P. 1
tugas kesling

tugas kesling

|Views: 1,188|Likes:
Published by Avi Via

More info:

Published by: Avi Via on Apr 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar belakang Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan bahan yang karena sifat atau konsentrasi, jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemari atau merusak lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain. Menurut data dari Environmental Protection Agency (EPA) tahun 1997, yang menyusun ´top20´ B3 antara lain: Arsenic, Lead, Mercury, Vinyl chloride, Benzene, Polychlorinated Biphenyls (PCBs), Kadmium, Benzo(a)pyrene, Benzo(b)fluoranthene, Polycyclic Aromatic Hydrocarbons, Chloroform, Aroclor 1254, DDT, Aroclor 1260, Trichloroethylene, Chromium (hexa valent), Dibenz[a,h]anthracene, Dieldrin, Hexachlorobutadiene, Chlordane. Beberapa diantaranya merupakan logam berat, antara lain Arsenic (As), Lead (Pb), Mercury (Hg), Kadmium (Cd) dan Chromium (Cr) (Sudarmaji, 2006). Logam-logam berat tersebut dalam konsentrasi tinggi akan berbahaya bagi kesehatan manusia bila ditemukan di dalam lingkungan, baik di dalam air, tanah maupun udara. Arsen (As) merupakan salah satu logam berat yang digunakan dalam kehidupan manusia. Penggunaannya antara lain dalam bidang kedokteran, pertanian, pengawetan kayu, dan lainnya. Namun penggunaan arsen yang tidak tepat dapat mengakibatkan efek yang fatal bagi kesehatan manusia. B.Perumusan masalah Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1.Bagaimanakah keberadaan arsen di alam? 2.Apa sajakah penggunaan arsen dalam kehidupan manusia? 3.Bagaimanakah dampak arsen terhadap kesehatan manusia? 4.Bagaimanakah penanggulangan jika terpapar arsen? C.Tujuan 1.Mengetahui keberadaan arsen di alam. 2.Mengetahui penggunaan arsen dalam kehidupan manusia. 3.Mengetahui dampak arsen terhadap kesehatan manusia. 4.Mengetahui cara penanggulangan jika terpapar arsen. D.Manfaat 1.Bagi instansi pemerintah Diharapkan dapat memberikan masukan bagi para penentu kebijakan dalam upaya menjaga masyarakat agar tidak terkena dampak merugikan dari arsen. 2.Bagi jurusan Kesehatan Masyarakat Menambah pustaka tentang keberadaan, penggunaan, dampak terhadap kesehatan serta penanggulangannya jika terpapar arsen. 3.Bagi Masyarakat Memberikan informasi kepada masyarakat tentang keberadaan, penggunaan, dampak terhadap kesehatan serta penanggulangannya jika terpapar arsen. 4.Bagi Mahasiswa Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai keberadaan, penggunaan, dampak terhadap kesehatan serta penanggulangannya jika terpapar arsen.

Sedikit larut dalam asam membentuk asam arsenide (H3As03). 2009).terselubung.Arsen Organik Senyawa dengan Carbon dan Hydrogen dikenal sebagai Arsen Organik.Arsen Inorganik Sebagian besar arsen di alam merupakan bentuk senyawa dasar yang berupa substansi inorganik. Arsen inorganik dapat larut dalam air atau berbentuk gas dan dapat terpapar pada manusia. Senyawa arsen organik sangat jarang dan mahal. Arsen trioksida (As2O3 atau As4O6) dan arsenat/arsenit merupakan bentuk arsen inorganik berbahaya bagi kesehatan manusia. 2009). Arsen merupakan bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik. tanpa warna dan bau. Penjelasannya sebagai berikut: 1.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.Klasifikasi Arsen Arsen di alam berada dalam bentuk Inorganik dan organik. Arsen trioksida sangat cepat larut dalam asam khlorida dan alkalis (Durrant & Durrant. 2. Ikatan carbon-arsen sangat stabil pada kondisi pH Iingkungan dan berpotensi teroksidasi. kira-kira 2% pada suhu 25°C dan 8.Pengertian Arsen Arsen (As) adalah suatu unsur kimia metaloid (semilogam) golongan VA dengan nomor atom 33. Sebagaimana diketahui bahwa arsen inorganik lebih beracun dari pada arsen organik.com. Pada suhu di atas 1.2% pada suhu 98°C.org. klorin atau belerang dikenal sebagai arsen inorganik.blogspot. 2009).com. 1973) (Sukar. 1966. B. arsen inorganik dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan kronis. yaitu kuning. Di dalam air senyawa ini bisa teroksidasi menjadi methylarsenic acid Senyawa arsen organik lainnya seperti : arsenobetaime dan arsenocho/ine bisa ditemukan pada kehidupan laut dan sangat tahan terhadap degradasi secara kimiawi (Lauwerys et aI. Beberapa senyawa methylarsenic sebagaimana di dan trimethylarsenes terjadi secara alami. hitam dan abu-abu (www. 1979) (Sukar. Arsen berwujud bubuk putih. yaitu arsenobetaine dan arsenokolin mempunyai sifat nontoksik.wikipedia. Kelarutan arsen trioksida dalam air rendah. karena merupakan hasil dari aktivitas biologik.073°C senyawa arsen trioksida dapat dihasilkan dari hasil samping produksi tembaga dan pembakaran batubara. 2003). Nama arsenik sendiri pertama kali berasal dari bahasa Persia zarnig dan bahasa Yunani arsenikon yang artinya kuning (www.bluefame. . Arsen trioksida mempunyai titik didih 465°C dan akan menyublim pada suhu lebih rendah. Arsen bentuk organik yang terakumulasi pada ikan dan kerang-kerangan. Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (1975). 2003). Senyawa Arsen dengan oksigen. terutama kanker (www. Carapella.

Walaupun kebanyakan sekarang telah digantikan dengan obatobatan modern. (www.Arsenik sebagai racun .Timbal biarsenat (PbHAsO4) C. Konsentrasi yang ditemukan dapat mencapai 200-4400 ppb.blogspot. dari makanan/minuman.Arsenik dalam kehidupan sehari-hari Arsenik dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai bahan pestisida di buah-buahan. atau 0.Arsen trioksida (As2O3) d.Asam arsenit (H3AsO3) c. Sirkuit dibuat menggunakan komponen ini lebih cepat tapi lebih mahal daripada yang terbuat dari silikon. E.Arsenik di air minum Makanan kita pun mungkin mengandung arsenik dalam jumlah kecil. 2005).Kadmium arsenida (Cd3As2) f.Karakteristik Arsen Arsen berwarna abu-abu. 2005). 2009). Di zaman dahulu arsen pernah digunakan sebagai obat sifilis. Arsen dan beberapa senyawa arsen juga dapat langsung tersublimasi.wikipedia.terselubung. 2009) Galium arsenid dapat dipakai sebagai bahan semikonduktor rangkaian listrik.73. yaitu salvarsan. dan sering dapat digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi biokimia dan juga beracun.org. 2009).com.Berbagai macam senyawa arsen adalah sebagai berikut: a. D.2-4.4 ppm ( www. Galium arsenida adalah material semikonduktor penting dalam sirkuit terpadu. Timbal biarsenat telah digunakan di abad ke-20 sebagai insektisida untuk buah namun mengakibatkan kerusakan otak pada pekerja yang menyemprotnya.blogspot. berubah dari padat menjadi gas tanpa menjadi cairan terlebih dahulu.terselubung. Arsen juga berperan penting dalam bidang pengobatan.Arsin (Arsen Trihidrida AsH3) e. Sampai sekarang arsen masih menjadi salah satu alternatif pengobatan tripanosomiasis Afrika (dalam bentuk melarsoprol). Zat dasar arsen ditemukan dalam dua bentuk padat yang berwarna kuning dan metalik. yang berbau seperti bau bawang putih.Mekanisme Masuknya Arsen dalam Tubuh Pemajanan Arsen ke dalam tubuh manusia umumnya melalui oral.com.97 dan 5. Di alam bebas arsenat dan arsenit dapat mengalami reaksi redoks bolak balik. dengan berat jenis 1. namun bentuk ini jarang ada di lingkungan. Arsen yang tertelan secara cepat akan diserap lambung dan usus halus kemudian masuk ke peredaran darah (Wijanto. Arsenik yang ditemukan di air adalah arsenik bentuk arsenat V (HAsO42-) dan arsenit III (H3AsO3). arsen akan cepat teroksidasi menjadi oksida arsen.Penggunaan Arsen Beberapa penggunaan arsen sebagai berikut: 1. arsenik juga berpotensi mencemari perairan. Ketika dipanaskan. 3. Arsen di air di temukan dalam bentuk senyawa dengan satu atau lebih elemen lain (Wijanto. Arsen secara kimiawi memiliki karakteristik yang serupa dengan fosfor.Asam arsenat (H3AsO4) b. Selain karena arsenik menjadi bahan pestisida yang dipakai untuk menyemprot sayur dan buah. Selain itu. Galium arsenida (GaAs) g. Konsentrasi arsenik yang dianggap tidak berbahaya dalam air minum oleh WHO adalah kurang dari 10 ppb. 2. arsen juga dipakai dalam industri pewarna dan cat ( www.

Gejala keracunan arsenik ringan mulai dengan sakit kepala dan dapat berkembang menjadi ringan dan biasanya. Gejalanya antara lain: sakit di daerah perut.org. Sebuah pemeriksaan mayat berwarna merah bata mengungkapkan mukosa yang mengalami perdarahan yang parah (www. Patofisiologi Arsen dapat bermanfaat bagi tubuh. Keduanya sempat populer sebagai bahan cat. suara serak dan kesulitan berbicara.Toksisitas Toksisitas senyawa arsenik dan sangat bervariasi.blogspot. kejang-kejang dan kram. Metode ini telah digunakan untuk mengikuti tingkat arsenik sebelum. Rambut merupakan bioindikator potensial untuk paparan arsenik karena kemampuannya untuk menyimpan elemen dari darah. masalah muntah (kehijauan atau kekuningan. H.wikipedia. sakit pada organ kemih. namun karena toksik akhirnya mereka tidak dipakai lagi.wikipedia. menghambat respirasi mitokondria dan sintesis ATP.wikipedia.Bentuk arsenik yang terkenal adalah As2O3 (arsen trioksida) atau warangan. sehingga menghambat energy. Adapun bentuk gasnya. keringat basah. Pada tingkat siklus asam sitrat. F. jika tidak diobati. Tes rambut dan kuku dapat mengukur tingkat tingginya terpapar arsen selama 6-12 bulan. rasa haus dan kekakuan di tenggorokan. lividity dari ekstremitas. arsenik menghambat piruvat dehidrogenase dan bersaing dengan fosfat dalam proses fosforilasi oksidatif. Warangan ini bentuknya berupa bubuk berwarna putih yang larut dalam air. Tes urin perlu dilakukan dalam waktu 24-48 jam untuk sebuah analisa yang akurat eksposur yang akut. Tes-tes ini dapat menentukan apakah seseorang telah terpapar di atas tingkat rata-rata arsen. Bentuk lainnya adalah bubuk kuning As2S3 dan bubuk merah realgar As4S4. 2009). G.com. 2009).Diagnosis Ada tes yang tersedia untuk mendiagnosis keracunan dengan mengukur arsenik dalam darah.org.org. Sebagian besar melaporkan keracunan arsenik tidak disebabkan oleh unsur arsenik.wikipedia.. yang juga beracun adalah arsin (As2H3) ( www. Gangguan metabolik ini menyebabkan kematian dari sistem organ. tapi juga dapat mengganggu metabolisme dalam tubuh. tapi oleh salah satu senyawa arsen. Tes urin adalah tes yang paling dapat diandalkan untuk paparan arsenik dalam beberapa hari terakhir. Arsen mengganggu produksi ATP melalui beberapa mekanisme. produksi air liur berlebihan. Jenis biomonitoring telah dicapai dengan teknik yang lebih baru seperti microanalytical berdasarkan Synchroton radiasi fluoresensi sinar-X (SXRF) spektroskopi dan Microparticle akibat emisi sinar-X (PIXE). wajah pucat. kadang-kadang bernoda darah). 2009). Penelitian telah menunjukkan bahwa arsenites (trivalen bentuk) memiliki toksisitas akut yang lebih tinggi daripada arsenates (pentavalent bentuk). Bentuk organik tampaknya memiliki toksisitas yang lebih rendah daripada bentuk arsenik anorganik. tenesmus. Yang sangat terfokus dan intens studi balok bintik-bintik kecil pada sampel biologis yang memungkinkan analisis tingkat mikro di sepanjang spesiasi kimia. selama dan setelah pengobatan dengan oksida Arsenious pada pasien dengan Leukemia akut Promyelocytic (www. 2009). Minimal dosis akut arsenik yang mematikan pada orang dewasa diperkirakan 70-200 mg atau 1 mg/kg/hari.terselubung. akan mengakibatkan kematian (www.org. yang sekitar 500 kali lebih beracun daripada arsenikum murni. terkait pengurangan NAD+. urin. . Produksi hidrogen peroksida juga meningkat. mata merah dan berair (www. terutama arsenik trioksida. diare. rambut dan kuku. 2009). muntah.

air dan biota). 1977). Arsen dapat ditemukan pada air permukaan.Udara Zat padat di udara (total suspended particulate = TSP) mengandung senyawa arsen dalam bentuk anorganik dan organik (Johnson & Braman. Johnson & Braman.Batuan (Tanah) dan Sedimen Di batuan atau tanah. Jenis arsen bentuk organik adalah methylarsenic acid dan methylarsenic acid. timah hitam. 1975). Tanaman yang tumbuh pada tanah yang terkontaminasi arsen selayaknya mengandung kadar arsen tinggi. Beberapa rerumputan yang mengandung kadar arsen tinggi merupakan petunjuk/indikator kandungan arsen dalam tanah (Porter & Peterson. Tanah yang tidak terkontaminasi arsen ditemukan mengandung kadar As antara 0. Kadar As tertinggi dalam bentuk arsenida dari amalgam tembaga. Di lokasi tercemar. 1975). serta pada air di lokasi di mana terdapat aktivitas panas bumi (geothermal). Arsen terlarut dalam air dalam bentuk organik dan anorganik (Braman. perak dan bentuk sulfida dari emas. Selain itu.org. 1977). Crecelius (1974) menunjukkan bahwa hanya 35% arsen anorganik terlarut dalam air hujan. Kebanyakan wilayah dengan kandungan arsen tertinggi adalah daerah aluvial yang merupakan endapan lumpur sungai dan tanah dengan kaya bahan organik.Keberadaan Arsen di Alam a. Crecelius. penggunaan dan sumber pencemaran arsen di lingkungan. Arsenik dalam air tanah bersifat alami dan dilepaskan dari sedimen ke dalam air tanah karena tidak adanya oksigen pada lapisan di bawah permukaan tanah (www. air sungai.240 mg/kg. udara. b. sedang yang terkontaminasi mengandung kadar As rata-rata lebih dari 550 mg/kg (Walsh & Keeney. 1975.5-2 mglkg (NAS. realgar (As4S4) dan orpiment (As2S3). kadar As di udara ambien kurang dari satu gram per meter kubik (Peirson. 1977). Secara alami kandungan arsen dalam sedimen biasanya di bawah 10 mg/kg berat kering. Mineral lain yang mengandung arsen adalah arsenopyrite (FeAsS).Air Beberapa tempat di bumi mengandung arsen yang cukup tinggi sehingga dapat merembes ke air tanah. Secara kasar kandungan arsen di bumi antara 1.wikipedia. c.01-5 mg/kg berat kering (NAS. d. 1975). ganggang laut dan rumput laut juga umumnya mengandung sejumlah kecil arsen.BAB III PEMBAHASAN A. Kandungan arsen dalam tanaman yang tumbuh pada tanah yang tidak tercemari pestisida bervariasi antara 0. Grant & Dobbs. khususnya di bagian akar (Walsh & Keene. produksi arsen di dalam industri. air danau. 2009). sebagian besar merupakan kebalikan dari penyerapan arsen pada tanaman (WaIlsh. 1974). 1977).Keberadaan Arsen Keberadaan arsen di alam (meliputi keberadaan di batuan (tanah) dan sedimen. Sedimen bagian bawah dapat terjadi karena kontaminasi yang berasal dari sumber buatan kering ditemukan pada sedimen bagian bawah yang dekat dengan buangan pelelehan tembaga. air sumur dalam. sedang anorganik dalam bentuk arsenit dan arsenat. arsen (As) terdistribusi sebagai mineral. . Bentuk oksida arsen banyak ditemukan pada deposit/sedimen dan akan stabil bila berada di lingkungan. 1973. 1. air mengalir.Biota Penyerapan ion arsenat dalam tanah oleh komponen besi dan aluminium. et al 1974. 1975).

Terdapat variasi kadar arsen yang jelas antara merek rokok tersebut.. Tingginya tingkat pelapukan kimiawi dan aktivitas biokimia pada wilayah tropis. dan tembakau adalah 48. yaitu salah satunya dalam bidang pertanian.. natrium arsenit.... Arsen merupakan salah satu hasil sampingan dari proses pengolahan bijih logam non-besi terutama emas. Negara-negara tersebut mampu mencukupi sampai 90% produk dunia.). tembaga acetoarsenit.. sehingga bila arsen masuk ke paru-paru akan melekat pada permukaan paru-paru yang lembab dan hal ini sangat membahayakan ( Gross dan Nelson. Sumber pencemaran arsen juga dapat berasal dari: .. Ini terjadi di negara-negara yang memproduksi emas dan logam dasar (Herman. .. 2006). As2O3 akan mengalami reaksi yang dapat diamati. kalsium arsenat dan senyawa arsen organik digunakan sebagai pestisida.2. Arsen trivalen adalah basis utama industri kimia arsen dan merupakan produk samping dalam pelelehan bijih tembaga dan timah hitam..4. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan dosis arsen yang terdapat pada pestisida yang diberikan selama masa pertumbuhan tanaman tembakau (Gross dan Nelson. yang mempunyai sifat sangat beracun. dan 50.. Dari pertimbangan teoritis dipercaya bahwa arsen yang mudah menguap seperti As2O3. akan menunjang percepatan mobilisasi unsur-unsur berpotensi racun. dapat diperkirakan bahwa total produksi senyawa arsen di dunia mulai tahun 1975 sekitar 600. 3.. Sebagian tembakau yang tumbuh di Amerika Serikat.. Ada atau tidaknya arsen yang mudah menguap secara bebas maupun bersama dengan partikel lain tidak dapat ditentukan secara pasti. Pencemaran arsen terdapat di sekitar pelelehan logam (tembaga dan timah hitam). dimana mengalami perubahan bentuk yang disebabkan oleh pembakaran yang tidak sempurna selama merokok. Selanjutnya dapat memasuki sistem air permukaan atau merembes ke dalam akifer-akifer air tanah setempat. Swedia.. Peru. menyublim pada temperatur tinggi selama merokok dan terjaga untuk terkondensasi kembali pada permukaan yang lembab dan dingin. 36.3.. Negara-negara produser utama adalah: China..5 ppm.Sumber Pencemaran Arsen dalam Lingkungan Pembakaran batubara dan pelelehan logam merupakan sumber utama pencemaran arsen dalam udara. Kadar ini jelah lebih tinggi jika dibandingkan maksimum kadar arsen dalam rokok adalah 38. 4.Z. D. Di dalam pertanian. limbah unsur pencemar kemungkinan tersebar di sekitar wilayah tersebut dan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.Penggunaan Senyawa Arsen Arsen banyak digunakan dalam berbagai bidang.. senyawa timah arsenat. Ketika tailing dari suatu kegiatan pertambangan dibuang di dataran atau badan air... perlu diberi pestisida yang mengandung arsen untuk mengendalikan serangga yang menjadi hama tanaman tersebut selama masa pertumbuhannya.. rokok. Bahaya pencemaran lingkungan ini terbentuk jika tailing yang mengandung unsur tersebut tidak ditangani secara tepat. Fakta ini merupakan analogi dari kondisi paru-paru yang secara normal lembab. USA dan USSR. Data pada penelitian asap rokok tembakau menunjukkan bahwa maksimum terdapat As2O3 dengan kadar berturut-turut untuk cerutu. Hal ini dibuktikan pada saat penelitian.).000 ton..Produksi dalam Industri Berdasarkan data yang digunakan dari Biro Pertambangan Amerika Serikat (Nelson. Tembakau ini akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan rokok.0 ppm . yaitu kapas penyerap yang lembab dapat menangkap hampir sebagian besar arsen yang ada dalam dalam asap rokok. 1977).

yang dapat mengakibatkan kematian. SGPT. 2. Dosis rendah akan mengakibatkan kerusakan jaringan.Mata Efek Arsenic terhadap mata adalah gangguan penglihatan dan kontraksi mata pada bagian perifer sehingga mengganggu daya pandang (visual fields) mata. berupa meningkatnya aktifitas enzim pada liver (enzim SGOT.org. 7. liver cirrhosis (jaringan hati berubah menjadi jaringan ikat dan ascites (tertimbunnya cairan dalam ruang perut). Air tanah biasa digunakan sebagai sumber air minum bagi kelangsungan hidup manusia.Dampak Arsen Terhadap Kesehatan Manusia WHO menetapkan ambang aman tertinggi arsen dalam air tanah sebesar 50 ppb (www.Pupuk yang di dalamnya mengandung arsen. Arsen inorganik telah dikenal sebagai racun manusia sejak lama.Kulit Adanya kulit yang berwarna gelap (hiperpigmentasi). yaitu bila kadarnya melebihi 100 ppb dalam air minum. bronchitis (infeksi bronchus) dan dapat pula menyebabkan kanker paru. 5. ichterus (penyakit kuning). oedema paru dan penyakit pembuluh darah perifer (varises.Pembakaran kayu yang diawetkan oleh senyawa arsen pentavalen. Berikut ini adalah implikasi klinik akibat tercemar oleh arsen: 1. B. .Saluran pernapasan Paparan arsen pada saluran pernafasan akan menyebabkan timbulnya laryngitis (infeksi laryng). mual. kelainan kulit atau melanoma serta kanker usus. muntah dan diare.Pusat listrik tenaga panas bumi (geothermal) yang dapat menyebabkan kontaminasi arsen pada udara ambient. kerusakan syaraf dan sel. Bila melalui mulut. gangguan fungsi jantung. penyakit bu rger). 3.Darah Efeknya menyebabkan kegagalan fungsi sungsum tulang dan terjadinya pancytopenia (yaitu menurunnya jumlah sel darah perifer). 2005). Salah satu akibat yang merugikan dari arsen adalah apabila dalam air minum mengandung unsur arsen melebihi nilai ambang batas. 2009). sehingga dapat mengakibatkan penyakit arteriosclerosis (rusaknya pembuluh darah).Pembuluh darah Logam berat Arsen dapat menganggu fungsi pembuluh darah. nyeri. dapat menaikkan kadar arsen di udara.Liver Paparan arsen yang cukup lama (paparan kronis) pada liver akan menyebabkan efek yang signifikan. portal hypertention (hipertensi oleh karena faktor pembuluh darah potal). 2.1. 6. kerusakan pembuluh darah.Ginjal Arsen akan menyebabkan kerusakan ginjal berupa renal damage (terjadi ichemia dan kerusakan jaringan). Gejala keracunan kronis yang ditimbulkannya pada tubuh manusia berupa iritasi usus. 3. penebalan kulit (hiperkeratosis). infeksi kulit (dermatitis) dan mempunyai efek pencetus kanker (carcinogenic). gamma GT). luka di hati dan ginjal. 4. Selain itu mengakibatkan penurunan pembentukan sel darah merah dan putih. pada umumnya efek yang timbul adalah iritasi saluran makanan.( Wijanto. timbul seperti bubul (clavus).wikipedia.

C. masukkan air dalam jumlah yang cukup besar ke dalam mulut untuk mencuci. Kalau bahan kimianya sudah tertelan. sebaiknya diberi antidotumnya. Untuk keracunan akut yang belum berlangsung 4 jam. korban diberi ipekak untuk merangsangnya muntah. Selain itu. serta nyeri perut. akibatnya peka terhadap bahan karsinogen (pencetus kanker) dan infeksi virus. Sementara bila racun masuk ke pencernaan. air jangan tertelan. Kemudian segera ke dokter untuk mendapat pertolongan medis.Sistem Reproduksi Efek arsen terhadap fungsi reproduksi biasanya fatal dan dapat pula berupa cacat bayi waktu dilahirkan. 11.Sistem Immunologi Efek pada sistem immunologi. Baju yang terkontaminasi harus dilepaskan. 10. atau sampai tidak ada kandungan bahan kimia di atas kulit. Dapat juga dilakukan bilas lambung apabila ia tidak dapat minum. Tetapi. ada penelitian menarik yang dilakukan oleh Keya Chaudhuri dan rekan-rekannya dari Indian Institute of Chemical Biology di Kolkata dalam jurnal Food and Chemical Toxicology. minum kurang lebih 250 ml air dan jangan memaksakan muntah.Sistem Sel Efek terhadap sel mengakibatkan rusaknya mitokondria dalam inti sel sehingga menyebabkan turunnya energi sel dan sel dapat mati. 9. Pemberian katartik atau karboaktif dapat bermanfaat. Sedangkan untuk keracunan yang sudah berlangsung lebih lama (termasuk juga keracunan kronik). terjadi penurunan daya tahan tubuh/ penurunan kekebalan. Cara mengatasi keracunan arsenik berbeda antara keracunan akut dan kronik. Segera cari pertolongan medis. Dimercaprol dan asam dimercaptosuccinic adalah agen chelating yang mengambil arsenik dari protein darah dan digunakan untuk mengobati keracunan arsenik akut. yaitu suntikan intramuskuler dimerkaprol 3-5 mg/kgBB 4-6 kali sehari selama 2 hari.blogspot. gunakan sabun. lazim disebut effek malformasi. Metode kimia dan sintetik saat ini digunakan untuk mengobati keracunan arsenik. Mereka melakukan uji coba pada tikus.com. Zat yang mengandung belerang dalam bawang putih dapat mengurangi kadar arsen dalam jaringan dan darah. Dimercaprol jauh lebih beracun daripada succimer. Pengobatan dilanjutkan 2-3 kali sehari selama 8 hari ( www. BAB 1V KESIMPULAN .Gastrointestinal (Saluran Pencernaan) Arsen akan menyebabkan perasaan mual dan muntah.8. Tikus yang diberi makan ekstrak bawang putih kandungan arsenik dalam darah dan hatinya berkurang 40 persen dan 45 persen dari arsen juga di keluarkan lewat air seni tikus tersebut.Cara Mengatasi Keracunan Arsenik Pertolongan pertama (standart treatment) bila kulit kita terpapar arsenik: cuci permukaan kulit dengan air mengalir secara kontinu kurang lebih 10 menit.terselubung. Sehingga mereka yang tinggal di daerah yang beresiko terkontaminasi arsenik dalam air disarankan untuk mengonsumsi satu sampai tiga siung bawang putih per hari sebagai pencegahan keracunan arsen. mual (nausea) dan muntah (vomiting). Bila perlu. 2009).

sistem immunologi. Merkuri (Hg).1_arsenic.euro.wikipedia.pdf Diakses tanggal 16 Oktober 2009. industri pewarna dan cat serta dalam bidang pengobatan. hati. 2000.org Diakses tanggal 15 Oktober 2009. Herman. DAFTAR PUSTAKA . http://www. serta gastrointestinal (saluran pencernaan). 2006. 2009. produksi arsen di dalam industri. Selain itu juga bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang beresiko terkontaminasi arsenik dalam air disarankan untuk mengonsumsi bawang putih sebagai pencegahan keracunan arsen. 2. Karena zat yang mengandung belerang dalam bawang putih dapat mengurangi kadar arsen dalam jaringan dan darah. antara lain sebagai bahan pestisida. darah.int/document/aiq/6. pembuluh darah. bahan semikonduktor rangkaian listrik.org/cgi/reprint/24/1/36 Diakses tanggal 17 Oktober 2009. .html Diakses tanggal 15 Oktober 2009.com/2009/06/mengenal-arsenik_03.geoajeh./Tinjauan%20tailing%20mengandung%20unsur%20pencemar%20 Diakses tanggal 17 Oktober 2009. Bahaya Logam Berat dalam Makanan http://www. 2009. Arsen http://www.com/index. . http://www. sistem reproduksi. Dampak negatif akibat terpapar arsen yaitu dapat mengganggu fungsi tubuh manusia. antara lain mata. Arsenic in Tobacco Smoke. 2006.wikipedia. adanya penggunaan arsen oleh manusia dan adanya sumber pencemaran arsen di lingkungan.1. Keracunan arsenic http://www. . Keberadaan arsen di alam meliputi keberadaan di batuan (tanah) dan sedimen udara. Toksikologi Logam Berat B3 dan Dampaknya terhadap Kesehatan. Sudarmaji. saluran pernapasan. www. Mengenal Arsenik http://terselubung.blogspot. 4.net46. dkk. 2009. Tinjauan terhadap Tailing Mengandung Unsur Pencemar Arsen (As). ..who. 3. air dan biota.. Gross dan Nelson. ginjal.ajph.org Diakses tanggal 15 Oktober 2009.Untuk mengobati keracunan arsen digunakan metode kimia dan sintetik. pupuk.bluefame. kulit.Z. .php Diakses tanggal 17 Oktober 2009. 2009. Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) dari Sisa Pengolahan Bijih Logam. Arsenic. D.Arsen digunakan dalam kehidupan manusia.net/. . sistem sel.

id/data/vol%202/sukar22.blog.pdf Diakses tanggal 16 Oktober 2009.php Diakses tanggal 16 Oktober 2009.go. 2003.id/detail_jurnal. Mekanisme Detoksikasi Logam Berat dalam Tubuh Manusia http://trinatallei. Limbah B3 dan Kesehatan. .ekologi. 2005.litbang. Sumber dan Terjadinya Arsen di Lingkungan.www. Sukar. http://www.depkes.id/images/datainfo/200504121503 .dinkesjatim. T. http://www.E. Wijanto.friendster.LIMBAH%20B-3.unair. Tallei.com/2008/05/mekanisme-detoksikasi-logam-berat-dalam-tubuhmanusia/ Diakses tanggal 17 Oktober 2009.journal.ac. S.pdf Diakses tanggal 17 Oktober 2009. 2004.go.

Perhatian utama pada faktor penyebab. Manajemen Berbasis Wilayah Manajemen penyakit dapat dilakukan dengan berdasar pada teori simpul. Manajemen demikian tidak akan menyelesaikan problem penyakit yang bersangkutan. manajemen penyakit yang paling tepat diterapkan adalah manajemen berbasis lingkungan. media transmisi. Untuk mengurangi masalah kesehatan akibat penyakit-penyakit lingkungan adalah dengan merencanakan dan melaksanakan suatu manajemen penyakit yang berbasis wilayah (Depkes RI. Dalam hal ini faktor lingkungan memegang peranan sangat penting. simpul 1.BAB I PENDAHULUAN A. juga dikenal sebagai proses kejadian penyakit. Seharusnya dalam penanganan sesuatu penyakit. B. Bagaimana pengaruh lingkungan terhadap timbulnya penyakit? 2. tidak terlepas dari peran faktor lingkungan. Sedangkan proses kejadian penyakit satu dengan yang lain masing-masing mempunyai karakteristik tersendiri. Teori simpul terdiri dari 4 simpul yaitu. Interaksi manusia dengan lingkungan telah menyebabkan kontak antara kuman dengan manusia. karena hanya berupa pendekatan kuratif. Latar Belakang Kejadian penyakit maupun gangguan kesehatan pada manusia. Bagaimana sistem manajemen penyakit lingkungan berbasis wilayah yang dilakukan dalam upaya untuk mengendalikan wabah? 3. Hubungan interaktif antara manusia serta perilakunya dengan komponen lingkungan yang memiliki potensi bahaya penyakit. 2002). maka manajemen berbasis lingkungan harus dilibatkan dalam upaya-upaya pencegahan maupun pengendaliannya. Manajemen berbasis lingkungan untuk penanggulangan penyakit. dengan memperhatikan faktor penduduk sebagai objek yang terjangkit atau terpajan. baik penyakit menular maupun tidak menular. yaitu penanganan pada tingkat hilir. merupakan titk yang secara konstan maupun sporadis berpotensi . simpul 3 dan simpul 4. simpul 2. sebelum melakukan penanganan pada manusia yang menderita penyakit. Manajemen penyakit mestinya tidak hanya dilakukan pada manusia atau sejumlah penduduk yang mengalami sesuatu penyakit. Simpul 1 atau sumber penyakit. dimulai dari tingkat hulu menuju hilir. Permasalahan Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan yang diambil adalah sebagai berikut: 1. Sering terjadi kuman yang tinggal di tubuh host kemudian berpindah ke manusia karena manusia tidak mampu menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini tercermin dari tingginya kejadian penyakit berbasis lingkungan yang masih merupakan masalah kesehatan terbesar masyarakat Indonesia. Bagaimana penerapan manajemen penyakit lingkungan berbasis wilayah yang dilakukan dalam upaya untuk mengendalikan wabah penyakit malaria? BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Mengingat faktor-faktor lingkungan sangat dominan dalam proses kejadian suatu penyakit.

2006). Bab 1. apabila media ini tidak mendapat muatan bibit penyakit. atau tidak dapat dilakukan karena adanya keterbatasan-keterbatasan. Prinsip penanggulangan yang utama tentu saja memberantas bibit penyakit. baik pada binatang maupun manusia. Sedangkan penanggugjawab teknis adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah. Tujuan manajemen pada simpul ini tentu saja penyembuhan dari penyakit atau gangguan kesehatan yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang (Anies. Menurut PP 40. berupa pengobatan pada kelainan fungsi maupun morfologi organ tubuh. Upaya yang dapat dilakukann di sini dapat menyangkut teknologi. penular penyakit DBD dan lain-lain. sosial budaya dan sebagainya. Bila KLB terjadi lebih dari satu wilayah . B. baik dari segi jumlah kasus maupun wilayah yang terkena persebaran penyakit tersebut (Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat. diare. merupakan upaya terakhir yang pada hakikatnya sebagai upaya terahir dari rangkaian teori simpul ini. malaria. sperti pada kasus flu burung. Media transmisi. Apabila manajemen pada simpul 1 gagal dilakukan. Karena itu. Manajemen pada simpul 4 atau pengobatan pada penderita. KLB adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. tetapi juga menghindarkan manusia dari kontak dengan binatang pembawa (Anies. Terhadap sumber penyakit yang berasal dari binatang. manusia akan menuai berbagai kesulitan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berdampak pada kualitas daya dukung lingkungan. Penyakit Lingkungan Lingkungan tidak mungkin mampu mendukung jumlah kehidupan yang tanpa batas dengan segala aktifitasnya. Manajemen pada simpul ini antara lain dapat berupa pengendalian nyamuk penular malaria. Manajemen pada simpul 3 pada hakekatnya adalah pengendalian proses pajanan pada komunitas. Eksploitasi sumber daya alam yang berlebihaan akan berdampak buruk pada manusia (Anies. karena dikhawatirkan akan meluas. Penanggungjawab operasional pelaksanaan penanggulangan KLB adalah Bupati/Walikota. tahun 1991. kecacingan dan penyakit kulit.menular pada manusia. 2006). 2006). apabila lingkungan sudah tidak mampu lagi mendukung kehidupan manusia. DBD. dengan berbagai upaya. Pengendalian Wabah atau KLB Wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB) yaitu munculnya penyakit di luar kebiasaan (base line condition) yang terjadi dalam waktu relatif singkat serta memerlukan upaya penanggulangan secepat mungkin. Pasal 1 Ayat 7. seyogianya segara melaksanakan manajemen pada simpul 2. potensi penularan tetap ada dan sewaktu-waktu akan menimbulkan masalah. atau tidak dapat dilakukan. sebenarnya tidak memiliki potensi penyakit. tentu saja dengan pemberantasan penyakit pada binatang tersebut. Tanpa pemberantasan ini. yaitu berupa pengendalian pada media penularan atau media transmisi. Upaya yang dapat dilakukan pada simpul ini antara lain. 2006). yang pada akhirnya akan merusak lingkungan itu sendiri. TBC. pemusnahan binatang yang bersangkutan jika dianggap perlu. beberapa penyakit yang timbul akibat lingkungan yang buruk seperti ISPA. Menurut Depkes RI tahun 2002. C.

dapat juga ditetapkan pada faktor risiko penyakit seperti bila terjadi ledakan gas beracun. bahwa faktor lingkungan berperan sangat besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. KLB pada dasarnya merupakan suatu kejadian baik pada sumber penyakit (penyebab) dengan dinamika transmisi. informasi pra-KLB menjadi penting. media transmisi maupun memperberat penyakit yang telah ada. 2006). prediktif. Apabila kita mencermati proses kejadiannya. kondisi kesehatan masyarakat yang buruk. Development and Application of Social Change Theory. Gempa bumi di sebuah wilayah endemik malaria memerlukan peta dimana pengungsi akan ditempatkan (Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat. termasuk timbulnya berbagai penyakit menular. bahwa setiap kegiatan. 2006). telah disadari oleh organisasi kesehatan dunia ini (Anies. namun terminologi ini digunakan untuk tujuan atau rumusan upaya antisipatif. telah lama disadari. Memang tidak selalu lingkungan sebagai penyebab. Misalnya. amat penting. terjadinya kerusakan hutan secara terus menerus. andil faktor lingkungan sangat besar. Sebagaimana dikemukakan oleh Blum (1974) dalam Planning for Health. Sebaliknya. Demikian juga yang dikemukakan oleh WHO (1986). BAB III PEMBAHASAN A. Pengaruh Lingkungan Terhadap Timbulnya Penyakit Pengaruh lingkungan dalam menimbulkan penyakit pada manusia. Penetapan wabah atau KLB. wajib dilakukan kajian kesehatan lingkungan. serta korban kejadian penyakit yang berlangsung dalam tempo yang relatif singkat. termasuk pembangunan di sektor apapun. memang tidak lazim disebut sebagai KLB. pencermatan ini dikenal sebagai pencermatan pra-KLB. Manajemen pra-KLB termasuk sistem kewaspadaan dini. dan harus dilakukan secara simultan dalam waktu relatif singkat. 2006). Manajemen KLB secara terintegrasi berbasis wilayah adalah juga manajemen dua bagian penting yang tak terpisahkan. Agaknya keyakinan bahwa lingkungan berperan penting dalam semua sektor atau bidang.KLB. dan sebagainya (Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Bahkan telah lama diketahui pula bahwa peran lingkungan dalam meningkatkan derajat kesehatan sangat besar.kabupaten/kota maka penanggulangannya dikoordinasikan oleh Gubernur. penanganan saat kejadian KLB dan pasca. tidak hanya mencegah terjadinya KLB. ledakan industri. atau suhu yang meningkat sehingga menimbulkan populasi nyamuk atau ledakan gas. . yakni manajemen kasus dan manajemen public health (manajemen faktor risiko). KLB merupakan kejadian proses awal. melainkan juga sebagai penunjang. Mengacu kepada teori simpul atau mengacu kepada patogenesis kejadian penyakit. dan akhirnya berupa pencegahan. pemantauan kondisi kualitas lingkungan tertentu yang menurun. adanya indikasi peningkatan jumlah dan kepadatan vektor penular penyakit.

dan pengendalian factor resiko kependudukan serta penyembuhan kasus penyakit pada suatu wilayah komunitas tertentu. Sebagai contoh. Sumber penyakit menular yaitu penderita penyakit itu sendiri. flu burung yang semula tidak pernah dilaporkan di Indonesia tiba-tiba menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang pelik. Pengendaliann vektor. NOx. maka sumber penularan dapat dieliminasi bahkan dihilangkan. Penyehatan makanan. Manajemen Simpul 2 (Pengendalian pada media penularan/ wahana transmisi) Manajemen Simpul 2 dilakukan jika manajemen Simpul 1 mengalami kegagalan. adalah munculnya berbagai penyakit menular lingkungan yang sebelumnya tidak ada. atau diberi alat penyaring bahan pencemar. media transmisi. atau muncul kembali penyakit yang semula telah reda. B. Manajemen Simpul 1 (Pengendalian pada sumber penyakit) Pengendalian penyakit atau manajemen penyakit secara terpadu berbasis wilayah. Memperbaiki proses mesin menjadi lebih efisien dan efektif. misalnya saja: a. Untuk menghilangkan potensi bahaya dari sumber tersebut maka beberapa teknik dapat ditempuh. Dengan melakukan pencarian kasus secara aktif dan menetapkan kasus (melakukan diagnosis secara cepat dan tepat terhadap kasus) serta pengobatan hingga sembuh. SO2. asap rokok dan lain-lain. penular demam berdarah dan sebagainya. 2. penggunaan bahan-bahan yang tidak berpotensi bahaya penyakit (misalnya daging yang mengandung Bacillus anthracis). misalnya dengan mengganti bahan bakar bensin menjadi bahan bakar gas.Salah satu yang kurang disadari selama ini. Sumber penyakit tidak menular yaitu sumber agent penyakit berupa bahan toksik. misalnya juru malaria desa dan juru kusta. yakni adanya keterpaduan antara pengendalian sumber penyakit. Pengendalian vektor merupakan salah satu cara mengendalikan penyakit yang ditularkan vektor penyakit. Untuk itu diperlukan petugas lapangan untuk membantu mencari dan mengobati kasus dengan baik secara proaktif. misalnya sanitasi makanan. Penyehatan pangan merupakan upaya untuk melakukan pencegahan penularan penyakit melalui pangan. Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah Manajemen penyakit berbasis wilayah harus dilakukan secara terpadu dan pelaksanaannya dilakukan mengacu kepada teori Simpul. . Manajemen simpul 2 dilakukan dengan mengendalikan agent penyakit melalui media transmisi. dimulai dari pengendalian sumber penyakit. Sumber penyakit menular dan penyakit tidak menular pada dasarnya dapat dibedakan. 2006). 2008): 1. seperti nyamuk penular malaria. Contoh lain yaitu cerobong asap. b. tiba-tiba meledak setiap tahun (Anies. karena mencegah agar tidak timbul penularan lebih lanjut dalam masyarakat. Misalnya. Bahkan sesuatu penyakit menular semacam demam berdarah dengue yang merupakan siklus lima tahunan. Manajemen kasus penyakit menular merupakan upaya promotif sekaligus preventif. titik buangan limbah rumah tangga. fisik seperti radiasi atau kebisingan. Pengendalian pada sumber penyakit merupakan upaya preventif promotif. knalpot kendaraan bermotor secara terus-menerus mengeluarkan gas-gas toksik seperti Karbonmonoksida. proses pengolahan yang memenuhi standar kesehatan. Manajemen yang dapat dilakukan berdasarkan teori Simpul dapat dijelaskan sebagai berikut (Achmadi. titik buangan limbah industry.

menyebutkan bahwa manajemen penyakit lingkungan berbasis wilayah. Agent penyakit yanng masuk ke tubuh seseorang akan menngalami proses yang amat kompleks di dalam tubuh manusia tersebut. d. 3. penggunaan alat pelindung diri. Upaya yang telah dikenal antara lain upaya perbaikan PHBS. Manajemen Simpul 3 (Pengendalian proses pajanan/ kontak pada masyarakat) Emisi sumber agent penyakit yang telah berada pada media transmisi (lingkungan) kemudian berinteraksi dengan penduduk atau masyarakat setempat. Tentu saja tubuh manusia dengan sistem pertahanannya tidak serta-merta menyerah begitu saja. terutama untuk kasus penyakit menular. Sedangkan untuk penyakit yang tidak menular. Manajemen Simpul 4 (Pengobatan penderita sakit/ manajemen kasus) Pengobatan terhadap penderita kasus tersebut dikenal sebagai manajemen kasus atau penderita penyakit. dan 3. Hal ini dikenal sebagai sistem pertahanan seluler maupun humoral. Untuk membersihkan polusi udara di perkotaan dengan cara menanam pephonan. Kasus penyakit menular memerlukan pengobatan yang baik untuk mencegah timbulnya penularan. pekerjaan. bis melalui pemeriksaan secara sederhana hingga pemeriksaan dengan alat teknologi tinggi. juga diminta menggunakan alat pelindung diri. telaga dan lain sebagainya. perilaku sselalu mengkonsumsi air yang telah dimasak. Penyehatan udara dapat dilakukan denganc ara penyediaan air filter di ruangan yang penuh dengan asap rokok. Untuk memastikan kondisi seseorang dinyatakan sakit. misalnya perilaku menghindar. Sedangkan penularan penyakit melalui manusia selain pengobatan pada manusia itu sendiri. hobi. dan sebagainya. memperbanyak air mancur. Saat itulah diperlukan manajemen kasus penderita dengan baik dan tuntas. Misalnya. Penyehatan air identik dengan penyediaan air bersih bagi seluruh penduduk. 2. air yang tercemar bakteri harus dimasak. Sakit merupakan keadaan patologis pada individu maupun sekelompok orang berupa kelainan fungsi maupun morfologi. 4. imunisasi dan kekebalan alamiah ketika terjadi wabah demam berdarah. seperti masker pada penderita penyakit TBC agar tidak menularkan pada orang lain. Kondisi gangguan penyakit merupakan kegagalan pengendalian faktor risiko pada simpul 1. Intensitas hubungan interaktif antara media transmisi (lingkungan) dengan masyarakat tergantung pola perilaku individu atau kelompoknya. dapat dilakukan melalui manajemen kasus (case management) dan manajemen kesehatan masyarakat (public health management). ditahan dan dibunuh oleh sel-sel pertahanan tubuh manusia. Untuk kasus penyakit lingkungan yang menular. Pada manusia pembawa penyakit (misalnya pengobatan.c. mikroba yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai media transmisi tentu akan dicoba di-contain. menurut Hamzah Hasyim dalam jurnalnya. Ada sederet upaya (termasuk upaya teknologi) untuk mencegah agar masyarakat tertentu tidak melakukan kontak dengan komponen yang memiliki potensi membahayakan kesehatan. Selain berdasarkan teori sampul. atau containment penderita). 1. Pembersihan udara dalam ruangan. Manajemen Kasus (case management) . upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan dukungan teknik diagnostik dan penentuan faktor risiko agar orang lain tidak menderita penyakit serupa. e. Penyehatan air.

pengembangan indikator. gizi kurang dan kecacingan. juga dipisahkan antara tatalaksana penyakit Pneumonia dan tatalaksana penderita penyakit infeksi akut telinga dan tenggorok. 2.Merupakan bagian penting dari manajemen penyakit infeksi baru maupun penyakit infeksi lama yang muncul kembali. Sp. yang dapat dioverlay berdasarkan model faktor prediksi penemuan kasus baru. merupakan upaya pencegahan yang efektif agar penyakit tidak menyebar. Survailans kasus. kemitraan dan Networking adalah salah satu kunci utama. MPH . namun harus lebih diarahkan kepada pembentukan informasi yang berkaitan dengan wilayah. periodik. China. networking antara Indonesia dan Singapore begitu juga Malaysia ada kerja sama bilateral untuk menangani SARS. Penerapan sistem manajemen penyakit lingkungan berbasis wilayah dalam upaya penanggulangan wabah penyakit malaria. surveilans kesehatan masyarakat adalah: the on going sistematic collection. networking Indonesia melalui NAMRU 2 dengan CDC Atlanta. pravalence penyakit. berkesinambungan dan terencana. MPH dan diterjemahkan oleh Dr. C. Walaupun. malaria. Surveilans terpadu adalah kegiatan pengumpulan data. pengobatan. Dalam pola baru ini disamping digunakan cara klasifikasi gejala penyakit yang praktis dan sederhana dengan teknologi tepat guna. Sp. and evaluation of public health practice. diperkenalkan pendekatan Integrated Management Childhood Illness (IMCI) atau Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) yang sekaligus merupakan model tatalaksana kasus untuk berbagai penyakit anak. MD. diare. Manajemen Kesehatan Masyarakat (Public Health Management). merupakan salah satu item penting yang perlu dilakukan. akhir ini mendapat sorotan hangat publik . yaitu: ISPA. Global Networking dilakukan antarnegara. Manajemen penyakit berbasis lingkungan tidak bisa dilaksanakan secara sendiri. The final link of the surveillance chain is the application of these data to prevention and control . implementation. I Nyoman Kandun. Dalam Manual Pemberantasan Penyakit Menular yang dieditori oleh James Chin. Korea). ASEAN + 3 negara (Japan. penerapan teknik dan kemampuan diagnosis. baik faktor risiko maupun kejadian penyakit yang dilakukan secara simultan. sampai menimbulkan aksi . Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) di bidang kesehatan bukan hanya pemanfaatan teknologi komputer (otomasi) di bidang SIG semata. dan tidak menjadi sumber penularan. yang penularannya dilakukan oleh vektor nyamuk Anopheles. misalnya ASEAN. sistematik. Manajemen kasus yang berhasil. pemeriksaan laboratorium. pengembangan teknologi manipulasi data dan analisis secara spasial. Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit protozoa. yakni Plasmodium. Oleh sebab itu. campak. analysis and interpretation of health data essential to the planning. Sejak tahun 1997. Komitmen international dalam Roll Back Malaria yang operasionalisasinya di Indonesia disepakati dengan Gebrak Malaria. Salah satu pengunaan perangkat lunak yang dapat mendukung upaya survailans kasus adalah ArcView GIS untuk menggambarkan pola incidence. yang diikuti oleh analisis data untuk mendapatkan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan (manajemen). terlepas dari kinerja NAMRU 2. perawatan dan rehabilitasi serta pencegahan agar tidak menular kepada orang lain. Pemanfaatan teknologi komputer akan sangat berperan dalam mempercepat proses analisa data geografik dengan volume lebih besar. closely integrated with the timely disseminationof these data to those who need to know. yang dilakukan dengan baik. Menurut The Centers for Disease Control (CDC).

Primata secara alamiah terinfeksi berbagai jenis malaria termasuk P. Manajemen penyakit dapat dikembangkan dengan mengintervensi masingmasing simpul. Apalagi pola demam pada awal infeksi menyerupai pola demam penyakit yang disebabkan organisme lain (bakteri. Antibodi di dalam darah yang diperiksa dengan tes IFA atau tes lainnya. Dapat juga pada waktu yang bersamaan orang tersebut menderita penyakit lain (seperti demam kuning fase awal. walaupun di dalam darahnya ditemukan parasit malaria. schwetzi dan P. Tes dengan menggunakan dipstick mempunyai harapan yang paling baik. akan tetapi jarang terjadi penularan/transmisi secara alamiah. simium yang dapat menginfeksi manusia di laboratorium percobaan. P.0. Seseorang dikatakan sakit malaria jika dengan diagnosa konfirmasi laboratorium dipastikan dengan ditemukannya parasit malaria pada sediaan darah. demam tifoid). demam Lassa. knowlesi. Bagi penderita yang tinggal di daerah endemis malaria. Simpul 2 (Media Perantara). P. Perilaku pemajanan adalah jumlah kontak antara manusia dengan komponen lingkungan yang mengandung potensi penyakit. kemampuan manusia untuk melindungi dirinya dari gigitan nyamuk juga mempengaruhi frekuensi kontak dengan nyamuk. P. Hanya manusia menjadi reservoir terpenting untuk malaria. Pemeriksaan ini berguna untuk membuktikan riwayat infeksi malaria yang dialami sebelumnya dan tidak untuk mendiagnosa penyakit malaria yang sedang berlangsung Setelah mengetahui uraian masing-masing determinan berdasarkan teori simpul. . maka langkah manajemen dapat dimulai. Kontak dapat terjadi jika populasi nyamuk di suatu wilayah sangat tinggi. virus. Diagnosis dengan menggunakan metode PCR adalah yang paling sensitif.disebutkan bahwa ada empat jenis parasit malaria yang dapat menginfeksi manusia. Simpul 4 (penyakit/outcome). Pemeriksaan mikroskopis yang diulang setiap 12-24 jam mempunyai arti penting karena kepadatan Plasmodium falciparum pada darah tepi yang tidak tentu dan sering parasit tidak ditemukan dengan pemeriksaan sediaan darah tepi pada pasien yang baru terinfeksi malaria atau penderita yang dalam pengobatan malaria. tes ini mendeteksi antigen yang beredar didalam darah. Waktu itulah waktu yang paling rentan dimana jumlah kontak antara manusia dan media perantara (nyamuk Anopheles) lebih besar. Media perantara penyakit ini adalah nyamuk Anopheles betina. ICD-10 B50). akan tetapi metode ini tidak selalu tersedia di laboratorium diagnosa malaria. parasit lain). Walaupun sudah mendapat lisensi di beberapa negara di dunia akan tetapi di Amerika lisensi baru diberikan pada tahun 1999. Berdasarkan teori simpul. maka didapatkan suatu distribusi faktor determinan munculnya penyakit malaria sebagai berikut: Simpul 1 (Sumber Penyakit). Sumber penyakit penyakit malaria adalah manusia yang di dalam tubuhnya mengandung gametosit Plasmodium. tidak berarti orang tersebut hanya menderita malaria. Untuk membedakan keempat jenis parasit malaria tersebut diperlukan pemeriksaan laboratorium. inui. Nyamuk Anopheles memiliki waktu aktif setelah matahari terbenam hingga pagi hari saat matahari mulai muncul menerangi bumi. brazilianum. Infeksi oleh plasmodium malaria yang paling serius adalah malaria falciparum (disebut juga tertiana maligna ICD-9 084. dapat muncul pada minggu pertama setelah terjadinya infeksi akan tetapi dapat bertahan lama sampai bertahun-tahun tetap beredar didalam darah. Selain itu. Beberapa cara tes malaria sedang dalam uji coba. oleh karena gejala klinis yang ditimbulkan oleh keempat jenis parasit malaria tersebut sama. Simpul 3 (Perilaku Pemajanan).

simpul 3 dengan mengecilkan risiko terjadinya kasus dengan menjauhkan/menghindarkan diri dari nyamuk. jika outputnya sembuh berarti simpul 4 tidak perlu diintervensi lagi). falciparum. malariae dan P. Bahkan menurut HL Blum. Akan tetapi. langkah yang diambil di antaranya adalah bagaimana agar sumber bahaya (nyamuk) jauh dari manusia. Sp. Oleh karena itu. Langkah pengendalian vektor harus diambil karena penderita malaria yang diobati tidak akan sembuh pada saat dia pertama kali minum obat. KESIMPULAN 1. Penyakit malaria hanya memiliki manusia sebagai reservoirnya. SARAN Hendaknya manajemen penyakitb lingkungan berbasis wilayah harus dilakukan secara sistematis. Manajemen simpul 3. penderita harus mendapatkan perawatan total hingga ia benarbenar sembuh. B. bagaimana mengecilkan risiko terjadinya kasus dengan menjauhkan/menghindarkan diri dari nyamuk. Simpul 3 diisi oleh perilaku manusia yang mempengaruhi jumlah kontaknya dengan vektor. Lingkungan memiliki andil dalam menimbulkan adanya penyakit.Manajemen penyakit di simpul 1 dan 4. untuk simpul 2 dengan pengendalian vektor. ovale yang masih sensitif terhadap obat tersebut dapat diberikan per oral (diminum) dengan jumlah dosis 25 mg chloroquine/kg berat badan diberikan lebih dari 3 hari. Artinya. yaitu nyamuk Anopheles. manajemen simpul 1 sama dengan manajemen simpul 4 (jika outputnya sakit. maka agen harus dihilangkan dari penderita. Agar nyamuk anopheles tidak menghisap darah yang mengandung gametosit dari penderita. 3 dan 4). faktor lingkungan berperan sangat besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. P. diberi pengobatan ulang atau diberikan dosis tunggal mefloquine 25 mg/kg berat badan. Manajemen penyakit lingkungan berbasis wilayah dapat dilaksanakan dengan pendekatan teori simpul (simpul 1. Langkah-langkah yang diambil di antaranya adalah penggunaan repellen di malam hari dan tidur dengan perlindungan kelambu. 2. Langkah intervensi vektor yang dapat diambil di antaranya adalah eliminasi breeding site dan resting site. vivax. dosis 15 mg dapat diberikan pada hari pertama (10 mg/kg berat badan dosis awal dan 5 mg/kg berat badan 6 jam berikutnya. Penerapan manajemen penyakit berbasis wilayah pada wabah malaria adalah untuk simpul 1 dan 4 dengan agen penyakit harus dihilangkan dari penderita dengan pemberian obat. BAB IV PENUTUP A. Di dalam darahnya pasti masih terdapat gametosit-gametosit plasmodium yang potensial untuk menularkan penyakit. Oleh karena itu. Juga dapat dilakukan dengan pendekatan manajemen kasus dan manajemen faktor risiko (manajemen kesehatan masyarakat). Simpul 2 diisi oleh vektor. . 3. hari kedua diberikan 5 mg/kg berat badan dan hari ketiga diberikan 5 mg/kg berat badan. Manajemen simpul 2. Oleh karena itu. langkah yang harus diambil adalah langkah pengendalian vektor. Malaria vivax mungkin sudah resisten terhadap klorokuin. P. 600 mg dan 300 mg dosis untuk orang dewasa). penderita yang sudah diberi pengobatan. Artinya. Pengobatan untuk mereka yang terinfeksi malaria adalah dengan menggunakan chloroquine terhadap P. 2.

terencana. Pidato Pengukuhan. 2007. 2002. Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. Penerbit Elex Media Komputindo. DAFTAR PUSTAKA Achmadi. 2006. Manajemen Berbasis Lingkungan Solusi Mencegah dan Menanggulangi Penyakit Menular. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press). Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2006 Hasyim. serta diarahkan untuk mampu melindungi dirinya sendiri dari penyakit dan senantiasa menjaga dan meningkatkan kesehatannya. 2 . memahami. Hamzah. F. Laporan Kajian Kebijakan Penanggulangan (Wabah) Penyakit Menular. berdasar fakta (evidence based) serta terpadu. Jakarta Anies. Mengatasi Gangguan Kesehatan Masyarakat Akibat Radiasi Elektromagnetik dengan Manajemen Berbasis Lingkungan. 2008. 11. Jakarta Anies. Jakarta Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Vol. Manajemen Penyakit Lingkungan Berbasis Wilayah (Application Management Environmental Disease Based of Spesific Area). Masyarkat juga harus diberdayakan. Standar Prosedur Operasional Klinik Sanitasi. 2006. 2008. Disampaikan pada Upacara Penerimaan Jabatan Guru Besar IKM FK Universitas Diponegoro 14 Juli 2007 Depkes RI. No. U. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->