BAB II KAJIAN TEORETIS

A. Tata Ruang Sekolah Lingkungan sekolah yang baik tidak mesti identik dengan sekolah unggulan atau sekolah mahal. Menciptakan lingkungan sekolah yang baik dapat dilakukan dengan menciptakan suasana yang nyaman, bersih, dan indah sehingga dapat menunjang proses belajar mengajar di sekolah. Untuk merealisasikannya tidak harus mengeluarkan biaya yang banyak. Meskipun suatu sekolah mempunyai keterbatasan keuangan, dengan langkah yang sederhana hal tersebut dapat diwujudkan. Contohnya menjaga kebersihan dilingkungan sekolah serta menata halaman sekolah senyaman mungkin. Dari penataan ruang sekolah yang teratur, asri, dan bersih diharapkan anak didik dapat mengembangkan diri menata ruang di keluarga masing-masing dengan hal yang sama. Kebiasaan ini diharapkan dapat membentuk perkembangan dan karakter anak yang memiliki kesadaran pada tata ruangnya. Kondisi fisik sekolah harus memperhatikan dan menukung kesehatan fisik, mental dan sosial anak. Karena itu, dari sisi fisik, sekolah harus dirancang agar tata letak, lokasi, dan kondisi bangunan, peralatan sekolah, dan sanitasi sekolah mampu memenuhi syarat kesehatan, kenyamanan, dan keamanan bagi warga sekolah. Dari sisi mental, sekolah harus memberikan pengalaman yang menyenangkan dan sehat. Dari sisi sosial, sekolah harus menyediakan ruang bagi siswa untuk berinteraksi dengan sesamanya, guru dan warga sekolah lainnya. SMAN 1 Majalengka memiliki area yang cukup luas. Di dalamnya terdapat laboratorium yang lengkap, auditorium, sarana olahraga seperti lapangan tenis, basket, volly, dan sepakbola yang memadai, perpustakaan, ruang multimedia dan lain sebagainya. Namun, penataan sarana-sarana tersebut kurang baik sehingga tidak terlihat asri dan indah. Apalagi, lingkungan sekolah terlihat gersang dengan

3

B. Pengelolaan Sarana dan Prasarana Sekolah Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan. Adapun.minimnya pohon-pohon yang rindang di sekitarnya. tempat parkir bagi siswa memiliki letak yang kurang strategis. tentunya kegiatan belajar mengajar memerlukan lingkungan pekarangan sekolah yang nyaman. diantaranya: 1. Penataan lingkungan sekolah dapat dijadikan sebagai salah satu upaya untuk menciptakan sekolah yang berbudaya lingkungan. bersih. Tempat parkir seharusnya berada jauh dari lingkungan belajar siswa misalnya di belakang sekolah atau disamping gerbang masuk. sehingga masih memungkinkan siswa bergerak secara leluasa. Tempat parkir kendaraan bermotor pun kurang tepat karena berada di tengah sekolah tepatnya di dekat kelas-kelas. Adapun sarana dan prasarana sekolah yang harus diperhatikan. dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. SMAN 1 Majalengka harus menata kembali beberapa bagian ruang sekolah. Seharusnya ada kesadaran dari setiap anggota sekretariat untuk secara rutin membersihkan lingkungan sekitar sekretariat dengan cara membuat jadwal piket dan diawasi pelaksanaannya. Bagi para siswa. 4 . Selain itu. Namun penataan serta fungsinya kurang maksimal. Sebagai contoh. SMAN 1 Majalengka memiliki ruang sekretariat yang banyak. Oleh karena itu. tata ruang sekolah harus diperhatikan agar sekolah bisa terlihat lebih asri dan indah. Ruang kelas diupayakan tidak terlalu padat. Halaman sekretariat yang cukup luas tidak ditunjang dengan pemeliharaannya yang maksimal sehingga selalu terlihat kurang rapi dan bersih. bahan. Oleh karena itu. Ruang kelas a. prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. dan cukup pepohonan.

f. e. dan lantai tidak retak. Warna dinding kelas diupayakan tidak satu warna saja. kesehatan dan konservasi air tanah. g. tidak terdapat genangan air pada lantai. Apabila ruangan kelas ber-AC. b. c. rapi. c. dan serasi. sehingga memungkinkan pertukaran udara secara terus-menerus. sehingga tidak terjadi antrean yang cukup berarti. Bersih dari segala macam jenis sampah. Halaman sekolah a. selalu tersedia air pada bak. Halaman ditanami rumput yang selalu dipotong pendek dan juga ditanami pohon yang rindang. Kamar mandi atau WC pria dan wanita terpisah dengan tanda yang jelas.l c. 5 . dengan daundaun pintu menghadap keluar. tidak terdapat sudut-sudut tajam. maka jendela harus tertutup rapat. d. Jarak papan tulis dengan bangku paling depan minimal 2. d. Jika halaman cukup luas. Resapan air dan saluran drainase air hujan untuk menunjang kebersihan. Kamar Mandi a. Ruangan kelas bersih. Kedap air. Luas jendela dan ventilasi udara minimal 20% dari luas lantai. Tersedia ventilasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran udara.5 m. Jumlah kamar mandi/WC cukup bagi warga sekolah. dinding tidak berlumut. 3. b. Setiap ruang kelas sebaiknya dilengkapi dengan dua pintu. sehingga dalam keadaan darurat siswa dengan cepat dapat keluar. Penerangan dalam kelas diupayakan memanfaatkan sinar matahari yang datang dari 2 jurusan yaitu kiri dan kanan. serta mempunyai pengaliran air yang baik. Halaman sekolah harus selalu kering dan rata. e.b. e. sediakan kolam ikan atau kebun sekolah. Tersedia penerangan listrik. d. 2.

sehingga tidak sampai mencemari sumur sekitar. Jumlah septik tank ganda mempunyai dua atau lebih penampung lubang kotoran. maka dirancang kedap air. g. Jika tempat untuk membuang kotoran adalah septic tank. Ukuran lubang dan ukuran jamban tergantung pada kebutuhan dan persediaan lahan. Cara pemakaian dilakukan bergilir setelah salah satu bak penampung terisi penuh. Kamar mandi/WC tidak bau tak sedap dan terlihat bersih dari segala kotoran dan binatang-binatang pengganggu (lalat. dll). 4. Septik Tank Jamban ini sama dengan jamban sistem resapan. Kotoran yang telah berubah menjadi kompos dapat diambil dan dimanfaatkan sebagai pupuk. Bahan yang dibutuhkan antara lain : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Batako/batu bata Papan atau bahan dinding Bahan atap (seng. h. Bak penampung yang telah penuh ditutup dan didiamkan beberapa lama supaya kotoran dapat dijadikan kompos atau pupuk. Melakukan penghematan air dan kran tidak bocor. Tersedia pembersih/alat pembersih disetiap kamar mandi/WC dan tempat sampah tertutup. Saluran pembuangan dapat dipindahkan dengan menutup atau membuka lubang saluran yang dikehendaki pada bak pengontrol.f. a. kecoa. Bak penampungan yang telah dikosongkan dapat dimanfaatkan kembali. i. nyamuk.genteng) Pipa plastik/pralon besar dan kecil Kawat Kayu/bamboo Pasir Semen Batu kali dan kerikil Tali 10) Kloset atau mangkokan leher angsa 6 .

Pemeliharaan Septik Tank 1) Jangan menggunakan benda keras pada saat membongkar pupuk (untuk menghindari dinding bak).batu.dll). Jongkok/duduk di atas kloset untuk melaksanakan hajat besar. 2) 3) Selalu diperbaiki apabila ada konstruksi yang rusak. 7 . Peralatan yang dibutuhkan antara lain : 1) 2) Cangkul/alat penggali Alat pertukangan kayu dan batu c. Kerugian adanya septic tank 1) Kurang sesuai untuk daerah yang sumber airnya dangkal. e. d. Langkah ± langkah pembuatannya : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Pilih salah satu model bak penampung. Tentukan jarak dari sumber air menurut kondisi tanah.ijuk. aman bila dibandingkan kakus cemplung (gangguan. Buat penutup bak dan letakkan diatas bak. g. Jamban siap dipakai.b. Setelah selesai membuang kotoran diguyur dengan air secukupnya. Keuntungan adanya septik tank 1) 2) Tak perlu membuat bak penambung berpindah-pindah. Lubang-lubang kotoran perlu ditutup rapat guna menghindari serangga dan bau. f. Lebih rapi. apabila sudah penuh arah pembuangan kotoran diubah melalui bak control. serangga. Kotoran dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk kompos tanpa efek kesehatan. 7) Kotoran yang sudah menjadi kompos dimanfaatkan menjadi pupuk. Bangunlah konstruksi Isilah sekeliling bak dengan bahan porous (kerikil. dan bau). 3) 4) Tanah di sekitar bak penampung menjadi subur. Penggunaan Septik Tank 1) 2) 3) Tutup lubang pembuangan dibuka.

Untuk keperluan tersebut. seperti jangan biarkan air keran mengucur terus. b. Pengelolaan atau penanganan sampah organik menjadi kompos yang dilakukan sendiri oleh pihak sekolah. Selalu tersedia air bersih untuk kebutuhan siswa dan guru. matikan segera setelah selesai digunakan. d. Membuat instalasi pengolahan air bersih yang sederhana. c. b. Tempat sampah berukuran besar. sekolah dapat memanfaatkan air hujan yang ditampung atau air bekas pemakaian lainnya seperti bekas air wudhu. d. c. membersihkan lantai. dll. tertutup dan terpilah (organik dan anorganik). e. Air Bersih a. Tersedia di setiap ruangan dan di halaman sekolah.2) Rekatif lebih mahal biaya konstruksinya. 5. Tersedia Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang tertutup untuk menampung sampah dari tempat sampah lainnya. dan kebersihan WC. sekolah juga perlu memiliki air untuk keperluan lain seperti menyiram tanaman. Memanfaatkan air bersih secara efisien. Lakukan usaha±usaha penghijauan karena dapat membantu proses penyerapan air ke dalam tanah f. Daur ulang sampah anorganik dan mengurangi penggunaan barang-barang yang dapat mengahasilkan sampah (reduction). 6. Tempat Sampah a. Selain air bersih. air untuk cuci tangan. e. Tersedia kran-kran air di sejumlah tempat yang terjangkau siswa untuk keperluan cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun dan lap kering. 8 .

Mempunyai kerindangan. Disamping itu pula adanya tenaga honorer kebersihan juga sangat membantu kebersihan taman.7. Perlengkapan kebersihan di kelas harus memadai dan usahakan mencegah mengendapnya debu. Luasnya areal taman yang dimiliki . Aktivitas-aktivitas untuk menciptakan sanitasi lingkungan yang baik adalah: 1. b. Namun demikian pengelolaan kebersihan taman tidak sepenuhnya ditangani oleh siswa . Maka dari itu. Memperhatikan aspek estetika alam pemilihan dan penempatan tanaman. Ditanami berbagai jenis tanaman sebagai sumber belajar siswa. 9 . maka usaha-usaha pengelolaan kebersihan dilakukan dengan sistem kapling. juga dibontu oleh stat Tata Usaha melalui gerakan jumat bersih. penggunaan air perlu diperhatikan agar kesehatan warga sekolah dapat terjaga. c. Lingkungan yang tidak sehat atau sanitasinya tidak terjaga dapat menimbulkan masalah kesehatan. C. Komponen lingkungan yang berpotensi besar menjadi penyebab berbagai jenis penyakit adalah air. Sanitasi Lingkungan Kesehatan sangat dipengaruhi lingkungan. Ruangan kelas dan halaman yang bersih dan rapi dapat mencegah berkembangbiaknya lalat dan nyamuk. Membersihkan Kelas dan Halaman Sekolah Secara Rutin. Masing-masing kelas memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap taman-taman tertentu. terutama tanaman-tanaman lokal dan tanaman-tanaman obat. Ruang Terbuka Hijau a. tanaman pada pot. dan sumur resapan. keteduhan dan kehijauan di sekitar sekolah. d. Sanitasi yang buruk memungkinkan penyakit menular terus menyebar. Ada keseimbangan antara luas terbangun dan terbuka atau sekolah dapat mengganti fungsi ruang terbuka hijau dengan tanaman vertikal.

tidak memerlukan lahan yang luas. 10 . Sistem sumur serapan air untuk mengaliri air hujan agar tidak menjadi genangan air yang dapat menjadikan kotor lingkungan sekolah. Konstruksi Sumur Resapan Air (SRA) merupakan alternatif pilihan dalam mengatasi banjir dan menurunnya permukaan air tanah pada kawasan perumahan. dan bentuk konstruksi SRA yang sederhana. Kamar mandi atau toilet merupakan tempat yang paling kondusif untuk dijadikan tempat perkembangbiakan berbagai jenis organisme penyebab dan pembawa penyakit. Selain fungsi-fungsi di atas. karena dengan pertimbangan pembuatan konstruksi SRA tidak memerlukan biaya besar. melindungi dan memperbaiki tanah serta menekan laju erosi. 3. Sumur resapan merupakan kebalikan dari sumur air minum yang berfungsi untuk menaikkan air tanah ke permukaan. Kendala estetika dapat diatasi dengan menutup bagian atas sumur menggunakan plat beton kemudian tanah dan lumpur ataupun dengan kombinasi pembuatan taman. Membersihkan Kamar Mandi atau Toilet. Konstruksi sumur resapan sebagaimana layaknya sumur gali yang dilengkapi perkuatan dinding dengan ruang sumur tetap direncanakan ko song guna menampung semaksimal mungkin air sehingga dimensinya optimal.2. sumur resapan berfungsi sebagai pengendali banjir. Sistem Sumur Resapan Air Sumur resapan adalah sumur atau lubang pada permukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan agar dapat meresap ke dalam tanah sehingga mempertahankan bahkan meningkatkan tinggi muka air tanah dan mengurangi laju air permukaan yang dapat menimbulkan banjir. Kamar mandi harus sering dibersihkan dibanding ruangan lainnya. atau bahkan membahayakan apabila didiami oleh jentik-jentik nyamuk.

Lapangan sehingga menyerupai bentuk sumur gali Fasilitas lapangan adalah sesuatu hal yang sangat penting bagi kegiatan belajar mengajar di sekolah. Inilah yang menjadikan jumlah oksigen berkurang. khususnya yang berhubungan dengan ketangkasan dan pendidikan jasmani. Selain itu lapangan bermain juga dapat digunakan untuk kegiatan bermain siswa. 11 . Sebuah sekolah harus memenuhi syarat kenyamanan agar bisa dijadikan sarana penyegaran pikiran setelah belajar. Karena itulah dibutuhkan banyaknya pohon rindang di lingkungan pekarangan sekolah dan lingkungan sekitar sekolah. Dengan sistem sanitasi yang bersih. terlebih jika harga tanah ikut melonjak naik. atau bahkan membahayakan apabila didiami oleh jentik-jentik nyamuk.Sumur resapan air merupakan rekayasa teknik konsevasi air yang berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa. Sistem sanitasi dan sumur resapan air Sistem sanitasi yang baik adalah syarat terpenting sebuah lingkungan layak untuk ditinggali. Kadar oksigen yang sedikit pada manusia akan menyebabkan suplai darah ke otak menjadi lambat. c. Selain itu diperlukan juga sistem sumur resapan air untuk mengaliri air hujan agar tidak menjadi genangan air yang dapat menjadikan kotor lingkungan sekolah. kegiatan upacara/apel pagi. Oksigen adalah salah satu pendukung kecerdasan anak. padahal nutrisi yang kita makan sehari-hari disampaikan oleh darah ke seluruh tubuh kita. diantaranya: a. Adapun syarat-syarat lingkungan sekolah yang nyaman. maka seluruh warga sekolah akan dapat lebih tenang dalam mengadakan proses belajar mengajar. b. Pepohonan rindang Semakin pesatnya pertumbuhan sebuah daerah menyebabkan pepohonan rindang habis ditebangi untuk dijadikan bangunan. dan kegiatan perayaan/pentas seni yang memerlukan tempat yang luas.

Caranya adalah dengan menyediakan tempat pembuangan sampah berupa tong-tong sampah dan tempat pengumpulan sampah akhir di sekolah. Contohnya. Karena itulah sudah saatnya pemerintah memperhatikan generasi penerusnya ini. maka semakin beradab pula orang-orang di tempat itu. atau lingkungan sekolah yang berada di pinggir jalan raya yang selalu padat. atau bahkan penurunan kualitas kecerdasan akibat polusi tersebut. Tempat pembuangan sampah Sampah adalah salah satu musuh utama yang mempengaruhi kemajuan suatu peradaban. misalnya lingkungan sekolah yang dekat dengan pabrik yang bising dan berpolusi udara. e. Lingkungan sekitar sekolah yang mendukung Adanya kasus di beberapa daerah. 12 . tapi tiba-tiba harus merasakan imbas dari pembangunan proyek di sekitar sekolah itu akibat pemerintah yang tidak mengindahkan sistem tata kota yang sudah ada. Terbukti dari kesadaran penduduk-penduduk di negara maju yang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. atau bahkan lingkungan sekolah yang letaknya berdekatan dengan tempat pembuangan sampah atau sungai yang tercemar sampah sehingga menimbulkan ketidaknyamanan akibat bau-bau tak sedap. Dalam masalah sampah di sekolah. perlunya ditumbuhkan kesadaran bagi seluruh warga sekolah untuk turut menjaga lingkungan. karena beberapa kasus terjadi malah diakibatkan pemerintah itu sendiri. Kasus-kasus tersebut adalah kasus yang perlu penanganan langsung dan serius dari pemerintah.d. Semakin bersih suatu tempat. Lingkungan sekitar sekolah yang seperti itu akan dapat menyebabkan siswa cenderung tidak nyaman belajar. dan memberikan contoh kepada siswa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. sebuah sekolah yang sudah berada di lingkungan yang mendukung.

D. Hakikat Sampah Sampah dan limbahnya pada dasarnya merupakan sisa dari proses pengubahan energy yang tidak bisa sempurna. Pandangan tersebut muncul seiring dengan langkanya sumber daya alam dan semakin rusaknya lingkungan. Entah itu karena bangunannya sudah tua. seperti ventilasi yang cukup dan luas masing-masing ruang kelas yang ideal. Ini juga adalah kewajiban pemerintah untuk mengatasinya. Semakin tingginya jumlah siswa dan aktivitas di suatu sekolah. Pengelolaan sampah yang dimaksud agar sampah tidak membahayakan kesehatan warga sekolah. membuat volume sampah terus meningkat. Karena bangunan sekolah sudah semestinya dibangun dengan kokoh dan memiliki syarat-syarat bangunan yang sehat. Pengelolaan Sampah Sampah merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh banyak orang di seluruh dunia. Meskipun energy tidak pernah hilang dari alam raya tapi akan diubahdalam bentuk yang kurang bermanfaat. 1. Mungkin banyak sekali syarat-syarat lingkungan sekolah yang nyaman. Sampah tersebut dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baiik. Hal ini didasari oleh pandangan bahwa sampah adalah sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan dan bahkan memiliki nilai ekonomi.f. tidak mencemari lingkungan. ataupun bangunan baru yang dibangun dengan asal-asalan. dan untuk mengambil manfaatnya. Hukum tersebut kemudian dijadikan salah satu asas dasar ilmu lingkungan yang 13 . Hal ini sesuai denfan hokum termodinamika kedua yang banyak digunakan dalam ilmu fisika. tapi keenam poin di atas sudah cukup untuk menjadikan suasana belajar dan mengajar yang menyenangkan bagi siswa dan gurunya. Bangunan sekolah yang kokoh dan sehat Banyak sekali adanya kasus tentang bangunan sekolah yang roboh di Indonesia.

pemerintah di berbagai belahan dunia berupaya menanganinya walaupun dengan biaya yang tidak sedikit. Berdasarkan sumbernya. Pengelolaan sampah disekolah ini. Sampah dapat didaur ulang di tempat sumber sampah atau dibawa atau dijual untuk dilakukan proses daur ulang atau dibuat kompos untuk digunakan di lokasi sumber sampah. Sampah dapat berupa padt. berdasarkan sifatnya terdiri dari sampah organic dan sampah anorganik. Artinya selalu adasisa atau disebut entropy. Dalam kehidupan manusia. Sampah juga dapat mencemari lingkungan dan mengganggu keseimbangan lingkungan. Tidak hanya dari industry. plastic. konsumsi. limbah dapat pula dihasilkan dari kegiatan pertambangan. 3. Sampah menjadi tempat berkembangbiaknya organisme penyebab dan pembawa penyakit. Pengelolaan Sampah Pengelolaan sampah mutlak diperlukan mengingat dampak buruknya bagi kesehatan dan lingkungan. sampah banyak dihasilkan oleh aktivitas industry yang kemudian dikenal dengan istilah limbah. Namun. Hamper semua produk industry akan menjadi sampah pada suatu waktu. sampah dapat dibagi atas enamyaitu sampah alam. nuklir. 14 . industry dan pertambangan. 2. dll). Upaya pertama dalam pengelolaan sampah secara terpadu adalah pemilihan yang dilakukan mulai dari sampah organik dan sampah anorganik (kaca. dengan jumlah sampah yang kira -kira mirip dengan jumlah konsumsi. Karena itu.menyatakan bahwa tak ada system pengubahan energy yang betul-betul efisien. Sampah dari berbagai sumber langsung diangkut menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) tanpa melalui proses pemilihan. manusia. dan konsumsi. umumnya belum dilaksanakan secara tepat dan terpadu. Sampah yang berupa gas disebut dengan polusi. Jenis dan Sumber Sampah Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. manufaktur (proses pabrik). cair dan gas.

khususnya ikan. karena selain menguntungkan secara ekonomis juga 15 . dapat dilakukan dengan cara : 1) Reuduce ( Mengurangi penggunaan) Penanganan sampah anorganik dapat dilakukan dengan tiga cara. Sebagai contoh. Pengelolaan sampah anorganik dengan cara daur ulang merupakan sal h a satu cara yang efekti. dan plastik bekas. dan pembuatan produk/material bekas pakai. kertas. 2) Reuse (Menggunakan Ulang) Banyak sekali barang-barang yang setelah digunakan bisa digunakan ulang dengan fungsi yang sama dengan ungsi awalnya tanpa melalui proses pengolahan. Sifatnya sukar diurai oleh mikroorganisme. pendistribusian. Menggunakan kembali barang-barang yang masih layak pakai juga merupakan salah satu perilaku yang menguntungkan baik secara ekonomis maupun ekologis. pelastik. jika membeli botol minuman ukuran besar botol tersebut digunakan kembali sebagai tempat minuman. Sampah ini sering kita jumpai di beberapa tempat. Pengolahan Sampah Anorganik Sampah anorganik biasanya berupa botol. logam bekas. Sampah pelastik bisa sampai ratusan tahun. kaleng. reuse. 3) Recycle (Daur ulang) Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan. yaitu dengan menerapkan pola hidup sederhana. sampah bekas alat-alat elektronik dan lain-lain. kertas.a. pemrosesan. tanpa melalui proses tertentu untuk pakan ternak. yaitu reduce. dan recycle (daur ulang). b. Untuk mengatasi masalah sampah anorganik. Pengolahan Sampah Organik Sampah organik dapat dimanfaatkan secara langsung. pengumpulan. maka kita sudah ikut mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan. sehingga dampaknya akan sangat lama. Mengurangi sampah bisa dilakukan. sehingga akan bertahan lama menjadi sampah. Contoh material yang dapat didaur ulang diantaramya botol bekas wadah kecap. Sampah organic juga dapat diproses untuk berbagai keperluan diantaranya adalah pakan ternak dan kompos.

Crawford. yaitu mikroba yang aktif pada suhu tinggi. Bahan organik yang sulit dikomposkan antara lain: tulang. c) Bentuk berubah dan fungsi pun berubah Misal: plastik menjadi sedotan. Mikroba yang aktif pada kondisi ini adalah mikroba Termofilik. Berdasarkan penjelasan di atas. Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artificial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat. yaitu melalui proses pengomposan. Untuk itu. Proses daur ulang sampah dapat dilakukan dalam skala yang besar maupun kecil. Hal ini tergantung dari jenis sampah itu sendiri. pada prinsipnya semua bahan -bahan organik padat dapat dikomposkan. khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai bahan energi. dan beberapa limbah. Sementara itu. sehingga selain bernilai ekolohis. dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sampah berbeda-beda. lembap. pemilahan berbagai jenis sampah harus dilakukan sejak awal. c. kertas. 16 . Kompos Sampah organik juga bisa dimanfaatkan untuk sektor pertanian. tanduk dan rambut. b) Bentuk berubah tetapi fungsi tetap Misal: daur ulang botol bekas air mineral. agar dalam pengelolaannya lebih mudah. misalnya: sampah organik.secara ekologis. sampah juga bisa menjadi sumber pendapatan. Jadi. pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis. dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J. sampah organik bisa dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman. 2003). Adapun proses daur ulang tersebut akan menghasilkan barang-barang dengan: a) Bentuk dan fungsinya tetap Misal: daur ulang kertas dengan hasil dan bentuk yang sama.H. Dengan bantuan mikroorganisme (mikroba).

tidak perlu membeli e) Masyarakat dapat membuatnya sendiri. nilai gizi.Kompos memiliki banyak manfaat ditinjau dari beberapa aspek: 1) Aspek Ekonomi: a) Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan sampah b) Mengurangi volume/ukuran limbah c) Memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada bahan asalnya d) Bahan yang dipakai tersedia. dan jumlah panen) f) Menyediakan hormon dan vitamin bagi makanan g) Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman h) Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah 17 . tidak memerlukan peralatan dan instalasi yang mahal 2) Aspek Lingkungan: a) Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah b) Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan c) Merupakan jenis pupuk yang ekologis dan tidak merusak lingkungan 3) Aspek bagi tanah/tanaman: a) Meningkatkan kesuburan tanah b) Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah c) Meningkatkan kapasitas serap air tanah d) Meningkatkan aktivitas mikroba tanah e) Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa.