babe62ee5bdd32

Ma`rifatullah sebagai Pondasi Kehidupan [ A'a Gym ]
Secara fitrah, manusia memiliki kebutuhan standar. Dalam salah satu bukunya, Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa manusia memiliki kecenderunagn untuk mencintai dirinya, mencintai kesempurnaannya, serta mencintai eksistensinya. Dan sebaliknya, manusia cenderung memberi hala-hal yang dapat menghancurkan, meniadakan, mengurangi atau menghancurkan kesempurnaan itu. Orang besar tekenal banyak dipuji-puji, memiliki pengaruh dan kekayaan yang melimpah, pengikutnya beribu-ribu, akan takut setengah mati jika takdir mendadak merubahnya menjadi miskin, lemah, bangkrut, terasing atau ditinggalkan manusia. Begitulah tabiat manusia. Padahal, kecintaan kita kepada selain Allah sampai begitu banyak, maka cinta itu pasti akan musnah. Seharusnya kebutuhan kita akan kebahagiaan duniawi, membuat kita berpikir bahwa Alalahlah satu-satunya yang memiliki semua itu. Adapun kekhawatiran tentang standar kebutuhan kita, mestinya membuat kita berlindung dan berharap kepada Allah dengan mengamalkan apa-apa yang disukainya. Jadi, kebutuhan pada diri kita itu seharusnya menjadi jalan supaya kita mencintai Allah. Seorang muslim selayaknya memahami, bahwa keindahan cinta yang paling hakiki adalah kita mencintai Allah SWT. Dan pondasi utama yang harus dibangun oleh seorang muslim untuk menggapai keindahan cinta tersebut adalah dengan mengenal Allah (ma\'rifatullah). Bagi seorang muslim ma\'rifatullah adalah bekal untuk meraih prestasi hidup setinggi-tingginya. Sebaliknya, tanpa ma\'rifatullah seorang muslim memiliki keyakinana dan keteguhan hidup. Ma\'rifatullah adalah pengarah yang akan meluruskan orientasi hidup seorang muslim. Dari sinilah dia menyadari bahwa hidupnya bukan untuk siapa pun kecuali hanya untuk Allah SWT. Jika seorang hidup dengan menegakkan prinsip-prinsip ma\'rifatullah ini, maka insya Allah, alam semesta ini akan Allah tundukkan untuk melayaninya. Dengan fasilitas itulah, dia kemudian akan memperoleh kemudahan dalam setiap urusan yang dihadapinya. Maka berbahagialah orang yang senantiasa berusaha mengenal Allah, sehingga kedekatannya dengan Allah senantiasa dipisah oleh tabir yang semakin tipis. Bagi orang yang dekat dengan Allah, dia akan dianugrahi ru\'yah shadiqah (penglihatan hati yang benar).

Di sisi lain, ma\'rifatullah juga menjadi sangat penting dalan merevolusi pribadi seseorang untuk berubah ke arah kebaikan. Dengan kata lain, perubahan yang dahsyat dan hakiki itu bisa terjadi ketika seseorang mempunyai keyakinan pribadi yang sangat kuat kepada sang Khalik. Dengan kekuatan iman, seorang pengecut seketika berubah menjadi seorang pemberani. Seorang pemalas tiba-tiba berubah menjadi bersemangat. Sehingga siapa pun yang menginginkan perubahan positif yang cepat dalam dirinya kuncinya adalah membangun kayakinan yang kuat kepada Allah SWT. Banyak contoh berbicara tentang betapa kuatnya peran keyakinan dalam merubah pribadi seseorang. Umar bin Khatab ra. yang sebelumnya begitu pemarah dan berwatak keras, bahkan anaknya sendiri dikubur hidup-hidup. Namun berkat tumbuhnya tauhid dalam dirinya, beliau berubah menjadi begitu bermurah hati dan penyantun. Bukan hanya individu, kota Makkah yang sebelumnya tidak dikenal, hanya sebuah dusun kecil yang penuh keterbatasan, berkat da\'wah dan kekuatan iman yang disemai melalui dakwah Rasulullah SAW, akhirnya berubah menjadi bangsa yang besar dan sangat disegani. Kisah lain dapat disebut, yaitu kisah seorang shahabiyah yang bernama Khansa. Wanita mukminah yang hidup di zaman sahabat ini ketika kerabatnya wafat, emosi kesedihannya begitu luar biasa. Dia menangis begitu pilu, meratap, merobek-robek baju, memukul dada. Tapi sesudah mendapat hidayah, emosinya dapat terkontrol. Bahkan dalam sebuah pertempuran, ia berseru pada keempat anak laki-lakinya. "Hai anakanakku, ini kesempatan besar. Kalau engkau mengalahkan mereka, engkau dapat pahala di sisi Allah. Kalau engkau menjadi syuhada, engkau mendapat kemuliaan di sisi Allah. Bertempurlah dengan semangat membara!" Lalu anak-anaknya bertempur luar biasa, hingga satu persatu gugur menjadi syuhada. Namun kala itu bukan ratapan yang ia berikan, malah ungkapan syukur. Padahal dulu, hanya saudaranya saja yang meninggal dunia ratapannya sangat luar biasa, sampai hendak bunuh diri karena putus

asa. Namun di kemudian hari, dia malah mengantar syahid anak-anaknya dengan penuh ketabahan dan keikhlasan. Oleh karenanya, siapa pun yang tidak mempunyai pondasi ma\'rifatullah dalam dirinya, maka ia akan sulit untk memperoleh ketenangan, kedamaian, kabahagiaan, dan kesuksesan hakiki. Jika kita makin mengenal siapa Allah, maka akan terasa semakin kecil nilai makhluk. Ketika kita semakin mengerti penghargaan dari Allah maka kian tidak berarti penghargaan yang kita terima dari makhluk.

Salah satu rezeki ini dapat berupa pertolongan Allah. Pertolongan Allah akan tercurah kepada orang-orang yang mau merendahkan diri seraya mengakui kesalahan dihadapan Allah. dan mengiringinya dengan amal shalih. dan dimudahkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Saudaraku. santuni fakir miskin. Dengan ridha-Nya diharapkan pertolongan Allah akan segera menyapa. Ada empat syarat taubat. harapan semata-mata untuk mencari keridhaan-Nya. Bagi ahli taubat.2e82103fa52eda 3 Tips meraih pertolongan Allah [ KH. dhuha. Insya Allah akan semakin dekat pada datangnya pertolongan Allah. Disempurnakan dengan amalan sunnah tahajud. Karena bisa jadi. . belum tentu baik menurut Allah. rawatib. Semakin dekat kita dengan Allah. memohon ampun kepada Allah. diberikan jalan keluar. jangan-jangan kita masih berlumur dosa sehingga pertolongan Allah enggan menyapa. perbanyak sedekah. T ketiga adalah tawakal. Karena bisa jadi baik menurut kita. Jangan heran bila yang kita cita-citakan di tahun kemarin belum tercapai. Taat dapat berarti patuh seraya bersungguh-sungguh menjalankan perintah Allah. T kedua adalah taat. diantaranya: menyesal untuk tidak mengulangi apa yang telah diperbuat. gantungkan semua usaha. atau bisa jadi usaha yang kita lakukan belum maksimal. telah Allah janjikan ketentraman. bertekad untuk tidak mengulanginya. jangan panik jika usaha yang kita lakukan belum menemukan keberhasilan. Namun. T pertama adalah taubat. Untuk itu menggantungkan diri sepenuhnya pada ketentuan Allah menjadi keharusan. Untuk itu. ada tiga hal yang wajib kita amalkan agar layak ditolong Allah. Wallahu’alam bishawab. Itu dikenal dengan 3 T. Siapa pun yang ingin ditolong Allah maka ia harus bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah dengan tidak mensia-siakan shalat berjamaah. harapan yang kita tekadkan belum tentu sesuai dengan keinginan dan harapan Allah. biasakan shaum sunnah. Usaha yang kita lakukan. ada satu hal yang betul-betul perlu kita renungkan. apa yang kita inginkan belum saatnya dikabulkan Allah. Abdullah Gymnastiar ] Bagikan 10 Februari 2010 jam 11:44 Saudaraku.

bahkan sampai melampaui batas negeri ini. sosok yang ideal untuk dijadikan panutan dalam urusan toleransi antar pendapat fiqih. Di antaranya sebagaimana . ada baiknya kita bercermin dari perilaku dari seorang tokoh ulama Indonesia yang dikagumi oleh hampir (untuk tidak menyatakan semua) orang di negeri ini. yaitu Buya Hamka.an Akhlak dalam menyikapi Khilafiyah Menyikapi perbedaan dalam urusan fiqh.

ayahnya itu ketika mau mengimami shalat tarawih. Bagaimana reaksi dari Mantan Ketua MUI Pusat pertama ini? Beliau bertanya kepada pengurus masjid: "Apakah khatibnya disini harus memegang tongkat?" "Ya ". bahkan adzan pun ditambah jadi dua kali. Idham Khalid. Ternyata beliau tidak membaca doa qunut pada rekaat kedua. . Yang menarik. Karena menghormati shahabatnya. Bahkan menurut Rusydi Hamka. KH. Abdullah Syafii mengunjungi Buya masjid Al-Azhar Kebayoran Jakarta Selatan. Pada rakaat kedua. buya Hamka membaca doa qunut. yang umumnya kiyai betawi hari ini adalah murid-murid beliau. Esoknya. Ini luar biasa dan kisah ini perlu kita hidupkan lagi. Dan siapa tidak kenal KH Abdullah Syafii. kilah pengurus Masjid. Begitulah sikap kedua tokoh ulama besar negeri ini. " Apakah khatibnya memakai baju jubah dan sorban?" " Ya ". tokoh ulama yang menyatakan bahwa qunut shalat shubuh itu hukumnya sunnah muakkadah Sekitar tahun 1970 almarhum buya Hamka berkunjung ke kota Banjarmasin. Namun beliau bershahabat baik dengan tokoh ulama betawi. Pak Idham Khalid salah seorang makmum. Masyarakat terpukau mendengar khotbah Hamka. Suatu ketika buya Hamka naik haji dengan menggunakan kapal laut 'Gunung Jati' bersama K.yang diceritakan oleh putera beliau. Jadi bukan hanya mimbar Jumat yang diserahkan. Hari itu menurut jadwal seharusnya giliran Buya Hamka yang jadi khatib. khususnya masalah adzan dua kali. pendiri dan pemimpin Perguruan AsySyafiiyah. tokoh kelahiran Amuntai Kalimantan Selatan ini menjawab: "Ya. dengan perguruan Al-Azhar dan tafsirnya yang fenomenal. Ketika ada yang bertanya sebabnya. Jadi saya menghargai beliaulah. menawarkan kepada jamaah. Suatu ketika di hari Jumat. Biasanya orang Muhammadiyah pada salat subuh tidak membaca doa qunut. karena di belakang saya ada Hamka yang tidak membaca doa qunut setiap salat subuh. padahal biasanya hanya satu kali. Siapa yang tidak kenal Buya Hamka. Buya. meski beliau boleh dibilang tokoh Muhammadiyah yang anti qunut. maka beliau pun mengimami shalat tarawih dengan 23 rakaat. diantara jemaah ada yang bertanya: "Maaf. Buya menghormati ulama betawi ini dan tahu bahwa adzan dua kali pada shalat Jumat itu adalah pendapat shahabatnya. jemaah meminta buya Hamka menjadi imam salat subuh. Satu subuh. semata-mata karena ulama ini menghormati ulama lainnya. Oleh pengurus masjid Jamik Banjarmasin tokoh Muhammadiyah ini diminta untuk menyampaikan khotbah Jumat. KH. Maka buya Hamka tampil sebagai khatib menyesuaikan dengan kebiasaan di masjid Jamik tersebut. Usai salat. Jamaah di masjid Al-Azhar kala itu memilih 23 rakaat.H. Padahal biasanya beliau tidak berqunut. Tapi kenapa buya subuh ini pakai qunut?" "Ya." jawab buya Hamka secara diplomatis. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama. karena diantara makmumnya. Beliau selalu berqunut setiap salat subuh. mau 23 rakaat atau mau 11 rakaat. Rusydi Hamka. Rupanya. ada pak Idham Khalid. maka Buya minta agar KH." Ada sebuah kisah yang menarik. Abdullah Syafii. Ketika itu tidak dipersoalkan lagi bahwa Hamka 0rang Muhammadiyah. Abdullah Syafii yang naik menjadi khatib Jumat. Esok harinya giliran pak Idham Khalid yang menjadi imam salat subuh. tiba-tiba adzan Jumat dikumandangkan dua kali. Jadi saya menghargai beliau.

telah menjelaskan hakikat istighfar dan taubat. "Artinya : Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya".11 rakaat. ia harus menyesali perbuatan (maksiat)nya. maka taubatnya tidak sah. Karena itu harus disikapi dengan luas dan luwes. Griya Bandung Indah. sebab pada hakikatnya urusan khilafiyah lahir karena memang proses yang alami. Jika salah satunya hilang. Wallahu alam bishshawab Dari beberapa sumber. maka beliau pun mengimami shalat dengan 11 rakaat. Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan : "Dalam istilah syara'. yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah. Keutamaan & Sbg Kunci Rezeki Bagikan Kemarin jam 22:17 Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Bukan sekedar asal beda dan cari-cari perhatian orang. Tetapi kalimat-kalimat diatas tidak membekas di dalam hati. juga tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Muncul pertanyaan kalau demikian. Para ulama -semoga Allah memberi balasan yang sebaik-baiknya kepada mereka. Kedua. taubat adalah meninggalkan dosa karena keburukannya." Inilah tipologi ulama sejati yang ilmunya mendalam dan wawasannya luas. 'Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. . menyesali dosa yang telah dilakukan. Tidak pernah meributkan urusan khilafiyah. 76] Imam An-Nawawi dengan redaksionalnya sendiri menjelaskan : "Para ulama berkata. apakah tokoh-tokoh ini tidak konsekwen dengan keyakinannya. 13 Februari 2010 babe62ee5bdd32 Istighfar. Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna" [Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an. Sebagian mereka mengucapkan. di mana dalil dan nash yang ada menggiring kita ke arah sana. Jawabannya: "Mereka mendahulukan akhlak dari pada fikih. berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang bisa diulangi (diganti). dari asal kata " tauba" hal. Pertama. Sesungguhnya istighfar dan taubat jenis ini adalah perbuatan orangorang dusta. Ketiga. hendaknya ia menjauhi maksiat tersebut. ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi.

Jika taubatnya itu berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada empat. 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu'. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Diturunkannya hujan yang lebat oleh Allah. tetapi dengan lisan dan perbuatan. Bahkan hingga dikatakan. Jika berbentuk harta benda atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. Berdasarkan firman-Nya : "Sesungghuhnya Dia adalah Maha Pengampun". 7/154] Allah akan menjadikan untuknya kebun-kebun. Dibawah ini beberapa nash dimaksud : [1] Apa Yang Disebutkan Allah Subhana Wa Ta'ala Tentang Nuh Alaihis Salam Yang Berkata Kepada Kaumnya. sebagaimana diterangkan Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah " Meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan. Dan firman Allah. Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma berkata "midraaraa" adalah (hujan) yang turun dengan deras. Imam Al-Qurthubi berkata : "Dalam ayat ini. Jika berupa had (hukuman) tuduhan atau sejenisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalasnya atau meminta ma'af kepadanya. Dalam menafsirkan ayat "wayumdid kum biamwalin wabanina" Atha' berkata : Niscaya Allah akan membanyakkan harta dan anak-anak kalian" [Tafsir Al-Bagawi. memohon ampun (istighfar) hanya dengan lisan saja tanpa disertai perbuatan adalah pekerjaan para pendusta" [Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an. Jika berupa ghibah (menggunjing). sesungguhnya Dia Maha Pengampun" [Nuh : 10] Tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan meminta ampun hanya dengan lisan semata. [Shahihul Bukhari. Ketiga syarat di atas dan Keempat. Lihat pula. sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun. dari asal kata "ghafara" hal. [Nuh : 10-12] Ayat-ayat di atas menerangkan cara mendapatkan hal-hal berikut ini dengan istighfar. maka ia harus meminta maaf" [Riyadhus Shalihin. surat Nuh 8/666] Allah akan membanyakan harta dan anak-anak. Allah akan menjadikan untuknya sungai-sungai. juga yang disebutkan dalam (surat Hud : 3 "Artinya . "Artinya : Maka aku katakan kepada mereka. Kitabul Tafsir. dan membanyakan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". 41-42] Adapun istighfar. Ampunan Allah terhadap dosa-dosanya. "Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Tafsirul Khazin. 4/398. 362] Kedua : Dalil Syar'i Bahwa Istighfar Dan Taubat Termasuk Kunci Rizki Beberapa nash (teks) Al-Qur'an dan Al-Hadits menunjukkan bahwa istighfar dan taubat termasuk sebab-sebab rizki dengan karunia Allah Ta'ala. hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang tersebut. hal.

Lalu beliau membaca ayat.[Nuh : 10-11]. niscaya Ia akan membanyakkan rizki kalian menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit. melimpahkan air susu perahan untuk kalian. Mutharif meriwayatkan dari Asy-Sya'bi : "Bahwasanya Umar Radhiyallahu 'anhu keluar untuk memohon hujan bersama orang banyak. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat". 7/154] Sakaratul Maut dan Kematian . sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Lihat pula. [Tafsir Ibnu Katsir. Fathul Qadir. 4/449] Demikianlah. 5/417] Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata :" Maknanya. hal. dan Amirul Mukminin Umar bin Khaththab Radhiyallahu 'anhu juga berpegang dengan apa yang terkandung dalam ayat-ayat ini ketika beliau memohon hujan dari Allah Ta'ala. Maka seseorang bertanya kepadanya. meminta ampun kepadaNya dan kalian senantiasa menta'atiNya.: Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhamnu dan bertaubat kepada-Nya) adalah dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu sarana meminta diturunkannya rizki dan hujan". [Tafsir Al-Khazin. Maka ia menjawab. menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya bermacam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungai-sungai diantara kebun-kebun itu (untuk kalian)". 18/302. "Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhamu. jika kalian bertaubat kepada Allah. membanyakan harta dan anak-anak untuk kalian. 'Aku tidak mendengar Anda memohon hujan'. mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi. [Tafsir Al-Qurthubi. 'Aku memohon diturunkannya hujan dengan majadih[1] langit yang dengannya diharapkan bakal turun hujan. Dan beliau tidak lebih dari mengucapkan istighfar (memohon ampun kepada Allah) lalu beliau pulang. menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian. Al-Iklil fis Tinbathil Tanzil. 274.

Kemudian datang Malaikat maut -Alaihis Salam dan duduk disamping kepalanya seraya berkata: "Wahai jiwa yang busuk keluarlah menuju murka dan kebencian dari Allah".Oleh Abdullah Saleh Hadrami (Bening Hati) Segala puji hanya bagi Allah... Amma badu : 1.. juga semua malaikat yang di langit......Para Malaikat yang membawanya menjawab: "Ini ruhnya Fulan bin Fulan".. ....Ruh itupun terkejut... turun kepadanya para Malaikat dari langit yang sangat keras lagi berwajah hitam sambil membawa kain yang kasar dari neraka.. para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat.. shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah. tiadalah melalui rombongan Malaikat melainkan mereka selalu bertanya: "Ruh siapa yang busuk ini?"..Malaikat yang membawanya menyebutkan keburukankeburukanya selama di dunia.Para Malaikat lalu membawa ruh itu naik.. keluarga... dengan menyebut panggilan-panggilan buruknya ketika di dunia.. apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat. Malaikat itupun mengambil ruhnya dan langsung memasukkannya kedalam kain kasar (yang dari neraka itu).Para malaikat itu duduk disamping calon mayit sejauh mata memandang...Lalu Malaikat mencabutnya seperti mencabut alat pemanggang yang banyak cabangnya dari kain yang basah sehingga terputuslah urat-urat dan ototnya. Semua malaikat diantara langit dan bumi melaknatinya (mengutuknya)..Ditutup untuknya pintu-pintu langit....Masing-masing penjaga pintu berdoa kepada Allah agar ruh itu tidak lewat melalui pintunya.Keluar dari ruh itu bau yang sangat busuk seperti bau paling busuk yang pernah ada dimuka bumi ini.Keburukan-keburukannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta... Sakaratul Maut dan Kematian Kafir atau Fajir (banyak dosa) Sesungguhnya seorang hamba yang kafir atau fajir (banyak dosa).

Ia menjawab: "Ha... Setelah itu datang kepadanya seorang yang berwajah buruk.. !"... Demi Allah..Ada kalajengking.Lantas Allah berfirman: "Tulislah catatan amalnya di sijjiin. Kedua malaikat itupun bertanya lagi: "Siapa orang yang diutus kepadamu?". Al-Hajj: 31).ha.ha.Ia menjawab: "Ha.". kemudian Rasulullah -Shallallaahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam membacakan ayat: "Dan barangsiapa menyekutukan Allah...Saya tidak tahuuuu..Saya tidak tahuuuu...".."... Munkar dan Nakir.".Lalu sampailah kepadanya panas dan racunracun neraka dan kuburnya disempitkan sehingga terpatah-patah tulang rusuknya..Gelap. berilah ia hamparan dari neraka dan bukakan untuknya pintu ke neraka.Ia menjawab: "Aku adalah amal burukmu.... lalu malaikat mengatakan: "Muhammad!"...Kemudian dikatakan: "Kembalikan hambaKu ke bumi karena Aku telah berjanji bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta mengeluarkan mereka darinya pula pada kali yang lain". aku tidak mengetahui melainkan kamu lambat dalam ketaatan kepada Allah." (QS...Lalu dikatakan kepadanya: "Anda tidak tahu dan tidak mau membaca (belajar)... hingga unta masuk ke lubang jarum.. yang sangat keras.Ia tidak tahu namanya..... atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.Orang itu (si mayit) bertanya: "Siapa kamu? semoga Allah memberi kabar buruk kepadamu.Saya tidak tahuuuu"."....Dikembalikan ruh itu ke jasadnya sehingga ia mendengar suara alas kaki orang-orang yang pulang dari mengantar jenazahnya....Kemudian datanglah dua Malaikat..Al-A?raaf: 40).Kemudian Rasulullah -Shallallaahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam membacakan: "Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk sorga.........Kemudian terdengarlah seruan dari langit: "Ia berdusta...". Lalu ruhnya dilempar dari langit sehingga terjatuh ke bumi.....ha. tuli ....Ada cacing.Malaikat bertanya lagi: "Apa Dien-mu?". dibumi yang paling bawah".. Sekarang ia sendirian di kuburnya." (QS.Kemudian ia (si mayit) dikuasai oleh seorang yang buta.Pengap.. berpakaian jelek dan berbau tidak enak seraya berkata: "Kabar buruk bagimu...Orang itu menjawab: "Ha.Dua Malaikat yang sangat keras dan membentaknya serta mendudukkannya seraya bertanya: "Siapa Rabbmu?". saya mendengar orang-orang mengatakan itu.. lalu Allah membalasimu dengan keburukan.. wajahmu mendatangkan keburukan....Sempit. maka seolah-olah ia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung.Tatkala telah sampai di langit dunia mereka meminta agar dibuka pintunya dan ternyata tidak dibukakan. ini adalah hari yang dijanjikan kepadamu. cepat dalam kemaksiatan....

..Allah murka kepadanya. sampai kiamat besar. sekiranya dipukulkan ke gunung pasti menjadi tanah....Lalu dia memukulnya lagi dengan pukulan yang lain.Kemudian dibukakan untuknya pintu neraka dan ia diberi hamparan dari neraka....". turun kepadanya para malaikat dari langit yang berwajah putih seakan wajah mereka ibarat matahari… Mereka membawa kafan dan parfum dari surga…Mereka duduk di samping calon mayit sejauh mata memandang… Kemudian datanglah Malaikat maut –Alaihis Salam dan duduklah di samping kepala calon mayit seraya berkata: " Wahai jiwa yang baik..Ia berkata: "Ya Rabb... kemudian Allah mengembalikannya seperti semula..Orang kafir atau fajir akan masuk neraka jahannam yang panasnya tiada tara...Setelah itu dihisab dan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuantannya. 2... Sakaratul Maut dan Kematian mukmin Sesungguhnya seorang hamba mukmin apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat.Ia tidak hidup di dalamnya dengan kehidupan yang layak dan tidak pula mati yang memungkinkannya untuk beristirahat... sehingga ia (orang kafir atau fajir) berteriak (kesakitan) dengan teriakan yang didengar oleh semua makhluk kecuali manusia dan jin.lagi bisu (maksudnya tidak berbelas kasihan) yang ditangannya ada batang besi.Tapi. Janganlah terjadi kiamat.."…Maka keluarlah ruhnya dengan lembut seperti air yang menetes dari bibir tempat air…Malaikat maut-pun mengambilnya…setelah Malaikat mengambil ruh itu maka segera di masukkan dalam kafan yang dari surga tersebut dan diberi parfum yang dari surga itu…Lalu keluarlah dari ruh itu bau yang sangat wangi seperti bau parfum yang paling wangi dimuka bumi ini… Ketika telah keluar ruhnya maka para Malaikat diantara langit dan bumi menshalatinya… Demikian pula semua Malaikat yang di langit…Dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit…Semua penjaga pintu tersebut berdoa kepada Allah agar ruh tersebut lewat melalui pintunya… Para Malaikat membawa ruh itu naik ke langit…Dan tiap-tiap melalui rombongan Malaikat mereka selalu bertanya: "Ruh siapa yang wangi ini?"…Para Malaikat yang membawanya menjawab: "Ini ruhnya Fulan bin .. wahai jiwa yang tenang..Ia hanya merasakan siksa dan siksa. di alam barzakh.. Ia tidak ingin segera kiamat karena ia yakin akan mendapat adzab yang lebih dahsyat dari adzab kubur... keluarlah menuju ampunan dan ridha dari Allah.Lalu dia memukulnya dengan sekali pukulan sehingga ia menjadi tanah.. Allah telah menetapkan bahwa seseorang harus tinggal di kubur dulu.

"…Lalu ada seruan dari langit: "Hamba-Ku benar. Ibrahim: 27)…Ia-pun menjawab: "Rabb-ku adalah Allah."…Malaikat bertanya lagi: "Apa amalmu?" Ia menjawab: "Aku membaca Kitab Allah. yang sangat keras…Kedua malaikat itu membentaknya serta mendudukkannya seraya bertanya: "Siapa Rabb-mu?" Ia menjawab: "Rabb-ku adalah Allah."…Datang dan sampai kepadanya kebahagiaan dan wangi surga…Kuburnya diluaskan sejauh mata memandang…."…Malaikat bertanya lagi: "Apa dien-mu?" Ia menjawab : "Dien-ku adalah Islam. Kemudian datang kepadanya seorang yang berwajah baik. Munkar dan Nakir."…Kedua Malaikat tersebut bertanya lagi: "Siapa orang yang diutus kepadamu?" Ia menjawab: "Dia adalah Rasulullah –Shallallaahu "Alaihi Wa "Ala Alihi Wa Sallam." (QS. Lalu Allah berfirman: "Tulislah catatan amal hamba-Ku di Illiyyiin! "Tahukah kamu apakah Illiyyiin itu? (Yaitu) kitab yang bertulis (untuk mencatat amal orang yang baik)" (QS.Fulan"."…Malaikat tersebut membentaknya lagi: "Siapa Rabb-mu? Apa dien-mu? Dan siapa Nabi-mu?"…Itulah ujian terakhir yang menimpa orang mukmin… Allah berfirman: "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu (dua kalimat syahadat) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Al-Muthaffifiin: 19-20). berpakaian . mengimani dan mengamalkannya. berilah ia hamparan dan pakaian dari surga serta bukalah untuknya pintu surga. karena Aku telah berjanji kepada mereka bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta membangkitkan mereka darinya pula pada kali yang lain"… Ruh itu-pun dikembalikan ke bumi dan ke jasadnya…Ketika telah dikebumikan ia mendengar suara alas kaki orang-orang yang pulang dari mengantarkan jenazahnya… Sekarang ia sendirian di kuburnya…Gelap…Sempit…Pengap…Ada cacing… Ada kalajengking…. Ditulislah catatan amalnya di Illiyyiin…Kemudian dikatakan: "Kembalikanlah ia ke bumi. sambil menyebutkan panggilan-panggilan terbaiknya selama di dunia…Malaikat yang membawanya menyebutkan kebaikan-kebaikannya selama di dunia…Kebaikan-kebaikannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta… Tatkala telah sampai di langit dunia para Malaikat meminta di bukakan pintunya… Malaikat penjaga pintu langit membuka pintu itu…Kemudian semua Malaikat yang ada ikut mengiringi ruh itu sampai ke langit berikutnya hingga berakhir di langit ke tujuh….Kemudian datanglah dua Malaikat. dien-ku adalah Islam dan Nabi-ku adalah Muhammad – Shallallaahu "Alaihi Wa "Ala Alihi Wa Sallam.

semoga Allah memberi kabar gembira kepada anda. ampunilah dosa-dosa kami yang mendatangkan benacana… Ampunilah dosa-dosa kami yang merubah karunia…Ampunilah dosa-dosa kami yang menurunkan bala"…Ampunilah dosa-dosa kami yang menghalangi doa…Ampunilah semua dosa yang telah kami lakukan dan semua kesalahan yang telah kami kerjakan… Ya Allah. lalu Allah-pun membalasi anda dengan kebaikan pula.indah dan baunya wangi seraya berkata: "Kabar gembira dengan sesuatu yang menyenangkan anda. di alam barzakh. tapi kenyataan…Percaya atau tidak?. Allah telah menetapkan bahwa seseorang harus tinggal di kubur dulu."…Ia-pun bertanya: "Siapa anda ?."…Tatkala ia melihat kedalam surga.Semoga bermanfaat… Ya Allah. Wajahmu mendatangkan kebaikan. Allah telah menggantinya dengan ini (surga).. tentulah kami termasuk orang-orang yang merugi…Ya Allah. sampai kiamat besar…Setelah itu dihisab dan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuantannya…Orang beriman akan masuk ke dalam surga…Memandang Wajah Allah Yang Maha Mulia… Mendapatkan Ridha Allah dan Allah tidak akan pernah lagi murka kepadanya selamanya… Inilah perjalanan hidup yang pasti kita lalui…Ini bukan dongeng. agar aku kembali kepada keluargaku dan hartaku. jika Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami. kabar gembira dengan ampunan dari Allah dan surga yang penuh dengan kenikmatan selamanya. Demi Allah. ia-pun berkata: "Ya Allah segerakanlah kiamat. sungguh kami telah menganiaya diri kami.. kami telah beriman kepadaMu."…Lalu dijawab: "Tenanglah (di kubur ini dulu)"…Ia ingin segera kiamat agar bisa segera masuk ke dalam surga yang telah diperlihatkan kepadanya dan agar supaya bisa berkumpul dengan semua keluarganya kembali…Tapi. anda selalu bersegera dalam taat kepada Allah dan lambat dalam maksiat kepada Allah. ini adalah hari yang dijanjikan kepada anda. ampunilah dosadosa kami dan selamatkanlah kami dari api neraka… Ya Allah."…Orang tersebut menjawab: "Aku adalah amal salehmu. permudahlah sakaratul maut kami…Jadikanlah kematian kami husnul khotimah…Tolonglah kami agar kami mampu menjawab fitnah kubur dengan baik dan benar…Luaskan alam kubur kami seluas-luasnya sejauh mata memandang…Jadikanlah alam kubur kami sebagai taman diantara taman-taman surga…Permudahlah hisab kami…Masukkanlah kami ke dalam surgaMu…Berilah kami rizki memandang WajahMu Yang Maha Mulia…Berikanlah kepada kami RidhaMu yang Engkau tidak akan ."…Kemudian dibukakan untuknya pintu surga dan neraka seraya dikatakan: "Ini (neraka) adalah tempatmu jika kamu bermaksiat kapada Allah.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah. para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat dan segala puji hanya bagi Allah. yang mendekatkan diri kami kepadaMu dan kami berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat Ilmu yang menjauhkan kami dariMu. 26968b2478826e . Allahumma Amiin. keluarga. kami mohon kepadaMu ridhaMu dan surgaMu… Ya Allah. Ya Allah. kami berlindung kepadaMu dari murkaMu dan nerakaMu… Ya Allah aku memohon kepadaMu Ilmu yang bermanfaat.pernah lagi murka kepada kami setelah itu selamanya….

Tetapi kukuhkanlah semua permintaan kita dengan ketaatan kepada semua perintah Allah agar kita mampu menghadapi segala kesulitan serta memikul segala beban. Maha memperhatikan kita. Kemudian munajah kita kepada Allah swt dikuatkan dengan mengaitkan diri kita kepada Allah swt yakni melakukan shalat sebagai simbol ketaatan kita kepada ketentuan-ketentuan Allah. Kata ash-shabar artinya menahan diri dari sesuatu yang tidak berkenan di hati. tentu akan membawa jiwa akan tenteram. sabar jasmani yaitu kesabaran dalam menerima dan melaksanakan perintah-perintah keagamaan yang melibatkan anggota tubuh. seperti sabar menahan amarah. Secara umum kesabaran dapat dibagi dalam dua bagian pokok: Pertama. demikian juga dalam kehidupan kita sehari-hari. Kedua. . kecuali bagi orang-orang yang khusyu (QS 2:45) Allah memerintahkan kepada kita bila kita memohon pertolongan Allah swt. maka segala beban yang berat akan terasa ringan. melakukan pengrusakan dan lain-lain.Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. penyakit. Ia juga berarti ketabahan. Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat. penganiayaan dan semacamnya. maka kokohkanlah permintaan itu dengan disertai jiwa yang sabar yakni dengan menahan diri dari godaan untuk melakukan hal-hal yang bernilai rendah. atau menahan nafsu seksual yang bukan pada tempatnya. adalah sabar rohani menyangkut kemampuan menahan kehendak nafsu yang dapat mengantar kepada kejelekan. Imam Ghazali mendefinisikan sabar sebagai ketetapan hati melaksanakan tuntunan agama menghadapi rayuan nafsu. tidak hanya shalat yang kita jalankan dan meninggalkan perintah yang lain. misalnya terjerumus kedalam prasangka buruk kepada Allah yakni mengira Allah tidak memperhatikan kita. seperti sabar dalam melaksanakan ibadah haji yang mengakibatkan keletihan atau sabar dalam peperangan membela kebenaran. namun bila hal itu dibarengi dengan hati yang khusu’ yakni hati yang selalu tunduk dan selalu merasa tenteram dalam berzikir kepada Allah. Termasuk pula dalam katagori ini. kita merasakan bahwa beban hidup kita kadang terasa begitu berat bagi kita. Betapapun. ini bermakna bahwa bila kita meminta sesuatu kepada Allah. tidak begitu. Bukankah kita sering merasa plong bila kita curhat kepada seseorang atas beban yang kita rasakan apalagi bila teman curhat kita itu adalah zat yang Maha Mendengar. memohon bantuan atau meminta seseorang melakukan sesuatu yg kita inginkan hendaknya disertai dengan sikap dan jiwa yang sabar tidak terjerumus dalam nafsu amarah.

yakni doa dan permohonan kepada Allah sebagai sarana untuk meraih segala macam kebajikan. Puncak khusu’ adalah ketundukan dan kepatuhan anggota badan. dari segi bahasa artinya do’a. Bisa juga bermakna: Jadilah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Ia bukanlah orang yang mudah terpedaya oleh rayuan nafsu. Khusu’ adalah ketenangan hati dan keengganannya mengarah kepada kedurhakaan. ayat tersebut diatas menyampaikan pesan kepada kita: mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan tabah dan sabar menghadapi segala tantangan serta dengan melaksanakan shalat. shalat membantu manusia menghadapi segala tugas dan bahkan petaka. Shalat juga mengandung pujian kepada Allah atas limpahan karuniaNya. Tingkatan terendah adalah sekadar pengamalan yang tulus kepadaNya walau diselingi oleh pikiran yang melayang kepada hal-hal yang tidak bersifat negatif. mengingat Allah. dan dari segi pengertian syariat adalah “ucapan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Demikian. dan mengingat karunia-Nya mengantar seseorang terdorong untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya serta mengantarnya tabah menerima cobaan atau tugas yang berat. Quraish Shihab. Ia adalah orang yang mempersiapkan dirinya untuk menerima dan mengamalkan kebajikan. Wallahu a’lam Referensi utama: Tafsir al Mishbah. dalam arti jadikanlah ketabahan menghadapi segala tantangan bersama dengan shalat. Kekhusu’an dalam shalat menuntut kita untuk menghadirkan kebesaran dan keagungan Allah. . tetapi tentu ada tingkatan-tingkatan dibawahnya. M. Yang dimaksud dengan orang-orang yang khusu’ dalam ayat tersebut di atas adalah mereka yang menekan kehendak nafsunya dan membiasakan dirinya menerima dan merasa tenang menghadapi ketentuan Allah serta selalu mengharapkan kesudahan yang baik. dalam keadaan pikiran dan bisikan hati secara keseluruhan menuju kehadirat Ilahi.Sedangkan ash-shalah. Inilah puncaknya. sekaligus kelemahannya sebagai manusia dihadapan Allah. Dengan demikian.

Rasullah bersabda. “Islam dibangun atas lima pilar: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. menegakkan shalat.” (HR. Bukhari. Dalam deretan rukun Islam Rasulullah saw. membayar zakat. berhajji ke ka’bah baitullah dan puasa di bulan Ramadlan.DUA DIMENSI SHOLAT Oleh: DR. No. Amir Faishol Fath Shalat adalah ibadah yang terpenting dan utama dalam Islam. menyebutnya sebagai yang kedua setelah mengucapkan dua kalimah syahadat (syahadatain).8 .

maka dalam shalat Rasullah bersabda. Para sahabat bergerak memerangi mereka. Muslim. melainkan Allah swt. lagi-lagi menyebut shalat pada deretan yang kedua setelah syahadatain (HR. pernah dihebohkan oleh sekelompok orang yang menolak zakat. “shalatlah sebagaiman kamu melihat aku shalat”. langsung mengajarkannya. bersabda. Bahwa shalat bukan masalah ijtihadi (baca: hasil kerangan otak manusia yang bisa ditambah dan diklurangi) melainkan masalah ta’abbudi (baca: harus diterima apa adanya dengan penuh keta’atan). Peristiwa itu terkenal dengan harbul murtaddin. melaksanakan shalat.16). apalagi menolak shalat. paling tidak ada dua dimensi yang bisa diuraikan dalam pembahasan ini: dimensi ritual dan dimensi spiritual. Bagi Abu Bakar mereka telah murtad. Bila dalam ibadah haji Rasulullah saw. Allah menerangkan bahwa menegakkan ibadah shalat adalah ciri kedua setelah beriman kepada yang ghaib (Al-Baqarah: 3). ketika menjabat sebagai khalifah setelah Rasullah saw. otomatis menjadi murtad (keluar dari Islam). Untuk menjelaskan bagaimana cara Rasullah saw. Abu Bakar Ash Shidiq ra. Dari sini tampak dengan jelas keagungan ibadah shalat. Ketika ditanya Malaikat Jibril mengenai Islam. Ini baru manolak zakat. Dari proses bagaimana ibadah shalat ini disyariatkan –lewat kejadian yang sangat agung dan kita kenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj– Rasulullah saw. Sekecil apapun yang akan kita lakukan dalam shalat harus sesuai dengan apa yang diajarkan Allah langsung kepada Rasul-Nya.8). Rasullah saw. Ketika menyebutkan ciri-ciri orang yang bertakwa pada awal surah Al-Baqarah. kepada kita. No. Muslim No. “Ambillah dariku cara melaksanakan manasik hajimu”. wafat. Dimensi Ritual Shalat .dan HR. maka wajib diperangi. tidak menerima melalui perantara Malaikat Jibril. Orang yang mengingkari salah satu dari rukun Islam. dan yang diajarkan Rasulullah saw.

maghrib. ashar.. waktu shalat Maghrib digeser ke Ashar dan sebagainya (perhatikan: An-Nisa’: 103). isya’) yang harus ditegakkan. yang dua ditambah menjadi empat dan lain sebagainya. Jadi tidak bisa membaca apa saja seenaknya. yang tiga ditambah menjadi lima. benar kita harus mengikuti Rasullah. Umpamnya yang empat rakaat dikurangi menjadi tiga. yang mencoba-coba berusaha merevisi atau menginovasi. Dalam hal ini tidak ada seorang pun dari sahabat Rasulullah saw. Dalam konteks ini tentu tidak bisa beralasan dengan shalat qashar (memendekkan jumlah rakaat) atau jama’ taqdim dan ta’khir (menggabung dua shalat seperti dzhuhur dengan ashar: diawalkan atau diakhirkan) karena masing-masing dari cara ini ada nashnya (baca: tuntunan dari Alquran dan sunnah Rasullah saw. Apa yang dibaca dalam shalat juga tercakup dalam tata cara ini dan harus mengikuti tuntunan Rasulullah. maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menambah-nambah. melainkan hanya perintah bahwa kita harus mengikuti Rasullah secara ta’abbudi dalam melakukan shalat ini. termasuk di dalamnya berapa rakaat dan kapan waktu masing-masing shalat (shubuh. apa lagi ulama.Dimensi ritual shalat adalah tata cara pelaksanaannya. zhuhur. Karena sepanjang pengetahuan penulis tidak ada nash yang memerintahkan untuk juga membaca terjemahan bacaan dalam shalat. . Artinya shalat seorang tidak dianggap sah bila dilakukan sebelum waktunya atau kurang dari jumlah rakakat yang telah ditentukan.. Termasuk dalam hal menambah adalah membaca terjemahan secara terang-terangan dalam setiap bacaan yang dibaca dalam shalat. melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan kondisi yang tercantum dalam nash. Dalam segi waktu pun tidak ada seorang ulama yang berani menggeser. dan itupun tidak setiap saat. Katakanlah waktu shalat Zhuhur digeser ke waktu dhuha. An-Nisa’: 101). Mungkin seorang mengatakan. Bila Rasullah memerintahkan agar kita harus shalat seperti beliau shalat.

melainkan Anda bisa melakukannya di luar shalat. Pada hadits mengenai pertemuannya dengan Malaikat Jibril.8) dan pada hadits mengenai pilar-pilar Islam bersabda: “waiqaamish shalati “. jawaban merusak ujian pelajar.8 dan HR. caranya tidak mesti dengan membaca terjemahannya ketika shalat. Sebab. Muslim No. kita menjawab Anda salah mengapa tidak belajar sebelum masuk ke ruang ujian. Menariknya. Demikian juga bila seorang beralasan bahwa ia tidak mengerti kalau tidak membaca terjemahan dalam shalat. Anda salah mengapa Anda tidak belajar memahami bacaan tersebut di luar shalat.16) Apa makna dari aqiimu atau yuqiimu di sini? Mengapa kok tidak langsung mengatakan shallu (bershalatlah) atau yushalluuna (mereka bershalat)? Para ahli tafsir bersepakat bahwa dalam kata aqiimu atau yuqiimuuna mengandung makna penegasan bahwa . kita jawab. Rasullah bersabda: “watuqiimush shalata“ (HR. mengucapkan sesuatu tetapi tidak paham apa yang kita ucapkan? Untuk mengerti bacaan dalam shalat. Bukahri No. Bila menyontek. demi memahami bacaan yang Anda baca dalam shalat? Wong itu bisa Anda lakukan di luar shalat. ungkapan seperti ini juga digunakan Rasullah saw. Bila si pelajar beralasan bahwa ia tidak bisa menjawab kalau tidak nyontek. (HR. Mengapa Anda harus dengan mengorbankan shalat.tapi bagaimana kalau kita tidak mengerti apa makna bacaan yang kita baca dalam shalat? Bukankah itu justru akan mengurangi nilai ibadah shalat itu sendiri? Dan kita hadir dalam shalat menjadi seperti burung beo. melainkan dalam teks-teks Alquran sangat nampak dengan jelas. Pentingnya mengikuti cara Rasullah bershalat. ternyata bukan hanya bisa dipahami dari hadits tersebut di atas. tindakan membaca terjemahan dalam shalat seperti tindakan seorang pelajar yang menyontek jawaban dalam ruang ujian. Membaca terjemahan dalam shalat juga merusak shalat. Dari segi bahasa dan gaya ungkap Alquran selalu menggunakan “aqiimush shalaata” (tegakkankanlah shalat) atau “yuqiimunash sahalat” (menegakkan shalat). Muslim No.

Dimensi Spiritual Shalat Mengikuti cara Rasulullah saw. Tafsirul Qur’anil azhim.shalat itu harus ditegakkan secara sempurna: baik secara ritual dengan memenuhi syarat dan rukunnya. vol. alkhasyi’en merupakan orang yang benar-benar tunduk penuh ketaatan dan ketakutan kepada Allah. melainkan harus juga diikuti dengan menyempurnakan dimensi spritualnya. shalat tidak cukup hanya dengan menyempurkan dimensi ritulanya saja. Masalah khusyu’ adalah pembahasan dimensi spiritual shalat yang akan kita bicarakan setelah ini. Bairut. namun sungguh tidak sempurna bila ruhnya dibiarkan meronta-meronta tanpa dipenuhi kebutuhannya. “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. h. Ibarat jasad dengan ruh. ketika menafsirkan ayat ini. 1986. Abul Aliyah menyebut. alkhasyi’in adalah orang yang dipenuhi rasa takut kepada Allah. tanpa sedikitpun mengurangi atau menambah. membekali keyakinan untuk menghadapi segala . maupun secara spiritual dengan melakukannya secara khusyuk seperti Rasulullah saw. melakukannya dengan penuh kekhusyukan.” (Al-Baqarah: 45) Imam Ibn Katsir. menyebutkan pendapat para ulama salaf mengenai makna khusyu’ dalam shalat: Mujahid mengatakan. tapi apa makna shalat Anda bila tidak diikuti dengan kekhusyukan. Dhahhaq mengatakan. Perihal kekhusyukan ini Alquran telah menjelaskan. itu suatu gambaran keimanan yang hakiki.133) Dan pada dasarnya shalat –seperti yang digambarkan Ustadz Sayyid Quthub– adalah hubungan antara hamba dan Tuhannya yang dapat menguatkan hati. alkhasyi’in itu orang yang penuh tawadhu’. memang secara fikih shalat Anda sah bila memenuhi syarat dan ruku’nya secara ritual. (Ibn Katsir. memang seorang bisa hidup bila hanya memenuhi kebutuhan jasadnya. Demikian juga shalat. Muqatil bin Hayyanperpendapat. 1. dan sesungguhnya shalat itu sangat berat kecuali bagi mereka yang khusyu. Darul fikr.

Bairut.setiap kali menghadapi persoalan. selalu segara melaksanakan shalat. itu maksudnya mengikuti secara . Karena hanya shalat yang seperti inilah yang akan benar-benar memberikan ketenangan yang hakiki pada ruhani. 1. Kini kita menyaksikan orang-orang shalat di mana-mana. fii zhilalil Qur’an. vol. dan benar. Darusy syuruuq. 2002. menulis bab khusus dengan judul: Bab itmamush shalaati wal khusyu’u fiihaa (Bab menyempurkan dan khusyuk dalam shalat). Rasulullah saw. (As Samarqandi.kenyataan yang harus dilalui. Bairut. –kata Sayyid. lebih dari itu penuh dengan kekhusyukan. h. 69) Dalam hal ini tentu shalat yang dimaksud bukan sekedar shalat. (Sayyid Quthub. Disebutkan dalam buku ini bahwa orang yang sembahyang banyak. Oleh sebab itu para ulama terdahulu selalu mengajarkan bagimana kita menegakkan shalat dengan penuh kekhusyukan. 1985. Tetapi. 293) Imam As-Samarqandi benar. (Al-Ankabut: 45) Jelas. Tanbihul ghafiliin. bahwa hanya shalat yang khusyu’ yang akan membimbing pelaksananya pada ketenangan dan kemuliaan perilaku. Darul Kitab al’Araby. melainkan shalat yang benar-benar ditegakkan secara sempurna: memenuhi syarat dan rukunnya. seperti yang dinyatakan dalam Alquran: “dan dirikanlah shalat. tetapi orang yang menegakkan shalat secara sempurna sedikit. perzinaan. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar ”. korupsi dan lain sebagainya yang termasuk dalam kategori munkar.benar melahirkan sikap moral yang tinggi. menjaga diri dari perbuatan keji. Imam AsSamarqandi dalam bukunya tanbihul ghafiliin. Antara Ritual dan Spritual Ketika Rasulullah saw. memerintahkan agar kita mengikuti shalat seperti yang beliau lakukan. berapa dari mereka yang benar-benar menikmati buah shalatnya. h.

Kedua dimiensi itu adalah satu kesatuan tak terpisahkan. Maka. Tetapi. shalat yang ditambah dengan menerjemahkan setiap bacaannya ke dalam bahasa Indonesia. Satu dimensi hilang. Karena yang Anda ambil hanya gerakan shalatnya saja. boleh jadi shalat Anda sah secara fikih. itu tidak disebut shalat. itu bukan shalat yang dicontohkan Rasullah. Bahkan bila yang anda abaikan dari dimensi spiritual shalat itu adalah keikhlasan. tidak akan membawa dampak apa-apa pada diri Anda. menambahkan atau mengurangi. ketundukan dan kekhusyukan. akibatnya fatal. dengan mengabaikan yang ritual (seperti tidak mengkuti cara-cara shalat Rasulluah secara benar. Na’udzubillahi mindzaalika. spiritual artinya melaksanakannya dengan penuh keikhlsan. bila yang Anda utamakan hanya yang ritual saja dengan mengabaikan yang spiritual. apapun alasan dan tujuannya. Shalat Anda menjadi tidak bernilai apa-apa di sisiNya. Wallahu A’lam bish shawa . Dengan bahasa lain.sempurna: ritual dan spiritual. Bila Anda hanya mengutamakan yang spiritual saja. Sementara ruhani shalat itu Anda campakkan begitu saja. maka shalat Anda tidak sempurna. atau meniggalkannya sema sekali) itu tidak sah. Sebaliknya. Ritual artinya menegakkan secara benar syarat dan rukunnya.

dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Rabb semesta alam. mendatangkan bahaya. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Sedangkan ِ ْ yang dimaksud dengan tawakkal adalah berkaitan dengan keyakinan. hakekat tawakkal adalah benarnya penyandaran hati pada Allah ‘Azza wa Jalla untuk meraih berbagai kemaslahatan dan menghilangkan bahaya baik dalam urusan dunia maupun akhirat. menyerahkan semua urusan kepada-Nya serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa ‘tidak ada yang memberi. ُ ُ ْ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ َ َ ّ ْ ََ ّ َ ُ َ ح‬ ‫ومن يتق ال يجعل له مخرجا )2( ويرزقه من حيث ل يحتسب ومن يتوكل على ال فهو َسبه‬ ِ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ْ َ ّ ِ َّ ْ َ َ َ “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Seperti dalam َ َ ْ kalimat disebutkan “‫ . [2] Keutamaan Tawakkal .” (QS.MERAIH SUKSE DG TAWAKAL Segala puji bagi Allah.[1] Berdasarkan keterangan dari Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah. tempat bersandar seluruh makhluk. dan mendatangkan manfaat kecuali Allah semata’. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad. Ath Tholaq: 2-3) Hakekat Tawakkal Tawakkal berasal dari kata “wukul”. Jalan meraih sukses dengan pasti adalah dengan bertakwa dan bertawakkal pada Allah subhanahu wa ta’ala.”وَك ّلت أ َمري إ ِلى فُلن‬aku menyerahkan urusanku pada fulan. Ayat yang bisa menjadi renungan bagi kita bersama adalah firman Allah Ta’ala. keluarga. tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Dia. dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. menghalangi. artinya menyerahkan/ mempercayakan. para sahabat.

tidak beranggapan sial dan mereka selalu bertawakkal pada Rabbnya. maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka.” (QS. namun diakhirkan sesuai dengan waktu yang pas. Kedua: Diberi kecukupan oleh Allah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca surat Ath Tholaq ayat 3 kepada Abu Dzar Al Ghifariy. Lalu beliau berkata padanya.”[8] Masya Allah suatu keutamaan yang sangat luar biasa sekali dari orang yang bertawakkal. “Barangsiapa yang bertakwa pada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menyandarkan hatinya pada-Nya.[2] Sebagaimana Allah Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya. ُ ُ ‫ي َد ْخل ال ْجن ّة من أ ُمتى سب ْعون أ َل ْفا ب ِغَي ْر حساب ، هُم ال ّذين ل َ ي َست َرقون ، وَل َ ي َت َط َي ّرون‬ ً َ ُ َ ِ ّ ْ ِ َ َ َ ُ َ ُ ْ ْ ٍ َ ِ ِ َ ِ ُ ‫، وَعَلى رب ّهِم ي َت َوَك ّلون‬ َ ُ ْ َ َ “Tujuh puluh ribu orang dari umatku akan masuk surga tanpa hisab. dan ia pun menyerahkan urusannya pada Allah. Ketiga: Masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab Dari Ibnu ‘Abbas. itu sudah akan mencukupi mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Namun kadang hasil tidak datang saat itu juga. Jika urusan tersebut diserahkan pada Allah Yang Maha Mencukupi (Al Ghoni). “Barangsiapa menyerahkan urusannya pada Allah. Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan usaha .Pertama: Tawakkal sebab diperolehnya rizki Ibnu Rajab mengatakan.”[5] Al Qurtubhi rahimahullah menjelaskan pula tentang surat Ath Tholaq ayat 3 dengan mengatakan. Yang Maha Kuat (Al Qowi). “Barangsiapa yang menyandarkan dirinya pada Allah. ”Tawakkal adalah seutama-utama sebab untuk memperoleh rizki”.”[9] Merealisasikan Tawakkal “Dalam merealisasikan tawakkal tidaklah menafikan melakukan usaha dengan melakukan berbagai sebab yang Allah Ta’ala tentukan. maka Allah yang akan mencukupi urusannya. maka Allah akan memberi kecukupan bagi-Nya. Ath Tholaq: 3). maka Allah akan beri kecukupan pada urusannya. Mengambil sunnah ini sudah menjadi sunnatullah (ketetapan Allah yang mesti dijalankan).”[7] Syaikh As Sa’di rahimahullah menjelaskan pula.[4] Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah ketika menjelaskan surat Ath Tholaq ayat 3 mengatakan. Mereka adalah orangorang yang tidak minta diruqyah. “Barangsiapa yang menyandarkan diri pasa Allah dalam urusan dunia maupun agama untuk meraih manfaat dan terlepas dari kemudhorotan. ْ ُ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ُ ُّ َ ّ ّ َ ْ َ ‫لو أن الناس كلهم أخذوا بها لكفتهم‬ “Seandainya semua manusia mengambil nasehat ini. Yang Maha Perkasa (AL ‘Aziz) dan Maha Penyayang (Ar Rohim). maka Allah akan berikan kecukupan pada urusannya. َ ْ ‫وَمن ي َت َوَك ّل عَلى الل ّه فَهُو حسب ُه‬ ِ ُ ْ َ َ ْ َ “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.”[3] Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakkal. maka hasilnya pun akan baik dari cara-cara lain.”[6] Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan.

yang dimaksudkan dengan hadits ini – wallahu a’lam-: Seandainya mereka bertawakkal pada Allah Ta’ala dengan pergi dan melakukan segala aktivitas dalam mengais rizki.” Imam Ahmad lantas mengatakan. usaha (sebab) itu bukanlah yang memberi rizki. Orang yang duduk-duduk tersebut pernah berkata. Namun ingatlah bahwa mereka tidak hanya bersandar pada kekuatan. sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Karena ini semua adanya yang menyelisihi tawakkal. tanpa melakukan usaha atau melakukan usaha namun tidak maksimal. 2.”[11] Tawakkal Haruslah dengan Usaha Berikut di antara dalil yang menunjukkan bahwa tawakkal tidak mesti meninggalkan usaha. “Al Baihaqi mengatakan dalam Syu’abul Iman: Hadits ini bukanlah dalil untuk duduk-duduk santai. Tawakkal tidaklah demikian.”[14] Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. Karena burung saja mendapatkan rizki dengan usaha. maka mereka akan memperoleh rizki tersebut sebagaimana burung yang pergi pagi hari dalam keadaan lapar. kemudian kembali dalam keadaan kenyang. Jadi. Sehingga hal ini menuntunkan pada kita untuk mencari rizki. ”Aku tidak mengerjakan apa-apa. Sedangkan bersandarnya hati pada Allah adalah termasuk keimanan.”[13] Ibnu ‘Allan mengatakan bahwa As Suyuthi mengatakan. Jadi intinya. Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan.” demikian penuturan Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah selanjutnya[10]. . Bahkan hadits ini merupakan dalil yang memerintahkan untuk mencari rizki karena burung tersebut pergi di pagi hari untuk mencari rizki. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Bersandarnya hati pada Allah. namun haruslah dengan melakukan usaha yang maksimal. tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa tawakkal tidak harus meninggalkan usaha.”[12] Al Munawi mengatakan. Namun. Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu. dan usaha mereka saja. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang. Tidak sebagaimana anggapan sebagian orang yang menyangka bahwa tawakkal hanyalah menyandarkan hati pada Allah. kemudian melihat bahwa setiap kebaikan berada di tanganNya dan dari sisi-Nya.disertai dengan bertawakkal pada-Nya. Tawakkal haruslah dengan melakukan berbagai usaha yang akan membawa pada hasil yang diinginkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah bersabda. ”Orang ini sungguh bodoh. ”Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali ketika sore dalam keadaan kenyang. yang memberi rizki adalah Allah Ta’ala. atau bahkan mendustakan yang telah ditakdirkan baginya. “Usaha dengan anggota badan dalam melakukan sebab adalah suatu bentuk ketaatan pada Allah. dari penjelasan beliau ini dalam merealisasikan tawakkal haruslah terpenuhi dua unsur: 1. ً َ ِ ُ ُ َ َ ً َ ِ ُ ْ َ َ ْ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ َ َ َ ِ ِّ َ َ ّ َ ّ ََ َ ُّ َ َ َ ْ ُ ّ َ ْ َ ‫لو أنكم تتوكلون على ال حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا‬ ِ “Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah. Melakukan usaha. Rizkiku pasti akan datang sendiri. enggan melakukan usaha untuk memperoleh rizki. Inilah cara merealisasikan tawakkal dengan benar.

ٍ ْ ُ ُ َ َ َ ِّ ٌ َ َ َ ُ َ ِّ ‫إنها مباركة إنها طعام طعم‬ “Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi. sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Meraih Sukses dengan Menempuh Sebab yang Benar Sahl At Tusturi rahimahullah mengatakan. Disebutkan dalam hadits ini bahwa burung tersebut pergi pada waktu pagi dan kembali pada waktu sore dalam rangka mencari rizki. Sebab ini adalah sebab yang terbukti secara syar’i artinya ada dalil yang menunjukkannya yaitu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka pun mengolah kurma.”[18] . Yang patut dijadikan qudwah (teladan) adalah mereka (yaitu para sahabat). dan carilah karunia Allah. Dalam ayat-ayat ini terlihat jelas bahwa kita dituntut untuk melakukan usaha. perlu diperhatikan bahwa dalam mengambil sebab ada tiga kriteria yang mesti dipenuhi. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang”. Secara syar’i. Dua kriteria lainnya berkaitan dengan orang yang mengambil sebab. ”Barangsiapa mencela usaha (meninggalkan sebab) maka dia telah mencela sunnatullah (ketentuan yang Allah tetapkan). Oleh karena itu. maksudnya adalah benar-benar ditunjukkan dengan dalil Al Qur’an atau hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun dengan catatan kita tetap bersandar pada Allah ketika mengambil sebab dan tidak boleh bergantung pada sebab semata. Yaitu sebab yang diambil haruslah terbukti secara syar’i atau qodari. air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan.” (QS. Al Anfaal: 60). seseorang bisa sembuh dari penyakit. Contoh: Dengan minum air zam-zam.[16] Allah subhanahu wa ta’ala dalam beberapa ayat juga menyuruh kita agar tidak meninggalkan usaha sebagaimana firman-Nya. “Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah.”[17] Dari keterangan Sahl At Tusturi ini menunjukkan bahwa jangan sampai kita meninggalkan sebab. Barangsiapa mencela tawakkal (tidak mau bersandar pada Allah) maka dia telah meninggalkan keimanan. Satu kriteria berkaitan dengan sebab yang diambil.” (QS.”[15] Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut air zam-zam. Al Jumu’ah: 10). ِ ّ ِ ْ َ ْ ِ ُ َ ْ َ ِ ْ َْ ِ ُ ِ َ ْ َ ُ َ ّ ِ َ ِ ُ َ َِ ‫فإذا قضيت الصلة فانتشروا في الرض وابتغوا من فضل ال‬ “Apabila telah ditunaikan shalat. Para sahabat pun berdagang. maka bertebaranlah kamu di muka bumi. Kriteria pertama: Berkaitan dengan sebab yang diambil. Juga firman-Nya. ِ ْ َ ْ ِ َ ِ ْ ِ َ ٍ ّ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ُ َ ّ ِ ََ ‫وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل‬ ”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang.‫إن ال جعل رزقي تحت ظل رمحي‬ ِ ْ ُ ّ ِ ْ َ ِْ ِ َ َ َ ّ ّ ِ ”Allah menjadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku.

maka Allah pun akan berlepas diri darinya dan membuat hatinya tergantung pada selain Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. pent) adalah harta yang berstatus ghulul (baca:korupsi)”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. ٍ ْ ُ ُ َِ َ ‫وشفاء سقم‬ “Air zam-zam adalah obat dari rasa sakit (obat penyakit). Misalnya menjalani ujian sambil membawa kepekan (contekan). Namun ada pula sebab qodari dan ditempuh dengan cara yang haram. Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya. Ini adalah suatu bentuk penipuan. َُ َ ِ ُ َ ِ ََ ْ َ ُ َ ‫ماء زمزم لما شرب له‬ “Khasiat air zam-zam sesuai keinginan ornag yang meminumnya. Ini adalah sebab qodari dan dihalalkan. ٍ َ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ ّ َ ُْ َ ْ َ َ ْ َ ِ ِ َ َ ْ َ ِ َ َ ّ َ َ َ ‫كتب ال مقادير الخلئق قبل أن يخلق السموات والرض بخمسين ألف سنة‬ ُ . Seberapa pun sebab atau usaha yang ia lakukan maka semua hasilnya tergantung pada takdir Allah (ketentuan Allah). Buraidah.”[21] Misalnya lagi. ‫من غش فليس منى‬ ّ ِ َ ْ ََ ّ َ ْ َ “Barangsiapa menipu. dan bukan pada sebab. Di antara tanda seseorang menyandarkan diri pada sebab adalah di akhir-akhir ketika tidak berhasil.”[19] Begitu pula disebutkan dalam hadits lainnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. yaitu hendaklah ia menyandarkan hatinya pada Allah dan bukan pada sebab. yaitu meyakini takdir Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.Ditambahkan dalam riwayat Abu Daud (Ath Thoyalisiy) dengan sanad jayyid (bagus) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan.[22] Kriteria kedua: Berkaitan dengan orang yang mengambil sebab. memperoleh harta dengan cara korupsi. ٌ ُُ َ ُ َ َ َِ َ ْ َ َ َ َ َ َ ً ْ ِ ُ َ ْ َ َ َ ٍ َ َ ََ ُ َ ْ َ ْ َ ْ ِ َ ‫من استعملناه على عمل فرزقناه رزقا فما أخذ بعد ذلك فهو غلول‬ “Siapa saja yang kami pekerjakan lalu telah kami beri gaji maka semua harta yang dia dapatkan di luar gaji (dari pekerjaan tersebut. niscaya Allah akan menjadikan dia selalu bergantung pada barang tersebut. maka ia tidak termasuk golonganku. Hatinya seharusnya merasa tenang dengan menyandarkan hatinya kepada Allah. Contoh: Dengan belajar giat seseorang akan berhasil dalam menempuh UAS (Ujian Akhir Semester). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. ِ ْ َِ َ ِ ُ ً ْ َ َ َّ َ ْ َ ‫من تعلق شيئا وكل إليه‬ “Barangsiapa menggantungkan diri pada sesuatu. dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. pengalaman dan penelitian ilmiah itu terbukti sebagai sebab memperoleh hasil. Dan sebab qodari di sini ada yang merupakan cara halal dan ada pula yang haram. jika ia bergantung pada selain Allah. maksudnya adalah secara sunnatullah.”[20] Secara qodari. maka ia pun menyesal. Kriteria ketiga: Berkaitan dengan orang yang mengambil sebab.”[23] Artinya. Ini adalah cara yang haram.

namun tidak melakukan usaha dan mencari sebab.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Ketika Mendapat Kegagalan Ketika itu sudah berusaha dan menyandarkan diri pada Allah. Dari Abu Hurairah. jangan engkau lemah.” [25] [26] Tawakkal yang Keliru Dari penjelasan di atas kita dapat merinci beberapa bentuk tawakkal yang keliru: Pertama: Menyandarkan hati pada Allah. “Landasan setiap kebaikan adalah jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi. maka ini adalah syirik akbar (syirik besar). Misalnya. inilah landasan kebaikan dan akan membuat seseorang semakin ridho dengan setiap cobaan.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon. Jika diyakini bahwa pensil tersebut yang menentukan hasil. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. maka ini termasuk keharaman. ولكن قل قدر ال وما شاء فعل فإن لو تفتح عمل‬ ِ ِ َ ّْ ‫الشيطان‬ “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. memakai pensil ajaib yang diyakini bisa menentukan jawaban yang benar ketika mengerjakan ujian. Misalnya. Keempat: Meyakini bahwa sebab tersebut memiliki kekuatan sendiri dalam menentukan hasil. meraih dengan jalan korupsi. Kedua: Melakukan usaha. . Semoga bermanfaat. keduanya tetap memiliki kebaikan. maka ternyata hasil yang diperoleh tidak sesuai yang diinginkan maka janganlah terlalu menyesal dan janganlah berkata “seandainya demikian dan demikian” dalam rangka menentang takdir. agar dilancarkan dalam urusan atau bisnis. Minta tolonglah pada Allah. Namun. Keyakinan semacam ini berarti telah menyatakan adanya pencipta selain Allah. maka ini termasuk syirik kecil. َ َ ّ ِ ْ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ َ ََ ْ ِ ْ ٌ ْ َ ّ ُ ِ َ ِ ِ ّ ِ ِ ْ ُ ْ َ ِ ّ َِ ّ َ ََ ٌ ْ َ ّ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ‫المؤمن القوى خير وأحب إلى ال من المؤمن الضعيف وفى كل خير احرص على ما ينفعك واسْتعن بال ول‬ ِ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ ّ َِ َ َ َ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ْ ُ ْ ِ ََ َ َ َ َ َ َ َ ُ ْ َ َ ّ َ ْ َ ْ ُ َ َ َ ‫َ ْ ِ ْ َِ ْ َ َ َ َ َ ْء‬ ‫تعجز وإن أصابك شى ٌ فل تقل لو أنى فعلت كان كذا وكذا. Jika engkau tertimpa suatu musibah. Ketiga: Sebab yang dilakukan adalah sebab yang haram.bersabda. namun enggan menyandarkan diri pada Allah dan menyandarkan diri pada sebab.“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.”[27] Demikian sedikit pembahasan kami tentangt tawakkal.”[24] Beriman kepada takdir. maka ini termasuk syirik akbar. Perilaku semacam ini berarti mencela sunnatullah sebagaimana dikatakan oleh Sahl At Tusturi di atas. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Ibnul Qayyim mengatakan. Seperti memakai jimat. maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.

Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Allah swt.” (QS. agar beliau mengajarkan dan mengingatkan orang-orang beriman. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. apaapa yang mesti mereka perhatikan dalam pelaksanaan ibadah.10 Adab Agar Doa Dikabulkan Bagikan Hari ini jam 8:39 Oleh: Ulis Tofa. berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. baik . bahwasanya Aku adalah dekat. disisipi seruan untuk berdoa.com – Ramadhan adalah syahrud du’aa’ –bulan berdoa-. beralih pada seruan untuk Rasulullah saw. Sehingga rangkaian ayat-ayat shaum yang panjang itu. Maka (jawablah). Lc dakwatuna. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Al-Baqarah: 186) Pengalihan seruan dari orang-orang beriman terkait dengan hukumhukum shaum.

doa yang mengantarkan mereka pada petunjuk dan jalan kebaikan. sekaligus pengakuan akan kebutuhan dan pertolongan-Nya. Allah menyibak awan dan membuka pintu-pintu langit seraya berfirman: “Demi kemulian-Ku dan keagungan-Ku. Bahkan ada tiga kelompok yang doanya tidak akan tertolak: “‫ثلثة ل ترد دعوتهم: الصائم حتى يفطر، والمام العادل، ودعوة المظلوم يرفعها ال فوق الغمام وتفتح لها‬ ‫)أبواب السماء ويقول الرب: وعزتي وجللي لنصرنك ولو بعد حين ” )رواه أحمد والترمذي‬ “Tiga kelompok yang tidak akan ditolak do’anya: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka.berupa ketaatan maupun sikap ikhlas. Rasulullah saw.” Rasulullah saw. Pasti Aku kabulkan doa kalian.. pasti Aku tolong kamu.” Beliau juga bersabda: “‫. walau setelah beberapa waktu. Itu semua menjadi ciri pengabdian dan penghambaan.. bersabda: ‫من لم يسأل ال يغضب عليه‬ “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah. Dalam doa ada makna memuji Allah swt. Ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah doa. juga . Pemimpin yang adil. ada pengakuan bahwa Allah Maha Mulia lagi Maha Pemurah.” Ahmad dan At Tirmidzi Doa adalah perwujudan rasa cinta seorang hamba kepada Allah swt.“أفضل العبادة الدعاء‬ “Sebaik-baik ibadah adalah doa” Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir dari Nabi saw. bersabda: “Doa adalah ibadah. Dan Tuhan Kalian menyeru: Berdoalah kalian kepada-Ku. juga bersimpuh hanya kepada-Nya dengan doa. Hakikat doa sebenarnya juga meminta kekuatan dan kesanggupan dari Allah swt. Dan do’a orang yang teraniaya. Allah marah padanya.

atau Allah palingkan darinya keburukan. dan adakalanya dirinya dihindarkan dari keburukan.” Dari Salman berkata.” Rasulullah saw. قالوا: إذا نكثر. Dan selemah-selemah manusia adalah orang yang tidak mau berdoa. bersabda: ‫عن أبي سعيد أن النبي -صلى ال عليه وسلم.”السوء مثلها”. Allah swt. Dan sesuatu tidak akan menambah umur kecuali kebaikan atau albirr. juga bersabda dalam hadits Qudsi.قال: “ما من مسلم يدعو بدعوة ليس فيها إثم ول قطيعة رحم‬ ‫إل‬ ‫أعطاه ال بها إحدى ثلث إما أن تعجل له دعوته وإما أن يدخرها له في الخرة وإما أن يصرف عنه من‬ ‫.” Rasulullah saw. adakalanya disegerakan doanya baginya. .” Diriwayatkan dari imam Ahmad. dalam doa itu tidak ada unsur dosa dan memutus tali silaturahim.bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling bakhil di antara manusia adalah orang yang pelit salam. kecuali Allah pasti memberikan kepadanya salah satu dari tiga hal.” Para sahabat bertanya: “Jika kami memperbanyak doa?” Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda: “Tiada di atas permukaan bumi seorang muslim yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa kecuali Allah akan mendatangkan kepadanya apa yang ia pinta. bersabda: “Allah lebih banyak (mengabulkan doa). adakalanya disimpan untunya diakhirat kelak. Ketika ia tidak berbuat dosa atau sedang memutus hubungan silaturahim. قال: “ال أكثر‬ “Tiada setiap muslim berdoa dengan suatu doa. Bazzar dan Abu Ya’la dengan sanad jayyid. dari Abu Said bahwa Nabi saw. bersabda: (‫(ل يرد القضاء إل الدعاء ول يزيد في العمر إل البر‬ “Putusan atau qadha’ Allah tidak bisa ditolak kecuali dengan doa.

seperti: 1. bahwasanya Rasulullah saw. Hendaknya memilih waktu dan keadaan yang utama. bersabda: “Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi. bersabda: : ‫قال صلى ال عليه وسلم: “أقرب ما يكون الرب من العبد في جوف الليل الخر فإن استطعت أن تكون‬ ‫. pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram.?” Imam Muslim Kedua. tengah malam. ya Rabbi. maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.” Adab Berdoa Pertama. Rasulullah saw. Jika kamu mampu menjadi bagian yang berdzikir kepada Allah. minumannya haram.”وقال رسول ال -صلى ال عليه وسلم-: “إن ال يقول: أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه إذا دعاني‬ “Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. bersabda: “Sesungguhnya bagian dari malam ada waktu yang apabila seorang hamba muslim meminta kebaikan kepada Allah dan sesuai dengan waktu itu. Rasulullah saw. maka kerjakanlah pada waktu itu.” Dari Jabir berkata. Memakan makanan dan memakai pakaian dari yang halal. pasti Allah mengabulkannya.” Imam Ahmad menambah: “Itu terjadi di .”ممن يذكر ال في تلك الساعة فكن‬ “Keadaan yang paling dekan antara Tuhan dan hambanya adalah di waktu tengah malam akhir. sementara makanannya haram.berfirman: ‫. Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku. Dari Abu Hurairah ra.

saat sujud. doa ketika adzan dan doa ketika berkecamuk perang. antara adzan dan iqamat. ketika hujan turun. niscaya akan diijabahi doa kalian. bersabda: “Dan ketika hujan turun.” 2. Rasulullah saw. Dari Sahl bin Saad dari Nabi saw. bersabda: “Dan adapun ketika sujud.” 4. kecuali pasti Allah akan memberinya. Dari Sahl bin Saad.setiap malam.” 5. dan doa diistijabah. bersabda: “Ketika seorang muadzin mengumandangkan adzan. Maka carilah waktu itu di akhir waktu bakda shalat Ashar. bersabda: “Tiada seorang muslim yang berdoa bagi saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu. Rasulullah saw. dari Nabi saw. maka pintu-pintu langit dibuka. ketika bertemu musuh. kecuali Malaikat .” 7. potongan waktu akhir di hari Jum’at.” 6. bersabda: “Dua keadaan yang tidak tertolak atau sedikit sekali tertotak. maka berdoalah. Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda: “Hari Jum’at 12 jam tiadalah seorang muslim yang meminta kepada Allah sesuatu. bersabda: “Doa antara adzan dan iqamat mustajab.” 3. doa seseorang untuk saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya.” 8. Dalam riwayat Imam Muslim dari Abu Darda’ berkata: “Rasulullah saw. ketika adzan. maka bersungguh-sungguhlah kalian berdoa.

” Kelima.” Al-A’raf:55. nol tanpa hasil.” 9. Dengan suara lirih. kecuali Allah pasti mengabulkannya. hendaknya ketika tidur dalam kondisi dzikir. Berdoa menghadap kiblat dan mengangkat doa tangan. berfirman: “Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan penuh rendah diri dan takut (tidak dikabulkan).berkata. Dia malu jika ada seseorang yang mengangkat kedua tangannya berdoa kepadaNya.” Keempat. Dari Muadz bin Jabal dari Nabi saw. Dari Salman Al-Farisi berkata. Rasulullah saw. Keenam. bagimu seperti apa yang kamu doakan untuk saudaramu. bersabda: “Doa seorang al-akh bagi saudaranya tanpa sepengetahuan dirinya tidak tertolak. Contoh melampai batas dalam berdoa adalah minta disegerakan adzab. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang melampaui batas. tidak keras dan tidak terlalu pelan Rasulullah saw. kemudian ketika bangun malam berdoa. kemudian ketika ia bangun di tengah malam. sesungguhnya Dzat yang kalian berdoa kepada-Nya tidak tuli dan juga tidak tidak ada / gaib. atau doa dalam hal dosa dan memutus silaturahim dll. bersabda: “Wahai manusia. Tidak melampaui batas dalam berdoa. bersabda: “Tiada seorang muslim yang tidur dalam keadaan dzikir dan bersuci.” Dalam kesempatan yang lain Rasulullah saw. ia meminta kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat. . Rendah diri dan khusyu’.” Ketiga. Allah swt. Dia tidak menerima doanya. bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Hidup lagi Maha Pemurah.

berkata. karena Allah swt. berfirman: “Berkata iblis: “Ya Tuhanku.” Al-Araf:55. juga bersabda: “Jika salah satu di antara kalian berdoa. dan menunjukkan kebutuhan.Allah swt. mengabulkan doa makhluk terkutuk. berfirman dalam surat Al-Anbiya’:90: “Maka Kami memperkenankan doanya. Allah swt. ‫عن أبى هريرة قال: قال رسول ال -صلى ال عليه وسلم-: “ادعوا ال وأنتم موقنون بالجابة واعلموا أن ال‬ ‫،”ل يستجيب دعاء من قلب غافل له‬ Dari Abu Hurairah ra. (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) . Rasulullah saw. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami. Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai. iblis laknatullah alaih. Allah swt. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. yakin akan dikabulkan dan benar dalam pengharapan. maka jangan berkata: “Ya Allah ampuni saya jika Engkau berkenan.” Imam Ahmad Rasulullah saw. bersabda: “Berdoalah kepada Allah.” Ketujuh. berfirman: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Akan tetapi hendaknya bersungguh-sungguh dalam meminta. sedangkan kalian yakin akan dikabulkan doa kalian. dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung.” Sufyan bin ‘Uyainah berkata: “Janganlah salah seorang dari kalian menahan doa apa yang diketahui oleh hatinya (dikabulkan). Sadar ketika berdoa.

Ibnu Mas’ud bekata: “Adalah Rasulullah saw.” Dia juga berkata: “Bersungguhlah dalam berdoa. berkata: “Sesungguhnya saya tidak memikul beban ijabah. Sesungguhnya Allah tidak mengabulkan dari orang yang mendengar. Taubat dan mengembalikan hak orang yang dizhalimi. karena ia sedang meminta kepada Tuhannya. Dari Umar bin Khattab ra. jika berdoa. Rasulullah saw. main-main. Dan ketika meminta. melihat. Kesepuluh. berdoa tiga kali. kecuali orang yang berdoa dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati. Karena boleh jadi Allah mengabulkan permintaanmu di saat susah. menghadap Allah dengan ringan. Hendaknya ketika berdoa memelas. Allah akan mengabulkan doa dan tasbih.dibangkitkan.” Al-Hijr:36-37 Kedelapan. maka ketika saya telah berupaya dalam doa. akan tetapi memikul doa. Hendaknya ketika berdoa dimulai dengan dzikir kepada Allah dan memujinya dan agar mengakhirinya dengan shalawat atas nabi saw. meminta tiga kali.” Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan kecuali orang yang sadar dalam berdoa. menganggap besar apa yang didoakan dan diulang tiga kali. bersabda: “Jika salah satu di antara kalian meminta.” Ia melanjutkan: “Dengan sikap hati-hati dari apa yang diharamkan Allah swt. maka ijabah atau dikabulkan akan bersamanya.” Kesembilan. .” Dari Abu Darda’ berkata: “Mintalah kepada Allah pada hari di mana kamu merasa senang. maka perbanyaklah atau ulangilah. sendau-gurau. Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh. karena siapa yang memperbanyak mengetok pintu.

padahal itu menjadi penghalang doa dikabulkan. Rasulullah saw.ia yang akan masuk. . bersabda: “Janganlah kalian berdoa untuk kemadharatan diri kalian. Berdoa untuk keburukan keluarga. Melampau batas. padahal doa kalian membawa keburukan bagi kalian. kecuali orang yang berdoa dengan doa seperti orang yang akan tenggelam. Allah berfirman: “Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. harta dan jiwa.” Imam Muslim Kedua.” Dari Hudzaifah berkata: “Akan datang suatu zaman. doa dengan dicampuri dosa dan memutus tali silaturahim. Dan carilah jalan tengah di antara kedua itu. Jangan berdoa bagi keburukan hartaharta kalian. Seperti berdoa agar disegerakan adzab. Dari Jabir ra. Dia mempunyai Al-Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu (doamu) dan janganlah pula merendahkannya. Terlalu keras dalam berdoa. Di antaranya adalah: Pertama. tidak akan selamat pada zaman itu. berkata.” AlIsra’:110 Ketiga. dan jangan berdoa untuk keburukan anak-anak kalian. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Janganlah kalian meminta kepada Allah di satu waktu yang diijabah Allah.” Menghindari kesalahan dalam berdoa Ada beberapa praktek doa yang disebagian umat muslim masih terus berlangsung.

uraian singkat tentang keutamaan doa di bulan Ramadhan. Contoh: “Ya Allah. dan hal-hal yang harus dihindari ketika berdoa. Berdoa dengan pengecualian.Keempat. . waktu-waktu yang istijabah. Dari Abu Hurairah. Tergesa-gesa. Semoga kesungguhan doa kita. Sungguh kamu telah berdoa. adab berdoa. bahwasanya Rasulullah saw.. ampuni saya jika Engkau berkenan. Allahu a’lam. Amin.” Kelima. bersabda: “Akan diijabahi doa kalian. maka atau kenapa tidak diijabahi?” Imam Bukhari Demikian. terutama di bulan suci ini didengar Allah swt. jika tidak tergesa-gesa.

1eff40287a25039

Saat Sang Raja Sakit.....

Kenapa Allah berlaku tidak menguntungkan padaku padahal aku sudah ibadah…?! Kita juga pernah melihat ada beberapa orang yang baik (shalih/shalihah) tapi mereka dapat ujian juga, tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan masih banyak lagi musibah/ujian lainnya. Di kesempatan yang lain kita kadang iri melihat orang yang ibadahnya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya makmur, sampai ada yang bergelimang harta, lalu kembali lagi kita menduga-duga, ke-napa Allah berlaku demikian…??? Pada hari Jum’at, seorang Ustadz bercerita tentang dialog antara Malaikat dan Allah. Dialog terjadi berawal dari keputusan Allah yang membuat Malaikat menjadi bertanya-tanya. Masalahnya perihal ada seorang raja yang shalih terlihat nasibnya kurang baik. Tetapi di daerah lain ada seorang raja yang zhalim, nasibnya lebih baik daripada raja yang shalih tadi. Kisahnya begini. Pada suatu ketika, raja yang shalih menderita sakit keras dan untuk bisa sembuh, seorang tabib mengatakan agar raja itu memakan se-ekor ikan yang tidak biasa, masalahnya ikan itu sangat sulit dicari. Ikan itu pun tidak dapat ditemukan. Padahal seharusnya pada saat-saat itu biasanya ikan yang dimaksud banyak bermunculan. Tapi Allah

berkehendak lain, ikan tersebut tidak muncul-muncul, akhirnya wafatlah sang raja yang shalih itu karena tidak mendapat obat. Namun, sebaliknya di negara lain ada raja juga mengidap sakit yang sama seperti raja sebelumnya, tapi raja yang satu ini bukan raja yang shalih, melain-kan raja yang zhalim. Lalu sang tabib pun menyarankan untuk memakan ikan yang sama sebagai obatnya. Anehnya saat itu di mana ikan-ikan itu biasanya tidak bermunculan, tapi Allah berkehendak lain, ikan-ikan itu pun bermuncul-an dan akhirnya sembuhlah si raja zhalim itu. Dengan kejadian itu, Malaikat pun jadi bertanya-tanya, dan begitu penasarannya, terlontarlah pertanyaan malaikat kepada Allah, “Ya Allah, kenapa raja yang zhalim itu Kau permudah urusannya, sedang raja yang shalih itu Kau persulit hingga akhirnya dia meninggal dunia?” Lalu Allah menjelaskan, “Sengaja Aku tidak memberi ikan pada raja yang shalih untuk kesembuhannya dan Aku putuskan dia meninggal dunia, karena dengan wafatnya dia Ku-anggap sebagai penggugur dosanya dari kesalahan yang pernah dia lakukan di dunia. Sehingga dia meninggal dunia tidak membawa dosa, melainkan membawa amal-amal shalih. Karena keburukannya telah Ku-balas di dunia.” Malaikat melanjutkan pertanyaan-nya, lalu bagaimana dengan raja yang zhalim itu ya Allah?” Allah pun menjelas-kannya kembali, “Sebaliknya untuk raja yang zhalim itu sengaja Kuberi dia kesem-buhan, dan bagaimanapun raja yang zhalim itu mempunyai kebaikan semasa di dunia dan kebaikannya Kubalas di Dunia. Sehingga pada saatnya dia nanti meninggal dunia, dia tidak akan memba-wa amal kebaikan, melainkan hanya membawa amal buruk, karena kebaikan-kebaikannya sudah Kubalas di dunia. Dari cerita di atas dipikirkan, setidak-nya kita mendapat pencerahan mengenai suatu dugaan yang salah dari peristiwa yang kita lihat atau yang kita alami sen-diri, dugaan yang membuat kita bertanya-tanya kenapa Allah berlaku tidak meng-untungkan kita padahal sudah ibadah? Dan kita juga pernah melihat ada bebe-rapa orang yang baik (shalih/ shalihah) tapi mereka dapat ujian juga tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta, dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan ada beberapa musibah lainnya. Di sisi lain rasa iri melihat orang yang ibadahnya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya sukses, serba mewah, lalu kembali lagi kita menduga-duga, kenapa Allah berlaku demikian…???

Jawabannya, biar lah Allah berlaku sesuka-Nya pada kita dan pada hambahamba-Nya yang lain, karena Dia-lah (Rabb) Sang Pemilik alam beserta isinya dan yang Maha Mengetahui apa yang akan diperbuat-Nya. Kita sebagai manusia teruslah ikhtiar dan meningkatkan iba-dah tanpa harus mendikte Allah, meng-ikhlaskan diri dalam menerima segala ketentuan dari Allah, itu lah sesuatu yang teramat penting sekali! Karena bila kita ridha terhadap ketentuan Allah, Allah pun akan memberikan ridha-Nya pada kita, sehingga kita akan mendapat rah-mat-Nya, dan yang lebih penting dijauh-kan dari siksa bakaran api neraka yang bahannya dari manusia dan batu yang sungguh itu amat pedih. Mengenai musibah yang terjadi/ menimpa seperti itu tadi ikhlaskan saja, insyallah itu akan menjadi penggugur dosa yang nantinya akan mengurangi timbangan dosa di akhirat dan akan mem-beratkan timbangan amal baik, seperti kisah raja yang shalih di atas, dia tidak mendapat kebaikan di dunia, tapi Allah memberikan kebaikan untuknya di akhi-rat, subhanallah. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian, dan boleh jadi (pula) kalian menyukai sesuatu, pada-hal ia amat buruk bagi kalian; Allah mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui”. (QS. AlBaqarah: 216)

BAU HARUM MASYITAH
Masyithah pelayan putri Fir’aun. Ia ibu yang melahirkan putra-putra berlian. Wanita yang berani mempersembahkan jiwa-raga untuk agama Allah swt. Ia seorang bunda yang memiliki sifat kasih sayang dan kelembutan. Mencintai anak-anaknya dengan cinta fitrah ibu yang tulus. Masyithoh berjuang, bekerja, dan rela letih untuk membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat. Bayangkan, anaknya yang terkecil direnggut dari belaian tangannya. Si sulung diambil paksa. Keduanya dilemparkan ke tengah tungku panas timah membara. Masyithah menyaksikan itu semua dengan mata kepalanya sendiri. Kalbu ibu mana yang tidak bergetar. Hati ibu mana yang tidak hancur bersama luruhnya jasad buah hatinya. Jiwa ibu mana yang tidak tersembelih dan membekaskan rasa sakit dengan luka menganga? Masyithah melihat sendiri si sulung dan si bungsu menjerit kesakitan terpanggang di tungku timah panas membara. Itulah peristiwa dahsyat yang dihadapi Masyithah, sosok yang menakjubkan dalam cinta kepada Allah swt. Ia seorang ibu mukminah yang sangat sabar dan memiliki anak-anak yang shalih lagi baik hati. Cinta yang bersemayam dalam hati mereka

Ia berkata.” Saya bertanya. Bismillah Sungguh. Sisirnya jatuh dari tangannya. Ia memerintahkan dibuatkan tungku besar yang diisi timah panas. Ia telah sukses mendidik anak-anaknya untuk mempersembahkan nyawa mereka untuk Allah swt. Masyithah tidak menyerah. “Apa kelebihan Masyithah?” Jibril menjawab.” “Wahai Jibril.’ Putri Fir’aun kaget dan berkata kepadanya. Ia dekat kekuasaan karena tugasnya merawat anak Fir’aun. agar Masyithah dan anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya. ‘Tidak.” Fir’aun menuruti permintaannya. Inilah hakikat yang sebenar-benarnya: Iman yang baik akan mampu mengalahkan tarikan dunia dengan segala isinya. “Ya.adalah gejolak iman yang mampu melahirkan sebuah pengorbanan yang sempurna.” (Bukhari) Masyithah telah merasakan beragam kezhaliman dan penyiksaan. Akan tetapi keimanan kepada Allah swt. Masyithah mengajarkan kepada kita tentang sempurna dalam berkorban dan total dalam berderma.” Fir’aun marah besar. Masyithoh meminta satu hal kepada Fir’aun. Masyithah wanita terhormat lagi mulia. ‘Dengan menyebut nama ayahku.’ Ia menyuruh putri itu untuk menceritakan peristiwa tersebut kepada ayahnya. Jibril menjawab. mencicipi sakitnya siksaan meskipun sebentar. “Wahai Fulanah. “Ketika menjalani Isra’ dan Mi’raj. “Saya minta tulangku dan tulang anak-anakku dibungkus menyatu dengan kain kafan. Maka Fir’aun memanggil Masyithah. aku mencium bau yang sangat harum. telah membuncah di kalbunya. “Ini bau harum Masyithah –pelayan putri Fir’aun– dan anak-anaknya. ‘Bismillah. ”Suatu hari Masyithah menyisir rambut putri Fir’aun. . Ia hidup di istana raja. Kadang ia menyembunyikan keimanannya seperti yang dilakukan istri atau keluarga Fir’aun yang muslim lainnya. Rasulullah saw. Tuhan saya dan Tuhan kamu adalah Allah. bau harum apa ini?” tanya Rasulullah. Tuhanku Allah Tidak diragukan lagi. apakah engkau punya Tuhan selain aku?” Ia menjawab. siapa yang pernah merasakan pahitnya kezhaliman meskipun sesaat. bercerita kepada kita. pasti akan tahu mengapa Rasulullah saw bersabda. Semua ketidaknyamanan itu dihadapinya dengan tegar sampai akhirnya ia bertemu dengan Tuhannya dengan ridha dan diridhai. Akan tetapi Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah. Begitu juga anak-anaknya.’ Ia menolak. Fir’aun bertanya. Kehidupan dunia tidak mampu mengalihkan mereka dari cita-cita meraih keridhaan Sang Pencipta. Putri itu pun menceritakan kepada Fir’aun. ”Kezhaliman akan membawa kegelapan di hari kiamat.

tanpa paksaan. dorongan keimanan yang kuat membuatnya bertahan dan keluar menjadi pemenang. Fir’aun melakukanya untuk menakut-nakuti Masyithah. Karena. . dan tanpa rasa takut. Ujian Kalbu Sungguh ujian berat menimpa wanita mulia ini beserta anak-anaknya. memperlihatkan kepada Fir’aun bahwa yang menggenggam kalbu Masyithah adalah diri-Nya. ketika putri Fir’aun memintanya untuk mengakui ketuhanan ayahnya. Ia tidak gentar dengan kekuatan Fir’aun yang terkenal bengis dan tidak berperikemanusiaan. Inilah yang dilakukan Masyithah. Apakah Fir’aun mampu menguasai kalbu seseorang yang telah beriman? Mungkin ia bisa membunuh jasadnya. Karena. iman adalah kekuatan yang bersumber dari ma’iyatullah (kebersamaan dengan Allah swt dan lindungan-Nya). ia menolak tegas dengan mengatakan. kisahnya belumlah berakhir. Masyithah dan anak-anaknya membuktikan keimanannya kepada Allah dengan mewakafkan diri hancur disiksa dengan cara yang sangat tidak berperikemanusiaan oleh Fir’aun. Ia telah mengungkapkan isi kalbunya yang telah disimpannya berhari-hari bahkan bertahun-tahun. Pelajaran dari Kisah Masyithah Masyithah telah wafat. ”Bismillah”. tapi mampukah membunuh ruhnya? Itu mustahil dilakukan Fir’aun. di antaranya: · Iman adalah senjata yang sangat ampuh. ”Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah. dan rela dengan agama yang mereka anut. Apa pun yang terjadi. Bahkan. Namun. tanpa memikirkan resiko yang akan dialaminya. Fir’aun berharap naluri keibuan Masyithah iba akan nasib anak-anaknya dan itu membuatnya lemah lalu mau kembali mengakui Fir’aun sebagai Tuhan. ia hadapi dengan tegar. Masyithah telah memberi cambuk yang senantiasa memotivasi kita untuk meraih kehidupan yang baik dan lebih baik lagi. Ada sejumlah pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Masyithah. kisahnya masih terngiang di telinga orang-orang yang rindu bertemu dengan Allah swt. Tanpa belas kasih Fir’aun melempar anak-anak Masyithah satu demi satu ke tungku besar berisikan timah panas yang mendidih. Fir’aun menghukum karena mereka beriman kepada Allah swt.Bedanya ketika iman telah memenuhi kalbu. Apa yang dihadapi Masyithah adalah ujian yang berat bagi kalbu orang yang beriman. Akan tetapi Allah swt. Sampai saat ini. Tapi. Ia mengatakan dengan dilandasi fitrah yang suci. Ia memproklamasikannya dengan bangga dan gembira. maka lisan akan mengucapkan apa yang terpendam dalam kalbu tanpa beban.” Ia tidak takut siksaan.

· Peran dan kontribusi kaum wanita muslimah tidaklah lebih kecil dibanding pria dalam mengibarkan panji kebenaran. sebagaimana firman Allah swt. antara kebaikan dan keburukan. tapi para pahlawan selalu memiliki kemiripan. namun pasti ujungnya akan lenyap. cerita seperti ini berulang dan akan terus berulang sepanjang waktu. ujian itu sunnatullah. · Allah swt. · Balasan amal yang didapat seseorang adalah sesuai dengan kadar amal perbuatan itu sendiri. Allah swt. · Sungguh. Jibril mencerita hal ini kepada Rasulullah. mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup). telah menghancurkan Fir’aun dan menghinakannya namanya dalam catatan sejarah yang akan terus dikenang sepanjang kehidupan manusia sebagai manusia terjahat. lalu kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Sedangkan Masyithah diabadikan namanya dengan harum. Ending-nya tidak akan berubah. ”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah. Meskipun keburukan banyak dan beragam. Dan ia senantiasa melaksanakan kewajiban amar ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Pasti akan datang kepada setiap orang yang mengaku beriman.” . Karena yang asli adalah kebaikan. itulah yang dibuktikan oleh Masyithoh dan anak-anaknya. · Allah swt. akan meneguhkan orang-orang yang beriman ketika mereka dalam kondisi membutuhkan keteguhan tersebut. Syahidnya Masithah akibat siksaan Fir’aun adalah bukti puncak pengorbanan yang pernah dilakukan wanita dalam sejarah. tidak akan menyiksa seseorang karena dosa orang lain.” (Muslim) · Selalu ada permusuhan abadi antara hak dan batil. Rasulullah saw bersabda. Sebab.Allah swt berfirman. ”Dan sesungguhnya kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang Rasul kepada kaumnya. dan Rasulullah menyampaikannya kepada kita untuk dijadikan teladan. Selalu akan ada orang zhalim dengan beragam bentuk kezhalimannya dan selalu ada orang yang akan menentang mereka meski tahu ada siksaan dan cobaan menyertai usaha baiknya itu.” (An-Nahl:128) · Sabar dalam menghadapi cobaan dan teguh dalam pendirian. ”Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. dan menjadikan dirinya dan anak-anaknya wangi semerbak di langit tujuh karena perbuatannya yang baik. Para wanita memiliki peran yang besar dalam dakwah ilallah sejak zaman dahulu. · Muslim yang sejati tidak akan tunduk kecuali kepada Allah swt. dan masing-masing dari keduanya mendapatkan kebaikan. dalam surat Ar Rum: 47. Kisah tetap satu: cobaan akan terjadi.

berdzikir. nahi munkar. . atau untuk lainnya yang berupa ketaatan kepada Allah. dan juga dapat digunakan untuk memperturutkan setan. dan ini merupakan perwujudan syukur kepada Allah terhadap nikmat lidah. berdoa kepada Allah. Yaitu dapat digunakan untuk taat kepada Allah.a956a97650386a Senjata Bermata Dua Bagikan Kemarin jam 22:54 Meski lidah merupakan nikmat yang besar. Jika seorang hamba mempergunakan lidahnya untuk membaca Al-Qur`ân. maka inilah yang dituntut dari seorang mukmin. bahwasanya lidah yang berfungsi untuk berbicara ini seperti senjata bermata dua. untuk amar ma'ruf. namun kita perlu mengetahui.

Yaitu berbicara batil (kerusakan. [Lihat Fat-hul-Bâri. bernyanyi dengan lagu-lagu maksiat. penjelasan hadits no. 6478] Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani rahimahullah menjelaskan makna "dia tidak menganggapnya penting". [HR al-Bukhâri. dia tidak menganggapnya penting. Abu 'Ali ad-Daqqâq rahimahullah (wafat 412 H) berkata: . atau lainnya yang berupa ketaatan kepada setan. bencana yang ditimbulkan oleh lidah ada dua. berdusta. namun juga bisa menyebabkan kecelakaan yang besar bagi pemiliknya. sia-sia). dan diam dari al-haq yang wajib diucapkan. dan merupakan kekufuran kepada Allah terhadap nikmat lidah. yaitu dia tidak memperhatikan dengan fikirannya dan tidak memikirkan akibat perkataannya.Sebaliknya. serta tidak menduga bahwa kalimat itu akan mempengaruhi sesuatu". merusak kehormatan seorang muslim. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ً َ َ َ ِ ْ ُ َ ّ ِ َ َ ْ ِ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ْ َ ْ ‫ِ ّ ْع ْ َ َ َ َ َّ ُ ِ ْ َِ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ ِ ّ َ ُ ْ ِ َ َ َ ً َ ْ َ ُ ُ ّ ِ َ َ َ َ ٍ َِن‬ ‫إن ال َبد ليتكلم بالكلمة من رضوان ال ل يلقي لها بال يرفعه ال بها درجات وإ ّ العبد ليتكلم بالكلمة من سخط ال ل يلقي لها بال‬ ِ ُ ِ َ َّ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ‫يهوي بها في جهنم‬ "Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk keridhaan Allah. dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka Jahannam". memecah belah umat Islam. dia tidak menganggapnya penting. melakukan ghibah. bersaksi palsu. lidah manusia itu bisa menjadi faktor yang bisa mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah. dengan sebab satu kalimat itu Allah menaikkannya beberapa derajat. 6478] BENCANA LIDAH Secara umum. no. Dengan demikian. jika seseorang mempergunakan lidahnya untuk berdoa kepada selain Allah. Dan sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk kemurkaan Allah. maka ini diharamkan atas seorang mukmin. namimah.

Seperti seseorang yang bertemu dengan orang fasik. berzina. atau karena tak peduli terhadap agama. dan ia tidak memperhatikannya. dengan sebab satu kalimat itu ia terjungkal selama 70 tahun di dalam neraka. dan dia mampu merubahnya. dapat menyebabkan dirinya bisa terjerumus ke dalam neraka melebihi jarak timur dan barat. Atau ia tersungkur di dalam neraka selama tujuh puluh tahun. Sedangkan orang yang beruntung. Atau melihat kemungkaran. walau di dalam hati. yaitu orang yang menahan lidahnya dari kebatilan dan menggunakannya untuk perkara bermanfaat. tanpa mengingkarinya. mencuri. ia juga bermaksiat kepada Allah Ta'ala. Dalam riwayat lain disebutkan bahwasanya beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ِ ّ ِ َ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ْ َ ْ ّ ِ ‫إن العبد ليتكلم بالكلمة ما يتبين ما فيها يهوي بها في النار‬ . minum khamr. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ِ ّ ِ ً ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ِ ْ َ ً ْ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ُ ّ ّ ِ ‫إن الرجل ليتكلم بالكلمة ل يرى بها بأسا يهوي بها سبعين خريفا في النار‬ Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan satu kalimat. Padahal hanya dengan satu kalimat itu saja. namun ia mengucapkan kalimatkalimat yang menimbulkan kemurkaan Allah. Bencana lidah itu bisa mengenai pribadi. Bencana lidah termasuk bagian dari bencana-bencana yang berbahaya bagi manusia. ia bermaksiat kepada Allah Ta'ala. Sehingga terkadang seseorang yang dikenal dengan agamanya.ُ َ ْ َ ٌ َ ْ َ ّ َ ْ ِ َ ُ ِ ّ َ ٌ ِ َ ٌ َ ْ َ ِ ِ َ ْ ِ ُ َّ َ ُ ْ ‫المتكلم بالباطل شيطان ناطق والساكت عن الحق شيطان أخرس‬ "Orang yang berbicara dengan kebatilan adalah setan yang berbicara. Termasuk perkara yang mengherankan. ia tidak menganggapnya berbahaya. ketika berbicara ataupun diam. berbuat zhalim kepada orang lain. terang-terangan melakukan kemaksiatan di hadapannya. sedangkan orang yang diam dari kebenaran adalah setan yang bisu" Orang yang berbicara dengan kebatilan ialah setan yang berbicara. melihat wanita yang tidak halal dilihat. ia menyimpang dengan dua jenis bencana lidah sebagaimana di atas. masyarakat. dan lainnya. atau orang lain. namun dia seakan sulit menjaga diri dari gerakan lidahnya. atau umat Islam secara keseluruhan. zuhudnya. Sedangkan orang yang diam dari kebenaran ialah setan yang bisu. ada seseorang yang mudah menjaga diri dari makanan haram. namun dia membisu karena menjaga kehormatan pelakunya. dia berkata lembut. Kebanyakan manusia. dan ibadahnya.

bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan ada seorang laki-laki berkata: "Demi Allah. wahai Rasulullah.‫أبعد ما بين المشرق والمغرب‬ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ ْ َ ْ َ َْ َ َ َ َْ "Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang ia tidak mengetahui secara jelas maksud yang ada di dalam kalimat itu. MENJAGA LIDAH . dan Aku menggugurkan amalmu". [HR Muslim. 2621] Oleh karena bahaya lidah yang demikian itulah. ia berkata: "Aku berkata. Aku berkata: "Wahai Rasulullah. ialah sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam di bawah ini: ِ ّ َ ُ َ ّ َ ‫َ ْ ُ ْ َب‬ ‫ عن جند ٍ أن رسول ال‬n ‫حدث أن رجل قال وال ل يغفر ال لفلن وإن ال تعالى قال من ذا الذي يتألى علي أن ل أغفر لفلن فإني‬ ّ َِ ٍ َ ُ ِ َ ِ ْ َ َ ْ َ ّ ََ ََّ َ ِ ّ َ ْ َ َ َ َ َ َ ّ ّ َِ ٍ َ ُ ِ ّ ُ ِ ْ َ َ ّ َ َ َ ً ُ َ ّ َ َ ّ َ َ ُ ِ َ َ َ ‫َ ْ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ٍ ََ ْ َ ْ ُ َ ََ َ َ ْ ك‬ ‫قد غفرت لفلن وأحبطت عملك أو َما قال‬ "Dari Jundab. Atau seperti yang disabdakan Nab"i. Sebagai contoh. Lâ haula wa lâ quwwata illa bilâhil-'aliyyil-'azhîm. tidak pernah lelah dan bosan". Beliau memegang lidah beliau sendiri. ‫عن سفيان بن عبد ال الثقفي قال قلت يا رسول ال حدثني بأمر أعتصم به قال قل ربي ال ثم استقم قلت يا رسول ال ما أخوف ما‬ َ ُ َ ْ َ َ ّ َ ُ َ َ ُ ْ ُ ْ ِ َ ْ ّ ُ ّ َ ّ َ ْ ُ َ َ ِ ِ ُ ِ َ ْ َ ٍ ْ َِ ِ ْ ّ َ ّ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ّ ِ َ ّ ّ ِ ْ َ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ َ ِ ُ ِ ِ ‫تخاف علي فأخذ بلسان نفسه ثم قا َ هذا‬ َ َ ‫َ َ ُ ََ ّ ََ َ َ ِِ َ ِ َ ْ ِ ِ ُ ّ َ ل‬ "Dari Sufyan bin 'Abdullah ats-Tsaqafi. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengkhawatirkan umatnya. Dan yang nampak. namun dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka lebih jauh dari antara timur dan barat"." Syaikh Husain al-'Awaisyah berkata: "Sesungguhnya sekarang ini. Dia tidak peduli dengan apa yang sedang ia ucapkan. namun lidahnya memotong dan menyembelih kehormatan orang-orang yang masih hidup atau yang sudah meninggal. 2988] Alangkah banyak manusia yang menjaga diri dari perbuatan keji dan maksiat. lalu bersabda: "Ini". Allah tidak akan mengampuni Si Fulan!" Kemudian sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman: "Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku. katakan kepadaku dengan satu perkara yang aku akan berpegang dengannya!" Beliau menjawab: "Katakanlah. padahal lidah yang paling dikhawatirkan Nabi n atas umatnya. sesungguhnya Aku telah mengampuni Si Fulan. sesuatu yang manusia merasa amat tenteram terhadapnya ialah lidah mereka. no. no. apakah yang paling anda khawatirkan atasku?". [HR Muslim. bahwa Aku tidak akan mengampuni Si Fulan. 'Rabbku adalah Allah'. lidah itu seolaholah pabrik keburukan. lalu istiqomahlah".

ia tidak akan masuk surga". Di dalam Musnad Imam Ahmad. 2407) dari Abu Sa'id al-Khudri. kami juga menyimpang" Oleh karena itu. Lidah memiliki fungsi sebagai penerjemah dan pengungkap isi hati. Jika engkau menyimpang (dari jalan petunjuk). rumah yang luas bagimu. Apa jaminan bagi seseorang yang menjaga lidahnya dengan baik? Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ ْ َ ِ ْ َْ ِ َ ْ َ َ َ ِ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ‫من يضمن لي ما بين لحييه وما بين رجليه أضمن له الجنة‬ "Barang siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya." Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga menjelaskan. dari Anas bin Mâlik . ia berkata: "Aku bertanya.Menjaga lidah disebut juga hifzhul-lisân. setelah Nabi n memerintahkan seseorang beristiqomah. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqomah. [8] Dalam hadits Tirmidzi (no. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ‫إذا أصبح ابن آدم فإن العضاء كلها تكفر اللسان فتقول اتق ال فينا فإنما نحن بك فإن استقمت استقمنا وإن اعوججت اعوججنا‬ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ َِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ َِ َ ِ ُ ْ َ َ ّ َِ َ ِ ّ ِ ّ ُ ُ َ َ َ َ ّ ُ ّ َ ُ َ ُّ َ َ ْ َْ ّ َِ َ َ ُ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ "Jika anak Adam memasuki pagi hari. sesungguhnya semua anggota badannya berkata merendah kepada lisan: "Takwalah kepada Allah dalam menjaga hak-hak kami. sehingga hatinya istiqomah. wahai Rasulallah. Lidah itu sendiri merupakan anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan dikendalikan. menjaga lidah merupakan keselamatan. niscaya aku menjamin surga baginya. َ ‫عن عقبة بن عامر قال قلت يا رسول ال ما النجاة قال أملك عليك لسانك وليسعك بيتك وابك على خطيئت‬ ‫َ ْ ُ ْ َ َ ْ ِ َ ِ ٍ َ َ ُ ْ ُ َ َ ُ َ ّ َ ّ َ ُ َ َ َ ِْ ْ ََ ْ َ ِ َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ََ َ ِ َ ِك‬ ِ "Dari 'Uqbah bin 'Aamir. Jika engkau istiqomah. dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. . maka kami juga istiqomah. apakah sebab keselamatan?" Beliau n menjawab: "Kuasailah lidahmu. seorang mukmin hendaklah menjaga lidahnya. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya. kemudian mewasiatkan pula untuk menjaga lisan. sehingga lisannya istiqomah. Oleh karena itu. Keterjagaan dan lurusnya lidah sangat berkaitan dengan kelurusan hati dan keimanan seseorang. Sesungguhnya kami ini tergantung kepadamu. beliau bersabda: ُ َ ِ َ َ ُ ُ َ ُ َ ْ َ َ َ َّ ْ ٌ ُ َ ُ ُ ْ َ َ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َْ َ َّ ُ ُْ َ ُ ِ َْ َ َ َ ُ ُْ َ َ ِ َْ َ َّ ٍ ْ َ ُ َ ِ ُ ِ َْ َ َ ‫ل يستقيم إيمان عبد حتى يستقيم قلبه ول يستقيم قلبه حتى يستقيم لسانه ول يدخل رجل الجنة ل يأمن جاره بوائقه‬ "Iman seorang hamba tidak akan istiqomah.

Jika ia ragu-ragu tentang timbulnya maslahatnya. Kebiasaan ini. al-Bukhaari (no. 2406] Maksudnya. kecuali perkataan yang jelas maslahat padanya. isi pembicaraannya. Hendaklah seseorang tidak berbicara kecuali jika perkataan itu merupakan kebaikan. baik orang tersebut mau maupun enggan. Diriwayatkan dalam Shahîhain. maka menurut Sunnah adalah menahan diri darinya. Imam asy-Syafi'i berkata: "Jika seseorang menghendaki berbicara. janganlah berbicara kecuali dengan perkara yang membawa kebaikan. Sedangkan keselamatan itu tidak ada bandingannya. Tirmidzi. Selain itu. yaitu yang nampak maslahatnya. Karena perkataan mubah bisa menyeret kepada perkataan yang haram. dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu. bahkan banyak dilakukan. betahlah tinggal di dalam rumah dengan melakukan ketaatan-ketaatan.dan tangisilah kesalahanmu". hendaklah dia berkata yang baik atau diam". Imam an-Nawawi rahimahullah (wafat 676 H) berkata: "Ketahuilah. 6475) dan Muslim (no. maka hendaklah ia tidak berbicara. Ketika berbicara atau meninggalkannya itu sama maslahatnya. maka ia berbicara. Hadits yang disepakati keshahîhannya ini merupakan nash yang jelas. dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. atau makruh. [HR. lidah merupakan alat yang berguna untuk mengungkapkan isi hati. no. dan hendaklah menyesali kesalahan-kesalahan dengan cara menangis. seharusnya setiap mukallaf (orang yang berakal dan baligh) menjaga lidahnya dari seluruh perkataan. dan hal itu akan menunjukkan isi hatinya. dan jika ragu-ragu. ia bersabda: ْ ُ ْ َِ ْ َ ً ْ َ ْ ََُْ ِ ِ ْ ِ ْ َْ َ ّ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ ‫من كان يؤمن بال واليوم الخر فليقل خيرا أو ليصمت‬ ِ "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir. maka tidak berbicara sampai jelas maslahatnya". maka sebelum berbicara hendaklah ia berfiikir. Jika ingin mengetahui isi hati seseorang. maka perhatikanlah gerakan lidahnya. jika jelas nampak maslahatnya. 47). .

Senyum yang membuat orang senang. rahmat dan keberkahan. . Maka perhatikanlah ketika seseorang berbicara. Senyum tanpa tenaga. manis. Bagaimana kalau kita gunakan 5S ? S yang pertama adalah Senyum. Sapaan yang hangat. kitalah orang yang mendahulukan mencairkan kebekuan dengan menyapa. Sedangkan lidah itu adalah gayungnya. S yang keempat Sopan. Senyum tanpa biaya. S yang kedua adalah Salam. BENGKEL AKHLAQ (AA’ GYM) Assalamualaikum wr. S yang ketiga Sapa. Setinggi apapun pangkat. Karena sesungguhnya.Diriwayatkan bahwasanya Yahya bin Mu'adz berkata: "Hati itu seperti periuk dengan isinya yang mendidih. kedudukan. pahit. Sapaan yang sopan betul-betul membuat kita menjadi peribadi yang disukai. dan lainnya. Pengambilan lidahnya akan menjelaskan kepadamu rasa hatinya". Senyum itu memperindah dan Senyum itu adalah bunga.wb. Senyum adalah sedekah. lidahnya itu akan mengambilkan untukmu apa yang ada di dalam hatinya. Salam itu doa . "Assalamualaikum wa Rahmatullah wa Barrakatuh" Semoga Allah memberikan keselamatan bagimu. asin. Untuk menjadi pribadi yang menyenangkan tentu saja semuanya harus berawal dari "Hati". gelar. Tapi Senyum menjadi ibadah. Sebarkan Salam akan menyenangkan. tawar. Mari kita biasakan senang menyapa dengan hangat. jabatan kalau tidak punya kesopanan hilang semuanya menjadi tidak bernilai.

muliakanlah diri kami dengan kelembutan hati. karena sikap yang sopan dan kesantunan kita yang bermutu. Wahai yang Membulak-balikan hati. tentunya pun diikuti dengan terbentuknya pribadi yang menyenangkan. Sopan terhadap siapapun dan Santun. Santun adalah keterampilan kita untuk mendahulukan orang lain. Dimanapun kita ada usahakan orang-orang yang ada disekitar kita selain tidak menjauh tapi menjadi betah karena senyuman kita. Sapa dengan hangat. mendahulukan orang adalah kesantunan. pasti menjadi pribadi yang disukai. termasuk senang memaafkan orang lain. indahkan hidup kami dengan kelembutan Qolbu. dengan ketulusan dan kasih sayang Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzabannar Amiin ya Allah Wassalamualaikum wr. Caranya adalah Sopan.wb. . Doa Ya Allah ampuni segala kekasaran dan kekerasan yang pernah kami lakukan. tebarkan kasih sayang dimanapun kami berada dan hindarkan kedzaliman dimanapun kami berada. Wahai yang Maha Agung yang Maha Mendengar. Saudaraku. karena sapaan kita yang hangat. bagaimana jika orang tua kita dahulukan. Ini sikap yang santun.Senyum. ampuni jikalau banyak orang yang tersakiti dan teraniaya oleh perilaku kami. karena salam kita yang tulus. Salam.

Ia tidak menyalahkan siapa pun. serta siap menerima kebenaran dari siapa pun dan dari mana pun. Sifat ini ditandai dengan ketidaksiapan untuk menerima kebenaran yang datang dari pihak lain. Jika Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami. Tuhan kami. Inilah sifat yang melekat pada iblis." (QS Al-A'raf [7]: 23). niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi. alih-alih sibuk menyalahkan iblis yang telah menggoda dan memberikan janji dusta. Nabi Adam AS dan Siti Hawa saat melakukan kesalahan dengan melanggar larangan Tuhan. Padahal. Demikian pula dengan Nabi Yunus AS saat berada dalam gelapnya perut ikan di tengah lautan. kami telah menganiaya diri kami sendiri. kecuali dirinya sendiri. kebaikan hanya bisa terwujud manakala seseorang bersikap rendah hati (tawadu). melakukan introspeksi. keengganan melakukan introspeksi (muhasabah). mereka malah langsung bersimpuh mengakui segala kealpaan seraya berkata. serta sibuk melihat aib dan kesalahan orang lain tanpa mau melihat aib dan kekurangan diri sendiri. "Ya. seraya terus . mau menyadari dan mengakui kekurangan diri. Sikap seperti ini sebagaimana dicontohkan oleh orang-orang mulia dari para nabi dan rasul. Sifat inilah yang berusaha ditransfer iblis kepada manusia yang bersedia menjadi sekutunya.a956a97650386a Renungan Kekurangan Diri Bagikan Hari ini jam 17:56 Awal malapetaka dan kehancuran seseorang terjadi ketika penyakit sombong dan merasa diri paling benar bersemayam dalam hatinya.

" (QS AlAnbiya [21]: 87). Ia berkata. dan suci. aku termasuk orang-orang yang zalim. Karena itu. ia harus selalu melakukan introspeksi. "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Sesunguhnya. Allah SWT berfirman. bertobatlah dan mintalah ampunan kepada-Nya. Mereka tidak merasa diri mereka sudah sempurna. "Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Bahkan. Dialah yang paling mengetahui orang yang .bertasbih menyucikan Tuhan-Nya. Beliau bersabda. Nabi Muhammad SAW selalu membaca istigfar dan meminta ampunan kepada Allah SWT sebagai bentuk kesadaran yang paling tinggi bahwa tidak ada manusia yang sempurna. bersih." (HR Muslim). "Wahai. Begitulah sikap arif para nabi yang patut dijadikan teladan. manusia. Mahasuci Engkau. aku bertobat sehari semalam sebanyak seratus kali. Sebab.

Al Maa-idah. semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui' (Q. daripada mengarahkan telunjuk kepada orang. maka Allah SWT tidak akan pernah mengampuninya (Q. Sehingga yang bersangkutan tak ubahnya orang yang tidak pernah berbuat dosa (Hadits). Karena itu. maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah) ?" (Q. Az Zukhruf : 87). Al Kahfi : 110. An Nisaa' : 48. terkecuali. Dengan kata lain. lebih baik mengarahkan telunjuk kepada diri sendiri.S. tapi tidak di-Esa-kan dalam sifat." (QS Annajm [53]: 32). sebab apalah artinya bila Allah SWT di-Esa-kan dalam Dzat-Nya. "Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka. Az-Zumar : 53) di mana bila Dia berkenan mengampuni dosa seseorang. Dalam Musnad Anas ibn Malik RA. Az Zukhruf : 9). "Beruntunglah orang yang sibuk melihat aib dirinya sehingga tidak sibuk dengan aib orang lain. alangkah bijaknya kalau kita sibuk melihat aib sendiri. 72) Yang dimaksud "syirik" di sini. Daripada sibuk melihat aib orang. aturan dan hukum-hukum-Nya ? Umumnya orangorang musyrik sejak zaman Nabi Nuh As sampai saat ini meyakini Allah SWT dari sisi "Tauhid Rububiyyah" (Esa-nya Allah sebagai pencipta.S. siapakah yang menciptakan mereka. niscaya mereka akan menjawab. niscaya mereka menjawab : "Allah". tentu saja tidak sebatas menyekutukan Dzat Allah SWT semata.bertakwa. maka dihapuslah seluruh dosa dari diri orang tersebut. pemelihara dam pendidik) yang membuat mereka kemudian tergelincir ke dalam kemusyrikan adalah dari sisi "Tauhid Uluuhiyyah" (Esa-nya Allah sebagai Dzat satu-satunya yang berhak disembah dalam ibadah secara integral).S." Waspada dengan Dosa yg tak terampuni Allah SWT tidak hanya Maha "Ghafuur" (pengampun) tapi juga Maha "Afuwwun" (penghapus) terhadap segala macam dosa (Q. di antaranya "syirik". 116) yang bersangkutan terancam abadi di Neraka Jahannam.S. Prinsip ini berlaku bagi segala jenis dosa. men-"Tauhid" (Esa) kan Allah SWT dalam pengabdian merupakan ujian terberat dalam mempertahankan dan mengembangkan fitrah iman dan Islam . Firman Allah SWT : "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka. siapakah yang menciptakan langit dan bumi ?. "kufur" dalam berbagai bentuknya. yang apabila seseorang sampai wafatnya tidak bertaubat. Nabi SAW bersabda.S. sedetik pun tidak akan berjumpa dengan Allah SWT yang hanya berkenan menjumpai hamba-hambaNya yang ada si surga (Q.

bertawakkal. takut. tapi kiranya masih ada orang yang mengaku mu'min mendatangi kuburan atau tempat-tempat yang dikeramatkan lalu mereka berdo'a dan meminta-minta berkah kepada arwaharwah yang tentu saja. shalat. thawaf. sujud.(Q. Menghalalkan yang diharamkan Allah SWT dan atau sebaliknya menetapkan undang-undang dan hukum. Al A'raaf : 188). qishash bagi pembunuh dan sebagainya. Ar Ruum : 30). .S. Seperti tidak sadarnya seseorang bila di hadapannya terdapat seekor semut hitam karena semut itu berada di atas batu hitam dalam ruangan yang gelap pada malam hari (HR. bersikap dan bertindak agar tidak terjerumus dalam kemusyrikan. nikah dan sebagainya (An Nisaa' : 61. ruku. berdoa. Jangankan telah mati. Rasulullah Saw lebih jauh mengingatkan bahwa kemusyrikan tidak hanya hadir dalam bentuk yang eksplisit seperti dalam beberapa contoh tersebut di atas. waris. haji dan lain sebagainya. dan dari segala dosa. permohonan perlindungan. riba. Ibadah yang dimaksud tentunya tidak sebatas ibadah “mahdhah” semata. berucap. Al A'raaf : 172. Asy-Syuara : 21) Setiap mu'min harus ekstra hati-hati dalam berprinsip.S. berqurban. menghalalkan zina. misalnya. Termasuk syirik tentunya. "Fitrah" dalam pengertian "suci" dari kekufuran dan kemusyrikan. Menetapkan hukum yang nyata-nyata bertentangan dengan hukum pidana Islam seperti potong tangan bagi pencuri. "laa haula walaa quwwata illa billah". Atau mengubah ketentuan-ketentuan syara' dalam masalah zakat. bahkan Rasulullah Saw sebagai hamba Allah yang paling dekat dengan Allah SWT diperintahkan untuk mengingatkan ummatnya bahwa dirinya tidak memiliki kekuasaan sedikit pun untuk memberi manfaat atau mudharat tanpa izin Allah SWT (Q. dera atau rajam bagi pezina. ketika masih hidup sekalipun seseorang tidak bisa memberi manfaat atau mudharat kepada orang lain. tapi mencakup segala keterikatan dan keterkaitan hubungan antara manusia sebagai makhluk dengan Allah SWT sebagai Al Khalik seperti rasa cinta. kecil kemungkinan ada seorang mu'min yang selain menyembah Allah SWT juga menyembah berhala dalam bentuk patung. yang berkeyakinan bahwa ada selain Allah SWT yang memiliki hak menetapkan aturan dan hukum. Jangankan manusia biasa. tapi juga dalam bentuk sesuatu yang saking samarnya membuat seseorang tidak menyadari bila dirinya telah musyrik. berharap. membuka 'aurat. shaum. Ahmad) Memang benar.

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau paranormal.S. menggiring para pemirsa untuk tidak lagi menggunakan akal sehat di dalam menghadapi realitas hidup dan kehidupan. dan kufur terhadap satu ayat Al Qur'an berakibat gugurnya keimanan secara keseluruhan. . Kenyataan yang kita saksikan masih ada saja sementara orang yang mendatangi paranormal. padahal Rasulullah Saw sudah mengingatkan.S. tayangan-tayangan tersebut dikemas dengan memakai atribut-atribut Islam. ia telah mengkufuri Q. jin maupun malaikat yang dapat memastikan apa yang akan terjadi (Q. Luqman 34. terlebih lagi dengan dosa-dosa yang tidak terampuni. Tayangan-tayangan tersebut tidak hanya saja menyesatkan akidah.Kendati Allah SWT sudah dengan tegas sekali menyatakan. maka sungguh ia telah kufur dengan (ajaran Islam) yang diturunkan kepada Muhammad (HR. Ahmad dan Al hakim). nilai-nilai kemusyrikan itu kini bahkan telah lama masuk ke dalam rumah-rumah kita lewat berbagai tayangan di televisi. seperti gugurnya 80 ribu tahun keimanan Iblis hanya karena kufur terhadap satu perintah Allah SWT Ironis memang. Paling tidak. tapi juga membodoh-bodohi ummat. dukun atau apalah namanya. Celakanya. Semoga akhir hidup kita dapat terhindar dari dosa. baik manusia. Luqman : 34). lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya. sementara yang ditayangkan 180 derajat bertentangan dengan ajaran Islam dan nalar sehat. dan ia meyakini kebenaran ramalan sang dukun. lalu ia meyakini betul akan kebenaran ramalannya. tidak ada satu "Nafs (jiwa) pun.

“Akan masuk surga suatu kaum. beliau bersabda. Lantas seperti apa hati burung? Hal ini dijelaskan oleh hadits dari sahabat Umar bin khotob radiyallahu’anhu. hati mereka seperti hati burung” (HR. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.9a815b94e7cfc9 Seperti hati Burung (Tawakal itu indah dan menentramkan hati) Bagikan Hari ini jam 15:27 Dari Abu Hurairoh radiyallahu’anhu. bahwasannya beliau mendengar Rosulullah Shallallahu . Muslim) maknanya adalah dalam merealisasikan tawakal.

Mereka pergi pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore hari dengan perut kenyang” (shahih Tirmidzi. buruknya ibadah kita – karena tidak hadirnya rasa cinta. tapi pada manusia hal tersebut terjadi dan sering kita dengar di berita atau dia media massa. Mudah-mudah yang sedikit ini–dengan taufik dari Allah. “Andaikan kalian tawakal kepada Allah dengan sebenarnya. disertai percaya penuh kepada Allah Ta’ala dan . Bahkan kegelisahan dan ketakutan yang menimpa sebagian kaum muslimin adalah dikarenakan belum hadirnya tawakal di dalam qalbunya. Amin Definisi Tawakal Imam Ibnu Rajab rahimahulloh berkata. Bahkan hakikat agama adalah tawakal dan inabah (kembali kepada Allah). luputnya kita dari amal yang besar. kita tidak pernah mendengar seekor burung pada pagi hari terbentur dengan masalah rizki. Ibnu Rajab rohimahullah berkata di dalam kitabnya Jami’ul ‘ulum wal Hikam.‘alaihi wa sallam bersabda. hal terebut juga merupakan diantara sebab yang paling besar dalam memperoleh rizki. dia merupakan sumber kebaikan. Al-Fatihah : 5) Tawakal adalah isti’anah (minta pertolongan) dan inabah adalah ibadah. Itu tidak terjadi pada burung. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). merealisasikan hakikat tawakal di dalam hati kita bukan merupakan perkara yang mudah. harap dan takut – adalah karena masih jauhnya kita dari hakikat tawakal. Di dalam realitanya. “Hadits ini adalah dasar atau asas di dalam bertawakal. “Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan” (QS. beliau berkata. dia adalah ibadah hati yang sangat agung.” Oleh karena itu. “Hakekat tawakal adalah hati benar-benar bergantung kepada Allah dalam rangka memperoleh maslahat (hal-hal yang baik) dan menolak mudhorot (hal-hal yang buruk) dari urusan-urusan dunia dan akherat” Syekh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata. ‘hadits hasan sohih) Mengomentari hadits tersebut. “Tawakal adalah menyandarkan permasalahan kepada Allah dalam mengupayakan yang dicari dan menolak apaapa yang tidak disenangi. lalu dia benturkan kepalanya ke tiang listrik. Hilangnya berbagai kebaikan. Berikut ini nukilan kami dari berbagai perkataan ulama tentang definisi dan hakikat tawakal. niscaya Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti memberi rizki kepada burung.bisa membantu kita merealisasikannya. Darinya timbul berbagai macam ibadah hati yang lainnya.

mereka adalah orang-orang yang tidak minta ruqyah. Diantaranya ayat (yang artinya). Wal’iyadzubillah. wallahu ‘alam. maka bertawakallah kalian kepada-Nya jika kamu benar-benar orang muslim (berserah diri)” (QS. Yunus : 84) Maka tawakal merupakan ibadah yang sangat agung. Dan jika kita bersandar kepada orang lain maka kita telah mempercayakan diri kepada yang sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk mendatangkan bahaya dan manfaat. Bertawakal Kepada Selain Allah Bertawakal kepada selain Allah ada tiga keadaan : . “Sungguh kita tidak bisa terlepas dari-Nya sekejap mata pun. Itulah nukilan dari perkataan Ibnul Qayim rahimahullah didalam kitabnya alfawaid. At-Tholaq : 3) Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. jika kamu benar-benar orang yang beriman” (Al-Maidah : 23) “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS. tidak menyandarkan kesialan kepada burung dan sejenisnya. Jika kita bersandar kepada diri sendiri.menempuh sebab (sebab adalah upaya dan aktifitas yang dilakukan untuk meraih tujuan) yang diizinkan syari’at. tawakal adalah murni ibadah hati. dan memalingkannya kepada selain Allah merupakan kesyirikan. Maka bertawakallah wahai hamba Allah kepada Dzat yang ditangan-Nya segala urusan dan yang memiliki segalanya. Muslim) Tawakal kepada Allah adalah syarat sahnya keislaman dan keimanan seseorang. khilaf dan kesalahan. serta tidak mampu mematikan dan menghidupkan serta membangkitkan dan mengumpulkan kembali”. “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal. jika kamu benar-benar orang-orang beriman” (Al-Maidah :3) dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). ‘wahai kaumku ! apabila kamu beriman kepada Allah. maka kita telah meyerahkan diri kita kepada kelemahan yang rendah dan serba kurang. “Akan masuk surga dari umatku tujuh puluh ribu orang tanpa hisab…. tidak berobat dengan besi panas dan mereka bertawakal kepada Rabb mereka” (HR. oleh karena itu mengesakan Allah Ta’ala dalam tawakal adalah merupakan kewajiban. “Dan Musa berkata. Bertawakallah Hanya Kepada Allah Allah Ta’ala memerintahkan hamba-Nya agar bertawakal hanya kepada-Nya dalam banyak ayat. “Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah.

Yaitu seseorang bertawakal kepada selain Allah dalam arti mewakilkan urusannya kepada seseorang tanpa disertai penyandaran hati. seperti Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewakilkan kepada Ali radiyallahu’anhu untuk menyembelih qurbannya dan mewakilkan kepada Abu Hurairoh radiyallahu’anhu dalam masalah sodaqoh. Yaitu seorang bertawakal kepada selain Allah Ta’ala dalam perkara yang hanya mampu dilakukan oleh Allah Ta’ala tidak selain-Nya. Menghadirkan Tawakal “Tawakal kepada Allah Ta’ala merupakan ibadah yang dituntut dari seorang mu’min Kekuatan tawakal seseorang kepada Allah Ta’ala kembali kepada pemahamannya tentang rububiyah Allah Ta’ala dan keimanannya yang mendalam terhadap tauhid rububiyah. Contoh : seorang istri bertawakal kepada suami dalam kebutuhan hariannya. Contoh : menyerahkan kendali perusahaan kepada seorang menejer. Yaitu seseorang bertawakal kepada selain Allah dalam perkara dimana Allah Ta’ala memberikan kemampuan kepada makhluk tersebut untuk memenuhinya. (peringatan: syirik walaupun kecil. pelakunya tetap diancam neraka hingga ia bertaubat) 3) Boleh. sedang makhluk tersebut tidak mampu memenuhi keinginannya tersebut.1) Syirik akbar (besar). Semakin banyak seorang hamba . Maka untuk menghadirkan dan memunculkan tawakal di dalam hati kembali kepada perenungan terhadap atsar-atsar dari rububiyah Allah Ta’ala. Contoh : seseorang bertawakal kepada makhluk /wali di dalam memperoleh kebaikan atau bertawakal kepada makhluk dengan hatinya Karena ingin mempunyai anak atau pekerjaan. 2) Syirik kecil.

“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah. maka akan semakin besar pengagungannya kepada Allah. bahwasannya hanya Dia yang mengatur dan menjalankannya dan pertolongan Allah kepada hamba-Nya merupakan sesuatu yang mudah dibandingkan dengan pengaturan alam semesta ini. walahu’alam Penjelasannya. pengetahuannya bahwa Allah adalah yang memiliki kerajaan langit dan bumi. dan ia pun meyakini tidak ada sesuatupun yang dapat melemahkan-Nya dan tidak ada yang sulit bagi-Nya. Ath-Tholaq : 3)” Itulah nukilan perkataan Syekh Sholih Alu Syaikh di dalam kitabnya at-tamhid syarah kitab tauhid. maka Allah akan mencukupinya” (QS. semakin kuat pula tawakalnya kepada Allah Ta’ala. apabila seorang hamba . dan mengagungkan larangan-Nya (dengan menjauhinya).merenung dan memperhatikan kekuasaan dan kerajaan Allah di langit dan di bumi. ia pun mengagungkan perintah-Nya (dengan melaksanakannya).

ia menganggap bahwa tawakal adalah legowo (menerima total) keadaan tanpa ada upaya perubahan. Maka kita katakan. karena melakukan atau mengambil sebab merupakan kesempurnaa tawakal. Akan tetapi tidak boleh bersandar kepada sebab tersebut. “Meninggalkan sebab adalah celaan terhadap syari’at dan bersandar kepada sebab adalah syirik”. dalam hal mencipatakan dan memberi rizki. Kedua. dalam hal memberi dan menahan. Barang siapa yang memalingkannya kepada selain Allah maka dia telah berbuat syirik. maka itu akan membuahkan ubudiyah tawakal kepada-Nya semata secara batin. Tawakal Bukan Hanya Pasrah Kadang seseorang salah kaprah dalam memaknai tawakal. menyerahkan seluruh perkara kepada Allah Ta’ala yang di tangan-NYalah segala urusan. Syekhul islam Abul Abbas rohimahullah berkata. Dengan itu diketahui bahwa tawakal adalah murni ibadah hati. dalam hal menghidupakan dan mematikan (dan ini semua adalah rububiyah Allah). sedangkan meninggalkan sebab merupakan celaan terhadap syari’at dan hikmah Allah” karena Allah telah menjadikan segala sesuatu ada sebab dan akibatnya. Hati dan batinnya bersandar total kepada Allah Ta’ala. namun perlu diketahui bahwa tawakal bukan berarti meninggalkan usaha atau sebab. sedangkan anggota badannya menjalani sebab. Murid beliau Syamsudin Abu Abdillah rahimahullah berkata.mengilmui tentang keesaan Allah dalam hal menolak bahaya dan mendatangkan manfaat. “Mengandalkan sebab adalah celaan terhadap tawakal dan tauhid. walaupun dia meyakini bahwa Allah Ta’ala satu-satunya yang menciptakan . tidak boleh bersandar kepada sebab yang dilakukannya. dan konsekwensi tawakal dan buahnya secara lahiriyah. “Pelanggaran terbesar terhadap syari’at adalah meninggalkan sebab karena menyangka bahwa mengambil sebab akan menafikan tawakal” yang lain berkata. “Di dalam bertawakal harus terpenuhi dua syarat : pertama.

“Andaikan kalian tawakal kepada Allah dengan sebenarnya niscaya Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti memberi rizki kepada burung. terkhusus Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya akan melihat bahwasannya mereka adalah manusia yang paling bertawakal kepada Allah Ta’ala. Betapa indah dan agungnya Tawakal kepada Allah. apakah kau telah sandarkan hatimu hanya pada Allah??? ataukah mengandalkan dan menyombongkan ilmu kita yang sangat tak seberapanya dibandingkan Allah Yang Maha Mengatur dan Maha Mengetahui segalanya??? Bisa jadi tanpa tawakal. mengambil sebab yang disyari’atkan menunjukan kesempurnaan tawakal dan kekuatannya. Hadits berikut lebih memperjelas: Dari Umar bin Khotob radiyallahu’anhu. tapi yang ada adalah kecemasan dan kegelisahan yang datang karena apa yang kita idam-idamkan tak kunjung datang. dan meninggalkan sebab menunjukan kebodohannya terhadap syari’at rabbnya. banting tulang. ikhtiar yang telah disusun dengan rapi hancur seketika sehingga dapat mengakibatkan kekecewaan yang dalam. Barangsiapa yang membaca kisah-kisah para Nabi.or. Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling bertawakal kepada Allah. Mereka pergi pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore hari dengan perut kenyang” (Shohih Tirmidzi) Tawakal burung adalah dengan pergi mencari makanan. bersamaan dengan itu mereka juga mengambil sebab dan meyakini bahwa hal tersebut merupakan kesempurnaan tawakal kepada Allah. tapi hal tersebut tidak mengurangi tawakalnya kepada Allah Ta’ala. maka tanyalah pada hatimu. namun belian melakukan usaha. Penulis: Husni Ridho (Mahasiswa Ma’had Ali Al-Imam Asy-Syafii Jember) Artikel www. beliau juga berlindung dari panas dan dingin. Ketika perang uhud beliau memakai dua baju besi dan ketika hijrah ke madinah beliau menyewa penunjuk jalan.muslim. 60b4944ffd4d945 . Ketahuilah. Burung-burung itu tidak tidur saja di sarangnya sambil menunggu makanan datang.id Ketika kita telah berikhtiar dengan keras. tetapi pergi jauh mencari makanan untuk dirinya dan anak-anaknya.dan memberi rizki. ROsulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. maka Allah jamin dengan memberikan makanan kepada mereka. Jadi.

'Hei siapa ini.. Sabar dalam menerima yang sedikit disebut kaya hati (qana`ah). ' sahut Tono. Karena sabar bermakna kemampuan mengendalikan emosi.. . Begitulah bila kita cepat marah. 'dan Bapak tahu siapa saya?' 'Tidak. cepaaaaat!' Ternyata jawaban dari balik telepon tidak kalah keras dan marahnya. disebut sabar. kebalikannya adalah gelisah (jaza`) dan keluh kesah (hala`) 2. Sabar dalam mendengar gossip disebut mampu menyembunyikan rahasia (katum). Saya pecat kamu nanti!' teriak Sang Dirut dan tak mau kalah teriak si Tono bales nyahut. 5. kamu salah pencet extention? Kamu tahu dengan siapa kamu bicara?' 'Tidak. Kesabaran menghadapi godaan hidup nikmat disebut. Maka sebaiknya kita sabar dan jernih bila menghadapi masalah.. Ketabahan menghadaapi musibah. Dalam agama.. maka nama sabar berbeda-beda tergantung obyeknya. 1. 'Ambilkan gue kopi. 7. Kemarahan juga dapat membuat kita salah langkah. Kesabaran dalam menahan marah disebut santun (hilm). Kemarahan dapat membuat seseorang kehilangan banyak hal. kebalikannya disebut tamak.. kebalikannya disebut serakah. loba (al hirsh).Makna Sabar By: agussyafii Tono baru dua hari kerja di sebuah perusahaan asing. 'Saya direktur utama perusahaan disini. 6. sabar adalah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi godaan dan rintangan dalam jangka waktu tertentu dalam rangka mencapai tujuan. kebalikannya disebut pemarah (tazammur) 4. kebalikannya adalah tidak tahanan (bathar) 3. 'Syukurlah kalo gitu' sahut Tono cuek sambil menutup telpon. Sabar terhadap kemewahan disebut zuhud. sabar merupakan satu diantara tangga dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. mampu menahan diri (dlobth an Nafs). Tono bermaksud menelpon ke bagian dapur sambil berteriak. kebalikannya disebut sempit dadanya. Sabar dalam menghadapi bencana yang mencekam disebut lapang dada.' jawab Boss. rakus (syarahun).

Disamping itu bisa dengan konspirasi dan pengkhianatan orang dalam. Isinya sederhana. Meski. tentunya ia akan berpikir bagaimana mengelabuhi penjaga dan menunggu kelalaian pemilik rumah megah tersebut. apa yang bisa dipilih dari rumah kosong tak berpenghuni dan tak ada isinya. Semakin tinggi kedudukannya maka semakin banyak dan semakin hebat para pengintai yang mengancamnya. pertama: rumah kosong tak berpenghuni dan tak ada perabotnya. Angker dan kurang menarik. barang yang bisa diambil pun tak banyak.60b4944ffd4d945 Rumah Yang Diintai Bagikan Jika ada seorang pencuri hendak beroperasi. ia tak akan perlu tenaga dan pikiran yang besar untuk mendapatkannya. Perumpamaan di atas. Rumah-rumah tersebut adalah hati setiap manusia. pencuri akan menentukan targetnya pada pilihan ketiga. Pemiliknya. Berbeda halnya dengan rumah ketiga. Tanpa berpikir panjang. Kemaksiatan yang . Kelengahan yang dilakukan oleh pemilik hati adalah dengan kemaksiatan. Tipe rumah ketiga dengan penjagaan yang ketat tidaklah mustahil untuk dibobol. Kedua: rumah orang biasa yang berpenghasilan pas-pasan. Yang kedua. Ketiga: rumah megah milik orang kaya yang dipenuhi perabotan mahal dan perhiasan yang berharga. Tentu dengan memanfaatkan kelalaian dan kelengahan pemiliknya serta penjaganya. Kalaupun dijadikan sasaran. Jika yang menjadi sasaran adalah rumah. pencuri adalah syeitan dan iblis. Isinya sederhana. kosong tanpa iman dan amalnya sia-sia. Tipe kedua adalah hati orang awam. Isinya. Sedang tipe ketiga adalah hati orang mukmin yang bersungguh-sungguh. Tipe pertama adalah hati milik orang-orang kafir dan munafik. Ada tiga rumah. benda-benda mewah dan berharga. ia akan mempelajari terlebih dahulu. tentunya isi dan perabot rumahnya biasa-biasa saja. sasaran manakah yang lebih diprioritaskan. orang terpandang dan bijaksana serta teguh. Untuk sasaran pertama.

mampukah ia menempuh perjalanan hidup yang panjang dan penuh misteri? Dibulan Ramadhan. tapi diletakkan tidak di dalam tangkinya. Adapun konspirasi dari dalam adalah bisikan hawa nafsu yang kuat yang memperturutkan keinginan “pencuri” hati. mau ataukah tidak ia memanfaatkannya. kita akan menuruti semua keinginan para pencuri yang berada dalam rumah kita. Karena kemegahan dan ketinggian nilainya. Ia menjadi bangkai dan mati dengan kesempurnaan fisik yang terlihat. berbaik sangka. Allah menyediakan segala fasilitas pembekalan dan subsidi ‘bahan bakar’ tersebut. solidaritas. maka ia bagaikan kendaraan tanpa bahan bakar. pada saat hati ini perpaling kepada kemaksiatan. pemaaf akan menjadi pasukan rahasia yang sangat kuat yang tak bisa ditebak oleh para pencuri. Setiap hari kita berpacu membaca Al Qur’an.dilakukan oleh orang terpandang dan berilmu akan bernilai lain di sisi Allah dengan kesalahan yang dilakukan oleh orang awam. Mari kita bayangkan keadaan sebuah kendaraan yang kehabisan bahan bakar. sedang diri kita benarbenar tak berdaya. Beristighfar karena istighfar kita sangat kurang dan terbatas serta kurang dijiwai. Jika demikian. Ibadah-ibadah sunnah bisa menjadi pembenteng pertama. Bahkan beristighfar dari istighfar itu sendiri. Tapi kita perlu tahu. Bahkan pada taraf teror yang paling parah. Seorang bodoh yang dengan serakah mengambil bensin sebanyak-banyaknya kemudian ia siramkan ke mobilnya. Ia berfungsi vital sebagai penampung bahan bakar. Keikhlasan. ia tak segera pulang dan pergi meninggalkan rumah tersebut. Saat itu mereka menjadi para perampok. jendela rumah kita sudah dibobolnya. shalat . Bisakah mobilnya berjalan? Sedang tangki bensinnya masih kosong. kita memiliki senjata ampuh untuk kembali teguh. Kemudian kesiapan tangki ‘hati’ menampungnya. Kaki-kaki kotor pencuri itu menodai ubin-ubin bening rumah kita. Pada saat kita lengah. Kita kecolongan. Pada bulan Rhamadhan Allah Swt. Demikian juga kita dibulan rhamdhan. ibadah-ibadah wajib menjadi lapis kuat kedua. Menambah dengan menurunkan rahmat dan maghfirah-Nya. iblis. pengertian. Pada saat itu pencuri tersebut telah benar-benar KO. istighfar. Namun tak mampu menjalankan fungsinya. Semua tergantung pribadi masing-masing. Demikian juga manusia jika ia mementingkan penampilan fisiknya sementara tangki hatinya tak pernah diisi. Barang siapa ingin menjaga hatinya hendaknya ia selalu menjaga kebeningannya dengan senantiasa beristighfar kepada-Nya. Bisa kita bayangkan berikutnya. Hanya berpaling saja. Ia akan terus mengintai dan mengincar rumah mewah itu. Musuh dan pencuri bisa segera kita usir dan menjauh dari rumah kita. isi dan perabot rumah kita sudah dijarahnya. Atau ada bahan bakarnya (bensin). Apalagi sampai kita terperosok di dalamnya. Mobil tersebut tetap ada wujudnya. menambah para penjaga ‘rumah’ kita. Hati ibarat tangki bensin dalam sebuah kendaraan. Hanya menjadi penghias bibir yang tak diikuti kepahaman hati akan maknanya. kedermawanan. ia ambil botol-botol besar untuk diisi bensin kemudian ia masukkan ke dalam mobil.

Mereka hendak merampas cinta-Nya agar kita menjadi orang-orang yang dimurkai-Nya.sebanyak-banyaknya. Berteman orang-orang shalih dan senantiasa berzikir. sebelum noda itu kian melekat dan sulit untuk dihilangkan. Karena kita tidak tahu dimana meletakkan bahan bakar. Cinta dan ridha manusia. mengobral pencuci hati-hati kita yang keruh. Bacaan Al Qur’annya diterjemahkan dengan kesantunan perilaku hariannya. Bila rumah kita berdebu dan kotor. Menuntut ilmu supaya dikira pandai. Itulah rumah kita yang selalu diincar dan diintai oleh para pencuri cinta-Nya. Segera usap dan hapuslah kotoran yang melekat itu. Bersedekah karena riya. Popularitas. Jangan takut akan intaian dan incaran para puncuri. Untuk membersihkannya pun diperlukan kelembutan hati. Di bulan Rhamadhan Allah Swt. Barangkali isi rumah kita akan terlihat dari luar dengan bagus. bersedekah. Shalatnya adalah pencegah dari perbuatan mungkar dan kebatilan. Tapi kita tetap merawatnya dari dalam dengan perawatan yang tak diketahui oleh mereka yang melihatnya dari luar. itulah kualitas isi hati setiap kita. Sebagai contoh. bukan menjadi aib bila hati kita terkotori. Namun semuanya ditentukan dengan kebaikan hati. Ketenaran. Ya. ketakwaan itu tempat bersemayamnya di hati. Yang menjadi aib adalah membiarkannya kotor. Hanya hati yang beninglah yang mampu merasakan noda halus ini. Kaca jendela rumah kita. Satu hal yang perlu kita catat. Jangan sekali-kali kita lengah. Silakan sebanyak-banyaknya mengisi. kita sering merasa telah berbuat baik namun pada hakikatnya kita melakukan sebaliknya. Parahnya. mengisyaratkan ke dada beliau sebanyak tiga kali. Ketakwaan tidak– hanya–dilihat dari banyaknya shalat dan bacaan al Qur’an atau kedermawanan seseorang. Dengan istighfar dan bacaan Al Qur’an. Menasehati orang di depan umum. Semuanya disebabkan kebodohan kita. Agar cinta-Nya hilang dari rumah kita dan berganti kebencian dan kemurkaan yang maha dahsyat dari Dzat yang murka-Nya tak terbendung oleh apa dan siapa pun. . Ya. Kedermawanannya disertai tawadhu dan rendah hati. Jangan beri kesempatan pencuri-pencuri itu mendekat ke sekeliling rumah kita. Semua itu takkan ada gunanya bila tanpa disertai keikhlasan dan penghayatan. Tapi tempatnya dalam hati. berbuat banyak untuk orang lain. Jawabnya hanya satu “Taqwa itu di sini” demikian Rasulullah Saw. Berjihad agar dianggap pemberani. bila kita kecurian namun kita tak merasa kehilangan sedikit pun. biarkan tetap bening. Tak pernah sedikit pun keluar cacian dan hinaan mengungkit pemberiannya. Kita selalu waspada karena kita selalu terjaga dan menjaga rumah kita. Membaca Al Qur’an namun masih diselingi pergunjingan Shalat yang banyak namun masih disertai keengganan menyantuni fakir miskin Bersedekah namun dibarengi menyakiti hati orang lain Berbuat kebaikan namun disertai pamrih dunia. Bila hati ini telah terisi penuh oleh takwa maka semuanya menjadi indah. Kredit poin jabatan.

“Wahai pembalik hati. tetapkan hati kami atas dien-Mu. Sabda Rasulullah Saw. 5da1eda01e6e0c PERTANYAAN GADIS KECIL KEPADA SANG AYAH . Wahai pemaling hati. (HR Bukhari Muslim.).Itulah rahasia Allah yang bernama hati.. Ketahuilah itu adalah HATI (qalb)”. Jika ia baik maka seluruhnya akan baik. bila ia buruk maka seluruhnya akan buruk. palingkan hati kami pada ketaatan-Mu”.” . diriwayatkan sahabat Nu’man bin Basyir ra. sesungguhnya dalam jasad ini ada segumpal daging (mudhghah).

. Anakku. ceritakan padaku tentang wanita sejati".... Wanita sejati BUKANlah dilihat dari seberapa BANYAK dan BESARNYA UJIAN yang ia jalani... Wanita sejati BUKAN dilihat dari seberapa INDAH LANTUNAN SUARANYA.. MELAINKAN KEKHAWATIRAN DIRINYAlah yang MENGUNDANG ORANG JADI TERGODA.. Wanita sejati BUKAN dilihat dari KEKHAWATIRANNYA DIGODA orang di jalan...... Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.... MELAINKAN dari kecantikan HATI yang ada di baliknya...... MELAINKAN dari apa yang SERING MULUTNYA BICARAKAN. Wanita sejati BUKAN dilihat dari BENTUK TUBUHNYA yang mempesona. "Lantas apa lagi Abi?" sahut putrinya..Bagikan 17 Maret 2010 jam 7:34 Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya. Ketahuilah putriku.. Seorang wanita sejati BUKANlah dilihat dari kecantikan PARAS wajahnya.. "Abi........ MELAINKAN dari bagaimana CARA ia BERBICARA.. MELAINKAN sejauh mana ia MENGHADAPI UJIAN itu dengan penuh rasa SYUKUR.. Wanita sejati BUKAN dilihat dari begitu BANYAKNYA kebaikan yang ia berikan.. MELAINKAN sejauh mana ia berani MEMPERTAHANKAN KEHORMATANNYA...... MELAINKAN dari KEIKHLASANNYA memberikan kebaikan itu.. . Sang ayah pun menoleh kemudian tersenyum.... dan ingatlah.. MELAINKAN dilihat dari sejauh mana ia MENUTUPI BENTUK TUBUHNYA..... Wanita sejati BUKAN dilihat dari keahliannya BERBAHASA. Wanita sejati BUKAN dilihat dari KEBERANIANNYA dalam BERPAKAIAN..

..... Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata.... Smg qt termasuk orang2 yg mau & mampu meneladani mereka. "TELADANILAH MEREKA!" Sang anak pun mengambil buku itu dan melihat sebuah tulisan "ISTERI-ISTERI RASULULLAH" ---Sungguh. "Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi?"..Wanita sejati BUKAN dilihat dari SIFAT SUPELNYA DALAM BERGAUL.. MELAINKAN sejauh mana ia bisa MENJAGA KEHORMATANNYA DALAM BERGAUL... AAMIIN.... . Setelah itu sang anak kembali bertanya. sebaik2 teladan bagi para muslimah adalah istri2 Rosululloh...

sementara laki-laki yang menghamili terkesan kurangmendapat akibat dan tanggung jawab atas perbuatannya yang telahmengakibatkan kelahiran seorang anak yang kemudian disebut anakluar kawin. sedangkan kedudukananak luar kawin tersebut akan diatur dalam suatu Peraturan Pemerintah. Tahun 1974. atau tidak mungkin menghadirkan. Anakluar kawin adalah anak yang dilahirkan di luar perkawinan yang sahmenurut hukum agamanya. Hal tersebut tentunya menimbulkan ketidakpastianhukum dan ketidakadilan. Perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilaksanakanberdasarkan hukum agama dan kepercayaannya masing-masing. . karena nasabnya terputus kepadaayah biologisnya tersebut. Namun hingga saat ini Peraturan Pemerintah tersebutmasih belum keluar. atau adlal (enggan). atautidak diketahui keberadaannya atau ghaib.perwalian. Anak luar kawin dianggap sebagai anakyang tidak mempunyai ayah/bapak. mengakibatkan anak luar kawin tidk memiliki walinikah maka berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1974 wali nikahnyaadalah wali hakim sesuai ketentuan Pasal 23 UU. terutama dirasakan oleh pihak anak dan ibuyang melahirkan. serta tanggung jawab nafkah dinisbahkan kepada ayah biologisnya. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam.bahwa anak yang lahir diluar perkawinan hanya mempunyai hubunganperdata dengan ibunya dan keluarga ibunya.Yang menyatakan bahwa wali hakim baru dapat bertindak sebagai walinikah jika wali nasab tidak ada. C.Upaya Hukum Anak Luar Kawin Dalam Hal Penetapan Wali Nikah Berdasarkan UU No. Persoalan mengenai anak luar nikah sampai saat ini belumdiatur oleh Peraturan Pemerintah tersendiri. Putusnya nasab anak luar kawin kepadaayah biologisnya. Padahal hal itu merupakanamanat Undang-Undang No. No. 1 Tahun 1974 Pasal 43 ayat (1) dan (2).

1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam tidakmemberikan ruang bagi anak luar kawin untuk melakukan upaya hukumberkaitan dengan penetapan wali nikah. anggapanmasyarakat bahwa jika menikah dengan menghadirkan wali hakimsebagai wali nikah merupakan sebuah aib.Sebagaimana telah disebut di atas bahwa. Berdasarkan ketentuan Undang-undang hingga saat ini upayahukum hanya diberikan kepada ayah biologis anak luar kawin untukmelakukan pengakuan dan pengesahan terhadap anak luar kawinnya sehingga anak tersebut dapat dinasabkan kepada ayah biologisnya. Undang-undang juga nampak menutup ruang bagianak luar kawin untuk menelusuri siapa ayah biologisnya.sedangkan anak luar kawin sendiri tidak memiliki hak untuk melakukanupaya hukum. kecuali apa yang telahditetapkan oleh Undang-undang yaitu bahwa wali nikahnya adalah walihakim karena dianggap tidak mempunyai wali nikah berdasarkanhubungan nasab. UU No. Sehingga seringkaliperkawinan masyarakat. dilakukan secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahuioleh .

dengan memaksakan nasab anak tersebuthanya kepada ibunya dan keluarga ibunya saja. Sedangkan mengenai penetapan wali nikah diperlukan . Dalam hal ini pemerintah perlu membuat suatu aturanmengenai status dan kedudukan anak luar kawin. padahal Hukum Islam mengajarkan anak tidak mewarisi dosakedua orang tuanya. yang mengatur hak-hak yang diperoleh anak luar kawin. Seorang anak lahir dalam keadaan suci. Seharusnya undang-undang memberikan jalan bagi anak luar kawin untuk melakukan upayahukum.Hal ini tentu saja dirasakan ada ketidakadilan perlakuan hukumkepada anak luar kawin. termasuk juga kewajiban keduaorang tua.

suatupenelusuran lebih lanjut berdasarkan hukum Islam karena berkaitandengan hal tersebut ternyata masih terdapat perselisihan pendapatdiantara para ulama fiqh. . jangansampai seorang anak luar kawin karena perbuatan zina merasa jadikorban dari perbuatan kedua orang tuanya dan tidak dapat melakukanupaya hukum apapun berkaitan dengan status dan kedudukannya. Tujuannya tentu saja untuk demi kemaslahatan umat.termasuk juga dalam penetapan wali nikah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful