babe62ee5bdd32

Ma`rifatullah sebagai Pondasi Kehidupan [ A'a Gym ]
Secara fitrah, manusia memiliki kebutuhan standar. Dalam salah satu bukunya, Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa manusia memiliki kecenderunagn untuk mencintai dirinya, mencintai kesempurnaannya, serta mencintai eksistensinya. Dan sebaliknya, manusia cenderung memberi hala-hal yang dapat menghancurkan, meniadakan, mengurangi atau menghancurkan kesempurnaan itu. Orang besar tekenal banyak dipuji-puji, memiliki pengaruh dan kekayaan yang melimpah, pengikutnya beribu-ribu, akan takut setengah mati jika takdir mendadak merubahnya menjadi miskin, lemah, bangkrut, terasing atau ditinggalkan manusia. Begitulah tabiat manusia. Padahal, kecintaan kita kepada selain Allah sampai begitu banyak, maka cinta itu pasti akan musnah. Seharusnya kebutuhan kita akan kebahagiaan duniawi, membuat kita berpikir bahwa Alalahlah satu-satunya yang memiliki semua itu. Adapun kekhawatiran tentang standar kebutuhan kita, mestinya membuat kita berlindung dan berharap kepada Allah dengan mengamalkan apa-apa yang disukainya. Jadi, kebutuhan pada diri kita itu seharusnya menjadi jalan supaya kita mencintai Allah. Seorang muslim selayaknya memahami, bahwa keindahan cinta yang paling hakiki adalah kita mencintai Allah SWT. Dan pondasi utama yang harus dibangun oleh seorang muslim untuk menggapai keindahan cinta tersebut adalah dengan mengenal Allah (ma\'rifatullah). Bagi seorang muslim ma\'rifatullah adalah bekal untuk meraih prestasi hidup setinggi-tingginya. Sebaliknya, tanpa ma\'rifatullah seorang muslim memiliki keyakinana dan keteguhan hidup. Ma\'rifatullah adalah pengarah yang akan meluruskan orientasi hidup seorang muslim. Dari sinilah dia menyadari bahwa hidupnya bukan untuk siapa pun kecuali hanya untuk Allah SWT. Jika seorang hidup dengan menegakkan prinsip-prinsip ma\'rifatullah ini, maka insya Allah, alam semesta ini akan Allah tundukkan untuk melayaninya. Dengan fasilitas itulah, dia kemudian akan memperoleh kemudahan dalam setiap urusan yang dihadapinya. Maka berbahagialah orang yang senantiasa berusaha mengenal Allah, sehingga kedekatannya dengan Allah senantiasa dipisah oleh tabir yang semakin tipis. Bagi orang yang dekat dengan Allah, dia akan dianugrahi ru\'yah shadiqah (penglihatan hati yang benar).

Di sisi lain, ma\'rifatullah juga menjadi sangat penting dalan merevolusi pribadi seseorang untuk berubah ke arah kebaikan. Dengan kata lain, perubahan yang dahsyat dan hakiki itu bisa terjadi ketika seseorang mempunyai keyakinan pribadi yang sangat kuat kepada sang Khalik. Dengan kekuatan iman, seorang pengecut seketika berubah menjadi seorang pemberani. Seorang pemalas tiba-tiba berubah menjadi bersemangat. Sehingga siapa pun yang menginginkan perubahan positif yang cepat dalam dirinya kuncinya adalah membangun kayakinan yang kuat kepada Allah SWT. Banyak contoh berbicara tentang betapa kuatnya peran keyakinan dalam merubah pribadi seseorang. Umar bin Khatab ra. yang sebelumnya begitu pemarah dan berwatak keras, bahkan anaknya sendiri dikubur hidup-hidup. Namun berkat tumbuhnya tauhid dalam dirinya, beliau berubah menjadi begitu bermurah hati dan penyantun. Bukan hanya individu, kota Makkah yang sebelumnya tidak dikenal, hanya sebuah dusun kecil yang penuh keterbatasan, berkat da\'wah dan kekuatan iman yang disemai melalui dakwah Rasulullah SAW, akhirnya berubah menjadi bangsa yang besar dan sangat disegani. Kisah lain dapat disebut, yaitu kisah seorang shahabiyah yang bernama Khansa. Wanita mukminah yang hidup di zaman sahabat ini ketika kerabatnya wafat, emosi kesedihannya begitu luar biasa. Dia menangis begitu pilu, meratap, merobek-robek baju, memukul dada. Tapi sesudah mendapat hidayah, emosinya dapat terkontrol. Bahkan dalam sebuah pertempuran, ia berseru pada keempat anak laki-lakinya. "Hai anakanakku, ini kesempatan besar. Kalau engkau mengalahkan mereka, engkau dapat pahala di sisi Allah. Kalau engkau menjadi syuhada, engkau mendapat kemuliaan di sisi Allah. Bertempurlah dengan semangat membara!" Lalu anak-anaknya bertempur luar biasa, hingga satu persatu gugur menjadi syuhada. Namun kala itu bukan ratapan yang ia berikan, malah ungkapan syukur. Padahal dulu, hanya saudaranya saja yang meninggal dunia ratapannya sangat luar biasa, sampai hendak bunuh diri karena putus

asa. Namun di kemudian hari, dia malah mengantar syahid anak-anaknya dengan penuh ketabahan dan keikhlasan. Oleh karenanya, siapa pun yang tidak mempunyai pondasi ma\'rifatullah dalam dirinya, maka ia akan sulit untk memperoleh ketenangan, kedamaian, kabahagiaan, dan kesuksesan hakiki. Jika kita makin mengenal siapa Allah, maka akan terasa semakin kecil nilai makhluk. Ketika kita semakin mengerti penghargaan dari Allah maka kian tidak berarti penghargaan yang kita terima dari makhluk.

dhuha. Ada empat syarat taubat. diantaranya: menyesal untuk tidak mengulangi apa yang telah diperbuat. ada satu hal yang betul-betul perlu kita renungkan. Semakin dekat kita dengan Allah. gantungkan semua usaha. telah Allah janjikan ketentraman.2e82103fa52eda 3 Tips meraih pertolongan Allah [ KH. Pertolongan Allah akan tercurah kepada orang-orang yang mau merendahkan diri seraya mengakui kesalahan dihadapan Allah. Abdullah Gymnastiar ] Bagikan 10 Februari 2010 jam 11:44 Saudaraku. Usaha yang kita lakukan. ada tiga hal yang wajib kita amalkan agar layak ditolong Allah. Jangan heran bila yang kita cita-citakan di tahun kemarin belum tercapai. atau bisa jadi usaha yang kita lakukan belum maksimal. Untuk itu menggantungkan diri sepenuhnya pada ketentuan Allah menjadi keharusan. harapan semata-mata untuk mencari keridhaan-Nya. Namun. Bagi ahli taubat. bertekad untuk tidak mengulanginya. apa yang kita inginkan belum saatnya dikabulkan Allah. Karena bisa jadi baik menurut kita. Saudaraku. rawatib. belum tentu baik menurut Allah. memohon ampun kepada Allah. diberikan jalan keluar. Siapa pun yang ingin ditolong Allah maka ia harus bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah dengan tidak mensia-siakan shalat berjamaah. T kedua adalah taat. Dengan ridha-Nya diharapkan pertolongan Allah akan segera menyapa. Karena bisa jadi. dan mengiringinya dengan amal shalih. dan dimudahkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. perbanyak sedekah. T ketiga adalah tawakal. Itu dikenal dengan 3 T. biasakan shaum sunnah. Wallahu’alam bishawab. jangan panik jika usaha yang kita lakukan belum menemukan keberhasilan. Untuk itu. Insya Allah akan semakin dekat pada datangnya pertolongan Allah. Taat dapat berarti patuh seraya bersungguh-sungguh menjalankan perintah Allah. Salah satu rezeki ini dapat berupa pertolongan Allah. santuni fakir miskin. harapan yang kita tekadkan belum tentu sesuai dengan keinginan dan harapan Allah. Disempurnakan dengan amalan sunnah tahajud. . jangan-jangan kita masih berlumur dosa sehingga pertolongan Allah enggan menyapa. T pertama adalah taubat.

an Akhlak dalam menyikapi Khilafiyah Menyikapi perbedaan dalam urusan fiqh. bahkan sampai melampaui batas negeri ini. ada baiknya kita bercermin dari perilaku dari seorang tokoh ulama Indonesia yang dikagumi oleh hampir (untuk tidak menyatakan semua) orang di negeri ini. yaitu Buya Hamka. sosok yang ideal untuk dijadikan panutan dalam urusan toleransi antar pendapat fiqih. Di antaranya sebagaimana .

Suatu ketika buya Hamka naik haji dengan menggunakan kapal laut 'Gunung Jati' bersama K. tiba-tiba adzan Jumat dikumandangkan dua kali. Yang menarik. karena diantara makmumnya. Padahal biasanya beliau tidak berqunut. KH. karena di belakang saya ada Hamka yang tidak membaca doa qunut setiap salat subuh. Begitulah sikap kedua tokoh ulama besar negeri ini. Usai salat. Rupanya. Esoknya. Biasanya orang Muhammadiyah pada salat subuh tidak membaca doa qunut. Tapi kenapa buya subuh ini pakai qunut?" "Ya. Bagaimana reaksi dari Mantan Ketua MUI Pusat pertama ini? Beliau bertanya kepada pengurus masjid: "Apakah khatibnya disini harus memegang tongkat?" "Ya ". pendiri dan pemimpin Perguruan AsySyafiiyah. mau 23 rakaat atau mau 11 rakaat. maka Buya minta agar KH. padahal biasanya hanya satu kali. Maka buya Hamka tampil sebagai khatib menyesuaikan dengan kebiasaan di masjid Jamik tersebut. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama. yang umumnya kiyai betawi hari ini adalah murid-murid beliau. Pak Idham Khalid salah seorang makmum. KH.yang diceritakan oleh putera beliau. Jadi bukan hanya mimbar Jumat yang diserahkan. Jadi saya menghargai beliaulah. Ketika itu tidak dipersoalkan lagi bahwa Hamka 0rang Muhammadiyah. Buya. tokoh kelahiran Amuntai Kalimantan Selatan ini menjawab: "Ya. meski beliau boleh dibilang tokoh Muhammadiyah yang anti qunut. Dan siapa tidak kenal KH Abdullah Syafii. Ternyata beliau tidak membaca doa qunut pada rekaat kedua. bahkan adzan pun ditambah jadi dua kali. Jamaah di masjid Al-Azhar kala itu memilih 23 rakaat. Pada rakaat kedua. Esok harinya giliran pak Idham Khalid yang menjadi imam salat subuh. Suatu ketika di hari Jumat. ayahnya itu ketika mau mengimami shalat tarawih. Rusydi Hamka. menawarkan kepada jamaah. Masyarakat terpukau mendengar khotbah Hamka. Idham Khalid. Siapa yang tidak kenal Buya Hamka. tokoh ulama yang menyatakan bahwa qunut shalat shubuh itu hukumnya sunnah muakkadah Sekitar tahun 1970 almarhum buya Hamka berkunjung ke kota Banjarmasin. maka beliau pun mengimami shalat tarawih dengan 23 rakaat." jawab buya Hamka secara diplomatis. Bahkan menurut Rusydi Hamka. ada pak Idham Khalid. . Buya menghormati ulama betawi ini dan tahu bahwa adzan dua kali pada shalat Jumat itu adalah pendapat shahabatnya. Ini luar biasa dan kisah ini perlu kita hidupkan lagi. kilah pengurus Masjid." Ada sebuah kisah yang menarik. Oleh pengurus masjid Jamik Banjarmasin tokoh Muhammadiyah ini diminta untuk menyampaikan khotbah Jumat. jemaah meminta buya Hamka menjadi imam salat subuh. Namun beliau bershahabat baik dengan tokoh ulama betawi. semata-mata karena ulama ini menghormati ulama lainnya. Abdullah Syafii yang naik menjadi khatib Jumat. Abdullah Syafii. Ketika ada yang bertanya sebabnya. " Apakah khatibnya memakai baju jubah dan sorban?" " Ya ". Karena menghormati shahabatnya. Beliau selalu berqunut setiap salat subuh. Jadi saya menghargai beliau. Satu subuh. diantara jemaah ada yang bertanya: "Maaf. buya Hamka membaca doa qunut.H. Hari itu menurut jadwal seharusnya giliran Buya Hamka yang jadi khatib. khususnya masalah adzan dua kali. Abdullah Syafii mengunjungi Buya masjid Al-Azhar Kebayoran Jakarta Selatan. dengan perguruan Al-Azhar dan tafsirnya yang fenomenal.

Tidak pernah meributkan urusan khilafiyah. Pertama. Sebagian mereka mengucapkan. ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi. maka beliau pun mengimami shalat dengan 11 rakaat." Inilah tipologi ulama sejati yang ilmunya mendalam dan wawasannya luas. Jawabannya: "Mereka mendahulukan akhlak dari pada fikih. "Artinya : Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya". hendaknya ia menjauhi maksiat tersebut. Ketiga. Karena itu harus disikapi dengan luas dan luwes. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah. . 13 Februari 2010 babe62ee5bdd32 Istighfar. Wallahu alam bishshawab Dari beberapa sumber. juga tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Keutamaan & Sbg Kunci Rezeki Bagikan Kemarin jam 22:17 Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna" [Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an. 'Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. apakah tokoh-tokoh ini tidak konsekwen dengan keyakinannya. Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan : "Dalam istilah syara'. Sesungguhnya istighfar dan taubat jenis ini adalah perbuatan orangorang dusta. maka taubatnya tidak sah. dari asal kata " tauba" hal. Tetapi kalimat-kalimat diatas tidak membekas di dalam hati. di mana dalil dan nash yang ada menggiring kita ke arah sana. 76] Imam An-Nawawi dengan redaksionalnya sendiri menjelaskan : "Para ulama berkata. sebab pada hakikatnya urusan khilafiyah lahir karena memang proses yang alami. Kedua. berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang bisa diulangi (diganti).telah menjelaskan hakikat istighfar dan taubat. taubat adalah meninggalkan dosa karena keburukannya. yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga. Bukan sekedar asal beda dan cari-cari perhatian orang. ia harus menyesali perbuatan (maksiat)nya. menyesali dosa yang telah dilakukan. Muncul pertanyaan kalau demikian.11 rakaat. Jika salah satunya hilang. Griya Bandung Indah. Para ulama -semoga Allah memberi balasan yang sebaik-baiknya kepada mereka.

dan membanyakan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". Bahkan hingga dikatakan. 362] Kedua : Dalil Syar'i Bahwa Istighfar Dan Taubat Termasuk Kunci Rizki Beberapa nash (teks) Al-Qur'an dan Al-Hadits menunjukkan bahwa istighfar dan taubat termasuk sebab-sebab rizki dengan karunia Allah Ta'ala. Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma berkata "midraaraa" adalah (hujan) yang turun dengan deras. Jika berbentuk harta benda atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. dari asal kata "ghafara" hal. sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun. 41-42] Adapun istighfar. tetapi dengan lisan dan perbuatan. Ketiga syarat di atas dan Keempat. Jika berupa had (hukuman) tuduhan atau sejenisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalasnya atau meminta ma'af kepadanya. juga yang disebutkan dalam (surat Hud : 3 "Artinya . 4/398. Lihat pula. hal. maka ia harus meminta maaf" [Riyadhus Shalihin. Tafsirul Khazin. Kitabul Tafsir. Berdasarkan firman-Nya : "Sesungghuhnya Dia adalah Maha Pengampun". niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dibawah ini beberapa nash dimaksud : [1] Apa Yang Disebutkan Allah Subhana Wa Ta'ala Tentang Nuh Alaihis Salam Yang Berkata Kepada Kaumnya. Ampunan Allah terhadap dosa-dosanya. Dan firman Allah. "Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang tersebut. Diturunkannya hujan yang lebat oleh Allah. memohon ampun (istighfar) hanya dengan lisan saja tanpa disertai perbuatan adalah pekerjaan para pendusta" [Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an. 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu'. Allah akan menjadikan untuknya sungai-sungai. sesungguhnya Dia Maha Pengampun" [Nuh : 10] Tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan meminta ampun hanya dengan lisan semata. [Nuh : 10-12] Ayat-ayat di atas menerangkan cara mendapatkan hal-hal berikut ini dengan istighfar. surat Nuh 8/666] Allah akan membanyakan harta dan anak-anak. Jika berupa ghibah (menggunjing). 7/154] Allah akan menjadikan untuknya kebun-kebun. Imam Al-Qurthubi berkata : "Dalam ayat ini. Dalam menafsirkan ayat "wayumdid kum biamwalin wabanina" Atha' berkata : Niscaya Allah akan membanyakkan harta dan anak-anak kalian" [Tafsir Al-Bagawi. "Artinya : Maka aku katakan kepada mereka. [Shahihul Bukhari. sebagaimana diterangkan Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah " Meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan.Jika taubatnya itu berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada empat.

niscaya Ia akan membanyakkan rizki kalian menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit. 'Aku memohon diturunkannya hujan dengan majadih[1] langit yang dengannya diharapkan bakal turun hujan. 4/449] Demikianlah. 7/154] Sakaratul Maut dan Kematian . Maka seseorang bertanya kepadanya. Lalu beliau membaca ayat. meminta ampun kepadaNya dan kalian senantiasa menta'atiNya. "Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhamu. jika kalian bertaubat kepada Allah. Lihat pula. Fathul Qadir. menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya bermacam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungai-sungai diantara kebun-kebun itu (untuk kalian)". [Tafsir Ibnu Katsir.: Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhamnu dan bertaubat kepada-Nya) adalah dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu sarana meminta diturunkannya rizki dan hujan". membanyakan harta dan anak-anak untuk kalian. [Tafsir Al-Khazin. 274. menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian. sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. hal. dan Amirul Mukminin Umar bin Khaththab Radhiyallahu 'anhu juga berpegang dengan apa yang terkandung dalam ayat-ayat ini ketika beliau memohon hujan dari Allah Ta'ala. melimpahkan air susu perahan untuk kalian.[Nuh : 10-11]. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat". [Tafsir Al-Qurthubi. Al-Iklil fis Tinbathil Tanzil. 5/417] Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata :" Maknanya. Dan beliau tidak lebih dari mengucapkan istighfar (memohon ampun kepada Allah) lalu beliau pulang. mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi. Mutharif meriwayatkan dari Asy-Sya'bi : "Bahwasanya Umar Radhiyallahu 'anhu keluar untuk memohon hujan bersama orang banyak. Maka ia menjawab. 'Aku tidak mendengar Anda memohon hujan'. 18/302.

.Para Malaikat yang membawanya menjawab: "Ini ruhnya Fulan bin Fulan"... juga semua malaikat yang di langit.Keburukan-keburukannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta.. Kemudian datang Malaikat maut -Alaihis Salam dan duduk disamping kepalanya seraya berkata: "Wahai jiwa yang busuk keluarlah menuju murka dan kebencian dari Allah".... shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah.Malaikat yang membawanya menyebutkan keburukankeburukanya selama di dunia.. Malaikat itupun mengambil ruhnya dan langsung memasukkannya kedalam kain kasar (yang dari neraka itu)...... Sakaratul Maut dan Kematian Kafir atau Fajir (banyak dosa) Sesungguhnya seorang hamba yang kafir atau fajir (banyak dosa). apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat.Lalu Malaikat mencabutnya seperti mencabut alat pemanggang yang banyak cabangnya dari kain yang basah sehingga terputuslah urat-urat dan ototnya.Keluar dari ruh itu bau yang sangat busuk seperti bau paling busuk yang pernah ada dimuka bumi ini... Amma badu : 1... tiadalah melalui rombongan Malaikat melainkan mereka selalu bertanya: "Ruh siapa yang busuk ini?". Semua malaikat diantara langit dan bumi melaknatinya (mengutuknya). dengan menyebut panggilan-panggilan buruknya ketika di dunia. para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat.Para malaikat itu duduk disamping calon mayit sejauh mata memandang...... keluarga..Oleh Abdullah Saleh Hadrami (Bening Hati) Segala puji hanya bagi Allah... ..Masing-masing penjaga pintu berdoa kepada Allah agar ruh itu tidak lewat melalui pintunya.. turun kepadanya para Malaikat dari langit yang sangat keras lagi berwajah hitam sambil membawa kain yang kasar dari neraka..Ditutup untuknya pintu-pintu langit.Ruh itupun terkejut.Para Malaikat lalu membawa ruh itu naik..

maka seolah-olah ia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung........Kemudian datanglah dua Malaikat. !". kemudian Rasulullah -Shallallaahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam membacakan ayat: "Dan barangsiapa menyekutukan Allah.Ia menjawab: "Aku adalah amal burukmu.Orang itu (si mayit) bertanya: "Siapa kamu? semoga Allah memberi kabar buruk kepadamu.Kemudian ia (si mayit) dikuasai oleh seorang yang buta....Ia menjawab: "Ha.. aku tidak mengetahui melainkan kamu lambat dalam ketaatan kepada Allah....".Kemudian terdengarlah seruan dari langit: "Ia berdusta.. ini adalah hari yang dijanjikan kepadamu.Saya tidak tahuuuu"...... dibumi yang paling bawah"...Ada kalajengking... Kedua malaikat itupun bertanya lagi: "Siapa orang yang diutus kepadamu?".Saya tidak tahuuuu... hingga unta masuk ke lubang jarum.Sempit.".Saya tidak tahuuuu. Munkar dan Nakir..Gelap... wajahmu mendatangkan keburukan.".. lalu malaikat mengatakan: "Muhammad!". Setelah itu datang kepadanya seorang yang berwajah buruk..ha. cepat dalam kemaksiatan.Tatkala telah sampai di langit dunia mereka meminta agar dibuka pintunya dan ternyata tidak dibukakan.".Orang itu menjawab: "Ha..........Pengap.Kemudian dikatakan: "Kembalikan hambaKu ke bumi karena Aku telah berjanji bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta mengeluarkan mereka darinya pula pada kali yang lain"... Lalu ruhnya dilempar dari langit sehingga terjatuh ke bumi. berpakaian jelek dan berbau tidak enak seraya berkata: "Kabar buruk bagimu. saya mendengar orang-orang mengatakan itu.." (QS....Ada cacing... berilah ia hamparan dari neraka dan bukakan untuknya pintu ke neraka.. Demi Allah. Al-Hajj: 31)..Kemudian Rasulullah -Shallallaahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam membacakan: "Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk sorga.Dua Malaikat yang sangat keras dan membentaknya serta mendudukkannya seraya bertanya: "Siapa Rabbmu?".. yang sangat keras.Lalu dikatakan kepadanya: "Anda tidak tahu dan tidak mau membaca (belajar).... tuli ..Malaikat bertanya lagi: "Apa Dien-mu?". Sekarang ia sendirian di kuburnya.ha.. lalu Allah membalasimu dengan keburukan..Ia menjawab: "Ha." (QS.Ia tidak tahu namanya.Dikembalikan ruh itu ke jasadnya sehingga ia mendengar suara alas kaki orang-orang yang pulang dari mengantar jenazahnya. atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.Al-A?raaf: 40)..Lalu sampailah kepadanya panas dan racunracun neraka dan kuburnya disempitkan sehingga terpatah-patah tulang rusuknya........Lantas Allah berfirman: "Tulislah catatan amalnya di sijjiin.".".ha.

...Allah murka kepadanya.Ia berkata: "Ya Rabb....Ia hanya merasakan siksa dan siksa.. sampai kiamat besar. kemudian Allah mengembalikannya seperti semula. di alam barzakh.. Allah telah menetapkan bahwa seseorang harus tinggal di kubur dulu. turun kepadanya para malaikat dari langit yang berwajah putih seakan wajah mereka ibarat matahari… Mereka membawa kafan dan parfum dari surga…Mereka duduk di samping calon mayit sejauh mata memandang… Kemudian datanglah Malaikat maut –Alaihis Salam dan duduklah di samping kepala calon mayit seraya berkata: " Wahai jiwa yang baik..lagi bisu (maksudnya tidak berbelas kasihan) yang ditangannya ada batang besi. Sakaratul Maut dan Kematian mukmin Sesungguhnya seorang hamba mukmin apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat. 2.Kemudian dibukakan untuknya pintu neraka dan ia diberi hamparan dari neraka... Janganlah terjadi kiamat.. keluarlah menuju ampunan dan ridha dari Allah... sekiranya dipukulkan ke gunung pasti menjadi tanah.."…Maka keluarlah ruhnya dengan lembut seperti air yang menetes dari bibir tempat air…Malaikat maut-pun mengambilnya…setelah Malaikat mengambil ruh itu maka segera di masukkan dalam kafan yang dari surga tersebut dan diberi parfum yang dari surga itu…Lalu keluarlah dari ruh itu bau yang sangat wangi seperti bau parfum yang paling wangi dimuka bumi ini… Ketika telah keluar ruhnya maka para Malaikat diantara langit dan bumi menshalatinya… Demikian pula semua Malaikat yang di langit…Dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit…Semua penjaga pintu tersebut berdoa kepada Allah agar ruh tersebut lewat melalui pintunya… Para Malaikat membawa ruh itu naik ke langit…Dan tiap-tiap melalui rombongan Malaikat mereka selalu bertanya: "Ruh siapa yang wangi ini?"…Para Malaikat yang membawanya menjawab: "Ini ruhnya Fulan bin ... wahai jiwa yang tenang..Tapi..... sehingga ia (orang kafir atau fajir) berteriak (kesakitan) dengan teriakan yang didengar oleh semua makhluk kecuali manusia dan jin.Orang kafir atau fajir akan masuk neraka jahannam yang panasnya tiada tara..Lalu dia memukulnya lagi dengan pukulan yang lain.Setelah itu dihisab dan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuantannya. Ia tidak ingin segera kiamat karena ia yakin akan mendapat adzab yang lebih dahsyat dari adzab kubur...Ia tidak hidup di dalamnya dengan kehidupan yang layak dan tidak pula mati yang memungkinkannya untuk beristirahat.".Lalu dia memukulnya dengan sekali pukulan sehingga ia menjadi tanah.

karena Aku telah berjanji kepada mereka bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta membangkitkan mereka darinya pula pada kali yang lain"… Ruh itu-pun dikembalikan ke bumi dan ke jasadnya…Ketika telah dikebumikan ia mendengar suara alas kaki orang-orang yang pulang dari mengantarkan jenazahnya… Sekarang ia sendirian di kuburnya…Gelap…Sempit…Pengap…Ada cacing… Ada kalajengking…. dien-ku adalah Islam dan Nabi-ku adalah Muhammad – Shallallaahu "Alaihi Wa "Ala Alihi Wa Sallam."…Kedua Malaikat tersebut bertanya lagi: "Siapa orang yang diutus kepadamu?" Ia menjawab: "Dia adalah Rasulullah –Shallallaahu "Alaihi Wa "Ala Alihi Wa Sallam." (QS. berpakaian . Lalu Allah berfirman: "Tulislah catatan amal hamba-Ku di Illiyyiin! "Tahukah kamu apakah Illiyyiin itu? (Yaitu) kitab yang bertulis (untuk mencatat amal orang yang baik)" (QS. sambil menyebutkan panggilan-panggilan terbaiknya selama di dunia…Malaikat yang membawanya menyebutkan kebaikan-kebaikannya selama di dunia…Kebaikan-kebaikannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta… Tatkala telah sampai di langit dunia para Malaikat meminta di bukakan pintunya… Malaikat penjaga pintu langit membuka pintu itu…Kemudian semua Malaikat yang ada ikut mengiringi ruh itu sampai ke langit berikutnya hingga berakhir di langit ke tujuh…. mengimani dan mengamalkannya."…Malaikat bertanya lagi: "Apa amalmu?" Ia menjawab: "Aku membaca Kitab Allah."…Lalu ada seruan dari langit: "Hamba-Ku benar."…Malaikat bertanya lagi: "Apa dien-mu?" Ia menjawab : "Dien-ku adalah Islam. Kemudian datang kepadanya seorang yang berwajah baik.Kemudian datanglah dua Malaikat."…Malaikat tersebut membentaknya lagi: "Siapa Rabb-mu? Apa dien-mu? Dan siapa Nabi-mu?"…Itulah ujian terakhir yang menimpa orang mukmin… Allah berfirman: "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu (dua kalimat syahadat) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Ditulislah catatan amalnya di Illiyyiin…Kemudian dikatakan: "Kembalikanlah ia ke bumi.Fulan". berilah ia hamparan dan pakaian dari surga serta bukalah untuknya pintu surga. Ibrahim: 27)…Ia-pun menjawab: "Rabb-ku adalah Allah. Munkar dan Nakir. Al-Muthaffifiin: 19-20). yang sangat keras…Kedua malaikat itu membentaknya serta mendudukkannya seraya bertanya: "Siapa Rabb-mu?" Ia menjawab: "Rabb-ku adalah Allah."…Datang dan sampai kepadanya kebahagiaan dan wangi surga…Kuburnya diluaskan sejauh mata memandang….

"…Ia-pun bertanya: "Siapa anda ?. ini adalah hari yang dijanjikan kepada anda. tentulah kami termasuk orang-orang yang merugi…Ya Allah. agar aku kembali kepada keluargaku dan hartaku. anda selalu bersegera dalam taat kepada Allah dan lambat dalam maksiat kepada Allah. sungguh kami telah menganiaya diri kami.. ampunilah dosa-dosa kami yang mendatangkan benacana… Ampunilah dosa-dosa kami yang merubah karunia…Ampunilah dosa-dosa kami yang menurunkan bala"…Ampunilah dosa-dosa kami yang menghalangi doa…Ampunilah semua dosa yang telah kami lakukan dan semua kesalahan yang telah kami kerjakan… Ya Allah. Allah telah menggantinya dengan ini (surga). kami telah beriman kepadaMu. sampai kiamat besar…Setelah itu dihisab dan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuantannya…Orang beriman akan masuk ke dalam surga…Memandang Wajah Allah Yang Maha Mulia… Mendapatkan Ridha Allah dan Allah tidak akan pernah lagi murka kepadanya selamanya… Inilah perjalanan hidup yang pasti kita lalui…Ini bukan dongeng. Allah telah menetapkan bahwa seseorang harus tinggal di kubur dulu.Semoga bermanfaat… Ya Allah."…Orang tersebut menjawab: "Aku adalah amal salehmu. di alam barzakh."…Tatkala ia melihat kedalam surga. kabar gembira dengan ampunan dari Allah dan surga yang penuh dengan kenikmatan selamanya. ia-pun berkata: "Ya Allah segerakanlah kiamat.. permudahlah sakaratul maut kami…Jadikanlah kematian kami husnul khotimah…Tolonglah kami agar kami mampu menjawab fitnah kubur dengan baik dan benar…Luaskan alam kubur kami seluas-luasnya sejauh mata memandang…Jadikanlah alam kubur kami sebagai taman diantara taman-taman surga…Permudahlah hisab kami…Masukkanlah kami ke dalam surgaMu…Berilah kami rizki memandang WajahMu Yang Maha Mulia…Berikanlah kepada kami RidhaMu yang Engkau tidak akan . lalu Allah-pun membalasi anda dengan kebaikan pula. Wajahmu mendatangkan kebaikan. ampunilah dosadosa kami dan selamatkanlah kami dari api neraka… Ya Allah. jika Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami. Demi Allah. tapi kenyataan…Percaya atau tidak?.indah dan baunya wangi seraya berkata: "Kabar gembira dengan sesuatu yang menyenangkan anda."…Lalu dijawab: "Tenanglah (di kubur ini dulu)"…Ia ingin segera kiamat agar bisa segera masuk ke dalam surga yang telah diperlihatkan kepadanya dan agar supaya bisa berkumpul dengan semua keluarganya kembali…Tapi."…Kemudian dibukakan untuknya pintu surga dan neraka seraya dikatakan: "Ini (neraka) adalah tempatmu jika kamu bermaksiat kapada Allah. semoga Allah memberi kabar gembira kepada anda.

kami mohon kepadaMu ridhaMu dan surgaMu… Ya Allah. 26968b2478826e . keluarga. kami berlindung kepadaMu dari murkaMu dan nerakaMu… Ya Allah aku memohon kepadaMu Ilmu yang bermanfaat. Allahumma Amiin. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah.pernah lagi murka kepada kami setelah itu selamanya…. Ya Allah. para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat dan segala puji hanya bagi Allah. yang mendekatkan diri kami kepadaMu dan kami berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat Ilmu yang menjauhkan kami dariMu.

Secara umum kesabaran dapat dibagi dalam dua bagian pokok: Pertama. Kemudian munajah kita kepada Allah swt dikuatkan dengan mengaitkan diri kita kepada Allah swt yakni melakukan shalat sebagai simbol ketaatan kita kepada ketentuan-ketentuan Allah. tentu akan membawa jiwa akan tenteram. misalnya terjerumus kedalam prasangka buruk kepada Allah yakni mengira Allah tidak memperhatikan kita. . maka segala beban yang berat akan terasa ringan. Tetapi kukuhkanlah semua permintaan kita dengan ketaatan kepada semua perintah Allah agar kita mampu menghadapi segala kesulitan serta memikul segala beban. seperti sabar dalam melaksanakan ibadah haji yang mengakibatkan keletihan atau sabar dalam peperangan membela kebenaran. memohon bantuan atau meminta seseorang melakukan sesuatu yg kita inginkan hendaknya disertai dengan sikap dan jiwa yang sabar tidak terjerumus dalam nafsu amarah. Kata ash-shabar artinya menahan diri dari sesuatu yang tidak berkenan di hati. Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat. adalah sabar rohani menyangkut kemampuan menahan kehendak nafsu yang dapat mengantar kepada kejelekan. ini bermakna bahwa bila kita meminta sesuatu kepada Allah. penganiayaan dan semacamnya. sabar jasmani yaitu kesabaran dalam menerima dan melaksanakan perintah-perintah keagamaan yang melibatkan anggota tubuh. maka kokohkanlah permintaan itu dengan disertai jiwa yang sabar yakni dengan menahan diri dari godaan untuk melakukan hal-hal yang bernilai rendah. Termasuk pula dalam katagori ini. Imam Ghazali mendefinisikan sabar sebagai ketetapan hati melaksanakan tuntunan agama menghadapi rayuan nafsu. kita merasakan bahwa beban hidup kita kadang terasa begitu berat bagi kita. penyakit. tidak begitu. namun bila hal itu dibarengi dengan hati yang khusu’ yakni hati yang selalu tunduk dan selalu merasa tenteram dalam berzikir kepada Allah. Kedua. Ia juga berarti ketabahan. tidak hanya shalat yang kita jalankan dan meninggalkan perintah yang lain. demikian juga dalam kehidupan kita sehari-hari. kecuali bagi orang-orang yang khusyu (QS 2:45) Allah memerintahkan kepada kita bila kita memohon pertolongan Allah swt.Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Bukankah kita sering merasa plong bila kita curhat kepada seseorang atas beban yang kita rasakan apalagi bila teman curhat kita itu adalah zat yang Maha Mendengar. Betapapun. melakukan pengrusakan dan lain-lain. Maha memperhatikan kita. seperti sabar menahan amarah. atau menahan nafsu seksual yang bukan pada tempatnya.

Ia adalah orang yang mempersiapkan dirinya untuk menerima dan mengamalkan kebajikan. Yang dimaksud dengan orang-orang yang khusu’ dalam ayat tersebut di atas adalah mereka yang menekan kehendak nafsunya dan membiasakan dirinya menerima dan merasa tenang menghadapi ketentuan Allah serta selalu mengharapkan kesudahan yang baik. shalat membantu manusia menghadapi segala tugas dan bahkan petaka. dan mengingat karunia-Nya mengantar seseorang terdorong untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya serta mengantarnya tabah menerima cobaan atau tugas yang berat. Bisa juga bermakna: Jadilah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Wallahu a’lam Referensi utama: Tafsir al Mishbah. sekaligus kelemahannya sebagai manusia dihadapan Allah.Sedangkan ash-shalah. Demikian. Dengan demikian. Ia bukanlah orang yang mudah terpedaya oleh rayuan nafsu. Quraish Shihab. Tingkatan terendah adalah sekadar pengamalan yang tulus kepadaNya walau diselingi oleh pikiran yang melayang kepada hal-hal yang tidak bersifat negatif. dari segi bahasa artinya do’a. mengingat Allah. dalam keadaan pikiran dan bisikan hati secara keseluruhan menuju kehadirat Ilahi. dalam arti jadikanlah ketabahan menghadapi segala tantangan bersama dengan shalat. Inilah puncaknya. Kekhusu’an dalam shalat menuntut kita untuk menghadirkan kebesaran dan keagungan Allah. yakni doa dan permohonan kepada Allah sebagai sarana untuk meraih segala macam kebajikan. Shalat juga mengandung pujian kepada Allah atas limpahan karuniaNya. ayat tersebut diatas menyampaikan pesan kepada kita: mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan tabah dan sabar menghadapi segala tantangan serta dengan melaksanakan shalat. . Puncak khusu’ adalah ketundukan dan kepatuhan anggota badan. dan dari segi pengertian syariat adalah “ucapan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. M. tetapi tentu ada tingkatan-tingkatan dibawahnya. Khusu’ adalah ketenangan hati dan keengganannya mengarah kepada kedurhakaan.

menegakkan shalat. Dalam deretan rukun Islam Rasulullah saw. menyebutnya sebagai yang kedua setelah mengucapkan dua kalimah syahadat (syahadatain).DUA DIMENSI SHOLAT Oleh: DR.8 .” (HR. Rasullah bersabda. membayar zakat. Amir Faishol Fath Shalat adalah ibadah yang terpenting dan utama dalam Islam. No. “Islam dibangun atas lima pilar: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Bukhari. berhajji ke ka’bah baitullah dan puasa di bulan Ramadlan.

Ketika ditanya Malaikat Jibril mengenai Islam. Dari proses bagaimana ibadah shalat ini disyariatkan –lewat kejadian yang sangat agung dan kita kenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj– Rasulullah saw. lagi-lagi menyebut shalat pada deretan yang kedua setelah syahadatain (HR. Bila dalam ibadah haji Rasulullah saw. Muslim. Dimensi Ritual Shalat . melaksanakan shalat. langsung mengajarkannya. wafat. Muslim No. tidak menerima melalui perantara Malaikat Jibril. melainkan Allah swt. paling tidak ada dua dimensi yang bisa diuraikan dalam pembahasan ini: dimensi ritual dan dimensi spiritual. ketika menjabat sebagai khalifah setelah Rasullah saw. kepada kita.16). Untuk menjelaskan bagaimana cara Rasullah saw. Bahwa shalat bukan masalah ijtihadi (baca: hasil kerangan otak manusia yang bisa ditambah dan diklurangi) melainkan masalah ta’abbudi (baca: harus diterima apa adanya dengan penuh keta’atan). No. Bagi Abu Bakar mereka telah murtad.8). otomatis menjadi murtad (keluar dari Islam). “Ambillah dariku cara melaksanakan manasik hajimu”. Sekecil apapun yang akan kita lakukan dalam shalat harus sesuai dengan apa yang diajarkan Allah langsung kepada Rasul-Nya. Para sahabat bergerak memerangi mereka. Ini baru manolak zakat. maka dalam shalat Rasullah bersabda. apalagi menolak shalat. Abu Bakar Ash Shidiq ra. Ketika menyebutkan ciri-ciri orang yang bertakwa pada awal surah Al-Baqarah. maka wajib diperangi. bersabda. Peristiwa itu terkenal dengan harbul murtaddin. Allah menerangkan bahwa menegakkan ibadah shalat adalah ciri kedua setelah beriman kepada yang ghaib (Al-Baqarah: 3). Rasullah saw. Dari sini tampak dengan jelas keagungan ibadah shalat.dan HR. “shalatlah sebagaiman kamu melihat aku shalat”. Orang yang mengingkari salah satu dari rukun Islam. pernah dihebohkan oleh sekelompok orang yang menolak zakat. dan yang diajarkan Rasulullah saw.

termasuk di dalamnya berapa rakaat dan kapan waktu masing-masing shalat (shubuh. Bila Rasullah memerintahkan agar kita harus shalat seperti beliau shalat. maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menambah-nambah. isya’) yang harus ditegakkan. Umpamnya yang empat rakaat dikurangi menjadi tiga. waktu shalat Maghrib digeser ke Ashar dan sebagainya (perhatikan: An-Nisa’: 103). yang mencoba-coba berusaha merevisi atau menginovasi. Artinya shalat seorang tidak dianggap sah bila dilakukan sebelum waktunya atau kurang dari jumlah rakakat yang telah ditentukan.Dimensi ritual shalat adalah tata cara pelaksanaannya. apa lagi ulama. Dalam konteks ini tentu tidak bisa beralasan dengan shalat qashar (memendekkan jumlah rakaat) atau jama’ taqdim dan ta’khir (menggabung dua shalat seperti dzhuhur dengan ashar: diawalkan atau diakhirkan) karena masing-masing dari cara ini ada nashnya (baca: tuntunan dari Alquran dan sunnah Rasullah saw. Karena sepanjang pengetahuan penulis tidak ada nash yang memerintahkan untuk juga membaca terjemahan bacaan dalam shalat. melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan kondisi yang tercantum dalam nash. Jadi tidak bisa membaca apa saja seenaknya. dan itupun tidak setiap saat. maghrib. An-Nisa’: 101). Katakanlah waktu shalat Zhuhur digeser ke waktu dhuha.. Termasuk dalam hal menambah adalah membaca terjemahan secara terang-terangan dalam setiap bacaan yang dibaca dalam shalat. zhuhur. ashar. Apa yang dibaca dalam shalat juga tercakup dalam tata cara ini dan harus mengikuti tuntunan Rasulullah. melainkan hanya perintah bahwa kita harus mengikuti Rasullah secara ta’abbudi dalam melakukan shalat ini. yang tiga ditambah menjadi lima. benar kita harus mengikuti Rasullah. Dalam segi waktu pun tidak ada seorang ulama yang berani menggeser.. yang dua ditambah menjadi empat dan lain sebagainya. . Dalam hal ini tidak ada seorang pun dari sahabat Rasulullah saw. Mungkin seorang mengatakan.

Membaca terjemahan dalam shalat juga merusak shalat. Bukahri No. Muslim No. Bila si pelajar beralasan bahwa ia tidak bisa menjawab kalau tidak nyontek. Sebab. (HR.16) Apa makna dari aqiimu atau yuqiimu di sini? Mengapa kok tidak langsung mengatakan shallu (bershalatlah) atau yushalluuna (mereka bershalat)? Para ahli tafsir bersepakat bahwa dalam kata aqiimu atau yuqiimuuna mengandung makna penegasan bahwa . Rasullah bersabda: “watuqiimush shalata“ (HR. kita jawab.8 dan HR. ungkapan seperti ini juga digunakan Rasullah saw. Anda salah mengapa Anda tidak belajar memahami bacaan tersebut di luar shalat. kita menjawab Anda salah mengapa tidak belajar sebelum masuk ke ruang ujian. melainkan Anda bisa melakukannya di luar shalat. jawaban merusak ujian pelajar. mengucapkan sesuatu tetapi tidak paham apa yang kita ucapkan? Untuk mengerti bacaan dalam shalat. caranya tidak mesti dengan membaca terjemahannya ketika shalat. Demikian juga bila seorang beralasan bahwa ia tidak mengerti kalau tidak membaca terjemahan dalam shalat. tindakan membaca terjemahan dalam shalat seperti tindakan seorang pelajar yang menyontek jawaban dalam ruang ujian. demi memahami bacaan yang Anda baca dalam shalat? Wong itu bisa Anda lakukan di luar shalat. melainkan dalam teks-teks Alquran sangat nampak dengan jelas. ternyata bukan hanya bisa dipahami dari hadits tersebut di atas. Bila menyontek. Pentingnya mengikuti cara Rasullah bershalat. Dari segi bahasa dan gaya ungkap Alquran selalu menggunakan “aqiimush shalaata” (tegakkankanlah shalat) atau “yuqiimunash sahalat” (menegakkan shalat). Mengapa Anda harus dengan mengorbankan shalat. Muslim No. Pada hadits mengenai pertemuannya dengan Malaikat Jibril.8) dan pada hadits mengenai pilar-pilar Islam bersabda: “waiqaamish shalati “. Menariknya.tapi bagaimana kalau kita tidak mengerti apa makna bacaan yang kita baca dalam shalat? Bukankah itu justru akan mengurangi nilai ibadah shalat itu sendiri? Dan kita hadir dalam shalat menjadi seperti burung beo.

(Ibn Katsir. membekali keyakinan untuk menghadapi segala . Bairut. “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. memang seorang bisa hidup bila hanya memenuhi kebutuhan jasadnya. menyebutkan pendapat para ulama salaf mengenai makna khusyu’ dalam shalat: Mujahid mengatakan. 1986. Dhahhaq mengatakan. Masalah khusyu’ adalah pembahasan dimensi spiritual shalat yang akan kita bicarakan setelah ini. Dimensi Spiritual Shalat Mengikuti cara Rasulullah saw. namun sungguh tidak sempurna bila ruhnya dibiarkan meronta-meronta tanpa dipenuhi kebutuhannya. Ibarat jasad dengan ruh. Darul fikr. ketika menafsirkan ayat ini. Abul Aliyah menyebut. dan sesungguhnya shalat itu sangat berat kecuali bagi mereka yang khusyu. h. Tafsirul Qur’anil azhim. melakukannya dengan penuh kekhusyukan.shalat itu harus ditegakkan secara sempurna: baik secara ritual dengan memenuhi syarat dan rukunnya. tapi apa makna shalat Anda bila tidak diikuti dengan kekhusyukan. Perihal kekhusyukan ini Alquran telah menjelaskan. melainkan harus juga diikuti dengan menyempurnakan dimensi spritualnya.133) Dan pada dasarnya shalat –seperti yang digambarkan Ustadz Sayyid Quthub– adalah hubungan antara hamba dan Tuhannya yang dapat menguatkan hati. maupun secara spiritual dengan melakukannya secara khusyuk seperti Rasulullah saw. Demikian juga shalat. alkhasyi’in itu orang yang penuh tawadhu’. 1. itu suatu gambaran keimanan yang hakiki. tanpa sedikitpun mengurangi atau menambah.” (Al-Baqarah: 45) Imam Ibn Katsir. alkhasyi’in adalah orang yang dipenuhi rasa takut kepada Allah. vol. shalat tidak cukup hanya dengan menyempurkan dimensi ritulanya saja. alkhasyi’en merupakan orang yang benar-benar tunduk penuh ketaatan dan ketakutan kepada Allah. Muqatil bin Hayyanperpendapat. memang secara fikih shalat Anda sah bila memenuhi syarat dan ruku’nya secara ritual.

h. 69) Dalam hal ini tentu shalat yang dimaksud bukan sekedar shalat. Bairut. dan benar.benar melahirkan sikap moral yang tinggi. Oleh sebab itu para ulama terdahulu selalu mengajarkan bagimana kita menegakkan shalat dengan penuh kekhusyukan. Darusy syuruuq. (As Samarqandi. itu maksudnya mengikuti secara . fii zhilalil Qur’an. vol. Antara Ritual dan Spritual Ketika Rasulullah saw. perzinaan. 1985. Karena hanya shalat yang seperti inilah yang akan benar-benar memberikan ketenangan yang hakiki pada ruhani. (Al-Ankabut: 45) Jelas. 1. Kini kita menyaksikan orang-orang shalat di mana-mana. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar ”.setiap kali menghadapi persoalan. memerintahkan agar kita mengikuti shalat seperti yang beliau lakukan. tetapi orang yang menegakkan shalat secara sempurna sedikit. Disebutkan dalam buku ini bahwa orang yang sembahyang banyak. 293) Imam As-Samarqandi benar. menjaga diri dari perbuatan keji.kenyataan yang harus dilalui. (Sayyid Quthub. korupsi dan lain sebagainya yang termasuk dalam kategori munkar. selalu segara melaksanakan shalat. lebih dari itu penuh dengan kekhusyukan. 2002. berapa dari mereka yang benar-benar menikmati buah shalatnya. seperti yang dinyatakan dalam Alquran: “dan dirikanlah shalat. Rasulullah saw. melainkan shalat yang benar-benar ditegakkan secara sempurna: memenuhi syarat dan rukunnya. Tetapi. Darul Kitab al’Araby. –kata Sayyid. Imam AsSamarqandi dalam bukunya tanbihul ghafiliin. menulis bab khusus dengan judul: Bab itmamush shalaati wal khusyu’u fiihaa (Bab menyempurkan dan khusyuk dalam shalat). Tanbihul ghafiliin. bahwa hanya shalat yang khusyu’ yang akan membimbing pelaksananya pada ketenangan dan kemuliaan perilaku. Bairut. h.

Bila Anda hanya mengutamakan yang spiritual saja. bila yang Anda utamakan hanya yang ritual saja dengan mengabaikan yang spiritual. Tetapi. Shalat Anda menjadi tidak bernilai apa-apa di sisiNya. Bahkan bila yang anda abaikan dari dimensi spiritual shalat itu adalah keikhlasan.sempurna: ritual dan spiritual. itu tidak disebut shalat. apapun alasan dan tujuannya. Kedua dimiensi itu adalah satu kesatuan tak terpisahkan. tidak akan membawa dampak apa-apa pada diri Anda. Satu dimensi hilang. ketundukan dan kekhusyukan. boleh jadi shalat Anda sah secara fikih. spiritual artinya melaksanakannya dengan penuh keikhlsan. Na’udzubillahi mindzaalika. itu bukan shalat yang dicontohkan Rasullah. Karena yang Anda ambil hanya gerakan shalatnya saja. maka shalat Anda tidak sempurna. shalat yang ditambah dengan menerjemahkan setiap bacaannya ke dalam bahasa Indonesia. atau meniggalkannya sema sekali) itu tidak sah. dengan mengabaikan yang ritual (seperti tidak mengkuti cara-cara shalat Rasulluah secara benar. Maka. Sebaliknya. Sementara ruhani shalat itu Anda campakkan begitu saja. Dengan bahasa lain. akibatnya fatal. Ritual artinya menegakkan secara benar syarat dan rukunnya. Wallahu A’lam bish shawa . menambahkan atau mengurangi.

Seperti dalam َ َ ْ kalimat disebutkan “‫ . artinya menyerahkan/ mempercayakan. menghalangi. Rabb semesta alam.[1] Berdasarkan keterangan dari Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah. keluarga. Jalan meraih sukses dengan pasti adalah dengan bertakwa dan bertawakkal pada Allah subhanahu wa ta’ala. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. menyerahkan semua urusan kepada-Nya serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa ‘tidak ada yang memberi.MERAIH SUKSE DG TAWAKAL Segala puji bagi Allah. Sedangkan ِ ْ yang dimaksud dengan tawakkal adalah berkaitan dengan keyakinan. dan mendatangkan manfaat kecuali Allah semata’. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. para sahabat. mendatangkan bahaya.” (QS. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad. hakekat tawakkal adalah benarnya penyandaran hati pada Allah ‘Azza wa Jalla untuk meraih berbagai kemaslahatan dan menghilangkan bahaya baik dalam urusan dunia maupun akhirat. tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Dia. Ayat yang bisa menjadi renungan bagi kita bersama adalah firman Allah Ta’ala. dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.”وَك ّلت أ َمري إ ِلى فُلن‬aku menyerahkan urusanku pada fulan. [2] Keutamaan Tawakkal . ُ ُ ْ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ َ َ ّ ْ ََ ّ َ ُ َ ح‬ ‫ومن يتق ال يجعل له مخرجا )2( ويرزقه من حيث ل يحتسب ومن يتوكل على ال فهو َسبه‬ ِ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ْ َ ّ ِ َّ ْ َ َ َ “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. tempat bersandar seluruh makhluk. Ath Tholaq: 2-3) Hakekat Tawakkal Tawakkal berasal dari kata “wukul”.

itu sudah akan mencukupi mereka. ْ ُ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ُ ُّ َ ّ ّ َ ْ َ ‫لو أن الناس كلهم أخذوا بها لكفتهم‬ “Seandainya semua manusia mengambil nasehat ini.”[7] Syaikh As Sa’di rahimahullah menjelaskan pula. Yang Maha Kuat (Al Qowi). Ath Tholaq: 3). “Barangsiapa yang bertakwa pada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menyandarkan hatinya pada-Nya. Ketiga: Masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab Dari Ibnu ‘Abbas.”[9] Merealisasikan Tawakkal “Dalam merealisasikan tawakkal tidaklah menafikan melakukan usaha dengan melakukan berbagai sebab yang Allah Ta’ala tentukan. Mereka adalah orangorang yang tidak minta diruqyah.”[8] Masya Allah suatu keutamaan yang sangat luar biasa sekali dari orang yang bertawakkal. Kedua: Diberi kecukupan oleh Allah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca surat Ath Tholaq ayat 3 kepada Abu Dzar Al Ghifariy. tidak beranggapan sial dan mereka selalu bertawakkal pada Rabbnya. Lalu beliau berkata padanya. “Barangsiapa yang menyandarkan diri pasa Allah dalam urusan dunia maupun agama untuk meraih manfaat dan terlepas dari kemudhorotan. maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka. dan ia pun menyerahkan urusannya pada Allah.”[6] Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan.”[3] Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakkal.Pertama: Tawakkal sebab diperolehnya rizki Ibnu Rajab mengatakan.”[5] Al Qurtubhi rahimahullah menjelaskan pula tentang surat Ath Tholaq ayat 3 dengan mengatakan. “Barangsiapa menyerahkan urusannya pada Allah. َ ْ ‫وَمن ي َت َوَك ّل عَلى الل ّه فَهُو حسب ُه‬ ِ ُ ْ َ َ ْ َ “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. namun diakhirkan sesuai dengan waktu yang pas.[2] Sebagaimana Allah Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. maka Allah akan berikan kecukupan pada urusannya. maka Allah yang akan mencukupi urusannya. maka Allah akan memberi kecukupan bagi-Nya. “Barangsiapa yang menyandarkan dirinya pada Allah.[4] Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah ketika menjelaskan surat Ath Tholaq ayat 3 mengatakan. Namun kadang hasil tidak datang saat itu juga. maka hasilnya pun akan baik dari cara-cara lain. ُ ُ ‫ي َد ْخل ال ْجن ّة من أ ُمتى سب ْعون أ َل ْفا ب ِغَي ْر حساب ، هُم ال ّذين ل َ ي َست َرقون ، وَل َ ي َت َط َي ّرون‬ ً َ ُ َ ِ ّ ْ ِ َ َ َ ُ َ ُ ْ ْ ٍ َ ِ ِ َ ِ ُ ‫، وَعَلى رب ّهِم ي َت َوَك ّلون‬ َ ُ ْ َ َ “Tujuh puluh ribu orang dari umatku akan masuk surga tanpa hisab. Yang Maha Perkasa (AL ‘Aziz) dan Maha Penyayang (Ar Rohim). Jika urusan tersebut diserahkan pada Allah Yang Maha Mencukupi (Al Ghoni). maka Allah akan beri kecukupan pada urusannya. Mengambil sunnah ini sudah menjadi sunnatullah (ketetapan Allah yang mesti dijalankan).” (QS. Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan usaha . ”Tawakkal adalah seutama-utama sebab untuk memperoleh rizki”.

tubuh. Rizkiku pasti akan datang sendiri. namun haruslah dengan melakukan usaha yang maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa tawakkal tidak harus meninggalkan usaha. “Al Baihaqi mengatakan dalam Syu’abul Iman: Hadits ini bukanlah dalil untuk duduk-duduk santai. Tidak sebagaimana anggapan sebagian orang yang menyangka bahwa tawakkal hanyalah menyandarkan hati pada Allah. ”Aku tidak mengerjakan apa-apa.disertai dengan bertawakkal pada-Nya. “Usaha dengan anggota badan dalam melakukan sebab adalah suatu bentuk ketaatan pada Allah.”[14] Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. 2. Bersandarnya hati pada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah bersabda. usaha (sebab) itu bukanlah yang memberi rizki. sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Tawakkal haruslah dengan melakukan berbagai usaha yang akan membawa pada hasil yang diinginkan. dari penjelasan beliau ini dalam merealisasikan tawakkal haruslah terpenuhi dua unsur: 1. Bahkan hadits ini merupakan dalil yang memerintahkan untuk mencari rizki karena burung tersebut pergi di pagi hari untuk mencari rizki. kemudian kembali dalam keadaan kenyang. Melakukan usaha. Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu. . Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.”[12] Al Munawi mengatakan. Karena burung saja mendapatkan rizki dengan usaha. ”Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali ketika sore dalam keadaan kenyang.”[13] Ibnu ‘Allan mengatakan bahwa As Suyuthi mengatakan. ً َ ِ ُ ُ َ َ ً َ ِ ُ ْ َ َ ْ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ َ َ َ ِ ِّ َ َ ّ َ ّ ََ َ ُّ َ َ َ ْ ُ ّ َ ْ َ ‫لو أنكم تتوكلون على ال حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا‬ ِ “Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah.”[11] Tawakkal Haruslah dengan Usaha Berikut di antara dalil yang menunjukkan bahwa tawakkal tidak mesti meninggalkan usaha. Namun. atau bahkan mendustakan yang telah ditakdirkan baginya. tanpa melakukan usaha atau melakukan usaha namun tidak maksimal. Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan. dan usaha mereka saja. enggan melakukan usaha untuk memperoleh rizki. Karena ini semua adanya yang menyelisihi tawakkal. Orang yang duduk-duduk tersebut pernah berkata. yang dimaksudkan dengan hadits ini – wallahu a’lam-: Seandainya mereka bertawakkal pada Allah Ta’ala dengan pergi dan melakukan segala aktivitas dalam mengais rizki.” Imam Ahmad lantas mengatakan.” demikian penuturan Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah selanjutnya[10]. kemudian melihat bahwa setiap kebaikan berada di tanganNya dan dari sisi-Nya. Tawakkal tidaklah demikian. Namun ingatlah bahwa mereka tidak hanya bersandar pada kekuatan. Jadi intinya. Sedangkan bersandarnya hati pada Allah adalah termasuk keimanan. Jadi. Inilah cara merealisasikan tawakkal dengan benar. Sehingga hal ini menuntunkan pada kita untuk mencari rizki. maka mereka akan memperoleh rizki tersebut sebagaimana burung yang pergi pagi hari dalam keadaan lapar. ”Orang ini sungguh bodoh. yang memberi rizki adalah Allah Ta’ala.

Al Anfaal: 60). dan carilah karunia Allah. Juga firman-Nya. Para sahabat pun berdagang. Barangsiapa mencela tawakkal (tidak mau bersandar pada Allah) maka dia telah meninggalkan keimanan. Dalam ayat-ayat ini terlihat jelas bahwa kita dituntut untuk melakukan usaha. ِ ّ ِ ْ َ ْ ِ ُ َ ْ َ ِ ْ َْ ِ ُ ِ َ ْ َ ُ َ ّ ِ َ ِ ُ َ َِ ‫فإذا قضيت الصلة فانتشروا في الرض وابتغوا من فضل ال‬ “Apabila telah ditunaikan shalat.”[15] Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.‫إن ال جعل رزقي تحت ظل رمحي‬ ِ ْ ُ ّ ِ ْ َ ِْ ِ َ َ َ ّ ّ ِ ”Allah menjadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku. ”Barangsiapa mencela usaha (meninggalkan sebab) maka dia telah mencela sunnatullah (ketentuan yang Allah tetapkan). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut air zam-zam. “Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah. Secara syar’i. ٍ ْ ُ ُ َ َ َ ِّ ٌ َ َ َ ُ َ ِّ ‫إنها مباركة إنها طعام طعم‬ “Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang”. Mereka pun mengolah kurma.”[18] . maksudnya adalah benar-benar ditunjukkan dengan dalil Al Qur’an atau hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (QS. maka bertebaranlah kamu di muka bumi. Yaitu sebab yang diambil haruslah terbukti secara syar’i atau qodari. Yang patut dijadikan qudwah (teladan) adalah mereka (yaitu para sahabat).”[17] Dari keterangan Sahl At Tusturi ini menunjukkan bahwa jangan sampai kita meninggalkan sebab.” (QS. Dua kriteria lainnya berkaitan dengan orang yang mengambil sebab.[16] Allah subhanahu wa ta’ala dalam beberapa ayat juga menyuruh kita agar tidak meninggalkan usaha sebagaimana firman-Nya. Contoh: Dengan minum air zam-zam. sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Namun dengan catatan kita tetap bersandar pada Allah ketika mengambil sebab dan tidak boleh bergantung pada sebab semata. Meraih Sukses dengan Menempuh Sebab yang Benar Sahl At Tusturi rahimahullah mengatakan. Disebutkan dalam hadits ini bahwa burung tersebut pergi pada waktu pagi dan kembali pada waktu sore dalam rangka mencari rizki. Sebab ini adalah sebab yang terbukti secara syar’i artinya ada dalil yang menunjukkannya yaitu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Al Jumu’ah: 10). seseorang bisa sembuh dari penyakit. Satu kriteria berkaitan dengan sebab yang diambil. Oleh karena itu. ِ ْ َ ْ ِ َ ِ ْ ِ َ ٍ ّ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ُ َ ّ ِ ََ ‫وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل‬ ”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang. perlu diperhatikan bahwa dalam mengambil sebab ada tiga kriteria yang mesti dipenuhi. air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan. Kriteria pertama: Berkaitan dengan sebab yang diambil.

Contoh: Dengan belajar giat seseorang akan berhasil dalam menempuh UAS (Ujian Akhir Semester). maka ia tidak termasuk golonganku. maka Allah pun akan berlepas diri darinya dan membuat hatinya tergantung pada selain Allah.”[19] Begitu pula disebutkan dalam hadits lainnya.Ditambahkan dalam riwayat Abu Daud (Ath Thoyalisiy) dengan sanad jayyid (bagus) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan. ٍ ْ ُ ُ َِ َ ‫وشفاء سقم‬ “Air zam-zam adalah obat dari rasa sakit (obat penyakit).”[23] Artinya. maksudnya adalah secara sunnatullah. dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. yaitu meyakini takdir Allah. Ini adalah suatu bentuk penipuan.[22] Kriteria kedua: Berkaitan dengan orang yang mengambil sebab.”[21] Misalnya lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. niscaya Allah akan menjadikan dia selalu bergantung pada barang tersebut. dan bukan pada sebab. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Dan sebab qodari di sini ada yang merupakan cara halal dan ada pula yang haram. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Di antara tanda seseorang menyandarkan diri pada sebab adalah di akhir-akhir ketika tidak berhasil. Ini adalah cara yang haram. ‫من غش فليس منى‬ ّ ِ َ ْ ََ ّ َ ْ َ “Barangsiapa menipu. Hatinya seharusnya merasa tenang dengan menyandarkan hatinya kepada Allah. Seberapa pun sebab atau usaha yang ia lakukan maka semua hasilnya tergantung pada takdir Allah (ketentuan Allah). memperoleh harta dengan cara korupsi. ٌ ُُ َ ُ َ َ َِ َ ْ َ َ َ َ َ َ ً ْ ِ ُ َ ْ َ َ َ ٍ َ َ ََ ُ َ ْ َ ْ َ ْ ِ َ ‫من استعملناه على عمل فرزقناه رزقا فما أخذ بعد ذلك فهو غلول‬ “Siapa saja yang kami pekerjakan lalu telah kami beri gaji maka semua harta yang dia dapatkan di luar gaji (dari pekerjaan tersebut. jika ia bergantung pada selain Allah. ٍ َ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ ّ َ ُْ َ ْ َ َ ْ َ ِ ِ َ َ ْ َ ِ َ َ ّ َ َ َ ‫كتب ال مقادير الخلئق قبل أن يخلق السموات والرض بخمسين ألف سنة‬ ُ . Ini adalah sebab qodari dan dihalalkan. maka ia pun menyesal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. yaitu hendaklah ia menyandarkan hatinya pada Allah dan bukan pada sebab. Buraidah. Misalnya menjalani ujian sambil membawa kepekan (contekan).”[20] Secara qodari. َُ َ ِ ُ َ ِ ََ ْ َ ُ َ ‫ماء زمزم لما شرب له‬ “Khasiat air zam-zam sesuai keinginan ornag yang meminumnya. Kriteria ketiga: Berkaitan dengan orang yang mengambil sebab. pent) adalah harta yang berstatus ghulul (baca:korupsi)”. Namun ada pula sebab qodari dan ditempuh dengan cara yang haram. Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya. pengalaman dan penelitian ilmiah itu terbukti sebagai sebab memperoleh hasil. ِ ْ َِ َ ِ ُ ً ْ َ َ َّ َ ْ َ ‫من تعلق شيئا وكل إليه‬ “Barangsiapa menggantungkan diri pada sesuatu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi. maka ternyata hasil yang diperoleh tidak sesuai yang diinginkan maka janganlah terlalu menyesal dan janganlah berkata “seandainya demikian dan demikian” dalam rangka menentang takdir.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. meraih dengan jalan korupsi. maka ini termasuk keharaman. Keyakinan semacam ini berarti telah menyatakan adanya pencipta selain Allah. َ َ ّ ِ ْ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ َ ََ ْ ِ ْ ٌ ْ َ ّ ُ ِ َ ِ ِ ّ ِ ِ ْ ُ ْ َ ِ ّ َِ ّ َ ََ ٌ ْ َ ّ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ‫المؤمن القوى خير وأحب إلى ال من المؤمن الضعيف وفى كل خير احرص على ما ينفعك واسْتعن بال ول‬ ِ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ ّ َِ َ َ َ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ْ ُ ْ ِ ََ َ َ َ َ َ َ َ ُ ْ َ َ ّ َ ْ َ ْ ُ َ َ َ ‫َ ْ ِ ْ َِ ْ َ َ َ َ َ ْء‬ ‫تعجز وإن أصابك شى ٌ فل تقل لو أنى فعلت كان كذا وكذا. Semoga bermanfaat. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Seperti memakai jimat. keduanya tetap memiliki kebaikan.”[24] Beriman kepada takdir. inilah landasan kebaikan dan akan membuat seseorang semakin ridho dengan setiap cobaan.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50. Ibnul Qayyim mengatakan. Ketika Mendapat Kegagalan Ketika itu sudah berusaha dan menyandarkan diri pada Allah. maka ini adalah syirik akbar (syirik besar). Jika engkau tertimpa suatu musibah. . Perilaku semacam ini berarti mencela sunnatullah sebagaimana dikatakan oleh Sahl At Tusturi di atas.” [25] [26] Tawakkal yang Keliru Dari penjelasan di atas kita dapat merinci beberapa bentuk tawakkal yang keliru: Pertama: Menyandarkan hati pada Allah. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. namun enggan menyandarkan diri pada Allah dan menyandarkan diri pada sebab.bersabda. Dari Abu Hurairah. Misalnya. maka ini termasuk syirik kecil. Misalnya. ولكن قل قدر ال وما شاء فعل فإن لو تفتح عمل‬ ِ ِ َ ّْ ‫الشيطان‬ “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. agar dilancarkan dalam urusan atau bisnis. “Landasan setiap kebaikan adalah jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi. jangan engkau lemah. Keempat: Meyakini bahwa sebab tersebut memiliki kekuatan sendiri dalam menentukan hasil. Minta tolonglah pada Allah. maka ini termasuk syirik akbar.”[27] Demikian sedikit pembahasan kami tentangt tawakkal. Jika diyakini bahwa pensil tersebut yang menentukan hasil. namun tidak melakukan usaha dan mencari sebab. Namun. Kedua: Melakukan usaha. memakai pensil ajaib yang diyakini bisa menentukan jawaban yang benar ketika mengerjakan ujian. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketiga: Sebab yang dilakukan adalah sebab yang haram. maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.

Lc dakwatuna. Allah swt.” (QS. Maka (jawablah).com – Ramadhan adalah syahrud du’aa’ –bulan berdoa-. bahwasanya Aku adalah dekat. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. baik . Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. agar beliau mengajarkan dan mengingatkan orang-orang beriman. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. Al-Baqarah: 186) Pengalihan seruan dari orang-orang beriman terkait dengan hukumhukum shaum. beralih pada seruan untuk Rasulullah saw.10 Adab Agar Doa Dikabulkan Bagikan Hari ini jam 8:39 Oleh: Ulis Tofa. berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. apaapa yang mesti mereka perhatikan dalam pelaksanaan ibadah. disisipi seruan untuk berdoa. Sehingga rangkaian ayat-ayat shaum yang panjang itu.

walau setelah beberapa waktu.” Rasulullah saw. sekaligus pengakuan akan kebutuhan dan pertolongan-Nya. Hakikat doa sebenarnya juga meminta kekuatan dan kesanggupan dari Allah swt. Allah marah padanya.” Ahmad dan At Tirmidzi Doa adalah perwujudan rasa cinta seorang hamba kepada Allah swt. pasti Aku tolong kamu. Dan do’a orang yang teraniaya. bersabda: ‫من لم يسأل ال يغضب عليه‬ “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah. Bahkan ada tiga kelompok yang doanya tidak akan tertolak: “‫ثلثة ل ترد دعوتهم: الصائم حتى يفطر، والمام العادل، ودعوة المظلوم يرفعها ال فوق الغمام وتفتح لها‬ ‫)أبواب السماء ويقول الرب: وعزتي وجللي لنصرنك ولو بعد حين ” )رواه أحمد والترمذي‬ “Tiga kelompok yang tidak akan ditolak do’anya: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka. Allah menyibak awan dan membuka pintu-pintu langit seraya berfirman: “Demi kemulian-Ku dan keagungan-Ku. Rasulullah saw. juga bersimpuh hanya kepada-Nya dengan doa. Pasti Aku kabulkan doa kalian. juga . Dan Tuhan Kalian menyeru: Berdoalah kalian kepada-Ku..berupa ketaatan maupun sikap ikhlas. Ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah doa.” Beliau juga bersabda: “‫. bersabda: “Doa adalah ibadah. Dalam doa ada makna memuji Allah swt. ada pengakuan bahwa Allah Maha Mulia lagi Maha Pemurah.“أفضل العبادة الدعاء‬ “Sebaik-baik ibadah adalah doa” Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir dari Nabi saw. doa yang mengantarkan mereka pada petunjuk dan jalan kebaikan. Itu semua menjadi ciri pengabdian dan penghambaan.. Pemimpin yang adil.

dan adakalanya dirinya dihindarkan dari keburukan. Allah swt.” Rasulullah saw. Rasulullah saw. kecuali Allah pasti memberikan kepadanya salah satu dari tiga hal. dalam doa itu tidak ada unsur dosa dan memutus tali silaturahim. Ketika ia tidak berbuat dosa atau sedang memutus hubungan silaturahim. bersabda: ‫عن أبي سعيد أن النبي -صلى ال عليه وسلم. قال: “ال أكثر‬ “Tiada setiap muslim berdoa dengan suatu doa.قال: “ما من مسلم يدعو بدعوة ليس فيها إثم ول قطيعة رحم‬ ‫إل‬ ‫أعطاه ال بها إحدى ثلث إما أن تعجل له دعوته وإما أن يدخرها له في الخرة وإما أن يصرف عنه من‬ ‫. bersabda: “Tiada di atas permukaan bumi seorang muslim yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa kecuali Allah akan mendatangkan kepadanya apa yang ia pinta.bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling bakhil di antara manusia adalah orang yang pelit salam. Dan sesuatu tidak akan menambah umur kecuali kebaikan atau albirr. dari Abu Said bahwa Nabi saw. adakalanya disegerakan doanya baginya. Dan selemah-selemah manusia adalah orang yang tidak mau berdoa. قالوا: إذا نكثر. atau Allah palingkan darinya keburukan. bersabda: (‫(ل يرد القضاء إل الدعاء ول يزيد في العمر إل البر‬ “Putusan atau qadha’ Allah tidak bisa ditolak kecuali dengan doa.” Rasulullah saw. adakalanya disimpan untunya diakhirat kelak.” Para sahabat bertanya: “Jika kami memperbanyak doa?” Rasulullah saw.” Diriwayatkan dari imam Ahmad.” Dari Salman berkata. juga bersabda dalam hadits Qudsi. bersabda: “Allah lebih banyak (mengabulkan doa). Bazzar dan Abu Ya’la dengan sanad jayyid. .”السوء مثلها”.

bersabda: “Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi.”ممن يذكر ال في تلك الساعة فكن‬ “Keadaan yang paling dekan antara Tuhan dan hambanya adalah di waktu tengah malam akhir. ya Rabbi. Jika kamu mampu menjadi bagian yang berdzikir kepada Allah. Memakan makanan dan memakai pakaian dari yang halal. maka bagaimana doanya bisa terkabulkan. bersabda: “Sesungguhnya bagian dari malam ada waktu yang apabila seorang hamba muslim meminta kebaikan kepada Allah dan sesuai dengan waktu itu.”وقال رسول ال -صلى ال عليه وسلم-: “إن ال يقول: أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه إذا دعاني‬ “Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dari Abu Hurairah ra. pasti Allah mengabulkannya. minumannya haram. bersabda: : ‫قال صلى ال عليه وسلم: “أقرب ما يكون الرب من العبد في جوف الليل الخر فإن استطعت أن تكون‬ ‫.berfirman: ‫. Rasulullah saw.” Imam Ahmad menambah: “Itu terjadi di . seperti: 1. bahwasanya Rasulullah saw. Hendaknya memilih waktu dan keadaan yang utama.” Adab Berdoa Pertama. Rasulullah saw. Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku. maka kerjakanlah pada waktu itu.?” Imam Muslim Kedua. tengah malam. sementara makanannya haram.” Dari Jabir berkata. pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram.

” 3. doa seseorang untuk saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya. kecuali pasti Allah akan memberinya. ketika hujan turun. bersabda: “Dan adapun ketika sujud. Maka carilah waktu itu di akhir waktu bakda shalat Ashar. bersabda: “Ketika seorang muadzin mengumandangkan adzan. doa ketika adzan dan doa ketika berkecamuk perang.setiap malam.” 2. maka pintu-pintu langit dibuka.” 7.” 4. bersabda: “Hari Jum’at 12 jam tiadalah seorang muslim yang meminta kepada Allah sesuatu. bersabda: “Tiada seorang muslim yang berdoa bagi saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu. bersabda: “Doa antara adzan dan iqamat mustajab. maka berdoalah. Rasulullah saw. antara adzan dan iqamat.” 6. Dari Sahl bin Saad. dari Nabi saw. ketika bertemu musuh. Rasulullah saw.” 5. potongan waktu akhir di hari Jum’at. kecuali Malaikat . Dari Sahl bin Saad dari Nabi saw. maka bersungguh-sungguhlah kalian berdoa. bersabda: “Dan ketika hujan turun. Rasulullah saw.” 8. Rasulullah saw. niscaya akan diijabahi doa kalian. dan doa diistijabah. bersabda: “Dua keadaan yang tidak tertolak atau sedikit sekali tertotak. Dalam riwayat Imam Muslim dari Abu Darda’ berkata: “Rasulullah saw. saat sujud. ketika adzan.

berfirman: “Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan penuh rendah diri dan takut (tidak dikabulkan). bersabda: “Tiada seorang muslim yang tidur dalam keadaan dzikir dan bersuci. Rendah diri dan khusyu’. ia meminta kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat.berkata. . Allah swt. kemudian ketika bangun malam berdoa.” 9. atau doa dalam hal dosa dan memutus silaturahim dll. Rasulullah saw. Tidak melampaui batas dalam berdoa. tidak keras dan tidak terlalu pelan Rasulullah saw.” Ketiga. Contoh melampai batas dalam berdoa adalah minta disegerakan adzab. bersabda: “Wahai manusia. hendaknya ketika tidur dalam kondisi dzikir. bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Hidup lagi Maha Pemurah. Dari Salman Al-Farisi berkata. Keenam. bagimu seperti apa yang kamu doakan untuk saudaramu.” Keempat. nol tanpa hasil.” Al-A’raf:55. Dia tidak menerima doanya. Dia malu jika ada seseorang yang mengangkat kedua tangannya berdoa kepadaNya. Berdoa menghadap kiblat dan mengangkat doa tangan. bersabda: “Doa seorang al-akh bagi saudaranya tanpa sepengetahuan dirinya tidak tertolak. Dari Muadz bin Jabal dari Nabi saw. sesungguhnya Dzat yang kalian berdoa kepada-Nya tidak tuli dan juga tidak tidak ada / gaib. Dengan suara lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang melampaui batas.” Kelima. kemudian ketika ia bangun di tengah malam.” Dalam kesempatan yang lain Rasulullah saw. kecuali Allah pasti mengabulkannya.

” Ketujuh. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami. karena Allah swt. maka jangan berkata: “Ya Allah ampuni saya jika Engkau berkenan. Allah swt.” Sufyan bin ‘Uyainah berkata: “Janganlah salah seorang dari kalian menahan doa apa yang diketahui oleh hatinya (dikabulkan). iblis laknatullah alaih. Sadar ketika berdoa. berfirman dalam surat Al-Anbiya’:90: “Maka Kami memperkenankan doanya. (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) . dan menunjukkan kebutuhan. ‫عن أبى هريرة قال: قال رسول ال -صلى ال عليه وسلم-: “ادعوا ال وأنتم موقنون بالجابة واعلموا أن ال‬ ‫،”ل يستجيب دعاء من قلب غافل له‬ Dari Abu Hurairah ra.” Al-Araf:55.” Imam Ahmad Rasulullah saw. berfirman: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. sedangkan kalian yakin akan dikabulkan doa kalian. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. mengabulkan doa makhluk terkutuk. berfirman: “Berkata iblis: “Ya Tuhanku. dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. yakin akan dikabulkan dan benar dalam pengharapan. Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Akan tetapi hendaknya bersungguh-sungguh dalam meminta.Allah swt. juga bersabda: “Jika salah satu di antara kalian berdoa. Allah swt. bersabda: “Berdoalah kepada Allah. berkata. Rasulullah saw.

karena ia sedang meminta kepada Tuhannya. melihat. maka ijabah atau dikabulkan akan bersamanya. bersabda: “Jika salah satu di antara kalian meminta. jika berdoa. Sesungguhnya Allah tidak mengabulkan dari orang yang mendengar. Ibnu Mas’ud bekata: “Adalah Rasulullah saw. Dan ketika meminta. berkata: “Sesungguhnya saya tidak memikul beban ijabah. Karena boleh jadi Allah mengabulkan permintaanmu di saat susah. Allah akan mengabulkan doa dan tasbih. Hendaknya ketika berdoa memelas. meminta tiga kali. menganggap besar apa yang didoakan dan diulang tiga kali. maka ketika saya telah berupaya dalam doa. Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh. sendau-gurau. Kesepuluh. Rasulullah saw. Taubat dan mengembalikan hak orang yang dizhalimi. kecuali orang yang berdoa dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati. maka perbanyaklah atau ulangilah.” Al-Hijr:36-37 Kedelapan.” Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan kecuali orang yang sadar dalam berdoa. main-main. akan tetapi memikul doa.” Ia melanjutkan: “Dengan sikap hati-hati dari apa yang diharamkan Allah swt.” Dari Abu Darda’ berkata: “Mintalah kepada Allah pada hari di mana kamu merasa senang. Hendaknya ketika berdoa dimulai dengan dzikir kepada Allah dan memujinya dan agar mengakhirinya dengan shalawat atas nabi saw. menghadap Allah dengan ringan.dibangkitkan. karena siapa yang memperbanyak mengetok pintu.” Dia juga berkata: “Bersungguhlah dalam berdoa. Dari Umar bin Khattab ra. .” Kesembilan. berdoa tiga kali.

ia yang akan masuk. padahal itu menjadi penghalang doa dikabulkan. bersabda: “Janganlah kalian berdoa untuk kemadharatan diri kalian. Allah berfirman: “Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. . tidak akan selamat pada zaman itu. Berdoa untuk keburukan keluarga.” Dari Hudzaifah berkata: “Akan datang suatu zaman.” AlIsra’:110 Ketiga. padahal doa kalian membawa keburukan bagi kalian. doa dengan dicampuri dosa dan memutus tali silaturahim. Dia mempunyai Al-Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu (doamu) dan janganlah pula merendahkannya. Rasulullah saw. Jangan berdoa bagi keburukan hartaharta kalian. Dengan nama yang mana saja kamu seru. harta dan jiwa. Di antaranya adalah: Pertama. Melampau batas. Seperti berdoa agar disegerakan adzab. Janganlah kalian meminta kepada Allah di satu waktu yang diijabah Allah. Dari Jabir ra. dan jangan berdoa untuk keburukan anak-anak kalian. kecuali orang yang berdoa dengan doa seperti orang yang akan tenggelam. Dan carilah jalan tengah di antara kedua itu. Terlalu keras dalam berdoa.” Menghindari kesalahan dalam berdoa Ada beberapa praktek doa yang disebagian umat muslim masih terus berlangsung.” Imam Muslim Kedua. berkata.

. bahwasanya Rasulullah saw. Contoh: “Ya Allah.Keempat. Dari Abu Hurairah. Berdoa dengan pengecualian. bersabda: “Akan diijabahi doa kalian. waktu-waktu yang istijabah. dan hal-hal yang harus dihindari ketika berdoa. maka atau kenapa tidak diijabahi?” Imam Bukhari Demikian. jika tidak tergesa-gesa. Semoga kesungguhan doa kita. terutama di bulan suci ini didengar Allah swt. Allahu a’lam. adab berdoa. uraian singkat tentang keutamaan doa di bulan Ramadhan. Tergesa-gesa. Amin.. Sungguh kamu telah berdoa. ampuni saya jika Engkau berkenan.” Kelima.

1eff40287a25039

Saat Sang Raja Sakit.....

Kenapa Allah berlaku tidak menguntungkan padaku padahal aku sudah ibadah…?! Kita juga pernah melihat ada beberapa orang yang baik (shalih/shalihah) tapi mereka dapat ujian juga, tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan masih banyak lagi musibah/ujian lainnya. Di kesempatan yang lain kita kadang iri melihat orang yang ibadahnya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya makmur, sampai ada yang bergelimang harta, lalu kembali lagi kita menduga-duga, ke-napa Allah berlaku demikian…??? Pada hari Jum’at, seorang Ustadz bercerita tentang dialog antara Malaikat dan Allah. Dialog terjadi berawal dari keputusan Allah yang membuat Malaikat menjadi bertanya-tanya. Masalahnya perihal ada seorang raja yang shalih terlihat nasibnya kurang baik. Tetapi di daerah lain ada seorang raja yang zhalim, nasibnya lebih baik daripada raja yang shalih tadi. Kisahnya begini. Pada suatu ketika, raja yang shalih menderita sakit keras dan untuk bisa sembuh, seorang tabib mengatakan agar raja itu memakan se-ekor ikan yang tidak biasa, masalahnya ikan itu sangat sulit dicari. Ikan itu pun tidak dapat ditemukan. Padahal seharusnya pada saat-saat itu biasanya ikan yang dimaksud banyak bermunculan. Tapi Allah

berkehendak lain, ikan tersebut tidak muncul-muncul, akhirnya wafatlah sang raja yang shalih itu karena tidak mendapat obat. Namun, sebaliknya di negara lain ada raja juga mengidap sakit yang sama seperti raja sebelumnya, tapi raja yang satu ini bukan raja yang shalih, melain-kan raja yang zhalim. Lalu sang tabib pun menyarankan untuk memakan ikan yang sama sebagai obatnya. Anehnya saat itu di mana ikan-ikan itu biasanya tidak bermunculan, tapi Allah berkehendak lain, ikan-ikan itu pun bermuncul-an dan akhirnya sembuhlah si raja zhalim itu. Dengan kejadian itu, Malaikat pun jadi bertanya-tanya, dan begitu penasarannya, terlontarlah pertanyaan malaikat kepada Allah, “Ya Allah, kenapa raja yang zhalim itu Kau permudah urusannya, sedang raja yang shalih itu Kau persulit hingga akhirnya dia meninggal dunia?” Lalu Allah menjelaskan, “Sengaja Aku tidak memberi ikan pada raja yang shalih untuk kesembuhannya dan Aku putuskan dia meninggal dunia, karena dengan wafatnya dia Ku-anggap sebagai penggugur dosanya dari kesalahan yang pernah dia lakukan di dunia. Sehingga dia meninggal dunia tidak membawa dosa, melainkan membawa amal-amal shalih. Karena keburukannya telah Ku-balas di dunia.” Malaikat melanjutkan pertanyaan-nya, lalu bagaimana dengan raja yang zhalim itu ya Allah?” Allah pun menjelas-kannya kembali, “Sebaliknya untuk raja yang zhalim itu sengaja Kuberi dia kesem-buhan, dan bagaimanapun raja yang zhalim itu mempunyai kebaikan semasa di dunia dan kebaikannya Kubalas di Dunia. Sehingga pada saatnya dia nanti meninggal dunia, dia tidak akan memba-wa amal kebaikan, melainkan hanya membawa amal buruk, karena kebaikan-kebaikannya sudah Kubalas di dunia. Dari cerita di atas dipikirkan, setidak-nya kita mendapat pencerahan mengenai suatu dugaan yang salah dari peristiwa yang kita lihat atau yang kita alami sen-diri, dugaan yang membuat kita bertanya-tanya kenapa Allah berlaku tidak meng-untungkan kita padahal sudah ibadah? Dan kita juga pernah melihat ada bebe-rapa orang yang baik (shalih/ shalihah) tapi mereka dapat ujian juga tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta, dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan ada beberapa musibah lainnya. Di sisi lain rasa iri melihat orang yang ibadahnya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya sukses, serba mewah, lalu kembali lagi kita menduga-duga, kenapa Allah berlaku demikian…???

Jawabannya, biar lah Allah berlaku sesuka-Nya pada kita dan pada hambahamba-Nya yang lain, karena Dia-lah (Rabb) Sang Pemilik alam beserta isinya dan yang Maha Mengetahui apa yang akan diperbuat-Nya. Kita sebagai manusia teruslah ikhtiar dan meningkatkan iba-dah tanpa harus mendikte Allah, meng-ikhlaskan diri dalam menerima segala ketentuan dari Allah, itu lah sesuatu yang teramat penting sekali! Karena bila kita ridha terhadap ketentuan Allah, Allah pun akan memberikan ridha-Nya pada kita, sehingga kita akan mendapat rah-mat-Nya, dan yang lebih penting dijauh-kan dari siksa bakaran api neraka yang bahannya dari manusia dan batu yang sungguh itu amat pedih. Mengenai musibah yang terjadi/ menimpa seperti itu tadi ikhlaskan saja, insyallah itu akan menjadi penggugur dosa yang nantinya akan mengurangi timbangan dosa di akhirat dan akan mem-beratkan timbangan amal baik, seperti kisah raja yang shalih di atas, dia tidak mendapat kebaikan di dunia, tapi Allah memberikan kebaikan untuknya di akhi-rat, subhanallah. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian, dan boleh jadi (pula) kalian menyukai sesuatu, pada-hal ia amat buruk bagi kalian; Allah mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui”. (QS. AlBaqarah: 216)

BAU HARUM MASYITAH
Masyithah pelayan putri Fir’aun. Ia ibu yang melahirkan putra-putra berlian. Wanita yang berani mempersembahkan jiwa-raga untuk agama Allah swt. Ia seorang bunda yang memiliki sifat kasih sayang dan kelembutan. Mencintai anak-anaknya dengan cinta fitrah ibu yang tulus. Masyithoh berjuang, bekerja, dan rela letih untuk membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat. Bayangkan, anaknya yang terkecil direnggut dari belaian tangannya. Si sulung diambil paksa. Keduanya dilemparkan ke tengah tungku panas timah membara. Masyithah menyaksikan itu semua dengan mata kepalanya sendiri. Kalbu ibu mana yang tidak bergetar. Hati ibu mana yang tidak hancur bersama luruhnya jasad buah hatinya. Jiwa ibu mana yang tidak tersembelih dan membekaskan rasa sakit dengan luka menganga? Masyithah melihat sendiri si sulung dan si bungsu menjerit kesakitan terpanggang di tungku timah panas membara. Itulah peristiwa dahsyat yang dihadapi Masyithah, sosok yang menakjubkan dalam cinta kepada Allah swt. Ia seorang ibu mukminah yang sangat sabar dan memiliki anak-anak yang shalih lagi baik hati. Cinta yang bersemayam dalam hati mereka

“Ketika menjalani Isra’ dan Mi’raj. bercerita kepada kita. “Ini bau harum Masyithah –pelayan putri Fir’aun– dan anak-anaknya. Bismillah Sungguh. ‘Tidak. ”Kezhaliman akan membawa kegelapan di hari kiamat. Akan tetapi Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah. Ia telah sukses mendidik anak-anaknya untuk mempersembahkan nyawa mereka untuk Allah swt. Ia dekat kekuasaan karena tugasnya merawat anak Fir’aun. pasti akan tahu mengapa Rasulullah saw bersabda. “Wahai Fulanah. ‘Dengan menyebut nama ayahku. agar Masyithah dan anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya. ”Suatu hari Masyithah menyisir rambut putri Fir’aun. Begitu juga anak-anaknya. Masyithah mengajarkan kepada kita tentang sempurna dalam berkorban dan total dalam berderma.’ Putri Fir’aun kaget dan berkata kepadanya. “Saya minta tulangku dan tulang anak-anakku dibungkus menyatu dengan kain kafan. Jibril menjawab. apakah engkau punya Tuhan selain aku?” Ia menjawab. Putri itu pun menceritakan kepada Fir’aun. Kadang ia menyembunyikan keimanannya seperti yang dilakukan istri atau keluarga Fir’aun yang muslim lainnya.” Fir’aun menuruti permintaannya.’ Ia menyuruh putri itu untuk menceritakan peristiwa tersebut kepada ayahnya. Inilah hakikat yang sebenar-benarnya: Iman yang baik akan mampu mengalahkan tarikan dunia dengan segala isinya.” Fir’aun marah besar. Rasulullah saw. Akan tetapi keimanan kepada Allah swt. aku mencium bau yang sangat harum. Tuhanku Allah Tidak diragukan lagi. mencicipi sakitnya siksaan meskipun sebentar.’ Ia menolak. Ia berkata. Semua ketidaknyamanan itu dihadapinya dengan tegar sampai akhirnya ia bertemu dengan Tuhannya dengan ridha dan diridhai. Tuhan saya dan Tuhan kamu adalah Allah. ‘Bismillah. Ia hidup di istana raja.” Saya bertanya. siapa yang pernah merasakan pahitnya kezhaliman meskipun sesaat.” (Bukhari) Masyithah telah merasakan beragam kezhaliman dan penyiksaan. bau harum apa ini?” tanya Rasulullah.” “Wahai Jibril. Ia memerintahkan dibuatkan tungku besar yang diisi timah panas. “Apa kelebihan Masyithah?” Jibril menjawab. Kehidupan dunia tidak mampu mengalihkan mereka dari cita-cita meraih keridhaan Sang Pencipta. Sisirnya jatuh dari tangannya. Fir’aun bertanya. Maka Fir’aun memanggil Masyithah. . Masyithah tidak menyerah. telah membuncah di kalbunya. Masyithah wanita terhormat lagi mulia. Masyithoh meminta satu hal kepada Fir’aun.adalah gejolak iman yang mampu melahirkan sebuah pengorbanan yang sempurna. “Ya.

Tapi. Apa yang dihadapi Masyithah adalah ujian yang berat bagi kalbu orang yang beriman. Ia telah mengungkapkan isi kalbunya yang telah disimpannya berhari-hari bahkan bertahun-tahun. Ia tidak gentar dengan kekuatan Fir’aun yang terkenal bengis dan tidak berperikemanusiaan. dan tanpa rasa takut. tanpa paksaan.Bedanya ketika iman telah memenuhi kalbu. Namun. Fir’aun berharap naluri keibuan Masyithah iba akan nasib anak-anaknya dan itu membuatnya lemah lalu mau kembali mengakui Fir’aun sebagai Tuhan. Pelajaran dari Kisah Masyithah Masyithah telah wafat. ia hadapi dengan tegar. iman adalah kekuatan yang bersumber dari ma’iyatullah (kebersamaan dengan Allah swt dan lindungan-Nya). Fir’aun melakukanya untuk menakut-nakuti Masyithah. di antaranya: · Iman adalah senjata yang sangat ampuh. Ada sejumlah pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Masyithah. Ujian Kalbu Sungguh ujian berat menimpa wanita mulia ini beserta anak-anaknya. maka lisan akan mengucapkan apa yang terpendam dalam kalbu tanpa beban. kisahnya masih terngiang di telinga orang-orang yang rindu bertemu dengan Allah swt. Bahkan. kisahnya belumlah berakhir. Karena. ia menolak tegas dengan mengatakan. Sampai saat ini. Akan tetapi Allah swt. tapi mampukah membunuh ruhnya? Itu mustahil dilakukan Fir’aun. Ia mengatakan dengan dilandasi fitrah yang suci. . tanpa memikirkan resiko yang akan dialaminya.” Ia tidak takut siksaan. Ia memproklamasikannya dengan bangga dan gembira. memperlihatkan kepada Fir’aun bahwa yang menggenggam kalbu Masyithah adalah diri-Nya. dan rela dengan agama yang mereka anut. ”Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah. dorongan keimanan yang kuat membuatnya bertahan dan keluar menjadi pemenang. ”Bismillah”. Masyithah dan anak-anaknya membuktikan keimanannya kepada Allah dengan mewakafkan diri hancur disiksa dengan cara yang sangat tidak berperikemanusiaan oleh Fir’aun. Karena. ketika putri Fir’aun memintanya untuk mengakui ketuhanan ayahnya. Apa pun yang terjadi. Apakah Fir’aun mampu menguasai kalbu seseorang yang telah beriman? Mungkin ia bisa membunuh jasadnya. Inilah yang dilakukan Masyithah. Tanpa belas kasih Fir’aun melempar anak-anak Masyithah satu demi satu ke tungku besar berisikan timah panas yang mendidih. Masyithah telah memberi cambuk yang senantiasa memotivasi kita untuk meraih kehidupan yang baik dan lebih baik lagi. Fir’aun menghukum karena mereka beriman kepada Allah swt.

dan masing-masing dari keduanya mendapatkan kebaikan. namun pasti ujungnya akan lenyap. itulah yang dibuktikan oleh Masyithoh dan anak-anaknya. telah menghancurkan Fir’aun dan menghinakannya namanya dalam catatan sejarah yang akan terus dikenang sepanjang kehidupan manusia sebagai manusia terjahat.” (Muslim) · Selalu ada permusuhan abadi antara hak dan batil. tapi para pahlawan selalu memiliki kemiripan. ujian itu sunnatullah. Allah swt. · Sungguh. dalam surat Ar Rum: 47. akan meneguhkan orang-orang yang beriman ketika mereka dalam kondisi membutuhkan keteguhan tersebut. dan Rasulullah menyampaikannya kepada kita untuk dijadikan teladan. · Allah swt. Dan ia senantiasa melaksanakan kewajiban amar ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. cerita seperti ini berulang dan akan terus berulang sepanjang waktu. · Balasan amal yang didapat seseorang adalah sesuai dengan kadar amal perbuatan itu sendiri. Kisah tetap satu: cobaan akan terjadi. Ending-nya tidak akan berubah. Para wanita memiliki peran yang besar dalam dakwah ilallah sejak zaman dahulu. Jibril mencerita hal ini kepada Rasulullah. Pasti akan datang kepada setiap orang yang mengaku beriman. Sebab. lalu kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa.Allah swt berfirman. Rasulullah saw bersabda. · Muslim yang sejati tidak akan tunduk kecuali kepada Allah swt. Karena yang asli adalah kebaikan.” . Selalu akan ada orang zhalim dengan beragam bentuk kezhalimannya dan selalu ada orang yang akan menentang mereka meski tahu ada siksaan dan cobaan menyertai usaha baiknya itu. · Allah swt. ”Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. tidak akan menyiksa seseorang karena dosa orang lain. Sedangkan Masyithah diabadikan namanya dengan harum. mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup). · Peran dan kontribusi kaum wanita muslimah tidaklah lebih kecil dibanding pria dalam mengibarkan panji kebenaran. dan menjadikan dirinya dan anak-anaknya wangi semerbak di langit tujuh karena perbuatannya yang baik. sebagaimana firman Allah swt. ”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah. antara kebaikan dan keburukan.” (An-Nahl:128) · Sabar dalam menghadapi cobaan dan teguh dalam pendirian. ”Dan sesungguhnya kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang Rasul kepada kaumnya. Syahidnya Masithah akibat siksaan Fir’aun adalah bukti puncak pengorbanan yang pernah dilakukan wanita dalam sejarah. dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. Meskipun keburukan banyak dan beragam.

bahwasanya lidah yang berfungsi untuk berbicara ini seperti senjata bermata dua. namun kita perlu mengetahui. maka inilah yang dituntut dari seorang mukmin. . dan juga dapat digunakan untuk memperturutkan setan. Jika seorang hamba mempergunakan lidahnya untuk membaca Al-Qur`ân. berdoa kepada Allah. Yaitu dapat digunakan untuk taat kepada Allah. untuk amar ma'ruf. atau untuk lainnya yang berupa ketaatan kepada Allah. dan ini merupakan perwujudan syukur kepada Allah terhadap nikmat lidah.a956a97650386a Senjata Bermata Dua Bagikan Kemarin jam 22:54 Meski lidah merupakan nikmat yang besar. berdzikir. nahi munkar.

namun juga bisa menyebabkan kecelakaan yang besar bagi pemiliknya. bernyanyi dengan lagu-lagu maksiat. Yaitu berbicara batil (kerusakan. serta tidak menduga bahwa kalimat itu akan mempengaruhi sesuatu". sia-sia). dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka Jahannam". Dengan demikian. dengan sebab satu kalimat itu Allah menaikkannya beberapa derajat. 6478] BENCANA LIDAH Secara umum. penjelasan hadits no. dan merupakan kekufuran kepada Allah terhadap nikmat lidah. jika seseorang mempergunakan lidahnya untuk berdoa kepada selain Allah. no. bencana yang ditimbulkan oleh lidah ada dua.Sebaliknya. Abu 'Ali ad-Daqqâq rahimahullah (wafat 412 H) berkata: . lidah manusia itu bisa menjadi faktor yang bisa mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah. merusak kehormatan seorang muslim. namimah. Dan sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk kemurkaan Allah. dan diam dari al-haq yang wajib diucapkan. yaitu dia tidak memperhatikan dengan fikirannya dan tidak memikirkan akibat perkataannya. atau lainnya yang berupa ketaatan kepada setan. maka ini diharamkan atas seorang mukmin. bersaksi palsu. melakukan ghibah. 6478] Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani rahimahullah menjelaskan makna "dia tidak menganggapnya penting". berdusta. dia tidak menganggapnya penting. [HR al-Bukhâri. [Lihat Fat-hul-Bâri. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ً َ َ َ ِ ْ ُ َ ّ ِ َ َ ْ ِ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ْ َ ْ ‫ِ ّ ْع ْ َ َ َ َ َّ ُ ِ ْ َِ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ ِ ّ َ ُ ْ ِ َ َ َ ً َ ْ َ ُ ُ ّ ِ َ َ َ َ ٍ َِن‬ ‫إن ال َبد ليتكلم بالكلمة من رضوان ال ل يلقي لها بال يرفعه ال بها درجات وإ ّ العبد ليتكلم بالكلمة من سخط ال ل يلقي لها بال‬ ِ ُ ِ َ َّ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ‫يهوي بها في جهنم‬ "Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk keridhaan Allah. dia tidak menganggapnya penting. memecah belah umat Islam.

minum khamr. Atau ia tersungkur di dalam neraka selama tujuh puluh tahun. dia berkata lembut. masyarakat. ia juga bermaksiat kepada Allah Ta'ala. namun dia seakan sulit menjaga diri dari gerakan lidahnya. dapat menyebabkan dirinya bisa terjerumus ke dalam neraka melebihi jarak timur dan barat. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ِ ّ ِ ً ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ِ ْ َ ً ْ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ُ ّ ّ ِ ‫إن الرجل ليتكلم بالكلمة ل يرى بها بأسا يهوي بها سبعين خريفا في النار‬ Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan satu kalimat. sedangkan orang yang diam dari kebenaran adalah setan yang bisu" Orang yang berbicara dengan kebatilan ialah setan yang berbicara. mencuri. zuhudnya. dan dia mampu merubahnya. Dalam riwayat lain disebutkan bahwasanya beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ِ ّ ِ َ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ َِ ْ ِ ُ َّ َ َ َ َ ْ َ ْ ّ ِ ‫إن العبد ليتكلم بالكلمة ما يتبين ما فيها يهوي بها في النار‬ . namun dia membisu karena menjaga kehormatan pelakunya.ُ َ ْ َ ٌ َ ْ َ ّ َ ْ ِ َ ُ ِ ّ َ ٌ ِ َ ٌ َ ْ َ ِ ِ َ ْ ِ ُ َّ َ ُ ْ ‫المتكلم بالباطل شيطان ناطق والساكت عن الحق شيطان أخرس‬ "Orang yang berbicara dengan kebatilan adalah setan yang berbicara. berbuat zhalim kepada orang lain. ada seseorang yang mudah menjaga diri dari makanan haram. Bencana lidah termasuk bagian dari bencana-bencana yang berbahaya bagi manusia. Seperti seseorang yang bertemu dengan orang fasik. yaitu orang yang menahan lidahnya dari kebatilan dan menggunakannya untuk perkara bermanfaat. ketika berbicara ataupun diam. dan ibadahnya. ia bermaksiat kepada Allah Ta'ala. Padahal hanya dengan satu kalimat itu saja. dan lainnya. atau karena tak peduli terhadap agama. Sehingga terkadang seseorang yang dikenal dengan agamanya. melihat wanita yang tidak halal dilihat. berzina. dengan sebab satu kalimat itu ia terjungkal selama 70 tahun di dalam neraka. ia menyimpang dengan dua jenis bencana lidah sebagaimana di atas. dan ia tidak memperhatikannya. ia tidak menganggapnya berbahaya. Sedangkan orang yang beruntung. walau di dalam hati. Termasuk perkara yang mengherankan. Bencana lidah itu bisa mengenai pribadi. terang-terangan melakukan kemaksiatan di hadapannya. Kebanyakan manusia. Sedangkan orang yang diam dari kebenaran ialah setan yang bisu. atau umat Islam secara keseluruhan. atau orang lain. Atau melihat kemungkaran. tanpa mengingkarinya. namun ia mengucapkan kalimatkalimat yang menimbulkan kemurkaan Allah.

Atau seperti yang disabdakan Nab"i. padahal lidah yang paling dikhawatirkan Nabi n atas umatnya. lalu istiqomahlah". [HR Muslim. sesungguhnya Aku telah mengampuni Si Fulan. Dia tidak peduli dengan apa yang sedang ia ucapkan. lidah itu seolaholah pabrik keburukan. wahai Rasulullah. ‫عن سفيان بن عبد ال الثقفي قال قلت يا رسول ال حدثني بأمر أعتصم به قال قل ربي ال ثم استقم قلت يا رسول ال ما أخوف ما‬ َ ُ َ ْ َ َ ّ َ ُ َ َ ُ ْ ُ ْ ِ َ ْ ّ ُ ّ َ ّ َ ْ ُ َ َ ِ ِ ُ ِ َ ْ َ ٍ ْ َِ ِ ْ ّ َ ّ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ّ ِ َ ّ ّ ِ ْ َ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ َ ِ ُ ِ ِ ‫تخاف علي فأخذ بلسان نفسه ثم قا َ هذا‬ َ َ ‫َ َ ُ ََ ّ ََ َ َ ِِ َ ِ َ ْ ِ ِ ُ ّ َ ل‬ "Dari Sufyan bin 'Abdullah ats-Tsaqafi. [HR Muslim. apakah yang paling anda khawatirkan atasku?". no. Sebagai contoh. sesuatu yang manusia merasa amat tenteram terhadapnya ialah lidah mereka. ialah sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam di bawah ini: ِ ّ َ ُ َ ّ َ ‫َ ْ ُ ْ َب‬ ‫ عن جند ٍ أن رسول ال‬n ‫حدث أن رجل قال وال ل يغفر ال لفلن وإن ال تعالى قال من ذا الذي يتألى علي أن ل أغفر لفلن فإني‬ ّ َِ ٍ َ ُ ِ َ ِ ْ َ َ ْ َ ّ ََ ََّ َ ِ ّ َ ْ َ َ َ َ َ َ ّ ّ َِ ٍ َ ُ ِ ّ ُ ِ ْ َ َ ّ َ َ َ ً ُ َ ّ َ َ ّ َ َ ُ ِ َ َ َ ‫َ ْ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ٍ ََ ْ َ ْ ُ َ ََ َ َ ْ ك‬ ‫قد غفرت لفلن وأحبطت عملك أو َما قال‬ "Dari Jundab. Lâ haula wa lâ quwwata illa bilâhil-'aliyyil-'azhîm. bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan ada seorang laki-laki berkata: "Demi Allah. namun lidahnya memotong dan menyembelih kehormatan orang-orang yang masih hidup atau yang sudah meninggal. katakan kepadaku dengan satu perkara yang aku akan berpegang dengannya!" Beliau menjawab: "Katakanlah. bahwa Aku tidak akan mengampuni Si Fulan. Beliau memegang lidah beliau sendiri. 2621] Oleh karena bahaya lidah yang demikian itulah." Syaikh Husain al-'Awaisyah berkata: "Sesungguhnya sekarang ini. no. Dan yang nampak. ia berkata: "Aku berkata.‫أبعد ما بين المشرق والمغرب‬ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ ْ َ ْ َ َْ َ َ َ َْ "Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang ia tidak mengetahui secara jelas maksud yang ada di dalam kalimat itu. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengkhawatirkan umatnya. lalu bersabda: "Ini". namun dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka lebih jauh dari antara timur dan barat". 2988] Alangkah banyak manusia yang menjaga diri dari perbuatan keji dan maksiat. MENJAGA LIDAH . Allah tidak akan mengampuni Si Fulan!" Kemudian sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman: "Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku. 'Rabbku adalah Allah'. tidak pernah lelah dan bosan". dan Aku menggugurkan amalmu". Aku berkata: "Wahai Rasulullah.

dari Anas bin Mâlik . dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. ia tidak akan masuk surga". kami juga menyimpang" Oleh karena itu. maka kami juga istiqomah. Di dalam Musnad Imam Ahmad. menjaga lidah merupakan keselamatan. Keterjagaan dan lurusnya lidah sangat berkaitan dengan kelurusan hati dan keimanan seseorang.Menjaga lidah disebut juga hifzhul-lisân. wahai Rasulallah. niscaya aku menjamin surga baginya. Apa jaminan bagi seseorang yang menjaga lidahnya dengan baik? Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ ْ َ ِ ْ َْ ِ َ ْ َ َ َ ِ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ‫من يضمن لي ما بين لحييه وما بين رجليه أضمن له الجنة‬ "Barang siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya. Lidah itu sendiri merupakan anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan dikendalikan. kemudian mewasiatkan pula untuk menjaga lisan. setelah Nabi n memerintahkan seseorang beristiqomah. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ‫إذا أصبح ابن آدم فإن العضاء كلها تكفر اللسان فتقول اتق ال فينا فإنما نحن بك فإن استقمت استقمنا وإن اعوججت اعوججنا‬ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ َِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ َِ َ ِ ُ ْ َ َ ّ َِ َ ِ ّ ِ ّ ُ ُ َ َ َ َ ّ ُ ّ َ ُ َ ُّ َ َ ْ َْ ّ َِ َ َ ُ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ "Jika anak Adam memasuki pagi hari. apakah sebab keselamatan?" Beliau n menjawab: "Kuasailah lidahmu. seorang mukmin hendaklah menjaga lidahnya. [8] Dalam hadits Tirmidzi (no. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqomah. rumah yang luas bagimu. sehingga lisannya istiqomah. Oleh karena itu. َ ‫عن عقبة بن عامر قال قلت يا رسول ال ما النجاة قال أملك عليك لسانك وليسعك بيتك وابك على خطيئت‬ ‫َ ْ ُ ْ َ َ ْ ِ َ ِ ٍ َ َ ُ ْ ُ َ َ ُ َ ّ َ ّ َ ُ َ َ َ ِْ ْ ََ ْ َ ِ َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ََ َ ِ َ ِك‬ ِ "Dari 'Uqbah bin 'Aamir. Jika engkau istiqomah. beliau bersabda: ُ َ ِ َ َ ُ ُ َ ُ َ ْ َ َ َ َّ ْ ٌ ُ َ ُ ُ ْ َ َ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َْ َ َّ ُ ُْ َ ُ ِ َْ َ َ َ ُ ُْ َ َ ِ َْ َ َّ ٍ ْ َ ُ َ ِ ُ ِ َْ َ َ ‫ل يستقيم إيمان عبد حتى يستقيم قلبه ول يستقيم قلبه حتى يستقيم لسانه ول يدخل رجل الجنة ل يأمن جاره بوائقه‬ "Iman seorang hamba tidak akan istiqomah. sesungguhnya semua anggota badannya berkata merendah kepada lisan: "Takwalah kepada Allah dalam menjaga hak-hak kami. Sesungguhnya kami ini tergantung kepadamu. Lidah memiliki fungsi sebagai penerjemah dan pengungkap isi hati. . Jika engkau menyimpang (dari jalan petunjuk). sehingga hatinya istiqomah." Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga menjelaskan. 2407) dari Abu Sa'id al-Khudri. ia berkata: "Aku bertanya.

47). janganlah berbicara kecuali dengan perkara yang membawa kebaikan. Hadits yang disepakati keshahîhannya ini merupakan nash yang jelas. 6475) dan Muslim (no. . maka menurut Sunnah adalah menahan diri darinya. yaitu yang nampak maslahatnya. al-Bukhaari (no. dan jika ragu-ragu. dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. maka tidak berbicara sampai jelas maslahatnya". jika jelas nampak maslahatnya. lidah merupakan alat yang berguna untuk mengungkapkan isi hati. ia bersabda: ْ ُ ْ َِ ْ َ ً ْ َ ْ ََُْ ِ ِ ْ ِ ْ َْ َ ّ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ ‫من كان يؤمن بال واليوم الخر فليقل خيرا أو ليصمت‬ ِ "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir. Imam asy-Syafi'i berkata: "Jika seseorang menghendaki berbicara. seharusnya setiap mukallaf (orang yang berakal dan baligh) menjaga lidahnya dari seluruh perkataan.dan tangisilah kesalahanmu". [HR. baik orang tersebut mau maupun enggan. Diriwayatkan dalam Shahîhain. atau makruh. 2406] Maksudnya. isi pembicaraannya. Ketika berbicara atau meninggalkannya itu sama maslahatnya. Sedangkan keselamatan itu tidak ada bandingannya. Jika ingin mengetahui isi hati seseorang. no. Hendaklah seseorang tidak berbicara kecuali jika perkataan itu merupakan kebaikan. bahkan banyak dilakukan. Imam an-Nawawi rahimahullah (wafat 676 H) berkata: "Ketahuilah. dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu. dan hal itu akan menunjukkan isi hatinya. maka hendaklah ia tidak berbicara. betahlah tinggal di dalam rumah dengan melakukan ketaatan-ketaatan. Selain itu. Jika ia ragu-ragu tentang timbulnya maslahatnya. kecuali perkataan yang jelas maslahat padanya. hendaklah dia berkata yang baik atau diam". maka ia berbicara. maka perhatikanlah gerakan lidahnya. Karena perkataan mubah bisa menyeret kepada perkataan yang haram. maka sebelum berbicara hendaklah ia berfiikir. dan hendaklah menyesali kesalahan-kesalahan dengan cara menangis. Kebiasaan ini. Tirmidzi.

Pengambilan lidahnya akan menjelaskan kepadamu rasa hatinya". "Assalamualaikum wa Rahmatullah wa Barrakatuh" Semoga Allah memberikan keselamatan bagimu. Sapaan yang sopan betul-betul membuat kita menjadi peribadi yang disukai. Karena sesungguhnya. Senyum yang membuat orang senang. BENGKEL AKHLAQ (AA’ GYM) Assalamualaikum wr. Setinggi apapun pangkat.wb. manis. rahmat dan keberkahan. Untuk menjadi pribadi yang menyenangkan tentu saja semuanya harus berawal dari "Hati". S yang ketiga Sapa. S yang kedua adalah Salam. Senyum itu memperindah dan Senyum itu adalah bunga. dan lainnya. Sebarkan Salam akan menyenangkan. S yang keempat Sopan. jabatan kalau tidak punya kesopanan hilang semuanya menjadi tidak bernilai. Salam itu doa . Mari kita biasakan senang menyapa dengan hangat. . Senyum tanpa biaya. Sedangkan lidah itu adalah gayungnya. kitalah orang yang mendahulukan mencairkan kebekuan dengan menyapa. kedudukan. Sapaan yang hangat. pahit. lidahnya itu akan mengambilkan untukmu apa yang ada di dalam hatinya. gelar. Tapi Senyum menjadi ibadah. asin. tawar.Diriwayatkan bahwasanya Yahya bin Mu'adz berkata: "Hati itu seperti periuk dengan isinya yang mendidih. Bagaimana kalau kita gunakan 5S ? S yang pertama adalah Senyum. Senyum adalah sedekah. Maka perhatikanlah ketika seseorang berbicara. Senyum tanpa tenaga.

Ini sikap yang santun. Saudaraku. Caranya adalah Sopan. Santun adalah keterampilan kita untuk mendahulukan orang lain. Wahai yang Membulak-balikan hati. dengan ketulusan dan kasih sayang Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzabannar Amiin ya Allah Wassalamualaikum wr. karena sapaan kita yang hangat. termasuk senang memaafkan orang lain. karena sikap yang sopan dan kesantunan kita yang bermutu. muliakanlah diri kami dengan kelembutan hati. Salam. ampuni jikalau banyak orang yang tersakiti dan teraniaya oleh perilaku kami. bagaimana jika orang tua kita dahulukan. Sopan terhadap siapapun dan Santun.wb. Dimanapun kita ada usahakan orang-orang yang ada disekitar kita selain tidak menjauh tapi menjadi betah karena senyuman kita. pasti menjadi pribadi yang disukai. karena salam kita yang tulus. tentunya pun diikuti dengan terbentuknya pribadi yang menyenangkan. Wahai yang Maha Agung yang Maha Mendengar. indahkan hidup kami dengan kelembutan Qolbu. . tebarkan kasih sayang dimanapun kami berada dan hindarkan kedzaliman dimanapun kami berada. Sapa dengan hangat.Senyum. Doa Ya Allah ampuni segala kekasaran dan kekerasan yang pernah kami lakukan. mendahulukan orang adalah kesantunan.

Demikian pula dengan Nabi Yunus AS saat berada dalam gelapnya perut ikan di tengah lautan. Sifat ini ditandai dengan ketidaksiapan untuk menerima kebenaran yang datang dari pihak lain. niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi. alih-alih sibuk menyalahkan iblis yang telah menggoda dan memberikan janji dusta. melakukan introspeksi. seraya terus . Nabi Adam AS dan Siti Hawa saat melakukan kesalahan dengan melanggar larangan Tuhan.a956a97650386a Renungan Kekurangan Diri Bagikan Hari ini jam 17:56 Awal malapetaka dan kehancuran seseorang terjadi ketika penyakit sombong dan merasa diri paling benar bersemayam dalam hatinya. kami telah menganiaya diri kami sendiri. Sikap seperti ini sebagaimana dicontohkan oleh orang-orang mulia dari para nabi dan rasul. mereka malah langsung bersimpuh mengakui segala kealpaan seraya berkata." (QS Al-A'raf [7]: 23). kebaikan hanya bisa terwujud manakala seseorang bersikap rendah hati (tawadu). Tuhan kami. mau menyadari dan mengakui kekurangan diri. serta siap menerima kebenaran dari siapa pun dan dari mana pun. Padahal. Inilah sifat yang melekat pada iblis. kecuali dirinya sendiri. Sifat inilah yang berusaha ditransfer iblis kepada manusia yang bersedia menjadi sekutunya. serta sibuk melihat aib dan kesalahan orang lain tanpa mau melihat aib dan kekurangan diri sendiri. keengganan melakukan introspeksi (muhasabah). Jika Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami. Ia tidak menyalahkan siapa pun. "Ya.

Karena itu. Allah SWT berfirman. aku termasuk orang-orang yang zalim. Ia berkata." (QS AlAnbiya [21]: 87). Sebab. dan suci. manusia. Nabi Muhammad SAW selalu membaca istigfar dan meminta ampunan kepada Allah SWT sebagai bentuk kesadaran yang paling tinggi bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Mahasuci Engkau. bertobatlah dan mintalah ampunan kepada-Nya. "Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Sesunguhnya. Beliau bersabda. ia harus selalu melakukan introspeksi. Begitulah sikap arif para nabi yang patut dijadikan teladan. "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mereka tidak merasa diri mereka sudah sempurna. "Wahai. bersih. aku bertobat sehari semalam sebanyak seratus kali.bertasbih menyucikan Tuhan-Nya. Dialah yang paling mengetahui orang yang . Bahkan." (HR Muslim).

Dalam Musnad Anas ibn Malik RA. pemelihara dam pendidik) yang membuat mereka kemudian tergelincir ke dalam kemusyrikan adalah dari sisi "Tauhid Uluuhiyyah" (Esa-nya Allah sebagai Dzat satu-satunya yang berhak disembah dalam ibadah secara integral).S. Nabi SAW bersabda. Daripada sibuk melihat aib orang. Dengan kata lain. Al Kahfi : 110. siapakah yang menciptakan langit dan bumi ?. "kufur" dalam berbagai bentuknya. tentu saja tidak sebatas menyekutukan Dzat Allah SWT semata. Az Zukhruf : 9). An Nisaa' : 48. lebih baik mengarahkan telunjuk kepada diri sendiri. 116) yang bersangkutan terancam abadi di Neraka Jahannam. men-"Tauhid" (Esa) kan Allah SWT dalam pengabdian merupakan ujian terberat dalam mempertahankan dan mengembangkan fitrah iman dan Islam . Firman Allah SWT : "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka. Az-Zumar : 53) di mana bila Dia berkenan mengampuni dosa seseorang. daripada mengarahkan telunjuk kepada orang. alangkah bijaknya kalau kita sibuk melihat aib sendiri. maka Allah SWT tidak akan pernah mengampuninya (Q.S. niscaya mereka menjawab : "Allah". sebab apalah artinya bila Allah SWT di-Esa-kan dalam Dzat-Nya. "Beruntunglah orang yang sibuk melihat aib dirinya sehingga tidak sibuk dengan aib orang lain. aturan dan hukum-hukum-Nya ? Umumnya orangorang musyrik sejak zaman Nabi Nuh As sampai saat ini meyakini Allah SWT dari sisi "Tauhid Rububiyyah" (Esa-nya Allah sebagai pencipta.S. semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui' (Q.bertakwa. sedetik pun tidak akan berjumpa dengan Allah SWT yang hanya berkenan menjumpai hamba-hambaNya yang ada si surga (Q. Az Zukhruf : 87). tapi tidak di-Esa-kan dalam sifat. maka dihapuslah seluruh dosa dari diri orang tersebut. 72) Yang dimaksud "syirik" di sini. niscaya mereka akan menjawab. di antaranya "syirik". Karena itu. Al Maa-idah. siapakah yang menciptakan mereka.S. yang apabila seseorang sampai wafatnya tidak bertaubat. Sehingga yang bersangkutan tak ubahnya orang yang tidak pernah berbuat dosa (Hadits). Prinsip ini berlaku bagi segala jenis dosa. maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah) ?" (Q." (QS Annajm [53]: 32). terkecuali.S." Waspada dengan Dosa yg tak terampuni Allah SWT tidak hanya Maha "Ghafuur" (pengampun) tapi juga Maha "Afuwwun" (penghapus) terhadap segala macam dosa (Q. "Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka.

"Fitrah" dalam pengertian "suci" dari kekufuran dan kemusyrikan. haji dan lain sebagainya. Termasuk syirik tentunya. . tapi mencakup segala keterikatan dan keterkaitan hubungan antara manusia sebagai makhluk dengan Allah SWT sebagai Al Khalik seperti rasa cinta. dan dari segala dosa. shalat. sujud. Jangankan telah mati. bersikap dan bertindak agar tidak terjerumus dalam kemusyrikan. misalnya. berqurban. nikah dan sebagainya (An Nisaa' : 61. berharap.(Q.S. waris. Ar Ruum : 30). Asy-Syuara : 21) Setiap mu'min harus ekstra hati-hati dalam berprinsip. berdoa. thawaf. qishash bagi pembunuh dan sebagainya. Ahmad) Memang benar. Menetapkan hukum yang nyata-nyata bertentangan dengan hukum pidana Islam seperti potong tangan bagi pencuri. "laa haula walaa quwwata illa billah". dera atau rajam bagi pezina. permohonan perlindungan. Jangankan manusia biasa.S. yang berkeyakinan bahwa ada selain Allah SWT yang memiliki hak menetapkan aturan dan hukum. ruku. berucap. bertawakkal. riba. takut. Ibadah yang dimaksud tentunya tidak sebatas ibadah “mahdhah” semata. membuka 'aurat. tapi kiranya masih ada orang yang mengaku mu'min mendatangi kuburan atau tempat-tempat yang dikeramatkan lalu mereka berdo'a dan meminta-minta berkah kepada arwaharwah yang tentu saja. ketika masih hidup sekalipun seseorang tidak bisa memberi manfaat atau mudharat kepada orang lain. Rasulullah Saw lebih jauh mengingatkan bahwa kemusyrikan tidak hanya hadir dalam bentuk yang eksplisit seperti dalam beberapa contoh tersebut di atas. Menghalalkan yang diharamkan Allah SWT dan atau sebaliknya menetapkan undang-undang dan hukum. shaum. Al A'raaf : 188). Seperti tidak sadarnya seseorang bila di hadapannya terdapat seekor semut hitam karena semut itu berada di atas batu hitam dalam ruangan yang gelap pada malam hari (HR. bahkan Rasulullah Saw sebagai hamba Allah yang paling dekat dengan Allah SWT diperintahkan untuk mengingatkan ummatnya bahwa dirinya tidak memiliki kekuasaan sedikit pun untuk memberi manfaat atau mudharat tanpa izin Allah SWT (Q. Al A'raaf : 172. Atau mengubah ketentuan-ketentuan syara' dalam masalah zakat. kecil kemungkinan ada seorang mu'min yang selain menyembah Allah SWT juga menyembah berhala dalam bentuk patung. menghalalkan zina. tapi juga dalam bentuk sesuatu yang saking samarnya membuat seseorang tidak menyadari bila dirinya telah musyrik.

S. dan ia meyakini kebenaran ramalan sang dukun.Kendati Allah SWT sudah dengan tegas sekali menyatakan. Kenyataan yang kita saksikan masih ada saja sementara orang yang mendatangi paranormal. terlebih lagi dengan dosa-dosa yang tidak terampuni. seperti gugurnya 80 ribu tahun keimanan Iblis hanya karena kufur terhadap satu perintah Allah SWT Ironis memang. jin maupun malaikat yang dapat memastikan apa yang akan terjadi (Q. dan kufur terhadap satu ayat Al Qur'an berakibat gugurnya keimanan secara keseluruhan. lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya. Celakanya. Luqman 34. sementara yang ditayangkan 180 derajat bertentangan dengan ajaran Islam dan nalar sehat. Ahmad dan Al hakim). “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau paranormal. ia telah mengkufuri Q. dukun atau apalah namanya. maka sungguh ia telah kufur dengan (ajaran Islam) yang diturunkan kepada Muhammad (HR. lalu ia meyakini betul akan kebenaran ramalannya. menggiring para pemirsa untuk tidak lagi menggunakan akal sehat di dalam menghadapi realitas hidup dan kehidupan.S. Tayangan-tayangan tersebut tidak hanya saja menyesatkan akidah. Semoga akhir hidup kita dapat terhindar dari dosa. nilai-nilai kemusyrikan itu kini bahkan telah lama masuk ke dalam rumah-rumah kita lewat berbagai tayangan di televisi. tapi juga membodoh-bodohi ummat. tidak ada satu "Nafs (jiwa) pun. Paling tidak. Luqman : 34). padahal Rasulullah Saw sudah mengingatkan. baik manusia. . tayangan-tayangan tersebut dikemas dengan memakai atribut-atribut Islam.

“Akan masuk surga suatu kaum. Lantas seperti apa hati burung? Hal ini dijelaskan oleh hadits dari sahabat Umar bin khotob radiyallahu’anhu. beliau bersabda. Muslim) maknanya adalah dalam merealisasikan tawakal. hati mereka seperti hati burung” (HR. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.9a815b94e7cfc9 Seperti hati Burung (Tawakal itu indah dan menentramkan hati) Bagikan Hari ini jam 15:27 Dari Abu Hurairoh radiyallahu’anhu. bahwasannya beliau mendengar Rosulullah Shallallahu .

Hilangnya berbagai kebaikan. Darinya timbul berbagai macam ibadah hati yang lainnya. Bahkan kegelisahan dan ketakutan yang menimpa sebagian kaum muslimin adalah dikarenakan belum hadirnya tawakal di dalam qalbunya. Bahkan hakikat agama adalah tawakal dan inabah (kembali kepada Allah). dia merupakan sumber kebaikan. dia adalah ibadah hati yang sangat agung. disertai percaya penuh kepada Allah Ta’ala dan . ‘hadits hasan sohih) Mengomentari hadits tersebut. “Andaikan kalian tawakal kepada Allah dengan sebenarnya. tapi pada manusia hal tersebut terjadi dan sering kita dengar di berita atau dia media massa. “Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan” (QS. harap dan takut – adalah karena masih jauhnya kita dari hakikat tawakal. buruknya ibadah kita – karena tidak hadirnya rasa cinta. “Hakekat tawakal adalah hati benar-benar bergantung kepada Allah dalam rangka memperoleh maslahat (hal-hal yang baik) dan menolak mudhorot (hal-hal yang buruk) dari urusan-urusan dunia dan akherat” Syekh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata. Amin Definisi Tawakal Imam Ibnu Rajab rahimahulloh berkata. “Tawakal adalah menyandarkan permasalahan kepada Allah dalam mengupayakan yang dicari dan menolak apaapa yang tidak disenangi. Berikut ini nukilan kami dari berbagai perkataan ulama tentang definisi dan hakikat tawakal.” Oleh karena itu. Al-Fatihah : 5) Tawakal adalah isti’anah (minta pertolongan) dan inabah adalah ibadah. kita tidak pernah mendengar seekor burung pada pagi hari terbentur dengan masalah rizki.bisa membantu kita merealisasikannya. beliau berkata. “Hadits ini adalah dasar atau asas di dalam bertawakal. Mudah-mudah yang sedikit ini–dengan taufik dari Allah. lalu dia benturkan kepalanya ke tiang listrik. luputnya kita dari amal yang besar. Di dalam realitanya. Ibnu Rajab rohimahullah berkata di dalam kitabnya Jami’ul ‘ulum wal Hikam. niscaya Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti memberi rizki kepada burung. Itu tidak terjadi pada burung. Mereka pergi pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore hari dengan perut kenyang” (shahih Tirmidzi. hal terebut juga merupakan diantara sebab yang paling besar dalam memperoleh rizki. merealisasikan hakikat tawakal di dalam hati kita bukan merupakan perkara yang mudah. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya).‘alaihi wa sallam bersabda.

serta tidak mampu mematikan dan menghidupkan serta membangkitkan dan mengumpulkan kembali”.mereka adalah orang-orang yang tidak minta ruqyah. Yunus : 84) Maka tawakal merupakan ibadah yang sangat agung. At-Tholaq : 3) Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.menempuh sebab (sebab adalah upaya dan aktifitas yang dilakukan untuk meraih tujuan) yang diizinkan syari’at. oleh karena itu mengesakan Allah Ta’ala dalam tawakal adalah merupakan kewajiban. Maka bertawakallah wahai hamba Allah kepada Dzat yang ditangan-Nya segala urusan dan yang memiliki segalanya. jika kamu benar-benar orang-orang beriman” (Al-Maidah :3) dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). ‘wahai kaumku ! apabila kamu beriman kepada Allah. “Akan masuk surga dari umatku tujuh puluh ribu orang tanpa hisab…. maka bertawakallah kalian kepada-Nya jika kamu benar-benar orang muslim (berserah diri)” (QS. Bertawakal Kepada Selain Allah Bertawakal kepada selain Allah ada tiga keadaan : . Allah Ta’ala berfirman (yang artinya). khilaf dan kesalahan. maka kita telah meyerahkan diri kita kepada kelemahan yang rendah dan serba kurang. tidak menyandarkan kesialan kepada burung dan sejenisnya. “Dan Musa berkata. Muslim) Tawakal kepada Allah adalah syarat sahnya keislaman dan keimanan seseorang. “Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah. Wal’iyadzubillah. Diantaranya ayat (yang artinya). Bertawakallah Hanya Kepada Allah Allah Ta’ala memerintahkan hamba-Nya agar bertawakal hanya kepada-Nya dalam banyak ayat. tidak berobat dengan besi panas dan mereka bertawakal kepada Rabb mereka” (HR. “Sungguh kita tidak bisa terlepas dari-Nya sekejap mata pun. Dan jika kita bersandar kepada orang lain maka kita telah mempercayakan diri kepada yang sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk mendatangkan bahaya dan manfaat. dan memalingkannya kepada selain Allah merupakan kesyirikan. wallahu ‘alam. tawakal adalah murni ibadah hati. jika kamu benar-benar orang yang beriman” (Al-Maidah : 23) “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS. “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal. Jika kita bersandar kepada diri sendiri. Itulah nukilan dari perkataan Ibnul Qayim rahimahullah didalam kitabnya alfawaid.

seperti Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewakilkan kepada Ali radiyallahu’anhu untuk menyembelih qurbannya dan mewakilkan kepada Abu Hurairoh radiyallahu’anhu dalam masalah sodaqoh.1) Syirik akbar (besar). Contoh : seorang istri bertawakal kepada suami dalam kebutuhan hariannya. (peringatan: syirik walaupun kecil. Yaitu seorang bertawakal kepada selain Allah Ta’ala dalam perkara yang hanya mampu dilakukan oleh Allah Ta’ala tidak selain-Nya. Semakin banyak seorang hamba . Contoh : seseorang bertawakal kepada makhluk /wali di dalam memperoleh kebaikan atau bertawakal kepada makhluk dengan hatinya Karena ingin mempunyai anak atau pekerjaan. Yaitu seseorang bertawakal kepada selain Allah dalam perkara dimana Allah Ta’ala memberikan kemampuan kepada makhluk tersebut untuk memenuhinya. sedang makhluk tersebut tidak mampu memenuhi keinginannya tersebut. Contoh : menyerahkan kendali perusahaan kepada seorang menejer. Maka untuk menghadirkan dan memunculkan tawakal di dalam hati kembali kepada perenungan terhadap atsar-atsar dari rububiyah Allah Ta’ala. Menghadirkan Tawakal “Tawakal kepada Allah Ta’ala merupakan ibadah yang dituntut dari seorang mu’min Kekuatan tawakal seseorang kepada Allah Ta’ala kembali kepada pemahamannya tentang rububiyah Allah Ta’ala dan keimanannya yang mendalam terhadap tauhid rububiyah. Yaitu seseorang bertawakal kepada selain Allah dalam arti mewakilkan urusannya kepada seseorang tanpa disertai penyandaran hati. pelakunya tetap diancam neraka hingga ia bertaubat) 3) Boleh. 2) Syirik kecil.

Ath-Tholaq : 3)” Itulah nukilan perkataan Syekh Sholih Alu Syaikh di dalam kitabnya at-tamhid syarah kitab tauhid. maka akan semakin besar pengagungannya kepada Allah. maka Allah akan mencukupinya” (QS. semakin kuat pula tawakalnya kepada Allah Ta’ala. dan mengagungkan larangan-Nya (dengan menjauhinya). pengetahuannya bahwa Allah adalah yang memiliki kerajaan langit dan bumi. dan ia pun meyakini tidak ada sesuatupun yang dapat melemahkan-Nya dan tidak ada yang sulit bagi-Nya. apabila seorang hamba . “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah. walahu’alam Penjelasannya.merenung dan memperhatikan kekuasaan dan kerajaan Allah di langit dan di bumi. bahwasannya hanya Dia yang mengatur dan menjalankannya dan pertolongan Allah kepada hamba-Nya merupakan sesuatu yang mudah dibandingkan dengan pengaturan alam semesta ini. ia pun mengagungkan perintah-Nya (dengan melaksanakannya).

tidak boleh bersandar kepada sebab yang dilakukannya. karena melakukan atau mengambil sebab merupakan kesempurnaa tawakal. sedangkan anggota badannya menjalani sebab. namun perlu diketahui bahwa tawakal bukan berarti meninggalkan usaha atau sebab. walaupun dia meyakini bahwa Allah Ta’ala satu-satunya yang menciptakan . sedangkan meninggalkan sebab merupakan celaan terhadap syari’at dan hikmah Allah” karena Allah telah menjadikan segala sesuatu ada sebab dan akibatnya. Maka kita katakan. “Mengandalkan sebab adalah celaan terhadap tawakal dan tauhid. Murid beliau Syamsudin Abu Abdillah rahimahullah berkata. Barang siapa yang memalingkannya kepada selain Allah maka dia telah berbuat syirik. Syekhul islam Abul Abbas rohimahullah berkata. dalam hal memberi dan menahan. Hati dan batinnya bersandar total kepada Allah Ta’ala. Tawakal Bukan Hanya Pasrah Kadang seseorang salah kaprah dalam memaknai tawakal. dalam hal menghidupakan dan mematikan (dan ini semua adalah rububiyah Allah).mengilmui tentang keesaan Allah dalam hal menolak bahaya dan mendatangkan manfaat. dan konsekwensi tawakal dan buahnya secara lahiriyah. “Di dalam bertawakal harus terpenuhi dua syarat : pertama. “Meninggalkan sebab adalah celaan terhadap syari’at dan bersandar kepada sebab adalah syirik”. Kedua. ia menganggap bahwa tawakal adalah legowo (menerima total) keadaan tanpa ada upaya perubahan. menyerahkan seluruh perkara kepada Allah Ta’ala yang di tangan-NYalah segala urusan. Akan tetapi tidak boleh bersandar kepada sebab tersebut. maka itu akan membuahkan ubudiyah tawakal kepada-Nya semata secara batin. Dengan itu diketahui bahwa tawakal adalah murni ibadah hati. “Pelanggaran terbesar terhadap syari’at adalah meninggalkan sebab karena menyangka bahwa mengambil sebab akan menafikan tawakal” yang lain berkata. dalam hal mencipatakan dan memberi rizki.

Barangsiapa yang membaca kisah-kisah para Nabi. Betapa indah dan agungnya Tawakal kepada Allah. terkhusus Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya akan melihat bahwasannya mereka adalah manusia yang paling bertawakal kepada Allah Ta’ala. Hadits berikut lebih memperjelas: Dari Umar bin Khotob radiyallahu’anhu. tapi hal tersebut tidak mengurangi tawakalnya kepada Allah Ta’ala. “Andaikan kalian tawakal kepada Allah dengan sebenarnya niscaya Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti memberi rizki kepada burung. ikhtiar yang telah disusun dengan rapi hancur seketika sehingga dapat mengakibatkan kekecewaan yang dalam. beliau juga berlindung dari panas dan dingin. ROsulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. tapi yang ada adalah kecemasan dan kegelisahan yang datang karena apa yang kita idam-idamkan tak kunjung datang. maka tanyalah pada hatimu. Jadi.id Ketika kita telah berikhtiar dengan keras.dan memberi rizki. 60b4944ffd4d945 . Ketika perang uhud beliau memakai dua baju besi dan ketika hijrah ke madinah beliau menyewa penunjuk jalan. Mereka pergi pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore hari dengan perut kenyang” (Shohih Tirmidzi) Tawakal burung adalah dengan pergi mencari makanan. banting tulang. Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling bertawakal kepada Allah. dan meninggalkan sebab menunjukan kebodohannya terhadap syari’at rabbnya. maka Allah jamin dengan memberikan makanan kepada mereka.muslim. Ketahuilah. mengambil sebab yang disyari’atkan menunjukan kesempurnaan tawakal dan kekuatannya. Penulis: Husni Ridho (Mahasiswa Ma’had Ali Al-Imam Asy-Syafii Jember) Artikel www. apakah kau telah sandarkan hatimu hanya pada Allah??? ataukah mengandalkan dan menyombongkan ilmu kita yang sangat tak seberapanya dibandingkan Allah Yang Maha Mengatur dan Maha Mengetahui segalanya??? Bisa jadi tanpa tawakal. Burung-burung itu tidak tidur saja di sarangnya sambil menunggu makanan datang. tetapi pergi jauh mencari makanan untuk dirinya dan anak-anaknya.or. namun belian melakukan usaha. bersamaan dengan itu mereka juga mengambil sebab dan meyakini bahwa hal tersebut merupakan kesempurnaan tawakal kepada Allah.

6. Maka sebaiknya kita sabar dan jernih bila menghadapi masalah. Begitulah bila kita cepat marah. Kemarahan dapat membuat seseorang kehilangan banyak hal.. 'Saya direktur utama perusahaan disini. Kesabaran menghadapi godaan hidup nikmat disebut. Sabar terhadap kemewahan disebut zuhud. maka nama sabar berbeda-beda tergantung obyeknya. Ketabahan menghadaapi musibah. loba (al hirsh). Sabar dalam menghadapi bencana yang mencekam disebut lapang dada.. rakus (syarahun). kebalikannya disebut tamak. Tono bermaksud menelpon ke bagian dapur sambil berteriak. 'Ambilkan gue kopi. 'Syukurlah kalo gitu' sahut Tono cuek sambil menutup telpon. kebalikannya disebut pemarah (tazammur) 4. kebalikannya adalah tidak tahanan (bathar) 3. disebut sabar. Sabar dalam menerima yang sedikit disebut kaya hati (qana`ah). kebalikannya adalah gelisah (jaza`) dan keluh kesah (hala`) 2. kebalikannya disebut sempit dadanya. 'dan Bapak tahu siapa saya?' 'Tidak. cepaaaaat!' Ternyata jawaban dari balik telepon tidak kalah keras dan marahnya. Sabar dalam mendengar gossip disebut mampu menyembunyikan rahasia (katum). Karena sabar bermakna kemampuan mengendalikan emosi.Makna Sabar By: agussyafii Tono baru dua hari kerja di sebuah perusahaan asing. ' sahut Tono. 1. sabar adalah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi godaan dan rintangan dalam jangka waktu tertentu dalam rangka mencapai tujuan. Kesabaran dalam menahan marah disebut santun (hilm). Saya pecat kamu nanti!' teriak Sang Dirut dan tak mau kalah teriak si Tono bales nyahut. Dalam agama. sabar merupakan satu diantara tangga dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.' jawab Boss. 'Hei siapa ini. Kemarahan juga dapat membuat kita salah langkah.. . 7. mampu menahan diri (dlobth an Nafs). kamu salah pencet extention? Kamu tahu dengan siapa kamu bicara?' 'Tidak. kebalikannya disebut serakah.. 5..

Pemiliknya.60b4944ffd4d945 Rumah Yang Diintai Bagikan Jika ada seorang pencuri hendak beroperasi. Tipe rumah ketiga dengan penjagaan yang ketat tidaklah mustahil untuk dibobol. kosong tanpa iman dan amalnya sia-sia. Kelengahan yang dilakukan oleh pemilik hati adalah dengan kemaksiatan. tentunya isi dan perabot rumahnya biasa-biasa saja. Kemaksiatan yang . Kedua: rumah orang biasa yang berpenghasilan pas-pasan. Jika yang menjadi sasaran adalah rumah. Isinya sederhana. Ketiga: rumah megah milik orang kaya yang dipenuhi perabotan mahal dan perhiasan yang berharga. ia akan mempelajari terlebih dahulu. Angker dan kurang menarik. Isinya sederhana. Isinya. pencuri adalah syeitan dan iblis. benda-benda mewah dan berharga. Tipe kedua adalah hati orang awam. Kalaupun dijadikan sasaran. ia tak akan perlu tenaga dan pikiran yang besar untuk mendapatkannya. orang terpandang dan bijaksana serta teguh. Berbeda halnya dengan rumah ketiga. Tanpa berpikir panjang. Ada tiga rumah. Rumah-rumah tersebut adalah hati setiap manusia. Semakin tinggi kedudukannya maka semakin banyak dan semakin hebat para pengintai yang mengancamnya. apa yang bisa dipilih dari rumah kosong tak berpenghuni dan tak ada isinya. Disamping itu bisa dengan konspirasi dan pengkhianatan orang dalam. Perumpamaan di atas. barang yang bisa diambil pun tak banyak. sasaran manakah yang lebih diprioritaskan. Tentu dengan memanfaatkan kelalaian dan kelengahan pemiliknya serta penjaganya. Meski. pencuri akan menentukan targetnya pada pilihan ketiga. Tipe pertama adalah hati milik orang-orang kafir dan munafik. Sedang tipe ketiga adalah hati orang mukmin yang bersungguh-sungguh. Untuk sasaran pertama. Yang kedua. pertama: rumah kosong tak berpenghuni dan tak ada perabotnya. tentunya ia akan berpikir bagaimana mengelabuhi penjaga dan menunggu kelalaian pemilik rumah megah tersebut.

dilakukan oleh orang terpandang dan berilmu akan bernilai lain di sisi Allah dengan kesalahan yang dilakukan oleh orang awam. Tapi kita perlu tahu. pengertian. maka ia bagaikan kendaraan tanpa bahan bakar. Keikhlasan. Kita kecolongan. Allah menyediakan segala fasilitas pembekalan dan subsidi ‘bahan bakar’ tersebut. Musuh dan pencuri bisa segera kita usir dan menjauh dari rumah kita. solidaritas. Pada saat itu pencuri tersebut telah benar-benar KO. ia tak segera pulang dan pergi meninggalkan rumah tersebut. berbaik sangka. mampukah ia menempuh perjalanan hidup yang panjang dan penuh misteri? Dibulan Ramadhan. mau ataukah tidak ia memanfaatkannya. pemaaf akan menjadi pasukan rahasia yang sangat kuat yang tak bisa ditebak oleh para pencuri. kita akan menuruti semua keinginan para pencuri yang berada dalam rumah kita. shalat . iblis. Demikian juga kita dibulan rhamdhan. Kemudian kesiapan tangki ‘hati’ menampungnya. Menambah dengan menurunkan rahmat dan maghfirah-Nya. Jika demikian. Ia menjadi bangkai dan mati dengan kesempurnaan fisik yang terlihat. Mobil tersebut tetap ada wujudnya. Mari kita bayangkan keadaan sebuah kendaraan yang kehabisan bahan bakar. Kaki-kaki kotor pencuri itu menodai ubin-ubin bening rumah kita. Namun tak mampu menjalankan fungsinya. Hanya berpaling saja. Pada bulan Rhamadhan Allah Swt. jendela rumah kita sudah dibobolnya. Bisakah mobilnya berjalan? Sedang tangki bensinnya masih kosong. Bahkan pada taraf teror yang paling parah. Setiap hari kita berpacu membaca Al Qur’an. Beristighfar karena istighfar kita sangat kurang dan terbatas serta kurang dijiwai. Bisa kita bayangkan berikutnya. Atau ada bahan bakarnya (bensin). istighfar. Hanya menjadi penghias bibir yang tak diikuti kepahaman hati akan maknanya. sedang diri kita benarbenar tak berdaya. ia ambil botol-botol besar untuk diisi bensin kemudian ia masukkan ke dalam mobil. Adapun konspirasi dari dalam adalah bisikan hawa nafsu yang kuat yang memperturutkan keinginan “pencuri” hati. isi dan perabot rumah kita sudah dijarahnya. Bahkan beristighfar dari istighfar itu sendiri. Semua tergantung pribadi masing-masing. Pada saat kita lengah. Saat itu mereka menjadi para perampok. tapi diletakkan tidak di dalam tangkinya. ibadah-ibadah wajib menjadi lapis kuat kedua. Demikian juga manusia jika ia mementingkan penampilan fisiknya sementara tangki hatinya tak pernah diisi. Seorang bodoh yang dengan serakah mengambil bensin sebanyak-banyaknya kemudian ia siramkan ke mobilnya. Ibadah-ibadah sunnah bisa menjadi pembenteng pertama. kedermawanan. Karena kemegahan dan ketinggian nilainya. pada saat hati ini perpaling kepada kemaksiatan. menambah para penjaga ‘rumah’ kita. Ia berfungsi vital sebagai penampung bahan bakar. Hati ibarat tangki bensin dalam sebuah kendaraan. Barang siapa ingin menjaga hatinya hendaknya ia selalu menjaga kebeningannya dengan senantiasa beristighfar kepada-Nya. Ia akan terus mengintai dan mengincar rumah mewah itu. Apalagi sampai kita terperosok di dalamnya. kita memiliki senjata ampuh untuk kembali teguh.

Tak pernah sedikit pun keluar cacian dan hinaan mengungkit pemberiannya. Tapi kita tetap merawatnya dari dalam dengan perawatan yang tak diketahui oleh mereka yang melihatnya dari luar. Agar cinta-Nya hilang dari rumah kita dan berganti kebencian dan kemurkaan yang maha dahsyat dari Dzat yang murka-Nya tak terbendung oleh apa dan siapa pun. Untuk membersihkannya pun diperlukan kelembutan hati. ketakwaan itu tempat bersemayamnya di hati.sebanyak-banyaknya. Bila hati ini telah terisi penuh oleh takwa maka semuanya menjadi indah. Ya. Sebagai contoh. Karena kita tidak tahu dimana meletakkan bahan bakar. itulah kualitas isi hati setiap kita. Jangan beri kesempatan pencuri-pencuri itu mendekat ke sekeliling rumah kita. Mereka hendak merampas cinta-Nya agar kita menjadi orang-orang yang dimurkai-Nya. bersedekah. Berteman orang-orang shalih dan senantiasa berzikir. Silakan sebanyak-banyaknya mengisi. Yang menjadi aib adalah membiarkannya kotor. Shalatnya adalah pencegah dari perbuatan mungkar dan kebatilan. bukan menjadi aib bila hati kita terkotori. Dengan istighfar dan bacaan Al Qur’an. Membaca Al Qur’an namun masih diselingi pergunjingan Shalat yang banyak namun masih disertai keengganan menyantuni fakir miskin Bersedekah namun dibarengi menyakiti hati orang lain Berbuat kebaikan namun disertai pamrih dunia. Cinta dan ridha manusia. Ketenaran. Menasehati orang di depan umum. Hanya hati yang beninglah yang mampu merasakan noda halus ini. bila kita kecurian namun kita tak merasa kehilangan sedikit pun. Namun semuanya ditentukan dengan kebaikan hati. Semuanya disebabkan kebodohan kita. Semua itu takkan ada gunanya bila tanpa disertai keikhlasan dan penghayatan. Ya. Bacaan Al Qur’annya diterjemahkan dengan kesantunan perilaku hariannya. biarkan tetap bening. Parahnya. Kedermawanannya disertai tawadhu dan rendah hati. Kita selalu waspada karena kita selalu terjaga dan menjaga rumah kita. Tapi tempatnya dalam hati. mengobral pencuci hati-hati kita yang keruh. Barangkali isi rumah kita akan terlihat dari luar dengan bagus. mengisyaratkan ke dada beliau sebanyak tiga kali. Di bulan Rhamadhan Allah Swt. . berbuat banyak untuk orang lain. Kredit poin jabatan. Satu hal yang perlu kita catat. Jangan takut akan intaian dan incaran para puncuri. Jawabnya hanya satu “Taqwa itu di sini” demikian Rasulullah Saw. Segera usap dan hapuslah kotoran yang melekat itu. kita sering merasa telah berbuat baik namun pada hakikatnya kita melakukan sebaliknya. Ketakwaan tidak– hanya–dilihat dari banyaknya shalat dan bacaan al Qur’an atau kedermawanan seseorang. sebelum noda itu kian melekat dan sulit untuk dihilangkan. Popularitas. Kaca jendela rumah kita. Menuntut ilmu supaya dikira pandai. Berjihad agar dianggap pemberani. Itulah rumah kita yang selalu diincar dan diintai oleh para pencuri cinta-Nya. Bila rumah kita berdebu dan kotor. Bersedekah karena riya. Jangan sekali-kali kita lengah.

Jika ia baik maka seluruhnya akan baik. diriwayatkan sahabat Nu’man bin Basyir ra. 5da1eda01e6e0c PERTANYAAN GADIS KECIL KEPADA SANG AYAH . (HR Bukhari Muslim. “Wahai pembalik hati.Itulah rahasia Allah yang bernama hati. Sabda Rasulullah Saw. Ketahuilah itu adalah HATI (qalb)”.).. bila ia buruk maka seluruhnya akan buruk. tetapkan hati kami atas dien-Mu. palingkan hati kami pada ketaatan-Mu”.” . sesungguhnya dalam jasad ini ada segumpal daging (mudhghah). Wahai pemaling hati.

.... MELAINKAN sejauh mana ia berani MEMPERTAHANKAN KEHORMATANNYA..... Sang ayah pun menoleh kemudian tersenyum. MELAINKAN dari KEIKHLASANNYA memberikan kebaikan itu... "Lantas apa lagi Abi?" sahut putrinya.... MELAINKAN KEKHAWATIRAN DIRINYAlah yang MENGUNDANG ORANG JADI TERGODA.... dan ingatlah.. ceritakan padaku tentang wanita sejati"... MELAINKAN dari apa yang SERING MULUTNYA BICARAKAN...Bagikan 17 Maret 2010 jam 7:34 Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya.... Wanita sejati BUKAN dilihat dari BENTUK TUBUHNYA yang mempesona. Wanita sejati BUKAN dilihat dari KEKHAWATIRANNYA DIGODA orang di jalan.... MELAINKAN dari kecantikan HATI yang ada di baliknya. Wanita sejati BUKAN dilihat dari keahliannya BERBAHASA. Anakku.. Wanita sejati BUKAN dilihat dari seberapa INDAH LANTUNAN SUARANYA.. Seorang wanita sejati BUKANlah dilihat dari kecantikan PARAS wajahnya....... MELAINKAN sejauh mana ia MENGHADAPI UJIAN itu dengan penuh rasa SYUKUR. Wanita sejati BUKAN dilihat dari begitu BANYAKNYA kebaikan yang ia berikan.... Wanita sejati BUKAN dilihat dari KEBERANIANNYA dalam BERPAKAIAN... Wanita sejati BUKANlah dilihat dari seberapa BANYAK dan BESARNYA UJIAN yang ia jalani. Ketahuilah putriku.. MELAINKAN dilihat dari sejauh mana ia MENUTUPI BENTUK TUBUHNYA.. MELAINKAN dari bagaimana CARA ia BERBICARA. Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.. "Abi........

.. Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata.... sebaik2 teladan bagi para muslimah adalah istri2 Rosululloh.. Smg qt termasuk orang2 yg mau & mampu meneladani mereka.Wanita sejati BUKAN dilihat dari SIFAT SUPELNYA DALAM BERGAUL. "TELADANILAH MEREKA!" Sang anak pun mengambil buku itu dan melihat sebuah tulisan "ISTERI-ISTERI RASULULLAH" ---Sungguh. MELAINKAN sejauh mana ia bisa MENJAGA KEHORMATANNYA DALAM BERGAUL... "Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi?"... Setelah itu sang anak kembali bertanya... ..... AAMIIN..

Upaya Hukum Anak Luar Kawin Dalam Hal Penetapan Wali Nikah Berdasarkan UU No. Anakluar kawin adalah anak yang dilahirkan di luar perkawinan yang sahmenurut hukum agamanya. atau adlal (enggan). serta tanggung jawab nafkah dinisbahkan kepada ayah biologisnya. C. Hal tersebut tentunya menimbulkan ketidakpastianhukum dan ketidakadilan. sedangkan kedudukananak luar kawin tersebut akan diatur dalam suatu Peraturan Pemerintah. 1 Tahun 1974 Pasal 43 ayat (1) dan (2).bahwa anak yang lahir diluar perkawinan hanya mempunyai hubunganperdata dengan ibunya dan keluarga ibunya. . sementara laki-laki yang menghamili terkesan kurangmendapat akibat dan tanggung jawab atas perbuatannya yang telahmengakibatkan kelahiran seorang anak yang kemudian disebut anakluar kawin. Padahal hal itu merupakanamanat Undang-Undang No. Putusnya nasab anak luar kawin kepadaayah biologisnya.Yang menyatakan bahwa wali hakim baru dapat bertindak sebagai walinikah jika wali nasab tidak ada. Namun hingga saat ini Peraturan Pemerintah tersebutmasih belum keluar. atautidak diketahui keberadaannya atau ghaib. karena nasabnya terputus kepadaayah biologisnya tersebut. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. No. Tahun 1974. Persoalan mengenai anak luar nikah sampai saat ini belumdiatur oleh Peraturan Pemerintah tersendiri. terutama dirasakan oleh pihak anak dan ibuyang melahirkan. Perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilaksanakanberdasarkan hukum agama dan kepercayaannya masing-masing.perwalian. mengakibatkan anak luar kawin tidk memiliki walinikah maka berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1974 wali nikahnyaadalah wali hakim sesuai ketentuan Pasal 23 UU. atau tidak mungkin menghadirkan. Anak luar kawin dianggap sebagai anakyang tidak mempunyai ayah/bapak.

sedangkan anak luar kawin sendiri tidak memiliki hak untuk melakukanupaya hukum. UU No. dilakukan secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahuioleh . Undang-undang juga nampak menutup ruang bagianak luar kawin untuk menelusuri siapa ayah biologisnya. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam tidakmemberikan ruang bagi anak luar kawin untuk melakukan upaya hukumberkaitan dengan penetapan wali nikah.Sebagaimana telah disebut di atas bahwa. Sehingga seringkaliperkawinan masyarakat. anggapanmasyarakat bahwa jika menikah dengan menghadirkan wali hakimsebagai wali nikah merupakan sebuah aib. kecuali apa yang telahditetapkan oleh Undang-undang yaitu bahwa wali nikahnya adalah walihakim karena dianggap tidak mempunyai wali nikah berdasarkanhubungan nasab. Berdasarkan ketentuan Undang-undang hingga saat ini upayahukum hanya diberikan kepada ayah biologis anak luar kawin untukmelakukan pengakuan dan pengesahan terhadap anak luar kawinnya sehingga anak tersebut dapat dinasabkan kepada ayah biologisnya.

yang mengatur hak-hak yang diperoleh anak luar kawin. Dalam hal ini pemerintah perlu membuat suatu aturanmengenai status dan kedudukan anak luar kawin. Seharusnya undang-undang memberikan jalan bagi anak luar kawin untuk melakukan upayahukum. dengan memaksakan nasab anak tersebuthanya kepada ibunya dan keluarga ibunya saja. Seorang anak lahir dalam keadaan suci. termasuk juga kewajiban keduaorang tua.Hal ini tentu saja dirasakan ada ketidakadilan perlakuan hukumkepada anak luar kawin. Sedangkan mengenai penetapan wali nikah diperlukan . padahal Hukum Islam mengajarkan anak tidak mewarisi dosakedua orang tuanya.

termasuk juga dalam penetapan wali nikah.suatupenelusuran lebih lanjut berdasarkan hukum Islam karena berkaitandengan hal tersebut ternyata masih terdapat perselisihan pendapatdiantara para ulama fiqh. jangansampai seorang anak luar kawin karena perbuatan zina merasa jadikorban dari perbuatan kedua orang tuanya dan tidak dapat melakukanupaya hukum apapun berkaitan dengan status dan kedudukannya. Tujuannya tentu saja untuk demi kemaslahatan umat. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful