Hipoglikemia Pada Bayi Baru Lahir

Fatimah Indarso

BATASAN Hipoglikemi adalah keadaan hasil pengukuran kadar glukose darah kurang dari 45 mg/dL (2.6 mmol/L). PATOFISIOLOGI y Hipoglikemi sering terjadi pada BBLR, karena cadangan glukosa rendah. y Pada ibu DM terjadi transfer glukosa yang berlebihan pada janin sehingga respon insulin juga meningkat pada janin. Saat lahir di mana jalur plasenta terputus maka transfer glukosa berhenti sedangkan respon insulin masih tinggi (transient hiperinsulinism) sehingga terjadi hipoglikemi. y Hipoglikemi adalah masalah serius pada bayi baru lahir, karena dapat menimbulkan kejang yang berakibat terjadinya hipoksi otak. Bila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kerusakan pada susunan saraf pusat bahkan sampai kematian. y Kejadian hipoglikemi lebih sering didapat pada bayi dari ibu dengan diabetes melitus. y Glukosa merupakan sumber kalori yang penting untuk ketahanan hidup selama proses persalinan dan hari-hari pertama pasca lahir. y Setiap stress yang terjadi mengurangi cadangan glukosa yang ada karena meningkatkan penggunaan cadangan glukosa, misalnya pada asfiksia, hipotermi, hipertermi, gangguan pernapasan. DIAGNOSIS Anamnesis y Riwayat bayi menderita asfiksia, hipotermi, hipertermi, gangguan pernapasan y Riwayat bayi prematur y Riwayat bayi Besar untuk Masa Kehamilan (BMK) y Riwayat bayi Kecil untuk Masa Kehamilan (KMK) y Riwayat bayi dengan ibu Diabetes Mellitus y Riwayat bayi dengan Penyakit Jantung Bawaan y Bayi yang beresiko terkena hipoglikemia - Bayi dari ibu diabetes (IDM) Bayi yang besar untuk masa kehamilan (LGA) Bayi yang kecil untuk masa kehamilan (SGA) Bayi prematur dan lewat bulan Bayi sakit atau stress (RDS, hipotermia) Bayi puasa Bayi dengan polisitemia Bayi dengan eritroblastosis

hipernatremia. abnormalitas metabolik (hipokalsemia. Penanganan hipoglikemia dengan gejala : y Bolus glukosa 10% 2 ml/kg pelan-pelan dengan kecepatan 1 ml/menit y Pasang jalur iv D10 sesuai kebutuhan (kebutuhan infus glukosa 6-8 mg/kg/menit). keringat dingin. jittery.Hipoksia otak . Atau cara lain dengan GIR Konsentrasi glukosa tertinggi untuk infus perifer adalah 12. Contoh : BB 3 kg.- Obat-obat yang dikonsumsi ibu. hiponatremia.Kerusakan sistem saraf pusat TATALAKSANA a.5% digunakan vena sentral. Penyulit . bila perlu 25920 mg/hari atau 25.5%. beta-simpatomimetik dan beta blocker GEJALA KLINIS/Pemeriksaan fisik Gejala Hipoglikemi : tremor. sepsis. gagal ginjal. Monitor Pada bayi yang beresiko (BBLR. asfiksia. defisiensi piridoksin). kebutuhan glukosa 3 kg x 6 mg/kg/mnt = 18 mg/mnt = 25920 mg/hari.9 g/hari berarti perlu 25. kejang. kelainan jantung. bayi dengan ibu DM) perlu dimonitor dalam 3 hari pertama : o Periksa kadar glukosa saat bayi datang/umur 3 jam o Ulangi tiap 6 jam selama 24 jam atau sampai pemeriksaan glukosa normal dalam 2 kali pemeriksaan Kadar glukosa ” 45 mg/dl atau gejala positif tangani hipoglikemia o o Pemeriksaan kadar glukosa baik. . distress nafas  Jitteriness        Sianosis Kejang atau tremor Letargi dan menyusui yang buruk Apnea Tangisan yang lemah atau bernada tinggi Hipotermia RDS DIAGNOSIS BANDING insufisiensi adrenal.9 g/ 10 g x 100 cc= 259 cc D 10% /hari. penyakit SSP. letargi. bila lebih dari 12. pulangkan setelah 3 hari penanganan hipoglikemia selesai b. Bila dipakai D 10% artinya 10 g/100cc. misalnya sterorid. BMK. hipomagnesemia.

Ikuti petunjuk bila kadar glukosa sudah normal (lihat ad d) . bila ada gejala manajemen seperti diatas y Periksa kadar glukosa tiap 3 jam atau sebelum minum. Kecepatan Infus (GIR) = glucosa Infusion Rate GIR (mg/kg/min) = Kecepatan cairan (cc/jam) x konsentrasi Dextrose (%) 6 x berat (Kg) Contoh : Berat bayi 3 kg umur 1 hari Kebutuhan 80 cc/jam/hari = 80 x 3 = 240 cc/hari = 10 cc/jam GIR = 10 x 10 (Dextrose 10%) = 100 = 6 mg/kg/min 6x3 18 y Periksa glukosa darah pada : 1 jam setelah bolus dan tiap 3 jam y Bila kadar glukosa masih < 25 mg/dl. pengukuran dihentikan. human growth hormon. dengan atau tanpa gejala. periksa kadar glukosa tiap 12 jam. y bila masih hipoglikemia dapat ditambahkan obat lain : somatostatin.ASI diberikan bila bayi dapat minum dan jumlah infus diturunkan pelan-pelan . dengan atau tanpa gejala tangani hipoglikemi (lihat ad b) . diazoxide. Kadar glukosa darah < 45 mg/dl tanpa GEJALA : y ASI teruskan y Pantau. glukagon. e. tanpa gejala klinis : . ulangi seperti diatas y Bila kadar 25-45 mg/dl.Kadar • 45 mg/dl manajemen sebagai kadar glukosa normal d. mencari kausa hipoglikemia lebih dalam.Kadar < 25 mg/dl. bila 2 kali pemeriksaan dalam batas normal. bila : .y Untuk mencari kecepatan Infus glukosa pada neonatus dinyatakan dengan GIR. Kadar glukosa normal IV teruskan y IV teruskan y Periksa kadar glukosa tiap 12 jam Bila kadar glukosa turun. pembedahan. Persisten hipoglikemia (hipoglikemia lebih dari 7 hari) y konsultasi endokrin y terapi : kortikosteroid hidrokortison 5 mg/kg/hari 2 x/hari iv atau prednison 2 mg/kg/hari per oral.Infus D10 diteruskan . atasi seperti diatas y Bila bayi sudah tidak mendapat IV. (jarang dilakukan) .Kadar 25-45 mg/dl naikkan frekwensi minum .ASI diberikan bila bayi dapat minum Bila kadar glukosa • 45 mg/dl dalam 2 kali pemeriksaan .Jangan menghentikan infus secara tiba-tiba c.Periksa kadar glukosa tiap 3 jam .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful