TINJAUAN MATA KULIAH

Mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Bahasa Indonesia mengajak Anda untuk mengkaji hal-hal yang melandasi pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Materi mata kuliah ini mencakup hakikat kurikulum dan pembelajaran; landasan dan prinsip pengembangan kurikulum; pendekatan dalam pengembangan kurikulum; kerangka dasar pengembangan kurikulum 2004; tantangan kurikulum dan pembelajaran di abad ke-21; modelmodel pengembangan rencana pembelajaran; perencanaan pembelajaran; telaah kurikulum mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia; indikator pembelajaran dalam kurikulum mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia; dan analisis desain pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Kajian tentang pengembangan kurikulum dan pembelajaran akan sangat bermanfaat bagi Anda sebagai guru dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Diharapkan setelah mempelajari mata kuliah ini dengan tuntas, Anda akan dapat menjelaskan secara komprehensif tentang bagaimana mengembangkan kurikulum di sekolah dan mampu membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kurikulum dan kebutuhan peserta didik. Dengan pengetahuan ini nantinya Anda diharapkan dapat berperan serta dalam pengembangan kurikulum di tingkat sekolah atau regional maupun nasional. Dengan demikian kemampuan profesional Anda sebagai perancang pembelajaran dan pelaksana pembelajaran di sekolah akan meningkat. Secara lebih khusus, setelah mempelajari mata kuliah ini Anda diharapkan dapat: 1. menjelaskan pengertian, fungsi, dan komponen kurikulum; 2. menjelaskan hubungan kurikulum dan pembelajaran; 3. menjelaskan pentingnya pengembangan kurikulum; 4. menjelaskan landasan, prinsip, dan pendekatan dalam pengembangan kurikulum; 5. menjelaskan kerangka dasar kurikulum 2004; 6. menjelaskan hakikat pendidikan kecakapan hidup; 7. menjelaskan hakikat keterampilan melek informasi; 8. menjelaskan model pengembangan rencana pembelajaran; 9. menjelaskan perencanaan kegiatan ekstrakurikuler; 10. menjelaskan konsep dasar perencanaan pembelajaran; 11. menganalisis komponen kurikulum mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia; 12. menganalisis kompetensi kurikulum mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia; 13. menganalisis desain pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Untuk mempermudah Anda mempelajari mata kuliah ini, materi pengembangan kurikulum dan pembelajaran disajikan dalam enam modul sebagai berikut. Modul 1 : Hakikat Kurikulum dan Pembelajaran. Modul 2 : Landasan, Prinsip, dan Pendekatan dalam Pengembangan Kurikulum. Modul 3 : Kerangka Dasar Kurikulum 2004. Modul 4 : Tantangan Kurikulum dan Pembelajaran di Abad 21. Modul 5 : Model Pengembangan Rencana Pembelajaran dan Perencanaan Kegiatan Ekstrakurikuler. Modul 6 : Perencanaan Pembelajaran. Modul 7 : Telaah Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

Modul 8 : Indikator Pembelajaran dalam Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Modul 9 : Analisis Desain Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Dengan mempelajari setiap modul dengan cermat sesuai dengan petunjuk yang ada pada setiap modul, serta dengan mengerjakan secara sungguh-sungguh semua latihan dan tes formatif yang disediakan di setiap akhir modul, maka Anda akan mudah untuk menguasai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Selamat belajar, semoga Anda berhasil! Modul 1: HAKIKAT KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN Kegiatan Belajar 1:

Pengertian, Fungsi, dan Komponen Kurikulum
Pengembangan kurikulum merupakan bagian yang sangat esensial dalam proses pembelajaran. Ada 4 bagian penting dalam kurikulum meliputi: tujuan, isi/materi, strategi pembelajaran, dan evaluasi. Ke-4 bagian/komponen penting kurikulum ini saling berkaitan dan berinteraksi untuk mencapai perilaku yang diinginkan/dicita-citakan oleh tujuan pendidikan nasional. Tujuan yang jelas akan memberi petunjuk yang jelas pula dalam memilih isi/materi yang harus dikuasai, strategi yang akan digunakan serta bentuk dan alat evaluasi yang tepat untuk mengukur ketercapaian kurikulum. Hierarki perumusan tujuan kurikulum dimulai dari tujuan umum pendidikan, kemudian tujuan institusional, tujuan kurikuler, dan tujuan instruksional. Materi/isi kurikulum menurut Saylor dan Alexander adalah fakta-fakta, observasi, data, persepsi, penginderaan, pemecahan masalah yang berasal dari pikiran manusia dan pengalamannya yang diatur dan diorganisasikan dalam bentuk konsep, generalisasi, prinsip, dan pemecahan masalah. Strategi pembelajaran berkaitan dengan bagaimana menyampaikan isi/materi kurikulum agar tujuan tercapai dan komponen evaluasi kurikulum adalah untuk menilai apakah tujuan kurikulum telah tercapai. Hasil dari evaluasi kurikulum adalah berupa umpan balik apakah kurikulum ini akan direvisi atau tidak. Kegiatan Belajar 2:

Pengembangan Kurikulum
Kurikulum adalah apa yang akan diajarkan sedangkan pembelajaran adalah bagaimana menyampaikan apa yang diajarkan. Menurut McDonald & Leeper kegiatan kurikulum adalah memproduksi rencana kegiatan, sedangkan pembelajaran adalah kegiatan melaksanakan rencana tersebut. Kurikulum dan pembelajaran pada dasarnya merupakan subsistem dari suatu sistem yang lebih besar, yaitu sistem persekolahan. Kurikulum dan pembelajaran adalah dua sistem yang saling terkait satu sama lain secara terus-menerus dalam suatu siklus. Menurut Gagne dan Briggs pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang untuk mempengaruhi

Joyce. 3. mengembangkan keterampilan memecahkan masalah 7.M. Bandung: Mandar Maju. belajar dengan melakukan. menumbuhkan kesadaran sebagai warga negara yang baik. Jakarta: P2LPTK. R. yaitu sebagai alat untuk membantu guru melakukan tugasnya menyampaikan pembelajaran yang menarik minat siswa. S. Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam mengelola kegiatan pembelajaran adalah: 1. Doll. (1988). Harold B. (1974). Developing Vocational Instruction. Lake Publisher. (Third Edition). dan 10. A. Belmont California: David. S. Evaluasi Kurikulum. New York: Prentice-Hall Inc.F. Kegiatan pengembangan kurikulum ini perlu dilakukan untuk menghadapi dan mengantisipasi keadaan berikut. Mager. Hamalik. ini artinya agar proses belajar siswa berlangsung optimal guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. mengembangkan kreativitas siswa. harus berpusat pada siswa yang belajar 2. Masalah yang ada dalam proses pengembangan kurikulum biasanya berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai bagaimana memilih materi yang diajarkan. Kaber.proses belajar dalam diri siswa. (1980). imajinasi dan fitrah anak 6. . Pengembangan Kurikulum. DAFTAR PUSTAKA Alberty. Jakarta: P2LPTK. and K. Pengembangan kurikulum adalah suatu istilah yang ada dalam studi kurikulum. memenuhi kebutuhan siswa dan merespons kemajuan-kemajuan dalam pendidikan. 5. (1965). Reorganizing the High School Curriculum. apa yang harus dilakukan bila ada pandangan yang bertolak belakang dengan pengembang dan bagaimana menerapkan kurikulum secara meyakinkan.H. Menurut Gredler proses perubahan sikap dan tingkah laku siswa pada dasarnya terjadi dalam satu lingkungan buatan dan sangat sedikit bergantung pada situasi alami. 4. Curriculum Improvement: Decision Making and Process. Hasan. Pengembangan Kurikulum: Dasar-dasar dan Perkembangannya. belajar sepanjang hayat. yaitu merespons perkembangan ilmu dan teknologi. 8. New York: The Macmillan Company. Beach Jr. Ronald C. (1988). Proses menciptakan lingkungan belajar yang kondusif ini disebut pembelajaran. mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi 9. Models of Teaching. (1967). mengembangkan keingintahuan. mengembangkan kemampuan sosial. (1990). O. Bruce and Marsha Weil. Boston-London-Sidney: Allyn and Bacon. perubahan sosial di luar sistem pendidikan.

Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum. Secara umum terdapat tiga aspek pokok yang mendasari pengembangan kurikulum tersebut. Hilda (1962). N. Undang-undang No. J. New York: Harper and Row Publisher. Penilaian Hasil dan Proses Belajar Mengajar. (1974). Pengembangan Kurikulum. William M. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana kurikulum itu disampaikan kepada siswa dan . DAN PENDEKATAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Kegiatan Belajar 1: Landasan Pengembangan Kurikulum Landasan pengembangan kurikulum pada hakikatnya merupakan faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan pada waktu mengembangkan suatu kurikulum lembaga pendidikan. dan landasan sosiologis. Bandung: Remaja Rosdakarya. Tyler. N. Sudjana. (1990). (1988). tujuan institusional. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Sukmadinata. (1975). Principles and Foundations. Berdasarkan landasan filosofis ini ditentukan tujuan pendidikan nasional. yaitu: landasan filosofis. Zais. Inc. N. Arthur J. Curriculum. Bandung: Alumni. Perumusan tujuan dan isi kurikulum pada dasarnya bergantung pada pertimbanganpertimbangan filosofis. R.. Taba. Sudjana. Robert S. Modul 2: LANDASAN. dan Ibrahim. dan Lewis. (1987). Ralph W. New York: Holt Rinehart and Winston. Chicago and London: The University of Chicago Press. Jakarta: P2LPTK. Filsafat ini menjadi landasan utama bagi landasan lainnya. dan tujuan instruksional. Landasan filosofis berkaitan dengan pentingnya filsafat dalam membina dan mengembangkan kurikulum pada suatu lembaga pendidikan. Pandangan filosofis yang berbeda akan mempengaruhi dan mendorong aplikasi pengembangan kurikulum yang berbeda pula. Alexander. Curriculum Development: Theory and Practice. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. N. S. Basic Principles of Curriculum and Instruction. Landasan psikologis terutama berkaitan dengan psikologi/teori belajar (psychology/theory of learning) dan psikologi perkembangan (developmental psychology). baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah.S. (1976). landasan psikologis. Curriculum Planning for Better Teaching and Learning. New York: Harcourt Brace and World. Galen.Nasution. (1988). Sudjana. PRINSIP. tujuan bidang studi. Bandung: Sinar Baru. Saylor. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. (1989). Bandung: Sinar Baru.

Prinsip efisiensi dan efektivitas berkenaan dengan pendayagunaan semua sumber secara optimal untuk mencapai hasil yang optimal. antara lain: prinsip keimanan. Di samping itu. juga harus menerapkan atau menggunakan prinsip-prinsip tertentu. estetika. selain harus berpijak pada sejumlah landasan. ide pengembangan muncul dari keresahan para guru-guru yang mengimplementasikan kurikulum di sekolah di mana mereka menginginkan perubahan atau penyempurnaan sesuai dengan kebutuhan di sekolah. keberhasilan suatu pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan kehidupan masyarakat. abad pengetahuan dan teknologi informasi. Kepala Dinas dan lain-lain. kesamaan memperoleh kesempatan. Pendekatan. logika.bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. psikologi belajar berkenaan dengan penentuan strategi kurikulum. serta efisiensi dan efektivitas. Prinsip kontinuitas berkenaan dengan adanya kesinambungan materi pelajaran antarberbagai jenis dan jenjang sekolah serta antartingkatan kelas. pengembangan keterampilan hidup. dan kinetika. dan evaluasi. dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya yang menjadi dasar dan acuan bagi pendidikan/kurikulum. serta pendekatan menyeluruh dan kemitraan. Kegiatan Belajar 2: Prinsip. Apabila dianalisis secara mendalam beberapa prinsip khusus yang diterapkan dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi. pada dasarnya merupakan penjabaran dari empat prinsip umum pengembangan kurikulum. Dengan adanya prinsip tersebut. berpusat pada anak. keseimbangan etika. Sedangkan psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi kurikulum yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan taraf perkembangan siswa tersebut. dan Langkah-langkah dalam Pengembangan Kurikulum Setiap pengembangan kurikulum. Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sebagai produk kebudayaan diperlukan dalam pengembangan kurikulum sebagai upaya menyelaraskan isi kurikulum dengan perkembangan dan kemajuan yang terjadi dalam dunia iptek. isi. Sedangkan pendekatan akar rumput. kontinuitas. setiap pengembangan kurikulum diikat oleh ketentuan atau hukum sehingga dalam pengembangannya mempunyai arah yang jelas sesuai dengan prinsip yang telah disepakati. . Sementara itu. yaitu pendekatan administratif dan akar rumput. Landasan sosiologis dijadikan sebagai salah satu aspek yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum karena pendidikan selalu mengandung nilai atau norma yang berlaku dalam masyarakat. Prinsip relevansi berkenaan dengan kesesuaian antara komponen tujuan. strategi. prinsip khusus yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi. fleksibilitas. nilai dan budi pekerti luhur. Prinsip fleksibilitas berkenaan dengan kebebasan/keluwesan yang dimiliki guru dalam mengimplementasikan kurikulum dan adanya alternatif pilihan program pendidikan bagi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. penguasaan integrasi nasional. Ada dua pendekatan dalam pengembangan kurikulum. Secara umum prinsip-prinsip pengembangan kurikulum meliputi prinsip relevansi. Dengan kata lain. Pendekatan administratif adalah suatu pendekatan dalam pengembangan kurikulum di mana ide atau inisiatif pengembangan muncul dari para pejabat atau pengembang kebijakan seperti Menteri Pendidikan.

Ada beberapa langkah dalam pengembangan kurikulum. pemilihan dan pengorganisasian materi. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. W. Curriculum: Principles and Foundations. Ornstein. Langkah pengembangan kurikulum selanjutnya setelah seperangkat kebutuhan tersusun adalah perumusan tujuan. (1988). tuntutan masyarakat/dunia kerja. yaitu analisis dan diagnosis kebutuhan. yaitu: kebutuhan siswa. dan harapan-harapan dari pemerintah. Curriculum: Foundations. pemilihan dan pengorganisasian materi. Sudjana. dan Standar Kompetensi Adanya perkembangan dan perubahan yang terus-menerus dalam kehidupan masyarakat. serta pengembangan alat evaluasi. Boston-London-Sidney: Allyn and Bacon. (1989). N. Modul 3: KERANGKA DASAR KURIKULUM 2004 Kegiatan Belajar 1: Landasan. Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum. R.S. Nasution S. Inc. (1988). Kaber. (1976).C. Adapun caranya dapat dilakukan melalui survei kebutuhan.P. DAFTAR PUSTAKA Doll. (2002). Zais. perkembangan pengetahuan . Prinsip Pengembangan dan Pelaksanaan Sistem Persekolahan. (1974). Basic Principles of Curriculum and Instruction. (1988). N. Jakarta: P2LPTK. Chicago and London: The University of Chicago Press. berbangsa dan bernegara yang dipengaruhi oleh perubahan global. Undang-Undang No. E. Tyler. Asas-asas Kurikulum. Sukmadinata.S. R. Curriculum Improvement: Decision Making and Process.. Bandung: Remaja Rosdakarya. F. A. S. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pengembangan Kurikulum. (1982). studi kompetensi. (Third Edition). Analisis dan diagnosis kebutuhan dilakukan dengan mempelajari tiga hal. Principles. (1988). dan analisis tugas. Bandung: Jemmars. New York: Harper and Row. pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar. Jakarta: P2LPTK. and Issues. Hasan. R. Mulyasa. Jakarta: P2LPTK. A. and Hunkins. Bandung: Sinar Baru. dan pengembangan alat evaluasi. (1975). perumusan tujuan. Evaluasi Kurikulum.H. pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar. C. Boston: Allyn and Bacon.

Standar nasional pendidikan meliputi standar isi. Struktur program studi terdiri atas ilmu alam.dan teknologi. keseimbangan etika. penguatan integritas nasional. pengetahuan. yaitu kurikulum program studi dan struktur kurikulum program pilihan. estetika. Kurikulum SMA dan MA ada dua jenis. Prinsip pelaksanaan kurikulum didasarkan pada kesamaan memperoleh kesempatan. Struktur kurikulum berisi tiga hal. Prinsip pengembangan kurikulum meliputi peningkatan keimanan dan budi pekerti. seni dan budaya menuntut perlunya perubahan sistem pendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulum. kompetensi lulusan. 6. dan kegiatan belajar pembiasaan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. Penyempurnaan kurikulum dilandasi oleh kebijakan yang ada dalam peraturan UU. dan Pendidikan Tinggi yang diselenggarakan pada jalur formal dan nonformal. ilmu sosial. Penjelasan kegiatan pembiasaan di TK. Kegiatan belajar pembiasaan dilakukan secara berkesinambungan mulai dari pendidikan taman kanak-kanak. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan PP No. 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom. dan keterampilan dari peserta didik agar nantinya memiliki kompetensi untuk bertahan hidup dan menyesuaikan diri dengan kemajuan yang ada. Jenjang pendidikan terdiri dari Pendidikan Usia Dini. Mata pelajaran memuat sejumlah kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa per kelas dan satuan pendidikan. budi pekerti. Taman kanak-kanak dan raudhatul athfal merupakan bentuk pendidikan usia dini pada jalur pendidikan formal. dan kinestetika. 3. logika. kecakapan hidup 4 pilar pendidikan dan belajar sepanjang hayat. kegiatan belajar pembiasaan. 5. yaitu pengembangan kegiatan belajar pembiasaan dan bentuk-bentuk kemampuan dasar. 4. perkembangan pengetahuan dan IT. berpusat pada anak. dan alokasi waktu. yaitu UU No. Standar kompetensi lulusan dijabarkan dalam standar isi yang memuat bahan kegiatan. pendekatan menyeluruh dan kemitraan. Perbaikan sistem pendidikan ini dimaksudkan untuk memperoleh masyarakat yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut secara khusus untuk mengembangkan aspek-aspek moral. Kurikulum program pilihan di SMA dan MA bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk memilih mata pelajaran sesuai dengan potensi. dan menengah. sarana dan prasarana pengelolaan dan penilaian. proses. Pendidikan Dasar. Pendidikan Menengah. yaitu sejumlah mata pelajaran. akhlak. mata pelajaran. bakat. pendidikan dasar. Kompetensi lintas kurikulum merupakan kompetensi kecakapan hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar secara berkesinambungan Kegiatan Belajar 2: Struktur dan Pelaksanaan Kurikulum 2004 1. Tolok ukur kompetensi di tentukan dalam indikator. dan bahasa. tenaga pendidikan. 2. dan minat peserta . SD dilakukan dengan pendekatan tematik yang diorganisasikan sekolah. Struktur kurikulum TK memuat dua bidang pengembangan.

peningkatan pertanggungjawaban kinerja penyelenggaraan pendidikan. Depdiknas. Schools for a Democratic Learning Society. perluasan kesempatan berimprovisasi dan berkreasi dalam meningkatkan mutu. sekolah. 11. Kurikulum 2004. mengutamakan kegiatan pembentukan dan pengendalian perilaku yang diwujudkan dalam kegiatan rutin. menugaskan tanggung jawab bersama antara orang tua. DAFTAR PUSTAKA Asep Herry Hernawan. f. Kerangka Dasar. membuat . Open. SD. 10. Bandung: Rosdakarya. pembentukan karakter. dan mengenal unsur-unsur penting kehidupan. (2006). (1999). dan masyarakat. bekerja sama secara baik dengan orang lain. Kecakapan hidup adalah kecakapan yang dapat membantu siswa belajar bagaimana memelihara tubuhnya. spontan. Curriculum for Life. Mulyana. Jakarta: Cipta Jaya. e. Jakarta: Universitas Terbuka. d. 8. Quicke.didik. 9. (2003). J. Jakarta: Depdiknas. b. penyelesaian masalah pendidikan sesuai karakteristik wilayah. perencanaan dan pelaksanaan sesuai standar yang telah ditetapkan. Depdiknas. Pelayanan Profesional Kurikulum. c. Modul 7. tumbuh menjadi dirinya. Karakteristik. yaitu kegiatan pembelajaran untuk menguasai kompetensi dan ekstrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan secara kontekstual dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan untuk memenuhi tuntutan penguasaan kompetensi mata pelajaran. Kegiatan kurikuler dikelompokkan menjadi kegiatan intrakurikuler. Pelaksanaan kurikulum 2004 menerapkan prinsip ³Kesatuan dalam kebijakan dan keberagaman dalam pelaksanaan´. Kurikulum Berbasis Kompetensi. pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam meningkatkan mutu pendidikan. (2003). (2003). E. SMA. mewujudkan ketentuan dan kepercayaan dalam pengelolaan pendidikan sesuai otoritasnya. Modul 4: TANTANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN DI ABAD 21 Kegiatan Belajar 1: Life Skills (Pendidikan Kecakapan Hidup) Life skills atau pendidikan kecakapan hidup (PKH) adalah interaksi berbagai pengetahuan dan kecakapan yang sangat penting dimiliki oleh seseorang sehingga mereka dapat hidup mandiri. Kegiatan belajar pembiasaan diselenggarakan secara berkesinambungan mulai dari TK. peningkatan kecakapan hidup sesuai kebutuhan dan kondisi sekolah. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran (PGSD4407). 7. Kurikulum dapat didiversifikasi untuk melayani keberagaman penyelenggaraan kebutuhan dan kemampuan sekolah dan melayani minat peserta didik. Pelaksanaan kurikulum sekolah ini harus memperhatikan: a. dan Implementasi. Standar nasional ditentukan pusat dan cara pelaksanaannya disesuaikan masing-masing daerah/sekolah. Konsep.

California: Hi Willow Research & Publishing. (2004). mengidentifikasi dan menemukan lokasi informasi yang dibutuhkan. guru dan siswanya. guru-guru di kelas lain atau guru mata pelajaran lain. (Ed. San Jose. kecakapan akademik p SLS (kecakapan hidup spesifik). guru perpustakaan. Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills Education). Kegiatan Belajar 2: Keterampilan Melek Informasi (Information literacy) Literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Paradigma Pengembangan Kurukulum Pendidikan Tinggi Tahun 2000. seseorang dapat memecahkan masalah yang dihadapinya dengan baik. yang dapat beradaptasi dengan perubahan apapun secara mandiri dan fleksibel. Pelaksanaan PKH di sekolah perlu kerja sama semua pihak yang terlibat dalam kegiatan pendidikan di sekolah. kecakapan sosial p GLS. (2004). Keterampilan melek informasi juga berhubungan dengan kemampuan untuk memecahkan. staf administrasi sekolah dan lainnya. wawasan. Siswa yang mempunyai keterampilan melek informasi adalah siswa yang independent dan competent. PKH perlu dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Penilaian keterampilan ini juga perlu penilaian menyeluruh yang dapat menilai kemampuan dan hasil kerja siswa. melindungi dirinya sendiri dan mencapai tujuan dalam hidupnya. PKH perlu dikenalkan pada siswa karena dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan belajar (learning how to learn). misalnya persetujuan dan bantuan kepala sekolah. Surakarta: Penerbit Universitas Muhamadiyah Surakarta. Anwar.) (2002). kecakapan personal p GLS (kecakapan hidup general). kemudian mengkomunikasikannya secara efektif dan efisien.keputusan yang logis. orang tua siswa. 3. Keempat pilar pendidikan dari UNESCO adalah perwujudan dari siswa yang memiliki kecakapan hidup sesuai standar UNESCO. California. 4. karena kecakapan ini diperlukan oleh semua orang. Makna kecakapan hidup lebih luas dari keterampilan untuk bekerja karena diharapkan dengan kecakapan ini. Sedangkan keterampilan melek informasi adalah serangkaian kemampuan untuk menyadari kebutuhan informasi dan kapan informasi dibutuhkan. Carol Koechlin & Sandi Zwaan. Build Your Own Information Literate School. 2nd ed. California: Hi Willow Research & . PKH terdiri dari: 1. mengajak mereka untuk rajin membaca dan menulis untuk menambah pengetahuan. Information Literacy: A Review of the Research: A Guide for Practitioners and Researchers. Loertscher & Blanche Woolls. (2002). memanfaatkan informasi secara kritis dan etis. kecakapan vokasional p SLS. DAFTAR PUSTAKA Andi Haris Prabawa & Siti Zuhriah Ariatmi. Bandung: Alfabeta. maupun kecerdasan siswa sebagai bekal menuju manusia berkualitas. Manfaat keterampilan melek informasi adalah dapat membiasakan siswa untuk selalu belajar untuk meneliti sesuatu dengan menggunakan strategi ilmiah. David V. Keempat pilar ini kemudian diwujudkan dalam berbagai kompetensi yang ada dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pelaksanaan keterampilan melek informasi di kelas dapat menggunakan metode ilmiah. 2.

Canada: Thomas Valley District School Board. Porto folio. the Association for Teacher-Librarian in Canada (ATLC). halaman 12. Penerbit SIC bekerja sama dengan LPPM Universitas Negeri Surabaya & Swa Bina Qualita Indonesia. On Your Own: Guided Steps. S. dan Kompetensi. Republika. di Jakarta. Pendidikan Watak Harus Terintegrasi. Jakarta: Gramedia. . Jakarta: Gramedia. Konstruktivisme. Jakarta: Gramedia. Belajar Menyenangkan Lewat Agenda Penelitian.Publishing. Buku Materi Pokok: Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. _________ .Pd. Hernowo. Bu Slim & Pak Bil Membincangkan Pendidikan di Masa Depan: Ihwal Life Skills. Bandung: Mizan Learning Center (MLC). Bangun Karakter Lewat Penciptaan Kultur Sekolah. Makalah yang ditulis untuk Pertemuan Informal Pustakawan Sekolah 2 pada tanggal 25 Februari 2006. Current State Of Information Literacy Awareness And Practices In Indonesian Primary And Secondary Public Schools: Jakarta: Laporan hasil penelitian. Canada. Dhama Gustiar Baskoro. SIP dan Ratna Setyowati Putri. Peran Pustakawan Sekolah Dalam Menunjang Pendidikan di Sekolah²Sharing good Practices from Sekolah Pelita harapan Karawaci and Cikarang. Hal. Bu Slim & Pak Bil Menggagas Kembali Pendidikan Berbasiskan Buku. Pembelajaran Kreatif. (2006). Information Literacy: An Advocacy Kit for Teacher-Librarians. Hari Buku Sedunia: Menumbuhkan Budaya Literacy. halaman 12. Kompas. Jakarta. Ihad Hatimah & Sadri. 8 Maret 2006. Tim Broad Based Education Depdiknas. 4 April 2006. Siswa Didorong Belajar Mandiri Lewat Penelitian Sederhana. San Jose. Modul 7: Muatan Life Skills dalam Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. (2003). Bandung: Mizan Learning Center (MLC). California. halaman 12. Diao Ai Lien & Titi Chandrawati. Pola Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup. Kompas. S. Hernowo.IP.. Kompas. (2006). (2004). (2005). Victoria Pennell (1997). Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka. Jatim Yenny Novita. di Jakarta. Big 6 Dan Implementasinya dalam Information Literacy Program Bagi Guru Pustakawan Di Perpustakaan Sekolah K-12. (2005). 20. Ing. (2003). MA. 5 Maret 2006. (2004). 8 April 2006. Makalah yang ditulis untuk Pertemuan Informal Pustakawan Sekolah 1 pada Agustus 2005.

Ketiga: melakukan lima hal secara simultan. Menganalisis sistem yang meliputi analisis fungsi tentang apa yang akan dilakukan dan bagaimana. 6. Persamaan dari model tersebut adalah mengandung 3 kegiatan pokok. Menentukan macam kegiatan belajar/keterampilan yang memungkinkan tujuan pembelajaran tercapai. 7. Kegiatan Belajar 2: . yaitu harus sederhana. lengkap. model Dick dan Carey. dan 4. 2. mengalokasikan waktu. Merumuskan tujuan belajar secara spesifik dan objektif. Mengadakan evaluasi formatif. dan model PPSI. mengatur pengelompokan siswa. Menyusun tes untuk mengukur ketercapaian tujuan. luas. yaitu: mengidentifikasikan masalah. dan menilai pemecahan. menentukan tempat atau ruangan mengajar. Mengembangkan strategi pembelajaran. tujuan. yaitu: menentukan strategi. Menyusun butir-butir tes berdasarkan acuan patokan. Mengadakan revisi sistem hasil evaluasi formatif. model Kemp. Adapun langkah pengembangan model Dick & Carey meliputi: 1. metode dan kegiatan belajar-mengajar. membagi fungsi pada tiap komponen. berupa pengalaman belajar yang akan dialami siswa. Langkah-langkah pengembangan model Banathy adalah: 1. Masingmasing model memiliki perbedaan dan persamaan. dan menentukan jadwal kapan pelaksanaannya dan di mana tempatnya. Adapun langkah-langkah mengembangkan model Gerlach & Ely adalah: Pertama: menentukan materi yang akan diajarkan serta merumuskan tujuan pembelajaran. Mengembangkan dan memilih materi/bahan pembelajaran. Merumuskan tujuan pembelajaran. mengembangkan pemecahannya. 5. 2. Merumuskan tujuan khusus. 10. 3. 9. dan mengandung unsur dasar yang sama yaitu siswa. dapat diterapkan. dan teruji. siapa yang akan melakukannya. Menentukan tugas-tugas yang akan diberikan agar tujuan dicapai. 8. 3. 4. dan memilih sumber belajar yang akan digunakan. Kedua: menilai perilaku siswa yang belajar. Ada 5 kriteria untuk memilih model. Mengadakan evaluasi sumatif. model Gerlach & Ely. model Banathy. Mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik siswa untuk menentukan pola strategi pembelajaran.Modul 5: MODEL PENGEMBANGAN RENCANA PEMBELAJARAN DAN PERENCANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Kegiatan Belajar 1 Model Pengembangan Rencana Pembelajaran Ada banyak model pengembangan rencana pembelajaran di antaranya model Gagne.

prinsip pengkoordinasian dan tanggung jawab.Perencanaan Kegiatan Ekstrakurikuler 1. (Edited) (1983). Kurikulum Pendidikan Dasar 1998. serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. Greewald and Ruth. kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang diprogramkan di luar jam pelajaran sekolah. New York: Holt Rinehart and Winston. L. tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Dalam upaya mencapai tujuan kegiatan ekstrakurikuler. (1984). DAFTAR PUSTAKA Ausubel. Terdapat sejumlah komponen yang harus dirumuskan dalam perencanaan kegiatan ekstrakurikuler di antaranya bidang atau materi kegiatan. . serta perhatian orang tua siswa. 6. serta pembinaan apresiasi dan kreasi seni. F. dan penanggung jawab. Bruner. waktu pelaksanaan. J. 4. 5. kendala atau hambatan yang mungkin muncul. Cohen. jenis kegiatan.G. serta kriteria evaluasi keberhasilan. kedua. Inc. di antaranya. 2. dana. (1969). Keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler. kegiatan ekstrakurikuler diarahkan untuk membantu ketercapaian program kurikuler. & Robinson. pembinaan kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan. pembinaan kedisiplinan dan hidup teratur. prinsip motivasi. Providen House: Croom Helm. 3. dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. memberikan pemahaman terhadap hubungan antarmata pelajaran. M. terdapat beberapa kesamaan pengertian ekstrakurikuler. teknis pelaksanaan. serta prinsip relevansi. Perbedaan antara kegiatan ekstrakurikuler dengan kegiatan kurikuler dapat ditinjau dari sifat kegiatan. tujuan atau hasil yang diharapkan. A Guide to Teaching Practice (Second Edition). The Process of Education. New York: Methuen & Co. sarana penunjang. mendekatkan pengetahuan yang diperoleh dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat/lingkungan. ada sejumlah kegiatan yang dapat diprogramkan di antaranya adalah kegiatan yang berhubungan dengan pembinaan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. prinsip sosial dan kerja sama. dan Manon. (1998). perlu diperhatikan beberapa prinsip di antaranya berorientasi pada tujuan. (1960). Galby. D. waktu pelaksanaan. Depdikbud. School Learning: an Introduction to Educational Psychology.P. W. menyalurkan minat dan bakat siswa. yaitu pertama. sumber daya manusia yang tersedia seperti kepala sekolah. Cambridge: Harvard University Press. pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara. Curriculum Design. Perencanaan program kegiatan ekstrakurikuler perlu disusun oleh kepala sekolah bersama guru agar memperoleh hasil yang maksimal. Kegiatan-kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu secara langsung program kurikuler sekolah. sarana dan prasarana. guru-guru. Dari beberapa sumber. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh kegiatan ekstrakurikuler di antaranya adalah memperluas. pembinaan hidup sehat dan kesegaran jasmani. hidup mandiri dan kewiraswastaan. pembinaan keterampilan. L.. Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan. memperdalam pengetahuan dan kemampuan/kompetensi yang relevan dengan program intrakurikuler.

(1992). (1984). K. sehingga setiap saat dapat diketahui ketepatan dan kelambatan kerjanya. Manfaat perencanaan pembelajaran adalah sebagai berikut. 4. Komponen perencanaan pembelajaran terdiri dari kemampuan mendeskripsikan kompetensi pembelajaran. menentukan metode/strategi pembelajaran. Models of Teaching.C.P. sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan. & Weil. & Stafford. Marsh. Teacher College. Miller. Handbook of Research on Curriculum. Kirbi. Sy. sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur. N. sebelum kegiatan pembelajaran yang sesungguhnya dilaksanakan. J. Personal Values in Primary Education. (1987). (1985). (1989). Sukmadinata. N. mengorganisasi materi. Curriculum Perspectives and Practice. alat. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik. M.W. menentukan teknik penilaian. Columbia University. Englewood Cliffs. dan mengalokasikan waktu. Komponen-komponen itu merujuk pada apa yang akan dilakukan guru dan siswa dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan. F. B. baik unsur guru maupun siswanya. Kegiatan Belajar 2: Pengembangan Silabus dan Rencana atau Satuan Pelajaran . Joyce. Curriculum Reform in the Elementary School: Creating your own agenda. New York: Harper Collins. sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan. P. 1. menentukan perangkat penilaian. New Jersey: Prentice-Hall. Klein. 6. Curriculum Practices. perencanaan pembelajaran dibuat untuk menghemat waktu. memilih dan menentukan materi. sebagai bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja. Developing the Curriculum (Third Edition). Sydney: Mc Graw-Hill Book. sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan. dan biaya.Jackson. Oliva. New York & London: Longman. P. 5. (1980). M. W. & Seller. (1988). Bandung: Remaja Rosdakarya. F. London: Harper & Row. New York: MacMillan. 2. Modul 6: PERENCANAAN PEMBELAJARAN Kegiatan Belajar 1: Konsep Dasar Perencanaan Pembelajaran Perencanaan pembelajaran berarti penyusunan langkah-langkah pelaksanaan suatu kegiatan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu. 3. tenaga. (Ed) (1992).

dan materi pembelajaran. pengurutan. 7) alokasi waktu. 3. Komponen pokok silabus terdiri dari: standar kompetensi. yang dipertimbangkan berdasarkan ciri dan kebutuhan daerah setempat. kompetensi dasar. 2. Prinsip pengembangan silabus adalah: ilmiah. Guru dapat mengembangkan rencana pembelajaran dalam berbagai bentuk. Rencana harian adalah rencana pembelajaran yang disusun untuk setiap hari mengajar.Silabus adalah garis besar ringkasan. 2. 3) penentuan kompetensi dasar. ikhtisar. Seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran. 4. 6) penentuan alokasi waktu. Silabus adalah rancangan pembelajaran yang berisi rencana bahan ajar mata pelajaran tertentu pada kelas dan jenjang tertentu. Sasaran pengembangan silabus adalah guru. indikator. 5) materi pokok. 6) strategi pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dapat dibagi menjadi rencana mingguan dan harian. 4) indikator. pengelompokan. 5. 6. 2) perumusan standar kompetensi. dan relevan. dan 7) penentuan sumber bahan. KBK atau Kurikulum 2004 menyebutkan silabus sebagai: 1. . 5) penentuan pengalaman belajar. Prinsip-prinsip persiapan mengajar adalah harus sederhana. 4) penentuan materi pokok dan uraiannya. harus ada koordinasi antarkomponen pelaksana program sekolah. atau pokok-pokok materi pelajaran. 3) pengelompokan standar kompetensi. Dalam menyusun rencana pembelajaran harian ini guru perlu selalu berpusat pada siswa. memperhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa. aktivitas dan sumber-sumber belajar pendukung keberhasilan pembelajaran. Komponen silabus menjawab 1) kompetensi apa yang akan dikembangkan pada siswa? 2) bagaimana cara mengembang-kannya? 3) bagaimana cara mengetahui bahwa kompetensi sudah dicapai siswa? 3. Proses pengembangan silabus berbasis kompetensi terdiri atas tujuh langkah utama. Rencana mengajar merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam penentuan pengalaman belajar. dan dinas pendidikan. Isi silabus minimal harus mencakup unsur: 1. kompetensi dasar. Komponen silabus terdiri dari: 1) bidang studi yang akan diajarkan. keterampilan yang diperlukan agar dapat menguasai mata pelajaran tersebut dengan baik. dan penyajian materi kurikulum. kemudian. dan semua kegiatan pembelajaran yang dapat melibatkan siswa dalam kegiatan belajar baik secara fisik maupun mentalnya. berbagai teknik evaluasi yang akan digunakan. yaitu: 1) penulisan identitas mata pelajaran. dan 8) bahan/alat/media. kelompok kerja guru. Manfaat silabus adalah sebagai pedoman dalam pengembangan seluruh kegiatan pembelajaran. tujuan mata pelajaran. 2) tingkat sekolah dan semester. 4. sistematis. dan fleksibel. sebagai hasil dari seleksi. kegiatan yang dikembangkan sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan. Tujuan pengembangan silabus adalah membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam menjabarkan kompetensi dasar menjadi perencanaan pembelajaran. sasaran mata pelajaran. uraian topik-topik yang akan diajarkan. persiapan pembelajaran harus utuh dan menyeluruh serta jelas indikatornya. pengelolaan kelas dan penilaian hasil belajar. kelompok guru mata pelajaran di sekolah.

sarana pemahaman beraneka ragam budaya Indonesia melalui khazanah kesusastraan Indonesia. 5. dan perilaku. 4. memahami dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian. Konsep dan Makna Pembelajaran. siswa menghargai dan membanggakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. siswa menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. 6. Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. dan budaya memberikan dampak bagi dunia pendidikan. sarana pengembangan penalaran. sosial. Perencanaan Pembelajaran. Desain Instruksional. kemampuan berbahasa. Fungsi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yaitu: 1. dan seni. 3. komunikasi. Kompetensi adalah kemampuan yang dapat dilakukan oleh siswa yang mencakup pengetahuan. Kurikulum sebagai pedoman pendidikan harus merespons segala perkembangan tersebut.DAFTAR PUSTAKA Abdul Majid. Atwi Suparman. Modul 7: TELAAH KURIKULUM MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kegiatan Belajar 1: Analisis Komponen Kurikulum Perkembangan ilmu pengetahuan. Jakarta: PAU-PPAI. Bandung: Alfabeta. 2. 3. sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan berbahasa Indonesia untuk meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan. teknologi. makna dan fungsi serta menggunakannya dengan tepat untuk bermacam-macam keperluan dan keadaan. baik secara lisan maupun tertulis serta menimbulkan penghargaan terhadap hasil cipta manusia Indonesia. dan sikap positif terhadap bahasa Indonesia. 2. (2005). siswa memahami bahasa Indonesia dari segi bentuk. Tujuan pengajaran Bahasa Indonesia yaitu. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Bandung: Remaja Rosdakarya. siswa mampu menikmati. menghayati. sarana pembinaan kesatuan dan persatuan bangsa. Standar kompetensi adalah kemampuan yang dapat dilakukan atau ditampilkan untuk suatu pelajaran. Syaiful Sagala. Kurikulum yang berlaku saat ini adalah kurikulum 2004 atau disebut juga kurikulum berbasis kompetensi. (2001). sarana penyebarluasan pemakaian bahasa Indonesia yang baik untuk berbagai keperluan menyangkut berbagai masalah. siswa memiliki kemampuan menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual . UT. dan. Kompetensi dasar adalah kemampuan minimal yang harus . Kebutuhan siswa. Siswa memiliki disiplin dalam berpikir dan berbahasa (berbicara dan menulis). Berdasarkan hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan program untuk mengembangkan pengetahuan. dan globalisasi menuntut adanya perubahan kurikulum pendidikan di negara kita. memperluas wawasan kehidupan. sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan berbahasa Indonesia dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya. kematangan emosional dan sosial. 6. 5. teknologi. tuntutan masyarakat. 1. keterampilan. 4. (2005).

Kemampuan berbahasa yang dimaksud adalah kemampuan mendengarkan. Edisi ke-3. Tarigan. (1993). kemampuan tersebut dirumuskan dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar Kemampuan tersebut di dalam pembelajaran dilaksanakan secara terpadu dan saling menunjang satu dengan yang lainnya. Jakarta: Balai Pustaka. Di dalam kurikulum 2004 baik di SMP ataupun di SMU. Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Umum 2004. DAFTAR PUSTAKA Alwi. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. (2004). Dari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan di setiap jenjangnya dapat dilihat hasil belajar yang diharapkan setelah proses pembelajaran. ________. Chaer. dan menulis. Bandung: Angkasa. membaca. Guntur Henry. berbicara. Bandung: Pakar Raya. Berbicara. Bandung: Angkasa. Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah proses pembelajaran. Indikator merupakan rincian hasil belajar dan yang menjawab pertanyaan´ Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa peserta didik sudah dapat mencapai hasil pembelajarannya. (2003). (1998).´ Kegiatan Belajar 2: Analisis Kompetensi dan Hasil Belajar Prinsip pembelajaran bahasa Indonesia tidak bertujuan untuk menguasai pengetahuan tentang bahasa. Ella. Linguistik Umum. Kurikulum dan Pembelajaran Filosofi Teori dan Aplikasi. (1993). Yulaelawati.dicapai siswa. Abdul. Kurikulum 2004 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pedoman Khusus Pengembangan Sistem Penilaian Berbasis Kompetensi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. tetapi siswa memiliki kemampuan berbahasa untuk pelbagai keperluan komunikasi. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Depdiknas. Menyimak. Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Umum. (2003). Modul 8: INDIKATOR PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kegiatan Belajar 1: . Jakarta: Depdiknas. Kurikulum 2004 S M A Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian. dkk. Hasan. Hasil belajar tersebut dirinci kembali menjadi indikator-indikator pembelajaran.

Pernyataan indikator harus konkret. 2) bersastra baik sastra lisan maupun sastra tulis. Perbuatan atau tindakan yang dijabarkan pada indikator harus jelas terukur. 3. evaluasi proses sangat baik untuk dilaksanakan. Keselarasan antara kompetensi dasar dan indikator perlu diutamakan dalam penjabaran ini. pemberian tugas. 1. Tes atau tugas dapat berupa tes teori atau pun praktek. Dirumuskan dengan kata kerja operasional. Cakupan muatan indikator lebih sempit dibandingkan dengan kompetensi dasar. Dengan adanya pemberuan dalam bidang pendidikan. Untuk mengukur seberapa jauh siswa dapat mencapai indikator materi pembelajaran tertentu digunakan alat evaluasi. Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) berisi muatan yang mengacu pada perolehan kemampuan siswa di akhir pelajaran. dan menulis. 2. Untuk melakukan evaluasi pembelajaran bahasa secara baik. Materi yang berupa sastra lisan dipelajari dengan cara mengapresiasinya secara lisan yaitu didengarkan dan dibicarakan atau dibahas secara lisan dan tertulis. Kedua aspek ini (berbahasa dan bersastra) tidak memiliki perbedaan di dalam pelaksanaan. Kegiatan Belajar 2: Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia . lihat modul-modul akhir mata kuliah Evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia (PBIN4302) dan Pembaharuan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia (PBIN4405). Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjabarkan kompetensi dasar menjadi beberapa indikator adalah dengan terlebih dulu mempelajari kompetensi. berbicara. Perbuatan atau responsi yang dapat dilakukan siswa untuk menunjukkan bahwa siswa telah memiliki kompetensi dasar tertentu. Jabaran dari kompetensi berbentuk indikator-indikator. 5. Perbedaan antara indikator dan kompetensi dasar terletak pada luasnya cakupan isi atau muatan. 4.Analisis Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Aspek pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia terdiri atas 1) kemampuan berbahasa Indonesia yaitu mendengarkan. 3. Petunjuk pencapaian kompetensi dasar. Setelah itu lakukan kegiatan berikut ini. Alat evaluasi dapat berupa tes. Materi yang berupa sastra tulis diapresiasi dengan cara dibaca dan dibahas secara tertulis atau secara lisan. indikator merupakan rincian dari kompetensi dasar. Penjabaran indikator harus berfokus pada kompetensi apa yang akan dimiliki siswa setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran. mengungkapkan ide. dan pendapat secara lisan dan tertulis. Rincian hasil belajar yang lebih spesifik. atau ulangan harian. Penyusunan indikator diawali dari indikator yang sederhana ke indikator yang lebih sulit. pengalaman. Sebab. pikiran. perasaan. Dikembangkan berdasarkan materi pembelajaran dan kompetensi dasar. Dengan demikian pada hakikatnya belajar bahasa Indonesia adalah belajar berkomunikasi. 2. 1. 4. membaca. Indikator memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Tentukan berapa lama kompetensi tersebut akan dicapai serta seberapa jauh tingkat kemampuan yang ingin dicapai.

lakukan! 4. sebuah rancangan yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran seperti silabus. Demikian pula dengan indikator-indikator berikutnya. Jika guru ingin memiliki persiapan mengajar yang lebih rinci. Kemampuan para guru ini menjadi modal untuk menyusun model pembelajaran atau mengembangkan desain pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dengan baik. 1. Langkah awal apa yang harus dilakukan untuk mencapai kompetensi indikator 1? 2. Melalui indikator dan pengalaman belajar yang akan dilakukan siswa itulah model pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dikembangkan.Standar kompetensi. DAFTAR PUSTAKA Modul 9: ANALISIS DESAIN PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kegiatan Belajar 1: Analisis Komponen-komponen Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kegiatan analisis terhadap desain pembelajaran perlu kita lakukan untuk mengetahui kelemahan yang terdapat di dalam desain yang telah kita susun. guru dapat menyusun desain pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dengan mengacu pada model pembelajaran tersebut. Namun. . Berikut ini adalah tahapan yang dilalui dalam mengembangkan indikator menjadi pengalaman belajar. Setelah beberapa kelemahan kita temukan sebagai hasil analisis. 5. satuan pelajaran. seyogianya para guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia mengetahui bahkan mampu mengembangkan indikator-indikator kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sendiri. Jika ada. Pengalaman belajar dikem-bangkan berdasarkan indikator-indikator tersebut. Kegiatan ini biasanya dilakukan setelah desain pembelajaran tersebut kita laksanakan. Apapun nama atau bagaimanapun bentuknya. Terlebih lagi jika kita mendapatkan kekurangan atau hasil pembelajaran yang kurang memuaskan. Hal yang penting di dalam model pembelajaran adalah pengalaman belajar yaitu kegiatankegiatan belajar yang dilakukan siswa di dalam proses belajar mengajar dalam rangka mencapai kompetensi atau indikator-indikator kemampuan siswa. kompetensi dasar. dan indikator kemampuan telah tersedia di dalam kurikulum mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia berbasis kompetensi baik SMP maupun SMA. atau rencana pembelajaran dapat disebut sebagai desain pembelajaran. Apakah ada kegiatan pendukung lain yang dapat digunakan untuk mencapai indikator 1? 3. Pemahaman terhadap desain pembelajaran Bahasa Indonesia tidak menggunakan pengertian terhadap istilah yang memiliki arti sempit. Jika tidak ada lagi kegiatan pendukung untuk mencapai kemampuan yang ada pada indikator maka lakukanlah kegiatan (sebagai pengalaman belajar) sesuai kata kerja operasional yang ada dalam indikator. kegiatan berikutnya adalah memperbaiki desain pembelajaran tersebut agar proses dan hasil pembelajaran yang harapkan mencapai tingkat maksimal dapat dicapai.

Demikian pula halnya dengan aspek-aspek pembelajaran Bahasa Indonesia. Artinya antara kegiatan melaksanakan pembelajaran merupakan lanjutan dari kegiatan membuka pembelajaran sehingga hubungan keduanya tidak boleh terputus. Siswa adalah subjek di dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dengan demikian dalam kegiatan analisis hal utama yang harus diperhatikan adalah relevansi antarkomponen tersebut (kompetensi. dan 4) prinsip-prinsip pembelajaran Bahasa Indonesia. demikian juga dengan kegiatan menutup pembelajaran tidak boleh lepas dari kegiatan inti pembelajaran. integratif. hanya perhatian kepada siswa memiliki nilai lebih terutama pada saat latihan menggunakan bahasa dalam berkomunikasi atau berbahasa Kegiatan Belajar 2: Analisis Kegiatan Pembelajaran Analisis terhadap kegiatan pembelajaran meliputi tiga kegiatan yang disusun di dalam desain pembelajaran Bahasa Indonesia. guru juga perlu melakukan pengukuhan atas pengetahuan yang disampaikannya agar siswa tidak melupakan apa-apa yang telah diperolehnya. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan tujuan mencapai kompetensi yang diharapkan. Komponen ini juga harus menjadi perhatian di dalam melakukan analisis desain pembelajaran. Oleh sebab itu. Hal ini mempersyaratkan adanya kaitan atau relevansi antara kompetensi. sehingga kalimat-kalimat yang disusun di dalam kegiatan tersebut memberi penekanan pada siswa. guru memberikan umpan balik agar siswa mengetahui kekurangannya sehingga dapat memperbaiki kekurangan tersebut. Evaluasi merupakan bagian integral di dalam desain pembelajaran Bahasa Indonesia. 2) aspek-aspek pembelajaran Bahasa Indonesia. 1) tujuan atau kompetensi pembelajaran dalam hal ini adalah kompetensi pembelajaran Bahasa Indonesia. sebaiknya pengalaman belajar benar-benar menjadi miliki siswa. proses pembelajaran. Kegiatan tersebut adalah kegiatan awal atau kegiatan membuka pembelajaran. Setelah umpan balik diberikan. Demikian pula halnya dengan evaluasi atau pelaksanaan penilaian yang lebih menekankan pada keterampilan berbahasa dibandingkan dengan pengetahuan tentang bahasa. Ketiga kegiatan tersebut memiliki jalinan yang erat yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. dan evaluasi. Dalam pelaksanaannya aspekaspek pembelajaran ini disajikan secara terpadu. dikutip langsung dari kurikulum. metode/ teknik pembelajaran. setelah evaluasi dilaksanakan dan diperoleh hasil atau diketahui pencapaian kompetensi yang diperoleh siswa. Komponen-komponen pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki ciri khas pada penggunaan pendekatan. Kompetensi pembelajaran Bahasa Indonesia dikutip langsung dari kurikulum yang kemudian dijabarkan ke dalam indikator-indikator. 3) komponenkomponen pembelajaran Bahasa Indonesia.Kegiatan analisis desain pembelajaran ini dilakukan dengan mengkaji penerapan 4 komponen penting yaitu. Pembaruan pembelajaran bahasa Indonesia menuntut digunakannya pendekatan komunikatif. Prinsip-prinsip pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki banyak persamaan dengan prinsip-prinsip pembelajaran pada umumnya. Untuk melihat ada tidaknya integrasi tersebut. Oleh . yaitu pada kegiatan menutup pembelajaran. dan CBSA. bukan pada guru. sebaiknya alat atau instrumen evaluasi disertakan di dalam desain pembelajaran. Penguatan atau pujian sangat diperlukan oleh setiap orang untuk meningkatkan prestasinya. kegiatan inti atau kegiatan melaksanakan pembelajaran. kegiatan pembelajaran dan evaluasi). Salah satunya adalah dalam susunan kegiatan inti pembelajaran. dan kegiatan akhir atau kegiatan menutup pembelajaran.

G. (1997/1998). Jakarta: Depdiknas.. Jakarta: Universitas Terbuka. T. kegiatan ini perlu dilakukan guru agar para siswa selalu bersemangat di dalam menjalani pengalaman belajar bahasa Indonesia setiap saat. I.. A. (2002). DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. K. Keterampilan Dasar Mengajar Bahasa Indonesia dalam Interaksi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia (Modul). (2004). Rofiuddin. Perencanaan Pembelajaran dalam Strategi Pembelajaran TK (Modul).sebab. Solchan. Masitoh.. Jakarta: Depdiknas. A. (2004). Jakarta: Universitas Terbuka. Pendekatan Sistem dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Sistem Pembelajaran Bahasa Indonesia (Modul). Kurikulum 2004 Sekolah Menengah Pertama. Wardani. W. Depdiknas. Budiasih. Kurikulum 2004 Sekolah Menengah Atas. (2004). Jakarta: Universitas Terbuka. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful