BAB I PENDAHULUAN A.

Latar belakang Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan bahan yang karena sifat atau konsentrasi, jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemari atau merusak lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain. Menurut data dari Environmental Protection Agency (EPA) tahun 1997, yang menyusun ´top20´ B3 antara lain: Arsenic, Lead, Mercury, Vinyl chloride, Benzene, Polychlorinated Biphenyls (PCBs), Kadmium, Benzo(a)pyrene, Benzo(b)fluoranthene, Polycyclic Aromatic Hydrocarbons, Chloroform, Aroclor 1254, DDT, Aroclor 1260, Trichloroethylene, Chromium (hexa valent), Dibenz[a,h]anthracene, Dieldrin, Hexachlorobutadiene, Chlordane. Beberapa diantaranya merupakan logam berat, antara lain Arsenic (As), Lead (Pb), Mercury (Hg), Kadmium (Cd) dan Chromium (Cr) (Sudarmaji, 2006). Logam-logam berat tersebut dalam konsentrasi tinggi akan berbahaya bagi kesehatan manusia bila ditemukan di dalam lingkungan, baik di dalam air, tanah maupun udara. Arsen (As) merupakan salah satu logam berat yang digunakan dalam kehidupan manusia. Penggunaannya antara lain dalam bidang kedokteran, pertanian, pengawetan kayu, dan lainnya. Namun penggunaan arsen yang tidak tepat dapat mengakibatkan efek yang fatal bagi kesehatan manusia. B.Perumusan masalah Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1.Bagaimanakah keberadaan arsen di alam? 2.Apa sajakah penggunaan arsen dalam kehidupan manusia? 3.Bagaimanakah dampak arsen terhadap kesehatan manusia? 4.Bagaimanakah penanggulangan jika terpapar arsen? C.Tujuan 1.Mengetahui keberadaan arsen di alam. 2.Mengetahui penggunaan arsen dalam kehidupan manusia. 3.Mengetahui dampak arsen terhadap kesehatan manusia. 4.Mengetahui cara penanggulangan jika terpapar arsen. D.Manfaat 1.Bagi instansi pemerintah Diharapkan dapat memberikan masukan bagi para penentu kebijakan dalam upaya menjaga masyarakat agar tidak terkena dampak merugikan dari arsen. 2.Bagi jurusan Kesehatan Masyarakat Menambah pustaka tentang keberadaan, penggunaan, dampak terhadap kesehatan serta penanggulangannya jika terpapar arsen. 3.Bagi Masyarakat Memberikan informasi kepada masyarakat tentang keberadaan, penggunaan, dampak terhadap kesehatan serta penanggulangannya jika terpapar arsen. 4.Bagi Mahasiswa Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai keberadaan, penggunaan, dampak terhadap kesehatan serta penanggulangannya jika terpapar arsen.

karena merupakan hasil dari aktivitas biologik. .terselubung. Senyawa arsen organik sangat jarang dan mahal. Ikatan carbon-arsen sangat stabil pada kondisi pH Iingkungan dan berpotensi teroksidasi. B.bluefame.Arsen Inorganik Sebagian besar arsen di alam merupakan bentuk senyawa dasar yang berupa substansi inorganik. Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (1975). Arsen berwujud bubuk putih. Senyawa Arsen dengan oksigen.wikipedia. 2009).Arsen Organik Senyawa dengan Carbon dan Hydrogen dikenal sebagai Arsen Organik. Beberapa senyawa methylarsenic sebagaimana di dan trimethylarsenes terjadi secara alami. 1979) (Sukar. Pada suhu di atas 1.Pengertian Arsen Arsen (As) adalah suatu unsur kimia metaloid (semilogam) golongan VA dengan nomor atom 33. Arsen trioksida mempunyai titik didih 465°C dan akan menyublim pada suhu lebih rendah. arsen inorganik dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan kronis. tanpa warna dan bau. 1966. 2. Arsen merupakan bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik. yaitu kuning. 2009). hitam dan abu-abu (www. yaitu arsenobetaine dan arsenokolin mempunyai sifat nontoksik. Sedikit larut dalam asam membentuk asam arsenide (H3As03). Arsen trioksida sangat cepat larut dalam asam khlorida dan alkalis (Durrant & Durrant.073°C senyawa arsen trioksida dapat dihasilkan dari hasil samping produksi tembaga dan pembakaran batubara. 2003).blogspot. Kelarutan arsen trioksida dalam air rendah. Di dalam air senyawa ini bisa teroksidasi menjadi methylarsenic acid Senyawa arsen organik lainnya seperti : arsenobetaime dan arsenocho/ine bisa ditemukan pada kehidupan laut dan sangat tahan terhadap degradasi secara kimiawi (Lauwerys et aI. Nama arsenik sendiri pertama kali berasal dari bahasa Persia zarnig dan bahasa Yunani arsenikon yang artinya kuning (www. Sebagaimana diketahui bahwa arsen inorganik lebih beracun dari pada arsen organik. Arsen inorganik dapat larut dalam air atau berbentuk gas dan dapat terpapar pada manusia. 1973) (Sukar. Arsen trioksida (As2O3 atau As4O6) dan arsenat/arsenit merupakan bentuk arsen inorganik berbahaya bagi kesehatan manusia. kira-kira 2% pada suhu 25°C dan 8.2% pada suhu 98°C.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.org. 2009).com. 2003).com. Arsen bentuk organik yang terakumulasi pada ikan dan kerang-kerangan. Carapella.Klasifikasi Arsen Arsen di alam berada dalam bentuk Inorganik dan organik. Penjelasannya sebagai berikut: 1. klorin atau belerang dikenal sebagai arsen inorganik. terutama kanker (www.

berubah dari padat menjadi gas tanpa menjadi cairan terlebih dahulu. Galium arsenida adalah material semikonduktor penting dalam sirkuit terpadu.com. 2009).Arsen trioksida (As2O3) d. Ketika dipanaskan.Berbagai macam senyawa arsen adalah sebagai berikut: a. Walaupun kebanyakan sekarang telah digantikan dengan obatobatan modern. arsen juga dipakai dalam industri pewarna dan cat ( www.Arsenik sebagai racun . yang berbau seperti bau bawang putih. Sirkuit dibuat menggunakan komponen ini lebih cepat tapi lebih mahal daripada yang terbuat dari silikon.Mekanisme Masuknya Arsen dalam Tubuh Pemajanan Arsen ke dalam tubuh manusia umumnya melalui oral. atau 0.Kadmium arsenida (Cd3As2) f. 3. Galium arsenida (GaAs) g. 2. Selain karena arsenik menjadi bahan pestisida yang dipakai untuk menyemprot sayur dan buah.Arsin (Arsen Trihidrida AsH3) e. Konsentrasi arsenik yang dianggap tidak berbahaya dalam air minum oleh WHO adalah kurang dari 10 ppb.blogspot. 2005). Arsenik yang ditemukan di air adalah arsenik bentuk arsenat V (HAsO42-) dan arsenit III (H3AsO3). Di alam bebas arsenat dan arsenit dapat mengalami reaksi redoks bolak balik. Arsen di air di temukan dalam bentuk senyawa dengan satu atau lebih elemen lain (Wijanto. (www.2-4.Asam arsenit (H3AsO3) c. 2009) Galium arsenid dapat dipakai sebagai bahan semikonduktor rangkaian listrik. Sampai sekarang arsen masih menjadi salah satu alternatif pengobatan tripanosomiasis Afrika (dalam bentuk melarsoprol).Timbal biarsenat (PbHAsO4) C. Timbal biarsenat telah digunakan di abad ke-20 sebagai insektisida untuk buah namun mengakibatkan kerusakan otak pada pekerja yang menyemprotnya.Arsenik dalam kehidupan sehari-hari Arsenik dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai bahan pestisida di buah-buahan. dengan berat jenis 1. Selain itu. E.Arsenik di air minum Makanan kita pun mungkin mengandung arsenik dalam jumlah kecil. arsen akan cepat teroksidasi menjadi oksida arsen.terselubung. Konsentrasi yang ditemukan dapat mencapai 200-4400 ppb. yaitu salvarsan. 2009). arsenik juga berpotensi mencemari perairan.Penggunaan Arsen Beberapa penggunaan arsen sebagai berikut: 1.blogspot.terselubung.73. Di zaman dahulu arsen pernah digunakan sebagai obat sifilis. 2005). dari makanan/minuman. Zat dasar arsen ditemukan dalam dua bentuk padat yang berwarna kuning dan metalik.Asam arsenat (H3AsO4) b. Arsen secara kimiawi memiliki karakteristik yang serupa dengan fosfor. Arsen dan beberapa senyawa arsen juga dapat langsung tersublimasi. dan sering dapat digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi biokimia dan juga beracun. Arsen juga berperan penting dalam bidang pengobatan.com. namun bentuk ini jarang ada di lingkungan. D.Karakteristik Arsen Arsen berwarna abu-abu.97 dan 5. Arsen yang tertelan secara cepat akan diserap lambung dan usus halus kemudian masuk ke peredaran darah (Wijanto.4 ppm ( www.org.wikipedia.

Tes-tes ini dapat menentukan apakah seseorang telah terpapar di atas tingkat rata-rata arsen. F.org.. Metode ini telah digunakan untuk mengikuti tingkat arsenik sebelum. 2009). namun karena toksik akhirnya mereka tidak dipakai lagi. Sebagian besar melaporkan keracunan arsenik tidak disebabkan oleh unsur arsenik. Keduanya sempat populer sebagai bahan cat. Penelitian telah menunjukkan bahwa arsenites (trivalen bentuk) memiliki toksisitas akut yang lebih tinggi daripada arsenates (pentavalent bentuk). sakit pada organ kemih. Rambut merupakan bioindikator potensial untuk paparan arsenik karena kemampuannya untuk menyimpan elemen dari darah. 2009). Warangan ini bentuknya berupa bubuk berwarna putih yang larut dalam air. rambut dan kuku. jika tidak diobati.org. lividity dari ekstremitas. selama dan setelah pengobatan dengan oksida Arsenious pada pasien dengan Leukemia akut Promyelocytic (www. Jenis biomonitoring telah dicapai dengan teknik yang lebih baru seperti microanalytical berdasarkan Synchroton radiasi fluoresensi sinar-X (SXRF) spektroskopi dan Microparticle akibat emisi sinar-X (PIXE). Gejala keracunan arsenik ringan mulai dengan sakit kepala dan dapat berkembang menjadi ringan dan biasanya. Patofisiologi Arsen dapat bermanfaat bagi tubuh. kadang-kadang bernoda darah).com. Tes rambut dan kuku dapat mengukur tingkat tingginya terpapar arsen selama 6-12 bulan. urin. yang juga beracun adalah arsin (As2H3) ( www. rasa haus dan kekakuan di tenggorokan. Bentuk organik tampaknya memiliki toksisitas yang lebih rendah daripada bentuk arsenik anorganik.wikipedia. Sebuah pemeriksaan mayat berwarna merah bata mengungkapkan mukosa yang mengalami perdarahan yang parah (www. Minimal dosis akut arsenik yang mematikan pada orang dewasa diperkirakan 70-200 mg atau 1 mg/kg/hari. Yang sangat terfokus dan intens studi balok bintik-bintik kecil pada sampel biologis yang memungkinkan analisis tingkat mikro di sepanjang spesiasi kimia. Gangguan metabolik ini menyebabkan kematian dari sistem organ. tenesmus. G. H.Bentuk arsenik yang terkenal adalah As2O3 (arsen trioksida) atau warangan. muntah.Diagnosis Ada tes yang tersedia untuk mendiagnosis keracunan dengan mengukur arsenik dalam darah. terkait pengurangan NAD+. Tes urin perlu dilakukan dalam waktu 24-48 jam untuk sebuah analisa yang akurat eksposur yang akut. Arsen mengganggu produksi ATP melalui beberapa mekanisme. keringat basah.Toksisitas Toksisitas senyawa arsenik dan sangat bervariasi. tapi juga dapat mengganggu metabolisme dalam tubuh. menghambat respirasi mitokondria dan sintesis ATP. diare. mata merah dan berair (www. Produksi hidrogen peroksida juga meningkat. kejang-kejang dan kram. yang sekitar 500 kali lebih beracun daripada arsenikum murni. 2009).terselubung.wikipedia.wikipedia. suara serak dan kesulitan berbicara. wajah pucat. Adapun bentuk gasnya. arsenik menghambat piruvat dehidrogenase dan bersaing dengan fosfat dalam proses fosforilasi oksidatif. tapi oleh salah satu senyawa arsen. akan mengakibatkan kematian (www.wikipedia. produksi air liur berlebihan.blogspot.org. terutama arsenik trioksida. sehingga menghambat energy. . Gejalanya antara lain: sakit di daerah perut. masalah muntah (kehijauan atau kekuningan. Bentuk lainnya adalah bubuk kuning As2S3 dan bubuk merah realgar As4S4.org. 2009). Tes urin adalah tes yang paling dapat diandalkan untuk paparan arsenik dalam beberapa hari terakhir. Pada tingkat siklus asam sitrat. 2009).

Udara Zat padat di udara (total suspended particulate = TSP) mengandung senyawa arsen dalam bentuk anorganik dan organik (Johnson & Braman. 1974). udara. Johnson & Braman. air dan biota). Di lokasi tercemar. produksi arsen di dalam industri.Biota Penyerapan ion arsenat dalam tanah oleh komponen besi dan aluminium.240 mg/kg. 1977). 1975. Beberapa rerumputan yang mengandung kadar arsen tinggi merupakan petunjuk/indikator kandungan arsen dalam tanah (Porter & Peterson. 1977).Air Beberapa tempat di bumi mengandung arsen yang cukup tinggi sehingga dapat merembes ke air tanah. Selain itu. Secara alami kandungan arsen dalam sedimen biasanya di bawah 10 mg/kg berat kering.Batuan (Tanah) dan Sedimen Di batuan atau tanah. khususnya di bagian akar (Walsh & Keene. . Arsen terlarut dalam air dalam bentuk organik dan anorganik (Braman. 1975).BAB III PEMBAHASAN A. 1977). Bentuk oksida arsen banyak ditemukan pada deposit/sedimen dan akan stabil bila berada di lingkungan.01-5 mg/kg berat kering (NAS. air mengalir. b. sedang yang terkontaminasi mengandung kadar As rata-rata lebih dari 550 mg/kg (Walsh & Keeney. Mineral lain yang mengandung arsen adalah arsenopyrite (FeAsS). Crecelius. realgar (As4S4) dan orpiment (As2S3). penggunaan dan sumber pencemaran arsen di lingkungan. ganggang laut dan rumput laut juga umumnya mengandung sejumlah kecil arsen. c. Tanah yang tidak terkontaminasi arsen ditemukan mengandung kadar As antara 0. 1973. kadar As di udara ambien kurang dari satu gram per meter kubik (Peirson. Tanaman yang tumbuh pada tanah yang terkontaminasi arsen selayaknya mengandung kadar arsen tinggi. 1975). Arsenik dalam air tanah bersifat alami dan dilepaskan dari sedimen ke dalam air tanah karena tidak adanya oksigen pada lapisan di bawah permukaan tanah (www.Keberadaan Arsen Keberadaan arsen di alam (meliputi keberadaan di batuan (tanah) dan sedimen.Keberadaan Arsen di Alam a. sebagian besar merupakan kebalikan dari penyerapan arsen pada tanaman (WaIlsh. 1975). Secara kasar kandungan arsen di bumi antara 1. perak dan bentuk sulfida dari emas. 1975). serta pada air di lokasi di mana terdapat aktivitas panas bumi (geothermal). 2009). Kebanyakan wilayah dengan kandungan arsen tertinggi adalah daerah aluvial yang merupakan endapan lumpur sungai dan tanah dengan kaya bahan organik. Kandungan arsen dalam tanaman yang tumbuh pada tanah yang tidak tercemari pestisida bervariasi antara 0. arsen (As) terdistribusi sebagai mineral. d. Kadar As tertinggi dalam bentuk arsenida dari amalgam tembaga.org.wikipedia. air sumur dalam. et al 1974. 1. air danau. sedang anorganik dalam bentuk arsenit dan arsenat. 1977). air sungai.5-2 mglkg (NAS. Arsen dapat ditemukan pada air permukaan. Jenis arsen bentuk organik adalah methylarsenic acid dan methylarsenic acid. Crecelius (1974) menunjukkan bahwa hanya 35% arsen anorganik terlarut dalam air hujan. Sedimen bagian bawah dapat terjadi karena kontaminasi yang berasal dari sumber buatan kering ditemukan pada sedimen bagian bawah yang dekat dengan buangan pelelehan tembaga. Grant & Dobbs. timah hitam.

..Produksi dalam Industri Berdasarkan data yang digunakan dari Biro Pertambangan Amerika Serikat (Nelson. As2O3 akan mengalami reaksi yang dapat diamati. Tembakau ini akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan rokok. Pencemaran arsen terdapat di sekitar pelelehan logam (tembaga dan timah hitam)... yang mempunyai sifat sangat beracun.. Arsen merupakan salah satu hasil sampingan dari proses pengolahan bijih logam non-besi terutama emas. natrium arsenit. Selanjutnya dapat memasuki sistem air permukaan atau merembes ke dalam akifer-akifer air tanah setempat.3. Peru.. yaitu salah satunya dalam bidang pertanian. tembaga acetoarsenit.5 ppm. dan 50.2.. Di dalam pertanian.000 ton. akan menunjang percepatan mobilisasi unsur-unsur berpotensi racun. Negara-negara tersebut mampu mencukupi sampai 90% produk dunia. Swedia. 3..4. 36. USA dan USSR.. Kadar ini jelah lebih tinggi jika dibandingkan maksimum kadar arsen dalam rokok adalah 38. Ini terjadi di negara-negara yang memproduksi emas dan logam dasar (Herman.. Terdapat variasi kadar arsen yang jelas antara merek rokok tersebut. Sebagian tembakau yang tumbuh di Amerika Serikat.Sumber Pencemaran Arsen dalam Lingkungan Pembakaran batubara dan pelelehan logam merupakan sumber utama pencemaran arsen dalam udara... Bahaya pencemaran lingkungan ini terbentuk jika tailing yang mengandung unsur tersebut tidak ditangani secara tepat. Sumber pencemaran arsen juga dapat berasal dari: . 2006). Arsen trivalen adalah basis utama industri kimia arsen dan merupakan produk samping dalam pelelehan bijih tembaga dan timah hitam..Penggunaan Senyawa Arsen Arsen banyak digunakan dalam berbagai bidang.Z. 4..0 ppm . Dari pertimbangan teoritis dipercaya bahwa arsen yang mudah menguap seperti As2O3.). Ketika tailing dari suatu kegiatan pertambangan dibuang di dataran atau badan air. perlu diberi pestisida yang mengandung arsen untuk mengendalikan serangga yang menjadi hama tanaman tersebut selama masa pertumbuhannya. 1977). sehingga bila arsen masuk ke paru-paru akan melekat pada permukaan paru-paru yang lembab dan hal ini sangat membahayakan ( Gross dan Nelson. limbah unsur pencemar kemungkinan tersebar di sekitar wilayah tersebut dan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.. Negara-negara produser utama adalah: China. ... senyawa timah arsenat. kalsium arsenat dan senyawa arsen organik digunakan sebagai pestisida. menyublim pada temperatur tinggi selama merokok dan terjaga untuk terkondensasi kembali pada permukaan yang lembab dan dingin. dimana mengalami perubahan bentuk yang disebabkan oleh pembakaran yang tidak sempurna selama merokok. Tingginya tingkat pelapukan kimiawi dan aktivitas biokimia pada wilayah tropis. yaitu kapas penyerap yang lembab dapat menangkap hampir sebagian besar arsen yang ada dalam dalam asap rokok. Hal ini dibuktikan pada saat penelitian. Ada atau tidaknya arsen yang mudah menguap secara bebas maupun bersama dengan partikel lain tidak dapat ditentukan secara pasti. Data pada penelitian asap rokok tembakau menunjukkan bahwa maksimum terdapat As2O3 dengan kadar berturut-turut untuk cerutu. D.. Fakta ini merupakan analogi dari kondisi paru-paru yang secara normal lembab.. rokok. dan tembakau adalah 48..). Hal ini kemungkinan berkaitan dengan dosis arsen yang terdapat pada pestisida yang diberikan selama masa pertumbuhan tanaman tembakau (Gross dan Nelson. dapat diperkirakan bahwa total produksi senyawa arsen di dunia mulai tahun 1975 sekitar 600.

7.Mata Efek Arsenic terhadap mata adalah gangguan penglihatan dan kontraksi mata pada bagian perifer sehingga mengganggu daya pandang (visual fields) mata. ichterus (penyakit kuning).Liver Paparan arsen yang cukup lama (paparan kronis) pada liver akan menyebabkan efek yang signifikan. penebalan kulit (hiperkeratosis). yang dapat mengakibatkan kematian. B.Ginjal Arsen akan menyebabkan kerusakan ginjal berupa renal damage (terjadi ichemia dan kerusakan jaringan). .Pembuluh darah Logam berat Arsen dapat menganggu fungsi pembuluh darah. 6.Dampak Arsen Terhadap Kesehatan Manusia WHO menetapkan ambang aman tertinggi arsen dalam air tanah sebesar 50 ppb (www. 3.Kulit Adanya kulit yang berwarna gelap (hiperpigmentasi). dapat menaikkan kadar arsen di udara. mual. infeksi kulit (dermatitis) dan mempunyai efek pencetus kanker (carcinogenic). Arsen inorganik telah dikenal sebagai racun manusia sejak lama. 4. penyakit bu rger). liver cirrhosis (jaringan hati berubah menjadi jaringan ikat dan ascites (tertimbunnya cairan dalam ruang perut). timbul seperti bubul (clavus). 2009). 3.( Wijanto. kelainan kulit atau melanoma serta kanker usus.Darah Efeknya menyebabkan kegagalan fungsi sungsum tulang dan terjadinya pancytopenia (yaitu menurunnya jumlah sel darah perifer). bronchitis (infeksi bronchus) dan dapat pula menyebabkan kanker paru.Saluran pernapasan Paparan arsen pada saluran pernafasan akan menyebabkan timbulnya laryngitis (infeksi laryng). Bila melalui mulut.wikipedia. berupa meningkatnya aktifitas enzim pada liver (enzim SGOT.Pembakaran kayu yang diawetkan oleh senyawa arsen pentavalen. gangguan fungsi jantung. Air tanah biasa digunakan sebagai sumber air minum bagi kelangsungan hidup manusia. Gejala keracunan kronis yang ditimbulkannya pada tubuh manusia berupa iritasi usus.org. oedema paru dan penyakit pembuluh darah perifer (varises. pada umumnya efek yang timbul adalah iritasi saluran makanan. 2. Dosis rendah akan mengakibatkan kerusakan jaringan. Berikut ini adalah implikasi klinik akibat tercemar oleh arsen: 1. muntah dan diare. sehingga dapat mengakibatkan penyakit arteriosclerosis (rusaknya pembuluh darah). portal hypertention (hipertensi oleh karena faktor pembuluh darah potal). luka di hati dan ginjal. 2. yaitu bila kadarnya melebihi 100 ppb dalam air minum. Salah satu akibat yang merugikan dari arsen adalah apabila dalam air minum mengandung unsur arsen melebihi nilai ambang batas. 2005). 5. gamma GT).Pupuk yang di dalamnya mengandung arsen. kerusakan syaraf dan sel. SGPT. kerusakan pembuluh darah. Selain itu mengakibatkan penurunan pembentukan sel darah merah dan putih. nyeri.Pusat listrik tenaga panas bumi (geothermal) yang dapat menyebabkan kontaminasi arsen pada udara ambient.1.

Sementara bila racun masuk ke pencernaan.8.terselubung. Kalau bahan kimianya sudah tertelan.Cara Mengatasi Keracunan Arsenik Pertolongan pertama (standart treatment) bila kulit kita terpapar arsenik: cuci permukaan kulit dengan air mengalir secara kontinu kurang lebih 10 menit. Tetapi.Sistem Reproduksi Efek arsen terhadap fungsi reproduksi biasanya fatal dan dapat pula berupa cacat bayi waktu dilahirkan. 10. akibatnya peka terhadap bahan karsinogen (pencetus kanker) dan infeksi virus. Tikus yang diberi makan ekstrak bawang putih kandungan arsenik dalam darah dan hatinya berkurang 40 persen dan 45 persen dari arsen juga di keluarkan lewat air seni tikus tersebut. gunakan sabun. atau sampai tidak ada kandungan bahan kimia di atas kulit. 9. Metode kimia dan sintetik saat ini digunakan untuk mengobati keracunan arsenik. Dimercaprol dan asam dimercaptosuccinic adalah agen chelating yang mengambil arsenik dari protein darah dan digunakan untuk mengobati keracunan arsenik akut.Sistem Sel Efek terhadap sel mengakibatkan rusaknya mitokondria dalam inti sel sehingga menyebabkan turunnya energi sel dan sel dapat mati. yaitu suntikan intramuskuler dimerkaprol 3-5 mg/kgBB 4-6 kali sehari selama 2 hari. C. Untuk keracunan akut yang belum berlangsung 4 jam. Kemudian segera ke dokter untuk mendapat pertolongan medis. minum kurang lebih 250 ml air dan jangan memaksakan muntah. terjadi penurunan daya tahan tubuh/ penurunan kekebalan.Sistem Immunologi Efek pada sistem immunologi. BAB 1V KESIMPULAN . ada penelitian menarik yang dilakukan oleh Keya Chaudhuri dan rekan-rekannya dari Indian Institute of Chemical Biology di Kolkata dalam jurnal Food and Chemical Toxicology.Gastrointestinal (Saluran Pencernaan) Arsen akan menyebabkan perasaan mual dan muntah. Cara mengatasi keracunan arsenik berbeda antara keracunan akut dan kronik. Sedangkan untuk keracunan yang sudah berlangsung lebih lama (termasuk juga keracunan kronik). korban diberi ipekak untuk merangsangnya muntah. Bila perlu. lazim disebut effek malformasi. Mereka melakukan uji coba pada tikus. Pengobatan dilanjutkan 2-3 kali sehari selama 8 hari ( www. Dapat juga dilakukan bilas lambung apabila ia tidak dapat minum. Zat yang mengandung belerang dalam bawang putih dapat mengurangi kadar arsen dalam jaringan dan darah.blogspot. air jangan tertelan. Baju yang terkontaminasi harus dilepaskan. sebaiknya diberi antidotumnya. Pemberian katartik atau karboaktif dapat bermanfaat. Dimercaprol jauh lebih beracun daripada succimer. 11.com. mual (nausea) dan muntah (vomiting). serta nyeri perut. Segera cari pertolongan medis. 2009). Sehingga mereka yang tinggal di daerah yang beresiko terkontaminasi arsenik dalam air disarankan untuk mengonsumsi satu sampai tiga siung bawang putih per hari sebagai pencegahan keracunan arsen. masukkan air dalam jumlah yang cukup besar ke dalam mulut untuk mencuci. Selain itu.

serta gastrointestinal (saluran pencernaan). Keracunan arsenic http://www.euro. bahan semikonduktor rangkaian listrik. Arsenic.Untuk mengobati keracunan arsen digunakan metode kimia dan sintetik. 2009.1_arsenic. antara lain sebagai bahan pestisida. http://www. Mengenal Arsenik http://terselubung. .com/index. http://www. hati. air dan biota. 2.html Diakses tanggal 15 Oktober 2009. Tinjauan terhadap Tailing Mengandung Unsur Pencemar Arsen (As). produksi arsen di dalam industri. 2006.net46. Toksikologi Logam Berat B3 dan Dampaknya terhadap Kesehatan. Gross dan Nelson./Tinjauan%20tailing%20mengandung%20unsur%20pencemar%20 Diakses tanggal 17 Oktober 2009.ajph. antara lain mata. sistem immunologi. Keberadaan arsen di alam meliputi keberadaan di batuan (tanah) dan sedimen udara. Herman.pdf Diakses tanggal 16 Oktober 2009. Arsen http://www.net/. dkk.Z. . pupuk.php Diakses tanggal 17 Oktober 2009. Arsenic in Tobacco Smoke. darah.wikipedia.org Diakses tanggal 15 Oktober 2009.bluefame.org Diakses tanggal 15 Oktober 2009. Selain itu juga bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang beresiko terkontaminasi arsenik dalam air disarankan untuk mengonsumsi bawang putih sebagai pencegahan keracunan arsen.wikipedia. sistem sel.geoajeh. .1. . ginjal.Arsen digunakan dalam kehidupan manusia. 2009. Sudarmaji. kulit.. adanya penggunaan arsen oleh manusia dan adanya sumber pencemaran arsen di lingkungan. www. D. Bahaya Logam Berat dalam Makanan http://www.org/cgi/reprint/24/1/36 Diakses tanggal 17 Oktober 2009.. 3. 2009.blogspot. .com/2009/06/mengenal-arsenik_03. industri pewarna dan cat serta dalam bidang pengobatan. 2009. Dampak negatif akibat terpapar arsen yaitu dapat mengganggu fungsi tubuh manusia. Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) dari Sisa Pengolahan Bijih Logam. saluran pernapasan.int/document/aiq/6. Karena zat yang mengandung belerang dalam bawang putih dapat mengurangi kadar arsen dalam jaringan dan darah. sistem reproduksi. DAFTAR PUSTAKA . pembuluh darah. 4. Merkuri (Hg). 2006.who. 2000. .

Wijanto.com/2008/05/mekanisme-detoksikasi-logam-berat-dalam-tubuhmanusia/ Diakses tanggal 17 Oktober 2009. http://www.friendster. 2004. http://www.go.journal.pdf Diakses tanggal 16 Oktober 2009.php Diakses tanggal 16 Oktober 2009.blog. 2003. Sumber dan Terjadinya Arsen di Lingkungan.ac.id/images/datainfo/200504121503 . Mekanisme Detoksikasi Logam Berat dalam Tubuh Manusia http://trinatallei.depkes.E.go. Tallei.ekologi.id/data/vol%202/sukar22.unair.litbang. T.pdf Diakses tanggal 17 Oktober 2009.id/detail_jurnal.dinkesjatim.www. Limbah B3 dan Kesehatan. Sukar. . 2005.LIMBAH%20B-3. S.

baik penyakit menular maupun tidak menular. Bagaimana penerapan manajemen penyakit lingkungan berbasis wilayah yang dilakukan dalam upaya untuk mengendalikan wabah penyakit malaria? BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. B. 2002). Manajemen berbasis lingkungan untuk penanggulangan penyakit. Hal ini tercermin dari tingginya kejadian penyakit berbasis lingkungan yang masih merupakan masalah kesehatan terbesar masyarakat Indonesia. Manajemen Berbasis Wilayah Manajemen penyakit dapat dilakukan dengan berdasar pada teori simpul. simpul 2. manajemen penyakit yang paling tepat diterapkan adalah manajemen berbasis lingkungan. Sedangkan proses kejadian penyakit satu dengan yang lain masing-masing mempunyai karakteristik tersendiri. Untuk mengurangi masalah kesehatan akibat penyakit-penyakit lingkungan adalah dengan merencanakan dan melaksanakan suatu manajemen penyakit yang berbasis wilayah (Depkes RI. dengan memperhatikan faktor penduduk sebagai objek yang terjangkit atau terpajan. Latar Belakang Kejadian penyakit maupun gangguan kesehatan pada manusia. juga dikenal sebagai proses kejadian penyakit. maka manajemen berbasis lingkungan harus dilibatkan dalam upaya-upaya pencegahan maupun pengendaliannya. simpul 3 dan simpul 4. Bagaimana pengaruh lingkungan terhadap timbulnya penyakit? 2. Seharusnya dalam penanganan sesuatu penyakit. tidak terlepas dari peran faktor lingkungan. Manajemen penyakit mestinya tidak hanya dilakukan pada manusia atau sejumlah penduduk yang mengalami sesuatu penyakit. yaitu penanganan pada tingkat hilir. Sering terjadi kuman yang tinggal di tubuh host kemudian berpindah ke manusia karena manusia tidak mampu menjaga kebersihan lingkungan.BAB I PENDAHULUAN A. Permasalahan Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan yang diambil adalah sebagai berikut: 1. Mengingat faktor-faktor lingkungan sangat dominan dalam proses kejadian suatu penyakit. Interaksi manusia dengan lingkungan telah menyebabkan kontak antara kuman dengan manusia. Simpul 1 atau sumber penyakit. Manajemen demikian tidak akan menyelesaikan problem penyakit yang bersangkutan. merupakan titk yang secara konstan maupun sporadis berpotensi . karena hanya berupa pendekatan kuratif. Perhatian utama pada faktor penyebab. sebelum melakukan penanganan pada manusia yang menderita penyakit. simpul 1. Hubungan interaktif antara manusia serta perilakunya dengan komponen lingkungan yang memiliki potensi bahaya penyakit. media transmisi. Dalam hal ini faktor lingkungan memegang peranan sangat penting. dimulai dari tingkat hulu menuju hilir. Teori simpul terdiri dari 4 simpul yaitu. Bagaimana sistem manajemen penyakit lingkungan berbasis wilayah yang dilakukan dalam upaya untuk mengendalikan wabah? 3.

sebenarnya tidak memiliki potensi penyakit. apabila lingkungan sudah tidak mampu lagi mendukung kehidupan manusia. Karena itu. baik pada binatang maupun manusia. Penyakit Lingkungan Lingkungan tidak mungkin mampu mendukung jumlah kehidupan yang tanpa batas dengan segala aktifitasnya. sosial budaya dan sebagainya. Apabila manajemen pada simpul 1 gagal dilakukan. Upaya yang dapat dilakukan pada simpul ini antara lain. Terhadap sumber penyakit yang berasal dari binatang. Manajemen pada simpul 3 pada hakekatnya adalah pengendalian proses pajanan pada komunitas. Bab 1. 2006). dengan berbagai upaya. Media transmisi. KLB adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. tetapi juga menghindarkan manusia dari kontak dengan binatang pembawa (Anies. Penanggungjawab operasional pelaksanaan penanggulangan KLB adalah Bupati/Walikota. kecacingan dan penyakit kulit. atau tidak dapat dilakukan karena adanya keterbatasan-keterbatasan. Sedangkan penanggugjawab teknis adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. baik dari segi jumlah kasus maupun wilayah yang terkena persebaran penyakit tersebut (Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat. seyogianya segara melaksanakan manajemen pada simpul 2. 2006). Pengendalian Wabah atau KLB Wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB) yaitu munculnya penyakit di luar kebiasaan (base line condition) yang terjadi dalam waktu relatif singkat serta memerlukan upaya penanggulangan secepat mungkin. diare. manusia akan menuai berbagai kesulitan. Bila KLB terjadi lebih dari satu wilayah .menular pada manusia. TBC. penular penyakit DBD dan lain-lain. tentu saja dengan pemberantasan penyakit pada binatang tersebut. Menurut PP 40. Pasal 1 Ayat 7. berupa pengobatan pada kelainan fungsi maupun morfologi organ tubuh. sperti pada kasus flu burung. Eksploitasi sumber daya alam yang berlebihaan akan berdampak buruk pada manusia (Anies. Tanpa pemberantasan ini. B. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berdampak pada kualitas daya dukung lingkungan. Upaya yang dapat dilakukann di sini dapat menyangkut teknologi. dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah. Menurut Depkes RI tahun 2002. 2006). yang pada akhirnya akan merusak lingkungan itu sendiri. Manajemen pada simpul ini antara lain dapat berupa pengendalian nyamuk penular malaria. karena dikhawatirkan akan meluas. 2006). malaria. pemusnahan binatang yang bersangkutan jika dianggap perlu. merupakan upaya terakhir yang pada hakikatnya sebagai upaya terahir dari rangkaian teori simpul ini. Manajemen pada simpul 4 atau pengobatan pada penderita. yaitu berupa pengendalian pada media penularan atau media transmisi. DBD. tahun 1991. Prinsip penanggulangan yang utama tentu saja memberantas bibit penyakit. apabila media ini tidak mendapat muatan bibit penyakit. Tujuan manajemen pada simpul ini tentu saja penyembuhan dari penyakit atau gangguan kesehatan yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang (Anies. C. potensi penularan tetap ada dan sewaktu-waktu akan menimbulkan masalah. atau tidak dapat dilakukan. beberapa penyakit yang timbul akibat lingkungan yang buruk seperti ISPA.

adanya indikasi peningkatan jumlah dan kepadatan vektor penular penyakit. dan akhirnya berupa pencegahan. Demikian juga yang dikemukakan oleh WHO (1986). dan sebagainya (Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat. namun terminologi ini digunakan untuk tujuan atau rumusan upaya antisipatif. Penetapan wabah atau KLB. telah disadari oleh organisasi kesehatan dunia ini (Anies. tidak hanya mencegah terjadinya KLB. dan harus dilakukan secara simultan dalam waktu relatif singkat. Memang tidak selalu lingkungan sebagai penyebab. kondisi kesehatan masyarakat yang buruk. memang tidak lazim disebut sebagai KLB. bahwa faktor lingkungan berperan sangat besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.KLB. Apabila kita mencermati proses kejadiannya. KLB merupakan kejadian proses awal. 2006). Agaknya keyakinan bahwa lingkungan berperan penting dalam semua sektor atau bidang. Bahkan telah lama diketahui pula bahwa peran lingkungan dalam meningkatkan derajat kesehatan sangat besar. pemantauan kondisi kualitas lingkungan tertentu yang menurun. telah lama disadari. Development and Application of Social Change Theory. amat penting. termasuk pembangunan di sektor apapun. terjadinya kerusakan hutan secara terus menerus. atau suhu yang meningkat sehingga menimbulkan populasi nyamuk atau ledakan gas. 2006). serta korban kejadian penyakit yang berlangsung dalam tempo yang relatif singkat. Mengacu kepada teori simpul atau mengacu kepada patogenesis kejadian penyakit. Sebagaimana dikemukakan oleh Blum (1974) dalam Planning for Health. media transmisi maupun memperberat penyakit yang telah ada. pencermatan ini dikenal sebagai pencermatan pra-KLB. Misalnya. Pengaruh Lingkungan Terhadap Timbulnya Penyakit Pengaruh lingkungan dalam menimbulkan penyakit pada manusia. penanganan saat kejadian KLB dan pasca. Manajemen pra-KLB termasuk sistem kewaspadaan dini. Sebaliknya. Manajemen KLB secara terintegrasi berbasis wilayah adalah juga manajemen dua bagian penting yang tak terpisahkan. termasuk timbulnya berbagai penyakit menular. . prediktif. melainkan juga sebagai penunjang. ledakan industri. bahwa setiap kegiatan. yakni manajemen kasus dan manajemen public health (manajemen faktor risiko). informasi pra-KLB menjadi penting.kabupaten/kota maka penanggulangannya dikoordinasikan oleh Gubernur. wajib dilakukan kajian kesehatan lingkungan. andil faktor lingkungan sangat besar. dapat juga ditetapkan pada faktor risiko penyakit seperti bila terjadi ledakan gas beracun. KLB pada dasarnya merupakan suatu kejadian baik pada sumber penyakit (penyebab) dengan dinamika transmisi. BAB III PEMBAHASAN A. Gempa bumi di sebuah wilayah endemik malaria memerlukan peta dimana pengungsi akan ditempatkan (Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat. 2006).

Contoh lain yaitu cerobong asap. Untuk itu diperlukan petugas lapangan untuk membantu mencari dan mengobati kasus dengan baik secara proaktif. proses pengolahan yang memenuhi standar kesehatan. Manajemen simpul 2 dilakukan dengan mengendalikan agent penyakit melalui media transmisi. Penyehatan pangan merupakan upaya untuk melakukan pencegahan penularan penyakit melalui pangan. Manajemen Simpul 2 (Pengendalian pada media penularan/ wahana transmisi) Manajemen Simpul 2 dilakukan jika manajemen Simpul 1 mengalami kegagalan. maka sumber penularan dapat dieliminasi bahkan dihilangkan. yakni adanya keterpaduan antara pengendalian sumber penyakit. Penyehatan makanan. tiba-tiba meledak setiap tahun (Anies. Sumber penyakit menular yaitu penderita penyakit itu sendiri. SO2. 2008): 1. Misalnya. Dengan melakukan pencarian kasus secara aktif dan menetapkan kasus (melakukan diagnosis secara cepat dan tepat terhadap kasus) serta pengobatan hingga sembuh. titik buangan limbah rumah tangga. media transmisi. b. flu burung yang semula tidak pernah dilaporkan di Indonesia tiba-tiba menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang pelik. NOx. asap rokok dan lain-lain. Sebagai contoh. adalah munculnya berbagai penyakit menular lingkungan yang sebelumnya tidak ada. Manajemen yang dapat dilakukan berdasarkan teori Simpul dapat dijelaskan sebagai berikut (Achmadi. Memperbaiki proses mesin menjadi lebih efisien dan efektif. 2006). misalnya juru malaria desa dan juru kusta. B. atau muncul kembali penyakit yang semula telah reda. Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah Manajemen penyakit berbasis wilayah harus dilakukan secara terpadu dan pelaksanaannya dilakukan mengacu kepada teori Simpul. Pengendalian pada sumber penyakit merupakan upaya preventif promotif. karena mencegah agar tidak timbul penularan lebih lanjut dalam masyarakat. penular demam berdarah dan sebagainya. Pengendaliann vektor. titik buangan limbah industry. misalnya dengan mengganti bahan bakar bensin menjadi bahan bakar gas. fisik seperti radiasi atau kebisingan. . Manajemen Simpul 1 (Pengendalian pada sumber penyakit) Pengendalian penyakit atau manajemen penyakit secara terpadu berbasis wilayah. Pengendalian vektor merupakan salah satu cara mengendalikan penyakit yang ditularkan vektor penyakit.Salah satu yang kurang disadari selama ini. knalpot kendaraan bermotor secara terus-menerus mengeluarkan gas-gas toksik seperti Karbonmonoksida. seperti nyamuk penular malaria. 2. Bahkan sesuatu penyakit menular semacam demam berdarah dengue yang merupakan siklus lima tahunan. penggunaan bahan-bahan yang tidak berpotensi bahaya penyakit (misalnya daging yang mengandung Bacillus anthracis). dan pengendalian factor resiko kependudukan serta penyembuhan kasus penyakit pada suatu wilayah komunitas tertentu. Sumber penyakit menular dan penyakit tidak menular pada dasarnya dapat dibedakan. Manajemen kasus penyakit menular merupakan upaya promotif sekaligus preventif. Sumber penyakit tidak menular yaitu sumber agent penyakit berupa bahan toksik. dimulai dari pengendalian sumber penyakit. Untuk menghilangkan potensi bahaya dari sumber tersebut maka beberapa teknik dapat ditempuh. misalnya sanitasi makanan. atau diberi alat penyaring bahan pencemar. misalnya saja: a.

Selain berdasarkan teori sampul. Kasus penyakit menular memerlukan pengobatan yang baik untuk mencegah timbulnya penularan. 4. juga diminta menggunakan alat pelindung diri. menurut Hamzah Hasyim dalam jurnalnya. Manajemen Kasus (case management) . dapat dilakukan melalui manajemen kasus (case management) dan manajemen kesehatan masyarakat (public health management). Penyehatan udara dapat dilakukan denganc ara penyediaan air filter di ruangan yang penuh dengan asap rokok. Tentu saja tubuh manusia dengan sistem pertahanannya tidak serta-merta menyerah begitu saja. Penyehatan air identik dengan penyediaan air bersih bagi seluruh penduduk. menyebutkan bahwa manajemen penyakit lingkungan berbasis wilayah. terutama untuk kasus penyakit menular. Sedangkan penularan penyakit melalui manusia selain pengobatan pada manusia itu sendiri.c. Kondisi gangguan penyakit merupakan kegagalan pengendalian faktor risiko pada simpul 1. seperti masker pada penderita penyakit TBC agar tidak menularkan pada orang lain. telaga dan lain sebagainya. Sedangkan untuk penyakit yang tidak menular. 1. Saat itulah diperlukan manajemen kasus penderita dengan baik dan tuntas. Misalnya. penggunaan alat pelindung diri. pekerjaan. perilaku sselalu mengkonsumsi air yang telah dimasak. Manajemen Simpul 4 (Pengobatan penderita sakit/ manajemen kasus) Pengobatan terhadap penderita kasus tersebut dikenal sebagai manajemen kasus atau penderita penyakit. misalnya perilaku menghindar. Manajemen Simpul 3 (Pengendalian proses pajanan/ kontak pada masyarakat) Emisi sumber agent penyakit yang telah berada pada media transmisi (lingkungan) kemudian berinteraksi dengan penduduk atau masyarakat setempat. dan sebagainya. upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan dukungan teknik diagnostik dan penentuan faktor risiko agar orang lain tidak menderita penyakit serupa. Upaya yang telah dikenal antara lain upaya perbaikan PHBS. dan 3. e. Hal ini dikenal sebagai sistem pertahanan seluler maupun humoral. Untuk memastikan kondisi seseorang dinyatakan sakit. d. atau containment penderita). mikroba yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai media transmisi tentu akan dicoba di-contain. Pada manusia pembawa penyakit (misalnya pengobatan. Penyehatan air. Agent penyakit yanng masuk ke tubuh seseorang akan menngalami proses yang amat kompleks di dalam tubuh manusia tersebut. hobi. Sakit merupakan keadaan patologis pada individu maupun sekelompok orang berupa kelainan fungsi maupun morfologi. Untuk kasus penyakit lingkungan yang menular. Untuk membersihkan polusi udara di perkotaan dengan cara menanam pephonan. air yang tercemar bakteri harus dimasak. ditahan dan dibunuh oleh sel-sel pertahanan tubuh manusia. memperbanyak air mancur. Ada sederet upaya (termasuk upaya teknologi) untuk mencegah agar masyarakat tertentu tidak melakukan kontak dengan komponen yang memiliki potensi membahayakan kesehatan. Intensitas hubungan interaktif antara media transmisi (lingkungan) dengan masyarakat tergantung pola perilaku individu atau kelompoknya. Pembersihan udara dalam ruangan. 2. imunisasi dan kekebalan alamiah ketika terjadi wabah demam berdarah. 3. bis melalui pemeriksaan secara sederhana hingga pemeriksaan dengan alat teknologi tinggi.

networking Indonesia melalui NAMRU 2 dengan CDC Atlanta. yang diikuti oleh analisis data untuk mendapatkan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan (manajemen). Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) di bidang kesehatan bukan hanya pemanfaatan teknologi komputer (otomasi) di bidang SIG semata. baik faktor risiko maupun kejadian penyakit yang dilakukan secara simultan. namun harus lebih diarahkan kepada pembentukan informasi yang berkaitan dengan wilayah. Korea). Manajemen kasus yang berhasil. Sp. gizi kurang dan kecacingan. diperkenalkan pendekatan Integrated Management Childhood Illness (IMCI) atau Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) yang sekaligus merupakan model tatalaksana kasus untuk berbagai penyakit anak. ASEAN + 3 negara (Japan. pengembangan teknologi manipulasi data dan analisis secara spasial. Komitmen international dalam Roll Back Malaria yang operasionalisasinya di Indonesia disepakati dengan Gebrak Malaria. dan tidak menjadi sumber penularan. Dalam Manual Pemberantasan Penyakit Menular yang dieditori oleh James Chin. yang penularannya dilakukan oleh vektor nyamuk Anopheles. Sejak tahun 1997. penerapan teknik dan kemampuan diagnosis. Global Networking dilakukan antarnegara. Dalam pola baru ini disamping digunakan cara klasifikasi gejala penyakit yang praktis dan sederhana dengan teknologi tepat guna. MPH . berkesinambungan dan terencana. merupakan upaya pencegahan yang efektif agar penyakit tidak menyebar. China. surveilans kesehatan masyarakat adalah: the on going sistematic collection. juga dipisahkan antara tatalaksana penyakit Pneumonia dan tatalaksana penderita penyakit infeksi akut telinga dan tenggorok. pengobatan. pengembangan indikator. Salah satu pengunaan perangkat lunak yang dapat mendukung upaya survailans kasus adalah ArcView GIS untuk menggambarkan pola incidence. I Nyoman Kandun. periodik. Walaupun. pravalence penyakit. perawatan dan rehabilitasi serta pencegahan agar tidak menular kepada orang lain. Penerapan sistem manajemen penyakit lingkungan berbasis wilayah dalam upaya penanggulangan wabah penyakit malaria. MD. analysis and interpretation of health data essential to the planning. Menurut The Centers for Disease Control (CDC). Survailans kasus. Manajemen penyakit berbasis lingkungan tidak bisa dilaksanakan secara sendiri. yaitu: ISPA. diare. malaria. yang dapat dioverlay berdasarkan model faktor prediksi penemuan kasus baru. campak. 2. Sp. MPH dan diterjemahkan oleh Dr. yang dilakukan dengan baik. merupakan salah satu item penting yang perlu dilakukan. pemeriksaan laboratorium. networking antara Indonesia dan Singapore begitu juga Malaysia ada kerja sama bilateral untuk menangani SARS. kemitraan dan Networking adalah salah satu kunci utama. and evaluation of public health practice. akhir ini mendapat sorotan hangat publik . Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit protozoa. sistematik. Oleh sebab itu. misalnya ASEAN. yakni Plasmodium. C. sampai menimbulkan aksi . Manajemen Kesehatan Masyarakat (Public Health Management). Surveilans terpadu adalah kegiatan pengumpulan data. The final link of the surveillance chain is the application of these data to prevention and control . terlepas dari kinerja NAMRU 2. Pemanfaatan teknologi komputer akan sangat berperan dalam mempercepat proses analisa data geografik dengan volume lebih besar. implementation.Merupakan bagian penting dari manajemen penyakit infeksi baru maupun penyakit infeksi lama yang muncul kembali. closely integrated with the timely disseminationof these data to those who need to know.

Beberapa cara tes malaria sedang dalam uji coba. brazilianum. Simpul 3 (Perilaku Pemajanan). P. Waktu itulah waktu yang paling rentan dimana jumlah kontak antara manusia dan media perantara (nyamuk Anopheles) lebih besar.0. P. Bagi penderita yang tinggal di daerah endemis malaria. schwetzi dan P. Berdasarkan teori simpul. knowlesi. Seseorang dikatakan sakit malaria jika dengan diagnosa konfirmasi laboratorium dipastikan dengan ditemukannya parasit malaria pada sediaan darah. P.disebutkan bahwa ada empat jenis parasit malaria yang dapat menginfeksi manusia. Kontak dapat terjadi jika populasi nyamuk di suatu wilayah sangat tinggi. walaupun di dalam darahnya ditemukan parasit malaria. Primata secara alamiah terinfeksi berbagai jenis malaria termasuk P. Hanya manusia menjadi reservoir terpenting untuk malaria. tidak berarti orang tersebut hanya menderita malaria. . Simpul 2 (Media Perantara). Selain itu. simium yang dapat menginfeksi manusia di laboratorium percobaan. akan tetapi metode ini tidak selalu tersedia di laboratorium diagnosa malaria. Nyamuk Anopheles memiliki waktu aktif setelah matahari terbenam hingga pagi hari saat matahari mulai muncul menerangi bumi. Manajemen penyakit dapat dikembangkan dengan mengintervensi masingmasing simpul. virus. Antibodi di dalam darah yang diperiksa dengan tes IFA atau tes lainnya. demam Lassa. dapat muncul pada minggu pertama setelah terjadinya infeksi akan tetapi dapat bertahan lama sampai bertahun-tahun tetap beredar didalam darah. oleh karena gejala klinis yang ditimbulkan oleh keempat jenis parasit malaria tersebut sama. Sumber penyakit penyakit malaria adalah manusia yang di dalam tubuhnya mengandung gametosit Plasmodium. maka didapatkan suatu distribusi faktor determinan munculnya penyakit malaria sebagai berikut: Simpul 1 (Sumber Penyakit). Untuk membedakan keempat jenis parasit malaria tersebut diperlukan pemeriksaan laboratorium. ICD-10 B50). Infeksi oleh plasmodium malaria yang paling serius adalah malaria falciparum (disebut juga tertiana maligna ICD-9 084. akan tetapi jarang terjadi penularan/transmisi secara alamiah. Diagnosis dengan menggunakan metode PCR adalah yang paling sensitif. Pemeriksaan mikroskopis yang diulang setiap 12-24 jam mempunyai arti penting karena kepadatan Plasmodium falciparum pada darah tepi yang tidak tentu dan sering parasit tidak ditemukan dengan pemeriksaan sediaan darah tepi pada pasien yang baru terinfeksi malaria atau penderita yang dalam pengobatan malaria. tes ini mendeteksi antigen yang beredar didalam darah. kemampuan manusia untuk melindungi dirinya dari gigitan nyamuk juga mempengaruhi frekuensi kontak dengan nyamuk. demam tifoid). Walaupun sudah mendapat lisensi di beberapa negara di dunia akan tetapi di Amerika lisensi baru diberikan pada tahun 1999. Dapat juga pada waktu yang bersamaan orang tersebut menderita penyakit lain (seperti demam kuning fase awal. parasit lain). maka langkah manajemen dapat dimulai. Pemeriksaan ini berguna untuk membuktikan riwayat infeksi malaria yang dialami sebelumnya dan tidak untuk mendiagnosa penyakit malaria yang sedang berlangsung Setelah mengetahui uraian masing-masing determinan berdasarkan teori simpul. Simpul 4 (penyakit/outcome). Tes dengan menggunakan dipstick mempunyai harapan yang paling baik. inui. Apalagi pola demam pada awal infeksi menyerupai pola demam penyakit yang disebabkan organisme lain (bakteri. Perilaku pemajanan adalah jumlah kontak antara manusia dengan komponen lingkungan yang mengandung potensi penyakit. Media perantara penyakit ini adalah nyamuk Anopheles betina.

2. ovale yang masih sensitif terhadap obat tersebut dapat diberikan per oral (diminum) dengan jumlah dosis 25 mg chloroquine/kg berat badan diberikan lebih dari 3 hari. untuk simpul 2 dengan pengendalian vektor. dosis 15 mg dapat diberikan pada hari pertama (10 mg/kg berat badan dosis awal dan 5 mg/kg berat badan 6 jam berikutnya. penderita yang sudah diberi pengobatan. falciparum. Agar nyamuk anopheles tidak menghisap darah yang mengandung gametosit dari penderita. Manajemen penyakit lingkungan berbasis wilayah dapat dilaksanakan dengan pendekatan teori simpul (simpul 1. Juga dapat dilakukan dengan pendekatan manajemen kasus dan manajemen faktor risiko (manajemen kesehatan masyarakat). Artinya. Sp. vivax. BAB IV PENUTUP A. faktor lingkungan berperan sangat besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pengobatan untuk mereka yang terinfeksi malaria adalah dengan menggunakan chloroquine terhadap P. Langkah intervensi vektor yang dapat diambil di antaranya adalah eliminasi breeding site dan resting site. Manajemen simpul 3. B. Oleh karena itu. Simpul 3 diisi oleh perilaku manusia yang mempengaruhi jumlah kontaknya dengan vektor. manajemen simpul 1 sama dengan manajemen simpul 4 (jika outputnya sakit. bagaimana mengecilkan risiko terjadinya kasus dengan menjauhkan/menghindarkan diri dari nyamuk. 600 mg dan 300 mg dosis untuk orang dewasa). langkah yang harus diambil adalah langkah pengendalian vektor. Langkah-langkah yang diambil di antaranya adalah penggunaan repellen di malam hari dan tidur dengan perlindungan kelambu. 3 dan 4). Oleh karena itu. Oleh karena itu. Akan tetapi. P. 2. Lingkungan memiliki andil dalam menimbulkan adanya penyakit. diberi pengobatan ulang atau diberikan dosis tunggal mefloquine 25 mg/kg berat badan. Langkah pengendalian vektor harus diambil karena penderita malaria yang diobati tidak akan sembuh pada saat dia pertama kali minum obat. P. Malaria vivax mungkin sudah resisten terhadap klorokuin. KESIMPULAN 1. Penerapan manajemen penyakit berbasis wilayah pada wabah malaria adalah untuk simpul 1 dan 4 dengan agen penyakit harus dihilangkan dari penderita dengan pemberian obat. hari kedua diberikan 5 mg/kg berat badan dan hari ketiga diberikan 5 mg/kg berat badan. . SARAN Hendaknya manajemen penyakitb lingkungan berbasis wilayah harus dilakukan secara sistematis. langkah yang diambil di antaranya adalah bagaimana agar sumber bahaya (nyamuk) jauh dari manusia. Di dalam darahnya pasti masih terdapat gametosit-gametosit plasmodium yang potensial untuk menularkan penyakit. maka agen harus dihilangkan dari penderita. Penyakit malaria hanya memiliki manusia sebagai reservoirnya. jika outputnya sembuh berarti simpul 4 tidak perlu diintervensi lagi). simpul 3 dengan mengecilkan risiko terjadinya kasus dengan menjauhkan/menghindarkan diri dari nyamuk. 3. malariae dan P. Artinya. penderita harus mendapatkan perawatan total hingga ia benarbenar sembuh. Bahkan menurut HL Blum.Manajemen penyakit di simpul 1 dan 4. yaitu nyamuk Anopheles. Manajemen simpul 2. Simpul 2 diisi oleh vektor.

11. Masyarkat juga harus diberdayakan. 2008. F. Manajemen Penyakit Lingkungan Berbasis Wilayah (Application Management Environmental Disease Based of Spesific Area). Vol. Laporan Kajian Kebijakan Penanggulangan (Wabah) Penyakit Menular. U. 2006. serta diarahkan untuk mampu melindungi dirinya sendiri dari penyakit dan senantiasa menjaga dan meningkatkan kesehatannya. Standar Prosedur Operasional Klinik Sanitasi. Jakarta Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan. Mengatasi Gangguan Kesehatan Masyarakat Akibat Radiasi Elektromagnetik dengan Manajemen Berbasis Lingkungan. 2002. Pidato Pengukuhan. 2008. 2006. 2007. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press). Manajemen Berbasis Lingkungan Solusi Mencegah dan Menanggulangi Penyakit Menular. Jakarta Anies. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2006 Hasyim. Penerbit Elex Media Komputindo. Hamzah. memahami. Disampaikan pada Upacara Penerimaan Jabatan Guru Besar IKM FK Universitas Diponegoro 14 Juli 2007 Depkes RI.terencana. Jakarta Anies. 2 . DAFTAR PUSTAKA Achmadi. No. berdasar fakta (evidence based) serta terpadu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful