LAPORAN TUGAS PRARANCANGAN PABRIK

PRARANCANGAN PABRIK
BIODIESEL DARI CPO ( Crude Palm Oil )DAN METANOL

KAPASITAS 500.000 TON/TAHUN

Oleh : Agung Adi Susilo D 500 050 015

Dosen Pembimbing : Agung Sugiharto, S.T., M.Eng. Hamid Abdillah, S.T.

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SURAKARTA 2010

biodiesel juga bersifat dapat diperbaharui (renewable). Kenaikan harga BBM secara langsung berakibat pada naiknya biaya transportasi. Hal ini tentu saja menyebabkan kebutuhan akan bahan bakar cair juga akan semakin meningkat. Artinya perlu ada sumber energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar tersebut atau paling tidak mengantisipasi masa kehabisannya. biaya produksi industri dan pembangkitan tenaga listrik. Pertambahan jumlah penduduk yang disertai dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat berdampak pada makin meningkatnya kebutuhan akan sarana transportasi dan aktivitas industri.1 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500. selain merupakan solusi menghadapi kelangkaan energi fosil pada masa mendatang. menteri Energi Pada tahun 2007. yaitu bebas sulfur. .1. Latar balakang Menipisnya cadangan minyak bumi serta pencemaran lingkungan merupakan isu global yang meresahkan manusia dalam kurun waktu beberapa dekade terakhir. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan persediaan minyak bumi Indonesia bisa bertahan 11 tahun. Biodiesel atau methyl ester merupakan bahan bakar dari minyak nabati yang memiliki sifat menyerupai minyak diesel/solar. Pada tahun 2007. dan batu bara 50 tahun lagi. dapat terurai (biodegradable). memiliki sifat pelumasan terhadap piston mesin karena termasuk kelompok minyak tidak mengering (non-drying oil). Biodiesel dapat digunakan baik secara murni maupun dicampur dengan petrodiesel tanpa terjadi perubahan pada mesin lain yang menggunakannya. Sebab. Penggunaan biodiesel sebagai sumber energi semakin menuntut untuk direalisasikan. hal ini berakibat naiknya harga minyak dunia yang memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian dunia saat ini tak terkecuali negara berkembang seperti Indonesia.000 Ton/Tahun BAB I PENDAHULUAN 1. mampu mengurangi emisi karbon dioksida dan efek rumah kaca. gas bumi 30 tahun. Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta 1 . Biodiesel juga bersifat ramah lingkungan karena menghasilkan emisi gas buang yang jauh lebih baik dibandingkan diesel/solar.

1. Untuk melakukan substitusi 5% saja. terbakar sempurna (clean burning). tebu. dan tidak menghasilkan racun (non toxic). tetapi prospek kelapa sawit lebih besar untuk pengolahan secara besar-besaran . Indonesia telah mampu memproduksi CPO sebesar 16 juta ton. Beberapa bahan baku untuk pembuatan biodisel antara lain kelapa sawit. Sebagai tanaman industri kelapa sawit telah tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. bunga matahari. tebu dan beberapa jenis tumbuhan lainnya. Proyeksi kebutuhan biodisel Tingkat konsumsi solar di Indonesia rata-rata mencapai 14 juta kiloliter setiap tahunnya. 1.000 Ton/Tahun bilangan asap (smoke number) rendah. teknologi pengolahannya sudah mapan. Sumber utama biodisel yang paling mudah adalah CPO (Crude Palm Oil) atau minyak kelapa sawit karena produksi CPO di Indonesia yang cukup besar. Dibandingkan dengan tanaman yang lain seperti kedelai. Keperluan biodisel tersebut sebenarnya bisa diperoleh dengan mudah di Indonesia mengingat Indonesia cukup kaya dengan berbagai tanaman yang dapat menghasilkan campuran biodisel.2. bunga matahari. tebu masih minim untuk bahan baku gula (kekurangan gula nasional masih diimpor dan hanya dapat dipakai tetesnya sebagai bahan alkohol). jarak pagar. jarak pagar masih dalam taraf penelitian skala laboratorium untuk budidaya dan pengolahannya. sehingga dapat dikatakan bahwa kelapa sawit merupakan bahan baku untuk biodisel yang paling siap. maka diperlukan sekitar 700 ribu kiloliter biodisel pertahun. Penentuan Kapasitas Pabrik Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan kapasitas pabrik biodisel pada tugas prarancangan pabrik ini adalah kebutuhan biodisel dan ketersediaan bahan baku. Pada tahun 2006.2 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500. Untuk membuat 700 ribu kiloliter biodisel hanya diperlukan sekitar 616 ribu ton CPO Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta . jarak pagar dan lain lain yang masih mempunyai kelemahan antara lain sumbernya sangat terbatas dan masih diimpor (kedelai & bunga matahari). kedelai. Dari beberapa bahan baku tersebut di Indonesia yang punya prospek untuk diolah menjadi biodisel adalah kelapa sawit dan jarak pagar.

Seharusnya pemerintah bisa melakukan langkah-langkah yang lebih baik untuk mendorong agar pengusaha kepala sawit dapat mengembangkan hasilnya menjadi bahan baker biodisel seperti membantu mengatasi penyediaan teknologi. Tabel 1.65 4.3 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500. Jelas jauh lebih mudah daripada harus mengkonversi menjadi biodisel. Data tentang produksi CPO ( minyak sawit) yang diperoleh dari BPS dapat dilihat pada tabel 2 berikut.7 0 0. Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta . Tabel Kebutuhan Biodisel dari Produksi CPO Kebutuhan No Tahun Solar (Juta Kiloliter) Kebutuhan Substitusi solar* Biodisel (Juta Kiloliter) Jumlah CPO yang diperlukan (Juta Ton)*** Produksi CPO (Juta Ton)** 1 2 3 2006 2010 2025 14 36 94 0 2% 5% 0 0.23 16 24. investasi peralatannya.72 4. serta menyiapkan regulasi pasar biodisel yang dihasilkannya. Ketersediaan bahan baku Ketersediaan bahan baku merupakan faktor utama dalam menentukan kelangsungan pabrik.000 Ton/Tahun Mengkonversi CPO menjadi biodisel memang memerlukan investasi yang tidak sedikit dan memerlukan effort yang lebih banyak. sehingga mengekspor CPO mentah tentu lebih mudah dan cepat mendatangkan uang.8 36. insentif pajak.88 ton 2.29 * Rencana pengembangan pemerintah ** perhitungan kasar dengan asumsi pertumbuhan CPO sekitar 15% sampai 2010 dan 5% setelah 2010 *** 1 kiloliter Biodisel sama dengan 0.

085 4.000 8. diolah Tabel 3.000 – 40.449 4.008.266.900.681 16.746.350.000 57.568 14.000 13.000 70.000 15.000 320.000 – 2.000 70.000 70.000 500.572 350.000 – 120.163 76.959 690.000 30.000 1.4 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500.677.000 Ton/Tahun Tabel 2.620.000 – 70.530.000 – 10.100.823 Ekspor (CPO) (Ton) 106.000 – 80.000 – 800.070 18.600 3.435.000 348. Perkembangan Sawit Indonesia No Tahun 1 2 3 4 5 6 1991 1992 1993 1994 1995 1996 TBS (Ton) 12.000 Perkiraan Produksi Biodiesel Sampai Tahun 2006 (Ton) 1.421.959.000 5.000 150.648.787 281.260 Sumber : DitJen Perkebunan RI.000 100.870 20.250 3. Negara-negara Eropa yang telah memproduksi Biodiesel Produksi Negara Biodiesel Tahun 2004 (Ton) Jerman Perancis Italia Inggris Austria Polandia Spanyol Slovakia Republik Ceko Denmark Swedia Irlandia 1.000 600.000 60. Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta .000 250.035.062 4.000 – 550.000 60.922.003 165.977 17.000 Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa bahan baku CPO atau minyak sawit yang akan digunakan dalam pembuatan biodisel mudah diperoleh di dalam negeri.000 – 80.680 Minyak Sawit (CPO) (Ton) 2.

Pertimbangan-pertimbangan tersebut meliputi dua faktor yaitu. Tenaga kerja Kabupaten Sanggau merupakan salah satu daerah pusat perekonomian di Kalimantan . bahan bakar. sehingga penyediaan tenaga kerja dapat diperoleh dari daerah di sekitarnya. 2. Pemilihan Lokasi Pabrik Pemilihan lokasi adalah hal yang sangat penting dalam perancangan pabrik. Faktor utama Faktor utama dalam pemilihan lokasi pabrik adalah sebagai berikut : a. faktor utama dan faktor pendukung.3. Sumber bahan baku Bahan baku pembuatan Biodisel adalah CPO (minyak sawit). Berdasarkan beberapa pertimbangan maka pabrik biodisel ini didirikan di Sanggau.000 Ton/Tahun 1. c. 1. dan listrik. baik tenaga kasar maupun tenaga terdidik. Kalimantan Barat. Faktor pendukung ini meliputi: a. Faktor pendukung Faktor pendukung juga perlu mendapatkan perhatian di dalam pemilihan lokasi pebrik karena faktor-faktor yang ada di dalamnya selalu menjadi pertimbangan agar pemilihan pabrik dan proses produksi dapat berjalan lancar. Tersedianya fasilitas servis. Utilitas Fasilitas utilitas yang meliputi penyediaan air. Harga tanah dan gedung dikaitkan dengan rencana di masa yang akan datang b.5 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500. Kemungkinan perluasan pabrik c. Daerah Kalimantan merupakan penghasil minyak sawit yang besar sehingga kebutuhan akan pasokan bahan baku tidak menjadi masalah b. Kebutuhan listrik dapat memanfaatkan listrik PLN maupun swasta yang sudah masuk ke wilayah ini. karena hal ini berhubungan langsung dengan nilai ekonomis pabrik yang akan didirikan. misalnya di sekitar lokasi pabrik tersebut atau jarak yang relatif dekat dari bengkel besar dan semacamnya Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta . Sedangkan untuk penyediaan air diambil dari Sungai Kapuas.

Iklim h. Sifat minyak nabati itu dapat diubah menggunakan beberapa cara di antaranya: 1. Keadaan tanah untuk rencana pembangunan dan pondasi i. demikian juga dengan korosi tembaganya. alkena. Tinjauan Pustaka 1. perlengkapan cincin.4. namun terdapat juga abu dan residu karbon dalam jumlah yang tidak diterima. Perumahan penduduk atau bangunan lain. dan kontaminasi minyak pelumas. Fraksi-fraksi cair dari minyak nabati yang terdekomposisi termal cukup mendekati karakter minyak diesel. Keadaan masyarakat daerah sekitar (sikap keamanan dan sebagainya) g. Tersedianya air yang cukup e. Peraturan pemerintah daerah setempat f. terutama untuk menurunkan viskositasnya. Karena itu digunakan beberapa modifikasi untuk mengubah sifat dari minyak nabati tersebut.4. aromatil. dan asam karboksilat. Macam-macam proses Beberapa proses pembuatan biodisel yang telah dikembangkan adalah sebagai berikut: Pengggunaan minyak nabati secara langsung sebagai bahan bakar diesel menimbulkan berbagai masalah seperti penyumbatan penyaring bahan bakar. Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta . pembentukan endapan karbon di ruang pembakaran. Pirolisis Pada proses pirolisis minyak nabati mengalami dekomposisi termal dengan kehadiran udara/nitrogen (jika tidak diinginkan kehadiran oksigen). air dan endapan dalam jumlah yang dapat diterima.1. alkadiena. Penggunaan minyak nabati terpirolisis pada mesin dibatasi untuk pemakaian jangka pendek.6 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500. penyumbatan injektor. Dekomposisi termal minyak nabati ini menghasilkan berbagai jenis senyawa termasuk alkana.000 Ton/Tahun d. Minyak nabati terpirolisis mengandung jumlah sulfur. 1. Komposisi hasil dekomposisi sangat bervariasi tergantung dari minyak nabati yang digunakan.

seperti minyak diesel. Sifat biodiesel ini sangat mendekati minyak diesel dan tidak menimbulkan dampak yang buruk pada pemakaian jangka panjang sehingga sangat menjanjikan untuk digunakan sebagai pengganti atau pencampur minyak diesel. dengan atau tanpa minyak diesel. Metil ester dibuat dari minyak atau lemak yang merupakan alternatif pengganti asam lemak pilihan untuk memproduksi sejumlah oleokimia turunan lemak seperti alkohol-asam lemak. Suatu mikroemulsi dapat dibuat dari minyak nabati dengan ester dan dispersan (kosolven). Methyl ester dari minyak Sawit (CPO) dapat dihasilkan melalui proses transesterifikasi trigliserida dari CPO (minyak Sawit) Transesterifikasi Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta . Mikroemulsifikasi Adalah disperse dari minyak. polyester sukrosa dan lain-lain. jernih dan stabil secara termodinamika.000 Ton/Tahun 2. Penelitian yang telah memperlihatkan adanya efek yang tidak diinginkan pada pemakaian jangka panjang seperti penyumbatan injector.7 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500. sulfaction dan terkandung suatu molekul ampilik yang digunakan konsurfaction. suatu alkohol dan suatu sulfaction. 4. 3. Suatu mikroemulsi dan metanol dengan minyak nabati memiliki kelakuan yang mirip dengan minyak diesel. Hasil disperse ini adalah suatu tetesan (droplet) yang isotropic. isopropyl ester. Namun alkohol memiliki kalor penguapan yang tinggi dan karenanya dapat menurunkan suatu ruang pembakaran dan memudahkan terjadinya penyumbatan. Methyl ester (biodiesel) merupakan salah satu bahan oleokimia dasar yaitu turunan dari minyak dan lemak selain asam lemak. dan gliserol. air. atau dari suatu minyak nabati. methyl ester asam lemak .Transesterifikasi Pada transesterifikasi minyak nabati direaksikan dengan suatu alkohol sehingga terbentuk 3 molekul. Methyl ester asam lemak ini selanjutnya disebut biodiesel. suatu pelarut atau etanol. pengentalan pelumas dan penumpukan karbon pada katup pemanas. Pengenceran Minyak nabati diencerkan dengan bahan tertentu.

atau enzim. etanol. Umumnya. Metanol lebih umum digunakan untuk proses transesterifikasi karena harganya murah dan lebih mudah untuk direcovery. butanol. dan amyl alkohol. namun untuk mendorong reaksi agar bergerak ke kanan (untuk memperoleh konversi metil ester yang maksimum) maka rasio yang dibutuhkan lebih dari itu yaitu dengan cara menggunakan alkohol dalam jumlah yang berlebih atau salah satu produk yang dihasilkan harus dipisahkan. pada proses transesterifikasi bahan yang digunakan bukan air melainkan alkohol. Reaksi ini dapat dikatalisis oleh asam.000 Ton/Tahun adalah penggantian gugus alkohol dari ester dengan alkohol lain dalam suatu proses yang menyerupai hidrolisis. basa. Berikut disajikan reaksi transesterifikasi trigliserida dengan metanol untuk menghasilkan methyl ester (biodiesel). walaupun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan jenis alkohol lainnya. Beberapa jenis alkohol yang digunakan dalam proses transesterifikasi adalah methanol. katalis yang digunakan adalah NaOH atau KOH. Namun berbeda dengan hidrolisis. propanol. Secara umum reaksi transesterifikasi dapat digambarkan sebagai berikut : RCOORl + RIIOH Fatty acid Alkohol RCOORl + RlOH Ester Gliserol Transesterifikasi merupakan suatu reaksi kesetimbangan.8 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500. Transesterifikasi yang dikatalisis basa jauh lebih cepat daripada yang dikatalisis oleh asam sehingga jauh lebih banyak digunakan dalam penggunaan komersil. Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta . Perbandingan molar alkohol dengan trigliserida adalah 3 : 1. Secara stoikiometris dibutuhkan 3 molekul alkohol untuk setiap molekul trigliserida yang direaksikan.

tetapi menyulitkan pemisahan gliserol. 2. Sabun yang terbentuk dapat menurunkan perolehan ester dan menyulitkan pemisahan ester dan gliserol. Peningkatan alkohol terhadap trigliserida akan meningkatkan konversi. Dalam industri biasanya digunakan perbandingan 6 : 1 dan diperoleh konversi lebih besar dari 98%. perbandingan yang digunakan adalah antara 3. trigliserida dan metanol yang digunakan sedapat mungkin anhidrat atau mendekati. Contoh lain menyatakan bahwa perbandingan yang digunakan adalah 4. Jenis katalis yang digunakan. Agar reaksi dapat bergeser ke arah produk. alkohol yang ditambahkan harus berlebih dari kebutuhan stoikiometrinya. karena air menyebabkan terjadinya reaksi saponifikasi yang menghasilkan sabun.8 : 1. Kandungan asam lemak bebas juga harus rendah. Penggunaan katalisator berguna untuk menurunkan tenaga aktifasi sehingga reaksi berjalan dengan mudah bila tenaga aktifasi kecil maka harga konstanta kecepatan reaksi bertambah besar. Rasio molar antara trigliserida dan alkohol.000 Ton/Tahun O R1 C O R2 R3 C O C OCH2 Metanol HOCH2 Gliserol Methyl ester OCH + 3CH3OH katalis OCH2 HOCH2 O HOCH + 3R C OCH3 Trigliserida Untuk reaksi transesterifikasi berkatalis basa.3 sampai 5. Penelitian menyatakan dalam penerapan praktis.25 : 1. karena jika kandungan asam lemak dan air dalam trigliserida tinggi maka katalis yang digunakan adalah asam.5 %. Ada tiga golongan Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta .98.9 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500. dengan perolehan methyl ester (Biodiesel) yang dihasilkan 97 . Faktor utama yang mempengaruhi rendemen ester yang dihasilkan pada reaksi transesterifikasi adalah: 1.

000 Ton/Tahun katalis yang dapat digunakan yaitu asam. Kandungan air dan asam lemak bebas. Terdapatnya air dalam trigliserida menyebabkan terjadinya reaksi saponifikasi. dan enzim. Jika kandungan asam lemak bebasnya tinggi maka akan dibutuhkan banyak basa ( katalis. Kemurnian reaktan. Suhu reaksi Transesterifiaksi dapat dilakukan pada berbagai suhu. konversi untuk reaksi dengan bahan baku minyak nabati mentah berkisar antara 67 – 84 %. Gliserin dapat Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta . yang dapat menurunkan tingkat efisiensi katalis. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan asam lemak bebas di minyak nabati mentah. selain menghasilkan biodiesel. basa. namun masalah ini dapat diselesaikan dengan menggunakan temperatur dan tekanan reaksi yang tinggi. 6. yaitu NaOH ). Kecepatan Pengadukan Setiap reaksi dipengaruhi oleh tumbukan antar molekul yang larut dalam reaksi dengan memperbesar kecepatan pengadukan maka jumlah tumbukan antar molekul zat pereaksi akan semakin besar. Konversi akhir trigliserida hanya sedikit dipengaruhi oleh suhu reaksi. karena reaksinya berlangsung sangat cepat yaitu empat ribu kali lebih cepat dibanding dengan katalis asam. Suhu reaksi yang telah digunakan dalam berbagai penelitian adalah antara 20 – 80°C. Pada kondisi reaktan yang sama. 5. hasil sampingannya adalah gliserin (gliserol). 4. Sebagian besar proses transesterifikasi komersial dijalankan dengan katalis basa. Jika suhu semakin tinggi. tergantung dari jenis trigliserida yang digunakan. sehingga kecepatan reaksi akan bertambah besar. Pada proses transesterifikasi. 3.10 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500. laju reaksi akan semakin cepat.

Untuk perawatan pribadi         Pasta gigi Obat kumur Produk Perawatan kulit Cream cukur rambut Sabun c. Glycerol a. b. Bahan baku sabun ini berperan sebagai pelembab (moisturising). Methyl ester (Biodisel) berfungsi sebagai bahan bakar alternative pengganti minyak bumi khusus untuk mesin disel otomotif dan industri b.4. Methyl ester (Biodisel) a.11 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500. Menanggulangi pencemaran lingkungan akibat pembakaran bahan bakar fosil. mengawetkan makanan Pewarna makanan Dipakai untuk membuat polyglycerol esters dalam industri margarine Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta . untuk bahan pelarut dalam pengambilan herbal dan antiseptic. Makanan dan minuman Sebagai bahan pelarut dan bahan pemanis. 1.000 Ton/Tahun dimanfaatkan dalam pembuatan sabun. Kegunaan produk 1. 2. Untuk obat     Digunakan di dalam medis dan persiapan farmasi misalnya sebagai pelumas peralatan kedokteran Digunakan sebagai obat pencuci perut Sebagai sirup obat batuk Digunakan sebagai pengganti alkohol.2.

Sifat fisis : Nama Rumus molekul Berat molekul Wujud. (30 ºC.12 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500. 1atm) Kenampakan Densitas Viskositas Boiling point Kemurnian : Triglyceride : C57H104O6 : 847.3.4.275 kg/m3 : 26.menjadi bentuk ester.000 Ton/Tahun 1.28 g/gmol : cair : berwarna kemerahan : 890. Sifat fisika dan sifat kimia bahan baku dan produk 1.4 cp : 300 ºC : 98% 2). Reaksi esterifikasi dapat dilakukan melalui reaksi kimia yang disebut interifikasi atau penukaran ester yang didasarkan pada prinsip transesterifikasi Fiedel-Craft. Bahan baku a.  Reaksi minyak sawit (Trigliserida): Safonifikasi hidrolisis dengan alkali sabun (foam) mengganggu jantung Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta . Reaksi hidrolisi mengakibatkan kerusakan lemak dan minyak. Ini terjadi karena terdapat terdapat sejumlah air dalam lemak dan minyak tersebut. CPO (Minyak sawit) 1). lemak dan minyak akan diubah menjadi asam-asam lemak bebas dan gliserol. Sifat kimia :  Esterifikasi Proses esterifikasi bertujuan untuk asam-asam lemak bebas dari trigliserida.  Hidrolisa Dalam reaksi hidrolisis.

000 Ton/Tahun Hidrogenasi jenuh Komersial shortening (padat) lemak tak jenuh dihidrolisa menjadi lemak minyak dirubah menjadi margarin dan H H -C = C – + H2 -C .5410 cp : 64. Viskositas. Boiling point Melting point Critical temperature Kemurnian H H : CH3OH : 32.13 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500.04 g/gmol : cair : tak berwarna : 792 kg/m3 : 0. 463 oF : 96 % 2).5 oC : -97 oC : 239 oC.C – H H b. Wujud. cair (30 ºC. Metanol 1).  Reaksi kimia metanol yang terbakar di udara dan membentuk karbon dioksida dan air adalah sebagai berikut: 2 CH3OH + 3 O2 → 2 CO2 + 4 H2O  Esterifikasi methanol Methanol bereaksi dengan asam organic membentuk ester Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta . Sifat kimia . 1atm) Kenampakan Densitas. Sifat fisis : Rumus molekul Berat molekul.

14 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500.77 g/gmol : cair : Jernih kekuningan : 810 kg/m3 : 7. Produk a.000 Ton/Tahun H(+) CH3OH Methanol  + HCOOH ===> HCOOCH3 Formic Acid Methyl Formate + H2O Water Methanol bereaksi dengan Sodium pada suhu kamar untuk membebaskaan Nitrogen 2 CH3OH + Methanol 2 Na ===> Sodium 2CH3ONa Sodium + H2 Hydrogen Methoxide 2. Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta .3 cp : 0. Methyl ester (Biodisel) Sifat fisis Nama Rumus Molekul Berat Molekul Wujud Warna Densitas Viskositas Specific grafity Cetane number Cloud point Boiling point Pour point Kemurnian : Methyl Ester (Biodiesel) : R-COOCH3 : 283.87 – 0.89 : 46 – 70 : (-11 s/d 16) oC : (182 – 338) oC : (-15 s/d 135) oC : 98 % Standar yang paling banyak dijadikan acuan untuk biodisel adalah standar Jerman DIN V 51606 tahun 1997.

Sifat kimia Glycerol dapat mengalami glycolysis atau gluconeogenesis ( tergantung pada kondisi-kondisi fisiologis). Standar Biodisel DIN V 51606 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Standar/Spesifikasi Aplikasi Densitas pada 15°C.261 g/cm3 : 2.25 <115 b. Sifat fisis : Nama Rumus Molekul Berat Molekul Wujud Warna Densitas Vskositas Boiling Point Melting Point Flash Point : Glycerol : C3H8O3 : 92.875 . % massa Ester.000 Ton/Tahun Tabel 4. °C Kadar air.90 3.09382 g/gmol : Cair : Jernih kekuningan : 1. % massa Angka Iodine Sumber : www. % massa Gliserida.3 <1.68 cp : 290 oC : 18 oC : 160 oC 2). mm²/s Titik nyala.0 >110 <300 >49 <0. mg/kg Angka cetan Metanol.com DIN V 51606 Fatty Acid Methyl Ester (FAME) 0.6 <0. Glycerol dikonversi Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta .5.journeytoforever. % massa Gliserol.5 .0. g/cm³ Viskositas pada 40°C.15 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500. Glycerol 1).

000 Ton/Tahun menjadi Intermediate glyceraldehyde 3-phosphate melalui langkahlangkah yang berikut: glycerol kinase glycerol 3-P dehydrogenase triose P isomerase glycerol --------> glycerol 3-P <--------------> DHAP <-----------> 1. Agung Adi Susilo D 500 050 015 Universitas Muhammadiyah Surakarta .4. Tinjauan Proses Secara Umum Proses yang dipilih pada tugas prarancangan pabrik biodisel ini adalah proses transesterifikasi minyak sawit dan metanol karena proses ini berlangsung pada tekanan atmosferik dan temperatur yang lebih rendah dari proses esterifikasi. bahan baku yang digunakan adalah minyak sawit sehingga proses transesterifikasi lebih sesuai.4.16 Prarancangan Pabrik Biodisel dari CPO dan Metanol Kapasitas 500. Selain itu.