P. 1
ARTI SUPERVISI

ARTI SUPERVISI

|Views: 1,449|Likes:
Published by Fredy Ilut Setyawan

More info:

Published by: Fredy Ilut Setyawan on Apr 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2015

pdf

text

original

ARTI SUPERVISI PENDIDIKAN

Posted on Juni 6, 2008 by supi pauzi

ARTI SUPERVISI PENDIDIKAN Drs. N. A. AMETEMBUN Dosen Pendidikan I. K. I. P Bandung Arti morfologis Supervision (inggris) : Super : atas, vision : visi Jadi supervise artinya : lihat dari atas Arti semantik Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya. INSPEKSI DAN SUPERVISI Inspeksi : inspectie (belanda) yang artinya memeriksa Orang yang menginsipeksi disebut inspektur Inspektur dalam hal ini mengadakan : Controlling : memeriksa apakah semuanya dijalankan sebagaimana mestinya Correcting : memeriksa apakah semuanya sesuai dengan apa yang telah ditetapkan/digariskan Judging : mengandili dalam arti memberikan penilaian atau keputusan sepihak Directing : pengarahan, menentukan ketetapan/garis Demonstration : memperlihatkan bagaimana mengajar yang baik Orang yang melakukan supervise disebut supervisor. Dibidang pendidikan disebut supervisor pendidikan. Supervisi bercirikan :  Research :meneliti situasi sebenarnya disekolah  Evalution : penilaian  Improvement :mengadakan perbaikan  Assiatance :memberikan bantuan dan bimbingan  Cooperation :kerjasama antara supervisor dan supervised ke arahperbaikan situasi Kepengawasan pendidikan di Indonesia dewasa ini mengalami masa transisi dari inspeksi kea rah supervise yang dicita-citakan. Yang disebut supervisor pendidikan bukan hanya para pejabat/petugas dari kantor pembinaan, kepala sekolah, guru-guru dan bahkan murid pun dapat disebut sebagai supervisor, bila misalnya diserahi tugas untuk mengetuai kelas atau kelompoknya. PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI PENDIDIKAN 1. Prinsip-prinsip fundamental Pancasila merupakan dasar atau prinsip fundamental bagi setiap supervisor pendidikan Indonesia. Bahwa seorang supervisor haruslah seorang pancasilais sejati. 2. Prinsip-prinsip praktis a. Negatif   Tidak otoriter   Tidak berasas kekuasaan   Tidak lepas dari tujuan pendidikan   Bukan mencari kesalahan   Tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil b. Positif   Konstruktif dan kreatif   Sumber secara kolektif bukan supervisor sendiri 2

4. Pembinaan berupa bimbingan (guidance) kea rah pembinaan diri yang disupervisi KETERAMPILAN-KETERAPILAN SUPERVISOR PENDIDIKAN 1. Penelitian (research) untuk memperoleh gambaran yang jelas dan objektif tentang suatu situasi pendidikan   Perumusan topik   Pengumpulan data   Pengolahan data   Konlusi hasil penelitian 2.   Membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia pembangunan dewasa yang berpancasila. 2. Tujuan khusus   Membantu guru-guru lebih memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya   Membantu guru-guru untuk dapat lebih memahami dan menolong murid   Memperbesar kesnggupan guru mendidik murid untuk terjun ke msyarakat   Memperbesar kesadaran guru terhadap kerja yang demokratis dan kooperatif   Membesar ambisi guru untuk berkembang   Membantu guru-guru untuk memanfaatkan pengalaman yang dimiliki   Memperkenalkan karyawan baru kepada sekolah   Melindungi guru daru tuntutan tak wajar dari masyarakat   Mngembangkan professional guru FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN 1.   Perbaikan situasi pendidikan dan pengajaran pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar pada khususnya. Penilaian (evaluation) lebih menekankan pada aspek daripada negative 3. Keterampilan dalam proses kelompok Supervisor harus terampil :   Membangkitkan semangat kerjasama   Merumuskan tujuan   Merencanakan bersama   Mengambil keputusan bersama 3 Menciptakan tanggung jawab bersama     Menilai dan merivisi bersama               .Propessional Sanggup mengembangkan potensi guru dkk Memperhatikan kesejahteraanguru dkk Progresif Memperhitungkan kesanggupan supervised Sederhana dan informal Obyektif dan sanggup mengevaluasi diri sendiri TUJUAN SUPERVISI PENDIDIKAN 1. Tujuan umum   Membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia dewasa yang sanggup berdiri sendiri. Perbaikan (improvement) dapat mengatahui bagaimana situasi pendidikan/pengajaran pada umumnya dan situasi belajar mengajarnya. Keterampilan dalam kepemimpinan (leadership) Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan yang dipimpin   Working on : wibawa (power on)   Working for : pembantu bagi orang yang disupervisi   Working mithin : bersama-sama 2.

2. Tekhnik kelompok : cara pelaksanaan supervise terhadap sekelompok orang yang disupervisi 2. Tekhnik perorangan : dilakukan terhadap individu yang memiliki masalah khusus. Kunjungan kelas (class visit) Merupakan suatu metode supervise yang ³to the point´ kena sasaran 3. METODE SUPERVISI 1. manipulasi diplomatis : mengarahkan orang yang disupervisi untuk melaksanakan apa yang dikehendaki supervisor dengan cara musulihat 4. Kunjungan sekolah (school visit) Akan memberikan pengatahuan yang lengkap tentang situasi sekolah sehingga program akan lebih efektif. Keterampilan dalam hubungan insani (human relation) Supervisor tidak semata-mata berurusan dengan aspek meteril tetapi berhadapan dengan manusia-manusia yang berbeda perilaku.3. hendaklah diadakan pembicaraan langsung dan pribadi tentang hasil kunjungan dengan orang yang dikunjungi. 3. JENIS-JENIS SUPERVISI PENDIDIKAN BERDASARKANPROSESNYA 1. Kreatif : menekankan inisiatif dan kebebasan berfikir TEKHNIK SUPEERVISI PENDIDIKAN 1. 4. Konstruktif : membangun (dapat memperbiki jika terjadi kesalahan) 4. Koraktif : lebih mencari kesalahan 2. Otokratis : supervisor penentu segalanya 2. Rapat sekolah 4 Untuk membicarakan kepentingan murid dan sekolah dan hal-hal yang berhubungan dengan sekolah 5. Preventif : mencegah hal-hal yang tidak diinginkan 3. Pendidikan ini service .  Hubungan pribadi : pribadi orang yang bersangkutan  Hubungan fungsionil : fungsi yang dijalankan seseorang  Hubungan instrumental : didasarkan atas pandangan memperalat bawahan  Hubungan konsensionil : didsarkan atas kebiasaan atau kelaziman yang berlaku. Keterampilan dalam evaluasi (evaluation)  Merumuskan tujuan dan norma-norma  Mengumpukan fakta-fakta perubahan  Menterapkan criteria dan menyusun pertimbangan  Merevisi rencana yang disusun TIPE-TIPE SUPERVISOR PENDIDIKAN 1. Metode tak langsung : mempergunakan berbagai alat perantara (media) TEKHNIK DAN METODE YANG LAIN 1. Demokratis : mementingkan musyawarah mufakat dan bekerjasama atau gontong royong secara kekeluargaan. 4. Pertemuan individual Setelah suatu kunjungan berakhir. laissez-faire : memberikan kebebasan dan keleluasan kepada orang yang disupervisi untuk melakukan apa yang dianggap mereka baik. Keterampilan dalam administrasi personal Supervisor harus terampil :  Menyeleksi anggota/karyawan baru  Mengorientasi anggota/karyawan baru  Menempatkan dan menugaskan sesuai kecakapan  Membina 5. Metode langsung : alat yang digunakan mengenai sasaran supervise 2.

who.Untuk kepentingan mutu mrngajar dan belajar. how. flexible. siapa. Misalnya : study individual. bagaimana. mengapa. maka guru perlu mengembangkan pengetahuan sesuai dengan profesinya dengan berbagai cara.pengunguman supervise .dsb 11. kapan dan dimana.pengunguman untuk murid . Kunjungan rumah Tujuannya untuk mempelajari bagaimana situasi hidup orang yang disupervisi di rumah terutama meneliti masalah-masalah yang secara langsung atau tak langsung mempengaruhi tugas/kewajiban orang yang disupervisi itu PROGRAM SUPERVISI PEDIDIKAN Suatu program supervisi pendidikan adalah rangka program perbsikan pendidikan dan pengajaran. prinsip-prinsip : kooperatif. Demonstrasi mengajar Metode ini dapat dilakukan oleh supervisor sendiri atau oleh guru yang ahli untuk memperkenalkan metode mengajar yang efektif. bisa mingguan atau bulanan. organisasi program a. when. 9. Intervisitas Saling kunjung-memgunjungi sesama guru untuk mengobservasi situasi belajar masing-masing 8. Bulletin supervisi Bulletin berkala dapat dimanfaatkan untuk perbaikan program pendidikan dan penngajaran. komprehensif. 6. kontinu b. mengadakan intervisitasi dsb. perancanaan Perancaan adalah pemikiran dan perumusan tentang apa. proses : merumuskan what. where 2. 1. menghadiri ceramah. Syarat-syarat :   tilikan jelas tentang tujuan pendidikan   pengetahuan tentang mengajar yang baik   pengetahuan tentang pengalaman belajar murid   pengetahuan tentang guru-guru   pengetahuan tentang murid-murid   pengaetahuan tentang masyarakat   pengetahuan tentang sumber-sumber fisik   factor biaya   factor waktu c. Workshop (musyawarah kerja_muker) Untuk mengembangkan professional karyawan (in-service) 7. study grops.pengumuman administrative . 10. kreatif. why. langkah-langkah mengorganisir program :   persiapakan suasana   pertimbangan situasi   penyusunan program   pembagian tanggung jawab . pola-pola : horizontal vertical b. a. Bulletin bord .

a. perlengkapan murid   operational proses kepemimpinan. usaha integrasi sekolah dan masyarakat 4. guru. lebih ke subjektif   observasi   wawancara   angket   checklist dan rating-scale   laporan pribadi dan tekhnik projektif   catatan-catatan anekdot   catatan-catatan komulatif   case study   sosiometri   laporan stenografis   buku-buku catatan   kotak saran   rapat-rapat supervise ETIKA JABATAN SUPERVISOR PENDIDIKAN Etika suatu jabatan (professional ethics) yang dirumuskan dalam kode etika jabatan (profesi) tersebut memuat nilainilai atau norma yang merupakan pedoman bagi sikap dan tingka laku para pejabat yang berkeahlian dibidang yang bersangkutan. proses mengajar. evaluasi Evaluasi dalam hubungannya dengan pendidikan adalah menentukan sampai dimana tujuan-tujuan pendidikan yang ditetapkan telah tercapai. wali murid. Objektif :   ujian karangan (essay examination)   ujian objektif b. prinsip-prinsip   rencana harus komprehensif   penyusunan harus kooperatif   program harus kontinu dan berinteraksi dengan kurikulum   lebih menggunakan data yang objektif daripada yang subyektif   menghargai para participant b. alat-alat : a. administrasi. usaha kesejahtraan personil.  perwujudan program 5   pembinaan perkembangan program   integrasikan program dengan masyarakat   persiapan program evaluasi 3. proses   merumuskan tujuan evaluasi   menyeleksi alat-alat evaluasi   menyusun alat-alat evaluasi   menerapkan alat-alat evaluasi   mengelola hasil   menyimpulkan c. supervise   materiil kurikulum. kepsek. karyawan. aspek-aspek yang dievaluasi :   peronil murid. perlengkapan sekolah. .

atau pengawas supersvisi dilaksanakan berdasarkan prinsip demokrasi yang dijiwai oleh fasafah pancasila b. 6 Code etika supervise pendidikan : 1. sehingga bukan hanya sulit. Pebedaan interpretasi terminologis c. Hubungan dengan orang yang disupervisi : guru dan murid supervisor hendaklah jujur dan adil supervisor hendaklah membina perkembangan potensialitas supervisor hendaklah memberi kesempatan dan bantuan 2. Hubungan dengan tuhan supervisor mempasrahkan diri kepada Tuhan YME setia melakukan kewjiban-kewjibannya terhadap Tuhan YME MASALAH-MASALH YANG DIHADAPI SUPERVISI PENDIDIKAN a. karena hanya merupakan sebab timbulnya suatu problem 2. Hubungan dengan rekan seprofesi supervisor hendakalah memelihara dan mengembangkan rasa solidaritas supervisor hendaklah jujur dan toleran 4. pebedaan fungsi inspeksi merupakan suatu jabatan (position) dalam suatu jawatan supervise merupakan suatu fungsi (funcition) untuk membina perbaikan suatu situasi 2. Hubungan dengan orang tua dan masyarakat supervisor hendaklah memelihara hubungan kerjasama yang baik supervisor hendaklah mengindahkan moral dan adapt istiadat dalam masyarakat 3.Prinsip-prinsip : cinta kasih sebagai prinsip pokok setiap etika jabatan (lebih universalistic sifatnya). Masalah praktis   masalah-maslah kepemimpinan (leadership)   masalah-masalah proses kelompok (group proses)   masalah-masalah hubungan insani (human relation)   masalah-masalah administrasi personal (personnel administration)   masalah-masalah penilaian (evaluation) . Perbedaan konsepsional tentang kepemimpinan dan kekuasaan kekuatan (mendapat yang diberikan tidak disertai wewenang bertindak. MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI SUPERVISOR 1. Hubungan dengan profesi supervise pendidikan supervisor hendaklah selalu bersikap dan bertindak professional supervisor hendaklah berusaha mewujudkan dan mengembangkan karya supervisi 5. Masalah dan proporsinya   kadang-kadang sesuatu hal tidak dianggap suatu problem. Perbedaan konsep inspeksi dan supervise pendidikan 1. pancasila dapat merupakan pula prinsip pokok yang bersifat nasionalistik yang hendak menjiwai setiap etika jabatan bangsa Indonesia. ia juga tidak tau apa yang menjadi wewenangnya. Pebedaan aktualisasi fungsi sebagai administrator dan supervisor pendidikan administrator berfungsi mengatur agar segala sesuatu berjalan dengan baik supervisor berfungsi membina agar sesuatu itu berjalan secara lebih baik dan lebih lancar lagi (meningkatkan mutu) dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan d. perbedaan prinsip inspeksi dilaksanakan berdasarkan prinsip otokrasi/inspector.

baik yang fundamental maupun yang praktis. Berpedomankan prinsip Yaitu prinsip pendidikan dan prinsip-prinsip supervise pendidikan. supervise ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif. temasuk kategori supervisor dalam pendidikan adalah kepala sekolah. akan lebih memudahkan dan mengefektifkan pemecahan-pemecahan masalah hidup. kemampuan memanfaatkan hasil supervise pada dasarnya tugas pokok kepala sekolah adalah menilai dan membina penyelenggaraan pembelajaran di sekolah.  Willes (1975). Salah satu tugas pengawas dengan perincian sebagai berikut : ³mangendalikan pelaksanaan kurikulum meliputi isi. kemampuan menyusun program supervisi pendidikan 2. Pada rambu-rambu penilaian kinerja kepala sekolah (SD). penelik sekolah. dirjen dikdasmen tahun 2000 sebagai berikut : 1.  Purwanto (1987). contoh dalam proses pembelajaran di sekolah. penggunaan alat perlengkapan dan penilaian agar sesuai dengan ketentuan dan peraturan perudangan yang berlaku´. tetapi berkaitan siswa dalam proses belajar  Ross L (1980). dan para pengawas ditingkatkan kabupaten/kotamadya. pembelajaran dan kurikulum. dengan cara mampengaruhi tenaga pengajar secara langsung demi mempertinggi kegiatan belajar siswa. Dengan kata lain salah satu tugas kepala sekolah sebagai pembinaan yang dilakuakan memberikan arahan. metode penyajian. 2. 3. kemampuan malaksanakan program supervisi pendidikan 3. mengatakan di atas bertujuan untuk memelihara atau mengadakan perubahan oprasional sekolah. mengembangkan kegiatan belajar mengajar. Sesuai dengan rumusan diatas maka kegiatan yang dapat disimpulkan dalam supervisi pembelajaran sebagai berikut : 1. supervisi harus konstruktif. Berarti bahwa kepala sekolah merupakan supervisor yang bertugas melaksanakan supervisi pembelajaran. Supervise hanya berhubungan langsung dengan guru. membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru menjalankan tugasnya terutama dalam pembelajaran. serta staf di kantor bidang yang ada di tiap provinsi. 2. .7 RESPONSI TERHADAP MASALAH-MASALAH SUPERVISI 1. mendefinisikan bahwa supervisi adalah pelayanan kapada guru-guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan pengajaran. Made pidarta DEFINISI SUPERVISI Menurut keputusan mentri pendidikan dan kebudayaan nomor 0134/0/1977. Berkepribadian Kepribadian yang telah terintegrasi yan sanggup mengambil keputusan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bekerja sistematis   mengumpulkan data yang merupakan masalah   mengumpulkan sebab   memilih dan mengklasifikasikan sebab-sebab yang kiranya dapat dianggap berlaku pada persoalan itu   mampertimbangkan dan membandingkan sebab   manyimpulkan dan meninjau segala kemungkinan yang dapat meniadakan sebab timbulnya masalah   menyusun tahap-tahap penyelesaian data 3. upaya pembinaan dalam pembelajaran 8 PRINSIP SUPERVISI 1.

mempersiapkan isian berupa check list c. persiapan yang diperhatikan : . dan beberapa hal yang diperlu dikemukankan : . Ada tiga macam observasi yaitu dengan pemberitahuan.tidak boleh menegur kesalahan guru di dalam kelas .mencari tempat duduk yang tidak mencolok . observasi kelas saling kunjung demontrasi mengajar supervisi klinnis kaji tindak (action research) MELAKSANAKAN SUPERVISI PEMBELAJARAN A. membicarakan hasil observasi hasil yang dicatat dibicarakan dengan guru.kesepakatan kepala sekolah dan guru tolak ukur tentang apa yang dioservasi b.waktu percakapan .2. murid dan masalah yang timbul. perancanaan Kepala sekolah merencanakan dalam menyusun program dalam satu semester atau tahunan.guru diberi tahu kepala sekolah bahwa kepala sekolah akan mengadakan observasi .bila ada memakai alat elektronika : tape recorder. tanpa pemberitahuan. 5. 2. Observasi kelas observasi kelas merupakan salah satu cara paling baik memberikan supervisi pembelajaran Karen dapat melihat kegiatan guru. 4.tempat percakapan . 2.mencatat setiap kegiatan . tergantung dari jumlah guru yang perlu di observasi.kepala sekolah mempersiapkan (bisa bertanya pada nara sumber atau perpustakaan) . mekanisme observasi a.guru diberi kesempatan dialog dan mengeluarkan pendapat . kemera . 3. 3. JENIS-JENIS SUPERVISI Beberapa jenis supervisi antara lain : 1. 5. dan atas undangan. 8. 4.percakapan hendaknya tidak keluar dari data observasi .sikap ramah simpatik tidak memborong percakapan . 1. 7.memberikan salam kepada guru yang mengajar . sikap observasi didalam kelas . Program tidak terlalu kaku. diperlukan data konkret tentang keadaan sebenarnya dan kepala sekolah juga harus mengakui keterbatasannya. supervisi harus menolong guru agar senantiasa tumbuh sendiri tidak tergantung pada kepala sekolah supervisi harus realistis supervisi tidak usah muluk-muluk dan didasarkan pada kenyataan yang sebenarnya pada guruguru supervisi harus democrat hakikat pengembangan mutu sekolah adalah usaha bersama berdasarkan musyawarah supervisi harus objektif kegiatan tidak boleh diwarnai oleh prasangka kepala sekolah. 6.

tahap pengamatan. Pelaksanaan supervisi klinis menurut la sulo (1987). Menurut pendapat diatas mengajar dalam pekerjaan disekolah bukan pekerjaan yang mudah. Laporan hasil penelitian kaji tindak terdiri dari : 1. balikan diberikan dengan segera dan bersifat obyektif 7. tahap aksi atau pelaksanaan tindakan. kaji tindak dirumuskan dalam empat tahap yaitu : tahap perencanaan. 2. supervisor dan guru dalam keadaam suasanan intim dan terbuka 10. bimbingan supervisor kepada guru bersifat bantuan. guru hendaknya dapat menganalisa penampilannya 8. Supervisi klinis Supervisi klinis termasuk bagian dari supervisi pengajaran. laporan percakapan . tahap evaluasi danrefleksi/umpan balik. tujuan data yang diperoleh. Saling mengunjungi Dalam kegiatan belajar mengajar sudah ada wadah dari kegiatan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan pembelajaran guru-guru antara lain : 1. 2.hasil pembicaraan didokumenkan menurut masing-masing guru yang telah diobservasi 9 . supervisor dapat digunakan untuk membentuk atau peningkatan dan perbaikan keterampilan pembelajaran E. untuk tingkat Sekolah Dasar adalah Pusat kegiatan guru (PKG) C. Bila perlu berlatih diluar sekolah 5. pemecahan masalah dan saran-saran B. Hasil penelitiannya dipakai sendiri oleh peneliti dan orang lain yang membutuhkan Menurut kemmi (1995). catatan diskusi.saran untuk perbaikan diberikan yang mudah dan praktis .. guru melakukan persiapan dengan aspek kelemahan-kelemahan yang akan diperbaiki. Domonstrasi mengajar Dalam kegiatan pembelajaran sangat sukar menentukan mana yang benar dalam praktek mengajar karena mengajar menurut Siswoyo (1997) sebagai seni dan filusuf. bukan perintah atau instruksi. Kaji tindak Fokos utama kajia tindak adalah mendorong para prektisi untuk meneliti dan terlibat dalam praktik penelitiannya sendiri. mengemukakan ciri-ciri supervisi sebagai berikut : 1. sehingga kepala sekolah dalam demonstrasi pembelajaran tidak perlu mengakui kelemahan dan perlu mencarikan ahli yang dapat memberikan gambaran tentang pembelajaran yang baik D. gagasan umum perumusan masalah perencanaan penelitian kaji tindak . supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan daripada memerintah atau mengarahkan 9. d. ksepakatan antara guru dan supervisor tentang apa yang dikaji dan jenis keterampilan yang paling pointing (diskusi guru dengan supervisor) 3.kelamahan guru hendaknya menjadi motivasi guru dalam memperbaiki kelemahan . pelaksanaannya seperti dalam teknik observasi kelas 6. untuk tingkat SMP dan SMA adalah musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) 2. Perbedaannya dengan supervisi yang lain adalah prosedur pelaksanaannya ditekankan kepada mencari sebab-sebab atau kelemahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dan kemudian langsung diusahkan perbaikan kekurangan dan kelemahan tersebut. instrument dikembangkan dan disepakati bersama antara guru dengan supervisor 4.kesepakatan perbaikan disepakati bersama dengan menyenangkan. 3.isi dokumen dimulai dari tanggal.

Penguasaan materi D. Gaya dan sikap perilaku . Nada dan suara I. 6. Persiapan dan aperisepsi B. Relevansi materi dengan tujuan instruksional C. supervisi klinis. dengan demikian diharapkan indicator yang diamati untuk setiap unsure yang diamati. 7. Penggunaan bahasa J. pelaksanaan penelitian kaji tindak monitoring evaluasi dan refleksi saran dan rekomendasi 10 PERNGKAT SUPERVISI Salah satu perangkat yang digunakan dalam melaksankan supervisi ialah instrument observasi pembelajaran/check list terutama untuk supervisi kelas. G. 5. Strategi Metode Manajemen kelas Pemberian metivasi kepada siswa H. antara lain : A. F.4. E.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->