P. 1
dasar elektronika

dasar elektronika

|Views: 1,050|Likes:
Published by yuli4anto

More info:

Published by: yuli4anto on Apr 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/29/2013

pdf

text

original

Sections

  • ELEKTRONIKA
  • TEORI DASAR
  • Atom
  • Inti atom
  • Neutron
  • Proton
  • Elektron
  • Sejarah
  • Arus Listrik
  • Muatan listrik
  • LISTRIK
  • Hukum Ohm
  • Hukum Kirchhoff
  • Daya /Power Listrik (W)
  • KOMPONEN ELEKTRONIKA
  • 1. Hambatan (Resistor)
  • Resistor Variable (VR)
  • Resistor Peka Suhu dan Resistor Peka Cahaya
  • 2. Dioda
  • dioda pemancar cahaya atau LED
  • dioda laser
  • Tabel 2. Hasil Pengujian dioda
  • 3. Kapasitor (Kondensator)
  • Tabel 3. Kode Warna Pada Kapasitor
  • Wujud dan Macam kondensator
  • 4. Transistor
  • Tabel 4. Hasil Pengujian Transistor
  • 5. Transformator (TRAFO)
  • 6. Saklar
  • 7. Kumparan (Coil)
  • 8. Coil Variabel
  • 9. Trafo Kopel
  • 10. Reley
  • 11. Microphone
  • 12. Speaker
  • 13. Coaxial Cable
  • 14. Integrated Circuit
  • PERKAKAS ELEKTRONIKA
  • Tang
  • Papan sirkuit cetak
  • Kronologi sejarah
  • Project Board/Bread Board/Wish Board
  • Saklar Jangkah
  • Sekerup Kontrol NOL
  • Tombol NOL
  • Kabel Penyidik
  • 22 Watt Audio Amplifier
  • DAFTAR PUSTAKA
  • KATA PENGANTAR
  • Daftar Isi
  • MODUL ELEKTRONIKA
  • SMP NEGERI 1 PASURUAN Jl. Balaikota No. 7 Pasuruan Kode Post 67125

BAB I

ELEKTRONIKA Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemui suatu alat yang mengadopsi elektronika sebagai basis teknologinya contoh ; Dirumah, kita sering melihat televisi, mendengarkan lagu melalui tape atau CD, mendengarkan radio, berkomunikasi dengan telephone. Dikantor kita menggunakan komputer, mencetak dengan printer, mengirim pesan dengan faximile, berkomunikasi dengan telephone. Dipabrik kita memakai alat deteksi, mengoperasikan robot perakit, dan sebagainya. Bahkan dijalan raya kita bisa melihat lampu lalu-lintas, lampu penerangan jalan yang secara otomatis hidup bila malam tiba, atau papan reklame yang terlihat indah berkelap-kelip dan masih banyak contoh yang lainnya. Dari semua uraian diatas kita dapat membuktikan bahwa pada zaman sekarang ini kita tidak akan lepas dari perangkat yang menggunakan elektronika sebagai dasar teknologinya. Alat-alat yang menggunakan dasar kerja elektronika seperti diatas biasanya disebut sebagai peralatan elektronik (electronic devices)

Gambar 1. Peralatan elektronik (Electronic Device)

Elektronika merupakan ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik elektro, teknik komputer, dan ilmu/ teknik elektronika dan instrumentasi. Revolusi besar-besaran terhadap elektronika terjadi sekitar tahun 1960-an, dimana saat itu mulai ditemukan suatu alat elektronika yang dinamakan Transisor, sehingga dimungkinkan untuk membuat suatu alat dengan ukuran yang kecil dimana sebelumnya alatalat tersebut masih menggunakan tabung-tabung facum yang ukurannya besar serta mengkonsumsi listrik yang besar. Hanya dalam kurun waktu 10 tahun sejak ditemukan nya transistor, ditemukan sebuah rangkaian terintegrasi yang dikenal dengan IC ( Integrated 1|Page

Circuit ) merupakan sebuah rangkaian terpadu yang berisi puluhan bahkan jutaan transistor di dalamnya. Sehingga kita bisa melihat sebuah perangkat elektronika semakin kecil bentuknya tetapi semakin banyak fungsinya sebagai contoh telephone genggam ( Handphone ) yang anda pakai saat ini dengan telephone genggam yang anda pakai beberapa tahun yang lalu. Yah semua itu berkat revolusi Silikon sebagai bahan dasar pembuatan Transistor dan IC atau CHIP. Elektronika mempunyai 2 komponen diantaranya yaitu : 1. Komponen Pasif Komponen pasif merupakan komponen yang dapat bekerja tanpa sumber tegangan. Komponen pasif terdiri dari Hambatan atau tahanan, kapasitor atau kondensator, induktor atau kumparan dan transformator. 2. Komponen Aktif Komponen aktif merupakan komponen yang tidak dapat bekerja tanpa adanya sumber tegangan. Komponen aktif terdiri dari dioda dan transistor. Pada pembuatan rangkaian elektronika diperlukan peralatan (seperti Obeng, tang, bor dan sebagainya) dan juga papan sirkuit yang digunakan untuk tempat menempelnya komponen elektronika (seperti PCB, Wishboard, dan sebagainya).

2|Page

BAB II
TEORI DASAR Atom Atom adalah satuan yang amat kecil dalam setiap bahan yang ada di sekitar kita. Atom terdiri atas tiga jenis partikel subatom:  elektron, yang memiliki muatan negatif;  proton, yang memiliki muatan positif;  netron, yang tidak bermuatan. Setiap unsur adalah unik yang dibedakan oleh jumlah proton yang terdapat dalam atom dari unsur tersebut. Setiap atom memiliki jumlah elektron yang sama dengan jumlah proton; bila ada perbedaan atom tersebut disebut ion.

Gambar 2. Model Atom

Banyak unsur lain yang diciptakan manusia, namun mereka biasanya tidak stabil dan dengan spontan berubah menjadi unsur kimia natural yang stabil melalui proses radioaktifitas. Meskipun hanya terdapat 91 unsur di alam, tetapi atom-atom tersebut dapat terjadi ikatan satu sama lain menjadi molekul dan jenis senyawa kimia lainnya. Molekul terbentuk dari banyak atom. Molekul air merupakan kombinasi dari 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen. Inti atom Pusat dari atom disebut inti atom atau nukleus. Inti atom terdiri dari proton dan neutron. Banyaknya proton dalam inti atom disebut nomor atom, dan menentukan berupa elemen apakah atom itu.

3|Page

Ukuran inti atom jauh lebih kecil dari ukuran atom itu sendiri, dan hampir sebagian besar tersusun dari proton dan neutron, hampir sama sekali tidak ada sumbangan dari elektron. Proton dan netron memiliki massa yang hampir sama, dan jumlah dari kedua massa tersebut disebut nomor massa, dan beratnya hampir sama dengan. Massa dari elektron sangat kecil dan tidak menyumbang banyak kepada massa atom. Jumlah proton dan netron menentukan tipe dari nukleus atau inti atom. Proton dan neutron hampir memiliki massa yang sama, dan kombinasi jumlah, jumlah massa, rata-rata sama dengan massa atomik sebuah atom. Kombinasi massa dari elektron sangat kecil secara perbandingan terhadap massa nukleus, di karenakan berat dari proton dan neutron hampir 2000 kali massa elektron. Neutron Neutron atau netron adalah partikel subatomik yang tidak bermuatan (netral) dan memiliki massa 1.6749 × 10-27 kg, sedikit lebih berat dari proton. Inti atom dari kebanyakan atom terdiri dari proton dan neutron. Perbedaan utama dari neutron dengan partikel subatomik lainya adalah mereka tidak bermuatan. Sifat netron ini membuat penemuannya lebih terbelakang, dan sangat menembus, membuatnya sulit diamati secara langsung dan membuatnya sangat penting sebagai agen dalam perubahan nuklir. Proton Dalam fisika, proton adalah partikel subatomik dengan muatan positif sebesar 1.6 × 10-19 coulomb dan massa 1.6726231 × 10-27 kg, atau sekitar 1800 kali massa sebuah elektron. Suatu atom biasanya terdiri dari sejumlah proton dan netron yang berada di bagian inti (tengah) atom, dan sejumlah elektron yang mengelilingi inti tersebut. Dalam atom bermuatan netral, banyaknya proton akan sama dengan jumlah elektronnya. Banyaknya proton di bagian inti biasanya akan menentukan sifat kimia suatu atom. Inti atom sering dikenal juga dengan istilah nuklei, nukleus, atau nukleon (bhs Inggris: nucleon), dan reaksi yang terjadi atau berkaitan dengan inti atom ini disebut reaksi nuklir.

4|Page

Sejarah Elektron pertama kali ditemukan oleh J. Jika terdapat kelebihan elektron. mengacu pada sebuah benda yang memiliki lebih banyak atau lebih sedikit elektron daripada yang dibutuhkan untuk mengimbangi muatan positif sang inti. Elektron sangat ringan jika dibandingkan dengan proton dan neutron.Elektron Elektron adalah partikel subatomik. Elektron memiliki partikel lawan yang dikenal sebagai positron. Ini lebih tepat disebut sebagai sebuah "muatan statik". Elektron umumnya ditulis sebagai e-. Jika jumlah elektron dan proton adalah sama. Ini dapat dibayangkan sebagai serombongan domba yang bergerak bersama-sama ke utara namun tanpa diikuti oleh penggembalanya. Universitas Cambridge. Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Memiliki muatan listrik negatif sebesar -1. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya. Sebutir proton sekitar 1800 kali lebih berat daripada elektron. benda tersebut dikatakan "bermuatan positif".J. Muatan listrik dapat diukur secara langsung menggunakan elektrometer. Sehingga dapat dirumuskan menjadi : 5|Page . benda tersebut dikatakan "netral". dan massanya 9. maka benda tadi dikatakan sebagai "bermuatan negatif". Atom tersusun dari inti berupa proton dan neutron serta elektron-elektron yang mengelilingi inti tadi. yang identik dengan dirinya namun bermuatan positif. Apa yang dikenal dengan "listrik statis" bukanlah aliran elektron sama sekali. Arus Listrik Jika elektron bergerak. aliran ini dikenal sebagai arus listrik. Jika terdapat kekurangan elektron dibanding proton.6 × 1019 coulomb.10 × 10-31 kg. lepas bebas dari pengaruh inti atom. Thomson di Laboratorium Cavendish. pada tahun 1897. serta terdapat suatu aliran (net flow). pada saat beliau sedang mempelajari "sinar katoda". Arus listrik dapat diukur secara langsung menggunakan galvanometer.

Satuan Q adalah coulomb. Q. jika atomnya kekurangan elektron. sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya. Dalam atom yang netral.Pada zaman dulu. Muatan listrik Muatan listrik. Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A). Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif. Q adalah sifat dasar yang dimiliki oleh materi baik itu berupa proton (muatan positif) maupun elektron (muatan negatif). jumlah proton akan sama dengan jumlah elektron yang mengelilinginya (membentuk muatan total yang netral atau tak bermuatan). yang merupakan 6.24 x 1018 muatan dasar. Muatan listrik total suatu atom atau materi ini bisa positif. Sementara atom yang kelebihan elektron akan bermuatan negatif. oleh karena itu muatan materi/atom merupakan kelipatan dari satuan Q dasar. adalah pengukuran muatan dasar yang dimiliki suatu benda. Besarnya muatan tergantung dari kelebihan atau kekurangan elektron ini. 6|Page .

telah berhasil menemukan hubungan antara besar beda potensial dengan besarnya kuat arus yang mengalir.R Keterangan : V = Beda Potensial (volt) I = Kuat arus (ampere) R = Hambatan (Ohm) Hukum Kirchhoff Pada rangkaian listrik kita dapat menggabungkan beberapa rangkaian sederhana yang disebut dengan rangkaian majemuk. Maka dapat kita hitung bahwa i1 Gambar 3. i4 i5 i6 Kamu bisa lihat bahwa arus yang berwarna Hijau.BAB III LISTRIK Hukum Ohm Seperti yang telah saya bahas diatas bahwa ahli fisika berkebangasaan Jerman yang bernama George Simon Ohm. ∑i i3 i2 Masuk = ∑ ikeluar Sebagai contoh perhatikan gambar 3 disamping. Aliran Arus ∑i Masuk = ∑ ikeluar I1 + I2 + I3 = I4 + I5 7|Page . Rangkaian majemuk mengikuti hukum Kirchhof diantaranya yaitu: 1. V = I . Dari pernyataan Ohm diatas dapat dirumuskan bahwa. Hukum Kirchoff I ” Jumlah arus yang menuju (masuk) titik percabangan sama dengan arus yang meninggalkan (keluar) dari titik percabangan ” sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut. Pernyataan Ohm yang dikenal dengan nama hokum Ohm berbunyi. aliran arusnya menuju (masuk) titik percabangan dan arus berwarna biru meninggalkan (keluar) dari titik percabangan. Kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar itu jika suhu penghantar tetap.

Satuan SI daya listrik adalah watt. Daya resistor merupakan kekuatan yang dimiliki oleh resistor dalam menerima kuat arus listrik.2V = 30W Hukum Joule dapat digabungkan dengan hukum Ohm untuk menghasilkan dua persamaan tambahan P = ( I .R)” sehingga dapat dirumuskan.2.  = R R Keterangan : R adalah hambatan listrik (Ohm atau Ω).R Daya /Power Listrik (W) Hal lain yang penting setelah besar tahanan (hambatan) adalah besar daya resistor. yang pertama kali menunjukkan bahwa energi listrik dapat berubah menjadi energi mekanik. daya listrik sesaat dihitung menggunakan Hukum Joule. seperti daya mekanik.R = I 2 . dan sebaliknya. P = V .R ). dilambangkan oleh huruf P dalam persamaan listrik. ∑E = ∑ i.I Keterangan : P adalah daya (watt atau W) I adalah arus (ampere atau A) V adalah perbedaan potensial (volt atau V) Sebagai contoh: 15A. Pada rangkaian arus DC. 8|Page . Perumusan matematis daya listrik Daya listrik. Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam rangkaian listrik. Hukum Kirchoff II ” Dalam sebuah rangkaian tertutup jumlah gaya gerak listrik (E) sama dengan jumlah penurunan potensial (i.R atau 2 V  V P = V . sesuai nama fisikawan Britania James Joule.

cincin kedua. Gambar 4. misalnya charger Handphone anda atau radio saku anda. atau tombol pengatur suara yang ada di radio tape. Hambatan listrik dapat didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. cincin ketiga (multiflier). Berbagai macam bentuk Hambatan Perhatikan gambar 5 disamping. seperti tapal kuda. seorang ahli fisika bangsa Jerman. Hambatan (Resistor) Hambatan adalah komponen elektronika yang selalu digunakan dalam setiap rangkaian elektronika karena dia berfungsi sebagai pengatur arus listrik. coba saja anda buka salah satu alat elektronika yang sudah rusak dan tidak terpakai. cincin keempat (toleransi).?. dan cincin kelima (kualitas). disitu anda akan lihat banyak sekali Hambatan bertebaran. Tentunya anda bertanya-tanya. Hambatan disingkat dengan huruf "R" (huruf R besar). masih banyak bentuk dan jenis dari Hambatan. bagaimna cara kerjanya ?. Hambatan 9|Page . yang menemukan adalah George Simon Ohm (1787-1854). emas dan merah. itu juga Hambatan. apa itu Hambatan ?. dari yang berbentuk bulat panjang seperti gambar 4. merah. sebuah Hambatan mempunyai jumlah cincin sebanyak 5 diantaranya yaitu cincin pertama. Sekarang anda lihat gambar 4. merah.BAB IV KOMPONEN ELEKTRONIKA 1. apa ada yang lain. bahkan ada yang berbentuk seperti beras. nah itu adalah salah satu bentuk dari Hambatan. Satuan Hambatan adalah Ohm. untuk lebih jelasnya perhatikan uraian dibawah ini. persegi empat. Gambar 5. seperti apa bentuknya ?. Pada gambar 5 kita dapatkan bahwa Hambatan tersebut berwarna biru. Nah sekarang mari kita mencoba membaca nilai suatu Hambatan.

warna kedua warna merah. Lalu bagaimana solusinya. Pertama cara SERI.?. dengan nilai toleransi sebesar 10 %.25% (C) ±0. Dengan cara demikian maka massalah designer diatas dapat terpecahkan. Tabel 1. Nilai warna pada Hambatan Warna Hitam Coklat Merah Jingga Kuning Hijau Biru Ungu Abu-abu Putih Emas Perak Polos Gelang Pertama 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gelang Kedua 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gelang Ketiga (multiplier) ×100 ×101 ×102 ×103 ×104 ×105 ×106 ×107 ×108 ×109 ×0. 10 | P a g e .620 = 5580 Ohm. walaupun pabrik sudah mengusahakan agar dapat menjadi standart tetapi apa daya prosesnya menjadi tidak standart.5% (D) ±0. Berarti 1200 Ohm. kalau diterjemahkan 62 X 10 2 62 X 100 6200. Akan tetapi nilai Hambatan tersebut tidak ada di toko penjual.1 ×0. Untuk dapat menentukan nilai warna yang terdapat Hambatan dapat kamu lihat pada tabel 1.Untuk membaca kode warna Hambatan seperti yang dipermassalahkan diatas. warna ketiga warna merah berarti multiflier.05% (A) ±5% (J) ±10% (K) ±20% (M) Di dalam praktek para designer sering kali membutuhkan sebuah Hambatan dengan nilai tertentu. Bagaimana cara Serial dan bagaimana pula cara Paralel. Karakteristik dari bahan baku Hambatan tidak sama.1% (B) ±0. Nilai sebenarnya dari Hambatan tersebut adalah maximum 6200 + 620 = 6820 Ohm. kita mulai menerjemahkan satu persatu kode tersebut. bahkan pabrik sendiri tidak memproduksinya. berarti angka 2. dapat dilakukan dua cara . dan yang kedua cara PARALEL. sedangkan nilai minimumnya adalah 6200 . Akurasi dari Hambatan tersebut berarti 6200 X ( 10 : 100 ) 6200 X ( 1 : 10 ) 620. Warna pertama biru berarti angka 6..01 Gelang ke Empat (toleransi) ±1% (F) ±2% (G) Temp. Koefisien 100 ppm 50 ppm 15 ppm 25 ppm ±0. perkalian dengan 10 pangkat 2. untuk mendapatkan nilai Hambatan dengan resistansi yang unik atau tidak diproduksi. Untuk itulah pabrik menyantumkan nilai toleransi dari sebuah Hambatan agar para designer dapat memperkirakan seberapa besar faktor x yang harus mereka fikirkan agar menghasilkan yang mereka kehendaki.

Hambatan yang disusun seri dapat dijadikan menjadi 1 Hambatan.a. rangkaian pararel dapat juga dijadikan menjadi 1 yang disebut hambatan pengganti yang besarnya. Gambar 8. seperti dapat dilihat pada gambar 8. Rangkaian Seri Rangkaian seri terdiri dari 2 atau lebih Hambatan yang disusun secara berurutan. 1 1 1 1 1 = + + + . Hambatan yang satu Gambar 6. R1 R2 R3 Gambar 7. Bagaimana cara mentukan hambatan penggantinya? Perhatikan gambar 7 berikut. Rangkaian Pararel Seperti halnya rangkaian seri. Rangkaian Pararel Pada rangkaian pararel 2 atau lebih hambatan disusun secara bertingkat. + Rn = hambatan Pengganti (Ohm) = hambatan ke-1 = hambatan ke-2 = hambatan ke-3 = hambatan ke-n b. rangkaian seri Dari rangkaian pada gambar 7 dapat diperoleh hubungan yaitu atau Rp = R1 + R2 + R3 Keterangan : Rp R1 R2 R3 Rn Rp = R1 + R2 + R3 + .... yang disebut dengan hambatan pengganti.. Rangkaian Seri Pada Hambatan berada di belakang Hambatan yang lain. + R P R1 R2 R3 Rn Keterangan : Rp R1 R2 R3 Rn 11 | P a g e = = = = = hambatan Pengganti (Ohm) hambatan ke-1 hambatan ke-2 hambatan ke-3 hambatan ke-n .

Untuk digunakan pada voltage yang tinggi biasanya lebih disukai jenis wirewound. NTC resistansinya kecil bila panas dan makin dingin makin besar. Tahanan dalam potensiometer dapat dibuat dari bahan carbon dan ada juga dibuat dari gulungan kawat yang disebut potensiometer wirewound. bila pengaturan dapat dilakukan setiap saat oleh operator (ada tombol pengatur) dinamakan potensiometer dan apabila pengaturan dilakukan dengan obeng dinamakan trimmer potensiometer (trimpot).Resistor Variable (VR) Gambar 9. 12 | P a g e . Ada lagi resistor jenis lain ialah LDR (Light Depending Resistor) yang nilai resistansinya tergantung pada sinar / cahaya. Resistor Peka Terhadap suhu dan cahaya Nilai resistansi thermistor tergantung dari suhu. Resistor Peka Suhu dan Resistor Peka Cahaya Gambar 10. Sebaliknya PTC resistensi kecil bila dingin dan membesar bila panas. Macam-Macam Resistor Variabel Nilai resistansi resistor jenis ini dapat diatur dengan tangan. Ada dua jenis yaitu NTC (negative temperature coefficient) dan PTC (positive temperature coefficient).

Dioda Dioda atau diode adalah sambungan bahan p-n yang berfungsi terutama sebagai penyearah. susunan dan symbol dioda Sebagai contoh pemassangan dioda pada suatu rangkaian sebagai berikut: Gambar 12. LED 13 | P a g e . Bergantung pada polaritas tegangan yang diberikan kepadanya.2. Kondisi tersebut terjadi hanya pada diode ideal-konseptual.7V ini disebut sebagai tegangan halang (barrier voltage). A K P N Gambar 11.macam diantaranya yaitu:  dioda pemancar cahaya atau LED Light Emmiting Dioda atau lebih dikenal dengan sebutan LED (light-emitting diode) adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik Gambar 13. perlu tegangan lebih besar dari 0. diode bisa berlaku sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anode mendapatkan tegangan positif sedangkan katodenya mendapatkan tegangan negatif) dan berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian anode mendapatkan tegangan negatif sedangkan katode mendapatkan tegangan positif).7V (untuk diode yang terbuat dari bahan silikon) pada anode terhadap katode agar diode dapat menghantarkan arus listrik. Tegangan sebesar 0.3V. Cara Pemasangan Dioda Macam. Bahan tipe-p akan menjadi sisi anode sedangkan bahan tipe-n akan menjadi katode. Pada diode faktual (riil). Diode yang terbuat dari bahan Germanium memiliki tegangan halang kira-kira 0.

biased forward. yaitu: 1. bentuk gelombang di atas ( + ). yang terdiri dari jenis p dan n. komponen elektronika ini akan mengubah cahaya menjadi arus listrik.  dioda laser Dioda laser adalah sejenis laser di mana media aktifnya sebuah semikonduktor persimpangan p-n yang mirip dengan yang terdapat pada dioda pemancar cahaya. cahaya tampak. Namun demikian.707 utk pembagian v puncak. arus dihasilkan searah dengan nilai 0. Cahaya yang dapat dideteksi oleh dioda foto ini mulai dari cahaya infra merah. Transistor foto ini pada dasarnya adalah jenis transistor bipolar yang menggunakan kontak (junction) base-collector untuk menerima cahaya. Berbeda dengan dioda biasa. Gambar 15. Hal ini disebabkan karena elektron yang ditimbulkan oleh foton cahaya pada junction ini di-injeksikan di bagian Base dan diperkuat di bagian Kolektornya. Dioda laser kadang juga disingkat LD atau ILD. waktu respons dari Transistor-foto secara umum akan lebih lambat dari pada Dioda-Foto. Dioda Foto jalan umum secara otomatis. Simbol dari dioda foto Alat yang mirip dengan Dioda foto adalah Transistor foto (Phototransistor). pengukur cahaya pada kamera serta beberapa peralatan di bidang medis. 14 | P a g e . Dioda Foto Dioda foto adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Pada kedua jenis ini sering dihasilkan 2 tegangan. Komponen ini mempunyai sensitivitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan Dioda Foto. ultra ungu sampai dengan sinar-X. Aplikasi dioda foto mulai dari penghitung kendaraan di Gambar 14. Dioda laser baru ditemukan pada akhir abad ini oleh ilmuwan Universitas Harvard. Prinsip kerja dioda ini sama seperti dioda lainnya yaitu melalui sirkuit dari rangkaian elektronika.

Sebagai contoh. sebuah diode zener 3. atau untuk menstabilisasi tegangan untuk aplikasi-aplikasi arus kecil. Dioda yang biasa tidak akan mengijinkan arus listrik untuk mengalir secara berlawanan jika dicatu-balik (reverse-biased) di bawah tegangan rusaknya.2 Volt akan menunjukan tegangan jatuh pada 3. ini merupakan tegangan berbalik yang dapat merusak suatu kom­ ponen elektronika. dioda ini akan memberikan tegangan jatuh (drop voltage) sekitar 0. namun Dioda Zener dibuat sedemikian rupa sehingga arus dapat mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan yang Gambar 16. dioda biasa akan menjadi rusak karena kelebihan arus listrik yang menyebabkan panas. kecuali bahwa alat ini sengaja dibuat dengan tengangan rusak yang jauh dikurangi.2 Volt jika diberi catu-balik.6 Volt yang biasa untuk dioda silikon. Tegangan jatuh ini tergantung dari jenis dioda yang dipakai. Sebuah dioda Zener memiliki sifat yang hampir sama dengan dioda biasa. karena arusnya tidak terbatasi. disebut tegangan Zener. Sebuah dioda zener yang dicatu-balik akan menunjukan perilaku rusak yang terkontrol dan akan melewatkan arus listrik untuk menjaga tegangan jatuh supaya tetap pada tegangan zener. Namun proses ini adalah reversibel jika dilakukan dalam batas kemampuan.2. yang memungkinkan elektron untuk tembus (tunnel) dari pita valensi material tipe-p ke dalam pita konduksi material tipe-n.  dioda Schottky (SCR) 15 | P a g e .  diode Zener Sebuah dioda biasanya dianggap sebagai alat yang menyalurkan listrik ke satu arah. Namun. Sebuah dioda Zener memiliki p-n junction yang memiliki doping berat. Jika melampaui batas tegangan rusaknya. Simbol Dioda Zener diberikan melampaui batas "tegangan rusak" (breakdown voltage) atau "tegangan Zener". backforward biased. Dalam kasus pencatuan-maju (sesuai dengan arah gambar panah). sehingga dioda zener biasanya digunakan untuk membangkitkan tegangan referensi.

SCR Logo pada skema elektronik untuk SCR: Gambar 18. SCR sering disebut Therystor. Simbol SCR Guna SCR: • • Sebagai rangkaian Saklar (switch control) Sebagai rangkaian pengendali (remote control) Diagram dan skema SCR: 16 | P a g e . Pada gambar 15 terlihat SCR dengan anoda pada kaki yang berulir. SCR atau Tyristor masih termasuk keluarga semikonduktor dengan karateristik yang serupa dengan tabung thiratron. sedangkan katoda pada kaki yang panjang Gambar 17. Isi SCR terdiri dari PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda. Gerbang gate pada kaki yang pendek. Adalah Dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Sebagai pengendalinya adalah gate (G).SCR singkatan dari Silicon Control Rectifier.

memiliki tiga kaki. maka TRIAC pun dapat mengaliri arus bolak-balik. Ketiga kelompok tersebut adalah SCR ini sendiri. Sedangkan untuk terminal lainnya dinamakan main terminal 1 dan main terminal 2 (disingkat mt1 dan mt2). Simbol Skematik TRIAC Lambang TRIAC di dalam skema elektronika. Diagram dan Skema SCR Ada tiga kelompok besar untuk semikonduktor ini yang sama-sama dapat berfungsi sebagai Saklar (Switching) pada tegangan 120 volt sampai 240 volt. dua diantaranya terminal MT1 (T1) dan MT2 (T2) dan lainnya terminal Gate (G) 17 | P a g e . tidak seperti SCR yang hanya mengalirkan arus searah (dari terminal anoda ke terminal katoda).Gambar 19. Gambar 20. hanya saja pada TRIAC terdapat terminal pengontrol (terminal gate). DIAC dan TRIAC.  TRIAC TRIAC mempunyai kontruksi sama dengan DIAC. Seperti halnya pada DIAC.

Gambar 24. Polaritas pada DIAC 18 | P a g e . LowCurrent dan Medium-Current. Struktur DIAC Pada diagram menunjukkan ada lima lapisan dalam DIAC. Medium-Current TRIACS dapat mengontak sampai kuat arus 40 ampere dan mempunyai maksimal tegangan hingga 1.Triac adalah setara dengan dua SCR yang dihubungkan paralel. Pada gambar disamping diperlihatkan polaritas pada DIAC. TRIAC tidak mempunyai kemampuan kuasa yang sangat tinggi untuk jenis SCR. Artinya TRIAC dapat menjadi saklar keduanya secara langsung. DIAC Gambar diagram disamping memperlihatkan struktur dalam pada DIAC. Simbol DIAC Gambar 22. TRIAC. TRIAC digolongkan menurut kemampuan pengontakan. Gambar 25.  DIAC DIAC merupakan salah satu jenis dioda SCR. Simbol DIAC pada skema elektronik: Gambar 23. Konstuksi Simbol TRIAC Low-Current TRIAC dapat mengontak hingga kuat arus 1 ampere dan mempunyai maksimal tegangan sampai beberapa ratus volt. Gambar 21. memiliki dua terminal yaitu terminal 1 (T1) and terminal 2 (T2). Ada dua jenis TRIAC. berbeda dengan "saudaranya" yang memiliki tiga terminal. namun memiliki dua terminal (elektroda) saja.000 volt.

Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa Itali condensatore). seperti bahasa Perancis condensateur. kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat. merah. Kapasitor (Kondensator) Kondensator (Capasitor) adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik. Gambar 26. Salah satu jenis Kondensator beserta lambangnya • Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad. Lambang kondensator (mempunyai kutub positif dan negatif) pada skema elektronika. Kebanyakan bahasa dan negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris masih mengacu pada perkataan bahasa Italia "condensatore". Kondensator kini juga dikenal sebagai "kapasitor".untuk dapat menentukan dioda dalam keadaan baik atau tidak. dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. namun kata "kondensator" masih dipakai hingga saat ini. M = merah 3. Ditemukan oleh Michael Faraday (17911867). berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya. Tabel 2. tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya. Hasil Pengujian dioda Kaki I H M Kaki II M H Gejala ON OFF Kesimpulan I : Anoda II : Katoda Keadaan Baik Keterangan : H = hitam. kamu dapat melakukan pengujian pada dioda tersebut dengan menggunakan ohmmeter. 19 | P a g e . Indonesia dan Jerman Kondensator atau Spanyol Condensador • Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung. hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering disebut kapasitor (capacitor).

Pada massa kini. Pada Tabel 4 berikut merupakan kode warna dari Kapasitor Tabel 3. Satuan-satuan sentimeter persegi (cm²) jarang sekali digunakan karena kurang praktis. satuan yang banyak digunakan adalah: • • • • • 1 Farad = 1.000. Satu Farad = 9 x 1011 cm² yang artinya luas permukaan kepingan tersebut menjadi 1 Farad sama dengan 106 mikroFarad (µF).000 pF (piko Farad) 1 pF = 1. Kode Warna Pada Kapasitor Warna Nomor Faktor Perkalian Toleransi Voltase maksimum Hitam 0 ×1 ±20% 1 Coklat 1 100V ×10 Merah 2 250V ×102 Jingga 20 | P a g e 3 ×103 250V . Salah satu jenis kapasitor beserta lambangnya Namun kebiasaan dan kondisi serta artikulasi bahasa setiap negara tergantung pada masyarakat yang lebih sering menyebutkannya. kondensator sering disebut kapasitor (capacitor) ataupun sebaliknya yang pada ilmu elektronika disingkat dengan huruf (C). kapasitor mempunyai kode warna untuk menentukan besarnya kapasitansi. jadi 1 µF = 9 x 105 cm².000. Kini kebiasaan orang tersebut hanya menyebutkan salah satu nama yang paling dominan digunakan atau lebih sering didengar.000 nF (nano Farad) 1 nF = 1.000 pF (piko Farad) 1 µF = 1.000 µF (mikro Farad) 1 µF = 1.000 µµF (mikro-mikro Farad) Seperti halnya resistor. Satuan dalam kondensator disebut Farad. Gambar 27.Lambang kapasitor (tidak mempunyai kutub) pada skema elektronika.

2. ada yang persegi empat berwarna merah. Kondensator tetap ada tiga macam bentuk: a.005 µF 21 | P a g e . Jika pada badannya tertulis = 502. Kapasitor Keramik beserta lambangnya dibolak-balik karena tidak mempunyai kaki positif dan negatif.000 pF = 20 KpF = 0. nilai kapasitasnya = 5. tetapi ada juga yang sampai ribuan volt.02 µF. Dengan tegangan kerja maksimal 25 volt sampai 100 volt.Kuning Hijau Biru Ungu Abu-abu Putih 4 5 6 7 8 9 ×104 ×105 400V 400V 630V 630V 630V 630V ±10% Adapun cara memperluas kapasitor atau kondensator dengan jalan: 1. coklat dan lain-lain. Dalam pemasangan di papan rangkaian (PCB). Mempunyai kapasitas mulai dari beberapa piko Farad sampai dengan ratusan Kilopiko Farad (KpF). Memperluas permukaan variabel. Menyusunnya berlapis-lapis.000 pF = 5 KpF = 0. Kondensator tetap (nilai kapasitasnya tetap tidak dapat diubah) Kondensator tetap ialah suatu kondensator yang nilainya konstan dan tidak berubahubah. hijau. nilai kapasitasnya = 20. Memakai bahan dengan daya tembus besar Wujud dan Macam kondensator Berdasarkan kegunaannya kondensator kita bagi dalam: 1. Kondensator keramik (Ceramic Capacitor) Bentuknya ada yang bulat tipis. 3. Contoh misal pada badannya tertulis = 203. boleh Gambar 28.

Kondensator kertas Kondensator kertas ini sering disebut juga kondensator padder. coklat dan sebagainya.000 pF . 2.130 meter. = 13 me­ ter . hijau. Bentuknya persegi empat seperti permen.  Kapasitas 1. 22 | P a g e .800 pF untuk daerah gelombang SW 1.700 pF . Nilai kapasitas yang dipakai pada sirkuit oscilator antara lain:  Kapasitas 200 pF .2. Biasanya mempunyai warna merah.200 pF untuk daerah gelombang pendek (Short Wave / SW) SW 1 = 40 meter .49 meter.  Kapasitas 2. 3 dan 4. Misal pada radio dipasang seri dari spul osilator ke variabel condensator.500 pF untuk daerah gelombang menengah (Medium Wave / MW) = 190 meter .6.500 meter. Kondensator polyester Pada dasarnya sama saja dengan kondensator keramik begitu juga cara menghitung nilainya.b. c.

Gambar 29. 2 Macam Kondensator Variabel • Kondensator variabel 23 | P a g e . Kondensator variabel (nilai kapasitasnya dapat diubah-ubah) Kondensator variabel dan trimmer adalah jenis kondensator yang kapasitasnya bisa diubah-ubah. Kerusakan umum pada kondensator elektrolit di antaranya adalah:  Kering (kapasitasnya berubah)  Konsleting  Meledak.2. Kondensator elektrolit (Electrolite Condenser = Elco) Kondensator elektrolit atau Electrolytic Condenser (sering disingkat Elco) adalah kondensator yang biasanya berbentuk tabung.) adalah kaki negatif. Selain kondensator elektrolit yang mempunyai polaritas pada kakinya. Kondensator ini dapat berubah kapasitasnya karena secara fisik mempunyai poros yang dapat diputar dengan menggunakan obeng. ditandai oleh kaki yang panjang positif sedangkan yang pendek negatif atau yang dekat tanda minus ( . ada juga kondensator yang berpolaritas yaitu kondensator solid tantalum. Nilai kapasitasnya dari 0. 3.47 µF (mikroFarad) sampai ribuan mikroFarad dengan voltase kerja dari beberapa volt hingga ribuan volt. Gambar 30. mempunyai dua kutub kaki berpolaritas positif dan negatif. jika batas maksimum voltase dilampaui juga bisa meledak. Berbagai macam lambang gambar untuk Kapasitor Elektrolit pada skema elektronika Tampak pada gambar 26 diatas polaritas negatif pada kaki Kondensator Elektrolit. yang dikarenakan salah dalam pemberian tegangan positif dan negat­ ifnya.

Rangkaian Pararel Pada kapasitor 24 | P a g e . Kondensator variabel dengan spul antena dan spul osilator berfungsi sebagai pemilih gelombang frekuensi tertentu yang akan ditangkap. Gambar 31. mempunyai kapasitas maksimum sekitar 100 pF (pikoFarad) sampai 500 pF (100pF = 0. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar 33 dan 34 dibawah ini. kapasitor dapat dirangkai secara seri dan pararel. Lambang gambar untuk Kondensator Variable pada skema elektronika • Kondensator trimer Sedangkan kondensator trimer dipasang paralel dengan variabel kondensator berfungsi untuk menepatkan pemilihan gelombang frekuensi tersebut.Kondensator trimer mempunyai kapasitas dibawah 100 pF (pikoFarad).0001µF). Lambang gambar untuk Kondensator Trimer pada skema elektronika Kerusakan umumnya terjadi jika: 1. Korsleting 2. masing-masing mempunyai nilao beda potensial yang sama. Setengah korsleting (penangkapan gelombang pemancar menjadi tidak normal) Rangkaian Seri dan Pararel pada Kapasitor Seperi halnya pada resistor. Sehingga. Kapasitor dalam rangkaian pararel. Gambar 33. Gambar 32. dapat dicari kapasintasi total dari kapasitor.Kondensator variabel terbuat dari logam.

. Rangkaian Kapasitor secara seri Cara menguji kapasitor adalah sebagai berikut: a..ubah atau berbeda oleh: Gambar 34. + C p C1 C2 Cn Pada penyusunan kapasitor secara seri seperti pada gambar 13. Bila menunjukkan harga tertentu dan tidak bergerak ke tak terhingga dikatakan kapasitor bocor dan bila tidak bergerak sama sekali kemungkinan kapsitor putus atau range ohmmeter kurang besar. Kapasitor yang mempunyai polaritas (mempunyai kutub negatif dan positif) Untuk menguji kapasitor berpolaritas digunakan ohmmeter dimana jolok merah dihubungakan dengan kutub negatif dan kolok hitam pada kutub positif. Bila jarum menunjukkan harga tertentu kemudian kembali ke tak terhingga (Sangat besar sekali) dikatakan kapasitor baik.. Sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut: 1 1 1 1 = + . kita dapatkan bahwa arus yang melewati kapasitor bernilai tetap sedangkan tegangan yang melewatinya berubah. + C n Alasan untuk merangkai kapasitor secara paralel adalah untuk meningkatkan total jumlah beban penyimpanan. 25 | P a g e . b.. meningkatkan kapasitansi itu juga meningkatkan jumlah itu energi yang dapat disimpan. Dengan kata lain.Dari gambar tersebut dapat dirumuskan C p = C1 + C 2 + . Kapasitor nonpolar Caranya sama dengan kapasitor berpolaritas hanya saja kamu tidak perlu memperhatikan kutub positif dan kutub negatif.

Gambar 35. kita harus menghitung nilai hambatan yang dimiliki oleh emitor dan kolektor. Transistor NPN Untuk menentukan kaki basis. Apabila kaki II hambatannya lebih besar dari kaki III maka dapat kita simpulkan bahwa kaki II merupaka kolektor dan kaki III merupakan emitor. Sedangkan untuk menentukan kaki emitor dan kolektor.4.OFF maka kaki basis ON pada saat dipasang polaritas negative atau OFF saat dipasang polaritas positif maka jenis transistor adalah PNP. ditemukan bahwa kaki I adalah kaki Basis.emitor dan kolektor dengan secara tidak langsung adalah sebagai berikut: Tabel 4. ON kemudian bila dibalik polaritasnya menunjukkan gejala OFF. Transistor Merupakan komponen elektronika yang terdiri dari tiga lapisan semikonduktor sebagai contoh NPN dan PNP. Basis/Base (B) dan Kolektor/collector (C). Transistor PNP E N P N C B Gambar 37. yang mana selama pengukuran harus ada kaki acuan (patokan) dan menunjukkan gejala ON. 26 | P a g e . Hasil Pengujian Transistor Kaki I M M H H Kaki II H M Kaki III H M Gejala ON ON OFF OFF Dari hasil Tabel 4. Transistor mempunyai tiga kaki yang disebut dengan Emitor (E). Macam-macam Transistor E P N P C B Gambar 36.

Sebagai mixer 4. Gambar 39.Transistor dapat dipergunakan antara lain untuk: 1. maka hanya digunakan pada bagianbagian yang memang memerlukan. 27 | P a g e . serta desah yang rendah. tegangan dan daya (AC dan DC) 2. Uni Junktion Transistor Uni Junktion Transistor (UJT) adalah transistor yang mempunyai satu kaki emitor dan dua basis. Field Effect Transistor Beberapa Kelebihan FET dibandingkan dengan transistor biasa ialah antara lain penguatannya yang besar. Field Effect Transistor (FET) Field Effect Transistor (FET) adalah suatu jenis transistor khusus.Sebagai penguat arus. Tidak seperti transistor biasa. Kegunaan transistor ini adalah terutama untuk switch elektronis. Ada Dua jenis UJT ialah UJT Kanal N dan UJT Kanal P. 2. yang akan menghantar bila diberi arus di basis. transistor jenis FET akan menghantar bila diberikan tegangan (jadi bukan arus). Ujud fisik FET ada berbagai macam yang mirip dengan transistor.Sebagai penyearah 3.Sebagai switch Transistor mempunyai 3 jenis diantaranya yaitu: 1. Uni Junktion Transistor (UJT) Gambar 38. Karena harga FET yang lebih tinggi dari transistor.Sebagai osilator 5. Drain (D) dan Source (S). Kaki-kakinya diberi nama Gate (G).

28 | P a g e . Mengingat harga yang cukup tinggi.Seperti halnya transistor. Gambar 40. mengemasnya menggunakan kertas timah. Penggunaannya misalnya sebagai RF amplifier pada receiver untuk memperoleh amplifikasi yang tinggi dengan desah yang rendah. satu Source dan satu atau dua Gate. ada dua jenis FET yaitu Kanal N dan Kanal P. pematriannya menggunakan jenis solder yang khusus untuk pematrian MOSFET. MOSFET Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET) adalah suatu jenis FET yang mempunyai satu Drain. Kecuali itu terdapat beberapa macam FET ialah Junktion FET (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET). terdapat dua macam MOSFET ialah Kanal P dan Kanal N. Seperti halnya pada FET. MOSFET Gambar 40. maka MOSFET hanya digunakan pada bagian bagian yang benarbenar memerlukannya. MOSFET mempunyai input impedance yang sangat tinggi. 3. Simbol MOSFET Dalam pengemasan dan perakitan dengan menggunakan MOSFET perlu diperhatiakan bahwa komponen ini tidak tahan terhadap elektrostatik.

Pada bagian primer atau pun bagian sekunder terdiri dari lilitan-lilitan Gambar 41. sedangkan pada bagian sekunder tegangan yang masuk disebut dengan tegangan sekunder (Vs) dengan lilitannya disebut dengan lilitan sekunder (Ns). Transformator (TRAFO) Transormator (atau yang lebih dikenal dengan nama trafo) adalah suatu alat elektronik yang memindahkan energi dari satu sirkuit elektronik ke sirkuit lainnya melalui pasangan magnet. Trafo mempunyai dua bagian diantaranya yaitu bagian input (primer) dan bagian output (sekunder). tegangan yang masuk disebut dengan tegangan primer (Vp) dengan lilitannya disebut dengan lilitan primer (Np). Pada bagian primer.5. Sehingga didapatkan hubungan bahwa: Vp Np Is = = Vs Ns Ip Keterangan: Vp Vs Np Ns Is Ip = tegangan primer (volt) = tegangan sekunder (volt) = jumlah lilitan primer (lilitan) = jumlah lilitan sekunder (lilitan) = Arus Primer (Ampere) = Arus Sekunder (Ampere) Jenis-jenis trafo:        Trafo Step down digunakan untuk menurunkan tegangan Trafo step up digunakan untuk menaikkan tegangan Adaptor digunakan untuk mengubah arus AC (alternating current) menjadi DC (direct current) Trafo input Trafo output Trafo filter Dan lain-lain 29 | P a g e . Trafo tembaga.

maka saklar akan sering tidak bekerja. dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan sambung (on) atau putus (off) dalam rangkaian itu. 7. yang banyak digunakan pada radio adalah inti udara dan inti ferrite. Saklar Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan listrik. Sebagai alat kopel (penyambung) 30 | P a g e . Kalau logam yang dipakai terbuat dari bahan oksida biasa. Selain untuk jaringan listrik arus kuat. Tergantung pada kebutuhan. Kumparan (Coil) Gambar 43. atau untuk menghubungkannya. Untuk mengurangi efek korosi ini. Macam-macam saklar Secara sederhana. Coil juga disebut inductor. Sebagai kumparan redam 2. Sebagai filter 4. coil digunakan : 1. Dalam pesawat radio. Material kontak sambungan umumnya dipilih agar supaya tahan terhadap korosi. Sebagai pengatur frekuensi 3. saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada suatu rangkaian. Kumparan Inti udara dan inti Besi Coil adalah suatu gulungan kawat di atas suatu inti. nilai induktansinya dinyatakan dalam besaran Henry (H). paling tidak logam kontaknya harus disepuh dengan logam anti korosi dan anti karat. Jadi saklar pada dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik. Gambar 42. saklar berbentuk kecil juga dipakai untuk alat komponen elektronika arus lemah.6.

bila Gambar 45. bentuk coil ini serupa dengan trafo IF. Coil semacam ini banyak digunakan pada osilator agar Gambar 44. Suatu trafo dengan tap bila gulungan sebelum tap dan sesudah tap symetris disebut bifilar. bila diberi dua tap disebut trifilar. Penyambungan dilakukan sedemikian sehingga kedua gulungan sebelum dan sesudah tap mempunyai arah gulungan yang sama. Trafo Kopel jumlah gulungannya berbeda. Demikian juga untuk trifilar. dalam pesawat radio transceiver digunakan untuk memindah-mindah aliran listrik dari bagian receiver ke bagian transmitter dan memindah-­ mindah antena dari receive ke transmit.8. dilakukan dengan menumpuk tiga kawat. Coil Variabel frekuensi dapat diaturatur. Reley 6 Volt 31 | P a g e . kemudian kedua ujungnya dihubungkan kembali (disolder). Seperti halnya pada power trafo. Trafo Kopel Trafo kopel digunakan untuk meneruskan listrik AC disertai perubahan impedansi. Coil Variabel Coil variabel adalah coil dengan induktansi yang dapat diubah-ubah. perubahan dilakukan dengan memutar posisi inti ferrite. primer dan sekunder dapat digulung secara terpisah atau dapat juga digulung bersusun. Gambar 46. Cara penggulungan trafo bifilar dilakukan dengan menumpuk dua kawat dan digulung bersamasama. Kita ketahui bahwa gulungan kawat pada suatu inti tertentu. Reley Reley adalah suatu switch yang digerakkan secara elektris. 9. 10. cenderung akan memberikan impedansi yang berbeda pula.

Bagian-bagian Kabel dikenal karena mudah menggarapnya dan terdapat banyak di pasaran. Jenis microphone yang lain lagi adalah carbon mic dan crystal mic. 12. Suatu parameter penting dari suatu coaxial cable adalah impedansinya. akan bergerak-gerak dan menggetarkan membran audio. Bagian-Bagian Microphone mic (ECM). Loudspeaker system Speaker pada radio digunakan untuk mengubah getaran listrik yang berasal dari detector menjadi getaran suara. Gambar 49. Bila kumparan dilalui oleh arus AC audio. Speaker dengan ukuran 3.11. Kumparan tersebut dihubungkan dengan suatu membran audio. 32 | P a g e . Bagian-bagian Speaker 13.5 Inchi terdapat pada radio kecil . yang dinyatakan dalam satuan OHM. Coaxial Cable Untuk menghubungkan transmitter dengan antena bisa digunakan twin lead atau coaxial cable. akan tetapi coaxial cable lebih Gambar 50. Gambar 50. akan tetapi yang banyak dipakai adalah dynamic mic dan condensor mic atau electret condensor Gambar 47. Microphone Berbagai jenis microphone dipakai pada transceiver. Dalam speaker terdapat magnet dan suatu kumparan yang dapat bergerak bebas. Speaker Gambar 48.

Teknologi radio dengan tabung-tabung elektron. Perkembangan teknologi material seperti sekarang ini yang terintegrasi dengan perkembangan teknologi peroketan memberi peluang melajunya perkembangan di bidang satelit. Dengan perkembangan di bidang ilmu bahan (material science) yang pesat sehingga diketemukannya bahan-bahan semiconductor seperti silicon. Satelit dapat memuat berbagai peralatan elektroinik yang canggihcanggih dengan sumber daya dari solar cell yang bobotnya tidak terlalu besar. satu berada ditangah disebut inner dan yang satunya menyelubungi konduktor yang ditengah tadi yang disebut outer. Bentuk IC bisa bermacam-macam. Material science berkembang terus dengan pesat dan komponen elektronik menjadi makin kecil dengan kemampuan yang makin besar. 14. Komponen disebut semiconductor karena bahan utama untuk membuatnya adalah bahan semiconductor.Dalam coaxial cable terdapat dua konduktor. Beberapa Gambar 51. ada yang berkaki 3 misalnya LM7805. outer ini dihubungkan dengan ground.3 MM dan RG58A/U dengan diamater luar 5 MM. Coaxial cable yag banyak terdapat di pasaran dikenal dengan nomor seri RG8/U dengan diameter luar 10. ringan dan lebih hemat energi. germanium dan sebagainya serta pengetahuan tentang sifat-sifatnya. Integrated Circuit Integrated Circuit (IC) sebenarnya adalah suatu rangkaian elektronik yang dikemas menjadi satu kemasan yang kecil. masing-masing pempunyai impedansi 50 OHM. Suatu IC yang kecil dapat memuat ratusan bahkan ribuan komponen. memberikan era baru bagi perkembangan peralatan komunikasi radio. Komponen Aktif Radio Selanjutnya akan di perkenalkan beberapa komponen aktif yang banyak digunakan di radio. ada yang seperti transistor dengan kaki banyak misalnya LM741. komponen tersebut umumnya merupakan komponen semikonduktor. 33 | P a g e . ialah suatu bahan yang dapat bersifat konductor akan tetapi dapat pula bersifat isolator. Macam-macam IC rangkaian yang besar dapat diintegrasikan menjadi satu dan dikemas dalam kemasan yang kecil. sedikit demi sedikit ditinggalkan dan digantikan dengan komponen semiconductor yang kecil.

LM741.Bentuk IC ada juga yang menyerupai sisir (single in line). misalnya operational amplifier type 741 dapat muncul dengan tanda uA741. Setiap IC ditandai dengan nomor type. IC yang berbentuk bulat dan dual in line. bentuk lain adalah segi empat dengan kaki-kaki berada pada ke empat sisinya. Kode lain menunjukkan pabrik Gambar 53. RM741 SN72741 dan sebagainya. jadi bila nomornya sama maka IC tersebut sama fungsinya. IC Kaki ganda pembuatnya. 34 | P a g e . nomor ini biasanya menunjukkan jenis IC. kaki-kakinya diberi bernomor urut dengan urutan sesuai arah jarum jam. kaki nomor SATU diberikan bertanda titik. akan tetapi Gambar 52. IC Kaki Tunggal kebanyakan IC berbentuk dual in line (DIL). MC741.

seperti sinso yang biasa digunakan menggergaji pohon. Menggunakan gergaji untuk memotong bahan berbahaya karena tepinya yang tajam dan dan jangan sampai menyenuh kulit ketika menggunakannya. solder 35 | P a g e . Ada banyak jenis gergaji. mata dan kulit. Gambar 54. Beberapa merupakan peralatan tangan yang bekerja dengan kekuatan otot. Bagian suatu benda yang dipotong gergaji bisa terbang kabur dan berbahaya buat pernapasan. Beberapa gergaji memiliki sumber tenaga lainnya dan amat kuat. seperti gergaji dalam gambar diatas. Salah satu jenis gergaji. Gergaji biasa menimbulkan suara ribut.BAB V PERKAKAS ELEKTRONIKA Gergaji Gergaji ialah alat yang digunakan untuk memotong sesuatu. Solder Gambar 55.

Timah Patri 36 | P a g e . Penggarapan komponen jenis MOS ini umumnya digunakan solder battery dan tidak menggunakan listrik PLN. ada yang berbentuk pensil dan ada yang berbentuk pistol. Ujungnya solder yang runcing itu merupakan tempat berkumpulnya muatan listrik. Jadi kalau ujung solder kotor. Solder dengan berukuran 30 Watt biasanya sudah cukup baik digunakan untuk patri komponen elektronik. ia mudah rusak karena listrik. Ujung solder biasanya dilapisi dengan lapisan anti size (anti menempel) dimaksudkan agar timah patri mau melekat di barang yang dipatri dan tidak nempel ikut dengan ujung solder. pembersihan dilakukan dengan menghapus dengan spons basah dan tidak boleh sekalikali diampelas atau dikikir. Untuk keperluan pematrian komponen jenis MOS. Beberapa komponen elektronik seperti jenis MOS sangat peka terhadap elektrostatik. Biasanya solder pistol mempunyai dua macam voltage. pada posisi standby biasanya voltage kecil dan bila ditekan voltage menjadi maksimum. Solder bentuk pensil kebanyakan digunakan untuk pekerjaan yang kontinue sedang solder pistol biasanya digunakan untuk pekerjaan yang tidak kontinue. pipih bengkok dan sebagainya. pipih lurus. ada yang kecil runcing.Di pasaran dapat dijumpai berbagai macam bentuk solder. maka ujung solder harus di ground. Solder mempunyai berbagai bentuk ujung. sebagai baterry biasanya digunakan NiCd. Timah Patri Gambar 56.

Selain timah patri. Cara Mematri / Menyolder Sewaktu akan digunakan. Untuk keperluan sehari-hari digunakan timah patri rosin 60/40 berbentuk kawat dengan diameter 1 MM atau 0. dalam pekerjaan patri mematri sering diperlukan pasta patri. karat atau kotoran lainya. solder ditunggu hingga panasnya mencukupi dan ujung solder dibersihkan dahulu dengan spons. sedangkan alloy eutetic yang terdiri atas 63% perak dan 37% timah mempunyai titik leleh sekitar 180C.Ada berbagai jenis timah patri terjual di toko-toko elektronik. Kedua jenis digunakan untuk patri komponen elektronik. tempelkan timah patri sehingga meleleh dengan jumlah secukupnya. digunakan untuk memudahkan patri menempel misalnya pada pematrian kawat atau terminal. Timah patri 50/50 mempunyai titik leleh 213C dan timah patri 40/60 mempunyai titik leleh 235C. Tempat yang akan disolder dipanasi terlebih dahulu dengan ujung soler sehingga cukup panas kemudian dengan ujung solder tetap menempel pada barang yang dipatri. bebas dari lemak. Komponen terletak erat pada PCB dan PCB harus erat pula sehingga tidak goyang sewaktu dipatri. kedua jenis timah patri ini jarang digunakan untuk komponen elektronik dan jenis ini digunakan untuk mematri barangbarang yang tahan panas misalnya sambungan kawat ground dan sebagainya.85 MM. biasanya timah patri untuk keperluan pematrian komponen elektronik berbentuk seperti kawat. Bahan yang akan disolder harus bersih. Olesan pasta juga berfungsi untuk mencegah oksidasi pada waktu barang yang dipatri itu dipanasi. ujung solder dilapisi terlebih dahulu dengan timah patri sehingga tipis dan merata. Untuk solder yang baru. Bahan alloy itu berbentuk buluh panjang yang berisi bahan organik berupa pasta yang disebut rosin. ditunggu sebentar 37 | P a g e . Alloy yang terdiri atas campuran 60 % perak dan 40% timah akan meleleh pada suhu 190C. Bahan patri yang baik digunakan untuk komponen elektronik adalah jenis alloy yang terdiri atas bahan perak dan timah.

komponen komponen harus terhubung secara elektris dengan baik. diusahakan proses pemanasan sesingkat mungkin.sehingga patri terlihat mengepyar. 38 | P a g e . ialah dengan menunggu terlebih dahulu solder mencapai panas yang cukup tinggi sebelum ditempelkan. Ditunggu beberapa saat sampai timah mengeras dan tidak boleh goyang. baru dibawa ke tempat yang akan dipatri. Untuk pematrian komponen semiconductor. akhirnya timah patri ditarik dan kemudian solder ditarik pula. Setelah pematrian selesai semua. Bila perlu body komponen dibungkus dengan kain basah sehingga panas dari kaki komponen tidak menjalar kebody komponen. muka PCB bekas patrian dibersihkan dengan thinner untuk menghilangkan sisasisa pasta yang masih menempel di PCB. Prosedur ini sama sekali tidak dianjurkan. Hasil Patrian Disini sering terjadi kesalahan ialah timah patri ditempel dahulu di ujung solder. Pekerjaan pematrian kelihatannya memang mudah. akan tetapi agar hasilnya baik memerlukan latihan yang benar dan cukup banyak. karena kedua barang yang akan dipatri harus samassama dalam keadaan panas. Gambar 57. Karena patri komponen elektronik kecuali harus menempel erat. baru patri dilelehkan di atasnya.

Bor 39 | P a g e .Penyedot Timah Gambar 58. menghilangkan patrian dapat dilakukan dengan dengan cara kapiler misalnya dengan kawat kasa halus atau dengan ujung kawat serabut. Robertson (kotak). Kecuali dengan sedotan timah. Jenis obeng lain yang digunakan di negara-negara lain antara lain Torx (bintang segi enam). Jenis yang sangat umum di Indonesia adalah model Phillips (+) and slotted (-). Obeng Gambar 59. Berbagai macam obeng Obeng adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengencangkan atau mengendorkan baut. Hex (segi enam). Penyedot Timah Dalam kegiatan patri mematri sering diperlukan penyedot timah untuk misalnya pencabutan komponen yang harus diganti. Ada beberapa model obeng yang digunakan di seluruh dunia.

Bor listrik dan Bor Tangan Bor digunakan untuk membuat lubang pada chasis atau PCB. Setiap bor mempunyai berbagai ukuran mata bor. Apabila kita ingin membuat lubang. Bor ada dua macam yaitu bor tangan dan bor listrik. kita harus memilih mata bor agar lubang yang kita buat sesuai dengan keinginan. 40 | P a g e .Gambar 60.

Tang runcing digunakan untuk membengkokkan kaki – kaki komponen yang akan kita pasang pada chasis atau PCB Gambar 63. Gambar 62.Tang Tang dibedakan menjadi tiga (3) macam. Tang pemotong digunakan untuk memotong atau mengupas kabel. Gambar 61. Tang ini dapat juga digunakan sebagai pemotong kaki – kaki pada komponen elektronika yang terlalu panjang. Tang Besar b. Tang Pemotong c. Tang besar. Tang Runcing 41 | P a g e . yaitu : a. digunakan untuk memutar atau memegang mur dari baut yang sedang kita keraskan. Tang ini dapat juga digunakan untuk membengkokkan plat logam yang tipis.

papan sirkuit Berlubang karena diproduksi secara massal dengan cara pencetakan. 1943 .Amerika Serikat menggunakan papan sirkuit dengan jumlah besar dalam radio militer mereka. • • 42 | P a g e . Foto dari desain sirkuit dan realisasinya Papan sirkuit cetak (bahasa Inggris: printed circuit board atau PCB) adalah sebuah papan yang penuh dengan sirkuit dari logam yang menghubungkan komponen elektronik satu sama lain tanpa kabel. 1948 . Kronologi sejarah • 1936 .Komersialisasi papan sirkuit cetak di Amerika Serikat. Papan sirkuit ini mendapatkan namanya Gambar 65.Papan sirkuit cetak pertama kali ditemukan oleh Paul Eisler. ilmuwan Austria yang memasukkan penggunaan papan sirkuit ini ke dalam sebuah radio.BAB VI PAPAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA Papan sirkuit cetak Gambar 64.

dan 4. 43 | P a g e . antara lain: 1.Setelah tahun 1950. Transistor 3. merubah. Komponen lainnya. Pada project board. papan sirkuit cetak telah digunakan secara massal di dalam industri elektronik. Keistimewaan lainnya dari Project board dapat dipakai untuk menampung berbagai macam komponen elektronika yang berbeda. IC(intregated Circuit) 2. Dengan menggunakan Project board kita dapat memasang komponen elektronika secara tidak permanen. Project Board sehingga kesalahan-kesalahan fatal tidak terjadi. Project Board/Bread Board/Wish Board Cara penggunaan papan rangkaian ini sangatlah sederhana dan praktis. untuk menghubungkan antar komponen tidak perlu di solder karena pada papan ini sistem hubungnya (interkoneksi) yang dapat menjepit komponen. dan memperbaiki suatu rangkaian yang dianggap belum sempurna atau mengalami salah hubung Gambar 66. Dioda. Dengan menggunakan papan rangkaian ini kita dapat dengan mudah memasang. Komponen atau kawat penghubung dengan mudah dapat dilepas dan di tancapkan kembali berulang kali.

Alat ohm-meter ini menggunakan galvanometer untuk mengukur besarnya arus listrik yang lewat pada suatu hambatan listrik (R). yang kemudian dikalibrasikan ke satuan ohm. Ohm-meter Ohm-meter adalah alat pengukur hambatan listrik. atau A·m dalam satuan SI. Alat ini terdiri dari tiga buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite yang dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik. dan dapat berupa alat ukur analog (jarum. Gambar 67. Lempengan luar berperan sebagai anoda sedangkan yang di tengah sebagai katoda. Voltmeter digital Amper-meter Amper-meter adalah alat pengukuran untuk mengukur arus listrik baik untuk listrik DC maupun AC.BAB VII ALAT UKUR Voltmeter Merupakan alat/perkakas untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Untuk Gambar 68. Besarnya satuan hambatan yang diukur oleh alat ini dinyatakan dalam ohm. A-m. Amper-meter analog jenis analog. Umumnya tabung tersebut berukuran 15 x 10cm (tinggi x diameter). untuk model lama) maupun alat ukur digital (untuk yang baru dan yang lebih akurat). amper-meter ini menggunakan kekuatan magnit yang biasanya tidak bisa mengukur secara tepat. Alat amper-meter ini mempunyai simbol A m. yaitu daya untuk menahan mengalirnya arus listrik dalam suatu konduktor. 44 | P a g e .

dan multimeter analog. Multimeter digital Gambar 71. Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multimeter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya). avometer ada yang menggunakan jarum dan ada yang menggunakan display angka. maupun listrik DC. Bagian-bagian Multimeter 45 | P a g e . Sebagai penunjuk besaran.Besarnya hambatan listrik ini ditentukan mengikuti rumusan: V menyatakan voltase dan I menyatakan besarnya arus listrik yang mengalir. Multimeter analog Multimeter adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt/Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter). maupun arus (amper-meter). Ohm-meter Multimeter / AVOMeter Gambar 70. hambatan (ohm-meter). Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC. Alat ini dilengkapi dengan dua kabel penyidik yang berwarna Gambar 72. Gambar 69.

tombol NOL diatur sehingga jarum menjukkan tepat pada angka NOL. avometer memerlukan sumber listrik berupa battery. maka akibatnya akan fatal. Pada penggunaan alat ini perlu selalu diperhatikan pemilihan jangkah yang tepat. dibiasakan meletakkan jangkah pada posisi OFF atau VDC angka tertinggi. Kesalahan pemilihan jangkah dapat mengakibatkan kerusakan avometer misalnya pengukuran voltage dengan jangkah pada OHM. Tombol NOL Setiap pengukuran resistansi. harus dibiasakan memilih jangkah tertinggi. jarum harus menunjukkan tepat angka NOL. bila tidak sekerup kontrol NOL diatur ulang.masing-masing merah dan hitam. Bila besaran yang diukur tidak dapat diperkirakan sebelumnya. kemudian ujung kabel penyidik merah dan hitam disentuhkan dan lakukan zero seting dengan memutar tombol nol. Setiap selesai pengukuran. Dalam penyimpanan yang cukup lama. . Untuk dapat bekerja. MENGUKUR RESISTANSI Pilih jangkah pada OHM. Kabel Penyidik Kabel MERAH dipasang pada lubang PLUS dan kabel hitam dipasang pada lubang MINUS atau COMMON. 46Gambar e Cara mengukur Resistor | P a g 73. Sekerup Kontrol NOL Sebelum pengukuran. Saklar Jangkah Saklar jangkah digunakan untuk memilih jenis besaran yang diukur dan jangkah pengukuran. battery ini harus dilepaskan. Umumya pada avometer terdapat tombol-tombol sebagai berikut ini.

Hasil pengukuran adalah tegangan efektif (Veff). Bila jarum tidak bergerak. penyidik merah pada positif dan hitam pada negative.MENGUKUR TEGANGAN DC MENGUKUR TEGANGAN DC Perkirakan tegangan yang akan diukur. Gambar 76. jangkah pada x100 . dan melalui kedua titik yang terputus tadi arus dilewatkan melalui avometer. Cara Menguji Kondensator Bila jarum menyimpang ke KANAN dan kemudian secara berangsurangsur kembali ke KIRI. Cara mengukur Arus DC muatan semua elco didischarge. perkirakan tegangan yang akan diukur. di atas 1000 F. Dengan jangkah pada OHM. sebelumnya Gambar 75. MENGUKUR TEGANGAN AC Seperti halnya pada pengukuran VDC. berarti kondensator baik. jangkah x1 dan menguji kondensator non elektrolit 47 | P a g e . letakkan jangkah pada skala yang lebih tinggi. MENGUKUR ARUS (SEARAH) Rangkaian yang akan diukur diputuskan pada salah satu titik. MENGUJI KONDENSATOR Sebelumnya muatan kondensator didischarge. Pada umumnya avometer hanya dapat mengukur arus berbentuk sinus dengan frekuensi antara 30 Hz30 KHz. kondensator putus dan bila jarum mentok ke kanan dan tidak balik. kemungkinan kondensator bocor. Cara mengukur Tegangan DC MENGUKUR DAYA Daya dihitung dari hasil pengukuran arus dan tegangan. letakkan jangkah pada skala yang lebih tinggi. Gambar 74. tempelkan penyidik merah pada kutub POS dan hitam pada MIN.

Cara Menguji Dioda Dengan jangkah VDC. jarum harus meyimpang ke kanan. Cara demikian juga dapat digunakan untuk mengetahui mana anoda dan mana katoda dari suatu diode yang gelangnya terhapus. MENGUJI DIODA. dan bila 0.jangkah pada x10 k. Panyidik dibalik ialah merah ke anoda dan hitam ke katoda. MENGUJI TRANSISTOR Transistor digabung. maka kemungkinan dioda germanium. Cara Menguji Dioda harus tidak bergerak. sehingga ekivalen prisip dengan dua buah dioda yang pengujian dioda diterapkan pada pengujian transistor. Bila tegangan katodaanoda 0. Bila tidak demikian berarti kemungkinan diode rusak. dan koneksi baik bila resistansinya menunjukkan angka NOL. untuk kapasitas sampai 100 F MENGUJI HUBUNGAN PADA CIRCUIT Suatu circuit atau bisa juga kumparan trafo diperiksa resistansinya. Dengan jangkah OHM x1 k atau x100 penyidik merah ditempel pada katoda (ada tanda gelang) dan hitam pada anoda. Gambar 79.6 V kemungkinan dioda silicon. Cara Menguji Transistor Untuk transistor jenis NPN. pengujian dengan jangkah pada x100 harus ke kanan lagi. penyidik hitam ditempel pada Basis dan merah pada Kolektor. jarum harus ke kanan.2 V. Bila penyidik merah dipindah ke Emitor. bahan suatu dioda dapat juga diperkirakan dengan circuit pada gambar 57. Gambar 78. Untuk menguji elco 10 F jangkah pada x10 k atau 1 k. jarum 48 | P a g e . . jarum Gambar 77.

Cara Menguji FET 49 | P a g e . jarum harus sedikit menyimpang ke kanan dan bila dibalik jarum harus tidak menyimpang. Kemudian penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor. maka janis FET adalah kanalP dan bila tidak.Kemudian penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor. ialah salah parameter penting suatu transistor. Demikian pula bila penyidik merah dipindah ke Emitor. bila voltage 0. MENGUJI FET Penentuan jenis FET dilakukan dengan jangkah pada x100 penyidik hitam pada Source dan merah pada Gate. Bila salah satu peristiwa tersebut tidak terjadi. Gambar 80. pengujian dilakukan dengan penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor.2 V germanium dan bila 0. penyidik hitam ditempel pada kolektor dan merah pada emitor. Selanjutnya dengan jangkah pada 1 k. Untuk transitor jenis PNP. Pengujian cukup dilakukan antara Basis dan Emitor. Cara Menguji Jenis Transistor Kita dapat menggunakan cara tersebut untuk mengetahui mana Basis. maka kemungkinan transistor rusak. Dengan circuit seperti pada gambar 59. dapat diperkirakan bahan transistor. jarum harus meyimpang ke kanan. Gambar 81. Bila jarum menyimpang. Selanjutnya analog dengan pangujian NPN. jarum harus tidak menyimpang dan bila penyidik hitam dipindah ke Emitor jarum juga harus tidak menyimpang. mana Kolektor dan mana Emitor suatu transistor dan juga apakah jenis transistor PNP atau NPN. jarum arus menyimpang ke kanan lagi. Beberapa jenis multimeter dilengkapi pula fasilitas pengukur hFE. FET adalah kanalN.6 V maka kemungkinan silicon. jarum harus tidak menyimpang dan bila penyidik hitam dipindah ke Emitor jarum juga harus tidak menyimpang.

MENGUJI UJT Cara kerja UJT (Uni Junktion Transistor) adalah seperti switch. maka UJT masih baik. Cara Menguji UJT Jangkah pada 10 VDC dan potensio pada minimum. Gambar 82. Jangkah diletakkan pada x1k atau x10k. resistansi harus tak terhingga. obeng kembang berbagai ukuran. Bila peristiwa ini tidak terjadi. Peralatan dasar lainnya yang harus ada pada meja kerja seorang amatir radio adalah. Bila potensio diputar ke kanan. 50 | P a g e . pada suatu posisi tertentu tibatiba jarum bergerak ke kiri dan bila putaran potensio diteruskan sampai minimum jarum tetap disitu. Bila peristiwa tersebut terjadi.Kerusakan FET dapat diamati dengan rangkaian pada gambar 60. potensio pada minimum. Setelah potensio diputar pelanpelan jarum naik sampai posisi tertentu dan kalau diputar terus jarum tetap disitu. tang potong dan tang buaya. maka kemungkinan FET rusak. obeng min. Bila jaum diputar pelanpelan ke arah minimum lagi. UJT kalau masih bisa on off berarti masih baik. tegangan harus kecil. resistansi harus kecil.

BAB VIII DAFTAR SIMBOL KOMPONEN ELEKTRONIKA 51 | P a g e .

52 | P a g e .

Relay 53 | P a g e .

Potentiometer (Dual-gang for stereo) R8 = 1K 1/4W Resistor 1/4W Resistor C1 = 470nF 1/4W Resistor C2.BAB IX RANGKAIAN ELEKTRONIKA 18W Audio Amplifier Circuit diagram: Amplifier parts: P1 = 22K R1 = 1K R2 = 4K7 R3 = 100R R4 = 4K7 R5 = 82K R6 = 10R R7 = R22 Log.C5 = 1/4W Resistor 100µF 1/4W Resistor 1/2W Resistor 4W Resistor (wirewound) 1/2W Trimmer Cermet (optional) 63V Polyester Capacitor 3V Tantalum bead Capacitors 54 | P a g e .

Red LED 220V Primary.C8 = 25V Electrolytic Capacitors 4700µF D2 D3 T1 PL1 SW1 100V 4A Diode bridge 5mm.C3. 15 + 15V Secondary 50VA Mains transformer Male Mains plug SPST Mains switch Q1 = BC182 50V 100mA NPN Transistor Q2 = BC212 50V 100mA PNP Transistor Q3 = TIP42A 60V 6A PNP Transistor Q4 = TIP41A 60V 6A NPN Transistor J1 RCA audio input socket Power supply parts: 22 Watt Audio Amplifier Schematic Parts Part Total Qty. Binding Posts (For Output).C2 2 10uf 25V Electrolytic Capacitor C3 1 100uf 25V Electrolytic Capacitor C4 1 47uf 25V Electrolytic Capacitor C5 1 0. Description R1 1 39K 1/4 Watt Resistor C1. RCA Jacks (For 55 | P a g e .high voltage.C4 = 25V Electrolytic Capacitors 470µF C6 = 100nF 63V Polyester Capacitor D1 = 1N4148 75V 150mA Diode IC1 = TLE2141C Low noise.1uf 25V Ceramic Capacitor C6 1 2200uf 25V Electrolytic Capacitor U1 1 TDA1554 Two Channel Audio Amp Chip MISC 1 Heatsink For U1.high slew-rate Opamp R9 = 2K2 1/4W Resistor C7.

Wire.Input). Board 56 | P a g e .

R10 R8.R13 R14 C1 Total Qty. 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 1 Description 200 Ohm 1/4 W Resistor 200K 1/4 W Resistor 30K 1/4 W Resistor 1K 1/4 W Resistor 5K 1/4 W Resistor 1 Meg (5%) 1/2 W Resistor 0.50 Watt Amplifier Schematic Parts Part R1 R2 R3 R5 R6 R7.R9 R11 R12.4 Ohm 5 W Resistor 10K Pot 51K 1/4 W Resistor 47K 1/4 W Resistor 100uF 35V Electrolytic Capacitor 57 | P a g e .

3uF Capacitor 10.011uF Capacitor 3750pF Capacitor 1000pF Capacitor 0.C8 C9 C10 C11.000uF 50V Electrolytic Capacitor 741 Op Amp ICL8063 Audio Amp Transister Driver thingy 2N3055 NPN Power Transistor 2N3791 PNP Power Transistor 58 | P a g e .C7.U2 U3 Q1 Q2 1 1 2 3 1 1 2 2 1 1 1 0.C2 C3 C4.C12 U1.C6 C5.001uF Capacitor 50pF Capacitor 0.

100W Audio Amplifier 59 | P a g e .

60 | P a g e .

2 = 220nF C3 = 10uF C4 = 22uF C5 = 100nF C6 = 100nF IC1 = 7812 Q1 = BC547 Q2 = BC547 D1 = Led D2 = TIL81 61 | P a g e .Infrared Detector Theoretical circuit Parts R1 = 47K R2 = 220 R3 = 220K R4 = 1K R5 = 180 C1.

62 | P a g e .

Fading LEDs Parts: R1.R2_______________ R3_________________ R4__________________ R5__________________ R6.R14._________ 4K7 1/4W Resistors 22K 1/4W Resistor 1M 1/4W Resistor (See Notes) 2M2 1/4W Carbon Trimmer (See Notes) 10K 1/4W Resistors 47K 1/4W Carbon Trimmers (See Notes) 27K 1/4W Resistors 56R 1/4W Resistors 1µF 63V Polyester Capacitor 100µF 25V Electrolytic Capacitor 5 or 3mm.R11.R15_ R7.R8______________ R9.R13_____________ R12. LEDs (any type and color) (See Notes) 63 | P a g e .R10.R16____________ C1__________________ C2________________ D1-D4 etc.

Q2.Q4__________ Q3.IC1_______________ Q1.Q6__________ SW1________________ B1___________________ LM358 Low Power Dual Op-amp BC327 45V 800mA PNP Transistors BC337 45V 800mA NPN Transistors SPST miniature Slider Switch 9V PP3 Battery 64 | P a g e .Q5.

C3_________ C2_____________ C4____________ C5____________ D1___________ D2-D11_________ IC1___________ IC2____________ M1_____________ SW1____________ B1_______________ Clip for PP3 Battery 10K 1/4W Resistor 47K 1/4W Resistors 1K 1/4W Resistor 100K 1/4W Resistors 820R 1/4W Resistor 100nF 63V Ceramic or Polyester Capacitors 10µF 50V Electrolytic Capacitor 330nF 63V Polyester Capacitor (See Notes) 100µF 25V Electrolytic Capacitor 1N4148 75V 150mA Diode 5 or 3mm.R7______ R8____________ C1.R6.R3__________ R4______________ R5. LEDs (any type and color) LM358 Low Power Dual Op-amp 4017 Decade counter with 10 decoded outputs IC Miniature electret microphone SPST miniature Slider Switch 9V PP3 Battery 65 | P a g e .Dancing LEDs Parts: R1_____________ R2.

D13 etc.____ Q1.Additional circuit parts (see Notes): R9.R10_________ R11____________ D12.Q2_________ Q3____________ 10K 1/4W Resistors 56R 1/4W Resistor 5 or 3mm. LEDs (any type and color) BC327 45V 800mA PNP Transistors BC337 45V 800mA NPN Transistor 66 | P a g e .

Black Light Theoritical Diagramm 67 | P a g e .

Heat Sink For Q1.PARTS Part C1 C2 D1. Description 0. Screw. D2 FTB IC1 P1 Q1 R1 R2 T1 MISC 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 Total Qty. Wire and PC Board 68 | P a g e .0047uf Mono Capacitor 0. Nut.1uf Disc Capacitor 1N4007 Diode Filtered Blacklight Tube 555 Timer IC 10k Trim Pot TIP30 PNP Power Transistor 470 Ohm Resistor 270 Ohm Resistor Medium Yellow Inverter Transformer IC Socket.

Emergency Light & Alarm Parts: R1____________ R2____________ R3____________ R4______________ R5______________ R6_____________ R7____________ R8____________ R9____________ C1____________ C2_____________ C3____________ C4_____________ D1-D5________ D6______________ 220K 1/4W Resistor 470R 1/2W Resistor 390R 1/4W Resistor 1K5 1/4W Resistor 1R 1/4W Resistor 10K 1/4W Resistor 330K 1/4W Resistor 470R 1/4W Resistor 100R 1/4W Resistor 330nF 400V Polyester Capacitor 10µF 63V Electrolytic Capacitor 100nF 63V Polyester Capacitor 10nF 63V Polyester Capacitor 1N4007 1000V 1A Diodes LED Green (any shape) 69 | P a g e .

5V Battery (two AA NI-CD rechargeable cells wired in series) Male Mains plug 70 | P a g e .Q3.SW2________ SW3____________ LP1____________ SPKR___________ B1_____________ PL1____________ 1N4148 75V 150mA Diode BC547 45V 100mA NPN Transistors BC327 45V 800mA PNP Transistors SPST Switches SPDT Switch 2.2V or 2.Q4______ Q2.D7___________ Q1.Q5_________ SW1.5V 250-300mA Torch Lamp 8 Ohm Loudspeaker 2.

(D2)__ Q1_____ Q2_____ 33K 1/4W Resistor 47R 1/4W Resistors 10µF 25V Electrolytic Capacitor LED(s) (Any type and color) BC560 45V 100mA PNP Transistor BC337 45V 800mA NPN Transistor 71 | P a g e .LED or Lamp Flasher Parts: R1_______ R2.R3____ C1_______ D1.

LED or Lamp Pulser

Parts: R1,R2___________ R3_____________ R4______________ R5_____________ R6_____________ C1______________ D1_____________ IC1__________ Q1___________ 4K7 22K 2M2 10K 47R 1/4W Resistors 1/4W Resistor 1/4W Resistor (See Notes) 1/4W Resistor 1/4W Resistor (See Notes)

1µF 63V Polyester Capacitor 5mm. Red LED (See Notes) LM358 Low Power Dual Op-amp BC337 45V 800mA NPN Transistor

72 | P a g e

Light switch
Electronic Diagrams.

Part :

R R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7

= light resistor = 4,7 K = 1,2 K = 2,2 K = 1,2 K = 1,2 K = 2,7 K = 100 K

73 | P a g e

C1 TR1 TR2 TR3 D1 RELAY

= 10 μf/16V = BC107-BC108 NPN (CV7644) = BC107-BC108 NPN (CV7644) = BC557-BC558-BC327 PNP = 1N4148 Diode = 12V relay

74 | P a g e

Mini-box 2W Amplifier
Circuit diagram:

Parts: P1 = 10K R1,R2 = 33K R3 = 33R R4 = 15K R5,R6 = 1K R7 = 680R R8 = 120R R9 = 100R C1,C2 = 10µF C3 = 100µF C4,C7 = 470µF C5 = 47pF C6 = 220nF C8 = 1000µF D1 = 1N4148 Log.Potentiometer 1/4W Resistors 1/4W Resistor 1/4W Resistor 1/4W Resistors 1/4W Resistor 1/2W Resistor 1/2W Trimmer Cermet 63V Electrolytic Capacitors 25V Electrolytic Capacitor 25V Electrolytic Capacitors 63V Ceramic Capacitor 63V Polyester Capacitor 25V Electrolytic Capacitor 75V 150mA Diode

75 | P a g e

4 or 2 Ohm impedance 76 | P a g e . 8.Q1 = BC560C Q2 = BC337 Q3 = TIP31A Q4 = TIP32A SW1 SPKR 45V 100mA PNP Low noise High gain Transistor 45V 800mA NPN Transistor 60V 4A NPN Transistor 60V 4A PNP Transistor SPST switch 3-5 Watt Loudspeaker.

2005.org/wiki/DIAC http://id.wikipedia. Zadmira. elektronika Praktis (terjemahan). 2002.wikipedia. Jakarta : PT.org/wiki/Kapasitor http://id. Panduan Praktis belajar Elektronika. Mudah Menguasai Elektronika.org/wiki/Komponen_elektronik http://id. Aneka Hobi Elektronika 1.wikipedia.org/wiki/Laser_diode http://id.wikipedia. Bandung : Penerbit Pionir Jaya.Dedy.wikipedia. Rusmadi.DAFTAR PUSTAKA Rusmadi.wikipedia. Bandung : Penerbit Pionir Jaya. 1988. Efvy Zam. Efvy Zam.org/wiki/Obeng http://id.org/wiki/Ohm-meter 77 | P a g e .wikipedia.wikipedia. Surabaya : Penerbit Indah.org/wiki/Dioda http://id.org/wiki/Kondensator_elektrolit http://id.org/wiki/Dioda_pemancar_cahaya http://id.org/wiki/Dioda_foto http://id.Dedy. Woollard. 1995. Sumber Rujukan dari Internet http://id.wikipedia.wikipedia.wikipedia.org/wiki/Dioda_Zener http://id. Rusmadi. Pradnya Paramita Zadmira. Surabaya : Penerbit Indah. Barry.wikipedia.wikipedia.wikipedia.org/wiki/TRIAC http://id. Hobi Elektronika Aneka Rangkaian Populer.org/wiki/Gergaji http://id.wikipedia. 2001.wikipedia.org/wiki/SCR http://id.org/wiki/Voltmeter http://id.org/wiki/Amper-meter http://id.wikipedia. 2007.Dedy & Deny Prihadi. Belajar Rangkaian elektronika tanpa guru.wikipedia.org/wiki/Dioda_laser http://en.org/wiki/Multimeter http://id.org/wiki/Kondensator_variabel http://id.wikipedia. Bandung : Penerbit Del Fajar Utama.wikipedia.org/wiki/Kondensator_tetap http://id.

org/wiki/Muatan_listrik http://id.org/wiki/Saklar http://id.wikipedia.org/wiki/Transformator http://en.org/wiki/Atom http://id.org/wiki/Netron http://id.com/wiki/index.org/wiki/Breadboard http://id.wikipedia.org/wiki/Transformer http://opensource.php/Pengenalan_Wajah_Komponen_ Elektronika http://en.wikipedia.wikipedia.org/wiki/Loudspeaker 78 | P a g e .http://id.wikipedia.wikipedia.wikipedia.org/wiki/Speaker http://en.wikipedia.wikipedia.wikipedia.org/wiki/Resistor_peka_cahaya http://id.org/wiki/Proton http://id.org/wiki/Resistor http://id.wikipedia.wikipedia.org/wiki/Elektronika http://id.telkomspeedy.wikipedia.wikipedia.wikipedia.org/wiki/Electron http://id.org/wiki/Elektron http://en.org/wiki/Transistor http://en.org/wiki/Switch http://en.wikipedia.wikipedia.org/wiki/Papan_sirkuit_cetak http://id.wikipedia.org/wiki/Transistor http://id.wikipedia.

Choirul Anam. 11 Mei 2008 Moch. oleh karena itu apabila ada kesalahan atau kekurangan diharapkan pembaca dapat memberikan saran sehingga modul ini dapat digunakan sebagai mana mestinya. Modul ini berisikan tentang pengetahuan mengenai komponen elektronika yang sering digunakan dalam pembuatan peralatan elektronika. Dengan membaca modul ini diharapkan para siswa dapat memahami komponen elektronika serta dapat membuat suatu peralatan elektronika.KATA PENGANTAR Puji Syukur kehadirat Allah S. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan modul elektronika ini terdapat banyak kekurangan. Pasuruan. alat-alat ukur yang digunakan dalam pembuatan peralatan elektronika beserta papan rangkaiannya. 79 | P a g e .W.T yang telah mengizinkan penulis untuk dapat menyelesaikan Modul Elektronika Untuk SMP. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesainya modul elektronika untuk SMP ini.

..................................................... Papan Rangkaian Elektronika ........................................................................................................................................................... i ii 1 3 7 9 34 40 41 48 51 67 Bab VIII Daftar Simbol Komponen Elektronika ................................................................................................................................................................................................................. Daftar Isi .......................................................................................................................Daftar Isi Halaman Kata Pengantar .. Rangkaian Elektronika ....... Perkakas Elektronika ....... 80 | P a g e .......................................... Listrik ..................... Bab I Bab II Bab III Bab IV Bab V Bab VI Bab VII Bab IX Elektronika ..... Komponen Elektronika ........... Teori Dasar .................... Alat Ukur .................................................................................... Daftar Pustaka ..............................

Balaikota No. Choirul Anam SMP NEGERI 1 PASURUAN Jl.MODUL ELEKTRONIKA OLEH Moch. 7 Pasuruan Kode Post 67125 81 | P a g e .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->