BAB II ASPEK KETERKAITAN LINGKUNGAN/ KONTEKSTUALITAS 2.1.

Perencanaan Kota (Urban Planning) Perencanaan kota merupakan proses penyusunan rencana tata ruang kota, yang didalamnya terkandung arahan penataan ruang kota dan juga merupakan suatu kegiatan dan upaya yang dilakukan secara sistematis di dalam ranah publik untuk membentuk masa depan wilayah perkotaan. Perencanaan kota perlu menghadapi kemajemukan dan perbedaan, perencana kota mesti menghindarkan keyakinan adanya kepentingan publik seragam. Diprediksi dapat menyerap ribuan tenaga Kerja nantinya. Pertumbuhan ekonomi di wilayah Surabaya utara dan sekitarnya diyakini akan tumbuh pesat, seiring dengan beroperasinya Jembatan Suramadu sebagai penghubung ke pulau madura. Sejumlah investor asing maupun dalam negeri terus dijajagi untuk mengembangkan kawasan ini. sekitar kaki jembatan Suramadu akan terus dikembangkan sebagai kawasan industri bergengsi. Sehingga, diharapkan investasi di kawasan itu kian menjanjikan. 2.1.1. (KKJS) Menggabungkan areal perumahan, rekreasi, dan industri, pembangunan Jembatan Suramadu dibarengi dengan penataan daerah sekitarnya. Skenario besar sudah disiapkan pemprov. Sesuai rencana, kawasan "kaki-kaki" jembatan bakal dirombak secara besar-besaran dengan konsep kota modern. Pemprov telah menyerahkan draft rencana pengembangan kawasan kaki Suramadu ke DPRD Jatim untuk dibahas lebih detail. Sesuai rencana, lahan di sekitar kaki jembatan itu akan dibangun dengan konsep yang mengombinasikan perumahan, rekreasi, dan industri. Kaki Suramadu berada di sisi Surabaya dan Madura. Sisi Surabaya meliputi Tambak Wedi, sedangkan Madura dipusatkan di kawasan Desa Sukolilo Barat Labang, Bangkalan. Dua kawasan itu ditata agar tidak kumuh dan sesuai dengan pembangunan jembatan tersebut. Dasar Pengembangan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu

Sisi Surabaya akan diarahkan untuk daerah wisata. Di sana disiapkan 300 hektare lahan untuk pengembangan fungsi rekreasi keluarga. Kawasan yang dikonsep sebagai areal fairground itu diperuntukkan sebagai ruang pameran, shopping mall, taman bermain anak, concert hall, dan convention hall.

Sementara itu, sisi Bangkalan akan dibangun sesuai konsep wisata yang bernuansa budaya masyarakat setempat. Misalnya, dibangun lapangan karapan sapi, pusat kerajinan, dan hasil bumi khas Madura. Namun, fokus utamanya adalah pengembangan perumahan dan perindustrian.

Gambar 2.1. Peta Pembagian Wilayah Pengembangan Sumber : RTRW Surabaya Tahun 2013

Berdasarkan Rencana Unit Pengembangan Wilayah Darat Kota Surabaya di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya Tahun 2008 , Unit Pengembangan III Tambak Wedi dengan luas wilayah 1.441,53 Ha terdiri dari Kecamatan Bulak seluas 677,52 Ha dan Kecamatan Kenjeran seluas 764,01 Ha yang terletak disisi bagian timur laut dari wilayah Kota Surabaya yang berbatasan langsung dengan Selat Madura. UP III Tambak Wedi memiliki Fungsi utama sebagai kawasan permukiman, perdagangan jasa, rekreasi dan konservasi yang berpusat di daerah Tambak Wedi.

Sedang berdasarkan Rencana Zona Wilayah Laut Kota Surabaya, karena UP III Tambak Wedi berbatasan langsung dengan pantai Selat Madura maka Unit Pengembangan ini masuk ke dalam Zona 3 Tambak Wedi – Kenjeran yang terdiri atas wilayah laut yang berada di sebelah timur laut di sekitar Tambak Wedi – Pantai Kenjeran. Zona ini sendiri memiliki luas wilayah 4.375 Ha yang memiliki fungsi utama sebagai wisata bahari, areal penangkapan dan budidaya perikanan, dan alur pelayaran kapal nelayan. Perkembangan Kota Surabaya di sekitar pantai utara di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu sangat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi serta sosial masyarakat daerah pesisir pantai utara Surabaya. Perkembangan ini direncanakan pada tahun 2005 sejauh 400ha, sekarang direncanakan hingga mencapai 600ha dari KKJS, tidak hanya berkembang peruntukannya menjadi perumahan namun juga menjadi perdagangan, jasa, dan pelayanan umum. Perubahan penggunaan yang semula didominasi tambak menjadi kawasan terbangun, ternyata menambah problem di tempat lain, yang menonjol adalah banjir yang terjadi di bagian wilayah sebelah Barat Pantai Timur Surabaya, semakin berkurangnya kawasan konservasi dan meningkatnya pencemaran baik dari luar maupun dari dalam wilayah perencanaan sendiri. Oleh karena itu untuk kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH), jalur hijau tepi pantai, yang membentang sekitar 11 Km dari pantai Kenjeran sampai muara Sungai Wonokromo sebagian besar ditumbuhi oleh mangrove dan diperkirakan mencapai luas sekitar 55 – 75 Ha. Jalur hijau tepi sungai yang terdapat di sepanjang Kali Surabaya, Kali Kanal dan Kali Mas, selain berupa tanaman rerumputan juga berupa tanaman hias dan tanaman peneduh. Adapun luas wilayah perencanaan untuk daerah KKJS yang sebesar ±600Ha belum direncanakan secara eksplisit, masih secara implisit. Untuk wilayah perencanaan yang sebesar ±400ha di kaki Surabaya, memiliki batasan wilayah sebagai berikut: Sebelah Utara Sebelah Timur Sebelah Barat : Selat Madura : Selat Madura : Sungai di Bulak banteng dan Bulak Banten Lor

Sebelah Selatan : Perempatan Kec. Kenjeran

Berdasarkan Peta Data Pokok Kotamadya Dati II Surabaya tahun 1992.faktor fisik dasar yang dibutuhkan untuk perencanaan kawasan antara lain adalah : a. Sehingga untuk konstruksi bangunan tinggi kedalaman harus mencapai 25 sampai 30 meter.1. Topografi Topografi merupakan kondisi tinggi-rendahnya muka bumi. yaitu Saluran Tambak Wedi (Kali Tebu/Pogot) dan Saluran Jeblokan (Kali Kedung Cowek/Kali Lom). bahwa kawasan perencanaan sisi Surabaya terletak pada ketinggian antara +1 sampai +4 meter dari Titik I BPP Tanjung Perak dan +3.6075 meter terhadap ARP (Air Rendah Purnama). Disamping itu air permukaan bersifat asin. Kondisi permeabilitas tanah umumnya lambat dan produktivitas bervariasi. dari rendah sampai sedang.2. Karakteristik Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Kondisi Geografis Faktor . dengan kemiringan tanah antara 0 – 2%. d. Sedangkan genangan air terdapat di daerah perempatan Jl. Kondisi tanahnya merupakan tanah lempung/liat. Kedinding Lor serta genangan akan terjadi kalau air laut sedang pasang. b. Hidrologi Kawasan perencanaan wilayah Surabaya dilewati oleh dua sungai dari arah selatan-utara menuju dan bermuara di selat Madura.2. c. dengan tingkat plastisitas yang relative tinggi. Daya Dukung Tanah . wilayah perencanaan bagian Surabaya didominasi oleh jenis tanah alluvial hidromorf (endapan sungai atau endapan pantai) dengan kedalaman efektif tanah lebih dari 90 cm dan bertekstur halus. Kawasan ini mempunyai ketebalan tanah permukaan 10 meter sampai 18 meter yang terletak di atas dasar tanah liat. hal ini berarti daya dukung terhadap bangunan relatif rendah. Tepatnya bagian dari pesisir pantai Utara Surabaya. Geologi dan Jenis Tanah Menurut Peta Data Pokok Kotamadya Dati II Surabaya tahun 1992.

 Drainase adalah keadaan menunjukkan lama dan seringnya tanah jenuh terhadap kandungan air atau menunjukkan kecepatan meresapnya air dari permukaan tanah.2oC.1.  Kedalaman efektif tanah. Klimatologi Kondisi iklim di wilayah perencanaan Surabaya. yaitu keadaan bahan padat anorganik atau kasar halusnya tanah yang ditemukan berdasarkan perbandingan fraksi-fraksi debu. yaitu tebalnya lapisan tanah dari permukaan sampai bahan baku induk atau sampai suatu lapisan tanah dimana akar tanaman tidak dapat menembusnya. Untuk wilayah perencanaan Surabaya merupakan daerah tergenang khususnya pada kawasan tambak (bagian utara). tekanan udara di Surabaya maksimum sebesar 1. Untuk wilayah perencanaan Surabaya mempunyai kemiringan (lereng) 0-2%. Sidoarjo.  Erosi adalah peristiwa pengikisan permukaan tanah oleh aliran permukaan.Kemampuan tanah adalah daya dukung tanah terhadap bangunan di atasnya. dan air. sehingga mengakibatkan butiran-butiran tanah tergerus. Regional.3 mbs pada bulan Desember.3.007. e. Untuk wilayah perencanaan Surabaya tidak terdapat erosi laut. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kemampuan tanah adalah :  Tekstur tanah. Kawasan ini dimaksudkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Timur sebagai kawasan .013.6 mbs pada bulan Januari dan minimum sebesar 1. Surabaya termasuk daerah dengan tekstur tanah halus. Tinjauan Nasional. Lamongan. adalah akronim dari Gresik. Untuk wilayah perencanaan Surabaya kedalaman efektif tanah ± 90 cm. Curah hujan tertinggi mencapai 532 mm selama 15 hari hujan pada bulan Februari. 2. antara lain temperature terendah di Surabaya pada bulan September yaitu 19oC dan tertinggi pada bulan Januari yaitu 35. Surabaya. sedang terendah adalah 5 mm selama 3 hari pada bulan September. Mojokerto. Bangkalan. dan Lokal Gerbangkertosusila.  Lereng adalah sudut yang dibentuk oleh permukaan tanah dengan bidang horizontal. pasir.

yang dipimpin oleh seorang gubernur. . Pada sekitar wilayah Kedung Cowek dan Tambak Wedi merupakan kawasan yang direncanakan dengan ciri: • Kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul utama kegiatan ekspor-impor atau pintu gerbang menuju kawasan internasional. Dengan adanya Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Bangkalan (Madura). pusat pengolahan/pengumpul barang secara nasional/beberapa propinsi. maka makin jelas arah dari wilayah megapolitan Gerbangkertosusila sebagai wilayah propinsi tersendiri. pusat pengolahan. pusat jasa-jasa pelayanan keuangan/bank yang cakupan pelayanannya berskala nasional/beberapa propinsi. setingkat dengan propinsi terpisah dari wilayah Propinsi Jawa Timur. Kawasan ini serupa dengan istilah Jabodetabek dengan pusat di Jakarta. Kota Surabaya merupakan salah satu dari tujuh kabupaten/ kota yang disebut sebagai Gerbang Kertosusilo. Area ini merupakan salah satu Kawasan Andalan sebagaimana ditetapkan dalam PP 47/1997 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. dengan criteria penentuan: kota yang mempunyai potensi sebagai pintu gerbang ke kawasan internasional dan mempunyai potensi untuk mendorong daerah sekitarnya. jasa publik yang lain untuk Nasional/beberapa propinsi. dari wilayah urban megapolitan Gerbangkertosusila. simpul transportasi yang melayani beberapa propinsi dan nasional. Kawasan Gerbang Kertosusilo merupakan kawasan yang berperan penting dalam kegiatan ekonomi skala nasional maupun internasional di masa kini dan masa mendatang. maka kemungkinan adanya pengembangan wilayah sendiri menjadi Daerah Khusus Metro Sutabaya.perkembangan ekonomi dengan pusatnya di Surabaya. jasa pemerintahan untuk Nasional/beberapa propinsi. Tinjauan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) Pusat Kegiatan Nasional (PKN) adalah kota yang mempunyai potensi sebagai pintu gerbang ke kawasan-kawasan internasional dan mempunyai potensi untuk mendorong daerah sekitarnya serta sebagai pusat jasa. simpul transportasi secara nasional/beberapa propinsi. yang meliputi jumlah penduduk dan ekonomi. Dengan perkembangan yang sangat pesat. Pemisahan ini untuk mengurangi beban Jawa Timur sebagai propinsi paling besar jumlah penduduknya.

• Kawasan perkotaan yang berfungsi sebagai pusat kegiatan prdagangan jasa/kawasan komersial skala nasional atau melayani beberapa propinsi. dengan yang kriteria barang penentuan: yang pusat jasa pelayanan pusat simpul jasa keuangan/bank transportasi melayani beberapa melayani kabupaten. UP. Tinjauan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) adalah kota sebagai pusat jasa. Tambak Adanya zonasi untuk taman wisata alam dan taman Wedi terdapat dibatasi dalam hanya zona untuk 3 dengan kebijakan: kegiatan wisata alam laut di kawasan perencanaan. dan/atau kawasan perkotaan yang berfungsi sebagai simpul utama transportasi skala nasional atau melayani beberapa propinsi. 3. pusat . kabupaten. 4. pendirian pariwisata. Kebijakan pengembangan kawasan lindung yang terdapat di UP. Pemeliharaan dan perwujudan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan pencegahan dampak negatif kegiatan menusia yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup. Mengembalikan dan meningkatkan fungsi kawasan lindung yang telah menurun akibat pengembangan kegiatan budidaya. rencana Sedangkan pada infrastruktur kegiatan yang mendukung pembangunan jalan lingkar timur luar yang memiliki kebijakan nasional adalah adanya akses jembatan Suramadu dan keterkaitan antar wilayah. 2. dalam rangka mewujudkan dan memelihara keseimbangan ekosistem wilayah. Sempadan pantai memiliki daratan sepanjang tepian laut dengan jarak paling sedikit 100 meter dari titik pasang surut air laut tertinggi ke arah darat atau daratan sepanjang tepian laut yang bentuk dan kondisi fisik pantainya curam atau terjal dengan jarak proporsional terhadap bentuk dan kondisi fisik pantai. pusat pengolahan dan simpul transportasi yang melayani beberapa kabupaten. dimana dalam perencanaan pemanfaatan ruang untuk wisata alam tanpa mengubah bentang alam. pelayanan bangunan menunjang pengolahan/pengumpul untuk beberapa kabupaten. Tambak Wedi: 1. 5.

Pembangunan Jembatan Suramadu dapat menjadi daya tarik wisata penduduk. Gempol.pemerintahan untuk beberapa kabupaten. • Pada area kaki Jembatan Suramadu masih banyak terdapat ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan dengan pertimbangan keseimbangan ekologis (baik dalam lingkup konservasi atau penataan lingkungan kota). khususnya untuk Pulau Madura. Kota Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) meliputi Sampang. guna meraih manfaat yang optimum. Madiun. Tinjauan Pusat Kegiatan Lokal (PKL) . dan Banyuwangi. Tulungagung. pusat pelayanan jasa yang lain untuk beberapa kabupaten. Sedayu. Potensi yang terdapat pada area di sekitar Jembatan Suramadu baik dari sisi Surabaya maupun di sisi Madura secara garis besar adalah: • dan Keberadaan kaki Jembatan Suramadu sebagai kawasan wisata pusat aktivitas perekonomian dapat menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi regional. Situbondo. Hal ini akan membawa dampak yang besar untuk kawasan timur Indonesia. • Lingkup pelayanan obyek wisata dan fasilitas umum di kawasan kaki Jembatan Suramadu tidak hanya untuk Kota Surabaya atau Kabupaten Bangkalan saja akan tetapi pada skala regional maupun ligkup propinsi. Kondisi tersebut akan memberikan pluang kepada masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonominya. Probolinggo. Malang. pengkajian. dikawasan baik dari provinsi Jawa Timur maupun daerah-daerah timur Indonesia untuk menyaksikan dan berkunjung. Agar potensi tersebut dapat memberi manfaat luas dan merata perlu dilakukan penataan. Jombang. dan perencanaan yang menjangkau masa depan. maka pertumbuhan wilayah di Surabaya khususnya di kaki Suramadu diyakini akan berkembang pesat sebagai akibat adanya multiplier effect dari pembangunan berbagai sarana prasarana yang menyertai pembangunan Jembatan Suramadu. Sehubungan dengan dibangunnya Jembatan Suramadu yang akan dihubungkan dengan jaringan jalan Tol Nasional. yang saat ini pertumbuhan ekonominya cenderung tertinggal. Tuban. Kediri. Kota Surabaya merupakan kota metropolitan yang terus berkembang dengan tingkat konurbasi regional yang terus berkait dengan kota di sekitarnya. Pasuruan.

Ngawi. eksistensi kawasan permukiman “nelayan” tidak lagi identik dengan permukiman penduduk asli Surabaya.III. Pacitan. Bojonegoro. Manyar. Babat. Tanggul Angin. Krigen. Ponorogo. dengan kriteria penentuan: pusat jasa keuangan/ bank yang melayani satu kabupaten atau beberapa kecamatan. Diwele. jasa pemerintahan untuk beberapa kecamatan. . Blega. Kali Anget.Pusat Kegiatan Lokal (PKL) adalah kota sebagai pusat jasa. Pandaan. Panarukan. Puger. Krian. Muncar. Pengembangan sedang berjalan untuk area pada untuk kaki wisata suramadu yang wilayah bahari sebelah sekarang UP. Kecamata Bulak memiliki potensi dasar sebagai pengembangan pariwisata bahari dan dengan didukung oleh pengembangan atraksi hiburan yang terletak di Kelurahan Sukolilo. Jatiroto. Lumajang. Kota Pusat Kegiatan Lokal (PKL) meliputi Priorejo. Kamal. Leces. Bersamaan dengan perkembangan penduduk pendatang banyak yang bermukim di kawasan permukiman informal di wilayah Kelurahan Sukolilo dan Kelurahan Kenjeran. Genteng. diletakkan kanan terus hingga mencapai wilayah kenjeran. Seiring dengan perkembangan Kota Surabaya. Lawang. UP. Bangil. Wilayah UP. Singosari. Magetan. Ambuten. Pamekasan. Glenmore. Jember. Tamanan. Bulu Lawang. Terus berjalannya perkembangan Kota Surabaya hampir seluruh kawasan permukiman telah berkembang menjadi permukiman yang relatif padat. Nanjuk. bersifat khusus dalam arti mendorong perkembangan sektor strategis. pusat pengolahan dan simpul transportasi yang mempunyai pelayanan satu kabupaten atau beberapa kecamatan. Batu. Waru. Trenggalek. Bondowoso. Tambak Wedi terbagi atas 2 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Bulak dan Kecamatan Kenjeran. Sedayu. Tambak Wedi merupakan kawasan yang terus berkembang dengan adanya dukungan aksesibilitas yang mulai direalisasikan sebagai upaya pemerataan pembangunan. pusat pengolahan/pengumpul barang untuk beberapa kecamatan. Sumenep. Porong. Besuki. Blitar. Gedep.

dan hiburan. . Di antara yang direncanakan adalah ruang pameran. shelter angkutan umum. Kawasan Hunian 3. stasiun kereta.1. Pada area ini rencananya sebagai pusat CBD di Surabaya. Didalamnya akan dikembangkan fasilitas yang akan ikut mendukung percepatan pengembangan kawasan kaki suramadu pada khususnya dan Surabaya Timur pada umumnya. Kawasan Niaga dan Jasa. Kawasan Wisata dan Olahraga 4.2.4 Pengelompokkan Pengembangan Kawasan Kaki Jembatan Berdasarkan Gambar 2. shopping mall. pompa bensin serta jalan lingkungan akan melengkapi keseluruhan kawasan ini. Kelengkapan pendukung berupa terminal. concert hall. 2.2. Peta Pembagian Wilayah Wisata studi arahan dan RTBL KKJS. garis Sumber: RTRW Surabaya Tahun 2013 Suramadu Sisi Surabaya besar sisi pengelompokkan Pengembangan Kawasan Jembatan Suramadu Surabaya adalah seperti dibawah ini : 1. Kawasan Ruang Terbuka Kawasan di sekitar kaki Suramadu (fairground) yang merupakan kawasan potensial didesain sebagai mixed use area.

Rencana Jalan Tol Rencana Jalan Arteri Primer Gambar 2. industri. perdagangan. KawasanKawasan Fasilitas Umum 2. kesehatan. dan Jalan (2.5 Ha) permukiman nelayan (12.5 Ha) • Redevelopment • Trade Bloks (11. peternakan. transportasi. jasa.3. industri. Stasiun KA (4.8 Ha) • Terminal. pertambangan.3 a) • 4. perkebunan. dan sumberdaya energi dengan fungsi pusat SWP sebagai pusat pelayanan wilayah. kesehatan. Plus diarahkan pengembangannya perikanan.3 Ha) Town House (2.9 • Fair Ground (15 Ha) Ha) • City Walk (7. Shelter. jasa.6 3. Kawasan Ruang Terbuka Hijau • Hutan Mangrove (9.6 • Office dan Kantor Otorita Ha) • Museum Bahari (3.5 Ha) • Dunia Laut (2. kehutanan. Kawasan Perumahan Shoping Mall (3.5 Ha) • Taman. mempunyai fungsi wilayah sebagai pengembangan kegiatan pertanian hortikultura.3 Ha) • Driving Range (2. makam. pariwisata.2 Ha) • Hotel (Twin Tower dan (Theater • Amphiteater menengah) (3.5 Ha) • Relokasi rumah susun (16. pendidikan. Peta Rencana Penggunaan Lahan Penjelasan Keterangan: Sumber: RTRW Surabaya Tahun 2013 1. Perdagangan dan Jasa • • BussinesTheme Park (6.4 Ha) • Ha) Area Grosir (Grocerry) (2.2 Ha) • Convention Hall (4. perdagangan.7 Ha) • Pemukiman nelayan (9 Ha) • Hypermarket (4. . Parkir. transportasi.2 (3.3 Ha) • Centre (Twin Tower) (7Ha) Cottage (2.4 Ha) SWP tanaman dan Gerbangkertasusila pangan. pendidikan.6 Ha) Ha) terbuka) (2. dan prasarana wisata.6 Ha) • • Apartemen (5. pemerintahan.6 Ha) • Sport Area (4.5) • Danau dan Boezem (8.

hampir seluruh didominasi oleh kegiatan dan atau jasa komersial.4.5.5. Percampuran kegiatan tidak mencerminkan keterhubungan antar kegiatan fungsional yang ideal. namun apabila tidak dikendalikan maka diprediksi akan membawa pengaruh perubahan terhadap pengembangan wilayah di kawasan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu dan sekitarnya baik pada sisi Surabaya maupun Bangkalan. Koridor Jalan di Sekitar KKJS Sumber: RTRW 2013 2. sehingga perlu pengendalian perkembangan kegiatan agar tidak menarik perkembangan koridor yang berpotensi berdampak negatif terhadap pola perkembangan ruang di Kota Surabaya. Fenomena perubahan tersebut dapat terlihat antara lain dengan menurunnya fungsi . Gambar 2.Gambar 2.1. Suramadu Kawasan Pengembangan Kawasan Kaki Jembatan Pengembangan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJS) memiliki potensi sebagai generator pembangkit. Rencana Pembangunan KKJS koridor yang menjadi sirkulasi RTRW Surabaya Tahun 2013 Sumber: utama baik Jalan Tol maupun arteri primer Secara umum. Intensitas persebaran koridor perdagangan dan jasa di Pengembangan Kawasan Kaki Suramadu dapat dilihat pada gambar berikut ini.

dan Kawasan Ruang Terbuka. Kawasan Wisata dan Olahraga.62 15.377 5 Kepadatan 15. perdagangan dan jasa.745 Penduduk rata rata (Jiwa/Km) Sumber: diolah dari Data Kecamatan Dalam Angka Pola ruang UP. Tambak Wedi membentuk pola yang terdiri dari kawasan permukiman informal/permukiman “lama”. Kecamatan Bulak memiliki banyak potensi sosial ekonomi. sosial budaya dan regional. Kawasan Hunian. Tabel 3.612 4 Bulak 5. dan potensi wisata lain yang belum dimanfaatkan dengan baik. Disinilah pentingnya suatu perencanaan melalui suatu konsep penataan bangunan yang terpadu dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang terkait antara lain pertimbangan ekologi. ekonomi yang ada di Kecamatan Kenjeran dan Bulak harus dimanfaatkan sebagai esensi pengembangan wilayah. Kenjeran Baru. fasilitas umum dan perkantoran. Tambak Wedi secara keseluruhan terdiri dari perumahan.882 2. Dalam konteks pengembangan wilayah. adanya Kawasan Niaga dan Jasa. Namun nantinya akan dilakukan pengembangan seperti pada gambar. seperti THP Kenjeran.72 122. Sentra Kerajinan. supaya dapat menghasilkan suatu wajah kawasan yang terkendali dan dapat menunjukkan jatidirinya Kecamatan Kenjeran dan Bulak merupakan kecamatan di wilayah Surabaya Utara yang termasuk dalam Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJS). perdagangan jasa komersial serta kawasan perkantoran dan permukiman militer miliki TNI AL.1 Profil Kecamatan Kenjeran dan Bulak No 1 2 3 4 Uraian Luas Wilayah (Km2) Penduduk (jiwa) Jumlah Kelurahan Kenjeran 7. . ekonomi. kawasan militer. potensi sosial. Secara struktural pola ruang yang terbentuk di UP. Kecamatan Kenjeran memiliki kepadatan penduduk yang relatif sangat tinggi dibandingkan dengan Kecamatan Bulak (Lihat Tabel 1).bangunan dan kualitas lingkungan. Sentra penjualan hasil laut. ruang terbuka hijau.

tepatnya di Kelurahan Kenjeran. konservasi.6.Gambar 2. Rencana pengembangan kawasan Wisata Bahari berada pada zona III yaitu perairan laut yang berada di sekitar Jembatan Suramadu dan Pantai Kenjeran. Di bagian timur Kota Surabaya terdapat obyek wisata Pantai Kenjeran memiliki luas 2. Rencana Pembangunan di sekitar KKJS Sumber: RTRW Surabaya Tahun 2013 Kawasan Wisata Obyek wisata di Kota Surabaya memiliki beberapa klasifikasi. Peta Rencana Kawasan Wisata bahari.7. dan wisata bahari. Kecamatan Kenjeran wilayah Surabaya Utara. Kawasan wisata penelitian bahari untuk mendukung Gambar 2.3 Ha yang dikelola oleh pemerintah Kota Surabaya. wisata konservasi. terletak di kawasan pantai timur Kota Surabaya. dan hiburan Sumber: RTRW Surabaya Tahun 2013 . antara lain wisata hiburan.

2009). produktif dan berkelanjutan (UndangUndang No. perkebunan. perikanan. perlu dikaji ulang dengan mempertimbangkan potensi kota-kota lain di Pulau Madura. Oleh karena itu. industry Pusat Pelayanan. kesehatan. industri. kehutanan.upaya pelestarian sumber daya hayati dan rehabilitasi wilayah pesisir / laut diarahkan pada Zona Pengembangan IV yaitu di Kawasan Perairan laut Pantai Timur Kota. mengurangi kesenjangan ekonomi.26 Tahun 2007). Gerbangkertosusila hortikultura. Optimalisasi Pantai Kenjeran serta ekowisata hutan mangrove di Surabaya timur. kesehatan. 1 Kota Surabaya . jasa. serta integrasi dengan wisata hutan mangrove di kawasan timur Surabaya. Untuk menjamin tercapainya tujuan tersebut diperlukan rambu rambu pembangunan yang dituangkan kedalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). pariwisata. Dengan adanya pengembangan terstruktur Pantai Kenjeran bisa jauh lebih bagus. Sementara itu. transportasi. Dalam kerangka pengembangan Gerbangkertasusila. Peningkatan mutu dan kualitas sebagai objek dan daya tarik wisata di satu sisi. peternakan. jembatan Suramadu berperan dalam melancarkan arus barang dan jasa. Rambu-Rambu Penataan Ruang Wilayah Kota Surabaya & Madura Beroperasinya Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) membawa dampak bagi struktur tata ruang pembangunan Jawa Timur. atraktif dan memikat dari apa yang terlihat saat ini. jasa. memicu pertumbuhan ekonomi Surabaya dan Madura. pemerintahan. transportasi. Kini Pulau Madura tidak lagi terpisah. pertambangan. dan mendekatkan interaksi budaya Jawa dengan Madura (Djoko Kirmanto.2. namun sudah menjadi bagian strategis pembangunan pengembangan Surabaya kota Metropolitan. perdagangan. pendidikan. Tabel 3. konsep metropolitan Gerbangkertosusilo (Peraturan Pemerintah-No.26 Tahun 2008) yang menempatkan kota Bangkalan sebagai salah satu pusat kegiatannya. penataan Ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah yang aman. Rencana Fungsi Wilayah Suramadu & Pulau Madura No SWP Plus Perkotaan/wilayah Rencana fungsi wilayah Kawasan Pertanian tanaman pangan. nyaman. akan berdaya sinergis yang memajukan keduanya. perdagangan. pendidikan.

Pengembangan dan pembangunan jaringan air bersih dilakukan untuk mendukung kegiatan pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama pada wilayah pengembangan dan pusatpusat pertumbuhan baru. pertanian. penambahan kapasitas dan jangkauan pelayanan. Jatim 2008 2. Arahan Rencana Fasilitas Umum Kawasan KKJS Sumber: RTRW 2013 Surabaya . perikanan. merata. kesehatan Gerbangkertosusilo Plus) Sumber : Bappeda Prop. SWP perdagangan.prasarana wisata Bangkalan (Bagian Industri.1. jasa. peternakan.6. Pengembangan dan pembangunan sistem utilitas kota dilakukan secara terpadu melalui koordinasi dan kerjasama antara Pemerintah Kota dan pihak-pihak lain yang terkait dengan pengembangan dan sistem utilitas kota.8. Analisis Utilitas Kawasan Pengembangan dan pembangunan sistem utilitas kota dilakukan secara terpadu. dan terstruktur berdasarkan pada rencana pengembangan wilayah dan lokasi pusat pertumbuhan yang ditekankan pada upaya peningkatan pelayanan. dan pariwisata. 2 Gambar 2.

ditemukan ternyata SDMP juga belum dapat diterapkan secara maksimal karena baru ada 33 pompa dari total 66 pompa menurut Dinas Bina Marga. • Menerapkan Integrated Water Resource Management (IWRM) dan Low Impact Development (LID) pada Daerah Aliran Sungai yang mempengaruhi Surabaya yang akan mendukung keberhasilan SDMP 2018. seperti Kalidami dan Kalibokor. Satu pompa 0.Upaya mengatasi masalah banjir di Surabaya Dinas Bina Marga dan Pematusan Kota sebenarnya telah melakukan upaya – upaya untuk mengurangi banjir di Surabaya. Hal ini terlihat dalam penyusunan Surabaya Drainase Master Plan (SDMP).5 m3 per detik dan dua pompa pegas berskala 0. Pemerintah Kota juga melakukan normalisasi sejumlah saluran primer.5 m 3 per detik di boezem Morokrembangan. Selain itu. Juga penempatan dua pompa 1. SDMP menerapkan konsep pengoperasian rumah pompa dan sejumlah boezem penampungan air buangan dari saluran pipa primer sebelum akhirnya air itu dibuang ke laut.5 m3 per detik diletakkan di boezem Wonorejo. Di antaranya ditempatkan lima pompa berskala penyedot 1. Dari berbagai data. . Saringan sampah (mechanical screen) bernilai miliaran rupiah juga diusulkan pada SDMP.5 m3 per detik ditempatkan di Kebun Agung. Soulusi pemecahan : • Menerapkan Perencanaan Tata Ruang Komprehensif yang Berbasis Ekologis untuk Revitalisasi Surabaya yang memperhatikan Tata Air (Master Plan Drainase) yang menyeluruh.25 m3 per detik ditempatkan di Kali Rungkut dan tiga pompa 2.

IPAL Komunal Badan Air Gol. Hal ini dapat dicapai jika KKJS mengelola limbah. D/ Saluran Pematusan Kota Dinas Kebersihan Limbah Domestik/ Air Kotor dari rumah Sumur Resapan Tangki Septik (on site/komunal Saluran Pematusan Kota Dinas Banjir Limbah Industri .10.IPAL on site . 2. BAGAN ALIR PENGELOLAAN TINJA DAN LIMBAH CAIR DI KOTA SURABAYA SUMBER LIMBAH PEMBUANGAN AKHIR PENGELOLA Tinja.• Menerapkan sistem Polder di Kawasan Utara dan Timur Surabaya untuk mengurangi dampak banjir dan mengefisienkan penanganan banjir Pengolahan Limbah di Kawasan Surabaya Utara Kawasan Kaki Jembatan Suramadu ini diharapkan dapat menjadi satu kawasan yang menarik serta mempunyai nilai investasi yang tinggi. Septik Tank Rumah Tangga Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) Badan Air Gol. D atau < Baku Mutu Dinas Lingkungan Hidup Air Buangan lingkungan terjaga. sehingga meski di KKJS terjadi kegiatan yang beraneka rupa dengan intensitas yang tinggi. limbah di 2013 Septic Tank Dark Water (Water Closet) Grey Water (Kamar Mandi dan Dapur) KKJS Air Hujan tetap Gambar Pengelolaan kota Surabaya Sumber : RTRW Surabaya • Limbah Cair Limbah dihasilkan limbah di cair KKJS dari Danau Buatan Wetland Pengolahan yang berupa aktivitas manusia seperti MCK domestic Gambar 2. Bagan Alir Pengolahan Air Buangan pada KKJS Sumber: Business Plan KKJS 2005 Hutan Bakau ..9.

11. karena pada pengolahan di wetland. Sehingga air yang mengalir di danau sudah bersih dan dapat dimanfaatkan sebagai kawasan wisata. wetland dapat dijadikan kawasan wisata. Di bawah ini akan digambarkan tentang pengolahan air buangan agar tetap terjadi keseimbangan alam seperti yang diharapkan semula. Air limbah yang diolah di wetland dialirkan di bawah permukaan tanah melalui konstruksi pipa yang ditanam di permukaan tanah. • Pengolahan Gambar 2. Limbah ini akan diolah pada septic tank. wetland dan danau. Danau sebagai pengolahan lanjutan limbah cair juga berpotensi untuk dijadikan kawasan wisata. Pengunjung tidak perlu khawatir dengan bau yang seringkali ditimbulkan pada pengolahan limbah. hal ini disebabkan air limbah tidak dapat kontak langsung dengan udara dan manusia. Sebagai tempat pengolahan limbah. Wetland Sumber: Business Plan KKJS 2005 Limbah Padat . baud an lalat tidak akan timbul.(Mandi. dan Kakus). Cuci.

padat. Dengan demikian pengolahan limbah cair. Gambar 2. Pada tempat ini pengunjung diajak berkeliling sekaligus belajar cara memilah sampah kering sesuai dengan jenisnya. Sebagai pengolahan akhir pengolahan sampah padat adalah pembuatan batako dari abu incinerator. Irrigated Cyclone Scrubber . ember dan jepit jemuran.13. Gambar 2. dan gas jika dilakukan dengan benar bukan saja akan mendatangkan keuntungan. Sebagai contoh sampah plastik yang selama ini dikenal sebagai sampah plastik saja ternyata dapat dipilah menurut material pembentuknya seperti PE.12. Pengunjung juga dapat berkunjung di recycle centre yang mengolah sampah plastik menjadi benda-benda yang diperlukan seperti kantong plastik belanja. Hasil akhir dari incinerator adalah abu. Terlebih dapat menjadi percontohan pengelolaan limbah secara terpadu. PVS.Waste Managemen Centre dapat berfungsi juga sebagai Learning Education Centre (Pusat Pendidikan) khususnya untuk pengolahan sampah. tali raffia. dsb. namun juga menjaga lingkungan tetap bersih dan menambah pengetahuan bagi pengunjung yang datang. Incinerator • Pengolahan Limbah Gas Limbah gas yang dihasilkan dari incinerator tidak dibuang ke lingkungan tetapi dimanfaatkan sebagai energi panas untuk penerang ruangan di Waste Management Centre. HDPE. Abu tersebut dimanfaatkan sebagai batako pada mini workshop.

14.1. Sistem Transportasi Gambar 2.2. Rencana Pengembangan Jalan Tol Sumber: RTRW Surabaya 2013 Gambar 2.15. Peta Struktur Jaringan Jalan Skenario II Sumber: RTRW Surabaya 2013 .7.

16. Jaringan jalan yang ada di wilayah studi merupakan jalan dua arah. . yang merupakan penghubung antar bangunan pada masing-masing cluster ditunjukkan dengan warna ungu jalan ditunjukan dengan warna orange Gambar 2. Jaringan jalan pengumpul dari jalan lokal yaitu jalan arteri primer. Node jalan yang direncanakan sebagai jalan lingkar Pengembangan jaringan jalan tersebut nantinya dimaksudkan untuk memisahkan arus pergerakkan kendaraan antara kendaraan yang menerus dengan kendaraan yang melakukan pergerakan intra cluster dan/atau antar cluster yang berdekatan. ditunjukkan bahwa akses ke jalan tol dibatasi hanya dari jalan arteri utama. perkembangan kota kedepannya.Jaringan jalan di wilayah studi direncanakan sesuai dengan fungsi dari jaringan jalan yang ada dan sebagai • • • Sebagai jalur utama yaitu jalan tol penunjang aksesbilitas dalam kawasan studi. Pada gambar jaringaan jalan. Jalanjalan arteri sekunder dihubungkan ke jalan tol melalui jalan arteri primer. Hal ini dimaksudkan untuk memperkecil travel time. Jaringan jalan lokal yaitu jalan arteri sekunder. Fungsi yang dimaksud adalah : ditunjukkan dengan warna merah. Pemisahan ini harus didukung dengan adanya pembatasan akses jalan arteri primer ke jalan tol.

Jl. Jalan lingkar tengah timur diharapkan nyambung dengan arteri primer dan ring road Sidoarjo. Sisingamaraja . .Akses Jembatan Suramadu Jangka pendek (kurun waktu 2003 – 2006)  Rekomendasi/Usulan • Penunjang Suramadu Gambar 2. Danakarya .Jl. Gresik. Kenjeran. sedangkan Jalan lingkar tengah barat akan nyambung dengan jalan arteri primer Mojokerto. Danakarya .berlanjut ke Jl.Jl.Sisingamangaraja . • Arteri Primer (Utara-Selatan) melalui jalan lingkar tengah barat maupun timur (Middle Eastern Ring Road dan Middle Western Ring Road). Tanjuk Perak Barat .Gresik berlanjut ke Jl. Sidotopo dan Jl. Akses Jalan Menuju Jembatan Suramadu melalui jalan tol Surabaya – Gempol dan Surabaya . Agar jalan tersebut saling nyambunag maka di bawah jalan tol Waru – juanda dapat diberi jalan pendamping untuk menyambungkan jalan arteri primer Mojokerto – arteri primer Sidoarjo dan ring road Sidoarjo.17. Selain itu juga bisa melalui jalan arteri / Jl. melalui Jl. Kenjeran (kendala pada jalan Sidotopo yaitu adanya bottle neck).Jl. Sidotopo dan Jl.

berlanjut ke Jl. tepatnya di Kelurahan Tambak Wedi Kecamatan Kenjeran yang akan dikembangkan menjadi Waterfront Gambar 2. Tandes . bila jalan ini terealisai diharapkan akan nyambung dengan jalan arteri primer Mojokerto . Rencana pembangunan kawasan modern di KKJS . Benowo berlanjut ke Jl. Adityawarman . Arteri Primer (Utara-Selatan) melalui jalan lingkar luar timur (Estern Ring Road). • Arteri Primer (Timur-Barat) dari Jl. 2. Mohammmad . Wonorejo Rungkut. • Arteri Primer (Timur-Barat) dari Jl. seperti permukiman mewah di sekitar Jembatan Suramadu.Jl.J l. Mayjend Sungkono .Surabaya. Kertajaya (berakhir di ITS).18. terutama di wilayah pinggiran Kota Surabaya.Jl.8. ternyata masih menyisakan cerita pahit bagi permukiman nelayan di sekitarnya. Kawasan pesisir pantai di sekitar Jembatan Suramadu juga tak luput dari pembangunan kota metropolitan ini. Kedung Baruk dan Jl.Jl.Jl. Kenjeran.Jl.1. Banyu Urip . Penataan Permukiman Pesisir di Kaki Jembatan Suramadu Di balik kebanggaan bangsa terhadap Jembatan Suramadu dan segala aspek keuntungannya. Pandegiling .Jangka Menengah (kurun waktu 2006 – 2009)  Rekomendasi/Usulan • Penunjang Suramadu melalui jalan MERR (jalan lingkar tengah timur) . Jangka panjang (kurun waktu 2009 – 2013)  Rekomendasi/Usulan • • Penunjang Suramadu melalui Lingkar Timur / Outer Ring Road. • Arteri Primer (Utara-Selatan) melalui jalan lingkar luar barat (Western Ring Road). HR. bila terealisasi diharapkan akan nyambung dengan jalan tol Waru – Juanda dan arteri primer Sidoarjo.Jl. Panjang Jiwo .

kemiskinan bagi mereka adalah Sebuah keniscayaan Seperti kita ketahui. Untuk meminimalisir konflik di tingkat komunitas maka pola penataan melibatkan kawasan Kelurahan Tambak Wedi Kecamatan Kenjeran. Akibatnya. . pengembangan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJS) bisa jadi boomerang jika tidak mampu bersaing dengan lingkungan sekitarnya dan kemudian tercipta kesenjangan. Pada sisi lain. sehingga berpotensi meningkatkan kualitas masyarakat dan lingkungannya jika dikelola dengan baik. perubahan desain peruntukan kawasan yang lebih modern.Central Bussines Distric (Waterfront CBD). Selain itu. Namun. kawasan pesisir adalah lokasi strategis yang dimiliki oleh masyarakat. khususnya pada Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJS) hendaknya masyarakat sekitar. Masyarakat di sana rawan terhadap pergeseran (relokasi) akibat rencana pengembangan Waterfront CBD tersebut. hal ini akan menyebabkan ruang hidup warga pesisir semakin menyempit dan mungkin akan mengalami pergeseran melalui kebijakan relokasi. Dengan melibatkan masyarakat. mengancam kaum nelayan kehilangan sumber penghidupan dari perairan laut. diharapkan akan timbul rasa memiliki (sense of belonging) untuk tetap memelihara lingkungannya pasca penataan. Rencana perubahan peruntukan kawasan yang didisain dalam tata ruang kota dilakukan untuk mendukung tumbuhnya industrialisasi dan perdagangan pasca pembangunan Jembatan Suramadu.

fisik dan non fisik. Orientasi dua arah bagi permukiman nelayan tangguh dan pengolah ikan. dan ketersediaan dermaga yang dekat dengan permukiman. penggunaan central place dalam cluster sebagai ruang pengolahan dengan barier tertentu. dapat digambarkan sebagai berikut. Lokasi geografis yang meliputi. Kawasan Perumahan Nelayan di KKJS Arahan Penataan Permukiman Tambak Wedi Arahan penataan permukiman nelayan Tambak Wedi dibagi dalam dua aspek. dan pemikiran terhadap isu pemanasan global dan antisipatif terhadap kenaikan muka air laut. lingkungan alam yang meliputi. · Ketiga. penetapan daratan pantai dengan fungsi permukiman dan pengolahan selebar 400m – 2km dari GSP. . Aksesibilitas memadai keluar dan ke dalam permukiman.19. dan mempertahankan struktur ruang social yang telah tercipta sebelumnya dalam permukiman eksisting. aksesibilitas nelayan terhadap shoreline melalui jalur khusus. Variabel fisik sebagai arahan penataan permukiman nelayan. yaitu waterfront dan inside-out tersusun dalam komposisi ruang yang berulang (continuity of space). · Pertama. Lingkungan permukiman. · Kedua. Penetapan garis sempadan pantai minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi.Gambar 2. Hal ini meliputi.

20. direkomendasi beberapa upaya sebagai berikut: · Pertama. Pemukiman nelayan Tambak Wedi di Kaki Jembatan Suramadu Rekomendasi penataan permukiman pesisir Tambak Wedi Dalam Penanganan penataan permukiman pesisir di Kelurahan Tambak Wedi. Gambar 2. pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan sampah organik dan penguatan sistem koperasi sebagai sarana ekonomi pendukung kehidupan nelayan. Mempertahankan system IPAL yang ada dan mengembangkan sistem UASP pada kawasan pesisir yaitu. Pola nearby relocation yang akan diterapkan seharusnya tetap memberikan akses yang memadai bagi aktivitas nelayan. penyediaan jalan sebagai sarana transportasi sekaligus pencegah perambatan kebakaran dan jalur evakuasi melalui jarak yang sudah ditetapkan. Memperhatikan fungsi dan kebutuhan kawasan. prasarana dan sarana. Kota Surabaya. Kecamatan Kenjeran. . Oleh karena itu pengembangan permukiman harus mendukung perkembangan aktivitas ini. Dalam pengembangan kawasan harus memperhatikan fungsi kawasan itu sendiri. Penyediaan air minum di permukiman dan ruang pengolahan. Aspek ini meliputi.· Keempat. Permukiman pesisir Tambak Wedi memiliki aktivitas utama nelayan selain aktivitas lainnya.

Menurut wawancara yang dilakukan terhadap sampel warga Tambak Wedi. Land sharing merupakan alternative penyelesaian pembagian lahan diantara masyarakat melalui kesepakatan masing-masing pihak dengan . kawasan permukiman pesisir Tambak Wedi harus ditingkatkan kualitasnya agar dapat berfungsi maksimal dan dapat mendukung kegiatan wisata Suramadu. tempat pelelangan ikan. selanjutnya akan dikembangkan Waterfront CBD yang dapat mendongkrak aktivitas ekonomi Kota Surabaya dan regional Jawa Timur secara lebih luas. dan layanan lainnya perlu diperhatikan agar permukiman nelayan dapat berkembang. Mengingat sebagian masyarakat berprofesi sebagai nelayan. Jembatan Suramadu telah terbangun. permukiman pesisir di Tambak Wedi terpaksa harus dipindahkan dengan syarat tetap memiliki akses ke laut. ikatan keluarga dan jenis pekerjaan. Ketersediaan dermaga kapal nelayan. Dalam proses relokasi yang dekat dengan lokasi awal. Oleh karena itu. · Ketiga.· Kedua. memperhatikan peran kawasan terhadap perkembangan kawasan Suramadu. Prinsip nearby relocation dan land sharing yang akan diterapkan di dalam penataan permukiman pesisir yang akan dikembangkan sebagai kawasan waterfront CBD Suramadu. pasar. pengelolaan lahan. diperoleh kesimpulan bahwa pada dasarnya penduduk tidak keberatan dipindahkan selama masih dapat menjalankan aktivitas seperti semula. masyarakat juga perlu diberikan kebebasan untuk menentukan komunitas mereka sendiri yang didasarkan atas tatanan sosial.

harus memperhatikan kebutuhan masyarakat setempat yang sebagian besar penduduknya merupakan nelayan. pengelolaan sampah. sehingga penggantian lahan di lokasi lain menjadi hal mutlak. sarana pengolahan dan pengeringan produk tangkapanlaut. Pemerintah Kota Surabaya juga mengenal lembaga keuangan yang dapat membiayai pembangunan perumahan seperti bank pemerintah maupun swasta. masyarakat mempunyai hak atas lahan yang saat ini mereka tempati. · Kelima.21. kelembagaan dalam Pengembangan Perumahan. pembangunan prasarana dan sarana yang dilakukan di Arahan permukiman pesisir Tambak Wedi. masyarakat di Kelurahan Tambak Wedi perlu Kelompok-kelompok diberdayakan agar dapat terlibat secara aktif dalam proses perencanaan . akses menuju laut. pengelolaan Prasarana dan Sarana. yakni BPN (Badan Pertanahan Nasional) Gambar 2. Prasarana yang mesti disediakan dalam permukiman pesisir Tambak Wedi meliputi : jalan akses. pasar atau tempat pelelangan ikan. Pembiayaan terhadap penggantian lahan dapat dilakukan oleh pemerintah kota. dan lain-lain. Dalam pengelolaan prasarana dan sarana diperlukan dukungan pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Kota Surabaya dan juga masyarakat sendiri sebagai pengguna. Dalam proses pembangunan infrastruktur harus melibatkan sepenuhnya masyarakat sebagai pengguna dan agar masyarakat mempunyai rasa memiliki lingkungannya. koperasi. saluran limbah.diketahui oleh pihak yang berwenang atas pencatatan lahan. Dalam kasus relokasi permukiman Tambak Wedi. Kondisi prasarana dan sarana harus didesain sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi dengan baik di lokasi yang dekat dengan laut. Peran kedua belah pihak ini diperlukan agar kondisi prasarana dan sarana yang sudah tersedia dapat terpelihara secara maksimal. sedang pembangunan perumahan dapat dilakukan oleh swasta sebagai kompensasi diijinkannya berinvestasi di kawasan tersebut. karena masyarakat memang menghendaki demikian. Peta udara penataan kawasan permukiman di kaki jembatan suramadu · Keempat. air bersih. pembiayaan perumahan. · Keenam. saluran drainase. dan lain-lain.

dan Kemitraan dengan kelompok kelompok di luar Tambak Wedi perlu pula agar tukar perkembangan di daerah lainnya. Suramadu.pembangunan permukiman Tambak Wedi. dengan terjadi dukungan saling pemerintah informasi kota. perlu adanya arahan pendampingan agar mereka mampu merencanakan dan memelihara lingkungan dijalin dan permukimannya ditingkatkan. Kawasan lembaga yang Pemerintah Kota Surabaya diharapkan dapat menetapkan peraturan dan regulasi yang berpihak kepada masyarakat Tambak Wedi serta mampu mengakomodasi kepentingan investasi bagi perkembangan perekonomian Kota Surabaya. dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir di kaki untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik pasca pembangunan Jembatan Suramadu. dengan investor Pemerintah dan Kota Surabaya. Peran perguruan tinggi ITS (Institut Teknologi Surabaya) dalam hal ini sangat diharapkan untuk menjembatani antara masyarakat. . Untuk itu. lainnya Pengelola terkait. Diharapkan dengan arahan penataan permukiman pesisir di bawah kaki Jembatan Suramadu.