang dituntut dari seorang mu’min Kekuatan tawakal seseorang kepada Allah Ta’ala kembali kepada pemahamannya tentang rububiyah Allah Ta’ala dan keimanannya yang mendalam terhadap tauhid rububiyah. Contoh : seorang istri bertawakal kepada suami dalam kebutuhan hariannya. pelakunya tetap diancam neraka hingga ia bertaubat) 3) Boleh. Yaitu seorang bertawakal kepada selain Allah Ta’ala dalam perkara yang hanya mampu dilakukan oleh Allah Ta’ala tidak selain-Nya. Contoh : menyerahkan kendali perusahaan kepada seorang menejer. seperti Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewakilkan kepada Ali radiyallahu’anhu untuk menyembelih qurbannya dan mewakilkan kepada Abu Hurairoh radiyallahu’anhu dalam masalah sodaqoh. Yaitu seseorang bertawakal kepada selain Allah dalam arti mewakilkan urusannya kepada seseorang tanpa disertai penyandaran hati. Yaitu seseorang bertawakal kepada selain Allah dalam perkara dimana Allah Ta’ala memberikan kemampuan kepada makhluk tersebut untuk memenuhinya.

ia pun mengagungkan perintah-Nya (dengan melaksanakannya). apabila seorang hamba . “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah.merenung dan memperhatikan kekuasaan dan kerajaan Allah di langit dan di bumi. bahwasannya hanya Dia yang mengatur dan menjalankannya dan pertolongan Allah kepada hamba-Nya merupakan sesuatu yang mudah dibandingkan dengan pengaturan alam semesta ini. maka Allah akan mencukupinya” (QS. Ath-Tholaq : 3)” Itulah nukilan perkataan Syekh Sholih Alu Syaikh di dalam kitabnya at-tamhid syarah kitab tauhid. dan ia pun meyakini tidak ada sesuatupun yang dapat melemahkan-Nya dan tidak ada yang sulit bagi-Nya. pengetahuannya bahwa Allah adalah yang memiliki kerajaan langit dan bumi. maka akan semakin besar pengagungannya kepada Allah. dan mengagungkan larangan-Nya (dengan menjauhinya). walahu’alam Penjelasannya. semakin kuat pula tawakalnya kepada Allah Ta’ala.

mengilmui tentang keesaan Allah dalam hal menolak bahaya dan mendatangkan manfaat. ia menganggap bahwa tawakal adalah legowo (menerima total) keadaan tanpa ada upaya perubahan. dalam hal memberi dan menahan. Hati dan batinnya bersandar total kepada Allah Ta’ala. “Mengandalkan sebab adalah celaan terhadap tawakal dan tauhid. “Di dalam bertawakal harus terpenuhi dua syarat : pertama. karena melakukan atau mengambil sebab merupakan kesempurnaa tawakal. sedangkan anggota badannya menjalani sebab. walaupun dia meyakini bahwa Allah Ta’ala satu-satunya yang menciptakan . namun perlu diketahui bahwa tawakal bukan berarti meninggalkan usaha atau sebab. dalam hal menghidupakan dan mematikan (dan ini semua adalah rububiyah Allah). Tawakal Bukan Hanya Pasrah Kadang seseorang salah kaprah dalam memaknai tawakal. maka itu akan membuahkan ubudiyah tawakal kepada-Nya semata secara batin. dan konsekwensi tawakal dan buahnya secara lahiriyah. menyerahkan seluruh perkara kepada Allah Ta’ala yang di tangan-NYalah segala urusan. Kedua. Barang siapa yang memalingkannya kepada selain Allah maka dia telah berbuat syirik. dalam hal mencipatakan dan memberi rizki. tidak boleh bersandar kepada sebab yang dilakukannya. Dengan itu diketahui bahwa tawakal adalah murni ibadah hati. Murid beliau Syamsudin Abu Abdillah rahimahullah berkata. “Meninggalkan sebab adalah celaan terhadap syari’at dan bersandar kepada sebab adalah syirik”. “Pelanggaran terbesar terhadap syari’at adalah meninggalkan sebab karena menyangka bahwa mengambil sebab akan menafikan tawakal” yang lain berkata. sedangkan meninggalkan sebab merupakan celaan terhadap syari’at dan hikmah Allah” karena Allah telah menjadikan segala sesuatu ada sebab dan akibatnya. Maka kita katakan. Akan tetapi tidak boleh bersandar kepada sebab tersebut. Syekhul islam Abul Abbas rohimahullah berkata.

60b4944ffd4d945 . apakah kau telah sandarkan hatimu hanya pada Allah??? ataukah mengandalkan dan menyombongkan ilmu kita yang sangat tak seberapanya dibandingkan Allah Yang Maha Mengatur dan Maha Mengetahui segalanya??? Bisa jadi tanpa tawakal. Ketika perang uhud beliau memakai dua baju besi dan ketika hijrah ke madinah beliau menyewa penunjuk jalan. Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling bertawakal kepada Allah.muslim. Barangsiapa yang membaca kisah-kisah para Nabi.or. Hadits berikut lebih memperjelas: Dari Umar bin Khotob radiyallahu’anhu. Burung-burung itu tidak tidur saja di sarangnya sambil menunggu makanan datang. maka tanyalah pada hatimu. beliau juga berlindung dari panas dan dingin. Mereka pergi pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore hari dengan perut kenyang” (Shohih Tirmidzi) Tawakal burung adalah dengan pergi mencari makanan. Penulis: Husni Ridho (Mahasiswa Ma’had Ali Al-Imam Asy-Syafii Jember) Artikel www. Betapa indah dan agungnya Tawakal kepada Allah. banting tulang. tetapi pergi jauh mencari makanan untuk dirinya dan anak-anaknya. “Andaikan kalian tawakal kepada Allah dengan sebenarnya niscaya Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti memberi rizki kepada burung. Jadi. tapi hal tersebut tidak mengurangi tawakalnya kepada Allah Ta’ala. dan meninggalkan sebab menunjukan kebodohannya terhadap syari’at rabbnya. maka Allah jamin dengan memberikan makanan kepada mereka. mengambil sebab yang disyari’atkan menunjukan kesempurnaan tawakal dan kekuatannya. terkhusus Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya akan melihat bahwasannya mereka adalah manusia yang paling bertawakal kepada Allah Ta’ala. ikhtiar yang telah disusun dengan rapi hancur seketika sehingga dapat mengakibatkan kekecewaan yang dalam. bersamaan dengan itu mereka juga mengambil sebab dan meyakini bahwa hal tersebut merupakan kesempurnaan tawakal kepada Allah.id Ketika kita telah berikhtiar dengan keras. ROsulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. namun belian melakukan usaha. tapi yang ada adalah kecemasan dan kegelisahan yang datang karena apa yang kita idam-idamkan tak kunjung datang. Ketahuilah.dan memberi rizki.

kamu salah pencet extention? Kamu tahu dengan siapa kamu bicara?' 'Tidak. kebalikannya adalah tidak tahanan (bathar) 3. kebalikannya disebut serakah. kebalikannya adalah gelisah (jaza`) dan keluh kesah (hala`) 2. Sabar dalam menghadapi bencana yang mencekam disebut lapang dada. mampu menahan diri (dlobth an Nafs).. kebalikannya disebut sempit dadanya. sabar adalah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi godaan dan rintangan dalam jangka waktu tertentu dalam rangka mencapai tujuan.Makna Sabar By: agussyafii Tono baru dua hari kerja di sebuah perusahaan asing. cepaaaaat!' Ternyata jawaban dari balik telepon tidak kalah keras dan marahnya. sabar merupakan satu diantara tangga dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kemarahan juga dapat membuat kita salah langkah.' jawab Boss. Sabar dalam menerima yang sedikit disebut kaya hati (qana`ah). . Dalam agama. Kemarahan dapat membuat seseorang kehilangan banyak hal. kebalikannya disebut pemarah (tazammur) 4.. maka nama sabar berbeda-beda tergantung obyeknya. 'Syukurlah kalo gitu' sahut Tono cuek sambil menutup telpon. Karena sabar bermakna kemampuan mengendalikan emosi.. Maka sebaiknya kita sabar dan jernih bila menghadapi masalah. kebalikannya disebut tamak. disebut sabar. 'Hei siapa ini. Sabar dalam mendengar gossip disebut mampu menyembunyikan rahasia (katum). Saya pecat kamu nanti!' teriak Sang Dirut dan tak mau kalah teriak si Tono bales nyahut. 'dan Bapak tahu siapa saya?' 'Tidak. Begitulah bila kita cepat marah. 5. 7. 6. 'Ambilkan gue kopi. Kesabaran dalam menahan marah disebut santun (hilm).. rakus (syarahun). 'Saya direktur utama perusahaan disini. Sabar terhadap kemewahan disebut zuhud.. Ketabahan menghadaapi musibah. ' sahut Tono. 1. loba (al hirsh). Kesabaran menghadapi godaan hidup nikmat disebut. Tono bermaksud menelpon ke bagian dapur sambil berteriak.

Isinya sederhana. Isinya sederhana. ia akan mempelajari terlebih dahulu. Angker dan kurang menarik. Tipe kedua adalah hati orang awam. tentunya ia akan berpikir bagaimana mengelabuhi penjaga dan menunggu kelalaian pemilik rumah megah tersebut. Untuk sasaran pertama. Kelengahan yang dilakukan oleh pemilik hati adalah dengan kemaksiatan.60b4944ffd4d945 Rumah Yang Diintai Bagikan Jika ada seorang pencuri hendak beroperasi. Ada tiga rumah. Yang kedua. Isinya. Sedang tipe ketiga adalah hati orang mukmin yang bersungguh-sungguh. Tipe pertama adalah hati milik orang-orang kafir dan munafik. Perumpamaan di atas. orang terpandang dan bijaksana serta teguh. barang yang bisa diambil pun tak banyak. Tanpa berpikir panjang. kosong tanpa iman dan amalnya sia-sia. tentunya isi dan perabot rumahnya biasa-biasa saja. Disamping itu bisa dengan konspirasi dan pengkhianatan orang dalam. Kemaksiatan yang . Meski. Jika yang menjadi sasaran adalah rumah. Tentu dengan memanfaatkan kelalaian dan kelengahan pemiliknya serta penjaganya. Pemiliknya. sasaran manakah yang lebih diprioritaskan. Kalaupun dijadikan sasaran. Rumah-rumah tersebut adalah hati setiap manusia. benda-benda mewah dan berharga. Kedua: rumah orang biasa yang berpenghasilan pas-pasan. Semakin tinggi kedudukannya maka semakin banyak dan semakin hebat para pengintai yang mengancamnya. Ketiga: rumah megah milik orang kaya yang dipenuhi perabotan mahal dan perhiasan yang berharga. pencuri adalah syeitan dan iblis. pertama: rumah kosong tak berpenghuni dan tak ada perabotnya. apa yang bisa dipilih dari rumah kosong tak berpenghuni dan tak ada isinya. Tipe rumah ketiga dengan penjagaan yang ketat tidaklah mustahil untuk dibobol. Berbeda halnya dengan rumah ketiga. ia tak akan perlu tenaga dan pikiran yang besar untuk mendapatkannya. pencuri akan menentukan targetnya pada pilihan ketiga.

Hati ibarat tangki bensin dalam sebuah kendaraan. Seorang bodoh yang dengan serakah mengambil bensin sebanyak-banyaknya kemudian ia siramkan ke mobilnya. Adapun konspirasi dari dalam adalah bisikan hawa nafsu yang kuat yang memperturutkan keinginan “pencuri” hati. Musuh dan pencuri bisa segera kita usir dan menjauh dari rumah kita. istighfar. pengertian. Ia akan terus mengintai dan mengincar rumah mewah itu. Menambah dengan menurunkan rahmat dan maghfirah-Nya. Pada bulan Rhamadhan Allah Swt. berbaik sangka. mau ataukah tidak ia memanfaatkannya. Namun tak mampu menjalankan fungsinya. Demikian juga manusia jika ia mementingkan penampilan fisiknya sementara tangki hatinya tak pernah diisi. kita akan menuruti semua keinginan para pencuri yang berada dalam rumah kita. Karena kemegahan dan ketinggian nilainya. Bisakah mobilnya berjalan? Sedang tangki bensinnya masih kosong. Pada saat itu pencuri tersebut telah benar-benar KO. shalat . kita memiliki senjata ampuh untuk kembali teguh. iblis. ibadah-ibadah wajib menjadi lapis kuat kedua. Bahkan beristighfar dari istighfar itu sendiri. menambah para penjaga ‘rumah’ kita. Bisa kita bayangkan berikutnya. Beristighfar karena istighfar kita sangat kurang dan terbatas serta kurang dijiwai. pada saat hati ini perpaling kepada kemaksiatan. Hanya menjadi penghias bibir yang tak diikuti kepahaman hati akan maknanya. tapi diletakkan tidak di dalam tangkinya. Atau ada bahan bakarnya (bensin). Barang siapa ingin menjaga hatinya hendaknya ia selalu menjaga kebeningannya dengan senantiasa beristighfar kepada-Nya. Bahkan pada taraf teror yang paling parah. Hanya berpaling saja. sedang diri kita benarbenar tak berdaya. maka ia bagaikan kendaraan tanpa bahan bakar. Ia menjadi bangkai dan mati dengan kesempurnaan fisik yang terlihat. Pada saat kita lengah. Kita kecolongan. isi dan perabot rumah kita sudah dijarahnya. Ibadah-ibadah sunnah bisa menjadi pembenteng pertama. ia ambil botol-botol besar untuk diisi bensin kemudian ia masukkan ke dalam mobil. Mobil tersebut tetap ada wujudnya. Demikian juga kita dibulan rhamdhan. Jika demikian. kedermawanan. Setiap hari kita berpacu membaca Al Qur’an. Allah menyediakan segala fasilitas pembekalan dan subsidi ‘bahan bakar’ tersebut. solidaritas. Kemudian kesiapan tangki ‘hati’ menampungnya. Tapi kita perlu tahu. jendela rumah kita sudah dibobolnya. ia tak segera pulang dan pergi meninggalkan rumah tersebut. pemaaf akan menjadi pasukan rahasia yang sangat kuat yang tak bisa ditebak oleh para pencuri. Ia berfungsi vital sebagai penampung bahan bakar. Kaki-kaki kotor pencuri itu menodai ubin-ubin bening rumah kita. Keikhlasan. Semua tergantung pribadi masing-masing. Saat itu mereka menjadi para perampok. Mari kita bayangkan keadaan sebuah kendaraan yang kehabisan bahan bakar.dilakukan oleh orang terpandang dan berilmu akan bernilai lain di sisi Allah dengan kesalahan yang dilakukan oleh orang awam. Apalagi sampai kita terperosok di dalamnya. mampukah ia menempuh perjalanan hidup yang panjang dan penuh misteri? Dibulan Ramadhan.

Jawabnya hanya satu “Taqwa itu di sini” demikian Rasulullah Saw. Yang menjadi aib adalah membiarkannya kotor. Bersedekah karena riya. Bacaan Al Qur’annya diterjemahkan dengan kesantunan perilaku hariannya. Membaca Al Qur’an namun masih diselingi pergunjingan Shalat yang banyak namun masih disertai keengganan menyantuni fakir miskin Bersedekah namun dibarengi menyakiti hati orang lain Berbuat kebaikan namun disertai pamrih dunia. Menasehati orang di depan umum. Tapi tempatnya dalam hati. bukan menjadi aib bila hati kita terkotori. Ya. Agar cinta-Nya hilang dari rumah kita dan berganti kebencian dan kemurkaan yang maha dahsyat dari Dzat yang murka-Nya tak terbendung oleh apa dan siapa pun. Popularitas. Bila rumah kita berdebu dan kotor. Itulah rumah kita yang selalu diincar dan diintai oleh para pencuri cinta-Nya. . Jangan takut akan intaian dan incaran para puncuri. Kedermawanannya disertai tawadhu dan rendah hati. Ketenaran. bersedekah. kita sering merasa telah berbuat baik namun pada hakikatnya kita melakukan sebaliknya. Shalatnya adalah pencegah dari perbuatan mungkar dan kebatilan. biarkan tetap bening. Di bulan Rhamadhan Allah Swt. Jangan beri kesempatan pencuri-pencuri itu mendekat ke sekeliling rumah kita. Segera usap dan hapuslah kotoran yang melekat itu. mengobral pencuci hati-hati kita yang keruh. Menuntut ilmu supaya dikira pandai. Tapi kita tetap merawatnya dari dalam dengan perawatan yang tak diketahui oleh mereka yang melihatnya dari luar. Ya. ketakwaan itu tempat bersemayamnya di hati. Untuk membersihkannya pun diperlukan kelembutan hati. berbuat banyak untuk orang lain. Silakan sebanyak-banyaknya mengisi. Hanya hati yang beninglah yang mampu merasakan noda halus ini. Ketakwaan tidak– hanya–dilihat dari banyaknya shalat dan bacaan al Qur’an atau kedermawanan seseorang. sebelum noda itu kian melekat dan sulit untuk dihilangkan. Semuanya disebabkan kebodohan kita. Jangan sekali-kali kita lengah. Tak pernah sedikit pun keluar cacian dan hinaan mengungkit pemberiannya. Namun semuanya ditentukan dengan kebaikan hati. Berjihad agar dianggap pemberani. Sebagai contoh. Dengan istighfar dan bacaan Al Qur’an. itulah kualitas isi hati setiap kita. Parahnya. Kaca jendela rumah kita. Bila hati ini telah terisi penuh oleh takwa maka semuanya menjadi indah. Karena kita tidak tahu dimana meletakkan bahan bakar. Mereka hendak merampas cinta-Nya agar kita menjadi orang-orang yang dimurkai-Nya. bila kita kecurian namun kita tak merasa kehilangan sedikit pun. Berteman orang-orang shalih dan senantiasa berzikir. Cinta dan ridha manusia. Barangkali isi rumah kita akan terlihat dari luar dengan bagus. Satu hal yang perlu kita catat. Kredit poin jabatan. Kita selalu waspada karena kita selalu terjaga dan menjaga rumah kita. mengisyaratkan ke dada beliau sebanyak tiga kali.sebanyak-banyaknya. Semua itu takkan ada gunanya bila tanpa disertai keikhlasan dan penghayatan.

diriwayatkan sahabat Nu’man bin Basyir ra.” . Sabda Rasulullah Saw. tetapkan hati kami atas dien-Mu. “Wahai pembalik hati. Ketahuilah itu adalah HATI (qalb)”. Jika ia baik maka seluruhnya akan baik.).. 5da1eda01e6e0c PERTANYAAN GADIS KECIL KEPADA SANG AYAH . sesungguhnya dalam jasad ini ada segumpal daging (mudhghah). Wahai pemaling hati.Itulah rahasia Allah yang bernama hati. (HR Bukhari Muslim. palingkan hati kami pada ketaatan-Mu”. bila ia buruk maka seluruhnya akan buruk.

... ceritakan padaku tentang wanita sejati". Wanita sejati BUKAN dilihat dari BENTUK TUBUHNYA yang mempesona........ MELAINKAN dari bagaimana CARA ia BERBICARA. Anakku.... dan ingatlah.. "Abi.. "Lantas apa lagi Abi?" sahut putrinya. Sang ayah pun menoleh kemudian tersenyum.... MELAINKAN sejauh mana ia berani MEMPERTAHANKAN KEHORMATANNYA. Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.. MELAINKAN sejauh mana ia MENGHADAPI UJIAN itu dengan penuh rasa SYUKUR.. Wanita sejati BUKAN dilihat dari KEBERANIANNYA dalam BERPAKAIAN.Bagikan 17 Maret 2010 jam 7:34 Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya. MELAINKAN dari kecantikan HATI yang ada di baliknya... Wanita sejati BUKANlah dilihat dari seberapa BANYAK dan BESARNYA UJIAN yang ia jalani. Seorang wanita sejati BUKANlah dilihat dari kecantikan PARAS wajahnya.... Ketahuilah putriku. MELAINKAN dari apa yang SERING MULUTNYA BICARAKAN.. MELAINKAN dilihat dari sejauh mana ia MENUTUPI BENTUK TUBUHNYA........... MELAINKAN dari KEIKHLASANNYA memberikan kebaikan itu. Wanita sejati BUKAN dilihat dari KEKHAWATIRANNYA DIGODA orang di jalan.. Wanita sejati BUKAN dilihat dari keahliannya BERBAHASA...... Wanita sejati BUKAN dilihat dari seberapa INDAH LANTUNAN SUARANYA...... Wanita sejati BUKAN dilihat dari begitu BANYAKNYA kebaikan yang ia berikan... MELAINKAN KEKHAWATIRAN DIRINYAlah yang MENGUNDANG ORANG JADI TERGODA..

. AAMIIN. Smg qt termasuk orang2 yg mau & mampu meneladani mereka.Wanita sejati BUKAN dilihat dari SIFAT SUPELNYA DALAM BERGAUL.... . "TELADANILAH MEREKA!" Sang anak pun mengambil buku itu dan melihat sebuah tulisan "ISTERI-ISTERI RASULULLAH" ---Sungguh.... MELAINKAN sejauh mana ia bisa MENJAGA KEHORMATANNYA DALAM BERGAUL..... sebaik2 teladan bagi para muslimah adalah istri2 Rosululloh.. "Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi?"... Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata.... Setelah itu sang anak kembali bertanya.

terutama dirasakan oleh pihak anak dan ibuyang melahirkan. Anakluar kawin adalah anak yang dilahirkan di luar perkawinan yang sahmenurut hukum agamanya. Namun hingga saat ini Peraturan Pemerintah tersebutmasih belum keluar. 1 Tahun 1974 Pasal 43 ayat (1) dan (2). .Yang menyatakan bahwa wali hakim baru dapat bertindak sebagai walinikah jika wali nasab tidak ada.Upaya Hukum Anak Luar Kawin Dalam Hal Penetapan Wali Nikah Berdasarkan UU No. Hal tersebut tentunya menimbulkan ketidakpastianhukum dan ketidakadilan. atautidak diketahui keberadaannya atau ghaib. mengakibatkan anak luar kawin tidk memiliki walinikah maka berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1974 wali nikahnyaadalah wali hakim sesuai ketentuan Pasal 23 UU. Padahal hal itu merupakanamanat Undang-Undang No. Perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilaksanakanberdasarkan hukum agama dan kepercayaannya masing-masing. C. sementara laki-laki yang menghamili terkesan kurangmendapat akibat dan tanggung jawab atas perbuatannya yang telahmengakibatkan kelahiran seorang anak yang kemudian disebut anakluar kawin. serta tanggung jawab nafkah dinisbahkan kepada ayah biologisnya. Anak luar kawin dianggap sebagai anakyang tidak mempunyai ayah/bapak. karena nasabnya terputus kepadaayah biologisnya tersebut.perwalian. Persoalan mengenai anak luar nikah sampai saat ini belumdiatur oleh Peraturan Pemerintah tersendiri. Putusnya nasab anak luar kawin kepadaayah biologisnya. atau adlal (enggan). atau tidak mungkin menghadirkan. sedangkan kedudukananak luar kawin tersebut akan diatur dalam suatu Peraturan Pemerintah. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Tahun 1974. No.bahwa anak yang lahir diluar perkawinan hanya mempunyai hubunganperdata dengan ibunya dan keluarga ibunya.

Sebagaimana telah disebut di atas bahwa. kecuali apa yang telahditetapkan oleh Undang-undang yaitu bahwa wali nikahnya adalah walihakim karena dianggap tidak mempunyai wali nikah berdasarkanhubungan nasab. Berdasarkan ketentuan Undang-undang hingga saat ini upayahukum hanya diberikan kepada ayah biologis anak luar kawin untukmelakukan pengakuan dan pengesahan terhadap anak luar kawinnya sehingga anak tersebut dapat dinasabkan kepada ayah biologisnya. Undang-undang juga nampak menutup ruang bagianak luar kawin untuk menelusuri siapa ayah biologisnya.sedangkan anak luar kawin sendiri tidak memiliki hak untuk melakukanupaya hukum. UU No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam tidakmemberikan ruang bagi anak luar kawin untuk melakukan upaya hukumberkaitan dengan penetapan wali nikah. dilakukan secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahuioleh . anggapanmasyarakat bahwa jika menikah dengan menghadirkan wali hakimsebagai wali nikah merupakan sebuah aib. Sehingga seringkaliperkawinan masyarakat.

termasuk juga kewajiban keduaorang tua. yang mengatur hak-hak yang diperoleh anak luar kawin.Hal ini tentu saja dirasakan ada ketidakadilan perlakuan hukumkepada anak luar kawin. Sedangkan mengenai penetapan wali nikah diperlukan . padahal Hukum Islam mengajarkan anak tidak mewarisi dosakedua orang tuanya. Dalam hal ini pemerintah perlu membuat suatu aturanmengenai status dan kedudukan anak luar kawin. Seharusnya undang-undang memberikan jalan bagi anak luar kawin untuk melakukan upayahukum. dengan memaksakan nasab anak tersebuthanya kepada ibunya dan keluarga ibunya saja. Seorang anak lahir dalam keadaan suci.

termasuk juga dalam penetapan wali nikah.suatupenelusuran lebih lanjut berdasarkan hukum Islam karena berkaitandengan hal tersebut ternyata masih terdapat perselisihan pendapatdiantara para ulama fiqh. jangansampai seorang anak luar kawin karena perbuatan zina merasa jadikorban dari perbuatan kedua orang tuanya dan tidak dapat melakukanupaya hukum apapun berkaitan dengan status dan kedudukannya. Tujuannya tentu saja untuk demi kemaslahatan umat. .