MORFOLOGI, MORFOMETRI, DAN KUNCI DETERMINASI IKAN LELE (Clarias batrachus), IKAN NILA (Oreochromis niloticus), IKAN BELUT

(Monopterus albus), IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy), dan IKAN EMAS (Cyprinus carpio) BAB I Pendahuluan a. Latar Belakang Sebagai salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui, potensi ikan di wilayah perairan perlu mendapat perhatian. Ikan termasuk dalam kelompok hewan vertebrata berdarah dingin yang secara khas ditandai dengan adanya tulang belakang, insang, sirip, dan terutama tergantung pada air sebagai media kehidupannya. Di antara anggota vertebrata yang lain ikan memiliki jumlah terbesar, yaitu sekitar 15.000-17.000 spesies dari 40.000 spesies vertebrata yang dikenal (Lagler et al., 1962). Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman jenis ikan yang tinggi. Letak perairan yang berada di daerah khatulistiwa dan beriklim tropis membuat Indonesia memiliki kekayaan jenis biota air yang lebih banyak dibandingkan dengan daerah dingin maupun subtropis (Subani, 1978). Tidak kurang dari 4000 jenis ikan terdapat di perairan Indonesia dan sekitar 800 jenis diantaranya berada di perairan tawar dan payau (Djajadiredja dkk., 1977). Ikan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber protein hewani yang banyak tersedia di alam, mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi, dan memiliki peran penting bagi lingkungan. Identifikasi jenis-jenis ikan sangat membantu dalam proses pengembangan perikanan. Untuk dapat mempelajari pengembangan perikanan secara baik, sebelumnya harus diketahui bagaimana kehidupan ikan-ikan tersebut, karena setiap jenis ikan memiliki cara dan kehidupan yang berlainan. Ikan mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan air. Habitat dimana ikan itu hidup banyak menentukan bentuk tubuh, alat-alat tubuh, cara hidup, dan cara bergeraknya

1

(Djuhanda, 1981). Oleh karena itu, pengenalan karakter morfologi (bentuk tubuh, sirip, gurat sisi, sisik, dan letak mulut), morfometri (perbandingan panjang, lebar, dan tinggi dari bagian-bagian tertentu atau bagian-bagian itu sendiri), dan determinasi ikan menggunakan kunci determinasi yang ada penting dilakukan dalam proses identifikasi jenis-jenis ikan yang nantinya dapat digunakan sebagai data dalam pengembangan perikanan di Indonesia.

b. Tujuan Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari karakter morfologi, morfometri, serta membuat kunci determinasi sederhana dari ikan lele (Clarias batrachus), ikan nila (Oreochromis niloticus), ikan belut (Monopterus albus), ikan gurami (Osphronemus gouramy), dan ikan emas (Cyprinus carpio).

2

dan kunci determinasi sederhana untuk membantu identifikasi. Cara Kerja Perbedaan morfologi bagian luar mulai dari bentuk tubuh. panjang total.BAB II Metode Kerja A. Selanjutnya dibuat kunci determinasi sederhana dari ikan. dan ikan emas (Cyprinus carpio). ikan belut (Monopterus albus). Kemudian perbandingan morfometri berupa panjang baku. diameter mata. 3 . tinggi kepala. luv untuk mengamati lebih jelas. panjang kepala. tinggi badan. Determinasi ikan dilakukan dengan cara mencocokkan karakater yang terlihat dengan kunci determinasi yang telah ada/ dibuat. B. tipe sisik. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini berupa ikan lele (Clarias batrachus). kamera untuk mengambil gambar. C. Alat Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini berupa penggaris untuk mengukur ukuran tubuh ikan. panjang ekor. tipe linea lateralis. ikan nila (Oreochromis niloticus). tinggi pangkal ekor. dan tipe mulut pada setiap ikan dianalisa. pinset untuk mengambil sisik ikan. dan panjang sirip dorsalkepala pada setiap ikan diukur. wadah plastik untuk meletakkan ikan. ikan gurami (Osphronemus gouramy). tipe ekor.

Nama ilmiahnya. mudfish. 2010). Jepang. misalnya di got-got dan selokan pembuangan. ikan cepi (Sulawesi Selatan). ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia). Pada siang hari. Ada sekitar 55–60 spesies anggota marga Clarias. gura magura (Srilangka. dan sawah yang tergenang air. ikan lele memijah pada musim penghujan. Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish. yang berarti lincah dan kuat. jentik-jentik. Pakan alami ikan lele berupa plankton. Di alam. di 4 . Ikan lele bersifat nokturnal. berasal dari bahasa Yunani chlaros. siluroid. merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air (Anonim1. ikan maut (Gayo dan Aceh). telaga. serta memiliki sungut yang panjang dan mencuat dari sekitar bagian mulutnya. yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Clarias. dan walking catfish. Dari jumlah tersebut. plamond (Thailand). Sedangkan. ikan pintet (Kalimantan Selatan). rawa. waduk. Ikan lele (Clarias batrachus) Lele adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. agak pipih memanjang. Bahkan ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar. dan Tiongkok).BAB III Hasil dan Pembahasan 1. ikan sibakut (Karo). kutu air dan cacing kecil. Nama-nama daerah ikan lele antara lain ikan kalang (Sumatra Barat).di negara lain lele dikenal dengan nama mali (Afrika). ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin. ikan keling (Makassar). Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan.

Barbel 3. klasifikasi ikan lele adalah sebagai berikut. (1983). Menurut Nelson (1984) dan Kotellat et al. Sirip perut 6 5 5 . kebanyakan di antaranya baru dikenali dan dideskripsi dalam 10 tahun terakhir (Anonim1. Sirip ekor 6. 2010). Sirip anal 7.Asia Tenggara kini diketahui sekitar 20 spesies lele. Kingdom Filum Subfilum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Vertebrata : Osteichthyes : Cypriniformes : Clariidae : Clarias : Clarias batrachus (L. Mata 2. Morfologi ikan lele Keterangan: 1. Sirip dada 4. Sirip punggung 5.) 4 2 1 3 7 Gambar 1.

.. Umumnya.........a. dan sirip dubur tidak bersatu.. Bentuk mulut inferior menunjukkan tipe mulut yang memakan pakan di bagian dasar perairan..8 cm.. Hal ini membuat tubuh lele menjadi licin sehingga memudahkan pergerakan pada habitat air tawar berlumpur yang ditempatinya.2 6 . 3a yang menunjukkan anggota spesies Clarias batrachus....... Ikan ini memiliki tipe linea lateralis continue.. Ukuran kepala relatif besar. Ikan lele mempunyai empat sungut atau barbel... panjang ekor 3...4 cm.. tinggi kepala 2... Ukuran morfometri ikan lele antara lain memiliki panjang baku 23 cm...5 cm. panjang total 27 cm.. Setelah itu dibuat kunci determinasi sederhana dan untuk ikan lele yang diperoleh adalah 1b. Panjang sirip dorsalkepala menunjukkan ukuran 3 kali lebih pendek dibandingkan dengan panjang baku tubuhnya.... sirip punggung........5-5........ Sirip ekor...... yaitu kepala yang berbentuk pipih dorsoventral dan tubuh yang berbentuk laterolateral.Ikan lele memiliki bentuk tubuh yang unik. Panjang ekor berukuran 1/6 panjang baku tubuhnya..8 cm..6 cm.. tinggi badan 2..2 cm... Punya sisik... berbatasan dengan ubun-ubun membentuk garis melalui bagian tengah mata atau bagian depan mata.... ikan dengan tipe ekor membulat tidak dapat berenang cepat dan sering bersembunyi di balik batu sebagai tempat perlindungan..5 kali lebih pendek dari jarak antara moncong dan tonjolan keras di kepala.... panjang kepala 6....... diameter mata 0.... Hasil perbandingan antar parameter morfologi tersebut menunjukkan ciri khas ikan lele yang memiliki panjang kepala 1/3 kali lebih kecil dari panjang baku tubuhnya dengan diameter mata 17 kali lebih kecil dari panjang kepalanya........ tinggi pangkal ekor 1.. Jarak antara sirip punggung dan kepala 4. dan panjang sirip dorsal-kepala 7.. Kulit badan licin berwarna kehitaman dan bagian bawah perut putih.. Kunci determinasi sederhana 1. dan tipe mulut inferior (mulut terletak di bagian bawah kepala)..8 cm. tipe ekor homocercal forked. Ikan lele tidak memiliki sisik pada tubuhnya dan tubuhnya berlendir.

sampai pemakan aneka tumbuhan sehingga ikan ini diperkirakan dapat dimanfaatkan sebagai pengendali gulma air.. Ikan nila dapat hidup di perairan yang dalam dan luas maupun di kolam yang sempit dan dangkal........... pemakan plankton...a. atau di dalam jaring terapung di laut... sawah.3 3... di waduk. Nila juga dapat hidup di sungai yang tidak terlalu deras alirannya. rawa................. punggung dan dubur.............. Tidak punya sisik..Monopterus albus 2.... walaupun dapat dipelihara sampai salinitas 36 ppt.. tipe ekor meruncing...... begitu pula pada bagian analnya.Clarias batrachus b...b.......... Bentuk tubuh laterotaleral......... Ikan nila (Oreochromis niloticus) juga ditandai dengan jari-jari dorsal yang keras..... Dengan posisi sirip anal dibelakang sirip dada (Anonim2. ikan ini hidup di perairan tropis dengan suhu 23-32 ºC. Posisi mulut terletak di ujung hidung (terminal) dan dapat disembulkan. Ikan nila mempunyai tingkat kelangsungan hidup lebih baik pada salinitas 18 ppt dibandingkan dengan salinitas lebih rendah atau yang lebih tinggi.. Ikan nila (Oreochromis niloticus) Ikan nila memiliki bentuk tubuh yang pipih ke arah vertikal (compress) dengan profil empat persegi panjang ke arah antero posterior.. Ciri khas nila adalah garis-garis vertikal berwarna hitam pada sirip ekor... Ikan nila dilaporkan sebagai pemakan segala (omnivora). Kingdom : Animalia 7 ... Bentuk tubuh silindris memanjang.... Pada rahang terdapat bercak kehitaman.... tambak air payau..... (Anonim2. Klasifikasi ikan nila adalah sebagai berikut.. tipe ekor homocercal forked.... 2010)..... Sisik ikan nila adalah tipe ctenoid..... 2010)....

Tipe linea lateralis yang dimiliki ikan nila adalah discontinue atau terputus-putus. Operculum Ikan nila memiliki bentuk tubuh seperti ikan pada umumnya. Morfologi ikan nila Keterangan: 1. Sisik ikan ini bertipe ctenoid. Sirip punggung 5. Sirip ekor 6. Sirip anal 7. Mulut 3. Bentuk mulut ini menunjukkan tipe 8 . yaitu laterolateral atau streamline. 1758) 4 5 1 2 6 7 3 8 Gambar 2.Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Chordata : Actinopterygii : Perciformes : Cichlidae : Oreochromis : Oreochromis niloticus (Linnaeus. Tipe ekor homocercal forked dan tipe mulut anterior (mulut terletak di bagian ujung kepala). Sirip dada 4. Mata 2. Sirip perut 8. Linea lateralis digunakan untuk mengukur tekanan air lingkungannya.

. tinggi kepala 5........... 2a.......5 cm. Tipe mulut anterior.........Oreochromis niloticus 3.... Panjang ekor berukuran 1/6 kali panjang baku tubuhnya.............................. dan 4b yang menunjukkan anggota spesies Oreochromis niloticus. Hasil perbandingan antar parameter morfologi tersebut menunjukkan ciri khas ikan nila yang memiliki panjang kepala 1/3 kali panjang baku tubuhnya dengan diameter mata 4 kali lebih kecil dari panjang kepalanya....... Tipe mulut superior.........mulut yang memakan pakan yang melayang-layang di perairan....... sisik cycloid..... panjang kepala 5. bagian anterior silindris dan bagian posterior pipih............. Kunci determinasi ikan nila yang diperoleh adalah 1a............a...... tipe sisik ctenoid.... Panjang sirip dorsal-kepala menunjukkan ukuran 3 kali lebih pendek dibandingkan dengan panjang baku tubuhnya... Kunci determinasi sederhana 1........... Pada sirip ekor tampak jelas garis-garis vertikal dan pada sirip punggungnya garis tersebut kelihatan condong letaknya...........8 cm.....a...............Osphronemus gouramy 4...... Tipe ekor homocercal forked........ gigi runcing berbentuk 9 ......... Ikan belut (Monopterus albus) Belut (Monopterus albus) termasuk kelas Pisces dengan ciri-ciri tubuh seperti ular..3 2......... panjang ekor 3 cm...............................a... Tipe ekor bercagak..........3 cm......... Sirip ventral ikan nila terletak thoracal atau jugular..1 cm.. Punya sisik.. diameter mata 1. dan panjang sirip dorsalkepala 6....2 b.......... Ukuran morfometri ikan nila antara lain panjang baku 18 cm..7 cm..... tinggi badan 6. Tidak punya sisik..................... tinggi pangkal ekor 2.......4 b.5 cm........ panjang total 21 cm.Cyprinus carpio b.. Pada bagian sirip caudal (ekor) dengan bentuk membulat terdapat warna kemerahan dan bisa digunakan sebagai indikasi kematangan gonad.....

Pada masa mudanya bersifat betina.. Brunei. Sulawesi. Cina Utara. 1987). welut (Jawa). 1993). Panjang belut di daerah Secang (Magelang. dan di Desa Gading (D. Pulau Natuna. Penyebaran belut meliputi seluruh Sumatra. Sumbawa. Kingdom Filum Kelas Ordo Famili : Animalia : Chordata : Actinopterygii : Synbranchiformes : Synbranchidae 10 . 1967). Yogyakarta) untuk betina berkisar antara 20-28 cm dan yang jantan berkisar antara 36-48 cm. Klasifikasi ikan belut adalah sebagai berikut. Jawa. panjang belut di Indonesia bervariasi sesuai dengan lingkungannya.kerucut dengan bibir berupa lipatan kulit yang lebar di sekeliling mulutnya. Hewan ini hidup pada habitat air tawar sampai kedalaman lebih dari 3 meter. Menurut Soesono (1986). Jawa Tengah). dan lindung (Malaya dan Bali). dan bertahan hidup selama kulitnya lembab (Kottelat. Penelitian yang dilakukan di daerah Chungking dan Hongkong mendapatkan panjang belut betina di bawah 29. dan dapat mentolerir kondisi kekurangan oksigen dengan baik. Lombok. et al. 1983. 2010). Jawa Timur). Daerah Dinoyo (Malang. dapat mentolerir suhu dingin. tanpa sisik. celah insang bergabung menjadi lipatan tunggal di bawah kepala berbentuk segitiga. kodok. dan invertebrata air seperti cacing dan serangga (Anonim3. Bangka. dan Jepang (Weber and Beauford. yaitu belut (Sunda). Belut memiliki beberapa nama daerah. Sarwono. Belut bersifat hermaprodit protoginous.I. tanpa sirip dada dan sirip ekor. telur kura-kura. Burma. Papua Nugini. 1916). Makanannya antara lain ikan kecil.9 cm dan jantan di atas 30 cm (Chan and Philips. udang. aktif pada malam hari (nokturnal). setelah meletakkan telurnya bersifat interseks dan pada saat tua bersifat sebagai jantan (Simanjuntak.

dan tipe mulut inferior (mulut terletak di bagian bawah kepala). Makanannya antara lain ikan kecil. 11 . 2010). Ekor 4 Ikan belut memiliki bentuk tubuh silindris memanjang. cacing. Mulut 3. Mata 2. serta sirip dorsal dan anal mereduksi. Tipe linea lateralis yang dimiliki ikan ini adalah continue. Belut tidak memiliki sisik pada tubuhnya. tipe ekor meruncing. dan udang.. perut kuning kecoklatan. Linea lateralis digunakan untuk mengukur tekanan air lingkungannya. 1986). Bentuk mulut ini menunjukkan tipe mulut yang memakan pakan di bagian dasar perairan.Genus Spesies : Monopterus : Monopterus albus (Myers et al. dan bagian ujung tumpul (Handojo. Belut jantan memiliki warna punggung coklat kehijauan. dan ekor panjang dengan ujung lancip. Tubuh (silindris) 4. Morfologi ikan belut Keterangan: 1. 2 1 3 Gambar 3. sehingga membuat tubuh ikan belut menjadi lebih licin dan dapat mudah bergerak pada habitat tempat tinggalnya yang berlumpur. Warna punggung belut betina coklat kehitaman. kepala besar. tidak memiliki sirip dada dan perut. kodok. ekor agak pendek. perut putih kekuningan kepala kecil.

................ sedangkan juvenil muda bersifat omnivora (pemakan segala) dan setelah ukuran induk menjadi herbivora (pemakan daun)...... ukuran dahinya menjadi semakin tebal dan tampak menonjol...........Ukuran morfometri ikan belut antara lain panjang total 58 cm........... ikan gurami mengalami perubahan tingkah laku makan (feeding habit) yang sangat signifikan.. Kunci determinasi ikan belut yang diperoleh adalah 1b dan 3b yang menunjukkan anggota spesies Monopterus albus. dan pipih ke samping.................... Semakin dewasa........... Gurami memiliki garis lateral (garis gurat sisi atau linea literalis) tunggal.. tinggi kepala 3.9 cm............ 2008)...1 cm.......... Selama masa pertumbuhannya.. Tidak punya sisik............... panjang kepala 5...... Larva bersifat karnivora (pemakan daging) sampai dengan ukuran dan umur tertentu.. Gurami muda memiliki dahi berbentuk normal atau rata.. tinggi.... Ikan gurami (Osphronemus gouramy) Bentuk tubuh gurami agak panjang... Bentuk tubuh laterotaleral. Pola perubahan tersebut terkait dengan pola perubahan enzimatik dalam 12 . Kunci determinasi sederhana 1............. tipe ekor meruncing.3 3.........Monopterus albus 4.....2 cm... dan tinggi badan 2.a.. serta memiliki sisik berbentuk stenoid (tidak membulat secara penuh) yang berukuran besar..... tegak atau vertikal yang akan menghilang setelah ikan menginjak dewasa (Amri dan Khairuman..... tipe ekor homocercal forked...... Punya sisik..2 b.. sedangkan perbandingan lain yang meliputi panjang ataupun tinggi ekor dan panjang baku tidak dapat dihitung karena tidak dapat dukur.. lengkap dan tidak terputus....a. Panjang maksimumnya mencapai 65 cm..........Clarias batrachus b. Hasil perbandingan antar parameter morfologi tersebut yaitu diameter mata 2 kali lebih kecil dari panjang kepalanya.......... Selain itu.. Bentuk tubuh silindris memanjang...... di tubuh gurami muda terlihat jelas ada 8-10 buah garis.......7 cm. diameter mata 2.

labu (Curcubita moshata). dan dadap (Erythrina sp.saluran pencernaannya. kangkung (Ipomea reptans). Pakan alami (organik) ikan gurami berupa daun-daunan. Sirip ekor 13 . ketimun (Cucumis sativus). Pakan alami yang digunakan antara lain daun sente (Alocasia macrorrhiza). pepaya (Carica papaya). kimpul (Xanthosoma violaceum). Morfologi Ikan gurami Keterangan: 1. Mata 5. Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Actinopterygii : Perciformes : Osphronemidae : Osphronemus : Osphronemus gouramy 4 4 5 1 3 7 8 2 6 Gambar 4. klasifikasi ikan gurami adalah sebagai berikut. genjer (Limnocharis flava). keladi (Colocasia esculenta).) (Anonim4. 2010). Menurut Lacepède (1801). ubi jalar (Ipomea batatas). ketela pohon (Manihot utililissima).

miring. Ukuran morfometri ikan gurami antara lain panjang baku 29 cm.5 cm. Ukuran mulut kecil. ikan belut. ikan nila.4 cm. Panjang ekor berukuran sekitar 1/6 kali panjang baku tubuhnya. Panjang sirip dorsal-kepala menunjukkan ukuran hampir 3 kali lebih pendek dibandingkan dengan panjang baku tubuhnya. Sirip punggung 6. Hasil perbandingan antar parameter morfologi tersebut menunjukkan ciri khas ikan gurami yang memiliki panjang kepala hampir 1/3 kali panjang baku tubuhnya dengan diameter mata 4 kali lebih kecil dari panjang kepalanya. Ikan ini juga memiliki sepasang sirip perut yang telah mengalami modifikasi menjadi sepasang benang panjang yang befungsi sebagai alat peraba.2. Ikan gurami memiliki gigi di rahang bawah.5 cm dan panjang sirip dorsal-kepala 8 cm. Operculum Ikan gurami memiliki bentuk tubuh laterolateral. tinggi kepala 8. Mulut 3. panjang total 34. Kunci determinasi ikan gurami yang diperoleh adalah 1a dan 2b yang menunjukkan spesies Osphronemus gouramy. panjang kepala 5. Bentuk mulut ini menunjukkan tipe mulut yang memakan pakan pada permukaan perairan.5 cm.8 cm. panjang ekor 5. Sirip dada 4.6 cm. dan dapat disembulkan Sisik ikan ini bertipe ctenoid (tidak membulat secara penuh) dan berukuran besar.6 cm. Di daerah pangkal ekornya terdapat titik bulat berwarna hitam. Ikan gurami memiliki tipe ekor homocercal forked dan tipe mulut superior (mulut terletak di bagian atas kepala). Secara keseluruhan ikan gurami adalah ikan yang memiliki ukuran yang paling besar dibanding ikan lele. diameter mata 1. Linea lateralis digunakan untuk mengukur tekanan air lingkungannya. tinggi pangkal ekor 4. maupun ikan emas. Secara umum. Tipe linea lateralis yang dimiliki ikan gurami adalah continue (tidak terputus-putus). Sirip perut 8. tubuh gurami berwarna kecokelatan dengan bintik hitam pada dasar sirip dada. Sirip anal 7. tinggi badan 11. 14 .

................................................... danau................ Ikan emas (Cyprinus carpio)...a.......... Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina.... Ikan mas Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Tidak punya sisik... 15 ............2 b.....Kunci determinasi sederhana 1..... Ikan emas hidup di tempat-tempat yang dangkal dengan arus air yang tidak deras......Osphronemus gouramy 5.. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya..... maupun di genangan air lainnya....... Tipe mulut anterior... dan dua pasang kumis (babels) yang kadang-kadang satu pasang diantaranya rudimenter........ Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. berenang dengan menggunakan sirip.. Daerah yang sesuai untuk mengusahakan pemeliharaan ikan ini yaitu daerah yang berada antara 150 – 600 meter di atas permukaan laut... Eropa....... Tubuhnya terbungkus oleh kulit yang bersisik.... Ikan emas mempunyai ciri-ciri badan memanjang..a....................................... baik di sungai......... agak pipih.......... Tipe mulut superior..... pH perairan berkisar antara 7-8 dan suhu optimum 2025 ºC.... Ukuran dan warna badan ikan emas sangat beragam.... Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920..............dan bernafas dengan menggunakan insang. lipatan mulut dengan bibir yang halus.. Ikan emas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar yang termasuk dalam golongan teleostei... Punya sisik...4 b...........3 2....... Taiwan dan Jepang....

makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang (serangga kecil. Kingdom : Animalia filum : Chordata Subfilum : Vertebrata Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Actinopterygii : Cypriniformes : Cyprinidae : Cyprinus : Cyprinus carpio (Myers et al. 2008).. Namun. cacing.. baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. dan ikan kecil) yang terdapat di dasar dan tepi perairan (Khairuman dkk. Klasifikasi ikan emas adalah sebagai berikut. 4 1 2 8 6 3 7 Gambar 5. Morfologi ikan emas 5 16 . yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan. siput. 2008).Ikan emas dikenal sebagai ikan pemakan segala (omnivora).

pada bagian bawah kepala memiliki dua pasang kumis sungut yang pendek. diameter mata 1. Sisik ikan ini bertipe cycloid. Tipe mulut anterior (mulut terletak di bagian ujung kepala). Sirip dada sepasang terletak di belakang tutup insang. sirip dubur.6 cm. Mulut 3. sirip dada. sirip perut. dan yang lainnya berjari-jari lemah.4 cm.5 cm. Bentuk mulut ini menunjukkan tipe mulut yang memakan pakan yang melayang-layang di perairan. tinggi pangkal ekor 2. dan sirip ekor. Ukuran morfometri ikan emas antara lain panjang baku 25. dan panjang sirip dorsal-kepala 11.6 cm. Sirip perut 8. Operculum Ikan emas memiliki bentuk tubuh seperti ikan pada umumnya. Mulut ikan emas kecil dan membelah bagian depan kepala. panjang kepala 6. Tipe linea lateralis yang dimiliki ikan emas adalah continue. Sirip dada 4. Sirip punggung panjang terletak di bagian punggung. Sirip anal 7. tinggi badan 8. yaitu sirip punggung.Keterangan: 1. yaitu laterolateral. Sirip punggung 5. Sirip ventral terletak abdominal (pangkalnya terletak di pertengahan sirip pectoral). dengan satu jari-jari keras. Linea lateralis digunakan untuk mengukur tekanan air lingkungannya.5 cm. tinggi kepala 6.6 cm. Sepasang mata yang cukup besar terletak di bagian kiri dan kanan kepala. Sepasang lubang hidung terletak di bagian depan kepala dan sepasang tutup insang terletak di bagian belakang kepala. Hasil perbandingan antar parameter morfologi tersebut menunjukkan ciri khas ikan emas yang memiliki panjang kepala hampir 1/4 kali panjang baku tubuhnya dengan diameter mata 4 kali lebih kecil dari panjang 17 . Ikan mas memiliki lima buah sirip.15 cm.9 cm. panjang ekor 5. Selain itu. panjang total 31 cm. Mata 2. Tipe ekor homocercal forked (menggarpu dengan bagian ekor atas dan bawah berukuran sama). Sirip ekor 6.

..Cyprinus carpio b........ Tipe ekor homocercal forked...............2 b..............a... Kunci determinasi ikan emas yang diperoleh adalah 1a............... sisik cycloid....... 2a.... tipe sisik ctenoid.................. Panjang sirip dorsal-kepala menunjukkan ukuran sekitar 2 kali lebih pendek dibandingkan dengan panjang baku tubuhnya... Tipe mulut superior... Punya sisik..... Kunci determinasi sederhana 1..............................a..........................4 b.. dan 4a yang menunjukkan anggota spesies Cyprinus carpio..kepalanya................... Panjang ekor berukuran hampir 1/5 kali panjang baku tubuhnya....... Tipe ekor bercagak......................a...................... Tidak punya sisik...................Osphronemus gouramy 4............................. Tipe mulut anterior.3 2.............................Oreochromis niloticus 18 .......

tidak ada sisik. tubuh laterolateral. tipe sisik cycloid. lebar. linea lateralis continue. sisik. 19 . Ikan emas termasuk dalam ordo Cypriniformes dengan ciri morfologi bentuk tubuh laterolateral. dan tipe mulut anterior. linea lateralis continue. tipe ekor homocercal forked. tipe sisik ctenoid. tipe ekor rounded. morfometri (perbandingan panjang. dan tipe mulut terminal. linea lateralis discontinue. Lele termasuk dalam ordo Cypriniformes dengan ciri morfologi kepala berbentuk dorsiventral. dan tipe mulut superior. dan tipe mulut inferior. sirip. dan tinggi dari bagian-bagian tertentu atau bagian-bagian itu sendiri). dan letak mulut). Gurami termasuk dalam ordo Perciformes dengan ciri morfologi bentuk tubuh laterolateral. tipe ekor truncate.BAB IV Kesimpulan Karakter morfologi (bentuk tubuh. tipe ekor truncate. linea lateralis continue. Belut memiliki ciri morfologi bentuk tubuh silindris memanjang. tidak memiliki sirip dada dan perut. tidak ada sisik. sirip anal dan dorsal mereduksi. gurat sisi. dan tipe mulut inferior. Nila termasuk dalam ordo Perciformes dengan ciri morfologi bentuk tubuh laterolateral. dan determinasi ikan menggunakan kunci determinasi digunakan dalam proses identifikasi jenis-jenis ikan. tipe sisik ctenoid.

2010. P.flmnh. 2010. Diakses melalui http://www. Anonim2.pdf (5 April 2011). AgroMedia Pustaka. hal 31-56. Diakses melalui http://el. April 2011). Anonim4.html. Jakarta. Ensiklopedi Indonesia Seri Fauna Ikan.bi.erdc.go.com/Mengenal%20Ikan%20Nila%20dan%20Legendanya. Diakses melalui (5 http://ikannila. 1988.com/ikan-air- tawar/lele/. Dai Nippon Printing Indonesia. Lele. mil/ansrp/monopterus_albus. 2010. (5 April 2011). Asian Swamp Eel-Monopterus albus. dan Khairuman. Anonim6.T.army. Mengenal Ikan Nila dan Legendanya.ufl. 2008. Anonim1. Diakses melalui http://www. Diakses melalui http://richocean. 20 .BAB V Daftar Pustaka Amri. Anonim3. Ciri-ciri Morfologi Ikan Gurame. Jakarta.htm. Budidaya Pendederan dan Pembesaran Ikan Gurami.wordpress. K.usace. (5 April 2011). Great Hammerhead Sharks.id/sipuk/id/?id=4&no=40214&idrb=43601. 2010. 2010.edu/fish/ Gallery/Descript/GreatHammerhead/GHammerhead. (5 April 2011). Anonim5.

1983. Lagler. Departemen Pertanian. Jakarta.org/species/browse/taxon/12595914.com/download/6019437/.gbif. Djuhanda. Handojo.gov/servlet/SingleRpt/ SingleRpt? search_topic=TSN&search_value=553310.R. and J.. S. 1981. Gunadi. 1967. John Willey and Sons. Zool 151: 129-141 Djajadiredja. 11-17. Hatimah. Usaha Budidaya Belut Sawah..F. Kotellat. T. Wirjoatmodjo. Sudenda. M.php/searchkatalog/byId/1842. 2010. hal. pp 1. Jakarta. Mukhtar. 1977. S. 1962.itis. Lacepède. Bardach. Buku Pedoman Sumber Daya Perikanan Darat Bagian I. Jakarta. and S. and R. R.lipi. New York. (5 April 2011). A.J. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi. J.pdii. Jakarta. Inc. Miller. hal.go.E. Lembaga Penelitian Perikanan Laut.N. Oreochromis niloticus. 1758. 1986. 1801. Budi Daya Ikan Mas Secara Intensif. Arifin. Periplus Edition (HK Ltd). (5 April 2011). (5 April 2011). Whitten.H.V. Diakses melalui http://www. A. Mengenal Jenis-Jenis Ikan Pari (Rays). Beberapa Informasi tentang Ikan hiu. Kartikasari. Jakarta. 21 . IndonesiaSingapore. Diakses melalui http://katalog. Diakses melalui http://pdfcontact. K. D. Ichtyology. Phillips. Simplex. D. 1970. (Pisces.D. J. 74. Classification of Species: Osphronemus gouramy. Ikan Laut Indonesia: Beberapa Djenis Ikan Komersil. dan Z.Chan. Dunia Ikan. Dwiponggo. dan B. 2010. Feristiwady. S.. Khairuman. Linnaeus. Departemen Pertanian dan Kelautan. Direktorat Jendral Perikanan.T. AgroMedia Pustaka. teleostei). Diakses melalui http://data. 2008. C. (5 April 2011). The Structure of The Gonad during Natural Sex Reversal in Monopterus albus.id/index.

Jakarta.. Dewey. Brill Ltd. 1986. M. 1984.. and T. (5 April 2011). 1987. and L.F. De Beaufort. 1978. S. PT. Taksonomi. S. Hammond. Jakarta. T.J. hal. The Animal Diversity Web. S. III. Leiden.H.V. Lembaga Penelitian Perikanan Laut. dan Istilah-istilah Teknik Perikanan Laut. R.Myers. Balitbang Pertanian Departemen Pertanian. Budidaya Belut Sawah dan Sidat. Jakarta. Parr. C. R. Soesono. Bhatara. John Willey and Sons. New York. Sarwono. C. Simanjuntak. 154. Fishes of The World Second Ed. Yasaguna. E. P. Morfologi. Weber. Subani. Diakses melalui http://animaldiversity. The Fishes of the Indo-Australian Archipelago Ed.org. Espinosa. Penebar Swadaya. A. Nelson. Jones. 3-12. J. Jakarta. W.S. B. 17-20. Beternak Belut. hal. 2008. 1993 Budidaya Belut. 1916. G. hal. 22 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful