MASSAGE

Masase adalah pemijatan atau pengurutan pada bagian badan tertentu dengan tangan atau alat-alat khusus untuk melancarkan peredaran darah sebagai cara pengobatan atau untuk menghilangkan rasa capek.

Sebelum kita mengetahui lebih lanjut soal masase, terlebih dahulu kita akan mengulas otot yang akan menjadi objek dalam melakukan masase (pemijatan).

Otot adalah Sebuah jaringan konektif dalam tubuh yang tugas utamanya kontraksi. Kontraksi otot di gunakan untuk memindahkan bagian-bagian tubuh & substansi dalam tubuh. Berdasarkan jaringan otot di bagi menjadi : Otot polos Otot lurik Otot jantung

Berdasarkan kecepatan kontraksinya otot di bagi menjadi : Otot lambat Otot cepat

Otot mempunyai tiga fungsi pokok utama yaitu : Fungsi gerak

Terdiri dari gerak bentuk lokomosi (berpindah tempat), bagian gerak bagian tubuh, perubahan ukuran tabung, misalnya dorongan terhadap darah yang melalui arteri karena dorongan jantung atau lewatnya makanan melalui saluran pencernaan makanan karena lambung dan usus kontraksi. Lokomosi artinya penyesuaian diri terhadap lingkungannya.

tapi juga kehilangan sejumlah kesempatan untuk tampil. ada 5 jenis cedera yang kerap kali dialami oleh para atlet pada umumnya. Tidak hanya rasa sakit yang diderita. Hal itu juga berlaku pada para pemain sepak bola profesional. Protein kontraktil ini terdiri dari filamen tipis dan filamen tebal. Berdasarkan kecepatannya otot di bagi menjadi otot lambat dan otot cepat. Massage/Masase untuk tujuan terapi (therapy massage). Keseleo (Sprains) 2. pasti tak seorang pun yang mau mengalaminya. mendapatkan persyarafan dari motorneuron yang kasar dan cepat lelah. - Fungsi sebagai penghasil panas tubuh. Patah atau Retak Tulang (Fractures) 4. Kontraksi parsial beberapa otot kerangka dilanjutkan serempak sehingga memungkinkan kita untuk berdiri. misalnya melompat dan lari 100 m atau lari cepat. Berikut adalah kelima jenis cedera tersebut: 1. Secara umum. Cenis Cedera Dalam Olahraga Berbicara tentang Cedera dalam Olahraga. mendapatkan persyarafan dari motor neuron yang lembut dan tidak cepat lelah. tropomiosin dan troponin sebagai satu kesatuan unit fungsional. . Menurut fungsinya masase/massage dapat digunakan sebagai berikut : 1. Cedera Pada Kepala (Head Injury). Otot Tertarik atau Kram (Strains) 3. Cedera Pada Lutut (Knee Injuries) 5. Filamen tipis terdiri dari aktin. duduk atau dalam bentuk posisi lain. Sebaliknya pada otot lambat aktifitas ATP ase mitokondria lambat.Bugis). Adapun penyebab otot bisa berkontraksi karena adanya protein kontraktil. Sedangkan tipe lambat berfungsi untuk mengatur kontraksi yang lama dan berkelanjutan seperti menyokong berat badan melewati gravitasi dan lari jarak jauh. Cedera merupakan risiko maupun momok yang sangat menakutkan bagi para pemain bola.. apalagi bagi mereka yang berkecimpung di bidang olahraga. baik dalam lingkup klub maupun hilangnya peluang untuk masuk ke timnas. Filamen tebal terdiri dari miosin dan beberapa jenis protein lainnya (misalnynya C ± Protein ) Yang membedakan otot untuk lari jarak pendek dan lari jarak jauh Yang membedakan antara otot untuk lari jarak pendek dan lari jarak jauh adalah kecepatan kontraksi otot nya. Pasti itu(Vrs. Pada otot cepat mempunyai aktifitas ATP ase mitokondria yang tinggi. Otot yang banyak mengandung serabut cepat b berfungsi untuk beradaptasi dengan gerakan yang cepat dan kuat. adalah upaya masase untuk memberikan pengaruh yang baik terhadap suatu kondisi cedera atau penyakit (patologi). Perubahan kimia yang terjadi dalam kegiatan otot menghasilkan panas yang cukup untuk memelihara panas tubuh.- Fungsi dalam pemeliharaan postur tubuh.

Untuk lebih lengkapanya silahkan download dengan mengklik link berikut ini (lengkap gambar dan penjelasannya): Kita Siap 1.2.. Akan tetapi istilah yang paling populer yang digunakan adalah dalam bahasa Perancis ³masser´ yang artinya ³menggosok´. 3. Menurut fungsinya masase dapat digunakan sebagai berikut : 1. Download Masase/Massage Part II. Massage/Masase olahraga (sport massage). Manipulasimanipulasi tersebut dilaksanakan dengan tangan secara sistematis yang bertujuan menimbulkan efek pada system otot. Selain itu masase juga menimbulkan pengaruh secara psikologis yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri (self confidence). Masase untuk tujuan terapi (therapy massage). susunan syaraf serta sirkulasi darah secara keseluruhan (general) maupun setempat (lokal). 3. adalah upaya masase untuk menghindarkan kekeriputan dan kekeringan kulit. adalah upaya masase untuk memelihara kebugaran tubuh. Masase kecantikan (beauty massaege). pengurutan dan sebagainya pada bagian-bagian badan tertentu dengan tangan atau alat-alat khusus untuk melancarkan peredaran darah sebagai cara pengobatan atau untuk menghilangkan rasa lelah. Download Masase/Massage Part IV. 4. 2. 4. adalah upaya masase untuk memberikan pengaruh yang baik terhadap suatu kondisi cedera atau penyakit (patologi). Download Masase/Massage Part V. Massage/Masase kesehatan (hygiene massage). Download Pengertian Masase Masase berasal dari bahasa Arab ³mash´ yang artinya ³menekan dengan lembut´ atau dari kata Yunani ³massien´ yang berarti ³memijat atau melulut´. Download Masase/Massage Part III. adalah upaya masase untuk menghindarkan kekeriputan dan kekeringan kulit. Masase akan menimbulkan suatu pengaruh fisiologis dan mekanis yang mendatangkan suatu relaksasi atau rasa sakit yang berkurang akibat adanya pembengkakan (haematome). 3.. Masase/Massage Part I. Masase kesehatan (hygiene massage). Banyak para ahli berpendapat bahwa teknik manipulasi dengan tangan memberikan hasil yang lebih baik daripada menggunakan alat-alat elektris. 5. adalah upaya masase dengan menggunakan teknik menipulasi yang bermacam-macam untuk memperbaiki dan mempertahankan kondisi tubuh olahragawan serta menghilangkan kelainankelainan akibat olahraga yang ditimbulkan.Massage/Masase kecantikan (beauty massaege). 2. karena teknik manipulasi dengan tangan dapat memberikan sentuhan yang sensitife alamiah. Cara melakukan masase atau manipulasi masih menggunakan istilah-istilah dalam bahasa Perancis. Menurut pengertiannya massase yang berasal dari bahasa Inggris ³massage´ adalah pemijatan. menormalkan fungsi organ serta menghindarkan diri dari penyakit atau kelainan. . Tata cara Tata cara Tata cara Tata cara Tata cara coba ulas goo kembali soal goo Masage goo. adalah upaya masase untuk memelihara kebugaran tubuh. menormalkan fungsi organ serta menghindarkan diri dari penyakit atau kelainan.

disamping dengan sinar matahari. sedangkan dari atas yaitu kepala atau leher ke bawah ke arah jantung. dan aesthetic gymnastic. Pada tahun-tahun berikutnya masase semakin mengalami perkembangan. lebih-lebih dalam menggunakan masase´. . sedang dan kaku dan menganjurkan untuk salah sendi (dislokasi). Dalam mempraktekkan masase. adalah tujuan masase untuk memperbaiki kembali kondisi tubuh setelah mengalami cedera atau mengurangi rasa sakit pada otot yang ditimbulkan oleh tertimbunnya asam laktat (lactyt acid). medical gymnastic. yaitu mulai dari kaki menuju ke atas. Masase olahraga (sport massage). Menurut Hipocrates ³Bahwa seorang dokter harus memiliki keterampilan dalam banyak hal. mandi air panas.000 tahun sebelum masehi. Sejarah Perkembangan Masase Masase sebagai cara pengobatan. Cacatan sejarah menunjukkan bahwa bangsa Cina telah mengenal masase kurang lebih 3. Tahun 1913 Ling mendirikan ³Central Instituteof Gymnastic´ di Stocholm. Masase olahraga mempunyai tujuan dalam menunjang pencapaian prestasi suatu pertandingan atau perlombaan. Masase dapat menguatkan sendi-sendi yang lemah dan melemaskan sendi-sendi yang kaku. adalah tujuan masase dalam mempertahankan dan mengembalikan fungsi alat gerak (pulih asal) agar tetap dapat berfungsi dengan baik. 2. Prefentif. military gymnastic. 1. Pada tahun 1975. telah dikenal sejak zaman pra sejarah oleh berbagai suku bangsa di dunia. Kuratif. Ling menyusun Gymnasticnya dalam empat bentuk yaitu : educational gymnastic. Bapak dari ilmu kedokteran yaitu Hippocrates (430-360 SM) menggunakan masase untuk para pasiennya. ia mengajar sampai saat meninggalnya pada tahun 1839. beliau menggunakan istilah ³Anaptripsis´ yang berarti pemijatan menuju ke arah jantung. Ling dan para pengikutnya telah banyak berjasa dalam memajukan masase tidak hanya di Swedia tetapi juga di beberapa Negara Eropa. Data-data menunjukkan bahwa usia masase sama tuanya dengan peradaban manusia. Pada abad XVI pengetahuan tentang anatomi semakin maju. serta latihan-latihan badan untuk menyembuhkan kekuatan pada sendi dan otot-otot yang lemah. adalah upaya masase dengan menggunakan teknik menipulasi yang bermacam-macam untuk memperbaiki dan mempertahankan kondisi tubuh olahragawan serta menghilangkan kelainan-kelainan akibat olahraga yang ditimbulkan. Preparatif. adalah tujuan masase untuk mempersiapkan olahragawan memiliki kondisi badan yang baik sehingga dapat menghadapi dan menanggulangi ketegangan-ketegangan yang timbul dalam suatu pertandingan atau perlombaan. Hal ini merupakan suatu bukti adanya dasar ilmiah dalam melakukan masase pada jaman itu. Hal ini tersebut dilakukan untuk tujuan preparatife. hal tersebut semakin menambah gairah dari pemakaian masase. 3. apalagi setelah Pehr Hendrik Ling (1976-1839) yang berkebangsaan Swedia menciptakan Gymnastic Sistem Swedia yang sekarang lebih dikenal dengan Masase Sistem Swedia. Demikian pula masase juga dikenal oleh bangsa Yunani purba yang menggunakan masase sebagai bentuk kemewahan setelah melakukan latihan-latihan gymnastik untuk membentuk keindahan tubuh. Dalam ajaran-ajaran Kung Fhu Tzu.4. prefentif dan kuratif. diketahui bahwa masase telah dipergunakan bukan semata-mata untuk pemeliharaan kesehatan saja tetapi juga sebgai salah satu cara pengobatan. seorang dokter berkebangsaan Perancis yaitu Ambroise Para menjelaskan tentang teknik serta efeknya masase friction yang lembut.

masase telah dikenal dengan sebutan bahasa daerah : pijat. pernah diajarkan sistem dan teknik masase Swedia (swedish massage) sebagai suatu pedoman cara memijat yang benar. Hal tersebut dapat terjadi karena minimnya pengalaman atau pengetahuan tentang teknik masase yang benar. apabila orang tersebut dimasase dengan cara yang benar maka seharusnya rasa sakit yang di derita akan semakin berkurang atau hilang sama sekali. Bahkan ada anggapan bahwa dengan berpantang dan berpuasa kemampuan seorang dukun pijat akan semakin bertambah. tetapi ada pula setelah dipijat justru meninggalkan rasa sakit yang disebabkan karena tekanan-tekanan yang diberikan terlalu kuat atau keras. teknik-teknik pijat sebagai salah satu upaya penyembuhan alternatif juga mengalami kemajuan. Sejauh teori dapat mencapai tujuannya. Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Jadi setelah menguasai teori maka tahap berikutnya ialah mempraktekkannya dengan mengarahkan seluruh manipulasi ke arah jantung. tetapi ada pula yang merupakan pekerjaan utamanya (profesi). . Pada umumnya hasil pemijatan memberikan rasa nyaman dan memuaskan pasiennya. antara lain : 1. terkilir atau salah urat. si dukun dianggap ahli oleh masyarakat awam. Misalkan seorang yang menderita kelelahan atau cedera ringan karena mengikuti suatu perlombaan atau pertandingan. Semakin tua. Sejak saat itu masase menjadi suatu cara perawatan yang terkenal di Eropa dan Amerika. karena di setiap daerah sampai ke pelosok-pelosok pun dapat dengan mudah ditemukan. Dukun pijat diartikan pula sebagai dukun alusan atau pijat alus karena pemijatnya terdiri dari wanita yang umumnya berparas cantik. Dr. kemudian lebih dikenal dengan dukun sangkal putung. Pada waktu itu di kota Manchester anggotanya telah mencapai 5. 3. Dukun pijat adalah orang yang menangani patah tulang. Dukun pijat sebagai orang yang mempraktekkan pijat sering ditafsirkan bermacam-macam.Menjelang akhir abad XIX masase telah benar-benar mempunyai kedudukan yang baik di dalam dunia pengobatan. Mereka melakukan pekerjaan memijat biasanya sebagai pekerjaan sambilan. 4. Di Indonesia. kiranya pijat atau lulut yang sekarang dikenal dengan nama ³masase´ sudah bukan hal yang asing lagi. Masase sistem swedia merupakan salah satu dari sistem masase yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Dalam melakukan pemijatan seorang dukun pijat memperoleh keahliannya karena bakat. Mengenai baik atau tidaknya suatu sistem masase ditentukan oleh berhasilnya pelaksanaan masase tersebut. Pada tahun 1894 kaum wanita di Inggris membentuk perhimpunan Masseuse yaitu ³The Sociaty of Trained Masseuse´ dengan tujuan meningkatkan standar masase dan memperbaiki status wanita yang memilih masase sebagai profesinya. keturunan dan pengalaman prateknya. seorang pemijat laki-laki atau wanita. urut atau lulut dan rtelah lama dikenal sejak jaman kuno oleh nenek moyang kita dengan sebutan ³dukun pijat´ atau ³dukun urut´. di Solo pada tahun 1960. 2. Dukun pijat dapat pula sebagai masseur atau ahli masase. Menyadari akan kurangnya pengetahuan tentang masase. yang umumnya menangani olahragawan. Dukun pijat adalah orang yang menyegarkan tubuh (raga) dari rasa lelah atau penat. Masase dan Medical Gimnastycnya terus berkembang dan dipergunakan secara luas sebagai Physical Treatment untuk melengkapi perawatan dengan pengobatan dan pembedahan. Mezger dari Amsterdam adalah dokter terkenal yang menyebarluaskan masase bahkan ia sendiri bertindak sebagai masseur. Perhimpunan tersebut kemudian bergabung dengan ³The Institut of Massage And Remedial Exercice´ yang akhirnya membuat peraturan untuk menyelenggarakan pendidikan dan ujian. Perkembangan Masase di Indonesia Di Indonesia. maka dapat dikatakan bahwa teori dari sistem tersebut adalah baik dan benar.000 orang.

Seorang masseur/masseuse diwajibkan menguasai dan memiliki dasar-dasar pengetahuan tentang keadaan si pasien dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan modern. Manipulasi Pada Pasien . bola basket.Masase atau pijat merupakan keterampilan yang melibatkan unsur-unsur pengetahuan. Selain itu seorang pemijat harus mempunyai kekuatan. seorang masseur/masseuse hendaknya juga melakukan latihan-latihan misalnya : push up. Masseur/masseuse selalu bekerja dengan kecerdasannya artinya : dapat berfikir dengan cepat dan bertindak dengan tepat sesuai dengan berbagai kondisi yang ditemukan pada pasien. terutama dalam perkembangan dalam ilmu kedokteraan dan sistem pengobatan. dengan sentuhan yang sensitif dan enak (nyaman). hal itu merupakan tugas dan tanggung jawab masseur/masseuse untuk memberikan perawatan dengan teknik dan metode yang benar. karena hal tersebut merupakan tanggung jawab dokter yang ahli di bidangnya (ortopedi). FAKTOR-FAKTOR DALAM PELAKSANAAN MASASE Syarat-syarat Yang Diperlukan Bagi Seorang Masseur/Masseuse Untuk menjadi seorang pemijat pria/wanita (masseur/masseuse) yang baik dan berhasil. Tangan Seorang Masseur/Masseuse Tangan yang ideal untuk melakukan masase adalah yang lebar. Banyaknya kegiatan olahraga khususnya olahraga yang memerlukan gerakan-gerakan yang cepat dan kuat (explosive) seperti : sepak bola. penuh kelembutan. hangat. sedangkan pada bagian tubuh di atas jantung terutama leher sebagai jembatan penghubung kepala harus diarahkan ke bawah (ke arah jantung) melalui pembuluh darah balik (vena). Selain itu keterampilan tangan harus dilatih untuk meningkatkan ketepatan. haruslah memiliki minat dan kecintaan terhadap pekerjaannya. Untuk menjaga kondisi dan kekuatan tangan pada saat melakukan masase. kecepatan dan kelembutan. Maka dalam sebuah Tim Olahraga. dan lain-lain dapat menyebabkan terjadinya terkilir atau keseleo yang diikuti dengan pembengkakan. serta memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan pasien. jika terjadi patah tulang (fracture) sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit. kelincahan dan kerja tangan secara mekanis diarahkan ke jantung untuk menghasilkan rasa enak dan menyegarkan yang menghasilkan pengurangan rasa sakit dari suatu cedera tertentu. Tangan yang lembab dan selalu berpeluh merupakan ciri tangan yang kurang sesuai untuk pekerjaan ini. bulu tangkis. Pada bagian-bagian di bawah jantung harus diarahkan ke atas (ke arah jantung). angkat barbell dan hand grip. Arah Gerakan Tangan Gerakan tangan yang benara dari seorang masseur/masseuse adalah ke arah centripetal yaitu gerakan tangan yang mengikuti pembuluh darah balik (vena) yang membawa darah kotor ke jantung. Sedangkan. Kalau memang terpaksa dapat digunakan spiritus atau alcohol untuk mengurangi keluarnya keringat dari telapak tangan. naluri dan seni merawat tubuh yang diperoleh dari seringnya melakukan praktek masase atau dalam istilah masase telah memiliki ³jam terbang yang tinggi´.

jaringan yang lunak. Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian antara lain : 1. Pergeseran pada sendi atau perubahan dalam luas gerak persendian.Manipulasi atau Pegangan yang dilakukan seorang masseur/masseuse dilakukan dengan tekanan yang cukup disesuaikan kondisi si pasien dan penuh perasaan sehingga mendatangkan rasa enak (nyaman) pada pasien yang bersangkutan. Pada saat melakukan masase. meskipun di dalam ruangan terdapat banyak ventilasi. Jika terdapat bangku masase yang lebih modern. Beberapa posisi yang dianjurkan selama kegiatan masase antara lain : 1. Tanda-tanda kelelahan. ketegangan dan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari. suhu (dingin/panas) atau warna kemerah-merahan (bengkak). Selain itu selama di masase. Hal tersebut perlu diperhatikan agar pasien tetap dalam kondisi nyaman dan efek masase dapat dirasakan secara maksimal. 4. hal ini timbul karena ada perasaan cemas. selain itu keadaan rileks akan memberikan istirahat jasmani dan rohani. misalnya kulit yang kasar. biasanya posisi kepala diletakkan pada bagian yang berlubang dengan hiasan dibawah sebagai penyegar pandangan (misalnya : bunga segar yang diletakkan di baskom). agar manipulasi yang diberikan memperoleh hasil yang sebaikbaiknya. dengan jarijari serta telapak tangan menghadap ke atas. takut sakit atau asing terhadap keadaan sekitarnya. Terkadang jika seorang pasien diminta untuk rileks. misalnya pembengkakan (haematome). sehingga tidak sampai menimbulkan bercak-bercak merah (memar) yang menimbulkan rasa sakit. Masseur/masseuse tetap harus memusatkan perhatiannya terhadap tugas yang dihadapi dan selalu sensitif (peka) terhadap segala perubahan-perubahan yang terjadi pada si pasien. tidak kaku atau tegang. pengerasan atau penebalan (miogelosen). 3. Posisi Tidur Telungkup Posisi tidur telungkup yang baik adalah kedua lengan lurus ke bawah di samping badan. kesulitan dalam pernafasan dan lain-lain. Oleh karena itu lengan diletakkan di samping badan. otot kaku atau kejang-kejang. Jika perlu harus menggunakan berat badanya untuk memberikan tambahan tekanan. maka dapat di tes dengan memberikan manipulasi dengan sedikit gerakan pasif yaitu mengangkat salah satu anggota badan ke atas dan kemudian dibiarkan jatuh. tanpa disadari ia justru menimbulkan ketengangan pada anggota tubuhnya. . tetapi tetaplah harus dalam batasbatas yang sesuai menurut kebutuhannya. Keadaan rileks dari pasien ini sangatlah penting. Jika masih ada ketengangan. karena akan banyak darah yang mengalir ke lengan sehingga terjadillah pembendungan. Hal ini diperlukan mengingat banyak orang yang mengalami kesibukan. agar bagian yang akan dimasase tidak mengalami ketegangan (kendor). Posisi Pasien Seorang pasien yang akan dimasase hendaknya mengambil posisi serileks mungkin. bagian tubuh yang tidak di masase harus ditutup atau diselimuti. dan diharapkan tidak terhembus oleh angin. Keadaan kulit. Pasien harus dalam keadaan hangat selama dimasase. Untuk melihat apakah si pasien benar-benar dalam keadaan rileks selama perawatan diberikan. tangan masseur/masseuse harus dalam keadaan rileks. Posisi lengan yang di samping badan hendaknya jangan sampai terkulai ke bawah. Keadaan abnormal pada jaringan di bawah kulit. kepala dipalingkan ke samping dan diletakkan diatas bantal yang tidak terlalu tinggi atau bila tidak ada bantal dapat melibatkan kedua tangan yang diletakkan di bawah dagu. 2. maka pasien diminta berbaring lagi seakan-akan tidak bertenaga sama sekali.

4. Jika ada pasien yang bentuk badannya tinggi dapat digunakan cara yaitu meletakkan kakinya pada tepi bangku masase dengan diberi alas bantal tipis atau handuk yang dilipat. tidak perlu diberikan karena akan menimbulkan panas yang berlebihan dan rasa tidak nyaman. sedangkan pinggang-punggung pada kondisi bersandar. Posisi Tidur Telentang Untuk memasase tubuh bagian depan. dan apabila pada posisi telungkup ada pasien yang merasa sakit pada daerah lutut. Berupa sabun : sabun mandi. Tempat duduk yang baik adalah bangku masase. misalkan yang tidak tahan rheumason karena panasnya. Berupa minyak cair : baby oil. salycil talk. Tidak berbau terlalu tajam sehingga mengganggu pasien.Untuk menjaga agar kaki bawah (sendi pergelangan kaki : engkel) tidak terlalu bengkok yang menyebabkan rasa sakit berilah alas dengan guling di bawah kura-kura kaki. 2. 2. 6. 3. leher dan kepala dalam keadaan rileks. Posisi Duduk Posisi duduk yang lebih baik adalah pantat diletakkan pada alas kursi. maka posisi pasien harus tidur telentang dan lengan diletakkan di samping badan. Tidak mengganggu kulit pasien. jangan sampai banyak pelican yang tertinggal pada kulit. maka ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. vicks. Kontra Indikasi Penggunaan Masase . Letakkan bantal yang tidak terlalu tinggi di bawah kepala dan guling atau gulungan handuk di bawah lutut untuk menghindari rasa sakit pada saat melakukan tekanan pada paha bagian depan (quadriceps). antara lain : 1. 3. sabun cuci. Penggunaan Bahan Pelicin Beberapa macam bahan pelican yang dapat digunakan dalam melakukan masase. Berupa bahan cair beraroma : hand body. dll. 2. lavender dll). 4. dll. dll. sehingga tempurung lutut akan terlindungi. dan sikap masseur/masseuse pada saat memasase dalam posisi berdiri. dll. tangan. minyak zaitun. 5. minyak kelapa (ikan dorang). avitson. yaitu : 1. minyak aroma terapi (almond. berilah alas berupa handuk atau bahan lain. dan tidak ada bagian tubuh yang kontraksi sedikitpun. citra. Berupa vaselin : balsem. Berupa cream : counterpain. Kaki. rheumason cream. Selesai masase hendaknya di bersihkan dengan handuk. dll. dll. Tidak terlalu cepat menguap. tetapi jika tidak ada dapat memakai kursi biasa yang kerangkanya memenuhi syarat secara otomatis. 3. stop-x. Berupa bedak : baby talk. Dari berbagai persyaratan bahan pelican yang dikemukakan di atas.

Biasanya yang mendororng orang melakukan masase karena rasa sakit pada otot. Ada saat tubuh pasien boleh diberikan masase ringan. akupuntur. Sesudah pertandingan 4. 5. otot pegal. 8. dan sakit. 3. Masase olahraga adalah perbuatan dengan tangan (manipulasi) pada bagian-bagian lunak tubuh dengan prosedur manual atau mekanis yang mempunyai pengaruh dalam menghilangkan sisa-sisa pembakaran dalam otot. dan lainlain. tubuh perlu pemulihan yang cukup sehingga menjadi segar kembali. misalnya luxatie (salah sendi) atau dislokasi (lepas sendi) tetapi dengan syarat harus sangat hati-hati dan membutuhkan pengalaman yang cukup lama. Cara untuk mempercepat pemulihan ada bermacam-macam. MASASE OLAHRAGA Setelah melakuka kegiatan olahraga. Prosedur Masase . Hal ini biasa dan wajar dan disebut sebagai DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness = rasa sakit pada otot ysng timbul belakang). Penyebab hal ini adalah otot-otot tubuh terlalu lelah sehingga menyebabkan rasa sakit atau pegal (fatique). Masase mempercepat proses metabolisme otot-otot yang bekerja. tetapi ada juga yang tidak boleh dimasase sama sekali. 4. Untuk mengatasi rasa sakit/pegal tersebut. kita sering merasa lelah. Di dalam menunjang aktifitas olahraga. masase dapat digunakan dalam membantu reposisi dalam kasus-kasus cedera. 7. karena pasien sedang berada dalam keadaan sebagai berikut : PATHALOGIS 1. Dari semua cara di atas. dan merupakan kontra indikasi.Dalam kondisi-kondisi tertentu masase tidak boleh diberikan. seperti : istirahat aktif. Pada kegiatan yang sangat berat sering terjadi pula serabut-serabut otot putus/robek sehingga rasa sakit akan lebih hebat lagi. membersihkan proses-proses sisa. Sesudah makan 3. sauna. Menstruasi 5. Lelah sekali 2. 6. masase adalah perangsang yang merupakan jaringan lunak yang ikut serta aktif tidak hanya pada fungsi statis dan dinamis. masase. tetapi juga pada metabolisme tubuh. Keadaan ini timbul pada kirakira dua atau tiga hari setelah berolahraga. Hamil Catatan : Sebagai terapi (pengobatan). Demam/panas tinggi Peradangan (Haematom) Penyakit kulit Luka Varices Fractur (retak/patah tulang) Tumor/kanker Tekanan darah tinggi (Hipertensi) NON PATHALOGIS 1. masase merupakan hal yang paling sering dilakukan dan paling popular. misalnya asam laktat atau assam susu. Masase sebenarnya ada berbagai macam tetapi yang paling dikenal adalah masae olahraga dengan cara swedia (Swedish massage). 2. dan membaharui darah menjadi segar sehingga penuh dengan bahan-bahan berenergi.

Otot rangka juga bersifat ³mudah berubah´ artinya otot ini mengalami perubahan sesuai dengan yang dikehendaki. . Tiap golongan otot bekerja sebagai suatu kesatuan untuk menghasilkan satu gerakan tertentu. dimana fungsi dari otot rangka adalah sebagai penggerak. menghasilkan panas dan mempertahankan suhu tubuh. atau serangkaian gerakan terpadu. antara lain : Anatomi. Oleh karena itu orang yang menekuni bidang masase olahraga hendaknya memiliki pengetahuan tentang fungsi golongan otot yang menghasilkan gerakan-gerakan dasar (Lihat : Gambar Sistem Otot Rangka tampak depan dan belakang).Sebelum orang mempelajari masase sebaiknya telah mempelajari beberapa ilmu yang mendukung. P3K. pembentuk postur. Biomekanika. dan Perawatan cedera. Misalnya pengetahuan tentang ilmu anatomi yang berhubungan dengan system otot rangka. Pemanfaatan dari ilmu-ilmu pendukung tersebut adalah dapat memberikan indikasi yang tepat dalam pelaksanaan masase. Fisiologi.

sedangkan gosokan lamban menghasilkan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) local dengan waktu lama yang disebut hyperaemi. Pengaruh fisiologis dari gosokan yang kuat mempengaruhi sirkulasi darah pada jaringan yang paling dalam dan di otot-otot. Pelaksanaanya adalah jari-jari tangan rapat mencakup otot. teknik pegangan dalam masase ini terdiri dari 9 manipulasi pokok yaitu : 1. Pengaruh fisiologis dari manipulasi petrissage terutama berhubungan dengan suatu perintah latihan bagi saraf motorik yang merangsang fungsi otot. Petrissage dapat dilakukan dengan satu tangan atau kedua tangan dengan gerakan bergelombang. Gerakan-gerakan yang dipergunakan dalam masase disebut prosedur manual. dan pencomotan otot dari jaringan dalam. Effleurage (Menggosok) Teknik masase ini digunakan sebagai manipulai pembuka dan penutup. maka manipulasi ini dapat dilakukan dengan bermacam-macam variasi yaitu dengan menggunakan jari. Manipulasi Pokok. 2. kemudian tangan dipindah-pindahkan sedikit demi sedikit sepanjang kumpulan otot. telapak tangan atau bahkan dengan sikut.Gambar : Sistem Otot Rangka Tampak Depan. Gosokan sedang lebih mengaktifkan sirkulasi pada pembuluh getah bening (lymphe). A. Selain itu gerakan mengangkat. . sehingga dapat terbagi menjadi dua golongan manipulasi ialah : A. tidak terputus-putus dan terikat satu sama lain. Pengaruh mekanis dari effleurage adalah membantu kerja pembuluh darah balik (vena) dan menyebabkan timbulnya panas tubuh sehingga manipulasi effleurage dapat berfungsi sebagai pemanasan (warming up). ibi jari. B. tetapi manipulasi ini telah digolongkan dan disesuaikan menurut dampaknya. Manipulasi Pokok Masase Disebut manipulasi pokok karena merupakan dasar (basic) didalam pelaksanaan masase olahraga. Gambar : Sistem Otot Rangka Tampak Belakang. Menurut letak dan tempat bagian badan. 3. Friction (Menggerus) Friction atau menggerus adalah prosedur yang sangat tua dan banyak dipergunakan dalam semua bentuk masase. memeras dan menekan menyebabkan perbaikan aliran darah dalam otot dan menambah kekuatan (tonus) otot. tekanan. Manipulasi Pembantu. Pengaruh mekanis yang ditimbulkan oleh gerakan peras adalah menghancurkan sisa-sisa pembakaran dan melemaskan kekakuan di dalam jaringan. Petrissage (Memijat) Petrissage adalah prosedur masase yang dilakukan dengan teknik perasan. dan manipulasi masase mempunyai bentuk dan variasi yang banyak sekali. gosokan menuju arah jantung dan dilakukan secara berirama dan kontinyu. berirama. Gerakan diulang-ulang beberapa kali pada tempat yang sama. Pelaksanaanya adalah dengan gerakan putaran spiral menuju ke arah jantung.

satu menarik dan yang satu mendorong. Manipulasi dilakukan dengan irama yang hidup serta tangan berpindah-pindah dan berdekatan. yaitu gerakan pukulan ringan dan berirama dengan jari-jari tangan. Pelaksanaanya adalah dengan jari-jari membengkok. Gerakan dilakukan dengan irama hidup (irama yang bersemangat). yang dilakukan dengan irama cepat akan menimbulkan warna merah dan rasa panas yang berarti mengalirnya darah lebih banyak pada daerah yang dimasase. Shaking (Menggoncang) Shaking atau menggoncang adalah prosedur masase yang juga sering dipakai untuk membantu para olahragawan agar otot-ototnya menjadi kendor. . Walken (Menggosok Melintang Otot) Manipulasi walken diberikan pada daerah-daerah yang lebar. paha atau betis yang dilakukan dengan gerakan-gerakan ke samping. Dalam olahraga. yang dilakukan oleh jari-jari kedua belah tangan dengan jarak yang cukup berdekatan. Dapat juga dilakukan secara mekanis atau dengan bantuan alat yang digerakan tangan atau listrik. sesuai dengan keadaan dan tidak terputus-putus. sehingga memudahkan sirkulasi darah. ke atas dan ke bawah. jari-jari terbuka. Tapotement (Memukul) Manipulasi ini sering digunakan pada masase olahraga. serta mengendurkan. tetapi boleh juga diberikan di tempat lain apabila diperlukan. Gosokan kedua tangan dilakukan dengan arah yang berlawanan. Pelaksanaanyan hamper sama dengan effleurage. Pengaruh mekanis dari manipulasi shaking adalah jika dilakukan dengan baik. Pengaruh mekanis dari aksi tapotement. merangsang pergantian nutrisi. Pengaruh fisiologis yang ditimbulkan dari manipulasi pukulan adalah meningkatkan peredaran darah arteri terutama pada jaringan otot. misalnya bagian bawah dan atas pada bagian yang berotot. Yang sering digunakan dan lebih baik adalah manipulasi ³mencincang´. dan mengulur bagian lunak yang menyebabkan lancarnya peredaran darah dan meningkatkan kerja syaraf. lengan atas dan lengan bawah. melemaskan. terutama pada organ tubuh bagian perut dan dada. Pengaruh fisiologis adalah merangsang dan memberikan desakan ke dalam.Pengaruh mekanis dari friction menghasilkan kelancaran aliran darah setempat (vasodilatasi local). dengan punggung jari-jari atau dengan membentuk tangan seperti mangkuk (cupping). Sikap tangan dapat berupa setengah mengepal. tetapi dilakukan dengan melintang otot dengan menyusur panjangnya otot. goncangan ini akan melemaskan otot-otot dan menambah fleksibilitas jaringan-jaringan. menimbulkan kontraksi otot (idiomuskuler) sehingga dapat membantu kelancaran pertukaran zat dalam tubuh. dan juga sebagai pemanasan. 4. telapak tangan atau kepalan. Biasanya tapotement diberikan di daerah pinggang-punggung dan pantat. 6. 5. Walken selalu dikerjakan dengan kedua tangan dan jari-jari rapat. arahnya naik menuju jantung. Pengaruh fisiologis adalah aksi friction di dalam melancarkan aliran darah dan pembesaran serabut otot. manipulasi ini dipergunakan sebagai masase pemanasan dan pengembalian pulihnya fisik ke keadaan semula.

Stroking (Mengurut). antar otot (inter musculair). tiga jari atau ke empat ujung jari yang dirapatkan kemudian dengan tekanan menggerakkan jari-jari tersebut menyusur diantara kanan dan kiri tulang belakang (inter vertebrae). jari-jari ditekankan pada tempat yang dikehendaki. Pengaruh fisiologis dapat melepaskan kulit dari jaringan ikat dan melebarkan pembuluh kapiler di bawah kulit. kemudian kejangkan seluruh lengan tersebut. ibu jari didorongkan dan jari-jari yang lain melangkah-langkah berjalan ke depan. Pengaruh fisiologis adalah memberikan rangsangan pada persyaratan dan jaringan di bawah kulit. Vibration (Menggetarkan) Getaran ini dapat diberikan melalui ujung jari. di sudut luar scapula. Caranya dengan sikap membengkok siku. Manipulasi dapat dilakukan beberapa kali. Pengaruh fisiologis pada vibration adalah merangsang syaraf vegetatif (tak sadar) pada alat-alat dalam melalui aksi pada bagian luar. dst. Getaran ini biasanya diberikan pada tempat-tempat yang sensitive (peka). misalnya di lekuk bawah kepala. 7.Pengaruh mekanis adalah aksi walken dalam membantu pemanasan badan (warming up) dan sebagai manipulasi untuk mendeteksi kelainan-kelainan akibat cedera. B. 8. kedua ujung jari. Manipulasi ini juga merupakan teknik masase pengobatan yaitu untuk menemukan kelainan-kelainan berupa pengerasanpengerasan otot (miogelosen). Manipulasi . sekeliling persendian. Pengaruh mekanis dari aksi vibration adalah merangsang (menstimulasi) pada organ-organ dalam yang penting. 9. Skin Rolling (Menggeser Lipatan Kulit) Sering kali dilakukan untuk masase penyembuhan (terapi). dan biasanya pada akhir masase keseluruhan tubuh (general massage). dua jari atau tiga jari yang dirapatkan. Pengaruh mekanis adalah aksi skin rolling dalam mempertinggi tonus otot dan memperbaiki pertukaran zat serta peredaran darah di bawah kulit. Biasanya dilakukan dengan menggunakan ibu jari. ketegangan-ketegangan atau benjolan-benjolan pada otot tersebut. antar iga (inter costae). Pengaruh fisiologis yaitu mempengaruhi syaraf vegtatif (syaraf tak sadar) pada jaringan-jaringan di bawah kulit. sedangkan untuk tempat-tempat yang lebar dikerjakan dengan kedua tangan secara bersama-sama. Manipulasi Pembantu Masase Diantara kesembilan manipulasi pokok terdapat pula manipulasi lainnya yang disebut manipulasi pembantu atau sekunder. Pengaruh mekanis adalah aksi Stroking dalam melemaskan jaringan sehingga sirkulasi darah dan pertukaran zat menjadi lancer dan baik. Pada tempat-tempat yang permukaannya sempit (kecil) dapat dikerjakan dengan menggunakan satu tangan. Caranya dengan mencubit kulit. dsb. Vibration termasuk manipulasi masase terapi dan sangat efektif untuk memacu persyaratan dalam upaya penyembuhan. Manipulasi ini dapat berfungsi melengakapi dan menyempurnakan prosedur menipulasi pokok.

Efek manipulasi memutar sama halnya dengan goncangan. Tarikan (Cubitan) dan peregangan. Goncangan (ke kiri/kanan dan atas/bawah) dan memutar. 3. Goncangan dan Memutar. Tekanan Tekanan adalah prosedur kuno yang diberikan pada bagian yang kecil atau lebih besar dari tubuh. 1. Tarikan (Cubitan) dan Peregangan. Para olahragawan menggunakan goncangan dan memutar dengan tujuan melemaskan otot-otot pada waktu beristirahat (di sela-sela pertandingan/turun minum) atau sesudah pertandingan. Tarikan dan peregangan adalah prosedur masase pada persendian dan jaringan yang dilakukan pada akhir masase. Manipulasi dilakukan dengan irama yang hidup serta tangan berpindah-pindah dengan sangat berdekatan. 2. masseur/masseuse memegang dengan tangan sebelah di bagian atas persendian dan tangan yang lain berada di bawah persendian kemudian menarik secara bersama-sama menuju ke arah centripetal (jantung). dan menenangkan daerah yang dimasase. Tekanan akan berubah secara teknis berdasarkan luas daerah yang dimasase. Untuk melaksanakan tekanan yang kuat akan tetapi hemat tenaga digunakan berat badan. Bila gerakan dilakukan dengan baik. 2. Manipulasi ini dilakukan dengan jari-jari membengkok mengambil bagian bawah dan atas pada bagian yang berotot pada lengan atas dan bawah. karena kedua-duanya dapat dikombinasikan sebagai variasi. posisi duduk dan berdiri dengan mengangkatnya ke arah vertikal. Tekanan dilakukan sekali atau berkali-kali pada tempat yang sama tanpa intensitas yang berlebih-lebihan. 3.pembantu dapat dikatakan sebagai teknik pengembangan (improvisasi) dari manipulasi pokok yang dilakukan pada saat dan kondisi tertentu. terutama pada persendian tangan dan kaki. 4. Teknik memutar dilakukan seperti halnya dengan goncangan. Beberapa prosedur masase lainnya. Tekanan pada punggung dilakukan dengan kekuatan pada akhir masase local (partial) atau masase keseluruhan badan (general) dan indikasi hanya pada pasien yang sehat dan kuat. Beberapa manipulasi pembantu yang penting adalah : 1. Tekanan yang dilakukan pada saraf adalah prosedur masase terapi. paha atau betis dan gerakan-gerakan kesamping (kiri/kanan) dan keatas/kebawah. Manipulasi memutar ini bermanfaat bagi keseluruhan jaringan lunak di sekitar daerah tersebut. menurunkan ketegangan saraf. Menipulasi tarikan dilakukan dengan baik dan betul agar tidak menimbulkan memar dan rasa sakit pada kulit. Menipulasi ini terdiri dari tarikan sederhana yang biasanya dikombinasikan dengan vibration. yang dilakukan dengan menekan terusmenerus atau secara vibration (menggetarkan) pada suatu pangkal saraf yang sensitif atau pada cabang yang pokok. yang disalurkan pada telapak tangan melalui lengan yang lurus. akan tetapi dengan jari-jari tangan lurus dan telapak tangan ditekankan lebih kuat pada jaringan (lokal) yang dimasase. terutama dalam masase persendian untuk melawan gejala-gejala penurunan mobilitas persendian dan pembesaran jaringan patologis di sekitar persendian. Penarikan di samping kanan-kiri columna vertebralis cervicales dilakukan pada posisi telungkup. Untuk melaksankan tarikan. goncangan ini akan melemaskan otot-otot. . menambah fleksibilitas jaringan-jaringan. Peregangan adalah gerakan aktif atau pasif yang menyempurnakan gerakan metodik dari persendian dalam hal latihan (exercise) dan mempertahankan mobilitas. Tekanan. Untuk melakukan manipulasi ini dipergunakan telapak tangan dengan jari-jari lurus dilakukan pada kiri-kanan tulang belakang (columna vertebralis) dalam posisi telungkup.

Petrissage. Berikutnya diberikan Walken (gosokan melintang otot) dengan maksud jika ada rangsangan yang terlalu besar pada persyarafan dan terdapat kelainan jaringan di bawah kulit dapat segera diketahui dan gerakan Walken akan menimbulkan efek panas yang menyebabkan lancarnya pembuluh darah balik (vena). sehingga asam laktat dapat terserap mengikuti peredaran darah balik (vena). tapotement dengan stroking. Bentuk atau jepitan kulit disebut pengangkatan otot-otot. Dari ke-sembilan manipulasi pokok yang dipakai dalam masase sistem Swedia. . lebih baik seluruh manipulasi pokok dikerjakan. yaitu : 1. Prosedur Masase Lainnya. Masase dibatasi menurut keperluannya dan indikasinya dengan satu atau dua manipulasi pokok. selain untuk mengadakan re-check. Untuk menyegarkan atau menghilangkan kelelahan. Prosedur masase yang ditulis di atas. maka perlu diketahui kegunaan masase secara umum terhadap manusia. 4. Untuk membantu mempercepat penyembuhan cedera tertentu. Comotlah jaringan di bawah kulit dengan jari-jari bahkan otot sampai batas elastisitas jaringan. Dengan memberikan Effleurage (gosokan) diharapkan peredaran darah akan menjadi lebih lancar. Setelah itu diberikan manipulasi Shaking (goncangan) yang berguna untuk menggendorkan. Untuk menaikkan kondisi fisik seseorang (warming up). 4. Effleurage. dapat dilakukan satu persatu atau dikombinasi. melemaskan otot dan merangsang (menstimulasi) organ-organ tubuh sehingga dapat berfungsi kembali dengan baik dan pertukaran zat-pun akan menjadi lebih lancar. Walken. Biasanya friction dengan petrissage. goncangan dengan putaran. Mengapa hanya 5 (lima) macam manipulasi saja yang digunakan ? Karena kekakuan otot setelah melakukan gerak jalan jelas bukan merupakan suatu kelainan atau cedera yang serius. Kemudian diberikan Petrissage (pijatan) dimaksudkan agar kekakuan otot tersebut menjadi lemas kembali dan pengangkutan sisa pembakaran menjadi lebih lancer. 3. Untuk membantu prestasi olahragwan. tekanan dengan vibration atau tarikan dengan tekanan. tetapi karena tertimbunnya zat lelah (asam laktat/asam susu) pada otot tersebut. Dalam pelaksanaanya ke-sembilan manipulasi pokok ini tidak selalu digunakan secara keseluruhan. 2. tetapi hanya dipakai beberapa manipulasi saja sesuai kebutuhan. terutama dalam mengembalikan fungsi cedera persendian dan otot. Akhirnya diulang kembali manipulasi Effleurage dengan maksud untuk mengadakan re-check (memeriksa kembali) apakah masih ada kekakuan otot di tempat tersebut atau tidak. Manipulasi ini dilakukan dengan irama dari satu tempat ke tempat lainnya pada bagian anggota tubuh yang berotot/berdaging. Jepitan diberikan pada bagian yang berotot dari anggota tubuh sedangkan pengangkatan otot-otot dilakukan pada bagian belakang. skin rolling dan stroking merupakan manipulasi-manipulasi terapi (pengobatan). Shaking. maka masasenya adalah dengan memeberikan manipulasi-manipulasi : Effleurage.Tarikan dan peregangan adalah manipulasi yang sangat berguna dalam masase olahrgawan. Prosedur masase lainnya adalah semua manipulasi baru atau variasi baru dari beerapa prosedur kuno. tetapi jika diperlukan dalam kondisi yang lebih luas. Masase Pada Tubuh Olahragawan Sebelum mempelajari masase pada olahragawan sesuai dengan waktunya. Effleurage penutup. juga untuk memeberikan rangsangan tambahan untuk mempelancar peredaran darah dan menimbulkan rasa nyaman pada si pasien. Sebagai contoh seseorang yang mengalami kekakuan pada otot betisnya setelah mengikuti gerak jalan. kemudian biarkan lepas dari genggaman. khusus manipulasi tapotement.

Masase Selama Pertandingan (Inter Activity). Sebaliknya masase yang diberikan dosisnya terlalu kurang. Kondisi-Kondisi Dalam Melakukan Praktek Masase 1. Hal tersebut diperlukan ketajaman felling (perkiraan) yang dapat dilatih dengan banyak melakukan praktek masase. Utamakan otot-otot yang dipergunakan sesuai dengan cabang olahragawan. Masase ini membantu olahragawan dalam membantu pemanasan (warming up) yang bertujuan merangsang sirkulasi darah. 4. meskipun harus mengulang setiap hari. maka dengan menggunakan manipulasi-manipulasi masase olahraga dirasa sudah cukup untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada olahragawan. yang bertujuan untuk memberikan dampak psikologis pada olahragawan agar tetap mempunyai ketenangan dan fokus terhadap jalannya pertandingan (biasanya digunakan manipulasi Tapotement dan Shaking yang tidak terlalu keras pada otot leher/pundak). Masase Sehabis Pertandingan (Post Activity). disela-sela istirahat pada saat pemberhentian pertandingan (time out). pengerasan dan rasa sakit pada otot sehingga menyebabkan pada esok harinya olahragawan akan sulit bergerak.Sesuai dengan fungsinya maka masase boleh diberikan kepada siapa saja sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan masase yang terlalu keras dalam memberikan tekanan-tekanan. Hal yang perlu diingat adalah bahwa pemberian masase terlalu banyak atau dosisnya berlebihan. Dilakukan dengan waktu yang singkat. bahkan pasien tersebut akan menjadi lemas atau loyo. akan mengakibatkan memar-memar atau rasa sakit. Masase Selama Latihan Intensif. Masase yang dilakukan adalah masase lokal (local massage) yaitu masase pada bagian otot-otot tertentu (lokal) yang banyak memerlukan persiapan dan digunakan sesuai dengan jenis cabang olahraganya. Jadi masase yang paling baik adalah yang sesuai dengan kebutuhan olahragawan. Dapat dilakukan masase pada seluruh tubuh (general masase) maksimum satu sampai dua kali seminggu. sehingga dosisnya tidak berlebihan. 2. Masase yang diberikan setelah pertandingan berahkir dan diberikan beberapa jam kemudian. dengan memperhatikan kondisi si pasien. otot dan syaraf dengan demikian olahragawan dapat dengan cepat menyiapkan kondisi fisiknya. Masase Sebelum Pertandingan (Pre Activity). maka tidak akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh olahragawan. sihingga tujuan masase tidak tercapai. karena saat lelah sekali setelah pertandingan tidak boleh dimasase mengingat pada otot masih banyak terdapat endapan asam laktat (lactyt acid) yang berakibat terjadinya kekakuan. Masase yang diberikan kepada olahragawan yang dalam hal ini termasuk kategori orang-orang sehat. dan jika terjadi suatu kelainan maka lakukan masase sampai tuntas. 3. tidak akan menaikkan suhu badan dan meningkatkan fleksibilitas otot seperti yang diharapkan. .

Masase yang dilakukan adalah masase keseluruhan tubuh (general masase) dengan durasi waktu sekitar 45 ± 60 menit. yang bertujuan mengembalikan kondisi olahragawan mendekati kondisi semula (pulih asal) agar dapat melakukan pertandingan kembali .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful