P. 1
MAKALAH KASUS 2

MAKALAH KASUS 2

|Views: 637|Likes:
Published by Dina Astriana

More info:

Published by: Dina Astriana on Apr 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2014

pdf

text

original

KASUS I

INFERTILITAS
Disusun oleh: Muhamad Jauhar (220110080033) Nina Irmayani (220110080037) Yenny Ade Bintang (220110080040) Wawan Hidayaturrahman (220110080072) Dina Astriana (220110080075) Tiara Tri Putrianti (220110080108) Nur Ashiyah L. A (220110080111) Okky Adelirandy (220110080115) Tiara Rachmawati (220110080118) Nesthi Lestari (220110080127) Siska Dwi Handayani (220110080153) Anis Supi Tasripiyah (220110080157) Ulfah Masfufah (220110070097)

Fakultas Keperawatan UNIVERSITAS PADJADJARAN

KASUS 2 Seorang klien bernama Ny. I dan Tn. O datang ke poli infertil untuk berobat dengan keluhan belum memiliki anak. Ny. I tinggal berdua dengan suaminya Tn. O. Tn. O, 37 tahun bekerja di PT, Ny. I, 36 tahun ibu rumah tangga. Tn. O dan Ny. I berpendidikan sarjana. Ny. I sering membaca buku-buku yang berhubungan dengan infertilitas. Ny. I taat menjalankan shalat 5 waktu, Tn. O shalatnya sering tidak lengkap karena sibuk dengan pekerjaannya sebagai karyawan PT, bahkan sering lupa makan. Tn. O memiliki kebiasaan merokok 2 bungkus per hari. Tn. O dan Ny. I berasal dari Jawa. Pada awal menikah tidak ada masalah keluarga , menganggap keadaan infertilitas yang dialami sebagai cobaan dari Allah. Namun, sejak 3 bulan yang lalu, suaminya selingkuh dengan gadis lain yang diketahui sebagai mantan kekasihnya di SMA dulu. Hal ini membuat Ny. I tegang, sedih, dan kecewa karena suaminya tega menyakitinya dengan berselingkuh. Padahal ia merasa bahwa kebutuhan lahir dan batin suaminya telah ia layani, termasuk hubungan suami istri yang biasa ia dan suami lakukan 4-5 kali/ minggu. Kesedihan lain yang sudah cukup lama dirasakan oleh Ny. I adalah keadaan rumah tangganya yang sudah 6 tahun menikah tapi belum punya anak. Ny. I sering berpikir bahwa suaminya mejadi berselingkuh karena dirinya belum bisa memberi keturunan sehingga ia merasa dirinya sebagai perempuan yang tidak bisa membahagiakan. Saat ini, Ny. I belum mempunyai rencana menggunakan uang tabungannya untuk berobat. Dari riwayat keluarga, baik keluarga Tn. O dan Ny. I tidak mempunyai penyakit keturunan dan merupakan keluarga yang mudah memperoleh keturunan. Hasil dari wawancara tidak ditemukan riwayat penyakit yang berhubungan dengan sistem genitourinaria. Riwayat obsetri : menstruasi pertama umur 13 tahun, siklus teratur tiap bulan, tidak ada dismenorea, tidak pernah mencatat tanggal haid. Ny. I tidak merasakan keadaan infertilitas yang dialaminya mengganggu interaksi dengan suami maupun dengan tetangga sekelilingnya.

STEP 1 1. Riwayat obsetri (Wawan) 2. Genitourinaria (Tiara r) 3. Infertilitas (nina)

1. Infertilitas : tidak bisa hamil dalam 1 tahun (Tiara T), ketidaksuburan (Nura) 2. Genitourinaria :saluran genito dan urinaria (Okky)

3. LO

STEP 2 1. Konsep infertilitas (Dina)
-

Hubungan riwayat merokok dan infertil (Yenny) Tanda gejala infertilitas (t¶Ulfa) Perbandingan fertil dan infertil / perbadaan (Nura) Hubungan testoteron dan infertil (Okky) Cara menghitung masa subur (Nina) Waktu dan proses terjadi fertilisasi (wawan) Prevalensi kasus( Jojo) Infertilitas bisa diobati/ tidak (Nesthi) Infertilitas bisa dideteksi dini tidak (Dina) Hubungan psikologis dan pembuahan ( Yenny) Yang mengalami infertil pada kauss (Wawan) Hubungan dismenorea dan infertilitas ( Jojo) Hubungan karyawan dan lupa makan dan infertil (Okky) Fase koitus dan hubungannya dengan infertil (Siska) Frekuensi berhubungan dengan terjadinya fertilisasi (Wawan) Infertil dan mandul sama atau tidak (Tiara T)

2. Apa yang harus dikaji dalam kasus ini (Tiara R)
-

Penanganannya dan penkes (Okky) Psikis, sosial, budaya Dampak psikologis Ny. I (Jojo) Pengaruh kultur pada masalah ini ( Tiara R ) Adopsi anak dapat memancing anak, benar tidak ( Jojo) Data penunjang infertilitas (Tiara T)

3. Diagnosa keperawatn yang muncul (Nina) 4. Peran perawat pada kasus infertilitas (Siska)

STEP 3 1. Infertilitas : tidak punya anak, fertil : mempunyai anak Etiologi :

status nutrisi (Yenny) Riwayat keturunan (Siska) Riwayat kesehatan organ (Dina) Pem. masalah keperawatan yang terjadi : komunikasi tidak efektif (Okky) koping individu tidak efektif. konsepsi. kurang pengetahuan ( Tiara R) Ansietas (Nura) HDR ( Tiara T) 4. Pengkajian : Gaya hidupnya (Wawan ) Riwayat menstruasi. ukur suhu tiap hari.diagnostik : laparoskopi (Yenny). edukator. usia lebih dari 30 tahun (Dina) Tidak ada lendir di vagina dan uterus (Siska) Tidak mencapai orgasme pada saat berhubungan (Tiara R) Manifestasi klinik : Siklus menstruasi tidak teratur.Rokok mempengaruhi kualitas sperma (Tiara R) Kualitas sperma akibat sperma belum matur (Dina). kista ovarium (Yenny) Faktor kelelahan (Wawan) dan psikologis (Nura). peran perawat : konselor. inseminasi (Nura) dilakukan bila rahim ibunya siap ( Anis) Peran kultur budaya pada kasus infertil : Kebanyakan menyalahkan perempuan dalam tipa daerah (Dina) 3. periksa alat genital. amenorea (Dina) Tidak bisa ereksi (Wawan) Kualitas sperma menurun (all) 2. kehidupan seks pasca menikah. periksa sperma dan ovum. cara pemeriksaan sperma (Nina). komunikator. fasilitator (Nina) . sperma yang sehat 3 hari sekali (Jojo) sperma tidak mencapai ovum/ tidak dihasilkan sperma (Tiara T) Makanan yang dimakan berpengaruh pada kualitas sperma (Nina) Gangguan pelepasan ovum. cari solusi dari masalh (Okky). pemeriksaan lendir (Dina) Penanganan : Kontrol ke dokter.

Preventif .Predisposisi .Klasifikasi .Definisi .Patofisiologi .care provider (Jojo) STEP 4 Penatalaksanaan .Pengkajian .Analisa data .terapi Pemeriksaan -lab Dianostik fisik INFERTILITAS Konsep .etiologi Peran perawat Askep .intervensi STEP 5 LO : Mind map dan step 2 .

Proses Fertilisasi Spermatozoa bergerak cepat dari vagina ke dalam rahim. kemampuan seorang istri untuk menjadi hamil dan melahirkan bayi hidup dari suami yang mampu menghamilinya. Jika sanggama terjadi dalam sekitar masa ovulasi (disebut masa subur wanita). masuk ke dalam tuba falopi. diselubungi oleh bahan opak setebal 5±10 m. ditangkap oleh fimbrae dengan umbai pada ujung proksimalnya dan dibawa ke dalam tuba falopi. Pada saat kopulasi antara pria dan wanita (sanggama/coitus). Fertilisasi adalah suatu peristiwa penyatuan antara sel mani/sperma dengan sel telur di tuba falopi.PEMBAHASAN KASUS (REPORTING) KONSEP FERTILITAS Definisi Fertilitas merupakan kadar kesuburan wanita. pembuahan terjadi di daerah tuba falopi umumnya di daerah ampula / infundibulum. akan dilepaskan cairan mani yang berisi sel±sel sperma ke dalam saluran reproduksi wanita. Sekarang ovum siap dibuahi apabila sperma mencapainya. dengan ejakulasi sperma dari saluran reproduksi pria di dalam vagina wanita. . Ovulasi terjadi 14 ± 2 hari sebelum haid yang akan datang 2. Ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi Pertemuan / penyatuan sel sperma dengan sel telur inilah yang disebut sebagai pembuahan atau fertilisasi. maka ada kemungkinan sel sperma dalam saluran reproduksi wanita akan bertemu dengan sel telur wanita yang baru dikeluarkan pada saat ovulasi. Ovum yang dikelilingi oleh perivitelina. yaitu : 1. dipakai 3 patokan. yang disebut zona pelusida. Ovum yang dikeluarkan oleh ovarium. atau hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita. folikel akan mengempis dan berubah menjadi kuning. Untuk menentukan masa subur. Sperma dapat hidup & membuahi dalam 2-3 hari setelah ejakulasi 3. Sekali ovum sudah dikeluarkan. Dalam keadaan normal in vivo. Gerakan ini mungkin dipengaruhi juga oleh peranan kontaksi miometrium dan dinding tuba yang juga terjadi saat sanggama. membentuk korpus luteum.

Setelah reaksi kapasitasi. Dengan demikian. protein plasma dan likoprotein yang berada dalam cairan mani diluruhkan. trypsine-like agent dan lysine-zone yang dapat melarutkan dan membantu sperma melewati zona pelusida untuk mencapai ovum. Reaksi ini disebut reaksi kapasitasi. dan kaputnya lebih mudah menembus karena diduga dapat melepaskan hialuronidase.Dari 60 . Hanya satu sperma yang memiliki kemampuan untuk membuahi. karena sperma tersebut memiliki konsentrasi DNA yang tinggi di nukleusnya. sangat jarang sekali terjadi penembusan zona oleh lebih dari satu sperma. beberapa juta berhasil menerobos saluran heliks di dalam mukus serviks dan mencapai rongga uterus beberapa ratus sperma dapat melewati pintu masuk tuba falopi yang sempit dan beberapa diantaranya dapat bertahan hidup sampai mencapai ovum di ujung fimbrae tuba fallopi. sperma mengalami reaksi akrosom. Hal ini disebabkan karena selama beberapa jam. Sel sperma yang telah menjalani kapasitasi akan terpengaruh oleh zat ± zat dari korona radiata ovum. Pada saat ini dilepaskan hialuronidase yang dapat melarutkan korona radiata. Sekali sebuah spermatozoa menyentuh zona pelusida.100 juta sperma yang diejakulasikan ke dalam vagina pada saat ovulasi. Setelah itu terjadi reaksi khusus di zona pelusida (zone reaction) yang bertujuan mencegah terjadinya penembusan lagi oleh sperma lainnya. sehingga isi akrosom dari daerah kepala sperma akan terlepas dan berkontak dengan lapisan korona radiata. terjadi perlekatan yang kuat dan penembusan yang sangat cepat. . terjadi setelah sperma dekat dengan oosit.

2. B. terjadi: 1. 4. Ekor sel sperma terlepas dan berdegenerasi. Penggenapan kembali jumlah kromosom dari penggabungan dua paruh haploid dari ayah dan dari ibu menjadi suatu bakal baru dengan jumlah kromosom diploid. menghasilkan oosit definitif yang kemudian menjadi pronukleus wanita 3. Pronukleus pria dan wanita. 5. Inti sperma membesar membentuk pronukleus pria. Masing ± masing haploid bersatu dan membentuk zygot yang memiliki jumlah DNA genap / diploid. Gambar Pembuahan Ovum Keterangan : A. Oosit menyelesaikan pembelahan miosis keduanya. C dan D : Ovum dengan korona radiata E F dan G : Ovum dimasuki spermatozoa : Pembentukan benda kutub kedua dan akan bersatunya kedua pronukleus yang haploid untuk menjadi zigot Hasil utama pembuahan : 1. Reaksi zona / reaksi kortikal pada selaput zona pelusida 2. Penentuan jenis kelamin bakal individu baru. tergantung dari kromosom X atau Y yang dikandung sperma yang membuahi ovum tersebut.Pada saat sperma mencapai oosit. .

Pada pria masa fertilitas tertinggi terjadi antara 24 dan 35 tahun dimana pada saat itu merupakan tingkat kesehatan fisik dan mental tertinggi. Faktor-faktor yang langsung memiliki kaitan dengan ketiga tahap tersebut ³ variabel antara´. dan strerilisasi atau fekunditas dan infekunditas yang disengaja. pemakaian kontrasepsi. Faktor yang mempengaruhi hubungan kelamin adalah umur/usia c. Wanita ini tidak memiliki kelainan organ-organ reproduktif atau siklus menstruasi serta menghasilkan ovum secara teratur.3. dengan paling tidak 75% bentuk sperma normal dan sperma motilitas aktif. lamanya berstatus kawin. . berpisah sementara) dan frekuensi senggama. b) Faktor-faktor yang mempengaruhi kemungkinan terjadinya konsepsi antar lain fekunditas atau infekunditas yang disebabkan hal-hal yang tidak disengaja. Pda wanita fertilitas tertinggi pada usia 20-30 tahun dimana kesehatan fisik dan mental dalam keadaan tinggi. Frekuensi senggama e. Variabel antara tersebur terdiri atas : a) Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan kelamin adalah umur memulai hubungan kelamin. abstinensi sukarela. c) Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan yautu mortalitas karena sebeb -sebab tidak sengaja dan yang disengaja. selibat permanen (proporsi wanita yang tak pernah mengadakan hubungan kelamin). Permulaan pembelahan dan stadium ± stadium pembentukan dan perkembangan embrio (embriogenesis). Faktor mortalitas karena sebab-sebab tidak disengaja dan yang disengaja Faktor-faktor sosial ekonomi dan budaya yang mempengaruhi fertilitas akan ada kaitannya dengan ketiga tahap reproduksi. Faktor sosial ekonomi dan budaya yang mempengaruhi fertilitas b. fungsi fertilitas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor : a. abstinensi terpaksa ( misal sakit. Pria ini tidak memiliki abnormalitas organ-organ reproduktif dan memiliki jumlah sperma 90-300 juta per militer. Faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas Secara umum. Lamanya berstatus menikah d.

Contoh Bahan Makanan: Telur. melakukan hubungan seks sebanyak 1-2 kali dalam sehari. vitamin E dan zinc sebagai bahan dasar hormon reproduksi wanita. dalam sehari melakukan hubungan seks hingga 3-5 kali. masih normal c. Faktor asupan gizi : Zat gizi yang mempengaruhi fertilitas : Vitamin A. faktor frekuensi senggama dan gizi juga berpengaruh [ada kemampuan seseorang dalam fertilitas : Frekuensi hubungan seks Menurut oyub. melakukan hubungan seks seminggu sekali. frekuensi seks setiap pasangan suami istri tidak sama. Untuk pria dan wanita usia 55 tahun keatas. masih dalam kategori normal Tetapi itu semua tergantung pada keadaan psikis individu masing-masing. Untuk pria dan wanita usia 30-35 tahun. Untuk pria dan wanita usia 35-40 tahun. C dan E sebagai antioksidan yang berfungsi untuk menangkal serangan radikal bebas terhadap sperma dan ovum. seledri. ikan. . termasuk kategori normal b.jeruk. Contoh Bahan Makanan: Kemangi. masih dalam kategori normal d. melakukan hubungan seks 3 hari sekali. ikan. Misalnya: wortel. tergantung usia : a. kedelai. Vitamin B Bersama niasin. ayam. Contoh Bahan Makanan: Daging unggas. daging sapi. kacang tanah. sebulan sekali. apalagi yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Vitamin E Mencegah degenerasi system reproduksi (memudahkan organ reproduksi mendapatkan pasokan oksigen segar). daging. Arginin Memperkuat daya tahan hidup sperma dan mencegah kemandulan. Untuk pria dan wanita usia 25-30 tahun. kacang-kacangan yang sudah berkecambah. telur. Untuk pria dan wanita usia 40-55 tahun. kacang-kacangan.Selain itu. masih dalam kategori normal e. makanan laut. melakukan hubungan seks sebanyak satu kali sehari.

Hal ini diakibatkan karena tingkat fertilitas di kota disebabkan oleh tingginya tingkat ³memory lapse´ wanita pedesaaan yang tinggal di daerah kota. Sebagai µaturan umum¶ sederhana. Perbedaan fertilitas menurut tempat tinggal. Pada intinya hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat fertilitas berbeda dari satu daerah ke daerah lainnya. jadi hubungan antara umur perkawinan dan fertilitas negatif . Mengingat perbedaan hanya sedikit. ayam. missal jenis pekerjaan. ikan teri. c) Umur Perkawinan Pertama. tempe. . wanita yag mengurus rumah tangga saja cenderung untuk memiliki anak yang lebih banyak daripada wanita yang bekerja. memperbaiki struktur dan kegesitan sperma. mentega. hati. d) Pengalaman Bekerja. Beradsaran penelitian. menunjukkan bahwa fertilitas di daerah kota sedikit lebih tinggi daripada di pedesaan. telur dan seafood.. makin rendah fertilitasnya. Contoh Bahan Makanan: Daging. lapangan pekerjaan. ini juda dimungkinkan oleh konsep urban atau rural yang dipakai. kegiatan yang biasanya dilakukan. pentingnya fertilitas untuk mendapatkan bantuan medis bergantung pada 3 faktor: Studi Perbedaan Fertilitas di Indonesia a) Tempat tinggal wanita saat pencacahan. - Kalium Mempengaruhi pengeluaran hormone reproduksi. Contoh Bahan Makanan: Daging. - Likopen Meningkatkan jumlah. pada dasarya makin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki oleh wanita.- Histamin Mempengaruhi system ejakulasi pada pria. ukuran yang dipakai untuk factor pengalaman bekerja berbedabeda. Konsep tersebut lebih menekankan pada fasilitas fisik di suatu daerah daripada cara hidup penduduk yang tinggal di daerah tersebut b) Tingkat Pendidikan. bahwa makkin muda seorang melakukan perkawinan makin panjang masa reproduksinya maka dapat diharapkan makin muda seseorang melangsungkan perkawinannya makin banyak pula anak yang dilahirkan. Contoh Bahan Makanan : Jambu biji merah dan semangka. status pekerjaan. - Zinc Melincahkan sperma. Contoh Bahan Makanan: Susu.

Infertilitas adalah kegagalan sepasang suami istri untuk hamil selama 12 bulan atau lebih dengan koitus yang teratur dan tanpa menggunakan alat kontrasepsi (Wiknjosastro. 1. diantaranya : a. maka sel telur itu akan mati dan turun pada saat haid. 2008). yaitu keadaan infertilitas yang dialami pasangan yang pernah mengalami proses pembuahan setelah menikah. Hal ini berhubungan dengan proses pembentukan serta kualitas sperma atau sel telur. Pematangan sperma terjadi kurang lebih 70 hari. Berbeda dengan laki-laki. Secara alamiah perempuan mengalami fase menopause yang biasanya terjadi antara usia 40-50 tahun.B. suami istri Secara umum. Kondisi Fisik infertilitas berhubungan dengan kondisi fisik. Kualitas sperma dan sel telur dipengaruhi banyak faktor. lemungkinan untuk memperoleh keturunan lebih kecil. KONSEP INFERTILITAS DEFINISI Infertilitas adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk memiliki keturunan dimana wanita belum mengalami kehamilan setelah bersenggama secara teratur 2-3 x / minggu. 2004). waktu. Infertilitas sekunder. proses andropause yakni penurunan masa produktif . Ovarium dapat menghasilkan1 sel telur setiap bulan. Testis dapat menghasilkan 100-200 juta sel per hari atau 1 triliun sel selama hidup. Pada fase ini. 2005). KLASIFIKASI INFERTILITAS : 1. Infertilitas primer. Infertilitas atau ketidaksuburan adalah kesulitan untuk memperoleh keturunan pada pasangan yang tidak menggunakan kontrasepsi dan melakukan senggama secara teratur (Depkes RI. yaitu keadaan infertilitas yang dialami pasangan suami istri sejak awal mereka menikah. proses dan Kesuburan sangat ditentukan oleh kondisi fisik suami dan istri. Dalam saluran kelamin perempuan. Bila tidak dibuahi. Infertilitas adalah tidak terjadi konsepsi setelah satu tahun (Scott. 2. sel sperma dapat hidup dan membuahi sel telur antara 3-5 hari.2008) Infertilitas adalah suatu kesatuan hasil interaksi biologik yang tidak menghasilkan kehamilan dan kelahiran bayi hidup (Hermawanto. tanpa mamakai matoda pencegahan selama 1 tahun.

g. e. Metode kontrasepsi: Penggunaan kondom pada pria atau diafragma pada wanita tidak memungkinkan terjadinya proses pembuahan. kista ovarium. mengurangi Kebiasaan kualitas kesuburan. tetapi juga mengakibatkan proses perlengketan embrio pada rahim terganggu. Pada Menurut wanita penelitian. Beberapa kelainan genetika dapat berpengaruh pada kesuburan terutama yang berhubungan dengan anatomi kelamin dan sistem hormonal pada suami maupun istri. c.biasanya terjadi saat usia yang sangat lanjut. hormon kegemukan kelainan sekresi gonadotropin oleh kelenjar hipofisis. Beberapa kelainan anatomis. misalnya infeksi pada saluran kelamin. Penyakit tertentu. Banyak penelitian menunjukkan bahwa stres dapat mengganggu kualitas dan proses kesuburan. seperti kelainan pada rahim atau saluran kelamin lainnya dapat mengganggu proses kehamilan. Kelainan ini pada akhirnya mempengaruhi produksi hormon estrogen dan progesteron. Perlengketan atau tertutupnya tuba falopii dapat terjadi karena infeksi dan peradangan. mioma uteri merokok pada dan wanita. f. Proses Terjadinya pembuahan dan kehamilan dimulai dengan masuknya sperma dalam saluran kelamin wanita dan bertemu dengan ovum atau sel telur di dalam saluran ovarium (tuba falopii). 3. Penyakit seperti myoma uteri. yang kegemukan terdapat dapat mempengaruhi pada kesuburan. 2. Waktu Sel telur hanya dihasilkan satu kali setiap bulannya dan umurnya pun . d. minum dapat alcohol menghambat terbukti kehamilan. b. Hasil pembuahan (embrio) itu digerakkan menuju rahim untuk berkembang di dalamnya. Pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia dan polusi tinggi juga dapat mengurangi kualitas kesuburan. Proses berhasil tidaknya proses kehamilan sangat dipengaruhi beberapa hal : a. atau tumbuhnya jaringan ikat. varicocel pada pria. b. c. bukan saja menghalangi masuknya sperma.

Catat suhu basal dalam suatu kurve: jika siklus suhu ovulator. Pemeriksaan System Reproduksi 1. maka suhu basal bersifat bifasis.pendek. MANISFESTASI KLINIS WANITA : - Kelainan hormon endokrin Hypomenore / amenore Perkembangan seks sekunder tidak adekuat (karena ada masalah di ovarium. pembentukan progesteron menimbulkan perubahan-perubahan sitologis pada sel-sel superfisial.payudara tidak berkembang.hipotalamus) - Wanita dengan sindrom turner (pendek. Dengan pemeriksaan vagina smear. Sehingga pengetahuan mengenai masa subur menjadi hal yang sangat penting. .hipofisis. gonad abnormal) PRIA : - Status gizi dan nutrisi kurang terutama protein Riwayat inflamasi genitourinaria Hipertiroidisme / hipotiroidisme Tumor hipofisis Disfungsi ereksi berat Ejakilasi retrograde Hipospadia / epispadia Mikropenis PEMERIKSAAN INFERTILITAS Pemeriksaan Fisik: Perkembangan seks sekunder yang tidak adekuat ( seperti distribusi lemak tubuh dan rambut yang tidak sesuai ). Sesudah ovulasi terjadi kenaikan suhu basal disebabkan pengaruh progesteron b. Wanita · Deteksi Ovulasi Pemeriksaan ovulasi digunakan untuk mengetahui ovulasi (pelepasan sel telur) a.

2. juga gambaran fern (daun pakis) yang terlihat pada lendir yang telah dikeringkan hilang. 2. Setelah 10 menit baca dan catat suhu pada grafik saat tanggal pemeriksaan itu. Dengan memeriksa lendir rahim dibawah mikroskop. Uji lendir serviks metoda berdasarkan hubungan antara pertumbuhan anatomi dan fisiologi serviks dengan siklus ovarium untuk mengetahui saat terjadinya keadaan optimal getah serviks dalam menerima sperma Syarat : y y Pemeriksaan Lendir serviks + 6 . pada saat subur akan tampak bentuk seperti daun pakis yang sempurna. tetap berbaring dan istirahat dengan mata tertutup sampai selesai. Pemeriksaan lendir serviks: adanya progesteron menimbulkan perubahan sifat lendir serviks ialah lendir tersebut menjadi lebih kental. e.c. Pemeriksaan endometrium: kurtase pada hari pertama haid atau pada fase premenstruil menghasilkan endometrium dalam atadium sekresi dengan gambaran histologis yang khas.5-1°C. Pemeriksaan hormon seperti estrogen. dengan ini dapat dilihat dengan jelas sel telur yang sudah dilepaskan dari indung telur. Setelah bagun tidur letakkan thermometer dimulut selama 10 menit penting bagi anda jangan banyak bergerak. Guncang thermometer hingga dibawah 36 C dan siapkan termometer didekat tempat tidur. berarti sedang terjadi ovulasi. ICSH dan pregnandiol. dilakukan pengukuran suhu tubuh wanita. pengkajian BBT (basal body temperature ) Setiap pagi.10 jam paska sanggama Waktu sanggama sekitar ovulasi. 3. 2008). bentuk lendir normal setelah kering terlihat seperti daun pakis Penilaian UPS : Baik : > 10 sperma / LPB Keadaan dan sifat lendir serviks sangan mempengaruhi keadaan spermatozoa . sebelum beranjak daru tempat tidur. d. Cara mengukur sendiri suhu basal tubuh : 1. (Kurniawan. Pemeriksaan ini meliputi : 1. jika terjadi peningkatan sebesar 0. Pemeriksaan USG melalui vagina.

Enzym proteolitik Selain estrogen. Dilihat apakah ada spermatozoa atau tidak. d. Dalam lendir serviks juga dapat ditemukan immunoglobulin yang dapat menimbulkan agglutinasi dari spermatozoa. pH lendir serviks lendir serviks bersifat alkalis dengan pH 9. tidak terdapat reaksi imunologis. Suasana menjadi asama pada servicitis. Satu tetes lendir serviks diletakkan berdampingan dengan tetes sperma pada objek gelas.a. Diulang dua kali dengan nterval dua bulan. e. lendir serviks kurang baik. enzim proteolitik seperti tripsin dan chemotripsin juga mempengaruhi viscositas lendir serviks. Cara melakukan uji Sims Hunher: y y y Hubungan seks normal 2-3 hari menjelang ovulasi Datang memeriksakan diri sekitar 3-7 jam Lendir serviks diusap dan dibaca di bawah mikroskop. Sims hunher test dianggap baik jika terdapat 5 spermatozoa motil per high powerfield. Sims hunher tes baik menandakan teknis citus baik. kehamilan terjadi. c. Kentalnya lendir serviks Lendir serviks yang cair lebih mudah dilalui spermatozoa. Berbagai kuman-kuman dalam lendir serviks dapat membunuh spermatozoa. sperma cukup baik. estrogen ovarial cukup. Jika tidak ada invasi spermatozoa. b. Biasanya pemeriksaan lendir serviks dilakukan dengan cara: 1) Sims Hunher Test Pemeriksaan lendir serviks dilakukan post coitum sekitar waktu ovulasi. hasil yang baik terdapat spermatozoa 5-20. sebaliknya pada stadium sekresi lendir serviks lebih kental karena pengaruh progesteron. Pada pH yang alkalis spermatozoa dapat hidup lebih lama. lendir serviks normal. Pada stadium proliferasi lendir serviks agak cair karena pengaruh estrogen. 2) Kurzoxk Miller Test Dilakukan pada pertengahan siklus jika hasi Sims Hunher test kurang baik. .

60 mIU/ml LH serum : 15 .6-10 cm tanpa terputus. lendir servikal adalah jernih dan bisa diregangkan sepanjang 7.60 mIU/ml Estradiol Progesteron Prolaktin : 200 . Laminaria merupakan . Dalam keadaan normal. Bila dilihat dengan mikroskop. E2. Biopsi endometrium terjadiwal. sebuah sampel endometrium diambil b) Metode kedua dilakukan sebagai berikut: y Pasangan dianjurkan tidak mmelakukan hubungan seksual selam a periode ³fertil´ yang pertama supaya embrio tidak keluar setelah prosedur. Dengan wanita ditutupi selimut dan dalam posisi litotomi. lendir tampak seperti pohon pakis. Tes ini dilakukan pada pertengahan siklus menstruasi yaitu pada saat estradiol mencapai kadar tertinggi dan pada saat terjadi ovulasi. · Biopsy endometrium terjadwal Mengetahui pengaruh progesterone terhadap endometrium dan sebaiknya dilakukan pada 2-3 hr sebelum haid.20 mg/ml : 2 .600 pg/ml : 5 . Dilakukan dengan dua metode: a) Diimplementasi 3-4 hari setelah menstruasi berikutnya. LH. y Serviks didilatasi menggunakan laminaria 4-24 jam sebelum prosedur yang tidak membutuhkan analgesia dilakukan. Dengan pengambilan specimen urine dan darah pada berbagai waktu selama siklus menstruasi. Dengan menggunakan aspirator vabra berlumen kecil. Hormonal: FSH.20 mg/ml · Sitologi vagina Pemeriksaan usap forniks vagina untuk mengetahui perubahan epitel vagina · Uji pasca senggama Mengetahui ada tidaknya spermatozoa yang melewati serviks ( 6 jam pasca coital ). PROLAKTIN y y y y y FSH serum : 10 .· Analisa hormon Mengkaji fungsi endokrin pada aksis ovarium ± hipofisis ± hipotalamus. PROGESTERON. spekulum vagina diinsersi ke dalam vagina.

lalu diukur menggunakan alat ukur. mengembang. biasanya implantasi terjadi di bagian atas fundus. · Pemeriksaan pelvis ultrasound Untuk memvisualisasi jaringan pelvis. baik di bagian posterior maupun anterior) · Histerosalpinografi Radiografi kavum uteri dan tuba dengan pemberian materi kontras. perkembangan dan maturitas folikuler. jaringan parut dan adesi akibat proses radang. serta informasi kehamilan intra uterin. (jika implantasi terjadi. distrosi rongga uterus dan tuba uteri. · Laparoskopi Standar emas untuk mengetahui kelainan tuba dan peritoneum. lalu melalui tuba. . Disini dapat dilihat kelainan uterus. y Wanita berbaring dalam posisi litotomi dan diselimuti kemudian spekulum diinsersi. dan denga demikian membuat serviks berdilatasi. Analgesia atau anastesia seringkali dibutuhkan. serviks didilatasi pada saat ini dengan dilator rod logam.insersi rumput laut kemasan berbentuk tipis dan berukuran kecil atau dilator osmotik sintesis yang jika diinsersi ke dalam serviks. menyerap kelembaban. Aalat ukur itulah yang dapat memeperkirakan keberadaaan salur tuba dan keadaan tersumbatnya segaian ataupun total - Hidrotubasi : pemeriksaan tuba dengan cara memasukan cairan kombinasi antibiotika dan aqua steril dalam jumlah 15-20 cc melalui mulut rahim menuju rahim lalu masuk ke tuba dan bila cairan tersebut kembali lagi ke vagina maka dapat di simpulkan terjadi gangguan atau sumbatan di tuba fallopi. y y Laminaria diangkat Apabila sebelumnya tidak didilatasi dengan laminaria. - Pertubasi : pemeriksaan potensi tuba dengan cara memasukan CO2 ke mulut rahim. Dilakukan secara terjadwal. misalnya untuk identifikasi kelainan. y Sebuah spesimen kecil endometrium diambil dari dinding samping di dalam fundus supaya embrio tidak terlepas jika konsepsi telah terjadi.

Wanita · Pengetahuan tentang siklus menstruasi.2. atau seluran ejakulatori. Pria · Analisa Semen Parameter : Warna Putih keruh Bau Bunga akasia PH 7. gejala lendir serviks puncak dan waktu yang tepat untuk coital · Pemberian terapi obat.18-1. seperti. dan LH.6 centipose Jumlah sperma 20 juta / ml Sperma motil > 50% Bentuk normal > 60% Kecepatan gerak sperma 0. vesikula seminalis. · Biopsi testis Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan testis memakai metoda invasif untuk mengidentifikasi adanya kelainan patologi. · USG Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat struktur kelenjar prostat. FSH. · Uji penetrasi sperma · Uji hemizona PENATALAKSANAAN INFERTILITAS A.2 ± 7. hipofisis jika kelainan ini diduga sebagai penyebab infertilitas.8 Volume 2 ± 5 ml Viskositas 1.6 ± 6. Uji yang dilakukan bertujuna untuk menilai kadar hormon tesrosteron. .tidak ada Uji fruktosa 150-650 mg/dl · Pemeriksaan endokrin Pemeriksaan ini berguna untuk menilai kembali fungsi hipothalamus.2 detik persentase gerak sperma motil > 60% Aglutasi Tidak ada Sel ± sel Sedikit.

. jangan yang mengandung spermatisida Terapi oklusi: suami mengguanakan kondom selama 6-9 bulan bila istri mempunyai faktor imunologis sebagai penyebab fertilitasnya.1. O dan Ny. Pria · Penekanan produksi sperma untuk mengurangi jumlah antibodi autoimun. I. Superovulation dan intrauterine insemination Cara ini menggunakan hormon untuk menstimulasi proses ovulasi sel telur dan sperma di dalam uterus. · Pengangkatan tumor atau fibroid · Eliminasi vaginitis atau servisitis dengan antibiotika atau kemoterapi B. peningkatan kadar prolaktin. Penanganan beberapa masalah infertilitas disesuaikan dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan Tn.m memperbaiki hipoganadisme · FSH dan HCG untuk menyelesaikan spermatogenesis · Bromokriptin. tidak membiasakan penggunaan celana yang panas dan ketat · Perhatikan penggunaan lubrikans saat coital. Terapi penggantian hormon 3. Penggunaan antibiotika yang sesuai untuk pencegahan dan penatalaksanaan infeksi dini yang adekuat · GIFT ( gemete intrafallopian transfer ) · Laparatomi dan bedah mikro untuk memperbaiki tuba yang rusak secara luas · Bedah plastic misalnya penyatuan uterus bikonuate. baik untuk gangguan yang disebabkan oleh supresi hipotalamus. 2. yaitu : 1. Beberapa kemajuan cara pengobatan infertilitas. digunakan untuk mengobati tumor hipofisis atau hipotalamus · Klomifen dapat diberikan untuk mengatasi subfertilitas idiopatik · Perbaikan varikokel menghasilkan perbaikan kualitas sperma · Perubahan gaya hidup yang sederhana dan yang terkoreksi. In Vitro Fertilisasi. pemberian tsh . Stimulant ovulasi. Seperti. Tujuannya untuk mengurangi titer antibodi antispermatozoa dengan mencegah pengulangan stimulasi antigenik. diharapkan kualitas sperma meningkat · Agen antimikroba · Testosterone Enantat dan Testosteron Spionat untuk stimulasi kejantanan · HCG secara i. 2. Glukokortikoid jika terdapat hiperplasi adrenal 4. perbaikan nutrisi.

Berusaha dan berdoa 2. Terapi dengan pola kebiasaan hidup 1. Latihan jasmani : olahraga teratur BB ideal PENCEGAHAN INFERTILITAS - Jauhi rokok karena dalam penelitian lebih dari 1 bks/ hari menurunkan kesempatan hamil >20% - Kurangi etrpapar lingkungan yang tercemar polusi karena dapat menurunkan kualitas sperma - Jangan konsumsi narkoba karena narkoba mengganggu sekresi hormone GnRH jauhi alcohol karena pada wanita alcohol dapat menurunkan sekresi estrogen dan progesterone. dan komunikasi yang baik antar suami-istri untuk memutuskan terapi yang tepat untuk mereka 4. Alkohol dalam jumlah banyak dihubungkan dengan rendahnya kadar hormon testosteron yang tentu akan mengganggu pertumbuhan sperma.Menggunakan hormon untuk menstimulasi proses ovulasi sel telur dan memperoleh sel telur. Diet (pola makan) yang sehat b. optimis. - . Melakukan pemeriksaan ke dokter 3. sehingga penghentian penggunaan mariyuana dan alkohol merupakan usaha preventif untuk infertilitas. Zygote Intrafallopian transfer. Mariyuana juga dikenal sebagai salah satu penyebab gangguan pertumbuhan sperma. Sabar. Fertilisasi dilakukan di laboratorium dan kemudian mentransfer hasil embrio ke dalam uterus. 3. 4. Gamet Intra fallopian transfer Menggunakan peralatan yang disebut laparoskopi sebagai tempat fertilisasi sel telur dan sperma ke dalam tuba fallopi dengan cara membuat lubang kecil pada perut. meliputi : a. sedangkan pada pria dapat menurunkan ukuran testis dan motilitas sperma jadi tidak bagus. Berperilaku hidup sehat. Proses infertilisasi yang dilakukan di laboratorium dan kemudian menggunakan laparoskopi untuk mentransfer zigot ke dalam tuba fallopi.

sepreti obat darah tinggi. yaitu suatu kelainan pada darah yang bisa mengakibatkan sulitnya menjaga kehamilan atau menyebabkan keguguran berulang. Jenis pemeriksaannya antara lain : a. Pemeriksaan Rhesus . dan herpes) Dilakukan untuk memeriksa apakah calon ibu terjangkin virus toksoplasma ataupun virus yang lainnya karena virus ini bisa mengakibatkan kecacatan pada bayi. - Menghindari Alkohol dan zat adiktif. Ada berbagai jenis infeksi diketahui menyebabkan infertilitas seperti infeksi prostat. sehingga pada saat pengantin perempuan hamil dia dapat mempertahankan bayinya. Bentuk sperma : harus memiliki bentuk normal lebih dari 30% dan sedikitnya 14% sperma harus sudah terbentuk dengan normal saat menuju sel telur. Alkohol dalam jumlah banyak dihubungkan dengan rendahnya kadar hormon testosteron yang tentu akan mengganggu pertumbuhan sperma. biasanya para dokter akan melakukan tindakan tertentu sebagai langkah . rubella. infeksi pada darah dan sebagainya. Pemeriksaan terhadap TORCH (toksoplasma. dll Para ahli abstetri (ilmu kebidanan) dan ginekologi (ilmu keturunan) menyatakan bahwa sebaiknya calon pengantin memeriksakan dirinya tiga bulan sebelum melakukan janji pernikahan. b. Dalam pengalaman medis. cytomegalo. Pemeriksaan darah Dilakukan untuk memastikan si calon ibu tidak mengalami talasemia. 3. - Hindari obat yang mempengaruhi jumlah sperma. Jika ada kasus seperti itu. testis / buah zakar. jumlah dan kualitas sperma. kadang kala ditemukan gejala anti phospholipid syndrome (APS). 2. Rentang waktu itu diperlukan untuk melakukan pengobatan jika ternyata salah seorang atau keduanya menderita gangguan tertentu. Ganja /mariyuana juga dikenal sebagai salah satu penyebab gangguan pertumbuhan sperma. maupun saluran sperma. Pemeriksaan sperma Dilakukan dalam 3 kategori.- Mengobati infeksi di organ reproduksi. Gerakan sperma : harus lebih dari 50% sperma terlihat pergerakannya. d. c. yakni : 1. Rokok mengandung zat-zat yang dapat meracuni pertumbuhan. Jumlah sperma : harus lebih dari 20 juta setiap cc-nya. - Menghindari rokok.

f. maka biasanya disarankan para ahli medis untuk melakukan pengguguran sejak dini karena tidak mungkin janin akan bertahan hidup secara normal di dalam rahim ibu. e. Pemberian suntikan tetanus Suntikan Tetanus Toxoid sebenarnya dimaksudkan untuk mencegah timbulnya tetanus pada luka yang dapat terjadi pada vagina mempelai wanita yang diakibatkan hubungan seksual pertama. Sedangkan bangsa Eropa dan Kaukasia biasanya memiliki resus negatif. perempuan Indonesia memiliki resus darah positif. . Suntikan TT biasanya juga diperlukan dan dianjurkan oleh para medis bagi para ibu hamil di usia kehamilan 5-6 bulan untuk mencegah terjadinya tetanus pada luka ibu ataupun bayi saat proses kelahiran. Pemeriksaan darah Anticardiolipin Antibodi (ACA) Penyakit yang berkaitan dengan hal itu bisa mengakibatkan aliran darah mengental sehingga darah si ibu sulit mengirimkan makanan kepada janin yang berada di dalam rahimnya. nantinya akan gugur juga. Seperti bangsa Asia lainnya.Pemeriksaan resus untuk pasangan campuran yang berasal dari dua ban gsa berbeda sangatlah penting. Jika ibu memiliki resus positif dan embrio menunjukkan resus negatif. Meskipun pasangan ingin tetap mempertahankan janin.

Identitas Klien a. O 37 tahun Sarjana Karyawan PT Islam Jawa : : : : : : Ny. kesedihan cukup lama yaitu keadaan rumah tangga sudah 6 tahun menikah belum mempunyai anak. tidak ada dismenore. siklus teratur tiap bulan. kecewa karena suaminya tega menyakitinya dengan berselingkuh sejak 3 bulan yang lalu dengan gadis lain yang diketahui mantan kekasihnya di SMA dulu. I tidak mempunyai penyakit keturunan dan merupakan keluarga yang mudah memperoleh keturunan 6. Riwayat kesehatan dahulu : Tidak ditemukan riwayat penyakit yang berhubungan dengan system genitourinaria 5. Pada pria Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Agama Suku b. Aspek psiko ± sosio ± spiritual ± budaya : y : : : : : : Tn. merasa dirinya sebagai perempuan yang tidak bisa membahagiakan suami . Pada wanita Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Agama Suku Diagnosa Medis : Infertilitas 2.ASUHAN KEPERAWATAN INFERTILITAS PENGKAJIAN 1. I 36 tahun Sarjana Ibu Rumah Tangga Islam Jawa Psikologis : Ny. O dan Ny. Riwayat kesehatan keluarga : Keluarga Tn. I tegang. Riwayat kesehatan sekarang : Belum mempunyai anak 4. sedih. tidak pernah mencatat tanggal haid 7. Riwayat obstetric : Menstruasi pertama umur 13 tahun. Keluhan utama : Belum mempunyai anak 3.

O selingkuh kekecewaan Ny. Tn. I taat menjalankan solat 5 waktu y Budaya : Kebiasaan atau adat istiadat yang berlaku pada suku jawa jika pasangan suami istri belum mempunyai keturuann maka menjadi aib keluarga dan pusat pembicaraan dan perhatian tetangga sekelilingnya dan yang menjadi pihak yang dipermasalahkan biasanya pada wanita meskipun pria juga berpeluang menjadi penyebab infertilitas. Riwayat hubungan seksual : Tn. O mempunyai kebiasaan merokok 2 bungkus/hari dan sering lupa makan karena sibuk dengan pekerjaannya 9.d. DO : Ny. Riwayat dengan tenaga kesehatan : Ny. I melakukan hubungan suami istri 4 ± 5x/minggu 10.d. ketidaktahuan mengenai masalah yang terjadi .Harga Diri Rendah b. I sering membaca buku ± buku yang berhubungan infertilitas. I sering berpikir suaminya selingkuh karena ia belum bisa memberikan keturunan. Ny. O solatnya sering tidak lengkap karena sibuk dengan pekerjaannya. 8. Pola kebiasaan : Ny. O Tn.y Social : Tidak merasakan keadaan infertilitas yang dialaminya mengganggu interaksi dengan suami maupun dengan tetangga sekelilingnya y Spiritual : Tn. I belum mempunyai rencana menggunakan uang tabungan untuk berobat Analisa data : 1. perasaan gagal sekunder infertilitas 2. biasanya juga dianjurkan untuk mengadopsi anak dengan tujuan memancing agar diberikan keturunan. I belum mempunyai rencana untuk menggunakan uang tabungannya untuk berobat Etiologi : Infertilitas tidak mengetahui jalan keluar masalah semakin berlarutlarut Koping keluarga tidak efektif Diagnosa : Koping Indivdu/Keluarga Tidak Efektif b.I merasa dirinya tidak berharga Gangguan harga diri Diagnosa : Gangguan Konsep Diri. DO : Ny. O dan Ny. Respon keluarga : Keluarga menganggap keadaan infertilitas yang dialami sebagai cobaan dari Allah 11. sehingga ia sering merasa dirinya sebagai perempuan yang tidak bisa membahagiakan Etiologi : Infertilitas kekecewaan Tn.

DO : Ny. Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Rasional 1. Harga diri rendah berhubungan dengan perasaan gagal sekunder terhadap infertilitas Tujuan: Memfasilitasi integritas diri konsep pribadi dan perubahan gambaran diri y Tanyakan dengan y nama apa pasien ingin dipanggil Menunjukan kesopan santunan / penghargaan dan pengakuan personal y Identifikasi orang terdekat dari siapa pasien memperoleh kenyaman y Memungkinkan privasi untuk hubungan personal khusus. I sudah membaca buku tetapi belum punya rencana Diagnosa : Potensial Peningkatan Pemeliharaan Kesehatan Rencana Asuhan Keperawatan Infertilitas No. menerima apa yang dikatakannya y Diskusikan pandangan pasien y terhadap citra diri dan efek yang ditimbulkan dari infertilitas yang dialami .3. y Dengarkan dengan aktif masalah dan ketakutan pasien y Menyampaikan perhatian dan dapat dengan lebih efektif mengidentifikasi kebutuhan dan masalah serta strategi koping pasien dan seberapa efektif Membantu pasien / orang terdekat untuk memulai menerima perubahan dan mengurangi ansietas mengenai perubahan fungsi / y Dorong mengungkapkan perasaan.

Menunjukan kewaspadaan dari Kembangkan mekanisme adaptif Bantu klien untuk y mengidentifikasi stresor spesifik seseorang. Koping Tujuan : y Kaji keefektifan y koping Kemampuan menyatakan perasaan perhatian.Mengidentifikasi yang tingkah laku koping yang tidak efektif y dan konsekuensi 2.gaya hidup y Persepsi pasien mengenai perubahan pada citra diri mungkin terjadi secara tibatiba atau kemudian 2. dan kemungkinan strategi untuk koping keluarga / kemampuan memecahkan masalah 3.Memenuhi kebutuhan psikologis ditunjukan yang dengan y mengatasinya Libatkan dalam perencanaan perawatan beri dan pasien sehari ± hari Pengenalan terhadap adalah pertama stressor langkah dalam dorongan y partisipasi maksimal dalam rencana mengekspresikan perasaan yang . keinginan berpartisipasi dalam pengobatan mengubah hidup pola rencana dan keluarga tidak Mendorong efektif berhubungan dengan ketidakaktifan tentang masalah terjadi kemampuan koping yang efektif dari strategi dengan mengobservasi prilaku y keluarga Kriteria Hasil: 1. mengatasi hipertensi dan mengintegrasikan terapi diharuskan kedalam kehidupan yang kronik.

memperbaiki keterampilan koping dan dapat kontrol yang pengguanaan sumber ± sumber 4. keputusan menunjukan kepuasaan pilihan diambil dengan yang Membuat dan Dorong untuk mengevaluasi prioritas / tujuan hidup y Beritahu klien bahaya timbul merokok kepada tentang yang akibat y meningkatkan kerjasama dalam regimen terapeutik Fokus perhatian pasien pada realitas situasi yang ada y Perubahan perlu diprioritaskan yang harus secara realisti untuk menghindari rasa tidak menentu dan tidak berdaya y Klien mengetahui resiko yang muncul akibat merokok 3. I klien mampu meningkatkan status kesehatannya y Diskusikan y kebiasaan tentang pengetahuan klien saat ini y Jelaskan .sesuai. Potensial peningkatan pemeliharan kesehatan pada Ny. pilihan identifikasi dan y pengobatan Dorong untuk mengevaluasi prioritas / tujuan hidup y y mengubah respons pasien seseorang terhadap stressor Keterlibatan memberikan pasien perasaan pasien diri berkelanjutan.

tanda. dan pengobatan klien y Bantu klien merencanakan koping efektif dan klarifikasi keyakinan tenatang kesehatan y Jelaskan mengenai tahapan pengobatan dan kemungkinan berhasil y Jelaskan mengenai pentingnya pemeriksaan di RS dan penurunan konsumsi rokok pada pengobatan infertilitas y Berikan dukungan pada klien untuk menjalani proses pengobatan dan melakukan perubahan . dampak. penyebab. pengobatan.mengenai infertil.

.menjadi lebih baik dalam kebiasaan dan kesehatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->