P. 1
ARTIKEL KEAGAMAAN

ARTIKEL KEAGAMAAN

|Views: 242|Likes:
Published by Yanthi Citra

More info:

Published by: Yanthi Citra on Apr 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/03/2013

pdf

text

original

babe62ee5bdd32

Ma`rifatullah sebagai Pondasi Kehidupan [ A'a Gym ]
Secara fitrah, manusia memiliki kebutuhan standar. Dalam salah satu bukunya, Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa manusia memiliki kecenderunagn untuk mencintai dirinya, mencintai kesempurnaannya, serta mencintai eksistensinya. Dan sebaliknya, manusia cenderung memberi hala-hal yang dapat menghancurkan, meniadakan, mengurangi atau menghancurkan kesempurnaan itu. Orang besar tekenal banyak dipuji-puji, memiliki pengaruh dan kekayaan yang melimpah, pengikutnya beribu-ribu, akan takut setengah mati jika takdir mendadak merubahnya menjadi miskin, lemah, bangkrut, terasing atau ditinggalkan manusia. Begitulah tabiat manusia. Padahal, kecintaan kita kepada selain Allah sampai begitu banyak, maka cinta itu pasti akan musnah. Seharusnya kebutuhan kita akan kebahagiaan duniawi, membuat kita berpikir bahwa Alalahlah satu-satunya yang memiliki semua itu. Adapun kekhawatiran tentang standar kebutuhan kita, mestinya membuat kita berlindung dan berharap kepada Allah dengan mengamalkan apa-apa yang disukainya. Jadi, kebutuhan pada diri kita itu seharusnya menjadi jalan supaya kita mencintai Allah. Seorang muslim selayaknya memahami, bahwa keindahan cinta yang paling hakiki adalah kita mencintai Allah SWT. Dan pondasi utama yang harus dibangun oleh seorang muslim untuk menggapai keindahan cinta tersebut adalah dengan mengenal Allah (ma\'rifatullah). Bagi seorang muslim ma\'rifatullah adalah bekal untuk meraih prestasi hidup setinggi-tingginya. Sebaliknya, tanpa ma\'rifatullah seorang muslim memiliki keyakinana dan keteguhan hidup. Ma\'rifatullah adalah pengarah yang akan meluruskan orientasi hidup seorang muslim. Dari sinilah dia menyadari bahwa hidupnya bukan untuk siapa pun kecuali hanya untuk Allah SWT. Jika seorang hidup dengan menegakkan prinsip-prinsip ma\'rifatullah ini, maka insya Allah, alam semesta ini akan Allah tundukkan untuk melayaninya. Dengan fasilitas itulah, dia kemudian akan memperoleh kemudahan dalam setiap urusan yang dihadapinya. Maka berbahagialah orang yang senantiasa berusaha mengenal Allah, sehingga kedekatannya dengan Allah senantiasa dipisah oleh tabir yang semakin tipis. Bagi orang yang dekat dengan Allah, dia akan dianugrahi ru\'yah shadiqah (penglihatan hati yang benar).

Di sisi lain, ma\'rifatullah juga menjadi sangat penting dalan merevolusi pribadi seseorang untuk berubah ke arah kebaikan. Dengan kata lain, perubahan yang dahsyat dan hakiki itu bisa terjadi ketika seseorang mempunyai keyakinan pribadi yang sangat kuat kepada sang Khalik. Dengan kekuatan iman, seorang pengecut seketika berubah menjadi seorang pemberani. Seorang pemalas tiba-tiba berubah menjadi bersemangat. Sehingga siapa pun yang menginginkan perubahan positif yang cepat dalam dirinya kuncinya adalah membangun kayakinan yang kuat kepada Allah SWT. Banyak contoh berbicara tentang betapa kuatnya peran keyakinan dalam merubah pribadi seseorang. Umar bin Khatab ra. yang sebelumnya begitu pemarah dan berwatak keras, bahkan anaknya sendiri dikubur hidup-hidup. Namun berkat tumbuhnya tauhid dalam dirinya, beliau berubah menjadi begitu bermurah hati dan penyantun. Bukan hanya individu, kota Makkah yang sebelumnya tidak dikenal, hanya sebuah dusun kecil yang penuh keterbatasan, berkat da\'wah dan kekuatan iman yang disemai melalui dakwah Rasulullah SAW, akhirnya berubah menjadi bangsa yang besar dan sangat disegani. Kisah lain dapat disebut, yaitu kisah seorang shahabiyah yang bernama Khansa. Wanita mukminah yang hidup di zaman sahabat ini ketika kerabatnya wafat, emosi kesedihannya begitu luar biasa. Dia menangis begitu pilu, meratap, merobek-robek baju, memukul dada. Tapi sesudah mendapat hidayah, emosinya dapat terkontrol. Bahkan dalam sebuah pertempuran, ia berseru pada keempat anak laki-lakinya. "Hai anakanakku, ini kesempatan besar. Kalau engkau mengalahkan mereka, engkau dapat pahala di sisi Allah. Kalau engkau menjadi syuhada, engkau mendapat kemuliaan di sisi Allah. Bertempurlah dengan semangat membara!" Lalu anak-anaknya bertempur luar biasa, hingga satu persatu gugur menjadi syuhada. Namun kala itu bukan ratapan yang ia berikan, malah ungkapan syukur. Padahal dulu, hanya saudaranya saja yang meninggal dunia ratapannya sangat luar biasa, sampai hendak bunuh diri karena putus

asa. Namun di kemudian hari, dia malah mengantar syahid anak-anaknya dengan penuh ketabahan dan keikhlasan. Oleh karenanya, siapa pun yang tidak mempunyai pondasi ma\'rifatullah dalam dirinya, maka ia akan sulit untk memperoleh ketenangan, kedamaian, kabahagiaan, dan kesuksesan hakiki. Jika kita makin mengenal siapa Allah, maka akan terasa semakin kecil nilai makhluk. Ketika kita semakin mengerti penghargaan dari Allah maka kian tidak berarti penghargaan yang kita terima dari makhluk.

Saudaraku. Abdullah Gymnastiar ] Bagikan 10 Februari 2010 jam 11:44 Saudaraku. Siapa pun yang ingin ditolong Allah maka ia harus bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah dengan tidak mensia-siakan shalat berjamaah. harapan semata-mata untuk mencari keridhaan-Nya. harapan yang kita tekadkan belum tentu sesuai dengan keinginan dan harapan Allah. Taat dapat berarti patuh seraya bersungguh-sungguh menjalankan perintah Allah. dan dimudahkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Itu dikenal dengan 3 T. apa yang kita inginkan belum saatnya dikabulkan Allah. . T kedua adalah taat. Pertolongan Allah akan tercurah kepada orang-orang yang mau merendahkan diri seraya mengakui kesalahan dihadapan Allah. belum tentu baik menurut Allah. santuni fakir miskin. dan mengiringinya dengan amal shalih. atau bisa jadi usaha yang kita lakukan belum maksimal. ada tiga hal yang wajib kita amalkan agar layak ditolong Allah. ada satu hal yang betul-betul perlu kita renungkan. jangan panik jika usaha yang kita lakukan belum menemukan keberhasilan. T ketiga adalah tawakal. Semakin dekat kita dengan Allah. Bagi ahli taubat. jangan-jangan kita masih berlumur dosa sehingga pertolongan Allah enggan menyapa. dhuha. Karena bisa jadi baik menurut kita. biasakan shaum sunnah. Wallahu’alam bishawab. Salah satu rezeki ini dapat berupa pertolongan Allah. Karena bisa jadi. Namun. telah Allah janjikan ketentraman.2e82103fa52eda 3 Tips meraih pertolongan Allah [ KH. perbanyak sedekah. Untuk itu menggantungkan diri sepenuhnya pada ketentuan Allah menjadi keharusan. bertekad untuk tidak mengulanginya. Untuk itu. Insya Allah akan semakin dekat pada datangnya pertolongan Allah. Dengan ridha-Nya diharapkan pertolongan Allah akan segera menyapa. diantaranya: menyesal untuk tidak mengulangi apa yang telah diperbuat. rawatib. diberikan jalan keluar. Disempurnakan dengan amalan sunnah tahajud. Jangan heran bila yang kita cita-citakan di tahun kemarin belum tercapai. gantungkan semua usaha. Usaha yang kita lakukan. memohon ampun kepada Allah. T pertama adalah taubat. Ada empat syarat taubat.

bahkan sampai melampaui batas negeri ini. yaitu Buya Hamka. ada baiknya kita bercermin dari perilaku dari seorang tokoh ulama Indonesia yang dikagumi oleh hampir (untuk tidak menyatakan semua) orang di negeri ini. sosok yang ideal untuk dijadikan panutan dalam urusan toleransi antar pendapat fiqih.an Akhlak dalam menyikapi Khilafiyah Menyikapi perbedaan dalam urusan fiqh. Di antaranya sebagaimana .

Jamaah di masjid Al-Azhar kala itu memilih 23 rakaat. Buya. Beliau selalu berqunut setiap salat subuh. meski beliau boleh dibilang tokoh Muhammadiyah yang anti qunut. Begitulah sikap kedua tokoh ulama besar negeri ini. padahal biasanya hanya satu kali. Ketika ada yang bertanya sebabnya. Buya menghormati ulama betawi ini dan tahu bahwa adzan dua kali pada shalat Jumat itu adalah pendapat shahabatnya. Dan siapa tidak kenal KH Abdullah Syafii. Suatu ketika di hari Jumat. Biasanya orang Muhammadiyah pada salat subuh tidak membaca doa qunut. Bahkan menurut Rusydi Hamka.yang diceritakan oleh putera beliau. Rupanya. maka Buya minta agar KH. Jadi saya menghargai beliau. . ayahnya itu ketika mau mengimami shalat tarawih. Padahal biasanya beliau tidak berqunut. Abdullah Syafii yang naik menjadi khatib Jumat. dengan perguruan Al-Azhar dan tafsirnya yang fenomenal. karena diantara makmumnya. Maka buya Hamka tampil sebagai khatib menyesuaikan dengan kebiasaan di masjid Jamik tersebut. Namun beliau bershahabat baik dengan tokoh ulama betawi. Yang menarik. Esoknya.H. Ketika itu tidak dipersoalkan lagi bahwa Hamka 0rang Muhammadiyah. Rusydi Hamka. Abdullah Syafii. khususnya masalah adzan dua kali. tokoh kelahiran Amuntai Kalimantan Selatan ini menjawab: "Ya. kilah pengurus Masjid. KH. yang umumnya kiyai betawi hari ini adalah murid-murid beliau. jemaah meminta buya Hamka menjadi imam salat subuh." Ada sebuah kisah yang menarik. Suatu ketika buya Hamka naik haji dengan menggunakan kapal laut 'Gunung Jati' bersama K. Siapa yang tidak kenal Buya Hamka. Ternyata beliau tidak membaca doa qunut pada rekaat kedua. bahkan adzan pun ditambah jadi dua kali. Jadi saya menghargai beliaulah. semata-mata karena ulama ini menghormati ulama lainnya. menawarkan kepada jamaah. Esok harinya giliran pak Idham Khalid yang menjadi imam salat subuh. Abdullah Syafii mengunjungi Buya masjid Al-Azhar Kebayoran Jakarta Selatan. Oleh pengurus masjid Jamik Banjarmasin tokoh Muhammadiyah ini diminta untuk menyampaikan khotbah Jumat. tiba-tiba adzan Jumat dikumandangkan dua kali. Jadi bukan hanya mimbar Jumat yang diserahkan. Tapi kenapa buya subuh ini pakai qunut?" "Ya. Karena menghormati shahabatnya. KH. diantara jemaah ada yang bertanya: "Maaf. Pak Idham Khalid salah seorang makmum. karena di belakang saya ada Hamka yang tidak membaca doa qunut setiap salat subuh. tokoh ulama yang menyatakan bahwa qunut shalat shubuh itu hukumnya sunnah muakkadah Sekitar tahun 1970 almarhum buya Hamka berkunjung ke kota Banjarmasin. Hari itu menurut jadwal seharusnya giliran Buya Hamka yang jadi khatib. Bagaimana reaksi dari Mantan Ketua MUI Pusat pertama ini? Beliau bertanya kepada pengurus masjid: "Apakah khatibnya disini harus memegang tongkat?" "Ya ". " Apakah khatibnya memakai baju jubah dan sorban?" " Ya ". pendiri dan pemimpin Perguruan AsySyafiiyah. Idham Khalid. Pada rakaat kedua. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Ini luar biasa dan kisah ini perlu kita hidupkan lagi. mau 23 rakaat atau mau 11 rakaat. Usai salat. buya Hamka membaca doa qunut. ada pak Idham Khalid. Masyarakat terpukau mendengar khotbah Hamka. Satu subuh." jawab buya Hamka secara diplomatis. maka beliau pun mengimami shalat tarawih dengan 23 rakaat.

Keutamaan & Sbg Kunci Rezeki Bagikan Kemarin jam 22:17 Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Para ulama -semoga Allah memberi balasan yang sebaik-baiknya kepada mereka. Sebagian mereka mengucapkan. Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan : "Dalam istilah syara'. Pertama. Muncul pertanyaan kalau demikian. di mana dalil dan nash yang ada menggiring kita ke arah sana. ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi. berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang bisa diulangi (diganti). taubat adalah meninggalkan dosa karena keburukannya. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah. Tetapi kalimat-kalimat diatas tidak membekas di dalam hati. 'Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. ia harus menyesali perbuatan (maksiat)nya. Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna" [Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an. Wallahu alam bishshawab Dari beberapa sumber. maka taubatnya tidak sah. Tidak pernah meributkan urusan khilafiyah. Karena itu harus disikapi dengan luas dan luwes. apakah tokoh-tokoh ini tidak konsekwen dengan keyakinannya. juga tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan." Inilah tipologi ulama sejati yang ilmunya mendalam dan wawasannya luas. Jika salah satunya hilang. menyesali dosa yang telah dilakukan. dari asal kata " tauba" hal. 76] Imam An-Nawawi dengan redaksionalnya sendiri menjelaskan : "Para ulama berkata.11 rakaat. yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga. Ketiga. hendaknya ia menjauhi maksiat tersebut. Sesungguhnya istighfar dan taubat jenis ini adalah perbuatan orangorang dusta. Bukan sekedar asal beda dan cari-cari perhatian orang. sebab pada hakikatnya urusan khilafiyah lahir karena memang proses yang alami. 13 Februari 2010 babe62ee5bdd32 Istighfar. . Jawabannya: "Mereka mendahulukan akhlak dari pada fikih. "Artinya : Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya".telah menjelaskan hakikat istighfar dan taubat. Griya Bandung Indah. Kedua. maka beliau pun mengimami shalat dengan 11 rakaat.

Dalam menafsirkan ayat "wayumdid kum biamwalin wabanina" Atha' berkata : Niscaya Allah akan membanyakkan harta dan anak-anak kalian" [Tafsir Al-Bagawi. Dibawah ini beberapa nash dimaksud : [1] Apa Yang Disebutkan Allah Subhana Wa Ta'ala Tentang Nuh Alaihis Salam Yang Berkata Kepada Kaumnya.Jika taubatnya itu berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada empat. "Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Imam Al-Qurthubi berkata : "Dalam ayat ini. 4/398. dan membanyakan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". Kitabul Tafsir. sesungguhnya Dia Maha Pengampun" [Nuh : 10] Tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan meminta ampun hanya dengan lisan semata. tetapi dengan lisan dan perbuatan. Berdasarkan firman-Nya : "Sesungghuhnya Dia adalah Maha Pengampun". hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang tersebut. Allah akan menjadikan untuknya sungai-sungai. Lihat pula. [Shahihul Bukhari. Diturunkannya hujan yang lebat oleh Allah. 7/154] Allah akan menjadikan untuknya kebun-kebun. maka ia harus meminta maaf" [Riyadhus Shalihin. Ketiga syarat di atas dan Keempat. [Nuh : 10-12] Ayat-ayat di atas menerangkan cara mendapatkan hal-hal berikut ini dengan istighfar. 41-42] Adapun istighfar. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. memohon ampun (istighfar) hanya dengan lisan saja tanpa disertai perbuatan adalah pekerjaan para pendusta" [Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an. Bahkan hingga dikatakan. Ampunan Allah terhadap dosa-dosanya. sebagaimana diterangkan Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah " Meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan. Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma berkata "midraaraa" adalah (hujan) yang turun dengan deras. Jika berupa had (hukuman) tuduhan atau sejenisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalasnya atau meminta ma'af kepadanya. sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun. surat Nuh 8/666] Allah akan membanyakan harta dan anak-anak. juga yang disebutkan dalam (surat Hud : 3 "Artinya . dari asal kata "ghafara" hal. Jika berupa ghibah (menggunjing). "Artinya : Maka aku katakan kepada mereka. hal. 362] Kedua : Dalil Syar'i Bahwa Istighfar Dan Taubat Termasuk Kunci Rizki Beberapa nash (teks) Al-Qur'an dan Al-Hadits menunjukkan bahwa istighfar dan taubat termasuk sebab-sebab rizki dengan karunia Allah Ta'ala. Dan firman Allah. Tafsirul Khazin. 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu'. Jika berbentuk harta benda atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya.

Maka ia menjawab. [Tafsir Al-Qurthubi. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat". jika kalian bertaubat kepada Allah. [Tafsir Al-Khazin. Fathul Qadir. 274. Al-Iklil fis Tinbathil Tanzil.[Nuh : 10-11].: Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhamnu dan bertaubat kepada-Nya) adalah dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu sarana meminta diturunkannya rizki dan hujan". 5/417] Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata :" Maknanya. hal. mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi. niscaya Ia akan membanyakkan rizki kalian menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit. 4/449] Demikianlah. membanyakan harta dan anak-anak untuk kalian. 'Aku tidak mendengar Anda memohon hujan'. dan Amirul Mukminin Umar bin Khaththab Radhiyallahu 'anhu juga berpegang dengan apa yang terkandung dalam ayat-ayat ini ketika beliau memohon hujan dari Allah Ta'ala. 18/302. "Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhamu. menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian. menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya bermacam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungai-sungai diantara kebun-kebun itu (untuk kalian)". Maka seseorang bertanya kepadanya. 7/154] Sakaratul Maut dan Kematian . Mutharif meriwayatkan dari Asy-Sya'bi : "Bahwasanya Umar Radhiyallahu 'anhu keluar untuk memohon hujan bersama orang banyak. meminta ampun kepadaNya dan kalian senantiasa menta'atiNya. melimpahkan air susu perahan untuk kalian. Lihat pula. sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. [Tafsir Ibnu Katsir. Lalu beliau membaca ayat. 'Aku memohon diturunkannya hujan dengan majadih[1] langit yang dengannya diharapkan bakal turun hujan. Dan beliau tidak lebih dari mengucapkan istighfar (memohon ampun kepada Allah) lalu beliau pulang.

..... apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat.Ditutup untuknya pintu-pintu langit. Sakaratul Maut dan Kematian Kafir atau Fajir (banyak dosa) Sesungguhnya seorang hamba yang kafir atau fajir (banyak dosa).Para malaikat itu duduk disamping calon mayit sejauh mata memandang..... Amma badu : 1.Para Malaikat lalu membawa ruh itu naik. .. para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat.. Malaikat itupun mengambil ruhnya dan langsung memasukkannya kedalam kain kasar (yang dari neraka itu).Ruh itupun terkejut. keluarga. Semua malaikat diantara langit dan bumi melaknatinya (mengutuknya)....Lalu Malaikat mencabutnya seperti mencabut alat pemanggang yang banyak cabangnya dari kain yang basah sehingga terputuslah urat-urat dan ototnya..Para Malaikat yang membawanya menjawab: "Ini ruhnya Fulan bin Fulan".. tiadalah melalui rombongan Malaikat melainkan mereka selalu bertanya: "Ruh siapa yang busuk ini?"..Keburukan-keburukannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta.Keluar dari ruh itu bau yang sangat busuk seperti bau paling busuk yang pernah ada dimuka bumi ini... Kemudian datang Malaikat maut -Alaihis Salam dan duduk disamping kepalanya seraya berkata: "Wahai jiwa yang busuk keluarlah menuju murka dan kebencian dari Allah". dengan menyebut panggilan-panggilan buruknya ketika di dunia.Malaikat yang membawanya menyebutkan keburukankeburukanya selama di dunia.. turun kepadanya para Malaikat dari langit yang sangat keras lagi berwajah hitam sambil membawa kain yang kasar dari neraka... juga semua malaikat yang di langit. shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah.Oleh Abdullah Saleh Hadrami (Bening Hati) Segala puji hanya bagi Allah........Masing-masing penjaga pintu berdoa kepada Allah agar ruh itu tidak lewat melalui pintunya.

. berpakaian jelek dan berbau tidak enak seraya berkata: "Kabar buruk bagimu.. Lalu ruhnya dilempar dari langit sehingga terjatuh ke bumi..Ada kalajengking...Orang itu menjawab: "Ha....".." (QS.ha.. kemudian Rasulullah -Shallallaahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam membacakan ayat: "Dan barangsiapa menyekutukan Allah...Kemudian Rasulullah -Shallallaahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam membacakan: "Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk sorga.... Kedua malaikat itupun bertanya lagi: "Siapa orang yang diutus kepadamu?". tuli ." (QS..Kemudian ia (si mayit) dikuasai oleh seorang yang buta.Ia menjawab: "Ha.....Ia menjawab: "Ha.. Al-Hajj: 31). dibumi yang paling bawah".Lantas Allah berfirman: "Tulislah catatan amalnya di sijjiin.Malaikat bertanya lagi: "Apa Dien-mu?"..".".Al-A?raaf: 40)....Sempit.Dikembalikan ruh itu ke jasadnya sehingga ia mendengar suara alas kaki orang-orang yang pulang dari mengantar jenazahnya.. atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.Kemudian dikatakan: "Kembalikan hambaKu ke bumi karena Aku telah berjanji bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta mengeluarkan mereka darinya pula pada kali yang lain".... !"..Lalu dikatakan kepadanya: "Anda tidak tahu dan tidak mau membaca (belajar).. wajahmu mendatangkan keburukan...Kemudian terdengarlah seruan dari langit: "Ia berdusta..Kemudian datanglah dua Malaikat.".. ini adalah hari yang dijanjikan kepadamu."..Ada cacing.Ia tidak tahu namanya........... maka seolah-olah ia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung.Saya tidak tahuuuu". yang sangat keras.Ia menjawab: "Aku adalah amal burukmu. lalu malaikat mengatakan: "Muhammad!"....Pengap.ha.Orang itu (si mayit) bertanya: "Siapa kamu? semoga Allah memberi kabar buruk kepadamu.. aku tidak mengetahui melainkan kamu lambat dalam ketaatan kepada Allah...Lalu sampailah kepadanya panas dan racunracun neraka dan kuburnya disempitkan sehingga terpatah-patah tulang rusuknya. saya mendengar orang-orang mengatakan itu.....Saya tidak tahuuuu... Demi Allah. lalu Allah membalasimu dengan keburukan. berilah ia hamparan dari neraka dan bukakan untuknya pintu ke neraka. hingga unta masuk ke lubang jarum.... Sekarang ia sendirian di kuburnya.ha.Dua Malaikat yang sangat keras dan membentaknya serta mendudukkannya seraya bertanya: "Siapa Rabbmu?".Tatkala telah sampai di langit dunia mereka meminta agar dibuka pintunya dan ternyata tidak dibukakan.. cepat dalam kemaksiatan.Saya tidak tahuuuu. Setelah itu datang kepadanya seorang yang berwajah buruk.Gelap.... Munkar dan Nakir.".

....... keluarlah menuju ampunan dan ridha dari Allah. Janganlah terjadi kiamat. kemudian Allah mengembalikannya seperti semula.Setelah itu dihisab dan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuantannya...Kemudian dibukakan untuknya pintu neraka dan ia diberi hamparan dari neraka.Tapi. Allah telah menetapkan bahwa seseorang harus tinggal di kubur dulu..Allah murka kepadanya...Ia hanya merasakan siksa dan siksa."... sehingga ia (orang kafir atau fajir) berteriak (kesakitan) dengan teriakan yang didengar oleh semua makhluk kecuali manusia dan jin.Ia berkata: "Ya Rabb. sekiranya dipukulkan ke gunung pasti menjadi tanah.... turun kepadanya para malaikat dari langit yang berwajah putih seakan wajah mereka ibarat matahari… Mereka membawa kafan dan parfum dari surga…Mereka duduk di samping calon mayit sejauh mata memandang… Kemudian datanglah Malaikat maut –Alaihis Salam dan duduklah di samping kepala calon mayit seraya berkata: " Wahai jiwa yang baik.Lalu dia memukulnya lagi dengan pukulan yang lain.. di alam barzakh.Lalu dia memukulnya dengan sekali pukulan sehingga ia menjadi tanah.. Sakaratul Maut dan Kematian mukmin Sesungguhnya seorang hamba mukmin apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat."…Maka keluarlah ruhnya dengan lembut seperti air yang menetes dari bibir tempat air…Malaikat maut-pun mengambilnya…setelah Malaikat mengambil ruh itu maka segera di masukkan dalam kafan yang dari surga tersebut dan diberi parfum yang dari surga itu…Lalu keluarlah dari ruh itu bau yang sangat wangi seperti bau parfum yang paling wangi dimuka bumi ini… Ketika telah keluar ruhnya maka para Malaikat diantara langit dan bumi menshalatinya… Demikian pula semua Malaikat yang di langit…Dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit…Semua penjaga pintu tersebut berdoa kepada Allah agar ruh tersebut lewat melalui pintunya… Para Malaikat membawa ruh itu naik ke langit…Dan tiap-tiap melalui rombongan Malaikat mereka selalu bertanya: "Ruh siapa yang wangi ini?"…Para Malaikat yang membawanya menjawab: "Ini ruhnya Fulan bin .Orang kafir atau fajir akan masuk neraka jahannam yang panasnya tiada tara. Ia tidak ingin segera kiamat karena ia yakin akan mendapat adzab yang lebih dahsyat dari adzab kubur... 2.Ia tidak hidup di dalamnya dengan kehidupan yang layak dan tidak pula mati yang memungkinkannya untuk beristirahat.. sampai kiamat besar.lagi bisu (maksudnya tidak berbelas kasihan) yang ditangannya ada batang besi.... wahai jiwa yang tenang.

Ibrahim: 27)…Ia-pun menjawab: "Rabb-ku adalah Allah."…Malaikat bertanya lagi: "Apa dien-mu?" Ia menjawab : "Dien-ku adalah Islam. mengimani dan mengamalkannya."…Malaikat bertanya lagi: "Apa amalmu?" Ia menjawab: "Aku membaca Kitab Allah. Munkar dan Nakir. Ditulislah catatan amalnya di Illiyyiin…Kemudian dikatakan: "Kembalikanlah ia ke bumi.Kemudian datanglah dua Malaikat. Kemudian datang kepadanya seorang yang berwajah baik."…Kedua Malaikat tersebut bertanya lagi: "Siapa orang yang diutus kepadamu?" Ia menjawab: "Dia adalah Rasulullah –Shallallaahu "Alaihi Wa "Ala Alihi Wa Sallam. sambil menyebutkan panggilan-panggilan terbaiknya selama di dunia…Malaikat yang membawanya menyebutkan kebaikan-kebaikannya selama di dunia…Kebaikan-kebaikannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta… Tatkala telah sampai di langit dunia para Malaikat meminta di bukakan pintunya… Malaikat penjaga pintu langit membuka pintu itu…Kemudian semua Malaikat yang ada ikut mengiringi ruh itu sampai ke langit berikutnya hingga berakhir di langit ke tujuh…. dien-ku adalah Islam dan Nabi-ku adalah Muhammad – Shallallaahu "Alaihi Wa "Ala Alihi Wa Sallam."…Malaikat tersebut membentaknya lagi: "Siapa Rabb-mu? Apa dien-mu? Dan siapa Nabi-mu?"…Itulah ujian terakhir yang menimpa orang mukmin… Allah berfirman: "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu (dua kalimat syahadat) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Al-Muthaffifiin: 19-20). Lalu Allah berfirman: "Tulislah catatan amal hamba-Ku di Illiyyiin! "Tahukah kamu apakah Illiyyiin itu? (Yaitu) kitab yang bertulis (untuk mencatat amal orang yang baik)" (QS." (QS."…Datang dan sampai kepadanya kebahagiaan dan wangi surga…Kuburnya diluaskan sejauh mata memandang…. berpakaian . yang sangat keras…Kedua malaikat itu membentaknya serta mendudukkannya seraya bertanya: "Siapa Rabb-mu?" Ia menjawab: "Rabb-ku adalah Allah. berilah ia hamparan dan pakaian dari surga serta bukalah untuknya pintu surga. karena Aku telah berjanji kepada mereka bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta membangkitkan mereka darinya pula pada kali yang lain"… Ruh itu-pun dikembalikan ke bumi dan ke jasadnya…Ketika telah dikebumikan ia mendengar suara alas kaki orang-orang yang pulang dari mengantarkan jenazahnya… Sekarang ia sendirian di kuburnya…Gelap…Sempit…Pengap…Ada cacing… Ada kalajengking…."…Lalu ada seruan dari langit: "Hamba-Ku benar.Fulan".

"…Orang tersebut menjawab: "Aku adalah amal salehmu. sungguh kami telah menganiaya diri kami. tentulah kami termasuk orang-orang yang merugi…Ya Allah. kami telah beriman kepadaMu. tapi kenyataan…Percaya atau tidak?. Allah telah menetapkan bahwa seseorang harus tinggal di kubur dulu. permudahlah sakaratul maut kami…Jadikanlah kematian kami husnul khotimah…Tolonglah kami agar kami mampu menjawab fitnah kubur dengan baik dan benar…Luaskan alam kubur kami seluas-luasnya sejauh mata memandang…Jadikanlah alam kubur kami sebagai taman diantara taman-taman surga…Permudahlah hisab kami…Masukkanlah kami ke dalam surgaMu…Berilah kami rizki memandang WajahMu Yang Maha Mulia…Berikanlah kepada kami RidhaMu yang Engkau tidak akan . ini adalah hari yang dijanjikan kepada anda. Allah telah menggantinya dengan ini (surga). di alam barzakh.Semoga bermanfaat… Ya Allah. Demi Allah. ia-pun berkata: "Ya Allah segerakanlah kiamat.. semoga Allah memberi kabar gembira kepada anda."…Lalu dijawab: "Tenanglah (di kubur ini dulu)"…Ia ingin segera kiamat agar bisa segera masuk ke dalam surga yang telah diperlihatkan kepadanya dan agar supaya bisa berkumpul dengan semua keluarganya kembali…Tapi. jika Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami. ampunilah dosadosa kami dan selamatkanlah kami dari api neraka… Ya Allah.. sampai kiamat besar…Setelah itu dihisab dan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuantannya…Orang beriman akan masuk ke dalam surga…Memandang Wajah Allah Yang Maha Mulia… Mendapatkan Ridha Allah dan Allah tidak akan pernah lagi murka kepadanya selamanya… Inilah perjalanan hidup yang pasti kita lalui…Ini bukan dongeng."…Ia-pun bertanya: "Siapa anda ?. anda selalu bersegera dalam taat kepada Allah dan lambat dalam maksiat kepada Allah. kabar gembira dengan ampunan dari Allah dan surga yang penuh dengan kenikmatan selamanya."…Kemudian dibukakan untuknya pintu surga dan neraka seraya dikatakan: "Ini (neraka) adalah tempatmu jika kamu bermaksiat kapada Allah. Wajahmu mendatangkan kebaikan. agar aku kembali kepada keluargaku dan hartaku."…Tatkala ia melihat kedalam surga.indah dan baunya wangi seraya berkata: "Kabar gembira dengan sesuatu yang menyenangkan anda. lalu Allah-pun membalasi anda dengan kebaikan pula. ampunilah dosa-dosa kami yang mendatangkan benacana… Ampunilah dosa-dosa kami yang merubah karunia…Ampunilah dosa-dosa kami yang menurunkan bala"…Ampunilah dosa-dosa kami yang menghalangi doa…Ampunilah semua dosa yang telah kami lakukan dan semua kesalahan yang telah kami kerjakan… Ya Allah.

kami berlindung kepadaMu dari murkaMu dan nerakaMu… Ya Allah aku memohon kepadaMu Ilmu yang bermanfaat. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah. 26968b2478826e .pernah lagi murka kepada kami setelah itu selamanya…. Allahumma Amiin. keluarga. para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat dan segala puji hanya bagi Allah. kami mohon kepadaMu ridhaMu dan surgaMu… Ya Allah. Ya Allah. yang mendekatkan diri kami kepadaMu dan kami berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat Ilmu yang menjauhkan kami dariMu.

Termasuk pula dalam katagori ini. maka kokohkanlah permintaan itu dengan disertai jiwa yang sabar yakni dengan menahan diri dari godaan untuk melakukan hal-hal yang bernilai rendah. maka segala beban yang berat akan terasa ringan. tidak hanya shalat yang kita jalankan dan meninggalkan perintah yang lain. demikian juga dalam kehidupan kita sehari-hari. Imam Ghazali mendefinisikan sabar sebagai ketetapan hati melaksanakan tuntunan agama menghadapi rayuan nafsu. penganiayaan dan semacamnya. misalnya terjerumus kedalam prasangka buruk kepada Allah yakni mengira Allah tidak memperhatikan kita. seperti sabar dalam melaksanakan ibadah haji yang mengakibatkan keletihan atau sabar dalam peperangan membela kebenaran. adalah sabar rohani menyangkut kemampuan menahan kehendak nafsu yang dapat mengantar kepada kejelekan. tidak begitu. melakukan pengrusakan dan lain-lain. Betapapun. namun bila hal itu dibarengi dengan hati yang khusu’ yakni hati yang selalu tunduk dan selalu merasa tenteram dalam berzikir kepada Allah. kita merasakan bahwa beban hidup kita kadang terasa begitu berat bagi kita. tentu akan membawa jiwa akan tenteram. . memohon bantuan atau meminta seseorang melakukan sesuatu yg kita inginkan hendaknya disertai dengan sikap dan jiwa yang sabar tidak terjerumus dalam nafsu amarah. penyakit. Tetapi kukuhkanlah semua permintaan kita dengan ketaatan kepada semua perintah Allah agar kita mampu menghadapi segala kesulitan serta memikul segala beban. Secara umum kesabaran dapat dibagi dalam dua bagian pokok: Pertama. sabar jasmani yaitu kesabaran dalam menerima dan melaksanakan perintah-perintah keagamaan yang melibatkan anggota tubuh. seperti sabar menahan amarah. Bukankah kita sering merasa plong bila kita curhat kepada seseorang atas beban yang kita rasakan apalagi bila teman curhat kita itu adalah zat yang Maha Mendengar. Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat. Ia juga berarti ketabahan. Kemudian munajah kita kepada Allah swt dikuatkan dengan mengaitkan diri kita kepada Allah swt yakni melakukan shalat sebagai simbol ketaatan kita kepada ketentuan-ketentuan Allah. atau menahan nafsu seksual yang bukan pada tempatnya. ini bermakna bahwa bila kita meminta sesuatu kepada Allah. Kedua.Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Kata ash-shabar artinya menahan diri dari sesuatu yang tidak berkenan di hati. kecuali bagi orang-orang yang khusyu (QS 2:45) Allah memerintahkan kepada kita bila kita memohon pertolongan Allah swt. Maha memperhatikan kita.

shalat membantu manusia menghadapi segala tugas dan bahkan petaka. mengingat Allah. Demikian. tetapi tentu ada tingkatan-tingkatan dibawahnya. dalam arti jadikanlah ketabahan menghadapi segala tantangan bersama dengan shalat. Kekhusu’an dalam shalat menuntut kita untuk menghadirkan kebesaran dan keagungan Allah.Sedangkan ash-shalah. Quraish Shihab. Khusu’ adalah ketenangan hati dan keengganannya mengarah kepada kedurhakaan. . Shalat juga mengandung pujian kepada Allah atas limpahan karuniaNya. Dengan demikian. Inilah puncaknya. Ia adalah orang yang mempersiapkan dirinya untuk menerima dan mengamalkan kebajikan. Bisa juga bermakna: Jadilah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Wallahu a’lam Referensi utama: Tafsir al Mishbah. dari segi bahasa artinya do’a. sekaligus kelemahannya sebagai manusia dihadapan Allah. Puncak khusu’ adalah ketundukan dan kepatuhan anggota badan. dan dari segi pengertian syariat adalah “ucapan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Yang dimaksud dengan orang-orang yang khusu’ dalam ayat tersebut di atas adalah mereka yang menekan kehendak nafsunya dan membiasakan dirinya menerima dan merasa tenang menghadapi ketentuan Allah serta selalu mengharapkan kesudahan yang baik. Tingkatan terendah adalah sekadar pengamalan yang tulus kepadaNya walau diselingi oleh pikiran yang melayang kepada hal-hal yang tidak bersifat negatif. M. ayat tersebut diatas menyampaikan pesan kepada kita: mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan tabah dan sabar menghadapi segala tantangan serta dengan melaksanakan shalat. Ia bukanlah orang yang mudah terpedaya oleh rayuan nafsu. dalam keadaan pikiran dan bisikan hati secara keseluruhan menuju kehadirat Ilahi. dan mengingat karunia-Nya mengantar seseorang terdorong untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya serta mengantarnya tabah menerima cobaan atau tugas yang berat. yakni doa dan permohonan kepada Allah sebagai sarana untuk meraih segala macam kebajikan.

menegakkan shalat. Rasullah bersabda. “Islam dibangun atas lima pilar: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. membayar zakat. No.DUA DIMENSI SHOLAT Oleh: DR.8 . berhajji ke ka’bah baitullah dan puasa di bulan Ramadlan. Bukhari.” (HR. Dalam deretan rukun Islam Rasulullah saw. menyebutnya sebagai yang kedua setelah mengucapkan dua kalimah syahadat (syahadatain). Amir Faishol Fath Shalat adalah ibadah yang terpenting dan utama dalam Islam.

Dimensi Ritual Shalat . otomatis menjadi murtad (keluar dari Islam). bersabda. Dari proses bagaimana ibadah shalat ini disyariatkan –lewat kejadian yang sangat agung dan kita kenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj– Rasulullah saw. maka dalam shalat Rasullah bersabda. Para sahabat bergerak memerangi mereka. melaksanakan shalat. No. ketika menjabat sebagai khalifah setelah Rasullah saw. kepada kita. Ini baru manolak zakat. apalagi menolak shalat. langsung mengajarkannya. Muslim. “Ambillah dariku cara melaksanakan manasik hajimu”. Untuk menjelaskan bagaimana cara Rasullah saw. Bahwa shalat bukan masalah ijtihadi (baca: hasil kerangan otak manusia yang bisa ditambah dan diklurangi) melainkan masalah ta’abbudi (baca: harus diterima apa adanya dengan penuh keta’atan). “shalatlah sebagaiman kamu melihat aku shalat”. Dari sini tampak dengan jelas keagungan ibadah shalat. Abu Bakar Ash Shidiq ra. Allah menerangkan bahwa menegakkan ibadah shalat adalah ciri kedua setelah beriman kepada yang ghaib (Al-Baqarah: 3).dan HR.8). pernah dihebohkan oleh sekelompok orang yang menolak zakat. wafat. Rasullah saw. Sekecil apapun yang akan kita lakukan dalam shalat harus sesuai dengan apa yang diajarkan Allah langsung kepada Rasul-Nya. Peristiwa itu terkenal dengan harbul murtaddin. Ketika ditanya Malaikat Jibril mengenai Islam. tidak menerima melalui perantara Malaikat Jibril. Ketika menyebutkan ciri-ciri orang yang bertakwa pada awal surah Al-Baqarah. Orang yang mengingkari salah satu dari rukun Islam. Muslim No. melainkan Allah swt. dan yang diajarkan Rasulullah saw. Bagi Abu Bakar mereka telah murtad. maka wajib diperangi. lagi-lagi menyebut shalat pada deretan yang kedua setelah syahadatain (HR. Bila dalam ibadah haji Rasulullah saw. paling tidak ada dua dimensi yang bisa diuraikan dalam pembahasan ini: dimensi ritual dan dimensi spiritual.16).

Termasuk dalam hal menambah adalah membaca terjemahan secara terang-terangan dalam setiap bacaan yang dibaca dalam shalat.. Dalam segi waktu pun tidak ada seorang ulama yang berani menggeser. benar kita harus mengikuti Rasullah. yang mencoba-coba berusaha merevisi atau menginovasi. maghrib. yang tiga ditambah menjadi lima. Bila Rasullah memerintahkan agar kita harus shalat seperti beliau shalat. An-Nisa’: 101). ashar. Jadi tidak bisa membaca apa saja seenaknya. maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menambah-nambah.. Apa yang dibaca dalam shalat juga tercakup dalam tata cara ini dan harus mengikuti tuntunan Rasulullah. waktu shalat Maghrib digeser ke Ashar dan sebagainya (perhatikan: An-Nisa’: 103).Dimensi ritual shalat adalah tata cara pelaksanaannya. melainkan hanya perintah bahwa kita harus mengikuti Rasullah secara ta’abbudi dalam melakukan shalat ini. dan itupun tidak setiap saat. termasuk di dalamnya berapa rakaat dan kapan waktu masing-masing shalat (shubuh. isya’) yang harus ditegakkan. Dalam hal ini tidak ada seorang pun dari sahabat Rasulullah saw. Dalam konteks ini tentu tidak bisa beralasan dengan shalat qashar (memendekkan jumlah rakaat) atau jama’ taqdim dan ta’khir (menggabung dua shalat seperti dzhuhur dengan ashar: diawalkan atau diakhirkan) karena masing-masing dari cara ini ada nashnya (baca: tuntunan dari Alquran dan sunnah Rasullah saw. Mungkin seorang mengatakan. zhuhur. Katakanlah waktu shalat Zhuhur digeser ke waktu dhuha. apa lagi ulama. . Artinya shalat seorang tidak dianggap sah bila dilakukan sebelum waktunya atau kurang dari jumlah rakakat yang telah ditentukan. Karena sepanjang pengetahuan penulis tidak ada nash yang memerintahkan untuk juga membaca terjemahan bacaan dalam shalat. Umpamnya yang empat rakaat dikurangi menjadi tiga. melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan kondisi yang tercantum dalam nash. yang dua ditambah menjadi empat dan lain sebagainya.

Menariknya. Pada hadits mengenai pertemuannya dengan Malaikat Jibril. Muslim No.tapi bagaimana kalau kita tidak mengerti apa makna bacaan yang kita baca dalam shalat? Bukankah itu justru akan mengurangi nilai ibadah shalat itu sendiri? Dan kita hadir dalam shalat menjadi seperti burung beo. mengucapkan sesuatu tetapi tidak paham apa yang kita ucapkan? Untuk mengerti bacaan dalam shalat. kita menjawab Anda salah mengapa tidak belajar sebelum masuk ke ruang ujian. Sebab. Demikian juga bila seorang beralasan bahwa ia tidak mengerti kalau tidak membaca terjemahan dalam shalat. Mengapa Anda harus dengan mengorbankan shalat.8 dan HR. Bukahri No. Pentingnya mengikuti cara Rasullah bershalat. Muslim No.16) Apa makna dari aqiimu atau yuqiimu di sini? Mengapa kok tidak langsung mengatakan shallu (bershalatlah) atau yushalluuna (mereka bershalat)? Para ahli tafsir bersepakat bahwa dalam kata aqiimu atau yuqiimuuna mengandung makna penegasan bahwa .8) dan pada hadits mengenai pilar-pilar Islam bersabda: “waiqaamish shalati “. Anda salah mengapa Anda tidak belajar memahami bacaan tersebut di luar shalat. tindakan membaca terjemahan dalam shalat seperti tindakan seorang pelajar yang menyontek jawaban dalam ruang ujian. Rasullah bersabda: “watuqiimush shalata“ (HR. caranya tidak mesti dengan membaca terjemahannya ketika shalat. (HR. Bila menyontek. kita jawab. ternyata bukan hanya bisa dipahami dari hadits tersebut di atas. ungkapan seperti ini juga digunakan Rasullah saw. Dari segi bahasa dan gaya ungkap Alquran selalu menggunakan “aqiimush shalaata” (tegakkankanlah shalat) atau “yuqiimunash sahalat” (menegakkan shalat). melainkan dalam teks-teks Alquran sangat nampak dengan jelas. Bila si pelajar beralasan bahwa ia tidak bisa menjawab kalau tidak nyontek. Membaca terjemahan dalam shalat juga merusak shalat. demi memahami bacaan yang Anda baca dalam shalat? Wong itu bisa Anda lakukan di luar shalat. melainkan Anda bisa melakukannya di luar shalat. jawaban merusak ujian pelajar.

Dimensi Spiritual Shalat Mengikuti cara Rasulullah saw. Bairut. Darul fikr. namun sungguh tidak sempurna bila ruhnya dibiarkan meronta-meronta tanpa dipenuhi kebutuhannya. tapi apa makna shalat Anda bila tidak diikuti dengan kekhusyukan. Perihal kekhusyukan ini Alquran telah menjelaskan. alkhasyi’in itu orang yang penuh tawadhu’.” (Al-Baqarah: 45) Imam Ibn Katsir. alkhasyi’in adalah orang yang dipenuhi rasa takut kepada Allah. menyebutkan pendapat para ulama salaf mengenai makna khusyu’ dalam shalat: Mujahid mengatakan. Dhahhaq mengatakan. memang secara fikih shalat Anda sah bila memenuhi syarat dan ruku’nya secara ritual. melakukannya dengan penuh kekhusyukan. Abul Aliyah menyebut. “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. maupun secara spiritual dengan melakukannya secara khusyuk seperti Rasulullah saw. 1986.133) Dan pada dasarnya shalat –seperti yang digambarkan Ustadz Sayyid Quthub– adalah hubungan antara hamba dan Tuhannya yang dapat menguatkan hati. Demikian juga shalat. memang seorang bisa hidup bila hanya memenuhi kebutuhan jasadnya. ketika menafsirkan ayat ini. membekali keyakinan untuk menghadapi segala . 1. Muqatil bin Hayyanperpendapat. Masalah khusyu’ adalah pembahasan dimensi spiritual shalat yang akan kita bicarakan setelah ini. Tafsirul Qur’anil azhim. (Ibn Katsir. shalat tidak cukup hanya dengan menyempurkan dimensi ritulanya saja. melainkan harus juga diikuti dengan menyempurnakan dimensi spritualnya. alkhasyi’en merupakan orang yang benar-benar tunduk penuh ketaatan dan ketakutan kepada Allah. dan sesungguhnya shalat itu sangat berat kecuali bagi mereka yang khusyu. vol. tanpa sedikitpun mengurangi atau menambah. itu suatu gambaran keimanan yang hakiki.shalat itu harus ditegakkan secara sempurna: baik secara ritual dengan memenuhi syarat dan rukunnya. h. Ibarat jasad dengan ruh.

vol. 1. dan benar.setiap kali menghadapi persoalan. memerintahkan agar kita mengikuti shalat seperti yang beliau lakukan. 2002. perzinaan. fii zhilalil Qur’an. (Sayyid Quthub. Bairut. berapa dari mereka yang benar-benar menikmati buah shalatnya.benar melahirkan sikap moral yang tinggi. seperti yang dinyatakan dalam Alquran: “dan dirikanlah shalat. 69) Dalam hal ini tentu shalat yang dimaksud bukan sekedar shalat. Kini kita menyaksikan orang-orang shalat di mana-mana. (Al-Ankabut: 45) Jelas. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar ”. –kata Sayyid. Disebutkan dalam buku ini bahwa orang yang sembahyang banyak.kenyataan yang harus dilalui. Rasulullah saw. 1985. h. h. selalu segara melaksanakan shalat. Tanbihul ghafiliin. Oleh sebab itu para ulama terdahulu selalu mengajarkan bagimana kita menegakkan shalat dengan penuh kekhusyukan. melainkan shalat yang benar-benar ditegakkan secara sempurna: memenuhi syarat dan rukunnya. itu maksudnya mengikuti secara . Karena hanya shalat yang seperti inilah yang akan benar-benar memberikan ketenangan yang hakiki pada ruhani. bahwa hanya shalat yang khusyu’ yang akan membimbing pelaksananya pada ketenangan dan kemuliaan perilaku. Darusy syuruuq. Imam AsSamarqandi dalam bukunya tanbihul ghafiliin. menulis bab khusus dengan judul: Bab itmamush shalaati wal khusyu’u fiihaa (Bab menyempurkan dan khusyuk dalam shalat). Darul Kitab al’Araby. 293) Imam As-Samarqandi benar. Tetapi. Bairut. lebih dari itu penuh dengan kekhusyukan. Antara Ritual dan Spritual Ketika Rasulullah saw. (As Samarqandi. korupsi dan lain sebagainya yang termasuk dalam kategori munkar. tetapi orang yang menegakkan shalat secara sempurna sedikit. menjaga diri dari perbuatan keji.

Karena yang Anda ambil hanya gerakan shalatnya saja. Satu dimensi hilang. spiritual artinya melaksanakannya dengan penuh keikhlsan. Wallahu A’lam bish shawa . Maka. Sebaliknya. akibatnya fatal. Shalat Anda menjadi tidak bernilai apa-apa di sisiNya. boleh jadi shalat Anda sah secara fikih. tidak akan membawa dampak apa-apa pada diri Anda. apapun alasan dan tujuannya. Kedua dimiensi itu adalah satu kesatuan tak terpisahkan. Na’udzubillahi mindzaalika. maka shalat Anda tidak sempurna. shalat yang ditambah dengan menerjemahkan setiap bacaannya ke dalam bahasa Indonesia.sempurna: ritual dan spiritual. itu bukan shalat yang dicontohkan Rasullah. itu tidak disebut shalat. Sementara ruhani shalat itu Anda campakkan begitu saja. Bila Anda hanya mengutamakan yang spiritual saja. atau meniggalkannya sema sekali) itu tidak sah. menambahkan atau mengurangi. Tetapi. Bahkan bila yang anda abaikan dari dimensi spiritual shalat itu adalah keikhlasan. Ritual artinya menegakkan secara benar syarat dan rukunnya. ketundukan dan kekhusyukan. dengan mengabaikan yang ritual (seperti tidak mengkuti cara-cara shalat Rasulluah secara benar. Dengan bahasa lain. bila yang Anda utamakan hanya yang ritual saja dengan mengabaikan yang spiritual.

Jalan meraih sukses dengan pasti adalah dengan bertakwa dan bertawakkal pada Allah subhanahu wa ta’ala. Seperti dalam َ َ ْ kalimat disebutkan “‫ . artinya menyerahkan/ mempercayakan. Ayat yang bisa menjadi renungan bagi kita bersama adalah firman Allah Ta’ala. [2] Keutamaan Tawakkal . para sahabat. tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Dia.[1] Berdasarkan keterangan dari Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah. ُ ُ ْ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ َ َ ّ ْ ََ ّ َ ُ َ ح‬ ‫ومن يتق ال يجعل له مخرجا )2( ويرزقه من حيث ل يحتسب ومن يتوكل على ال فهو َسبه‬ ِ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ْ َ ّ ِ َّ ْ َ َ َ “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.MERAIH SUKSE DG TAWAKAL Segala puji bagi Allah. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. mendatangkan bahaya.”وَك ّلت أ َمري إ ِلى فُلن‬aku menyerahkan urusanku pada fulan. menghalangi. keluarga.” (QS. Rabb semesta alam. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad. Sedangkan ِ ْ yang dimaksud dengan tawakkal adalah berkaitan dengan keyakinan. dan mendatangkan manfaat kecuali Allah semata’. Ath Tholaq: 2-3) Hakekat Tawakkal Tawakkal berasal dari kata “wukul”. menyerahkan semua urusan kepada-Nya serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa ‘tidak ada yang memberi. hakekat tawakkal adalah benarnya penyandaran hati pada Allah ‘Azza wa Jalla untuk meraih berbagai kemaslahatan dan menghilangkan bahaya baik dalam urusan dunia maupun akhirat. tempat bersandar seluruh makhluk.

maka hasilnya pun akan baik dari cara-cara lain. Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan usaha .”[8] Masya Allah suatu keutamaan yang sangat luar biasa sekali dari orang yang bertawakkal.Pertama: Tawakkal sebab diperolehnya rizki Ibnu Rajab mengatakan. Ketiga: Masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab Dari Ibnu ‘Abbas. namun diakhirkan sesuai dengan waktu yang pas. itu sudah akan mencukupi mereka. َ ْ ‫وَمن ي َت َوَك ّل عَلى الل ّه فَهُو حسب ُه‬ ِ ُ ْ َ َ ْ َ “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Yang Maha Perkasa (AL ‘Aziz) dan Maha Penyayang (Ar Rohim).”[7] Syaikh As Sa’di rahimahullah menjelaskan pula. Yang Maha Kuat (Al Qowi). dan ia pun menyerahkan urusannya pada Allah. maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka. Mengambil sunnah ini sudah menjadi sunnatullah (ketetapan Allah yang mesti dijalankan). ”Tawakkal adalah seutama-utama sebab untuk memperoleh rizki”.” (QS. maka Allah akan memberi kecukupan bagi-Nya. tidak beranggapan sial dan mereka selalu bertawakkal pada Rabbnya. “Barangsiapa yang bertakwa pada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menyandarkan hatinya pada-Nya. “Barangsiapa yang menyandarkan dirinya pada Allah.[4] Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah ketika menjelaskan surat Ath Tholaq ayat 3 mengatakan. “Barangsiapa menyerahkan urusannya pada Allah. Namun kadang hasil tidak datang saat itu juga. ُ ُ ‫ي َد ْخل ال ْجن ّة من أ ُمتى سب ْعون أ َل ْفا ب ِغَي ْر حساب ، هُم ال ّذين ل َ ي َست َرقون ، وَل َ ي َت َط َي ّرون‬ ً َ ُ َ ِ ّ ْ ِ َ َ َ ُ َ ُ ْ ْ ٍ َ ِ ِ َ ِ ُ ‫، وَعَلى رب ّهِم ي َت َوَك ّلون‬ َ ُ ْ َ َ “Tujuh puluh ribu orang dari umatku akan masuk surga tanpa hisab. maka Allah akan berikan kecukupan pada urusannya. maka Allah akan beri kecukupan pada urusannya. Kedua: Diberi kecukupan oleh Allah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca surat Ath Tholaq ayat 3 kepada Abu Dzar Al Ghifariy. Jika urusan tersebut diserahkan pada Allah Yang Maha Mencukupi (Al Ghoni). ْ ُ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ُ ُّ َ ّ ّ َ ْ َ ‫لو أن الناس كلهم أخذوا بها لكفتهم‬ “Seandainya semua manusia mengambil nasehat ini.[2] Sebagaimana Allah Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya. “Barangsiapa yang menyandarkan diri pasa Allah dalam urusan dunia maupun agama untuk meraih manfaat dan terlepas dari kemudhorotan.”[3] Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakkal.”[6] Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan. maka Allah yang akan mencukupi urusannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Mereka adalah orangorang yang tidak minta diruqyah. Lalu beliau berkata padanya. Ath Tholaq: 3).”[9] Merealisasikan Tawakkal “Dalam merealisasikan tawakkal tidaklah menafikan melakukan usaha dengan melakukan berbagai sebab yang Allah Ta’ala tentukan.”[5] Al Qurtubhi rahimahullah menjelaskan pula tentang surat Ath Tholaq ayat 3 dengan mengatakan.

Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu. ”Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali ketika sore dalam keadaan kenyang.” demikian penuturan Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah selanjutnya[10].” Imam Ahmad lantas mengatakan. Karena burung saja mendapatkan rizki dengan usaha. “Usaha dengan anggota badan dalam melakukan sebab adalah suatu bentuk ketaatan pada Allah. tubuh. Tidak sebagaimana anggapan sebagian orang yang menyangka bahwa tawakkal hanyalah menyandarkan hati pada Allah. Sehingga hal ini menuntunkan pada kita untuk mencari rizki.disertai dengan bertawakkal pada-Nya. Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan.”[13] Ibnu ‘Allan mengatakan bahwa As Suyuthi mengatakan. maka mereka akan memperoleh rizki tersebut sebagaimana burung yang pergi pagi hari dalam keadaan lapar. . enggan melakukan usaha untuk memperoleh rizki. namun haruslah dengan melakukan usaha yang maksimal. Jadi. Namun. Tawakkal tidaklah demikian. kemudian kembali dalam keadaan kenyang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah bersabda. atau bahkan mendustakan yang telah ditakdirkan baginya. kemudian melihat bahwa setiap kebaikan berada di tanganNya dan dari sisi-Nya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki.”[14] Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. 2. tanpa melakukan usaha atau melakukan usaha namun tidak maksimal. Bersandarnya hati pada Allah. Sedangkan bersandarnya hati pada Allah adalah termasuk keimanan. Jadi intinya. Inilah cara merealisasikan tawakkal dengan benar. Rizkiku pasti akan datang sendiri. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang. ”Aku tidak mengerjakan apa-apa. ً َ ِ ُ ُ َ َ ً َ ِ ُ ْ َ َ ْ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ َ َ َ ِ ِّ َ َ ّ َ ّ ََ َ ُّ َ َ َ ْ ُ ّ َ ْ َ ‫لو أنكم تتوكلون على ال حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا‬ ِ “Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah.”[12] Al Munawi mengatakan. ”Orang ini sungguh bodoh. “Al Baihaqi mengatakan dalam Syu’abul Iman: Hadits ini bukanlah dalil untuk duduk-duduk santai. Bahkan hadits ini merupakan dalil yang memerintahkan untuk mencari rizki karena burung tersebut pergi di pagi hari untuk mencari rizki. Orang yang duduk-duduk tersebut pernah berkata. Namun ingatlah bahwa mereka tidak hanya bersandar pada kekuatan. yang dimaksudkan dengan hadits ini – wallahu a’lam-: Seandainya mereka bertawakkal pada Allah Ta’ala dengan pergi dan melakukan segala aktivitas dalam mengais rizki. Hal ini menunjukkan bahwa tawakkal tidak harus meninggalkan usaha. usaha (sebab) itu bukanlah yang memberi rizki. Melakukan usaha.”[11] Tawakkal Haruslah dengan Usaha Berikut di antara dalil yang menunjukkan bahwa tawakkal tidak mesti meninggalkan usaha. dan usaha mereka saja. yang memberi rizki adalah Allah Ta’ala. Karena ini semua adanya yang menyelisihi tawakkal. Tawakkal haruslah dengan melakukan berbagai usaha yang akan membawa pada hasil yang diinginkan. dari penjelasan beliau ini dalam merealisasikan tawakkal haruslah terpenuhi dua unsur: 1.

” (QS. Dua kriteria lainnya berkaitan dengan orang yang mengambil sebab. Mereka pun mengolah kurma. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut air zam-zam. Sebab ini adalah sebab yang terbukti secara syar’i artinya ada dalil yang menunjukkannya yaitu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ”Barangsiapa mencela usaha (meninggalkan sebab) maka dia telah mencela sunnatullah (ketentuan yang Allah tetapkan). Satu kriteria berkaitan dengan sebab yang diambil. Juga firman-Nya. Yang patut dijadikan qudwah (teladan) adalah mereka (yaitu para sahabat). sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki.[16] Allah subhanahu wa ta’ala dalam beberapa ayat juga menyuruh kita agar tidak meninggalkan usaha sebagaimana firman-Nya. Contoh: Dengan minum air zam-zam. Al Anfaal: 60). Namun dengan catatan kita tetap bersandar pada Allah ketika mengambil sebab dan tidak boleh bergantung pada sebab semata. Kriteria pertama: Berkaitan dengan sebab yang diambil. dan carilah karunia Allah. perlu diperhatikan bahwa dalam mengambil sebab ada tiga kriteria yang mesti dipenuhi.”[18] . ِ ْ َ ْ ِ َ ِ ْ ِ َ ٍ ّ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ُ َ ّ ِ ََ ‫وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل‬ ”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang. Al Jumu’ah: 10). Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang”. maksudnya adalah benar-benar ditunjukkan dengan dalil Al Qur’an atau hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ِ ّ ِ ْ َ ْ ِ ُ َ ْ َ ِ ْ َْ ِ ُ ِ َ ْ َ ُ َ ّ ِ َ ِ ُ َ َِ ‫فإذا قضيت الصلة فانتشروا في الرض وابتغوا من فضل ال‬ “Apabila telah ditunaikan shalat.”[17] Dari keterangan Sahl At Tusturi ini menunjukkan bahwa jangan sampai kita meninggalkan sebab. seseorang bisa sembuh dari penyakit. ٍ ْ ُ ُ َ َ َ ِّ ٌ َ َ َ ُ َ ِّ ‫إنها مباركة إنها طعام طعم‬ “Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi. “Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah. Dalam ayat-ayat ini terlihat jelas bahwa kita dituntut untuk melakukan usaha. Disebutkan dalam hadits ini bahwa burung tersebut pergi pada waktu pagi dan kembali pada waktu sore dalam rangka mencari rizki. Oleh karena itu. Yaitu sebab yang diambil haruslah terbukti secara syar’i atau qodari. Meraih Sukses dengan Menempuh Sebab yang Benar Sahl At Tusturi rahimahullah mengatakan. Secara syar’i. Barangsiapa mencela tawakkal (tidak mau bersandar pada Allah) maka dia telah meninggalkan keimanan. maka bertebaranlah kamu di muka bumi.” (QS. air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan.‫إن ال جعل رزقي تحت ظل رمحي‬ ِ ْ ُ ّ ِ ْ َ ِْ ِ َ َ َ ّ ّ ِ ”Allah menjadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku.”[15] Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. Para sahabat pun berdagang.

Contoh: Dengan belajar giat seseorang akan berhasil dalam menempuh UAS (Ujian Akhir Semester). Ini adalah cara yang haram.”[21] Misalnya lagi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Kriteria ketiga: Berkaitan dengan orang yang mengambil sebab. Ini adalah sebab qodari dan dihalalkan. Ini adalah suatu bentuk penipuan. yaitu meyakini takdir Allah.”[23] Artinya.Ditambahkan dalam riwayat Abu Daud (Ath Thoyalisiy) dengan sanad jayyid (bagus) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan. yaitu hendaklah ia menyandarkan hatinya pada Allah dan bukan pada sebab.[22] Kriteria kedua: Berkaitan dengan orang yang mengambil sebab. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya. maka ia tidak termasuk golonganku. Buraidah. ٍ ْ ُ ُ َِ َ ‫وشفاء سقم‬ “Air zam-zam adalah obat dari rasa sakit (obat penyakit). ٍ َ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ ّ َ ُْ َ ْ َ َ ْ َ ِ ِ َ َ ْ َ ِ َ َ ّ َ َ َ ‫كتب ال مقادير الخلئق قبل أن يخلق السموات والرض بخمسين ألف سنة‬ ُ . Misalnya menjalani ujian sambil membawa kepekan (contekan). memperoleh harta dengan cara korupsi. Hatinya seharusnya merasa tenang dengan menyandarkan hatinya kepada Allah. Seberapa pun sebab atau usaha yang ia lakukan maka semua hasilnya tergantung pada takdir Allah (ketentuan Allah). َُ َ ِ ُ َ ِ ََ ْ َ ُ َ ‫ماء زمزم لما شرب له‬ “Khasiat air zam-zam sesuai keinginan ornag yang meminumnya. Dan sebab qodari di sini ada yang merupakan cara halal dan ada pula yang haram. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. jika ia bergantung pada selain Allah. dan bukan pada sebab. maksudnya adalah secara sunnatullah.”[19] Begitu pula disebutkan dalam hadits lainnya.”[20] Secara qodari. Namun ada pula sebab qodari dan ditempuh dengan cara yang haram. maka ia pun menyesal. maka Allah pun akan berlepas diri darinya dan membuat hatinya tergantung pada selain Allah. niscaya Allah akan menjadikan dia selalu bergantung pada barang tersebut. ِ ْ َِ َ ِ ُ ً ْ َ َ َّ َ ْ َ ‫من تعلق شيئا وكل إليه‬ “Barangsiapa menggantungkan diri pada sesuatu. dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. pengalaman dan penelitian ilmiah itu terbukti sebagai sebab memperoleh hasil. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. pent) adalah harta yang berstatus ghulul (baca:korupsi)”. ٌ ُُ َ ُ َ َ َِ َ ْ َ َ َ َ َ َ ً ْ ِ ُ َ ْ َ َ َ ٍ َ َ ََ ُ َ ْ َ ْ َ ْ ِ َ ‫من استعملناه على عمل فرزقناه رزقا فما أخذ بعد ذلك فهو غلول‬ “Siapa saja yang kami pekerjakan lalu telah kami beri gaji maka semua harta yang dia dapatkan di luar gaji (dari pekerjaan tersebut. ‫من غش فليس منى‬ ّ ِ َ ْ ََ ّ َ ْ َ “Barangsiapa menipu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Di antara tanda seseorang menyandarkan diri pada sebab adalah di akhir-akhir ketika tidak berhasil.

maka ternyata hasil yang diperoleh tidak sesuai yang diinginkan maka janganlah terlalu menyesal dan janganlah berkata “seandainya demikian dan demikian” dalam rangka menentang takdir. jangan engkau lemah. Jika diyakini bahwa pensil tersebut yang menentukan hasil.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi. “Landasan setiap kebaikan adalah jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi. Keyakinan semacam ini berarti telah menyatakan adanya pencipta selain Allah. Semoga bermanfaat.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Misalnya. inilah landasan kebaikan dan akan membuat seseorang semakin ridho dengan setiap cobaan.“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.”[27] Demikian sedikit pembahasan kami tentangt tawakkal. maka ini termasuk syirik kecil. Ketika Mendapat Kegagalan Ketika itu sudah berusaha dan menyandarkan diri pada Allah. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Perilaku semacam ini berarti mencela sunnatullah sebagaimana dikatakan oleh Sahl At Tusturi di atas. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam. maka ini termasuk syirik akbar. namun enggan menyandarkan diri pada Allah dan menyandarkan diri pada sebab. Namun.bersabda. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Minta tolonglah pada Allah. keduanya tetap memiliki kebaikan. Keempat: Meyakini bahwa sebab tersebut memiliki kekuatan sendiri dalam menentukan hasil. . Ketiga: Sebab yang dilakukan adalah sebab yang haram. Jika engkau tertimpa suatu musibah. namun tidak melakukan usaha dan mencari sebab. ولكن قل قدر ال وما شاء فعل فإن لو تفتح عمل‬ ِ ِ َ ّْ ‫الشيطان‬ “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Dari Abu Hurairah. Kedua: Melakukan usaha. meraih dengan jalan korupsi. maka ini termasuk keharaman.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon. Misalnya. agar dilancarkan dalam urusan atau bisnis. َ َ ّ ِ ْ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ َ ََ ْ ِ ْ ٌ ْ َ ّ ُ ِ َ ِ ِ ّ ِ ِ ْ ُ ْ َ ِ ّ َِ ّ َ ََ ٌ ْ َ ّ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ‫المؤمن القوى خير وأحب إلى ال من المؤمن الضعيف وفى كل خير احرص على ما ينفعك واسْتعن بال ول‬ ِ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ ّ َِ َ َ َ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ْ ُ ْ ِ ََ َ َ َ َ َ َ َ ُ ْ َ َ ّ َ ْ َ ْ ُ َ َ َ ‫َ ْ ِ ْ َِ ْ َ َ َ َ َ ْء‬ ‫تعجز وإن أصابك شى ٌ فل تقل لو أنى فعلت كان كذا وكذا. memakai pensil ajaib yang diyakini bisa menentukan jawaban yang benar ketika mengerjakan ujian. Ibnul Qayyim mengatakan.”[24] Beriman kepada takdir. Seperti memakai jimat. maka ini adalah syirik akbar (syirik besar).” [25] [26] Tawakkal yang Keliru Dari penjelasan di atas kita dapat merinci beberapa bentuk tawakkal yang keliru: Pertama: Menyandarkan hati pada Allah.

10 Adab Agar Doa Dikabulkan Bagikan Hari ini jam 8:39 Oleh: Ulis Tofa. agar beliau mengajarkan dan mengingatkan orang-orang beriman. bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.com – Ramadhan adalah syahrud du’aa’ –bulan berdoa-. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Allah swt. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku.” (QS. apaapa yang mesti mereka perhatikan dalam pelaksanaan ibadah. baik . beralih pada seruan untuk Rasulullah saw. disisipi seruan untuk berdoa. Al-Baqarah: 186) Pengalihan seruan dari orang-orang beriman terkait dengan hukumhukum shaum. berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. Sehingga rangkaian ayat-ayat shaum yang panjang itu. Lc dakwatuna. Maka (jawablah).

berupa ketaatan maupun sikap ikhlas.. Dan Tuhan Kalian menyeru: Berdoalah kalian kepada-Ku. bersabda: “Doa adalah ibadah. Rasulullah saw. pasti Aku tolong kamu. Dalam doa ada makna memuji Allah swt. doa yang mengantarkan mereka pada petunjuk dan jalan kebaikan. Pemimpin yang adil. Allah menyibak awan dan membuka pintu-pintu langit seraya berfirman: “Demi kemulian-Ku dan keagungan-Ku. Hakikat doa sebenarnya juga meminta kekuatan dan kesanggupan dari Allah swt.. juga .” Rasulullah saw. walau setelah beberapa waktu.” Ahmad dan At Tirmidzi Doa adalah perwujudan rasa cinta seorang hamba kepada Allah swt. Pasti Aku kabulkan doa kalian. Itu semua menjadi ciri pengabdian dan penghambaan.“أفضل العبادة الدعاء‬ “Sebaik-baik ibadah adalah doa” Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir dari Nabi saw. ada pengakuan bahwa Allah Maha Mulia lagi Maha Pemurah.” Beliau juga bersabda: “‫. bersabda: ‫من لم يسأل ال يغضب عليه‬ “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah. sekaligus pengakuan akan kebutuhan dan pertolongan-Nya. Dan do’a orang yang teraniaya. juga bersimpuh hanya kepada-Nya dengan doa. Bahkan ada tiga kelompok yang doanya tidak akan tertolak: “‫ثلثة ل ترد دعوتهم: الصائم حتى يفطر، والمام العادل، ودعوة المظلوم يرفعها ال فوق الغمام وتفتح لها‬ ‫)أبواب السماء ويقول الرب: وعزتي وجللي لنصرنك ولو بعد حين ” )رواه أحمد والترمذي‬ “Tiga kelompok yang tidak akan ditolak do’anya: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka. Ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah doa. Allah marah padanya.

قال: “ما من مسلم يدعو بدعوة ليس فيها إثم ول قطيعة رحم‬ ‫إل‬ ‫أعطاه ال بها إحدى ثلث إما أن تعجل له دعوته وإما أن يدخرها له في الخرة وإما أن يصرف عنه من‬ ‫. bersabda: “Allah lebih banyak (mengabulkan doa). dari Abu Said bahwa Nabi saw. Rasulullah saw. atau Allah palingkan darinya keburukan.” Rasulullah saw.” Diriwayatkan dari imam Ahmad.” Para sahabat bertanya: “Jika kami memperbanyak doa?” Rasulullah saw. . dan adakalanya dirinya dihindarkan dari keburukan.” Rasulullah saw. Dan selemah-selemah manusia adalah orang yang tidak mau berdoa. kecuali Allah pasti memberikan kepadanya salah satu dari tiga hal. bersabda: “Tiada di atas permukaan bumi seorang muslim yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa kecuali Allah akan mendatangkan kepadanya apa yang ia pinta.” Dari Salman berkata. Dan sesuatu tidak akan menambah umur kecuali kebaikan atau albirr. adakalanya disegerakan doanya baginya. قال: “ال أكثر‬ “Tiada setiap muslim berdoa dengan suatu doa.”السوء مثلها”. Allah swt.bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling bakhil di antara manusia adalah orang yang pelit salam. bersabda: (‫(ل يرد القضاء إل الدعاء ول يزيد في العمر إل البر‬ “Putusan atau qadha’ Allah tidak bisa ditolak kecuali dengan doa. Ketika ia tidak berbuat dosa atau sedang memutus hubungan silaturahim. adakalanya disimpan untunya diakhirat kelak. Bazzar dan Abu Ya’la dengan sanad jayyid. قالوا: إذا نكثر. bersabda: ‫عن أبي سعيد أن النبي -صلى ال عليه وسلم. juga bersabda dalam hadits Qudsi. dalam doa itu tidak ada unsur dosa dan memutus tali silaturahim.

pasti Allah mengabulkannya.?” Imam Muslim Kedua.”ممن يذكر ال في تلك الساعة فكن‬ “Keadaan yang paling dekan antara Tuhan dan hambanya adalah di waktu tengah malam akhir. bersabda: : ‫قال صلى ال عليه وسلم: “أقرب ما يكون الرب من العبد في جوف الليل الخر فإن استطعت أن تكون‬ ‫. maka bagaimana doanya bisa terkabulkan. Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku.” Adab Berdoa Pertama. seperti: 1.berfirman: ‫. Memakan makanan dan memakai pakaian dari yang halal. bersabda: “Sesungguhnya bagian dari malam ada waktu yang apabila seorang hamba muslim meminta kebaikan kepada Allah dan sesuai dengan waktu itu.”وقال رسول ال -صلى ال عليه وسلم-: “إن ال يقول: أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه إذا دعاني‬ “Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Jika kamu mampu menjadi bagian yang berdzikir kepada Allah.” Imam Ahmad menambah: “Itu terjadi di .” Dari Jabir berkata. sementara makanannya haram. pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram. bahwasanya Rasulullah saw. Rasulullah saw. maka kerjakanlah pada waktu itu. Hendaknya memilih waktu dan keadaan yang utama. bersabda: “Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi. Rasulullah saw. ya Rabbi. minumannya haram. Dari Abu Hurairah ra. tengah malam.

Rasulullah saw. bersabda: “Dan adapun ketika sujud. doa seseorang untuk saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya.” 2. saat sujud. bersabda: “Dua keadaan yang tidak tertolak atau sedikit sekali tertotak. bersabda: “Hari Jum’at 12 jam tiadalah seorang muslim yang meminta kepada Allah sesuatu. bersabda: “Dan ketika hujan turun. Dari Sahl bin Saad. Rasulullah saw. ketika hujan turun. kecuali pasti Allah akan memberinya. Dari Sahl bin Saad dari Nabi saw. Dalam riwayat Imam Muslim dari Abu Darda’ berkata: “Rasulullah saw.” 5.” 4. Rasulullah saw. maka bersungguh-sungguhlah kalian berdoa. ketika adzan. dari Nabi saw. antara adzan dan iqamat.” 8. maka berdoalah. kecuali Malaikat . bersabda: “Tiada seorang muslim yang berdoa bagi saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu.” 7. bersabda: “Ketika seorang muadzin mengumandangkan adzan.setiap malam. doa ketika adzan dan doa ketika berkecamuk perang.” 6. Rasulullah saw. bersabda: “Doa antara adzan dan iqamat mustajab. niscaya akan diijabahi doa kalian. maka pintu-pintu langit dibuka. dan doa diistijabah.” 3. Maka carilah waktu itu di akhir waktu bakda shalat Ashar. ketika bertemu musuh. potongan waktu akhir di hari Jum’at.

Keenam.” Dalam kesempatan yang lain Rasulullah saw. Rendah diri dan khusyu’. bersabda: “Wahai manusia. Allah swt. Dia malu jika ada seseorang yang mengangkat kedua tangannya berdoa kepadaNya. Berdoa menghadap kiblat dan mengangkat doa tangan. atau doa dalam hal dosa dan memutus silaturahim dll.” Al-A’raf:55. kemudian ketika bangun malam berdoa. Dari Muadz bin Jabal dari Nabi saw. sesungguhnya Dzat yang kalian berdoa kepada-Nya tidak tuli dan juga tidak tidak ada / gaib. Tidak melampaui batas dalam berdoa. nol tanpa hasil. kemudian ketika ia bangun di tengah malam. bagimu seperti apa yang kamu doakan untuk saudaramu. hendaknya ketika tidur dalam kondisi dzikir. bersabda: “Doa seorang al-akh bagi saudaranya tanpa sepengetahuan dirinya tidak tertolak. Dia tidak menerima doanya.” 9.berkata. Dari Salman Al-Farisi berkata.” Keempat. ia meminta kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat. Contoh melampai batas dalam berdoa adalah minta disegerakan adzab. bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Hidup lagi Maha Pemurah. bersabda: “Tiada seorang muslim yang tidur dalam keadaan dzikir dan bersuci. Dengan suara lirih. tidak keras dan tidak terlalu pelan Rasulullah saw. Rasulullah saw. . kecuali Allah pasti mengabulkannya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang melampaui batas.” Kelima. berfirman: “Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan penuh rendah diri dan takut (tidak dikabulkan).” Ketiga.

Akan tetapi hendaknya bersungguh-sungguh dalam meminta. berfirman dalam surat Al-Anbiya’:90: “Maka Kami memperkenankan doanya. Sadar ketika berdoa. dan menunjukkan kebutuhan. iblis laknatullah alaih. Allah swt. berfirman: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. karena Allah swt. yakin akan dikabulkan dan benar dalam pengharapan. maka jangan berkata: “Ya Allah ampuni saya jika Engkau berkenan.” Sufyan bin ‘Uyainah berkata: “Janganlah salah seorang dari kalian menahan doa apa yang diketahui oleh hatinya (dikabulkan).” Ketujuh. berkata. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami. sedangkan kalian yakin akan dikabulkan doa kalian.” Al-Araf:55. Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai. Allah swt. ‫عن أبى هريرة قال: قال رسول ال -صلى ال عليه وسلم-: “ادعوا ال وأنتم موقنون بالجابة واعلموا أن ال‬ ‫،”ل يستجيب دعاء من قلب غافل له‬ Dari Abu Hurairah ra. berfirman: “Berkata iblis: “Ya Tuhanku.” Imam Ahmad Rasulullah saw. dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. mengabulkan doa makhluk terkutuk.Allah swt. Rasulullah saw. (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) . bersabda: “Berdoalah kepada Allah. juga bersabda: “Jika salah satu di antara kalian berdoa.

sendau-gurau. menganggap besar apa yang didoakan dan diulang tiga kali.” Kesembilan. Dan ketika meminta. meminta tiga kali. maka ketika saya telah berupaya dalam doa. karena ia sedang meminta kepada Tuhannya.dibangkitkan. Rasulullah saw.” Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan kecuali orang yang sadar dalam berdoa.” Al-Hijr:36-37 Kedelapan. jika berdoa. bersabda: “Jika salah satu di antara kalian meminta.” Dari Abu Darda’ berkata: “Mintalah kepada Allah pada hari di mana kamu merasa senang. Ibnu Mas’ud bekata: “Adalah Rasulullah saw. . berkata: “Sesungguhnya saya tidak memikul beban ijabah. maka perbanyaklah atau ulangilah. Taubat dan mengembalikan hak orang yang dizhalimi. Karena boleh jadi Allah mengabulkan permintaanmu di saat susah. Allah akan mengabulkan doa dan tasbih. melihat.” Dia juga berkata: “Bersungguhlah dalam berdoa. main-main. akan tetapi memikul doa. maka ijabah atau dikabulkan akan bersamanya. Hendaknya ketika berdoa dimulai dengan dzikir kepada Allah dan memujinya dan agar mengakhirinya dengan shalawat atas nabi saw. Sesungguhnya Allah tidak mengabulkan dari orang yang mendengar. Hendaknya ketika berdoa memelas. Dari Umar bin Khattab ra. berdoa tiga kali. kecuali orang yang berdoa dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati. karena siapa yang memperbanyak mengetok pintu. menghadap Allah dengan ringan. Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh. Kesepuluh.” Ia melanjutkan: “Dengan sikap hati-hati dari apa yang diharamkan Allah swt.

Terlalu keras dalam berdoa. dan jangan berdoa untuk keburukan anak-anak kalian. harta dan jiwa. Janganlah kalian meminta kepada Allah di satu waktu yang diijabah Allah. Dan carilah jalan tengah di antara kedua itu. doa dengan dicampuri dosa dan memutus tali silaturahim. . Dari Jabir ra. berkata. kecuali orang yang berdoa dengan doa seperti orang yang akan tenggelam. Allah berfirman: “Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman.” Dari Hudzaifah berkata: “Akan datang suatu zaman.” Menghindari kesalahan dalam berdoa Ada beberapa praktek doa yang disebagian umat muslim masih terus berlangsung. Rasulullah saw. Seperti berdoa agar disegerakan adzab. tidak akan selamat pada zaman itu. Dia mempunyai Al-Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu (doamu) dan janganlah pula merendahkannya. Dengan nama yang mana saja kamu seru.” Imam Muslim Kedua. Melampau batas. Jangan berdoa bagi keburukan hartaharta kalian.ia yang akan masuk. Di antaranya adalah: Pertama.” AlIsra’:110 Ketiga. padahal doa kalian membawa keburukan bagi kalian. Berdoa untuk keburukan keluarga. padahal itu menjadi penghalang doa dikabulkan. bersabda: “Janganlah kalian berdoa untuk kemadharatan diri kalian.

adab berdoa. bahwasanya Rasulullah saw. ampuni saya jika Engkau berkenan. Berdoa dengan pengecualian. uraian singkat tentang keutamaan doa di bulan Ramadhan. Dari Abu Hurairah.Keempat.” Kelima. . jika tidak tergesa-gesa. Sungguh kamu telah berdoa. Allahu a’lam.. bersabda: “Akan diijabahi doa kalian. Contoh: “Ya Allah. Semoga kesungguhan doa kita. terutama di bulan suci ini didengar Allah swt. maka atau kenapa tidak diijabahi?” Imam Bukhari Demikian. waktu-waktu yang istijabah. Amin. dan hal-hal yang harus dihindari ketika berdoa. Tergesa-gesa.

1eff40287a25039

Saat Sang Raja Sakit.....

Kenapa Allah berlaku tidak menguntungkan padaku padahal aku sudah ibadah…?! Kita juga pernah melihat ada beberapa orang yang baik (shalih/shalihah) tapi mereka dapat ujian juga, tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan masih banyak lagi musibah/ujian lainnya. Di kesempatan yang lain kita kadang iri melihat orang yang ibadahnya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya makmur, sampai ada yang bergelimang harta, lalu kembali lagi kita menduga-duga, ke-napa Allah berlaku demikian…??? Pada hari Jum’at, seorang Ustadz bercerita tentang dialog antara Malaikat dan Allah. Dialog terjadi berawal dari keputusan Allah yang membuat Malaikat menjadi bertanya-tanya. Masalahnya perihal ada seorang raja yang shalih terlihat nasibnya kurang baik. Tetapi di daerah lain ada seorang raja yang zhalim, nasibnya lebih baik daripada raja yang shalih tadi. Kisahnya begini. Pada suatu ketika, raja yang shalih menderita sakit keras dan untuk bisa sembuh, seorang tabib mengatakan agar raja itu memakan se-ekor ikan yang tidak biasa, masalahnya ikan itu sangat sulit dicari. Ikan itu pun tidak dapat ditemukan. Padahal seharusnya pada saat-saat itu biasanya ikan yang dimaksud banyak bermunculan. Tapi Allah

berkehendak lain, ikan tersebut tidak muncul-muncul, akhirnya wafatlah sang raja yang shalih itu karena tidak mendapat obat. Namun, sebaliknya di negara lain ada raja juga mengidap sakit yang sama seperti raja sebelumnya, tapi raja yang satu ini bukan raja yang shalih, melain-kan raja yang zhalim. Lalu sang tabib pun menyarankan untuk memakan ikan yang sama sebagai obatnya. Anehnya saat itu di mana ikan-ikan itu biasanya tidak bermunculan, tapi Allah berkehendak lain, ikan-ikan itu pun bermuncul-an dan akhirnya sembuhlah si raja zhalim itu. Dengan kejadian itu, Malaikat pun jadi bertanya-tanya, dan begitu penasarannya, terlontarlah pertanyaan malaikat kepada Allah, “Ya Allah, kenapa raja yang zhalim itu Kau permudah urusannya, sedang raja yang shalih itu Kau persulit hingga akhirnya dia meninggal dunia?” Lalu Allah menjelaskan, “Sengaja Aku tidak memberi ikan pada raja yang shalih untuk kesembuhannya dan Aku putuskan dia meninggal dunia, karena dengan wafatnya dia Ku-anggap sebagai penggugur dosanya dari kesalahan yang pernah dia lakukan di dunia. Sehingga dia meninggal dunia tidak membawa dosa, melainkan membawa amal-amal shalih. Karena keburukannya telah Ku-balas di dunia.” Malaikat melanjutkan pertanyaan-nya, lalu bagaimana dengan raja yang zhalim itu ya Allah?” Allah pun menjelas-kannya kembali, “Sebaliknya untuk raja yang zhalim itu sengaja Kuberi dia kesem-buhan, dan bagaimanapun raja yang zhalim itu mempunyai kebaikan semasa di dunia dan kebaikannya Kubalas di Dunia. Sehingga pada saatnya dia nanti meninggal dunia, dia tidak akan memba-wa amal kebaikan, melainkan hanya membawa amal buruk, karena kebaikan-kebaikannya sudah Kubalas di dunia. Dari cerita di atas dipikirkan, setidak-nya kita mendapat pencerahan mengenai suatu dugaan yang salah dari peristiwa yang kita lihat atau yang kita alami sen-diri, dugaan yang membuat kita bertanya-tanya kenapa Allah berlaku tidak meng-untungkan kita padahal sudah ibadah? Dan kita juga pernah melihat ada bebe-rapa orang yang baik (shalih/ shalihah) tapi mereka dapat ujian juga tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta, dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan ada beberapa musibah lainnya. Di sisi lain rasa iri melihat orang yang ibadahnya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya sukses, serba mewah, lalu kembali lagi kita menduga-duga, kenapa Allah berlaku demikian…???

Jawabannya, biar lah Allah berlaku sesuka-Nya pada kita dan pada hambahamba-Nya yang lain, karena Dia-lah (Rabb) Sang Pemilik alam beserta isinya dan yang Maha Mengetahui apa yang akan diperbuat-Nya. Kita sebagai manusia teruslah ikhtiar dan meningkatkan iba-dah tanpa harus mendikte Allah, meng-ikhlaskan diri dalam menerima segala ketentuan dari Allah, itu lah sesuatu yang teramat penting sekali! Karena bila kita ridha terhadap ketentuan Allah, Allah pun akan memberikan ridha-Nya pada kita, sehingga kita akan mendapat rah-mat-Nya, dan yang lebih penting dijauh-kan dari siksa bakaran api neraka yang bahannya dari manusia dan batu yang sungguh itu amat pedih. Mengenai musibah yang terjadi/ menimpa seperti itu tadi ikhlaskan saja, insyallah itu akan menjadi penggugur dosa yang nantinya akan mengurangi timbangan dosa di akhirat dan akan mem-beratkan timbangan amal baik, seperti kisah raja yang shalih di atas, dia tidak mendapat kebaikan di dunia, tapi Allah memberikan kebaikan untuknya di akhi-rat, subhanallah. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian, dan boleh jadi (pula) kalian menyukai sesuatu, pada-hal ia amat buruk bagi kalian; Allah mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui”. (QS. AlBaqarah: 216)

BAU HARUM MASYITAH
Masyithah pelayan putri Fir’aun. Ia ibu yang melahirkan putra-putra berlian. Wanita yang berani mempersembahkan jiwa-raga untuk agama Allah swt. Ia seorang bunda yang memiliki sifat kasih sayang dan kelembutan. Mencintai anak-anaknya dengan cinta fitrah ibu yang tulus. Masyithoh berjuang, bekerja, dan rela letih untuk membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat. Bayangkan, anaknya yang terkecil direnggut dari belaian tangannya. Si sulung diambil paksa. Keduanya dilemparkan ke tengah tungku panas timah membara. Masyithah menyaksikan itu semua dengan mata kepalanya sendiri. Kalbu ibu mana yang tidak bergetar. Hati ibu mana yang tidak hancur bersama luruhnya jasad buah hatinya. Jiwa ibu mana yang tidak tersembelih dan membekaskan rasa sakit dengan luka menganga? Masyithah melihat sendiri si sulung dan si bungsu menjerit kesakitan terpanggang di tungku timah panas membara. Itulah peristiwa dahsyat yang dihadapi Masyithah, sosok yang menakjubkan dalam cinta kepada Allah swt. Ia seorang ibu mukminah yang sangat sabar dan memiliki anak-anak yang shalih lagi baik hati. Cinta yang bersemayam dalam hati mereka

Putri itu pun menceritakan kepada Fir’aun. Ia hidup di istana raja.” “Wahai Jibril. Ia berkata. Kadang ia menyembunyikan keimanannya seperti yang dilakukan istri atau keluarga Fir’aun yang muslim lainnya. Fir’aun bertanya. ‘Bismillah. Ia telah sukses mendidik anak-anaknya untuk mempersembahkan nyawa mereka untuk Allah swt. Ia memerintahkan dibuatkan tungku besar yang diisi timah panas. ‘Tidak. “Ketika menjalani Isra’ dan Mi’raj. ‘Dengan menyebut nama ayahku. pasti akan tahu mengapa Rasulullah saw bersabda. Masyithah tidak menyerah. Sisirnya jatuh dari tangannya.’ Ia menolak. apakah engkau punya Tuhan selain aku?” Ia menjawab. Tuhan saya dan Tuhan kamu adalah Allah. Tuhanku Allah Tidak diragukan lagi. bau harum apa ini?” tanya Rasulullah.” Fir’aun menuruti permintaannya. Masyithoh meminta satu hal kepada Fir’aun. “Apa kelebihan Masyithah?” Jibril menjawab. Semua ketidaknyamanan itu dihadapinya dengan tegar sampai akhirnya ia bertemu dengan Tuhannya dengan ridha dan diridhai. Akan tetapi Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah. Inilah hakikat yang sebenar-benarnya: Iman yang baik akan mampu mengalahkan tarikan dunia dengan segala isinya. Rasulullah saw. Ia dekat kekuasaan karena tugasnya merawat anak Fir’aun. agar Masyithah dan anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya. mencicipi sakitnya siksaan meskipun sebentar. “Ini bau harum Masyithah –pelayan putri Fir’aun– dan anak-anaknya. Kehidupan dunia tidak mampu mengalihkan mereka dari cita-cita meraih keridhaan Sang Pencipta. ”Suatu hari Masyithah menyisir rambut putri Fir’aun. Masyithah wanita terhormat lagi mulia. telah membuncah di kalbunya. ”Kezhaliman akan membawa kegelapan di hari kiamat.adalah gejolak iman yang mampu melahirkan sebuah pengorbanan yang sempurna. “Wahai Fulanah. Bismillah Sungguh. “Saya minta tulangku dan tulang anak-anakku dibungkus menyatu dengan kain kafan. Akan tetapi keimanan kepada Allah swt.” Fir’aun marah besar. Maka Fir’aun memanggil Masyithah.” Saya bertanya.’ Putri Fir’aun kaget dan berkata kepadanya.’ Ia menyuruh putri itu untuk menceritakan peristiwa tersebut kepada ayahnya. “Ya. Masyithah mengajarkan kepada kita tentang sempurna dalam berkorban dan total dalam berderma. siapa yang pernah merasakan pahitnya kezhaliman meskipun sesaat. Jibril menjawab. Begitu juga anak-anaknya. bercerita kepada kita. .” (Bukhari) Masyithah telah merasakan beragam kezhaliman dan penyiksaan. aku mencium bau yang sangat harum.

dan tanpa rasa takut. Akan tetapi Allah swt. Fir’aun melakukanya untuk menakut-nakuti Masyithah. . ”Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah. Apa pun yang terjadi.” Ia tidak takut siksaan. Sampai saat ini. kisahnya belumlah berakhir. Tapi. Ia telah mengungkapkan isi kalbunya yang telah disimpannya berhari-hari bahkan bertahun-tahun. tapi mampukah membunuh ruhnya? Itu mustahil dilakukan Fir’aun. iman adalah kekuatan yang bersumber dari ma’iyatullah (kebersamaan dengan Allah swt dan lindungan-Nya). Ia memproklamasikannya dengan bangga dan gembira. di antaranya: · Iman adalah senjata yang sangat ampuh. Bahkan. Ia tidak gentar dengan kekuatan Fir’aun yang terkenal bengis dan tidak berperikemanusiaan. Pelajaran dari Kisah Masyithah Masyithah telah wafat. Karena. Ujian Kalbu Sungguh ujian berat menimpa wanita mulia ini beserta anak-anaknya.Bedanya ketika iman telah memenuhi kalbu. dorongan keimanan yang kuat membuatnya bertahan dan keluar menjadi pemenang. Fir’aun berharap naluri keibuan Masyithah iba akan nasib anak-anaknya dan itu membuatnya lemah lalu mau kembali mengakui Fir’aun sebagai Tuhan. Fir’aun menghukum karena mereka beriman kepada Allah swt. Apa yang dihadapi Masyithah adalah ujian yang berat bagi kalbu orang yang beriman. Tanpa belas kasih Fir’aun melempar anak-anak Masyithah satu demi satu ke tungku besar berisikan timah panas yang mendidih. Karena. ketika putri Fir’aun memintanya untuk mengakui ketuhanan ayahnya. dan rela dengan agama yang mereka anut. Apakah Fir’aun mampu menguasai kalbu seseorang yang telah beriman? Mungkin ia bisa membunuh jasadnya. ia menolak tegas dengan mengatakan. Ada sejumlah pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Masyithah. Namun. Masyithah telah memberi cambuk yang senantiasa memotivasi kita untuk meraih kehidupan yang baik dan lebih baik lagi. Ia mengatakan dengan dilandasi fitrah yang suci. ia hadapi dengan tegar. maka lisan akan mengucapkan apa yang terpendam dalam kalbu tanpa beban. tanpa paksaan. memperlihatkan kepada Fir’aun bahwa yang menggenggam kalbu Masyithah adalah diri-Nya. kisahnya masih terngiang di telinga orang-orang yang rindu bertemu dengan Allah swt. Masyithah dan anak-anaknya membuktikan keimanannya kepada Allah dengan mewakafkan diri hancur disiksa dengan cara yang sangat tidak berperikemanusiaan oleh Fir’aun. ”Bismillah”. Inilah yang dilakukan Masyithah. tanpa memikirkan resiko yang akan dialaminya.

Ending-nya tidak akan berubah. Pasti akan datang kepada setiap orang yang mengaku beriman. · Muslim yang sejati tidak akan tunduk kecuali kepada Allah swt.” (An-Nahl:128) · Sabar dalam menghadapi cobaan dan teguh dalam pendirian. telah menghancurkan Fir’aun dan menghinakannya namanya dalam catatan sejarah yang akan terus dikenang sepanjang kehidupan manusia sebagai manusia terjahat.Allah swt berfirman. Kisah tetap satu: cobaan akan terjadi. Selalu akan ada orang zhalim dengan beragam bentuk kezhalimannya dan selalu ada orang yang akan menentang mereka meski tahu ada siksaan dan cobaan menyertai usaha baiknya itu. tidak akan menyiksa seseorang karena dosa orang lain. mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup). ”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah. Sedangkan Masyithah diabadikan namanya dengan harum. · Allah swt. Meskipun keburukan banyak dan beragam. namun pasti ujungnya akan lenyap. Karena yang asli adalah kebaikan.” (Muslim) · Selalu ada permusuhan abadi antara hak dan batil. ”Dan sesungguhnya kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang Rasul kepada kaumnya. Sebab. Para wanita memiliki peran yang besar dalam dakwah ilallah sejak zaman dahulu. Syahidnya Masithah akibat siksaan Fir’aun adalah bukti puncak pengorbanan yang pernah dilakukan wanita dalam sejarah. Allah swt. dan menjadikan dirinya dan anak-anaknya wangi semerbak di langit tujuh karena perbuatannya yang baik. · Sungguh. dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. lalu kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. itulah yang dibuktikan oleh Masyithoh dan anak-anaknya. akan meneguhkan orang-orang yang beriman ketika mereka dalam kondisi membutuhkan keteguhan tersebut. · Allah swt. Dan ia senantiasa melaksanakan kewajiban amar ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. sebagaimana firman Allah swt. · Balasan amal yang didapat seseorang adalah sesuai dengan kadar amal perbuatan itu sendiri. dalam surat Ar Rum: 47. dan Rasulullah menyampaikannya kepada kita untuk dijadikan teladan. ujian itu sunnatullah.” . cerita seperti ini berulang dan akan terus berulang sepanjang waktu. Rasulullah saw bersabda. dan masing-masing dari keduanya mendapatkan kebaikan. Jibril mencerita hal ini kepada Rasulullah. · Peran dan kontribusi kaum wanita muslimah tidaklah lebih kecil dibanding pria dalam mengibarkan panji kebenaran. antara kebaikan dan keburukan. ”Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. tapi para pahlawan selalu memiliki kemiripan.

dan juga dapat digunakan untuk memperturutkan setan. maka inilah yang dituntut dari seorang mukmin. . dan ini merupakan perwujudan syukur kepada Allah terhadap nikmat lidah. Yaitu dapat digunakan untuk taat kepada Allah. namun kita perlu mengetahui. berdoa kepada Allah. untuk amar ma'ruf.a956a97650386a Senjata Bermata Dua Bagikan Kemarin jam 22:54 Meski lidah merupakan nikmat yang besar. bahwasanya lidah yang berfungsi untuk berbicara ini seperti senjata bermata dua. nahi munkar. atau untuk lainnya yang berupa ketaatan kepada Allah. berdzikir. Jika seorang hamba mempergunakan lidahnya untuk membaca Al-Qur`ân.

dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka Jahannam". bernyanyi dengan lagu-lagu maksiat.Sebaliknya. melakukan ghibah. bersaksi palsu. berdusta. dia tidak menganggapnya penting. maka ini diharamkan atas seorang mukmin. Dengan demikian. 6478] Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani rahimahullah menjelaskan makna "dia tidak menganggapnya penting". yaitu dia tidak memperhatikan dengan fikirannya dan tidak memikirkan akibat perkataannya. namimah. dan merupakan kekufuran kepada Allah terhadap nikmat lidah. merusak kehormatan seorang muslim. dan diam dari al-haq yang wajib diucapkan. memecah belah umat Islam. jika seseorang mempergunakan lidahnya untuk berdoa kepada selain Allah. atau lainnya yang berupa ketaatan kepada setan. serta tidak menduga bahwa kalimat itu akan mempengaruhi sesuatu". sia-sia). Dan sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk kemurkaan Allah. dengan sebab satu kalimat itu Allah menaikkannya beberapa derajat. [HR al-Bukhâri. bencana yang ditimbulkan oleh lidah ada dua. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ً َ َ َ ِ ْ ُ َ ّ ِ َ َ ْ ِ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ْ َ ْ ‫ِ ّ ْع ْ َ َ َ َ َّ ُ ِ ْ َِ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ ِ ّ َ ُ ْ ِ َ َ َ ً َ ْ َ ُ ُ ّ ِ َ َ َ َ ٍ َِن‬ ‫إن ال َبد ليتكلم بالكلمة من رضوان ال ل يلقي لها بال يرفعه ال بها درجات وإ ّ العبد ليتكلم بالكلمة من سخط ال ل يلقي لها بال‬ ِ ُ ِ َ َّ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ‫يهوي بها في جهنم‬ "Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk keridhaan Allah. lidah manusia itu bisa menjadi faktor yang bisa mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah. penjelasan hadits no. Abu 'Ali ad-Daqqâq rahimahullah (wafat 412 H) berkata: . [Lihat Fat-hul-Bâri. namun juga bisa menyebabkan kecelakaan yang besar bagi pemiliknya. Yaitu berbicara batil (kerusakan. no. dia tidak menganggapnya penting. 6478] BENCANA LIDAH Secara umum.

melihat wanita yang tidak halal dilihat. atau umat Islam secara keseluruhan. tanpa mengingkarinya. Sedangkan orang yang diam dari kebenaran ialah setan yang bisu. ia tidak menganggapnya berbahaya. minum khamr. namun dia seakan sulit menjaga diri dari gerakan lidahnya. dia berkata lembut. Atau melihat kemungkaran. mencuri. Bencana lidah termasuk bagian dari bencana-bencana yang berbahaya bagi manusia. zuhudnya. berbuat zhalim kepada orang lain. dan lainnya. Dalam riwayat lain disebutkan bahwasanya beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ِ ّ ِ َ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ْ َ ْ ّ ِ ‫إن العبد ليتكلم بالكلمة ما يتبين ما فيها يهوي بها في النار‬ . dapat menyebabkan dirinya bisa terjerumus ke dalam neraka melebihi jarak timur dan barat. Seperti seseorang yang bertemu dengan orang fasik. Bencana lidah itu bisa mengenai pribadi. terang-terangan melakukan kemaksiatan di hadapannya. Padahal hanya dengan satu kalimat itu saja. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ِ ّ ِ ً ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ِ ْ َ ً ْ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ُ ّ ّ ِ ‫إن الرجل ليتكلم بالكلمة ل يرى بها بأسا يهوي بها سبعين خريفا في النار‬ Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan satu kalimat. berzina. ia bermaksiat kepada Allah Ta'ala. dan ia tidak memperhatikannya. dengan sebab satu kalimat itu ia terjungkal selama 70 tahun di dalam neraka. Sehingga terkadang seseorang yang dikenal dengan agamanya. ia juga bermaksiat kepada Allah Ta'ala. namun ia mengucapkan kalimatkalimat yang menimbulkan kemurkaan Allah. Atau ia tersungkur di dalam neraka selama tujuh puluh tahun. Kebanyakan manusia. atau karena tak peduli terhadap agama. yaitu orang yang menahan lidahnya dari kebatilan dan menggunakannya untuk perkara bermanfaat. ia menyimpang dengan dua jenis bencana lidah sebagaimana di atas. masyarakat. ada seseorang yang mudah menjaga diri dari makanan haram. namun dia membisu karena menjaga kehormatan pelakunya. ketika berbicara ataupun diam. Termasuk perkara yang mengherankan. atau orang lain.ُ َ ْ َ ٌ َ ْ َ ّ َ ْ ِ َ ُ ِ ّ َ ٌ ِ َ ٌ َ ْ َ ِ ِ َ ْ ِ ُ َّ َ ُ ْ ‫المتكلم بالباطل شيطان ناطق والساكت عن الحق شيطان أخرس‬ "Orang yang berbicara dengan kebatilan adalah setan yang berbicara. dan ibadahnya. Sedangkan orang yang beruntung. walau di dalam hati. dan dia mampu merubahnya. sedangkan orang yang diam dari kebenaran adalah setan yang bisu" Orang yang berbicara dengan kebatilan ialah setan yang berbicara.

lalu bersabda: "Ini". bahwa Aku tidak akan mengampuni Si Fulan. wahai Rasulullah. Dia tidak peduli dengan apa yang sedang ia ucapkan. 2621] Oleh karena bahaya lidah yang demikian itulah." Syaikh Husain al-'Awaisyah berkata: "Sesungguhnya sekarang ini. no. no. 'Rabbku adalah Allah'. padahal lidah yang paling dikhawatirkan Nabi n atas umatnya. Aku berkata: "Wahai Rasulullah. Beliau memegang lidah beliau sendiri. Dan yang nampak. [HR Muslim. tidak pernah lelah dan bosan". namun dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka lebih jauh dari antara timur dan barat". ia berkata: "Aku berkata. Lâ haula wa lâ quwwata illa bilâhil-'aliyyil-'azhîm. [HR Muslim. apakah yang paling anda khawatirkan atasku?". sesungguhnya Aku telah mengampuni Si Fulan. bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan ada seorang laki-laki berkata: "Demi Allah. Allah tidak akan mengampuni Si Fulan!" Kemudian sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman: "Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengkhawatirkan umatnya. ‫عن سفيان بن عبد ال الثقفي قال قلت يا رسول ال حدثني بأمر أعتصم به قال قل ربي ال ثم استقم قلت يا رسول ال ما أخوف ما‬ َ ُ َ ْ َ َ ّ َ ُ َ َ ُ ْ ُ ْ ِ َ ْ ّ ُ ّ َ ّ َ ْ ُ َ َ ِ ِ ُ ِ َ ْ َ ٍ ْ َِ ِ ْ ّ َ ّ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ّ ِ َ ّ ّ ِ ْ َ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ َ ِ ُ ِ ِ ‫تخاف علي فأخذ بلسان نفسه ثم قا َ هذا‬ َ َ ‫َ َ ُ ََ ّ ََ َ َ ِِ َ ِ َ ْ ِ ِ ُ ّ َ ل‬ "Dari Sufyan bin 'Abdullah ats-Tsaqafi. sesuatu yang manusia merasa amat tenteram terhadapnya ialah lidah mereka. dan Aku menggugurkan amalmu". namun lidahnya memotong dan menyembelih kehormatan orang-orang yang masih hidup atau yang sudah meninggal. MENJAGA LIDAH . 2988] Alangkah banyak manusia yang menjaga diri dari perbuatan keji dan maksiat. lalu istiqomahlah".‫أبعد ما بين المشرق والمغرب‬ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ ْ َ ْ َ َْ َ َ َ َْ "Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang ia tidak mengetahui secara jelas maksud yang ada di dalam kalimat itu. Atau seperti yang disabdakan Nab"i. katakan kepadaku dengan satu perkara yang aku akan berpegang dengannya!" Beliau menjawab: "Katakanlah. Sebagai contoh. lidah itu seolaholah pabrik keburukan. ialah sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam di bawah ini: ِ ّ َ ُ َ ّ َ ‫َ ْ ُ ْ َب‬ ‫ عن جند ٍ أن رسول ال‬n ‫حدث أن رجل قال وال ل يغفر ال لفلن وإن ال تعالى قال من ذا الذي يتألى علي أن ل أغفر لفلن فإني‬ ّ َِ ٍ َ ُ ِ َ ِ ْ َ َ ْ َ ّ ََ ََّ َ ِ ّ َ ْ َ َ َ َ َ َ ّ ّ َِ ٍ َ ُ ِ ّ ُ ِ ْ َ َ ّ َ َ َ ً ُ َ ّ َ َ ّ َ َ ُ ِ َ َ َ ‫َ ْ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ٍ ََ ْ َ ْ ُ َ ََ َ َ ْ ك‬ ‫قد غفرت لفلن وأحبطت عملك أو َما قال‬ "Dari Jundab.

Menjaga lidah disebut juga hifzhul-lisân." Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga menjelaskan. seorang mukmin hendaklah menjaga lidahnya. dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. niscaya aku menjamin surga baginya. [8] Dalam hadits Tirmidzi (no. ia tidak akan masuk surga". Keterjagaan dan lurusnya lidah sangat berkaitan dengan kelurusan hati dan keimanan seseorang. rumah yang luas bagimu. beliau bersabda: ُ َ ِ َ َ ُ ُ َ ُ َ ْ َ َ َ َّ ْ ٌ ُ َ ُ ُ ْ َ َ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َْ َ َّ ُ ُْ َ ُ ِ َْ َ َ َ ُ ُْ َ َ ِ َْ َ َّ ٍ ْ َ ُ َ ِ ُ ِ َْ َ َ ‫ل يستقيم إيمان عبد حتى يستقيم قلبه ول يستقيم قلبه حتى يستقيم لسانه ول يدخل رجل الجنة ل يأمن جاره بوائقه‬ "Iman seorang hamba tidak akan istiqomah. Oleh karena itu. Lidah itu sendiri merupakan anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan dikendalikan. Jika engkau istiqomah. . sehingga hatinya istiqomah. Apa jaminan bagi seseorang yang menjaga lidahnya dengan baik? Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ ْ َ ِ ْ َْ ِ َ ْ َ َ َ ِ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ‫من يضمن لي ما بين لحييه وما بين رجليه أضمن له الجنة‬ "Barang siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya. setelah Nabi n memerintahkan seseorang beristiqomah. Lidah memiliki fungsi sebagai penerjemah dan pengungkap isi hati. wahai Rasulallah. maka kami juga istiqomah. Jika engkau menyimpang (dari jalan petunjuk). ia berkata: "Aku bertanya. 2407) dari Abu Sa'id al-Khudri. menjaga lidah merupakan keselamatan. Di dalam Musnad Imam Ahmad. Sesungguhnya kami ini tergantung kepadamu. sehingga lisannya istiqomah. َ ‫عن عقبة بن عامر قال قلت يا رسول ال ما النجاة قال أملك عليك لسانك وليسعك بيتك وابك على خطيئت‬ ‫َ ْ ُ ْ َ َ ْ ِ َ ِ ٍ َ َ ُ ْ ُ َ َ ُ َ ّ َ ّ َ ُ َ َ َ ِْ ْ ََ ْ َ ِ َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ََ َ ِ َ ِك‬ ِ "Dari 'Uqbah bin 'Aamir. kami juga menyimpang" Oleh karena itu. apakah sebab keselamatan?" Beliau n menjawab: "Kuasailah lidahmu. dari Anas bin Mâlik . Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya. kemudian mewasiatkan pula untuk menjaga lisan. sesungguhnya semua anggota badannya berkata merendah kepada lisan: "Takwalah kepada Allah dalam menjaga hak-hak kami. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ‫إذا أصبح ابن آدم فإن العضاء كلها تكفر اللسان فتقول اتق ال فينا فإنما نحن بك فإن استقمت استقمنا وإن اعوججت اعوججنا‬ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ َِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ َِ َ ِ ُ ْ َ َ ّ َِ َ ِ ّ ِ ّ ُ ُ َ َ َ َ ّ ُ ّ َ ُ َ ُّ َ َ ْ َْ ّ َِ َ َ ُ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ "Jika anak Adam memasuki pagi hari. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqomah.

baik orang tersebut mau maupun enggan. Kebiasaan ini. hendaklah dia berkata yang baik atau diam". jika jelas nampak maslahatnya. bahkan banyak dilakukan. 6475) dan Muslim (no. maka tidak berbicara sampai jelas maslahatnya". Imam an-Nawawi rahimahullah (wafat 676 H) berkata: "Ketahuilah. Hadits yang disepakati keshahîhannya ini merupakan nash yang jelas. janganlah berbicara kecuali dengan perkara yang membawa kebaikan. ia bersabda: ْ ُ ْ َِ ْ َ ً ْ َ ْ ََُْ ِ ِ ْ ِ ْ َْ َ ّ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ ‫من كان يؤمن بال واليوم الخر فليقل خيرا أو ليصمت‬ ِ "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir. Ketika berbicara atau meninggalkannya itu sama maslahatnya. Hendaklah seseorang tidak berbicara kecuali jika perkataan itu merupakan kebaikan. dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. maka hendaklah ia tidak berbicara. betahlah tinggal di dalam rumah dengan melakukan ketaatan-ketaatan. dan hal itu akan menunjukkan isi hatinya. maka menurut Sunnah adalah menahan diri darinya. maka ia berbicara.dan tangisilah kesalahanmu". maka perhatikanlah gerakan lidahnya. Imam asy-Syafi'i berkata: "Jika seseorang menghendaki berbicara. yaitu yang nampak maslahatnya. Selain itu. Jika ia ragu-ragu tentang timbulnya maslahatnya. dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu. al-Bukhaari (no. Sedangkan keselamatan itu tidak ada bandingannya. Karena perkataan mubah bisa menyeret kepada perkataan yang haram. dan hendaklah menyesali kesalahan-kesalahan dengan cara menangis. isi pembicaraannya. 2406] Maksudnya. [HR. no. atau makruh. dan jika ragu-ragu. maka sebelum berbicara hendaklah ia berfiikir. Tirmidzi. 47). seharusnya setiap mukallaf (orang yang berakal dan baligh) menjaga lidahnya dari seluruh perkataan. Diriwayatkan dalam Shahîhain. kecuali perkataan yang jelas maslahat padanya. Jika ingin mengetahui isi hati seseorang. . lidah merupakan alat yang berguna untuk mengungkapkan isi hati.

Senyum itu memperindah dan Senyum itu adalah bunga. Maka perhatikanlah ketika seseorang berbicara. Pengambilan lidahnya akan menjelaskan kepadamu rasa hatinya". Senyum tanpa biaya. tawar. rahmat dan keberkahan. S yang ketiga Sapa. Sapaan yang hangat. Salam itu doa . kitalah orang yang mendahulukan mencairkan kebekuan dengan menyapa. Tapi Senyum menjadi ibadah. BENGKEL AKHLAQ (AA’ GYM) Assalamualaikum wr.wb. . Setinggi apapun pangkat. jabatan kalau tidak punya kesopanan hilang semuanya menjadi tidak bernilai. Sebarkan Salam akan menyenangkan. Mari kita biasakan senang menyapa dengan hangat. Bagaimana kalau kita gunakan 5S ? S yang pertama adalah Senyum. manis. pahit. Untuk menjadi pribadi yang menyenangkan tentu saja semuanya harus berawal dari "Hati". gelar. lidahnya itu akan mengambilkan untukmu apa yang ada di dalam hatinya. kedudukan. Senyum adalah sedekah. Sedangkan lidah itu adalah gayungnya. Senyum tanpa tenaga. "Assalamualaikum wa Rahmatullah wa Barrakatuh" Semoga Allah memberikan keselamatan bagimu. Karena sesungguhnya. S yang kedua adalah Salam. Senyum yang membuat orang senang. S yang keempat Sopan. Sapaan yang sopan betul-betul membuat kita menjadi peribadi yang disukai.Diriwayatkan bahwasanya Yahya bin Mu'adz berkata: "Hati itu seperti periuk dengan isinya yang mendidih. asin. dan lainnya.

muliakanlah diri kami dengan kelembutan hati. tebarkan kasih sayang dimanapun kami berada dan hindarkan kedzaliman dimanapun kami berada. Sapa dengan hangat. Salam. Sopan terhadap siapapun dan Santun. Dimanapun kita ada usahakan orang-orang yang ada disekitar kita selain tidak menjauh tapi menjadi betah karena senyuman kita. Doa Ya Allah ampuni segala kekasaran dan kekerasan yang pernah kami lakukan. ampuni jikalau banyak orang yang tersakiti dan teraniaya oleh perilaku kami. dengan ketulusan dan kasih sayang Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzabannar Amiin ya Allah Wassalamualaikum wr. Caranya adalah Sopan. indahkan hidup kami dengan kelembutan Qolbu. Wahai yang Membulak-balikan hati. bagaimana jika orang tua kita dahulukan. pasti menjadi pribadi yang disukai. . termasuk senang memaafkan orang lain. karena sapaan kita yang hangat. tentunya pun diikuti dengan terbentuknya pribadi yang menyenangkan. Saudaraku. mendahulukan orang adalah kesantunan. karena sikap yang sopan dan kesantunan kita yang bermutu. Wahai yang Maha Agung yang Maha Mendengar.Senyum. Santun adalah keterampilan kita untuk mendahulukan orang lain.wb. karena salam kita yang tulus. Ini sikap yang santun.

Nabi Adam AS dan Siti Hawa saat melakukan kesalahan dengan melanggar larangan Tuhan. Demikian pula dengan Nabi Yunus AS saat berada dalam gelapnya perut ikan di tengah lautan. "Ya." (QS Al-A'raf [7]: 23). serta siap menerima kebenaran dari siapa pun dan dari mana pun. Sikap seperti ini sebagaimana dicontohkan oleh orang-orang mulia dari para nabi dan rasul. alih-alih sibuk menyalahkan iblis yang telah menggoda dan memberikan janji dusta. serta sibuk melihat aib dan kesalahan orang lain tanpa mau melihat aib dan kekurangan diri sendiri. keengganan melakukan introspeksi (muhasabah). Sifat ini ditandai dengan ketidaksiapan untuk menerima kebenaran yang datang dari pihak lain. Inilah sifat yang melekat pada iblis.a956a97650386a Renungan Kekurangan Diri Bagikan Hari ini jam 17:56 Awal malapetaka dan kehancuran seseorang terjadi ketika penyakit sombong dan merasa diri paling benar bersemayam dalam hatinya. mau menyadari dan mengakui kekurangan diri. Sifat inilah yang berusaha ditransfer iblis kepada manusia yang bersedia menjadi sekutunya. kebaikan hanya bisa terwujud manakala seseorang bersikap rendah hati (tawadu). kecuali dirinya sendiri. kami telah menganiaya diri kami sendiri. melakukan introspeksi. Tuhan kami. niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi. Ia tidak menyalahkan siapa pun. mereka malah langsung bersimpuh mengakui segala kealpaan seraya berkata. Jika Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami. Padahal. seraya terus .

manusia. Mereka tidak merasa diri mereka sudah sempurna. Ia berkata. aku termasuk orang-orang yang zalim. "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Begitulah sikap arif para nabi yang patut dijadikan teladan. Sebab. Dialah yang paling mengetahui orang yang . ia harus selalu melakukan introspeksi. "Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Sesunguhnya. Beliau bersabda. dan suci.bertasbih menyucikan Tuhan-Nya. Allah SWT berfirman. Bahkan. aku bertobat sehari semalam sebanyak seratus kali. Nabi Muhammad SAW selalu membaca istigfar dan meminta ampunan kepada Allah SWT sebagai bentuk kesadaran yang paling tinggi bahwa tidak ada manusia yang sempurna." (QS AlAnbiya [21]: 87). "Wahai. Karena itu. Mahasuci Engkau." (HR Muslim). bertobatlah dan mintalah ampunan kepada-Nya. bersih.

lebih baik mengarahkan telunjuk kepada diri sendiri. Al Kahfi : 110. daripada mengarahkan telunjuk kepada orang.S." (QS Annajm [53]: 32). niscaya mereka menjawab : "Allah". Dalam Musnad Anas ibn Malik RA. "Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka. maka dihapuslah seluruh dosa dari diri orang tersebut. aturan dan hukum-hukum-Nya ? Umumnya orangorang musyrik sejak zaman Nabi Nuh As sampai saat ini meyakini Allah SWT dari sisi "Tauhid Rububiyyah" (Esa-nya Allah sebagai pencipta.bertakwa. yang apabila seseorang sampai wafatnya tidak bertaubat. Prinsip ini berlaku bagi segala jenis dosa. maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah) ?" (Q. Nabi SAW bersabda.S. An Nisaa' : 48. terkecuali. Az Zukhruf : 87). pemelihara dam pendidik) yang membuat mereka kemudian tergelincir ke dalam kemusyrikan adalah dari sisi "Tauhid Uluuhiyyah" (Esa-nya Allah sebagai Dzat satu-satunya yang berhak disembah dalam ibadah secara integral). alangkah bijaknya kalau kita sibuk melihat aib sendiri. Al Maa-idah. Karena itu. Daripada sibuk melihat aib orang. men-"Tauhid" (Esa) kan Allah SWT dalam pengabdian merupakan ujian terberat dalam mempertahankan dan mengembangkan fitrah iman dan Islam . Firman Allah SWT : "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka.S.S. maka Allah SWT tidak akan pernah mengampuninya (Q. 116) yang bersangkutan terancam abadi di Neraka Jahannam. di antaranya "syirik". sebab apalah artinya bila Allah SWT di-Esa-kan dalam Dzat-Nya. Sehingga yang bersangkutan tak ubahnya orang yang tidak pernah berbuat dosa (Hadits)." Waspada dengan Dosa yg tak terampuni Allah SWT tidak hanya Maha "Ghafuur" (pengampun) tapi juga Maha "Afuwwun" (penghapus) terhadap segala macam dosa (Q. sedetik pun tidak akan berjumpa dengan Allah SWT yang hanya berkenan menjumpai hamba-hambaNya yang ada si surga (Q. Dengan kata lain. siapakah yang menciptakan langit dan bumi ?. Az Zukhruf : 9). Az-Zumar : 53) di mana bila Dia berkenan mengampuni dosa seseorang. tentu saja tidak sebatas menyekutukan Dzat Allah SWT semata. "Beruntunglah orang yang sibuk melihat aib dirinya sehingga tidak sibuk dengan aib orang lain.S. tapi tidak di-Esa-kan dalam sifat. semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui' (Q. "kufur" dalam berbagai bentuknya. siapakah yang menciptakan mereka. niscaya mereka akan menjawab. 72) Yang dimaksud "syirik" di sini.

berharap. Al A'raaf : 172. qishash bagi pembunuh dan sebagainya. Jangankan manusia biasa. Al A'raaf : 188). berqurban. misalnya. bersikap dan bertindak agar tidak terjerumus dalam kemusyrikan. .(Q. dan dari segala dosa. bertawakkal. Ahmad) Memang benar. tapi mencakup segala keterikatan dan keterkaitan hubungan antara manusia sebagai makhluk dengan Allah SWT sebagai Al Khalik seperti rasa cinta. Ibadah yang dimaksud tentunya tidak sebatas ibadah “mahdhah” semata. riba. tapi juga dalam bentuk sesuatu yang saking samarnya membuat seseorang tidak menyadari bila dirinya telah musyrik. permohonan perlindungan. Atau mengubah ketentuan-ketentuan syara' dalam masalah zakat. waris.S. berucap. "Fitrah" dalam pengertian "suci" dari kekufuran dan kemusyrikan. shalat. menghalalkan zina. Rasulullah Saw lebih jauh mengingatkan bahwa kemusyrikan tidak hanya hadir dalam bentuk yang eksplisit seperti dalam beberapa contoh tersebut di atas. ketika masih hidup sekalipun seseorang tidak bisa memberi manfaat atau mudharat kepada orang lain. yang berkeyakinan bahwa ada selain Allah SWT yang memiliki hak menetapkan aturan dan hukum. Menghalalkan yang diharamkan Allah SWT dan atau sebaliknya menetapkan undang-undang dan hukum. "laa haula walaa quwwata illa billah". Jangankan telah mati. dera atau rajam bagi pezina. sujud. Termasuk syirik tentunya. berdoa.S. nikah dan sebagainya (An Nisaa' : 61. Menetapkan hukum yang nyata-nyata bertentangan dengan hukum pidana Islam seperti potong tangan bagi pencuri. thawaf. Ar Ruum : 30). haji dan lain sebagainya. kecil kemungkinan ada seorang mu'min yang selain menyembah Allah SWT juga menyembah berhala dalam bentuk patung. tapi kiranya masih ada orang yang mengaku mu'min mendatangi kuburan atau tempat-tempat yang dikeramatkan lalu mereka berdo'a dan meminta-minta berkah kepada arwaharwah yang tentu saja. bahkan Rasulullah Saw sebagai hamba Allah yang paling dekat dengan Allah SWT diperintahkan untuk mengingatkan ummatnya bahwa dirinya tidak memiliki kekuasaan sedikit pun untuk memberi manfaat atau mudharat tanpa izin Allah SWT (Q. takut. Seperti tidak sadarnya seseorang bila di hadapannya terdapat seekor semut hitam karena semut itu berada di atas batu hitam dalam ruangan yang gelap pada malam hari (HR. ruku. Asy-Syuara : 21) Setiap mu'min harus ekstra hati-hati dalam berprinsip. membuka 'aurat. shaum.

padahal Rasulullah Saw sudah mengingatkan. sementara yang ditayangkan 180 derajat bertentangan dengan ajaran Islam dan nalar sehat. Paling tidak. tidak ada satu "Nafs (jiwa) pun. menggiring para pemirsa untuk tidak lagi menggunakan akal sehat di dalam menghadapi realitas hidup dan kehidupan. nilai-nilai kemusyrikan itu kini bahkan telah lama masuk ke dalam rumah-rumah kita lewat berbagai tayangan di televisi. Luqman 34. Tayangan-tayangan tersebut tidak hanya saja menyesatkan akidah. seperti gugurnya 80 ribu tahun keimanan Iblis hanya karena kufur terhadap satu perintah Allah SWT Ironis memang.Kendati Allah SWT sudah dengan tegas sekali menyatakan. dan kufur terhadap satu ayat Al Qur'an berakibat gugurnya keimanan secara keseluruhan. tayangan-tayangan tersebut dikemas dengan memakai atribut-atribut Islam.S. jin maupun malaikat yang dapat memastikan apa yang akan terjadi (Q. Semoga akhir hidup kita dapat terhindar dari dosa. lalu ia meyakini betul akan kebenaran ramalannya. dan ia meyakini kebenaran ramalan sang dukun. lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya. Ahmad dan Al hakim).S. dukun atau apalah namanya. “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau paranormal. Celakanya. Kenyataan yang kita saksikan masih ada saja sementara orang yang mendatangi paranormal. Luqman : 34). . tapi juga membodoh-bodohi ummat. ia telah mengkufuri Q. maka sungguh ia telah kufur dengan (ajaran Islam) yang diturunkan kepada Muhammad (HR. terlebih lagi dengan dosa-dosa yang tidak terampuni. baik manusia.

Lantas seperti apa hati burung? Hal ini dijelaskan oleh hadits dari sahabat Umar bin khotob radiyallahu’anhu. “Akan masuk surga suatu kaum. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. bahwasannya beliau mendengar Rosulullah Shallallahu . hati mereka seperti hati burung” (HR. Muslim) maknanya adalah dalam merealisasikan tawakal. beliau bersabda.9a815b94e7cfc9 Seperti hati Burung (Tawakal itu indah dan menentramkan hati) Bagikan Hari ini jam 15:27 Dari Abu Hurairoh radiyallahu’anhu.

“Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan” (QS. harap dan takut – adalah karena masih jauhnya kita dari hakikat tawakal. hal terebut juga merupakan diantara sebab yang paling besar dalam memperoleh rizki. ‘hadits hasan sohih) Mengomentari hadits tersebut. niscaya Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti memberi rizki kepada burung. beliau berkata. Bahkan hakikat agama adalah tawakal dan inabah (kembali kepada Allah). Bahkan kegelisahan dan ketakutan yang menimpa sebagian kaum muslimin adalah dikarenakan belum hadirnya tawakal di dalam qalbunya. buruknya ibadah kita – karena tidak hadirnya rasa cinta. dia adalah ibadah hati yang sangat agung. tapi pada manusia hal tersebut terjadi dan sering kita dengar di berita atau dia media massa. Berikut ini nukilan kami dari berbagai perkataan ulama tentang definisi dan hakikat tawakal. Al-Fatihah : 5) Tawakal adalah isti’anah (minta pertolongan) dan inabah adalah ibadah.‘alaihi wa sallam bersabda.” Oleh karena itu. “Hakekat tawakal adalah hati benar-benar bergantung kepada Allah dalam rangka memperoleh maslahat (hal-hal yang baik) dan menolak mudhorot (hal-hal yang buruk) dari urusan-urusan dunia dan akherat” Syekh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata. luputnya kita dari amal yang besar. Di dalam realitanya. lalu dia benturkan kepalanya ke tiang listrik. merealisasikan hakikat tawakal di dalam hati kita bukan merupakan perkara yang mudah. “Hadits ini adalah dasar atau asas di dalam bertawakal. Mudah-mudah yang sedikit ini–dengan taufik dari Allah. “Andaikan kalian tawakal kepada Allah dengan sebenarnya. Mereka pergi pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore hari dengan perut kenyang” (shahih Tirmidzi. dia merupakan sumber kebaikan. Hilangnya berbagai kebaikan. “Tawakal adalah menyandarkan permasalahan kepada Allah dalam mengupayakan yang dicari dan menolak apaapa yang tidak disenangi. Amin Definisi Tawakal Imam Ibnu Rajab rahimahulloh berkata. Itu tidak terjadi pada burung. Ibnu Rajab rohimahullah berkata di dalam kitabnya Jami’ul ‘ulum wal Hikam. disertai percaya penuh kepada Allah Ta’ala dan . Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). kita tidak pernah mendengar seekor burung pada pagi hari terbentur dengan masalah rizki. Darinya timbul berbagai macam ibadah hati yang lainnya.bisa membantu kita merealisasikannya.

Wal’iyadzubillah. oleh karena itu mengesakan Allah Ta’ala dalam tawakal adalah merupakan kewajiban. At-Tholaq : 3) Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. ‘wahai kaumku ! apabila kamu beriman kepada Allah.mereka adalah orang-orang yang tidak minta ruqyah. “Dan Musa berkata. Yunus : 84) Maka tawakal merupakan ibadah yang sangat agung. tidak berobat dengan besi panas dan mereka bertawakal kepada Rabb mereka” (HR. serta tidak mampu mematikan dan menghidupkan serta membangkitkan dan mengumpulkan kembali”. wallahu ‘alam. Diantaranya ayat (yang artinya). khilaf dan kesalahan. maka kita telah meyerahkan diri kita kepada kelemahan yang rendah dan serba kurang. tawakal adalah murni ibadah hati. tidak menyandarkan kesialan kepada burung dan sejenisnya. Dan jika kita bersandar kepada orang lain maka kita telah mempercayakan diri kepada yang sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk mendatangkan bahaya dan manfaat. Maka bertawakallah wahai hamba Allah kepada Dzat yang ditangan-Nya segala urusan dan yang memiliki segalanya. “Sungguh kita tidak bisa terlepas dari-Nya sekejap mata pun. jika kamu benar-benar orang yang beriman” (Al-Maidah : 23) “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS. jika kamu benar-benar orang-orang beriman” (Al-Maidah :3) dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). “Akan masuk surga dari umatku tujuh puluh ribu orang tanpa hisab…. Bertawakal Kepada Selain Allah Bertawakal kepada selain Allah ada tiga keadaan : . “Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah.menempuh sebab (sebab adalah upaya dan aktifitas yang dilakukan untuk meraih tujuan) yang diizinkan syari’at. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). maka bertawakallah kalian kepada-Nya jika kamu benar-benar orang muslim (berserah diri)” (QS. dan memalingkannya kepada selain Allah merupakan kesyirikan. Itulah nukilan dari perkataan Ibnul Qayim rahimahullah didalam kitabnya alfawaid. Jika kita bersandar kepada diri sendiri. “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal. Bertawakallah Hanya Kepada Allah Allah Ta’ala memerintahkan hamba-Nya agar bertawakal hanya kepada-Nya dalam banyak ayat. Muslim) Tawakal kepada Allah adalah syarat sahnya keislaman dan keimanan seseorang.

Yaitu seorang bertawakal kepada selain Allah Ta’ala dalam perkara yang hanya mampu dilakukan oleh Allah Ta’ala tidak selain-Nya. Yaitu seseorang bertawakal kepada selain Allah dalam arti mewakilkan urusannya kepada seseorang tanpa disertai penyandaran hati. Contoh : seorang istri bertawakal kepada suami dalam kebutuhan hariannya. Contoh : seseorang bertawakal kepada makhluk /wali di dalam memperoleh kebaikan atau bertawakal kepada makhluk dengan hatinya Karena ingin mempunyai anak atau pekerjaan. sedang makhluk tersebut tidak mampu memenuhi keinginannya tersebut. Maka untuk menghadirkan dan memunculkan tawakal di dalam hati kembali kepada perenungan terhadap atsar-atsar dari rububiyah Allah Ta’ala.1) Syirik akbar (besar). pelakunya tetap diancam neraka hingga ia bertaubat) 3) Boleh. seperti Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewakilkan kepada Ali radiyallahu’anhu untuk menyembelih qurbannya dan mewakilkan kepada Abu Hurairoh radiyallahu’anhu dalam masalah sodaqoh. Yaitu seseorang bertawakal kepada selain Allah dalam perkara dimana Allah Ta’ala memberikan kemampuan kepada makhluk tersebut untuk memenuhinya. Semakin banyak seorang hamba . Contoh : menyerahkan kendali perusahaan kepada seorang menejer. Menghadirkan Tawakal “Tawakal kepada Allah Ta’ala merupakan ibadah yang dituntut dari seorang mu’min Kekuatan tawakal seseorang kepada Allah Ta’ala kembali kepada pemahamannya tentang rububiyah Allah Ta’ala dan keimanannya yang mendalam terhadap tauhid rububiyah. (peringatan: syirik walaupun kecil. 2) Syirik kecil.

“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah. dan mengagungkan larangan-Nya (dengan menjauhinya). maka Allah akan mencukupinya” (QS. bahwasannya hanya Dia yang mengatur dan menjalankannya dan pertolongan Allah kepada hamba-Nya merupakan sesuatu yang mudah dibandingkan dengan pengaturan alam semesta ini. ia pun mengagungkan perintah-Nya (dengan melaksanakannya). dan ia pun meyakini tidak ada sesuatupun yang dapat melemahkan-Nya dan tidak ada yang sulit bagi-Nya. walahu’alam Penjelasannya. Ath-Tholaq : 3)” Itulah nukilan perkataan Syekh Sholih Alu Syaikh di dalam kitabnya at-tamhid syarah kitab tauhid. maka akan semakin besar pengagungannya kepada Allah. apabila seorang hamba . pengetahuannya bahwa Allah adalah yang memiliki kerajaan langit dan bumi.merenung dan memperhatikan kekuasaan dan kerajaan Allah di langit dan di bumi. semakin kuat pula tawakalnya kepada Allah Ta’ala.

mengilmui tentang keesaan Allah dalam hal menolak bahaya dan mendatangkan manfaat. Syekhul islam Abul Abbas rohimahullah berkata. namun perlu diketahui bahwa tawakal bukan berarti meninggalkan usaha atau sebab. menyerahkan seluruh perkara kepada Allah Ta’ala yang di tangan-NYalah segala urusan. Tawakal Bukan Hanya Pasrah Kadang seseorang salah kaprah dalam memaknai tawakal. Murid beliau Syamsudin Abu Abdillah rahimahullah berkata. “Mengandalkan sebab adalah celaan terhadap tawakal dan tauhid. Maka kita katakan. Barang siapa yang memalingkannya kepada selain Allah maka dia telah berbuat syirik. dalam hal mencipatakan dan memberi rizki. dalam hal menghidupakan dan mematikan (dan ini semua adalah rububiyah Allah). walaupun dia meyakini bahwa Allah Ta’ala satu-satunya yang menciptakan . maka itu akan membuahkan ubudiyah tawakal kepada-Nya semata secara batin. tidak boleh bersandar kepada sebab yang dilakukannya. “Meninggalkan sebab adalah celaan terhadap syari’at dan bersandar kepada sebab adalah syirik”. karena melakukan atau mengambil sebab merupakan kesempurnaa tawakal. Kedua. Hati dan batinnya bersandar total kepada Allah Ta’ala. dalam hal memberi dan menahan. “Di dalam bertawakal harus terpenuhi dua syarat : pertama. dan konsekwensi tawakal dan buahnya secara lahiriyah. ia menganggap bahwa tawakal adalah legowo (menerima total) keadaan tanpa ada upaya perubahan. sedangkan meninggalkan sebab merupakan celaan terhadap syari’at dan hikmah Allah” karena Allah telah menjadikan segala sesuatu ada sebab dan akibatnya. Dengan itu diketahui bahwa tawakal adalah murni ibadah hati. “Pelanggaran terbesar terhadap syari’at adalah meninggalkan sebab karena menyangka bahwa mengambil sebab akan menafikan tawakal” yang lain berkata. sedangkan anggota badannya menjalani sebab. Akan tetapi tidak boleh bersandar kepada sebab tersebut.

maka Allah jamin dengan memberikan makanan kepada mereka. 60b4944ffd4d945 . banting tulang. dan meninggalkan sebab menunjukan kebodohannya terhadap syari’at rabbnya. Ketahuilah. Mereka pergi pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore hari dengan perut kenyang” (Shohih Tirmidzi) Tawakal burung adalah dengan pergi mencari makanan.id Ketika kita telah berikhtiar dengan keras. “Andaikan kalian tawakal kepada Allah dengan sebenarnya niscaya Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti memberi rizki kepada burung. Barangsiapa yang membaca kisah-kisah para Nabi. terkhusus Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya akan melihat bahwasannya mereka adalah manusia yang paling bertawakal kepada Allah Ta’ala. Penulis: Husni Ridho (Mahasiswa Ma’had Ali Al-Imam Asy-Syafii Jember) Artikel www. Ketika perang uhud beliau memakai dua baju besi dan ketika hijrah ke madinah beliau menyewa penunjuk jalan. tapi yang ada adalah kecemasan dan kegelisahan yang datang karena apa yang kita idam-idamkan tak kunjung datang.dan memberi rizki. mengambil sebab yang disyari’atkan menunjukan kesempurnaan tawakal dan kekuatannya. maka tanyalah pada hatimu.or. Jadi. bersamaan dengan itu mereka juga mengambil sebab dan meyakini bahwa hal tersebut merupakan kesempurnaan tawakal kepada Allah.muslim. tetapi pergi jauh mencari makanan untuk dirinya dan anak-anaknya. beliau juga berlindung dari panas dan dingin. ikhtiar yang telah disusun dengan rapi hancur seketika sehingga dapat mengakibatkan kekecewaan yang dalam. Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling bertawakal kepada Allah. Burung-burung itu tidak tidur saja di sarangnya sambil menunggu makanan datang. tapi hal tersebut tidak mengurangi tawakalnya kepada Allah Ta’ala. ROsulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. apakah kau telah sandarkan hatimu hanya pada Allah??? ataukah mengandalkan dan menyombongkan ilmu kita yang sangat tak seberapanya dibandingkan Allah Yang Maha Mengatur dan Maha Mengetahui segalanya??? Bisa jadi tanpa tawakal. namun belian melakukan usaha. Betapa indah dan agungnya Tawakal kepada Allah. Hadits berikut lebih memperjelas: Dari Umar bin Khotob radiyallahu’anhu.

' sahut Tono... Sabar dalam menghadapi bencana yang mencekam disebut lapang dada.Makna Sabar By: agussyafii Tono baru dua hari kerja di sebuah perusahaan asing. sabar adalah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi godaan dan rintangan dalam jangka waktu tertentu dalam rangka mencapai tujuan.. 'Saya direktur utama perusahaan disini. cepaaaaat!' Ternyata jawaban dari balik telepon tidak kalah keras dan marahnya. Dalam agama. kamu salah pencet extention? Kamu tahu dengan siapa kamu bicara?' 'Tidak. Sabar dalam mendengar gossip disebut mampu menyembunyikan rahasia (katum). disebut sabar. Kesabaran menghadapi godaan hidup nikmat disebut. rakus (syarahun). Tono bermaksud menelpon ke bagian dapur sambil berteriak. kebalikannya disebut sempit dadanya. 7.. kebalikannya disebut tamak. 'Ambilkan gue kopi.. 'Hei siapa ini. Karena sabar bermakna kemampuan mengendalikan emosi. 'Syukurlah kalo gitu' sahut Tono cuek sambil menutup telpon.' jawab Boss. 1. mampu menahan diri (dlobth an Nafs). Maka sebaiknya kita sabar dan jernih bila menghadapi masalah. Sabar terhadap kemewahan disebut zuhud. Ketabahan menghadaapi musibah. 5. kebalikannya disebut pemarah (tazammur) 4. Kemarahan dapat membuat seseorang kehilangan banyak hal. Kesabaran dalam menahan marah disebut santun (hilm). Sabar dalam menerima yang sedikit disebut kaya hati (qana`ah). Saya pecat kamu nanti!' teriak Sang Dirut dan tak mau kalah teriak si Tono bales nyahut. 6. 'dan Bapak tahu siapa saya?' 'Tidak. kebalikannya adalah gelisah (jaza`) dan keluh kesah (hala`) 2. kebalikannya disebut serakah. maka nama sabar berbeda-beda tergantung obyeknya. kebalikannya adalah tidak tahanan (bathar) 3. . Kemarahan juga dapat membuat kita salah langkah. loba (al hirsh). Begitulah bila kita cepat marah. sabar merupakan satu diantara tangga dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Isinya. Isinya sederhana. Kedua: rumah orang biasa yang berpenghasilan pas-pasan. sasaran manakah yang lebih diprioritaskan. Tipe pertama adalah hati milik orang-orang kafir dan munafik. Meski. Berbeda halnya dengan rumah ketiga. Rumah-rumah tersebut adalah hati setiap manusia. Kelengahan yang dilakukan oleh pemilik hati adalah dengan kemaksiatan.60b4944ffd4d945 Rumah Yang Diintai Bagikan Jika ada seorang pencuri hendak beroperasi. Semakin tinggi kedudukannya maka semakin banyak dan semakin hebat para pengintai yang mengancamnya. ia akan mempelajari terlebih dahulu. benda-benda mewah dan berharga. barang yang bisa diambil pun tak banyak. Yang kedua. Tentu dengan memanfaatkan kelalaian dan kelengahan pemiliknya serta penjaganya. tentunya ia akan berpikir bagaimana mengelabuhi penjaga dan menunggu kelalaian pemilik rumah megah tersebut. Pemiliknya. Isinya sederhana. pencuri adalah syeitan dan iblis. Tanpa berpikir panjang. Perumpamaan di atas. apa yang bisa dipilih dari rumah kosong tak berpenghuni dan tak ada isinya. kosong tanpa iman dan amalnya sia-sia. Ada tiga rumah. pencuri akan menentukan targetnya pada pilihan ketiga. Kemaksiatan yang . tentunya isi dan perabot rumahnya biasa-biasa saja. Tipe rumah ketiga dengan penjagaan yang ketat tidaklah mustahil untuk dibobol. Untuk sasaran pertama. Disamping itu bisa dengan konspirasi dan pengkhianatan orang dalam. Sedang tipe ketiga adalah hati orang mukmin yang bersungguh-sungguh. Jika yang menjadi sasaran adalah rumah. Kalaupun dijadikan sasaran. ia tak akan perlu tenaga dan pikiran yang besar untuk mendapatkannya. Ketiga: rumah megah milik orang kaya yang dipenuhi perabotan mahal dan perhiasan yang berharga. Tipe kedua adalah hati orang awam. pertama: rumah kosong tak berpenghuni dan tak ada perabotnya. Angker dan kurang menarik. orang terpandang dan bijaksana serta teguh.

Musuh dan pencuri bisa segera kita usir dan menjauh dari rumah kita. pengertian. jendela rumah kita sudah dibobolnya. Tapi kita perlu tahu. Demikian juga kita dibulan rhamdhan. istighfar. Apalagi sampai kita terperosok di dalamnya. Kaki-kaki kotor pencuri itu menodai ubin-ubin bening rumah kita. Pada bulan Rhamadhan Allah Swt. Jika demikian. ibadah-ibadah wajib menjadi lapis kuat kedua. shalat . Demikian juga manusia jika ia mementingkan penampilan fisiknya sementara tangki hatinya tak pernah diisi. Keikhlasan. Beristighfar karena istighfar kita sangat kurang dan terbatas serta kurang dijiwai. Setiap hari kita berpacu membaca Al Qur’an. Barang siapa ingin menjaga hatinya hendaknya ia selalu menjaga kebeningannya dengan senantiasa beristighfar kepada-Nya. Kita kecolongan. ia tak segera pulang dan pergi meninggalkan rumah tersebut. Ia menjadi bangkai dan mati dengan kesempurnaan fisik yang terlihat. solidaritas. Hati ibarat tangki bensin dalam sebuah kendaraan. Bahkan pada taraf teror yang paling parah. Ia akan terus mengintai dan mengincar rumah mewah itu. Namun tak mampu menjalankan fungsinya. Kemudian kesiapan tangki ‘hati’ menampungnya. Mari kita bayangkan keadaan sebuah kendaraan yang kehabisan bahan bakar. Ia berfungsi vital sebagai penampung bahan bakar. pemaaf akan menjadi pasukan rahasia yang sangat kuat yang tak bisa ditebak oleh para pencuri.dilakukan oleh orang terpandang dan berilmu akan bernilai lain di sisi Allah dengan kesalahan yang dilakukan oleh orang awam. kita memiliki senjata ampuh untuk kembali teguh. kedermawanan. sedang diri kita benarbenar tak berdaya. Semua tergantung pribadi masing-masing. kita akan menuruti semua keinginan para pencuri yang berada dalam rumah kita. maka ia bagaikan kendaraan tanpa bahan bakar. Bisakah mobilnya berjalan? Sedang tangki bensinnya masih kosong. Hanya menjadi penghias bibir yang tak diikuti kepahaman hati akan maknanya. mau ataukah tidak ia memanfaatkannya. Pada saat itu pencuri tersebut telah benar-benar KO. pada saat hati ini perpaling kepada kemaksiatan. tapi diletakkan tidak di dalam tangkinya. Ibadah-ibadah sunnah bisa menjadi pembenteng pertama. berbaik sangka. Saat itu mereka menjadi para perampok. mampukah ia menempuh perjalanan hidup yang panjang dan penuh misteri? Dibulan Ramadhan. Adapun konspirasi dari dalam adalah bisikan hawa nafsu yang kuat yang memperturutkan keinginan “pencuri” hati. menambah para penjaga ‘rumah’ kita. Allah menyediakan segala fasilitas pembekalan dan subsidi ‘bahan bakar’ tersebut. Menambah dengan menurunkan rahmat dan maghfirah-Nya. Atau ada bahan bakarnya (bensin). isi dan perabot rumah kita sudah dijarahnya. Bisa kita bayangkan berikutnya. Seorang bodoh yang dengan serakah mengambil bensin sebanyak-banyaknya kemudian ia siramkan ke mobilnya. iblis. Hanya berpaling saja. ia ambil botol-botol besar untuk diisi bensin kemudian ia masukkan ke dalam mobil. Mobil tersebut tetap ada wujudnya. Karena kemegahan dan ketinggian nilainya. Bahkan beristighfar dari istighfar itu sendiri. Pada saat kita lengah.

Ketakwaan tidak– hanya–dilihat dari banyaknya shalat dan bacaan al Qur’an atau kedermawanan seseorang. Jangan beri kesempatan pencuri-pencuri itu mendekat ke sekeliling rumah kita. Di bulan Rhamadhan Allah Swt. itulah kualitas isi hati setiap kita. Popularitas. Hanya hati yang beninglah yang mampu merasakan noda halus ini. Jawabnya hanya satu “Taqwa itu di sini” demikian Rasulullah Saw. Ya. Berteman orang-orang shalih dan senantiasa berzikir. Karena kita tidak tahu dimana meletakkan bahan bakar. Ketenaran. Bacaan Al Qur’annya diterjemahkan dengan kesantunan perilaku hariannya. Kaca jendela rumah kita. bila kita kecurian namun kita tak merasa kehilangan sedikit pun. biarkan tetap bening. Barangkali isi rumah kita akan terlihat dari luar dengan bagus. Sebagai contoh. Namun semuanya ditentukan dengan kebaikan hati. Menuntut ilmu supaya dikira pandai. Itulah rumah kita yang selalu diincar dan diintai oleh para pencuri cinta-Nya. Segera usap dan hapuslah kotoran yang melekat itu. Silakan sebanyak-banyaknya mengisi. Kredit poin jabatan. Jangan takut akan intaian dan incaran para puncuri. Cinta dan ridha manusia. Kedermawanannya disertai tawadhu dan rendah hati. Tak pernah sedikit pun keluar cacian dan hinaan mengungkit pemberiannya. Agar cinta-Nya hilang dari rumah kita dan berganti kebencian dan kemurkaan yang maha dahsyat dari Dzat yang murka-Nya tak terbendung oleh apa dan siapa pun. Dengan istighfar dan bacaan Al Qur’an. sebelum noda itu kian melekat dan sulit untuk dihilangkan. Menasehati orang di depan umum. Jangan sekali-kali kita lengah. Berjihad agar dianggap pemberani. Semuanya disebabkan kebodohan kita. mengobral pencuci hati-hati kita yang keruh. bersedekah. Bersedekah karena riya. Tapi tempatnya dalam hati. Parahnya. Semua itu takkan ada gunanya bila tanpa disertai keikhlasan dan penghayatan. Mereka hendak merampas cinta-Nya agar kita menjadi orang-orang yang dimurkai-Nya. Yang menjadi aib adalah membiarkannya kotor. mengisyaratkan ke dada beliau sebanyak tiga kali. Shalatnya adalah pencegah dari perbuatan mungkar dan kebatilan. kita sering merasa telah berbuat baik namun pada hakikatnya kita melakukan sebaliknya. berbuat banyak untuk orang lain. Kita selalu waspada karena kita selalu terjaga dan menjaga rumah kita. Bila rumah kita berdebu dan kotor. Ya. Tapi kita tetap merawatnya dari dalam dengan perawatan yang tak diketahui oleh mereka yang melihatnya dari luar. . Satu hal yang perlu kita catat. bukan menjadi aib bila hati kita terkotori. ketakwaan itu tempat bersemayamnya di hati. Untuk membersihkannya pun diperlukan kelembutan hati.sebanyak-banyaknya. Bila hati ini telah terisi penuh oleh takwa maka semuanya menjadi indah. Membaca Al Qur’an namun masih diselingi pergunjingan Shalat yang banyak namun masih disertai keengganan menyantuni fakir miskin Bersedekah namun dibarengi menyakiti hati orang lain Berbuat kebaikan namun disertai pamrih dunia.

5da1eda01e6e0c PERTANYAAN GADIS KECIL KEPADA SANG AYAH . tetapkan hati kami atas dien-Mu. sesungguhnya dalam jasad ini ada segumpal daging (mudhghah). (HR Bukhari Muslim. palingkan hati kami pada ketaatan-Mu”. Jika ia baik maka seluruhnya akan baik.Itulah rahasia Allah yang bernama hati.). “Wahai pembalik hati.” . Wahai pemaling hati. Sabda Rasulullah Saw. bila ia buruk maka seluruhnya akan buruk.. diriwayatkan sahabat Nu’man bin Basyir ra. Ketahuilah itu adalah HATI (qalb)”.

.... Wanita sejati BUKAN dilihat dari BENTUK TUBUHNYA yang mempesona. MELAINKAN dilihat dari sejauh mana ia MENUTUPI BENTUK TUBUHNYA.. MELAINKAN sejauh mana ia berani MEMPERTAHANKAN KEHORMATANNYA.. Wanita sejati BUKAN dilihat dari KEBERANIANNYA dalam BERPAKAIAN......... Sang ayah pun menoleh kemudian tersenyum.Bagikan 17 Maret 2010 jam 7:34 Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya. MELAINKAN dari apa yang SERING MULUTNYA BICARAKAN. MELAINKAN dari KEIKHLASANNYA memberikan kebaikan itu........ "Lantas apa lagi Abi?" sahut putrinya. Seorang wanita sejati BUKANlah dilihat dari kecantikan PARAS wajahnya. dan ingatlah....... MELAINKAN dari kecantikan HATI yang ada di baliknya. Anakku..... Ketahuilah putriku. Wanita sejati BUKAN dilihat dari keahliannya BERBAHASA..... Wanita sejati BUKAN dilihat dari seberapa INDAH LANTUNAN SUARANYA. Wanita sejati BUKAN dilihat dari begitu BANYAKNYA kebaikan yang ia berikan.. Wanita sejati BUKAN dilihat dari KEKHAWATIRANNYA DIGODA orang di jalan. Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.. MELAINKAN KEKHAWATIRAN DIRINYAlah yang MENGUNDANG ORANG JADI TERGODA.. "Abi.... MELAINKAN dari bagaimana CARA ia BERBICARA........ Wanita sejati BUKANlah dilihat dari seberapa BANYAK dan BESARNYA UJIAN yang ia jalani. ceritakan padaku tentang wanita sejati"... MELAINKAN sejauh mana ia MENGHADAPI UJIAN itu dengan penuh rasa SYUKUR.

. MELAINKAN sejauh mana ia bisa MENJAGA KEHORMATANNYA DALAM BERGAUL.... "Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi?".. sebaik2 teladan bagi para muslimah adalah istri2 Rosululloh. "TELADANILAH MEREKA!" Sang anak pun mengambil buku itu dan melihat sebuah tulisan "ISTERI-ISTERI RASULULLAH" ---Sungguh... Smg qt termasuk orang2 yg mau & mampu meneladani mereka... AAMIIN....Wanita sejati BUKAN dilihat dari SIFAT SUPELNYA DALAM BERGAUL.... Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata... Setelah itu sang anak kembali bertanya..

Yang menyatakan bahwa wali hakim baru dapat bertindak sebagai walinikah jika wali nasab tidak ada. Perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilaksanakanberdasarkan hukum agama dan kepercayaannya masing-masing.perwalian.Upaya Hukum Anak Luar Kawin Dalam Hal Penetapan Wali Nikah Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1974 Pasal 43 ayat (1) dan (2). . atau adlal (enggan). atautidak diketahui keberadaannya atau ghaib. Persoalan mengenai anak luar nikah sampai saat ini belumdiatur oleh Peraturan Pemerintah tersendiri. serta tanggung jawab nafkah dinisbahkan kepada ayah biologisnya. Anakluar kawin adalah anak yang dilahirkan di luar perkawinan yang sahmenurut hukum agamanya. Putusnya nasab anak luar kawin kepadaayah biologisnya. sedangkan kedudukananak luar kawin tersebut akan diatur dalam suatu Peraturan Pemerintah. Padahal hal itu merupakanamanat Undang-Undang No. Namun hingga saat ini Peraturan Pemerintah tersebutmasih belum keluar. sementara laki-laki yang menghamili terkesan kurangmendapat akibat dan tanggung jawab atas perbuatannya yang telahmengakibatkan kelahiran seorang anak yang kemudian disebut anakluar kawin.bahwa anak yang lahir diluar perkawinan hanya mempunyai hubunganperdata dengan ibunya dan keluarga ibunya. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. karena nasabnya terputus kepadaayah biologisnya tersebut. terutama dirasakan oleh pihak anak dan ibuyang melahirkan. mengakibatkan anak luar kawin tidk memiliki walinikah maka berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1974 wali nikahnyaadalah wali hakim sesuai ketentuan Pasal 23 UU. Hal tersebut tentunya menimbulkan ketidakpastianhukum dan ketidakadilan. Anak luar kawin dianggap sebagai anakyang tidak mempunyai ayah/bapak. atau tidak mungkin menghadirkan. C. Tahun 1974. No.

kecuali apa yang telahditetapkan oleh Undang-undang yaitu bahwa wali nikahnya adalah walihakim karena dianggap tidak mempunyai wali nikah berdasarkanhubungan nasab. Undang-undang juga nampak menutup ruang bagianak luar kawin untuk menelusuri siapa ayah biologisnya. anggapanmasyarakat bahwa jika menikah dengan menghadirkan wali hakimsebagai wali nikah merupakan sebuah aib. dilakukan secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahuioleh .Sebagaimana telah disebut di atas bahwa.sedangkan anak luar kawin sendiri tidak memiliki hak untuk melakukanupaya hukum. Sehingga seringkaliperkawinan masyarakat. Berdasarkan ketentuan Undang-undang hingga saat ini upayahukum hanya diberikan kepada ayah biologis anak luar kawin untukmelakukan pengakuan dan pengesahan terhadap anak luar kawinnya sehingga anak tersebut dapat dinasabkan kepada ayah biologisnya. UU No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam tidakmemberikan ruang bagi anak luar kawin untuk melakukan upaya hukumberkaitan dengan penetapan wali nikah.

Sedangkan mengenai penetapan wali nikah diperlukan . termasuk juga kewajiban keduaorang tua. dengan memaksakan nasab anak tersebuthanya kepada ibunya dan keluarga ibunya saja. Seharusnya undang-undang memberikan jalan bagi anak luar kawin untuk melakukan upayahukum.Hal ini tentu saja dirasakan ada ketidakadilan perlakuan hukumkepada anak luar kawin. Seorang anak lahir dalam keadaan suci. Dalam hal ini pemerintah perlu membuat suatu aturanmengenai status dan kedudukan anak luar kawin. padahal Hukum Islam mengajarkan anak tidak mewarisi dosakedua orang tuanya. yang mengatur hak-hak yang diperoleh anak luar kawin.

suatupenelusuran lebih lanjut berdasarkan hukum Islam karena berkaitandengan hal tersebut ternyata masih terdapat perselisihan pendapatdiantara para ulama fiqh. .termasuk juga dalam penetapan wali nikah. jangansampai seorang anak luar kawin karena perbuatan zina merasa jadikorban dari perbuatan kedua orang tuanya dan tidak dapat melakukanupaya hukum apapun berkaitan dengan status dan kedudukannya. Tujuannya tentu saja untuk demi kemaslahatan umat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->