Imam, Supervisi Pendidikan Sekolah Dasar

SUPERVISI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
Imam Setiyono* Abstrak: Supervisi pendidikan adalah segala usaha pejabat sekolah dalam memimpin guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya, untuk memperbaiki pengajaran termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan dan perkembangan jabatan guru-guru, menyeleksi dan merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran, dan metode-metode mengajar serta evaluasi pengajaran. Beberapa instrument yang terkait dengan supervise pendidikan sekolah dasar yaitu: (1) instrumen monitoring penerimaan dan orientasi siswa baru, (2) instrumen pengendali jadwal pelajaran, (3) instrumen pemantauan pelaksanaan ulangan umum bersama, (4) instrumen pemantauan pelaksanaan EBTA/EBTANAS, (5) instrumen supervisi administrasi sekolah, (6) instrumen supervisi administrasi kelas, dan (7) instrumen observasi kelas. Abstract: Educational supervision is all efforts done by school functionaries to guide teachers and other education workers to improve instruction including stimulating, selecting the growth, and development of the teacher’s position, selecting and revising educational objectives, teaching materials, teaching methods and instructional evaluation. Instruments related to educational supervision for Elementary Schools comprise those of: 1) monitoring recruitment and new student’s orientation; (2) controlling lesson schedule; (3) monitoring the implementation of general examination; (4) monitoring the implementation of EBTA / EBTANAS; (5) supervising school administration; (6) class administration and; (7) class observation. Kata kunci : supervisi pendidikan, peningkatan kualitas, guru, instrumen.
Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, dinyatakan bahwa esensi otonomi daerah adalah mendekatkan masyarakat pada akses perumusan kebijakan pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan di daerahnya. Berlandaskan otonomi daerah, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat mempunyai kewenangan yang lebih besar dalam menyejahterakan dan menyiapkan masyarakatnya untuk bersaing dalam perdagangan global (Djam’an, 1999). Dalam otonomi daerah, dapat dikatakan bahwa ada kebebasan daerah untuk mengatur dan menyusun anggaran rumah tangganya. Hal ini juga berlaku dalam lembaga pendidikan. Dalam lembaga pendidikan, seorang kepala sekolah mempunyai kewenangan yang luas dalam mengambil kebijakan. Melalui kebijakan yang didasari oleh kebutuhan daerah itu, maka dapat meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah; istilah ini biasanya disebut dengan muatan lokal. Muatan lokal merupakan suatu kebijakan kurikulum dalam pendidikan yang memasukkan pelajaran sesuai dengan kebutuhan daerah setempat ( Pidarta ,1997). Selain itu, kepala sekolah mempunyai peran sebagai supervisor. Kepala sekolah sebagai supervisor amat berperan dalam menentukan pelaksanaan supervisi di sekolah. Supervisi adalah suatu proses pembimbingan dari pihak atasan kepada guru-guru dan para personel sekolah lainnya yang langsung menangani belajar para siswa, untuk memperbaiki situasi belajar mengajar agar para siswa dapat belajar secara efektif sehingga prestasi belajar semakin meningkat ( Pidarta. 1992). Melalui supervisi, diharapkan seorang guru dapat: (1) bekerja keras dan demokratis, (2) ramah dan * Dosen Jurusan Ekonomi FIS Universitas Negeri Surabaya

1

Sedangkan Pidarta memandang supervisi sebagai kegiatan membina atau membimbing guru agar bekerja dengan betul dalam mendidik dan mengajar siswanya ( Pidarta 1992. serta memperbesar kesediaan untuk tolong-menolong. Istilah-istilah tersebut antara lain: pengawasan. VOL.60 suka mendengarkan orang lain. Secara khusus. pemeriksaan. menyeleksi pertumbuhan dan perkembangan jabatan guru-guru. Amatembun (dalam Mulyasa. (5) penampilan pribadi yang menyenangkan dan sopan santun. (11) bisa menggunakan pujian dan mau memperbaiki. 2005: 1 . mendefinisikan supervisi sebagai segala usaha pejabat sekolah dalam memimpin guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya. dan metode-metode mengajar serta evaluasi pengajaran. Pengawasan mengandung arti suatu kegiatan untuk melakukan pengamatan agar pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan. (3) membantu kepala sekolah dan guru mengadakan diagnosis secara kritis terhadap aktivitas-aktivitasnya dan kesulitan-kesulitan belajar mengajar. (4) meningkatkan kesadaran kepala sekolah dan guru-guru serta warga sekolah lain terhadap cara kerja yang demokratis dan komprehensif. 6. (5) memperbesar semangat guru-guru men 2 . dan inspeksi. Tujuan Supervisi Berdasarkan beberapa kajian terhadap pengertian supervisi dapat disimpulkan bahwa supervisi bertujuan mengembangkan iklim yang kondusif dan lebih baik dalam kegiatan belajar mengajar. (3) sabar. 1994). Inspeksi dimaksudkan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan atau kesalahan yang perlu diperbaiki dalam suatu pekerjaan. Untuk memperoleh pemahaman dan wawasan tentang supervisi. (4) luas pandangan dan menaruh perhatian kepada orang lain. (2) memperbesar kesanggupan kepala sekolah dan guru-guru untuk mempersiapkan peserta didiknva menjadi anggota masyarakat yang lebih efektif. Dengan kata lain tujuan supervisi pengajaran adalah membantu dan memberikan kemudahan kepada para guru untuk belajar bagaimana meningkatkan kemampuan mereka guna mewujudkan tujuan belajar peserta didik. (4) diberikan untuk membantu meningkatkan dan memperbaiki kemampuan guru dalam pengajaran. (8) kemampuan kerja yang baik dan konsisten. Terdapat beberapa istilah yang hampir sama dengan supervisi. kreativitas. 2002) mengemukakan bahwa tujuan supervisi adalah untuk : (1) membina kepala sekolah dan guru-guru untuk lebih memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya dan peranan sekolah dalam merealisasikan tujuan tersebut. bahkan dalam pelaksanaannya istilah-istilah tersebut sering digunakan secara bergantian. dan kinerja bawahan. pengarahan. Konsep Supervisi Supervisi secara etimologi berasal dari kata "super" dan "visi" yang mengandung arti melihat dan meninjau dari atas atau menilik dan menilai dari atas yang dilakukan oleh pihak atasan terhadap aktifitas. (9) menaruh perhatian pada problem siswa. (10) fleksibel dalam cara mengajar. berikut dikemukakan beberapa pengertian supervisi dari para ahli. (6) jujur.) Diantara beberapa definisi supervisi diatas terdapat beberapa kesamaan yaitu: (1) merupakan suatu proses pemberian bantuan. serta menolong mereka merencanakan perbaikan-perbaikan.1. NO. menyeleksi dan merevisi tujuantujuan pendidikan. (3) bukan mencari kesalahan bawahan. termasuk menstimulasi. (12) pandai dalam mengajar pada bidang studi (Sahertian. Pemeriksaan dimaksudkan untuk melihat bagaimana kegiatan yang dilaksanakan telah mencapai tujuan. 1994) Oleh karena itu supervisi dalam pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap peningkatan kinerja guru yang pada gilirannya dapat meningkatkan mutu pendidikan. bahan pengajaran. untuk memperbaiki pengajaran. dan pembinaan. Charter Good's Dictionary of Education (dalam Mulyasa. (5) meningkatkan prestasi belajar siswa. melalui pembinaan dan peningkatan profesi mengajar. Sementara dalam Petunjuk Pelaksanaan Supervisi Pendidikan di Sekolah. supervisi diartikan sebagai bantuan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik (Depdikbud. 2002).JURNAL PENDIDIKAN DASAR. (2) pengajaran ditujukan kepada guru-guru. (7) suka humor.

(c) tidak adanya rencana yang rinci secara sistimatis. martabat. (7) melindungi orang-orang yang disupervisi terhadap tuntutan-tuntutan yang tidak wajar dan kritik-kritik yang tidak sehat dari masyarakat. dan (4) tujuan perantara adalah membina guru-guru agar dapat mendidik para siswa dengan baik atau menegakkan disiplin secara manusiawi. (g)menakut-nakuti dengan memberikan beberapa bentuk sanksi yang akan diberikan. dan teratur sehingga diharapkan tercipta self supervision. sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. (c) menggunakan alat (instrumen) yang dapat memberi informasi sebagai umpan balik untuk mengadakan penilaian terhadap proses belajar mengajar. berikut diuraikan beberapa teknik supervisi yang dapat dipilih dan digunakan supervisor pendidikan. saling memberi dan menerima. (h) supervisi hendaknya dilakukan secara profesional. (i) bersifat sombong menonjolkan diri bahwa dialah yang paling pandai.Imam. bukan tafsiran pribadi. (2) tujuan kedua adalah membantu kepala sekolah dalam menyukseskan program pendidikan dari waktu ke waktu secara kontinu.(2)memperhatikan beberapa prinsip supervisi. berencana dan kontinu. (8) membantu kepala sekolah dan guru-guru dalam mengevaluasi aktivitasnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik.(b) objektif. (3) tujuan dekat adalah bekerja sama mengembangkan proses belajar mengajar yang tepat. (b) pertemuan informal. Sedangkan Sergeovanni (dalam Pidarta. (3) supervisi yang diren 3 . Supervisi Pendidikan Sekolah Dasar ingkatkan motivasi berprestasi untuk mengoptimalkan kinerja secara maksimal dalam profesinya. bukan karena takut atau karena intimidasi atasan. tidak sembunyi-sembunyi. (d) supervisi dilakukan berdasarkan prinsip demokratis. (e) supervisi dilakukan dengan cara bekerja sama atau kooperatif dan selalu mengarahkan kegiatannya untuk mencapai tujuan bersama dengan menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih baik. melainkan dengan cara terus-terang melalui pemberitahuan resmi atau tidak resmi sehingga guru yang akan disupervisi tahu bahwa dirinya akan disupervisi. melalui musyawarah. Untuk kepentingan tersebut. (6) membantu kepala sekolah untuk mempopulerkan pengembangan program pendidikan di sekolah kepada masyarakat. Teknik-teknik supervisi menurut Pidarta (1992) meliputi: (1) teknik-teknik yang berhubungan dengan kelas: (a) observasi kelas. (c) rapat guru. (h) tidak menghargai dan tidak memahami terhadap kemampuan. Teknik-Teknik Supervisi Supervisor hendaknya dapat memilih teknik supervisi yang tepat. (9) mengembangkan rasa kesatuan dan persatuan di antara guru-guru. dan Sahertian (1994) adalah: (1) supervisi hendaknya bersifat ilmiah yang mencakup unsur-unsur (a) sistematis. (j) memberikan nasehat diluar tugasnya tanpa diminta oleh guru yang disupervisi. artinya data yang didapat berdasarkan pada observasi nyata. berkesinambungan. (g) supervisi dilakukan secara terbuka. Prinsip-prinsip supervisi menurut Hariwung (1989). (e) tidak memberikan solusi dan tindak lanjut bila ditemukan kekurangankekurangan atau kesalahan yang dilakukan oleh guru. dan keunikan yang dimiliki tiap-tiap guru. (d) supervisi hanya diperuntukkan pada guru-guru tertentu saja (tidak menyeluruh) dan tidak kontinu. menyatakan bahwa sehubungan dengan tujuan supervisi adalah: (1) tujuan akhir adalah untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan siswa.tetapi dilakukan atas dasar kekeluargaan. (2) teknik-teknik dengan berdiskusi : (a) pertemuan formal. (f) hubungan bersifat birokratif atau sebaliknya membebaskan terhadap guru-guru yang disupervisi. Prinsip-Prinsip Supervisi Dalam melaksanakan tugasnya kepala sekolah yang berfungsi sebagai supervisor hendaknya memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip supervisi. (b) kunjungan kelas. (f) supervisi dilakukan atas dasar kreativitas dan inisiatif guru sendiri dimana supervisor hanya memberikan contoh dan dorongan agar tercipta situasi belajar mengajar yang lebih baik. (b) pelaksanaan supervisi yang sekedar formalitas. 1992). berarti dilaksanakan secara teratur.sehingga dalam pelaksanaan supervisi hendaknya menghindari kesan sebagai berikut: (a) mencari-cari kesalahan dalam melaksanakan supervisi.

(3) konsep-konsep yang berhubungan dengan cara-cara mencapai tujuan. (5) melaksanakan hasil pertemuan itu di sekolah. NO. (4) membantu melaksanakan proyek pendidikan. Neagley (dalam Pidarta.1992). Dalam pertemuan informal guru lebih melakukan ekspresi dibandingkan dengan pertemuan formal. Supervisi ini digunakan apabila supervisor merasa kesulitan mendekati guru yang akan disupervisi. supervisor tinggal mengaktifkan alat yang terpasang di setiap kelas. simposium.Biasanya rapat guru diadakan secara berkala (misal 3 bulan sekali) atau menurut kebutuhan. (4) kapan rencana itu akan dilaksanakan. VOL. Pertemuan bisa terjadi sewaktu-waktu dan dimana saja bila diperlukan.Teknik mengunjungi sekolah lain dilakukan ke sekolah yang sudah maju. diskusi formal. (9)membantu menilai pemakaian media pendidikan. Supervisor dapat memanfaatkan pertemuan-pertemuan pendidikan untuk meningkatkan kualifikasi guru-guru yang dibinanya. Dalam negara yang sudah maju. dan sebagainya. 6. 2005: 1 . (6) bagaimana prosedur supervisi yang akan dilaksanakan. (2) membantu guru yang telah berpengalaman tentang kekeliruan yang dia lakukan. 4 .Prinsip dari teknik supervisi sebaya yaitu guru yang sukses dalam pekerjaannya diberi kesempatan oleh supervisor membantu guru-guru yang lain dalam memperbaiki proses belajar mengajar. Melalui data tersebut. (2) menjadi peserta yang baik dan bertanggung jawab dalam pertemuan. supervisor mengadakan observasi dalam satu pertemuan yang terdiri dari satu sampai tiga jam. (4) melaporkan hasil pertemuan kepada supervisor. misalnya guru gugup dalam mengajar apabila ditunggu supervisor. (7) mengamati tim pengajar melaksanakan tugasnya pada siswa dalam kelompok kecil/ kelompok besar. Mereka menceritakan kemajuan itu kepada guru sekolah lain atau mereka mengadakan kunjungan ke sekolah yang lebih maju. sedangkan dalam pertemuan formal belum tentu semua guru terlibat. Dalam perencanaan itu sudah ditentukan dan dibahas tentang: (1) bidang studi apa/pokok bahasan apa yang akan dikerjakan. Sedang pertemuan informal adalah pertemuan-pertemuan yang tidak direncanakan waktu dan tempatnya.atau dapat juga berupa topik yang lain. Pertemuan-pertemuan pendidikan berupa: diskusi panel. (4) teknik yang mengunjungi sekolah lain. (3)membantu guru pindahan yang belum jelas tentang situasi dan kondisi kelas yang dikerjakan. Tujuan yang diinginkan oleh teknik kunjungan kelas adalah: (1) membantu guru yang belum berpengalaman. (2) apa yang akan dituju oleh bidang studi/pokok bahasan tersebut. Tujuan dari observasi kelas ialah ingin memperoleh data tentang segala sesuatu yang terjadi di dalam proses belajar mengajar. Bila kunjungan dilakukan seperti itu maka supervisi dengan mengunjungi sekolah lain sudah dijalankan.Pertemuan formal adalah pertemuan yang sengaja diadakan pada waktu tertentu. Guru tersebut ditunjuk oleh supervisor sebagai partnernya dalam bidang keahlian mereka untuk membantu guru-guru memajukan proses belajar-mengajar Supervisi yang memakai pendapat para siswa ialah bila supervisor dalam melaksanakan supervisor meminta bantuan beberapa siswa untuk menilai gurunya. Waktu observasi tersebut berguna untuk mengamati secara lengkap segala sesuatu yang terjadi dalam proses belajar mengajar.60 canakan bersama : (a) teknik supervisi sebaya. (5) mengamati perilaku guru pengganti. Sekolah yang sudah maju biasanya menjadi kebanggaan pengelola sekolah di tempat itu. Dalam hal ini tugas guru yang dikirim adalah: (1) menyiapkan diri tentang hal yang akan dibahas dalam pertemuan.1. yang dihadiri guru dengan supervisornya. Bila supervisor ingin mengobservasi kelas. (5) siapa saja yang akan dilibatkan dalam proses tersebut. supervisor dapat melakukan pembinaan terhadap guru yang diobservasi Pada teknik kunjungan kelas dalam supervisi. Topik yang dibahas berupa hasil observasi supervisor terhadap aktivitas guru dalam kelas. Sedangkan rapat perlu dibedakan dengan pertemuan formal. Supervisi yang direncanakan bersama adalah supervisi yang telah direncanakan bersama oleh supervisor dan guru-guru yang dibimbingnya. (5) teknik melalui pertemuan pendidikan. (3) membuat ringkasan hasil pertemuan. ialah karena dalam rapat semua guru ikut terlibat. (8) mengamati cara mengajar bidang studi yang istimewa.JURNAL PENDIDIKAN DASAR. (b) teknik yang memakai pendapat siswa dan alat elektronika. Supervisor bekerjasama dengan kepala sekolah dengan mengirim beberapa guru untuk mengikuti pertemuan itu. supervisi dapat dilakukan dengan menggunakan alat elektronika yang dipasang dalam kelas. (6) mendengarkan nara sumber mengajar.

(i) program kokurikuler. kepala sekolah harus berusaha memberikan kesempatan dan bantuan profesional kepada guru-guru untuk tumbuh dan berkembang. 1992). (2) dimensi tingkah laku. Marks (dalam Pidarta.yang bisa dilihat dari penceramah.dan manipulator yang dapat mengubah situasi belajar Oliva (dalam Sahertian. Supervisi Pendidikan Sekolah Dasar Tugas supervisor adalah mengarahkan dan membimbing para guru dalam proses belajar mengajar (Pidarta. 1998). (c) penjabaran dan penyesuaian kurikulum. 1992). (2) mampu melaksanakan perannya secara berhasil. (6) lembar supervisi administrasi kelas . (e) membuat rencana pengajaran. memiliki wibawa terhadap siswa. seorang guru diharapkan dapat: (1) membuat perencanaan mengajar. tentang bagaimana guru mengajar. perancang program. (3)pemantauan pelaksanaan ulangan umum. benar-benar menguasai mata pelajaran. (4) mampu melaksanakan perannya dalam proses belajarmengajar (Hamalik. dan keputusan. sabar dan rela berkorban. Dalam pembahasan tulisan ini supervisor yang dimaksud ialah kepala sekolah. sebab ia mampu menempa manusia-manusia yang dapat melaksanakan pembangunan di segala bidang seperti sekarang (Pidarta. percaya dan suka kepada siswa. serta mengidentifikasi bakat-bakat dan kesanggupan(Syaefuddin. penggembira. 2002). mengenai sarana dan prasarana (Lawrence dalam Hamalik. (g) analisis ulangan harian. bersikap baik dengan masyarakat. Dalam peningkatan keprofesionalan seorang guru oleh supervisor. (f) membuat analisis materi pelajaran. 1994). memperhatikan kebutuhan orang tua siswa dan masyarakat. kesimpulan. 1990). dan (2) Kepala Sekolah.dalam kaitannya dengan kurikulum. (3) mampu bekerja dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Supervisor menurut Pidarta (1990) digolongkan menjadi 2 yaitu: (1) Kantor Diknas. (2) pengendali jadwal pelajaran. (j) program bimbingan dan konseling. (3) dimensi lingkungan fisik. Supervisi Pendidikan Sekolah Dasar Peningkatan mutu pendidikan adalah merupakan salah satu tugas dari supervisor. (4) mempunyai sikap dan sifat yang baik. maka pendidikan sebagai salah satu bentuk investasi sumber daya 5 .(h) pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan. pemimpin kelompok. Selain itu kepala sekolah sebagai supervisor menaruh perhatian kepada koordinasi antara guru kelas. (8) buat ringkasan tentang ide-ide. tutor. mengenai bahan apa yang akan diajar. fasilitator. Angket-angket yang harus dibuat antara lain: (1) lembar monitoring penerimaan dan orientasi siswa baru. Dalam proses pendidikan terdapat 3 dimensi yang harus diperhatikan oleh supervisor. Dengan adanya perhatian dari supervisor mengenai hal di atas. (d) membuat satuan pelajaran. Sebagai supervisor.Imam. (7) berusaha agar sebab-sebab permasalahan diketemukan secara jelas. (4) ikut menyumbang teknik menganalisis permasalahan dan mencari sebab-sebabnya. konselor. diharapkan seorang guru tersebut : (1) mampu mengembangkan tanggung jawab yang baik. supervisor harus membuat angket penilaian sebagai alat bantu pada saat supervisor mengadakan supervisi. nara sumber. dan menjembatani lingkungan luar dan sekolah (Pidarta. (2)melaksanakan pembelajaran. 2003) (5) mempunyai peran yang baik. (5) lembar supervisi administrasi sekolah .dan berpengetahuan luas ( Purwanto.Sesuai dengan pembahasan masalah supervisi dalam tulisan ini . 2002).(4) pemantauan ujian akhir.maka aspek-aspek yang perlu disupervisi meliputi (1)kurikulum.Supervisor pada lembaga pendidikan sekolah dasar dalam mengarahkan dan membimbing guru agar mencapai hasil yang baik. (k) jurnal kegiatan belajar mengajar. maka hal-hal yang perlu disupervisi adalah : (a) pemahaman guru terhadap kurikulum. (3) menilai proses dan hasil belajar siswa. (c) penyusunan program catur wulan oleh guru. hendaknya supervisor:(1) bersikap bersahabat. yaitu: (1) dimensi substantif.1992). (7) lembar observasi kelas. Hal ini adalah sebagai gambaran bahwa sistem pendidikan di Indonesia belum gagal. ini ditandai dengan: adil. suka kepada mata pelajaran yang diberikannya. (b) penyusunan program tahunan oleh guru. manajer. (3) berusaha meningkatkan partisipasi.(2)kegiatan belajar mengajar yang meliputi : (a) rencana pekan efektif. (6) mencatat rencana dan saran-saran. kepala laboratorium. (2) mendengarkan pembicaraan dan hati-hati. (b) penjabaran guru terhadap teknik penilaian. bersikap baik terhadap guru-guru lainnya. (9) buat penilaian tentang pertemuan itu. Dengan adanya pengarahan dan pembimbingan dari supervisor.Agar supervisi yang dilakukan supervisor mencapai hasil yang baik. (5) memberi saran-saran.

Secara tidak langsung supervisor mempunyai pengaruh terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia pada era globalisasi. (Harbert La Crobe (dalam Hamalik. yaitu: (1) studi analisis terhadap pengajaran. (5) instrumen administrasi sekolah. (4) pengenalan dengan lingkungan sekolah. (2) pendidikan dapat membantu peningkatan keterampilan dan pengetahuan bekerja lebih produktif sehingga dapat meningkatkan penghasilan tenaga kerja lulusan pendidikan di masa mendatang. (7) tingkat kesukaran soal ulangan. (5) demonstrasi dan evaluasi komptensi-komptensi mengajar. (10) pembuat naskah ulangan pada tingkat SD yang bersangkutan. (3) konsep-konsep tentang perkembangan manusia dan belajar. 1994) diberikan beberapa contoh instrumen yang meliputi : (1) instrumen monitoring penerimaan dan orientasi siswa baru. Instrumen pemantauan pelaksanaan ulangan umum bersama digunakan untuk merekam: (1) waktu (hari dan tanggal) pelaksanaan umum. (8) keadaan/suasana pelaksanaan EBTA/EBTANS pada saat disupervisi. (2) istirahat I. 6. (11) saran dan usul kepala SD yang disupervisi. (10) Pancasilais.1. (11) taat beragama. (4) desain belajar mengajar. (2) struktur dan kegunaaan pengetahuan. yang mengikuti. 2005: 1 . (3) perkenalan dengan jadwal pelajaran. Instrumen administrasi sekolah digunakan untuk merekam: (1) nama dan 6 . (3) jumlah murid yang hadir dan yang tidak hadir kelas I s/d kelas VI. (4) instrumen pemantauan pelaksanaan EBTA/EBTANAS. (3) jumlah pendaftar. (6) mata pelajaran yang diujikan pada saat pemantauan. (2) perkenalan dengan kakak-kakak kelasnya. dan (4) pulang. dan (5) jumlah pendaftar yang tidak diterima. (3) instrumen pemantauan pelaksanaan ulangan umum bersama. (7) instrumen observasi kelas.Instrumen monitoring orientasi siswa baru digunakan untuk merekam ada tidaknya: (1) perkenalan dengan guru-guru. VOL.JURNAL PENDIDIKAN DASAR.60 manusia dapat terwujud.1994). (9) mampu mengadakan kerjasama dalam waktu yang relatif lama. (3) jumlah siswa yang mendaftar. Instrumen monitoring penerimaan siswa baru digunakan untuk merekam : (1) ada tidaknya pengumuman penerimaan siswa baru. (2) nama sekolah dasar. (6) jumlah guru pengawas dan asal SDnya masing-maisng. (7) dapat membawa diri di dalam pergaulan dunia dan menghormati hak orang lain. tingkat kecamatan. (9) sumber dana untuk biaya ulangan. 1998). Dalam Buku Petunjuk Pelaksanaan Supervisi Pendidikan di Sekolah (Depdikbud. (6) upacara bendera. (8) tingkat kejarangan tempat duduk peserta ulangan. atau tingkat kabupaten. Daerah pengetahuan yang harus disediakan agar bisa dikuasai oleh guru. (5) bidang studi yang diEBTA/EBTANASkan pada saat disupervisi. (2) dapat berpikir reflektif dan kreatif. (3) berani mengambil resiko dan siap untuk bersaing. (2) nama dan alamat SD yang disupervisi. (6) instrumen administrasi kelas. NO. dan yang tidak mengikuti EBTA/EBTANAS. (6) mampu berbahasa asing. Ini dapat dilihat dari sumber daya manusia yang : (1) mampu mengarahkan diri sendiri untuk hidup mandiri. yaitu: (1) pendidikan suatu bentuk konsumsi yang dapat memenuhi kepuasan seseorang untuk menikmati peralihan pengetahuan dan keterampilan pada waktu sekarang. (7) ruang EBTA/EBTANAS yang jumlah pengawasnya dua orang dan satu orang. (4) nomor-nomor siswa yang tidak mengikuti EBTA/EBTANAS beserta alasan masing-masing. (4) pengawasnya dari guru SD yang bersangkutan atau dari guru SD lain atau campuran.Instrumen pengendali jadwal pelajaran digunakan untuk merekam pukul berapa murid-murid kelas 1 s/d kelas VI : (1) masuk kelas. 2002). (4) jumlah pendaftar yang diterima. (5) memiliki semangat dan melaksanakan ilmu dan teknologi. (5) dilaksanakan sesuai jadwal atau tidak.Supervisor lembaga pendidikan sekolah dasar dalam melakukan supervisi perlu menggunakan beberapa instrumen untuk merekam keadaan dan kegiatan yang berlangsung di sekolah dasar yang disupervisi. (5) penjelasan tata tertib sekolah. Instrumen pemantauan pelaksanaan EBTA/EBTANAS digunakan untuk merekam: (1) waktu (hari. Kepala sekolah sebagai supervisor harus dapat menyediakan pengetahuan yang belum dikuasai oleh guru. (4) memiliki pribadi yang kuat. (2) ada-tidaknya kepanitiaan penerimaan siswa baru. tanggal dan jam) pelaksanaan EBTA/EBTANAS. Pendidikan sebagai bentuk investasi sumber daya manusia memiliki 3 tujuan. (8) berwawasan yang luas ke depan serta tidak takut kepada perubahan. (3) pendidikan dapat memberikan pengaruh terhadap pemerataan pendapatan masyarakat melalui pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan (Suryadi. (12) suka belajar dengan prinsip-prinsip belajar seumur hidup(Pidarta. (2) pengendalian jadwal pelajaran. (3) istirahat II.

(6) evaluasi. (c) buku klaper. instrumen pemantauan ujian akhir. (5) buku persiapan harian. jujur. (e) absensi siswa. dan lain-lain. ramah. mendengarkan pembicaraan. (2) tingkatan kelas. (9) bimbingan dan penyuluhan. (d) buku kas bantuan pemerintah. (c) jadwal pelajaran. (11) bimbingan dan pelayanan individu siswa. instrumen pengendali jadwal pelajaran. (7) analisis hasil evaluasi. mencatat rencana. Kepala sekolah mengarahkan dan membimbing guru dalam sekolah atau mensupervisi guru. Analisis Kebijaksanaan Dalam Konteks Desentralisasi Dan Otonomi Pendidikan. Instrumen administrasi kelas diguna-kan untuk merekam : (1) nama dan alamat SD.Instrumen administrasi keuangan meliputi: (a)RAPBS. NIP dan pangkat/golongan guru kelas. Djam’an. (d) program supervisi. luas pandangan. (g) buku pembinaan pegawai. Hamalik. sabar. (3) administrasi pendidikan dan pengajaran. (10) bentuk evaluasi/tes/uraian subyektif. (e) buku inventaris. (12) papan absen. (3) nama. (8) program perbaikan dan pengayaan. Oemar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2002. dan pangkat/golongan guru kelas. (10) bank data. Petunjuk Pelaksanaan Supervisi Pendidikan di Sekolah. dan instrumen observasi kelas. 7 . (f) rapat guru.Supervisor dalam melakukan supervisi. (5) administrasi ketenagaan. Instrumen administrasi pendidikan dan pengajaran meliputi: (a) program tahuan. memberi saran-saran. 1999.Instrumen administrasi ketenagaan meliputi: (a) buku induk pegawai. (4) program catur wulan. (4) administrasi kesiswaan.dan (g) program ekstra kurikuler. (4) pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang diajarkan pada saat disupervisi. (6) administrasi keuangan. Berlandaskan tujuan supervisi tersebut diharapkan guru dapat bekerja keras.dan (14) tata tertib siswa. perlu membuat instrumen yang meliputi: instrumen penerimaan dan orientasi siswa baru. Tujuan supervisi ialah membantu memperbaiki dan meningkatkan pengelolaan sekolah sehingga tercapai kondisi belajar mengajar yang baik. (f) notulen rapat kenaikan kelas dan kelulusan. NIP. suka humor. instrumen supervisi administrasi sekolah dan kelas. (11) absensi siswa. dan (7) hubungan dengan masyarakat. Supervisi Pendidikan Sekolah Dasar alamat SD yang disupervisi. (b) rincian jumlah siswa. sopan santun. (7) cara mengorganisir kegiatan belajar mengajar. hendaknya supervisor bersikap bersahabat. (b) daftar gaji.Agar supervisi mendapatkan hasil yang baik. (8) penggunaan alat/media/sumber belajar. (2) tingkatan kelas.Imam. (b) program catur wulan. Jakarta: Bumi Aksara. Daftar Acuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (3) nama. (e) daftar hadir. berusaha meningkatkan partisipasi. Penutup Pada lembaga pendidikan sekolah dasar yang menjadi supervisor adalah kepala sekolah. 1994.dan perbuatan. (c) buku kas umum. membuat ringkasan dan membuat penilaian. Instrumen hubungan dengan masyarakat meliputi: (a) rapat BP3/Komite sekolah. Pendidikan Guru. (d) pembagian tugas. demokratis. (b) daftar ketenagaan. ikut menyumbang teknik menganalisis permasalahan. (9) kreatifitas siswa dalam memecahkan masalah. instrumen pemantauan ulangan umum. (d) mutasi siswa. Jakarta: Bumi Aksara. konsisten. (12) catatan untuk penguatan/perbaikan kegiatan belajar mengajar. fleksibel. lisan. (6) kegiatan belajar-mengajar. (h) DP3. Supervisi merupakan bantuan yang diberikan kepada seluruh staf dan guru untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang baik. (2) nama kepala SD.Instrumen observasi kelas digunakan untuk merekam: (1) nama dan alamat SD. (5) rumusan tujuan pembelajaran. (c) struktur organisasi. (f) daftar piket.Instrumen administrasi kesiswaan meliputi: (a) buku induk siswa. (13) buku inventaris kelas. dan (b) kunjungan ke wali murid. (e) pelaksanaan ulangan akhir catur wulan.

Administrasi Dan Supervisi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. Jurnal Pendidikan. Malang : IKIP Malang. 8 . Jakarta : Bumi Aksara. Pidarta. 1994. 2003. Bandung : Remaja Rosdakarya. 1994. 6. 1992. Jakarta : Rineka cipta. Sahertian. 1997. 1998. Suryadi. Analisis Kebijakan Pendidikan. Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan. 2002. Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Purwanto. Made. Landasan Kependidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Manajemen Pendidikan Dan Era Globalisasi. A. Made. Syaefuddin. 1989. Pidarta. Made. Yogyakarta : Andi Offset.1. Perencanaan Pendidikan Partisipatori. Malang : Universitas Muhamadiyah Malang. Mulyasa. Piet. Supervisi Pendidikan. Made. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Pidarta. 2005: 1 . Profil Pendidikan Profesional. 1998. Jurnal Pendidikan. Pidarta.J. NO. VOL. Kinerja Kepala Sekolah Dasar Dalam Melaksanakan Supervisi Pengajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya. M.60 Hariwung. Manajemen Berbasis Sekolah.JURNAL PENDIDIKAN DASAR. 1990. Jakarta : Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Ngalim.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful