P. 1
tentang HAN

tentang HAN

|Views: 549|Likes:
Published by Ryo Klasika

More info:

Published by: Ryo Klasika on Apr 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2013

pdf

text

original

BAB I ADMINISTRASI DAN HUKUM ADMINISTRASI A.

Peristilahan

Penggunaan istilah Hukum Administrasi Negara (HAN) sedikit banyak dipengaruhi oleh Keputusan/Kesepakatan pengasuh mata kuliah Fakultas Hukum pada pertemuan di Cibulan tanggal 26-28 Maret 1973. Sebelum itu, dalam kurikulum minimal tahun 1972, istilah yang digunakan dalam SK Menteri P dan K tanggal 30 Desember 1972 No. 0198/U/1972 adalah Hukum Tata Pemerintahan. Meskipun istilah Hukum Tata Pemerintahan tercantum dalam SK tersebut diatas, namun dalam kenyataan penggunaan istilah itu oleh beberapa fakultas hukum – terutama fakultas hukum universitas negeri (yang kemudian diikuti juga oleh berbagai fakultas hukum universitas swasta) tidak seragam. Istilah-istilah yang beranekaragam itu adalah: Hukum Tata Pemerintahan, Hukum Tata Usaha Negara, Hukum Administrasi Negara. Soewarno Handayaningrat dalam bukunya Administrasi Pemerintahan Dalam Pembangunan Nasional antara lain menengahkan sebagai berikut: Administrasi Negara merupakan bagian dari administrasi umum. Ilmu Administrasi Negara merupakan cabang Ilmu Sosial dan (Ilmu Politik). Pada halaman 2 juga diketengahkan pendapat Leonard D.White bahwa administrasi negara terdiri atas semua kegiatan Negara dengan maksud untuk menunaikan dan melaksanakan kebijakan Negara. Pada halaman 3 diketengahkan pendapat Dimock dan Koening tentang administrasi negara dalam arti luas dan arti sempit. Dalam arti luas, administrasi negara adalah kegiatan negara dalam melaksanakan kekuasaan politiknya. Dalam arti sempit, administrasi negara adalah kegiatan eksekutif dalam penyelenggaraan pemerintahan. B. Pemerintahan

1. Definisi dan perumusan – perumusan Pengertian pemerintahan dapat difahami melalui dua pengertian: disatu pihak dalam arti “fungsi pemerintahan” (kegiatan memerintah), dilain pihak dalam arti “organisasi pemerintahan” (kumpulan dari kesatuan–kesatuan pemerintahan). Apa sebenarnya kandungan dari “fungsi pemerintahan” itu? Fungsi dari pemerintahan itu dapat ditentukan sedikit banyak dengan menempatkannya dalam hubungan dengan fungsi perundang-undangan dan peradilan. Pemerintahan dapat dirumuskan secara negatif sebagai segala macam kegiatan penguasa yang tidak dapat disebutkan sebagai suatu kegiatan perundang-undangan atau peradilan. Ada ahli hukum administrasi yang mengatakan bahwa pelaksanaan kekuasaan yang terdiri atas peraturanperaturan perundang-undangan yang lebih lanjut (peraturan-peraturan umum tentang pemerintahan, peraturan-peraturan dari pihak penguasa yang lebih rendah), tidak dapat dikategorikan dalam hukum administrasi. Donner (A.M Donner, Nederlands Bestuursrecht, jilid umum, Alphen aan den Rijn, Nederland, cetakan ulang kelima tahun 1987 hal. 15-17) mengutarakan empat macam bentuk dari penguasa : a). Pemelihara Ketertiban Pemeliharaan ketertiban pada tingkat pertama ialah pengawasan supaya dapat terlaksana secara teratur. Dapat terdiri dari penetapan peraturan bagi komunikasi timbal balik, yaitu diserahkan pada masyarakat untuk mengadukan sendiri pelanggaran atas hukum tadi dan membuatnya berlaku melalui suatu proses (seperti dalam hal lalu lintas). Suatu teknik lain pemeliharaan ketertiban ialah terikatnya beberapa kegiatan atau keadaan pada suatu perizinan, pengesahan, persetujuan atau suatu bentuk pemberian kuasa yang lain oleh karena kegiatan-kegiatan itu pada dasarnya adalah terlarang kecuali jika dilaporkan dan memperoleh izin. b). Pengelola Keuangan

Melalui pajak, pungutan-pungutan lain, pendapatan sendiri umpamanya dari sumber bantuan kekayaan alam dan kredit luar negeri, pihak penguasa menjadi yang terkaya dan yang paling boleh dipercaya dalam negara. Dalam hal pemasukan uang pajak yang terutang, pihak pemerintah (melalui Kantor Inspeksi Pajak = sekarang Dit.Jen Pajak) memainkan peranan yang penting. Pendapatan pihak penguasa bertujuan untuk menutup kebutuhankebutuhan sendiri, namun juga mempunyai fungsi dalam hal pengaturan kembali pendapatan negara. Dengan demikian, penguasa memberi bantuan, menyediakan subsidi, memberi kredit dan jaminan atau memberi harta milik yang diinvestasikan oleh kelompok-kelompok tertentu atau masyarakat umum. c). Tuan tanah Sejak dahulu pihak penguasa merupakan tuan tanah. Banyak jalan dan sungai, pantai, bendungan dan tentu saja bahan-bahan mineral, adalah milik penguasa. Penguasa juga memiliki kesempatan-kesempatan juridis untuk merampas tanah ataupun menggunakan tanah itu dengan tujuan membatasi kepentingan umum dan pungutan pajak. d). Pengusaha Beberapa kegiatan hanya dapat dilaksanakan oleh pihak penguasa mengingat sifatnya atau karena diharuskan sesuai dengan undang-undang. Maka kita menyebutkan “jasa-jasa” pihak penguasa: seperti pertahanan, pekerjaan umum, polisi, pemadam kebakaran, peredaran mata uang, pendidikan, penyediaan air minum, energi dan saluran air, dll. Disamping keempat jasa yang diarahkan keluar (ekstern) itu, masih ada yang diarahkan fungsinya kedalam (intern) yakni pemerintahan sebagai badan organisasi intern. Pemerintahan intern berbentuk segala macam aturan-aturan organisasi, keputusan-keputusan pengangkatan dan pemberhentian, aturan-aturan dan keputusan-keputusan mengenai kedudukan hukum pegawai negeri, keputusan-keputusan tentang bidang pengawasan para pegawai yang kedudukannya lebih tinggi terhadap yang lebih rendah dan peraturan mengenai penyelesaian sengketa diantara para pegawai negeri. 2. Sejarah Pemerintahan di Indonesia Organisasi pemerintahan setelah penyerahan oleh Raffles adalah sebagai berikut: pemerintah pusat membentuk sebuah sekretariat yang dinamakan “Algemene Secretarie” di Bogor. Pimpinan urusan “oorlog en marine” diserahkan kepada sebuah departemen; urusan keuangan diserahkan kepada “Generale Directive van Financien”. Susunan pemerintahan yang sederhana itu baru dapat dikembangkan lebih luas pada masa Gubernur Jenderal Duymaer van Twist (1851-1856). Sesudah tahun 1904 susunan departemen adalah sebagai berikut: 1. Pertanian 2. Perusahaan Negara (gouvernements bedrijven) 3. Kehakiman (pertama kali didirikan tahun 1870) 4. Keuangan 5. Pemerintahan (binnenlands bestuur) 6. Pengajaran dan keagamaan (onderwijs en eeredienst) 7. Perekonomian 8. Perhubungan dan Pengairan (verkeer en waterstaat) 9. Peperangan (oorlog)

10. Angkatan Laut (marine) Pada tanggal 18 Agustus 1945 dibentuknya UUD Negara RI Tahun 1945, yang dapat dipandang sebagai akte kelahiran dari Negara Republik Indonesia. Selain itu juga diangkat Presiden dan Wakil Presiden. Pada tanggal 19 Agustus tahun 1945 oleh PPKI ditetapkan susunan kementrian negara dan pada tanggal 2 September 1945 Presiden mengangkat menteri-menteri Negara yang masing-masing mengepalai satu departemen, yaitu: Dalam negeri, Luar negeri, Kehakiman, Keuangan, Kemakmuran, Kesehatan, Pengajaran dan Pendidikan, Sosial, Pertahanan, Penerangan, Perhubungan dan Pekerjaan Umum. Karena saat itu, sistem pemerintahan belum dapat dilaksanakn secara penuh. Maka Belanda berusaha kembali untuk menguasai negara RI akhirnya melahirkan suatu Negara Serikat, yaitu Republik Indonesia Serikat dengan konstitusinya disebut dengan Konstitusi RIS. Namun pada tanggal 17 Agustus 1950 (kurang dari satu tahun masa RIS) bentuk negara kembali ke bentuk negara kesatuan dan lahirlah Undang-Undang Dasar Sementara tahun 1950. tugas pemerintah di bidang eksekutif adalah menyelenggarakan kesejahteraan Indonesia dan teristimewa berusaha supaya UUD, Undang-undang, dan peraturan-peraturan lain dijalankan (Pasal 82). Untuk membentuk anggota DPR dan Dewan Konstituante, dibawah UUDS tahun 1950 telah diselenggarakan Pemilu yang pertama kali tanggal 1 April 1954 hingga tanggal 16 Juli 1956. Pada tanggal 23 Maret 1956 Presiden mengambil sumpah para anggota DPR di Istana Negara Jakarta dan pada tanggal 10 Nopember melantik anggota Konstituante di gedung Konstituante di Bandung. Ternyata hasil pemilu itu kemudian menimbulkan masalah dalam kehidupan ketatanegaraan Indonesia. Kemelut kabinet terus berlangsung dan akhirnya Presiden Soekarno telah memutuskan menunjuk dirinya sendiri sebagai Kepala Negara membentukk baru yang dilantik tanggal 9 April 1957 dipimpin oleh Ir. Djoeanda selaku PM, Mr. Hardi selaku WAPERDAM I, K.H. Idham Khalid selaku WAPERDAM II, kabinet itu terkenal dengan nama Kabinet karya. Berhubung kabinet karya disandarkan kepada UUDS 1950 yang dinyatakan tidak berlaku melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959, pada tanggal 6 Juli 1959 kabinet Djoeanda mengembalikan mandat kepada Presiden. Pada tanggal 9 Juli Presiden membentuk Kabinet baru, yaitu Kabinet Kerja. Kabinet Kerja terdiri dari tiga kelompok Menteri, yaitu: Menteri Inti, Menteri Muda dan Menteri Ex Officio (KASAD, KSAU, KSAL, KKN, Jaksa Agung, Wakil Ketua DPA dan Ketua Dewan Nasional). Susunan Kabinet Kerja kemudian dilengkapi dengan Menko, Ketua DPR dan MPRS menjadi Menko, sedangkan wakil ketuanya menjadi menteri. Pelaksanaan pemerintahan dengan Demokrasi Terpimpin ternyata mengarah ke pemusatan kekuasaan di tangan presiden. Keadaan ini dibonceng oleh PKI dan akhirnya meletus peristiwa G.30 S.PKI tahun 1965. Peristiwa ini sekaligus menarik garis pemisah masa pemerintahan sebelumnya dengan sebutan Orde Lama dan Orde Baru. Langkah-langkah pertama pemerintahan Orde Baru diawali dengan Supersemar tahun 1966. langkah konstitusional ditempuh melalui siding-sidang umum MPRS pada tahun 1966, siding istimewa tahun 1967 dan sidang umum V tahun 1968. Berdasarkan ketetapan MPRS No. XIII/MPRS/1966 dibentuk Kabinet Ampera dengan Kep.Pres No. 163/1966. Program Kabinet Ampera terkenal dengan nama Dwidharma Catur Karya. Pada tanggal 11 Oktober diadakan perubahan terhadap Kabinet Ampera. Dalam sidang istimewa, MPRS melalui TAP No. XXXIII/MPRS/1967 kekuasaan Presiden Soekarno ditarik/dicabut dan Jenderal Soeharto diangkat sebagai Pejabat Presiden. Dalam sidang umum MPRS V dengan TAP No. XLIV/MPRS/1968 Jenderal Soeharto diangkat sebagai Presiden RI. Melalui TAP No.XLI/MPRS/1968 telah ditetapkan pembentukan Kabinet Pembangunan. Struktur Kabinet pembangunan terdiri atas 18 menteri yang memimpin departemen dan 5 menteri Negara. Pada tanggal 29 Desember tahun 1986 telah disahkan dan diundangkan Undang-undang No. 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Lahirnya UU ini telah memberikan penghargaan tersendiri bagi hukum administrasi. 3. Pemerintahan dalam zaman modern

Ciri-ciri yang paling penting dari negara ialah pelaksanaan kekuasaan dalam arti menciptakan suatu ketertiban tertentu dalam kenyataan. Sebagai kelanjutannya ditemukan “tugastugas negara yang lebih klasik” dan “tugas-tugas negara yang lebih modern”.  Tugas-tugas Klasik Negara adalah: a. Melindungi bangsa dan wilayah terhadap serangan dari luar (pertahanan) b. c. Melindungi bangsa dan wilayah terhadap kerusuhan dari dalam (pembentukan dan pemeliharaan hukum; polisi) Penagihan uang pajak dan pengelolaan dana tersebut untuk kepentingan pembiayaan tugas-tugas negara

Kementerian-kementerian “lama” yang paling terkenal adalah: Departemen Luar Negeri dan Pertahanan, Dalam Negeri dan Kehakiman, demikian pula Departemen Keuangan. Hukum Adminaistrasi Modern seringkali merupakan suatu akibat dari kesukaran dan kebutuhan yang berbagai macam yang kerapkali ada kaitan langsung dengan pertumbuhan penduduk.  Tugas-tugas Modern Pemerintah adalah: a. Jalan, sungai, perhubungan, angkutan, pos, telekomunikasi b. Pendidikan, Pemeliharaan kesehatan c. Lingkungan, planologi dan Perumahan rakyat d. Perekonomian, pertanian dan perikanan,perdagangan, industri e. Urusan tenaga kerja, Jaminan sosial f. Kebudayaan, Pengembangan masyarakat C. Definisi dan Deskripsi Hukum Administrasi

Deskripsi dari J.Oppenheim mengetengahkan perbedaan terhadap tinjauan Negara oleh hukum tata negara dan oleh hukum administrasi. Hukum Tata Negara menyoroti negara dalam keadaan bergerak. Pendapat selanjutnya dijabarkan oleh C.Van Vollenhoven dalam definisi hukum tata negara dan definisi hukum administrasi. Hukum Tata Negara adalah keseluruhan peraturan hukum yang membentuk alat-alat perlengkapan negara dan menentukan kewenangan alat-alat perlengkapan negara tersebut. Hukum administrasi adalah keseluruhan ketentuan yang mengingat alat-alat perlengkapan negara, baik tinggi maupun rendah, setelah alat-alat itu akan menggunakan kewenangan-kewenangan ketatanegaraan. Prajudi Atmosudirdjo dalam bukunya Hukum Administrasi Negara merumuskan definisi kerja hukum administrasi Negara adalah hukum yang secara khas mengenai seluk beluk daripada administrasi Negara, dan terdiri dari dua tingkatan. Hukum Administrasi Negara Heteronom, bersumber pada UUD, TAP MPR, dan UU adalah hukum yang mengatur seluk beluk organisasi dan fungsi administrasi Negara. Hukum Administrasi Negara Otonom, adalah hukum operasional yang dicipta oleh Pemerintah dan Administrasi Negara sendiri. D. Perkembangan Hukum Administrasi

Hukum administrasi telah berkembang dalam suasana manakala pihak pemerintah mulai menata masyarakat dan dalam kaitan itu menggunakan sarana hukum, umpamanya dengan menetapkan keputusan-keputusan larangan tertentu atau dengan menerbitkan sistem-sistem perizinan. Perkembangan hukum administrasi umum boleh dikatakan baru saja tumbuh sejak Perang Dunia Kedua

yakni hubungan antara penguasa dan rakyat. Dalam hal ini sistem hukum kita menganut . Dengan demikian dapat dikembangkan bidang-bidang hukum administrasi yang menunjang pembangunan pertanian. Hukum tata negara dan hukum administrasi memuat aturan-aturan yang menguasai jalannya lingkaran politik dan pemerintahan. 2. karena hukum administrasi merupakan “instrumenteel recht”. Hukum pidana berisi norma-norma yang begitu penting bagi kehidupan masyarakat sehingga penegakan norma-norma tersebut tidak diserahkan pada pihak partikelir tetapi harus dilakukan oleh penguasa. Penelitian Lapangan Hukum Administrasi Umum Untuk memperoleh gambaran dari keseluruhan aspek hukum administrasi umum itu kita menggunakan cara pemikiran yang berikut. Hubungan antara hukum administrasi dengan hukum internasional tidak lepas dari hakekat hukum administrasi sendiri. E. Dalam mengadakan penelitian dan mengembangkan hukum administrasi disarankan agar dikembangkan bidang-bidang hukum administrasi yang menunjang Pembangunan Nasional sesuai dengan arah Pembangunan yang digariskan oleh Garis-Garis Besar Haluan Negara. perindustrian dan bidang-bidang lainnya. Sedangkan hukum administrasi umum adalah peraturan-peraturan hukum yang tidak terikat pada suatu bidang tertentu dari kebijaksanaan penguasa. 1. Kedudukan Hukum Administrasi dalam Lapangan Hukum Hukum administrasi materiil terletak diantara hukum privat dan hukum pidana.F. Elemen yang demikian itulah kemudian membentuk hukum administrasi umum. Diantara kedua bidang hukum itu terletak hukum administrasi (hukum antara). Penelitian Lapangan Hukum Administrasi Khusus W. 1.Dapat dikatakan bahwa perkembangan hukum (pemerintahan) administrasi umum yang sedang giat dilaksanakan di banyak Negara. Perkembangan kedua yang penting dimulai dengan diperkenalkannya peradilan administrasi Negara. Pada mulanya perkembangan hukum administrasi umum itu hanya merupakan suatu perkembangan dalam ilmu pengetahuan sendiri. Hubungan antara pihak pemerintah dengan masyarakat pada masing-masing bidang urusan pemerintah ditandai oleh dua saluran kegiatan : pihak pemerintah mempengaruhi masyarakat umum dan masyarakat mempengaruhi kalangan pemerintah. 2. Pelaksanaan perjanjian-perjanjian internasional oleh penguasa terhadap rakyat akan menyentuh lapangan hukum administrasi. bergerak dalam tiga taraf secara berturut-turut. Beberapa keputusan pemerintah tertentu mengakibatkan hasil-hasil pemilihan tertentu yang kembali dapat berpengaruh pada timbulnya keputusan-keputusan pemerintah yang baru. Hukum privat berisi norma-norma yang penegakkannya dapat diserahkan kepada pihak partikelir. Prins mengemukakan bahwa perkembangan hukum administrasi bermula dari lapanganlapangan khusus karena kebutuhan untuk mengatur lapangan-lapangan pekerjaan pemerintahan dalam bidang khusus tertentu. 3. Dari lapangan hukum administrasi khusus itulah kemudian dicari elemen-elemen umum yaitu elemen yang terdapat dalam tiap lapangan khusus tersebut. Perkembangan yang ketiga timbul manakala pembuat UU memutuskan dengan tujuan menyelaraskan tindakan-tindakan pemerintah untuk mengadakan “pembuatan UU umum”. Pihak pemerintah mempunyai tugas-tugas tertentu terhadap masyarakat seperti melindungi masyarakat terhadap ancaman luar negeri atau melaksanakan suatu kebijaksanaan lingkungan. Hukum administrasi juga berhubungan dengan hukum internasional. F. Lapangan Hukum Administrasi Khusus dan Hukum Administrasi Umum Yang dimaksudkan dengan lapangan hukum administrasi khusus adalah peraturan-peraturan hukum yang berhubungan dengan bidang tertentu dari kebijaksanaan penguasa.

Pengertian Sumber Hukum Hukum dapat ditinjau dari berbagai aspek. dalam ilmu pemerintahan dapat ditemukan dua macam pendekatan: pendekatan empiris dan pendekatan normatif. bentuk-bentuk dan tujuan negara. Untuk dapat mengikat rakyat diperlukan suatu Undang-undang tersendiri. A. perlu kiranya diingatkan bahwa hukum administrasi modern itu bergantung dari dua macam dorongan : a. Yang artinya bahwa Pancasila adalah pandangan hidup. B. yang termasuk ilmu pemerintahan ialah ilmu hukum. Hukum administrasi jadinya hanya merupakan salah satu dari keseluruhan ilmu-ilmu pemerintahan. Perkembangan Pemerintahan Umum di Masa Depan Hukum Administrasi itu terlibat dengan perkembangan-perkembangan yang cepat. keadilan sosial. maka sumbersumber hukum kebanyakan itu adalah sumber-sumber hukum lain seperti hasil-hasil tulisan ilmu pengetahuan yang lama. Perkembangan dalam bidang hukum administrasi otonom. notulen dari sidang rapat. dsb. prikemanusiaan. Pancasila Dinyatakan Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum”. artinya suatu perjanjian internasional hanya mengikat negara dan tidak mengikat rakyat.IX/MPR/1978 tentang perlunya penyempurnaan yang termaktub dalam pasal 3 Tap MPR No. pertumbuhan dan penyempurnaan hukum administrasi adalah suatu proses otonom yang dapat dicapai dengan bantuan ilmu pengetahuan. H. Seseorang mampu menjelaskan hukum positif yang berlaku dan secara bersamaan mampu menjelaskan dengan tegas sumber-sumber tempat hukum positif itu dikaji. sosiologi. cita-cita moral mengenai kehidupan kemasyarakatan dan keagamaan sebagai pengejawantahan dari Budi Nurani Manusia. kesadaran dan cita-cita hukum serta cita-cita mengenai kemerdekaan individu. yang objeknya adalah pemerintahan Ilmu pemerintahan yang terpenting adalah: soal-soal keuangan negara. sementara pendekatan normatif menelaah putusanputusan normatif. Dorongan dari sudut politik dan pemerintahan. sosiologi pemerintahan. Sebelum membahas persoalan itu. perdamaian nasional dan mondial. cita-cita politik mengenai sifat. G. dan ilmu politik pemerintahan. Dalam Tap MPRS No. ilmu politik. yaitu bagian yang membahas aturan-aturan yang tertulis dan yang tek tertulis dari pemerintahan umum. Ketika orang menulis suatu studi yang bersifat sejarah. peradilan dan perundang-undangan umum. hukum administrasi. Hukum Administrasi dan Ilmu Pemerintahan Lain Hukum administrasi bukan satu-satunya ilmu pengetahuan mengenai pemerintahan umum. XX/MPR/1966. Ketetapan MPR No.stelsel dualisme. kemerdekaan bangsa. Pancasila Sebagai Sumber Hukum Dalam Tap MPR No. bahwa Pancasila itu mewujudkan dirinya dalam: . V/MPR/1973. Hukum administrasi tergantung dari apa yang dibayangkan oleh pihak politik sebagai tugas dari pemerintah. Pendekatan empiris bertujuan untuk menelaah pengaruh yang nyata dari pemerintahan umum. V/MPR/1973 tentang Peninjauan Produk-Produk yang Berupa ketetapan-Ketetapan MPRS RI jo. Perubahanperubahan dalam tugas-tugas pemerintah tercermin dalam hukum administrasi terutama dalam perubahan-perubahan pada bagian-bagian khusus dari hukum administrasi. Tentu saja politik itu tidak mengambil keputusan secara otonom (mandiri) dalam tugas-tugas pemerintah. BAB II SUMBER-SUMBER HUKUM ADMINISTRASI b. Dengan tumbuhnya bagian-bagian khusus dari hukum administrasi kebutuhan juga meningkat.

7 Tahun 1950. Setelah itu UUD 1945 hanya berlaku di negara bagian RI. Untuk itu.XX/MPR/1966. Dalam arti. Dekrit 5 Juli 1959 (Suatu keputusan Presiden RI. untuk dan atas nama Presiden/Panglima Tertinggi ABRI. . Sumber Hukum (formal) di Indonesia. Skema Sumber Hukum Administrasi (dalam arti formal) (norma baerjenjang: gelede of getrapt normstelling) UUD 1945 Tap MPR UU / Perpu PP Keppres Peraturan pelaksanaan Bawahan lainnya Keputusan Tata Usaha Negara: norma penutup PENJELASAN 1. batang Tubuh dan Penutup. UUD 1945 UUD 1945 ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945. UU & PP sebagai Pengganti UU (Perpu). dan (Adalah UUD 1945 yang terdiri dari Pembukaan / Preambule. yang isinya: a) Pembubaran Konstituante b) Berlakunya kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950 c) Pembentukan MPRS dan DPAS) c.a.) d. Sumber hukum dalam Arti Formal Sumber-sumber hukum dalam arti formal diperhitungkan terutama “bentuk tempat hukum itu dibuat menjadi positif oleh instansi Pemerintahan yang berwenang”. Undang-Undang Dasar Proklamasi. akhirnya ditetapkanlah UU Federal No. berarti UUD 1945. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 (Yang dimaksud adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Ir. Tap MPR. diatur dalam MPRS No. serta Instruksi Mentri & Surat Mentri. Mentri/Panglima AD. bentuk wadah suatu badan pemerintahan tententu dapat meciptakan badan hukum.) C. Inpres. Namun Konstitusi RIS hanya berlaku selama 8 bulan. UUD ini berlaku hingga 27 Desember 1949.) b. Serat Perintah 11 Maret 1966. Soekarno. PP. Keppres. Permen. (Berisi perintah kepada Letnan Jendral Soeharto. karena mayoritas rakyat daerah-daerah bagian tidak menghendaki bentuk negara serikat. saat berlakunya Konstitusi RIS.

dalam hal-hal yang sifatnya memaksa. Bentuk Tap MPR ini pertama kali keluar pada 1960. Untuk Perpu. Namun.1/MPRS/1960 tentang Manifesto Politik RI sebagai GBHN. ada tiga macam Keppres. UU / Perpu Undang-undang adalah produk legislatif presiden (pemerintah) bersama DPR. Garis-garis besar dalam bidang legislatif yang dilaksanakan dengan UU. Perbedaannya hanyalah bahw Perpu hanya dibuat oleh Presiden saja. sedang DPR tidak dilibatkan. b.Meski UUD 1945 hanya terdiri dari 37 Pasal. Peraturan Mentri dan Surat Keputusan Mentri . yaitu Ketetapan MPRS RI No. 2. Tap MPR Tap MPR ini merupakan putusan majelis yang yang mempunyai kekuatan hukum mengikat ke luar dan ke dalam MPR. Keppres ini memuat keputusan yang bersifat khusus (einmalig). 6. PP Dalam Pasal 5 ayat (2) UUD 1945. ditentukan bahwa PP dibuat dan dikeluarkan oleh Presiden untuk melaksankan UU. Keppres yang berisi pengangklatan seseorang menjadi Mentri atau menjadi Duta Besar atau Guru Besar atau Dirjen suatu Departemen. Berdasarkan Tap MPRS No. tetapi didalamnya telah diatur hal-hal mendasar dalam berbagai bidang kehidupan. Seperti diatur dalam Tap MPR No. harus mendapat persetujuan dari DPR dalam persidangan. Peraturan Pelaksanaan Bawahan Lainnya Peraturan Pelaksanaan Bawahan lainnya. seperti: a. Keputusan Presiden yang mengatur hal-hal tertentu. Presiden berhak menetapkan Peraturan Pemerintah sebagai Pengganti Undang-Undang (Perpu) yang sama derajatnya dengan UU.XX/MPRS/1966 (lampiran) bentuk putusan (peraturan) MPR ini memuat: a. PP memuat aturan-aturan yang sifatnya umum. Dan memiliki arti penting di bidang hukum. 5. jika suatu Perpu tidak mendapat persetujuan DPR. berbeda dengan PP. yaitu: a.XX/MPRS/1966. 4. 3. b. MA dalam pemeriksaan tingkat kasasi berwenang untuk menyatakan tidak sah. Inisiatif mengajukan usul Rancangan UU dapat berasal dari Presiden maupun DPR. dengan alasan kerena PP tersebut bertentangan dengan PP yang lebih tinggi. Garis-garis besar dalam bidang eksekutif yang dilaksanakan dengan Keputusan Presiden. dalam prakteknya. Keppres Keppres dikeluarkan oleh Presiden. ia semacam “streefgrondwet”. Namun. Hal ini juga berarti. Keppres yang berisi pemberian tunjangan kepada pejabat negara tertentu. Oleh karena itu. Perpu itu harus dicabut dan akibat hukum yang timbul harus diatur. Ketetapan MPR di satu pihak dapat dilaksanakan dengan Keputusan Presiden. Dan Perpu itu hanya dibuat jika negara dalam keadaan darurat saja. c.

penggajian. dengan atau tidak dengan merampas barang tertentu untuk negara. atau antar negara denga subyek hukum bukan negara satu sama lain.Adalah peraturan yang dikeluarkan oleh seorang Mentri. hukum yang timbul karena putusan hakim. hubungan tenaga kerja. Macam-macam faktor sosiologis. E. c. yaitu hukum yang hidup sebagai konvensi di badan-badan hukum negara. Doktrin Adalah pendapat pendapat para pakar dalam bidangnya amsing-masing yang berpengaruh. yang terbagi-nagi dalam daerah-daerah otonom. yaitu antar negara-negara. Selain itu masih ada Surat Keputusan Mentri (keputusan Mentri yang sifatnya khusus mengenai masalah tertentu di bidang tugasnya). Hukum Internasional. Situasi sosial-ekonomis menetukan isi perundang-undangan dalam bidang-bidang harga. 7. Hubungan-hubungan politik dalam corak penting dalam menentukan apakah suatu tugas umum tertentu dilakukan oleh provinsi atau kota praja atau oleh pemerintah pusat atau badan-badan swasta. Instruksi Mentri dan Surat Mentri. b. Selain itu ada juga Keputusan Kepala Daerah yang ditetapkan untuk melaksanakan Perda atau Urusan-urusan dalam rangka tugas pembantuan. Sumber Hukum dalam Pengertian Sosiologis Sumber-sumber hukum dalam artian sosiologis merupakan lapangan pekerjaan bagi seorang sosiolog hukum. Pendapat ini sering digunakan sebagai sumber dalam pengambilan keputusan. 8. Hukum Tidak Tertulis Adalah hkum yang tidak dibentuk oleh sebuah badan legislatif (unstatutory law). yang berisikan ketentuanketentuan tentang bidang tugasnya. terutama oleh para hakim. dan hukum kebiasaan yang hidup di dalam masyarakat. Namun penelaahan sumber-sumber hukum juga dapat relevan bagi seseorang yang mempelajari hukum dalam sisi yang formal yang akhir-akhir ini sering dibandingkan dengan sumber-sumber sosiologis hukum. d. dll. Surat Keputusan Bersama (dibuat oleh beberapa Mentri). D. Perda ditangani oleh Kepala Daerah dan ditanda tangani serta oleh Ketua Dewan Perwkilan Rakyat Daerah. Keputusan Tata Usaha Negara (administratieve beschikking): norma penutup Keputusan ini dibuat baik untuk menyelenggarakan hubungan dalam lingkungan alatalat perlengkapan negara yang membuatnya dengan seorang partikelir. Singkatnya adalah “Hukum Adat” yang dipakai dalam ilmu pengetahuan hukum. yaitu: 1. Sumber Hukum dalam Pengertian Sejarah . Perda dapat memuat Ketentuan tentang ancaman pidana kurungan selama-lamanya 6 bulan atau denda sebanyak-banyaknya lima puluh ribu rupiah. Adalah keseluruhan kaedah-kaedah dan asas-asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara. 2. Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah Indonesia merupakan Negara Kesatuan yang menganut sistem Desentralisasi.

Akan tetapi ini tidak berlakuk bagi lembaga-lembaga yang punya wewenang hukum perdata. istilah sumber memiliki dua makna: 1) Sebagai sumber pengenal dari hukum yang berlaku pada suatu saat tertentu 2) Sebagai sumber tempat asal pembuat UU yang menggalinya dalam sistem suatu aturan menurut UU. Ada 4 macam pembedaan yang penting dalam hal ini. mengambil kaputusan-keputusan atau menetapkan suatu rencana dengan akibat-akibat hukum. dsb. Perlu didapatkan suatu gambaran yang baik dalam berbagai macam kelembagaan pemerintah. tetapi dapat juga suatu badan pemerintahan dari yayasan/lembaga yang sifatnya hukum perdata yang memiliki wewenang hukum publik. majalah-majalah. Karena di banyak negara orang melihat bahwa lembaga-lembaga pemerintah selalu berubah-ubah. buku-buku ilmiah. Suatu lembaga pemerintahan hanya dapat melakukan wewenang hukum perdata. b. yaitu dokumen-dokumen resmi kuno. Badan-abadan yang memiliki hukum publik dan dewan-dewan yang memiliki wewenang ini disebuta ” badan-badan pemerintahan administratif dan yang mengeluarkan aturan-aturan. Badan yang bersangkutan dapat berbentuk suatu badan yang didirikan oleh UU. kotapraja. Akan tetapi perlu dibuat suatu ukuran tambahan untuk menyaring lembaga-lembaga mana dengan wewenang hukum perdata yang harus digolongkan dalam pihak Pemerintah. propinsi.Dalam arti sejarah. Tinjauan Umum Dalam membuat struktur dalam dan hubungan pemerintahan umum mutlak bahwa yang digunakan adalah bahasa yang sama dan tingkat pengertian yang sama. Pembedaan antara Surat Keputusan Pembentukan Badan yang bersifat Hukum Publik dengan yang bersifat Hukum Perdata.. BAB III SUSUNAN PEMERINTAH A. yaitu : a.” Wewenang hukum perdata dimiliki oleh orang-orang pribadi dan badan-badan hukum. Pendekatan yang bersifat yuridis pemerintahan menyangkut hal bahwa kita bertolak dari istilah-istila dan pertimbangan-pertimbangan yang bersifat yuridis. Wewenang hukum publik adalah wewenang untuk menimbulkan akibat-akibat hukum yang sifatnya hukum publik. akan tetapi untuk badan-badan pemerintahan. jika merupakan badan hukum sesuai dengan hukum perdata : negara. sehingga lembaga-lembaga dengan hukum perdata termasuk dalam desentralisasi (fungsional). hal yang paling penting adalah sumber pertama. Misalnya BUMN yang diswastakan atau perusahaan swasta yang dinasionalisasikan. Pembedaan antara Wewenang yang sifatnya Hukum Publik dengan Wewenang Hukum Perdata. Dalam menciptakan tata tertib dalam banyaknya bentuk-bentuk organisasi itu dapat dilakukan paling baik dengan pndekatan pada struktur formal dari organisasi pemerintahan seperti yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dengan cara pendekatan bersifat yuridis pemerintahan. Menurut para sejarawan hukum. . Wewenang hukum publik hanya dapat dimiliki dan harus dimasukkan dalam golongan penguasa. karena memang badan-badan swasta punya wewenang itu. dan sebagainya terlihat dinamika/perubahan yang cukup besar. BUMN. seperti mengeluarkan aturan-aturan. badan-badan umum atau lembaga yang memiliki wewenang hukum secara eksplisit/nyata. Untuk badan-badan yang terpenting dari Pemerintah Pusat. propinsi-propinsi dan kotapraja-kotapraja umumnya cukup stabil (tidak berubah).

Berbeda dengan desentralisasi fungsional yang bersifat hukum perdata. Kontrol) Pengawasan dilaksanakan oleh badan-badan Pemerintah yang bertingkat lebih tinggi terhadap badan-badan yang lebih rendah. harus digolongkan dalam desentralisasi fungsional. Wewenang yang sifatnya hukum publik justru yang bersifat hukum perdata dapat dilaksanakan oleh para pegawai yang secara hirarkis masih pegawai rendahan yang memiliki wewenang sesuai dengan undang-undang atau yang disebut dekonsentrasi. misalnya diantara kotapraja-kotapraja. B. maka badan hkum itu memiliki wewenang yang tergolong organisasi pemrintah. Untuk pengawasan ada beberapa alasan. Pengawasan Kebijaksanaan: disesuaikannya kebijaksanaan dari aparat pemerintah yang lebih rendah terhadap yang lebih tinggi. 2. c. Hubungan Antara Tingkat-Tingkat Dalam Pemerintahan Mengenai hubungan diantara tingkat-tingkat dalam pemerintahan harus dibedakan diantara : a. maka tanggung jawab pemerintah sudah ditandai dengan jelas. sbb: 1. Yang digolongkan dalam desentralisasi di Belanda adalah : • Provinsi dan Kota Praja • Badan-badan yang mewakili wewenang hukum publik • • Badan-badan/Badan-badan hukum yang mewakili wewenang hukum perdata yang ditetapkan dengan atau berdasarkan UU Lembaga pemerintahan yang menurut surat keputusan organisasi mereka memperoleh otonomi tertentu terhadap mentri Yang tidak tergolong dalam desentralisasi adalah pelaksanaan wewenang oleh para pegawai (dekonsentrasi) dan penggunaan bentuk yayasan dan perseroan terbatas oleh pihak pemerintah (jika perlu disebut juga sebagai desentralisasi fungsional yang sifatnya hukum perdata). . Dengan membuat pembedaan antara badan-badan hukum yang didirikan dengan atau berdasarkan undang-undang dengan badan-badan hukum yang lain. kotapraja atau propinsi yang pendiriannya berdasarkan surat keputusan organisasi hukum publik. pertanggungjawaban itu juga diuraikan dengan jelas dalam satu atau lebih perundang-undangan yang dapat diketahui oleh setiap orang. masih saja harus ditentukan bahwa lembaga itu bagian dari organisasi pemerintahan.Jika pembentukn suatu organisasi/badan hukum terjadi sesuai atau menurut UU atau ditetapkan dalam suatu putusan organisasi yang bersifat hukum publik. Hubungan Vertikal (Pengawasan. 3. Koordinasi: mencegah atau mencari penyelesaian konflik/perselisihan kepentingan. Pembedaan antara para Pegawai dan Pejabat Negara. Selain itu suatu organisasi fungsional dapat didirikan dalam bentuk yayasan atau perseroan terbatas ini yang disebut badan hukum atas dasar surat keputusan pendirian menurut hukum perdata. Bentuk organisasi fungsional (badan hukum) yang tidak termasuk negara. Pengawasan Kualitas: kontrol atas kebolehan dan kualitas teknis pengambilan keputusan dan tindakan-tindakan aparat pemerintah yang lebih rendah. Walau suatu kembaga yang demikian tidak memiliki wewenang hukum publik dan hanya memiliki wewenang hukum perdata.

Asas-asas yang penting. Perlindungan hak dan kepentingan warga: dalam situasi tertentu mungkin diperlukan suatu perlindungan khusus utnuk kepentingan dari seorang warga. 5. sbb: . Ada beberapa negara yang dapat ditemukan adanya kemungkinan kerjasama yang sifatnya hukum pubik diantara para pejabat instansi berdasarkan UU.Beberapa asas tentang prosedur seperti asas kecermatan . Kewajiban untuk memberi tahu. Pengawasan Represif. yaitu pengawasan yang dilakukan kemudian. 2. 5. Hak Banding Administratif 7. Keuangan 9. Undang-Undang ini terdiri dari tiga macam kerjasama.4. Pengawasan Preventif. Alasan-alasan Keuangan: peningkatan kebijaksanaan yang tepat dan seimbang dari aparat pemerintah yang lebih rendah. Konsultasi dan Perundingan 6. yaitu suatu kotapraja yang merupakan suatu sentrum(pemusatan) yang besar. Hubungan Horizontal (Kerjasama) Banyak tugas pemerintah hanya dapat dilaksanakan secara memuaskan melalui jalan kerjasama. Dinas-Dinas Pemerintah yang didekonsentrasi 8. 2. yaitu pengawasan yang dilakukan sebelumnya. yaitu: 1. 4. Badan/Lembaga untuk Bersama .Asas Kepercayaan b. diserahkan/dikuasakan pada salah satu dari yang mengambil bagian. misalnya yang terwujud dalam tuntutan bahwa suatu persetujuan hanya dapat ditolak dengan alasan-alasan tertentu dalam yurisprudensi di negeri Belanda ditemukan asas-asas pemerintahan yang baik yang tertulis. Perencanaan 10.Asas Legalitas (pelaksanaan pengawasan harus berdasarkan kewenangan menurut UU) Asas Pengawasan Terbatas (pengawasan yang dibatasi pada sasaran yang telah dijadikan pedoman pada waktu kewenangan itu diberikan) Asas Motivasi (pengawasan harus dapat mendukung keputusan yang diambil berdasarkan pengawasan dan keputusan yang harus dimotivasi kepada masyarakat luas) . 3. Fungsi yang dipusatkan Beberapa wewenang dari kotapraja yang ikut ambil bagian. Beberapa bentuk pengawasan (kontrol): 1. Pengangkatan untuk Kepentingan Pemerintah Pusat Aturan-aturan tentang pengawasan dalam Undang-Undang Tertulis. Pengawasan Positif.

Badan Hukum Untuk Bersama Suatu badan hukum menurut undang-undang hukum perdata dengan adanya lembagalembaga yang bersifat hukum publik.Lembaga ini hanya memiliki wewenang untuk melaksanakan wewenang yang sifatnya hukum publik. ketetapan MPR tersebut mementukan juga wewenang lain yang diatur secara tegas dalam UUD. menjadi urusan rumah tangga daerah. 3.VI/MPR/1973) menegaskan bahwa: a. dan MA. Susunan pemerintahan tingkat daerah diatur dalam UU dan terdiri dari berbagai tingkat seperti Daerah Tk. Berbagai urusan pemerintahan dapt diserahkan atau dilaksanakan atas bantuan satuan-satuan pemerintahan yang lebih rendah dalam bentuk otonomi atau tugas pembantuan. daerah mempunyai kebebasan untuk mengatur dan mengurus sendiri dengan pengawasan dari pemerintah pusat atau satuan pemerintahan yang lebih tinngi tingkatannya dari daerah yang bersangkutan. Sedangkan kekuasaan mengubah UUD dikelompokkan sebagai wewenang. Badan-badan kenegaraan yang diatur dalam UUD 1945 yaitu MPR. DPA berkewajiban memberi jawaban atas pertanyaan presiden. Tiap UU menghendaki persetujuan DPR. Dan terhadap urusan pemerintahan yang diserahkan itu. (4). Sebagai konsekuensi sistem desentralisasi yang dianut oleh NKRI. Dewan Perwakilan Agung (DPA) Susunan DPA diatur dengan UUD sedangkan hak an kewajibannya adalah memberi jawaban atas pertanyaan presiden dan berhak mengajukan usul kepada pemerintah. BPK. DPA. (3).1 dan Daerah TK. (2). C. DPR. Presiden yang embentuk UUD dengan persetujuan DPR akan tetapi persetujuan DPR bukanlah menunjukkan bahwa presiden mempunyai kekuasaan lebih besar dari DPR dalam membentuk UU. menetapkan GBHN.2. DPA berhak mengajukan usul dan wajib memberkn pertimbangan kepada pemerintah akan tetapi sifatnya tidak mengikat secara hukum. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) MPR merupakan lembaga tertinggi negara yang tugasnya menetapkan UU. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sistem ketatanegaraan RI memiiki 2 badan perwakilan tingkat pusat yaitu MPR dan DPR. dan memilih serta mengangkat presiden dan wakil pesiden. Mahkamah Agung (MA) . tidak semua urusab pemerintahan diselenggarakan sendiri oleh pemerintah pusat.Selain mengubah UUD. Sedangkan urusan pemerintahan yang yang diserahkan kepada daerah. Susunan pemerintahan tingkat pusat diatur dalam UUD dan dalam bebagai peraturan perundang-undangan lainnya. DPR mempunyai hak inisiatif ntuk mengajukan Rancangan UU.III/MPR/1978 (Tap MPR No. yaitu susunan organisasi negara tingkat pusat dan tingkat daerah. Menurut Tap MPR No. Lembaga-Lembaga Negara (1). Presiden. Tugas umum lain DPR adalah mengawasi jalannya pemerintahan. c. D. DPA adalah sebuah badan penasehat pemerintah b. Susunan Pemerintah Negara Indonesia (Umum) Susunan organisasi RI terdiri dari dua susunan utama.

Penyelenggaraan Pemerintah Pusat (1). Dalam menjalankan pemerintahan negara. Memberikan nasehat hukum kepada presiden dalam rangka pemberian grasi. Menguji secaramateril peraturan perundang-undangan yang tingkatannya lebih rendah dari Undang-Undang. e. baik yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) BPKadalah lembaga negara yang diadakan untuk memeriksa tanggungjawab tentang keuangan negara dan dalam menjalankan tugasnya. . c. peringatan pada semua lingkungan peradilan.  Peraturan pemerintah  Keputusan Presiden c. Kekuasaan presiden di bidang perundang-undangan Kekuasaan ini terdiri dari berbagai bentuk :  Pembentukan Undang-Undang  Pembentukan peraturan pemerintah (sebagai) pengganti UU. b. memberi petunjuk. amnesti. menyelenggarakan pemerintahan sehari-hari. Kekuasaan Dalam Bidang Pemerintahan (Eksekutif) Presiden beserta seluruh unsur administrasi negara lainnya. f.Mahkamah Agung adalah lembaga negara yang menjalankan kekuasaan kehakiman teritinggi di negara RI serta penadilan negara tertinggi dari semua badan peradilan di Indonesia. Memeriksa dan memutuskan: b. (5). kekuasaan dan tanggungjawab adalah di tangan presiden. Wewenang Mahkamah Agung adalah : a. E. Sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan (eksekutif) tertinggi. BPK harus terjamin lepas dari pengaruh dan campur tangan pemerintah termasuk dari seua unsur-unsur kekuasaan negara lain. Penyelenggaraan pemerintahan sehari-hari mencakup semua lapangan administrasi negara. Memberikan pertimbangan dalam bidang hukum baik diminta atau tidak diminta kepada lembaga tinggi negara lain.presiden menjalankan kekuasaan: a. ketentuan tak tertulis maupun berdasarkan kebebasabbertindak untuk mencapai tujuan pembentukan pemerintahan seperti diamanatkan oleh pembukaan UUD. Memutuskan dalam tingkat pertama dan terakhir semua sengketa yang timbul d. Melaksanakan pengawasan tertinggi terhadap peradilan. Presiden Presiden ialah penyelenggara pemerintah tertinggi dibawah majelis. meminta keterangan mengenai hal-hal teknis peradilan. Kekuasaan di bidang kehakiman Presiden memberikan grasi. abolisi dan rehabilitasi.

antara lain : Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan nasional (BAKORSURTANAL). Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). Keuangan e. Perbedaan kewenangan dalam pengangkatan ejabat dalam lingkungan lembaga d. Maka penyelenggaraan pemerintahan yang sentralistik sangat dibatasi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). selain perbedaan dalam tugas dan fungsi terdapat juga perbedaan-perbedaan lain seperti : a. Wakil Presiden Presiden dibantu oleh satu orang wakil presiden. Dewan Pertahanan Keamanan Nasional (Dewan Hankamnas). Susunan organisasi Departemen terdiri Menteri sebagai pimpinan Departemen (4).presiden bertanggngjawab kepada presiden tidak kepada MPR dimana presidenlah yang menentukan bidang tugas wakil Presiden. sistem ketatanegaraan RI adalah Desentralisasi. Lembaga Administrasi Negara (LAN). Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Wakil presiden bisa dianggap sebagai yang membantu presiden. Badan Urusan Logistik (Bulog). Badan Pertanahan Nasional (BPN). Daerah Otonom Tingkat I dan Tingkat II Negara Republik Indonesia merupakan negara kepulauan. Badan Pusat Statistik (BPS) F. Perbedaan penamaan kelembagaan b. Menteri dan Departemen Menteri adalah pembantu presiden dan memimpin departemen pemerintahan. Perbedaan penyebutan pimpinan c. Arsip Nasional Republik Indonesia (Arsip Nasional). (1). Lembaga Pemerintah Non Departemen Lembaga Pemerintah Non Departemen adalah badan pemerintahan tingkat pusat yang menjalankan wewenang. Susunan organisasi secara vertikal Lembaga Pemerintah Non Departemen. statistik. Penyelenggaraan Pemerintah Tingkat Daerah a. tugas dan tanggung jawab menyelenggarakan pemerintahan (eksekutif) di bidang-bidang tertentu. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Badan pemerintahan ini berada dibawah dan bertanggungjawab langsung di bidang tertentu dan langsung kepada presiden dengan kedudukan yang lebih rendah dari departemen. Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7). (3). Badan pemerintahan ini sama sebagai lembaga pemerintah non departemen. Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN). Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Lembaga Sandi Negara. Dewasa ini. perencanaan dsb. Lembaga Penerbangan dan antariksa Nasional (LAPAN). seperti pertahanan. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS).(2). Desentralisasi dan Dekonsentrasi . tidak hanya dihadapkan pada kenyataan wilayah RI yang luas dan beragam dan keinginan untuk memelihara kesatuan susunan ketatanegaraan RI tetapi didorong pula pertimbangan untuk membentuk pemeritahan di daerah yang didasarkan pada permusyawaratan dn perwakilan serta sistem pemerintahan. Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPP Tekhnologi). Wk. Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN).

dll. preventif dan represif)  Kerjasama Antar daerah b. Akte Kelahiran.Ciri Keputusan Tata Usaha Negara/Keputusan Administratif Keputusan administratif dalam praktiknya tampak dalam bentuk keputusan-keputusan yang sangat berbeda namun memiliki ciri-ciri yang sama. Dalam praktek pemerintahan di Indonesia bentuk keputusan tata usaha negara diantaranya : SK Pengangkatan pegawai. akan tetapi penyerahan urusan pemerintahan dari pemerintah atau daerah tingkat atasnya kepada daerah menjadi urusan rumah tangganya. Ciri. kabupaten/kotamadya dan kecamatan. Susunan pemerintahan daerah teriri dari kepala desa dan Lembaga Musyawarah Desa (LMD). contohnya suatu penyelesaian hukum melalui hakim tertentu. salah satunya adalah UU No.  Kepala Daerah  DPRD  Alat Perlengkapan Daerah lainnya  Keuangan Daerah  Pengawasan (umum. BAB IV KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA (BESCHIKKING) A.Desentralisasi mengandung makna bahwa wewenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan tidak semata-mata dilakukan oleh pemerintah pusat. Ada 2 macam pemerintahan wilayah yaitu pertama yang menjlankan fungsi-fungsi pemerintahan umum adalah provinsi. Pemerintah Daerah Pemerintah daerah terdiri dari kepala daerah dan DPRD. Kepala daerah merupakan alat perlengkapan (unsur-unsur pemerintah daerah) yang berdiri sendiri disamping DPRD dimana kepala daerah sebagai pemegang kekuasaan eksekutif daerah. (2). Surat Izin Mengemudi (SIM). Keputusan ini diperlukan untuk dapat mengenal dalam praktek keputusan-keputusan/tindakan-tindakan tertentu sebagai keputusan administratif karena hukum positif mengikatkan akibat-akibat hukum tertentu pada keputusankeputusan tersebut. Dekonsentrasi merupakan pelimpahan wewenang dari pemerintah atau kepala wilayah atau kepala instansi vertikal tinkat atasnya kepada pejabat-pejabatnya di daerah. Sebagai contoh dapat . keputusan tata usaha negara merupakan norma tertutup.5 Thun 1979 dimana dalam UU ini menegaskan bahwa desa sebagai satuan pemerintahan terbawah yang mempunyai hak mengatur dan mengurus rumah tangga seniri atau desa sebagai daerah otonom disamping daerah otonom tingkat I dan II. Pemerintahan Desa Pemerintahan desa yang asli diselenggarakan brdasarkan hukum adat akan tetapi saat ini pemerintahan desa diatur menurut undang-undang. Dalam rangkaian norma hukum. Yeng kdua menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan adalah kantor perwakilan departemen atau kantor perwakilan diretorat jenderal c. Pemerintahan Wilayah Pemerintah wilayah adalah perwujudan asas dekonsentrasi yang merupakan salinan berjenjang dari pusat hingga ke daerah.

d) Keputusan yang memberikan suatu kedudukan. Misalnya. c) Keputusan yang membebankan suatu kewajiban keuangan. B. Contohnya di Belanda.dikemukakan tentang izin mendirikan bangunan. Ada juga pembagian-pembagian lain karena saling berkaitan antara akibat hukum tertentu dimana ada kewenangan untuk menarik kembali atau membuat peraturan. Kompetensi : Atribusi. maka kita dapat melakukan pembagian sebagai berikut : a) Keputusan dalam rangka ketentuan larangan atau perintah. Dengan adanya perda tentang bangunan.dll. Sistemnya adalah bahwa Undang-Undang melarang suatu tindakan tertentu atau tindakantindakan tertentu yang saling berhubungan. pengangkatan seorang pegawai negeri dalam arti dari Undang-Undang Kepegawaian. Apabila kewenangan itu kurang sempurna berarti bahwa keputusan yang berdasarkan kewenangan itu kurang sempurna. Delegasi dalam hal ada pemindahan atau pengalihan suatu kewenangan yang ada. Pemikiran negara hukum menyebabkan bahwa . Diartikan sebagai keputusan-keputusan yang menyebabkan dapat diperlakukannya beberapa peraturan yang saling berkaitan bagi seseorang tertentu atau suatu denda tertentu. Konsesi berarti kepentingan umum justru menuntut kegiatankegiatan dari si penerima konsesi. antara lain : a) Keputusan yang bebas dan yang terikat. seseorang tidak dibenarkan mendirikan bangunan tanpa adanya izin. d) Keputusan yang bersifat perorangan dan yang bersifat kebendaan. 5 Tahun 1986 menyebutnya: wewenang yang ada pada badan atau pejabat tata usaha negara yang dilawankan dengan wewenang yang dilimpahkan). Delegasi. Selanjutnya Undang-Undang Tata Ruang Belanda dapat memberikan hak atas pemberian ganti rugi kepada orang yang menderita kerugian. Mandat Atribusi adalah wewenang yang melekat pada suatu jabatan (pasal 1 angka 6 UU no. Dispensasi berbicara tentang larangan dalam Undang-Undang yang bersangkutan memang secara tegas dimaksudkan sebagai larangan dan kekecualian saja yang dapat memberikan kebebasan. b) Keputusan yang menyediakan sejumlah uang. berarti keputusan berdasarkan kewenangan itu tidak sah menurut hukum. mempunyai hak atas suatu pembayaran tunjangan berdasarkan Algemene Bijstandswet (Undang-Undang Bantuan Umum) juga berbagai asuransi sosial dan asuransi rakyat memberikan hak atas tunjangan dalam keadaan tertentu. Subsidi yang diberikan atau dikeluarkan oleh penguasa karena penguasa ingin melancarkan kegiatan-kegiatan masyarakat tertentu. Terdapat bentuk hukum dalam keputusan ini yaitu dispensasi dan konsesi. Sebagai contoh yang paling penting adalah penetapan pajak. Apabila kita melihat dampak suatu keputusan terhadap orang. b) Keputusan yang memberi keuntungan dan yang memberi beban. c) Keputusan yang seketika akan berakhir dan yang berjalan lama. orang-orang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. e) Keputusan penyitaan Suatu organ penguasa melalui jalan hukumpublik dapat menadakan penyitaan atas barangbarang dari warga atau untuk digunakan demi kepentingan umum.

5 Tahun 1986. tidak ada sama sekali pengakuan kewenangan atau pengalihan kewenangan. sebagai akibat dikeluarkannya Keputusan Tata Usaha Negara termasuk sengketa kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam hukum Belanda pada umumnya tidak terbuka banding yang langsung pada seorang hakim (administratif). adalah sebagai berikut : a) Nama dari organ yang berwenang b) Nama dari yang di alamatkan dan nama dari suatu objek tertentu c) Kesempatan yang menimbulkan suatu keputusan d) Suatu ikhtisar dari peraturan perundang-undangan yang cocok e) Penetapan fakta-fakta yang relevan f) Pertimbangan-pertimbangan hukum g) Keputusan h) Motivasi dalam arti yang sempit i) Pemberitahuan-pemberitahuan lebih lanjut j) Penandatanganan oleh organ yang berwenang D. bahwa sengketa Tata Usaha Negara adalah sengketa yang timbul dalam bidang Tata Usaha Negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat Tata Usah Negara . individual dan final. baik di pusat maupun di daerah.penguasa ingin meletakkan kewajiban kepada para warga maka kewenangan itu harus ditemukan dalam suatu Undang-Undang formal. . Disini menyangkut janji-janji kerja intern antara penguasa dan pegawai. yang bersifat konkrit. Susunan Intern Terdapat unsur-unsur yang sama dalam jenis-jenis keputusan. namun untuk keputusan bebas dapat diatur dengan hukum tak tertulis. yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. Berdasakan ketentuan-ketentuan delegasi juga organ-organ penguasa seringkali berwenang untuk membuat peraturan perundang-undangan dalam arti material dan harus terbuka untuk hukum jabatan yang langsung. Pengertian organ administratif ada kaitannya dengan kekuasaan pemerintah jadi suatu keputusan secara definisi berasal dari suatu organ pemerintahan. E. Jadi KTUN adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. di samping keputusan pelaksanaan juga ada keputusan bebas. Sedangkan mandat. Akan tetapi kita harus menyadari. Keputusan menurut Wet AROB (Belanda) Keputusan-keputusan disini masih ada yang secara lisan namun di kemudian hari dibuat suatu keputusan yang tertulis dan harus berasal dari suatu organ administratif. Kebanyakan keputusan itu sifatnya individual yang berarti bahwa ditujukan kepada satu oarang atau suatu kelompok tertentu. Hal inidikarenakan sebagian hukumnya mempunyai dasar-dasar historis. 5 Tahun 1986 Berdasarkan ketentuan pasal 1 ayat 4 UU No. Di Belanda untuk keputusan terikat diatur dengan peraturan perundang-undangan hukum tertulis. Dalam kaitannya dengan KTUN. C. bahwa AROB tidak pernah hanya melangkah berdasarkan bentuk luar dari suatu keputusan namun merupakan sebagai suatu keputusan yang berdasarkan suatu keputusan yang bertujuan umum atau tindakan hukum menurut hukum perdata. Keputusan Tata Usaha Negara menurut Undang-Undang No.

d) KTUN menguntungkan dan KTUN yg memberi beban. tanggung gugat sehubungan dengan suatu hukum perbuatan dalam perbuatan hukum publik adalah pada para pejabat. Sebagai contoh yaitu akte kelahiran (KTUN deklaratif) dan sertifikat HGB (KTUN konstutif). b) KTUN deklaratif dan KTUN konstitutif. F. . membedakan diantaranya : a) De rechtsvastellende beschikkingen b) De constitutieve beschikkingen. “Bestuursrecht in de Sociale Rechstaat” terdapat pengelompokan “beschikking” atas : a) KTUN perorangan dan KTUN kebendaan. Sebagai contoh adalah SK pengangkatan seseorang dalam jabatan negara (KTUN perorangan). dasar untuk melakukan perbuatan hukum privat adalah adanya kecakapan bertindak dari subyek hukum. Dengan perbedaan tersebut. delegasi dan mandat akan melahirkan kewenangan. izin. sedangkan sertifikat hak atas tanah (KTUN kebendaan). lisensi dan konsesi Dalam buku P. dasar untuk melakukan perbuatan hukum publik adalah adanya kewenangan yang berkaitan dengan suatu jabatan. sedangkan tanggung gugat sehubungan dengan suatu perbuatan hukum privat yang dilakukan pemerintah adalah badan hukum. Sedangkan. de Haan cs. terdiri atas  Belastende Beschikkingen (keputusan yg memberi beban)  Begunstigende Beschikkingen (keputusan yg menguntungkan). Macam-Macam Keputusan Tata Negara Keputusan menurut pendapat Van der Wel. Misalnya ketentuan UU lalu lintas jalan menyatakan bahwa untuk memperoleh SIM A syarat usia minimum adalh 17 tahun (KTUN terikat) dan Gubernur melarang reklame dalam bahasa asing demi ketertiban umum (KTUN bebas). Utrecht membedakan ketetapan atas : a) Ketetapan positif dan negatif b) Ketetapan deklaratur dan ketetapan konstitutif c) Ketetapan kilat dan ketetapan yang tetap d) Dispensasi.Hukum Tata Usaha Negara = Hukum Administrasi Hukum Administrasi = Hukum publik Tindakan Hukum TUN = Tindakan Hukum Publik Bagi pemerintah. Jabatan memperoleh wewenang melalui 3 sumber yakni : atribusi. c) KTUN terikat dan KTUN bebas. Stasus Verleningen (penetapan status) c) De Afwijzende Beschikkingen (keputusan penolakan) E.

.Ketetapan MPR. ttd.UUD 1945... Sebagai contoh adalah Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Tap MPRS RI.sebagai berikut: .Undang-undang + peraturan pemerintah pengganti undang-undang. Mengingat : 1.Peraturan pemerintah. Peraturan Perundangan-undangan (Algemeen Verbindende Voorschriften) Dan Keputusan keputusan Tata Usaha Negara yang memuat Pengaturan bersifat Umum (Besluiten Van Algemen Strekking) Ketetapan Majelis Pemusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) RI Nomor XX/MPRS/1966 tentang memorandum DPR GR mengenai sumber tata tertib hukum republik Indonesia dan tata urutan peraturan peraturan perundangan RI menggunakan istilah peraturan perundang-undangan selaku penamaan bagi semua produk hukum tertulis yang dibuat dan diberlakukan oleh Negara berdasarkan tata urutan peraturan perundangan menurut UUD 1945. …………… 2. bahwa ….…………………....gambar…………………… e) KTUN kilat dan KTUN langgeng. bahwa …. . b. . Nomor XX/MPRS/1966 mengemukakan pelbagai bentuk peraturan perundangan-undangan menurut Undang-Undang Dasar 1945. Nama Pejabat BAB V SARANA TATA USAHA NEGARA II (SARANA-SARANA HUKUM LAINNYA) A. Kerangka Keputusan (beschiking) Nama Jabatan (misal : WALIKOTAMADYA KDH ……. …………… MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : ………… Kedua : ………… Ditetapkan di ……………. .) Menimbang : a. ..

Nomor 5.dst. B. pengumuman surat edaran dan mengumumkan kebijaksanaan itu. Sebagaimana ternyata. keputusan direktur jenderal. surat keputusan bupati/KDH.yang berarti bahwa terhadap poerbuatan badan atau pejabat tata usaha negara yang mengeluarkan keputusan yang merupakan pengautran yang bersifat umum tidak dapat digugat di hadapan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara.tidak semua peraturan perundang-undangan dibuat badan kekuasaan legislatif.Peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. Nomor 5. serta semua keputusan adan atau pejabat tata usaha Negara. . Produk semacam peraturan kebijaksanaan ini tidak terlepas dari kaitan penggunaan freies ermessen.Keputusan presiden . Penjelasan Pasal 1 angka 2. tetapi termasuk perbuatan tata usaha negara di bidang pembuatan peraturan (regelend daad van de administratie). Tahun 1986 secara tegas menentukan bahwa keputusan tata usaha negara yang merupakan pengautan yang bersifat umum (besluit van algemene strekking) tidak termasuk keputusan tata usaha negara dalam arti beschikking.lembaga pemerintah non departemen. baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Undang-Undang. pedoman.Dan lain-lainnya. Peraturan-peraturan kebijaksanaan dimaksud pada kenyataanya telah merupakan bagian dari kegiatan pemrintahan(bestuuren)dewasa ini. dan badan-badan pembuat peraturan pada pemerintahan daerah di tingakt I dan II. Suatu peraturan kebijaksanaan pada hakekatnya merupakan produk dari perbuatan tata usaha negara yang bertujuan “naar buiten gebrachi schrifielijk beleid (menampakan keluar suatu kebijakan tertulis)” namun tanpa disertai kewenangan pembuatan peraturan dari badab atau pejabat tat usaha negra yang menciptakan peraturan kebijaksanaan tersebut. Peraturan peraturan kebijaksanaan bukan praturan perundang undangan. Badan yang mengeluarkan peraturan peraturan kebijaksanaan adalah in casu tidak memilki kewenangan pembuatan peraturan(wetgevende bevoegdheid). Keputusan yang dikeluraka oleh badan atau pejabat tata usaha negara (dalm arti beschiking) harus sesuai dengan peraturan perundangan undangan yang mendasari keputusan yang bersangkutan. Peraturan peraturan . Dari rumusan tersebut. pemerintah daerah tingkat 1 dan tingkat II menetapkan bentuk tertentu yang membedakan keputusan tata usaha ngara dalam yang merupakan pengaturan yang bersifat umum disebut dengan judul keputusan seperti halnya keputusan menteri. seperti halnya departemen. Pesturan peraturan kebijaksanaan jiga tidak mengikat hokum secar langsung namun mempunyai revelansi hikum. yang juga mengikat secara umum”. surat keputusan gubernur/KDH.Peraturan menteri. Bentuk keputusan tata usaha negara (besluiten van algemene strekking) tidak merupakan bagian dari perbuatan keputusan (dalam arti beschikkingsdaad van de administratie). yaitu badan atau pejabat tata usaha negara yang bersangkutan merumuskan kebijaksanaannya itu dalam berbagai bentuk “jurisdische regeis”. Peraturan _peraturan Kebijaksanaan (BeleidsregelsPolicy Ruler) Pelaksanaan pemerintahan sehari hari menunjukan btapa badan atau pejabat negara acapkali menempuh pelbagai langkah kebijaksanaan tertentu antara lain menciptakan apa yang kini sering dinamakan peraturan kebijaksaan (beleidsregels. Pasal 2 huruf (b) dari Undang-Undang. seperti halnya keputusan menteri. keputusan gubernur sementara keputusan tata usaha negara dalm arti beschiking disebut dengan judul surat keputusan. dapat disimpulkan bahwa keputusan dari badan atau pejabat tata usaha negara yang merupakan penaturan yang bersifat umum (besluit van algemene strekking) termasuk peraturan perundang-undangan (algemen verbindende voorschriften). badan-badan tata usaha negara.seperti: .. seperti halnya peraturan. Tahun 1986 merumuskan bahwa peraturan perundang-undangan adalah “semua peraturan yang bersifat mengikat secara umum yang dikeluarkan oleh badan perwakilan rakyat bersama pemerintah baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.Instruksi menteri. polici rule). . pemerintah pusat. Pada umumnya.

Eksploitasi simber daya alam baik yang sudah diperbaharui maupaun yang tidak diperbaharui c. • Peta Berkenaan Dengan Penggunaan (Pemanfaatan) Peraturan berkenaan penggunaan (pemanfaatan) ini dapat dipanadang sebagai peraturan perundang undangan. Bagi wilayah dari rencana itu dapat diberlakukan secara berulang kali. Rencana merupakan keseluruhan tindakan yang saling berkaitan dari tata usah negara yang mengupayakan terlaksnanya keadaan tertentu yang tertib (teratur) Suatu rencana perumusan terdiri dari bagian berikut ini: • Peta Perencanaan Disini terdapat peruntukan dari tanah dimaksud. Pada dasarnya rencana rencana pembangunan yang dibuat oleh badan badan tata usah negara didasarkan pada besarnya porsi belanja dan subsidi dalam anggaran pendapatan belanja negara(APBN) bagi kegiatan tiap sector dari departemen /non departemen dan jawaban yang bersangkutan. Rencana rencana dijimpai pada pelbagai bidang kegiatan pemrintahan misalnya pengaturan tata ruang. pengurusan kesehatan dan pendidikan. Terdapat beberapa rencana pembangunan yang secara langsung menimbulkan akibat hukum bagi seorang warga atau badab hukum perdata. Adakalanya suatu rencana peruntukkan kepentingan umum dapat menyebabkan seseorang warga atau badan hukum perdata kehilangan hak atas tanahnya sendiri manakala hak tanah itu dicabut guna kepentingan umum. Peta perncanaan itu dapat dipandang sebagai suatu himpunan keputusan yang saling berlainan. • . Penggunaan Sarana sarana hukum keperdataan (Gebruik Van privaatrecht/civil instruments) Badan hukum atau pejabat tata usaha negara bertindak melalui dua macam peranan.kebijaksanaan memberi peluang bagaimana suatu badab suatu usah negara menjalankan kewenangan pemrintahan (beschikingbevoegdheid). Besarnya anggaran pendap[atan dan belanja negara (APBN) dari tiap tahun anggaran ditetapkan dengan undang undang. sewa menyewa. yakni : • Selaku pelaku hukum publik yang menjalankan kekuasaan public yang dijelmakan dalam kualitas penguasa sepeti badan badan tata usaha negara dan pelbagai jabatan yang diserahi wewenang penggunaan kekuasaan politik. pemborosan dan sebagainya yang dijelmakan dalam kualitas badan hukum. Proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan. Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan social dan budaya. Selaku pelaku hukum keperdataan yang melakukan pelbagai perbuatan hukum keperdataan seperti halnya mengikat perjanjian jual beli. D. Hal tersebut dengan sendirinya harus dikatiakan ndengan kewenangan pemrintahan atas dasr penggunaan discretionaire karena jika tidak demikian kan tidakada tempat bagi peraturan peraturan kebijaksanaan. Dikemukakan bahwa setiap rencana kegiatan yang diperkirakan mempunyai dampak terhadap lingkungan hidup wajib dibuatkan penyajian informasi lingkungan apabila kegiatan itu merupakan: a. kerusakan dan kemerosotan pemanfaatan sumber daya alam d. Pengubahan bentuk lahan dan bentang alam b. C. Rencana (Het Plan) Pada negara hukum kemasyarakatan mdren rencana selaku figure hukum dari hubungan hukum administrasi tidak dapat lagi dihilangkan dari pemikiran.

pasal 63 ayat 1 dari undang-undang nomor 5 tahun 1974. berdaulat. nomor 3 tahun 1971. menurut ketentuan-ketentuan peraturan pemerintah (pasal 2 ayat 4). Di Belanda. menyewakan. Wewenang yang bersumber pada hak mnguasai diri negara tersebut digunakan untuk mencapai kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya. kotapraja. Dengan demikian merek memiliki hak milik dan hak-hak lainnya secara sama dan dibawah asas pembatasan-pembatasan serta syaratsyarat serupa. sebagaimana dimaksud dalam instruksi presiden. d. c. b. menyewakan tanah. Dalam arti kebangsaan. Seperti halnya dengan pemerintah pusat maka pemerintah daerah juga memiliki barang dan kekayaan. barang-barang persediaan Surat Keputusan Menteri keUangan. tentang . Surat Keputusan Menteri Keuangan. seperti halnya waraga dan badan-badan hukum publik dapat pula manjual. UU No 5 Tahun 1986 menegaskan bahwa keputusan tata usaha negara yang merupakan perbuatan hukum perdata tidak termasuk keputusan tata usaha negara dalam arti beschikingyang dapat dibawakan ke hadapan hukum pengadilan tata usaha negara (pasal 2 butir b). sekedar diperlukan dan tidak bertentangan dengan kepentingan nasional. pembuat undang-undang telah meletakkan kejelasan bagi sekelompok barangbarang umum. barang-barang bergerak 3. barang-barang tidak bergerak 2. Pelelangan Umum Pelelangan Terbatas Penujukan Langsung Pengadaan Langsung. pelaksanaannya dapat dikuasakan kepada daerah swatantra dan masyarakat hukum adat. memanfaatkan tanah pekarangan. sebagai berikut ini: 1. Berdasarkan penggunaan kekuasaan public dimaksud badan atau pejabat tata usaha negara dapat secara sepihak menetapkan pelbagai peraturan dan keputuasn yang mengikat warga dan peletakkan hak dan kewajiban tertentu dank arena itu menimbulkan akibat hukum bagi mereka itu. yakni jalan-jalan untuk selanjutnya kejelasan hanya terdapat pada patokan beberapa putusan hoge raad selaku hakim perdata. seperti halnya negara. dan wilayah pengairan berbadan hukum berdasarkan hukum publik. hewan-hewan 4. kesejahteraan. Pasal 1 dari pusat keputusan menteri keuangan. nomor: Kep-225/MK/V/4/1971 dimaksudkan melengkapi pelbagai lampiran yang memuat petunjuk-petunjuk pengisian daftar inventaris barang. adil dan makmur. Hak menguasai negara itu. Pelaksanaan pemborongan untuk suatu proyek dan pembelian dalam jumlah barang tertentu atau jasa dilakukan melalui : a. Milik Pribadi Pemerintah (Negara) dan Milik Publik Badan-badan yang bersifat publik. dan kemerdekaan dalam masyarakatdan negara hukum indonesia yang merdeka. dimaksudkan menetapkan penggolongan barang-barang milik negara/ kekayaan negara. dan sebagainya. BAB VI BARANG-BARANG MILIK PEMERINTAH/NEGARA A. nomor: kep-225/MK/V/4/1971 bertanggal 13 april 1971. propinsi.Selaku pelaku hukum publik badan atau pejabat tata usaha negara memiliki hak dan wewenang istimewa untuk menggunakan dan menjalankan kekuasaan public.

”Untuk kepentingan umum. B. perusahan garam dan soda negeri. tentang pengarahan dan peyederhanaan perusahaan negara kedalam tiga bentuk pokok usaha negara. perusahaan (negara) jawatan (departemen agency). pengawasan. bahwa sifat-sifat badan usaha negara adalah sebagai berikut: . Sebelum tahun 1960. Pelbagai bentuk badan usaha milik negara lebih dikenal dengan perusahaan negara. termasuk kepentingan bangsa dan negara serta kepentingan bangsa dan negara serta kepentingan bersama dari dari rakyat. Dari tiga usaha negara dimaksudkan. perusahaan (negara) umum (public corporation). jawatan kereta api. Terdapat pula bank indutri negara. Seperti halnya jawatan penggadaian. terdapat beberapa bentuk perusahaan negara yang diatur dalam peraturan produk pemerintah hindia belanda. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pemerintah seperti halnya dengan subyek hukum lainnya juga menginvestasikan sejumlah modal dalam bentuk usaha perniagaan. demiian pula kepentingan pembangunan maka presiden dalam keadaan yang memaksa setelah mendegar menteri agraria.Diberlakukan pula peraturan pemerintah nomor 12 tahun 1969 tentang perusahaan perseroan. Misalnya PT. disingkat perum 3. atas permintaan yang berkepentingan kepala inspeksi agraria menyampaikan permintaan untuk melakukan pencabutan hak kepada menteri agraria. Kemudian diberlakukan pula peraturan pemerintah nomor 3 tahun 1983 tentang tata cara pembinaan dan pengawasan perusahaan jawatan. Yang dibentuk berdasarkan udang-undang darurat nomor lima tahun 1952. sperti halnya PN. dan menteri yang bersangkutan dapat mencbut hak-hak atas dan benda-benda yang ada diatasnya. pemerintah mengeluarkan instruksi presiden.pokok-pokok pemerintahan daerah memuat pengaturan dan penanganan terhadap barang milik daerah yang digunakan untuk memenuhi dan melayani kepentingan umum.” Dalam keadaan yang sangat mendesak yang memerlukan penguasaan tanah dan atau bendabenda yang bersangkutan dengan segara. Pada tahun 1967. Pada bagian penjelasan umum undangundang nomor 20 tahun 1961 dikemukakan contoh-contoh yang dimaksudkan dari keadaan yang sangat mendesak itu yakni terjadi wabah atau bencana alam yang memerlukan penampungan para korbannya dengan segera. tanpa disertai taksiran ganti rugi dari paniti penaksir dan jika pelu juga dengan tidak menunggu diterimanya pertimbangan kepala daerah (pasal 6 ayat 1). mentri kehakiman. pngelolaan. dan perusahaan persero. perusahaan umum. perusahan listrik negara dan air minum negara. Berdasarkan ketentuan-undang-undang. disingkat perjan 2. perusahan percetakan negara. disingkat persero. Peraturan pemerintah ini secara khusus mengatur pembinaan. Pertamina yang didirikan berdasarkan peraturan pemerintah nomor 27 tahun 1968 dan beberapa bank negara seperti bank indonesia berdasarkan undang-undang nomor 13 tahun 1968. yakni : 1. perusahaan (negara) persero (public/state company). dan biri tata usaha dari ketiga bentuk usaha negara. Ditegaskan. trdapat pula beberapa perusahaan negara yange mempunyai status khusus. maka yang dapat mencabut hak-hak atas tanah dan benda-benda yang ada diatasnya hanya presidan RI pada pasal 1 dari undang-undang nomor 20 tahun 1961 ditetapkan bahwa. juga terdapat perisahan negara yang bebentuk perseroan terbatas. Pertambangan timah belitung. C. nomor 20 tahun 1961 tenang pencabuta hak-hak atas tanah dan benda-benda yang ada diatasnya. nomor 17 tahun 1967. Peraturan pemerintah nomor 12 tahun 1969 ini mengatur tentang penyetaraan modal negara dalam perseroan. Hak-Hak Pemerintah (Tata Usaha Negara) Untuk Mengambil Dan Mengguakan Milik Pribadi Seseorang.

8 Tahun 1974 menetapkan bahwa seorang pegawai negeri yang diangkat menjadi pejabat negara. 4. Persero bertujuan untuk memupuk keuntungan dan berusaha dibidang-bidang yang dapat mendorong berkembangnya sektor swasta dan atao koperasi diluar bidang usaha perjan dan perum. Undang-undang nomor 13 tahu 1980 tentang jalan mengemukakan bahwa jalan mempunyai peranan penting dalam bidang ekonomi. 5. Karenanya pemda pun diserahi wewenang dan wewenang untuk mengurs barang-barang publik yang berada dilingkungan kekeuasan otonominya. BUMN & BUMD berwenang dan bertanggung jawab mengurus barang-barang publik yang menjadi bagian dari kegiatan perniagaannya selaku perusahaan negara atau peusahaan daerah.   perjan berusaha dibidang penyediaan jasa-jasa bagi msyarakat. Pada bagian penjelasan Pasal 11 tersebut dikemukakan bahw ayang dimaksud pejabat negara ialah: 1. Wakil Ketua. sosial. Ketentuan instruksi presiden RI nomor 3 tahun 1971 tentang inventaris baranga-barang milik negara atau kkeyaan negara yang memerintahkan pada tiap depatemen atau lembaga negara atau lembaga pemerintahan non departemen untuk melaksanakan invntaris fisik dan penyusunan daftar inventarisasi milik negara atau kekayaan negara menunjukkan betapa semakin pentingnya peranan pengurusan dan pengawasan termasuk terhadap barang-barang milik negara. dibebaskan untuk sementara waktu dari jabatan organiknya selama menjadi pejabat negara tanpa kehilangan statusnya sebagai pegawai negeri. Hampir semua warga masyarakat merupakan pemakai jasa jalan. BAB VII KEDUDUKAN HUKUM PARA PETUGAS PUBLIK (LEGAL POSITION OF PUBLIC SERVANTS) B. 2. 6. dikemukakan pula bahwa jalan merupakan kesatuan sistem jaringan jalan yang mengikat dan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan dengan wilayah yang berada didalam pengaruh pelayanannya dalam satu hubungan hirarki. Menurut Sastra Djatmika (1964: 22) berpendapat bahwa istilah jabatan politik dimaksud “ sangat mungkin diartikan sama dengan para pejabat atau pegawai negara“. politik sosial budaya dan pertahanan keamanan. lembaga pmerintahan non-departemen diserahi wewenang dan tanggung jawb guna mengurus barang-barang publikyang terdpat didalam penguasaan departmen dan lembaga yang bersangkutan. Presiden Anggota MPR Anggota BPK Ketua. Ketua Muda dan Hakim MA Anggota DPA Menteri Kepala Perwakilan RI di luar negeri yang berkedudukan sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh . 3. Jalan mempunyai peranan untk medorong pengembangan semua satuan wilayah didalam usaha mencapai tingkat perkembangan antar daerah yang semakin merata. Perum berusaha di bidang penyediaan pelayanan bagi kemanfaatan umum disamping mendapatkan keuntungan. Pada prinsipnya tiap departemen. Pada pasal 11 UU No. Para Pejabat Politik (Political Office Holders) Beberapa jabatan tertentu pada struktur pemerintahan RI merupakan jabatan politik. lembaga negara. serta digunakan untuk sebersar-besarnya kemakmuran rakyat. 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Kepegawaian tidak menggunakan istilah jabatan politik. termasu barang publik. termasuk pelayanan kepada masyarakat. Peranan jalan selaku prasarana perhubungan darat sungguh pentig bagi upaya pembangunan. 7. UndangUndang No. Perusahaan Barang Milik Publik D. Salah satu barang milik publik yang berdaya guna dan menyangkut hajat hidup para warga negara masyarakat adalah jalan.

dalam Pasal 2 UU No. Pegawai Negeri Sipil lain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. sebagai berikut: a. dokumen. bawahn atau orang lain dialam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. Tanpa izin pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara asing d. golongan. Pejabat lain yang ditetapkan dengan Peraturan Perundang-undangan Apabila pegawai negeri yang bersangkutan berhenti sebagi pejabat Negara maka ia akan kembali kepada departemen/lembaga yang bersangkutan. Dalam hall penggajian dan pemberian pension bagi para pejabat Negara diatur secara tersendiri. Pegawai Negeri Sipil Pusat 2. Kewajiban Pegawai Negeri ditetapkan. Pegawai negeri sipil 2.8. membeli. Menyalahgunakan barang-barang. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas Negara lainnya yang ditetapkan berdasarkan sesuatu peraturan perundang-undangan dan dugaji menurut peraturan perundangundangan yang berlaku (Pasal 1 huruf a). atau surat-surat berharga milik negara secara tidak sah f. pemerintah atau pegawai negeri sipil b. Negara dan Pemerintah (Pasal 4) 2. Wajib menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan kepada dan atas perintah pejabat yang berwajib atas kuasa Undang-Undang (Pasal 6) Bagi para Pegawai Negeri Sipil diberlakukan larangan. Para Pegawai Negeri (Civil Servants) Pada umumnya pejabat public berstatus pegawai negeri namun tidak semua pejabat public berstatus pegawai negeri. 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok Kepegawaian merumuskan bahwa pegawai negeri adalah mereka yang setelah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalamperaturan perundang-undangan yang berlaku. ataupun meminjamkan barangbarang. Wajib. Anggota Angkatan Bersenjata RI Pegawai Negeri sipil terdiri pula dari: 1. atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara g. setia. Menyalahgunakan wewenangnya c. teman sejawat. misalnya penggajian dan pemberian pension bago Presiden dan Wakil Presiden diatur dalm UU No. dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. Melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat negara. Sebaliknya tidaklah setiap pegawai negeri merupakan pemegang jabatan public. Menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan pegawai negeri sipil yang bersangkutan . menggadaikan. seperti haknya pemegang jabatan dari suatu jabatan Negara. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. Bupati / Walikotamadya 10. Wajib menaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan denganpenuh pengabdian. C. Gubernur 9. 8 Tahun 1974 bahwa pegawai negeri terdiri dari: 1. UUD 1945. Melakukan tindakan yang bersifat negatif dengan maksud membalas dendam terhadap bawahannya atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya h. Memiliki. UU No. kesadaran dan tanggung jawab (Pasal 5) 3. uang atau surat-surat berharga milik negara e. Pegawai Negeri Sipil Daerah 3. menyewakan.7 Tahun 1978 tentang hak keuangan/ administrative Presiden dan Wakil Presiden. berikut ini: 1. menjual.

pimpinan atau komisaris perusahaan swata bagi yang berpangkat Pembina golongan ruang IV/a ke atas atau yang memangku jabatan eselon I r. Juru Golongan ruang I/c bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki surat tanda tamat belajr Sekolah Menengah Kejuaruan Tingkat Pertama 4 Tahun d. Hak memperoleh tunjangan dikala menderita cacat jasmani atu cacat rohani dalam dank arena menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkan pegawai negeri yang bersangkutan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga (Pasal 9 ayat 2) 5. Pengatur Muda golongan ruang II/a bagi mereka yang sekurang-kurungnya memiliki Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas. Mengahalangi jalanya tugas kedinasan m. Ijazah Diploma I. menjadi direksi. Hak atas cuti (Pasal 8) 3. Bertindak sewenag-wenang terhadap bawahannya k. STTB Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat atas Guru 3 Tahun.i. Melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun juga dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi. Bertindak selaku perantara bagi sesuatu pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau peranan dari kantor/ instansi pemerintahan o. Melakukan suatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayani l. Pengatur Muda Tingkat golongan ruang II/b bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki ijazah Sarjana Muda. Memasuki tempat-tempat yang dapat mencerminkan kehormatan atau martabat pegawai negeri sipil kecuali untuk kepentingan jabatan j. Hak atas gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggungjawabnya (Pasal 7) 2. Undang-Undang No. ijazah Diploma II. 3 tahun 1980 bahwa pangkat-pangkat yang dapat diberikan untuk pengangkatan pertama adalah: a. sebagai berikut: 1. Juru Muda tingkat I golongan ruang I/b bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki surat tanda tamat belajar Sekolah Menengah Umum Tingkat Pertama atau surat tanda tamat belajar Sekolah Menengah Kejuruan Tingakt Pertama 3 Tahun c. Memiliki saham suatu perusahaan yang kegiatan usahanya tidak berada dalam ruang lingkup kekuasaannya yang jumlah dan sifat pemilikan itu sedemikian rupa sehingga melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan penyelenggaraanatau jalannya perusahaan q. golongan atau pihak lain. atu pihak lain n. STTB Sekolah Menengah Kejuaruan Tingkat atas Non Guru 3 tahun. Juru Muda golongan ruang I/a bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki surat tanda tamat belajar Sekolah Dasar b. golongan. 8 Tahun 1974 menetapkan hak bagi pegawai negeri sipil. Hak atas pensiun (Pasal 10) Pada Pasal 3 dalam Peraturan Pemerintah No. atau Akta I. Memiliki saham/ modal dalamperusahaan yang kegiatan usahanya berada dala ruang lingkup kekuasaannya p. Melakukan kegiatan uasaha dagang. STTB Sekolah Kejuruan Tingkat atas Non Guru 4 Tahun. e. Hak memperoleh perawatan dikala ditimpa oleh sesuatu kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya (Pasal 9 ayat 1) 4. baik resmi maupun sambilan. Hak memperoleh uang duka bagi keluarga dari pegawai negeri yang tewas yang tewas (Pasal 9 ayat 3) 6. Membocorkan dan atau memanfaatkan rahasia negara yang diketahui karena kedudukan jabatan untuk kepentingan pribadi. ijazah Sekolah Guru Pendidikan Luar .

dihukum penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena dengan sengaja melakukan sesuatu tindak pidana kejahatan yang diancam dengan hukuman penjara setingi-tingginya 4 (empat) tahun atau diancam dengan hukuman yang lebihberat juga. ijazah Apoteker. Kenaikan pangkat reguler 2. Akta V atau memperoleh gelar doktor dengan mempertahankan disertasi pada suatu perguruan tinggi negeri yang berwenang. Undang-Undang dasar 1945. Kenaikan pangkat selama dalam penugasan 9. Penata Muda Tingkat I golongan ruang III/b bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki ijazah Doktor. ijazah dokter. Pemberhentian atas permitaan sendiri 2.8 tahun 1974 menetapkan bahwa Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan hormat karena: a. ijazah Spesialis II. Kenaikan pangkat lainnya Pada Pasal 23 ayat 1 dari UU No. Permintaan sendiri Telah mencapai usia pensiun Adanya penyederhanaan organisasi pemerintah Tidak cakap jasmani dan rohani sehingga tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai pegawai negeri sipil Pegawai negeri sipil yang meninggal dunia dengan sendirinya dianggap diberhentikan dengan hormat (Pasal 23 ayat 2). Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil ditetapkan pada tanggal 1 April dan 1 Oktober tiap tahun. 3 Tahun 1980 mengenal berbagai macam kenaikan pangkat pegawai negeri sipil adalah: 1. Kenaikan pangkat pilihan 3. UU No. 32 Tahun 1979 mengenai pelbagai macam Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Pemberhentian karena adanya penyederhanaan organisasi . Kenaikan pangkat anumerta 6. 8 tahun 1974 juga menetapkan bahwa pegawai negeri sipil dapat diberhentikan tidak dengan hormat karena: a. Peraturan Pemerintah No. ijazah Diploma III. melangar sumpah atau janji pegawai negeri sipil. h. Akta II. Kenaikan pangkat dalam tugas belajar 7. Pasal 23 ayat 3. pegawai negeri sipil diberhentikan tidak dengan hormat. berikut ini: 1. b. ternyata melakukan penyelewengan terhadap Ideologi Negara Pancasila. ijazah Spesialis I atau Akta IV. Kenaikan pangkat sebagai penyesuaian ijazah 11. Penata Muda Golongan ruang III/a bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki ijazah sarjana. Kenaikan pangkat istimewa 4. dihukum penjara atau hukuman b. Kenaikan pangkat pengabdian 5. karena: a. atau terlibat kegiatan yang menentang negara dan atau pemerntah (Pasal 23 ayat 4) Peraturan Pemerintah No. Kenaikanpangkat selama menjadi pejabat negara 8. c.Biasa. ijazah Pasca Sarjana. Kenaikan pangkat selama menjalankan wajib militer 10. ijazah Bakaloreat. d. Pemberhentian karena mencapai batas usia pensiun 3. ijazah akademi. Pengatur Golongan ruang II/c bagi mereka yang sekurang-kurangnya memiliki Akta III g. atau ijazah Diploma III Politeknik f. sumpah atau janji jabatan negeri atau peraturan disiplin pegawai negeri sipil b.

Pada Pasal 13 ayat 1 UU No 2 TAhun 1986 ditetapkan bahwa pembinaan dan pengawasan umum terhadap hakim sebagi pegawai negeri dilakukan oleh Menteri Kehakiman.d. Berumur serendah-rendahnya 25 tahun h. Pemberhentian karena tidak cakap jasmani atau rohani 6. Setia kepada Pancasila dan UUD 1945 d. dan 10) 5. 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian menetapkan bahwa Ketua. termasuk organisasi masanya atau bukan seorang yang terlibat langsung dalam “gerakan kontra revolusi g. jujur. berpengalaman sekurang-kurangnya 5 tahun sebagai ketua atau wakil ketua Pengadilan Negeri atau 15 tahun sebagi hakim Pengadilan Negeri (Pasal 15 ayat 1).s/pki” atau organisasi terlarang lainnya e. artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah. Bertaqwa kepada Tuhan YME c.4. Hakim (Judges) Secara umum dapat disimpulkan bahwa hakim adalah hakim pengadilan di lingkungan peradilan yang melaksanakan tugas kekuasaan kehakiman.f dan h b. seorang calon harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a.b. berumur serendah-rendahnya 40 tahun c. Pegawai Negeri f. sebagai berikut: a. 8 Tahun 1974 menetapkan bahwa hakim pada pengadilan negeri dan pengadilan tinggi dan lain-lain adalah termasuk pegawai negeri sipil pusat (Pasal 2 ayat 2 dan bagian penjelasannya). Wakil Ketua. Pemberhentian karena hal-hal lain (Pasal l5) C. dan berkelakuan tidak tercela Sedangkan untuk menjadi Hakim Pengadilan Tinggi maka seorang calon harus memenuhi syarat-syarat. Pembinaan dan pengawasan dimaksud tidak boleh mengurangi kebebasan Hakim dalam memeriksa perkara. Bukan bekas anggota organisasi terlarang partai komunis indonesia. ketua muda dan hakim Mahkamah Agung adalah pejabat Negara dan karena itu tidak termasuk pegawai negeri. Sanksi-Sanksi Pada Umumnya .30.e.c. Pasal 24 UUD 1945 mengemukakan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah mahkamah Agus dan lain0lain badan kehakiman menurut Undang-Undang Dasar 1945 ditegaskan bahwa Kekuasaan Kehakiman ialah Kekuasaan yang merdeka. Pemberhentian karena melakukan pelanggaran atau tindak pidana/penyelewengan (Pasal 8.9. Warga Negara Indonesia b. adil. Sarjana Hukum g. 2 Tahun 1986 menetapkan bahwa untuk dapat diangkat menjadi hakim pengadilan Negeri. Pemberhentiaan karena meninggalkan tugas 7. syarat-syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat 1 huruf a. BAB VIII SANKSI-SANKSI A. Berwibawa. Selain itu juga dalam UU No. Pemberhentian karena meninggal dunia atau hilang (Pasal 13) 8. Pasal 14 ayat 1 UU No. UU No.

Bagi pengenaan denda administratif dan uang paksa. Pengenaan denda administratif 4. mutlak harus atas dasar peraturan perundang-undangan yang tegas.Kewenangan memeriksa barang-barang dagangan dan mengambil contoh-contoh . Peran penting pada pemberian sanksi di dalam hukum administrasi memenuhi hukum pidana. Perbedaan antara sanksi adninistrasi dan sanksi pidana dapat dilihat dari tujuan pengenaan sanksi itu sendiri. sebagaimana berikut ini : . Pengawasan dan Pengusutan Pengawasan di dalam praktek merupakan syarat dimungkinkannya pengenaan sanksi.Kewenangan untuk meminta keterangan dan bantuan Bagi para pegawai pengusut berlaku ketentuan bahwa mereka di samping itu memiliki kewenangan berdasar Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (misalnya menyita barang- .Kewenangan menghentikan kendaraan dan memeriksa muatannya . Sekaligus menurut pengalaman dari pengawasan itu sendiri telah mendukung penegakan hukum. Para warga melihat penguasa dengan sungguh-sungguh menegakkan peraturan perundangundangan. 1. Sanksi-sanksi lainnya lebih berperan secara tidak langsung. Kebanyakan peraturan perundang-undangan negeri Belanda memuat bagi para pegawai pengawas/pegawai pengusut satu atau lebih kewenangan. kecuali rumah-rumah kediaman Kewenangan memasuki rumah-rumah kediaman dalam keadaan-keadaan luar biasa dengan suatu kuasa khusus . Sanksi administrasi dimaksudkan agar perbuatan pelanggaran itu dihentikan. Pada umumnya tidak ada gunamya memasukkan kewajiban atau larangan-larangan bagi para warga di dalam peraturan perundang-undangan tata usaha Negara. antara lain : 1. Penarikan kembali keputusan (ketetapan) yang menguntungkan (izin. manakala aturanaturan tingkah laku itu tidak dapat dipaksakan oleh tata usaha Negara. sedangkan sanksi pidana ditujukan kepada si pelanggar dengan memberi hukuman berupa nestapa. Sanksi administrasi ditujukan untuk perbuatan pelanggarannya. Pengenaan uang paksa oleh pemerintah (dwangsom) Bestuursdwang dapat diuraikan sebagai tindakan-tindakan yang nayta dari penguasa guna mengakhiri suatu keadaan yang dilarang oleh suatu kaidah hokum administrasi atau melakukan apa yang seharusnya ditinggalkan oleh para warga karena bertentangan dengan undang-undang. pembayaran. Penarikan kembali suatu keputusan (ketetapan) yang menguntungkan tidak terlalu perlu didasarkan pada suatu peraturan perundang-undangan.Sanksi-sanksi merupakan bagian penutup yang penting di dalam hokum. juga dalam hukum administrasi.Kewenangan memeriksa buku-buku dan surat-surat arsip .Kewenangan memasuki setiap tempat. tetapi juga terhadap tindakan-tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang dapat dikaitkan pada suatu izin. subsidi) 3. Bagi pembuat peraturan penting untuk tidak hanya melarang tindakan-tindakan yang tanpa disertai izin. termasuk sanksi-sanksi hukum administrasi yang khas. Bestuursdwang (paksaan penerintah) 2. Pelaksanaan suatu sanksi pemerintah berlaku sebagai suatu keputusan yang memberi beban. Pengenaan denda administratif menyerupai penggunaan duatu sanksi pidana.

Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Penerapan Kembali Keputusan-Keputusan (Ketetapan-Ketetapan Selaku Sanksi) Terdapat dua hal yang terhadapnya suatu keputusan (ketetapan) yang menguntungkan dapat ditarik kembali sebagai sanksi: a. atau pembayaran. Badan pemerintah harus telah mempunyai niat yang tetap. Penarikan kembali suatu keputusan (ketetapan) pada kenyataannya juga merupakan perbuatan keputusan/perbuatan ketetapan. Eksplisit atau implisit harus nyata bahwa biaya-biaya dalam hal tata usaha Negara harus bertindak.barang). Menghalangi seorang pegawai pengawas atau tidak memberikan bantuan senantiasa merupakan perbuatan pidana sendiri. • B. yang jika perlu melaksanakan suatu bestuursdwang. Harus ditetapkan apa yang seharusnya dilakukan oleh warga yang mendapat surat pemberitahuan guna mencegah pemerintah mengambil tindakan-tindakan nyata. Sanksi administrasi dikenakan kepada wajib pajak yang terhutang setelah kepadanya dikeluarkan suatu Surat Ketetapan Pajak. hingga apabila data itu diberikan secara benar atau lengkap maka keputusan akan berlainan. • Perintah tertulis/peringatan tertulis harus memuat perintah yang jelas. yakni sanksi administrasi. Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan memberi penamaan terhadap sanksi dimaksud dengan penyebutan sederhana. Sebagai suatu keputusan (ketetapan). b. Sanksi Administrasi Lainnya Sanksi lain yang untuk dikaji adalah sanksi administrasi yang dikenal dan (diberlakukan) dalam hokum perpajakan. C. Yang berkepentingan tidak mematuhi pembatasan-pembatasan. sebagaimana berikut ini : • Peringatan itu tidak dapat di adakan secara tanpa ikatan. akan dibebankan pada pelanggar. syarat-syarat atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang dikaitkan pada izin. atau pembayaran telah memberikan data yang sedemikian tidak benar atau tidak lengkap. . yakni dengan cara membawakan permasalahannya ke hadapan hakim (tata usaha Negara). maka keputusan tersebut niscaya menimbulkan akibat hukum yang baru bagi seorang warga atau badan hukum perdata yang dikenakan keputusan (ketetapan) itu. • Harus ditentukan suatu jangka waktu perintah harus dilaksanakan. Yang berkepentingan pada waktu mengajukan permohonan untuk mendapat izin. Penarikan kembali atas suatu keputusan tidak lain. adalah suatu keputusan (ketetapan) baru yang menarik kembali (dan masyarakat tidak berlakunya lagi) keputusan yang terdahulu. subsidi. • Surat perintah harus memuat ketentuan-ketentuan peraturan perundang-undangan man yang dilanggar. maka ia berhak mengajukan banding administrasi atau menggunakan upaya hukum yang tersedia di dalam Undang-Undang Nomor 5. subsidi. • Perintah harus ditujukan pada yang berkepentingan yang menurut kenyataan memang juga mampu mengakhiri pelanggaran itu. Yurisprudensi Hakim-AROB mengharuskan beberapa sayarat bagi peringatan tertulis/perintah tertulis. Dalam hal seorang warga atau badan hukum perdata marasa dirugikan oleh akibat hukum yang timbul dari keputusan (ketetapan) penarikan kembali itu. Undang-undang Nomor 6.

Ditetapkan pula bahwa sanksi administrasi berupa bunga. harus di hormati oleh hakim. yang memberi kewenangan kepada penguasa daerah untuk melaksanakan pengosongan tanah dengan disertai beban biaya dari pemakai tanah yang bersangkutan. Para warga yang berkepentingan dan juga hakim. Tak dapat disangkal bahwa pemberlakuan sanksi pidana turut berperan pada efektivitas penegakan dan pentaatan kaidah-kaidah hokum administrasi. termasuk pada pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan.5000. D. Adakalanya suatu ketentuan peraturan perundang-undangan tidak hanya mengancam pelanggarnya dengan sanksi tapi juga pada saat yang sama mengancamnya dengan sanksi administrasi. Sanksi Pidana Salah satu upaya pemaksaan hukum itu adalah melalui pemberlakuan sanksi pidana terhadap pihak pelanggar mengingat sanksi pidana membawa serta akibat hokum yang berpaut dengan kemerdekaan pribadi. Tahun 1961 disahkan menjadi undang-undang) tidak hanya mengancam seorng pemakai tanah tanpa izin dengan saqnksi pidana berupa pidana berupa kurungan selama-lamanya 3 bulan dan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. pada dasarnya harus menghormati pilihan itu. Sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100% dari jumlah kekurangan pajak juga dimuat dalam Surat Ketetapan Pajak Tambahan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pajak. Disini pembuat undang-undang memberikan kepada administrasi satu ruang kebijaksanaan bebas. 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya (yang kemudian berdasar Undang-Undang Nomor 1. Baik ruang kebijaksanaan sebagai akibat wewenang bebas. Bagaimanapun juga pengenaan sanksi-sanksi yang kumulasi niscaya akan menimbulkan pula akibat hukum yang jamak bagi warga yang dikenakan sanksisanksi itu.-. Sanksi-Sanksi Kumulasi Suatu kaidah peraturan perundang-undangan di bidang hukum administrasi sering tidak hanya memuat satu macam sanksi tetapi terdapat beberapa macam sanksi yang diberlakukan secara kumulasi. yang dilihat dari sudut rangka perundangan dapat diisi menurut lebih dari satu cara. denda administrasi. Suatu sanksi pidana tidak dapat dikenakan kepada pihak pelanggar dengan cara penggunaan bedtuursdwang. BAB IX KAIDAH-KAIDAH DAN ASAS-ASAS PEMBUATAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA (KTUN) Aturan-aturan yang mengikat badan-badan pemerintahan dalam memberikan KTUN. Arti kongkretnya untuk tiap keadaan tersendiri tidak selalu dapat dilihat dengan mudah sebelumnya. Ini kita sebut wewenang menetapkan bebas. Aturanaturan itu dapat menyangkut acara atau isi. . Undang-Undang No. maupun yang timbul dari ruang penilaian yang di berikan kepada pemerintah. Asas-asas umum pemerintahan yang baik dapat di pandang sebagai aturan-aturan hukum tidak tertulis terutama untuk pengambilan KTUN dalam hal-hal pemerintahan memiliki ruang kebijaksanaan tidak ada pertentangan asasi antara ABBB (algemene beginselenn van behoorlijik bestuur) tidak tertulis dan hokum tertulis. Penegakan sanksi pidana dilaksanakan menurut “due process of law” yang telah ditentukan di dalam kaidah hukum acara pidana dan pengenaan sanksi itu hanya dapat dinyatakan dalam suatu putusan hakim pidana. E. Namun ABBB dirumuskan sebagai asas-asas. Tapi pada saat yang sama memuat pula sanksi administrasi. dan kenaikan tidak dapat di kreditkan dari jumlah pajak yang terhutang.

tujuan aturan-aturan kebijaksanaan ialah menunjukan perwujudan asas perlakuan yang sama atau asas persamaan. Asas kepercayaan tidak menghalangi pemerintah mengubah kebijaksanaan. landasan instrumental yaitu daya guna (efisiensi. Bila suatu badan pemerintah atau seorang pejabat yang berwenang bertindak atas nama pemerintahan itu memberikan janji kepada seorang warga.aturan kebijaksanaan. Jika suatu badan pemerintah tidak memperhatikan hal ini atau bila penjelasan tidak meyakinkan. doelmatigheid) dan hasil guna (efektif. B. Asas Persamaan Asas persamaan memaksa pemerintah untuk menjalankan kebijaksanaan. asas kepercayaan menuntut supaya badan pemerintahan itu (antara lain pada pelaksanaan suatu wewenang memberikan ketetapan) terikat pada janjinya. Dengan demikian perlu study tersendiri untuk masing-masing bidang hukum administrasi khusus untuk dapat mamahami prosedur dan segala persyaratan yang di butuhkan. b.A. dan persyaratan tersendiri. Dalam peradilan kita lihat bahwa relatif jarang suatu pendalilan asas persamaan diterima. tetapi karena bertentangan dengan asas pemberian alasan. Asas ini terutama penting sebagai dasar bagi arti yuridis dari janji-janji. Ini terutama disebabkan oleh karena dua atau lebih keadaan kongkret tidak pernah sepenuhnya sama satu sama lain. Dalam bidang perijinan saja masing-masing perijinan mempunyai tata cara dan persyaratan tersendiri. Penyimpangan yang merugikan yang berkepentingan hanya mungkin. yang dalam rangka itu harus di ambil banyak sekali KTUN. Asas ini dapat pula membawa . Maka pemerintah memerlukan aturan-aturan atau pedoman-pedoman. Jadi pemikirannya ialah. Bila ia sendiri menyusun aturan-aturan (pedoman-pedoman) itu untuk memberi arah pada pelaksanaan (pada dasarnya) wewenang bebasnya. Tinjauan atas Asas-Asas Lambat laun telah diterima pendapat bahwa ABBB harus di pandang sebagai norma-norma hukum tidak tertulis yang senantiasa harus di taati oleh pemerintah. Jadi. aturan-aturan kebijaksanaan dan bentuk-bentuk rencana (yang tidak diatur dengan perundang-undangan). Dapat pula dikatakan bahwa ABBB adalah asas-asas hukum tidak tertulis dari mana untuk keadaan-keadaan tertentu dapat di tarik aturan-aturan hukum yang dapat di terapkan. keterangan-keterangan. Meskipun arti yang tepat dari ABBB bagi tiap keadaan tersendiri tidak selalu dapat di jabarkan dengan teliti. maka itu disebut aturan. Dalam praktek hukum di Neaderland ABBB berikut ini telah mendapat tempat yang jelas : a. landasan demokrasi. Tiap bidang mempunyai prosedur tersendiri. bahwa tidak cukup alasan mengapa tidak di anggap sama. Asas Kepercayaan Asas kepercayaan juga termasuk kedalam asas –asas hukum yang paling mendasar dalam hukum public dan hukum perdata. Asas kepercayaan juga masyarakat bahwa pemerintah harus pula memperhatikan aturanaturan kebijaksanaan sendiri. setidak-tidaknya tidak menyimpanginya untuk kerugian yang berkepentingan. tetapi asas ini menghalangi perubahan kebijaksanaan di berlakikan surut. doeltrffenheid). Tetapi asas persamaan pada dasarnya tidak memaksa badan pemerintah untuk mengulangi suatu KTUN yang salah atau mengulangi suatu kekeliruan. Asas-Asas Pemerintahan Yang Baik (AUPB) di Belanda 1. Pengaturan dan praktek Pembuatan Keputusan Tata Usaha Negara di Indonesia Tidak ada ketentuan umum yang mengatur tentang tata cara pembuatan keputusan tata usaha Negara. bila tujuan suatu peraturan kebijaksanaan membenarkannya atau di dalam peraturan itu telah diadakan pengecualian yang jelas. Suatu prosedur yang baik hendaknya memenuhi 3 landasan utama hukum administrasi yaitu landasan Negara hukum. Bila pemerintahan di hadapkan pada tugas baru. maka biasanya hakim tidak akan membatalkan karena bertentangan dengan asas persamaan.

Harus di ingat bahwa :  Asas kepastian hukum tidak menghalangi penarikan kembali atau perubahan suatu ketetapan. Dari Pemerintahan di harapkan suatu penyusunan yang rasional. Asas Pemberian Alasan Asas Pemberian alasan berarti bahwa suatu keputusan harus dapat di dukung oleh alasanalasan yang di jadikan dasarna. Aspek hukum material berhubungan erat dengan asas kepercayaan. Kepitisan yang diambil berdasarkan surat keberatan atau banding senantiasa harus segera diiringi oleh pemberian alasan. Badan pemerintahan dalam memepersiapkan dan mengambil ketetapan dapat dengan berbagai cara melanggar asas ini. Penarikan kembali atau perubahan mungkin bila syarat-syarat atau ketentuan-ketentuan yang di kaitakn pada suatu ketetapan yang menguntungkan tidak di tati. Jadi pemerintahan senantiasa haris dapat memberi alasan mengapa ia telah mengambil suatu ketetapan tertentu. Dapat di bedakan tiga sub varian : (1). Asas Kepastian Hukum Asas kepastian hikim mempunyai dua aspek yang satu lebih bersifat hukum materiil yang lain bersifat formil. e. bila sudah sekian waktu di paksa oleh perubahan keadaan atau pendapat. d. telah ikut menyebabkan terjadinya ketetapan yang keliru. Demikian pula penarikan kembali atau perubahan mungkin. Asas kepastian hukum memberi hak kepada yang berkepentingan untuk mengetahui dengan tepat apa yang di kehendaki dari padanya. bila yang berkepentingan dengan memberikan keterangan yang tidak benar atau tidak lengkap. Bila ternyata bahwa fakta-fakta pokok berbeda dari apa yang di kemukakan atau diterima oleh badan pemerintahan maka . c. Asas kecermatan mensyaratkan agar badan pemerintahan sebelum mengambil ketetapan meneliti semua fakta yang relevan dan memasukan pila semua kepentingan yang relevan ke dalam pertimbangannya. Asas Kecermatan Asas Kecermatan mengandung arti bahwa suatu keputusan harus di persiapkan dan di ambil dengan cermat. Dalam hal ini dikatakan ada penarikan kembali sebagai sanksi. asal saja kekeliruan itu dapat di ketahui oleh yang berkepentingan.    Sisi formal dari asas kepastian hukum membawa serta bahwa ketetapan-ketetapan yang memberatkan dan ketentuan-ketentuan yang terkait pada ketetapan-ketetapan yang menguntugkan (antara lain izin) haris di susun dengan kata-kata yang jelas. Yang berkepentingan berhak mengetahui alasan-alasan itu. Syarat bahwa suatu ketetapan harus di beri alasan. Bagian dari asas pemberian alasan ini mengandung arti bahwa kelompok fakta yang menjadi titik tolak dari ketetapan harus benar.serta bahwa pada perubahan kebijaksanaan yang merugikan harus diadakan masa peralihan yang pantas. Ketetapan harus memiliki dasar fakta yang teguh. (2). Penarikan kembali atau perubahan juga mungkin bila ketetapan yang menguntungkan di dasarkan pada kekeliruan.

Asas Larangan Detournment de Pouvoir (penyalahgunaan wewenang) sebagai asas umum pemerintahan yang layak di pandang pula aturan bahwa suatu wewenang tidak boleh di gunakan untukk tujuan lain selain untuk tujuan ia di berikan. Pada umumnya penyalahgunaan suatu wewenang juga akan bertentangan dengan suatu peratiran perundang-undangan. tidak semestinya hanya memperhatikan dasar pembatalan yang di sebut oleh hakim. tetapi tidak menetukan isinya.karena banyak pemberian alasan yang mungkin kurang baik. Asas-Asas Pemerintahan Yang Formal Dan Material Asas Kecermatan dan asas pemberian alasan di pandang sebagai asas-asas pemerintah yang baik yang lebih formal. tetapi secara keseluruhan harus sesuai dan memiliki kekuatanb yang meyakinkan. Prof. bahwa dalam hal ini biasanya juga terdapat cacat dalam kecermatan. Juga pertimbangan-pertimbangn hukum lainnya dari hakim dapat memuat petunjuk-petunjuk tentang tindakan-tindakan apa yang selanjutnya harus diambil.dasar fakta yang teguh dari alasan-alasan tidak ada. Asas persaman. f. Juga asas kepastian hukum menyagkut sisi formal. sebab kedua asas itu tidak segera mengatakan sesuatu tentang isi dari keputusan yang akan diambil tetapi lebih tentang persiapannya. Perlu di catat. Pemberian alasan tidak saja harus masuk akal. Indonesia Kepustakaan berbahasa Indonesia belum banyak membahas asas ini. Tetapi jika penolakan suatu izin di batalkan karena pelanggaran terhadap asas persamaan maka pada dasarnya konklusinya ialah bahwa yang berkepentingan haris mendapat izin. 2. Kuntjoro purbopranoto mengetengahkan 13 asas yaitu : 1) Asas kepastian hukum 2) Asas keseimbangan 3) Asas kesamaan 4) Asas bertindak cermat 5) Asas motivasi untuk setiap keputusan pangreh 6) Asas jangan mencampuradukan kewenangan 7) Asas permainan yang layak 8) Asas keadilan atau kewajaran 9) Asas menanggapi penghargaan yang wajar . (3). Pemberian alasan harus cukup dapat mendukung. Asas pemberian alasan menetapkan syarat-syarat pinggiran. Dewasa ini para hakim lebih condong pada kesimpulan terakhir. tetapi dari lain pertimbangan dapat diambil kesimpulan bagaiman seharusnya keputusan itu. Demikianlah biarpun ada pembatalan di sebabkan adanya cact pemberian alasan. asas kepercayaan. Tetapi sebagai penisbian perlu di ingat disini bahwa pemerintahan jika harus memikirkan apa yang harus atau boleh di lakukan setelah ada pembatalan. Alasan–alasan yang di kemukan harus cukup meyakinkan. 3. asas kepastian hukum dapat di pandang sebagai asas-asas material pemerinatah yang layak.

fungsi hak dasar. d. Dasar-dasar pengecualian ini berlaku juga bagi wajib informasi aktif penguasa yaitu : a. Sebelum itu. Suatu permintaan warga untuk memperoleh informasi harus di luluskan. Pengumuman Dokumen-Dokumen Dengan keterbukaan pemerintah para warga memperoleh lebih banyak pengertian tentang rencana-rencan kebijaksanan dan tentang kenyataan-kenyataan yang mendasari kebijaksanaan yang di jalankan. fungsi pertanggung jawaban umum dan pengawasan. hak tiap orang agar suasana hidup pribadi di hormati dan perlindungan hasil-hasilk pemeriksaan kedokteran dan psikologis yang menyangkut keadaan-keadaan tersendiri i. Wajib informasi akif dari penguasa yakni kewajiban penguasa untuk memberi informasi atas inisiatif sendiri 2. WOB berpangkal tolak bahwa informasi dari dokumen-dokumen penguasa pada dasrarnya harus dapat di ketahui oleh setiap orang. Sebagai fungsi-fungsi penting dari keterbukaan di dalam kepustakaan masih di sebut : 1.10) Asas meniadakan akibat-akibat suatu keputusan yang batal 11) Asas perlindungan atas pandangan hidup 12) Asas kebijaksanan 13) Asas penyelenggaraan kepentingan umum 4. dan pengawasan oleh satu atau atas nama badan-badan penguasa h. kontrol. kepentingan ekonomis dan finansial negara dan badan-badan hukum piblik lain. dapat merugikan keamanan negara juga tidak di lakukan bila mengenai c. hubungan neaderland dengan negar-negar lain e. keterbukaan dapat memajukan penggunaan hak-hak dasar seperti hak pilih. menghindari terjadinya keuntungan atau kerugian yang tidak seimbang bagi manusia-manusia alami atau badan-badan hukum atau pihak ketiga yang terkait pada masalah bersangkutan. Pun tidak di lakukan bila dan sejauh kepentingannya tidak dapat melebihi kepentingan-kepentingan berikut. bila disyaratkan oleh suatu peraturan khusus. f. inspeksi. keputusan-keputusan penguasa tertentu yang menyagkut kedudukan hukum para warga demi kepentingan kepastian hukum harus dapat di ketahui jadi harus terbuka 4. pengusutan dan penuntutan tindak-tindak pidana. keterbukaan pada satu sisi sebagai alat bagi penguasa untuk memberi pertanggung jawaban di muka umum pada sisi lain sebagi alat bagi warga untuk mengawasi penguasa 3. keterbukaan sebagai alat bagi warga untuk ikut serta dalam proses pemerintahan secara mandiri 2. kebebasan mengeluarkan pendapat dan hak untuk berkumpul Kewajiban keterbukaan umum bagi penguasa dirinci lebih lanjut dalam wet openbaarheid van bestuur dan besluit openbaarheid van bestuur. yakni kewajiban penguasa untuk memberikan informasi atas permintaan warga. b. . fungsi kepastian hukum. g. bagi penguasa hanya ada kewajiban untuk mengumumkan. data usaha dan proses pabrik sejauh ini oleh manusia-manusia alami atau badanbadan hukum di beriatahukan kepada penguasa secara rahasia. Wajib informasi pasif. fungsi partisipasi. Openbarheidswet nederland membedakan dua jenis wajib informasi : 1. dapat membahayakan kesatuan mahkota atau.

data yang masih sedang di kerjakan atau yang tidak lengakap sehingga dengan demikian dapat memberi gambaran yang keliru pendapat-pendapat pribadi dari anggota-anggota pemerintahan.Selain dasar-dasar pengecualian umum permohonan untuk memperoleh informasi demikian di luluskan terkecuali menyangkut : a. yang mana dasar-dasar tata cara yang elementer (seperti didengar dan mendengarkan) telah ditentukan kemungkinan-kemungkinan naik banding dan atau kasasi untuk memperbaiki kesalahankesalahan yang mungkin ada dari hakim-hakim rendahan . Kedua. Namun istilah pengganti pembuat undang-undang sebagai penunjukan seorang hakim tidak menggambarkan perkara itu secara tepat. Hakim dan Pemerintah Pada dasawarsa terakhir kita melihat di Nederland penggeseran tekanan dari pemerintah ke hakim. memberi interpretasi sendiri atas kewenangannya sendiri. Ketiga. yang diterima oleh lapisanlapisan masyarakat yang luas.pemutusan dalam persengketaan itu dalam waktu yang wajar penetapansuatu hukum acara yang baik. Syarat-syarat untuk Suatu Peradilan yang Baik (Tinjauan atas Grodwet Belanda) Suatu negara menginginkan peradilan yang berkualitas baik. B. Menguji perundang-undangan yang lebih rendah terhadap yang lebih tinggi dengan kekecualian larangan UU dasar untuk menguji UU formal terhadap UU dasar. maka dalam hal itu orang melihat betapa pentingnya tempat yang diduduki hakim itu dalam kmetatanegaraan. Apabila orang juga mengingat bahwa pembuat undang-undang tidak selalu mampu untuk menangani perkembangan-perkembangan social barumaka dapat dibayangkan bahwa dalam literature istilah pengganti pembuat undangundang mulai tampil ke muka. para pengurus atau pejabat. seorang hakim hanya dapat mengambil keputusan-keputusan dalam perkarar-perkara yang konkrit. BAB X TINJAUAN UMUM TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM A. Pertama-tama. dan dia tidak terikat pada hukum. seorang hakim tidak pernah dapat mengambil keputusan-keputusan sendiri. hakim itu terbatas untuk pengujian menurut hukum. Hakim memutuskan sendiri. Untuk menjamin ketidaktergantungan dan ketidak-sepihakan telah diciptakan ketentuan-ketentuan barikut: “anggota-anggota dari kekuasaan kehakiman yang ditugaskan pada peradilan dan Jaksa Agung pada Mahkamah Agung diangkat untuk seumur hidup dengan penetapan raja. Seleksi dan penggajian adalah penting sekali kemungkinan bagi si warga untuk selalu mempunyai jalan (minta bantuan) ke seorang hakim . harus didasarkan UU dasar dan perundang-undangan yang dijadikan dasar itu sejumlah jaminan. Ciri khas yang paling pokok dari kedudukan para hakim adalah ketidaktergasntungan (kebebasan) mereka.pejabat mengenai kebijaksanaan.” Untuk suatu peradilan yang baik selanjutnya dibutuhkan: . Hal itu dPt ditambah dengan istilah hakim sebagai pengganti pemerintah.hakim-hakim yang berkualitas baik. sedangkan hakim tidak boleh menguji UU yang formal terhadap UU dasar. yang penting adalah bahwa hakim juga boleh mengambil jalan formal untuk menguji ketentuan-ketentuan perjanjian. b. Setiap hakim dapat mengalami perubahan-perubahan.

Susunan dan Kekuasaan Badan-badan Kehakiman itu akan diatur lebih lanjut c. Berhubungan dengan itu. Bantuan hukum h. Demi kepentingan masyarakat mendesak Undang-undang No. yang terbagi dalam 42 pasal. harus diadakan jaminan dalam UU tentang kedudukan para hakim. kita dapat menemukan adanya tiga kaidah hukum: a.14 Tahun 1970 terdiri dari 8 Bab. Dalam UUD 1945 terdapat pula ketentuan-ketentuan tentang kekuasaan kehakiman yang diatur dalam Bab IX. Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh Badan-badan Kehakiman yang berpuncak pada sebuah Mahkamah Agung b. Badan-Badan Peradilan . C. Hakim dan kewajibannya e. susunan ketatanegaraan yang bersifat mendasar serta pembagian dan pembatasab tugas-tugas ketatanegaraan yang juga bersifat mendasar. Penutup E. Kekuasaan Kehakiman (di Indonesia) Undang-undang yang mengatur secara umum tentang kekuasaan kehakiman Indonesia ialah UU No. Undang-undang ini dalam diktum pertamanya mencabut Undang-undang No. Ketentuan umum b. yaitu: a. Dalam kedua pasal UUD itu. D. Kedudukan pejabat peradilan (pengadilan) f. Pasal 24 dan pasal 25 UUD 1945. Syarat-syarat untuk menjadi hakim dan pemberhentiannya juga akan diatur lebih lanjut Dalam penjelasan pasal 24 dan pasal 25 UUD 1945 dikemukakan bahwa “kekuasaan kehakiman ialah kekuasaan yang merdeka. Adapun pengaturan dalam bab-bab meliputi: a. artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah. Demi kepentingan Revolusi b.jaminan-jaminan bahwa keputusan-keputusan para hakim juga sungguh-sungguh dilaksanakan. Badan-badan Peradilan dan asas-asasnya c. Pelaksanaan putusan pengadilan g.14 Tahun 1970 tentang ketentuan-ketentuan pokok kekuasaan kehakiman. Ada tiga alasan yang tercantum dalam pasal 19 yang memungkinkan Presiden turun tangan atau campur tangan dalam soal-soal pengadilan. Hubungan pengadilan dan lembaga negara lainnya d.19 Tahun 1962 tentang Ketentuanketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman yang berisi ketentuan yang bertentangan dengan UUD 1945. Demi kehormatan Negara dan Bangsa c. Undang-undang Dasar 1945 dan Kekuasaan Kehakiman Undang-undang Dasar 1945 mengatur 3 hal yang bersifat pokok yaitu jaminan terhadap adanya hal-hal dan kewajiban-kewajiban asasi warganya.

Undang-undang No. Undang-undang No. tahun 1985 tentang Mahkamah Agung b. 3. Pengadilan Negeri dibentuk dengan keputusan Presiden.2 tahun 1986 yang dimaksud dengan kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan umum adalah pengadilan negeri sebagai pengadilan tingkat pertama dan pengadilan tinggi sebagai pengadilan tingkat dua atau pengadilan banding. dan d. Undang-undang No. sedangkan Pengadilan Tinggi dibentuk dengan Undang-undang. Kitab Undang-undang Hukum Pidana Mliter dan Kitab Undang-undang Hukum Disiplin Tentara. Dalam undang-undang dikenal adanya dua macam pembinaan. 7 tahun 1946 b. yaitu.2 tahun 1986 tentang Peradilan Umum c. 7 tahun 1947 . Peradilan Agama c. Peradilan Militer Peradilan Militer ini mengadili pelanggaran terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Peradilan Umum b. Undang-Undang No. Panitera (griffier). administaasi dan keuangan pengadilan yang dilakukan oleh Menteri Kehakiman.5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara d. Peradilan Agama Undang-undang baru yang mengatur Peradilan Agama adalah UU No. dalam UU No. Peradilan ujmum itu berpuncak pada Mahkamah Agung sebagai pengadilan Negara Tertinggi.14. Peradilan Tata Usaha Negara Sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Pasal 10 ayat (1) diatas telah dikeluarkan berturut-turut: a.Sebagai pelaksanaan pasal 24 dan pasal 25 UUD 1945. Peradilan Umum Dalam undang-Undang No. Peradilan Militer. Mahkamah Agung (MA) Mahkamah Agung sebagai Pengadilan Negara Tertinggi terdiri dari Pimpinan. Peraturan tentang Peradilan Militer terdiri dari: a.7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang menjadi dasar hukum adanya pengadilan ini. Undang-Undang No. Undang-undang No. 4. dan sekretaris Jenderal Mahkamah Agung. pembinaan teknis peradilan yang dilakukan oleh Mahkamah Agung dan Pembinaan Organisasi. Baik hakim Pengadilan Negeri maupun hakim Pengadilan Tinggi diangkat oleh Presiden dalam kedudukannya sebagai Kepala Negara atas usul Menteri Kehakiman berdasarkan persetujuan Ketua Mahkamah Agung sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. 2.7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama PENJELASAN: 1. Hakim Anggota.14 Tahun 1970 diatur adanya 4 lingkungan peradilan yang meliputi: a.

d. Ombudsman Sejak 1 januari 1982 Negeri Belanda mengenal Obbudsman Naasional. b. perselisihan atau sengketa antara badan atau pejabat Tata Usaha Negara dengan warga masyarakat yang dapat merugikan atau menghambat jalannya pembangunan nasional. tentram. 19 tahun 1948 d. Undang-Undang No. seimbang. Negara RI sebagai negara hukum yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 bertujuan mewujudkan tata kehidupan negara dan bangsa yang sejahtera. Undang-Undang No. Kekuasaan kehakiman di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara dilakukan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. sejauh itu berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas yang diwajibkan menurut Peraturan perundangundangan yang berkaitan dengan Polisi.c. yang menjamin persamaan kedudukan warga masyarakat dalam hukum. Sampai sekarang wewenang Ombudsman adalah terbatas pada tindakan menteri-menteri. serta selaras antara aparatur di bidang tata usaha negara dengan para warga masyarakat Adanya kemungkinan timbulnya benturan kepentingan. F. dan yang menjamin terpeliharanya hubungan yang serasi. Hakim perdata menganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan yang melanggar hukum karena dia menganggap pengumuman suatu keputusan adalah melanggar hukum Hakim perdatamenganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan melanggar hukum karena seorang pejabat telah membatalkan suatu keputusan Hakim perdata menganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan melanggar hukum karena dia menganggap pengumuman suatu undang-undang dalam arti materil adalah melanggar hukum Hakim perdata menganggap bahwa telah terjadi suatu tindakan melanggar hukum karena dia menganggap suatu tindakan nyata dari penguasa adalah melanggar hukum. Ombudsman juga berwenang untuk atau atas prakarsa sendiri mengadakan suatu pemeriksaan. Perbuatan Melanggar Hukum oleh Penguasa (Onrechtmatige Overheidsdaad) 1. c.54 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.14 tahun 1964 e. aman. serta tertib. . Secara kasar kita dapat membuat pembagian dalam kategori-kategori yang berikut: a.14 tahun 1970 f. Peradilan Tata Usaha Negara Peradilan Tata Usaha Negara diatur dengan Undang-Undang No. Dalam rangka pemeriksaan itu Ombudsman memiliki kewenangan tertentu. Undang-Undang No. 2 tahun 1988 5. G. b. Pendiriannya. Undang-Undang No. setiap orang mempunyai hak untuk meminta kepada Omudsman secara tertulis untuk memerikasa cazra suatu organ administrasi telah bertindak dalam suatu keadaan tertentu terhadap seseorang atau suatu badan hukm. Para Konisaris dari Ratu di Provinsi dan para Walikota. Di Belanda Dalam bidang tindakan penguasa yang melanggar hukum di negeri Belanda dalam tahhuntahun terakhir telah terjadi banyak perkembangan. kewenang-wenangannya dan cara kerjanya adalah berdasarkan UU Ombudsman National 1981. Yang menjadi pertimbangan adanya Peradilan Tata Usaha Negara ini adalah: a.

Karakteristik dan Prinsip-Prinsip Peradilan Tata Usaha Negara Ciri khas hukum acara peradilan tata usaha Negara terletak pada asas-asas hukum yang melandasinya. Asas Pembuktian Bebas. dinyatakan sebagai dasar ialah karena belum adanya peradilan tata usaha negara. Perbuatan Kebijaksanaan Penguasa Yang ketiga Mahkamah Agung menegaskan bahwa perbuatan kebijaksanaan penguasa tidak termasuk kompetensi pengadilan untuk menilainya. yang pertama putusan Mahkamah Agung dalam perkara Kasum dan yang kedua dalam perkara Josopandojo. Kepatutan yang harus diperhatikan oleh Penguasa Kriteria kedua adalah kepatutan yang harus diperhatikan oleh penguasa 3. Hakim yang menetapkan beban pembuktian.2. Yaitu untuk mengimbangi kedudukan para pihak karena tergugat adalah pejabat tata usaha negara sedangkan penggugat adalah orang atau badan hukum perdata. Undang-undang dan Peraturan Formal yang Berlaku Kriteria pertama “rechtmatigheid”tindakan penguasa menurut Mahkamah Agung adalah undang-undang dan peraturan-peraturan formal yang berlaku. 2. Di samping itu terdapat dua langkah usaha Mahkamah Agung untuk menegaskan rumusan kriteria perbuatan melanggar hukumoleh penguasa. . yaitu : a. Asas Praduga Rechmatig ( vermoeden van rechtmatigheid= praesumptio iustae causa ). kedua. Asas ini mengandung makna bahwa setiap tindakan penguasa selalu harus dianggap rechmatig sampai ada pembatalannya. Perbuatan Melanggar Hukum oleh Penguasa di Indonesia Tentang perbuatan melanggar hukum oleh penguasa akan dibahas dua aspek utama yhakni: dasar kompetensi absolut peradilan umum dan criteria perbuatan melanggar hukum oleh penguasa 3. Dari putusan-putusan pengadilan yang pernah ada ternyata ada beberapa dasar yang dijadikan dasar hukum oleh peradilan perdata untuk menyatakan kompetensinya. Asas Keaktifan Hakim ( dominus litis ). Dasar Kompetensi Absolut Peradilan Umum Pada zaman Hindia Belanda. menyatakan sebagai dasar ialah yurisprudensi. Ada tiga hal yang diketengahkan secara tidak konsisten. ketiga. dfitemukan dua putusan. 1. H. masih menunjuk pasal 2 RO sebagai dasar hukum. b. yang pertama melalui Surat Edaran Mahkamah Agung dan yang kedua melalui kegiatan lokakarya tentang Pembangunan Hukum melalui Peradilan. BAB XI PERADILAN TATA USAHA NEGARA A. c. yakni: pertama. Pada masa setelah proklamasi kemerdekaan. peradilan perdata tetap menyatakan dirinya kompeten menangani gugatan terhadap pemerintah. pengadilan perdata di Hindia Belanda dengan berpegang pada azas konkordansi. Kriteria Perbuatan Melanggar Hukum oleh Penguasa menurut Mahkamah Agung Menelaah putusan-putusan Mahkamah Agung yang menyangkut criteria perbuatan melanggar hukum oleh penguasa.

Pengadilan tata usaha negara dibentuk dengan keputusan Presiden ( Pasal 9 UU No 5 Tahun 1986 ). Organisasi Peradilan Tata Usaha Negara ( PTUN ) Dalam kaitannya dengan organisasi. dan menyelesaikan sengketa tata usaha negara sebagaimana dimaksud dalam ayat 1. perbedaan itu disebabkan karena dalam jalur Peradilan Tata Usaha Negara terdapat saluran upaya administratif ( vide pasal 48 UU No 5 Tahun 1986 ). telah dibentuk 5 pengadilan TUN melalui Kepres No 52 Tahun 1990 dan 3 pengadilan tinggi TUN melalui UU No 10 tahun 1990. yaitu badan atau pejabat tata usaha negara yang mengeluarkan KTUN. Dalam hal penyelesaiannya dilakukan oleh instansi yang sama. ada baiknya kita tinjau struktur PTUN itu sendiri secara sepintas. Pada waktu pertama kali diterapkan UU No 5 Tahun 1986 melalui PP No 7 Tahun 1991 yang menyatakan bahwa PTUN mulai diterapkan tanggal 14 Januari 1991. yaitu ” banding administratif ” dan prosedur ” keberatan ”. yakni hukum administrasi sebagaimana ditegakkan dalam Undang-Undang PTUN Pasal 47 bahwa sengketa yang termasuk lingkup kewenangan PTUN adalah sengketa tata usaha negara. struktur yang demikian mirip dengan struktur peradilan umum berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 ( vide Pasal 6 ). maka prosedur yang ditempuh disebut ” keberatan ”. Lima pengadilan TUN tersebut adalah : PTUN Jakarta. Asas Putusan Pengadilan mempunyai kekuatan mengikat “erga omnes“. Meskipun dengan struktur yang sama. Sedangkan TUN adalah sengketa hukum publik.d. pengadilan tata usaha negara terdiri atas PTUN sebagai pengadilan tingkat pertama. pasal 55. Dengan demikian keempat lingkungan peradilan kita berpuncak pada Mahkamah Agung ( sistem piramide ). dan Ujung Pandang. Peradilan Tata Usaha Negara pada dasarnya menegakkan hukum publik. maka sengketa tata usaha negara tersebut harus diselesaikan melalui upaya administratif yang tersedia. 2. Dalam hal suatu badan atau pejabat tata usaha negara diberi wewenang oleh atau berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk menyelesaikan secara administratif sengketa tata usaha negara tertentu. Surabaya. namun alur perkara dalam lingkungan peradilann umum berbeda dengan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara. dan PT TUN ( Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara ). Pengadilan baru wewenang memeriksa. Dalam hal ini penyelesaiannya dilakukan oleh instansi atasan atau instansi lain. dan pasal 67. berdasarkan ketentuan Pasal 8 UU No 5 Tahun 1986. Tentang hal ini. jika seluruh upaya administratif yang bersangkutan telah digunakan. Sejalan dengan ketentuan pasal 10 ayat 2 UU No 14 tahun 1970. maka prosedur ini disebut ” banding administratif ”. pasal 48 UU No 5 Tahun 1986 menyatakan : 1. pasal-pasal yang langsung menyangkut perlindungan hak-hak masyarakat adalah Pasal 49. . Medan. Mahkamah Agung Peradilan Umum Peradilan Agama Peradilan Militer Peradilan Tata Usaha Negara C. Palembang. B. Peradilan Tata Usaha Negara melalui UU No 5 Tahun 1986 tidak hanya melindungi hak individu tetapi juga melindungi hak masyarakat. Sedangkan pengadilan tinggi tata usaha negara dibentuk dengan undang-undang. Dengan demikian putusan pengadilan TUN berlaku bagi siapa saja-tidak hanya bagi para pihak yang bersengketa. kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan tata usaha negara berpuncak pada Mahkamah Agung sebagai pengadilan negara tertinggi. memutuskan. Ada 2 macam upaya administratif. Upaya Administratif Terhadap KTUN ( KTUN ) mengenal adanya upaya administratif disyaratkan untuk menggunakan saluran peradilan tata usaha negara.

Penjelasan undang-undang ini mengetengahkan 3 hal dalam pengertian bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Yang berkepentingannya dirugikan oleh suatu KTUN Dengan demikian harus ada hubungan kausal antara KTUN dengan kerugian/kepentingan. Tidak setiap tindakan pejabat adalah tindakan hukum tata usaha negara. (3). Berdasarkan ketentuan PP no 43 tahun 1991 ganti rugi berkisar antara Rp.000.100.00 Rehabilitasi hanya berlaku untuk sengketa kepegawaian.2. KTUN yang digugat itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.D. yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. H. dan final. adalah : a. E. 250. Dalam pasal 1 angka 3 merumuskan KTUN adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.000.000.00-Rp.00-Rp. yaitu pemulihan hak sebagai pegawai negeri. Tindakan hukum tata usaha negara tidaklah sama maknanya dengan tindakan pejabat atau tindakan badan tata usaha negara. tenggang waktu mengajukan gugatan adalah :  Bagi yang dituju dengan sebuah KTUN ( pihak II ) : 90hari sejak saat KTUN itu diterima. dasar pengujian oleh pengadilan terhadap keputusan tata usaha negara yang digugat. Tenggang Waktu Menggugat Berdasarkan ketentuan pasal 55. Alasan Menggugat ( Beroepsgronden ) Berdasarkan ketentuan pasal 53 ayat 2. Bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang bersifat material/substansial.Orang atau badan hukum perdata . yakni : (1). Tuntutan ganti rugi dibatasi jumlahnya. Hak Gugat Berdasarkan ketentuan pasal 53 ayat 1 yang dapat bertindak sebagai penggugat adalah : .5. (2). petitum pokok adalah KTUN tersebut dinyatakan tidak sah atau batal.  Bagi pihak II yang berkepentingan : 90 hari sejak saat KTUN itu diumumkan. Petitum Berdasarkan ketentuan pasal 53 ayat 1. F.000.000.000. Sebagai petitum tambahan adalah ganti rugi dan rehabilitasi. G. Dalam hal rehabilitasi dapat dibebani suatu kewajiban kompensasi sebesar antara Rp. Kompetensi Absolut Peradilan Tata Usaha Negara KTUN merupakan dasar lahirnya sengketa tata usaha negara. Bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang bersifat prosedural/formal. Dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang tidak berwenang. . individual.00. yang bersifat konkret.

Hukum Acara Istilah hukum acara untuk PTUN hendaknya HUKUM ACARA PERADILAN TATA USAHA NEGARA dan bukan HUKUM ACARA TUN.Alasan menggugat . Alat Bukti Pasal 100 UU No 5 Tahun 1986 menyebutkan alat-alat bukti :  Keterangan ahli  Keterangan saksi  Pengakuan para pihak  Pengetahuan hakim Ketentuan tersebut dikaitkan dengan pasal 107 :. I.Kompetensi absolut dan relatif .Substansi J. Badan atau pejabat tata usaha negara pada waktu mengeluarkan keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ) telah menggunakan wewenangnya untuk tujuan lain dari maksud diberikannya wewenang tersebut. Hukum Acara PTUN dibedakan atas : a.Alat bukti b. misalnya prosedur perizinan.Wewenang .Tenggang waktu menggugat . Hukum Acara Materiil yang meliputi : .. karena dalam hukum acara TUN ada aspek contentieux dan ada aspek non contentieux berupa prosedur pemerintahan.Prosedur . c.b. Hukum Acara Formal ( hukum acara dalam arti sempit ) berupa langkah-langkah atau tahapan yang terbagi atas : .untuk sahnya pembuktian diperlukan sekurang-kurangnya dua alat bukti berdasarkan keyakinan hakim. Keabsahan ( rechtmatigheid ) suatu KTUN diukur dengan peraturan perundang-undangan dan /atau hukum tidak tertulis berupa asas-asas umum pemerintahan yang baik. aspek-aspek yang diukur adalah : ..Hak gugat . Badan atau pejabat tata usaha negara pada waktu mengeluarkan atau tidak mengeluarkan keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1 ) setelah mempertimbangkan semua kepentingan yang tersangkut dengan keputusan itu seharusnya tidak sampai pada pengambilan atau tidak pengambilan keputusan tersebut. Penyebutan hukum Acara PTUN untuk menunjukkan sifat contentieux.

dan bentuk akhir penetapan.99 ). dengan ciri : diawali dengan pemeriksaan persiapan dan majelis hakim 3 orang. sedangkan badan atau pejabat administrasi negara atau subyek hukum publik dilarang mengajukan gugatan ( pasal 1 angka 4.permohonan yang berisi tuntutan terhadap badan atau pejabat tata usaha negara dan diajukan ke pengadilan untuk mendapatkan putusan ” ( garis bawah penulis ). ( para ) kuasa penggugat. .5 angka 6 jo Penjelasan pasal 53 ayat 1 ). Surat-surat harus ditandatangani ( atau cap jempol ) oleh penggugat atau kuasanya. dan bentuk akhir putusan ( vonis ). Acara cepat/versnelde behandeling ( pasal 98. - Dalam acara biasa. Tindakan-tindakan dalam pentahapan itu bersifat justisial. maupun administratif. hakim tunggal.- Acara biasa ( pasal 68 dst ). 2. K. III. dan waktu dipercepat. II. Yang berhak mengajukan gugatan hanyalah orang. menyelesaikan pokok sengketa. 2. penundaan pelaksanaan tun ( pasal 67 ayat 2.. kepentinagn mendesak. Pengajuan Gugatan ( Pasal 53 sampai dengan Pasal 56 ) Pasal 1 angka 5 menentukan. bahwa gugatan adalah : ”. karena itu penggugat berhak menentukan sipa yang akan digugat. Acara Biasa Secara garis besar proses tertib beracara menurut acara biasa dapat dibagi atas tindakan sebelum pemeriksaan di sidang pengadilan dan pada pemeriksaan di muka sidang pengadilan dengan berbagai ragam pentahapan yang harus dilalui. Untuk itu dilakukan beberapa pentahapan dalam proses yang dilakukan oleh petugas pengadilan baik ketua. Acara singkat/kortgeding. dengan ciri : tidak ada pemeriksaan persiapan. Tindakan Sebelum Pemeriksaan di Sidang Pengadilan Tindakan ini dilakukan sebelum pemeriksaan di sidang pengadilan yang dinyatakn terbuka untuk umum. dan atau badan hukum perdata. Tahapan Penanganan Sengketa adalah : I. dengan ciri : perlawanan ( pasal 62 ayat 4 ) . Pemeriksaan di sidang pengadilan ( pasal 68 dst ) * Acara Formal 1. Prosedur “ dismisal “ ( pasal 62 ) : pemeriksaan administratif untuk menetapkan apakah suatu gugatan dapat diterima atau tidak dapat diterima. Bilamana surat gugat itu ditandatangani oleh kuasanya maka harus disertai dengan surat kuasa yang sah.3. maupun majelis hakim dan panitera.. Dengan demikian maka surat-surat dapat ditandatangani atau cap jempol oleh : 1. Pemeriksaan persiapan ( pasal 63 ) : tahap ini dimaksudkan untuk melengkapi gugatan yang kurang jelas. atau subyek hukum perdata semata-mata. yaitu subyek hukum yang diberi kuasa khusus oleh para penggugat untuk membuat dan menandatangani surat-gugat.4 ) tidak untuk menyesaikan pokok sengketa. ( para ) penggugat sendiri.

3. materai. 50. sebagai bukti bahwa gugatan sudah terdaftar dan uang muka sudah dibayar. dapat diketahui dari tanda bukti penerimaan uang yang mencantumkan juga nomor register perkara. Hal itu disebabkan :  Pokok gugatan ( fakta yang dijadikan dasar gugatan ) itu nyata-nyata tidak termask wewenang pengadilan. seperti baiya-biaya kepaniteraan. Sesuai SE Mahkamah Agung no 2 tahun 1991 tanggal 9 juli 1991 uang muka perkara ditaksir oleh panitera sekurang-kurangnya Rp. saksi. Biaya Perkara Pada umumnya diperlukan biaya untuk berpekara yang harus dibayar ( pasal 59 ). M.N.  Syarat-syarat gugatan ( pasal 56 tidak dipenuhi oleh penggugat. gugatan diajukan karena para penggugat merasa kepentingannya dirugikan disebabkan tindakan-tindakan administrasi yang dituangkan dalam meputusan atau tidak mengeluarkan keputusan itu.  Gugatan diajukan sebelum waktunya atau telah kadaluarsa. . Penggugat tidak diwajibkan membayar biaya perkara.  Apa yang dituntut dalam gugatan sebenarnya sudah terpenuhi oleh keputusan adnministrasi negara yang digugat. alih bahas. dan disarankan sebaiknya dilakukan terus oleh para kuasanya untuk semua tingkatan peradilan tata usaha negara ( untuk menghindari pergantian kuasa dan berulangkali menceritakan judex facti yang serupa kepada kuasa baru oleh klien ). Pemeriksaan termaksud dapat berupa rapat permusyawaratan dan pemeriksaan persiapan. ternyata terdapat kewenangan pengadilan untuk melakukan semacam ” pemeriksaan pendahuluan ” itu dikemukakan. Rapat Permusyawaratan ( prosedur dismisal ) Gugatan yang diajukan sebelum diperiksa dipersidangkan dapat dinyatakan tidak diterima atau tidak mempunyai dasar.  Gugatan tersebut tidak didasarkan kepada alasan-alasan yang layak. Walaupun demikian adakalanya dibebaskan dari biaya perkara atau berperkara sevara prodeo ( pasal 60 dan pasal 61 ). sekalipun telah diberitahukan dan diperinagtkan. (1). Pencatatan Perkara dalam Daftar ( pasal 59 ayat 2 ) Perkara dicatat dalam daftar oleh panitera setelah penggugat membayar uang muka biaya perkara ( pasal 59 ayat 2 ). Umumnya bantuan hukum di sini dititikberatkan sebagai litigasi. dab biaya pemeriksaan di tempat lain dari ruang sidang ( pasal 111 ). L. Uang muka biaya perkara ialah biaya yang dibayar terlebih dahulu sebagai uang panjar oleh pihak penggugat terhadap perkiraan biaya berperkara yang diperlukan dalam proses sengketa. Penggugat dalam mengajukan surat-gugatannya diwajibkan untuk membayar uang muka biaya perkara yang besarnya ditaksir oleh penitera.000. Sebagai contoh yang termasuk ke dalam biaya perkara antara lain. karena Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tidak menyebutnya. Pemeriksaan Pendahuluan ( pasal 62 dan pasal 63 ) Sebelum hari persidangan ditentukan dan sengketa diperiksa di persidangan untuk diputuskan. maupun imbalan jasa kepada para kuasanya yang memberikan bantuan hukum.

ialah bilamana pihak ketiga dengan jalan . 1. hakim ketua sidang membuka sidang dan menyatakannya terbuka untuk umum (Pasal 70 ayat 1). Untuk keperluan pemeriksaan. dapat terjadi karena prakarsa administrasi itu masuk pihak ketiga. kecuali bila sengketa itu diperiksa berdasarkan acara cepat. waktu dan jarak antara tempat para pihak yang bersengketa dengan tempat persidangan. demi lengkapnya data yang diperlukan untuk gugatan. Jangka waktu pemanggilan dan hari persidangan tidak boleh kurang dari 6 (enam) hari. yang dalam hal ini demi kesempurnaan gugatan yang akal diperiksa dan diputuskan di persidangan. Kemudian kedua belah pihak atau para kuasanya dipanggil untuk mulai bersidang yang harus diperlakukan sama dan didengar. maka ditetapkanlah hari. Hal ini berarti setelah gugatan dianggap cukup lengkap dan sempurna serta telah ditentukan majelis hakim. Sifat terbuka sidang untuk umum itu merupakan syarat mutllak karena kalau tudak putusan hakim diancam batal menurut hukum. tertib acara pemeriksaan dan berita acaranya di pengadilan tata usaha negara (setelah berfungsi) pun merupakan salah satu hal yang penting dalam proses beracara. Pemeriksaan persiapan ini merupakan pengkhususan dalam proses pemeriksaan sengketa administrasi dan di dalam kesempatan ini hakim dapat meminta penjelasan kepada badan atau pejabat administrasi negara yang bersangkutan.2 Pemeriksaan di Sidang Pengadilan Setelah ”pemeriksaan pendahuluan” selesai. Sangatlah penting tertib acara dalam pemeriksaan berikut berita acaranya. 4 Pasal 64 ayat 2. jam.  dapat diminta penjelasan kepada badan atau pejabat tata usaha negara yang bersangkutan. baik pada waktu pemeriksaan di sidang pengadilan maupun dalam pelaksanaan putusan.6. Dalam hal ini hakim bertindak :  memberi nasihat kepada penggugat untuk memperbaiki gugatan dan melengkapi dengan data yang diperlukan dalam jangka waktu 30 hari. Intervensi dalam taraf pemeriksaan di sidang pengadilan. hakim wajib mengadakan persiapan untuk melengkapi gugatan yang kurang jelas ( pasal 63 ).6 Panggilan Para Pihak Yang Berperkara (Pasal 59 ayat 3. 1. Sedangkan atas prakarsa sendiri. Hari persidangan ditetapkan selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari seelah gugatan dicatat dalam daftar perkara.1. yang memeriksa dan memutus sengketa tata usaha negara itu. Ini dapat dilakukan oleh seseorang atau badan hukum perdata. dan tempat persidangan. Pemeriksaan Persiapan Sebelum pemeriksaan pokok sengketa dimulai. Pasal 65 dan Pasal 66) Pemanggilan kepada para pihak yang berperkara dilakukan setelah selesai pentahapan tindakan sebelum pemeriksaan di sidang pengadilan. 11. maka ia akan memanggilnya dengan resmi sebagaimana mestinya. Oleh karena itu dalam sengketa tata usaha negara. 2.1 Intervensi Intervensi adalah ikut sertanya pihak lain ke dalam sengketa.5 Penetapan Hari Sidang (Pasal 59 ayat 3 Pasal 64) Penetapan hari sidang selalu berhubungan dengan panggilan. kecuali bila ditentukan lain (Pasal 17 ayat 1 dan 2 undang-undang nomor 14 tahun 1970).(2). Penyederhanaan itu dimungkinkan karena pada hakikatnya kedua hal di atas itu termasuk dalam ” pemeriksaan pemdahuluan ” dan menunjuk kepada karakteristik hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara.

sebagaimana telah diputuskan oleh Mahkamah Agung. intervensi perlu diatur karena sifat putusan pengadilan perdata hanya berlaku bagi para pihak yang berperkara. atau meniadakan keadaan hukum baru.12 Banding Arti banding yaitu merupakan pemeriksaan dalam instansi (tingkat) kedua oleh sebuah pengadilan atasan yang mengulangi seluruh pemeriksaan. Bilamana ada berkas yang dibawa keluar.2 Pemeriksaan Berkas Semenjak oerkara itu dicatat di kepaniteraan pengadilan tata usaha negara. sampai proses sengketa itu selesai dilaksanakan. baik yang mengenai fakta-faktanya.2 Acara Luar Biasa Pemeriksaan perkara di pengadilan tata usaha negara (tingkat pertama) dapat dilakukan dengan acara biasa dan bukan acara biasa. terlebih dahulu majelis hakim bermusyawarah dalam ruangan tertutup untuk mempertimbangkan putusan perkara itu. 11. yaitu yang amrnya berbunyi : ”Menghukum dan seterusnya. Putusan condemnatoir. karena terdapat kesalahan di dalamnya. 11. Putusan yang konstitutif. yang diserahkan kepadanya dalam rangka yang dinamakan jurisdictio contentiosa. gugatan dikabulkan. Jika permohonan itu dicabut. 2. maka ia tidak boleh mengajukan lagi walaupun jangka waktu untuk mengajukan banding belum lampau. Ketentuan intervensi menurut pasal 83 sangatlah dipengaruhi oleh ketentuan hukum acara perdata. Sebelum putusan itu dijatuhkan. 2.memasukkan permohonan sendiri untuk maksud mempertahankan hak dan kepentingannya jangan sampai dirugikan oleh putusan atas sengketa itu. termasuk titipan baik barang maupun uang dari pihak ketiga. Panitera bertanggung jawab sepenuhnya atas berkas-berkas perkara.3 Putusan Pengadilan Suatu putusan pengadilan diambil untuk memutuskan suatu perkara. 11. amar atau diktum putusan itu dibedakab dalam 2 macam. Menurut sifatnya. Oleh karena itu kita dapat menyebut acara luar biasa untuk bukan acara biasa. Dalam hukum acara perdata. gugatan tidak diterima dan gugatan gugur. Permohonan pemeriksaan banding itu dapat dicabut oleh pemohon selama hal itu belum diputus.” 2. haruslah terlebih dahulu mendapat izin dari ketua pengadilan.13 Kasasi Terhadap putusan tingkat terakhir pengadilan dapat dimohonkan pemeriksaan kasasi kepada Mahkamah Agung. yaitu yang amarnya menimbulkan suatu keadaan hukum baru. Adapun amar putusan itu seperti gugatan ditolak. dimungkinkan bagi para pihak untuk melakukan pemeriksaan dan mempelajari berkas-berkas sengketa termaksud serta membuat kutipan-kutipan seperlunya. maupun penerapan hukum atau undang-undang. . Dalam perkara perdata. yaitu : 1. Pemeriksaan kasasi untuk perkara yang diputus oleh Pengadilan di Lingkungan Pengadilan Agama atau yang diputus oleh Pengadilan di Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara dilakukan menurut ketentuan undangundang.6. Apabila kedua acara itu dibandingkan ternyata masing-masing memiliki proses tersendiri yang berbeda terutama dilihat dari faktor waktu.. tidak terkecuali untuk pengadilan tata usaha negara. ternyata hakim berwenang mengubah putusan-sela.

15 Pelaksanaan Putusan Pengadilan Hanya putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap yang dapat dilaksanakan. 11.16 Peranan Pejabat/Badan TUN dalam Sengketa TUN Sebagai salah satu pihak yang bersengketa. 11. .14 Peninjauan Kembali Peninjauan kembali putusan merupakan alat hukum yang istimewa dan pada galibnya baru dilakukan setelah alat-alat hukum lainnya telah dipergunakan tanpa hasil. pejabat TUN hanya mungkin berkedudukan sebagai tergugat.11. yaitu fakta-fakta atau keadaan-keadaan baru. Sebagai intervenient mestinya tidak harus bergabung dengan salah satu pihak yang bersengketa. yang pada waktu dilakukan peradilan yang dahulu. terlebih dahulu salinan putusan tadi dikirimkan dengan surat tercatat oleh panitera pengadilan setempat atas perintah ketua pengadilan tata usaha negara yang mengadilinya selambat-lambatnya 14 hari terhitung sejak putusan tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap. tetapi sebagai pihak yang mandiri dengan kepentingannya sendiri. dan tidak mungkin sebagai penggugat. Dalam hal pejabat/badan TUN mempunyai kepentingan terkait dengan suatu sengketa TUN dia bisa bertindak sebagai intervenient yang mempertahankan/membela kepentingannya. Syarat-syaratnya ditetapkan dalam hukum acara pada umumnya. tidak tampak atau memperoleh perhatian. peninjauan kembali putusan hanya dapat dilakukan apabila terdapat nova.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->